16
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 7
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Banyak orang terkejut ketika melihat Amat ngopi bersama Pak Made di warung Nyoman. Tak ada yang perPutu Wijaya caya itu kebetulan. Lalu pada menebak, apakah itu perdamaian atau duel puncak untuk mengakhiri perseteruan berkepanjangan yang membuat banyak orang ikut kikuk. Nyoman, pemilik warung sudah dipancing untuk buka rahasia. Tapi meskipun matanya nampak mau berterus-terang, tapi mulutnya terjahit. Yang jelas Yayasan Pendidikan yang gagal dibentuk, bergulir lagi. Para ibu yang memboikot karena Pak Made bersikeras hendak mencantumkan
kata “miskin”, sudah menyerah. “Baiklah, saya setuju yayasan itu tidak hanya milik kelompok masyarakat tertentu, tapi milik semua kita,” kata Pak Made sendiri. Tapi meskipun begitu, warga tetap ragu. Karena itu seperti membenarkan sinyalemen gerilya politik yang tak sengaja dipopulerkan Amat. “Kita jangan terpikat oleh aspek kebaikannya saja,” kata Bu Amat.”Kalau kita terlena lebih gampang lagi kita akan dipelintir!” “Jadi, bagaimana?” “Saya kira kita jangan tergiur oleh kemungkinan dia bisa menggaet sponsor besar. Kita juga bisa, kalau mau. Coba pikir, bagaimana kalau jasanya itu, membuat kita jadi kehilangan suara dalam membuat keputusan? Karena takut kehilangan sponsor? Makanya menurut saya lihat baik-baik
jauh ke depan. Tidak usah coba-coba memelihara memelihara macan! Kita pelihara ayam saja!” Akhirnya Yayasan Pendidikan itu mentah lagi. Anak-anak muda yang mendengar ide itu timbul tenggelam, mulai dongkol. Ada kasak-kusulk mereka mau bertindak. Waktu itu Amat terpaksa bertindak. Pertama-tama dia menggarap istrinya. “Bapak punya teka-teki, Bu. Mau menebak?” Bu Amat heran. Dia menatap suaminya curiga. “Hari gini kok main teka-teki? Terus-terang saja Bapak mau ngelesin saya, ya! Terus-terang saja Bapak mau nyuruh saya damai supaya Yayasan Pendidikan itu jadi, ya?! Terus-terang saja!” Amat terkejut.
“Lho, belum tahu pertanyaannya, kok sudah. menjawab. Teka-teki itu kan latihan otak ringan supaya jangan kena penyakit alzheimer. Penyakit yang bikin semua, termasuk anakcucu, suami terlupa! Mau?” “Memangnya saya ada tanda-tanda begitu?” “Makanya harus sering dites berpikir supaya otak bekerja. Mau?” “Dengan memikirkan gerilya politik Pak Made yang ingin memancing kekeruhan dengan memasukkan kata miskin ke dalam nama yayasan bukannya dia memang mau memancing keributan, seperti yang Bapak teorikan itu. Itu kan sudah berpikir?!” Amat terdiam. “Kalau itu Bapak belum anggap berpikir, coba ceritakan apa yang Bapak dan Pak Made bisik-bisikkan di warung Nyoman? Ceritakan supaya
kami ibu-ibu warga yang menentang Yayasan Pendidikan Orang Miskin itu tidak kena alzheimer semua!” Amat bengong. “Jangan bilang Bapak tidak ada membicarakan apa-apa dengan Pak Made. Kalau tidak, Bapak tidak akan begitu getol menyuruh kami menjadikan yayasan itu berdiri karena Bapak Made sudah menarik kata miskinnya!” Amat diam. Istrinya tambah sengit. “Bapak sadar tidak, Bapak sudah termakan gerilya politiknya?” Amat menatap istrinya. “Ya!” Bu Amat terkejut. “Ya?” “Ya. Termasuk Pak Made seperti yang diakuinya di warung Nyoman” Bu Amat terkejut. “Dan Bapak percaya?” “Tidak!” Bu Amat tercengang. “Nah, sekarang Ibu jawab, tekatekinya: mana lebih dahulu ayam atau telur?”
GURUNYA PARA MILENIAL (1) Era globalisasi kini terus berkembang dan tidak terbendung. Revolusi industri yang popular dengan 4.0 turut menyertainya yang membuat segala teknologi pun menjadi semakin canggih. Di era ini, penggunaan tenaga manusia di semua aspek semakin berkurang sebab banyak tergantikan seiring canggihnya perkembangan teknologi, termasuk bidang pendidikan. Mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pernah mengungkap Indonesia termasuk negara yang berpotensi tinggi siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic. Dengan begitu Indonesia harus siap menerima tantangan yang tidak kecil tersebut, khususnya tantangan dunia pendidikan. Itulah sebabnya, menjadi guru atau pendidik di era globalisasi yang mendidik generasi-generasi milenial saat ini memang sangat berbeda dengan guru di masa dulu. Bentang perbedaan penguasaan teknologi antara guru dan generasi milenial yang notabene lahir antara tahun 1980-2000 memang sangat jauh. Para guru terlahir sebagai digital urban dengan pendidikan serba manual dan sering tergagap-gagap dalam menggunakan teknologi, sementara peserta didik dapat dikatakan digital native telah melesat jauh dengan kecanggihan teknologi yang menyertai dunia pendidikan. Gap guru dan kemajuan teknologi yang kini menjadi
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Prima Damayanti, S.Pd.
bagian dari peserta didik inilah yang kerap membuat proses belajar mengajar di kelas menjadi tidak selaras dan timpang. Bayangkan saja, peserta didik milenial kini bisa menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari untuk ‘bermain’ dengan dunia maya. Lembaga riset Childwise yang berbasis di Inggris melakukan riset dan mengungkapkan anak masa kini rata-rata menghabiskan waktu 6,5 jam per hari untuk beraktivitas dengan gadget-nya. Akses internet yang semakin mudah dengan peralatan komunikasi yang semakin canggih membuka peluang peserta didik untuk bisa membaca media cetak, elektronik, digital, broadcast maupun beritaberita dunia. Dari smartphone yang ada di tangan mereka, bisa dengan sangat mudah membuat mereka
mendengarkan dan merekam musik, melihat, membuat, dan mempublikasikan konten internet sesuai dengan kebutuhan mereka bahkan mereka bisa membaca dunia luar jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Untuk belajar tentang subjek yang baru, para peserta didik tidak lagi dibatasi oleh informasi yang tersedia di perpustakaan karena mereka bisa dengan mudah mengaksesnya lewat internet. Itu artinya, bahan belajar di sekolah dengan mudahnya bisa mereka akses. Hal ini secara langsung mempengaruhi cara peserta didik dalam menerima pembelajaran. Tidak bisa dimungkiri, peserta didik masa kini tidak lagi betah berlama-lama duduk di ruang kelas untuk belajar secara monoton, mendengarkan ‘ceramah’ guru. Kemajuan teknologi ini juga
melahirkan anak muda dengan berbagai macam karakteristik, di mana salah satu kecenderungannya mereka suka memegang kendali dan relatif tidak mau terikat dengan rutinitas yang monoton. Dengan kemudahan akses komunikasi seperti ini, pun secara langsung membuat peserta didik menjadi kreatif dan terpicu untuk berinovasi. Jadi di masa milenial ini, pengukuran hasil pembelajaran dengan cara ‘tradisional’ untuk menentukan produktivitas, tentu tidak berlaku. Sebab, dengan teknologi mereka mampu
melakukan komunikasi, belajar dan bahkan bermain bersama, secara online dengan generasi mereka di seluruh dunia. Mari melihat apa yang harus dilakukan guru masa kini untuk menghadapi peserta didik milenial agar pembelajaran bisa berjalan dengan semestinya dan menyenangkan. Dulu guru merupakan satu-satunya penyedia ilmu dan guru mengajar dengan pengetahuan terbatas juga apa adanya. Peserta didik di dalam kelas harus benar-benar mendengarkan guru berceramah tentang mata peserta didikan. Jika tidak memperhatikan, peserta didik akan ketinggalan. Dengan sebab guru adalah satu-satunya sumber penyedia ilmu, maka peserta didik harus duduk selama waktu yang telah ditentukan, mendengar dan merespon pada saat yang diperbolehkan untuk bertanya jawab dengan guru. Buku paket (peserta didikan) kala itu hanyalah satu-satunya pegangan bagi guru. Karenanya metode pembelajaran ceramah ini, masih relevan dan seimbang baik dalam penyampaian maupun penerimaannya. (Bersambung) Prima Damayanti, S.Pd. Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Bolo Kab. Bima
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019 Di masa sekarang, anak-anak muda yang menggeluti kesenian, mungkin tidak banyak mengenalnya. Sebab sosok seniman kawakan ini telah hijrah ke Jakarta pada era 1980an. Adi Pranajaya, sutradara film yang banyak melahirkan karya-karya monumental seperti film Perang Sapugara di tahun 1994 ini, memiliki energi yang luar biasa besar bagi kemajuan perfilman tanah air.
D
i Nusa Tenggara Barat sendiri, nama dan karyanya berkibar dalam dunia teater jauh sebelum NTB menjadi salah satu ‘kiblat’ teater Indonesia timur tahun 1990-an hingga 2000-an. Adi Pranajaya menjadi salah seorang perintis seni pertunjukan di Nusa Tenggara Barat yang membawa kejayaan teater di NTB pada masa itu. Lahir di Sumbawa Besar pada 26 September 1962, ia menghabiskan masa sekolahnya di Sumbawa Besar lalu melanjutkan kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pe n d i d i k a n ( F K I P ) U n i v e r s i t a s Mataram jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hingga tahun 1987. Saat kuliah di FKIP dan tinggal di Mataram inilah antara 19831986, ia terbilang aktif. Salah satu ‘warisan’nya bahkan masih eksis sampai sekarang, yakni Teater Putih yang didirikannya. Ia juga membina dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan yang menjadi bagian dari berkembangnya teater di Mataram. Sejak kecil Adi memang sudah tertarik pada bidang seni. Ia senang melukis dan menulis, termasuk membaca puisi. Oleh sebab itu, ketika SMA ia memilih jurusan bahasa. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ia sangat senang dan bangga melihat karya-karya (tulisan) ayahnya yang diterbitkan dalam bentuk buku oleh Balai Pustaka Jakarta dan Pustaka Jaya Jakarta. Ia juga begitu bangga pada integritas Sang ayah (Ratsu) pada dunia kepengarangan. Cermin hidupnya adalah Ratsu, Sang Ayahanda yang ia banggakan yang meski secara ekonomi hidup dengan penghasilan yang pas-pasan, namun Ratsu sangat mencintai profesinya itu. kecintaannya pada dunia seni dan menulis ini membuat ia telah tahu memilih jalan hidupnya dengan kuliah di jurusan Sastra FKIP Unram. Konsistensinya luar biasa, ia telah memikirkan bahwa ke depan nanti ia tetap ingin berada di jalur seni tapi dengan keadaan ekonomi yang baik.
15
Adi Pranajaya
Jakarta, Tempat Terbaik Mewujudkan Mimpi Suka melukis (seni rupa), sastra, teater, dan semua jenis seni lain, ia pun menuju cita-citanya itu dengan satu-satunya jalan yang bisa memberi harapan untuk tetap berada di dunia kesenian sekaligus bisa memberi kehidupan ekomoni secara layak adalah film. Kebetulan sekali saat SMA dan semasa kuliah ia sudah sangat suka menonton film-film karya Teguh Karya, Arifin C. Noer dan lainnya. Dan tempat terbaik untuk untuk mewujudkan mimpinya itu adalah Jakarta. Berangkatlah ia ke Jakarta membawa mimpinya itu, dengan tekad tidak akan mengecewakan temanteman dosen termasuk banyak kepala sekolah yang meminta saya menjadi dosen dan atau mengajar di SMA di Mataram. Ia ingin membuktikan bahwa bahwa pilihannya ke Jakarta memang tak salah, meski ia pergi bermodal keyakinan saja, sebab di Jakarta ia belum tahu akan tinggal dengan siapa, bagaimana ia harus makan, bisakah ia bertahan hidup di Jakarta? Ia berangkat hanya membawa alamat Teguh Karya dan Arifin C.Noer, sementara kedua tokoh ini tidak mengenalnya sama
sekali. Ia beruntung, karena setiba di Jakarta ia bisa langsung bergabung dan diterima sebagai murid oleh Teguh Karya (awal 1988), Teguh pula yang merekomendasikannya
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
MOZAIK
Adi Pranajaya (dua dari kanan) bersama Nano Dan Ratna Riantiarno
Adi Pranajaya bersama istri
untuk sekolah di Pusat Perfimman H. Usmar Ismail. Tahun 1988 Adi mulai belajar bidang sinematografi di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail di Jakarta. Sembari belajar, di sana ia juga berguru pada sutradara
Pada tahun 1990-an, Adi Pranajaya melaju lebih jauh lagi saat ia mendapat kesempatan memperdalam sinematografi melalui workshop yang diselenggarakan IKJ bekerja sama dengan Pusat Kebu-
kenamaan Indonesia Teguh Karya dan Arifin C. Noor. Tidak tanggungtanggung, ia menjadi ‘murid’ dua tokoh perfilman tanah air ini setidaknya selama 6 tahun. Sejak memilih seni sebagai karyakarya dalam kehidupannya, bakat Adi dalam bidang perfilman memang terbilang menonjol. Kiprahnya di dunia perfilman pun dimulai dan diperdalam ketika ia diminta untuk mengajar di tempat ia belajar itu dan juga di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di sini ia mengajar mata kuliah wawasan kesenian, film dan masyarakat juga pembahasan (Teori) Film. Sungguh sebuah pencapaian yang tidak mainmain, bagi seorang anak muda asal Nusa Tenggara Barat ini. Di mana kala itu, perfilman masih hanya terpusat di ibu kota Jakarta dan menjadi hal yang ‘wah’ di daerah.
dayaan Amerika, Jepang, Perancis dan Belanda di Jakarta. Karier perfilman Adi Pranajaya pun benar-benar menemui rohnya ketika ia menjadi sutradara dan membuat film kolosal yang monumental berjudul Perang Sapugara di tahun 1994. Film yang diangkat dari novel sejarah Ratsu terbitan Balai Pustaka Jakarta. KERJA KERAS DAN KESUNGGUHAN Setelah itu banyak film yang dibuatnya kemudian yang mengokohkan dirinya dalam dunia film dengan melahirkan karya film seperti Dua Ibu (berdasarkan novel Arswendo Atmowiloto) 13 seri untuk televisi, Kawinnya Juminten dan Martubi (juga Arswendo), Nona-Nona (naskah sendiri), King(tentang Liem Swie King - produksi PT Djarum dan Metro TV), Sang Juara produksi Pem-
prov Kalsel). Beberapa filmnya juga pernah meraih penghargaan dan Adi kerap pula menjadi dewan juri pada Festival Film Indonesia. Hingga saat ini tidak kurang dari 80 judul film dan iklan karyanya. Masih dalam dunia duni seni dan perfilman, kiprah Adi selanjutnya menjadi Ketua Kine Klub Dewan Kesenian Jakarta di tahun 1990-1994, Ketua Forum Penelitian dan Pengkajian Seni Pertunjukan Indonesia 1994 hingga tahun 1998 lalu menjadi Direktur Sinematek Indonesia tahun 2003-2009 menggantikan tokoh film Indonesia H. Misbach Yusa Biran. Saat ini ia menjadi salah seorang Dewan Perpustakaam DKI Jakarta masa bhakti 2019-2023. Selain sibuk mengajar, ia aktif pula sebagai narasumber dalam berbagai seminar perilamn dengan memberikan workshop produksi film dan menulis resensi maupun buku film. Ia juga fokus mengelola production house miliknya. Karya-karya buku yang sudah dilahirkannya antara lain Poster Film Indonesia: Dulu dan Sekarang, Seri Tokoh Perfilman Nasional dan Membaca Film. Puluhan tahun perjalanannya itu, meninggalkan satu catatan penting yang menyertai adalah keberaniannya kala itu untuk meninggalkan kampung halaman menuju ibu kota demi belajar tentang film, bidang yang rasanya ‘mustahil’ bagi anak kota kecil seperti dirinya. Namun ia membuktikan, bahwa kerja keras dan kesungguhan, itulah kunci baginya dalam meraih cita-cita. Adi Pranajaya, adalah bukti teladan semangat bagi anak-anak muda, ia berani keluar dari keterbatasan daerahnya menuju tempat terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. (Naniek I. Taufan)
14
SUDUT PANDANG
Peran Guru Tak Tergantikan
Sekalipun kemajuan teknologi informasi begitu pesat, sekalipun akses informasi tentang berbagai hal begitu mudah didapat, namun peran guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan dan pembentukan SDM unggul tak tergantikan. Namun di sisi lain, para guru pun harus mampu mengimbangi kemajuan zaman dengan meningkatkan kemampuannya.
“M
eskipun di era digital, peran guru tak bisa tergantikan. Jadi peran pekerjaan dari manusia ke manusia, seperti halnya guru, tidak bisa tergantikan oleh robot, misalnya, tidak bisa. Guru bisa melakukan kolaborasi dengan teknologi yakni melalui edutech (education technologi),” kata Sabda PS, pendiri start up pendidikan Zenius Education. Kehadiran teknologi berfungsi sebagai kanal untuk memberdayakan para guru agar dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital. Guru tidak bisa digantikan dengan teknologi. Proses pendidikan, tandas Sabda, tidak bisa berjalan sendiri tanpa arahan dan peran para guru. “Guru berperan membantu mengarahkan siswa di lapangan. Guru
akan berperan dalam pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotorik,” paparnya. Hal senada juga disampaikan Febby Rastanty, artis yang juga aktif sebagai guru di platform Quipper, sebuah aplikasi pendidikan online. Menurutnya, guru zaman sekarang harus kreatif dan inovatif dalam metode pembelajaran. Jaman sudah semakin maju, sudah tidak bisa lagi guru hanya duduk manis dan mendikte. “Guru zaman sekarang harus lebih beradaptasi karena murid sudah mengikuti perkembangan zaman. Tidak bisa hanya stagnan di tempat. Murid jangan hanya ‘disuapi’ tapi harus diajak berpikir, problem solving,” kata pemeran Aisyah dalam film ‘Bumi Itu Bulat’. Febby bukan satu-satunya artis yang menjadi guru di Quipper. Sejumlah ar-
tis juga terlibat dalm program Quipper Super Teacher, di antaranya, Vidi Aldiano, pelantun ‘Nuansa Bening’ yang lulus S2 Manchester University, Inggris, serta Tasya Kamila, artis yang juga lulusan S2 Columbia University, AS. Menurut Febby yang menjadi guru kimia di Quipper, sejak dulu dia sangat peduli pendidikan. Sekalipun dirinya sangat sibuk di dunia entertainment, namun ia berusaha agar pendidikannya tidak tertinggal. Pendidikan tetap lah prioritas utama. Itu sebabnya, meski sibuk sebagai artis, ia tetap nekat menargetkan dirinya harus masuk Universitas Indonesia. Tidak mudah, tapi dia berjuang. Sempat gagal ujian SBMPTN tapi tidak putus asa. Ia pun mencoba lagi, sampai akhirnya tembus Fakultas Hukum UI. Selama 3,5 tahun kuliah, 2018 lalu ia pun lulus dengan predikat cum laude dari FHUI. Kepeduliannya pada dunia pendidikan, dibuktikannya ketika ia mengiyakan tawaran menjadi salah satu guru di Quipper. Febby memilih jadi guru kimia karena mengaku terinspirasi den-
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
SOSIALITA
Denpasar Tuan Rumah
The Climate Leadership Program Workshop Phase III Kota Denpasar kembali sukses menjadi tuan rumah event internasional. Setelah sebelumnya juga berhasil sebagai tuan rumah “Eurasia Conference OWHC”. Pekan lalu Kota Denpasar menggelar The Climate Leadership Program Workshop Phase III City Net, dengan tema “For a Better, Greener and Smarter City Toward Resilient and Sustainable City 2019”, Senin (18/11) di Prama Sanur Beach Denpasar.
