Skip to main content

Edisi 29 Juni 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 90 TAHUN KE 13

E-mail: hariansuarantb@gmail.com

KAMIS, 29 JUNI 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Tim Saber Pungli

Kinerja Belum Optimal Akibat Anggaran Tak Maksimal Pernyataan Ketua Tim Saber Pungli Provinsi NTB, Kombes Pol. Drs. Ismail Bafadal sebelumnya, mengakui kelemahan itu. Faktor paling menentukan menurut Irwasda Polda NTB ini adalah dukungan anggaran. Karena dalam nomenklatur menjadi beban pemerintah daerah. Hal ini diamini juga oleh Wakil Ketua Tim, Ibnu Slaim, SH.,M.Si. Tapi pada dasarnya, menurut dia keberpihakan Pemda sebenarnya sudah nampak. Gubernur mendukung penuh aktivitas Satgas

TO K O H Pentingnya Amal dan Karya Nyata

TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/dok)

GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menekankan pentingnya amal dan karya nyata sebagai salah satu hal yang penting untuk membangun rangkaian amal di masa depan. Hal itu disampaikan gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) itu saat menjadi khatib Salat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, Minggu (25/6). Menurut TGB, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan rangkaian amal di masa depan. Pertama,iman dan keyakinan. ‘’Kokohkan iman kita kepada Allah SWT, bersihkan, murnikan tauhid kita karena itu merupakan pangkal dan pusat segenap kebaikan dan kemuliaan,’’ ujarnya. Bersambung ke hal 15

yang digagas sesuai Perpres 87 tahun 2017 itu. ‘’Gubernur sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Satgas selama ini. Namun diakui belum optimal,’’ kata Ibnu Salim, yang juga menjabat Inspektur pada Inspektorat NTB kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Dalam catatan dia ada beberapa faktor pengganjal. Pertama, mekanisme dan Ibnu Salim prosedur pertanggungawa-

ban APBD. Terutama untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan dari Satgas, seperti kode, pos kegiatannya. Tidak serta merta sama degan pertanggungjawaban keuangan Pemda. ‘’Kecuali operasional kegiatan penindakan, yustisi atau intelijennya. Bisa menggunakan pos perjalanan dinas,’’ sebut Ibnu. Hal kedua, schedule kerja Satgas dalam petunjuk Polhukam hanya sampai Maret 2017. Sehingga menyesuaikan dengan anggaran operasional personel Satgas sampai Maret. ‘’Kita mengacu petunjuk itu. Sementara Satgas tetap harus melanjutkan laporan dan pengaduan yang masuk,’’ jelasnya. Dari segi usia kerja, Satgas ini tergolong baru dan belum ada petunjuk detail mengenai operasionalnya. Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Saat ekspektasi tinggi disematkan kepada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), ternyata belum diimbangi dengan kinerja optimal. Kinerja cenderung melempem, setelah sempat membuat beberapa gebrakan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Mengembalikan situasi sebelumnya, internal tim akan lakukan konsolidasi.

’’Open ’’Open House’’ House’’ hingga hingga Silaturahmi Silaturahmi Gubernur Gubernur dengan dengan Para Para Tokoh Tokoh NTB NTB Selong (Suara NTB) Lebih dari 1.000 warga dari berbagai penjuru NTB memadati kediaman pribadi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Gelang, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Kediaman orang nomor satu di NTB ini dipadati ribuan warga sejak pagi hingga sore, Senin (26/6). Setiap tanggal 2 Syawal atau sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, gubernur beserta keluarga besar rutin menggelar open house. Juru Bicara Keluarga, H. M. Khairul Rizal, ST, M. Kom yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan, kegiatan open house ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk bertemu Tuan Guru Bajang (TGB) - sa-

paan akrab Gubernur NTB, yang menjadi pemimpin NTB sekaligus sebagai ulama. ‘’Makanya tuan guru membuka, menggelar silaturahim setiap tanggal 2 Syawal,’’ jelasnya. Kegiatan open house yang digelar gubernur di kediaman pribadinya itu dikhususkan bagi masyarakat umum. Sementara, untuk para pejabat, sudah digelar usai salat Idul Fitri di Pendopo Gubernur di Mataram. Ketua DPRD Lombok Timur ini menjelaskan, tujuan digelarnya open house selama sehari di kediaman gubernur ini, supaya masyarakat secara langsung bertemu dengan pemimpinnya. Ia menyebutkan, warga yang datang bukan saja berasal dari Pulau Lombok. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

SILATURAHMI - Gubernur NTB,TGH. M. Zainul Majdi beserta istri dan Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid saat bersilaturahmi dengan warga yang datang pada kegiatan open house, Senin (26/6). Di kesempatan lain, gubernur didampingi istri, Hj.Erica Zainul Majdi bersilaturahmi dengan para tokoh NTB salah satunya dengan mantan Gubernur NTB, H.L.Serinata (atas)

Kemiskinan di Lobar Urutan Ketiga Terbanyak di NTB Giri Menang (Suara NTB) Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mempertanyakan program pengentasan kemiskinan di daerah ini. Menyusul masih tingginya angka kemiskinan di daerah ini bahkan menempati urutan ketiga terbanyak di NTB. Tingginya angka kemiskinan ini disebabkan program pengentasan kemiskinan sendiri dinilai tak tepat sasaran. Bersambung ke hal 15 MISKIN - Potret salah satu warga miskin di wilayah Sekotong, Lobar.

Aman, Perayaan Lebaran di NTB Mataram (Suara NTB) – Masyarakat NTB merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H akhir pekan lalu dengan nyaman. Arus mudik dan pelaksanaan ibadah berjalan aman. Hal itu ditegaskan Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Drs. Firli, M.Si melalui Kabid Humas, AKBP. Dra.Hj. Tri Budi Pangastuti, kemarin. ‘’Selama Ramadhan maupun pascalebaran, NTB aman,’’ ujarnya. Jajaran pejabat Polda NTB pun mengecek pengamanan tempat wisata, salah satunya pulau eksotik tiga gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa (27/6) lalu. Pascalebaran, masyarakat menghabiskan waktu untuk berlibur. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/her)

Pemprov dan KSB Usulkan Benete Jadi Pelabuhan Ekspor Impor Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mengusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) supaya Pelabuhan Benete dijadikan pelabuhan ekspor impor. Hal ini mendukung keberadaan pabrik pemurnian tembaga (smelter) yang akan dibangun PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M. TP menjelaskan, ada dua pelabuhan yang ada di dekat lokasi pembangunan smelter. Yakni, Pelabuhan Benete milik Kemenhub dan Pelabuhan Labuhan Lalar milik Pemda KSB.

Pelabuhan Benete letaknya persis di lokasi pembangunan smelter yang selama ini digunakan sebagai pelabuhan umum dan penumpang. Sementara, Pelabuhan Labuhan Lalar yang dibangun Pemda setempat belum dimanfaatkan secara maksimal. ‘’Dengan dibangunnya smelter, kalau dalam bayangan kami semua. Kalau Freeport dan AMNT masing-masing satu juta ton konsentrat. Maka pelabuhan mana yang melayani ekspor dan impor hasil pengolahan konsentrat ini,’’ katanya di Mataram, pekan kemarin. ‘’Sedangkan di sana hanya ada Pelabuhan Benete milik Kemenhub. Lokasinya persis

di lokasi pembangunan smelter. Sementara ada Pelabuhan Lalar milik Pemda Sumbawa Barat yang sudah dibangun tapi belum dimanfaatkan. Rencananya, ini ditukar,’’ jelasnya. Pelabuhan Benete akan diserahkan kepada PT.AMNT sebagai pelabuhan ekspor impor. Sementara, Pelabuhan Labuhan Lalar akan dimanfaatkan sebagai pelabuhan umum dan penumpang. Ridwan mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan surat Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kepada kementerian terkait untuk meminta rekomendasi. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bug)

EKSPOR DAN IMPOR - Pelabuhan Benete diwacanakan menjadi pelabuhan ekspor dan impor, jika smelter dibangun di KSB.


SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

Satgas Tiga Gubuk LINGKUNGAN Karang Buaya Kelurahan Pagutan Timur Kecamatan Mataram membentuk satuan tugas (satgas) terdiri dari tiga gubuk. Yaitu, Gubuk Tiang, Gubuk De dan Gubuk Kite Beriuq. Pembentukan satgas memberikan rasa memiliki lingkungan. Terutama berkaitan dengan permasalahan sosial, kebersihan serta keamanan dan ketertiban. Demikian disampaikan, Kepala Lingkungan Karang (Suara NTB/ist) Buaya, Muzakalah. Muzakalah Antara Gubuk Tiang, Gubuk De dan Gubuk Kite Beriuq memiliki karakter serta ekspektasi yang sama terhadap ketertiban lingkungan. Termasuk, masalah kebersihan lingkungan dengan beroperasi kendaraan roda tiga diberikan oleh Pemkot Mataram. Satgas diberi nama Tiga G kata Muzakalah, memulai tugasnya dengan memantau kos - kosan di Karang Buaya. Potensi kerawanan sangat tinggi. Terutama berkaitan dengan asusila, miras bahkan tempat bersembunyinya terduga teroris. “Kemungkinan itu pasti. Kita perlu waspada,” imbuhnya. Secara fungsi dan tanggungjawab, ia menganalogikan tugas Satgas ini ibarat pakaian. Artinya, pemilik pakaian akan marah jika disiram air kotor atau oli. Representasi itu dijaga oleh satgas ini. Pihaknya tidak ingin persoalan timbul di lingkungan justru disebabkan oleh orang lain. Sehingga, ia mengharapkan masyarakat turut menjaga keamanan di lingkungan jangan sampai turut atau bahkan jadi biang onar keributan di gubuk. Satgas Tiga G terdiri dari 15 orang rencananya akan dibuatkan Surat Keputusan (SK) dari lingkungan mengetahui lurah dan camat. Mereka nantinya juga akan mengamankan tradisi nyongkolan, termasuk memantau pelaku narkoba di lingkungan. “Mereka bekerja secara sukarela,” ujarnya. Muzakalah menambahkan, pembentukan satgas di lingkungan pada dasarnya sangat penting. Karena, persoalan di lingkungan sangat kompleks. Sebelum masalah membias ke luar. Satgas bisa bergerak cepat mengamankan atau paling tidak memediasi. Belakangan dikhawatirkan, jika tidak segera tertangani akan jadi polemik di masyarakat. Sehingga kata dia, lurah, camat dan aparat kepolisian terbantu dengan adanya kemitraan antara satgas di lingkungan. Oleh karena itu, ke depan diharapkan, Lingkungan Karang Buaya bisa jadi pioner terhadap persoalan kantibmas, kebersihan maupun persoalan yang sifatnya kedaruratan seperti banjir dan lan sebagainya. (cem)

Normalisasi Sungai Unus ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos., angkat biaca terkait penyebab masih banyaknya titik genangan di Kota Mataram, terutama di sepanjang lingkar selatan Kota Mataram. ‘’Itu dari awal, dari lingkar Kopajali. Walaupun saya lihat di sana lebih tinggi daerah lautnya ketimbang daratannya,’’ ungkap Malik menjawab Suara NTB di saat menghadiri acara open house di kediaman Wakil Walikota Mataram, baru-baru ini. (Suara NTB/fit) Menurut dia, Abdul Malik genangan yang timbul saat hujan, bukan karena perumahan-perumahan yang disebut-sebut tidak mematuhi aturan terkait drainase. Perumahan-perumahan yang berada di sepanjang lingkar selatan Kota Mataram diduga drainasenya tidak terhubung dengan drainase utama yang ada di sana. ‘’Ya sesuai dengan RTRW lah kalau perumahan di sana. Lebih tinggi pembuangannya. Akhirnya satu-satunya solusi adalah bagaimana membuat regulasi masalah kemiringan atau elevasi drainase,’’ katanya. Malik tidak menyangkal bahwa munculnya genangan, bukan hanya di sepanjang lingkar selatan Kota Mataram, melainkan di sejumlah tempat di kota ini. ‘’Iya di Sekarbela juga ada,’’ cetusnya. Munculnya genangan ini, kata dia, akibat pendangkalan Sungai Unus. ‘’Ada pendangkalan di situ, ada beberapa perumahan juga di sana yang arah drainasenya mungkin ndak connect dengan Sungai Unus itu sendiri,’’ ucapnya. Solusi jangka pendek dari persoalan ini, menurut politisi Golkar ini adalah melakukan normalisasi Sungai Unus. Sedimen-sedimen yang ada di Sungai Unus harus segera diangkat. Kondisi geografis di Kecamatan Sekarbela, katanya, seperti cekungan. Sehingga air dari arah manapun, berkumpul di sana. ‘’Jadi tidak seimbang di situ,’’ sebutnya. Untuk mengantisipasi air ‘’kiriman’’ dari hulu, Pemkot Mataram sempat melemparkan wacana untuk membangun bendungan mini di sekitar Babakan. Hanya saja, wacana itu belum terwujud sampai saat ini. ‘’Mungkin itu nanti di APBD perubahan. Karena di satu sisi haru ada pembebasan lahan,’’ ujarnya. Ini sejalan dengan program Pemkot Mataram, yakni land banking. Dewan, sambung Malik, akan mendorong Pemkot Mataram ke arah sana (pembangunan bendungan mini, red). Selain normalisasi, solusi yang cukup mendesak adalah melakukan pelebaran sungai. (fit)

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi POSE BERSAMA - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh berpose bersama istrinya, ND Kinastri berfoto bersama tokoh Agama Nasrani di sela kegiatan warga pada kegiatan open house di Pendopo Walikota Mataram. open house di kediaman orang tuanya di BTN Taman Baru. (Suara NTB/ist)

’’Open House’’, Wadah Silaturahmi dengan Masyarakat Mataram (Suara NTB) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, masih mempertahankan tradisi open house. Bagi Walikota dan Wakil Walikota, open house menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Open house bagi kedu-

anya, menjadi wadah silaturahmi pemimpin dengan masyarakat. Pantauan Suara NTB, open house di hari kedua Idul Fitri di kediaman orang nomor satu dan orang nomor dua di Kota Mataram itu berlangsung lancar dan meriah. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beserta keluarganya menggelar open

house di Pendopo Walikota, sedangkan Wakil Walikota menggelar open house di kediaman orang tuanya di BTN Taman Baru. Open house Walikota maupun Wakil Walikota dimulai pada H+2 Idul Fitri hingga tiga hari ke depan. Tamu yang datang beragam. Mulai dari kalangan pejabat, akademisi,

tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, para pegawai dan masyarakat umum. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh maupun Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan bahwa sesuai jadwal yang telah disusun bagian Protokol, open house disiapkan waktu selama tiga hari. Dimulai dari H+2 Idul Fitri.

Namun demikian, kata Walikota, dirinya tidak akan membatasi tamu yang datang. Meskipun mereka datang di luar jadwal yang telah ditentukan Bagian Protokol. Karena, menurut Walikota, silaturahmi dengan masyarakat itu sangat penting. Sehingga, walaupun masyarakat datang di luar jadwal, akan tetap diterima. (fit)

Aset Dikuasai Mantan Dewan Bisa Diusust APH Mataram (Suara NTB) Sebagian besar mantan Anggota Dewan Kota Mataram belum mengembalikan aset milik daerah berupa laptop, notebook serta aset lainnya. Tunggakan aset ini sudah berapa kali jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. Namun demikian, mantan wakil rakyat ini tak memiliki sikap kooperatif mengembalikan barang tersebut. Jika dalam waktu 60 hari setelah penyerahan laporan hasil pemeriksaan (LHP) tidak ada progres. Aparat Penegak Hukum (APH) bisa mengusut kasus tersebut. Dalam catatan BPK, sebanyak 15 mantan Anggota Dewan diduga menguasai aset berupa laptop dan notebook. Empat diantaranya kini masih aktif sehingga tidak dilakukan penagihan. Yang lainnya yaitu, mantan Anggota Dewan masa bakti 2009 - 2014 yaitu, Nyayu Ernawati, H. Wildan dan Abdul Malik Thalib. Mereka diduga menguasai aset berupa notebook merek Toshiba pengadaan tahun 2010 senilai Rp 5.088.889. Kemudian, AB Taufiqurrahman dan H.M. Tohri dengan pengadaan item dan tahun sama. Nilai

aset dikuasai Rp 8.975.000., Anggota Dewan masa bakti 2004 - 2009. Hanya, Muzakir yang belum mengembalikan aset berupa notebook pengadaan tahun 2008 senilai Rp 14.850.000., Sementara, pengadaan di tahun 2007. Politisi PDI Perjuangan kini aktif sebagai Anggota DPRD NTB, Made Slamet juga belum mengembalikan aset Kota Mataram. Berupa laptop merek Toshiba senilai Rp 11. 190.000,. Demikian pula, Jansari dengan pengadaan item dan harga sama. Pengadaan di tahun 2006. Empat mantan Anggota Dewan yaitu, Thamrin Marjun, TGH. Achmad Muchlis dan H. Wildan. Item pengadaan berupa laptop merek Asus senilai Rp 9,6 juta. Sementara, empat Anggota Dewan masih aktif yaitu, H.M. Zaini, I Gde Sudiartha, I Wayan Sugiartha dan Lalu Suryadi. Tindaklanjut rekomendasi BPK, kata Kepala BPK RI

Perwakilan NTB, Wahyu Priyono menjadi tanggungjawab Pemkot Mataram dan DPRD untuk menyelesaikan. Pihaknya hanya memantau dan mendorong penyelesaian atas tindaklanjut tersebut. BPK memberikan waktu 60 hari untuk menindaklanjuti. Itu artinya, ada jawaban atau tanggapan dari pejabat yang bertanggungjawab meskipun belum selesai 100 persen. “Selama tidak ada temuan yang mengandung unsur tindak pidana korupsi, BPK tidak melaporkan ke APH,” katanya. Akan tetapi, berbeda halnya apabila hasil pemeriksaan itu dilaporkan Inspektorat ke aparat penegak hukum. Atau sebaliknya, APH bisa saja berinisiatif menindaklanjuti tunggakan aset dikuasai mantan Anggota Dewan di Kota Mataram. “Itu sudah di luar kewenangan BPK,” ujarnya. (cem)

Jukir Liar Terancam Disanksi Pidana Mataram (Suara NTB) Dinas Perhubungan tak tinggal diam dengan maraknya juru parkir (jukir) liar di Kota Mataram. Keberadaannya selain menyalahi aturan, juga berpeluang digerusnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan umum. Praktik jukir liar terancam sanksi pidana, karena termasuk pungutan liar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid menegaskan, secara regulasi jukir di Kota Mataram telah ditetapkan sebanyak 932 titik berdasarkan SK Walikota. Selain itu, ada parkir khusus yang dikelola oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Artinya, retribusi parkir tepi jalan umum telah jelas titik - titiknya. Di tahun 2017 kata dia, target PAD untuk parkir tepi jalan umum Rp 5 miliar. Nilai ini merupakan angka bruto. Secara rill target bisa diperoleh dengan hitung - hitungan 70 - 30 persen hanya Rp 1,5 miliar. “Nah, ini yang belum kita terapkan,” akunya belum lama ini. Khalid tak memungkiri potensi PAD digembosi oleh oknum bos jukir di lapangan. Pihaknya telah menerapkan karcis. Tetapi ibarat buah simalakama. Masyarakat di

satu sisi tidak pernah meminta karcis. Disisi lain, jukir enggan memberikan karcis ke pelanggan. Persoalan lain yang dihadapi kata dia, maraknya jukir liar. Jukir liar dianalogikan bak jamur di musim hujan pada bulan ramadhan lalu. Secara regulasi keberadaan mereka tidak ditercatat. Hanya, jukir utama yang memiliki SK dari Dishub yang diakui keberadaan. Oleh karena itu, pihaknya tak segan - segan akan mempidanakan jukir liar bilamana ditemukan beroperasi di Mataram. “Iya, kita akan penjarakan mereka,” tegasnya. Pungutan jukir liar diartikan sebagai pungli. Sebab, pendapatan yang mereka peroleh dari pelanggan tidak disetorkan ke kas daerah. “Lalu ke mana mereka setor. Itu kan kita tidak tahu,” ujarnya. Sebelum sanksi pidana ini diberlakukan. Dishub akan memperkuat di internal mereka. Ia ingin memastikan bahwa juru pungut, staf di UPTD Parkir serta pegawai Dinas Perhubungan clear dari pratik kecurangan. Disamping itu, regulasi akan diperketat serta memperbaiki sistem sebelumnya. Kemungkinan efektifnya sanksi tersebut di tahun 2018. “Insya Allah, 2018 kita akan terapkan itu.

Jangan ada jukir - jukir liar di Mataram,” imbuhnya. Pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Polres Mataram, Satpol PP, Inspektorat dan Tim Saber Pungli Kota Mataram. Dengan harapan, tidak ada lagi peluang digembosinya PAD retribusi parkir tepi jalan umum. (cem)

H. Khalid

(Suara NTB/ist)

PUKUL BEDUK - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memukul beduk saat menghadiri malam takbiran, Sabtu (24/6).

Pemkot dan Pemprov Rayakan Malam Takbiran dan Salat Id Bersama Mataram (Suara NTB) – Perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah terasa berbeda. Pemkot Mataram dan Pemprov NTB sepakat untuk memulai tradisi baru melaksanakan kegiatan Malam takbiran dan Salat Id secara bersama-sama. Seperti dilaksanakan pada saat kegiatan Malam Takbiran Sabtu (24/06) lalu, Gubernur NTB H. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur NTB HM. Amin turut hadir bersama Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana untuk membuka dan menyaksikan bersama-sama kegiatan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya dari atas panggung kehormatan yang didirikan tepat di tengah Perempatan kantor Gubernur. Pawai takbiran yang diikuti oleh lebih dari 150 kafilah dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram ini dilepas secara bersamasama oleh Gubernur Walikota. Terkait kegiatan yang telah menjadi kegiatan tetap tahunan di Kota Mataram tersebut, di hadapan ribuan peserta dan penonton yang memenuhi titik lokasi utama gelaran pawai takbiran, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Mataram serta seluruh masyarakat Kota Mataram yang

(Suara NTB/dok)

setiap tahun telah memeriahkan malam menjelang datangnya hari kemenangan di penghujung Ramadhan di Kota Mataram. “Takbiran ini perintah Allah, bukan berfoyafoya,’’ ucapnya. Kegiatan pawai takbiran Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya yang turut dihadiri pula oleh Imam Besar dari Yordania Syaikh Jalal Yahya Abdullah tersebut juga dinyatakan telah memecahkan Rekor MURI sebagai Pawai Takbiran Dengan Peserta Terbanyak. Diikuti oleh tak kurang dari 29 ribu orang peserta dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram yang terbagi dalam lima titik pelaksanaan. Yaitu di Kecamatan Ampenan, Kecamatan Sekarbela, Kecamatan Cakranegara, Kecamatan Sandubaya, serta di titik utama yang dipusatkan di Perempatan Kantor Gubernur diikuti oleh peserta dari dari dua kecamatan lain. Yaitu Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang. Dilaksanakan Bersama Sedangkan pada pelaksanaan Salat Idul Fitri, tradisi baru Salat Idul Ftri juga dilaksanakan secara bersama-sama antara Pemkot Mataram dan Pemprov NTB di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram dengan imam oleh Imam Besar Yordania Syaikh Yahya Jalal Abdulah dan khatib oleh Gubernur NTB. Salat Id bersama antara Pemkot Mataram dengan Pemprov NTB di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram sebenarnya telah dilaksanakan sejak perayaan Idul Adha tahun 2016 lalu. Namun untuk perayaan Idul Fitri memang baru pertama kalinya digelar secara bersamasama pada Idul Fitri 1438 Hijriyah ini. (fit)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 3

Biaya Produksi Naik

Petani Tembakau Berharap 2017 Jadi ”Tahun Emas” Musim tanam tembakau virginia telah di mulai. Sebagian besar masyarakat di Pulau Lombok ini mulai berjibaku memproduksi emas hijau ini di sawah-sawah mereka. Satu harapan besarnya, tahun ini akan menjadi tahun emas. SEHARI setelah lebaran Idul Fitri tahun 2017 ini, petani dan buruh-buruh tani mulai disibukkan dengan berbagai aktivitas awal produksi tembakau virginia. Mulai dari pengolahan lahan, hingga perawatan. H. Munir di Baran Mayung, Lombok Timur nampak mengomandoi 10 buruh yang sedang melakukan penggemburan tanah di bantaran tembakau yang baru sebulan lebih di tanam. Penggemburan tanah untuk kedua kalinya di lakukan, setelah hujan mengguyur Lombok baru-baru ini. Penggemburan harus dilakukan, meskipun risikonya adalah pembengkakan biaya produksi. Tidak ada pilihan lain, selain memproduksi tembakau berkualitas agar harga yang didapat nantinya juga berkualitas. “Ujan, biaya lagi. Tapi yang namanya kita ingin hasilnya bagus. Harus berani mengeluarkan biaya,” katanya kepada Suara NTB. Masih tingginya harga kebutuhan produksi menurut petani binaan salah satu perusahaan mitra ini, mengakibatkan pembengkakan biaya hingga lebih dari Rp 50 juta per hektar. Karena itulah, ia dan umumnya petani tembakau virginia di Lombok, mengharapkan pemerintah benarbenar mengawal perusahaan mitra agar pembeliannya nanti benar-benar mempertimbangkan tingginya biaya produksi tahun ini. Demikian juga perusahaan mitra, diharapkan agar memberlakukan harga pembelian, lebih tinggi dibanding harga top pembelian tahun lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, tak banyak petani tembakau yang beruntung, disebabkan berbagai persoalan dan kendala. Tahun ini, menurutnya petani berharap lagi untung, tak berharap buntung. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lombok Timur, L. Sahabuddin juga memperkuat harapan itu. Ia optimis, hasil tembakau tahun ini akan lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa alasan ia optimis, lebih melihat faktor cuaca. Yang menurut ramalan BMKG, tahun ini akan terjadi kemarau hingga Bulan Oktober. Artinya, cuacanya akan sesuai dengan hawa yang dibutuhkan komoditas perkebunan ini. Tidak seperti tahun 2016 lalu, L. Sahabuddin mengatakan, Australia, Jepang, Amerika dan Indonesia telah sepakat hasil perkiraannya terjadi kemarau basah panjang. Akibatnya, kualitas tembakau agak menurun. Sementara tahun ini diperkirakan oleh

(Suara NTB/bul)

TEMBAKAU VIRGINIA - Tembakau virginia berusia lebih dari sebulan, sedang dilakukan penggemburan tanah oleh buruh tani. BMKG, intensitas hujan lebih jarang. Karena itulah, tanam tahun ini tembakau virginia akan lebih berkualitas. “Diperkirakan hujannya jarang. Itu kan bagus bagi tembakau. Saya lihat petani juga agak optimis tahun ini, sekitar 80 persen sudah menanam,” ujarnya. Meskipun optimis petani ini juga dihantui tingginya biaya produksi. Tahun tanam 2017, ongkos tenaga kerja buruh cenderung naik. Menurutnya, karena puasa kemarin, biaya makan buruh dikonversi dengan kenaikan bayar buruh. Tahun 2016 lalu, harga pembelian top berkisar di Rp 42.000/Kg. tahun inipun harga itu kemungkinan diberlakukan, bahkan naik. Karena itulah, ini semangat bagi petani. yang paling dilakukan, ia mengajak semua pihak untuk mengawal komitmen perusahaan dalam melakukan pembinaan kepada petani. “Kayaknya perusahaan-perusahaan mitra sudah meninggalkan hal-hal yang buruk. Khususnya yang berhubungan dengan harga

Kursuskan Masyarakat Umum MANAJEMEN Lombok Astoria Hotel yang sebelumya adalah Golden Tulip tak melupakan kontribusinya untuk masyarakat sekitar. Tahun ini kegiatan kursus tetap dibuka untuk masyarakat umum. Jenis kursus yang diberikan, berkaitan dengan keterampilan dan keahlian yang berjalan di perhotelan. Rencananya akan dibuat per angkatan. Manajemen Lombok Astoria akan mendatangkan instruktur berlisensi dari luar. “Untuk program ini, kita mengalokasikan dana CSR (Corporate Social Responsibility),” kata General Manager Lombok Astoria Hotel, Fajar S. Azis. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM, tidak hanya dilakukan untuk kalangan internal. Untuk masyarakat sekitar, persoalan SDM ini menjadi salah satu prioritas. Selain itu, manajemen juga akan menggalang kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Mataram. Lombok Astoria Hotel memberikan ruang khusus bagi lulusan berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas) dari BLK-BLK sekitar. “BLK di sini juga berkualitas lulusannya. Kita akan tampung, terutama penyandang disabilitas,” terangnya. Prioritasnya karyawan, tidak hanya kepada SDM-SDM lokal yang normal. Fajar menegaskan, suksesnya bisnis tidak lepas dari dukungan moral kelompok-kelompok masyarakat yang cenderung dipandang sebelah mata. “Doa-doa mereka sangat kita butuhkan. Karena itulah, perlu diberdayakan. Kita akan coba, merangkul semua pihak,” imbuhnya. Fajar mengatakan, dalam konteks bisnis. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM di kalangannya akan terus dilakukan. Secara bertahap, para karyawannya akan dibekali kembali pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi dari trainer-trainer yang akan didatangkan. Lombok saat ini mulai mencuri perhatian para wisatawan, setelah Bali. Tidak menutup kemungkinan, kunjungan wisatawan domestik dan internasional terus membludak. Karena itulah, kesiapan masyarakat dan pelaku wisata terus ditingkatkan. “Orang luar negeri kadang-kadang tidak tahu Indonesia, tapi tahu Bali. Ke depan tidak menutup kemungkinan hal itu juga berlaku untuk Lombok. Karena itu kami fokus menyiapkan SDM kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepadanya yang akan datang ke Lombok (NTB),” imbuhnya. Lombok-Sumbawa sudah menjadi pengakuan dunia. Dua penghargaan bahkan baru saja di raih di ajang World Halal Travel Award (WHTA), yakni Best Halal Honeymoon Destination dan Best Toursm Destination. Bahkan menurut situs Luxury Retreats, Lombok menjadi nomor urut pertama dari tiga destinasi favorit dunia sebelum K o s tarika d a n L i s bon. (bul) Fajar S. Azis (Suara NTB/bul)

dasar. Karena itulah, tahun ini diharapkan menjadi tahun emas semua pihak,” ujarnya. Apti Lombok Timur meminta Pemprov NTB melalui dinas terkait untuk mengawal jalannya pembinaan oleh perusahaan. Untuk mewujudkan mimpi petani mendapatkan hasil yang lebih baik dari emas hijau ini. Berdasarkan sejarah yang dicatat oleh Dinas Perkebunan yang saat ini menjadi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Pulau Lombok merupakan daerah penghasil Tembakau, baik itu tembakau Rajangan maupun tembakau Virginia Flue Cured. Tembakau rajangan ditanam oleh Petani sejak zaman Belanda. Sedangkan Penanaman dan pengembangan tembakau Virginia FC di Lombok dimulai akhir tahun 60-an oleh PT Faroka SA, secara berturutturut diikuti oleh PT BAT Indonesia, PTP XXVII, PT GIEB, UD Tani Praya. Belakangan penanaman tembakau Virginia FC Lombok telah berkembang pesat, banyak diminati dan digunakan oleh sebagian besar Industri Rokok

(kretek/Putih). Rata-rata per tahun luas areal tembakau di Lombok berkisar antara 24-25 ribu hektar dengan produksi antara 35 – 45 ribu ton. Sejak awal pola pengembangan tembakau Virginia FC di Lombok dilakukan melalui kerjasama antara Petani dengan Perusahaan, sedangkan model yang dikembangkan adalah Pola Basah (PT XXVII) dan Pola Kering MGS (Master Growing Scheme). Sampai dengan tahun 1988 jumlah Perusahaan yang beroperasi di Lombok baru 3 perusahaan yaitu PT BAT Indonesia, PTP XXVII dan PT Djarum. Selanjutnya pasca tahun 90-an mulai masuk perusahaan-perusahaan baru (CV Trisno Adi, PT Tresno-Malang, PT Sadhana Arifnusa), dan lainnya. Era Tahun 1990 sampai dengan tahun 2005 pelaksanaan Kemitraan berjalan cukup intensif dan efektif, namun pada perkembangannya (4-5 tahun terakhir) pelaksanaan kemitraan dirasa mulai mengalami kemunduran, dan hal ini dapat dilihat dari menurunnya Kualitas pembinaan (Pemda maupun pabrikan/ Pengusaha Tembakau). Dukungan permodalan

baik oleh Lembaga Perbankan/Perusahaan Mitra. Pengembangan tanaman tembakau pada lahan–lahan yang tidak sesuai untuk tanaman tembakau dan tidak terjamin pasarnya. Menurunnya kualitas dan produktivitas secara umum. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si sebelumnya memprediksi produksi tembakau bakal lebih meningkat dari tahun 2016 lalu. Menyusul adanya rencana perlakuan khusus untuk penanaman komoditas emas hijau ini. Perlakuan khusus dimaksud, misalnya pemberian bantuan pupuk kepada kelompok tani yang diverifikasi, penggunaan benih khusus unggul yang dikembangkan di NTB. PotensipengembangantembakaudiNTBmencapai 50.000 hektar berdasarkan data BPS tahun 2007. Karena itulah menurut kepala dinas, diperlukan pengawalan yang dari hulu hingga hilir. Produksi tembakau tahun 2016 tercatat oleh 14 perusahaan mitra sekitar 30.000 ton, dengan luar panen 15.000 hektar. (bul)

Selama Ramadhan, Konsumsi Elpiji Naik 12 Persen Mataram (Suara NTB) Pertamina melihat tingkat kebutuhan masyarakat untuk elpiji 3 Kg cukup progresif. Selama bulan Ramadhan tahun 2017, terjadi kenaikan konsumsi sebesar 12 persen di banding tahun 2016 lalu. Demikian keterangan Junior Sales Executive Pertamina Rayon IX Region V Wilayah NTB, Firdaus Sustanto, SE., saat dihubungi Rabu (28/6) kemarin. Kenaikan 12 persen ini, kebutuhan harian masyarakat di Pulau Lombok sebesar 233 meterik ton, atau setara dengan 74.000 tabung yang didistribusikan kepada agen dalam sehari. “Kebutuhan masyarakat jadinya naik 8.000 tabung sehari,” demikian Daus.

Tahun ini tingkat kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Beberapa pemicunya, karena libur bersamaan PNS dengan libur sekolah. Tingginya jumlah wisatawan yang berlibur juga memicu naiknya kebutuhan elpiji subsidi ini. Artinya, tempat-tempat wisata menjadi peluang bagi pedagang-pedagang kecil berjualan. “Untuk elpiji non subsidi cenderung stabil. 12 Kg permintaan bulanannya sama dengan bulan-

bulan sebelumnya,” tambah Daus. Sebelumnya, mengantisipasi bulan puasa tahun 2017 ini, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan stok elpiji tabung 3 Kg sampai enam persen, dari keadaan biasanya. Bila disederahanakan, persiapan stoknya sebanyak 4.000an tabung gas dalam sehari. Alasan Pertamina, pada bulan puasa tahun sebelumnya, apalagi jelang lebaran, tingkat kebutuhan gas di masyarakat

untuk memenuhi kebutuhan puasa berkisar antara 4 sampai 5 persen kenaikkannya. Karena itulah, Pertamina tahun ini menyiapkan cadangan hingga 4 ribuan tabung gas sehari. Kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan biasanya seminggu sebelum lebaran. Kendati demikian, Pertamina menyiapkan stok kebutuhan lebih awal, guna mengantisipasi adanya permintaan dadakan. “Lancar-lancar, Lombok aman. Tidak ada kendala,” imbuhnya. Dalam keadaan normal, kebutuhan harian pengguna gas di Lombok mencapai 77 ribu ton. Tambahan sebesar 4 ribuan

tabung gas subsidi memperkuat ketahanan distribusi harian sebesar 81 ribu tabung. Ketahanan stok saat ini diatur oleh Pertamina pada kisaran dua sampai tiga hari untuk saat ini. Tak ada masalah menurut Firdaus. Apalagi pengapalan gas dari Depo Manggis Bali relatif aman. Tidak ada ombak atau cuaca buruk laut yang berpotensi mengganggu penyaluran dari Bali ke agen. “Pokoknya untuk sementara distribusi aman, stok juga aman. Demikian juga untuk subsidi non subsidi, kita siapkan sebanyak-banyaknya kalau ada yang minta,” demikian Firdaus. (bul)

Harga Komoditi Pertanian Anjlok Indocement Incar Proyek Mandalika Selong (Suara NTB)Harga sejumlah komoditi pertanian di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) anjlok. Harga komoditi pertanian ini diakui kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Akibatnya, petanilah yang kemudian menjadi korban. Demikian pengakuan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lotim, H. Badarudin menjawab Suara NTB. Ia mengakui, pemerintah hanya memberikan perhatian serius saat harga tinggi yang kemudian disikapi dengan pasar murah. Sementara saat harga komoditi pertanian anjlok, belum pernah ada kebijakan yang berpihak kepada petani. Diantara harga yang mengalami penurunan drastis adalah cabai. Lotim sebagai sentra penghasil cabai ini sangat merasakan turunnya harga cabai beberapa bulan terakhir. Harganya jatuh pada kisaran Rp 7-8 ribu cabai besar, cabai hijau Rp 6 ribu dan masih ada bertahan Rp 13 ribu per kilogram. Melihat penurunan harga tersebut, diakui membuat petani cukup menjerit. Pasalnya, khusus cabai kecil ini harga itu tidak sebanding dengan biaya produksi. “Ongkos petiknya saja Rp 6 ribu,” ucapnya. Anjloknya harga cabai ini memang sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Disamping itu, banyak daerah utamanya di Jawa yang sedang panen cabai. Sehingga

cabai-cabai yang ada di Lombok tidak bisa lagi dikirim ke Jawa. Biaya pegiriman cukup mahal. “Ada sejumlah petani di Jawa ini melakukan panen serentak sehingga harga cabai ini turun,” paparnya. Diketahui, aparat kepolisian selama ini juga turut mengawal harga. Hal ini diakui cukup bagus untuk menekan laju harga agar tidak berlebihan. Hanya saja, saat harga ini anjlok setidaknya juga ada kebijakan pemerintah pusat utamanya yang berpihak kepada petani. Selain cabai, harga bawang merah juga turun. Di petani harganya Rp 900 ribu sampai dengan Rp 1 juat perkwintal basah. Harga ini jauh dari sebelumnya yang sempat tembus Rp 2 juta perkwintal basah. Dari kisaran harga yang berlaku saat ini, tidak ditampik kurang baik bagi para petani. Terkait persoalan harga komoditi pertanian ini sangat diharapkan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu buruk penurunannya. Para pedagang diharap cukup mengambil keuntungan secara wajar dan tidak berlebihan. Untuk dua jenis komoditi, bawang merah dan cabai ini bisa diperlakukan berbeda. Cabai sulit digudangkan. Beda dengan bawang merah yang bisa digudangkan lagi. Harapannya, pemerintah pusat bisa mengambil kebijakan selain menggelar operasi pasar saat harga tinggi bisa menggelar operasi pembelian saat harga rendah. (rus)

(Suara NTB/rus)

BAWANG MERAH - Harga sejumlah komoditi pertanian di Lotim anjlok. Salah satunya adalah bawang merah.

Mataram (Suara NTB) Permintaan semen makin mengIndocement mengincar proyek-proyek gairahkan. Dengan berprogresnya pemstrategis yang ada di Provinsi NTB. bangunan Kawasan Ekonomi Khusus Salah satunya adalah pembangunan (KEK) Mandalika Resort, di Kute, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Man- Lombok Tengah. Sebab itulah, Indocedalika, di Kute, Lombok Tengah. ment makin fokus menggarap pasar Indocement melihat potensi pasar penjualannya di provinsi ini, terutama di provinsi ini cukup terbuka. Karena di Pulau Lombok. itulah, alat angkut distribusi dari “Distributor kami, PT. Saka Agung pabriknyapun di tambah kapasitasn- Abadi memiliki strategi untuk meya. Kepala Cabang Indocement Lem- masarkan semen di NTB. Tapi mebar, Dian Mulyana dan SCOC Indoce- mang kebutuhannya cukup tinggi, terment M. Rizky Dinihari menjelasnkan utama di Pulau Lombok,” imbuhnya. gambaran secara umum. Tahun ini, kata Dian cukup berbeBerbeda dengan cerita pengusaha- da. Tahun 2016 lalu, Indocement telah pengusaha toko bangunan soal lesun- berhasil mencapai penjualan sebesar ya permintaan semen, Indocement jus- 3.300 ton. Sementara di semester awal tru memaparkan kondisi terbalik. tahun ini, penjualannya sudah menemTingginya permintaan tahun ini, bah- bus 130.000 ton. Biasanya penjualan kan diimbangi dengan mengerahkan di awal tahun mencapai 70.000 ton. kapal pengangkut tambahan berkap“Atau dalam sehari, penjualan kita asitas 7.500 ton. rata-rata 1.000 ton untuk semen keBiasanya kapal yang digunakan ad- masan (zak), dan 200 ton untuk semen alah kapal sewa berkapasitas 4.000 curah,” imbuhnya. Tahun ini Indocement ton sampai 6.000 ton. Indocement menargetkan penjualan hingga 370.000 menyewa lagi satu kapal tambahan ton, atau naik sebesar 40.000 ton dari berkapasitas 7.500 ton yang akan capaian penjualannya tahun lalu. mengangkut hingga empat kali Data yang direkam oleh Pelinsebulan. do dan Dinas Perdagangan “Tahun ini permintaan memperlihatkan bongkar semen tinggi sekali. muat semen cukup tinggi. Karenanya kami sewa kaMenurutnya tidak ada alasan pal tambahan,” katanya. penjualan lesu. Karena itulah, Beberapa diantaranya NTB salah satunya adalah penyumbang tingginya konpasar spesial Indocement. sumsi semen di NTB yakni Indocement juga masih oppembangunan waduk yang ditimis pasar semen di NTB laksanakan oleh pemerintah. akan terus tumbuh. Termasuk pembangunan Seiring pembanhotel dan resort dengunan proyekgan berkembangnya proyek besektor pariwisata. sar, serta Indocementpun proyekdengan produk Tiga proyek Roda mampu menswasta di guasai 55 persen sektor market share di pariwisata. (bul) provinsi ini. Dian Mulyana (Suara NTB/bul)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 4

Pengunjung ke Gili Membeludak Tetap Berikan Pelayanan SELAMA libur lebaran yang cukup panjang ini, seluruh puskesmas di Lombok Timur (Lotim) dipastikan tetap memberikan pelayanan. Tenaga medis yang sudah dijadwalkan harus tetap siaga. Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, drg. H. Asrul Sani menjawab Suara NTB kemarin. Diakuinya, sebanyak 32 puskesmas yang ada di Gumi Selaparang ini harus (Suara NTB/dok) tetap memberikan pelayanH. Asrul Sani an 24 jam. “Di Puskesmas ini kan ada rawat inap jadi harus 24 jam,” katanya. Selain ada perawat, tenaga dokter juga sudah dijadwalkan untuk tetap berada di puskesmas memastikan pelayanan medis bisa terlaksana. Masing-masing tenaga dokter itu dikatakan bergantian piket selama libur lebaran. “Intinya pelayanan di puskesmas tidak boleh ikut libur,” terangya. Pelayanan di poli yang ada di puskesmas juga diharuskan tetap jaga. Pasalnya, selama libur lebaran ini dipastikan ada saja yang datang berobat. Untuk itu, pihaknya mengharapkan pelayanan kesehatan selama liburan ini tetap berjalan seperti pada hari-hari biasa. Selain itu, sudah ada kerjasama juga dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Di mana selama libur lebaran mulai H-7 sampai dengan H+7 lebaran, pelayanan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap gratis atau tidak dipungut biaya. Begitu juga, pelayanan tidak seperti prosedur di luar hari libur lebaran. Di mana di rumah sakit, pelayanan dilakukan tanpa rujukan. Adapun jenis penyakit yang biasa muncul pascalebaran ini antara lain, sesak napas, karena arus perjalanan mudik. Untuk jenis penyakit ini diyakini tidak terlalu banyak yang bermunculan. Justru yang paling diwaspadai adalah sakit yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu lintas. Aktivitas di jalan raya selama musim liburan ini diakui cukup tinggi. Hal ini menimbulkan risiko tinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas ini cukup tinggi dan paling tinggi masuk di puskesmas-puskesmas. “Sakit karena kecelakaan lalu lintas ini yang paling dikhawatirkan,” demikian Asrul. (rus)

Pemda Kurang Maksimal Layani Tamu Tanjung (Suara NTB) Arus kunjungan menuju 3 Gili kembali mengalami lonjakan saat momen libur panjang Idul Fitri. Dari kalangan wisatawan lokal saja, diprediksi angka kunjungan minimal 1.000 orang per hari. Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Syamsul Rizal, S.Pi., Rabu (28/ 6) kepada Suara NTB mengatakan objek wisata 3 Gili masih menjadi objek wisata primadona masyarakat. Sehari setelah lebaran Idul Fitri, pengunjung ke KLU terus berdatangan, baik yang mengakses jalur darat maupun laut. “Sangat ramai, kita sampai kekurangan personel dan tidak bisa maksimal mengarahkan tamu. Sehari itu kota prediksi antara 800 orang sampai 1.000 orang, bahkan lebih. Arus kunjungan puncak kita prediksi pada hari Jumat dan Sabtu esok,” ungkapnya. Dijelaskannya, para pengunjung yang masuk ke 3 Gili terus berdatangan dan hanya beberapa persen saja yang terpantau kembali lagi. Mereka

umumnya akan menghabiskan libur panjang di 3 Gili. Pihaknya memprediksi arus balik para pengunjung akan berlangsung pada Minggu sore, 2 Juli mendatang. Menyikapi tingginya angka pengunjung, Dishub tidak menerapkam jam tambahan pada rute penyeberangan Bangsal dan Teluk Nara menuju 3 Gili. Pelayaran boat dan fast boat tetap diatur sampai pukul 18 sore. Hanya saja, Syamsul menekankan pentingnya pengawalan bagi para pengunjung agar arus transportasi tetap lancar, aman dan nyaman. Untuk itu, pihaknya akan memangkas hari libur para personel LLAJ baik PNS dana kontrak. “Kita kekurangan personel terutama untuk penempatan di pelabuhan, sehingga mau kita panggil personelnya agar

masuk lebih cepat. Sedangkan untuk Opdal itu dibagi 3, yaitu di Teluk Nara, Simpang 4 Pemenang dan Tanjung, jumlah personelnya cukup,” jelasnya. Kabid Perhubungan Laut, Johan Elison Repi, menambahkan berdasarkan hasil pantauan pihaknya kedatangan tamu khususnya dari Bali sudah berlangsung sejak H-2 Lebaran Idul Fitri. Hingga H1, arus transportasi laut cukup padat dari Bali ke Teluk Nara. “Informasi yang kami terima, di Gili Meno saja seluruh hunian sudah penuh. Tanggal 29 Juni (hari ini) penginapan full book,” ujarnya. Tingginya permintaan arus kunjungan para tamu tidak semuanya bisa terlayani melalui Teluk Nara dan Bangsal. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha membuka rute penyeberangan melalui jalur Tikus. Pihakn-

(Suara NTB/ist)

MENINGKAT - Penyeberangan dari dan menuju tiga gili terpantau ramai. Pada hari libur Idul Fitri ini, jumlah kunjungan ke tiga Gili meningkat. ya sendiri belum bisa mengatur kembali arus penyeberangan melalui jalur ilegal itu dikarenakan minimnya personel. “Sementara ini jalur tikus yang telah ditertibkan Pemda 4 Minggu lalu, setelah H+2

lebaran mulai ramai beroperasi kembali. Ini disebabkan karena belum ada kesadaran perihal zona nyaman dan tidak adanya petugas jaga yang menghalau di lokasi,” tutup Johan. (ari)

PMI KLU Minta Donor Darah Jadi Prioritas Tanjung (Suara NTB) Hingga saat ini, Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memiliki fasilitas terkait pelayanan donor darah masyarakat. Untuk itulah, PMI Cabang KLU meminta agar stakeholder khususnya eksekutif dan legislatif KLU memprioritaskan unit transfusi darah. Hal itu dikemukakan Ketua PMI KLU, Endri Susanto, belum lama ini. Pendiri Yayasan Endri’s Foundation ini menilai, semua pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam memberi pelayanan bagi perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Betapa tidak, hingga usia KLU yang akan masuk 9 tahun pada 21 Juli 2017 mendatang, KLU belum memiliki sarana representatif untuk donor darah. Tidak hanya itu, ujarnya, PMI KLU vakum. Program donor darah masyarakat pun mandek. Jika ada masyarakat yang mendonor atau memerlukan darah, maka akses satu-satunya adalah dengan mendatangi PMI Lombok Barat di Mataram. Secara rasionalitas jarak, jauhnya jarak tempuh akan sangat memberatkan baik dari pendonor maupun penerima darah. “Harus kita pikirkan bersama-sama, eksekutif dan legislatif akan kita ajak membahas masalah ini agar diprioritaskan,” ungkapnya. PMI KLU, kata dia, sejatinya bukan lembaga baru. Hanya saja, pengurus PMI sebelumnya nyaris tak mendesain program yang berkelanjutan. Akibatnya keberadaan PMI belum berdampak bagi keberlangsungan program kesehatan secara utuh. Ia bertekad, pengalamannya dalam membantu persoalan kesehatan selama di yayasan akan diterapkan di PMI. Salah satunya, menghimpun para pendonor darah yang bersedia. Mereka akan dicatat menurut alamat, jenis kelamin dan golongan darah. Saat golongan dari jenis tertentu dibutuhkan, mereka akan langsung dihubungi untuk ditransfusi. “Kebetulan cara ini sudah kita lakukan melalui Yayasan Endri’s dan terbukti cukup efektif. Saat ada pasien yang butuh, seketika pendonor bisa dihubungi,” katanya. Namun demikian, sambung dia, sebelum berbicara program maka pihaknya akan memastikan keberadaan formatur pelaksana PMI. Para pengurus yang diharapkan bergabung adalah figur-figur yang siap mengabdi demi pembangunan KLU khususnya bidang kesehatan. (ari)

Paket Sandang Pangan Tak Boleh Dibagi Rata Selong (Suara NTB) Pengadaan paket sandang pangan yang dihajatkan bagi 80 ribu warga miskin di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih dalam tahap pendistribusian. Dalam pendistribusian ke masyarakat, Pemda Lotim menegaskan jika paket tidak boleh dipecah atau dibagi rata. Kabag Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Lotim, Ahmad Subhan, Rabu (28/6), mengatakan, paket sandang pangan dengan nilai kontrak Rp 22.274.800.000 tidak boleh dipecah atau dibagi rata kepada semua masyarakat di tingkat dusun. Menurutnya, paket ini harus diterima secara utuh oleh masyarakat yang berhak menerima. Ditambahkannya, paket sandang pangan harus dilaksanakan secara komprehensif dan terkoordinasi, sehingga, masyarakat penerima bantuan yang berhak menerima tidak boleh kurang satu item pun. Kecuali, katanya, setelah paket sandang pangan diterima oleh yang berhak menerima, kemudian mereka membaginya sendiri kepada keluarga, tetangga sebagai rasa kesetiakawanan ataupun dengan alasan yang lain. Diungkapkan Ahmad Subhan, pada Kamis, (22/6), seluruh item barang sudah lengkap dan telah diperiksa oleh panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP) dan terima oleh PPK. Selanjutnya mulai didistribusikan ke masing-masing kecamatan. Beras sudah didistribusikan sebanyak 1.200 ton ke seluruh kecamatan, sedangkan paket yang berisi minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, mi instan 6 bungkus, sirup 1 botol, cookies/bisukuit 1 kaleng serta sarung 1 buah sudah mulai didistribusikan ke delapan kecamatan. Sedangkan, pada Jumat (23/6), disusul pendistribusian ke 12 kecamatan, sehingga pendistribusian paket ke tingkat kecamatan tuntas sebelum lebaran. (yon)

(Suara NTB/yon)

DISTRIBUSI - Para pekerja saat mengangkut paket sandang pangan dari lokasi penyimpangan ke atas motor untuk secepatnya didistribusikan ke tingkat kecamatan.

(Suara NTB/ist)

SILATURAHMI - Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, bersalaman dengan Bupati Lotim. H. Moch Ali Bin Dachlan, didampingi Sekda Lotim, H. Rohman Farly pada acara open house yang digelar di kediaman pribadi Gubernur NTB di Gelang Pancor.

Bupati Ali BD Silaturahmi ke TGB Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan silaturahmi ke kediaman Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Gelang. Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H. Rohman Farly datang bertepatan dengan acara open house yang digelar Gubernur NTB di kediaman pribadinya. “Pertemuan berlangsung Senin (26/6) sore lalu,” tutur Ke-

pala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Ahmad Subhan saat dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (27/6). Ia menuturkan pertemuan antara bupati dengan gubernur merupakan pertemuan biasa untuk bersilaturahmi setelah lebaran. Sementara kegiatan open house yang dilakukan Bupati Ali BD – sapaan akrab H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati Lotim H. Haerul Wari-

Kapolda Pantau Keamanan Gili Trawangan Pascalebaran Tanjung (Suara NTB) Kondisi keamanan setelah Hari Raya Idul Fitri Minggu (25/ 6) dan menjelang Lebaran Topat seminggu setelahnya mendapat atensi Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli. Orang nomor satu di Kepolisian NTB ini turun langsung memantau situasi, pada Selasa (27/6) atau berjarak 2 hari setelah Lebaran Idul Fitri. Kunjungan Kapolda ke Gili Trawangan, diungkapkan langsung Wakapolres Lombok Utara, Kompol Teuku Ardiansyah, SH., yang ikut mendampingi Kapolda. Selain Wakapolres, Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai, SH., juga terlibat mengawal Brigjen Pol Firli. Diterangkan Wakapolres melalui pesan ke awak media, patroli Kapolda NTB ke wilayah Gili Trawangan guna memastikan situasi keamanan dan kenyamanan daerah yang menjadi tujuan wisata dunia di Lombok Utara ini. Sebelum ke Gili Trawangan, Kapolda menyempatkan diri memantau Posko Pengamanan yang disiagakan Polres Lombok Utara di areal terminal/Pelabuhan Teluk Nara, Kecamatan Pemenang. Selanjutnya sekitar pukul 14.00 wita, Kapolda dan rombongan menaiki speed boat tujuan Gili Trawangan. “Kapolda terjun langsung memantau situasi di daerah wisata, beliau berpatroli keliling Gili Trawangan menggunakan sepeda,” ungkapnya. Ia menerangkan, sepanjang perjalanan mengitari Gili Trawangan, Kapolda menyem-

patkan berkomunikasi dengan para pengunjung baik wisatawan luar negeri maupun domestik. Dari tanggapan para pengunjung, Kapolda menangkap kesan para wisatawan cukup puas dengan Kamtibmas yang diciptakan Kepolisian dan masyarakat setempat. Di samping bertatap langsung dengan para wisatawan, Kapolda NTB disebutkan pula menyempatkan diri berkomunikasi dengan para pengelola tempat usaha terkait situasi yang sama. Kesan yang diterima Kapolda sama, bahwa pelaku pariwisata mengakui terbantu dengan pelayanan keamanan dari aparat kepolisian. Terpisah, Kapospol Subsektor Gili Indah, Ipda I Ketut Arnawa, menguatkan pemantauan Kapolda NTB ke Gili Trawangan adalah untuk memastikan pengamanan setelah lebaran dan menjelang Lebaran Topat. Kedatangan Kapolda ia nilai memberi dampak positif bagi masyarakat. Sebagaimana Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, biasanya menjadi daerah tujuan wisata masyarakat selama libur panjang. Khusus momen lebaran topat, 3 Gili biasanya dibanjiri wisatawan lokal. Saat ini diprediksikan, tingkat kunjungan akan tetap ramai seperti tahuntahun sebelumnya. “Kehadiran beliau sebagai bentuk keseriusan Kapolda untuk memberikan atensi keamanan di daerah-daerah wisata di Lombok Utara,” demikian Arnawa. (ari)

sin digelar di Pendopo I dan II. Kegiatan yang menjadi rutinitas tahunan dilakukan sebagai momentum silaturahmi dan saling memaafkan. Dijadwalkan masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lotim beserta dengan kecamatan mengkoordinir kehadiran dari para tokoh-tokoh masyarakat untuk datang ke Pendopo Bupati. Open House langsung dibuka sejak pukul

08.00 Wita sampai dengan pukul 18.00. Seharian penuh Bupati H. Moch Ali Bin Dachlan membuka ruang silaturahmi langsung dengan seluruh elemen masyarakat. Begitupun di Pendopo Wabup, Wabup Lotim juga menggelar acara open house. Para pejabat berdatangan menyampaikan ucapan selamat lebaran. Pemandangan serupa terlihat di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda)

Kabupaten Lotim, H. Rohman Farly. Secara bergiliran seluruh pejabat di lingkup Pemkab Lotim berdatangan. Sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Lombok Timur berjalan penuh khidmat, aman dan lancar. Pelaksanaan hari raya digelar di Lapangan Tugu Selong. Bertindak sebagai imam, Ustadz Lalu Muhibban Al Hafiz dan khatib TGH. Khairi, MPd.I Ketua STMIK Syeikh Zainuddin Anjani. (rus)

Arus Balik

Meningkat, Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Kayangan Selong (Suara NTB) Meski puncak arus balik lebaran diperkirakan terjadi pada tanggal 1-2 Juli 2017, pihak PT. ASDP Kayangan Lombok Timur (Lotim) menyebut peningkatan penumpang baik pejalan kaki, roda dua maupun roda empat sudah mulai terjadi. Peningkatan jumlah penumpang ini melebihi prediksi awal. Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (28/6), GM PT. ASDP Kayangan, Yanus Lentanga mengungkapkan, arus mudik sejauh ini berjalan lancar dan aman terkendali. Selain itu, katanya, tahun ini merupakan tahun yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya, di mana

kejadian dalam bentuk apapun sama sekali tidak ada yang terjadi. “Puncak arus balik mudik kita perkirakan pada tanggal 1 atau 2 Juli. Namun sampai saat ini peningkatan cukup drastis,” ujarnya. Peningkatan yang cukup signifikan terlihat, yakni untuk penumpang naik hingga 11 persen dari perkiraan 2 persen, kendaraan roda dua meningkat 13 persen dari perkiraan 10 persen dan kendaraan roda empat pribadi yakni naik hingga 20 persen daru perkiraan 15 persen. “ Meski peningkatan terjadi cukup signifikan, Yanus mengungkapkan arus mudik mau-

pun balik berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Hal itu dikarenakan, armada yang disiapkan sebanyak 22 unit sudah melampaui perkiraan lonjakan penumpang. Kendati demikian, katanya, mengingat tingkat penyeberangan melalui jalur laut terus mengalami peningkatan setiap tahun, terutama pada hari-hari tertentu akan menjadi PR bagi ASDP untuk terus berbenah diri. Salah satu bentuk pembenahan yang dilakukan, seperti menyiapkan kapal yang lebih besar maupun dermaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal. (yon)

(Suara NTB/yon)

ARUS BALIK - Aktivitas arus balik di Pelabuhan Kayangan meningkat dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Tampak sejumlah penumpang sedang menuju kapal yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 5

Oknum di SKPD Terindikasi Terlibat Atensi Gangguan Keamanan POLRES Lombok Barat (Lobar) mulai mempersiapkan rencana pengamanan pada Lebaran Topat, Minggu (2/7) mendatang. Di Kabupaten Lobar, perayaan Lebaran Topat dipusatkan di Pantai Duduk Kecamatan Batulayar yang berdekatan dengan Makam Keramat Batulayar. Namun demikian, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, hampir semua wilayah pantai di Lobar menjadi titik kumpul masyarakat mulai dari (Suara NTB/her) kawasan Senggigi hingga Fauzan Wadi pantai di wilayah Sekotong. Untuk mengamankan jalannya perayaan lebaran topat ini, Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana melalui Kabag Ops Polres Lobar Kompol Fauzan Wadi menjelaskan pengamanan Lebaran Topat ini akan dilakukan secara all out. Pengamanannya pun tak hanya berkutat pada arus lalu lintas, melainkan juga pengamanan di tempat-tempat rekreasi dengan melakukan patroli darat dan laut. “Untuk pengamanan kita persiapkan sebanyak 455 personel. Sebanyak 215 personel dari Polda NTB dan sisanya dari Polres Lobar,” ungkapnya, Selasa (27/6). Lebih lanjut disampaikan Fauzan, sesuai petunjuk dari Polda NTB, pengamanan akan dipakai dengan sistem pola, baik itu pengalihan arus maupun sistem buka tutup arus lalu lintas di jam-jam tertentu. “Di samping pengaturan dan penjagaan, kita tetap konsisten sebagaimana tahun lalu untuk mengurangi kemacetan. Kami tidak akan mentorerir para pengguna kendaraan yang parkir di badan jalan. Karena itu menjadi penyebab kemacetan,” tegasnya. Selainn itu, sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak kriminalitas di tempat berkumpulnya masyarakat, Polres Lobar juga menempatkan anggota polisi yang berpakaian preman. Namun menurutnya, hal itu hanya sebatas antisipasi, karena sampai sejauh ini tidak pernah ada aksi kejahatan saat pelaksanaan Lebaran Topat, baik itu berupa aksi copet maupun aksi kriminal lainnya. Untuk pengamanan laut sendiri, pihak Polres Lobar akan memaksimalkan peran Sat Polair Polres Lobar yang nanti diback up Dit Polair Polda NTB. Menurutnya, pengamanan laut terbilang cukup penting, karena masyarakat tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga berenang. Dan sejauh ini yang tergolong rawan adalah kawasan pantai Kerandangan, karena sudah sering terjadi orang tenggelam. (her)

Perayaan Lebaran Topat Dipusatkan di Aik Bukaq Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah menetapkan perayaan Lebaran Topat di daerah ini tahun ini bakal dipusatkan di wilayah utara atau di Taman Wisata Aik Bukaq Kecamatan Batukliang Utara. Sebelumnya, pusat perayaan Lebaran Topat di pusatkan di kawasan Loteng bagian selatan. “Keputusan ini diambil pada rapat panitia,Selasa (27/6) kemarin,” sebut Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H. L. Herdan, M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (28/6). Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar panitia memutuskan menggelar perayaan Lebaran Topat di Aik Bukaq. Pertama, akses jalan menuju taman wisata ini lebih memungkinkan jika dibandingkan dengan beberapa alternatif penyelenggaraan yang lain. Selain itu, lokasi parkir dan lainnya, Taman Wisata Aik Bukaq dinilai lebih representatif dengan mempertimbangkan kemungkinan banyaknya pengunjung yang akan datang untuk merayakan Lebaran Topat. Selain Taman Wisata Aik Bukaq, memang ada beberapa alternatif lokasi lainnya yang sempat dipertimbangkan, seperti Taman Wisata Aik Beriq dan beberapa lokasi lainnya di wilayah Loteng bagian utara. “Setidaknya ada empat lokasi alternatif yang dipertimbangkan.Tapi panitia akhirnya memutuskan Aik Bukaq sebagai lokasi atas dasar beberapa pertimbangan tadi,” ujar Herdan. Disinggung apakah ada acara khusus, Herdan mengaku tidak ada. Hanya berupa perayaan biasa saja. Tapi pihaknya memastikan, perayaan tetap akan dipersiapkan sebaik mungkin, supaya perayaan Lebaran Topat tahun ini bisa berlangsung semarak dan meriah. Ia menjelaskan, perayaan Lebaran Topat ini memang dikhususkan sebagai ajang silaturahmi antara unsur pemerintah daerah dengan masyarakat di daerah ini. Sekaligus wahana saling berbagi usai melaksanakan puasa dan hari raya Idul Fitri. (kir)

’’Open House’’, Upaya Dekatkan Diri Antara Pemimpin dan Rakyat Praya (Suara NTB) Kegiatan open house yang dilaksanakan Bupati Lombok Tengah (Loteng) disambut positif masyarakat di daerah ini. Sejak tiga hari terakhir pascaIdul Fitri, pendopo Bupati Loteng tak kunjung sepi dari masyarakat yang datang dengan berbagai kepentingan, mulai dari masyarakat bawah hingga kalangan pejabat. “Open house ini memang diperuntukan bagi masyarakat luas untuk bisa bersilaturahmi dengan pemimpinnya,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (28/6). Kegiatan ini, ujarnya, diharapkan bisa semakin mendekatkan antara masyarakat dengan pemimpinnya. Walaupun dalam keseharian, Pendopo Bupati Loteng tidak pernah ditutup umum. “Kalau Pendopo Bupati Loteng setiap hari menggelar open house. Tapi kan kadang-kadang masyarakat tidak ketemu. Karena Bupati Loteng terkadang sedang ada kegiatan di luar,” terangnya. Tapi khusus untuk open house kali ini, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk ketemu. Di mana semua agenda diluar Bupati Loteng ditiadakan sampai kegiatan open house selesai. “Dan, respons masyarakat cukup bagus. Terbukti, masyarakat tidak pernah sepi untuk datang mengunjungi pendopo Bupati Loteng,” jelas Herdan. Selain Bupati Loteng, ujarnya, Wabup Loteng maupun Sekda Loteng juga menggelar agenda serupa. Hanya saja, dimulai pada H+2 lebaran. Pasalnya, untuk gelaran open house pada H+1 dilaksanakan bersama-sama di satu tempat, yakni di Pendopo Bupati Loteng.(kir)

(Suara NTB/kir)

TERIMA - Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, menerima warga saat open house di Pendopo Bupati Loteng, Rabu (28/6).

Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus BSS Banyumulek Giri Menang (Suara NTB) Kasus bantuan sosial (bansos) Bumi Sejuta Sapi (BSS) Kelompok Ternak Dasan Tawar Desa Banyumulek Kecamatan Kediri senilai Rp 740 juta terus dikembangkan penyidik Polres Lombok Barat (Lobar). Setelah tersangka oknum dari unsur poktan inisial M diseret ke meja hijau, kini Polres Lobar menetapkan tersangka baru inisial JU dari pihak pengurus. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pengembangan penyidikan oleh kepolisian berbekal hasil fakta persidangan tersangka inisial M. ‘’Dalam persidangan terungkap dalam sidang bahwa ada keterlibatan tersangka lain. Selain menetapkan tersangka baru, penyidik juga membidik oknum di SKPD terkait di Pem-

da,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo, Selasa (27/6) lalu. Dijelaskan, tersangka baru kasus BSS ditetapkan beberapa waktu lalu. Saat ini tengah pemberkasan. Penetapan tersangka ini tegas Joko merupakan hasil pengembangan tersangka sebelumnya pada sidang tersangka M

di pengadilan disebutkan ada tersangka lain. Untuk itu, pihaknya pun melakukan pengembangan untuk melakukan penyelidikan. Ia menegaskan jika dalam sidang tidak menyebutkan ada tersangka lain maka pihaknya tidak bisa melakukan apaapa, artinya tidak bisa mengembangkan kasus ini.

Terkait adanya keterlibatan oknum di SKPD, Joko menegaskan pihaknya tengah mengarah ke sana. Ia bahkan menyebut, ada indikasi keterlibatan oknum di instansi terkait hanya saja belum bisa dibocorkan. Lebih jauh dikatakan, pemberkasan tersangka baru JU telah tahapan, sebentar lagi tahap I artinya pengiriman berkas perkara ke JPU. Rencana pengiriman berkas bulan depan, setelah libur lebaran. Nama JU, jelas Joko, muncul dalam persidangan, oknum ini ikut bersama-sama dengan tersangka lain melakukan tindakan Tipikor. (her)

(Suara NTB/her)

AKP Joko Tamtomo

Diduga Curi HP Wisatawan

Tiga Oknum Remaja Diamankan Polisi

(Suara NTB/her)

PAWAI TAKBIRAN – Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda Lobar H. Moch. Taufik menyerahkan hadiah pada pemenang lomba pawai takbiran di Lobar, Sabtu (24/6) malam.

Pawai Takbiran di Lobar

Dari Keliling Kampung hingga Laut Giri Menang (Suara NTB) Peringatan malam takbiran di Lombok Barat (Lobar) berjalan lancar dan khidmat seperti tahun-tahun sebelumnya. Pawai takbiran tidak saja diadakan Pemda, namun pihak desa dan kecamatan menggelar pawai takbiran. Peserta mengitari kampung hingga laut di daerah Gili. Ribuan peserta menyemut ikut pawai takbiran. Mula dari penjuru barat, persisnya di Desa Batu Putih pawai taqbiran yang diadakan desa setempat semarak dibanjiri ratusan hingga ribua peserta. Meski di daerah terpencil, namun tak menyurutkan semangat para peserta. Kades Batu Putih Fajrin menegaskan kegiatan takbiran ini untuk merayakan kemenangan, selain itu memperkuat ukuwah

islamiah. “Pawai ini kita adakan untuk memperkuat silaturrahmi, persaudaraan kami di desa,” jelas Fajrin. Tak kalah di Gili, Gili Gede menggelar pawai keliling laut. Pawai takbiran ini cukup unik, karena mengitari laut di sekitar desa setempat. Di Lembar, pemerintah kecamatan dan desa setempat menggelar pawai takbiran. Sepanjang jalur Lembar pun dibanjiri peserta ditambah warga yang menonton pawai tersebut. Aparat kepolisian pun terpaksa melakuka rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan menuju pelabuhan Lembar. Tak kalah semarak di ujung utara Lobar, persisnya di Desa Jatisela. Pemdes setempat menggelar pawai takbiran mengelilingi jalur di sekitar desa. Kades Jatisela, Zahar Mahmud menegaskan pawai kali ini be-

gitu semarak, karena diikuti banyak sekali peserta. Pusat kegiatan pawai di Kantor Bupati Lobar paling ramai peserta. Di ibukota Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Giri Menang, Gerung, malam menyambut Idul Fitri ditandai dengan pelaksanaan pawai takbir keliling , Sabtu (24/6). Bahkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, gelaran pawai takbiran kali ini lebih semarak. Hal itu terlihat dengan membeludaknya peserta dan pengunjung mengikuti kegiatan ini. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 kafilah dari seluruh kecamatan yang ada di Lobar. Namun dua kecamatan (Batulayar dan Gunungsari) tidak mengirimkan kafilahnya, karena mengadakan kegiatan serupa di kecamatannya. (her)

Pembobol Rumah Kosong Dibekuk Polisi Praya (Suara NTB) Aparat Polsek Kuta berhasil menangkap, HSW (18) warga Gubuk Baru Desa Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng), Rabu (28/6). HSW ditangkap aparat kepolisian, lantaran diduga mencuri rumah di rumah L. Harya Bayu Trisna. Pelaku diduga sebagai spesialis pencuri rumah kosong, lantaran beraksi saat korbannya tidak berada di rumah. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk smartphone merk Acer yang diduga hasil kejahatan pelaku. “Saat ini untuk keperluan penyelidikan, pelaku sudah kita amankan,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, kepada Suara NTB, Rabu siang. Tertangkapnya pelaku merupakan hasil pengembangan dari aparat kepolisian. Setelah kor-

ban pada Selasa (27/6), melapor ke Mapolsek Kuta. Kalau rumahnya telah dibobol. Di mana sejumlah barang berharga milik korban hilang dalam kejadian yang berlangsung pada Minggu (25/6) lalu tersebut. Kala itu, korban bersama keluarganya sekitar pukul 05.30 wita, meninggalkan rumah untuk pergi ke Mataram. Adapun rumah ditinggal dalam kondisi kosong dan terkunci. Baru sekitar pukul 19.30 wita, korban pulang ke rumah. Saat masuk ke rumah, korban merasa curiga setelah melihat lemari adiknya dalam kondisi rusak. Begitu diperiksa satu unit McBook merek Apple hilang. Kasus yang dialami korban ternyata bukan sekali. Sekitar tiga hari sebelumnya, sekitar pukul 01.00 wita, rumah korban juga disantroni maling. Pada ke-

jadian itu, satu tablet merek Acer yang ada di dapur serta dua buah baju serta satu celana jeans hilang. “Atas dua kejadian korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah untuk selanjutnya melapor ke polisi,”jelasnya. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Dan, dugaan pelaku pencurian mengarah kepada HSW. Setelah keterangan yang diperoleh cukup meyakinkan, polisi kemudian bergerak menuju rumah pelaku. Tanpa perlawanan berarti, pelaku berhasil diamankan. Usai menangkap pelaku, polisi kemudian menggeledah rumah pelaku. Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan tablet merek Acer yang diduga hilang. Beserta baju serta celana jeans milik korban yang diambil pelaku di jemuran rumah korban saat kejadian pertama terjadi. (kir)

Polres Kantongi Kerugian Negara Dugaan Korupsi Bimtek Kades Giri Menang (Suara NTB) Satuan Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar) menemukan ada dugaan kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepala desa (kades) se Lobar yang menelan anggaran Rp 2,5 miliar lebih. Hanya saja penyidik masih menunggu audit ke BPKP terkait kerugian ini, karena sejauh ini terkendala untuk masuk daftar audit sebab perlu antre dengan perkara lain. Pihak Polres juga memprioritaskan kasus yang terindikasi kerugian lebih besar, pasalnya kerugian negara pada kasus bimtek ini diduga kecil mencapai puluhan juta. Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo menegaskan tidak ada kasus yang dihentikan ataupun menggantung. Karena kalau perkara tindak pidana korupsi, butuh waktu. Sebab untuk masuk daftar ke

BPKP untuk audit kerugian itu pihaknya harus antre. Lebih jauh dikatakan, pihaknya tidak boleh menghentikan kasus, meski kerugian negara kecil. Namun dalam menyelesaikannya perlu sabar menunggu, sebab BPKP juga memberi jatah hanya dua kasus untuk diaudit, tidak bisa lebih dari itu. Untuk mengungkap kasus ini, tim penyidik Polres telah memanggil sejumlah pengurus AKAD dan pihak travel yang menangani pemberangkatan pun sudah dipanggil. Pihak polres memastikan terus mengusut kasus ini. Sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Inspektorat terkait selisih biaya perjalanan dinas. Diakui kerugian yang diperoleh dari kasus ini kecil, sehingga perlu dikoordinasikan intensif dengan Inspektorat. Ia menambahkan untuk penanganan kasus tipikor perlu waktu,

sejauh ini baru Polres Lobar yang P21 kasus tipikor. Sedangkan Polres lain belum ada. Sementara itu, Inspektorat Lobar tengah melakukan audit terhadap dana bimtek perangkat desa senilai Rp 2,5 miliar lebih tahun 2015 lalu. Audit ini dilakukan Inspektorat atas perintah Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Audit bertujuan untuk mendalami dan mencari tahu indikasi penggunaan dana kegiatan bimtek yang kini diusut Polres Lobar. Agus menjelaskan, saat ini jajarannya tengah bekerja mengaudit, sehingga belum bisa diungkap hasilnya. Pihaknya mengaudit terkait laporan masuk menyangkut indikasi SPPD fiktif. Pihaknya melakukan audit atas dasar pra duga tak bersalah. Hasilnya nanti tergantung audit tersebut, apakah ditemukan indikasi itu atau tidak. (her)

Praya (Suara NTB) Tiga oknum remaja asal Desa Plambik Kecamatan Praya Barat Daya, diamankan aparat Polres Lombok Tengah (Loteng), Selasa (27/6). Mereka adalah Pa (13), Ya (13) serta Mu (13) yang berasal dari Dusun Bagek Dewa. Sebelumnya, ketiganya nyaris jadi bulan-bulanan warga, lantaran ketahuan mencuri handphone (HP) milik seorang wisatawan di kawasan wisata Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol Pujut. “Ketiganya pun kini masih meringkuk di sel tahanan Mapolsek Kuta untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, Rabu (28/6). Kejadiannya, berlangsung sekitar pukul 12.00 wita. Saat itu, korban William Alberty tengah mandi di sekitar kawasan pantai setempat, saat ketiga pelaku datang. Adapun barang-barang bawaan korban ditaruh di kursi pantai tidak jauh dari tempatnya mandi. Melihat ada HP yang ditaruh di kursi pantai, salah seorang pelaku Ya dengan sigap langsung mengambil HP milik korban. Namun apes bagi pelaku, korban ternyata mengetahui aksi para pelaku dan langsung berteriak minta tolong. Tahu aksinya diketahui korban, para langsung berusaha kabur ke arah jalan raya.

Tapi sejumlah petuga parkir yang mendengar teriakan korban langsung mengamankan ketiga pelaku. Beruntung, sejumlah warga mengamankan pelaku langsung membawa ketiganya ke Polsek Kuta, sehingga ketiganya lolos dari aksi amuk warga. Menurut Rafles, ketiga pelaku sampai saat ini masih berstatus diamankan. Belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih menunggu proses mediasi. Apakah korban akan melanjutkan ke proses hukum atau berdamai, mengingat, usia para pelaku yang masih di bawah umur. “Untuk pelaku di bawah umur, memang tidak serta merta langsung diproses hukum. Bisa saja dikembalikan ke orang tuanya untuk pembinaan. Tapi bisa juga diproses secara hukum, jika memang korban keberatan dan meminta proses hukum dilanjutkan,” terangnya. Adapun barang bukti, juga masih diamankan. Untuk antisipasi, jika memang proses hukum akan dilanjutkan. “Kita masih menunggu proses mediasi antara pihak keluarga pelaku dengan pihak korban. Apakah akan melanjutkan proses hukum terhadap pelaku atau dilanjutkan ke proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelaku kejahatan anak di bawah umur,” pungkasnya. (kir)

Digagalkan, Penyelundupan ’’Baby Lobster’’ ke Batam Praya (Suara NTB) Seorang warga Desa Beleka, Mus (46) terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Batam Kepulauan Riau. Mus terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran kedapatan membawa baby lobster saat hendak naik pesawat di Lombok International Airport (LIA), Rabu (28/6) pagi. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Rabu siang menyebutkan, Mus diamankan petugas keamanan bandara sekitar pukul 06.30 Wita. Kala itu, Mus hendak berangkat menuju Batam melalui Surabaya dengan menumpang pesawat Lion Air JT 823Q yang akan berangkat sekitar pukul 07.00 wita. Begitu melalui pemeriksaan di pintu X Ray bandara, Mus kemudian ditahan aparat keamanan bandara, karena koper yang dibawanya berisikan benda mencurigakan. Begitu diperiksa, di dalam koper tersebut ditemukan sekitar 19 kantong plastik berisikan spon yang di dalamnya ada baby lobster. Aparat keamanan bandara langsung menghubungi pihak kepolisian. Untuk selanjutnya, pelaku digelandang ke gedung Avsec bandara guna menjali-

ni pemeriksaan lebih lanjut. Kepada aparat, Mus mengaku kalau koper tersebut bukan miliknya. Tetapi dititip oleh AG, tetangganya sendiri. Bahkan Mus mengaku kalau tiket pesawatnya dibelikan oleh AG. Termasuk uang saku sebesar Rp 500 ribu juga diberikan. Asalkan dirinya mau membawa koper tersebut hingga Batam. “AG membelikan tiket pesawat untuk Mus, karena tahu Mus akan berangkat ke Batam,” aku Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, di masingmasing kantong plastik diperkirakan berisi sekitar seribu baby lobster, sehingga kalau ditotal, ada 19 ribu baby lobster yang hendak diselundupkan dalam kejadian tersebut. “Tujuan utama penyelundupan baby losbter ini ialah Batam. Dari Batam, baby lobster tersebut kemudian dikirim ke luar negeri,” terangnya. Adapun pelaku sendiri, saat ini masih terus menjalani pemeriksaan intensif. Begitu juga AG yang menitipkan koper kepada pelaku masih dicari. “Kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian,” ujar Rafles. (kir)

(Suara NTB/kir)

DIAMANKAN - Belasan kantong plastik berisikan baby lobster diamankan petugas LIA saat hendak diselundupkan ke Batam, Rabu (28/6).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

KSB Terima Dividen Tertunggak PT DMB Rp 84,754 Miliar

Momentum Idul Fitri

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya memperoleh seluruh dividen penyertaan modalnya di PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar 21 Juni lalu, Pemda KSB yang memiliki saham sebesar 24 persen di perusahaan patungan pemerintah tiga daerah itu menerima total dividen sebesar Rp 84.754.288.000.

(Suara NTB/bug)

Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan, dividen tersebut merupakan sisa dividen yang ditunggak perusahaan kepada masing-masing pemegang saham selama 4 tahun lamanya yakni dari 2012 hingga 2015. PT DMB sendiri baru menyelesaikan pembayarannya setelah kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersama PT Multi Capital melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sebesar 24 persen diakuisi PT Amman Mineral Indonesia (AMI) akhir tahun 2016 lalu. “Alhamdulillah akhirnya kita bisa terima

semua dividen yang ditunggak PT DMB selama ini,” kata bupati. Ia menjelaskan, nilai dividen yang diterima itu berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK dalam beberapa tahun terakhir terus menjadikan temuan pada pengelolaan keuangan Pemda KSB, penerimaan dividen yang tidak dibayarkan setiap tahunnya oleh PT DMB kepada Pemda KSB. “Jadi total yang kita terima itu sesuai dengan hasil perhitungan BPK juga,” ujarnya. Dalam RUPS yang digelar itu, manajamen PT DMB bersama pemerintah tiga daerah (KSB, NTB dan Sumbawa) turut membahas kelanjutan na-

sib perusahaan pasca terjadinya penjualan saham di PT NNT. Menurut bupati, manajemen PT DMB saat ini tengah menyiapkan upaya pengembangan usaha ke bisnis lainnya, salah satunya akan menyertakan modal di PT Bank NTB. Terkait rencana tersebut, Pemda KSB meminta agar hal tersebut tidak dilakukan dulu oleh PT DMB. Menurut bupati, penyertaan modal ke PT Bank NTB agar tidak tergesa-gesa dilaksanakan karena saat ini kelembagaan perbankan milik provinsi NTB dan sejumlah kabupaten/kota itu masih dalam proses transisi ke perbankan syariah. “Saya minta biar selesai dulu perubahan Bank NTB. Baru setelah itu kita pikirkan apa jadi menyertakan modal ke sana atau tidak,” paparnya. Selain memberikan saran tersebut, bupati mengaku, dirinya juga mengajukan renca-

na koor bisnis lainnya yang kemungkinan dapat dijalankan PT DMB. Salah satunya pengelolaan stasiun LPG (liquid petrolium gas) di KSB, tepatnya di dermaga Labuhan Lalar, kecamatan Taliwang. “Saya bilang potensi pengelolaan stasiun gas di Labuhan Lalar sangat menjanjikan karena selama ini untuk pulau Sumbawa hanya ada di Bima. Apalagi kalau smelter AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) beroperasi maka kebutuhan gas di sini sangat tinggi,” kata bupati seraya menambahkan jika kini modal PT DMB hanya tersisa sekitar Rp 27 miliar. “Perusahaan (PT DMB) harus memikirkan dengan matang arah pengembangan bisnisnya. Perhitungkan sejak awal bisnis yang memang benar-benar menjanjikan dan jangan sampai salah karena sekarang perusahaan akan mulai dari awal lagi,” pungkas bupati. (bug)

Khatib Singgung Soal Maraknya Fitnah di Media Sosial Sumbawa Besar (Suara NTB) Khutbah Idul Fitri yang disampaikan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. M. Saleh Ending, M.A, setelah Shalat Idul Fitri di Lapangan Pahlawan banyak mengulas soal meneguhkan keimanan dan kesalehan sosial. Salah satunya terkait fitnah lewat media sosial yang marak belakangan ini. “Akhir akhir ini kita menyaksikan orang orang saling memfitnah, menghujat lewat

media sosial dan menanamkan dendam hingga kini kobarannya tidak kunjung padam. Sehigga mengacaukan akal sehat orang waras, menghentikan kesibukan para pekerja, mengacaukan jadwal belajar para pelajar, menjauhkan keakraban dan mengusik kekhususan beribadah,”kata Saleh Ending dalam khutbahnya. Lalu siapakah manusia sebenarnya? Musliminkah, mukminin, muttaqqin, khalifah fil ardhi, atau sama saja

dengan makhluk lain. Atau bahkan lebih rendah lagi, hanya budak budak hasrat. Betapa tersiksanya manusia sering khusuk di depan orang banyak, lalu tiba tiba buas saat sendiri bersama dengan orang yang dibencinya. Sehingga puasa hanya sekedar menggeser jadwal makan dan minum tanpa menggeser pelabuhan hasrat. “Ketika datang lapar dan haus kitapun manggut manggut tanpa memikirkan saudara saudaranya yang tidak

berkecukupan dalam hidup. Kita sibuk mengatur bumi seisinya mensiasat dunia sebagai khalifah,”sindirnya. Untuk itu, Khatib mengajak kepada para jamaah, untuk melukiskan kembali nilai kebijaksanaan. Bila hati yang ikhlas menghadapi cahaya ilahi, maka akan memantulkan kebenaran yang mendalam. Bila hati menghadapi dunia yang penuh perubahan maka perselisihan dan fitnahan, maka ia akan memantulkan godaan. (arn)

SALAT IDUL FITRI - Suasana salat Idul Fitri yang dihadiri warga Sumbawa di Lapangan Pahlawan, Sumbawa, Minggu (25/6).

Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, kembali menegaskan komitmen pemerintahan Husni Mo, dalam sambutannya dihadapan jamaah Shalat Idul Fitri di Lapangan Pahlawan, Minggu (25/6). Momentum Idul Fitri sekaligus merevitalisasi spirit Sumbawa hebat dan bermartabat (Sahabat) yang menjadi tagline pemerintahan ini. Langkah bermaaf-maafan di momen Idul Fitri merupakan salah satu upaya merevitalisasi spirit “Sahabat”. Menciptakan solidaritas kolektif mencapai tujuan bersama sesungguhnya sangat urgen untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, secara pribadi, Wabup bersama Bupati Muhammad Husni Djibril menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh sahabat masyarakat Sumbawa. Jika selama ini ada ucapan yang menyinggung, tindakan yang menyakiti, atau kebijakan yang melukai rasa keadilan. “Saya juga menyampaikan permohonan maaf Bupati H.M. Husni Djibril B.Sc, karena beberapa waktu belakangan tidak dapat menjalankan amanah yang telah diberikan karena kondisi yang mengharuskan melakukan pengobatan intensif di Singapura,”jelasnya. Kini, sambung Wabup, Bupati sudah menjalankan seluruh rangkaian pengobatan dan sekarang berada pada tahapan pemulihan. Untuk selanjutnya, Bupati siap untuk berjuang bersama-sama meraih mimpi bersama, mimpi Sumbawa hebat dan bermartabat. Tentu, setiap musibah akan selalu disertai hikmah. Inilah yang dirasakan Bupati hingga saat ini yakni dukungan doa yang tulus dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk dukungan dari semua elemen birokrasi. Meski Bupati berhalangan hadir dalam beberapa waktu, namun perannya dalam menggerakkan roda pemerintahan tidak pernah absen. H. Mo, selaku Wakil bupati dan Sekda bersama Bupati dan seluruh jajaran birokrasi terus berikhtiar. Dan ini bukan isapan jempol. “Bupati yang saat itu berada di Singapura mengaku terharu ketika mendengar kabar Kabupaten Sumbawa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai bukti adanya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kelima kalinya. Ini berarti tradisi WTP jaman JM-Arasy diteruskan oleh Husni-Mo,”ujarnya. Bupati juga tersanjung ketika mendengar kabar Kabupaten Sumbawa berhasil menjadi kabupaten/kota penyelenggara pemerintahan daerah terbaik di Provinsi NTB dan masuk dalam jajaran 50 besar pemerintah daerah berkinerja tinggi di Indonesia. Ini merupakan rentetan prestasi yang ditorehkan ketika sebelumnya (penghujung 2016) Sumbawa dinobatkan sebagai kabupaten penyelenggara pelayanan publik dengan predikat tertinggi yakni zona hijau dari Komisi Ombudsman RI. Banyak lagi prestasi regional dan nasional yang telah diraih. Pada bagian lainnya, Bupati menyatakan sudah memaafkan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan secara politis sakit yang dideritanya dengan melemparkan pernyataan seolah-olah dengan sakit tersebut dia tidak berdaya lagi untuk menjalankan roda pemerintahan ini sehingga harus meninggalkannya secara permanen. Salah satu indikator yang digunakan sebagai alasan adalah rendahnya serapan anggaran. Wabup menjelaskan bahwa fenomena rendahnya serapan anggaran adalah fenomena yang berlaku secara nasional hampir di setiap daerah. Khusus untuk Kabupaten Sumbawa, kebijakan belanja untuk triwulan pertama memang diarahkan untuk persiapan administrasi, perencanaan, dan pelelangan berbagai program dan kegiatan. Sudah tentu alokasi anggaran yang dibutuhkan itu memang sedikit. Kegiatan belanja modal dan belanja bantuan berupa hibah dan bansos baru mulai dilaksanakan pada triwulan II, dan puncak serapan anggarannya nanti akan berada pada triwulan III dan IV. Dalam kesempatan itu, H. Mo, bersama Bupati kembali menegaskan komitmen untuk menunaikan janji-janji yang telah terucap. Husni—Mo dilantik pada Bulan Februari 2016. APBD Perubahan tahun 2016 adalah APBD produk pemerintahan Husni Mo yang pertama dan waktu pelaksanannya hanya kurang lebih empat bulan. APBD 2017 adalah APBD Murni pertama yang ditetapkan bersama DPRD dan di dalamnya secara gradual sudah mulai menggarap program dan kegiatan yang menjadi janjinya kepada masyarakat. Ada yang sudah langsung action ke fisik seperti program peningkatan jalan kabupaten menuju kondisi jalan mantap 100 persen. Tahun 2016 telah dilaksanakan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 92,42 Km jalan hotmix, termasuk di dalamnya akses Ropang-Lantung, Batu Dulang–Punik, Mata—Tolo Oi, dan Sempe–Ai Beling. Tahun ini juga sedang dalam proses tender ruas jalan Batu Dulang-Tepal dan ruas jalan kabupaten lainnya. (arn)

(Suara NTB/arn)

Husni Mo Kembali Tegaskan Komitmennya Penuhi Janji

Desa Mandiri Pangan Belasan Motor Tanpa Surat Diamankan Polisi di Sumbawa Dievaluasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Kegiatan Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Sumbawa cukup berkembang. Dalam tahun 2017 ini, pihak Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di masing-masing desa yang sudah ditetapkan. Hal ini guna menentukan apa saja yang akan dilakukan di tahun depan. Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Sirajuddin kepada Suara NTB belum lama ini menyampaikan, kegiatan desa mandiri pangan ini dilaksanakan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Desa yang ditetapkan berangkat dari pendapatannya berdasarkan angka kemiskinan dari BPS. Kemudian berdasarkan hasil survei yang dilakukan. Tahun 2007 lalu dua desa yang ditetapkan sebagai pelaksana yakni Desa Labangka 1 Kecamatan Labangka dan Desa Hijrah Kecamatan Lape. Dalam pelaksanaan program desa mandiri pangan dibentuk kelompok pelaksanaan program berdasarkan usulan di desa saat itu. Terhadap kedua desa tersebut di tahun pertama diturunkan bantuan untuk modal usahanya. Masing-masing kelompok bervariasi, ada yang diberikan Rp 5 juta, ada yang Rp 9 juta dan ada juga yang dibawah Rp 5 juta. Hanya saja saat itu, terjadi gagal panen sehingga sampai saat ini belum bisa mengembalikan modal tersebut. “Ini yang menjadi problem sampai saat ini. Tetap kita tagih. Tahun kemarin saya ke sana belum bisa mengembalikan,” ujarnya. Dijelaskannya, saat ini ada 18 desa mandiri pangan di Kabupaten Sumbawa. Selain dua desa tersebut, 16 desa lain mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dari segi keuangan dan lain sebagainya. Hal ini berdasarkan laporan dari pendamping yang ada. Bahkan ada yang progresnya sudah luar biasa dan paling maju yakni Desa Pada Suka, Kecamatan Lunyuk.

Sirajuddin “Dari 18 desa, yang 16 desa berjalan. Tetapi dua desa banyak yang gagal panen saat itu, sehingga sampai saat ini mereka belum bisa mengembalikan. Pada prinsipnya tetap menghitung sebagai piutang mereka. Dan itu tetap kita telusuri dan pertanyakan kapan bisa dikembalikan,” tukas Sirajuddin. Diakuinya, dirinya dan beberapa pejabat baru menjabat di dinasnya sekarang ini. Sementara anggaran yang ada disusun oleh pejabat yang sebelumnya. Tentunya pihaknya akan melakukan kegiatan sesuai dengan anggaran yang sudah ada. Makanya tahun ini pihaknya akan megevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan untuk menjadi program di tahun 2018. Termasuk pihaknya ingin memantau terkait dana di masing-masing kelompok untuk dievaluasi. Artinya itu diharapkan bergulir di masyarakat itu. Kemudian bisa diketahui kegiatan yang menjadi usaha masyarakat di desa setempat yang ingin dikembangkan. Karena masing-masing desa mandiri pangan tidak sama. “Kita berharap dana yang ada di 2017 untuk ajang evaluasi kita terhadap program kedepan, sesuai dengan apa yang diharapkan. Termasuk tunggakan, bagaimana kesepakatan kelompok itu yang coba kita evaluasi,” pungkasnya. (ind)

(Suara NTB/ind)

(Suara NTB/dok)

Penarikan Kerugian Keuangan Negara Melalui Kejaksaan Solusi Terbaik Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Daerah Sumbawa Barat menyebutkan, keterlibatan Kejaksaan dalam melakukan penagihan keuangan negara sudah sangat baik. Bahkan dari total jumlah pengembalian sekitar Rp 600 juta, saat ini tersisa tinggal puluhan juta saja. Hal inilah yang akan semakin dimaksimalkan, sehingga kedepannya tidak ada lagi menjadi temuan BPK yang diakibatkan oleh tunggakan yang belum diselesaikan ini. “Kita sangat bersyukur sekali dengan adanya kerjasama dengan kejaksaan dalam melakukan penagihan kerugian negara ini. Apabila tidak ada kerjasama maka sudah barang tentu masih banyak juga kerugian negara yang belum dikembalikan,” ungkap Inspektur Inspektorat Sumbawa Barat Ir. H. Ady Mauluddin M. Si kepada Suara NTB belum lama ini. Diakuinya, dengan adanya keterlibatan Kejaksaan untuk melakukan penagihan terhadap kekurangan negara sudah sangat efektif. Bahkan dari total Rp 600 juta yang menjadi tunggakan, saat ini tersisa tinggal puluhan juta saja. Kerjasama inilah yang akan semakin di intensifkan mengingat masih banyak juga oknum tertentu yang enggan mengembalikan uang negara. Karena itu, Kejaksaan yang memanggil untuk segera melakukan pengembalian. Sementara itu dalam pemanggilan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Misalnya untuk saat ini Kejaksaan masih fokus untuk menagih keuangan negara yang ada pada anggota DPRD. Setelah rampung pihak Kejaksaan akan langsung menyasar SKPD dan rekanan lainnya untuk segera membayar. “Alhamdulillah keterlibatan Kejaksaan dalam melakukan penagihan sangat efektif, terbukti dari banyaknya yang sudah melakukan pengembalian,” sebutnya. Disebutkannya, ketika nantinya oknum ini tidak juga datang memenuhi panggilan, maka Kejaksaan sudah memiliki SOP yang lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemanggilan paksa oleh Kejaksaan. Tetapi rata-rata oknum yang memiliki utang ke negara pasti akan memenuhi panggilan Kejaksaan, tidak ada yang menyangkal dari panggilan tersebut sampai dengan sejauh ini. “Rata-rata oknum yang memiliki utang ke negara tidak sampai dilakukan pemanggilan paksa hanya disurati saja sudah langsung mengembalikan,” ujarnya. Karena apabila sudah dipanggil paksa maka akan sangat beresiko nantinya. Bahkan ada juga ketika menerima surat dari Kejaksaan akan langsung membayar uang tersebut. (ils)

Halaman 6

Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat berhasil mengamankan satu unit truk yang memiliki muatan belasan motor di pelabuhan Poto Tano, Sabtu (24/5). Motor-motor tersebut diamankan lantaran sopir truk ekspedisi yang digunakan untuk membawa kendaraan tersebut tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan kendaraan yang sah ketika diminta oleh anggota Polres setempat. Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK, belum lama ini membenarkan adanya kasus tersebut. Bahkan untuk sementara ini motormotor tersebut masih berada di Mapolres guna menunggu klarifikasi dari pihak yang diduga memiliki motor tersebut. Sampai dengan saat ini juga, pihaknya belum bisa memastikan motor-motor tersebut apakah motor bodong atau tidak. Hanya saja dari 18 unit motor ada sekitar empat motor yang memiliki surat-surat baik STNK maupun BPKB. “Ada empat motor yang ada BPKB dan STNK, sedangkan sisanya 14 motor masih kita lakukan penyelidikan,” ujarnya. Dugaan sementara, motor-motor ini merupakan motor bodong karena tidak dilengkapi surat-surat yang jelas. Dikatakan Kasat, pengungkapan terhadap kasus ini setelah pihaknya mencurigai satu unit truk box ketika melintas di pel-

abuhan Poto Tano. Merasa curiga dengan muatan truk ekspedisi tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan baik itu surat-surat kendaraan maupun SIM. Ketika diminta untuk membuka box, awalnya sopir-sopir ini merasa ragu setelah sedikit dipaksa akhirnya sopir truk ekspedisi ini membukanya. Pada saat ini dibuka, petugas hanya mendapati puluhan kardus ikan. Setelah dicek lebih jauh ternyata di bawah kardus ada berbagai macam merek motor yang berasal dari daerah Tangerang dengan tujuan kabupaten Dompu dan Bima. “Untuk sementara ini motor ini kita amankan untuk proses penyelidikan, kita juga akan periksa pihak ekspedisi terkait motor-motor ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini sopir truk ekspedisi ini masih diminta keterangan lebih jauh perihal kasus ini. Hanya saja sopir-sopir ini tidak mengetahui secara pasti kaitannya dengan motormotor ini. Mengingat kedua sopir ini hanya diminta membawa motor ini ke kabupaten Bima dan Dompu. Sementara yang memegang manifest terhadap kendaraan ini adalah pihak ekspedisi. “Kita sudah panggil ekspedisinya dan dalam waktu dekat akan segera datang untuk memberikan klarifikasi,” tandasnya. Ketika nantinya motormotor ini memiliki suratsurat yang jelas maka akan langsung diserahkan. Tetapi apabila tidak ada keterangan yang jelas maka motor-motor ini akan dijadikan barang bukti. (ils)

(Suara NTB/ils)

TANPA SURAT - Belasan kendaraan roda dua tanpa surat-surat yang diamankan di Mapolres Sumbawa Barat.


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 7

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890

Kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB Dukung Pengembangan Kota

RSU Pratama akan Jadi Rujukan untuk Dompu Bagian Barat

(Suara NTB/jun)

PENGEDAR TRAMADOL - Sh (27) tersangka pengedar tramadol diamankan ke Mapolsek Mangelewa, Sabtu (24/6).

Polsek Manggelewa Amankan Senpi dan 270 Papan Tramadol Dompu (Suara NTB) – Timsus Polsek Manggelewa berhasil mengamankan Senjata Api (Senpi)dan 270 papan tramadol di Dusun Doromelo Desa Doromelo Kecamatan Menggelewa, Sabtu (24/6) Pukul 10.50 Wita. Barang berbahaya tersebut diketahui milik Sh (27) warga setempat. Kapolsek Manggelewa, Ipda Ramli, SH., mengatakan tersangka awalnya dilaporkan masyarakat sering mengedarkan tramadol di wilayah hukumnya dengan menyasar semua kalangan, mulai anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua. “Penangkapan ini tindak lanjut dari informasi masyarakat, bahwa Sh sering menjual tramadol di sini,” katanya menjawab Suara NTB saat dihubungi, Senin (26/6). Setelah ditindaklanjutinya laporan tersebut, terbukti Sh biang peredaran tramadol selama ini, bahkan untuk menjamin keamanannya ia mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan laras pendek. Barang bukti ditemukan dalam koper hitam yang disembunyikan dalam wc rumah. Sementara Senpi didapati dalam kamar tidurnya. Rencananya lanjut Kapolsek, 270 papan pil tramadol ini akan diedarkantersangka pada masyarakat sekitar dengan harga eceran Rp 20 ribu/strip. “Barang buktinya kita temukan di rumah tersangka setelah kita lakukan penggeledahan termasuk senjata api rakitan laras pendek,” ujarnya. Penjualan barang berbahaya dan telah meresahkan masyarakat ini, informasinya sudah lama digeluti tersangka, dan dari keterangan Sh diketahui tramadol tersebut didatangkan langsung dari Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). Sh, kata Kapolsek langsung mengambil sendiri barangnya ke Flores melalui jalur laut. Dengan ditemukannya barang yang sudah dilarang keras beredar luas tersebut tersangka kemudian digiring ke Mapolsek Manggelewa untuk proses hukum lebih lanjut. Dan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan-jaringan lain peredaran tramadol di Dompu, khusunya di Kecamatan Manggelewa. “Barang bukti bersama tersangka langsung kita amankan ke Polsek untuk diproses, pasti tetap akan kita kembangkan,” pungkasnya. (jun)

Idul Fitri 1438 H

Bupati Dompu Ajak Masyarakat Bangun Karakter Generasi Muda Dompu (Suara NTB) Pelaksanaan salat Idul fitri 1438 H di Kabupaten Dompu serempat dilangsungkan pada Minggu (25/6). Bupati dan wakil Bupati beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di lapangan Setda Dompu. Bupati pun mengajak semua komponen untuk bersinergi membangun karakter terutama generasi muda dalam merespon transformasi budaya dan teknologi. Yang bertindak sebagai imam, H. Usman Abdul Hamid, SE, qari’ nasional asal Kabupaten Dompu dan khatib ustadz muda asal Dompu, Muhammad Fadhil Abdullah Ba’gil. Usai salat Idul fitri, Bupati dan wakil Bupati melakukan open house di pendopo masing – masing. Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan salat Idul fitri, Bupati Dompu menyampaikan ajakannya dalam membangun karakter seluruh masyarakat terutama generasi muda. Untuk mewujudkannya membutuhkan kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas dan keikhlasan seluruh penyelenggara pemerintahan dan seluruh komponen masyarakat. “Kita perlu bekerja lebih keras lagi membangun generasi yang maju dengan landasan agama dan keimanan yang kuat guna mewujudkan masyarakat dalam berinteraksi sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata H. Bambang M. Yasin. Ia juga mengajak masyarakat untuk banyak bersyukur. Kondusivitas daerah, keamanan, ketertiban umum benar – benar telah terjaga dengan baik, bahkan mercon pun sangat jarang terdengar suaranya selama puasa Ramadhan tahun ini. Gangguan keamanan seperti perkelahian antar kampung, antar kelompok dan bahkan antar Desa sudah tidak pernah terjadi lagi. “Meskipun kita harus bekerja lebih keras lagi untuk tindakan – tindakan kriminal yang dilakukan orang perorang seperti pencurian kendaraan bermotor, perampasan, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan obat – obatan terlarang dan narkoba dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya. Kondusivitas daerah yang terjaga menjadi modal dasar yang besar untuk menjamin dalam membangun daerah. Salah satu prestasi terbaik Dompu tahun ini seperti penghargaan sebagai daerah dengan akselerasi percepatan penurunan kemiskinan terbaik 1 di NTB, ditunjuknya Kabupaten Dompu sebagai model menjadi contoh secara nasional bagaimana pemerintah Kabupaten Dompu dengan kebijakan dan program yang konsisten dapat secara akselerasi menurunkan angka kemiskinan. “Contoh kebijakan di Kabupaten Dompu akan diakselerasi secara nasional dalam regulasi APBD,” katanya. Dikatakan H. Bambang, mengurangi angka kemiskinan merupakan tugas pokok dan mulia bagi pemerintah daerah (Pemda). Dengan semakin banyak warga yang mampu secara ekonomi, akan semakin banyak umat yang membayar zakat, infak dan sedekah. “Inilah hakekat pelaksanaan sunah Rasulullah SAW, bahwa tangan di atas jauh lebih terhormat dari pada tangan di bawah,” jelasnya. Dalam 3 tahun terakhir, APBD Dompu di atas Rp 1 triliun. Itu memberi peluang yang lebih besar untuk membangun. Sampai hari ini, proyek Rababaka kompleks dengan anggaran Rp 1,5 T telah mencapai kemajuan 65 persen dari target 100 persen tahun 2018. Tahun 2017 juga akan dimulai pembangunan pelabuhan Kilo serta pengembangan pelabuhan Calabai dan Soro. Di sisi pengelolaan keuangan, laporan keuangan mendapat WTP dari BPK selama 3 tahun berturut - turut. Bagi warga Dompu di luar daerah yang sedang pulang mudik, Bupati berharap agar jalan – jalan ke pelosok daerah melihat potensi usaha yang dapat dikembangkan di Dompu pada waktu akan datang. Setiap tahun di sektor pertanian,ada triliunan uang yang beredar dan berputar secara rutin di daerah. “Untuk penyediaan sarana dan prasarana produksi maupun sarana pasca panen. Kebutuhan terhadap infrastruktur keuangan, perdagangan serta transportasi dengan seluruh multiplayer efeknya akan terus tumbuh di Kabupaten Dompu,” katanya. (ula)

Dompu (Suara NTB) Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama di Soriutu Kecamatan Manggelewa akan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Dompu bagian barat. Sebagai rujukan, dokter – dokter spesialis di RSUD Dompu akan ditugaskan secara berkala di RSU Pratama dalam rangka meningkatkan pelayanan. Keberadaan RSU pratama akan mendukung kemajuan pembangunan wilayah Dompu bagian barat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, SKM, MMKes kepada Suara NTB beberapa hari lalu, mengungkapkan, RSU Pratama di Soriutu Kecamatan Manggelewa yang telah ditandatangani kontrak pengerjaannya 8 Mei 2017 lalu telah banyak menunjukan kemajuan fisik pekerjaan. Proyek ini ditargetkan 180 hari kerja akan rampung atau November 2017 dengan total nilai kontraknya sekitar Rp 15,783 M. “Alhamdulillah sudah ada yang mulai pengerjaan atap. Bahkan untuk air bersihnya sudah hampir rampung,”

katanya. Untuk alat kesehatan (alkes) kata Gatot, baru dianggarkan sekitar Rp 5 M. Alokasi ini belum cukup memenuhi semua kebutuhan alkes yang dibutuhkan untuk standar RSU tipe D, karenanya dibutuhkan anggaran lagi sekitar Rp 10 M. Untuk kebutuhan anggaran alkes ini diharapkan dari anggaran daerah. “Kita berharap ada dukungan dari daerah untuk memenuhi alkes yang masih kurang,” harapnya. Selain persoalan alkes, Gatot juga berharap adanya bantuan Pemda Dompu untuk pagar RSU Pratama dan beberapa rumah dinas. Daerah juga diharapkan bisa menyiapkan insentif khusus bagi tenaga medis dan para medisnya, sehinga mereka bisa betah ketika ditugaskan di RSU Pratama. Untuk tenaga medis dan para medis ini akan mulai dipersiapkan, sehingga di akhir tahun 2017 atau awal 2018 sudah bisa dioperasionalkan. RS Pratama yang berada di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi baru Manggelewa di jalan lintas Calabai Desa So-

riutu diharapkan bisa menjadi rujukan bagi puskesmas daerah sekitarnya, khususnya wilayah Puskesmas Kempo, Pekat, Kilo dan Manggelewa itu sendiri. Bahkan RS pratama Soriutu bakal menjadi rujukan bagi pasien dari Kore dan Tambora Kabupaten Bima. “Ini untuk mendekatkan pelayanan masyarakat,” ungkapnya. Keberadaan RS Pratama juga akan menjadi pendukung kemajuan pusat pertumbuhan baru bagi daerah sekitarnya. Selain saat ini sedang tumbuh dan kembangkanya gula Tambora oleh PT SMS di Pekat, juga rencana pembangunan pelabuhan Nusantara di Kilo juga akan ditopang oleh keberadaan RS Pratama. Bahkan lanjut Gatot, efek dari keberadaan RSU Pratama sudah mulai terlihat bagi pertumbuhan daerah sekitarnya. Beberapa pembangunan untuk pusat pertokoan juga sudah berdiri di sekitar lokasi pembangunan RSU Pratama. Lokasi RSU Pratama yang tidak jauh dari simpang Banggo Soriutu juga akan menjadi daya dukung kemajuan ekonomi di Manggelewa. (ula/*)

Denah bangunan RSU Pratama

(Suara NTB/ula)

Proyek pembangunan RSU Pratama di Soriutu Manggelewa yang sudah menunjukan kemajuan setelah 50 hari kerja sejak ditandatangani kontrak 8 Mei 2017 lalu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Gatot Gunawan, SKM, MMKes. (insert)

169 Napi Lapas Dompu Dapat Remisi Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 169 orang Narapidana (Napi) Lapas Kelas II B Dompu mendapat remisi khusus hari raya Idul Fitri tahun ini, dua diantaranya langsung bebas. Dari 184 orang yang diusulkan, tersisa 15 orang yang masih menunggu keputusan Kemenkumham pusat. Rata-rata dari mereka yakni Napi kasus penyalahgunaan narkotika. Kalapas Tri Wahyudi, Bc.IP,SH., melalui Kasi Bimbingan Narpidana dan Anak Didik (Binadik) Hermanturi, S. Sos., mengatakan remisi ini diberikan khusus bagi narapidana yang dianggap berprestasi selama menjadi warga binaan. “Inilah bentuk penghargaan kita kepada para narapidana yang kita anggap beprestasi selama berada di sini,” katanya kepada Suara NTB saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/6). Hermanturi menyebutkan secara umum Napi yang mendapat remisi tersebut didominasi oleh narapidana yang terjerat tindak pidana umum, seperti pencurian, penganiayaan, penipuan dan sebagainya. Dirincinya, laki-laki 164 orang dan perempuan lima orang. Sementara, untuk besaran remisinya lanjut dia, dua orang selama dua bulan, 11 orang selama 1,5 bulan, 123 orang 1 bulan dan 31 orang selama 15 hari. “Sedangkan dua orang yang dapat RK II (remisi khusus langsung bebas) dapat 15 hari, mereka ini terlibat kasus pencurian,” jelasnya.

(Suara NTB/jun)

REMISI - 169 orang narapidana Lapas Kelas II B Dompu mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Selasa (27/6). Disinggung soal Napi tindak pidana korupsi yang mendapat remisi Hermanturi mengatakan, sejauh ini dari 10 orang yang dibina tak ada satupun yang diusulkan pihaknya. Sebab seluruhnya belum membayar denda dan uang penggati kerugian negara yang timbul akibat perbuatanya. Ia menegaskan meski masa binaan pelaku kejahatan ini sudah lama sep-

anjang mereka belum membayar denda dan uang pengganti sebagimana yang diputuskan mejelis hakim maka tidak berhak untuk diberikan remisi. Karena kasus ini berbeda dengan kasus-kasus kejahatan lainya. “Dari 10 orang ini masa pidananya ada yang 4 tahun, 1 tahun beda-beda dia. Ada dari pegawai Pemda Dompu ada juga yang dari kontraktor kasus

rumah kumuh kemarin. Intinya korupsi itu harus bayar kalau ndak bayar ndak bisa di apa-apain,” ujarnya. Terhadap 169 orang yang mendapat remisi tersebut Hermanturi berharap bisa lebih meningkatkan lagi prestasinya ketika kembali sebagai warga binaan. Jika langsung bebas diminta untuk tidak mengulangi lagi kejahatan yang sama atau melakukan tindak pidana lain. (jun)

Malam Takbiran, Dua Kelompok Warga Bentrok

(Suara NTB/jun)

KORBAN - Junaidin Usman (34) korban tenggelam di laut Ncanga Nanga Pantai Lakey yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Huu, Selasa (27/6).

Pengunjung Pantai Lakey Tenggelam Dompu (Suara NTB) – Junaidin Usman (34) pengunjung kawasan wisata Lakey tepatnya di laut Ncanga Nanga tenggelam terseret ombak, Selasa (27/ 6) Pukul 13.00 Wita. Korban digulung ombak saat berusaha mendatangi anaknya yang tengah mandi jauh dari bibir pantai. Beruntung warga Desa Adu Kecamatan Huu ini berhasil diselamatkan. Kapolsek Huu, Ipda Rusdi, SH., melalui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh Saihun mengatakan lantaran khawatir akan terjadinya hal yang tidak diinginkan pada anaknya, korban lantas mendatanginya dengan cara mendayung kayu karena saat dipanggil sang anak tak juga mendengar. “Sebelum korban sampai menyuruh anaknya untuk keluar dari laut, saat itu korban yang terseret ombak,” katanya saat dikonfirmasiSuara NTB.

Derasnya ombak siang itu membuat korban tak mampu menyelamatkan diri. Ia justri semakin terseret ke tengah laut. Korban kemudian melambaikan tanganya untuk meminta pertolongan pada pengunjung yang saat itu memadati pantai Ncanga Nanga. Mendapat sinyal gawat dari korban, Mustakim salah seorang anaknya langsung turun memberi bantuan bersama tim penyelamat laut yang saat itu berada di sekitar lokasi. Sehingga korban berhasil diselamatkan dalam keadaan lemas. “Setelah berhasil diselamatkan korban saat itu juga langsung dilarikan ke Puskesmas Rasabou Huu untuk mendapat perawatan. Karena kondisi tubuhnya lemas setelah diseret dan digulung ombak,” ujarnya. Atas insiden tersebut Kapolsek Huu lanjut Moh Saihun, langsung mengin-

struksikan personel untuk mengamankan lokasi kejadian dan meminta para pengunjung keluar dari laut karena angin disertai ombak tengah kencang.Dan beberapa personel lain juga disebar dibeberapa titik pusat kunjungan libur lebaran tahun ini. “Kondisi saat ini masih aman, personel langsung dikerahkan untuk memantau aktivitas wisatawan yang datang ke Pantai Lakey,” pungkasnya. Selain obyek wisata pantai Lakey yang ramai dikunjungi pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 H/2017 M, beberapa daerah wisata juga ramai dikunjungi. Namun kunjungan wisatawan lebih banyak di daerah pantai dan laut seperti pantai Ria Desa Riwo Kecamatan Woja, pantai Hodo, pantai Kilo, pantai Soro Kempo, pantai Kesi, dan Sarae Nduha daerah padang Savana Doro Ncanga. (jun)

Dompu (Suara NTB) – Dua Kelompok warga di Kecamatan Manggelewa terlibat betrok saat malam takbiran, Sabtu (24/6) Pukul 18.45 Wita. Kelompok anak muda dan orang tua ini berasal dari Desa Anamina dan Desa Banggo. Disinyalir, pertikaian dipicu penyerangan oleh warga Desa Anamina terhadap warga Desa Banggo yang usai konvoi takbiran. Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, S. IK., melalui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh. Saihun menjelaskan, bentrok tersebut berawal dari aksi pelemparan dan pengeroyokan oleh warga Desa Anamina menggunakan parang dan gir motor. Akibatnya tiga warga Banggo menderita luka, dua orang luka memar satu diantaranya luka robek di bagian dahi lantaran dihantam dengan gir motor. “Dari cabang Sori Utu tiba-tiba motor warga Desa Banggo dihadang dan dikejar oleh warga Desa Anamina menggunakan parang dan gir motor,” katanya kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Selasa (27/6). Tiga warga Desa Banggo yang

menderita luka itu yakni Damar (17) Sahrullah (17) dan Indra (18). Selain mengeroyok ketiga korban kelompok wargaAnamina juga merusak kendaraan yang dipakai untuk konvoi malam takbiran jelang hari raya Idul Fitri tahun ini. Atas kejadian tersebut warga Desa Banggo yang tak terima warganya diperlakukan seperti itu lantas berkumpul dan melakukan aksi penyerangan. Hanya saja tak berselang lama Tim Gabungan TNI dan Polri sigap turun melerai dan mengamankan lokasi bentrok. Terlebih pengamanan yang dipimpin langsung Wakapolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE itu sekaligus untuk memberi pemahaman pada kelompok warga Desa Banggo bahwa kasus ini akan segera diungkap penegak hukum. Kelompok warga Banggo lanjut Moh Saihun, tak perlu melakukan penyerangan balik, karena akan semakin memperkeruh situasi kamtibmas wilayah tersebut.”Saat itu langsung dihimbau masyarakat agar tidak melakukan penyerangan dan memberikan penanganan kasus ini kepada kepolisian untuk diproses hukum,” jelasnyan. (jun)

(Suara NTB/jun)

LOKASI BENTROK - Tim Gabungan TNI dan Polri saat mengamankan lokasi bentrok dua kelompok warga Desa Anamina dan Desa Banggo, Sabtu (24/6).


SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Ujung Tombak Pembangunan INDUSTRI pariwisata Provinsi NTB, sudah dikenal mendunia. Kini NTB menjadi salah satu daerah tujuan wisata mancanegara dan lokal. Oleh karena itu, pariwisata diyakini bakal membuat NTB melompat lebih cepat sebagai daerah maju. Industri pariwisata diyakini memiliki efek yang cukup luas. Karena tidak saja hanya akan menguntungkan kelas masyarakat menengah ke atas, namun masyarakat bawah juga ikut keciptratan dari industri ini. Oleh karena itu, pariwisata perlu diberikan per(Suara NTB/dok) hatian lebih serius. H.M. Nasihuddin Badri “Pariwisata merupakan ujung tombak pembangunan NTB, karena itu perlu dijaga dan diperhatikan dengan lebih serius,” tegas Wakil Ketua komisi II DPRD NTB bidang ekonomi dan pariwisata, H. M. Nasihuddin Badri. Salah satu upaya serius yang dimaksudkan oleh Nasihuddin, yakni mendorong partisipasi masyarakat supaya aktif ikut membangun wisat NTB. Salah satu caranya dengan memberikan pembinaan. “Pemerintah provinsi harus aktif melakukan pembinaan, supaya mereka juga bisa mendapatkan keuntungan. Karena kalau tidak, hal itu berpotensi menjadi kesenjangan sosial,” ujarnya. Menurut politisi partai Demokrat ini, salah satu tantangan pariwisata NTB saat ini adalah soal keamanan. Kerawanan keamanan jika tidak menjadi perhatian serius, bisa merusak citra pariwisata NTB. Jika hal tersebut dibiarkan, maka akan membuat pariwisata NTB kalah bersaing. “Pemerintah Kabupaten juga harus ikut aktif, karena bagaimanapun citra pariwisata kabupaten jadi pertaruhan pariwisata NTB,” tutupnya. (ndi)

Ganja Dipesan dari Riau POLISI mengembangkan kasus pengiriman ganja diduga pesanan dua mahasiswa di Mataram. Paketan ganja seberat 820 gram itu dipesan dari Sumatera. Pengirimannya via jasa paket kilat. “Itu sudah pesanan pelaku yang kita amankan Jumat kemarin (26/6). Dari Riau itu,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad dikonfirmasi akhir pekan lalu di Mapolda NTB. Ia menambahkan, hal itu terungkap setelah penyidik Sa(Suara NTB/dok) tresnarkoba melakukan interMuhammad ogasi terhadap dua pelaku, MR alias AF dan MY, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengakuan bahwa ganja yang dibungkus paket warna cokelat itu dibeli seharga Rp 2 jutaan. Untuk menelusuri asal barang, kata dia, jajaran Polres Mataram akan berkoordinasi dengan Polda Riau. “Untuk tepatnya berasal dari mana, pengirimnya siapa itu kita telusuri lagi. Kita koordinasi dengan jajaran yang ada di sana,” ujar Kapolres. Polisi mengungkap kasus peredaran ganja jelang hari H Lebaran, Jumat (26/6). Barang bukti 820 gram ganja diamankan dari seorang kurir, MR alias AF (31), mahasiswa perguruan tinggi negeri di Mataram. MR adalah orang suruhan MY (23). Keduanya berkawan meski beda kampus, satu di perguruan tinggi negeri, satunya lagi perguruan tinggi swasta. MR ditangkap lebih dulu sekitar pukul 10.45 Wita saat mengambil paket ganja tersebut di kantor agen jasa pengiriman paket kilat di Jalan Amir Hamzah, Karang Sukun. Pengungkapan itu dilakukan tim gabungan Resmob 701 Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Mataram. Barang bukti ganja disimpan dalam kardus paket berwarna cokelat. Isi paketan itu berupa batang, daun, dan biji kering yang diduga narkotika jenis ganja, berat kotornya mencapai 820 gram. Para tersangka akan dikenai pasal 111 dan atau pasal 114 dan atau pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (why)

(Suara NTB/ist)

KEAMANAN GILI - Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli bersepeda bersama pejabat utama Polda NTB di Gili Trawangan mengecek keamanan destinasi wisata pascalebaran, Rabu (28/6).

Pengamanan Lebaran Topat

Lalu Lintas Menuju Senggigi akan Direkayasa

Mataram (Suara NTB) – Tradisi unik Lebaran Topat mewarnai Idul Fitri sebagian masyarakat Lombok. Lebaran Topat tahun 2017 ini jatuh pada Minggu (2/7) mendatang. Kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalul lintas satu jalur menuju kawasan Senggigi. Pesisir pantai di kawasan Lombok Barat itu merupakan favorit masyarakat untuk merayakan Lebaran Topat. Lalulintas diprediksi padat sejak pagi hari hingga sore. Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Budi Indra Dermawan menjelaskan, pihaknya sudah membuat rencana rekayasa lalulintas untuk mencegah dan mengurai kemacetan. “Itu jalurnya berlaku untuk kendaraan yang keluar Senggigi. Akan diberlakukan mulai

sore hari. Simpang tiga Kebon Roek akan ditutup,” jelasnya di Mapolda NTB pekan lalu. Pola itu akan dikombinasikan dengan buka tutup jalan di jamjam sebelumnya. Penutupan jalur ke arah Senggigi pada sore hari juga berlaku di simpang tiga Pasar ACC, Ampenan. Pun demikian di simpang empat Bangsal, Pemenang, KLU, yang akan ada penutupan arus yang menuju Senggigi. Jalur dibuka untuk arah sebaliknya. “Bagi masyarakat yang

H. Abdul Hadi

(Suara NTB/dok)

Budi Indra Dermawan tai-pantai yang menjadi tujuan masyarakat untuk berlebaran topat, Polair akan diterjunkan di pantai mengantisipasi korban tenggelam. (why)

Partai Besar Tidak Mudah Pekerjaan Rumah Deradikalisasi Dilakukan dengan Bangun Koalisi Pendekatan Lembut

Mataram (Suara NTB) Di pilkada serentak NTB 2018, diketahui tidak ada satupun partai yang bisa mengusung bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri. Karena tidak ada partai yang memiliki jumlah kursi di DPRD yang mencapai syarat ambang batas minimal jumlah kursi yang ditetapkan oleh KPU, untuk bisa mengusung calon. Bahkan Partai Golkar sekalipun, sebagai pemenang pemilu di NTB, harus berkoalisi, karena jumlah kursi yang miliki 11, sehingga masih membutuhkan tambahan dua kursi lagi untuk mencukupi 13 kursi. Namun dalam membangun koalisi, memiliki jumlah kursi besar bukan jaminan bagi partai besar untuk mudah mengajak partai lainnya bergabung dalam satu koalisi. Karena semakin kecil kursi yang dicari, justru membuat partai tersebut semakin berat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, yang dikonfirmasi barubaru ini di Mataram.

Amin meyakini, meskipun partai Nasdem merupakan partai dengan jumlah kursi di DPRD NTB paling kecil, hanya tiga buah kursi. Tapi bukan berarti Nasdem tidak memiliki posisi tawar dalam membangun koalisi. “Jadi besar kecilnya jumlah kursi, sama saja beratnya untuk membangun koalisi. Punya kursi banyak bukan jaminan bisa mudah, begitu juga dengan yang punya kursi kecil,” ucapnya. Dikatakan oleh Amin, meskipun partainya memiliki jumlah kursi di DPRD terbilang kecil, namun di DPRD Kabupaten/Kota, Nasdem memiliki jumlah kursi lumayan besar. Bahkan di Lombok Barat, Nasdem berhasil menempatkan wakilnya di pimpinan Dewan. “Kursi di Kabupaten/Kota juga harus dihitung, terutama di daerah yang akan menyelenggarakan pilkada. Karena ini pilkada serentak, di tiga Kabupaten/Kota kita punya besar,” ujarnya. Oleh karena itulah, Partai Nasdem sangat optmis di pilkada serentak 2018 ini, bisa men-

Koalisi Demokrat - PKS Mengerucut Mataram (Suara NTB) Sinyal koalisi Partai Demokrat dengan PKS makin menemui titik terang, kearah koalisi. Jika tidak ada aral melintang, bulan Juli ini, kedua partai direncanakan akan mendeklarasikan koalisi untuk mengusung bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

akan melalui jalan itu mohon dimaklumi bila ada penutupan jalan. Tapi itu situasional juga, kita lihat kondisi kemacetan,” terangnya. Ia juga mengimbau agar cidomo tidak melalui Jalan Raya Senggigi. Kendaraan yang melewati jalur itu juga diminta untuk tidak parkir di bahu jalan. Pengamanan arus lalulintas ditingkatkan saat tradisi Lebaran Topat. Evaluasi terhadap pengamanan tradisi itu pada tahun-tahun sebelumnya, me-

nemukan bahwa masyarakat masih gemar menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Polisi pun jauh-jauh hari mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya apabila memaksakan mengangkut orang dengan mobil bak terbuka. “Karena mobil itu untuk mengangkut barang. Membahayakan penumpang dan tidak sesuai peruntukan. Bisa dilakukan penindakan (pelanggaran),” tegasnya. Budi mengingatkan masyarakat yang bepergian untuk tidak menggunakan perhiasan yang mencolok karena dapat memancing tindak kejahatan. Untuk pengamanan di pan-

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM, yang dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut. Bahkan ia menyebutkan, koalisi kedua partai tidak saja akan dibangun untuk pilgub NTB, tapi juga akan diturunkan sampai tiga Kabupaten/ Kota yang juga akan ikut menggelar pilkada serentak 2018. “Insya Allah di Kabupaten/Kota juga kita sedang bahas dan dikomunikasikan,” sebutnya. Wakil Ketua DPRD NTB itu juga tidak menampik isu yang berkembang kuat, jika dirinya akan dipaketkan menjadi pasangan calon bersama anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, H. M. Syamsul Lutfhi di Pilkada Kabupaten Lombok Timur. Rencana koalisi kedua partai itu, juga disampaikan oleh bakal calon Gubernur dari PKS, Dr. Zulkieflimansyah. Menurutnya, komunukasi kedua partai membicarakan koalisi, sudah tidak diragukan lagi. “Sampai saat ini komunikasi PKS dengan Demokrat masih tetap dibangun, dan masih baikbaik saja. Oleh karena itu tidak ada yang perlu diragukan,” ujarnya. Komunikasi dengan para pet-

inggi partai Demokrat untuk menjajaki koalisi, diakui oleh Dr. Zul dilakukan secara rutin dan intensif. Pernyataanya itu sekaligus untuk menepis isu yang menyebutkan bahwa komunikasi dirinya dengan partai Demokrat sudah terputus. Bahkan komunikasi kedua partai tidak saja soal pilkada serentak, namun juga membahas kans Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sebagai cawapres 2019, yang masuk dalam radar PKS. “Ada beberapa agenda yang sudah saya bicarakan dengan TGB, barubaru ini, yakni mengenai strategi memenangkan TGB di pentas politik Nasional 2019. Selain itu juga soal pemenangan pilgub NTB 2018. Jadi kalau ada kalangan yang mencoba menghembuskan seakan-akan tidak ada komunikasi politik dengan Demokrat, itu nggak benar sama sekali,” tegasnya pada Suara NTB. Di tempat terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, juga menyebutkan bahwa komunukasi Demokrat sampai saat ini dengan PKS tetap jalan seperti biasanya untuk menjajaki koalisi. Karena Demokrat sangat menyadari bahwa tidak bisa mengusung calon sendiri. (ndi)

gusung bakal calon. Baik untuk Gubernur, maupun Bupati/ Wali Kota. Hal itu sangat diyakini oleh Amin, karena sampai sejauh ini, hampir semua partai sudah datang ke Nasdem untuk mengajak berkoalisi. “Insya Allah Nasdem banyak sekali yang datang komunikasi, meskipun kursi kecil. Kita juga tidak pasif, sama-sama saling menjajaki, dan kita pastikan pada saatnya kita ajukan calon,” pungkasnya. (ndi)

H. Muh. Amin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Paham radikal seolah belum hilang dari bumi NTB. Penangkapan tiga tersangka teroris dua pekan lalu salah satu buktinya. Kepolisian dan pemerintah punya pekerjaan rumah deradikalisasi. Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si memilih jalan tengah. Penindakan terduga teroris adalah jalan terakhir apabila upaya preventif dan persuasif menemui jalan buntu. “Pendekatannya dengan soft approach, pendekatan lembut.Kita juga pendekatan kesejahteraan atau prosperity approach,” ujarnya ditemui pekan lalu di Mapolda NTB. Ia menganalisa, jejaring gerakan radikal menyasar kalangan pemuda untuk direkrut menjadi anggota. “Soft aprroach dengan datang ke tokoh masyarakat, memberi pemahaman agar mengajak pemuda agar tidak terlibat dalam kegiatan kekerasan itu,” jelasnya. Pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama, lanjut dia, yakni pemerintah daerah melibatkan diri lewat instansi terkait, Dinas Pemuda dan Olahraga, misalnya.

“Kita kedepankan Dinas Pemuda maupun Kemenag. Ini penting untuk menyadarkan, membangkitkan rasa nasionalisme mereka. Kalau gagal, bibit-bibit terorisme bisa tumbuh,” jelasnya. Menurut Firli, para terduga teroris tak semata beraksi atas alasan ideologis. Namun, ada pemicu mengapa seseorang mudah untuk diajak bergabung. Satu di antaranya persoalan ekonomi, selain aspek kurangnya pengetahuan agama. Aksi terorisme tak melulu soal ekspresi ideologi kekerasan. “Memang kalau kita lihat pelaku teroris itu tidak hanya satu sebab, bisa karena ideologinya. Bisa karena tekanan ekonomi, juga bisa karena keputusasaan karena kejiwaan,” terangnya “Pendekatan kesejahateraan ini penting. Seketika orang dalam keadaan susah, sulit memenuhi kebutuhan makan, dia bisa sampai pada titik kulminasi yaitu kecewa,” paparnya. Kekecewaan itu, lanjut dia, berpeluang disalurkan lewat kegiatan negatif, paling parah yakni aksi terorisme. “Ini pendekatan kesejahteraan ini harus digarap pemda,” pungkas Kapolda. (why)


SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Dalam Sehari, 10 Ribu Wisatawan Kunjungi Tiga Gili Mataram (Suara NTB) – Libur panjang usai lebaran menjadi momen yang pas untuk berkunjung ke berbagai destinasi. Tidak saja wisatawan lokal, namun wisatawan dari luar daerah atau wisatawan domestik juga banyak berkunjung. Pada salah satu destinasi wisata unggulan NTB, yaitu kawasan Tiga Gili mengalami lonjakan kunjungan. Dalam sehari, setidaknya ada 10 ribu wisatawan yang datang berkunjung.

(Suara NTB/lin)

OTAK KOKOK - pengunjung tengah menikmati suasana di Otak Kokok Joben, Rabu (28/6).

Usai Lebaran, Saatnya Liburan Selong (Suara NTB) – Joben atau biasa disebut sebagai Otak Kokok Joben menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal. Destinasi ini selalu ramai dikunjungi wisatawan pada saat momen liburan. Terlebih setelah lebaran, kunjungan wisatawan meningkat hingga ratusan persen. Anak-anak dan orang dewasa dengan girang berenang dan menikmati suasana Joben dengan air yang jernih dan menyegarkan. Tempat ini memiliki hawa yang sejuk walaupun pada musim panas. Masyarakat di Lombok, terutama Lombok Timur sudah sangat familiar dengan destinasi yang satu ini. Objek wisata yang satu ini adalah sebuah pemandian sekaligus arena rekreasi keluarga yang sangat indah dan menyenangkan. wisata ini berada di desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading,

Kabupaten Lombok Timur. Untuk mengakses objek wisata ini sangat mudah. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Selong. Akhir pekan biasanya rombongan keluarga terlihat berhenti di parkiran Joben. Sebab selain destinasi untuk mandi, Joben sangat cocok dijadikan tempat berekreasi dan berkumpul bersama orang terdekat. “Saya senang, meskipun sudah sering datang ke sini saya tidak bosan. Karena ke sini sama keluarga besar. Kita bawa makanan dari rumah. Ada pelecing dan lain-lain,” kata Siti Nuril Izatilllah kepada Suara NTB, di Joben, Rabu (28/6). Terlihat banyaknya rombongan keluarga yang datang untuk piknik. Terdapat beberapa gazebo yang dapat digunakan oleh pengunjung. Se-

lain itu, pengunjung juga dapat menikmati sensasi berenang yang asyik. Dengan air yang sejuk dan bersih, serta pemandangan yang menyegarkan. “Setiap ke sini, selalu ada yang berubah. Macammacam, kalau dulu gazebonya sedikit, sekarang sudah banyak. Sudah lebih bersih juga. Lebih tertata,” ujarnya. Objek wisata ini sangat cocok untuk liburan keluarga karena memang menyediakan dua kolam pemandian untuk anak-anak dan juga orang dewasa. Untuk tiket masuk, pengunjung harus membayar Rp. 5 ribu per orang. Di tempat ini juga tidak mengharuskan pengunjung menggunakan pakaian renang. Sehingga pengunjung bebas berenang mengenakan pakaian apa saja, namun harus sopan. (lin)

“Semua boat yang berlayar menuju kawasan tiga gili terpakai setiaphari.Kunjungandiperkirakan mencapai 10 ribu wisatawan salam sehari setelah lebaran. Tentu saja ini merupakan hal yang baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal,S.Sos., M.Si kepada Suara NTB, di Mataram, Rabu (28/6). Faozal mengatakan bahwa semua penginapan di Gili Trawangan bahkan sudah penuh. Okupansi hotel di resort maupun kota mengalami peningkatan. Hal ini karena banyaknya wisatawan domestik dan mencanegara yang berkunjung dalam beberapa hari terakhir. “Kunjungan mengalami peningkatan yang drastis. Sebel-

umnya kita sudah lakukan rakor bersama semua sektor dan dinas pariwisata masing-masing daerah. Semua sudah melakukan persiapan dan terbukti sekarang aman,” ujarnya. Ia mengingatkan agar wisatawan tetap bersantai dan menikmati liburannya dengan nyaman. Sebab petugas kemanan baik di polisi air maupun petugas lainnya tengah bersiaga untuk memberikan rasa aman. Begitupula akomodasi lain, misalnya hotel dan tempat makan. “Hotel sudah kita ingatkan untuk lakukan persiapan menghadapi lonjakan wisatawan. Dan mereka memang sudah biasa, jadi semua berjalan dengan baik. Kami berharap

(Suara NTB/lin)

DERMAGA GILI TRAWANGAN - Para wisatawan saat baru saja sampai di dermaga yang ada di Gili Trawangan. wisatawan merasa nyaman saat berkunjung,” ujarnya. Pada hari-hari biasa, kunjungan wisatawan ke kawasan tiga gili sebanyak 2.500 orang. Namun jumlahnya meningkat pada saat libur panjang seperti ini. Sehingga semua pihak harus melakukan berbagai persiapan. “Bukan di kawasan tiga gili saja. Di Senggigi juga sangat ramai, hampir semua kamar

di hotel yang ada di Senggigi itu terpakai,” ujarnya. Selain itu, wisatawan juga banyak berkunjung ke Kawasan Mandalika. Melewati Desa Adat Sade menuju Pantai Kuta. Kemudian dilanjutkan ke Pantai Seger dan Tanjung Aan. “Semoga semua merasa senang dan nyaman saat berkunjung ke berbagai destinasi di NTB ini,” kata Faozal. (lin)

Tradisi Liburan Setelah Lebaran di Lotim Mataram (Suara NTB) – Salah satu yang ditunggutunggu saat usai lebaran adalah berlibur. Salah satu yang menjadi tradisi berlibur masyarakat Kabupaten Lombok Timur yaitu berkunjung ke bebergai pantai terdekat. Bukan hanya berkunjung, namun juga membawa bekal untuk piknik. Salah satunya Pantai Labuan Haji. Pantai ini selalu ramai oleh pengunjung, terutama sehari setelah lebaran. “Memang ini anak-anak minta diajak ke pantai. Biasanya memang setelah lebaran kita sekeluarga berkunjung ke Pantai Labuhan Haji. Bawa makanan sekalian lihat anak-anak mandi,” kata salah satu warga Lombok Timur, Dwi Angga Susiana kepada Suara NTB, di Lombok Timur, Selasa (27/6). Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Zainuddin asal Lombok Timur juga. ia mengatakan bahwa setiap usai lebaran,

keluarganya selalu berkunjung ke Pantai Labuhan Haji. Bahkan untuk sekadar menyantap opor dan ketupat. “Biasanya bawa makanan ke sini. Ini memang rutinitas setelah lebaran. Bukan keluarga saya saja, keluarga tetangga-tetangga saya juga banyak yang datang,” ujarnya. Pantai Labuhan Haji selalu menjadi daya Tarik wisatawan lokal. Menurut sebagian warga, suasana di pantai ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat kumpul keluarga. Apalagi lokasinya yang mudah dijangkau dan berada di pinggir jalan raya. “Sekarang sudah ada gazebo ini lebih nyaman. Kita ke sini sejak belum ada apa-apa. Jadi berkunjung ke sini itu menjadi semacam tradisi. Karena sudah dilakukan sejak orang tua saya dan keluarga,” ujarnya. Pantauan Suara NTB, terdapat banyak pengunjung yang datang. Mereka lebih banyak

(Suara NTB/lin)

PANTAI LABUHAN HAJI - Anak-anak tengah mandi dan menikmati suasana Pantai Labuhan Haji yang ada di Kabupetan LombokTimur. berkunjung bersama keluarga. Makan bersama dan mandi bersama adalah hal yang wajib dilakukan. Selain itu, terdapat pula banyak pedagang yang menjajakan aneka makanan. Sehingga, bagi wisatawan yang tidak membawa bekal tidak perlu merasa khawatir. Sebab, beberapa pedagang juga men-

jual makanan seperti nasi campur, mie instan, pelecing kangkung dan banyak lainnya. “Memang banyak pantai yang lebih bagus dari ini. Tapi tempat ini punya nilai tersendiri bagi kami. Entah bagaimana, kami merasa lebih nyaman liburan keluarga di sini dibandingkan tempat lain,” ujarnya. (lin)


SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Khawatir Jadi Preseden Buruk Harapan Baru di PPDB PERALIHAN kewenangan SMA/SMK ke tangan provinsi memberi angin segar bagi sekolah swasta dalam menerima siswa baru. Perpindahan tanggungjawab ini diharapkan mampu membuat sekolah swasta bangkit dari keterpurukan. “Selama ini kita dibuat mati karena kebijakan,” tegas Abdul Majid, Wakasek Humas SMA Hangtuah 3 Mataram. Majid membeberkan, selama ini sekolah swasta hampir dibuat mati karena kebijakan diterapkan Kota Mataram pada Penerimaan (Suara NTB/dok) Peserta Didik Baru (PPDB). Abdul Majid Sebut saja sistem Bina Lingkungan (BL) diterapkan tidak pernah berjalan dengan baik. Adanya indikasi berbagai ketidak jujuran turut mewarnai proses PPDB hampir tiap tahun menambah derita sekolah-sekolah swasta dan pinggiran. Ia menyebutkan, pada praktiknya siswa yang masuk melalui jalur BL banyak dari luar Kota Mataram. Sekolah yang menerapkan double shift juga banyak, padahal tidak sesuai dengan semangat kurikulum 2013. Ini tidak lepas karena penerimaan peserta didik melalui sistem BL. Mestinya kata dia, sekolah harus menerima siswa sesuai dengan jumlah ruang belajar, bukan dipaksakan hingga menerapkan double shift. “Ini semua siswa diterima,” ucap dia Kini lanjut Majid, dengan perpindahan kewenangan pengelolaan ke provinsi, diharapkan ada pemerataan jumlah siswa di sekolah, baik negeri maupun swasta. Dirinya optimis melalui sistem zonasi pada PPDB jenjang SMA tahun ini akan mampu menyaring siswa berdasarkan prinsip keadilan dan pemerataan. Karena siswa akan masuk sekolah berdasarkan zonasi yang telah ditentukan pemerintah. (dys)

Dikbud Tegaskan akan Konsisten pada PPDB Zonasi Mataram (Suara NTB) BanyakpihakyangmendorongdanmengharapkanDinasPendidikandanKebudayaan (Dikbud)NTBagarkonsistenpadaaturanPenerimaanPesertaDidikBaru(PPDB)Sistem Zonasi. Dinas Dikbud NTB memastikan agar konsisten dalam menjalankan aturan itu. karena jika tidak akan menjadi preseden buruk di tahun-tahun berikutnya. “Kita konsisten. Kalau mau lakukan penataan sekaranglah saatnya, tidak tahun depan, karena kalau kita gagal, dan kita lemah, dan tidak menaati, dan ketika tahun depan kita berteriak akan konsisten, orang akan bilang bohong dan tidak percaya,” ujar Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui di ruang kerjanya, pekan kemarin. Ia juga sudah menyampaikan di lingkungan Dinas Dikbud NTB bahwa PPDB Sistem Zonasi ini merupakan pertaruhan yang luar biasa dan harus berhadapan dengan tantangan berat. Pihaknya menegaskan akan siap menjalankan dengan konsisten dan menghadapi tantangan itu. Suruji juga menegaskan tidak ada kompromi pada upaya melanggar aturan dari petunjuk teknis (juknis) PPDB sistem zonasi itu. Terutama pada upaya lobi pihak tertentu

agar bisa menyekolahkan anaknya ke sekolah tertentu. Selain juga pembatasan rombongan belajar (rombel). “Tidak ada kompromi,” tegas Suruji. Nantinya panitia PPDB Zonasi akan ada di masing-masing sekolah. Namun diperketat pengawasannya dengan ada panitia tingkat provinsi yang akan mengawasi, sehingga juknis PPDB Sistem Zonasi itu dapat berjalan dengan baik. PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Selain itu PPDB SMA, SMK, dan SLB mengakomodir peser-

(Suara NTB/ron)

ta didik dengan jalur keluarga prasejahtera, yaitu peserta didik peserta program keluarga harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Nantinya maksimal sebanyak 30 persen SMA menerima siswa miskin serta peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non akademik dan umum. Para PPDB Sistem Zonasi, nantinya ada pembatasan penerimaan siswa di sekolah negeri. Sebelumnya, Suruji menjelaskan pada tahun ajaran baru nanti akan membatasi penerimaan siswa di sekolah negeri sesuai dengan kapasitas sekolah. Adanya aturan itu, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain juga memberikan kesempatan kepada sekolah swasta untuk memperoleh siswa. “Dibatasi penerimaan siswa di sekolah negeri. Kalau sekolah swasta kita berharap semakin KREASI - Kreativitas pada anak-anak harus terus ditingkatkan. Dalam berkreasi anakanak harus dibiarkan berkreasi sesuai dengan keinginannya. Seperti kreasi yang dilakukan anak-anak di Kampung Kertas di Mataram membuat berbagai macam bentuk mainan dari kertas.

Menarik Minat Siswa Lewat Ekskul Drum Band Mataram (Suara NTB) Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) bisa dibilang pelaris dalam

setiap sekolah. Jika ekskul ini tidak ada, maka bisa saja anak atau orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Begitupun jelang PPDB tahun ini. Sekolah-sekolah memberikan berbagai tawaran kepada masyarakat. Tujuannya jelas yaitu menarik minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Seperti di SMPN 11 Mataram. Ekskul drum band bisa dibilang juga sebagai pelaris bagi masyarakat. “Ekskul ini memancing minat para murid,” kata Kepala SMPN 11 Mataram Hj. Zohriah beberapa waktu lalu. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kekalik ini termasuk sekolah pinggiran dengan mayoritas siswa berasal dari masyarakat kurang mampu. Jumlah murid di sekolah ini tidak seperti sekolah lainnya. Dengan adanya ekskul drumband di tempat itu, diharapkan bisa menambah jumlah murid yang masuk pada penerimaan murid baru tahun ini. Menurutnya, ekskul drumband salah satu ekskul paling banyak peminatnya di setiap SMP. Bahkan, banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya dengan alasan ada ekskul drumband. Wali murid ingin anaknya tampil pada acara-acara tertentu untuk menjadi bagian dari ekskul tersebut. “Orang tua akan bangga apabila anaknya bisa tampil di acara tertentu sebagai personil drumband,” imbuhnya. Dikatakan, sekolah harus membuat banyak terobosan seperti penambahan ekskul sekolah. Selain itu juga untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, seperti perayaan-perayaan pendidikan di PGRI. Hal itu akan membawa manfaat bagi pengemban-

gan keterampilan murid dalam membawakan drumband. (dys)

”Kita konsisten. Kalau mau lakukan penataan sekaranglah saatnya, tidak tahun depan, karena kalau kita gagal, dan kita lemah, dan tidak menaati, dan ketika tahun depan kita berteriak akan konsisten, orang akan bilang bohong dan tidak percaya,” H. Muh. Suruji banyak yang diterima. Kalau sekolah negeri itu, semakin banyak siswanya dia semakin repot, kualitasnya dimungkinkan menurun. Kalau sekolah swasta semakin banyak siswanya semakin berpeluang meningkatkan kualitas. Karena beban itu bisa dipikul ramai-ramai,” kata Suruji. Bagi sekolah yang masih men-

erapkan double shift akan dibatasi agar tidak melebihi daya tampung. Suruji menekankan, paling tidak, tidak boleh melebihi daya tampung dalam tiga tahun ke depan. nantinya akan diumumkan secara transparan jumlah siswa yang boleh diterima di satu sekolah. “Dan sekolah tidak boleh main-main!” tegasnya. (ron)


Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

Menembak Bidik Tiket PON Remaja dan Asean Games 2018 Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga menembak akan mengirim 12 atlet di Kejurnas Menembak Awang Faroek di Kalimantan Timur (Kaltim), 10 Agustus 2018. Mereka membidik tiket menuju PON Remaja 2018 dan Asean Games 2018. Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram belum lama ini mengatakan pihaknya siap mengirim atletnya di Kejurnas Menembak Awang Faroek di Kaltim bulan Agustus 2018. “Kami akan mengirim sebanyak 12 atlet di kejurnas Awang Faroek bulan Agustus,” ucapnya. Dikatakan Andik, Kejurnas Awang Faroek merupakan ajang seleksi atlet ke PON Remaja 2018 sekaligus seleksi atlet mengikuti Asean Games 2018. Pihak Perbakin NTB kata Andik siap mengirim atlet di kejurnas level nasional itu. Perbakin NTB telah menyiapkan sedikitnya 12 atlet mengikuti event tersebut. Mereka (atlet menembak) yang terdiri dari atlet remaja dan atlet senior tengah menjalani pemusatan latihan di Lapangan Menembak Saraswati Mataram yang sudah dimulai sejak awal Januari dan masih akan tetap berlangsung hingga akhir tahun 2017. “Untuk atlet remaja akan memasang target lolos PON Remaja, sementara atlet senior akan mengejar tiket lolos Asean Games 2018,” jelas Andik. Ditanya seberapa besar peluang atlet NTB bisa lolos PON Remaja dan Asean Games 2018 Andik mengatakan bahwa sebanyak 12 atlet yang dipersiapkan cukup berpeluang meraih tiket PON Remaja. Pasalnya, sebagian besar atlet merupakan atlet remaja yang pernah berpengalaman menyumbang medali emas di kejurnas remaja hingga PON Remaja. Terakhir, atlet menembak meraih satu medali emas dan satu perunggu di PON Remaja di Surabaya, Jatim 2014. Medali emas diraih NTB lewat atlet menembak NTB, Liza Rizna Widjajanti di kelas air pistol putri dan satu perunggu lewat Dimas Restu Arindra Putra kelas air rifle putra. (fan)

SALON

SALON

YUNI SALON & School Kcntikan Rmbut & Kulit Pria/Wnt, Hrg Trjangkau, Fsilitas Lngkap, Disc. 10% Khusus Pndftran Akhir Thn. Jl. Dr. Stomo No.18 Krang Baru & Jl. Gtong Ryong No.27A Ampenan. Hub. 087865155031

Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443

TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath+Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage+Lulur+fcial+Ttk Wjah+Ctok+Mskr Bdan+rtus Vagina(100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub : 0 8 7 7 6 5 8 6 0 8 8 9 / 085937064233,jl.Salak Gg II No.5, Tohpati

Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar.FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

RUPA- RUPA

SALON

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/ LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/ LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 DIJUAL LAHAN 3ARE JL. NAGA PASA 15 CAKRA SELATAN HUB. 08123705621 TANPA PERANTARA Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin, perawatan pengantin, make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370636344, 08180373677 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 0 8 7 8 0 0 1 0 6 6 7 4 / 082147428836 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

Atlet Harus Tetap Jaga Kondisi Selama Mudik Mataram (Suara NTB) Ketua Panitia Pelatda Mayung 2017, Mars Ansori Wijaya mengatakan selama mudik lebaran atlet diwajibkan untuk tetap menjaga kondisi. Hal itu penting agar para atlet tetap dalam kondisi prima. “Kita berharap selama mudik lebaran para atlet tetap menjaga kondisi. Sehingga saat kembali ke lokasi Pelatda Mayung 2017 atlet tetap dalam kondisi bugar,” ucap Ansori ketika diwawancarai Suara NTB di Mataram belum lama ini. Ansori yang juga menjabat Sekretaris KPUD NTB menjelaskan bahwa untuk menja-

ga kondisi tetap bugar, atlet harus tetap melaksanakan latihan fisik dan teknik secara mandiri selama mudik. Selain itu pola makan, gizi dan istirahat harus dijaga serta diperhatikan sebaik mungkin. Sementara itu, di tempat terpisah, Panitia Mudik Lebaran Atlet Pelatda Mayung dan PPLP NTB, Moh. Iqbal mengatakan bahwa selama

mudik para atlet akan diberikan waktu liburan selama 10 hari, yakni dimulai dari tanggal 21 hingga 30 Juni 2017. Itu artinya para atlet yang mudik lebaran harus kembali ke lokasi Pelatda Mayung paling lambat 1 Juli 2017. “Para atlet mudik lebaran selama sepuluh hari. Mereka harus kembali tanggal 1 Juli 2017,” ucapnya.

Informasi yang diterima Suara NTB dari pihak panitia Pelatda Mayung 2017 bahwa bagi atlet yang terlambat kembali ke lokasi Pelatda akan mendapat sanksi. Salah satu sanksi atlet yang terlambat mudik akan dikurangi uang sakunya. “Atlet yang terlambat kembali kelokasi pelatda akan dipotong uang sakunya,” tegas pimpinan Pelatda Mayung 2017, Ansori. (fan) Mars Ansori Wijaya

(Suara NTB/fan)

TENIS MEJA - Pembinaan atlet tenis meja di Kota Bima terus menggeliat. Tampak para atlet tenis meja asal Kota Bima menjalani latihan di GOR Tenis Meja Sudirman, di Kota Bima, Rabu (28/6).

LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799. Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya.

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha

Bahtiar Pimpin Organisasi Olahraga Biliar NTB Mataram (Suara NTB) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoensia (POBSI) NTB menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel Nutana Mataram, 22 Juni lalu. Musprov yang melibatkan 20-an peserta dari delapan Pengurus Cabang (Pengcab) POBSI kabupaten/kota di NTB itu memilih secara aklamasi Bahtiar Tamrin sebagai ketua umum POBSI NTB defenitif periode 2017-2021. “Saya dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum POBSI NTB oleh delapan Pengcab,” ucap Ketua POBSI NTB Terpilih, Bahtiar Tamrin yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Rabu (28/6). Bahtiar yang merupakan mantan pengurus KNPI NTB itu mengatakan sebelum dipilih secara aklamasi sebagai Ketua POBSI NTB dia pernah menjabat sebagai Sekum POBSI NTB periode 20132017. Saat ini dia terpilih sebagai pimpimpinan POBSI NTB menggantikan Ketua Umum POBSI NTB sebelumnya, I Gede Murdana. Lanjutnya, Musprov pemilihan ketua umum cabor biliar definitif belum lama ini melibatkan delapan pengurus POBSI kabupaten/kota di

NTB. Kecuali perwakilan pengurus POBSI Kota Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hadir. Alasannya Kota Bima tidak menerima undangan, sementara KLU belum ada kepengurusannya yang definitif. “Kota Bima katanya tidak menerima undangan. Makanya tidak hadir. Padahal undangannya sudah kita kirim,” jelasnya. Selain memilih secara aklamasi sebagai ketua POBSI NTB. Musprov tersebut juga telah membentuk tim formatur yang diketuai oleh Bahtiar Tamrin. Tim formatur akan bertugas menyusun komposisi kepengurusan organisasi biliar yang baru. Di bagian lain Bahtiar menambahkan bahwa setelah dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Cabor Biliar NTB, gebrakan awalnya adalah membenahi struktur organisasi lebih dahulu. Setelah itu program lanjutannya menyiapkan atlet yang berkualitas untuk mewakili NTB di level nasional hingga PON 2020.

Untuk mencari atlet yang berkualitas, pihaknya siap menggelar Kejurda Biliar minimal satu kali dalam setahun. Kejurda akan dimanfaatkan untuk menjaring atlet berkualitas yang dipersiapkan mewakili NTB di kancah nasional. (fan)

Bahtiar Tamrin (Suara NTB/fan)


SUARA NTB

Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 29 Juni 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

OPINI

Halaman 14

Refleksi Mudik Ramadhan Idul Fitri, Momen untuk Berubah HARI Raya Idul Fitri 1438 Hijriah telah berlalu. Pada hari raya ini umat Islam sedunia, termasuk di NTB merayakan hari raya yang penuh dengan kemenangan. Pada hari raya inilah semua umat Islam saling memaafkan satu sama lain, baik antarumat Islam sendiri dan antarumat beragama. Selain itu, pemerintah pusat memberikan keistimewaan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta untuk mengatur cuti bersama. Harapannya, ASN atau PNS dan pegawai swasta bisa maksimal berlebaran bersama keluarga. Namun, esensi dari Hari Raya Idul Fitri tahun ini tidak hanya sebatas seremoni bisa berlebaran di kampung halaman atau datang ke tempat kerja tepat waktu, sehingga tidak dikatakan membolos setelah sekian panjang berlibur. Meski demikian, bagaimana Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita semua untuk semakin mempererat hubungan tali silaturahmi satu sama lain dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tindakan yang merugikan kita bersama. Apalagi di tengah situasi kebangsaan yang sempat mengalami cobaan beberapa waktu lalu. Kiranya tepat seperti apa yang disampaikan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat menjadi Khatib pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Hubbul Wathan Kompleks Islamic Center Mataram, Minggu (25/6) lalu. Di sini kita melihat ada beberapa poin yang disampaikan gubernur bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sebagai orang beriman, kita harus meningkatkan keimanan pada Tuhan dengan amal ibadah yang dikerjakan. Dalam meningkatkan keimanan ini, tentu saja kita harus membersihkan hati kita dari berbagai macam yang bisa merusak keimanan. Jika hati sudah bersih dari berbagai sifat tercela, maka apa yang akan diperbuat selalu berlandaskan agama. Hal lain yang mesti dilakukan adalah amal dan karya nyata di atas dunia. Kita sadari, segala macam perbuatan kita harus dilakukan sesuai dengan perintah Tuhan dan menjauhi segala laranganNya. Namun, untuk bisa melaksanakan ini diperlukan kesucian hati dari kita, sehingga dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela. Namun, yang paling penting dari pesan gubernur tersebut adalah bagaimana kita semua bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kita sadari sekarang ini, NTB sebagai salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin yang masih berkisar 600 ribu jiwa lebih tentu membutuhkan perhatian bersama. Artinya, dalam menanggulangi penduduk miskin ini tidak hanya dibutuhkan usaha dari pemerintah, tapi peran serta masyarakat sangat diperlukan. Belum lagi banyak persoalan lain yang masih menjadi pekerjaan rumah, seperti pengangguran, angka drop out masih tinggi, angka kematian bayi juga masih jadi persoalan. Hal ini tentu sejalan dengan harapan gubernur, yakni, sebaikbaik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Artinya, kebaikan yang paling tinggi nilainya adalah yang memberi manfaat bagi manusia. Sebaliknya, perbuatan yang paling buruk adalah perbuatan yang merugikan dan membebani orang lain. Mencermati ini semua, tentunya kita semua ingin bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi antarsesama. Ketika kita punya rezeki lebih, tidak ada salahnya membantu orang-orang miskin yang ada di sekitar kita. Untuk itu, momen Idul Fitri tahun ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi kita semua untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik. Segala macam keburukan yang terjadi sebelumnya harus dijadikan pelajaran untuk berubah menjadi lebih baik. Selain itu, apa yang menjadi target pembangunan yang telah diprogramkan pemerintah berjalan lancar dan sukses. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. (*)

EBAGAI orang yang turut beragama pada takaran biasa-biasa saja, Ramadhan memang berbeda dari bulan lainnya. Betapa puasa menduyun untuk larut dalam hiruk-pikuk siklus ritual Ramadhan. Pertanyaannya, apakah setiap hiruk-pikuk ramadhan adalah ajaran dan anjuran? Saya menjawabnya: tidak. Berpuasa sebagaimana ajaran dan anjuran wajib bagi transendensi keimanan untuk menjalaninya, namun belum tentu dengan hiruk-pikuknya. Tak mestilah anda, saya atau kita be-Ramadhan dengan kebisingan. Hiruk-pikuk yang tak perlu, menjauhkan nilai sakral dari ritual Ramadhan. Bulan Ramadhan dengan bening hati jernih pikiran membawa kesyahduan beribadah puasa maupun rangkaian ritual Ramadhan lainnya. Dilihat dari sisi ajaran, berpuasa merupakan teladan sedari lampau yang telah ditunjukkan para nabi dan rasul serta generasi setelahnya. Maka sampai di sini, teladan puasa adalah bagian dari ajaran. Sedangkan puasa sebagai anjuran, sebagaimana diperintahkan sekaligus dinilai langsung oleh Sang Khaliq. Ajaran yang berisi anjuran untuk diamalkan sampai sekarang. Berpuasa dari terbitnya fajar (sunrise) dengan anjuran sahur, dan berbuka puasa ketika terbenamnya matahari (sunset). Beduk atau adzan sebagai penandanya. Ritual Ramadhan merangkai pula ibadah malam tarawih, tafakkur, tausiyah, mengaji dan bonus lailatul qadar bagi yang mendapatkannya. Sungguh, jika manusia tak beribadahpun, sang Khaliq tidak berkurang kuasanya sedikit dan sekalipun. Hanya saja manusia diberikan pilihan dari anjuran-anjuran sebagaimana yang diamalinya. Ritual Ramadhan menghantarkan pilihan wajib dan pilihan sunnah: yang sunnah berdurasi wajib, dan yang wajib bertuah ganjaran berlipat ganda. Tetapi artikel ini ditulis tidak ingin pusing dengan pahala, lebih pada keinginan menggambarkan betapa layaknya kita bersyukur atas berkah Ramadhan dengan segala poinpoin keistimewaannya. Setidaknya empat hal spirit rit-

Oleh:

Mujaddid Muhas, M.A.* (Kolumnis)

ual Ramadhan yang menyugesti hikmah puasa dari perspektif penulis. Pertama, Ramadhan momentum keadilan. Sebelas bulan dalam keteraturan kuliner “diinterupsi” sebulan untuk memikirkan bahwa ada orang-orang yang dalam sebelas bulan tak teratur berkuliner. Hadirnya puasa Ramadhan mengempati diskriminasi antara orang yang berlimpah dan yang kekurangan kuliner. Berwujud sama-sama berpuasa dan sama-sama berbuka puasa. Bagi yang tak berpunya, seminimal-minimalnya keadilan itu datang saat Ramadhan. Kedua, Ramadhan melatih kesabaran. Untuk memenuhi rukun dan kaifiat puasa, tak mudah menjalaninya. Dibutuhkan kesabaran berlevel melebihi kesabaran pada bulan lain. Sabar untuk menahan diri dari lapar dan dahaga. Sabar dari lisan yang tak diperlukan, sabar dari emosi tensi, sabar beritual yang biasanya standar, sabar untuk bangun dini hari sahuran, sabar menunggu beduk/adzan maghrib. Sabar pula ketika mesti dijejali kebisingan dan “lebae”hiruk-pikuk Ramadhan. Ketiga, Ramadhan menguji kepedulian. Ramadhan kerap disebut pula bulan ladang amalan. Amalan yang digerakkan perasaan empati terhadap orang yang berkebutuhan. Peduli untuk turut merasa bahwa hidup serba kekurangan itu menyedihkan, peduli untuk memberi setulusnya sampai pada peduli dengan perenungan mendalam. Deretan pengunjung sedekah baik di rumah, di jalanan maupun tempat-tempat lainnya merupakan cermin keseharian ramadhan. Anda, saya atau kita diuji peduli. Apakah mau peduli ataukah tidak, kendati itu biasanya bertubi-tubi. Tulusikhlas menakarnya. Keempat, ramadhan membentuk optimisme. Spirit untuk beribadah menjalankan ritual ramadhan memunculkan semangat optimisme kolektif. Imsak sahur dan berbuka puasa pada waktu bersamaan,

RADIO

tarawih-witir bergelombang, tafakkur-iktikaf, amal jariyah dan sebagainya. Optimisme itu bertuah lebaran kemenangan. Adapun hiruk pikuk yang kini banyak menghegemoni keseharian dalam berpuasa”seolah” memaksa anjuran dan ajaran berpuasa menjadi tereduksi maknanya. Dalam bahasa gaul disebut sebagai lebae(tindakan berlebihlebihan yang menimbulkan kesiasiaan). Belumpun berpuasa, sudah berancang-ancang lebaran. Kendati tawaran diskon, bigsale, dan sejenisnya banyak menghiasi promo-promo yang tak terelakkan. Adalah baik ketika menggunakan yang baru-baru, namun yang barubaru tak mesti dipaksakan, mereduksi makna kebaruan hakikiramadhan dan idul fitri.Dari urusan kuliner, fashion, pelesiran,tiket order perjalanan, sebisa mungkin tak absendari kesyahduan memakna Ramadhan. Dengan pesatnya perkembangan peradaban: pola hidup dan kehidupan anda, saya atau kita tak bisa lari dari kenyataan, bahwa dunia terus mengalami perkembangan bahkan perubahan. Perkembangan yang kian praktis, instan serta menuntut kita beradaptasi dengan perubahan. Singkatnya perubahan sejati adalah keniscayaan. Hanya saja perubahan, tak mesti dapat memaksa untuk larut tanpa penyaring dari pesatnya perubahan. Perubahan yang membuat jarak yang jauh terasa dekat, keterjangkauan materi telah kian mudah. Keniscayaan dunia dalam pesanan. Sekali pesan, bayar dan antar. Dunia begitu instan dalam klikan. Orang menjalani ritual dengan modifikasi beragam atau bahkan mengeliminasi unsur pokok dalam beribadah. Entahlah, apakah itu tren kekinian? Setidaknya itu kitaran yang terasa. Tradisi yang dominan dan fenomenal kita rasakan hingga kini, semisal mudik. Beriringan dengan tujuan mudik, silaturrahmi kepada kerabat, sahabat, keluarga, dan handai taulan. Suatu

tradisi baik yang menahun dan turun temurun. Bersilaturrahmi pada penghujung Ramadhan, sudah itu pulangdi awal syawal dan berulang-ulang. Dalam kajian sufistik, bulan Ramadhan saja berharap kepada Sang Khaliq ingin mudik: kembali ramadhan tahun depan. Kalau saja bulan ramadhan ada tahun depan dan selanjutnya, kita tentu belum pasti. Merasakan suasana ramadhan tahun ini, belum tentu bisa merasakan ramadhan tahun depan. Mudik dalam pemaknaan kembali fitrah dari kesejatian (hamba) manusia. Kendati Ramadhan tahun ini sama dengan tahun depan, rentang waktu tak akan persis sama pada tahun sebelumnya.Betapa saat yang telah lampau, tak akan sama dengan saat pada masa akan datang. Sekarang, kita berharap pada Sang Khaliq, semoga kita bisa bertemu ramadhan lagi, amien. Adil, sabar, peduli dan optimisme tuah dari Ramadhan. Selamat Lebaran Idul Fitri, hari raya kemenangan.

Petani tembakau berharap 2017 jadi “tahun emas” Butuh dukungan dari pemerintah dan pengusaha

***

Jukir liar terancam disanksi pidana Agar menjadi shock therapy

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 29 Juni 2017

’’Open House’’ hingga Silaturahmi Gubernur dengan Para Tokoh NTB Dari Hal. 1 Tetapi juga dari Pulau Sumbawa. ‘’Supaya masyarakat bisa bertemu sama beliau, bersalaman, ramah tamah. Ini khusus untuk masyarakat saja,’’ ungkapnya. Rizal memperkirakan ada ribuan bahkan belasan ribu warga yang datang untuk bersalaman dengan gubernur. Sejak pagi sampai sore, warga dari berbagai daerah di NTB berduyun-duyun datang ke kediaman gubernur tersebut. ‘’Ada ribuan orang. Ini sampai sore terus begini. Ndak berhenti-berhenti dari pagi sampai jam 5 sore. Bahkan kalau malam ada tokoh masyarakat dan tokoh agama yang datang,’’ katanya. Salah seorang warga yang ditemui Suara NTB, Abdul Gafur mengatakan, ia bersama warga kampung lainnya rutin setiap tahun datang pada kegiatan open house di rumah gubernur. Pria asal Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru ini mengatakan, dia datang bersama 30 orang warga lainnya. Mereka datang menggunakan mobil bak terbuka. Tetapi ada juga yang menggunakan sepeda motor. Ia menyebut, kegiatan open house ini rutin digelar sejak TGB menjadi gubernur 2008 silam. Gafur menambahkan, kegiatan open house ini menjadi momentum untuk dapat berjabat tangan dan bertemu secara langsung dengan gubernur. Pantauan Suara NTB, Gubernur bersama istri, Hj. Erica Zainul Majdi dan keluarga besar Ummi Hj Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, seperti Hj. Siti Rohmi Djalilah langsung menyapa setiap tamu yang datang. Open house di kediaman gubernur tersebut untuk membangun silaturahmi antara masyarakat. Terlebih, gubernur yang akrab disapa TGB ini juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW) Pancor. Kesempatan open house juga karena ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Momentum Idul Fitri dipandang sebagai waktu yang tepat untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan baik. Sehari sebelumnya, acara open house gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H.Muh.Amin, SH.M.Si diadakan di rumah dinas atau pendopo masing-masing sejak pukul 09.00- 12.00 Wita. Sorenya open house kembali dibuka di pendopo gubernur dari jam 19.00-21.00 Wita, sedangkan di pendopo wakil gubernur dibuka lebih awal dari jam 14.00- 17.00 Wita. Kunjungi Para Sesepuh NTB Sementara, pada hari ke tiga pascalebaran, Gubernur didampingi istri Hj. Erica Zainul Majdi, melaksanakan silaturahmi ke rumah kediaman para mantan gubernur/ wakil gubernur dan para

tokoh/sesepuh yang berjasa dalam pembangunan NTB, Rabu (28/6) Silahturahmi dengan mengunjungi tokoh-tokoh dan sesepuh NTB tersebut, merupakan tradisi baik yang dicontohkan sejak memimpin daerah ini. Di mana, setiap tahun pada momen hari Lebaran dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan mendoakan para tokoh agar diberi kesehatan dan umur panjang. Sedangkan pada momentum bersejarah lainnya, gubernur juga selalu mengunjungi para tokoh dan seniornya. Seperti pada HUT Proklamasi dan HUT NTB, dimanfaatkan untuk mohon doa restu dan dukungan pemikiran untuk kemajuan NTB yang lebih baik. Kunjungan kali ini diawali dengan mengunjungi rumah kediaman mantan Wakil Gubernur NTB, H. L. Azhar di Jl. Pejanggik Mataram. Kehadiran TGB bersama istri disambut hangat dan akrab H. Lalu Azhar dan keluarga. Pada kesempatan tersebut, Lalu Azhar, kepada TGB banyak bercerita tentang pengalaman masa lalu. Bahkan sempat menceritakan beberapa momentum penting yang terdokumentasi dalam fotofoto. Sambil menjelaskan foto- foto dokumentasi zaman dulu saat masih menjabat. Ia juga mengajak gubernur untuk melihat-lihat bangunan kediaman yang masih asli berarsitektur Belanda. TGB sangat mengagumi sosok H.L.Azhar. Selain merupakan tokoh panutan yang sangat konsisten, juga murah senyum dan penuh keteduhan dalam setiap tutur katanya. Dari kediaman mantan Wagub yang juga tokoh adat Sasak tersebut, kunjungan dilanjutkan ke kediaman mantan Gubernur NTB, H.L. Serinata. Kedatangan TGB disambut ramah oleh pasangan suami istri mantan pemimpin NTB ini. Perbincangan pun berjalan hangat dan penuh keakraban didampingi istri Hj Baiq Adnin Serinata. Dari rumah HL Serinata, gubernur menuju ke rumah mantan Bupati Lombok Barat periode 1988 1998, Drs. H. L. Mujitahid. Dan kunjungan diakhiri dengan silaturahmi ke kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir, S.IP yang pernah menjabat sebagai Dandim Lombok Timur (Lotim). Juga pernah menjadi Bupati Lotim dan Ketua DPRD NTB. TGB mendoakan supaya para pemimpin, para tokoh dan sesepuh NTB senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesehatan dan perlindungan. Sehingga tetap dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan doa restu bagi kemajuan daerah dan masyarakat NTB tercinta ini. (nas)

NTB Pecahkan Rekor MURI Karnaval Takbiran dengan Peserta Terbanyak Mataram (Suara NTB) Karnaval takbir bertajuk “Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya” yang digelar Pemprov NTB dan Pemkot Mataram berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tidak kurang dari 29.000 peserta meriahkan karnaval takbiran itu. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, S.Sos, M. Si dalam sambutannya pada acara pembukaan Sabtu, 24 Juni 2017 malam. Menurutnya karnaval takbiran itu merupakan salah satu rangkaian dari Pesona Khazanah Ramadan 2017. “Kegiatan ini adalah kegiatan yang ke-28 bapak gubernur dari 28 rangkaian kegiatan yang kita agendakan dalam rangka memeriahkan Pesona Khazanah Ra-

Untuk itu kepolisian melakukan pemantauan dipimpin Kapolda NTB untuk mengecek situasi keamanan destinasi wisata.’’Tujuannya untuk memastikan bahwa iklim pariwisata aman. Wisatawan menikmati suasana dengan nyaman,’’ kata dia. ‘’Yang belum datang, silakan datang ke NTB. Kami akan sambut,’’ imbuhnya. Arus Mudik Lancar Satgas Ops Ramadniya 2017 mencatat peningkatan pelanggaran lalu lintas, sampai Selasa (27/6), sejak dimulai Senin (19/6) lalu. Kasatgasopsda Ramadniya Gatarin 2017, Kombes Pol Budi Indra Dermawan menyebutkan, peningkatan pelanggaran itu mencapai 8 persen. ‘’Dari 1.761 pelanggaran pada periode yang sama pada 2016 menjadi 1.896 pelanggaran pada tahun ini,’’

ujarnya dikonfirmasi terpisah. Dari pelanggaran tersebut, lanjut dia, pihaknya memberi sanksi tilang sebanyak 1.020 kasus. Sisanya, 876 kasus disanksi teguran. Hingga Selasa (27/6) juga jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 24 kasus. Dari sejumlah kasus itu mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. Tiga orang luka berat, 37 orang luka ringan, serta kerugian materiil senilai Rp 55,4 juta. Catatan itu menurun dibanding tahun sebelumnya jika menilik jumlah kasus, dengan 42 kasus, 4 meninggal dunia, 3 luka berat, 5 luka ringan, dan kerugian Rp 8 juta. Namun fatalitas cenderung meningkat. Khusus pada puncak arus mudik terpantau aman. ‘’Arus mudik kemarin Alhamdulillah lancar,’’ ungkap Dirlantas Polda NTB itu. (why)

Kinerja Belum Optimal Akibat Anggaran Tak Maksimal Dari Hal. 1 Sehingga dia berharap bisa sejalan dengan komitmen memberantas Pungli. Pemerintah segera menerbitkan aturan yang bisa dipedomani terutama operasional anggarannya. Hal ini agar tidak berdampak pada kesalahan dan kekeliruan kinerja tim. Dengan harapan bisa melakukan optimalisasi tugas Satgas Saber Pungli ke depan. Terlepas dari sejumlah persoalan itu, dia mengulas catatan kinerja tim. Kegiatan Saber Pungli Provinsi NTB selama ini sudah banyak menunjukkan hasil. Ditandai dengan

beberapa kasus yang sudah sampai ke Pengadilan. Sementara untuk kegiatan Satgas lainnya tetap berjalan. Misalnya Pokja yustisi memberikan penyuluhan ke Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) dan sekolah-sekolah mengenai pungli, kemudian Pokja inteljen juga sudah berjalan. Hanya saja tidak semua dipublikasi sebab terkait dengan implikasi hukum. ‘’Insya Allah bulan depan ini akan dilakukan rapat evaluasi dipimpin ketua (Irwasda Polda NTB),’’ pungkasnya. (ars)

madan 2017,” kata Faozal. Faozal menyebutkan, tidak kurang dari 29 ribu peserta hadir mengumandangkan takbir di Kota Mataram. Dengan jumlah itu, acara karnaval takbiran itu memecahkan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak. Perwakilan dari MURI, Awan Raharjo mengatakan rekor MURI diberikan untuk menggelorakan semangat kebanggaan yang dikobarkan di seluruh nusantara. Ia menegaskan acara “Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya” di Mataram berhasil memecahkan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak. Menurutnya pemberian rekor MURI merupakan sebuah kebanggaan. “Untuk itu dengan bangga dan

hormat MURI mencatatnya sebagai sebuah rekor,” ujarnya. Ia juga mengajak semua masyarakat untuk mengumandangkan takbir sebagai wujud kemenangan. Setelah itu, perwakilan MURI menyerahkan secara langsung piagam kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Masyarakat yang menyaksikan momen itu spontan meneriakkan takbir. Kegiatan itu diikuti 120 utusan dari Kota Mataram. Acara itu dibagi menjadi dua tingkatan yaitu tingkat Kota Mataram dan Provinsi NTB. Peserta takbiran tingkat Kota Mataram berjajar di Jalan HOS Cokroaminoto. Sedangkan peserta takbiran tingkat Provinsi NTB berbaris di Jalan Pejanggik. (bur/suarantb.com/ron)

Pawai Takbiran, Pengamalan Islam yang ”Rahmatan Lil Alamin” Mataram (Suara NTB) Takbir pada malam hari raya Idul Fitri bukan sebagai ajang “gagah-gagahan”. Namun semata-mata untuk menjalankan perintah Allah SWT. Demikian dikatakan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutannya pada acara Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya, Sabtu, 24 Juni 2017. Menurut gubernur, setelah Allah memerintahkan umat Islam berpuasa, juga memerintahkan untuk bertakbir atas segala yang diberikan. Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini menegaskan kegiatan takbiran itu bukan sebagai ajang gagah-gagahan. Bukan juga hanya sekadar selebrasi dan beramai-ramai. Namun menurutnya, acara takbir itu adalah suatu bentuk menjalankan perintah Allah

SWT. “Manakala ada perintah Allah, kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. TGB berujar tradisi takbiran merupakan bagian dari pengamalan Islam yang rahmatan lil alamin. Menurutnya, tradisi takbiran membawa kesukacitaan, tidak hanya untuk umat Islam tetapi juga seluruh masyarakat. Hal itu merupakan salah satu kekayaan ber Islam di Indonesia. Tradisi takbiran keliling merupakan salah satu tradisi yang baik. Menurut TGB, di luar Indonesia umat Islam terbatas melakukan takbir di masjid. Namun di Indonesia, takbir di hari raya dilakukan secara bersama-sama dan beramairamai. Hal itu dilakukan untuk menjalankan perintah Allah dengan penuh kesukacitaan dan mensyiarkan ajaran Islam. “Dengan harapan setiap lafaz takbir akan mendatang-

kan berkah dari Allah SWT,” ujarnya. TGB mengimbau untuk melakukan takbiran semeriah mungkin, namun harus dilakukan dengan tertib. Semua perintah Allah harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh dan dengan cara sebaik-baiknya. Ia juga mengimbau masyarakat yang memadati malam takbiran untuk tetap menjaga kebersihan. “Maka tidak boleh ada sampah yang tercecer setelah pawai malam seribu cahaya ini. Bersih kita mulai, bersih juga kita akhiri,” tegasnya. Setelah memberikan sambutan, Gubernur memimpin takbir yang diikuti seluruh masyarakat. Setelah itu dilakukan pemukulan gendang beleq sebagai tanda dimulainya takbiran keliling diikuti gema takbir. (bur/suarantb.com)

(suarantb.com/bur)

TAKBIRAN: NTB memecahkan rekor MURI karnaval takbiran dengan peserta terbanyak. Tampak Gubernur dan Wagub NTB saat malam takbiran.

Ratusan Napi Dapat Remisi Idul Fitri Mataram (Suara NTB) – Ratusan narapidana beragama Islam mendapat pengurangan masa pidana atau remisi. Dua diantaranya langsung bebas pada hari raya Idul Fitri nanti. Enam napi korupsi juga dapat remisi. Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Sevial Akmily menjelaskan, total narapidana yang mendapat remisi khusus hari raya berjumlah 168 orang. “Ada yang bebas langsung dua orang, kasus pidana umum,” terangnya. Berdasarkan kriteria, 1.185 napi sebelumnya diusulkan memperoleh remisi khusus pada Idul Fitri 2017. Usulan pengurangan masa pidana beragam, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan. Dua narapidana kasus pidana umum yang mendapat remisi masing-masing 15 hari dan 1 bulan, langsung bebas pada hari lebaran akhir pekan lalu. Ia menyebutkan, ada enam narapidana kasus korupsi juga mendapat remisi. Ia menolak sebutan obral remisi terhadap napi korupsi. Sebab, remisi adalah hak setiap narapidana. “Apalagi napi yang kasusnya diusut KPK itu yang yang pernah

ditolak tidak akan diusulkan lagi. ini yang dapat karena ada yang hukumannya tidak begitu berat, dan sudah menjalankan dendanya,” kata Sevial. Namun demikian pemberian remisi juga mengacu pada aturan-aturan, seperti PP Nomor 99 Tahun 2012, PP Nomor 28 Tahun 2006, serta Keppres 174 Tahun 1999. Di dalam aturan itu ada persyaratan yang harus dipenuhi, yakni remisi khusus diberikan untuk napi yang telah menjalani masa pidana enam bulan, tidak disanksi disiplin enam bulan terakhir, dan mengikuti program pembinaan dengan predikat baik. “Remisi khusus Hari Raya Idul Fitri diberikan kepada narapidana beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif,” jelasnya. Untuk napi korupsi, diberi tambahan syarat yakni telah lunas membayar pidana denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan, dan menandatangani pernyataan bersedia bekerjasama membongkar perkara tindak pidananya. (why)

Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Setangi Mataram (Suara NTB) Liburan lebaran kali ini mengenaskan bagi Leo Agung Rolan (23). Mahasiswa Universitas NTB (UNTB) itu meregang nyawa di perairan KLU. Kasatrolda Ditpolair Polda NTB, AKBP Dewa Wijaya mengatakan, korban di-

evakuasi telah dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (28/6) sore. “Upaya SAR telah kami lakukan begitu mendapat informasi,” jelasnya saat dikonfirmasi. Korban yang berasal dari Labuhan Bajo, Manggarai Barat, NTT itu tenggelam saat be-

renang bersama kawan-kawannya di Pantai Setangi, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, KLU. Pada hari naas itu, cuaca memang cerah, namun angin cukup kencang sehingga gelombang cukup tinggi. Dewa mengatakan, pihaknya menerima informasi seki-

tar pukul 16.00 Wita. Ia pun memerintahkan anggota untuk melakukan SAR dengan menerjunkan rubber boat. Setelah berjibaku dengan ombak besar, korban yang kuliah di jurusan Teknik Sipil itu ditemukan sekitar pukul 16.58 Wita. “Anggota menemukan

korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya. Anggota Polair kemudian mengevakuasi korban yang mengenakan kaos putih ke atas boat. Akibat gelombang tinggi, boat tidak dapat merapat di Pantai Setangi. Korban dievakuasi melalui Pantai Senggigi. (why)

Pemprov dan KSB Usulkan Benete Jadi Pelabuhan Ekspor Impor Dari Hal. 1 Sekaligus meminta audiensi dengan Menteri Perhubungan dan kementerian terkait tentang konektivitas dan aksesibilitas khususnya pelabuhan untuk mendukung pembangunan smelter.

Aman, Perayaan Lebaran di NTB Dari Hal. 1

Halaman 15

Seperti diketahui, Kementerian ESDM memastikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) berencana membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter) di Pulau Sumbawa. Smelter tersebut rencananya memiliki kapasitas 1,5 juta ton per tahun.

Komitmen investasi sudah disampaikan langsung oleh PT. AMNT kepada Kementerian ESDM. AMNT sudah menyampaikan komitmen investasi sebesar 9 miliar dolar Amerika yang terdiri dari 1 miliar dolar Amerika pembangunan smelt-

er dan 8 miliar dolar biaya operasional. Komitmen ini dilakukan AMNT di bawah payung hukum Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pemerintah sendiri sebelumnya telah mengganti status Kontrak Karya (KK)

menjadi IUPK pada 10 Februari 2017. Karena telah berubah menjadi IUPK, AMNT pun kemudian diperbolehkan ekspor konsentrat tembaga sebesar 675 ribu wet metric ton (WMT) yang berlaku sejak 17 Februari 2017 hingga 18 Februari 2018 mendatang. (nas)

Pentingnya Amal dan Karya Nyata Dari Hal. 1 Menurut TGB, syahadat adalah kalimat pembuka seluruh ruang kebaikan yang membebaskan manusia dari belenggu kesesatan. Kalimat ini juga menghadirkan kemuliaan dalam kehidupan. ‘’Rasulullah yang mulia menyampaikan hadis qudsi, Allah SWT berfirman ; ‘Ucapan tauhid adalah bentengku, siapa saja yang masuk kedalamnya niscaya selamat dari azabku’. Itulah ucapan yang menjadi energi terbesar dalam perjalanan umat manusia dalam bentang sejarah yang panjang, mengeluarkan manusia dari kegelapan akibat kekufuran dan kebodohan menuju cahaya iman dan ilmu pengetahuan.’’ Halberikutnyaadalahamaldan

karya nyata. Menurut TGB, melalui amal dan karya nyata inilah, imandankeyakinandiuji.Iamenyebutkan, terdapat sekitar 360 kali kata amal yang berarti kerja dan karya disebut dalam Al-Qur’an dan 69 kali diantaranya disebut bersamaan dengan iman. ‘’Innallazinaamanuwaamilusholihat.Halinimenunjukkanhubungantakterpisahkanantarakeimanan dan amal perbuatan. Seorang mesti diuji oleh Allah melalui hidup di dunia ujian itu letaknya di sini dan saat ini di dunia,’’ ujarnya. Karenanya, TGB mengingatkan bahwa kehidupan di dunia, meskipun fana, sesungguhnya sangat berharga. Sebab, hanya dengan lulus dalam kehidupan dunia, seorang muslim akan dapat kemulian di akhirat.

“Lulus di dunia adalah manakalakitamampumenghadirkanamal shalih di dalam kehidupan kita yaitu amal perbuatan yang memenuhi keriteria-kriteria ilahiyah karena berlandaskan iman, insaniyah dalam rangka membawa maslahat bagi manusia serta akhlakiayah yaitu memenuhi standar hukum moral dan etika. TGB menjelaskan, kriteria ilahiyah adalah pondasi dari semuanya. Dengan adanya landasan iman, perbuatan memiliki dimensi ukhrawi.Iamenambahkan,perbuatan yang diorientasikan sebagai ibadah, dilaksanakan karena pancaran iman di dada. Kelak, di akhirat,itulahperbuatanyangakan hadir menjadi pembela umat Islam di hadapan Allah SWT. ‘’Nilai ilahiyah juga berarti

bahwa perbuatan itu mampu mendekatkan diri kita kepada Allah mengingatnya setiap saat mengokohkan keyakinan kita kepadanya dan menyadarkan kita bahwa akhirnya kita semua akan kembali kepadaNya,’’tegasnya. Kriteria berikutnya, yaitu insaniyah juga sangat penting. Amal perbuatan manusia menurutnya, harus memiliki dimensi kemaslahatan dan kemanfaatan bagi manusia termasuk di dalamnya lingkungan masarakat, bangsa dan negara. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Artinya, kebaikan yang paling tinggi nilainya adalah yang memberi manfaat bagi manusia. Sebaliknya, perbuatan yang paling buruk adalah perbuatan yang merugikan dan mem-

bebani orang lain. Sementara itu, kriteria akhlaqiyah menyangkut kualitas akhlak seseorang.TGBmenegaskan,Islam sangat memuliakan akhlak dalam kehidupan manusia. Akhlak berkaitan dengan standar nilai yang menjadi ukuran dan pedoman dalam beramal dan mengisi kehidupan. Dengan akhlak, tujuan yang mulia harus ditempuh dengan jalan yang mulia pula. ‘’Dalam Islam, mencapai tujuan tidak diperbolehkan dengan menghalalkan segala cara. Suatu perbuatan yang istimewa bisa saja tidak ada nilainya. Sia-sia manakala kita menempuhnya dengan yang tidak baik prosesnya cacat moral. Atributnya bermasalah dan bertentangan dengan tatanilaiIslam,”pungkasnya.(aan)

Kemiskinan di Lobar Urutan Ketiga Terbanyak di NTB Dari Hal. 1 Pasalnya, kemiskinan Lobar yang tersebar nota bene ada di pinggiran dan pesisir justru tak serius disentuh. Padahal hampir 40 persen penduduk di daerah ini berada di pedesaan dan pinggiran. Demikian ditegaskan Ketua Fraksi PDIP, HL. Muhammad Ismail menjawab Suara NTB. Ia mengaku miris, kemiskinan justru banyak ditemukan di daerah pesisir yang kaya potensi laut. Disebutkan, berdasarkan data kemiskinan di Lobar berada di posisi ketiga di NTB dengan persentase 17,38 persen. ‘’Lobar berada di bawah KLU di posisi teratas dan Lotim di posisi kedua.Inibagaimanaprogrampengentasan kemiskinannya? Kenapa kemiskinan masih tinggi bahkan naik,’’ tanya politisi PDIP ini. Jika dibedah angka kemiskinan tersebar di seluruh kecamatan di Lobar.

Namun dilihat persentase tertinggi terdapat di Kecamatan Kuripan dengan angka 27,80 persen. SelanjutnyaLembardenganangka22,68 persen, lalu Kediri dengan 20,22 persen dan Narmada dengan angka 19,06 persen. Menurut Muhammad, faktor penyebab kemiskinan ini perlu dibedah oleh Pemda. Kenapa kemiskinan banyak di daerahdaerah pesisir. ‘’Kenapa kantong-kantong kemiskinan ada di daerah pinggiran, pesisir dan pedesaan. Seharusnya Pemda fokus menangani kantong-kantong ini,’’ tegas politikus PDIP ini. Ia juga mengkritisi kebijakan anggaran Pemda Lobar khususnya terhadap SKPD yang bersinggungan langsung dengan program pengentasan kemiskinan. Pasalnya, kebijakan anggaran Pemda ini kurang relevan dengan komitmen mengentaskan kemiskinan yang dilaksanakan. Buktinya, bebera-

pa SKPD yang langsung bersentuhan dengan penanganan kemiskinan diberikan porsi anggaran yang minim. Salah satunya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). ‘’Kebijakan anggaran Pemda ini tidak relevan dengan komitmen mengentaskan kemiskinan. Buktinya SKPD yang menangani langsung kemiskinan seperti DKP diberi anggaran sedikit sekali,’’ tegas Muhammad Ismail. Dijelaskan, semestinya Pemda membedah betul mana programn SKPD yang prioritas menangani kemiskinan. Pemda semestinya memberikananggaranyangmemadai sesuai dengan tugas SKPD untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan porsi anggaran yang hanya Rp 1 miliar, maka sulit SKPD bisa menangani program kemiskinan. Lebih-lebih seperti DKP yang diketahui menangani 5 ribu nelayan,hampirsemuanelayaninihidup miskin.

Justru sebaliknya SKPD yang kurang memiliki daya ungkit terhadap program kemiskinan diberikan anggaran besar. Menurutnya kondisi anggaran yang minim ini menyebabkan tidak banyak nelayan yang bisa disentuh. Padahal dari 2.500 lebih nelayan di Lobar kebanyakan miskin. Seharusnya Bappeda sebagai pembagi anggaran memberi porsi besar bagi SKPD yang bertentuhan dengan kemiskinan. ‘’Seharusnya dilihat skala prioritas,’’ tegasnya. Menjawab kritikan Dewan ini, Kepala Bappeda Dr. H. Baehaqi mengakui memang dari persentase kemiskinan Lobar ada di nomor tiga di NTB. Namun menurutnya, kemiskinan bukan karena faktor makanan namun non makanan. Faktor non makanan yang dimaksud, yakni terkait elektrifikasi (perbandingan warga yang terlayani listrik), akses air bersih, dan ru-

mah kumuh. ‘’Tapi kan hanya kemiskinan tinggi, pertumbuhan ekonomi memimpin, gini rasio terbaik, bupati dapat penghargaan insporator. Apalagi IPM naik dari nomor delapan ke posisi empat. Kemiskinan kita bukan makanan, namun non makanan,’’ jelas Baehaqi. Untuk mengentaskan kemiskinan ini, pihaknya sudah membuat program tepat lokus di mana kantong kemiskinan, seperti garam rakyat di Sekotong. Bahkan Sekotong menjadi produsen garam yang siap ekspor. Punya SNI sehingga tidak hanya bisa beredar di Lobar namun di luar daerah. Garam ini menjadi branding Lobar. Selain itu, pihaknya telah melaksanakan program akses air bersih. Ke depan, penggunaan produk lokal untuk kebutuhan makan-minum SKPD juga diterapkan untuk memberdayakan pengusaha kecil lokal. (her)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 29 Juni 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Polisi Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Barat (Lobar) terus mengusut kasus dugaan penyimpangan dana desa dan ADD sejumlah desa di Lobar. Seperti kasus DD dan ADD di desa Terong Tawah serta Karang Bongkot. Polres menegaskan, tidak ada kasus dugaan korupsi yang dihentikan. Kasus DD dan AD tersebut, saat ini tengah dalam proses penyelidikan polisi. Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo kepada Suara NTB, Rabu (28/6) di kantornya mengatakan, kasus dana desa (DD) Karang

Bongkot dan Terong Awah terus jalan. ‘’Progresnya sejauh ini masih jalan, intinya tidak ada kasus Tipikor yang 86 (dihentikan),” tegasnya. Dijelaskan penanganan kasus DD dan ADD dua desa ini, tengah dalam proses penyelidikan pihaknya tidak bermainmain menangani kasus Tipikor. Pihaknya khawatir karena kasus ini terkait masyarakat banyak. Kasus ADD dan DD Terong Tawah sejauh ini dalam tahap pengumpulan barang bukti dan keterangan. Sedangkan kasus DD Karan Bongkot ditangani 2015. Saat itu, ia mengaku

belum menjabat Kasat Reskrim. Informasi dari penyidik, semua kasus yang pengaduan itu ditangani terus. Dijelaskan, penanganan kasus tipikor setelah penyelidikan pihaknya bakal meminta audit dari BPKP. Setelah mendapatkan audit dari BPKP, jika terdapat kerugian negara maka barulah diterbitkan surat perintah penyidikan. Setelah keluar surat perintah penyidikan, pihaknya kembali meminta audit lagi ke BPKP perkiraan kerugian negara (PKN). Dari BPKP, keluar hasil kerugian negara, barulah pihaknya bisa menetapkan tersangka. Hal ini jelasnya, penanganan kasus korupsi begitu lama dibandingkan tindak pidana umum (pidum). Kalau penanganan kasus pidum, dua saksi- atau tiga saksi bisa maju kasusnya. Sebaliknya kalau penangana kasus korupsi, semua terlibat didalamnya harus diperiksa. Misalnya, kasus raskin. Dalam satu kampung ada 400 orang yang menerima maka semua diperiksa. Tidak boleh periksa perwakilan 100 orang. Karena itulah, penanganan kasus korupsi dianggarkan dua kasus saja tiap tahun. Kasus tipikor selesai dalam enam bulan saja menurutnya sangat luar biasa. Sebab prosesnya lama sekali. (her)

Libur Panjang Lebaran

Kawasan Wisata Gitanada Sekotong Dipadati Pengunjung Giri Menang (Suara NTB) Libur panjang pada momen Lebaran Idul Fitri dimanfaatkan masyarakat liburan ke lokasi wisata. Warga pergi berwisata ke sejumlah lokasi di Lobar. Salah satu lokasi wisata yang banyak diburu pengunjung yakni tiga Gili yang biasa disebut Gitanada (gili tangkong, nanggu dan sudak). “Gitanada” menjadi objek wisata yang banyak didatangi masyarakat. Mereka menikmati beragam wisata, mulai dari keindahan pantai putih, snorkling hingga keindahan laut. Pada Rabu (28/6), di objek wisata yang berada di bagian selatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tersebut mulai ramai sejak pagi. Para pengunjung bisa memilih paket tour ke tiga gili tersebut dengan biaya terjangkau untuk rombongan. Gitanada sendiri bisa ditempuh melalui beberapa dermaga, di antaranya dermaga Tawun, Tanjung Nyet dan Pantai Cemare. Masing-masing armada menyediakan “boat man” dengan beraneka ragam kecepatan mulai dari boat 18PK hingga 30PK. Harganya pun bervariasi tergantung jarak armada. Untuk tiba di lokasi gili-gili nand indah itu, tak butuh waktu lama berkisar 30 menit-1 jam untuk bisa keliling. Di berbagai gili ini, para pengunjung menghabiskan waktu untuk bermain bersama keluarga, snorkeling, berfoto atau hanya duduk berkumpul dengan teman dan keluarga. Ditemui di lokasi, Edi pengelola Gili Nanggu mengaku pengunjung hari ini meningkat dari hari biasanya. “Kalau hari biasa pengunjung sekitar 100 orang, hari ini bisa mencapai 500 orang bahkan masih bisa lebih,” ungkapnya. Pengelola sendiri menarik retribusi sebesar Rp 5.000/pengunjung dewasa sebagai biaya kebersihan. Di antara puluhan gili yang ada di Lombok Barat, Gitanada menjadi pilihan warga karena pantai yang masih alami dengan air laut yang jernih. Selain itu terumbu karang dan ribuan ikan warna-warni menjadi daya tarik wisatawan untuk bersnorkeling. Jika melihat kembali sekitar 20 tahun yang lalu, Gitanada merupakan pulau kecil (gili) tak berpenghuni dengan jumlah terumbu karang yang masih sedikit. “Ketenarannyapun belum terpapar sampai ke luar Lombok,” ujar Pak Darto, salah satu guide asal jawa yang merupakan orang pertama yang membawa turis dari mancanegara dan luar Lombok pada tahun 1988 lalu. Menurutnya, berawal dari sanalah Gitanada lambat laun mulai terjamah oleh gosip-gosip para traveler. Kawasan Senggigi juga tak kalah ramai, destinasi ternama ini selalu ramai. Pengunjung menghabiskan waktu dengan duduk-duduk bersama keluarga sampai menikmati deburan ombak dan angin pantai yang sepoi-sepoi. Sayang, kawasan ini belum bebas dari sampah sehingga kerap dikeluhkan pengunjung. “Sampah masih berserakan dimana-mana, ini masalahnya di sini,”jelas Opi, pengunjung. (her)

Jelang Pilkada 2018

Bupati Lobar Daftar ke Empat Partai Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) sekaligus petahana, H. Fauzan Khalid menyatakan bahwa pesta demokrasi masih jauh. Namun demikian petahana telah melakukan berbagai persiapan dalam mengikuti Pilkada tersebut. Fauzan terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik yang ada di Lobar. Sejauh ini Fauzan sudah mendaftar ke empat partai berbeda, yakni Partai Hanura, PPP, PDIP dan terakhir mengambil formulir pendaftaran ke PAN Lobar di Labuapi. Ketua ICMI Lobar ini pun berharap agar didukung oleh banyak

parpol untuk memuluskan langkahnya maju pada Pilkada nanti. “Mudah-mudahan semua mendukung kita, masa kita mau satu. Kita mau semuanya,” selorohnya santai. Adanya selentingan bahwa komunikasi dengan beberapa partai politik sejauh ini masih lemah, Fauzan dengan tegas membantahnya. Ia mengaku bahwa komunikasi secara intens sudah dilakukan. “Masa saya harus lapor. Jadi begini, persoalan komunikasi sudah kami lakukan. Hanya saja mungkin masih terbatas, tapi ini hanya persoalan waktu,” ujarnya seraya berjanji akan melakukan komunikasi lanjutan dengan beberapa partai yang ada.

Sementara jelang Pilkada Lobar, konstelasi politik di bumi Patut Patuh Patju mulai menghangat. Pasalnya, para pendukung yang mulai membuat kelompok-kelompok mengadu argumen baik melalui media sosial. Bahkan tak jarang satu sama lain menjatuhkan. Konstelasi ini pun mendapatkan perhatian serius dari aparat Kepolisian Polres Lobar. Kapolres, AKBP I Wayan Jiartana menegaskan memberi atensi serius terhadap konstelasi politik terutama perdebatan di medsos. “Kita atensi, kita siap melakukan langkah penanganan,” katanya belum lama ini. Diakui sejauh ini tidak kubu yang melapor karena merasa dirugikan kubu lain. (her)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 29 Juni 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu