Skip to main content

Tokoh 1041

Page 1

16

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Gubernur Koster Ajukan Raperda Restrukturisasi OPD

Gubernur Koster menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali ke-12 di Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap semua fraksi di DPRD Bali atas disetujuinya Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018. Hal itu disampaikannya Gubernur Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali ke-12 di Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (17/7). “Saya menyampaikan terima kasih kepada Dewan yang telah melaksanakan fungsinya dengan baik, dengan tekun dan seksama serta penuh rasa tanggung jawab. Keputusan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama DPRD Provinsi Bali,” kata Gubernur Koster. Gubernur Koster menambahkan, dengan telah disetujuinya Raperda

ini, sesuai amanat Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, selanjutnya Perda ini akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sehingga Raperda ini dapat segera disahkan. Kemudian lanjut Gubernur Ko ster, dalam implementasinya dapat menjadi kebijakan terintegrasi dengan kebijakan lainnya, dalam mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Pada kesempatan ini Gubernur Koster juga menyampaikan akan mengajukan Raperda mengenai Restrukturisasi Organisasi Perangkat

Daerah (OPD). Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan akan menciutkan 49 OPD menjadi 40 OPD. “Jumlah yang cukup moderat, sebenarnya bisa lebih progresif, tapi harus memikirkan dari sisi yang lain sehingga tidak bisa drastis dilakukan perampingan,” jelas Ketua PDI Perjuangan Provinsi Bali. Gubernur mengatakan dari 49 OPD rencananya akan akan dirampingkan menjadi 38 OPD dengan ditambah dua OPD baru hingga berjumlah menjadi 40 OPD. Dua OPD baru tersebut adalah OPD yang menangani Desa Adat dan OPD Badan Riset dan Inovasi Daerah yang akan membuat Bappeda Litbang kembali hanya menjadi Bappeda saja. (ast)

Shortcut Mengwitani-Singaraja Dikebut

Ground Breaking ditandai dengan penekanan tombol dan sirine oleh Gubernur Koster yang didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa proses pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja merupakan program prioritas infrastruktur terintegrasi di bawah masa kepemimpinannya.

“Prioritas kita membangun infrastruktur yang terintegrasi, darat laut maupun udara. Semua harus saling mendukung,” tegas Gubernur Koster di acara Ground Breaking Shortcut Mengwitani-Singaraja Km 47+800

(SC4) yang berlokasi di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan pada Kamis (18/7) pagi. Gubernur Koster menjelaskan, setelah menyelesaikan titik 3-6 yang dijadwalkan rampung akhir tahun 2019, proyek yang dikerjakan dengan dana patungan Pemprov dan pemerintah pusat ini akan terus dikebut hingga keseluruhan bisa rampung di tahun 2021. “Harus selesai, karena kita sudah dapat komitmen dari Pak Menteri PU dan akan saya kawal terus,” kata Gubernur Koster. Sedangkan terkait untuk pembebasan lahan, Gubernur Koster memastikan akan tuntas dalam waktu dekat ini “Masalah pembebasan lahan tahun ini harus selesai hingga tahun depan, tinggal pembangunan fisik saja yang dikebut,” ujarnya. Ia kembali mengingatkan agar pembebasan lahan jangan sampai menimbulkan ketidakpuasan dari warga terdampak yang terkena lahan pembebasan pembangunan shortcut Mengwitani-

Singaraja. “Proyek shortcut ini secara umum mendapatkan apresiasi dari masyarakat, yang lahannya dibebaskan kita perlakukan dengan baik,kita ganti tanahnya dengan harga pantas, dan bahkan ada yang kita buatkan rumah baru lengkap dengan sanggah-nya,” jelasnya. Untuk pembebasan lahan, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 230 miliar ditambah dana dari APBD Perubahan. Selanjutnya dengan tuntasnya pembangunan ini, nantinya tak hanya mempersingkat jarak tempuh MengwitaniBuleleng, tapi juga meningkatkan kenyamanan berkendaraan. “Lebih jauh lagi akan menciptakan titik perekonomian baru, bisa restoran, hotel yang ujungnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” sebutnya. Selain itu, Gubernur Koster juga tak menampik terkait pembangunan shortcut lain untuk memperlancar integrasi infrastruktur. “Jadi untuk Bandara Bali Utara, sabar dulu. Kita sempurnakan

jalan pendukungnya, agar semuanya tertata dan terencana,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional(BBPJN ) VIII I Ketut Darma Wahana mengungkapkan, hingga saat ini progres pembangunan titik 5-6 telah rampung 60 persen. “Sedangkan titik 3 telah rampung 30 persen, dan titik 4 sudah jalan 30 persen,” katanya. Menurut Wahana, titik 3-4 akan mempersingkat waktu tempuh 5 menit dengan memperpendek panjang jarak 800 meter. “Walaupun sedikit tapi jauh lebih nyamam karena dari 15 tikungan tinggal 5, juga jauh lebih landai dengan kemiringan 6 derajat,” jelasnya. “Terimakasih untuk Pemkab Tabanan, desa adat dan warga yang turut membantu lancarnya pembangunan,” ucapnya. Acara Ground Breaking sendiri ditandai dengan penekanan tombol dan sirine oleh Gubernur Koster yang didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti. Dilanjutkan dengan peninjauan singkat ke lokasi proyek. (ast)

Sekda Dewa Indra Tekankan Penataan OPD untuk Akselerasi Program-Program Prioritas Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan perampingan atau penataan OPD Pemprov Bali yang dicetuskan Gubernur Wayan Koster sejalan dengan keinginan untuk mengakselerasi lima program prioritas yang sudah tertuang dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. “Bapak Gubernur mempunyai lima bidang prioritas, tentu Beliau ingin meningkatkan akselerasi pada prioritas tersebut. Untuk bisa melakukan akselerasi, perlu penataan kembali kelembagaan supaya bisa lebih fokus. Kebetulan pada saat yang bersamaan Biro Organisasi juga sudah melakukan kajian terhadap Perda Perangkat Daerah, jadi bertemu dengan tujuan akselerasi dari Bapak Gubernur,” kata Dewa Indra di hada-

pan awak media di Ruang Tamu Sekda Provinsi Bali, Rabu (17/7). Perampingan ini juga menurut Pria asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini merupakan implementasi dari perda mengenai perangkat daerah juga sudah berusia lebih dari dua tahun sehingga bisa dievaluasi. Dengan penataan OPD Pemprov Bali, disebut Dewa Indra, sekaligus menjadi strategi untuk efisiensi dan efektivitas anggaran sehingga dapat diarahkan untuk lima program prioritas. “Setelah mengkaji dari sisi beban kerja dan kemiripan fungsinya, untuk perampingan beberapa OPD itu, maka beberapa dinas akan digabungkan dan biro di Sekretariat Daerah akan dikurangi dari sembilan menjadi enam,” Jelasnya lagi. OPD yang rencananya akan digabung

yakni Dinas Sosial digabung dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dijadikan satu dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperasi dan UKM digabungkan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Selanjutnya Dinas Kependudukan Catatan Sipil digabung dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup digabung dengan Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum digabung dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Dinas Pendidikan digabung lagi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Sementara itu, untuk Biro Humas akan digabungkan dengan Dinas Kominfo, sedangkan bagian Protokolnya bergabung ke Biro Umum. Lalu Biro Organisasi akan

bergabung dengan Biro Pemerintahan, serta yang terakhir Biro Ekonomi dan Biro Administrasi Pembangunan bergabung kembali. “Jadi sebenarnya tidak tepat disebut perampingan, karena tidak ada yang hilang. Bahkan bertambah karena akan ada dua OPD baru yakni Dinas Pemajuan Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah yang baru dibentuk, untuk lebih menguatkan program prioritas bapak Gubernur,” jelasnya. Dewa Indra tidak memungkiri dengan perampingan OPD tersebut akan berdampak berkurangnya pejabat eselon II, III dan IV. Namun, yang jelas pihaknya berusaha untuk memitigasi risiko sekecil mungkin pejabat yang kehilangan jabatannya. Apalagi hingga akhir 2019 ini, akan ada tujuh pejabat eselon II yang pensiun. “Jadi akan berjalan secara alami,” Imbuhnya.

Sekda Dewa Indra

Surat dari eksekutif untuk pembahasan ranperda tersebut sudah diajukan 5 Juli lalu ke Dewan Provinsi Bali. Pembahasan ranperda ditargetkan bisa rampung tahun ini sehingga bisa diberlakukan efektif mulai 1 Januari 2020. “ Tentu juga dengan pertimbangan dari Kemendagri,” ujarnya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (4)

“Apa Kabar, Pak Amat?” “Baik, Pak. Bapak?” “Alhamdulillah, baik. Bagaimana,aman, Putu Wijaya kan?” “Aman, Pak. Soalnya MK kan sudah memberikan keputusan yang sudah diterima baik kedua belah pihak. Jantungan saya akan terjadi keos, juga sudah berhenti. Silakan masuk, Pak.” “Terima kasih. Ini kebetulan ada janji, nanti takut terlambat. Tadi di pertigaan aku lihat ada pohon dapdap. Jadi ingat, lho ini bukannya jalan dapdap ke rumah Pak Amat. jadi coba-coba mampir. Rumahnya masih sama, tapi ragu-ragu sedikit manggil-manggil, takut kecewa sudah ditempati orang lain. Syukur alhamdulillah masih Pak Amat. Lagian kelihatan awet muda. Seneng aku!” Amat ketawa. “Ha-ha-ha! Masih tokcer Pak, kenapa mesti berubah. Tapi silakan masuk, dingin di luar. Silakan ....” “Sudah nanti aku telat pokoknya yang penting semangatt!”

Kisruh penerimaan siswa baru seperti sinetron tanpa ujung. Seri kegaduhannya tak pernah habis dari tahun ke tahun baik di tingkat keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Karena itulah, pemerintah pusat terus dituntut responsif, cerdas, dan dinamis dalam menerbitkan kebijakan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Belakangan, pemerintah pusat menerbitkan produk terbaru yaitu sistem zonasi dan kini berada dalam panggung “pementasan” publik. Lahirnya sistem zonasi merupakan kajian panjang atas kasus-kasus PPDB sebelumnya. Melalui sistem zonasi, pemerintah ingin melakukan reformasi sekolah secara menyeluruh. Reformasi yang dimaksud adalah pemerataan akses pada layanan pendidikan dan juga pemerataan kualitas pendidikan. Karena selama ini fenomena kastanisasi dan favoritisme dalam pendidikan kita masih kuat. Karena itu, sistem zonasi diimplementasikan secara bertahap sejak tahun 2016, 2017 dan disempurnakan di tahun 2018 melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Sistem zonasi tidak serta merta dapat meredam kekisruhan PPDB. Sejumlah kasus kekisruhan tetap saja menggeliat, karena sistem zonasi masih menyimpan beberapa kelemahan yang bersifat elementer. Pertama, mun-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Siap, Pak, semangat seperti banteng Kedaton, meskipun cuma jadi penonton!” “Vivere vere coloso!” “Harus, Pak!” “Maju terus pantang mundur!!” “Siap, Pak! Onword no retreat! “Bagus! Encok?” “Berkat Orhiba sudah rapi lagi, Pak!” “Rezeki?” “Merayap lambat tapi tetapi bukan macet, Pak!” “Nafkah batin?” “Apa, Pak?” “(bahasa isyarat)” Amat ragu. “Maaf, apa Pak, saya agak gaptek bahasa tubuh,” “Seks!” “Ooo, itu! He-he-he!” “No problem, kan?” “ Anu, Pak! Sepeda ontelnya memang sudah tua, tambah bautnya copot dua, tapi tetap perkasa, Pak” “Bagus!” “Hanya ...” “Lho,lho, hanya apa lagi?” “Itu lho, kipernya suka angot-angotan, Pak. Kalau nonton sinetron baru semangat! Giliran tugas negara bendera setengah tiang terus! Payah! Hi-hi-hi!” “Ah itu akting, Bro!”

“Masak? Bapak juga begitu dulu? Ah? Atau kebalikannya? Batereinya low bat melulu?” “Hus!” “Ha-ha-ha-hi-hi-he-hehe!”(Langsung batuk keras). “Hayo, hayo, otak kamu masih tetap nmgeres saja meskipun sudah manula!” “Intermeso, Pak. Apa daya, itu sudah kepribadian, Pak! Ua ha-ha-ha. Ketawa kan bikin awet muda, Pak! Ya,kan, Pak?” “Salah! Yang bikin awet muda itu berjuang!” “Setuju! Hebat Bapak masih terus berkobar-kobar! Apa resepnya, Pak?” “Hanya satu!” “Apa itu, Pak? “Persatuan! Ekasila! Gotong royong!” “Tapi bagaimana bisa bersatu, berekasila, bergotong-royong, kalau (berbisik)” “Apa?” “Bagaimana bisa gotong-royong kalau tetangga sebelah maunya main biola terus. Tak peduli siang bolong, malam buta atau subuh maunya gesek-gesek perbedaan terus! Lebai! Aku laporan ini! Bete aku Bung!” “Jangan, Mat. Jangan! Sabar! Itu dialektikanya revolusi yang belum selesai.

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Itu romantlka perjuangan hidup damai dalam berbeda. Konflik adalah vaksin untuk melatih ketahanan mental. Jangan disesali atau dibenci, tapi justru harus disyukuri! Karena gesekan itu yang akan membuat kamu melihat apa yang tidak kamu lihat, tapi terlihat oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya! Jadi itu rachmat, karuniNya yang harus kamu syukuri!!” “Paaaaak!! Siapa, Pak?” “Maaf, Pak, itu kipernya pasti mau minta dikerokin. Maaf sebentar.” Amat bergegas masuk. “Apa, apa sih, Bu? Teriak-teriak kayak orang kesurupan! Apa?” “Siapa itu?” “Bung Karno. Bu Amat kaget. “Siapa?” “Bung Karno!” Bu Amat berteriak kaget. “Bung Karno? Kenapa tidak disuruh masuk? Saya kan masak sayur lodeh kesukaannya?! Bungggg!!!” Bu Amat berlari keluar sembari teriak. “Bung Karnooooo!” Amat ngedumel “Giliran Bung Karno pintu pun ditabrak, coba aku yang kebelet manggil, harus pakai proposal formal!” Bu Amat masuk lagi. “Kok nggak ada? Bapak cipoa, ya?” “Kali sudah kabur. Tadi bilangnya mau nonton pementasan tonil Koetkoebi, produksi Teater Selem Putih, arahan pimpinannya Putu Satriya Ku-

Zonasi, Halusinasi, dan Sekolah Inklusi

culnya jalur SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) secara berlebihan. Padahal, pasal 16 ayat 1 sampai 6 Pemendikbud Nomor 14 Tahun 2018 [tentang PPDB] tidak ada istilah Jalur SKTM. Kedua, muncul perpindahan tempat tinggal tiba-tiba, dengan cara menumpang nama di Kartu Keluarga saudaranya di sekolah terdekat. Ketiga, zonasi 90 % menyebabkan sekolah yang jauh dari konsentrasi pemukiman warga, sepi peminat. Sebaliknya, yang dekat permukiman padat peminatnya. Di balik kekurangannya, niat dari sistem zonasi untuk memeratakan layanan dan kualitas pendidikan pantas diacungi jempol. Karena ketimpanganketimpangan pendidikan sudah lama terpola. Lucunya, deskriminasi pendidikan ini dipolakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Hingga sekarang, ketimpangan-ketimpangan itu justru tetap diniatkan. Bagi masyarakat yang meniatkan menganggap bahwa cap sekolah favorit merupakan wadah untuk memompa memotivasi belajar. Kita harus mengakui bahwa sekolah favorit menciptakan iklim persaingan prestasi belajar yang lebih ketat. Iklim persaingan ini dinilai positif mendongkrak disiplin, kerja keras, semangat kompetitif, dan spirit belajar siswa. Sehingga wajar, sekolah favorit telah banyak menciptakan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

I Ketut Serawan, S.Pd. Kastanisasi Sekolah Kalau jujur, kekisruhan dalam penerimaan siswa baru justru bersumber pada ketimpangan layanan dan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah tertentu. Munculnya kastanisasi dan favoritisme telah mengubah pola pikir masyarakat sejak lama untuk saling sikut mencari sekolah dambaan (favorit). Sistem kastanisasi telah merusak mental masyarakat sejak lama. Kastanisasi sekolah seolah-olah telah menciptakan ambisi, sikap curang, dan pretise yang keblablasan pada masyarakat. Akibatnya, semua sistem atau jalur penerimaan siswa yang dikeluarkan

pemerintah selalu tampak lemah, salah, dan berujung pada kekisruhan. Padahal, sejatinya mental masyarakat justru lebih lemah daripada sistem itu sendiri. Namun, masyarakat enggan untuk mengintrospeksi diri. Mereka akan ribut jika merasa dirugikan (dicurangi), tetapi diam manis bila merasa diuntungkan. Dalam konteks inilah, implemetasi sistem zonasi menjadi penting. Ia sangat diperlukan untuk menyadarkan halusinasi masyarakat tentang kastanisasi sekolah. Pelan-pelan halusinasi ini harus diruntuhkan untuk pendidikan yang berkeadilan dan merata. Bukan berarti sistem zonasi sangat mumpuni mencapai hal tersebut. Sebagai sebuah sistem, zonasi harus terus disempurnakan. Penyempurnakan ini bertujuan untuk meminimalisir kelemah-kelemahan yang ada, misalnya soal spirit belajar. Tampaknya, pemerintah sudah belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu itu. Jadi, muncullah ide sekolah inklusi. Tidak ada lagi sekolah favorit dan tidak favorit. Semua sekolah dianggap standar (sama). Ide berkeadilan ini me-

suma.” “ Bung Karno mau nonton karyanya sendiri?” “Bukan Bung Karno Presiden pertama kita tapi Bung Kar(so)no yang dulu memainkan jadi Bung Karno dalam sandiwara “Indonesia Menggugat”. Kan Bapak waktu itu yang jadi orang Jepang!” Bu Amat mengangguk. “Dia memang bagus, bukan karena rupanya mirip Bung Karno, tapi karena dia tepat, akurat menyampaikan yang tersirat dalam yang tersurat pada pidato Bung Karno!” Belum sempat Amat menjawab, pintu terbuka. Muncul Pak Made. Kelihatan tegang dan marah. “Maaf, meski pun gugatan kami ditolak MK, tidak berarti sebagai tetangga kami tidak perlu lagi dihormati! Istri saya sedang kena DB mohon dengan segala hormat, jangan berteriak-teriak sudah larut malam begini nanti trombositnya terus turun!” Amat dan istrinya kaget. Bu Amat hampir saja mau menjawab ketus, karena baru pukul 21.00 dan. Ibu Made bukan kena DB, hanya puruh alias pusing karena telat minum kopi. Untung Amat cepat menginjak kaki istrinya sambil minta maaf dengan sopan. “Mohon maaf, Pak Pak Made, kami salah, tadi karena kaget, kami terlanjur berteriak karena teman kami Bung Karsono dikejar anjing. Semoga Ibu Made segera sembuh!”

mang tidak mudah untuk diwujudkan. Karena kenyataannya, ada ketimpangan SDM (tenaga pendidik), sarana prasarana, dan lain-lain pada sekolah tertentu. Oleh karena itulah, ke depan sistem zonasi tidak hanya mengatur quota dan zona siswa saja. Ke depan, sistem zonasi harus mengatur secara merata peningkatan kualitas para pendidik (guru) dan pemenuhan sarana prasarana, redistribusi dan pembinaan siswa sehingga dapat menghapus label favorit atau tidak favorit. Dalam konteks inilah, pemerintah mesti total dengan aksi nyata. Sudah waktunya, pemerintah melakukan pemerataan siswa dan sambil memeratakan SDM, sarana serta pra sarana sekolah. Kita harus optimis, pemerintah dapat merealisasikan impian sekolah inklusi itu sehingga publik tidak lagi berebutan sekolah. Kita berharap, publik dapat mengubur halusinasinya dan melambaikan tangan atas ceritacerita kegaduhan PPDB. Karena pada akhirnya semua sekolah adalah favorit. I Ketut Serawan, S.Pd. Guru SMP Cipta Dharma Denpasar

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

15


14

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung kualitas dan kuantitas produksi pertanian melalui program Sistem Pertanian Terpadu ( Sipadu). “ Dengan Sipadu, kami punya misi besar untuk pemenuhan kebutuhan dan kemandirian pangan, serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani di Bali,” Ujar Dewa Indra dalam acara Presentasi dan Wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang digelar di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Jakarta Pusat pada Senin (15/7).

S

ekda Dewa Indra yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Horti-

Komitmen Bali Menuju Pulau Organik kultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana. IB Wisnuardhana tersebut menjelaskan bahwa Sipadu yang telah berjalan sejak 2013 menghasilkan produk berupa pupuk organik yang punya nilai jual bagi para petani. “ Pengembangan pupuk organik ini sekaligus juga menjawab problem di Bali yakni turunnya tingkat kesuburan tanah, produksi yang rendah dan berdampak pada turunnya pendapatan petani,” Tukas Dewa Indra di hadapan tim juri independen. Untuk menjamin keberlanjutan program ini, Dewa Indra juga membeberkan usaha untuk mensertifikasi produk pupuk organik sehingga punya kualitas yang terstandar dengan bali. “Hasilnya, sudah 231 kelompok Sipadu yang diuji lab pupuknya dan memenuhi standar dan syarat pupuk organik berkualitas,” Tandasnya. “Bahkan selain pupuk, juga dihasilkan biogas dan hasil peternakan

lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” Imbuhnya lagi. Untuk menjaga keberlanjutan program ini, berbagsi upaya menurut Dewa Indra akan diintensifkan seperti penguatan kerangka regulasi hingga kerjasama dengan stakeholder. “ Pergub dan perda sedang disusun. Kita perkuat regulasinya. Untuk sekarang, sudah ada pergub 99 tahun 2019 yang mengharuskan hotel, restoran dan katering di Bali untuk menyerap produk pertanian lokal. Kedepannya akan diperkuat lagi karena visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali antara lain berisi uasaha untuk menyehatkan alam Bali, menuju pulau organik,” Beber Dewa Indra. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) sendiri tahun ini mengambil tema “Inovasi Pelayanan Publik untuk Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. KIPP ini diadakan untuk menjaring,

mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, kompetisi ini juga sebagai apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengungkapkan, KIPP merupakan bagian dalam menumbuhkan inovasi di kalangan birokrat. “Kami menyelenggarakan KIPP sebagai langkah strategis untuk menjaring inovasi pelayanan publik yang dilahirkan oleh seluruh instansi pemerintah. Sedangkan tim juri independen diketuai JB Kristiadi, dengan anggota antara lain akademisi Prof Eko Prasodjo, Ketua YLKI Tulus Abadi, akademisi Wawan Sobari, praktisi Neneng Gunar-

Sekda Dewa Indra di, Siti Zuhro dan praktisi komunikasi Suryopratomo. (ast)

capaian tahun lalu, salah satunya yang menjadi perhatian adalah penyempurnaan rumusan tujuan dan sasaran yang berorientasi hasil dan indikator serta penyusunan pohon kinerja untuk menggambarkan kausalitas jenjang kinerja. Menurutnya, dengan adanya catatan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemprov Bali tahun lalu perlu menindaklanjuti beberapa hasil review. Diantaranya perbaikan sasaran dan indikator kinerja serta pohon kinerja di setiap PD dalam pelaksanaan program dan kegiatan, dengan mengacu kepada RPJMD dan RKPD Pada bagian lain, Asisten Administrasi Umum Wayan Suarjana menegaskan, Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon kinerja dan Cascading yang dilaksanakan kali ini sangat penting, dengan demikian kegiatan ini diharapkan mampu sebagai rujukan perencanaan dan penyelarasan dokumen perencanaan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Dengan demikian, setiap program dan kegiatan harus bersinergi dan mendukung pencapaian Visi

Misi Gubernur Bali, yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Ibuhnya. Sebelumnya, Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah Mengatakan Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019 ini merupakan Tindaklanjut peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), Serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Tehnis Perjanjian Kinerja dan Tatacara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Serinah juga menjelaskan bahwa pedoman pohon kinerja adalah RPJMD. Indikatorindikator RPJMD yang merupakan IKU Provinsi Bali yang menjadi IKU Perangkat Daerah akan menjadi kunci. Indikator dalam IKU akan diterjemahkan ke dalam sasaran dan strategi perangkat daerah. Dari strategi itu akan muncul outcome perangkat daerah. (ast)

Wagub Cok Ace dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq Hadiri Puncak Upacara Pura Mandara Giri Semeru Agung “Kebersamaan yang dibangun olah sedharma untuk ngaturang bhakti ke umat dalam menyukseskan rangkaian hadapan Ida Betara Sang Hyang Pasupati karya kita harapkan menjadi cermin yang berstana di Pura Mandara Giri Semeru keseimbangan alam beserta isinya daAgung. Sebagai informasi, untuk nyejer pat terjalin secara harmoni,” imbuhnya. karya sendiri akan berlangsung hingga 26 Lebih lanjut, Cok Ace mengajak umat Juli 2019. (ast)

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Setiap Program dan Kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah harus bersinergi dan mendukung pencapaian Visi nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini disampaikan Sekretris Daerah Provinsi Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh

Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, yang didampingi Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah saat membuka Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019, di ruang Jempiring, Bapppedalit-

Puncak karya Ida Betara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumayang, Jawa Timur, berlangsung Selasa (16/7). Karya yang digelar kali ini terbilang upacara besar yang dilaksanakan 5 (Lima) tahun sekali. Dudonan karya telah diawali dengan matur piuning pada (17/6) yang lalu. Selain itu, atur piuning juga dilaksanakan di seluruh Pura Khayangan Jagat yang ada di Bali dan Lombok. Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan mengikuti prosesi jalannya Puncak Karya tersebut. Disela berlangsungnya puncak karya, Wagub Cok Ace menerima kunjungan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Pertemuan tersebut berlangsung di utama mandala Pura Mandara Giri Semeru Agung. Pada kesempatan itu, Bupati Thoriqul Haq mengapresiasi atas berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung di Lumajang. Menurut Thoriqul Haq, keberadaan

Pura memberikan dampak positif bagi masyarakat Lumjang khususnya warga sekitar Pura. “Saya mengapresiasi atas berdirinya Pura ini, keberadaan Pura ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Lumajang khususnya untuk warga sekitar Pura,” ungkap Thoriqul Haq. Lebih lanjut, Thoriqul Haq mengatakan jika keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung menunjukkan bentuk keharmonisan antar umat beragama di Lumajang khususnya diwilayah Desa Sumber Agung. Thoriqul Haq juga mengungkapkan keinginannya kedepan membuat sebuah event budaya (Budaya Bali dan Budaya Jawa) yang nantinya akan digelar di Pura Mandara Giri Semeru Agung. “Keberadaan Pura ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama di Lumajang terjaga dengan baik. Kedepan Saya ingin membuat event budaya di Pura ini. Nantinya Event tersebut akan dibuat sebagai kalender pariwisata Lumajang,” ujarnya. Selain itu, Bupati Thoriqul Haq yang pada kesempatan tersebut didampingi Kepala

Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto juga siap membantu penyediaan area parkir bagi umat hindu yang tangkil sembahyang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Seperti diketahui, memang sarana parkir masih menjadi kendala dihadapi umat saat tangkil ke Pura terlebih disaat dilaksanakannya karya. Sementara itu, Wagub Cok Ace menyambut positif atas kepedulian Bupati Lumajang terhadap keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Ia berharap agar hubungan antar umat beragama di Lumajang bisa terus terjalin dengan baik. Cok Ace menambahkan, seluruh rangkaian karya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan maupun penyediaan sarana prasarana dilakukan secara bersama oleh umat Hindu baik yang datang dari luar Kabupaten Lumajang (termasuk Bali) maupun umat Hindu yang ada di Kabupaten Lumajang khususnya di Kecamatan Senduro. Menurut Cok Ace, hal ini menggambarkan perpaduan antar budaya setempat dengan umat hindu lainnya.

Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, yang didampingi Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah saat membuka Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019

3

Denpasar Tuan Rumah

Asia Pasific City Summit and Mayors Forum 2021 “Asia Pasific City Summit and Mayors Forum 2019” digelar di Kota Brisbane, Australia. Pertemuan yang melibatkan ratusan kepala daerah dari berbagai negara ini telah berlangsung sejak Minggu (7/7) hingga Rabu (10/7) di Brisbane Convention Center, Brisbane, Australia.

Program OPD Pemprov Bali Dukung Visi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” bang Provinsi Bali, Senin (15/7). Lebih jauh disampaikan bahwa dalam Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading agar dilakukan dengan penuh tanggung jawab sehingga nanti tersusun Pohon Kinerja yang berkualitas serta menjadi acuan bagi Perangkat Daerah dalam penyusunan Program Kegiatan yang akan tertuang dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan penjabaran dari Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Penyusunan Pohon Kinerja ini sebagai implementasi dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang memerlukan komitmen seluruh Perangkat daerah dimana setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan harus dapat diperyanggungjawabkan. Untuk SAKIP, Perintah Provinsi Bali selama empat tahun berturut- turut hanya mendapat predikat “BB”, dengan capaian tersebut dihimbau kepada semua OPD agar bisa mengejar apa yang menjadi rekomendasi perbaikan

Sosialita

Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Upacara Pura Mandara Giri Semeru Agung

“W

akil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pun memperoleh kehormatan mengikuti kongres dan menjadi salah satu pembicara saat Plenary Session serangkaian konferensi dua tahunan kota se-Asia Pasifik tersebut,” ujar Laxmy Saraswaty, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, bidang yang mengorganisir kegiatan tersebut. Di akhir session sebelum penutupan acara, dilaksanakan pula pemilihan tuan rumah penyelenggara ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ untuk tahun 2021. Dan, hasilnya Denpasar berhasil terpilih dan ditunjuk menjadi tuan rumah. Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Lord Mayor of Brisbane, Graham Quirk, menyampaikan keputusan dewan juri yang menyatakan bahwa Denpasar menjadi pemenang pemilihan tuan rumah ‘Asia Pacific City Summit and Mayors Forum ‘tahun 2021 mendatang “Ya, Denpasar terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ untuk tahun 2021,” ujar Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kepala Bappeda Kota Denpasar Putu WisnuWijaya Kusuma, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty dan Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar I Made Saryawan. Lord of Mayor of Brisbane, Mr. Graham Quirk, beserta

jajaran Pemerintah Kota Brisbane pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ tahun 2021. “Kami mengucapkan terima kasih atas suksesnya pelaksanaan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2019 di kota kami (Brisbane-red), serta mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini di tahun 2021,” ujar Mr. Graham Quirk CAPAIAN POSITIF DENPASAR Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara mengatakan atas nama pemerintah serta masyarakat Kota Denpasar menyambut bahagia atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggara konferensi tingkat tinggi Asia Pasifik tahun 2021. Pihaknya siap melaksanakan konferensi dengan penuh tanggung jawab. Disampaikannya beberapa konferensi yang pernah berlangsung di Kota Denpasar yakni : 1). Konferensi IMF (World Bank), 2). Konferensi Kota-kota Pusaka Dunia Eurasia (Heritage City) serta 3). Konferensi Perlindungan Lingkungan Laut Asia Pasifik (Cobsea). Dalam paparannya, Jaya Negara juga merinci satu persatu inovasi pembangunan yang dilakukan di Kota Denpasar. Seperti halnya. dalam bidang pelayanan bagi masyarakat adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma, Damamaya cyber monitor, Pelayanan Rakyat Online (Pro Denpasar), Layanan kesehatan berbasis home care (Damakesmas), serta Call Center 112. Selain itu juga tersedia bus sekolah gratis, santunan kematian online, pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa melalui Rumah Berdaya, pelayanan antar jemput jenazah gratis (pantastis), heritage pasar tradisional, dan program sungai bersih. Di kota Denpasar juga lanjutnya, terdapat Youth Park, Pojok seni sebagai ruang ekspresi anak muda di Denpasar. Ada juga kegiatan mengisi libur sekolah berbudaya, serta beragam festival guna mewadahi ekspresi dan kreativitas masyarakatnya. Jaya Negara menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Asia Pasific City Summit and Mayors Forum‘ tahun 2021. Tentunya hal ini merupakan capaian positif untuk meningkatkan kepercayaan dunia kepada Denpasar. Mengingat, Denpasar sebelumnya juga menjadi lokasi kunjungan Annual Meeting IMF-World Bank dan Tuan Rumah Konferensi Internasional Eropa-Asia Organization World Heritage City (OWHC) IX tahun 2019. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya berinovasi serta memberikan pelayanan maksimal. Hasilnya, Kota Denpasar mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah konferensi

nasional, multinasional dan internasional.” kata Jaya Negara. Selanjutnya, Jaya Negara mengajak semua pihak untuk mempersiapkan segala keperluan guna mendukung maksimalnya pelaksanaan ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ di Tahun 2021. Nantinya kepercayaan ini harus dijaga sebaik mungkin untuk memperkenalkan tradisi, budaya dan pariwisata di Kota Denpasar. seperti halnya tradisi melayangan, festival ogohogoh, objek wisata Pantai Sanur, Tukad Bindu, Taman Kumbasari, Tukad Badung, ecotourism, Prasasti Blanjong, Kawasan Heritage Gajah Mada, Patung Catur Muka yang juga sempat dikunjungi delegasi IMF World Bank dan OWHC. “Tentunya momentum ini kami manfaatkan juga sebagai ajang promosi pariwisata atau untuk memperkenalkan kebudayaan serta tradisi di Kota Denpasar, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Denpasar,” tandas Jaya Negara. --ard


4

Woman on Top

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Saling Menjaga Kepercayaan

Koperasi merupakan badan usaha yang berbeda dengan perusahaan atau badan usaha yang lain. Prinsip kerjasama, gotong-royong, kebersamaan dan kekeluargaan yang dimiliki oleh koperasi menjadi perbedaan utama dengan badan usaha lain. Koperasi juga merupakan badan usaha yang lebih mengedepankan esensi moral dan edukasi dalam kinerjanya. Salah satu Koperasi Pegawai Negeri yang ada di Kabupaten Buleleng adalah Koperasi Kuwera. Koperasi ini dibentuk oleh sekaa simpan pinjam yang anggotanya merupakan pegawai, staf, dan dosen yang berada dilingkungan Undiksha.

M

enurut Ketua Koperasi Kuwera Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum., seiring perkembangannya koperasi Kuwera membatasi diri dalam keanggotaan. Hanya pegawai dan dosen yang

berstatus sebagai Pegawai Negeri yang dapat menjadi anggota. “Yang dapat meminjam uang di koperasi tidak harus punya apa, cukup punya gaji karena yang dijaminkan adalah SKnya,” jelas Pageh. Hal inilah alasan koperasi Kuwera juga membatasi keang-

gotaannya bagi PNS yang telah memasuki masa pensiun. Meskipun telah diatur sebagaimana di dalam anggaran dasar bahwa anggota koperasi merupakan Pegawai Negeri Sipil yang belum memasuki masa pensiun, tetapi masih banyak anggota-anggota koperasi yang NonPNS. Menurut Pageh sesuai dengan tujuan koperasi yaitu untuk kesejahteraan anggotanya maka Koperasi Kuwera memberikan hak bagi pegawai swasta maupun kontrak yang ada di lingkungan Undiksha sebagai anggota koperasi. Kebijakan ini tentu saja dengan catatan bahwa si peminjam memiliki penjamin yang sudah berstatus PNS. “Ini untuk menghindari kemungkinan terburuk dari kebijakan tersebut, misalnya pegawai tersebut habis masa kontraknya sedangkan sisa utangnya masih maka yang bertanggung jawab si penjamin jika sisa hutangnya tidak dibayar,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Sejarah, Sosiologi, dan Perpustakaan Undiksha ini. Dengan prinsip kerjasama dan gotong royong, maka seluruh anggota koperasi diwajibkan memiliki kontribusi

terhadap kemajuan koperasi. Masing-masing anggota baik yang meminjam maupun yang tidak dikenakan potong gaji sebagai simpanan wajib dana sosial sejumlah yang telah ditentukan. Nantinya dana tersebut bisa diambil ketika anggota telah memasuki masa pensiun, bahkan pengembalian dana tersebut ditambah dengan 30 persen dari kekayaan anggota di koperasi. “Nanti tinggal dihitung berapa lama keanggotaanya hingga masa pensiun,” tandasnya. Sementara itu, loperasi yang memiliki anggota yang tercatat dalam RAT terakhir itu memiliki 732 anggota. Salah satu anggota yang memanfaatkan program simpan pinjam adalah Ni Ketut Sari Adnyani yang merupakan dosen di Jurusan Ilmu Hukum. Dirinya membagikan pengalaman dalam memanfaatkan program dari koperasi Kuwera. Sari mengungkapkan dibandingkan koperasi lain yang banyak berkembang di masyarakat, koperasi Kuwera menawarkan bunga pinjaman yang sangat ringan sehingga tidak memberatkan anggota koperasi. Hal ini sesuai dengan tujuan koperasi yaitu meningkatkan taraf perekonomian anggotanya. “Bunganya cukup ringan hanya 1,12 persen lebih murah dari koperasi atau bank lainnya,” jelas Sari. Dengan kultur dan budaya kekeluarga yang mendasari terbentuknya koperasi Kuwera tersebut, memberikan kemudahan bagi anggota yang memiliki keperluan mendesak. Bagi anggota yang telah memiliki utang dengan jumlah tertentu masih diberikan kebijakan meminjam di luar utang tersebut jika dirasa diperlukan. “Anggota yang mau

Om Swastyastu, Rabu 24 Juli 2019, Buda Kliwon Wuku Dungulan adalah Hari Raya Galungan yang dirayakan umat Hindu tiap 210 hari sekali. Disusul 10 hari kemudian Sabtu 3 Agustus 2019, Saniscara Kliwon Kuningan merayakan Hari Suci Kuningan. Hari raya suci ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan patut bersyukur dapat melaksanakannya dengan khidmat dan penuh kedamaian.

G

Sari Adnyana

meminjam di luar utang yang dimiliki dengan jumlah sekian dengan waktu pengembalian yang telah disepakati dapat dengan mudah mengajukan permohonan,” jelasnya. Sari sapaan akrab perempuan ini, menambahkan meskipun koperasi memiliki aturan yang fleksibel dalam mensejahterakan perekonomian anggotanya, setiap anggota diwajibkan menjaga kredibilitas. Kepercayaan merupakan jaminan utama dalam menjalankan setiap program koperasi. Meskipun hanya menggunakan jaminan gaji, setiap anggota wajib menepati kesepakatan dan aturan yang ada. “Semuanya akan dipertanggungjawabkan dalam RAT, dan kalau misalnya ada anggota yang bermasalah maka konsekuensinya akan diperhitungkan dalam pencairan kredit selanjutnya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

13

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

alungan dapat dimaknai sebagai bentuk keheningan atas kemakmuran serta kesejahteraan yang dilimpahkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Galungan merupakan tangga menuju kehidupan yang lebih bersih. Semoga di hari raya ini pikiran yang suci dan bersih dapat menghilangkan semua pengaruh yang membawa dampak negatif. Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra didampingi Wakil Ketua PKK Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Dikatakan oleh Ny. Selly Rai Mantra, untuk lebih lagi memaknai Hari Suci Galungan dengan senantiasa meningkatkan kesucian, pikiran, perkataan, maupun perilaku serta “sradha bakti” kita kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bersatunya rohani serta pikiran yang jernih adalah wujud dari Dharma dalam

Ketua dan Wakil Ketua TP PKK serta Ketua DWP Kota Denpasar

Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

diri kita masing-masing. Sebaliknya segala kekacauan pikiranlah yang dipercaya sebagai wujud Adharma (keburukan). Karenanya lanjut Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara, sangat tepat jika melalui momentum Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan ini kita semua benarbenar mampu mengendalikan sifatsifat keburukan (kebinatangan) dalam diri untuk menjadi sifat-sifat kebaikan (kedewaan), sehingga kemenangan Dharma yang sesungguhnya dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam menjalankan swadarmaning kita. Hari Raya Galungan ini diperingati dengan serangkaian peringatan mulai dari Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajan, Penampahan, Raya Gal u n g a n , U m a n i s G a l u n g a n , Pe maridan Guru, Ulihan, Pemacekan Agung, Kuningan, dan Pegatuakan. Selanjutnya pada Hari Kuningan, umat Hindu menghaturkan sembah untuk memohon berkah, keselama-

tan, dan kesejahteraan. Pada saat perayaan Hari Raya Kuningan ini, nasi kuning menjadi ciri khas dari isi sesajen, berbeda dengan perayaan lainnya. Ny. Selly Mantra, Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara mengajak masyarakat para perempuan khususnya untuk menerapkan makna Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam kehidupan seharihari, dengan harapan kehidupan yang dijalani menjadi semakin baik, dalam arti rukun, harmonis dan sejahtera. Sekaligus pula sebagai sarana semua masyarakat untuk bersama-sama bukan hanya menjaga agar suasana aman dan nayaman namun juga menjaga harmonisasi dan toleransi di Kota Denpasar. Selanjutnya bagi seluruh masyarakat Hindu yang merayakan, rahajeng rahina Suci Galungan lan Kuningan. Mogi –mogi Ida Sanghyang Widhi Wasa setata ngicen kerahayuan medasar antuk Tri Kaya Parisudha. Om Santih, Santih, Santih, Om.

Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara

Ucapkan “Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan” Hari Suci Galungan dirayakan umat Hindu di Bali pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu 24 Juli 2019. Dan, pada Sabtu 3 Agustus 2019 Wuku Kuningan juga merayakan Hari Suci Kuningan. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan ke belakang mengevaluasi langkah kita dalam mengamalkan ajaran Dharma baik Dharmaning Agama maupun Dharmaning Negara. Merencanakan kehidupan dalam memberikan manfaat di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharamwijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara di Denpasar Minggu (21/7). Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan, kemenangan Dharma melawan Adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Toleransi dikaitkan dengan salah satu bunyi sloka dalam agama Hindu yakni “Moksartam jagadita ya ca iti dharma” yang berarti tujuan beragama untuk mencapai kesejahteraan jasmani dan ketentraman batin. Bagaimana menyeimbangan lahiriah dan batiniah sebagai filosofi hidup dalam agama Hindu. Sementara Tri Hita Karana memberikan suatu titik konsentrasi pada pawongan atau manusianya sebagai pelaku tingkat kesejahteraan batiniah dan lahiriah yang akan dituju. Sehingga tercantum bagaimana pawongan terhadap parahyangan memiliki sifat spiritualitas yang didalamnya terdapat batiniah. Pawongan dengan pawongan berkaitan dengan manusia dengan manusianya sendiri. Manusia melakukan komunikasi dalam memperkuat tingkat batiniah dan lahiriah manusia yang erat hubungan dengan catur asrama yang meliputi Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta, dan Biksuka. Pawongan terhadap palemahan bagaimana peran karakteristik manusia sebagai aktor terhadap lingkungannya. Saat sekarangan bisa dikatakan dalam hal yang lebih luas meliputi ekosistem lingkungan. Ini menjadi satu pijakan

pola pikir manusia secara faktual. Manusia dapat menciptakan suatu pikiran dalam Tri Hita Karana termasuk perkataan dan pada akhirnya bagaimana manusia harus berbuat. Sehingga menimbulkan karakter Tri Hita Karana yang memang bisa diadaptasikan dalam kehidupan manusia. Pada zaman kini perkembangan teknologi informasi akan membawa dampak semakin intensnya, interaksi sosial, budaya, ekonomi, politik seantero dunia (globalisasi). Menghadapi perkembangan ini kita harus membekali diri melalui peningkatan seradha dan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita tidak akan larut atau tergerus serta kehilangan jati diri. Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota, I.G.N Jaya Negara menambahkan momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik

tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Asung Kertha Wara Nugraha kepada kita sekalian dalam pengabdian kita sesuai dengan swadharma kita masingmasing. Seraya mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa bhakti dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan masing-masing. -- ard


BUMI GORA

12

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Infrastruktur Pendukung MotoGP Selesai Akhir Tahun 2020

Presiden dan Wakil Presiden

Kebijakan baru untuk Nusa Tenggara Barat, lahir dalam rapat terbatas membahas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas yang digelar Presiden RI, Joko Widodo, minggu lalu. Salah satu kebijakan yang dihasilkan dalam rapat yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet kerja, juga lima Gubernur di Indonesia termasuk Gubernur NTB tersebut adalah dukungan untuk memastikan persiapan MotoGP di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah yang berjalan sesuai rencana.

G

ubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur NTT dan Gubernur Sulawesi Utara, mengungkapkan ada sejumlah proyek strategis yang berkaitan dengan persiapan MotoGP 2021 akan dijamin tuntas tahun depan. Beberapa proyek tersebut adalah, jalan bypass dari BIL ke Mandalika, perluasan landasan pacu Bandara Internasional Lombok, Pelabuhan Lembar dan lain-lain. “Presiden memastikan semua infrastruktur pendukung harus selesai akhir tahun depan,” ujar Gubernur NTB. Ia mengakui masih ada sedikit persoalan yang mengganjal yakni mengenai pembebasan lahan di tempat sirkuit. “Tapi mudah-mudahan dengan diberlakukannya UU No 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, tanah bisa dibayar tidak terlalu jauh di atas harga normal dan harga pasar,” katanya. Kabar gembira lain yang diungkap Doktor Zul adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 6,5 triliun untuk empat destinasi wisata di Indonesia yaitu Toba, Mandalika, Borobudur dan Labuan Bajo. Menteri Pariwisata juga sedang men-

gusahakan direct flight dari Darwin Australia ke Lombok. Gubernur mengharapkan seluruh elemen masyarakat agar memberikan dukungan baik tenaga maupun doa. “Agar daerah kita tetap dalam keberkahan dan dalam lindungan Allah SWT. Mudah-mudahan dengan ikhtiar maksimal, semua akan indah pada waktunya,” kata Gubernur. LIBATKAN ANAK MUDA NTB Pada kesempatan berbeda, saat bertemu dan berdiskusi dengan Dirut PT Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC), Abdul Bar M. Mansoer, di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok (BIL),beberapa waktu lalu, Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah juga mengungkap persiapan NTB menghadapi MotoGP 2021 mendatang. Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan tidak kurang dari 300 anak muda NTB yang akan dikirim ke Sirkuit Sepang, Malaysia untuk dilatih menjadi race officials MotoGP 2021 di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. “Kami sepakat bahwa masyarakat lokal tak boleh jadi penonton. Anak-anak muda NTB harus aktif dan berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di daerahnya sendiri,” ungkap Gubernur saat membahas perkembangan di ITDC dan kesiapan

Gubernur NTB dalam rapat terbatas

pembangunan sirkuit untuk MotoGP dan berbagai fasilitas lainnya dengan direktur ITDC itu. Ia menegaskan bahwa anak-anak muda NTB tak boleh seperti anak ayam yang mati di lumbung padi. Artinya, dengan seluruh potensi serta kekayaan yang ada di NTB ini, masyarakatnya tidak boleh ada yang miskin dan mengalami kesusahan. Sehingga, gubernur ingin memastikan bahwa seluruh pembangunan yang ada di NTB ini harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. “MotoGP adalah event besar dan akan jadi kebanggaan Indonesia. Kita ingin di event besar seperti ini anak-anak lokal harus berdaya dan terlibat,” tegasnya. Karena itu, untuk menjamin anakanak muda NTB terlibat dalam event lomba motor terakbar di dunia itu, Gubernur dan Direktur ITDC sepakat untuk mengirim sekitar 300 anak muda NTB untuk dilatih menjadi race officials MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia. Bahkan seluruh biaya yang diperlukan akan ditanggung ITDC.

5

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Gerakan Kembali ke Meja Makan

Suasana rapat terbatas bersama Presiden RI “Kami akan prioritaskan 150 dari Loteng dan sisa 150 dari daerah NTB yang lain,” tutur Gubernur seraya menjelaskan pelatihan ini akan dikirim bertahap. Batch pertama katanya akan dikirim ke Malaysia mulai bulan Oktober 2019 mendatang. Untuk lebih detainnya, Gubernur akan

menyerahkan sepenuhnya kepada ITDC yang akan menyampaikan teknis dan pendaftarannya. “Kalau anak-anak kita sukses, mereka bisa berpartisipasi menjadi race officials di berbagai event MotoGP yang diselenggarakan di berbagai negara,” katanya. (Naniek I. Taufan)

Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019 dilaksanakan 4- 6 Juli 2019 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani ini juga dilaksanakan ­Pameran dan Gelar Dagang.TP PKK Provinsi Bali turut menghadiri Perhelatan Harganas ke-26 ini.

S

elain mengunjungi acara pameran dan gelar dagang, rombongan PKK Provinsi Bali ini, juga hadir untuk menyaksikan Penyerahan Penghargaan Bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019 pada ‘Gala Dinner ‘di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin di Balai Kota Banjarbaru. Pada Pembukaan Harganas tersebut, Menteri Puan Maharani dalam sambutannya mengatakan

bahwa Harganas menjadi peringatan tahunan untuk dapat merekatkan hubungan kekeluargaan dan gotong royong keluarga Indonesia. Puan juga mengingatkan semua pihak bahwa mencintai keluarga berarti merencanakan keluarga bahagia. Puan juga berbicara mengenai tugas BKKBN dan Kemenkes yang tidak hanya melaksanakan upaya pengendalian penduduk, namun membangun mengenai pemahaman dan komitmen dalam mewujudkan keluarga

yang sehat, berpendidikan dan sejahtera. Untuk ini diperlukan peran aktif dari semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah. KELUARGA HARMONIS Sri Utari, Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Bali menyampaikan Hari Keluarga Nasional tahun ini bertemakan “Hari Keluarga: Hari Kita Semua”, dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”. Dan, melalui BKKBN yang bersinergi dengan PKK mengedepankan’Gerakan kembali ke meja makan’. Gerakan ini merupakan sebuah ajakan agar keluarga membangun dan mengembangkan lebih masif lagi komunikasi dan relasi diantara mereka. Mengingat juga keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak. Peringatan Harganas, dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Di sisi lain juga mengingatkan dan mendorong agar setiap keluarga kembali kepada keluarga. Mengandalkan kekuatan keluarga untuk membesarkan anak-anak dan bangsa yang dilakukan melalui duduk bareng semeja makan dan sesering mungkin. Terlebih , melihat dinamika perubahan kekerabatan dan manajemen pengelolaan keluarga dewasa ini, Gerakan Kembali ke Meja Makan sangat tepat di pacu saat ini.

Gerakan ini menjadi menarik, sebab mengingatkan kembali kepada seluruh keluarga, betapa pentingnya kebiasaan makan bersama keluarga. Mengingat pula makan bersama sebagai salah satu kesempatan untuk menciptakan keluarga harmonis yang

berketahanan. Maka, melalui Harganas kali ini, digantungkan harapan bahwa Gerakan Kembali ke Meja Makan, kembali tumbuh di keluarga-keluarga Indonesia, di tengah kemajuan zaman dan teknologi serta gaya hidup masyarakat saat ini. (Sri Ardhini)


6

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

BULELENG

11

Konsumsi Ikan di Buleleng Tertinggi di Bali Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Nutrisi dalam ikan sangat tinggi, ditambah lagi harga ikan lebih terjangkau dan ketersediaanya pun melimpah di Indonesia. Buleleng salah satunya. Memiliki garis pantai terpanjang di Bali menjadikan Buleleng sebagai salah satu kabupaten yang melimpah akan ketersediaan berbagai jenis ikan.

D

ata yang ditunjukkan di Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, konsumsi ikan di Buleleng sampai dengan akhir tahun 2018 mencapai 36,93 kg per kapita. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi bila dibandingkan dengan konsumsi ikan di kabupaten/kota lain di Bali. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika beberapa waktu lalu.

Shafa Anisa

Memanfaatkan Memory Sport

Arnika menjelaskan, saat ini Dinas Perikanan terus mengejar agar target konsumsi ikan di Buleleng mencapai angka 50 kg per kapita. Angka itu sesuai dengan standar yang ditetapkan secara nasional. Upaya sosialisasi dengan masyarakat sasaran terus digencarkan. Dinas Perikanan secara masif sudah mengampanyekan gerakan makan ikan dalam berbagai kesempatan. Dalam kampanye dimaksud, Arnika beru-

B

berhasil menyabet emas namun juga memecahkan rekor dunia dalam cabang ‘Names and Faces’ untuk kategori anakanak. Ia mampu mengingat 88 wajah dan nama dalam tempo 15 menit. Rekor Shafa ini dicatat oleh Memory Sports Council yang berbasis di Inggris. Belajar memory sport, tutur Shafa, sangat bermanfaat bagi dirinya khususnya dalam mengingat pelajaran di sekolahnya. Karena itu dia tekun mempelajarinya. Hal itu juga dibenarkan oleh Yudi yang menyebut banyak manfaat dengan menekuni memory sport. Untuk anak-anak misalnya, sangat membantu meningkatkan daya ingat serta meningkatkan prestasi anak di sekolah. Hal itu, tambahnya, merupakan kesaksian para orangtua murid yang anak-anaknya mengikuti pelatihan memory sport. Selain Shafa, lanjut Yudi, atlet memory yang juga mengukir prestasi dalam event ‘Japan Open 2019’ adalah Janet Valencia. “Ia jauh mengungguli atlet atlet daya ingat dari negara lainnya di cabang ‘Names and Faces’. Janet mampu mengingat 48 nama dalam 5 menit, sementara Naoya Hirata dari Jepang hanya mampu mengingat 33 nama,” jelas Yudi tentang prestasi yang diukir siswi SMA Regina Pacis, Bogor, ini. Atlet Indonesia lainnya adalah yang tak kalah gemilang adalah Amira Tsurayya, siswi SMA Pesantren Plus Al Bayan Putri, Sukabumi. Ia mampu mengingat 81 kata dalam 5 menit, mengalahkan Zhang Ling Feng yang harus puas dengan 63 kata saja. Sementara Fatimah Aiko, pelajar SMA Al Irsyad Satya, Bandung, berhasil menyabet 4 emas dan 3 perak. Hasil kejuaraan ini menurut Yudi membuktikan bahwa walaupun dengan dukungan terbatas, kemampuan daya

kampanye konsumsi ikan juga menyasar para orang tua. Bahkan, kata Arnika, pihaknya juga sudah menghimbau guru-guru PAUD dan SD agar bekal anak didiknya sedapat mungkin dengan menu ikan. Peran ibu-ibu PKK juga dilibatkan dalam gerakan peningkatan gizi tersebut. Namun, Arnika juga mengakui bahwa angka konsumsi ikan di Buleleng masih jauh angka konsumsi nasional. Hal itu diakui Arnika karena pemahaman masyarakat yang masih rendah akan manfaat ikan, serta kebiasaan pola konsumsi dari masyarakat itu sendiri. Ikan, menurut Arnika, selama ini belum dijadikan menu utama di kalangan masyarakat. “Tapi masyarakat sekarang sudah

Ir. Made Arnika

mulai sadar, bila ada hajatan sudah mulai dengan menu ikan, misalnya nyatnyat ikan, dan sebagainya. Mudah-mudahan kasadaran masyarakat terus berkembang,” harapnya. (Wiwin Meliana)

Undiksha Didorong Bentuk Prodi Pertanian

Shafa Annisa kembali menunjukkan kecemerlangan daya ingatnya. Dalam ajang ‘Japan Open Memory Championships’ 2019 yang digelar di Tokyo Jepang, baru-baru ini, ia berhasil menyambet 3 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. Raihan siswi SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta ini ikut mendongkrak Tim Indonesia untuk bisa meraih predikat Country Champion dengan total poin 12.630. Total medali yang berhasil diraih Tim Indonesia adalah 11 emas, 15 perak dan 19 perunggu. agi Shafa yang sudah kerap mendulang emas di berbagai event internasional yang diikutinya, keikutsertaanya di Japan Open merupakan yang kedua kalinya. Lima tahun lalu, pemegang gelar Grandmaster of Memory ini juga bertarung di ajang ini, saat itu dia masih sekolah dasar. “Shafa Annisa berhasil meraih perolehan skor indivisual tertinggi kedua pada kejuaraan ini. Hanya terpaut sedikit saja dari Zhang Ling Feng, atlet memory asal Cina,” ungkap Yudi Lesmana, Grandmaster of Memory, yang juga Ketua Tim Indonesia. Pencapaian rekor ingatan fantastis yang diraih Shafa, tambah Yudi, adalah mampu mengingat 100 digit angka acak yang diucapkan dalam 100 detik (nilai sempurna), serta memecahkan rekor pribadinya di cabang Random Words dengan mengingat 71 kata dalam 5 menit, dan juga 352 gambar acak dalam 5 menit,. Shafa mengaku mulai mempelajari memory sport sejak 2013 lalu, saat itu ia masih kelas 3 SD. Ayahnya yang mengikutsertakan dirinya dalam les memory sport. “Ayah adalah teman kantor kak Yudi Lesmana. Ayah yang memasukkan saya di tempat les kak Yudi. Katanya saya berpotensi,” tutur Shafa yang dalam ajang ‘Japan Open’ dinobatkan sebagai ‘1st Position Junior Open Division’. Dan perkiraan dan analisa Yudi terbukti. Dalam berbagai kejuaraan, remaja yang bercita-cita menjadi dokter mata ini, mampu mengukir prestasi. Salah satu prestasinya yang paling mengesankan adalah saat mengikuti ajang Asia Memory Championship & 3rd Hong Kong Open Memory Championship 2015. Shafa yang masih SD bukan hanya

saha mengedukasi masyarakat bahwa ikan mengandung protein yang sangat baik, terutama bagi usia pertumbuhan. Ia menyadari masyarakat belum sepenuhnya paham akan manfaat makan ikan. Untuk itu pihaknya berusaha masuk ke berbagai event agar bisa melakukan kampanye gemar makan ikan. Atas upaya yang dilakukan, Dinas Perikanan Buleleng berhasil mencapai target konsumsi ikan yang ditetapkan dalam RPJMD Kab.Buleleng. “Target (RPJMD) itu sekitar 36,60 kg per kapita. Sedangkan saat ini sudah mencapai 36,93 kg per kapita,” jelas Arnika. Selain menyasar anak usia sekolah, gerakan sosialisasi dan

Wabup Sutjidra di dampingi Rektor meninjau pelaksanaan SMBJM di Undiksha

ingat anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata oleh dunia. Tim Indonesia Memory Sport Council (IMSC), ucap Yudi, bertolak ke Filipina untuk mengikuti ajang ‘Philippine Open Memory Championships 2019’. “Mohon doa dan dukungannya agar tim pelajar Indonesia,” tambah Yudi. Mengikuti berbagai kompetisi dilakukan IMSC secara rutin sejak didirikan pada 2014 lalu. Kerap mengikuti kompetisi selain semakin mengasah ke-

mampuan, juga mengetahui peta atlet memory sport internasional, juga melatih mental mereka dalam bertanding. Secara umum, kompetisi Japan Open yang diselenggarakan di Urayasu Cultural Hall, Tokyo, mempertandingkan 10 jenis perlombaan yang menguji kemampuan otak dalam mengingat, di antaranya Names and Faces (5 menit mengingat wajah dan nama), Binary Numbers (5 mening mengingat urutan angkat biner acak), Random Image (5

menit mengingat urutan angka biner acak), Random Numbers (5 menit dan 15 menit mengingat urutan angka acak); Fictional Dates (5 menit mengingat tahun dan kejadian); Random Words (5 menit mengingat urutan kata acak); Spoken Numbers (mengingat deretan angka yang diperdengarkan dalam interval satu detik per angka); dan Random Cards (mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok dengan batasan waktu 5 menit dan 10 menit). (Diana Runtu)

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. memberikan motivasi kepada Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai universitas negeri terbesar di Bali Utara untuk terus berlari mengejar akreditasi. Ini diperlukan untuk peningkatan kualitas yang diberikan oleh Undiksha kepada masyarakat. Motivasi tersebut diberikannya ketika ditemui usai melakukan peninjauan pelaksanaan Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri (SMBJM) dengan Computer Based Test (CBT) di UPT TIK Undiksha, Rabu (17/7). Wabup Sutjidra menjelaskan Undiksha harus mengejar akreditasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Rektor Undiksha dan jajaran juga harus terus berbenah karena minat para lulusan SMA/ SMK sangat tinggi untuk menuntut ilmu di Undiksha. Khususnya untuk program studi (prodi) kedokteran yang baru menerima izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). “Animo ma-

syarakat sangat tinggi khususnya untuk prodi kedokteran namun serapannya rendah karena baru terbentuk,” jelasnya. Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan juga berharap Undiksha segera membentuk atau merintis prodi pertanian. Harapan ini juga berasal masyarakat sendiri. Dengan terbentuknya Prodi Pertanian, pendidikan yang ada di Undiksha ini menjadi lebih lengkap dan beragam dan dapat menopang potensi yang ada sehingga menumbuhkembangkan dan pemicu perkembangan ekonomi di Kabupaten Buleleng ini. “Dengan beragamnya prodi yang ada di Undiksha bisa memutar roda perekonomian di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja,” ujar Sutjidra. Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd.,mengungkapkan kelulusan seleksi ditentukan berdasarkan passing grade dan skor tertinggi. Ditegaskan, tidak ditentukan dari besaran sumbangan. “Kita disini tidak menenutukan dari berapa besar sumbangannya. Tetapi

apakah dia masuk passing grade atau memiliki skor yang lebih tinggi,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pada ujian itu, setiap butir soal memiliki bobot berbeda. “Dengan sistem seperti ini, kita mampu menjaring mahasiswa dengan kualitas baik. Ini yang diharapkan oleh masyarakat kampus dan juga dengan pemkab Buleleng, untuk kita betul-betul menjadi perguruan tinggi yang memiliki daya saing, penuh kuali-

tas. Ini sebabnya input harus bisa dilakukan dengan baik,” jelasnya. Khusus untuk akreditasi Prodi Kedokteran, mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha ini menyebutkan sudah dirancang. Hal itu juga akan dikoordinasikan dengan pihakpihak terkait, salah satunya Kementerian Kesehatan yang juga ikut memberikan penilaian. “Sesungguhnya kalau mengacu izin Prodi Kedokteran yang turun 8

U m a t H i n d u ke m b a l i merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Momentum hari suci inipun dijadikan pesan untuk mengingatkan dan mengevaluasi seberapa jauh kita mengamalkan dharma dalam kewajiban masing-masing untuk kemajuan bangsa khususnya Kabupaten Buleleng. Hari Raya Galungan jatuh bertepatan pada Buda Kliwon Dungulan, Rabu, 24 Juli 2019. Sedangkan Hari Raya Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu, 3 Agustus 2019 mendatang. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T. bersama dengan Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Buleleng yang beragama Hindu. Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh umat Hindu di Buleleng memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momentum kebangkitan diri dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan utamanya dalam pembangunan di Buleleng. Pelan tapi pasti, Kabupaten Buleleng saat ini telah menapak suatu jalan menuju kemajuan. Berbagai pembangunan pun telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. “Mari kita bangkit. Kemajuan Buleleng juga ditentukan oleh dukungan semua pihak,” ajaknya.

