Skip to main content

tokoh-1056

Page 1

16

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Solusi Sempurna Penopang dan Pembentukan Tubuh Ideal Anda

FULL GERMANIUM SERIES Ber manfaat Memperlancar Peredaran Darah, Antibakteri dan Antiodor

The Difference Between Style and Fashion Is

TERSEDIA DALAM DUA PILIHAN WARNA BLACK DAN SKIN UNTUK SETIAP STYLE

BC FIORI DENPASAR, BALI :

Graziella Push Up Bra + Graziella LG

: Jl. Gatsu IV Blok I No.6 Denpasar - Bali, Hp. 085100088899 // FB : Fiori Gatsu // Fan Page : fioribali : Toko FIORI Jl. Pudak Sebelah Barat Lapangan Astina Gianyar HP. 08164728192 // WA : 081239681714 : Jl. Danau Batur Raya No. 5A Taman Griya Jimbaran, Badung - Bali HP/WA. 087716466111 // 081337047063 FB : fiori nusa dua bali // IG : fiori.nusaduabali TIARA DEWATA : Denpasar - Bali DENPASAR GIAYAR NUSA DUA

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 5

Sampai di rumah kembali, Amat terkejut. Yang menunggunya bukan Prof Dok yang ceramah itu. Tapi Putu Wijaya seseorang yang tak dikenalnya. “Selamat malam, Pak.” “Selamat malam, Pak Amat. Pak Amat, kan, ya?” “Betul. Bapak cari saya?” Orang itu tersenyum ramah. Orangnya sangat biasa. Bahkan terasa sepele. Tapi seperti kata Ami, karena kelihatan tak berbahya justru jadi teras berbahaya. Amat mulai berhati-hati. “Maaf, kenapa Bapak mencari saya? Karena sya dianggap berbahaya?” Kembali orang itu tersenyum. “Ahh, tidak ada apa

Ada pemandangan yang berbeda ketika anak remaja siswa SMA/ SMK ikut demonstrasi menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah. Banyak pihak melihat hal ini sebagai gambaran adanya kesalahan arah pemahaman (misleading) dalam dunia pendidikan kita. Baik dalam pendidikan di lingkungan keluarga maupun lingkungan; formal atau informal. Pendidikan formal pada prinsipnya terbagi dalam tiga jenjang. Jenjang awal adalah pendidikan dasar, kemudian berlanjut dengan pendidikan menengah, dan diakhiri dengan jenjang pendidikan tinggi. Dalam pendidikan dasar, seorang siswa memperoleh dasardasar keilmuan seperti membacamenulis, berhitung, dan bahasa. Pada jenjang pendidikan menengah diajarkan ilmu-ilmu dasar dan seluruh cabang ilmu perkembangannya sesuai konteks yang terjadi. Sedang pada saat jenjang pendidikan tinggi, seorang siswa didik diajarkan bagaimana menerapkan ilmu-ilmu pengetahuan itu dalam keseharian kehidupan manusia di tengah masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang. Sementara dalam pendidikan informal, siswa didik diajarkan kemampuan mengembangkan diri pribadinya sesuai dengan minat dan bakat (passion) yang dimilikinya. Melalui pendidikan informal seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai usianya,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

-apa, Pak Amat. Hanya mau berkenalan.” Amat tambah curiga. “Berkenalan dengan saya?” “Ya.” “Lho, kenapa? Saya kan bukan orang terkenal. Mungkin Bapak keliru. Di sini ada 3 orang yang bernama Amat. Saya Amat nomor 1 yang paling tua dan paling miskin. Di ujung jalan di huk itu, Amat nomor 2, beliau seorang parnormal yang buka praktek pengobatan alternatip. Dia itu yang terkenal sampai ke Jepang. Tapi barusan ditangkap karena ternyata diduga bandar narkoba. Amat nomor 3, warga baru pindahan dari Jawa yang baru ngontrak 5 rumah baru . Itu lho, di dekat gardu. Semua kami di siniheran. Kenapa ngontrak 5 rumah, padahal istrinya hanya 4. Dia yang membuat. Kami, warga di hunian ini, khawatir, jangan-jngan

beliau mau memperistri salah satu warga kamijadi istri kelimanya. Sebab sudah jadi vilar, di mana dia tinggal di situ dia kawin, ha-ha-ha. Nah nah Bapak mau ketemu Amat yang nomor berapa?” orang itu kembali senyum. “Mu ketemu Amat nomor 2 atau 3?” “Nomor satu.” “Saya?” “Betul.” Amat kaget. “Ketemu saya? Untuk apa, Pak?” “Untuk berkenalan.” Orang itu mengulurkan tangan ngajak bersalaman. Amat dengan ragu dan rada bingung menyambut. “Saya Pageh. Saya intel, Pak Amat. Dada Amat langsung memukul keras. Ia mencuri-curi menatap tamu itu. “Intel? Bapak intel?”

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

“Betul.” Amat bengong. Menatap tak percaya. “Maaf. Kalau Bapak betul intel, kenapa Bapak ngaku?” Intel itu kembali senyum. “Muka saya ini memang cetakan senyum, Pak Amat. Apa saya yang saya lakukan muka saya tetap senyum. Saya marahpun, orang mengira saya senyum. Waktu tidur muka saya juga senyum. Makanya banyak maling kabur karena mengira sya memergoki mereka. Betul!. Tapi celakanya, sudah 5 kali saya dipecat dari kerjaan karena Bos mengira saya tersenyum sinis mengejek dia. Untung saya diterima jadi intel berkat senyum saya bisa mengorek banyak informasi penting. Begitu, Pak Amat.” Amat tercengang tapi kemudian ketawa akrab malu, langsung mengulurkan tangan sekai lagi bersala-

man dengan akrab seakan sahabat lama. “Jadi, dari curiga, Bapak, kontan trenyuh pada nasib pak Pageh intel sejuta senyum itu, “kata Amat kemudian menceritakan peristiwa itu pada Ami. “Dan omong-punya omong, si Pageh itu ternyata anaknya si Panggih, bekas teman sekolah Bapak di SR. SR itu Sekolah Rakyat, SD zaman dulu!” “Dan keperluannya ketemu Bapak?” “Ya, mungkin karena bapaknya menceritakan persahabatan kami dulu. Bapak dulu kalau mancing pasti sama si Panggih. Karena namanya panggih yang artinya lihat, dia selalu tahu di mana banyak ikannya, ha-ha-ha!” “Sama sekali tak menyebutnyebut soal gerlya politik?” Amat terkejut. “Apa?” “Istilah Gerilya Politik jdi vilar sekarang. Aparat keamanan sedang mentulusuri siapa kreatornya!”

Gerakan Kembali ke Meja Makan

karena pendidikan informal merupakan pendidikan lintas usia. Sedang dalam pendidikan di keluarga dan lingkungan kehidupannya, seseorang belajar berkomunikasi dan menyampaikan apa yang menjadi ide gagasan maupun keinginan yang akan diraihnya. Dalam pendidikan di lingkup ini kita dilatih untuk bersosialisasi dengan siapapun yang berada dalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari. Keseluruhan jenis dan jenjang pendidikan tersebut di atas, hasilnya akan mewujud dalam tingkah laku keseharian seseorang ketika menjalani kehidupannya. Namun tetap saja pendidikan di lingkungan keluarga menjadi benang merah utama dari seluruh jenis pendidikan yang ditempuh seorang anak. Keberhasilan pendidikan di dalam keluarga akan menjadikan seorang anak memiliki kepribadian yang utuh dengan pola pikir penuh toleransi. Adanya keterlibatan remaja usia pendidikan menengah yang ikut terlibat dalam peristiwa demonstrasi politik –dan bahkan kerusuhan sosial- beberapa waktu lalu, menunjukkan adanya kegagalan dalam pendidikan/komunikasi di lingkungan keluarga. Sekaligus terjadi misleading dalam pendidikan menengah, karena pada jenjang pendidikan menengah siswa belum diberikan kemampuan aplikasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

Obrolan Meja Makan Dalam lingkungan keluarga, interaksi antar anggota keluarga merupakan sarana komunikasi fisik dan psikis yang akan mempererat hubungan dalam suatu keluarga. Di sisi lain rutinitas manusia modern telah membuat setiap anggota keluarga memiliki aktivitas terpisah sehingga sulit untuk dipertemukan. Waktu berkumpul dengan keluarga menjadi amat terbatas dan seakan menjadi sesuatu yang berharga mahal. Bagaimanapun komunikasi fisik akan semakin merekatkan hubungan emosional yang lebih kuat antara orangtua dengan anak dan anggota keluarga lainnya.

Namun era media sosial telah menimbulkan kebiasaan dialog/ komunikasi melalui suara dan tampilan visual dengan menggunakan perangkat telepon selular. Sementara kedekatan emosional hanya akan semakin kuat jika antar anggota keluarga sering berkumpul bersama. Sehingga tidak salah jika Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Kembali ke Meja Makan beberapa waktu yang lalu. Hal ini mengingat bahwa salah satu waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga adalah saat makan bersama keluarga dalam satu meja makan. Duduk makan bersama keluarga di satu meja makan akan mampu merekatkan hubungan keluarga melalui suasana santai, informal, diselingi obro lan ringan. Akan terjadi saling curhat tentang kegiatan lingkungan sosial, kantor, maupun sekolah. Anakpun mungkin saja menceritakan soal asmaranya pada orangtua. Secara tidak langsung, seorang anak akan punya saluran untuk mencurahkan persoalan terpen-

dam yang dialaminya. Sementara orangtua dapat membimbing anak dalam menyelesaikan persoalan yang muncul. Dengan sendirinya akan tercipta komunikasi yang baik antar anggota keluarga, utamanya dalam menghadapi persoalan yang dialami anggota keluarga. Orangtua juga dengan segera dapat mengetahui dan melihat jika anaknya mengalami perubahan perilaku, melalui ekspresi yang muncul secara spontan dalam diri seorang anak. Sehingga dalam waktu yang singkat orangtua dapat memberi bimbingan dan nasehatnya. Melalui Gerakan Kembali ke Meja Makan diharapkan seluruh keluarga Indonesia akan dapat kembali menemukan jati diri keluarganya, sekaligus melakukan komunikasi yang sehat antar anggota keluarga. Sehingga tercipta adanya saling kontrol melalui komunikasi yang intensif dan konsisten antar anggota keluarga. “Duduklah, lalu makan dengan menu utama. Kemudian buat percakapan di meja makan”. Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

MOZAIK

15


14

SUDUT PANDANG

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Saat Terpuruk, Pahlawan Membela dan Mendukung Jika mengikuti perjalanan karier Inul Daratista di dunia hiburan Tanah Air, mungkin banyak orang akan terkagum-kagum. Betapa tidak, wanita yang terlahir dengan nama Ainur Rokhimah asal Pasuruan, Jawa Timur, ini, memulai kariernya di dunia menyanyi dari bawah sekali atau dari panggung ke panggung musik dangdut di kampungnya. Ia terus ‘merangkak naik’ meski harus melewati berbagai rintangan.

U

sianya sil sukses. Belasan masih tahun telah berlalu 13 tasejak debutnya di hun, Jakarta 2003. awal mula meniti “Aku nggak akan kariernya di pangpernah lupa. Mergung dangdut. Dia ekalah orang-orang berasal dari keluaryang berjasa dalam ga sederhana. Meskarier aku. Ketika ki begitu orangtua aku terpuruk dan melarang Inul memenerima hujatan niti karier di musik sana sini, merekadangdut. lah antara lain yang Namun Inul membela dan menyang sudah kadung dukung aku. Membertekad sukses beri kekuatan untuk dalam karier yang foto instagram inul aku terus maju di Inul daratista dirintisnya, terus jalan aku,” ungkap maju.”Dalam hati aku berjanji bahwa Inul yang telah mengoleksi sejumlah suatu saat akan menunjukkan presta- penghargaan dalam kariernya di si yang bisa membanggakan orang- dunia dangdut, salah satunya adalah tua. Namun aku juga berjanji bahwa ‘Penyanyi Dangdut Paling Ngetop’ dalam meniti karier aku tidak mau SCTV Music Awards 2015. dengan cara-cara gila, naif dan muTitiek Puspa, adalah satu dari serah,” tutur wanita kelahiran Januari jumlah orang yang mendapat tempat 1979 ini. “Aku janji suatu saat bapak khusus di hatinya. Saat 1 November akan bangga pada aku,” tambah juri 2019 lalu Titiek berulang tahun yang Dangdut Academy Asia 5, ini. ke 82, Inul pun hadir di samping Dan memang, ungkap Inul, per- Titiek yang merayakan hari bahagia juangannya dalam meniti karier di itu. Eyang Titiek—begitu Inul memusik dangdut Tanah Air luar biasa nyebut Titiek Puspa--- adalah orang berat. Begitu banyak rintangan yang yang sangat peduli pada dirinya, dari harus dihadapinya. Hanya karena dulu sampai sekarang. berkat Tuhan saja lah, ucap Inul, dir“Di saat aku jatuh, beliau peluk inya bisa melalui berbagai rintangan aku, perhatiin aku. Hatinya baik dan akhirnya mencapai kesuksesan. sekali. Makanya apapun eyang Titiek Bagi generasi 1990-an mungkin nasihati aku, aku patuhi. Bagi aku, ingat bagaimana kiprah Inul dalam eyang sudah seperti ibu kandung usahanya menaklukkan dunia en- sendiri. Rasanya tidak cukup terima tertainment di Jakarta yang sarat kasih atas apa yang sudah eyang kompetisi itu. Di awal kariernya di Titiek perbuat untuk aku,” ucapnya Jakarta, ada pihak-pihak tertentu dengan nada haru. yang tidak suka dengan kehadirannya Lantas Inul pun mengilas balik di blantika musik dangdut. ‘Goyang kenangannya tentang Titiek Puspa Ngebor’ Inul menuai protes keras yang begitu dalam tertanam disakhususnya dari ‘Raja Dangdut’ Rho- nubarinya. Masih ingatkan dengan ma Irama yang juga Ketua PAMMI, kontroversi terkait dirinya beorganisasi para penyanyi maupun lasan tahun silam. Saat itu, kata musisi melayu-dangdut. Goyangan- Inul, Titiek Puspa dan Arswendo nya dianggap tak senonoh, mengand- Atmowiloto (alm) adalah orang ung unsur pornografi. yang membantu dari keterpurukan Jadilah Inul yang masih belia, 15- kariernya. 16 tahun, terpuruk dan menangis. Berkat Arswendo lah, dirinya Beruntungnya di luar Rhoma Irama kemudian mendapat pekerjaan dan PAMMI yang kala itu sangat membintangi sejumlah sinetron keras menentang, Inul mendapat di antaranya ‘Kenapa Harus Inul’ dukungan dari masyarakat termasuk tahun 2003 dan ‘Gara-gara Inul’ para tokoh juga musisi dan seniman pada 2004. Disaat dirinya sepi di luar dangdut. Gus Dur (alm) order menyanyi sebagai buntut adalah salah satu pembela Inul. Selain perseteruannya dengan seorang itu, Titiek Puspa, Arswendo, dll, ikut tokoh dangdut, Titiek Puspa pun mendukung kiprah Inul. ikut membantunya mendapatkan Ibu satu anak ini mengaku tak kontrak sebuah produk kosmetik. lupa pada para pembelanya. Inul Nilai kontrak yang tergolong besar menyebut mereka pahlawan dalam pada masa itu sangat membantu Inul kariernya hingga akhirnya berha- untuk ‘berdiri tegak’ kembali.

Menurut Inul yang kini telah menjadi artis papan atas Tanah Air, jasa-jasa mereka yang telah membantunya itu selalu diingatnya. Nasihat-nasihat mereka, selalu tertanam dalam hati dan pikirannya. Beberapa waktu lalu, kata Inul, eyang Titiek memberinya nasihat. Nasihat itu kemudian divideokan dan dibagikannya lewat akun instagramnya. Dalam video tersebut, Titiek berkata pada Inul bahwa dirinya sedang mencari guru-guru yang cinta pada anak-anak dan nusa bangsa. “Kamu (Inul) musti masuk. Kamu adalah pengganti saya. Sebentar lagi saya sudah dipanggil Gusti. Janji ya Nul. I love you. Cinta penuh cium dan doa saya untuk mu,” kata Titiek dalam video itu. Titiek juga meminta Inul agar menjadi orang yang bijaksana dan sadar. Karena jika orang sadar bahwa Tuhan itu ada, dia tidak akan berbuat bohong, iri, dengki, korupsi, membully. “Pokoknya saya percaya Inul bisa melaksanakan ini,” ucap Titiek yang dijawab Inul dengan ‘Iya’ sambil menangis. (Diana Runtu)

SOSIALITA

3

Lady Athalia

Refleksikan dengan Prestasi Bagi saya, pahlawan adalah seorang penolong yang rela berkorban demi kebaikan orang lain. Pahlawan juga bisa disebut sebagai orang yang berbuat banyak kebaikan bagi banyak orang dalam segala hal, ada yang berupa fisik, moril maupun moral. Begitu diucapkan Lady Athalia, mahasiswi ISI Denpasar Jurusan Desain Fashion Semester V ini, saat ditanya apa yang terlintas dibenaknya saat mendengar kata pahlawan. Ria, pemilik Ria Boutique di Singaraja sebagai pahlawan lainnya. Bahwa, Rialah orang pertama yang memperkenalkannya dengan dunia fashion.”Pertama kali saya menjadi model adalah saat mengenakan busana penika dari kacamata dunia fash- nyata selalu saya rasakan. Beliau adalah gantin karyanya pada acara ion, Lady sebagai perancang orang yang selalu ada di samping saya ‘Buleleng Festival 2013’. muda mengatakan salah seorang untuk memberi dukungan dan seman- Selanjutnya mba Ria juga pahlawannya adalah seorang gat atas segala yang telah saya raih. Satu yang selalu mengantar saya desainer sekaligus dosennya di kampus hal yang paling saya ingat dari pesannya untuk mengikuti berbagai yakni Rico Ananta. “Pak Rico juga ter- yaitu tidak ada kata tidak. Baik itu tidak lomba modeling di Denpasgolong ksatria bagi negara sebab memi- mau, tidak pernah, tidak bisa, dan lain- ar, mengingat saat itu saya liki peranan besar dalam perkembangan nya. Segala sesuatu harus dicoba dan tidak memiliki kendaraan karier saya, yang tergolong generasi dipelajari,” papar Lady mengenai sosok pribadi dan tempat tinggal di Denpasar. Mba Ria sosok muda hingga saat ini. Baik itu di ke- pahlawannya ini. hidupan sehari-hari, dunia permodelan, Dikatakan oleh Lady, yang belum pertama yang menginspirasi Lady dan karyanya perkuliahan, kegiatan desainer, dan lama meraih Juara 1 Lomba Duta saya untuk menjadi seorang masih banyak lagi yang lainnya. Segala Endek Kota Denpasar Tahun 2019 ini desainer, karena saya selalu terpukau ketiga dari tiga bersaudadukungan dan pengorbanan yang secara ini, selain Rico ia juga menyebut nama melihat hasil karyanya,” terang putri ra pasutri Ronald Louis Lengkong dan Mei Sian .yang memiliki mimpi menjadi desainer ini. Bicara pahlawan, cm itu. dengan semangat Begitulah Lady melanjutkan ceritanya beberapa lama remaja yang sudah setelah mengikuti latihan modelling, ia merasakan banyak cukup malang melintperubahan. Mulai dari cara jalan, body language, cara ber- ang di dunia catwalk bicara, bahkan Lady juga mulai bisa untuk makeup basic ini juga mengatakan sendiri karena semuanya halk tersebut memang diajarkan masih ada lagi pahlawan-pahlawannya di Point Management. lainnya. Mereka adalah dosen-dosennya “Bener kata Mas Andy, bahwa ilmu yang Lady dapatkan di kampus, yang juga seorang desainer disana itu bukan semata untuk seseorang yang mau jadi dengan keistimewaan karyanya masingmodel . Ilmu ini amat sangat berguna bagi siapapun untuk masing. “Ada Ibu Tjok Ratna Cora, memiliki attitude yang baik dalam kehidupannya,” tutur Lady. Pak Tjok Abi, Pak Anom Mayun, Pak Ketika kita sudah bisa membawakan diri dengan baik, Radiawan, Bu Dewi, Bu Gek Mas, Bu lanjut Lady siapa sih yang tidak suka. Jadi kita, utamanya Dayu Sukma, Bu Leli, dan dosen-dosen kalangan generasi muda jangan pernah berhenti untuk serta asisten dosen lainnya yang mebelajar dan menggali miliki peranan sangat luar biasa dalam potensi diri, sebab mendidik saya hingga saat ini,” lanjut Saat ini, sebagai pemenang pertama dan tercatat sebagai ilmu itu harus terus remaja multitalenta yang juga meraih Duta Endek Kota Denpasar, remaja kelahiran, Singaraja, di upgrade” cetus Juara 1 Lomba Desain pada Festival Bali 26 September 1999 ini mengatakan bersama para Duta p e r e m p u a n y a n g Jani 2019 ini. Endek Kota Denpasar lainnya, rencananya akan menjalankan suka tantangan ini. Selanjutnya ditanya sebagai program kerja tahun depan, salah satunya bakal menggelar Karenanya, ia generasi muda Lomba Fashion Desain merasa banyak hal apa yang dilaku“Konsepnya itu adalah busana yang bisa berdaya jual yang masih perlu kannya untuk dan berdaya pakai yang tinggi. Tujuannya untuk lebih lagi dipelajarinya. Apamemperingati mengembangkan trend fashion saat ini sekaligus melestarikan lagi prinsipnya, tetap hari pahlawan, endek pastinya. Selain itu yang ada di pikiran Lady juga ingin tak ingin membatasi Lady menyebutmengadakan lomba video pendek yang berkaitan dengan potensi diri untuk kan bahwa yang promosi kain endek. Untuk era digital rasanya bisa menjadi berkembang. “Sepertama, dirinya ajang untuk memperkenalkan endek sampai ke luar Bali. bab, tidak ada salahnberusaha untuk Hanya saja ini belum di diskusikan sama temen-teman yang ya kita mempelajari mengenal priblain. Semoga mereka setuju,” harapnya. hal-hal baru baru adi pahlawanSelanjutnya remaja yang selalu ceria ini, berkisah tentang selama itu positif,” pahlawan dalam kesibukan lainnya di dunia modeling. Bahwa dirinya pertama tandas pemilik moto berbagai bidang bergabung dengan agensi model di tahun 2017. “Waktu itu hidup “Lakukan yang dan tentunya awal kuliah , Lady mendapat beasiswa dari Point Manage- terbaik yang bisa senantiasa mengment milik Mas Andy Soe Lady di sana bebas dari kewajiban kamu lakukan. Sisanya serahkan semua kepada rencana hormati jasa-jasa membayar selama latihan,” ujar Lady yang dinilai berpotensi Tuhan. Jangan pernah menyerah dan jangan berputus asa, m e r e k a . U t a menjadi seorang model catwalk dengan tingginya yang 177 karena harapan akan selalu ada. (Sri Ardhini) manya kata Lady

J

inul-titiek puspa disela sela acara HUT Titiek Puspa

Terus Menggali Potensi Diri

Lady Athalia

mereka yang banyak berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia pada waktu lampau. “Kedua, saya pribadi berupaya memberi makna kepahlawanan, selain dengan kegiatan yang produktif dan positif, juga mencetak prestasi serta tak ketinggalan melakukan kebaikan-kebaikan bagi banyak orang. Saya mulai dari diri sendiri, dengan merefleksikan sifat dan sikap para pahlawan tersebut untuk meraih prestasi. Saya akan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” cetusnya. (Sri Ardhini)


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Hanna Aulia Khadijjah

Ikut Fashion Show untuk Buka Networking Jangan lihat usianya.Tapi tengok karyanya. Hanna Aulia Khadijjah, desainer cilik untuk fashion.Tak banyak anak yang tahu minatnya sejak dini. Kebanyakan anak menyebut apa yang dicita-citakannya bukan berdasarkan apa yang menjadi sungguh minatnya. Namun Hanna Aulia berbeda. Sejak kecil dia tahu apa yang diinginkannya, apa yang diminatinya dan ingin menempuh pendidikan berkaitan dengan minatnya, fashion designer.