K
egiatan yang menghadirkan ratusan delegasi anggota dari Asia Pasifik City Net ini dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, ditandai pemukulan
Febby Rastanty gan guru kimianya yang mampu mengajar dengan baik. Pelajaran kimia yang sulit, menjadi menarik dan menyenangkan karena cara mengajar gurunya. Sebagai anak bangsa, kata Febby, dia pun terpanggil untuk juga ikut terjun di
bidang pendidikan. “Aku merasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan, serta merasa terpanggil untuk berbagi,” tambah gadis kelahiran 1996 peraih Aktris Ngetop SCTV Awards 2012 ini. (Diana Runtu)
gong. Rangkaian penyelenggaraan dari 38th Executive Meeting City Net tersebut juga dihadiri pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar itu dan berlangsung (18- 20 November 2019). Beragam materi juga tu-
rut disajikan dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya. Dalam sambutan Wali Kota Denpasar yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, menjelaskan Kota Denpasar sangat berbangga menjadi tuan rumah acara bertaraf interasional The Climate Program Workshop Phase III City Net. Tentu dari kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan
Guru Wajib Ikuti Perkembangan Teknologi
Profesi guru tidak akan pernah tergantikan meski perkembangan teknologi demikian luar biasa. Saat ini ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai sumber yang serba digital dengan mudah dan murah. Tetapi, profesi guru tetap diperlukan karena guru tidak hanya berfungsi untuk mentransfer ilmu pengetahuan juga menanamkan nilai-nilai kehidupan serta keteladanan yang tidak bisa dipelajari dari sumber informasi mana pun. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha Dr. Ketut Agustini., S.Si.,M.Si. Akademisi yang akrab disapa Egi ini mengatakan bahwa begitu pesatnya perkembangan teknologi sehingga memudahkan mahasiswa mencari sumber-sumber informasi untuk mendukung pembelajaran di kelas. Apalagi, sistem pembelajaran student Ketut Agustini center yang digunakan membuat siswa lebih aktif menemukan dan mencari solusi dari permasalahan dalam pembelajaran. “Bukan berarti guru tidak ambil peran, justru dari sistem pembelajaran ini guru memiliki tugas untuk meluruskan hal-hal yang tidak sesuai dari konsep,” jelasnya. Mudahnya mengakses informasi dan pengetahuan, sehingga setiap guru wajib mengikuti perkembangan teknologi. Guru tidak boleh lagi gagap teknologi sehingga mampu mengimbangi mahasiswa yang lahir di generasi industri 4.0 ini. Berbagai sumber informasi maupun sosialisasi juga harus dipahami para guru sehingga guru akan kaya dengan materi maupun metode pembelajaran. “Guru juga jangan kaku dengan prinsip. Komunikasi sangat diperlukan ini bagian dari interaksi antara guru dan siswa,” imbuhnya. Secara pribadi, Egi yang baru dilantik menjadi Wakil Dekan I FTK ini mengatakan sosok guru tidak selalu berkaitan dengan kelas dan siswa. Menurutnya, guru adalah sosok yang bisa membagi ilmu yang dimiliki untuk dimanfaatkan orang banyak. Meskipun tengah menjabat di Fakultas, mantan dari sekretaris kantor Jaminan Mutu Undiksha Singaraja ini tidak segan sharing informasi dan pengetahuan dengan kalangan dosen di lingkup universitas. “Biasanya untuk sharing informasi kami membuat grup Whatapps sesame Dekan di seluruh fakultas nanti segala ide-ide untuk kemajuan lembaga kami sampaikan di sana,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
3
pemikiran serta strategi manajemen inovasi untuk mencapai perkotaan berkelanjutan. “Kami mengharapkan dapat menghasilkan rumusan, pemikiran serta inovasi manajemen perkotaan secara berkelanjutan. Khususnya untuk menjadikan lebih baik. Kota yang lebih hijau, kota cerdas, peningkatann kualitas hidup masyarakat demi masa depan generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara. Lebih lanjut dijelaskan, Kota Denpasar secara resmi telah bergabung menjadi anggota Asia Pasifik City Net pada 7 November 2019, di Lalitpur Nepal. Tentunya dengan bergabungnya Kota Denpasar, diharapkan menjadi ajang penjajakan kerjasama
Inovasi Atasi Perubahan Iklim Saat ini tengah berkecamuknya perubahan dunia, baik karena iklim (climate change), perdagangan, pariwisata, transportasi hingga teknologi. Maka diperlukan spirit globalisasi untuk diimplementasikan memandu agenda global yakni pembangunan berkelanjutan, sustainable development goals (SDGs) “Agenda global diwujudkan dalam strategi inovatif pada setiap manajemen perkotaan secara berkelanjutan. Untuk itu, masyarakat diwajibkan kreatif serta kritis dalam menyikapi perubahan. Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh komponen masyarakat berupaya dan berkolaborasi dari kota ke kota (city to city) demi peluang mengembangkan langkah inovatif dalam menerapkan kebijakan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” tegas Jaya Negara. Selanjutnya Wakil Wali Kota Denpasar ini mengatakan bahwa atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar pi-
haknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh delegasi dan wali kota anggota City Net yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap Kota Denpasar sebagai tuan rumah kegiatan “The Climate Program Workshop Phase III City Net”, sehingga seluruh acara berjalan lancar dan sesuai harapan. Dalam kesempatan tersebut, Deputy Secretary General Asia Pasifik City Net, Aisa Tobing
mengatakan permasalahan iklim merupakan komitmen global. Dimana diperlukan aksi mulai dari tingkat lokal yakni perkotaan untuk mempercepat berbagai aksi global. “Dari kegiatan ini tentunya kami ingin melihat inovasi setiap anggota City Net dalam mengatasi perubahan iklim. Selanjutnya dapat bersama-sama berkonsentrasi untuk mengentaskan permasalahan perubahan iklim dengan berbagai proyek sebagai upaya aksi dalam menyikapi perubahan iklim tersebut, ” paparnya.
Kota Denpasar pun tak ketinggalan mem perkenalkan ‘Si Darling’ yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Si Darling, yang berfokus pada sampah plastik ini, menjadi salah satu inovasi peduli lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Disamping melakukan kunjungan diantaranya ke pasar Badung, Tukad Bindu dan Puri Jro Kuta. Sementara itu Wali Kota Den-
persahabatan, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dalam penerapan strategi inovatif menuju pembangunan keberlanjutan (SDGs). Selain itu, dari kegiatan yang diorganisir oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar ini, diharapkan dapat mengembangkan kapasitas pemimpin dan calon pemimpin untuk menjadi inovatif, profesional, dan visioner. Disamping demi pengembangan peran kepemimpinan berdasarkan manajemen pengetahuan, tantangan transformasi dan pengembangan masyarakat yang merupakan aspek penting untuk perumusan dan implementasi berbagai kebijakan. -ard
pasar IB Rai Mantra, didampingi Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, Laxmy Saraswaty dalam Farewel Dinner seluruh delegasi Asia Pasifik City Net di Prama Sanur, Denpasar, Selasa (19/11), menyampaikan ucapan terima kasihnya. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan “The Climate Leadership Program Workshop Phase III” berlangsung dengan sukses. Dikatakannya pula Denpasar bangga menjadi tuan rumah terlebih dari kegiatan tersebut mampu mengembangkan kapasitas pemimpin dan calon pemimpin untuk menjadi inovatif, profesional, dan visioner. -ard
WOMAN ON TOP
4
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Ni Made Dwi Priyanti Koriawan
Transmigrasi untuk Meningkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mensejahterkan masyarakatnya. Di Buleleng, program transmigrasi masih menjadi program yang diminati untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng Ni Made Dwi Priyanti Koriawan, S.E.
M
enurutnya, selain bertujuan untuk meratakan jumlah penduduk, pro gram transmigrasi sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng. Tahun 2019 ini, Buleleng kembali memberangkatkan 5 Kepala Keluarga atau 20 orang warga dari kuota 10 KK dari pusat untuk Bali. Nantinya, calon transmigran ini diberangkatkan menuju Sumba Timur. Sebelum menuju lokasi transmigrasi, pada Minggu 24 Nopember 2019 nanti transmigran akan diberangkatkan
Sudut Pandang
Angga
S ari
menuju Denpasar untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian perlengkapan. Kadis Dwi Priyanti menjelaskan sebenarnya peminat program transmigrasi di Kabupaten Buleleng cukup banyak. Tetapi kuota yang disediakan untuk Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng sangat terbatas. Begitu pula, banyak yang masih belum memenuhi syarat. Akhirnya setelah dilakukan seleksi serta kelengkapan dokumen, lima KK dinyatakan lulus. “Sebelum kami menerima pendaftaran, kami cek
Ni Made Dwi Priyanti Koriawan, S.E.
terlebih dahulu lokasi yang diinfokan dari pemerintah pusat yaitu di Sumba Timur, kemudian baru kami sosialisasikan,” jelas Dwi Priyanti ditemui usai acara pelepasan secara
Guru Pemberi Motivasi Di tengah arus informasi yang sedemikian deras di era digital ini, konon pembelajaran berbasis teknologi informasi mampu menggantikan peran seorang guru dalam menyampaikan suatu ilmu.Tidak dimungkiri, bahwa setiap generasi bertumbuh dengan cirinya masing-masing, begitu juga generasi millenial. Bahwa generasi milinial kini lebih banyak mempelajari hal baru melalui youtube. Sangat mudah pula ditemui para siswa lebih melek teknologi dibanding para pengajar mereka di sekolah. Begitu diucapkan Ni Made Anggara Juni Sari, S.T., MSi., yang biasa disapa Angga Sari ini. Dikatakan oleh pemilik brand “Wastra Bali” ini, sampai pada titik tertentu, era disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar pun mungkin akan berubah total. Ruang kelas mengalami evolusi kepola pembelajaran digital yang pengalaman belajarnya lebih kreatif
dan inovatif. “Guru selama ini dikenal sebagai pendidik, pengajar, sumber belajar, fasilitator, pembimbing, inovator, motivator, pelatih dan penasehat yang memiliki peranan penting bagi seorang murid. Guru di era milenial ini tidak hanya hadir secara fisik karena informasi atau tutorial yang hadir di youtube atau internet dapat juga dikatakan sebagai “guru dunia maya”sebagai sumber belajar dan fasilitator,” tutur desainer yang lebih banyak berkarya dengan bahan endek ini. Mereka yang membuat tutorial ataupun memberikan informasi di youtube atau internet adalah seorang yang memiliki kemampuan atau keahlian di bidangnya masingmasing. Bahkan seorang guru pun sekarang banyak yang mengadakan kelas pembelajaran dengan sistem online. “Saya adalah salah satu murid yang belajar desain secara online karena keterbatasan waktu.. Saya harus membagi waktu untuk bekerja dan belajar, oleh karena itu saya memutuskan untuk belajar desain secara online dengan seorang pengajar atau guru yang berasal dari luar Bali,” terang Angga Sari. Baginya, teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar mengajar. Namun, peran guru sebagai motivator dan penasehat tetap tidak dapat tergantikan oleh youtube atau internet. Sebab, pada kenyataannya ia masih memerlukan kehadiran seorang guru secara fisik
resmi transmigran, Rabu (20/11). Hal yang melatarbelakangi warga yang ingin bertransmigrasi, lanjut Dwi Priyanti, kebanyakan dari mereka ingin mengubah pola hidup. Mengembangkan ilmu pertanian yang dimiliki dan harapan dapat meningkatkan derajat keluarga yang tinggi juga menjadi alasan. Selain itu juga, salah satu faktor yang mendorong transmigran yaitu karena faktor ekonomi. Hal ini dikarenakan sebagian besar transmigran merupakan keluarga yang kurang mampu. Dana untuk keberangkatan transmigran ini bersumber dari pemerintah pusat. Tugas Disnaker Buleleng hanya mensosialisasikan dan menyiapkan transmigrannya saja. Dengan tetap memperhatikan kuota yang diberikan dari Pemerin-
tah Provinsi. “Kami berharap semoga di daerah yang baru mereka bisa beradaptasi dengan penduduk lokal di sana, dan tetap menjaga nama baik Buleleng,” ujar Dwi Priyanti. Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, salah satu warga transmigran, I Gede Ariyasa asal Desa Galungan, Kecamatan Sawan mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Dengan difasilitasi pemerintah, warga transmigran yang akan menuju Sumba Timur bisa diberangkatkan. “Tujuan saya bertransmigrasi adalah untuk menambah aset, dan mengubah pola hidup yang sebelumnya di kampung, saya sering bermalasmalasan, semoga di daerah yang baru bisa lebih mengembangkan diri,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
di hadapannya untuk memberikan bimbingan, motivasi dan sentuhan karakter pada desain yang dirancangnya. “Belajar secara online yang saya dapatkan hanya sebatas ilmu pengetahuan atau informasi tentang dunia desain. Disini saya menyadari perbedaan guru dunia maya dengan guru yang secara fisik hadir di hadapan saya,” cetusnya.
adi merasakan peran seorang guru yang sangat besar untuk mengajarkan nilai-nilai budaya, estetika, empati dan sentuhan karakter yang harus ditumbuhkan dalam setiap karya desain yang dibuatnya. Oleh karena itu pula, bimbingan personal seorang guru untuk pendidikan karakter sangat diperlukan. Peranan seorang guru bagi murid, lanjut Angga Sari tidak akan pernah tergantikan oleh youtube atau internet. Meskipun di era milenial, peran guru masih sangat dibutuhkan untuk pembentukan karakter. Justru di era milenial ini pendidikan karakter perlu ditingkatkan untuk dapat menerima secara positif semakin canggihnya teknologi yang berkembang pesat diseluruh dunia. “Ditengah pesatnya perubahan yang ini, kita tidak boleh melupakan adat dan budaya dalam hidup bermasyarakat bahwasanya kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya,” katanya . Oleh karena itu baginya sebagai seorang murid yang masih belajar desain mode, kehadiran dan peranan seorang guru sangat diperlukan untuk dapat memberikan motivasi, sentuhan pada setiap karyanya. “Disamping menerima pengalaman dan dari seorang guru saya bisa berkenalan dengan murid-murid yang lainnya. Berjayalah semua guru yang ada di seluruh negeri bahwa teknologi hanyalah sarana untuk menyampaikan sebuah materi bukan menggantikan peran seorang guru,” pungkasnya. (Sri Ardhini)
TETAP PERLU BIMBINGAN GURU Angga Sari juga mengatakan satu hal besar yang tidak bisa diabaikan, bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran atau pemberi nilai ujian semata. Melainkan, seorang pendidik yang diperlukan untuk mengajarkan nilainilai budaya, etika, norma-norma kebijaksanaan, pengalaman, hingga melatih empati. Hal-hal itu, sejauh ini, tidak dapat diajarkan oleh mesin apapun dan tidak bisa didapatkan secara online. “Dalam membuat suatu karya desain dibutuhkan sentuhan hati yang tulus sehingga karya yang dibuat memiliki “roh” untuk menghidupkannya agar dicintai oleh pelanggan atau pencinta desain. Belajar membuat croquis sebelum mendesain busana memang ada tekniknya. Namun, setelah menggoreskan desain dan warna perlu menggunakan “hati” agar pesan yang ingin disampaikan oleh seorang desainer kepada pelanggan dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Angga Sari. Disinilah katanya, ia secara prib-
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Enaknya
METROPOLITAN
13
Teh Lada Hitam Anda peminum teh? Dapatkah membayangkan rasa teh dicampur lada hitam dan saos cabe? Mungkin tak terbayangkan karena memang sepertinya sulit ditemui kreasi teh seperti itu. Mungkin juga Anda berpikir teh yang diracik dengan bumbu seperti lada hitam-saos cabe (tobasco), rasanya bakal tidak jelas. Eits, jangan salah. Justru teh dicampur lada hitam plus tobasco ini melahirkan rasa yang unik dan enak.
T
idak percaya? Buktinya, Cakra Virajati berhasil mengukir prestasi dengan karyanya yang ‘ajaib’ itu dalam kompetisi kreasi teh ‘Indonesia Tea Brewing Championship 2019’ yang berlangsung bertepatan dengan ‘SIAL Interfood’di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, baru baru ini. Berkat kreasi yang unik, Cakra yang merupakan peserta independen, berhasil meraih ‘Best Signature Beverage’. “Tehnya punya rasa yang unik ya dibanding rasa teh-teh yang kita kenal selama ini. Enak!” ujar Christian, penonton yang ikut mencicipi teh kreasi pria asal Mataram, NTB, itu. “Pencampurannya pas, jadi rasa tehnya tetap terasa, dan memang itu yang sepertinya disyaratkan dalam kompetisi ini, bahwa bahan-bahan lain yang dicampurkan bersama teh, rasanya tidak boleh lebih dominan dibanding teh itu sendiri. Teh kreasi Cakra pun begitu. Rasa teh nya terasa namun ada flavor lain yaitu pedas khas lada hitam dan tobasco. Ya seperti ‘teh ricarica’ hehehe,” ucapnya. Awalnya, Cakra menyeduh teh terlebih dahulu. Kemudian ditaruh di gelas. Setelah itu ia pun beraksi dengan menaburi lada hitam dan tobasco ke dalam teh, kemudian diaduk agar tercampur rata. Rasanya, ternyata sanggup bikin para juri manggut-manggut. Untuk yang penasaran dan mau mencoba, agar tidak sembarangan. Karena untuk menghasilkan rasa yang unik dan enak itu, terntu ada perbandingan tertentu berapa banyak lada hitam dan tobasco yang dituangkan ke teh. Demo ‘teh rica-rica’ ala Cakra Virajati ini merupakan salah satu yang
Saos Cabe
pedas-pedas. Dari kerinduan itulah muncul ide, bagaimana jika teh dikombinasikan dengan bumbu-bumbuan yang pedas. Lalu dia pun mulai mencoba membuat, berkali-kali percobaan, sampai akhirnya didapatlah rasa yang benar-benar pas,” jelas Christian. “Jadi kalau mau diilustrasikan, ibarat kita minum sesuatu. Minumannya sudah tertelan, namun masih meninggalkan rasa di lidah. After taste, spicy –nya masih terasa di lidah,” tamtkh/ig idteafest bah Christian mencoba mendeskripsikan. Cakra Virajati raih best signature beverage Kompetisi kreasi memenarik ditonton para pengunjung nyeduh teh memang belumlah pameran, selain demo kreasi Lydia sepopuler kreasi kopi yang di InNatalia (juara pertama), juga be- donesia ada begitu banyak kompeberapa peserta lain yang menjuarai tisinya, pesertanya pun selalu memkompetisi ini seperti Joni Warinto bludak. Sementara teh, sekalipun (runner up),Emerentiana Hanjaya keberadaan minuman itu sudah ada sejak jaman nenek-moyang, namun untuk dijadikan aneka kreasi minuman modern belum terlalu banyak, bahkan kompetisi menyeduh teh pun boleh dibilang langka. ‘Indonesia Tea Brewing Championship’ saja, baru dua kali ini digelar. Padahal teh Indonesia, seperti halnya kopi, bukan hanya beragam tapi kualitas tehnya pun tak kalah dengan luar negeri. Di dunia, Indonesia masuk dalam tujuh besar negara penghasil teh berkualitas. Tak heran kalau banyak permintaan luar negeri akan teh Indonesia. Adanya kompetisi teh (ITBC) tkh/ig idteafest yang baru dua kali digelar Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) ini, mudah-mudahan menRatna Soematri, bersama para juri jadi momentum semakin gencarnya lainnya sedang mencicipi teh racikan ajakan untuk membuat kreasi minupeserta kompetisi man teh atau minuman teh kekinian. (Best Classic Tea). Bagaimana Cakra bisa melahirkan rasa teh unik itu, juga menjadi daya tarik tersendiri. Rupanya dia terinspirasi pada kerinduannya akan kampung halamannya di NTB. Kangen masakan Lombok yang serba pedas. “Dia rindu masakan istrinya yang serba pedas. Maklum biasanya masakan Lombok banyak yang
PROMOSIKAN TEH PERKEBUNAN INDONESIA Terkait event ITBC 2019, tahun ini ada dua kategori lomba yakni classic tea dan mixology (signature drink). Semua peserta harus mengikuti dua kategori itu yakni, menyeduh classic tea dan mixology. Untuk classic tea, panitia sudah
Teh kreatif lada hitam + saos cabe
menyediakan jenis tehnya, yakni 12 jenis teh Indonesia, peserta bisa memilihnya. Terdapat 12 jenis teh dari enam perkebunan Indonesia yaitu Harendong (Organic Sinensis Black Tea dan Sinensis Rolled Oolong ), Tobawangi (Imperial black tea dan Loose Oolong Tea), Bukitsari (organic OP Black Tea dan Silver Needle), Liki (Red Tea dan Silver Tip White Tea), Chakra (Leafy Grade Orthodox Black Tea dan Indonesian Sencha), dan Pasircanar (Silver Needle Red Tea dan Yellow Tea). Sedang untuk mixology, peserta boleh membawa teh sendiri namun harus berasal dari perkebunan Indonesia. Seperti classic tea maupun mixology, peserta harus melakukan presentasi terkait teh kreasinya, seperti tentang latar belakang pemilihan teh, teknik menyeduh, konsep penyajian, dll. Ratna Soemantri, Ketua Juri ITBC 2019 menyebut, ITBC bertujuan
Lydia Wijaya tkh/ig idteafest
tkh/ig idteafest
untuk mempromosikan teh-teh specialty yang berasal dari perkebunan Indonesia. “Kita ingin memperlihatkan bahwa teh itu sangat kaya dan bisa dibuat menjadi suatu yang lebih modern, kekinian,” ujar Ratna yang juga Humas AISTea. Penilaian kreativitas peserta, jelas Ratna, minuman yang belum pernah dibuat sebelumnya, bahan-bahan juga metodenya, serta hasil teh seduhan haruslah seimbang antara rasa teh dan bahan tambahan lainnya. Pakar kuliner William Wongso yang juga menjadi salah satu juri menyebut, acara semacam ini harus terus dilaksanakan. Edukasi terhadap masyarakat juga harus terus dilaksanakan, misalnya, bahwa seduhan teh itu tidak mesti cokelat pekat. Padahal tidak demikian. Karena varian teh banyak sekali, begitu juga karakteristiknya. “Teh juga tergantung pada penanaman dan daerahnya,” ucap chef kondang itu. (Diana Runtu)
Ratna Somantri
tkh/diana
12
BUMI GORA
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Libatkan Semua Elemen Masyarakat dalam Program “Zero Waste” Konsep dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan program Zero Waste, dibahas dalam rapat antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kantor Kementerian LHK, Jakarta Pusat, yang berlangsung minggu lalu.
R
apat ini dipimpin oleh Wakil Menteri LHK, dan dihadiri oleh para Dirjen di lingkup Kementerian LHK dan Wakil Gubernur, Dr. Sitti Rohmi Djalilah beserta jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Timur dan Bupati Dompu. Dalam rapat tersebut, Wagub NTB memaparkan program-program strategis terkait lingkungan dan kehutanan yang dirangkum dalam program NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023. “NTB Zero Waste terdiri dari penyusunan regulasi, kampanye edukasi dan pembinaan, kerjasama pengelolaan persampahan, sarana dan prasarana serta kelembagaan pengelolaan persampahan. Kami
konsep semuanya secara matang dan komprehensif sehingga mudah dan cepat diwujudkan,” ungkap Rohmi. Sedangkan untuk mendukung program NTB Hijau 2023 menurutnya dilakukan beberapa hal, terdiri dari penguatan kelembagaan pengelola hutan, pemantapan kawasan hutan, rehabilitasi dan perhutanan sosial, optimalisasi pemanfaatan dan industrialisasi hasil hutan dan perlindungan dan konservasi SDA. “Kami dari Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak yang terlibat akan membuat materi sosialisasi terkait Zero Waste baik dalam bentuk video, leaflet, poster dan lain – lain. Intinya yang menarik, mengedukasi dan mudah dipahami seluruh ma-
Pada rapat koordinasi Satu Data Kependudukan tahun 2019 yang berlangsung di Mataram NTB beberapa
Sudah 1,5 tahun Shakira, putri semata wayang Denada Tambunan, menjalani pengobatan kanker darah di Singapura. Sejauh ini, kata Dena—begitu ia biasa disapa--- kondisi Shakira baik-baik saja. Hanya saja yang bikin Dena ‘mumet’ sekarang ini adalah sebentar lagi HUT ke-7 pada 11 Desember mendatang.
