Skip to main content

Edisi Senin 31 Desember 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 31 DESEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 243 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Turunnya Rata-rata Nilai UNBK dan Dunia Pendidikan yang Terdampak Gempa DI tahun 2018 dunia pendidikan NTB mengalami banyak tantangan. Diawali dengan menurunnya rata-rata nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMA/MA dan SMK dibandingkan tahun 2017. Kemudian bencana gempa bumi yang merusak banyak sarana dan prasarana sekolah, memaksa dunia pendidikan di sebagian wilayah NTB vakum selama beberapa waktu. Rata-rata nilai UNBK SMA/MA dan

SMK di NTB pada tahun ajaran 2017/ 2018 mengalami penurunan dibandingkan UNBK tahun ajaran 2016/ 2017. Hanya pada rata-rata Nilai UNBK SMA/MA jurusan Bahasa Indonesia yang menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Dari data yang diperoleh di Dinas Dikbud NTB menunjukkan, pada UNBK SMK tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata UNBK sebesar 186,86. Sedangkan pada UNBK

SMK tahun ajaran 2017/2018 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 153,44. Pada UNBK SMA/ MA jurusan IPA tahun ajaran 2016/ 2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 270,09. Sedangkan pada UNBK SMA/ MA jurusan IPA tahun ajaran 2017/ 2018 menurun jumlah nilai rata-rata sebesar 258,02. Sementara pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 263,25,

sedangkan pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2018/2019 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 240,24. Sedangkan terjadi kenaikan, pada UNBK SMA/MA jurusan Bahasa tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 285,78. Kemudian pada UNBK SMA/MA jurusan Bahasa tahun ajaran 2018/2019 terjadi kenaikan jumlah nilai rata-rata menjadi sebesar 291,07. Bersambung ke hal 11

TPTGR Adili Penunggak Kerugian Negara Mataram (Suara NTB) Majelis Tim Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Provinsi NTB memanggil dan mengadili para penunggak kerugian negara. Pihak yang disidang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan rekanan yang tercatat dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Provinsi NTB maupun Inspektorat Jenderal (Itjen) RI. Pemanggilan dilakukan pekan lalu. Bertindak sebagai Ketua Majelis Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H.Sayuti, M.Sc., P.hD, didampingi Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH.MH dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) H. Supran. Mengenakan toga majelis TPTGR ketiganya mengklarifikasi OPD dan rekanan penunggak kerugian negara. ‘’Kita sudah memanggil para rekanan yang tersangkut dengan TPTGR dan didampingi oleh beberapa Kepala OPD selaku Pengguna Anggaran di masing masing dinas,’’ kata kepala Sekretariat TPTGR, H. Azhar kepada Suara NTB, Sabtu (29/12) menjelaskan terkait materi sidang. Dari undangan dan hasil klarifikasi Majelis TPTGR, cukup memuaskan pihaknya. Di-

syukurinya, sebagian besar hadir dan sanggup menyelesaikan bebannya dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama. Kecuali, katanya, penunggak yang tidak diketahui keberadaannya, termasuk yang sudah meninggal atau alasan realistis lainnya. Setelah menyatakan kesanggupan, selanjutnya majelis menguatkan komitmen tertulis kepada kepala OPD atau perwakilannya dan kepada rekanan untuk proses penyelesaian. ‘’Disarankan kepada Kepala OPD untuk membuat kajian sebagai bahan usulan majelis TPTGR kepada gubernur untuk diadakan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku,’’ jelasnya. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

ADILI - Majelis TPTGR dipimpin Sekda NTB, H.Rosiady H.Sayuti, didampingi Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) H. Supran saat sidang penyelesaian tunggakan kerugian negara kepada rekanan dan kepala OPD.

TO K O H Buka Rute Perth-Lombok AWAL Maret 2019, penerbangan langsung Perth, Australia - Lombok kembali dibuka. Namun, penerbangan langsung Perth - Lombok tersebut akan dilayani maskapai AirAsia. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, pemerintah pusat terus berupaya menggenjot pertumbuhan sektor pariwisata. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara baik secara kualitas dan kuantitas terus digenjot. Gubernur mengatakan, salah satu destinasi wisata di Indonesia yang diunggulkan selain Bali adalah Lombok. H. Zulkieflimansyah Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R Logistik Korban Gempa Terpenuhi DINAS Sosial (Disos) NTB telah memenuhi kebutuhan logistik untuk korban gempa. Kalaupun ada kekurangan logistik pada beberapa warga korban gempa akan menjadi perhatian. ‘’Masyarakat sudah terpenuhi logistiknya. Tentu ada kekurangan pada beberapa warga, itu menjadi sesuatu yang menjadi perhatian. Dan terus dilakukan pemantauan,’’ kata Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (30/12) siang. H. Ahsanul Khalik Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/dok)

Tidak Terbit Berkaitan dengan Tahun Baru 2019 pada Selasa (1/1), SUARA NTB tidak terbit. Kami akan terbit kembali Rabu (2/1). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan harap maklum. Terima Kasih Penerbit

SEBERANGI SUNGAI - Sejumlah petani Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima memikul hasil pertanian saat menyeberangi sungai karena tidak ada jembatan penghubung, Minggu (30/12). Berita selengkapnya di hal 7. (Suara NTB/ist)

Percepat Pembangunan Huntap

’’The Spirit of Lombok-Sumbawa’’

Kewenangan Kadin NTB Diambil Alih Pusat

NTB Targetkan 4 Juta Wisatawan

Mataram (Suara NTB) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat mengambil alih kewenangan Kadin NTB. Pengambilalihan kewenangan ini akibat belum signifikannya keterlibatan pengusaha dalam pembangunan hunian tetap (Huntap). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Mohammad Rum, MT mengatakan, ketersediaan

material bangunan, aplikator, tukang atau tenaga kerja dan fasilitator masih menjadi kendala utama percepatan pembangunan huntap. ‘’Saya sudah bahas dengan Kadin Pusat, akan turun. Jadi sekarang Kadin NTB sudah ditarik kewenangannya oleh Kadin Pusat. Langsung pusat yang ambil alih,’’ kata Rum dikonfirmasi akhir pekan kemarin. Bersambung ke hal 11

MENPAR Arief Yahya bersama Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2019 NTB di Bandara Soetta Tangerang, Sabtu (29/12). Dengan mengusung tema The Spirit of Lombok -Sumbawa, akan ada 18 event di tahun 2019 dan empat di antaranya masuk dalam Top 100 CoE Nasional. Keempat event CoE 2019 Nasional adalah Pesona Bau Nyale, Festival Pesona Tambora, Bersambung ke hal 11

(son/kmb)

LAUNCHING - Menpar Arief Yahya bersama Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2019 NTB di Bandara Soetta Tangerang, Sabtu (29/12).

SMAN 1 Narmada Raih Piala Bergilir ’’Open Tournament Badminton Bank NTB Syariah Cup 2018’’ Mataram (Suara NTB) Open Tournament Badminton Bank NTB Syariah Cup 20018 resmi ditutup pada Sabtu (29/12) kemarin. SMAN 1 Narmada, Lombok Barat berhasil menggondol piala bergilir setelah perwakilannya mendominasi juara. Pelaksanaan open turnament ini berlangsung pada 26- 29 Desember 2018 di di Gelanggang Badminton Rudys Gegutu, Kota Mataram. Sebanyak 106 peserta/pelajar se NTB ikut bertanding di empat kategori. Yakni Kategori Tunggal Putra, Kategori Tunggal Putri, Kategori Ganda Putra dan Kategori Ganda Putri. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/bul)

PEMENANG - Penyerahan piala bergilir dan penghargaan kepada pemenang Piala Bergilir Open Tournament Badminton Bank NTB Syariah Cup 2018 pada penutupan kemarin.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

Halaman 2

(Suara NTB/mhj)

PERCEPAT INVESTASI - Masyarakat menghabiskan waktu luang ke salah satu mal di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Punia Kota Mataram, Minggu (30/12). Pemkot sedang mempercepat peningkatan investasi, dan diharapkan awal 2019 mulai bergerak.

Serahkan ke Tim

(Suara NTB/dok)

PENATAAN kawasan bisnis Cakranegara belum terlihat hasilnya. Tim telah dibentuk untuk mengatur kawasan tersebut. Kemacetan dan kesemrawutan pedagang menjadi pekerjaan rumah. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cakranegara, Fathoni Aspriandi tak bicara banyak terkait progres penataan kawasan bisnis Cakranegara. Ia menyerahkan sepenuhnya ke tim. “Kita juga bagian dari tim. Tapi komandonya tetap dari tim,” tandasnya. Fungsinya di tim demikian kata Fathoni, hanya mengkondusifkan wilayah. Tugas ini dikoordinasikan dengan lurah untuk turun ke masyarakat. Termasuk meminta dukungan ke masyarakat terkait pelaksanaan program pemerintah. Tindaklanjut dari rencana penataaan itu, tim akan rapat kembali. “Kita berharap ada dukungan dari tokoh masyarakat setempat,” harapnya. Dia melihat, pedagang cukup kooperatif terhadap gagasan Pemkot Mataram. Lahan telah disediakan untuk merelokasi pedagang. Hanya saja, butuh waktu agar kawasan tersebut benar – benar steril dari pedagang kaki lima. Kawasan bisnis Cakranegara telah ditata oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan mulai jalan Selaparang dan Hasanuddin. Skenario awal, Satker PBL bakal menggelontorkan anggaran Rp25 miliar untuk menyulap Cakranegara persis Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tahap pertama, baru digelontorkan anggaran Rp5 miliar. Fathoni menambahkan, pengelolaan lahan parkir, Pemkot Mataram telah membangun komunikasi dengan pengurus Pura Meru dan pengelola Selaparang Square. Informasinya, tidak ada masalah terkait ketersediaan lahan parkir. Hanya saja, perlu ada hitung – hitungan, sehingga menunggu kepastian dari pengurus pura. “Kalau lahan parkir sih sudah tidak ada masalah,” tandasnya. Fathoni yang juga Sekcam Cakranegara berharap penataan kawasan bisnis Cakranegara bisa segera dieksekusi. Sehingga, kawasan tersebut menjadi ikon baru bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Mataram. (cem)

Investasi di Mataram Mulai Bergerak Mataram (Suara NTB) – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Ir. H. Amiruddin memastikan investasi di Kota Mataram akan mulai bergerak pada awal tahun 2019. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sudah tidak ada masalah.

Fathoni Aspriandi “Insya Allah, awal tahun ini sudah mulai jalan investasi itu,” kata Amir ditemui pekan kemarin. Catatan Pemkot Mataram sebelumnya, investasi yang tersendat akibat

ketidakjelasan Perda RTRW mencapai Rp7 triliun. Dokumen RTRW saat itu sedang dikaji oleh Bagian Hukum. Amir mengakui, akan ada pembahasan kembali dengan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB. Secara substansi Perda ini sudah tidak ada masalah. Dan, tidak ada yang perlu diperdebatkan kembali. Persyaratan

diminta seperti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) telah disepakati 509 hektar. Demikian pula, persyaratan substansi lainnya. Kepala DPMPTSP Drs. Cokorda Sudira Muliarsa menilai rampungnya revisi Perda RTRW jadi angin segar. Artinya, izin yang sebelumnya ditunda kini memiliki kepastian. Penomoran dalam Perda tersebut nantinya, akan dijadi-

kan acuan untuk mengeluarkan izin. “Perlu kita lihat peta tata ruangnya,” jawabnya. Tetapi saat ini, DPMPTSP telah membuka komunikasi dengan para pengusaha agar melengkapi dokumen mereka. Seperti izin lingkungan dan lainnya. Apalagi dengan Online Single Submission (OSS) atau Sistem perizinan terintegrasi secara elektronik lebih mempermudah masyarakat.(cem)

Jadi Tantangan bagi Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Pergantian Tahun Pemkot Pelayanan Kesehatan

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt., menanggapi pro kontra pembangunan gerbang Kota Mataram. ‘’Gerbang yang sekarang itu ada perubahan desain karena yang pertama itu sesuai hasil rapat kerja dengan Dinas PUPR, memang secara konstruksi tidak siap mereka,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram pekan kemarin. Sehingga yang ditekankan oleh Dinas PUPR bagaimana agar desain ini betul-betul aman dan dari segi estetika juga bagus. ‘’Ini baru penyampaian dari Dinas PUPR, kita belum dalami dengan rapat-rapat selanjutnya menyangkut tentang perubahan beberapa desain ini. Jadi kita hanya bicara kemarin bahwa itu dikerjakan di pabrik, kemudian di situ juga bermasalah dengan waktu pengerjaannya,’’ ungkapnya. Dengan demikian, rekanan yang mengerjakan proyek gerbang itu sudah dikenakan sanksi denda keterlambatan. Terkait bentuk gerbang, kata Wiska, tidak ada komunikasi dari eksekutif dalam hal ini Dinas PUPR. ‘’Jadi kemarin kita rapat, yang dilaporkan hanya seperti itu,’’ cetusnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengaku sempat memantau pendapat masyarakat soal gerbang Kota Mataram tersebut. Terhadap pembangunan gerbang yang menelan anggaran Rp6 miliar lebih ini, Wiska menyadari pasti akan ada pro dan kontra. ‘’Saya juga pantau di medsos. Ada yang bilang seperti sarang burung, ada yang bilang terlalu megah,’’ ujarnya. Lepas dari pro kontra itu, lanjut dia, yang terpenting sekarang adalah bagaimana keamanan gerbang itu dan juga estetikanya. Anggota Dewan dari Dapil Sandubaya ini menekankan agar pembangunan pintu gerbang itu dikerjakan sesuai kontrak. Hadirnya pintu gerbang yang begitu megah ini, kata Wiska, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Mataram di tengah derasnya kritik terhadap pembangunan pintu gerbang itu. Apalagi, selain pintu gerbang, Pemkot Mataram juga membangun monumen Mataram Metro yang tidak kalah megahnya dengan anggaran yang lebih fantastis, mencapai Rp11 miliar. ‘’Ini tantangannya, jangan sampai ketika tamu masuk di gerbang itu, di dalamnya ternyata masih banyak sampah. Genangan di manamana. Kemudian di sana sini masih banyak rumah kumuh,’’ pungkasnya. (fit) I Gede Wiska (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Seolah menjadi kebiasaan setiap tahunnya, perayaan hari besar selalu diwarnai dengan melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Kenaikan harga ini terjadi di sejumlah pasar di Kota Mataram. Komoditi yang naik seperti sayur, beras, telur, daging dan lainnya. Fauziah, pedagang di Pasar Pagesangan mengakui, harga beras biasanya Rp10.000 per kilogram. Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru naik menjadi Rp11.000 - Rp12. 000 per kilogram. “Naiknya sudah lama sih. Mulai perayaan maulid sampai sekarang,” tuturnya ditemui pekan kemarin. Telur ayam satu terai mengalami kenaikan Rp1.000, dari harga Rp46.000 per terai menjadi Rp47.000. Kenaikan drastis dirasakan pedagang pada harga bawang merah. Awalnya Rp15.000/kg, melonjak 100 persen menjadi Rp30.000. Sedangkan, gula dan tepung mengalami kenaikan Rp500. Dari rata – rata harga Rp6.500/kg. Dan, harga Rp11.000 menjadi Rp11.500. Untuk daging sapi sejak lama naik. Biasanya Rp100 ribu/kg, menjadi Rp130 ribu/kg. “Apa – apa mahal sekarang,” tuturnya. Dikeluhkan Fauziah, kenaikan harga berimbas terhadap daya beli masyarakat. Pembeli hanya belanja dalam jumlah kecil saja. Lonjakan harga menjelang tahun baru cukup dirasakan oleh masyarakat. Yeyen, misalnya,

Tetap Buka 24 Jam

(Suara NTB/mhj)

MELONJAK - Seorang pedagang di Pasar Pagesangan sedang melayani pembeli. Setiap perayaan hari besar sejumlah harga kebutuhan pokok melonjak. mengeluh harga barang di pasar mahal. Ini selalu terjadi pada saat tahun baru dan hari besar lainnya. “Kita bawa uang Rp100 ribu ndak cukup. Paling cuma dapat beberapa saja,” ucapnya. Dia heran persoalan ini terus berulang setiap tahunnya. Pemerintah diharapkan mengambil langkah strategis menekan harga. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengakui kenaikan sejumlah kebutuhan masyarakat. Seperti daging mengalami kenaikan kisaran Rp10 – 20ribu. Ini disebabkan, stok daging sedikit. “Informasinya biasa per hari dipotong enam ekor. Turun jadi lima ekor,” ujarnya.

