Skip to main content

tokoh-1057

Page 1

16

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 6

“Jadi sekarang ini ada dua pilar, Pak,” kata Sugi membentangkan analisanya pada mertua,”Adanya Putu Wijaya gerilya politik untuk menyerang situasi kondusif damai, agar kembali bergolak, sehingga damai yang menyusul tercipa berkat sudah ada yang dimenangkan oleh demokrasi, mentak lagi, sehingga kemenangan tak ada artinya. Paling tidak akan terbatukbatuk demam lagi. Nah, pilar kedua adalah, siapa yang menciptakan bayi isu gerilya politik, dari hanya gagasan, menjadi fitnah dan akhirnya memberi inspirasi pada pihak-pihak terkait, untuk mempercayainya dan bahkan merealisasikannya dari hanya hipotese sehingga jadi fenomena konkrit yang membuat kita tanpa kita sadari, terlibat. He-he-he.” Amat terperangah ia menatap menantunya heran.

Seiring peningkatan pertumbuhan penduduk telah diindikasi sebagai penyebab utama pertumbuhan sampah yang semaki tinggi. Disamping itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga disoroti menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sampah dan kehidupan manusia. Tidak hanya sampah basah dan limbah padat, utamanya sampah plastik saat ini menjadi perhatian serius di masyarakat. Dampak limbah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan sudah jelas diketahui terutama dari bahan kimia yang terkandung didalamnya. Disamping itu plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam pengelolaannya. Penanganan sampah belakangan ini menjadi bahasan menarik oleh penggiat lingkungan hidup maupun pemerintah. Nampaknya sudah menjadi masalah klasik namun terlihat kesadaran masyarakat masih kurang muncul dalam pengelolan sampah pribadi mereka. Melihat kenyataan yang dihadapi di kehidupan sehari-hari proses pengelolaan sampah rumah tangga belumlah dikelola sesuai dengan prinsip daur ulang. Pengelolaan sampah saat ini dapat dikatakan masih

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Kita? Kita itu siapa?” “Ya, kita semua yang telah terbelit dan sudah ikut terlibat membelitkan umpan itu, Pak!” Amat berpikir, lalu membantah. “Tapi itu tidak betul. Kita ini orang yang terbelit oleh isu itu. Kita kan rakyat banyak yang sudah jadi korban. Kita sasaran isu, bagaimana bisa jadi pelaku, Nak Sugi!” Sugi ketawa. “He-he-he. Secara kaca-mata awam memang begitu, Pak. tapi di depan hukum, realitanya punya logika sendiri. Analoginya seperti ketika Bapak Made, tetangga Bapak itu membeli cincin batu akik di pinggir jalan yang berasal dari pencurian di rumah Bapak. Pak Made bisa diperkarakan sebagai tukang tadah, meskipun beliau mengaku tidak tahu itu barang curian! Ya, kan?!” “Jadi beliau bisa dituntut?” “Bukan hanya bisa, tapi pasti akan kena getah pencurian itu!” Amat terkejut. “Jadi...?”

“Ya! Kalau kita gembar-gembor soal gerilya politik, bisa dimaklumi intel akan terundang ke rumah Bapak.” Amat kaget. “Jadi si Pageh anaknya Pak Panggih yang intel itu ke rumah Bapak dalam rangka menginterogasi?” “Saya tidak bilang begitu, Pak, tapi kelihatannya sulit kalau dikatakan,tidak.” Dengan cemas Amat kemudian pulang, lapor pada istrinya. “Kita harus hati-hati sekali sekarang, Bu!” Bu Amat yang tak tahu persoalan menanggapi seenaknya. “Ya itu semua berpulang pada Bapak sendiri juga.” “Tidak bisa! Kacamata hukum itu berbeda!” “Apa hubungannya dengan hukum! Biar seribu janda muda plarak-plirik genit, kalau iman Bapak tidak goyah, ada urusan apa dengan polisi!” “Kok pakai janda muda segala!? Ini urusan gerilya polltik!” “Gerilya politik?”

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

“Kita dituduh tersangkut isu gerilya politik?” “Bagus!” “Lho, kok bagus. Kita justru mau melawan itu! Pesta demokrasi sudah selesai! Sekarang biarkan rakyat istirahat menikmati damai!” “Kok istirahat? Keliru, Pak! Tidak! Jangan istirahat nanti loyo. Kita harus berpartipasi membantu pembangunan dengan cara menghapus isu gerilya politik itu dengan memeranginya gencar!” “Jangan!” Bu Amat bengong. “Kok jangan? Bapak sudah jadi bajing lompat?” Akhirnya Bu Amat mengajak Amat, ke rumah Ami. “Bapak kamu. ini, Ami, suami Ibu dan Bapak mertua, Nak Sugi ini, sekarang mengalami krisis kepribadian!” Ami langsung protes. “Coba jangan pakai bahasa ilmunya Bli Sugi, Bu, nanti nyasar ke mana-mana kita. Terangkan saja apa masalahnya dengan bahasa percakapan

kologial. Apa Bapak main mata lagi, sama siapa lagi!” Amat kontak memotong. “Ami! Jangan membangunkan macan tidur. ini soal gerilya politik yang isunya Bapak dengar istilah itu untuk pertama kalinya dari kamu! Nah, kenapa...” Ada tamu. Sugi cepat berdiri memeriksa, tapi segera kembali. “Gawat!” “Kenapa?” “Coba Bapak lihat! Kelihatannya itu, Pak Pageh, intel yang ke rumah Bapak!” Amat langsung berdiri dan ngintip. Mukanya jadi pucat. “Wah betul! Itu dia!” “Jadi bagaimana ini? Diterima atau dibiarkan supaya pergi sendiri?” “Ngapain dia ke mari? Apa Bapak?” “Ya, soalnya dia mendesak isu gerilya politik itu, Bapak dari siapa!” “Tapi itu juga cerita teman Ami yang baca dari medsos!” “Tapi secara hukum...” “Tenang,” kata Sugi yang diamdiam sudah ngintip lagi, orangnya sudah pergi tapi meninggalkan pesan.” Sugi menunjukkan kartu nama berisi tulisan:”maaf salah kamar”.

Reduce, Reuse, Recycle Kunci Pengelolaan Sampah di Masyarakat menggunakan cara yang tradisional, sampah-sampah hanya dikumpulkan lalu diangkut oleh truk sampah kemudian langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa adanya proses pemilahan, yang nantinya lama-kelamaan hanya berujung pada penumpukan sampah di TPA. Membakarnya pun bukanlah solusi untuk mengatasi sampah namun justru akan menimbulkan masalah baru bagi kehidupan manusia. Pembakaran sampah khususnya sampah plastik akan mengurai partikel-partikel plastik menjadi dioksin di udara yang jika terhirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kegiatan pengurangan sampah rumah tangga sudah lama menjadi isu yang perlu penanganan mendasar. Aktivitas ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas; melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah. Solusi murah dan mudah ini dapat dilakukan oleh siapapun dengan kesadaran diri yang tinggi. Aktifitas ini lebih dikenal dengan sebutan 3R, Reduce, Reuse dan Recycle. Kegiatan 3R merupakan segala aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat menim-

bulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbunan sampah. Langkah ini dapat dimulai dari diri sendiri seperti membeli makanan tanpa atau dengan sedikit kemasan, menghindari mengkonsumsi produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, memilih produk yang dapat di gunakan lagi. Cara lainnya dengan menghindari produk yang digunakan sekali pakai, juga dengan merubah pola hidup konsumtif yang tidak selalu membeli makanan di luar. Air atau minuman serta makanan dalam kemasan merupakan sarana produksi sampah yang dapat muncul di mana-mana. Program re-use dalam masalah ini adalah solusinya. Menggunakan kembali sampah atau bahan-bahan yang terbuang dan tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan sampah adalah langkah tepat dalam program ini. Langkah lainnya adalah dengan memilih kantong ataupun benda yang bisa digunakan berulang-ulang seperti menggunakan tas kain untuk belanja, membawa botol minum ataupun

membawa wadah makanan untuk makan siang. Cara lainnya dengan menghindari membeli makanan atau minuman dalam kemasan, memanfaatkan kembali sampah botol bekas, kaleng susu dan sampah lainnya menjadi pot tanaman, tempat pensil, atau sebagai tempat menyimpan bumbu dapur, minyak, gula dan sebagainya Recycle atau mendaur ulang sampah merupakan program memproses kembali barang yang tidak berguna menjadi barang lain yang bermanfaat. Melalui roses pengolahan lebih lanjut seperti mengolah kertas bekas menjadi bubur kertas hingga menghasilkan kertas baru, mengolah botol plastik menjadi kerajinan tangan, hiasan dinding dan lainnya. Program 3R yang apabila dilakukan dengan upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram akan dapat memberikan hasil yang maksimal pada penurunan sampah yang dihasilkan. Program ini dapat dimulai dari lingkungan terkecil

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

SUDUT PANDANG

15

Rai Mantra Bicara di Nepal

Paparkan Pariwisata Berkonsep Tri Hita Karana Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, sukses menjadi salah satu pembicara mengenai Pariwisata dengan konsep Tri Hita Karana pada 38th Executive Committee and International Seminar on Heritage and Sustainable Tourism. Acara serangkaian City Net Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Secretary General City Net, Vijay Jagannathan di Kota Lilitpur, Kathmandu, Nepal, Jumat (8/11).

D

ipilihnya Rai Mantra ‘Konfrensi City Forum’ yang bertajuk berbicara di Nepal, ‘Climate Leadership Conference’ pada adalah atas keberhasi- 18-19 November 2019. lan Pemerintah Kota Selain itu menurut menurut Kabag Denpasar melakukan beragam inovasi Kerjasama Setda Kota Denpasar, dalam pengemLaxmy Sarasbangan ‘Heriwaty yang turut tage Tourism’ mendampingi berkelanjutan Wali Kota Denserta menjapasar saat di dikan ibukota Nepal, berita Provinsi Bali ini menarik lainnya sebagai daya adalah Wali Kota tarik bagi berDenpasar Rai bagai pihak dan Mantra memwisatawan. Merp e r o l e h a p reka bukan hanya esiasi kembali dari kalangan dalam Conferdalam negeri, ence City Net bahkan mampu di Jeju Korea menginspirasi dengan Topik masyarakat in‘Green and Rai Mantra saat presentasi Heritage & Blue Agenda’ ternasional. Sustainable Tourism Pa d a k e g pada April 2020 iatan yang diorganisir oleh Bagian mendatang. Kerjasama Setda Kota Denpasar dalam Dalam paparanya saat di Nepal, Rai Pengembangan Jaringan Kemitraan Mantra menjelaskan pengembangan dengan Luar Negeri tersebut, Kota sektor pariwisata saat ini tantangannya Denpasar secara resmi dikukuhkan kompleks. Untuk itu diperlukan inovasi dan bergabung menjadi anggota ‘City untuk menjaga stabilitasnya. Salah satuNet Forum Internasional’. Selanjut- nya, bagaimana pariwisata bisa bergerak nya, atas keberhasilan dalam menjaga secara berkelanjutan, sehingga dapat warisan budaya dan pengembangan memberikan kemanfaatan yang berkelanpariwisata berkelanjutan , Kota Den- jutan pula seiring berkembangnya peradpasar pun didaulat sebagai tuan rumah aban. Tantangannya adalah kemampuan

Rai Mantra bersama perwakilan Taipei dan Think City Penang

Rai Mantra kenalkan endek pada Jane Ortega Petinggi City Net, mantan Wali Kota Sanfernando Fhilipina

menciptakan destinasi wisata baru. Hal inilah yang menjadi fokus pengembangan

Seluruh delegasi Asia Pasific City Net berkunjung ke Bungamati Village Lalitpur Nepal

Pemkot Denpasar, dengan mengangkat kembali potensi masa lalu yang bernilai

budaya melalui ‘Heritage Tourism’ atau Wisata Warisan Budaya.- ard

Maksimalkan Heritage Tourism Dr. Ni Kadek Suryani yaitu diri sendiri dan keluarga. Memanfaatkan sampah sisa dan mengolahnya dengan cara-cara kreatif merupakan langkah kecil kita dalam membantu merawat bumi. Mari memulainya, jika bukan kita, siapa lagi. Dr. Ni Kadek Suryani (Dosen Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar)

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Delegasi Kota Denpasar di acara Heritage and Sustainable Tourism di Lalitpur Nepal

Pemerintah Kota Denpasar, saat ini juga tengah menata dan menyiapkan beragam infrastruktur pendukung demi mendukung keberlanjutan sektor pariwisata. “Utamanya untuk pengembangan ‘Heritage Tourism’ yang difokuskan pada pengembangan ‘Zona Z Heritage’, meliputi kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, pasar Badung dan sekitarnya,” ucap Rai Mantra. Dikatakannya bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar memiliki konsep yang khas dalam pengembangannya. Sebuah konsep khas, berupa warisan turun temurun yang dikenal dengan istilah Tri Hita Karana. Konsep ini selalu menjadi pedoman, sehingga pembangunan pariwisata, ekonomi, pendidikan dan infrastruktur berada pada garis keseimbangan. Baik, hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan atau alam, serta manusia dengan Tuhan. “Konsep ini pula memberi nilai tambah dalam setiap pengembangan pembangunan termasuk sektor pariwisata, sehingga keberlanjutan dalam keseimbangan dan keharmonisan,” lanjutnya.

Di hadapan ratusan peserta konfrensi Rai Mantra menyampaikan pengembangan sektor pariwisata tentu harus berpedoman pada input yang dapat berupa kreativitas, proses, output yang dapat dilihat dari kunjungan, serta outcome sebagai manfaat langsung yang diperoleh dari sebuah aktivitas. Setiap pengembangan destinasi wisata wajib memberikan dukungan terhadap pemangku kepentingan sekitarnya, mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah hingga komunitas kreatif. Di Kota Denpasar, beragam upaya terus dimaksimalkan guna mendukung pengembangan “Heritage Tourism’ berkelanjutan, melalui program pelestar-

ian, kolaborasi, kreativitas, hiburan, konservasi, edukasi dan playground. “Yang terpenting dari ‘Heritage’ adalah pelestarian,. Sebab, keaslian memiliki nilai yang tinggi, sehingga perlu perawatan yang mengedepankan sistem restorasi bagi setiap bangunan dan benda cagar budaya,” kata Rai Mantra. Ia juga mengatakan setelah pelestarian diperlukan hiburan, event, dan branding yang mampu memberikan citra dan daya tarik bagi masyarakat. Kemudian menjadi gaya hidup dan trend yang menjadikan sebuah destinasi bernilai dan terus bergerak secara berkelanjutan. Secretary General City Net, Vijay Jagannathan mengatakan ‘City Net Forum’ merupakan ajang bagi kota dari berbagai negara sebagai momen untuk tukar inovasi dan pemikiran, khususnya dalam pengembangan ‘Heritage Tourism’. Vijay juga berharap seluruh peserta yang tergabung dalam City Net Forum dapat secara aktif menjalin kerjasama dan saling memberikan kemanfaatan bagi pengembangan ‘Heritage Tourism’serta mendukung kesejahteraan rakyat. -- ard


SUDUT PANDANG

14

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Bercocok Tanam seperti Melihat Diri Sendiri

Suka tanaman sejak dulu, namun baru belakangan ini lah Dewi Sandra sibuk terlibat langsung dengan tanaman. Persisnya sejak ia menikah lagi dan mengurangi banyak kegiatannya di entartainment serta mulai menggeluti bisnis. Sejak menikah dengan Agus Rahman, wanita kelahiran Rio de Janeiro berdarah Indonesia-Inggris ini, dia tidak lagi terlalu sibuk berkegiatan di luar rumah. Apalagi untuk urusan keartisan.

Dewi Sandra

K

etika senggang, Dewi Sandra banyak menggunakan waktunya untuk mengurusi aneka tanaman di rumahnya. Peraih sejumlah penghargaan di dunia musik ini memang memiliki hobi baru yaitu bercocok tanam. Di rumahnya yang asri, Dewi membangun kebun mini hidroponik. Untuk menekuni berkebun, Dewi sepertinya tidak keberatan berkotor-kotor. Berkebun dengan teknik hidroponik sepintas mungkin terlihat sepele dan mudah, namun dari pengalaman Dewi Sandra berkebun, ternyata tak semudah tampaknya. “Saya masih belajar kok. Pernah berhasil tapi beberapa kali gagal hahaha. Ternyata tidak mudah,” ujar Dewi. Sempat terpikir itu (kegagalan) itu lantaran tidak bertangan dingin. “Kan kata orang kalau sering gagal berkebun itu tandanya tidak bertangan dingin. Sempat kepikiran, apakah karena tangan saya ya. Tapi saya pikir lagi, nggak mungkin lah. Pasti karena belum menguasai cara yang benar. Masih harus belajar. Dalam hidup ini nggak ada yang nggak bisa. Asalkan

kita mau belajar, pasti bisa. Dan buktinya, saya pernah juga berhasil,” kata wanita kelahiran April 1980 ini. Kenapa memilih bercocok tanam untuk mengisi waktu luang, pertama adalah memang dirinya sejak dulu menyenangi tanaman, senang pemandangan hijau-hijau nan asri. “Rumah dikelilingi banyak tanaman mendatangan kenyamanan,” ujar pemeran Sabina dalam film ‘Ayat Ayat Cinta2’, ini. Untuk kegiatan bercocok tanam, Dewi tertarik menekuni hidroponik. Selain tidak membutuhkan bidang tanah yang luas, penggunaan airnya pun tidak sebanyak pada menanam di tanah. Menanam dengan teknik hidroponik menekankan pada pemenuhan kebutuhahan nutrisi bagi tanaman. “Aku lebih suka menanam tanaman yang bisa dikonsumsi. Seperti tomat, cabai, jeruk, selada, paprika, timun, dll, yang ketika kita ingin bisa langsung diambil. Lebih segar dan sehat karena kita tanam sendiri,” tuturnya. Ternyata, ujar Dewi yang lima tahun berturut-turut meraih penghargaan Pembawa Acara Musik Terfavorit Panasonic Awards, berkebun itu mendatangkan banyak manfaat bukan hanya sekadar mengonsumsi apa yang ditanam melainkan lebih dari itu. Secara kejiwaan ataupun mental, rutin berkebun memberi efek yang luar biasa. “Kita memulai dari biji-bijian, memupuknya sehingga bertumbuh menjadi tanaman, merawat dan me nyaksikan pertumbuhannya dari waktu ke waktu, merupakan pekerjaan yang menyenangkan.

Kita menjadi sabar dan telaten. Saya kira semua orang harus belajar berkebun karena aktivitas itu mendatangkan manfaat,” ujar Dewi yang selain menyanyi juga berkarier di dunia akting. “Bercocok tanam, seperti melihat diri sendiri. Menyaksikan sebuah proses kehidupan yang dimulai dari biji-bijian, bertunas dan terus bertumbuh besar. Itu sama seperti manusia,” tambahnya. Menurutnya, alam telah mengajarkan banyak hal yang tak diketahuinya sebelumnya. Salah satu pelajaran berharga yang didapatnya adalah kesabaran dan ketelatenan. “Alam mengajarkan begitu banyak pelajaran dan rahasia-rahasianya. Salah satunya adalah pelajaran berharga yakni soal kesabaran. Bahwa untuk bertumbuh itu harus melewati proses,” tuturnya. (Diana Runtu)

SOSIALITA Yuni

3

Melayani dengan Hati dan Transparan

Y

Yuni dalam sebuah kegiatan

uni, begitu ia biasa disapa adalah Manajer Koperasi Central Hu-

tama Mandiri yang berlokasi di Jalan Gelogor Carik Gang Tiger No. 88, Pemogan, Denpasar ini mengakui kegiatan operasional sebuah koperasi itu menarik dan dinamis. Bahkan, keunikan juga menjadi awal dirinya merintis koperasi. “Bermula dari pengajuan kredit dari tetangga saya pemilik warung rujak senilai Rp 2,5 juta. Ia meminjam secara lisan,” ujar istri dari I Nyoman Suwardana, yang seorang pengusaha properti ini.

Menurut Yuni dari sanalah hatinya tergugah untuk membuat metode edukasi yang simpel. Mengarahkan mereka agar disiplin mencatat transaksi keuangan. Sebab dalam mengelola usaha, sangat penting mengenal cara pencatatan yang b e n a r. D a n , dalam prosesnya ia tak sungkan membelikan buku, mengajarkan cara menerapkan dan tetap mengunjungi untuk mengingatkan. Yuni melanjutkan kisahnya, bahwa usaha koperasinya dirintis sejak 2016 dan berbadan hukum pada April 2018. “Koperasi kami Koperasi

Koperasi itu kekeluargaan. Unik namun penuh tantangan. Model ekonomi ini menekankan kesejahteraan anggota yang paling utama. Dan, itulah salah satu alasan Nyoman Wirayuni, S.H., memilih menjalankan usaha Koperasi Konsumen. Apalagi dalam mengelolanya membuatnya memperoleh banyak pelajaran sekaligus PR yang harus dikerjakannya demi membantu dan mengedukasi para pengusaha kecil dan menengah.