“K
syarakat,” kata Rohmi. Wagub juga menjelaskan pembagian peran antara Pemerintah Provinsi NTB dengan pemerintah kabupaten atau pun pemerintah kota di NTB serta Kementerian LHK supaya Kementerian LHK mengetahui dengan detail apa saja
bantuan yang dibutuhkan oleh Pememintah Provinsi NTB dalam rangka terwujudnya NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023. “Kami melibatkan semua elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan, semua harus bersinergi mengambil peran nyata untuk
mengendalikan dan mengelola sampah. Mulai dari perangkat daerah di Pemerintah Provinsi NTB, ASN di pemkab/pemkot seluruh NTB, hingga tokoh agama, pemuka masyarakat, pemuda, ormas sampai tingkat anak-anak sekolah di SMA/ SMK,” papar Sitti Rohmi. Menurut Rohmi, semua kalangan harus menjadi pusat informasi Zero Waste dan dimulai dari lingkungan masing-masing. Sehingga sampah di NTB tidak lagi menimbulkan masalah, tetapi justru dipandang sebagai potensi yang bermanfaat. Kementerian LHK menyambut baik semua usulan dari Pemprov NTB dan sejumlah item sudah dianggarkan oleh Kementerian LHK di tahun 2020. Untuk selanjutnya, akan didiskusikan secara teknis oleh dinas dan direktorat jenderal terkait. (Naniek I. Taufan)
Hadirkan Lembaga Pendidikan Berkualitas di Indonesia Timur waktu lalu, terungkap bahwa Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memiliki mimpi bahwa suatu saat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, tidak lagi berada di Jakarta atau wilayah barat Indonesia. Namun, ia sangat berharap lahirnya Sekolah Statistik itu di wilayah Indonesia Timur, baik itu di Sulawesi, Papua atau di wilayah Nusa Tenggara. Ia menilai dengan berdirinya sekolah statistik di wilayah Indonesia Timur, maka sumber daya manusia dapat dipacu dan bisa bersaing dengan SDM yang ada di wilayah Indonesia Barat. Sehingga, anak-anak yang cerdas di bidang statistik tidak lagi terpusat di Jakarta. Namun tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Human Development Index (HDI) Indonesia Bagian Timur itu rendah bukan karena standard of living kita rendah. Tapi mayoritas lulusan
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
SMA terbaik kita sekolahnya di Bandung, Yogyakarta, dan Malang,” ujarnya. Karena itu menurutnya salah satu cara untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia adalah dengan menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas, seperti STAN atau STIS. Terkait data statistik, Gubernur NTB menyampaikan tentang pentingnya satu data yang akurat. Sehingga, kebijakan yang dibuat untuk masyarakat betul-betul berbasiskan data, baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Namun, perlu juga diingat bahwa angka-angka keberhasilan, baik itu ekonomi dan inflasi, harus memiliki dampak bagi kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat. “Pembangunan itu tidak mungkin direduksi hanya sebatas angka-angka. Percuma angka pertumbuhan ekonomi
kita tinggi, namun masyarakat lokal kita jadi penonton,” katanya. Sementara itu, dalam kegiatan yang berlangsung dua hari dengan menghadirkan para pemangku kepentingan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ini, Kepala Badan Pusat Statistik NTB,
Suntono menyampaikan bahwa rapat koordinasi satu data ini dimaksudkan untuk membahas data yang dihimpun statistik dalam bentuk satu data. Sehingga, tidak ada lagi data yang berbeda, baik oleh statistik maupun lembaga terkait lainnya. (Naniek I. Taufan)
BUNDA ANANDA
5
Siapkan Konsep Ulang Tahun yang Membahagiakan
ita lagi prepare untuk cepat saji, itu kan pasti tidak boleh ke situ. HUT Shakira. Insyaal- Dia juga minta di mall, itu juga kan nggak lah bulan debisa. Dia kan masih dalam pengopan,” ujar batan, jadi belum boleh beDenada. Yang bikin bingung, rada di public area ataupun ujar pelantun tembang makan makanan secara ‘Call me Dena’, kebebas,” ungkap wanita inginan Shakira untuk kelahiran 1978 ini. perayaan ultahnya Meski tidak bisa selalu berganti-ganti. memenuhi per“Bingung maunya mintaan anaknya, macam-macam. dirinya tetap beruMinggu ini minta saha keras memini, minggu depanbuat sebuah acara nya lagi minta itu. ultah yang berkesan Sekarang minta raindan membahagiabow, lalu berubah lagi kan Shakira. “Kita minta di restoran cepat sedang memikirkan saji. Kemudian berubah sebuah konsep acara foto instagram denada Denada - Shakira lagi, minta di mall. Selalu dimana nantinya bukan berubah-ubah. Jadi sekarang hanya Shakira yang senang saya lagi bingung mau bikin tapi juga bisa memberikan konsep seperti apa,” ungkap wanita hari yang membahagiakan bagi anak bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia lainnya. Karena kan di sana bukan hanya Ayu Tambunan ini. Shakira ada anak-anak lainnya, khususnya Sebagai orangtua, dia akan selalu beru- anak-anak Indonesia yang sedang berjuang,” saha menyenangkan dan membahagiakan tutur putri tunggal penyanyi senior Emilia anaknya. Namun begitu ada hal-hal yang Contessa ini. meski diminta Shakira, tidak dapat dipenuhi Salah satu yang sedang diusahakan olehnya, lantaran masih adalah menggelar acara di luar rumah sakit, dalam pengobatan. namun bukan public area. Karena tahun Shakira belum lalu, sekalipun dibuatkan pesta ultah namun bisa bebas bedi rumah sakit, tentu beda nuansanya. rada di public “Jadi kita sedang mencoba mencari suatu area atautempat yang memungkinkan. Untungnya pun makan kita dibantu oleh salah satu nurse, namanya semaunya. Clara. Dia baik sekali pada Shakira. Dia lah “Seperyang akan membantu mencarikan tempat, ti restoran mempersiapkannya termasuk makanan dan kue-kue sehingga cukup aman dimakan oleh anak-anak (undangan) nantinya,” jelas Dena panjang lebar. Meskipun sedih, Dena memang tidak pelit informasi jika ditanya oleh wartawan. Namun begitu penampilan Dena memang tidak lagi seceria 1,5 tahun lalu, sebelum anak kesayangannya divonis menderita leukemia. Itu juga yang terlihat ketika Denada jumpa wartawan beberapa waktu lalu. Dia berusaha tersenyum, namun matanya tampak sedih. Pun ketika menjelaskan kondisi Shakira, suaranya kerap terbata. BERUSAHA DAN BERDOA Wartawan pun paham tentang apa yang dialami dan tengah diperjuangankan Denada sehingga tidak ada yang mendesakkan sebuah pertanyaan yang enggan dijawabnya. Pun ketika wartawan mencoba bertanya tahapan pengobatan Shakira saat ini, Dena tampak agak enggan menjelaskan secara rinci. “Saya mohon doanya dari semua ya. Yang pasti sekarang masih harus menjalani ini, setelah ini, masih ada masa menunggu lagi. Jadi semuanya masih berlangsung,” ucapnya seraya pamit karena akan melanjutkan kegiatannya. Perjuangan Denada agar anaknya foto kapanlagi com dapat sembuh sungguh luar biasa. Denada
Dia harus berjuang untuk mendapatkan dana yang besar bagi pengobatan Shakira di Singapura yang konon nilainya 2-3 kali lebih besar dibanding biaya pengobatan di Indonesia. Bukan itu saja, dia juga harus menyewa rumah untuk tinggal selama pengobatan Shakira. Praktis saat ini hanya Denadalah yang menanggung seluruh biaya pengobatan lantaran mantan suaminya (ayah Shakira), Jerry Aurum, Juni 2019 lalu ditangkap polisi karena kasus narkoba. Denada sendiri berusaha menjalani semua permasalahannya dengan ikhlas sembari terus berdoa agar pengobatan anaknya berjalan baik dan Shakira bisa sembuh. Berusaha dan berdoa, itulah yang dilakoni Denada. Beruntungnya, di saat sulit seperti ini, banyak job mengalir pada Denada. Itulah yang sangat disyukuri oleh Denada karena dengan begitu dia bisa menghandle biaya pengobatan anaknya. Dalam sebuah tayangan ‘Cumi-cumi’, Dena sempat menyebut bahwa biaya pengobatan Shakira luar biasa besar. Untuk memenuhinya, selain bekerja ia juga menjual dua rumah miliknya, di Jl TB Simatupang dan di Jl Pejaten Raya, keduanya di wilayah Jakarta Selatan. “Yang di Jl Pejaten Raya sebenarnya itu rumah utama kami. Rumah penuh kenangan, di sana Shakira tumbuhbesar. Tapi nggak apa-apa, kita ikhtiar saja sekarang ini. Rasanya mau berapapun rumah di dunia ini, tidak sebanding dengan hidup Shakira anak
saya. Jadi buat saya, ringan saja menjual rumah itu,” kata Dena dengan suara tersendat. Biaya yang diperlukan untuk pengobatan Shakira besar sekali, belum lagi biaya sewa rumah perbulan mencapai Rp 35 juta. “Kenapa besar sekali karena selain ada biaya pengobatan juga ada biaya sewa rumah. Singapura kan terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang mahal sekali. Untuk tempat tinggal kami harus membayar Rp 35 juta per bulan, itu belum ditambah dengan biaya listrik, makan, transportasi, dll.” “Lalu kita juga mengeluarkan biaya pengkondisian rumah karena rumah harus selalu steril. Jadi kita harus membeli alat-alat, seperti beli filter udara untuk setiap ruangan, dll. Jadi itulah maka biayanya menjadi besar sekali,” paparnya ditayangan ‘Cumi-cumi’. Sebenarnya, ungkap Dena lagi, dirinya belum lama (sebelum Shakira sakit) membeli tanah seluas hampir 1000 meter2 dan membangun rumah berlantai empat. Tadinya, kata Dena, dia berpikir rumah tersebut untuk ditempatinya bersama Shakira.
Denada - Shakira
instagram shakira
“Itu rumah untuk Shakira. Sekarang kalau saya sedang di Jakarta, saya tidur di rumah itu. Hampir tiap malam saya nangis karena saya bangun rumah itu untuk dia. Saya ingin Shakira sembuh,” ungkapnya dengan suara tersendat. “Manusia hanya bisa punya rencana dan melakukan dengan kekuatannya untuk mewujudkan. Tapi hidup tidak seperti itu,” ungkap Dena.(Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit GELANG EMAS DARI RAJA
Raja Bhoja sangat terkenal suka turba. Ia ingin mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya. Laporan yang disampaikan pembantu-pembantunya hanya sebatas laporan. Ia harus membuktikan keadaan sebenarnya. Raja Bhoja juga terkenal karena sangat tegas menegakkan hukum dan memberi penghargaan bagi warganya yang jujur dan bekerja keras. Suatu hari Sang Raja mengajak pembantu-pembantunya berkunjung ke sebuah desa. Desa itu cukup jauh dari istana. Di situ banyak pohon, terutama pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Ketika Raja menikmati pohon-pohon yang berbuah ranum, tiba-tiba sebuah batu sebesar kepalan tangan menimpa haribaannya. “Aduh!” seru Raja. “Hai, prajurit, tangkap penjahat yang melemparku
dengan batu sebesar ini!” Seketika itu pula puluhan prajurit berlari menyebar mencari penjahat itu. Tidak berapa lama, perajurit itu kembali menyerahkan seorang anak kecil. “Anak jahat inilah yang melempar, Paduka!” kata prajurit. Raja memegang kedua tangan anak itu. “Siapa namamu? Mengapa kamu melemparku dengan batu sebesar ini?” tanya Raja. “Ampun Paduka!” kata anak kecil itu dengan tenang. “Nama hamba Roni. Hamba tidak sendiri, tetapi dengan banyak teman. Mereka semua lari ketakutan. Kami ingin mendapatkan buah-buah mangga yang ranum. Kami anak kecil, tidak mungkin memetik buah itu dengan memanjat. Oleh karena itu kami semua melemparnya dengan batu. Mungkin salah satu lemparan itulah yang menyasar ke haribaan Tuanku. Sekali lagi, maafkanlah hamba dan teman-teman hamba.” Paduka Raja melepas pegangan kedua tangan anak kecil itu. Kemudian merogoh sebuah gelang emas dari
pundi-pundinya. “Pulanglah kamu! Di antara banyak anak, kamulah yang paling jujur dan berani bertanggungjawab. Oleh karena itu kuhadiahkan sebuah gelang emas untukmu.” Setelah mengucapkan terimakasih dan menghormat berkali-kali, anak kecil itu lalu meninggalkan tempat dengan senang hati. Seorang pembantu Raja yang memperhatikan gerak-gerik anak kecil itu sejak tadi, lalu mendekat kepada Raja. “Maaf Paduka!” kata pembantu kerajaan itu. “Aneh rasanya, mengapa Paduka memberi penghargaan kepada anak yang melempar batu kepada Tuanku?” “Tidak aneh, pembantuku!” jawab Raja. “Apabila anak itu berhasil melempar sebiji mangga, berarti anak itu mendapat hadiah dari pohon mangga. Masa’ seorang raja tidak sanggup memberi hadiah sebuah gelang emas bagi anak yang jujur dan berani mempertanggungjawabkan perbuatannya?” (India)
DARA
6 Satu lagi remaja Indonesia yang prestasinya berkibar di luar negeri, Maria Puspita Dewi Sinaga. Siswi kelas 9 SMPN 1 Bekasi, Jawa Barat, ini, berhasil mengalahkan para remaja bersuara indah dari 28 negara dalam kompetisi menyanyi tingkat dunia I Sing World 2019 kategori junior yang berlangsung Stockholm, Swedia.
H
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Maria Puspita Dewi Sinaga
Raih Dua Penghargaan di I Sing World 2019
anya tiga hari setelah Claudia Emmanuela Santoso mengharumkan nama Indonesia di Munchen Jerman lewat The Voice of Germany, Maria menyabet Grand Champion I Sing World 2019. Tidak hanya itu, dara 14 tahun ini juga meraih special award ‘Best Vocal Technique’. Dua penghargaan disabet dalam event yang bergengsi itu membuat Maria bukan saja meraih berbagai hadiah dari event tersebut tapi juga berkesempatan mengikuti foto instagram maria training pertunjukMaria Sinaga kan di Seoul, Korea Selatan, serta bergabung dengan perusahan hiburan di negeri gingseng itu. Maria dan pelatihnya Ronald “Sungguh diluar dugaan, dan aku Selain Maria, sebenarnya ada satu bukan hanya lewat lagu hits yang popsangat mensyukurinya. Puji Tuhan aku lagi anak Indonesia yang juga berprestauler di dunia namun juga lewat lagu Insudah diberi talenta yang luar biasa sehingga bisa meraih Grand Champion I si dalam event tersebut. Dia adalah donesia yang dipopulerkan oleh Bunga Sing World, juga special award ‘Best Vo- Namie, asal Surabaya, Jawa Timur, yang Citra Lestari (BCL), ‘Tundukkan Dunia’. Lagu ini merupakan soundtrack cal Technique’,” ungkap Maria bahagia. meraih juara ketiga dalam I Sing World. Semakin menyenangkan, kata Maria, ‘3Srikandi’, film biopic tentang perjuanIa juga berterima kasih pada semua yang mendukungnya, baik itu orang- karena ketika ia kembali masuk sekolah gan tiga atlet panahan Indonesia meraih tua, guru-guru, teman dan semuanya. setelah 10 hari izin lomba, mendapat medali untuk pertama kalinya sepanjang “Terima kasih banyak,” ungkap Maria sambutan manis dari sekolahnya. keikutsertaan Indonesia dalam Olimyang mengaku kehabisan kata-kata Baik guru maupun teman-temannya piade. Kejadian itu pada Olimpiade saking senangnya. Prestasi yang di- merasa senang karena dirinya berhasil Seoul, Korea Selatan, tahun 1988. torehkannya itu menjadi penyemangat membawa pulang kemenangan. Yang Ketiganya yang tampil dalam nomor tambahan untuknya dalam menekuni artinya bukan hanya mengharumkan beregu berhasil mempersembahkan karier menyanyi. Ke depannya dia akan nama Indonesia tapi juga sekolahnya, medali perak. Kisah heroik mereka kemudian diangkat ke layar lebar dan semakin giat berlatih agar bisa menjadi SMPN 1 Bekasi. Menariknya, Maria berhasil ‘melibas’ filmnya dirilis 4 Agustus 2016. lebih baik lagi sehingga bisa kembali semua peserta dari puluhan negara itu SENGAJA PILIH mengharumkan nama Indonesia. LAGU INDONESIA Lagu ‘Tundukkan Dunia’ bukanlah lagu yang mudah, namun berhasil dinyanyikan Maria dengan sempurna. Kecemerlangan Maria bukan saja membuahkan juara umum tapi juga penghargaan khusus Teknik Vokal Terbaik. “Lagu ini bukan sekadar lagu bi-
Maria salah satu murid berprestasi di Bekasi
asa tapi memiliki makna yang dalam. Ini tentang sebuah perjuangan. Untuk menyanyikannya pun tidak mudah, harus memiliki ketrampilan vokal tersendiri,” ujar Maria yang memang dibawah bimbingan guru vokalnya, Ronald Misael Pakiding, secara khusus mempersiapkan lagu ini. Dia sendiri memang senMaria dan Ronald serta rombongan lainnya di Stockholm Swedia gaja memilih lagu Indonesia agar keindahan lagu Indonesia itu ia berhasil menjadi juara pertama. Prestasi cemerlang di ‘Asian Dreamerz’ dikenal dunia. Menurutnya, menyanyi memang itulah yang menghantarnya menuju I telah menjadi hobinya sejak kecil. Bah- Sing World di Swedia. “Setelah menang kan sejak kecil pula ia telah rajin ikut di ‘Asian Dreamerz’, aku diundang ikut kompetisi menyanyi. “Aku ikut macam- I Sing World Junior,” jelasnya. Maria mengaku senang sekali macam kompetisi. Itu sudah sejak kelas 3 SD,” ucapnya. Tidak semua keikut- mendapat kesempatan tampil di I Sing sertaannya dalam kompetisi berbuah World yang pesertanya datang dari manis. Namun, dia tak pernah putus puluhan negara. Ia bersama pelatihnya, asa karena menyanyi memang menjadi Ronald, benar-benar mempersiapkan keikutsertaanya di event itu dengan hobinya. Orangtuanya yang tahu Maria san- sangat serius. Mulai dari latihan yang gat gemar menyanyi pun mendukung dilakukan setiap hari seperti teknik penuh, di antaranya lewat menyertakan vokal, dll, juga persiapan kesehatan Maria pada les vokal. Sementara kei- dan stamina dan kostum. Semua itu kutsertaannya dalam kompetisi, selain adalah hal-hal yang penting dalam melatih ‘nyali’ juga mengasah kemam- pertandingan. Agar tidak ketinggalan pelajaran, ia puan lewat berbagai ajang kompetisi. Itu (kompetisi) membuatnya semakin juga meminta bahan-bahan pelajaran semangat berlatih karena banyak pe- serta mencoba mengerjakan soal-soal saingnya memiliki kualitas suara yang latihan lewat internet. Maklum dia sudah kelas 9 dan sebentar lagi akan bagus. Tahun 2018 lalu misalnya, ia berhasil menghadapi ujian. “Jadi begitu masuk menjadi juara Festival dan Lomba Seni sekolah (setelah dari Swedia), aku Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi langsung ikut ujian susulan, semacam Jawa Barat. Padahal, kata Maria, sejak latihan ujian. Soalnya kan sudah kelas SD dia selalu ikut event itu namun selalu 9,” ucapnya. Baginya meski menyanyi penting stuck di tingkat provinsi. Baru tahun lalu dia berhasil tembus dan berhak dalam hidupnya namun pendidikan mewakili Jabar untuk tingkat nasional. tetap nomor satu. Itu sebabnya meski Sementara keikutsertaannya di I sibuk menyanyi, dia ‘mati-matian’ belajar Sing World, Swedia, berawal dari ke- agar tidak tertinggal pelajaran sekolah. menangannya di kompetisi menyanyi “Menyanyi penting, tapi pendidikan lebih tingkat Asia, ‘Asian Dreamerz’. Kala penting lagi,” tandasnya. (Diana Runtu)
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
BULELENG
Tingkatkan Literasi Keamanan Siber
11
Indonesia menjadi salah satu negara dalam penggunaan internet terbesar di dunia. Mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda sebagai penerus bangsa. Perkembangan dunia teknologi begitu pesat sehingga jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan membawa dampak negatif bagi individu itu sendiri.
S
alah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah kejahatan siber. Guna memberikan pemahaman mengenai hal tersebut, pemerintah melalui Dinas Kominfosandi Buleleng menggelar kampanye literasi keamanan siber guna melindungi data pribadi dan bijak dalam bermedia sosial. Kegiatan yang dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Gede Suyasa ini menyasar anak-anak sekolah dan staf IT di masing-masing OPD Buleleng, di wantilan Sasana Budaya, Selasa (19/11). Pihaknya mendukung penuh kampanye keamanan siber ini sebagai upaya himbauan langsung kepada generasi millenial, agar memahami dunia digital secara utuh untuk mencegah kejahatan terhadap data pribadi. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini tidak terbendung lagi, selain memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari tentu dapat memberikan dampak buruk pula kepada penggunanya. “Untuk itu perlu dilakukan pengamanan informasi, sebagai salah satu kebutuhan yang sangat vital khususnya di lingkungan Pemkab. Buleleng,” kata Suyasa. Suyasa juga mengatakan saat ini maraknya penipuan yang terjadi di internet, kejahatan siber, berita hoax adalah akibat kurangnya edukasi literasi keamanan siber. “Dukungan terhadap perkembangan dunia digital sangat membutuhkan SDM yang memiliki banyak literasi data, sehingga dapat mengurangi tindak kejahatan
dunia maya,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Proteksi Ekonomi Digital, Deputi II BSSN RI, Anton Setiyawan, S.Si., M.M mengungkapkan bahwa kampanye literasi keamanan siber sebagai salah satu program besar nasional yang diinisiasi oleh Pemkab Buleleng. “Teknolgi saat ini menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari, karena minimnya pengetahuan dapat menyebabkan timbulnya kejahatan dunia maya,” tuturnya. Literasi ini sebagai upaya juga dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keamanan dan cermat dalam menggunakan teknologi. “Khususnya kepada para generasi muda yang hadir di sini agar melek terhadap kejahatan dunia digital, karena sebagian besar merekalah pengguna media sosial aktif dan banyak meghabiskan waktunya untuk online,” jelas Anton. Disisi lain, Kepala Dinas Kominfosandi Buleleng, Drs. I Ketut Suweca, M.Si menegaskan Indonesia adalah pengguna internet terbesar di dunia, sehingga dibutuhkan literasi data yang cukup dalam mengelalola informasi di dunia maya. Kampanye literasi keamanan siber perlu digalakan untuk menangkal ancaman serangan cyber hoax. Melalui kampanye literasi ini dapat memberi pemahaman serta membentuk mindset masyarakat buleleng agar mempunyai kecerdasan literasi digital yang tinggi. “Mengingat Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat luas. Untuk itu saya
Kampanye literasi keamanan siber
juga mengajak untuk bermedia sosial dengan cermat dan baik : saringlah sebelum di sharing,” ungkap Suweca. Pihaknya juga telah membentuk Satgas C.I.R.T (Cyber Incident
Re s p o n Te a m ) s e b a g a i u p a y a memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kejahatan siber. Tim yang dibentuk dari beberapa komponen seperti pakar
IT, kejaksaan dan kepolisian ini bertugas untuk mengamankan akun-akun kepemerintahan guna melindungi data agar tidak terjadi kebocoran. (Wiwin Meliana)
Rawan Gempa
BPBD Buleleng Pasang 12 Alat Pendeteksi
Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila.
