Skip to main content

tokoh-1046

Page 1

16

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Aneka Kemeriahan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI

Gerak Jalan Kocak Kreatif

Untuk kedua kalinya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar lomba gerak jalan Kocak Kreatif dalam rangka memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI. Kembalinya gerak jalan kategori Kocak dan Kreatif digelar karena makin meningkatnya animo masyarakat baik penonton maupun peserta. Sebelumnya, KONI Buleleng telah lebih dahulu menggelar gerak jalan 8 km, 17 km dan 45 km.

G

erak jalan yang diikuti oleh 18 regu dengan masing-masing regu terdiri atas 17 regu ini mengambil start di depan air mancur Taman Kota Singaraja. Masing-masing regu akan menempuh jarak sekitar 2,1 km, dengan menempuh rute Jalan Ngurah Rai menuju Jalan Pramuka dan beratraksi di depan Gedung Pramuka Buleleng. Setelah Itu peserta melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga dan sebelum memasuki garis finish di Eks Pelabuhan Buleleng para peserta kembali akan melaksanakan atraksi untuk menghibur masyarakat Buleleng yang hadir.

Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, lomba gerak jalan ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke74 Proklamasi Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Pemerintah Kabupaten Buleleng. “Banyak sekali masyarakat Buleleng yang berbondong datang untuk menyaksikan gerak jalan Kocak Kreatif ini,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. Sekda Puspaka mengaku bangga dan mengapresiasi inovasi serta kreativitas panitia lomba gerak jalan ini. Bahkan pihaknya berharap dapat membuka ruang seluas-luasnya untuk menyalurkan kreativitas masyarakat Buleleng.

”Saya berharap kepada dewan juri agar memberikan penilaian yang objektif, sehingga tidak menimbulkan rasa kurang puas peserta yang tidak memperoleh juara,” tegasnya. Sementara itu, Ketua KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana menjelaskan Lomba Gerak Jalan Kocak dan kreatif

merupakan salah satu upaya KONI untuk memberikan hiburan bagi warga masyarakat. Selain sebagai hiburan, gerak jalan Kocak dan Kreatif ini juga sebagai wadah kreativitas masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral dengan cara yang berbeda. “Pada setiap atraksi selain hiburan, secara tersirat mereka juga menyisipkan pesan-pesan moral kepada masyarakat seperti jauhi narkoba, kurangi penggunaan plastik dan hindari KDRT,” ungkap

Widnyana. Pihaknya juga mengapresiasi peserta gerak jalan yang sangat antusias dari berbagai elemen dan kalangan masyarakat. Peserta gerak jalan Kocak dan Kreatif ini diikuti oleh berbagai komponen masyarakat di antaranya kumpulan purnawirawan, anak-anak penyandang disabilitas, Organisasi Perangkat Daerah, Sekaa Teruna, dan anak-anak dari berbagai sekolah di Buleleng. (Wiwin Meliana)

Food Truck Sajikan Nasi Rakjat’45

Upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 yang dilaksanakan di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha dilanjutkan dengan aneka lomba untuk memeriahkan perayaan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI

Dalam rangka merayakan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, Aston Denpasar Hotel & Convention Center menawarkan menu spesial. Untuk menunjukkan rasa cinta dan bangga akan Indonesia sekaligus untuk mengenalkan kembali dan juga mempromosikan masakan khas Indonesia, Aston Denpasar mempersembahkan promonya di Jempiring Restaurant. “Dengan konsep Food Truck, kami menawarkan Nasi Rakjat ’45, yaitu nasi campur yang terdiri dari nasi merah putih yang terbuat dari nasi merah dan ketela putih dengan berbagai lauk pauk seperti sambal goreng ati, rendang sapi, telur balado, dan satai sempol ayam. Satai ini akan disajikan melalui live cooking. Menu yang kami tawarkan ini sangat terjangkau per porsinya, yaitu hanya Rp 25.000,” ungkap Ady Suardi, Restaurant & Banquet Manajer di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Makanan Indonesia adalah salah satu masakan yang bervariasi dan penuh warna di dunia, rasa rempahnya yang melimpah menjadi ciri khas sendiri. “Momen seperti ini adalah yang tepat untuk mencicipi masakan khas Indonesia sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai tuan rumah acara nasional ini sekaligus untuk menghormati Hari Kemerdekaan Indonesia, kami berharap kami bisa menyebarkan kekayaan dan ragam kuliner Indonesia,” imbuh Winston Hanes, Director of Operations-Archipelago International. Food truck ini tersedia sampai 31 Agustus 2019 dari pukul 11.00-21.00. (Ngurah Budi)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (9)

Subuh buta pintu Amat digedor. Dengan terkejut Amat melonjak bangun. Putu Wijaya Karena gedoran itu terdengar seperti kurang bersahabat, terhuyung Amat menarik kursi ke dekat almari. Lalu berdiri di atas kursi meraba-raba mencari di atas almari. “Cari apa, Pak?” Gedebuk! Amat jatuh karena kaget. Bu Amat bangun. “Cari apa? Pagi-pagi sudah grasa-grusu kayak kucing!” “Senjatanya mana?” “Senjata apa?” “Pedang jepang itu.”

“Untuk apa?” “Ada musuh!” “Musuh? Bapak ini sukanya ngelindur sekarang!” Pintu digedor lagi. “Itu dengar? Kalau tamu tidak akan berani galak begitu ngetok rumah orang! Mana senjata, Bu, cepat!” Bu Amat kesal lalu berbaring lagi. “Begini kalau sudah kebanyakan dibuntutin hoax!” Pintu digedor lagi. “Bu! Mana samurainya?!” “Pakai saja samurai Bapak sendiri!” Pintu kembali digedor. “Buuu, ini serius! Mana samurainya!” “Kan belum dikembalikan, dipinjam untuk main drama gong!”

“Aduh! Senjata untuk pertahanan kok dipakai main drama gong?!” “Pakai gagang sapu saja!” Digedor lagi. Sambil menggerutu Amat meraih parang yang menggeletak di bawah tempat tidur. Bu Amat kontan protes tanpa melihat. “Jangan pakai Itu, Pak. Nanti bacok orang bisa mati. Mau dikembalikan lagi, besok!” Gedoran lagi. “Bu!” “Saya sudah tidur!” Amat panik. Asal ambil saja ia meraih palu dari dalam laci meja. Bu Amat langsung teriak. “Jangan pakai palu!” Tapi Amat sudah keluar kamar. Ia mencoba mengintip tapi digertak dari luar. “Pak Amat!”

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Ternyata Pak Made. Amat cepat membuka pintu. “Pak Amat, gawat!” Sambil menyembunyikan palu di belakang badannya, Amat menyapa “Lho kenapa, Pak Made?” “Istri saya, jadi kena DB!” “Oya? Masa?” “Itu sudah di mobil sekarang!” Pak Made menunjuk mobil Innova yang mengeram di depan rumahnya. Amat mencoba ikut sedih. “Mau dibawa ke rumah sakit Pak Made?” “Ya, sekarang!” “Kenapa tidak pakai ambulans?” “Pak Amat...” “Kalau RS nya ditelepon pasti dikirim ambulans, Pak.” “Ini mau dibawa ke Jakarta!” “Lho kenapa, nanti..?” “Pak Amat, saya tidak banyak waktu. Amplop yang saya beri semalam itu, salah. Itu amplop

pimpinan daerah untuk saya pribadi. Kan bisa lihat sendiri amplopnya kan amplop partai. Mana?” Pak Made mengulurkan tangan meminta amplop. Amat gugup. Tak tersangka-sangka palu yang ia sembunyiksan di belakang punggungnya diambil. Amat kaget. Tapi lalu muncul Bu Amat mengulurkan amplop. “Selamat pagi Pak Made, untung belum saya buka.” Amat tersirap. Pak Made menerima amplop dan cepat mau pergi. Bu Amat menegur. “Tidak dihitung dulu, Pak Made?!” Pak Made heran. “Tapi ini belum dibuka, kan?” “Belum! Itu masih dilem Pak Made!” “Makanya, untuk apa diperiksa?” Amat nyeletuk. “Siapa tahu, isinya lebih, Pak Made!”

Memaknai Proses Komunikasi Kita sebagai makhluk sosial tak pernah luput dari kegiatan berkomunikasi. Mengenai pengertian atau definisi komunikasi tidak begitu sulit kita menemukannya asalkan unsur atau komponen komunikasi itu sudah ada pada genggaman kita. Komponen atau unsur komunikasi itu sekurangkurangnya ada tiga yaitu pihak yang menyampaikan sesuatu (pikiran, perasaan, pernyataan, dan lain-lain), kemudian ada pihak kedua yang menerima sesuatu yang disampaikan pihak pertama, dan komponen yang ketiga adalah “sesuatu” yang lazim disebut dengan pesan atau informasi. Pihak pertama si penyampai pesan biasa disebut komunikator sedangkan yang dituju atau pihak yang menerima pesan disebut komunikan. Dikatakan sekurang-kurangnya harus ada tiga komponen karena di samping itu masih bisa ditambahkan misalnya komponen alat atau media yang digunakan, dan tujuan yang diinginkan orang itu didalam berkomunikasi. Jenis komunikasi pada dasarnya meliputi tiga macam, yaitu; komunikasi antar perorangan atau antar persona, komunikasi kelompok (baik kelompok kecil maupun kelompok besar), dan komunikasi massa. Dalam Pemilu ataupun Pilpres misalnya, ketiga jenis komunikasi ini selalu tampak sekalipun di antara kita ada yang menyadari atau sebaliknya kurang menyadari bahwa jenis-jenis komunikasi itu terbangun dalam pesta demokrasi lima tahunan.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ketika seseorang bertanya kepada temannya “kapan tanggal penyoblosan ?” secara tidak langsung kedua orang itu sudah terlibat percakapan atau berkomunikasi pada jenis komunikasi antar persona atau antar pribadi. Tatkala anggota KPPS (Kelompok Petugas Pemungutan Suara) berbicara/ mengadakan sosialisasi di hadapan “krama banjar” tertentu, itu sama saja telah berkomunikasi secara kelompok, kecil atau besar tergantung jumlah mereka yang diundang. Dan, apabila komisioner KPU memberikan informasi tentang persiapan Pemilu lewat media semacam surat kabar, radio, dan televisi, maka sejatinya yang bersangkutan telah melakukan komunikasi massa. Integrasi Sosial Pada umumnya komunikator lebih percaya jika jenis komunikasi yang dilakukan dapat bersifat langsung (face to face) karena jika terjadi sesuatu yang kurang dimengerti oleh pihak komunikan atau pendengar segera dapat dilakukan tanya jawab. Misalnya, jika menyoblos tanda gambar dua kali apa dibolehkan, tanya seorang peserta. Pertanyaan ini lalu segera dijawab oleh penceramah (komunikator) dengan jawaban bla bla ... dan seterusnya. Beda halnya jika orang hanya mendengar informasi Pemilu yang disiarkan oleh radio, begitu ada sesuatu yang kurang dipahami, jelas yang bersangkutan akan mengalami kebuntuan. Ke mana

secara institusional kepada oknumoknum orang-perorang. Para ahli komunikasi-sosial umumnya berpendapat bahwa arah dan tujuan akhir komunikasi yang dilancarkannya adalah terbinanya integrasi sosial secara utuh. Jika masih dijumpai silang pendapat dan silang sengketa di antara mereka maka komunikasi sosial belum bisa dikatakan berjalan secara efektif.

Romi Sudhita

harus bertanya, dan kepada siapa pertanyaan itu disalurkan? Dalam kasus seperti ini komunikasi secara langsung dengan tatap-muka masih tetap dianggap lebih efektif ketimbang komunikasi bermedia (media massa). Dalam ranah keilmuan, ilmu komunikasi, dikenal pula yang namanya Komunikasi Sosial. Komunikasi Sosial jika dicermati secara seksama bahwa komunikasi tersebut pada hakikatnya menyinggung pula komunikasi antar individu dengan individu yang lain, dengan kelompok tertentu, dan dengan masyarakat dalam arti luas. Atau, jika formatnya di balik akan terjadi komunikasi kelompok dengan pribadi-pribadi tertentu, dan atau komunikasi yang dilakukan masyarakat

Sambung Rasa Keberadaan komunikasi sosial, sebagaimana dikemukakan oleh Harmoko, dalam bukunya “Komunikasi Sambung Rasa” (1986) bahwa komunikasi sosial itu tiada lain merupakan faktor penyangga terjadinya komunikasi sambung rasa. Itu artinya, pemahaman terhadap komunikasi sosial sangat penting bagi terjadinya komunikasi sambung rasa di masyarakat. Komunikasi sambung rasa itu seperti apa sih ? Komunikasi sambung rasa berusaha menggelitik hati nurani seseorang yang secara akumulatif akan menggelitik hati nurani masyarakat, untuk menemukan kesesuaian antara realitas yang hidup dalam batinnya dengan realitas yang ada dan sedang berkembang di dalam

masyarakat. Kesesuaian atau yang menurut beberapa ahli komunikasi diberi istilah in-tune-ness, itulah yang menjadi hakikat dari apa yang hendak diciptakan dalam sistem “komunikasi sambung rasa.” Nyambung atau tidak nyambungnya rasa dalam setiap proses komunikasi, akan menentukan apakah proses komunikasi tersebut dapat mendatangkan “kesesuaian” atau akan mendatangkan “konfrontasi.” Kembali ke kasus Pemilu/Pilres, yang dinodai oleh adanya unjuk rasa berujung rusuh pada 21-22 Mei lalu, dalam banyak situasi sebaiknya mengedepankan komunikasi sambung rasa dan sedapat mungkin menjauhi komunikasi maya menggunakan media sosial (Medsos) semisal facebook, twitter, instagram, dan lain-lain. Jenis komunikasi yang disebut terakhir akan lebih rawan dan lebih banyak mendatangkan mudaratnya ketimbang manfaatnya apalagi jika dibumbui oleh berita-berita yang belum pasti benar, menghasut, dan bernada fitnah (hoax). Romi Sudhita Penulis, mantan dosen Komunikasi Pendidikan

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

15

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Obat Lelah, Tidur

Punya aktivitas tinggi, Prilly Latuconsina, artis muda yang kariernya tengah berkibar, berupaya menjaga staminanya tetap bugar. Untuk itu dia bertekad menjalani pola hidup sehat, termasuk rajin berolah raga.

N

amun faktanya, memang tidak semudah direncanakan. Aktivitas yang padat bahkan tak jarang di luar jam normal orang bekerja, membuat ia kesulitan menjalankan tekadnya. Betapa tidak kesibukannya di dunia entertain cukup tinggi, mulai dari sinetron, FTV hingga film, dll. Belum lagi ia juga harus memantau dan menjalani rapatrapat terkait sejumlah bisnis yang digelutinya. Tak hanya itu kegiatannya. Ia masih harus membagi waktunya dengan kuliah rutin di London School of Public Relation. Tak heran kalau Prilly kerap merasa kelelahan. Seperti yang terjadi saat syuting film ‘Danur 3’ baru-baru ini. Pemeran Risa dalam ‘Danur 3’ ini drop kesehatannya dan nyaris pingsan. Menurut Prilly, film horor yang masa syutingnya baru saja selesai, dirasakan sangat berat dan menguras energinya. Rasa capai yang amat sangat membuat kesehatannya drop dan nyaris pingsan di lokasi syuting. “Tiba-tiba rasanya lemes banget, kayak mau pingsan,” ungkap Prilly. Tapi, ia menolak dibawa ke rumah sakit dengan alasan khawatir schedule syuting terganggu. Untuk memulihkan kesehatannya, tim produksi pun mendatangkan suster berikut peralatan infus. Begitulah Prilly yang tak mau bermanja-manja ketika sedang bekerja. “Syuting Danur 3 ini beda dengan film-film sebelumnya, mungkin karena tingkat kesulitan adegannya

lebih tinggi dibanding sebelumnya. Syuting yang sekarang terasa berat dan melelahkan. Makanya aku sempat drop karena kecapean dan diinfus di lokasi karena masih harus syuting. Setelah syuting selesai baru ke dokter. Benar-benar perjuangan sekali,” ungkap Prilly seraya bersyukur proses syuting telah selesai dan film ‘Danur 3 Sunyaruri’ ini akan tayang di bioskop pada 26 September 2019. Prilly mengaku memiliki kesan mendalam pada film terbarunya ini. “Proses syuting yang luar biasa melelahkan, jadwalnya sangat padat, waktu tidur terbalik. Benar-benar kurang istirahat. Tapi semuanya tidak sia-sia, hasilnya bagus sekali,” tambah artis yang mulai berkarier di dunia hiburan sejak usia 13 tahun. Prilly mengaku dalam berkerja selalu berusaha total. Dia ingin hasil maksimal meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah. Itu memang merupakan karakternya sejak kecil. “Dari kecil aku seorang yang ambisius, bekerja keras untuk mencapai apa yang aku inginkan. Aku menyukai pekerjaan ini dan berusaha semaksimal mungkin mencapai hasil terbaik,” ucapnya. Kelelahan dalam bekerja, dianggap Prilly sebagai hal yang biasa. Karena itu dia tak suka bermanja-manja. Lihat saja pada syuting Ramadan dua tahun lalu, saking kelelahan, Prilly pun tumbang di lokasi syuting sehingga dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit, bukannya istirahat total, kekasih Maxime Bouttier ini malah melanjutkan syutingnya ketika

kondisinya sudah lebih baik. “Tanggungjawab pekerjaan,” begitu kata Prilly ketika itu. Untuk menjaga stamina, kata Prilly, dia selalu mengonsumsi vitamin dengan teratur juga berolahraga. Kalau kelelahan yang sifat biasa saja, katanya, lebih mudah ‘diobati’. Cukup dengan tidur, tubuhnya akan bugar kembali. Kebetulan, tambahnya, dia bukan orang yang susah tidur. Jadi ketika capai, Prilly bisa tidur dimanapun. Saat bersandar di tembok atau berbaring di lantai pun dia bisa tertidur. “Untungnya aku orangnya cuek banget ya. Kalau udah capek, ya tidur aja dimana pun nggak masalah. Pernah abis ‘take’ adegan 8 jam, habis itu capek banget. Ya udah ‘tepar’ di lantai,” ujar Prilly yang dijuluki ‘Pelor’ alias ‘nempel dikit molor’. Prilly tak keberatan dengan julukan lucu itu lantaran memang begitu adanya. Diakui Prilly berbagai kegiatan yang dijalankan memang memberatkan juga melelahkannya. Tak heran kalau dia rentan terserang flu dan migrain. Itu juga sebabnya, baru-baru ini dia memutuskan untuk berhenti total tampil dalam sinetron stripping. Karena sinetron kejar tayang itu bukan hanya melelahkan tapi juga sangat menyita waktunya. Sementara dia masih harus kuliah. Program kuliah yang dia ambil bukan untuk karyawan melainkan reguler. “Tugas-tugasnya makin lama makin banyak. Bukan cuma teori tapi tugas lapangannya juga banyak. Kalau main sinetron ya kuliah jadi keteteran, makanya lebih baik berhenti dulu. Main film aja. Aku juga harus lebih menahan diri, jangan terlalu di-push,” kata Prilly yang berencana akan mengembangkan kariernya di dunia menyanyi. (Diana Runtu)

Prilly Latuconsina

Minum Suplemen saat Diperlukan

Cuaca yang ekstrim di tengah aktivitas yang padat, membuat tubuh harus cepat menyesuaikan diri. Rasa lelah pun kadang tak bisa dihindari. Apa kiat mengatasi rasa lelah? Menurut dr. I Ketut Widiyasa MPH., kelelahan fisik adalah kelelahan yang ditandai adanya keletihan, kejenuhan, ketegangan otot, perubahan dalam kebiasaan makan dan tidur, serta secara umum tingkat energinya rendah. Menurut definisi lainnya, Suma’mur (2009), kata lelah menunjukkan keadaan tubuh fisik dan mental yang berbeda tetapi semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja. “Terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum,” jelas dokter RS Mata Bali Mandara ini. Kelelahan otot ditandai antara lain oleh tremor atau rasa nyeri yang terdapat pada otot. Kelelahan umum ditunjukkan oleh hilangnya kem-

auan untuk bekerja yang penyebabnya adalah keadaan persarafan sentral atau kondisi psikis-psikologis. Ia menyebutkan, kelelahan fisik dapat disebabkan berbagai faktor seperti gaya hidup, adanya masalah fisik, dan masalah mental. “Faktor gaya hidup yang dapat mengakibatkan anda mudah lelah seperti aktivitas fisik yang berlebih, kurang beraktivitas, kurang tidur, rasa bosan, kelebihan berat badan atau obesitas, menggunakan obat-obatan tertentu, mengonsumsi alkohol secara rutin atau narkotika, tidak memiliki pola makan yang baik dan bergizi,” jelasnya. Sedangkan beberapa masalah dan kondisi medis yang dapat menyebabkan kelelahan adalah anemia, nyeri, penyakit addison’s (kelainan yang mempengaruhi kadar hormon), hipotiroidisme (tiroid underaktif), hipertiroidisme (tiroid overaktif), menderita artritis atau radang sendi, insomnia dan gangguan tidur lainnya.

Selain itu, kata dia, penyebab lain bisa juga, gangguan makan atau autoimun, gagal jantung kongestif, kanker, diabetes, penyakit ginjal atau hati, sedang mengalami infeksi, gejala kelelahan kronis, dan penyakit paru obstruktif kronis (COPD, yang mempersulit pernapasan). Ia mengatakan, masalah kesehatan mental juga dapat memicu kelelahan misalnya orang yang mengalami kegelisahan serta depresi dapat mengalami kelelahan sebagai gejala dari kondisi tersebut. Dokter Widiyasa menyarankan, kiat pertama mengatasi kelelahan adalah, kenali penyebabnya. Selanjutnya adalah atasi penyebabnya. Jika membutuhkan pertolongan medis, segeralah pergi ke dokter Anda. Menurutnya, untuk mengatasi kelelahan, tidak ada obat yang spesifik. “Obat suplemen atau vitamin diperlukan jika kelelahan yang disebabkan gangguan asupan vitamin karena

dr. I Ketut Widiyasa MPH

gangguan makan misalnya,” ujarnya memberinya contoh. Jadi, yang paling penting adalah, kenali penyebabnya dan obat digunakan spesifik untuk mengatasi penyebab kelelahan tersebut.

Ia menambahkan, suplemen berarti asupan pengganti. Kapan diperlukan? “Saat kita merasa memang ada yang kurang dari asupan makanan kita. Jika kita telah yakin asupan makanan kita telah mencukupi kebutuhan tubuh, tentu kita tidak perlu lagi menambahkan suplemen apapun,” ujar dr. Widiyasa. Berdasarkan penelitian dari The EU-funded EURRECA project, disebutkan bahwa asupan yang kurang dalam makanan adalah vitamin C, vitamin D, asam folat, kalsium, selenium, dan iodium. Namun, ini tentu akan sangat berbeda antara satu negara dan negara lainnya dan juga akan berbeda dari kelompok usia dan kondisi pasien. Misalnya pada penduduk di atas usia 50 tahun, suplemen yang dapat diberikan adalah Vitamin D, Vitamin B12, dan asam folate sedangkan pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun memerlukan suplemen seperti Vitamin A, vitamin C, vitamin D. (Wirati Astiti).


SUDUT PANDANG

14 Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Buleleng terpilih periode 20191024 hasil Pemilihan legislatif 17 April 2019 resmi di lantik di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (15/8). Sebagian besar para anggota DPRD Buleleng merupakan wajah lama yang terpilih kembali dipercaya untuk menduduki kursi DPRD Buleleng yakni 32 orang, dan sisanya 13 orang merupakan pendatang baru dari berbagai partai.