Yuni dan keluarga

Konsumen, mengingat koperasi ini dapat berkembang di berbagai segi ekonomi. Contohnya jasa simpan pinjam, angkutan, asuransi, produksi (berupa hasil kerajinan , pakaian jadi dan bahan makanan), konsumsi

(menyediakan barang elektronik dan kebutuhan pokok sehari-hari),” terang putri dari pasutri Ni Made Candra dan I Nyoman Mendra (alm) ini. Koperasi Central Hutama

Mandiri ini, lanjut Yuni memiliki konsep ‘melayani dengan hati dan transparan’. Hal ini terwujud dari aplikasi digital yang telah dirangkum dalam ‘mobile monitoring banking’. “Mobile monitoring ini dapat memudahkan anggota dalam memonitor semua transaksi ataupun saldo yang mereka miliki atau tersimpan di koperasi. Selain itu, semua anggota koperasi juga mendapatkan fasilitas kartu anggota, dan diskon yang bekerjasama dengan BPR Lestari, ” ucap ibu dari I Putu Gavrilla Egasta Lalis dan Ni Made Nesya Letisha Lalis ini. Saat ini Yuni mengatakan,ia masih ingin mengembangkan unit usaha yang lain berupa ‘Koperasi Konsumsi dengan konsep modern’. Ia telah melaksanakan transformasi terkait era digitalisasi, dengan melayani anggota hingga pukul 17.00. Begitu juga dengan RAT dan SHU pun dibungkus transparan dan modern. “ Kami juga disiplin menggunakan sistem satu pintu online. Transaksi kasir menggunakan token dari manajer, sehingga celah kecurangan dapat di minimalisasi,” cetusnya. -- ard

Belajar, Berusaha, Bekerja, dan Bertanggung Jawab Seorang pemimpin wanita tak boleh hanya bisa memerintah. namun harus tahu cara melihat masalah dan memberikan solusi pada setiap masalah. Ini dilakukan Yuni. Baginya konsep kerjanya adalah kerjasama tim. Sedangkan pemimpin adalah praktisi yang memiliki satu tingkat pengalaman, sehingga mampu membimbing, mengedukasi, dan tim tidak merasa digurui atau diperintah. Pemimpin juga bukan hanya tau, namun memberi contoh dan tetap bekerja. Yuni bersyukur kerjasama timnya solid selama ini. Untuk penguatan dan menjaga kerjasama yang baik ini terus berlangsung, ia melakukan pendekatan melalui komunikasi secara rutin “Kami membungkus dengan cerita-cerita singkat dan diskusi sambil menikmati gorengan ditemani secangkir kopi.

Selain yang formal tentunya melalui rapat kerja harian, mingguan, bulanan, semester dan rapat akhir tahun,” ujar Yuni yang hobi baca buku tokohtokoh inspiratif ini. Selain itu sebagai pemimpin wanita juga, ia wajib memiliki ke-

mampuan berkomunikasi yang baik yang memiliki dampak kuat pada tim kerja. Untuk ini Yuni menjaga dan mengasahnya dengan tetap mengikuti pendidikan kompetensi di bidang koperasi serta public speaking. Pastinya kata Yuni ia akan terus belajar,

berusaha, bekerja dan bertanggung jawab atas semua hal yang sudah diraihnya selama ini. Mengenai support dari pasangan hidup, diakui Yuni hampir 10 tahun pernikahan, sang suami adalah orang yang paling mengerti dan mendu-

kung kariernya. “Beliau orang yang tenang dan bijaksana. Dalam kondisi terburuk masih suka bercanda, hingga membuat saya lebih tenang bahkan bersemangat kembali,” ucapnya sambil mengatakan begitu juga dengan keluarga besarnya, mereka bak Baywatch (film 2017), jadi tim kuat dan hebat, barisannya rapat mengelilingi untuk menyokong dan mendukung setiap langkahnya. Sedangkan untuk putra dan putri kesayangannya, ia juga berkomitmen dengan suaminya untuk menyediakan waktu yang berkualitas bagi mereka. “Jika waktu bersama mereka tiba, kami betul-betul total menemani anak-anak tanpa diganggu dengan gadget kami,” tandas pemilik motto hidup selalu belajar pada orang sukses ini. -- ard


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Elly Widiani

Tantangannya Menyamakan Persepsi

Mulai 1 Januari 2020, iuran BPJS kesehatan naik hingga dua kali lipat. Penyesuaian tarif ini dilakukan sebagai stimulus agar lembaga tersebut dapat terus berjalan melayani masyarakat yang membutuhkan fasilitas kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS cabang Singaraja Elly Widiani, Selasa (12/11). Lebih jauh Elly Widiani mengatakan bahwa penyesuaian tarif iuran dilakukan untuk menyelamatkan sistem jaminan sosial tetap sustain. Tarif awal BPJS ungkap Elly dirasa harus disesuaikan untuk mengurangi pembengkakan subsidi yang dilakukan oleh pemerintah sehingga defisit tidak semakin meluas. “Biaya layanan semakin hari semakin mahal dan meningkat tidak sebanding dengan iuran yang ditetapkan,” jelasnya. Pihaknya juga mengatakan bahwa untuk mempersempit defisit lembaga maka perlu dilakukan penyesuaian iuran, mengurangi benefit atau tindakan medis, dan memberikan dana talangan dari pemerintah untuk lembaga. Elly menegaskan kenaikan iuran

konsep sharing gotong royong, dan regulasi yang mengatur bahwa seluruh penduduk wajib menjadi peserta BPJS,” jelasnya. Di Buleleng saat ini ada sekitar 29 ribu jiwa yang masih menungBPJS secara tidak langsung akan gak iuran dengan jumlah lebih dari dibarengi dengan kualitas pelay- Rp 18 miliar dari 58 ribu peserta anan. “Kalau pembayaran terha- BPJS. Keterlambatan pembayaran dap rumah sakit dilakukan tepat ini didominasi oleh peserta dari waktu dan masyarakat juga tidak kelas 1 sebanyak Rp 9 miliar, kelas ada menunggak iuran pasti ini akan 2 Rp 6 miliar dan Rp 2 miliar dari dibarengi dengan kualitas pening- kelas 3. “Kami sudah bentuk kader katan pelayanan, “imbuhnya. JKN di tiga kecamatan masingDisinggung masalah kepeser- masing di Buleleng, Busungbiu taan, Elly mengaku bahwa Kabu- dan Sawan. Nantinya kader ini paten Buleleng patut berbangga yang akan mendatangi masyarakat karena menjadi salah satu kabu- yang menunggak dan mengingatkan paten yang memiliki tingkat caku- agar tidak lupa untuk melakukan pan kepersertaan hingga 96,67 % pembayaran,” imbuh perempuan dari target 95%. Ini berarti masih berparas cantik ini. ada sekitar 3% yang belum menSebagai duta BPJS Kesehatan, jadi anggota atau sekitar 29.124 Elly mengatakan banyak suka jiwa. “Ke depan kami ingin se- duka yang telah dilalui. Akan tetapi ratus persen masyrakata menjadi dapat berkontribusi secara langanggota BPJS karena beberapa sung dalam kegiatan sosial untuk hal manfaat menjadi anggota sep- masyarakat menjadi hal yang tidak erti mendapat proteksi kesehatan, ternilai. “Kebanggaan bagi kami

bisa mendampingi masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan dan kami selalu siap dengan mobilisasi-mobilisasi di seluruh Indonesia,” akuinya. Selama menjadi duta BPJS Kesehatan, tantangan terberat adalah menyamakan persepsi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi anggota BPJS. Beberapa masyarakat sudah paham dengan manfaat menjadi peserta BPJS, tetapi sebagian masyarakat yang apriori dan merasa pesimis dengan lembaga ini. “Bahkan ada masyarakat yang ikut tetapi hanya untuk memanfaatkan.

Salam Senyum Membahas tentang bahasa layanan di tulisan saya sebelumnya sangatlah menarik. Pertanyaannya sekarang, “Bagaimana agar bahasa layanan yang tercipta dapat dilakukan secara konsisten oleh para pelaku layanan?” Banyak hal yang dapat dilakukan, Namun ada tiga hal penting yang sangat mudah untuk diaplikasikan langsung pada perusahaan/instansi yang berorientasi pada layanan. Yang pertama dilakukan adalah, ‘diucapkan’, yang kedua ‘dituliskan’, dan yang ketiga adalah ‘diingatkan’ . Kita akan bahas satu persatu. Yang pertama “diucapkan”. Hal ini dapat dilakukan dengan mewajibkan para pelaku layanan untuk mengucapkan bahasa layanan

saat breafing pagi, atau breafing pergantian shift. Dan biasanya hal ini dilakukan dengan gerakan tubuh yang bersemangat. Kata pakar komunikasi, apa yang diucapkan yang dibarengi dengan gerakan, akan membuat pesan yang tersampaikan akan jauh lebih mudah. Diucapkan di sini juga dapat berupa yel-yel. Dimana penciptaan yel-yel dapat dilakukan dengan cara dikompetisikan antar kelompok di perusahaan tersebut. Selanjutnya dipilih salah satu pemenang yang yel-yelnya paling sesuai dengan visi misi perusahaan, paling bersemangat, dan paling kompak tampilannya. Yel-yel pemenang inilah yang akan dipakai untuk sehari hari sebagai penyemangat untuk membahasakan bahasa layanan yang dilaku-

layanan dalam pelaksanaan sehari hari. Termasuk memberi motivasi dan semangat kepada tim untuk selalu melakukan yang terbaik dalam layanan. Peran Change Agent dalam hal ini juga agar dapat memberi contoh, sebagai role model bagi tim, dan tentu dilakukan dengan konsisten setiap harinya. Para Change Agent juga dapat memberikan target pengucapan bahasa layanan dalam sehari. Misalnya setiap pelaku layanan minimal mengucapkan 10x bahasa layanan dalam sehari. Atau target-target menantang lainnya. Bukankah bahasa layanan dalam sebuah instansi/perusahaan dapat lebih dari 1 bahasa layanan. Bisa 1, atau 2, bahkan lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan/ instansi tersebut. Setelah ketiga hal ini dilakukan, langkah awal apalagi yang dapat membuat layanan menuju zero complain ? Tunggu tulisan

Arvila Delitriana

13

Arsitek Perempuan Perancang Jembatan Lengkung Tak lama lagi Jakarta memiliki ikon baru. Yakni, jembatan lengkung bentang panjang ruas Kuningan. Persisnya terletak di persimpangan Jl HR Rasuna Said dan Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Jembatan ini bukan jembatan biasa. Bukan hanya karena jembatan ini melayang di atas flyover namun bentuknya yang melengkunglah yang membuat jembatan tersebut tampak menakjubkan.

LRT jembatan kuningan instagram jokowi

Elly Widiani

Ke depan banyak pihak yang harus duduk bersama untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

“Langkah Awal Menuju Zero Complain“ #4 kan oleh seluruh pelaku layanan di perusahaan tersebut. Hal kedua yang dilakukan adalah “dituliskan”. Yang dimaksud dengan dituliskan adalah dengan menempelkan tulisan bahasa layanan tersebut pada tempat-tempat yang strategis. Seumpama, di pintu masuk/keluar ruangan, di meja kerja, di layar monitor, di dekat meja telepon, dan lain lain. Penulisan dibuat semenarik mungkin dengan desain poster yang kekinian. Sehingga orang akan tertarik untuk melihatnya setiap waktu. Dan hal ketiga yang mesti dilakukan agar bahasa layanan dapat menjadi kebiasaan/habit bagi para karyawan untuk mengucapkan dan melakukannya adalah dengan ‘diingatkan’. Diingatkan ini dapat dilakukan dengan membentuk tim Change Agent. Change Agent bertugas utama untuk memonitor, menilai, bahkan menegur para pelaku

METROPOLITAN

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

saya berikutnya (bersambung). Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A la Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani IG@sri_sumahardani Srisumahardani 3sp@gmail.com

Perancang jembatang lengkung Arvilla Delitriana

Melayang di atas flyover kuningan

“S

udah melayang di atas flyover, melengkung pula di ketinggian. Begitulah rumitnya pekerjaan jembatan bentang panjang untuk LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan ini,” tulis Presiden Jokowi diakun instagramnya. Konstruksi ini, papar Jokowi, membentang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dan menggunakan material seberat 9.688,8 ton atau setara dengan lebih tiga kali berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Besi yang digunakan sejumlah 2.929,7 ton atau setaran dengan lebih lima kali berat pesat Airbus A-380. Tak kalah menariknya, ternyata di balik keindahan dan keunikan jembatan lengkung bentang panjang ruas Kuningan itu adalah sosok perempuan. Dia adalah Arvilla Delitriana, seorang insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung yang mendesain jembatan tersebut. Dina, begitu namanya akrab disapa, mencuat seiring dengan viralnya penampakan jembatan pada proyek kereta api ringan atau LRT (light rail transit) yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

foto PUPR

“Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin. Selamat kepada PT Adhi Karya Tbk. Selamat kepada Ibu Dina,” kata Jokowi. Pujian kepada Dina juga datang dari para menteri yang hadir dalam acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan. Menurut Dirut Adhi Karya, Budi Harto, karya Dina ini telah menyisihkan tiga rancangan konsultan dari Perancis. “Akhirnya srikandi Indonesia Ibu Dina yang kita pilih,” kata Budi Harto. Selain Jembatan Lengkung Bentang Panjang ini, Dina juga lah yang merancang Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta, Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Provinsi Riau dan Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, serta Jembatan Perawang di Provinsi Riau. Prestasi Dina ini bukan saja membanggakan dirinya tapi juga para wanita Indonesia secara umum. Betapa tidak, Arvilla Delitriana bukan saja bekerja di bidang ‘keras’ yakni arsitek konstruksi yang banyak ‘dihuni’ para lelaki, tapi dia pun berhasil menorehkan prestasi di

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Arvilla Delitriana

foto istimewa

bidangnya. Jembatan itu sendiri telah masuk dalam rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, pendiri Muri, pada acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan ini, (11/11). Ada dua rekor yang dicatat Muri yakni, Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil di Indonesia. Rekor kedua adalah, Jembangan dengan Pembebanan Axial Static Loading Test Terbesar. “Terima kasih Muri, semoga pemberian penghargaan ini memberi semangat pada para ‘engineer’ milenial kami dalam menatap tantangan ke depan,” ujar Budi saat menerima penerima penghargaan Muri. Proyek ini, ujar Budi, merupakan kebanggaan Indonesia karena dirancang oleh insinyur lokal yakni Dina. Menteri PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono juga menyampaikan apresiasinya pada Arvilla Delitriana atas karyanya yang menakjubkan. Bukan itu saja, Menteri Basuki juga memberi hadiah pada Arvilla Delitriana, DOM (dana operasional menteri)-nya selama sebulan. “Saya akan hadiahi satu bulan DOM. Desain ini sangat unik dan bisa dipatenkan,” ujar Basuki. Mendengar itu, Arvilla yang berada di samping Basuki, tersenyum. HILIRISASI TEKNOLOGI Tak mau kalah, Luhut Binsar Panjaitan, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan akan memberikan DOM-nya untuk Arvilla sebagai bentuk apresiasinya atas karya Arvilla. “Sebenarnya bukan uangnya. Tapi itu adalah wujud dari kebanggaan atas prestasi yang Ibu torehkan. Kita berdoa supaya lahir lagi srikandi atau arjuna bagi bangsa dan negara,” ujar Luhut.

foto sindo

Para menteri secara simbolik melakukan pengecoran terakhir

Sebagai orang Indonesia kita harus bangga. Selama ini, lanjut Luhut, kita selalu dininabobokan dengan hanya berkutat pada ekspor-ekspor raw material (bahan baku). “Tapi sekarang kita sudah bicara hilirisasi. Hilirisasi teknologi juga,” katanya. Untuk diketahui, proyek LRT Jabodebek (Jakarta,Bogor, Depok, Bekasi) ini telah dikerjakan sejak September 2015. Sejauh ini (per 1 November 2019) pengerjaannya tahap I sudah mencapai 67,3%. Sedang progres tiap ruas antara lain lintas Cawang-Cibubur 86%, Cawang-Bekasi Timur 60,5% dan

foto kementerian PUPR

Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3%. Nantinya akan ada 14 stasiun pemberhentian di jalur LRT ini. Proyek ini juga menjadi proyek percontohan yang nantinya akan dibangun di daerah lain di Indonesia. Rencananya proyek megah ini baru dapat dinikmati masyarakat pada pertengahan 2021. “Tesnya akan dilakukan 6-7 bulan ke depan,” kata Luhut. Adanya LRT Jabodebek ini nantinya akan sangat membantu masyarakat dalam transportasi, khususnya dalam kecepatan waktu. Dan yang pasti tidak perlu stres lantaran kemacetan lalu lintas di Jakarta, Cibubur dan Bekasi. (Diana Runtu)

Ilustrasi LRT Jakarta

foto wikipedia


BUMI GORA

12

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Pengembangan Pulau Dangar Ramah Lingkungan

Investasi PAUD Lebih Efektif Pendidikan anak melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) penting untuk diperhatikan. Hal ini disampaikan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc., ketika melakukan kunjungan TP-PKK Provinsi NTB di Kota Bima dan Dompu minggu lalu. Oleh sebab itulah sejauh ini seluruh pengurus dan anggota TP-PKK seNTB sangat memperhatikan pendidikan anak melalui PAUD. “Pokja PKK sangat memperhatikan masalah PAUD, kita tahu bahwa ada generasi yang akan menggantikan kita kelak. Mereka sekarang ini masih di PAUD,” kata Niken dalam acara tersebut. Menyampaikan sebuah hasil penelitian yang membuktikan bahwa investasi pendidikan pada usia dini jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendidikan usia yang selanjutnya, Niken berharap generasi masa depan NTB adalah tumbuh gemilang jika pendidikan sudah diberikan sejak dini. “Jadi, kita mendidik anak mulai dari PAUD dengan benar, Insya Allah di situlah kita sedang menyiapkan manusia-manusia baru yang jauh lebih baik daripada kita, yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujar Niken yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan mayoritas anggotanya tidak pernah mendapat pendidikan PAUD. Oleh karena itu, ia selalu mendorong orangtua yang memiliki anak agar memberikan pendidikan tingkat PAUD. Selain pendidikan, makanan tambahan berupa menu-menu yang bergizi dan berprotein tinggi, juga pwrlu diperhatikan agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Selain ini perhatian terhadap anak juga harus benar-benar diberikan guna bisa mendeteksi apakah anak menderita stunting atau tidak. “Anak-anak juga harus dilihat kondisinya, apakah ada yang stunting, apakah ada yang bermasalah dengan perkembangannya. Dan juga yang penting adalah bahwa di PAUD lah kita juga memastikan untuk memberikan makanan tambahan bagi anak,” ujar Niken. Ia meminta kelompok kerja PKK yang bertugas untuk mencari menumenu yang menarik bagi anak-anak, yang tentu saja memiliki gizi serta protein tinggi. “Kita galakkan lagi konsumsi ikan untuk anak-anak kita, karena gizi yang terdapat pada ikan sangat baik untuk anak-anak. Nanti PMT (Pemenuhan Makanan Tambahan) untuk ibu-ibu PKK harus tau menu-menu ikan yang menarik,” tuturnya. Pada kesempatan ini juga Ketua TP-PKK Kota Bima, Hj. Ellya H. M. Lutfi menyampaikan , PKK Kota Bima juga mendorong seluruh anggotanya untuk mendukung segala bentuk program pemerintah, utamanya program unggulan. “PKK Kota Bima sekarang memproritaskan perhatian pada stunting dan Zero Waste serta PAUD berkualitas melalu program PAUD holistik,” kata Ellya. Sementara itu, Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan ini, ia berharap aktivitas dari PKK terus ditingkatkan. Karena PKK membantu tugas seluruh stakeholder pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Naniek I. Taufan)

Empat investor dari Malaysia yang dipimpin oleh Datuk Rizal, sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) yang sebelumnya telah melakukan penjajakan terkait potensi investasi di NTB, hadir dalam kegiatan launching pabrik pakan dan investasi lainnya di kawasan Science Techology Industrial Park (STIP) Banyumulek, minggu lalu.

W

akil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang meluncurkan program ini menyambut gembira kegiatan peluncuran pabrik pakan di NTB itu. Sebab hal ini sejalan dengan program industrialisasi yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Selain pabrik pakan, Rohmi juga menyambut baik pengembangan Pulau Dangar di Pulau Sumbawa oleh investor Malaysia menjadi kawasan wisata berkelas dunia. Ia menilai bahwa konsep pengembangan Pulau Dangar yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosisten alam yang sudah ada saat ini. Menurutnya hal ini juga sejalan dengan apa yang menjadi konsen pemerintah membangun dunia investasi yang ramah lingkungan.

Untuk itu Rohmi meminta jajaran pemerintah, baik provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat NTB untuk selalu ramah dan mempermudah segala urusan terkait dengan investasi. Dengan demikian maka investasi lainnya akan segera terbangun di NTB. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk mempermudah investasi di NTB, selama muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Sementara itu Wakil Khas DPIM, Datuk Sri Mohd Rizal mengatakan, pembangunan pabrik pakan dan pengembangan Pulau Dangar di Sumbawa merupakan

pembuktian terhadap komitmennya untuk melakukan investasi di NTB. Ia mengungkapkan dalam proses penjajakan investasi di NTB, cukup banyak rekan bisnisnya yang pesimis karena permasalahan rumitnya administrasi di Indonesia. “Dengan investasi ini kami buktikan bahwa pemerintah NTB sangat ramah dan bersahabat dengan investasi,” ungkapnya. Datuk Rizal mengungkapkan, konsep pembangunan yang akan dilakukan di NTB adalah ramah lingkungan. Untuk area pabrik pakan di STIP seluas 4 hektare, groundbreaking dilakukan pada bulan Desember mendatang bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTB. Daya produksi pabrik pakan sebesar 16.000 ton per tahun untuk kebutuhan lokal. Peningkatan kapasitas produksi akan sejalan dengan permintaan pasar. Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku dan pekerja, ia mengungkapkan bahwa 60 persen bahan baku adalah hasil dari komoditas daerah di NTB. Namun ke depan ia berharap bahan baku benar-benar 100 persen dihasilkan di NTB. Untuk tenaga kerja, 100 persen adalah dari NTB. Sementara untuk nilai investasi pembangunan pabrik pakan, ia memperkirakan memakan biaya sekitar Rp 60 miliar. Belum termasuk investasi lainnya, seperti pembangunan Pabrik Kanal Baja dan Rumah Tahan Gempa. “Komitmen kami ke depan, jika pemerintah terus memberikan kemudahankemudahan dalam pengurusan administrasi, maka dia optimis akan banyak investor Malaysia yang akan tertarik berinvestasi di NTB,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019 Sudah 11 bulan artis Gisella Anastasia hidup sebagai single parent sejak perceraiannya dengan aktor Gading Marten pada Januari 2019. Selama itu banyak terjadi hal-hal yang diluar perkiraan Gisel, begitu namanya akrab disapa. Salah satunya terkait respon anak terhadap perceraian orangtuanya.