Kelangkaan stok daging sapi coba dicarikan permasalahannya bersama Satgas Pangan serta instansi terkait. Sedangkan, harga beras cuma mengalami kenaikan Rp1.000/kg. Kendala di pasar – pasar tradisional, pedagang tidak membedakan mana beras premium dan medium. Mereka mematok rata, sehingga pembeli kesulitan membedakan kualitas beras. “Ini kendala kita kalau di pasar. Beda yang sudah dibungkus di toko – toko,” ucapnya. Stok beras demikian kata Alwan, tidak ada masalah. Badan Urusan Logistik telah menjamin stok beras aman sampai bulan Agustus 2019 mendatang. (mhj/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memastikan seluruh pelayanan kesehatan baik rumah sakit dan puskesmas pada libur tahun baru tetap buka 24 jam. Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang ditemui pekan kemarin mengatakan, perayaan tahun baru akan dilaksanakan secara sederhana. Masyarakat diharapkan memiliki sensitivitas pascabencana. Terlebih musibah tsunami yang menimpa masyarakat di Banten dan Lampung. “Kita rayakan sederhana,” ucapnya. Untuk pelayanan kesehatan dipastikan tetap buka 24 jam. Rumah sakit maupun puskesmas tetap melayani masyarakat meskipun libur tahun baru. “Pelayanan kesehatan tetap siaga saat pergantian tahun,” ujarnya. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Lalu Herman Mahaputra menegaskan, pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap buka. Petugas medis baik perawat dan dokter dibatasi pemberian cutinya. “Ndak boleh ada cuti. Kalaupun cuti kita batasi,” tegasnya. Untuk pelayanan sejak dulu tidak pernah ada libur. Terutama penanganan kedaruratan. Petugas medis di in-

stalasi gawat darurat (IGD) siaga. “Lebaran saja kita tetap layani. Kecuali pelayanan di poli,” tambahnya. Sementara itu, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh tidak melarang masyarakat Kota Mataram merayakan tahun baru. Dia hanya menginginkan, pergantian tahun baru dirayakan dengan sederhana. Pergantian tahun masehi itu telah dipersiapkan oleh Pemkot Mataram hiburan rakyat. Demikian pula, titik – titik yang akan dikunjungi telah disiapkan fasilitas. “Maksud kita supaya masyarakat tidak kemana – kemana,” imbuhnya. Euforia pergantian tahun dipastikan ada. Terutama pemuda – pemudi yang menikmati libur di objek wisata. Namun demikian, ia mengajak masyarakat sama – sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan harapan, tidak terjadi hal – hal tidak diinginkan. “Kita sama – sama jadi keamanan dan ketertiban,” pintanya. Pengamanan di malam pergantian tahun Satuan Polisi Pamong Praja diminta mengintensifkan patroli. Camat dan lurah juga turut mengontrol wilayah masing – masing. Petugas kepolisian nantinya akan mem-back up. (cem)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 pihaknya memberikan pedilaksanakan oleh pemerintah. Mataram (Suara NTB) – 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Setelah pembentukan ka- doman dan tata cara pengiSetelah terbentuknya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 kampung keluarga berenca- mpung KB di Kelurahan Jem- sian, sehingga nantinya terse12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 na, Dinas Pengendalian pong Baru, Kecamatan Sekar- dia data basis kependudukan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Penduduk dan Keluarga bela tahun 2016 lalu, DPPKB keluarga berencana dan pem12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Berencana (DPPKB) Kota terus memperbanyak kam- bangunan keluarga serta data 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Mataram tetap konsisten pung KB di Mataram. Tercatat – data lintas sektor di kam12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 dan fokus memberikan 18 kampung KB yang tersebar pung KB secara tepat dan aku12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 edukasi dan peningkatan di enam kecamatan di Kota rat. “Nantinya, data ini dapat 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 kapasitas terhadap kader Mataram. “Sekarang sudah digunakan sebagai data per12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 dan masyarakat. Kali ini, ada 18 kampung KB di Mat- encanaan meningkatkan kual12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 dilakukan orientasi poten- aram,” sebut Sutrisno kepada itas SDM dan kesejahtreaan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 masyarakat,” tambahnya. si terhadap kampung KB di Suara NTB, Minggu (30/12). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Selain melakukan orientaOrientasi pendataan potenKota Mataram. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Kepala DPPKB Kota Ma- si wilayah kampung KB yang si, pihaknya juga meresmikan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 taram, Drs. Sutrisno men- dihadiri pengurus kata dia, kampung KB di Lingkungan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 gungkapkan, pembentukan dengan maksud agar pengurus Babakan, Gerisak dan Pan12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 kampung KB merupakan mengetahui persis wilayah dan Alas. Pembentukan kam12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 salah satu upaya pemerintah mereka. Terutama dari aspek pung KB diharapkan, organ- PENGARAHAN - Kepala DPPKB Sutrisno memberikan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 untuk meningkatkan sumber- sumberdaya manusia dan isasi perangkat daerah bisa pengarahan orientasi pendataan potensi wilayah kampung 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 ekonomi bersama – sama fokus dan ter- KB pekan kemarin. daya manusia dan kesejahter- pemberdayaan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 aan keluarga. Dia menilai, masyarakat serta sarana dan padu melihat program kegia12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 tannya. Sehingga, masyarakat kegiatan di OPD, guna mewu- kesejahtaraan masyakampung KB sebagai minia- prasarana di wilayahnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Dalam orientasi tersebut, dapat merasakan program judkan peningkatan SDM dan rakat. (cem/*) tur dari program – program 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012

DPPKB Lakukan Orientasi Potensi Kampung KB

(Suara NTB/ist)


Senin, 31 Desember 2018

SUARA NTB

Halaman 3

Capacity Building Pengendalian Inflasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi NTB di Provinsi Jawa Timur. Surabaya (25-27/4/2018)

Pantau harga komoditas pasar, kendalikan inflasi daerah. Mataram (16/05/2018)

Penanaman Bawang Putih Total Organik di Kabupaten Lombok Timur. Kabupaten Lombok Timur (01/7/2018)

Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2018. Jakarta (20-21/07/2018)

Bank Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Gempa Bumi Lombok. Kabupaten Lombok Utara (16/08/2018)

Bincang Bareng Media. Mataram (04/09/2018)

Showcase UMKM di IMF-World Bank Meeting di Bali. Bali (08-14/10/2018)

Seminar Pengembangan Wirausaha Perempuan. Mataram (10/10/2018).

Padi Organik Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). Kabupaten Lombok Tengah (10/10/2018).

Kooardinasi Perkuat Sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi NTB. Mandalika-Lombok Tengah (15/10/2018)

Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opprotunities, and Prospects. Mandalika-Lombok Tengah (15/10/2018)

Tabligh Akbar, NTB Bangkit Bersama Ummat. Mataram (20/10/2018)

Delegasi pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 serahkan Bantuan di Pulau Lombok. Kabupaten Lombok Barat (27/10/2018).

Temu Mitra Bank Indonesia. Kabupaten Lombok Barat (27-28/10/2018)

Delegasi Provinsi NTB Raih Penghargaan Dalam Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia 2018. Balikpapan (02-04/11/2018)

Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi NTB. Mataram (01/11/2018)

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Beasiswa Bank Indonesia dengan Universitas Samawa di Kabupaten Sumabawa.Kabupaten Sumbawa (24/11/2018)

Aksi Generasi Baru Indonesia (GenBI) Dalam Penanaman 3.000 Mangrove. Mataram (02/12/2018)

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018. Mataram (13/12/2018)

Pameran UMKM Binaan Bank Indonesia dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018. Mataram (13/12/2018)

Fashion Show Tenun Pringgasela dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018. Mataram (13/12/2018)

Library on The Street dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018. Mataram (13/12/2018)

Peresmian Galeri Tenun Pringgasela Mataram (16/12/2018)

4 (Empat) BI Corner Raih Penghargaan Terbaik Tingkat Wilayah Nusa Tenggara Barat. Jakarta (17/12/2018)

Grand Launching Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Mataram (27/03/2018)

Ekspedisi Laskar Nusa Jaga Kedaulatan Rupiah. Pulau Moyo, Pulau Bajopulo, Desa Pusu dan Pulau Medang (09 – 14/04/2018)

Sosialisasi Kebanksentralan, Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah, dan Gerakan Cinta Rupiah dalam Ekspedisi Laskar Nusa Jaga Kedaulatan Rupiah. Pulau Moyo, Pulau Bajopulo, Desa Pusu dan Pulau Medang (09 – 14/04/2018)

Kegiatan Penukaran Uang layak Edar dalam Ekspedisi Laskar Nusa. Pulau Moyo, Pulau Bajopulo, Desa Pusu dan Pulau Medang (09 – 14/04/2018)

Halal Bihalal dan Penghargaan kepada Perbankan di Provinsi NTB. Mataram (01/7/2018)

Kartu GPN Resmi di-Launching di Provinsi NTB. Mataram (21/10/ 2018)

Seminar Pariwisata Halal Melalui Financial Technology. Mataram (31/10/2018)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Bersama BMPD NTB Gelar Aksi Donor Darah. Mataram (07/11/2018)


SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

PBB Yakin Bisa Bersaing dengan Partai Besar Selong (Suara NTB)Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Lombok Timur (Lotim), H. M. Zuhri, mengaku PBB merupakan partai kecil. Partai yang tak memiliki wakil di DPR RI ini disebutnya butuh perjuangan keras di daerah untuk bisa bersaing. Meski butuh perjuangan keras, namun diyakinkan PBB PBB bisa bersaing dengan partai-partai besar. Menjawab Suara NTB, Sabtu (29/12) lalu, H. Zuhri yang juga Ketua Komisi I DPRD Lotim ini mengatakan khusus di Lotim ditarget bisa dapat mengisi semua Daerah Pemilihan (Dapil) se Kabupaten Lotim. Setidaknya satu orang satu dapil. Saat ini PBB hanya memiliki lima kursi di DPRD Lotim. Pada Pemilihan Umum 2019 mendatang ditarget bisa menjadi lima kursi, sehingga bisa membuat fraksi tersendiri. Tidak lagi gabung dengan partai lain. “Target kita tidak perlu muluk-muluk, cukup lima caleg dari lima dapil,” imbuhnya. Disampaikan Dapil II dan Dapil I yang belum terisi. Suara PBB ini hanya terisi dari Dapil III, IV dan V. Tahun 2019, dengan kader kompetitor yang baik, maka diyakini akan bisa mengisi semua kursi. Meskipun dengan sistem proporsional yang berlaku sekarang dalam penentuan caleg terpilih. Sistem proporsional ini diklaim memang hanya akan menguntungkan partai besar. Bagi PBB, bukan berarti dengan sistem itu keberadaan yang kecil menjadi disepelekan. Peluang partai kecil menurutnya sangat terbuka dan bisa bersaing mendapatan pilihan rakyat. Diketahui PBB merupakan salah satu partai besar di Lotim dengan masuknya afiliasi dari salah satu organisasi besar. Posisi pimpinan pun pernah di tangan. Akan tetapi setelah tak lagi bersama, suara PBB menghilang. Meski demikian diyakinkan Zuhri, PBB tetap bisa eksis. “Meski sudah ditinggal terpenting bukan ditinggalkan oleh konstituen,” urainya. Menghadapi Parliamentary Threshold atau ambang batas suara di parlemen, Zuhri tidak menampik fakta sulit yang akan dihadapi. Bermodal keberadaan sang Ketua Umum, Prof. Yusril Ihza Mahendra di pusat, diyakinkan akan bisa bertahan. Tidak adanya wakil di pusat pun diyakini tidaklah menjadi persoalan. “Keberadaan Ketum kami Pak Yusril punya andil besar melihat negara ini ke depan,” paparnya. (rus)

SUARA PULAU LOMBOK

BUMDes Diingatkan Tidak Jadi Predator Usaha Masyarakat Selong (Suara NTB) Sekretarias Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi, mengungkapkan perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini cukup baik di seluruh Indonesia. Akan tetapi, perkembangan yang cukup baik ditunjukkan oleh BUMDes diharapkan tidak menjadi kompetitor, apalagi predator yang dapat mematikan usaha masyarakat di desa. Dikonfirmasi di sela-sela peresmian sarana prasarana destinasi wisata Kembang Kuning, Sabtu (29/12), Anwar Sanusi mengharapkan, BUMDes tidak menggarap usahausaha yang dikembangkan oleh masyarakat. Apabila itu dilakukan, maka sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat itu sendiri. BUMDes diharapkan menggarap sektor-sektor lain yang

belum digarap oleh masyarakat. Misalnya melakukan pengelolaan terhadap potensi-potensi yang ada di desa berupa potensi sumber daya alam (SDA) yang justru akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat itu sendiri. Menurut Anwar Sanusi, pengembangan destinasi wisata sangat bagus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis desa. Berbicara masalah wisata,

harus diperhatikan sarana prasarana wisata. Sehingga prasarana inilah yang semestinya menjadi titik fokus dari BUMDes itu sendiri, sehingga akan menyerap tenaga kerja yang tentunya memberikan pemanfaatan kepada masyarakat. “BUMDes tidak boleh jadi kompetitor apalagi prredator yang dapat mematikan usaha-usaha yang digeluti oleh masyarakatnya,” tegasnya lagi. (yon)

(Suara NTB/rus)

PINTU MASUK - Pintu Masuk Desa Jeruk Manis mulai dipercantik oleh pihak desa. Pemerintah desa mengalokasikan Rp500 juta dalam menata objek wisata desa tahun 2019.

(Suara NTB/yon)

TINJAU - Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy, meninjau langsung kualitas kain tenun Pringgasela pada salah satu pameran belum lama ini.

Setiap Jumat, Pegawai Pemkab Lotim Gunakan Kain Tenun Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Sukiman Azmy, MM, kembali mengeluarkan kebijakan penggunaan pakaian tenun lokal untuk pegawai lingkup Pemkab Lotim. Penggunaan kain tenun ini akan dimulai Jumat pekan depan. “Saya sudah tandatangani edarannya. Setiap hari Jumat pejabat maupun pegawai lingkup Pemkab Lotim menggunakan pakaian tenun Pringgasela, Kembang Kerang, Maringkik, dan Sembalun,” jelasnya, Sabtu (29/12). Diakuinya, saat ini yang masih aktif dan berkembang yaitu kain tenun Pringgasela. Untuk di Kembang Kerang masih seperti biasa yang dimu-

ngkinkan gaungnya kurang maksimal, sementara untuk di Pulau Maringkik masih ada, namun tidak se-produktif dahulu. Untuk itu, ke depan beberapa sentra kerajinan yang merupakan salah satu potensi Lotim untuk dibesarkan dengan diawali penggunaan kain tenun sebagai pakaian para pejabat dan pegawai lingkup Setdakab Lotim. Bupati sangat mengapresiasi perkembangan yang dilakukan oleh para pengrajin kain tenun. Semula menggunakan bahan-bahan yang menghasilkan kualitas kain tenun yang keras dan begitu tebal, namun saat ini kualitasnya cukup bagus, sehingga mampu bersaing dan mem-

berikan kenyamanan terhadap konsumen. Selain itu, alat-alat yang digunakan juga mengalami kemajuan baik sumbangan dari Bank Indonesia (BI) dan lainnya dengan tidak menghilangkan keaslian dari alat-alat yang dipergunakan oleh para pengrajin/ penenun. Misalnya, pemberian Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Sehingga masa kerja 10 hari untuk membuat satu buah kain, dapat terselesaikan menjadi 10 sampai 12 jam. Penggunaan kain tenun ini yang akan dijadikan pakaian pejabat dan pegawai lingkup Setdakab Lotim nantinya untuk motif dibebaskan. Namun tidak diperbolehkan membeli dari luar daerah Provinsi NTB. (yon)

KETUA Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Akhmad Roji, mengharapkan, pemerintah harus hadir di tengah-tengah perajin. Salah satu caranya adalah membentuk regulasi yang menguntungkan para perajin. ‘’Bisa dengan membeli produk-produk kerajinan tersebut untuk digunakan di kantor-kantor pemerintahan. Baik kantor desa, camat mau-

pun kantor pemerintah daerah,’’ terangnya, Sabtu (29/12). Tidak hanya itu, pemerintah bisa turut membeli hasil kerajinan. Bisa memulai dari sekolah-sekolah dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Termasuk mengeluarkan kebijakan yang menggunakan kain tenun untuk seragam ke kantor. Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy menginginkan ada kebang-

Tanjung (Suara NTB) Polres Lombok Utara menggelar razia pada Sabtu (29/12) malam di sejumlah hotel di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dari sejumlah pengunjung yang diperiksa urinenya, Polres Lombok Utara tak mendapati satu pun positif mengkonsumsi narkoba. Gelaran razia narkoba Polres Lombok Utara dilakukan sesuai Surat Telegram Polda NTB No. ST/1913/XII/Red 4/ 2018, tanggal 27 Desember 2018, menindaklanjuti ST Kabareskrim Polri No. ST/427/ XII/Red 4/2018/Bareskrim tanggal 26 Desember 2018 tentang operasi/razia gabungan di tempat hiburan malam melalui kegiatan cipta kondisi secara serentak menjelang tahun baru 2019. Adapun pelaksanaan operasi/razia tersebut meliputi, tes urine kepada seluruh pengunjung tempat karaoke, cafe oleh petugas BNNK. Aparat juga mencatat identitas para pengunjung yang dirazia pada malam itu. Dalam operasi gabungan kali ini, Kabag Ops Polres Lombok Utara, Kompol Parlindungan Gultom, turun didampingi Kasat Narkoba, Iptu Remanto, SH., bersama personel Satnarkoba dan tim Urkes Polres Lombok Utara. Razia Satnarkoba Polres Lombok Utara dimulai pada pukul 23.00 WITA. Aparat langsung menyisir beberapa kafe di Gili Trawangan. Salah satu yang menjadi target yakni Cafe Sama Sama Regge

yang melaksanakan party pada malam tersebut. Aparat Kepolisian pada operasi tersebut memeriksa barang bawaan para pengunjung, dan melakukan tes urine. Tidak hanya pengunjung, karyawan kafe juga diperiksa dan dites. Namun demikian, dari razia yang dilakukan itu aparat tidak mendapati satu orang pengunjung atau karyawan yang positif membawa atau mengkonsumsi arkoba. “Operasi gabungan ini tidak hanya dilakukan di KLU, namun operasi cipta kondisi itu juga dilakukan serentak se NTB menjelang tahun baru,” katanya. Berdasarkan hasil operasi dan setelah dilakukan pemeriksaan urine para pengunjung atupun karyawan kafe, Parlindungan Gultom mengakui tidak menemukan narkoba pada barang bawaan pengunjung. Pihaknya berharap, nihilnya hasil operasi kali ini merupakan indikasi bahwa masyarakat setempat sudah sadar akan bahaya dan dampak negatif narkoba. “Selain dilakukan pemeriksaan, dari hasil tes urine yang dilakukan oleh tim Urkes, kita tidak menemukan satu pun yang positif mengkonsumsi narkotika,” tandasnya. Operasi gabungan yang dilakukan Sabtu malam itu berjalan aman dan kondusif tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara. Betapa tidak, kawasan 3 Gili di Lombok Utara tetap menjadi objek wisata primadona tujuan wisatawan untuk berlibur. (ari)

Pemda KLU Pertanyakan Lokasi Bantuan Sumur Bor Kementerian PUPR Tanjung (Suara NTB) Kabar ratusan sumur bor bantuan pemerintah pusat pascagempa 5 Agustus 2018 lalu tidak banyak diketahui baik oleh warga ataupun pemerintah. Pasalnya, saat alokasi dan penentuan titik lokasi pengeboran di masa tanggap darurat, Pemda Lombok Utara tidak banyak dilibatkan. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lombok Utara, Pasek Supartha, mengakui pihaknya tidak banyak mengetahui keberadaan sumur bor bantuan pusat. Setidaknya 2 sumur bor yang ia ketahui dari bantuan Kementerian PUPR berada di seputaran (belakang) eks Kantor Bupati, dan satu unit lainnya di seputaran Desa Tegal Maja. “Kita tidak tahu di mana saja lokasinya, karena pihak PUPR tidak ada koordinasi. Siapa yang mengerjakan juga kita tidak tahu?” kata Pasek, Minggu (30/12).