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Utamakan Pencegahan

Pihaknya akan terus mengawal pembentukan perda perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan hingga dapat

Ikuti Perkembangan Zaman Ode-nant Perkenalkan ROLO Tahun ini Ode-nant Textile menginjak usia ke-6. Acara yang sudah dinantikan para koordinator dan member Ode-nant dihelat Minggu (25/8) di Mutiara Ballroom, Hotel Nikki Denpasar. Ditemui di tokonya yang berlokasi di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, Kamis (22/8) owner Ode-nant Cok Mirah, S. E., M.A.P. mengatakan undangan yang terjual 650, dan 100 diantaranya adalah undangan dari luar Bali, yang tak lain adalah member Ode-nant. Dalam HUT ke-6 Ode-nant Textile ini, Bu Cok-demikian ia karib disapa menekankan bahwa Ode-nant selalu mengikuti perkembangan zaman. “Karena sekarang ini zamannya online, maka kami juga merambahnya dengan mengenalkan dan menggencarkan ROLO, “ ucapnya. Ia mengharapkan semua yang sudah menjadi keluarga Ode-nant akan mendapatkan manfaat lebih dengan bergabung sebagai Resseller On Line Ode-nant (ROLO). “Mereka akan mendapatkan keuntungan, seperti harga beli yang spesial, mereka bisa menentukan harga sendiri, bisa dropship, dan juga bisa dikerjakan dimana saja. Itu yang kami harapkan dengan adanya ROLO ini, “ jelasnya. Di ROLO ini diakui Bu Cok memang lebih banyak menyasar anak-anak muda dan ibu-ibu muda. Singkatnya, Ode-nant merambah semua jalur distribusi, sesuai dengan misinya, melakukan inovasi dalam hal sistem, produk, dan SDM. Yang tak disangkal, ini pulalah yang membuat Ode-nant berbeda dengan toko lainnya. Selain, dalam melangkah Ode-nant selalu berpegang teguh dengan misinya: menjadi suatu perusahaan yang bisa memberikan peluang kepada member atau koordinator yang bergabung untuk memperoleh penghasilan yang setinggi-tingginya, dengan risiko yang sangat minimal, selalu mengindahkan etika bisnis, serta penuh kasih sayang. Berlandaskan visi-misi tersebut, Bu Cok selalu energik dan bersemangat menggelar berbagai acara yang selalu disambut antusias para member/ koordinator Ode-nant. “Yang jelas, kedepannya acara Semarak Ode-nant dan HUT Ode-nant akan dijadikan satu acara, yang pastinya lebih heboh,” ucapnya bersemangat.

Cok Mirah

terealisasikan. Bahkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama anggota yang lain, Rani juga mengusulkan untuk memberlakukan jam anak dan menjadikan Buleleng kota ramah anak untuk meminimalisir tindak kekerasan terhadap anak. “Kami lebih mengutamakan terhadap hal-hal yang bersifat pencegahan,” jelasnya. Selain melanjutkan program di periode pertama, untuk periode kedua kali ini Rani juga akan lebih fokus terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil Me-

nengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng. Menurut perempuan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Buleleng ini potensi yang dimiliki oleh masyarakat Buleleng sangat besar dalam dunia usaha. Bekerjasa dengan HIPMI Kabupaten Buleleng, pihaknya akan memfasilitasi para pelaku UMKM dalam hal pemasaran dan permodalan. Kedua hal ini biasanya menjadi kendala dalam pengembangan usaha. “Saya dan organisasi yang saya ikuti saat ini sudah berkoordinasi dengan salah satu bank untuk memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada pelakupelaku UMKM,” jelasnya. Sesuai dengan cita-cita bangsa yaitu menciptakan sumber daya manusia unggul maka pihaknya juga akan menyisir pelaku UMKM yang ada di desa. Sasaran tersebut untuk membentuk masyarakat desa yang unggul dan mampu bersaing dengan pelaku-pelaku UMKM yang lain. “Biasanya ibu-ibu di desa itu minim informasi sehingga tugas kami untuk mendampingi dan memberikan informasi untuk pengembangan usaha mereka,” imbuhnya. Sebagai satu-satunya srikandi partai

Sosialita

3

Seminar, Kerja sama, dan Kunjungan

Luh Hesti Ranitasari

S

alah satu wajah lama yang kembali dipercaya duduk di kursi DPRD adalah Luh Hesti Ranitasari. Di periode keduanya ini, Rani sapaan akrabnya mengatakan akan melanjutkan program-program yang ada di periode pertama yakni fokus terhadap pemberdayaan perempuan, penangangan masalah anak dan perempuan serta bidang kesehatan. “Sebagai seorang perempuan tentu hal-hal yang berkaitan dengan perempuan adalah program yang menjadi fokus utama ke depan,” jelasnya.

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Jaga Eksistensi FHIS Undiknas Denpasar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiknas Denpasar sukses melaksanakan berbagai kegiatan demi mengembangkan kemampuan para mahasiswa. Mulai dari Kuliah Umum, dengan tema “Sharing Experience by Otto Hasibuan”, hingga “Character Building for Officium Nobile,” Minggu (28/4) di Auditorium Dwi Tunggal Undiknas Denpasar.

Luh Hesti Ranitasari.

Demokrat di Kabupaten yang lolos, Rani menjadi salah satu srikandi politik yang mewarnai komposisi kursi DPRD Kabupaten Buleleng. Ia pun menghimbau kepada perempuan-perempuan membuka diri terhadap politik, sebab politik tidak hanya diidentikan dengan pria melainkan perempuan juga memiliki hak yang sama di bidang tersebut. “Cita-cita saya nanti dari 45 anggota dewan setengahnya adalah perempuan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

dan content creator harus cerdas dan bijaksana dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui konten yang dikemas. Sementara Program Studi Ilmu Administrasi Negara Undiknas melakukan kerjasama dengan anggota asosiasi IAPA (Indonesian Association for Public Administration) dan AGPA (Asian Group for Public Administration) pada ( 27 & 29/6), terkait persiapan kegiatan Annual Conference pada November mendatang. Kegiatan ini, didukung penuh Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Annual Conference kali ini bertemakan “Strengthening The Role of Public Administration Kegiatan IAPA. in the Global Changing Society: enurut Dekan FHIS ulang tahun Program Studi Ilmu Public Sector Reform & Digital Undiknas Dr. Ni Komunikasi yakni ‘Communication Transformation in Asia”. Program ini bertujuan mengevaluasi Nyoman Juwita Breeze’ (Combreeze performa pejabat publik Arsawati, S.H., #3), diselenggarakan di kawasan Asia. M.Hum., narasumber kuliah umum Seminar Nasional Peserta Annual tersebut , Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., mengusung tema C o n f e r ence M.M., adalah seorang advokat ternama “Bold Speaker a d a l a h Indonesia bahkan internasional. Ia telah For Gold akademisi, menangani banyak kasus, termasuk M i l l e n i a l s mahasiswa dari kasus kopi Vietnam campur sianida Era”, di mancanegara (kasus Mirna). Auditorium baik Asia, Kuliah umum bertujuan membuka Dwi Tunggal Amerika, dan wawasan mahasiswa dan masyarakat U n d i k n a s Eropa. umum mengenai profesi advokat D e n p a s a r , Selain itu, beserta serba-serbi didalamnya. Acara Kamis( 30/5). prestasi pun diraih ini juga dihadiri Ketua DPC Peradi Seminar ini Maria Helena Yesenia Seminar Combrezee. Denpasar I Nyoman Budi Adnyana, menarik, sebab Jimmy, salah satu mahasiswa S.H., M.H., CLA., CPL, para dosen, narasumbernya kakak mahasiswa, media dan tamu undangan –beradik, youtuber dan content terbaik FHIS Undiknas, Program dari universitas di Bali. creator andal nasional, Jovial Da Studi Ilmu Administrasi Negara Masih dalam rangka memberikan Lopez dan Andovi Da Lopez, yang berhasil terpilih sebagai Duta Muda motivasi dan pengetahuan pada tergabung dalam Skinny Indonesia 24. 70 Tahun Indonesia- USA. Acara ini mahasiswa, serangkaian perayaan Dipaparkan bahwa menjadi youtuber diselenggarakan Kementerian Luar

Seminar Otto Hasibuan.

M

Kegiatan Indonesia-USA.

Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), pada Juni 2019. Nia berhasil berkerja keras, ia lolos seleksi dari 650 pelamar (applicants) menjadi 60 orang. Kemudian saat Final dipilih 20 anak Indonesia terbaik, dari kampuskampus bergengsi di Indonesia, salah

satunya Nia. Kegiatan ini, menguatkan hubungan antar para pemimpin muda Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Kegiatan ini juga menjaring bibit unggul yang bisa dikirim pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk melakukan kunjungan singkat ke Amerika Serikat. - ard

Gerakan Peduli dan Tri Dharma Perguruan Tinggi FHIS Undiknas melalui Program Studi Ilmu Komunikasi akan menyelenggarakan International Communication Assosiation (ICA) Regional Conference 2019, bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) pada Oktober mendatang. Acara ini berupa call for paper, conference, site tour . Juga ada pre-conference yang diadakan di Undiknas dalam bentuk acara kebudayaan, dikemas secara akademik dan non-akademik. Yang istimewa adalah narasumbernya didatangkan dari universitas ternama di luar negeri, seperti Prof. Terry Flew dari Queensland University of Technology Australia; Prof. Ang Peng Hwa dari Nanyang Technological University Singapore; Prof. Peter R. Monge dari University of Southern California United States of America; Prof. Janet Fulk dari University of Southern California United States of America; dan Prof. Dr. Phil. Martin Loffelhilz dari Technische Universitat Ilmenau Germany. Selanjutnya , juga dilakukan sinergitas dan kerjasama program tiga Kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI,

ICA Aspikom.

Kegiatan 1 Juta Tumbler Kominfo.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI(Kemkominfo RI), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan satu juta thumbler yang juga didukung Pemerintah Kota Denpasar, Undiknas Denpasar, Perdiknas Denpasar, BKOW Provinsi Bali, GK Ladies, dan APHI ini menjadi kegiatan mengedukasi masyarakat mengenai

Kunjungan ke Univ Diponegoro.

pentingnya membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Juga generasi muda, tentang pentingnya membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta mempersiapkan generasi milenia agar siap menjadi generasi bijak plastik. Kegiatan bertema “Gerakan Indonesia Bersih Satu Juta Thumbler: Generasi Bijak Plastik” diikuti lebih dari 500 orang, diselenggarakan di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kota Denpasar, Kamis, (1/8). Pembukaan acara diawali ‘Senam Janger Emas Perdiknas’, dilanjutkan laporan ketua panitia, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kegiatan ini juga diisi sesi talk show dengan menghadirkan Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, S.E., M.Si., Direktur Komunikasi dan Informasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen IKP, Septriana Tangkary, S.E., M.M., Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Suko Wardono, A.Pi., M.Si., Kepala Direktur RRI Denpasar, Sophia Endang Widowati, Ketua Umum GK Ladies, Lana T., Koentjoro, S.H., Kepala Program Studi Ilmu Hukum FHIS,Undiknas Denpasar, Dr. I Made Wirya Darma, S.H., M.H. Kegiatan berikutnya yang dilakukan FHIS Undiknas adalah kunjungan terkait inisiasi penjajagan MoU pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi ke FH UNDIP Semarang yang dipimpin langsung Dekan FHIS Undiknas, Dr. Ni Nym Juwita Arsawati, S.H., M.Hum., dan diterima langsung Dekan FH Undip Semarang Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum, beserta jajarannya, Jumat, (9/8). Respons positif diberikan FH Undip Semarang, untuk segera melakukan penandatangan MoU, sehingga dapat diinisiasi melanjutkan kerjasama di tingkat universitas. Kerjasama ini, yang kedua kalinya dilakukan FHIS Undiknas dengan PTN, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan MoU dengan FH Universitas Brawijaya Malang. --ard


Woman on Top

4 “World Breastfeeding Week “atau “Pekan ASI Sedunia”, diperingati tiap Agustus. Kegiatan ini dilaksanakan WHO dan UNICEF demi mendukung ibu menyusui di seluruh dunia. Tahun 2019, tema global yang diusung adalah “Empower Parents Enable Breastfeeding”, sementara Pekan ASI Sedunia di Indonesia temanya, “Ayah dan Ibu Kunci Keberhasilan Menyusui”. Acara puncak perayaan “Pekan ASI Sedunia” yang dilengkapi slogan “Ayo Dukung Ibu Sukses Menyusui” tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Moeloek. Ia mengatakan untuk menciptakan SDM yang berkualitas dapat diawali dengan pemberian ASI eksklusif. Demikian disampaikan AA Sri Utari, Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Bali, yang bertugas menghadiri puncak acara “Pekan ASI Sedunia” di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Rabu (7/8). Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup. Menyusui juga untuk meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Meski angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, namun hanya 40% dari semua bayi di bawah 6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif. Dan, 45 % yang mendapatkan ASI sampai usia bayi 24 bulan. Praktik menyusui yang optimal sesuai rekomendasi dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian anak dan 20.000 kematian ibu setiap tahunnya. Sebaliknya jika tidak menyusui,

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Pekan ASI Sedunia

Dukung Ibu Sukses Menyusui dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah dan menyebabkan kerugian ekonomi sekitar $ 302 miliar per tahun . Karena itu, diperlukan kerja bersama untuk mencapai target World Health Asemmbly (WHA) tahun 2025, yakni minimal pemberian 50 % ASI eksklusif selama 6 bulan. Banyak hambatan untuk menyusui secara optimal. Karenanya ada tiga poin yang ditekankan Menteri Kesehatan. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orangtua, atau ibu yang bekerja di tempat kerjanya. Diharapkan juga dengan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam “Pekan ASI Sedunia” tahun 2019, kita bisa kampanye tentang pentingnya menyusui dan melakukan aksi bersama untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. TP PKK dan Ayah Berperan dalam Keberhasilan Menyusui ASI adalah nutrisi terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya untuk menunjang pertumbuhan yang optimal hingga enam bulan pertama kehidupan. ASI juga memberikan sebagian besar kebutuhan gizi anak yang berusia lebih dari enam bulan hingga dua tahun. Maka, masih dalam rangka “Pekan ASI

Sedunia” tahun 2019, Direktorat Gizi Masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakartamengadakan“Workshop” untuk menjalin kerjasama dan dukungan dari berbagai individu dan organisasi. Sri Utari mengatakan workshop yang dilaksanakan dalam rangka “Pekan ASI Sedunia” tahun ini adalah untuk beberapa hal, seperti menginformasikan tentang hubungan antara perlindungan sosial orangtua yang setara gender dan menyusui; menyampaikan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial yang setara disemua tingkatan untuk mendukung menyusui. Kegiatan tersebut lanjut Sri Utari melibatkan individu dan organisasi untuk menghasikan dampak yang lebih besar. Juga, menggalakkan berbagai aksi perlindungan sosial orangtua yang setara gender untuk meningkatkan menyusui Peserta workshop berasal dari berbagai organisasi profesi, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi peduli ASI, sektor swasta mitra pembangunan, TP PKK Pusat dan Provinsi, Dharma Wanita, perwakilan RSUD, dunia usaha , hingga masyarakat Peduli ASI.

sendiri. Membahas tentang layanan, tentu tidak terlepas dari 3 hal. Yang pertama adalah orangnya, kemudian premisesnya, dan terakhir prosesnya. Teknologi termasuk kategori yang terakhir yaitu prosesnya. Sedangkan premisesnya lebih kepada fasilitas pendukung, seperti kenyamanan tempat, bangunan dan sarana pendukung lainnya. Bagaimana kalau orangnya? Inilah sebagai cerminan utama dari sebuah layanan. Secanggih apapun teknologi, akan tetap berhubungan dengan manusianya. Karena yang kita layani adalah manusia, mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Yang mempunyai akal, budi, pikiran dan perasaan. Maka, ketika kita sebagai pelaku layanan,

Euforia atas penemuan akar tunggal bajakah untuk pengobatan kanker payudara oleh tiga murid SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih terus berlanjut. Berbagai kalangan di Indonesia mengapresiasi hasil penelitian mereka yang telah membuahkan penghargaan World Invention Creativity Olimpyc (WICO) di Korea Selatan.

D

Dari berbagai pemaparan saat workshop, diantaranya disampaikan mengenai Kebijaksanaan ‘Teknis Surveilans Gizi’ sesuai peraturan Menteri Kesehatan RI. Begitu juga pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab menyelenggarakan surveilans gizi secara terpadu, berjenjang dan berkesinambungan. Untuk penyelenggaran surveilans gizi dilakukan oleh pengelola program gizi di Puskesmas, Dinas Kesehatan, kabupaten, provinsi dan kementerian

yangbertugasmenyelenggarakanurusan pemerintahan di bidang kesehatan. Workshop selanjutnya berisikan materi tentang peningkatan praktik menyusui dalam pemberian makanan bayi dan anak untuk percepatan penurunan stunting. Disamping juga ditekankan peran TP PKK dalam pemberdayaan keluarga untuk keberhasilan menyusui yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Pusat. Dan, pembahasan perihal dukungan ayah terhadap keberhasilan menyusui oleh Ayah ASI. (Sri Ardhini)

Serve With Love

Salam Senyum Kalau diminta untuk memilih kata serve atau love, kita cenderung akan memilih love. Selain kata ini sudah sangat familiar di telinga kita, arti kata love ( cinta ), tentu akan membuat orang bahagia, tersenyum, dan memainkan perasaan seakan berbunga-bunga. Sedangkan, kata serve ( melayani ), lebih condong kepada pekerjaan, menyajikan, dan cenderung dianggap derajatnya lebih rendah. Hidup di era serba digital, modern, milenial, generasi Z dan hal-hal kekinian lainnya, layanan dianggap sebagai hal yang tetap favorit untuk dibicarakan. Hadirnya teknologi juga merupakan sebuah layanan. Tentu tujuannya adalah untuk mempercepat dan mempermudah proses dari layanan itu

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

hal inilah yang mendasari. Bahwa kita melayani tentunya dengan perasaaan, memakai hati. Dan inilah pondasi untuk melakukan layanan dengan memakai kata cinta. Ketika kita mulai dengan kata cinta dalam layanan, tentu yang pertama adalah bagaimana memparadigmakan para pelanggan itu dengan benar. Paradigma layanan yang sering kita dengar adalah pelanggan itu sebagai raja atau pelanggan itu adalah sebagai bos. Paradigma layanan seperti ini akan cenderung membuat pelaku layanan ketakutan, tertekan, dan hal-hal yang membuat para pelaku layanan kurang nyaman dalam bekerja. Mereka akan cenderung hanya melakukan layanan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). Dan, ini akan melahirkan para pelaku layanan seperti robot. Mereka benar melakukan, namun hanya sebatas melaksanakan tugas, tanpa jiwa, tanpa rasa. Kemudian paradigma pelanggan apa yang dapat membuat para pelaku layanan tercerahkan? Kalimat yang tepat untuk sebuah paradigma pelanggan adalah dengan memparadigmakan pelanggan itu sebagai seorang ‘sahabat’. Kenapa

harus sahabat? Karena melayani sahabat itu bicara tentang hati, perasaan, adanya kecocokan, tanpa pamrih, friendly, dan antusias. Dan halhal positif yang tertanam. Jika Anda sebagai pelaku layanan, mari mulai paradigmakan pelanggan anda sebagai sahabat untuk layanan terbaik Anda. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

i sisi lain ada ancaman yang mengintai. Sejak berita penelitian tanaman bajakah tunggal dapat mengobati kanker payudara menjadi viral, masyarakat pun berlomba-lomba mencari pohon bajakah untuk pengobatan. Di Kalteng sendiri, sekarang muncul banyak pedagang bajakah dadakan yang menjual bajakah dengan harga bervariasi. Saking sedang ‘ngehits’-nya bajakah itu, ada pedagang yang menjual permeter Rp100 ribu. Di dunia maya pun tak kalah ‘hebohnya’. Saat ini penjualan bajakah marak di medsos seperti FB dan instagram. Tak ketinggalan di sejumlah situs belanja online besar para penjual menawarkan kayu bajakah dengan harga bervariasi dari puluhan ribu rupiah hingga Rp 1 juta lebih. Maraknya penjualan bajakah ini lantaran banyaknya permintaan akan pohon ‘ajaib’ ini. Masyarakat agaknya tidak mau peduli bahwa hasil penelitian yang diungkap oleh para siswa SMAN 2 Palangkaraya ini masih bersifat sangat awal. Perjalanan untuk memastikan bahwa bajakah benar-benar dapat mengobati kanker, masih panjang, karena masih harus melalui serangkaian penelitian dan percobaan. Hal lainnya yang juga harus diketahui masyarakat bahwa bajakah memiliki ratusan jenis dan tidak semuanya bisa digunakan sebagai obat. Malah ada juga bajakah dengan mengandung racun yang berbahaya. Peringatan ini perlu disampaikan karena dikhawatirkan, masyarakat asal membeli bajakah dan mengonsumsinya. “Saat ini ada 200 jenis bajakah,

METROPOLITAN

Jangan Sembarangan Konsumsi Bajakah di antara itu ada yang tidak bisa dikonsumsi karena mengandung racun yang berbahaya bagi manusia. Jadi masyarakat harus waspada hal ini,” tegas Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri. Dia juga menyebutkan, pihak Pemda juga melarang peredaran dan pengiriman kayu bajakah ke luar daerah, kecuali untuk kepentingan riset oleh lembaga yang dipercaya Pemda Kalteng. Dalam literatur peneliti David Su yang berjudul ‘Indigeneous People of Central Kalimantan’ diungkapkan, bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Dayak Maanyan disebut ‘wakai’, yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama ‘bajakah’ bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran. Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Berdasarkan informasi, ada banyak jenis bajakah dengan manfaatnya masing-masing. Seperti ada bajakah yang bermanfaat untuk penyakit kulit, shampoo, sabun mandi, dll. Ada juga bajakah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya. Karena itu, disebutkan, hanya penduduk pedalaman Dayak lah yang tahu mana bajakah yang berkhasiat mengobati kanker payudara. Informasi ini juga sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membeli dan mengonsumsi bajakah sembarangan. Karena belum tentu yang dijual itu adalah bajakah yang telah diteliti oleh para siswa SMAN 2 Palangkaraya itu. (Diana Runtu)

bajakah yang tumbuh merambat--video raffiahmadnagita slavina.

13

tanaman bajakah di hutan--foto kukar id.

Lindungi Karya Intelektual dengan Paten

Gub Kalteng Sugianto Sabran bersama ketiga siswa SMAN 2 Palangkaraya peneliti bajakah untuk kanker payudara--foto humas Pemda Kalteng.