Letak geografis kabupaten Buleleng yang nyegara gunung menyebabkan potensi bencana yang tinggi. Bencana alam, non alam dan sosial pernah terjadi di Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila saat mengikuti dialog interaktif di Singaraja FM, Selasa (19/11). Susila mengatakan untuk meminimalisir dampak bencana, pihaknya telah membuat peta rawan bencana untuk mendeteksi dini wilayah wilayah yang rawan bencana. “Kami memiliki peta rawan bencana misalnya daerah pegunungan rawan terjadi longsor, daerah pesisir yang rawan terjadi gelombang tinggi maupun wilayah sungai yang rawan banjir bandang, “ jelasnya. Selain peta rawan bencana, pihaknya juga telah membentuk desa tangguh bencana dan sekolah aman
bencana guna mengedukasi masyarakat dalam menghindari bencana. “Beberapa wilayah sudah kami bentuk seperti daerah Musi, Galungan, Pancasari dan Lemukih, “ imbuhnya. Sebagai salah satu instansi yang bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana, Susila mengatakan beberapa hal yang menjadi tugas pokok BPBD Buleleng. Salah satunya melakukan upaya mitigasi bencana untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi dan upaya meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. “Jika orang beranggapan bahwa kami tidak bekerja kalau tidak ada bencana itu salah, karena ketika tidak terjadi bencana kami akan melakukan mitigasi bencana baik di wilayah dan masyarakat yang rawan terkena
bencana,” jelasnya. Evakuasi akan dilakukan ketika terjadi bencana. Tugas terakhir dari BPBD adalah melakukan pemulihan pasca bencana baik secara fisik maupun mental. “Pemulihan yang kami lakukan tidak saja terhadap fasilitas umum maupun bangunan tetapi bangaimana kami melakukan pemulihan terhadap mental korban agar tidak mengalami trauma,” paparnya. Susila menambahkan jika di Buleleng berpotensi tinggi terjadi gempa bumi. Hali ini dikarenakan adanya 3 lempeng aktif yang ada di Tejakula, Seririt, dan Banyuwedang. Apalagi menurut data di pusat tahun 2019 ada 243 titik gempa di Indonesia. “Di Buleleng gempa berdampak dangkal yang menyebabkan kerusakan parah hingga terjadi tsunami, “ tambahnya. Saat ini di belum ada alat yang bisa mendeteksi terjadinya gempa. Namun, sirine pendeteksi tsunami telah dipasang di desa Sulanyah. “Kami telah usulkan 5 alat lagi namun belum bisa direalisasikan karena harganya yang cukup mahal,” paparnya. Untuk deteksi awal, 12 alat pendeteksi gempa tahun ini akan dipasang untuk mendeteksi getaran gempa sehingga masyarakat menjadi lebih waspada. “Kami tekankan meskipun alat pendeteksi gempa belum ada kami pastikan jika kekuatan gempat dibawah 7 SR tidak menyebabkan tsunami. Jadi masyarakat jangan panik,” tegasnya. (Wiwin Meliana)
STYLE
10
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Usia Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (FKUndiksha) memang masih sangat muda. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan untuk mewujudkan mahasiswa berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan mahasiswa menyabet medali perak pada ajang Advance Inovative Global Competition yang berlangsung di Nanyang Technological University, Singapura pada 15 sampai 17 November 2019.
P
restasi itu diraih lima mahasiswa yang tergabung dalam satu tim, yaitu I Gusti Agung Mirah Puspitayani, I Nyoman Windiana, I Made Bharata Deandra Odantara, Ketut Alit Wira Adi Kusuma dan R.R Fitria Dwi Intan Milleniari. Tim ini menciptakan produk jinabiu gel sebagai obat untuk penyakit kulit yang disebut impetigo. Produk tersebut dibuat dengan mengolah sampah kulit pisang dari para pedagang pisang goreng. Mendapatkan hasil terbaik, perlu perjuangan sekitar lima bulan. Tim ini mengawali dengan menyusun ide penelitian dan banyak melakukan riset. Dari itu diputuskan untuk membuat produk dan mencoba mengajukan ke Karya terbaru milik Angeliqa Wu ini terinspirasi dari kisah putri yang hilang atau lost princess. Koleksi ready to wear deluxe bergaya ‘classic sexy feminin’ ini dipersembahkan dalam ajang ‘Bali Fashion Trend 2020’ di Inaya Putri Bali, Nusa Dua.
A
nggota IFC Denpasar ini berhasil memadukan bahan tebal, tipis serta transparan disertai siluet yang menonjolkan leku-
Inspirasi dari Lost Princess kan sang pemakai. Sedangkan bahan pilihannya jacquard, lace, satin duchess, tulle dan cotton menunjukkan klasiknya zaman medieval. Beberapa cutting bajunya dengan bagian tengah badan depannya kosong, sistem layer, disertai perpaduan detail kombinasi lace gliter
EDUKASI
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
7
Obat Impetigo dari Kulit Pisang
kompetisi yang cukup bergengsi ini. Berkeliling mencari laboratorium yang menyediakan alat untuk penelitian juga dilalui sampai produk berbahan alami itu berhasil tercipta. “Dari produk tersebut kemudian disusun abstrak serta segala hal yang diperlukan untuk dikirimkan kemudian diseleksi di website resmi Advanced Innovation Global Competition Singapore. Kurang lebih seminggu menunggu, akhirnya tim menerima LoA atau Letter of Acceptance dari penelitian kami dan diundang sebagai finalis AIGC Singapore untuk berjuang sebagai salah satu dari delegasi,” kata pembina Dr.dr. Made Budiawan.,M.Kes.,AIFO. Dosen yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran ini menjelaskan ide untuk membuat produk itu dilatarbelakangi atas penderita penyakit impetigo yang cukup tinggi. Namun pengobatannya menggunakan antibiotik kimia yang memberikan dampak negatif berupa efek samping, seperti iritasi dan reaksi hipersensitifitas. “Untuk itu perlu dibuat obat antibiotika yang bersumber dari alam. Kulit pisang ternyata mengandung zat yang mampu untuk
menghambat pertumbuhan bakteri penyebab impetigo. Maka dibuatlah riset,” jelasnya. Mendapatkan prestasi gemilang itu, tim harus berkompetisi dengan tim dari perguruan tinggi bergengsi. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran pembina lain, dr. Ni Nyoman Mestri Agustini, M.Kes., M.Biomed.,SpN dan dr. Made Bayu Permasutha., S.Ked. Budiawan menjelaskan, raihan tersebut menjadi hal yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswanya untuk terus berkarya, melahirkan produk inovatif dan bisa melahirkan prestasi pada ajang lainnya. “Sampai bisa ke jenjang ini, tentu menjadi hal yang luar biasa. Tetapi kami terus berharap kedepan semakin banyak prestasi yang dilahirkan,” katanya. Pascakompetisi ini, imbuhnya tim akan terus melakukan penyempurnaan terhadap produk tersebut, khususnya tes farmakologi, uji klinik dan uji toxisitas. “Produk ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kesehatan,” pungkas Budiawan. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Ny-
Mahasiswa FK Undiksha yang menyabet medali perak pada ajang Advance Inovative Global Competition di Singapura
oman Jampel, M.Pd memberikan apresiasi atas prestasi itu. Ia menegaskan, usia fakultas bukan halangan untuk menunjukkan kualitas pada berbagai kompetisi, terlebih yang berskala internasional. “Ini luar biasa. FK masih berusia muda, tetapi sudah bisa melahirkan prestasi dan menciptakan ino-
vasi,” katanya. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa maupun fakultas untuk menorehkan hal serupa. “Prestasi sangat penting untuk meningkatkan grade lembaga. Tentu kami berharap semakin banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa,” katanya. (Wiwin Meliana)
Yoga untuk Lansia Gambar 3 dan 4 Masih dengan posisi berdiri. Sekarang angkat kaki kanan sebatas kemampuan dan tangan kiri di pinggang dan perhatikan tumit dan jari kaki lurus ke depan. Mulai atur napas dengan tarikan napas yang lembut dan berirama serta buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Begitu juga dengan (gambar 4) Lakukan teknik napas dan sikap tubuh yang sama seperti gambar 3.
di-mix match dengan bolero dan cape. Untuk warna, Angeliqa menggunakan yang natural klasik, yakni beige , nude color,gold, rosegold,dan broken white. Dan, total look-nya dilengkapi aksesoris bahan ranting, kawat, mutiara, beads dan lace. (Sri Ardhini)
5 3
1
Gambar 5 dan 6 Posisi masih tetap berdiri, kemudian buka kaki kanan setengah kaki lihat gambar dan tumit kanan dalam posisi berdiri. Tekuk kaki kiri kemudian bertahan dengan posisi tersebut lalu mulai tarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Demikian pula posisi sebaliknya Silakan lihat gambar dan tetap konsentrasi pada napas dengan 7 kali putaran napas.
2
Gambar 1dan 2 Dalam posisi sikap padasana atau berdiri (lihat gambar 1). Tekuk kaki kiri letakkan di samping tulang kering kaki kanan. Kedua tangan letakkan di pinggang untuk keseimbangan saja. Jika sudah dirasakan kokoh mulai atur napas, tarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Kemudian ganti kaki sebaliknya. (gambar 2) dengan teknik napas 7 kali putaran napas.
Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Semoga bermanfaat
6
4
7A
Gambar 7 A dan B Tetap dengan sikap berdiri dan buka kedua kaki selebar bahu kedua tangan letakkan di pinggang Selanjutnya perhatikan gambar lihat kedua jari-jari kaki diangkat dan bertahan dengan posisi tersebut. Lalu mulai atur napas dengan menarik dan menghembuskan napas 5 kali putaran. Kemudian kembalikan jari-jari kaki ke posisi rileks. Lihat tumit kaki peraga diangkat setinggi mungkin sesuai kemampuan dan kedua tangan letakkan di pinggang dan bertahan dengan posisi tersebut lalu mulai atur napas dalam 3 kali putaran napas dan lakukan sampai 7 kali. Kemudian kembali pada posisi semula. Sikap tubuh berdiri ini sangat baik untuk para lansia, dapat membantu melancarkan peredaran darah karena otot sendi akan dikuatkan. Selain itu disarankan bagi mereka yang usianya sudah diatas 50 tahun jangan banyak melakukan olah raga yang menggunakan kekuatan lutut. Apalagi yang memiliki keluhan athritis rematik,osteoasthritis dan yang lainnya.
7B Model : Brigitta Lea MYI Banjarbaru LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia
LIFE STYLE
8
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Manfaatkan Pekarangan untuk Apotek Hidup Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan perkebunan dengan menanam berbagai jenis tumbuhan merupakan salah satu upaya penganekaragaman sumber konsumsi pangan. Hal ini juga dilakukan oleh Luh Eka Muras Julianingsih Prayanti, S.E.,S. Pd.H.,M.Pd.H,.
P
erempuan yang akrab disapa Eca ini mengatakan bertanam merupakan hobi yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, ia ingin kembali menggelorakan apotek hidup mulai dari keluarga. Apotek Hidup adalah memanfaatkan sebagian lahan atau pekarangan rumah untuk ditanami tanaman-tanaman obat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan tubuh sehari-hari. “Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk pengobatan tradisional melalui tumbuhan. Pengobatan secara alamiah melalui tanaman tidak mengakibatkan efek samping,” jelasnya. Perempuan kelahiran 22 Juli 1990 ini, mengatakan tujuan utama pembuatan apotek hidup ialah sebagai sarana penyediaan beragam jenis tanaman obat dalam mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit dalam tubuh. Namun selain itu, hal ini juga sebagai tindakan menjaga warisan kebudayaan pengobatan tradisional para nenek moyang terdahulu yang kemudian diwariskan kembali ke generasi berikutnya. “Saya mencoba mengelola lahan depan rumah sebagai apotek hidup, karena selain sebagai aset kesehatan untuk keluarga kecil saya, hal ini juga berimplikasi pada suasana rumah saya yang tentu akan lebih sejuk di bandingkan dengan yang tidak memberdayakan pekarangan rumahnya sebagai apotek hidup,” ujar akademisi di STAHN Mpu Kuturan ini Beberapa tanaman obat yang coba ditanam dan berhasil antara lain sambiloto, kumis kucing, jeruk nipis, jeruk nagami, lengkuas, kunyit, bekul, kelengkeng dan laos. “Beberapa pepohonan juga ditanam untuk menambah suasana semakin sejuk dan indah untuk di pandang,” ungkapnya. Selain untuk menghidupkan kembali apotek hidup, manfaat yang dirasakan dengan menanam berbagai jenis tanaman ini ialah adanya kepuasan dan kebahagiaan tersendiri manakalah di sore hari selesai menyiram tanaman suasana rumah menjadi adem dan asri. Dirinya pun mengaku sangat bahagia dan nikmat ketika dapat menikmati hasil dari tanaman dan tumbuhan yang kita tanam. “Secara psikologi saya pribadi merasakan ketenangan ketika berada di rumah dengan suasana rumah yang ada apotek hidupnya,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
9
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
REBUNG SAUS TIRAM PEDAS Bahan: 750 grm rebung muda iris bulat tipis 1 buah bawang bombai potong dadu 1 sdt lada bubuk 2 sdm saus tiram 1 sdm kecap ikan 2 ruas jari jahe keprek 1 tangkai bawang prei cincang 2 sdm margarin 2 sdm saus sambal 7 buah cabe rawit cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya 50 ml air kaldu rasa ayam.
OSENG-OSENG REBUNG UDANG Bahan: 600 grm rebung potong korek api 250 grm udang kupas kulitnya belah punggungnya 1 buah bawang bombai cincang dadu kecil 3 siung bawang putih cincang halus 1 sdt lada bubuk 7 buah cabe rawit cincang halus 2 sdm saus tiram 75 ml air kaldu ayam 2 sdm margarin.
Tanam Sayur dan Buah untuk Keluarga
Cara Membuat: Rebus rebung hingga matang tiriskan. Tumis margarin ke dalam wajan hingga meleleh dan panas lalu masukkan potongan bawang bombai hingga layu. Masukkan potongan bawang putih cincang tumis hingga harum. Masukkan udang masak hingga berubah warna lalu masukkan potongan cabe rawit dan masukkan rebusan rebung aduk rata. Masukkan lada garam gula kaldu bubuk juga air kaldu dan saus tiram masak hingga matang dan bumbu meresap, siap disajikan.
Merawat tanaman di lingkungan rumah menjadi salah satu aktivitas para ibu rumah tangga. Bunga dan tanaman hijau lainnya memang membuat halaman dan lingkungan menjadi sejuk dan nyaman. Apalagi ditambah pepohonan yang rindang yang berbuah pula. Sebab itu banyak ibu rumah tangga, yang peduli untuk menanam pohon dan tanaman di lingkungan rumah khususnya. Selain bunga untuk keindahan, para ibu juga kebanyakan menanam pohon buah-buahan dan sayuran. Itu dilakukan sekalian agar memberi manfaat bagi keluarga. Minat untuk menanam buah dan sayur di lingkungan rumah belakangan
ini mulai terlihat. Maka tempattempat pembibitan tanaman ini pun ramai dikunjungi ibuibu rumah tangga. Seperti di lokasi Bank Sampah NTB mandiri yang dikelola oleh Aisyah Odits yang belakangan ini juga melakukan pembibitan sayuran yang peminatnya adalah ibu rumah tangga. Ragam bibit sayuran hijau membuat pemandangan sejuk. Bibit-bibit ini tumbuh subur sebab Aisya memberinya pupuk kompos hasil dari bank sampahnya. “Pembibitan ini juga jadi solusi pemakaian kompos yang dihasilkan dari sampah organik yang dibuat di bank sampah,” katanya. Begitu juga dengan minimarket bibit buah dan sayuran yang dikelola
Sti Astuti di Sumbawa Barat. Puluhan jenis benih tanaman sayuran sehat dan organik untu keluarga ada di sini. Aisyah dan Astuti sengaja menjual bibit sayuran ini juga agar para ibu bisa memanfaatkan halamannya untuk menanam tanaman yang berguna bagi keluarga. “Awalnya hanya untuk edukasi saja, tapi ternyata banyak juga yang berminat khususnya ibu-ibu ruman tangga,” kata Aisyah. Para ibu rumah tangga yang datang memang memperlihatkan trend menanam sendiri sayuran di lingkungan rumah. Baginya tanaman sayur dan buah bisa memberi manfaat langsung dalma waktu cepat bagi keluarga. Sedangkan menanam pohon lain bermanfaat untuk kehidupan jangka panjang. “Sayuran segar bisa langsung petik. Menanam sayuran dan buah bermanfaat langsung bagi keluarga,” ungkap Mardiana yang tinggal di Kamasan Mataram. Mardiana memang sangat hobi menanami halamannya dengan aneka bunga, sayur dan buah. Termasuk ia hobi menanam tanaman apa saja. Ia sendiri tidak melulu membeli benih
sayuran dan buah sebab terkadang melakukan pembibitan sendiri. Ia juga senang dengan tanamantanaman langka. “Biar halaman rimbun dan sejuk,” katanya. Beberapa jenis sayuran pun paling suka ia tanam. Sebab itu ia mengaku jarang membeli sayuran di pasar karena setiap waktu ia bisa memetik sendiri sayuran di halamannya.
Mulai trendnya ibu-ibu rumah tangga menanam sayuran membuat tempat pembibitan sayuran di Mataram mulai tumbuh. Apalagi kini bisa menanam mudah dengan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan ruang (tempat) yang luas. Hidroponik merupakan solusi halaman yang sempit karena bisa disusun sesuai kebutuhan. (Naniek I. Taufan)
RENDANG AYAM Bahan: 1 ekor ayam potong potong menurut selera 2 sdm air jeruk nipis 300 ml santan 2 lbr daun kunyit 3 lbr daun salam 4 lbr daun jeruk 2 buah asam kandis 1/2 kelapa parut sangrai matang kecoklatan. Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 3 siung bawang putih 21 buah cabe kering merah 1 sdt ketumbar 3 ruas jari jahe 2 ruas jari lengkuwas 1/2 sdm garam 1/2 sdm gula pasir 1/2 sdm kaldu bubuk rasa ayam
Cara Membuat : Lumuri ayam dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit.lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan ayam juga daun jeruk dan daun salam dan kunyit, aduk hingga rata dan ayam kaku. Masukkan santan masak dengan api sedang lalu masukkan sangrian kelapa aduk hingga rata.masak sampai bumbu meresap dan sampai keluar minyaknya dan santan agak kering matang. Siap disajikan.
Cara Membuat: Rebus rebung hingga lunak atau matang tiriskan.lalu panaskan margarin hingga panas. Masukkan potongan bawang bombai tumis hingga harum. Masukkan potongan cabe juga daun prei aduk rata. Masukkan rebung dan air kaldu dan bahan lainya aduk rata. Biarkan bumbu sampai meresap dan matang siap disajikan. Chef Sarwan
REBUNG MASAK SANTAN Bahan: 500 grm rebung muda potong selera 2 buah cabe merah besar potong serong 2 lbr daun jeruk 2 lbr daun salam 2 ruas jari lengkuwas keprek 200 ml santan kental 400 ml santan encer 1 sdm bawang prei potong Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya 2 sdm minyak goreng Bumbu Halus 9 buah bawang merah 10 buah cabe rawit 3 siung bawang putih 3 butir kemiri sangria ½ sdm ketumbar 2 ruas jari jahe ¼ sdt jinten.
Cara Membuat. Rebus rebung sampai matang tiriskan.lalu panaskan minyak. Masukkan bumbu halus juga daun jeruk daun salam juga lengkuwas masak hingga harum lalu. Masukkan rebusan rebung aduk rata lalu pindah ke dalam panci kuah. Masukkan santan encer garam gula kaldu bubu masak hingga mendidih lalu kecilkan api. Masukkan santan kental sekali kali diaduk biar santan tidak pecah.masak hingga matang masukkan potongan daun bawang. Sajikan dengan bawang putih goreng
SAYAP AYAM MASAK SANTAN Bahan: 1 potong sayap ayam 10 buah cabe rawit utuh 1 sdm bawang putih goreng 2 lbr daun jeruk 2 btng serai memarkan 2 sdm minyak 400 ml santan encer 200 ml santan kental Garam,gula pasir, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 4 siung bawang putih 10 butir lada 2 ruas kunyit bakar 2 ruas jari jahe 3 butir kemiri sangria
Cara Membuat: Cuci bersih sayap ayam tiriskan.lalu tumis bumbu halus dan daun jeruk juga serai juga cabe rawit utuh bersama 2 sdm minyak. Tumis hingga harum.lalu masukkan sayap ayam aduk kaku sayap. Masukkan santan encer masak hingga mendidih. Masukkan gula garam dan kaldu bubuk juga santan kental masak dengan api sedang sekali kali aduk biar santan tidak pecah. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
LIFE STYLE
8
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Manfaatkan Pekarangan untuk Apotek Hidup Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan perkebunan dengan menanam berbagai jenis tumbuhan merupakan salah satu upaya penganekaragaman sumber konsumsi pangan. Hal ini juga dilakukan oleh Luh Eka Muras Julianingsih Prayanti, S.E.,S. Pd.H.,M.Pd.H,.
P
erempuan yang akrab disapa Eca ini mengatakan bertanam merupakan hobi yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, ia ingin kembali menggelorakan apotek hidup mulai dari keluarga. Apotek Hidup adalah memanfaatkan sebagian lahan atau pekarangan rumah untuk ditanami tanaman-tanaman obat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan tubuh sehari-hari. “Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk pengobatan tradisional melalui tumbuhan. Pengobatan secara alamiah melalui tanaman tidak mengakibatkan efek samping,” jelasnya. Perempuan kelahiran 22 Juli 1990 ini, mengatakan tujuan utama pembuatan apotek hidup ialah sebagai sarana penyediaan beragam jenis tanaman obat dalam mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit dalam tubuh. Namun selain itu, hal ini juga sebagai tindakan menjaga warisan kebudayaan pengobatan tradisional para nenek moyang terdahulu yang kemudian diwariskan kembali ke generasi berikutnya. “Saya mencoba mengelola lahan depan rumah sebagai apotek hidup, karena selain sebagai aset kesehatan untuk keluarga kecil saya, hal ini juga berimplikasi pada suasana rumah saya yang tentu akan lebih sejuk di bandingkan dengan yang tidak memberdayakan pekarangan rumahnya sebagai apotek hidup,” ujar akademisi di STAHN Mpu Kuturan ini Beberapa tanaman obat yang coba ditanam dan berhasil antara lain sambiloto, kumis kucing, jeruk nipis, jeruk nagami, lengkuas, kunyit, bekul, kelengkeng dan laos. “Beberapa pepohonan juga ditanam untuk menambah suasana semakin sejuk dan indah untuk di pandang,” ungkapnya. Selain untuk menghidupkan kembali apotek hidup, manfaat yang dirasakan dengan menanam berbagai jenis tanaman ini ialah adanya kepuasan dan kebahagiaan tersendiri manakalah di sore hari selesai menyiram tanaman suasana rumah menjadi adem dan asri. Dirinya pun mengaku sangat bahagia dan nikmat ketika dapat menikmati hasil dari tanaman dan tumbuhan yang kita tanam. “Secara psikologi saya pribadi merasakan ketenangan ketika berada di rumah dengan suasana rumah yang ada apotek hidupnya,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
9
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
REBUNG SAUS TIRAM PEDAS Bahan: 750 grm rebung muda iris bulat tipis 1 buah bawang bombai potong dadu 1 sdt lada bubuk 2 sdm saus tiram 1 sdm kecap ikan 2 ruas jari jahe keprek 1 tangkai bawang prei cincang 2 sdm margarin 2 sdm saus sambal 7 buah cabe rawit cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya 50 ml air kaldu rasa ayam.
OSENG-OSENG REBUNG UDANG Bahan: 600 grm rebung potong korek api 250 grm udang kupas kulitnya belah punggungnya 1 buah bawang bombai cincang dadu kecil 3 siung bawang putih cincang halus 1 sdt lada bubuk 7 buah cabe rawit cincang halus 2 sdm saus tiram 75 ml air kaldu ayam 2 sdm margarin.
Tanam Sayur dan Buah untuk Keluarga
Cara Membuat: Rebus rebung hingga matang tiriskan. Tumis margarin ke dalam wajan hingga meleleh dan panas lalu masukkan potongan bawang bombai hingga layu. Masukkan potongan bawang putih cincang tumis hingga harum. Masukkan udang masak hingga berubah warna lalu masukkan potongan cabe rawit dan masukkan rebusan rebung aduk rata. Masukkan lada garam gula kaldu bubuk juga air kaldu dan saus tiram masak hingga matang dan bumbu meresap, siap disajikan.
Merawat tanaman di lingkungan rumah menjadi salah satu aktivitas para ibu rumah tangga. Bunga dan tanaman hijau lainnya memang membuat halaman dan lingkungan menjadi sejuk dan nyaman. Apalagi ditambah pepohonan yang rindang yang berbuah pula. Sebab itu banyak ibu rumah tangga, yang peduli untuk menanam pohon dan tanaman di lingkungan rumah khususnya. Selain bunga untuk keindahan, para ibu juga kebanyakan menanam pohon buah-buahan dan sayuran. Itu dilakukan sekalian agar memberi manfaat bagi keluarga. Minat untuk menanam buah dan sayur di lingkungan rumah belakangan
ini mulai terlihat. Maka tempattempat pembibitan tanaman ini pun ramai dikunjungi ibuibu rumah tangga. Seperti di lokasi Bank Sampah NTB mandiri yang dikelola oleh Aisyah Odits yang belakangan ini juga melakukan pembibitan sayuran yang peminatnya adalah ibu rumah tangga. Ragam bibit sayuran hijau membuat pemandangan sejuk. Bibit-bibit ini tumbuh subur sebab Aisya memberinya pupuk kompos hasil dari bank sampahnya. “Pembibitan ini juga jadi solusi pemakaian kompos yang dihasilkan dari sampah organik yang dibuat di bank sampah,” katanya. Begitu juga dengan minimarket bibit buah dan sayuran yang dikelola
Sti Astuti di Sumbawa Barat. Puluhan jenis benih tanaman sayuran sehat dan organik untu keluarga ada di sini. Aisyah dan Astuti sengaja menjual bibit sayuran ini juga agar para ibu bisa memanfaatkan halamannya untuk menanam tanaman yang berguna bagi keluarga. “Awalnya hanya untuk edukasi saja, tapi ternyata banyak juga yang berminat khususnya ibu-ibu ruman tangga,” kata Aisyah. Para ibu rumah tangga yang datang memang memperlihatkan trend menanam sendiri sayuran di lingkungan rumah. Baginya tanaman sayur dan buah bisa memberi manfaat langsung dalma waktu cepat bagi keluarga. Sedangkan menanam pohon lain bermanfaat untuk kehidupan jangka panjang. “Sayuran segar bisa langsung petik. Menanam sayuran dan buah bermanfaat langsung bagi keluarga,” ungkap Mardiana yang tinggal di Kamasan Mataram. Mardiana memang sangat hobi menanami halamannya dengan aneka bunga, sayur dan buah. Termasuk ia hobi menanam tanaman apa saja. Ia sendiri tidak melulu membeli benih
sayuran dan buah sebab terkadang melakukan pembibitan sendiri. Ia juga senang dengan tanamantanaman langka. “Biar halaman rimbun dan sejuk,” katanya. Beberapa jenis sayuran pun paling suka ia tanam. Sebab itu ia mengaku jarang membeli sayuran di pasar karena setiap waktu ia bisa memetik sendiri sayuran di halamannya.
Mulai trendnya ibu-ibu rumah tangga menanam sayuran membuat tempat pembibitan sayuran di Mataram mulai tumbuh. Apalagi kini bisa menanam mudah dengan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan ruang (tempat) yang luas. Hidroponik merupakan solusi halaman yang sempit karena bisa disusun sesuai kebutuhan. (Naniek I. Taufan)
RENDANG AYAM Bahan: 1 ekor ayam potong potong menurut selera 2 sdm air jeruk nipis 300 ml santan 2 lbr daun kunyit 3 lbr daun salam 4 lbr daun jeruk 2 buah asam kandis 1/2 kelapa parut sangrai matang kecoklatan. Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 3 siung bawang putih 21 buah cabe kering merah 1 sdt ketumbar 3 ruas jari jahe 2 ruas jari lengkuwas 1/2 sdm garam 1/2 sdm gula pasir 1/2 sdm kaldu bubuk rasa ayam
Cara Membuat : Lumuri ayam dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit.lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan ayam juga daun jeruk dan daun salam dan kunyit, aduk hingga rata dan ayam kaku. Masukkan santan masak dengan api sedang lalu masukkan sangrian kelapa aduk hingga rata.masak sampai bumbu meresap dan sampai keluar minyaknya dan santan agak kering matang. Siap disajikan.
Cara Membuat: Rebus rebung hingga lunak atau matang tiriskan.lalu panaskan margarin hingga panas. Masukkan potongan bawang bombai tumis hingga harum. Masukkan potongan cabe juga daun prei aduk rata. Masukkan rebung dan air kaldu dan bahan lainya aduk rata. Biarkan bumbu sampai meresap dan matang siap disajikan. Chef Sarwan
REBUNG MASAK SANTAN Bahan: 500 grm rebung muda potong selera 2 buah cabe merah besar potong serong 2 lbr daun jeruk 2 lbr daun salam 2 ruas jari lengkuwas keprek 200 ml santan kental 400 ml santan encer 1 sdm bawang prei potong Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya 2 sdm minyak goreng Bumbu Halus 9 buah bawang merah 10 buah cabe rawit 3 siung bawang putih 3 butir kemiri sangria ½ sdm ketumbar 2 ruas jari jahe ¼ sdt jinten.
Cara Membuat. Rebus rebung sampai matang tiriskan.lalu panaskan minyak. Masukkan bumbu halus juga daun jeruk daun salam juga lengkuwas masak hingga harum lalu. Masukkan rebusan rebung aduk rata lalu pindah ke dalam panci kuah. Masukkan santan encer garam gula kaldu bubu masak hingga mendidih lalu kecilkan api. Masukkan santan kental sekali kali diaduk biar santan tidak pecah.masak hingga matang masukkan potongan daun bawang. Sajikan dengan bawang putih goreng
SAYAP AYAM MASAK SANTAN Bahan: 1 potong sayap ayam 10 buah cabe rawit utuh 1 sdm bawang putih goreng 2 lbr daun jeruk 2 btng serai memarkan 2 sdm minyak 400 ml santan encer 200 ml santan kental Garam,gula pasir, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 4 siung bawang putih 10 butir lada 2 ruas kunyit bakar 2 ruas jari jahe 3 butir kemiri sangria
Cara Membuat: Cuci bersih sayap ayam tiriskan.lalu tumis bumbu halus dan daun jeruk juga serai juga cabe rawit utuh bersama 2 sdm minyak. Tumis hingga harum.lalu masukkan sayap ayam aduk kaku sayap. Masukkan santan encer masak hingga mendidih. Masukkan gula garam dan kaldu bubuk juga santan kental masak dengan api sedang sekali kali aduk biar santan tidak pecah. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
STYLE
10
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Usia Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (FKUndiksha) memang masih sangat muda. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan untuk mewujudkan mahasiswa berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan mahasiswa menyabet medali perak pada ajang Advance Inovative Global Competition yang berlangsung di Nanyang Technological University, Singapura pada 15 sampai 17 November 2019.
P
restasi itu diraih lima mahasiswa yang tergabung dalam satu tim, yaitu I Gusti Agung Mirah Puspitayani, I Nyoman Windiana, I Made Bharata Deandra Odantara, Ketut Alit Wira Adi Kusuma dan R.R Fitria Dwi Intan Milleniari. Tim ini menciptakan produk jinabiu gel sebagai obat untuk penyakit kulit yang disebut impetigo. Produk tersebut dibuat dengan mengolah sampah kulit pisang dari para pedagang pisang goreng. Mendapatkan hasil terbaik, perlu perjuangan sekitar lima bulan. Tim ini mengawali dengan menyusun ide penelitian dan banyak melakukan riset. Dari itu diputuskan untuk membuat produk dan mencoba mengajukan ke Karya terbaru milik Angeliqa Wu ini terinspirasi dari kisah putri yang hilang atau lost princess. Koleksi ready to wear deluxe bergaya ‘classic sexy feminin’ ini dipersembahkan dalam ajang ‘Bali Fashion Trend 2020’ di Inaya Putri Bali, Nusa Dua.
A
nggota IFC Denpasar ini berhasil memadukan bahan tebal, tipis serta transparan disertai siluet yang menonjolkan leku-
Inspirasi dari Lost Princess kan sang pemakai. Sedangkan bahan pilihannya jacquard, lace, satin duchess, tulle dan cotton menunjukkan klasiknya zaman medieval. Beberapa cutting bajunya dengan bagian tengah badan depannya kosong, sistem layer, disertai perpaduan detail kombinasi lace gliter
EDUKASI
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
7
Obat Impetigo dari Kulit Pisang
kompetisi yang cukup bergengsi ini. Berkeliling mencari laboratorium yang menyediakan alat untuk penelitian juga dilalui sampai produk berbahan alami itu berhasil tercipta. “Dari produk tersebut kemudian disusun abstrak serta segala hal yang diperlukan untuk dikirimkan kemudian diseleksi di website resmi Advanced Innovation Global Competition Singapore. Kurang lebih seminggu menunggu, akhirnya tim menerima LoA atau Letter of Acceptance dari penelitian kami dan diundang sebagai finalis AIGC Singapore untuk berjuang sebagai salah satu dari delegasi,” kata pembina Dr.dr. Made Budiawan.,M.Kes.,AIFO. Dosen yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran ini menjelaskan ide untuk membuat produk itu dilatarbelakangi atas penderita penyakit impetigo yang cukup tinggi. Namun pengobatannya menggunakan antibiotik kimia yang memberikan dampak negatif berupa efek samping, seperti iritasi dan reaksi hipersensitifitas. “Untuk itu perlu dibuat obat antibiotika yang bersumber dari alam. Kulit pisang ternyata mengandung zat yang mampu untuk
menghambat pertumbuhan bakteri penyebab impetigo. Maka dibuatlah riset,” jelasnya. Mendapatkan prestasi gemilang itu, tim harus berkompetisi dengan tim dari perguruan tinggi bergengsi. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran pembina lain, dr. Ni Nyoman Mestri Agustini, M.Kes., M.Biomed.,SpN dan dr. Made Bayu Permasutha., S.Ked. Budiawan menjelaskan, raihan tersebut menjadi hal yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswanya untuk terus berkarya, melahirkan produk inovatif dan bisa melahirkan prestasi pada ajang lainnya. “Sampai bisa ke jenjang ini, tentu menjadi hal yang luar biasa. Tetapi kami terus berharap kedepan semakin banyak prestasi yang dilahirkan,” katanya. Pascakompetisi ini, imbuhnya tim akan terus melakukan penyempurnaan terhadap produk tersebut, khususnya tes farmakologi, uji klinik dan uji toxisitas. “Produk ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kesehatan,” pungkas Budiawan. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Ny-
Mahasiswa FK Undiksha yang menyabet medali perak pada ajang Advance Inovative Global Competition di Singapura
oman Jampel, M.Pd memberikan apresiasi atas prestasi itu. Ia menegaskan, usia fakultas bukan halangan untuk menunjukkan kualitas pada berbagai kompetisi, terlebih yang berskala internasional. “Ini luar biasa. FK masih berusia muda, tetapi sudah bisa melahirkan prestasi dan menciptakan ino-
vasi,” katanya. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa maupun fakultas untuk menorehkan hal serupa. “Prestasi sangat penting untuk meningkatkan grade lembaga. Tentu kami berharap semakin banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa,” katanya. (Wiwin Meliana)
Yoga untuk Lansia Gambar 3 dan 4 Masih dengan posisi berdiri. Sekarang angkat kaki kanan sebatas kemampuan dan tangan kiri di pinggang dan perhatikan tumit dan jari kaki lurus ke depan. Mulai atur napas dengan tarikan napas yang lembut dan berirama serta buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Begitu juga dengan (gambar 4) Lakukan teknik napas dan sikap tubuh yang sama seperti gambar 3.
di-mix match dengan bolero dan cape. Untuk warna, Angeliqa menggunakan yang natural klasik, yakni beige , nude color,gold, rosegold,dan broken white. Dan, total look-nya dilengkapi aksesoris bahan ranting, kawat, mutiara, beads dan lace. (Sri Ardhini)
5 3
1
Gambar 5 dan 6 Posisi masih tetap berdiri, kemudian buka kaki kanan setengah kaki lihat gambar dan tumit kanan dalam posisi berdiri. Tekuk kaki kiri kemudian bertahan dengan posisi tersebut lalu mulai tarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Demikian pula posisi sebaliknya Silakan lihat gambar dan tetap konsentrasi pada napas dengan 7 kali putaran napas.
2
Gambar 1dan 2 Dalam posisi sikap padasana atau berdiri (lihat gambar 1). Tekuk kaki kiri letakkan di samping tulang kering kaki kanan. Kedua tangan letakkan di pinggang untuk keseimbangan saja. Jika sudah dirasakan kokoh mulai atur napas, tarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut. Lakukan 7 kali putaran napas. Kemudian ganti kaki sebaliknya. (gambar 2) dengan teknik napas 7 kali putaran napas.
Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Semoga bermanfaat
6
4
7A
Gambar 7 A dan B Tetap dengan sikap berdiri dan buka kedua kaki selebar bahu kedua tangan letakkan di pinggang Selanjutnya perhatikan gambar lihat kedua jari-jari kaki diangkat dan bertahan dengan posisi tersebut. Lalu mulai atur napas dengan menarik dan menghembuskan napas 5 kali putaran. Kemudian kembalikan jari-jari kaki ke posisi rileks. Lihat tumit kaki peraga diangkat setinggi mungkin sesuai kemampuan dan kedua tangan letakkan di pinggang dan bertahan dengan posisi tersebut lalu mulai atur napas dalam 3 kali putaran napas dan lakukan sampai 7 kali. Kemudian kembali pada posisi semula. Sikap tubuh berdiri ini sangat baik untuk para lansia, dapat membantu melancarkan peredaran darah karena otot sendi akan dikuatkan. Selain itu disarankan bagi mereka yang usianya sudah diatas 50 tahun jangan banyak melakukan olah raga yang menggunakan kekuatan lutut. Apalagi yang memiliki keluhan athritis rematik,osteoasthritis dan yang lainnya.
7B Model : Brigitta Lea MYI Banjarbaru LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia
DARA
6 Satu lagi remaja Indonesia yang prestasinya berkibar di luar negeri, Maria Puspita Dewi Sinaga. Siswi kelas 9 SMPN 1 Bekasi, Jawa Barat, ini, berhasil mengalahkan para remaja bersuara indah dari 28 negara dalam kompetisi menyanyi tingkat dunia I Sing World 2019 kategori junior yang berlangsung Stockholm, Swedia.
H
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Maria Puspita Dewi Sinaga
Raih Dua Penghargaan di I Sing World 2019
anya tiga hari setelah Claudia Emmanuela Santoso mengharumkan nama Indonesia di Munchen Jerman lewat The Voice of Germany, Maria menyabet Grand Champion I Sing World 2019. Tidak hanya itu, dara 14 tahun ini juga meraih special award ‘Best Vocal Technique’. Dua penghargaan disabet dalam event yang bergengsi itu membuat Maria bukan saja meraih berbagai hadiah dari event tersebut tapi juga berkesempatan mengikuti foto instagram maria training pertunjukMaria Sinaga kan di Seoul, Korea Selatan, serta bergabung dengan perusahan hiburan di negeri gingseng itu. Maria dan pelatihnya Ronald “Sungguh diluar dugaan, dan aku Selain Maria, sebenarnya ada satu bukan hanya lewat lagu hits yang popsangat mensyukurinya. Puji Tuhan aku lagi anak Indonesia yang juga berprestauler di dunia namun juga lewat lagu Insudah diberi talenta yang luar biasa sehingga bisa meraih Grand Champion I si dalam event tersebut. Dia adalah donesia yang dipopulerkan oleh Bunga Sing World, juga special award ‘Best Vo- Namie, asal Surabaya, Jawa Timur, yang Citra Lestari (BCL), ‘Tundukkan Dunia’. Lagu ini merupakan soundtrack cal Technique’,” ungkap Maria bahagia. meraih juara ketiga dalam I Sing World. Semakin menyenangkan, kata Maria, ‘3Srikandi’, film biopic tentang perjuanIa juga berterima kasih pada semua yang mendukungnya, baik itu orang- karena ketika ia kembali masuk sekolah gan tiga atlet panahan Indonesia meraih tua, guru-guru, teman dan semuanya. setelah 10 hari izin lomba, mendapat medali untuk pertama kalinya sepanjang “Terima kasih banyak,” ungkap Maria sambutan manis dari sekolahnya. keikutsertaan Indonesia dalam Olimyang mengaku kehabisan kata-kata Baik guru maupun teman-temannya piade. Kejadian itu pada Olimpiade saking senangnya. Prestasi yang di- merasa senang karena dirinya berhasil Seoul, Korea Selatan, tahun 1988. torehkannya itu menjadi penyemangat membawa pulang kemenangan. Yang Ketiganya yang tampil dalam nomor tambahan untuknya dalam menekuni artinya bukan hanya mengharumkan beregu berhasil mempersembahkan karier menyanyi. Ke depannya dia akan nama Indonesia tapi juga sekolahnya, medali perak. Kisah heroik mereka kemudian diangkat ke layar lebar dan semakin giat berlatih agar bisa menjadi SMPN 1 Bekasi. Menariknya, Maria berhasil ‘melibas’ filmnya dirilis 4 Agustus 2016. lebih baik lagi sehingga bisa kembali semua peserta dari puluhan negara itu SENGAJA PILIH mengharumkan nama Indonesia. LAGU INDONESIA Lagu ‘Tundukkan Dunia’ bukanlah lagu yang mudah, namun berhasil dinyanyikan Maria dengan sempurna. Kecemerlangan Maria bukan saja membuahkan juara umum tapi juga penghargaan khusus Teknik Vokal Terbaik. “Lagu ini bukan sekadar lagu bi-
Maria salah satu murid berprestasi di Bekasi
asa tapi memiliki makna yang dalam. Ini tentang sebuah perjuangan. Untuk menyanyikannya pun tidak mudah, harus memiliki ketrampilan vokal tersendiri,” ujar Maria yang memang dibawah bimbingan guru vokalnya, Ronald Misael Pakiding, secara khusus mempersiapkan lagu ini. Dia sendiri memang senMaria dan Ronald serta rombongan lainnya di Stockholm Swedia gaja memilih lagu Indonesia agar keindahan lagu Indonesia itu ia berhasil menjadi juara pertama. Prestasi cemerlang di ‘Asian Dreamerz’ dikenal dunia. Menurutnya, menyanyi memang itulah yang menghantarnya menuju I telah menjadi hobinya sejak kecil. Bah- Sing World di Swedia. “Setelah menang kan sejak kecil pula ia telah rajin ikut di ‘Asian Dreamerz’, aku diundang ikut kompetisi menyanyi. “Aku ikut macam- I Sing World Junior,” jelasnya. Maria mengaku senang sekali macam kompetisi. Itu sudah sejak kelas 3 SD,” ucapnya. Tidak semua keikut- mendapat kesempatan tampil di I Sing sertaannya dalam kompetisi berbuah World yang pesertanya datang dari manis. Namun, dia tak pernah putus puluhan negara. Ia bersama pelatihnya, asa karena menyanyi memang menjadi Ronald, benar-benar mempersiapkan keikutsertaanya di event itu dengan hobinya. Orangtuanya yang tahu Maria san- sangat serius. Mulai dari latihan yang gat gemar menyanyi pun mendukung dilakukan setiap hari seperti teknik penuh, di antaranya lewat menyertakan vokal, dll, juga persiapan kesehatan Maria pada les vokal. Sementara kei- dan stamina dan kostum. Semua itu kutsertaannya dalam kompetisi, selain adalah hal-hal yang penting dalam melatih ‘nyali’ juga mengasah kemam- pertandingan. Agar tidak ketinggalan pelajaran, ia puan lewat berbagai ajang kompetisi. Itu (kompetisi) membuatnya semakin juga meminta bahan-bahan pelajaran semangat berlatih karena banyak pe- serta mencoba mengerjakan soal-soal saingnya memiliki kualitas suara yang latihan lewat internet. Maklum dia sudah kelas 9 dan sebentar lagi akan bagus. Tahun 2018 lalu misalnya, ia berhasil menghadapi ujian. “Jadi begitu masuk menjadi juara Festival dan Lomba Seni sekolah (setelah dari Swedia), aku Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi langsung ikut ujian susulan, semacam Jawa Barat. Padahal, kata Maria, sejak latihan ujian. Soalnya kan sudah kelas SD dia selalu ikut event itu namun selalu 9,” ucapnya. Baginya meski menyanyi penting stuck di tingkat provinsi. Baru tahun lalu dia berhasil tembus dan berhak dalam hidupnya namun pendidikan mewakili Jabar untuk tingkat nasional. tetap nomor satu. Itu sebabnya meski Sementara keikutsertaannya di I sibuk menyanyi, dia ‘mati-matian’ belajar Sing World, Swedia, berawal dari ke- agar tidak tertinggal pelajaran sekolah. menangannya di kompetisi menyanyi “Menyanyi penting, tapi pendidikan lebih tingkat Asia, ‘Asian Dreamerz’. Kala penting lagi,” tandasnya. (Diana Runtu)
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
BULELENG
Tingkatkan Literasi Keamanan Siber
11
Indonesia menjadi salah satu negara dalam penggunaan internet terbesar di dunia. Mayoritas pengguna internet adalah anak-anak muda sebagai penerus bangsa. Perkembangan dunia teknologi begitu pesat sehingga jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan membawa dampak negatif bagi individu itu sendiri.
S
alah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah kejahatan siber. Guna memberikan pemahaman mengenai hal tersebut, pemerintah melalui Dinas Kominfosandi Buleleng menggelar kampanye literasi keamanan siber guna melindungi data pribadi dan bijak dalam bermedia sosial. Kegiatan yang dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Gede Suyasa ini menyasar anak-anak sekolah dan staf IT di masing-masing OPD Buleleng, di wantilan Sasana Budaya, Selasa (19/11). Pihaknya mendukung penuh kampanye keamanan siber ini sebagai upaya himbauan langsung kepada generasi millenial, agar memahami dunia digital secara utuh untuk mencegah kejahatan terhadap data pribadi. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini tidak terbendung lagi, selain memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari tentu dapat memberikan dampak buruk pula kepada penggunanya. “Untuk itu perlu dilakukan pengamanan informasi, sebagai salah satu kebutuhan yang sangat vital khususnya di lingkungan Pemkab. Buleleng,” kata Suyasa. Suyasa juga mengatakan saat ini maraknya penipuan yang terjadi di internet, kejahatan siber, berita hoax adalah akibat kurangnya edukasi literasi keamanan siber. “Dukungan terhadap perkembangan dunia digital sangat membutuhkan SDM yang memiliki banyak literasi data, sehingga dapat mengurangi tindak kejahatan
dunia maya,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Proteksi Ekonomi Digital, Deputi II BSSN RI, Anton Setiyawan, S.Si., M.M mengungkapkan bahwa kampanye literasi keamanan siber sebagai salah satu program besar nasional yang diinisiasi oleh Pemkab Buleleng. “Teknolgi saat ini menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari, karena minimnya pengetahuan dapat menyebabkan timbulnya kejahatan dunia maya,” tuturnya. Literasi ini sebagai upaya juga dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keamanan dan cermat dalam menggunakan teknologi. “Khususnya kepada para generasi muda yang hadir di sini agar melek terhadap kejahatan dunia digital, karena sebagian besar merekalah pengguna media sosial aktif dan banyak meghabiskan waktunya untuk online,” jelas Anton. Disisi lain, Kepala Dinas Kominfosandi Buleleng, Drs. I Ketut Suweca, M.Si menegaskan Indonesia adalah pengguna internet terbesar di dunia, sehingga dibutuhkan literasi data yang cukup dalam mengelalola informasi di dunia maya. Kampanye literasi keamanan siber perlu digalakan untuk menangkal ancaman serangan cyber hoax. Melalui kampanye literasi ini dapat memberi pemahaman serta membentuk mindset masyarakat buleleng agar mempunyai kecerdasan literasi digital yang tinggi. “Mengingat Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat luas. Untuk itu saya
Kampanye literasi keamanan siber
juga mengajak untuk bermedia sosial dengan cermat dan baik : saringlah sebelum di sharing,” ungkap Suweca. Pihaknya juga telah membentuk Satgas C.I.R.T (Cyber Incident
Re s p o n Te a m ) s e b a g a i u p a y a memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kejahatan siber. Tim yang dibentuk dari beberapa komponen seperti pakar
IT, kejaksaan dan kepolisian ini bertugas untuk mengamankan akun-akun kepemerintahan guna melindungi data agar tidak terjadi kebocoran. (Wiwin Meliana)
Rawan Gempa
BPBD Buleleng Pasang 12 Alat Pendeteksi
Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila.
Letak geografis kabupaten Buleleng yang nyegara gunung menyebabkan potensi bencana yang tinggi. Bencana alam, non alam dan sosial pernah terjadi di Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila saat mengikuti dialog interaktif di Singaraja FM, Selasa (19/11). Susila mengatakan untuk meminimalisir dampak bencana, pihaknya telah membuat peta rawan bencana untuk mendeteksi dini wilayah wilayah yang rawan bencana. “Kami memiliki peta rawan bencana misalnya daerah pegunungan rawan terjadi longsor, daerah pesisir yang rawan terjadi gelombang tinggi maupun wilayah sungai yang rawan banjir bandang, “ jelasnya. Selain peta rawan bencana, pihaknya juga telah membentuk desa tangguh bencana dan sekolah aman
bencana guna mengedukasi masyarakat dalam menghindari bencana. “Beberapa wilayah sudah kami bentuk seperti daerah Musi, Galungan, Pancasari dan Lemukih, “ imbuhnya. Sebagai salah satu instansi yang bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana, Susila mengatakan beberapa hal yang menjadi tugas pokok BPBD Buleleng. Salah satunya melakukan upaya mitigasi bencana untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi dan upaya meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. “Jika orang beranggapan bahwa kami tidak bekerja kalau tidak ada bencana itu salah, karena ketika tidak terjadi bencana kami akan melakukan mitigasi bencana baik di wilayah dan masyarakat yang rawan terkena
bencana,” jelasnya. Evakuasi akan dilakukan ketika terjadi bencana. Tugas terakhir dari BPBD adalah melakukan pemulihan pasca bencana baik secara fisik maupun mental. “Pemulihan yang kami lakukan tidak saja terhadap fasilitas umum maupun bangunan tetapi bangaimana kami melakukan pemulihan terhadap mental korban agar tidak mengalami trauma,” paparnya. Susila menambahkan jika di Buleleng berpotensi tinggi terjadi gempa bumi. Hali ini dikarenakan adanya 3 lempeng aktif yang ada di Tejakula, Seririt, dan Banyuwedang. Apalagi menurut data di pusat tahun 2019 ada 243 titik gempa di Indonesia. “Di Buleleng gempa berdampak dangkal yang menyebabkan kerusakan parah hingga terjadi tsunami, “ tambahnya. Saat ini di belum ada alat yang bisa mendeteksi terjadinya gempa. Namun, sirine pendeteksi tsunami telah dipasang di desa Sulanyah. “Kami telah usulkan 5 alat lagi namun belum bisa direalisasikan karena harganya yang cukup mahal,” paparnya. Untuk deteksi awal, 12 alat pendeteksi gempa tahun ini akan dipasang untuk mendeteksi getaran gempa sehingga masyarakat menjadi lebih waspada. “Kami tekankan meskipun alat pendeteksi gempa belum ada kami pastikan jika kekuatan gempat dibawah 7 SR tidak menyebabkan tsunami. Jadi masyarakat jangan panik,” tegasnya. (Wiwin Meliana)
12
BUMI GORA
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Libatkan Semua Elemen Masyarakat dalam Program “Zero Waste” Konsep dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan program Zero Waste, dibahas dalam rapat antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kantor Kementerian LHK, Jakarta Pusat, yang berlangsung minggu lalu.
R
apat ini dipimpin oleh Wakil Menteri LHK, dan dihadiri oleh para Dirjen di lingkup Kementerian LHK dan Wakil Gubernur, Dr. Sitti Rohmi Djalilah beserta jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Timur dan Bupati Dompu. Dalam rapat tersebut, Wagub NTB memaparkan program-program strategis terkait lingkungan dan kehutanan yang dirangkum dalam program NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023. “NTB Zero Waste terdiri dari penyusunan regulasi, kampanye edukasi dan pembinaan, kerjasama pengelolaan persampahan, sarana dan prasarana serta kelembagaan pengelolaan persampahan. Kami
konsep semuanya secara matang dan komprehensif sehingga mudah dan cepat diwujudkan,” ungkap Rohmi. Sedangkan untuk mendukung program NTB Hijau 2023 menurutnya dilakukan beberapa hal, terdiri dari penguatan kelembagaan pengelola hutan, pemantapan kawasan hutan, rehabilitasi dan perhutanan sosial, optimalisasi pemanfaatan dan industrialisasi hasil hutan dan perlindungan dan konservasi SDA. “Kami dari Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak yang terlibat akan membuat materi sosialisasi terkait Zero Waste baik dalam bentuk video, leaflet, poster dan lain – lain. Intinya yang menarik, mengedukasi dan mudah dipahami seluruh ma-
Pada rapat koordinasi Satu Data Kependudukan tahun 2019 yang berlangsung di Mataram NTB beberapa
Sudah 1,5 tahun Shakira, putri semata wayang Denada Tambunan, menjalani pengobatan kanker darah di Singapura. Sejauh ini, kata Dena—begitu ia biasa disapa--- kondisi Shakira baik-baik saja. Hanya saja yang bikin Dena ‘mumet’ sekarang ini adalah sebentar lagi HUT ke-7 pada 11 Desember mendatang.
“K
syarakat,” kata Rohmi. Wagub juga menjelaskan pembagian peran antara Pemerintah Provinsi NTB dengan pemerintah kabupaten atau pun pemerintah kota di NTB serta Kementerian LHK supaya Kementerian LHK mengetahui dengan detail apa saja
bantuan yang dibutuhkan oleh Pememintah Provinsi NTB dalam rangka terwujudnya NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023. “Kami melibatkan semua elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan, semua harus bersinergi mengambil peran nyata untuk
mengendalikan dan mengelola sampah. Mulai dari perangkat daerah di Pemerintah Provinsi NTB, ASN di pemkab/pemkot seluruh NTB, hingga tokoh agama, pemuka masyarakat, pemuda, ormas sampai tingkat anak-anak sekolah di SMA/ SMK,” papar Sitti Rohmi. Menurut Rohmi, semua kalangan harus menjadi pusat informasi Zero Waste dan dimulai dari lingkungan masing-masing. Sehingga sampah di NTB tidak lagi menimbulkan masalah, tetapi justru dipandang sebagai potensi yang bermanfaat. Kementerian LHK menyambut baik semua usulan dari Pemprov NTB dan sejumlah item sudah dianggarkan oleh Kementerian LHK di tahun 2020. Untuk selanjutnya, akan didiskusikan secara teknis oleh dinas dan direktorat jenderal terkait. (Naniek I. Taufan)
Hadirkan Lembaga Pendidikan Berkualitas di Indonesia Timur waktu lalu, terungkap bahwa Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memiliki mimpi bahwa suatu saat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, tidak lagi berada di Jakarta atau wilayah barat Indonesia. Namun, ia sangat berharap lahirnya Sekolah Statistik itu di wilayah Indonesia Timur, baik itu di Sulawesi, Papua atau di wilayah Nusa Tenggara. Ia menilai dengan berdirinya sekolah statistik di wilayah Indonesia Timur, maka sumber daya manusia dapat dipacu dan bisa bersaing dengan SDM yang ada di wilayah Indonesia Barat. Sehingga, anak-anak yang cerdas di bidang statistik tidak lagi terpusat di Jakarta. Namun tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Human Development Index (HDI) Indonesia Bagian Timur itu rendah bukan karena standard of living kita rendah. Tapi mayoritas lulusan
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
SMA terbaik kita sekolahnya di Bandung, Yogyakarta, dan Malang,” ujarnya. Karena itu menurutnya salah satu cara untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia adalah dengan menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas, seperti STAN atau STIS. Terkait data statistik, Gubernur NTB menyampaikan tentang pentingnya satu data yang akurat. Sehingga, kebijakan yang dibuat untuk masyarakat betul-betul berbasiskan data, baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Namun, perlu juga diingat bahwa angka-angka keberhasilan, baik itu ekonomi dan inflasi, harus memiliki dampak bagi kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat. “Pembangunan itu tidak mungkin direduksi hanya sebatas angka-angka. Percuma angka pertumbuhan ekonomi
kita tinggi, namun masyarakat lokal kita jadi penonton,” katanya. Sementara itu, dalam kegiatan yang berlangsung dua hari dengan menghadirkan para pemangku kepentingan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ini, Kepala Badan Pusat Statistik NTB,
Suntono menyampaikan bahwa rapat koordinasi satu data ini dimaksudkan untuk membahas data yang dihimpun statistik dalam bentuk satu data. Sehingga, tidak ada lagi data yang berbeda, baik oleh statistik maupun lembaga terkait lainnya. (Naniek I. Taufan)
BUNDA ANANDA
5
Siapkan Konsep Ulang Tahun yang Membahagiakan
ita lagi prepare untuk cepat saji, itu kan pasti tidak boleh ke situ. HUT Shakira. Insyaal- Dia juga minta di mall, itu juga kan nggak lah bulan debisa. Dia kan masih dalam pengopan,” ujar batan, jadi belum boleh beDenada. Yang bikin bingung, rada di public area ataupun ujar pelantun tembang makan makanan secara ‘Call me Dena’, kebebas,” ungkap wanita inginan Shakira untuk kelahiran 1978 ini. perayaan ultahnya Meski tidak bisa selalu berganti-ganti. memenuhi per“Bingung maunya mintaan anaknya, macam-macam. dirinya tetap beruMinggu ini minta saha keras memini, minggu depanbuat sebuah acara nya lagi minta itu. ultah yang berkesan Sekarang minta raindan membahagiabow, lalu berubah lagi kan Shakira. “Kita minta di restoran cepat sedang memikirkan saji. Kemudian berubah sebuah konsep acara foto instagram denada Denada - Shakira lagi, minta di mall. Selalu dimana nantinya bukan berubah-ubah. Jadi sekarang hanya Shakira yang senang saya lagi bingung mau bikin tapi juga bisa memberikan konsep seperti apa,” ungkap wanita hari yang membahagiakan bagi anak bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia lainnya. Karena kan di sana bukan hanya Ayu Tambunan ini. Shakira ada anak-anak lainnya, khususnya Sebagai orangtua, dia akan selalu beru- anak-anak Indonesia yang sedang berjuang,” saha menyenangkan dan membahagiakan tutur putri tunggal penyanyi senior Emilia anaknya. Namun begitu ada hal-hal yang Contessa ini. meski diminta Shakira, tidak dapat dipenuhi Salah satu yang sedang diusahakan olehnya, lantaran masih adalah menggelar acara di luar rumah sakit, dalam pengobatan. namun bukan public area. Karena tahun Shakira belum lalu, sekalipun dibuatkan pesta ultah namun bisa bebas bedi rumah sakit, tentu beda nuansanya. rada di public “Jadi kita sedang mencoba mencari suatu area atautempat yang memungkinkan. Untungnya pun makan kita dibantu oleh salah satu nurse, namanya semaunya. Clara. Dia baik sekali pada Shakira. Dia lah “Seperyang akan membantu mencarikan tempat, ti restoran mempersiapkannya termasuk makanan dan kue-kue sehingga cukup aman dimakan oleh anak-anak (undangan) nantinya,” jelas Dena panjang lebar. Meskipun sedih, Dena memang tidak pelit informasi jika ditanya oleh wartawan. Namun begitu penampilan Dena memang tidak lagi seceria 1,5 tahun lalu, sebelum anak kesayangannya divonis menderita leukemia. Itu juga yang terlihat ketika Denada jumpa wartawan beberapa waktu lalu. Dia berusaha tersenyum, namun matanya tampak sedih. Pun ketika menjelaskan kondisi Shakira, suaranya kerap terbata. BERUSAHA DAN BERDOA Wartawan pun paham tentang apa yang dialami dan tengah diperjuangankan Denada sehingga tidak ada yang mendesakkan sebuah pertanyaan yang enggan dijawabnya. Pun ketika wartawan mencoba bertanya tahapan pengobatan Shakira saat ini, Dena tampak agak enggan menjelaskan secara rinci. “Saya mohon doanya dari semua ya. Yang pasti sekarang masih harus menjalani ini, setelah ini, masih ada masa menunggu lagi. Jadi semuanya masih berlangsung,” ucapnya seraya pamit karena akan melanjutkan kegiatannya. Perjuangan Denada agar anaknya foto kapanlagi com dapat sembuh sungguh luar biasa. Denada
Dia harus berjuang untuk mendapatkan dana yang besar bagi pengobatan Shakira di Singapura yang konon nilainya 2-3 kali lebih besar dibanding biaya pengobatan di Indonesia. Bukan itu saja, dia juga harus menyewa rumah untuk tinggal selama pengobatan Shakira. Praktis saat ini hanya Denadalah yang menanggung seluruh biaya pengobatan lantaran mantan suaminya (ayah Shakira), Jerry Aurum, Juni 2019 lalu ditangkap polisi karena kasus narkoba. Denada sendiri berusaha menjalani semua permasalahannya dengan ikhlas sembari terus berdoa agar pengobatan anaknya berjalan baik dan Shakira bisa sembuh. Berusaha dan berdoa, itulah yang dilakoni Denada. Beruntungnya, di saat sulit seperti ini, banyak job mengalir pada Denada. Itulah yang sangat disyukuri oleh Denada karena dengan begitu dia bisa menghandle biaya pengobatan anaknya. Dalam sebuah tayangan ‘Cumi-cumi’, Dena sempat menyebut bahwa biaya pengobatan Shakira luar biasa besar. Untuk memenuhinya, selain bekerja ia juga menjual dua rumah miliknya, di Jl TB Simatupang dan di Jl Pejaten Raya, keduanya di wilayah Jakarta Selatan. “Yang di Jl Pejaten Raya sebenarnya itu rumah utama kami. Rumah penuh kenangan, di sana Shakira tumbuhbesar. Tapi nggak apa-apa, kita ikhtiar saja sekarang ini. Rasanya mau berapapun rumah di dunia ini, tidak sebanding dengan hidup Shakira anak
saya. Jadi buat saya, ringan saja menjual rumah itu,” kata Dena dengan suara tersendat. Biaya yang diperlukan untuk pengobatan Shakira besar sekali, belum lagi biaya sewa rumah perbulan mencapai Rp 35 juta. “Kenapa besar sekali karena selain ada biaya pengobatan juga ada biaya sewa rumah. Singapura kan terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang mahal sekali. Untuk tempat tinggal kami harus membayar Rp 35 juta per bulan, itu belum ditambah dengan biaya listrik, makan, transportasi, dll.” “Lalu kita juga mengeluarkan biaya pengkondisian rumah karena rumah harus selalu steril. Jadi kita harus membeli alat-alat, seperti beli filter udara untuk setiap ruangan, dll. Jadi itulah maka biayanya menjadi besar sekali,” paparnya ditayangan ‘Cumi-cumi’. Sebenarnya, ungkap Dena lagi, dirinya belum lama (sebelum Shakira sakit) membeli tanah seluas hampir 1000 meter2 dan membangun rumah berlantai empat. Tadinya, kata Dena, dia berpikir rumah tersebut untuk ditempatinya bersama Shakira.
Denada - Shakira
instagram shakira
“Itu rumah untuk Shakira. Sekarang kalau saya sedang di Jakarta, saya tidur di rumah itu. Hampir tiap malam saya nangis karena saya bangun rumah itu untuk dia. Saya ingin Shakira sembuh,” ungkapnya dengan suara tersendat. “Manusia hanya bisa punya rencana dan melakukan dengan kekuatannya untuk mewujudkan. Tapi hidup tidak seperti itu,” ungkap Dena.(Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit GELANG EMAS DARI RAJA
Raja Bhoja sangat terkenal suka turba. Ia ingin mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya. Laporan yang disampaikan pembantu-pembantunya hanya sebatas laporan. Ia harus membuktikan keadaan sebenarnya. Raja Bhoja juga terkenal karena sangat tegas menegakkan hukum dan memberi penghargaan bagi warganya yang jujur dan bekerja keras. Suatu hari Sang Raja mengajak pembantu-pembantunya berkunjung ke sebuah desa. Desa itu cukup jauh dari istana. Di situ banyak pohon, terutama pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Ketika Raja menikmati pohon-pohon yang berbuah ranum, tiba-tiba sebuah batu sebesar kepalan tangan menimpa haribaannya. “Aduh!” seru Raja. “Hai, prajurit, tangkap penjahat yang melemparku
dengan batu sebesar ini!” Seketika itu pula puluhan prajurit berlari menyebar mencari penjahat itu. Tidak berapa lama, perajurit itu kembali menyerahkan seorang anak kecil. “Anak jahat inilah yang melempar, Paduka!” kata prajurit. Raja memegang kedua tangan anak itu. “Siapa namamu? Mengapa kamu melemparku dengan batu sebesar ini?” tanya Raja. “Ampun Paduka!” kata anak kecil itu dengan tenang. “Nama hamba Roni. Hamba tidak sendiri, tetapi dengan banyak teman. Mereka semua lari ketakutan. Kami ingin mendapatkan buah-buah mangga yang ranum. Kami anak kecil, tidak mungkin memetik buah itu dengan memanjat. Oleh karena itu kami semua melemparnya dengan batu. Mungkin salah satu lemparan itulah yang menyasar ke haribaan Tuanku. Sekali lagi, maafkanlah hamba dan teman-teman hamba.” Paduka Raja melepas pegangan kedua tangan anak kecil itu. Kemudian merogoh sebuah gelang emas dari
pundi-pundinya. “Pulanglah kamu! Di antara banyak anak, kamulah yang paling jujur dan berani bertanggungjawab. Oleh karena itu kuhadiahkan sebuah gelang emas untukmu.” Setelah mengucapkan terimakasih dan menghormat berkali-kali, anak kecil itu lalu meninggalkan tempat dengan senang hati. Seorang pembantu Raja yang memperhatikan gerak-gerik anak kecil itu sejak tadi, lalu mendekat kepada Raja. “Maaf Paduka!” kata pembantu kerajaan itu. “Aneh rasanya, mengapa Paduka memberi penghargaan kepada anak yang melempar batu kepada Tuanku?” “Tidak aneh, pembantuku!” jawab Raja. “Apabila anak itu berhasil melempar sebiji mangga, berarti anak itu mendapat hadiah dari pohon mangga. Masa’ seorang raja tidak sanggup memberi hadiah sebuah gelang emas bagi anak yang jujur dan berani mempertanggungjawabkan perbuatannya?” (India)
WOMAN ON TOP
4
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Ni Made Dwi Priyanti Koriawan
Transmigrasi untuk Meningkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mensejahterkan masyarakatnya. Di Buleleng, program transmigrasi masih menjadi program yang diminati untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng Ni Made Dwi Priyanti Koriawan, S.E.
M
enurutnya, selain bertujuan untuk meratakan jumlah penduduk, pro gram transmigrasi sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng. Tahun 2019 ini, Buleleng kembali memberangkatkan 5 Kepala Keluarga atau 20 orang warga dari kuota 10 KK dari pusat untuk Bali. Nantinya, calon transmigran ini diberangkatkan menuju Sumba Timur. Sebelum menuju lokasi transmigrasi, pada Minggu 24 Nopember 2019 nanti transmigran akan diberangkatkan
Sudut Pandang
Angga
S ari
menuju Denpasar untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian perlengkapan. Kadis Dwi Priyanti menjelaskan sebenarnya peminat program transmigrasi di Kabupaten Buleleng cukup banyak. Tetapi kuota yang disediakan untuk Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng sangat terbatas. Begitu pula, banyak yang masih belum memenuhi syarat. Akhirnya setelah dilakukan seleksi serta kelengkapan dokumen, lima KK dinyatakan lulus. “Sebelum kami menerima pendaftaran, kami cek
Ni Made Dwi Priyanti Koriawan, S.E.
terlebih dahulu lokasi yang diinfokan dari pemerintah pusat yaitu di Sumba Timur, kemudian baru kami sosialisasikan,” jelas Dwi Priyanti ditemui usai acara pelepasan secara
Guru Pemberi Motivasi Di tengah arus informasi yang sedemikian deras di era digital ini, konon pembelajaran berbasis teknologi informasi mampu menggantikan peran seorang guru dalam menyampaikan suatu ilmu.Tidak dimungkiri, bahwa setiap generasi bertumbuh dengan cirinya masing-masing, begitu juga generasi millenial. Bahwa generasi milinial kini lebih banyak mempelajari hal baru melalui youtube. Sangat mudah pula ditemui para siswa lebih melek teknologi dibanding para pengajar mereka di sekolah. Begitu diucapkan Ni Made Anggara Juni Sari, S.T., MSi., yang biasa disapa Angga Sari ini. Dikatakan oleh pemilik brand “Wastra Bali” ini, sampai pada titik tertentu, era disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar pun mungkin akan berubah total. Ruang kelas mengalami evolusi kepola pembelajaran digital yang pengalaman belajarnya lebih kreatif
dan inovatif. “Guru selama ini dikenal sebagai pendidik, pengajar, sumber belajar, fasilitator, pembimbing, inovator, motivator, pelatih dan penasehat yang memiliki peranan penting bagi seorang murid. Guru di era milenial ini tidak hanya hadir secara fisik karena informasi atau tutorial yang hadir di youtube atau internet dapat juga dikatakan sebagai “guru dunia maya”sebagai sumber belajar dan fasilitator,” tutur desainer yang lebih banyak berkarya dengan bahan endek ini. Mereka yang membuat tutorial ataupun memberikan informasi di youtube atau internet adalah seorang yang memiliki kemampuan atau keahlian di bidangnya masingmasing. Bahkan seorang guru pun sekarang banyak yang mengadakan kelas pembelajaran dengan sistem online. “Saya adalah salah satu murid yang belajar desain secara online karena keterbatasan waktu.. Saya harus membagi waktu untuk bekerja dan belajar, oleh karena itu saya memutuskan untuk belajar desain secara online dengan seorang pengajar atau guru yang berasal dari luar Bali,” terang Angga Sari. Baginya, teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar mengajar. Namun, peran guru sebagai motivator dan penasehat tetap tidak dapat tergantikan oleh youtube atau internet. Sebab, pada kenyataannya ia masih memerlukan kehadiran seorang guru secara fisik
resmi transmigran, Rabu (20/11). Hal yang melatarbelakangi warga yang ingin bertransmigrasi, lanjut Dwi Priyanti, kebanyakan dari mereka ingin mengubah pola hidup. Mengembangkan ilmu pertanian yang dimiliki dan harapan dapat meningkatkan derajat keluarga yang tinggi juga menjadi alasan. Selain itu juga, salah satu faktor yang mendorong transmigran yaitu karena faktor ekonomi. Hal ini dikarenakan sebagian besar transmigran merupakan keluarga yang kurang mampu. Dana untuk keberangkatan transmigran ini bersumber dari pemerintah pusat. Tugas Disnaker Buleleng hanya mensosialisasikan dan menyiapkan transmigrannya saja. Dengan tetap memperhatikan kuota yang diberikan dari Pemerin-
tah Provinsi. “Kami berharap semoga di daerah yang baru mereka bisa beradaptasi dengan penduduk lokal di sana, dan tetap menjaga nama baik Buleleng,” ujar Dwi Priyanti. Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, salah satu warga transmigran, I Gede Ariyasa asal Desa Galungan, Kecamatan Sawan mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Dengan difasilitasi pemerintah, warga transmigran yang akan menuju Sumba Timur bisa diberangkatkan. “Tujuan saya bertransmigrasi adalah untuk menambah aset, dan mengubah pola hidup yang sebelumnya di kampung, saya sering bermalasmalasan, semoga di daerah yang baru bisa lebih mengembangkan diri,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
di hadapannya untuk memberikan bimbingan, motivasi dan sentuhan karakter pada desain yang dirancangnya. “Belajar secara online yang saya dapatkan hanya sebatas ilmu pengetahuan atau informasi tentang dunia desain. Disini saya menyadari perbedaan guru dunia maya dengan guru yang secara fisik hadir di hadapan saya,” cetusnya.
adi merasakan peran seorang guru yang sangat besar untuk mengajarkan nilai-nilai budaya, estetika, empati dan sentuhan karakter yang harus ditumbuhkan dalam setiap karya desain yang dibuatnya. Oleh karena itu pula, bimbingan personal seorang guru untuk pendidikan karakter sangat diperlukan. Peranan seorang guru bagi murid, lanjut Angga Sari tidak akan pernah tergantikan oleh youtube atau internet. Meskipun di era milenial, peran guru masih sangat dibutuhkan untuk pembentukan karakter. Justru di era milenial ini pendidikan karakter perlu ditingkatkan untuk dapat menerima secara positif semakin canggihnya teknologi yang berkembang pesat diseluruh dunia. “Ditengah pesatnya perubahan yang ini, kita tidak boleh melupakan adat dan budaya dalam hidup bermasyarakat bahwasanya kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya,” katanya . Oleh karena itu baginya sebagai seorang murid yang masih belajar desain mode, kehadiran dan peranan seorang guru sangat diperlukan untuk dapat memberikan motivasi, sentuhan pada setiap karyanya. “Disamping menerima pengalaman dan dari seorang guru saya bisa berkenalan dengan murid-murid yang lainnya. Berjayalah semua guru yang ada di seluruh negeri bahwa teknologi hanyalah sarana untuk menyampaikan sebuah materi bukan menggantikan peran seorang guru,” pungkasnya. (Sri Ardhini)
TETAP PERLU BIMBINGAN GURU Angga Sari juga mengatakan satu hal besar yang tidak bisa diabaikan, bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran atau pemberi nilai ujian semata. Melainkan, seorang pendidik yang diperlukan untuk mengajarkan nilainilai budaya, etika, norma-norma kebijaksanaan, pengalaman, hingga melatih empati. Hal-hal itu, sejauh ini, tidak dapat diajarkan oleh mesin apapun dan tidak bisa didapatkan secara online. “Dalam membuat suatu karya desain dibutuhkan sentuhan hati yang tulus sehingga karya yang dibuat memiliki “roh” untuk menghidupkannya agar dicintai oleh pelanggan atau pencinta desain. Belajar membuat croquis sebelum mendesain busana memang ada tekniknya. Namun, setelah menggoreskan desain dan warna perlu menggunakan “hati” agar pesan yang ingin disampaikan oleh seorang desainer kepada pelanggan dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Angga Sari. Disinilah katanya, ia secara prib-
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Enaknya
METROPOLITAN
13
Teh Lada Hitam Anda peminum teh? Dapatkah membayangkan rasa teh dicampur lada hitam dan saos cabe? Mungkin tak terbayangkan karena memang sepertinya sulit ditemui kreasi teh seperti itu. Mungkin juga Anda berpikir teh yang diracik dengan bumbu seperti lada hitam-saos cabe (tobasco), rasanya bakal tidak jelas. Eits, jangan salah. Justru teh dicampur lada hitam plus tobasco ini melahirkan rasa yang unik dan enak.
T
idak percaya? Buktinya, Cakra Virajati berhasil mengukir prestasi dengan karyanya yang ‘ajaib’ itu dalam kompetisi kreasi teh ‘Indonesia Tea Brewing Championship 2019’ yang berlangsung bertepatan dengan ‘SIAL Interfood’di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, baru baru ini. Berkat kreasi yang unik, Cakra yang merupakan peserta independen, berhasil meraih ‘Best Signature Beverage’. “Tehnya punya rasa yang unik ya dibanding rasa teh-teh yang kita kenal selama ini. Enak!” ujar Christian, penonton yang ikut mencicipi teh kreasi pria asal Mataram, NTB, itu. “Pencampurannya pas, jadi rasa tehnya tetap terasa, dan memang itu yang sepertinya disyaratkan dalam kompetisi ini, bahwa bahan-bahan lain yang dicampurkan bersama teh, rasanya tidak boleh lebih dominan dibanding teh itu sendiri. Teh kreasi Cakra pun begitu. Rasa teh nya terasa namun ada flavor lain yaitu pedas khas lada hitam dan tobasco. Ya seperti ‘teh ricarica’ hehehe,” ucapnya. Awalnya, Cakra menyeduh teh terlebih dahulu. Kemudian ditaruh di gelas. Setelah itu ia pun beraksi dengan menaburi lada hitam dan tobasco ke dalam teh, kemudian diaduk agar tercampur rata. Rasanya, ternyata sanggup bikin para juri manggut-manggut. Untuk yang penasaran dan mau mencoba, agar tidak sembarangan. Karena untuk menghasilkan rasa yang unik dan enak itu, terntu ada perbandingan tertentu berapa banyak lada hitam dan tobasco yang dituangkan ke teh. Demo ‘teh rica-rica’ ala Cakra Virajati ini merupakan salah satu yang
Saos Cabe
pedas-pedas. Dari kerinduan itulah muncul ide, bagaimana jika teh dikombinasikan dengan bumbu-bumbuan yang pedas. Lalu dia pun mulai mencoba membuat, berkali-kali percobaan, sampai akhirnya didapatlah rasa yang benar-benar pas,” jelas Christian. “Jadi kalau mau diilustrasikan, ibarat kita minum sesuatu. Minumannya sudah tertelan, namun masih meninggalkan rasa di lidah. After taste, spicy –nya masih terasa di lidah,” tamtkh/ig idteafest bah Christian mencoba mendeskripsikan. Cakra Virajati raih best signature beverage Kompetisi kreasi memenarik ditonton para pengunjung nyeduh teh memang belumlah pameran, selain demo kreasi Lydia sepopuler kreasi kopi yang di InNatalia (juara pertama), juga be- donesia ada begitu banyak kompeberapa peserta lain yang menjuarai tisinya, pesertanya pun selalu memkompetisi ini seperti Joni Warinto bludak. Sementara teh, sekalipun (runner up),Emerentiana Hanjaya keberadaan minuman itu sudah ada sejak jaman nenek-moyang, namun untuk dijadikan aneka kreasi minuman modern belum terlalu banyak, bahkan kompetisi menyeduh teh pun boleh dibilang langka. ‘Indonesia Tea Brewing Championship’ saja, baru dua kali ini digelar. Padahal teh Indonesia, seperti halnya kopi, bukan hanya beragam tapi kualitas tehnya pun tak kalah dengan luar negeri. Di dunia, Indonesia masuk dalam tujuh besar negara penghasil teh berkualitas. Tak heran kalau banyak permintaan luar negeri akan teh Indonesia. Adanya kompetisi teh (ITBC) tkh/ig idteafest yang baru dua kali digelar Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) ini, mudah-mudahan menRatna Soematri, bersama para juri jadi momentum semakin gencarnya lainnya sedang mencicipi teh racikan ajakan untuk membuat kreasi minupeserta kompetisi man teh atau minuman teh kekinian. (Best Classic Tea). Bagaimana Cakra bisa melahirkan rasa teh unik itu, juga menjadi daya tarik tersendiri. Rupanya dia terinspirasi pada kerinduannya akan kampung halamannya di NTB. Kangen masakan Lombok yang serba pedas. “Dia rindu masakan istrinya yang serba pedas. Maklum biasanya masakan Lombok banyak yang
PROMOSIKAN TEH PERKEBUNAN INDONESIA Terkait event ITBC 2019, tahun ini ada dua kategori lomba yakni classic tea dan mixology (signature drink). Semua peserta harus mengikuti dua kategori itu yakni, menyeduh classic tea dan mixology. Untuk classic tea, panitia sudah
Teh kreatif lada hitam + saos cabe
menyediakan jenis tehnya, yakni 12 jenis teh Indonesia, peserta bisa memilihnya. Terdapat 12 jenis teh dari enam perkebunan Indonesia yaitu Harendong (Organic Sinensis Black Tea dan Sinensis Rolled Oolong ), Tobawangi (Imperial black tea dan Loose Oolong Tea), Bukitsari (organic OP Black Tea dan Silver Needle), Liki (Red Tea dan Silver Tip White Tea), Chakra (Leafy Grade Orthodox Black Tea dan Indonesian Sencha), dan Pasircanar (Silver Needle Red Tea dan Yellow Tea). Sedang untuk mixology, peserta boleh membawa teh sendiri namun harus berasal dari perkebunan Indonesia. Seperti classic tea maupun mixology, peserta harus melakukan presentasi terkait teh kreasinya, seperti tentang latar belakang pemilihan teh, teknik menyeduh, konsep penyajian, dll. Ratna Soemantri, Ketua Juri ITBC 2019 menyebut, ITBC bertujuan
Lydia Wijaya tkh/ig idteafest
tkh/ig idteafest
untuk mempromosikan teh-teh specialty yang berasal dari perkebunan Indonesia. “Kita ingin memperlihatkan bahwa teh itu sangat kaya dan bisa dibuat menjadi suatu yang lebih modern, kekinian,” ujar Ratna yang juga Humas AISTea. Penilaian kreativitas peserta, jelas Ratna, minuman yang belum pernah dibuat sebelumnya, bahan-bahan juga metodenya, serta hasil teh seduhan haruslah seimbang antara rasa teh dan bahan tambahan lainnya. Pakar kuliner William Wongso yang juga menjadi salah satu juri menyebut, acara semacam ini harus terus dilaksanakan. Edukasi terhadap masyarakat juga harus terus dilaksanakan, misalnya, bahwa seduhan teh itu tidak mesti cokelat pekat. Padahal tidak demikian. Karena varian teh banyak sekali, begitu juga karakteristiknya. “Teh juga tergantung pada penanaman dan daerahnya,” ucap chef kondang itu. (Diana Runtu)
Ratna Somantri
tkh/diana
14
SUDUT PANDANG
Peran Guru Tak Tergantikan
Sekalipun kemajuan teknologi informasi begitu pesat, sekalipun akses informasi tentang berbagai hal begitu mudah didapat, namun peran guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan dan pembentukan SDM unggul tak tergantikan. Namun di sisi lain, para guru pun harus mampu mengimbangi kemajuan zaman dengan meningkatkan kemampuannya.
“M
eskipun di era digital, peran guru tak bisa tergantikan. Jadi peran pekerjaan dari manusia ke manusia, seperti halnya guru, tidak bisa tergantikan oleh robot, misalnya, tidak bisa. Guru bisa melakukan kolaborasi dengan teknologi yakni melalui edutech (education technologi),” kata Sabda PS, pendiri start up pendidikan Zenius Education. Kehadiran teknologi berfungsi sebagai kanal untuk memberdayakan para guru agar dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital. Guru tidak bisa digantikan dengan teknologi. Proses pendidikan, tandas Sabda, tidak bisa berjalan sendiri tanpa arahan dan peran para guru. “Guru berperan membantu mengarahkan siswa di lapangan. Guru
akan berperan dalam pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotorik,” paparnya. Hal senada juga disampaikan Febby Rastanty, artis yang juga aktif sebagai guru di platform Quipper, sebuah aplikasi pendidikan online. Menurutnya, guru zaman sekarang harus kreatif dan inovatif dalam metode pembelajaran. Jaman sudah semakin maju, sudah tidak bisa lagi guru hanya duduk manis dan mendikte. “Guru zaman sekarang harus lebih beradaptasi karena murid sudah mengikuti perkembangan zaman. Tidak bisa hanya stagnan di tempat. Murid jangan hanya ‘disuapi’ tapi harus diajak berpikir, problem solving,” kata pemeran Aisyah dalam film ‘Bumi Itu Bulat’. Febby bukan satu-satunya artis yang menjadi guru di Quipper. Sejumlah ar-
tis juga terlibat dalm program Quipper Super Teacher, di antaranya, Vidi Aldiano, pelantun ‘Nuansa Bening’ yang lulus S2 Manchester University, Inggris, serta Tasya Kamila, artis yang juga lulusan S2 Columbia University, AS. Menurut Febby yang menjadi guru kimia di Quipper, sejak dulu dia sangat peduli pendidikan. Sekalipun dirinya sangat sibuk di dunia entertainment, namun ia berusaha agar pendidikannya tidak tertinggal. Pendidikan tetap lah prioritas utama. Itu sebabnya, meski sibuk sebagai artis, ia tetap nekat menargetkan dirinya harus masuk Universitas Indonesia. Tidak mudah, tapi dia berjuang. Sempat gagal ujian SBMPTN tapi tidak putus asa. Ia pun mencoba lagi, sampai akhirnya tembus Fakultas Hukum UI. Selama 3,5 tahun kuliah, 2018 lalu ia pun lulus dengan predikat cum laude dari FHUI. Kepeduliannya pada dunia pendidikan, dibuktikannya ketika ia mengiyakan tawaran menjadi salah satu guru di Quipper. Febby memilih jadi guru kimia karena mengaku terinspirasi den-
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
SOSIALITA
Denpasar Tuan Rumah
The Climate Leadership Program Workshop Phase III Kota Denpasar kembali sukses menjadi tuan rumah event internasional. Setelah sebelumnya juga berhasil sebagai tuan rumah “Eurasia Conference OWHC”. Pekan lalu Kota Denpasar menggelar The Climate Leadership Program Workshop Phase III City Net, dengan tema “For a Better, Greener and Smarter City Toward Resilient and Sustainable City 2019”, Senin (18/11) di Prama Sanur Beach Denpasar.
K
egiatan yang menghadirkan ratusan delegasi anggota dari Asia Pasifik City Net ini dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, ditandai pemukulan
Febby Rastanty gan guru kimianya yang mampu mengajar dengan baik. Pelajaran kimia yang sulit, menjadi menarik dan menyenangkan karena cara mengajar gurunya. Sebagai anak bangsa, kata Febby, dia pun terpanggil untuk juga ikut terjun di
bidang pendidikan. “Aku merasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan, serta merasa terpanggil untuk berbagi,” tambah gadis kelahiran 1996 peraih Aktris Ngetop SCTV Awards 2012 ini. (Diana Runtu)
gong. Rangkaian penyelenggaraan dari 38th Executive Meeting City Net tersebut juga dihadiri pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar itu dan berlangsung (18- 20 November 2019). Beragam materi juga tu-
rut disajikan dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya. Dalam sambutan Wali Kota Denpasar yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, menjelaskan Kota Denpasar sangat berbangga menjadi tuan rumah acara bertaraf interasional The Climate Program Workshop Phase III City Net. Tentu dari kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan
Guru Wajib Ikuti Perkembangan Teknologi
Profesi guru tidak akan pernah tergantikan meski perkembangan teknologi demikian luar biasa. Saat ini ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai sumber yang serba digital dengan mudah dan murah. Tetapi, profesi guru tetap diperlukan karena guru tidak hanya berfungsi untuk mentransfer ilmu pengetahuan juga menanamkan nilai-nilai kehidupan serta keteladanan yang tidak bisa dipelajari dari sumber informasi mana pun. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha Dr. Ketut Agustini., S.Si.,M.Si. Akademisi yang akrab disapa Egi ini mengatakan bahwa begitu pesatnya perkembangan teknologi sehingga memudahkan mahasiswa mencari sumber-sumber informasi untuk mendukung pembelajaran di kelas. Apalagi, sistem pembelajaran student Ketut Agustini center yang digunakan membuat siswa lebih aktif menemukan dan mencari solusi dari permasalahan dalam pembelajaran. “Bukan berarti guru tidak ambil peran, justru dari sistem pembelajaran ini guru memiliki tugas untuk meluruskan hal-hal yang tidak sesuai dari konsep,” jelasnya. Mudahnya mengakses informasi dan pengetahuan, sehingga setiap guru wajib mengikuti perkembangan teknologi. Guru tidak boleh lagi gagap teknologi sehingga mampu mengimbangi mahasiswa yang lahir di generasi industri 4.0 ini. Berbagai sumber informasi maupun sosialisasi juga harus dipahami para guru sehingga guru akan kaya dengan materi maupun metode pembelajaran. “Guru juga jangan kaku dengan prinsip. Komunikasi sangat diperlukan ini bagian dari interaksi antara guru dan siswa,” imbuhnya. Secara pribadi, Egi yang baru dilantik menjadi Wakil Dekan I FTK ini mengatakan sosok guru tidak selalu berkaitan dengan kelas dan siswa. Menurutnya, guru adalah sosok yang bisa membagi ilmu yang dimiliki untuk dimanfaatkan orang banyak. Meskipun tengah menjabat di Fakultas, mantan dari sekretaris kantor Jaminan Mutu Undiksha Singaraja ini tidak segan sharing informasi dan pengetahuan dengan kalangan dosen di lingkup universitas. “Biasanya untuk sharing informasi kami membuat grup Whatapps sesame Dekan di seluruh fakultas nanti segala ide-ide untuk kemajuan lembaga kami sampaikan di sana,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
3
pemikiran serta strategi manajemen inovasi untuk mencapai perkotaan berkelanjutan. “Kami mengharapkan dapat menghasilkan rumusan, pemikiran serta inovasi manajemen perkotaan secara berkelanjutan. Khususnya untuk menjadikan lebih baik. Kota yang lebih hijau, kota cerdas, peningkatann kualitas hidup masyarakat demi masa depan generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara. Lebih lanjut dijelaskan, Kota Denpasar secara resmi telah bergabung menjadi anggota Asia Pasifik City Net pada 7 November 2019, di Lalitpur Nepal. Tentunya dengan bergabungnya Kota Denpasar, diharapkan menjadi ajang penjajakan kerjasama
Inovasi Atasi Perubahan Iklim Saat ini tengah berkecamuknya perubahan dunia, baik karena iklim (climate change), perdagangan, pariwisata, transportasi hingga teknologi. Maka diperlukan spirit globalisasi untuk diimplementasikan memandu agenda global yakni pembangunan berkelanjutan, sustainable development goals (SDGs) “Agenda global diwujudkan dalam strategi inovatif pada setiap manajemen perkotaan secara berkelanjutan. Untuk itu, masyarakat diwajibkan kreatif serta kritis dalam menyikapi perubahan. Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh komponen masyarakat berupaya dan berkolaborasi dari kota ke kota (city to city) demi peluang mengembangkan langkah inovatif dalam menerapkan kebijakan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” tegas Jaya Negara. Selanjutnya Wakil Wali Kota Denpasar ini mengatakan bahwa atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar pi-
haknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh delegasi dan wali kota anggota City Net yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap Kota Denpasar sebagai tuan rumah kegiatan “The Climate Program Workshop Phase III City Net”, sehingga seluruh acara berjalan lancar dan sesuai harapan. Dalam kesempatan tersebut, Deputy Secretary General Asia Pasifik City Net, Aisa Tobing
mengatakan permasalahan iklim merupakan komitmen global. Dimana diperlukan aksi mulai dari tingkat lokal yakni perkotaan untuk mempercepat berbagai aksi global. “Dari kegiatan ini tentunya kami ingin melihat inovasi setiap anggota City Net dalam mengatasi perubahan iklim. Selanjutnya dapat bersama-sama berkonsentrasi untuk mengentaskan permasalahan perubahan iklim dengan berbagai proyek sebagai upaya aksi dalam menyikapi perubahan iklim tersebut, ” paparnya.
Kota Denpasar pun tak ketinggalan mem perkenalkan ‘Si Darling’ yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Si Darling, yang berfokus pada sampah plastik ini, menjadi salah satu inovasi peduli lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Disamping melakukan kunjungan diantaranya ke pasar Badung, Tukad Bindu dan Puri Jro Kuta. Sementara itu Wali Kota Den-
persahabatan, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dalam penerapan strategi inovatif menuju pembangunan keberlanjutan (SDGs). Selain itu, dari kegiatan yang diorganisir oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar ini, diharapkan dapat mengembangkan kapasitas pemimpin dan calon pemimpin untuk menjadi inovatif, profesional, dan visioner. Disamping demi pengembangan peran kepemimpinan berdasarkan manajemen pengetahuan, tantangan transformasi dan pengembangan masyarakat yang merupakan aspek penting untuk perumusan dan implementasi berbagai kebijakan. -ard
pasar IB Rai Mantra, didampingi Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, Laxmy Saraswaty dalam Farewel Dinner seluruh delegasi Asia Pasifik City Net di Prama Sanur, Denpasar, Selasa (19/11), menyampaikan ucapan terima kasihnya. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan “The Climate Leadership Program Workshop Phase III” berlangsung dengan sukses. Dikatakannya pula Denpasar bangga menjadi tuan rumah terlebih dari kegiatan tersebut mampu mengembangkan kapasitas pemimpin dan calon pemimpin untuk menjadi inovatif, profesional, dan visioner. -ard
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 7
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
Banyak orang terkejut ketika melihat Amat ngopi bersama Pak Made di warung Nyoman. Tak ada yang perPutu Wijaya caya itu kebetulan. Lalu pada menebak, apakah itu perdamaian atau duel puncak untuk mengakhiri perseteruan berkepanjangan yang membuat banyak orang ikut kikuk. Nyoman, pemilik warung sudah dipancing untuk buka rahasia. Tapi meskipun matanya nampak mau berterus-terang, tapi mulutnya terjahit. Yang jelas Yayasan Pendidikan yang gagal dibentuk, bergulir lagi. Para ibu yang memboikot karena Pak Made bersikeras hendak mencantumkan
kata “miskin”, sudah menyerah. “Baiklah, saya setuju yayasan itu tidak hanya milik kelompok masyarakat tertentu, tapi milik semua kita,” kata Pak Made sendiri. Tapi meskipun begitu, warga tetap ragu. Karena itu seperti membenarkan sinyalemen gerilya politik yang tak sengaja dipopulerkan Amat. “Kita jangan terpikat oleh aspek kebaikannya saja,” kata Bu Amat.”Kalau kita terlena lebih gampang lagi kita akan dipelintir!” “Jadi, bagaimana?” “Saya kira kita jangan tergiur oleh kemungkinan dia bisa menggaet sponsor besar. Kita juga bisa, kalau mau. Coba pikir, bagaimana kalau jasanya itu, membuat kita jadi kehilangan suara dalam membuat keputusan? Karena takut kehilangan sponsor? Makanya menurut saya lihat baik-baik
jauh ke depan. Tidak usah coba-coba memelihara memelihara macan! Kita pelihara ayam saja!” Akhirnya Yayasan Pendidikan itu mentah lagi. Anak-anak muda yang mendengar ide itu timbul tenggelam, mulai dongkol. Ada kasak-kusulk mereka mau bertindak. Waktu itu Amat terpaksa bertindak. Pertama-tama dia menggarap istrinya. “Bapak punya teka-teki, Bu. Mau menebak?” Bu Amat heran. Dia menatap suaminya curiga. “Hari gini kok main teka-teki? Terus-terang saja Bapak mau ngelesin saya, ya! Terus-terang saja Bapak mau nyuruh saya damai supaya Yayasan Pendidikan itu jadi, ya?! Terus-terang saja!” Amat terkejut.
“Lho, belum tahu pertanyaannya, kok sudah. menjawab. Teka-teki itu kan latihan otak ringan supaya jangan kena penyakit alzheimer. Penyakit yang bikin semua, termasuk anakcucu, suami terlupa! Mau?” “Memangnya saya ada tanda-tanda begitu?” “Makanya harus sering dites berpikir supaya otak bekerja. Mau?” “Dengan memikirkan gerilya politik Pak Made yang ingin memancing kekeruhan dengan memasukkan kata miskin ke dalam nama yayasan bukannya dia memang mau memancing keributan, seperti yang Bapak teorikan itu. Itu kan sudah berpikir?!” Amat terdiam. “Kalau itu Bapak belum anggap berpikir, coba ceritakan apa yang Bapak dan Pak Made bisik-bisikkan di warung Nyoman? Ceritakan supaya
kami ibu-ibu warga yang menentang Yayasan Pendidikan Orang Miskin itu tidak kena alzheimer semua!” Amat bengong. “Jangan bilang Bapak tidak ada membicarakan apa-apa dengan Pak Made. Kalau tidak, Bapak tidak akan begitu getol menyuruh kami menjadikan yayasan itu berdiri karena Bapak Made sudah menarik kata miskinnya!” Amat diam. Istrinya tambah sengit. “Bapak sadar tidak, Bapak sudah termakan gerilya politiknya?” Amat menatap istrinya. “Ya!” Bu Amat terkejut. “Ya?” “Ya. Termasuk Pak Made seperti yang diakuinya di warung Nyoman” Bu Amat terkejut. “Dan Bapak percaya?” “Tidak!” Bu Amat tercengang. “Nah, sekarang Ibu jawab, tekatekinya: mana lebih dahulu ayam atau telur?”
GURUNYA PARA MILENIAL (1) Era globalisasi kini terus berkembang dan tidak terbendung. Revolusi industri yang popular dengan 4.0 turut menyertainya yang membuat segala teknologi pun menjadi semakin canggih. Di era ini, penggunaan tenaga manusia di semua aspek semakin berkurang sebab banyak tergantikan seiring canggihnya perkembangan teknologi, termasuk bidang pendidikan. Mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pernah mengungkap Indonesia termasuk negara yang berpotensi tinggi siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic. Dengan begitu Indonesia harus siap menerima tantangan yang tidak kecil tersebut, khususnya tantangan dunia pendidikan. Itulah sebabnya, menjadi guru atau pendidik di era globalisasi yang mendidik generasi-generasi milenial saat ini memang sangat berbeda dengan guru di masa dulu. Bentang perbedaan penguasaan teknologi antara guru dan generasi milenial yang notabene lahir antara tahun 1980-2000 memang sangat jauh. Para guru terlahir sebagai digital urban dengan pendidikan serba manual dan sering tergagap-gagap dalam menggunakan teknologi, sementara peserta didik dapat dikatakan digital native telah melesat jauh dengan kecanggihan teknologi yang menyertai dunia pendidikan. Gap guru dan kemajuan teknologi yang kini menjadi
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Prima Damayanti, S.Pd.
bagian dari peserta didik inilah yang kerap membuat proses belajar mengajar di kelas menjadi tidak selaras dan timpang. Bayangkan saja, peserta didik milenial kini bisa menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari untuk ‘bermain’ dengan dunia maya. Lembaga riset Childwise yang berbasis di Inggris melakukan riset dan mengungkapkan anak masa kini rata-rata menghabiskan waktu 6,5 jam per hari untuk beraktivitas dengan gadget-nya. Akses internet yang semakin mudah dengan peralatan komunikasi yang semakin canggih membuka peluang peserta didik untuk bisa membaca media cetak, elektronik, digital, broadcast maupun beritaberita dunia. Dari smartphone yang ada di tangan mereka, bisa dengan sangat mudah membuat mereka
mendengarkan dan merekam musik, melihat, membuat, dan mempublikasikan konten internet sesuai dengan kebutuhan mereka bahkan mereka bisa membaca dunia luar jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Untuk belajar tentang subjek yang baru, para peserta didik tidak lagi dibatasi oleh informasi yang tersedia di perpustakaan karena mereka bisa dengan mudah mengaksesnya lewat internet. Itu artinya, bahan belajar di sekolah dengan mudahnya bisa mereka akses. Hal ini secara langsung mempengaruhi cara peserta didik dalam menerima pembelajaran. Tidak bisa dimungkiri, peserta didik masa kini tidak lagi betah berlama-lama duduk di ruang kelas untuk belajar secara monoton, mendengarkan ‘ceramah’ guru. Kemajuan teknologi ini juga
melahirkan anak muda dengan berbagai macam karakteristik, di mana salah satu kecenderungannya mereka suka memegang kendali dan relatif tidak mau terikat dengan rutinitas yang monoton. Dengan kemudahan akses komunikasi seperti ini, pun secara langsung membuat peserta didik menjadi kreatif dan terpicu untuk berinovasi. Jadi di masa milenial ini, pengukuran hasil pembelajaran dengan cara ‘tradisional’ untuk menentukan produktivitas, tentu tidak berlaku. Sebab, dengan teknologi mereka mampu
melakukan komunikasi, belajar dan bahkan bermain bersama, secara online dengan generasi mereka di seluruh dunia. Mari melihat apa yang harus dilakukan guru masa kini untuk menghadapi peserta didik milenial agar pembelajaran bisa berjalan dengan semestinya dan menyenangkan. Dulu guru merupakan satu-satunya penyedia ilmu dan guru mengajar dengan pengetahuan terbatas juga apa adanya. Peserta didik di dalam kelas harus benar-benar mendengarkan guru berceramah tentang mata peserta didikan. Jika tidak memperhatikan, peserta didik akan ketinggalan. Dengan sebab guru adalah satu-satunya sumber penyedia ilmu, maka peserta didik harus duduk selama waktu yang telah ditentukan, mendengar dan merespon pada saat yang diperbolehkan untuk bertanya jawab dengan guru. Buku paket (peserta didikan) kala itu hanyalah satu-satunya pegangan bagi guru. Karenanya metode pembelajaran ceramah ini, masih relevan dan seimbang baik dalam penyampaian maupun penerimaannya. (Bersambung) Prima Damayanti, S.Pd. Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Bolo Kab. Bima
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019 Di masa sekarang, anak-anak muda yang menggeluti kesenian, mungkin tidak banyak mengenalnya. Sebab sosok seniman kawakan ini telah hijrah ke Jakarta pada era 1980an. Adi Pranajaya, sutradara film yang banyak melahirkan karya-karya monumental seperti film Perang Sapugara di tahun 1994 ini, memiliki energi yang luar biasa besar bagi kemajuan perfilman tanah air.
D
i Nusa Tenggara Barat sendiri, nama dan karyanya berkibar dalam dunia teater jauh sebelum NTB menjadi salah satu ‘kiblat’ teater Indonesia timur tahun 1990-an hingga 2000-an. Adi Pranajaya menjadi salah seorang perintis seni pertunjukan di Nusa Tenggara Barat yang membawa kejayaan teater di NTB pada masa itu. Lahir di Sumbawa Besar pada 26 September 1962, ia menghabiskan masa sekolahnya di Sumbawa Besar lalu melanjutkan kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pe n d i d i k a n ( F K I P ) U n i v e r s i t a s Mataram jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hingga tahun 1987. Saat kuliah di FKIP dan tinggal di Mataram inilah antara 19831986, ia terbilang aktif. Salah satu ‘warisan’nya bahkan masih eksis sampai sekarang, yakni Teater Putih yang didirikannya. Ia juga membina dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan yang menjadi bagian dari berkembangnya teater di Mataram. Sejak kecil Adi memang sudah tertarik pada bidang seni. Ia senang melukis dan menulis, termasuk membaca puisi. Oleh sebab itu, ketika SMA ia memilih jurusan bahasa. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ia sangat senang dan bangga melihat karya-karya (tulisan) ayahnya yang diterbitkan dalam bentuk buku oleh Balai Pustaka Jakarta dan Pustaka Jaya Jakarta. Ia juga begitu bangga pada integritas Sang ayah (Ratsu) pada dunia kepengarangan. Cermin hidupnya adalah Ratsu, Sang Ayahanda yang ia banggakan yang meski secara ekonomi hidup dengan penghasilan yang pas-pasan, namun Ratsu sangat mencintai profesinya itu. kecintaannya pada dunia seni dan menulis ini membuat ia telah tahu memilih jalan hidupnya dengan kuliah di jurusan Sastra FKIP Unram. Konsistensinya luar biasa, ia telah memikirkan bahwa ke depan nanti ia tetap ingin berada di jalur seni tapi dengan keadaan ekonomi yang baik.
15
Adi Pranajaya
Jakarta, Tempat Terbaik Mewujudkan Mimpi Suka melukis (seni rupa), sastra, teater, dan semua jenis seni lain, ia pun menuju cita-citanya itu dengan satu-satunya jalan yang bisa memberi harapan untuk tetap berada di dunia kesenian sekaligus bisa memberi kehidupan ekomoni secara layak adalah film. Kebetulan sekali saat SMA dan semasa kuliah ia sudah sangat suka menonton film-film karya Teguh Karya, Arifin C. Noer dan lainnya. Dan tempat terbaik untuk untuk mewujudkan mimpinya itu adalah Jakarta. Berangkatlah ia ke Jakarta membawa mimpinya itu, dengan tekad tidak akan mengecewakan temanteman dosen termasuk banyak kepala sekolah yang meminta saya menjadi dosen dan atau mengajar di SMA di Mataram. Ia ingin membuktikan bahwa bahwa pilihannya ke Jakarta memang tak salah, meski ia pergi bermodal keyakinan saja, sebab di Jakarta ia belum tahu akan tinggal dengan siapa, bagaimana ia harus makan, bisakah ia bertahan hidup di Jakarta? Ia berangkat hanya membawa alamat Teguh Karya dan Arifin C.Noer, sementara kedua tokoh ini tidak mengenalnya sama
sekali. Ia beruntung, karena setiba di Jakarta ia bisa langsung bergabung dan diterima sebagai murid oleh Teguh Karya (awal 1988), Teguh pula yang merekomendasikannya
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
MOZAIK
Adi Pranajaya (dua dari kanan) bersama Nano Dan Ratna Riantiarno
Adi Pranajaya bersama istri
untuk sekolah di Pusat Perfimman H. Usmar Ismail. Tahun 1988 Adi mulai belajar bidang sinematografi di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail di Jakarta. Sembari belajar, di sana ia juga berguru pada sutradara
Pada tahun 1990-an, Adi Pranajaya melaju lebih jauh lagi saat ia mendapat kesempatan memperdalam sinematografi melalui workshop yang diselenggarakan IKJ bekerja sama dengan Pusat Kebu-
kenamaan Indonesia Teguh Karya dan Arifin C. Noor. Tidak tanggungtanggung, ia menjadi ‘murid’ dua tokoh perfilman tanah air ini setidaknya selama 6 tahun. Sejak memilih seni sebagai karyakarya dalam kehidupannya, bakat Adi dalam bidang perfilman memang terbilang menonjol. Kiprahnya di dunia perfilman pun dimulai dan diperdalam ketika ia diminta untuk mengajar di tempat ia belajar itu dan juga di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di sini ia mengajar mata kuliah wawasan kesenian, film dan masyarakat juga pembahasan (Teori) Film. Sungguh sebuah pencapaian yang tidak mainmain, bagi seorang anak muda asal Nusa Tenggara Barat ini. Di mana kala itu, perfilman masih hanya terpusat di ibu kota Jakarta dan menjadi hal yang ‘wah’ di daerah.
dayaan Amerika, Jepang, Perancis dan Belanda di Jakarta. Karier perfilman Adi Pranajaya pun benar-benar menemui rohnya ketika ia menjadi sutradara dan membuat film kolosal yang monumental berjudul Perang Sapugara di tahun 1994. Film yang diangkat dari novel sejarah Ratsu terbitan Balai Pustaka Jakarta. KERJA KERAS DAN KESUNGGUHAN Setelah itu banyak film yang dibuatnya kemudian yang mengokohkan dirinya dalam dunia film dengan melahirkan karya film seperti Dua Ibu (berdasarkan novel Arswendo Atmowiloto) 13 seri untuk televisi, Kawinnya Juminten dan Martubi (juga Arswendo), Nona-Nona (naskah sendiri), King(tentang Liem Swie King - produksi PT Djarum dan Metro TV), Sang Juara produksi Pem-
prov Kalsel). Beberapa filmnya juga pernah meraih penghargaan dan Adi kerap pula menjadi dewan juri pada Festival Film Indonesia. Hingga saat ini tidak kurang dari 80 judul film dan iklan karyanya. Masih dalam dunia duni seni dan perfilman, kiprah Adi selanjutnya menjadi Ketua Kine Klub Dewan Kesenian Jakarta di tahun 1990-1994, Ketua Forum Penelitian dan Pengkajian Seni Pertunjukan Indonesia 1994 hingga tahun 1998 lalu menjadi Direktur Sinematek Indonesia tahun 2003-2009 menggantikan tokoh film Indonesia H. Misbach Yusa Biran. Saat ini ia menjadi salah seorang Dewan Perpustakaam DKI Jakarta masa bhakti 2019-2023. Selain sibuk mengajar, ia aktif pula sebagai narasumber dalam berbagai seminar perilamn dengan memberikan workshop produksi film dan menulis resensi maupun buku film. Ia juga fokus mengelola production house miliknya. Karya-karya buku yang sudah dilahirkannya antara lain Poster Film Indonesia: Dulu dan Sekarang, Seri Tokoh Perfilman Nasional dan Membaca Film. Puluhan tahun perjalanannya itu, meninggalkan satu catatan penting yang menyertai adalah keberaniannya kala itu untuk meninggalkan kampung halaman menuju ibu kota demi belajar tentang film, bidang yang rasanya ‘mustahil’ bagi anak kota kecil seperti dirinya. Namun ia membuktikan, bahwa kerja keras dan kesungguhan, itulah kunci baginya dalam meraih cita-cita. Adi Pranajaya, adalah bukti teladan semangat bagi anak-anak muda, ia berani keluar dari keterbatasan daerahnya menuju tempat terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. (Naniek I. Taufan)
16
EDISI 1058/ 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com