BUNDA ANANDA

Pancing Anak untuk Mau Bicara

Agustina dalam film ‘Loundry Show’, ia menjelaskan, sekarang rumah mama dan papa sudah pisah. Rumahnya ada dua. “Nanti Gempi bisa tinggal gantigantian. Bisa di sana atau di sini. Karena rumahnya ada banyak, ada dua. Dia ari pernikahan Gisel dan kan belum mengerti, jadi kelihatannya Gading, lahir seorang dia senang saja. Habis nanya gitu, trus anak perempuan, Gem- dia main lagi. Nggak kelihatan sedih,” ujar Gisel. pita Nora Marten Namun, tambahnya, (Gempi), yang kini berulama kelamaan sepermur 4 tahun 10 bulan. tinya Gempi mulai Beruntungnya, kata merasakan hal yang Gisel, sejak awal ia berbeda. Seperti menerapkan kokenapa liburan munikasi dalam yang biasanya konsep pengasubertiga hanya han Gempi. “Aku berdua, misalnya mengomunikasidia hanya sama kan apapun denmamanya atau gan Gempi. Tenhanya sama papatunya dengan banya. Hal itu memang hasa sederhana yang belum dia tanyakan, mudah dimengerti Gading dan Gempi anak-anak. Itu sudah aku foto instagram gading tapi kalau soal tidur bertiga pernah disebut Gempi. biasakan sejak Gempi masih Dalam tayangan channel Ussy kecil sekali. Aku ajak ngomong. Dan Gempi adalah anak yang cerdas dan Sulistiawaty-Andhika, Gisel juga sempat kritis. Dia akan bertanya apa saja dan menceritakan hal tersebut. Betapa hatbaru akan diam ketika –sepertinya—dia inya sedih mendengar anaknya meminta sudah mengerti apa yang dimaksudnya,” pada Gading, papanya, agar setelah seungkap runner up Indonesian Idol lesai syuting pulang ke rumah dan tidur dengannya serta mamanya. Mendengar 2008 ini. Termasuk, tutur Gisel, soal percerai- omongan Gempi itu, baik dirinya mauannya dengan Gading Marten, papanya. pun Gading, tak mampu berkata-kata. Sebagai anak yang meski masih kecil “Sebagai orangtua aku rasanya sedih tentunya dia merasakan ada hal yang banget. Ya sudah akhirnya kita (Giseljanggal karena biasanya di rumah ada Gading) jawab, ‘Iya iya’,” ucap Gisel. Menurut Gisel, meski dirinya dan mama-papa juga dia, namun kini tinggal berdua. Kalau tidur, dia hanya berdua Gading bercerai, namun mereka fokus mamanya, padahal biasanya bertiga pada pengasuhan anak, melimpahkan kasih sayang penuh kepada Gempi. dengan papanya. Hal-hal seperti ini, kata Gisel, ti- Namun begitu, katanya, ada hal-hal dak ingin dibiarkannya. Dia tidak tertentu yang akhirnya pada satu titik ingin Gempi kebingungan dan hanya Gempi pun mempertanyakan. Dan itu bertanya-tanya dalam hati. Dia juga memang tidak mudah menjawabnya, tak ingin mendiamkan permasalahan kata Gisel. Setelah kejadian itu, Gisel merasa itu yang pada akhirnya bisa berdampak tidak baik. “Makanya, hal ini aku punya beban untuk meng-clear-kan komunikasikan juga dengan Gempi. masalah tersebut pada Gempi. Dia Meskipun masih kecil, hampir 5 tahun, khawatir Gempi memendam sesuatu. namun aku memperlakukannya (dalam “Jadi habis itu aku tanya ke Gempi, kehal komunikasi) sama seperti orang napa dia ngomong pengen bobo sama dewasa. Tentunya dengan bahasa yang mama-papa. Aku bilang, ‘Gempi bingung ya kenapa kita nggak pernah bobo simple,” ujarnya. Kepada Gempi, kata pemeran bareng lagi?’ Jawab Gempi, iya. Aku memang harus memancing Gempi untuk bicara. Karena kan anak kecil punya kesulitan untuk mengungkapkan apa yang dirasanya. Dan ternyata, dia mengiyakan,” tutur Gisel. Mungkin, kata Gisel, kalau orangtua yang tidak terlalu memperhatikan anak, akan berpikir, ya sudah nanti saja menjelaskannya ke anak. Tapi dirinya tidak demikian. “Aku merasa berbeban untuk menjelaskan ke anak tentang yang sebenarnya. Aku berusaha menjelaskan apa adanya dengan bahasa yang simple,” tuturnya. Kepada Gempi, Gisel menjelaskan bahwa mereka sudah tidak bisa tidur bareng seperti dulu karena sekarang sudah tinggal terpisah, Gempi habis latihan balet

D

5

sendiri-sendiri. “Jadi bobo-nya sendirisendiri juga. Gantian. Gempi bisa bobo sama mama, lain kali bisa bobo sama papa. Tapi sudah tidak bisa bobo bareng lagi. Tapi kalau main bareng, masih bisa. Trus aku tambahin, bilang, Gempi juga kan nanti kalau sudah besar bobonya sendiri. Tidak bobo sama mama atau papa lagi. Tapi kita masih bisa kok main bareng bertiga. Gempi jangan khawatir, ini cuma karena lagi sibuk aja, jadi nggak bisa bareng,” ungkap Gisel panjanglebar. Sambil menjelaskan mata Gisel berkaca-kaca menahan tangis. KUNCINYA KOMUNIKASI Bagi Gisel, menghadapi Gempi dan segala pertanyaannya terkait kedua orangtuanya, justru menjadi hal terberat dalam melakoni posisinya sebagai single parent. “Dengar anak ngomong begitu hatiku terasa hancur, sedih banget. Susah digambarkan,” ujarnya. Setelah mengalami itu, ujar Gisel, dirinya merasa ternyata bercerai itu tidak enak. Banyak hal-hal yang terjadi diluar perkiraannya. Dulu dia sempat merasa pasti bisa menghadapi berbagai masalah sebagai dampak dari perceraian. “Ya memang bisa dihadapi tapi hati ini banyak patah-patah,” ungkapnya. Di luar permasalahan tersebut, kata Gisel, menjadi single parent tidak memberatkannya. Dalam hal financial pun

Gisella - Gading - Gempi

tidak ada masalah karena pekerjaannya berjalan baik. Soal pengasuhan Gempi pun, ujar Gisel, masih biasa saja sama seperti para ibu lainnya, dirinya pun melakukan trial-error. “Jadi kalau penanganan kurang tepat, ya aku coba cara lain. Setiap parent kan punya cara sendiri dalam menangani anak. Cuma kalau aku selalu menekankan, kepada anak itu harus apa adanya, jangan bohong. Kuncinya ya komunikasi,” ucapnya. Dirinya juga mengajarkan anak soal kedisiplinan dan lain-lain termasuk menegur bila melakukan kesalahan. “Cuma kan namanya anak kecil, itu harus terus diulang-ulang. Kalau tadinya dia tidak

foto instagram gisella

mengerti, lama lama dia akan paham maksudnya,” ucap pemeran Casandra dalam film ‘Susah Sinyal’, ini. Gisel mengaku, meskipun sangat sibuk dengan berbagai kegiatannya di luar rumah, namun ia selalu menyisihkan waktunya untuk bermain dengan anak kesayangannya itu. “Kadang meskipun kita merasa cape banget habis kerja, namun tetap menyempatkan diri untuk bermain dengan Gempi. Atau membawanya ke taman bermain. Meski cape, pegel, tapi kalau sama anak tuh menyenangkan lho. Ada kepuasan tersendiri. Apalagi kalau dia datang terus memeluk kita, rasanya hu..hu..hu,” kata Gisel yang selalu tampak ceria itu. (Diana Runtu)

Mendongeng Lima Menit

DONGENG UNTUK PRESIDEN

Bagus Lonto, seorang anak laki-laki yang rajin membantu ayahnya. Setiap hari ia mencarikan batang dan daun-daunan untuk tiga ekor kambing dan dua ekor sapi ayahnya. Setelah tugas itu selesai, ia dibebaskan bergabung dengan temantemannya untuk bermain. Malam hari, menjelang tidur sang ayah membekali Bagus Lonto dengan dongeng-dongeng yang menarik. Keesokan paginya, anak laki itu mengingat kembali dongeng ayahnya, lalu mencatat judulnya. Semua judul dongeng itu disimpan dalam sebuah kantong kain yang digantung di dinding kamarnya. Judul-judul itu misalnya : Bawang Merah Bawang Putih, Pangeran Cicing Gudig, Malin Kundang, Sangkuriang, Jembatam Kera, Cinderella, Tukang Tenun, Harga Seekor Kucing, dan lain-lainnya. Setelah lulus SMA ia harus merantau ke kota. Hasil ujiannya sangat meyakinkan, sehingga ia berhak mendapat beasiswa. Ia tidak lagi mendengarkan dongeng dan menyimak ayahnya mabebasan, tetapi sibuk dengan kuliah mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Singkat cerita, ia lulus sarjana, lalu terjun ke dunia politik. Setelah beberapa tahun menjadi anggota parlemen, ia mengajukan diri mengikuti pemilihan presiden. Namanya terkenal, bukan karena ambisi pribadinya, tetapi karena dorongan teman-teman seperjuangannya. Sungguh, ia dianggap teladan masyarakat yang sedang galak-galaknya menuju kemajuan. Tanpa usaha yang berat, ia berhasil dengan gemilang menjadi pemenang pemilihan presiden. Walaupun ia sudah menjadi orang nomor satu, ia tak pernah lupa akan kampung halamannya yang jauh dari ibukota. Demikian pula walaupun orang tuanya sudah tiada, sekalisekali ia menyambangi kampung berta rumah kelahirannya. Suatu ketika, ia ingin sekali berlibur di kampungnya. Ia

memanggil sopir pribadinya, si Teguh untuk mengantarnya ke kampung. Penduduk terheran-heran, sebab untuk pertama kali melihat presiden tanpa kawalan yang resmi. “Teguh!” Demikian katanya kepada sopirnya. “Kamu tidur di kamar tidurku waktu kecil. Aku tidur di sebelah kamar tamu.” Nah, pada malam itulah ada peristiwa menarik. Sedang asyiknya Bags Lonto ngobrol kangin-kauh dengan temantemannya masa kecil, si Teguh bermimpi aneh. Ia mendengar obrolan panas tokoh-tokoh dongeng yang bersemayam di kantong kain yang tergantung di dinding. “Bagus Lonto melupakan bekal tidurnya. Ia mengkhianati tokoh-tokoh idola masa kecil.” “Benar sekali, benar sekali!” jawab yang lain. “Besok, tepat jam 11.15, ia akan kembali ke ibukota. Ketika mobilnya melintas di atas jembatan, kita robohkan jembatan itu!” “Benar sekali, benar sekali!” Syahdan, keesokan harinya, si Teguh mendadak menjadi pendiam. Ia berusaha mengakali agar Bapak Presiden berangkat sebelum pukul 11.15. Usahanya berhasil. Mobil yang mengangkut presiden itu berangkat pukul 11 lewat 14 menit lewat 10 detik. Kecepatan mobil itu lebih cepat dari biasanya. Ketika melewati jembatan, terdengar suara berderak-derak. Presiden menyuruh menghentikan mobil, lalu menoleh ke belakang. Tampak jembatan itu berayunayun lalu mencebur ke sungai. Barulah sang sopir membuka suara. “Bapak Presiden! Tadi malam saya bermimpi. Dari kantung kain yang tergantung di dinding terdengar pembicaraan. Katanya Bapak Presiden mengkhianati tokoh-tokoh dongeng yang bapak simpan di kantung itu.” Presiden Bagus Lonto terdiam. Ia menarik tangan sopirnya lalu mengajaknya kembali ke rumah. Setiba di rumah, ia mengambil kantung dongeng yang tergantung. Masih utuh. Ia cium judul-judul dongeng itu satu persatu.


DARA

6

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Pemahaman Regulasi Harus Sama

Claudia Emmanuela Santoso

Penyanyi Asia Pertama Juara di Jerman

Claudia Emmanuela Santoso belum mampu menghilangkan astonishment berhasil memenangkan The Voice of Germany (TVOG) meski sepekan telah berlalu sejak penobatan kemenangannya. Di Jerman, nama gadis 19 tahun asal Cirebon ini sontak melejit seiring dengan tingginya rating tayangan The Voice of Germany di TV ProSiebenSat1. Bahkan video Audi, begitu namanya akrab disapa, saat sukses di blind audititon tercatat telah ditonton oleh 24 juta orang.

K

emenangan tersebut telah mengantar dirinya menjadi orang pertama di Asia yang berhasil ‘menjebol’ The Voice of Germany. Media Jerman menyebut tayangan TVOG musim kesembilan ini menyedot lebih banyak penonton dibanding tahun sebelumnya. Mereka mulai mengikutinya babak demi babak dan penonton semakin meningkat hingga grand final. Dan Audi—begitu sapaan akrab Claudia Emmanuela Santoso--- sepertinya begitu melekat di benak pemirsa TVOG. Mereka

keluarga dan teman-teman yang benar-benar mencintai aku dan mendukung tanpa syarat. Juga aku berterima kasih atas semua cinta dari Indonesia,” mahasiswi Universitas Ludwig Maximilian Munchen, Jerman, seraya menyebut rasa terima kasihnya yang mendalam pada The Voice of Germany yang telah memberinya kesempatan dan banyak pengalaman. Audi sendiri beberapa saat setelah kemenangannya langsung meluncurkan single perdananya berjudul ‘Goodbye’. Lagu indah ini sempat dinyanyikannya berduet

Foto: IG claudiaemmanuela

Claudia dan mentornya Alic begitu kagum dengan penampilan serta kekuatan suaranya dalam menyanyi. Tak heran kalau vote Audi selalu tinggi meninggalkan penyanyi lain. Disebutkan, kemenangan Audi bukan lagi sebuah kejutan melihat perjalanannya yang luar biasa di ajang TVOG. Bahkan sebelum grandfinal sepertinya permirsa telah memutuskan bahwa Claudia Emmanuela –lah pemenangnya. Itu terbukti dari hasil vote-nya yang menang telak di acara puncak event tersebut. Audi memenangkan vote 46,38 % sementara Erwin Kintop yang berada di tempat kedua, hanya memperoleh 17,36%. “Bagi aku perjalanan di Voice of Germany sungguh luar biasa dan penting bagi hidup aku. Aku merasa sangat diberkati dengan kemenangan ini. Terima kasih Tuhan, terima kasih para pendukungku semua,

dengan pelatihnya, Alice Merton, pada grand final. Menariknya, single yang diciptakan khusus oleh Alice untuk Audi ini, langsung populer di chart iTunes Indonesia juga beberapa negara di Eropa. Melihat perjalanan karier menyanyi Audi ini terasa luar biasa, apalagi mengingat dia sejak kecil sudah aktif ikut kompetisi menyanyi. Mulai dari usia 8 tahun, anak sulung dari dua bersaudara ini, telah berjuang dari kompetisi ke kompetisi. Dari Academy Fantasi Indosiar junior, Idola Cilik hingga Mamamia 2014. Hasilnya, relatif tidak ada sesuatu yang menonjol. Malah pada kompetisi Mamamia 2014 dia bukan hanya tersingkir tapi harus menerima kritik super pedas dari pedangdut Saipul Jamil yang menjadi juri kala itu. Kritik tajam Saipul yang menyebutnya ‘kaku dan seperti es batu’, tidak membuatnya

BULELENG

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng terus berupaya memacu dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa. Kali ini, Dinas PMD Buleleng melaksanakan kegiatan In House Training peningkatan kapasitas bagi personil kecamatan dan sejumlah staf pada Dinas PMD yang selama ini bertugas melakukan pembinaan dalam pengelolaan keuangan desa. In House Training yang diikuti oleh sebanyak 25 orang itu dilaksanakan di Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Jakarta, Rabu (13/11).

foto: deutschland de

sakit hati ataupun patah arang . Mental Audi yang kala itu baru berusia 14 tahun ternyata lumayan tangguh menghadapi ‘si lidah pedas’ Saipul Jamil. Sebaliknya itu justru makin melecut Audi untuk lebih giat lagi belajar dan berlatih. Kemenangan Audi ini menjadi kebanggaan Indonesia juga ‘kampung halamannya’ Cirebon. Karena setiap kali nama Claudia Emmanuela disebut di Jerman sana, maka selalu ada ‘embel-embel’ Indonesia dan Cirebon. “Kami bangga dengan capaian Audi. Karena dia bukan saja telah mengharumkan nama sekolahnya BPK Penabur tapi juga membuat Indonesia dan Cirebon makin mendunia,” kata Yohannes Subagyo, guru Audy di BPK Penabur Cirebon. PENDIDIKAN TETAP PRIORITAS UTAMA Setelah kemenangan ini, Audi yang telah setahun lebih menetap di Jerman untuk kuliah, akan memiliki banyak kesibukan khususnya dalam karier menyanyinya. Setidaknya mulai 6 Desember mendatang dia akan memulai tur konsernya keliling Jerman. Di sisi lain dia benar-benar harus membagi waktunya untuk kuliah. Selasa (12/11) lalu Audi mengikuti ujian akhir persiapan masuk jurusan seni musik. “Aku benar-benar bahagia dan tidak bisa berkata-kata. Masih tidak percaya bisa menang ‘The Voice of Germany’. Itu sangat berarti bagiku juga Alice (mentor). Kami telah bekerja keras berlatih. Aku sangat berterima kasih pada Alice,” kata Audi dalam sebuah wawancara. Menurut Audi, keluarganya datang ke Jerman untuk mendukungnya. Dan mereka (keluarga) juga terkejut karena dirinya bisa memenangkan TVOG. Hal ini karena mereka tahu beratnya persaingan di TVOG. “Ibuku memasak untukku sepanjang minggu, dan keluargaku tidak

percaya bahwa aku akan menjadi ‘The Voice of Germany,” ucap Audi pada wawancara tersebut. Mengutip t-online.de, Audi memaparkan tentang rencananya ke depan. Terkait kuliahnya, kata Audi, meski sibuk dengan kegiatan menyanyinya namun ia tetap meluangkan waktu untuk belajar. “Aku juga bekerja keras untuk kuliah ku karena itu adalah tujuan aku berada di sini (Jerman). Aku banyak belajar dalam setiap waktu dan kesempatan,” kata Audi yang kini dikontrak

oleh perusahaan rekaman UMG (Universal Music Group), sebuah perusahaan musik Amerika yang merupakan milik anak perusahaan konglomerat media asal Perancis, Vivendi. Setelah kemenangan tersebut, kesempatan Audi berkarier di dunia menyanyi di Jerman terbuka luas. Namun katanya, ia akan tetap memprioritaskan pendidikannya yang merupakan tujuan utamanya datang ke Jerman. ”Aku ingin bisa menyelesaikan studi aku terlebih dahulu,” kata dara kelahiran 27 Oktober 2000 ini. Tahun depan, katanya, ia berniat kembali ke Indonesia untuk mengunjungi keluarganya. “Tapi aku akan kembali lagi ke Jerman dan menetap untuk sementara waktu demi menyelesaikan studi juga karier aku,” tutur anak pertama pasangan Indra Gunawan SantosoChristin Gunawan, itu. Audi berharap pendidikannya dan kariernya di dunia menyanyi bisa berjalan seiring. Untuk itu ia akan bekerja keras. “Aku ingin karier yang hebat. Ingin menjadikan musik sebagai profesi aku dan mengenal lebih banyak orang. Aku ingin berada di panggung sebagai penyanyi juga artis. Aku juga tertarik menjadi pelatih vokal suatu hari nanti. Aku berharap semua rencana ini bisa berjalan baik. Semoga tahun depan aku bisa meluncurkan sebuah album,” papar Audi tentang rencana dan harapanharapannya ke depan.