K

Hanna fashion show

foto instagram hannakhadijjah

etika pagelaran ‘Muslim ucapnya. Kakak-kakaknya pun piawai Fashion Festival’ beberapa menggambar. “Aku sendiri giat mengwaktu lalu, Hanna sukses gambar dari kecil karena suka lihat kakak membuat penonton mau- menggambar,” ungkapnya. pun pemerhati fashion tercengang saat Ketika umur 8 tahun, bakat menggamdia naik ke panggung dan diperkenalkan bar dan kegemarannya pada desain baju sebagai desainer dari rancangannya yang semakin terlihat menonjol. “Kalau sebelmengambil tema ‘Altayar’ atau umnya aku kan hanya menggamPilot. Tentu tak ada yang bar biasa saja, seperti bunga, mengira kalau sejumlah dll. Nah ketika umur 7-8 wanita dewasa yang tahun, setelah sering liberlenggak lenggok hat fashion show luar di catwalk mengenanegeri, aku mulai kan baju rancangan menggambar desain Hanna yang baru baju. Jadi baju-baju berusia 12 tahun. yang Hanna suka “Hanna sudah dari fashion show sejak kecil suka itu, Hanna gamm e n g g a m b a r. bar ulang trus bikin Usia 3 tahun sukombinasi senddah sibuk gamiri,” ungkapnya. bar-gambar. Ketika M e l i h a t anak-anak lain main perkembangan dan boneka, aku lebih bakat Hanna, baik suka menggambar. orangtua maupun Hanna juga dari kecil kakak-kakaknya heran. sudah suka lihat fashion Pasalnya usia Hanna mashow di TV, di situlah awal sih 8 tahun. Pun dari keluketertarikan Hanna pada Hanna Aulia Khadijjah arganya, termasuk mamanya desain baju. Fashion show dari tidak ada yang menekuni bidang perancang-perancang busana terkenal desain baju. Makin takjub lagi, karena di seperti Dior, Chanel, Versace, paling suka usia yang sekecil itu dia sudah bisa menHanna tonton,” ungkap anak ketiga dari gungkapkan keinginannya menjadi fashion tujuh bersaudara ini. desainer pada orangtuanya. Bakat seni menggambar, lanjutnya, “Kan orangtua juga kakak-kakak sering memang merupakan keturunan keluarga. melihat hasil gambar aku bikin desain baju. “Seni menggambar keturunan dari kakek,” Mereka bilang, ini seperti fashion desainer.

foto instagram hanna khadijjah

foto instagram hanna khadijjah

Hanna juara 2 Jabar Ngagaya 2017

foto instagram hanna khadijjah

Hanna bersama guru desainnya nuniek-densiswanto

Mereka tanya apakah Hanna mau jadi desainer, Hanna bilang iya,” tutur Hanna yang Juli lalu masuk sebagai nominator Anugerah KPAI 2019. Orangtua, kata Hanna lagi, sangat setuju dengan pilihannya. Akhirnya dia pun disekolahkan di Islamic Fashion Institute (IFI) dimana teman-temannya berusia jauh di atasnya. “Waktu itu Hanna masih berusia 9 tahun,” tambahnya. Di sana dia mendapat banyak pelajaran terkait fashion, mulai dari bikin skets, teknik membuat baju, foto shoot, hingga marketing. Semua pelajaran itu dilahapnya dengan mudah. Tak heran saat kelulusan IFI, Hanna terpilih sebagai lulusan terbaik di angkatannya untuk kategori ‘Zero Waste Design’. Bakat yang dimiliki serta kemauannya yang keras untuk belajar membuat hasil karyanya terus berkembang. Dia juga termasuk aktif ikut berbagai pagelaran fashion. Menurut Hanna, banyak manfaat-

foto instagram hanna khadijjah

foto instagram hanna khadijjah

Hanna bersama salah satu modelnya

nya bagi desainer sepertinya untuk rajin ikut fashion show. Selain memperkenalkan karya-karyanya, juga ‘networking’ nya semakin luas khususnya di kalangan desainer-desainer senior. “Banyak yang mengajak kolaborasi,” ucap Hanna yang mengeluarkan brand fashion sendiri yakni ‘Hanna Wants to Play’ untuk coat anak-anak. Menariknya, Hanna bukan hanya mendesain baju-baju wanita dewasa tapi dia juga piawai mendesain baju anak serta baju muslim. Bahkan beberapa waktu lalu dia juga diminta untuk mendesain baju model asal Rusia, Nataly Osmann. “Untuk inspirasi desain datang dari mana saja, termasuk dari ide-ide kakak juga mama karena aku juga sering tanya ke mereka,” tambah peraih juara 2 kompetisi desain Jabar Ngagaya 2017. INGIN BELAJAR DI PARIS Sibuk urusan fashion disign, lalu bagaima-

na sekolahnya? Diakui oleh keponakan aktor Ringgo Agus Rahman ini, aktivitasnya pada fashion disign cukup tinggi dan menyita banyak waktunya. Apalagi ketika ia harus sekolah fashion di IFI. “Jadi waktu itu karena Hanna kan sekolah fashion. Akhirnya karena takut ketinggalan pelajaran maka ambil homeschooling. Dengan begitu waktunya belajarnya bisa menyesuaikan dengan kegiatan sekolah fashion,” tambahnya. Hanna merasa beruntung, minatnya pada fashion mendapat support penuh dari keluarganya khususnya orangtua. Saat ini, ungkapnya, bisnis clothing-nya makin berkembang dengan semakin banyaknya orderan. “Aku juga dibantu oleh kakak dan mama. Untuk pemasaran, dulu, awalnya hanya kepada orang-orang dekat saja. Namun seiring waktu kini sudah dipesan oleh orang luar juga,” kata Hanna yang juga memasarkan karyanya lewat medsos. Hanna yang bercita-cita ingin mengenalkan kekayaan dan keindahan busana Indonesia di kancah internasional, berharap kelak bisa memperdalam ilmu fashion disign –nya di kota mode Paris. “Aku punya banyak impian terkait fashion design. Di antaranya ingin memperdalam ilmu di Paris. Makanya dari sekarang aku kerja keras untuk mencapai mimpi aku,” ujarnya. (Diana Runtu)

Ini hasil rancangan hanna

foto instagram hanna

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

METROPOLITAN

Depresi? Konsultasikan ke Ahlinya

13

Mengaku mengidap gangguan mental secara terbuka, bukan hal yang mudah. Pasti sangat berat. Apalagi dilakukan oleh public figure yang terkenal seantero negeri. Bisa dibayangkan betapa gegernya jagad dunia hiburan. Suatu yang dulu sangat disembunyikan, bahkan oleh masyarakat biasa pun tak berani mengakuinya. Apalagi artis yang sosoknya begitu dikenal masyarakat.

T

api sepertinya dua artis cantik ini, Marshanda dan Ariel Tatum, telah menerobos sesuatu yang dulu dianggap tabu itu. Mereka dengan tegar menyebut kalau dirinya menderita gangguan mental dan sejak lama berjuang untuk meraih kesembuhan. “Ini suatu yang berat bagi aku, dan merupakan sebuah perjalanan panjang sampai akhirnya bisa menerima ini, bahkan menyadari ini adalah berkah dari Allah. Hidup ini adalah berkah dari Allah, baik saat kita sedang di atas maupun di bawah. Jadi dibanding melawan, aku memilih menerima semuanya sembari terus mencari kesembuhan dengan berbagai cara,” ungkap Chacha, sapaan akrab Marshanda. Kabar bahwa gangguan mental yang dideritanya adalah bipolar disorder tidak bisa disembuhkan, tidak membuat dirinya patah semangat. “Sampai saat ini aku masih rutin meminum obat. Tiap hari aku meditasi, berdoa sebanyak mungkin, dan lain-lain,” tambahnya. Dengan sikap yang menerima itu membuat dirinya kini lebih tenang menjalani kehidupan. Berbeda sikapnya ketika pertama kali didiagnosa menderita bipolar tahun 2009. Dirinya

shock dan tidak bisa menerimanya. “Berat bagi aku waktu dengar pertama kali diagnosa itu. Aku menolak. Aku yang selama ini merasa baik-baik saja, bisa melakukan apa saja, berkegiatan apa saja yang aku mau, tibatiba mendapat diagnosa yang seperti itu,” ujarnya. Seiring w a k t u , p e rlahan dirinya mulai sadar dan kemudian mengambil inisiatif mempelajari banyak hal, utamanya lewat membaca aneka buku terkait psikologi, motivasi diri, kesehatan mental, dan lain-lain. Dari sanalah, dirinya mendapat pemahaman dan akhirnya menyadari serta bisa menerima kondisinya. Dari penerimaan itulah sekaligus mensyukuri berkat Tuhan, perlahan dia berani membuka diri bahkan kemudian menyatakan secara terbuka apa yang dialaminya. “Barang kali orang di luar sana bilang aku gila. Ya nggak apa-apa. Aku nggak peduli apapun kata mereka. Kalau dulu, aku memang sakit hati, tidak terima. Tapi kalau sekarang, aku biasa saja. Aku terima. Malah di medsos kalau ada komen-komen negatif sering aku balas (jawab) saja, tapi tanpa rasa sakit hati,” ucap artis yang pernah dijuluki ‘Ratu Sinetron’ ini. INGIN BUNUH DIRI Keterbukaan yang sama juga dilakukan oleh Ariel Tatum, pemeran Dara dalam FTV ‘Cerita Cinta tentang Kita’. Jagad hiburan dibuatnya terkaget-kaget ketika dalam seminar ‘Let’s End the Shame’ di kawasan Thamrin, Jakarta, belum lama ini, Ariel mengaku kalau dirinya mengidap borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang yang membuat dirinya sulit berinteraksi

Marshanda

dengan orang lain. “Aku merasakan itu sejak umur aku 13 tahun,” kata cucu dari artis legendaris Joice Erna, itu. Dia menderita depresi yang parah sampai-sampai pernah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri. “Paling parah ya itu mencoba beberapa kali bunuh diri. Aku juga melukai diri sendiri. Jadi memang parah. Aku seperti tidak sadar melakukannya,” ujar Ariel. Untungnya, disaat hidupnya terasa semakin tidak karuan, dia masih sadar untuk mencari seorang profesional untuk membantunya. “Aku datang ke psikolog karena aku ngerasa sudah tidak wajar. Waktu itu umur aku 13 tahun, aku pergi ke sana dengan ngumpet-ngumpet. Membayar dengan uang sendiri, aku nabung,” tuturnya. Seiring berjalan waktu, Ariel terus berjuang mencari kesembuhan untuk permasalahanya. Sejumlah ahli didatanginya sampai akhirnya ia mendapat seorang ahli yang cocok. Sampai sekarang pun kata Ariel, dia masih menjalani terapi. Psikolog Joyce Djaelani Gordon meminta agar masyarakat yang merasa mengalami sesuatu semacam depresi, tidak melakukan diagnosa sendiri dan mencari pengobatan lewat google. “Yang pasti, jangan sampai orang diagnosa diri sendiri lewat google. Itu bisa berbahaya,” ujar Joyce. “Di google kan ada segala macam, kemudian karena kita merasa tertekan, stress atau depresi, lalu coba-coba cari di google. Jangan! Carilah ahli yang bisa menangani itu. Ke psikolog atau ke psikiater,” jelas Joyce. Jangan juga, ucapnya lagi, mencoba minum obat sembarangan. Karena kalau memang atas permasalahan kita dibutuhkan obat tertentu maka psikiater lah yang akan memberikannya. Itupun, tambahnya, setelah dilakukan assessment (penilaian) sebelumnya. “Kalau dengan ahlinya kan akan diperiksa depresinya kenapa, berapa lama, karakternya bagaimana, dll. Lalu soal kondisi di rumahnya, pendukung di rumah itu seperti apa, sejarahnya bagaimana, dll. Jadi tidak sederhana seperti halnya kita ‘tanya’ di google,” ucapnya. Karenanya, Joyce juga menyambut baik dengan langkah keterbukaan yang dilakukan para artis tersebut, Marshanda dan Ariel Tatum. Sekarang ini, kata Joyce, masyarakat juga sudah lebih

Ariel tatum

terbuka tentang hal berkaitan dengan masalah mental. “Ini (keterbukaan) kan bagus ya. Dengan begitu akan membuka orang lain untuk bisa lebih cepat cari rawatan yang sesuai dengan apa yang dideritanya. Dan, tidak ada lagi adanya pemasungan pada penderita gangguan mental ataupun anggapan bahwa mereka (penderita) kemasukan setan,” jelas Joyce. Senada dengan Joyce, Marshada menyebut keterbukaan yang dilakukannya juga sekaligus mendorong masyarakat untuk berani mencari pengobatan untuk dirinya sendiri.

foto instagram arierltatum

Tidak perlu merasa malu atau rendah diri. “Bukan hal memalukan jika kita mau ke konselor. Nggak usah minder. Justru kita harus melakukannya demi menolong diri kita sendiri,” tegas Chacha. Baik Chacha maupun Ariel Tatum juga berpendapat langkah mencari kesembuhan lewat curhat kepada teman adalah tidak tepat. Karena teman tidak punya kemampuan untuk menangani kondisi kita. “Kita harus datang kepada profesional karena mereka yang memiliki banyak tools untuk self healing exercise,” kata Chacha. (Diana Runtu)

Joyce djaelani gordon


12

BUMI GORA

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Gebyar Desa Benderang Informasi Publik

Dalam kegiatan Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi yang digelar di salah hotel di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menggelar dialog dengan seluruh kepala desa, lurah, camat serta Kepala SMA/ SMK Se-NTB

Perjalanan Panjang Dimulai Langkah Pertama

“Hari ini saya menyaksikan di Lombok Utara bahwa upaya industrialisasi pertanian mulai menunjukkan bahwa memang ada cahaya di ujung terowongan. Betapa tidak, petani-petani kecil berbinar matanya, bersinar wajahnya melihat tanah yang tadinya gersang dan kering kini hijau siap dipanen,” ujar Gubernur NTB ketika menghadiri pengairan menggunakan teknologi irigasi tetes alias drip irrigation di Lombok Utara, barubaru ini. Gong industrialisasi pertanian di NTB memang terlihat sudah mulai ditabuh. Satu per satu, benih industri berwujud aneka komoditas mulai tumbuh. Di Lombok Utara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyaksikan sendiri bagaimana perkembangan menggembirakan yang berhasil disuguhkan oleh tumbuhnya industrialisasi di sektor pertanian. Setelah diterapkan, teknologi ini rupanya berhasil melipatgandakan produktivitas jagung di tanah kering tersebut. “Jagung yang tadinya hanya bisa dipanen sekali setahun, kini bisa minimal tiga kali setahun dengan hadirnya drip irrigation dengan hasil tiga bahkan empat kali lipat,” ungkapnya. Gubernur NTB meyakini, kesinambungan penanaman akan memungkinkan ketersediaan bahan baku untuk pakan ternak yang kemudian memajukan peternakan dan juga industri makanan di NTB. Terobosan ini sudah dimulai dari KLU. Selanjutkan, Gubernur bertekad untuk mereplikasi terobosan serupa di tanah-tanah kering lainnya di seluruh Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu menegaskan keyakinannya bahwa pengangguran dan kemiskinan akan bisa dikurangi dengan industrialisasi. Sebab, industrialisasi memungkinkan hadirnya peningkatan produktivitas. Komoditas yang tumbuh dari tanah-tanah di NTB, bisa menghasilkan nilai tambah berlipat ganda berkat industrialisasi. Konsep industrialisasi yang dimaksudkan Gubernur juga tidak selalu harus berupa hadirnya teknologi yang terlalu rumit atau berupa mesin-mesin besar. Justru, yang akan didorong adalah lahirnya teknologi sederhana yang bisa mengolah hasil pertanian di NTB menjadi aneka produk olahan. Setelah diolah, nilai komoditas NTB ini, tentu saja akan jauh lebih besar. Proses mengolah produk ini juga pasti membutuhkan tambahan tenaga kerja. Dalam skala satu atau beberapa unit, jumlah tenaga kerja yang terserap mungkin sedikit. Namun, jika teknologi sederhana ini diterapkan secara massal dalam bentuk sentra industri-industri rumahan di berbagai daerah di NTB, maka akumulasinya akan melahirkan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik NTB, laju pertumbuhan industri pengolahan di NTB pada triwulan ketiga 2019 hanya mencapai 1,18 persen (y on y). Data ini memperlihatkan bahwa industri pengolahan belum mencapai laju pertumbuhan yang diharapkan. Untuk itulah, Gubernur NTB menegaskan perlunya semua pihak terus berupaya mendorong tumbuhnya industri-industri pengolahan di NTB. Meski sulit, Gubernur meyakini langkah ini adalah sesuatu yang harus ditempuh oleh masyarakat NTB. “Perjalanan panjang, memang harus dimulai dengan langkah pertama,” katanya. (Naniek I. Taufan)

P

ertemuan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) NTB tahun 2019. Pada kesempatan di depan para kepala desa, camat dan kepala sekolah itu, Gubernur NTB menegaskan bahwa seluruh desa di NTB harus ramah pada investor, sebab pembangunan dan kesejahteraan hanya dapat dilakukan dengan banyaknya investor yang terlibat dalam pembangunan. “Tidak mungkin ada kesejahteraan pun tidak mungkin ada pembangunan kalau kita tidak ramah terhadap investasi,” ungkap Zulkieflimansyah. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala desa khususnya untuk tetap memelihara dan menciptakan keamaan di daerah masing-masing, sehingga para investor merasa nyaman untuk menanamkan investasinya ke NTB. “Investor itu tidak mau datang kalau sedikit-sedikit tutup jalan,” ujarnya mengingatkan. Selain itu, Gubernur NTB juga menyampaikan pentingnya keter-

bukaan informasi bagi masyarakat. Desa-desa di NTB akan terpacu pembangunannya apabila masyara-

kat dapat mengakses informasi yang ada. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB tentu saja mengingat bahwa keterbukaan informasi juga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa serta membuat masyarakat melek informasi sehingga tidak banyak bertanya yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Ia berharap dengan keterbukaan informasi ini, masyarakat juga mau terlibat bekerja membangun desa. Sementara itu, Ketua Komisi

Informasi (KI) NTB, Hendriadi S.E, M.E. mengatakan, kegiatan Gebyar GBIP dan Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa menuju Benderang Informasi Publik merupakan puncak dari seluruh kegiatan yang dilakukan KI NTB. Kegiatan itu menghadirkan tidak kurang dari 1.500 Badan Publik se-NTB, yang terdiri dari 303 kepala sekolah dan 158 kepala Puskesmas dan 1.100 kepala desa dan lurah. “Kegiatan ini bertujuan membumikan keterbukaan informasi,” katanya seraya menegaskan desa, sekolah, puskesmas merupakan lembaga yang paling dekat dengan informasi. DESA DAPAT BUAT PPID SENDIRI Ia berharap, gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka pada informasi yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, NTB Gemilang dapat terwujud dengan baik. Ketua Bidang Sosialisasi Edukasi Advokasi KI Pusat, Wafa Patria Uma yang juga hadir dalam kegiatan ini, mengatakan kehadiran masyarakat dalam gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP merupakan wujud komitmen dan dukungan terhadap keterbukaan informasi. Sebab, hak masyarakat untuk tahu merupakan layanan dasar, selain pendidikan dan kesehatan. Dengan keterbukaan informasi lanjutnya, akan banyak permasalahan yang bisa diselesaikan. Seperti permasalahan kesehatan dan pendidikan. “Desa dapat membuat PPID sendiri, sehingga desa mempunyai hak untuk urus diri sendiri,” katanya. Karena itu, KI dapat memberikan panduan tentang layanan inform a s i p u b l i k serta memberikan hak masyarakat untuk mengakses informasi. “Informasi bisa mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa gerakan bersama layanan dasar, adalah upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kesehatan dan pendidikan. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019 Baru sembilan hari menikmati menjadi ibu dari anak pertamanya Syarifah Khalisa Aghnia Bahira. Kartika Putri sudah dilanda kepanikan luar biasa. Tubuh putrinya tiba-tiba menguning. Hasil pemeriksaan darah, kadar bilirubin Khalisa mencapai 17 Mg/dL. Karenanya harus segera menjalani perawatan inkubator setidaknya selama 48 jam.

M

eski sang bayi sudah ditangani dokter ahli, namun artis berusia 28 tahun ini tetap saja gelisah dan ketakutan. Maklum inilah anak pertamanya dari pernikahannya dengan habib kondang, Usman bin Yahya tahun 2018 lalu. Sebagai wanita muda yang minim pengalaman dalam hal perawatan anak, jelas saja Kartika takut dan panik ketika mendapati anaknya terserang penyakit kuning. Apalagi, meski banyak kasus bilirubin ini bisa ditangani, namun bukan berarti tidak berbahaya. Jadilah Kartika menangis tak henti. Pun di depan wartawan yang menyambanginya di rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan, Kartika menangis. “Maaf ya aku ‘melow’ terus,” ucap Kartika sambil mengusap air matanya. “Soalnya baru bingung. Ibu bingung. Masih bingung banget. Masih adaptasi menjadi ibu. Adaptasi penyembuhan, dan lain sebagainya. Jadi kayak cape sekali,” kata presenter D Academy Celebrity ini. Makin membuat dirinya ‘tertekan’ karena merasa orang lain menyalahkannya. Bisa jadi, perasaan itu muncul karena ia sedang sangat sensitif. “Dijemur (bayi) nggak? Nggak dijemur kali? Susunya nggak benar kali, atau makannya nggak benar kali?,” kata Kartika mengulang tanggapan bertubi-tubi dari orang sekitarnya. “Aku kan lagi sensitif banget ya. Jadi mendengar omongan kayak gitu, rasanya bagaimana ya,” tambahnya. Tapi ia tak mau memperpanjang. Kartika berusaha maklumi bahwa tanggapan spontan itu diyakini karena kekhawatiran mereka pada anaknya. “Padahal I do my best. Aku juga kurang tidur , tiap hari hanya 3 jam tidurnya. Malah saat bayi di bawah ke

BUNDA ANANDA

5

Mengenal Bilirubin pada Bayi

rumah sakit aku tidak tidur sama sekali,” katanya. Sebelum menjadi ibu, ia telah mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Mulai dari bertanya sana-sini pada keluarga, teman, saudara, dokter, juga mencari referensi-referensi penting terkait merawat bayi. Pe m e r a n f i l m ‘Suster Ngesot’ itu, berusaha dijalaninya dengan baik. Namun tetap saja terjadi masalah. Sang suami, Usman sangat memahami kondisi istrinya dan berusaha menenangkan dan memberinya kekuatan. Usman yang telah dua kali menikah, paham istrinya masih muda dan sangat minim pengalaman. Tak heran kalau kejadian yang dialami Khalisa, membuat Kartika shock dan menangis tiada henti. “Saya bilang, jangan nangis terus nanti susunya kering. Malah jadi masalah baru,” tambah Usman yang setia mendampingi istrinya di rumah sakit. Kasus bilirubin memang banyak terjadi pada anak-anak yang baru dilahirkan. Mengutip Alodokter, bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah, urine dan tinja manusia. Pigmen ini berasal dari sel darah merah yang sudah mati dan pecah. Salah satu pertanda bilirubin tinggi adalah kondisi bayi kuning. Bayi akan kuning jika bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati. Hal ini bisa terjadi karena jumlah bilirubin yang dihasilkan dari penghancuran sel darah terlalu banyak sehingga hati tidak sempat memprosesnya atau memang karena ada gangguan pada organ hati. “Ketika hal ini terjadi maka permukaan kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning. Kondisi ini

disebut jaundice,” mengutip paparan Alodokter. Disebutkan sebagain besar bayi mengalami penyakit kuning ringan ataupun penyakit kuning fisiologi. Biasanya, akan membaik dalam satu hingga dua atau tiga minggu seiring dengan pertumbuhan bayi dan perkembangan fungsi organ tubuhnya. Bayi semakin lama akan dapat mengolah bilirubin dengan lebih baik sehingga kuning fisiologis akan hilang dengan sendirinya. Alodokter menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan bayi berisiko mengalami penyakit kuning. Di antaranya adalah bayi terlahir prematur, bayi yang tak mendapat ASI atau susu formula yang cukup. Dan, bayi yang memiliki golongan darah berbeda dengan golongan darah ibunya atau jika rhesus bayi dan ibu berbeda, mereka dapat mengembangkan antibodi yang berlebihan sehingga menghancurkan sel darah merah mereka sendiri. Walhasil, kadar

sumber foto alodokter

Bayi menjalani terapi cahaya karena bilirubin tinggi

bilirubin pun meningkat secara tiba-tiba. FOTOTERAPI Dalam penjelasannya, Alodokter juga memberi tips penanganan yang tepat pada bayi yang memiliki bilirubin terlalu tinggi. Salah satunya adalah mengonsumsi banyak cairan ASI atau susu formula. “Berikan ASI sesering mungkin antara 8 hingga 12 kali per-hari untuk mendorong buang air besar yang sering. Ini membantu membuang bilirubin melalui tinja,” jelas Alodokter. Metode fototerapi juga dapat membantu mengatasi bayi kuning. Fototerapi adalah metode pengobatan yang umum

dan sangat efektif menggunakan cahaya untuk membantu memecah bilirubin di tubuh bayi. Namun untuk kasus yang sangat parah, transfusi darah mungkin diperlukan jika bayi tidak merespon teknik pengobatan lainnya. Kartika Putri kini sudah merasa agak tenang karena putrinya telah berhasil melewati masa kritis. “Mohon doanya agar Khalisa bisa cepat sehat dan pulang ke rumah. Sedih melihat dia gelisah dan nggak nyaman,” ungkap Kartika yang juga menjadi ibu sambung dari tiga anak Usman dari pernikahannya terdahulu. (Diana Runtu)

Mendongeng Lima Menit ANAK KODOK PENENTANG

Di sebuah kolam kecil tinggal Ibu Kodok dengan anak satusatunya. Anak kodok itu sangat manja, nakal dan suka menentang segala perintah ibunya. Kalau ibunya melarang keluar, ia justeru berlari cepat-cepat meninggalkan lubang prsembunyiannya. Kalau ibunya menyuruh ia ke pinggir sungai, ia justeru pergi ke lereng bukit. Anak kodok itu senang melihat ibunya jengkel. Bukan itu saja, ia justeru senang melihat ibunya marah-marah sambil menangis. “Anakku!” seru Ibu Kodok pada suatu hari. “Mengapa kamu tidak seperti anak kodok lain? Mereka penurut dan suka menolong ibunya bekerja. Bahkan sejak kecil sudah bisa memperkenalkan dirinya sendiri dengan bernyanyi, “Kodok, kodok, kodok”, tetapi kamu bilang “Krok, krok, krok!” “Dan lagi….!” Ibunya menyambung. “Anak kodok yang lain selalu bermain bersama-sama, tetapi kamu suka bermain sendiri. Anak kodok lainnya bernyanyi bersama-sama, tetapi kamu lebih suka berteriak sendiri.” Anak kodok itu seolah-olah tidak mendengarkan kata-kata ibunya. Ia cuek saja, lalu dengan tenang meleng-

gang meninggalkan rumah. Suatu hari Ibu Kodok minta bantuan kepada anaknya. “Anakku! Tolong pinjamkan aku kikihan di rumah tetangga. Si Anak Kodok pergi tergesa-gesa. Ibu Kodok menanti kedatangan anaknya membawa kikihan, namun ditunggutunggu sampai sore tak kunjung datang. Menjelang matahari tenggelam, anak itu muncul. Katanya ia berenang sendirian di sungai. Pokoknya, anak satu-satunya itu sangat malas, tidak suka membantu dan bahkan suka menentang ibunya. Kalau disuruh diam di rumah, ia bahkan keluar rumah, kalau disuruh ke sungai, ia bahkan pergi ke bukit. Maka tibalah peristiwa yang tidak dapat dielakkan. Ibu Kodok sakit keras. Mula-mula Ibu Kodok sakit pilek, kemudian batuk-batuk, dan tidak mau makan. Makin hari sakitnya makin keras. Merasa ajalnya segera tiba, Ibu Kodok memanggil anaknya. “Anakku sayang!” katanya dengan suara terputus-putus. “Kukira tak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Aku tak suka merepotkan kamu. Aku hanya minta, kuburkanlah aku di pinggir sungai.” Sebetulnya sang Ibu minta dikuburkan di lereng bukit, tetapi ibu yang sering dibuat jengkel itu tahu betul sifat anaknya. Anaknya suka berbuat yang bertentangan dengan kehendak ibunya. Nah, kejadian itu benar-benar terjadi. Ibunya mengembuskan napas

terakhir. Hal yang tak terduga-duga pun terjadi. Anak Kodok penentang itu menangis meraung-raung. Ia merasa sangat terpukul kehilangan ibu yang sangat dikasihinya. Tak henti-hentinya ia mencucurkan air mata di samping mayat ibunya. Ia menyesal telah menyakiti hati ibunya. Ia merasa sangat berhutang budi terhadap ibunya yang mengasuh dan membesarkannya sejak lahir. “Tinggal satu kesempatan untuk membalas budi” pikirnya. Ia harus menuruti permintaan terakhir ibunya tersayang, yakni menguburkannya di pinggir sungai. Dan niat itu ia lakukan dengan sempurna. Sebetulnya permintaan sang Ibu sangat tepat, yakni dikubur di lereng bukit. Maksudnya adalah agar dalam setiap musim hujan, kuburannya tidak tergerus banjir. Ia sangat tahu sifat anaknya yang suka menentang. Oleh karena itu ia minta kepada anaknya untuk dikubur di pinggir sungai. Namun apa yang terjadi? Anak kodok yang sangat mencintai ibu kandungnya itu, memenuhi permintaan ibunya yang terakhir. Ia menguburkan ibunya di pinggir sungai. Agar kuburan ibunya tidak dilanda banjir, anak kodok itu sepanjang waktu berdoa dan bernyanyi di sebelah kuburan ibunya. “Krok, krok, krok….! Krok, krok, krok…!” Itulah yang ia lakukan sepanjang waktu dan sepanjang musim hujan. (Korea) kikihan = alat memarut


DARA

6 Akhir-akhir ini gadis cilik bersuara emas Izabelle Kiara Kurniawan sibuk sekali. Sejak ia berhasil menyabet tiga medali di World Championship of Performing Arts di California, Amerika Serikat, tiga bulan lalu, tawaran show untuknya semakin meningkat. Bukan itu saja, ia diundang oleh sejumlah TV nasional di Jakarta untuk tampil dalam acara mereka. Walhasil, dia pun harus bolak-balik Malang-Jakarta untuk memenuhi berbagai undangan itu.

S

Te ruslah Be rkarya untuk Indonesia

foto instagram kiara

tapi kalau sudah di panggung dan menyanyi, seperti plong. Ndak gugup,” ujar Kiara yang fasih berbahasa Inggris. Sejarah keikutsertaannya di kompetisi internasional World Championships of Performing Arts –pun berawal dari

BULELENG

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Tahapan Pemilihan Prebekel (Pilkel) serentak di Kabupaten Buleleng telah selesai. Pencoblosan dilakukan pada 31 Oktober 2019 lalu di 79 desa di 9 Kecamatan. Meski berjalan dengan aman dan lancar, pada pesta demokrasi tingkat desa ini menyisakan beberapa catatan. Salah satunya kurangnya partisipasi masyarakat untuk memberikan hak pilihnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng Made Subur.

T

Medali-medali yang diraih Kiara di WCOPA 2019

11

Kembangkan Bumdes Berkonsep One Village One Product

Izabelle Kiara Ku rniawan

eperti berprestasi dalam halnya belajar. Karena itu, anak ketika ia minta izin beruntuk mengikuti prestasi internaevent, sekolah sional lainnya, TV mengizinkan bahpun berlombakan mendukunglomba menampilnya lewat pemkan kiprah bocah berian pelajaran cerdas ini di acatambahan agar dia ra-acara mereka. tidak ketinggalan Satu tujuannya pelajaran,” tutur adalah prestasi gurunya. Kiara bisa menjadi Bakat meinspirasi kalangan nyanyi dan menari muda lainnya unKiara sudah tertuk berkarya dan lihat sejak balita. mengukir prestasi foto istimewa Orangtuanya samkelas dunia. Kare- Penampilan kiara saat menyanyi lagu pai heran melihat Walang Keke di WCOPA 2019 na dengan begitu a n a k s u l u n gn y a nama Indonesia pun menjadi makin begitu senang menyanyi dan menari. harum di mata dunia. “Iya orangtua Kiara heran karena Kiara, begitu nama bocah kelahi- sejak kecil aku sudah suka menyanyi ran Agustus 2009 ini akrab disapa, dan menari. Mama-papa heran karena tidak seperti yang lainnya yang kadang di keluarga Kiara tidak ada yang sep‘gagap’ bila berhadapan dengan erti aku. Mama-papa tidak menyanyi, wartawan, apalagi wartawan yang begitu juga oma-opa aku. Tapi mama‘rewel’ dan ‘kepoan’. Sehingga men- papa mensupport aku. Aku diberikan jadikan orangtuanya sebagai ‘jubir’ les untuk balet juga menyanyi,” unguntuk menjelaskan kiprahnya. Tapi kap Kiara sambil tersenyum. Kiara tidak demikian. Gadis ceria dan Sekolah menyadari bakat seni yang murah senyum ini, sanggup dan mam- tinggi dari Kiara sejak dia masuk kelas pu berhadapan dengan pers. Apapun 2 SD. Di sekolahnya ada kegiatan yang ditanyakan padanya, pasti dia ekstrakurikuler menyanyi, Kiara pun mampu menjawabnya dengan bahasa masuk di sana. Ketika kelas 3, dia yang jelas dan runut. juga diikutkan dalam paduan suara Gurunya di Sekolah Khatolik SD sekolah juga pentas seni. Bukan hanya Santa Maria II Malang, menyebut menyanyi dan menari, sesungguhnya siswanya memang cerdas dan pandai putri sulung Intan Kurniawan ini juga bicara. Dia mampu menyeimbangkan memiliki bakat teater. Bakat seni ituantara prestasi belajarnya di sekolah lah mendapat penanganan yang baik dengan prestasi kegiatan lainnya. disekolahnya lewat latihan-latihan. Karena itu sekolah mendukungnya Seiring waktu, dengan kemamuntuk terus berkiprah di luar sekolah. puannya yang makin terasah, Kiara “Kami mendukung Kiara karena pun mulai mendapat banyak undangan dia bukan hanya berprestasi dalam tampil di berbagai acara. “Kalau bemenyanyi dan balet tapi dia juga lum menyanyi perasaan Kiara gugup,

izabele kiara

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

izabele kiara

foto instagram kiara

Made Subur

erlepas dari catatan yang ditinggalkan, Made Subur berharap terhadap calon prebekel terpilih agar dapat menjadi ujung tombak dalam melakukan percepatan progres pembangunan dengan pengembangan potensipotensi yang ada di desa.

Hal ini tentu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat desa itu sendiri. “Kami harap visi misi yang dimiliki kepala desa dapat sejalan dengan pemerintah di daerah, provinsi dan juga visi misi Presiden Republik Indonesia,” jelasnya. Dalam memajukan desa, pihaknya berharap agar semua pemangku kebijakan di desa dapat saling mendukung dan bekerjasama. “Penguatan BPD juga harus dilakukan, karena BPD lah yang nantinya menentukan arah pembangunan,” jelasnya.

Ke depan untuk pengembangan desa, Subur juga telah menyusun program untuk menggeliatkan Bumdes di masingmasing desa. Salah satunya dengan pengembangan air bersih di tiga Bumdes di Buleleng. Menurutnya potensi ini sangat tepat dikembangkan mengingat Buleleng memiliki sumber mata air yang melimpah. Hanya saja dalam pemanfaatannya belum maksimal. “Buleleng potensi airnya sangat mendukung tetapi pemanfaatannya belum optimal ketika kemarau kekeringan, ketika musim hujan terjadi banjir. Nantinya kami akan kelola sumber air ini di tiga Bumdes untuk menjadi air galon,” ungkapnya. Selain itu, mantan Kepala Dinas BPBD Buleleng ini juga mengatakan akan mengembangkan Bumdes dengan konsep one village one product. Dengan konsep one

village one product maka akan memudahkan mengantarkan masing-masing desa menjadi desa yang maju dan mandiri. “Dengan konsep desa membangun, bukan tidak mungkin desa yang nanti akan membiayai kabupaten,” lanjutnya. Di akhir November ini, kata Subur pihaknya menargetkan ada 129 desa yang telah memiliki bumdes. Selain Bumdes di masing-masing desa, pihaknya juga akan membentuk Bumdes bersama yang akan menjembatani beberapa desa. Dirinya mencontohkan, Bumdes bersama akan dibangun di kawasan Bali Aga. “Bumdes ini akan dibangun di kawasan Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuasri. Fungsinya tentu mengelola potensi-potensi yang dimiliki masing-masing desa tersebut,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Atasi Gagal Panen dengan Pola Percepatan Tanam izabele kiara

show-nya. “Jadi waktu itu Kiara sedang show di Emporium Pluit, Jakarta Utara. Lalu seseorang, mungkin karena melihat Kiara tampil, datang dan menawari untuk ikut WCOPA 2019 di Amerika. Sempat ragu dan bilang ndak mau. Tapi orang itu terus memberi penawaran. Akhirnya orangtua Kiara bilang ‘ok’. Sejak itu Kiara pun mulai mempersiapkan diri sekitar 2 bulan untuk ikut event itu,” ungkap Kiara. Kiara memang tidak sendiri, karena ada sekitar 15 anak berbakat yang juga ikut dalam event bergengsi itu. Mereka semua tergabung dalam kontingen Indonesia. Setidaknya ada 60 negara yang ikut berpartisipasi dalam WCOPA 2019 ini. Hasilnya, suara Kiara yang merdu dan mampu mencapai nada-nada tinggi berhasil menyabet tiga medali perak untuk kategori pop, RnB/Soul/Jazz, dan, kategori original work. “Kiara menyanyi delapan lagu, enam lagu berbahasa Inggris dan dua lagu Indonesia, salah satunya lagu Jawa ‘Walang Keke’,” tambah Kiara yang juga menari balet dalam event itu. Terkait pemilihan lagu ‘Walang Keke’, kata Kiara, mengundang banyak pertanyaan dari banyak orang. Mereka senang namun juga heran kenapa Kiara memilih lagu Jawa ‘Walang Keke’.

foto instagram kiara

foto instagram kiara

Kontingen Indonesia di World Championship Performing Arts di California Amerika Serikat

Kiara bersama pelatih vokalnya Romeo Johnson

“Kiara memang sengaja memilih lagu Jawa, supaya negara lain tahu bahwa Indonesia memiliki budaya yang indah yang tidak kalah dari negara lain. Dan bersyukur sekali, ternyata respons para penonton (WCOPA) maupun juri mendengar lagu ‘Walang Keke’ bagus sekali. Mereka senang karena lagu Indonesia indah,” jelasnya Kiara yang bertekad akan ikut WCOPA lagi pada tahun depan. Di luar itu, juri juga terkesan dengan penampilan Kiara menyanyikan enam lagu berbahasa Inggris, salah satu yang membuat juri berdecak kagum adalah saat ia menyanyikan lagu yang dipopulerkan Celine Dion, All by My Self yang tingkat kesulitannya lumayan tinggi. “Kata mereka (juri) wow..wow,” ucap Kiara sambil tertawa. Salah satu juri yang tertarik pada kemampuan menyanyi Kiara adalah Romeo Johnson, pelatih vokal penyanyi terkenal Lady Gaga dan ‘King of Pop’ Michael Jackson. “Kiara tuh sampai disuruh ulang menyanyikan lagunya Celine Dion, saking seperti ndak percaya gitu Kiara bisa menyanyikan ‘All by Myself’. Habis Kiara menyanyi, Romeo Johnson, bilang ‘wow’ trus garuk-garuk kepala he-

hehe. Dia tidak kritik Kiara,” ujarnya. INGIN JADI BALERINA Saking kagumnya pada kemampuan bocah bersuara emas ini, Romeo Johnson pun mengajak Kiara rekaman di studionya. Dia juga bersedia melatih Kiara menyanyi. “Jadi kita sudah kerjasama. Romeo Johnson sekarang jadi pelatih vokal aku,” tambah Kiara yang ketika berulang tahun mendapat ucapan selamat dari Romeo sekaligus wejangan agar dia terus meningkatkan kemampuannya, rajin berlatih agar kelak benar-benar menjadi penyanyi yang hebat dan membanggakan. Manariknya, ketika ditanya, apa cita-citanya, Kiara malah menyebut ingin menjadi balerina. “Kiara kan suka menyanyi juga balet. Kan nggak bisa dua-duanya. Jadi Kiara memilih nantinya akan memperdalam balet. Nanti kalau aku sudah masuk university, Kiara akan memilih university balet. Menyanyi juga sih, tapi fokusnya ke balet,” ungkap Kiara yang juga hobi menggambar. Kiara berharap kisah inspiratif darinya juga memacu kalangan muda lainnya untuk juga mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. “Jangan menyerah dan teruslah berkarya untuk Indonesia,” kata Kiara. (Diana Runtu)

Kekeringan menjadi ma salah krusial ketika musim kemarau tiba. BMKG Provinsi Bali mencatat musim kemarau akan berakhir pada akhir September 2019. Tetapi, hingga November hujan belum turun meskipun bebrapa wilayah di Buleleng sudah sempat turun hujan. Hal ini memicu kekeringan panjang di Buleleng. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta. Sumiarta mengatakan kekeringan menjadi bencana tahunan yang terjadi di Buleleng. Dari luas lahan pertanian 10. 335 ha,

sebanyak 181 ha mengalami kekeringan. Ini terjadi di 6 kecamatan di Buleleng dengan rincian kecamatan Sawan 81 ha, Buleleng 53 ha, Sukasada 30 ha, Busungbiu dan Banjar 7 ha. Guna mencegah dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian, Distan melakukan berbagai upaya di antaranya dengan pemetaan sifat-sifat hujan, pola percepatan tanaman, sistem irigasi selang seling, sistem pertanian organik, dan program Asuransi Usaha Tani Padi. Terkait dengan AUTP, Sumiarta mengatakan petani belum Made Sumiarta

Kadistan Made Sumiarta saat mengikuti program acara Geliat Buleleng di Radio Singaraja FM

terlalu tertarik untuk mendaftarkan lahannya. Ini dapat dilihat dari target 2017 sebanyak 6 ribu ha hanya 1200 ha lahan yang didaftarkan. Kemudian di tahun 2018 target diturunkan menjadi 1250 ha hanya 32.3 ha terpenuhi. Di tahun 2019 target 400 ha baru 60 ha lahan yang terdaftar asuransi. Menurutnya hal ini dikarenakan syarat untuk memperoleh klaim asuransi harus 75 persen kerusakan puso. “Ke depan kami akan koordinasikam kepada Jasindo agar kerusakan lahan

baik ringan, sedang, berat juga dapat mengklaim asuransi,” ungkapnya. Untuk meminimalisir kerugian, Dinas Pertanian telah mengimbau kepada para petani agar tidak hanya fokus untuk menanam padi, melainkan juga dapat beralih komoditas seperti kacang ijo. “Kebanyakan petani, kalau ada air sedikit sudah cobacoba tanam padi. Padahal sudah diimbau oleh petugas kami di lapangan untuk tidak menanam padi untuk meminimalisir kerugian di bulan-bulan kemarau ini. Tidak bisa dipaksakan juga, karena keuntungan dari menanam padi ini lumayan juga. Kendati demikian, saat ini tidak ada pengaruh terhadap pasokan

beras,” ujar Sumiarta. Selain itu, pihaknya juga menghimbau petani untuk memperhatikan pola percepatan tanam. Pihaknya sedang gencar mensosialisasikan varietas-varietas padi yang memiliki masa tanam dan panen yang singkat. Tentu hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya pemeliharaan dan mencegah gagal panen di musim kemarau. “Petani biasanya hanya menanam padi Hibrida seperti varietas Ciherang dan Inpari tetapi kami sekarang mulai memperkenalkan varietas lain yang cocok dengan kondisi lahan di Buleleng seperti varietas Towuti,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

Foto: news.trubus.id

Ilustrasi padi gagal panen


10

Glams Wear

STYLE

Ivan Gunawan

Desainer yang dikenal multitalenta ini pun berhasil mencapai titik kemasyhurannya, hingga ia dipinang sebagai anggota IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia). Dan, terbukti sukses menyuguhkan karyanya pada perhelatan “IPMI Trend Show 2020” di The Hall Senayan City, Jakarta pekan lalu.

I

van Gunawan mempersembhakan karya terbarunya yakni “Glams Wear Ivan Gunawan”, dengan mengusung tajuk ‘Believe’. Di sini ia menggambarkan suara

sukmanya, dengan mengolah apik dalam tingkat craftsmanship yang mumpuni. Koleksinya kali ini mempresentasikan gaun dengan siluet memperlihatkan lekuk ramping

pinggang, punggung terbuka, menerawang, bergaris dada rendah, serta bahu terbuka yang dikerjakan dengan teknik moulage. Terlihat Ivan sangat piawai mengolah dan mengeksplorasi bahan serta detail dengan indahnya. Sekitar dua puluh lima gaun malam rancangan Ivan dengan warnawarna lembut ini, terlihat berhasil menonjolkan keanggunan perempuan tingkat tinggi dalam rasa dan harumnya seksi. (Sri Ardhini)

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019 Kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan suatu bangsa. Masyarakat yang sehat akan menjadi sumber daya yang unggul untuk mewujudkan segala bentuk pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengubah pola hidup guna mewujudkan generasi sehat di Buleleng.

E

dukasi pola hidup masyarakat yang selama ini dianggap kurang mengarah pada peningkatan kesehatan jasmani, ke depannya harus bisa diubah dengan gerakan terpadu yang mampu mendukung tercapainya insan yang sehat. Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini di sela-sela pelaksanaan kegiatan Talk Show Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di salah satu hotel di kawasan Lovina, Senin (4/11). Dikatakan Rousmini, masyarakat di Buleleng harus bisa mengubah pola hidupnya yang selama ini cenderung mengarah pada menurunnya tingkat kesehatan, menuju kebiasaan-kebiasaan yang berdampak pada terjaganya kesehatan fisik. Salah satu yang ditekankan Rousmini yaitu kebiasaan makan buah dan sayur setiap hari. Buah dan sayur, menurut Rousmini, selain mengandung vitamin yang baik untuk tubuh, juga mempunyai antioksidan yang dapat mencegah penyakit. “Jadi pola makan itu yang harus diatur, kurangi karbohidrat dan harus mengutamakan sayur dan buah. Membangun SDM yang unggul harus dimulai dari pola makan yang sehat,” katanya.

EDUKASI

Membangun SDM Unggul Mulai dari Pola Makan Sehat

Selain itu, Rousmini juga mengajak masyarakat untuk sedapat mungkin melakukan aktivitas fisik berupa olah raga setiap hari. Dirinya juga menghimbau agar masyarakat juga mulai meninggalkan rokok. Rokok sampai saat ini dianggap menjadi salah

satu faktor yang berdampak menurunkan tingkat kesehatan masyarakat, bahkan cenderung menyebakan kematian. Untuk itu, Pemkab Buleleng mendukung penuh setiap kegiatan yang mengarah pada pencapaian Germas di Buleleng. Menurutnya, Pemkab Buleleng akan melakukan tindakan implementatif untuk menindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali terkait dengan penuntasan program Germas ini. “Kami atas nama Pemkab Buleleng sangat mendukung kegiatan ini

7

(Germas). Kegiatan ini untuk mengedukasi sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat. Kami sudah mengundang berbagai komponen yang nantinya menindaklanjuti program-program Germas kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes, mengatakan, tujuan dari Germas ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, dan menekan pembiayaan yang tinggi akibat biaya kesehatan karena penyakit. Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Lebih lanjut disampaikan dr. Dwipayani, bahwa Germas ini lebih mengutamakan kegiatan preventif dan promotif, mengingat gerakan ini benar-benar untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat. “Adapun tema atau kampanye Germas yang menjadi fokus adalah melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengkonsumsi sayur dan buah, melakukan cek kesehatan secara rutin, tidak merokok, dan pemberantasan sarang nyamuk,” paparnya. (Wiwin Meliana)

Yoga untuk Lansia

1

2

Gambar 1 Ambil sikap sebagaimana gambar 1dengan tetap menjaga tulang punggung lalu angkat tangan kanan letakkan di atas kepala raih kuping kiri dan mulai merebahkan kepala ke bahu kanan sampai dirasakan peregangan di otot leher kiri. Manfaat dari sikap ini adalah untuk melancarkan peredaran darah di area leher. Silakan ambil napas lembut dan lakukan 5 kali putaran napas. Begitu juga sebaliknya ( lihat gambar 2).

3 Gambar 3 Masih dengan sikap duduk bersila sesuai kemampuan dan angkat kedua tangan ke atas kepala. Bertahan dengan sikap ini lalu perlahan ambil napas lembut dan hembuskan perlahan melalui hidung. Lakukan. 7 kali putaran napas.

Gambar 6 Masih dengan sikap berdiri dan tekuk lutut seolah-olah duduk dikursi dan bawa tangan ke depan. Lihat gambar dan bertahan dengan posisi ini dan mulai bernapas. Tarik napas buang napas dengan 3 kali putaran napas.

Gambar 4 Ambil sikap berdiri dan buka kaki selebar panggul dan rentangkan ke dua tangan ke samping. Bertahan dengan posisi ini kemudian mulai menarik napas dan buang napas dengan lembut. Lakukan 3 kali putaran napas. Gambar 7 Lihat gambar, masih dengan posisi berdiri dan kaki kanan dibawa ke belakang satu langkah. Kemudian kedua tangan angkat diatas kepala dan bertahan diposisi ini lalu mulai atur napas lembut dan buang napas lembut. Lakukan 5 kali putaran napas.

6 7

5

4

Gambar 5 Tetap dengan sikap berdiri dan sekarang putar badan ke sisi kiri serta bertahan dengan posisi tersebu dan mulai atur napas. Saat menarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut lakukan 3 kali putaran napas kemudian putar badan ke sisi kanan. Selanjutnyan mulai atur napas dengan 3 putaran napas.

Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga

Model : Instruktur Markandeya Yoga Bali


SUDUT PANDANG

8 Hari Pahlawan tiba. Setiap tanggal 10 November, Rakyat Indonesia senantiasa menyambutnya dengan suka cita. Berbagai aktivitas penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan negeri ini, dilakukan di berbagai tempat dengan ragam kegiatan.

P

ahlawan secara umum dikenal sebagai sosok yang yang memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Namun, di masa kini, tidak hanya para pejuang kemerdekaan yang menjadi pahlawan di hati masyarakat Indonesia, melainkan pahlawan juga adalah mereka yang berjasa bagi kehidupan seseorang. Di kalangan anak muda alias milenial, selain mereka mengidolakan para pahlawan pejuang kemerdekaan, juga mengidolakan sosok-sosok yang dekat dengan mereka. Menarik membedah siapa pahlawan bagi mereka, salah satunya dari para pengurus OSIS SMAN 2 Mataram. Anak-anak muda milenial yang aktif dengan kegiatan-kegiatan OSIS dalam menempa pengalaman organisasi ini, rata-rata mengidolakan orangtua mereka. Aisha Zerlina, Ketua OSIS SMAN 2 Mataram ini ternyata juga mengidolakan Pahlawan Nasional penggerak emansipasi wanita yaitu RA. Kartini. Baginya, keberanian RA Kartini mendobrak tradisi yang menghalangi kaum wanita untuk maju di masanya dulu, rupanya

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Teladan Sang Pahlawan menjadi inspirasi bagi Aisha. Termasuk pula dari perjuangan pahlawan wanita inilah kaum wanita bisa menempati posisi-posisi pimpinan dalam berbagai lini kehidupan di hari ini. Aisha merasakan hal tersebut setelah diberikan kesempatan untuk menjadi Ketua OSIS. Itu artinya, baik sekolah maupun lingkungannya mendukung perempuan untuk menjadi pemimpin bagi rekannya sesama siswa. SMAN 2 Mataram terbuka dan egaliter dalam hal ini. Bagi Aisha, keberadaan RA Kartini secara tidak langsung membuka kesempatan bagi para siswa perempuan untuk memimpin OSIS, apalagi seluruh pengurus inti OSIS SMAN 2 Mataram adalah para siswa perempuan. “Kalau tidak ada Bu Kartini, saya tidak akan menjadi Ketua OSIS hari ini,” begitu ungkapnya singkat. Selain Aisha, Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Mataram, Nawal Zhafriella Y, menganggap ayahnya sebagai sosok pahlawan baginya. Di matanya seorang ayah bahkan banyak yang rela jauh dari keluarganya demi untuk mencari nafkah. “Ayah adalah pahlawan, karena ayah rela jauh dari keluarga untuk mencari nafkah demi keluarganya,” ujarnya. Demikian pula dengan Karishma Maharani, sang Sektetaris OSIS SMA 2 Mataram, yang mengidolakan orangtuanya sebagai pahlawan baginya. Di matanya, perjuangan ayah dan ibunya, M. Amin dan Prima Damayanti, untuk membesarkan ia bersama adiknya Rafka

Kumara Aradea, adalah jasa yang tak terbayar. “Karena beliau telah lelah membesarkan, rela berkorban demi kami anak-anaknya,” kata Karishma. Ada pula Aulia Dayu Rizhka, bendahara OSIS SMAN 2 Mataram dan Eka Cahyuni Mulia pengurus OSIS lainnya sama-sama mengatakan ibundanya sebagai pahlawan. “Gak ada ibu, gak ada kita,” ujar Aulia yang ditimpali Eka dengan, “Karena ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Eka. Begitu pula dengan Rahel Natasya, yang juga mengidolai ibundanya. Pahlawan sesungguhnya baginya dalam kehidupannya adalah ibu. ”Ibu rela menyerahkan nyawanya ketika melahirkan kita. Tanpa ibu kita tidak bisa ada,” ujarnya. Baiq Septia Vina, pengurus OSIS SMAN 2, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai pahlawan bagi seluruh umat manusia termasuk dirinya, dengan sebab Baginda Rasulullah ini telah membawa manusia dari kegelapan menuju kehidupan yang benderang. “Nabi Muhammad SAW telah membawa kita dari alam gelap menuju alam terang benderang,” katanya. Begitulah, bagi anak-anak yang aktif ini, memiliki pahlawan dalam kehidupannya adalah cermin teladan dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Dengan teladan sang pahlawan itulah, mereka menyiapkan diri meraih kesuksesan di masa depan, baik dunia maupun akhirat. (Naniek I. Taufan)

ketika keluarga kami berada pada situasi ekonomi yang sangat pas-pasan, mereka mengusahakan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak perempuannya,” ungkap Ratih yang saat ini menjadi dosen Matematika di Universitas Mataram. Mantan dosen Undiksha ini juga menambahkan, jika keputusan ini menuai banyak komentar orang sekitar yang menganggap usaha yang dikeluarkan orangtuanya tidak sesuai dengan nanti yang diperoleh, karena anak perempuan nantinya akan “diambil” orang. “Orangtua saya nampaknya tidak menganggap putri-putrinya objek transaksional yang dibesarkan lalu diberikan pada orang lain. Rumah mereka akan selalu menjadi tempat kami pulang, kemanapun kami nantinya melangkahkan kaki, dengan siapapun kami nantinya mengarungi bahtera kehidupan,” tambahnya. Meski tak dibekali harta yang berlimbah, akan tetapi dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kesempatan belajar dapat dimanfaatkan untuk menjadi manusia sebaik-baiknya. Tentu meski dengan perekonomian yang paspasan, hanya dengan kerja keras dan doa serta dukungan orang tua bisa menjadikanya seperti saat ini. “Dari keuletan orangtua, saya belajar bagaimana melihat segala yang diberikan Tuhan dalam hidup ini sebagai yang terbaik, sebagai berkah, sebagai suatu kelebihan,” imbuh

U

perempuan kelahiran Denpasar 22 April 1991 ini. Sebagai anak sulung, Ratih yang juga aktif dibeberapa kegiatan sosial ini juga mengatakan bahwa dalam keluarga tidak jarang ditemukan perbedaaan pendapat bahkan terkadang yang benar-benar bertolak belakang. Akan tetapi, dalam keluarganya tetap memberikan penghargaan terhadap hak-hak individu. “Saya dan orangtua tidak memandang perbedaan pendapat sebagai masalah yang mengancam stabilitas keharmonisan keluarga,” jelasnya Sebagai pahlwan, tentu tidak akan penah cukup membalas apa yang diberikan orangtua dengan apa yang dimiliki saat ini. Ratih mengatakan, balasan terbaik bagi seorang pejuang adalah melanjutkan nilai-nilai yang diperjuangkan. “Caranya adalah dengan menjadi teladan bagi adik-adik saya, kandung maupun diperluas. Bukan hanya tentang menginspirasi perempuan agar belajar dan berusaha sebaik-baiknya, tapi juga bagi laki-laki. Walaupun contoh yang saya berikan di atas adalah perempuan, karena konteks perjuangan yang saya alami demikian; saya harap nilai-nilai tersebut mampu diterjemahkan ke dalam lingkup yang lebih luas, tergantung pada perjuangan yang sedang dihadapi masing-masing,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

9

Nasi Bakar Angkringan Eko Bisnis kuliner di Mataram, Nusa Tenggara Barat berkembang dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya bermunculan kedai-kedai maupun kafe-kafe yang menyajikan ragam kuliner yang memiliki cita rasa dan ciri sendiri-sendiri.

Melanjutkan Nilai-nilai yang Diperjuangkan Pahlawan tidak selalu menyoal tentang orang yang berjuang merebut kemerdekaan. Secara personal, akan ada banyak pahlawan versi masingmasing individu yang berjuang dengan gagah berani untuk mempertahankan nilai-nilai kebenaran. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ratih Ayu Apsari, S.Pd.,M.Sc.,M.Pd. Menurut perempuan yang akrab disapa Ratih ini, orang yang layak disebut sebagai pahlawan adalah orangtuanya. Dalam perjalanan hidupnya, orangtuanyalah yang selalu membimbing dan mengajarkan konsep diri sehingga menjadi sosok diri yang mempunyai kemantapan hati. Menjadikan ayah dan ibunya sebagai panutan tentu tidak terlepas dari perjuangan dan kasih sayang yang telah diberikan. “Saya ingat bagaimana orangtua sering harus mengangkat kepalanya lagi dan lagi tiap direndahkan,” ungkapnya. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, stigma masyarakat yang cenderung meremahkan keluarganya yang hanya memiliki anak perempuan. Keluarga seperti ini dianggap tidak lengkap, anak-anak perempuan ini dianggap tidak mampu membawa kebahagiaan yang sempurna bagi keluarga. “Saya ingat kedua orang tua tidak pernah mufakat dengan pandangan orang tentang anak-anak perempuannya. Pun

KULINER

niknya, banyak di antara tempat makan ini dikelola oleh anak muda dengan konsep kekinian dan mampu mewakili selera hari ini. Bukan warung makan biasa tetapi bukan pula restoran yang mewah. Tempat makan ini dikelola oleh anak-anak muda kreatif dengan konsep modern yang juga mewakili era milenial. Salah satu yang unik adalah ketika Eko Muji Susanto “memindahkan” angkringan Yogyakarta ke Mataram. Ragam kuliner dengan nuansa angkringan khas kota budaya itu, disajikan pula dengan harga yang murah meriah namun den-

gan konsep kafe modern. Pilihan bahanbahan meja dan kursi untuk konsumen dari kayu-kayu bekas menjadi pemanis tatanan angkringan. Ditambah lagi dengan penataan lampu dari lampu-lampu bekas nelayan dan cidomo membuat konsep uniknya terlihat. Harga makanan di angkringan ini, berkisar rata-rata antara Rp 2.50012.000. Harga tersebut untuk berbagai makanan khas angkringan seperti nasi bakar dengan berbagai varian (ikan Marlin, oseng ayam, sambal belut), nasi mercon, nasi ayam serundeng dan ada pula bermacam-macam gorengan, ragam sate, hingga aneka rupa kopi arabika dan robusta juga minuman yang dibuat sendiri oleh Eko. Tempat angkringan yang bersih dan tertata dengan tampilan unik sederhana di Jalan Dr. Wahidin Rembige Mataram ini, membuat nyaman serasa duduk di angkringan namun dengan nuansa modern. Tempat makan yang diberi nama Angkringan Eko ini dirintis Eko bersama istrinya Yanti dengan karyawan yang melibatkan saudara serta family mereka ini dimulai dari tahun 2015 dan menumpang ngemper di emperan ruko di tempat tersebut. Kegigihan pasangan suami istri Eko dan Yanti dalam mengelola angkringan ini membuat setahun

terakhir mereka mampu menyewa ruko tersebut. Jadi, angkringan yang dikelolanya bersama keluarga ini, tidak lagi ngemper. Eko yang belajar memasak secara otodidak ini cukup pandai membaca selera dan kebutuhan konsumen sehingga menghadirkan angkringan ini di Mataram. Banyaknya pendatang dari Pulau Jawa membuat ia memiliki ide buka angkringan. Dengan angkringan tersebut, pria asal Bantul Yogyakarta ini, ingin membuat pelanggannya yang dari Pulau Jawa bisa melepas rindu dengan sajian angkringan di Mataram. Demikian pula dengan pelanggan umumnya, agar bisa menikmati menu angkringan dengan harga murah meriah. “Banyak banyak pendatang ada dari Jawa yang pasti rindu dengan angkringan. Jadi walaupun mereka tidak kembali ke daerahnya tapi masih bisa merasakan makan di angkringan,” ujar Eko. AROMA SEREH DAN DAUN SALAM Satu menu andalan di angkringan ini yang wajib dicoba adalah nasi bakar dengan berbagai variannya. Rasa harum rempah dari nasi bakar ini langsung menyeruak ketika bungkus daun pisang dibuka. Aroma sereh dan daun salam, benar-benar terasa menggugah selera. Di tengah-tengah nasi yang digulung menggunakan daun pisang ini, terdapat lauk yang menggiurkan. Pilihannya ada ikan marlin, oseng ayam, sambal belut atau lainnya. Melihat sajiannya saja sudah terasa nikmatnya. Apalagi ketika mencicipinya. Aroma kemangi Jawa benar-benar semakin memperkuat rasa. Harum dan menggugah selera. Porsi nasi bakar yang tidak banyak namun tidak pula sedikit itu, rasanya pas dan membuat kenyang yang juga pas. Harganya? “Hanya Rp 10.000,” kata Eko. Begitu pula dengan nasi mercon yang juga khas di angkringan ini. Nasi mercon ini disajikan satu paket nasi putih dengan tumisan daging dan kentang kriuk serta sambal yang pedas. Ini juga tidak mahal, melainkan relatif murah harganya. Hanya Rp 12.000 satu porsi. Penyajiannya mirip dengan nasi balap atau nasi puyung Lombok. Hanya saja bedanya nasi mercon menggunakan lauk daging sedangkan nasi balap puyung menggunakan ayam suwir-suwir. Ada satu menu lagi menu khas di angkringan ini yaitu es tape ketan dengan harga Rp 8.000. Rasanya benarbenar nendang. Terbuat dari tape ketan dicampur roti dan susu segar serta es batu, es tape ketan ini tidak bisa dinikmati setiap hari, sebab ada kalanya tidak tersedia. Penyajian tape khas yang fresh selalu dipertahankan oleh Eko. “Membuat tapenya butuh waktu tiga hari dan

saya tidak membuat dalam jumlah yang banyak dalam sekali proses pembuatan tape,” kata Eko. Sajian nasi bakar dan nasi mercon serta ragam kuliner lainnya di angkringan ini, selalu tampil fresh alias tidak ada makanan kemarin yang disajikan hari ini. Eko terbilang sangat selektif untuk hal ini. Sebab itu, setiap harinya ia rata-rata hanya menyiapkan 25 porsi nasi bakar, 25 porsi nasi mercon dan 25 porsi nasi ayam serundeng. Jadi, kalau ingin menikmati setidaknya tiga kuliner ini di angkringan Eko, sebaiknya lekas datang, sebab biasanya tidak lama setelah mulai buka di jam 17.00 wita, ketiga jenis kuliner ini habis. “Jika ingin dalam jumlah yang banya bisa pesan lebih dahulu,” kata Eko yang membuka angkringannya hingga sekitar pukul 23.00 wita di hari Senin-Sabtu. Sedangkan hari Minggu tutup. AKAN BUKA CABANG Menjadi besar memang tidak mudah. Begitulah yang dirasakan Eko dalam merintis usahanya ini. meski belum menjadi sangat besar, usaha ini terbilang berjalan dengan sangat lancar. Setidaknya dalam masa empat tahun sejak perintisan, Angkringan Eko telah menunjukkan perkembangan dengan jumlah pelanggan yang cukup banyak. Oleh sebab itu dalam bulan ini Eko akan membuka satu cabang angkringannya di seputaran Mataram juga.

Telaten dan tekun, itulah yang diperlihatkan Eko bersama istri dan keluarganya dalam membangun usaha ini. Pasangan suami istri yang pagi hari bekerja di kantor pemerintahan ini (Eko di Pemda Lombok Barat dan Yanti di IPDN Lombok Tengah), terbilang pandai membagi waktunya untuk juga mengembangkan usaha seperti ini. Sebab tidak mudah meraih kepercayaan pelanggannya jika mereka tidak mampu menyajikan ragam kuliner yang bisa dicari pelanggan. Oleh sebab itu, sebelum berangkat ke kantor, Eko dan Yanti sudah terbiasa menyiapkan bahan yang akan dimasak. Lalu ketika pulang kantor mulai memasak dan membungkus nasi bakar serta menu lainnya sehingga ketika angkringan buka semua sudah siap dari rumah. “Semua sudah kami siapkan dari rumah, di angkringan tinggal ditata,” kata Eko. Konsistensi keduanya mempertahankan menu khas dan keberlangsungan menu tersebut, membuat usaha yang mereka jalani ini semakin hari semakin berkembang. Mereka adalah anak-anak muda kreatif yang mampu membangun usaha dengan ketekunan. Sebab keduanya tidak memiliki keahlian khusus dalam bidang kuliner melainkan dijalaninya dengan serta otodidak. Eko dan Yanti, setidaknya telah mengajarkan bahwa di mana ada kemauan pasti ada jalan. Dan sebuah ketekunan akan melahirkan kesuksesan di masa depan. (Naniek I. Taufan)


SUDUT PANDANG

8 Hari Pahlawan tiba. Setiap tanggal 10 November, Rakyat Indonesia senantiasa menyambutnya dengan suka cita. Berbagai aktivitas penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan negeri ini, dilakukan di berbagai tempat dengan ragam kegiatan.

P

ahlawan secara umum dikenal sebagai sosok yang yang memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Namun, di masa kini, tidak hanya para pejuang kemerdekaan yang menjadi pahlawan di hati masyarakat Indonesia, melainkan pahlawan juga adalah mereka yang berjasa bagi kehidupan seseorang. Di kalangan anak muda alias milenial, selain mereka mengidolakan para pahlawan pejuang kemerdekaan, juga mengidolakan sosok-sosok yang dekat dengan mereka. Menarik membedah siapa pahlawan bagi mereka, salah satunya dari para pengurus OSIS SMAN 2 Mataram. Anak-anak muda milenial yang aktif dengan kegiatan-kegiatan OSIS dalam menempa pengalaman organisasi ini, rata-rata mengidolakan orangtua mereka. Aisha Zerlina, Ketua OSIS SMAN 2 Mataram ini ternyata juga mengidolakan Pahlawan Nasional penggerak emansipasi wanita yaitu RA. Kartini. Baginya, keberanian RA Kartini mendobrak tradisi yang menghalangi kaum wanita untuk maju di masanya dulu, rupanya

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Teladan Sang Pahlawan menjadi inspirasi bagi Aisha. Termasuk pula dari perjuangan pahlawan wanita inilah kaum wanita bisa menempati posisi-posisi pimpinan dalam berbagai lini kehidupan di hari ini. Aisha merasakan hal tersebut setelah diberikan kesempatan untuk menjadi Ketua OSIS. Itu artinya, baik sekolah maupun lingkungannya mendukung perempuan untuk menjadi pemimpin bagi rekannya sesama siswa. SMAN 2 Mataram terbuka dan egaliter dalam hal ini. Bagi Aisha, keberadaan RA Kartini secara tidak langsung membuka kesempatan bagi para siswa perempuan untuk memimpin OSIS, apalagi seluruh pengurus inti OSIS SMAN 2 Mataram adalah para siswa perempuan. “Kalau tidak ada Bu Kartini, saya tidak akan menjadi Ketua OSIS hari ini,” begitu ungkapnya singkat. Selain Aisha, Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Mataram, Nawal Zhafriella Y, menganggap ayahnya sebagai sosok pahlawan baginya. Di matanya seorang ayah bahkan banyak yang rela jauh dari keluarganya demi untuk mencari nafkah. “Ayah adalah pahlawan, karena ayah rela jauh dari keluarga untuk mencari nafkah demi keluarganya,” ujarnya. Demikian pula dengan Karishma Maharani, sang Sektetaris OSIS SMA 2 Mataram, yang mengidolakan orangtuanya sebagai pahlawan baginya. Di matanya, perjuangan ayah dan ibunya, M. Amin dan Prima Damayanti, untuk membesarkan ia bersama adiknya Rafka

Kumara Aradea, adalah jasa yang tak terbayar. “Karena beliau telah lelah membesarkan, rela berkorban demi kami anak-anaknya,” kata Karishma. Ada pula Aulia Dayu Rizhka, bendahara OSIS SMAN 2 Mataram dan Eka Cahyuni Mulia pengurus OSIS lainnya sama-sama mengatakan ibundanya sebagai pahlawan. “Gak ada ibu, gak ada kita,” ujar Aulia yang ditimpali Eka dengan, “Karena ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Eka. Begitu pula dengan Rahel Natasya, yang juga mengidolai ibundanya. Pahlawan sesungguhnya baginya dalam kehidupannya adalah ibu. ”Ibu rela menyerahkan nyawanya ketika melahirkan kita. Tanpa ibu kita tidak bisa ada,” ujarnya. Baiq Septia Vina, pengurus OSIS SMAN 2, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai pahlawan bagi seluruh umat manusia termasuk dirinya, dengan sebab Baginda Rasulullah ini telah membawa manusia dari kegelapan menuju kehidupan yang benderang. “Nabi Muhammad SAW telah membawa kita dari alam gelap menuju alam terang benderang,” katanya. Begitulah, bagi anak-anak yang aktif ini, memiliki pahlawan dalam kehidupannya adalah cermin teladan dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Dengan teladan sang pahlawan itulah, mereka menyiapkan diri meraih kesuksesan di masa depan, baik dunia maupun akhirat. (Naniek I. Taufan)

ketika keluarga kami berada pada situasi ekonomi yang sangat pas-pasan, mereka mengusahakan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak perempuannya,” ungkap Ratih yang saat ini menjadi dosen Matematika di Universitas Mataram. Mantan dosen Undiksha ini juga menambahkan, jika keputusan ini menuai banyak komentar orang sekitar yang menganggap usaha yang dikeluarkan orangtuanya tidak sesuai dengan nanti yang diperoleh, karena anak perempuan nantinya akan “diambil” orang. “Orangtua saya nampaknya tidak menganggap putri-putrinya objek transaksional yang dibesarkan lalu diberikan pada orang lain. Rumah mereka akan selalu menjadi tempat kami pulang, kemanapun kami nantinya melangkahkan kaki, dengan siapapun kami nantinya mengarungi bahtera kehidupan,” tambahnya. Meski tak dibekali harta yang berlimbah, akan tetapi dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kesempatan belajar dapat dimanfaatkan untuk menjadi manusia sebaik-baiknya. Tentu meski dengan perekonomian yang paspasan, hanya dengan kerja keras dan doa serta dukungan orang tua bisa menjadikanya seperti saat ini. “Dari keuletan orangtua, saya belajar bagaimana melihat segala yang diberikan Tuhan dalam hidup ini sebagai yang terbaik, sebagai berkah, sebagai suatu kelebihan,” imbuh

U

perempuan kelahiran Denpasar 22 April 1991 ini. Sebagai anak sulung, Ratih yang juga aktif dibeberapa kegiatan sosial ini juga mengatakan bahwa dalam keluarga tidak jarang ditemukan perbedaaan pendapat bahkan terkadang yang benar-benar bertolak belakang. Akan tetapi, dalam keluarganya tetap memberikan penghargaan terhadap hak-hak individu. “Saya dan orangtua tidak memandang perbedaan pendapat sebagai masalah yang mengancam stabilitas keharmonisan keluarga,” jelasnya Sebagai pahlwan, tentu tidak akan penah cukup membalas apa yang diberikan orangtua dengan apa yang dimiliki saat ini. Ratih mengatakan, balasan terbaik bagi seorang pejuang adalah melanjutkan nilai-nilai yang diperjuangkan. “Caranya adalah dengan menjadi teladan bagi adik-adik saya, kandung maupun diperluas. Bukan hanya tentang menginspirasi perempuan agar belajar dan berusaha sebaik-baiknya, tapi juga bagi laki-laki. Walaupun contoh yang saya berikan di atas adalah perempuan, karena konteks perjuangan yang saya alami demikian; saya harap nilai-nilai tersebut mampu diterjemahkan ke dalam lingkup yang lebih luas, tergantung pada perjuangan yang sedang dihadapi masing-masing,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

9

Nasi Bakar Angkringan Eko Bisnis kuliner di Mataram, Nusa Tenggara Barat berkembang dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya bermunculan kedai-kedai maupun kafe-kafe yang menyajikan ragam kuliner yang memiliki cita rasa dan ciri sendiri-sendiri.

Melanjutkan Nilai-nilai yang Diperjuangkan Pahlawan tidak selalu menyoal tentang orang yang berjuang merebut kemerdekaan. Secara personal, akan ada banyak pahlawan versi masingmasing individu yang berjuang dengan gagah berani untuk mempertahankan nilai-nilai kebenaran. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ratih Ayu Apsari, S.Pd.,M.Sc.,M.Pd. Menurut perempuan yang akrab disapa Ratih ini, orang yang layak disebut sebagai pahlawan adalah orangtuanya. Dalam perjalanan hidupnya, orangtuanyalah yang selalu membimbing dan mengajarkan konsep diri sehingga menjadi sosok diri yang mempunyai kemantapan hati. Menjadikan ayah dan ibunya sebagai panutan tentu tidak terlepas dari perjuangan dan kasih sayang yang telah diberikan. “Saya ingat bagaimana orangtua sering harus mengangkat kepalanya lagi dan lagi tiap direndahkan,” ungkapnya. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, stigma masyarakat yang cenderung meremahkan keluarganya yang hanya memiliki anak perempuan. Keluarga seperti ini dianggap tidak lengkap, anak-anak perempuan ini dianggap tidak mampu membawa kebahagiaan yang sempurna bagi keluarga. “Saya ingat kedua orang tua tidak pernah mufakat dengan pandangan orang tentang anak-anak perempuannya. Pun

KULINER

niknya, banyak di antara tempat makan ini dikelola oleh anak muda dengan konsep kekinian dan mampu mewakili selera hari ini. Bukan warung makan biasa tetapi bukan pula restoran yang mewah. Tempat makan ini dikelola oleh anak-anak muda kreatif dengan konsep modern yang juga mewakili era milenial. Salah satu yang unik adalah ketika Eko Muji Susanto “memindahkan” angkringan Yogyakarta ke Mataram. Ragam kuliner dengan nuansa angkringan khas kota budaya itu, disajikan pula dengan harga yang murah meriah namun den-

gan konsep kafe modern. Pilihan bahanbahan meja dan kursi untuk konsumen dari kayu-kayu bekas menjadi pemanis tatanan angkringan. Ditambah lagi dengan penataan lampu dari lampu-lampu bekas nelayan dan cidomo membuat konsep uniknya terlihat. Harga makanan di angkringan ini, berkisar rata-rata antara Rp 2.50012.000. Harga tersebut untuk berbagai makanan khas angkringan seperti nasi bakar dengan berbagai varian (ikan Marlin, oseng ayam, sambal belut), nasi mercon, nasi ayam serundeng dan ada pula bermacam-macam gorengan, ragam sate, hingga aneka rupa kopi arabika dan robusta juga minuman yang dibuat sendiri oleh Eko. Tempat angkringan yang bersih dan tertata dengan tampilan unik sederhana di Jalan Dr. Wahidin Rembige Mataram ini, membuat nyaman serasa duduk di angkringan namun dengan nuansa modern. Tempat makan yang diberi nama Angkringan Eko ini dirintis Eko bersama istrinya Yanti dengan karyawan yang melibatkan saudara serta family mereka ini dimulai dari tahun 2015 dan menumpang ngemper di emperan ruko di tempat tersebut. Kegigihan pasangan suami istri Eko dan Yanti dalam mengelola angkringan ini membuat setahun

terakhir mereka mampu menyewa ruko tersebut. Jadi, angkringan yang dikelolanya bersama keluarga ini, tidak lagi ngemper. Eko yang belajar memasak secara otodidak ini cukup pandai membaca selera dan kebutuhan konsumen sehingga menghadirkan angkringan ini di Mataram. Banyaknya pendatang dari Pulau Jawa membuat ia memiliki ide buka angkringan. Dengan angkringan tersebut, pria asal Bantul Yogyakarta ini, ingin membuat pelanggannya yang dari Pulau Jawa bisa melepas rindu dengan sajian angkringan di Mataram. Demikian pula dengan pelanggan umumnya, agar bisa menikmati menu angkringan dengan harga murah meriah. “Banyak banyak pendatang ada dari Jawa yang pasti rindu dengan angkringan. Jadi walaupun mereka tidak kembali ke daerahnya tapi masih bisa merasakan makan di angkringan,” ujar Eko. AROMA SEREH DAN DAUN SALAM Satu menu andalan di angkringan ini yang wajib dicoba adalah nasi bakar dengan berbagai variannya. Rasa harum rempah dari nasi bakar ini langsung menyeruak ketika bungkus daun pisang dibuka. Aroma sereh dan daun salam, benar-benar terasa menggugah selera. Di tengah-tengah nasi yang digulung menggunakan daun pisang ini, terdapat lauk yang menggiurkan. Pilihannya ada ikan marlin, oseng ayam, sambal belut atau lainnya. Melihat sajiannya saja sudah terasa nikmatnya. Apalagi ketika mencicipinya. Aroma kemangi Jawa benar-benar semakin memperkuat rasa. Harum dan menggugah selera. Porsi nasi bakar yang tidak banyak namun tidak pula sedikit itu, rasanya pas dan membuat kenyang yang juga pas. Harganya? “Hanya Rp 10.000,” kata Eko. Begitu pula dengan nasi mercon yang juga khas di angkringan ini. Nasi mercon ini disajikan satu paket nasi putih dengan tumisan daging dan kentang kriuk serta sambal yang pedas. Ini juga tidak mahal, melainkan relatif murah harganya. Hanya Rp 12.000 satu porsi. Penyajiannya mirip dengan nasi balap atau nasi puyung Lombok. Hanya saja bedanya nasi mercon menggunakan lauk daging sedangkan nasi balap puyung menggunakan ayam suwir-suwir. Ada satu menu lagi menu khas di angkringan ini yaitu es tape ketan dengan harga Rp 8.000. Rasanya benarbenar nendang. Terbuat dari tape ketan dicampur roti dan susu segar serta es batu, es tape ketan ini tidak bisa dinikmati setiap hari, sebab ada kalanya tidak tersedia. Penyajian tape khas yang fresh selalu dipertahankan oleh Eko. “Membuat tapenya butuh waktu tiga hari dan

saya tidak membuat dalam jumlah yang banyak dalam sekali proses pembuatan tape,” kata Eko. Sajian nasi bakar dan nasi mercon serta ragam kuliner lainnya di angkringan ini, selalu tampil fresh alias tidak ada makanan kemarin yang disajikan hari ini. Eko terbilang sangat selektif untuk hal ini. Sebab itu, setiap harinya ia rata-rata hanya menyiapkan 25 porsi nasi bakar, 25 porsi nasi mercon dan 25 porsi nasi ayam serundeng. Jadi, kalau ingin menikmati setidaknya tiga kuliner ini di angkringan Eko, sebaiknya lekas datang, sebab biasanya tidak lama setelah mulai buka di jam 17.00 wita, ketiga jenis kuliner ini habis. “Jika ingin dalam jumlah yang banya bisa pesan lebih dahulu,” kata Eko yang membuka angkringannya hingga sekitar pukul 23.00 wita di hari Senin-Sabtu. Sedangkan hari Minggu tutup. AKAN BUKA CABANG Menjadi besar memang tidak mudah. Begitulah yang dirasakan Eko dalam merintis usahanya ini. meski belum menjadi sangat besar, usaha ini terbilang berjalan dengan sangat lancar. Setidaknya dalam masa empat tahun sejak perintisan, Angkringan Eko telah menunjukkan perkembangan dengan jumlah pelanggan yang cukup banyak. Oleh sebab itu dalam bulan ini Eko akan membuka satu cabang angkringannya di seputaran Mataram juga.

Telaten dan tekun, itulah yang diperlihatkan Eko bersama istri dan keluarganya dalam membangun usaha ini. Pasangan suami istri yang pagi hari bekerja di kantor pemerintahan ini (Eko di Pemda Lombok Barat dan Yanti di IPDN Lombok Tengah), terbilang pandai membagi waktunya untuk juga mengembangkan usaha seperti ini. Sebab tidak mudah meraih kepercayaan pelanggannya jika mereka tidak mampu menyajikan ragam kuliner yang bisa dicari pelanggan. Oleh sebab itu, sebelum berangkat ke kantor, Eko dan Yanti sudah terbiasa menyiapkan bahan yang akan dimasak. Lalu ketika pulang kantor mulai memasak dan membungkus nasi bakar serta menu lainnya sehingga ketika angkringan buka semua sudah siap dari rumah. “Semua sudah kami siapkan dari rumah, di angkringan tinggal ditata,” kata Eko. Konsistensi keduanya mempertahankan menu khas dan keberlangsungan menu tersebut, membuat usaha yang mereka jalani ini semakin hari semakin berkembang. Mereka adalah anak-anak muda kreatif yang mampu membangun usaha dengan ketekunan. Sebab keduanya tidak memiliki keahlian khusus dalam bidang kuliner melainkan dijalaninya dengan serta otodidak. Eko dan Yanti, setidaknya telah mengajarkan bahwa di mana ada kemauan pasti ada jalan. Dan sebuah ketekunan akan melahirkan kesuksesan di masa depan. (Naniek I. Taufan)


10

Glams Wear

STYLE

Ivan Gunawan

Desainer yang dikenal multitalenta ini pun berhasil mencapai titik kemasyhurannya, hingga ia dipinang sebagai anggota IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia). Dan, terbukti sukses menyuguhkan karyanya pada perhelatan “IPMI Trend Show 2020” di The Hall Senayan City, Jakarta pekan lalu.

I

van Gunawan mempersembhakan karya terbarunya yakni “Glams Wear Ivan Gunawan”, dengan mengusung tajuk ‘Believe’. Di sini ia menggambarkan suara

sukmanya, dengan mengolah apik dalam tingkat craftsmanship yang mumpuni. Koleksinya kali ini mempresentasikan gaun dengan siluet memperlihatkan lekuk ramping

pinggang, punggung terbuka, menerawang, bergaris dada rendah, serta bahu terbuka yang dikerjakan dengan teknik moulage. Terlihat Ivan sangat piawai mengolah dan mengeksplorasi bahan serta detail dengan indahnya. Sekitar dua puluh lima gaun malam rancangan Ivan dengan warnawarna lembut ini, terlihat berhasil menonjolkan keanggunan perempuan tingkat tinggi dalam rasa dan harumnya seksi. (Sri Ardhini)

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019 Kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan suatu bangsa. Masyarakat yang sehat akan menjadi sumber daya yang unggul untuk mewujudkan segala bentuk pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengubah pola hidup guna mewujudkan generasi sehat di Buleleng.

E

dukasi pola hidup masyarakat yang selama ini dianggap kurang mengarah pada peningkatan kesehatan jasmani, ke depannya harus bisa diubah dengan gerakan terpadu yang mampu mendukung tercapainya insan yang sehat. Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini di sela-sela pelaksanaan kegiatan Talk Show Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di salah satu hotel di kawasan Lovina, Senin (4/11). Dikatakan Rousmini, masyarakat di Buleleng harus bisa mengubah pola hidupnya yang selama ini cenderung mengarah pada menurunnya tingkat kesehatan, menuju kebiasaan-kebiasaan yang berdampak pada terjaganya kesehatan fisik. Salah satu yang ditekankan Rousmini yaitu kebiasaan makan buah dan sayur setiap hari. Buah dan sayur, menurut Rousmini, selain mengandung vitamin yang baik untuk tubuh, juga mempunyai antioksidan yang dapat mencegah penyakit. “Jadi pola makan itu yang harus diatur, kurangi karbohidrat dan harus mengutamakan sayur dan buah. Membangun SDM yang unggul harus dimulai dari pola makan yang sehat,” katanya.

EDUKASI

Membangun SDM Unggul Mulai dari Pola Makan Sehat

Selain itu, Rousmini juga mengajak masyarakat untuk sedapat mungkin melakukan aktivitas fisik berupa olah raga setiap hari. Dirinya juga menghimbau agar masyarakat juga mulai meninggalkan rokok. Rokok sampai saat ini dianggap menjadi salah

satu faktor yang berdampak menurunkan tingkat kesehatan masyarakat, bahkan cenderung menyebakan kematian. Untuk itu, Pemkab Buleleng mendukung penuh setiap kegiatan yang mengarah pada pencapaian Germas di Buleleng. Menurutnya, Pemkab Buleleng akan melakukan tindakan implementatif untuk menindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali terkait dengan penuntasan program Germas ini. “Kami atas nama Pemkab Buleleng sangat mendukung kegiatan ini

7

(Germas). Kegiatan ini untuk mengedukasi sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat. Kami sudah mengundang berbagai komponen yang nantinya menindaklanjuti program-program Germas kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes, mengatakan, tujuan dari Germas ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, dan menekan pembiayaan yang tinggi akibat biaya kesehatan karena penyakit. Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Lebih lanjut disampaikan dr. Dwipayani, bahwa Germas ini lebih mengutamakan kegiatan preventif dan promotif, mengingat gerakan ini benar-benar untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat. “Adapun tema atau kampanye Germas yang menjadi fokus adalah melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengkonsumsi sayur dan buah, melakukan cek kesehatan secara rutin, tidak merokok, dan pemberantasan sarang nyamuk,” paparnya. (Wiwin Meliana)

Yoga untuk Lansia

1

2

Gambar 1 Ambil sikap sebagaimana gambar 1dengan tetap menjaga tulang punggung lalu angkat tangan kanan letakkan di atas kepala raih kuping kiri dan mulai merebahkan kepala ke bahu kanan sampai dirasakan peregangan di otot leher kiri. Manfaat dari sikap ini adalah untuk melancarkan peredaran darah di area leher. Silakan ambil napas lembut dan lakukan 5 kali putaran napas. Begitu juga sebaliknya ( lihat gambar 2).

3 Gambar 3 Masih dengan sikap duduk bersila sesuai kemampuan dan angkat kedua tangan ke atas kepala. Bertahan dengan sikap ini lalu perlahan ambil napas lembut dan hembuskan perlahan melalui hidung. Lakukan. 7 kali putaran napas.

Gambar 6 Masih dengan sikap berdiri dan tekuk lutut seolah-olah duduk dikursi dan bawa tangan ke depan. Lihat gambar dan bertahan dengan posisi ini dan mulai bernapas. Tarik napas buang napas dengan 3 kali putaran napas.

Gambar 4 Ambil sikap berdiri dan buka kaki selebar panggul dan rentangkan ke dua tangan ke samping. Bertahan dengan posisi ini kemudian mulai menarik napas dan buang napas dengan lembut. Lakukan 3 kali putaran napas. Gambar 7 Lihat gambar, masih dengan posisi berdiri dan kaki kanan dibawa ke belakang satu langkah. Kemudian kedua tangan angkat diatas kepala dan bertahan diposisi ini lalu mulai atur napas lembut dan buang napas lembut. Lakukan 5 kali putaran napas.

6 7

5

4

Gambar 5 Tetap dengan sikap berdiri dan sekarang putar badan ke sisi kiri serta bertahan dengan posisi tersebu dan mulai atur napas. Saat menarik napas kembungkan perut dan buang napas kempiskan perut lakukan 3 kali putaran napas kemudian putar badan ke sisi kanan. Selanjutnyan mulai atur napas dengan 3 putaran napas.

Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga

Model : Instruktur Markandeya Yoga Bali


DARA

6 Akhir-akhir ini gadis cilik bersuara emas Izabelle Kiara Kurniawan sibuk sekali. Sejak ia berhasil menyabet tiga medali di World Championship of Performing Arts di California, Amerika Serikat, tiga bulan lalu, tawaran show untuknya semakin meningkat. Bukan itu saja, ia diundang oleh sejumlah TV nasional di Jakarta untuk tampil dalam acara mereka. Walhasil, dia pun harus bolak-balik Malang-Jakarta untuk memenuhi berbagai undangan itu.

S

Te ruslah Be rkarya untuk Indonesia

foto instagram kiara

tapi kalau sudah di panggung dan menyanyi, seperti plong. Ndak gugup,” ujar Kiara yang fasih berbahasa Inggris. Sejarah keikutsertaannya di kompetisi internasional World Championships of Performing Arts –pun berawal dari

BULELENG

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Tahapan Pemilihan Prebekel (Pilkel) serentak di Kabupaten Buleleng telah selesai. Pencoblosan dilakukan pada 31 Oktober 2019 lalu di 79 desa di 9 Kecamatan. Meski berjalan dengan aman dan lancar, pada pesta demokrasi tingkat desa ini menyisakan beberapa catatan. Salah satunya kurangnya partisipasi masyarakat untuk memberikan hak pilihnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng Made Subur.

T

Medali-medali yang diraih Kiara di WCOPA 2019

11

Kembangkan Bumdes Berkonsep One Village One Product

Izabelle Kiara Ku rniawan

eperti berprestasi dalam halnya belajar. Karena itu, anak ketika ia minta izin beruntuk mengikuti prestasi internaevent, sekolah sional lainnya, TV mengizinkan bahpun berlombakan mendukunglomba menampilnya lewat pemkan kiprah bocah berian pelajaran cerdas ini di acatambahan agar dia ra-acara mereka. tidak ketinggalan Satu tujuannya pelajaran,” tutur adalah prestasi gurunya. Kiara bisa menjadi Bakat meinspirasi kalangan nyanyi dan menari muda lainnya unKiara sudah tertuk berkarya dan lihat sejak balita. mengukir prestasi foto istimewa Orangtuanya samkelas dunia. Kare- Penampilan kiara saat menyanyi lagu pai heran melihat Walang Keke di WCOPA 2019 na dengan begitu a n a k s u l u n gn y a nama Indonesia pun menjadi makin begitu senang menyanyi dan menari. harum di mata dunia. “Iya orangtua Kiara heran karena Kiara, begitu nama bocah kelahi- sejak kecil aku sudah suka menyanyi ran Agustus 2009 ini akrab disapa, dan menari. Mama-papa heran karena tidak seperti yang lainnya yang kadang di keluarga Kiara tidak ada yang sep‘gagap’ bila berhadapan dengan erti aku. Mama-papa tidak menyanyi, wartawan, apalagi wartawan yang begitu juga oma-opa aku. Tapi mama‘rewel’ dan ‘kepoan’. Sehingga men- papa mensupport aku. Aku diberikan jadikan orangtuanya sebagai ‘jubir’ les untuk balet juga menyanyi,” unguntuk menjelaskan kiprahnya. Tapi kap Kiara sambil tersenyum. Kiara tidak demikian. Gadis ceria dan Sekolah menyadari bakat seni yang murah senyum ini, sanggup dan mam- tinggi dari Kiara sejak dia masuk kelas pu berhadapan dengan pers. Apapun 2 SD. Di sekolahnya ada kegiatan yang ditanyakan padanya, pasti dia ekstrakurikuler menyanyi, Kiara pun mampu menjawabnya dengan bahasa masuk di sana. Ketika kelas 3, dia yang jelas dan runut. juga diikutkan dalam paduan suara Gurunya di Sekolah Khatolik SD sekolah juga pentas seni. Bukan hanya Santa Maria II Malang, menyebut menyanyi dan menari, sesungguhnya siswanya memang cerdas dan pandai putri sulung Intan Kurniawan ini juga bicara. Dia mampu menyeimbangkan memiliki bakat teater. Bakat seni ituantara prestasi belajarnya di sekolah lah mendapat penanganan yang baik dengan prestasi kegiatan lainnya. disekolahnya lewat latihan-latihan. Karena itu sekolah mendukungnya Seiring waktu, dengan kemamuntuk terus berkiprah di luar sekolah. puannya yang makin terasah, Kiara “Kami mendukung Kiara karena pun mulai mendapat banyak undangan dia bukan hanya berprestasi dalam tampil di berbagai acara. “Kalau bemenyanyi dan balet tapi dia juga lum menyanyi perasaan Kiara gugup,

izabele kiara

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

izabele kiara

foto instagram kiara

Made Subur

erlepas dari catatan yang ditinggalkan, Made Subur berharap terhadap calon prebekel terpilih agar dapat menjadi ujung tombak dalam melakukan percepatan progres pembangunan dengan pengembangan potensipotensi yang ada di desa.

Hal ini tentu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat desa itu sendiri. “Kami harap visi misi yang dimiliki kepala desa dapat sejalan dengan pemerintah di daerah, provinsi dan juga visi misi Presiden Republik Indonesia,” jelasnya. Dalam memajukan desa, pihaknya berharap agar semua pemangku kebijakan di desa dapat saling mendukung dan bekerjasama. “Penguatan BPD juga harus dilakukan, karena BPD lah yang nantinya menentukan arah pembangunan,” jelasnya.

Ke depan untuk pengembangan desa, Subur juga telah menyusun program untuk menggeliatkan Bumdes di masingmasing desa. Salah satunya dengan pengembangan air bersih di tiga Bumdes di Buleleng. Menurutnya potensi ini sangat tepat dikembangkan mengingat Buleleng memiliki sumber mata air yang melimpah. Hanya saja dalam pemanfaatannya belum maksimal. “Buleleng potensi airnya sangat mendukung tetapi pemanfaatannya belum optimal ketika kemarau kekeringan, ketika musim hujan terjadi banjir. Nantinya kami akan kelola sumber air ini di tiga Bumdes untuk menjadi air galon,” ungkapnya. Selain itu, mantan Kepala Dinas BPBD Buleleng ini juga mengatakan akan mengembangkan Bumdes dengan konsep one village one product. Dengan konsep one

village one product maka akan memudahkan mengantarkan masing-masing desa menjadi desa yang maju dan mandiri. “Dengan konsep desa membangun, bukan tidak mungkin desa yang nanti akan membiayai kabupaten,” lanjutnya. Di akhir November ini, kata Subur pihaknya menargetkan ada 129 desa yang telah memiliki bumdes. Selain Bumdes di masing-masing desa, pihaknya juga akan membentuk Bumdes bersama yang akan menjembatani beberapa desa. Dirinya mencontohkan, Bumdes bersama akan dibangun di kawasan Bali Aga. “Bumdes ini akan dibangun di kawasan Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuasri. Fungsinya tentu mengelola potensi-potensi yang dimiliki masing-masing desa tersebut,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Atasi Gagal Panen dengan Pola Percepatan Tanam izabele kiara

show-nya. “Jadi waktu itu Kiara sedang show di Emporium Pluit, Jakarta Utara. Lalu seseorang, mungkin karena melihat Kiara tampil, datang dan menawari untuk ikut WCOPA 2019 di Amerika. Sempat ragu dan bilang ndak mau. Tapi orang itu terus memberi penawaran. Akhirnya orangtua Kiara bilang ‘ok’. Sejak itu Kiara pun mulai mempersiapkan diri sekitar 2 bulan untuk ikut event itu,” ungkap Kiara. Kiara memang tidak sendiri, karena ada sekitar 15 anak berbakat yang juga ikut dalam event bergengsi itu. Mereka semua tergabung dalam kontingen Indonesia. Setidaknya ada 60 negara yang ikut berpartisipasi dalam WCOPA 2019 ini. Hasilnya, suara Kiara yang merdu dan mampu mencapai nada-nada tinggi berhasil menyabet tiga medali perak untuk kategori pop, RnB/Soul/Jazz, dan, kategori original work. “Kiara menyanyi delapan lagu, enam lagu berbahasa Inggris dan dua lagu Indonesia, salah satunya lagu Jawa ‘Walang Keke’,” tambah Kiara yang juga menari balet dalam event itu. Terkait pemilihan lagu ‘Walang Keke’, kata Kiara, mengundang banyak pertanyaan dari banyak orang. Mereka senang namun juga heran kenapa Kiara memilih lagu Jawa ‘Walang Keke’.

foto instagram kiara

foto instagram kiara

Kontingen Indonesia di World Championship Performing Arts di California Amerika Serikat

Kiara bersama pelatih vokalnya Romeo Johnson

“Kiara memang sengaja memilih lagu Jawa, supaya negara lain tahu bahwa Indonesia memiliki budaya yang indah yang tidak kalah dari negara lain. Dan bersyukur sekali, ternyata respons para penonton (WCOPA) maupun juri mendengar lagu ‘Walang Keke’ bagus sekali. Mereka senang karena lagu Indonesia indah,” jelasnya Kiara yang bertekad akan ikut WCOPA lagi pada tahun depan. Di luar itu, juri juga terkesan dengan penampilan Kiara menyanyikan enam lagu berbahasa Inggris, salah satu yang membuat juri berdecak kagum adalah saat ia menyanyikan lagu yang dipopulerkan Celine Dion, All by My Self yang tingkat kesulitannya lumayan tinggi. “Kata mereka (juri) wow..wow,” ucap Kiara sambil tertawa. Salah satu juri yang tertarik pada kemampuan menyanyi Kiara adalah Romeo Johnson, pelatih vokal penyanyi terkenal Lady Gaga dan ‘King of Pop’ Michael Jackson. “Kiara tuh sampai disuruh ulang menyanyikan lagunya Celine Dion, saking seperti ndak percaya gitu Kiara bisa menyanyikan ‘All by Myself’. Habis Kiara menyanyi, Romeo Johnson, bilang ‘wow’ trus garuk-garuk kepala he-

hehe. Dia tidak kritik Kiara,” ujarnya. INGIN JADI BALERINA Saking kagumnya pada kemampuan bocah bersuara emas ini, Romeo Johnson pun mengajak Kiara rekaman di studionya. Dia juga bersedia melatih Kiara menyanyi. “Jadi kita sudah kerjasama. Romeo Johnson sekarang jadi pelatih vokal aku,” tambah Kiara yang ketika berulang tahun mendapat ucapan selamat dari Romeo sekaligus wejangan agar dia terus meningkatkan kemampuannya, rajin berlatih agar kelak benar-benar menjadi penyanyi yang hebat dan membanggakan. Manariknya, ketika ditanya, apa cita-citanya, Kiara malah menyebut ingin menjadi balerina. “Kiara kan suka menyanyi juga balet. Kan nggak bisa dua-duanya. Jadi Kiara memilih nantinya akan memperdalam balet. Nanti kalau aku sudah masuk university, Kiara akan memilih university balet. Menyanyi juga sih, tapi fokusnya ke balet,” ungkap Kiara yang juga hobi menggambar. Kiara berharap kisah inspiratif darinya juga memacu kalangan muda lainnya untuk juga mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. “Jangan menyerah dan teruslah berkarya untuk Indonesia,” kata Kiara. (Diana Runtu)

Kekeringan menjadi ma salah krusial ketika musim kemarau tiba. BMKG Provinsi Bali mencatat musim kemarau akan berakhir pada akhir September 2019. Tetapi, hingga November hujan belum turun meskipun bebrapa wilayah di Buleleng sudah sempat turun hujan. Hal ini memicu kekeringan panjang di Buleleng. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta. Sumiarta mengatakan kekeringan menjadi bencana tahunan yang terjadi di Buleleng. Dari luas lahan pertanian 10. 335 ha,

sebanyak 181 ha mengalami kekeringan. Ini terjadi di 6 kecamatan di Buleleng dengan rincian kecamatan Sawan 81 ha, Buleleng 53 ha, Sukasada 30 ha, Busungbiu dan Banjar 7 ha. Guna mencegah dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian, Distan melakukan berbagai upaya di antaranya dengan pemetaan sifat-sifat hujan, pola percepatan tanaman, sistem irigasi selang seling, sistem pertanian organik, dan program Asuransi Usaha Tani Padi. Terkait dengan AUTP, Sumiarta mengatakan petani belum Made Sumiarta

Kadistan Made Sumiarta saat mengikuti program acara Geliat Buleleng di Radio Singaraja FM

terlalu tertarik untuk mendaftarkan lahannya. Ini dapat dilihat dari target 2017 sebanyak 6 ribu ha hanya 1200 ha lahan yang didaftarkan. Kemudian di tahun 2018 target diturunkan menjadi 1250 ha hanya 32.3 ha terpenuhi. Di tahun 2019 target 400 ha baru 60 ha lahan yang terdaftar asuransi. Menurutnya hal ini dikarenakan syarat untuk memperoleh klaim asuransi harus 75 persen kerusakan puso. “Ke depan kami akan koordinasikam kepada Jasindo agar kerusakan lahan

baik ringan, sedang, berat juga dapat mengklaim asuransi,” ungkapnya. Untuk meminimalisir kerugian, Dinas Pertanian telah mengimbau kepada para petani agar tidak hanya fokus untuk menanam padi, melainkan juga dapat beralih komoditas seperti kacang ijo. “Kebanyakan petani, kalau ada air sedikit sudah cobacoba tanam padi. Padahal sudah diimbau oleh petugas kami di lapangan untuk tidak menanam padi untuk meminimalisir kerugian di bulan-bulan kemarau ini. Tidak bisa dipaksakan juga, karena keuntungan dari menanam padi ini lumayan juga. Kendati demikian, saat ini tidak ada pengaruh terhadap pasokan

beras,” ujar Sumiarta. Selain itu, pihaknya juga menghimbau petani untuk memperhatikan pola percepatan tanam. Pihaknya sedang gencar mensosialisasikan varietas-varietas padi yang memiliki masa tanam dan panen yang singkat. Tentu hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya pemeliharaan dan mencegah gagal panen di musim kemarau. “Petani biasanya hanya menanam padi Hibrida seperti varietas Ciherang dan Inpari tetapi kami sekarang mulai memperkenalkan varietas lain yang cocok dengan kondisi lahan di Buleleng seperti varietas Towuti,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

Foto: news.trubus.id

Ilustrasi padi gagal panen


12

BUMI GORA

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Gebyar Desa Benderang Informasi Publik

Dalam kegiatan Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi yang digelar di salah hotel di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menggelar dialog dengan seluruh kepala desa, lurah, camat serta Kepala SMA/ SMK Se-NTB

Perjalanan Panjang Dimulai Langkah Pertama

“Hari ini saya menyaksikan di Lombok Utara bahwa upaya industrialisasi pertanian mulai menunjukkan bahwa memang ada cahaya di ujung terowongan. Betapa tidak, petani-petani kecil berbinar matanya, bersinar wajahnya melihat tanah yang tadinya gersang dan kering kini hijau siap dipanen,” ujar Gubernur NTB ketika menghadiri pengairan menggunakan teknologi irigasi tetes alias drip irrigation di Lombok Utara, barubaru ini. Gong industrialisasi pertanian di NTB memang terlihat sudah mulai ditabuh. Satu per satu, benih industri berwujud aneka komoditas mulai tumbuh. Di Lombok Utara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyaksikan sendiri bagaimana perkembangan menggembirakan yang berhasil disuguhkan oleh tumbuhnya industrialisasi di sektor pertanian. Setelah diterapkan, teknologi ini rupanya berhasil melipatgandakan produktivitas jagung di tanah kering tersebut. “Jagung yang tadinya hanya bisa dipanen sekali setahun, kini bisa minimal tiga kali setahun dengan hadirnya drip irrigation dengan hasil tiga bahkan empat kali lipat,” ungkapnya. Gubernur NTB meyakini, kesinambungan penanaman akan memungkinkan ketersediaan bahan baku untuk pakan ternak yang kemudian memajukan peternakan dan juga industri makanan di NTB. Terobosan ini sudah dimulai dari KLU. Selanjutkan, Gubernur bertekad untuk mereplikasi terobosan serupa di tanah-tanah kering lainnya di seluruh Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu menegaskan keyakinannya bahwa pengangguran dan kemiskinan akan bisa dikurangi dengan industrialisasi. Sebab, industrialisasi memungkinkan hadirnya peningkatan produktivitas. Komoditas yang tumbuh dari tanah-tanah di NTB, bisa menghasilkan nilai tambah berlipat ganda berkat industrialisasi. Konsep industrialisasi yang dimaksudkan Gubernur juga tidak selalu harus berupa hadirnya teknologi yang terlalu rumit atau berupa mesin-mesin besar. Justru, yang akan didorong adalah lahirnya teknologi sederhana yang bisa mengolah hasil pertanian di NTB menjadi aneka produk olahan. Setelah diolah, nilai komoditas NTB ini, tentu saja akan jauh lebih besar. Proses mengolah produk ini juga pasti membutuhkan tambahan tenaga kerja. Dalam skala satu atau beberapa unit, jumlah tenaga kerja yang terserap mungkin sedikit. Namun, jika teknologi sederhana ini diterapkan secara massal dalam bentuk sentra industri-industri rumahan di berbagai daerah di NTB, maka akumulasinya akan melahirkan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik NTB, laju pertumbuhan industri pengolahan di NTB pada triwulan ketiga 2019 hanya mencapai 1,18 persen (y on y). Data ini memperlihatkan bahwa industri pengolahan belum mencapai laju pertumbuhan yang diharapkan. Untuk itulah, Gubernur NTB menegaskan perlunya semua pihak terus berupaya mendorong tumbuhnya industri-industri pengolahan di NTB. Meski sulit, Gubernur meyakini langkah ini adalah sesuatu yang harus ditempuh oleh masyarakat NTB. “Perjalanan panjang, memang harus dimulai dengan langkah pertama,” katanya. (Naniek I. Taufan)

P

ertemuan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) NTB tahun 2019. Pada kesempatan di depan para kepala desa, camat dan kepala sekolah itu, Gubernur NTB menegaskan bahwa seluruh desa di NTB harus ramah pada investor, sebab pembangunan dan kesejahteraan hanya dapat dilakukan dengan banyaknya investor yang terlibat dalam pembangunan. “Tidak mungkin ada kesejahteraan pun tidak mungkin ada pembangunan kalau kita tidak ramah terhadap investasi,” ungkap Zulkieflimansyah. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala desa khususnya untuk tetap memelihara dan menciptakan keamaan di daerah masing-masing, sehingga para investor merasa nyaman untuk menanamkan investasinya ke NTB. “Investor itu tidak mau datang kalau sedikit-sedikit tutup jalan,” ujarnya mengingatkan. Selain itu, Gubernur NTB juga menyampaikan pentingnya keter-

bukaan informasi bagi masyarakat. Desa-desa di NTB akan terpacu pembangunannya apabila masyara-

kat dapat mengakses informasi yang ada. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB tentu saja mengingat bahwa keterbukaan informasi juga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa serta membuat masyarakat melek informasi sehingga tidak banyak bertanya yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Ia berharap dengan keterbukaan informasi ini, masyarakat juga mau terlibat bekerja membangun desa. Sementara itu, Ketua Komisi

Informasi (KI) NTB, Hendriadi S.E, M.E. mengatakan, kegiatan Gebyar GBIP dan Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa menuju Benderang Informasi Publik merupakan puncak dari seluruh kegiatan yang dilakukan KI NTB. Kegiatan itu menghadirkan tidak kurang dari 1.500 Badan Publik se-NTB, yang terdiri dari 303 kepala sekolah dan 158 kepala Puskesmas dan 1.100 kepala desa dan lurah. “Kegiatan ini bertujuan membumikan keterbukaan informasi,” katanya seraya menegaskan desa, sekolah, puskesmas merupakan lembaga yang paling dekat dengan informasi. DESA DAPAT BUAT PPID SENDIRI Ia berharap, gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka pada informasi yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, NTB Gemilang dapat terwujud dengan baik. Ketua Bidang Sosialisasi Edukasi Advokasi KI Pusat, Wafa Patria Uma yang juga hadir dalam kegiatan ini, mengatakan kehadiran masyarakat dalam gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP merupakan wujud komitmen dan dukungan terhadap keterbukaan informasi. Sebab, hak masyarakat untuk tahu merupakan layanan dasar, selain pendidikan dan kesehatan. Dengan keterbukaan informasi lanjutnya, akan banyak permasalahan yang bisa diselesaikan. Seperti permasalahan kesehatan dan pendidikan. “Desa dapat membuat PPID sendiri, sehingga desa mempunyai hak untuk urus diri sendiri,” katanya. Karena itu, KI dapat memberikan panduan tentang layanan inform a s i p u b l i k serta memberikan hak masyarakat untuk mengakses informasi. “Informasi bisa mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa gerakan bersama layanan dasar, adalah upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kesehatan dan pendidikan. (Naniek I. Taufan)

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019 Baru sembilan hari menikmati menjadi ibu dari anak pertamanya Syarifah Khalisa Aghnia Bahira. Kartika Putri sudah dilanda kepanikan luar biasa. Tubuh putrinya tiba-tiba menguning. Hasil pemeriksaan darah, kadar bilirubin Khalisa mencapai 17 Mg/dL. Karenanya harus segera menjalani perawatan inkubator setidaknya selama 48 jam.

M

eski sang bayi sudah ditangani dokter ahli, namun artis berusia 28 tahun ini tetap saja gelisah dan ketakutan. Maklum inilah anak pertamanya dari pernikahannya dengan habib kondang, Usman bin Yahya tahun 2018 lalu. Sebagai wanita muda yang minim pengalaman dalam hal perawatan anak, jelas saja Kartika takut dan panik ketika mendapati anaknya terserang penyakit kuning. Apalagi, meski banyak kasus bilirubin ini bisa ditangani, namun bukan berarti tidak berbahaya. Jadilah Kartika menangis tak henti. Pun di depan wartawan yang menyambanginya di rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan, Kartika menangis. “Maaf ya aku ‘melow’ terus,” ucap Kartika sambil mengusap air matanya. “Soalnya baru bingung. Ibu bingung. Masih bingung banget. Masih adaptasi menjadi ibu. Adaptasi penyembuhan, dan lain sebagainya. Jadi kayak cape sekali,” kata presenter D Academy Celebrity ini. Makin membuat dirinya ‘tertekan’ karena merasa orang lain menyalahkannya. Bisa jadi, perasaan itu muncul karena ia sedang sangat sensitif. “Dijemur (bayi) nggak? Nggak dijemur kali? Susunya nggak benar kali, atau makannya nggak benar kali?,” kata Kartika mengulang tanggapan bertubi-tubi dari orang sekitarnya. “Aku kan lagi sensitif banget ya. Jadi mendengar omongan kayak gitu, rasanya bagaimana ya,” tambahnya. Tapi ia tak mau memperpanjang. Kartika berusaha maklumi bahwa tanggapan spontan itu diyakini karena kekhawatiran mereka pada anaknya. “Padahal I do my best. Aku juga kurang tidur , tiap hari hanya 3 jam tidurnya. Malah saat bayi di bawah ke

BUNDA ANANDA

5

Mengenal Bilirubin pada Bayi

rumah sakit aku tidak tidur sama sekali,” katanya. Sebelum menjadi ibu, ia telah mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Mulai dari bertanya sana-sini pada keluarga, teman, saudara, dokter, juga mencari referensi-referensi penting terkait merawat bayi. Pe m e r a n f i l m ‘Suster Ngesot’ itu, berusaha dijalaninya dengan baik. Namun tetap saja terjadi masalah. Sang suami, Usman sangat memahami kondisi istrinya dan berusaha menenangkan dan memberinya kekuatan. Usman yang telah dua kali menikah, paham istrinya masih muda dan sangat minim pengalaman. Tak heran kalau kejadian yang dialami Khalisa, membuat Kartika shock dan menangis tiada henti. “Saya bilang, jangan nangis terus nanti susunya kering. Malah jadi masalah baru,” tambah Usman yang setia mendampingi istrinya di rumah sakit. Kasus bilirubin memang banyak terjadi pada anak-anak yang baru dilahirkan. Mengutip Alodokter, bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah, urine dan tinja manusia. Pigmen ini berasal dari sel darah merah yang sudah mati dan pecah. Salah satu pertanda bilirubin tinggi adalah kondisi bayi kuning. Bayi akan kuning jika bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati. Hal ini bisa terjadi karena jumlah bilirubin yang dihasilkan dari penghancuran sel darah terlalu banyak sehingga hati tidak sempat memprosesnya atau memang karena ada gangguan pada organ hati. “Ketika hal ini terjadi maka permukaan kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning. Kondisi ini

disebut jaundice,” mengutip paparan Alodokter. Disebutkan sebagain besar bayi mengalami penyakit kuning ringan ataupun penyakit kuning fisiologi. Biasanya, akan membaik dalam satu hingga dua atau tiga minggu seiring dengan pertumbuhan bayi dan perkembangan fungsi organ tubuhnya. Bayi semakin lama akan dapat mengolah bilirubin dengan lebih baik sehingga kuning fisiologis akan hilang dengan sendirinya. Alodokter menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan bayi berisiko mengalami penyakit kuning. Di antaranya adalah bayi terlahir prematur, bayi yang tak mendapat ASI atau susu formula yang cukup. Dan, bayi yang memiliki golongan darah berbeda dengan golongan darah ibunya atau jika rhesus bayi dan ibu berbeda, mereka dapat mengembangkan antibodi yang berlebihan sehingga menghancurkan sel darah merah mereka sendiri. Walhasil, kadar

sumber foto alodokter

Bayi menjalani terapi cahaya karena bilirubin tinggi

bilirubin pun meningkat secara tiba-tiba. FOTOTERAPI Dalam penjelasannya, Alodokter juga memberi tips penanganan yang tepat pada bayi yang memiliki bilirubin terlalu tinggi. Salah satunya adalah mengonsumsi banyak cairan ASI atau susu formula. “Berikan ASI sesering mungkin antara 8 hingga 12 kali per-hari untuk mendorong buang air besar yang sering. Ini membantu membuang bilirubin melalui tinja,” jelas Alodokter. Metode fototerapi juga dapat membantu mengatasi bayi kuning. Fototerapi adalah metode pengobatan yang umum

dan sangat efektif menggunakan cahaya untuk membantu memecah bilirubin di tubuh bayi. Namun untuk kasus yang sangat parah, transfusi darah mungkin diperlukan jika bayi tidak merespon teknik pengobatan lainnya. Kartika Putri kini sudah merasa agak tenang karena putrinya telah berhasil melewati masa kritis. “Mohon doanya agar Khalisa bisa cepat sehat dan pulang ke rumah. Sedih melihat dia gelisah dan nggak nyaman,” ungkap Kartika yang juga menjadi ibu sambung dari tiga anak Usman dari pernikahannya terdahulu. (Diana Runtu)

Mendongeng Lima Menit ANAK KODOK PENENTANG

Di sebuah kolam kecil tinggal Ibu Kodok dengan anak satusatunya. Anak kodok itu sangat manja, nakal dan suka menentang segala perintah ibunya. Kalau ibunya melarang keluar, ia justeru berlari cepat-cepat meninggalkan lubang prsembunyiannya. Kalau ibunya menyuruh ia ke pinggir sungai, ia justeru pergi ke lereng bukit. Anak kodok itu senang melihat ibunya jengkel. Bukan itu saja, ia justeru senang melihat ibunya marah-marah sambil menangis. “Anakku!” seru Ibu Kodok pada suatu hari. “Mengapa kamu tidak seperti anak kodok lain? Mereka penurut dan suka menolong ibunya bekerja. Bahkan sejak kecil sudah bisa memperkenalkan dirinya sendiri dengan bernyanyi, “Kodok, kodok, kodok”, tetapi kamu bilang “Krok, krok, krok!” “Dan lagi….!” Ibunya menyambung. “Anak kodok yang lain selalu bermain bersama-sama, tetapi kamu suka bermain sendiri. Anak kodok lainnya bernyanyi bersama-sama, tetapi kamu lebih suka berteriak sendiri.” Anak kodok itu seolah-olah tidak mendengarkan kata-kata ibunya. Ia cuek saja, lalu dengan tenang meleng-

gang meninggalkan rumah. Suatu hari Ibu Kodok minta bantuan kepada anaknya. “Anakku! Tolong pinjamkan aku kikihan di rumah tetangga. Si Anak Kodok pergi tergesa-gesa. Ibu Kodok menanti kedatangan anaknya membawa kikihan, namun ditunggutunggu sampai sore tak kunjung datang. Menjelang matahari tenggelam, anak itu muncul. Katanya ia berenang sendirian di sungai. Pokoknya, anak satu-satunya itu sangat malas, tidak suka membantu dan bahkan suka menentang ibunya. Kalau disuruh diam di rumah, ia bahkan keluar rumah, kalau disuruh ke sungai, ia bahkan pergi ke bukit. Maka tibalah peristiwa yang tidak dapat dielakkan. Ibu Kodok sakit keras. Mula-mula Ibu Kodok sakit pilek, kemudian batuk-batuk, dan tidak mau makan. Makin hari sakitnya makin keras. Merasa ajalnya segera tiba, Ibu Kodok memanggil anaknya. “Anakku sayang!” katanya dengan suara terputus-putus. “Kukira tak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Aku tak suka merepotkan kamu. Aku hanya minta, kuburkanlah aku di pinggir sungai.” Sebetulnya sang Ibu minta dikuburkan di lereng bukit, tetapi ibu yang sering dibuat jengkel itu tahu betul sifat anaknya. Anaknya suka berbuat yang bertentangan dengan kehendak ibunya. Nah, kejadian itu benar-benar terjadi. Ibunya mengembuskan napas

terakhir. Hal yang tak terduga-duga pun terjadi. Anak Kodok penentang itu menangis meraung-raung. Ia merasa sangat terpukul kehilangan ibu yang sangat dikasihinya. Tak henti-hentinya ia mencucurkan air mata di samping mayat ibunya. Ia menyesal telah menyakiti hati ibunya. Ia merasa sangat berhutang budi terhadap ibunya yang mengasuh dan membesarkannya sejak lahir. “Tinggal satu kesempatan untuk membalas budi” pikirnya. Ia harus menuruti permintaan terakhir ibunya tersayang, yakni menguburkannya di pinggir sungai. Dan niat itu ia lakukan dengan sempurna. Sebetulnya permintaan sang Ibu sangat tepat, yakni dikubur di lereng bukit. Maksudnya adalah agar dalam setiap musim hujan, kuburannya tidak tergerus banjir. Ia sangat tahu sifat anaknya yang suka menentang. Oleh karena itu ia minta kepada anaknya untuk dikubur di pinggir sungai. Namun apa yang terjadi? Anak kodok yang sangat mencintai ibu kandungnya itu, memenuhi permintaan ibunya yang terakhir. Ia menguburkan ibunya di pinggir sungai. Agar kuburan ibunya tidak dilanda banjir, anak kodok itu sepanjang waktu berdoa dan bernyanyi di sebelah kuburan ibunya. “Krok, krok, krok….! Krok, krok, krok…!” Itulah yang ia lakukan sepanjang waktu dan sepanjang musim hujan. (Korea) kikihan = alat memarut


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Hanna Aulia Khadijjah

Ikut Fashion Show untuk Buka Networking Jangan lihat usianya.Tapi tengok karyanya. Hanna Aulia Khadijjah, desainer cilik untuk fashion.Tak banyak anak yang tahu minatnya sejak dini. Kebanyakan anak menyebut apa yang dicita-citakannya bukan berdasarkan apa yang menjadi sungguh minatnya. Namun Hanna Aulia berbeda. Sejak kecil dia tahu apa yang diinginkannya, apa yang diminatinya dan ingin menempuh pendidikan berkaitan dengan minatnya, fashion designer.

K

Hanna fashion show

foto instagram hannakhadijjah

etika pagelaran ‘Muslim ucapnya. Kakak-kakaknya pun piawai Fashion Festival’ beberapa menggambar. “Aku sendiri giat mengwaktu lalu, Hanna sukses gambar dari kecil karena suka lihat kakak membuat penonton mau- menggambar,” ungkapnya. pun pemerhati fashion tercengang saat Ketika umur 8 tahun, bakat menggamdia naik ke panggung dan diperkenalkan bar dan kegemarannya pada desain baju sebagai desainer dari rancangannya yang semakin terlihat menonjol. “Kalau sebelmengambil tema ‘Altayar’ atau umnya aku kan hanya menggamPilot. Tentu tak ada yang bar biasa saja, seperti bunga, mengira kalau sejumlah dll. Nah ketika umur 7-8 wanita dewasa yang tahun, setelah sering liberlenggak lenggok hat fashion show luar di catwalk mengenanegeri, aku mulai kan baju rancangan menggambar desain Hanna yang baru baju. Jadi baju-baju berusia 12 tahun. yang Hanna suka “Hanna sudah dari fashion show sejak kecil suka itu, Hanna gamm e n g g a m b a r. bar ulang trus bikin Usia 3 tahun sukombinasi senddah sibuk gamiri,” ungkapnya. bar-gambar. Ketika M e l i h a t anak-anak lain main perkembangan dan boneka, aku lebih bakat Hanna, baik suka menggambar. orangtua maupun Hanna juga dari kecil kakak-kakaknya heran. sudah suka lihat fashion Pasalnya usia Hanna mashow di TV, di situlah awal sih 8 tahun. Pun dari keluketertarikan Hanna pada Hanna Aulia Khadijjah arganya, termasuk mamanya desain baju. Fashion show dari tidak ada yang menekuni bidang perancang-perancang busana terkenal desain baju. Makin takjub lagi, karena di seperti Dior, Chanel, Versace, paling suka usia yang sekecil itu dia sudah bisa menHanna tonton,” ungkap anak ketiga dari gungkapkan keinginannya menjadi fashion tujuh bersaudara ini. desainer pada orangtuanya. Bakat seni menggambar, lanjutnya, “Kan orangtua juga kakak-kakak sering memang merupakan keturunan keluarga. melihat hasil gambar aku bikin desain baju. “Seni menggambar keturunan dari kakek,” Mereka bilang, ini seperti fashion desainer.

foto instagram hanna khadijjah

foto instagram hanna khadijjah

Hanna juara 2 Jabar Ngagaya 2017

foto instagram hanna khadijjah

Hanna bersama guru desainnya nuniek-densiswanto

Mereka tanya apakah Hanna mau jadi desainer, Hanna bilang iya,” tutur Hanna yang Juli lalu masuk sebagai nominator Anugerah KPAI 2019. Orangtua, kata Hanna lagi, sangat setuju dengan pilihannya. Akhirnya dia pun disekolahkan di Islamic Fashion Institute (IFI) dimana teman-temannya berusia jauh di atasnya. “Waktu itu Hanna masih berusia 9 tahun,” tambahnya. Di sana dia mendapat banyak pelajaran terkait fashion, mulai dari bikin skets, teknik membuat baju, foto shoot, hingga marketing. Semua pelajaran itu dilahapnya dengan mudah. Tak heran saat kelulusan IFI, Hanna terpilih sebagai lulusan terbaik di angkatannya untuk kategori ‘Zero Waste Design’. Bakat yang dimiliki serta kemauannya yang keras untuk belajar membuat hasil karyanya terus berkembang. Dia juga termasuk aktif ikut berbagai pagelaran fashion. Menurut Hanna, banyak manfaat-

foto instagram hanna khadijjah

foto instagram hanna khadijjah

Hanna bersama salah satu modelnya

nya bagi desainer sepertinya untuk rajin ikut fashion show. Selain memperkenalkan karya-karyanya, juga ‘networking’ nya semakin luas khususnya di kalangan desainer-desainer senior. “Banyak yang mengajak kolaborasi,” ucap Hanna yang mengeluarkan brand fashion sendiri yakni ‘Hanna Wants to Play’ untuk coat anak-anak. Menariknya, Hanna bukan hanya mendesain baju-baju wanita dewasa tapi dia juga piawai mendesain baju anak serta baju muslim. Bahkan beberapa waktu lalu dia juga diminta untuk mendesain baju model asal Rusia, Nataly Osmann. “Untuk inspirasi desain datang dari mana saja, termasuk dari ide-ide kakak juga mama karena aku juga sering tanya ke mereka,” tambah peraih juara 2 kompetisi desain Jabar Ngagaya 2017. INGIN BELAJAR DI PARIS Sibuk urusan fashion disign, lalu bagaima-

na sekolahnya? Diakui oleh keponakan aktor Ringgo Agus Rahman ini, aktivitasnya pada fashion disign cukup tinggi dan menyita banyak waktunya. Apalagi ketika ia harus sekolah fashion di IFI. “Jadi waktu itu karena Hanna kan sekolah fashion. Akhirnya karena takut ketinggalan pelajaran maka ambil homeschooling. Dengan begitu waktunya belajarnya bisa menyesuaikan dengan kegiatan sekolah fashion,” tambahnya. Hanna merasa beruntung, minatnya pada fashion mendapat support penuh dari keluarganya khususnya orangtua. Saat ini, ungkapnya, bisnis clothing-nya makin berkembang dengan semakin banyaknya orderan. “Aku juga dibantu oleh kakak dan mama. Untuk pemasaran, dulu, awalnya hanya kepada orang-orang dekat saja. Namun seiring waktu kini sudah dipesan oleh orang luar juga,” kata Hanna yang juga memasarkan karyanya lewat medsos. Hanna yang bercita-cita ingin mengenalkan kekayaan dan keindahan busana Indonesia di kancah internasional, berharap kelak bisa memperdalam ilmu fashion disign –nya di kota mode Paris. “Aku punya banyak impian terkait fashion design. Di antaranya ingin memperdalam ilmu di Paris. Makanya dari sekarang aku kerja keras untuk mencapai mimpi aku,” ujarnya. (Diana Runtu)

Ini hasil rancangan hanna

foto instagram hanna

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

METROPOLITAN

Depresi? Konsultasikan ke Ahlinya

13

Mengaku mengidap gangguan mental secara terbuka, bukan hal yang mudah. Pasti sangat berat. Apalagi dilakukan oleh public figure yang terkenal seantero negeri. Bisa dibayangkan betapa gegernya jagad dunia hiburan. Suatu yang dulu sangat disembunyikan, bahkan oleh masyarakat biasa pun tak berani mengakuinya. Apalagi artis yang sosoknya begitu dikenal masyarakat.

T

api sepertinya dua artis cantik ini, Marshanda dan Ariel Tatum, telah menerobos sesuatu yang dulu dianggap tabu itu. Mereka dengan tegar menyebut kalau dirinya menderita gangguan mental dan sejak lama berjuang untuk meraih kesembuhan. “Ini suatu yang berat bagi aku, dan merupakan sebuah perjalanan panjang sampai akhirnya bisa menerima ini, bahkan menyadari ini adalah berkah dari Allah. Hidup ini adalah berkah dari Allah, baik saat kita sedang di atas maupun di bawah. Jadi dibanding melawan, aku memilih menerima semuanya sembari terus mencari kesembuhan dengan berbagai cara,” ungkap Chacha, sapaan akrab Marshanda. Kabar bahwa gangguan mental yang dideritanya adalah bipolar disorder tidak bisa disembuhkan, tidak membuat dirinya patah semangat. “Sampai saat ini aku masih rutin meminum obat. Tiap hari aku meditasi, berdoa sebanyak mungkin, dan lain-lain,” tambahnya. Dengan sikap yang menerima itu membuat dirinya kini lebih tenang menjalani kehidupan. Berbeda sikapnya ketika pertama kali didiagnosa menderita bipolar tahun 2009. Dirinya

shock dan tidak bisa menerimanya. “Berat bagi aku waktu dengar pertama kali diagnosa itu. Aku menolak. Aku yang selama ini merasa baik-baik saja, bisa melakukan apa saja, berkegiatan apa saja yang aku mau, tibatiba mendapat diagnosa yang seperti itu,” ujarnya. Seiring w a k t u , p e rlahan dirinya mulai sadar dan kemudian mengambil inisiatif mempelajari banyak hal, utamanya lewat membaca aneka buku terkait psikologi, motivasi diri, kesehatan mental, dan lain-lain. Dari sanalah, dirinya mendapat pemahaman dan akhirnya menyadari serta bisa menerima kondisinya. Dari penerimaan itulah sekaligus mensyukuri berkat Tuhan, perlahan dia berani membuka diri bahkan kemudian menyatakan secara terbuka apa yang dialaminya. “Barang kali orang di luar sana bilang aku gila. Ya nggak apa-apa. Aku nggak peduli apapun kata mereka. Kalau dulu, aku memang sakit hati, tidak terima. Tapi kalau sekarang, aku biasa saja. Aku terima. Malah di medsos kalau ada komen-komen negatif sering aku balas (jawab) saja, tapi tanpa rasa sakit hati,” ucap artis yang pernah dijuluki ‘Ratu Sinetron’ ini. INGIN BUNUH DIRI Keterbukaan yang sama juga dilakukan oleh Ariel Tatum, pemeran Dara dalam FTV ‘Cerita Cinta tentang Kita’. Jagad hiburan dibuatnya terkaget-kaget ketika dalam seminar ‘Let’s End the Shame’ di kawasan Thamrin, Jakarta, belum lama ini, Ariel mengaku kalau dirinya mengidap borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang yang membuat dirinya sulit berinteraksi

Marshanda

dengan orang lain. “Aku merasakan itu sejak umur aku 13 tahun,” kata cucu dari artis legendaris Joice Erna, itu. Dia menderita depresi yang parah sampai-sampai pernah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri. “Paling parah ya itu mencoba beberapa kali bunuh diri. Aku juga melukai diri sendiri. Jadi memang parah. Aku seperti tidak sadar melakukannya,” ujar Ariel. Untungnya, disaat hidupnya terasa semakin tidak karuan, dia masih sadar untuk mencari seorang profesional untuk membantunya. “Aku datang ke psikolog karena aku ngerasa sudah tidak wajar. Waktu itu umur aku 13 tahun, aku pergi ke sana dengan ngumpet-ngumpet. Membayar dengan uang sendiri, aku nabung,” tuturnya. Seiring berjalan waktu, Ariel terus berjuang mencari kesembuhan untuk permasalahanya. Sejumlah ahli didatanginya sampai akhirnya ia mendapat seorang ahli yang cocok. Sampai sekarang pun kata Ariel, dia masih menjalani terapi. Psikolog Joyce Djaelani Gordon meminta agar masyarakat yang merasa mengalami sesuatu semacam depresi, tidak melakukan diagnosa sendiri dan mencari pengobatan lewat google. “Yang pasti, jangan sampai orang diagnosa diri sendiri lewat google. Itu bisa berbahaya,” ujar Joyce. “Di google kan ada segala macam, kemudian karena kita merasa tertekan, stress atau depresi, lalu coba-coba cari di google. Jangan! Carilah ahli yang bisa menangani itu. Ke psikolog atau ke psikiater,” jelas Joyce. Jangan juga, ucapnya lagi, mencoba minum obat sembarangan. Karena kalau memang atas permasalahan kita dibutuhkan obat tertentu maka psikiater lah yang akan memberikannya. Itupun, tambahnya, setelah dilakukan assessment (penilaian) sebelumnya. “Kalau dengan ahlinya kan akan diperiksa depresinya kenapa, berapa lama, karakternya bagaimana, dll. Lalu soal kondisi di rumahnya, pendukung di rumah itu seperti apa, sejarahnya bagaimana, dll. Jadi tidak sederhana seperti halnya kita ‘tanya’ di google,” ucapnya. Karenanya, Joyce juga menyambut baik dengan langkah keterbukaan yang dilakukan para artis tersebut, Marshanda dan Ariel Tatum. Sekarang ini, kata Joyce, masyarakat juga sudah lebih

Ariel tatum

terbuka tentang hal berkaitan dengan masalah mental. “Ini (keterbukaan) kan bagus ya. Dengan begitu akan membuka orang lain untuk bisa lebih cepat cari rawatan yang sesuai dengan apa yang dideritanya. Dan, tidak ada lagi adanya pemasungan pada penderita gangguan mental ataupun anggapan bahwa mereka (penderita) kemasukan setan,” jelas Joyce. Senada dengan Joyce, Marshada menyebut keterbukaan yang dilakukannya juga sekaligus mendorong masyarakat untuk berani mencari pengobatan untuk dirinya sendiri.

foto instagram arierltatum

Tidak perlu merasa malu atau rendah diri. “Bukan hal memalukan jika kita mau ke konselor. Nggak usah minder. Justru kita harus melakukannya demi menolong diri kita sendiri,” tegas Chacha. Baik Chacha maupun Ariel Tatum juga berpendapat langkah mencari kesembuhan lewat curhat kepada teman adalah tidak tepat. Karena teman tidak punya kemampuan untuk menangani kondisi kita. “Kita harus datang kepada profesional karena mereka yang memiliki banyak tools untuk self healing exercise,” kata Chacha. (Diana Runtu)

Joyce djaelani gordon


14

SUDUT PANDANG

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Saat Terpuruk, Pahlawan Membela dan Mendukung Jika mengikuti perjalanan karier Inul Daratista di dunia hiburan Tanah Air, mungkin banyak orang akan terkagum-kagum. Betapa tidak, wanita yang terlahir dengan nama Ainur Rokhimah asal Pasuruan, Jawa Timur, ini, memulai kariernya di dunia menyanyi dari bawah sekali atau dari panggung ke panggung musik dangdut di kampungnya. Ia terus ‘merangkak naik’ meski harus melewati berbagai rintangan.

U

sianya sil sukses. Belasan masih tahun telah berlalu 13 tasejak debutnya di hun, Jakarta 2003. awal mula meniti “Aku nggak akan kariernya di pangpernah lupa. Mergung dangdut. Dia ekalah orang-orang berasal dari keluaryang berjasa dalam ga sederhana. Meskarier aku. Ketika ki begitu orangtua aku terpuruk dan melarang Inul memenerima hujatan niti karier di musik sana sini, merekadangdut. lah antara lain yang Namun Inul membela dan menyang sudah kadung dukung aku. Membertekad sukses beri kekuatan untuk dalam karier yang foto instagram inul aku terus maju di Inul daratista dirintisnya, terus jalan aku,” ungkap maju.”Dalam hati aku berjanji bahwa Inul yang telah mengoleksi sejumlah suatu saat akan menunjukkan presta- penghargaan dalam kariernya di si yang bisa membanggakan orang- dunia dangdut, salah satunya adalah tua. Namun aku juga berjanji bahwa ‘Penyanyi Dangdut Paling Ngetop’ dalam meniti karier aku tidak mau SCTV Music Awards 2015. dengan cara-cara gila, naif dan muTitiek Puspa, adalah satu dari serah,” tutur wanita kelahiran Januari jumlah orang yang mendapat tempat 1979 ini. “Aku janji suatu saat bapak khusus di hatinya. Saat 1 November akan bangga pada aku,” tambah juri 2019 lalu Titiek berulang tahun yang Dangdut Academy Asia 5, ini. ke 82, Inul pun hadir di samping Dan memang, ungkap Inul, per- Titiek yang merayakan hari bahagia juangannya dalam meniti karier di itu. Eyang Titiek—begitu Inul memusik dangdut Tanah Air luar biasa nyebut Titiek Puspa--- adalah orang berat. Begitu banyak rintangan yang yang sangat peduli pada dirinya, dari harus dihadapinya. Hanya karena dulu sampai sekarang. berkat Tuhan saja lah, ucap Inul, dir“Di saat aku jatuh, beliau peluk inya bisa melalui berbagai rintangan aku, perhatiin aku. Hatinya baik dan akhirnya mencapai kesuksesan. sekali. Makanya apapun eyang Titiek Bagi generasi 1990-an mungkin nasihati aku, aku patuhi. Bagi aku, ingat bagaimana kiprah Inul dalam eyang sudah seperti ibu kandung usahanya menaklukkan dunia en- sendiri. Rasanya tidak cukup terima tertainment di Jakarta yang sarat kasih atas apa yang sudah eyang kompetisi itu. Di awal kariernya di Titiek perbuat untuk aku,” ucapnya Jakarta, ada pihak-pihak tertentu dengan nada haru. yang tidak suka dengan kehadirannya Lantas Inul pun mengilas balik di blantika musik dangdut. ‘Goyang kenangannya tentang Titiek Puspa Ngebor’ Inul menuai protes keras yang begitu dalam tertanam disakhususnya dari ‘Raja Dangdut’ Rho- nubarinya. Masih ingatkan dengan ma Irama yang juga Ketua PAMMI, kontroversi terkait dirinya beorganisasi para penyanyi maupun lasan tahun silam. Saat itu, kata musisi melayu-dangdut. Goyangan- Inul, Titiek Puspa dan Arswendo nya dianggap tak senonoh, mengand- Atmowiloto (alm) adalah orang ung unsur pornografi. yang membantu dari keterpurukan Jadilah Inul yang masih belia, 15- kariernya. 16 tahun, terpuruk dan menangis. Berkat Arswendo lah, dirinya Beruntungnya di luar Rhoma Irama kemudian mendapat pekerjaan dan PAMMI yang kala itu sangat membintangi sejumlah sinetron keras menentang, Inul mendapat di antaranya ‘Kenapa Harus Inul’ dukungan dari masyarakat termasuk tahun 2003 dan ‘Gara-gara Inul’ para tokoh juga musisi dan seniman pada 2004. Disaat dirinya sepi di luar dangdut. Gus Dur (alm) order menyanyi sebagai buntut adalah salah satu pembela Inul. Selain perseteruannya dengan seorang itu, Titiek Puspa, Arswendo, dll, ikut tokoh dangdut, Titiek Puspa pun mendukung kiprah Inul. ikut membantunya mendapatkan Ibu satu anak ini mengaku tak kontrak sebuah produk kosmetik. lupa pada para pembelanya. Inul Nilai kontrak yang tergolong besar menyebut mereka pahlawan dalam pada masa itu sangat membantu Inul kariernya hingga akhirnya berha- untuk ‘berdiri tegak’ kembali.

Menurut Inul yang kini telah menjadi artis papan atas Tanah Air, jasa-jasa mereka yang telah membantunya itu selalu diingatnya. Nasihat-nasihat mereka, selalu tertanam dalam hati dan pikirannya. Beberapa waktu lalu, kata Inul, eyang Titiek memberinya nasihat. Nasihat itu kemudian divideokan dan dibagikannya lewat akun instagramnya. Dalam video tersebut, Titiek berkata pada Inul bahwa dirinya sedang mencari guru-guru yang cinta pada anak-anak dan nusa bangsa. “Kamu (Inul) musti masuk. Kamu adalah pengganti saya. Sebentar lagi saya sudah dipanggil Gusti. Janji ya Nul. I love you. Cinta penuh cium dan doa saya untuk mu,” kata Titiek dalam video itu. Titiek juga meminta Inul agar menjadi orang yang bijaksana dan sadar. Karena jika orang sadar bahwa Tuhan itu ada, dia tidak akan berbuat bohong, iri, dengki, korupsi, membully. “Pokoknya saya percaya Inul bisa melaksanakan ini,” ucap Titiek yang dijawab Inul dengan ‘Iya’ sambil menangis. (Diana Runtu)

SOSIALITA

3

Lady Athalia

Refleksikan dengan Prestasi Bagi saya, pahlawan adalah seorang penolong yang rela berkorban demi kebaikan orang lain. Pahlawan juga bisa disebut sebagai orang yang berbuat banyak kebaikan bagi banyak orang dalam segala hal, ada yang berupa fisik, moril maupun moral. Begitu diucapkan Lady Athalia, mahasiswi ISI Denpasar Jurusan Desain Fashion Semester V ini, saat ditanya apa yang terlintas dibenaknya saat mendengar kata pahlawan. Ria, pemilik Ria Boutique di Singaraja sebagai pahlawan lainnya. Bahwa, Rialah orang pertama yang memperkenalkannya dengan dunia fashion.”Pertama kali saya menjadi model adalah saat mengenakan busana penika dari kacamata dunia fash- nyata selalu saya rasakan. Beliau adalah gantin karyanya pada acara ion, Lady sebagai perancang orang yang selalu ada di samping saya ‘Buleleng Festival 2013’. muda mengatakan salah seorang untuk memberi dukungan dan seman- Selanjutnya mba Ria juga pahlawannya adalah seorang gat atas segala yang telah saya raih. Satu yang selalu mengantar saya desainer sekaligus dosennya di kampus hal yang paling saya ingat dari pesannya untuk mengikuti berbagai yakni Rico Ananta. “Pak Rico juga ter- yaitu tidak ada kata tidak. Baik itu tidak lomba modeling di Denpasgolong ksatria bagi negara sebab memi- mau, tidak pernah, tidak bisa, dan lain- ar, mengingat saat itu saya liki peranan besar dalam perkembangan nya. Segala sesuatu harus dicoba dan tidak memiliki kendaraan karier saya, yang tergolong generasi dipelajari,” papar Lady mengenai sosok pribadi dan tempat tinggal di Denpasar. Mba Ria sosok muda hingga saat ini. Baik itu di ke- pahlawannya ini. hidupan sehari-hari, dunia permodelan, Dikatakan oleh Lady, yang belum pertama yang menginspirasi Lady dan karyanya perkuliahan, kegiatan desainer, dan lama meraih Juara 1 Lomba Duta saya untuk menjadi seorang masih banyak lagi yang lainnya. Segala Endek Kota Denpasar Tahun 2019 ini desainer, karena saya selalu terpukau ketiga dari tiga bersaudadukungan dan pengorbanan yang secara ini, selain Rico ia juga menyebut nama melihat hasil karyanya,” terang putri ra pasutri Ronald Louis Lengkong dan Mei Sian .yang memiliki mimpi menjadi desainer ini. Bicara pahlawan, cm itu. dengan semangat Begitulah Lady melanjutkan ceritanya beberapa lama remaja yang sudah setelah mengikuti latihan modelling, ia merasakan banyak cukup malang melintperubahan. Mulai dari cara jalan, body language, cara ber- ang di dunia catwalk bicara, bahkan Lady juga mulai bisa untuk makeup basic ini juga mengatakan sendiri karena semuanya halk tersebut memang diajarkan masih ada lagi pahlawan-pahlawannya di Point Management. lainnya. Mereka adalah dosen-dosennya “Bener kata Mas Andy, bahwa ilmu yang Lady dapatkan di kampus, yang juga seorang desainer disana itu bukan semata untuk seseorang yang mau jadi dengan keistimewaan karyanya masingmodel . Ilmu ini amat sangat berguna bagi siapapun untuk masing. “Ada Ibu Tjok Ratna Cora, memiliki attitude yang baik dalam kehidupannya,” tutur Lady. Pak Tjok Abi, Pak Anom Mayun, Pak Ketika kita sudah bisa membawakan diri dengan baik, Radiawan, Bu Dewi, Bu Gek Mas, Bu lanjut Lady siapa sih yang tidak suka. Jadi kita, utamanya Dayu Sukma, Bu Leli, dan dosen-dosen kalangan generasi muda jangan pernah berhenti untuk serta asisten dosen lainnya yang mebelajar dan menggali miliki peranan sangat luar biasa dalam potensi diri, sebab mendidik saya hingga saat ini,” lanjut Saat ini, sebagai pemenang pertama dan tercatat sebagai ilmu itu harus terus remaja multitalenta yang juga meraih Duta Endek Kota Denpasar, remaja kelahiran, Singaraja, di upgrade” cetus Juara 1 Lomba Desain pada Festival Bali 26 September 1999 ini mengatakan bersama para Duta p e r e m p u a n y a n g Jani 2019 ini. Endek Kota Denpasar lainnya, rencananya akan menjalankan suka tantangan ini. Selanjutnya ditanya sebagai program kerja tahun depan, salah satunya bakal menggelar Karenanya, ia generasi muda Lomba Fashion Desain merasa banyak hal apa yang dilaku“Konsepnya itu adalah busana yang bisa berdaya jual yang masih perlu kannya untuk dan berdaya pakai yang tinggi. Tujuannya untuk lebih lagi dipelajarinya. Apamemperingati mengembangkan trend fashion saat ini sekaligus melestarikan lagi prinsipnya, tetap hari pahlawan, endek pastinya. Selain itu yang ada di pikiran Lady juga ingin tak ingin membatasi Lady menyebutmengadakan lomba video pendek yang berkaitan dengan potensi diri untuk kan bahwa yang promosi kain endek. Untuk era digital rasanya bisa menjadi berkembang. “Sepertama, dirinya ajang untuk memperkenalkan endek sampai ke luar Bali. bab, tidak ada salahnberusaha untuk Hanya saja ini belum di diskusikan sama temen-teman yang ya kita mempelajari mengenal priblain. Semoga mereka setuju,” harapnya. hal-hal baru baru adi pahlawanSelanjutnya remaja yang selalu ceria ini, berkisah tentang selama itu positif,” pahlawan dalam kesibukan lainnya di dunia modeling. Bahwa dirinya pertama tandas pemilik moto berbagai bidang bergabung dengan agensi model di tahun 2017. “Waktu itu hidup “Lakukan yang dan tentunya awal kuliah , Lady mendapat beasiswa dari Point Manage- terbaik yang bisa senantiasa mengment milik Mas Andy Soe Lady di sana bebas dari kewajiban kamu lakukan. Sisanya serahkan semua kepada rencana hormati jasa-jasa membayar selama latihan,” ujar Lady yang dinilai berpotensi Tuhan. Jangan pernah menyerah dan jangan berputus asa, m e r e k a . U t a menjadi seorang model catwalk dengan tingginya yang 177 karena harapan akan selalu ada. (Sri Ardhini) manya kata Lady

J

inul-titiek puspa disela sela acara HUT Titiek Puspa

Terus Menggali Potensi Diri

Lady Athalia

mereka yang banyak berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia pada waktu lampau. “Kedua, saya pribadi berupaya memberi makna kepahlawanan, selain dengan kegiatan yang produktif dan positif, juga mencetak prestasi serta tak ketinggalan melakukan kebaikan-kebaikan bagi banyak orang. Saya mulai dari diri sendiri, dengan merefleksikan sifat dan sikap para pahlawan tersebut untuk meraih prestasi. Saya akan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” cetusnya. (Sri Ardhini)


2

ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 5

Sampai di rumah kembali, Amat terkejut. Yang menunggunya bukan Prof Dok yang ceramah itu. Tapi Putu Wijaya seseorang yang tak dikenalnya. “Selamat malam, Pak.” “Selamat malam, Pak Amat. Pak Amat, kan, ya?” “Betul. Bapak cari saya?” Orang itu tersenyum ramah. Orangnya sangat biasa. Bahkan terasa sepele. Tapi seperti kata Ami, karena kelihatan tak berbahya justru jadi teras berbahaya. Amat mulai berhati-hati. “Maaf, kenapa Bapak mencari saya? Karena sya dianggap berbahaya?” Kembali orang itu tersenyum. “Ahh, tidak ada apa

Ada pemandangan yang berbeda ketika anak remaja siswa SMA/ SMK ikut demonstrasi menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah. Banyak pihak melihat hal ini sebagai gambaran adanya kesalahan arah pemahaman (misleading) dalam dunia pendidikan kita. Baik dalam pendidikan di lingkungan keluarga maupun lingkungan; formal atau informal. Pendidikan formal pada prinsipnya terbagi dalam tiga jenjang. Jenjang awal adalah pendidikan dasar, kemudian berlanjut dengan pendidikan menengah, dan diakhiri dengan jenjang pendidikan tinggi. Dalam pendidikan dasar, seorang siswa memperoleh dasardasar keilmuan seperti membacamenulis, berhitung, dan bahasa. Pada jenjang pendidikan menengah diajarkan ilmu-ilmu dasar dan seluruh cabang ilmu perkembangannya sesuai konteks yang terjadi. Sedang pada saat jenjang pendidikan tinggi, seorang siswa didik diajarkan bagaimana menerapkan ilmu-ilmu pengetahuan itu dalam keseharian kehidupan manusia di tengah masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang. Sementara dalam pendidikan informal, siswa didik diajarkan kemampuan mengembangkan diri pribadinya sesuai dengan minat dan bakat (passion) yang dimilikinya. Melalui pendidikan informal seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai usianya,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

-apa, Pak Amat. Hanya mau berkenalan.” Amat tambah curiga. “Berkenalan dengan saya?” “Ya.” “Lho, kenapa? Saya kan bukan orang terkenal. Mungkin Bapak keliru. Di sini ada 3 orang yang bernama Amat. Saya Amat nomor 1 yang paling tua dan paling miskin. Di ujung jalan di huk itu, Amat nomor 2, beliau seorang parnormal yang buka praktek pengobatan alternatip. Dia itu yang terkenal sampai ke Jepang. Tapi barusan ditangkap karena ternyata diduga bandar narkoba. Amat nomor 3, warga baru pindahan dari Jawa yang baru ngontrak 5 rumah baru . Itu lho, di dekat gardu. Semua kami di siniheran. Kenapa ngontrak 5 rumah, padahal istrinya hanya 4. Dia yang membuat. Kami, warga di hunian ini, khawatir, jangan-jngan

beliau mau memperistri salah satu warga kamijadi istri kelimanya. Sebab sudah jadi vilar, di mana dia tinggal di situ dia kawin, ha-ha-ha. Nah nah Bapak mau ketemu Amat yang nomor berapa?” orang itu kembali senyum. “Mu ketemu Amat nomor 2 atau 3?” “Nomor satu.” “Saya?” “Betul.” Amat kaget. “Ketemu saya? Untuk apa, Pak?” “Untuk berkenalan.” Orang itu mengulurkan tangan ngajak bersalaman. Amat dengan ragu dan rada bingung menyambut. “Saya Pageh. Saya intel, Pak Amat. Dada Amat langsung memukul keras. Ia mencuri-curi menatap tamu itu. “Intel? Bapak intel?”

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

“Betul.” Amat bengong. Menatap tak percaya. “Maaf. Kalau Bapak betul intel, kenapa Bapak ngaku?” Intel itu kembali senyum. “Muka saya ini memang cetakan senyum, Pak Amat. Apa saya yang saya lakukan muka saya tetap senyum. Saya marahpun, orang mengira saya senyum. Waktu tidur muka saya juga senyum. Makanya banyak maling kabur karena mengira sya memergoki mereka. Betul!. Tapi celakanya, sudah 5 kali saya dipecat dari kerjaan karena Bos mengira saya tersenyum sinis mengejek dia. Untung saya diterima jadi intel berkat senyum saya bisa mengorek banyak informasi penting. Begitu, Pak Amat.” Amat tercengang tapi kemudian ketawa akrab malu, langsung mengulurkan tangan sekai lagi bersala-

man dengan akrab seakan sahabat lama. “Jadi, dari curiga, Bapak, kontan trenyuh pada nasib pak Pageh intel sejuta senyum itu, “kata Amat kemudian menceritakan peristiwa itu pada Ami. “Dan omong-punya omong, si Pageh itu ternyata anaknya si Panggih, bekas teman sekolah Bapak di SR. SR itu Sekolah Rakyat, SD zaman dulu!” “Dan keperluannya ketemu Bapak?” “Ya, mungkin karena bapaknya menceritakan persahabatan kami dulu. Bapak dulu kalau mancing pasti sama si Panggih. Karena namanya panggih yang artinya lihat, dia selalu tahu di mana banyak ikannya, ha-ha-ha!” “Sama sekali tak menyebutnyebut soal gerlya politik?” Amat terkejut. “Apa?” “Istilah Gerilya Politik jdi vilar sekarang. Aparat keamanan sedang mentulusuri siapa kreatornya!”

Gerakan Kembali ke Meja Makan

karena pendidikan informal merupakan pendidikan lintas usia. Sedang dalam pendidikan di keluarga dan lingkungan kehidupannya, seseorang belajar berkomunikasi dan menyampaikan apa yang menjadi ide gagasan maupun keinginan yang akan diraihnya. Dalam pendidikan di lingkup ini kita dilatih untuk bersosialisasi dengan siapapun yang berada dalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari. Keseluruhan jenis dan jenjang pendidikan tersebut di atas, hasilnya akan mewujud dalam tingkah laku keseharian seseorang ketika menjalani kehidupannya. Namun tetap saja pendidikan di lingkungan keluarga menjadi benang merah utama dari seluruh jenis pendidikan yang ditempuh seorang anak. Keberhasilan pendidikan di dalam keluarga akan menjadikan seorang anak memiliki kepribadian yang utuh dengan pola pikir penuh toleransi. Adanya keterlibatan remaja usia pendidikan menengah yang ikut terlibat dalam peristiwa demonstrasi politik –dan bahkan kerusuhan sosial- beberapa waktu lalu, menunjukkan adanya kegagalan dalam pendidikan/komunikasi di lingkungan keluarga. Sekaligus terjadi misleading dalam pendidikan menengah, karena pada jenjang pendidikan menengah siswa belum diberikan kemampuan aplikasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

Obrolan Meja Makan Dalam lingkungan keluarga, interaksi antar anggota keluarga merupakan sarana komunikasi fisik dan psikis yang akan mempererat hubungan dalam suatu keluarga. Di sisi lain rutinitas manusia modern telah membuat setiap anggota keluarga memiliki aktivitas terpisah sehingga sulit untuk dipertemukan. Waktu berkumpul dengan keluarga menjadi amat terbatas dan seakan menjadi sesuatu yang berharga mahal. Bagaimanapun komunikasi fisik akan semakin merekatkan hubungan emosional yang lebih kuat antara orangtua dengan anak dan anggota keluarga lainnya.

Namun era media sosial telah menimbulkan kebiasaan dialog/ komunikasi melalui suara dan tampilan visual dengan menggunakan perangkat telepon selular. Sementara kedekatan emosional hanya akan semakin kuat jika antar anggota keluarga sering berkumpul bersama. Sehingga tidak salah jika Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Kembali ke Meja Makan beberapa waktu yang lalu. Hal ini mengingat bahwa salah satu waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga adalah saat makan bersama keluarga dalam satu meja makan. Duduk makan bersama keluarga di satu meja makan akan mampu merekatkan hubungan keluarga melalui suasana santai, informal, diselingi obro lan ringan. Akan terjadi saling curhat tentang kegiatan lingkungan sosial, kantor, maupun sekolah. Anakpun mungkin saja menceritakan soal asmaranya pada orangtua. Secara tidak langsung, seorang anak akan punya saluran untuk mencurahkan persoalan terpen-

dam yang dialaminya. Sementara orangtua dapat membimbing anak dalam menyelesaikan persoalan yang muncul. Dengan sendirinya akan tercipta komunikasi yang baik antar anggota keluarga, utamanya dalam menghadapi persoalan yang dialami anggota keluarga. Orangtua juga dengan segera dapat mengetahui dan melihat jika anaknya mengalami perubahan perilaku, melalui ekspresi yang muncul secara spontan dalam diri seorang anak. Sehingga dalam waktu yang singkat orangtua dapat memberi bimbingan dan nasehatnya. Melalui Gerakan Kembali ke Meja Makan diharapkan seluruh keluarga Indonesia akan dapat kembali menemukan jati diri keluarganya, sekaligus melakukan komunikasi yang sehat antar anggota keluarga. Sehingga tercipta adanya saling kontrol melalui komunikasi yang intensif dan konsisten antar anggota keluarga. “Duduklah, lalu makan dengan menu utama. Kemudian buat percakapan di meja makan”. Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

MOZAIK

15


16

EDISI 1056/ 11 - 17 NOVEMBER 2019

Solusi Sempurna Penopang dan Pembentukan Tubuh Ideal Anda

FULL GERMANIUM SERIES Ber manfaat Memperlancar Peredaran Darah, Antibakteri dan Antiodor

The Difference Between Style and Fashion Is

TERSEDIA DALAM DUA PILIHAN WARNA BLACK DAN SKIN UNTUK SETIAP STYLE

BC FIORI DENPASAR, BALI :

Graziella Push Up Bra + Graziella LG

: Jl. Gatsu IV Blok I No.6 Denpasar - Bali, Hp. 085100088899 // FB : Fiori Gatsu // Fan Page : fioribali : Toko FIORI Jl. Pudak Sebelah Barat Lapangan Astina Gianyar HP. 08164728192 // WA : 081239681714 : Jl. Danau Batur Raya No. 5A Taman Griya Jimbaran, Badung - Bali HP/WA. 087716466111 // 081337047063 FB : fiori nusa dua bali // IG : fiori.nusaduabali TIARA DEWATA : Denpasar - Bali DENPASAR GIAYAR NUSA DUA

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh-1056 by e-Paper KMB - Issuu