HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
SELASA, 2 JANUARI 2018
16 HALAMAN NOMOR 243 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Pengemban Pengamal Pancasila
DD dan RTLH Gunakan Padat Karya
Pemprov Optimis Kemiskinan akan Lebih Cepat Dientaskan
Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB optimis kemiskinan akan lebih cepat dientaskan dengan adanya kebijakan pemerintah pusat mengenai penggunaan dana desa (DD) dengan sistem padat karya. Di samping itu, Pemprov juga akan menerapkan pola yang sama untuk proyek perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
‘’Saya sangat optimis bahwa penurunan angka kemiskinan itu akan jauh lebih cepat dibandingkan tahun kemarin. Karena ada inovasi, langkahlangkah seperti tadi. Padat karya dan kita juga fokus mengentaskan kemiskinan dari desa,’’ kata Kepala Bappeda
NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP ketika dikonfirmasi di Mataram, pekan kemarin. Dari sisi perencanaan, kebijakan membelanjakan DD dengan sistem padat karya akan memperkuat perekonomian di desa. Jika ekonomi masyarakat desa kuat maka
akan berdampak terhadap penurunan masyarakat miskin di pedesaan. Hingga 2018, Pemprov NTB masih punya utang menurunkan angka kemiskinan sebesar 3,82 persen. Sesuai target RPJMD 2013-2018, Bersambung ke hal 15
KEMBANG API Pesta kembang api di Lombok Tengah. Sementara, Kapolda NTB Firli saat memantau pengamanan arus lalulintas di Senggigi, Lombok Barat (bawah).
Pergantian Tahun
Kemeriahan Berkurang, Situasi Relatif Aman Mataram (Suara NTB) Kemeriahan malam pergantian tahun 2017 ke 2018 relatif berkurang. Perbedaan itu dirasakan dari aktivitas kendaraan di jalan raya hingga hunian hotel. Namun secara keseluruhan situasi relatif aman. Situasi itu terlihat pada arus kendaraan yang mengarah ke kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar). Salah satu pusat keramaian dan perayaan malam pergan-
tian tahun ini tidak seramai tahun- tahun sebelumnya. Pantauan langsung Suara NTB, mulai sekitar pukul 21.00 Wita jalur dari arah Ampenan Mataram sampai melewati Desa Montong ke arah Batu Layar memang cukup ramai. Arus beberapa kali padat merayap. Tapi di beberapa ruas jalan ke arah tanjakan Makam Batu Layar kendaraan agak longgar hingga pukul 23.00 Wita.
TO K O H Terbanyak di Lotim SATGAS Saber Pungli Provinsi NTB mencatat, dugaan pungutan liar (pungli) terbanyak di Lombok Timur (Lotim). Ukurannya dari jumlah kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan tersangka yang diproses hukum. Beberapa hari lagi, Satgas akan menggelar evaluasi internal untuk mengefektifkan kegiatan OTT dan upaya pencegahan. Data Satgas, total 29 kasus dugaan pungli yang ditangani. Dari jumlah itu, ada 36 pelaku yang diproses pidana. Ada yang sedang dalam penyidikan, sebagian sudah dilimpahkan ke pengadilan. ‘’Dibagi atas wilayah, OTT terbanyak di Lombok Timur. Ada delapan kasus OTT. Sedangkan tersangkanya 10 orang, salah sautnya kasus Prona,’’ kata Ketua Satgas Saber Pungli Provinsi NTB, Kombes Pol. Drs. Ismail Bafadal, Senin (1/1). Bersambung ke hal 15 Ismail Bafadal (Suara NTB/ars)
KO M E N TTAA R Layangkan Memori Kasasi PEMPROV NTB telah melayangkan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait kasus sengketa lahan yang menjadi lokasi pembangunan kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok. Kasasi ini diajukan lantaran kalah dalam pengadilan tingkat banding yang dilayangkan penggugat di Pengadilan Tinggi (PT) Mataram. ‘’Sudah kita kirimkan kemarin hari Kamis, memori kasasi,’’ kata Kepala Biro Hukum Setda NTB, H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, pekan kemarin. Dengan diajukannya memori kasasi tersebut, Pemprov tinggal menunggu putusan MA. Ia optimis, Pemprov akan menang dalam perkara ini. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/kir/ars)
Minim, Penegakan Hukum Kasus Lingkungan di NTB
2018 Tuntaskan Tunggakan Kasus MESKI melampaui target, namun kerja Ditreskrimsus Polda NTB belum lepas dari tunggakan. Masih ada empat berkas perkara yang masih jadi tunggakan tahun 2018. Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si meyakinkan tunggakan kasus itu tidak akan dibiarkan. ‘’Tunggakan bukan berarti tidak selesai, masih diproses di 2018. Sebab masih ada empat perkara yang belum selesai,’’ kata Kapolda, Senin (1/1). Proses menurutnya dianggap selesai jika berkas perkara masuk ke Kejaksaan dan dilimpahkan ke tahap dua untuk persiapan sidang. Bersambung ke hal 15
‘’Kalau tahun lalu, lewat sini macet luar biasa kalau sudah jam 11 malam (pukul 23.00 Wita). Sekarang sudah aga longgar. Saya berangkat dari Mataram kurang dari satu jam sudah sampai ke Senggigi Beach,” kata Didit, warga Pagesangan Mataram yang datang ke Senggigi untuk menyaksikan pesta kembang api. Ketika waktu menunjukkan pukul 00.00 Wita, kembang api mulai menggelegar dari beberapa hotel di pinggir Pantai Senggigi yang memang merayakan pesta pergantian tahun. Salah satunya Hotel Alberto. Hanya saja durasi ledakan kembang api relatif singkat, tidak sampai 30 menit lamanya. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Ledakan kembang api saling sahut sepanjang garis Pantai Senggigi dengan durasi lebih lama. Tidak hanya di Senggigi, kondisi yang sama terjadi di Gili Trawangan, Lombok Utara. Pulau eksotik yang biasanya menjadi pusat party wisatawan asing. Jumlah kunjungan berdasarkan pendataan petugas di pintu masuk, jumlahnya mencapai sekitar 7000 orang. Padahal tahun lalu, Bersambung ke hal 15
Firli (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyoroti sangat minimnya penegakan hukum kasus perusakan lingkungan di NTB. Padahal, dampak kerusakan lingkungan seperti banjir yang terjadi di NTB menimbulkan kerugian materi mencapai Rp 1 triliun. ‘’Penanganan kasus kasus lingkungan di NTB masih sangat minim, ditambah dengan beberapa kasus illegal logging, pelanggaran tata ruang dan pembangunan tanpa izin yang selama ini muncul masih sangat minim yang tertangani,’’ kata Direktur Eksekutif Walhi NTB, Murdani, SH, MH kepada Suara NTB,
Minggu (31/12) lalu. Menurutnya, diperlukan penegakan hukum yang lebih progresif untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih masif lagi. Persoalan lingkungan hidup yang semakin kompleks, mengharuskan untuk dilakukan pembenahan dan perbaikan. Baik dari sisi kebijakan, penganggaran maupun penguatan kapasitas masyarakat. Ia mengatakan, daya dukung dan daya tampung lingkungan yang mestinya menjadi pijakan dasar pembangunan seakan menjadi konsep perencanaan di atas kertas saja. Fakta di lapangan, implementasinya di NTB, Bersambung ke hal 15
Pemilihan Putri Pesona Desa
Ketua BPPD: Ini Hanya Ada di Lotim
Selong (Suara NTB) Pada malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur menggelar perhelatan akbar, Grand Final pemilihan Putri Pesona Desa 2017. Sebanyak 13 finalis terpilih digodok dengan sejumlah pertanyaan dari dewan juri yang terdiri dari Dinas Pariwisata Lotim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta praktisi. Bersambung ke hal 15 Pembukaan - Kepala Dinas Pariwisata Moh Juhad memukul gong didampingi Ketua BPPD Lotim, Akhmad Roji saat pembukaan grand final Pemilihan Putri Pesona Desa (kiri). Sementara Para juara Putri Pesona Desa 2017 yang digelar BPPD Lotim
H. Ruslan Abdul Gani (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/rus)
(Suara NTB/rus)
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Berharap Saluran Dinormalisasi INTENSITAS hujan yang sudah mulai rutin turun di kota Mataram mulai diantisipasi terutama oleh wilayah yang menjadi langganan banjir. Seperti di kelurahan Pagutan Timur yang di dua lingkungan menjadi langganan banjir sudah mulai siap siaga. “Kalau di Pagutan Timur, ada dua lingkungan yang sering banjir meski tidak parah yaitu lingkungan Petemon dan Karang Buaya,” terang Lurah Pagutan Timur, Irfan Syafindra kepada Suara NTB. Ia menjelaskan, banjir yang (Suara NTB/uul) melanda kedua lingkungan Irfan Syafindra tersebut tidak terlalu parah sampai merendam rumah warga. “Hampir 40% dari wilayah Pagutan Timur itu terendam banjir, tetapi banjirnya tidak sampai mata kaki dan juga tidak sampai masuk rumah warga,” tukasnya. Terutama di RT 3 Karang Buaya yang berada di ujung selatan yang berdekatan dengan irigasi yang selalu meluap saat musim hujan. “Sedangkan di Petemon di RT 9, banjirnya sampai masuk rumah tetapi tidak tealu besar,” kata Irfan. Kondisi ini disebabkan karena saluran air serta saluran pembuangan limbah rumah tangga menyatu, sampai tidak bisa dibedakan. “Jumlah saluran dengan jumlah air yang ada terutama di musim ini tidak seimbang,” jelas Irfan. Apalagi wilayah Pagutan Timur yang berada di tengah menjadikannya serba dilema, terlebih jika debit air di saluran irigasi tinggi. “Pintu airnya kan ada di Peresak. Jadi kalau airnya besar otomatis disana ditutup karena mereka tidak mau wilayahnya banjir, jadi kita yang kena,” jelas Irfan. Apalagi saat banjir terjadi, sampah kiriman dari hulu banyak tersangkut di lingkungan warga yang mengganggu kenyamanan. “Ada dua solusi yang sebenarnya bisa digunakan untuk menghadapi ini, yaitu dengan melakukan normalisasi saluran air yang mengalir di Pagutan Timur ini,” jelasnya. Selain normalisasi, cara kedua adalah dengan melakukan sodetan air langsung ke Kali Unus untuk menghindari banjir. “Tetapi cara kedua (sodetan) biayanya cukup tinggi jika dilakukan,” kata Irfan. Untuk itu, dirinya tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada di saat musim hujan seperti sekarang ini. (uul)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Meningkat, Angka Pernikahan Dini di Mataram Mataram (Suara NTB) Tidak saja di daerah pedesaan, angka pernikahan dini di Kota Mataram masih tinggi. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat pada kurun waktu 2015 angka pernikahan dini sekitar 215 kasus dan meningkat di 2016 menjadi 239 kasus. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany mengatakan, upaya dilakukan mencegah pernikahan dini melalui sosialisasi pengembangan kota layak anak, PUG dan dialog warga pendewasaan perkawinan. Ia mengaku, tren pernikahan dini sesuai data diperoleh dari Kementerian Agama (Kemenag) bahwa di Mataram terjadi peningkatan. “Trennya meningkat. Cuma tahun 2017 ini belum kita terima datanya dari Kemenag,” kata Dewi. Beberapa alasan menyebabkan seseorang menikah dini. Pertama, faktor ekonomi (kemiskinan). Sebagian masyarakat beranggapan bahwa menikahkan anak mereka akan
mengurangi beban ekonomi. Padahal sebaliknya, jika pernikahan itu dari kondisi ekonomi sama, maka akan melahirkan kemiskinan baru. Kedua, tak komprehensifnya pemahaman orangtua terkait undang - undang pernikahan. Dalam pasal 6 seharusnya ada persetujuan orangtua. ‘’Jadi bukan faktor kawin selarian, kemudian orangtua menikahkan anak mereka,’’ katanya. Sebenarnya, ada kewenangan ortu tidak memberikan izin. Dan, orangtua bisa mengambil kembali anak mereka. Salah satu contoh kasus sebut dia, di Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan. Kawin selarian anak usia 13 tahun bisa
diambil. Caranya dengan memberikan pemahaman. “Jangan kata selarian kemudian selesai. Oh, tidak. Semestinya ada proses,” ujarnya. Faktor ketiga, pernikahan dini itu disebabkan oleh keinginan anak itu sendiri. Bisa saja ini terjadi akibat faktor lingkungan keluarga membuat mereka tidak nyaman. Dewi menambahkan, kampanye menghentikan pernikahan dini melalui proses dialog warga. Sebagian kelurahan membuat awig - awig sendiri. Dan, proses pemahaman dilakukan melalui sistem bottom up, bukan top down. Jadi, anak itu sendiri menggali potensi untuk mengembangkan diri mereka supaya tidak
”kodek, merariq s Jangan
edikit nikmatnya, banyak sengsaranya
melakukan pernikahan dini. Pengaruh terhadap pernikahan dini dirasakan oleh perempuan. Perempuan tidak berdaya nantinya dengan usia kecil. Faktor kesehatan bisa menyebabkan kematian bila terjadi pendarahan hebat saat melahirkan, anak dilahirkan berat badan rendah serta diintip oleh penyakit lain seperti kanker. “Dampaknya sangat besar terutama bagi perempuan,” terangnya. Dampak lainnya, dari sisi lingkungan keluarga, perempuan tidak berani berbicara padahal sebagai mitra keluarga. Selanjutnya,
(Suara NTB/dok)
Hj. Dewi Mardiana Ariany dari sisi ekonomi, dia tidak mampu mengembangkan skilnya. “Janganmerariq kodek, sedikit nikmatnya, banyak sengsaranya. Melahirkan lebih bagus dengan pernikahan matang, usia dewasa,” demikian imbaunya. (cem)
Menimbulkan Masalah WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., menilai kehadiran kendaraan roda tiga belum mampu mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram. ‘’Justru keberadaan Tossa (kendaraan roda tiga, red) ini menimbulkan masalah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),’’ sesalnya. Dia melihat, aktivitas kendaraan roda tiga mengangkut sampah dari rumah tangga di sekitar 325 lingkungan di Mataram, belum diimbangi dengan pengangkutan sampah dari TPS (Suara NTB/fit) ke Tempat Pembuangan H. Muhtar Akhir (TPA) Kebon Kongok. Muhtar mengakui, persoalan penanganan sampah di Mataram sangat komplek. ‘’Kenapa Mataram tidak bisa bersih? di satu sisi, kesadaran masyarakat masih rendah,’’ keluhnya. Akan menjadi tidak adil, lanjutnya, manakala pemerintah menganggap kesadaran masyarakat sangat rendah namun nyatanya pemerintah juga belum menyiapkan fasilitas pendukung. Padahal, itu menjadi salah satu faktor penentu mengapa Kota Mataram tidak bisa bersih. Kondisi ini, kata politisi Gerindra ini, memunculkan usulan pengadaan truk pengangkut sampah di tiap-tiap kelurahan. ‘’Kalau daerah lain satu desa satu dokter, satu mobil ambulans mampu,’’ ungkapnya. Sementara hambatan masyarakat untuk bisa hidup sehat, adalah sampah. Muhtar melihat belum ada upaya pemerintah untuk mau berbuat maksimal. ‘’Mungkin tidak bisa secara utuh, sebagian dululah. Hanya 50 kelurahan kok,’’ sarannya. Terkait kebijakan mengurangi jumlah TPS, Muhtar mengaku setuju. ‘’Tapi sampai saat ini kerjanya seperti apa,’’ tanyanya. Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram membuat kebijakan untuk mengurangi jumlah TPS di jalan-jalan utama karena dinilai mengganggu keindahan kota. Sebagai gantinya, DLH mengoperasikan truk sampah yang berfungsi sebagai TPS berjalan. TPS berjalan ini akan menjemput sampah di titik-titik yang telah disepakati bersama operator kendaraan roda tiga. ‘’Saya lebih setuju diterapkan seperti yang di Dasan Agung. Kan jalan-jalan di Kota Mataram sudah bagus. Ini kenapa tidak diberikan pelayanan seperti itu kalau memang ingin polanya seperti itu,’’ tambahnya. Muhtar menyarankan DLH memperbanyak sosialisasi penutupan TPS yang dibarengi dengan penjagaan oleh petugas agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di TPS yang sudah ditutup itu. ‘’Lama-lama kan masyarakat menjadi paham dan semua masyarakat harus peduli dengan kebersihan. Jangan hanya petugas kebersihan saja yang peduli masalah kebersihan,’’ tandasnya. (fit)
(Suara NTB/cem)
BERMAIN DI SUNGAI - Saat bocah-bocah lainnya bersama keluarga berlibur ke pusat-pusat perbelanjaan, pantai atau permandian lainnya, empat bocah mengisi libur tahun baru dengan bermain sambil menangkap ikan di salah satu sungai di Dasar Cermen, Kota Mataram, Senin (1/1).
Walikota Cuti Mulai Februari Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mulai cuti kampanye 15 Februari hingga 23 Juni mendatang. Jabatannya sebagai kepala daerah akan digantikan oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menjelaskan, sesuai tahapan pelaksana pemilihan kepala daerah dari Komisi Pemilihan Umum, pendaftaran calon dimulai tanggal 8 - 10 Januari. Kemudian, masa kampanye dimulai sejak 15 - 23 Juni. Pada masa kampanye ini kata dia, kepala daerah
Perwal 18 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perwal Nomor 30 Tahun 2015 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2016. Perwal ini pun sifatnya sementara karena mengubah Perwal 30 tahun 2015. Terakhir, Perwal 26 huruf A tahun 2016 tentang besaran tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD. Perwal ini dicabut dengan Perwal 1 Tahun 2017. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Mataram, Mansyur, SH.MH.,menjelaskan, pencabutan maupun tidak berlakunya produk hukum tersebut karena aturan di atasnya tidak memperbolehkan. Sepertinya, penyelenggaraan pendidikan SMA/SMK dibatalkan, karena diambil alih oleh pemerintah provinsi. Kemudian, diajukan perubahan Perda baru.
pribadi pada saat melaksanakan kampanye dan ditetapkan sebagai calon kepala daerah. “Berdasarkan aturan fasilitas melekat di jabatan harus dikembalikan,” terangnya. Selama cuti kampanye sambungnya, berdasarkan Undang - Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, secara otomatis pelaksana tugas (Plt) Walikota dipegang oleh Wakil Walikota. Putu mengakui, Permendagri 74 Tahun 2016 tidak menjelaskan detail bagi Wakil Kepala Daerah yang tidak maju. Sehingga informasinya, akan ada perubahan terhadap aturan tersebut. “Pak Wakil yang langsung jadi Plt,” demikian ujarnya. (cem)
Salah Satu Hotel Nunggak Pajak Rp 1 Miliar Mataram (Suara NTB) Tak tercapainya target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram, salah satunya dipengaruhi pengusaha hotel belum membayar pajak. Bah-
Sejumlah Produk Hukum di Kota Mataram Tak Berlaku Mataram (Suara NTB) Sejumlah produk hukum yakni peraturan walikota (Perwal) sudah tak berlaku. Sebagian besar produk hukum dicabut pada tahun 2016. Di antarnya, Perwal Nomor 1 Tahun 2016 tentang ketentuan perjalanan dinas di Lingkup Pemkot Mataram. Pencabutan ini berdasarkan Perwal Nomor 2 Tahun 2017. Perwal 7 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perwal Nomor 30 Tahun 2015 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2016. Pencabutan ini sifatnya sementara karena diubah dengan Perwal 18 tahun 2016. Selanjutnya, Perwal 13 Tahun 2016 tentang rencana kerja pemerintah daerah. Ini sudah tidak berlaku dan sifatnya sementara.
dipersyaratkan mengajukan cuti selama kampanye. “Kalau sekarang belum. Beliau mulai cuti saat masa kampanye,” kata Putu. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permedagri) 74 Tahun 2016 tentang cuti di luar tanggungan negara bagi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota. Permendagri ini mengatur bahwa kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang maju pada Pilkada menjalani cuti di luar tanggungan negara. Kemudian, dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. Ditambahkan Putu, pengajuan cuti akan diminta secara
Kedua, perda retribusi menara telekomunikasi. Peraturan ini juga dibatalkan karena tidak berkesesuain dengan aturan di atasnya. Sehingga, Perda ini diganti dengan yang baru. Demikian pula, Perda barang milik daerah. “Aturan itu dicabut atau tidak berlaku karena ada perubahan atau aturan di atasnya tidak membolehkan,” jelasnya. Mansyur menegaskan, terkait Perda besaran tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD, ada perubahan sehingga dicabut. Pemkot lanjut Mansyur, dipastikan tidak ada produk hukum dibuat aneh - aneh. “Kota Mataram itu tidak ada aneh - aneh aturan yang dibuat,” tegasnya. (cem)
kan, salah hotel di Mataram menunggak pajak Rp 1 miliar. Kepala Badan Keuangan Daerah, Drs. H.M. Syakirin Hukmi melihat geliat pengusaha hotel tak seperti di tahun 2016 lalu. Kegiatan skala nasional di hotel tidak banyak. Kondisi ini kemungkinan jadi kendala pemilik hotel membayar pajak. Pihaknya hampir setiap bulan melakukan pemeriksaan. “Kalau di hotel tidak banyak event nasional. Ini mungkin mempengaruh,” kata Syakirin. Syakirin menyebutkan, realisasi pajak hotel hingga 30 Desember sekitar Rp 23,4 miliar lebih atau 90 persen dari target Rp 26 miliar. Masih ada yang menunggak dari beberapa hotel. Salah satu hotel bahkan menunggak Rp 1 miliar. Sebenarnya, ada harapan pembayaran oleh hotel itu mengangkat angka realisasi mencapai 95 persen. “Harapan kita sebenarnya kalau dibayar posisi pajak hotel bisa Rp 95 persen,” sebutnya. Tidak disebutkan hotel mana menunggak pajak. Syakirin mengatakan, akan mengambil langkah lebih lanjut. Selain mengenakan sanksi denda 2 persen, juga menyita aset senilai pajak tertunggak. “Bisa seperti itu kalau tidak kooperatif,” tandasnya. Kalangan legislatif sudah menetapkan Perda. Pertama, upaya penagihan dengan memasang plang bertuliskan ho-
tel ini belum menyelesaikan perpajakan. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Ernanda mengaku baru tahu jika ada pengusaha hotel menunggak pajak Rp 1 miliar. Sebagai Ketua AHM, ia mendorong kepada anggotanya untuk taat membayar pajak. “Kalau ada yang menunggak membayar itu internal masing - masing manajemen,” jawabnya. Di satu sisi, AHM menuntut pemerintah tidak saja menarik pajak saja, tetapi harus memberikan feedback (timbal balik) dari pajak disetorkan oleh pengusaha hotel. Misalnya, membantu promosi agar pariwisata Mataram lebih dikenal dan wisatawan lebih banyak datang ke Mataram. Sehingga, ini berimplikasi terhadap pembayaran pajak yang lebih besar. “Kepada pemerintah khususnya Pemkot Mataram. Mohon dipikirkan bagaimana mendorong agar pembayar pajak mendapatkan manfaat dari pajak yang dibayarkan,” pintanya. Mengenai sanksi penyitaan sebagai aset, Ernanda mempersilakan selama itu sesuai dengan proses hukum. Ada baiknya menurut dia, diadakan dialog mencari solusi. Sebab, permasalahannya tidak hanya penegakan Perda, tapi wajah pariwisata Mataram juga tercoreng. (cem)
SK Dukungan Golkar Berpeluang Berubah Mataram (Suara NTB) Perubahan kepengurusan internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan terhadap dukungan pada Pilkada NTB. Seperti kasus Pilkada Jawa Barat, SK dukungan Partai Golkar kepada Ridwan Kamil dicabut. Mantan Wasekjen DPP Partai Golkar, Melki Laka Lena dikonfirmasi dari Mataram, mengatakan, perubahan SK dukungan ke pasangan calon bisa saja terjadi. Seperti yang terjadi pada Pilkada Jawa Barat. DPP Partai Golkar menarik dukungan dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Hal ini menurut dia, dimungkin terjadi di NTB. Bilamana pengurus DPP Partai Golkar yang baru mengevaluasi paslon yang sudah diputuskan. “Bisa saja terjadi,” jawab Melki menjawab kemungkinan perubahan arah dukungan Partai Golkar pada Pilkada NTB pasca Munaslub. Pilkada NTB 2018, Golkar memiliki dua kader memutuskan maju. Yakni, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah, H.M. Suhaili FT. Dalam kepengurusan Setya Novanto, SK dukungan Golkar telah diserahkan ke Ketua DPD NTB Partai Golkar, H.M. Suhaili. H. Ahyar Abduh dikonfirmasi usai melaksanakan umroh pekan kemarin menanggapi datar saja. Pasca Munaslub DPP Partai Golkar, ia pada posisi menunggu saja. Ada
harapan, SK dukungan dari DPP Golkar diperoleh pasca terpilih Airlangga Hartarto sebagai Ketua Partai Golkar yang baru. “Saya posisi menunggu saja,” jawabnya. Apakah akan ada lobi lagi pada kepengurusan yang baru? Walikota dua periode ini hanya tersenyum. Tapi sepenuhnya, ia serahkan ke DPP Partai Golkar untuk melihat antusiasme masyarakat dan elektabilitasnya di masyarakat. Turun ke Masyarakat Mendekati pendaftaran pasangan calon pada 8 - 10 Januari 2018. H. Ahyar Abduh - H. Mori Hanafi turun menemui tokoh masyarakat di Setanggor dan Pondok Pesantren Azzahro Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (30/12). Dalam penyampaiannya, Ahyar menekankan beberapa hal yakni, menjadikan pendidikan sebagai kunci pembangunan di NTB. Sebab, ia meyakini NTB bisa maju hanya dengan memajukan pendidikan. Oleh karena itu, perbaikan baik infrastruktur, sistem pendidikan hingga jaminan kesejahteraan guru akan diperjuangkan. Dalam bidang politik, ia juga berkomitmen untuk mengedepankan hubungan integritas dan menempuh cara - cara politik yang benar. “Sesuai dengan apa yang telah saya tunjukkan dalam upaya saya sampai hari ini dalam rencana maju sebagai calon Gubernur NTB,” pungkasnya. (cem)
SUARA NTB
Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 3
Ekonomi NTB 2018 Diproyeksi Ibarat Musim Semi Mataram (Suara NTB) Rasanya tak berlebihan apabila tahun 2017 dikatakan sebagai tahun yang penuh dinamika. Khususnya bagi perekonomian NTB. Terbatasnya kuota ekspor tambang berdampak pada menurunnya ekspor luar negeri secara signifikan. Terutama di kuartal pertama dan kedua tahun 2017. Kondisi itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi NTB 2017 yang diprediksi menurun. Namun apabila pertumbuhan ekonomi dihitung tanpa sektor tambang, pertumbuhannya masih cukup baik dan dipredikasikan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga. Cerita lika – liku ekonomi NTB sudah hampir tutup buku, paling tidak tutup buku untuk tahun 2017. Apakah cerita itu akan berulang kembali tahun depan? Pengamat Ekonomi dari Bank Indonesia NTB, Hanif Galih Pratama tegas mengatakan, bergantung terhadap bagaimana setiap pemangku kebijakan menangkap peluang yang ada, kemudian merumuskannya dalam suatu kebijakan yang tepat. Ibarat musim yang datang silih berganti, musim semi ekonomi NTB tampaknya terjadi pada tahun 2018. Itulah saat yang tepat untuk menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, layaknya bunga yang mekar di musim semi. Sebenarnya ada apa di tahun 2018? Beragam optimisme datang takala dunia memperlihat-
kan laju pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat, paska krisis ekonomi global hampir 10 tahun silam. Pertumbuhan ekonomi global oleh IMF diprediksi meningkat di tahun 2017 sebesar 3,6 persen dan akan kembali meningkat di tahun 2018 sebesar 3,7 persen. Negara – negara maju seperti Amerika, Jepang dan negara di Kawasan Eropa diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Global. Sementara, kata Hanif, negara berkembang seperti Tiongkok pun tidak ingin ketinggalan meramaikan geliat perekonomian, sehingga mendorong peningkatan laju perdagangan dunia melebih 4 persen dalam setahun terakhir. Apakah membaiknya pertumbuhan ekonomi global tersebut bisa berdampak pada ekonomi Indonesia dan NTB? “Tentu sangat bisa,” demikian optimismenya. Terlebih Indonesia adalah pemain besar dalam pasar ekonomi dunia, sehingga denyut perekonomian global dapat secara langsung dirasakan baik melalui jalur perdagangan maupun keuangan. Dampak positif terhadap perekonomian Indonesia tentunya akan menular kepada perekonomian NTB, tergantung
apakah kita jeli menangkap peluang-peluang yang ada. Di jalur perdagangan misalnya, meningkatnya pertumbuhan ekonomi global akan sejalan dengan meningkatnya permintaan akan barang dan jasa, yang kemudian tertransmisikan melalui jalur ekspor-impor. Provinsi NTB sebagai daerah penghasil, tentu berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai eksportir pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dimaksud. Berbagai komoditas yang dihasilkan NTB seperti komoditas pertanian dan pertambangan akan dihadapkan dengan meningkatnya permintaan pasar, sehingga seharusnya peluang meningkatkan ekspor terbuka lebar. Namun yang menjadi pertanyaan adalah sanggupkah kita memenuhi permintaan tersebut? Mengingat sebagian besar komoditas ekspor kita adalah komoditas mentah, yang rentan terhadap fluktusi harga komoditas dunia. Sebut saja komoditas bijih tembaga, mutiara, ikan laut, dan sayur-sayuran. Komoditas bijih logam sendiri bahkan mendominasi struktur ekspor NTB lebih dari 99 persen. Oleh sebab itu, hilirisasi in-
dustri baik di agroindustri pertanian maupun industri smelter pertambangan, akan menjadi isu penting dalam pengelolaan ekonomi NTB kedepan. Hilirisasi industri bertujuan untuk menciptakan nilai tambah komoditas sehingga berimplikasi positif bagi perekonomian. Membangun industri tentunya bukan perkara mudah. Dibutuhkan modal yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur fisik maupun infrastruktur non-fisik. Dalam hal membangun infrastruktur fisik inilah kita memiliki peluang berikutnya, yakni di jalur keuangan dengan momentum peningkatan investasi. Belum lama ini Indonesia mendapat kabar bahagia dari tiga lembaga pemeringkat investasi dunia : Standard and Poor’s, Moody’s, dan Fitch Rating yang menaikan peringkat investasi Indonesia ke kategori layak investasi. Kabar bahagia juga datang dari World Bank, yang menaikkan peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) Indonesia ke peringkat 72 dari 190 negara. Artinya dalam 2 tahun terakhir, peringkat EODB Indonesia telah 34 peringkat. Sebuah quantum leap yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor dunia untuk menanamkan modal ke Indonesia, tak terkecuali NTB di dalamnya. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2018 IMF dan World Bank akan menggelar hajatan akbar yakni IMF-
World Bank Annual Meeting, dengan menghadirkan 15.000 peserta dari 189 Negara. Kegiatan yang diseleggarakan di Bali pada Oktober 2018 tersebut, akan menjadi berkah bagi Indonesia selaku tuan rumah karena akan memberikan dampak ekonomi yang tidak sedikit. Provinsi NTB selaku Provinsi tetangga, tentu memungkinkan untuk “kecipratan” rezeki dari event besar tersebut, mengingat besar kemungkinan peserta kegiatan juga akan berwisata ke Lombok. Sederet peluang di atas hanya akan berlalu begitu saja apabila kita tidak lihai memanfaatkannya. Dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, penguatan modal fisik saja tidak cukup. Tantangan yang tidak kalah beratnya adalah bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusia NTB yang handal sebagai modal utama penggerak ekonomi daerah. Dalam mengembangkan sebuah industri, Provinsi NTB memiliki keunggulan komparatif dari sisi rata-rata upah tenaga kerja yang rendah, terendah kedua setelah Provinsi Lampung. Hal ini dapat menjadi insentif bagi pengembangan industri yang bersifat padat karya. Namun demikian pengembangan industri tetap membutuhkan tenaga kerja dengan spesifikasi tertetu, khususnya dari aspek tingkat pendidikan. Tantangan yang paling dekat
adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan pekerja di NTB, yang lebih dari 60% nya masih memiliki tingkat pendidikan SMP ke bawah. Rendahnya tingkat pendidikan tersebut tak ayal membuat produktifitas tenaga kerja NTB kurang bersaing bila dibandingkan tenaga kerja di provinsi lain. Hal ini menjadi peringatan dini untuk segera diperbaiki, sebab dewasa ini arus migrasi pekerja lintas daerah semakin mudah. Kita tentu tidak menginginkan pembangunan NTB yang saat ini tidak sepenuhnya bisa dinikmati oleh penduduk lokal karena kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Isu kualitas tenaga kerja tersebut tidak hanya untuk sektor industri semata, melainkan juga untuk sektor pariwisata, yang digadang-gadang menjadi mesin penggerak ekonomi NTB ke depan dengan KEK Mandalika sebagai lokomotif nya. Memperbanyak lulusan sekolah kejuruan siap kerja saja ternyata tidak cukup kuat menjawab permasalahan ketenagakerjaan NTB, di mana tingkat pengangguran justru banyak terdapat pada mereka yang lulusan SMK. Adanya Miss and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja tersebut perlu dijawab dengan membangun sebuah jembatan informasi yang kokoh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelaksanaan magang industri yang leb-
(Suara NTB/dok)
Hanif ih intensif bekerjasama dengan dunia usaha. Dengan demikian, calon pekerja menjadi lebih memahami seluk-beluk industri yang dijalani sedari awal, dan sistem pendidikan yang ada pun lebih mudah untuk menyesuaikan diri dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja. Dengan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, diharapkan menjadi solusi yang tepat di tengah fenomena urbanisasi pekerja NTB yang saat ini tengah terjadi. Pertumbuhan ekonomi yang lebih merata juga akan menjawab permasalahan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, yang juga merupakan indikator keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah. (bul)
SUARA NTB
Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 4
Bak Dayung Bersambut, Lima Partai Politik Setuju Pola Pikir Rasional Mamiq Sajim Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM. (Ketua STIE AMM Mataram) Pemikiran rasional yang dimiliki oleh Lalu Sajim (Mamiq Sajim) ternyata telah membawa lima partai politik untuk menyatakan ketertarikan dan deklarasi kepada Mamiq Sajim sebagai kandidat (calonnya). Sebagaimana pemberitaan yang telah diterbitkan di Harian Umum Suara NTB tanggal 27 Desember 2017 yang lalu, maka kelima partai politik tersebut menyatakan telah memberikan suatu keputusan sebagai landasan berpijak pencalonan diri Mamiq Sajim sebagai calon Bupati Lombok Barat. Adapun kelima partai yang mendeklarasikan Mamiq Sajim akan diberitakan kemudian. Namun tidak dipungkiri bahwa kelima partai politik tersebut menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan programprogram yang sebelumnya telah dipaparkan. Mempelajari serta mencermati dengan seksama pandangan Mamiq Sajim terhadap pengembangan partai politik di masa mendatang sungguh suatu hal yang menjanjikan, tentunya juga dengan tidak mengesampingkan rekam jejaknya yang juga telah lama berkiprah di daerah Lombok Barat dan Provinsi NTB. Oleh karenanya ia bermaksud untuk menempatkan dirinya sebagai
panutan di Pemerintah Daerah Lombok Barat. Sekilas pandangan Mamiq Sajim tentang kebijakan ekonomi merupakan suatu kebijakan yang mirip dengan konsep kebijakan physiocrat yang menyangkut tentang ekonomi untuk mensejahterakan masyarakat, yaitu dengan mengutamakan ekonomi makro yang dilandasi ekonomi mikro. Sehingga ia berpendapat bahwa manusia di manapun juga dapat hidup lebih baik dan memperoleh manfaat yang lebih besar. Harga akan terbentuk diatur oleh hukum alam sehingga akan menimbulkan persaingan yang sehat untuk menentukan harga yang layak. Harus diingat, bahwa perkembangan ilmu filsafat berpangkal pada hukum-hukum ekonomi. Pengaruh tersebut tentu dapat diungkapkan oleh analisa keilmuan (scientific analysis) dan dapat menerangkan fenomena ekonomi yang bersifat supranatural yang bersifat rasional dan selalu memperhitungkan resikonya. Semua konsep pembangunan tentu mendapat legalitas dari Dewan di daerah. Konsep pembangunan yang dimaksud adalah mereview tata ruang Lombok Barat, membuka jaringan regional, nasional, dan terutama inter-
nasional dengan cara menggandeng instrumen baik lokal maupun negara tertentu yang bersifat menguntungkan masyarakat Lombok Barat serta membebaskan biaya-biaya perizinan. Selanjutnya dengan mengevaluasi hak-hak yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Lombok Barat seperti halnya HPL, HGB, HGU dan lain sebagainya yang telah melewati batas dan waktu berdasarkan ketentuan undang-undang, serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjamin keamanan berinvestasi di wilayah Lombok Barat. Teori yang dicanangkan oleh Dr. H. Lalu Sajim, SH., MH bukanlah merupakan suatu khayalan atau pendapat sesaat. Tetapi teori ini merupakana hasil kajian dan evaluasi selama ia menjadi pegawai negeri di dalam lingkungan Pemda Lombok Barat dan Provinsi NTB. Hal yang sangat mendukung teorinya adalah kebijakan pemerintah yang telah menyalurkan bantuan dana kepada seluruh desa yang dinilai cukup besar. Tetapi yang masih disayangkannya dan akan diperjuangkan nanti apabila dia terpilih menjadi Bupati Lombok Barat yaitu Ca-
mat yang merupakan SKPD terdepan (sebab camatlah pelaksana otonomi terdepan). Hal ini dianggap belum mendapat perhatian khusus, yang menurut Mamiq Sajim harus mendapat bantuan dana minimal sebesar lima milyar Rupiah setiap Camat. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan lintas desa dan lintas camat. Masalah yang terjadi saat ini adalah antara APBD Tingkat I, Tingkat II, dan anggaran Tingkat Desa tidak terkoneksi, sehingga akan menjadi pemikirannya nanti. Dalam mengimplementasikan visi, misi, dan program kerja, dirinya tidak sendirian, tetapi
ia telah sepakat bersama dengan seorang Doktor Filsafah yang rencananya ikut memikirkan Lombok Barat menjadi lebih berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan pemerintah di masa depan. Adapun mengenai persyaratan pendaftaran, dirinya menyatakan bahwa sudah melebihi ambang batas yang telah dipersyaratkan. Sehingga kalau hanya ketentuan dari partai yang mensyaratkan sebanyak sembilan kursi saja, maka hal tersebut sudah tidak menjadi masalah. Sebelumnya Mamiq Sajim akan mendaftar dengan cara independen seperti yang telah diikuti dalam pemilihan umum beberapa tahun lalu yang ketika itu berhadapan dan bersaing dengan Dr. H. Zaini Arony. Namun kekhawatiran terjadi jika kartu penduduk para pendukungnya ada yang telah berpindah alamat dan sebagainya. Sehingga yang ia andalkan adalah dengan cara menjual konsep dan kepemimpinan ideal. Sebab pimpinan partai tentu dirasa sudah cerdas, sehingga akan memilih calonnya yang logis. Minimal para pemimpin partai politik akan berpikir berulang kali kalau kelak pilihannya mengecewakan masyarakat
yang dipimpin, maka akan berdampak pada pimpinan partai yang memilih. Berdasarkan keyakinannya, ia hanya memiliki modal yaitu program kerja mensejahterakan masyarakat Lombok Barat melalui penyebaran konsep pembangunan yang ia miliki. Sebab apabila dia mengeluarkan dana untuk itu, maka tentu akan terpikir bagaimana mencari pengganti uang politik yang telah dikeluarkan. Untuk itulah dia mencoba menghindari biaya politik tinggi itu. Oleh karenanya maka Mamiq Sajim akan berpasangan dengan seorang Doktor yang telah dikenal reputasinya di Lombok Barat. Kedua Doktor ini mengharapkan penyelenggaraan Pilkada yang transparan, berintegritas, serta mendapat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan KPU dengan mengetahui kejelasan informasinya. Berdasarkan keyakinan kedua doktor ini yang telah dibekali oleh Ilmu pemerintahan dan ilmu agama, kiranya masyarakat dapat berharap bahwa kesejahteraan masyarakat Lombok Barat akan meningkat dari tahun ke tahun. Seperti apa yang diharapkan negara dengan semboyan gemah ripah lohjenawi tata tentram kerta raharja.
Hal ini disebabkan karena kita masih berkutat pada satu metode ilmu saja, tetapi tidak pada negara tetangga yang sudah mahir merekayasa ilmu digital. Sehingga apabila seorang pemimpin tidak memiliki ideal maka kita menjadi daerah yang jauh tertinggal. Kita harus bangun dari keterpurukan utamanya kemiskinan, sebab kedua hantu ini (keterpurukan dan kemiskinan) dari tahun ke tahun telah banyak mengeluarkan dana APBD tetapi sampai saat ini belum dinyatakan lepas dari masalah tersebut. Apakah ilmu yang dipakai kurang tepat? Untuk itu Mamiq Sajim bersama wakilnya akan menjawab dengan metode ilmu yang dimiliki dengan pernyataan: “Inshaa Allah dengan niat yang tulus, aamiin.” Mengenai rencana pendaftaran, dirinya akan mengikuti ketentuan batas waktu yang telah ditetapkan yaitu dari 8 s.d. 10 Januari 2018, bersama dengan partner (wakilnya) yang sebelumnya akan diberitakan pula sebelum tanggal tersebut. Sehingga masyarakat Lombok Barat nantinya yakin akan kehadiran bakal Calon yang ingin bersaing dengan cara terhormat dan bebas dari segala intervensi apapun. (*)
Malam Tahun Baru di Lombok Utara Dimeriahkan Kesenian Tradisional Tanjung (Suara NTB) Pergantian malam tahun baru 2018 di Lombok Utara dipusatkan di Pelabuhan Carik, Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Seperti biasa, perayaan malam tahun baru dipadati ribuan pengunjung dari berbagai kecamatan.Pemkab pada perayaan ini mengemas rangkaian acara menyambut tahun baru sejak H-5. Pada malam puncak, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., ikut hadir. Bupati didampingi Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, SH., MH., Kapolres Lombok Utara, AKBP Afriadi Lesmana, unsur Kodim 1606 Lombok Barat dan segenap kepala SKPD. Acara yang dimulai pada pukul 22.00 Wita ini, menampilkan sejumlah hiburan seperti gendang beleq, tarian Ngalu
Datu. Pada malam puncak, Pemkab juga menggelar tausiyah yang disampaikan Dr. H. M. Zaki Abdillah, Lc., MA. Dalam tausiyahnya, Zaki Abdullah mengajak seluruh masyarakat Lombok Utara untuk merefleksi dan mengevaluasi diri. Apa yang dilakukan pada tahun selama 2017 diharapkan lebih baik di tahun mendatang. Ia juga mengajak agar perayaan tahun baru diisi oleh rangkaian istigfar bersama, tasbih bersama. Tujuannya tidak lain dalam rangka membangun semangat untuk menyongsong hari esok di 2018 agar senantiasa jauh lebih baik dari tahun 2017. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar., menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Lombok Ut-
ara bilamana pada tahun 2017 terdapat kekurangan dalam hal pelayanan. Tahun 2018 ini, ia berharap seluruh aspek pelayanan di pemerintahan dapat diwujudkan pebih baik. “Inilah kami, pelayan masyarakat Lombok Utara. Karena pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi umat atau orang-orang yang dipimpin,” katanya. Sementara pada siang hari, 1 Januari 2018 dirayakan sebagian besar masyarakat dengan berlibur. Obyek wisata yang menjadi favorit para pengunjung yang kebanyakan keluarga adalah wisata pantai. Di Pantai Beraringan, kecamatan Kayangan, Pantai Ketapang (Kayangan), Pantai Montong Pal ( Kecamatan Gangga) misalnya, suasana pantai mulai
tumpah sejak pagi hingga sore. “Kami baru kembali dari Air Terjun Senaru, kembalinya sore mampir dulu di Pantai Beraringan. Sekalian mengajak keluarga merayakan tahun baru,” demikian salah seorang pengunjung, Sahdan. Ramainya pengunjung musiman ini menjadi berkah tersendiri bagi para PKL hingga nelayan. Bagi para nelayan, permintaan pengunjung untuk menaiki sampan merupakan ladang mata pencarian. Meski sekali namun pe dapatannya cukup menguntungkan. “Alhamdulillah, sejak siang hari saya dan rekan bergantian mengantar penumpang. Hanya sekali jalan setelah itu menepi,” katanya sembari menyebut tarif sekali menumpang Rp 5000 per orang. (ari)
(Suara NTB/ist)
SAMBUTAN - Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar memberi sambutan saat malam pergantian tahun, Senin (1/1) dinihari.
DPK KLU
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Belum Ada Kasus Difteri KASUS suspect difteri yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. belum ditemukan di Lombok Barat (Lobar). Sampai saat ini belum ada kasus suspect difteri yang menyerang warga di Lobar. Meski demikian pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar tetap waspada. Untuk itu, menurut Kepala Dikes Lobar, H. Rahman Sahnan Putra, beberapa upaya Dikes untuk mencegah kasus difteri, yakni membuat surat ke semua puskesmas untuk waspada secara dini (Suara NTB/her) terhadap kasus difteri melalui H. Rahman Sahnan Putra laporan mingguan. Selain itu, meningkatkan cakupan imunisasi DPT (difteri-pertusis-tetanus) di masing-masing desa minimal 80 persen melalui posyandu serta melakukan sweeping bila sasaran tidak datang ke posyandu. ‘’Kemudian meningkatkan penyuluhan PHBS di masyarakat melalui pertemuan koordinasi lintas sektor/lintas program baik tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,’’ ujarnya beberapa waktu lalu. Pihaknya juga melakukan penyebarluasan informasi melalui WA grup Dikes Lobar tentang sebaran penyakit difteri di indonesia dan tanda-tanda penyakit difteri serta tata laksana kasus. Termasuk, mengajak masyarakat membawa balita secara rutin ke posyandu maupun sarana kesehatan lainnya. Di samping itu, puskesmas melakukan pembinaan dan pemantauan kasus di masyarakat.”Kita juga mengimbau. Kepada masyarakat segera melaporkan 1x24 jam bila menemukan tanda-tanda difteri,” jelasnya. Beberapa gejala difteri, seperti batuk, sakit kepala, otot lemas, bengkak pada leher, panas, demam, sakit tenggorokan, kesulitan menekan dan sulit bernapas serta detak jantung meningkat. Hal senada disampaikan Direktur Rumah Sakit Tripat Gerung, drg. Arbain Ishak. Meski belum ditemukan penyakit difteri, pihaknya, mengaku tetap mengantisipasi kemungkinan adanya pasien penderita penyakit. Termasuk juga pada petugas pelayanan kesehatan. Arbain menjelaskan bahwa penyakit difteri tersebut seperti infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Hal ini biasanya diakibatkan kurangnya pemberian vaksin (imunisasi) yang lengkap ketika masih kecil. Penyakit ini, ujarnya, tak hanya menyerang anak-anak, namun orang dewasa. “Makanya kita harapkan anak-anak kita ini mendapat vaksin yang lengkap,” jelasnya. (her)
Program 2018 Dilaksanakan Lebih Awal Praya (Suara NTB) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun 2018 sudah disahkan akhir November 2017 kemarin. Untuk itu, pelaksanaan program-program pada tahun 2018 ini bisa lebih awal, sehingga ke depan tidak ada lagi istilah program yang terlambat dilaksanakan atau tidak selesai pada akhir tahun anggaran. “DIPA untuk masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah sejak awal kita susun. Sehingga pada Bulan Januari, program sudah bisa mulai dilaksanakan,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., kepada Suara NTB, Jumat (29/12/2017). Bahkan untuk program-program fisik dengan anggaran besar, pihaknya sudah mengintruksikan kepada seluruh SKPD supaya bisa segera mempersiapkan proses tender supaya pada awal tahun anggaran, proses tender sudah selesai dan bisa segera dilaksanakan. Itu penting untuk menghindari terjadi keterlambatan pelaksanaan program sekaligus mengantisipasi tidak tuntasnya proyek di akhir tahun anggaran. “Dengan waktu pelaksanaan yang lebih panjang, maka diharapkan kualitas pengerjaan proyek benar-benar terjaga,” ujarnya, seraya menambahkan, untuk pelaksanaan tender proyek akan dibuatkan jadwal agar tender proyek bisa lebih terarah dan tepat waktu. Sebelumnya, Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi, FT.S.E., mengingatkan kepada Pemkab Loteng segera memulai pelaksanaan program-program daerah yang masuk dalam program APBD tahun 2018. Pihaknya tidak mau lagi ada keterlambatan dalam pelaksaan program daerah, mengingat, kecepatan dan ketepatan waktu pelaksanaan progam sangat menentukan hasil program itu sendiri. “APBD sudah kita tetapkan. Apalagi yang mau ditunggu. Jadi kita ingatkan, segera program APBD 2018 dilaksanakan di awal tahun,” tegasnya. (kir)
Tahun 2017, Kasus Kriminal di Loteng Naik 4 Persen Praya (Suara NTB) Angka kejahatan atau kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) selama tahun 2017, tercatat mengalami peningkatan sekitar 4 persen dengan jumlah kasus tercatat sebanyak 987 kasus. Kasus ini terdiri dari 978 kasus kriminal konvensional dan 9 kasus kejahatan yang berkaitan dengan kekayaan negara. Di mana kasus-kasus 3C yakni pencurian sepeda motor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat) serta pencurian dengan kekerasan (curas) masih mendominasi kejahatan di wilayah ini. Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK.S.H.M.H., mengatakan dari sisi angka peningkatan angka kasus kriminalitas di Loteng terbilang kecil. Tapi walapun kecil, tetap saja mengalami peningkatan, sehingga hal itu menjadi catatan tersebut bagi pihaknya agar bisa bekerja lebih maksimal lagi dalam upaya menekan kasus kriminalitas di daerah. Ia menjelaskan, dari total kasus kriminalitas yang terjadi tahun ini pihaknya mampu mengungkap sebanyak 702 kasus atau sebanyak 71 persen. Angka pengungkapan kasus meningkat sebanyak 24 persen jika dibandingkan dengan pengungkapan kasus pada tahun lalu. Di mana pada tahun 2016 lalu, dari 946 kasus kejahatan yang berhasil diungkap sebanyak 566 kasus atau sekitar 60 persen. Meski secara total kasus kejahatan mengalami peningkatan, namun jika dilihat dari crime index atau kejahatan yang meresahkan masyarakat justru mengalami penurunan. Dari 627 kasus tahun 2016 lalu, menjadi 574 kasus pada tahun 2017 atau turun sekitar 8 persen. Lebih spesifik lagi, untuk kasus-kasus kejahatan dengan sasaran warga negara asing atau wisatawan baik itu curas, curat maupun curanmor, juga menurun. Di mana tahun 2017, ada 51 kasus dengan 32 kasus di antaranya berhasil diungkap. Sedangkan tahun 2016 kasus kejahatan dengan korban wisatawan sebanyak 66 kasus dengan jumlah kasus yang berhasil diungkap sebanyak 34 kasus. Kemudian untuk kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak-anak, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), persetubuhan anak, pencabulan sampai perkawinan tanpa izin, secara umum juga menurun. Dari 99 kasus pada tahun 2016 lalu menjadi 82 kasus pada tahun 2017 dengan total kasus yang berhasil diungkap berbanding 87 kasus dan 68 kasus. Melihat fenomena kasus kejahatan yang cenderung meningkat tersebut, Polres Loteng sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dengan harapan bisa menekan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di daerah ini, sehingga masyarakat bisa merasakan keamanan dan kenyamanan. (kir)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Penahanan Dirut PT. LTB Diperpanjang Praya (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) memutuskan untuk memperpanjang penahanan Direktur Utama (Dirut) PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB), L. Ma selama 40 hari. Perpanjangan dilakukan Kejari Loteng, karena berkas perkara tersangka baru mencapai 80 persen. Menurut Kasi Pidsus Kejari Loteng Hasan Basri, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Jumat (29/12), surat keputusan perpanjangan penahanan Dirut PT. LTB sudah dikelu-
arkan pihak Kejari Loteng. Namun baru akan efektif berlaku, Selasa (2/1/2018) hari ini, begitu masa penahanan pertama habis. Diakuinya, masih ada beber-
apa saksi yang belum datang memenuhi panggilan pihak kejaksaan, sehingga berkasnya belum bisa dinyatakan lengkap. “Total saksi dalam kasus ini sekitar 32 orang. Dan, beberapa di
antaranya belum datang memenuhi panggilan kembali,” ujarnya. Terakhir, pihaknya baru selesai meminta keterangan kembali dari auditor BPK RI terkait kerugian negara yang ada. Meski demikian, pihaknya optimis berkas perkara tersangka bisa segera tuntas sesuai target awal Bulan Januari ini. Pasalnya, para saksi yang belum memenuhi panggilan kembali sudah menyata-
kan kesiapan untuk datang pada panggilan berikutnya. Sebelumnya, dengan alasan yang sama Kejari Loteng juga sudah memperpanjang masa tahanan dua tersangka lainnya. Masing-masing ZA, Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis serta AK, Direktur Pemasaran PT. LTB. Keduanya juga diperpanjang masa tahanannya selama 40 hari sejak tanggal 26 Desember lalu. (kir)
Pasangan Ali-Sakti Kantongi 32.324 Dukungan di Loteng
(Suara NTB/kir)
DOA BERSAMA - Doa bersama dipimpin TGH. Makrif Makmun menyambut tahun baru 2018 di Bencingah Adiguna Praya, Minggu (31/12/2017).
Zikir dan Pesta Kembang Api Warnai Perayaan Tahun Baru di Loteng Praya (Suara NTB) Perayaan malam tahun baru di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu (31/ 12/2017) malam hingga Senin (1/1/2018) digelar dengan kemasan berbeda. Kalau sebelumnya diisi dengan pagelaran musik sepanjang malam dan atraksi kembang api, kali ini pemerintah daerah menyisipkan kegiaran zikir serta doa. Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si.,memimpin langsung perayaan malam pergantian tahun. Sementara Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., tidak bisa hadir lantaran sedang dalam kondisi kurang sehat. Adapun Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP., hanya bisa hadir sampai setengah acara saja. Awal acara diisi dengan pertunjukan sejumlah kesenian tradisional, baru kemudian dilanjutkan dengan per-
tunjukan musik. Ribuan warga Loteng dari berbagai penjuru pun tumpah ruah memadati kawasan lapangan umum Muhajirin serta Bencingah Agung Adiguna Praya, tempat pusat acara berlangsung. Satu jam sebelumnya tengah malam, TGH. Makrif Makmun, bersama beberapa ulama Loteng lain didampingi Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, memimpin zikir dan doa bersama. Para pejabat lingkup Pemkab Loteng lain juga tampak hadir menyemarakkan detik-detik pergantian tahun. “Semoga apa yang telah kita raih di tahun 2017 lalu, bisa lebih baik di tahun 2018,” harap Sekda Loteng, H.M. Nursiah. Puncak pergantian tahun ditutup dengan atraksi kembang api yang membuat perayaan pergantian tahun menjadi semakin semarak. Pemkab Loteng telah meny-
iapkan sekitar 800 kembang api berbagai ukuran. Atraksi kembang api berlangsung hingga setengah jam lamanya. Sebelumnya, Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK.S.H.M.H., mengatakan pihaknya terjun dengan kekuatan penuh untuk mengamankan perayaan tahun baru kali ini. Ratusan personel, baik dari Polres Loteng maupun dari Sat Brimob Polda NTB, diturunkan mengamankan hampir semua titik perayaan malam tahun baru. “Pengamanan tidak hanya pada malam hari pergantian tahun saja. Tetapi juga pada tahun barunya,” jelasnya. Pemkab Loteng sendiri telah menyiapkan tiga lokasi perayaan tahun baru. Masing-masing di kawasan wisata Aik Bukak Batukliang, Taman Tonjeng Beru Praya serta kawasan wisata Pantai Selong Belanak. (kir)
Libur Tahun Baru
Objek Wisata Dipadati Pengunjung Giri Menang (Suara NTB) Libur tahun baru dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke tempat-tempat wisata. Di Lombok Barat (Lobar) terdapat banyak sekali lokasi berwisata baik wisata pantai, pegunungan, alam dan religi. Di sejumlah lokasi wisata, seperti Sekotong, Senggigi dan lainnya seperti tahun-tahun sebelumnya ramai pengunjung, bahkan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Tak kalah padat kunjungan ke Senggigi yang masih menjadi lokasi favorit bagi pengunjung menghabiskan hari libur, Senin (1/1/2018). Ketua Pokdarwis Sekotong, Sahnil bahwa beberapa hari sebelum perayaan tahun baru kawasan wisata Sekotong sudah padat. Umumnya mereka berkunjung ke pantai, dan giligili yang ada di kawasan selatan Lobar tersebut. Imbasnya, para pengusaha pengangkutan tamu kewalahan melayani tamu yang hendak menyeberang ke Gili. “Ramai sekali pengunjung yang mau ke Gili-gili, sampai kita kewalahan armada angkutan (perahu), kala kita hitung mencapai ribuan orang,” akunya.
(Suara NTB/her)
LIBURAN - Pengunjung yang berwisata ke Gili Gede Sekotong. Termasuk rombongan Bagian Humas Setda Lobar ini menikmati liburan pergantian tahun, Senin (1/1) kemarin. Pengunjung yang ke Gili, jelasnya mencapai ribuan, sebab jika dihitung jumlah armada di kawasan Tawun-Batu Kijuk Sekotong Barat lebih dari 200 unit, tamu yang diangkut satu perahu 7-10 orang. Jika dikalikan 200 perahu, maka mencapai 14002000 orang pengunjung. Belum lagi yang ke pantai-pantai lain seperti Pantai Elak-Elak. Ia mengaku bersyukur dampaknya terhadap usaha masyarakat menjadi meningkat omzetnya selama tahun baru. Tidak hanya pengusaha armada angkutan, namun penjual kuliner, sewa alat
keamanan (masker and life jacket). Bahkan untuk penyediaan kuliner, warga kewalahan karena sekitar pukul 14.00 siang sudah habis stok ikan yang dijual ke pengunjung. Sementara itu, dari Polres Lobar melakukan pengamanan arus lalu lintas di kawasan wisata di Lobar. Seperti di Sekotong, diterjunkan personel untuk mengurai lalin dan mengantisipasi aksi kejahatan lainnya. Melalui Polsek Sekotong, anggota disebar ke sejumlah titik yang padat pengunjung seperti di Pantai Elak-Elak. (her)
Praya (Suara NTB) Sebanyak 32.324 pemilih yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyatakan dukungannya kepada pasangan calon perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB, H. Moch. Ali Bin Dachlan – TGH. L. Gede Muhammad Ali Wiresakti Amir Murni - Gede Sakti (Ali-Sakti). Hal ini terungkap saat rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual tingkat kabupaten yang digelar KPU Loteng, di Aula SLB Praya, Sabtu (30/12/2017). Selain yang mengatakan dukungan terdapat sebanyak 12.601 pemilih yang dinyatakan tidak mendukung pasangan tersebut. Dari total dukungan yang diserahkan sebanyak 44.925 dukungan. “Jadi total syarat dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat sekitar 72 persen. Sisanya tidak memenuhi syarat dukungan alias dinyatakan tidak mendukung pasangan tersebut,” ungkap Ketua KPU Loteng, Ari Wahyudi, S.H., kepada Suara NTB. Ia menjelaskan, dari 12.601 dukungan yang tidak memenuhi syarat atau tidak mendukung tersebut terbagi dalam beberapa kriteria. Ada yang karena memang pemilih yang dimasukkan sebagai pendukung mengaku tidak mendukung pasangan tersebut. Ada juga yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena pendukung bersangkutan tidak diketemukan oleh tim verifikator sampai batas akhir verifikasi faktual berlangsung. Hasil verifikasi faktual yang tersebut selanjutnya akan diserahkan ke KPU Provinsi untuk dilakukan rekapitulasi secara total dukungan pasangan calon perseorangan dari semua kabupaten/kota di NTB. “Dengan telah selesainya proses verifikasi ini, maka untuk sementara tugas KPU Loteng sudah selesai,” ujarnya. Secara terpisah, disinggung proses verifikasi faktual syarat dukungan pasangan calon perseorangan oleh KPU Loteng tersebut, Ketua Panwaslu Loteng, Abdul Hanan, mengaku secara umum proses verifikasi faktual sudah berjalan sesuai tahapan yang ada. Hanya saja, pihaknya memberikan beberapa catatan soal proses verifikasi faktual. Sementara di Lombok Barat (Lobar), dari 26.616 dukungan yang diajukan untuk dilakukan verifikasi faktual, hasilnya sekitar 18.819 dukungan dinyatakan memenuhui syarat (MS). Sedangkan sisanya mencapai 7.797 dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Atas hasil pleno tersebut, pihak Tim sukses Kemenangan atau Liasion Officer (LO) Ali-Sakti di Lobar merasa keberatan. Pasalnya pihaknya merasa dirugikan lantara beberapa dukungan yang berada di wilayah desa pemekaran di seluruh kecamatan Lobar, tidak dilakukan verifikasi faktual namun dinyatakan TMS. “Bagaimanapun juga kami tetap ngotot, verifikasi yang tidak diverifikasi pada desa pemekaran, harus jangan di- TMS,” Kata Ketua LO Ali-Sakti Lobar, H.
Halid Isnaini yang ditemui selepas pleno verifikasi faktuan di KPU Lobar, beberapa waktu lalu. Pihaknya beralasan dari tanggal 12-25 Desember 2017 lalu tidak ada dilakukan verifikasi terhadap pendukung yang dimaksud. Meskinya, ia mengatakan harusnya dilakukan verifikasi terlebih dahulu, dan tidak langsung menyatakan TMS. Akibat dari tidak dilakukan verifikasi tersebut, pihaknya mengklaim sekitar 3 ribu lebih dukungan dinyatakan TMS.”Misalnya di tahap kedua, perbaikan ini, saya dari Lobar tidak akan mau dan tidak setuju kalau satu menjadi dua. Karena dalam masa perbaikan ini satu TMS, diganti menjadi dua orang,” ujarnya. Atas keberatan tersebut pihaknya pun akan mengambil langkat untuk memproses menindak lanjuti hasil pleno tersebut. Menurutnya setelah pleno di tingkat KPU provinsi pihak akan melaporkan temuan tersebut kepada pihak Bawaslu.”Akan kita tindaklanjuti, bagaimana ending-nya ke depan, bahwa tim Ali-Sakti dengan adanya pemekaran dan tidak diverifikasi, tim ini merasa dirugikan,” tegasnya. Kendati demikian pihaknya tidak akan mempermaslahkan dukungan yang menyatakan tidak mendukung Ali-Sakti. Sebab pihaknya akan tetap mengikuti ketentuan yang ada. Hal senada pun disampaikan Sekretaris LO Ali-Sakti Lobar, H. Taufan Buana, hanya saja pihaknya mempermasalahkan surat pernyataan mencabut dukungan pribadi yang tidak dibubuhi materai. Menurutnya pada surat pernyataan untuk mencabut dukungan secara pribadi, wajib harus dibubuhi materai. Menanggapi hal ini, Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri mengklarifikasi yang dimaksud keberatan pihak LO atas TMS adalah terkait lintas daerah pemilihan (dapil) yang tidak diverifikasi. Ia menjelaskan dukungan tersebut dinyatakan langsung TMS lantaran saat ditemukan alatan di KTP pendukung berbeda dengan lokasi tempat kediamannya.”Itu maksudnya (keberatannya). Dan sebenarnya tidak ada desa pemekaran,” ujarnya. Kendati demikian, ia mengatakan dukungan yang dinyatakan TMS lantaran lintas dapil masih dapat dilakukan perbaikan nantinya. Sebab sesuai aturan masih paslon bisa mengajukan kembali untuk dilakukan perbaikan di masa perbaikan nantinya. Sementara Divisi Pengawas Panwaslu Lobar, Abror mengaku bahwa data verifikasi factual yang diawasi oleh pihaknya sudah disinkronkan dengan data pihak KPU. Pihaknya pun tidak keberatan dengan data pihak KPU tersebut. “Karena perinsipnya, data yang kita dapatkan Panwascam dan stafnya, sudah sinkron dengan data kita,” ujarnya. Menyinggung keberatan pihak LO Ali-Sakti atas tidak dilakukan verifikasi pada daerah pemekaran. Abror mengatakan pihaknya akan tetap mengawal keberatan pihak LO tersebut hingga tingkat provinsi. (kir/her)
Dispar NTB Klaim Target 3,5 Juta Wisatawan Tercapai Praya (Suara NTB) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H. L. Moh. Faozal, S.Sos, MSi., mengklaim target kunjungan ke NTB sebanyak 3,5 juta wisatawan pada tahun 2017 tercapai. Bercermin dari keberhasilan ini, ujarnya, Dispar NTB tak ragu memasang target 4 juta wisatawan pada tahun 2018 ini. Berbagai persiapan dan pembenahan pun telah dipersiapkan di tahun ini juga. Penegasan Kepala Dispar ini disampaikan kepada Suara NTB, di sela-sela penyambutan penerbangan internasional perdana di tahun 2018 di Lombok International Airport (LIA), Senin (1/1/2018) kemarin. Diakuinya, total ada 37 kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2018 ini, berupa pembenahan sejumlah objek wisata, baik yang ada di Pulau Lombok mau-
pun di Pulau Sumbawa. “Paling utama pembenahan yang kita lakukan, berupa penyiapan sejumlah fasilitas umum penunjang objek wisata. Seperti toilet berstandar internasional dan fasilitas penunjang lainnya,” sebutnya. Hal itu dikarenakan, selama ini pihaknya banyak mendapat keluhan soal ketersediaan fasilitas penunjang objek wisata yang begitu minim. Padahal ketersediaan fasilitas penunjang merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan kenyaman bagi para wisatawan, sehingga bisa memberikan kesan baik bagi para wisatawan. “Penyediaan fasilitas penunjang yang memadai ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kita berikan kepada wisatawan,” tegasnya. Selain itu, pembenahan fa-
silitas penunjang keamanan juga tidak bisa dikesampingkan. Bersama-sama dengan aparat kepolisian, pihaknya terus berupaya mendorong terciptanya stabilitas keamanan di daerah ini. Dengan begitu, para wisatawan yang datang berkunjung tidak hanya merasakan kenyamanan, tapi juga merasakan keamanan. “Dalam hal ini peran serta masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya. Menurutnya, kalau keamanan daerah terjaga, pariwisata bakal berkembang pesat. Jika pariwisata maju, maka yang akan merasakan manfaatnya masyarakat itu juga. Pihaknya pun mengaku sangat optimis, target 4 juta wisatawan tahun ini bisa tercapai. Apalagi jika melihat tren peningkatan angka kunjungan wisatawan di daerah ini, khusus Pulau Lom-
(Suara NTB/kir)
WISATAWAN PERTAMA - Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal (kanan) bersama General Manager (GM) PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita berfoto bersama dengan wisatawan pertama di tahun 2018 asal Finlandia, Senin (1/1/2018). bok yang terus bergerak naik. Terlebih dengan segera rampungnya proyek-proyek pengembangan di Kawasan Ekonomi
Khusus (KEK) Mandalika, bisa menjadi salah satu motor penggerak dalam mendatangkan wisatawan di daerah ini. (kir)
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Sumbawa Usulkan Sekitar 900 Formasi CPNS Sumbawa Besar (Suara NTB) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumbawa masih terus menyusun formasi kebutuhan untuk penerimaan CPNS tahun 2018. Namun diperkirakan Sumbawa bakal mengusulkan sekitar 900 formasi. “Kita diberi waktu sampai Januari ini oleh pusat (Kementrian Pendayagunaan
paratur Negara dan RB) untuk formasi ini dan sekarang masih kita susun. Namun dil-
ihat dari kebutuhan, kita kan ajukan sekitar 900 formasi untuk Sumbawa. Paling
banyak untuk kebutuhan guru dan tenaga kesehatan,” terang Sekretaris BKPP Sumbawa, Abdul Aziz, saat berbicang dengan Suara NTB. Menurut Aziz, setiap tahunnya tak kurang dari 100 orang guru di Sumbawa yang pensiun. Jadi wajar kalau kebutuhan
guru cukup besar. Begitu pula dengan tenaga medis atau kesehatan. Seperti tahun ini, Pemkab telah membangun Puskesmas Sebotok. Tentu dibutuhkan penempatan tenaga dokter, bidan, perawat hingga ppenjaga malamnya di Puskesmas baru tersebut. Masyarakat
membutuhkan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Sehingga tak heran kalu usulan formasi pun masih didominasi guru dan tenaga kesehatan. Sama seperti harapan masyarakat, Aziz pun berharap ada penerimaan CPNS pada
2018 ini. Agar tenaga tenaga penting yang dibutuhkan daerah bisa terakomodir. Soal berapa jatah yang akan diberikan untuk pusat dari formasi yang diusulkan, tentu menjadi kewenangan pusat. “Yang penting ada buka dululah penerimaan CPNS tahun ini,” tukasnya. (arn)
Bursa Inovasi Desa Dinilai Belum Sesuai Harapan Sumbawa Besar (Suara NTB) Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa baru-baru ini mendapat kritikan. Selain persiapan yang masih kurang matang, juga dari segi pelaksanaan yang belum maksimal. Sehingga dikhawatirkan apa yang menjadi hajat program ini tidak dapat terlaksana dengan baik. Camat Ropang, Arif, S.Sos menyampaikan, pemerintah membentuk partisipasi masyarakat berupa TPID di Kecamatan. Meskipun mereka berkarya dan memberikan pemikiran untuk desa, manakala pemerintah desa tidak nyambung dan tidak paham terkait inovasi tentu tidak akan berjalan. Ia menilai pelaksanaan Bursa Inovasi desa rentang waktunya terlalu mepet dengan terbentuknya TPID. Sehingga desa tidak bisa mempersiapkan diri terkait inovasi apa yang bisa dikembangkan. Baik dalam bidang infrastruktur, pemberdayaan masyarakat serta pemikiran terkait peningkatan SDM. “Bagaimanapun kalau pemerintah desa tidak nyambung pemahamannya dengan ini, maka susah juga untuk jalan. Karena program inovasi ini pada akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Bagaimana desa itu menjadi mandiri, artinya mereka sudah tahu bagaimana berusaha, dia memberikan pemikiran terhadap desa sehingga desa menjadi maju. Tidak akan sejahtera masyarakat ini kalau pemerintah desanya kurang melibatkan pihak lain dengan adanya TPID ini,” ujarnya. Dijelaskannya, dalam kegiatan selain TPID juga hadir beberapa kepala desa. Semestinya dalam kegiatan dapat ditayangkan segala macam inovasi yang dikembangkan. Kemudian dijelaskan dan dipaparkan segala macamnya. Tidak hanya disampaikan inovasi, tetapi ada hal lain yang bisa menjadi pemahaman bagi peserta yang menghadiri kegiatan. Dicontohkannya di Ropang banyak pohon aren, namun buahnya tdak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Karena tidak mengetahui akan dimanfaatkan untuk apa. Sementara di Pasar buah aren ini dibuatkan kolang kaling. “Pemikiran inilah yang tidak nyambung dengan desa. Artinya kita berusaha bagaimana agar inovasi itu kita kolaborasi dengan desa lain umpamanya di Lombok sehingga memberikan nilai tambah. Tidak nyambung, sekedar melaksanakan program. Tidak nyambung apa sebenarnya bursa inovasi ini,” terang Arif. Arif juga menyinggung mengenai kehadiran kepala desa dalam kegiatan. Yang menghadiri kegiatan ini hanya beberapa kepala desa. Bahkan kepala desa yang hadir juga tidak terlalu mengikuti kegiatan. Tentunya jika yang menghadiri kegiatan saja tidak nyambung dengan program yang dilaksanakan, apalagi kepala desa yang tidak hadir. “Dari sekian desa hanya beberapa yang hadir. Saat kegiatan juga banyak yang keluar. Sementara ini kan baru programnya. Bagaimana nantinya bekerja. Yang datang saja tidak nyambung apalagi yang tidak datang. Kepala desa juga perlu diberikan pemahaman terkait keberadaan TPID. Seperti apa kegiatan yang dilakukan,” pungkasnya. (ind)
Hari Ini, Pelantikan 10 JPTP Hasil Pansel di KSB Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyatakan akan segera melantik 10 pejabat yang terpilih hasil pelaksanaan seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang telah dilaksanakan oleh Tim Seleksi (Timsel). Adapun waktu yang dipilih bupati yakni pada tanggal 2 Januari 2018 atau hari ini. “Iya harus secepatnya. Kalau tidak ada halangan hari Selasa masuk kerja hari pertama 2018 kita akan langsung melakukan pelatikan terhadap pejabat yang terpilih,” terang Musyafirin, akhir pekan lalu. Ia mengaku, tiga nama pejabat pada masing-masing jabatan yang dilelang telah diterima dari Panitia Seleksi (Pansel). Namun demikian, pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa saja nama pejabat yang dpilihnya untuk tiap lowongan yang dilelang. “Memang jadi pilihan saya, tapi juga tetap harus ada pertimbangan untuk mencari yang terbaik dari yang 3 besar itu. Termasuk juga pertimbangan dari Baperjakat,” timpalnya. Bupati mengatakan, dalam memilih salah satu dari tiga pejabat yang diserahkan Pansel kepadanya untuk mengisi jabatan yang kosong saat ini. Pihaknya tidak sepenuhnya melihat hasil Pansel. Pertimbangan lainnya harus melihat kondisi para pejabat salah satunya dari sisi kesehatan. “Soal kesehatan jadi pertimbangan juga. Kan yang hasil Pansel itu tidak memuat soal kondisi kesehatan pejabat, cuma kejiawaannya saja,” ungkap bupati seraya menambahkan, pejabat yang akhirnya ditetapkan mengisi jabatan yang di Pansel dapat dilihat pada saat pelantikan nanti. “Lihat saja nanti siapa yang dilantik. Yang jelas semua yang terpilih itu tentu yang terbaik. Dan bagi dua orang lainnya yang belum terpilih saya minta jangan putus asa karena masih ada kesempatan lagi,” sambung bupati. Sementara itu ditanya apakah pelantikan JPTP seklaigus akan dilakukan pengisian jabatan yang ditinggalkan para pejabat yang terpilih nanti? Bupati mengaku, harapannya dapat dilaksanakan secara bersamaan. Namun demikian dirinya masih menunggu kesiapan Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan) memilih para pegawai yang akan mengisi kekosongan tersebut. “Kalau Baperjakat bisa selesai sebelum Selasa, ya kita lantik sekalian karena memang kita harus segera mengisi yang kosong itu supaya semua unit bisa langsung bekerja di pembukaan tahun 2018,” cetusnya. Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, H. Abdul Azis, MH menyatakan, akan mengupayakan untuk menganalisa dan menyeleksi para pegawai yang berpotensi mengisi kekosongan jabatan yang akan ditinggal pejabat naik ke posisi JPTP sesuai hasil Pansel. “Kita lihat nanti. Memang juga bagusnya dilantik bersamaan di hari Selasa,” katanya kepada media ini. Untuk diketahui, 10 kursi JPTP lowong yang akan terisi hasil Pansel perdana Pemda KSB ini. Terdiri dari kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP), Dinas Kesehatan (Dikes), Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD), Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Sekretaris DPRD dan terakhir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan PemH. W. Musyafirin bangunan. (bug) (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/ils)
HIBUR WARGA - Fitri Karlina saat menghibur warga masyarakat Sumbawa Barat di malam pergantian tahun di alun-alun KTC, Minggu (31/12).
Pedangdut Fitri Karlina Meriahkan Malam Pergantian Tahun di KSB Taliwang (Suara NTB) Fitri Karlina artis dangdut ibukota yang terkenal dengan lagu hitsnya “ABG Tua” ini, tampil memukau saat menghibur masyarakat Sumbawa Barat di malam pergantian tahun 2017 ke 2018. Kedatangan artis ibukota bukan hanya kali ini saja, tetapi setiap momen pergantian tahun warga KSB selalu dihibur oleh artis-artis ibukota. Di tahun baru 2017 lalu, Janeta Janet juga menghibur masyarakat KSB dengan lagu barunya “Aku Galon (gagal move on)”. Belum lagi aksi Fitri yang begitu aktraktif serta cepat membaur dengan masyarakat menjadikan moment pergantian tahun menjadi semakin seru.
Pantauan Suara NTB di lokasi, Minggu (31/12) malam, ada ribuan masyarakat KSB yang tumpah ruah di malam pergantian tahunini.Bahkanmomenttahunan tersebut dirasakan oleh semua desa dan kecamatan di Sumbawa Barat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga masyarakat yang datangkelapanganKTC.Tua, muda, dan anak-anak membaur satu sama lain ditengah euforia malam pergantian tahun. Terlihat juga lalu lalang puluhan Personil anggota Polres bersama dengan TNI, Sat Pol PP setempat dalam melakukan pengamanan di lokasi acara tersebut. Ketika jelang pergantian tahun, pukul 12. 00 WITA, Fitri bersama dengan masyarakat menghitung mundur dari 20 dilan-
jutkan dengan gemuruh petasan mewarnai langit Sumbawa Barat. Bergantinya tahun tersebut, menjadikan euforia masyarakat Sumbawa Barat semakin menjadi-jadi yang dilanjutkan dengan peniupan terompet dan konvoi oleh warga masyarakat setempat. Sebelumnya, Sekretaris daerah (Sekda) Sumbawa Barat H. Abdul Azis SH,MH dalam sambutannya mengatakan, pergantian tahun ini, merupakan momentum bersama untuk melakukan instrospeksi diri serta melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih dirasa sangat kurang di tahun 2017. Meskipun saat ini prestasi yang diraih Pemkab setempat sudah memuaskan, mulai dari
tuntas buang air besar sembarangan (Tuntas ODF) yang telah di Apresiasi oleh Gubernur NTB dan Kabupaten peduli Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kemenkumham RI. Tentu di tahun 2018, tantangan yang dihadapi sangatlah berbeda dan yang menjadi kekurangan di tahun 2017 akan semakin dimaksimalkan. Namun yang tidak kalah penting adalah rasa aman, nyaman, dan ketertiban masyarakat juga akan semakin ditingkatkan. “Rasa nyaman ini harus tetap kita jaga dan kita pupuk bersama sehinggakonflikyangkiranyaakan terjadi bisa semakin diminimalisir,” harapnya. Ia menyebutkan, sudah ada mimpi besar pemerintah daerah
di tahun 2018 yang menanti untuk segera bisa direalisasikan. Oleh karenanya, diharapkan kepada semua pihak baik itu kepala SKPD maupun masyarakat sekitar untuk bisa memberikan dukungan penuh dan support dalam menjalankan tugas yang ada. Sehingga apa-apa yang dicita-citakan di tahun 2018 bisa terealisasi dengan baik. Serta apa yang telah menjadi kekurangan selama ini bisa segera dituntaskan di tahun-tahun berikutnya. “Dukungan dari semua pihak yang sangat kami butuhkan saat ini dalam menjalankan tugas yang ada,” harapnya. Sehingga apa yang menjadi harapan besar masyarakat untuk disejahterahkan tersebut terealisasi. (ils)
Malam Tahun Baru
Perbup Penanganan Bupati Sumbawa Singgung Medsos Masyarakat Miskin dan Teguran ke Pemerintah Mulai Disusun Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, menyinggung tentang media sosial sekarang ini yang begitu bebas. Bupati bersedia membuka lebar lebar pintu masukan bahkan teguran secara langsung kepada pemerintah. Asalkan disampaikan dengan mengedepankan tata krama, logis dan realistis. “Media sosial sekarang ini begitu bebas. Apapun yang kami lakukan selalu dinilai salah. Apapun keberhasilan yang dilakukan oleh SKPD-SKPD kami dengan inovasi-inovasi yang telah diperhitungkan dengan matang itu pun masih ada yang mencerca. Masih ada yang belum menghargai, dan belum mau memahami. Oleh karena itu penting pada malam penutupan tahun 2017 ini Insya Allah kita bersepakat mari kita membangun Tana Samawa ini dengan kebersamaan. Hentikanlah apa yang menjadi gundah gulana. Karena kami membuka pintu lebar-lebar usulan, masukan, dan teguran secara langsung. Jika diperlukan melalui media silahkan saja. Itu akan kita jadikan cambuk dalam kami bergerak dan memberikan pimpinan teladan,” kata Bupati pada dzikir dan doa bersama menyambut pergantian tahun yang digelar Pemkab Sumbawa, Minggu (31/12) malam di Lapangan Pahlawan. Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat Allah
(Suara NTB/ind)
PERGANTIAN TAHUN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, saat memberikan sambutan di acara dzikir dan doa bersama menyambut pergantian tahun, Minggu (31/12) malam di Lapangan Pahlawan, Sumbawa. yang telah diterima baik lahir maupun batin. Serta melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Dengan kebersamaan yang dijalin, keberlangsungan pembangunan daerah ini bisa berjalan dengan baik dalam suasana kondusif. Berbagai prestasi bisa diwujudkan bersama. Wilayahwilayah yang sebelumnya terisolir sekarang sudah mulai terbangun dengan baik. Wilayah-wilayah tanpa sinyal seluler, sekarang sudah bisa menikmati akses internet. Tentunya keberhasilan yang diraih juga tidak lepas dari ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. “Kami sangat mengapresiasi dan menghargai itu semua. Kami pun bersama seluruh elemen masyarakat Sumbawa ingin memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan dan kesejehteraan
masyarakat,” terang Bupati. Namun Bupati juga menyadari masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu berbagai masukan dan kritik konstruktif mesti dihargai. Hanya saja kepada semua kalangan dihimbau agar penyampaian masukan itupun tetap mengedepankan tata karma, realistis dan logis. Dengan demikian maka apapun masalah yang muncul dalam perjalanan pembangunan daerah ini akan mendapat solusi terbaik. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Sekda Sumbawa, Pimpinan DPRD Sumbawa, anggota FKPD, para asisten, staf ahli Bupati, pimpinan OPD, para alim ulama dan masyarakat umum. Kegiatan diawali dengan haflah Al-Quran oleh qori-qoriah dilanjutkan dengan dakwah islamiyah. (ind/arn)
Ratusan Dukungan Paslon Independen Tak Penuhi Syarat Taliwang (Suara NTB) KPU Sumbawa Barat mencatat sekitar 361 dukungan pasangan calon (paslon) perseorangan Pilkada NTB Ali-Sakti yang dinyatatakan tidak memenuhi syarat hasil verifikasi faktual yang telah dilakukan KPU setempat. Jumlah yang tidak memenuhi syarat tersebut masih didominasi pemberian dukungan yang tidak dibenarkan oleh pemilik kartu identitas sekitar 173 orang dan tidak ditemuinya para pemberi dukungan saat verifikasi faktual dilakukan sekitar 119 dukungan. “Kita sudah selesaikan verifikasi faktual terhadap dukungan calon perorangan di Pilkada NTB tahun 2018 dimana ada beberapa dukungan yang tidak memenuhi syarat. Hasil ini nantinya akan kita serahkan ke KPU provinsi untuk dilakukan rapat pleno kembali,” ungkap Divisi Teknis KPU Sumbawa Barat, Fahroni, SH kepada Suara NTB, Sabtu (30/12). Dikatakannya, adapun total jumlah dukungan berdasarkan dokumen hasil administrasi KPU provinsi yang disebar ke Sumbawa Barat ada sekitar 1. 711 dukungan. Jumlah ini tersebar diempat kecamatan yakni, Poto Tano, Taliwang, Maluk, dan Brang Ene. Di Kecamatan Taliwang setidaknya ada sekitar 816 dukungan yang tercatat memenuhi syarat (MS) dan yang tidak memenuhi syarat (TMS) berjumlah 203.
Di kecamatan Brang Ene, dukungan MS berjumlah 105 dan TMS sekitar 30 dukungan. Di kecamatan Poto Tano jumlah dukungan MS 121 dan TMS 47 dukungan. Di kecamatan Maluk jumlah MS sekitar 308 dukungan dan TMS sekitar 81. “Total hasil verifikasi faktual yang kita lakukan dan memenuhi syarat sekitar 1. 350 dukungan dari total 1. 711 dukungan,” ungkapnya. Ia menyebutkan, rincian dukungan yang tidak memenuhi syarat tersebut yakni, sekitar 173 dukungan tidak membenarkan dan mengakui ikut memberikan dukungannya kepada Ali-Sakti di Pilgub NTB 2018. 30 dukungan tidak ditemukan karena meninggal, 15 dukungan lainnya tidak sesuai dengan di domisili wilayah PPS. Tidak hanya itu, PPS juga masih menemukan 25 dukungan yang tidak memenuhi syarat karena statusnya sebagai TNI, Polri, PNS, penyelenggara pemilu serta perangkat desa. Sementara dukungan yang tidak memenuhi syarat karena tidak bisa ditemui ketika dilakukan verifikasi faktual hingga batas waktu ditetapkan sejumlah 119 dukungan. “Jumlah hasil verifikasi ini sudah kita serahkan kepada tim LO pasangan calon yang ada di Sumbawa Barat dan tidak menolak dengan hasil tersebut,” tukasnya. Nantinya setelah ini rampung , pihaknya akan menyerahkan ke KPU Provinsi untuk dilakukan rapat pleno. (ils)
Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyusun draf regulasi program penanganan masyarakat miskin. Aturan berbentuk Peraturan Bupati (Perbup) itu ditarget selesai bulan Januari 2018 ini. Asisten Ekonomi Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si mengatakan, untuk penyusunan Perbup itu pihaknya telah membuat kerangka umum terkait sejumlah hal mengenai bentuk-bentuk kemiskinan yang harus diintervensi pemerintah dalam kegiatan aksinya. “Kebetulan saya yang diberi tugas oleh bupati. Jadi saya sudah buat kerangka umumnya selanjutnya kita tinggal tekniskan saja untuk penerapan lapangannya,” terangnya kepada Suara NTB, akhir pekan lalu. Ia menjelaskan, aturan penanganan kemiskinan ini khusus mengakomodir masyarakat yang terdata sebagai masyarakat miskin hasil verifikasi dan validasi data kemiskinan yang telah dilaksanakan Pemda KSB beberapa waktu lalu. Dengan Perbup inilah kemudian, pemerintah akan melakukan intervensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membuat mereka selama ini masuk dalam kategori miskin. “Kita perlu aturan mainnya karena setiap program pemerintah itu harus ada landasan hukumnya. Dan untuk sementara kita buat dalam bentuk Perbup dulu,” papar H. Amry. Perbup penanganan kemiskinan ini sendiri ditarget selesai pada bulan Januari ini. Mengingat seluruh program penanganan kemiskinan yang dikelola melalui agenda Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) akan segera dilanjutkan oleh Pemda KSB. “Pak bupati minta secepatnya karena harapannya seluruh agenda PDPGR berjalan kontinue (berlanjut) di tahun 2018 ini,” urainya. Untuk teknis pelaksanaan sendiri, bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyampaikan, penanganan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin, pemerintah akan menyiapkan sebuah rekening induk. Adapun anggarannya dapat bersumber dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta donasi masyarakat dan perusahaan yang bersedia memberikan bantuan kepada masyarakat miskin. Setiap dana yang masuk ke rekening induk, oleh Pemda KSB selanjutnya akan disalurkan ke masyarakat miskin dengan sistem perbankan. Di mana masyarakat miskin disiapkan rekening penerimanya dan dana akan disalurkan sesuai dengan besaran biaya untuk memenuhi setiap kebutuhannya. “Kalau misalnya masyarakat yang miskin karena kebutuhan pangannya, maka dana itu disalurkan untuk memenuhinya. Soal besarannya kita sementara sepakati Rp 300 per bulan untuk setiap kepala keluarga,” urai bupati sebelumnya. Menurut bupati, untuk membantu masyarakat miskin keluar dari kondisinya saat ini, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Karenanya sistem rekening induk yang diterapkan Pemda KSB dalam program nanti bisa mengakomodir seluruh sumber anggaran dari berbagai pihak dalam bentuk donasi. “Kita persilakan semua pihak bisa membantu. Nanti donasinya bisa setor langsung ke rekening induk. Dan pemerintah pastikan dana itu akan tepat sasaran karena sistem yang mengatur sepenuhnya,” klaimnya. Untuk diketahui, jumlah masyarakat miskin hasil verifikasi dan validasi data kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemda KSB mengacu pada Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI tahun 2015. Tercatat orang miskin versi Pemda KSB sebanyak 4.412 jiwa dan tersebar pada 1.565 kepala keluarga (KK). (bug) Amry Rakhman (Suara NTB/bug)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Panitia Jelaskan Dugaan Pungutan Bursa Inovasi Desa
Kantor Desa Keramat Diduga Dibakar Orang yang Tidak Puas Hasil Pilkades Dompu (Suara NTB) Kantor Desa Keramat Kecamatan Kilo diduga dibakar oleh orang yang tidak puas terhadap hasil pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebelum terbakar, kantor Desa ini disegel oleh pendukung calon Kepala Desa yang kalah dan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes juga dilakukan, Minggu (31/12) siang. Plt Camat Kilo, H. Iswan kepada Suara NTB saat dihubungi, Senin (1/1) kemarin membenarkan kantor Desa Keramat terbakar dan mengetahui ada kebakaran kantor Desa ini setelah dihubungi warga Senin (1/ 1) sekitar pukul 01.00 dini hari. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada air untuk memadamkan api. “Apalagi kantor Desa dalam keadaan segel,” katanya. H. Iswan juga tidak menampik bahwa kebakaran kantor Desa Keramat ini ada kaitan dengan aksi protes hasil Pilkades. Karena sebelum kantor Desa terbakar, pendukung calon Kepala Desa yang kalah berulang kali melakukan aksi protes hingga melakukan pemblokiran kantor Desa. Aksi protes tetap disuarakan kendati putusan tim penyelesaian sengketa Pilkades yang mengukuhkan kemenangan Usman, sebagai kepala Desa Keramat terpilih dan akan melantiknya 4 Januari 2018. “Kemarin sekitar jam 9 pagi, infonya mereka mau blokir jalan. Kita ke (Desa Keramat) sana sampai jam 12, ndak ada. Setelah kita pulang jam 1 siang, mereka lakukan aksi blokir jalan. Makanya kami duga, ini ulah dari oknum yang tidak puas dengan hasil Pilkades,” jelas H. Iswan. Ia pun mengaku, sudah berusaha memberikan pemahaman kepada warga terkait Pilkades dan mempersilahkan untuk menggugatnya setelah Kepala Desa terpilih dilantik. Namun tidak diterima dan tetap menuntut pembatalan hasil Pilkades. “Karena ini sudah menjadi keputusan sesuai aturan, apapun resikonya tetap akan dilantik,” katanya. Terkait penanganan kasus kebakaran, Iswan mengaku, akan ditangani Polres Dompu. Karena saat kebakaran kantor Desa, Kapolres Dompu AKB Erwin Suwondo, SIK, MIK langsung turun ke lokasi kebaran dan memulai proses penyelidikan. “Kasusnya ditangani langsung oleh Polres Dompu. Tadi malam, Kapolres datang langsung sampai tadi pagi,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui, dari 33 Desa yang melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Dompu ada 4 Desa yang dipersoalkan warga. Yaitu Desa Mangge Nae Kecamatan Dompu, Desa Tanju dan Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa, dan Desa Keramat Kecamatan Kilo. Di Desa Keramat, antara Usman dan Jamaluddin memperoleh perolehan suara yang sama. Tapi penyebaran dukungan Usman lebih banyak dari Jamaluddin, sehingga ia ditetapkan sebagai kepala Desa terpilih. Penentuan ini tidak diterima dan dituding kemenangan Usman karena adanya pemilih di luar Desa Keramat yang ikut memberikan dukungan suara. (ula)
(Suara NTB/uki)
Bima (Suara NTB) Panitia penyelenggara Bursa Inovasi Desa (BID) mengklarifikasi mencuatnya dugaan pungutan yang dibebankan kepada Pemerintah Desa untuk mengikuti kegiatan yang dipusatkan di STKIP Taman Siswa, beberapa waktu lalu.
Abdul Rauf
Koordinator panitia BID, Abdul Rauf ST M.M, mengaku dugaan pungutan tersebut hanya kekeliruan sejumlah Kepala Desa dalam memberikan informasi terhadap awak media massa. Rauf memastikan anggaran dalam acara BID tersebut, tidak terkait dengan ADD atau DD. Mengingat dana tersebut langsung dianggarkan oleh Kemendesa, salahsatunya untuk menggelar
kegiatan bursa Inovasi tersebut. “Memang ada dana yang diserahkan, tapi tidak ada sangkut pautnya dengan dana yang yang dikelola oleh desa,” katanya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Ia menjelaskan, dana tersebut dikirim terpisah oleh Pemerintah Pusat melalui rekening Tim Inovasi tingkat Kecamatan yang didalamnya bergabung dan beranggotakan Pemerintah desa dan sebagiannya harus diserahkan ke Tim Invonasi Tingkat Kabupaten.
“Ada 20 persen di berikan ke Tim Inovasi tingkat Kabupaten (TIK) digunakan untuk menggelar acara BID ini. Ini adalah kewajiban. Persentasenya sesuai Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis),” katanya. Lagipula, lanjutnya, masih banyak desa-desa yang tergabung dalam TIK tingkat Kecamatan tersebut yang belum menyerahkan kewajibannya hingga saat ini. Yakni menyerahkan dana alokasi 20 persen kepada panitia. “Acara BID ini digelar secara nasional bukan saja di Kabupaten Bima,” katanya. Ia mengaku dalam kegiatan tersebut juga, Dinas dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) hanya dilibatkan dalam satu item kegiatan. Selebihnya
menjadi tanggungjawab TIK, Pedamping Desa dan Pemerintah Desa sebagai panitia. “Ini murni kegiatan desa, masyarakat dengan mengandeng perguruan tinggi. Kami selaku panitia pastikan tidak ada pungutan dalam BID ini,” ujarnya. Ia menambahkan, TIK baru dibentuk beberapa bulan, namun sudah mendapatkan dana dari pusat. Sebagian dananya untuk menggelar BID serta sebagiannya diperuntukkan bagi TIK tingkat kecamatan 2018 mendatang. “18 Kecamatan di kabupaten Bima, masing-masing memiliki satu TIK, di dalamnya beranggotakan Desa di Kecamatan tersebut. Tujuannya untuk mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi agar desa bisa berinovasi, mandiri dan maju,” pungkasnya. (uki)
4.070 Dukungan Ali – Sakti di Dompu Gugur Dompu (Suara NTB) Dukungan calon perseorangan Gubernur dan wakil Gubernur NTB, H. Ali BD – TGH. L. Gde Sakti (Ali – Sakti) di Kabupaten Dompu berkurang hingga 4.070 dari 13.866 total dukungan yang diserahkan. Banyaknya dukungan yang gugur karena tidak bisa dihadirkan saat verifikasi dan beberapa diantaranya ditemukan KTP dukungan dari penyelenggara pemilu, PNS, dan TNI/Polri. Hasil ini berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal calon perorangan dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur NTB tahun 2018 tingkat Kabupaten Dompu di KPU Dompu, Sabtu (30/ 12) kemarin. Dukungan pasangan Ali – Sakti ini tersebar di Kecamatan Dompu sebanyak 701, Pajo sebanyak 275, Huu sebanyak 931, Kempo sebanyak 334, Kilo sebanyak 344, Manggelewa sebanyak 1.492, Pekat sebanyak 4.411, dan Woja sebanyak 1.308 orang atau keseluruhannya sebanyak 9.796 orang dukungan. Ketua KPU Dompu, Rusdiyanto, ST kepada Suara NTB usai rapat pleno terbuka mengatakan, mereka yang dinyatakan tidak mendukung karena memang benar – benar tidak mendukung atau tidak bisa dihadirkan oleh tim pemenangan pasangan saat verifikasi faktual dilakukan. Verifikasi faktual dilakukan dengan mendatangi sesuai alamat, dan bila tidak ditemui, mereka dikumpulkan di suatu tempat atau dihadirkan ke petugas PPS. Rusdianto juga mengaku, dalam berkas dukungan calon
(Suara NTB/ula)
TERBAKAR - Kantor Desa Keramat Kecamatan Kilo yang terbakar diduga dilakukan oleh oknum yang tidak terima hasil Pilkades, 23 November 2017 lalu.
Walikota Belum Tetapkan Sekda Definitif
(Suara NTB/ula)
PLENO TERBUKA - Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan calon perseorangan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 di aula KPU Dompu, Sabtu (30/12). perseorang ini juga ditemukan KTP penyelenggara pemilu yaitu PPS dan sekretariat PPS. Mereka ini langsung dicoret dari daftar dukungan calon perseorangan. Begitu juga dengan PNS dan anggota TNI/ Polri yang ditemukan KTP
dukungannya. “Kita ndak tahu bagaimana proses, tapi yang pasti mereka ini langsung dicoret dari daftar dukungan calon perseorangan,” katanya. Setelah pleno terbuka dukungan calon perseorangan
Pergantian Tahun Baru Diisi Dzikir dan Doa
Kota Bima (Suara NTB) -
(Suara NTB/uki)
Pasca diserahkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) awal November 2016 lalu. Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin hingga saat ini belum juga menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Tercatat ada tiga nama Sekda yang bakal merebut hati orang pertama di Kota Bima itu. Antara lain, Asisten III, Drs. Mukhtar Landa, Drs H. Supratman M.AP, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dan H. Fahkruranji MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima. Walikota melalui Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin S.IP M.M, membenarkan sampai saat ini, belum ada keputusan resmi Walikota untuk menetapkan Sekda Kota Bima secara definitif. “Ya memang benar. Sampai saat ini belum ada informasinya lebih lanjut terkait Sekda ini,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Apakah ada kendala atau masalah ? Nuryadin menegaskan sejak diserahkan oleh Pansel ketiga nama tersebut sampai saat ini tidak ada persoalan. Namun Ia memastikan Walikota akan menetapkannya dalam waktu dekat ini. “Sama sekali tidak ada masalah. Tapi Insya Allah dalam waktu dekat akan segera ditetapkan,” katanya. Perlu diketahui, kursi pertama birokrasi Kota Bima itu sudah lowong berlangsung selama dua tahun. Mulai ditinggalkan oleh, Ir. M. Rum yang memasuki usia pensiun. Selama dua tahun kekosongan, Walikota hanya menunjuk Pelaksana tugas (plt). Pejabat pertama yang ditunjuk sebagai Plt, yakni Muhktar Landa yang saat itu merangkap Kepala DPKAD Kota Bima. Kemudian digantikan oleh Dr. Syamsuddin sampai sekarang. (uki)
Syahrial Nuryadin
Halaman 7
Bima (Suara NTB) – Ada sedikit berbeda dengan pergantian Tahun Baru 2018. Jika pada tahun 2017 lalu perayaannya disesaki bunyi kembang api dan suara mercon. Namun, tahun ini banyak diisi acara dzikir dan doa bersama. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Dzikir dan Doa keliling bersama dengan masyarakat mengakhiri penghujung tahun 2017 serta menyambut pergantian tahun baru 2018, Minggu (31/12). Kegiatan Dzikir dan Doa tersebut diawali di Desa Naru Kecamatan Woha, dirangkaikanj |shalat Dzuhur bersama. Kemudian berlanjut di Desa Timu Kecamatan Bolo yang dirangkaikan dengan dengan shalat Ashar berjama’ah. Pada malam harinya sembari menunggu detik-detik pergantian tahun baru. Di kediaman Bupati dan Wakil Bupati Bima juga diisi dengan acara Dzikir dan Doa yang diikuti oleh masyarakat, pemuda dan tokoh agama. Di sela-sela acara Dzikir dan Doa tersebut. Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar merayakan pergantian Tahun Baru mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. “Dzikir dan doa adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk merenung tentang apa saja yang telah dotorehkan sepanjang tahun 2017 untuk terus berbenah di tahun 2018,” katanya. Selain itu Bupati yang akrab disapa Umi Dinda ini, meminta para orang tua untuk mengingatkan dan membimbing anak-anak agar tidak merayakan tahun baru Masehi dengan cara-cara yang salah dan berlebihan. “Jangan merayakan Tahun Baru dengan cara yang salah,” katanya. Sementara Wakil Bupati
(Suara NTB/uki)
TAHUN BARU - Acara dzikir dan doa bersama di pendopo Bupati Bima, dalam menanti detik-detik pergantian tahun baru 2018, Minggu (31/12). Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd, saat memberikan sambutan pada kegiatan zikir akhir tahun 2017 di Kecamatan Woha, mengatakan awal tahun 2018 ini, akan mulai diberlakukan tiga Peraturan Bupati (Perbub) Bima. “Tiga Perbub ini antara lain Gerakan Pesantren Sehari (GPS), Magrib Mengaji dan Shubuh Berjama’ah,” ujarnya. Oleh karena itu Wabup menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ruang lingkup Pemerintah Kabupaten setempat untuk bersama dan bersatu padu membangun kabupaten Bima Ramah. “Tiga Perbub itu akan diberlakukan dalam mengedepankan aspek religius dan spiritualitas dalam visi Ramah Bupati dan Wakil Bupati Bima,” katanya. Tanpa Gangguan Sementara itu, malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 di Kabupaten Dompu berjalan cukup kondusif. Kare-
na tidak ada kegiatan khusus yang mengumpulkan banyak warga dalam memperingati pergantian tahun, sehingga terlihat lenggang. Kendati demikian, pengamanan terhadap kemungkinan munculnya keributan berhasil diredam aparat Kepolisian di sekitar Taman Kota Dompu. Kasat Lantas Polres Dompu, Iptu Gde Sukarta, SH., mengungkapkan, secara keseluruhan pengamanan tahun baru 2018 ini berjalan aman, kerawanankerawanan yang berpotensi menimbulkan konflik berhasil diredam. “Sampai malam puncak pergantian malam tahun baru, khusus di kota berjalan aman. Ndak ada kejadian yang mencolok,” kata dia kepada Suara NTB, Senin (1/1) dini hari. Diakuinya, selama malam puncak pihaknya memang menemukan beberapa kejadian, seperti keributan warga di Kelurahan Doro Tangga dan Kelurahan Bada. Beruntung kejadian ini tak meluas hingga pertikaian kelompok lantaran cepat dilerai petugas. (uki)
tingkat Kabupaten, hasilnya akan disampaikan dalam rapat pleno terbuka rekpitulasi tingkat Provinsi NTB. untuk tahapan ini menunggu undangan dari KPU Provinsi NTB. Tahapan lain dari proses pemilihan Gubernur dan wakil
Gubernur NTB tahun 2018, yaitu pemutakhiran data pemilih. Pihak KPU telah menunjuk PPDP sebagai petugas pemutakhiran data pemilih dan 20 Januari 2018 ini akan dilakukan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih secara rentak. (ula)
Bencana Alam di Dompu Diklaim Menurun Dompu (Suara NTB) Selama kurun waktu 2017 bencana alam di Dompu menurun dibanding tahun sebelumnya, pun demikian dampak kerusakannya. Baik bencana alam tanah longsor, angin puting beliung maupun banjir bandang. Demikian ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M Hasan akhir pekan kemarin. “Kalau dibanding tahun 2015, 2016 itu bencana alam ini menurun,” kata dia. Dirincinya, April 2017 lalu terjadi banjir bandang di Daerah Aliran Sungai (Das) Baka hingga menggenangi pemukiman warga Kelurahan Monta, juga merenggut nyawa salah seorang operator ekskavator. Luapan itu terjadi karena rendahnya tanggul dan beberapa titik lainya belum sama sekali dilakukan pemasangan. Termasuk pengaruh sedimentasi ditambah aktifitas pembuangan sampah sembarangan ke aliran sungai. Sementara, November kemarin lanjut Imran M Hasan, bencana alam ini kembali terjadi di Das Silo, sedikitnya 200 lebih rumah warga di empat kelurahan terdampak. Beruntung tak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka. “Meluapnya banjir ke pemukiman di Das Silo itu karena sedimentasi cukup banyak, juga aliran sungai itu melintasi pemukiman warga yang cukup padat. Nah sekarang sama sekali belum ada pe-
nanganan normalisasi oleh pemerintah,” ujarnya. Selain itu, pada November kemarin bencana rutin ini juga terjadi di Kecamatan Kempo hingga merenggut nyawa seorang nenek. Termasuk angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga di Desa Oo. Terakhir Sebut Imran M Hasan, Tanggal 16 Desember kemarin dimana satu unit rumah warga di Desa Kareke rusak berat setelah tergerus longsor dan mengakibatkan sepasang suami istri kritis tertimbun tanah. Dari sederet bencana alam tersebut diperkirakan kerusakan fasilitas yang diakibatkan hanya 1 persen. “Ada yang sudah ditangani dan ada juga yang belum kita tangani, kalau korban tewas di Kilo kemarin sebenarnya bukan karena banjir, dia hanya terpeleset dari atas mercu kemudian terjatuh mengenai bebatuan hingga tewas seketika lalu terseret air sungai,” jelasnya. Meski terjadi penurunan jumlah dan dampak bencana alam di 2017, Imran M Hasan berharap masyarakat dan intansi terkait lainya untuk tetap waspada. Apalagi prediksi BMKG bahwa wilayah NTB di 2018 ini akan dilanda cuaca ekstrim, baik hujan disertai petir maupun angin puting beliung. “Termasuk gelombang dan sebagainya ini yang perlu kita waspadai, dan sesuai harapan pemprov diharapkan ada kegiatan siaga darurat bencana,” pungkasnya. (jun)
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
POLHUKAM
Halaman 8
(Suara NTB/ist)
SIAGA – Personel Direktorat Pamobvit Polda NTB yang sudah disiagakan untuk menjalankan tugas ketika ada permintaan melalui aplikasi Go Obvit.
Polda NTB Luncurkan Aplikasi ”Go Obvit” Giri Menang (Suara NTB) Inovasi dilakukan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Polda NTB dengan meluncurkan aplikasi berbasis teknologi informasi. Aplikasi yang disebut Go Obvit itu dibuat untuk memudahkan pelayanan masyarakat, khususnya dunia usaha yang ingin menggunakan jasa kepolisian.
Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si menyebut, inovasi ini dimaksudkan agar kinerja jajarannya lebih baik. Ia sadar, saat ini Polda NTB masih tipe B, namun keinginan Kapolda agar citarasa tipe A. “Maka hari ini kita launching, salah sartu layanan aplikasi Go Obvit itu,” kata Kapolda di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat. Tujuan dari sistem kerja aplikasi ini dijelaskannya, ingin memberi kemudahan pada pengguna jasa. Antara lain, yang ingin pengawalan perbankan, atau gedung dan tempat objek vital nasional, bisa meminta langsung melalui aplikasi Go Obvit. Selain
pelayanan, ada harapan pengguna jasa juga memberi penilaian pada kinerja Dit Pamobvit. “Kita juga ingin memperoleh feedback dari masyarakat pengguna pelayanan Pamobvit. Bagaimana kepuasan pelayanan. Disamping itu kecepatan pelaporan,” sebutnya. sebab Ini erat kaitannya dengan sistem aplikasi yang sudah dirancang untuk menerima dan menindaklanjuti secara cepat laporan masyarakat melalui sistem panic botton. “Dalam panic button ini, command center semua aplikasi itu adalah Gatarin Sakti,” tandasnya. Sementara Dir Pamobvit Pol-
da NTB Kombes Pol. Gatut Kurniadi menambahkan, aplikasi itu dibuat untuk menjawab tujuan pemerintah dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Tapi disisi lain, selain bicara pelayanan, juga sedikit mengarah pada profit oriented. Ia mencontohkan dalam pelayanan pengawalan Bank, maka akan bicara pembayaran atas jasa pengamanan itu. “Kenapa?, karena ini kaitan dengan profit oriented juga, dan ini disahkan karena akan masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” terang Gatut Kurniadi. Ada empat manfaat dari pemanfaatan jasa melalui Go Ob-
vit ini. Pertama disebutkan Gatut, untuk memberi ruang kepada pengguna jasa memberi penilaian kepuasan pelayanan. Sebab disadari ruang ini ada, tapi tidak seluas ruang aplikasi Go Obvit. Kedua, dalam tugas Objek Vital, pihaknya adalah unsur utama. Namun demikian, aplikasi ini akan memudahkan anggota dalam bertugas, seperti kegiatan administrasi dan pelaksanaan teknis. Ketiga, dalam jasa pelayanan nanti, pihaknya ingin memangkas jalur birokrasi surat menyurat yang selama ini menyulitkan masyarakat. Keempat, dalam aplikasi tersebut, diterapkan pemanfaatan Geographic Positioning System (GPS) untuk monitoring kegiatan petugas. “Sehingga ketika butuh kekuatan lebih besar untuk back up, ada aplikasi panic button, kita kolaborasikan,” pungkasnya. (ars/*)
(Suara NTB/ars)
SAMBUT - Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, saat memimpin penyambutan Satgas Garuda Unifil 2017 untuk misi perdamaian Timur Tengah di Lapangan Yonif 742/SWY.
Danrem 162/WB Bangga Sambut Satgas Perdamaian ”Unifil” Timur Tengah Mataram (Suara NTB) Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Yonif 742/ SWY telah selesai melaksanakan tugas operasi perdamaian yang tergabung dalam Satgas Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) tahun 2017 ke Lebanon, Timur Tengah. Mereka kembali ke Satuan induk Yonif 742/ SWY di Mataram Minggu (31/12). Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A, memimpin upacara penyambutan di Lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram, Dalam amanatnya, Danrem 162/WB mengaku bangga dan mengucapkan selamat datang kepada Satgas karena telah membawa harum nama satuan TNI AD umumnya dan Yonif 742/SWY khususnya. Dijelaskan Danrem, satu Peleton Satgas yang terdiri dari 28 personel ini telah berhasil dalam misi perdamaian di daerah tugas operasi negara Lebanon. “Selama bertugas mereka langsung di bawah pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” terangnya. “Selama keberadaan mereka di daerah operasi, mereka menerapkan konsep ilmu teritorial yang sudah lama kita terapkan di negara kita. Sehingga dengan mudah mereka diterima dan berbaur dengan masyarakat di tempat tugas. Bahkan rakyat Lebanon sudah merasa Indonesia sebagai bagian dari mereka,” ujar Danrem bangga. Kesuksesan dan keberhasilan itu diakuinya merupakan kebanggaan tersendiri. Sebab tidak
hanya menjalankan tugas dengan baik. Namun mereka juga berhasil memenangkan kejuaraan ataupun lomba pada saat HUT Tentara Lebanon yang diikuti oleh tentara dari berbagai negara. Antara lain pada cabang olahraga renang 100 meter gaya dada, Serda Nyoman Wardana berhasil meraih juara III, sedangkan pada lomba menembak senapan jarak 100 M Serda Fyschailan berhasil meraih juara II dan Pratu Kadek Agus Budi menduduki urutan ke 5 pada lomba lari 10 K. Selain itu cabang olahraga Volley Praka Putu Budiada juga berhasil meraih juara I dan Pratu Faisal Ridho juga berhasil meraih juara II pada cabang olahraga futsal. “Kepada personel yang baru saja kembali agar segera menyesuaikan diri baik terhadap lingkungan satuan, keluarga maupun masyarakat sekitar tempat kalian bertugas sehingga kedepan dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik lagi”, tutupnya. Setelah upacara penyambutan selesai, Danrem 162/WB bersama Kasrem 162/WB Letkol Inf Heri Setiyanto, S.IP., dan para Kasi Korem 162/WB, serta jajaran berserta Ibuibu Persit mengalungkan bunga kepada tiga orang perwakilan Satgas. Mereka, Lettu Inf Taura Maheru, Serda Nyoman Jaya Wardhana dan Pratu Kadek Agus Budi Arsana. Ucapan selamat mengalir atas kesusksesan dan keberhasilan yang sudah diraih selama melaksanakan misi Peacekeeping Operation PBB itu. (ars/*)
BUDAYA DAN HIBURAN
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Serunya Menikmati Malam Tahun Baru di Hotel Puri Indah Mataram (Suara NTB) Hotel Puri Indah merupakan salah satu hotel yang banyak dijadikan sebagai referensi menginap oleh masyarakat dan wisatawan. Pada malam pergantian tahun 2018 ini, Hotel Puri Indah melakukan perayaan dengan mengambil tema pirate. Dimana semua tenaga kerja hotel ini melayani tamu dengan berkostum ala bajak laut. Ratusan orang menghadiri perayaan yang dilakukan sejak pukul 19.00 hingga pada pergantian tahun dari 2017 ke 2018. “Kita mengambil konsep pirate ini, yang pertama karena ini menarik. Jadi kami ingin anak-anak merasa santai dan orang tua juga bisa menikmati suasananya. Selain itu, pirate ini juga mengingatkan kita pada laut. Bahwa kita punya kekayaan laut yang harus kita jaga, agar hasil laut kita tidak dicuri oleh orang dari negara lain,” kata General Manager Hotel Puri Indah Eko Yuwono, di Mataram, Minggu (31/12). Banyak hidangan yang disajikan kepada tamu yang datang. Hanya dengan membayar Rp 150 ribu saja, tamu yang datang sudah bisa menikmati aneka hidangan yang sudah disediakan. Ada beberapa menu sari laut yang dinikmati dan dihidangkan sesaat setelah dibakar. Ini menjadi menu favorit tamu yang datang. Karena sari laut yang disajikan pun masih segar, sehingga terasa sangat nikmat. “Banyak menu yang kita hadirkan, jadi tamu yang datang bisa menikmati sepuasnya. Di malam pergantian tahun kami berharap masyarakat bisa menikmati waktu kebersamaannya bersama keluarga,” ujarnya. Dalam perayaan kali ini, dilakukan pula berbagai permainan menarik yang melibatkan para tamu. Banyak hadiah menarik yang disiapkan oleh manajemen hotel bagi tamu yang mengikuti permainan. Selain itu, ada hiburan dari penyanyi-penyanyi lokal yang sengaja didatangkan oleh manajemen Hotel Puri Indah. “Kami datangkan penyanyi untuk menghibur tamu yang datang sembari menyantap aneka hidangan yang sudah kami persiapkan. Penyaninya lokal, karena kita ingin lebih memberdayakan orang lokal kita dalam semua hal,” ujarnya. Di perayaan tahun baru ini, Eko berharap setiap orang bisa merasakan kebahagiaan dan kehangatan bersama keluarga tercinta. Ia juga berharap tahun ini menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat bisa berbahagia menyambut tahun 2018 ini. “Semoga semuanya berbahagia dan selamat tahun baru,” kata Eko. Hotel yang berdiri di lahan seluas 700 meter persegi ini membangun dekorasi interior menggunakan hiasan kain tenun. Seluruh kain tenun yang digunakan adalah kain bermotif zig–zag dengan beraneka ragam pola. Hotel yang terdiri dari 157 kamar ini berkonsentrasi mengangkat kearifan tenun rang – rang menjadi sebuah karya seni. Di hotel ini terdapat beberapa paket yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Diantaranya paket renang bulanan, paket pernikahan, bahkan paket-paket promosi di restorannya. Ini merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh manajemen hotel kepada tamu yang datang. “Masih banyak penawaran menarik lainnya. Kami ingin merubah persepsi masyarakat bahwa masuk hotel itu mahal. Padahal tidak, renang dan makan di hotel itu harganya sama dengan renang dan makan di tempat lain. Apalagi paket pernikahan yang dapat dijangkau oleh semua orang,” ungkapnya. (lin)
(Suara NTB/ist)
PANTAI LABUAN HAJI - Keindahan Pantai Labuan Haji yang ada di Kabupaten Lombok Timur.
Pantai Labuan Haji
Destinasi Alternatif untuk Wisatawan Lokal di Lotim Selong (Suara NTB) Pantai Labuan Haji merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Tidak banyak wisatawan asing yang berkunjung ke pantai ini. Namun pantai ini sangat cocok dijadikan sebagai destinasi berlibur keluarga bagi wisatawan lokal. Ombak yang tenang dan suasana yang menyenangkan mampu membuat penat berkurang. Pantai Labuhan Haji selalu menjadi daya tarik wisatawan lokal. Menurut beberapa warga, suasana di pantai ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat kumpul untuk keluarga. Apalagi lokasinya yang mudah dijangkau dan berada di pinggir jalan raya. “Sebenarnya bisa saja ke destinasi lain, tapi lokasinya jauh. Kalau bawa anak-anak dan orang tua tidak memungkinkan. Jadi Pantai Labuan Haji ini sangat cocok jadi alternatif untuk liburan keluarga,” kata wisatawan lokal asal Lombok Timur, Angga Aris, di Selong, Senin (1/1). Pada hari libur memang terdapat banyak pengunjung yang datang. Mereka lebih banyak berkunjung bersama keluarga. Makan bersama dan mandi bersama adalah hal yang wajib dilakukan. Selain itu, terdapat pula banyak pedagang yang menjajakan aneka makanan. Sehingga, bagi wisatawan yang tidak membawa bekal tidak perlu merasa khawatir. Sebab, beberapa pedagang juga menjual makanan seperti nasi campur, mie instan, pelecing kangkung dan banyak lainnya. “Memang banyak pantai yang lebih bagus dari ini. Tapi tempat ini punya nilai tersendiri bagi kami. Entah bagaimana, kami merasa lebih nyaman liburan keluarga di sini dibandingkan tempat lain,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa letak Pantai Labuan Haji yang mudah dijangkau menjadi nilai lebih. Sebab saat berkunjung bersama keluarga besar, destinasi yang mudah diakses menjadi pilihan utama. Kendati banyak pantai yang lebih indah, namun Pantai Labuan haji selalu ramai oleh wisatawan lokal. Di pantai ini juga sudah disediakan gezobo bagi wisatawan. Sehingga wisatawan bisa berteduh dan beristirahat sambil menikmati semilir angin halus di pinggir pantai ini. Wisatawan juga tidak perlu kehabisan bekal, karena di pantai ini banyak pedagang makanan yang merupakan warga lokal. (lin)
Halaman 9
Tahun Baru, Semua Kamar Hotel di Tiga Gili Penuh Mataram (Suara NTB) Banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan tiga gili untuk menikmati liburan akhir tahun. Sebanyak 5.400 kamar hotel di gili Meno, Air dan Trawangan dikabarkan penuh pada malam pergantian tahun. Ini menunjukkan masih tingginya minat wisatawan untuk menikmati malam pergantian tahun di gili. “Penyeberangan sudah ditutup sejak jam satu siang, sehingga pemantauannya bisa lebih mudah. Kalau tidak begitu, bisa membludak orang ke gili. Karena biasanya memang yang ke gili itu selalu banyak setiap malam pergantian tahun,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, di Mataram, Senin (1/1).
Ia mengatakan bahwa tidak hanya wisatawan mancanegara, namun juga banyak wisatawan nusantara yang menghabiskan malam tahun barunya di kawasan tiga gili. Meski tidak disebutkan secara pasti jumlah kunjungan wisatawan pada malam pergantian tahun itu, namun Faozal memperkirakan jum-
lahnya mencapai 6 ribu orang yang masuk ke kawasan gili. “Kita memang punya 5.400 kamar, itu yang terdaftar saja. Banyak juga home stay yang belum terdaftar. Jadi jumlah kunjungan ke gili bisa saja mencapai 6 ribu orang pada malam pergantian tahun,” ujarnya. Selain ke tiga gili, Kawasan
Ekonomi Khusus Mandalika juga banyak dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Sebanyak seribu lebih kamar di Mandalika dikabarkan penuh. Pusat perayaan tahun baru di Mandalika adalah di Pantai Kuta. Faozal memastikan banyak wisman yang berkunjung untuk menikmati sensasi malam pergantian tahun di Pantai Kuta. “Selain gili yang menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun itu di Pantai Kuta Mandalika. Jadi di sana itu banyak wisman yang datang, saya memantau hampir
semua kamar hotel di Mandalika itu terisi,” ujarnya. Sementara itu untuk penyeberangan dari dan ke tiga gili sudah dibuka kembali pada Senin pagi, Sehingga wisatawan yang ingin kembali dari gili dan ingin berkunjung ke gili sudah dapat melakukan pemesanan tiket penyeberangan melalui Bangsal atau Teluk Nara. “Sudah dibuka kembali, karena wisatawan juga kan perlu kembali. Buka tutup ini tujuannya demi kondusivitas dan keamanan selama penyeberangan, karena kemarin terlalu ramai,” ujarnya. (lin)
(Suara NTB/ist)
PULAU BUNGIN - Suasana resto apung yang ada di Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa.
Pulau Bungin Jadi Pilihan Liburan Tahun Baru Mataram (Suara NTB) Pulau Bungin merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa. Pulau ini juga memiliki resto apung yang menyajikan banyak hidangan sari laut. Harganya pun sangat terjangkau dan dijamin membuat pengunjung puas. “Saya bersama keluarga datang memang ingin menikmati hidangan seafood (sari laut) di Bungin. Saya lihat juga banyak yang datang, tempatnya seru dan makanannya enak,” kata wisatawan asal Kota Mataram Ferri Fahrial, Senin (1/1). Ia mengaku senang dengan
hidangan yang disajikan di resto apung. Pasalnya harga berbagai macam hidangannya pun relatif terjangkau dan suasananya juga sangat mendukung untuk liburan keluarga. Pulau Bungin menjadi tempat yang sangat tepat untuk menghabiskan waktu berlibur sambil menikmati aneka hidangan sari laut yang dimasak oleh masyarakat setempat. “Saya sangat merekomendasikan wisatawan untuk berkunjung ke resto apung Pulau Bungin ini. Karena tempatnya dan suasananya juga sangat bersahabat. Orang-orangnya juga sangat ra-
mah kepada pengunjung,” ujarnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Junaidi juga mengatakan telah menata resto apung yang ada di Pulau Bungin. Pihaknya berencana untuk menjadikan pulau ini sebagai pusat wisata kuliner sari laut. Sehingga, selain menikmati suasana Pulau Bungin, wisatawan juga menikmati berbagai macam hidangan di resto yang ada di atas laut. “Kami sudah menata Resto Apung Pulau Bungin, sehingga dapat dikunjungi wisatawan. Kami ingin menjadikannya sebagai pusat sa-
jian kuliner di Sumbawa,” ujarnya. Tahun 2018 pihaknya akan melakukan promosi lebih masif terhadap wisata Pulau Bungin. Diketahui bahwa pulau ini pernah dinobatkan sebagai pulau terpadat di dunia. Ini menjadi salah satu nilai jual untuk Pulau Bungin, sehingga bisa lebih banyak lagi wisatawan yang datang berkunjung. “Selama tahun 2017 ini ada dua ribu lebih wisatawan yang datang ke Bungin. Itu termasuk wisatawan lokal, nusantara hingga mancanegara. Kedepannya akan kita perkuat lagi promosinya,”
ujarnya. Wisatawan juga bisa menikmati ikan yang segar, karena bisa memilih langsung ikan yang ingin dinikmati langsung dari keramba (kolam penangkaran ikan). Harga satu porsi cumi dengan berat satu kilogram hanya Rp 80 ribu, sedangkan ikan kakap hanya Rp 140 ribu perkilogram. Begitupula dengan ikan baronang yang dibanderol dengan harga Rp 180 ribu per kilogram. “Harganya tidak menguras isi dompet. Rasanya juga sangat segar karena kita bisa pilih atau tangkap langsung dari kerambanya,” ujarnya. (lin)
KEK Mandalika Minim Kunjungan Wisatawan Janji ITDC membangun hotel, belum sesuai harapan. Sampai saat ini, yang dibangun hanya taman gantung . Itupun sudahberapa kali dibongkar, lalu dibangun lagi. Belum ada yang spesial di sana. Belum ada investasi yang menggembirakan. Meskipun Jokowi sangat bersemangat membangun satu dari empat Kawasan Ekonomi Khusus yang diprioritaskan di Indonesia ini. SAYA berkesempatan menikmati suasana pergantian tahun di Pujut, Kuta Lombok Tengah yang menjadi view utama pembangunan KEK Mandalika. Suasananya di luar yang saya perkirakan. Alih-alih berharap KEK Mandalika akan menjadi tempat kedua teramai setelah Gili Trawangan, Lombok Utara atau Senggigi, Lombok Barat. Kenyataan di luar dugaan. Kembang api berukuran biasa hanya berdentum kecil hanya beberapa saat, lalu sepi begitu saja. Tidak ada lalu lalang wisatawan. Yang ada hanya orang orang lokal berlalu lalang. Malam pergantian tahun yang biasanya identik dengan riuh dan pesta, tidak terlihat di sini. Hanya seadanya. Home stay-home stay lebih banyak kosong. Tempat-tempat nongkrong
yang juga sepi. Saya membayangkan betapa minimnya uang yang beredar. Sampai pagi hari tanggal 1 Januari 2018, juga tak banyak wisatawan asing terlihat. Hanya bisa dihitung jari jumlahnya. Yang ada hanya orang lokal datang. Rasanya tidak akan banyak perputaran uang terdongkrak oleh mereka yang datang, rata - rata datang dari desa. KEK Mandalika, sepi wisatawan asing. Itulah yang bisa saya gambarkan. Dugaan saya ini dibenarkan oleh pelaku usaha di kawasan KEK Mandalika. Salah satu pemilik home stay mengatakan, kondisi ini telah berlangsung sekitar sembilan bulan. Beriringan sejak dilakukannya penataan infrastruktur di Mandalika.
“Edak wisatawan asing, edak kepeng (tidak ada wisatawan asing, tidak ada uang),” katanya pada Suara NTB. Nyaris tidak ada bule. Home stay miliknya, menyediakan tujuh kamar kosong. Padahal momennya tahun baru. Hampir setahun sepi wisatawan asing, sejak dibangunnya taman gantung, yang disebutkan telah lebih dari satu kali dibongkar ulang. Begitupun paving blok yang dipasang juga telah lebih dari satu kali dibongkar pasang. “Kita ndak tau, apakah ini serius mau dibangun atau tidak. Karena bongkarbongkar terus sejak sekitar sembilan bulan ini. Ngabis ngabisin uang kalau dibongkar ter-
(Suara NTB/bul)
TAMAN GANTUNG - Taman gantung yang dibangun ITDC. Pembangunan taman gantung inipun kerap kali bongkar pasang.
us,” kata sumber ini menunjuk pembangunan taman gantung yang baru selesai dicor beton. Belum lagi aturan ke luar masuk kendaraan pengangkut orang yang diperketat oleh ITDC. Diduga menjadi pemicu utama enggannya wisatawan datang berkunjung ke Kuta. “Saya sudah lebih dari empat tahun di sini. Ini kondisi paling parah. Bule pada lari semua
karena pembangunan pembangunan dan bongkar pasang. Wajar saja. Mereka terganggu,” ditambahkan. Meski demikian, orang orang setempat tetap berharap, KEK Mandalika benar benar dibangun dan ditata dengan baik. Agar pembangunan tak justru menghilangkan pendapatan dari wisatawan. Kuncinya ada di ITDC. (bul)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 10
Dianggap Menyulitkan Guru Siapkan Sarana dan Prasarana DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan target 100 persen Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di seluruh SMA/SMK negeri dan swasta. Sarana dan prasarana serta upaya pemanfaatan dari sarana itu disiapkan. “100 persen melaksanakan UNBK di tahun 2018 nanti,” tegas Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui di kantornya, akhir tahun 2017 kemarin. Menurutnya, Dinas Dikbud NTB sudah menyiapkan bantuan sarana dan prasarana kepada sejumlah sekolah untuk (Suara NTB/dok) H. Muh. Suruji mendukung rencana itu. Pada APBD perubahan, diakuinya pihaknya memberikan bantuan kepada sekolah swasta. “Bantuan dari Dinas Dikbud di APBD perubahan kita berikan ke sekolah swasta. Bantuan sarana dan prasarana juga, selain memberikan pelatihan cara pemanfaatannya,” kata Suruji. Bantuan perangkat pendukung UNBK akan dilakukan triwulan pertama tahun 2018, dengan menyasar sekolah tertentu dalam satu rayon atau wilayah. Mekanisme menumpang menjadi pilihan untuk meraih target 100 persen UNBK itu. Berdasarkan data Dinas Dikbud NTB pada UNBK 2017 lalu, total SMA/MA yang mengikuti UN di tahun 2017 ini sebanyak 786 sekolah, dengan rincian sebanyak 260 SMA/MA mengikuti UNBK dan 526 SMA/MA mengikuti UNKP. Sementara di SMK, sebanyak 258 SMK di NTB melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK), dan 57 SMK melaksanakan UN Kertas Pensil (UNKP). Sebelumnya, Suruji mengapresiasi pelaksanaan UNBK. Menurutnya UNBK dapat menjamin integritas pelaksanaan Ujian Nasional, karena tidak memberikan peluang untuk siswa berbuat curang. “UNBK tidak ada peluang orang untuk mencontek, melihat kiri kanan, atau apapun,” katanya. Pelaksanaan UNBK akan dilangsungkan pada akhir tahun ajaran 2017/2018 mendatang, tepatnya di pertengahan tahun 2018. Pemerintah pusat memang sudah mencanangkan semua sekolah melaksanakan UNBK, bahkan sejak UN tahun 2017 lalu. Namun, karena persiapan yang mepet, dan belum semua sekolah memiliki fasilitas UNBK, akhirnya pemerintah daerah belum bisa menerapkan UNBK di seluruh sekolah di tahun 2017. (ron)
(Suara NTB/ist)
PERSAMI - Kegiatan Persami yang dirangkai dengan pelantikan Penggalang Pangkalan Pramuka di SDN 5 Pohgading akhir tahun 2017.
Penggalang Pangkalan SDN 5 Pohgading Dilantik Mataram (Suara NTB) Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pelantikan anggota pasukan penggalang pangkalan SDN 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim) bisa terlaksana. Kegiatan pelantikan dirangkai dengan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) tanggal 30-31 Desember 2017. Dalam keterangannya, Pembina Pramuka SDN 5 Pohgading Ainul Yakin, S.Pd., mengungkapkan salah satu tujuan digelarnya pelantikan dan Persami ini ialah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota pramuka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu juga mampu meningkatkan semangat dan kekompakan anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN 5 Pohgading. Lebih jauh dikatakan Ainul Yakin selama kegiatan Persami, seluruh anggota pramuka diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan kepada anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN 5 Pohgading. Harapannya, dapat mengikuti kegiatan dapat menumbuhkan minat dan semangat kepada anggota anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN 5 Pohgading untuk menjadi pramuka yang bermoral. Termasuk juga, kata Ainul Yakin, menumbuhkan pengetahuan dan sikap yang baik kepada sesama anggota Gerakan Pramuka, melatih dan membiasakan anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN 5 Pohgading untuk hidup dan belajar mandiri di alam terbuka. “Kita ingin tumbuhkan semangat untuk berkembang kepada anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN 5 Pohgading sebagai kader penerus bangsa untuk menyongsong perubahan zaman,” urainya. Lebih jauh, sebagai pelanjut estafet kepemimpinan bangsa, aspek kedisiplinan anggota pramuka sangat ditekankan. Karena tanpa kedisiplinan, mereka tidak akan tumbuh baik dan mengalami kegagalan. Mereka diajarkan kemandirian, dan lebih peduli pada lingkungan sekitar mereka. (dys)
Penilaian PPK Harus Disederhanakan Mataram (Suara NTB) Penilaian Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dinilai cukup menyulitkan guru. Di beberapa sekolah, terpaksa menunda pembagian rapor, karena kesulitan dalam penilaian. Disarankan, penilaian untuk PPK lebih disederhanakan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., dikonfirmasi belum lama ini, mengatakan, penguatan pendidikan karakter di kurikulum 2013 itu diakuinya dalam aspek pe-
nilaian terlalu ribet. “Memang aspek penilaiannya yang terlalu ribet,” katanya. Munculnya PPK dimulai dari adanya pro kontra Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Lima Hari Sekolah. Pro kontra itu diakhi-
ri oleh Presiden dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penilaian PPK yang wajib diimplementasikan tahun ajaran 2017/2018 menimbulkan kesulitan bagi guru.
Menurut Sidik, guru hanya fokus pada itu, sementara yang lain tidak terjangkau. Guru harus mendidik untuk membangun rasa ingin tahu, membangun kepercayaan diri,juga bagaimana mengajarkan siswa berkolaborasi. Tapi jika disibukkan dengan penilaian, itu dirasa sulit. “Yang cukup ribet di proses penilaiannya. Walaupun kita tahu salah satu standar pendidikan dari delapan standar pendidikan adalah penilaian, tapi penilaian
ini cukup ribet,” kata mantan Kepala SMPN 5 Mataram ini. Sidik mengatakan, pihaknya akan menyarankan melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atau langsung ke kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar proses penilaian PPK disederhanakan. “Kita ingin berikan masukan supaya disederhanakan, yang cukup ribet di proses penilaiananya, sebaiknya disederhanakan saja,” sarannya. (ron)
Siapkan Akreditasi ASEAN
Politeknik MFH Mataram Jalin Kerjasama dengan Universiti Selangor Mataram (Suara NTB) Terakreditasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) merupakan dambaan setiap perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di NTB. Hal demikian yang ingin dicapai Politeknik Medika Farma Husada (MFH) Mataram, salah satu kampus swasta terbaik di NTB. Akreditasi ini menjadi pintu masuk bagi mahasiswa mancanegara, khususnya ASEAN, tidak ragu lagi melanjutkan pendidikan ke prodi itu di Polteknik FHM Mataram. Begitu pun sebaliknya, mahasiswa Politeknik akan diterima pada program studi di perguruan tinggi di ASEAN. MFH pun bisa melakukan program double degree dengan perguruan tinggi di ASEAN maupun sebaliknya. ‘’Semoga saja Prodi Teknologi Laboratorium Medis ke depannya juga segera mendapatkan ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA),’’ harap Deputy Dekan Pascasarjana Fakultas Sains and Tekhnologi Universiti Selangor Malaysia Prof.Dr. Mohd. Nazil Salleh belum lama ini. Hal ini, ujarnya, sangat penting untuk bisa memperoleh pengakuan atau rekognisi sertifikasi untuk ASEAN, di mana dirinya dan Syamsuriansyah, S.Pd., M.Kes., sebagai board member/ pengurus organisasi tingkat ASEAN khusus untuk bidang teknologi laboratorium medis. Untuk hal itu, ujarnya, pihak perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan
yang dibekali pengetahuan yang tinggi, kemampuan laboratorium yang bagus serta etika dan perilaku terhadap lulusan. Diakuinya, kampus, MFH merupakan kampus yang memiliki potensi yang begitu cerah ke depan. Dari segi peralatan laboratorium yang memadai sampai dengan SDM yang sangat menjanjikan. Selain itu, Politeknik MFH sudah harus fokus pada implementasi kerjasama luar negeri yang selama ini telah dilakukan. Meski demikian, tambahnya, perguruan tinggi swasta selalu dalam kondisi terbatas sebagai kelemahannya terhadap infrastruktur dan suprastruktur. Namun, hal ini akan menjadi kekuatan ketika perguruan tinggi swasta mampu menjalin kerjasama dengan luar negeri dan seluruh stakeholder di masing-masing negara. “Hal ini akan menjadi acuan bagi Politeknik MFH agar menjadi PTS yang unggul ke depannya. Sehingga peringkat perguruan tingginya menjadi lebih baik, dan nggak salah jika Politeknik Medika Farma Husada menjadi perguruan swasta terbaik di NTB,” ujarnya. Sementara, Aldi salah satu mahasiswa TLM menyampaikan rasa bangganya kepada politeknik yang telah memfasilitasinya untuk siap berangkat tahun ini ke Universiti Selangor Malaysia. ‘’Nggak salah memilih kampus ini. Keren banget,’’ ujarnya. (r)
(Suara NTB/ist)
TUKAR CINDERAMATA - Dekan Pascasarjana Fakultas Sains and Tekhnologi Universiti Selangor Malaysia Mohd. Nazil Salleh (kiri) tukar cindramata dengan Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram Syamsuriansyah belum lama ini.
(Suara NTB/ist)
KARNAVAL BUDAYA - Kegiatan karnaval budaya yang dilaksanakan sebagai rangkaian Milad ke-12 STIKES Yarsi Mataram, Jumat (29/12) lalu.
Milad STIKES Yarsi Diwarnai Karnaval Budaya Mataram (Suara NTB) Perayaan ulang tahun atau milad ke-12 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram diwarnai dengan lomba karnaval budaya. Lomba karnaval budaya ini untuk memperkenalkan budaya Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo) atau baju adat masing-masing daerah asal mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (29/12/2017) diawali pembukaan oleh Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswa STIKES Yarsi Mataram, Heri Bahtiar, S.Kep., Ns., MPH., yang mewakili Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep., NS., M.Kes. Heri Bahtiar menjelaskan, lomba karnaval budaya itu bertujuan memperkenalkan budaya Sasambo atau baju
adat masing-masing daerah asal mahasiswa. Setelah pembukaan dilanjutkan karnaval budaya dengan berjalan santai melalui Jalan Lingkar Selatan, yang diikuti semua civitas akademika STIKES Yarsi Mataram dan diiringi gendang beleq. Pada milad ke-12 ini, ujarnya, pihak STIKES Yarsi Mataram bersyukur atas berbagai prestasi yang diraih. Terutama pada tahun 2017 lalu semua program studi sudah terakreditasi B. “Dan nilai uji kompetensi masih tinggi serta banyak lagi capaian-capaian prestasi dosen dan mahasiswa,” katanya. Pihaknya memohon doa dan dukungan semua pihak, mulai dari civitas akademika, alumni dan masyarakat. “Mudahmudahan acara milad STIKES
Yarsi berjalan sukses dan lancar,” harapnya. Rangkaian acara Milad STIKES Yarsi diawali pada 24 Desember 2017 sampai dengan 7 Januari 2018. Berbagai macam lomba digelar, antara lain Islamic fashion show, tutorial hijab, MTQ, Marawis. Selain itu ada juga fun bike, band, akustik, paduan suara, kontes foto dan video, dan marching band. juga lomba futsal dan voli putera dan puteri. Dari sisi sains, ada kegiatan seminar nasional, donor darah dan debat kesehatan. Sementara di internal civitas akademika STIKES Yarsi, diadakan kegiatan seperti festival food Nusantara, outbound, badminton, prasat, cerdas cermat, TK Yarsi Festival, healthy dance, dan baby care. (ron)
Murid SDN 2 Batulayar Diingatkan Hindari Nikah Dini Giri Menang (Suara NTB) Praktik merariq kodeq atau menikah di usia dini masih tinggi di NTB. Bahkan secara nasional, NTB menempati urutan kelima terbanyak melakukan praktik menikah di bawah usia. Berbagai usaha pun dilakukan pemerintah dan masyarakat luas guna mengkampanyekan dampak buruk nikah dini. Salah satunya dilakukan Kohati HMI Cabang Mataram. Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus ini mengingatkan para murid SDN 2 Batulayar untuk menghindari praktik nikah dini. Hal tersebut dilakukan saat menggelar sosisalisasi di SDN 2 Batulayar akhir tahun kemarin. Ketua Kohati HMI Cabang Mataram Siti Aisyah mengungkapkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka, mengingat anak-anak lahir sebagai generasi penerus bangsa ke depan. Untuk itu, orang tua harus benar-benar mempersiapkan anaknya dengan melakukan kontrol terhadap perkembangan anak. Lebih jauh dikatakan, sosialisasi yang dihadiri sekitar 100 orang itu berasal dari perwakilan siswa, perwakilan mahasiswa, per-
wakilan perangkat desa. Mereka semua dilibatkan mengingat peran pengontrolan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan dilakukan secara bersama-sama. “Bukan hanya dari kalangan orang tua yang sharing bagaimana mereka untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa tapi dari kalangan siswa dan mahasiswa yang nanti akan menjadi salah satu pelindung generasi penerus,” jelasnya. Sementara itu, M. Islahudin, pemerhati Perlindungan Anak Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari menyampaikan peranan orang tua dalam mengawasi penerus bangsa sangat besar. Hal itu dimulai sejak anak lahir ke dunia atau selama seribu hari kehidupan anak. Saking besarnya peran orang tua kata Islahuddin, orang tua jadi penentu anak ke depan akan seperti apa nantinya. Untuk itu, kontrol orang tua terhadap sangat dibutuhkan. Termasuk juga orang tua harus mampu memetakan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat tumbuh sesuai bakat mereka. “Adapun (Suara NTB/dys) peran orang tua mengenali anak seperti apa BERSAMA - Pengurus Kohati Cabang Mataram pose bersama usai yang anak suka, apa yang anak butuhkan, apa memberikan materi tentang pernikahan dini di SDN 2 Batulayar, Sabtu yang anak mau,” terangnya. (dys) (30/12/2017).
Halaman 11
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
ASH Pasifik FR Rebut Gelar Juara Suara NTB Cup 2017 Mataram (Suara NTB) Tim ASH Pasifik tampil sebagai kampiun Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017. Tim asal Masbagik, Lombok Timur itu untuk pertama kalinya meraih titel juara setelah mengalahkan tim juara bertahan BPN FC, dengan skor 3-1 di laga final di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/12). Dengan keberhasilan itu, maka piala bergilir Turnamen Futsal Suara NTB tahun ini jatuh di tangan tim ASH Pasifik. Selain membawa pula piala bergilir, tim Pasifik juga berhasil membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Sementara juara dua diraih oleh BPN, dan juara tiga dipegang oleh Alcatraz Andalusia setelah mengalahkan tim PDAM 3-1 di pertandingan final perebutan juara tiga. Final antara Pasifik dan BPN cukup alot. Kedua tim bisa dibilang sama-sama kuat dan memiliki kemampuan yang sama serta memiliki pemain dengan kemampuan
(Suara NTB/ars)
RUPA-RUPA ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008
RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 T W I N ’ S S A L O N , Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443
Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery, Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769
SALON SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothingspafreemskerrmbtstlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.JawaNo.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.NinikRidwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4
V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769
SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha
Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
YantiSalon&Spamenerima:prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb,Jl.BungKarno,Kr.genteng,tlp. 081917913809
RUPA-RUPA
AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
FINAL - Pemain ASH Pasifik FR, Satria, tengah menggiring bola di bawah kawalan pemain BPN FC di laga final Suara NTB Cup 2017 di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/12).
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081
RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
rata-rata bagus. Hanya saja tim Pasifik lebih beruntung karena mampu mencetak tiga gol, sementara BPN hanya mampu mencetak satu gol. Gol pertama Pasifik terjadi setelah 13 menit pertandingan babak pertama berlangsung. Lewat tendangan keras pemainnya bernomor punggung 4, Azmi dari jarak luar garis gawang BPN masuk menggetarkan jala gawang, dan skor 1-0 untuk Pasifik. Selanjutnya Pasifik menambah gol keduanya lewat Satria yang memanfaatkan bola um-
pan pendek dari rekannya, Jamrik. Skor 2-0 tidak berubah hingga pertandingan babak pertama usai. Selanjutnya, memasuki babak kedua tensi kedua pemain terus bertambah. Masingmasing pemain bermain cepat, dan saling menyerang. Namun lagi-lagi tim Pasifik berhasil menambah gol ketiganya lewat L. Hulfian di menit ke enam babak kedua berlangsung. Merasa ketinggalan 0-3, anak-anak BPN akhirnya merubah formasi menyerang. Di babak kedua yang masih
awal itu BPN menggunakan strategi power play, dimana gawang mereka dibiarkan kosong karena penjaga gawang mereka diharuskan naik untuk bantu menyerang. Strategi power play yang dimainkan BPN cukup jitu, lewat strategi yang mengharuskan semua pemain ikut menyerang itu BPN mampu memborbardir pertahanan Pasifik. Tapi sayangnya dari sejumlah serangan yang dilontarkan ke gawang Pasifik, anak-anak BPN hanya mencetak satu gol lewat Dedi Syamsuddin dan skor berubah 3-1 untuk Pasifik. Skor 3-1 tidak berubah hingga pertandingan berakhir. Atas hasil 3-1 itu tim Pasifik berhasil keluar sebagai juara turnamen futsal Suara NTB Cup 2017. (fan)
ASH Pasifik FR
Target Lolos Liga Pro Tahun 2018 TIM Futsal ASH Pasifik FR, berhasil tampil sebagai kampiun di Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017. Tim yang disponsori showroom jual beli Mobil bekas, ASH. Pasifik ini adalah pendatang baru di turnamen futsal Suara NTB 2017, meski pendatang baru mereka yang diperkuat mantan pemain futsal Masbagik, BPN, Alcatraz dan Mataram FC mampu tampil sebagai yang terbaik di liga futsal Suara NTB. Manajer Tim Pasifik, Aris Sugandi Hestaparna yang diwawancara Suara NTB usai pertandingan mengatakan bahwa tim ASH Pasifik merupakan tim asal Masbagik Lombok Timur (Lotim). Tim yang didukung oleh showroom jual beli mobil bekas di Lotim itu didirikan bulan Februari tahun 2011. Mereka diperkuat oleh perkumpulan anak-anak Masbagik Lotim dan anak-anak Mataram yang merupakan bekas pemain BPN, Alcatraz dan Mataram FC. “Tim ini kita bentuk tahun 2011. Sebagian besar pemain berasal dari Lotim, dan diperkuat pemain asal Kota Mataram yang merupakan mantan pemain BPN, Alcatraz dan Mataram FC,” ucapnya. Aris yang merupakan Manajer tim ASH Pasifik merupakan orang yang menginisiasi terbentuknya tim ASH Pasifik tersebut. Hal itu dilakukan karena atas kesukaannya dengan olahraga futsal. “Saya juga suka bermain futsal dan sering kumpul dengan anak-anak futsal di Lotim dan Mataram,” jelasnya. Karena memiliki banyak
(Suara NTB/fan)
Para pemain, manajer dan ofisial ASH Pasifik FR kenalan pemain futsal Masbagik, BPN, Alcatraz dan Mataram FC, Aris akhirnya membentuk sebuah tim futsal yang bernama ASH. Pasifik. “Nama depan tim, ASH diambil dari nama saya Aris Sugandi Hestaparna,” jelasnya. Sementara ASH Pasifik diklaim Aris diambil dari nama sebuah Showroom jual beli mobil bekas miliknya yang berada di Lotim. Selain menjuarai turnamen futsal Suara NTB, tim ASH Pasifik juga sering menjuarai turnamen futsal lokal NTB. Beberapa bulan lalu mereka juga berhasil keluar sebagai juara turnamen futsal UIL Cup 2017 dan Dr. Zul Cup 2017. Tim futsal ASH Pasifik kata Aris akan terus membenahi kualitas pemainnya. Pasalnya, mereka memiliki mimpi untuk bisa bermain di liga futsal profesional. “Target
kita tahun 2018 bisa bermain di Liga Futsal Profesional,” harapnya. (fan)
LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
SUARA NTB
Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
„ Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar Pin ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 2 Januari 2018
Halaman 15
2018, Tahun Politik atau Tahun Sepakbola? Oleh : M.Ramadhani (Pengelola SSB Fatahillah 354 Kota Mataram) JIKA pertanyaan di atas ditanyakan kepada penulis, maka jawabannya adalah Tahun Sepakbola. Atau mungkin sedikit lebih luas 2018 adalah Tahun Olahraga. Di level dunia ada ada pesta sepakbola dunia (World Cup 2018) dan di level Asia ada pesta olahraga multi event Asia Games di Jakarta. Soal politik dan pilkada banyak yang memprediksi bahwa suhu politik akan memanas. Adalah Yusuf Kalla, politikus senior Golkar, sang Wapres, dengan enteng berseloroh: Hangat di pembicaraan tapi tetap dingin di lapangan. Semua akan mengalir dan pada saatnya akan dingin kembali. Sebuah statemen pemimpin yang menenangkan. Tahun 2017 akan berakhir. Dalam hitungan hari lagi. Jejak jejak waktu di Tahun 2017 secara highlight dengan mudah dan cepat dapat ditelusuri dengan membuka galeri foto dan status di media sosial. Lalu, selamat datang 2018. Optimisme dan harapan harus tetap dirawat. Setidaknya 171 daerah akan menggelar pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada), terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Parpol yang mengusung bakal calon kepala daerah akan memposisikan kemenangan Pilkada sebagai “babak kualifikasi” dan fondasi untuk sukses dalam Pemilihan
Legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan digelar serentak di Tahun 2019. Tahun 2018 adalah tahun politik. Dalam sebuah ulasan ekonomi 2018 disebutkan Belanja Pemerintah di Tahun 2018 adalah APBN rasa Populis. Begitu banyak anggaran diecer langsung ke masyarakat. Semuanya sah sah saja. Toh selama memberi dampak langsung kepada masyarakat lapis terendah, akan lebih member dampak luas, dibanding stimulus dan insentif yang diberikan kepada pelaku ekonomi kelas atas. Lalu, apakah yang menarik selain melulu soal politik di Tahun 2018? Setidaknya ada dua lagi momentum yang sejak sekarang di beberapa spot dibuat hitung mundur (countdown) yaitu: Worldcup 2018 di Rusia dan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Lalu pertanyaan lanjutannya, manakah yang lebih menarik dan menghibur? Politikkah? Sepakbola? Tentu akan ada banyak jawaban. Masing masing akan menjawab dengan argumentasi dan analisisnya masing masing. Bagi penulis sendiri membuka peluang bahwa kedua-duanya menarik dan justru ada benang merahnya. Bagi Sindhunata, seorang filosof yang juga seorang jurnalis, sepakbola adalah sumber inspirasi dalam
banyak hal, termasuk dalam politik. Dari catatannya kita bisa mengurai satu persatu hubungan antara sepakbola dengan sosial, ekonomi, politik, psikologi, filsafat atau apapun itu. Sindhunata dalam tulisannya, politik yang akan mewarnai sepakbola ataukah sebaliknya: sepakbola akan melebur hiruk pikuk politik menjadi sebuah hiburan? Antara Cristiano Ronaldo, Ridwan Kamil dan Jokowi Ada yang tidak mengenal tokoh tokoh di atas? Dalam banyak hal, ketiga tokoh ini adalah sesungguhnya “pemain bola yang berpolitik” atau Politikus yang faham Sepakbola. Ronaldo, striker Tim Nasional Portugal dan Klub elit Real Madrid, adalah peraih FIFA Ballon D’Or, penghargaaan pemain sepakbola dunia terbaik sejagat. 4 tahun berturut turut. Dengan penghasilan Rp 5,3 T setahun dan 120.582.603 pengikutnya di media sosial. Dengan kepemimpinnya, Portugal justru menjadi Juara Eropa bukan pada saat menjadi tuan rumah tahun 2012. Tapi Justru di Tahun 2016. Melawan Perancis yang menjadi tuan rumah dan menjadi unggulan. Kemampuannya memotivasi saat detik detik akhir final dari bangku cadangan, adalah ibarat pemimpin politik yang berdiri ditengah tengah krisis politik.
Maka saat itu, Cristiano Ronaldo adalah “presiden” Portugal. Lalu adakah yang mengenal nama Presiden Portugal? Jangan jangan ada yang menyebut Cristiano Rinaldo, presidennya. Lalu Ridwan Kamil, seorang arsitek profesional yang kemudiaan menjadi Walikota Bandung. Salah satu kandidat kuat Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam Pilkada 2018. Seperti Cristiano Ronaldo: ganteng, smart dan lihai memaksimalkan media sosial dengan follower 3.256.122. Ide ide nya dalam membangun Kota Bandung seperti skil dribling dan shooting Ronaldo atau Lionel Messi dalam memanfaatkan untuk menjadi gol dalam setiap pertandingan. Selalu menjadi pembeda dan solution maker di tengah kejenuhan dan kebuntuan suatu rutinitas dalam pakem pembangunan yang “bussiness as usuall”. Sebagai Walikota Bandung dan juga pendukung Persib, ia dengan lihai memanfaatkan eforia kesuksesan Persib menjadi juara Liga Indonesia untuk larut bersama bobotoh yang juga adalah “potensial votter” yang besar. Sementara Joko Widodo, adalah pemain dengan tipikal pekerja keras. Ahli Percepatan. 5 Tahun cukup baginya untuk meraih jabatan politik yang “wah” : Walikota Solo, Gubernur
DKI Jakarta dan Presiden Republik Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa. Meski berperawakan kurus, klemat klemot khas orang Jawa Solo, Jokowi adalah antitesa dari agresivitas gol Cristiano Ronaldo atau sang Walikota Ridwan Kamil yang elegan. Maka Jokowi adalah tipikal pemain bertahan (defensif). Dalam sistem defensif ini, pemain hanya betah di daerahnya sendiri. Bertualang di daerah lawan sebisa-bisanya diminimalkan. Ide untuk membuat dan menentukan permainan, inisiatif untuk menyerang, memprovokasi agar lawan juga menunjukkan pola permainannya, semua adalah “larangan” dalam birokrasi sistem defensif. Sebaliknya, menanti dan mengharapkan lawan melakukan kesalahan, menanti kesempatan “counter”. Jokowi dengan sabar dan setia dibarisan belakang dan mampu mengoptimalkan semua pemain lain di semua lini untuk membentuk tim yang solid dan produktif. Lawan lawan politiknya takluk secara pelan pelan. Ibarat Timnas Italia, menjadi Juara Dunia 2010 atau tim non unggulan Estonia di Piala Dunia 2018 mendatang. Tahun 2018 : Siapakah Jadi Pemenang? Lalu pertanyaannya, di Tahun Politik, di Pilkada 2018,
apakah era politik menyerang atau justru kemenangan bagi politik bertahan? Apakah Cristiano Ronaldo akan kembali berjaya di Wold Cup Rusia? Yang jelas Belanda, atau identik dengan Ahok, sang penganut filosofi menyerang (total football), termakan oleh stareginya yang over agresif. Tetapi juga disisi lain, Timnas Italia, sang penganut ketat politik bertahan sudah gugur di putaran final. Apakah ini bertanda pemain bertahan seperti Jokowi akan seperti itu? Ataukah kejayaan bagi penganut politik populis ala Ridwal Kamil? Menurut Penulis, ditengah kegalauan yang amat sangat, makin lebarnya antara keinginan dan tuntutan kebutuhan, tekanan ekonomi yang makin berat, inflasi yang tidak terkendali, suku bunga bank yang tidak stabil, pajak yang makin mencekik, maka banyak ahli ekonomi dan futurolog yang memprediksi ekonomi akan bergerak realistis dan bahkan cenderung pesimistis. Para penonton, para pemilih, ataupun masyarakat kebanyakan akan lebih mudah menyukai dan menerima “janji-janji” politik dan strategi permainan yang populis. Permainan politik yang santun dan menenangkan. Yang mampu bertahan dan memaksimalkan kemampuan yang
ada untuk mencapai impian impiannya. Sabar bertahan tetapi juga lihai menyerang pada saat saat yang tepat. Siapakah dia pemenangnya? Kita tunggu saja dan catat tanggal mainnya. Pilkada Serentak akan berproses mulai proses pendaftaran peserta tanggal 1 januari 2018 dan akan memuncak pada pemungutan suara 27 Juni 2018. Sementara World Cup 2018 telah memilih 32 peserta putaran final dan akan saling bertarung dari 14 Juni15 Juli 2018. Melihat puncak eskalasinya hampir berdekatan, sepertinya berita Pilkada dan World Cup akan saling merebut Headline media massa dan hiruk pikuk di media sosial di medio JuliJuli mendatang. Menurut penulis, situasi psikologis antara pencinta sepakbola dan penikmat politik akan berjalan linier. Tahun 2018 apakah tahun politik atau tahun sepakbola? jawabannya adalah akan bertemu dalam satu benang merah bahwa sepakbola atau politik akan indah apabila prosesnya berjalan dalam suasana yang jujur (fair play), saling menghormati (respect), dan anti diskriminasi dan SARA. Siapapun pemenangnya, yang penting adalah prosesnya. Karena proses tidak akan pernah menghianati hasil. (*)
Perkuat Potensi Wisata Wakatobi
Garuda Indonesia Resmi Layani Penerbangan Kendari-Wakatobi VV MASKAPAI nasional Garuda Indonesia pada hari ini resmi melayani rute penerbangan Kendari - Wakatobi vv yang dioperasikan dengan menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. Direktur Marketing & Tek-
nologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati mengungkapkan, beroperasinya layanan penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memaksimalkan konektivitas udara bagi potensi wisata nasional. ‘’Khususn-
Terbanyak di Lotim Dari Hal. 1 Sedangkan dibagi berdasarkan instansi yang terlibat indikasi pungli, dirinci Ismail Bafadal ada 13 dinas atau instansi maupun instansi vertikal. Diantaranya Dukcapil, perangkat desa, Dinas PU, Dikbud, Dinas Pariwisata, ASDP, Dispenda, Dinas Perhubungan. ‘’Dilihat dari pelaku, yang dominan terindikasi terlibat itu perangkat desa. Ada 10 kasus,’’ sebut Ismail Bafadal yang menjabat sebagai Irwasda Polda NTB. Terkait kasus yang melibatkan perangkat desa, dominan dibelit kasus Prona. Ia mendapat
laporan, sebagian sudah divonis, sebagian masih dalam penyelidikan. ‘’Ada juga yang masih diproses di Kejaksaan,’’ ungkapnya. Dalam waktu dekat ia bersama anggota Satgas lainnya akan melakukan evaluasi dan menyusun rencana- rencana kegiatan penindakan dan pencegahan tahun 2018. Pihaknya juga sudah mempelajari berbagai modus para pelaku dari kasus yang ditangani. Penilaian dia, modusnya hampir sama secara nasional. “Ini yang akan kita pelajari dan evaluasi,” pungkasnya. (ars)
Layangkan Memori Kasasi Dari Hal. 1 Putusan pengadilan tingkat banding itu belum berkekuatan hukum tetap (incraht). Artinya, masih ada upaya hukum lagi yakni kasasi ke MA. Hal inilah yang ditempuh Pemprov NTB. Ruslan mengaku optimis, Pemprov akan menang di tingkat kasasi sesuai dengan buktibukti yang dimiliki. Seperti diketahui, pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Praya, kasus sengketa lahan Poltekpar ini dimenangkan Pemprov NTB. Hanya saja, di tingkat banding,
perkara ini dimenangkan pihak penggugat yakni Suryo. Dalam amar putusan tertanggal 4 Desember 2017 menyatakan sah dan berkekuatan hukum bahwa sebidang tanah sengketa seluas 41,5 hektar adalah berasal dari Charles Petrus Van Leeuwen alias Adji Pramono yang diperoleh dari almarhum ayahnya John Van Leeuwen. Pengadilan tingkat banding juga menyatakan sah dan berkekuatan hukum akta hibah No. 12 tertanggal 15 Januari 1993 yang dibuat oleh dan di hadapan notaris. (nas)
Kemeriahan Berkurang, Situasi Relatif Aman Dari Hal. 1 pengunjung yang didominasi wisatawan asing mencapai sekitar 10.000 orang. Terlihat sejumlah marketing penginapan dan hotel turun menjajakan kamar ke para pengunjung yang baru tiba. Begitu juga dengan bungalow belum penuh. Artinya tidak sepenuh tahun lalu. Bahkan menurut GM Otilla Hotel Gili Trawangan Fian, perayaan Tahun Baru 2018 kebanyakan wisatawan lokal dibanding mancanegara. Sebenarnya awalnya menjadi strategi marketing, sengaja dikosongkan untuk para tamu yang booking kepepet, dengan harga jual kamar yang lebih mahal. Namun sampai dengan jelang hari H, tidak banyak yang datang. Salah satu faktor minimnya kunjungan, dinilai akibat ketatnya pengamanan. Pengunjung wajib menunjukan KTP. Mereka yang lupa bawa KTP terpaksa dipulangkan. Terkait situasi ini, Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si mengklaim secara keseluruhan perayaan pergantian tahun di NTB relatif aman. Ia mengaku memantau langsung di beberapa titik, dari Mataram ke kawasan wisata Senggigi. ‘’Pusat keramaian masyarakat di sepanjang Pantai Senggigi. Ada enam hotel yang mengadakan kegiatan keramaian berupa pelepasan kembang api. Nah, semua kegiatan selesai pukul 01.52 Wita. Saya amati juga, masyarakat
kembali ke rumah masing masing pukul 03.00 Wita. Jam segitu sudah sepi,’’ katanya. Keseluruhan dari laporan diterima jajarannya, tidak ada gangguan keamanan berarti. Petugas di setiap pos pengamanan, baik lalu lintas dan fungsi lainnya tetap siaga. Kapolda juga mendapat informasi gereja gereja yang mengadakan kegiatan malam tahun baru, juga dipastikannya aman. Soal situasi ramai yang berimplikasi pada suksesnya pengamanan, menurutnya bukan ukuran. Soal ramai, padat merayap atau macetnya kendaraan, hanya soal pengelolaan jalur. Ada rekayasa lalulintas dilakukan jajarannya di Dit Lantas Polda NTB. Dimana, jalur dari Kebon Roek Mataram ditutup pukul 00.00 Wita, sehingga arus balik kendaraan dari Senggigi lancar ke Mataram. “Itu namanya rekayasa pengamanan,” tandasnya. Sementara pantauan Senin (1/1) kemarin, suasana di objek wisata seperti biasa. Wisatwan lokal mendatangi pantai untuk liburan terakhir, karena Selasa (2/1) besok mulai aktivitas seperti biasa. Pantauan di Gili Trawangan, situasi memang relatif ramai. Tapi tidak seperti tahun sebelumnya. Di pesisir pantai bisa dihitung wisatawan asing yang melakukan kegiatan snorkeling, diving atau pun yang bermain kano. (ars)
ya Wakatobi yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional.’’ Nina memaparkan bahwa layanan penerbangan Kendari Wakatobi vv tersebut dapat terealisasikan dengan baik berkat dukungan dari Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Pariwisata RI yang terus mendukung upaya Garuda Indonesia dalam memperkuat akses konektivitas udara nasional khususnya dalam mendukung peningkatan potensi pariwisata. ‘’Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Wakatobi yang mem-
berikan dukungan penuh atas beroperasinya layanan penerbangan Kendari - Wakatobi ini,’’ tambah Nina. ‘’Dibukanya rute Kendari Wakatobi tersebut juga sekaligus menjadi bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk terus memperkuat potensi jaringan penerbangan nasional,’’ ungkap Nina. Dibukanya rute penerbangan Kendari - Wakatobi vv ini diharapkan dapat semakin mempermudah akses wisatawan yang ingin berkunjung ke Wakatobi. Khususnya melalui rute penerbangan yang terhubung langsung dengan sejumlah hubungan pen-
erbangan nasional seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Dengan dibukanya rute penerbangan Kendari - Wakatobi vv, diharapkan dapat semakin meningkatkan demand wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau yang masuk dalam segitiga karang dunia tersebut. Sementara itu, Bupati Wakatobi H. Arhawi yang hadir dalam peresmian penerbangan perdana Kendari - Wakatobi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran manajemen Garuda Indonesia yang telah resmi melayani penerbangan Kendari - Wakatobi vv.
2018 Tuntaskan Tunggakan Kasus Dari Hal. 1 Tapi jika tidak bisa berlanjut ke persidangan, maka opsinya dihentikan. ‘’Sidang atau dihentikan, itu saja proses hukum itu,’’ tandasnya. Kapolda membeberkan pencapaian jajarannya di Ditreskrimsus. Di mana tahun 2016, berhasil menyelesaikan 29 berkas perara, dari target 25 perkara. Tahun 2017 meningkat lagi dua kali lipat dari target, mencapai 50 ber-
kas perkara. ‘’Ini sudah lampaui target. Tapi masih ada empat pekara belum seelsai, ini yang akan kita selesaikan,’’ tandasnya. Gambaran empat perkara itu diantaranya, kasus K2 Dompu, kasus Parsel Setda Lotim, Kasus IT KLU dan kasus Sampan Fiberglass Bima. Disinggung soal kasus- kasus yang ditangani masih relatif kecil untuk ukuran Polda NTB, menurut jenderal bintang satu ini, ukurannya bukan berdasarkan
skala kasus. Tapi terpenting menurut dia, kinerja Ditreskrimsus menangani kasus kecil atau pun besar, harus sesuai ketentuan hukum yang berlaku. ‘’Kita ingin melakukan penegakan hukum, tapi tidak ingin melanggar hukum. Boleh saja masyarakat minta cepat (penyelesaian kasus), tapi kalau melanggar hukum kan salah,’’ tegasnya. Juga soal desakan penahanan tersangka, risikonya ada di Kepolisian jika asal tahan. (ars)
Ketua BPPD: Ini Hanya Ada di Lotim Dari Hal. 1 Terpilih sebagai juara I, Eka Tabah Warbianti dari Kelurahan Sandubaya Selong, Juara II diraih Baiq Setya Bunga Yanti dari Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia dan juara III, Putri Army H. Ambuwaru dari Sanbudaya. Juara I mendapat hadiah uang tunai Rp 2 juta. Juara II Rp 1,5 juta dan juara III Rp 1 juta. Ada tambahan hadiah-hadiah menarik dari sponsor. Finalis lainnya yang siap akan menjadi mitra promosi pariwisata adalah Subiatun dari Tanak Rase, Baiq Zuhlia Wahyu Ningsih dari Lendang Nangka, Nabila Unthiyaningrum dari Tanjung, Oktaria Delan Stevany dari Suradadi, Baiq Mugi Rahayu Ratna Sari dari Selaparang, Silva Fahrani dari Selong, Febri Utami dari Pejanggik, Silvia Maulida Damayanti dari Kelayu Utara, Deslia Ayu Rizki dari Banjar Kemunig dan Rizki Handayaningsih dari Rempung. Ketua BPPD Lotim, Akhmad
Roji mengatakan, acara yang diinisiasinya itu pertama di Indonesia dan hanya ada di Lotim. Dia berharap bisa jadi rujukan nasional. Sebagai bentuk rangkaian kegiatannya, digelar Parade Kuliner Nusantara. Parade kuliner ini diikuti puluhan peserta. Acara yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Kabupaten Lotim dan sponsor dari sejumlah pihak ini berlangsung semarak. Layaknya sebuah acara pemilihan Putri Indonesia, ada riuh pendukung masing masing desa dan keluarga. Gedung Wanita Selong sebagai tempat pelaksanaan acara disulap gemerlap dengan nuansa megah. Prosesi pemilihan pun cukup alot. Para dewan juri melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dengan gamblang oleh peserta. Para putri pesona desa tersebut kata Akhmad Roji, menjadi mitra promosi pariwisata Lotim. Khususnya potensi wisata yang ada di desa. Di mana Lotim dengan segudang potensi wisata
yang ada di desa perlu bersinergi dalam mempromosikannya. Ditegaskan, diperlukan sinergi semua pihak membangun pariwisata. Sinergi ini adalah kata kunci membangun wisata. Jika semua dinas membangun pariwisata Lotim, besar peluang untuk menciptakan lapangan kerja. Mewakili Bupati Lotim, Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Muhammad Juhad dalam prosesi pembukaan acara mengatakan, sebanyak 13 finalis putri pesona desa itu akan jadi duta wisata Lotim. Dalam proses promosi wisata, semua finalis akan selalu dilibatkan. ‘’Kita akan bawa keliling nantinya ikut promosi pariwisata,’’ paparnya. Rencana lain, selesai pemilihan, para finalis merupakan mitra promosi pariwisata. Untuk memantapkan SDM, para finalis ini akan diberi pembekalanpembekalan. Ada yang dicoba digodok soal wisata nasional. Saat ini wisatawan sudah banyak melirik Lombok sebagai tempat berlibur. (rus/*)
‘’Terima kasih kami ucapkan kepada manajemen Garuda Indonesia yang sudah melakukan pembukaan rute ke Wakatobi hari ini,’’ ujarnya. Ia berharap, dengan dibukanya rute ini bisa terus ditingkatkan dan bisa dilayani setiap hari. ‘’Kami dari Pemda Wakatobi akan memberikan support dan tentunya berharap rute ini bisa dilayani setiap hari,” harap Arhawi. Layanan penerbangan Kendari - Wakatobi vv akan dilayani selama empat kali dalam seminggu, yakni Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. “Dari Bandara Haluoleo Kendari pukul 12.05 Wita dan tiba di Bandara Matahora Wakatobi pukul 12.55 Wita. Dan jadwal dari Matahora Wangi-Wangi berangkat pukul 13.25 Wita dan tiba di Haluoleo Kendari pukul 14.25 Wita,” papar Nina. Sejalan dengan pengembangan infrastruktur layanan pener-
bangan di Bandara Matahora Wakatobi, pertumbuhan penumpang pesawat udara di Wakatobi menunjukan tren peningkatkan tiap tahunnya. Hal tersebut terlihat peningkatan trafik penumpang di bandara tersebut dimana pada tahun 2013, tercatat sebanyak 11.150 penumpang tiba dan 11.867 penumpang berangkat per tahun. Adapun di tahun 2015, trafik penumpang meningkat menjadi 19.100 penumpang tiba dan 20.081 penumpang berangkat per tahunnya. Sejalan dengan pengembangan potensi wisata Wakatobi sebagai destinasi wisata prioritas nasional, pemerintah menargetkan pada 2019 Wakatobi akan dikunjungi 500.000 wisman. Adapun saat ini jumlah kunjungan wisman ke Wakatobi sebanyak 18.000 wisman,yangdiantaranyaberasaldari Swedia dan Australia. (*)
Minim, Penegakan Hukum Kasus Lingkungan di NTB Dari Hal. 1 terjadi banyak pembangunan yang abai terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan. Pada sektor kehutanan di NTB luas hutan 1,071 juta hektare, kini tersisa tutupannya hanya 22 persen saja dengan laju kerusakan 1,4 persen pertahun. Dengan asumsi jika terus terjadi kerusakan baik yang disebabkan oleh perambahan hutan, illegal logging dan alih fungsi lahan, maka 20 tahun yang akan datang NTB tidak lagi memiliki hutan. ‘’Dan tentu akan berdampak pada berbagai ancaman yang mulai akrab terjadi disetiap tahun. Seperi banjir bandang, kerugian materi lebih dari Rp 1 triliun,’’ ungkapnya. Tanah longsor di musim hujan dan banjir sepanjang tahun 2017 lebih dari 10 kejadian. Masing-masing di Bima dan Kota Bima, Sumbawa, Dompu, KSB dan Sambelia Lombok Timur kerugian lebih dari Rp 20 miliar. Dan Keruak Lombok Timur kerugian lebih dari Rp 30 miliar. Kota Mataram, Kuta Lombok Tengah dan Sembalun dan Pusuk Lombok Utara untuk tanah longsor yang mengakibatkan kerugian yang tidak ter-
hitung nilainya. ‘’Krisis air dan kekeringan di musim kemarau. Tercatat lebih dari 300 desa mengalami kekeringan di tahun 2017. Meskipun dampaknya tidak separah tahun tahun sebelumnya. Tetapi ancaman ini nyata terjadi setiap tahun dan pergantian musim,’’ kata Murdani. Konsep pembangunan dan pemanfaatan ruang sering menjadi persoalan dan melahirkan konflik di tengah masyarakat masih terus terjadi terutama di sektor pengembangan pariwisata dan industri perhotelan. Seperti di Kota Mataram, termasuk kontribusi dari buruknya sistem perizinan. Adanya aktivitas pembangunan terlebih dahulu baru mengurus izin, dan tidak jarang menyisakan konflik sosial. Di sisi lain, pembangunan hotel dan pertokoan di bantaran sungai telah nyata terjadi dan melanggar aturan. Namun tidak dilakukan penindakan dan seakan terus dibiarkan tanpa ada upanya melakukan penegakan peraturan. ‘’Penanganan sampah juga menjadi persoalan yang makin hari makin mengkhawatirkan. Termasuk potensi konflik horizontal di tengah masyarakat,’’ katanya. (nas)
Pemprov Optimis Kemiskinan akan Lebih Cepat Dientaskan Dari Hal. 1 angka kemiskinan di NTB tahun 2018 ditargetkan tersisa sebesar 12,25 persen. Sementara pada saat ini, angka kemiskinan di NTB masih pada posisi 16,07 persen. Untuk mengejar target tersebut, Pemprov mulai mengubah strategis pengentasan kemiskinan mulai 2018 mendatang. Ada perlambatan penurunan kemiskinan di NTB beberapa tahun terakhir. Dengan melambatnya penurunan kemiskinan ini, tentu, harus ada yang perlu diperbaiki. Ridwan menyatakan, langkah yang dilakukan dengan membuat inovasi dengan mencoba mengubah sedikit strategi. Strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan adalah melawan kemiskinan dari desa. Ia menjelaskan, alasan melawan kemiskinan dari desa. Ridwan mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten sudah memiliki basis data ter-
padu (BDT) soal kemiskinan. Data tersebut sudah by name by address per desa. Banyak hal yang dilakukan mulai dari desa, termasuk mengentaskan kemiskinan. Pemerintah desa sudah memiliki kekuatan uang dalam bentuk dana desa yang tujuannya juga untuk mengentaskan kemiskinan. Pemprov, sekarang memfasilitasi desa-desa yang ada supaya bisa memotret kemiskinan di desanya. Saat ini ada 995 desa di NTB. Jika melihat jumlah masyarakat miskin yang hampir mencapai 800 ribu jiwa, maka tidak cukup anggaran yang di provinsi digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Sehingga salah satu caranya melakukan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Sinergi program yang dilakukan ini berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua TKPKD NTB dan Wakil Bupati/Walikota se - NTB tentang percepatan penanggu-
langan kemiskinan menyepakati beberapa program pada 2018 mendatang. Diantaranya, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), peningkatan jamban keluarga (sanitasi), Pengembangan Rumah Layak Huni, Kelompok usaha bersama (KUBe), Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Pengelolaan sampah untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan cakupan air bersih di perdesaan. Pengembangan Bumdes dan KRPL ditarget 100 unit, Rumah layak huni 2.000 unit, jamban keluarga 1312 unit, cakupan air bersih 200 desa, pengelolaan sampah 300 kelompok dan KUBe sebanyak 200 unit pada tahun 2018. Sasarannya mengacu pada basis data terpadu yang telah ada. Target-target yang disepakati , tidak hanya menuntaskan target RPJMD tetapi peningkatan tarap hidup masyarakat NTB secara menyeluruh dan berkelanjutan, lebih-lebih dapat keluar dari garis kemiskinan.
Jika seluruh penggunaan DD dengan sistem padat karya sesuai kesepakatan bersama Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dilaksanakan di seluruh desa di NTB. Rata-rata Rp 1 miliar anggaran desa tidak lagi dikontrakkan tetapi pelaksanaan pekerjaan menggunakan tenaga kerja di desa dengan upah Rp 100 ribu per harui. Ridwan mengatakan DD akan mampu menggerakkan perekonomian di desa. Bukan hanya DD, Pemprov juga akan memaksimalkan program perbaikan RTLH dengan sistem padat karya. Tahun 2018 ini, Pemprov akan memperbaiki 2.500 RTLH di seluruh NTB dengan anggaran Rp 60 miliar. ‘’Walaupun tidak semua dengan sistem padat karya tapi paling tidak 50 persen dari 2.500 unit rumah tak layak huni atau Rp 30 miliar akan dilaksanakan dengan sistem padat karya,’’ katanya.
Ridwan menjelaskan, tidak mungkin semua proyek RTLH dipadatkaryakan. Karena ada rumah tangga sangat miskin yang harus dibangunkan rumah baru. Sehingga, sebagian akan mengikuti pola APBN untuk perbaikan RTLH. “Kita anggarkan beli bahan saja, beli semen, kayu, pasir dan lainnya. Sedangkan tenaga kerjanya masyarakat di sana, diupah,” jelasnya. Perbaikan RTLH ini bukan saja dari APBN dan APBD provinsi. Melainkan juga dari APBD kabupaten/kota dan APBDes. Perbaikan RTLH dengan sistem padat karya ini diyakini akan mampu menggerakkan perekonomian dan mempercepat penurunan kemiskinan di desa. Terkait dengan hasil evaluasi APBD 2018, Ridwan mengatakan tidak ada catatan yang terlalu signifikan. Hanya ada beberapa saran yang sifatnya saran. Artinya APBD kita sudah cukup transparan, akomodatif dan sesuai dengan ketentuan. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Selasa, 2 Januari 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Beri Kejutan, Dr. Zul Samakan Hadiah Finalis ’’Suara NTB Cup 2017’’
Mataram (Suara NTB) – Bakal Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan kejutan kala menutup Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017, Sabtu (30/12) lalu. Dr. Zul – sapaan akrabnya – memberikan tambahan hadiah kepada tim yang kalah di babak final sehingga perolehan hadiah dua finalis pun sama rata meski hanya dibedakan oleh gelar juara yang mereka raih. Dalam sambutannya, Dr. H. Zulkieflimansyah mengutarakan tentang pentingnya menjadikan kompetisi seperti Suara NTB Cup ini untuk terus memperkuat persahabatan. Untuk tujuan itulah, ia pun menawarkan kepada panitia turnamen untuk memberikan hadiah yang lebih besar bagi tim yang kalah di laga final tersebut. Dengan skema ini, maka juara I tetap memperoleh hadiah sebesar Rp 5 juta sementara juara II justru
akan diberikan tambahan hadiah sebesar sehingga hadiah mereka menjadi Rp 6 juta. Namun, setelah berkonsultasi dengan panitia, Dr. Zul pun setuju untuk menyamakan jumlah hadiah yang diberikan kepada kedua tim, terlepas dari apakah tim tersebut akan kalah ataukah menang. “Karena seharusnya yang mengalah itu harus dapat penghargaan lebih, saya tambahkan hadiahnya. Jadi juara satu sama juara 2 hadiahnya sama-sama Rp 5 juta,” ucapnya yang disambut tepukan riuh penonton dan dua tim yang akan bertanding. Laga final turnamen futsal Suara NTB Cup 2017 kali ini dibuka oleh tendangan dari Penanggungjawab Suara NTB Grup, H. Agus Talino, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM., dan Anggota DPR RI, Dr. Zulkieflimansyah. Secara bergantian, ketiganya mencoba melepaskan tendangan ke gawang sebelum laga antara BPN FC vs ASH Pasifik FR dimulai. Agus Talino dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan segenap pihak atas terselenggaranya turnamen tersebut. Sejak digelar tahun 2013 lalu, tahun ini jumlah tim yang ikut dalam kompetisi tahunan ini men-
(Suara NTB/fan)
Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan Piala Bergilir Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017, kepada klub ASH Pasifik FR yang menjadi juara di laga final, di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/12), disaksikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin dan Penanggung Jawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino. ingkat drastis. “Tahun ini jadi tahun keempat sejak kompetisi ini pertama kali digelar tahun 2013 lalu. Antusiasme tim cukup tinggi, dibuktikan dengan tiap kompetisi jumlah peserta terus bertambah. Tahun ini mengalahkan tahun kemarin, pesertanya 64 tim,” ungkapnya. Hal serupa juga diutarakan Husnanidiaty Nurdin. Malah
ia berharap agar Suara NTB tak hanya menggelar turnamen futsal, masih banyak cabang olahraga lainnya yang bisa dilirik. “Dukungannya jangan hanya di futsal, tapi di olahraga lain juga. Tahun depan kita berharap Suara NTB punya agenda tetap tiap tahun, yang bisa mengajak masyarakat NTB untuk giat berolahraga,” katanya.
ASH Pasifik FR Jadi Juara Setelah melalui laga final, Tim ASH Pasifik tampil sebagai Kampiun Juara Turnamen Futsal Gubernur NTB Cup 2017. Tim asal Masbagik, Lombok Timur itu merebut titel juara setelah mengalahkan juara bertahan BPN 3-1 pada laga final di Gelanggang Pemuda Mataram. Dengan keberhasilan itu,
maka piala bergilir Turnamen Futsal Suara NTB tahun ini jatuh di tangan tim ASH Pasifik. Selain membawa pulang piala bergilir, tim Pasifik juga berhasil membawa pula uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Sementara juara dua diraih oleh BPN, dan juara tiga dipegang oleh Andalusia Alcatraz setelah mengalahkan tim PDAM 3-1 di pertandingan final perebutan juara tiga. Pantauan Suara NTB di lokasi pertandingan final antara Pasifik dan BPN cukup alot. Kedua tim bisa dibilang sama-sama kuat dan memiliki kemampuan yang sama serta memiliki pemain dengan kemampuan rata-rata bagus. Hanya saja, tim Pasifik lebih beruntung karena mampu mencetak tiga gol, sementara BPN hanya mampu mencetak satu gol. Gol pertama Pasifik terjadi setelah 13 menit pertandingan babak pertama berlangsung. Lewat tendangan keras pemainnya bernomor punggung 4, Azmi dari jarak luar garis gawang BPN masuk menggetarkan jala gawang, dan skor 1-0 untuk Pasifik. Selanjutnya Pasifik menambah gol keduanya lewat Satria yang memanfaatkan bola umpan pendek dari rekannya, Jamrik. Skor 2-0 tidak berubah hingga pertandingan
babak pertama usai. Selanjutnya, memasuki babak kedua tensi kedua pemain terus bertambah. Masing-masing pemain bermain cepat, dan saling menyerang. Namun lagi-lagi tim Pasifik berhasil menambah gol ketiganya lewat L. Halfian dimenit ke enam babak kedua berlangsung. Merasa ketinggalan 0-3, anak-anak BPN akhirnya mengubah formasi menyerang. Dibabak kedua yang masih awal itu BPN menggunakan strategi power play, di mana gawang mereka dibiarkan kosong karena penjaga gawang mereka diharuskan naik untuk bantu menyerang. Strategipower play yang dimainkan BPN cukup jitu, lewat strategi yang mengharuskan semua pemain ikut menyerang itu BPN mampu membombardir pertahanan Pasifik. Tapi sayangnya dari sejumlah serangan yang dilontarkan ke gawang Pasifik, anak-anak BPN hanya mencetak satu gol lewat Dedi Syamsuddin dan skor berubah 3-1 untuk Pasifik. Skor 3-1 tidak berubah hingga pertandingan berakhir. Atas hasil 3-1 itu tim Pasifik berhasil keluar sebagai juara turnamen futsal Suara NTB Cup 2017. (aan/ros/fan)
(Suara NTB/fan)
(Suara NTB/fan)
(Suara NTB/fan)
Dr. H. Zulkieflimansyah menendang bola sebagai simbolisasi penutupan turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin memberikan trofi juara II untuk BPN FC.
Penanggung Jawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino memberikan trofi juara III untuk Alcatraz Andalusia.
Hindari Krisis Moral
LDII Gelar Munajat di Malam Tahun Baru Mataram (Suara NTB) – Di penghujung tahun lalu, kegiatan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di 34 provinsi difokuskan di masjid dengan penga-
jian bersama. Selain itu juga untuk memanfaatkan momen pergantian tahun dengan berdoa atau bermunajat. Sehingga tahun baru disambut dengan penuh harapan dengan
doa kepada Allah SWT. Ir. H. Chiswanto Santoso, M.Sc, Ketua DPP LDII yang membidangi Pendidikan Agama dan Dakwah mengatakan bahwa memilih kegia-
(Suara NTB/ist)
PENGAJIAN - Foto bersama setelah pengajian akhir tahun 2017 LDII di Sumbawa. tan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiatan pengajian di masjid di mana kita bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilaturahmi dan berdoa bersama. Serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami. Pengajian pada tahun baru dijadikan LDII sebagai tradisi untuk mengarahkan seluruh warganya pada sikap perilaku positif dengan melantunkan, memaknai Al Quran dan Al-Hadist serta contoh-contoh pengamalannya. Nasihat-nasihat agama oleh ustadz-ustadz yang disebar ke seluruh pelosok negeri serta kegiatan pelatihan keterampilan oleh para pakar yang dimilikinya dan berbagi pengetahuan
umum lainnya. Dr. H. Iskandar Siregar, M.Si. Ketua DPP LDII yang membidangi Kepemudaan mengatakan bahwa momen malam tahun baru adalah kesempatan seluruh warga LDII untuk berkumpul dan mempererat hubungan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, dengan sesama warga internal maupun dengan lingkungan masjid. Justru inilah saat pembangunan karakter bisa divisualisasikan disaat krisis moral sedang berlangsung di negeri ini. LDII sangat peduli dengan perkembangan perilaku sosial yang amat memprihatinkan. Lunturnya nilai, keyakinan dan pola pikir berakibat pada hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa bahkan merusak akhlak harus dicarikan jalan keluar dengan keg-
iatan positif. “Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyah yang mengarah pada maksiat. Tantangan berat bagi generasi ke depan adalah melawan pengaruh lingkungan sosial yang melaju cepat,” ujarnya. Karena itu pembekalan agama dan pembinaan akhlak sebagai pondasi perilaku harus dilakukan secara terus menerus sehingga terbentuklah generasi yang faqih agama, akhalqul kharimah serta mandiri, kreatif dan inovatif bisa terwujud. Chriswanto menambahkan bahwa kegiatan ini untuk memaintain kegiatan-kegiatan positif yang sudah dilaksanakan setahun penuh agar tidak rusak oleh kegiatan akhir tahun yang melanggar norma agama dan sosial, dan juga sebagai wujud konsistensi LDII dalam membina generasi muda. (lin/*)