Foto: IG claudiaemmanuela

(Diana Runtu)

K

epala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Buleleng I Gusti Ngurah Putu Mastika, S.STP mengungkapkan, kegiatan In House

Training ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur kecamatan yang selama ini secara aktif melakukan pendampingan, pembinaan, dan verifikasi administrasi keuangan desa, serta

melaksanakan evaluasi APBDes. Menurutnya, staf pada kecamatan yang selama ini diberikan tugas berat untuk melakukan evaluasi APBDes, perlu diberikan update pengetahuan terhadap materi peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa, terutama Permendagri Nomor 20 Tahun 2018. “Sehingga teman-teman di kecamatan memiliki kapasitas atau kemampuan yang baik dalam melakukan evaluasi APBDes setiap tahun,” kata Mastika. Diakuinya, kendala teknis dalam pengelolaan keuangan desa masih ditemui. Namun demikian, Mastika menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi itu relatif masih bisa diatasi di tingkat desa. Sehingga, secara umum pengelolaan keuangan desa di Buleleng sudah berjalan cukup baik. Selama ini staf pada kecamatan sering kali berbeda persepsi dalam menerjemahkan peraturan. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan pemahaman dalam hal teknis pengelolaan keuangan desa. Dengan demikian, Pemerintah Desa akan memperoleh pendampingan dan informasi yang benar terhadap pengelolaan keuangan desa, baik yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan desa. “Kami berharap teman-teman di kecamatan yang secara langsung melakukan pendampingan dan melakukan evaluasi APBDes dapat

11

In House Training di Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Jakarta.

memiliki kemampuan dan kapasitas yang lebih baik lagi. Sehingga dalam mengevaluasi APBDes sesuai dengan regulasi, dan tidak ada penyimpangan,” harap alumni STPDN ini. Sementara itu, Kasi Perencanaan dan Anggaran pada Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Sandra, SP, M.Si memberikan apresiasi kepada Dinas PMD Buleleng yang menginiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Buleleng dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa. Aparatur kecamatan yang juga seb-

agai evaluator APBDes perlu diberikan peningkatan kapasitas utamanya dalam memahami regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa. Selama ini, lanjut Sandra, masih banyak terjadi perbedaan persepsi dalam memahami regulasi. Terlebih, dalam pengelolaan keuangan desa ada banyak peraturan menteri terkait yang mengatur. “Harapan saya, apa yang diperoleh hari ini bisa diaplikasikan di daerah. Mudah-mudahan juga kita sudah mempunyai pemahaman yang sama terhadap regulasi,” tutupnya. (Wiwinj Meliana)

Kembangkan Potensi Desa Tembok

Dewa Komang Yudi menunjukkan beberapa olahan produk dari BumDesa Giri Artha Desa Tembok

Kucuran dana desa yang digulirkan oleh pemerintah pusat tentu harus mendapat pertanggungjawaban penuh dari aparat desa. Diharapkan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit itu mampu membangun desa dan menyejahterakan masyarakatnya. Hal tersebut juga dilakukan oleh Dewa Komang Yudi Astara, Prebekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Menurut Dewa Yudi ada beberapa hal yang menjadi permasalahan di desa yang berada di ujung timur Kabupaten Buleleng itu. Melalui pemanfaatan dana desa, pihaknya mulai secara bertahap memperbaiki kehidupan masyarakat diberbagai lini kehidupan. Salah satunya permasalahan air bersih. Berada di wilayah yang kering dan tofografi perbukitan, membuat masyarakat desa Tembok kesulitan air di beberapa dusun yang berada

di perbukitan. Untuk mengatasinya, dibangun sumur bor agar air dapat dijangkau oleh masyarakat yang tinggal di dataran yang lebih tinggi. “Di sini tidak ada air permukaan, sehingga kalau mau menaikkan air harus dibor dan kalau menggunakan listrik itu biayanya tidak sedikit,” jelasnya. Demi menghemat biaya, pihaknya memasang solar panel untuk mengubah energi cahaya menjadi listrik. “Airnya gratis, energinya gratis sehingga masyarakat dapat membayar dengan biaya yang lebih murah,” tambahnya. Selain permasalahan air, permasalahan pendidikan juga menjadi fokus pemerintahannya saat ini. Angka partisipasi pendidikan yang rendah tidak dapat ditampik, tentu permasalahan ekonomilah yang menjadi faktor utama. Pihaknya mengatakan anak-anak di desanya kesulitan untuk

melanjutkan sekotujuan agar buah lah karena terkini dapat dinikmati endala beberapa meskipun sedang hal di antaranya tidak bermusim,” jarak sekolah SMP ungkapnya. dan SMA yang jauh Jambu air juga sedangkan angkumenjadi salah satu tan umum sejak buah yang diolah 2012 sudah jarang menjadi produk melintas di daerah unik yang memitersebut. liki nilai jual tinggi. Mengatasi hal Biasanya jambu air ini pihaknya telah digunakan sebagai menyediakan bus pakan ternak sapi sekolah yang dapat masyarakat setemdimanfaatkan oleh pat, tetapi melalui Beberapa olahan produk dari BumDesa Giri Artha Desa Tembok siswa secara graBumdes Giri Artha, tis. “Pemberian beasiswa juga kami sehingga masyarakat dapat berobat biji jambu air diolah menjadi mete berikan melalui CSR, bahkan kami dengan harga murah,” jelasnya. yang dikemas dengan menarik sebagai Di samping mengatasi segala per- oleh-oleh sedangkan buahnya diolah lakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk memberikan kes- masalahan yang ada di desa, lulusan menjadi abon. “Sebagai perkenalan empatan magang terhadap anak-anak STP Bali ini juga sedang mengembang- kami jual dengan harga Rp 27.500 dan kami sehingga ketika mereka telah kan potensi-potensi yang dimiliki desa sudah dipasarkan di beberapa wilayah berpengalaman bisa langsung diserap melalui BumDesa Giri Artha. Mangga di Bali,” jelasnya. sebagai tenaga kerja di perusahaan- dan mete misalnya diolah menjadi Beberapa produk olahan dari perusahaan yang berkembang di desa produk yang memiliki nilai ekonomis Bumdes Giri Artha di antaranya juga tinggi. Desa Tembok memiliki potensi ada olahan pohon rotan yang diolah ini,” jelasnya. Kesehatan dan penuntasan warga mangga harum manis yang berlimpah, menjadi berbagai kerajinan ingka, miskin juga menjadi prioritas kerjan- hanya saja ketika panen raya buah gula semut dan tuak. Kemudian ya. Di tahun 2019, sebanyak 95 unit ini mengalami harga anjlok. Untuk untuk potensi kelapa diolah menjadi rumah telah dibangun untuk program mengatasi masalah itu, pihaknya akan fresh coconut water, selai kelapa dan rumah layak huni dari target 120 unit. mengola mangga ini untuk diekstrak Virgin Coconut Oil. “Bagaimana Pembangunan klinik dan penyediaan dan di-freezer sehingga tahan hingga nanti ke depan kami berdayakan ambulance juga dilakukan untuk dua tahun. “Kami sudah lakukan masyarakat dan potensi yang ada menjamin kesehatan warganya. “Di penelitian, rasanya sama sekali tidak di desa sehingga menjadi produk sini kan agak jauh dengan fasilitas ke- berubah asalkan tidak ada udara yang unggulan yang diperlukan pasar,” sehatan sehingga kami bangun klinik masuk dan dibekukan. Hal ini ber- pungkasnya. (Wiwin Meliana)


10

STYLE

Nyaman Sekaligus Keren

Tampil menarik setiap hari, kenapa tidak. Untuk itu, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, anggota IFC Denpasar menyuguhkan koleksinya yang siap pakai untuk aktivitas sehari-hari pada pagelaran “Bali Fashion Trend 2020”, Kamis (7/11) di Inaya Putri Bali, Nusa Dua.

K

arya yang diberi tema “ Kusukasuka” ini menggambarkan bagaimana wanita dengan gaya busana yang bebas namun tetap feminin dengan detil khas ala Dewi. Bahkan dengan balutan desain dari Dewi Fashion yang berbahan jeans, katun dan polo shirt ini, berhasil merefleksikan wanita bisa tampil lebih muda, cantik dan energik. Pilihan warna seperti blue navy, blue jeans, nude serta ungu, semakin menguatkan suasana hati yang riang dan ringan kala melangkah. Begitulah koleksi yang mudah dipadupadankan ini menjadikan wanita merasa nyaman sekaligus tetap keren. ( Sri Ardhini)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus mendorong dosen muda untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang doktor. Hal tersebut sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing lembaga maupun meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Merangsang itu, diselenggarakan program “Doktor Berbagi” di Gedung Seminar Umum (GSU) Undiksha, Selasa (12/11).

K

etua Lembaga Pengembangan Pe m b e l a j a r a n d a n Pe n j a m i n a n M u t u (LPPPM) Undiksha, Prof. Dr. AAIN. Marhaeni, M.A., yang membuka kegiatan tersebut mengatakan peningkatan kualitas diri menjadi kewajiban seluruh dosen, termasuk yang baru lolos CPNS. “Peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi salah satu cara untuk itu. Bapak Rektor mendorong ini, terutama yang lolos CPNS, harus bisa melanjutkan ke jenjang S-3,” tegasnya. Akademisi asal Klungkung ini menyebutkan untuk melanjutkan ke jenjang doktor, bisa dipersiapkan sejak dini. Termasuk juga cara untuk mendapatkan salah satunya bisa melalui beasiswa. “Ini bisa dipersiapkan sejak awal. Harus ditentukan di mana akan melanjutkan,” tegasnya. Melalui kegiatan

EDUKASI

“Doktor Berbagi” Sebarkan Aura Akademis

ini, diharapkan ada peningkatan pemahaman dosen muda akan pentingnya kualifikasi pendidikan. “Dengan S-3, akan bisa juga naik ke Lektor Kepala. Kalau masih S-2, tetap saja di Lektor. Jadi kualifikasi pendidikan ini penting untuk peningkatan karier juga, disamping dalam meningkatkan wawasan terkait disiplin ilmu,” ucapnya. Mengawali kegiatan tersebut, Prof. Marhaeni yang merupakan lulusan Doktor Universitas Negeri Jakarta tahun 2005 juga memberikan materi “Assessment in the 21st Century Learning”. Ketua Panitia Dr. I Putu Mas Dewantara, S.Pd.,M.Pd., mengatakan kegitan ini juga sebagai salah satu media untuk berbagai hasil riset dari para doktor di Undiksha maupun menyebarkan aura akademis dan memantik dosen untuk melanjutkan pendidikan. “Hasil akhirnya adalah dosen ini bisa lanjut studi. Kita ingin memantik itu melalui kegiatan ini,” katanya.

7

Kegiatan Doktor berbagi

Pada kegiatan tersebut, dihadirkan narasumber Dr. I Wayan Suja, M.Si., yang membawakan materi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Abad 21.

Ia merupakan lulusan Doktor Universitas Negeri Surabaya bidang Pendidikan Sains tahun 2018. Ada pula Dr. Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd., M.Pd.,

dengan materi Penilaian Berbasis HOTS dalam Pembelajaran Abad 21. Ia merupakan lulusan doktor Universitas Negeri Malang tahun 2018. (Wiwin Meliana)

Kota Denpasar Gelar Apel dan Ramah Tamah bersama Keluarga Pahlawan

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya…”, demikian cuplikan pesan Soekarno yang dibacakan saat pelaksanaan Apel

Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Kota Denpasar, Minggu (10/11) di Lapangan Lumintang Denpasar. Apel yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar, I GN Jaya Negara dan dihadiri diantaranya oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar, Ketua DPRD Denpasar,

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ko t a D e n p a s a r, ASN Kota Denpasar, pelajar dan para guru, pecalang hingga unsur TNI dan Polri tersebut diisi dengan lagu-lagu kebangsaan dan pembacaan puisi. Di penghujung acara dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis, santunan kematian kepada dua orang perwakila veteran juga penyerahan sembako kepada salah seorang perwakilan veteran, oleh Wakil Wali Kota Denpasar dan Ketua LVRI Kota Denpasar. Dalam pelaksanaan Apel tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar membacakan Amanat Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara, bahwa ‘Menjadi Pahlawan Masa Kini” sebagaimana tema peringatan kali ini, dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia dengan bentuk aksi nyata seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang mengganggu ketertiban, tidak menyebarkan hoax, dan kegiatan yang merugikan orang lain. Selain itu peringatan Hari Pahlawan juga diharapkan dapat menjadikan kita lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan

serta meningkatkan kesadaran untuk mencintai tanah air, salah satunya dengan menorehkan prestasi di berbagai bidang, bahkan hingga di kancah internasional. Sementara Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wiladja mengatakan selama revolusi fisik khususnya di Kota Denpasar terjadi beberapa kali pertempuran dengan korban jiwa hingga 70 orang. Para pejuang tersebut telah diabadikan di Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, dan beberapa orang diabadikan di Kota Denpasar dalam bentuk patung

serta tonggak sejarah. Dalam kesempatan tersebut Jro Wiladja juga berpesan agar generasi penerus mau bangkit, sebab perjuangan masih panjang untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga RI demi anak cucu tercinta. Selain itu, Jro Wiladja tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi kegiatan yang penuh suasana kekeluargaan. Usai pelaksanaan apel, juga digelar acara “Ramah Tamah bersama Veteran dan Keluarga Pahlawan”, di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Nampak Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara juga Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya berbaur dengan para veteran dan undangan. Sambil bercengkerama diantara para veteran dan keluarga pahlawan, mereka dihibur dengan pembacaan puisi Kapten Japa dan hiburan tembang kenangan. --ard


LIFE STYLE

8

Bali Fashion Trend 2020

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Viva Cosmetics Dukung Kreativitas Desainer

Setelah empat tahun, sejak tahun 2014 Bali Fashion Trend (BFT), mampu memberikan dan memperlihatkan perkembangan signifikan pada industri fashion, khususnya di Bali. Semakin banyak para desainer menggunakan bahan lokal, begitu pun inspirasi dan look rancangannya. Hingga tahun ke lima kali ini BFT tak pernah berhenti berupaya menjadikan Bali, selain tempat wisata juga sebagai pusat mode fashion di Indonesia maupun pun internasional.

B

FT 2020 yang berlangsung di Hotel Inaya Putri Bali,Nusa Dua telah berakhir. Acara yang disuguhkan selama 3 hari (7-9 November 2019) mendulang sukses. Terbukti panggung BFT ini berhasil menyedot penunjung antusias menyaksikan langsung berbagai karya para desainer lokal baik itu anggota IFC maupun desainer terkemuka dari daerah lainnya di Indonesia serta dari luar negeri. Perhelatan BFT yang ke 5 kalinya tahun ini digawangi oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC)

Denpasar, melibatkan desainer Ali Kharisma Eny Ming, Sav Lavin, Migi Rihasalay, Adho, Ikari Bekaya, Angeliqa Wu, Yonz Yulizar, Dewi Suarjani, Angga Sari, Asti Kaleta dan Saffana, Momo B a ti k b y Ronni, Wedha Githa, Syukriah Rusydi, Yenly Wijaya , Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Philip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia nataliza, Emy Thee, Asoa Flow by Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga,Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra. Mereka berhasil menghadirkan beragam kategori busana, ethnic contemporer, urban, resort, cocktail modest hingga evening wear. Menurut National Chairman of Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, acara ini bertujuan untuk melahirkan kebanggan terhadap brand lokal. Selanjutnya desainer lokal, khususnya Bali bisa menghasilkan brand fashion berskala internasional, tanpa sang desainer harus pindah ke luar negeri. Begitu juga kerjasama yang dilakukan dengan desainer luar, agar kreativitas di industri fashion di Indonesia semakin berkembang. BFT 2020 ini men-

gusung tema ‘Sustainable Fashion’sebab tren saat ini menginginkan fashion yang tidak semata mengedepankan keindahan sebuah karya namun juga peduli dan melestarikan lingkungan. Terlebih isu sustainable fashion menjadi fokus di Eropa dan Amerika. GM Hotel Inaya Putri Bali I Made Merta mengatakan, pihaknya sangat mendukung ajang BFT 2020 ini, sembari memperkenalkan hotel milik BUMN tersebut dengan segala fasilitasnya. Sementara Yusuf Wiharto, Direktur PT Moga Djaja, selaku distributor Viva Cosmetics kawasan Indonesia Timur mengatakan sangat mendukung kegiatan kreativitas anak bangsa ini. Ia mengatakan dukungan ini juga menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya Bali. “Sebagai produsen kosmetik Indonesia selama 52 tahun, Viva hadir untuk ikut melestarikan budaya,” ungkapnya. Sebelumnya tim beauty advisor Viva Cosmetics telah berangkat ke kota Paris, Perancis. Kesempatan tersebut, diberikan oleh Kementrian Perindustrian dan instansi terkait yang mendorong penampilan produk Indonesia diajang internasional. Viva Cosmetics di sana mendukung 40 model Eropa yang tampil untuk 16 desainer Indonesia di ajang La Mode. Model yang dirias oleh tim Viva adalah model dengan kulit khas Eropa. Meski ada yang berkulit putih, hitam dan cokelat, namun yang pasti berbeda dengan Indonesia serta iklim yang ada di Paris. Untuk musim dingin tersebut Viva Cosmetics pun menyesuaikan dengan menggunakan produk dekoratif. (Sri Ardhini)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Manfaat Labu Kuning bagi Kesehatan

KULINER

Siapa tidak mengenal labu kuning. Mungkin sebagian langsung teringat kolak labu atau puding labu. Labu kuning dengan tekstur lembut dan rasa manis alami, sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai masakan baik hidangan manis atau gurih. Menurut Nikki Indrawati (Plant Based dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik) selain rasanya yang enak ternyata labu kuning juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioxidan, vitamin A, C dan E, juga kaya akan serat dan rendah gula. Dari kandungan nutrisi tersebut apa Nikki Indrawati saja manfaat labu kuning? Yang pertama adalah untuk menurunkan berat badan, karena labu kuning rendah kalori dan tinggi serat sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Karenanya labu kuning baik dikonsumsi bagi yang sedang ingin menurunkan dan menjaga berat badan. Yang kedua, kandungan beta-karoten dalam labu menghasilkan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah radiasi dari sinar UV sehingga membantu menjaga agar tetap sehat dan awet muda. Yang ketiga, labu kuning kaya akan kalium yang membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu kandungan kalsium yang ada pada labu kuning juga membuat tulang dan gigi menjadi lebih sehat dan tumbuh dengan baik terutama pada anak-anak. Kandungan folat, karotenoid dan magnesium di dalam labu kuning sangat baik untuk kesehatan jantung. Yang terakhir, labu kuning juga bisa berfungsi sebagai makanan antiinflamasi yaitu pereda nyeri pada tubuh. Dengan begitu banyaknya manfaat yang terkandung dalam labu kuning, kata Nikki sayang rasanya untuk tidak memasukkan labu kuning sebagai bahan makanan wajib bagi keluarga. Kali ini ia menghadirkan cara pengolahan labu kuning yang lain

Kopi Mama Kota Sajian Favorit Alenia

foto instagram alenia coffee

Ale Sihasale dan Nia Zulkarnaen menikmati ikan bakar colo colo

Anda pernah ke Papua? Kalau belum, tidakkah Anda penasaran dengan kuliner khas Papua? Kalau yang sudah pernah kesana, tidakkah rindu dengan kuliner khas Papua? Untuk mengobati semua penasaran dan rindu akan kuliner khas Papua, datanglah ke Alenia Papua Coffee&Kitchen yang terletak di Kemang Raya No 66, Jakarta Selatan, milik pasangan artis Ale Sihasale dan Nia Zulkarnaen.

Tidak seperti makanan khas Nusantara lain, resto makanan khas masyarakat Papua relatif jarang. Tak terkecuali di Jakarta. Beruntung lah Ale yang besar di Papua, bersama istrinya Nia, terpinspirasi membangun resto yang khusus menyajikan kuliner khas masyarakat Papua mulai dari aneka makanan hingga kopi Papua yang sudah dikenal di mancanegara. “Alasan mendirikan resto ini, per-

9

dari biasanya. Labu kuning sebagai hidangan penutup spesial yang tidak hanya lezat bernutrisi. Labu kuning diolah dengan tambahan bahan-bahan bernutrisi tinggi lainnya seperti kurma, oat meal dan virgin coconut oil yang akan membuat hidangan ini menjadi lebih kaya lagi akan nutrisi. (Sri Ardhini)

Pai Labu tanpa Oven Isian Pai: 350gr labu kukus 150gr kacang mente (rendam semalam) 120ml gula palem cair atau madu 120ml virgin coconut oil100ml santan kental 1 sendok teh bubuk kayu manis Garam secukupnya Cara membuat: Blender semua bahan sampai rata dan halus Bahan kulit pai: 100 gr kelapa parut kering 120 gr oat meal 175 gr kurma tanpa biji (rendam 10 menit) Sejumput garam Cara membuat: Sangrai kelapa kering dan oat meal hingga wangi dan berwarna keemasan. Taruh semua bahan ke dalam food processor lalu proses hingga berbentuk adonan yang menggumpal. Olesi loyang api dengan minyak kelapa lalu pindahkan adonan ke dalam loyang dan ratakan Dinginkan didalam freezer kurang lebih 1 jam Lalu tuangkan isian pai dan taburi dengan toping sesuai keinginan Dinginkan kembali ke dalam freezer selama 6 jam atau semalaman Setelah isian pai mengeras keluarkan pai dari dalam loyang, kemudian tunggu 10 menit hingga pai tidak begitu keras untuk dipotong. Potong menurut selera dan siap untuk dinikmati Sisa pai bisa disimpan kembali di dalam freezer.

tama adalah karena kecintaan kami pada Papua. Kedua, karena ingin mengenalkan berbagai hal tentang Papua bahwa ternyata Papua itu bukan hanya luar biasa indah tapi juga memiliki banyak kuliner yang luar biasa,” ujar Nia. Untuk mempertahankan cita rasa kulinernya, sebagian besar bahan makanan didatangkan langsung dari Papua, seperti sagu dan ikan yang langsung didatangkan dari Biak, beras dari Merauke, dll. Sementara aneka kopi pun didatangkan dari berbagai daerah penghasil kopi di Papua. Resto yang didirikan sejak 2015 ini, ternyata cukup menarik minat para pemburu kuliner lezat. Awalnya banyak yang penasaran namun lalu kembali dan kembali lagi, bahkan menyebarkan kepada sesama temannya. Tak heran resto ini selalu ramai pengunjung. Ada banyak menu favorit pengunjung di Alenia, di antaranya adalah kopi khas Papua dan makanan tradisional papeda. “Salah satu yang digemari pengunjung adalah kopi susu ‘mama kota’. Kenapa namanya ‘mama kota’? Itu karena kalau anak-anak Papua mau ke Jakarta, mereka selalu bilang ‘Kita mau ke mama kota (Ibukota Jakarta) dulu’. Karena itu kopi ini dinamakan kopi mama kota,” ujar artis ngetop era 1980-1990-an ini. Sedang makanan berat yang digemari konsumen adalah papeda yang merupakan makanan tradisional masyarakat Papua. Untuk menikmati papeda, ada cara tersendiri. “Pertama adalah menuangkan kuah kuning di wadah agar ketika sagu dituangkan tidak lengket di piring. Setelah itu barulah mengambil papedanya

Salah satu favorit pengunjung iced coffie

Papeda

foto instagram alenia

dengan cara diputar dengan gata-gata, put di sendok atau langsung menyerusemacam sumpit. Kemudian ditaruh put di mangkuknya. “Yang membuat ikannya yang didatangkan langsung dari enak itu adalah kuah kuningnya,” Biak,” jelas Nia. tambah Ale, ak“Bagi yang suka tor yang juga jeruk maka bisa sutradara itu. ditambahkan Untuk dessedikit jeruk. sert, lanjut Nia, Atau yang suka yang favorit pedas, bisa ditdi antaranya ambah dengan adalah bubur rica buah,” ujar sagu kacang pemeran film merah dan pud‘Seputih Cinta ing sagu kenari. Melati’, ini. “Dua-dua nya Soal adalah dessert bagaimana cara khas Alenia. makannya, Ditempat lain menurut Nia, tidak ada,” tamada macambah Nia. Bubur macam. Bansagu kacang yak yang makan merah terbuat tanpa dikunyah dari sagu, sanalias langsung tan dan kacang foto instagram alenia coffe menyeruput. merah. (Diana Salah satu sudut alenia coffee Baik menyeruRuntu) yang instagramable


LIFE STYLE

8

Bali Fashion Trend 2020

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Viva Cosmetics Dukung Kreativitas Desainer

Setelah empat tahun, sejak tahun 2014 Bali Fashion Trend (BFT), mampu memberikan dan memperlihatkan perkembangan signifikan pada industri fashion, khususnya di Bali. Semakin banyak para desainer menggunakan bahan lokal, begitu pun inspirasi dan look rancangannya. Hingga tahun ke lima kali ini BFT tak pernah berhenti berupaya menjadikan Bali, selain tempat wisata juga sebagai pusat mode fashion di Indonesia maupun pun internasional.