Di masa tanggap darurat pascagempa, pemerintah daerah pada saat itu hanya berpikir bagaimana kebutuhan air bersih warga tertangani. Mengingat kejadian gempa terjadi di tengah cuaca puncak musim kemarau melanda sebagian besar masyarakat. “Kita hanya berpikir masyarakat menerima manfaat. BPBD pada saat itu juga tidak sempat membuat mapping titik lokasi pengeboran, karena situasi,” sebutnya. Informasi lain yang diperoleh koran ini menyebutkan, sumur bor bantuan PUPR sekitar 5 buah. Beberapa di antaranya disebutkan ntara lain berlokasi di belakang Kantor Bupati, Posko Menggala (dekat kediaman bupati), dan psikologis yang tidak jauh dari SPBU Pemenang. Sementara itu, dari pihak relawan KLU, H. Asmuni Bimbo, mengklaim hal yang sama. Di mana sejak aktif membantu warga sejak awal pascagempa hingga saat ini, pihaknya belum

mengetahui keberadaan sumur bor bantuan PUPR. Sebaliknya, sumur bor yang diperoleh warga di posko yang ditanganinya berasal dari bantuan istri Panglima TNI. “Kalau sumur bor dari PUPR saya tidak tahu, sumur yang sekarang dinikmati warga di Madrasah Cupek itu bantuan dari Ibu Panglima TNI. Kebetulan di sana Posko Relawan GR 10.000,” katanya. Ia mengaku kaget, manakala mendapat informasi bahwa jatah sumur bor untuk korban gempa Lombok sebanyak 471 unit. Lombok Utara sebagai kabupaten terdampak gempa paling parah mendapat alokasi jatah 2 - 5 unit, menurut dia, tidak masuk akal. Apalagi puluhan ribu warga di 33 desa di KLU di awal-awal tanggap darurat sangat membutuhkan air bersih. “Kita kaget kalau ternyata jumlah sebanyak itu. Setahu saya, relawan juga banyak menyumbang sumur,” tandasnya. (ari)

Industri Kerajinan Lesu, Pemda Harus Turun Tangan Industri kerajinan menjadi salah satu yang potensial dikembangkan di Lombok Timur (Lotim). Hasil karya kerajinan seperti di Loyok Kecamatan Sikur ini pernah jaya, namun kini mengalami kelesuan. Menjawab hal itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Lotim berharap pemerintah bisa ambil peran untuk membantu mengembangkan industri kerajinan.

(Suara NTB/yon)

TINJAU - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, didampingi Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy meresmikan sarana dan prasarana destinasi wisata Kembang Kuning, Sabtu (29/12).

Razia Narkoba di Gili Trawangan Tanpa Hasil

Desa Jeruk Manis Anggarkan Rp500 Juta untuk Pariwisata Selong (Suara NTB)Desa Jeruk Manis Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) adalah salah satu desa yang layak disebut desa wisata. Wilayah desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini memiliki banyak objek wisata yang tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Melihat tren kunjungan wisatawan tersebut Kepala Desa Jeruk Manis, A. Muis berani mengalokasikan anggaran desa yang cukup besar untuk pembangunan pariwisata. Tahun 2018 disebut sudah dihabiskan Rp300 juta untuk penataan sejumlah objek wisata. Tahun 2019, langkah berani diambil Kades Jeruk Manis yang juga mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lotim ini dengan mengalokasikan hampir 50 persen dana desanya untuk pariwisata. “Kita akan anggarkan Rp 500 juta tahun 2019 mendatang,” ungkap Muis pada Suara NTB, Sabtu (29/12). Dia menerangkan, dari dana Rp 500 juta siap akan dipoles desanya menjadi destinasi wisata menarik. Fasilitas-fasilitas penunjang di objek wisata yang sudah ada dipercantik sehingga makin banyak kunjungan wisatawan ke Jeruk Manis. Jeruk Manis diketahui terdapat Air Terjun Jeruk Manis. Air terjun yang berada di kawasan TNGR ini awalnya memang dikelola oleh desa. Akan tetapi karena aturan pusat, sehingga tiket masuk TNGR ini masuk menjadi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selain Terjun Jeruk Manis, ada Air Terjun Tibu Bunter, Air Terjun Durian Indah dan Sarang Walet yang juga berada di wilayah Desa Jeruk Manis. Memasuki Jeruk Manis memang akan membuat mata para pengunjungnya akan terkagum-kagum. Tanaman bunga yang ditanam di sepanjang jalan desa ini menambah daya tarik para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan dengan udara yang sejuk. Ditambah lagi dengan hamparan sawah teras sering akan membuat pengunjung betah selama berada di Jeruk Manis. Dari dana Rp 500 juta direncanakan antara lain untuk membangun tempat penginapan dengan konsep eco tourism. Konsep rumah adat lumbung yang dilengkapi fasilitas yang memadai. Disebut lumbung, karena aman juga dari gempa. Lainnya akan dibangun kolam renang dengan pemandangan alam di sekitar yang menawan dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Sementara di Air Terjun Durian Indah, tambahnya, desa sudah berinvestasi. Sayangnya di sebelahnya dikelola perorangan. Keinginan besar Kades Muis, kawasan-kawasan seperti di Durian Indah ini bisa dikelola oleh Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis), sehingga lebih banyak masyarakat menerima manfaat. Diakuinya, Jeruk Manis diakui tidak bisa berdiri sendiri. Ada desa-desa tetangganya, Kembang Kuning dan Tetebatu yang juga tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Hal itu terbukti dari munculnya sejumlah homestay dan hotel di kawasan tersebut. Harapan besarnya, ada terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antar desa sehingga bisa membangun pariwisata yang berkelanjutan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, H. Moh. Juhad yang dikonfirmasi mendukung rencana besar Kepala Desa Jeruk Manis. Dari pemerintah daerah sendiri merencanakan akan membangun fasilitas penunjang di sejumlah objek wisata alam yang ada di Jeruk Manis, di antaranya membangun kereta gantung. (rus)

Halaman 4

kitan hasil karya masyarakat Lotim dengan menghidupkan kembali hasil-hasil kerajinan warga. Seperti Loyok dengan kerajinannya dan Pringgasela dengan hasil tenunnya. Disebut di Loyok pernah ada hasil karya Kalung Sapi atau dalam bahasa Sasak disebut dengan istilah Kerotok Sampi yang pernah mendunia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah membuat desa-desa wisata. Desa wisata dengan Surat Keputusan (SK) Bupati. Karenanya, ketersediaan inftrastruktur menuju kawasankawasan desa wisata itu menjadi salah satu atensi serius pemerintah daerah era Sukiman Azmy dan Rumaksi Sjamsuddin. (rus)

(Suara NTB/rus)

KERAJINAN - Hasil kerajinan warga Desa Loyok yang terbilang masih lesu. Pemerintah harus turun melakukan intervensi.

(Suara NTB/ist)

PERIKSA URINE - Pemeriksaan urine pengunjung salah satu kafe di Gili Trawangan, Sabtu (29/12) malam.

Lotim Punya Banyak Objek Wisata Selong (Suara NTB) Sarana dan prasarana (sarpras) pendukung destinasi wisata Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim) yang merupakan bantuan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, diresmikan. Sarpras yang diresmikan yakni homestay, toilet, jalan lokal dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Peresmian dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, didampingi Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata RI. Dadang Rizki Ratman, Sabtu ( 29/12). Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, menjelaskan, kondisi di Kabupaten Lotim, sudah menuju arah kondusif. Setelah terkena bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, di mana dari 21 Kecamatan di Lotim bahwa yang terkena dampak langsung bencana 18 kecamatan dan yang terparah terdapat di 5 kecamatan. “Alam Lotim layak untuk dikembangkan. Ada tiga potensi yang akan dikembangkan sesuai potensi daerah yaitu pertanian, kelautan perikanan, dan

pariwisata,”jelasnya. Khusus tentang pariwisata, lanjut Sukiman, Lotim memiliki sarana sumber daya alam (SDA) yang cukup lengkap. Khususnya, di Desa Kembang Kuning yang satu ikatan dengan desa-desa di sekelilingnya, yang merupakan destinasi wisata unggulan yang cukup baik, dan memiliki potensi yang bisa diandalkan jika dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Di samping itu, kata bupati, Desa Kembang Kuning pada tahun 2018 telah mendapat penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa terbaik di Provinsi NTB. Diharapkan penghargaan ini dapat memicu dan menjadi penyemangat bagi kepala desa yang lainnya. Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi, menegaskan, hadirnya dana desa (DD) merupakan spirit bagi desa untuk tumbuh dan berkembang menjadi desa mandiri yang tetap berpegang pada jati diri dan budayanya. Desa dapat membangun wilayah dan masyarakat dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakatnya. (yon)


SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Hasil ’’Job Fit’’ Dorong Dibangun di NTB ANGGOTA Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapi)l NTB, Dr. H. Kurtubi mendukung langkah akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh BUMN Inalum. Menurutnya, langkah ini semestinya juga menjadi peluang bagi pemerintah untuk melaksanakan kebijakan memperkecil kesenjangan antardaerah. Seperti dengan cara memutuskan bahwa pemurnian konsentrat tembaga dari PTFI tidak memaksakan dilakukan dengan membangun smelter di Gresik. Politisi Nasdem asal Kediri Lombok Barat ini pun terus mendorong agar segera dibangun smelter di Sumbawa Barat. “Semestinya smelter dibangun di Sumbawa Barat. Ini akan lebih efisien bagi PTFI dan dapat mengurangi kesenjangan antardaerah. Mengingat kondisi tanah di rencana lokasi smelter di Sumbawa Barat yang merupakan tanah pegunungan jauh lebih tepat dari pada rencana lokasi smelter di Gresik yang berupa tanah reklamasi,” ujarnya pada Suara NTB melalui telepon akhir pekan kemarin. Ia menjelaskan jika jarak angkut konsentrat dari Papua ke Gresik lebih jauh dari pada jarak Papua ke Sumbawa Barat. Menurutnya membangun Kawasan Industri berbasis tambang di Sumbawa Barat jauh lebih tepat bagi kepentingan bangsa dari pada di Gresik yang sudah padat dengan industri. Politisi dari fraksi Nasdem ini mengatakan bahwa ditengah pengelolaan kekayaan tambang yang kacau balau seperti yang tergambar dalam kegiatan operasi penambangan PTFI yang menggunakan rezim Kontrak Karya (Contract of Work) sejak sekitar 50 tahun yang lalu, maka solusi yang ditempuh oleh pemerintah saat ini adalah merupakan solusi yang tepat, karena manfaatnya bagi bangsa dan negara jauh lebih besar dari mudaratnya. Ia menilai Kontrak Karya yang merugikan negara secara finansial dan sekaligus melanggar Pasal 33 UUD 45 sudah diterapkan sejak PTFI masuk Papua pada tahun 1967, bahkan posisi PTFI semakin diperkuat dalam KK Perpanjangan tahun 1991 yang disetujui oleh Pemerintah RI, di mana PTFI memperoleh semacam jaminan perpanjangan KK hingga 2041. Sementara isu pembuangan tailing yang merusak lingkungan adalah juga sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Papua. “Dalam kesempatan diberbagai rapat di Komisi VII DPR RI, saya mempertanyakan mengapa Pemerintah tidak mewajibkan PTFI mengelola limbah tailing dengan lebih baik, misalnya dialirkan ke palung laut dengan memakai pipa, seperti yang dilakukan oleh PT Newmont di Sumbawa Barat, bukan lewat sungai seperti saat ini,” terangnya. Ketua Kaukus Nuklir Parlemen Indonesia ini menambahkan jika opsi mengambil alih tanpa harus keluar uang, dengan menunggu selesai kontrak tahun 2021, maka pasti kasusnya akan dibawa ke Arbitrase International. Probabilita RI untuk kalah sangat besar meski, mungkin tidak sebesar 99,9% seperti yang dilansir oleh J. Stiglitz, selama proses di arbitrase akan ada semacam police line yang dibentangkan di lokasi sengketa, maka operasi tambang akan terhenti yang dapat berdampak negatif yang besar terhadap sosial ekonomi Papua, khususnya Mimika dan kemungkinan timbulnya kerusakan fisik dari proses penambangan bawah tanah yang justru sedang H. Kurtubi berjalan. (her) (Suara NTB/dok)

Bina Atlet Usia Dini

Askab PSSI Loteng Gelar Mandalika Soccer Festival Praya (Suara NTB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Lombok Tengah (Loteng) menggelar Mandalika Soccer Festival (MSF). Event ini sebagai salah satu upaya pembinaan atlet usia dini, khususnya di cabang olahraga sepak bola. Dengan begitu diharapkan, pembinaan atlet di daerah ini bisa berkesinambungan dan ke depan bisa melahirkan atlet berprestasi yang bisa mengharumkan Loteng. “MSF ini kita gelar selama tiga hari sejak hari Jumat (28/12) hingga Minggu (30/12),” sebut Sekretaris Askab PSSI Loteng, Bowo Subianto, saat ditemui d ilapangan PSLT Praya, Sabtu (29/12). Kegiatan yang dikuti 32 tim dari empat Sekolah Sepak Bola (SSB)dibagi dalam dua kategori usia. Masing-masing usia di bawah 9 tahun (U9) serta usia di bawah 11 tahun atau U11 dengan jumlah peserta di masing-masing kategori sebanyak 16 tim. “Format kompetisinya menggunakan sistem grup dan gugur,” jelasnya. Bowo menjelaskan, MSF sengaja digelar pada saat libur sekolah, karena memang diharapkan bisa untuk mengisi waktu libur siswa, sehingga lebih memberikan dampak positif. Tidak kemudian libur siswa hanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermakna, apalagi sampai yang menjurus kepada kegiatan yang bisa berdampak negatif. Bagi SSB, ujarnya, ajang tersebut bisa sebagai wahana evaluasi sudah sampai sejauh mana proses pembinaan yang dilakukan. Sekaligus ajang mengasah kemampuan dan mental bertanding anak didiknya. “Kalau proses pembinaan sudah dimulai sejak dini, tentu kita berharap ke depan Loteng bisa memiliki atlet andal khususnya di cabang sepak bola,” ujarnya. Ke depan kompetisi semacam MSF tersebut akan terus digulirkan. Bahkan bila perlu ditingkatkan dari sisi kuantitas kegiatannya, sehingga proses pembinaan atlet di daerah ini bisa benar-benar masif,karena secara potensi, Loteng punya potensi-potensi atlet yang tidak kalah dari daerah lain. Hanya memang perlu proses pembinaan yang berkesinambungan sejak usia dini hingga dewasa. “Jadi kita sudah mulai upaya itu. Dan, dengan dukungan semua pihak didaerah ini kita berharap proses tersebut bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan,” pungkas Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Loteng ini. (kir)

Sejumlah Pejabat di Lobar Tak Sesuai Penempatan Giri Menang (Suara NTB) Mutasi pejabat di lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar) diperkirakan akan digelar awal tahun 2019. Pasalnya hasil job fit 24 pejabat sudah keluar. Bahkan pihak Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar sudah menyerahkan hasil itu kepada Bupati Lobar untuk menjadi pertimbangan. Sekda Lobar H. Moh. Taufiq menegaskan hasil job fit terdapat sejumlah pejabat eselon II yang tak sesuai penempatan baik dari sisi keahlian dan background pendidikan. “Pejabat ini bakal diroling,” tegasnya akhir pekan kemarin. Hasil ini, tambahnya, bakal dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar untuk melakukan mutasi eselon II. Kemungkinan mutasi bakal digelar paling lambat awal tahun depan. Apalagi job

fit yang sudah digelar bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepala OPD sekaligus mengevaluasi penempatan para kepala OPD mana yang paling tepat supaya didapatkan the man on the right place. Hasil dari job fit ini jelas dia akan dijadikan bahan untuk mutasi awal tahun depan. Terkait seperti apa hasil job fit sendiri kata sekda, baru akan dibahas dalam rapat panitia, setelah itu dilaporkan ke bupati. Selanjutnya lapor ke Komisi ASN, baru ke Kemendagri untuk meminta izin mutasi.

Karena yang dimutasi adalah para eselon II, sehingga perlu ada izin dari Komisi ASN dan Kemendagri. Setelah rekomendasi dari Komisi ASN keluar, barulah ke Kemendagri dan provinsi. Proses usulan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan, sehingga jika berjalan lancar mutasi bisa digelar secepatnya. Apakah akan terjadi pergeseran pejabat eselon II besar-besaran, sekda memastikan, tidak ada istilah besar-besaran mutasi pejabat. Hal ini jelasnya tergantung dari hasil evaluasi job fit dari tim panitia nanti.