Agustus 2018, akreditasi dilakukan pada 2020. Tetapi sudah saya intruksikan ke jajaran Fakultas Kedokteran untuk bisa menyusun borang pada 2019 ini,” pungkasnya. SMBJM dengan CBT ini diikuti oleh 1357 peserta yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 17 – 19 Juli 2019. Untuk ujian keterampilan akan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2019. (Wiwin Meliana)

Dirinya juga mengharapkan masyarakat bisa menjadikan momentum Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk senantiasa meningkatkan srada bakthi ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, mempererat persaudaraan serta tali silaturahmi. “Makna kemenangan dharma melawan adharma haruslah dimaknai sebagai upaya dan tekad meningkatkan kualitas kehidupan, sosial dan kemasyarakatan untuk mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu),” ujar Agus Suradnyana. Sementara itu, Wabup Sutjidra mengungkapkan momentum perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. “Mari kita bangun Buleleng bersama agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” tutupnya.


Style

10

Optimis Sangat menarik bicara tentang desainer dan ide kreatif yang mendasari karyanya. Seperti yang dilakukan dua orang murid dari “Angeliqa Wu Fashion Desain Course”. Ayu Trisna dan Dhita Andriana, berhasil menuangkannya dalam satu tema meski inspirasi mereka berbeda.

M

ickey Mouse, ikon dari Walt Disney menjadi inspirasi Ayu Trisna. Ia tergoda siluet kepala yang khas, yakni lingkaran besar untuk kepala dan dua lingkaran kecil diatasnya sebagai telinga. Karyanya diberi judul ‘Topolino’. Mickey Mouse diciptakan tahun 1920-an, saat para waita mulai berpakaian longgar, dengan garis pinggang lurus , ber-stocking , memakai jubah, kimono serta cardigan sebagai outer-nya. Dan, art deco yang dekoratif dan modern menjadi corak pakaiannya. Ide ini digarap Ayu sebagai tampilan gaya busana kasual yang ceria, bebas berekspresi, percaya diri serta

optimis. Begitu juga dengan Dhita Andriana, karyanya juga menorehkan kesan ceria, optimis dan positive thinking. Koleksi bertema ‘Pollyanna’ ini, terinspirasi dari permainan ular tangga dengan berbagai filosofi didalamnya. Dhita berhasil menyuguhkan keindahan desainnya dari mengolah permainan yang menggambarkan kehidupan seorang gadis kutu buku itu tidak selalu di bawah. Dengan usahanya, berhasil menebarkan rasa optimis, disertai kepercayaan akan sampai pada tujuan yang diinginkan. (Sri Ardhini)

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

7

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019 221assist menggelar seminar kesehatan berjudul Tulang Kuat Hidup Sehat, Minggu (14/7) di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. Seminar ini dikuti ratusan peserta dengan narasumber Dr. Siva Kumar Ariaretnam, konsultan bedah tulang dari Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia.

Dr. Siva mengatakan, masalah radang sendi atau disebut osteoarthritis, di Indonesia biasa disebut pengapuran. Penyebabnya karena factor genetika, kemudian bisa juga karena trauma jatuh atau cedera saat olahraga dan bertambah berat badan. Dr. Siva mengatakan, untuk stadium awal, pengobatan bisa dilakukan dnegan pemberian obat dan exercise olahraga ringan seperti berjalan, berenang, dan naik sepeda. “Jika stadium sudah lanjut bisa disuntik oli. Namun, kalau lebih parah lagi atau stadium akhir bisa dilakukan tindakan operasi,” katanya. Ia menyebutkan, walaupun dilakukan tindakan operasi, pasien diharapkan tidak takut. Karena tehnik yang ia gunakan sangat modern dan canggih. “Jika operasi dilakukan pagi hari, siang atau sore pasien sudah bisa bangun dan berjalan kembali. Kalau stadium lanjut bisa juga dilakukan pergantian sendi. Kalau dioperasi pagi hari sore harinya sudah bisa jalan dan besoknya sudah bisa naik tangga,” kata Dr. Siva. Ia menambahkan, kelebihan dari operasi yang ia lakukan adalah, risikonya rendah, artinya, penularan infeksi sangat rendah, terjadinya darah beku juga rendah. “Setelah selesai operasi tidak perlu lagi melakukan terapi sampai berbulan-bulan seperti cara konvensional. Mungkin perlu kontrol saja dua minggu dan setelah itu selesai,” imbuhnya. Untuk pencegahan, Dr. Siva memberikan tips. Menghindari trauma, terutama bagi yang sudah berusia di atas 40 tahun, pola hidup sehat, olahraga disesuaikan dengan usia, paling bagus jalan kaki, bersepeda, dan berenang. Jangan lupa, jaga berat badan. Nurul Hasyikin Adanan, Asisten Manager International Marketing Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia mengatakan, kelebihan yang ditawarkan Rumah Sakit Ramsay Sime Darby adalah sudah disiapkan satu tim selama 24 jam, yang akan membantu mulai dari perjanjian, sampai cek ke dokter, apakah perlu operasi atau hanya dengan obat. Termasuk berapa lama

Seminar Tulang Kuat Hidup Sehat

Foto bersama tim dari Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia, tim 221assist, dan pengurus gereja Katedral.

tinggal di Kuala Lumpur, sampai kepulangan kembali ke Indonesia. Jadi kami memberikan pelayanan yang menyenangkan kepada pasien,” katanya. Nurul mengatakan, pasien tidak perlu khawatir, setibanya di bandara Kuala Lumpur, sudah ada tim yang akan membantu mengantar ke hotel kemudian mengantar ke rumah sakit. Untuk pasien dari Bali bisa mengontak perwakilan di Bali yakni tim 221assist untuk koordinasi sebelumnya sehingga tidak ada lagi keraguan saat tiba di Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia Andre, adalah salah seorang yang pernah berobat ke Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia menuturkan, pelayanannya yang diberikan sangat optimal dan maksimal. “Koordinasi dan komunikasi amat sangat baik. Sebelum saya datang ke sana, sudah mendapatkan informasi yang lengkap tentang pengobatan yang akan saya jalani termasuk biayanya. Apa yang pasien tanya selalu diberi jawaban terbaik. Setelah sampai di Malaysia, sudah ada orang yang ditugaskan untuk mengurus kami sebagai pasien. Semua urusan lancar dan nyaman, tidak berbelitbelit. Saya sebagai pasien sangat puas,” kata Andre. (ast)

Dr. Siva sedang memberikan pemaparan

Tim 221assist menjelaskan beberapa pelayanan yang bisa dibantu untuk pasien dari Bali

Pasien antusias mendapatkan informasi tentang kesehatan tulang.

Perwakilan Ramsay Sime Darby Health Care di Bali Jl. Anyelir No 8 Denpasar Bali 80235 Telp; +62361 242876 DL/Mobile: +6281338679177


JELITA

8

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Gado-Gado dan Martabak Tahu

HUT ke-23 Miracle Aesthetic Clinic

Camilan Sehat untuk Keluarga

Tingkatkan Kualitas Kesehatan Kulit Persembahan pelayanan dan perawatan kulit terbaik yang diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan serta memberikan kepuasan. Itulah komitmen Miracle Aesthetic Clinic kepada seluruh pelanggannya. Untuk itu serangkaian HUT ke -23 Miracle kembali memberika keistimewaan dan penawaran menarik.

M

elalui event ‘Miracle Anniversale’ yang telah terselenggara (12-16 Juli 2019), pelanggan dapat memanjakan diri dengan penawaran hemat hingga 50% , buy 1 get 1 free serta berbagai hadiah langsung dan free treatment. Demikian disampaikan Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic Jap Budi Wijaya pada acara Media Gathering di The Hub Bali, Sanur, Kamis (11/7). Miracle, katanya selalu meng-

hadirkan beragam jenis inovasi perawatan terbaru. Dan, dipastikan perawatan tersebut aman dan dipastikan pelanggan merasakan hasil yang nyata. Selain itu, katanya Miracle selalu alat-alat terbaik demi hasil terbaik juga selama ini. Sementara itu dr. Kadek Dewitini, Dipl. AAAM (Dokter Konsultan Miracle Renon) dan dr. IGN Probo, dari Miracle Kuta, menjelaskan ‘Skin Booster’ sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas kulit menjadi lebih sehat, lembab,

kenyal dan cerah bersinar. ‘Skin Booster’ adalah perawatan injeksi yang berisi berbagai bahan aktif yang dapat menstimulasi kolagen, melembabkan kulit, menghaluskan tekstur, dan regenerasi sel kulit. Dikatakan oleh dokter Dewi, perawatan terbaru ‘Miracle Glass Skin Hydrabooster’ merupakan premium ‘Skin Booster’. Pada treatment ini dipadukan injeksi ‘Skin Booster’ dengan Hyaluronic Acid (HA),dikombinasikan dengan teknologi laser canggih, hingga bermanfaat untuk pencerahan kulit wajah. “Kemudian dilakukan injeksi ‘Skin Booster’ sebagai Deep Skin Hydration untuk menambah efek pelembapan yang maksimal,” ungkapnya. Perawatan terbaru lainnya yang

dikenalkan dalam acara ‘The Miracle of Skin Booster’ adalah ‘Miracle Healer Injection’. “Perawatan ini merupakan prosedur berupa injeksi dengan kandungan DNA Salmon. Keajaiban perawatan kulit dengan injeksi bahan yang berasal dari ekstrak DNA salmon yang aman, sebab mirip dengan DNA manusia sehingga tidak menyebabkan efek samping. DNA Salmon tersebut sudah dipurifikasi dari komponen protein yang lain sehingga tidak memicu respons alergi,” lanjut dr Dewi.

Dikatakannya, ada 3 variasi dari ‘Miracle Healer Injection’. Yang pertama ‘Miracle Rejuran Dermal Glow’, untuk mengurangi kerutkerut halus atau keriput sehingga kulit tampak lebih muda, segar dan sehat. Yang Kedua, ‘Miracle Rejuran Dermal Booster’ mengatasi kulit kusam, kering, juga kerutan halus. Dan, yang ketiga ‘Miracle Rejuran Dermal Repair’ yang berfungsi mengatasi kulit kasar, pori-pori lebar dan scar. Semuanya bakal menghasilkan kulit yang kenyal, lembab, halus, produksi minyak di kulit wajah tidak berlebih serta memberikan efek kulit yang lebih cerah sehingga kualitas kesehatan kulit meningkat. (Sri Ardhini)

Hindari Kerepotan dengan Permanent Blow

Ketika kita perlu tampil yang berbeda karena bosan dengan rambut yang super lurus, namun tak punya waktu

ekstra untuk menatanya di rumah. Apa yang bisa dilakukan untuk mempermudah mempunyai rambut yang indah, cantik

dan rapi tanpa memerlukan banyak usaha? Bagi mereka yang ingin rambut tetap terlihat rapi seperti habis ditata di salon setiap hari, Jero Melati pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, menawarkan sebuah solusi untuk memilih Permanen Blow. Apalagi Permanent Blow memang sudah ada di Adibi sejak 5 tahun silam dan dtangani oleh hair stylist yang profesional. Permanent Blow semakin popular dan digemari, sebagai solusi agar para wanita tidak lagi kerepotan menata rambut setiap hendak kemana pun. Sebab, dengan Permanent Blow, rambut akan selalu terlihat rapi seperti habis ditata di salon setiap hari. Permanent Blow juga dan dapat diaplikasikan pada rambut panjang maupun pendek. Permanent Blow adalah perawatan yang dapat menciptakan tatanan rambut seperti habis di-blow setiap hari tanpa perlu

ke salon. Perawatan ini dilakukan memakai bahan yang aman dan tidak berbahaya. Ada beberapa model apakah itu bob, shaggy atau layer bisa dipilih atau disesuaikan dengan kondisi rambut dan juga bentuk wajah. Menurut Jero Melati ,jika ingin melakukan Permanent Blow ini, akan lebih baik sempurna hasilnya pada rambut yang normal dan tidak usai di bleaching, atau diwarnai, juga rambut yang habis terpapar bahan kimia. “Kalau pun ada masalah , atau habis melakukan treatment lainnya, bisa datang untuk dikonsultasikan lebih dahulu, agar tidak merusak kondisi rambut. Karena, bisa saja sebelum Permanent Blow, perlu serangkian perawatan terlebih dahulu,” ujarnya. Permanent Blow, kata ibu 3 anak ini umumnya bisa bertahan sekitar 6-8 bulan. Namun juga bisa sebelum 6 bulan, tergantung dari tesktur rambut, gaya hidup dan perawatan yang dilakukan. “Jika ingin Permanent Blow bertahan lebih

KULINER

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

lama, saat ingin menyisir rambut, tidak dengan sisir namun sikat dengan lembut menggunakan jari tangan saja,” ucapnya. Jero Melati juga menekankan walaupun berlabel permanen, bukan berarti perawatan ini tidak perlu touch up, sebaiknya dilakukan setiap 6 atau 8 bulan sekali. Hal ini tergantung pada jenis dan preferensi rambut seseorang. Selain itu perawatan reguler juga membantu merawat rambut dan mempertahankan daya tahan Permanent Blow. Lebih lanjut diingatkan oleh Jero Melati bahwa proses untuk proses Permanent Blow adalah sekitar 2- 3 jam. Waktu ini juga tergantung dari panjang, ketebalan dan kondisi rambut lainnya. Dan, jika sudah melakukan Permanent Blow, sangat disarankan untuk melakukan perawatan ekstra dengan memilih sampo atau produk yang sesuai, sehingga tatanannya bisa bertahan lebih lama dan rambut juga terjaga kesehatannya. (Sri Ardhini)

Menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari bukan hal mudah. Ada banyak tantangan dan godaan yang harus dihadapi. Selain memerlukan komitmen dan disiplin diri yang tinggi, dukungan keluarga dan orang sekitar juga merupakan faktor penunjang keberhasilan seseorang dalam menjalani pola makan sehat. Mengapa hal itu dikatakan penting?

Nikki Indrawati

M

enurut Nikki Indrawati (Plant bassed chef dan Konsultan nutrisi berbasis holistik), pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial. Dimana makan bersama merupakan salah satu aktivitas penting yang bisa mempererat hubungan antara keluarga, sahabat, kerabat, dan juga masyarakat luas. Banyak momen penting dalam hidup kita nikmati bersama dengan berbagai makanan. Dikatakan oleh Nikki, saat kita lebih sadar terhadap pilihan makanan yang kita konsumsi dan ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan sekeliling kita, disinilah tantangan dan godaan itu hadir. Lantas apa cara yang paling efektif dalam menyikapi hal ini? “Berbagi. Mulailah memperkenalkan makanan sehat yang kita

konsumsi dengan cita rasa yang masih dekat dengan selera keluarga atau lingkungan terdekat. Awali dengan menu-menu ringan seperti camilan yang bisa bisa dinikmati di sore hari bersama keluarga,” papar Nikki sembari menambahkan bisa juga dengan membawa makanan kecil saat arisan atau berbagi snack sehat

saat kerja lembur di kantor. Minggu ini untuk pecinta halaman kuliner Tokoh, Nikki menghadirkan 2 menu yang salah satunya merupakan menu favorit masyarakat Indonesia yaitu gadogado dan martabak tahu. Menu ini sehat, kaya nutrisi dan juga tampilan yang tidak kalah menarik. (Sri Ardhini)

Martabak Tahu Mini tanpa Telur ½ : bawang bombay cincang 2 siung : bawang putih cincang 2 batang : daun pere iris tipis 1 sdt : jintan bubuk ½ sdt : kunyit bubuk 1 sdt : kaldu jamur bubuk ¼ tsp : gula bila perlu Garam dan merica secukupnya Minyak kelapa untuk menggoreng

Bahan-bahan: 10 lbr : kulit lumpia kecil 4 buah : tahu ukuran besar

Cara membuat: - Hancurkan tahu dengan garpu hingga halus - Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan bawang putih cincang

Sotong Rica Hitam

Hidangan Spesial Citarasa Tradisional Bagi Anda penggemar sotong, menu yang ditawarkan Aston Solo pada bulan Juli ini akan sangat cocok untuk Anda nikmati. Sotong Rica Hitam merupakan makanan khas Indonesia yang menjadi menu andalan. Sajian dengan rasa gurih yang diramu Chef Felix Ridwan akan membuat sensasi bagi siapapun yang menyantapnya. “Sotong Rica Hitam yang kami tawarkan ini disajikan bersama dengan nasi putih hangat dan peyek. Selain empuk, sotong rica hitam ini juga memiliki cita rasa rempah yang kuat.” ungkap Chef Felix. Sebagai pendamping, Chef

9

Gado-gado Rolls

Bahan gado-gado: Rice paper 1 buah : selada, iris 1 buah : wortel ukuran sedang potong korek api, rebus sebentar 100 gr : tauge, siram air panas dan tiriskan 4 buah : tahu, kukus lalu potong memanjang 1 buah : jagung manis, dipipil dan rebus dan tiriskan Daun bawang secukupnya, potong tipis Cara membuat: - Rendam selembar rice paper dalam air biasa hingga lunak lalu dengan hati hati letakkan di atas piring datar dan isi dengan semua bahan diatas dengan berjejer rapi lalu mulai digulung seperti menggulung lumpia.

1/3 cup : salad oil 1-2 sdt : cuka 2 sdt : saos sambal 1-2 sdt : gula cokelat 1 ruas jahe : diparut 1 siung : bawang putih dicincang Air secukupnya terutama jika menggunakan kacang sangrai

Sajikan dengan saos kacang - Bahan saos kacang: ½ cup : selai kacang tanpa gula atau bisa diganti dengan kacang sangrai 1/4 cup : kecap asin Jepang

Cara membuat: - Blender semua bahan diatas hingga halus. - Saos yang sudah jadi bisa disimpan di kulkas selama 3 atau 4 hari dalam botol atau toples kaca

- Tambahkan tahu, bawang pere dan bumbu lainnya lalu masak hingga matang - Angkat dan sisihkan - Untuk membuat martabak siapkan kulit lumpia lalu isi

dengan 1 sdm isian tahu dan lipat berbentuk persegi. - Lalu goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan - Bisa disajikan dengan saos sambal

Felix menghadirkan dua minuman segar yaitu Banyu Seger, minuman yang terdiri dari grenadine syrup, mango juice, kiwi, dan simple syrup serta Tresnoku yang terdiri dari buah strawberry segar, fresh milk dan simple syrup.

Untuk hidangan penutup manis, Anda bisa memesan Kue Kurma. Semua hidangan spesial dengan citarasa tradisional nusantara ala Aston Solo Hotel ini bisa Anda nikmati di Cashmere Restaurant.


JELITA

8

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Gado-Gado dan Martabak Tahu

HUT ke-23 Miracle Aesthetic Clinic

Camilan Sehat untuk Keluarga

Tingkatkan Kualitas Kesehatan Kulit Persembahan pelayanan dan perawatan kulit terbaik yang diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan serta memberikan kepuasan. Itulah komitmen Miracle Aesthetic Clinic kepada seluruh pelanggannya. Untuk itu serangkaian HUT ke -23 Miracle kembali memberika keistimewaan dan penawaran menarik.

M

elalui event ‘Miracle Anniversale’ yang telah terselenggara (12-16 Juli 2019), pelanggan dapat memanjakan diri dengan penawaran hemat hingga 50% , buy 1 get 1 free serta berbagai hadiah langsung dan free treatment. Demikian disampaikan Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic Jap Budi Wijaya pada acara Media Gathering di The Hub Bali, Sanur, Kamis (11/7). Miracle, katanya selalu meng-

hadirkan beragam jenis inovasi perawatan terbaru. Dan, dipastikan perawatan tersebut aman dan dipastikan pelanggan merasakan hasil yang nyata. Selain itu, katanya Miracle selalu alat-alat terbaik demi hasil terbaik juga selama ini. Sementara itu dr. Kadek Dewitini, Dipl. AAAM (Dokter Konsultan Miracle Renon) dan dr. IGN Probo, dari Miracle Kuta, menjelaskan ‘Skin Booster’ sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas kulit menjadi lebih sehat, lembab,

kenyal dan cerah bersinar. ‘Skin Booster’ adalah perawatan injeksi yang berisi berbagai bahan aktif yang dapat menstimulasi kolagen, melembabkan kulit, menghaluskan tekstur, dan regenerasi sel kulit. Dikatakan oleh dokter Dewi, perawatan terbaru ‘Miracle Glass Skin Hydrabooster’ merupakan premium ‘Skin Booster’. Pada treatment ini dipadukan injeksi ‘Skin Booster’ dengan Hyaluronic Acid (HA),dikombinasikan dengan teknologi laser canggih, hingga bermanfaat untuk pencerahan kulit wajah. “Kemudian dilakukan injeksi ‘Skin Booster’ sebagai Deep Skin Hydration untuk menambah efek pelembapan yang maksimal,” ungkapnya. Perawatan terbaru lainnya yang

dikenalkan dalam acara ‘The Miracle of Skin Booster’ adalah ‘Miracle Healer Injection’. “Perawatan ini merupakan prosedur berupa injeksi dengan kandungan DNA Salmon. Keajaiban perawatan kulit dengan injeksi bahan yang berasal dari ekstrak DNA salmon yang aman, sebab mirip dengan DNA manusia sehingga tidak menyebabkan efek samping. DNA Salmon tersebut sudah dipurifikasi dari komponen protein yang lain sehingga tidak memicu respons alergi,” lanjut dr Dewi.

Dikatakannya, ada 3 variasi dari ‘Miracle Healer Injection’. Yang pertama ‘Miracle Rejuran Dermal Glow’, untuk mengurangi kerutkerut halus atau keriput sehingga kulit tampak lebih muda, segar dan sehat. Yang Kedua, ‘Miracle Rejuran Dermal Booster’ mengatasi kulit kusam, kering, juga kerutan halus. Dan, yang ketiga ‘Miracle Rejuran Dermal Repair’ yang berfungsi mengatasi kulit kasar, pori-pori lebar dan scar. Semuanya bakal menghasilkan kulit yang kenyal, lembab, halus, produksi minyak di kulit wajah tidak berlebih serta memberikan efek kulit yang lebih cerah sehingga kualitas kesehatan kulit meningkat. (Sri Ardhini)

Hindari Kerepotan dengan Permanent Blow

Ketika kita perlu tampil yang berbeda karena bosan dengan rambut yang super lurus, namun tak punya waktu

ekstra untuk menatanya di rumah. Apa yang bisa dilakukan untuk mempermudah mempunyai rambut yang indah, cantik

dan rapi tanpa memerlukan banyak usaha? Bagi mereka yang ingin rambut tetap terlihat rapi seperti habis ditata di salon setiap hari, Jero Melati pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, menawarkan sebuah solusi untuk memilih Permanen Blow. Apalagi Permanent Blow memang sudah ada di Adibi sejak 5 tahun silam dan dtangani oleh hair stylist yang profesional. Permanent Blow semakin popular dan digemari, sebagai solusi agar para wanita tidak lagi kerepotan menata rambut setiap hendak kemana pun. Sebab, dengan Permanent Blow, rambut akan selalu terlihat rapi seperti habis ditata di salon setiap hari. Permanent Blow juga dan dapat diaplikasikan pada rambut panjang maupun pendek. Permanent Blow adalah perawatan yang dapat menciptakan tatanan rambut seperti habis di-blow setiap hari tanpa perlu

ke salon. Perawatan ini dilakukan memakai bahan yang aman dan tidak berbahaya. Ada beberapa model apakah itu bob, shaggy atau layer bisa dipilih atau disesuaikan dengan kondisi rambut dan juga bentuk wajah. Menurut Jero Melati ,jika ingin melakukan Permanent Blow ini, akan lebih baik sempurna hasilnya pada rambut yang normal dan tidak usai di bleaching, atau diwarnai, juga rambut yang habis terpapar bahan kimia. “Kalau pun ada masalah , atau habis melakukan treatment lainnya, bisa datang untuk dikonsultasikan lebih dahulu, agar tidak merusak kondisi rambut. Karena, bisa saja sebelum Permanent Blow, perlu serangkian perawatan terlebih dahulu,” ujarnya. Permanent Blow, kata ibu 3 anak ini umumnya bisa bertahan sekitar 6-8 bulan. Namun juga bisa sebelum 6 bulan, tergantung dari tesktur rambut, gaya hidup dan perawatan yang dilakukan. “Jika ingin Permanent Blow bertahan lebih

KULINER

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

lama, saat ingin menyisir rambut, tidak dengan sisir namun sikat dengan lembut menggunakan jari tangan saja,” ucapnya. Jero Melati juga menekankan walaupun berlabel permanen, bukan berarti perawatan ini tidak perlu touch up, sebaiknya dilakukan setiap 6 atau 8 bulan sekali. Hal ini tergantung pada jenis dan preferensi rambut seseorang. Selain itu perawatan reguler juga membantu merawat rambut dan mempertahankan daya tahan Permanent Blow. Lebih lanjut diingatkan oleh Jero Melati bahwa proses untuk proses Permanent Blow adalah sekitar 2- 3 jam. Waktu ini juga tergantung dari panjang, ketebalan dan kondisi rambut lainnya. Dan, jika sudah melakukan Permanent Blow, sangat disarankan untuk melakukan perawatan ekstra dengan memilih sampo atau produk yang sesuai, sehingga tatanannya bisa bertahan lebih lama dan rambut juga terjaga kesehatannya. (Sri Ardhini)

Menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari bukan hal mudah. Ada banyak tantangan dan godaan yang harus dihadapi. Selain memerlukan komitmen dan disiplin diri yang tinggi, dukungan keluarga dan orang sekitar juga merupakan faktor penunjang keberhasilan seseorang dalam menjalani pola makan sehat. Mengapa hal itu dikatakan penting?

Nikki Indrawati

M

enurut Nikki Indrawati (Plant bassed chef dan Konsultan nutrisi berbasis holistik), pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial. Dimana makan bersama merupakan salah satu aktivitas penting yang bisa mempererat hubungan antara keluarga, sahabat, kerabat, dan juga masyarakat luas. Banyak momen penting dalam hidup kita nikmati bersama dengan berbagai makanan. Dikatakan oleh Nikki, saat kita lebih sadar terhadap pilihan makanan yang kita konsumsi dan ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan sekeliling kita, disinilah tantangan dan godaan itu hadir. Lantas apa cara yang paling efektif dalam menyikapi hal ini? “Berbagi. Mulailah memperkenalkan makanan sehat yang kita

konsumsi dengan cita rasa yang masih dekat dengan selera keluarga atau lingkungan terdekat. Awali dengan menu-menu ringan seperti camilan yang bisa bisa dinikmati di sore hari bersama keluarga,” papar Nikki sembari menambahkan bisa juga dengan membawa makanan kecil saat arisan atau berbagi snack sehat

saat kerja lembur di kantor. Minggu ini untuk pecinta halaman kuliner Tokoh, Nikki menghadirkan 2 menu yang salah satunya merupakan menu favorit masyarakat Indonesia yaitu gadogado dan martabak tahu. Menu ini sehat, kaya nutrisi dan juga tampilan yang tidak kalah menarik. (Sri Ardhini)

Martabak Tahu Mini tanpa Telur ½ : bawang bombay cincang 2 siung : bawang putih cincang 2 batang : daun pere iris tipis 1 sdt : jintan bubuk ½ sdt : kunyit bubuk 1 sdt : kaldu jamur bubuk ¼ tsp : gula bila perlu Garam dan merica secukupnya Minyak kelapa untuk menggoreng

Bahan-bahan: 10 lbr : kulit lumpia kecil 4 buah : tahu ukuran besar

Cara membuat: - Hancurkan tahu dengan garpu hingga halus - Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan bawang putih cincang

Sotong Rica Hitam

Hidangan Spesial Citarasa Tradisional Bagi Anda penggemar sotong, menu yang ditawarkan Aston Solo pada bulan Juli ini akan sangat cocok untuk Anda nikmati. Sotong Rica Hitam merupakan makanan khas Indonesia yang menjadi menu andalan. Sajian dengan rasa gurih yang diramu Chef Felix Ridwan akan membuat sensasi bagi siapapun yang menyantapnya. “Sotong Rica Hitam yang kami tawarkan ini disajikan bersama dengan nasi putih hangat dan peyek. Selain empuk, sotong rica hitam ini juga memiliki cita rasa rempah yang kuat.” ungkap Chef Felix. Sebagai pendamping, Chef

9

Gado-gado Rolls

Bahan gado-gado: Rice paper 1 buah : selada, iris 1 buah : wortel ukuran sedang potong korek api, rebus sebentar 100 gr : tauge, siram air panas dan tiriskan 4 buah : tahu, kukus lalu potong memanjang 1 buah : jagung manis, dipipil dan rebus dan tiriskan Daun bawang secukupnya, potong tipis Cara membuat: - Rendam selembar rice paper dalam air biasa hingga lunak lalu dengan hati hati letakkan di atas piring datar dan isi dengan semua bahan diatas dengan berjejer rapi lalu mulai digulung seperti menggulung lumpia.

1/3 cup : salad oil 1-2 sdt : cuka 2 sdt : saos sambal 1-2 sdt : gula cokelat 1 ruas jahe : diparut 1 siung : bawang putih dicincang Air secukupnya terutama jika menggunakan kacang sangrai

Sajikan dengan saos kacang - Bahan saos kacang: ½ cup : selai kacang tanpa gula atau bisa diganti dengan kacang sangrai 1/4 cup : kecap asin Jepang

Cara membuat: - Blender semua bahan diatas hingga halus. - Saos yang sudah jadi bisa disimpan di kulkas selama 3 atau 4 hari dalam botol atau toples kaca

- Tambahkan tahu, bawang pere dan bumbu lainnya lalu masak hingga matang - Angkat dan sisihkan - Untuk membuat martabak siapkan kulit lumpia lalu isi

dengan 1 sdm isian tahu dan lipat berbentuk persegi. - Lalu goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan - Bisa disajikan dengan saos sambal

Felix menghadirkan dua minuman segar yaitu Banyu Seger, minuman yang terdiri dari grenadine syrup, mango juice, kiwi, dan simple syrup serta Tresnoku yang terdiri dari buah strawberry segar, fresh milk dan simple syrup.

Untuk hidangan penutup manis, Anda bisa memesan Kue Kurma. Semua hidangan spesial dengan citarasa tradisional nusantara ala Aston Solo Hotel ini bisa Anda nikmati di Cashmere Restaurant.


Style

10

Optimis Sangat menarik bicara tentang desainer dan ide kreatif yang mendasari karyanya. Seperti yang dilakukan dua orang murid dari “Angeliqa Wu Fashion Desain Course”. Ayu Trisna dan Dhita Andriana, berhasil menuangkannya dalam satu tema meski inspirasi mereka berbeda.

M

ickey Mouse, ikon dari Walt Disney menjadi inspirasi Ayu Trisna. Ia tergoda siluet kepala yang khas, yakni lingkaran besar untuk kepala dan dua lingkaran kecil diatasnya sebagai telinga. Karyanya diberi judul ‘Topolino’. Mickey Mouse diciptakan tahun 1920-an, saat para waita mulai berpakaian longgar, dengan garis pinggang lurus , ber-stocking , memakai jubah, kimono serta cardigan sebagai outer-nya. Dan, art deco yang dekoratif dan modern menjadi corak pakaiannya. Ide ini digarap Ayu sebagai tampilan gaya busana kasual yang ceria, bebas berekspresi, percaya diri serta

optimis. Begitu juga dengan Dhita Andriana, karyanya juga menorehkan kesan ceria, optimis dan positive thinking. Koleksi bertema ‘Pollyanna’ ini, terinspirasi dari permainan ular tangga dengan berbagai filosofi didalamnya. Dhita berhasil menyuguhkan keindahan desainnya dari mengolah permainan yang menggambarkan kehidupan seorang gadis kutu buku itu tidak selalu di bawah. Dengan usahanya, berhasil menebarkan rasa optimis, disertai kepercayaan akan sampai pada tujuan yang diinginkan. (Sri Ardhini)

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

7

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019 221assist menggelar seminar kesehatan berjudul Tulang Kuat Hidup Sehat, Minggu (14/7) di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. Seminar ini dikuti ratusan peserta dengan narasumber Dr. Siva Kumar Ariaretnam, konsultan bedah tulang dari Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia.

Dr. Siva mengatakan, masalah radang sendi atau disebut osteoarthritis, di Indonesia biasa disebut pengapuran. Penyebabnya karena factor genetika, kemudian bisa juga karena trauma jatuh atau cedera saat olahraga dan bertambah berat badan. Dr. Siva mengatakan, untuk stadium awal, pengobatan bisa dilakukan dnegan pemberian obat dan exercise olahraga ringan seperti berjalan, berenang, dan naik sepeda. “Jika stadium sudah lanjut bisa disuntik oli. Namun, kalau lebih parah lagi atau stadium akhir bisa dilakukan tindakan operasi,” katanya. Ia menyebutkan, walaupun dilakukan tindakan operasi, pasien diharapkan tidak takut. Karena tehnik yang ia gunakan sangat modern dan canggih. “Jika operasi dilakukan pagi hari, siang atau sore pasien sudah bisa bangun dan berjalan kembali. Kalau stadium lanjut bisa juga dilakukan pergantian sendi. Kalau dioperasi pagi hari sore harinya sudah bisa jalan dan besoknya sudah bisa naik tangga,” kata Dr. Siva. Ia menambahkan, kelebihan dari operasi yang ia lakukan adalah, risikonya rendah, artinya, penularan infeksi sangat rendah, terjadinya darah beku juga rendah. “Setelah selesai operasi tidak perlu lagi melakukan terapi sampai berbulan-bulan seperti cara konvensional. Mungkin perlu kontrol saja dua minggu dan setelah itu selesai,” imbuhnya. Untuk pencegahan, Dr. Siva memberikan tips. Menghindari trauma, terutama bagi yang sudah berusia di atas 40 tahun, pola hidup sehat, olahraga disesuaikan dengan usia, paling bagus jalan kaki, bersepeda, dan berenang. Jangan lupa, jaga berat badan. Nurul Hasyikin Adanan, Asisten Manager International Marketing Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia mengatakan, kelebihan yang ditawarkan Rumah Sakit Ramsay Sime Darby adalah sudah disiapkan satu tim selama 24 jam, yang akan membantu mulai dari perjanjian, sampai cek ke dokter, apakah perlu operasi atau hanya dengan obat. Termasuk berapa lama

Seminar Tulang Kuat Hidup Sehat

Foto bersama tim dari Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia, tim 221assist, dan pengurus gereja Katedral.

tinggal di Kuala Lumpur, sampai kepulangan kembali ke Indonesia. Jadi kami memberikan pelayanan yang menyenangkan kepada pasien,” katanya. Nurul mengatakan, pasien tidak perlu khawatir, setibanya di bandara Kuala Lumpur, sudah ada tim yang akan membantu mengantar ke hotel kemudian mengantar ke rumah sakit. Untuk pasien dari Bali bisa mengontak perwakilan di Bali yakni tim 221assist untuk koordinasi sebelumnya sehingga tidak ada lagi keraguan saat tiba di Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia Andre, adalah salah seorang yang pernah berobat ke Ramsay Sime Darby Health Care Malaysia menuturkan, pelayanannya yang diberikan sangat optimal dan maksimal. “Koordinasi dan komunikasi amat sangat baik. Sebelum saya datang ke sana, sudah mendapatkan informasi yang lengkap tentang pengobatan yang akan saya jalani termasuk biayanya. Apa yang pasien tanya selalu diberi jawaban terbaik. Setelah sampai di Malaysia, sudah ada orang yang ditugaskan untuk mengurus kami sebagai pasien. Semua urusan lancar dan nyaman, tidak berbelitbelit. Saya sebagai pasien sangat puas,” kata Andre. (ast)

Dr. Siva sedang memberikan pemaparan

Tim 221assist menjelaskan beberapa pelayanan yang bisa dibantu untuk pasien dari Bali

Pasien antusias mendapatkan informasi tentang kesehatan tulang.

Perwakilan Ramsay Sime Darby Health Care di Bali Jl. Anyelir No 8 Denpasar Bali 80235 Telp; +62361 242876 DL/Mobile: +6281338679177


6

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

BULELENG

11

Konsumsi Ikan di Buleleng Tertinggi di Bali Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Nutrisi dalam ikan sangat tinggi, ditambah lagi harga ikan lebih terjangkau dan ketersediaanya pun melimpah di Indonesia. Buleleng salah satunya. Memiliki garis pantai terpanjang di Bali menjadikan Buleleng sebagai salah satu kabupaten yang melimpah akan ketersediaan berbagai jenis ikan.

D

ata yang ditunjukkan di Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, konsumsi ikan di Buleleng sampai dengan akhir tahun 2018 mencapai 36,93 kg per kapita. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi bila dibandingkan dengan konsumsi ikan di kabupaten/kota lain di Bali. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika beberapa waktu lalu.

Shafa Anisa

Memanfaatkan Memory Sport

Arnika menjelaskan, saat ini Dinas Perikanan terus mengejar agar target konsumsi ikan di Buleleng mencapai angka 50 kg per kapita. Angka itu sesuai dengan standar yang ditetapkan secara nasional. Upaya sosialisasi dengan masyarakat sasaran terus digencarkan. Dinas Perikanan secara masif sudah mengampanyekan gerakan makan ikan dalam berbagai kesempatan. Dalam kampanye dimaksud, Arnika beru-

B

berhasil menyabet emas namun juga memecahkan rekor dunia dalam cabang ‘Names and Faces’ untuk kategori anakanak. Ia mampu mengingat 88 wajah dan nama dalam tempo 15 menit. Rekor Shafa ini dicatat oleh Memory Sports Council yang berbasis di Inggris. Belajar memory sport, tutur Shafa, sangat bermanfaat bagi dirinya khususnya dalam mengingat pelajaran di sekolahnya. Karena itu dia tekun mempelajarinya. Hal itu juga dibenarkan oleh Yudi yang menyebut banyak manfaat dengan menekuni memory sport. Untuk anak-anak misalnya, sangat membantu meningkatkan daya ingat serta meningkatkan prestasi anak di sekolah. Hal itu, tambahnya, merupakan kesaksian para orangtua murid yang anak-anaknya mengikuti pelatihan memory sport. Selain Shafa, lanjut Yudi, atlet memory yang juga mengukir prestasi dalam event ‘Japan Open 2019’ adalah Janet Valencia. “Ia jauh mengungguli atlet atlet daya ingat dari negara lainnya di cabang ‘Names and Faces’. Janet mampu mengingat 48 nama dalam 5 menit, sementara Naoya Hirata dari Jepang hanya mampu mengingat 33 nama,” jelas Yudi tentang prestasi yang diukir siswi SMA Regina Pacis, Bogor, ini. Atlet Indonesia lainnya adalah yang tak kalah gemilang adalah Amira Tsurayya, siswi SMA Pesantren Plus Al Bayan Putri, Sukabumi. Ia mampu mengingat 81 kata dalam 5 menit, mengalahkan Zhang Ling Feng yang harus puas dengan 63 kata saja. Sementara Fatimah Aiko, pelajar SMA Al Irsyad Satya, Bandung, berhasil menyabet 4 emas dan 3 perak. Hasil kejuaraan ini menurut Yudi membuktikan bahwa walaupun dengan dukungan terbatas, kemampuan daya

kampanye konsumsi ikan juga menyasar para orang tua. Bahkan, kata Arnika, pihaknya juga sudah menghimbau guru-guru PAUD dan SD agar bekal anak didiknya sedapat mungkin dengan menu ikan. Peran ibu-ibu PKK juga dilibatkan dalam gerakan peningkatan gizi tersebut. Namun, Arnika juga mengakui bahwa angka konsumsi ikan di Buleleng masih jauh angka konsumsi nasional. Hal itu diakui Arnika karena pemahaman masyarakat yang masih rendah akan manfaat ikan, serta kebiasaan pola konsumsi dari masyarakat itu sendiri. Ikan, menurut Arnika, selama ini belum dijadikan menu utama di kalangan masyarakat. “Tapi masyarakat sekarang sudah

Ir. Made Arnika

mulai sadar, bila ada hajatan sudah mulai dengan menu ikan, misalnya nyatnyat ikan, dan sebagainya. Mudah-mudahan kasadaran masyarakat terus berkembang,” harapnya. (Wiwin Meliana)

Undiksha Didorong Bentuk Prodi Pertanian

Shafa Annisa kembali menunjukkan kecemerlangan daya ingatnya. Dalam ajang ‘Japan Open Memory Championships’ 2019 yang digelar di Tokyo Jepang, baru-baru ini, ia berhasil menyambet 3 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. Raihan siswi SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta ini ikut mendongkrak Tim Indonesia untuk bisa meraih predikat Country Champion dengan total poin 12.630. Total medali yang berhasil diraih Tim Indonesia adalah 11 emas, 15 perak dan 19 perunggu. agi Shafa yang sudah kerap mendulang emas di berbagai event internasional yang diikutinya, keikutsertaanya di Japan Open merupakan yang kedua kalinya. Lima tahun lalu, pemegang gelar Grandmaster of Memory ini juga bertarung di ajang ini, saat itu dia masih sekolah dasar. “Shafa Annisa berhasil meraih perolehan skor indivisual tertinggi kedua pada kejuaraan ini. Hanya terpaut sedikit saja dari Zhang Ling Feng, atlet memory asal Cina,” ungkap Yudi Lesmana, Grandmaster of Memory, yang juga Ketua Tim Indonesia. Pencapaian rekor ingatan fantastis yang diraih Shafa, tambah Yudi, adalah mampu mengingat 100 digit angka acak yang diucapkan dalam 100 detik (nilai sempurna), serta memecahkan rekor pribadinya di cabang Random Words dengan mengingat 71 kata dalam 5 menit, dan juga 352 gambar acak dalam 5 menit,. Shafa mengaku mulai mempelajari memory sport sejak 2013 lalu, saat itu ia masih kelas 3 SD. Ayahnya yang mengikutsertakan dirinya dalam les memory sport. “Ayah adalah teman kantor kak Yudi Lesmana. Ayah yang memasukkan saya di tempat les kak Yudi. Katanya saya berpotensi,” tutur Shafa yang dalam ajang ‘Japan Open’ dinobatkan sebagai ‘1st Position Junior Open Division’. Dan perkiraan dan analisa Yudi terbukti. Dalam berbagai kejuaraan, remaja yang bercita-cita menjadi dokter mata ini, mampu mengukir prestasi. Salah satu prestasinya yang paling mengesankan adalah saat mengikuti ajang Asia Memory Championship & 3rd Hong Kong Open Memory Championship 2015. Shafa yang masih SD bukan hanya

saha mengedukasi masyarakat bahwa ikan mengandung protein yang sangat baik, terutama bagi usia pertumbuhan. Ia menyadari masyarakat belum sepenuhnya paham akan manfaat makan ikan. Untuk itu pihaknya berusaha masuk ke berbagai event agar bisa melakukan kampanye gemar makan ikan. Atas upaya yang dilakukan, Dinas Perikanan Buleleng berhasil mencapai target konsumsi ikan yang ditetapkan dalam RPJMD Kab.Buleleng. “Target (RPJMD) itu sekitar 36,60 kg per kapita. Sedangkan saat ini sudah mencapai 36,93 kg per kapita,” jelas Arnika. Selain menyasar anak usia sekolah, gerakan sosialisasi dan

Wabup Sutjidra di dampingi Rektor meninjau pelaksanaan SMBJM di Undiksha

ingat anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata oleh dunia. Tim Indonesia Memory Sport Council (IMSC), ucap Yudi, bertolak ke Filipina untuk mengikuti ajang ‘Philippine Open Memory Championships 2019’. “Mohon doa dan dukungannya agar tim pelajar Indonesia,” tambah Yudi. Mengikuti berbagai kompetisi dilakukan IMSC secara rutin sejak didirikan pada 2014 lalu. Kerap mengikuti kompetisi selain semakin mengasah ke-

mampuan, juga mengetahui peta atlet memory sport internasional, juga melatih mental mereka dalam bertanding. Secara umum, kompetisi Japan Open yang diselenggarakan di Urayasu Cultural Hall, Tokyo, mempertandingkan 10 jenis perlombaan yang menguji kemampuan otak dalam mengingat, di antaranya Names and Faces (5 menit mengingat wajah dan nama), Binary Numbers (5 mening mengingat urutan angkat biner acak), Random Image (5

menit mengingat urutan angka biner acak), Random Numbers (5 menit dan 15 menit mengingat urutan angka acak); Fictional Dates (5 menit mengingat tahun dan kejadian); Random Words (5 menit mengingat urutan kata acak); Spoken Numbers (mengingat deretan angka yang diperdengarkan dalam interval satu detik per angka); dan Random Cards (mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok dengan batasan waktu 5 menit dan 10 menit). (Diana Runtu)

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. memberikan motivasi kepada Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai universitas negeri terbesar di Bali Utara untuk terus berlari mengejar akreditasi. Ini diperlukan untuk peningkatan kualitas yang diberikan oleh Undiksha kepada masyarakat. Motivasi tersebut diberikannya ketika ditemui usai melakukan peninjauan pelaksanaan Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri (SMBJM) dengan Computer Based Test (CBT) di UPT TIK Undiksha, Rabu (17/7). Wabup Sutjidra menjelaskan Undiksha harus mengejar akreditasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Rektor Undiksha dan jajaran juga harus terus berbenah karena minat para lulusan SMA/ SMK sangat tinggi untuk menuntut ilmu di Undiksha. Khususnya untuk program studi (prodi) kedokteran yang baru menerima izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). “Animo ma-

syarakat sangat tinggi khususnya untuk prodi kedokteran namun serapannya rendah karena baru terbentuk,” jelasnya. Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan juga berharap Undiksha segera membentuk atau merintis prodi pertanian. Harapan ini juga berasal masyarakat sendiri. Dengan terbentuknya Prodi Pertanian, pendidikan yang ada di Undiksha ini menjadi lebih lengkap dan beragam dan dapat menopang potensi yang ada sehingga menumbuhkembangkan dan pemicu perkembangan ekonomi di Kabupaten Buleleng ini. “Dengan beragamnya prodi yang ada di Undiksha bisa memutar roda perekonomian di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja,” ujar Sutjidra. Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd.,mengungkapkan kelulusan seleksi ditentukan berdasarkan passing grade dan skor tertinggi. Ditegaskan, tidak ditentukan dari besaran sumbangan. “Kita disini tidak menenutukan dari berapa besar sumbangannya. Tetapi

apakah dia masuk passing grade atau memiliki skor yang lebih tinggi,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pada ujian itu, setiap butir soal memiliki bobot berbeda. “Dengan sistem seperti ini, kita mampu menjaring mahasiswa dengan kualitas baik. Ini yang diharapkan oleh masyarakat kampus dan juga dengan pemkab Buleleng, untuk kita betul-betul menjadi perguruan tinggi yang memiliki daya saing, penuh kuali-

tas. Ini sebabnya input harus bisa dilakukan dengan baik,” jelasnya. Khusus untuk akreditasi Prodi Kedokteran, mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha ini menyebutkan sudah dirancang. Hal itu juga akan dikoordinasikan dengan pihakpihak terkait, salah satunya Kementerian Kesehatan yang juga ikut memberikan penilaian. “Sesungguhnya kalau mengacu izin Prodi Kedokteran yang turun 8

U m a t H i n d u ke m b a l i merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Momentum hari suci inipun dijadikan pesan untuk mengingatkan dan mengevaluasi seberapa jauh kita mengamalkan dharma dalam kewajiban masing-masing untuk kemajuan bangsa khususnya Kabupaten Buleleng. Hari Raya Galungan jatuh bertepatan pada Buda Kliwon Dungulan, Rabu, 24 Juli 2019. Sedangkan Hari Raya Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu, 3 Agustus 2019 mendatang. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T. bersama dengan Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Buleleng yang beragama Hindu. Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh umat Hindu di Buleleng memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momentum kebangkitan diri dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan utamanya dalam pembangunan di Buleleng. Pelan tapi pasti, Kabupaten Buleleng saat ini telah menapak suatu jalan menuju kemajuan. Berbagai pembangunan pun telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. “Mari kita bangkit. Kemajuan Buleleng juga ditentukan oleh dukungan semua pihak,” ajaknya.

Agustus 2018, akreditasi dilakukan pada 2020. Tetapi sudah saya intruksikan ke jajaran Fakultas Kedokteran untuk bisa menyusun borang pada 2019 ini,” pungkasnya. SMBJM dengan CBT ini diikuti oleh 1357 peserta yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 17 – 19 Juli 2019. Untuk ujian keterampilan akan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2019. (Wiwin Meliana)

Dirinya juga mengharapkan masyarakat bisa menjadikan momentum Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk senantiasa meningkatkan srada bakthi ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, mempererat persaudaraan serta tali silaturahmi. “Makna kemenangan dharma melawan adharma haruslah dimaknai sebagai upaya dan tekad meningkatkan kualitas kehidupan, sosial dan kemasyarakatan untuk mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu),” ujar Agus Suradnyana. Sementara itu, Wabup Sutjidra mengungkapkan momentum perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. “Mari kita bangun Buleleng bersama agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” tutupnya.


BUMI GORA

12

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Infrastruktur Pendukung MotoGP Selesai Akhir Tahun 2020

Presiden dan Wakil Presiden

Kebijakan baru untuk Nusa Tenggara Barat, lahir dalam rapat terbatas membahas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas yang digelar Presiden RI, Joko Widodo, minggu lalu. Salah satu kebijakan yang dihasilkan dalam rapat yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet kerja, juga lima Gubernur di Indonesia termasuk Gubernur NTB tersebut adalah dukungan untuk memastikan persiapan MotoGP di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah yang berjalan sesuai rencana.

G

ubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur NTT dan Gubernur Sulawesi Utara, mengungkapkan ada sejumlah proyek strategis yang berkaitan dengan persiapan MotoGP 2021 akan dijamin tuntas tahun depan. Beberapa proyek tersebut adalah, jalan bypass dari BIL ke Mandalika, perluasan landasan pacu Bandara Internasional Lombok, Pelabuhan Lembar dan lain-lain. “Presiden memastikan semua infrastruktur pendukung harus selesai akhir tahun depan,” ujar Gubernur NTB. Ia mengakui masih ada sedikit persoalan yang mengganjal yakni mengenai pembebasan lahan di tempat sirkuit. “Tapi mudah-mudahan dengan diberlakukannya UU No 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, tanah bisa dibayar tidak terlalu jauh di atas harga normal dan harga pasar,” katanya. Kabar gembira lain yang diungkap Doktor Zul adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 6,5 triliun untuk empat destinasi wisata di Indonesia yaitu Toba, Mandalika, Borobudur dan Labuan Bajo. Menteri Pariwisata juga sedang men-

gusahakan direct flight dari Darwin Australia ke Lombok. Gubernur mengharapkan seluruh elemen masyarakat agar memberikan dukungan baik tenaga maupun doa. “Agar daerah kita tetap dalam keberkahan dan dalam lindungan Allah SWT. Mudah-mudahan dengan ikhtiar maksimal, semua akan indah pada waktunya,” kata Gubernur. LIBATKAN ANAK MUDA NTB Pada kesempatan berbeda, saat bertemu dan berdiskusi dengan Dirut PT Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC), Abdul Bar M. Mansoer, di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok (BIL),beberapa waktu lalu, Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah juga mengungkap persiapan NTB menghadapi MotoGP 2021 mendatang. Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan tidak kurang dari 300 anak muda NTB yang akan dikirim ke Sirkuit Sepang, Malaysia untuk dilatih menjadi race officials MotoGP 2021 di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. “Kami sepakat bahwa masyarakat lokal tak boleh jadi penonton. Anak-anak muda NTB harus aktif dan berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di daerahnya sendiri,” ungkap Gubernur saat membahas perkembangan di ITDC dan kesiapan

Gubernur NTB dalam rapat terbatas

pembangunan sirkuit untuk MotoGP dan berbagai fasilitas lainnya dengan direktur ITDC itu. Ia menegaskan bahwa anak-anak muda NTB tak boleh seperti anak ayam yang mati di lumbung padi. Artinya, dengan seluruh potensi serta kekayaan yang ada di NTB ini, masyarakatnya tidak boleh ada yang miskin dan mengalami kesusahan. Sehingga, gubernur ingin memastikan bahwa seluruh pembangunan yang ada di NTB ini harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. “MotoGP adalah event besar dan akan jadi kebanggaan Indonesia. Kita ingin di event besar seperti ini anak-anak lokal harus berdaya dan terlibat,” tegasnya. Karena itu, untuk menjamin anakanak muda NTB terlibat dalam event lomba motor terakbar di dunia itu, Gubernur dan Direktur ITDC sepakat untuk mengirim sekitar 300 anak muda NTB untuk dilatih menjadi race officials MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia. Bahkan seluruh biaya yang diperlukan akan ditanggung ITDC.

5

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Gerakan Kembali ke Meja Makan

Suasana rapat terbatas bersama Presiden RI “Kami akan prioritaskan 150 dari Loteng dan sisa 150 dari daerah NTB yang lain,” tutur Gubernur seraya menjelaskan pelatihan ini akan dikirim bertahap. Batch pertama katanya akan dikirim ke Malaysia mulai bulan Oktober 2019 mendatang. Untuk lebih detainnya, Gubernur akan

menyerahkan sepenuhnya kepada ITDC yang akan menyampaikan teknis dan pendaftarannya. “Kalau anak-anak kita sukses, mereka bisa berpartisipasi menjadi race officials di berbagai event MotoGP yang diselenggarakan di berbagai negara,” katanya. (Naniek I. Taufan)

Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019 dilaksanakan 4- 6 Juli 2019 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani ini juga dilaksanakan ­Pameran dan Gelar Dagang.TP PKK Provinsi Bali turut menghadiri Perhelatan Harganas ke-26 ini.

S

elain mengunjungi acara pameran dan gelar dagang, rombongan PKK Provinsi Bali ini, juga hadir untuk menyaksikan Penyerahan Penghargaan Bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019 pada ‘Gala Dinner ‘di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin di Balai Kota Banjarbaru. Pada Pembukaan Harganas tersebut, Menteri Puan Maharani dalam sambutannya mengatakan

bahwa Harganas menjadi peringatan tahunan untuk dapat merekatkan hubungan kekeluargaan dan gotong royong keluarga Indonesia. Puan juga mengingatkan semua pihak bahwa mencintai keluarga berarti merencanakan keluarga bahagia. Puan juga berbicara mengenai tugas BKKBN dan Kemenkes yang tidak hanya melaksanakan upaya pengendalian penduduk, namun membangun mengenai pemahaman dan komitmen dalam mewujudkan keluarga

yang sehat, berpendidikan dan sejahtera. Untuk ini diperlukan peran aktif dari semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah. KELUARGA HARMONIS Sri Utari, Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Bali menyampaikan Hari Keluarga Nasional tahun ini bertemakan “Hari Keluarga: Hari Kita Semua”, dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”. Dan, melalui BKKBN yang bersinergi dengan PKK mengedepankan’Gerakan kembali ke meja makan’. Gerakan ini merupakan sebuah ajakan agar keluarga membangun dan mengembangkan lebih masif lagi komunikasi dan relasi diantara mereka. Mengingat juga keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak. Peringatan Harganas, dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Di sisi lain juga mengingatkan dan mendorong agar setiap keluarga kembali kepada keluarga. Mengandalkan kekuatan keluarga untuk membesarkan anak-anak dan bangsa yang dilakukan melalui duduk bareng semeja makan dan sesering mungkin. Terlebih , melihat dinamika perubahan kekerabatan dan manajemen pengelolaan keluarga dewasa ini, Gerakan Kembali ke Meja Makan sangat tepat di pacu saat ini.

Gerakan ini menjadi menarik, sebab mengingatkan kembali kepada seluruh keluarga, betapa pentingnya kebiasaan makan bersama keluarga. Mengingat pula makan bersama sebagai salah satu kesempatan untuk menciptakan keluarga harmonis yang

berketahanan. Maka, melalui Harganas kali ini, digantungkan harapan bahwa Gerakan Kembali ke Meja Makan, kembali tumbuh di keluarga-keluarga Indonesia, di tengah kemajuan zaman dan teknologi serta gaya hidup masyarakat saat ini. (Sri Ardhini)


4

Woman on Top

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Saling Menjaga Kepercayaan

Koperasi merupakan badan usaha yang berbeda dengan perusahaan atau badan usaha yang lain. Prinsip kerjasama, gotong-royong, kebersamaan dan kekeluargaan yang dimiliki oleh koperasi menjadi perbedaan utama dengan badan usaha lain. Koperasi juga merupakan badan usaha yang lebih mengedepankan esensi moral dan edukasi dalam kinerjanya. Salah satu Koperasi Pegawai Negeri yang ada di Kabupaten Buleleng adalah Koperasi Kuwera. Koperasi ini dibentuk oleh sekaa simpan pinjam yang anggotanya merupakan pegawai, staf, dan dosen yang berada dilingkungan Undiksha.

M

enurut Ketua Koperasi Kuwera Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum., seiring perkembangannya koperasi Kuwera membatasi diri dalam keanggotaan. Hanya pegawai dan dosen yang

berstatus sebagai Pegawai Negeri yang dapat menjadi anggota. “Yang dapat meminjam uang di koperasi tidak harus punya apa, cukup punya gaji karena yang dijaminkan adalah SKnya,” jelas Pageh. Hal inilah alasan koperasi Kuwera juga membatasi keang-

gotaannya bagi PNS yang telah memasuki masa pensiun. Meskipun telah diatur sebagaimana di dalam anggaran dasar bahwa anggota koperasi merupakan Pegawai Negeri Sipil yang belum memasuki masa pensiun, tetapi masih banyak anggota-anggota koperasi yang NonPNS. Menurut Pageh sesuai dengan tujuan koperasi yaitu untuk kesejahteraan anggotanya maka Koperasi Kuwera memberikan hak bagi pegawai swasta maupun kontrak yang ada di lingkungan Undiksha sebagai anggota koperasi. Kebijakan ini tentu saja dengan catatan bahwa si peminjam memiliki penjamin yang sudah berstatus PNS. “Ini untuk menghindari kemungkinan terburuk dari kebijakan tersebut, misalnya pegawai tersebut habis masa kontraknya sedangkan sisa utangnya masih maka yang bertanggung jawab si penjamin jika sisa hutangnya tidak dibayar,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Sejarah, Sosiologi, dan Perpustakaan Undiksha ini. Dengan prinsip kerjasama dan gotong royong, maka seluruh anggota koperasi diwajibkan memiliki kontribusi

terhadap kemajuan koperasi. Masing-masing anggota baik yang meminjam maupun yang tidak dikenakan potong gaji sebagai simpanan wajib dana sosial sejumlah yang telah ditentukan. Nantinya dana tersebut bisa diambil ketika anggota telah memasuki masa pensiun, bahkan pengembalian dana tersebut ditambah dengan 30 persen dari kekayaan anggota di koperasi. “Nanti tinggal dihitung berapa lama keanggotaanya hingga masa pensiun,” tandasnya. Sementara itu, loperasi yang memiliki anggota yang tercatat dalam RAT terakhir itu memiliki 732 anggota. Salah satu anggota yang memanfaatkan program simpan pinjam adalah Ni Ketut Sari Adnyani yang merupakan dosen di Jurusan Ilmu Hukum. Dirinya membagikan pengalaman dalam memanfaatkan program dari koperasi Kuwera. Sari mengungkapkan dibandingkan koperasi lain yang banyak berkembang di masyarakat, koperasi Kuwera menawarkan bunga pinjaman yang sangat ringan sehingga tidak memberatkan anggota koperasi. Hal ini sesuai dengan tujuan koperasi yaitu meningkatkan taraf perekonomian anggotanya. “Bunganya cukup ringan hanya 1,12 persen lebih murah dari koperasi atau bank lainnya,” jelas Sari. Dengan kultur dan budaya kekeluarga yang mendasari terbentuknya koperasi Kuwera tersebut, memberikan kemudahan bagi anggota yang memiliki keperluan mendesak. Bagi anggota yang telah memiliki utang dengan jumlah tertentu masih diberikan kebijakan meminjam di luar utang tersebut jika dirasa diperlukan. “Anggota yang mau

Om Swastyastu, Rabu 24 Juli 2019, Buda Kliwon Wuku Dungulan adalah Hari Raya Galungan yang dirayakan umat Hindu tiap 210 hari sekali. Disusul 10 hari kemudian Sabtu 3 Agustus 2019, Saniscara Kliwon Kuningan merayakan Hari Suci Kuningan. Hari raya suci ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan patut bersyukur dapat melaksanakannya dengan khidmat dan penuh kedamaian.

G

Sari Adnyana

meminjam di luar utang yang dimiliki dengan jumlah sekian dengan waktu pengembalian yang telah disepakati dapat dengan mudah mengajukan permohonan,” jelasnya. Sari sapaan akrab perempuan ini, menambahkan meskipun koperasi memiliki aturan yang fleksibel dalam mensejahterakan perekonomian anggotanya, setiap anggota diwajibkan menjaga kredibilitas. Kepercayaan merupakan jaminan utama dalam menjalankan setiap program koperasi. Meskipun hanya menggunakan jaminan gaji, setiap anggota wajib menepati kesepakatan dan aturan yang ada. “Semuanya akan dipertanggungjawabkan dalam RAT, dan kalau misalnya ada anggota yang bermasalah maka konsekuensinya akan diperhitungkan dalam pencairan kredit selanjutnya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

13

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

alungan dapat dimaknai sebagai bentuk keheningan atas kemakmuran serta kesejahteraan yang dilimpahkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Galungan merupakan tangga menuju kehidupan yang lebih bersih. Semoga di hari raya ini pikiran yang suci dan bersih dapat menghilangkan semua pengaruh yang membawa dampak negatif. Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra didampingi Wakil Ketua PKK Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Dikatakan oleh Ny. Selly Rai Mantra, untuk lebih lagi memaknai Hari Suci Galungan dengan senantiasa meningkatkan kesucian, pikiran, perkataan, maupun perilaku serta “sradha bakti” kita kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bersatunya rohani serta pikiran yang jernih adalah wujud dari Dharma dalam

Ketua dan Wakil Ketua TP PKK serta Ketua DWP Kota Denpasar

Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

diri kita masing-masing. Sebaliknya segala kekacauan pikiranlah yang dipercaya sebagai wujud Adharma (keburukan). Karenanya lanjut Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara, sangat tepat jika melalui momentum Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan ini kita semua benarbenar mampu mengendalikan sifatsifat keburukan (kebinatangan) dalam diri untuk menjadi sifat-sifat kebaikan (kedewaan), sehingga kemenangan Dharma yang sesungguhnya dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam menjalankan swadarmaning kita. Hari Raya Galungan ini diperingati dengan serangkaian peringatan mulai dari Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajan, Penampahan, Raya Gal u n g a n , U m a n i s G a l u n g a n , Pe maridan Guru, Ulihan, Pemacekan Agung, Kuningan, dan Pegatuakan. Selanjutnya pada Hari Kuningan, umat Hindu menghaturkan sembah untuk memohon berkah, keselama-

tan, dan kesejahteraan. Pada saat perayaan Hari Raya Kuningan ini, nasi kuning menjadi ciri khas dari isi sesajen, berbeda dengan perayaan lainnya. Ny. Selly Mantra, Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara mengajak masyarakat para perempuan khususnya untuk menerapkan makna Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam kehidupan seharihari, dengan harapan kehidupan yang dijalani menjadi semakin baik, dalam arti rukun, harmonis dan sejahtera. Sekaligus pula sebagai sarana semua masyarakat untuk bersama-sama bukan hanya menjaga agar suasana aman dan nayaman namun juga menjaga harmonisasi dan toleransi di Kota Denpasar. Selanjutnya bagi seluruh masyarakat Hindu yang merayakan, rahajeng rahina Suci Galungan lan Kuningan. Mogi –mogi Ida Sanghyang Widhi Wasa setata ngicen kerahayuan medasar antuk Tri Kaya Parisudha. Om Santih, Santih, Santih, Om.

Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara

Ucapkan “Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan” Hari Suci Galungan dirayakan umat Hindu di Bali pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu 24 Juli 2019. Dan, pada Sabtu 3 Agustus 2019 Wuku Kuningan juga merayakan Hari Suci Kuningan. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan ke belakang mengevaluasi langkah kita dalam mengamalkan ajaran Dharma baik Dharmaning Agama maupun Dharmaning Negara. Merencanakan kehidupan dalam memberikan manfaat di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharamwijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara di Denpasar Minggu (21/7). Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan, kemenangan Dharma melawan Adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Toleransi dikaitkan dengan salah satu bunyi sloka dalam agama Hindu yakni “Moksartam jagadita ya ca iti dharma” yang berarti tujuan beragama untuk mencapai kesejahteraan jasmani dan ketentraman batin. Bagaimana menyeimbangan lahiriah dan batiniah sebagai filosofi hidup dalam agama Hindu. Sementara Tri Hita Karana memberikan suatu titik konsentrasi pada pawongan atau manusianya sebagai pelaku tingkat kesejahteraan batiniah dan lahiriah yang akan dituju. Sehingga tercantum bagaimana pawongan terhadap parahyangan memiliki sifat spiritualitas yang didalamnya terdapat batiniah. Pawongan dengan pawongan berkaitan dengan manusia dengan manusianya sendiri. Manusia melakukan komunikasi dalam memperkuat tingkat batiniah dan lahiriah manusia yang erat hubungan dengan catur asrama yang meliputi Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta, dan Biksuka. Pawongan terhadap palemahan bagaimana peran karakteristik manusia sebagai aktor terhadap lingkungannya. Saat sekarangan bisa dikatakan dalam hal yang lebih luas meliputi ekosistem lingkungan. Ini menjadi satu pijakan

pola pikir manusia secara faktual. Manusia dapat menciptakan suatu pikiran dalam Tri Hita Karana termasuk perkataan dan pada akhirnya bagaimana manusia harus berbuat. Sehingga menimbulkan karakter Tri Hita Karana yang memang bisa diadaptasikan dalam kehidupan manusia. Pada zaman kini perkembangan teknologi informasi akan membawa dampak semakin intensnya, interaksi sosial, budaya, ekonomi, politik seantero dunia (globalisasi). Menghadapi perkembangan ini kita harus membekali diri melalui peningkatan seradha dan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita tidak akan larut atau tergerus serta kehilangan jati diri. Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota, I.G.N Jaya Negara menambahkan momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik

tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Asung Kertha Wara Nugraha kepada kita sekalian dalam pengabdian kita sesuai dengan swadharma kita masingmasing. Seraya mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa bhakti dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan masing-masing. -- ard


14

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung kualitas dan kuantitas produksi pertanian melalui program Sistem Pertanian Terpadu ( Sipadu). “ Dengan Sipadu, kami punya misi besar untuk pemenuhan kebutuhan dan kemandirian pangan, serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani di Bali,” Ujar Dewa Indra dalam acara Presentasi dan Wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang digelar di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Jakarta Pusat pada Senin (15/7).

S

ekda Dewa Indra yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Horti-

Komitmen Bali Menuju Pulau Organik kultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana. IB Wisnuardhana tersebut menjelaskan bahwa Sipadu yang telah berjalan sejak 2013 menghasilkan produk berupa pupuk organik yang punya nilai jual bagi para petani. “ Pengembangan pupuk organik ini sekaligus juga menjawab problem di Bali yakni turunnya tingkat kesuburan tanah, produksi yang rendah dan berdampak pada turunnya pendapatan petani,” Tukas Dewa Indra di hadapan tim juri independen. Untuk menjamin keberlanjutan program ini, Dewa Indra juga membeberkan usaha untuk mensertifikasi produk pupuk organik sehingga punya kualitas yang terstandar dengan bali. “Hasilnya, sudah 231 kelompok Sipadu yang diuji lab pupuknya dan memenuhi standar dan syarat pupuk organik berkualitas,” Tandasnya. “Bahkan selain pupuk, juga dihasilkan biogas dan hasil peternakan

lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” Imbuhnya lagi. Untuk menjaga keberlanjutan program ini, berbagsi upaya menurut Dewa Indra akan diintensifkan seperti penguatan kerangka regulasi hingga kerjasama dengan stakeholder. “ Pergub dan perda sedang disusun. Kita perkuat regulasinya. Untuk sekarang, sudah ada pergub 99 tahun 2019 yang mengharuskan hotel, restoran dan katering di Bali untuk menyerap produk pertanian lokal. Kedepannya akan diperkuat lagi karena visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali antara lain berisi uasaha untuk menyehatkan alam Bali, menuju pulau organik,” Beber Dewa Indra. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) sendiri tahun ini mengambil tema “Inovasi Pelayanan Publik untuk Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. KIPP ini diadakan untuk menjaring,

mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, kompetisi ini juga sebagai apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengungkapkan, KIPP merupakan bagian dalam menumbuhkan inovasi di kalangan birokrat. “Kami menyelenggarakan KIPP sebagai langkah strategis untuk menjaring inovasi pelayanan publik yang dilahirkan oleh seluruh instansi pemerintah. Sedangkan tim juri independen diketuai JB Kristiadi, dengan anggota antara lain akademisi Prof Eko Prasodjo, Ketua YLKI Tulus Abadi, akademisi Wawan Sobari, praktisi Neneng Gunar-

Sekda Dewa Indra di, Siti Zuhro dan praktisi komunikasi Suryopratomo. (ast)

capaian tahun lalu, salah satunya yang menjadi perhatian adalah penyempurnaan rumusan tujuan dan sasaran yang berorientasi hasil dan indikator serta penyusunan pohon kinerja untuk menggambarkan kausalitas jenjang kinerja. Menurutnya, dengan adanya catatan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemprov Bali tahun lalu perlu menindaklanjuti beberapa hasil review. Diantaranya perbaikan sasaran dan indikator kinerja serta pohon kinerja di setiap PD dalam pelaksanaan program dan kegiatan, dengan mengacu kepada RPJMD dan RKPD Pada bagian lain, Asisten Administrasi Umum Wayan Suarjana menegaskan, Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon kinerja dan Cascading yang dilaksanakan kali ini sangat penting, dengan demikian kegiatan ini diharapkan mampu sebagai rujukan perencanaan dan penyelarasan dokumen perencanaan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Dengan demikian, setiap program dan kegiatan harus bersinergi dan mendukung pencapaian Visi

Misi Gubernur Bali, yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Ibuhnya. Sebelumnya, Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah Mengatakan Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019 ini merupakan Tindaklanjut peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), Serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Tehnis Perjanjian Kinerja dan Tatacara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Serinah juga menjelaskan bahwa pedoman pohon kinerja adalah RPJMD. Indikatorindikator RPJMD yang merupakan IKU Provinsi Bali yang menjadi IKU Perangkat Daerah akan menjadi kunci. Indikator dalam IKU akan diterjemahkan ke dalam sasaran dan strategi perangkat daerah. Dari strategi itu akan muncul outcome perangkat daerah. (ast)

Wagub Cok Ace dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq Hadiri Puncak Upacara Pura Mandara Giri Semeru Agung “Kebersamaan yang dibangun olah sedharma untuk ngaturang bhakti ke umat dalam menyukseskan rangkaian hadapan Ida Betara Sang Hyang Pasupati karya kita harapkan menjadi cermin yang berstana di Pura Mandara Giri Semeru keseimbangan alam beserta isinya daAgung. Sebagai informasi, untuk nyejer pat terjalin secara harmoni,” imbuhnya. karya sendiri akan berlangsung hingga 26 Lebih lanjut, Cok Ace mengajak umat Juli 2019. (ast)

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Setiap Program dan Kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah harus bersinergi dan mendukung pencapaian Visi nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini disampaikan Sekretris Daerah Provinsi Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh

Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, yang didampingi Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah saat membuka Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019, di ruang Jempiring, Bapppedalit-

Puncak karya Ida Betara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumayang, Jawa Timur, berlangsung Selasa (16/7). Karya yang digelar kali ini terbilang upacara besar yang dilaksanakan 5 (Lima) tahun sekali. Dudonan karya telah diawali dengan matur piuning pada (17/6) yang lalu. Selain itu, atur piuning juga dilaksanakan di seluruh Pura Khayangan Jagat yang ada di Bali dan Lombok. Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan mengikuti prosesi jalannya Puncak Karya tersebut. Disela berlangsungnya puncak karya, Wagub Cok Ace menerima kunjungan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Pertemuan tersebut berlangsung di utama mandala Pura Mandara Giri Semeru Agung. Pada kesempatan itu, Bupati Thoriqul Haq mengapresiasi atas berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung di Lumajang. Menurut Thoriqul Haq, keberadaan

Pura memberikan dampak positif bagi masyarakat Lumjang khususnya warga sekitar Pura. “Saya mengapresiasi atas berdirinya Pura ini, keberadaan Pura ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Lumajang khususnya untuk warga sekitar Pura,” ungkap Thoriqul Haq. Lebih lanjut, Thoriqul Haq mengatakan jika keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung menunjukkan bentuk keharmonisan antar umat beragama di Lumajang khususnya diwilayah Desa Sumber Agung. Thoriqul Haq juga mengungkapkan keinginannya kedepan membuat sebuah event budaya (Budaya Bali dan Budaya Jawa) yang nantinya akan digelar di Pura Mandara Giri Semeru Agung. “Keberadaan Pura ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama di Lumajang terjaga dengan baik. Kedepan Saya ingin membuat event budaya di Pura ini. Nantinya Event tersebut akan dibuat sebagai kalender pariwisata Lumajang,” ujarnya. Selain itu, Bupati Thoriqul Haq yang pada kesempatan tersebut didampingi Kepala

Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto juga siap membantu penyediaan area parkir bagi umat hindu yang tangkil sembahyang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Seperti diketahui, memang sarana parkir masih menjadi kendala dihadapi umat saat tangkil ke Pura terlebih disaat dilaksanakannya karya. Sementara itu, Wagub Cok Ace menyambut positif atas kepedulian Bupati Lumajang terhadap keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Ia berharap agar hubungan antar umat beragama di Lumajang bisa terus terjalin dengan baik. Cok Ace menambahkan, seluruh rangkaian karya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan maupun penyediaan sarana prasarana dilakukan secara bersama oleh umat Hindu baik yang datang dari luar Kabupaten Lumajang (termasuk Bali) maupun umat Hindu yang ada di Kabupaten Lumajang khususnya di Kecamatan Senduro. Menurut Cok Ace, hal ini menggambarkan perpaduan antar budaya setempat dengan umat hindu lainnya.

Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, yang didampingi Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah saat membuka Kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2019

3

Denpasar Tuan Rumah

Asia Pasific City Summit and Mayors Forum 2021 “Asia Pasific City Summit and Mayors Forum 2019” digelar di Kota Brisbane, Australia. Pertemuan yang melibatkan ratusan kepala daerah dari berbagai negara ini telah berlangsung sejak Minggu (7/7) hingga Rabu (10/7) di Brisbane Convention Center, Brisbane, Australia.

Program OPD Pemprov Bali Dukung Visi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” bang Provinsi Bali, Senin (15/7). Lebih jauh disampaikan bahwa dalam Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading agar dilakukan dengan penuh tanggung jawab sehingga nanti tersusun Pohon Kinerja yang berkualitas serta menjadi acuan bagi Perangkat Daerah dalam penyusunan Program Kegiatan yang akan tertuang dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan penjabaran dari Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Penyusunan Pohon Kinerja ini sebagai implementasi dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang memerlukan komitmen seluruh Perangkat daerah dimana setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan harus dapat diperyanggungjawabkan. Untuk SAKIP, Perintah Provinsi Bali selama empat tahun berturut- turut hanya mendapat predikat “BB”, dengan capaian tersebut dihimbau kepada semua OPD agar bisa mengejar apa yang menjadi rekomendasi perbaikan

Sosialita

Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Upacara Pura Mandara Giri Semeru Agung

“W

akil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pun memperoleh kehormatan mengikuti kongres dan menjadi salah satu pembicara saat Plenary Session serangkaian konferensi dua tahunan kota se-Asia Pasifik tersebut,” ujar Laxmy Saraswaty, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, bidang yang mengorganisir kegiatan tersebut. Di akhir session sebelum penutupan acara, dilaksanakan pula pemilihan tuan rumah penyelenggara ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ untuk tahun 2021. Dan, hasilnya Denpasar berhasil terpilih dan ditunjuk menjadi tuan rumah. Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Lord Mayor of Brisbane, Graham Quirk, menyampaikan keputusan dewan juri yang menyatakan bahwa Denpasar menjadi pemenang pemilihan tuan rumah ‘Asia Pacific City Summit and Mayors Forum ‘tahun 2021 mendatang “Ya, Denpasar terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ untuk tahun 2021,” ujar Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kepala Bappeda Kota Denpasar Putu WisnuWijaya Kusuma, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty dan Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar I Made Saryawan. Lord of Mayor of Brisbane, Mr. Graham Quirk, beserta

jajaran Pemerintah Kota Brisbane pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ tahun 2021. “Kami mengucapkan terima kasih atas suksesnya pelaksanaan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum tahun 2019 di kota kami (Brisbane-red), serta mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini di tahun 2021,” ujar Mr. Graham Quirk CAPAIAN POSITIF DENPASAR Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara mengatakan atas nama pemerintah serta masyarakat Kota Denpasar menyambut bahagia atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggara konferensi tingkat tinggi Asia Pasifik tahun 2021. Pihaknya siap melaksanakan konferensi dengan penuh tanggung jawab. Disampaikannya beberapa konferensi yang pernah berlangsung di Kota Denpasar yakni : 1). Konferensi IMF (World Bank), 2). Konferensi Kota-kota Pusaka Dunia Eurasia (Heritage City) serta 3). Konferensi Perlindungan Lingkungan Laut Asia Pasifik (Cobsea). Dalam paparannya, Jaya Negara juga merinci satu persatu inovasi pembangunan yang dilakukan di Kota Denpasar. Seperti halnya. dalam bidang pelayanan bagi masyarakat adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma, Damamaya cyber monitor, Pelayanan Rakyat Online (Pro Denpasar), Layanan kesehatan berbasis home care (Damakesmas), serta Call Center 112. Selain itu juga tersedia bus sekolah gratis, santunan kematian online, pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa melalui Rumah Berdaya, pelayanan antar jemput jenazah gratis (pantastis), heritage pasar tradisional, dan program sungai bersih. Di kota Denpasar juga lanjutnya, terdapat Youth Park, Pojok seni sebagai ruang ekspresi anak muda di Denpasar. Ada juga kegiatan mengisi libur sekolah berbudaya, serta beragam festival guna mewadahi ekspresi dan kreativitas masyarakatnya. Jaya Negara menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Asia Pasific City Summit and Mayors Forum‘ tahun 2021. Tentunya hal ini merupakan capaian positif untuk meningkatkan kepercayaan dunia kepada Denpasar. Mengingat, Denpasar sebelumnya juga menjadi lokasi kunjungan Annual Meeting IMF-World Bank dan Tuan Rumah Konferensi Internasional Eropa-Asia Organization World Heritage City (OWHC) IX tahun 2019. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya berinovasi serta memberikan pelayanan maksimal. Hasilnya, Kota Denpasar mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah konferensi

nasional, multinasional dan internasional.” kata Jaya Negara. Selanjutnya, Jaya Negara mengajak semua pihak untuk mempersiapkan segala keperluan guna mendukung maksimalnya pelaksanaan ‘Asia Pasific City Summit and Mayors Forum’ di Tahun 2021. Nantinya kepercayaan ini harus dijaga sebaik mungkin untuk memperkenalkan tradisi, budaya dan pariwisata di Kota Denpasar. seperti halnya tradisi melayangan, festival ogohogoh, objek wisata Pantai Sanur, Tukad Bindu, Taman Kumbasari, Tukad Badung, ecotourism, Prasasti Blanjong, Kawasan Heritage Gajah Mada, Patung Catur Muka yang juga sempat dikunjungi delegasi IMF World Bank dan OWHC. “Tentunya momentum ini kami manfaatkan juga sebagai ajang promosi pariwisata atau untuk memperkenalkan kebudayaan serta tradisi di Kota Denpasar, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Denpasar,” tandas Jaya Negara. --ard


2

ESPRESSO GORO-GORO BK (4)

“Apa Kabar, Pak Amat?” “Baik, Pak. Bapak?” “Alhamdulillah, baik. Bagaimana,aman, Putu Wijaya kan?” “Aman, Pak. Soalnya MK kan sudah memberikan keputusan yang sudah diterima baik kedua belah pihak. Jantungan saya akan terjadi keos, juga sudah berhenti. Silakan masuk, Pak.” “Terima kasih. Ini kebetulan ada janji, nanti takut terlambat. Tadi di pertigaan aku lihat ada pohon dapdap. Jadi ingat, lho ini bukannya jalan dapdap ke rumah Pak Amat. jadi coba-coba mampir. Rumahnya masih sama, tapi ragu-ragu sedikit manggil-manggil, takut kecewa sudah ditempati orang lain. Syukur alhamdulillah masih Pak Amat. Lagian kelihatan awet muda. Seneng aku!” Amat ketawa. “Ha-ha-ha! Masih tokcer Pak, kenapa mesti berubah. Tapi silakan masuk, dingin di luar. Silakan ....” “Sudah nanti aku telat pokoknya yang penting semangatt!”

Kisruh penerimaan siswa baru seperti sinetron tanpa ujung. Seri kegaduhannya tak pernah habis dari tahun ke tahun baik di tingkat keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Karena itulah, pemerintah pusat terus dituntut responsif, cerdas, dan dinamis dalam menerbitkan kebijakan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Belakangan, pemerintah pusat menerbitkan produk terbaru yaitu sistem zonasi dan kini berada dalam panggung “pementasan” publik. Lahirnya sistem zonasi merupakan kajian panjang atas kasus-kasus PPDB sebelumnya. Melalui sistem zonasi, pemerintah ingin melakukan reformasi sekolah secara menyeluruh. Reformasi yang dimaksud adalah pemerataan akses pada layanan pendidikan dan juga pemerataan kualitas pendidikan. Karena selama ini fenomena kastanisasi dan favoritisme dalam pendidikan kita masih kuat. Karena itu, sistem zonasi diimplementasikan secara bertahap sejak tahun 2016, 2017 dan disempurnakan di tahun 2018 melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Sistem zonasi tidak serta merta dapat meredam kekisruhan PPDB. Sejumlah kasus kekisruhan tetap saja menggeliat, karena sistem zonasi masih menyimpan beberapa kelemahan yang bersifat elementer. Pertama, mun-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Siap, Pak, semangat seperti banteng Kedaton, meskipun cuma jadi penonton!” “Vivere vere coloso!” “Harus, Pak!” “Maju terus pantang mundur!!” “Siap, Pak! Onword no retreat! “Bagus! Encok?” “Berkat Orhiba sudah rapi lagi, Pak!” “Rezeki?” “Merayap lambat tapi tetapi bukan macet, Pak!” “Nafkah batin?” “Apa, Pak?” “(bahasa isyarat)” Amat ragu. “Maaf, apa Pak, saya agak gaptek bahasa tubuh,” “Seks!” “Ooo, itu! He-he-he!” “No problem, kan?” “ Anu, Pak! Sepeda ontelnya memang sudah tua, tambah bautnya copot dua, tapi tetap perkasa, Pak” “Bagus!” “Hanya ...” “Lho,lho, hanya apa lagi?” “Itu lho, kipernya suka angot-angotan, Pak. Kalau nonton sinetron baru semangat! Giliran tugas negara bendera setengah tiang terus! Payah! Hi-hi-hi!” “Ah itu akting, Bro!”

“Masak? Bapak juga begitu dulu? Ah? Atau kebalikannya? Batereinya low bat melulu?” “Hus!” “Ha-ha-ha-hi-hi-he-hehe!”(Langsung batuk keras). “Hayo, hayo, otak kamu masih tetap nmgeres saja meskipun sudah manula!” “Intermeso, Pak. Apa daya, itu sudah kepribadian, Pak! Ua ha-ha-ha. Ketawa kan bikin awet muda, Pak! Ya,kan, Pak?” “Salah! Yang bikin awet muda itu berjuang!” “Setuju! Hebat Bapak masih terus berkobar-kobar! Apa resepnya, Pak?” “Hanya satu!” “Apa itu, Pak? “Persatuan! Ekasila! Gotong royong!” “Tapi bagaimana bisa bersatu, berekasila, bergotong-royong, kalau (berbisik)” “Apa?” “Bagaimana bisa gotong-royong kalau tetangga sebelah maunya main biola terus. Tak peduli siang bolong, malam buta atau subuh maunya gesek-gesek perbedaan terus! Lebai! Aku laporan ini! Bete aku Bung!” “Jangan, Mat. Jangan! Sabar! Itu dialektikanya revolusi yang belum selesai.

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

Itu romantlka perjuangan hidup damai dalam berbeda. Konflik adalah vaksin untuk melatih ketahanan mental. Jangan disesali atau dibenci, tapi justru harus disyukuri! Karena gesekan itu yang akan membuat kamu melihat apa yang tidak kamu lihat, tapi terlihat oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya! Jadi itu rachmat, karuniNya yang harus kamu syukuri!!” “Paaaaak!! Siapa, Pak?” “Maaf, Pak, itu kipernya pasti mau minta dikerokin. Maaf sebentar.” Amat bergegas masuk. “Apa, apa sih, Bu? Teriak-teriak kayak orang kesurupan! Apa?” “Siapa itu?” “Bung Karno. Bu Amat kaget. “Siapa?” “Bung Karno!” Bu Amat berteriak kaget. “Bung Karno? Kenapa tidak disuruh masuk? Saya kan masak sayur lodeh kesukaannya?! Bungggg!!!” Bu Amat berlari keluar sembari teriak. “Bung Karnooooo!” Amat ngedumel “Giliran Bung Karno pintu pun ditabrak, coba aku yang kebelet manggil, harus pakai proposal formal!” Bu Amat masuk lagi. “Kok nggak ada? Bapak cipoa, ya?” “Kali sudah kabur. Tadi bilangnya mau nonton pementasan tonil Koetkoebi, produksi Teater Selem Putih, arahan pimpinannya Putu Satriya Ku-

Zonasi, Halusinasi, dan Sekolah Inklusi

culnya jalur SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) secara berlebihan. Padahal, pasal 16 ayat 1 sampai 6 Pemendikbud Nomor 14 Tahun 2018 [tentang PPDB] tidak ada istilah Jalur SKTM. Kedua, muncul perpindahan tempat tinggal tiba-tiba, dengan cara menumpang nama di Kartu Keluarga saudaranya di sekolah terdekat. Ketiga, zonasi 90 % menyebabkan sekolah yang jauh dari konsentrasi pemukiman warga, sepi peminat. Sebaliknya, yang dekat permukiman padat peminatnya. Di balik kekurangannya, niat dari sistem zonasi untuk memeratakan layanan dan kualitas pendidikan pantas diacungi jempol. Karena ketimpanganketimpangan pendidikan sudah lama terpola. Lucunya, deskriminasi pendidikan ini dipolakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Hingga sekarang, ketimpangan-ketimpangan itu justru tetap diniatkan. Bagi masyarakat yang meniatkan menganggap bahwa cap sekolah favorit merupakan wadah untuk memompa memotivasi belajar. Kita harus mengakui bahwa sekolah favorit menciptakan iklim persaingan prestasi belajar yang lebih ketat. Iklim persaingan ini dinilai positif mendongkrak disiplin, kerja keras, semangat kompetitif, dan spirit belajar siswa. Sehingga wajar, sekolah favorit telah banyak menciptakan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

I Ketut Serawan, S.Pd. Kastanisasi Sekolah Kalau jujur, kekisruhan dalam penerimaan siswa baru justru bersumber pada ketimpangan layanan dan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah tertentu. Munculnya kastanisasi dan favoritisme telah mengubah pola pikir masyarakat sejak lama untuk saling sikut mencari sekolah dambaan (favorit). Sistem kastanisasi telah merusak mental masyarakat sejak lama. Kastanisasi sekolah seolah-olah telah menciptakan ambisi, sikap curang, dan pretise yang keblablasan pada masyarakat. Akibatnya, semua sistem atau jalur penerimaan siswa yang dikeluarkan

pemerintah selalu tampak lemah, salah, dan berujung pada kekisruhan. Padahal, sejatinya mental masyarakat justru lebih lemah daripada sistem itu sendiri. Namun, masyarakat enggan untuk mengintrospeksi diri. Mereka akan ribut jika merasa dirugikan (dicurangi), tetapi diam manis bila merasa diuntungkan. Dalam konteks inilah, implemetasi sistem zonasi menjadi penting. Ia sangat diperlukan untuk menyadarkan halusinasi masyarakat tentang kastanisasi sekolah. Pelan-pelan halusinasi ini harus diruntuhkan untuk pendidikan yang berkeadilan dan merata. Bukan berarti sistem zonasi sangat mumpuni mencapai hal tersebut. Sebagai sebuah sistem, zonasi harus terus disempurnakan. Penyempurnakan ini bertujuan untuk meminimalisir kelemah-kelemahan yang ada, misalnya soal spirit belajar. Tampaknya, pemerintah sudah belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu itu. Jadi, muncullah ide sekolah inklusi. Tidak ada lagi sekolah favorit dan tidak favorit. Semua sekolah dianggap standar (sama). Ide berkeadilan ini me-

suma.” “ Bung Karno mau nonton karyanya sendiri?” “Bukan Bung Karno Presiden pertama kita tapi Bung Kar(so)no yang dulu memainkan jadi Bung Karno dalam sandiwara “Indonesia Menggugat”. Kan Bapak waktu itu yang jadi orang Jepang!” Bu Amat mengangguk. “Dia memang bagus, bukan karena rupanya mirip Bung Karno, tapi karena dia tepat, akurat menyampaikan yang tersirat dalam yang tersurat pada pidato Bung Karno!” Belum sempat Amat menjawab, pintu terbuka. Muncul Pak Made. Kelihatan tegang dan marah. “Maaf, meski pun gugatan kami ditolak MK, tidak berarti sebagai tetangga kami tidak perlu lagi dihormati! Istri saya sedang kena DB mohon dengan segala hormat, jangan berteriak-teriak sudah larut malam begini nanti trombositnya terus turun!” Amat dan istrinya kaget. Bu Amat hampir saja mau menjawab ketus, karena baru pukul 21.00 dan. Ibu Made bukan kena DB, hanya puruh alias pusing karena telat minum kopi. Untung Amat cepat menginjak kaki istrinya sambil minta maaf dengan sopan. “Mohon maaf, Pak Pak Made, kami salah, tadi karena kaget, kami terlanjur berteriak karena teman kami Bung Karsono dikejar anjing. Semoga Ibu Made segera sembuh!”

mang tidak mudah untuk diwujudkan. Karena kenyataannya, ada ketimpangan SDM (tenaga pendidik), sarana prasarana, dan lain-lain pada sekolah tertentu. Oleh karena itulah, ke depan sistem zonasi tidak hanya mengatur quota dan zona siswa saja. Ke depan, sistem zonasi harus mengatur secara merata peningkatan kualitas para pendidik (guru) dan pemenuhan sarana prasarana, redistribusi dan pembinaan siswa sehingga dapat menghapus label favorit atau tidak favorit. Dalam konteks inilah, pemerintah mesti total dengan aksi nyata. Sudah waktunya, pemerintah melakukan pemerataan siswa dan sambil memeratakan SDM, sarana serta pra sarana sekolah. Kita harus optimis, pemerintah dapat merealisasikan impian sekolah inklusi itu sehingga publik tidak lagi berebutan sekolah. Kita berharap, publik dapat mengubur halusinasinya dan melambaikan tangan atas ceritacerita kegaduhan PPDB. Karena pada akhirnya semua sekolah adalah favorit. I Ketut Serawan, S.Pd. Guru SMP Cipta Dharma Denpasar

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1041/ 22-28 JULI 2019

15


16

Edisi 1041/ 22 - 28 juLi 2019

Gubernur Koster Ajukan Raperda Restrukturisasi OPD

Gubernur Koster menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali ke-12 di Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap semua fraksi di DPRD Bali atas disetujuinya Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018. Hal itu disampaikannya Gubernur Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali ke-12 di Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (17/7). “Saya menyampaikan terima kasih kepada Dewan yang telah melaksanakan fungsinya dengan baik, dengan tekun dan seksama serta penuh rasa tanggung jawab. Keputusan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama DPRD Provinsi Bali,” kata Gubernur Koster. Gubernur Koster menambahkan, dengan telah disetujuinya Raperda

ini, sesuai amanat Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, selanjutnya Perda ini akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sehingga Raperda ini dapat segera disahkan. Kemudian lanjut Gubernur Ko ster, dalam implementasinya dapat menjadi kebijakan terintegrasi dengan kebijakan lainnya, dalam mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Pada kesempatan ini Gubernur Koster juga menyampaikan akan mengajukan Raperda mengenai Restrukturisasi Organisasi Perangkat

Daerah (OPD). Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan akan menciutkan 49 OPD menjadi 40 OPD. “Jumlah yang cukup moderat, sebenarnya bisa lebih progresif, tapi harus memikirkan dari sisi yang lain sehingga tidak bisa drastis dilakukan perampingan,” jelas Ketua PDI Perjuangan Provinsi Bali. Gubernur mengatakan dari 49 OPD rencananya akan akan dirampingkan menjadi 38 OPD dengan ditambah dua OPD baru hingga berjumlah menjadi 40 OPD. Dua OPD baru tersebut adalah OPD yang menangani Desa Adat dan OPD Badan Riset dan Inovasi Daerah yang akan membuat Bappeda Litbang kembali hanya menjadi Bappeda saja. (ast)

Shortcut Mengwitani-Singaraja Dikebut

Ground Breaking ditandai dengan penekanan tombol dan sirine oleh Gubernur Koster yang didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa proses pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja merupakan program prioritas infrastruktur terintegrasi di bawah masa kepemimpinannya.

“Prioritas kita membangun infrastruktur yang terintegrasi, darat laut maupun udara. Semua harus saling mendukung,” tegas Gubernur Koster di acara Ground Breaking Shortcut Mengwitani-Singaraja Km 47+800

(SC4) yang berlokasi di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan pada Kamis (18/7) pagi. Gubernur Koster menjelaskan, setelah menyelesaikan titik 3-6 yang dijadwalkan rampung akhir tahun 2019, proyek yang dikerjakan dengan dana patungan Pemprov dan pemerintah pusat ini akan terus dikebut hingga keseluruhan bisa rampung di tahun 2021. “Harus selesai, karena kita sudah dapat komitmen dari Pak Menteri PU dan akan saya kawal terus,” kata Gubernur Koster. Sedangkan terkait untuk pembebasan lahan, Gubernur Koster memastikan akan tuntas dalam waktu dekat ini “Masalah pembebasan lahan tahun ini harus selesai hingga tahun depan, tinggal pembangunan fisik saja yang dikebut,” ujarnya. Ia kembali mengingatkan agar pembebasan lahan jangan sampai menimbulkan ketidakpuasan dari warga terdampak yang terkena lahan pembebasan pembangunan shortcut Mengwitani-

Singaraja. “Proyek shortcut ini secara umum mendapatkan apresiasi dari masyarakat, yang lahannya dibebaskan kita perlakukan dengan baik,kita ganti tanahnya dengan harga pantas, dan bahkan ada yang kita buatkan rumah baru lengkap dengan sanggah-nya,” jelasnya. Untuk pembebasan lahan, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 230 miliar ditambah dana dari APBD Perubahan. Selanjutnya dengan tuntasnya pembangunan ini, nantinya tak hanya mempersingkat jarak tempuh MengwitaniBuleleng, tapi juga meningkatkan kenyamanan berkendaraan. “Lebih jauh lagi akan menciptakan titik perekonomian baru, bisa restoran, hotel yang ujungnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” sebutnya. Selain itu, Gubernur Koster juga tak menampik terkait pembangunan shortcut lain untuk memperlancar integrasi infrastruktur. “Jadi untuk Bandara Bali Utara, sabar dulu. Kita sempurnakan

jalan pendukungnya, agar semuanya tertata dan terencana,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional(BBPJN ) VIII I Ketut Darma Wahana mengungkapkan, hingga saat ini progres pembangunan titik 5-6 telah rampung 60 persen. “Sedangkan titik 3 telah rampung 30 persen, dan titik 4 sudah jalan 30 persen,” katanya. Menurut Wahana, titik 3-4 akan mempersingkat waktu tempuh 5 menit dengan memperpendek panjang jarak 800 meter. “Walaupun sedikit tapi jauh lebih nyamam karena dari 15 tikungan tinggal 5, juga jauh lebih landai dengan kemiringan 6 derajat,” jelasnya. “Terimakasih untuk Pemkab Tabanan, desa adat dan warga yang turut membantu lancarnya pembangunan,” ucapnya. Acara Ground Breaking sendiri ditandai dengan penekanan tombol dan sirine oleh Gubernur Koster yang didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti. Dilanjutkan dengan peninjauan singkat ke lokasi proyek. (ast)

Sekda Dewa Indra Tekankan Penataan OPD untuk Akselerasi Program-Program Prioritas Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan perampingan atau penataan OPD Pemprov Bali yang dicetuskan Gubernur Wayan Koster sejalan dengan keinginan untuk mengakselerasi lima program prioritas yang sudah tertuang dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. “Bapak Gubernur mempunyai lima bidang prioritas, tentu Beliau ingin meningkatkan akselerasi pada prioritas tersebut. Untuk bisa melakukan akselerasi, perlu penataan kembali kelembagaan supaya bisa lebih fokus. Kebetulan pada saat yang bersamaan Biro Organisasi juga sudah melakukan kajian terhadap Perda Perangkat Daerah, jadi bertemu dengan tujuan akselerasi dari Bapak Gubernur,” kata Dewa Indra di hada-

pan awak media di Ruang Tamu Sekda Provinsi Bali, Rabu (17/7). Perampingan ini juga menurut Pria asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini merupakan implementasi dari perda mengenai perangkat daerah juga sudah berusia lebih dari dua tahun sehingga bisa dievaluasi. Dengan penataan OPD Pemprov Bali, disebut Dewa Indra, sekaligus menjadi strategi untuk efisiensi dan efektivitas anggaran sehingga dapat diarahkan untuk lima program prioritas. “Setelah mengkaji dari sisi beban kerja dan kemiripan fungsinya, untuk perampingan beberapa OPD itu, maka beberapa dinas akan digabungkan dan biro di Sekretariat Daerah akan dikurangi dari sembilan menjadi enam,” Jelasnya lagi. OPD yang rencananya akan digabung

yakni Dinas Sosial digabung dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dijadikan satu dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperasi dan UKM digabungkan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Selanjutnya Dinas Kependudukan Catatan Sipil digabung dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup digabung dengan Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum digabung dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Dinas Pendidikan digabung lagi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Sementara itu, untuk Biro Humas akan digabungkan dengan Dinas Kominfo, sedangkan bagian Protokolnya bergabung ke Biro Umum. Lalu Biro Organisasi akan

bergabung dengan Biro Pemerintahan, serta yang terakhir Biro Ekonomi dan Biro Administrasi Pembangunan bergabung kembali. “Jadi sebenarnya tidak tepat disebut perampingan, karena tidak ada yang hilang. Bahkan bertambah karena akan ada dua OPD baru yakni Dinas Pemajuan Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah yang baru dibentuk, untuk lebih menguatkan program prioritas bapak Gubernur,” jelasnya. Dewa Indra tidak memungkiri dengan perampingan OPD tersebut akan berdampak berkurangnya pejabat eselon II, III dan IV. Namun, yang jelas pihaknya berusaha untuk memitigasi risiko sekecil mungkin pejabat yang kehilangan jabatannya. Apalagi hingga akhir 2019 ini, akan ada tujuh pejabat eselon II yang pensiun. “Jadi akan berjalan secara alami,” Imbuhnya.

Sekda Dewa Indra

Surat dari eksekutif untuk pembahasan ranperda tersebut sudah diajukan 5 Juli lalu ke Dewan Provinsi Bali. Pembahasan ranperda ditargetkan bisa rampung tahun ini sehingga bisa diberlakukan efektif mulai 1 Januari 2020. “ Tentu juga dengan pertimbangan dari Kemendagri,” ujarnya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh 1041 by e-Paper KMB - Issuu