B

FT 2020 yang berlangsung di Hotel Inaya Putri Bali,Nusa Dua telah berakhir. Acara yang disuguhkan selama 3 hari (7-9 November 2019) mendulang sukses. Terbukti panggung BFT ini berhasil menyedot penunjung antusias menyaksikan langsung berbagai karya para desainer lokal baik itu anggota IFC maupun desainer terkemuka dari daerah lainnya di Indonesia serta dari luar negeri. Perhelatan BFT yang ke 5 kalinya tahun ini digawangi oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC)

Denpasar, melibatkan desainer Ali Kharisma Eny Ming, Sav Lavin, Migi Rihasalay, Adho, Ikari Bekaya, Angeliqa Wu, Yonz Yulizar, Dewi Suarjani, Angga Sari, Asti Kaleta dan Saffana, Momo B a ti k b y Ronni, Wedha Githa, Syukriah Rusydi, Yenly Wijaya , Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Philip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia nataliza, Emy Thee, Asoa Flow by Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga,Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra. Mereka berhasil menghadirkan beragam kategori busana, ethnic contemporer, urban, resort, cocktail modest hingga evening wear. Menurut National Chairman of Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, acara ini bertujuan untuk melahirkan kebanggan terhadap brand lokal. Selanjutnya desainer lokal, khususnya Bali bisa menghasilkan brand fashion berskala internasional, tanpa sang desainer harus pindah ke luar negeri. Begitu juga kerjasama yang dilakukan dengan desainer luar, agar kreativitas di industri fashion di Indonesia semakin berkembang. BFT 2020 ini men-

gusung tema ‘Sustainable Fashion’sebab tren saat ini menginginkan fashion yang tidak semata mengedepankan keindahan sebuah karya namun juga peduli dan melestarikan lingkungan. Terlebih isu sustainable fashion menjadi fokus di Eropa dan Amerika. GM Hotel Inaya Putri Bali I Made Merta mengatakan, pihaknya sangat mendukung ajang BFT 2020 ini, sembari memperkenalkan hotel milik BUMN tersebut dengan segala fasilitasnya. Sementara Yusuf Wiharto, Direktur PT Moga Djaja, selaku distributor Viva Cosmetics kawasan Indonesia Timur mengatakan sangat mendukung kegiatan kreativitas anak bangsa ini. Ia mengatakan dukungan ini juga menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya Bali. “Sebagai produsen kosmetik Indonesia selama 52 tahun, Viva hadir untuk ikut melestarikan budaya,” ungkapnya. Sebelumnya tim beauty advisor Viva Cosmetics telah berangkat ke kota Paris, Perancis. Kesempatan tersebut, diberikan oleh Kementrian Perindustrian dan instansi terkait yang mendorong penampilan produk Indonesia diajang internasional. Viva Cosmetics di sana mendukung 40 model Eropa yang tampil untuk 16 desainer Indonesia di ajang La Mode. Model yang dirias oleh tim Viva adalah model dengan kulit khas Eropa. Meski ada yang berkulit putih, hitam dan cokelat, namun yang pasti berbeda dengan Indonesia serta iklim yang ada di Paris. Untuk musim dingin tersebut Viva Cosmetics pun menyesuaikan dengan menggunakan produk dekoratif. (Sri Ardhini)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Manfaat Labu Kuning bagi Kesehatan

KULINER

Siapa tidak mengenal labu kuning. Mungkin sebagian langsung teringat kolak labu atau puding labu. Labu kuning dengan tekstur lembut dan rasa manis alami, sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai masakan baik hidangan manis atau gurih. Menurut Nikki Indrawati (Plant Based dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik) selain rasanya yang enak ternyata labu kuning juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioxidan, vitamin A, C dan E, juga kaya akan serat dan rendah gula. Dari kandungan nutrisi tersebut apa Nikki Indrawati saja manfaat labu kuning? Yang pertama adalah untuk menurunkan berat badan, karena labu kuning rendah kalori dan tinggi serat sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Karenanya labu kuning baik dikonsumsi bagi yang sedang ingin menurunkan dan menjaga berat badan. Yang kedua, kandungan beta-karoten dalam labu menghasilkan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah radiasi dari sinar UV sehingga membantu menjaga agar tetap sehat dan awet muda. Yang ketiga, labu kuning kaya akan kalium yang membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu kandungan kalsium yang ada pada labu kuning juga membuat tulang dan gigi menjadi lebih sehat dan tumbuh dengan baik terutama pada anak-anak. Kandungan folat, karotenoid dan magnesium di dalam labu kuning sangat baik untuk kesehatan jantung. Yang terakhir, labu kuning juga bisa berfungsi sebagai makanan antiinflamasi yaitu pereda nyeri pada tubuh. Dengan begitu banyaknya manfaat yang terkandung dalam labu kuning, kata Nikki sayang rasanya untuk tidak memasukkan labu kuning sebagai bahan makanan wajib bagi keluarga. Kali ini ia menghadirkan cara pengolahan labu kuning yang lain

Kopi Mama Kota Sajian Favorit Alenia

foto instagram alenia coffee

Ale Sihasale dan Nia Zulkarnaen menikmati ikan bakar colo colo

Anda pernah ke Papua? Kalau belum, tidakkah Anda penasaran dengan kuliner khas Papua? Kalau yang sudah pernah kesana, tidakkah rindu dengan kuliner khas Papua? Untuk mengobati semua penasaran dan rindu akan kuliner khas Papua, datanglah ke Alenia Papua Coffee&Kitchen yang terletak di Kemang Raya No 66, Jakarta Selatan, milik pasangan artis Ale Sihasale dan Nia Zulkarnaen.

Tidak seperti makanan khas Nusantara lain, resto makanan khas masyarakat Papua relatif jarang. Tak terkecuali di Jakarta. Beruntung lah Ale yang besar di Papua, bersama istrinya Nia, terpinspirasi membangun resto yang khusus menyajikan kuliner khas masyarakat Papua mulai dari aneka makanan hingga kopi Papua yang sudah dikenal di mancanegara. “Alasan mendirikan resto ini, per-

9

dari biasanya. Labu kuning sebagai hidangan penutup spesial yang tidak hanya lezat bernutrisi. Labu kuning diolah dengan tambahan bahan-bahan bernutrisi tinggi lainnya seperti kurma, oat meal dan virgin coconut oil yang akan membuat hidangan ini menjadi lebih kaya lagi akan nutrisi. (Sri Ardhini)

Pai Labu tanpa Oven Isian Pai: 350gr labu kukus 150gr kacang mente (rendam semalam) 120ml gula palem cair atau madu 120ml virgin coconut oil100ml santan kental 1 sendok teh bubuk kayu manis Garam secukupnya Cara membuat: Blender semua bahan sampai rata dan halus Bahan kulit pai: 100 gr kelapa parut kering 120 gr oat meal 175 gr kurma tanpa biji (rendam 10 menit) Sejumput garam Cara membuat: Sangrai kelapa kering dan oat meal hingga wangi dan berwarna keemasan. Taruh semua bahan ke dalam food processor lalu proses hingga berbentuk adonan yang menggumpal. Olesi loyang api dengan minyak kelapa lalu pindahkan adonan ke dalam loyang dan ratakan Dinginkan didalam freezer kurang lebih 1 jam Lalu tuangkan isian pai dan taburi dengan toping sesuai keinginan Dinginkan kembali ke dalam freezer selama 6 jam atau semalaman Setelah isian pai mengeras keluarkan pai dari dalam loyang, kemudian tunggu 10 menit hingga pai tidak begitu keras untuk dipotong. Potong menurut selera dan siap untuk dinikmati Sisa pai bisa disimpan kembali di dalam freezer.

tama adalah karena kecintaan kami pada Papua. Kedua, karena ingin mengenalkan berbagai hal tentang Papua bahwa ternyata Papua itu bukan hanya luar biasa indah tapi juga memiliki banyak kuliner yang luar biasa,” ujar Nia. Untuk mempertahankan cita rasa kulinernya, sebagian besar bahan makanan didatangkan langsung dari Papua, seperti sagu dan ikan yang langsung didatangkan dari Biak, beras dari Merauke, dll. Sementara aneka kopi pun didatangkan dari berbagai daerah penghasil kopi di Papua. Resto yang didirikan sejak 2015 ini, ternyata cukup menarik minat para pemburu kuliner lezat. Awalnya banyak yang penasaran namun lalu kembali dan kembali lagi, bahkan menyebarkan kepada sesama temannya. Tak heran resto ini selalu ramai pengunjung. Ada banyak menu favorit pengunjung di Alenia, di antaranya adalah kopi khas Papua dan makanan tradisional papeda. “Salah satu yang digemari pengunjung adalah kopi susu ‘mama kota’. Kenapa namanya ‘mama kota’? Itu karena kalau anak-anak Papua mau ke Jakarta, mereka selalu bilang ‘Kita mau ke mama kota (Ibukota Jakarta) dulu’. Karena itu kopi ini dinamakan kopi mama kota,” ujar artis ngetop era 1980-1990-an ini. Sedang makanan berat yang digemari konsumen adalah papeda yang merupakan makanan tradisional masyarakat Papua. Untuk menikmati papeda, ada cara tersendiri. “Pertama adalah menuangkan kuah kuning di wadah agar ketika sagu dituangkan tidak lengket di piring. Setelah itu barulah mengambil papedanya

Salah satu favorit pengunjung iced coffie

Papeda

foto instagram alenia

dengan cara diputar dengan gata-gata, put di sendok atau langsung menyerusemacam sumpit. Kemudian ditaruh put di mangkuknya. “Yang membuat ikannya yang didatangkan langsung dari enak itu adalah kuah kuningnya,” Biak,” jelas Nia. tambah Ale, ak“Bagi yang suka tor yang juga jeruk maka bisa sutradara itu. ditambahkan Untuk dessedikit jeruk. sert, lanjut Nia, Atau yang suka yang favorit pedas, bisa ditdi antaranya ambah dengan adalah bubur rica buah,” ujar sagu kacang pemeran film merah dan pud‘Seputih Cinta ing sagu kenari. Melati’, ini. “Dua-dua nya Soal adalah dessert bagaimana cara khas Alenia. makannya, Ditempat lain menurut Nia, tidak ada,” tamada macambah Nia. Bubur macam. Bansagu kacang yak yang makan merah terbuat tanpa dikunyah dari sagu, sanalias langsung tan dan kacang foto instagram alenia coffe menyeruput. merah. (Diana Salah satu sudut alenia coffee Baik menyeruRuntu) yang instagramable


10

STYLE

Nyaman Sekaligus Keren

Tampil menarik setiap hari, kenapa tidak. Untuk itu, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, anggota IFC Denpasar menyuguhkan koleksinya yang siap pakai untuk aktivitas sehari-hari pada pagelaran “Bali Fashion Trend 2020”, Kamis (7/11) di Inaya Putri Bali, Nusa Dua.

K

arya yang diberi tema “ Kusukasuka” ini menggambarkan bagaimana wanita dengan gaya busana yang bebas namun tetap feminin dengan detil khas ala Dewi. Bahkan dengan balutan desain dari Dewi Fashion yang berbahan jeans, katun dan polo shirt ini, berhasil merefleksikan wanita bisa tampil lebih muda, cantik dan energik. Pilihan warna seperti blue navy, blue jeans, nude serta ungu, semakin menguatkan suasana hati yang riang dan ringan kala melangkah. Begitulah koleksi yang mudah dipadupadankan ini menjadikan wanita merasa nyaman sekaligus tetap keren. ( Sri Ardhini)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus mendorong dosen muda untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang doktor. Hal tersebut sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing lembaga maupun meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Merangsang itu, diselenggarakan program “Doktor Berbagi” di Gedung Seminar Umum (GSU) Undiksha, Selasa (12/11).

K

etua Lembaga Pengembangan Pe m b e l a j a r a n d a n Pe n j a m i n a n M u t u (LPPPM) Undiksha, Prof. Dr. AAIN. Marhaeni, M.A., yang membuka kegiatan tersebut mengatakan peningkatan kualitas diri menjadi kewajiban seluruh dosen, termasuk yang baru lolos CPNS. “Peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi salah satu cara untuk itu. Bapak Rektor mendorong ini, terutama yang lolos CPNS, harus bisa melanjutkan ke jenjang S-3,” tegasnya. Akademisi asal Klungkung ini menyebutkan untuk melanjutkan ke jenjang doktor, bisa dipersiapkan sejak dini. Termasuk juga cara untuk mendapatkan salah satunya bisa melalui beasiswa. “Ini bisa dipersiapkan sejak awal. Harus ditentukan di mana akan melanjutkan,” tegasnya. Melalui kegiatan

EDUKASI

“Doktor Berbagi” Sebarkan Aura Akademis

ini, diharapkan ada peningkatan pemahaman dosen muda akan pentingnya kualifikasi pendidikan. “Dengan S-3, akan bisa juga naik ke Lektor Kepala. Kalau masih S-2, tetap saja di Lektor. Jadi kualifikasi pendidikan ini penting untuk peningkatan karier juga, disamping dalam meningkatkan wawasan terkait disiplin ilmu,” ucapnya. Mengawali kegiatan tersebut, Prof. Marhaeni yang merupakan lulusan Doktor Universitas Negeri Jakarta tahun 2005 juga memberikan materi “Assessment in the 21st Century Learning”. Ketua Panitia Dr. I Putu Mas Dewantara, S.Pd.,M.Pd., mengatakan kegitan ini juga sebagai salah satu media untuk berbagai hasil riset dari para doktor di Undiksha maupun menyebarkan aura akademis dan memantik dosen untuk melanjutkan pendidikan. “Hasil akhirnya adalah dosen ini bisa lanjut studi. Kita ingin memantik itu melalui kegiatan ini,” katanya.

7

Kegiatan Doktor berbagi

Pada kegiatan tersebut, dihadirkan narasumber Dr. I Wayan Suja, M.Si., yang membawakan materi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Abad 21.

Ia merupakan lulusan Doktor Universitas Negeri Surabaya bidang Pendidikan Sains tahun 2018. Ada pula Dr. Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd., M.Pd.,

dengan materi Penilaian Berbasis HOTS dalam Pembelajaran Abad 21. Ia merupakan lulusan doktor Universitas Negeri Malang tahun 2018. (Wiwin Meliana)

Kota Denpasar Gelar Apel dan Ramah Tamah bersama Keluarga Pahlawan

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya…”, demikian cuplikan pesan Soekarno yang dibacakan saat pelaksanaan Apel

Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Kota Denpasar, Minggu (10/11) di Lapangan Lumintang Denpasar. Apel yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar, I GN Jaya Negara dan dihadiri diantaranya oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar, Ketua DPRD Denpasar,

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ko t a D e n p a s a r, ASN Kota Denpasar, pelajar dan para guru, pecalang hingga unsur TNI dan Polri tersebut diisi dengan lagu-lagu kebangsaan dan pembacaan puisi. Di penghujung acara dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis, santunan kematian kepada dua orang perwakila veteran juga penyerahan sembako kepada salah seorang perwakilan veteran, oleh Wakil Wali Kota Denpasar dan Ketua LVRI Kota Denpasar. Dalam pelaksanaan Apel tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar membacakan Amanat Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara, bahwa ‘Menjadi Pahlawan Masa Kini” sebagaimana tema peringatan kali ini, dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia dengan bentuk aksi nyata seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang mengganggu ketertiban, tidak menyebarkan hoax, dan kegiatan yang merugikan orang lain. Selain itu peringatan Hari Pahlawan juga diharapkan dapat menjadikan kita lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan

serta meningkatkan kesadaran untuk mencintai tanah air, salah satunya dengan menorehkan prestasi di berbagai bidang, bahkan hingga di kancah internasional. Sementara Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wiladja mengatakan selama revolusi fisik khususnya di Kota Denpasar terjadi beberapa kali pertempuran dengan korban jiwa hingga 70 orang. Para pejuang tersebut telah diabadikan di Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, dan beberapa orang diabadikan di Kota Denpasar dalam bentuk patung

serta tonggak sejarah. Dalam kesempatan tersebut Jro Wiladja juga berpesan agar generasi penerus mau bangkit, sebab perjuangan masih panjang untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga RI demi anak cucu tercinta. Selain itu, Jro Wiladja tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi kegiatan yang penuh suasana kekeluargaan. Usai pelaksanaan apel, juga digelar acara “Ramah Tamah bersama Veteran dan Keluarga Pahlawan”, di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Nampak Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara juga Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya berbaur dengan para veteran dan undangan. Sambil bercengkerama diantara para veteran dan keluarga pahlawan, mereka dihibur dengan pembacaan puisi Kapten Japa dan hiburan tembang kenangan. --ard


DARA

6

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Pemahaman Regulasi Harus Sama

Claudia Emmanuela Santoso

Penyanyi Asia Pertama Juara di Jerman

Claudia Emmanuela Santoso belum mampu menghilangkan astonishment berhasil memenangkan The Voice of Germany (TVOG) meski sepekan telah berlalu sejak penobatan kemenangannya. Di Jerman, nama gadis 19 tahun asal Cirebon ini sontak melejit seiring dengan tingginya rating tayangan The Voice of Germany di TV ProSiebenSat1. Bahkan video Audi, begitu namanya akrab disapa, saat sukses di blind audititon tercatat telah ditonton oleh 24 juta orang.

K

emenangan tersebut telah mengantar dirinya menjadi orang pertama di Asia yang berhasil ‘menjebol’ The Voice of Germany. Media Jerman menyebut tayangan TVOG musim kesembilan ini menyedot lebih banyak penonton dibanding tahun sebelumnya. Mereka mulai mengikutinya babak demi babak dan penonton semakin meningkat hingga grand final. Dan Audi—begitu sapaan akrab Claudia Emmanuela Santoso--- sepertinya begitu melekat di benak pemirsa TVOG. Mereka

keluarga dan teman-teman yang benar-benar mencintai aku dan mendukung tanpa syarat. Juga aku berterima kasih atas semua cinta dari Indonesia,” mahasiswi Universitas Ludwig Maximilian Munchen, Jerman, seraya menyebut rasa terima kasihnya yang mendalam pada The Voice of Germany yang telah memberinya kesempatan dan banyak pengalaman. Audi sendiri beberapa saat setelah kemenangannya langsung meluncurkan single perdananya berjudul ‘Goodbye’. Lagu indah ini sempat dinyanyikannya berduet

Foto: IG claudiaemmanuela

Claudia dan mentornya Alic begitu kagum dengan penampilan serta kekuatan suaranya dalam menyanyi. Tak heran kalau vote Audi selalu tinggi meninggalkan penyanyi lain. Disebutkan, kemenangan Audi bukan lagi sebuah kejutan melihat perjalanannya yang luar biasa di ajang TVOG. Bahkan sebelum grandfinal sepertinya permirsa telah memutuskan bahwa Claudia Emmanuela –lah pemenangnya. Itu terbukti dari hasil vote-nya yang menang telak di acara puncak event tersebut. Audi memenangkan vote 46,38 % sementara Erwin Kintop yang berada di tempat kedua, hanya memperoleh 17,36%. “Bagi aku perjalanan di Voice of Germany sungguh luar biasa dan penting bagi hidup aku. Aku merasa sangat diberkati dengan kemenangan ini. Terima kasih Tuhan, terima kasih para pendukungku semua,

dengan pelatihnya, Alice Merton, pada grand final. Menariknya, single yang diciptakan khusus oleh Alice untuk Audi ini, langsung populer di chart iTunes Indonesia juga beberapa negara di Eropa. Melihat perjalanan karier menyanyi Audi ini terasa luar biasa, apalagi mengingat dia sejak kecil sudah aktif ikut kompetisi menyanyi. Mulai dari usia 8 tahun, anak sulung dari dua bersaudara ini, telah berjuang dari kompetisi ke kompetisi. Dari Academy Fantasi Indosiar junior, Idola Cilik hingga Mamamia 2014. Hasilnya, relatif tidak ada sesuatu yang menonjol. Malah pada kompetisi Mamamia 2014 dia bukan hanya tersingkir tapi harus menerima kritik super pedas dari pedangdut Saipul Jamil yang menjadi juri kala itu. Kritik tajam Saipul yang menyebutnya ‘kaku dan seperti es batu’, tidak membuatnya

BULELENG

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng terus berupaya memacu dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa. Kali ini, Dinas PMD Buleleng melaksanakan kegiatan In House Training peningkatan kapasitas bagi personil kecamatan dan sejumlah staf pada Dinas PMD yang selama ini bertugas melakukan pembinaan dalam pengelolaan keuangan desa. In House Training yang diikuti oleh sebanyak 25 orang itu dilaksanakan di Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Jakarta, Rabu (13/11).

foto: deutschland de

sakit hati ataupun patah arang . Mental Audi yang kala itu baru berusia 14 tahun ternyata lumayan tangguh menghadapi ‘si lidah pedas’ Saipul Jamil. Sebaliknya itu justru makin melecut Audi untuk lebih giat lagi belajar dan berlatih. Kemenangan Audi ini menjadi kebanggaan Indonesia juga ‘kampung halamannya’ Cirebon. Karena setiap kali nama Claudia Emmanuela disebut di Jerman sana, maka selalu ada ‘embel-embel’ Indonesia dan Cirebon. “Kami bangga dengan capaian Audi. Karena dia bukan saja telah mengharumkan nama sekolahnya BPK Penabur tapi juga membuat Indonesia dan Cirebon makin mendunia,” kata Yohannes Subagyo, guru Audy di BPK Penabur Cirebon. PENDIDIKAN TETAP PRIORITAS UTAMA Setelah kemenangan ini, Audi yang telah setahun lebih menetap di Jerman untuk kuliah, akan memiliki banyak kesibukan khususnya dalam karier menyanyinya. Setidaknya mulai 6 Desember mendatang dia akan memulai tur konsernya keliling Jerman. Di sisi lain dia benar-benar harus membagi waktunya untuk kuliah. Selasa (12/11) lalu Audi mengikuti ujian akhir persiapan masuk jurusan seni musik. “Aku benar-benar bahagia dan tidak bisa berkata-kata. Masih tidak percaya bisa menang ‘The Voice of Germany’. Itu sangat berarti bagiku juga Alice (mentor). Kami telah bekerja keras berlatih. Aku sangat berterima kasih pada Alice,” kata Audi dalam sebuah wawancara. Menurut Audi, keluarganya datang ke Jerman untuk mendukungnya. Dan mereka (keluarga) juga terkejut karena dirinya bisa memenangkan TVOG. Hal ini karena mereka tahu beratnya persaingan di TVOG. “Ibuku memasak untukku sepanjang minggu, dan keluargaku tidak

percaya bahwa aku akan menjadi ‘The Voice of Germany,” ucap Audi pada wawancara tersebut. Mengutip t-online.de, Audi memaparkan tentang rencananya ke depan. Terkait kuliahnya, kata Audi, meski sibuk dengan kegiatan menyanyinya namun ia tetap meluangkan waktu untuk belajar. “Aku juga bekerja keras untuk kuliah ku karena itu adalah tujuan aku berada di sini (Jerman). Aku banyak belajar dalam setiap waktu dan kesempatan,” kata Audi yang kini dikontrak

oleh perusahaan rekaman UMG (Universal Music Group), sebuah perusahaan musik Amerika yang merupakan milik anak perusahaan konglomerat media asal Perancis, Vivendi. Setelah kemenangan tersebut, kesempatan Audi berkarier di dunia menyanyi di Jerman terbuka luas. Namun katanya, ia akan tetap memprioritaskan pendidikannya yang merupakan tujuan utamanya datang ke Jerman. ”Aku ingin bisa menyelesaikan studi aku terlebih dahulu,” kata dara kelahiran 27 Oktober 2000 ini. Tahun depan, katanya, ia berniat kembali ke Indonesia untuk mengunjungi keluarganya. “Tapi aku akan kembali lagi ke Jerman dan menetap untuk sementara waktu demi menyelesaikan studi juga karier aku,” tutur anak pertama pasangan Indra Gunawan SantosoChristin Gunawan, itu. Audi berharap pendidikannya dan kariernya di dunia menyanyi bisa berjalan seiring. Untuk itu ia akan bekerja keras. “Aku ingin karier yang hebat. Ingin menjadikan musik sebagai profesi aku dan mengenal lebih banyak orang. Aku ingin berada di panggung sebagai penyanyi juga artis. Aku juga tertarik menjadi pelatih vokal suatu hari nanti. Aku berharap semua rencana ini bisa berjalan baik. Semoga tahun depan aku bisa meluncurkan sebuah album,” papar Audi tentang rencana dan harapanharapannya ke depan.

Foto: IG claudiaemmanuela

(Diana Runtu)

K

epala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Buleleng I Gusti Ngurah Putu Mastika, S.STP mengungkapkan, kegiatan In House

Training ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur kecamatan yang selama ini secara aktif melakukan pendampingan, pembinaan, dan verifikasi administrasi keuangan desa, serta

melaksanakan evaluasi APBDes. Menurutnya, staf pada kecamatan yang selama ini diberikan tugas berat untuk melakukan evaluasi APBDes, perlu diberikan update pengetahuan terhadap materi peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa, terutama Permendagri Nomor 20 Tahun 2018. “Sehingga teman-teman di kecamatan memiliki kapasitas atau kemampuan yang baik dalam melakukan evaluasi APBDes setiap tahun,” kata Mastika. Diakuinya, kendala teknis dalam pengelolaan keuangan desa masih ditemui. Namun demikian, Mastika menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi itu relatif masih bisa diatasi di tingkat desa. Sehingga, secara umum pengelolaan keuangan desa di Buleleng sudah berjalan cukup baik. Selama ini staf pada kecamatan sering kali berbeda persepsi dalam menerjemahkan peraturan. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan pemahaman dalam hal teknis pengelolaan keuangan desa. Dengan demikian, Pemerintah Desa akan memperoleh pendampingan dan informasi yang benar terhadap pengelolaan keuangan desa, baik yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan desa. “Kami berharap teman-teman di kecamatan yang secara langsung melakukan pendampingan dan melakukan evaluasi APBDes dapat

11

In House Training di Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Jakarta.

memiliki kemampuan dan kapasitas yang lebih baik lagi. Sehingga dalam mengevaluasi APBDes sesuai dengan regulasi, dan tidak ada penyimpangan,” harap alumni STPDN ini. Sementara itu, Kasi Perencanaan dan Anggaran pada Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Sandra, SP, M.Si memberikan apresiasi kepada Dinas PMD Buleleng yang menginiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Buleleng dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa. Aparatur kecamatan yang juga seb-

agai evaluator APBDes perlu diberikan peningkatan kapasitas utamanya dalam memahami regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa. Selama ini, lanjut Sandra, masih banyak terjadi perbedaan persepsi dalam memahami regulasi. Terlebih, dalam pengelolaan keuangan desa ada banyak peraturan menteri terkait yang mengatur. “Harapan saya, apa yang diperoleh hari ini bisa diaplikasikan di daerah. Mudah-mudahan juga kita sudah mempunyai pemahaman yang sama terhadap regulasi,” tutupnya. (Wiwinj Meliana)

Kembangkan Potensi Desa Tembok

Dewa Komang Yudi menunjukkan beberapa olahan produk dari BumDesa Giri Artha Desa Tembok

Kucuran dana desa yang digulirkan oleh pemerintah pusat tentu harus mendapat pertanggungjawaban penuh dari aparat desa. Diharapkan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit itu mampu membangun desa dan menyejahterakan masyarakatnya. Hal tersebut juga dilakukan oleh Dewa Komang Yudi Astara, Prebekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Menurut Dewa Yudi ada beberapa hal yang menjadi permasalahan di desa yang berada di ujung timur Kabupaten Buleleng itu. Melalui pemanfaatan dana desa, pihaknya mulai secara bertahap memperbaiki kehidupan masyarakat diberbagai lini kehidupan. Salah satunya permasalahan air bersih. Berada di wilayah yang kering dan tofografi perbukitan, membuat masyarakat desa Tembok kesulitan air di beberapa dusun yang berada

di perbukitan. Untuk mengatasinya, dibangun sumur bor agar air dapat dijangkau oleh masyarakat yang tinggal di dataran yang lebih tinggi. “Di sini tidak ada air permukaan, sehingga kalau mau menaikkan air harus dibor dan kalau menggunakan listrik itu biayanya tidak sedikit,” jelasnya. Demi menghemat biaya, pihaknya memasang solar panel untuk mengubah energi cahaya menjadi listrik. “Airnya gratis, energinya gratis sehingga masyarakat dapat membayar dengan biaya yang lebih murah,” tambahnya. Selain permasalahan air, permasalahan pendidikan juga menjadi fokus pemerintahannya saat ini. Angka partisipasi pendidikan yang rendah tidak dapat ditampik, tentu permasalahan ekonomilah yang menjadi faktor utama. Pihaknya mengatakan anak-anak di desanya kesulitan untuk

melanjutkan sekotujuan agar buah lah karena terkini dapat dinikmati endala beberapa meskipun sedang hal di antaranya tidak bermusim,” jarak sekolah SMP ungkapnya. dan SMA yang jauh Jambu air juga sedangkan angkumenjadi salah satu tan umum sejak buah yang diolah 2012 sudah jarang menjadi produk melintas di daerah unik yang memitersebut. liki nilai jual tinggi. Mengatasi hal Biasanya jambu air ini pihaknya telah digunakan sebagai menyediakan bus pakan ternak sapi sekolah yang dapat masyarakat setemdimanfaatkan oleh pat, tetapi melalui Beberapa olahan produk dari BumDesa Giri Artha Desa Tembok siswa secara graBumdes Giri Artha, tis. “Pemberian beasiswa juga kami sehingga masyarakat dapat berobat biji jambu air diolah menjadi mete berikan melalui CSR, bahkan kami dengan harga murah,” jelasnya. yang dikemas dengan menarik sebagai Di samping mengatasi segala per- oleh-oleh sedangkan buahnya diolah lakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk memberikan kes- masalahan yang ada di desa, lulusan menjadi abon. “Sebagai perkenalan empatan magang terhadap anak-anak STP Bali ini juga sedang mengembang- kami jual dengan harga Rp 27.500 dan kami sehingga ketika mereka telah kan potensi-potensi yang dimiliki desa sudah dipasarkan di beberapa wilayah berpengalaman bisa langsung diserap melalui BumDesa Giri Artha. Mangga di Bali,” jelasnya. sebagai tenaga kerja di perusahaan- dan mete misalnya diolah menjadi Beberapa produk olahan dari perusahaan yang berkembang di desa produk yang memiliki nilai ekonomis Bumdes Giri Artha di antaranya juga tinggi. Desa Tembok memiliki potensi ada olahan pohon rotan yang diolah ini,” jelasnya. Kesehatan dan penuntasan warga mangga harum manis yang berlimpah, menjadi berbagai kerajinan ingka, miskin juga menjadi prioritas kerjan- hanya saja ketika panen raya buah gula semut dan tuak. Kemudian ya. Di tahun 2019, sebanyak 95 unit ini mengalami harga anjlok. Untuk untuk potensi kelapa diolah menjadi rumah telah dibangun untuk program mengatasi masalah itu, pihaknya akan fresh coconut water, selai kelapa dan rumah layak huni dari target 120 unit. mengola mangga ini untuk diekstrak Virgin Coconut Oil. “Bagaimana Pembangunan klinik dan penyediaan dan di-freezer sehingga tahan hingga nanti ke depan kami berdayakan ambulance juga dilakukan untuk dua tahun. “Kami sudah lakukan masyarakat dan potensi yang ada menjamin kesehatan warganya. “Di penelitian, rasanya sama sekali tidak di desa sehingga menjadi produk sini kan agak jauh dengan fasilitas ke- berubah asalkan tidak ada udara yang unggulan yang diperlukan pasar,” sehatan sehingga kami bangun klinik masuk dan dibekukan. Hal ini ber- pungkasnya. (Wiwin Meliana)


BUMI GORA

12

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Pengembangan Pulau Dangar Ramah Lingkungan

Investasi PAUD Lebih Efektif Pendidikan anak melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) penting untuk diperhatikan. Hal ini disampaikan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc., ketika melakukan kunjungan TP-PKK Provinsi NTB di Kota Bima dan Dompu minggu lalu. Oleh sebab itulah sejauh ini seluruh pengurus dan anggota TP-PKK seNTB sangat memperhatikan pendidikan anak melalui PAUD. “Pokja PKK sangat memperhatikan masalah PAUD, kita tahu bahwa ada generasi yang akan menggantikan kita kelak. Mereka sekarang ini masih di PAUD,” kata Niken dalam acara tersebut. Menyampaikan sebuah hasil penelitian yang membuktikan bahwa investasi pendidikan pada usia dini jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendidikan usia yang selanjutnya, Niken berharap generasi masa depan NTB adalah tumbuh gemilang jika pendidikan sudah diberikan sejak dini. “Jadi, kita mendidik anak mulai dari PAUD dengan benar, Insya Allah di situlah kita sedang menyiapkan manusia-manusia baru yang jauh lebih baik daripada kita, yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujar Niken yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan mayoritas anggotanya tidak pernah mendapat pendidikan PAUD. Oleh karena itu, ia selalu mendorong orangtua yang memiliki anak agar memberikan pendidikan tingkat PAUD. Selain pendidikan, makanan tambahan berupa menu-menu yang bergizi dan berprotein tinggi, juga pwrlu diperhatikan agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Selain ini perhatian terhadap anak juga harus benar-benar diberikan guna bisa mendeteksi apakah anak menderita stunting atau tidak. “Anak-anak juga harus dilihat kondisinya, apakah ada yang stunting, apakah ada yang bermasalah dengan perkembangannya. Dan juga yang penting adalah bahwa di PAUD lah kita juga memastikan untuk memberikan makanan tambahan bagi anak,” ujar Niken. Ia meminta kelompok kerja PKK yang bertugas untuk mencari menumenu yang menarik bagi anak-anak, yang tentu saja memiliki gizi serta protein tinggi. “Kita galakkan lagi konsumsi ikan untuk anak-anak kita, karena gizi yang terdapat pada ikan sangat baik untuk anak-anak. Nanti PMT (Pemenuhan Makanan Tambahan) untuk ibu-ibu PKK harus tau menu-menu ikan yang menarik,” tuturnya. Pada kesempatan ini juga Ketua TP-PKK Kota Bima, Hj. Ellya H. M. Lutfi menyampaikan , PKK Kota Bima juga mendorong seluruh anggotanya untuk mendukung segala bentuk program pemerintah, utamanya program unggulan. “PKK Kota Bima sekarang memproritaskan perhatian pada stunting dan Zero Waste serta PAUD berkualitas melalu program PAUD holistik,” kata Ellya. Sementara itu, Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan ini, ia berharap aktivitas dari PKK terus ditingkatkan. Karena PKK membantu tugas seluruh stakeholder pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Naniek I. Taufan)

Empat investor dari Malaysia yang dipimpin oleh Datuk Rizal, sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) yang sebelumnya telah melakukan penjajakan terkait potensi investasi di NTB, hadir dalam kegiatan launching pabrik pakan dan investasi lainnya di kawasan Science Techology Industrial Park (STIP) Banyumulek, minggu lalu.

W

akil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang meluncurkan program ini menyambut gembira kegiatan peluncuran pabrik pakan di NTB itu. Sebab hal ini sejalan dengan program industrialisasi yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Selain pabrik pakan, Rohmi juga menyambut baik pengembangan Pulau Dangar di Pulau Sumbawa oleh investor Malaysia menjadi kawasan wisata berkelas dunia. Ia menilai bahwa konsep pengembangan Pulau Dangar yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosisten alam yang sudah ada saat ini. Menurutnya hal ini juga sejalan dengan apa yang menjadi konsen pemerintah membangun dunia investasi yang ramah lingkungan.

Untuk itu Rohmi meminta jajaran pemerintah, baik provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat NTB untuk selalu ramah dan mempermudah segala urusan terkait dengan investasi. Dengan demikian maka investasi lainnya akan segera terbangun di NTB. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk mempermudah investasi di NTB, selama muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Sementara itu Wakil Khas DPIM, Datuk Sri Mohd Rizal mengatakan, pembangunan pabrik pakan dan pengembangan Pulau Dangar di Sumbawa merupakan

pembuktian terhadap komitmennya untuk melakukan investasi di NTB. Ia mengungkapkan dalam proses penjajakan investasi di NTB, cukup banyak rekan bisnisnya yang pesimis karena permasalahan rumitnya administrasi di Indonesia. “Dengan investasi ini kami buktikan bahwa pemerintah NTB sangat ramah dan bersahabat dengan investasi,” ungkapnya. Datuk Rizal mengungkapkan, konsep pembangunan yang akan dilakukan di NTB adalah ramah lingkungan. Untuk area pabrik pakan di STIP seluas 4 hektare, groundbreaking dilakukan pada bulan Desember mendatang bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTB. Daya produksi pabrik pakan sebesar 16.000 ton per tahun untuk kebutuhan lokal. Peningkatan kapasitas produksi akan sejalan dengan permintaan pasar. Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku dan pekerja, ia mengungkapkan bahwa 60 persen bahan baku adalah hasil dari komoditas daerah di NTB. Namun ke depan ia berharap bahan baku benar-benar 100 persen dihasilkan di NTB. Untuk tenaga kerja, 100 persen adalah dari NTB. Sementara untuk nilai investasi pembangunan pabrik pakan, ia memperkirakan memakan biaya sekitar Rp 60 miliar. Belum termasuk investasi lainnya, seperti pembangunan Pabrik Kanal Baja dan Rumah Tahan Gempa. “Komitmen kami ke depan, jika pemerintah terus memberikan kemudahankemudahan dalam pengurusan administrasi, maka dia optimis akan banyak investor Malaysia yang akan tertarik berinvestasi di NTB,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019 Sudah 11 bulan artis Gisella Anastasia hidup sebagai single parent sejak perceraiannya dengan aktor Gading Marten pada Januari 2019. Selama itu banyak terjadi hal-hal yang diluar perkiraan Gisel, begitu namanya akrab disapa. Salah satunya terkait respon anak terhadap perceraian orangtuanya.

BUNDA ANANDA

Pancing Anak untuk Mau Bicara

Agustina dalam film ‘Loundry Show’, ia menjelaskan, sekarang rumah mama dan papa sudah pisah. Rumahnya ada dua. “Nanti Gempi bisa tinggal gantigantian. Bisa di sana atau di sini. Karena rumahnya ada banyak, ada dua. Dia ari pernikahan Gisel dan kan belum mengerti, jadi kelihatannya Gading, lahir seorang dia senang saja. Habis nanya gitu, trus anak perempuan, Gem- dia main lagi. Nggak kelihatan sedih,” ujar Gisel. pita Nora Marten Namun, tambahnya, (Gempi), yang kini berulama kelamaan sepermur 4 tahun 10 bulan. tinya Gempi mulai Beruntungnya, kata merasakan hal yang Gisel, sejak awal ia berbeda. Seperti menerapkan kokenapa liburan munikasi dalam yang biasanya konsep pengasubertiga hanya han Gempi. “Aku berdua, misalnya mengomunikasidia hanya sama kan apapun denmamanya atau gan Gempi. Tenhanya sama papatunya dengan banya. Hal itu memang hasa sederhana yang belum dia tanyakan, mudah dimengerti Gading dan Gempi anak-anak. Itu sudah aku foto instagram gading tapi kalau soal tidur bertiga pernah disebut Gempi. biasakan sejak Gempi masih Dalam tayangan channel Ussy kecil sekali. Aku ajak ngomong. Dan Gempi adalah anak yang cerdas dan Sulistiawaty-Andhika, Gisel juga sempat kritis. Dia akan bertanya apa saja dan menceritakan hal tersebut. Betapa hatbaru akan diam ketika –sepertinya—dia inya sedih mendengar anaknya meminta sudah mengerti apa yang dimaksudnya,” pada Gading, papanya, agar setelah seungkap runner up Indonesian Idol lesai syuting pulang ke rumah dan tidur dengannya serta mamanya. Mendengar 2008 ini. Termasuk, tutur Gisel, soal percerai- omongan Gempi itu, baik dirinya mauannya dengan Gading Marten, papanya. pun Gading, tak mampu berkata-kata. Sebagai anak yang meski masih kecil “Sebagai orangtua aku rasanya sedih tentunya dia merasakan ada hal yang banget. Ya sudah akhirnya kita (Giseljanggal karena biasanya di rumah ada Gading) jawab, ‘Iya iya’,” ucap Gisel. Menurut Gisel, meski dirinya dan mama-papa juga dia, namun kini tinggal berdua. Kalau tidur, dia hanya berdua Gading bercerai, namun mereka fokus mamanya, padahal biasanya bertiga pada pengasuhan anak, melimpahkan kasih sayang penuh kepada Gempi. dengan papanya. Hal-hal seperti ini, kata Gisel, ti- Namun begitu, katanya, ada hal-hal dak ingin dibiarkannya. Dia tidak tertentu yang akhirnya pada satu titik ingin Gempi kebingungan dan hanya Gempi pun mempertanyakan. Dan itu bertanya-tanya dalam hati. Dia juga memang tidak mudah menjawabnya, tak ingin mendiamkan permasalahan kata Gisel. Setelah kejadian itu, Gisel merasa itu yang pada akhirnya bisa berdampak tidak baik. “Makanya, hal ini aku punya beban untuk meng-clear-kan komunikasikan juga dengan Gempi. masalah tersebut pada Gempi. Dia Meskipun masih kecil, hampir 5 tahun, khawatir Gempi memendam sesuatu. namun aku memperlakukannya (dalam “Jadi habis itu aku tanya ke Gempi, kehal komunikasi) sama seperti orang napa dia ngomong pengen bobo sama dewasa. Tentunya dengan bahasa yang mama-papa. Aku bilang, ‘Gempi bingung ya kenapa kita nggak pernah bobo simple,” ujarnya. Kepada Gempi, kata pemeran bareng lagi?’ Jawab Gempi, iya. Aku memang harus memancing Gempi untuk bicara. Karena kan anak kecil punya kesulitan untuk mengungkapkan apa yang dirasanya. Dan ternyata, dia mengiyakan,” tutur Gisel. Mungkin, kata Gisel, kalau orangtua yang tidak terlalu memperhatikan anak, akan berpikir, ya sudah nanti saja menjelaskannya ke anak. Tapi dirinya tidak demikian. “Aku merasa berbeban untuk menjelaskan ke anak tentang yang sebenarnya. Aku berusaha menjelaskan apa adanya dengan bahasa yang simple,” tuturnya. Kepada Gempi, Gisel menjelaskan bahwa mereka sudah tidak bisa tidur bareng seperti dulu karena sekarang sudah tinggal terpisah, Gempi habis latihan balet

D

5

sendiri-sendiri. “Jadi bobo-nya sendirisendiri juga. Gantian. Gempi bisa bobo sama mama, lain kali bisa bobo sama papa. Tapi sudah tidak bisa bobo bareng lagi. Tapi kalau main bareng, masih bisa. Trus aku tambahin, bilang, Gempi juga kan nanti kalau sudah besar bobonya sendiri. Tidak bobo sama mama atau papa lagi. Tapi kita masih bisa kok main bareng bertiga. Gempi jangan khawatir, ini cuma karena lagi sibuk aja, jadi nggak bisa bareng,” ungkap Gisel panjanglebar. Sambil menjelaskan mata Gisel berkaca-kaca menahan tangis. KUNCINYA KOMUNIKASI Bagi Gisel, menghadapi Gempi dan segala pertanyaannya terkait kedua orangtuanya, justru menjadi hal terberat dalam melakoni posisinya sebagai single parent. “Dengar anak ngomong begitu hatiku terasa hancur, sedih banget. Susah digambarkan,” ujarnya. Setelah mengalami itu, ujar Gisel, dirinya merasa ternyata bercerai itu tidak enak. Banyak hal-hal yang terjadi diluar perkiraannya. Dulu dia sempat merasa pasti bisa menghadapi berbagai masalah sebagai dampak dari perceraian. “Ya memang bisa dihadapi tapi hati ini banyak patah-patah,” ungkapnya. Di luar permasalahan tersebut, kata Gisel, menjadi single parent tidak memberatkannya. Dalam hal financial pun

Gisella - Gading - Gempi

tidak ada masalah karena pekerjaannya berjalan baik. Soal pengasuhan Gempi pun, ujar Gisel, masih biasa saja sama seperti para ibu lainnya, dirinya pun melakukan trial-error. “Jadi kalau penanganan kurang tepat, ya aku coba cara lain. Setiap parent kan punya cara sendiri dalam menangani anak. Cuma kalau aku selalu menekankan, kepada anak itu harus apa adanya, jangan bohong. Kuncinya ya komunikasi,” ucapnya. Dirinya juga mengajarkan anak soal kedisiplinan dan lain-lain termasuk menegur bila melakukan kesalahan. “Cuma kan namanya anak kecil, itu harus terus diulang-ulang. Kalau tadinya dia tidak

foto instagram gisella

mengerti, lama lama dia akan paham maksudnya,” ucap pemeran Casandra dalam film ‘Susah Sinyal’, ini. Gisel mengaku, meskipun sangat sibuk dengan berbagai kegiatannya di luar rumah, namun ia selalu menyisihkan waktunya untuk bermain dengan anak kesayangannya itu. “Kadang meskipun kita merasa cape banget habis kerja, namun tetap menyempatkan diri untuk bermain dengan Gempi. Atau membawanya ke taman bermain. Meski cape, pegel, tapi kalau sama anak tuh menyenangkan lho. Ada kepuasan tersendiri. Apalagi kalau dia datang terus memeluk kita, rasanya hu..hu..hu,” kata Gisel yang selalu tampak ceria itu. (Diana Runtu)

Mendongeng Lima Menit

DONGENG UNTUK PRESIDEN

Bagus Lonto, seorang anak laki-laki yang rajin membantu ayahnya. Setiap hari ia mencarikan batang dan daun-daunan untuk tiga ekor kambing dan dua ekor sapi ayahnya. Setelah tugas itu selesai, ia dibebaskan bergabung dengan temantemannya untuk bermain. Malam hari, menjelang tidur sang ayah membekali Bagus Lonto dengan dongeng-dongeng yang menarik. Keesokan paginya, anak laki itu mengingat kembali dongeng ayahnya, lalu mencatat judulnya. Semua judul dongeng itu disimpan dalam sebuah kantong kain yang digantung di dinding kamarnya. Judul-judul itu misalnya : Bawang Merah Bawang Putih, Pangeran Cicing Gudig, Malin Kundang, Sangkuriang, Jembatam Kera, Cinderella, Tukang Tenun, Harga Seekor Kucing, dan lain-lainnya. Setelah lulus SMA ia harus merantau ke kota. Hasil ujiannya sangat meyakinkan, sehingga ia berhak mendapat beasiswa. Ia tidak lagi mendengarkan dongeng dan menyimak ayahnya mabebasan, tetapi sibuk dengan kuliah mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Singkat cerita, ia lulus sarjana, lalu terjun ke dunia politik. Setelah beberapa tahun menjadi anggota parlemen, ia mengajukan diri mengikuti pemilihan presiden. Namanya terkenal, bukan karena ambisi pribadinya, tetapi karena dorongan teman-teman seperjuangannya. Sungguh, ia dianggap teladan masyarakat yang sedang galak-galaknya menuju kemajuan. Tanpa usaha yang berat, ia berhasil dengan gemilang menjadi pemenang pemilihan presiden. Walaupun ia sudah menjadi orang nomor satu, ia tak pernah lupa akan kampung halamannya yang jauh dari ibukota. Demikian pula walaupun orang tuanya sudah tiada, sekalisekali ia menyambangi kampung berta rumah kelahirannya. Suatu ketika, ia ingin sekali berlibur di kampungnya. Ia

memanggil sopir pribadinya, si Teguh untuk mengantarnya ke kampung. Penduduk terheran-heran, sebab untuk pertama kali melihat presiden tanpa kawalan yang resmi. “Teguh!” Demikian katanya kepada sopirnya. “Kamu tidur di kamar tidurku waktu kecil. Aku tidur di sebelah kamar tamu.” Nah, pada malam itulah ada peristiwa menarik. Sedang asyiknya Bags Lonto ngobrol kangin-kauh dengan temantemannya masa kecil, si Teguh bermimpi aneh. Ia mendengar obrolan panas tokoh-tokoh dongeng yang bersemayam di kantong kain yang tergantung di dinding. “Bagus Lonto melupakan bekal tidurnya. Ia mengkhianati tokoh-tokoh idola masa kecil.” “Benar sekali, benar sekali!” jawab yang lain. “Besok, tepat jam 11.15, ia akan kembali ke ibukota. Ketika mobilnya melintas di atas jembatan, kita robohkan jembatan itu!” “Benar sekali, benar sekali!” Syahdan, keesokan harinya, si Teguh mendadak menjadi pendiam. Ia berusaha mengakali agar Bapak Presiden berangkat sebelum pukul 11.15. Usahanya berhasil. Mobil yang mengangkut presiden itu berangkat pukul 11 lewat 14 menit lewat 10 detik. Kecepatan mobil itu lebih cepat dari biasanya. Ketika melewati jembatan, terdengar suara berderak-derak. Presiden menyuruh menghentikan mobil, lalu menoleh ke belakang. Tampak jembatan itu berayunayun lalu mencebur ke sungai. Barulah sang sopir membuka suara. “Bapak Presiden! Tadi malam saya bermimpi. Dari kantung kain yang tergantung di dinding terdengar pembicaraan. Katanya Bapak Presiden mengkhianati tokoh-tokoh dongeng yang bapak simpan di kantung itu.” Presiden Bagus Lonto terdiam. Ia menarik tangan sopirnya lalu mengajaknya kembali ke rumah. Setiba di rumah, ia mengambil kantung dongeng yang tergantung. Masih utuh. Ia cium judul-judul dongeng itu satu persatu.


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Elly Widiani

Tantangannya Menyamakan Persepsi

Mulai 1 Januari 2020, iuran BPJS kesehatan naik hingga dua kali lipat. Penyesuaian tarif ini dilakukan sebagai stimulus agar lembaga tersebut dapat terus berjalan melayani masyarakat yang membutuhkan fasilitas kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS cabang Singaraja Elly Widiani, Selasa (12/11). Lebih jauh Elly Widiani mengatakan bahwa penyesuaian tarif iuran dilakukan untuk menyelamatkan sistem jaminan sosial tetap sustain. Tarif awal BPJS ungkap Elly dirasa harus disesuaikan untuk mengurangi pembengkakan subsidi yang dilakukan oleh pemerintah sehingga defisit tidak semakin meluas. “Biaya layanan semakin hari semakin mahal dan meningkat tidak sebanding dengan iuran yang ditetapkan,” jelasnya. Pihaknya juga mengatakan bahwa untuk mempersempit defisit lembaga maka perlu dilakukan penyesuaian iuran, mengurangi benefit atau tindakan medis, dan memberikan dana talangan dari pemerintah untuk lembaga. Elly menegaskan kenaikan iuran

konsep sharing gotong royong, dan regulasi yang mengatur bahwa seluruh penduduk wajib menjadi peserta BPJS,” jelasnya. Di Buleleng saat ini ada sekitar 29 ribu jiwa yang masih menungBPJS secara tidak langsung akan gak iuran dengan jumlah lebih dari dibarengi dengan kualitas pelay- Rp 18 miliar dari 58 ribu peserta anan. “Kalau pembayaran terha- BPJS. Keterlambatan pembayaran dap rumah sakit dilakukan tepat ini didominasi oleh peserta dari waktu dan masyarakat juga tidak kelas 1 sebanyak Rp 9 miliar, kelas ada menunggak iuran pasti ini akan 2 Rp 6 miliar dan Rp 2 miliar dari dibarengi dengan kualitas pening- kelas 3. “Kami sudah bentuk kader katan pelayanan, “imbuhnya. JKN di tiga kecamatan masingDisinggung masalah kepeser- masing di Buleleng, Busungbiu taan, Elly mengaku bahwa Kabu- dan Sawan. Nantinya kader ini paten Buleleng patut berbangga yang akan mendatangi masyarakat karena menjadi salah satu kabu- yang menunggak dan mengingatkan paten yang memiliki tingkat caku- agar tidak lupa untuk melakukan pan kepersertaan hingga 96,67 % pembayaran,” imbuh perempuan dari target 95%. Ini berarti masih berparas cantik ini. ada sekitar 3% yang belum menSebagai duta BPJS Kesehatan, jadi anggota atau sekitar 29.124 Elly mengatakan banyak suka jiwa. “Ke depan kami ingin se- duka yang telah dilalui. Akan tetapi ratus persen masyrakata menjadi dapat berkontribusi secara langanggota BPJS karena beberapa sung dalam kegiatan sosial untuk hal manfaat menjadi anggota sep- masyarakat menjadi hal yang tidak erti mendapat proteksi kesehatan, ternilai. “Kebanggaan bagi kami

bisa mendampingi masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan dan kami selalu siap dengan mobilisasi-mobilisasi di seluruh Indonesia,” akuinya. Selama menjadi duta BPJS Kesehatan, tantangan terberat adalah menyamakan persepsi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi anggota BPJS. Beberapa masyarakat sudah paham dengan manfaat menjadi peserta BPJS, tetapi sebagian masyarakat yang apriori dan merasa pesimis dengan lembaga ini. “Bahkan ada masyarakat yang ikut tetapi hanya untuk memanfaatkan.

Salam Senyum Membahas tentang bahasa layanan di tulisan saya sebelumnya sangatlah menarik. Pertanyaannya sekarang, “Bagaimana agar bahasa layanan yang tercipta dapat dilakukan secara konsisten oleh para pelaku layanan?” Banyak hal yang dapat dilakukan, Namun ada tiga hal penting yang sangat mudah untuk diaplikasikan langsung pada perusahaan/instansi yang berorientasi pada layanan. Yang pertama dilakukan adalah, ‘diucapkan’, yang kedua ‘dituliskan’, dan yang ketiga adalah ‘diingatkan’ . Kita akan bahas satu persatu. Yang pertama “diucapkan”. Hal ini dapat dilakukan dengan mewajibkan para pelaku layanan untuk mengucapkan bahasa layanan

saat breafing pagi, atau breafing pergantian shift. Dan biasanya hal ini dilakukan dengan gerakan tubuh yang bersemangat. Kata pakar komunikasi, apa yang diucapkan yang dibarengi dengan gerakan, akan membuat pesan yang tersampaikan akan jauh lebih mudah. Diucapkan di sini juga dapat berupa yel-yel. Dimana penciptaan yel-yel dapat dilakukan dengan cara dikompetisikan antar kelompok di perusahaan tersebut. Selanjutnya dipilih salah satu pemenang yang yel-yelnya paling sesuai dengan visi misi perusahaan, paling bersemangat, dan paling kompak tampilannya. Yel-yel pemenang inilah yang akan dipakai untuk sehari hari sebagai penyemangat untuk membahasakan bahasa layanan yang dilaku-

layanan dalam pelaksanaan sehari hari. Termasuk memberi motivasi dan semangat kepada tim untuk selalu melakukan yang terbaik dalam layanan. Peran Change Agent dalam hal ini juga agar dapat memberi contoh, sebagai role model bagi tim, dan tentu dilakukan dengan konsisten setiap harinya. Para Change Agent juga dapat memberikan target pengucapan bahasa layanan dalam sehari. Misalnya setiap pelaku layanan minimal mengucapkan 10x bahasa layanan dalam sehari. Atau target-target menantang lainnya. Bukankah bahasa layanan dalam sebuah instansi/perusahaan dapat lebih dari 1 bahasa layanan. Bisa 1, atau 2, bahkan lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan/ instansi tersebut. Setelah ketiga hal ini dilakukan, langkah awal apalagi yang dapat membuat layanan menuju zero complain ? Tunggu tulisan

Arvila Delitriana

13

Arsitek Perempuan Perancang Jembatan Lengkung Tak lama lagi Jakarta memiliki ikon baru. Yakni, jembatan lengkung bentang panjang ruas Kuningan. Persisnya terletak di persimpangan Jl HR Rasuna Said dan Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Jembatan ini bukan jembatan biasa. Bukan hanya karena jembatan ini melayang di atas flyover namun bentuknya yang melengkunglah yang membuat jembatan tersebut tampak menakjubkan.

LRT jembatan kuningan instagram jokowi

Elly Widiani

Ke depan banyak pihak yang harus duduk bersama untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

“Langkah Awal Menuju Zero Complain“ #4 kan oleh seluruh pelaku layanan di perusahaan tersebut. Hal kedua yang dilakukan adalah “dituliskan”. Yang dimaksud dengan dituliskan adalah dengan menempelkan tulisan bahasa layanan tersebut pada tempat-tempat yang strategis. Seumpama, di pintu masuk/keluar ruangan, di meja kerja, di layar monitor, di dekat meja telepon, dan lain lain. Penulisan dibuat semenarik mungkin dengan desain poster yang kekinian. Sehingga orang akan tertarik untuk melihatnya setiap waktu. Dan hal ketiga yang mesti dilakukan agar bahasa layanan dapat menjadi kebiasaan/habit bagi para karyawan untuk mengucapkan dan melakukannya adalah dengan ‘diingatkan’. Diingatkan ini dapat dilakukan dengan membentuk tim Change Agent. Change Agent bertugas utama untuk memonitor, menilai, bahkan menegur para pelaku

METROPOLITAN

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

saya berikutnya (bersambung). Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A la Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani IG@sri_sumahardani Srisumahardani 3sp@gmail.com

Perancang jembatang lengkung Arvilla Delitriana

Melayang di atas flyover kuningan

“S

udah melayang di atas flyover, melengkung pula di ketinggian. Begitulah rumitnya pekerjaan jembatan bentang panjang untuk LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan ini,” tulis Presiden Jokowi diakun instagramnya. Konstruksi ini, papar Jokowi, membentang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dan menggunakan material seberat 9.688,8 ton atau setara dengan lebih tiga kali berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Besi yang digunakan sejumlah 2.929,7 ton atau setaran dengan lebih lima kali berat pesat Airbus A-380. Tak kalah menariknya, ternyata di balik keindahan dan keunikan jembatan lengkung bentang panjang ruas Kuningan itu adalah sosok perempuan. Dia adalah Arvilla Delitriana, seorang insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung yang mendesain jembatan tersebut. Dina, begitu namanya akrab disapa, mencuat seiring dengan viralnya penampakan jembatan pada proyek kereta api ringan atau LRT (light rail transit) yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

foto PUPR

“Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin. Selamat kepada PT Adhi Karya Tbk. Selamat kepada Ibu Dina,” kata Jokowi. Pujian kepada Dina juga datang dari para menteri yang hadir dalam acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan. Menurut Dirut Adhi Karya, Budi Harto, karya Dina ini telah menyisihkan tiga rancangan konsultan dari Perancis. “Akhirnya srikandi Indonesia Ibu Dina yang kita pilih,” kata Budi Harto. Selain Jembatan Lengkung Bentang Panjang ini, Dina juga lah yang merancang Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta, Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Provinsi Riau dan Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, serta Jembatan Perawang di Provinsi Riau. Prestasi Dina ini bukan saja membanggakan dirinya tapi juga para wanita Indonesia secara umum. Betapa tidak, Arvilla Delitriana bukan saja bekerja di bidang ‘keras’ yakni arsitek konstruksi yang banyak ‘dihuni’ para lelaki, tapi dia pun berhasil menorehkan prestasi di

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Arvilla Delitriana

foto istimewa

bidangnya. Jembatan itu sendiri telah masuk dalam rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, pendiri Muri, pada acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan ini, (11/11). Ada dua rekor yang dicatat Muri yakni, Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil di Indonesia. Rekor kedua adalah, Jembangan dengan Pembebanan Axial Static Loading Test Terbesar. “Terima kasih Muri, semoga pemberian penghargaan ini memberi semangat pada para ‘engineer’ milenial kami dalam menatap tantangan ke depan,” ujar Budi saat menerima penerima penghargaan Muri. Proyek ini, ujar Budi, merupakan kebanggaan Indonesia karena dirancang oleh insinyur lokal yakni Dina. Menteri PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono juga menyampaikan apresiasinya pada Arvilla Delitriana atas karyanya yang menakjubkan. Bukan itu saja, Menteri Basuki juga memberi hadiah pada Arvilla Delitriana, DOM (dana operasional menteri)-nya selama sebulan. “Saya akan hadiahi satu bulan DOM. Desain ini sangat unik dan bisa dipatenkan,” ujar Basuki. Mendengar itu, Arvilla yang berada di samping Basuki, tersenyum. HILIRISASI TEKNOLOGI Tak mau kalah, Luhut Binsar Panjaitan, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan akan memberikan DOM-nya untuk Arvilla sebagai bentuk apresiasinya atas karya Arvilla. “Sebenarnya bukan uangnya. Tapi itu adalah wujud dari kebanggaan atas prestasi yang Ibu torehkan. Kita berdoa supaya lahir lagi srikandi atau arjuna bagi bangsa dan negara,” ujar Luhut.

foto sindo

Para menteri secara simbolik melakukan pengecoran terakhir

Sebagai orang Indonesia kita harus bangga. Selama ini, lanjut Luhut, kita selalu dininabobokan dengan hanya berkutat pada ekspor-ekspor raw material (bahan baku). “Tapi sekarang kita sudah bicara hilirisasi. Hilirisasi teknologi juga,” katanya. Untuk diketahui, proyek LRT Jabodebek (Jakarta,Bogor, Depok, Bekasi) ini telah dikerjakan sejak September 2015. Sejauh ini (per 1 November 2019) pengerjaannya tahap I sudah mencapai 67,3%. Sedang progres tiap ruas antara lain lintas Cawang-Cibubur 86%, Cawang-Bekasi Timur 60,5% dan

foto kementerian PUPR

Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3%. Nantinya akan ada 14 stasiun pemberhentian di jalur LRT ini. Proyek ini juga menjadi proyek percontohan yang nantinya akan dibangun di daerah lain di Indonesia. Rencananya proyek megah ini baru dapat dinikmati masyarakat pada pertengahan 2021. “Tesnya akan dilakukan 6-7 bulan ke depan,” kata Luhut. Adanya LRT Jabodebek ini nantinya akan sangat membantu masyarakat dalam transportasi, khususnya dalam kecepatan waktu. Dan yang pasti tidak perlu stres lantaran kemacetan lalu lintas di Jakarta, Cibubur dan Bekasi. (Diana Runtu)

Ilustrasi LRT Jakarta

foto wikipedia


SUDUT PANDANG

14

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

Bercocok Tanam seperti Melihat Diri Sendiri

Suka tanaman sejak dulu, namun baru belakangan ini lah Dewi Sandra sibuk terlibat langsung dengan tanaman. Persisnya sejak ia menikah lagi dan mengurangi banyak kegiatannya di entartainment serta mulai menggeluti bisnis. Sejak menikah dengan Agus Rahman, wanita kelahiran Rio de Janeiro berdarah Indonesia-Inggris ini, dia tidak lagi terlalu sibuk berkegiatan di luar rumah. Apalagi untuk urusan keartisan.

Dewi Sandra

K

etika senggang, Dewi Sandra banyak menggunakan waktunya untuk mengurusi aneka tanaman di rumahnya. Peraih sejumlah penghargaan di dunia musik ini memang memiliki hobi baru yaitu bercocok tanam. Di rumahnya yang asri, Dewi membangun kebun mini hidroponik. Untuk menekuni berkebun, Dewi sepertinya tidak keberatan berkotor-kotor. Berkebun dengan teknik hidroponik sepintas mungkin terlihat sepele dan mudah, namun dari pengalaman Dewi Sandra berkebun, ternyata tak semudah tampaknya. “Saya masih belajar kok. Pernah berhasil tapi beberapa kali gagal hahaha. Ternyata tidak mudah,” ujar Dewi. Sempat terpikir itu (kegagalan) itu lantaran tidak bertangan dingin. “Kan kata orang kalau sering gagal berkebun itu tandanya tidak bertangan dingin. Sempat kepikiran, apakah karena tangan saya ya. Tapi saya pikir lagi, nggak mungkin lah. Pasti karena belum menguasai cara yang benar. Masih harus belajar. Dalam hidup ini nggak ada yang nggak bisa. Asalkan

kita mau belajar, pasti bisa. Dan buktinya, saya pernah juga berhasil,” kata wanita kelahiran April 1980 ini. Kenapa memilih bercocok tanam untuk mengisi waktu luang, pertama adalah memang dirinya sejak dulu menyenangi tanaman, senang pemandangan hijau-hijau nan asri. “Rumah dikelilingi banyak tanaman mendatangan kenyamanan,” ujar pemeran Sabina dalam film ‘Ayat Ayat Cinta2’, ini. Untuk kegiatan bercocok tanam, Dewi tertarik menekuni hidroponik. Selain tidak membutuhkan bidang tanah yang luas, penggunaan airnya pun tidak sebanyak pada menanam di tanah. Menanam dengan teknik hidroponik menekankan pada pemenuhan kebutuhahan nutrisi bagi tanaman. “Aku lebih suka menanam tanaman yang bisa dikonsumsi. Seperti tomat, cabai, jeruk, selada, paprika, timun, dll, yang ketika kita ingin bisa langsung diambil. Lebih segar dan sehat karena kita tanam sendiri,” tuturnya. Ternyata, ujar Dewi yang lima tahun berturut-turut meraih penghargaan Pembawa Acara Musik Terfavorit Panasonic Awards, berkebun itu mendatangkan banyak manfaat bukan hanya sekadar mengonsumsi apa yang ditanam melainkan lebih dari itu. Secara kejiwaan ataupun mental, rutin berkebun memberi efek yang luar biasa. “Kita memulai dari biji-bijian, memupuknya sehingga bertumbuh menjadi tanaman, merawat dan me nyaksikan pertumbuhannya dari waktu ke waktu, merupakan pekerjaan yang menyenangkan.

Kita menjadi sabar dan telaten. Saya kira semua orang harus belajar berkebun karena aktivitas itu mendatangkan manfaat,” ujar Dewi yang selain menyanyi juga berkarier di dunia akting. “Bercocok tanam, seperti melihat diri sendiri. Menyaksikan sebuah proses kehidupan yang dimulai dari biji-bijian, bertunas dan terus bertumbuh besar. Itu sama seperti manusia,” tambahnya. Menurutnya, alam telah mengajarkan banyak hal yang tak diketahuinya sebelumnya. Salah satu pelajaran berharga yang didapatnya adalah kesabaran dan ketelatenan. “Alam mengajarkan begitu banyak pelajaran dan rahasia-rahasianya. Salah satunya adalah pelajaran berharga yakni soal kesabaran. Bahwa untuk bertumbuh itu harus melewati proses,” tuturnya. (Diana Runtu)

SOSIALITA Yuni

3

Melayani dengan Hati dan Transparan

Y

Yuni dalam sebuah kegiatan

uni, begitu ia biasa disapa adalah Manajer Koperasi Central Hu-

tama Mandiri yang berlokasi di Jalan Gelogor Carik Gang Tiger No. 88, Pemogan, Denpasar ini mengakui kegiatan operasional sebuah koperasi itu menarik dan dinamis. Bahkan, keunikan juga menjadi awal dirinya merintis koperasi. “Bermula dari pengajuan kredit dari tetangga saya pemilik warung rujak senilai Rp 2,5 juta. Ia meminjam secara lisan,” ujar istri dari I Nyoman Suwardana, yang seorang pengusaha properti ini.

Menurut Yuni dari sanalah hatinya tergugah untuk membuat metode edukasi yang simpel. Mengarahkan mereka agar disiplin mencatat transaksi keuangan. Sebab dalam mengelola usaha, sangat penting mengenal cara pencatatan yang b e n a r. D a n , dalam prosesnya ia tak sungkan membelikan buku, mengajarkan cara menerapkan dan tetap mengunjungi untuk mengingatkan. Yuni melanjutkan kisahnya, bahwa usaha koperasinya dirintis sejak 2016 dan berbadan hukum pada April 2018. “Koperasi kami Koperasi

Koperasi itu kekeluargaan. Unik namun penuh tantangan. Model ekonomi ini menekankan kesejahteraan anggota yang paling utama. Dan, itulah salah satu alasan Nyoman Wirayuni, S.H., memilih menjalankan usaha Koperasi Konsumen. Apalagi dalam mengelolanya membuatnya memperoleh banyak pelajaran sekaligus PR yang harus dikerjakannya demi membantu dan mengedukasi para pengusaha kecil dan menengah.

Yuni dan keluarga

Konsumen, mengingat koperasi ini dapat berkembang di berbagai segi ekonomi. Contohnya jasa simpan pinjam, angkutan, asuransi, produksi (berupa hasil kerajinan , pakaian jadi dan bahan makanan), konsumsi

(menyediakan barang elektronik dan kebutuhan pokok sehari-hari),” terang putri dari pasutri Ni Made Candra dan I Nyoman Mendra (alm) ini. Koperasi Central Hutama

Mandiri ini, lanjut Yuni memiliki konsep ‘melayani dengan hati dan transparan’. Hal ini terwujud dari aplikasi digital yang telah dirangkum dalam ‘mobile monitoring banking’. “Mobile monitoring ini dapat memudahkan anggota dalam memonitor semua transaksi ataupun saldo yang mereka miliki atau tersimpan di koperasi. Selain itu, semua anggota koperasi juga mendapatkan fasilitas kartu anggota, dan diskon yang bekerjasama dengan BPR Lestari, ” ucap ibu dari I Putu Gavrilla Egasta Lalis dan Ni Made Nesya Letisha Lalis ini. Saat ini Yuni mengatakan,ia masih ingin mengembangkan unit usaha yang lain berupa ‘Koperasi Konsumsi dengan konsep modern’. Ia telah melaksanakan transformasi terkait era digitalisasi, dengan melayani anggota hingga pukul 17.00. Begitu juga dengan RAT dan SHU pun dibungkus transparan dan modern. “ Kami juga disiplin menggunakan sistem satu pintu online. Transaksi kasir menggunakan token dari manajer, sehingga celah kecurangan dapat di minimalisasi,” cetusnya. -- ard

Belajar, Berusaha, Bekerja, dan Bertanggung Jawab Seorang pemimpin wanita tak boleh hanya bisa memerintah. namun harus tahu cara melihat masalah dan memberikan solusi pada setiap masalah. Ini dilakukan Yuni. Baginya konsep kerjanya adalah kerjasama tim. Sedangkan pemimpin adalah praktisi yang memiliki satu tingkat pengalaman, sehingga mampu membimbing, mengedukasi, dan tim tidak merasa digurui atau diperintah. Pemimpin juga bukan hanya tau, namun memberi contoh dan tetap bekerja. Yuni bersyukur kerjasama timnya solid selama ini. Untuk penguatan dan menjaga kerjasama yang baik ini terus berlangsung, ia melakukan pendekatan melalui komunikasi secara rutin “Kami membungkus dengan cerita-cerita singkat dan diskusi sambil menikmati gorengan ditemani secangkir kopi.

Selain yang formal tentunya melalui rapat kerja harian, mingguan, bulanan, semester dan rapat akhir tahun,” ujar Yuni yang hobi baca buku tokohtokoh inspiratif ini. Selain itu sebagai pemimpin wanita juga, ia wajib memiliki ke-

mampuan berkomunikasi yang baik yang memiliki dampak kuat pada tim kerja. Untuk ini Yuni menjaga dan mengasahnya dengan tetap mengikuti pendidikan kompetensi di bidang koperasi serta public speaking. Pastinya kata Yuni ia akan terus belajar,

berusaha, bekerja dan bertanggung jawab atas semua hal yang sudah diraihnya selama ini. Mengenai support dari pasangan hidup, diakui Yuni hampir 10 tahun pernikahan, sang suami adalah orang yang paling mengerti dan mendu-

kung kariernya. “Beliau orang yang tenang dan bijaksana. Dalam kondisi terburuk masih suka bercanda, hingga membuat saya lebih tenang bahkan bersemangat kembali,” ucapnya sambil mengatakan begitu juga dengan keluarga besarnya, mereka bak Baywatch (film 2017), jadi tim kuat dan hebat, barisannya rapat mengelilingi untuk menyokong dan mendukung setiap langkahnya. Sedangkan untuk putra dan putri kesayangannya, ia juga berkomitmen dengan suaminya untuk menyediakan waktu yang berkualitas bagi mereka. “Jika waktu bersama mereka tiba, kami betul-betul total menemani anak-anak tanpa diganggu dengan gadget kami,” tandas pemilik motto hidup selalu belajar pada orang sukses ini. -- ard


2

ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 6

“Jadi sekarang ini ada dua pilar, Pak,” kata Sugi membentangkan analisanya pada mertua,”Adanya Putu Wijaya gerilya politik untuk menyerang situasi kondusif damai, agar kembali bergolak, sehingga damai yang menyusul tercipa berkat sudah ada yang dimenangkan oleh demokrasi, mentak lagi, sehingga kemenangan tak ada artinya. Paling tidak akan terbatukbatuk demam lagi. Nah, pilar kedua adalah, siapa yang menciptakan bayi isu gerilya politik, dari hanya gagasan, menjadi fitnah dan akhirnya memberi inspirasi pada pihak-pihak terkait, untuk mempercayainya dan bahkan merealisasikannya dari hanya hipotese sehingga jadi fenomena konkrit yang membuat kita tanpa kita sadari, terlibat. He-he-he.” Amat terperangah ia menatap menantunya heran.

Seiring peningkatan pertumbuhan penduduk telah diindikasi sebagai penyebab utama pertumbuhan sampah yang semaki tinggi. Disamping itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga disoroti menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sampah dan kehidupan manusia. Tidak hanya sampah basah dan limbah padat, utamanya sampah plastik saat ini menjadi perhatian serius di masyarakat. Dampak limbah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan sudah jelas diketahui terutama dari bahan kimia yang terkandung didalamnya. Disamping itu plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam pengelolaannya. Penanganan sampah belakangan ini menjadi bahasan menarik oleh penggiat lingkungan hidup maupun pemerintah. Nampaknya sudah menjadi masalah klasik namun terlihat kesadaran masyarakat masih kurang muncul dalam pengelolan sampah pribadi mereka. Melihat kenyataan yang dihadapi di kehidupan sehari-hari proses pengelolaan sampah rumah tangga belumlah dikelola sesuai dengan prinsip daur ulang. Pengelolaan sampah saat ini dapat dikatakan masih

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Kita? Kita itu siapa?” “Ya, kita semua yang telah terbelit dan sudah ikut terlibat membelitkan umpan itu, Pak!” Amat berpikir, lalu membantah. “Tapi itu tidak betul. Kita ini orang yang terbelit oleh isu itu. Kita kan rakyat banyak yang sudah jadi korban. Kita sasaran isu, bagaimana bisa jadi pelaku, Nak Sugi!” Sugi ketawa. “He-he-he. Secara kaca-mata awam memang begitu, Pak. tapi di depan hukum, realitanya punya logika sendiri. Analoginya seperti ketika Bapak Made, tetangga Bapak itu membeli cincin batu akik di pinggir jalan yang berasal dari pencurian di rumah Bapak. Pak Made bisa diperkarakan sebagai tukang tadah, meskipun beliau mengaku tidak tahu itu barang curian! Ya, kan?!” “Jadi beliau bisa dituntut?” “Bukan hanya bisa, tapi pasti akan kena getah pencurian itu!” Amat terkejut. “Jadi...?”

“Ya! Kalau kita gembar-gembor soal gerilya politik, bisa dimaklumi intel akan terundang ke rumah Bapak.” Amat kaget. “Jadi si Pageh anaknya Pak Panggih yang intel itu ke rumah Bapak dalam rangka menginterogasi?” “Saya tidak bilang begitu, Pak, tapi kelihatannya sulit kalau dikatakan,tidak.” Dengan cemas Amat kemudian pulang, lapor pada istrinya. “Kita harus hati-hati sekali sekarang, Bu!” Bu Amat yang tak tahu persoalan menanggapi seenaknya. “Ya itu semua berpulang pada Bapak sendiri juga.” “Tidak bisa! Kacamata hukum itu berbeda!” “Apa hubungannya dengan hukum! Biar seribu janda muda plarak-plirik genit, kalau iman Bapak tidak goyah, ada urusan apa dengan polisi!” “Kok pakai janda muda segala!? Ini urusan gerilya polltik!” “Gerilya politik?”

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

“Kita dituduh tersangkut isu gerilya politik?” “Bagus!” “Lho, kok bagus. Kita justru mau melawan itu! Pesta demokrasi sudah selesai! Sekarang biarkan rakyat istirahat menikmati damai!” “Kok istirahat? Keliru, Pak! Tidak! Jangan istirahat nanti loyo. Kita harus berpartipasi membantu pembangunan dengan cara menghapus isu gerilya politik itu dengan memeranginya gencar!” “Jangan!” Bu Amat bengong. “Kok jangan? Bapak sudah jadi bajing lompat?” Akhirnya Bu Amat mengajak Amat, ke rumah Ami. “Bapak kamu. ini, Ami, suami Ibu dan Bapak mertua, Nak Sugi ini, sekarang mengalami krisis kepribadian!” Ami langsung protes. “Coba jangan pakai bahasa ilmunya Bli Sugi, Bu, nanti nyasar ke mana-mana kita. Terangkan saja apa masalahnya dengan bahasa percakapan

kologial. Apa Bapak main mata lagi, sama siapa lagi!” Amat kontak memotong. “Ami! Jangan membangunkan macan tidur. ini soal gerilya politik yang isunya Bapak dengar istilah itu untuk pertama kalinya dari kamu! Nah, kenapa...” Ada tamu. Sugi cepat berdiri memeriksa, tapi segera kembali. “Gawat!” “Kenapa?” “Coba Bapak lihat! Kelihatannya itu, Pak Pageh, intel yang ke rumah Bapak!” Amat langsung berdiri dan ngintip. Mukanya jadi pucat. “Wah betul! Itu dia!” “Jadi bagaimana ini? Diterima atau dibiarkan supaya pergi sendiri?” “Ngapain dia ke mari? Apa Bapak?” “Ya, soalnya dia mendesak isu gerilya politik itu, Bapak dari siapa!” “Tapi itu juga cerita teman Ami yang baca dari medsos!” “Tapi secara hukum...” “Tenang,” kata Sugi yang diamdiam sudah ngintip lagi, orangnya sudah pergi tapi meninggalkan pesan.” Sugi menunjukkan kartu nama berisi tulisan:”maaf salah kamar”.

Reduce, Reuse, Recycle Kunci Pengelolaan Sampah di Masyarakat menggunakan cara yang tradisional, sampah-sampah hanya dikumpulkan lalu diangkut oleh truk sampah kemudian langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa adanya proses pemilahan, yang nantinya lama-kelamaan hanya berujung pada penumpukan sampah di TPA. Membakarnya pun bukanlah solusi untuk mengatasi sampah namun justru akan menimbulkan masalah baru bagi kehidupan manusia. Pembakaran sampah khususnya sampah plastik akan mengurai partikel-partikel plastik menjadi dioksin di udara yang jika terhirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kegiatan pengurangan sampah rumah tangga sudah lama menjadi isu yang perlu penanganan mendasar. Aktivitas ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas; melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah. Solusi murah dan mudah ini dapat dilakukan oleh siapapun dengan kesadaran diri yang tinggi. Aktifitas ini lebih dikenal dengan sebutan 3R, Reduce, Reuse dan Recycle. Kegiatan 3R merupakan segala aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat menim-

bulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbunan sampah. Langkah ini dapat dimulai dari diri sendiri seperti membeli makanan tanpa atau dengan sedikit kemasan, menghindari mengkonsumsi produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, memilih produk yang dapat di gunakan lagi. Cara lainnya dengan menghindari produk yang digunakan sekali pakai, juga dengan merubah pola hidup konsumtif yang tidak selalu membeli makanan di luar. Air atau minuman serta makanan dalam kemasan merupakan sarana produksi sampah yang dapat muncul di mana-mana. Program re-use dalam masalah ini adalah solusinya. Menggunakan kembali sampah atau bahan-bahan yang terbuang dan tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan sampah adalah langkah tepat dalam program ini. Langkah lainnya adalah dengan memilih kantong ataupun benda yang bisa digunakan berulang-ulang seperti menggunakan tas kain untuk belanja, membawa botol minum ataupun

membawa wadah makanan untuk makan siang. Cara lainnya dengan menghindari membeli makanan atau minuman dalam kemasan, memanfaatkan kembali sampah botol bekas, kaleng susu dan sampah lainnya menjadi pot tanaman, tempat pensil, atau sebagai tempat menyimpan bumbu dapur, minyak, gula dan sebagainya Recycle atau mendaur ulang sampah merupakan program memproses kembali barang yang tidak berguna menjadi barang lain yang bermanfaat. Melalui roses pengolahan lebih lanjut seperti mengolah kertas bekas menjadi bubur kertas hingga menghasilkan kertas baru, mengolah botol plastik menjadi kerajinan tangan, hiasan dinding dan lainnya. Program 3R yang apabila dilakukan dengan upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram akan dapat memberikan hasil yang maksimal pada penurunan sampah yang dihasilkan. Program ini dapat dimulai dari lingkungan terkecil

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

SUDUT PANDANG

15

Rai Mantra Bicara di Nepal

Paparkan Pariwisata Berkonsep Tri Hita Karana Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, sukses menjadi salah satu pembicara mengenai Pariwisata dengan konsep Tri Hita Karana pada 38th Executive Committee and International Seminar on Heritage and Sustainable Tourism. Acara serangkaian City Net Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Secretary General City Net, Vijay Jagannathan di Kota Lilitpur, Kathmandu, Nepal, Jumat (8/11).

D

ipilihnya Rai Mantra ‘Konfrensi City Forum’ yang bertajuk berbicara di Nepal, ‘Climate Leadership Conference’ pada adalah atas keberhasi- 18-19 November 2019. lan Pemerintah Kota Selain itu menurut menurut Kabag Denpasar melakukan beragam inovasi Kerjasama Setda Kota Denpasar, dalam pengemLaxmy Sarasbangan ‘Heriwaty yang turut tage Tourism’ mendampingi berkelanjutan Wali Kota Denserta menjapasar saat di dikan ibukota Nepal, berita Provinsi Bali ini menarik lainnya sebagai daya adalah Wali Kota tarik bagi berDenpasar Rai bagai pihak dan Mantra memwisatawan. Merp e r o l e h a p reka bukan hanya esiasi kembali dari kalangan dalam Conferdalam negeri, ence City Net bahkan mampu di Jeju Korea menginspirasi dengan Topik masyarakat in‘Green and Rai Mantra saat presentasi Heritage & Blue Agenda’ ternasional. Sustainable Tourism Pa d a k e g pada April 2020 iatan yang diorganisir oleh Bagian mendatang. Kerjasama Setda Kota Denpasar dalam Dalam paparanya saat di Nepal, Rai Pengembangan Jaringan Kemitraan Mantra menjelaskan pengembangan dengan Luar Negeri tersebut, Kota sektor pariwisata saat ini tantangannya Denpasar secara resmi dikukuhkan kompleks. Untuk itu diperlukan inovasi dan bergabung menjadi anggota ‘City untuk menjaga stabilitasnya. Salah satuNet Forum Internasional’. Selanjut- nya, bagaimana pariwisata bisa bergerak nya, atas keberhasilan dalam menjaga secara berkelanjutan, sehingga dapat warisan budaya dan pengembangan memberikan kemanfaatan yang berkelanpariwisata berkelanjutan , Kota Den- jutan pula seiring berkembangnya peradpasar pun didaulat sebagai tuan rumah aban. Tantangannya adalah kemampuan

Rai Mantra bersama perwakilan Taipei dan Think City Penang

Rai Mantra kenalkan endek pada Jane Ortega Petinggi City Net, mantan Wali Kota Sanfernando Fhilipina

menciptakan destinasi wisata baru. Hal inilah yang menjadi fokus pengembangan

Seluruh delegasi Asia Pasific City Net berkunjung ke Bungamati Village Lalitpur Nepal

Pemkot Denpasar, dengan mengangkat kembali potensi masa lalu yang bernilai

budaya melalui ‘Heritage Tourism’ atau Wisata Warisan Budaya.- ard

Maksimalkan Heritage Tourism Dr. Ni Kadek Suryani yaitu diri sendiri dan keluarga. Memanfaatkan sampah sisa dan mengolahnya dengan cara-cara kreatif merupakan langkah kecil kita dalam membantu merawat bumi. Mari memulainya, jika bukan kita, siapa lagi. Dr. Ni Kadek Suryani (Dosen Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar)

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Delegasi Kota Denpasar di acara Heritage and Sustainable Tourism di Lalitpur Nepal

Pemerintah Kota Denpasar, saat ini juga tengah menata dan menyiapkan beragam infrastruktur pendukung demi mendukung keberlanjutan sektor pariwisata. “Utamanya untuk pengembangan ‘Heritage Tourism’ yang difokuskan pada pengembangan ‘Zona Z Heritage’, meliputi kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, pasar Badung dan sekitarnya,” ucap Rai Mantra. Dikatakannya bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar memiliki konsep yang khas dalam pengembangannya. Sebuah konsep khas, berupa warisan turun temurun yang dikenal dengan istilah Tri Hita Karana. Konsep ini selalu menjadi pedoman, sehingga pembangunan pariwisata, ekonomi, pendidikan dan infrastruktur berada pada garis keseimbangan. Baik, hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan atau alam, serta manusia dengan Tuhan. “Konsep ini pula memberi nilai tambah dalam setiap pengembangan pembangunan termasuk sektor pariwisata, sehingga keberlanjutan dalam keseimbangan dan keharmonisan,” lanjutnya.

Di hadapan ratusan peserta konfrensi Rai Mantra menyampaikan pengembangan sektor pariwisata tentu harus berpedoman pada input yang dapat berupa kreativitas, proses, output yang dapat dilihat dari kunjungan, serta outcome sebagai manfaat langsung yang diperoleh dari sebuah aktivitas. Setiap pengembangan destinasi wisata wajib memberikan dukungan terhadap pemangku kepentingan sekitarnya, mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah hingga komunitas kreatif. Di Kota Denpasar, beragam upaya terus dimaksimalkan guna mendukung pengembangan “Heritage Tourism’ berkelanjutan, melalui program pelestar-

ian, kolaborasi, kreativitas, hiburan, konservasi, edukasi dan playground. “Yang terpenting dari ‘Heritage’ adalah pelestarian,. Sebab, keaslian memiliki nilai yang tinggi, sehingga perlu perawatan yang mengedepankan sistem restorasi bagi setiap bangunan dan benda cagar budaya,” kata Rai Mantra. Ia juga mengatakan setelah pelestarian diperlukan hiburan, event, dan branding yang mampu memberikan citra dan daya tarik bagi masyarakat. Kemudian menjadi gaya hidup dan trend yang menjadikan sebuah destinasi bernilai dan terus bergerak secara berkelanjutan. Secretary General City Net, Vijay Jagannathan mengatakan ‘City Net Forum’ merupakan ajang bagi kota dari berbagai negara sebagai momen untuk tukar inovasi dan pemikiran, khususnya dalam pengembangan ‘Heritage Tourism’. Vijay juga berharap seluruh peserta yang tergabung dalam City Net Forum dapat secara aktif menjalin kerjasama dan saling memberikan kemanfaatan bagi pengembangan ‘Heritage Tourism’serta mendukung kesejahteraan rakyat. -- ard


16

EDISI 1057/ 18 - 24 NOVEMBER 2019

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh-1057 by e-Paper KMB - Issuu