Anggina dan Aysa, adalah peraih medali emas kompetisi WICO yang digelar 25-27 Juli di Seoul, Korea Selatan. Lewat hasil penelitian ‘Tanaman Bajakah Tunggal untuk Pengobatan Kanker Payudara’, keduanya berhasil menyisihkan hasil penelitian para peserta dari 22 negara. Setelah kemenangan itu dan beritanya menjadi sangat viral, ketiganya, baik Anggina Rafitri, Aysa Aurealya Maharani dan Yasid, siswa yang memberi gagasan untuk meneliti khasiat akar tunggal bajakah sebagai obat kanker payudara, diundang berbagai kalangan. Selain mempresentasikan penemuannya juga menerima hadiah. Salah satunya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka diundang untuk menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 lalu sekaligus menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. “Kita memberikan penghargaan kepada anak-anak yang sangat kreatif dan menggali potensi lokal sehingga melambung ke tingkat internasional dari sebuah kekayaan dan kearifan lokal. Ini pelajaran yang menarik bahwa Indonesia sangat kaya raya dengan potensi berbagai macam sumber daya,” ujar Mahadjir Effendy kepada wartawan. Hasil penelitian ini sangat bernilai untuk bisa ditindak lanjuti menjadi sebuah produk. Atas prestasinya, Kemendikbud memberi ketiga siswa ini selain hadiah laptop juga menerima beasiswa pendidikan . Sebelumnya, mereka juga telah menerima hadiah dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berupa uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta. Hasil penemuan yang menggegerkan ini diminta berbagai

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya peneliti bajakah untuk kanker payudara--foto humas kemendikbud.tif

pihak agar segera dipatenkan untuk menghindari adanya pihak lain yang mengklain temuan tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang memerintahkan Sekda Kalteng dan Kadis Kesehatan memfasilitasi pengurusan paten atas penelitian tersebut. Menurut Gubernur pengurusan paten ini penting guna melindungi penemuan luar biasa itu. “Temuan ini sangat penting bukan hanya untuk orang Kalteng tapi juga Indonesia bahkan dunia. Jangan sampai hasil karya intelektual ini justru diaku oleh pihak lain, apalagi oleh negara lain. Kita harus lindungi ini,” tegas Sugianto sebagaimana dikutip dari laman portal resmi Pemda Kalimantan Tengah. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir juga berpendapat demikian. Selain menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan ketiga siswa SMAN Palangkaraya itu, dia juga menyatakan akan membantu mempatenkan hasil penelitian mereka. “Kami akan memfasilitasi bagaimana memberikan paten kepada hasil penemuan tersebut. Ini yang penting,” ucap Nasir. Selain itu, para siswa itu akan difasilitasi melakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium Universitas Palangkaraya. Nantinya penelitian itu dimasukkan ke dalam penelitian masyarakat karena keduanya bukan dari perguruan tinggi melainkan masih berstatus siswa. Apa yang disampaikan Nasir ini sesuai dengan harapan Anggina yang ingin diberi kesempatan mengembangkan hasil penelitian mereka lebih lanjut. “Penelitian kami kan baru tahap awal, kami ingin bisa meneliti lebih lanjut,” ungkap Anggina yang meraih Best Young Inventor dalam Youth National Science Fair 2019 baru-baru ini. (Diana Runtu)


12

BUMI GORA

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Rasa Syukur Kunci Kebahagiaan

Kehadiran Pondok Pesantren di tengah masyarakat akan membawa perubahan bagi peradaban hidup manusia. Sebab pesantren itu senantiasa menghadirkan banyak hal untuk menghadapi tantangan zaman ke depan. Apalagi di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini. Hal ini diungkapkan Dr. Zulkifliemansyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren “Zainul Hafidz” At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu.

I

a menilai kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini bisa mempermudah orang dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut justru membuat orang tidak lagi bisa berkomunikasi secara langsung. “Karena di zaman ini, kemajuan teknologi informasi, membuat masyarakat itu kadang duduk berdampingan, duduk bersama, tapi jarang berkomunikasi langsung,” ungkapnya. Selain itu, pengaruh kemajuan teknologi saat ini lanjutnya, juga berpengaruh pada berkurangnya persentuhan sosial satu sama lain. Bahkan kemajuan tidak menjadikan jabatan seseorang sebagai pem-

bawa kebahagiaan. Justru semakin tinggi jawabatan seseorang, semakin sedikit sahabat dan saudara sejatinya. “Jabatan gubernur, jabatan bupati, bahkan jabatan presiden, adalah jabatan yang penuh kesunyian. Jabatan yang dihinggapi rasa sepi yang mencekam,” ujarnya menggambarkan. Karena itu, Gubernur mengingatkan, rasa syukur terhadap segala yang dimiliki saat ini merupakan kunci kebahagiaan. Memiliki banyak harta serta rumah yang besar, belum tentu hidupnya bahagia. Kadang katanya, ada yang berpenghasilan miliar rupiah serta rumah seharga

menatap masa depan. “Hari ini saya menjadi saksi, pendiri ponpes ini ingin menulis cerita masa depan Sekotong dengan cerita yang menyenangkan,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat seraya berharap bahwa keberanian meletakkan batu pertama adalah ikhtiar maksimal mengatakan pada dunia, masa depan Sekotong adalah cikal bakal yang Gemilang bagi anak cucu di masa yang akan datang. (Naniek I. Taufan)

Posyandu Keluarga Terintegrasi Bank Sampah Desa Pos Pelayanan Terpadu atau yang lebih akrab dengan sebutan Posyandu, merupakan ujung tombak pemeliharaan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Sebab itu keberadaan Posyandu dinilai sangat penting bagi masyarakat. Sebab itulah Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi jajaran pemerintah Kabupaten Dompu dan masyarakatnya yang memiliki tekad kuat melaksanakan program revitalisasi posyandu, seperti halnya Posyandu As-Sunan di Desa Dorokobo, Keca-

matan Kempo Dompu. Posyandu ini selain telah menjadi Posyandu Keluarga, juga telah terintegrasi dengan bank sampah desa. “Dompu

sudah bisa menjadi leader, menjadi terdepan di dalam mewujudkan posyandu keluarga,” kata Rohmi saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu, para camat dan kades serta toga toma di Pendopo Bupati Dompu, minggu lalu. Kunjungan kerja Wakil Gubernur NTB ke Kabupaten Dompu ini selain untuk bersilaturahmi, juga terkait dengan program revitalisasi posyandu dan program NTB Zero Waste yang telah dilaksanakan di Kabupaten Dompu. Ia berharap, tekad dan semangat jajaran Pemkab Dompu dan masyarakatnya itu dapat cepat terwujud. Apalagi, tahun 2020 mendatang, Dompu telah menargetkan seluruh

Rutin Konsumsi Ikan Tingkatkan Kecerdasan Otak Anak

posyandu di wilayahnya sebagai posyandu keluarga. Tekad dan semangat itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di seluruh NTB. Di desa Dorokobo, RT 01/01, Dusun Muhajirin ini, warga desa berhasil membangun Posyandu Keluarga yang sudah terintegrasi dengan bank sampah. Melihat aktivitas pelayanan posyandu yang berjalan baik, Rohmi mengungkapkan bahwa Posyandu As-Sunan sudah sepatutnya dijadikan contoh desa lainnya di seluruh NTB. Mereka sukses merevitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sekaligus menerapkan program NTB Zero Waste. Posyandu Keluarga adalah posyandu yang tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya saja. Tapi ada banyak pelayanan kesehatan di dalam posyandu itu, seperti pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan lanjut usia atau lansia, konsultasi gizi serta banyak layanan lainnya. Posyandu As-Sunan saat ini sudah terintegrasi dengan bank sampah yang dikelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Dorokobo. “Ini contoh baik bagi dusun-dusun yang ada di NTB,” ujar Wagub NTB di sela dialog dengan warga. Kunjungan Wagub NTB di Posyandu As-Sunan mendapat respon positif warga. Tatik, salah seorang

kader posyandu mengaku senang atas kunjungan tersebut. “Ini menjadi spirit tersendiri bagi kami. Kami juga merasa bangga karena Bu Wagub mau berkunjung ke dusun kami,” ujarnya. Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu di Pendopo Bupati, Wagub NTB menekankan pentingnya pelaksanaan program unggulan seperti Revitalisasi Posyandu dan NTB Zero Waste untuk mendukung terwujudnya NTB Gemilang. “Kita harapkan melalui revitalisasi posyandu di situ ada pemeriksaan kesehatan untuk bayi hingga lansia. Seperti itulah posyandu keluarga,” kata Rohmi sembari menambahkan. Setelah menjadi Posyandu Keluarga maka yang perlu dilakukan kemudian adalah memasukkan edukasi yang terkait berbagai masalah sosial masyarakat. Caranya, para kader posyandu diberikan pelatihan supaya mereka bisa membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat seperti menekan terjadinya pernikahan dini, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, mencegah terjadinya gizi buruk, stunting, pembalakan liar, kebakaran hutan, persoalan sampah, buruh migran ilegal dan berbagai macam permasalahan sosial masyarakat lainnya. (Naniek I. Taufan)

5

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengingatkan masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kecerdasan seseorang. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara ‘Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan melalui PMTAS dan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi’ di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, (19/8).

I

triliunan, tapi selama hidupnya hanya bisa makan obat. “Mana yang dipilih, punya uang banyak, tapi hanya boleh makan obat, atau uangnya sedikit seperti kita sekarang, tapi bisa makan apa saja,” ungkapnya di hadapan masyarakat yang hadir. Selain itu, Doktor Zul mengajak masyarakat Sekotong untuk menulis cerita indah tentang daerahnya. Yaitu cerita yang membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk

BUNDA ANANDA

a mengatakan, kandungan protein, vitamin, dan omega 3 dalam ikan sangat baik bagi pembentukan kecerdasan otak. Dengan mengonsumsi ikan secara rutin sejak dini, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga akan meningkat. “Kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh kecerdasan dan kesehatan, sehingga SDM yang sehat, cerdas, dan produktif ini akan mendorong proses pembangunan yang baik sehingga tingkat perekonomian meningkat,” kata Bunda Putri, begitu ia akrab disapa. Bunda menambahkan, manfaat mengonsumsi ikan sangat besar. Selain meningkatkan kecerdasan otak, mengonsumsi ikan secara rutin dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung dan kolesterol. Kandungan

yodium dalam ikan dapat mencegah penyakit gondok. “Sebaiknya pilih ikan yang segar, jangan yang ada pengawetnya atau ikan yang diawetkan karena ini akan percuma dan bahkan bisa merusak kesehatan kita”, imbuhnya. Ditambahkan pula, tingkat kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat ditentukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk sejak masih dalam kandungan. Untuk itu, kepada semua masyarakat Bali terutama ibu-ibu, ia menyarankan, agar membiasakan diri rutin mengonsumsi ikan sejak hamil hingga menyusui. “Kalau ada yang bilang makan ikan itu bisa cacingan, itu persepsi salah. Justru dengan makan ikan, kecerdasan otak kita akan meningkat terutama bagi anak-anak di

Ny Putri Koster mengampanyekan gemar makan ikan pada siswa SD

usia emas 0-8 tahun,” kata Bunda Putri. Menurutnya, potensi perikanan dan kelautan di Indonesia, terutama Bali, sangat tinggi. Potensi ini harus terus dimanfaatkan secara maksimal. Ia mencontohkan, bagaimana negara maju seperti Jepang memiliki tingkat konsumsi ikan tinggi sehingga kualitas SDM dan usia harapan hidup (UHH) masyarakatnya sangat tinggi.

Ia mengatakan Forikan Provinsi Bali bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali terus mengampanyekan makan ikan, terutama di perdesaan. Hal ini dikarenakan banyak kasus stunting dan gizi buruk di perdesaan salah satunya disebabkan salah asupan. “Untuk itu kami terus mengkampanyekan makan ikan sejak dini untuk mencegah penyakit

tersebut,” tegasnya. Selain dimeriahkan dengan masakan serba ikan oleh Perwakilan TP PKK 9 Kab/Kota se-Bali, acara juga dimeriahkan berbagai macam lomba menangkap ikan yang diikuti oleh siswa-siswi dari SD N 14 Dangin Puri, SD N 23 Dangin Puri, SD N 24 Dangin Puri dan SD N 26 Dangin Puri. (Wirati Astiti).

Mendongeng Lima Menit Penggembala Domba

Ny Putri Koster sedang meninjau lomba aneka masakan Ikan

Di lereng gunung itu para penggembala domba membuat gubuk masingmasing. Lengkap dengan kandang dombanya. Mereka merasa nyaman tinggal di sana, karena domba-dombanya gampang merumput. Pagi dilepas, sore dihalau ke kandang masing-masing. Apalagi daerah itu aman dari pencurian dan perampokan. Pada suatu hari seorang penggembala beteriak-teriak. “Tolooong. … tolooong…! Ada harimau mencuri domba!” Semua penggembala keluar gubuk lengkap dengan senjata masing-masing. Setiba di gubuk asal teriakan itu, mereka dapati penggembala yang mengaku melihat harimau itu jongkok tenang mengasah sabit. Penggembala domba yang penuh semangat gotong-royong itu kembali dengan kecewa. Namun mereka masih sempat bersyukur. “Untung tak ada harimau,” katanya. Seminggu kemudian peternak domba yang suka jahil itu berteriak lagi. “Tolooong….! Ada harimau masuk ke kandang dombaku….!” Para peternak dengan semangat mendatangi asal teriakan itu. Didapatinya laki-laki peternak domba yang suka jahil itu tertawa sambil memperlihatkan pintu kandang dombanya yang baru. “Tak mungkin

harimau bisa menembus pintu kandangku!” katanya. Para peternak yang bersemangat gotong-royong itu kembali ke gubuknya masing-masing. Sebagian kecewa karena merasa diolok-olok, tetapi sebagian bersyukur karena kejadian yang menegangkan itu tidak terjadi. Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Pagi-pagi benar, sebelum matahari terbit, sebuah teriakan yang keras terdengar melengking. Ternyata teriakan itu berasal dari gubuk petani yang suka jahil. Mengetahui hal itu, para peternak domba itu tidak menggubris teriakan yang melengking itu. “Kawanku suka bercanda,” katanya. Beberapa saat kemudian, para peternak mengetahui masalah yang sebenarnya. Menjelang pagi peternak yang suka jahil itu mendekati kandangnya. Ia sangat terkejut dan takut melihat seekor harimau keluar dari pintu kandangnya. Harimau yang sedang mencaplok seekor anak kambing di mulutnya, berlari secepatnya dan bersembunyi ke dalam hutan. Pada saat itulah petani yang suka jahil dan kemalingan kambing itu berteriak minta tolong. Ia baru sadar, bahwa ia lupa menutup pintu kandang barunya. Mendengar peristiwa yang benar-benar terjadi itu, peternak-peternak domba itu berkata, “Itulah upah orang yang suka jahil.” Sebagian lagi menimpali, “Ada saatnya, kapan berbuat jahil dan mengolok-olok, dan kapan berbuat yang sungguhsungguh!”


DARA

6

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Helsya Maeisyaroh

Pemain Termuda Timnas Sepakbola Putri Banyak perempuan gemar sepak bola. Namun umumnya hanyalah sebatas menonton, tidak sampai terjun langsung menekuni olahraga yang identik dengan kaum laki-laki ini. Apalagi yang punya citacita menjadi pemain sepak bola profesional, relatif sedikit. Di antara yang sedikit inilah Helsya Maeisyaroh termasuk.

U

sianya masih belia, 14 tahun. Namun prestasinya merumput di lapangan hijau lumayan menggetarkan. Dua tahun lalu dia menjadi satusatunya perempuan dari lima pesepakbola remaja yang dikirim menimba ilmu di FCBEscola Barcelona, Spanyol. Kesempatan itu dia dapatkan setelah penampilannya yang gemilang di ajang seleksi MILO Football Championship 2017. Sejak itu, kiprah Elsya, begitu nama siswi SMP Bekasi ini akrab disapa, masuk radar pemantauan PSSI. Tak sia-sia upaya Elsya. Meski usianya masih 13 tahun, dia dipercaya masuk timnas putri U-16. Prestasinya yang mencuat di sejumlah turnamen, membuat pelatih timnas sepak bola putri Rully Nere memilihnya untuk bergabung dengan timnas senior untuk persiapan mengikuti kualifikasi pra-Olimpiade Tokyo babak kedua, April lalu. Sebulan kemudian, Mei, dia kembali terpilih bersama 35 pemain lainnya masuk seleknas tim yang akan bertarung di AFF Women’s Championship di Thailand 16-20 Agustus 2019. Dalam proses ini Elsya gagal masuk dalam 22 pemain yang berangkat ke AFF Women. Gagal masuk timnas AFF Women, tidak membuat Elsya patah semangat. Itu berarti, dirinya masih memiliki banyak kekurangan dan harus lebih giat

Helsya Maeisyaroh

Meski dia anak perempuan, laki-- merasa sedikit canggung tapi namun kedua orangtuanya lama-lama terbiasa. mendukung penuh hobinya “Di SSB Bekasi United hanya tiga menekuni sepakbola. Malah tahun. Tempatnya jauh dari rumah. mereka juga yang memasuk- Nggak ada yang antar, akhirnya berhenti kan Elsya ke Sekolah Sepak dan pindah ke SSB Tajimalela FA karena Bola. dekat dengan rumah,” tambah Elsya “Orangtua sangat men- yang memulai debutnya dalam timnas dukung saya menekuni hobi tahun 2018 lalu ketika ia terpilih masuk saya ini, khususnya mama. timnas U 16 pada 2018 dan April 2019 Saya bisa seperti ini berkat masuk timnas senior. dukungan dari mama. Dia lah Masuk dalam timnas, tutur gadis yang selalu ada dan mensup- tomboy ini, memang menjadi impiannya port saya,” ujar Elsya yang sejak dulu. “Sejak kecil saya memang masuk SSB Bekasi United saat sudah bercita-cita dapat masuk timnas. kelas 3 SD. Saya ingin bermain untuk negara di ajang S e p e r t i u m u m n y a turnamen internasional. Alhamdulilah Helsya Maeisyaroh di bangku cadangan saat event kualifikasi pra-olimpiade tokyo sekolah sepakbola, maka terkabul. Harapan saya suatu saat saya berlatih. Usianya masih muda, dan dia siswanya pun kebanyakan adalah laki- berkesempatan bisa ikut mengantar memiliki banyak kesempatan untuk laki. Namanya anak-anak, kata Elsya timnas putri mendapat piala di turnamen berkiprah. Yang terpenting katanya, sambil tersenyum, awalnya—meski internasional,” tuturnya. Rully Nere (Diana Runtu) memiliki semangat tinggi, rajin berlatih sudah biasa bermain dengan anak lakidan belajar dengan baik. “Saya mendapat banyak pelajaran, ilmu, semua itu luar biasa. Kesempatan untuk bisa bergabung dengan timnas senior saja sudah merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Apalagi kemudian dalam prosesnya saya menimba banyak ilmu dari pelatih juga dari para senior di pelatnas,” ungkap dara kelahiran Mei 2005 ini. Anak kedua dari pasangan Heru Gunawan-Sarih bin Nammid ini bertutur mengenal sepakbola sejak kecil. Keluarganya adalah penggemar sepakbola, bahkan kakeknya, ayah juga kakaknya adalah pemain bola. “Saya dari keluarga penggemar sepakbola. Mulai dari kakek, ayah sampai kakak saya adalah pemain bola. Saya sendiri sejak umur 3 tahun suka main-main bola, maklum anak kecil. Karena lihat kakak Tim kualifikasi pra Olimpiade Tokyo 2020 babak kedua main bola. Saya minta mama beliin bola. Sejak itu saya belajar nendang-nendang bola sendiri. Juga tanya-tanya kakak,” tuturnya. Saat SD, tambahnya, saat waktu bermain dia kerap bergabung Debut perdana Helsya MaeiDia sendiri saat event tersebut dengan teman-temannya laki-laki untuk syaroh dengan timnas putri sekebanyakan berada di bangku bermain bola. nior saat terpilih masuk timnas cadangan bersama beberapa seMungkin melihat kualifikasi pra-Olimpiade Tokyo nior lainnya. Pelatih baru menuketrampilan yang dimil2020, menjadi catatan berarti runkannya bertanding pada 45 ikinya, saat turnamen dalam hidup Elsya. menit terakhir saat berhadapan PGRI, guru olahraga “Bangga sekali dan sungguh dengan Myanmar. “Walaupun sekolahnya memilihsaya tidak menduga bisa terpilih cuma 45 menit, itu pengalaman nya bersama sejumlah gabung tim senior. Umur saya luar biasa sekali. Pelatih memilih teman laki-laki untuk ketika itu kan masih 13 tahun, saya, padahal ada beberapa pememperkuat tim sepak masih kecil. Makanya ketika pelamain senior yang juga berada di bola sekolah. Itulah tih menyebut nama saya untuk bangku cadangan bersama saya. awal dia terjun dalam bersiap-siap ikut kualifikasi praBangganya minta ampun untuk pertandingan sepak Olimpiade Tokyo babak kedua, kesempatan yang diberi, apalagi bola resmi. “Waktu saya sampai ngga bisa ngomong. berhadapan dengan tim bagus itu saya masih kelas 2 Saking bangga, kaget, terharu. seperti Myanmar,” ujar penyuka SD. Guru olahraga mePokoknya macam-macam perpelajaran matematika ini. milih saya untuk masuk asaan,” cerita Elsya yang Mei Aktif di sepakbola dengan jaddalam tim sepak bola lalu berusia 14 tahun, mengingat wal latihan yang intensif, tutur sekolah untuk bertandkejadian beberapa bulan lalu. Elsya, tidak membuatnya lupa pada ing di turnamen sepakMeskipun akhirnya timnas pendidikan. Ia berusaha membagi bola PGRI,” tutur Elsya. putri kalah telak melawan tuan waktunya dengan baik, termasuk Timnas kualifikasi pra olimpiade rumah Myanmar, namun Elsya belajar agar tidak ketinggalan dari DUKUNGAN mengaku tetap bersyukur karena teman-temannya. Di rumah ketika seng­­ merasa bersyukur karena mendapat ORANGTUA mendapat banyak pengalaman dan kesempatan untuk mendapat banyak gang, ia pun masih menyempatkan diri Orangtua, menuilmu berharga. “Memang hasilnya pengalaman dan ilmu dari mulai proses untuk membantu ibunya dalam pekerjaan rut Elsya memegang tidak sesuai dengan harapan kita seleksi hingga event berlangsung,” rumah tangga, seperti menyapu, me­ng­ peranan penting dalam semua. Tapi saya secara pribadi juga paparnya. epel dan merapikan rumah. (Diana Runtu) kariernya di sepakbola.

45 Menit yang Luar Biasa

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

BULELENG

11

Manfaatkan Potensi Desa untuk Kesejahteraan

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. didampingi Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Buleleng Ny. Aries Sujati Suradnyana mengukuhkan kelompok wanita perajin Santi Budaya Banjar Dinas Dangin Pura Desa Tigawasa, pada Selasa (20/8).

Bumbu racik dalam kemasan

Lestarikan Bumbu Warisan

D

Pengukuhan Kelompok Pengrajin Santi Budaya Tigawasa

engan telah dikukuhkannya kelompok Santi Budaya ini mampu menjadi wadah berkumpulnya para perajin di Banjar Dinas Dangin Pura dalam rangka memberdayakan dirinya. “Melalui kelompok ini juga, nantinya mampu membangun ekonomi masyarakat melalui produksi kerajinan khas Tigawasa yang bernilai jual tinggi,” ungkap Bupati PAS. Diakui Putu Agus Suradnyana, Desa Tigawasa memiliki segudang potensi yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh warga desa guna meningkatkan kesejahteraan. Seperti anyaman merupakan salah satu potensi yang memiliki daya tarik seni tersendiri dan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. “Mengingat Desa Tigawasa merupakan salah satu sentra anyaman bambu terkenal di Buleleng, maka hal ini perlu dikembangkan untuk dijadikan produk kerajinan dengan nilai seni yang tinggi,” ungkapnya. Suami dari Ketua Dekranasda Buleleng ini juga sangat yakin kelompok wanita perajin tersebut mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam menganyam serta terlatih, sehingga prosesnya dapat dikerjakan dengan cepat dan memuaskan. “Apapun kendala dan masalah yang terjadi dalam berkarya, saya berharap dapat dibahas dan dicari solusinya oleh pengurus”, tambah PAS. Selanjutnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Drs. Ketut Suparto, MMA., yang ditemui usai acara

mengatakan bahwa dengan adanya pengukuhan kelompok wanita yang bergerak di bidang bambu ini nantinya dapat mengkoordinir anggotanya di dalam memproduksi dan pemasaran pun dilakukan melalui kelompok. “Sehingga harga yang didapatkan nantinya adalah harga yang sesuai kesepakatan kelompok”, ungkap Suparto. Ia juga menghimbau kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan, agar dapat berkoordinasi antar anggota dan juga dapat melakukan sharing informasi maupun berbagai pengalaman dengan kelompok perajin yang lain, mengingat saat ini di Tigawasa juga sudah ada dua kelompok perajin lain yaitu Bambu Alam dan Karya Bambu. “Kedepannya antara kelompok dapat berkumpul menjadi satu sembari berbagi pengalaman, baik dalam hal produksi maupun pemasaran dan tidak bersaing khususnya dalam hal harga”, imbuhnya. Ditanya terkait pembinaan kelompok kerajinan, Suparto menjelaskan bahwa para perajin sebelumnya telah diajak magang di Banyuwangi – Jawa Timur, pelatihan dari Kementerian Perindustrian, Pelatihan sulam pita yang dilaksanakan oleh Dinas Perindutrian dan UMKM Buleleng, dan pelatihan produksi dari PNPM Mandiri serta ditampilkan di berbagai event dan pameran seperti dalam PKB lalu. “Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan inovasi agar kreativitas produksi dapat berkembang guna memenuhi keinginan konsumen”, jelas Suparto. (Wiwin Meliana)

Pengukuhan Kelompok Pengrajin Santi Budaya Tigawasa

Dalam perkembangan dunia usaha, selain permodalan masyarakat juga perlu memiliki inovasi sehingga menghasilkan produk ataupun jasa yang memang dibutuhkan pasar. Salah satu bidang yang saat ini sedang menggeliat adalah kuliner. Berbagai pengusaha kuliner saat ini mulai hadir mengembangkan menu-menu tradisional, modern maupun fusion. Melihat peluang ini, Made Agus Dharmadi juga mencoba peruntungan di dunia usaha. Bukan di bidang makanan, melainkan bumbu siap saji. Pria yang juga akademisi Undiksha ini menceritakan awal mula dirinya memproduksi bumbu instan dengan brand Made Sukanegara tersebut sejak beberapa hari di bulan Agustus. Selama berpuluh-puluh tahun, sang ayah merupakan tukang patus yang sangat terkenal di Banjar Petak Singaraja. Setiap ada hajatan, ayahnya selalu diminta untuk membantu meracik bumbu khas Bali untuk berbagai menu masakan. “Ayah saya seorang patus yang memang sudah dikenal di desa maupun di beberapa desa tetangga,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan untuk tetap melestarikan warisan tersebut dirinya berinisiatif untuk membuat bumbu instan dalam kemasan. Hal ini untuk mempermudah masyarakat yang ingin memasak menggunakan bumbu khas racikan sang ayah. “Saya pikir ini adalah warisan yang tidak ternilai harganya, kelak warisan inilah yang akan ditinggalkan oleh ayah saya dan saya sebagai anaknya akan terus melestarikan,” imbuhnya. Ia menjelaskan, bumbu racikannya ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan bumbu instan yang beredar di pasaran, karena untuk Made Sukanegara sedang mendapatkan cita rasa yang khas ia meracik bumbu untuk dikemas memiliki resep rahasia yang membuat bumbu Bali tersebut lebih unggul, gurih dan enak ketika di campur berbagai bahan masakan seperti sayur, daging, lawar, sate, nasi goreng dan masih banyak lagi masakan lainnya. “Ini adalah bumbu dasar dalam suatu masakan, untuk masakan masakan tertentu ada rempah- rempah yang harus ditambahkan misalnya serai dan daun salam serta penyedap alami seperti bawang goreng, gula dan garam,”jelasnya. Keunggulan lainnya, bumbu Bali racikan orang tuanya ini murni rempah-rempah berkualitas dan tanpa MSG. Bumbu yang sudah diracik kemudian dihaluskan dengan cara diselip dengan alat penyelipan khusus agar citarasanya tidak hilang. Setelah itu, bumbu yang sudah dihaluskan kemudian digoreng menggunakan minyak Bali dari kelapa murni atau masyarakat menyebutnya dengan minyak tandusan sampai mencapai tingkat kematangan yang sempurn. “Untuk kemasan 200 gram kami menjualnya dengan harga Rp35.000,- per botol hingga saat ini sudah hampir 200 botol terjual,” tuturnya. Ia menambahkan, sejauh ini salah satu kendala yang ia hadapi dalam pemasaran bumbu Bali dalam kemasan adalah daya tahan. Khususnya jika ia melayani pesanan dari luar Bali yang harus mengandalkan jasa pengiriman dengan waktu berhari-hari. Karena tanpa bahan pengawet, daya tahan bumbu ini dalam suhu ruangan adalah lima hari, sementara jika disimpan dalam lemari pendingin mampu bertahan selama satu minggu sementara jika di simpan dalam freezer mampu bertahan selama sebulan. “Ini masih saya pikirkan, karena permintaan tidak jarang datangnya dari luar Bali saya tidak mau menggunakan pengawet anti jamur sebagai pengawet karena saya komitmen bumbu bali ini adalah tanpa pengawet, akan terus saja lakulan uji coba bagaimana menyiasati agar bumbu ini memiliki daya tahan lebih lama apakah minyaknya atau dari sisi pengolahannya,” imbuhnya. (Wiwin Meliana)


10

f o l u So Batik Merah Putih Desainer asal Bali, yang dikenal dengan panggilan Tari Made ini sangat produktif. Karyanya menarik, sangat khas dengan aplikasi motif bunga melalui paduan seni lukis pada batik tulis. Begitulah komitmen dan konsistensinya mengangkat kearifan lokal.

K

ali ini, anggota APPMI DIY ini, mengisi bulan Agustus dengan menghadirkan rasa kemerdekaan melalui nuansa merah putih. Koleksi batik cantik berbahan cotton dan sutera silkycurpo ini pun sukses melenggang memeriahkan Jakarta Fashion Food & Fashion 2019, beberapa waktu lalu. Pemilik label ‘Sakamade Boutique’ ini juga berhasil menyuguhkan keunikan karyanya melalui tema ‘The Soul of Batik Merah Putih.’ Ada nuansa etnik dengan filosofi seni didalamnya, namun sesuai pula dengan tren yang berkembang. (Sri Ardhini)

Style

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

EDUKASI

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019 Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kunjungan ini serangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-24.

D

ipilihnya Undiksha sebagai tempat pengembangan Bakti Teknologi karena Menristekdikti ingin pengembangan daerah dari wilayah pinggiran. Undiksha sebagai salah satu perguruan tinggi yang berada di Utara pulau Bali diharapkan mampu mengembangkan inovasi-inovasi memalui penelitian. Dalam kesempatan itu, Nasir juga memberikan kuliah umum pada Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) bagi mahasiswa baru bertempat di ruang Auditorium kampus tengah Undiksha, Selasa (20/08). Ia memberikan apresiasi karena mahasiswa berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya kabupaten di Bali, namun juga dari luar daerah, seperti Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Dari itu, juga cukup banyak yang mendapatkan Bidikmisi. Kehadiran mahasiswa yang sangat beragam, termasuk dari sisi karakter, Menteri Mohamad Nasir meminta seluruhnya untuk selalu menjaga persatuan. Sebagai generasi penerus bangsa, ia meminta para mahasiswa untuk memegang teguh empat pilar kebangsaan, Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ini harus selalu diingat,” pintanya. Sikap antinarkoba juga dikampanyekan pada mahasiswa. Ditegaskan, kampus harus

7

Kunjungan Kerja ke Undiksha

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Hasilkan Inovasi Berbasis Teknologi terbebas dari barang haram tersebut. “Jauhi narkoba, raih prestasi,” serunya seraya mengharapkan Rektor bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan tes urine. Selain memberikan kuliah umum, Menristekdikti juga meresmikan mesin filterisasi air minum, inkubator bisnis di kampus pusat, meresmikan kebun tanaman buah tropis di Kampus Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, serta serta penyerahan beberapa produk inovasi teknologi kepada pemerintah dan masyarakat Bali. Dalam kesempatan itu Menteri Mohamad Nasir menyerahkan 1 unit TROLLS (Traktor Tangan berbasis Android) produksi tenant dari inkubator STIKOM Bali, 10 Kursi Roda Otomatis dengan kendali Smartphone Android produksi tenant dari inkubator P3M – PPNS, 20 Ponkod (Alat bantu Pemanjat Kelapa) produksi tenant dari inkubator STMIK Primakara,10 Bali Printer 3D 2 in 1 produksi tenant dari inkubator STIKI Indonesia, 2.400 botol Pupuk Hayati Plus (Biofarm) yang merupakan produk inovasi dari Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan CV. Biocel Agrosolus. Ada pula 2400 bibit buah tropika (Durian, Lengkeng, Alpukat) yang merupakan produk inovasi dari IPB bekerjasama dengan PT. BLST IPB. “Bakti Inovasi Teknologi ini merupakan

salah satu bentuk pertanggung jawaban Kemenristekdikti kepada masyarakat dari hasil karya anak bangsa dalam mengimplementasikan produk hasil inovasinya dalam upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, terkait pusat pengelolaan air siap minum, merupakan hasil inovasi UPN Veteran Jawa Timur yang diserahkan kepada Undiksha. Produk berupa sistem filterasi multifungsi, sebuah terobosan baru yang digunakan untuk pembuatan air siap minum yang dilengkapi catridge dan ultra filtrasi yang disebut technofiltrasi. Menristekdikti menegaskan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi persoalan di masyarakat. Pihaknya mendorong ke depan semakin banyak inovasi yang dilakukan berbasis teknologi, termasuk menggarap hasil penelitian sampai ke tingkat hilir. Bukan hanya sekadar melakukan penelitian dan berhenti pada publikasi ilmiah. Hal tersebut salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing maupun mengharapi revolusi industri 4.0. “Perguruan tinggi harus bermanfaat untuk masyarakat. Harus bisa melakukan inovasi. Harus bisa mendukung pembangunan,” tegasnya. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menyampaikan Undiksha selama ini komitmen mengikuti

Menristekdikti saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di Undiksha.

kebijakan dari Kemenristekdikti, termasuk dalam pembuatan inkubator bisnis. Menurutnya, inkubator sebagai salah satu strategi untuk memaksimalkan hilirisasi hasil penelitian para akademisi Undiksha. Seperti halnya pengembangan anggur laut, wine olahan anggur, kerajinan berbahan limbah bambu, maupun sejumlah produk yang digagas melalui pengabdian masyarakat. Produk-produk tersebut diharapkan bisa masuk ke sektor industri. “Sebelum masuk ke industri, produk-produk penelitian ini ditangani dulu di inkubator. Dengan ini, animo para peneliti untuk

menghasilkan produk bisa semakin meningkat,” jelasnya. Jampel juga menyebutkan bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam pengurangan penggunaan plastik. “Seluruh warga kampus bisa mengonsumsi air tersebut. Warga kampus tinggal membawa tumbler saja dan tidak lagi menggunakan botol plastik sekali pakai,” ucapnya. Terobosan itu, juga sebagai bentuk implementasi falsafah Tri Hita Karana yang juga menjadi landasan mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul di Asia pada 2045. --win

Yoga untuk Penderita Insomnia Gambar 7 dan 8 Sekarang letakkan tangan kanan di matras sementara tangan kiri angkat naik ke atas. Biarkan kepala merasa nyaman saat melakukan pose tersebut. Kemudian mulai atur napas. Lakukan 5 kali menarik dan menghembuskan napas. Begitu pun dengan sisi sebaliknya.

4

3

7

Gambar 3 dan 4 Masih dengan sikap duduk bersimpuh dimulai dengan meraih kuping kiri, rebahkan kepala ke bahu kanan dan tangan kiri letakkan di matras. Rasakan otot leher kiri diregangkan. Lakukan secara rileks dan mulai atur napas serta menarik napas melalui hidung serta buang napas melalui hidung. Lakukan 5 kali putaran napas. Kemudian kembali tegakkan kepala serta lakukan disisi sebaliknya.

1 Gambar 1 dan 2 Adalah teknik pernapasan dengan menutup hidung kanan, konsentrasi pada batin arahkan napas ke kepala dan niatkan dalam hati napas juga keluar di kepala. Lakukan pernapasan ini 14 kali putaran. Begitu juga sebaliknya teknik pernapasan di sisi lainnya (lihat gambar). Lakukan juga pengulangan napas 14 kali putaran.

6

2

5

Gambar 5 dan 6 Posisi masih tetap bersimpuh (lihat gambar). Angkat kedua tangan dan tangan kiri mendorong jari-jari tangan kanan sampai dirasakan peregangannya. Lakukan serileks mungkin. Dan, lakukan 5 kali penarikan dan buang napas. Begitu juga sebaliknya.

8 Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Model: Komang Sari dan Lidya (Guru MYI Bali dan Jakarta) LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia


8

JELITA

Anggun dan Elegan saat Lamaran

Apakah Anda sedang mempersiapkan pernikahan? Jika iya, model hair do berikut ini bisa dijadikan inspirasi. Bentuknya sederhana, namun terlihat anggun dan elegan.

M

enurut salah seorang penata rias, Melati Pyo, hair do yang simpel kini mulai menjadi tren. Dengan gaya rambut terlihat natural, namun, tetap anggun dan cantik kini sangat disukai perempuan untuk acara lamaran atau pernikahan bergaya modern. Dengan aktivitas yang lumayan padat saat acara, hair do sederhana

juga memberikan kenyamanan buat pengantin perempuan. Mereka tak harus repot memikirkan rambut yang berantakan, atau selalu mengecek ke cermin. Untuk menata rambut, Melati Pyo biasanya akan menyesuaikan dengan bentuk wajah sang klien. “Dalam teori wedding bridal, memang ada aturan dalam membuat hari do ada beberapa persen rambut palsu dan rambut asli

yang dipadukan. Namun, kembali juga dilihat rambut si klien, apakah tipis atau tebal,” katanya. Ia mengatakan, jika rambut tipis, harus memakai sumpalan rambut palsu. “Kalau rambutnya tebal dan lebat, sudah cukup dibentuk sedemikian rupa, sehingga tidak perlu lagi sumpalan rambut palsu,” imbuhnya. Menurut Melati, walaupun terlihat simpel dan gampang justru di sanalah kerja penata rambut lebih teliti dan rapi. “Apakah ada rambut yang ke­ riting atau rambut yang keluar tidak rapi. Jadi semuanya harus sempurna tampilannya,” kata Melati. Dengan keterampilan para penata rambut, walaupun rambut klien pendek ataupun panjang, tetap bisa dikreasikan menjadi tatanan yang indah. “Misalnya rambutnya pendek seperti cukuran laki-laki. Itu perlu sumpalan rambut palsu, dan hairclip yang sudah digunting-gunting untuk membuat hiasan di kepalanya. Rambut asli juga ditata terlebih dahulu agar menyatu dengan rambut palsunya sehingga tidak terlihat bedanya,” imbuh Melati. Untuk model tatanan rambut, biasanya ia kadang melihat di internet, foto, majalah, atapun klien sendiri yang membawa contoh. Namun, perlu dikomunikasikan dengan klien, karena bisa

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

9

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

saja contoh yang dibawa tidak cocok dengan jenis rambutnya atau bentuk wajahnya. Penata rambut harus banyak kreasi dan hasil akhir rapi dan cantik. “Kita juga perlu mengomunikasikan dengan klien, apakah acara di dalam ruangan atau di luar ruangan seperti pinggir pantai yang anginnya lebih kencang. Jadi semua harus disesuaikan dengan kondisi lapangan,” kata Melati. (Wirati Astiti)

SAYUR KACANG MERAH Bahan: 2 lbr : daun salam 350 grm : kacang merah segar 3 ruas jari : lengkuas keprek/memarkan 200 grm : daging sapi potong dadu kecil 3 sdm : air asam jawa 1 liter : air 2 sdt : garam 9 buah : bawang merah iris tipis 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 buah : wortel potong menurut selera 1 sdt : gula pasir 1 buah : tomat potong jadi 4 bagian 1 btg : bawang prei potong serong 3 siung : bawang putih iris halus 1 sdm : margarine 3 buah : cabe merah besar iris serong Cara Membuat: Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang merah dan putih hingga harum. Masukkan air hingga mendidih lalu masukkan potongan daging juga kacang merah. Masukkan bahanbahan lainya masak sampai daging empuk dan kacang merah lunak. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng.

Chef Sarwan

DAUN SINGKONG MASAK SANTAN Bahan: 750 grm : daun singkong muda 700 ml : air untuk merebus daun singkong 500 ml : santan encer 300 ml : santan kental 2 lbr : daun salam 2 lbr : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak untuk menumis bumbu Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas jari : kunyit bakar 2 ruas jari : jahe Melati Pyo

3 butir 2 buah 7 buah

: kemiri sangria : cabe merah besar : cabe rawit

Cara Membuat: Rebus air 700 ml sampai mendidih lalu masukkan daun singkong masak sampai layu dan matang lalu tiriskan. Panaskan minyak masukkan bumbu halus juga daun salam dan daun jeruk tumis sampai harum lalu matikan api. Siapkan panci kuah lalu masukan tumisan bumbu ke dalam panci kuah dan santan encer tunggu sampai mendidih. Peras rebusan daun singkong iris iris. Kalau santan encer sudah mendidih masukkan irisan daun singkong dan masukan gula, garam, dan kaldu bubuk masak hingga mendidih. Masukkan santan kental kecilkan api biar santan tidak pecah sambil sekali kali aduk hingga mendidih dan matang siap disajikan

EDUKASI

Rainbow Cake

Adonan Kisah Korban Perundungan

Aneka gaya tatanan rambut

Tips Keramas Salah satu tips untuk mendapatkan rambut indah tidak hanya perlu ke salon untuk melakukan perawatan rutin. Rambut indah juga tergantung dengan pola dan cara keramas. Coba diperhatikan cara keramas yang tepat ini dan pastikan Anda sudah melakukannya. Fungsi keramas memang untuk membersihkan rambut. Namun, bukan berarti harus keramas setiap hari. Fungsi dan kebutuhan keramas itu tergantung dengan jenis rambut masing-masing setiap orang. Untuk jenis yang kering, keramaslah 1-2 kali seminggu, untuk rambut normal keramas 2-3 hari sekali, sedangkan untuk rambut berminyak disarankan untuk keramas setiap hari. Makin sering keramas bisa membuat kulit kepala dan

rambut semakin kering. Perhalus rambut dengan sisir sebelum dicuci. Agar rambut lebih lembut, pastikan menyisir rambut terlebih dahulu sebelum membasahinya. Membiarkan rambut kusut saat keramas akan membuat rambut mengalami kerontokan. Untuk mengaplikasikan shampo, pastikan meletakannya ke telapak tangan sebelum mengusapkannya ke kepala. Untuk mengaplikasikannya juga perlu diperhatikan, mulailah dari ujung rambut ke akar rambut untuk menghindari penumpukan shampo yang dapat menyebabkan munculnya ketombe. Gunakan kondisioner dapat menghaluskan ujung rambut. (Wirati Astiti)

Keramas yang benar

Karya fiksi berjudul Rainbow Cake karya Rayni N. Massardi dan Christyan AS unik dan menarik. Novelnya berkisah tentang seorang perempuan korban bullying (perundungan) yang kemudian berhasil membalaskan dendamnya. Kedua penulis ini pun berbagi cerita proses penulisan mereka, yang dipandu pewarta/pengarang sekaligus suami dari Rayni, yakni Noorca M. Massardi. Acara “Bincang Bully Novel Rainbow Cake” dilaksanakan Minggu (18/8). Apa menariknya novel bergenre ‘psycho-thriller’ dengan tebal 260 halaman ini? Dengan gaya yang sedikit kocak, Noorca mengatakan proses kreatifnya juga memiliki kisah tersendiri. Kedua penulis pun mengakui hal tersebut. Novel ini lahir dan menjadi ada, karena hasil perpaduan dua kepala, yakni dua orang pengarang dan dari dua generasi yang berbeda. Rayni mengatakan memang sejak lama dirinya ingin menulis novel berdua dengan orang lain, dan ingin penulis itu lelaki. Dalam perjalanannya, ia percaya Christyan yang bisa diajak kerja bareng. Disamping itu tulisannya ini juga merupakan buah dari keprihatinannya, sebagai seorang ibu dan nenek terhadap

aksi perundungan fisik maupun verbal yang terjadi selama ini. Gagasan utamanya dituliskan Rayni pada tahun 2018 hingga selesai. Kemudian, diserahkan kepada Christyan untuk ditambahkurangi atau dilengkapi sesuai imajinasi dan kreasinya. Setelah rampung mereka kemudian mendiskusikan, menyunting ulang dan saling melengkapi hingga mencapai bentuk final pada tahun 2019. Meski beda masa dan karakter, namun kerjasamanya bisa jalan, sebab mereka tidak hanya kali ini kerja bareng, sebelumnya Rayni sudah berkolaborasi dengan Christyan AS, pada tahun 2017 saat meluncurkan kumpulan cerpen grafis “Daun Itu Mati” . Dalam buku itu Christyan AS sebagai ilustrator yang membuatkan ilustrasi dan gambar sampul kumpulan cerita pendek bergambar (graphics short stories) “Daun Itu Mati”. Mengenai duetnya, lelaki kelahiran Blitar 9 Februari 1991dan besar di Denpasar ini mengaku bersedia bekerja sama setelah melihat isi cerita. Selama ini dirinya juga cukup konsen dengan masalah psikologi remaja. Namun, tidak mudah juga, katanya karena ia harus mau menurunkan egonya dan mengi-

kuti alur serta gaya bertutur Rayni demi sebuat kesatuan rasa. Christyan tidak hanya menulis dan melengkapi teks, tapi juga membuat ilustrasi di setiap bab serta merancang sampulnya. Setelah sepakat mereka kemudian meminta Nanang Gani untuk membuat desain cover sebagaimana tampak hasilnya saat ini. Selanjutnya mereka tengah menyiapkan cerita bergambar (graphic story) “Pocong Ketakutan.” Rayni yang kelahiran Brussels, Belgia, 29 Mei 1957 dikenal sebagai fashion stylisth dan pengarang cerita pendek. Ia sudah menerbitkan sejumlah buku kumpulan cerpen, serta menulis beberapa buku nonfiksi. Novel pertamanya “Langit Terbuka” diluncurkan bersama novel karya suaminya “Straw” pada 10 Januari 2015. Bagi Rayni, Rainbow Cake ini adalah karya fiksinya yang kesembilan dan merupakan pengalaman pertamanya menulis sebuah karya dalam ‘genre thriller’. Tanpa terduga karyanya ini seolah digerakkan serta dijiwai oleh energi luar biasa. Novel ini terilhami dari dua lagu karya seniman Sudjiwo Tedjo, yakni “Titi Kolo Mongso” dan “Ingsun”. Dalam Rainbow Cake, menceritakan

tentang pengalaman Hilda tokoh utama dalam novel ini, yang di-bully pada masa remaja, sehingga ia menjadi tidak nyaman dengan dirinya dan hatinya pun semakin mengeras. Kisahnya diceritakan saat dirinya melanjutkan sekolah ke Paris. Di sana ia belajar memasak dan bikin kue serta gemar mengunjungi galeri seni, hingga membuatnyan perlahan membuka pengalaman aneh pada tubuhnya. Ketika hijrah ke Ubud Bali, ia mulai dihantui musik dan lagu yang tiba-tiba bersarang di kepala dan telinganya. Selain merasa ngeri dan membuatnya mual dan pening, ia juga menikmati gairah dan energi aneh dari apa yang

didengarnya. Sampai ia bertemu dengan orang-orang dari masa lalu yang pernah melukai hati dan sangat dibencinya. Kemudian, saat balik ke Jakarta dan sukses sebagai pembuat dan pemilik toko kue, masa lalunya semakin menghantui dan merusak jiwanya. Adonan cinta, benci, rindu, dan dendam telah mengaduk-aduk emosi dan energinya yang luar biasa. Alunan musik dan lagu misterius yang terus menghantuinya telah mendorongnya untuk melakukan hal-hal tak terduga termasuk mewujudkan seni instalasi ‘Kue Terindah’. Sebuah Rainbow Cake yang berakhir dengan kengerian dan malapetaka. (Sri Ardhini)


8

JELITA

Anggun dan Elegan saat Lamaran

Apakah Anda sedang mempersiapkan pernikahan? Jika iya, model hair do berikut ini bisa dijadikan inspirasi. Bentuknya sederhana, namun terlihat anggun dan elegan.

M

enurut salah seorang penata rias, Melati Pyo, hair do yang simpel kini mulai menjadi tren. Dengan gaya rambut terlihat natural, namun, tetap anggun dan cantik kini sangat disukai perempuan untuk acara lamaran atau pernikahan bergaya modern. Dengan aktivitas yang lumayan padat saat acara, hair do sederhana

juga memberikan kenyamanan buat pengantin perempuan. Mereka tak harus repot memikirkan rambut yang berantakan, atau selalu mengecek ke cermin. Untuk menata rambut, Melati Pyo biasanya akan menyesuaikan dengan bentuk wajah sang klien. “Dalam teori wedding bridal, memang ada aturan dalam membuat hari do ada beberapa persen rambut palsu dan rambut asli

yang dipadukan. Namun, kembali juga dilihat rambut si klien, apakah tipis atau tebal,” katanya. Ia mengatakan, jika rambut tipis, harus memakai sumpalan rambut palsu. “Kalau rambutnya tebal dan lebat, sudah cukup dibentuk sedemikian rupa, sehingga tidak perlu lagi sumpalan rambut palsu,” imbuhnya. Menurut Melati, walaupun terlihat simpel dan gampang justru di sanalah kerja penata rambut lebih teliti dan rapi. “Apakah ada rambut yang ke­ riting atau rambut yang keluar tidak rapi. Jadi semuanya harus sempurna tampilannya,” kata Melati. Dengan keterampilan para penata rambut, walaupun rambut klien pendek ataupun panjang, tetap bisa dikreasikan menjadi tatanan yang indah. “Misalnya rambutnya pendek seperti cukuran laki-laki. Itu perlu sumpalan rambut palsu, dan hairclip yang sudah digunting-gunting untuk membuat hiasan di kepalanya. Rambut asli juga ditata terlebih dahulu agar menyatu dengan rambut palsunya sehingga tidak terlihat bedanya,” imbuh Melati. Untuk model tatanan rambut, biasanya ia kadang melihat di internet, foto, majalah, atapun klien sendiri yang membawa contoh. Namun, perlu dikomunikasikan dengan klien, karena bisa

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

9

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

saja contoh yang dibawa tidak cocok dengan jenis rambutnya atau bentuk wajahnya. Penata rambut harus banyak kreasi dan hasil akhir rapi dan cantik. “Kita juga perlu mengomunikasikan dengan klien, apakah acara di dalam ruangan atau di luar ruangan seperti pinggir pantai yang anginnya lebih kencang. Jadi semua harus disesuaikan dengan kondisi lapangan,” kata Melati. (Wirati Astiti)

SAYUR KACANG MERAH Bahan: 2 lbr : daun salam 350 grm : kacang merah segar 3 ruas jari : lengkuas keprek/memarkan 200 grm : daging sapi potong dadu kecil 3 sdm : air asam jawa 1 liter : air 2 sdt : garam 9 buah : bawang merah iris tipis 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 buah : wortel potong menurut selera 1 sdt : gula pasir 1 buah : tomat potong jadi 4 bagian 1 btg : bawang prei potong serong 3 siung : bawang putih iris halus 1 sdm : margarine 3 buah : cabe merah besar iris serong Cara Membuat: Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang merah dan putih hingga harum. Masukkan air hingga mendidih lalu masukkan potongan daging juga kacang merah. Masukkan bahanbahan lainya masak sampai daging empuk dan kacang merah lunak. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng.

Chef Sarwan

DAUN SINGKONG MASAK SANTAN Bahan: 750 grm : daun singkong muda 700 ml : air untuk merebus daun singkong 500 ml : santan encer 300 ml : santan kental 2 lbr : daun salam 2 lbr : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak untuk menumis bumbu Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas jari : kunyit bakar 2 ruas jari : jahe Melati Pyo

3 butir 2 buah 7 buah

: kemiri sangria : cabe merah besar : cabe rawit

Cara Membuat: Rebus air 700 ml sampai mendidih lalu masukkan daun singkong masak sampai layu dan matang lalu tiriskan. Panaskan minyak masukkan bumbu halus juga daun salam dan daun jeruk tumis sampai harum lalu matikan api. Siapkan panci kuah lalu masukan tumisan bumbu ke dalam panci kuah dan santan encer tunggu sampai mendidih. Peras rebusan daun singkong iris iris. Kalau santan encer sudah mendidih masukkan irisan daun singkong dan masukan gula, garam, dan kaldu bubuk masak hingga mendidih. Masukkan santan kental kecilkan api biar santan tidak pecah sambil sekali kali aduk hingga mendidih dan matang siap disajikan

EDUKASI

Rainbow Cake

Adonan Kisah Korban Perundungan

Aneka gaya tatanan rambut

Tips Keramas Salah satu tips untuk mendapatkan rambut indah tidak hanya perlu ke salon untuk melakukan perawatan rutin. Rambut indah juga tergantung dengan pola dan cara keramas. Coba diperhatikan cara keramas yang tepat ini dan pastikan Anda sudah melakukannya. Fungsi keramas memang untuk membersihkan rambut. Namun, bukan berarti harus keramas setiap hari. Fungsi dan kebutuhan keramas itu tergantung dengan jenis rambut masing-masing setiap orang. Untuk jenis yang kering, keramaslah 1-2 kali seminggu, untuk rambut normal keramas 2-3 hari sekali, sedangkan untuk rambut berminyak disarankan untuk keramas setiap hari. Makin sering keramas bisa membuat kulit kepala dan

rambut semakin kering. Perhalus rambut dengan sisir sebelum dicuci. Agar rambut lebih lembut, pastikan menyisir rambut terlebih dahulu sebelum membasahinya. Membiarkan rambut kusut saat keramas akan membuat rambut mengalami kerontokan. Untuk mengaplikasikan shampo, pastikan meletakannya ke telapak tangan sebelum mengusapkannya ke kepala. Untuk mengaplikasikannya juga perlu diperhatikan, mulailah dari ujung rambut ke akar rambut untuk menghindari penumpukan shampo yang dapat menyebabkan munculnya ketombe. Gunakan kondisioner dapat menghaluskan ujung rambut. (Wirati Astiti)

Keramas yang benar

Karya fiksi berjudul Rainbow Cake karya Rayni N. Massardi dan Christyan AS unik dan menarik. Novelnya berkisah tentang seorang perempuan korban bullying (perundungan) yang kemudian berhasil membalaskan dendamnya. Kedua penulis ini pun berbagi cerita proses penulisan mereka, yang dipandu pewarta/pengarang sekaligus suami dari Rayni, yakni Noorca M. Massardi. Acara “Bincang Bully Novel Rainbow Cake” dilaksanakan Minggu (18/8). Apa menariknya novel bergenre ‘psycho-thriller’ dengan tebal 260 halaman ini? Dengan gaya yang sedikit kocak, Noorca mengatakan proses kreatifnya juga memiliki kisah tersendiri. Kedua penulis pun mengakui hal tersebut. Novel ini lahir dan menjadi ada, karena hasil perpaduan dua kepala, yakni dua orang pengarang dan dari dua generasi yang berbeda. Rayni mengatakan memang sejak lama dirinya ingin menulis novel berdua dengan orang lain, dan ingin penulis itu lelaki. Dalam perjalanannya, ia percaya Christyan yang bisa diajak kerja bareng. Disamping itu tulisannya ini juga merupakan buah dari keprihatinannya, sebagai seorang ibu dan nenek terhadap

aksi perundungan fisik maupun verbal yang terjadi selama ini. Gagasan utamanya dituliskan Rayni pada tahun 2018 hingga selesai. Kemudian, diserahkan kepada Christyan untuk ditambahkurangi atau dilengkapi sesuai imajinasi dan kreasinya. Setelah rampung mereka kemudian mendiskusikan, menyunting ulang dan saling melengkapi hingga mencapai bentuk final pada tahun 2019. Meski beda masa dan karakter, namun kerjasamanya bisa jalan, sebab mereka tidak hanya kali ini kerja bareng, sebelumnya Rayni sudah berkolaborasi dengan Christyan AS, pada tahun 2017 saat meluncurkan kumpulan cerpen grafis “Daun Itu Mati” . Dalam buku itu Christyan AS sebagai ilustrator yang membuatkan ilustrasi dan gambar sampul kumpulan cerita pendek bergambar (graphics short stories) “Daun Itu Mati”. Mengenai duetnya, lelaki kelahiran Blitar 9 Februari 1991dan besar di Denpasar ini mengaku bersedia bekerja sama setelah melihat isi cerita. Selama ini dirinya juga cukup konsen dengan masalah psikologi remaja. Namun, tidak mudah juga, katanya karena ia harus mau menurunkan egonya dan mengi-

kuti alur serta gaya bertutur Rayni demi sebuat kesatuan rasa. Christyan tidak hanya menulis dan melengkapi teks, tapi juga membuat ilustrasi di setiap bab serta merancang sampulnya. Setelah sepakat mereka kemudian meminta Nanang Gani untuk membuat desain cover sebagaimana tampak hasilnya saat ini. Selanjutnya mereka tengah menyiapkan cerita bergambar (graphic story) “Pocong Ketakutan.” Rayni yang kelahiran Brussels, Belgia, 29 Mei 1957 dikenal sebagai fashion stylisth dan pengarang cerita pendek. Ia sudah menerbitkan sejumlah buku kumpulan cerpen, serta menulis beberapa buku nonfiksi. Novel pertamanya “Langit Terbuka” diluncurkan bersama novel karya suaminya “Straw” pada 10 Januari 2015. Bagi Rayni, Rainbow Cake ini adalah karya fiksinya yang kesembilan dan merupakan pengalaman pertamanya menulis sebuah karya dalam ‘genre thriller’. Tanpa terduga karyanya ini seolah digerakkan serta dijiwai oleh energi luar biasa. Novel ini terilhami dari dua lagu karya seniman Sudjiwo Tedjo, yakni “Titi Kolo Mongso” dan “Ingsun”. Dalam Rainbow Cake, menceritakan

tentang pengalaman Hilda tokoh utama dalam novel ini, yang di-bully pada masa remaja, sehingga ia menjadi tidak nyaman dengan dirinya dan hatinya pun semakin mengeras. Kisahnya diceritakan saat dirinya melanjutkan sekolah ke Paris. Di sana ia belajar memasak dan bikin kue serta gemar mengunjungi galeri seni, hingga membuatnyan perlahan membuka pengalaman aneh pada tubuhnya. Ketika hijrah ke Ubud Bali, ia mulai dihantui musik dan lagu yang tiba-tiba bersarang di kepala dan telinganya. Selain merasa ngeri dan membuatnya mual dan pening, ia juga menikmati gairah dan energi aneh dari apa yang

didengarnya. Sampai ia bertemu dengan orang-orang dari masa lalu yang pernah melukai hati dan sangat dibencinya. Kemudian, saat balik ke Jakarta dan sukses sebagai pembuat dan pemilik toko kue, masa lalunya semakin menghantui dan merusak jiwanya. Adonan cinta, benci, rindu, dan dendam telah mengaduk-aduk emosi dan energinya yang luar biasa. Alunan musik dan lagu misterius yang terus menghantuinya telah mendorongnya untuk melakukan hal-hal tak terduga termasuk mewujudkan seni instalasi ‘Kue Terindah’. Sebuah Rainbow Cake yang berakhir dengan kengerian dan malapetaka. (Sri Ardhini)


10

f o l u So Batik Merah Putih Desainer asal Bali, yang dikenal dengan panggilan Tari Made ini sangat produktif. Karyanya menarik, sangat khas dengan aplikasi motif bunga melalui paduan seni lukis pada batik tulis. Begitulah komitmen dan konsistensinya mengangkat kearifan lokal.

K

ali ini, anggota APPMI DIY ini, mengisi bulan Agustus dengan menghadirkan rasa kemerdekaan melalui nuansa merah putih. Koleksi batik cantik berbahan cotton dan sutera silkycurpo ini pun sukses melenggang memeriahkan Jakarta Fashion Food & Fashion 2019, beberapa waktu lalu. Pemilik label ‘Sakamade Boutique’ ini juga berhasil menyuguhkan keunikan karyanya melalui tema ‘The Soul of Batik Merah Putih.’ Ada nuansa etnik dengan filosofi seni didalamnya, namun sesuai pula dengan tren yang berkembang. (Sri Ardhini)

Style

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

EDUKASI

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019 Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kunjungan ini serangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-24.

D

ipilihnya Undiksha sebagai tempat pengembangan Bakti Teknologi karena Menristekdikti ingin pengembangan daerah dari wilayah pinggiran. Undiksha sebagai salah satu perguruan tinggi yang berada di Utara pulau Bali diharapkan mampu mengembangkan inovasi-inovasi memalui penelitian. Dalam kesempatan itu, Nasir juga memberikan kuliah umum pada Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) bagi mahasiswa baru bertempat di ruang Auditorium kampus tengah Undiksha, Selasa (20/08). Ia memberikan apresiasi karena mahasiswa berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya kabupaten di Bali, namun juga dari luar daerah, seperti Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Dari itu, juga cukup banyak yang mendapatkan Bidikmisi. Kehadiran mahasiswa yang sangat beragam, termasuk dari sisi karakter, Menteri Mohamad Nasir meminta seluruhnya untuk selalu menjaga persatuan. Sebagai generasi penerus bangsa, ia meminta para mahasiswa untuk memegang teguh empat pilar kebangsaan, Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ini harus selalu diingat,” pintanya. Sikap antinarkoba juga dikampanyekan pada mahasiswa. Ditegaskan, kampus harus

7

Kunjungan Kerja ke Undiksha

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Hasilkan Inovasi Berbasis Teknologi terbebas dari barang haram tersebut. “Jauhi narkoba, raih prestasi,” serunya seraya mengharapkan Rektor bisa bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan tes urine. Selain memberikan kuliah umum, Menristekdikti juga meresmikan mesin filterisasi air minum, inkubator bisnis di kampus pusat, meresmikan kebun tanaman buah tropis di Kampus Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, serta serta penyerahan beberapa produk inovasi teknologi kepada pemerintah dan masyarakat Bali. Dalam kesempatan itu Menteri Mohamad Nasir menyerahkan 1 unit TROLLS (Traktor Tangan berbasis Android) produksi tenant dari inkubator STIKOM Bali, 10 Kursi Roda Otomatis dengan kendali Smartphone Android produksi tenant dari inkubator P3M – PPNS, 20 Ponkod (Alat bantu Pemanjat Kelapa) produksi tenant dari inkubator STMIK Primakara,10 Bali Printer 3D 2 in 1 produksi tenant dari inkubator STIKI Indonesia, 2.400 botol Pupuk Hayati Plus (Biofarm) yang merupakan produk inovasi dari Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan CV. Biocel Agrosolus. Ada pula 2400 bibit buah tropika (Durian, Lengkeng, Alpukat) yang merupakan produk inovasi dari IPB bekerjasama dengan PT. BLST IPB. “Bakti Inovasi Teknologi ini merupakan

salah satu bentuk pertanggung jawaban Kemenristekdikti kepada masyarakat dari hasil karya anak bangsa dalam mengimplementasikan produk hasil inovasinya dalam upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, terkait pusat pengelolaan air siap minum, merupakan hasil inovasi UPN Veteran Jawa Timur yang diserahkan kepada Undiksha. Produk berupa sistem filterasi multifungsi, sebuah terobosan baru yang digunakan untuk pembuatan air siap minum yang dilengkapi catridge dan ultra filtrasi yang disebut technofiltrasi. Menristekdikti menegaskan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi persoalan di masyarakat. Pihaknya mendorong ke depan semakin banyak inovasi yang dilakukan berbasis teknologi, termasuk menggarap hasil penelitian sampai ke tingkat hilir. Bukan hanya sekadar melakukan penelitian dan berhenti pada publikasi ilmiah. Hal tersebut salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing maupun mengharapi revolusi industri 4.0. “Perguruan tinggi harus bermanfaat untuk masyarakat. Harus bisa melakukan inovasi. Harus bisa mendukung pembangunan,” tegasnya. Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menyampaikan Undiksha selama ini komitmen mengikuti

Menristekdikti saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di Undiksha.

kebijakan dari Kemenristekdikti, termasuk dalam pembuatan inkubator bisnis. Menurutnya, inkubator sebagai salah satu strategi untuk memaksimalkan hilirisasi hasil penelitian para akademisi Undiksha. Seperti halnya pengembangan anggur laut, wine olahan anggur, kerajinan berbahan limbah bambu, maupun sejumlah produk yang digagas melalui pengabdian masyarakat. Produk-produk tersebut diharapkan bisa masuk ke sektor industri. “Sebelum masuk ke industri, produk-produk penelitian ini ditangani dulu di inkubator. Dengan ini, animo para peneliti untuk

menghasilkan produk bisa semakin meningkat,” jelasnya. Jampel juga menyebutkan bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam pengurangan penggunaan plastik. “Seluruh warga kampus bisa mengonsumsi air tersebut. Warga kampus tinggal membawa tumbler saja dan tidak lagi menggunakan botol plastik sekali pakai,” ucapnya. Terobosan itu, juga sebagai bentuk implementasi falsafah Tri Hita Karana yang juga menjadi landasan mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul di Asia pada 2045. --win

Yoga untuk Penderita Insomnia Gambar 7 dan 8 Sekarang letakkan tangan kanan di matras sementara tangan kiri angkat naik ke atas. Biarkan kepala merasa nyaman saat melakukan pose tersebut. Kemudian mulai atur napas. Lakukan 5 kali menarik dan menghembuskan napas. Begitu pun dengan sisi sebaliknya.

4

3

7

Gambar 3 dan 4 Masih dengan sikap duduk bersimpuh dimulai dengan meraih kuping kiri, rebahkan kepala ke bahu kanan dan tangan kiri letakkan di matras. Rasakan otot leher kiri diregangkan. Lakukan secara rileks dan mulai atur napas serta menarik napas melalui hidung serta buang napas melalui hidung. Lakukan 5 kali putaran napas. Kemudian kembali tegakkan kepala serta lakukan disisi sebaliknya.

1 Gambar 1 dan 2 Adalah teknik pernapasan dengan menutup hidung kanan, konsentrasi pada batin arahkan napas ke kepala dan niatkan dalam hati napas juga keluar di kepala. Lakukan pernapasan ini 14 kali putaran. Begitu juga sebaliknya teknik pernapasan di sisi lainnya (lihat gambar). Lakukan juga pengulangan napas 14 kali putaran.

6

2

5

Gambar 5 dan 6 Posisi masih tetap bersimpuh (lihat gambar). Angkat kedua tangan dan tangan kiri mendorong jari-jari tangan kanan sampai dirasakan peregangannya. Lakukan serileks mungkin. Dan, lakukan 5 kali penarikan dan buang napas. Begitu juga sebaliknya.

8 Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Model: Komang Sari dan Lidya (Guru MYI Bali dan Jakarta) LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia


DARA

6

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Helsya Maeisyaroh

Pemain Termuda Timnas Sepakbola Putri Banyak perempuan gemar sepak bola. Namun umumnya hanyalah sebatas menonton, tidak sampai terjun langsung menekuni olahraga yang identik dengan kaum laki-laki ini. Apalagi yang punya citacita menjadi pemain sepak bola profesional, relatif sedikit. Di antara yang sedikit inilah Helsya Maeisyaroh termasuk.

U

sianya masih belia, 14 tahun. Namun prestasinya merumput di lapangan hijau lumayan menggetarkan. Dua tahun lalu dia menjadi satusatunya perempuan dari lima pesepakbola remaja yang dikirim menimba ilmu di FCBEscola Barcelona, Spanyol. Kesempatan itu dia dapatkan setelah penampilannya yang gemilang di ajang seleksi MILO Football Championship 2017. Sejak itu, kiprah Elsya, begitu nama siswi SMP Bekasi ini akrab disapa, masuk radar pemantauan PSSI. Tak sia-sia upaya Elsya. Meski usianya masih 13 tahun, dia dipercaya masuk timnas putri U-16. Prestasinya yang mencuat di sejumlah turnamen, membuat pelatih timnas sepak bola putri Rully Nere memilihnya untuk bergabung dengan timnas senior untuk persiapan mengikuti kualifikasi pra-Olimpiade Tokyo babak kedua, April lalu. Sebulan kemudian, Mei, dia kembali terpilih bersama 35 pemain lainnya masuk seleknas tim yang akan bertarung di AFF Women’s Championship di Thailand 16-20 Agustus 2019. Dalam proses ini Elsya gagal masuk dalam 22 pemain yang berangkat ke AFF Women. Gagal masuk timnas AFF Women, tidak membuat Elsya patah semangat. Itu berarti, dirinya masih memiliki banyak kekurangan dan harus lebih giat

Helsya Maeisyaroh

Meski dia anak perempuan, laki-- merasa sedikit canggung tapi namun kedua orangtuanya lama-lama terbiasa. mendukung penuh hobinya “Di SSB Bekasi United hanya tiga menekuni sepakbola. Malah tahun. Tempatnya jauh dari rumah. mereka juga yang memasuk- Nggak ada yang antar, akhirnya berhenti kan Elsya ke Sekolah Sepak dan pindah ke SSB Tajimalela FA karena Bola. dekat dengan rumah,” tambah Elsya “Orangtua sangat men- yang memulai debutnya dalam timnas dukung saya menekuni hobi tahun 2018 lalu ketika ia terpilih masuk saya ini, khususnya mama. timnas U 16 pada 2018 dan April 2019 Saya bisa seperti ini berkat masuk timnas senior. dukungan dari mama. Dia lah Masuk dalam timnas, tutur gadis yang selalu ada dan mensup- tomboy ini, memang menjadi impiannya port saya,” ujar Elsya yang sejak dulu. “Sejak kecil saya memang masuk SSB Bekasi United saat sudah bercita-cita dapat masuk timnas. kelas 3 SD. Saya ingin bermain untuk negara di ajang S e p e r t i u m u m n y a turnamen internasional. Alhamdulilah Helsya Maeisyaroh di bangku cadangan saat event kualifikasi pra-olimpiade tokyo sekolah sepakbola, maka terkabul. Harapan saya suatu saat saya berlatih. Usianya masih muda, dan dia siswanya pun kebanyakan adalah laki- berkesempatan bisa ikut mengantar memiliki banyak kesempatan untuk laki. Namanya anak-anak, kata Elsya timnas putri mendapat piala di turnamen berkiprah. Yang terpenting katanya, sambil tersenyum, awalnya—meski internasional,” tuturnya. Rully Nere (Diana Runtu) memiliki semangat tinggi, rajin berlatih sudah biasa bermain dengan anak lakidan belajar dengan baik. “Saya mendapat banyak pelajaran, ilmu, semua itu luar biasa. Kesempatan untuk bisa bergabung dengan timnas senior saja sudah merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Apalagi kemudian dalam prosesnya saya menimba banyak ilmu dari pelatih juga dari para senior di pelatnas,” ungkap dara kelahiran Mei 2005 ini. Anak kedua dari pasangan Heru Gunawan-Sarih bin Nammid ini bertutur mengenal sepakbola sejak kecil. Keluarganya adalah penggemar sepakbola, bahkan kakeknya, ayah juga kakaknya adalah pemain bola. “Saya dari keluarga penggemar sepakbola. Mulai dari kakek, ayah sampai kakak saya adalah pemain bola. Saya sendiri sejak umur 3 tahun suka main-main bola, maklum anak kecil. Karena lihat kakak Tim kualifikasi pra Olimpiade Tokyo 2020 babak kedua main bola. Saya minta mama beliin bola. Sejak itu saya belajar nendang-nendang bola sendiri. Juga tanya-tanya kakak,” tuturnya. Saat SD, tambahnya, saat waktu bermain dia kerap bergabung Debut perdana Helsya MaeiDia sendiri saat event tersebut dengan teman-temannya laki-laki untuk syaroh dengan timnas putri sekebanyakan berada di bangku bermain bola. nior saat terpilih masuk timnas cadangan bersama beberapa seMungkin melihat kualifikasi pra-Olimpiade Tokyo nior lainnya. Pelatih baru menuketrampilan yang dimil2020, menjadi catatan berarti runkannya bertanding pada 45 ikinya, saat turnamen dalam hidup Elsya. menit terakhir saat berhadapan PGRI, guru olahraga “Bangga sekali dan sungguh dengan Myanmar. “Walaupun sekolahnya memilihsaya tidak menduga bisa terpilih cuma 45 menit, itu pengalaman nya bersama sejumlah gabung tim senior. Umur saya luar biasa sekali. Pelatih memilih teman laki-laki untuk ketika itu kan masih 13 tahun, saya, padahal ada beberapa pememperkuat tim sepak masih kecil. Makanya ketika pelamain senior yang juga berada di bola sekolah. Itulah tih menyebut nama saya untuk bangku cadangan bersama saya. awal dia terjun dalam bersiap-siap ikut kualifikasi praBangganya minta ampun untuk pertandingan sepak Olimpiade Tokyo babak kedua, kesempatan yang diberi, apalagi bola resmi. “Waktu saya sampai ngga bisa ngomong. berhadapan dengan tim bagus itu saya masih kelas 2 Saking bangga, kaget, terharu. seperti Myanmar,” ujar penyuka SD. Guru olahraga mePokoknya macam-macam perpelajaran matematika ini. milih saya untuk masuk asaan,” cerita Elsya yang Mei Aktif di sepakbola dengan jaddalam tim sepak bola lalu berusia 14 tahun, mengingat wal latihan yang intensif, tutur sekolah untuk bertandkejadian beberapa bulan lalu. Elsya, tidak membuatnya lupa pada ing di turnamen sepakMeskipun akhirnya timnas pendidikan. Ia berusaha membagi bola PGRI,” tutur Elsya. putri kalah telak melawan tuan waktunya dengan baik, termasuk Timnas kualifikasi pra olimpiade rumah Myanmar, namun Elsya belajar agar tidak ketinggalan dari DUKUNGAN mengaku tetap bersyukur karena teman-temannya. Di rumah ketika seng­­ merasa bersyukur karena mendapat ORANGTUA mendapat banyak pengalaman dan kesempatan untuk mendapat banyak gang, ia pun masih menyempatkan diri Orangtua, menuilmu berharga. “Memang hasilnya pengalaman dan ilmu dari mulai proses untuk membantu ibunya dalam pekerjaan rut Elsya memegang tidak sesuai dengan harapan kita seleksi hingga event berlangsung,” rumah tangga, seperti menyapu, me­ng­ peranan penting dalam semua. Tapi saya secara pribadi juga paparnya. epel dan merapikan rumah. (Diana Runtu) kariernya di sepakbola.

45 Menit yang Luar Biasa

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

BULELENG

11

Manfaatkan Potensi Desa untuk Kesejahteraan

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. didampingi Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Buleleng Ny. Aries Sujati Suradnyana mengukuhkan kelompok wanita perajin Santi Budaya Banjar Dinas Dangin Pura Desa Tigawasa, pada Selasa (20/8).

Bumbu racik dalam kemasan

Lestarikan Bumbu Warisan

D

Pengukuhan Kelompok Pengrajin Santi Budaya Tigawasa

engan telah dikukuhkannya kelompok Santi Budaya ini mampu menjadi wadah berkumpulnya para perajin di Banjar Dinas Dangin Pura dalam rangka memberdayakan dirinya. “Melalui kelompok ini juga, nantinya mampu membangun ekonomi masyarakat melalui produksi kerajinan khas Tigawasa yang bernilai jual tinggi,” ungkap Bupati PAS. Diakui Putu Agus Suradnyana, Desa Tigawasa memiliki segudang potensi yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh warga desa guna meningkatkan kesejahteraan. Seperti anyaman merupakan salah satu potensi yang memiliki daya tarik seni tersendiri dan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. “Mengingat Desa Tigawasa merupakan salah satu sentra anyaman bambu terkenal di Buleleng, maka hal ini perlu dikembangkan untuk dijadikan produk kerajinan dengan nilai seni yang tinggi,” ungkapnya. Suami dari Ketua Dekranasda Buleleng ini juga sangat yakin kelompok wanita perajin tersebut mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam menganyam serta terlatih, sehingga prosesnya dapat dikerjakan dengan cepat dan memuaskan. “Apapun kendala dan masalah yang terjadi dalam berkarya, saya berharap dapat dibahas dan dicari solusinya oleh pengurus”, tambah PAS. Selanjutnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Drs. Ketut Suparto, MMA., yang ditemui usai acara

mengatakan bahwa dengan adanya pengukuhan kelompok wanita yang bergerak di bidang bambu ini nantinya dapat mengkoordinir anggotanya di dalam memproduksi dan pemasaran pun dilakukan melalui kelompok. “Sehingga harga yang didapatkan nantinya adalah harga yang sesuai kesepakatan kelompok”, ungkap Suparto. Ia juga menghimbau kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan, agar dapat berkoordinasi antar anggota dan juga dapat melakukan sharing informasi maupun berbagai pengalaman dengan kelompok perajin yang lain, mengingat saat ini di Tigawasa juga sudah ada dua kelompok perajin lain yaitu Bambu Alam dan Karya Bambu. “Kedepannya antara kelompok dapat berkumpul menjadi satu sembari berbagi pengalaman, baik dalam hal produksi maupun pemasaran dan tidak bersaing khususnya dalam hal harga”, imbuhnya. Ditanya terkait pembinaan kelompok kerajinan, Suparto menjelaskan bahwa para perajin sebelumnya telah diajak magang di Banyuwangi – Jawa Timur, pelatihan dari Kementerian Perindustrian, Pelatihan sulam pita yang dilaksanakan oleh Dinas Perindutrian dan UMKM Buleleng, dan pelatihan produksi dari PNPM Mandiri serta ditampilkan di berbagai event dan pameran seperti dalam PKB lalu. “Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan inovasi agar kreativitas produksi dapat berkembang guna memenuhi keinginan konsumen”, jelas Suparto. (Wiwin Meliana)

Pengukuhan Kelompok Pengrajin Santi Budaya Tigawasa

Dalam perkembangan dunia usaha, selain permodalan masyarakat juga perlu memiliki inovasi sehingga menghasilkan produk ataupun jasa yang memang dibutuhkan pasar. Salah satu bidang yang saat ini sedang menggeliat adalah kuliner. Berbagai pengusaha kuliner saat ini mulai hadir mengembangkan menu-menu tradisional, modern maupun fusion. Melihat peluang ini, Made Agus Dharmadi juga mencoba peruntungan di dunia usaha. Bukan di bidang makanan, melainkan bumbu siap saji. Pria yang juga akademisi Undiksha ini menceritakan awal mula dirinya memproduksi bumbu instan dengan brand Made Sukanegara tersebut sejak beberapa hari di bulan Agustus. Selama berpuluh-puluh tahun, sang ayah merupakan tukang patus yang sangat terkenal di Banjar Petak Singaraja. Setiap ada hajatan, ayahnya selalu diminta untuk membantu meracik bumbu khas Bali untuk berbagai menu masakan. “Ayah saya seorang patus yang memang sudah dikenal di desa maupun di beberapa desa tetangga,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan untuk tetap melestarikan warisan tersebut dirinya berinisiatif untuk membuat bumbu instan dalam kemasan. Hal ini untuk mempermudah masyarakat yang ingin memasak menggunakan bumbu khas racikan sang ayah. “Saya pikir ini adalah warisan yang tidak ternilai harganya, kelak warisan inilah yang akan ditinggalkan oleh ayah saya dan saya sebagai anaknya akan terus melestarikan,” imbuhnya. Ia menjelaskan, bumbu racikannya ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan bumbu instan yang beredar di pasaran, karena untuk Made Sukanegara sedang mendapatkan cita rasa yang khas ia meracik bumbu untuk dikemas memiliki resep rahasia yang membuat bumbu Bali tersebut lebih unggul, gurih dan enak ketika di campur berbagai bahan masakan seperti sayur, daging, lawar, sate, nasi goreng dan masih banyak lagi masakan lainnya. “Ini adalah bumbu dasar dalam suatu masakan, untuk masakan masakan tertentu ada rempah- rempah yang harus ditambahkan misalnya serai dan daun salam serta penyedap alami seperti bawang goreng, gula dan garam,”jelasnya. Keunggulan lainnya, bumbu Bali racikan orang tuanya ini murni rempah-rempah berkualitas dan tanpa MSG. Bumbu yang sudah diracik kemudian dihaluskan dengan cara diselip dengan alat penyelipan khusus agar citarasanya tidak hilang. Setelah itu, bumbu yang sudah dihaluskan kemudian digoreng menggunakan minyak Bali dari kelapa murni atau masyarakat menyebutnya dengan minyak tandusan sampai mencapai tingkat kematangan yang sempurn. “Untuk kemasan 200 gram kami menjualnya dengan harga Rp35.000,- per botol hingga saat ini sudah hampir 200 botol terjual,” tuturnya. Ia menambahkan, sejauh ini salah satu kendala yang ia hadapi dalam pemasaran bumbu Bali dalam kemasan adalah daya tahan. Khususnya jika ia melayani pesanan dari luar Bali yang harus mengandalkan jasa pengiriman dengan waktu berhari-hari. Karena tanpa bahan pengawet, daya tahan bumbu ini dalam suhu ruangan adalah lima hari, sementara jika disimpan dalam lemari pendingin mampu bertahan selama satu minggu sementara jika di simpan dalam freezer mampu bertahan selama sebulan. “Ini masih saya pikirkan, karena permintaan tidak jarang datangnya dari luar Bali saya tidak mau menggunakan pengawet anti jamur sebagai pengawet karena saya komitmen bumbu bali ini adalah tanpa pengawet, akan terus saja lakulan uji coba bagaimana menyiasati agar bumbu ini memiliki daya tahan lebih lama apakah minyaknya atau dari sisi pengolahannya,” imbuhnya. (Wiwin Meliana)


12

BUMI GORA

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Rasa Syukur Kunci Kebahagiaan

Kehadiran Pondok Pesantren di tengah masyarakat akan membawa perubahan bagi peradaban hidup manusia. Sebab pesantren itu senantiasa menghadirkan banyak hal untuk menghadapi tantangan zaman ke depan. Apalagi di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini. Hal ini diungkapkan Dr. Zulkifliemansyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren “Zainul Hafidz” At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu.

I

a menilai kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini bisa mempermudah orang dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut justru membuat orang tidak lagi bisa berkomunikasi secara langsung. “Karena di zaman ini, kemajuan teknologi informasi, membuat masyarakat itu kadang duduk berdampingan, duduk bersama, tapi jarang berkomunikasi langsung,” ungkapnya. Selain itu, pengaruh kemajuan teknologi saat ini lanjutnya, juga berpengaruh pada berkurangnya persentuhan sosial satu sama lain. Bahkan kemajuan tidak menjadikan jabatan seseorang sebagai pem-

bawa kebahagiaan. Justru semakin tinggi jawabatan seseorang, semakin sedikit sahabat dan saudara sejatinya. “Jabatan gubernur, jabatan bupati, bahkan jabatan presiden, adalah jabatan yang penuh kesunyian. Jabatan yang dihinggapi rasa sepi yang mencekam,” ujarnya menggambarkan. Karena itu, Gubernur mengingatkan, rasa syukur terhadap segala yang dimiliki saat ini merupakan kunci kebahagiaan. Memiliki banyak harta serta rumah yang besar, belum tentu hidupnya bahagia. Kadang katanya, ada yang berpenghasilan miliar rupiah serta rumah seharga

menatap masa depan. “Hari ini saya menjadi saksi, pendiri ponpes ini ingin menulis cerita masa depan Sekotong dengan cerita yang menyenangkan,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat seraya berharap bahwa keberanian meletakkan batu pertama adalah ikhtiar maksimal mengatakan pada dunia, masa depan Sekotong adalah cikal bakal yang Gemilang bagi anak cucu di masa yang akan datang. (Naniek I. Taufan)

Posyandu Keluarga Terintegrasi Bank Sampah Desa Pos Pelayanan Terpadu atau yang lebih akrab dengan sebutan Posyandu, merupakan ujung tombak pemeliharaan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Sebab itu keberadaan Posyandu dinilai sangat penting bagi masyarakat. Sebab itulah Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi jajaran pemerintah Kabupaten Dompu dan masyarakatnya yang memiliki tekad kuat melaksanakan program revitalisasi posyandu, seperti halnya Posyandu As-Sunan di Desa Dorokobo, Keca-

matan Kempo Dompu. Posyandu ini selain telah menjadi Posyandu Keluarga, juga telah terintegrasi dengan bank sampah desa. “Dompu

sudah bisa menjadi leader, menjadi terdepan di dalam mewujudkan posyandu keluarga,” kata Rohmi saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu, para camat dan kades serta toga toma di Pendopo Bupati Dompu, minggu lalu. Kunjungan kerja Wakil Gubernur NTB ke Kabupaten Dompu ini selain untuk bersilaturahmi, juga terkait dengan program revitalisasi posyandu dan program NTB Zero Waste yang telah dilaksanakan di Kabupaten Dompu. Ia berharap, tekad dan semangat jajaran Pemkab Dompu dan masyarakatnya itu dapat cepat terwujud. Apalagi, tahun 2020 mendatang, Dompu telah menargetkan seluruh

Rutin Konsumsi Ikan Tingkatkan Kecerdasan Otak Anak

posyandu di wilayahnya sebagai posyandu keluarga. Tekad dan semangat itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di seluruh NTB. Di desa Dorokobo, RT 01/01, Dusun Muhajirin ini, warga desa berhasil membangun Posyandu Keluarga yang sudah terintegrasi dengan bank sampah. Melihat aktivitas pelayanan posyandu yang berjalan baik, Rohmi mengungkapkan bahwa Posyandu As-Sunan sudah sepatutnya dijadikan contoh desa lainnya di seluruh NTB. Mereka sukses merevitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sekaligus menerapkan program NTB Zero Waste. Posyandu Keluarga adalah posyandu yang tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya saja. Tapi ada banyak pelayanan kesehatan di dalam posyandu itu, seperti pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan lanjut usia atau lansia, konsultasi gizi serta banyak layanan lainnya. Posyandu As-Sunan saat ini sudah terintegrasi dengan bank sampah yang dikelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Dorokobo. “Ini contoh baik bagi dusun-dusun yang ada di NTB,” ujar Wagub NTB di sela dialog dengan warga. Kunjungan Wagub NTB di Posyandu As-Sunan mendapat respon positif warga. Tatik, salah seorang

kader posyandu mengaku senang atas kunjungan tersebut. “Ini menjadi spirit tersendiri bagi kami. Kami juga merasa bangga karena Bu Wagub mau berkunjung ke dusun kami,” ujarnya. Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu di Pendopo Bupati, Wagub NTB menekankan pentingnya pelaksanaan program unggulan seperti Revitalisasi Posyandu dan NTB Zero Waste untuk mendukung terwujudnya NTB Gemilang. “Kita harapkan melalui revitalisasi posyandu di situ ada pemeriksaan kesehatan untuk bayi hingga lansia. Seperti itulah posyandu keluarga,” kata Rohmi sembari menambahkan. Setelah menjadi Posyandu Keluarga maka yang perlu dilakukan kemudian adalah memasukkan edukasi yang terkait berbagai masalah sosial masyarakat. Caranya, para kader posyandu diberikan pelatihan supaya mereka bisa membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat seperti menekan terjadinya pernikahan dini, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, mencegah terjadinya gizi buruk, stunting, pembalakan liar, kebakaran hutan, persoalan sampah, buruh migran ilegal dan berbagai macam permasalahan sosial masyarakat lainnya. (Naniek I. Taufan)

5

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengingatkan masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kecerdasan seseorang. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara ‘Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan melalui PMTAS dan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi’ di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, (19/8).

I

triliunan, tapi selama hidupnya hanya bisa makan obat. “Mana yang dipilih, punya uang banyak, tapi hanya boleh makan obat, atau uangnya sedikit seperti kita sekarang, tapi bisa makan apa saja,” ungkapnya di hadapan masyarakat yang hadir. Selain itu, Doktor Zul mengajak masyarakat Sekotong untuk menulis cerita indah tentang daerahnya. Yaitu cerita yang membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk

BUNDA ANANDA

a mengatakan, kandungan protein, vitamin, dan omega 3 dalam ikan sangat baik bagi pembentukan kecerdasan otak. Dengan mengonsumsi ikan secara rutin sejak dini, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga akan meningkat. “Kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh kecerdasan dan kesehatan, sehingga SDM yang sehat, cerdas, dan produktif ini akan mendorong proses pembangunan yang baik sehingga tingkat perekonomian meningkat,” kata Bunda Putri, begitu ia akrab disapa. Bunda menambahkan, manfaat mengonsumsi ikan sangat besar. Selain meningkatkan kecerdasan otak, mengonsumsi ikan secara rutin dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung dan kolesterol. Kandungan

yodium dalam ikan dapat mencegah penyakit gondok. “Sebaiknya pilih ikan yang segar, jangan yang ada pengawetnya atau ikan yang diawetkan karena ini akan percuma dan bahkan bisa merusak kesehatan kita”, imbuhnya. Ditambahkan pula, tingkat kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat ditentukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk sejak masih dalam kandungan. Untuk itu, kepada semua masyarakat Bali terutama ibu-ibu, ia menyarankan, agar membiasakan diri rutin mengonsumsi ikan sejak hamil hingga menyusui. “Kalau ada yang bilang makan ikan itu bisa cacingan, itu persepsi salah. Justru dengan makan ikan, kecerdasan otak kita akan meningkat terutama bagi anak-anak di

Ny Putri Koster mengampanyekan gemar makan ikan pada siswa SD

usia emas 0-8 tahun,” kata Bunda Putri. Menurutnya, potensi perikanan dan kelautan di Indonesia, terutama Bali, sangat tinggi. Potensi ini harus terus dimanfaatkan secara maksimal. Ia mencontohkan, bagaimana negara maju seperti Jepang memiliki tingkat konsumsi ikan tinggi sehingga kualitas SDM dan usia harapan hidup (UHH) masyarakatnya sangat tinggi.

Ia mengatakan Forikan Provinsi Bali bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali terus mengampanyekan makan ikan, terutama di perdesaan. Hal ini dikarenakan banyak kasus stunting dan gizi buruk di perdesaan salah satunya disebabkan salah asupan. “Untuk itu kami terus mengkampanyekan makan ikan sejak dini untuk mencegah penyakit

tersebut,” tegasnya. Selain dimeriahkan dengan masakan serba ikan oleh Perwakilan TP PKK 9 Kab/Kota se-Bali, acara juga dimeriahkan berbagai macam lomba menangkap ikan yang diikuti oleh siswa-siswi dari SD N 14 Dangin Puri, SD N 23 Dangin Puri, SD N 24 Dangin Puri dan SD N 26 Dangin Puri. (Wirati Astiti).

Mendongeng Lima Menit Penggembala Domba

Ny Putri Koster sedang meninjau lomba aneka masakan Ikan

Di lereng gunung itu para penggembala domba membuat gubuk masingmasing. Lengkap dengan kandang dombanya. Mereka merasa nyaman tinggal di sana, karena domba-dombanya gampang merumput. Pagi dilepas, sore dihalau ke kandang masing-masing. Apalagi daerah itu aman dari pencurian dan perampokan. Pada suatu hari seorang penggembala beteriak-teriak. “Tolooong. … tolooong…! Ada harimau mencuri domba!” Semua penggembala keluar gubuk lengkap dengan senjata masing-masing. Setiba di gubuk asal teriakan itu, mereka dapati penggembala yang mengaku melihat harimau itu jongkok tenang mengasah sabit. Penggembala domba yang penuh semangat gotong-royong itu kembali dengan kecewa. Namun mereka masih sempat bersyukur. “Untung tak ada harimau,” katanya. Seminggu kemudian peternak domba yang suka jahil itu berteriak lagi. “Tolooong….! Ada harimau masuk ke kandang dombaku….!” Para peternak dengan semangat mendatangi asal teriakan itu. Didapatinya laki-laki peternak domba yang suka jahil itu tertawa sambil memperlihatkan pintu kandang dombanya yang baru. “Tak mungkin

harimau bisa menembus pintu kandangku!” katanya. Para peternak yang bersemangat gotong-royong itu kembali ke gubuknya masing-masing. Sebagian kecewa karena merasa diolok-olok, tetapi sebagian bersyukur karena kejadian yang menegangkan itu tidak terjadi. Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Pagi-pagi benar, sebelum matahari terbit, sebuah teriakan yang keras terdengar melengking. Ternyata teriakan itu berasal dari gubuk petani yang suka jahil. Mengetahui hal itu, para peternak domba itu tidak menggubris teriakan yang melengking itu. “Kawanku suka bercanda,” katanya. Beberapa saat kemudian, para peternak mengetahui masalah yang sebenarnya. Menjelang pagi peternak yang suka jahil itu mendekati kandangnya. Ia sangat terkejut dan takut melihat seekor harimau keluar dari pintu kandangnya. Harimau yang sedang mencaplok seekor anak kambing di mulutnya, berlari secepatnya dan bersembunyi ke dalam hutan. Pada saat itulah petani yang suka jahil dan kemalingan kambing itu berteriak minta tolong. Ia baru sadar, bahwa ia lupa menutup pintu kandang barunya. Mendengar peristiwa yang benar-benar terjadi itu, peternak-peternak domba itu berkata, “Itulah upah orang yang suka jahil.” Sebagian lagi menimpali, “Ada saatnya, kapan berbuat jahil dan mengolok-olok, dan kapan berbuat yang sungguhsungguh!”