Praya (Suara NTB) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar perekamanan KTP elektronik keliling dengan sasaran para narapidana penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Praya. Hal itu dilakukan untuk memastikan, semua narapidana yang belum melakukan perekaman KTP bisa terdata sebagai penduduk dan bisa menggunakan hak pilihnya pada gelaran Pemilu legislatif (Pileg) serta pemilihan presiden bulan April mendatang. “Kita melakukan ini supaya semua penduduk terdata dengan baik. Dan, tidak ada yang terlewatkan atau terlupa,” ungkap Kepala Disdukcapil Loteng, Baiq Anita Nindiana, kepada wartawan saat ditemui di Rutan Praya, Sabtu (29/12). Diakuinya, syarat untuk bisa menggunakan hak pilih pada pileg dan pemilihan presiden mendatang, penduduk harus memiliki KTP atau paling tidak sudah melakukan perekaman KTP elektronik. Karena kalau penduduk sudah melakukan perekaman KTP elektronik,

(Suara NTB/kir)

PEREKAMAN - Petugas dari Disdukcapil Loteng tengah melakukan perekaman KTP elektronik di Rutan Praya, Sabtu (29/12). maka sudah dianggap memenuhi syarat untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Ia menjelaskan, saat ini proses perekaman KTP elektronik sendiri masih berjalan dan ke-

gatakan tidak bisa langsung diisi. Sebab harus melalui jalur pansel. Pihaknya berharap mutasi itu bisa digelar dalam waktu dekat ini agar kekosongan jabatan itu bisa segera terisi.(her)

mungkinan tidak semuanya akan direkam. Ada juga narapidana yang sudah memiliki KTP. Tetapi memang lebih banyak yang belum melakukan perekaman KTP. “Ada juga

narapidana yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik tapi KTP elekroniknya belum tercetak. Itu juga akan kita layani,” terang Anita. Untuk proses dan persyara-

tan perekaman KTP elektronik tetap sama, yakni harus memiliki kartu keluarga (KK). Hal ini sebagai dasar untuk dilakukan perekaman KTP elektronik. Hanya saja, karena ruang gerak narapidana inikan terbatas, sehingga pihaknya memberikan beberapa kemudahan. Misalkan untuk persyaratan kartu keluarga, jika tidak bisa menunjukkan kepada petugas, tinggal memberikan keterangan asal dan nama anggota keluarga yang berada dalam kartu keluarga yang sama. Dari sana nanti akan dicari identitas lengkap narapidana bersangkutan. “Untuk proses pencetakan KTP sendiri nanti akan dilakukan di kantor Disdukcapil Loteng. Setelah proses perekaman KTP elektronik dilakukan. Karena data hasil perekaman harus dikirim dulu ke data pusat. Baru kemudian bisa dilakukan pencetakan KTP elektronik. Kecuali kalau perekaman dilakukan langsung dikantor Disdukcapil Loteng, baru KTP elektroniknya bisa langsung dicetak. (kir)

Masih Didalami, Dugaan Hilangnya Empat Terduga Pengedar Stok Beras di Gudang Sengkol Narkoba Ditangkap Praya (Suara NTB) Tim terpadu Bulog Pusat dan Divisi Regional (Divre) Bulog NTB hingga saat ini masih terus mendalami kasus dugaan hilangnya belasan ton stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng). Tim tinggal menghitung pasti berapa stok beras yang hilang setelah proses perhitungan manual stok yang ada di gudang Bulog Sengkol selesai dilakukan. Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Bulog Divre NTB, Agung Sarianto, kepada wartawan di Praya, Sabtu (29/12)mengaku proses perhitungan ulang stok yang ada di gudang Desa Sengkol sudah selesai dilakukan. Itu artinya, tim harus menghitung besaran pasti stok beras yang hilang. “Tim dari pusat juga sudah kembali. Dan, selanjutnya akan membuat hasil kajian serta kesimpulan terkait kasus ini. Baik itu terkait jumlah pasti stok beras yang hilang. Terma-

suk penyebab hilangnya stok beras tersebut,’’ ujarnya. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan proses kajian bisa selesai, karena untuk perhitungan jumlah stok yang hilang mungkin tidak butuh waktu lama. Hanya saja untuk kajian penyebab hilangnya stok beras yang mungkin butuh waktu lebih lama. Pasalnya, tim dalam hal ini harus benar-benar melakukan kajian yang mendalam, karena menyangkut nama baik orang, dalam hal ini mantan Kepala Gudang Bulog Desa Sengkol sebelumnya. ‘’Karena bisa saja, hilangnya stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol tersebut dikarenakan faktor ketidaksengajaan atau hal-hal yang di luar kendali,’’ ujarnya. Kalau yang terjadi, ujarnya, mantan kepala gudang sebelumnya kita tidak bisa salahkan sepenuhnya walaupun tetap harus bertanggung jawab. Tapi kalau memang hilangnya stok beras tersebut, karena memang benar

Tahun 2018 ini menjadi masa sulit bagi Pemda Lombok Barat (Lobar). Pasalnya, dampak gempa bulan Agustus lalu tidak hanya meluluhlantahkan puluhan ribu rumah warga, namun berdampak terhadap sektor penghasil pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan fisik. Akibatnya, Rp68 miliar potensi PAD hilang mengakibatkan capaian pendapatan merosot tajam. Pembangunan proyek pun tak tercapai akibat banyak proyek terlambat. wisatawan menurun drastis. Capaian di sektor retribusi daerah juga rendah, dari target Rp 22,7 miliar lebih baru tercapai hanya Rp 16,6 miliar lebih. Kemudian hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 12,7 miliar lebih baru tercapai Rp 5,7 miliar lebih. “Jadi memang tidak bisa tercapai 100 persen, karena dampak gempa ini begitu besar terhadap penerimaan daerah,”kata Darsapardi. Selain dampak gempa, rendahnya realisasi juga diakibatkan BPHTB belum dibayarkan oleh PT Pelindo III. Di samping perlu ada penyesuaian regulasi dan peningkatan kapasitas SDM. Untuk mencapai target PAD tahun depan, pihaknya telah menyiapkan beberapa inovasi, di antaranya memberikan kemudahan kepada wajib pajak yang terdamp-

(Suara NTB/dok)

H. Moh. Taufiq

Narapidana Rutan Praya Jalani Perekaman KTP Elektronik

ada unsur kesengajaan dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri, tentu ada prosesnya dan bisa sampai ke proses hukum. Tapi untuk saat ini, pihak Bulog masih memfokuskan pada upaya penyelesaian secara internal terlebih dahulu. Sebelum kemudian nanti berlanjut ke proses yang lain, jika benar ditemukan ada penyimpangan. “Dengan pihak kepolisian kita sudah berkoordinasi terkait soal ini. Dan, kami minta waktu dulu untuk penyelesaian secara internal dulu. Karena memang kajian terkait penyebab hilannya stok beras digudang Bulog Sengkol tersebut belum selesai,” tandas Agung. Sebelumnya, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., mengaku kalau pihaknya memang tengah menyelidiki kasus dugaan hilangnya stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol. Pihaknya mensinyalir ada indikasi penyimpangan, sehingga pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan keterangan.(kir)

Pendapatan Daerah Merosot Tajam, Sektor Pembangunan Tak Tercapai

PELAKSANA Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar Darspardi mengatakan pendapatan daerah sampai 21 Desember 2018 dari Rp 1,7 triliun lebih baru tercapai Rp 1,4 triliun lebih atau 85,26 persen. Salah satu penyokong pendapatan daerah yakni PAD capaiannya merosot tajam dari target Rp254,4 miliar lebih hanya baru tercapai Rp 196,4 miliar lebih atau 77 persen lebih. Capaian PAD dari sektor pajak daerah baru mencapai Rp 89,1 miliar lebih dari target Rp 123,4 miliar lebih atau 72,2 persen lebih. Lebih diperincikan, komponen pajak daerah yang capaiannya jauh dari target, yakni sektor hiburan, hotel dan restoran. Hal ini disebabkan dampak gempa yang mengakibatkan kunjungan

Sementara itu Kepala BKD dan PSDM Lobar Suparlan, S.Sos., mengatakan pihaknya sudah menyerahkan hasil job fit ke bupati. “Hasil job fit sudah kita serahkan ke pak bupati. Tinggal menunggu tindaklanjutnya, kapan dilakukan (mutasi) oleh beliau (bupati, red),” ungkapnya. Selain itu, rotasi pejabat untuk eselon III dan IV akan dilakukan. Menurutnya mutasi menjadi suatu kebutuhan. Mengingat terdapat sejumlah jabatan yang lowong, baik karena promosi maupun pensiun. Di antaranya Camat Batulayar, Camat Lingsar, Sekretaris DPMD, Dinas Lingkungan Hidup, Irban Inspektorat dan beberapa lainnya.”Cukup lama itu kosong, belum lagi kita bicara yang eselon IV yang pensiun,” ujarnya. Untuk eselon II yang mengalami kekosongan, Suparlan men-

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/dok)

Darsapardi ak bencana agar dapat memenuhi kewajibannya dengan menerbitkan Peraturan Bupati terkait keringanan pembayaran pajak dengan penundaan pembayaran masa untuk wajib pajak hotel, restoran dan hiburan. Selain itu, memperpanjang masa jatuh tempo pembayaran untuk Wajib Pajak PBB-P2. Termasuk, penguatan basis data potensi melalui kegiatan pemutakhiran data. Pihaknya juga meningkatkan pengawasan melalui kegiatan uji petik dan pemeriksaan rampung bekerjasama dengan pihak kejak-

Heri Ramadan saan dalam penagihan wajib pajak yang bandel. Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan BPN dan Notaris/PPAT dalam peningkatan NilaijualTanahdanBangunan,sertapihakbankdanKantorPosdalam pembayaran pajak online. Pihaknya juga memberikan reward kepada petugas pemungut untuk meningkatkan kinerja dan kepada wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak. Inovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah yang bersumber dari bagi hasil pajak pusat, bekerjasama dengan KPP

Pratama Mataram Timur melalui penerapan kewajiban menggunakan NPWP Cabang/Lokasi bagi setiap wajib pajak yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan di Kabupaten Lombok Barat yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Di sektor pembangunan juga dipastikan tak tercapai menyusul adanya sejumlah proyak yang tak bisa diselesaikan di tahun anggaran 2018. Menurut Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar Heri Ramadan, proyek molor yang tersebar di beberapa OPD, diakuinya merugikan pemda, karena tentunya tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Memang target pembangunan kita tak tercapai karena sejumlah proyek molor, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,”akunya. Diakuinya dari total 107 paket proyek, mengalami pemangkasan menjadi 92 paket dengan total anggaran ratusan miliar. Dari 92 paket ini dipastikan molor sebanyak 5 buah paket. Tahun depan tambahnya, jumlah paket proyek yang dianggarkan melalui APBD mencapai 100 paket tersebar di OPD. (her)

Praya (Suara NTB) Empat oknum warga masing-masing, Su (38) asal Selong Lombok Timur (Lotim), SS (33), asal Gunung Sari Lombok Barat (Lobar) serta GA (22) dan SH (40) asal Desa Montong Gamang Kopang Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (29/12) ditangkap aparat kepolisian. Mereka diduga terlibat peredaran narkoba. Para pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Penangkapan terduga pelaku bermula saat seorang sopir taksi mendatangi Mapolsek Janapria, sekitar pukul 16.00 wita. Kala itu, ia membawa penumpang Edi (35) asal Pancor Lotim. Sopir taksi tersebut bingung, karena penumpang bersangkutan mengaku tidak punya uang untuk membayar ongkos taksi dan terlihat seperti tengah dibawa pengaruh narkoba. Sehingga sopir taksi berinisiatif mengantar Edi ke Polsek Janapria. Anggota Polsek Janapria yang tengah piket jaga lantas memeriksa Edi. Saat diperiksa Edi sempat menawarkan paket yang diduga narkoba jenis sabu-sabu kepada polisi. Kejadian tersebut langsung diinformasikan ke Satresnarkoba Polres Loteng. Tak berapa lama anggota Satresnarkoba Polres Loteng kemudian datang. Berdasar informasi yang diperoleh dari Edi, polisi kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang diduga

merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba di wilayah Loteng yang saat itu tengah berada di wilayah Desa Beleka Kecamatan Praya Timur. “Dari keterangan yang kita peroleh ada infomasi kalau ada pelaku lain di Desa Beleke Praya Timur,” sebut Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Dhavid Shidiq, SIK., seizin Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., Minggu (30/12). Sampai di Desa Beleke, polisi kemudian mengepung salah satu rumah yang diduga tempat para pelaku berada. Setelah memastikan semua jalur aman, penggerebekan pun dilakukan. Dan, berhasil menangkap para pelaku tanpa perlawanan yang berarti. Di sana polisi menemukan tiga paket nakoba lagi, sehingga total lima paket narkoba yang diamankan. Selain itu, polisi juga menemukan dua paket narkoba yang sudah digunakan oleh para pelaku. Para pelaku bersama barang bukti narkoba seberat total 19 gram lebih yang ditemukan, saat itu juga langsung dibawa ke Mapolres Loteng. Kuat dugaan para pelaku merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba di Loteng yang berafiliasi dengan jaringan yang ada di Lotim dan Lobar. “Kasusnya masih terus kita kembangkan. Untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang masuk dalam jaringan para pelaku,” sebutnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

DIAMANKAN - Pelaku terduga pengedar narkoba diamankan anggota Polres Loteng, di Desa Beleke Praya Timur, Sabtu (29/12).


SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sumbawa Besar (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Pemkab Sumbawa segera menyiapkan program 12345678901234567890123456789012 penanganan pascabanjir di Kecamatan Empang Tara12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 no. Setelah jelas teridentifikasi setiap persoalan, 12345678901234567890123456789012 baru kemudian dikoordinasikan dengan seluruh di12345678901234567890123456789012 nas terkait. Termasuk dikomunikasikan dengan pe12345678901234567890123456789012 merintah provinsi dan pusat. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Persoalan pascabanjir di Empang kita sikapi. Kita 12345678901234567890123456789012 identifikasi masalahnya, lalu kita koordinasikan den12345678901234567890123456789012 gan dinas terkait. Mengingat uang daerah pengolaka12345678901234567890123456789012 siannya sudah jelas, nanti mana yang bisa kita revisi 12345678901234567890123456789012 atau geser untuk penanganan di Empang. Terus mana 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 program yang memungkinkan kita perjuangan ke 12345678901234567890123456789012 provinsi hingga pusat,” terang Sekda Sumbawa, Drs. 12345678901234567890123456789012 H. Rasyidi, terkait sejumlah tuntutan Gerakan 12345678901234567890123456789012 Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Kecamatan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Empang yang disampaikan dalam aksi damai sebel12345678901234567890123456789012 umnya, untuk penanganan pasca banjir di Empang. 12345678901234567890123456789012 Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab dalam 12345678901234567890123456789012 waktu dekat, gerakan penghijauan, sekaligus sebagai 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 bagian dari peringatan HUT Sumbawa Ke 60 Januari 12345678901234567890123456789012 mendatang. Penanaman pohon yang dipusatkan di Em12345678901234567890123456789012 pang, walupuan tersebar pula di kecamatan lainnya. 12345678901234567890123456789012 Dalam menyelematkan kerusakan hutan yang terjadi 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 saat ini. Kemudian, mendorong PDAM Sumbawa perce12345678901234567890123456789012 patan penanganan air bersih di wilayah Empang. 12345678901234567890123456789012 “Kita coba dorong teman teman PDAM. Informas12345678901234567890123456789012 inya kemarin, air di Jotang masih agak tersendat. 12345678901234567890123456789012 Cepat turun lihat kondisinya dan kita akan carikan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 jalan keluar,” terang Sekda. 12345678901234567890123456789012 Menurut Sekda, pemerintah dan masyarakat mesti 12345678901234567890123456789012 bersama sama peduli dengan lingkungan. Sekaligus ber12345678901234567890123456789012 sama sama mencari solusi atas persoalan yang terjadi 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 akibat bencana banjir seperti ini. Pemerintah, dengan 12345678901234567890123456789012 berbagai cara dan kemampuannya tidak akan berhenti 12345678901234567890123456789012 berupaya. Hanya aja tidak bisa dilakukan sekaligus. (arn) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sumbawa Besar (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, megatakan ingin 12345678901234567890123456789012 secepatnya menggelar mutasi pejabat struktural di 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 lingkungan Pemkab Sumbawa di awal 2019 ini. Sete12345678901234567890123456789012 lah dilakukan pergeseran, baru dibentuk Tim Pansel 12345678901234567890123456789012 untuk lelang jabatan eselon yang kosong. 12345678901234567890123456789012 “Kta ingin secepatnya (mutasi). Sebenarnya di 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Desember ini, namun kami dari Baperjakat berikan 12345678901234567890123456789012 masukan ke Bupati untuk mundur di awal tahun. Sebab 12345678901234567890123456789012 kami tidak ingin menggeser pejabat eselon II di akhir 12345678901234567890123456789012 tahun. Agar tahun ini dia tuntas bekerja. Setelah tut12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 up tahun anggaran, ada masalah tetap menjadi tang12345678901234567890123456789012 gung jawab pejabat lama. Bukan menjadi tanggung 12345678901234567890123456789012 jawab pejabat yang baru pindah. Begitu pula kalau 12345678901234567890123456789012 ada keberhasilan, maka menjadi keberhasilan peja12345678901234567890123456789012 bat lama. Sehingga Bupati pertimbangkan mutasi di 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Januari, agar tidak ada lagi persoalan,” jelas Sekda. 12345678901234567890123456789012 Setelah dilakukan pergeseran horizontal, maka 12345678901234567890123456789012 mana jabatan eselon yang dikosongkan akan dilelang. 12345678901234567890123456789012 Sehingga setelah mutasi awal ini, Pemkab selanjut12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nya akan membentuk Pansel untuk lelang jabatan es12345678901234567890123456789012 elon II yang dikosongkan. Mengingat saat ini cukup ban12345678901234567890123456789012 yak pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun. 12345678901234567890123456789012 Seperti Kepala Dinas Arpusda, Staf Ahli, Kepala 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 P2KBP3A dan lainnya. “Mana jabatan yang dilelang, 12345678901234567890123456789012 itu yang akan dikosongkan,” terangnya. (arn) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Taliwang (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Dinas Kelautan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten 12345678901234567890123456789012 Sumbawa Barat (KSB) menyebutkan, kasus destruc12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tive fishing kembali terjadi di wilayah ini setelah pasca 12345678901234567890123456789012 beberapa bulan tidak terdengar. Bahkan aksi dari 12345678901234567890123456789012 oknum yang tidak bertanggung jawab itu, membuat 12345678901234567890123456789012 beberapa ekosistem laut rusak parah. Terutama di 12345678901234567890123456789012 wilayah Poto Tano, Kertasari hingga wilayah selatan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (Sekongkang dan Maluk). 12345678901234567890123456789012 “Laporan dari Pokmaswas sudah kami terima dan ha12345678901234567890123456789012 sil pengecekan lapangan memang ada kerusakan. Tetapi 12345678901234567890123456789012 kami belum bisa melakukan penangkapan terhadap para 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pelaku, karena kita tidak memiliki kewenangan untuk 12345678901234567890123456789012 mengambil tindakan. Makanya dalam waktu dekat kami 12345678901234567890123456789012 akan laporkan kejadian tersebut secara resmi ke Provinsi 12345678901234567890123456789012 supaya bisa segera mengambil sikap terkait kasus terse12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 but,” ujar Kepala Dislutkan melalui Kabid Sumber Daya, 12345678901234567890123456789012 Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PD12345678901234567890123456789012 SKP) Agusman S. Pt, belum lama ini. 12345678901234567890123456789012 Disebutkannya, tiga lokasi yang kerap dijadikan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 sasaran dari destructive fishing yakni di perairan 12345678901234567890123456789012 wilayah Poto Tano di gugusan gili balu, desa Kertasari 12345678901234567890123456789012 dan Sekongkang. Karena rata-rata di lokasi ini biota 12345678901234567890123456789012 lautnya sangat bagus begitu juga dengan kondisi 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 karang. Sehingga ikan-ikan banyak menempati 12345678901234567890123456789012 wilayah itu, kesempatan inilah yang digunakan oleh 12345678901234567890123456789012 para pelaku untuk merusak laut. 12345678901234567890123456789012 Tidak hanya kompresor yang digunakan para pelaku 12345678901234567890123456789012 ini, mereka juga tidak segan-segan menggunakan zat 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 berbahaya lain seperti potasium dan bom ikan. Hal terse12345678901234567890123456789012 but bisa terlihat dari banyaknya tangkapan ikan dan 12345678901234567890123456789012 kondisi ikan yang rusak. Hanya saja untuk saat ini, pi12345678901234567890123456789012 haknya masih belum memastikan total kerusakan eko12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 sistem yang ada di lokasi tersebut. 12345678901234567890123456789012 “Kadang kalau mereka kembali ke daerah asal bisa 12345678901234567890123456789012 membawa ikan hingga 100-200 kilogram. Jumlah ini 12345678901234567890123456789012 tentu bukan hasil tangkapan biasa melainkan dengan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 menggunakan zat-zat berbahaya,” sebutnya. 12345678901234567890123456789012 Menurutnya, masalah pencarian ikan dengan cara 12345678901234567890123456789012 merusak ini, sudah sangat sering terjadi di KSB dan 12345678901234567890123456789012 juga sudah dilaporkan ke Provinsi. Tetapi faktanya hingga 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 saat ini Provinsi juga belum bisa secara maksimal 12345678901234567890123456789012 menangani masalah ini dengan cepat. Bahkan selama 12345678901234567890123456789012 tahun 2018, pihaknya mencatat sekitar empat kasus 12345678901234567890123456789012 pengerusakan ekosistem laut yang terjadi di KSB. Teta12345678901234567890123456789012 pi tindak lanjut dari kasus tersebut hinggga saat ini 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tidak ada kejelasan dari Provinsi. 12345678901234567890123456789012 Apalagi para terduga pelaku yang telah melakukan 12345678901234567890123456789012 aktifitas merusak disinyalir bukan nelayan dari wilayah 12345678901234567890123456789012 setempat, malainkan dari Sumbawa. “Kami sudah me12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 minta kepada Provinsi lebih sigap lagi menyikapi 12345678901234567890123456789012 masalah ini. Meskipun saat ini mulai dilakukan penga12345678901234567890123456789012 wasan, tetapi kita menganggapnya belum maksimal 12345678901234567890123456789012 karena belum semua lokasi bisa dijangkau,” imbuhnya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Ia menyebutkan, meskipun saat ini kewenangan pen12345678901234567890123456789012 gawasan laut sudah diambil oleh provinsi, tetapi DKP 12345678901234567890123456789012 Kabupaten tetap akan melakukan pengawasan. Hal 12345678901234567890123456789012 tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral ke12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pada daerah dengan tetap turun melakukan penga12345678901234567890123456789012 wasan. Dalam pengawasan ini, pihaknya juga meli12345678901234567890123456789012 batkan Pokmaswas untuk bisa melakukan pengawasan 12345678901234567890123456789012 secara bersama-sama dan melakukan sosialisasi ke12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pada semua masyarakat pesisir untuk tidak melaku12345678901234567890123456789012 kan tindakan destructive fishing. 12345678901234567890123456789012 Jika ditemukan ada oknum yang melakukan praktek 12345678901234567890123456789012 itu, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sank12345678901234567890123456789012 si tegas untuk bisa memberikan efek jera. “Sebagai salah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 satu tanggung jawab moral, kita tetap akan lakukan pen12345678901234567890123456789012 gawasan meskipun tidak maksimal. Karena jika masalah 12345678901234567890123456789012 ini dibiarkan berlarut, maka masyarakat kita yang akan 12345678901234567890123456789012 rugi,” tandasnya. (ils) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012

SUARA PULAU SUMBAWA

(Suara NTB/ils)

Disiapkan, Program Pascabanjir di Empang

Pemkab Sumbawa Gelar Mutasi Awal Tahun

”Destructive Fishing” Marak Lagi di KSB

Halaman 6

KENAWA - Pulau Kenawa di KSB, salah satu destinasi yang menjadi lokasi favorit para pelancong untuk mengisi waktu libur.

Pengembangan Pariwisata Masih Setengah Hati Taliwang (Suara NTB) Sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sampai kini belum memberikan hasil yang maksimal bagi pendapatan daerah. Dari tahun ke tahun, sektor pariwisata hanya mampu memberikan kontribusi Rp50 juta bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jumlah tersebut tentu dianggap sangat kecil, karena potensinya masih sangat banyak untuk terus dikembangkan. “Harus kita akui sektor pariwisata yang kita miliki saat ini masih jalan di tempat dan belum memberikan hasil maksimal bagi daerah. Segala upaya sudah kita lakukan tetapi hasilnya masih belum maksimal. Persoalan mendasar yang kita hadapi saat ini yakni masih belum tersedianya akses transportasi. Selain itu, penataan destinasi wisata juga kita belum lakukan karena masih minimnya alokasi anggaran,” terang Kepala Dinas Kabudayaan

Pariwisata (Disbudpar) Ir. IGB Sumbawanto M. Si kepada Suara NTB. Dikatakannya, ada tiga syarat supaya destinasi pariwisata bisa dikunjungi oleh para wisatawan, terutama terkait dengan masalah akses transportasi ke KSB masih sangat minim. Persoalan ini sudah menjadi masalah klasik tetapi sampai dengan saat ini belum ada juga solusi terbaik. Terutama keberadaan bandara representatif untuk melayani wisatawan.

Para wisatawan yang datang ke KSB membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama. Padahal mereka hanya memiliki waktu berlibur yang singkat. Selain masalah akses, KSB juga dianggap belum siap dari segi penyediaan tempat tinggal, kamar mandi dan penataan sektor lain sebagai penunjang pariwisata. Masalah terakhir yang hingga saat ini belum ada solusi yakni atraksi untuk menghibur para wisatawan. Karena selain datang menikmati

Mulai 2019, Parkir Pinggir Jalan Harus Bayar Taliwang (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbawa Barat, berencana menerapkan retribusi parkir pinggir jalan dan toko swalayan di tahun 2019 mendatang. Selama ini, retribusi parkir dari objek itu belum pernah dilakukan dan berakibat belum maksimalnya PAD. Kepala Dishub, Ir. H. Muslimin HMY, M. Si kepada Suara NTB belum lama ini mengatakan, untuk rencana penarikan retribusi parkir pinggir jalan tersebut diawali dari Kota Taliwang. Bahkan

saat ini, pihaknya sudah mulai melakukan pendataan lokasi mana saja yang akan dipungut retribusi parkirnya, termasuk juga juru pungutnya. Sementara, untuk di kota Taliwang, para juru pungutnya berasal dari data yang dilaporkan oleh Kelurahan dengan pola kerjasama yang telah disepakati. Hal ini sengaja dilakukan dengan harapan program pemberdayaan yang telah dicanangkan pemerintah bisa berjalan dengan baik. “Kami akan libatkan masyarakat umum sebagai juru

pungutnya berdasarkan laporan dan data dari Kelurahan. Hal ini sengaja kita terapkan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika rencana itu diterapkan,” ungkapnya. Dikatakannya, selain parkir tepi jalan di tahun 2019 juga retribusi parkir untuk sektor pariwisata juga akan ditarik. Seperti di Poto Batu, Balat, dan Pulau Kenawa yang telah menjadi destinasi favorit masyarakat KSB. Hanya saja untuk lokasi pariwisata, pihaknya akan bekerjasama dengan Pokdarwis untuk melakukan pungutan. (ils)

Jelang Pergantian Tahun, Narkoba dan Miras Dirazia Sumbawa Besar (Suara NTB) Polres Sumbawa bersama BNNK dan POM TNI menggelar razia narkoba dan miras, Sabtu (29/12) malam lalu. Razia ini guna menciptakan situasi kondusif menjelang pergantian tahun 2018 ini. Operasi yang dipimpin langsung Kasat Res Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Faisal Afriadi, S.H tersebut, menyisir sejumlah tempat karoke keluarga dan hiburan malam. Selain melakukan razia, aparat juga melakukan tes urine di tempat. Satu persatu para pengunjung serta Partner Song (PS) diperiksa dan menjalani tes urine. Dalam razia ini, sedikitnya belasan dus minuman keras diamankan. Kasat Res Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Faisal Afriadi, SH kepada wartawan usai razia menyampaikan, kegiatan ini serentak dilakukan oleh jajaran Polda NTB dalam rangka menciptakan situasi kondusif pada perayaan natal, malam tahun

(Suara NTB/ist)

DI KARAOKE - Razia yang digelar Polres Sumbawa bersama BNNK dan POM TNI di salah satu lokasi karaoke keluarga di Sumbawa, Sabtu (29/12) malam lalu. melakukan pengecekan kepada baru hingga Pemilu 2019. “Kita lakukan giat ini untuk orang-orang yang diduga memilmenciptakan kondusifitas di iki ciri-ciri pernah menggunakan malam tahun baru nanti. Seh- narkoba dengan dilakukan tes ingga tidak ada masyarakat urine. Nantinya, jika hasil tes yang berpesta pora dengan ma- urine dinyatakan positif maka akan diserahkan ke BNNK unbuk-mabukan,” ujarnya. Dijelaskannya, pihaknya juga tuk ditindak lanjuti. (ind)

613 Mahasiswa UNSA Diwisuda Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 613 mahasiswa/ mahasiswi Universitas Samawa (UNSA) diwisuda, Sabtu (29/12) lalu. Wisuda tersebut merupakan yang ke-15 dan dies natalis yang ke-20 yang telah digelar UNSA. Dalam Sambutannya, Rektor UNSA, Dr. Syafruddin mennyampaikan, UNSA saat ini telah memiliki satu guru besar, seorang Lektor Kepala, lima dosen bergelar doktor, calon doktor 15 orang, dengan total alumni sebanyak 7.255 orang mahasiswa aktif 3.635 orang. Dan saat ini, Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) telah memasuki masa Re-

Akreditasi dari C ke B. “Sudah sekitar 70 persen akreditasi B. Dan saat ini didorong segera Re-Akreditasi yang masih nilai C ke B. Terutama Prodi baru seperti Manajemen dan Ilmu Hukum,”ujarnya. Dijelaskannya, kegiatan kinerja kemahasiswaan, organisasi dan bantuan kemahasiswaan antara lain, program kreativitas mahasiswa dengan delapan judul lulus pendanaan. Lulus satu judul dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta, serta enam judul lulus dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa. Saat ini, lanjutnya, banyak orang tua narsis dengan mema-

jang prestasi anaknya di media sosial. Dan tanpa disadari, anak-anak akan cenderung lupa bekerjasama dan selalu berkompetisi. ”Kiri-kanannya dianggap saingan, bahkan musuh. Sehingga bisa saja untuk menang atau terlihat baik, dengan menjelekkan orang lain. Menjadi arogan, seakan-akan orang tidak ada yang mampu dan bisa,” terang Syafruddin. Padahal, hidup bukanlah tentang menang dan kalah. Sehingga, pengelolaan pendidikan semustinya lebih pada pendekatan kooperatif, bukan kompetitif. ”Kita harus bekerjasama dan menjadi teamwork,” tandasnya. (ind)

keindahan alam, atraksi untuk menghibur wisatawan juga harus ada. “Tiga persoalan penunjang sektor pariwsata masih belum kita lengkapi, akibatnya potensi yang kita miliki dari sektor tersebut belum tergarap secara maksimal,” imbuhnya. Ia menambahkan, selain masalah penataan destinasi yang masih belum dilakukan, dukungan anggaran untuk pengembangan pariwisata juga belum maksimal. Bahkan di setiap tahunnya anggaran tersebut selalu terpangkas, karena ada program prioritas yang lain. Hal ini yang membuat dilema, karena di satu sisi pariwisata dituntut agar bisa memberikan kontribusi kepada daerah, tapi dukungan anggarannya tidak bisa maksimal. Padahal beber-

apa destinasi pariwisata yang dimiliki saat ini sudah siap untuk dijual tinggal ditata supaya bisa lebih baik. Masalah ini tentu bukan saat ini saja disuarakan, melainkan sudah sangat sering. Tetapi karena ada pertimbangan lain, akhirnya pariwisata yang ada saat ini terkesan masih tetap saja sama tanpa ada perubahan ke arah yang lebih baik. “Harus kita akui supporting anggaran kita masih sangat minim. Makanya kami (Disbudpar) merasa sangat dilema, karena kita juga dituntut untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada daerah,” tukasnya. Meskipun demikian, dinas terkait tetap akan berupaya maksimal untuk bisa terus mengembangkan pariwisata yang ada di KSB. (ils)

Tanpa Uang PTDMB, KSB Yakin Program 2018 Terbayar Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memiliki keyakinan mampu menyelesaikan seluruh pembiayaan program tahun 2018. Meski di sisi lain tidak seluruh item penerimaan yang ditargetkan terealisasi hingga tutup tahun nanti. Salah satu item penerimaan yang masih ditunggu oleh Pemda KSB adalah sisa penjualan saham PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Perusahaan patungan pemerintah tiga daerah (NTB, KSB dan Sumbawa) itu masih berhutang kepada Pemda KSB sekitar Rp50 miliar dari hasil penjualan saham yang dimilikinya di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) beberapa waktu lalu. “Memang belum masuk ya yang sisa PTDMB itu. Tapi itu tidak jadi masalah. Karena semua program kerja kita tahun 2018 ini bisa terbayar kok,” terang Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) KSB, Muhammad Yusuf kepada Suara NTB. Tanpa sisa penjualan saham PTDMB itu, Yusuf menjelaskan, realisasi penerimaan keuangan KSB saat ini sudah mencapai kisaran 95 persen dari. Posisi ini sesuai dengan realisasi belanja daerah yang mampu diselesaikan pemerintah sepanjang tahun 2018. “Hampir sama posisinya antara pendapatan dan belanja kita. Jadi semua program yang bisa diselesaikan nanti kita pastikan bisa terbayar. Jadi tidak akan ada istilah ada program kurang bayar. Pasti itu,” klaimnya. Terkait sisa pembayaran hasil penjualan saham PTD-

(Suara NTB/bug)

M. Yusuf

MB, Pemda KSB hingga kini masih terus mengupayakannya sebelum tutup tahun. Yusuf mengungkapkan, bupati sendiri telah melakukan komunikasi dengan PTDMB bersama dua pemerintah pemegang saham lainnya. “Tapi saya tidak tahu detailnya ya. Kan itu lobi tingkat tinggi,” sebutnya. Senada Yusuf, kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) KSB, Nurdin Rahman, SE menjelaskan, posisi keuangan daerah saat ini sudah mampu menutupi seluruh kebutuhan belanja program hingga akhir tahun. “Iya. Tanpa uang dari DMB itu posisinya kita masih aman. Semua program insyaallah bisa terbayar seluruhnya,” timpalnya. Bahkan, Nurdin memprediksi, masih akan ada sisa anggaran yang akan menjadi SILPA tahun depan. “SILPA ada, tapi tipis. Kalau masuk misalnya per 31 Desember yang dari PTDMB. Maka SILPA-nya akan besar,” sebut mantan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) KSB ini. Ia menyebutkan, setiap bentuk penerimaan yang telah diprogramkan di APBD berjalan selalu diupayakan secara maksimal oleh pemerintah. Namun kondisi di lapangan tidak selalu sesuai harapan. Sama halnya dengan sisa pembayaran hasil penjualan saham PTDMB, Pemda KSB sejauh ini masih terus mengupayakannya dapat diterima sebelum tutup tahun. “Kita masih melakukan berbagai cara supaya DMB bisa mencairkan hutang penjualan saham itu sampai sekarang kok,” imbuhnya. (bug)

(Suara NTB/bug)

Nurdin Rahman


SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Ketegangan DPRD dan Eksekutif Warnai Pembangunan Dompu Dompu (Suara NTB) Tahun 2018 menyimpan catatan buruk bagi proses pembangunan di Kabupaten Dompu. Bupati dan DPRD sebagai bagian dari pemerintah daerah yang seharusnya saling melengkapi, justru menunjukkan sikap tak harmonis. Gagalnya pengesahan APBD perubahan 2018 dan tidak dibahasnya dokumen APBD 2019 sebelum disahkan menjadi tanda tidak harmonisnya hubungan kedua lembaga. (Suara NTB/Uki)

TANGKAP - Kapolres Bima, Bagus Satrio Wibowo (tengah) dan Wakil Bupati Bima, Dahlan M. Noer (kanan) serta empat terduga perusak kantor Desa Monta (belakang), di Mapolres setempat Sabtu (29/12).

Terduga Perusak Kantor Desa Monta Diamankan

Bima (Suara NTB) – Empat terduga pelaku perusakan gedung dan fasilitas kantor Desa Monta Kecamatan Monta diamankan aparat Polres Bima. Enam orang melarikan diri dan saat ini masih diburu. Kapolres Bima, AKBP. Bagus Satrio Wibowo S.I.K, mengatakan dari proses penyeledikan dan pemeriksaan saksisaksi, pelaku perusakan kantor Desa Monta diduga dilakukan oleh 10 orang. “Dari 10 orang ini baru empat orang yang diamankan. Sementara enam lainnya masih dalam pengejaran,” katanya didampingi Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer M.Pd, kepada wartawan di kantor Maporles Bima, Sabtu (29/12). Dari 10 orang tersebut, Bagus menegaskan tidak menutup kemungkinan akan bertambah, yang diduga ikut membantu aksi perusakan fasilitas Pemerintahan Desa tersebut. “Untuk sementara kasus ini masih kita dalam. Mulai dari motif dan aktor utama perusakan,” katanya. Oleh karena itu, Kapolres mengimbau enam terduga perusakan kantor Desa Monta segera menyerahkan diri, sebelum pihaknya melaksanakan penangkapan secara paksa. “Para terduga pengrusak kantor desa ini akan dikenakan pasal 170 juncto 406 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” ujarnya. Sementara Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd sangat menyayangkan kejadian perusakan kantor Desa tersebut. Mengingat sarana yang dirusak adalah fasilitas negara, tempat pelayanan masyarakat. “Saya selaku pemerintah sangat prihatin dengan persoalan ini. Padahak tidak berkaitan langsung dengan pribadi para terduga pelaku,” katanya. Atas nama pemerintah daerah, Dahlan juga meminta semua pihak agar bisa menahan diri. Tidak terpancing dengan isu serta tidak melakukan insiden yang dapat merugikan hajat orang banyak. “Kepada enam terduga agar segera menyerahkan diri dangan baik untuk mempermudah proses hukum,” harapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, gedung dan fasilitas kantor Pemerintah Desa Monta Kecamatan Monta, dirusak massa. Aksi perusakan itu buntut dari kekecewaan massa yang menilai hasil Pilkades yang digelar pada Kamis, 20 Desember kemarin diduga terjadi kecurangan. Pj. Kepala Desa Monta, Jakariah, S.Sos, mengatakan aksi perusakan kantor Desa mendadak terjadi. Bahkan pihaknya terkejut tiba-tiba ada puluhan orang yang datang ke kantor setempat dengan membawa balok dan palu. “Saat itu kondisinya ramai karena ada pembagian gas LPJ gratis kepada masyarakat. Tapi puluhan orang langsung melakukan perusakan,” katanya. Ia mengaku bersama dengan staf Desa sempat melarang dan meminta agar tidak menahan aksi tersebut. Hanya saja tidak mampu dibendung. Bahkan sejumlah staf mengamankan diri, karena takut jadi sasaran pelampiasan kelompok massa tersebut. Menurutnya perusakan tersebut menyebabkan gedung kantor jebol akibat dihantam palu dan banyak invetaris yang ada di dalam kantor rusak parah. Diprakirakan jumlah kerugian menelan sampai ratusan juta. “Kami berharap pelaku perusakan dapat diproses secara hukum,” kata Jakariah. (uki)

Ketegangan hubungan antara Bupati dan DPRD Dompu diduga berawal dari kasus hukum yang dihadapi Drs. H. Bambang M. Yasin. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tahun 2013 – 2014 oleh penyidik Polda NTB tahun 2017 dan kasusnya belum bisa dilengkapi penyidik atas petunjuk jaksa. Kasus ini memantik sentimen buruk di antara elite politik di daerah, sehingga terjadi pro dan kontra. Ketegangan ini bukan hanya persoalan kasus hukum H. Bambang dalam kasus pengangkatan honorer K2, tapi diduga juga ada faktor lain termasuk soal dana aspirasi dewan. Akibatnya, selama beberapa kali paripurna di gedung DPRD tidak pernah dihadiri langsung oleh Bupati, sehingga mendapat sorotan dari beberapa anggota Dewan. Bahkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Dompu, Taha, S.Pt pada Juni 2018 lalu, meminta ke-

pada rekan sesama anggota Dewan untuk memanfaatkan moment Idul Fitri 1439, menggelar silaturahmi dengan Bupati mencairkan ketegangan yang terbentuk dalam opini publik dan saling memaafkan satu sama lain. Puncak ketegangan Bupati dan DPRD Dompu ini terlihat pada pembahasan APBD perubahan 2018. Kedua lembaga diduga saling mengunci kepentingan dan Bupati menyerahkan penyelesaian APBD perubahan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Akibatnya, pengesahan APBD perubahan molor dan molor juga diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk dievaluasi. Tim evaluasi Pemprov mengembalikan Perda APBD perubahan dan tidak dilakukan evaluasi. Sehingga Kabupaten Dompu untuk pertama kali tidak memiliki APBD perubahan. Kondisi serupa juga terjadi untuk APBD 2019. Pengambil

kebijakan di TAPD Kabupaten Dompu tidak hadir pada beberapa kali undangan Dewan. Ketidak hadiran diduga karena adanya permintaan yang tidak bisa disanggupi TAPD, hingga rapat pleno pun berujung jalan buntu. Namun, karena khawatir akan kembali mendapat sanksi, APBD 2019 disahkan Dewan tanpa melalui proses pembahasan dokumen APBD. Di tengah ketegangan hubungan antara DPRD dan Bupati, pada Desember 2018, Pemerintah Kabupaten Dompu justru mendapat beberapa penghargaan dari pemerintah atasan. Anugrah Prahita Ekapraya dari Presiden RI sebagai daerah yang memiliki komitmen dalam pembangunan perempuan, serta penghargaan dari Menteri Keuangan RI karena berturut – turut meraih opini WTP atas laporan keuangan. Selain penghargaan ini, pertengahan tahun 2018 Presiden RI Joko Widodo untuk

(Suara NTB/Ist)

Sambut Pergantian Tahun, Angkutan Umum Diperiksa Dompu (Suara NTB) – Dalam rangka menjamin keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan penumpang yang hendak menikmati malam pergantian tahun keluar daerah, Tim Gabungan Operasi Lilin Gatarin 2018 menggelar pengecekan fisik kendaraan, khususnya angkutan kota antar provinsi dan daerah di Terminal Ginte. Pengecekan pada Sabtu (29/12) malam tersebut selain melihat kelayakan operasi kendaraan juga untuk memastikan pengemudinya tidak dalam pengaruh barang berbahaya seperti minuman keras, sabu dan sejenisnya. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Sabri, SH., dikonfirmasi Suara NTB menjelaskan, pengecekan fisik kendaraan menjelang pergantian tahun ini sudah menjadi agenda rutin tim gabungan untuk mengantisipasi munculnya insiden kecelakaan atau tindak kriminal lain di lapangan. “Pengecekan ini dilakukan tim agar terciptanya Kamtibcarselantas jelang tahun baru,” kata dia, Minggu (30/12). Kelayakan kendaraan serta kesehatan pengemudi sangatlah penting dalam menjamin keselamatan penumpang. Apalagi di tengah cuaca ekstrem saat ini. Karenanya, tegas Sabri, tim gabungan tidak akan mengizinkan bahkan langsung memberi tindakan tegas bagi siapapun pengemudi yang ditemukan dalam pengaruh barang berbahaya tersebut. Dan tidak terkecuali angkutan umum yang sengaja memasok barang berbahaya ke wilayah ini. “Seperti kemarin ada yang berhasil kita amankan 39 dus miras rencananya mau dibawa ke Kempo, ini kan bahaya kalau dikonsumsi masyarakat bisa memicu terjadinya tindak pidana,” jelasnya. Sejauh pengecekan tersebut dilakukan belum ditemukan adanya kendaraan tidak layak operasi, pun pengemudi yang dalam pengaruh minuman keras atau zat berbahaya lainnya. Sehingga mereka pun diizinkan untuk memuat penumpang untuk berbagai tujuan dengan mengutamakan keselamatan selama dalam perjalanan. Meski hasil awal tersebut nihil, Sabri mengatakan, tidak akan menghentikan operasi sampai malam pergantian tahun berlangsung. “Jadi tetap akan kita cek sampai malam pergantian tahun nanti, karena kita lihat sekarang semakin hari ini semakin bayak yang keluar untuk menikmati tahun baru,” pungkasnya. (jun)

tuk masa tanam musim kemarau 1 dan kemarau 2 yaitu April – September 2018. Faktanya, luas area tanam jagung di Kabupaten Dompu pada masa itu tidak lebih dari 20 ribu ha. Untuk masa tanam musim hujan Oktober 2018 – Maret 2019, bantuan benih jagung pemerintah disalurkan oleh ormas Ansor dan PBNU. Ansor menyalurkan sekitar 26 ribu ha dan PBNU seluas 23,049 ha. Penyaluran melalui dua ormas ini menimbulkan riak – riak di lapangan. Penerima dikabarkan dituntut mengumpulkan sejumlah uang. Sementara oleh HISDI, organisasi sayap PDI Perjuangan mendapat alokasi 8 ribu ha dari 65 ribu ha yang diusulkan, tapi bibitnya belum cair. Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos saat dihubungi, Minggu (30/12) kemarin mengungkapkan harapannya di tahun 2019 mendatang akan jauh lebih baik. Terlebih 2019 merupakan tahun politik pemilihan Presiden, dan anggota Dewan. Kendati demikian, proses pembangunan juga harus tetap berjalan sesuai yang direncanakan. “(Soal miskomunikasi dengan eksekutif) Ya, kita ambil hikmahnya,” kata Yuliadin. (ula)

Gubernur Setujui Kenaikan UMK Dompu

(Suara NTB/ula)

MULAI DIBUKA - Tampak bendungan Mila yang sudah berakhir masa kontraknya 28 Desember 2018 dan sudah mulai dibuka untuk umum sejak Sabtu (29/12) sore.

Bendungan Mila Mulai Dibuka untuk Umum CEK FISIK - Tim Gabungan Operasi Lilin Gatarin 2018 saat melakukan pengecekan fisik kendaraan di Terminal Ginte, Minggu (30/12).

kedua kalinya mengunjungi Kabupaten Dompu. Kunjungan ini untuk meresmikan bendungan Tanju di Kecamatan Manggelewa dan rampungnya pembangunan bendungan Mila yang menjadi bagian dari megaproyek Rababaka kompleks. Dua bendungan ini akan memberi dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat Dompu karena dapat meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, jagung, dan palawija serta daerah wisata baru dan naiknya mata air. Jagung sebagai program unggulan daerah Kabupaten Dompu, tahun 2018 menjelang tahun politik 2019 juga menjadi riuh oleh bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian (alsintan). Benih jagung untuk Kabupaten Dompu semuanya bersumber dari APBN. Namun penyalurannya, selain oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian di daerah, juga dilakukan oleh organisasi massa (Ormas). Proses ini diwarnai banyak masalah dan tumpang tindih, serta bibitnya tidak ditanam. Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan alokasi benih jagung hibrida seluas 53 ribu ha dan diklaim disalurkan un-

Dompu (Suara NTB) Bendungan Mila yang menjadi bagian dari mega proyek Rababaka kompleks rampung dikerjakan sesuai masa kontrak 28 Desember 2018. Bendungan yang berfungsi sebagai penopang air irigasi untuk dam Rababaka ini juga mulai dibuka umum bagi mereka yang ingin melihat dari dekat. Ismansyah MK, pelaksana proyek dari PT NK saat bincang – bincang dengan Suara NTB, Minggu (30/12) mengatakan, bendungan Mila ini sedianya akan diresmikan pada Jumat (28/12). Tapi ditunda peresmiannya karena kesibukan para pejabat di pusat. “Ditunda (peresmian). Kemarin dijadwalkan Jumat (28/12) kemarin, tapi ndak jadi. Kita

ndak tahu kapan peresmiannya,” ungkap Ismansyah. Namun, pintu bendungan Mila sudah mulai ditutup untuk menahan dan menampung air. Ketinggian air bendungan sudah mencapai 15 meter. Air ini bersumber dari air banjir di anak sungai yang ada dan belum termasuk air dihantarkan oleh bendungan pengalih di Saneo. Kenaikan airnya juga belum stabil karena lumpur yang dibawa dalam proses sedimentasi sungai. Akses ke bendungan yang ditutup untuk umum, Sabtu (29/12) sore mulai dibuka. Dibukanya akses ke bendungan untuk menghindari kecemburuan sosial bagi warga sekitar yang ingin melihat dari dekat bendungan

yang menghabiskan anggaran negara sekitar Rp200 miliar ini. “Ini dibuka sejak kemarin sore. Kita khawatir ada kecemburuan sosial dari warga, proyek megah – megah tapi tidak bisa dilihat,” kata Ismansyah menirukan keluhan warga. Ketika bendungan ini akan diresmikan, diakuinya akan dilakukan sterilisasi untuk mengecek kekurangan dalam pengerjaan proyek. Air di bendungan Mila jauh lebih jernih bila dibandingkan bendungan Tanju dan itu diduga karena faktor sedimentasi. Letak bendungan Mila yang jauh dari perkampungan warga, tapi dekat dengan kota menjadi kelebihan tersendiri bagi bendungan Mila. (ula)

123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Bima (Suara NTB) – ke sawah dan kebun. Tapi hing- saat ini belum ada respon 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Musim hujan biasanya ga saat ini belum juga diper- dari Pemerintah terkait. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 adalah berkah bagi petani. baiki,” kata warga setempat, “Sudah kita keluhkan dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 mendesak agar jembatan Namun, hal ini belum tentu Irfan, Minggu (30/12). 123456789012345678901234567890121234567890123456789 dialami petani di Desa Boke Irfan mengaku prihatin ini dibangun. Tapi belum 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Kecamatan Sape. Mereka atas kondisi tersebut. Karena juga ada respon,” katanya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ia berharap Pemerintah 123456789012345678901234567890121234567890123456789 justru seringkali harus ber- menurutnya jembatan terse123456789012345678901234567890121234567890123456789 taruh nyawa di musim hu- but merupakan akses peng- segera membangun jem123456789012345678901234567890121234567890123456789 jan. Menyeberangi derasnya hubung alternatif memudah- batan alternatif agar me123456789012345678901234567890121234567890123456789 arus sungai menuju lahan kan petani yang memiliki lah- mudahkan akses lintas 123456789012345678901234567890121234567890123456789 pertanian. Sebab, tidak ada an atau area pertanian di be- para petani. Apalagi saat 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 jembatan penghubung ke lakang Desa. “Hanya saja ke- tiba masa panen nanti 123456789012345678901234567890121234567890123456789 lahan mereka. tika musim penghujan tiba, yang beban dan medan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Para petani di desa ini seolah menjadi ancaman kare- yang ditempuh cukup be123456789012345678901234567890121234567890123456789 sudah terbiasa dengan kon- na petani harus melintas sun- rat dan sulit. “Tidak mu123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 disi ini sejak satu tahun ter- gai yang deras menuju ke lah- ngkin memikul beban ha123456789012345678901234567890121234567890123456789 sil pertanian yang mencaakhir. Tepatnya saat jem- an miliknya,” katanya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 batan di belakang desa Atas persoalan tersebut, Ia pai ratusan kilo, karena 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tersebut mengalami kerusa- mengaku masyarakat sudah jaraknya cukup jauh dari 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 kan akibat diterjang banjir. mengeluhkan dan mendesak Desa. Satu-satunya ad123456789012345678901234567890121234567890123456789 “Padahal jembatan ini di- pembangunan jembatan alah membangun jem123456789012345678901234567890121234567890123456789 gunakan oleh petani untuk tersebut. Hanya saja sampai batan,” pungkasnya. (uki) 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789

Tak Ada Jembatan, Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Dompu (Suara NTB) – Kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Dompu sebesar Rp2.016000 dari Rp1.850.000 tahun 2019 mendatang akhirnya disetujui gubernur NTB. Hal itu berdasarkan surat keputusan yang diterbitkannya 10 Desember lalu. Disnakertrans saat ini tengah memfokuskan kegiatan untuk menyosialisasikan perubahan tersebut ke tiap perusahaan. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakertrans setempat, Sadaruddin, SE., dikonfirmasi Suara NTB membenarkan telah disetujuinya usulan kenaikan UMK yang diajukan beberapa waktu lalu itu. “Sekarang tinggal kita sebarluaskan informasi ini ke tiap perusahaan agar menjadi dasar mereka menerapkan upah di tahun 2019,” kata dia. Mengingat keputusan tersebut sudah menjadi rekomendasi bersama dalam rapat koordinasi sebelumnya maka dipastikan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak mengindahkannya, terutama perusahaan besar dan menegah seperti PT. SMS, PT. STM, PT. Pegadaian dan lembaga lainnya. Pengecualian, lanjut Sadaruddin, hanya berlaku untuk perusahaan kecil yang baru merintis usahanya atau belum berkembang pesat. Namun, disyaratkan ada surat perjanjian kerja antara pengusaha dan karyawan yang dipekerja-

kan terkait upah yang akan diberikan. “Penekanannya mereka harus ada kesepakatan dulu antara pemberi kerja dan pekerjanya sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut,” jelasnya. Untuk mengantisipasi adanya penyimpangan seperti halnya perusahan kelas menegah bepenghasilan besar namun mengaku belum mampu membayar upah karyawan sesuai UMK, Sadaruddin menegaskan, sudah membentuk tim khusus yang akan melakukan operasi secara intens, termasuk menekankan setiap tenaga kerja untuk melaporkan setiap pelanggaran yang dijumpai agar dapat diberikan sanksi tegas. Kenaikan UMK ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itu diharapkan para pekerja bisa meningkatkan kinerja agar perusaan penyedia lapangan kerja tersebut bisa berkembang signifikan dan merekrut tenaga kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran diwilayah ini. “Dengan upah layak ini produktivitas dan efektitas kerjanya kita harapkan meningkat, kalau dikatakan bagian dari mengurangi TKI yang keluar negeri saya rasa tidak karena orang keluar negeri itu sudah haknya dan dilindung undangundang sepanjang memenuhi prosedur,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/Uki)

PEMUSNAHAN - Jajaran Sat Reskrim Polres Bima Kota memusnahkan sembilan ekor rusa yang diduga hasil buruan di pulau Komodo NTT, dengan cara menanam di halaman belakang Mapolres setempat, Minggu (30/12).

Rusa Hasil Buruan di Pulau Komodo Dimusnahkan Bima (Suara NTB) – Jajaran Sat Reskrim Polres Bima Kota, memusnahkan sembilan ekor rusa yang diduga hasil buruan di pulau Komodo NTT, Minggu (30/12). Pemusnahan dilakukan dengan cara ditanam di halaman belakang Mapolres setempat. Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza S.Ik mengaku, sembilan rusa yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti (BB) hasil sitaan aparat gabungan Koramil Sape dan Polsek Sape, di sekitar perairan Sape, Sabtu (29/12). “Rusa yang sudah terpotongpotong ini tengah dibongkar muat dari boat ke mobil pick up di sekitar pantai So Toro Wamba Desa Poja Kecamatan Sape,” kata Akmal. Dari penyitaan tersebut lanjutnya diamankan juga inisial Nrd, seorang warga Desa Mangge Kecamatan Lambu. Oknum Nrd diketahui pemilik

mobil pick up yang digunakan mengangkut rusa tersebut. “Sedianya rusa yang sudah dipotong-potong ini akan dijual di wilayah Bima,” katanya. Selain sembilan rusa serta Nrd, Akmal mengaku pihaknya juga mengamankan BB lainnya. Yakni dua pucuk senjata laras panjang lengkap dengan delapan butir amunisi. Serta satu unit kapal boat yang digunakan memuat potongan rusa. “Rusa yang ada di Pulau Komodo ini diburu menggunakan senjata laras panjang. Setelah itu dibawa ke Bima melalui jalur laut,” katanya. Akmal menegaskan, oknum Nrd yang diamankan tersebut, terancam dikenakan pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Paling lama hukuman penjara lima tahun dan denda sebesar Rp100 juta,” pungkasnya. (uki)


SUARA NTB Senin, 31 Desember 2018

POLHUKAM

Halaman 8

KPU Cek Kondisi Digelar Lima Kali dan Kelengkapan Logistik Pemilu 2019 Mataram (Suara NTB) Sebagian besar logistik Pemilu 2019 sudah diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-NTB. Logistik yang sudah diterima kemudian langsung disortir untuk mengecek kondisi logistik yang siap digunakan pada hari H pemungut suara tanggal 17 April 2019 mendatang. Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya mengatakan, sortir logistik tahap pertama mulai dilakukan oleh KPU kabupaten/kota untuk memastikan jumlah logistik yang diterima apakah sudah cukup atau masih kurang. Kemudian mengecek kondisi logistik apakah dalam keadaan baik atau rusak. “Untuk sortir tahap pertama deadline-nya sampai tanggal 4 Januari (2019) mendatang,” katanya kepada wartawan, Minggu (30/12) kemarin. Dalam kegiatan sortir tahap pertama tersebut, jika ditemukan ada logistik pemilu dalam kondisi rusak dan kurang, maka akan dibuatkan berita acara dan langsung disampaikan kepada KPU RI. Sehingga logistik pemilu yang kondisinya rusak bisa diganti dan logistik kurang bisa ditambah. Ia menyebutkan, salah satu logistik Pemilu sudah diterima KPU kabupaten/kota sekarang ini dari KPU RI, yakni kotak suara dan bilik suara berbahan kardus atau duplex. Baginya, pro kontra tentang kotak suara berbahan kardus merupakan hal yang biasa. Namun, KPU menjamin jika kotak suara berbahan kardus atau duplex itu kualitasnya cukup baik dan aman. Ia mengatakan, pemakaian kotak suara kardus juga pernah dilakukan pada 2014 dan di beberapa pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan, di dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juga memberikan payung hukum mengenai kotak suara berbahan karton itu. “Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan jika kotak suara berbentuk transparan. Sehingga, surat suara yang ada di dalamnya bisa dilihat dari luar. Dari sisi kualitas dan pengamannya juga sudah diuji,” ucapnya. Ia menambahkan, berkaitan dengan penyimpanan logistik Pemilu 2019 agar tidak mudah rusak, juga sudah disiapkan gudang penyimpanan di masing-masing KPU kabupaten/kota. Sehingga, saat akan digunakan logistik masih dalam keadaan baik. “Penyimpanan di gudang, baik milik KPU atau sewa standarnya sudah ditetapkan. Perawatan logistik juga diperhatikan,” katasnya. Adapun logistik sudah diterima KPU kabupaten/kota dan dilakukan penyortiran terhadap logistik tersebut. Diantaranya, bilik suara dan kotak suara. Selain itu juga kelengkapan TPS lainnya terdiri dari bollpoint, spidol kecil, spidol besar, lem perekat, karet/tali pengikat. Untuk bantalan alat coblos terdiri dari bantalan dan alat coblos, plastik ukuran besar, plastik ukuran sedang. Segel plastik, kabel plastik, gembok kotak surat suara, botol tinta, karet gelang. “Surat suara belum dikirimkan KPU RI,” pungkasnya. (ndi)

(Suara NTB/KPU)

SORTIR - Suasana sortir logistik pemilu 2019 di salah satu gudang penyimpanan logistik di kabupaten/kota.

Debat Capres/Cawapres Putaran Pertama Tanggal 17 Januari

Mataram (Suara NTB) Debat kandidat Pilpres 2019 yang akan diikuti oleh dua pasangan Capres/ Cawapres akan digelar KPU RI selama lima kali putaran. Debat putaran pertama akan digelar tanggal 17 Januari 2019 mendatang. Debat kandidat pasangan Capres/Cawapres tersebut akan disiarkan secara live di televisi nasional dan akan direlay oleh semua media elektronik. “Debat kandidat Capres/ Cawapres digelar lima kali putaran yang dilaksanakan oleh KPU RI. Debatnya di siarkan

live oleh TV,” kata anggota KPU Provinsi NTB bidang teknis, Suhardi Soud kepada Suara NTB, Minggu (30/12) kemarin. Media televisi yang akan menyiarkan kegiatan debat tersebut dibagi dalam lima grup. Grup pertama media massa yang akan menayang-

kan secara live debat kandidat putaran pertama tanggal 17 Januari mendatang yakni TVRI, RRI, KompasTV, dan RTV. “Media yang akan menayangkan kegiatan debat pertama itu ditentukan lewat pengundian oleh KPU bersama tim dari Paslon Capres/

Cawapres,” terang Suhardi. Materi yang akan disampaikan dalam debat kandidat pasangan Capres/Cawapres pada putaran pertama itu yakni penyampaian visi misi. Debat akan dipandu oleh dua moderator yakni Ira Koesno dan Imam Priyono. Debat tersebut ditujukan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai dua pasangan calon pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan itu. Diantara kedua

pasangan tersebut siapa yang layak diberikan kepercayaan yang visi dan misinya sesuai dengan harapan rakyat. Karena itu kegiatan debat tersebut juga menjadi medium bagi rakyat ikut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu 2019. Ditempat terpisah, sejumlah politikus dari partai pendukung kedua Paslon di NTB, berencana akan menggelar nonton bareng debat yang akan dilaksanakan di beberapa titik. (ndi)

Kasus BOS SMKN 1 Narmada Belum Tuntas Mataram (Suara NTB) Penyidikan dugaan korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada belum juga selesai di tahun 2018 ini. Kasus yang ditangani sejak tahun 2016 ini, berkas penyidikannya belum dinyatakan lengkap. Berkas perkara dua tersangka lagi-lagi dikembalikan jaksa. Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo menyebutkan, jaksa peneliti mengembalikan lagi berkas dua tersangka. Alasannya, ada keterangan saksi yang belum berkesesuaian. “Untuk itu kita akan memanggil saksi dimaksud untuk diperiksa lagi,” ujarnya, tanpa merinci siapa saksi yang dimaksud, ketika dikonfirmasi akhir pekan lalu di Mapolres Mataram. Pemeriksaan saksi itu, sambung dia, untuk memenuhi petunjuk materiil perkara seperti petunjuk yang sudah diberikan jaksa peneliti Kejari Mataram. Sementara untuk tersangka, pemeriksaan sudah dicukupkan sehingga penyidik hanya memeriksa tam-

bahan saksi-saksi. “Sesuai petunjuk jaksa,” kata Joko. Pengembalian berkas dari jaksa itu sudah yang kedua kalinya. Sejak diserahkan dalam pelimpahan tahap I pada November lalu. Mantan kepala sekolah dan bendahara diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015. Selama penyidikan ini, dua tersangka tidak ditahan atas alasan masih kooperatif. Dua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/ 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Meski sudah menjadi tersangka, kepala sekolah dan bendahara tidak ditahan. Dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/ 2015mencapai Rp 1,9 miliar. Dari hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB, dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 316 juta. (why)

(Suara NTB/why)

PERIKSA URINE - Tim gabungan bersama Polda NTB memeriksa urine pengunjung tempat hiburan malam di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat, Sabtu (30/12).

Oknum PNS Kejaksaan Terjaring Razia Narkoba Giri Menang (Suara NTB) Di pekan terakhir penghujung tahun 2018, Polda NTB merazia tempat hiburan malam terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sebanyak tiga pengunjung kafe diamankan karena terindikasi positif narkoba. Diantaranya oknum pegawai kejaksaan dan istri salah seorang kades di Lombok Barat. Razia pada Sabtu (29/12) sampai Minggu (30/12) dini hari itu juga melibatkan TNI, BNN Provinsi NTB. Sementara Polda NTB menerjunkan tim Ditresnarkoba yang dipimpin Kasubdit II, AKBP I Komang Satra. Pantauan Suara NTB, tim menemukan satu wanita berinisial FD alias FA (18) asal Praya, Lombok Tengah teridentifikasi positif narkoba, dari delapan wanita yang dites urine. FD terjaring razia di Star Café, Batulayar, Lombok Barat. 25 pria pengunjung kafe yang juga dites urine, teridentifikasi negatif narkoba. Tim lantas bergerak ke Mekar Club dan Karaoke Senggigi. Yang mana sedang sepi pengunjung. Tim hanya menemukan enam pemandu lagu sedang bersantai di lobi, kemudian dites urine. Hasilnya nihil. Tim baru mendapati pelanggan yang ramai di New Surya

Café Senggigi. Ketika tim datang, seorang pria setengah baya yang tampak gelisah, belakangan diketahui seorang Kades di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, bernama Junaidin. “Saya ke sini sama istri saya,” ucapnya kepada petugas ketika didudukkan kembali ke mejanya. Sebelumnya dia sempat mencoba ke luar ruangan. Istri yang dimaksudnya, yakni wanita berinisial RN alias HS. Hasil tes urine RN menunjukkan tanda positif. RN kemudian diamankan. Atas dugaan penyalahgunaan narkoba itu, tim kemudian menggeledah mobil Honda Jazz warna biru muda di halaman parkir. Tim satwa anjing pelacak K-9 diterjunkan mengendus keberadaan narkoba. Walaupun hasilnya nihil juga. Tetapi, RN tetap dibawa ke mako Polda NTB. Di tempat yang sama, seorang pria berinisial MA alias RYN (28) juga diamankan karena hasil tes urinenya positif narkoba. MA merupakan PNS pada Kejari Mataram. “Yang penting kan saya gak makai,” kata MA mengelak ketika diwawancara saat hendak dinaikkan ke kendaraan. Dalam razia tersebut, total sebanyak 122 orang dites urine, hasilnya tiga orang teri-

dentifikasi positif narkoba. Satra mengatakan, mereka yang kedapatan positif itu diduga menggunakan narkoba tidak di tempat mereka terjaring. “Biasanya dia makai di luar dulu baru ke sini. Atau sudah beberapa hari lalu makainya. Makanya ini didalami lagi di BNN,” ucapnya. Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Yusfadillah mengatakan, mereka yang diamankan tersebut dibawa ke kantor BNN Provinsi NTB untuk menjalani assessment penyalahgunaan narkoba lebih lanjut. “Pegawai kejaksaan, bukan jaksa. Sopir mobil tahanan kejaksaan. Diserahkan ke BNN (Provinsi NTB) untuk diassessment,” ucapnya mengonfirmasi. Dia menambahkan, razia dimaksud dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan Tahun Baru 2019. Razia juga serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia di masingmasing Polda. Terpisah, Kepala Kejari Mataram, I Ketut Sumedana belum menyiapkan sanksi bagi jajarannya yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. “Saya sedang mengumpulkan informasi, saya sedang cuti sampai awal tahun,” ujarnya. (why)

Validasi Surat Suara Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Minim Perubahan Mataram (Suara NTB) Surat suara untuk calon anggota DPD RI dari dapil NTB akan segera dicetak oleh KPU. Namun sebelum dicetak, KPU memberikan kesempatan terakhir bagi para calon anggota DPD tersebut untuk melakukan koreksi sebelum divalidasi. Validasi terakhir dilaksanakan Minggu (30/12) kemarin yang berlangsung di kantor KPU Provinsi NTB. Kegiatan validasi surat suara tersebut dihadiri oleh anggota KPU dan LO dari masing-masing calon anggota DPD. Dari 27 calon anggota DPD RI dari dapil NTB, yang hadir diwakili oleh LO masing-masing sebanyak 25 orang dan dua orangnya tidak hadir tanpa keterangan. “Dari 27 peserta pemilu calon anggota DPD yang datang tadi 25 calon/LO,” kata anggota KPU NTB bidang teknis, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Suara NTB usai kegiatan validasi. Dalam proses validasi tersebut, miskipun ada beberapa catatan disampaikan oleh calon anggota DPD RI, namun tidak ada sampai perubahan yang subtansial. Sehingga proses validasi ber-

(Suara NTB/ndi)

TANDATANGAN - Tim penghubung calon anggota DPD RI dari dapil NTB sedang menandatangani persetujuan kertas surat suara yang akan dicetak KPU. jalan dengan lancar. “Tidak ada lagi perubahan substansi, karena sebelumnya sudah diverifikasi. Perubahan sedikit tadi hanya karena ada keluhan foto yang kurang terang dan penambahan titik di belakang nama Ali dari calon anggota DPD atas nama Ali Rahim,” terang Suhardi. Karena tidak ada lagi koreksi dari para calon anggota DPD. Maka hasil validasi kemudian ditandatangani oleh calon atau LO calon DPD di atas dummy surat suara. Setelah disetujui,

selanjutnya KPU NTB akan menyampaikannya ke KPU RI sebagai dasar pencetakan surat suara calon anggota DPD RI pemilu 2019. Sedangkan warna surat suara untuk pemilihan calon anggota DPD RI berwarna merah. Dalam surat suara calon anggota DPD tersebut akan menampilkan foto nomor urut dan nama calon. Berbeda dengan kertas surat suara calon anggota legislatif yang hanya akan menampilkan nomor urut dan nama caleg serta gambar partai. (ndi)


SUARA NTB

Senin, 31 Desember 2018

Halaman 9

Gadis Belia Diduga Tewas Setelah Diperkosa Selong (Suara NTB) Nasib naas dialami EA (15), seorang gadis di bawah umur warga Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ia diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri, S saat pulang menonton MTQ di wilayah setempat, Sabtu (29/ 12) lalu. Usai diperkosa oleh S, korban juga digilir oleh tiga orang rekan S yakni WAN (15) asal Dusun Muncan, KopangLoteng, Bul (23) asal Desa Bagik Payung Timur, dan Pendi (25) asal Gerung Permai Suralaga hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian pemerkosaan terhadap pelajar MTs ini beraw-

al saat korban dijemput oleh pacarnya untuk diajak menonton MTQ. Setelah acara tersebut selesai, S mengajak korban untuk menenggak minuman keras (miras) bersama tiga orang temannya yaitu Wan, Bul dan Pendi. Dalam kondisi mabuk, S menyetubuhi korban di dalam sebuah kebun. Selesai menyetubuhi korban, S diduga menawarkan korban kepada rekannya namun ditolak oleh korban. Akan tetapi dengan berbagai tipu daya akhirnya korban mau dibonceng oleh Wan dengan tujuan untuk diantar pulang. Namun sesampai di tengah jalan, korban loncat dari motor, lantaran Wan hendak mengajak korban ke suatu tempat

untuk disetubuhi. Akibat dari loncat dari motor tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian kepala dan dari telinga korban mengeluarkan darah kemudian korban pingsan. Dalam kondisi yang tidak sadar tersebut, pacar korban yang berinisial S kemudian membopong korban dan dinaikkan ke atas kendaraan yang dikendarai oleh Pendi dan mereka bonceng tiga dengan posisi korban diapait oleh Pendi dan S. Kemudian korban dibawa menuju arah Dusun Lendang, Desa Sukarema, Kecamatan Aikmel.

Namun sampai di tengah jalan di sebuah kebun, korban yang dalam keadaan pingsan diturunkan untuk disetubuhi secara bergiliran. Korban diduga dibawa ke sebuah gudang mebel yang berada di wilayah Dusun Lendang, Desa Sukarema. Di sana sudah menunggu pelaku Wan dan Bul yang kemudian mengambil bagian menyetubuhi korban secara bergiliran. Setelah selesai melakukan aksi bejat tersebut, para pelaku membawa korban ke Puskesmas Kalijaga namun di tengah perjalanan korban

meninggal dunia. Sementara, keempat pelaku yang saat itu dalam kondisi panik kemudian mengarang cerita seolaholah korban di temukan di tengah jalan dalam keadaan sempoyongan karena dikejar oleh dua orang yang tidak mereka kenal kemudian mereka antarkan ke Puskesmas. Kapolsek Suralaga Ipda Nicholas Usman, membenarkan kasus pemerkosaan hingga membuat korban meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh empat orang. Pelaku Pendi ditangkap di rumahnya di Dusun Gerung Permai, Keca-

matan Suralaga, sedangkan pelaku Bul dan Wan ditangkap di wilayah Korleko Kecamatan Labuhan Haji. Namun saat dilakukan penangkapan dan pengembangan terhadap pelaku lainnya oleh tim gabungan Polsek dan Satreskrim Polres Lotim, pelaku memberontak melawan petugas sehingga pelaku dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki. “Pelaku langsung kami tangkap pada hari Sabtu ditempat yang berbeda,” ujarnya. Dari penangkapan yang dilakukan, petugas juga berhasil mengamankan satu buah kondom yang sudah digunakan oleh pelaku. Satu unit sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan membawa korban milik pelaku Bul. Satu buah syal atau sorban milik pelaku Wan yang digunakan pelaku mencekik leher korban. Dari empat pelaku, katanya, tiga pekaku sudah berhasil ditangkap. Sementara satu pelaku lainnya yang merupakan pacar korban, inisial S masih dalam proses pencarian dan masuk DPO. “Kejadian ini merupakan rencana dari pacar korban inisial S. Sedangkan tiga pelaku lainnya dan barang

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

q

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

bukti diamankan di Polres Lotim untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,” pugkas Nicholas. (yon)

HILANG HLG STNK R2 SUZUKI DR.3624 DP NOKA/NOSIN : MH8BE4DFA73454443/E 451-10-454044 AN.AHMADI HLG D’SKTR JL.SELEPARANG CAKRANEGARA HLG STNK R2 YAMAHA2SX DR.5610CN NOKA/NOSIN : MH3SE9010FJ041832/ E3R4E-0041831 AN.RIDWAN BAKRI HLG D’SKTR AMPENAN KOTA MATARAM HLG STNK R4 TOYOTA DR.1369AS NOKA/NOSIN : MHFK39BT6D2002314/3NRV108174 AN.LUKMAN HAKIM HLG D’SKTR WILAYAH KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.4778 BY NOKA/NOSIN : MHIJF8115CK44688J/ J F 8 1 E 1 4 4 4 0 2 3 AN.AFRIANI,S,Adm HLG D’SKTR JL.BUNG KARNO MENUJU KRNG JANGKONG HLG STNK R2 HONDA DR.3748 CF NOKA /NOSIN : MH1JFB116DK541239/ JFB1E1540176 AN.SITI JAHRONI HLG D’SKTR JL.LANGKO KOTA MATARAM

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Pemberdayaan Remaja Melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) sebagai Upaya Strategis Pendewasaan Usia Perkawinan

Halaman 10

Senin, 31 Desember 2018

MASA remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia disebut sebagai masa transisi kehidupan remaja. Transisi kehidupan remaja oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Transitions). Transisi kehidupan yang dimaksud menurut Progress Report World Bank adalah: 1. Melanjutkan sekolah (continue learning) 2. Mencari pekerjaan (start working) 3. Memulai kehidupan berkeluarga (form families) 4. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship) 5. Mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life). Masa transisi kehidupan yang dialami remaja menghadapi 3 tantangan besar di masa millennial ini yang disebut dengan TRIAD KRR, yaitu; Risiko Penyalahgunaan NAPZA, Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS. Tantangan ini, jika dapat dilewati dengan baik, maka kehidupan remaja nantinya diharapkan akan menjadi sangat berkualitas dan mampu bersaing dalam kompetisi global. Sayangnya banyak fakta di lapangan menunjukkan bahwa masa transisi ini menimbul-

kan gejolak permasalahan antara lain: 1. Seks Pra Nikah dan Perkawinan Usia Dini Perkawinan usia dini di Provinsi NTB merupakan permasalahan yang menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan pada tahun 20142019, dalam RPJMD Pemda NTB, pendewasaan usia perkawinan menjadi salah satu target prioritas. Di NTB sendiri perkawinan usia dini sebagian besar disebabkan kebiasaan di masyarakat yang tidak tepat menafsirkan budaya merariq. Selain itu, faktor lain seperti adanya seks pranikah juga memberikan kontribusi yang tidak kecil. Hasil Baseline Study Pusat Kajian Gender dan Seksualitas (Puska Genseks) Universitas Indonesia di Lombok Barat pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 41,4% perkawinan usia dini disebabkan karena kehamilan pranikah. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas seks pra nikah juga sudah terjadi di NTB. Selain itu, informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi di NTB sendiri belum cukup massif dan tidak berkelanjutan. Menanggapi permasalahan ini,sebagian besar orang tua berpendapat bahwa lebih baik menikahkan anaknya diusia dini dari pada mengalami kehamilan pra nikah

Oleh: Siti Muzakarah, SKM (Plt. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB) yang akhirnya berdampak pada angka putus sekolah. 2. Napza Data di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba mencapai 63.000. Kepala BNN Kota Mataram mengungkapkan, jika melihat total jumlah penduduk Kota Mataram sekitar 450 ribu jiwa. Sementara penduduk yang berada di usia rentan antara 10-59 tahun dengan jumlah 319 ribu jiwa. Artinya jumlah penduduk yang masuk prevalensi terpapar penyalahgunaan narkoba di Kota Mataram sebanyak 5.754 penyalahguna atau pecandu. Sementara tingkat prevalensi di Kota Mataram sebanyak 56,5 persen dari jumlah yang terpapar narkoba itu adalah masuk dalam kategori coba pakai. Rata-rata usia muda antara 11-29 tahun. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan untuk memberantas kasus penyalahguna narkoba yaitu mengurangi suplai dengan memotong jalur suplai barang haram

tersebut. Data ini, ujarnya, sesuai yang dimiliki BNN dan Universitas Indonesia sebesar 1,8 persen dari jumlah penduduk yang rentan. 3. HIV dan AIDS Di Provinsi NTB, kasus HIV/ AIDS yang sudah tercatat di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi sebesar 1532. Menurut Sekretaris KPA, penemuan kasus terbaru mulai meningkat di kalangan remaja. Kalangan pelajar dan mahasiswa yang terkena HIV/AIDS jumlahnya terus bertambah. Jumlahnya saat ini yang sudah diketahui mencapai 47 orang. Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah karena sangat sedikit pelajar dan mahasiswa yang pernah mengikuti tes. Melihat fenomena di atas, tentunya tantangan kehidupan remaja di NTB haruslah menjadi perhatian bersama semua pihak. Lima tahapan transisi kehidupan remaja idealnya berjalan dengan baik dengan proses yang optimal. Setiap remaja penting untuk mampu melanjutkan pendidikan hingga ke level tertinggi sehingga ia memiliki kompetensi yang

mumpuni untuk memasuki dunia kerja. Ketika memasuki dunia kerja, diharapkan mereka dapat memiliki kinerja yang baik hingga mendapatkan upah yang layak untuk menunjang kehidupannya dan memulai kehidupan berkeluarga. Selanjutnya perencanaan berkeluarganya juga perlu dipersiapkan agar mampu menjadi keluarga yang bahagia. Program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dilaksanakan berkaitan dengan bidang kehidupan yang kelima dari transisi kehidupan remaja dimaksud, yakni mempraktikkan hidup secara sehat (practice healthy life). Empat bidang kehidupan lainnya yang akan dimasuki oleh remaja sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya remaja mempraktekkan kehidupan yang sehat. Dengan kata lain apabila remaja gagal berperilaku sehat, kemungkinan besar remaja yang bersangkutan akan gagal pada empat bidang kehidupan yang lain. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengen-

dalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB mengimplementasikan Program PKBR ini melalui pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) yang ada NTB. PIK Remaja adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga. PIK Remaja ini sendiri ada yang berbasis lingkungan pendidikan (SMP, SMA, Universitas, Pondok Pesantren) dan ada juga yang berbasis masyarakat (Desa, Karang Taruna). Selama ini DP3AP2KB sudah melakukan pembinaan kepada aktivis dan anggota PIK Remaja dan mendiseminasikan pentingnya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan oleh DP3AP2KB antara lain; Pelatihan Konselor Sebaya bagi guru dan siswa, Sarasehan Remaja untuk kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan, Peningkatan kapasitas PIK Remaja untuk kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengembangan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi serta Pembinaan kepada PIK Remaja di seluruh kabupaten kota yang ada di NTB. DP3AP2KB dalam melakukan pembinaan ini juga melibatkan beberapa LSM lokal, seperti Kaukus Peduli

Perempuan, PKBI Daerah NTB, Aliansi Yes I Do, dan Rutgers WPF Indonesia. Pelibatan berbagai LSM ini membantu untuk memperkaya konten dan strategi yang digunakan oleh DP3AP2KB. Selain itu, Dinas Kesehatan dan OPD terkait juga ikut memfasilitasi dalam memperkuat PIK Remaja ini. Keberhasilan yang diraih sejauh ini antara lain; beberapa sekolah sudah secara rutin menganggrakan pembinaan remaja, kemitraan dengan BNN dan sekolah serta adanya alokasi dana desa untuk kampanye PUP. Kampanyekampanye Pendewasaan Usia Perkawinan menjadi lebih massif dan lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu, kampanye-kampanye yang diinisiasi oleh remaja juga semakin marak dilakukan termasuk kampanye melalui social media. Upaya-upaya sinergi dan pemberdayaan remaja ini menjadi pembelajaran baik untuk memperkuat kerjakerja program pendewasaan usia perkawinan. Remaja sebagai agen-agen perubahan dalam kampanye pendewasaan usia perkawinan juga perlu mendapatkan apresiasi dan pembinaan lebih dalam. Diharapkan juga, berbagai LSM lokal ikut serta dalam memberdayakan remaja dan membina PIK Remaja ini guna ikut mensukseskan pembangunan manusia di Provinsi NTB. (*)

Dukung Program Pemerintah

Universitas 45 Mataram Dirikan UPT Bahasa Mataram (Suara NTB) Program Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., yang baru untuk mengirimkan mahasiswa NTB ke luar negeri disambut gempita berbagai kampus. Universitas 45 Mataram, salah satu kampus swasta cukup tua mendukung penuh program tersebut yaitu dengan mempersiapkan kematangan bahasa asing mahasiswa setempat lewat pendirian UPT Bahasa. Rektor Universitas 45 Mataram, Dr. Evron Asrial, M.Si., menjelaskan bentuk dukungan konkrit pihaknya ialah dengan mendirikan UPT Bahasa. Launching pendirian UPT Bahasa akan dilakukan pada Januari tahun depan. Dikatakan Evron, adanya

UPT Bahasa di lingkungan Universitas 45 Mataram, akan mempermudah mahasiswa belajar dan mendalami bahasa asing, terutama Bahasa inggris. Selain itu mereka nantinya dapat kursus sekaligus tes TOEFL di UPT Bahasa.

“Kami membuka UPT Bahasa sebagai tempat pelatihan bahasa kursus. Bisa untuk tes TOFLE IELTS,” kata Evron sambil menjelaskan bahwa masyarakat luas juga dapat ikut serta belajar dan mengikuti tes di tempat ini. “Siapapun bisa bisa tes di

situ masyarakat luas dengan bayar biaya sediki saja. Kita kerjasama dengan ITP di Jakarta,” jelasnya. Dikatakan Evron, era disrupsi setiap orang harus siap berubah. Ke depan dunia perguruan tinggi internasional banyak sekali membuka peluang beasiswa bagi maayarakat luas. Untuk itu mereka harus dipersiapkan melalui adanya UPT Bahasa. Pihaknya pun mendorong agar civitas kampus serius belajar bahasa sebagai syarat meraih beasiswa.

Apalagi dosen didorong pula untuk melanjutkan studi ke luar negeri menyambut program pengiriman beasiswa ke luar negeri. “Saya mendorong civitas kuliah ke luar negeri tentunya punya pertemanan internasional, sehingga bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman,” sambungnya. Di samping itu, kebijakan maju sejak menjabat jadi rektor, di tahun 2019 mendatang ialah dengan menjadikan nilai TOEFL sebagai syarat izin skripsi. Mahasiswa agar

dapat ujian skripsi harus mengantongi sertifikat TOEFL 400. Termasuk juga akan dilakukan tes cek plagiat pada karya ilmiah skripsi. “Kita juga akan lakukan plagiarism test sebelum ujian skripsi. Jadi syarat ujian skripsi adalah mereka harus lulus tes plagiarism minimal mereka harus lulus 20 persen sebelum ujian, kemudian sertifikat TOEFL 400 mulai tahun depan. Kita tidak ada jurusan bahasa tapi kita kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi,” tutupnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

Evron Asrial

Studi Banding Pengelolaan Jurnal

Telkomsel Gelar Program IDpedia dan Telkomsel Politeknik MFH Mataram Dikunjungi STIE Bima GOAL (Guru kOlaborasi digitAL) di Mataram

Mataram (Suara NTB) Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram dikunjungi STIE Bima yang datang untuk studi banding tentang pengelolaan jurnal, pada Rabu (26/ 12) lalu. Politeknik MFH Mataram terbuka atas kunjungan perguruan tinggi lain untuk bertukar informasi tentang pengembangan kampus. Journal Manager dari Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik MFH Mataram, Hardani, M.Si., dihubungi Jumat (28/12) menjelaskan, STIE Bima melakukan kunjungan ke Politeknik MFH Mataram untuk melihat sistem akademik dan pengelolaan jurnal. “Kebetulan yang hadir Heri Nurdin, bersama tiga orang rekannya,” katanya. Menurut Hardani, rombongan STIE Bima menanyakan tentang jurnal di Politeknik MFH Mataram, karena jurnal di STIE Bima masih berupa jurnal cetak belum jurnal online. Seperti diketahui, Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram telah ditetapkan sebagai jurnal ilmiah terakreditasi peringkat 6. Akreditasi bagi jurnal Politeknik MFH berlaku selama lima tahun yaitu dari volume 2 Nomor 1 tahun 2016 sampai volume 6 nomor 2 tahun 2020. Hasil itu berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenriteskdikti Nomor: 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018 tentang hasil akreditasi jurnal imliah periode I tahun 2018.

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Foto bersama antara pihak Politeknik MFH Mataram dan STIE Bima yang melakukan kunjungan ke Politeknik MFH Mataram, Rabu (26/12). Ketika berkunjung, kata Hardani, rombongan STIE Bima melihat kondisi pembelajaran di Politeknik MFH Mataram. Kemudian diarahkan ke ruang Direktur Politeknik MFH untuk diskusi ringan mengenai jurnal dan proses akademik. Hardani menjelaskan, pihaknya terbuka pada perguruan tinggi manapun yang berkunjung ke Politeknik MFH Mataram. “Siapapun dari manapun perguruan tinggi yang datang ke sini, kita welcome saja, mereka butuh pencerahan atau apa, atau berdiskusi langkah apa yang pernah kita lakukan,” ujarnya. (ron)

Mataram (Suara NTB) Telkomsel sebagai satu-satunya operator yang Paling Indonesia tidak pernah berhenti memberikan kontribusinya pada dunia pendidikan. Setelah sukses menggelar berbagai program untuk siswa, mahasiswa, sekolah dan kampus, baik yang bersifat rutin maupun insidentil, kali ini Telkomsel menggelar program “IDpedia dan Telkomsel GOAL (Guru kOlaborasi digitAL)” yang ditujukan langsung kepada sosok-sosok yang paling berjasa dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Telkomsel GOAL merupakan langkah pertama dari rangkaian acara IDpedia. Melalui GOAL ini, Telkomsel melibatkan Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah/ Guru se-Pulau Lombok untuk mengikuti training bersertifikasi dengan tema “Meningkatkan Daya Ingat”, dengan nara sumber Yudi Lesmana selaku pakar

daya ingat Nasional. Program ini sekaligus menjadi kick off IDpedia, yaitu suatu program kompetisi ide bisnis untuk siswa-siswi seNTB, yang akan dimulai awal 2019 nanti. IDpedia ditargetkan untuk memberikan insight kewirausahaan di 100 sekolah dan 10.000 siswa di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Manager Branch Mataram Sandy Adyat mengatakan, program GOAL bersama IDpedia ini adalah wujud nyata Telkomsel dalam memberikan kontribusi positif di dunia pendidikan. “Khususnya untuk sosok bapak dan ibu guru, di mana peran mereka sangat berharga dalam dunia pendidikan di Indonesia, terutama dalam melahirkan generasi penerus Bangsa dan sosok pemimpin di masa depan,” ujarnya. “Selain itu, melalui program ini kami berharap siswa-siswi di

(Suara NTB/ist)

Manager Telkomsel Branch Mataram Sandy Adyat (dua dari kiri) bersama Mgr Youth & Community Telkomsel Regional Bali Nusra Mohammad A Nugroho (paling kiri) dan perwakilan Guru wilayah Mataram yaitu Wakasek Kesiswaan MAN 1 Mataram Muhammad Zainuri (dua dari kanan), didampingi Spv Youth & Community Branch Mataram Ridwan M Noor (paling kanan) meresmikan Program Telkomsel GOAL (Guru kOlaborasi digitAl) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. wilayah Nusa Tenggara Barat ini nantinya dapat mengembangkan kreatifitas dan ide-ide bisnis

menarik, yang dapat menggali potensi mereka lebih dalam lagi.” demikian Sandy. (bul)

Universitas 45 Mataram Siap Hadapi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0 Mataram (Suara NTB) Tantangan lulusan perguruan tinggi di era digitalisasi saat ini adalah kemampuan beradaptasi dan menghadapi era revolusi industri 4.0. Universitas 45 Mataram, didorong sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan yang progresif tanpa terjebak dengan model literasi lama. Hal itu diungkapkan Drs. I Made Gunawan Swarnaya selaku perwakilan Koordinator Kopertis Wilayah VIII dalam rapat senat terbuka Universitas 45 Mataram periode XXXI tahun 2018 di Hotel Lombok Raya, Sabtu (29/12). Tiga hal yang didorongnya kepada para lulusan Universitas 45 Mataram, yakni memperkuat pemahaman tentang data literasi, teknologi literasi dan human literation. Dijelaskan, literasi data adalah kemampuan membaca dan menganalisis informasi di dunia digital. Se-

mentara kemampuan literasi teknologi untuk memahami mekanika teknologi dalam artifisal intelegensi. Sedangkan human literasi, fokus pada mendorong sisi kreativitas. Revolusi indusri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang punya kemampuan tiga literasi ini. Sebab revolusi industri ini mengubah cara berpikir manusia dalam ruang lingkup berbeda dengan dengan kehidupan sebelumnya. Sebab ke depan, manusia dihadapkan pada ketidakpastian global. “Oleh karenanya, lulusan harus punya kemampuan untuk hadapi perubahan yang sangat cepat ini,” tandasnya. Sementara Rektor Universitas 45 Mataram Dr. