16
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
ESPRESSO GORO-GORO BK (3)
Ami tertawa ketika Amat menceritakan mimpi ibunya ketemu Bung Karno. “Bangsa yang besar adalah bangsa Putu Wijaya yang bisa menghargai pahlawan-pahlawannya,” kata Ami mengutip apa kata Pemimpin Besar Revolusi Indonesia itu. Amat menatap putri semata wayangnya itu takjub. “Ah? Ami, kamu juga mimpi ketemu Bung Karno?” Maksud Amat bercanda.Tapi Ami menjawab serius. “O, ya dong, Pak! Harus! Itu kan ...” Amat jadi heran. Dengan geli ia menyela, “Harus? Itu kan apa? Mimpi kan tidak bisa milih!” “Bisa!” “Kamu kok sekarang jadi aneh!” “Kok Bapak bilang aneh? Kan BK, Penyambung Lidah Rakyat itu sudah berseru: Gantungkan cita-citamu setinggi langit!” Amat ketawa.
Masalah sampah belakangan semakin menjadi perhatian banyak orang. Sejak Desember 2018, pemerintah daerah Bali sudah peraturan tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Dimana-mana mulai semakin banyak muncul anjuran dan ajakan untuk mengurangi sampah plastik, mengajak semua orang untuk menjadi penjaga dan pelestari lingkungan. Semua lapisan masyarakat, anak-anak dan dewasa harus mendapat eksposur, didikan dan pembiasaan untuk menjadi pelestari lingkungan. Untuk anak-anak, apakah didikan dan pembiasaan di sekolah cukup? Tentu tidak. Didikan di sekolah sangat penting, namun pembiasaan di rumah juga sangat diperlukan. Lingkungan rumah adalah lingkungan yang paling diakrabi oleh anak-anak. Anggota keluarga di rumah adalah mereka yang paling dekat dan paling bisa dijadikan contoh baik oleh anak-anak. Oleh karena itu, kebiasaaankebiasaan yang baik terkait manajemen sampah harus dikenalkan dan dilakukan oleh anak-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
“Apa hubungannya!” “Bapak pikir saja pakai nalar. Mungkin tidak kita menggantungkan cita-cita setinggi langit?” Amat tambah heran. “Pertanyaanmu aneh!” “Aneh bagaimana? Coba, apa Bapak percaya bisa menggantungkan cita-cita setinggi itu? Setinggi pohon kelapa saja sudah terlalu tinggi dan tidak mungkin. Apa lagi setinggi langit yang bukan barang kongkrit itu. Langit kan hanya batas kemampuan mata kita melihat. Itu hanya ilusi, mustahil bisa dipakai menggantung. Apalagi cita-cita. Kalau cita-citanya mau bikin pabrik pesawat, misalnya! Mau digantung pakai apa?” Amat ketawa. “Ya, lucu, lucu! Tapi itu kan ungkapan hiperbola dalam bahasa, Ami, sebagai mntan guru bapak ahlinya pelajaran bahasa. Itu kan pelajaran bahasa di SMP! Maknanya, perumpamaan yang melebih-lebihkan biar masalahnya jadi jelas, gamblang. Seperti lihat kuman dengan mikroskop, Ami!” “Itu dia maksud Ami!” “Itu dia bagaimana?” “Gantungkan cita-citamu setinggi langit, maksudnya bukan menyuruh menggantung cita-cita! Memangnya jemuran?! Tapi itu maksudnya bercita-citalah tinggi,
semaksimal- maksimalnya!Setinggitingginya! Sampai tak terjangkau! Sampai yang tak mungkin! Nah, Itu baru namanya cita-cita! Kata Bung Karno! Bercita-citalah agar NKRI menjadi negeri yang adil-makmur, aman-sentosa, aman-tenteram, kerta-raharja, gemahripah-loh-jinawi! Cita-cita harus besar, tinggi, seakan tak terjangkau, biar saja, tak apa, namanya juga cita-cita! Jangan bercita-cita hanya segede upil, seperti nasi jenggo atau kucing, seiprit-seiprit, itu namanya cuma mau setor muka, mau makan doang! Mau kaya kek, mau jadi pejabat kek, mau jadi caleg kek, mau berkuasa tok, itu namanya hanya cita-cita pribadi, egois! Cita-cita orang lapar, orang serakah, orang rakus, atau ambisius! Bukan cita-cita pemimpin! Ya, nggak, Pak? Tak perlu pemimpin sekaliber Bung Karno untuk menyerukan cita-cita upil begitu itu. Kita semua juga sudah mengucapkannya paling tidak 3 kali sehari. Betul tidak, Pak?” Ami ketawa oleh omongannya sendiri. Sedangkan Amat sebaliknya kesal. “Bapak mulai capek. Kok jadi aku yang dikuliahi si Ami? Padahal tadinya Bapak ke situ kan maunya curhat karena bete dikuliahi Ibu di rumah?!” kata Amat kemudian
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
menceritakan perstiwa itu pada istrinya. Bu Amat manggut-manggut saja. “Jadi Bapak ke rumah Ami bukan mau nengok cucu, tapi cari kompensasi karena. di rumah sumpek?” “Bukan begitu, tapi ...!” “Tapi begitu! Ngaku sajalah!” Amat menjawab tapi ngedumel tak jelas “Ami tidak bilang siapa sejatinya pemimpin itu?” “Apa?” “Ami tidak bilang sama Bapak, apa beda pemimpin sejati dengan pemimpin karbitan?” “O, ya itu dia! Masa mantan guru yang pernah mengalami revolusi ini dia kasih ceramah. Masak Bapak lupa apa beda pemimpin dengan rakyat jelata. Apa? Beda orang besar dengan orang kebanyakan? Ya, apa? Orang besar mengucapkan bukan hanya yang terucap tapi terutama yang tersirat. Bapak jangan salah tangkap?” “Terus Bapak jawab?” “Lho, salah tangkap apa? Bapak salah apa Ami?” “Memimpikan wejangan para pemimpin. Itu bukan tempat yang tepat untuk berdialog! Berdialog dengan apa yang tersirat dalam pesan-pesan mereka, tidak perlu harus tidur dan mimpi, baru ketemu. Bukan begitu, Pak! Itu justru yang ditakutkan karena hasilnya bisa salah kaprah!” “Salah kaprah. bagaimana?” “Memancing datang penumpang liar yang bisa menyesatkan, menyelewengkan
Menumbuhkan Anak-anak Pelestari Lingkungan dari Rumah anak di rumah. Sediakan tempat sampah sesuai dengaan jenis sampah yang biasa ada. Buatlah pemilahan sampah di rumah menjadi suatu yang serius untuk diakukan. Paling tidak ada tempat sampah dapur (basah), sampah kertas dan plastik yang dapat didaur ulang. Kenapa pemilahan sampah ini penting? Karena dengan mengenal pemilahan sampah, anak-anak akan mengerti bahwa sampah pun punya nilai. Mereka akan mengenal ada sampah yang dapat didaur ulang, sehingga dapat menjadi barang-barang yang bernilai dan berguna. Bila memungkinkan,latih anak-anak membersihkan botol-botol dan karton-karton atau sampah lain yang dapat dibersihkan. Sehingga, sampah-sampah tersebut tidak kotor dan menimbulkan penyakit, anak-anak tidak takut untuk mengambil mereka dan tidak menimbulkan pemandangan yang tidak enak dilihat di rumah. Ajak anak-anak untuk nabung
Putu Ayu Prabawati Sudana, S.Pd.,M.Hum. Kepala UPT Bahasa Undiksha
sampah. Sekarang sudah terdapat bank sampah di masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit. Pemerintah juga sudah menyelenggarakan dan menggalakkan bank sampah. Sampah-sampah, terutama sampah kertas dan plastik yang dapat didaur ulang dapat dijual di bank sampah dan “buku tabungan” atau uang hasil nabung di bank sampah dapat menjadi milik anak. Dengan demikian mereka akan lebih termotivasi dan senang. Mereka akan dapat melihat nilai dari sampah. Daripada tertumpuk di TPA, sampah ternyata memiliki nilai jual.
Biasakan anak-anak atau anggota keluarga lain membawa dan menggunakan tas belanja, botol atau wadah serta sedotan stainless/bambu sendiri. Sebagus-bagusnya program daur ulang, jauh lebih baik jika bisa mengurangi. Biasakan anak-anak membawa wadah dan botol minum sendiri serta menggunakan sedotan sendiri. Untuk kesehatan, pilih wadah atau botol minum yang terbuat dari plastik yang memang bisa digunakan berkali-kali; pilih yang BPA free dan perhatikan kode huruf dan angka yang ada di bagian bawah botol. Pilih wadah atau botol dengan kode angka dan huruf yang sesuai dengan kebutuhan dan aman bagi kesehatan. Sering mengajak anak ke alam. Dengan sering mengajak anak ke alam, anak akan bisa
apa sebenarnya inti yang tersirat, dengan ikut campurnya berbagai kemauan, ambisi dan pamrih yang bersangkutan. Sehingga tidak kecil kemungkinan akan masuknya tafsiran keliru yang memutar-balik, apa si itu istilahnya?” “Memelintir!” “Persis! Memelintir, yang akan menjebloskan kita semua merusak gagasan aslinya, seperti sudah banyak terjadi sekarang ini dalam banyak hal!!” “Ami tidak bilang bertemu dan ... “ “Bertemu dan berdialog dengan para founding fathers kita, harus tanggap, bersih, cerdas, jujur, ikhlas menangkap yang tersirat, harus dalam keadaan sadar! Kita, Bapak, Ibu, saya, Pak Made, siapa saja, kapan saya bisa bertemu dengan semua gagasan Bung Karno! Karena gagasan besar itu tak pernah mati. Selalu siap berdialog dengan kita. Tapi....” Amat mendengar pintu diketok “Tapi apa?” “Tunggu, rasanya ada yang ngetok pntu!” “Apa Ami tidak bilang... “. “Tunggu!” “Pak Amatt!!!” Terdengar suara menyapa di pintu depan. Amat terpaksa memutus ceritanya. Dengan segan berdiri dan membuka pintu ke teras. “Selamat malam, Pak Amat!” “Ya, Tuhan, selamat malam, Bung Karno!”
menghargai alam itu sendiri. Mereka akan pemiliki pemikiran bahwa alam terlalu beharga untuk dirusak atau dikotori. Berbincang tentang cara melestarikan alam, menjaga supaya tidak kotor dan tetap lestari akan menumbuhkan jiwa mancintai alam dari dalam diri mereka sendiri. Ajak anak mengikuti kegiatan komunitas-komunitas pelestari alam dan lingkungan. Saat ini ada banyak komunitas penjaga atau pelestari alam dengan berbagi kegiatan mereka, seperti pembersihan pantai, edukasi kepada masyarakat atau penanaman pohon. Dengan mengajak anak-anak mengikuti kegiatan semacam itu, di samping akan menimbulkan rasa cinta dan komitmen anak terhadap pelestarian lingkungan, anakpun dapat memberikan sumbangsih bagi kebersihan atau pelestarian alam.
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
SUDUT PANDANG
15
Koperasi Perlu Dukungan Penuh
Usia Koperasi Indonesia 72 tahun, hanya beda dua tahun dengan usia negeri ini, namun perkembangan koperasi dirasakan masih jauh dari �harapan. Jangankan menjadi soko guru perekonomian, koperasi justru terpinggirkan dan menjadi ‘anak tiri’. Masyarakat pun seperti lupa dengan keberadaan koperasi saking minimnya publikasi. Kalangan muda ‘idem ditto’. Mereka kurang tertarik karena menganggap koperasi jadul.
K
Apendi Arsyad
enapa ini terjadi, apa yang salah dengan koperasi Indonesia? Padahal di negara-negara maju koperasi bisa berkembang bagus. Banyak koperasi di negara maju seperti negara-negara Eropa dan Amerika juga Jepang berkembang dengan sangat baik bahkan menjadi perusahaanperusahaan besar. Pengamat koperasi Apendi Arsyad mengakui hal tersebut. “Memprihatinkan!” tegas Dosen Prodi Agribisnis Universitas Djuanda, Bogor, ini. Menurutnya,hal tersebut terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah
terhadap koperasi. Padahal, Pasal 60 UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, secara jelas mewajibkan pemerintah untuk menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan serta pemasayarakatan koperasi. “Undang-undang juga meminta agar pemerintah memberikan bimbingan, kemudahan dan perlindungan kepada koperasi. Pasal 60 itu jelas dan clear ya. Tapi pelaksanaannya di lapangan masih sangat kurang. Itu sebabnya perkembangan koperasi kita masih jauh dari harapan,” ucap Ketua Majelis Pakar Dekopinda Kabupaten Bogor, ini. Selama perhatian pemerintah masih seperti sekarang, jangan harap koperasi akan berkembang, bahkan bisa jadi makin terlupakan oleh masyarakat. Memang benar, ada Kementerian Koperasi dan UMKM, tapi apa yang telah dihasilkan? Program-program yang ada hanya rutinitas saja. Tidak ada terobosan-terobosan yang sifatnya spektakuler seperti membuka lapangan kerja baru, alokasi investasi kepada kelompok masyarakat, itu tidak kelihatan,” ucapnya. Suatu ketika, lanjut Apendi, dirinya pernah diminta bantuan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk mengevaluasi sektor Kementerian Koperasi dan UKM terhadap pembinaan masyarakat perbatasan. “Saya kaget betul. Ternyata anggarannya kecil banget. Apa yang bisa dilakukan dengan anggaran sekecil itu?” ucapnya. Di sisi lain, publikasi koperasi sangat minim bahkan nyaris tidak ada. Media massa seakan kurang tertarik mengangkat kiprah koperasi. Padahal ada banyak cerita menarik, inspiratif dari koperasikoperasi di berbagai tempat. Kalaupun ada, berita-berita koperasi hanya kecil dan ditaruh di pojok-pojok koran. “Padahal, publikasi penting untuk mengabarkan eksistensi koperasi Indonesia. Juga untuk menarik minat masyarakat pada koperasi. Kalau tidak ada atau kurang publikasi, bagaimana masyarakat bisa tertarik dengan koperasi. Apalagi kalangan muda,” tambahnya. Jadi, kata Apendi, ada banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan jika ingin koperasi
Indonesia berkembang maju. Meskipun sekarang zaman digital bukan berarti koperasi tidak bisa berkembang. Justru koperasi bisa berkembang lebih bagus lagi menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Asalkan, ada kemauan dan pemerintah mau benar-benar men-support. Bukan support setengah hati, tapi full support. “Yang diperlukan, adalah komitmen kuat pemerintah dan pemahaman serta kepercayaan bahwa dengan koperasi dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini kan Sila ke-5 dari Pancasila. Bukan hanya Sila ke-5 tapi usaha koperasi juga merupkan instrumen untuk menjalankan Sila ke-2, ke-3 dan ke-4. Karena semua itu sudah terakomodir dalam koperasi, seperti demokratis, kemanusian, keadilan, dll. Itulah yang harus diyakini,” tegasnya. Coba lihat negara-negara maju, kata Apendi lebih lanjut, kenapa mereka bisa mengembangkan koperasi dengan sangat baik. Itu karena pemerintahnya mendukung penuh, memberi peluang-peluang agar koperasinya bisa berkembang. “Negara-negara yang berbahagia adalah negara-negara yang mendorong kehidupan ekonomi bersama (koperasi). UKM-nya menjadi soko guru perekonomian negara. Jepang yang dikenal sebagai negara kapitalis pun melakukannya dan sukses. Di sana produksi perikanan, pemasarananya dilakukan oleh koperasi. Pemerintah hanya memberi lisensi saja kepada kelompok-kelompok masyarakat. Sektor primer, sekunder bahkan jasa itu dikerjakan oleh koperasi,” jelasnya. KUNCINYA DI PENGUASA Semua itu harus dimulai dari sebuah keyakinan. Jika ideologi koperasi tidak dipahami sebagai instrumen pembangun bangsa, lanjutnya, semua tidak akan berjalan. Koperasi akan tetap marjinal, hanya menjadi ‘aksesoris’. Perkataan bahwa ‘koperasi adalah soko guru’ yang selama ini didengung-dengungkan, hanya menjadi ‘slogan’ semata. “Singkatnya, jalankan saja UU Perkoperasian Pasal 60. Jalankan saja itu dengan baik. Pasti koperasi Indonesia akan berkembang,” ujarnya. Memang diperlukan effort yang besar, tapi kata Apendi, itu bisa berjalan asalkan ada kemauan,” tegasnya. Untuk tumbuh-kembang koperasi, ada yang namanya external factor yang salah satunya adalah sikap dan kebijakan pemerintah atau pimpinan tempat dimana koperasi itu ada. Itu sangat dominan pengaruhnya. “Intinya sederhana saja. Beri saja perlindungan, beri ruang usaha. Itu pasti jalan. Koperasi kampus, koperasi sekolah, koperasi karyawan, industri dan koperasi-koperasi di masyarakat lainnya. Kuncinya ada di penguasa. Entah penguasa daerah, penguasa industri, sekolah, perguruan tinggi, dll. Misalnya, bupati sebagai pemimpin di daerahnya memberi peluang usaha bagi koperasi dan melindunginya. Harus ada privilege bagi koperasi. Kalau dibiarkan bersaing, ya mati dong koperasinya karena lawannya adalah pemodal besar. Atau koperasi di perusahaan. Maka direksi dan pemimpin perusahaan harus punya sikap dan kebijakan yang mendorong tumbuhnya koperasi. Koperasi adalah alat untuk mensejahterakan karyawan, menambah income,” jelas Apendi. (Diana Runtu)
SUDUT PANDANG
14 Putu Diah Pradnya Maharani, remaja wakil Bali berhasil masuk jajaran Top 10 ajang pemilihan Putri Remaja Indonesia tahun 2019. Bahkan, putri Bupati Gianyar ini berhasil menyabet gelar Putri Remaja Indonesia Intelegensia pada Grand Final di Balairung Soesilo Sudarman Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta (7/7).
R
emaja kelahiran Gianyar, 30 Oktober 2002 yang akrab disapa Gek Diah ini, mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa bangganya mampu membawa harum nama Bali dan khususnya Gianyar dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini. “Saya harus tampil percaya diri untuk bersaing dengan 45 remaja terbaik
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Diah Pradnya Maharani
Putri Remaja Indonesia Intelegensia 2019
perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia,” ujar putri sulung pasangan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra dan I.A. Surya Adnyani Mahyastra ini penuh antusias. Kriteria sebagai remaja Indonesia yang pintar, cerdas, inspiratif dan berpengetahuan luas melekat kuat pada sosok remaja lulusan Gandhi Memorial International School Denpasar ini. Maka, tak heran jika predikat Putri Remaja Indonesia
Integensia disematkan pada Gek Diah. “Putri Remaja Indonesia ini, tidak hanya semata-mata cantik fisik saja, melainkan harus cerdas, memiliki kepercayaan diri tinggi serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi juga,” lanjut Gek Diah sembari mengembangkan senyumnya. Perihal keikutsertaanya di ajang bergengsi ini, Gek Diah menuturkan, sebelum tampil mewakili Bali dalam Putri Remaja Indonesia 2019, di Jakarta, dirinya lebih dulu berhasil terpilih sebagai Putri Remaja Bali 2019. Pemilihan ini, tidak hanya mengandalkan tubuh tinggi langsing bak peragawati. Sulung dari tiga bersaudara ini juga memiliki kecerdasan dan kecantikan budi pekerti (inner beauty) yang patut ditiru. Sederetan pretasi pun pernah diraihnya, seperti masuk semifinalis olimpiade kimia tingkat SMP se-
Bali . Dan, akhirnya, sukses meraih medali perunggu untuk Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali tahun 2018 silan. Tidak hanya itu, Gek Diah yang mengaku bakal melajutkan studi strata satu di Singapura jurusan Hubungan Internasional ini, juga berhasil meraih Juara 1 siswa Berbudi Pekerti tingkat SMP Doremi Excellent School. ard
Sosialita
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Ni Nyoman Yeniati
Mengalir Apa Adanya
sangat ia cintai. “Prestasi yang saya raih ini, saya persembahkankan khusus untuk orangtua dan keluarga. Juga bagi seluruh masyarakat yang turut mendukung melalui vote -nya sehingga saya bisa seperti sekarang ini. Sekali kali terima kasih banyak,” tandas Gek Diah yang dikenal santun dan fasih berbahasa Inggris ini tersenyum tulus. Sementara itu I.A. Surya Adnyani Mahayastra, ibu dari Gek Diah, mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih putri
sulungnya. Menurutnya, Gek Diah sejak kecil memang terlihat memiliki talenta seni, disamping hobinya menari, modelling, serta travelling menikmati keindahan alam. Sebagai orangtua, mereka wajib mendukung serta mengarahkan, dan semua pada akhirnya dikembalikan pada anak-anaknya. “Kami selaku orangtua hanya mendukung anak-anak, apa yang menjadi cita- cita mereka dan yang terbaik buat mereka. Sebab mereka yang akan menjalani kehidupannya kelak. Yang
penting semua langkahnya positif, tidak menyimpang dari agama dan norma norma sosial,” tegas Dayu Surya. Untuk ke depannya ia berharap semoga putrinya, Gek Diah dapat mengamalkan semua ilmu yang telah diperolehnya selama mengikuti proses Pemilihan Putri Remaja Indonesia di Jakarta tersebut untuk kepentingan orang banyak. - ard
ganya juga hobi makan. Menyadari para konsumen memiliki selera yang berbeda-beda, agar lebih afdol Yeni pun mengajak koki yang andal untuk membantunya memasak. “Kami menyiapkan berbagai menu. Mulai dari masakan Indonesia, pizza, Chinese food, spaghetti, hingga menu untuk vegetarian. Kami juga menyuguhkan konsep warung yang unik dengan galeri dan pemandangan sawahnya yang menyegarkan. Silahkan berkunjung ke Warung Limas. Cobain cita rasa menu kami,” ujar dari putri pasutri Ni Nyoman Kari dan
Yoga bersama di Warung Limas banyak lagi yang lainnya. “Sekarang tergantung keinginan customer juga. Apa yang diinginkan mereka, kami akan menyiapkan produknya,” cetus anggota Iwapi Badung ini.
Menikmati kuliner adalah salah satu kesenangan yang kerap dinikmatinya bersama keluarga. Begitu juga dengan kegemarannya terhadap produk fashion, yang berhasil dikembangkannya menjadi bisnis. Saat ini, ia tercatat memiliki usaha butik dan restoran di wilayah Kerobokan, Badung.
P
emilik nama lengkap Ni Nyoman Yeniati, yang di lingkungannya lebih sering disapa Bu Dhika ini melanjutkan untuk menuangkan ide-idenya ke dalam dunia usaha yang kini dijalaninya tersebut. “Keberadaan Warung Limas adalah usaha yang sekaligus menjadi wadah kami menyalurkan hobi kuliner. Selain itu sebelum warung buka kami juga rutin melakukan kegiatan yoga di sini,” ucap istri dari I Putu Oka Yuliartana ini. Semua menu yang tersedia di warungnya tentu enak, mengingat ia dan anggota keluar-
Yeni Bersama Keluarga
Multitalenta, Energik, dan Santun
Bicara prestasi, rupanya remaja cantik ini, tidak hanya mumpuni di bidang science saja, Gek Diah juga menguasai beberapa tarian tradisional Bali sebagai wujud kecintaannya pada seni dan budaya Bali. Belum lama ini Gek Diah juga meraih Jura Harapan I Lomba Peragaan Busana ke Pura Tingkat Provinsi di PKB ke-41. Namun terlepas dari berbagai prestasi yang diraihnya, Gek Diah menegaskan, semua tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan yang diberikan orangtua dan keluarga yang
Suasana malam di Warung Limas
Saat Lomba di Badung
3
Wayan Murti (alm) ini promotif. Selama ini pengunjung lokal umumnya memilih pizza. Sedangkan, wisatawan asing biasanya lebih suka Japanese food diantaranya sushi. Warung Limas buka dari pukul 11 siang sampai 11 malam. Jika mau order delivery”, siap kami antarkan langsung,”lanjut Yeni Sementara untuk bisnis fashion, memang sudah dilakoninya dari anaknya masih TK. Ia terbiasa dan suka membawa beberapa produk untuk dijual keliling , dan ternyata mendapatkan respons sangat baik. Selain itu, peminat produk yang ditawarkannya semakin banyak, bahkan diantara mereka juga bersedia menjadi reseller. Didukung pula, di rumahnya disebelah toko pancing milik sang suami, masih ada areal kosong, ia pun gerak cepat memanfaatkannya, untuk membangun sebuah butik. Bicara koleksi yang ada di butiknya Yeni menyebutkan mulai dari pakaian, seperti dress, kulot, ada juga sandal, tas , dan masih
Saat mengikuti Lomba Prayascita di PKB
TIAP KESEMPATAN UNTUK BELAJAR Disinggung tentang keikutsertaannya dalam lomba membuat ‘Banten Prayascita’ kala PKBdi Badung, menurut Yeni hal ini karena kebetulan bisa dan saat dipilih bersama seorang temannya, mereka bersedia. Bersyukur, katanya ia dan parternya berhasil meraih posisi sebagai pemenang kedua. “Kalau majejaitan yang tergolong sederhana seperti ‘canang sari’, sudah biasa kami lakukan sejak masih SMP. Tapi, kalau majejahitan yang mulai rumit seperti ‘penyeneng’ dan lainnya ,saya baru pelajari setelah menikah,” terangnya. Jadi dengan dipilih mengikuti lomba juga berarti kami mendapat kesempatan belajar lebih baik lagi,” katanya Dikatakannya karena saat ikut lomba di kabupaten dirinya bersama pasangnnya meraih juara ke 2, selanjutnya bersama pemenang ke 1, diminta untuk mengikuti lomba di PKB. “Kembali kami bersyukur, karena di ajang yang bergengsi seperti PKB yang pesertanya dari seluruh kabupaten/kota se Bali kami juga bisa meraih juara 2,” katanya. Ia menambahkan meski mereka melakukan pemantapan hanya 2 hari menjelang lomba, namun dengan pembagian tugas yang baik, yakni siapa membuat apa, maka berhasil menjadikan mereka lebih mudah saat mengerjakannya. Bicara mengenai keluarganya, ibu dari Putu Mahadhika Ananda dan Made Anggie Nadhila Ananda ini, mengakui bahwa mendidik anak tidaklah mudah sebab ia harus terus belajar mengikuti perkembangan anak dan zaman, sebab apa yang dilakukannya bakal memberikan nuansa pada karakter
Di Butik bersama Customer
sekaligus menjadi nilai yang akan melekat pada anak-anaknya. Ia mengaku tidak pernah mengatakan tidak kepada mereka, melainkan menyampaikan perihal tanggung jawab dan konsekuensi terhadap setiap tindakan yang mereka lakukan. Misalnya, ketika anak-anaknya berlarian, ia tidak akan mengatakan jangan lari-larian, tapi menyampaikan risikonya bisa jatuh. Begitu juga dalam kesehariaanya, sebagai orangtua ia juga berupaya memposisikan dirinya sebagai teman dari anak-anaknya. Sehingga jalinan komunikasi diantara mereka bukan hanya lebih terbuka tapi juga bisa lebih dekat. Meski selama ini Yeni merasa tidak menyiapakan waktu secara khusus, namun setiap ada kesempatan bersama selalu mereka gunakan dan nikmati sebagai family time. ”Begitulah kami, mensyukuri karuniaNya, dan tidak membandingkannya dengan kehidupan orang lain. Semua mengalir serta berjalan dengan apa adanya,” ucap pemilik motto ‘Hidup seperti menggambar tanpa penghapus’ ini. Sesuatu yang sudah dilakukan tak akan bisa diulang kembali, jadi senantiasa berpikirlah sebelum bertindak. (ard)
Ni Nyoman Yeniati
Woman on Top
4 Zaman modern ternyata memberi dampak pada kebersamaan dalam keluarga. Orangtua masing-masing sibuk bekerja di luar rumah, anak-anak pun sibuk sekolah ataupun berkegiatan di luar. Waktu kumpul keluarga semakin berkurang. Kalaupun semua anggota keluarga berada di rumah namun masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Walhasil, interaksi antar-anggota keluarga pun terasa minim.
A
rtis senior yang kini menjadi politisi, Arzeti Bilbina Huzaimi mengaku prihatin dengan adanya kecenderungan keluarga modern seperti itu. Secara tidak disadari masingmasing anggota keluarga menjadi lebih individual. Arzeti tidak ingin keluarganya menjadi seperti itu. Karenanya dirinya bersama suami terus membangun kebersamaan dalam keluarga dan menolak larut dalam kesibukan bekerja. Untuk menciptakan itu, maka dia dan suaminya sepakat agar menjauhkan ponsel saat kumpul bersama. “Jadi begitu kita masuk rumah maka tidak lagi pegang ponsel atau memainkan ponsel. Dengan begitu kita bisa saling berinteraksi, ngobrol ataupun berdiskusi. Itu kami biasakan. Baik orangtua maupun anak-anak lepas dari gadget mereka,” tuturnya. Hasilnya memang luar biasa. Komunikasi makin intens dan hubungan menjadi semakin dekat. Dalam keluarganya, tutur Arzeti, tidak ada waktu khusus untuk kumpul bersama. “Kalau kumpul dan beraktivitas bersama keluarga tidak
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Arzeti Bilbina
METROPOLITAN
13 atta halilintar--instagram
Bangun Kebersamaan dalam Keluarga harus menunggu weekend atau hari libur. Kapan pun keluarga kami kerap berkegiatan bersama. Tidak harus keluar rumah. Jadi kadang, kalau papanya pulang kerja dan masuk ke kamar. Kami ‘ngintili’ ke kamar dan kumpul di sana. ‘Untel-untelan’ di kamar. Ngobrol dan bersenda gurau. Kadang si kakak berantam dengan adiknya atau adik berantam dengan kakaknya. Bagi kami itu adalah momen indah keluarga,” tutur Arzeti yang dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan Aditya Setiawan. Ketiga anak Arzeti ini kini telah remaja; Bagas Wicaksono (14), Dimas Aryo (13) dan Gendis Setiawan (11). Ketika dirinya sedang memiliki banyak waktu luang, maka dihabiskan di dapur bersama anak-anaknya. “Paling banyak dengan Gendis. Karena sekarang kan kedua kakaknya, Bagas dan Dimas, masuk boarding school. Bagas masuk SMA Taruna Nusantara di Magelang. Jadi di rumah hanya tinggal Gendis. Sekarang ini kami (aku dan Gendis) lagi senang masak di dapur. Masak itu kan membutuhkan waktu panjang, jadi anak-anak lupa dengan gadgetnya,” ucap pemeran film ‘Teng-
gelamnya Kapal Van der Wicjk’, ini. Meja makan, ruang TV ataupun kamar tidur, kata Arzeti, menjadi tempat favorit untuk kumpul keluarga. Biasanya, tambah Arzeti, saat hari libur suaminya lah yang menawarkan diri menjadi juru masak. Masakan andalannya adalah nasi goreng untuk sarapan.
PERKOKOH HUBUNGAN KELUARGA Arzeti mengaku kini lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kebersamaan dengan keluarga, khususnya anak-anak. Di saat anak-anaknya telah berangkat remaja semakin diperlukan pendampingan karena banyak hal yang ingin dikomunikasi oleh anak maupun orangtua terhadap anak. “Makanya saat sekarang ini aku justru merasa, masyaallah, setelah selesai kerja aku punya tanggung jawab harus segera pulang, untuk bertemu dengan anakanak,” katanya. Apalagi, tambahnya lagi, saat ini Gendis tinggal sendiri. Gendis yang kini berusia 11 tahun memiliki banyak hal untuk diceritakan pada ibunya. “Itu makanya selesai kerja kepengen
buru-buru sampai rumah karena Gendis sudah menunggu,” tambahnya. Namun yang bikin dirinya sempat heran, kata Arzeti, anak bungsunya itu kalau sedang berdua dengannya, kerap kali bertanya tentang apa yang membuat ibunya jatuh cinta pada ayahnya. “Aku menjawab pertanyaan itu. Tapi dalam hati bertanya-tanya, ada apa dengannya. Gendis sepertinya ingin mengetahui figur seorang laki-laki dimata ibunya seperti apa,” ungkapnya. Heran akan seringnya Gendis bertanya tentang masalah itu juga disampaikan Arzeti pada suaminya. “Aku bilang, ‘Kenapa ya Gendis selalu bertanya tentang itu.’ Suami aku bilang, aku harus menjadi teman diskusi yang baik untuk dia. Jangan pernah menjatuhkan ataupun menjudge. Jadi memang sekarang aku harus merangkul dan selalu menjadi teman bicara Gendis. Seringnya sharing membuat hubungan aku dengan Gendis menjadi semakin dekat,” tambah politisi PKB ini. Seringnya kebersamaan dalam keluarga, intensnya komunikasi, tutur Arzeti,
semakin memperkokoh hubungan keluarga. Di saat-saat itulah orangtua menanamkan ajaran-ajaran kebaikan, nilai-nilai, kepada anak-anak. “Biasanya saat sholat subuh berjemaah, atau sedang jalan pagi bersama. Atau di hari libur biasanya kami mengunjungi rumah ibu aku atau ibu suami. Saat di kendaraan itu kami pun ngobrol tentang berbagai hal,” tuturnya. “Jadi saat ini waktu aku adalah untuk aktivitas aku (kerja) dan untuk anak-anak. Justru waktu aku bersama suami jadi nyaris tidak ada. Kadang aku dan suami mencuri-curi waktu berdua, tapi kemudian merasa ‘kok kangen anak-anak ya’. Jadi begitulah. Akhirnya sudah tidak ada lagi waktu untuk saya dan suami, tapi lebih kepada waktu untuk anak-anak,” pungkasnya. (Diana Runtu)
“Rindang Berdendang”
“Salam Senyum” Disaat orang berlomba untuk membuat gedung yang megah, dengan warna warni yang gemerlap seolah menusuk mata ketika memandangnya. Ternyata yang terlihat di tempat ini sangat berbeda. Untuk kesekian kalinya saya memasuki halaman ini untuk sharing ilmu dan pengalaman, baik untuk para instruktur maupun karyawannya. Terkesan begitu sejuk, hijau, dan tentu jauh dari kesan hingar bingar oleh sempitnya tata ruang untuk menuntut ilmu. Ruang terbukanya dapat membuat jatuh hati untuk berlama-lama berada di antara rindangnya pepohonan. Walapun untuk hanya sekadar duduk atau minum teh menikmati suasana yang ada. Di manakah sebenarnya saya berada saat itu? Inilah Monarch, tepatnya Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) Monarch Bali. Dimana LPK ini di saat tahun ajaran baru, selalu mendapat serbuan ribuan calon mahasiswa yang akan ingin menempuh pendidikan di lembaga ini. Ada yang menarik untuk diceritakan,
yang tentu sangat erat kaitannya dengan kolom ini yang membahas dunia service/layanan . Apapun usaha yang digeluti tentu tidak terlepas dari layanan. Begitupun dunia pendidikan. Banyak orang ketika memasuki sebuah lembaga pendidikan baik universitas, institut, LPK, dan lain-lain, orang tersebut merasa tidak nyaman. Bahkan dari hasil mendengarkan cerita dari para tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), kenyamanan tempat mereka menuntut ilmu menjadi salah satu kriteria pemilihan sekolah. Beberapa hal yang menjadi penyebab ketidaknyamanan adalah, yang pertama para dosen, intsruktur, dan karyawan terkesan ‘serem’ atau angker. Serem atau angker di sini bukan tentang ‘hantu’. Tapi lebih kepada bagaimana perilaku para instruktur dan karyawan di sebuah kampus. Nah kalau tempat menuntut ilmu sudah tidak bersahabat, maka dapat dipastikan yang menuntut ilmu tidak akan maksimal. Mengapa sih harus serem dan angker? Bukankah lebih baik semua karyawan,
dan para instruktur dibiasakan untuk ramah, peduli, penuh senyum dan selalu mempunyai jiwa melayani? Ketika saya masuk ke tempat ini, semua welcome, baik instruktur maupun karyawannya. Meraka menyambut dengan ramah, seolah-olah kita sudah menjadi sahabat mereka, bahkan sahabat lama. Senyum tulus terlihat dari gestur, ucapan dari kata-kata mereka terlatih dengan baik sehingga saya yakin para tamu yang hadir di tempat ini akan betah berlama-lama. Yang kedua penyebab ketidaknyamanan adalah lingkungan yang dibatasi oleh tembok dari bangunan yang kaku. Siapapun akan lebih nyaman ketika berada di areal yang menyediakan banyak ruang terbuka. Akan terhindar dari rasa bosan, bahkan diharapkan rindangnya pepohonan di halaman akan membuat ide-ide kreatif yang timbul. Kalau di Monarch Bali, tentu jauh dari kesan membosankan ini. Karena halamannya penuh diisi tanaman yang dapat menghijaukan pandangan. Hal lain yang mesti diperhatikan adalah keceriaan. Dalam teori layanan, mereka yang dapat melayani dengan ceria akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggannya. Hal ini tentu sangat penting. Pelaku layanan yang ceria akan berdampak positif kepada lingkungannya, termasuk pelanggan dan rekan kerja dalam team nya. Kalau di Monarch Bali? Canda hangat mereka seperti mengalir begitu saja, seolah menjadi habit. Dan ini membuat kesan jauh dari suasa kaku dan dingin. Selain hal di atas, masih banyak hal yang dapat
Artis Beralih Jadi Youtuber, Apa yang Dicari?
Arzeti Bilbina
dilakukan agar terciptanya lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan. Semoga nantinya akan banyak lembaga pendidikan yang bukan hanya bisa mengajarkan tentang hospitality, tapi mereka sendiri, yaitu para mahasiswa, insruktur, dan karyawannya dapat lebih mengaplikasikan dalam proses ajar mengajar di lembaga tersebut. Rindangnya suasana, akan membuat semua seolah berdendang dalam kebahagiaan. Terima kasih Monarch Bali yang sudah kesekian kalinya mempercayakan kepada kami untuk sharing agar dapat meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/ instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘GOOD COMMUNICATION FOR GOOD PERFOMANCE,’ ‘GREAT PERSONALITY,’ ‘UPGRADE YOUR SELLING SKILL’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com
tinggal bilang, bunda (panggilan orang pada Ashanty-red) syuting ini-itu. Aku tinggal ngikut aja,” katanya. BAIM KAGET DAPAT ashanty dan keluarganya PENGHASILAN BESAR Yang juga sekarang sedang naik daun elaki 24 tahun yang kini menyandang gelar ‘Raja Youtuber adalah kanal youtube milik aktor Baim Indonesia’ ini, menjadi kaya raya berkat kesuksesannya menjadi Wong dan Paula Verhoeven yang baru content creator youtube. Dengan koleksi lebih dari 10 juta sublima bulan aktif. Betapa tidak dalam tempo scribers, Atta yang mulai terjun sebagai content creator sejak 6 Raffi sendiri mengaku awalnya mengerjakan hanya sekadar ingin singkat Baim berhasil mendapatkan 6,5 juta subscribers. Suatu jumlah tahun lalu ini, berhasil mengantongi penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulannya. Bahkan dari penghasilannya itu dia bisa membangun mengekspresikan diri. Ternyata banyak yang menyukai, itu ditandai dengan yang fantastis mengingat baru beberapa bulan dia dan Paula menjadi banyaknya viewer serta subscriber yang masuk. Lebih dari itu, kreasinya youtuber. berbagai bisnis lainnya. Tapi jika melihat isi video-video nya, Sosok Atta dan capaiannya ini sontak menjadi motivasi banyak orang, ternyata mendatangkan penghasilan yang tidak mengherankan juga kenapa banyak untuk beramai-ramai menekuni ‘profesi’ baru yakni menjadi content tidak sedikit. Itulah yang menjadi penyepengunjung suka dan menyatakan berlangcreator. Termasuk para artis yang belakangan beramai-ramai menjadi mangat untuk lebih serius dan kreatif dalam ganan. Banyak kisah-kisah human interes youtuber. Ruben Onsu misalnya, terjun sebagai youtuber bukan sekadar menghasilkan konten. “Sekarang kita sudah punya tim. Udah diangkat Baim-Paula, namun sesekali dia iseng tapi dia memang serius menanganinya. juga memberikan tayangan-tayangan Bagi Ruben, ‘lahan’ youtube bukan sekadar untuk mengembangkan diri ada yang bantuin. Karena aku sendiri kan kejutan yang menghebohkan. Salah satu dan kemampuan tapi juga memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Tak sibuk juga di luar, punya pekerjaan lain. yang paling hits adalah Baim yang berheran kalau ayah dua anak ini mendirikan perusahaan yang memproduksi Ada Nagita dan teman lainnya yang bantu peran sebagai orang gila yang berkeliaran konten channel youtube-nya. Ruben dan timnya menyediakan beragam mengerjakan ini,” ujar Raffi sambil bersyudi jalan-jalan. pilihan video untuk ditonton pengunjung, mulai dari edukasi hingga infor- kur mendapat rezeki dari youtube. Keluarga Anang Hermansyah-Ashanty Tidak ada yang mengeli tampang aktor masi terkini. “Harapannya sih lewat platform ini masyarakat mendapat tampan ini lantaran sudah didandani make tambahan tontonan yang positif,” ucap presenter kondang yang termasuk pun tak ketinggalan. Kecuali Anang yang hanya muncul sesekali, Ashanty dan dua up artis sehingga penampilannya berubah ‘pemain baru’ di bidang ini. total. Video yang menghebohkan berjudul Hal yang sama juga dilakukan oleh Raffi Ahmad yang memiliki channel anak sambungnya, Aurel dan Azriel ter‘Jadi Orang Gila Enak Juga’ berhasil meng‘Rans Entertainment’. Sampai saat ini Raffi bersama Nagita Slavina, istrinya, masuk youtuber-youtuber aktif. Alamat gaet 10 juta penonton. Luar biasa. telah meraup 9 juta subscribers. Suatu jumlah yang cukup fantastis mengingat channel keluarga mereka ‘The HermanDengan melejitnya kanal Baim-Paula ini, Raffi tergolong belum lama menekuni bidang ini. Di channelnya, ada sekitar syah A6’ mengoleksi 1,1 juta lebih subscribers dari 382 video yang ditayangkan. konon Baim meraih penghasilan yang luar 697 video yang ditayangkan. Konten yang disajikan beragam, dari biasa. Konon Baim dan Paula kaget karena Jika mengulik lebih jauh, cukup layak lah Raffi berhasil melaju mencapai penghasilan besar yang diterimanya. Tapi, 9 juta subscribers karena dia memproduksi secara serius kontennya. Untuk kegiatan keseharian, liburan, make up baim wong dan istrinya paula FOTO INSTAGRAM BAIMWONG.tif lagi-lagi, seperti artis lainnya yang berpengmendapatkan hasil yang bagus, Raffi-Nagita pun tak segan-segan merogoh hingga kuliner. Yang paling banyak mekocek dalam-dalam untuk membiayai produksinya. Lihat saja tayangan nyedot pengunjung salah satunya adalah ‘challenge’. “Gini, sekarang kan hasilan besar, Baim juga tak mau membeberkan secara pasti berapa uang ‘Naik Helikopter Demi Punya Waktu untuk Keluarga’ baru beberapa jam eranya digital ya. Jadi kita sekeluarga membuat vlog tentang kesehar- yang diterimanya dari kegiatan creator content. ian kita. Mungkin banyak yang ingin tahu, sehari-hari “Pokoknya adalah itu rezeki dari Tuhan. Ya bisa dibilang rezeki ini di luar ditayangkan sudah meraup 429 ribu lebih penonton. kita ngapain sih. Awalnya itu aja. Ternyata ekspektasi kami. Mengagetkan kami. Saya bilang ke istri (Paula), ini rezeki Ketika Raffi dikabarkan sakit, masyarakat pun ramai-ramai banyak yang suka. Jadi konten kita itu lebih titipan Tuhan, suatu saat bisa diambil lagi,” ujar Baim. Dirinya percaya, menonton videonya. Dari dua video yang kepada yang ‘hepi-hepi’, yang seru-seru,” sebagus apapun konten yang dimiliki kalau Tuhan tidak mengizinkan itu ditayangkan, ‘Ke Dokter ujar artis yang kini aktif berbisnis ini. menjadi sukses, maka tidak akan terjadi. THT’ dan ‘Klarifikasi Diakui Ashanty, dari berbagai tayangan Didesak-desak, akhirnya mau juga Baim sedikit membocorkan, bahwa Penyakit Raffi’, ditonyang diproduksi timnya, penghasilan yang penghasilan paling besar yang diterimanya dari youtube Rp 50 juta untuk ton 4,9 juta orang. didapat pun cukup lumayan. Namun satu video. Dan untuk diketahui, bersama Paula, Baim telah mengoleksi Tak heran punditidak semuanya dipakai sendiri karena 237 video di kanalnya. pundi Raffi-Nagita sehasil yang didapat itu selain digunakan Hal lainnya yang bikin kagum dari kiprah Baim-Paula di youtube adalah makin tebal lantaran untuk biaya produksi konten juga kanal pasangan muda ini berhasil menembus peringkat 18 dalam daftar 500 banyak iklan yang membayar gaji timnya. “Hasilnya youtubers dunia. Mereka bahkan mengalahkan Atta Halilintar dan Ria Ricis masuk. Lewat ‘Rans lumayan. Sebagian untuk bayar gaji yang selama ini dikenal sebagai ‘Raja’ dan ‘Ratu’ YouTuber Indonesia ini. Entertainment’, pasantim hahaha,” kata Ashanty yang lima Sayangnya tidak semua artis yang berkiprah sebagai content creator gan suami istri yang selalu orang untuk membantunya mem- berhasil mendulang sukses. Banyak juga yang kurang mendapat respons kompak bekerja sama produksi konten. dari nitizen. Hal ini ditandai dengan minimnya jumlah subscriber juga ini, diperkirakan meraup if tagram.t Tapi Ashanty tidak bisa sepenuh- jumlah kunjungan. Nyatanya kebesaran nama artis bukan jaminan kalau Rp 400 jutaan hingga Rp 6 bar ins m a g i- gig nya menghabiskan waktu untuk mengurusi channel-nya. dia bakal sukses sebagai youtuber. Jika anda ingin mengecek berapa miliar lebih per bulannya. afathar raffi - r Maklum, selain sebagai entertainer, dia juga seorang pebisnis yang memiliki penghasilan para artis ini dari kiprahnya sebagai youtuber, bisa dicek Atau penghasilan setahunsejumlah usaha yang juga membutuhkan perhatiannya. “Aku jarang mikirin di socialbalde.com. Ketik nama artisnya, dan ‘jreng’ keluar perkiraan nya berkisar Rp 5 hingga Rp 80 miliar. kreasi kontennya, sudah ada yang bantu mikir. Pokoknya mereka tuh penghasilannya. (Diana Runtu) ISENG-ISENG YANG MENGHASILKAN
L
Belakangan ini makin banyak artis menjadi youtuber. Fenomena ini sempat membuat tanda tanya banyak orang. Apakah job di dunia keartisan makin berkurang sehingga mereka ‘lari’ ke youtube atau ada alasan lainnya. Penghasilan misalnya. Karena sebagaimana yang tersiar, penghasilan dari create content di youtube bisa menghasilkan ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam sebulan. Buktinya ada, Atta Halilintar misalnya.
12
BUMI GORA
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Linda Hamidy Grander
Hadirkan Karya Tenun Simpel, Modern, dan Elegan
Bertandang ke Butik Rumah Tenun yang berada di Jalan Ragi Genap 13 A, Ampenan Lombok Nusa Tenggara Barat (Kampung Banjar) menawarkan suasana nyaman bernuansa etnik. Isi butik yang tertata rapi tersebut semua mengangkat kearifan lokal dari karya-karya perajin tenun baik Nusa Tenggara Barat maupun nusantara.
kat cum laude ini kepada karya seni tenun, terlihat dari ragam desain fashion yang lebih berwarna dan beragam. Melihat potensi kain tenun Indonesia yang luar biasa membuat Linda yang kini menjadi Ketua Indonesia Fashion Chamber NTB dan Pengurus Dekranasda NTB ini, memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mendirikan “Boutique Rumah Tenun” di tanah kelahirannya Lombok pada tahun 2009. Di tangan Linda, yang Busana muslim modern dan elegan karya Linda pernah menjadi Juara 2 Hamidy Grander yang tampil pada fashion show Khazanah Ramadhan di Mataram beberapa bulan lalu Lomba Desain Busana dari tenun daerah, Dekranas Award tingkat Nasional, elihat koleksi pak- tahun 2012 dan Juara 3 Lomba aian maupun tas serta Desain Busana tenun, Dekranas pernak-pernik lain Award tingkat Nasional 2011 ini, yang ada di butik ini, tenun menjadi tampil beda, dengan memperlihatkan bahwa sang pe- ciri khas Simpel, modern, elegan milik butik, Linda Hamidy Grander dan versatile (sangat fleksibel dapat tampaknya sangat menghargai digunakan untuk berbagai acara) karya seni perajin tenun Lombok dan sangat mengutamakan kualitas. Sumbawa dan daerah lainnya di Linda bahkan mengubah image nusantara. Linda adalah tenun yang selama ini selalu terkefashion desainer san formal dan dipakai kalankelahiran NTB gan dewasa menjadi lulusan sekolah dekat juga dengan desain FIDM anak muda. Tenun (Fashion Injuga dirancangnya stitute of menjadi pakaian Design & santai modern yang Merchanbisa dipakai semua dising) San kalangan. Francisco, Tidak hanya Califorpakaian, tenun nia, USA. juga diaplikasiPengharkan Linda pada gaan yang berbagai keradiberikan jinan lainnya, oleh demisalnya tas, sainer dompet dan yang lulus ketak serta sedengan predijumlah pernakpernik lainnya. Memilih tenun sebagai karyakarya disain penting, lebih karena kecintaan Linda pada tenun. Sebab itulah, selama 10 tahun Butik Rumah Te n u n b e r j a lan, Linda tetap konsiten dengan tenun. Padahal jika ia ingin lebih mudah menjalankan butik ini, ia bisa saja memilih koleksi pakaianpakaian kekinian yang perkembangannya begitu pesat. NaLinda Hamidy Grander, dengan salah satu karya masterpiece-nya dari songket Lombok mun, rasa cinta
M
pada tenun membuat Linda tidak bisa pindah ke lain hati. “Saya sangat mencintai tenun dan tidak bisa pindah ke lain hati,” ungkap Linda yang menjadi desainer yang masuk dalam buku berjudul; Tenunku, Warna-Warna Benang Kearifan Nusantara karya Any Yodhoyono. Nama dan profil Linda Hamidy menjadi satu-satunya disainer yang diabadikan dalam buku ini sebagai tokoh inspiratif daerah yang mengembangkan kain tenun. Ia bahkan diundang khusus dalam peluncuran buku tersebut bersama 3 penenun nusantara. Bagi Linda Hamidy Grander yang kerap menjadi juri berbagai lomba fashion di Mataram ini, perjalanan dari komitmen dan dedikasinya untuk tenun menjadi inspirasi yang tiada habisnya untuk berkarya. Ia memilih tenun selain karena melihat potensi besar pada tenun juga karena tenun itu baginya memiliki jiwa sebab lahir dari hasil kerajinan para penenun yang notabene adalah seniman-seniman dengan bakat alam yang luar biasa baginya. Selain itu ia juga sadar akan perannya sebagai perancang busana sebagai motor penggerak untuk mengemas kain tenun menjadi pakaian agar terlihat modern dan menarik. Kecintaan pada seni, budaya dan kreasi, sebab tenun adalah karya seni yang lahir dari tangan terampil, membuatnya memberi penghargaan terhadap sesama seniman. “Penenun adalah seniman yang berkreasi di bidang tekstil,” kata desainer yang telah mengikuti berbagai event fashion show seperti Indonesian Day 2007, San Francisco, California, Visit Lombok Sumbawa 2009, Senggigi, Lombok, Putri Mutiara 2010, Mataram, Lombok, Indonesia Fashion Week 2012, Jakarta, Lombok Sumbawa Fashion 2012, Jakarta, Museum Tekstil Indonesia, Jakarta, fashion show dan narasumber talk show di Lombok, NTB. BUKA RUANG DISKUSI Potensi dari kain tenun NTB untuk dibuat produk siap pakai mendorongnya melestarikan budaya nenek moyang Lombok, Indonesia dan dunia juga ini merupakan dedikasi seorang putri daerah untuk kemajuan perekonomian daerah NTB. Sebab itu, secara konsisten ia berdedikasi untuk mengenalkan, memajukan, memasarkan dan melestarikan seni tenun budaya daerah nenek moyang untuk kemajuan perekonomian NTB. Butik Rumah Tenun menghadirkan busana ready to wear deluxe yang bisa langsung dibeli di Boutique Rumah Tenun atau melalui social media instagram @missgrander. Koleksinya berupa busana muslim, busana wanita dan pria; kemeja, blouse, jaket. Ada pula busana kerja seperti jas dan rompi, busana pesta juga busana kasual. Termasuk juga karya Linda yang lainnya berupa aksesoris, tas
I Ketut Regen
pesta tenun, tas ketak, kalung dan scarf, taplak meja dan juga sarung bantal tenun. “Pasarnya cocok untuk pria dan wanita usia di atas 25 tahun, para eksekutif dan juga pencinta tenun,” katanya. Tidak hanya itu, Butik Rumah Tenun juga menerima made to order (Haute Couture) jasa jahit dan desain untuk segala macam busana. Ia membuka ruang diskusi dengan pelanggannya untuk menghasilkan busana yang dibutuhkan. Menurutnya, diskusi tersebut penting dilakukan mengingat selain soal desain, busana juga harus sesuai dengan kebutuhan baik dari sisi bentuk tubuh pelanggan maupun acara yang akan dihadiri memakai busana tersebut. Dengan harga yang relatif murah berkisar antara Rp 200.000 hingga jutaan rupiah, busanabusana koleksi Butik Rumah Tenun karya Linda Hamidy selalu mengedepankan kualitas jahitan dan pemiliha bahan tenun yang baik berstandar nasional. Ia bahkan mengontrol langsung proses
produksi hingga detailisasinya. Sebab baginya, pakaian-pakaian yang dihasilkannya merupakan sebuah karya seni. Busana karya Linda Hamidy yang mengangkat tenun pewarna alam Pringgasela Lombok Timur yang merupakan binaan Bank Indonesia, baru-baru ini juga sempat menjadi pemberitaan media di Turki ketika dipakai oleh rombongan dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB yang berkunjung ke Turki. Nama Nusa Tenggara Barat jelas tertulis pada media tersebut. Melihat perkembangan tenun yang semakin digemari, desainer sekelas Linda Hamidy yang pernah mengikuti pelatihan untuk Japan market dan Trade show di Tokyo Japan oleh JETRO (Japan Trade Organization) 2011, memang sangat penting keberadaannya. Sebab di tangan para desainer yang benar-benar pahamlah, yang membuat marwah tenun terjaga dengan baik. Serahkan pada ahlinya, maka nilai tenun akan hadir dengan tampilan terbaik. (Naniek I. Taufan)
Genggong ini tercetus dari kreativitas seni yang sederhana seorang pemuda asli Pegok Sesetan bernama I Ketut Regen (Qakdanjur/kakek Danjur) memikat hati para sahabatnya dalam memainkan genggong antara tahun 1930-an. Ketika itu, I Ketut Regen membentuk komunitas genggong yang bertujuan menghibur diri, bersosialisasi, bertemu sapa hingga menjalin tali kasih dan cinta. Namun, seiring berkembangnya zaman yang sangat dinamis dan pengaruh budaya asing, Komunitas Genggong Pegok ini secara pelan-pelan redup menghilang selama puluhan tahun. Ditambah lagi dengan minat anak muda untuk mempelajari khasanah budaya sendiri mulai dilupakan. Melihat kondisi tersebut, anak-anak muda Pegok berinisiatif merekonstruksi atau merevitalisasi seni genggong tersebut. Alhasil atas dukungan masyarakat Pegok, Seka Genggong Qakdanjur ditunjuk menjadi Duta Seni Kota Denpasar dalam Pesta Kesenian Bali 2019.
Seka Genggong Qakdanjur secara resmi kembali dibentuk 10 Februari 2019. Dalam pagelaran PKB, tampil seniman lokal dan internasional yang terdiri dari 45 penabuh dan penari dengan pembina tabuh dan tari Made Agus Wardana atau yang dikenal dengan nama Bli Ciaaattt. Uniknya, seni genggong kini mulai diajarkan pada anak-anak usai sekolah. Dalam pertunjukkan tersebut, ditampilkan lima siswa SD asli Pegok yang sudah menguasai seni genggong. Menurut Agus Wardana, anak-anak yang belajar genggong dilatih kesabaran. Karena tak mudah untuk menimbulkan suara atau bunyi saat genggong dimainkan. “Dengan menempelkan genggong pada bibir, sambil menggetarkan melalui tarikan tali. Teknik ini disebut teknik ngedet serta menggunakan metode resonansi tenggorokan untuk menghasilkan nada. Memang awalnya, tak mau berbunyi, tapi dengan kesabaran dalam berlatih, pelanpelan mulai terdengar ada bunyi nada,” kata lelaki yang tinggal di Eropa ini dan pulang ke Bali dalam rangka liburan. Agus mengatakan, di dunia alat musik sejenis genggong ini sering disebut Jew’s harp atau mouthharp (Barat), drumbla (Slowakia), khomus (Siberia), morchang (Rajasthan), karinding (Jawa Barat), dan kuriding
Anak-anak asal Pegok mulai melestarikan seni genggong
5
nyikan alat musik ini, maka benang tersebut ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke bagian depan, namun tidak meniupnya. Rongga mulut hanya menjadi resonator saja, jadi dibesarkan atau dikecilkan rongga mulut tentunya harus disesuaikan dengan rendah tingginya nada yang diinginkan. (Kalimantan) “Memang melatih kesabaran,” Salah seorang anak yang ikut imbuhnya. bermain genggong, Delon meMade Agus Wardana menamnuturkan, saat menarik tali mebahkan, untuk bermain alat musik, megang peranan penting. “Kalai kita harus mendengarkan musiknya secara intuitif. Nah, kemampuan untuk mendengarkan itulah yang memungkinkan mereka mengetahui memilih tangga nada atau irama yang tepat. Lalu apa keuntungannya bagi kegiatan sehari-hari? Ternyata, hal ini dapat membuat kemampuan mendengar kita jadi lebih baik. Kemampuan mendengar inilah yang menjadi kunci kesuksesan membangun hubungan sosial dengan Agus Wardana bersama anak-anak menunjukkan kepiawaiannya bermain genggong orang lain. (Wirati Astiti)
Genggong adalah alat musik khas Bali yang terbuat dari bambu dengan ukuran panjang 18-20 cm dan lebar 1,5 -2 cm. Alat ini memiliki bunyi yang khas dan unik. Cara memainkannya dengan menempelkan genggong pada bibir, sambil menggetarkan melalui tarikan tali. Teknik ini disebut teknik ngedet serta menggunakan metode resonansi tenggorokan untuk menghasilkan nada.
Busana ready to wear koleksi Butik Rumah Tenun
Dress songket Lombok karya Linda Hamidy
BUNDA ANANDA Belajar Genggong Ajari Anak Latih Kesabaran nariknya kurang bertenaga, tidak akan keluar suara,” katanya. Lain lagi Mang Ardi. Ia sendiri belajar genggong sekitar 2 mingguan sudah bisa. Ia tertarik saja ikut belajar karena menurutnya seni genggong ini sangat unik. “Awalnya agak heran juga, kok bisa keluar bunyi nada. Setelah dicoba seru juga,” ucapnya sembari tertawa. Ia mengatakan, untuk membu-
Mendongeng Lima Menit Ayam yang Malas Berkokok
Pada suatu pagi seorang guru agama mengajak lima orang siswanya belajar agama sambil menikmati alam. Ketika menyusuri lereng gunung, mereka beristirahat minum di bawah pohon yang besar tinggi. Pohon itu berdaun lebat sehingga mampu menaungi para siswa yang berteduh di pangkalnya. Sedang asyik ngobrol, seorang tukang tebang pohon lewat di depannya. Tukang tebang itu berjalan dengan tenang; sama sekali tidak menoleh pohon tempat guru dan siswa itu beristirahat. “Maaf, Tuan Tukang Tebang!” sapa Tuan Guru. “Mengapa Tuan tidak menebang pohon besar tinggi ini?” “Maaf, Tuan Guru!” jawab Tukang Tebang. “Pohon itu besar tinggi, tetapi tak berguna.” Sepeninggal Tukang Tebang itu, Tuan Guru kemudian menjelaskan kepada para siswanya mengenai sikap si Tukang Tebang. Lalu menyimpulkan, “Korbankanlah sesuatu yang berguna!” Setelah berhasil mengusir rasa penat, rombongan siswa yang dipimpin oleh guru agama itu melanjutkan perjalanan. Ketika melintas di sebuah desa, seorang warga mantan siswa sekolah agama itu, mengenal sang Guru Agama. Ia amat senang melihat mantan
gurunya, lalu dengan ramahnya memohon agar guru beserta siswanya itu mampir ke rumahnya. “Sudilah Tuan Guru beserta adik-adik siswa mampir ke pondok hamba,” kata mantan siswa itu. Setiba di pondok, mantan siswa itu menyuruh anaknya menyembelih salah satu dari dua ekor ayam kurungannya. Mantan siswa itu berkehendak menghormati gurunya untuk makan bersama. Sang anak bingung, ayam yang mana boleh disembelih. “Maaf, Ayah! Ayam yang mana boleh disembelih?” tanya sang anak kepada ayahnya. “Yang itu!” kata sang ayah sambil menunjuk salah satu ayam kurungannya. “Yang malas berkokok,” sambungnya. Usai makan-makan, rombongan siswa agama di bawah pimpinan guru agama itu meninggalkan desa mantan siswa sekolah itu. Ketika melewati pohon besar tinggi tempat mereka berteduh tadi pagi, sang guru agama bertanya kepada siswa-siswanya. “Nah, kamu lihat ‘kan? Bagaimana sikap mantan siswa itu terhadap gurunya? Aku ingin mendengarkan komentarmu.” Ditunggu-tunggu, tak seorang siswa pun yang berbicara. Sang guru lalu menutup obrolan itu. Katanya, “Korbankanlah sesuatu yang tidak berguna, sehingga sesuatu yang tidak berguna itu menjadi berguna.”
DARA
6
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Bersatu Melalui Koperasi
Sri Aemi Koperasi dipercaya memberikan manfaat bagi anggotanya. Itulah yang diungkapkan drh. Luh Ayu Aryani,MP., Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali.
I
a menilai, dengan adanya koperasi, anggota bisa melakukan simpan pinjam untuk modal usaha. Kalau khusus untuk perempuan koperasi sangat penting. “Kami di pemberdayaaan perempuan juga melakukan peningkatan ekonomi perempuan. Bagaimana membuat indeks pemberdayaan perempuan itu meningkat di Bali. Salah satu faktor yang bisa dilakukan adalah pening-
katan ekonomi di keluarga. Ini bisa dilakukan dengan menjadi anggota koperasi,” kata Aryani. Ia sendiri mencontohkan banyak menjadi anggota koperasi, karena sudah merasakan sendiri manfaatnya. “Saya ikut koperasi perempuan Laksmi, Koperasi Praja, Koperasi Nata Purna Praja dsb. Saya sangat mendukung adanya koperasi untuk peningkatan ksejahteraan di ekonomi
di Bali,” katanya. Sementara, menurut Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, koperasi di Bali telah mendapat kepercayaan masyarakat, terutama koperasi wanita. “Saya memberi apresiasi kepada generasi muda dan khususnya tokoh perempuan yang bergerak dalam bidang UKM, makin menyadari tidak bisa sendiri sendiri berbisnis tapi harus bersatu melalui koperasi,” ujarnya. Sampai saat ini sebanyak 4962 koperasi di Bali. Dari jumlah tersebut, 45 % simpan pinjam, koperasi produksi 3 %, dan koperasi jasa 1 %. “Kami inginkan, semakin banyak tumbuh koperasi jenis produksi sektor riil yang bisa memasarkan produk lokal Bali seperti hasil pertanian dan perkebunan. Untuk koperasi simpan pinjam sudah banyak,” katanya. Ia menilai, pertumbuhan koperasi wanita semakin meningkat. Bahkan, dari 21 ribu jumlah karyawan koperasi di Bali, 65% adalah perempuan. Ini menunjukkan para perempuan sudah bergeliat untuk bersama-sama membangun kesetaraan gender. Bahkan, dari level dikembalikan lagi dalam bentuk dapatkan dari koperasi, ia mengajak manajer koperasi, jumlah perem- vocer dan bisa digunakan untuk masyarakat terutama kaum peremberbelanja sembako. Tiap tahun puan yang belum menjadi anggota puan terus meningkat. Ia sangat bangga, koperasi makin juga mendapatkan sisa hasil usaha koperasi untuk ikut bergabung. “Rugi tidak jadi anggota koperasi,” kata Sri dipercaya ruang geraknya, terma- (SHU). Dari banyaknya manfaat yang ia Aemi. (Wirati Astiti) suk kapasitas kemampuan untuk berkarya. “Kalau mau dicek, semua pedagang di pasar adalah anggota koperasi. Jadi mereka sudah mengetahui apa manfaatnya ikut koperasi,” imBagi masyarakat yang ingin membeli buhnya. keperluan fashion seperti pakaian, separu, Sri Aemi, sandal, tas, dan aksesoris, datanglah ke salah satu angBandung Colletion. Ada empat toko gota koperasi Bandung Collection yang bisa dikunjungi. yang merasakan manfaatnya. Ia Lokasinya di Pererenan, Canggu, Mahenmenjadi dua dradata, dan Dalung. anggota koperAndi Amiludin, Manajer Bandung Colasi, tahun 2002 lection Dalung menuturkan Bandung Colkoperasi di SLB, lection yang pertama buka di Pererenan dan tahun 2016 tahun 2013. Kini toko yang berada di Jalan di Koperasi Praja. Raya Padangluwih no 28, Dalung menjadi Ia menkantor pusat. gatakan, san“Kami akan buka cabang lagi. Masih gat bermanfaat mencari lokasi,” ujarnya. terjamin. Produk yang banyak dibeli adalah menjadi angIa juga menjelaskan Bandung Collecsandal, sepatu, pakaian, dan tas. “Kami juga gota koperasi. tion hadir dengan produk-produk lokal memberikan diskon 10% tiap hari untuk Salah satunya, yang harganya terjangkau dan kualitasnya semua produk. Pelayanan yang ramah dan ia bisa meminjam uang untuk memuaskan serta parkir modal usaha. yang luas menjadi unggulan “Dulu pernah kami,” ujar pria asal Tasikpinjam uang Rp malaya ini. 35 juta untuk Konsumen yang datang modal usaha. ke Bandung Collection Prosesnya cepat,” kata merupakan campuran Tim Ahli DPRD dari konsumen baru dan Bali untuk Dispelanggan. Mereka puas abilitas ini. dengan pelayanan yang Selain itu, diberikan serta senang dari uang iudengan kebersihan serta ran tiap bulan Rp 100 ribu, kelengkapan toko. (adv)
Bandung Collection
Harga Terjangkau, Kualitas Terjamin
11 BULELENG Implementasi Perda Perlindungan Anak EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) terus mendorong terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak dan Perempuan dari Kekerasan. Sejak tahun 2016 silam, LBH APIK telah mengawal pembentukan perda tersebut di kabupaten Buleleng.
K
ali ini, rombongan LBH APIK Provinsi Bali yang dipimpin oleh ketuanya, Ni Luh Putu Nilawati, S.H.,M.H., melakukan audiensi ke Pemkab Buleleng, yang diterima Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, Putu Karuna, S.H. di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Rabu (10/7). Tujuan dari audiensi ini untuk mengadvokasi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak dari Kekerasan di Kabupaten Buleleng. Ditemui usai audiensi, Nilawati menjelaskan audiensi tersebut juga membahas bagaimana implementasi dari Perda setelah terbentuk juga menjadi bahasan dalam audiensi ini. LBH APIK ingin Pemkab Buleleng menyiapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat lang-
sung untuk siap menjalankan Perda tersebut. Dinas-dinas juga harus disiapkan seperti Dinas Sosial yang menyiapkan shelter atau rumah aman. Begitu juga dengan penyiapan SDM,” jelasnya. Implementasi dari Perda Perlindungan Anak ini juga
Para pelaku industri utamanya di bidang pangan, senantiasa dihimbau untuk tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya dalam memproduksi olahan pangannya. Hanya saja karena dalih mencari keuntungan, masih banyak pedagangpedagang nakal yang masih membandel menggunakan zat-zat berbahaya. Memang tidak ada efek secara langsung, hanya saja
jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu panjang, maka akan berdampak pada k es eh a ta n . Sa l a h satunya menimbulkan penyakit kanker. Guna meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya di kalangan pelaku usaha. Loka POM Kabupaten Buleleng
Made Ery Bahari Hantana, Apt.,
harus melibatkan semua pihak seperti desa-desa yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal ini dilakukan mengingat desa juga menerima dana dari pemerintah pusat. Dalam audiensi juga dibicarakan apakah desa menganggarkan dana desa untuk perlindungan anak dan perempuan ini. Fakta selama ini menunjukkan desa masih bingung untuk memplot anggaran untuk perlindungan anak dan perempuan. “Misalnya ada dana pemberdayaan masyarakat namun masih perlu SK dari Dinas PMD yang membolehkan desa menganggarkan dana untuk pemberdayaan ma-
Audiensi LBH APIK BALI ke Pemkab Buleleng
syarakat terkait perlindungan anak dan perempuan,” ujar Nilawati. Sementara itu, disinggung mengenai regulasi tentang desa untuk menganggarkan pemberdayaan masyarakat terkait perlindungan anak dan perempuan, Putu Karuna menyebut sebenarnya bukan regulasinya yang salah. Di desa sudah ada program pemberdayaan masyarakat. Tinggal sekarang pemerintah desa merinci pemberdayaan itu terdiri dari apa saja. Ini perlu dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama desa-desa. “Agar di dalam program pemberdayaan itu termasuk di dalamnya perlindungan anak dan perempuan
ini,” sebutnya. Dirinya menambahkan perlindungan anak dan perempuan ini diperlukan mengingat anak dan perempuan merupakan sumber daya yang pemerintah atau daerah miliki. Subjek pembangunan salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). SDM ini kita pelihara sejak dini yaitu dari anak-anak. Jika anak-anak ini mengalami tekanan dan kekerasan bagaimana SDM bisa berkembang. Begitu pula dengan perempuan yang akan melahirkan anak-anak tersebut. “Bagaimana bisa perempuan yang tertekan dan sering mengalami kekerasan bisa melahirkan anak yang sehat dan cerdas,” tutup Putu Karuna. (Wiwin Meliana)
Masyarakat Makin Sadari Bahaya Penggunaan Bahan Kimia gencar melakukan sidak ke lapangan. Selain mengagendakan sidak pada hari-hari tertentu, Loka POM Buleleng juga giat melakukan sidak dalam event-event yang digelar oleh Pemkab. Ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Loka POM Kabupaten Buleleng Made Ery Bahari Hantana, Apt., mengatakan pihaknya memiliki terobosan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya. Dengan datang ke berbagai event-event yang menyelenggarakan basar dibidang pangan, pi-
haknya akan langsung melakukan pengambilan sampel dan melakukan pengujian di tempat. “Ketika ada event-event yang mengundang berbagai pelaku usaha pangan, kami akan hadir untuk melakukan sidak,” jelasnya. Menurut Ery, ada empat parameter pengujian terhadap pangan yang diambil sampelnya, di antaranya boraks, formalin, pewarna sintetik atau rodhamin B dan Metanil Zero. Dari keempat parameter tersebut yang paling sering dijumpai adalah penggunaan boraks dan rodhamin B. Biasanya penggunaan boraks ditemui pada panganan kerupuk dan rodhamin B pada berbagai jenis minuman. Jika dibandingkan sebelumnya saat ini kesadaran
masyarakat mulai meningkat untuk tidak menggunakan keempat bahan kimia tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama tim baik BPOM provinsi maupun Loka POM di Buleleng yang secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat. Ia menambahkan penggunaan bahan-bahan kimia oleh pelaku usaha tidak serta merta dengan alasan ingin mencari keuntungan, melainkan kurangnya pengetahuan mereka terhadap bahan yang bisa digunakan sebagai pengganti zat tersebut. “Misalnya dalam pembuatan kerupuk menggunakan Bleng yang menggandung boraks sekarang sudah ada bahan lain yang bisa digunakan dan sudah terdaftar di Badan P O M . Te n t u n y a i n i a k a n lebih aman,” jelasnya. (Wiwin Meliana)
10
Style
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Eksotis dan
Sporty Rancangan busana ready to wear warna putih ini digarap dalam siluet, H, A , dan X. Sang desainer Alit Anggarani memilih style yang eksotis lengkap dengan corak yang menarik sebagaimana tema yang diusungnya yakni ‘Rajah Antaboga’.
B
egitu pula kesan misteriusnya menjadikan yang melihatnya penasaran. Sedangkan tampilan sexy look-nya demi menyesuaikan cuaca panas di Bali agar pemakainya nyaman. Rancangan Alit yang berbahan satin woly cathy, melalui warna putihnya berhasil mempresentasikan kain rajah. Warna abu serta hitam menggambarkan tinta yang ditorehkan pada kain. Selanjutnya ada koleksi Ayumi Sachi Dewi yakni ‘Euphoria’. Ia menonjolkan kembang api sebagai peran utama untuk membangkitan keceriaan dan antusiasme pada rancangannya. Dominasi warna kuning dan ungu, menghadirkan look yang segar, berani dan unik dengan style yang sporty, juga ter- tutup khas kutu buku namun tetap modern. Karya berbahan kain neopoly yang dilengkapi teknik digital printing ini semakin menarik karena bisa di- mix & match satu sama lainnya sesuai selera. Rancangan milik Alit Anggarani dan Ayumi Sachi Dewi ini, sukses tampil pada “Graduation Show Angeliqa Wu Fashion Design Course” di The Vasini Boutique Hotel, Denpasar beberapa waktu lalu. Karya ready to wear, dari dua
desainer ini cocok dikenakan wanita remaja hingga dewasa. (Sri Ardhini)
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019 Guna menyosialisasikan pencegahan penularan penyakit HIV/ AIDS digelar jambore KSPAN. Pada jambore tingkat SMP tahun ini berlangsung selama tiga hari (8-10 Juli 2019). Kegiatan ini diikuti oleh 500 perwakilan SMP negeri dan swasta di Kabupaten Buleleng.
K
egiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi serta memantapkan langkah dalam membentengi siswa dari bahaya HIV/ AIDS dan narkoba. Kemampuan dan keterampilan siswa dalam pencegahan HIV/AIDS dan narkoba juga dilakukan dalam jambore ini. Selain itu, pada jambore ini menjadikan remaja sebagai sasaran kegiatan mengingat kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng terjadi pada usia produktif. Remaja menjadi salah satu elemen masyarakat yang strategis dijadikan sasaran dalam upaya pencegahan
EDUKASI
HIV/AIDS Serang Usia Produktif HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. I Gusti Ngurah Mahapramana pada acara pembukaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) tingkat SMP se Kabupaten Buleleng di Gedung Serbaguna Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Selasa (9/7). Bupati Agus Suradnyana menjelaskan penduduk terbanyak yang terserang HIV/AIDS adalah kelompok usia muda dan usia produktif antara usia 20-40 tahun. Bahkan ada yang masih berusia di bawah
20 tahun. Kondisi ini bila dibiarkan akan sangat membahayakan kelangsungan hidup penduduk di Buleleng. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat patut diberi pemahaman untuk pencegahan secara dini. “Termasuk masyarakat, sekolah dan lingkungannya,” jelasnya. Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini juga menyebut remaja adalah sasaran strategis dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Di masa yang akan datang, remaja secara potensial akan menjadi agen-agen informasi dan agen perubahan yang kondusif. Membawa masyarakat dalam paradigma yang lebih sehat. “Utamanya dalam menyikapi HIV/ AIDS,” ujar Agus Suradnyana dalam
Pembukaan Jambore KSPAN
Sex After Lunch
Belakangan ini malah aku dan suamiku punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan dan jam istirahat juga bersamaan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobobobo siang” sehabis makan siang bareng. Memang menyenangkan rasanya, tapi terkadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Aku malah sempat berpikir, ini jadinya kesannya bandel dan seperti melakukan selingkuh sembunyi-sembunyi, pa-
Pembukaan Jambore KSPAN
sambutannya. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Buleleng, Made Suriani, S.Sos mengatakan epidemi HIV/AIDS sangat memprihatinkan. Dimana dari tahun ke tahun telah
terjadi peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS. Peningkatan yang dilaporkan, banyak penderita HIV/ AIDS dari kalangan usia muda. “Kita harus cegah bersama karena sangat memprihatinkan,” katanya. (Wiwin Meliana)
Pembukaan Jambore KSPAN
dahal dengan pasangan sendiri. Aku menyebutnya “sex after lunch”.
Aku dan suamiku sudah tiga tahun menikah. Tanpa terasa sudah banyak yang kami lewati bersama, termasuk kehidupan seksual kami berdua. Sampai hari ini kami memang belum diberikan kesempatan memiliki buah hati dari Sang Pencipta, tetapi buat kami itu belumlah menjadi masalah mengingat usia kami yang masih muda, aku 25 tahun dan suamiku 27 tahun. Kami berdua sedang ingin menikmati rasa senang menjadi pasangan muda, sambil meniti karier.
7
Memang sebuah pengalaman yang menarik, yang belum tentu pernah dan bisa dilakukan oleh pasangan lain. Seks siang hari pas jam makan siang atau pasca makan siang, yang di sini disebut sex after lunch justru seringkali diidentikkan dengan perselingkuhan, karena sebuah survei media terkemuka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan sex after lunch, dengan sebagian besar adalah sebuah affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya sex after lunch dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin. Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja akan dapat dirasakan nikmat dan menyenangkan. Tetapi yang
memaksimalkan semuanya adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Tetapi karena keterbatan waktu, sebab mesti mempersiapkan diri buat ke kantor, jadinya waktu terbatas, bisa dipilih quickie atau seks kilat buat di pagi hari. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan Anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini
jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, Anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali. Untuk mendapatkan romantisme yang maksimal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan sex after lunch hari kala libur dari berbagai aktivitas pekerjaan. Jadi jangan jadikan variasi sex after lunch malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalas-malasan bekerja. Ini tidak produktif dan tidak dianjurkan Tips! Jika ingin menikmati Sex After Lunch dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan. Makan siang secukupnya saja. Disetujui bersama. Tidak mengganggu pekerjaan. Hati-hati “obat kuat”.
8
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Keunikan Tari Mekepung Jegog Jembrana
KULINER
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Archipelago International, perusahaan manajemen perhotelan terkemuka di Indonesia bekerja sama dengan Hatten Wines mengadakan acara “Wine & Food Pairing”. Acara diadakan di Kamuela Sanur, Senin (8/7).
“W
ine & Food Pairing” diawali dengan demo memasak oleh Chef Desak Darmayanti, salah satu chef kebanggaan
MemadukanWine dan Food Archipelago International yang telah memenangkan berbagai penghargaan dalam dunia kuliner. Chef Desak mengajarkan para media cara memasak Pan Seared Norwegian Salmon yang merupakan salah satu menu favorit yang ditawarkan di Caramel Restaurant, Kamuela Villas & Suites Sanur. Salmon yang digunakan adalah salmon pilihan dengan tingkat kesegaran
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster ikut terlibat secara langsung menari dalam pementasan Tari Makepung bersama Sanggar Suar Agung Jembrana, pekan lalu di Wantilan Areal Pesta Kesenian Bali., Art Centre, Denpasar. Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini, merupakan generasi kedua yang menarikan tari Makepung ini. Tarian ini diciptakan tahun 1984, oleh I Ketut Suwentra atau yang dikenal dengan nama Pekak Jegog, salah seorang seniman terbaik Jembrana yang dikenal dalam kiprahnya membesarkan kesenian jegog sebagai kesenian khas Bali Barat hingga terkenal di mancanegara. “Tari Makepung ini diciptakan Pekak Jegog untuk ujian tugas akhir di STSI waktu itu. Saya termasuk penari generasi kedua. Kebetulan saya waktu itu bergabung di sanggar Suar Agung, menari ke hotel-hotel. Di samping itu, saya mendapat tugas sebagai duta budaya ke Jepang,” tutur Putri Suastini. Keterlibatannya ikut menari lagi, selain untuk menyemangati para seniman, ia bisa sekalian reunian lagi dengan para penari seangkatan. “Saya senang bisa ngumpul lagi menari
setelah 35 tahun berpisah, walaupun kami sudah berkepala lima, tetap bangga bisa menari. Sekalian reunian,” imbuhnya. Hal senada juga dituturkan AA Sagung Gandawati. Walaupun kondisinya sedang sakit, ia senang bisa turut tampil kembali bersama sanggar Suar Agung. “Teman-teman menyemangati saya agar ikut pentas lagi. Kesempatan menari lagi bersama semua temanteman seangkatan membuat saya sangat bangga dan terharu,” kata Sagung Gandawati. Tari Makepung menceritakan, satu tradisi dari para petani di Jembrana, yang memanfaatkan kerbau untuk mengolah sawah. Makepung juga merupakan olah raga unik yang dilakukan saat membajak sawah. Tradisi mekepung ini kemudian diangkat ke dalam seni tari. Putri Koster berharap, gamelan jegog dapat terus dilestarikan, termasuk tarian Mekepung ini. Ia juga berharap, para penari dapat menciptakan ide baru atau tarian baru yang bisa dikolaborasikan dengan gamelan jegog. Di sisi lain, pemilik Sanggar Suar Agung, Oka Arta Negara yang merupakan anak dari Pekak Jegog ini, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan pihaknya tampil
Para penari yang ikut berpartisipasi dalam pertunjukan Suar Agung pada ajang seni budaya terakbar di Bali tersebut. Ia menuturkan, dialah yang sering menjemput Putri Koster saat akan menari ke hotel-hotel. Ia mengaku salut dengan taksu dan semangat para penari senior yang tak kalah dengan para penari muda. LIBATKAN PENARI ASING Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Konsulat Jepang, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali saat menonton pementasan Suar Agung menyampaikan apresiasinya terhadap pementasan Tari Mekepung sebagai satu bentuk pelestarian seni budaya tradisional Bali. Pementasan diawali dengan alunan Jegog berupa Tabuh Teruntungan Dhamar Hyang yang merupakan alat musik khas Jembrana. Dilanjutkan dengan pementasan Tari Putri Bambu yang mencerminkan tentang prinsip kehidupan. Seusai itu, kembali dilantunkan instrumen musik dari bambu yakni tabuh Darmakusuma, yang memiliki makna bahwa proses mencapai suatu kesuksesan berkarya memerlukan keuletan, kesabaran dan pengorbanan dengan diimbangi oleh sikap atau etika yang baik. Berikutnya dipersembahkan pementasan tari Suar Agung yang memiliki makna tentang penggambaran Sinar Suci Tuhan. Selanjutnya disusul pementasan tabuh Mebarung, tabuh Pengungkab Sabda dan diakhiri dengan penampilan tari Pringgraha. Dalam pementasan Suar Agung kali ini melibatkan para penari as-
ing. Salah satunya, penari dari Rusia, Anna. Ia yang pernah berlatih di Sanggar Warini mengaku bangga bisa menari tarian Bali. “Saya melihat aura penari Bali sangat luar biasa, sehingga sebagai penari, kita harus bangga,” kata Anna. Lain lagi penuturan Jane Ahlstrand, dosen dari Australia. Ia sendiri memiliki satu sanggar tari Bali di Australia. Menurutnya, karena sebagian besar yang belajar orang dewasa, jadi agem,
sledet, gerakan kaki harus dipelajari dari nol. “Kalau mereka sudah pentas senang sekali,” kata Jane dalam bahasa Indonesia. Jeane menguasai tari oleg, condong, margajati, trunajaya, penyembrama, dan puspajali. Sementara, penari asal Jepang Masako, saat ini bekerja di salah satu hotel di Ubud. Ia termasuk penari Peliatan Ubud jadi agak berbeda dengan tarian Bali pada umumnya. “Tari Peliatan lebih susah,” katanya. (Wirati Astiti)
Suasana Wine & Food Pairing
Pan Seared Norwegian Salmon
Gubernur Bali menyaksikan pertunjukan tari Mekepung
tinggi dari Megah Food. Acara dilanjutkan dengan “Wine & Food Pairing” yang dipandu I Nyoman Lila Yudiana, General Manager Hatten Wines. Dengan delapan jenis masakan yang berbeda yang telah disiapkan tim Chef Desak, para jurnalis diajak untuk diajak untuk memahami beberapa hal dasar tentang wine, jenis wine, cara memilih wine yang cocok dengan makanan yang dihidangkan hingga cara memegang gelas wine.
Salmon Sambal Matah
Ikan salmon merupakan salah satu hidangan yang bisa disajikan untuk keluarga. Aneka olehan bisa
9
dibuat dari salmon. Salah satunya Pan Seared Norwegian Salmon yang disajikan Desak Darmayanti, Execu-
Chef Desak menunjukan bahan untuk membuat Pan Seared Norwegian Salmon
tive Chef Kamuela Villas & Suites Sanur. Chef Desak mulai dengan memperkenalkan bumbu yang dipakai untuk memasak salmon. “Bahan-bahan yang kami gunakan merupakan bahan lokal Bali. Ini kombinasi menu tradisional dengan internasional. Salmon yang disajikan dengan sambal matah,” ujar perempuan yang akrab disapa Chef D ini. Ia juga memberikan tips memasak ikan salmon. Satu jam sebelum dimasak, ikan salmon harus di-marinade dengan lime lalu didiamkan. “Ada beberapa bahan yang bisa dipakai untuk me-marinade ikan. Bisa pakai lime, cuka, bumbu, apel, jahe, dan asem. Untuk salmon, sebaiknya pakai lime. Saat m e n g g o r e n g , j a n g a n t e rlalu lama dan api jangan terlalu besar. Nanti akan membuat daging menjadi keras. Cukup api kecil lalu ikan dibolak-balik hingga merata,” ungkap Chef yang sering menang lomba culi-
Chef Desak demo masak
“Kami sangat senang dapat bertemu dengan para jurnalis serta memberikan sebuah pengetahuan baru bagi mereka tentang cara memadukan wine dengan makanan yang ada. Semoga acara ini dapat semakin mempererat hubun-
gan baik yang terjalin antara Archipelago International, Kamuela Villas & Suites Sanur serta media yang hadir,” ungkap Made Sumardika, Corporate Food & Beverages Manager - East Indonesia di Archipelago International. (Ngurah Budi)
nary festive ini. Pan Seared Norwegian Salmon ala Chef D ini disajikan dengan sayuran, caviar lemongrass coconut sauce dan sambal matah. Tingkat kepedasan sambal matah bisa disesuaikan dengan selera. (Ngurah Budi)
Chef Desak Darmayanti
8
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Keunikan Tari Mekepung Jegog Jembrana
KULINER
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Archipelago International, perusahaan manajemen perhotelan terkemuka di Indonesia bekerja sama dengan Hatten Wines mengadakan acara “Wine & Food Pairing”. Acara diadakan di Kamuela Sanur, Senin (8/7).
“W
ine & Food Pairing” diawali dengan demo memasak oleh Chef Desak Darmayanti, salah satu chef kebanggaan
MemadukanWine dan Food Archipelago International yang telah memenangkan berbagai penghargaan dalam dunia kuliner. Chef Desak mengajarkan para media cara memasak Pan Seared Norwegian Salmon yang merupakan salah satu menu favorit yang ditawarkan di Caramel Restaurant, Kamuela Villas & Suites Sanur. Salmon yang digunakan adalah salmon pilihan dengan tingkat kesegaran
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster ikut terlibat secara langsung menari dalam pementasan Tari Makepung bersama Sanggar Suar Agung Jembrana, pekan lalu di Wantilan Areal Pesta Kesenian Bali., Art Centre, Denpasar. Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini, merupakan generasi kedua yang menarikan tari Makepung ini. Tarian ini diciptakan tahun 1984, oleh I Ketut Suwentra atau yang dikenal dengan nama Pekak Jegog, salah seorang seniman terbaik Jembrana yang dikenal dalam kiprahnya membesarkan kesenian jegog sebagai kesenian khas Bali Barat hingga terkenal di mancanegara. “Tari Makepung ini diciptakan Pekak Jegog untuk ujian tugas akhir di STSI waktu itu. Saya termasuk penari generasi kedua. Kebetulan saya waktu itu bergabung di sanggar Suar Agung, menari ke hotel-hotel. Di samping itu, saya mendapat tugas sebagai duta budaya ke Jepang,” tutur Putri Suastini. Keterlibatannya ikut menari lagi, selain untuk menyemangati para seniman, ia bisa sekalian reunian lagi dengan para penari seangkatan. “Saya senang bisa ngumpul lagi menari
setelah 35 tahun berpisah, walaupun kami sudah berkepala lima, tetap bangga bisa menari. Sekalian reunian,” imbuhnya. Hal senada juga dituturkan AA Sagung Gandawati. Walaupun kondisinya sedang sakit, ia senang bisa turut tampil kembali bersama sanggar Suar Agung. “Teman-teman menyemangati saya agar ikut pentas lagi. Kesempatan menari lagi bersama semua temanteman seangkatan membuat saya sangat bangga dan terharu,” kata Sagung Gandawati. Tari Makepung menceritakan, satu tradisi dari para petani di Jembrana, yang memanfaatkan kerbau untuk mengolah sawah. Makepung juga merupakan olah raga unik yang dilakukan saat membajak sawah. Tradisi mekepung ini kemudian diangkat ke dalam seni tari. Putri Koster berharap, gamelan jegog dapat terus dilestarikan, termasuk tarian Mekepung ini. Ia juga berharap, para penari dapat menciptakan ide baru atau tarian baru yang bisa dikolaborasikan dengan gamelan jegog. Di sisi lain, pemilik Sanggar Suar Agung, Oka Arta Negara yang merupakan anak dari Pekak Jegog ini, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan pihaknya tampil
Para penari yang ikut berpartisipasi dalam pertunjukan Suar Agung pada ajang seni budaya terakbar di Bali tersebut. Ia menuturkan, dialah yang sering menjemput Putri Koster saat akan menari ke hotel-hotel. Ia mengaku salut dengan taksu dan semangat para penari senior yang tak kalah dengan para penari muda. LIBATKAN PENARI ASING Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Konsulat Jepang, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali saat menonton pementasan Suar Agung menyampaikan apresiasinya terhadap pementasan Tari Mekepung sebagai satu bentuk pelestarian seni budaya tradisional Bali. Pementasan diawali dengan alunan Jegog berupa Tabuh Teruntungan Dhamar Hyang yang merupakan alat musik khas Jembrana. Dilanjutkan dengan pementasan Tari Putri Bambu yang mencerminkan tentang prinsip kehidupan. Seusai itu, kembali dilantunkan instrumen musik dari bambu yakni tabuh Darmakusuma, yang memiliki makna bahwa proses mencapai suatu kesuksesan berkarya memerlukan keuletan, kesabaran dan pengorbanan dengan diimbangi oleh sikap atau etika yang baik. Berikutnya dipersembahkan pementasan tari Suar Agung yang memiliki makna tentang penggambaran Sinar Suci Tuhan. Selanjutnya disusul pementasan tabuh Mebarung, tabuh Pengungkab Sabda dan diakhiri dengan penampilan tari Pringgraha. Dalam pementasan Suar Agung kali ini melibatkan para penari as-
ing. Salah satunya, penari dari Rusia, Anna. Ia yang pernah berlatih di Sanggar Warini mengaku bangga bisa menari tarian Bali. “Saya melihat aura penari Bali sangat luar biasa, sehingga sebagai penari, kita harus bangga,” kata Anna. Lain lagi penuturan Jane Ahlstrand, dosen dari Australia. Ia sendiri memiliki satu sanggar tari Bali di Australia. Menurutnya, karena sebagian besar yang belajar orang dewasa, jadi agem,
sledet, gerakan kaki harus dipelajari dari nol. “Kalau mereka sudah pentas senang sekali,” kata Jane dalam bahasa Indonesia. Jeane menguasai tari oleg, condong, margajati, trunajaya, penyembrama, dan puspajali. Sementara, penari asal Jepang Masako, saat ini bekerja di salah satu hotel di Ubud. Ia termasuk penari Peliatan Ubud jadi agak berbeda dengan tarian Bali pada umumnya. “Tari Peliatan lebih susah,” katanya. (Wirati Astiti)
Suasana Wine & Food Pairing
Pan Seared Norwegian Salmon
Gubernur Bali menyaksikan pertunjukan tari Mekepung
tinggi dari Megah Food. Acara dilanjutkan dengan “Wine & Food Pairing” yang dipandu I Nyoman Lila Yudiana, General Manager Hatten Wines. Dengan delapan jenis masakan yang berbeda yang telah disiapkan tim Chef Desak, para jurnalis diajak untuk diajak untuk memahami beberapa hal dasar tentang wine, jenis wine, cara memilih wine yang cocok dengan makanan yang dihidangkan hingga cara memegang gelas wine.
Salmon Sambal Matah
Ikan salmon merupakan salah satu hidangan yang bisa disajikan untuk keluarga. Aneka olehan bisa
9
dibuat dari salmon. Salah satunya Pan Seared Norwegian Salmon yang disajikan Desak Darmayanti, Execu-
Chef Desak menunjukan bahan untuk membuat Pan Seared Norwegian Salmon
tive Chef Kamuela Villas & Suites Sanur. Chef Desak mulai dengan memperkenalkan bumbu yang dipakai untuk memasak salmon. “Bahan-bahan yang kami gunakan merupakan bahan lokal Bali. Ini kombinasi menu tradisional dengan internasional. Salmon yang disajikan dengan sambal matah,” ujar perempuan yang akrab disapa Chef D ini. Ia juga memberikan tips memasak ikan salmon. Satu jam sebelum dimasak, ikan salmon harus di-marinade dengan lime lalu didiamkan. “Ada beberapa bahan yang bisa dipakai untuk me-marinade ikan. Bisa pakai lime, cuka, bumbu, apel, jahe, dan asem. Untuk salmon, sebaiknya pakai lime. Saat m e n g g o r e n g , j a n g a n t e rlalu lama dan api jangan terlalu besar. Nanti akan membuat daging menjadi keras. Cukup api kecil lalu ikan dibolak-balik hingga merata,” ungkap Chef yang sering menang lomba culi-
Chef Desak demo masak
“Kami sangat senang dapat bertemu dengan para jurnalis serta memberikan sebuah pengetahuan baru bagi mereka tentang cara memadukan wine dengan makanan yang ada. Semoga acara ini dapat semakin mempererat hubun-
gan baik yang terjalin antara Archipelago International, Kamuela Villas & Suites Sanur serta media yang hadir,” ungkap Made Sumardika, Corporate Food & Beverages Manager - East Indonesia di Archipelago International. (Ngurah Budi)
nary festive ini. Pan Seared Norwegian Salmon ala Chef D ini disajikan dengan sayuran, caviar lemongrass coconut sauce dan sambal matah. Tingkat kepedasan sambal matah bisa disesuaikan dengan selera. (Ngurah Budi)
Chef Desak Darmayanti
10
Style
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Eksotis dan
Sporty Rancangan busana ready to wear warna putih ini digarap dalam siluet, H, A , dan X. Sang desainer Alit Anggarani memilih style yang eksotis lengkap dengan corak yang menarik sebagaimana tema yang diusungnya yakni ‘Rajah Antaboga’.
B
egitu pula kesan misteriusnya menjadikan yang melihatnya penasaran. Sedangkan tampilan sexy look-nya demi menyesuaikan cuaca panas di Bali agar pemakainya nyaman. Rancangan Alit yang berbahan satin woly cathy, melalui warna putihnya berhasil mempresentasikan kain rajah. Warna abu serta hitam menggambarkan tinta yang ditorehkan pada kain. Selanjutnya ada koleksi Ayumi Sachi Dewi yakni ‘Euphoria’. Ia menonjolkan kembang api sebagai peran utama untuk membangkitan keceriaan dan antusiasme pada rancangannya. Dominasi warna kuning dan ungu, menghadirkan look yang segar, berani dan unik dengan style yang sporty, juga ter- tutup khas kutu buku namun tetap modern. Karya berbahan kain neopoly yang dilengkapi teknik digital printing ini semakin menarik karena bisa di- mix & match satu sama lainnya sesuai selera. Rancangan milik Alit Anggarani dan Ayumi Sachi Dewi ini, sukses tampil pada “Graduation Show Angeliqa Wu Fashion Design Course” di The Vasini Boutique Hotel, Denpasar beberapa waktu lalu. Karya ready to wear, dari dua
desainer ini cocok dikenakan wanita remaja hingga dewasa. (Sri Ardhini)
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019 Guna menyosialisasikan pencegahan penularan penyakit HIV/ AIDS digelar jambore KSPAN. Pada jambore tingkat SMP tahun ini berlangsung selama tiga hari (8-10 Juli 2019). Kegiatan ini diikuti oleh 500 perwakilan SMP negeri dan swasta di Kabupaten Buleleng.
K
egiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi serta memantapkan langkah dalam membentengi siswa dari bahaya HIV/ AIDS dan narkoba. Kemampuan dan keterampilan siswa dalam pencegahan HIV/AIDS dan narkoba juga dilakukan dalam jambore ini. Selain itu, pada jambore ini menjadikan remaja sebagai sasaran kegiatan mengingat kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng terjadi pada usia produktif. Remaja menjadi salah satu elemen masyarakat yang strategis dijadikan sasaran dalam upaya pencegahan
EDUKASI
HIV/AIDS Serang Usia Produktif HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. I Gusti Ngurah Mahapramana pada acara pembukaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) tingkat SMP se Kabupaten Buleleng di Gedung Serbaguna Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Selasa (9/7). Bupati Agus Suradnyana menjelaskan penduduk terbanyak yang terserang HIV/AIDS adalah kelompok usia muda dan usia produktif antara usia 20-40 tahun. Bahkan ada yang masih berusia di bawah
20 tahun. Kondisi ini bila dibiarkan akan sangat membahayakan kelangsungan hidup penduduk di Buleleng. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat patut diberi pemahaman untuk pencegahan secara dini. “Termasuk masyarakat, sekolah dan lingkungannya,” jelasnya. Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini juga menyebut remaja adalah sasaran strategis dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Di masa yang akan datang, remaja secara potensial akan menjadi agen-agen informasi dan agen perubahan yang kondusif. Membawa masyarakat dalam paradigma yang lebih sehat. “Utamanya dalam menyikapi HIV/ AIDS,” ujar Agus Suradnyana dalam
Pembukaan Jambore KSPAN
Sex After Lunch
Belakangan ini malah aku dan suamiku punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan dan jam istirahat juga bersamaan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobobobo siang” sehabis makan siang bareng. Memang menyenangkan rasanya, tapi terkadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Aku malah sempat berpikir, ini jadinya kesannya bandel dan seperti melakukan selingkuh sembunyi-sembunyi, pa-
Pembukaan Jambore KSPAN
sambutannya. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Buleleng, Made Suriani, S.Sos mengatakan epidemi HIV/AIDS sangat memprihatinkan. Dimana dari tahun ke tahun telah
terjadi peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS. Peningkatan yang dilaporkan, banyak penderita HIV/ AIDS dari kalangan usia muda. “Kita harus cegah bersama karena sangat memprihatinkan,” katanya. (Wiwin Meliana)
Pembukaan Jambore KSPAN
dahal dengan pasangan sendiri. Aku menyebutnya “sex after lunch”.
Aku dan suamiku sudah tiga tahun menikah. Tanpa terasa sudah banyak yang kami lewati bersama, termasuk kehidupan seksual kami berdua. Sampai hari ini kami memang belum diberikan kesempatan memiliki buah hati dari Sang Pencipta, tetapi buat kami itu belumlah menjadi masalah mengingat usia kami yang masih muda, aku 25 tahun dan suamiku 27 tahun. Kami berdua sedang ingin menikmati rasa senang menjadi pasangan muda, sambil meniti karier.
7
Memang sebuah pengalaman yang menarik, yang belum tentu pernah dan bisa dilakukan oleh pasangan lain. Seks siang hari pas jam makan siang atau pasca makan siang, yang di sini disebut sex after lunch justru seringkali diidentikkan dengan perselingkuhan, karena sebuah survei media terkemuka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan sex after lunch, dengan sebagian besar adalah sebuah affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya sex after lunch dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin. Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja akan dapat dirasakan nikmat dan menyenangkan. Tetapi yang
memaksimalkan semuanya adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Tetapi karena keterbatan waktu, sebab mesti mempersiapkan diri buat ke kantor, jadinya waktu terbatas, bisa dipilih quickie atau seks kilat buat di pagi hari. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan Anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini
jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, Anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali. Untuk mendapatkan romantisme yang maksimal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan sex after lunch hari kala libur dari berbagai aktivitas pekerjaan. Jadi jangan jadikan variasi sex after lunch malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalas-malasan bekerja. Ini tidak produktif dan tidak dianjurkan Tips! Jika ingin menikmati Sex After Lunch dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan. Makan siang secukupnya saja. Disetujui bersama. Tidak mengganggu pekerjaan. Hati-hati “obat kuat”.
DARA
6
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Bersatu Melalui Koperasi
Sri Aemi Koperasi dipercaya memberikan manfaat bagi anggotanya. Itulah yang diungkapkan drh. Luh Ayu Aryani,MP., Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali.
I
a menilai, dengan adanya koperasi, anggota bisa melakukan simpan pinjam untuk modal usaha. Kalau khusus untuk perempuan koperasi sangat penting. “Kami di pemberdayaaan perempuan juga melakukan peningkatan ekonomi perempuan. Bagaimana membuat indeks pemberdayaan perempuan itu meningkat di Bali. Salah satu faktor yang bisa dilakukan adalah pening-
katan ekonomi di keluarga. Ini bisa dilakukan dengan menjadi anggota koperasi,” kata Aryani. Ia sendiri mencontohkan banyak menjadi anggota koperasi, karena sudah merasakan sendiri manfaatnya. “Saya ikut koperasi perempuan Laksmi, Koperasi Praja, Koperasi Nata Purna Praja dsb. Saya sangat mendukung adanya koperasi untuk peningkatan ksejahteraan di ekonomi
di Bali,” katanya. Sementara, menurut Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, koperasi di Bali telah mendapat kepercayaan masyarakat, terutama koperasi wanita. “Saya memberi apresiasi kepada generasi muda dan khususnya tokoh perempuan yang bergerak dalam bidang UKM, makin menyadari tidak bisa sendiri sendiri berbisnis tapi harus bersatu melalui koperasi,” ujarnya. Sampai saat ini sebanyak 4962 koperasi di Bali. Dari jumlah tersebut, 45 % simpan pinjam, koperasi produksi 3 %, dan koperasi jasa 1 %. “Kami inginkan, semakin banyak tumbuh koperasi jenis produksi sektor riil yang bisa memasarkan produk lokal Bali seperti hasil pertanian dan perkebunan. Untuk koperasi simpan pinjam sudah banyak,” katanya. Ia menilai, pertumbuhan koperasi wanita semakin meningkat. Bahkan, dari 21 ribu jumlah karyawan koperasi di Bali, 65% adalah perempuan. Ini menunjukkan para perempuan sudah bergeliat untuk bersama-sama membangun kesetaraan gender. Bahkan, dari level dikembalikan lagi dalam bentuk dapatkan dari koperasi, ia mengajak manajer koperasi, jumlah perem- vocer dan bisa digunakan untuk masyarakat terutama kaum peremberbelanja sembako. Tiap tahun puan yang belum menjadi anggota puan terus meningkat. Ia sangat bangga, koperasi makin juga mendapatkan sisa hasil usaha koperasi untuk ikut bergabung. “Rugi tidak jadi anggota koperasi,” kata Sri dipercaya ruang geraknya, terma- (SHU). Dari banyaknya manfaat yang ia Aemi. (Wirati Astiti) suk kapasitas kemampuan untuk berkarya. “Kalau mau dicek, semua pedagang di pasar adalah anggota koperasi. Jadi mereka sudah mengetahui apa manfaatnya ikut koperasi,” imBagi masyarakat yang ingin membeli buhnya. keperluan fashion seperti pakaian, separu, Sri Aemi, sandal, tas, dan aksesoris, datanglah ke salah satu angBandung Colletion. Ada empat toko gota koperasi Bandung Collection yang bisa dikunjungi. yang merasakan manfaatnya. Ia Lokasinya di Pererenan, Canggu, Mahenmenjadi dua dradata, dan Dalung. anggota koperAndi Amiludin, Manajer Bandung Colasi, tahun 2002 lection Dalung menuturkan Bandung Colkoperasi di SLB, lection yang pertama buka di Pererenan dan tahun 2016 tahun 2013. Kini toko yang berada di Jalan di Koperasi Praja. Raya Padangluwih no 28, Dalung menjadi Ia menkantor pusat. gatakan, san“Kami akan buka cabang lagi. Masih gat bermanfaat mencari lokasi,” ujarnya. terjamin. Produk yang banyak dibeli adalah menjadi angIa juga menjelaskan Bandung Collecsandal, sepatu, pakaian, dan tas. “Kami juga gota koperasi. tion hadir dengan produk-produk lokal memberikan diskon 10% tiap hari untuk Salah satunya, yang harganya terjangkau dan kualitasnya semua produk. Pelayanan yang ramah dan ia bisa meminjam uang untuk memuaskan serta parkir modal usaha. yang luas menjadi unggulan “Dulu pernah kami,” ujar pria asal Tasikpinjam uang Rp malaya ini. 35 juta untuk Konsumen yang datang modal usaha. ke Bandung Collection Prosesnya cepat,” kata merupakan campuran Tim Ahli DPRD dari konsumen baru dan Bali untuk Dispelanggan. Mereka puas abilitas ini. dengan pelayanan yang Selain itu, diberikan serta senang dari uang iudengan kebersihan serta ran tiap bulan Rp 100 ribu, kelengkapan toko. (adv)
Bandung Collection
Harga Terjangkau, Kualitas Terjamin
11 BULELENG Implementasi Perda Perlindungan Anak EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) terus mendorong terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak dan Perempuan dari Kekerasan. Sejak tahun 2016 silam, LBH APIK telah mengawal pembentukan perda tersebut di kabupaten Buleleng.
K
ali ini, rombongan LBH APIK Provinsi Bali yang dipimpin oleh ketuanya, Ni Luh Putu Nilawati, S.H.,M.H., melakukan audiensi ke Pemkab Buleleng, yang diterima Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, Putu Karuna, S.H. di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Rabu (10/7). Tujuan dari audiensi ini untuk mengadvokasi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak dari Kekerasan di Kabupaten Buleleng. Ditemui usai audiensi, Nilawati menjelaskan audiensi tersebut juga membahas bagaimana implementasi dari Perda setelah terbentuk juga menjadi bahasan dalam audiensi ini. LBH APIK ingin Pemkab Buleleng menyiapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat lang-
sung untuk siap menjalankan Perda tersebut. Dinas-dinas juga harus disiapkan seperti Dinas Sosial yang menyiapkan shelter atau rumah aman. Begitu juga dengan penyiapan SDM,” jelasnya. Implementasi dari Perda Perlindungan Anak ini juga
Para pelaku industri utamanya di bidang pangan, senantiasa dihimbau untuk tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya dalam memproduksi olahan pangannya. Hanya saja karena dalih mencari keuntungan, masih banyak pedagangpedagang nakal yang masih membandel menggunakan zat-zat berbahaya. Memang tidak ada efek secara langsung, hanya saja
jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu panjang, maka akan berdampak pada k es eh a ta n . Sa l a h satunya menimbulkan penyakit kanker. Guna meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya di kalangan pelaku usaha. Loka POM Kabupaten Buleleng
Made Ery Bahari Hantana, Apt.,
harus melibatkan semua pihak seperti desa-desa yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal ini dilakukan mengingat desa juga menerima dana dari pemerintah pusat. Dalam audiensi juga dibicarakan apakah desa menganggarkan dana desa untuk perlindungan anak dan perempuan ini. Fakta selama ini menunjukkan desa masih bingung untuk memplot anggaran untuk perlindungan anak dan perempuan. “Misalnya ada dana pemberdayaan masyarakat namun masih perlu SK dari Dinas PMD yang membolehkan desa menganggarkan dana untuk pemberdayaan ma-
Audiensi LBH APIK BALI ke Pemkab Buleleng
syarakat terkait perlindungan anak dan perempuan,” ujar Nilawati. Sementara itu, disinggung mengenai regulasi tentang desa untuk menganggarkan pemberdayaan masyarakat terkait perlindungan anak dan perempuan, Putu Karuna menyebut sebenarnya bukan regulasinya yang salah. Di desa sudah ada program pemberdayaan masyarakat. Tinggal sekarang pemerintah desa merinci pemberdayaan itu terdiri dari apa saja. Ini perlu dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama desa-desa. “Agar di dalam program pemberdayaan itu termasuk di dalamnya perlindungan anak dan perempuan
ini,” sebutnya. Dirinya menambahkan perlindungan anak dan perempuan ini diperlukan mengingat anak dan perempuan merupakan sumber daya yang pemerintah atau daerah miliki. Subjek pembangunan salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). SDM ini kita pelihara sejak dini yaitu dari anak-anak. Jika anak-anak ini mengalami tekanan dan kekerasan bagaimana SDM bisa berkembang. Begitu pula dengan perempuan yang akan melahirkan anak-anak tersebut. “Bagaimana bisa perempuan yang tertekan dan sering mengalami kekerasan bisa melahirkan anak yang sehat dan cerdas,” tutup Putu Karuna. (Wiwin Meliana)
Masyarakat Makin Sadari Bahaya Penggunaan Bahan Kimia gencar melakukan sidak ke lapangan. Selain mengagendakan sidak pada hari-hari tertentu, Loka POM Buleleng juga giat melakukan sidak dalam event-event yang digelar oleh Pemkab. Ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Loka POM Kabupaten Buleleng Made Ery Bahari Hantana, Apt., mengatakan pihaknya memiliki terobosan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya. Dengan datang ke berbagai event-event yang menyelenggarakan basar dibidang pangan, pi-
haknya akan langsung melakukan pengambilan sampel dan melakukan pengujian di tempat. “Ketika ada event-event yang mengundang berbagai pelaku usaha pangan, kami akan hadir untuk melakukan sidak,” jelasnya. Menurut Ery, ada empat parameter pengujian terhadap pangan yang diambil sampelnya, di antaranya boraks, formalin, pewarna sintetik atau rodhamin B dan Metanil Zero. Dari keempat parameter tersebut yang paling sering dijumpai adalah penggunaan boraks dan rodhamin B. Biasanya penggunaan boraks ditemui pada panganan kerupuk dan rodhamin B pada berbagai jenis minuman. Jika dibandingkan sebelumnya saat ini kesadaran
masyarakat mulai meningkat untuk tidak menggunakan keempat bahan kimia tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama tim baik BPOM provinsi maupun Loka POM di Buleleng yang secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat. Ia menambahkan penggunaan bahan-bahan kimia oleh pelaku usaha tidak serta merta dengan alasan ingin mencari keuntungan, melainkan kurangnya pengetahuan mereka terhadap bahan yang bisa digunakan sebagai pengganti zat tersebut. “Misalnya dalam pembuatan kerupuk menggunakan Bleng yang menggandung boraks sekarang sudah ada bahan lain yang bisa digunakan dan sudah terdaftar di Badan P O M . Te n t u n y a i n i a k a n lebih aman,” jelasnya. (Wiwin Meliana)
12
BUMI GORA
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
Linda Hamidy Grander
Hadirkan Karya Tenun Simpel, Modern, dan Elegan
Bertandang ke Butik Rumah Tenun yang berada di Jalan Ragi Genap 13 A, Ampenan Lombok Nusa Tenggara Barat (Kampung Banjar) menawarkan suasana nyaman bernuansa etnik. Isi butik yang tertata rapi tersebut semua mengangkat kearifan lokal dari karya-karya perajin tenun baik Nusa Tenggara Barat maupun nusantara.
kat cum laude ini kepada karya seni tenun, terlihat dari ragam desain fashion yang lebih berwarna dan beragam. Melihat potensi kain tenun Indonesia yang luar biasa membuat Linda yang kini menjadi Ketua Indonesia Fashion Chamber NTB dan Pengurus Dekranasda NTB ini, memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mendirikan “Boutique Rumah Tenun” di tanah kelahirannya Lombok pada tahun 2009. Di tangan Linda, yang Busana muslim modern dan elegan karya Linda pernah menjadi Juara 2 Hamidy Grander yang tampil pada fashion show Khazanah Ramadhan di Mataram beberapa bulan lalu Lomba Desain Busana dari tenun daerah, Dekranas Award tingkat Nasional, elihat koleksi pak- tahun 2012 dan Juara 3 Lomba aian maupun tas serta Desain Busana tenun, Dekranas pernak-pernik lain Award tingkat Nasional 2011 ini, yang ada di butik ini, tenun menjadi tampil beda, dengan memperlihatkan bahwa sang pe- ciri khas Simpel, modern, elegan milik butik, Linda Hamidy Grander dan versatile (sangat fleksibel dapat tampaknya sangat menghargai digunakan untuk berbagai acara) karya seni perajin tenun Lombok dan sangat mengutamakan kualitas. Sumbawa dan daerah lainnya di Linda bahkan mengubah image nusantara. Linda adalah tenun yang selama ini selalu terkefashion desainer san formal dan dipakai kalankelahiran NTB gan dewasa menjadi lulusan sekolah dekat juga dengan desain FIDM anak muda. Tenun (Fashion Injuga dirancangnya stitute of menjadi pakaian Design & santai modern yang Merchanbisa dipakai semua dising) San kalangan. Francisco, Tidak hanya Califorpakaian, tenun nia, USA. juga diaplikasiPengharkan Linda pada gaan yang berbagai keradiberikan jinan lainnya, oleh demisalnya tas, sainer dompet dan yang lulus ketak serta sedengan predijumlah pernakpernik lainnya. Memilih tenun sebagai karyakarya disain penting, lebih karena kecintaan Linda pada tenun. Sebab itulah, selama 10 tahun Butik Rumah Te n u n b e r j a lan, Linda tetap konsiten dengan tenun. Padahal jika ia ingin lebih mudah menjalankan butik ini, ia bisa saja memilih koleksi pakaianpakaian kekinian yang perkembangannya begitu pesat. NaLinda Hamidy Grander, dengan salah satu karya masterpiece-nya dari songket Lombok mun, rasa cinta
M
pada tenun membuat Linda tidak bisa pindah ke lain hati. “Saya sangat mencintai tenun dan tidak bisa pindah ke lain hati,” ungkap Linda yang menjadi desainer yang masuk dalam buku berjudul; Tenunku, Warna-Warna Benang Kearifan Nusantara karya Any Yodhoyono. Nama dan profil Linda Hamidy menjadi satu-satunya disainer yang diabadikan dalam buku ini sebagai tokoh inspiratif daerah yang mengembangkan kain tenun. Ia bahkan diundang khusus dalam peluncuran buku tersebut bersama 3 penenun nusantara. Bagi Linda Hamidy Grander yang kerap menjadi juri berbagai lomba fashion di Mataram ini, perjalanan dari komitmen dan dedikasinya untuk tenun menjadi inspirasi yang tiada habisnya untuk berkarya. Ia memilih tenun selain karena melihat potensi besar pada tenun juga karena tenun itu baginya memiliki jiwa sebab lahir dari hasil kerajinan para penenun yang notabene adalah seniman-seniman dengan bakat alam yang luar biasa baginya. Selain itu ia juga sadar akan perannya sebagai perancang busana sebagai motor penggerak untuk mengemas kain tenun menjadi pakaian agar terlihat modern dan menarik. Kecintaan pada seni, budaya dan kreasi, sebab tenun adalah karya seni yang lahir dari tangan terampil, membuatnya memberi penghargaan terhadap sesama seniman. “Penenun adalah seniman yang berkreasi di bidang tekstil,” kata desainer yang telah mengikuti berbagai event fashion show seperti Indonesian Day 2007, San Francisco, California, Visit Lombok Sumbawa 2009, Senggigi, Lombok, Putri Mutiara 2010, Mataram, Lombok, Indonesia Fashion Week 2012, Jakarta, Lombok Sumbawa Fashion 2012, Jakarta, Museum Tekstil Indonesia, Jakarta, fashion show dan narasumber talk show di Lombok, NTB. BUKA RUANG DISKUSI Potensi dari kain tenun NTB untuk dibuat produk siap pakai mendorongnya melestarikan budaya nenek moyang Lombok, Indonesia dan dunia juga ini merupakan dedikasi seorang putri daerah untuk kemajuan perekonomian daerah NTB. Sebab itu, secara konsisten ia berdedikasi untuk mengenalkan, memajukan, memasarkan dan melestarikan seni tenun budaya daerah nenek moyang untuk kemajuan perekonomian NTB. Butik Rumah Tenun menghadirkan busana ready to wear deluxe yang bisa langsung dibeli di Boutique Rumah Tenun atau melalui social media instagram @missgrander. Koleksinya berupa busana muslim, busana wanita dan pria; kemeja, blouse, jaket. Ada pula busana kerja seperti jas dan rompi, busana pesta juga busana kasual. Termasuk juga karya Linda yang lainnya berupa aksesoris, tas
I Ketut Regen
pesta tenun, tas ketak, kalung dan scarf, taplak meja dan juga sarung bantal tenun. “Pasarnya cocok untuk pria dan wanita usia di atas 25 tahun, para eksekutif dan juga pencinta tenun,” katanya. Tidak hanya itu, Butik Rumah Tenun juga menerima made to order (Haute Couture) jasa jahit dan desain untuk segala macam busana. Ia membuka ruang diskusi dengan pelanggannya untuk menghasilkan busana yang dibutuhkan. Menurutnya, diskusi tersebut penting dilakukan mengingat selain soal desain, busana juga harus sesuai dengan kebutuhan baik dari sisi bentuk tubuh pelanggan maupun acara yang akan dihadiri memakai busana tersebut. Dengan harga yang relatif murah berkisar antara Rp 200.000 hingga jutaan rupiah, busanabusana koleksi Butik Rumah Tenun karya Linda Hamidy selalu mengedepankan kualitas jahitan dan pemiliha bahan tenun yang baik berstandar nasional. Ia bahkan mengontrol langsung proses
produksi hingga detailisasinya. Sebab baginya, pakaian-pakaian yang dihasilkannya merupakan sebuah karya seni. Busana karya Linda Hamidy yang mengangkat tenun pewarna alam Pringgasela Lombok Timur yang merupakan binaan Bank Indonesia, baru-baru ini juga sempat menjadi pemberitaan media di Turki ketika dipakai oleh rombongan dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB yang berkunjung ke Turki. Nama Nusa Tenggara Barat jelas tertulis pada media tersebut. Melihat perkembangan tenun yang semakin digemari, desainer sekelas Linda Hamidy yang pernah mengikuti pelatihan untuk Japan market dan Trade show di Tokyo Japan oleh JETRO (Japan Trade Organization) 2011, memang sangat penting keberadaannya. Sebab di tangan para desainer yang benar-benar pahamlah, yang membuat marwah tenun terjaga dengan baik. Serahkan pada ahlinya, maka nilai tenun akan hadir dengan tampilan terbaik. (Naniek I. Taufan)
Genggong ini tercetus dari kreativitas seni yang sederhana seorang pemuda asli Pegok Sesetan bernama I Ketut Regen (Qakdanjur/kakek Danjur) memikat hati para sahabatnya dalam memainkan genggong antara tahun 1930-an. Ketika itu, I Ketut Regen membentuk komunitas genggong yang bertujuan menghibur diri, bersosialisasi, bertemu sapa hingga menjalin tali kasih dan cinta. Namun, seiring berkembangnya zaman yang sangat dinamis dan pengaruh budaya asing, Komunitas Genggong Pegok ini secara pelan-pelan redup menghilang selama puluhan tahun. Ditambah lagi dengan minat anak muda untuk mempelajari khasanah budaya sendiri mulai dilupakan. Melihat kondisi tersebut, anak-anak muda Pegok berinisiatif merekonstruksi atau merevitalisasi seni genggong tersebut. Alhasil atas dukungan masyarakat Pegok, Seka Genggong Qakdanjur ditunjuk menjadi Duta Seni Kota Denpasar dalam Pesta Kesenian Bali 2019.
Seka Genggong Qakdanjur secara resmi kembali dibentuk 10 Februari 2019. Dalam pagelaran PKB, tampil seniman lokal dan internasional yang terdiri dari 45 penabuh dan penari dengan pembina tabuh dan tari Made Agus Wardana atau yang dikenal dengan nama Bli Ciaaattt. Uniknya, seni genggong kini mulai diajarkan pada anak-anak usai sekolah. Dalam pertunjukkan tersebut, ditampilkan lima siswa SD asli Pegok yang sudah menguasai seni genggong. Menurut Agus Wardana, anak-anak yang belajar genggong dilatih kesabaran. Karena tak mudah untuk menimbulkan suara atau bunyi saat genggong dimainkan. “Dengan menempelkan genggong pada bibir, sambil menggetarkan melalui tarikan tali. Teknik ini disebut teknik ngedet serta menggunakan metode resonansi tenggorokan untuk menghasilkan nada. Memang awalnya, tak mau berbunyi, tapi dengan kesabaran dalam berlatih, pelanpelan mulai terdengar ada bunyi nada,” kata lelaki yang tinggal di Eropa ini dan pulang ke Bali dalam rangka liburan. Agus mengatakan, di dunia alat musik sejenis genggong ini sering disebut Jew’s harp atau mouthharp (Barat), drumbla (Slowakia), khomus (Siberia), morchang (Rajasthan), karinding (Jawa Barat), dan kuriding
Anak-anak asal Pegok mulai melestarikan seni genggong
5
nyikan alat musik ini, maka benang tersebut ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke bagian depan, namun tidak meniupnya. Rongga mulut hanya menjadi resonator saja, jadi dibesarkan atau dikecilkan rongga mulut tentunya harus disesuaikan dengan rendah tingginya nada yang diinginkan. (Kalimantan) “Memang melatih kesabaran,” Salah seorang anak yang ikut imbuhnya. bermain genggong, Delon meMade Agus Wardana menamnuturkan, saat menarik tali mebahkan, untuk bermain alat musik, megang peranan penting. “Kalai kita harus mendengarkan musiknya secara intuitif. Nah, kemampuan untuk mendengarkan itulah yang memungkinkan mereka mengetahui memilih tangga nada atau irama yang tepat. Lalu apa keuntungannya bagi kegiatan sehari-hari? Ternyata, hal ini dapat membuat kemampuan mendengar kita jadi lebih baik. Kemampuan mendengar inilah yang menjadi kunci kesuksesan membangun hubungan sosial dengan Agus Wardana bersama anak-anak menunjukkan kepiawaiannya bermain genggong orang lain. (Wirati Astiti)
Genggong adalah alat musik khas Bali yang terbuat dari bambu dengan ukuran panjang 18-20 cm dan lebar 1,5 -2 cm. Alat ini memiliki bunyi yang khas dan unik. Cara memainkannya dengan menempelkan genggong pada bibir, sambil menggetarkan melalui tarikan tali. Teknik ini disebut teknik ngedet serta menggunakan metode resonansi tenggorokan untuk menghasilkan nada.
Busana ready to wear koleksi Butik Rumah Tenun
Dress songket Lombok karya Linda Hamidy
BUNDA ANANDA Belajar Genggong Ajari Anak Latih Kesabaran nariknya kurang bertenaga, tidak akan keluar suara,” katanya. Lain lagi Mang Ardi. Ia sendiri belajar genggong sekitar 2 mingguan sudah bisa. Ia tertarik saja ikut belajar karena menurutnya seni genggong ini sangat unik. “Awalnya agak heran juga, kok bisa keluar bunyi nada. Setelah dicoba seru juga,” ucapnya sembari tertawa. Ia mengatakan, untuk membu-
Mendongeng Lima Menit Ayam yang Malas Berkokok
Pada suatu pagi seorang guru agama mengajak lima orang siswanya belajar agama sambil menikmati alam. Ketika menyusuri lereng gunung, mereka beristirahat minum di bawah pohon yang besar tinggi. Pohon itu berdaun lebat sehingga mampu menaungi para siswa yang berteduh di pangkalnya. Sedang asyik ngobrol, seorang tukang tebang pohon lewat di depannya. Tukang tebang itu berjalan dengan tenang; sama sekali tidak menoleh pohon tempat guru dan siswa itu beristirahat. “Maaf, Tuan Tukang Tebang!” sapa Tuan Guru. “Mengapa Tuan tidak menebang pohon besar tinggi ini?” “Maaf, Tuan Guru!” jawab Tukang Tebang. “Pohon itu besar tinggi, tetapi tak berguna.” Sepeninggal Tukang Tebang itu, Tuan Guru kemudian menjelaskan kepada para siswanya mengenai sikap si Tukang Tebang. Lalu menyimpulkan, “Korbankanlah sesuatu yang berguna!” Setelah berhasil mengusir rasa penat, rombongan siswa yang dipimpin oleh guru agama itu melanjutkan perjalanan. Ketika melintas di sebuah desa, seorang warga mantan siswa sekolah agama itu, mengenal sang Guru Agama. Ia amat senang melihat mantan
gurunya, lalu dengan ramahnya memohon agar guru beserta siswanya itu mampir ke rumahnya. “Sudilah Tuan Guru beserta adik-adik siswa mampir ke pondok hamba,” kata mantan siswa itu. Setiba di pondok, mantan siswa itu menyuruh anaknya menyembelih salah satu dari dua ekor ayam kurungannya. Mantan siswa itu berkehendak menghormati gurunya untuk makan bersama. Sang anak bingung, ayam yang mana boleh disembelih. “Maaf, Ayah! Ayam yang mana boleh disembelih?” tanya sang anak kepada ayahnya. “Yang itu!” kata sang ayah sambil menunjuk salah satu ayam kurungannya. “Yang malas berkokok,” sambungnya. Usai makan-makan, rombongan siswa agama di bawah pimpinan guru agama itu meninggalkan desa mantan siswa sekolah itu. Ketika melewati pohon besar tinggi tempat mereka berteduh tadi pagi, sang guru agama bertanya kepada siswa-siswanya. “Nah, kamu lihat ‘kan? Bagaimana sikap mantan siswa itu terhadap gurunya? Aku ingin mendengarkan komentarmu.” Ditunggu-tunggu, tak seorang siswa pun yang berbicara. Sang guru lalu menutup obrolan itu. Katanya, “Korbankanlah sesuatu yang tidak berguna, sehingga sesuatu yang tidak berguna itu menjadi berguna.”
Woman on Top
4 Zaman modern ternyata memberi dampak pada kebersamaan dalam keluarga. Orangtua masing-masing sibuk bekerja di luar rumah, anak-anak pun sibuk sekolah ataupun berkegiatan di luar. Waktu kumpul keluarga semakin berkurang. Kalaupun semua anggota keluarga berada di rumah namun masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Walhasil, interaksi antar-anggota keluarga pun terasa minim.
A
rtis senior yang kini menjadi politisi, Arzeti Bilbina Huzaimi mengaku prihatin dengan adanya kecenderungan keluarga modern seperti itu. Secara tidak disadari masingmasing anggota keluarga menjadi lebih individual. Arzeti tidak ingin keluarganya menjadi seperti itu. Karenanya dirinya bersama suami terus membangun kebersamaan dalam keluarga dan menolak larut dalam kesibukan bekerja. Untuk menciptakan itu, maka dia dan suaminya sepakat agar menjauhkan ponsel saat kumpul bersama. “Jadi begitu kita masuk rumah maka tidak lagi pegang ponsel atau memainkan ponsel. Dengan begitu kita bisa saling berinteraksi, ngobrol ataupun berdiskusi. Itu kami biasakan. Baik orangtua maupun anak-anak lepas dari gadget mereka,” tuturnya. Hasilnya memang luar biasa. Komunikasi makin intens dan hubungan menjadi semakin dekat. Dalam keluarganya, tutur Arzeti, tidak ada waktu khusus untuk kumpul bersama. “Kalau kumpul dan beraktivitas bersama keluarga tidak
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Arzeti Bilbina
METROPOLITAN
13 atta halilintar--instagram
Bangun Kebersamaan dalam Keluarga harus menunggu weekend atau hari libur. Kapan pun keluarga kami kerap berkegiatan bersama. Tidak harus keluar rumah. Jadi kadang, kalau papanya pulang kerja dan masuk ke kamar. Kami ‘ngintili’ ke kamar dan kumpul di sana. ‘Untel-untelan’ di kamar. Ngobrol dan bersenda gurau. Kadang si kakak berantam dengan adiknya atau adik berantam dengan kakaknya. Bagi kami itu adalah momen indah keluarga,” tutur Arzeti yang dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan Aditya Setiawan. Ketiga anak Arzeti ini kini telah remaja; Bagas Wicaksono (14), Dimas Aryo (13) dan Gendis Setiawan (11). Ketika dirinya sedang memiliki banyak waktu luang, maka dihabiskan di dapur bersama anak-anaknya. “Paling banyak dengan Gendis. Karena sekarang kan kedua kakaknya, Bagas dan Dimas, masuk boarding school. Bagas masuk SMA Taruna Nusantara di Magelang. Jadi di rumah hanya tinggal Gendis. Sekarang ini kami (aku dan Gendis) lagi senang masak di dapur. Masak itu kan membutuhkan waktu panjang, jadi anak-anak lupa dengan gadgetnya,” ucap pemeran film ‘Teng-
gelamnya Kapal Van der Wicjk’, ini. Meja makan, ruang TV ataupun kamar tidur, kata Arzeti, menjadi tempat favorit untuk kumpul keluarga. Biasanya, tambah Arzeti, saat hari libur suaminya lah yang menawarkan diri menjadi juru masak. Masakan andalannya adalah nasi goreng untuk sarapan.
PERKOKOH HUBUNGAN KELUARGA Arzeti mengaku kini lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kebersamaan dengan keluarga, khususnya anak-anak. Di saat anak-anaknya telah berangkat remaja semakin diperlukan pendampingan karena banyak hal yang ingin dikomunikasi oleh anak maupun orangtua terhadap anak. “Makanya saat sekarang ini aku justru merasa, masyaallah, setelah selesai kerja aku punya tanggung jawab harus segera pulang, untuk bertemu dengan anakanak,” katanya. Apalagi, tambahnya lagi, saat ini Gendis tinggal sendiri. Gendis yang kini berusia 11 tahun memiliki banyak hal untuk diceritakan pada ibunya. “Itu makanya selesai kerja kepengen
buru-buru sampai rumah karena Gendis sudah menunggu,” tambahnya. Namun yang bikin dirinya sempat heran, kata Arzeti, anak bungsunya itu kalau sedang berdua dengannya, kerap kali bertanya tentang apa yang membuat ibunya jatuh cinta pada ayahnya. “Aku menjawab pertanyaan itu. Tapi dalam hati bertanya-tanya, ada apa dengannya. Gendis sepertinya ingin mengetahui figur seorang laki-laki dimata ibunya seperti apa,” ungkapnya. Heran akan seringnya Gendis bertanya tentang masalah itu juga disampaikan Arzeti pada suaminya. “Aku bilang, ‘Kenapa ya Gendis selalu bertanya tentang itu.’ Suami aku bilang, aku harus menjadi teman diskusi yang baik untuk dia. Jangan pernah menjatuhkan ataupun menjudge. Jadi memang sekarang aku harus merangkul dan selalu menjadi teman bicara Gendis. Seringnya sharing membuat hubungan aku dengan Gendis menjadi semakin dekat,” tambah politisi PKB ini. Seringnya kebersamaan dalam keluarga, intensnya komunikasi, tutur Arzeti,
semakin memperkokoh hubungan keluarga. Di saat-saat itulah orangtua menanamkan ajaran-ajaran kebaikan, nilai-nilai, kepada anak-anak. “Biasanya saat sholat subuh berjemaah, atau sedang jalan pagi bersama. Atau di hari libur biasanya kami mengunjungi rumah ibu aku atau ibu suami. Saat di kendaraan itu kami pun ngobrol tentang berbagai hal,” tuturnya. “Jadi saat ini waktu aku adalah untuk aktivitas aku (kerja) dan untuk anak-anak. Justru waktu aku bersama suami jadi nyaris tidak ada. Kadang aku dan suami mencuri-curi waktu berdua, tapi kemudian merasa ‘kok kangen anak-anak ya’. Jadi begitulah. Akhirnya sudah tidak ada lagi waktu untuk saya dan suami, tapi lebih kepada waktu untuk anak-anak,” pungkasnya. (Diana Runtu)
“Rindang Berdendang”
“Salam Senyum” Disaat orang berlomba untuk membuat gedung yang megah, dengan warna warni yang gemerlap seolah menusuk mata ketika memandangnya. Ternyata yang terlihat di tempat ini sangat berbeda. Untuk kesekian kalinya saya memasuki halaman ini untuk sharing ilmu dan pengalaman, baik untuk para instruktur maupun karyawannya. Terkesan begitu sejuk, hijau, dan tentu jauh dari kesan hingar bingar oleh sempitnya tata ruang untuk menuntut ilmu. Ruang terbukanya dapat membuat jatuh hati untuk berlama-lama berada di antara rindangnya pepohonan. Walapun untuk hanya sekadar duduk atau minum teh menikmati suasana yang ada. Di manakah sebenarnya saya berada saat itu? Inilah Monarch, tepatnya Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) Monarch Bali. Dimana LPK ini di saat tahun ajaran baru, selalu mendapat serbuan ribuan calon mahasiswa yang akan ingin menempuh pendidikan di lembaga ini. Ada yang menarik untuk diceritakan,
yang tentu sangat erat kaitannya dengan kolom ini yang membahas dunia service/layanan . Apapun usaha yang digeluti tentu tidak terlepas dari layanan. Begitupun dunia pendidikan. Banyak orang ketika memasuki sebuah lembaga pendidikan baik universitas, institut, LPK, dan lain-lain, orang tersebut merasa tidak nyaman. Bahkan dari hasil mendengarkan cerita dari para tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), kenyamanan tempat mereka menuntut ilmu menjadi salah satu kriteria pemilihan sekolah. Beberapa hal yang menjadi penyebab ketidaknyamanan adalah, yang pertama para dosen, intsruktur, dan karyawan terkesan ‘serem’ atau angker. Serem atau angker di sini bukan tentang ‘hantu’. Tapi lebih kepada bagaimana perilaku para instruktur dan karyawan di sebuah kampus. Nah kalau tempat menuntut ilmu sudah tidak bersahabat, maka dapat dipastikan yang menuntut ilmu tidak akan maksimal. Mengapa sih harus serem dan angker? Bukankah lebih baik semua karyawan,
dan para instruktur dibiasakan untuk ramah, peduli, penuh senyum dan selalu mempunyai jiwa melayani? Ketika saya masuk ke tempat ini, semua welcome, baik instruktur maupun karyawannya. Meraka menyambut dengan ramah, seolah-olah kita sudah menjadi sahabat mereka, bahkan sahabat lama. Senyum tulus terlihat dari gestur, ucapan dari kata-kata mereka terlatih dengan baik sehingga saya yakin para tamu yang hadir di tempat ini akan betah berlama-lama. Yang kedua penyebab ketidaknyamanan adalah lingkungan yang dibatasi oleh tembok dari bangunan yang kaku. Siapapun akan lebih nyaman ketika berada di areal yang menyediakan banyak ruang terbuka. Akan terhindar dari rasa bosan, bahkan diharapkan rindangnya pepohonan di halaman akan membuat ide-ide kreatif yang timbul. Kalau di Monarch Bali, tentu jauh dari kesan membosankan ini. Karena halamannya penuh diisi tanaman yang dapat menghijaukan pandangan. Hal lain yang mesti diperhatikan adalah keceriaan. Dalam teori layanan, mereka yang dapat melayani dengan ceria akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggannya. Hal ini tentu sangat penting. Pelaku layanan yang ceria akan berdampak positif kepada lingkungannya, termasuk pelanggan dan rekan kerja dalam team nya. Kalau di Monarch Bali? Canda hangat mereka seperti mengalir begitu saja, seolah menjadi habit. Dan ini membuat kesan jauh dari suasa kaku dan dingin. Selain hal di atas, masih banyak hal yang dapat
Artis Beralih Jadi Youtuber, Apa yang Dicari?
Arzeti Bilbina
dilakukan agar terciptanya lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan. Semoga nantinya akan banyak lembaga pendidikan yang bukan hanya bisa mengajarkan tentang hospitality, tapi mereka sendiri, yaitu para mahasiswa, insruktur, dan karyawannya dapat lebih mengaplikasikan dalam proses ajar mengajar di lembaga tersebut. Rindangnya suasana, akan membuat semua seolah berdendang dalam kebahagiaan. Terima kasih Monarch Bali yang sudah kesekian kalinya mempercayakan kepada kami untuk sharing agar dapat meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/ instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘GOOD COMMUNICATION FOR GOOD PERFOMANCE,’ ‘GREAT PERSONALITY,’ ‘UPGRADE YOUR SELLING SKILL’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com
tinggal bilang, bunda (panggilan orang pada Ashanty-red) syuting ini-itu. Aku tinggal ngikut aja,” katanya. BAIM KAGET DAPAT ashanty dan keluarganya PENGHASILAN BESAR Yang juga sekarang sedang naik daun elaki 24 tahun yang kini menyandang gelar ‘Raja Youtuber adalah kanal youtube milik aktor Baim Indonesia’ ini, menjadi kaya raya berkat kesuksesannya menjadi Wong dan Paula Verhoeven yang baru content creator youtube. Dengan koleksi lebih dari 10 juta sublima bulan aktif. Betapa tidak dalam tempo scribers, Atta yang mulai terjun sebagai content creator sejak 6 Raffi sendiri mengaku awalnya mengerjakan hanya sekadar ingin singkat Baim berhasil mendapatkan 6,5 juta subscribers. Suatu jumlah tahun lalu ini, berhasil mengantongi penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulannya. Bahkan dari penghasilannya itu dia bisa membangun mengekspresikan diri. Ternyata banyak yang menyukai, itu ditandai dengan yang fantastis mengingat baru beberapa bulan dia dan Paula menjadi banyaknya viewer serta subscriber yang masuk. Lebih dari itu, kreasinya youtuber. berbagai bisnis lainnya. Tapi jika melihat isi video-video nya, Sosok Atta dan capaiannya ini sontak menjadi motivasi banyak orang, ternyata mendatangkan penghasilan yang tidak mengherankan juga kenapa banyak untuk beramai-ramai menekuni ‘profesi’ baru yakni menjadi content tidak sedikit. Itulah yang menjadi penyepengunjung suka dan menyatakan berlangcreator. Termasuk para artis yang belakangan beramai-ramai menjadi mangat untuk lebih serius dan kreatif dalam ganan. Banyak kisah-kisah human interes youtuber. Ruben Onsu misalnya, terjun sebagai youtuber bukan sekadar menghasilkan konten. “Sekarang kita sudah punya tim. Udah diangkat Baim-Paula, namun sesekali dia iseng tapi dia memang serius menanganinya. juga memberikan tayangan-tayangan Bagi Ruben, ‘lahan’ youtube bukan sekadar untuk mengembangkan diri ada yang bantuin. Karena aku sendiri kan kejutan yang menghebohkan. Salah satu dan kemampuan tapi juga memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Tak sibuk juga di luar, punya pekerjaan lain. yang paling hits adalah Baim yang berheran kalau ayah dua anak ini mendirikan perusahaan yang memproduksi Ada Nagita dan teman lainnya yang bantu peran sebagai orang gila yang berkeliaran konten channel youtube-nya. Ruben dan timnya menyediakan beragam mengerjakan ini,” ujar Raffi sambil bersyudi jalan-jalan. pilihan video untuk ditonton pengunjung, mulai dari edukasi hingga infor- kur mendapat rezeki dari youtube. Keluarga Anang Hermansyah-Ashanty Tidak ada yang mengeli tampang aktor masi terkini. “Harapannya sih lewat platform ini masyarakat mendapat tampan ini lantaran sudah didandani make tambahan tontonan yang positif,” ucap presenter kondang yang termasuk pun tak ketinggalan. Kecuali Anang yang hanya muncul sesekali, Ashanty dan dua up artis sehingga penampilannya berubah ‘pemain baru’ di bidang ini. total. Video yang menghebohkan berjudul Hal yang sama juga dilakukan oleh Raffi Ahmad yang memiliki channel anak sambungnya, Aurel dan Azriel ter‘Jadi Orang Gila Enak Juga’ berhasil meng‘Rans Entertainment’. Sampai saat ini Raffi bersama Nagita Slavina, istrinya, masuk youtuber-youtuber aktif. Alamat gaet 10 juta penonton. Luar biasa. telah meraup 9 juta subscribers. Suatu jumlah yang cukup fantastis mengingat channel keluarga mereka ‘The HermanDengan melejitnya kanal Baim-Paula ini, Raffi tergolong belum lama menekuni bidang ini. Di channelnya, ada sekitar syah A6’ mengoleksi 1,1 juta lebih subscribers dari 382 video yang ditayangkan. konon Baim meraih penghasilan yang luar 697 video yang ditayangkan. Konten yang disajikan beragam, dari biasa. Konon Baim dan Paula kaget karena Jika mengulik lebih jauh, cukup layak lah Raffi berhasil melaju mencapai penghasilan besar yang diterimanya. Tapi, 9 juta subscribers karena dia memproduksi secara serius kontennya. Untuk kegiatan keseharian, liburan, make up baim wong dan istrinya paula FOTO INSTAGRAM BAIMWONG.tif lagi-lagi, seperti artis lainnya yang berpengmendapatkan hasil yang bagus, Raffi-Nagita pun tak segan-segan merogoh hingga kuliner. Yang paling banyak mekocek dalam-dalam untuk membiayai produksinya. Lihat saja tayangan nyedot pengunjung salah satunya adalah ‘challenge’. “Gini, sekarang kan hasilan besar, Baim juga tak mau membeberkan secara pasti berapa uang ‘Naik Helikopter Demi Punya Waktu untuk Keluarga’ baru beberapa jam eranya digital ya. Jadi kita sekeluarga membuat vlog tentang kesehar- yang diterimanya dari kegiatan creator content. ian kita. Mungkin banyak yang ingin tahu, sehari-hari “Pokoknya adalah itu rezeki dari Tuhan. Ya bisa dibilang rezeki ini di luar ditayangkan sudah meraup 429 ribu lebih penonton. kita ngapain sih. Awalnya itu aja. Ternyata ekspektasi kami. Mengagetkan kami. Saya bilang ke istri (Paula), ini rezeki Ketika Raffi dikabarkan sakit, masyarakat pun ramai-ramai banyak yang suka. Jadi konten kita itu lebih titipan Tuhan, suatu saat bisa diambil lagi,” ujar Baim. Dirinya percaya, menonton videonya. Dari dua video yang kepada yang ‘hepi-hepi’, yang seru-seru,” sebagus apapun konten yang dimiliki kalau Tuhan tidak mengizinkan itu ditayangkan, ‘Ke Dokter ujar artis yang kini aktif berbisnis ini. menjadi sukses, maka tidak akan terjadi. THT’ dan ‘Klarifikasi Diakui Ashanty, dari berbagai tayangan Didesak-desak, akhirnya mau juga Baim sedikit membocorkan, bahwa Penyakit Raffi’, ditonyang diproduksi timnya, penghasilan yang penghasilan paling besar yang diterimanya dari youtube Rp 50 juta untuk ton 4,9 juta orang. didapat pun cukup lumayan. Namun satu video. Dan untuk diketahui, bersama Paula, Baim telah mengoleksi Tak heran punditidak semuanya dipakai sendiri karena 237 video di kanalnya. pundi Raffi-Nagita sehasil yang didapat itu selain digunakan Hal lainnya yang bikin kagum dari kiprah Baim-Paula di youtube adalah makin tebal lantaran untuk biaya produksi konten juga kanal pasangan muda ini berhasil menembus peringkat 18 dalam daftar 500 banyak iklan yang membayar gaji timnya. “Hasilnya youtubers dunia. Mereka bahkan mengalahkan Atta Halilintar dan Ria Ricis masuk. Lewat ‘Rans lumayan. Sebagian untuk bayar gaji yang selama ini dikenal sebagai ‘Raja’ dan ‘Ratu’ YouTuber Indonesia ini. Entertainment’, pasantim hahaha,” kata Ashanty yang lima Sayangnya tidak semua artis yang berkiprah sebagai content creator gan suami istri yang selalu orang untuk membantunya mem- berhasil mendulang sukses. Banyak juga yang kurang mendapat respons kompak bekerja sama produksi konten. dari nitizen. Hal ini ditandai dengan minimnya jumlah subscriber juga ini, diperkirakan meraup if tagram.t Tapi Ashanty tidak bisa sepenuh- jumlah kunjungan. Nyatanya kebesaran nama artis bukan jaminan kalau Rp 400 jutaan hingga Rp 6 bar ins m a g i- gig nya menghabiskan waktu untuk mengurusi channel-nya. dia bakal sukses sebagai youtuber. Jika anda ingin mengecek berapa miliar lebih per bulannya. afathar raffi - r Maklum, selain sebagai entertainer, dia juga seorang pebisnis yang memiliki penghasilan para artis ini dari kiprahnya sebagai youtuber, bisa dicek Atau penghasilan setahunsejumlah usaha yang juga membutuhkan perhatiannya. “Aku jarang mikirin di socialbalde.com. Ketik nama artisnya, dan ‘jreng’ keluar perkiraan nya berkisar Rp 5 hingga Rp 80 miliar. kreasi kontennya, sudah ada yang bantu mikir. Pokoknya mereka tuh penghasilannya. (Diana Runtu) ISENG-ISENG YANG MENGHASILKAN
L
Belakangan ini makin banyak artis menjadi youtuber. Fenomena ini sempat membuat tanda tanya banyak orang. Apakah job di dunia keartisan makin berkurang sehingga mereka ‘lari’ ke youtube atau ada alasan lainnya. Penghasilan misalnya. Karena sebagaimana yang tersiar, penghasilan dari create content di youtube bisa menghasilkan ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam sebulan. Buktinya ada, Atta Halilintar misalnya.
SUDUT PANDANG
14 Putu Diah Pradnya Maharani, remaja wakil Bali berhasil masuk jajaran Top 10 ajang pemilihan Putri Remaja Indonesia tahun 2019. Bahkan, putri Bupati Gianyar ini berhasil menyabet gelar Putri Remaja Indonesia Intelegensia pada Grand Final di Balairung Soesilo Sudarman Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta (7/7).
R
emaja kelahiran Gianyar, 30 Oktober 2002 yang akrab disapa Gek Diah ini, mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa bangganya mampu membawa harum nama Bali dan khususnya Gianyar dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini. “Saya harus tampil percaya diri untuk bersaing dengan 45 remaja terbaik
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Diah Pradnya Maharani
Putri Remaja Indonesia Intelegensia 2019
perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia,” ujar putri sulung pasangan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra dan I.A. Surya Adnyani Mahyastra ini penuh antusias. Kriteria sebagai remaja Indonesia yang pintar, cerdas, inspiratif dan berpengetahuan luas melekat kuat pada sosok remaja lulusan Gandhi Memorial International School Denpasar ini. Maka, tak heran jika predikat Putri Remaja Indonesia
Integensia disematkan pada Gek Diah. “Putri Remaja Indonesia ini, tidak hanya semata-mata cantik fisik saja, melainkan harus cerdas, memiliki kepercayaan diri tinggi serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi juga,” lanjut Gek Diah sembari mengembangkan senyumnya. Perihal keikutsertaanya di ajang bergengsi ini, Gek Diah menuturkan, sebelum tampil mewakili Bali dalam Putri Remaja Indonesia 2019, di Jakarta, dirinya lebih dulu berhasil terpilih sebagai Putri Remaja Bali 2019. Pemilihan ini, tidak hanya mengandalkan tubuh tinggi langsing bak peragawati. Sulung dari tiga bersaudara ini juga memiliki kecerdasan dan kecantikan budi pekerti (inner beauty) yang patut ditiru. Sederetan pretasi pun pernah diraihnya, seperti masuk semifinalis olimpiade kimia tingkat SMP se-
Bali . Dan, akhirnya, sukses meraih medali perunggu untuk Olimpiade Kimia tingkat SMP se-Bali tahun 2018 silan. Tidak hanya itu, Gek Diah yang mengaku bakal melajutkan studi strata satu di Singapura jurusan Hubungan Internasional ini, juga berhasil meraih Juara 1 siswa Berbudi Pekerti tingkat SMP Doremi Excellent School. ard
Sosialita
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
Ni Nyoman Yeniati
Mengalir Apa Adanya
sangat ia cintai. “Prestasi yang saya raih ini, saya persembahkankan khusus untuk orangtua dan keluarga. Juga bagi seluruh masyarakat yang turut mendukung melalui vote -nya sehingga saya bisa seperti sekarang ini. Sekali kali terima kasih banyak,” tandas Gek Diah yang dikenal santun dan fasih berbahasa Inggris ini tersenyum tulus. Sementara itu I.A. Surya Adnyani Mahayastra, ibu dari Gek Diah, mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih putri
sulungnya. Menurutnya, Gek Diah sejak kecil memang terlihat memiliki talenta seni, disamping hobinya menari, modelling, serta travelling menikmati keindahan alam. Sebagai orangtua, mereka wajib mendukung serta mengarahkan, dan semua pada akhirnya dikembalikan pada anak-anaknya. “Kami selaku orangtua hanya mendukung anak-anak, apa yang menjadi cita- cita mereka dan yang terbaik buat mereka. Sebab mereka yang akan menjalani kehidupannya kelak. Yang
penting semua langkahnya positif, tidak menyimpang dari agama dan norma norma sosial,” tegas Dayu Surya. Untuk ke depannya ia berharap semoga putrinya, Gek Diah dapat mengamalkan semua ilmu yang telah diperolehnya selama mengikuti proses Pemilihan Putri Remaja Indonesia di Jakarta tersebut untuk kepentingan orang banyak. - ard
ganya juga hobi makan. Menyadari para konsumen memiliki selera yang berbeda-beda, agar lebih afdol Yeni pun mengajak koki yang andal untuk membantunya memasak. “Kami menyiapkan berbagai menu. Mulai dari masakan Indonesia, pizza, Chinese food, spaghetti, hingga menu untuk vegetarian. Kami juga menyuguhkan konsep warung yang unik dengan galeri dan pemandangan sawahnya yang menyegarkan. Silahkan berkunjung ke Warung Limas. Cobain cita rasa menu kami,” ujar dari putri pasutri Ni Nyoman Kari dan
Yoga bersama di Warung Limas banyak lagi yang lainnya. “Sekarang tergantung keinginan customer juga. Apa yang diinginkan mereka, kami akan menyiapkan produknya,” cetus anggota Iwapi Badung ini.
Menikmati kuliner adalah salah satu kesenangan yang kerap dinikmatinya bersama keluarga. Begitu juga dengan kegemarannya terhadap produk fashion, yang berhasil dikembangkannya menjadi bisnis. Saat ini, ia tercatat memiliki usaha butik dan restoran di wilayah Kerobokan, Badung.
P
emilik nama lengkap Ni Nyoman Yeniati, yang di lingkungannya lebih sering disapa Bu Dhika ini melanjutkan untuk menuangkan ide-idenya ke dalam dunia usaha yang kini dijalaninya tersebut. “Keberadaan Warung Limas adalah usaha yang sekaligus menjadi wadah kami menyalurkan hobi kuliner. Selain itu sebelum warung buka kami juga rutin melakukan kegiatan yoga di sini,” ucap istri dari I Putu Oka Yuliartana ini. Semua menu yang tersedia di warungnya tentu enak, mengingat ia dan anggota keluar-
Yeni Bersama Keluarga
Multitalenta, Energik, dan Santun
Bicara prestasi, rupanya remaja cantik ini, tidak hanya mumpuni di bidang science saja, Gek Diah juga menguasai beberapa tarian tradisional Bali sebagai wujud kecintaannya pada seni dan budaya Bali. Belum lama ini Gek Diah juga meraih Jura Harapan I Lomba Peragaan Busana ke Pura Tingkat Provinsi di PKB ke-41. Namun terlepas dari berbagai prestasi yang diraihnya, Gek Diah menegaskan, semua tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan yang diberikan orangtua dan keluarga yang
Suasana malam di Warung Limas
Saat Lomba di Badung
3
Wayan Murti (alm) ini promotif. Selama ini pengunjung lokal umumnya memilih pizza. Sedangkan, wisatawan asing biasanya lebih suka Japanese food diantaranya sushi. Warung Limas buka dari pukul 11 siang sampai 11 malam. Jika mau order delivery”, siap kami antarkan langsung,”lanjut Yeni Sementara untuk bisnis fashion, memang sudah dilakoninya dari anaknya masih TK. Ia terbiasa dan suka membawa beberapa produk untuk dijual keliling , dan ternyata mendapatkan respons sangat baik. Selain itu, peminat produk yang ditawarkannya semakin banyak, bahkan diantara mereka juga bersedia menjadi reseller. Didukung pula, di rumahnya disebelah toko pancing milik sang suami, masih ada areal kosong, ia pun gerak cepat memanfaatkannya, untuk membangun sebuah butik. Bicara koleksi yang ada di butiknya Yeni menyebutkan mulai dari pakaian, seperti dress, kulot, ada juga sandal, tas , dan masih
Saat mengikuti Lomba Prayascita di PKB
TIAP KESEMPATAN UNTUK BELAJAR Disinggung tentang keikutsertaannya dalam lomba membuat ‘Banten Prayascita’ kala PKBdi Badung, menurut Yeni hal ini karena kebetulan bisa dan saat dipilih bersama seorang temannya, mereka bersedia. Bersyukur, katanya ia dan parternya berhasil meraih posisi sebagai pemenang kedua. “Kalau majejaitan yang tergolong sederhana seperti ‘canang sari’, sudah biasa kami lakukan sejak masih SMP. Tapi, kalau majejahitan yang mulai rumit seperti ‘penyeneng’ dan lainnya ,saya baru pelajari setelah menikah,” terangnya. Jadi dengan dipilih mengikuti lomba juga berarti kami mendapat kesempatan belajar lebih baik lagi,” katanya Dikatakannya karena saat ikut lomba di kabupaten dirinya bersama pasangnnya meraih juara ke 2, selanjutnya bersama pemenang ke 1, diminta untuk mengikuti lomba di PKB. “Kembali kami bersyukur, karena di ajang yang bergengsi seperti PKB yang pesertanya dari seluruh kabupaten/kota se Bali kami juga bisa meraih juara 2,” katanya. Ia menambahkan meski mereka melakukan pemantapan hanya 2 hari menjelang lomba, namun dengan pembagian tugas yang baik, yakni siapa membuat apa, maka berhasil menjadikan mereka lebih mudah saat mengerjakannya. Bicara mengenai keluarganya, ibu dari Putu Mahadhika Ananda dan Made Anggie Nadhila Ananda ini, mengakui bahwa mendidik anak tidaklah mudah sebab ia harus terus belajar mengikuti perkembangan anak dan zaman, sebab apa yang dilakukannya bakal memberikan nuansa pada karakter
Di Butik bersama Customer
sekaligus menjadi nilai yang akan melekat pada anak-anaknya. Ia mengaku tidak pernah mengatakan tidak kepada mereka, melainkan menyampaikan perihal tanggung jawab dan konsekuensi terhadap setiap tindakan yang mereka lakukan. Misalnya, ketika anak-anaknya berlarian, ia tidak akan mengatakan jangan lari-larian, tapi menyampaikan risikonya bisa jatuh. Begitu juga dalam kesehariaanya, sebagai orangtua ia juga berupaya memposisikan dirinya sebagai teman dari anak-anaknya. Sehingga jalinan komunikasi diantara mereka bukan hanya lebih terbuka tapi juga bisa lebih dekat. Meski selama ini Yeni merasa tidak menyiapakan waktu secara khusus, namun setiap ada kesempatan bersama selalu mereka gunakan dan nikmati sebagai family time. ”Begitulah kami, mensyukuri karuniaNya, dan tidak membandingkannya dengan kehidupan orang lain. Semua mengalir serta berjalan dengan apa adanya,” ucap pemilik motto ‘Hidup seperti menggambar tanpa penghapus’ ini. Sesuatu yang sudah dilakukan tak akan bisa diulang kembali, jadi senantiasa berpikirlah sebelum bertindak. (ard)
Ni Nyoman Yeniati
2
ESPRESSO GORO-GORO BK (3)
Ami tertawa ketika Amat menceritakan mimpi ibunya ketemu Bung Karno. “Bangsa yang besar adalah bangsa Putu Wijaya yang bisa menghargai pahlawan-pahlawannya,” kata Ami mengutip apa kata Pemimpin Besar Revolusi Indonesia itu. Amat menatap putri semata wayangnya itu takjub. “Ah? Ami, kamu juga mimpi ketemu Bung Karno?” Maksud Amat bercanda.Tapi Ami menjawab serius. “O, ya dong, Pak! Harus! Itu kan ...” Amat jadi heran. Dengan geli ia menyela, “Harus? Itu kan apa? Mimpi kan tidak bisa milih!” “Bisa!” “Kamu kok sekarang jadi aneh!” “Kok Bapak bilang aneh? Kan BK, Penyambung Lidah Rakyat itu sudah berseru: Gantungkan cita-citamu setinggi langit!” Amat ketawa.
Masalah sampah belakangan semakin menjadi perhatian banyak orang. Sejak Desember 2018, pemerintah daerah Bali sudah peraturan tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Dimana-mana mulai semakin banyak muncul anjuran dan ajakan untuk mengurangi sampah plastik, mengajak semua orang untuk menjadi penjaga dan pelestari lingkungan. Semua lapisan masyarakat, anak-anak dan dewasa harus mendapat eksposur, didikan dan pembiasaan untuk menjadi pelestari lingkungan. Untuk anak-anak, apakah didikan dan pembiasaan di sekolah cukup? Tentu tidak. Didikan di sekolah sangat penting, namun pembiasaan di rumah juga sangat diperlukan. Lingkungan rumah adalah lingkungan yang paling diakrabi oleh anak-anak. Anggota keluarga di rumah adalah mereka yang paling dekat dan paling bisa dijadikan contoh baik oleh anak-anak. Oleh karena itu, kebiasaaankebiasaan yang baik terkait manajemen sampah harus dikenalkan dan dilakukan oleh anak-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
“Apa hubungannya!” “Bapak pikir saja pakai nalar. Mungkin tidak kita menggantungkan cita-cita setinggi langit?” Amat tambah heran. “Pertanyaanmu aneh!” “Aneh bagaimana? Coba, apa Bapak percaya bisa menggantungkan cita-cita setinggi itu? Setinggi pohon kelapa saja sudah terlalu tinggi dan tidak mungkin. Apa lagi setinggi langit yang bukan barang kongkrit itu. Langit kan hanya batas kemampuan mata kita melihat. Itu hanya ilusi, mustahil bisa dipakai menggantung. Apalagi cita-cita. Kalau cita-citanya mau bikin pabrik pesawat, misalnya! Mau digantung pakai apa?” Amat ketawa. “Ya, lucu, lucu! Tapi itu kan ungkapan hiperbola dalam bahasa, Ami, sebagai mntan guru bapak ahlinya pelajaran bahasa. Itu kan pelajaran bahasa di SMP! Maknanya, perumpamaan yang melebih-lebihkan biar masalahnya jadi jelas, gamblang. Seperti lihat kuman dengan mikroskop, Ami!” “Itu dia maksud Ami!” “Itu dia bagaimana?” “Gantungkan cita-citamu setinggi langit, maksudnya bukan menyuruh menggantung cita-cita! Memangnya jemuran?! Tapi itu maksudnya bercita-citalah tinggi,
semaksimal- maksimalnya!Setinggitingginya! Sampai tak terjangkau! Sampai yang tak mungkin! Nah, Itu baru namanya cita-cita! Kata Bung Karno! Bercita-citalah agar NKRI menjadi negeri yang adil-makmur, aman-sentosa, aman-tenteram, kerta-raharja, gemahripah-loh-jinawi! Cita-cita harus besar, tinggi, seakan tak terjangkau, biar saja, tak apa, namanya juga cita-cita! Jangan bercita-cita hanya segede upil, seperti nasi jenggo atau kucing, seiprit-seiprit, itu namanya cuma mau setor muka, mau makan doang! Mau kaya kek, mau jadi pejabat kek, mau jadi caleg kek, mau berkuasa tok, itu namanya hanya cita-cita pribadi, egois! Cita-cita orang lapar, orang serakah, orang rakus, atau ambisius! Bukan cita-cita pemimpin! Ya, nggak, Pak? Tak perlu pemimpin sekaliber Bung Karno untuk menyerukan cita-cita upil begitu itu. Kita semua juga sudah mengucapkannya paling tidak 3 kali sehari. Betul tidak, Pak?” Ami ketawa oleh omongannya sendiri. Sedangkan Amat sebaliknya kesal. “Bapak mulai capek. Kok jadi aku yang dikuliahi si Ami? Padahal tadinya Bapak ke situ kan maunya curhat karena bete dikuliahi Ibu di rumah?!” kata Amat kemudian
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
menceritakan perstiwa itu pada istrinya. Bu Amat manggut-manggut saja. “Jadi Bapak ke rumah Ami bukan mau nengok cucu, tapi cari kompensasi karena. di rumah sumpek?” “Bukan begitu, tapi ...!” “Tapi begitu! Ngaku sajalah!” Amat menjawab tapi ngedumel tak jelas “Ami tidak bilang siapa sejatinya pemimpin itu?” “Apa?” “Ami tidak bilang sama Bapak, apa beda pemimpin sejati dengan pemimpin karbitan?” “O, ya itu dia! Masa mantan guru yang pernah mengalami revolusi ini dia kasih ceramah. Masak Bapak lupa apa beda pemimpin dengan rakyat jelata. Apa? Beda orang besar dengan orang kebanyakan? Ya, apa? Orang besar mengucapkan bukan hanya yang terucap tapi terutama yang tersirat. Bapak jangan salah tangkap?” “Terus Bapak jawab?” “Lho, salah tangkap apa? Bapak salah apa Ami?” “Memimpikan wejangan para pemimpin. Itu bukan tempat yang tepat untuk berdialog! Berdialog dengan apa yang tersirat dalam pesan-pesan mereka, tidak perlu harus tidur dan mimpi, baru ketemu. Bukan begitu, Pak! Itu justru yang ditakutkan karena hasilnya bisa salah kaprah!” “Salah kaprah. bagaimana?” “Memancing datang penumpang liar yang bisa menyesatkan, menyelewengkan
Menumbuhkan Anak-anak Pelestari Lingkungan dari Rumah anak di rumah. Sediakan tempat sampah sesuai dengaan jenis sampah yang biasa ada. Buatlah pemilahan sampah di rumah menjadi suatu yang serius untuk diakukan. Paling tidak ada tempat sampah dapur (basah), sampah kertas dan plastik yang dapat didaur ulang. Kenapa pemilahan sampah ini penting? Karena dengan mengenal pemilahan sampah, anak-anak akan mengerti bahwa sampah pun punya nilai. Mereka akan mengenal ada sampah yang dapat didaur ulang, sehingga dapat menjadi barang-barang yang bernilai dan berguna. Bila memungkinkan,latih anak-anak membersihkan botol-botol dan karton-karton atau sampah lain yang dapat dibersihkan. Sehingga, sampah-sampah tersebut tidak kotor dan menimbulkan penyakit, anak-anak tidak takut untuk mengambil mereka dan tidak menimbulkan pemandangan yang tidak enak dilihat di rumah. Ajak anak-anak untuk nabung
Putu Ayu Prabawati Sudana, S.Pd.,M.Hum. Kepala UPT Bahasa Undiksha
sampah. Sekarang sudah terdapat bank sampah di masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit. Pemerintah juga sudah menyelenggarakan dan menggalakkan bank sampah. Sampah-sampah, terutama sampah kertas dan plastik yang dapat didaur ulang dapat dijual di bank sampah dan “buku tabungan” atau uang hasil nabung di bank sampah dapat menjadi milik anak. Dengan demikian mereka akan lebih termotivasi dan senang. Mereka akan dapat melihat nilai dari sampah. Daripada tertumpuk di TPA, sampah ternyata memiliki nilai jual.
Biasakan anak-anak atau anggota keluarga lain membawa dan menggunakan tas belanja, botol atau wadah serta sedotan stainless/bambu sendiri. Sebagus-bagusnya program daur ulang, jauh lebih baik jika bisa mengurangi. Biasakan anak-anak membawa wadah dan botol minum sendiri serta menggunakan sedotan sendiri. Untuk kesehatan, pilih wadah atau botol minum yang terbuat dari plastik yang memang bisa digunakan berkali-kali; pilih yang BPA free dan perhatikan kode huruf dan angka yang ada di bagian bawah botol. Pilih wadah atau botol dengan kode angka dan huruf yang sesuai dengan kebutuhan dan aman bagi kesehatan. Sering mengajak anak ke alam. Dengan sering mengajak anak ke alam, anak akan bisa
apa sebenarnya inti yang tersirat, dengan ikut campurnya berbagai kemauan, ambisi dan pamrih yang bersangkutan. Sehingga tidak kecil kemungkinan akan masuknya tafsiran keliru yang memutar-balik, apa si itu istilahnya?” “Memelintir!” “Persis! Memelintir, yang akan menjebloskan kita semua merusak gagasan aslinya, seperti sudah banyak terjadi sekarang ini dalam banyak hal!!” “Ami tidak bilang bertemu dan ... “ “Bertemu dan berdialog dengan para founding fathers kita, harus tanggap, bersih, cerdas, jujur, ikhlas menangkap yang tersirat, harus dalam keadaan sadar! Kita, Bapak, Ibu, saya, Pak Made, siapa saja, kapan saya bisa bertemu dengan semua gagasan Bung Karno! Karena gagasan besar itu tak pernah mati. Selalu siap berdialog dengan kita. Tapi....” Amat mendengar pintu diketok “Tapi apa?” “Tunggu, rasanya ada yang ngetok pntu!” “Apa Ami tidak bilang... “. “Tunggu!” “Pak Amatt!!!” Terdengar suara menyapa di pintu depan. Amat terpaksa memutus ceritanya. Dengan segan berdiri dan membuka pintu ke teras. “Selamat malam, Pak Amat!” “Ya, Tuhan, selamat malam, Bung Karno!”
menghargai alam itu sendiri. Mereka akan pemiliki pemikiran bahwa alam terlalu beharga untuk dirusak atau dikotori. Berbincang tentang cara melestarikan alam, menjaga supaya tidak kotor dan tetap lestari akan menumbuhkan jiwa mancintai alam dari dalam diri mereka sendiri. Ajak anak mengikuti kegiatan komunitas-komunitas pelestari alam dan lingkungan. Saat ini ada banyak komunitas penjaga atau pelestari alam dengan berbagi kegiatan mereka, seperti pembersihan pantai, edukasi kepada masyarakat atau penanaman pohon. Dengan mengajak anak-anak mengikuti kegiatan semacam itu, di samping akan menimbulkan rasa cinta dan komitmen anak terhadap pelestarian lingkungan, anakpun dapat memberikan sumbangsih bagi kebersihan atau pelestarian alam.
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
EDISI 1040/ 15-21 JULI 2019
SUDUT PANDANG
15
Koperasi Perlu Dukungan Penuh
Usia Koperasi Indonesia 72 tahun, hanya beda dua tahun dengan usia negeri ini, namun perkembangan koperasi dirasakan masih jauh dari �harapan. Jangankan menjadi soko guru perekonomian, koperasi justru terpinggirkan dan menjadi ‘anak tiri’. Masyarakat pun seperti lupa dengan keberadaan koperasi saking minimnya publikasi. Kalangan muda ‘idem ditto’. Mereka kurang tertarik karena menganggap koperasi jadul.
K
Apendi Arsyad
enapa ini terjadi, apa yang salah dengan koperasi Indonesia? Padahal di negara-negara maju koperasi bisa berkembang bagus. Banyak koperasi di negara maju seperti negara-negara Eropa dan Amerika juga Jepang berkembang dengan sangat baik bahkan menjadi perusahaanperusahaan besar. Pengamat koperasi Apendi Arsyad mengakui hal tersebut. “Memprihatinkan!” tegas Dosen Prodi Agribisnis Universitas Djuanda, Bogor, ini. Menurutnya,hal tersebut terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah
terhadap koperasi. Padahal, Pasal 60 UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, secara jelas mewajibkan pemerintah untuk menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan serta pemasayarakatan koperasi. “Undang-undang juga meminta agar pemerintah memberikan bimbingan, kemudahan dan perlindungan kepada koperasi. Pasal 60 itu jelas dan clear ya. Tapi pelaksanaannya di lapangan masih sangat kurang. Itu sebabnya perkembangan koperasi kita masih jauh dari harapan,” ucap Ketua Majelis Pakar Dekopinda Kabupaten Bogor, ini. Selama perhatian pemerintah masih seperti sekarang, jangan harap koperasi akan berkembang, bahkan bisa jadi makin terlupakan oleh masyarakat. Memang benar, ada Kementerian Koperasi dan UMKM, tapi apa yang telah dihasilkan? Program-program yang ada hanya rutinitas saja. Tidak ada terobosan-terobosan yang sifatnya spektakuler seperti membuka lapangan kerja baru, alokasi investasi kepada kelompok masyarakat, itu tidak kelihatan,” ucapnya. Suatu ketika, lanjut Apendi, dirinya pernah diminta bantuan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk mengevaluasi sektor Kementerian Koperasi dan UKM terhadap pembinaan masyarakat perbatasan. “Saya kaget betul. Ternyata anggarannya kecil banget. Apa yang bisa dilakukan dengan anggaran sekecil itu?” ucapnya. Di sisi lain, publikasi koperasi sangat minim bahkan nyaris tidak ada. Media massa seakan kurang tertarik mengangkat kiprah koperasi. Padahal ada banyak cerita menarik, inspiratif dari koperasikoperasi di berbagai tempat. Kalaupun ada, berita-berita koperasi hanya kecil dan ditaruh di pojok-pojok koran. “Padahal, publikasi penting untuk mengabarkan eksistensi koperasi Indonesia. Juga untuk menarik minat masyarakat pada koperasi. Kalau tidak ada atau kurang publikasi, bagaimana masyarakat bisa tertarik dengan koperasi. Apalagi kalangan muda,” tambahnya. Jadi, kata Apendi, ada banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan jika ingin koperasi
Indonesia berkembang maju. Meskipun sekarang zaman digital bukan berarti koperasi tidak bisa berkembang. Justru koperasi bisa berkembang lebih bagus lagi menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Asalkan, ada kemauan dan pemerintah mau benar-benar men-support. Bukan support setengah hati, tapi full support. “Yang diperlukan, adalah komitmen kuat pemerintah dan pemahaman serta kepercayaan bahwa dengan koperasi dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini kan Sila ke-5 dari Pancasila. Bukan hanya Sila ke-5 tapi usaha koperasi juga merupkan instrumen untuk menjalankan Sila ke-2, ke-3 dan ke-4. Karena semua itu sudah terakomodir dalam koperasi, seperti demokratis, kemanusian, keadilan, dll. Itulah yang harus diyakini,” tegasnya. Coba lihat negara-negara maju, kata Apendi lebih lanjut, kenapa mereka bisa mengembangkan koperasi dengan sangat baik. Itu karena pemerintahnya mendukung penuh, memberi peluang-peluang agar koperasinya bisa berkembang. “Negara-negara yang berbahagia adalah negara-negara yang mendorong kehidupan ekonomi bersama (koperasi). UKM-nya menjadi soko guru perekonomian negara. Jepang yang dikenal sebagai negara kapitalis pun melakukannya dan sukses. Di sana produksi perikanan, pemasarananya dilakukan oleh koperasi. Pemerintah hanya memberi lisensi saja kepada kelompok-kelompok masyarakat. Sektor primer, sekunder bahkan jasa itu dikerjakan oleh koperasi,” jelasnya. KUNCINYA DI PENGUASA Semua itu harus dimulai dari sebuah keyakinan. Jika ideologi koperasi tidak dipahami sebagai instrumen pembangun bangsa, lanjutnya, semua tidak akan berjalan. Koperasi akan tetap marjinal, hanya menjadi ‘aksesoris’. Perkataan bahwa ‘koperasi adalah soko guru’ yang selama ini didengung-dengungkan, hanya menjadi ‘slogan’ semata. “Singkatnya, jalankan saja UU Perkoperasian Pasal 60. Jalankan saja itu dengan baik. Pasti koperasi Indonesia akan berkembang,” ujarnya. Memang diperlukan effort yang besar, tapi kata Apendi, itu bisa berjalan asalkan ada kemauan,” tegasnya. Untuk tumbuh-kembang koperasi, ada yang namanya external factor yang salah satunya adalah sikap dan kebijakan pemerintah atau pimpinan tempat dimana koperasi itu ada. Itu sangat dominan pengaruhnya. “Intinya sederhana saja. Beri saja perlindungan, beri ruang usaha. Itu pasti jalan. Koperasi kampus, koperasi sekolah, koperasi karyawan, industri dan koperasi-koperasi di masyarakat lainnya. Kuncinya ada di penguasa. Entah penguasa daerah, penguasa industri, sekolah, perguruan tinggi, dll. Misalnya, bupati sebagai pemimpin di daerahnya memberi peluang usaha bagi koperasi dan melindunginya. Harus ada privilege bagi koperasi. Kalau dibiarkan bersaing, ya mati dong koperasinya karena lawannya adalah pemodal besar. Atau koperasi di perusahaan. Maka direksi dan pemimpin perusahaan harus punya sikap dan kebijakan yang mendorong tumbuhnya koperasi. Koperasi adalah alat untuk mensejahterakan karyawan, menambah income,” jelas Apendi. (Diana Runtu)
16
Edisi 1040/ 15 - 21 juLi 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com