Woman on Top

4 “World Breastfeeding Week “atau “Pekan ASI Sedunia”, diperingati tiap Agustus. Kegiatan ini dilaksanakan WHO dan UNICEF demi mendukung ibu menyusui di seluruh dunia. Tahun 2019, tema global yang diusung adalah “Empower Parents Enable Breastfeeding”, sementara Pekan ASI Sedunia di Indonesia temanya, “Ayah dan Ibu Kunci Keberhasilan Menyusui”. Acara puncak perayaan “Pekan ASI Sedunia” yang dilengkapi slogan “Ayo Dukung Ibu Sukses Menyusui” tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Moeloek. Ia mengatakan untuk menciptakan SDM yang berkualitas dapat diawali dengan pemberian ASI eksklusif. Demikian disampaikan AA Sri Utari, Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Bali, yang bertugas menghadiri puncak acara “Pekan ASI Sedunia” di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Rabu (7/8). Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup. Menyusui juga untuk meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Meski angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, namun hanya 40% dari semua bayi di bawah 6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif. Dan, 45 % yang mendapatkan ASI sampai usia bayi 24 bulan. Praktik menyusui yang optimal sesuai rekomendasi dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian anak dan 20.000 kematian ibu setiap tahunnya. Sebaliknya jika tidak menyusui,

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Pekan ASI Sedunia

Dukung Ibu Sukses Menyusui dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah dan menyebabkan kerugian ekonomi sekitar $ 302 miliar per tahun . Karena itu, diperlukan kerja bersama untuk mencapai target World Health Asemmbly (WHA) tahun 2025, yakni minimal pemberian 50 % ASI eksklusif selama 6 bulan. Banyak hambatan untuk menyusui secara optimal. Karenanya ada tiga poin yang ditekankan Menteri Kesehatan. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orangtua, atau ibu yang bekerja di tempat kerjanya. Diharapkan juga dengan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam “Pekan ASI Sedunia” tahun 2019, kita bisa kampanye tentang pentingnya menyusui dan melakukan aksi bersama untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. TP PKK dan Ayah Berperan dalam Keberhasilan Menyusui ASI adalah nutrisi terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya untuk menunjang pertumbuhan yang optimal hingga enam bulan pertama kehidupan. ASI juga memberikan sebagian besar kebutuhan gizi anak yang berusia lebih dari enam bulan hingga dua tahun. Maka, masih dalam rangka “Pekan ASI

Sedunia” tahun 2019, Direktorat Gizi Masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakartamengadakan“Workshop” untuk menjalin kerjasama dan dukungan dari berbagai individu dan organisasi. Sri Utari mengatakan workshop yang dilaksanakan dalam rangka “Pekan ASI Sedunia” tahun ini adalah untuk beberapa hal, seperti menginformasikan tentang hubungan antara perlindungan sosial orangtua yang setara gender dan menyusui; menyampaikan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial yang setara disemua tingkatan untuk mendukung menyusui. Kegiatan tersebut lanjut Sri Utari melibatkan individu dan organisasi untuk menghasikan dampak yang lebih besar. Juga, menggalakkan berbagai aksi perlindungan sosial orangtua yang setara gender untuk meningkatkan menyusui Peserta workshop berasal dari berbagai organisasi profesi, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi peduli ASI, sektor swasta mitra pembangunan, TP PKK Pusat dan Provinsi, Dharma Wanita, perwakilan RSUD, dunia usaha , hingga masyarakat Peduli ASI.

sendiri. Membahas tentang layanan, tentu tidak terlepas dari 3 hal. Yang pertama adalah orangnya, kemudian premisesnya, dan terakhir prosesnya. Teknologi termasuk kategori yang terakhir yaitu prosesnya. Sedangkan premisesnya lebih kepada fasilitas pendukung, seperti kenyamanan tempat, bangunan dan sarana pendukung lainnya. Bagaimana kalau orangnya? Inilah sebagai cerminan utama dari sebuah layanan. Secanggih apapun teknologi, akan tetap berhubungan dengan manusianya. Karena yang kita layani adalah manusia, mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Yang mempunyai akal, budi, pikiran dan perasaan. Maka, ketika kita sebagai pelaku layanan,

Euforia atas penemuan akar tunggal bajakah untuk pengobatan kanker payudara oleh tiga murid SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih terus berlanjut. Berbagai kalangan di Indonesia mengapresiasi hasil penelitian mereka yang telah membuahkan penghargaan World Invention Creativity Olimpyc (WICO) di Korea Selatan.

D

Dari berbagai pemaparan saat workshop, diantaranya disampaikan mengenai Kebijaksanaan ‘Teknis Surveilans Gizi’ sesuai peraturan Menteri Kesehatan RI. Begitu juga pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab menyelenggarakan surveilans gizi secara terpadu, berjenjang dan berkesinambungan. Untuk penyelenggaran surveilans gizi dilakukan oleh pengelola program gizi di Puskesmas, Dinas Kesehatan, kabupaten, provinsi dan kementerian

yangbertugasmenyelenggarakanurusan pemerintahan di bidang kesehatan. Workshop selanjutnya berisikan materi tentang peningkatan praktik menyusui dalam pemberian makanan bayi dan anak untuk percepatan penurunan stunting. Disamping juga ditekankan peran TP PKK dalam pemberdayaan keluarga untuk keberhasilan menyusui yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Pusat. Dan, pembahasan perihal dukungan ayah terhadap keberhasilan menyusui oleh Ayah ASI. (Sri Ardhini)

Serve With Love

Salam Senyum Kalau diminta untuk memilih kata serve atau love, kita cenderung akan memilih love. Selain kata ini sudah sangat familiar di telinga kita, arti kata love ( cinta ), tentu akan membuat orang bahagia, tersenyum, dan memainkan perasaan seakan berbunga-bunga. Sedangkan, kata serve ( melayani ), lebih condong kepada pekerjaan, menyajikan, dan cenderung dianggap derajatnya lebih rendah. Hidup di era serba digital, modern, milenial, generasi Z dan hal-hal kekinian lainnya, layanan dianggap sebagai hal yang tetap favorit untuk dibicarakan. Hadirnya teknologi juga merupakan sebuah layanan. Tentu tujuannya adalah untuk mempercepat dan mempermudah proses dari layanan itu

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

hal inilah yang mendasari. Bahwa kita melayani tentunya dengan perasaaan, memakai hati. Dan inilah pondasi untuk melakukan layanan dengan memakai kata cinta. Ketika kita mulai dengan kata cinta dalam layanan, tentu yang pertama adalah bagaimana memparadigmakan para pelanggan itu dengan benar. Paradigma layanan yang sering kita dengar adalah pelanggan itu sebagai raja atau pelanggan itu adalah sebagai bos. Paradigma layanan seperti ini akan cenderung membuat pelaku layanan ketakutan, tertekan, dan hal-hal yang membuat para pelaku layanan kurang nyaman dalam bekerja. Mereka akan cenderung hanya melakukan layanan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). Dan, ini akan melahirkan para pelaku layanan seperti robot. Mereka benar melakukan, namun hanya sebatas melaksanakan tugas, tanpa jiwa, tanpa rasa. Kemudian paradigma pelanggan apa yang dapat membuat para pelaku layanan tercerahkan? Kalimat yang tepat untuk sebuah paradigma pelanggan adalah dengan memparadigmakan pelanggan itu sebagai seorang ‘sahabat’. Kenapa

harus sahabat? Karena melayani sahabat itu bicara tentang hati, perasaan, adanya kecocokan, tanpa pamrih, friendly, dan antusias. Dan halhal positif yang tertanam. Jika Anda sebagai pelaku layanan, mari mulai paradigmakan pelanggan anda sebagai sahabat untuk layanan terbaik Anda. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

i sisi lain ada ancaman yang mengintai. Sejak berita penelitian tanaman bajakah tunggal dapat mengobati kanker payudara menjadi viral, masyarakat pun berlomba-lomba mencari pohon bajakah untuk pengobatan. Di Kalteng sendiri, sekarang muncul banyak pedagang bajakah dadakan yang menjual bajakah dengan harga bervariasi. Saking sedang ‘ngehits’-nya bajakah itu, ada pedagang yang menjual permeter Rp100 ribu. Di dunia maya pun tak kalah ‘hebohnya’. Saat ini penjualan bajakah marak di medsos seperti FB dan instagram. Tak ketinggalan di sejumlah situs belanja online besar para penjual menawarkan kayu bajakah dengan harga bervariasi dari puluhan ribu rupiah hingga Rp 1 juta lebih. Maraknya penjualan bajakah ini lantaran banyaknya permintaan akan pohon ‘ajaib’ ini. Masyarakat agaknya tidak mau peduli bahwa hasil penelitian yang diungkap oleh para siswa SMAN 2 Palangkaraya ini masih bersifat sangat awal. Perjalanan untuk memastikan bahwa bajakah benar-benar dapat mengobati kanker, masih panjang, karena masih harus melalui serangkaian penelitian dan percobaan. Hal lainnya yang juga harus diketahui masyarakat bahwa bajakah memiliki ratusan jenis dan tidak semuanya bisa digunakan sebagai obat. Malah ada juga bajakah dengan mengandung racun yang berbahaya. Peringatan ini perlu disampaikan karena dikhawatirkan, masyarakat asal membeli bajakah dan mengonsumsinya. “Saat ini ada 200 jenis bajakah,

METROPOLITAN

Jangan Sembarangan Konsumsi Bajakah di antara itu ada yang tidak bisa dikonsumsi karena mengandung racun yang berbahaya bagi manusia. Jadi masyarakat harus waspada hal ini,” tegas Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri. Dia juga menyebutkan, pihak Pemda juga melarang peredaran dan pengiriman kayu bajakah ke luar daerah, kecuali untuk kepentingan riset oleh lembaga yang dipercaya Pemda Kalteng. Dalam literatur peneliti David Su yang berjudul ‘Indigeneous People of Central Kalimantan’ diungkapkan, bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Dayak Maanyan disebut ‘wakai’, yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama ‘bajakah’ bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran. Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Berdasarkan informasi, ada banyak jenis bajakah dengan manfaatnya masing-masing. Seperti ada bajakah yang bermanfaat untuk penyakit kulit, shampoo, sabun mandi, dll. Ada juga bajakah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya. Karena itu, disebutkan, hanya penduduk pedalaman Dayak lah yang tahu mana bajakah yang berkhasiat mengobati kanker payudara. Informasi ini juga sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membeli dan mengonsumsi bajakah sembarangan. Karena belum tentu yang dijual itu adalah bajakah yang telah diteliti oleh para siswa SMAN 2 Palangkaraya itu. (Diana Runtu)

bajakah yang tumbuh merambat--video raffiahmadnagita slavina.

13

tanaman bajakah di hutan--foto kukar id.

Lindungi Karya Intelektual dengan Paten

Gub Kalteng Sugianto Sabran bersama ketiga siswa SMAN 2 Palangkaraya peneliti bajakah untuk kanker payudara--foto humas Pemda Kalteng.

Anggina dan Aysa, adalah peraih medali emas kompetisi WICO yang digelar 25-27 Juli di Seoul, Korea Selatan. Lewat hasil penelitian ‘Tanaman Bajakah Tunggal untuk Pengobatan Kanker Payudara’, keduanya berhasil menyisihkan hasil penelitian para peserta dari 22 negara. Setelah kemenangan itu dan beritanya menjadi sangat viral, ketiganya, baik Anggina Rafitri, Aysa Aurealya Maharani dan Yasid, siswa yang memberi gagasan untuk meneliti khasiat akar tunggal bajakah sebagai obat kanker payudara, diundang berbagai kalangan. Selain mempresentasikan penemuannya juga menerima hadiah. Salah satunya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka diundang untuk menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 lalu sekaligus menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. “Kita memberikan penghargaan kepada anak-anak yang sangat kreatif dan menggali potensi lokal sehingga melambung ke tingkat internasional dari sebuah kekayaan dan kearifan lokal. Ini pelajaran yang menarik bahwa Indonesia sangat kaya raya dengan potensi berbagai macam sumber daya,” ujar Mahadjir Effendy kepada wartawan. Hasil penelitian ini sangat bernilai untuk bisa ditindak lanjuti menjadi sebuah produk. Atas prestasinya, Kemendikbud memberi ketiga siswa ini selain hadiah laptop juga menerima beasiswa pendidikan . Sebelumnya, mereka juga telah menerima hadiah dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berupa uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta. Hasil penemuan yang menggegerkan ini diminta berbagai

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya peneliti bajakah untuk kanker payudara--foto humas kemendikbud.tif

pihak agar segera dipatenkan untuk menghindari adanya pihak lain yang mengklain temuan tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang memerintahkan Sekda Kalteng dan Kadis Kesehatan memfasilitasi pengurusan paten atas penelitian tersebut. Menurut Gubernur pengurusan paten ini penting guna melindungi penemuan luar biasa itu. “Temuan ini sangat penting bukan hanya untuk orang Kalteng tapi juga Indonesia bahkan dunia. Jangan sampai hasil karya intelektual ini justru diaku oleh pihak lain, apalagi oleh negara lain. Kita harus lindungi ini,” tegas Sugianto sebagaimana dikutip dari laman portal resmi Pemda Kalimantan Tengah. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir juga berpendapat demikian. Selain menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan ketiga siswa SMAN Palangkaraya itu, dia juga menyatakan akan membantu mempatenkan hasil penelitian mereka. “Kami akan memfasilitasi bagaimana memberikan paten kepada hasil penemuan tersebut. Ini yang penting,” ucap Nasir. Selain itu, para siswa itu akan difasilitasi melakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium Universitas Palangkaraya. Nantinya penelitian itu dimasukkan ke dalam penelitian masyarakat karena keduanya bukan dari perguruan tinggi melainkan masih berstatus siswa. Apa yang disampaikan Nasir ini sesuai dengan harapan Anggina yang ingin diberi kesempatan mengembangkan hasil penelitian mereka lebih lanjut. “Penelitian kami kan baru tahap awal, kami ingin bisa meneliti lebih lanjut,” ungkap Anggina yang meraih Best Young Inventor dalam Youth National Science Fair 2019 baru-baru ini. (Diana Runtu)


SUDUT PANDANG

14 Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Buleleng terpilih periode 20191024 hasil Pemilihan legislatif 17 April 2019 resmi di lantik di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (15/8). Sebagian besar para anggota DPRD Buleleng merupakan wajah lama yang terpilih kembali dipercaya untuk menduduki kursi DPRD Buleleng yakni 32 orang, dan sisanya 13 orang merupakan pendatang baru dari berbagai partai.

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Utamakan Pencegahan

Pihaknya akan terus mengawal pembentukan perda perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan hingga dapat

Ikuti Perkembangan Zaman Ode-nant Perkenalkan ROLO Tahun ini Ode-nant Textile menginjak usia ke-6. Acara yang sudah dinantikan para koordinator dan member Ode-nant dihelat Minggu (25/8) di Mutiara Ballroom, Hotel Nikki Denpasar. Ditemui di tokonya yang berlokasi di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, Kamis (22/8) owner Ode-nant Cok Mirah, S. E., M.A.P. mengatakan undangan yang terjual 650, dan 100 diantaranya adalah undangan dari luar Bali, yang tak lain adalah member Ode-nant. Dalam HUT ke-6 Ode-nant Textile ini, Bu Cok-demikian ia karib disapa menekankan bahwa Ode-nant selalu mengikuti perkembangan zaman. “Karena sekarang ini zamannya online, maka kami juga merambahnya dengan mengenalkan dan menggencarkan ROLO, “ ucapnya. Ia mengharapkan semua yang sudah menjadi keluarga Ode-nant akan mendapatkan manfaat lebih dengan bergabung sebagai Resseller On Line Ode-nant (ROLO). “Mereka akan mendapatkan keuntungan, seperti harga beli yang spesial, mereka bisa menentukan harga sendiri, bisa dropship, dan juga bisa dikerjakan dimana saja. Itu yang kami harapkan dengan adanya ROLO ini, “ jelasnya. Di ROLO ini diakui Bu Cok memang lebih banyak menyasar anak-anak muda dan ibu-ibu muda. Singkatnya, Ode-nant merambah semua jalur distribusi, sesuai dengan misinya, melakukan inovasi dalam hal sistem, produk, dan SDM. Yang tak disangkal, ini pulalah yang membuat Ode-nant berbeda dengan toko lainnya. Selain, dalam melangkah Ode-nant selalu berpegang teguh dengan misinya: menjadi suatu perusahaan yang bisa memberikan peluang kepada member atau koordinator yang bergabung untuk memperoleh penghasilan yang setinggi-tingginya, dengan risiko yang sangat minimal, selalu mengindahkan etika bisnis, serta penuh kasih sayang. Berlandaskan visi-misi tersebut, Bu Cok selalu energik dan bersemangat menggelar berbagai acara yang selalu disambut antusias para member/ koordinator Ode-nant. “Yang jelas, kedepannya acara Semarak Ode-nant dan HUT Ode-nant akan dijadikan satu acara, yang pastinya lebih heboh,” ucapnya bersemangat.

Cok Mirah

terealisasikan. Bahkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama anggota yang lain, Rani juga mengusulkan untuk memberlakukan jam anak dan menjadikan Buleleng kota ramah anak untuk meminimalisir tindak kekerasan terhadap anak. “Kami lebih mengutamakan terhadap hal-hal yang bersifat pencegahan,” jelasnya. Selain melanjutkan program di periode pertama, untuk periode kedua kali ini Rani juga akan lebih fokus terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil Me-

nengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng. Menurut perempuan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Buleleng ini potensi yang dimiliki oleh masyarakat Buleleng sangat besar dalam dunia usaha. Bekerjasa dengan HIPMI Kabupaten Buleleng, pihaknya akan memfasilitasi para pelaku UMKM dalam hal pemasaran dan permodalan. Kedua hal ini biasanya menjadi kendala dalam pengembangan usaha. “Saya dan organisasi yang saya ikuti saat ini sudah berkoordinasi dengan salah satu bank untuk memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada pelakupelaku UMKM,” jelasnya. Sesuai dengan cita-cita bangsa yaitu menciptakan sumber daya manusia unggul maka pihaknya juga akan menyisir pelaku UMKM yang ada di desa. Sasaran tersebut untuk membentuk masyarakat desa yang unggul dan mampu bersaing dengan pelaku-pelaku UMKM yang lain. “Biasanya ibu-ibu di desa itu minim informasi sehingga tugas kami untuk mendampingi dan memberikan informasi untuk pengembangan usaha mereka,” imbuhnya. Sebagai satu-satunya srikandi partai

Sosialita

3

Seminar, Kerja sama, dan Kunjungan

Luh Hesti Ranitasari

S

alah satu wajah lama yang kembali dipercaya duduk di kursi DPRD adalah Luh Hesti Ranitasari. Di periode keduanya ini, Rani sapaan akrabnya mengatakan akan melanjutkan program-program yang ada di periode pertama yakni fokus terhadap pemberdayaan perempuan, penangangan masalah anak dan perempuan serta bidang kesehatan. “Sebagai seorang perempuan tentu hal-hal yang berkaitan dengan perempuan adalah program yang menjadi fokus utama ke depan,” jelasnya.

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Jaga Eksistensi FHIS Undiknas Denpasar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiknas Denpasar sukses melaksanakan berbagai kegiatan demi mengembangkan kemampuan para mahasiswa. Mulai dari Kuliah Umum, dengan tema “Sharing Experience by Otto Hasibuan”, hingga “Character Building for Officium Nobile,” Minggu (28/4) di Auditorium Dwi Tunggal Undiknas Denpasar.

Luh Hesti Ranitasari.

Demokrat di Kabupaten yang lolos, Rani menjadi salah satu srikandi politik yang mewarnai komposisi kursi DPRD Kabupaten Buleleng. Ia pun menghimbau kepada perempuan-perempuan membuka diri terhadap politik, sebab politik tidak hanya diidentikan dengan pria melainkan perempuan juga memiliki hak yang sama di bidang tersebut. “Cita-cita saya nanti dari 45 anggota dewan setengahnya adalah perempuan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

dan content creator harus cerdas dan bijaksana dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui konten yang dikemas. Sementara Program Studi Ilmu Administrasi Negara Undiknas melakukan kerjasama dengan anggota asosiasi IAPA (Indonesian Association for Public Administration) dan AGPA (Asian Group for Public Administration) pada ( 27 & 29/6), terkait persiapan kegiatan Annual Conference pada November mendatang. Kegiatan ini, didukung penuh Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Annual Conference kali ini bertemakan “Strengthening The Role of Public Administration Kegiatan IAPA. in the Global Changing Society: enurut Dekan FHIS ulang tahun Program Studi Ilmu Public Sector Reform & Digital Undiknas Dr. Ni Komunikasi yakni ‘Communication Transformation in Asia”. Program ini bertujuan mengevaluasi Nyoman Juwita Breeze’ (Combreeze performa pejabat publik Arsawati, S.H., #3), diselenggarakan di kawasan Asia. M.Hum., narasumber kuliah umum Seminar Nasional Peserta Annual tersebut , Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., mengusung tema C o n f e r ence M.M., adalah seorang advokat ternama “Bold Speaker a d a l a h Indonesia bahkan internasional. Ia telah For Gold akademisi, menangani banyak kasus, termasuk M i l l e n i a l s mahasiswa dari kasus kopi Vietnam campur sianida Era”, di mancanegara (kasus Mirna). Auditorium baik Asia, Kuliah umum bertujuan membuka Dwi Tunggal Amerika, dan wawasan mahasiswa dan masyarakat U n d i k n a s Eropa. umum mengenai profesi advokat D e n p a s a r , Selain itu, beserta serba-serbi didalamnya. Acara Kamis( 30/5). prestasi pun diraih ini juga dihadiri Ketua DPC Peradi Seminar ini Maria Helena Yesenia Seminar Combrezee. Denpasar I Nyoman Budi Adnyana, menarik, sebab Jimmy, salah satu mahasiswa S.H., M.H., CLA., CPL, para dosen, narasumbernya kakak mahasiswa, media dan tamu undangan –beradik, youtuber dan content terbaik FHIS Undiknas, Program dari universitas di Bali. creator andal nasional, Jovial Da Studi Ilmu Administrasi Negara Masih dalam rangka memberikan Lopez dan Andovi Da Lopez, yang berhasil terpilih sebagai Duta Muda motivasi dan pengetahuan pada tergabung dalam Skinny Indonesia 24. 70 Tahun Indonesia- USA. Acara ini mahasiswa, serangkaian perayaan Dipaparkan bahwa menjadi youtuber diselenggarakan Kementerian Luar

Seminar Otto Hasibuan.

M

Kegiatan Indonesia-USA.

Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), pada Juni 2019. Nia berhasil berkerja keras, ia lolos seleksi dari 650 pelamar (applicants) menjadi 60 orang. Kemudian saat Final dipilih 20 anak Indonesia terbaik, dari kampuskampus bergengsi di Indonesia, salah

satunya Nia. Kegiatan ini, menguatkan hubungan antar para pemimpin muda Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Kegiatan ini juga menjaring bibit unggul yang bisa dikirim pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk melakukan kunjungan singkat ke Amerika Serikat. - ard

Gerakan Peduli dan Tri Dharma Perguruan Tinggi FHIS Undiknas melalui Program Studi Ilmu Komunikasi akan menyelenggarakan International Communication Assosiation (ICA) Regional Conference 2019, bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) pada Oktober mendatang. Acara ini berupa call for paper, conference, site tour . Juga ada pre-conference yang diadakan di Undiknas dalam bentuk acara kebudayaan, dikemas secara akademik dan non-akademik. Yang istimewa adalah narasumbernya didatangkan dari universitas ternama di luar negeri, seperti Prof. Terry Flew dari Queensland University of Technology Australia; Prof. Ang Peng Hwa dari Nanyang Technological University Singapore; Prof. Peter R. Monge dari University of Southern California United States of America; Prof. Janet Fulk dari University of Southern California United States of America; dan Prof. Dr. Phil. Martin Loffelhilz dari Technische Universitat Ilmenau Germany. Selanjutnya , juga dilakukan sinergitas dan kerjasama program tiga Kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI,

ICA Aspikom.

Kegiatan 1 Juta Tumbler Kominfo.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI(Kemkominfo RI), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan satu juta thumbler yang juga didukung Pemerintah Kota Denpasar, Undiknas Denpasar, Perdiknas Denpasar, BKOW Provinsi Bali, GK Ladies, dan APHI ini menjadi kegiatan mengedukasi masyarakat mengenai

Kunjungan ke Univ Diponegoro.

pentingnya membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Juga generasi muda, tentang pentingnya membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta mempersiapkan generasi milenia agar siap menjadi generasi bijak plastik. Kegiatan bertema “Gerakan Indonesia Bersih Satu Juta Thumbler: Generasi Bijak Plastik” diikuti lebih dari 500 orang, diselenggarakan di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kota Denpasar, Kamis, (1/8). Pembukaan acara diawali ‘Senam Janger Emas Perdiknas’, dilanjutkan laporan ketua panitia, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kegiatan ini juga diisi sesi talk show dengan menghadirkan Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, S.E., M.Si., Direktur Komunikasi dan Informasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen IKP, Septriana Tangkary, S.E., M.M., Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Suko Wardono, A.Pi., M.Si., Kepala Direktur RRI Denpasar, Sophia Endang Widowati, Ketua Umum GK Ladies, Lana T., Koentjoro, S.H., Kepala Program Studi Ilmu Hukum FHIS,Undiknas Denpasar, Dr. I Made Wirya Darma, S.H., M.H. Kegiatan berikutnya yang dilakukan FHIS Undiknas adalah kunjungan terkait inisiasi penjajagan MoU pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi ke FH UNDIP Semarang yang dipimpin langsung Dekan FHIS Undiknas, Dr. Ni Nym Juwita Arsawati, S.H., M.Hum., dan diterima langsung Dekan FH Undip Semarang Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum, beserta jajarannya, Jumat, (9/8). Respons positif diberikan FH Undip Semarang, untuk segera melakukan penandatangan MoU, sehingga dapat diinisiasi melanjutkan kerjasama di tingkat universitas. Kerjasama ini, yang kedua kalinya dilakukan FHIS Undiknas dengan PTN, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan MoU dengan FH Universitas Brawijaya Malang. --ard


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (9)

Subuh buta pintu Amat digedor. Dengan terkejut Amat melonjak bangun. Putu Wijaya Karena gedoran itu terdengar seperti kurang bersahabat, terhuyung Amat menarik kursi ke dekat almari. Lalu berdiri di atas kursi meraba-raba mencari di atas almari. “Cari apa, Pak?” Gedebuk! Amat jatuh karena kaget. Bu Amat bangun. “Cari apa? Pagi-pagi sudah grasa-grusu kayak kucing!” “Senjatanya mana?” “Senjata apa?” “Pedang jepang itu.”

“Untuk apa?” “Ada musuh!” “Musuh? Bapak ini sukanya ngelindur sekarang!” Pintu digedor lagi. “Itu dengar? Kalau tamu tidak akan berani galak begitu ngetok rumah orang! Mana senjata, Bu, cepat!” Bu Amat kesal lalu berbaring lagi. “Begini kalau sudah kebanyakan dibuntutin hoax!” Pintu digedor lagi. “Bu! Mana samurainya?!” “Pakai saja samurai Bapak sendiri!” Pintu kembali digedor. “Buuu, ini serius! Mana samurainya!” “Kan belum dikembalikan, dipinjam untuk main drama gong!”

“Aduh! Senjata untuk pertahanan kok dipakai main drama gong?!” “Pakai gagang sapu saja!” Digedor lagi. Sambil menggerutu Amat meraih parang yang menggeletak di bawah tempat tidur. Bu Amat kontan protes tanpa melihat. “Jangan pakai Itu, Pak. Nanti bacok orang bisa mati. Mau dikembalikan lagi, besok!” Gedoran lagi. “Bu!” “Saya sudah tidur!” Amat panik. Asal ambil saja ia meraih palu dari dalam laci meja. Bu Amat langsung teriak. “Jangan pakai palu!” Tapi Amat sudah keluar kamar. Ia mencoba mengintip tapi digertak dari luar. “Pak Amat!”

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Ternyata Pak Made. Amat cepat membuka pintu. “Pak Amat, gawat!” Sambil menyembunyikan palu di belakang badannya, Amat menyapa “Lho kenapa, Pak Made?” “Istri saya, jadi kena DB!” “Oya? Masa?” “Itu sudah di mobil sekarang!” Pak Made menunjuk mobil Innova yang mengeram di depan rumahnya. Amat mencoba ikut sedih. “Mau dibawa ke rumah sakit Pak Made?” “Ya, sekarang!” “Kenapa tidak pakai ambulans?” “Pak Amat...” “Kalau RS nya ditelepon pasti dikirim ambulans, Pak.” “Ini mau dibawa ke Jakarta!” “Lho kenapa, nanti..?” “Pak Amat, saya tidak banyak waktu. Amplop yang saya beri semalam itu, salah. Itu amplop

pimpinan daerah untuk saya pribadi. Kan bisa lihat sendiri amplopnya kan amplop partai. Mana?” Pak Made mengulurkan tangan meminta amplop. Amat gugup. Tak tersangka-sangka palu yang ia sembunyiksan di belakang punggungnya diambil. Amat kaget. Tapi lalu muncul Bu Amat mengulurkan amplop. “Selamat pagi Pak Made, untung belum saya buka.” Amat tersirap. Pak Made menerima amplop dan cepat mau pergi. Bu Amat menegur. “Tidak dihitung dulu, Pak Made?!” Pak Made heran. “Tapi ini belum dibuka, kan?” “Belum! Itu masih dilem Pak Made!” “Makanya, untuk apa diperiksa?” Amat nyeletuk. “Siapa tahu, isinya lebih, Pak Made!”

Memaknai Proses Komunikasi Kita sebagai makhluk sosial tak pernah luput dari kegiatan berkomunikasi. Mengenai pengertian atau definisi komunikasi tidak begitu sulit kita menemukannya asalkan unsur atau komponen komunikasi itu sudah ada pada genggaman kita. Komponen atau unsur komunikasi itu sekurangkurangnya ada tiga yaitu pihak yang menyampaikan sesuatu (pikiran, perasaan, pernyataan, dan lain-lain), kemudian ada pihak kedua yang menerima sesuatu yang disampaikan pihak pertama, dan komponen yang ketiga adalah “sesuatu” yang lazim disebut dengan pesan atau informasi. Pihak pertama si penyampai pesan biasa disebut komunikator sedangkan yang dituju atau pihak yang menerima pesan disebut komunikan. Dikatakan sekurang-kurangnya harus ada tiga komponen karena di samping itu masih bisa ditambahkan misalnya komponen alat atau media yang digunakan, dan tujuan yang diinginkan orang itu didalam berkomunikasi. Jenis komunikasi pada dasarnya meliputi tiga macam, yaitu; komunikasi antar perorangan atau antar persona, komunikasi kelompok (baik kelompok kecil maupun kelompok besar), dan komunikasi massa. Dalam Pemilu ataupun Pilpres misalnya, ketiga jenis komunikasi ini selalu tampak sekalipun di antara kita ada yang menyadari atau sebaliknya kurang menyadari bahwa jenis-jenis komunikasi itu terbangun dalam pesta demokrasi lima tahunan.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ketika seseorang bertanya kepada temannya “kapan tanggal penyoblosan ?” secara tidak langsung kedua orang itu sudah terlibat percakapan atau berkomunikasi pada jenis komunikasi antar persona atau antar pribadi. Tatkala anggota KPPS (Kelompok Petugas Pemungutan Suara) berbicara/ mengadakan sosialisasi di hadapan “krama banjar” tertentu, itu sama saja telah berkomunikasi secara kelompok, kecil atau besar tergantung jumlah mereka yang diundang. Dan, apabila komisioner KPU memberikan informasi tentang persiapan Pemilu lewat media semacam surat kabar, radio, dan televisi, maka sejatinya yang bersangkutan telah melakukan komunikasi massa. Integrasi Sosial Pada umumnya komunikator lebih percaya jika jenis komunikasi yang dilakukan dapat bersifat langsung (face to face) karena jika terjadi sesuatu yang kurang dimengerti oleh pihak komunikan atau pendengar segera dapat dilakukan tanya jawab. Misalnya, jika menyoblos tanda gambar dua kali apa dibolehkan, tanya seorang peserta. Pertanyaan ini lalu segera dijawab oleh penceramah (komunikator) dengan jawaban bla bla ... dan seterusnya. Beda halnya jika orang hanya mendengar informasi Pemilu yang disiarkan oleh radio, begitu ada sesuatu yang kurang dipahami, jelas yang bersangkutan akan mengalami kebuntuan. Ke mana

secara institusional kepada oknumoknum orang-perorang. Para ahli komunikasi-sosial umumnya berpendapat bahwa arah dan tujuan akhir komunikasi yang dilancarkannya adalah terbinanya integrasi sosial secara utuh. Jika masih dijumpai silang pendapat dan silang sengketa di antara mereka maka komunikasi sosial belum bisa dikatakan berjalan secara efektif.

Romi Sudhita

harus bertanya, dan kepada siapa pertanyaan itu disalurkan? Dalam kasus seperti ini komunikasi secara langsung dengan tatap-muka masih tetap dianggap lebih efektif ketimbang komunikasi bermedia (media massa). Dalam ranah keilmuan, ilmu komunikasi, dikenal pula yang namanya Komunikasi Sosial. Komunikasi Sosial jika dicermati secara seksama bahwa komunikasi tersebut pada hakikatnya menyinggung pula komunikasi antar individu dengan individu yang lain, dengan kelompok tertentu, dan dengan masyarakat dalam arti luas. Atau, jika formatnya di balik akan terjadi komunikasi kelompok dengan pribadi-pribadi tertentu, dan atau komunikasi yang dilakukan masyarakat

Sambung Rasa Keberadaan komunikasi sosial, sebagaimana dikemukakan oleh Harmoko, dalam bukunya “Komunikasi Sambung Rasa” (1986) bahwa komunikasi sosial itu tiada lain merupakan faktor penyangga terjadinya komunikasi sambung rasa. Itu artinya, pemahaman terhadap komunikasi sosial sangat penting bagi terjadinya komunikasi sambung rasa di masyarakat. Komunikasi sambung rasa itu seperti apa sih ? Komunikasi sambung rasa berusaha menggelitik hati nurani seseorang yang secara akumulatif akan menggelitik hati nurani masyarakat, untuk menemukan kesesuaian antara realitas yang hidup dalam batinnya dengan realitas yang ada dan sedang berkembang di dalam

masyarakat. Kesesuaian atau yang menurut beberapa ahli komunikasi diberi istilah in-tune-ness, itulah yang menjadi hakikat dari apa yang hendak diciptakan dalam sistem “komunikasi sambung rasa.” Nyambung atau tidak nyambungnya rasa dalam setiap proses komunikasi, akan menentukan apakah proses komunikasi tersebut dapat mendatangkan “kesesuaian” atau akan mendatangkan “konfrontasi.” Kembali ke kasus Pemilu/Pilres, yang dinodai oleh adanya unjuk rasa berujung rusuh pada 21-22 Mei lalu, dalam banyak situasi sebaiknya mengedepankan komunikasi sambung rasa dan sedapat mungkin menjauhi komunikasi maya menggunakan media sosial (Medsos) semisal facebook, twitter, instagram, dan lain-lain. Jenis komunikasi yang disebut terakhir akan lebih rawan dan lebih banyak mendatangkan mudaratnya ketimbang manfaatnya apalagi jika dibumbui oleh berita-berita yang belum pasti benar, menghasut, dan bernada fitnah (hoax). Romi Sudhita Penulis, mantan dosen Komunikasi Pendidikan

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

15

EDISI 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Obat Lelah, Tidur

Punya aktivitas tinggi, Prilly Latuconsina, artis muda yang kariernya tengah berkibar, berupaya menjaga staminanya tetap bugar. Untuk itu dia bertekad menjalani pola hidup sehat, termasuk rajin berolah raga.

N

amun faktanya, memang tidak semudah direncanakan. Aktivitas yang padat bahkan tak jarang di luar jam normal orang bekerja, membuat ia kesulitan menjalankan tekadnya. Betapa tidak kesibukannya di dunia entertain cukup tinggi, mulai dari sinetron, FTV hingga film, dll. Belum lagi ia juga harus memantau dan menjalani rapatrapat terkait sejumlah bisnis yang digelutinya. Tak hanya itu kegiatannya. Ia masih harus membagi waktunya dengan kuliah rutin di London School of Public Relation. Tak heran kalau Prilly kerap merasa kelelahan. Seperti yang terjadi saat syuting film ‘Danur 3’ baru-baru ini. Pemeran Risa dalam ‘Danur 3’ ini drop kesehatannya dan nyaris pingsan. Menurut Prilly, film horor yang masa syutingnya baru saja selesai, dirasakan sangat berat dan menguras energinya. Rasa capai yang amat sangat membuat kesehatannya drop dan nyaris pingsan di lokasi syuting. “Tiba-tiba rasanya lemes banget, kayak mau pingsan,” ungkap Prilly. Tapi, ia menolak dibawa ke rumah sakit dengan alasan khawatir schedule syuting terganggu. Untuk memulihkan kesehatannya, tim produksi pun mendatangkan suster berikut peralatan infus. Begitulah Prilly yang tak mau bermanja-manja ketika sedang bekerja. “Syuting Danur 3 ini beda dengan film-film sebelumnya, mungkin karena tingkat kesulitan adegannya

lebih tinggi dibanding sebelumnya. Syuting yang sekarang terasa berat dan melelahkan. Makanya aku sempat drop karena kecapean dan diinfus di lokasi karena masih harus syuting. Setelah syuting selesai baru ke dokter. Benar-benar perjuangan sekali,” ungkap Prilly seraya bersyukur proses syuting telah selesai dan film ‘Danur 3 Sunyaruri’ ini akan tayang di bioskop pada 26 September 2019. Prilly mengaku memiliki kesan mendalam pada film terbarunya ini. “Proses syuting yang luar biasa melelahkan, jadwalnya sangat padat, waktu tidur terbalik. Benar-benar kurang istirahat. Tapi semuanya tidak sia-sia, hasilnya bagus sekali,” tambah artis yang mulai berkarier di dunia hiburan sejak usia 13 tahun. Prilly mengaku dalam berkerja selalu berusaha total. Dia ingin hasil maksimal meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah. Itu memang merupakan karakternya sejak kecil. “Dari kecil aku seorang yang ambisius, bekerja keras untuk mencapai apa yang aku inginkan. Aku menyukai pekerjaan ini dan berusaha semaksimal mungkin mencapai hasil terbaik,” ucapnya. Kelelahan dalam bekerja, dianggap Prilly sebagai hal yang biasa. Karena itu dia tak suka bermanja-manja. Lihat saja pada syuting Ramadan dua tahun lalu, saking kelelahan, Prilly pun tumbang di lokasi syuting sehingga dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit, bukannya istirahat total, kekasih Maxime Bouttier ini malah melanjutkan syutingnya ketika

kondisinya sudah lebih baik. “Tanggungjawab pekerjaan,” begitu kata Prilly ketika itu. Untuk menjaga stamina, kata Prilly, dia selalu mengonsumsi vitamin dengan teratur juga berolahraga. Kalau kelelahan yang sifat biasa saja, katanya, lebih mudah ‘diobati’. Cukup dengan tidur, tubuhnya akan bugar kembali. Kebetulan, tambahnya, dia bukan orang yang susah tidur. Jadi ketika capai, Prilly bisa tidur dimanapun. Saat bersandar di tembok atau berbaring di lantai pun dia bisa tertidur. “Untungnya aku orangnya cuek banget ya. Kalau udah capek, ya tidur aja dimana pun nggak masalah. Pernah abis ‘take’ adegan 8 jam, habis itu capek banget. Ya udah ‘tepar’ di lantai,” ujar Prilly yang dijuluki ‘Pelor’ alias ‘nempel dikit molor’. Prilly tak keberatan dengan julukan lucu itu lantaran memang begitu adanya. Diakui Prilly berbagai kegiatan yang dijalankan memang memberatkan juga melelahkannya. Tak heran kalau dia rentan terserang flu dan migrain. Itu juga sebabnya, baru-baru ini dia memutuskan untuk berhenti total tampil dalam sinetron stripping. Karena sinetron kejar tayang itu bukan hanya melelahkan tapi juga sangat menyita waktunya. Sementara dia masih harus kuliah. Program kuliah yang dia ambil bukan untuk karyawan melainkan reguler. “Tugas-tugasnya makin lama makin banyak. Bukan cuma teori tapi tugas lapangannya juga banyak. Kalau main sinetron ya kuliah jadi keteteran, makanya lebih baik berhenti dulu. Main film aja. Aku juga harus lebih menahan diri, jangan terlalu di-push,” kata Prilly yang berencana akan mengembangkan kariernya di dunia menyanyi. (Diana Runtu)

Prilly Latuconsina

Minum Suplemen saat Diperlukan

Cuaca yang ekstrim di tengah aktivitas yang padat, membuat tubuh harus cepat menyesuaikan diri. Rasa lelah pun kadang tak bisa dihindari. Apa kiat mengatasi rasa lelah? Menurut dr. I Ketut Widiyasa MPH., kelelahan fisik adalah kelelahan yang ditandai adanya keletihan, kejenuhan, ketegangan otot, perubahan dalam kebiasaan makan dan tidur, serta secara umum tingkat energinya rendah. Menurut definisi lainnya, Suma’mur (2009), kata lelah menunjukkan keadaan tubuh fisik dan mental yang berbeda tetapi semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja. “Terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum,” jelas dokter RS Mata Bali Mandara ini. Kelelahan otot ditandai antara lain oleh tremor atau rasa nyeri yang terdapat pada otot. Kelelahan umum ditunjukkan oleh hilangnya kem-

auan untuk bekerja yang penyebabnya adalah keadaan persarafan sentral atau kondisi psikis-psikologis. Ia menyebutkan, kelelahan fisik dapat disebabkan berbagai faktor seperti gaya hidup, adanya masalah fisik, dan masalah mental. “Faktor gaya hidup yang dapat mengakibatkan anda mudah lelah seperti aktivitas fisik yang berlebih, kurang beraktivitas, kurang tidur, rasa bosan, kelebihan berat badan atau obesitas, menggunakan obat-obatan tertentu, mengonsumsi alkohol secara rutin atau narkotika, tidak memiliki pola makan yang baik dan bergizi,” jelasnya. Sedangkan beberapa masalah dan kondisi medis yang dapat menyebabkan kelelahan adalah anemia, nyeri, penyakit addison’s (kelainan yang mempengaruhi kadar hormon), hipotiroidisme (tiroid underaktif), hipertiroidisme (tiroid overaktif), menderita artritis atau radang sendi, insomnia dan gangguan tidur lainnya.

Selain itu, kata dia, penyebab lain bisa juga, gangguan makan atau autoimun, gagal jantung kongestif, kanker, diabetes, penyakit ginjal atau hati, sedang mengalami infeksi, gejala kelelahan kronis, dan penyakit paru obstruktif kronis (COPD, yang mempersulit pernapasan). Ia mengatakan, masalah kesehatan mental juga dapat memicu kelelahan misalnya orang yang mengalami kegelisahan serta depresi dapat mengalami kelelahan sebagai gejala dari kondisi tersebut. Dokter Widiyasa menyarankan, kiat pertama mengatasi kelelahan adalah, kenali penyebabnya. Selanjutnya adalah atasi penyebabnya. Jika membutuhkan pertolongan medis, segeralah pergi ke dokter Anda. Menurutnya, untuk mengatasi kelelahan, tidak ada obat yang spesifik. “Obat suplemen atau vitamin diperlukan jika kelelahan yang disebabkan gangguan asupan vitamin karena

dr. I Ketut Widiyasa MPH

gangguan makan misalnya,” ujarnya memberinya contoh. Jadi, yang paling penting adalah, kenali penyebabnya dan obat digunakan spesifik untuk mengatasi penyebab kelelahan tersebut.

Ia menambahkan, suplemen berarti asupan pengganti. Kapan diperlukan? “Saat kita merasa memang ada yang kurang dari asupan makanan kita. Jika kita telah yakin asupan makanan kita telah mencukupi kebutuhan tubuh, tentu kita tidak perlu lagi menambahkan suplemen apapun,” ujar dr. Widiyasa. Berdasarkan penelitian dari The EU-funded EURRECA project, disebutkan bahwa asupan yang kurang dalam makanan adalah vitamin C, vitamin D, asam folat, kalsium, selenium, dan iodium. Namun, ini tentu akan sangat berbeda antara satu negara dan negara lainnya dan juga akan berbeda dari kelompok usia dan kondisi pasien. Misalnya pada penduduk di atas usia 50 tahun, suplemen yang dapat diberikan adalah Vitamin D, Vitamin B12, dan asam folate sedangkan pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun memerlukan suplemen seperti Vitamin A, vitamin C, vitamin D. (Wirati Astiti).


16

Edisi 1046/ 26 AGUSTUS - 8 SEPTEMBER 2019

Aneka Kemeriahan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI

Gerak Jalan Kocak Kreatif

Untuk kedua kalinya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar lomba gerak jalan Kocak Kreatif dalam rangka memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI. Kembalinya gerak jalan kategori Kocak dan Kreatif digelar karena makin meningkatnya animo masyarakat baik penonton maupun peserta. Sebelumnya, KONI Buleleng telah lebih dahulu menggelar gerak jalan 8 km, 17 km dan 45 km.

G

erak jalan yang diikuti oleh 18 regu dengan masing-masing regu terdiri atas 17 regu ini mengambil start di depan air mancur Taman Kota Singaraja. Masing-masing regu akan menempuh jarak sekitar 2,1 km, dengan menempuh rute Jalan Ngurah Rai menuju Jalan Pramuka dan beratraksi di depan Gedung Pramuka Buleleng. Setelah Itu peserta melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga dan sebelum memasuki garis finish di Eks Pelabuhan Buleleng para peserta kembali akan melaksanakan atraksi untuk menghibur masyarakat Buleleng yang hadir.

Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, lomba gerak jalan ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke74 Proklamasi Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Pemerintah Kabupaten Buleleng. “Banyak sekali masyarakat Buleleng yang berbondong datang untuk menyaksikan gerak jalan Kocak Kreatif ini,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. Sekda Puspaka mengaku bangga dan mengapresiasi inovasi serta kreativitas panitia lomba gerak jalan ini. Bahkan pihaknya berharap dapat membuka ruang seluas-luasnya untuk menyalurkan kreativitas masyarakat Buleleng.

”Saya berharap kepada dewan juri agar memberikan penilaian yang objektif, sehingga tidak menimbulkan rasa kurang puas peserta yang tidak memperoleh juara,” tegasnya. Sementara itu, Ketua KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana menjelaskan Lomba Gerak Jalan Kocak dan kreatif

merupakan salah satu upaya KONI untuk memberikan hiburan bagi warga masyarakat. Selain sebagai hiburan, gerak jalan Kocak dan Kreatif ini juga sebagai wadah kreativitas masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral dengan cara yang berbeda. “Pada setiap atraksi selain hiburan, secara tersirat mereka juga menyisipkan pesan-pesan moral kepada masyarakat seperti jauhi narkoba, kurangi penggunaan plastik dan hindari KDRT,” ungkap

Widnyana. Pihaknya juga mengapresiasi peserta gerak jalan yang sangat antusias dari berbagai elemen dan kalangan masyarakat. Peserta gerak jalan Kocak dan Kreatif ini diikuti oleh berbagai komponen masyarakat di antaranya kumpulan purnawirawan, anak-anak penyandang disabilitas, Organisasi Perangkat Daerah, Sekaa Teruna, dan anak-anak dari berbagai sekolah di Buleleng. (Wiwin Meliana)

Food Truck Sajikan Nasi Rakjat’45

Upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 yang dilaksanakan di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha dilanjutkan dengan aneka lomba untuk memeriahkan perayaan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI

Dalam rangka merayakan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, Aston Denpasar Hotel & Convention Center menawarkan menu spesial. Untuk menunjukkan rasa cinta dan bangga akan Indonesia sekaligus untuk mengenalkan kembali dan juga mempromosikan masakan khas Indonesia, Aston Denpasar mempersembahkan promonya di Jempiring Restaurant. “Dengan konsep Food Truck, kami menawarkan Nasi Rakjat ’45, yaitu nasi campur yang terdiri dari nasi merah putih yang terbuat dari nasi merah dan ketela putih dengan berbagai lauk pauk seperti sambal goreng ati, rendang sapi, telur balado, dan satai sempol ayam. Satai ini akan disajikan melalui live cooking. Menu yang kami tawarkan ini sangat terjangkau per porsinya, yaitu hanya Rp 25.000,” ungkap Ady Suardi, Restaurant & Banquet Manajer di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Makanan Indonesia adalah salah satu masakan yang bervariasi dan penuh warna di dunia, rasa rempahnya yang melimpah menjadi ciri khas sendiri. “Momen seperti ini adalah yang tepat untuk mencicipi masakan khas Indonesia sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai tuan rumah acara nasional ini sekaligus untuk menghormati Hari Kemerdekaan Indonesia, kami berharap kami bisa menyebarkan kekayaan dan ragam kuliner Indonesia,” imbuh Winston Hanes, Director of Operations-Archipelago International. Food truck ini tersedia sampai 31 Agustus 2019 dari pukul 11.00-21.00. (Ngurah Budi)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh-1046 by e-Paper KMB - Issuu