16
SUDUT PANDANG
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Datangkan Guru Senam ke Rumah
“Waktunya padat banyak kegiatan jadi lebih efektif kalau gurunya datang ke rumah. Biasanya kami latihan Hari Kamis dan Sabtu setiap sore di rumah,” katanya. Bukan hanya dirinya sendiri berolahraga, tapi juga seluruh anggota keluSakit itu mahal. Energi, materi, dan waktu akan terkuras arganya ikut berolahraga. banyak ketika kita sakit. Agar terhindar dari sakit, biasakan diri “Kami berolahraga beruntuk berolahraga. Demikian dituturkan Kadek Weisya banyak sekitar 15 orang,” Kusmiadewi, S,H.,MKn. ujarnya. Tiap pagi biasanya ia suka etua Fraksi Gerindra giatan tersebut rutin ia lakukan. jogging di areal rumahnya. DPRD Karangasem ini Baginya, waktu harus dimanfaatkan Itu rutin ia lakukan tiap hari memilih jogging untuk dengan maksimal dan efisien. Kami sebelum bersiap dengan pilihan olahraga sehari- bisa bersosialisasi sekalian berolah- banyaknya aktivitas. “Wahari. Menurutnya, selain mudah raga dan membuat badan sehat,” laupun jarak tempuh tidak dilakukan, jogging juga merupakan kata Dewi. terlalu jauh tapi intinya olahraga murah, karena bisa Kadang jika libur, ia akan agen- asal dapat menggerakkan dilakukan setiap saat dan di dakan untuk jogging ke lapangan badan. Memulai aktivitas mana pun. “Pagi-pagi saya sekalian jalan-jalan bersama ke pagi setelah berolahraga akan mendan suami biasanya jogging luarga. Menurutnya, untuk olah- jadi lebih semangat,” lanjutnya. di seputaran Jalan Sekar raga yang penting adalah rutinitas. Agar lebih memantapkan keingiTunjung di daerah ling- Tak peduli waktunya kapan baik nan berolahraga ada satu visi yang kungan tempat tinggal pagi atau sore hari yang penting ingin dicari yakni “OTW Kurus”. kami. Saat jogging kami berkesinambungan pasti memberi Itulah misi sekaligus nama grup WA biasa saling sapa dengan manfaat positif. “Kadang sebagai khusus untuk olahraga aerobik yang warga setempat. Setelah pekerja dikejar waktu untuk olah- ia lakoni. cukup berkeliling kami raga pagi. Bisa dipilih sore hari. Saya “Nama grup itu membuat kami sering mampir ke warung sih suka juga olahraga ke taman jadi terus semangat untuk olahraga. sempatkan membeli sa- sekalian refreshing,” imbuhnya. Kalaupun sibuk selalu diusahakan yur dan lauk pauk untuk Lain lagi penuturan Ni Wayan Sari olahraga jangan sampai bolong menu hari itu,” tutur is- Galung. Anggota DPRD Provinsi Bali karena ingat misi awal,” ujarnya tri dari Nyoman Suyasa Dapil Denpasar ini mengaku me- sembari tertawa. yang juga anggota DPRD milih olahraga aerobik dan zumba di Olahraga aerobik dipilih karena Provinsi Bali ini. rumahnya. Ditengah kesibukannya keinginan anak-anaknya sehingga Dewi begitu ia akrab beraktiviitas, membuatnya men- ia merasa selain berolahraga ada disapa mengatakan, ke- gundang guru aerobik ke rumah. juga kebersamaan dengan kelu-
K
Ni Wayan Sari Galung
Kadek Weisya Kusmiadewi
arga besarnya. Ia menambahkan, olahraga dengan suara musik lebih membuat bersemangat. Ia menuturkan, sebelum memanggil guru senam ke rumah, ia ikut aerobik ke studio. Namun, seringnya ada kesibukan membuat waktunya berbenturan sehingga dia merasa tidak efektif. Walaupun baru jalan dua bulan dengan memanggil guru senam, ia merasa mantap sudah menjalankan olahraga bisa dengan teratur. “Sebenarnya dulu saya juga ikut yoga, tapi kalau di rumah sendiri yoga jadi malas. Sekarang ga pernah yoga lagi,” kata Sari Galung. (Wirati Astiti).
Olahraga Sehatkan Tubuh dan Pikiran Tiap orang tentu ingin memiliki tubuh yang sehat dan segar setiap harinya. Begitu juga dengan ibu satu anak ini, terlebih dia harus dalam kondisi terbaik untuk menjalankan usahanya, Cosmic Aromatherapy Reflexology yang berada di kawasan Jalan Pulau Tarakan. Olahraga pun menjadi pilihannya untuk menjaga gaya hidup yang sehat. Pemilik nama panjang Tuty Handayani ini mengakui kalau olahraga merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang. Karena itu pula, rutin berolahraga menjadi salah satu gaya hidup sehat yang diterapkannya. Bersama sahabat dan teman-temannya yang sehobi, ia rajin menyegarkan kembali tubuhnya melalui kegiatan yoga dan jalan kaki. Yanni Cosmic, begitu ia biasa disapa, mengatakan kesehatan wajib dijaga sebab merupakan investasi paling berharga dalam sebuah kehidupan. Sesibuk apapun aktivitasnya, demi kebugaran, ia selalu mengalokasikan waktu, memiliki kesempatan untuk berolahraga di setiap minggunya. “Bagi saya olahraga mampu membantu jadi tidak mudah lelah. Juga bisa menjaga mood dan semangat saya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, “ tandas ibu dari Luh Ayu Hediana., A.P ini. Dikatakannya, kesehatan itu mahal, memerlukan konsistensi dan kemauan untuk menjaganya. “ Apapun yang kita lakukan tidak akan ada artinya sebab ketika tubuh kita tidak sehat, pikiran kita pun tidak sehat. Saya memilih untuk melakukan seni pernapasan serta olah tubuh yang menyelaraskan pikiran dan gerakan atau yoga ini dua kali dalam seminggu,” terang Yanni. Lebih lanjut, ia menambahkan alasan dirinya memilih kegiatan olah tubuh yakni yoga, selain manfaatnya untuk
menenangkan pikiran ,menyehatkan badan karena peredaran darah lancar, juga memberikan efek positif pada struktur tulangnya. “Setelah lama mengikuti yoga, sangat terasa membantu melenturkan badan saya sehingga saya merasa nyaman tidak sakit meski saya terdiagnosis skoliosis,” ujarnya. Selain yoga, Yanni menyampaikan kalau ada lagi pilihan olah raga lainnya, yaitu jalan kaki pagi hari di pantai Sanur. Olahraga ini diyakininya memiliki segudang manfaat. “Saya berlari 3 kali dalam seminggu, sepanjang 20 km. Segar sekali rasanya, karena bisa menimati sunrise dan menghirup vitamin D, jadinya suasana hati juga terjaga dengan baik.Kondisi yang baik ini akan menjadi modal untuk membawa hari kita penuh dengan produktivitas yang baik dan juga positif. Saya juga merasakan dengan berjalan, semakin menguatkan kaki, otot paha dan betis, termasuk juga jantung serta mengecilkan perut disamping melakukannya sangat mudah kan,” ujarnya tersenyum. Namun, Yanni juga menyatakan bahwa selain olahraga pastikan juga kita peduli akan asupan gizi. Makanan, katanya sangat perlu, kalau kita ingin mencapai dan mempertahankan kebugaran jasmani serta kesehatan badan. Makanan yang seimbang
berupa;12% protein, 50% karbohidrat, 38 % lemak akan mampu mengisi kebutuhan gizi tubuh. Begitu pula dengan tidur atau istirahat. Sebab, tubuh kita memerlukan istirahat untuk membangun kembali otot-otot setelah melakukan olahraga. (Sri Ardhini)
Yanni Handayani
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
ESPRESSO GORO-GORO Habibie
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Presiden ketiga NKRI, 11 September 2019 telah pergi untuk Putu Wijaya s e l a m a n y a . Ami sengaja pulang, bertanya pada bapaknya: “Bapak kenal Pak Habibie?” Amat menatap Ami heran. “Kamu kok aneh, Ami! Siapa yang tak kenal presidennya!” “Jadi Bapak kenal?” “Ya, Iyalah. Harus, kan! Masak warganegara asli tidak kenal sama presidennya. itu namanya kebangetan! Warga palsu!” “Bapak pernah ketemu di mana?” “Lho beliau kan sering ada di TV, koran, radio, nonton film-
Adakah yang bisa mengingat sejak kapan muncul Gerakan Literasi Sekolah (GLS)? Lalu bagaimana penerapannya, hingga detik ini. Bagaimana respons sekolah dan warganya dalam menghadapi GLS? Kemunculan GLS memiliki alasan yang kuat. Sebab menurut beberapa hasil riset, gerakan ini darurat untuk dilakukan. Lihatlah data-data yang dicatat Direktorat PSMK berikut. PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) pada 2011 mencatat, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 48 negara. Menurut PISA (Programme for International Student Assessment ), Indonesia masih berada pada peringkat 64 dari 70 negara (2015). Selanjutnya, menurut data INAP (Indonesia National Assessment Program) pada 2016, nilai kemampuan membaca masyarakat Indonesia hanya 46,83% atau tergolong kurang. Literasi dalam konteks GLS merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
nya! Kan banyak!” “Itu namanya bukan kenal, Pak!” Amat tertegun, berpikir. “Jadi maksudmu, apa, Ami? Kenal bagaimana? Salam-salaman? Ngobrol di istana, mana mungkin! Presiden kan ngurus negara bukan ketua RT! Mana mungkin dia kenal sama 260 juta rakyatnya. Ngapal nama 10 orang saja sudah susah ngapal 260 juta orang bisa teler! haha-ha!” “Susah ngajak Bapak ngomong sekarang, sibuk dengan pikirannya sendiri saja,” curhat Ami ketus, kemudian, pada ibunya. “Kenapa lagi Bapakmu, Ami?” “Bete! Habis, Ami cuma nanya apa Bapak kenal Pak Habibie, eh sambil ketawa menge-
jek Bapak menjawab mana mungkin beliau kenal Bapak! itu kan beda!” Bu Amat bingung. “Lho, bedanya apa, Ami?” Ami terkejut. “OMG! Ibu sama juga!” Tanpa banyak omong, Ami lalu permisi cepat-cepar pulang. Sampai di rumah, melihat muka istrinya berantakan, Sugi merasa berkewajiban bertanya sebagai suami. “Ada apa, Ami?” “Susah ngomong sama orangtua sekarang. Sama orangtua sendiri juga sama saja!” “Ngomong apa?” “Maksud saya, kenal, itu bukan sekedar pernah lihat atau tahu nama, bahkan bukan hanya sekadar pernah salam-salaman, tok! Kenal itu, artinya sudah paham pribadi jalan pikiran
dan tahu ide-ide mendasarnya. Itu!” Sugi, suami Ami menggeleng-geleng. Ami jadi heran. “Kok Bli menggeleng-geleng, begitu?” “Ami, paham pribadi jalan pikiran dan tahu ide-ide mendasarnya, itu kriteria kenal buat kita orang kampus, buat rakyat biasa, kenal itu cukup pernah lihat! Tapi ini kenal apa dulu? Soalnya... .” “Stop!” Ami langsung masuk kamar sambil banting pintu. Lalu berteriak: “Kenal itu artinya sudah setuju, CS!” Sementara Bu Amat yang heran pada kelakuan Ami yang buru-buru pulang, menghampiri suaminya. “Pak, kenapa Bapak
Menyediakan Ruang Baca Keluarga
cerdas. Saya jadi ingat kalimat Mohammad Hatta yang mengatakan, membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. Literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pendidikan karakter, kecerdasan finansial, pengetahuan sains, penggunaan media digital yang baik, dan kewarganegaraan. Maka tujuan gerakan literasi ini adalah mendidik untuk menghasilkan manusia bijak mengambil keputusan. Mencermati pelaksanaan GLS di sekolah banyak mengalami kendala, salah satunya yaitu siswa belum terbiasa membaca serius. Tentu fenomena ini datang dari lingkungan keluarga. Faktanya, rata-rata siswa yang terbiasa membaca karena memang sudah dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga. Gerakan literasi memang harus juga dilakukan di lingkungan keluarga. Sebab gerakan literasi keluarga secara tidak langsung mendukung kesuksesan GLS. Idealnya, tahap pembiasan sudah dilakukan di keluarga.
I Wayan Esa Bhaskara
Karena cukup terlambat jika pembiasaan baru dilakukan di sekolah, apalagi tingkat sekolah menengah. Mengingat tantangan tertinggi GLS adalah rendahnya minat baca, baik guru maupun siswa. Yang bisa dilakukan orangtua yaitu menyediakan ruang-ruang literasi di rumah. Misalnya menyediakan ruang baca kecil di ruang keluarga yang bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga. Dengan menyediakan rak kecil yang berisi buku, majalah, dan koran misalnya. Orangtua
harus menjadi model agar anak gemar membaca. Apalagi zaman sekarang, bahan-bahan bacaan berlimpah mulai yang cetak hingga digital. Memang jika membeli akan relatif mahal, tetapi tidak akan lebih mahal dari pada kuota internet atau secangkir kopi di kedai. Pada zaman ini, sering sekali kesibukan bekerja menjadi faktor utama orangtua kurang memerhatikan tumbuh kembang anak. Misalnya pada zaman dahulu, aktivitas mendongeng dari orangtua kepada anak, kini sudah tidak dilakukan lagi. Apalagi sudah jarang pula keluarga yang berlangganan koran atau majalah anak-anak yang sesungguhnya menjadi bahan bacan bermanfaat. Kecanggihan teknologi perlu disikapi dengan bijak, misalnya membantu anak dalam memilih bahan bacaan yang ideal dan terjauh dari
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
I Wayan Esa Bhaskara Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI C abang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
Pilih yang Pacu Adrenalin
ngetawain Ami?” “O, dia merasa diketawain, ya?” “Ya!” “Bagus!” “Lho, kok bagus?” “Habis, masak menuduh bapak tidak kenal, Pak Habibie!” “Siapa yang menuduh? Anakmu itu hanya bertanya, Pak!” “Itu dia! Bertanya itu pasti karena ada prasangka!” “Prasangka apa?” “Aku tidak kenal! Masak aku tidak kenal presidenku sendiri!” “Jadi Bapak kenal?” Amat menatap istrinya. “Kenal atau tidak?” Lama Amat tidak menjawab “Kenal tidak?!” Akhirnya Amat menjawab lemah. “Belum.” konten-konten hoaks. Jika di rumah terbatas bahan bacaan, orangtua bisa mengajak anak ke perpustakaan terdekat. Dalam hal ini orangtua bisa mengajak anak-anak bertamasya ke perpustakaan daerah atau ruangruang baca alternatif lain yang sudah mulai muncul di Bali. Selain itu, orangtua sebisa mungkin menjadi teman bagi anak dalam memilih bacaan atau buku sesuai minat dan kebutuhan. Misalnya disesuaikan dengan fase anak, yaitu pra membaca, membaca dini, atau membaca awal. Setelah membiasakan anak membaca, ajaklah anak berdiskusi tentang bacaan tersebut. Hal ini harus dilakukan dengan santai dan terus menerus sehingga akan muncul gerakan literasi keluarga yang baik, harapannya anak akan menjadi insan literer.
SUDUT PANDANG
Bertubuh langsing saja ternyata kini tidaklah cukup bagi seorang wanita. Harus langsing dan indah, kata lain dari seksi. Kalau bisa, jangan terlihat ada ‘lemak secuilpun’ yang menonjol dan merusak penampilan. Mungkin alasan itu juga yang membuat artis sinetron Kirana Larasati baru-baru ini memerlukan terbang ke Los Angeles, AS, untuk melakukan perawatan tubuh.
P
Kirana Larasati
adahal kalau dilihat sepintas, Kirana bukan saja bertubuh lang sing tapi juga tampak seksi dengan pakaian apapun yang dikenakannya. Namun sepertinya belum cukup, ia masih merasa ada ‘lemak-lemak’ tersembunyi yang membuatnya tidak nyaman. Lewat instagramnya ia menulis, ia terbang ke LA untuk mendapatkan perawatan tubuh yang tepat guna menghilangkan lemak-lemak yang mengganggu. “Aku sebenar nya tidak gemuk. Ukuran aku sekitar S-M. Namun di tempat
(perawatan) ini bisa me nemukan sejumput lemak di tubuh saya,” tulis Kirana. Peraih pengharga an ‘Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2008’ mengaku selama ini untuk kesehatan sekaligus memperindah bentuk tubuhnya, ia rajin berolahraga. Dalam seminggu ia bisa berolahraga 3-4 kali dengan durasi ratarata 2 jam. Kerja keras nya tidak sia-sia karena meski hobi ngemil, tubuhnya tetap terjaga. Dulu, beberapa tahun lalu, seusai melahirkan berat badannya sempat meningkat drastis, bentuknya pun terasa tidak karuan. Untuk mengembalikan seperti semula, ia mati-matian olahraga. Hasilnya, ia berhasil menurunkan beratnya 18 kg. “Setelah itu aku terus rutin olahraga agar tetap terjaga baik,” ucap Kirana yang kini banyak berkiprah di politik. Aneka jenis olahraga dicoba Kirana. Dari mulai olahraga standar sampai olahraga menantang
dan ekstrem. Mulai dari basket, renang, nge-gym, yoga hingga olahraga menantang seperti TRX, zumba, dll, dicobanya. “Aku rajin olahraga selain untuk kesehatan juga untuk pembentukan tubuh. Kalau tubuh kurus, kecil, kan kurang bagus ya, harus terlihat lebih berotot, kencang, makanya aku coba macam-macam olahraga untuk pembentukan. Dan, karena aku rutin melakukannya, hasilnya kelihatan banget. Sekarang terasa jauh lebih kencang,” katanya. Hanya saja, tambah Kirana lagi, dirinya adalah tipe pembosan. Olahraga-olahraga yang monoton membuatnya cepat bosan. Karenanya dia lebih memilih o lahraga-olahraga yang penuh tantangan dan memacu adrenalin. “Aku tuh cepat bosan. Apalagi kalau olahraganya standar. Aku sudah sering tuh daftar kelas olahraga di mal-mal, tapi hanya beberapa kali berlatih, bosan. Kayaknya, olahraga standar yang tidak bikin aku bosan hanya basket dan renang, yang lainnya bosan, jadi gonta-ganti,” tuturnya. Tapi katanya, olahraga TRX (total body resistance exercise) tidak membuatnya bosan karena penuh tantangan. Olahraga ini, tambahnya, sangat bagus untuk
pembentukan tubuh. “Hanya saja, tentu tidak ada yang instan. Kalau ingin mencapai target tertentu, ya kita harus rajin berlatih,” ujar Kirana yang namanya mulai melejit di dunia hiburan setelah tampil dalam sinetron Azizah tahun 2012. LATIH FOKUS DAN KONSENTRASI Yang menarik, selain rajin menekuni olahraga pembentuk an tubuh, pemeran Sinta dalam FTV ‘Istri Tak Tahu Diri’ kini juga menekuni olahraga menembak. Awalnya, kata Kirana, dia diajak temannya namun lama-lama ke tagihan. “Aku diajak teman awalnya. Kebetulan dia juga atlet, jadi aku ikutan aja. Tapi ehhh lama-lama suka juga,” Berlatih menembak, ungkap Kirana, selain melatih fokus dan konsentrasi juga melatih kepercayaan diri. “Karena kan gua boleh dibilang orangnya masih kurang percaya diri. Tapi dengan berlatih menembak rasa percaya diri, keyakinan tumbuh,” ujar ibu satu anak ini. Yang juga menarik, kata Kirana, ternyata belajar menembak itu tidak semudah seperti kita menonton film. Diperlukan nyali untuk bisa berhasil. “Kalau kita nonton film kan kayaknya nembak itu gampang banget ya, tinggal jedar-
jedor aja. Padahal kenyataannya nggak begitu lho. Kita sudah di lapangan, sudah pegang senjata dan ada pelurunya dan siap diledakkan saja, itu nggak mudah, perlu nyali ya. Nah itulah (nyali) yang harus dilatih,” jelasnya. Kirana juga mengaku rajin berlatih menembak bukan karena ingin memiliki senjata namun semata-mata untuk olahraga dan memperkuat kepercayaan dirinya. “Untuk apalah punya senjata sen diri, enggak lah. Itu kan hanya gayagayaan aja, memenuhi ego, untuk apa? Lagipula di Indonesia kita kan nggak bisa sembarangan memiliki senjata. Pun kalau memiliki izin kita juga nggak bisa sembarangan membawanya, misalnya seperti di filmfilm ditaruh di jeans hahaha nggak bisa itu. Kalau ada yang bilang untuk melindungi dari marabahaya, itu mah lebay yaa. Soal keamanan, kita percayakan saja kepada yang berwajib dan keamanan lingkungan,” ucapnya. (Diana Runtu) “Aku rajin olahraga selain untuk kesehatan juga untuk pembentukan tubuh. Kalau tubuh kurus, kecil, kan kurang bagus ya, harus terlihat lebih berotot, kencang, makanya aku coba macam-macam olahraga untuk pembentuk an. Dan, karena aku rutin melakukannya, hasilnya kelihatan banget. Sekarang terasa jauh lebih kencang”
Olahraga yang Libatkan Emosi Dalam karya-karya seni pertunjukan, olahraga menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan daam proses kreatif para seniman. Olahraga dalam dunia seni memiliki kedalaman makna, bukan hanya terkait fisik melainkan juga jiwa. Dalam dunia teater, bahkan olahraga ada pada urutan pertama proses latihan yang biasa dikenal dengan warming up atau pemanasan. Seluruh anggota tubuh digerakkan untuk melemaskan otot-otot. Yang jauh dari sekadar olahraga, teater juga mengenal olah tubuh. Dimana proses menggerakkan seluruh tubuh ini tidak hanya yang berupa fisik tetapi menyertakan pula jiwa dan emosi dalam penghayatannya. Tidak hanya itu, olah vokal
juga menjadi bagian penting yakni menggerakkan alat-alat suara yang akan menjadi pokok dari sebuah pergelaran. Pentingnya melemaskan anggota tubuh saat warming up memudahkan para aktor untuk mengontrol emosi selama pertunjukan di atas panggung. “Itu sebabnya tiap kali latihan teater, pemanasan menjadi sangat penting,” ujar Winsa Prayitno, pimpinan Teater Embrio Mataram. Olahraga dalam proses teater yang dikenal dalam latihan dasar teater terbilang lengkap mulai dari olahtubuh (fisik), olahvokal (suara dan kerja paru-paru), olahrasa (jiwa dan mental) juga konsentrasi (bagian dari kerja otak dan relaksasi pikiran) “Di sinilah bedanya olahraga secara umum dengan olahraga
dalam teater karena melibatkan juga emosi,” ujar lulusan ISI Yogyakarta ini. Jadi, secara fisik sehat secara rohani juga ada pengalaman batinnya. “Sehat fisik sehat secara mental juga jiwa sehat,” lanjutnya. Tidak hanya dalam dunia teater, proses karya bahkan sampai ke panggung olahtubuh mendominasi selama proses karya koreagrafi. Koreografer seperti Lalu Surya Mulawarman, memang cukup kental menampilkan olahtubuh dalam karya-karyanya bahkan hingga ke pergelaran di atas panggung. Para penari Saksak Dance pimpinan Surya ini memiliki kekuatan pada tubuh yang bergerak dengan sangat dinamis. Olahtubuh menjadi pembuka latihan-latihan dalam
Penari Saksak
proses karyanya. Baginya tubuh memang merupakan media yang bukan hanya merefleksikan pesan lewat gerak tetapi juga olahrasa dan olahraga. Ini artinya selama latihan, para seniman yang terlibat menjalani proses yang sehat dimana semua tubuh turut bergerak
dan berkeringat layaknya okahraga fisik secara umum. Bahkan lebih dari itu. “Proses karya yang kami jalani sangat sehat sebab menyatukan tubuh dan jiwa para penari,” katanya koreografer kenamaan NTB ini. (Naniek I. Taufan)
14
SUDUT PANDANG
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Zumba Pilihan yang Menyenangkan
Ada beragam jenis olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari kardio hingga latihan beban. Dengan banyaknya jenis olahraga tentu membuat seseorang bingung memilih olahraga yang sesuai dengan dirinya. Salah memilih jenis olahraga akan
H
al tersebut juga diungkapkan oleh Made Sri Laksmi,S.E., salah satu instruktur olahraga zumba di Buleleng. Menurutnya segala sesuatu yang dilakukan dengan perasaan senang, pasti akan terasa mudah, begitu pula dengan olahraga. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan olahraga harus dilakukan secara kontinu. Inilah yang menjadi alasan dirinya memilih zumba sebagai olahraga rutin yang ditekuni sejak beberapa tahun terakhir. Zumba adalah olahraga berupa latihan kebugaran yang memadukan antara unsur berbagai jenis tarian, seperti salsa, tarian Latin, bollywood, belly dance, dan sebagainya. Dengan konsep senam aerobik yang dipadukan dengan koreografi lincah dan musik yang bersemangat, zumba sudah menjadi olahraga pilihan yang bisa dinikmati berbagai kalangan dari berbagai usia. “Zumba meru-
pakan olahraga yang kompleks karena memadukan antara kebugaran, tarian dan musik. Kebetulan saya hobi menari dan saya kira zumba adalah olahraga yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan,” ungkapnya. Selain memilih olahraga yang disukai, penting juga untuk mempertimbangkan olahraga yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan zumba dirinya bisa melakukan olahraga secara rutin di rumah sendiri maupun di tempat kebugaran bersama komunitas. Menurut perempuan yang saat ini menjadi staf Keuangan Fakultas Kedokteran Undiksha ini, selain untuk kebugaran dan penurunan berat badan, zumba menjadi salah satu olahraga untuk mencari komunitas. “Tujuan olahraga itu kan banyak salah satunya untuk mencari komunitas, dengan zumba kita bisa bergabung dalam suatu komunitas yang terdiri atas berbagai profesi se-
Melestarikan Tradisi Meraih Prestasi
Olahraga panahan tradisional (jemparingan) sedang menggeliat. Peminatnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pemanah tradisional bisa menyelaraskan antara olahraga dan olahrasa menjadi bagian yang terpisahkan. Selain itu, dengan panahan tradisional, fokus dan konsentrasi bisa terus ditingkatkan. Dalam rangkaian HUT ke-71, Bali Post menyelenggarakan Lomba Panahan Tradisional “Bali Post Cup” di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (8/9). Lomba diikuti 78 pemanah tradisional dari seluruh Bali. Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha mengatakan melalui olahraga panahan tradisional dapat melestarikan tradisi sekaligus meraih prestasi. “Event ini juga untuk mempererat tali persaudaraan sesama pemanah tradisional. Memotivasi pemanah untuk berjiwa sportif, fokus, sekaligus memperkuat mental,” ujarnya. Kategori yang dilombakan antara lain TK, jarak 5 meter (face target); SD A (kelas 1-3), jarak 10 meter (bandulan); SD B (kelas 4-6), jarak 15 meter (bandulan); SMP, jarak 20 meter (bandulan); serta SMA dan Umum, jarak 20 meter (bandulan). Pemenang mendapatkan piala, piagam, uang pembinaan, dan bingkisan. Panahan tradisional memiliki keunikan bila dibandingkan dengan panahan modern. Panahan tradisional menggunakan busur dari kayu dan bambu serta anak panah yang terbuat dari bambu. Posisi memanah para pemanah tradisional ini duduk bersila bagi yang laki-laki dan bersimpuh bagi yang perempuan. Pakaian yang dikenakan juga pakaian tradisional. (Ngurah Budi)
hingga sangat bagus untuk membangun relasi,” jelasnya. Untuk memperkenalkan zumba ditengah masyarakat Buleleng, perempuan kelahiran 7 Oktober 1987 tersebut mengaku telah memiliki lisensi resmi sehingga bisa mengajar di kelas kebugaran. “Untuk dapat mengajar saya harus punya sertifikat, setelah itu baru bisa bergabung menjadi Zumba Instruktur Network,” jelasnya. Laksmi menambahkan saat ini olahraga zumba sudah mulai dikenal dikalangan masyarakat Buleleng utamanya remaja dan ibu-ibu. Olahraga ini menjadi trend dan selalu menjadi daya tarik dalam berbagai event yang terselenggara di kota Singaraja. “Sudah menjadi trend ketika ada acara, kalau masyarakat tahu ada zumba pasti acara itu rame,” pungkasnya. Selain dapat dilakukan oleh semua kalangan, Zumba kata Laksmi bukan olahraga yang mahal. Gerakannya yang mudah dan dapat dilakukan di mana saja membuat pecinta olahraga perlu mencoba jenis olahraga satu ini. “Mahal tidaknya olahraga tergantung gaya hidup seseorang. Misalnya baju khusus zumba memang tidak dipungkiri harganya lumayan mahal tetapi dengan baju olahrga biasa asalkan tetap nyaman pun tidak masalah,” pungkasnya.
SOSIALITA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Agung Mia
Raih Master of Arts International Relations and International Organization Seleksi beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) prosesnya mudah, namun sangat kompetitif dengan standar tinggi. Keputusan final penerima beasiswa dipertimbangkan oleh pemerintah Belanda langsung. Maka, istimewalah perempuan muda Bali satu ini. Menggenggam pengalaman dan kualitas yang sangat baik menjadikannya terpilih menerima beasiswa StuNed.
Bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda etelah tercatat sebagai mahasiswa S2 di University of Groningen, kemampuan pemilik nama lengkap Anak Agung Mia Intentilia ini makin terbukti. Betapa ia berhasil terpilih sebagai asisten salah seorang dosen dan membantu penelitiannya. Bahkan
S
karena kinerjanya baik, sang dosen memberikan rekomendasi untuk melanjutkan S3 lagi di Belanda. Bukan itu saja, ia juga terpilih menjadi ikon, banyaknya mahasiswa internasional jenjang S2 di University of Groningen. Posternya pun dipajang di seluruh area kampus. Kini, Gung Mia berhak menggunakan gelar Master of Arts (M.A.) International Relations and International Organization. Ia mengatakan, memang tertarik jurusan Hubungan Internasional dengan spesialisasi isu regional ASEAN, political communication, dan public diplomacy. Apalagi ia sempat dipilih Kemenlu RI sebagai Duta Muda ASEAN Provinsi Bali 2017. “Saya memilih Belanda , sebab sangat populer sebagai salah satu negara di Eropa dengan standar pendidikan tinggi dan berkualitas. Dan, University of Groningen, satusatunya kampus di Belanda yang
Mading kampus
memiliki research centre yang fokus pada isu-isu ASEAN,” tutur Gung Mia yang memang piawai berbahasa Inggris ini. Disinggung mengenai proses memperoleh beasiswa , Gung Mia mengatakan bahwa semua proses diupayakannya secara mandiri tanpa bantuan agen pendidikan Sementara soal sistem kuliah di Belanda, katanya di sana sebelum masuk kelas, mahasiswa dituntut sudah membaca dan mengerti bahan bacaan, berupa jurnal, 100-200 halaman setiap pertemuan per mata kuliah. Karena itu, Gung Mia menghabiskan waktunya di perpustakaan. “Pengalaman seru juga saya rasakan saat diskusi, debat dan argumentasi akademik di kelas. Saya bisa mendalami lebih jauh karakter orang Eropa dan Belanda,” cetusnya. Ia bahagia mendapat teman dari berbagai negara dan bisa saling bercerita tentang budaya masingmasing. “Persahabatan lintas budaya menambah wawasan dan rasa toleransi. Kami sering berkumpul dengan membawa makanan khas
Saat lulus di depan kampus negaranya,” imbuhnya. Bicara mengenai dukungan keluarga, Gung Mia mengatakan bukan hanya dari orangtuanya, bahkan keluarga besarnya dari Puri Gerana juga mendukung penuh keinginannya melanjutkan S2 di luar negeri. “Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi dari awal hingga akhirnya saya lulus. Selain itu, selama 1 tahun, interaksi saya dengan orangtua dan keluarga berjalan lancar, dengan teknologi komunikasi yang canggih,” papar putri dari Anak Agung Gede Arnawa dan Ni Luh Gede Utarini ini. - ard
Perempuan Bali yang Cerdas dan Inspiratif Cerita menarik lainnya dari Gung Mia saat studi di University of Groningen, diantaranya, momen indah ia belajar dengan pemandangan turunnya salju. Kemudian, selama setahun naik sepeda kemana-mana, karena negaranya sangat datar. Begitu juga dengan kesempatannya jalan keliling Eropa, yang dilakukan usai belajar untuk ujian. Apalagi di sana, moda transportasinya terhubung sangat baik antara satu negara dengan negara lainnya. Ia pun sempat men-
Di Praha
gunjungi Roma, Milan, Venice, Vatican, Paris, Belgia, Budapest, Praha, London, Barcelona, Bratislava, Berlin, Frankfurt, Vienna, dan Swiss. “Jadi, saya bisa tetap menjaga pola yang balance antara belajar, bersosialisasi, dan jalan-jalan,” cetusnya. Dikatakan oleh Gung Mia, bahwa ia juga sempat magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda. Ini juga sebagai salah satu syarat kelulusan. Di sana ia belajar mengenai tugas diplo-
Di Belgia
mat Indonesia menjaga hubungan bilateral Indonesia dan Belanda. “Dalam program ini, saya sempat mewawancarai Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Bpk I Gusti Agung Wesaka Puja, pria asal Bali yang sangat raDi Inggris mah dan profesional. Semua staff di KBRI Den Haag juga sangat baik dan banyak membantu saya dalam belajar,” tutur Gung Mia yang juga sempat menjadi MC Bahasa Inggris dalam acara di KBRI. Mengenai proses studinya, Gung Mia menyatakan semua berjalan lancar. Dan, ia belajar banyak tentang bagaimana menjadi perempuan yang cerdas dan mandiri. Sedangkan kerja keras dilakukan untuk memenuhi standar kualitas tinggi. Begitulah, karena materi yang sulit dan bahan bacaaan sangat banyak, Gung Mia harus belajar 3 minggu sebelum ujian, sambil mengerjakan tugas-tugas berupa paper. Begitu pula saat proses penulisan master’s thesis. Ia memiliki waktu sekitar 3 bulan untuk menyusun
dengan supervisor Professor Holzhacker, D i r e c t o r o f Re search Centre of Southeast Asia and ASEAN di University of Groningen. Proses penyusunan tesis 144 halaman ini sangat panjang dan membutuhkan niat, ketekunan, serta kerja keras. “Dan saya sangat bersyukur karena mendapat nilai A untuk master’s thesis saya. Rasa bahagia dan lega saat lulus ujian membuat saya merasa perjuangan belajar sebelum ujian terbayar dengan baik,” tandas pemilik motto Trust Your Journey ini. Ketika kuliah S2 nya sudah beres, Gung Mia pun menyatakan ingin terjun di dunia pendidikan sebagai dosen kemudian fokus membangun karier sebagai seorang akademisi. Disamping itu, ia juga ingin mengembangkan brand kursus Bahasa Inggris milikinya bersama Gunggus Surya, yaitu “Surya Intentilia Learning Centre” yang berlokasi kawasan di Jalan Tukad Batanghari ,Denpasar. “Saya ingin memberikan pendidikan Bahasa Inggris yang terjangkau untuk para generasi muda di
Sebagai MC di KBRI
Bali,” ucap Gung Mia. Ia juga masih ingin meraih mimpi melanjutkan pendidikan S3 atau PhD-nya untuk selanjutnya dapat berkontribusi sebagai perempuan muda Bali yang cerdas dan inspiratif. - ard
WOMAN ON TOP
4 Dalam ikhtiar melakukan regenerasi atlet dan juga meningkatkan prestasi olahraga Nusa Tenggara Barat, di bawah manajemen Dispora NTB, PPLP NTB mengerahkan segenap kemampuan. Berbagai faktor pendukung diberi perhatian lebih. Setelah beberapa waktu memperhatikan pola pembinaan dan latihan serta kondisi para atlet dan asramanya, Kadispora NTB menyimpulkan bahwa harus ada pola penanganan yang dirubah dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada di PPLP NTB.
Husnanidiaty Nurdin
Ibu Para Atlet NTB
P
elan tapi pasti. Dengan senyuman dan ketegasan, ia mulai mengubah pola penanganan PPLP NTB yang diperolehnya juga dari perjalanannya melakukan studi banding ke PPLP lain di luar daerah. Ia mulai dari tidak hanya memberi semangat kepada para atlet dan pelatih dengan langsung turun lapangan, baik untuk mengecek progresifitas latihan, kemampuan para atlet dan pelatih juga pendekatan khusus kepada para atlet dilakukan oleh Husnanidiaty Nurdin. Ia juga membuat aturan khususnya soal kedisiplinan yang wajib ditaati oleh para atlet. Sebelumnya, para atlet hanya fokus pada latihan saja, tanpa banyak intervensi pada faktor pendukung lainnya, khususnya yang bersifat kepribadian. Sebab itu, kedisiplinan, performa hingga attitude para atlet juga akhirnya menjadi faktor lain yang harus diperhatikan. Hal-hal yang bersifat peningkatan kemampuan pribadi juga tidak luput dari perhatiannya. Demikian pula dengan bimbingan mental dan spiritual
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Husnanidiaty Nurdin
para atlet merupakan hal yang paling diutamakannya. Pendekatan keibuan kepada para atlet PPLP, dinilai mampu mengubah pola pikir dan kepribadian para atlet. Bagi Kadispora ini, anak-anak (atlet) PPLP adalah tanggung jawab yang harus benar-benar dijalankannya. Usia atlet yang masih sangat muda dan tengah labil-labilnya, mengharuskannya menjadi sangat sering datang untuk mengunjungi mereka baik di asrama maupun di lapangan tempat mereka latihan. Kadispora NTB ini
“I Am Fashion” FASHION STARTS HERE! beachwalk Shopping Center kembali dengan tema ”I Am Fashion” yang menghadirkan kembali Fashion sebagai tema utama di September 2019. beachwalk selalu memberikan atmosfer dan suasana baru melalui berbagai kejutan promo menarik bagi pengunjung. D a l a m rangka melengkapi Fashion Seasons di bulan S e p t e m b e r, beachwalk Shopping Center memberikan lebih banyak instant rewards dari biasanya, dan diikuti dengan lebih banyak program-program dan promosi untuk pengunjung tercinta. Pertama-tama, beachwalk memberikan September Treat with Grab! khusus untuk member Corner’s Card, dimana mereka bisa mendapatkan voucher Grab senilai Rp 250.000 untuk semua transaksi Corner’s Card tanpa minimum pembelanjaan, transaksi tersebut meliputi transaksi registrasi pendaftaran member Corner’s Card baru, atau transaksi mengumpulkan/menukarkan poin. Setiap hari Rabu di sepanjang bulan September, pengunjung akan mendapatkan voucher Sour Sally dengan berbelanja minimum Rp 1.000.000 maksimal 2 struk. Spesial bagi pengunjung laki-laki, beachwalk kembali memberikan kejutan instant reward lewat program Gentleman’s Day Out kepada pengunjung pria yang melakukan pembelanjaan minimum Rp
mengungkapkan bahwa para atlet ini dititipkan oleh orangtua mereka kepada PPLP NTB untuk dididik dan dibina untuk berprestasi. Tentu saja bagi Husnanidiaty Nurdin, berprestasi itu bukan hanya prestasi di lapangan olahraga tetapi yang lebih penting lagi dari itu adalah berprestasi dalam kehidupan mereka. “Anak-anak (atlet) ini dititip oleh orangtua mereka pada saya (PPLP), jadi tanggung jawab sayalah untuk menjadikan mereka berprestasi tidak hanya di lapangan olahraga tetapi juga bagi kepribadian mereka,” kata Husnanidiaty Nurdin. Dalam mengurus para atlet PPLP, Husnanidiaty Nurdin benar-benar menerapkan disiplin dan tanggung jawab, dimulai dari hal paling sederhana hingga kepada hal-hal penunjang prestasi lainnya. Dalam menerapkan kedisiplinan para atlet, ia memilih cara keras dengan pantauan intensif namun tetap berada dalam suasana kebatinan selayak orang tua yang tengah mendidik anak-anak mereka sendiri. Ia menerapkan aturan yang harus dijalankan oleh para atlet. Mulai dari tanggung jawab setidaknya membuat kamar-kamar masing-masing dan lingkungan asrama menjadi bersih juga rapi, mengingatkan bahwa tidak boleh ada jemuran pakaian yang berantakan hingga tidak boleh tidur melebihi pukul
500.000. Berita baik hadir belum lama ini, beachwalk baru saja meluncurkan area baru yang bernama “Sunset Deck” di level 3 untuk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Sunset Deck merupakan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta lengkap dengan hembusan angin pantai dan nyiur melambainya bersama keluarga dan kerabat tercinta. Anak-anak juga dapat menghabiskan waktu di Sunset Deck dengan bermain ular tangga yang tersedia di area Sunset Deck atau sekedar duduk-duduk santai selagi menikmati pemandangan matahari terbenam. Dikelilingi oleh varian tenant-tenant makanan dan minuman dan ditemani oleh berbagai hiburan menarik pilihan seperti; Bali Cultural Experience, pertunjukan Band Terfavorit, Sunset Yoga, dll, yang tersusun dalam program “beachwalk Sunsetion” setiap hari mulai pukul 17.30 – 18.00, Sunset Deck beachwalk Shopping Center menjanjikan pengalaman menikmati matahari terbenam yang paling unik dan tidak terlupakan. beachwalk Shopping Center selalu berusaha menghadirkan pengalaman menarik dan tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Beragam program bulanan yang diberikan telah menambah daya tarik tersendiri bagi Kuta dan sekitarnya dan ini mengukuhkan tag line beachwalk Shopping Center, “Bali Starts Here”.
9 malam. Fasilitas penunjang kebutuhan para atlet juga dilengkapi, sampai pada ketersediaan mesin cuci. Bapak dan ibu asrama benar-benar diingatkannya untuk memantau dan memastikan semua atlet disiplin pada aturan yang sudah ditetapkan. Jika tidak, sanksi siap menanti. Usia mereka yang masih muda dan harus berpisah dengan orang tua membuat Husnanidiaty memberi perhatian lebih kepada para atlet. Ia memperlakukan anak-anak ini seperti ibu terhadap anak. DATANGKAN PSIKOLOG Selain mengajak mereka mengobrol sembari bercanda, tidak lupa ia merayakan ulang tahun para atlet setiap kali ada yang berulang tahun. Ia sangat sering berkumpul dengan para atlet untuk mendengar keluhan-keluhan mereka, kendalakendala meraka dalam menjalani latihan hingga keinginan-keinginan mereka sampai meladeni kemanjaankemanjaan mereka, seperti kebiasaan makan makanan daerah asal masingmasing, selalu dipenuhinya sepanjang bisa diupayakan. Kadispora NTB ini berpesan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab terhadap PPLP NTB khususnya terhadap para atlet, tidak boleh bosan dan tidak boleh capek untuk mendis-
iplinkan anak-anak asrama ini. Semua harus menyadari bahwa usia mereka yang masih sangat muda yang membuat mereka membutuhkan sentuhan dan penanganan yang tepat dan baik dengan terus menerus mengingatkan soal kedisipilinan ini. Di samping perhatian tersebut, ia juga mendatangkan psikolog khusus untuk tempat berkonsultasi bagi para atlet kapan pun mereka butuh berkonsultasi. Ia juga menguruskan jaminan kesehatan kelas satu bagi para atlet dan pengurus asrama. Makanan bergizi juga menjadi prioritas dalam konsumsi para atlet mengingat mereka mengorbanan banyak tenaga untuk berlatih sehingga membutuhkan asupan gizi yang juga baik. Satu perhatian yang diutamakannya juga berkaitan dengan didikan dan bimbingan dalam hal agama. Para atlet diwajibkan untuk melakukan salat berjamaah setidaknya Magrib, Isya dan Subuh di mushalla asrama yang terletak di samping lapangan atletik Lawata Mataram itu. “Saya ingin anak-anak tetap memiliki etika dan rasa rendah hati ketika kelak mereka diberkahi menjadi seorang juara yang dipuja puji banyak orang. Juga agar mereka tetap mengingat asal usul mereka dengan tidak terbawa pada kesombongan,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)
Reino Jewellery
Buatkan Berlian Sesuai Keperluan Pelanggan Reino Jewellery kini hadir di Denpasar. Toko perhiasan dengan bahan dasar emas (varian putih, rose, dan kuning) 18 karat yang memiliki kadar 75% dan bermahkotakan berlian potongan Eropa dengan spesifikasi warna dan kebersihan F/ VVS. Reino Jewellery yang dibuka Juli 2019 ini hadir untuk memberikan pengalaman membeli perhiasan berlian dengan harga murah, kenyamanan, dan rasa aman. “Kami senang membantu pelanggan menemukan atau membuatkan perhiasan dengan desain yang disesuaikan dengan keperluan pelanggan. Kami juga menyiapkan tim 3D yang dapat memproses gambar tangan menjadi gambar perhiasan 3 dimensi, dari sana pelanggan akan mendapatkan informasi seberapa banyak emas, berapa jumlah berlian yang digunakan, dan kisaran harga pembuatan,” ujar Yeni, Manager Reino Jewellery. Produk dari Reino Jewellery antara lain berlian bersertifikat G.I.A, cincin lamaran , cincin pernikahan, cincin pria dan wanita, anting-anting, gelang wanita, liontin, set perhiasan, dan kalung emas. Selain menjual produk, Reino Jewellery yang
beralamat di Jalan Niti Mandala Renon Denpasar ini juga menerima jasa servis seperti perbaikan perhiasan baik dari kerusakan kecil seperti krom ulang, penggantian berlian hilang, hingga perbaikan perhiasan patah dan hilang beberapa bagian. Yeni menambahkan, normalnya toko berlian menggunakan dua jenis berlian. Berlian dengan sertifikat toko dan berlian dengan sertifikat Internasional (G.I.A dan H.R.D). Berlian dengan sertifikasi internasional berarti telah melewati proses penilaian oleh ahli di luar negeri. Prosesnya terbilang cukup rumit dan mahal. Itulah sebabnya mengapa tidak semua berlian diberikan sertifikat internasional. Berlian dengan sertifikasi internasional dimulai dari besar 0.30 karat. Reino Jewellery buka tiap hari mulai pukul 10.00 s.d. 20.00, kecuali hari Minggu. “Selain menjual perhiasan, Reino Jewellery juga bekerjasama dengan Bambang Bridal and Grown. Bagi pasangan yang akan bertunangan atau menikah dapat mencari cincin sekaligus gaun pengantin, gaun malam, dan busana pesta yang dapat dibuat sesuai dengan ukuran tubuh pelanggan,” tambahnya. -ary
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
METROPOLITAN
13
Kenangan tentang Habibie Proses pembuatan film “Habibie & Ainun 3” hampir selesai. Sekarang tengah finalisasi. B.J. Habibie telah melihat teaser dan trailer-nya bahkan telah mendengar original sound track (OST) film tersebut yang sempat membuatnya berlinang air mata haru.
B
etapa tidak, lagu ciptaan Melly Goeslaw bertajuk ‘Kamu & Kenangan’ yang terinspirasi dari kisah cinta BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari, dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh Maudy Ayunda yang juga berperan sebagai Ainun di masa muda. Habibie sesungguhnya sangat antusias menunggu penayangan film yang utamanya bercerita tentang kiprah Ainun, istrinya, di masa muda. Rencananya film tersebut akan ditayangkan pada 19 Desember 2019 mendatang. Namun Tuhan berkehendak lain. ‘Bapak Demokrasi’, Presiden Indonesia ke-3 itu dipanggil pulang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sejak 1 September lalu. Itulah yang mendukakan Maudy Ayunda amat sangat. Kedekatannya dengan Habibie, membuatnya sangat terpukul atas berpulangnya tokoh panutan bangsa. Lebih lagi, Maudy yang kini tengah menimba ilmu di Harvard University, AS, sangat ingin Habibie yang dipanggilnya dengan sebutan Eyang menonton aktingnya memerankan Ainun di masa muda. Maudy memang terlambat tahu tentang wafatnya Habibie lantaran dia berada di Cambridge Massachusetts, AS, yang beda waktunya dengan Jakarta sekitar 11-12 jam. “Eyang... I’m at a lost for words. You were the grandfather figure I never had... and I cherish every moment we had together. Sedih bgt eyang belum sempat nonton film Ainun... pengen bgt nunjukin usaha aku menjadi ibu Ainun seperti yang selalu Eyang ceritakan. Selamat jalan Eyang... know that your journey, your story, and your work will be sorely missed and much appreciated by me and everyone in Indonesia,” tulis Maudy di akun instagramnya pada Kamis (12/9) dini hari. Dalam menggali lebih dalam sosok Ainun, tutur Maudy beberapa waktu lalu, ia banyak bertemu dan bercakapcakap dengan Habibie. “Sering ketemu Eyang dan bercerita tentang banyak hal tentang Eyang Ainun. Tentang kisah cinta mereka, bagaimana awalnya, lalu bagaimana waktu melamar, dll,” tutur Maudy. Ia juga bersyukur karena Habibie menyukai soundtrack film yang dinyanyikannya. “Eyang bilang, suka banget dengan lagu itu. Bahkan waktu keluarga Eyang dengar lagu itu, mereka nangis semua. Terharu,” ungkap Maudy saat peluncuran OST di Jakarta. Seperti halnya Maudy, keluarga besar film ‘Habibie & Ainun’ pun mera-
sakan kepedihan yang mendalam atas berpulangnya Habibie. Untuk diketahui film terkait Habibie dan Ainun sampai saat ini telah dibuat tiga seri. Film perdananya dirilis tahun 2012 berjudul ‘Habibie & Ainun’. Pemeran Habibie adalah Reza Rahadian dan Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Film kedua dilansir tahun 2016 dengan judul ‘Rudy Habibie’, kadang orang me-
foto instagram bjhabibie
BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari Habibie
mengira, BCL itu sama dengan BCA. K e t i k a dijelaskan bahwa itu bukan nama bank melainkan
nama Bunga Citra Lestari, barulah Habibie paham. Banyak pengalaman yang didapat BCL ketika berinteraksi dengan Habibie. “Eyang sosok yang luar biasa,” ujar BCL yang sebelumnya sempat ke RSPAD. “Selamat jalan Eyang. Salah satu pria luar biasa yang pernah saya kenal
dalam hidup saya. Terima kasih atas semua cinta, semua kebaikan dan semua dukungannya,” tulis BCL diakun instagramnya. “Sangat menghancurkan hati saya bahwa saya tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan selamat tinggal padamu .. Tapi kamu berada di tempat yang lebih baik sekarang .. aku mencintaimu Eyang ..”.(Diana Runtu)
foto instagram bcl
Momen keakraban BCL dan keluarga dengan eyang Habibie
nyebutnya dengan ‘Habibie&Ainun 2’. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini berkisah tentang masa muda Habibie semasa kuliah di Jerman. Dalam film itu juga ada cerita cinta Habibie dengan gadis Polandia Ilona Ianovska, jauh sebelum dia bertemu dengan Ainun dan menikahinya. Dalam film ini, Reza Rahadian tetaplah sebagai Habibie. Sementara di ‘seri’ ketiga berjudul ‘Habibie & Ainun 3’ telah selesai dibuat dan rencananya baru akan dirilis pada 19 Desember 2019 mendatang. Beda dengan film terdahulunya, film ‘Habibie & Ainun 3’ ini penekanannya lebih pada kiprah Ainun di masa muda. Pemeran Ainun adalah Maudy Ayunda, sedang Habibie diperankan oleh Jefri Nichol. SOSOK YANG LUAR BIASA Bunga Citra Lestari (pemeran Ainun dalam film Habibie&Ainun) pun mengaku sangat terpukul dengan kepergian Habibie. BCL begitu sapaan akrab Bunga Citra Lestari, seperti halnya Maudy, juga sangat dekat dengan Habibie. Meski tidak lagi berperan sebagai Ainun, BCL dan keluarganya masih kerap mengunjungi Habibie, terkadang mereka –BCL dan suaminya Ashraf Sinclair serta anak mereka, Noah Sinclair, mengajak Habibie makan siang bersama. Ada cerita lucu diawal perkenalan Habibie dengan sosok BCL. Habibie pernah mengira kalau BCL adalah pegawai bank. Itu lantaran ketika pemilihan pemain Manoj, produser, hanya menyebut nama BCL tanpa kepanjangan sebutan itu. Habibie
Sudah Siapkan Kapling
Rasa duka yang dalam juga disampaikan Annisa Pohan. Artis yang juga menantu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyebut tentang kenangannya saat bercakap-cakap dengan Habibie pasca kepergian mertuanya, Ani Yudhoyono. Habibie, kenang Annisa, menasihatinya agar selalu menemani ‘Pepo’ (panggilan keluarga untuk SBY) dan jangan meninggalkannya sendiri setelah ditinggal ‘Memo’ (panggilan keluarga untuk Ani
Yudhoyono). “Saya terkenang nasihan beliau untuk selalu menemani Pepo dan jangan pernah membiarkan Pepo sendiri setelah ditinggal Memo,” ucap bintang iklan Olay Indonesia itu. Habibie banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Kepada Annisa, Habibie juga menyebut tentang kesiapannya kapanpun dipanggil Yang Maha Kuasa karena ada Ibu Ainun yang menunggunya di akhirat.
instagram annisapohan
Annisa pohan -paling kiri
“Banyak sekali kata-kata beliau yang menguatkan kami ketika ditinggal Memo pergi. Pak Habibie juga menyampaikan, kapan saja beliau siap dipanggil karena ada Ibu Ainun yang menunggunya di akhirat.” “Terima kasih bapak Habibie atas pengabdian dan jasamu terhadap Indonesia. Kami akan selalu kenang semua jasamu dan hatimu yang mulia. Mohon kita doakan bersama agar beliau husnul khatimah,” tulis Annisa di instagramnya. Bicara tentang kesiapan Habibie akan kematian telah pula diutarakannya pada program acara Mata Najwa dalam episode ‘Habibie Mengaku Pernah Takut Mati’, beberapa waktu lalu. Dalam tayangan beberapa tahun lalu itu, Habibie mengungkapkan ketika istrinya, Ainun masih hidup, dirinya sempat takut mati. Perasaan itu muncul lantaran tidak tahu siapa yang akan menemani Ainun kalau dirinya meninggal lebih dahulu. Memang, bisa saja Ainun ditemani dan dirawat oleh anakanaknya, namun itu tidak bisa dilakukan selama 24 jam. Berbeda dengan dirinya yang bisa menemani Ainun sepanjang waktu. Namun, kata Habibie, setelah sang istri tercintanya meninggal, dia tidak lagi takut pada kematian. Karena Ainun sudah berada di dimensi lain dan dirinya pun akan segera menyusul. “Andaikata sampai waktunya (meninggal dunia), saya tahu yang akan menemui pertama bukan hanya Ibu saya, tapi Ainun, ‘Hei sekarang kamu di sini’.” Ucap Habibie. Dalam tayangan beberapa tahun lalu itu juga ia menyebut tentang telah menyiapkan kapling untuk tempat mengubur jasadnya, yakni, disamping makam istrinya. (Diana Runtu)
12
BUMI GORA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Ny. Putri Koster Raih Penghargaan Dekranas Award 2019
Baiq Nuril Maknun
Jalan Panjang Menghapus Bekas Luka
D
5
Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk keempat kalinya menggelar event Dekranas Award. Pemberian penghargaan Dekranas Award 2019 bertujuan untuk memotivasi para perajin dan meningkatkan daya saing produk kriya unggulan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/9) pagi.
Baiq Nuril Maknun, perempuan sederhana yang hidup dengan suami dan tiga orang anaknya. Ia menjalani kehidupannya layaknya orang biasa, bekerja dan mencari nafkah bersama suaminya. Tahun 2009 ia bekerja sebagai staf Tata Usaha di SMAN 7 Mataram.
2017. Sedih, terpukul juga terpuruk, begitulah situasinya kala itu. Melihat kronologi kasusnya, banyak pihak bersimpati kepadanya, namun tak bisa menolak ketentuan UU ITE yang hingga saat ini masih banyak ‘memakan’ korban. Selama ditahan Baiq Nuril sangat tersiksa sebab ia meninggalkan suami dan 3 orang anak yang masih sangat membutuhkannya. Atas situasinya ini, simpati pun terus mengalir untuknya, hingga tidak kurang dari 28 baik dari lembaga maupun perorangan siap berdiri menjadi penjamin bagi penangguhan penahanannya. Banyak pihak terutama para pejuang kemanusiaan menilai jerat hukum melalui penuntutan di pengadilan dengan dakwaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) atas Baiq Nuril, adalah bentuk kriminalisasi. Pada tanggal 27 Juli 2017, Nuril sempat berbahagia sebab ia dinyatakan tidak bersalah pada pengadilan tingkat pertama yakni PN Mataram yang memvonisnya bebas dan tidak terbukti melanggar Pasal 27 Ayat 1 UU ITE. Namun senyum Nuril tidak berlangsung lama sebab jaksa mengajukan kasasi terhadap kasus ini ke Mahkamah Baiq Nuril bersama suami dan ketiga anaknya Agung dan pada tanggal 26 Separi pekerjaan yang se- atas laporan tember 2018, harusnya bisa mem- terkait dugaan MA memutusbantu suami menopang pelanggaran kan Nurul berekonomi keluarga ini, UU ITE yang salah melakujustru menjadi petaka baginya. Tak dituduhkan kan tindakan terbayangkan olehnya sebuah peris- padanya. Tipidana yang tiwa memalukan sekaligus menyedi- dak itu saja ditudukan kehkan akhirnya harus dialaminya. Ia ia juga harus padanya. mengalami pelecehan tetapi justru ia merasakan Petikan yang dimintai pertanggungjawabannya sedihnya bePutusan Kasasi secara hukum. rada Lapas dengan No27 Maret 2017, adalah masa yang Mataram serta mor 574K/Pid. tidak pernah bisa dilupakan oleh Nuril. menjalani masa Sus/2018 yang Saat itu menjadi hari terburuk baginya sebagai tahanan baru diterima 9 ketika ia harus ditahan di kantor polisi kota pada 30 Mei November 2018 menyatakan Baiq Baiq Nuril (kiri) Nuril bersalah melakubersama kuasa hukumnya Joko Jumadi dan kan tindak pidana, “Tanaktivis perempuan pa hak mendistribusikan Nyanyu Ernawati dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ia pun harus menjalani hukuman selama 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta. Atas putusan ini, Baiq Nuril merasa diperlakukan tidak adil sebab ia merasa adalah korban dari kasus perbuatan pelecehan yang dilakukan Kepala Sekolah tempatnya mengajar sebagai honorer. Pelecehan itu disebutnya terjadi lebih dari sekali. Gelombang penolakan atas putusan ini pun terus mengalir, Nuril bersama mereka yang turut memperjuangkannya
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Nuril ketika berada di Fakultas Hukum tempat para kuasa hukumnya berada
begitu pula dengan dukungan terhadap Nuril. Nuril harus melalui perjuangan panjang yang sempat membuatnya nyaris kehilangan harapan untuk hidup. Sejak kasus ini mencuat ke publik di tahun 2015, Nuril terengah-engah mencari keadilan. Ia memohon bantuan hukum, meminta penangguhan penahanan, lalu ia dinyatakan menang di Pengadilan Negeri Mataram, menghadapi kasasi jaksa dan menghadapi kepedihan ketika peninjauan kembali kasusunya ditolak Mahkamah Agung. Tangis dan air mata menyertai hari-harinya yang pahit. Ia tertekan dan tidak mampu melawan. Hingga akhirnya semangatnya bangkit tatkala ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. KEADILAN SELALU BERSAMA KEBENARAN Masyarakat sipil khususnya para aktivis dan pejuang kemanusiaan dari berbagai latar belakang pun bersatu membela dan mendukungnya dalam koalisi bertajuk #SaveIbuNuril. Kelompok ini mendukung penuh Nuril dan mendorong dikeluarkannya amnesti bagi dirinya oleh Presiden RI. Ini memberi kekuatan bagi Nuril yang tidak lelah berjuang. Dan perjuangan itu berakhir di titik tertingginya ketika Presiden RI, Ir. Joko Widodo benarbenar mewujudkan mimpi merdeka bagi seorang Baiq Nuril Maknun. Surat amnesti Baiq Nuril Maqnun bernomor R-28/Pres/07/2019 pun ditandatangani Jokowi pada hari Senin 15 Juli 2019.
Amnesti ini bagi Nuril adalah jalan panjang kemerdekaan yang tak ternilai bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk keluarganya juga untuk perempuan-perempuan yang mengalami pelecehan sebagaimana dirinya. Sebab dengan terbitnya amnesti ini, kini menggulirkan wacana revisi terhadap tiga undang-undang yakni, UU ITE, UU Amnesti dan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Amnesti ini juga bagi Nuril telah menghapus bekas deritanya selama perjuangan menguras emosi sejak tahun 2015. Sebab begitu ia menerima surat amnesti itu, rasa capek, lelah, sedihnya ia saat merangkak menggapai keadilan itu seketika hilang tiada terasa lagi. “Amnesti ini menghapus bekas derita saya selama perjuangan menguras emosi sejak tahun 2015. Sebab begitu menerima surat amnesti, rasa capek, lelah, sedih saya saat merangkak menggapai keadilan itu seketika hilang tiada terasa lagi,” ujarnya. Dengan amnesti ini pula, Nuril mengangkat kedua tangannya mengajak para perempuan khususnya yang mengalami pelecehan seperti dirinya, untuk tidak takut melawan sebab mereka tidak sendiri. “Karena keadilan selalu bersama kebenaran,” ungkapnya. Kini perjalanan panjang Nuril berakhir dengan kebahagiaan dan ia telah kembali berkumpul dengan keluarga yang mencintainya, untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. (Naniek I. Taufan)
Baiq Nuril: saat dikunjungi anggota DPR RI Rieke Diyah Pitaloka
Dari kiri: Ny. Hariani Ardhana Sukawati, Ny. Putri Koster, dan Ny Widiasmini Indra
D
ekranas Award Pembina Teladan kali ini diikuti 20 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi, yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten dan Kota. Selain itu, kali ini juga dilaksanakan Award Karya Kriya terbaik Indonesia yang diikuti 198 karya kriya terdiri dari delapan kategori produk yaitu: tekstil, serat alam, keramik, kayu, logam, batubatuan, bahan baku alam, bahan baku alam lain yang telah diproses. Pada Dekranas Award 2019 kali ini, Dekranasda Bali meraih penghargaan 5 besar Pembina Teladan bersama Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat. Setelah melalui penilaian dan persidangan dewan juri, maka diputuskan Dekranasda Nusa Tenggara Timur sebagai Pembina Teladan Terbaik. Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bukan hal yang mudah untuk mengemban tugas menjadi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, terutama untuk kembali menggairahkan dan melestarikan serta mengembangkan produk kerajinan
yang ada di daerah. “Saya berharap dukungan dan sinergitas dari seluruh komponen baik dari pemerintah, organisasi dan tentunya masyarakat untuk bersama wujudkan keajegan karya-karya produksi lokal,” ujarnya. Lebih lanjut, Ny. Putri Koster me ngatakan dengan adanya Dekranas Award ini, diharapkan akan muncul pelaku-pelaku baru dan juga karyakriya yang inovatif, otentik, berbasis pada tradisi dan budaya dengan kua litas dan desain yang baik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan daya saing produk tersebut, yang pada akhirnya dapat meningk atkan kesejahteraan perajin serta meningkatkan perekonomian daerah. Ajang Dekranas Award 2019 ini dihadiri Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo, Ketua Dekranas Ny. Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Harian Dekranas Ny. Erny Tjahyo Kumolo, Ibu-ibu OASE, pengurus Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi dan undangan lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri Ny. Hariani Ardhana Sukawati, Ny. Widiasmini Indra, Kadis Disperindag selaku Ketua
Ny. Putri Koster menerima penghargaan Dekranas Aword 2019.
Harian Dekranasda Bali Putu Astawa, dan Sekretaris Dekranasda Bali Ko mang Wardiyanto.
Sejumlah stand kerajinan dari beberapa daerah Bali pun turut berpartisipasi dalam ajang ini, yakni Kota Den-
pasar, Kabupaten Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, Jembrana dan Buleleng. (hms/Wirati Astiti).
Mendongeng Lima Menit
Anjing dan Kucing Menjaga Ikan Zaman dulu, dahulu sekali, Anjing dan Kucing bersahabat akrab. Mereka berdua selalu bersama-sama. Bermain bersama-sama, mencari makan bersama-sama dan tidur bersama-sama. Waktu mereka hanya dipisahkan oleh pekerjaan masing-masing. Si Anjing sangat disayangi oleh majikannya, karena setia dan jujur. Tugasnya adalah menjaga ikan-ikan yang tertangkap. Sedangkan si Kucing tidak punya pekerjaan tetap. Oleh karena itu ia sewaktu-waktu sempat menyambangi si Anjing yang sedang menjaga ikan. Pada suatu hari si Kucing mendatangi si Anjing. Ia dapati sahabatnya itu sedang duduk menjaga ikan-ikan dalam dungki. “Hai Kucing!” seru Anjing. Ia tahu si Kucing pasti lapar karena tidak bekerja dan tentu saja tidak makan sejak pagi. “Aku tahu kau lapar. Tetapi tunggu dulu! Setelah menerima upah dari majikanku, kita boleh berpesta berdua.” Benar saja, sebentar kemudian, majikannya datang dari sungai dengan ikan-ikan segar. Setelah memisahkan segepok ikan untuk si Anjing, majikan itu bergegas pulang. Selanjutnya kedua hewan yang bersahabat itu makan bersama-sama. Keesokan harinya si Kucing datang lagi ke tempat itu. Ia dapati si Anjing sedang mengantuk menjaga ikan-ikan
kecil dalam dungki. “Hai Kucing!” katanya. “Kebetulan kau datang! Aku sangat mengantuk, karena majikanku tidak juga berhenti memancing. Tolong gantilah aku menjaga ikan-ikan dalam dungki itu. Aku istirahat tidur sebentar.” Si Kucing dengan senang hati mengganti tugas si Anjing. Si Anjing tergopoh-gopoh menuju sebuah gua kecil, tempatnya beristirahat. Lama benar pekerjaan menjaga ikan itu. Sang majikan belum juga datang. Perut si Kucing mulai keroncongan. Ia tidak sabar menahan lapar. Bau ikan dalam dungki itu sangat menggoda. Maka ia membuka dungki ikan itu. Ia dapati banyak ikan kecil di dalamnya. Ia coba satu ekor, …. Nyam, …! “Enak benar!” katanya dalam hati. Coba lagi satu ekor, dua ekor, sepuluh ekor …. Nyam, nyam, nyam…! Tiba-tiba dari kejauhan tampak sang majikan berjalan mendekat. Si Kucing takut, lalu lari meninggalkan tempat itu. Sang majikan heran. Ia dapati dungki ikannya terbuka. Setelah diperiksa ternyata ikan-ikan kecil yang akan dijadikan umpan itu habis. Sang majikan lalu memanggil-manggil si Anjing. Si Anjing datang tergopoh-gopoh. Ia sama sekali tidak mengira akan mendapat pukulan dari majikannya berkali-kali. Pang! Pang! Pang!... “Kau penjaga yang tidak jujur dan tidak setia! Ikan kecil umpanku kau habiskan!” Anjing yang setia itu diusir. Sambil mengomel ia mencari si Kucing ke mana-mana. “Kau sahabat yang mengkhianatiku! Awas, akan kurajam kau!” demikian gonggongnya setiap ia melihat si Kucing dari jarak jauh.
DARA
6 Kesuksesan tidak begitu saja turun dari ‘langit’. Harus kerja keras untuk mencapainya. Itu yang ditunjukkan oleh Rebecca Alexandria Hadibroto, peraih juara pertama kompetisi balet tingkat dunia. Untuk mencapai kesuksesan yang diimpikannya ia harus rela berlatih empat jam sehari atau bahkan 9-10 jam sehari jika akan mengikuti kompetisi internasional.
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Rebecca Alexandria Hadibroto
Dulu Di-Bully, Sekarang Jadi Kebanggaan
B
egitu kerasnya, remaja 12 tahun ini berjuang menggapai mimpi, meski tidak sedikit tantangan yang harus dihadapinya. Tapi segala pengorbanannya terbayar lunas dengan keberhasilannya menjuarai berbagai ajang kompetisi balet internasional, termasuk event Youth American Grand Prix (YAGP) di New York. Di YAGP yang dianggap sebagai ajang kompetisi balet paling bergengsi di dunia, Rebecca mengharumkan nama Indonesia dengan keberhasilannya meraih juara pertama. Rebecca lah orang Indonesia pertama yang berhasil menembus YAGP New York dan menjadi juara di sana. Tidak main-main, dua tahun berturut-turut Rebecca berhasil menduduki tempat pertama di ajang kompetisi balet dunia yang diikuti oleh puluhan negara itu. “Youth American Grand Prix diikuti oleh balerina-balerina terbaik di negaranya. Untuk ikut ke sana susah banget. Kita harus lolos seleksi berjenjang. Dan nilainya harus di atas 90 baru kita bisa diundang berkompetisi di New York,” ungkap Becca yang April 2019 lalu kembali meraih prestasi gemilang di YAGP. “Sebenarnya di atas juara pertama ada lagi, yaitu ‘Youth Grand Prix Hope Award’. Aku dapat itu saat semifinal GP 2018,” tambahnya. Selain juara di YAGP, sebelumnya anak tunggal pasangan Irman Yanuar Hadibroto-Joe Shia ini telah mengantongi berbagai penghargaan di kejuaraan internasional. Di antaranya Asian Grand Prix Hongkong, International Balet Grand Prix Malaysia, International Dance Award di Australia, dll. Semua prestasi gemilang itu tidak didapatkannya dengan mudah. Bukan hanya harus berlatih keras rata-rata 4 jam sehari, bahkan bisa lebih hingga 9-10 jam saat persiapan ikut kompetisi internasional, tapi juga demi balet dia mengorbankan sekolah formalnya. Sejak kelas VI SD, ketika intensitas latihannya meningkat, Becca—begitu
ia kerap disapa memilih untuk homeschooling. Kebetulan, orangtuanya mengelola bisnis di bidang pendidikan yakni bimbel. “Jadi aku belajar di rumah. Gurunya mama-papa,” tutur Becca yang mulai belajar balet sejak usia 2,5 tahun. Becca mengaku belajar balet bukan karena dorongan orangtuanya. Melainkan karena pilihannya sendiri. Ia memutuskan menekuni balet lantaran tertarik film Barbie 12 Dancing Princess. “Aku mulai tertarik di situ. Aku melihat gerakannya anggun, aku jadi ingin menekuni balet,” katanya. Sebenarnya waktu kecil, orangtuanya memberinya banyak kegiatan. Dia disertakan dalam berbagai les, mulai renang, piano, gitar, biola, dll. Semua kegiatan itu dia ikuti. Namun ketika ia melihat balet sangat indah, ia pun memilih menekuni balet. MAHALNYA BIAYA BALET Waktu demi waktu ketertarikannya pada balet semakin menjadi-jadi, dan dia tekun berlatih. Namun ada permasalahan yang cukup krusial yang dihadapinya yakni soal biaya. Dia bukanlah dari golongan keluarga berada. Untuk menekuni balet dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Misalnya saja perlengkapan balet yang harganya cukup lumayan. Sepatu balet atau pointe shoes yang biasanya digunakan para balerina dalam gerakan berdiri di ujung kaki, harganya sekitar Rp1,2-1,4 juta. Itupun paling lama penggunaanya selama 3 bulan. Dengan frekuensi latihan seperti yang dilakukan Becca, maka dia kerap harus menggantinya sebulan sekali. “Pointe shoes itu bisa maksimal 3 bulan, tergantung frekuensi latihannya. Tapi aku dengan porsi latihan seperti itu nggak sampai sebulan harus udah ganti,” ungkapnya. Hal itu dibenarkan ayahnya, Irman yang menyebut pernah juga dalam sebulan tiga kali ganti. Itu karena frekuensi latihan Rebecca yang luar biasa. Diakui Becca kondisi keuangan keluarganya yang terbatas membuat keadaan menjadi berat. Malah dulu, karena keterbatasan biaya pula, dirinya tidak bisa berangkat kompetisi ke luar negeri. “Karena kan kalau ke luar negeri biayanya mahal,” ujar Becca yang menjadikan keterbatasan finansial keluarganya sebagai salah satu cambuk untuk bekerja keras dan meraih hasil terbaik Namun itu terjadi sebelum Becca berprestasi internasional. Barulah setelah dia mampu menunjukkan kiprahnya di ajang kompetisi internasional, bahkan berturut-turut tampil juara di berbagai ajang kompetisi balet internasional, sponsor pun datang. “Guru aku yang mendapatkan sponsor untuk kami bisa bertangkat ke berbagai kompetisi internasional, termasuk ke Amerika ikut YAGP,” kata Becca yang kini tidak lagi terlalu memikirkan sepatu karena ada sponsor yang membelikannya. Di sisi lain dirinya semakin ditempa secara mental. Bayangkan berada di antara anak-anak dari keluarga berada, merupakan ujian tersendiri baginya. Dia yang awalnya hanya dipandang sebelah mata bahkan pernah di-bully teman-temannya, kini menjadi kebanggaan. Ejekan, tidak menggoyahkan dirinya ataupun membuatnya menjadi
rendah diri. Justru sebaliknya, dia mengubah hal negatif itu menjadi positif, melalui prestasi. Dan memang setelah dia mampu menunjukkan prestasi internasional, semua suara sumbang itu pun perlahan senyap. Apalagi kemudian berturut-turut dia mampu menunjukkan hasil terbaik di berbagai ajang internasional. Tempat latihannya Marlupi Dance Academy pun memahami kondisi Becca. Tempatnya bernaung itu pun memberi dia banyak keringanan terkait biaya kursus. “Papa aku mengatakan kalau aku harus bisa mengubah mindset dengan begitu aku bisa menerima kenyataan kehidupan. Bahwa tidak semuanya mudah diraih, bahwa hidup itu susah dan harus diperjuangkan. Apa yang kita inginkan, tidak selamanya bisa dicapai karena keterbatasan. Nasihat papa itu aku selami, dan itu membuat aku tetap kuat dan makin tertantang untuk meraih prestasi terbaik,” papar Becca yang bercita-cita menjadi balerina profesional. Menekuni balet dari usia yang sangat dini dengan rutinitas latihan yang sama selama belasan tahun, tentu saja membuatnya terkadang dihinggapi rasa jenuh. Suatu yang wajar. Dalam keadaan suntuk, biasanya sang gurulah yang setia menasihatinya. “Kata guru aku untuk menjadi balerina yang baik, aku harus belajar mengatasi hal seperti itu,” tuturnya. (Diana Runtu)
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019 Inovasi dan berbagai riset terus dilakukan Dr. I Gede Setiawan Adiputra, Sp. M.Si. Menjadi seorang akademik di bidang pertanian, tentu membuat Setiawan mengaplikasikan ilmunya pada bidang tersebut. Setelah sukses membuat spot selfie dengan mengandalkan bunga matahari sebagai latar, kini pria yang juga dosen di Universitas Udayana tersebut kembali mencoba memanfaatkan bunga matahari.
B
unga matahari pada umumnya dikenal lewat olahan panganan kwaci. Di tangan dingin Setiawan, bunga matahari dapat diolah menjadi berbagai produk inovasi dengan berbagai manfaat. Salah satunya minyak bunga matahari. Penemuan minyak bunga matahari ini lanjut Setiawan sejatinya dilakukan tanpa sengaja. Kala itu, setelah membuka spot selfie, bunga matahari miliknya banyak yang patah akibat disentuh oleh pengunjung. Tak ingin terbuang sia-sia, akhirnya bunga
BULELENG
11
Olah Bunga Matahari Jadi Minyak dan Susu yang patah dimasukkan ke dalam botol untuk difermentasinya. Dari hasil fermentasi itu, keluar cairan yang berbau wangi. Cairan tersebut dicampurkan dengan air mandinya dan menghasilkan wangi serta badannya pun terasa lebih segar. “Bahkan ketika pergi ke ladang malam hari ternyata saya tidak digigit nyamuk,” jelasnya. Dari sanalah timbul ide untuk memanfaatkan bunga matahari sebagai sabun mandi. Ekstrak bunga matahari kemudian dicampurkan dengan KOH akhirnya ketemu antara minyak jenuh dan minyak tak jenuh. Penggumpalan antara kedua zat tersebutlah yang menjadi sabun. Untuk satu potong sabun bunga matahari pihaknya menjual dengan harga yang sangat terjangkau, Rp 5 ribu. “Penjualan dilakukan lebih banyak via medsos, dari beberapa konsumen ada yang sempat
nanya, kenapa tidak menjual minyak bunga matahari?” tuturnya. Melihat banyaknya bunga matahari yang tumbuh di kebunnya, Ketua Simantri 551 Desa Penarungan ini pun kembali tertarik untuk memanfaatkan bunga matahari sebagai minyak. Secara teori, Setiawan pun merahasiakan pembuatan minyak bunga matahari. Setelah berhasil diekstrak dari bijinya, warna minyak terlihat hitam pekat. Karena tak puas, Setiawan pun kembali bereksperimen melakukan penyaringan. Beragam trik dicoba. Mulai meng-
gunakan baju kaos, baju singlet, hingga kain kasa. Namun tidak berhasil. Hingga akhirnya, Setiawan terbersit keinginannya untuk menggunakan kembali alat yang pernah ia beli sebelumnya untuk menyaring. “Dulu pernah beli alat, saya coba pakai itu, ternyata luar biasa jernihnya. Saya masih rahasiakan nama alatnya. Biar tidak ada yang niru. Karena kalau sudah ditiru, takutnya murah, karena campur-campur. Saya ingin jadi leader, bila perlu jika ada yang mencari minyak bunga matahari biar mereka cari saya,” tuturnya.
Gede Setiawan menunjukkan hasil olahan biji bunga matahari menjadi minyak dan minyak rambut
PENJUALAN VIA MEDSOS Dari hasil penyaringan, diperolehlah minyak bunga matahari berwarna kuning bening. Warna kuning ini murni tanpa ada tambahan pewarna. Sedangkan endapan yang berwarna hitam pekat ia kemudian manfaatkan untuk minyak rambut. Minyak biji bunga matahari ini memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Mulai dari obat jerawat, mengencangkan kulit, menghaluskan kulit, mencegah flek. Wajar saja, mengingat kandungan vitamin E, antioksidan dari minyak ini sangat tinggi. Setiawan menyebut, tiap satu kilogram biji bunga matahari dapat menghasilkan sekitar 250 ml minyak. Dimana dari 250 ml itu, hanya diperoleh minyak murni sebesar 200 ml, dan endapan minyak pekat sebanyak 50 ml. “Biasanya kami jual per 60 ml minyak ini sebesar Rp 75 ribu. Kalau minyak rambutnya saya jual Rp 30 ribu. Pemasarannya masih terbatas via medsos. Tapi memang banyak peminatnya” tuturnya. Ternyata, ampas dari olahan biji bunga matahari juga masih bisa dimanfaatkan sebagai susu nabati. Menurutnya penemuan susu bunga matahari ini dilakukan secara tidak sengaja. Kala itu Setiawan memang menyiram ampas tersebut untuk dijadikan kompos. Namun saat disiram ampas tersebut mengeluarkan warna putih. “Langsung saya ingat susu nabati. Akhirnya saya coba ampas itu untuk diseduh, kemudian disaring dan airnya diminum. Khasiatnya juga luar biasa. Bisa menghilangkan depresi, dan membuat tidur menjadi nyenyak juga melancarkan metabolisme,” bebernya. Karena memiliki manfaat, ampas biji bunga matahari juga dijual. Per bungkusnya mencapai Rp 10 ribu. Hingga kini peminatnya sebut Setiawan sangat banyak. “Kami belum mengantongi izin dari BPOM dan PIRT. Kalau sudah izin keluar, setidaknya kami bisa jual di apotekapotek,” ujarnya. (Wiwin Meliana)
Atasi Kekeringan, PDAM Siapkan Empat Sumur
I Made Lestariana
Memasuki musim kemarau panjang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Buleleng mengalami penurunan debit air. Dari total 56 titik sumber air yang terdiri atas 16 mata air dan 40 titik sumur terjadi penurunan debit 16 persen. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Buleleng I Made Lestariana akhir pekan lalu. Menurutnya kondisi penurunan debit air rutin terjadi setiap tahunnya memasuki musim kemarau. Dari pengukuran dan monitoring yang dilakukan oleh petugas produksi, penururan terjadi 119 liter per detik dari debit total yang dikelola PDAM Buleleng 746 liter per detik. “Setiap tahun memang selalu terjadi, biasanya jika kemarau yang berkepanjangan dan penurunanya bervariasi di masing-masing titik sumber air,” jelasnya.
Penurunan debit air, kata Lestariana memang secara langsung akan menganggu pelayanan PDAM terhadap pelanggan khususnya dibidang kwantitas dan kontinuitas. Tekanan air akan terganggu di beban puncak pemakaian terutama di jam-jam krodit aktivitas rumah tangga. “Biasanya jam-jam gangguan layanan terjadi pada pagi dan sore hari,” imbuhnya. Meski demikian gangguan layanan tak juga terjadi di semua titik distribusi. Dari 52.000 pelanggan PDAM, hanya seribu pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan air. Secara kontinuitas, jam pelayanan pun ikut terganggu. Pihaknya mengatakan jam pelayanan di beberapa titik distribusi tidak bisa dilakukan selama 24 jam melainkan hanya dapat dilakukan
selama 23 jam. Meskipun demikian pihaknya meklaim bahwa gangguan pelayanan yang dialami pelanggan masih dalam kondisi terkendali. Kondisi yang terjadi secara rutin setiap tahun ini tentu telah diupayakan antisipasi oleh pihak PDAM. Salah satunya dengan mengatur Valve distribusi untuk mengatur tekanan air pada titik titik sumber air agar tekanan merata. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk menampung air di luar jam beban puncak sehingga bisa digunakan pada saat jam-jam krodit seperti pagi dan sore hari. Pihaknya juga telah menyiagakan beberapa armada mobil tangki yang siap mendistribusikan air bersih secara gratis kepada pelanggan yang tidak mendapat air bersih selama 1x
24 jam. “Pelayanan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat yang mengalami gangguan air bersih,” paparnya. Bahkan PDAM Buleleng juga berencana membangun empat sumber air baru di sejumlah tempat di Buleleng. Empat sumber air baru berupa sumur dalam akan dibangun di daerah Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Desa Kalibukbuk dan Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Empat sumur dalam itu diperkirakan mampu menambah debit air masingmasing minimal 10 liter per detik, akan dibangun dengan anggaran Rp 3 miliar. “Masing-masing berkapasitas 10 liter per detik minimal, itu masih bisa lebih,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
STYLE
10
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
EDUKASI
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Reaksi Anafilaksis
Reaksi anafilaksis merupakan reaksi alergi yang berlangsung cepat, dan dapat bersifat fatal, mengancam nyawa. Reaksi anafilaksis terjadi karena adanya respons tubuh berlebihan terhadap suatu zat atau allergen. Dengan demikian, jika seseorang terkena reaksi anafilaksis maka orang tersebut harus segera ke unit gawat darurat (UGD) atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan suntikan epinefrin. Sebab, jika didiamkan, dapat mengakibatkan kondisi fatal yang berujung pada kematian.
A
Keren dan Gaya
dengan Bahan Neli Gunawan, salah seorang desainer IFC Denpasar berkola borasi dengan Yayasan Puspadi mempersembahkan pagelaran fashion yang unik dan menarik.
M
ereka hadir di ajang Pameran Kebersi han Kota Denpasar, mengusung “Trend Sustainable Design”. Kala itu, sahabat penyandang disabilitas dari Yayasan Puspadi Bali tampil istimewa. Ada Gede Agus Arnawe, Ketut Alit Ariana,
I Nengah Junianta, Ni Luh Putu Kariani,I Ketut Darma Putra, kelimanya pengguna kaki palsu bersama Ni Kadek Suriantini, IA Seri Kumala Yanti dan Putu Lena Purnama Sari bersama meleng gang sebagai model. Mereka bergaya penuh per caya diri dan keren mengenakan
7
dapun gejala yang ha rus diperhatikan an tara lain; gatal disertai kemerahan di sekujur tubuh, sesak napas, kesulitan ber napas, jantung berdebar, mual dan muntah, serta diare paskaterpapar alergen. Jika seseorang mengalami dua atau lebih gejala diatas, maka yang bersangkutan dapat dikatakan menderita reaksi anafilaksis dan memerlukan pertolongan medis segera.
Beberapa allergen yang dapat memicu reaksi anafilaksis antara lain seafood, kacang, susu, telur dan beberapa bahan makanan lain nya. Selain itu, beberapa obat juga dapat memicu reaksi anafilaksis pada seseorang seperti antibiotika dan obat golongan NSAIDs (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs). Allergen lain seperti debu dan latex juga dapat dikatakan sebagai ses uatu yang dapat memicu terjadinya reaksi anafilaksis.
Sisa
busana dari Neli Gunawan demi turut memeriahkan acara “Gara –Gara Sampah” yang diseleng grakan Dinas Kebersihan Kota Denpasar bersama beberapa komunitas peduli lingkungan lain nya. Neli sukses merancang pakai an upcycle. Desainnya diramu dari bahan-bahan sisa maupun baju lama yang disulap kem bali menjadi pakaian baru yang keren. (Sri Ardhini)
Sumber: urbanhealth.com
Komplikasi yang paling ditakut kan dari reaksi anafilaksis adalah syok anafilaksis. Syok mempunyai arti kegagalan perfusi jaringan yang merupakan suatu kegagalan dari tubuh kita untuk memberi oksigen ke dalam jaringan. Kematian jarin gan bisa menjadi salah satu akibat dari syok. Selain itu, edema atau pembengkakan pada laring juga salah satu komplikasi fatal pada kasus anafilaksis. Edema pada lar ing dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas yang dapat berujung kepada kematian. Jika seseorang mengalami reak si anafilaksis seperti gejala yang telah dipaparkan sebelumnya, maka orang tersebut segera diba wa ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis. Hal tersebut sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang fatal akibat reaksi anafilaksis. Pada beberapa kasus, pasien dapat dirawat inap untuk observasi dan bahkan memerlukan observasi ketat di ruang intensif. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya reaksi anafilaksis. Hal yang utama adalah mencegah ter paparnya dengan allergen. Untuk hal ini, kita harus mengetahui zat apa yang dapat memicu alergi pada kita. Jika seseorang pernah men galami alergi terhadap sesuatu, maka hindarilah zat tersebut. Hal
lain yang dapat dilakukan adalah untuk melakukan tes alergi atau skin prick test, dengan melakukan prosedur tersebut kita dapat men getahui zat apa yang dapat memicu tubuh melakukan reaksi berlebih sehingga menimbulkan alergi. Dengan demikian, dapat dis impulkan bahwa reaksi anafilaksis merupakan reaksi alergi yang cepat dan dapat bersifat fatal. Jika seseorang mengalami hal tersebut, maka segera ke UGD
untuk mendapatkan pertolongan medis. Reaksi anafilaksis dapat dicegah dengan menghindari agen penyebab alergi. dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med. S1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. S2 Master of Medicine in Infection and Immunity University of Sydney Australia.
Yoga untuk Penderita Insomnia Gambar 4 dan Gambar 5 Masih dalam posisi duduk bersila atau silahkan ambil sikap yang nyaman sesuai kemampuan dan tulang punggung harus selalu tegak lurus. Kemudian, dorong dada ke depan sementara bahu tidak boleh diangkat karena jika Anda mengangkat ke dua bahu akan menambah ketegangan dalam saraf bahu dan kepala, sehingga asupan oksigen ke otak tidak maksimal. Dan, lakukan sikap ini dengan rileks sembari memuntir perut dan punggang ke belakang dan mulai ambil napas lembut sambil tersenyum menghirup udara yang baik dan buang napas lembut. Lakukan 7 kali.
2
Gambar 2 Tetap dalam posisi duduk yang nyaman dan tulang punggung harus tegak lurus. Gambar 8 Sikap ini juga u n t u k Sama dengan gambar 7. Hanya mengurangi ketegangan, dan mengubah kaki kiri diluruskan dan Gambar 6 sangat membantu untuk kaki kanan dilipat ke dalam. Sekarang ambil sikap sebagaimana gambar 6 penderita insomnia. Lakukan dengan meluruskan kaki kanan dan kaki kiri dilipat secara rileks dengan mengambil ke dalam. Kemudian tangan kanan jauhkan dari tempat latihan badan dan angkat tangan kiri ke atas. yang sirkulasi udaranya baik. Catatan: Jika Anda punya masalah di tekanan Latihan ini sangat penting Gambar 1 darah tinggi atau rendah, jangan mengangkat Masih dalam sikap duduk dan lakukan dengan lembut kepala kearah atas namun arahkan ke depan tetap rileks untuk meregangkan seluruh tanpa ada ketegangan. Silakan Selamat berlatih dengan senyum rasakan rileks sekarang mulai tarik napas ketegangan. Mulai dari bahu dan Selalu sehat dalam yoga Lakukan dengan nafas lembut dan buang napas leher, ambil sikap tubuh seperti sebanyak 7 kali dengan lembut sebanyak dalam gambar kemudian putaran. 7 kali. perlahan mulai atur Model : Desy (Guru Markandeya napas. Masih tetap Yoga Indonesia Jakarta) bernapas dengan lembut dan dalam. Lakukan Gambar 7 penarikan dan hembusan Lihat gambar dan lakukan di ujung kemampuan. Bertahan napas 7 kali putaran. dengan sikap ini dan lihat posisi telapak kaki harus diaktifkan Begitu juga Gambar 3 dan panjangkan tulang punggung serta bahu rileks. Kepala tidak dengan tangan Sikap sama seperti menunduk dan bertahan dengan posisi diatas dengan mengambil sebaliknya. pada gambar 2, hanya napas lembut serta lakukan 7 kali pernapasan dengan baik mengubah posisi tangan.
4
5
8
1
6
3
7
8
JELITA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Manfaat Tari Legong Melebihi Aerobik
Remaja putri di Kota Denpasar memiliki partisipasi yang rendah dalam aktivitas fisik atau kegiatan olahraga. Hal ini mengakibatkan kebugaran fisik yang rendah dan risiko untuk mengalami penyakit di usia dewasa. Demikian disampaikan Dr. dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO.
9
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Aneka Nasi Goreng Nasi Goreng Seafood
S
urvei kesehatan menunDr. Adiartha mengatakan, berjukkan partisipasi dasarkan pengamatan seremaja pulama ini, tari klasik tri dalam Bali adalah suatu berolahraga masih bentuk kesrendah. Untuk enian yang daerah Bali khumengandung susnya, terjadi unsur gerak peningkatan sebagai akangka inaktivitas tivitas fisik. fisik dari 18% Tari klasik pada tahun Bali sudah 2013 menjadi sangat dike26% pada tahun nal di kalan2018. Angka inakgan remaja tivitas fisik di tingkat putri, dan telah nasional saat ini sebemengakar di masar 26,1% (Kemenkes, syarakat. Kegiatan dr Adiartha 2018). Hal ini menunjukkan, menari selama ini diremaja putri memiliki risiko mendlakukan oleh remaja putri baik di erita berbagai penyakit metabolik sanggar, di sekolah atau di banjar seperti obesitas atau kegemukan. secara berkelompok. Angka kegemukan remaja putri Ia menilai, sekian banyak tari di Bali berada di atas angka rata- klasik Bali, tari Lègong Keraton rata nasional pada kelompok umur (lègong) adalah tari klasik yang 13–18 tahun. Kota Denpasar dan memiliki gerak yang paling dinamis Kabupaten Badung memiliki preva- dan durasi yang cukup. “Lègong len tertinggi. juga merupakan tarian dasar yang Ia menilai, dari kondisi tersebut artinya mengandung semua unsur memerlukan pemecahan untuk gerak tari sehingga untuk menguamencari bentuk aktivitas fisik yang sai tari dengan baik remaja putri dapat meningkatkan partisipasi diajarkan tarian tersebut. Lègong remaja. “Secara teori, bentuk memiliki potensi untuk digunakan intervensi olahraga harus menarik sebagai bentuk aktivitas fisik atau dan menyenangkan, mudah dipaha- olahraga bagi remaja putri untuk mi dan mudah dilaksanakan, serta meningkatkan kebugarannya,” kata tidak bertentangan dengan kondisi dokter yang mengajar fisiologi sosiokultural masyarakat,” ujarnya. olahraga di Fakultas Kedokteran
Nasi Goreng Teri Medan
Chef Sarwan
Ilustrasi foto: Anak-anak Disabilitas Tuna Rungu Sanggar Sandi Muni Kumara
Unud ini. Penelitian menunjukkan, menari memberikan manfaat positif terhadap emosi, interaksi sosial, stimulasi sensoris, dan koordinasi motorik serta dapat membangun kondisi lingkungan yang baik bagi individu. Kelompok lansia yang menari sejak usia remaja memiliki postur, keseimbangan, waktu reaksi, kemampuan motorik, dan kognitif yang lebih baik dibandingkan kontrol dengan usia yang sama. Lansia yang ikut dalam kelompok menari mengalami peningkatan kebugaran fisik, daya tahan otot tungkai bawah, kekuatan dan kelentukan otot, keseimbangan dan kelincahan. Remaja yang menari memiliki kepadatan tulang dan persentase lemak tubuh yang lebih baik. “Latihan menari tari tradisional secara berkelompok telah terbukti memenuhi kriteria sebagai alternatif latihan fisik untuk remaja perempuan. Hal ini didasarkan pada pengamatan terhadap gerakan dan ritme tarian tersebut,” katanya. Penelitian menunjukkan manfaat kegiatan menari baik terhadap kesehatan dan kebugaran fisik serta fungsi psikososial. Menari dapat meningkatkan kebugaran aerobik, masa tulang, kekuatan dan fleksibilitas otot, koordinasi dan perbaikan komposisi tubuh. Selain itu, mampu memberikan suasana emosional yang positif. PELESTARIAN BUDAYA DAN SENI Penelitian terbaru menyatakan adanya efek menari terhadap plastisitas sistem saraf. Bahkan disebutkan, efek menari dengan gerakan koordinatif dan kompleks mampu menginduksi platisitas saraf lebih baik dibandingkan olahraga dengan gerakan sederhana dan repetitif. Ia menilai, tari klasik Bali seperti Lègong Keraton (lègong) berpo-
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 2 sdm bawang bombai cincang dadu kecil 3 siung bawang putih cincang halus 1 sdm minyak wijen 2 sdm saus raja rasa 1 sdm saus tiram 1 sdt lada bubuk 1 ruas jari jahe keprek 100 grm udang kupas kulitnya bersihkan 150 grm daging cumi potong bulat cuci bersih buang tintanya 1 ½ sdm margarine,garam,gula,kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Cara Membuat: Panaskan margarin hingga meleleh lalu masukkan potongan bawang bombai juga bawang putih, jahe lalu tumis hingga harum. Masukkan udang, cumi, aduk lalu masukkan nasi dan bahan-bahan lainnya. Aduk rata masak hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan potongan cabe rawit dan lalapan mentimun atau menurut selera.
tensi untuk digunakan sebagai bentuk latihan yang dapat meningkatkan kebugaran fisik. Selain mengandung unsur latihan fisik, tari lègong mengandung unsur estetik yang mencerminkan keindahan budaya Bali. Penelitian lain menunjukkan bahwa kegiatan menari juga dapat meningkatkan plastisitas sistem saraf yang dapat membantu meningkatkan prestasi akademik. Dr. Adiartha sendiri telah meneliti tari Legong dan olahraga erobik intensitas sedang dapat meningkatkan kebugaran fisik dan plastisitas saraf remaja putri di Denpasar. Pelatihan dilakukan selama 30 menit, 3 kali seminggu selama 6 minggu. Sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan pengukuran kebugaran fisik erobik, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan dan komposisi lemak tubuh. Selain itu, dilakukan pengukuran terhadap Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) plasma darah, waktu reaksi dan keseimbangan sebagai parameter plastisitas sistem saraf. Dari hasil penelitiannya, ia menemukan, pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang dan tari Lègong sama-sama meningkatkan kebugaran aerobik, kekuatan dan
daya tahan otot namun tidak meningkatkan kelentukan dan komposisi lemak tubuh pada remaja putri di Denpasar. “Pelatihan aerobik lebih baik dalam meningkatkan kebugaran erobik dan pelatihan tari Lègong lebih baik dalam meningkatkan aspek kekuatan dan daya tahan otot pada remaja putri di Denpasar. Pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang dan pelatihan tari Legong sama-sama mengakibatkan plastisitas sistem saraf pada remaja putri di Denpasar,” ujarnya. Pelatihan tari Lègong dapat memperbaiki waktu reaksi, keseimbangan, serta meningkatkan kadar BDNF sedangkan pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang hanya meningkatkan waktu reaksi dan BDNF plasma pada remaja putri di Denpasar. Ia menyimpulkan, latihan menari Lègong dapat digunakan sebagai bentuk alternatif olahraga pada remaja putri untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mendukung perkembangan sistem saraf mereka sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya dan seni tradisional Bali. (Wirati Astiti)
Nasi Goreng Buah Naga Bahan: 500 grm nasi siap pakai 1 sdt lada bubuk,garam,gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 100 grm daging buah naga 2 buah cabe merah kriting Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus, tumis hingga harum. Masukkan nasi juga lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata rasakan kalau rasa sudah pas dan matang, sajikan. Taburi bawang putih goreng dan tambahkan dadar goreng telor, lalapan, dan cabe rawit.
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 150 grm teri medan goreng kering 1 sdt lada bubuk,garam,gula kaldu bubuk secukupunya Minyak goreng secukupnya Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari jahe Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus tumis hingga harum. Masukkan nasi dan sebagian teri goreng medan juga lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata, rasakan kalau rasa sudah pas dan matang sajikan bisa ditaburi bawang putih goreng. Atasnya beri gorengan teri medan.
Nasi Goreng Kunyit Bahan: 500 grm nasi siap pakai 1 butir telor masak orak arik 1 sdt lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng
Nasi Goreng Pete
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 2 papan pete di kupas ambil buahnya 150 grm ayam fille potong dadu 1 sdt lada bubuk, garam,gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari terasi matang Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus tumis hingga harum. Masukkan potongan ayam dan pete, aduk sampai layu lalu masukkan nasi, lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata, rasakan kalau rasa sudah pas dan matang, sajikan. Bisa ditaburi bawang putih goreng.
Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum lalu masukkan nasi, lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Masukkan orak arik telor, aduk rata. Rasakan kalau rasa sudah pas dan matang sajikan ditaburi bawang putih goreng.
Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 ruas jari kunyit bakar 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari terasi matang
8
JELITA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Manfaat Tari Legong Melebihi Aerobik
Remaja putri di Kota Denpasar memiliki partisipasi yang rendah dalam aktivitas fisik atau kegiatan olahraga. Hal ini mengakibatkan kebugaran fisik yang rendah dan risiko untuk mengalami penyakit di usia dewasa. Demikian disampaikan Dr. dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO.
9
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Aneka Nasi Goreng Nasi Goreng Seafood
S
urvei kesehatan menunDr. Adiartha mengatakan, berjukkan partisipasi dasarkan pengamatan seremaja pulama ini, tari klasik tri dalam Bali adalah suatu berolahraga masih bentuk kesrendah. Untuk enian yang daerah Bali khumengandung susnya, terjadi unsur gerak peningkatan sebagai akangka inaktivitas tivitas fisik. fisik dari 18% Tari klasik pada tahun Bali sudah 2013 menjadi sangat dike26% pada tahun nal di kalan2018. Angka inakgan remaja tivitas fisik di tingkat putri, dan telah nasional saat ini sebemengakar di masar 26,1% (Kemenkes, syarakat. Kegiatan dr Adiartha 2018). Hal ini menunjukkan, menari selama ini diremaja putri memiliki risiko mendlakukan oleh remaja putri baik di erita berbagai penyakit metabolik sanggar, di sekolah atau di banjar seperti obesitas atau kegemukan. secara berkelompok. Angka kegemukan remaja putri Ia menilai, sekian banyak tari di Bali berada di atas angka rata- klasik Bali, tari Lègong Keraton rata nasional pada kelompok umur (lègong) adalah tari klasik yang 13–18 tahun. Kota Denpasar dan memiliki gerak yang paling dinamis Kabupaten Badung memiliki preva- dan durasi yang cukup. “Lègong len tertinggi. juga merupakan tarian dasar yang Ia menilai, dari kondisi tersebut artinya mengandung semua unsur memerlukan pemecahan untuk gerak tari sehingga untuk menguamencari bentuk aktivitas fisik yang sai tari dengan baik remaja putri dapat meningkatkan partisipasi diajarkan tarian tersebut. Lègong remaja. “Secara teori, bentuk memiliki potensi untuk digunakan intervensi olahraga harus menarik sebagai bentuk aktivitas fisik atau dan menyenangkan, mudah dipaha- olahraga bagi remaja putri untuk mi dan mudah dilaksanakan, serta meningkatkan kebugarannya,” kata tidak bertentangan dengan kondisi dokter yang mengajar fisiologi sosiokultural masyarakat,” ujarnya. olahraga di Fakultas Kedokteran
Nasi Goreng Teri Medan
Chef Sarwan
Ilustrasi foto: Anak-anak Disabilitas Tuna Rungu Sanggar Sandi Muni Kumara
Unud ini. Penelitian menunjukkan, menari memberikan manfaat positif terhadap emosi, interaksi sosial, stimulasi sensoris, dan koordinasi motorik serta dapat membangun kondisi lingkungan yang baik bagi individu. Kelompok lansia yang menari sejak usia remaja memiliki postur, keseimbangan, waktu reaksi, kemampuan motorik, dan kognitif yang lebih baik dibandingkan kontrol dengan usia yang sama. Lansia yang ikut dalam kelompok menari mengalami peningkatan kebugaran fisik, daya tahan otot tungkai bawah, kekuatan dan kelentukan otot, keseimbangan dan kelincahan. Remaja yang menari memiliki kepadatan tulang dan persentase lemak tubuh yang lebih baik. “Latihan menari tari tradisional secara berkelompok telah terbukti memenuhi kriteria sebagai alternatif latihan fisik untuk remaja perempuan. Hal ini didasarkan pada pengamatan terhadap gerakan dan ritme tarian tersebut,” katanya. Penelitian menunjukkan manfaat kegiatan menari baik terhadap kesehatan dan kebugaran fisik serta fungsi psikososial. Menari dapat meningkatkan kebugaran aerobik, masa tulang, kekuatan dan fleksibilitas otot, koordinasi dan perbaikan komposisi tubuh. Selain itu, mampu memberikan suasana emosional yang positif. PELESTARIAN BUDAYA DAN SENI Penelitian terbaru menyatakan adanya efek menari terhadap plastisitas sistem saraf. Bahkan disebutkan, efek menari dengan gerakan koordinatif dan kompleks mampu menginduksi platisitas saraf lebih baik dibandingkan olahraga dengan gerakan sederhana dan repetitif. Ia menilai, tari klasik Bali seperti Lègong Keraton (lègong) berpo-
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 2 sdm bawang bombai cincang dadu kecil 3 siung bawang putih cincang halus 1 sdm minyak wijen 2 sdm saus raja rasa 1 sdm saus tiram 1 sdt lada bubuk 1 ruas jari jahe keprek 100 grm udang kupas kulitnya bersihkan 150 grm daging cumi potong bulat cuci bersih buang tintanya 1 ½ sdm margarine,garam,gula,kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Cara Membuat: Panaskan margarin hingga meleleh lalu masukkan potongan bawang bombai juga bawang putih, jahe lalu tumis hingga harum. Masukkan udang, cumi, aduk lalu masukkan nasi dan bahan-bahan lainnya. Aduk rata masak hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan potongan cabe rawit dan lalapan mentimun atau menurut selera.
tensi untuk digunakan sebagai bentuk latihan yang dapat meningkatkan kebugaran fisik. Selain mengandung unsur latihan fisik, tari lègong mengandung unsur estetik yang mencerminkan keindahan budaya Bali. Penelitian lain menunjukkan bahwa kegiatan menari juga dapat meningkatkan plastisitas sistem saraf yang dapat membantu meningkatkan prestasi akademik. Dr. Adiartha sendiri telah meneliti tari Legong dan olahraga erobik intensitas sedang dapat meningkatkan kebugaran fisik dan plastisitas saraf remaja putri di Denpasar. Pelatihan dilakukan selama 30 menit, 3 kali seminggu selama 6 minggu. Sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan pengukuran kebugaran fisik erobik, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan dan komposisi lemak tubuh. Selain itu, dilakukan pengukuran terhadap Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) plasma darah, waktu reaksi dan keseimbangan sebagai parameter plastisitas sistem saraf. Dari hasil penelitiannya, ia menemukan, pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang dan tari Lègong sama-sama meningkatkan kebugaran aerobik, kekuatan dan
daya tahan otot namun tidak meningkatkan kelentukan dan komposisi lemak tubuh pada remaja putri di Denpasar. “Pelatihan aerobik lebih baik dalam meningkatkan kebugaran erobik dan pelatihan tari Lègong lebih baik dalam meningkatkan aspek kekuatan dan daya tahan otot pada remaja putri di Denpasar. Pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang dan pelatihan tari Legong sama-sama mengakibatkan plastisitas sistem saraf pada remaja putri di Denpasar,” ujarnya. Pelatihan tari Lègong dapat memperbaiki waktu reaksi, keseimbangan, serta meningkatkan kadar BDNF sedangkan pelatihan olahraga aerobik intensitas sedang hanya meningkatkan waktu reaksi dan BDNF plasma pada remaja putri di Denpasar. Ia menyimpulkan, latihan menari Lègong dapat digunakan sebagai bentuk alternatif olahraga pada remaja putri untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mendukung perkembangan sistem saraf mereka sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya dan seni tradisional Bali. (Wirati Astiti)
Nasi Goreng Buah Naga Bahan: 500 grm nasi siap pakai 1 sdt lada bubuk,garam,gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 100 grm daging buah naga 2 buah cabe merah kriting Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus, tumis hingga harum. Masukkan nasi juga lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata rasakan kalau rasa sudah pas dan matang, sajikan. Taburi bawang putih goreng dan tambahkan dadar goreng telor, lalapan, dan cabe rawit.
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 150 grm teri medan goreng kering 1 sdt lada bubuk,garam,gula kaldu bubuk secukupunya Minyak goreng secukupnya Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari jahe Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus tumis hingga harum. Masukkan nasi dan sebagian teri goreng medan juga lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata, rasakan kalau rasa sudah pas dan matang sajikan bisa ditaburi bawang putih goreng. Atasnya beri gorengan teri medan.
Nasi Goreng Kunyit Bahan: 500 grm nasi siap pakai 1 butir telor masak orak arik 1 sdt lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng
Nasi Goreng Pete
Bahan: 500 grm nasi siap pakai 2 papan pete di kupas ambil buahnya 150 grm ayam fille potong dadu 1 sdt lada bubuk, garam,gula, kaldu bubuk secukupunya, minyak goreng secukupnya 50 grm ikan teri medan goreng Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari terasi matang Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus tumis hingga harum. Masukkan potongan ayam dan pete, aduk sampai layu lalu masukkan nasi, lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata, rasakan kalau rasa sudah pas dan matang, sajikan. Bisa ditaburi bawang putih goreng.
Cara Membuat: Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum lalu masukkan nasi, lada bubuk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Masukkan orak arik telor, aduk rata. Rasakan kalau rasa sudah pas dan matang sajikan ditaburi bawang putih goreng.
Bumbu Halus: 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 8 buah cabe rawit 2 ruas jari kunyit bakar 2 buah cabe merah kriting 1 ruas jari terasi matang
STYLE
10
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
EDUKASI
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Reaksi Anafilaksis
Reaksi anafilaksis merupakan reaksi alergi yang berlangsung cepat, dan dapat bersifat fatal, mengancam nyawa. Reaksi anafilaksis terjadi karena adanya respons tubuh berlebihan terhadap suatu zat atau allergen. Dengan demikian, jika seseorang terkena reaksi anafilaksis maka orang tersebut harus segera ke unit gawat darurat (UGD) atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan suntikan epinefrin. Sebab, jika didiamkan, dapat mengakibatkan kondisi fatal yang berujung pada kematian.
A
Keren dan Gaya
dengan Bahan Neli Gunawan, salah seorang desainer IFC Denpasar berkola borasi dengan Yayasan Puspadi mempersembahkan pagelaran fashion yang unik dan menarik.
M
ereka hadir di ajang Pameran Kebersi han Kota Denpasar, mengusung “Trend Sustainable Design”. Kala itu, sahabat penyandang disabilitas dari Yayasan Puspadi Bali tampil istimewa. Ada Gede Agus Arnawe, Ketut Alit Ariana,
I Nengah Junianta, Ni Luh Putu Kariani,I Ketut Darma Putra, kelimanya pengguna kaki palsu bersama Ni Kadek Suriantini, IA Seri Kumala Yanti dan Putu Lena Purnama Sari bersama meleng gang sebagai model. Mereka bergaya penuh per caya diri dan keren mengenakan
7
dapun gejala yang ha rus diperhatikan an tara lain; gatal disertai kemerahan di sekujur tubuh, sesak napas, kesulitan ber napas, jantung berdebar, mual dan muntah, serta diare paskaterpapar alergen. Jika seseorang mengalami dua atau lebih gejala diatas, maka yang bersangkutan dapat dikatakan menderita reaksi anafilaksis dan memerlukan pertolongan medis segera.
Beberapa allergen yang dapat memicu reaksi anafilaksis antara lain seafood, kacang, susu, telur dan beberapa bahan makanan lain nya. Selain itu, beberapa obat juga dapat memicu reaksi anafilaksis pada seseorang seperti antibiotika dan obat golongan NSAIDs (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs). Allergen lain seperti debu dan latex juga dapat dikatakan sebagai ses uatu yang dapat memicu terjadinya reaksi anafilaksis.
Sisa
busana dari Neli Gunawan demi turut memeriahkan acara “Gara –Gara Sampah” yang diseleng grakan Dinas Kebersihan Kota Denpasar bersama beberapa komunitas peduli lingkungan lain nya. Neli sukses merancang pakai an upcycle. Desainnya diramu dari bahan-bahan sisa maupun baju lama yang disulap kem bali menjadi pakaian baru yang keren. (Sri Ardhini)
Sumber: urbanhealth.com
Komplikasi yang paling ditakut kan dari reaksi anafilaksis adalah syok anafilaksis. Syok mempunyai arti kegagalan perfusi jaringan yang merupakan suatu kegagalan dari tubuh kita untuk memberi oksigen ke dalam jaringan. Kematian jarin gan bisa menjadi salah satu akibat dari syok. Selain itu, edema atau pembengkakan pada laring juga salah satu komplikasi fatal pada kasus anafilaksis. Edema pada lar ing dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas yang dapat berujung kepada kematian. Jika seseorang mengalami reak si anafilaksis seperti gejala yang telah dipaparkan sebelumnya, maka orang tersebut segera diba wa ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis. Hal tersebut sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang fatal akibat reaksi anafilaksis. Pada beberapa kasus, pasien dapat dirawat inap untuk observasi dan bahkan memerlukan observasi ketat di ruang intensif. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya reaksi anafilaksis. Hal yang utama adalah mencegah ter paparnya dengan allergen. Untuk hal ini, kita harus mengetahui zat apa yang dapat memicu alergi pada kita. Jika seseorang pernah men galami alergi terhadap sesuatu, maka hindarilah zat tersebut. Hal
lain yang dapat dilakukan adalah untuk melakukan tes alergi atau skin prick test, dengan melakukan prosedur tersebut kita dapat men getahui zat apa yang dapat memicu tubuh melakukan reaksi berlebih sehingga menimbulkan alergi. Dengan demikian, dapat dis impulkan bahwa reaksi anafilaksis merupakan reaksi alergi yang cepat dan dapat bersifat fatal. Jika seseorang mengalami hal tersebut, maka segera ke UGD
untuk mendapatkan pertolongan medis. Reaksi anafilaksis dapat dicegah dengan menghindari agen penyebab alergi. dr. Anak Agung P. Agung Raditya Wisesa Wedananta, M.Med. S1 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. S2 Master of Medicine in Infection and Immunity University of Sydney Australia.
Yoga untuk Penderita Insomnia Gambar 4 dan Gambar 5 Masih dalam posisi duduk bersila atau silahkan ambil sikap yang nyaman sesuai kemampuan dan tulang punggung harus selalu tegak lurus. Kemudian, dorong dada ke depan sementara bahu tidak boleh diangkat karena jika Anda mengangkat ke dua bahu akan menambah ketegangan dalam saraf bahu dan kepala, sehingga asupan oksigen ke otak tidak maksimal. Dan, lakukan sikap ini dengan rileks sembari memuntir perut dan punggang ke belakang dan mulai ambil napas lembut sambil tersenyum menghirup udara yang baik dan buang napas lembut. Lakukan 7 kali.
2
Gambar 2 Tetap dalam posisi duduk yang nyaman dan tulang punggung harus tegak lurus. Gambar 8 Sikap ini juga u n t u k Sama dengan gambar 7. Hanya mengurangi ketegangan, dan mengubah kaki kiri diluruskan dan Gambar 6 sangat membantu untuk kaki kanan dilipat ke dalam. Sekarang ambil sikap sebagaimana gambar 6 penderita insomnia. Lakukan dengan meluruskan kaki kanan dan kaki kiri dilipat secara rileks dengan mengambil ke dalam. Kemudian tangan kanan jauhkan dari tempat latihan badan dan angkat tangan kiri ke atas. yang sirkulasi udaranya baik. Catatan: Jika Anda punya masalah di tekanan Latihan ini sangat penting Gambar 1 darah tinggi atau rendah, jangan mengangkat Masih dalam sikap duduk dan lakukan dengan lembut kepala kearah atas namun arahkan ke depan tetap rileks untuk meregangkan seluruh tanpa ada ketegangan. Silakan Selamat berlatih dengan senyum rasakan rileks sekarang mulai tarik napas ketegangan. Mulai dari bahu dan Selalu sehat dalam yoga Lakukan dengan nafas lembut dan buang napas leher, ambil sikap tubuh seperti sebanyak 7 kali dengan lembut sebanyak dalam gambar kemudian putaran. 7 kali. perlahan mulai atur Model : Desy (Guru Markandeya napas. Masih tetap Yoga Indonesia Jakarta) bernapas dengan lembut dan dalam. Lakukan Gambar 7 penarikan dan hembusan Lihat gambar dan lakukan di ujung kemampuan. Bertahan napas 7 kali putaran. dengan sikap ini dan lihat posisi telapak kaki harus diaktifkan Begitu juga Gambar 3 dan panjangkan tulang punggung serta bahu rileks. Kepala tidak dengan tangan Sikap sama seperti menunduk dan bertahan dengan posisi diatas dengan mengambil sebaliknya. pada gambar 2, hanya napas lembut serta lakukan 7 kali pernapasan dengan baik mengubah posisi tangan.
4
5
8
1
6
3
7
DARA
6 Kesuksesan tidak begitu saja turun dari ‘langit’. Harus kerja keras untuk mencapainya. Itu yang ditunjukkan oleh Rebecca Alexandria Hadibroto, peraih juara pertama kompetisi balet tingkat dunia. Untuk mencapai kesuksesan yang diimpikannya ia harus rela berlatih empat jam sehari atau bahkan 9-10 jam sehari jika akan mengikuti kompetisi internasional.
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Rebecca Alexandria Hadibroto
Dulu Di-Bully, Sekarang Jadi Kebanggaan
B
egitu kerasnya, remaja 12 tahun ini berjuang menggapai mimpi, meski tidak sedikit tantangan yang harus dihadapinya. Tapi segala pengorbanannya terbayar lunas dengan keberhasilannya menjuarai berbagai ajang kompetisi balet internasional, termasuk event Youth American Grand Prix (YAGP) di New York. Di YAGP yang dianggap sebagai ajang kompetisi balet paling bergengsi di dunia, Rebecca mengharumkan nama Indonesia dengan keberhasilannya meraih juara pertama. Rebecca lah orang Indonesia pertama yang berhasil menembus YAGP New York dan menjadi juara di sana. Tidak main-main, dua tahun berturut-turut Rebecca berhasil menduduki tempat pertama di ajang kompetisi balet dunia yang diikuti oleh puluhan negara itu. “Youth American Grand Prix diikuti oleh balerina-balerina terbaik di negaranya. Untuk ikut ke sana susah banget. Kita harus lolos seleksi berjenjang. Dan nilainya harus di atas 90 baru kita bisa diundang berkompetisi di New York,” ungkap Becca yang April 2019 lalu kembali meraih prestasi gemilang di YAGP. “Sebenarnya di atas juara pertama ada lagi, yaitu ‘Youth Grand Prix Hope Award’. Aku dapat itu saat semifinal GP 2018,” tambahnya. Selain juara di YAGP, sebelumnya anak tunggal pasangan Irman Yanuar Hadibroto-Joe Shia ini telah mengantongi berbagai penghargaan di kejuaraan internasional. Di antaranya Asian Grand Prix Hongkong, International Balet Grand Prix Malaysia, International Dance Award di Australia, dll. Semua prestasi gemilang itu tidak didapatkannya dengan mudah. Bukan hanya harus berlatih keras rata-rata 4 jam sehari, bahkan bisa lebih hingga 9-10 jam saat persiapan ikut kompetisi internasional, tapi juga demi balet dia mengorbankan sekolah formalnya. Sejak kelas VI SD, ketika intensitas latihannya meningkat, Becca—begitu
ia kerap disapa memilih untuk homeschooling. Kebetulan, orangtuanya mengelola bisnis di bidang pendidikan yakni bimbel. “Jadi aku belajar di rumah. Gurunya mama-papa,” tutur Becca yang mulai belajar balet sejak usia 2,5 tahun. Becca mengaku belajar balet bukan karena dorongan orangtuanya. Melainkan karena pilihannya sendiri. Ia memutuskan menekuni balet lantaran tertarik film Barbie 12 Dancing Princess. “Aku mulai tertarik di situ. Aku melihat gerakannya anggun, aku jadi ingin menekuni balet,” katanya. Sebenarnya waktu kecil, orangtuanya memberinya banyak kegiatan. Dia disertakan dalam berbagai les, mulai renang, piano, gitar, biola, dll. Semua kegiatan itu dia ikuti. Namun ketika ia melihat balet sangat indah, ia pun memilih menekuni balet. MAHALNYA BIAYA BALET Waktu demi waktu ketertarikannya pada balet semakin menjadi-jadi, dan dia tekun berlatih. Namun ada permasalahan yang cukup krusial yang dihadapinya yakni soal biaya. Dia bukanlah dari golongan keluarga berada. Untuk menekuni balet dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Misalnya saja perlengkapan balet yang harganya cukup lumayan. Sepatu balet atau pointe shoes yang biasanya digunakan para balerina dalam gerakan berdiri di ujung kaki, harganya sekitar Rp1,2-1,4 juta. Itupun paling lama penggunaanya selama 3 bulan. Dengan frekuensi latihan seperti yang dilakukan Becca, maka dia kerap harus menggantinya sebulan sekali. “Pointe shoes itu bisa maksimal 3 bulan, tergantung frekuensi latihannya. Tapi aku dengan porsi latihan seperti itu nggak sampai sebulan harus udah ganti,” ungkapnya. Hal itu dibenarkan ayahnya, Irman yang menyebut pernah juga dalam sebulan tiga kali ganti. Itu karena frekuensi latihan Rebecca yang luar biasa. Diakui Becca kondisi keuangan keluarganya yang terbatas membuat keadaan menjadi berat. Malah dulu, karena keterbatasan biaya pula, dirinya tidak bisa berangkat kompetisi ke luar negeri. “Karena kan kalau ke luar negeri biayanya mahal,” ujar Becca yang menjadikan keterbatasan finansial keluarganya sebagai salah satu cambuk untuk bekerja keras dan meraih hasil terbaik Namun itu terjadi sebelum Becca berprestasi internasional. Barulah setelah dia mampu menunjukkan kiprahnya di ajang kompetisi internasional, bahkan berturut-turut tampil juara di berbagai ajang kompetisi balet internasional, sponsor pun datang. “Guru aku yang mendapatkan sponsor untuk kami bisa bertangkat ke berbagai kompetisi internasional, termasuk ke Amerika ikut YAGP,” kata Becca yang kini tidak lagi terlalu memikirkan sepatu karena ada sponsor yang membelikannya. Di sisi lain dirinya semakin ditempa secara mental. Bayangkan berada di antara anak-anak dari keluarga berada, merupakan ujian tersendiri baginya. Dia yang awalnya hanya dipandang sebelah mata bahkan pernah di-bully teman-temannya, kini menjadi kebanggaan. Ejekan, tidak menggoyahkan dirinya ataupun membuatnya menjadi
rendah diri. Justru sebaliknya, dia mengubah hal negatif itu menjadi positif, melalui prestasi. Dan memang setelah dia mampu menunjukkan prestasi internasional, semua suara sumbang itu pun perlahan senyap. Apalagi kemudian berturut-turut dia mampu menunjukkan hasil terbaik di berbagai ajang internasional. Tempat latihannya Marlupi Dance Academy pun memahami kondisi Becca. Tempatnya bernaung itu pun memberi dia banyak keringanan terkait biaya kursus. “Papa aku mengatakan kalau aku harus bisa mengubah mindset dengan begitu aku bisa menerima kenyataan kehidupan. Bahwa tidak semuanya mudah diraih, bahwa hidup itu susah dan harus diperjuangkan. Apa yang kita inginkan, tidak selamanya bisa dicapai karena keterbatasan. Nasihat papa itu aku selami, dan itu membuat aku tetap kuat dan makin tertantang untuk meraih prestasi terbaik,” papar Becca yang bercita-cita menjadi balerina profesional. Menekuni balet dari usia yang sangat dini dengan rutinitas latihan yang sama selama belasan tahun, tentu saja membuatnya terkadang dihinggapi rasa jenuh. Suatu yang wajar. Dalam keadaan suntuk, biasanya sang gurulah yang setia menasihatinya. “Kata guru aku untuk menjadi balerina yang baik, aku harus belajar mengatasi hal seperti itu,” tuturnya. (Diana Runtu)
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019 Inovasi dan berbagai riset terus dilakukan Dr. I Gede Setiawan Adiputra, Sp. M.Si. Menjadi seorang akademik di bidang pertanian, tentu membuat Setiawan mengaplikasikan ilmunya pada bidang tersebut. Setelah sukses membuat spot selfie dengan mengandalkan bunga matahari sebagai latar, kini pria yang juga dosen di Universitas Udayana tersebut kembali mencoba memanfaatkan bunga matahari.
B
unga matahari pada umumnya dikenal lewat olahan panganan kwaci. Di tangan dingin Setiawan, bunga matahari dapat diolah menjadi berbagai produk inovasi dengan berbagai manfaat. Salah satunya minyak bunga matahari. Penemuan minyak bunga matahari ini lanjut Setiawan sejatinya dilakukan tanpa sengaja. Kala itu, setelah membuka spot selfie, bunga matahari miliknya banyak yang patah akibat disentuh oleh pengunjung. Tak ingin terbuang sia-sia, akhirnya bunga
BULELENG
11
Olah Bunga Matahari Jadi Minyak dan Susu yang patah dimasukkan ke dalam botol untuk difermentasinya. Dari hasil fermentasi itu, keluar cairan yang berbau wangi. Cairan tersebut dicampurkan dengan air mandinya dan menghasilkan wangi serta badannya pun terasa lebih segar. “Bahkan ketika pergi ke ladang malam hari ternyata saya tidak digigit nyamuk,” jelasnya. Dari sanalah timbul ide untuk memanfaatkan bunga matahari sebagai sabun mandi. Ekstrak bunga matahari kemudian dicampurkan dengan KOH akhirnya ketemu antara minyak jenuh dan minyak tak jenuh. Penggumpalan antara kedua zat tersebutlah yang menjadi sabun. Untuk satu potong sabun bunga matahari pihaknya menjual dengan harga yang sangat terjangkau, Rp 5 ribu. “Penjualan dilakukan lebih banyak via medsos, dari beberapa konsumen ada yang sempat
nanya, kenapa tidak menjual minyak bunga matahari?” tuturnya. Melihat banyaknya bunga matahari yang tumbuh di kebunnya, Ketua Simantri 551 Desa Penarungan ini pun kembali tertarik untuk memanfaatkan bunga matahari sebagai minyak. Secara teori, Setiawan pun merahasiakan pembuatan minyak bunga matahari. Setelah berhasil diekstrak dari bijinya, warna minyak terlihat hitam pekat. Karena tak puas, Setiawan pun kembali bereksperimen melakukan penyaringan. Beragam trik dicoba. Mulai meng-
gunakan baju kaos, baju singlet, hingga kain kasa. Namun tidak berhasil. Hingga akhirnya, Setiawan terbersit keinginannya untuk menggunakan kembali alat yang pernah ia beli sebelumnya untuk menyaring. “Dulu pernah beli alat, saya coba pakai itu, ternyata luar biasa jernihnya. Saya masih rahasiakan nama alatnya. Biar tidak ada yang niru. Karena kalau sudah ditiru, takutnya murah, karena campur-campur. Saya ingin jadi leader, bila perlu jika ada yang mencari minyak bunga matahari biar mereka cari saya,” tuturnya.
Gede Setiawan menunjukkan hasil olahan biji bunga matahari menjadi minyak dan minyak rambut
PENJUALAN VIA MEDSOS Dari hasil penyaringan, diperolehlah minyak bunga matahari berwarna kuning bening. Warna kuning ini murni tanpa ada tambahan pewarna. Sedangkan endapan yang berwarna hitam pekat ia kemudian manfaatkan untuk minyak rambut. Minyak biji bunga matahari ini memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Mulai dari obat jerawat, mengencangkan kulit, menghaluskan kulit, mencegah flek. Wajar saja, mengingat kandungan vitamin E, antioksidan dari minyak ini sangat tinggi. Setiawan menyebut, tiap satu kilogram biji bunga matahari dapat menghasilkan sekitar 250 ml minyak. Dimana dari 250 ml itu, hanya diperoleh minyak murni sebesar 200 ml, dan endapan minyak pekat sebanyak 50 ml. “Biasanya kami jual per 60 ml minyak ini sebesar Rp 75 ribu. Kalau minyak rambutnya saya jual Rp 30 ribu. Pemasarannya masih terbatas via medsos. Tapi memang banyak peminatnya” tuturnya. Ternyata, ampas dari olahan biji bunga matahari juga masih bisa dimanfaatkan sebagai susu nabati. Menurutnya penemuan susu bunga matahari ini dilakukan secara tidak sengaja. Kala itu Setiawan memang menyiram ampas tersebut untuk dijadikan kompos. Namun saat disiram ampas tersebut mengeluarkan warna putih. “Langsung saya ingat susu nabati. Akhirnya saya coba ampas itu untuk diseduh, kemudian disaring dan airnya diminum. Khasiatnya juga luar biasa. Bisa menghilangkan depresi, dan membuat tidur menjadi nyenyak juga melancarkan metabolisme,” bebernya. Karena memiliki manfaat, ampas biji bunga matahari juga dijual. Per bungkusnya mencapai Rp 10 ribu. Hingga kini peminatnya sebut Setiawan sangat banyak. “Kami belum mengantongi izin dari BPOM dan PIRT. Kalau sudah izin keluar, setidaknya kami bisa jual di apotekapotek,” ujarnya. (Wiwin Meliana)
Atasi Kekeringan, PDAM Siapkan Empat Sumur
I Made Lestariana
Memasuki musim kemarau panjang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Buleleng mengalami penurunan debit air. Dari total 56 titik sumber air yang terdiri atas 16 mata air dan 40 titik sumur terjadi penurunan debit 16 persen. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Buleleng I Made Lestariana akhir pekan lalu. Menurutnya kondisi penurunan debit air rutin terjadi setiap tahunnya memasuki musim kemarau. Dari pengukuran dan monitoring yang dilakukan oleh petugas produksi, penururan terjadi 119 liter per detik dari debit total yang dikelola PDAM Buleleng 746 liter per detik. “Setiap tahun memang selalu terjadi, biasanya jika kemarau yang berkepanjangan dan penurunanya bervariasi di masing-masing titik sumber air,” jelasnya.
Penurunan debit air, kata Lestariana memang secara langsung akan menganggu pelayanan PDAM terhadap pelanggan khususnya dibidang kwantitas dan kontinuitas. Tekanan air akan terganggu di beban puncak pemakaian terutama di jam-jam krodit aktivitas rumah tangga. “Biasanya jam-jam gangguan layanan terjadi pada pagi dan sore hari,” imbuhnya. Meski demikian gangguan layanan tak juga terjadi di semua titik distribusi. Dari 52.000 pelanggan PDAM, hanya seribu pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan air. Secara kontinuitas, jam pelayanan pun ikut terganggu. Pihaknya mengatakan jam pelayanan di beberapa titik distribusi tidak bisa dilakukan selama 24 jam melainkan hanya dapat dilakukan
selama 23 jam. Meskipun demikian pihaknya meklaim bahwa gangguan pelayanan yang dialami pelanggan masih dalam kondisi terkendali. Kondisi yang terjadi secara rutin setiap tahun ini tentu telah diupayakan antisipasi oleh pihak PDAM. Salah satunya dengan mengatur Valve distribusi untuk mengatur tekanan air pada titik titik sumber air agar tekanan merata. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk menampung air di luar jam beban puncak sehingga bisa digunakan pada saat jam-jam krodit seperti pagi dan sore hari. Pihaknya juga telah menyiagakan beberapa armada mobil tangki yang siap mendistribusikan air bersih secara gratis kepada pelanggan yang tidak mendapat air bersih selama 1x
24 jam. “Pelayanan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat yang mengalami gangguan air bersih,” paparnya. Bahkan PDAM Buleleng juga berencana membangun empat sumber air baru di sejumlah tempat di Buleleng. Empat sumber air baru berupa sumur dalam akan dibangun di daerah Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Desa Kalibukbuk dan Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Empat sumur dalam itu diperkirakan mampu menambah debit air masingmasing minimal 10 liter per detik, akan dibangun dengan anggaran Rp 3 miliar. “Masing-masing berkapasitas 10 liter per detik minimal, itu masih bisa lebih,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
12
BUMI GORA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Ny. Putri Koster Raih Penghargaan Dekranas Award 2019
Baiq Nuril Maknun
Jalan Panjang Menghapus Bekas Luka
D
5
Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk keempat kalinya menggelar event Dekranas Award. Pemberian penghargaan Dekranas Award 2019 bertujuan untuk memotivasi para perajin dan meningkatkan daya saing produk kriya unggulan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/9) pagi.
Baiq Nuril Maknun, perempuan sederhana yang hidup dengan suami dan tiga orang anaknya. Ia menjalani kehidupannya layaknya orang biasa, bekerja dan mencari nafkah bersama suaminya. Tahun 2009 ia bekerja sebagai staf Tata Usaha di SMAN 7 Mataram.
2017. Sedih, terpukul juga terpuruk, begitulah situasinya kala itu. Melihat kronologi kasusnya, banyak pihak bersimpati kepadanya, namun tak bisa menolak ketentuan UU ITE yang hingga saat ini masih banyak ‘memakan’ korban. Selama ditahan Baiq Nuril sangat tersiksa sebab ia meninggalkan suami dan 3 orang anak yang masih sangat membutuhkannya. Atas situasinya ini, simpati pun terus mengalir untuknya, hingga tidak kurang dari 28 baik dari lembaga maupun perorangan siap berdiri menjadi penjamin bagi penangguhan penahanannya. Banyak pihak terutama para pejuang kemanusiaan menilai jerat hukum melalui penuntutan di pengadilan dengan dakwaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) atas Baiq Nuril, adalah bentuk kriminalisasi. Pada tanggal 27 Juli 2017, Nuril sempat berbahagia sebab ia dinyatakan tidak bersalah pada pengadilan tingkat pertama yakni PN Mataram yang memvonisnya bebas dan tidak terbukti melanggar Pasal 27 Ayat 1 UU ITE. Namun senyum Nuril tidak berlangsung lama sebab jaksa mengajukan kasasi terhadap kasus ini ke Mahkamah Baiq Nuril bersama suami dan ketiga anaknya Agung dan pada tanggal 26 Separi pekerjaan yang se- atas laporan tember 2018, harusnya bisa mem- terkait dugaan MA memutusbantu suami menopang pelanggaran kan Nurul berekonomi keluarga ini, UU ITE yang salah melakujustru menjadi petaka baginya. Tak dituduhkan kan tindakan terbayangkan olehnya sebuah peris- padanya. Tipidana yang tiwa memalukan sekaligus menyedi- dak itu saja ditudukan kehkan akhirnya harus dialaminya. Ia ia juga harus padanya. mengalami pelecehan tetapi justru ia merasakan Petikan yang dimintai pertanggungjawabannya sedihnya bePutusan Kasasi secara hukum. rada Lapas dengan No27 Maret 2017, adalah masa yang Mataram serta mor 574K/Pid. tidak pernah bisa dilupakan oleh Nuril. menjalani masa Sus/2018 yang Saat itu menjadi hari terburuk baginya sebagai tahanan baru diterima 9 ketika ia harus ditahan di kantor polisi kota pada 30 Mei November 2018 menyatakan Baiq Baiq Nuril (kiri) Nuril bersalah melakubersama kuasa hukumnya Joko Jumadi dan kan tindak pidana, “Tanaktivis perempuan pa hak mendistribusikan Nyanyu Ernawati dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ia pun harus menjalani hukuman selama 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta. Atas putusan ini, Baiq Nuril merasa diperlakukan tidak adil sebab ia merasa adalah korban dari kasus perbuatan pelecehan yang dilakukan Kepala Sekolah tempatnya mengajar sebagai honorer. Pelecehan itu disebutnya terjadi lebih dari sekali. Gelombang penolakan atas putusan ini pun terus mengalir, Nuril bersama mereka yang turut memperjuangkannya
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Nuril ketika berada di Fakultas Hukum tempat para kuasa hukumnya berada
begitu pula dengan dukungan terhadap Nuril. Nuril harus melalui perjuangan panjang yang sempat membuatnya nyaris kehilangan harapan untuk hidup. Sejak kasus ini mencuat ke publik di tahun 2015, Nuril terengah-engah mencari keadilan. Ia memohon bantuan hukum, meminta penangguhan penahanan, lalu ia dinyatakan menang di Pengadilan Negeri Mataram, menghadapi kasasi jaksa dan menghadapi kepedihan ketika peninjauan kembali kasusunya ditolak Mahkamah Agung. Tangis dan air mata menyertai hari-harinya yang pahit. Ia tertekan dan tidak mampu melawan. Hingga akhirnya semangatnya bangkit tatkala ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. KEADILAN SELALU BERSAMA KEBENARAN Masyarakat sipil khususnya para aktivis dan pejuang kemanusiaan dari berbagai latar belakang pun bersatu membela dan mendukungnya dalam koalisi bertajuk #SaveIbuNuril. Kelompok ini mendukung penuh Nuril dan mendorong dikeluarkannya amnesti bagi dirinya oleh Presiden RI. Ini memberi kekuatan bagi Nuril yang tidak lelah berjuang. Dan perjuangan itu berakhir di titik tertingginya ketika Presiden RI, Ir. Joko Widodo benarbenar mewujudkan mimpi merdeka bagi seorang Baiq Nuril Maknun. Surat amnesti Baiq Nuril Maqnun bernomor R-28/Pres/07/2019 pun ditandatangani Jokowi pada hari Senin 15 Juli 2019.
Amnesti ini bagi Nuril adalah jalan panjang kemerdekaan yang tak ternilai bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk keluarganya juga untuk perempuan-perempuan yang mengalami pelecehan sebagaimana dirinya. Sebab dengan terbitnya amnesti ini, kini menggulirkan wacana revisi terhadap tiga undang-undang yakni, UU ITE, UU Amnesti dan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Amnesti ini juga bagi Nuril telah menghapus bekas deritanya selama perjuangan menguras emosi sejak tahun 2015. Sebab begitu ia menerima surat amnesti itu, rasa capek, lelah, sedihnya ia saat merangkak menggapai keadilan itu seketika hilang tiada terasa lagi. “Amnesti ini menghapus bekas derita saya selama perjuangan menguras emosi sejak tahun 2015. Sebab begitu menerima surat amnesti, rasa capek, lelah, sedih saya saat merangkak menggapai keadilan itu seketika hilang tiada terasa lagi,” ujarnya. Dengan amnesti ini pula, Nuril mengangkat kedua tangannya mengajak para perempuan khususnya yang mengalami pelecehan seperti dirinya, untuk tidak takut melawan sebab mereka tidak sendiri. “Karena keadilan selalu bersama kebenaran,” ungkapnya. Kini perjalanan panjang Nuril berakhir dengan kebahagiaan dan ia telah kembali berkumpul dengan keluarga yang mencintainya, untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. (Naniek I. Taufan)
Baiq Nuril: saat dikunjungi anggota DPR RI Rieke Diyah Pitaloka
Dari kiri: Ny. Hariani Ardhana Sukawati, Ny. Putri Koster, dan Ny Widiasmini Indra
D
ekranas Award Pembina Teladan kali ini diikuti 20 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi, yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten dan Kota. Selain itu, kali ini juga dilaksanakan Award Karya Kriya terbaik Indonesia yang diikuti 198 karya kriya terdiri dari delapan kategori produk yaitu: tekstil, serat alam, keramik, kayu, logam, batubatuan, bahan baku alam, bahan baku alam lain yang telah diproses. Pada Dekranas Award 2019 kali ini, Dekranasda Bali meraih penghargaan 5 besar Pembina Teladan bersama Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat. Setelah melalui penilaian dan persidangan dewan juri, maka diputuskan Dekranasda Nusa Tenggara Timur sebagai Pembina Teladan Terbaik. Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bukan hal yang mudah untuk mengemban tugas menjadi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, terutama untuk kembali menggairahkan dan melestarikan serta mengembangkan produk kerajinan
yang ada di daerah. “Saya berharap dukungan dan sinergitas dari seluruh komponen baik dari pemerintah, organisasi dan tentunya masyarakat untuk bersama wujudkan keajegan karya-karya produksi lokal,” ujarnya. Lebih lanjut, Ny. Putri Koster me ngatakan dengan adanya Dekranas Award ini, diharapkan akan muncul pelaku-pelaku baru dan juga karyakriya yang inovatif, otentik, berbasis pada tradisi dan budaya dengan kua litas dan desain yang baik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan daya saing produk tersebut, yang pada akhirnya dapat meningk atkan kesejahteraan perajin serta meningkatkan perekonomian daerah. Ajang Dekranas Award 2019 ini dihadiri Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo, Ketua Dekranas Ny. Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Harian Dekranas Ny. Erny Tjahyo Kumolo, Ibu-ibu OASE, pengurus Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi dan undangan lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri Ny. Hariani Ardhana Sukawati, Ny. Widiasmini Indra, Kadis Disperindag selaku Ketua
Ny. Putri Koster menerima penghargaan Dekranas Aword 2019.
Harian Dekranasda Bali Putu Astawa, dan Sekretaris Dekranasda Bali Ko mang Wardiyanto.
Sejumlah stand kerajinan dari beberapa daerah Bali pun turut berpartisipasi dalam ajang ini, yakni Kota Den-
pasar, Kabupaten Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, Jembrana dan Buleleng. (hms/Wirati Astiti).
Mendongeng Lima Menit
Anjing dan Kucing Menjaga Ikan Zaman dulu, dahulu sekali, Anjing dan Kucing bersahabat akrab. Mereka berdua selalu bersama-sama. Bermain bersama-sama, mencari makan bersama-sama dan tidur bersama-sama. Waktu mereka hanya dipisahkan oleh pekerjaan masing-masing. Si Anjing sangat disayangi oleh majikannya, karena setia dan jujur. Tugasnya adalah menjaga ikan-ikan yang tertangkap. Sedangkan si Kucing tidak punya pekerjaan tetap. Oleh karena itu ia sewaktu-waktu sempat menyambangi si Anjing yang sedang menjaga ikan. Pada suatu hari si Kucing mendatangi si Anjing. Ia dapati sahabatnya itu sedang duduk menjaga ikan-ikan dalam dungki. “Hai Kucing!” seru Anjing. Ia tahu si Kucing pasti lapar karena tidak bekerja dan tentu saja tidak makan sejak pagi. “Aku tahu kau lapar. Tetapi tunggu dulu! Setelah menerima upah dari majikanku, kita boleh berpesta berdua.” Benar saja, sebentar kemudian, majikannya datang dari sungai dengan ikan-ikan segar. Setelah memisahkan segepok ikan untuk si Anjing, majikan itu bergegas pulang. Selanjutnya kedua hewan yang bersahabat itu makan bersama-sama. Keesokan harinya si Kucing datang lagi ke tempat itu. Ia dapati si Anjing sedang mengantuk menjaga ikan-ikan
kecil dalam dungki. “Hai Kucing!” katanya. “Kebetulan kau datang! Aku sangat mengantuk, karena majikanku tidak juga berhenti memancing. Tolong gantilah aku menjaga ikan-ikan dalam dungki itu. Aku istirahat tidur sebentar.” Si Kucing dengan senang hati mengganti tugas si Anjing. Si Anjing tergopoh-gopoh menuju sebuah gua kecil, tempatnya beristirahat. Lama benar pekerjaan menjaga ikan itu. Sang majikan belum juga datang. Perut si Kucing mulai keroncongan. Ia tidak sabar menahan lapar. Bau ikan dalam dungki itu sangat menggoda. Maka ia membuka dungki ikan itu. Ia dapati banyak ikan kecil di dalamnya. Ia coba satu ekor, …. Nyam, …! “Enak benar!” katanya dalam hati. Coba lagi satu ekor, dua ekor, sepuluh ekor …. Nyam, nyam, nyam…! Tiba-tiba dari kejauhan tampak sang majikan berjalan mendekat. Si Kucing takut, lalu lari meninggalkan tempat itu. Sang majikan heran. Ia dapati dungki ikannya terbuka. Setelah diperiksa ternyata ikan-ikan kecil yang akan dijadikan umpan itu habis. Sang majikan lalu memanggil-manggil si Anjing. Si Anjing datang tergopoh-gopoh. Ia sama sekali tidak mengira akan mendapat pukulan dari majikannya berkali-kali. Pang! Pang! Pang!... “Kau penjaga yang tidak jujur dan tidak setia! Ikan kecil umpanku kau habiskan!” Anjing yang setia itu diusir. Sambil mengomel ia mencari si Kucing ke mana-mana. “Kau sahabat yang mengkhianatiku! Awas, akan kurajam kau!” demikian gonggongnya setiap ia melihat si Kucing dari jarak jauh.
WOMAN ON TOP
4 Dalam ikhtiar melakukan regenerasi atlet dan juga meningkatkan prestasi olahraga Nusa Tenggara Barat, di bawah manajemen Dispora NTB, PPLP NTB mengerahkan segenap kemampuan. Berbagai faktor pendukung diberi perhatian lebih. Setelah beberapa waktu memperhatikan pola pembinaan dan latihan serta kondisi para atlet dan asramanya, Kadispora NTB menyimpulkan bahwa harus ada pola penanganan yang dirubah dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada di PPLP NTB.
Husnanidiaty Nurdin
Ibu Para Atlet NTB
P
elan tapi pasti. Dengan senyuman dan ketegasan, ia mulai mengubah pola penanganan PPLP NTB yang diperolehnya juga dari perjalanannya melakukan studi banding ke PPLP lain di luar daerah. Ia mulai dari tidak hanya memberi semangat kepada para atlet dan pelatih dengan langsung turun lapangan, baik untuk mengecek progresifitas latihan, kemampuan para atlet dan pelatih juga pendekatan khusus kepada para atlet dilakukan oleh Husnanidiaty Nurdin. Ia juga membuat aturan khususnya soal kedisiplinan yang wajib ditaati oleh para atlet. Sebelumnya, para atlet hanya fokus pada latihan saja, tanpa banyak intervensi pada faktor pendukung lainnya, khususnya yang bersifat kepribadian. Sebab itu, kedisiplinan, performa hingga attitude para atlet juga akhirnya menjadi faktor lain yang harus diperhatikan. Hal-hal yang bersifat peningkatan kemampuan pribadi juga tidak luput dari perhatiannya. Demikian pula dengan bimbingan mental dan spiritual
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Husnanidiaty Nurdin
para atlet merupakan hal yang paling diutamakannya. Pendekatan keibuan kepada para atlet PPLP, dinilai mampu mengubah pola pikir dan kepribadian para atlet. Bagi Kadispora ini, anak-anak (atlet) PPLP adalah tanggung jawab yang harus benar-benar dijalankannya. Usia atlet yang masih sangat muda dan tengah labil-labilnya, mengharuskannya menjadi sangat sering datang untuk mengunjungi mereka baik di asrama maupun di lapangan tempat mereka latihan. Kadispora NTB ini
“I Am Fashion” FASHION STARTS HERE! beachwalk Shopping Center kembali dengan tema ”I Am Fashion” yang menghadirkan kembali Fashion sebagai tema utama di September 2019. beachwalk selalu memberikan atmosfer dan suasana baru melalui berbagai kejutan promo menarik bagi pengunjung. D a l a m rangka melengkapi Fashion Seasons di bulan S e p t e m b e r, beachwalk Shopping Center memberikan lebih banyak instant rewards dari biasanya, dan diikuti dengan lebih banyak program-program dan promosi untuk pengunjung tercinta. Pertama-tama, beachwalk memberikan September Treat with Grab! khusus untuk member Corner’s Card, dimana mereka bisa mendapatkan voucher Grab senilai Rp 250.000 untuk semua transaksi Corner’s Card tanpa minimum pembelanjaan, transaksi tersebut meliputi transaksi registrasi pendaftaran member Corner’s Card baru, atau transaksi mengumpulkan/menukarkan poin. Setiap hari Rabu di sepanjang bulan September, pengunjung akan mendapatkan voucher Sour Sally dengan berbelanja minimum Rp 1.000.000 maksimal 2 struk. Spesial bagi pengunjung laki-laki, beachwalk kembali memberikan kejutan instant reward lewat program Gentleman’s Day Out kepada pengunjung pria yang melakukan pembelanjaan minimum Rp
mengungkapkan bahwa para atlet ini dititipkan oleh orangtua mereka kepada PPLP NTB untuk dididik dan dibina untuk berprestasi. Tentu saja bagi Husnanidiaty Nurdin, berprestasi itu bukan hanya prestasi di lapangan olahraga tetapi yang lebih penting lagi dari itu adalah berprestasi dalam kehidupan mereka. “Anak-anak (atlet) ini dititip oleh orangtua mereka pada saya (PPLP), jadi tanggung jawab sayalah untuk menjadikan mereka berprestasi tidak hanya di lapangan olahraga tetapi juga bagi kepribadian mereka,” kata Husnanidiaty Nurdin. Dalam mengurus para atlet PPLP, Husnanidiaty Nurdin benar-benar menerapkan disiplin dan tanggung jawab, dimulai dari hal paling sederhana hingga kepada hal-hal penunjang prestasi lainnya. Dalam menerapkan kedisiplinan para atlet, ia memilih cara keras dengan pantauan intensif namun tetap berada dalam suasana kebatinan selayak orang tua yang tengah mendidik anak-anak mereka sendiri. Ia menerapkan aturan yang harus dijalankan oleh para atlet. Mulai dari tanggung jawab setidaknya membuat kamar-kamar masing-masing dan lingkungan asrama menjadi bersih juga rapi, mengingatkan bahwa tidak boleh ada jemuran pakaian yang berantakan hingga tidak boleh tidur melebihi pukul
500.000. Berita baik hadir belum lama ini, beachwalk baru saja meluncurkan area baru yang bernama “Sunset Deck” di level 3 untuk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Sunset Deck merupakan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta lengkap dengan hembusan angin pantai dan nyiur melambainya bersama keluarga dan kerabat tercinta. Anak-anak juga dapat menghabiskan waktu di Sunset Deck dengan bermain ular tangga yang tersedia di area Sunset Deck atau sekedar duduk-duduk santai selagi menikmati pemandangan matahari terbenam. Dikelilingi oleh varian tenant-tenant makanan dan minuman dan ditemani oleh berbagai hiburan menarik pilihan seperti; Bali Cultural Experience, pertunjukan Band Terfavorit, Sunset Yoga, dll, yang tersusun dalam program “beachwalk Sunsetion” setiap hari mulai pukul 17.30 – 18.00, Sunset Deck beachwalk Shopping Center menjanjikan pengalaman menikmati matahari terbenam yang paling unik dan tidak terlupakan. beachwalk Shopping Center selalu berusaha menghadirkan pengalaman menarik dan tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Beragam program bulanan yang diberikan telah menambah daya tarik tersendiri bagi Kuta dan sekitarnya dan ini mengukuhkan tag line beachwalk Shopping Center, “Bali Starts Here”.
9 malam. Fasilitas penunjang kebutuhan para atlet juga dilengkapi, sampai pada ketersediaan mesin cuci. Bapak dan ibu asrama benar-benar diingatkannya untuk memantau dan memastikan semua atlet disiplin pada aturan yang sudah ditetapkan. Jika tidak, sanksi siap menanti. Usia mereka yang masih muda dan harus berpisah dengan orang tua membuat Husnanidiaty memberi perhatian lebih kepada para atlet. Ia memperlakukan anak-anak ini seperti ibu terhadap anak. DATANGKAN PSIKOLOG Selain mengajak mereka mengobrol sembari bercanda, tidak lupa ia merayakan ulang tahun para atlet setiap kali ada yang berulang tahun. Ia sangat sering berkumpul dengan para atlet untuk mendengar keluhan-keluhan mereka, kendalakendala meraka dalam menjalani latihan hingga keinginan-keinginan mereka sampai meladeni kemanjaankemanjaan mereka, seperti kebiasaan makan makanan daerah asal masingmasing, selalu dipenuhinya sepanjang bisa diupayakan. Kadispora NTB ini berpesan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab terhadap PPLP NTB khususnya terhadap para atlet, tidak boleh bosan dan tidak boleh capek untuk mendis-
iplinkan anak-anak asrama ini. Semua harus menyadari bahwa usia mereka yang masih sangat muda yang membuat mereka membutuhkan sentuhan dan penanganan yang tepat dan baik dengan terus menerus mengingatkan soal kedisipilinan ini. Di samping perhatian tersebut, ia juga mendatangkan psikolog khusus untuk tempat berkonsultasi bagi para atlet kapan pun mereka butuh berkonsultasi. Ia juga menguruskan jaminan kesehatan kelas satu bagi para atlet dan pengurus asrama. Makanan bergizi juga menjadi prioritas dalam konsumsi para atlet mengingat mereka mengorbanan banyak tenaga untuk berlatih sehingga membutuhkan asupan gizi yang juga baik. Satu perhatian yang diutamakannya juga berkaitan dengan didikan dan bimbingan dalam hal agama. Para atlet diwajibkan untuk melakukan salat berjamaah setidaknya Magrib, Isya dan Subuh di mushalla asrama yang terletak di samping lapangan atletik Lawata Mataram itu. “Saya ingin anak-anak tetap memiliki etika dan rasa rendah hati ketika kelak mereka diberkahi menjadi seorang juara yang dipuja puji banyak orang. Juga agar mereka tetap mengingat asal usul mereka dengan tidak terbawa pada kesombongan,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)
Reino Jewellery
Buatkan Berlian Sesuai Keperluan Pelanggan Reino Jewellery kini hadir di Denpasar. Toko perhiasan dengan bahan dasar emas (varian putih, rose, dan kuning) 18 karat yang memiliki kadar 75% dan bermahkotakan berlian potongan Eropa dengan spesifikasi warna dan kebersihan F/ VVS. Reino Jewellery yang dibuka Juli 2019 ini hadir untuk memberikan pengalaman membeli perhiasan berlian dengan harga murah, kenyamanan, dan rasa aman. “Kami senang membantu pelanggan menemukan atau membuatkan perhiasan dengan desain yang disesuaikan dengan keperluan pelanggan. Kami juga menyiapkan tim 3D yang dapat memproses gambar tangan menjadi gambar perhiasan 3 dimensi, dari sana pelanggan akan mendapatkan informasi seberapa banyak emas, berapa jumlah berlian yang digunakan, dan kisaran harga pembuatan,” ujar Yeni, Manager Reino Jewellery. Produk dari Reino Jewellery antara lain berlian bersertifikat G.I.A, cincin lamaran , cincin pernikahan, cincin pria dan wanita, anting-anting, gelang wanita, liontin, set perhiasan, dan kalung emas. Selain menjual produk, Reino Jewellery yang
beralamat di Jalan Niti Mandala Renon Denpasar ini juga menerima jasa servis seperti perbaikan perhiasan baik dari kerusakan kecil seperti krom ulang, penggantian berlian hilang, hingga perbaikan perhiasan patah dan hilang beberapa bagian. Yeni menambahkan, normalnya toko berlian menggunakan dua jenis berlian. Berlian dengan sertifikat toko dan berlian dengan sertifikat Internasional (G.I.A dan H.R.D). Berlian dengan sertifikasi internasional berarti telah melewati proses penilaian oleh ahli di luar negeri. Prosesnya terbilang cukup rumit dan mahal. Itulah sebabnya mengapa tidak semua berlian diberikan sertifikat internasional. Berlian dengan sertifikasi internasional dimulai dari besar 0.30 karat. Reino Jewellery buka tiap hari mulai pukul 10.00 s.d. 20.00, kecuali hari Minggu. “Selain menjual perhiasan, Reino Jewellery juga bekerjasama dengan Bambang Bridal and Grown. Bagi pasangan yang akan bertunangan atau menikah dapat mencari cincin sekaligus gaun pengantin, gaun malam, dan busana pesta yang dapat dibuat sesuai dengan ukuran tubuh pelanggan,” tambahnya. -ary
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
METROPOLITAN
13
Kenangan tentang Habibie Proses pembuatan film “Habibie & Ainun 3” hampir selesai. Sekarang tengah finalisasi. B.J. Habibie telah melihat teaser dan trailer-nya bahkan telah mendengar original sound track (OST) film tersebut yang sempat membuatnya berlinang air mata haru.
B
etapa tidak, lagu ciptaan Melly Goeslaw bertajuk ‘Kamu & Kenangan’ yang terinspirasi dari kisah cinta BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari, dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh Maudy Ayunda yang juga berperan sebagai Ainun di masa muda. Habibie sesungguhnya sangat antusias menunggu penayangan film yang utamanya bercerita tentang kiprah Ainun, istrinya, di masa muda. Rencananya film tersebut akan ditayangkan pada 19 Desember 2019 mendatang. Namun Tuhan berkehendak lain. ‘Bapak Demokrasi’, Presiden Indonesia ke-3 itu dipanggil pulang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sejak 1 September lalu. Itulah yang mendukakan Maudy Ayunda amat sangat. Kedekatannya dengan Habibie, membuatnya sangat terpukul atas berpulangnya tokoh panutan bangsa. Lebih lagi, Maudy yang kini tengah menimba ilmu di Harvard University, AS, sangat ingin Habibie yang dipanggilnya dengan sebutan Eyang menonton aktingnya memerankan Ainun di masa muda. Maudy memang terlambat tahu tentang wafatnya Habibie lantaran dia berada di Cambridge Massachusetts, AS, yang beda waktunya dengan Jakarta sekitar 11-12 jam. “Eyang... I’m at a lost for words. You were the grandfather figure I never had... and I cherish every moment we had together. Sedih bgt eyang belum sempat nonton film Ainun... pengen bgt nunjukin usaha aku menjadi ibu Ainun seperti yang selalu Eyang ceritakan. Selamat jalan Eyang... know that your journey, your story, and your work will be sorely missed and much appreciated by me and everyone in Indonesia,” tulis Maudy di akun instagramnya pada Kamis (12/9) dini hari. Dalam menggali lebih dalam sosok Ainun, tutur Maudy beberapa waktu lalu, ia banyak bertemu dan bercakapcakap dengan Habibie. “Sering ketemu Eyang dan bercerita tentang banyak hal tentang Eyang Ainun. Tentang kisah cinta mereka, bagaimana awalnya, lalu bagaimana waktu melamar, dll,” tutur Maudy. Ia juga bersyukur karena Habibie menyukai soundtrack film yang dinyanyikannya. “Eyang bilang, suka banget dengan lagu itu. Bahkan waktu keluarga Eyang dengar lagu itu, mereka nangis semua. Terharu,” ungkap Maudy saat peluncuran OST di Jakarta. Seperti halnya Maudy, keluarga besar film ‘Habibie & Ainun’ pun mera-
sakan kepedihan yang mendalam atas berpulangnya Habibie. Untuk diketahui film terkait Habibie dan Ainun sampai saat ini telah dibuat tiga seri. Film perdananya dirilis tahun 2012 berjudul ‘Habibie & Ainun’. Pemeran Habibie adalah Reza Rahadian dan Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Film kedua dilansir tahun 2016 dengan judul ‘Rudy Habibie’, kadang orang me-
foto instagram bjhabibie
BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari Habibie
mengira, BCL itu sama dengan BCA. K e t i k a dijelaskan bahwa itu bukan nama bank melainkan
nama Bunga Citra Lestari, barulah Habibie paham. Banyak pengalaman yang didapat BCL ketika berinteraksi dengan Habibie. “Eyang sosok yang luar biasa,” ujar BCL yang sebelumnya sempat ke RSPAD. “Selamat jalan Eyang. Salah satu pria luar biasa yang pernah saya kenal
dalam hidup saya. Terima kasih atas semua cinta, semua kebaikan dan semua dukungannya,” tulis BCL diakun instagramnya. “Sangat menghancurkan hati saya bahwa saya tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan selamat tinggal padamu .. Tapi kamu berada di tempat yang lebih baik sekarang .. aku mencintaimu Eyang ..”.(Diana Runtu)
foto instagram bcl
Momen keakraban BCL dan keluarga dengan eyang Habibie
nyebutnya dengan ‘Habibie&Ainun 2’. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini berkisah tentang masa muda Habibie semasa kuliah di Jerman. Dalam film itu juga ada cerita cinta Habibie dengan gadis Polandia Ilona Ianovska, jauh sebelum dia bertemu dengan Ainun dan menikahinya. Dalam film ini, Reza Rahadian tetaplah sebagai Habibie. Sementara di ‘seri’ ketiga berjudul ‘Habibie & Ainun 3’ telah selesai dibuat dan rencananya baru akan dirilis pada 19 Desember 2019 mendatang. Beda dengan film terdahulunya, film ‘Habibie & Ainun 3’ ini penekanannya lebih pada kiprah Ainun di masa muda. Pemeran Ainun adalah Maudy Ayunda, sedang Habibie diperankan oleh Jefri Nichol. SOSOK YANG LUAR BIASA Bunga Citra Lestari (pemeran Ainun dalam film Habibie&Ainun) pun mengaku sangat terpukul dengan kepergian Habibie. BCL begitu sapaan akrab Bunga Citra Lestari, seperti halnya Maudy, juga sangat dekat dengan Habibie. Meski tidak lagi berperan sebagai Ainun, BCL dan keluarganya masih kerap mengunjungi Habibie, terkadang mereka –BCL dan suaminya Ashraf Sinclair serta anak mereka, Noah Sinclair, mengajak Habibie makan siang bersama. Ada cerita lucu diawal perkenalan Habibie dengan sosok BCL. Habibie pernah mengira kalau BCL adalah pegawai bank. Itu lantaran ketika pemilihan pemain Manoj, produser, hanya menyebut nama BCL tanpa kepanjangan sebutan itu. Habibie
Sudah Siapkan Kapling
Rasa duka yang dalam juga disampaikan Annisa Pohan. Artis yang juga menantu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyebut tentang kenangannya saat bercakap-cakap dengan Habibie pasca kepergian mertuanya, Ani Yudhoyono. Habibie, kenang Annisa, menasihatinya agar selalu menemani ‘Pepo’ (panggilan keluarga untuk SBY) dan jangan meninggalkannya sendiri setelah ditinggal ‘Memo’ (panggilan keluarga untuk Ani
Yudhoyono). “Saya terkenang nasihan beliau untuk selalu menemani Pepo dan jangan pernah membiarkan Pepo sendiri setelah ditinggal Memo,” ucap bintang iklan Olay Indonesia itu. Habibie banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Kepada Annisa, Habibie juga menyebut tentang kesiapannya kapanpun dipanggil Yang Maha Kuasa karena ada Ibu Ainun yang menunggunya di akhirat.
instagram annisapohan
Annisa pohan -paling kiri
“Banyak sekali kata-kata beliau yang menguatkan kami ketika ditinggal Memo pergi. Pak Habibie juga menyampaikan, kapan saja beliau siap dipanggil karena ada Ibu Ainun yang menunggunya di akhirat.” “Terima kasih bapak Habibie atas pengabdian dan jasamu terhadap Indonesia. Kami akan selalu kenang semua jasamu dan hatimu yang mulia. Mohon kita doakan bersama agar beliau husnul khatimah,” tulis Annisa di instagramnya. Bicara tentang kesiapan Habibie akan kematian telah pula diutarakannya pada program acara Mata Najwa dalam episode ‘Habibie Mengaku Pernah Takut Mati’, beberapa waktu lalu. Dalam tayangan beberapa tahun lalu itu, Habibie mengungkapkan ketika istrinya, Ainun masih hidup, dirinya sempat takut mati. Perasaan itu muncul lantaran tidak tahu siapa yang akan menemani Ainun kalau dirinya meninggal lebih dahulu. Memang, bisa saja Ainun ditemani dan dirawat oleh anakanaknya, namun itu tidak bisa dilakukan selama 24 jam. Berbeda dengan dirinya yang bisa menemani Ainun sepanjang waktu. Namun, kata Habibie, setelah sang istri tercintanya meninggal, dia tidak lagi takut pada kematian. Karena Ainun sudah berada di dimensi lain dan dirinya pun akan segera menyusul. “Andaikata sampai waktunya (meninggal dunia), saya tahu yang akan menemui pertama bukan hanya Ibu saya, tapi Ainun, ‘Hei sekarang kamu di sini’.” Ucap Habibie. Dalam tayangan beberapa tahun lalu itu juga ia menyebut tentang telah menyiapkan kapling untuk tempat mengubur jasadnya, yakni, disamping makam istrinya. (Diana Runtu)
14
SUDUT PANDANG
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Zumba Pilihan yang Menyenangkan
Ada beragam jenis olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari kardio hingga latihan beban. Dengan banyaknya jenis olahraga tentu membuat seseorang bingung memilih olahraga yang sesuai dengan dirinya. Salah memilih jenis olahraga akan
H
al tersebut juga diungkapkan oleh Made Sri Laksmi,S.E., salah satu instruktur olahraga zumba di Buleleng. Menurutnya segala sesuatu yang dilakukan dengan perasaan senang, pasti akan terasa mudah, begitu pula dengan olahraga. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan olahraga harus dilakukan secara kontinu. Inilah yang menjadi alasan dirinya memilih zumba sebagai olahraga rutin yang ditekuni sejak beberapa tahun terakhir. Zumba adalah olahraga berupa latihan kebugaran yang memadukan antara unsur berbagai jenis tarian, seperti salsa, tarian Latin, bollywood, belly dance, dan sebagainya. Dengan konsep senam aerobik yang dipadukan dengan koreografi lincah dan musik yang bersemangat, zumba sudah menjadi olahraga pilihan yang bisa dinikmati berbagai kalangan dari berbagai usia. “Zumba meru-
pakan olahraga yang kompleks karena memadukan antara kebugaran, tarian dan musik. Kebetulan saya hobi menari dan saya kira zumba adalah olahraga yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan,” ungkapnya. Selain memilih olahraga yang disukai, penting juga untuk mempertimbangkan olahraga yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan zumba dirinya bisa melakukan olahraga secara rutin di rumah sendiri maupun di tempat kebugaran bersama komunitas. Menurut perempuan yang saat ini menjadi staf Keuangan Fakultas Kedokteran Undiksha ini, selain untuk kebugaran dan penurunan berat badan, zumba menjadi salah satu olahraga untuk mencari komunitas. “Tujuan olahraga itu kan banyak salah satunya untuk mencari komunitas, dengan zumba kita bisa bergabung dalam suatu komunitas yang terdiri atas berbagai profesi se-
Melestarikan Tradisi Meraih Prestasi
Olahraga panahan tradisional (jemparingan) sedang menggeliat. Peminatnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pemanah tradisional bisa menyelaraskan antara olahraga dan olahrasa menjadi bagian yang terpisahkan. Selain itu, dengan panahan tradisional, fokus dan konsentrasi bisa terus ditingkatkan. Dalam rangkaian HUT ke-71, Bali Post menyelenggarakan Lomba Panahan Tradisional “Bali Post Cup” di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (8/9). Lomba diikuti 78 pemanah tradisional dari seluruh Bali. Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha mengatakan melalui olahraga panahan tradisional dapat melestarikan tradisi sekaligus meraih prestasi. “Event ini juga untuk mempererat tali persaudaraan sesama pemanah tradisional. Memotivasi pemanah untuk berjiwa sportif, fokus, sekaligus memperkuat mental,” ujarnya. Kategori yang dilombakan antara lain TK, jarak 5 meter (face target); SD A (kelas 1-3), jarak 10 meter (bandulan); SD B (kelas 4-6), jarak 15 meter (bandulan); SMP, jarak 20 meter (bandulan); serta SMA dan Umum, jarak 20 meter (bandulan). Pemenang mendapatkan piala, piagam, uang pembinaan, dan bingkisan. Panahan tradisional memiliki keunikan bila dibandingkan dengan panahan modern. Panahan tradisional menggunakan busur dari kayu dan bambu serta anak panah yang terbuat dari bambu. Posisi memanah para pemanah tradisional ini duduk bersila bagi yang laki-laki dan bersimpuh bagi yang perempuan. Pakaian yang dikenakan juga pakaian tradisional. (Ngurah Budi)
hingga sangat bagus untuk membangun relasi,” jelasnya. Untuk memperkenalkan zumba ditengah masyarakat Buleleng, perempuan kelahiran 7 Oktober 1987 tersebut mengaku telah memiliki lisensi resmi sehingga bisa mengajar di kelas kebugaran. “Untuk dapat mengajar saya harus punya sertifikat, setelah itu baru bisa bergabung menjadi Zumba Instruktur Network,” jelasnya. Laksmi menambahkan saat ini olahraga zumba sudah mulai dikenal dikalangan masyarakat Buleleng utamanya remaja dan ibu-ibu. Olahraga ini menjadi trend dan selalu menjadi daya tarik dalam berbagai event yang terselenggara di kota Singaraja. “Sudah menjadi trend ketika ada acara, kalau masyarakat tahu ada zumba pasti acara itu rame,” pungkasnya. Selain dapat dilakukan oleh semua kalangan, Zumba kata Laksmi bukan olahraga yang mahal. Gerakannya yang mudah dan dapat dilakukan di mana saja membuat pecinta olahraga perlu mencoba jenis olahraga satu ini. “Mahal tidaknya olahraga tergantung gaya hidup seseorang. Misalnya baju khusus zumba memang tidak dipungkiri harganya lumayan mahal tetapi dengan baju olahrga biasa asalkan tetap nyaman pun tidak masalah,” pungkasnya.
SOSIALITA
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Agung Mia
Raih Master of Arts International Relations and International Organization Seleksi beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) prosesnya mudah, namun sangat kompetitif dengan standar tinggi. Keputusan final penerima beasiswa dipertimbangkan oleh pemerintah Belanda langsung. Maka, istimewalah perempuan muda Bali satu ini. Menggenggam pengalaman dan kualitas yang sangat baik menjadikannya terpilih menerima beasiswa StuNed.
Bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda etelah tercatat sebagai mahasiswa S2 di University of Groningen, kemampuan pemilik nama lengkap Anak Agung Mia Intentilia ini makin terbukti. Betapa ia berhasil terpilih sebagai asisten salah seorang dosen dan membantu penelitiannya. Bahkan
S
karena kinerjanya baik, sang dosen memberikan rekomendasi untuk melanjutkan S3 lagi di Belanda. Bukan itu saja, ia juga terpilih menjadi ikon, banyaknya mahasiswa internasional jenjang S2 di University of Groningen. Posternya pun dipajang di seluruh area kampus. Kini, Gung Mia berhak menggunakan gelar Master of Arts (M.A.) International Relations and International Organization. Ia mengatakan, memang tertarik jurusan Hubungan Internasional dengan spesialisasi isu regional ASEAN, political communication, dan public diplomacy. Apalagi ia sempat dipilih Kemenlu RI sebagai Duta Muda ASEAN Provinsi Bali 2017. “Saya memilih Belanda , sebab sangat populer sebagai salah satu negara di Eropa dengan standar pendidikan tinggi dan berkualitas. Dan, University of Groningen, satusatunya kampus di Belanda yang
Mading kampus
memiliki research centre yang fokus pada isu-isu ASEAN,” tutur Gung Mia yang memang piawai berbahasa Inggris ini. Disinggung mengenai proses memperoleh beasiswa , Gung Mia mengatakan bahwa semua proses diupayakannya secara mandiri tanpa bantuan agen pendidikan Sementara soal sistem kuliah di Belanda, katanya di sana sebelum masuk kelas, mahasiswa dituntut sudah membaca dan mengerti bahan bacaan, berupa jurnal, 100-200 halaman setiap pertemuan per mata kuliah. Karena itu, Gung Mia menghabiskan waktunya di perpustakaan. “Pengalaman seru juga saya rasakan saat diskusi, debat dan argumentasi akademik di kelas. Saya bisa mendalami lebih jauh karakter orang Eropa dan Belanda,” cetusnya. Ia bahagia mendapat teman dari berbagai negara dan bisa saling bercerita tentang budaya masingmasing. “Persahabatan lintas budaya menambah wawasan dan rasa toleransi. Kami sering berkumpul dengan membawa makanan khas
Saat lulus di depan kampus negaranya,” imbuhnya. Bicara mengenai dukungan keluarga, Gung Mia mengatakan bukan hanya dari orangtuanya, bahkan keluarga besarnya dari Puri Gerana juga mendukung penuh keinginannya melanjutkan S2 di luar negeri. “Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi dari awal hingga akhirnya saya lulus. Selain itu, selama 1 tahun, interaksi saya dengan orangtua dan keluarga berjalan lancar, dengan teknologi komunikasi yang canggih,” papar putri dari Anak Agung Gede Arnawa dan Ni Luh Gede Utarini ini. - ard
Perempuan Bali yang Cerdas dan Inspiratif Cerita menarik lainnya dari Gung Mia saat studi di University of Groningen, diantaranya, momen indah ia belajar dengan pemandangan turunnya salju. Kemudian, selama setahun naik sepeda kemana-mana, karena negaranya sangat datar. Begitu juga dengan kesempatannya jalan keliling Eropa, yang dilakukan usai belajar untuk ujian. Apalagi di sana, moda transportasinya terhubung sangat baik antara satu negara dengan negara lainnya. Ia pun sempat men-
Di Praha
gunjungi Roma, Milan, Venice, Vatican, Paris, Belgia, Budapest, Praha, London, Barcelona, Bratislava, Berlin, Frankfurt, Vienna, dan Swiss. “Jadi, saya bisa tetap menjaga pola yang balance antara belajar, bersosialisasi, dan jalan-jalan,” cetusnya. Dikatakan oleh Gung Mia, bahwa ia juga sempat magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda. Ini juga sebagai salah satu syarat kelulusan. Di sana ia belajar mengenai tugas diplo-
Di Belgia
mat Indonesia menjaga hubungan bilateral Indonesia dan Belanda. “Dalam program ini, saya sempat mewawancarai Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Bpk I Gusti Agung Wesaka Puja, pria asal Bali yang sangat raDi Inggris mah dan profesional. Semua staff di KBRI Den Haag juga sangat baik dan banyak membantu saya dalam belajar,” tutur Gung Mia yang juga sempat menjadi MC Bahasa Inggris dalam acara di KBRI. Mengenai proses studinya, Gung Mia menyatakan semua berjalan lancar. Dan, ia belajar banyak tentang bagaimana menjadi perempuan yang cerdas dan mandiri. Sedangkan kerja keras dilakukan untuk memenuhi standar kualitas tinggi. Begitulah, karena materi yang sulit dan bahan bacaaan sangat banyak, Gung Mia harus belajar 3 minggu sebelum ujian, sambil mengerjakan tugas-tugas berupa paper. Begitu pula saat proses penulisan master’s thesis. Ia memiliki waktu sekitar 3 bulan untuk menyusun
dengan supervisor Professor Holzhacker, D i r e c t o r o f Re search Centre of Southeast Asia and ASEAN di University of Groningen. Proses penyusunan tesis 144 halaman ini sangat panjang dan membutuhkan niat, ketekunan, serta kerja keras. “Dan saya sangat bersyukur karena mendapat nilai A untuk master’s thesis saya. Rasa bahagia dan lega saat lulus ujian membuat saya merasa perjuangan belajar sebelum ujian terbayar dengan baik,” tandas pemilik motto Trust Your Journey ini. Ketika kuliah S2 nya sudah beres, Gung Mia pun menyatakan ingin terjun di dunia pendidikan sebagai dosen kemudian fokus membangun karier sebagai seorang akademisi. Disamping itu, ia juga ingin mengembangkan brand kursus Bahasa Inggris milikinya bersama Gunggus Surya, yaitu “Surya Intentilia Learning Centre” yang berlokasi kawasan di Jalan Tukad Batanghari ,Denpasar. “Saya ingin memberikan pendidikan Bahasa Inggris yang terjangkau untuk para generasi muda di
Sebagai MC di KBRI
Bali,” ucap Gung Mia. Ia juga masih ingin meraih mimpi melanjutkan pendidikan S3 atau PhD-nya untuk selanjutnya dapat berkontribusi sebagai perempuan muda Bali yang cerdas dan inspiratif. - ard
2
ESPRESSO GORO-GORO Habibie
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Presiden ketiga NKRI, 11 September 2019 telah pergi untuk Putu Wijaya s e l a m a n y a . Ami sengaja pulang, bertanya pada bapaknya: “Bapak kenal Pak Habibie?” Amat menatap Ami heran. “Kamu kok aneh, Ami! Siapa yang tak kenal presidennya!” “Jadi Bapak kenal?” “Ya, Iyalah. Harus, kan! Masak warganegara asli tidak kenal sama presidennya. itu namanya kebangetan! Warga palsu!” “Bapak pernah ketemu di mana?” “Lho beliau kan sering ada di TV, koran, radio, nonton film-
Adakah yang bisa mengingat sejak kapan muncul Gerakan Literasi Sekolah (GLS)? Lalu bagaimana penerapannya, hingga detik ini. Bagaimana respons sekolah dan warganya dalam menghadapi GLS? Kemunculan GLS memiliki alasan yang kuat. Sebab menurut beberapa hasil riset, gerakan ini darurat untuk dilakukan. Lihatlah data-data yang dicatat Direktorat PSMK berikut. PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) pada 2011 mencatat, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 48 negara. Menurut PISA (Programme for International Student Assessment ), Indonesia masih berada pada peringkat 64 dari 70 negara (2015). Selanjutnya, menurut data INAP (Indonesia National Assessment Program) pada 2016, nilai kemampuan membaca masyarakat Indonesia hanya 46,83% atau tergolong kurang. Literasi dalam konteks GLS merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
nya! Kan banyak!” “Itu namanya bukan kenal, Pak!” Amat tertegun, berpikir. “Jadi maksudmu, apa, Ami? Kenal bagaimana? Salam-salaman? Ngobrol di istana, mana mungkin! Presiden kan ngurus negara bukan ketua RT! Mana mungkin dia kenal sama 260 juta rakyatnya. Ngapal nama 10 orang saja sudah susah ngapal 260 juta orang bisa teler! haha-ha!” “Susah ngajak Bapak ngomong sekarang, sibuk dengan pikirannya sendiri saja,” curhat Ami ketus, kemudian, pada ibunya. “Kenapa lagi Bapakmu, Ami?” “Bete! Habis, Ami cuma nanya apa Bapak kenal Pak Habibie, eh sambil ketawa menge-
jek Bapak menjawab mana mungkin beliau kenal Bapak! itu kan beda!” Bu Amat bingung. “Lho, bedanya apa, Ami?” Ami terkejut. “OMG! Ibu sama juga!” Tanpa banyak omong, Ami lalu permisi cepat-cepar pulang. Sampai di rumah, melihat muka istrinya berantakan, Sugi merasa berkewajiban bertanya sebagai suami. “Ada apa, Ami?” “Susah ngomong sama orangtua sekarang. Sama orangtua sendiri juga sama saja!” “Ngomong apa?” “Maksud saya, kenal, itu bukan sekedar pernah lihat atau tahu nama, bahkan bukan hanya sekadar pernah salam-salaman, tok! Kenal itu, artinya sudah paham pribadi jalan pikiran
dan tahu ide-ide mendasarnya. Itu!” Sugi, suami Ami menggeleng-geleng. Ami jadi heran. “Kok Bli menggeleng-geleng, begitu?” “Ami, paham pribadi jalan pikiran dan tahu ide-ide mendasarnya, itu kriteria kenal buat kita orang kampus, buat rakyat biasa, kenal itu cukup pernah lihat! Tapi ini kenal apa dulu? Soalnya... .” “Stop!” Ami langsung masuk kamar sambil banting pintu. Lalu berteriak: “Kenal itu artinya sudah setuju, CS!” Sementara Bu Amat yang heran pada kelakuan Ami yang buru-buru pulang, menghampiri suaminya. “Pak, kenapa Bapak
Menyediakan Ruang Baca Keluarga
cerdas. Saya jadi ingat kalimat Mohammad Hatta yang mengatakan, membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. Literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pendidikan karakter, kecerdasan finansial, pengetahuan sains, penggunaan media digital yang baik, dan kewarganegaraan. Maka tujuan gerakan literasi ini adalah mendidik untuk menghasilkan manusia bijak mengambil keputusan. Mencermati pelaksanaan GLS di sekolah banyak mengalami kendala, salah satunya yaitu siswa belum terbiasa membaca serius. Tentu fenomena ini datang dari lingkungan keluarga. Faktanya, rata-rata siswa yang terbiasa membaca karena memang sudah dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga. Gerakan literasi memang harus juga dilakukan di lingkungan keluarga. Sebab gerakan literasi keluarga secara tidak langsung mendukung kesuksesan GLS. Idealnya, tahap pembiasan sudah dilakukan di keluarga.
I Wayan Esa Bhaskara
Karena cukup terlambat jika pembiasaan baru dilakukan di sekolah, apalagi tingkat sekolah menengah. Mengingat tantangan tertinggi GLS adalah rendahnya minat baca, baik guru maupun siswa. Yang bisa dilakukan orangtua yaitu menyediakan ruang-ruang literasi di rumah. Misalnya menyediakan ruang baca kecil di ruang keluarga yang bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga. Dengan menyediakan rak kecil yang berisi buku, majalah, dan koran misalnya. Orangtua
harus menjadi model agar anak gemar membaca. Apalagi zaman sekarang, bahan-bahan bacaan berlimpah mulai yang cetak hingga digital. Memang jika membeli akan relatif mahal, tetapi tidak akan lebih mahal dari pada kuota internet atau secangkir kopi di kedai. Pada zaman ini, sering sekali kesibukan bekerja menjadi faktor utama orangtua kurang memerhatikan tumbuh kembang anak. Misalnya pada zaman dahulu, aktivitas mendongeng dari orangtua kepada anak, kini sudah tidak dilakukan lagi. Apalagi sudah jarang pula keluarga yang berlangganan koran atau majalah anak-anak yang sesungguhnya menjadi bahan bacan bermanfaat. Kecanggihan teknologi perlu disikapi dengan bijak, misalnya membantu anak dalam memilih bahan bacaan yang ideal dan terjauh dari
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
I Wayan Esa Bhaskara Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI C abang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
Pilih yang Pacu Adrenalin
ngetawain Ami?” “O, dia merasa diketawain, ya?” “Ya!” “Bagus!” “Lho, kok bagus?” “Habis, masak menuduh bapak tidak kenal, Pak Habibie!” “Siapa yang menuduh? Anakmu itu hanya bertanya, Pak!” “Itu dia! Bertanya itu pasti karena ada prasangka!” “Prasangka apa?” “Aku tidak kenal! Masak aku tidak kenal presidenku sendiri!” “Jadi Bapak kenal?” Amat menatap istrinya. “Kenal atau tidak?” Lama Amat tidak menjawab “Kenal tidak?!” Akhirnya Amat menjawab lemah. “Belum.” konten-konten hoaks. Jika di rumah terbatas bahan bacaan, orangtua bisa mengajak anak ke perpustakaan terdekat. Dalam hal ini orangtua bisa mengajak anak-anak bertamasya ke perpustakaan daerah atau ruangruang baca alternatif lain yang sudah mulai muncul di Bali. Selain itu, orangtua sebisa mungkin menjadi teman bagi anak dalam memilih bacaan atau buku sesuai minat dan kebutuhan. Misalnya disesuaikan dengan fase anak, yaitu pra membaca, membaca dini, atau membaca awal. Setelah membiasakan anak membaca, ajaklah anak berdiskusi tentang bacaan tersebut. Hal ini harus dilakukan dengan santai dan terus menerus sehingga akan muncul gerakan literasi keluarga yang baik, harapannya anak akan menjadi insan literer.
SUDUT PANDANG
Bertubuh langsing saja ternyata kini tidaklah cukup bagi seorang wanita. Harus langsing dan indah, kata lain dari seksi. Kalau bisa, jangan terlihat ada ‘lemak secuilpun’ yang menonjol dan merusak penampilan. Mungkin alasan itu juga yang membuat artis sinetron Kirana Larasati baru-baru ini memerlukan terbang ke Los Angeles, AS, untuk melakukan perawatan tubuh.
P
Kirana Larasati
adahal kalau dilihat sepintas, Kirana bukan saja bertubuh lang sing tapi juga tampak seksi dengan pakaian apapun yang dikenakannya. Namun sepertinya belum cukup, ia masih merasa ada ‘lemak-lemak’ tersembunyi yang membuatnya tidak nyaman. Lewat instagramnya ia menulis, ia terbang ke LA untuk mendapatkan perawatan tubuh yang tepat guna menghilangkan lemak-lemak yang mengganggu. “Aku sebenar nya tidak gemuk. Ukuran aku sekitar S-M. Namun di tempat
(perawatan) ini bisa me nemukan sejumput lemak di tubuh saya,” tulis Kirana. Peraih pengharga an ‘Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2008’ mengaku selama ini untuk kesehatan sekaligus memperindah bentuk tubuhnya, ia rajin berolahraga. Dalam seminggu ia bisa berolahraga 3-4 kali dengan durasi ratarata 2 jam. Kerja keras nya tidak sia-sia karena meski hobi ngemil, tubuhnya tetap terjaga. Dulu, beberapa tahun lalu, seusai melahirkan berat badannya sempat meningkat drastis, bentuknya pun terasa tidak karuan. Untuk mengembalikan seperti semula, ia mati-matian olahraga. Hasilnya, ia berhasil menurunkan beratnya 18 kg. “Setelah itu aku terus rutin olahraga agar tetap terjaga baik,” ucap Kirana yang kini banyak berkiprah di politik. Aneka jenis olahraga dicoba Kirana. Dari mulai olahraga standar sampai olahraga menantang
dan ekstrem. Mulai dari basket, renang, nge-gym, yoga hingga olahraga menantang seperti TRX, zumba, dll, dicobanya. “Aku rajin olahraga selain untuk kesehatan juga untuk pembentukan tubuh. Kalau tubuh kurus, kecil, kan kurang bagus ya, harus terlihat lebih berotot, kencang, makanya aku coba macam-macam olahraga untuk pembentukan. Dan, karena aku rutin melakukannya, hasilnya kelihatan banget. Sekarang terasa jauh lebih kencang,” katanya. Hanya saja, tambah Kirana lagi, dirinya adalah tipe pembosan. Olahraga-olahraga yang monoton membuatnya cepat bosan. Karenanya dia lebih memilih o lahraga-olahraga yang penuh tantangan dan memacu adrenalin. “Aku tuh cepat bosan. Apalagi kalau olahraganya standar. Aku sudah sering tuh daftar kelas olahraga di mal-mal, tapi hanya beberapa kali berlatih, bosan. Kayaknya, olahraga standar yang tidak bikin aku bosan hanya basket dan renang, yang lainnya bosan, jadi gonta-ganti,” tuturnya. Tapi katanya, olahraga TRX (total body resistance exercise) tidak membuatnya bosan karena penuh tantangan. Olahraga ini, tambahnya, sangat bagus untuk
pembentukan tubuh. “Hanya saja, tentu tidak ada yang instan. Kalau ingin mencapai target tertentu, ya kita harus rajin berlatih,” ujar Kirana yang namanya mulai melejit di dunia hiburan setelah tampil dalam sinetron Azizah tahun 2012. LATIH FOKUS DAN KONSENTRASI Yang menarik, selain rajin menekuni olahraga pembentuk an tubuh, pemeran Sinta dalam FTV ‘Istri Tak Tahu Diri’ kini juga menekuni olahraga menembak. Awalnya, kata Kirana, dia diajak temannya namun lama-lama ke tagihan. “Aku diajak teman awalnya. Kebetulan dia juga atlet, jadi aku ikutan aja. Tapi ehhh lama-lama suka juga,” Berlatih menembak, ungkap Kirana, selain melatih fokus dan konsentrasi juga melatih kepercayaan diri. “Karena kan gua boleh dibilang orangnya masih kurang percaya diri. Tapi dengan berlatih menembak rasa percaya diri, keyakinan tumbuh,” ujar ibu satu anak ini. Yang juga menarik, kata Kirana, ternyata belajar menembak itu tidak semudah seperti kita menonton film. Diperlukan nyali untuk bisa berhasil. “Kalau kita nonton film kan kayaknya nembak itu gampang banget ya, tinggal jedar-
jedor aja. Padahal kenyataannya nggak begitu lho. Kita sudah di lapangan, sudah pegang senjata dan ada pelurunya dan siap diledakkan saja, itu nggak mudah, perlu nyali ya. Nah itulah (nyali) yang harus dilatih,” jelasnya. Kirana juga mengaku rajin berlatih menembak bukan karena ingin memiliki senjata namun semata-mata untuk olahraga dan memperkuat kepercayaan dirinya. “Untuk apalah punya senjata sen diri, enggak lah. Itu kan hanya gayagayaan aja, memenuhi ego, untuk apa? Lagipula di Indonesia kita kan nggak bisa sembarangan memiliki senjata. Pun kalau memiliki izin kita juga nggak bisa sembarangan membawanya, misalnya seperti di filmfilm ditaruh di jeans hahaha nggak bisa itu. Kalau ada yang bilang untuk melindungi dari marabahaya, itu mah lebay yaa. Soal keamanan, kita percayakan saja kepada yang berwajib dan keamanan lingkungan,” ucapnya. (Diana Runtu) “Aku rajin olahraga selain untuk kesehatan juga untuk pembentukan tubuh. Kalau tubuh kurus, kecil, kan kurang bagus ya, harus terlihat lebih berotot, kencang, makanya aku coba macam-macam olahraga untuk pembentuk an. Dan, karena aku rutin melakukannya, hasilnya kelihatan banget. Sekarang terasa jauh lebih kencang”
Olahraga yang Libatkan Emosi Dalam karya-karya seni pertunjukan, olahraga menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan daam proses kreatif para seniman. Olahraga dalam dunia seni memiliki kedalaman makna, bukan hanya terkait fisik melainkan juga jiwa. Dalam dunia teater, bahkan olahraga ada pada urutan pertama proses latihan yang biasa dikenal dengan warming up atau pemanasan. Seluruh anggota tubuh digerakkan untuk melemaskan otot-otot. Yang jauh dari sekadar olahraga, teater juga mengenal olah tubuh. Dimana proses menggerakkan seluruh tubuh ini tidak hanya yang berupa fisik tetapi menyertakan pula jiwa dan emosi dalam penghayatannya. Tidak hanya itu, olah vokal
juga menjadi bagian penting yakni menggerakkan alat-alat suara yang akan menjadi pokok dari sebuah pergelaran. Pentingnya melemaskan anggota tubuh saat warming up memudahkan para aktor untuk mengontrol emosi selama pertunjukan di atas panggung. “Itu sebabnya tiap kali latihan teater, pemanasan menjadi sangat penting,” ujar Winsa Prayitno, pimpinan Teater Embrio Mataram. Olahraga dalam proses teater yang dikenal dalam latihan dasar teater terbilang lengkap mulai dari olahtubuh (fisik), olahvokal (suara dan kerja paru-paru), olahrasa (jiwa dan mental) juga konsentrasi (bagian dari kerja otak dan relaksasi pikiran) “Di sinilah bedanya olahraga secara umum dengan olahraga
dalam teater karena melibatkan juga emosi,” ujar lulusan ISI Yogyakarta ini. Jadi, secara fisik sehat secara rohani juga ada pengalaman batinnya. “Sehat fisik sehat secara mental juga jiwa sehat,” lanjutnya. Tidak hanya dalam dunia teater, proses karya bahkan sampai ke panggung olahtubuh mendominasi selama proses karya koreagrafi. Koreografer seperti Lalu Surya Mulawarman, memang cukup kental menampilkan olahtubuh dalam karya-karyanya bahkan hingga ke pergelaran di atas panggung. Para penari Saksak Dance pimpinan Surya ini memiliki kekuatan pada tubuh yang bergerak dengan sangat dinamis. Olahtubuh menjadi pembuka latihan-latihan dalam
Penari Saksak
proses karyanya. Baginya tubuh memang merupakan media yang bukan hanya merefleksikan pesan lewat gerak tetapi juga olahrasa dan olahraga. Ini artinya selama latihan, para seniman yang terlibat menjalani proses yang sehat dimana semua tubuh turut bergerak
dan berkeringat layaknya okahraga fisik secara umum. Bahkan lebih dari itu. “Proses karya yang kami jalani sangat sehat sebab menyatukan tubuh dan jiwa para penari,” katanya koreografer kenamaan NTB ini. (Naniek I. Taufan)
16
SUDUT PANDANG
EDISI 1048/ 16 - 22 SEPTEMBER 2019
Datangkan Guru Senam ke Rumah
“Waktunya padat banyak kegiatan jadi lebih efektif kalau gurunya datang ke rumah. Biasanya kami latihan Hari Kamis dan Sabtu setiap sore di rumah,” katanya. Bukan hanya dirinya sendiri berolahraga, tapi juga seluruh anggota keluSakit itu mahal. Energi, materi, dan waktu akan terkuras arganya ikut berolahraga. banyak ketika kita sakit. Agar terhindar dari sakit, biasakan diri “Kami berolahraga beruntuk berolahraga. Demikian dituturkan Kadek Weisya banyak sekitar 15 orang,” Kusmiadewi, S,H.,MKn. ujarnya. Tiap pagi biasanya ia suka etua Fraksi Gerindra giatan tersebut rutin ia lakukan. jogging di areal rumahnya. DPRD Karangasem ini Baginya, waktu harus dimanfaatkan Itu rutin ia lakukan tiap hari memilih jogging untuk dengan maksimal dan efisien. Kami sebelum bersiap dengan pilihan olahraga sehari- bisa bersosialisasi sekalian berolah- banyaknya aktivitas. “Wahari. Menurutnya, selain mudah raga dan membuat badan sehat,” laupun jarak tempuh tidak dilakukan, jogging juga merupakan kata Dewi. terlalu jauh tapi intinya olahraga murah, karena bisa Kadang jika libur, ia akan agen- asal dapat menggerakkan dilakukan setiap saat dan di dakan untuk jogging ke lapangan badan. Memulai aktivitas mana pun. “Pagi-pagi saya sekalian jalan-jalan bersama ke pagi setelah berolahraga akan mendan suami biasanya jogging luarga. Menurutnya, untuk olah- jadi lebih semangat,” lanjutnya. di seputaran Jalan Sekar raga yang penting adalah rutinitas. Agar lebih memantapkan keingiTunjung di daerah ling- Tak peduli waktunya kapan baik nan berolahraga ada satu visi yang kungan tempat tinggal pagi atau sore hari yang penting ingin dicari yakni “OTW Kurus”. kami. Saat jogging kami berkesinambungan pasti memberi Itulah misi sekaligus nama grup WA biasa saling sapa dengan manfaat positif. “Kadang sebagai khusus untuk olahraga aerobik yang warga setempat. Setelah pekerja dikejar waktu untuk olah- ia lakoni. cukup berkeliling kami raga pagi. Bisa dipilih sore hari. Saya “Nama grup itu membuat kami sering mampir ke warung sih suka juga olahraga ke taman jadi terus semangat untuk olahraga. sempatkan membeli sa- sekalian refreshing,” imbuhnya. Kalaupun sibuk selalu diusahakan yur dan lauk pauk untuk Lain lagi penuturan Ni Wayan Sari olahraga jangan sampai bolong menu hari itu,” tutur is- Galung. Anggota DPRD Provinsi Bali karena ingat misi awal,” ujarnya tri dari Nyoman Suyasa Dapil Denpasar ini mengaku me- sembari tertawa. yang juga anggota DPRD milih olahraga aerobik dan zumba di Olahraga aerobik dipilih karena Provinsi Bali ini. rumahnya. Ditengah kesibukannya keinginan anak-anaknya sehingga Dewi begitu ia akrab beraktiviitas, membuatnya men- ia merasa selain berolahraga ada disapa mengatakan, ke- gundang guru aerobik ke rumah. juga kebersamaan dengan kelu-
K
Ni Wayan Sari Galung
Kadek Weisya Kusmiadewi
arga besarnya. Ia menambahkan, olahraga dengan suara musik lebih membuat bersemangat. Ia menuturkan, sebelum memanggil guru senam ke rumah, ia ikut aerobik ke studio. Namun, seringnya ada kesibukan membuat waktunya berbenturan sehingga dia merasa tidak efektif. Walaupun baru jalan dua bulan dengan memanggil guru senam, ia merasa mantap sudah menjalankan olahraga bisa dengan teratur. “Sebenarnya dulu saya juga ikut yoga, tapi kalau di rumah sendiri yoga jadi malas. Sekarang ga pernah yoga lagi,” kata Sari Galung. (Wirati Astiti).
Olahraga Sehatkan Tubuh dan Pikiran Tiap orang tentu ingin memiliki tubuh yang sehat dan segar setiap harinya. Begitu juga dengan ibu satu anak ini, terlebih dia harus dalam kondisi terbaik untuk menjalankan usahanya, Cosmic Aromatherapy Reflexology yang berada di kawasan Jalan Pulau Tarakan. Olahraga pun menjadi pilihannya untuk menjaga gaya hidup yang sehat. Pemilik nama panjang Tuty Handayani ini mengakui kalau olahraga merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang. Karena itu pula, rutin berolahraga menjadi salah satu gaya hidup sehat yang diterapkannya. Bersama sahabat dan teman-temannya yang sehobi, ia rajin menyegarkan kembali tubuhnya melalui kegiatan yoga dan jalan kaki. Yanni Cosmic, begitu ia biasa disapa, mengatakan kesehatan wajib dijaga sebab merupakan investasi paling berharga dalam sebuah kehidupan. Sesibuk apapun aktivitasnya, demi kebugaran, ia selalu mengalokasikan waktu, memiliki kesempatan untuk berolahraga di setiap minggunya. “Bagi saya olahraga mampu membantu jadi tidak mudah lelah. Juga bisa menjaga mood dan semangat saya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, “ tandas ibu dari Luh Ayu Hediana., A.P ini. Dikatakannya, kesehatan itu mahal, memerlukan konsistensi dan kemauan untuk menjaganya. “ Apapun yang kita lakukan tidak akan ada artinya sebab ketika tubuh kita tidak sehat, pikiran kita pun tidak sehat. Saya memilih untuk melakukan seni pernapasan serta olah tubuh yang menyelaraskan pikiran dan gerakan atau yoga ini dua kali dalam seminggu,” terang Yanni. Lebih lanjut, ia menambahkan alasan dirinya memilih kegiatan olah tubuh yakni yoga, selain manfaatnya untuk
menenangkan pikiran ,menyehatkan badan karena peredaran darah lancar, juga memberikan efek positif pada struktur tulangnya. “Setelah lama mengikuti yoga, sangat terasa membantu melenturkan badan saya sehingga saya merasa nyaman tidak sakit meski saya terdiagnosis skoliosis,” ujarnya. Selain yoga, Yanni menyampaikan kalau ada lagi pilihan olah raga lainnya, yaitu jalan kaki pagi hari di pantai Sanur. Olahraga ini diyakininya memiliki segudang manfaat. “Saya berlari 3 kali dalam seminggu, sepanjang 20 km. Segar sekali rasanya, karena bisa menimati sunrise dan menghirup vitamin D, jadinya suasana hati juga terjaga dengan baik.Kondisi yang baik ini akan menjadi modal untuk membawa hari kita penuh dengan produktivitas yang baik dan juga positif. Saya juga merasakan dengan berjalan, semakin menguatkan kaki, otot paha dan betis, termasuk juga jantung serta mengecilkan perut disamping melakukannya sangat mudah kan,” ujarnya tersenyum. Namun, Yanni juga menyatakan bahwa selain olahraga pastikan juga kita peduli akan asupan gizi. Makanan, katanya sangat perlu, kalau kita ingin mencapai dan mempertahankan kebugaran jasmani serta kesehatan badan. Makanan yang seimbang
berupa;12% protein, 50% karbohidrat, 38 % lemak akan mampu mengisi kebutuhan gizi tubuh. Begitu pula dengan tidur atau istirahat. Sebab, tubuh kita memerlukan istirahat untuk membangun kembali otot-otot setelah melakukan olahraga. (Sri Ardhini)
Yanni Handayani
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com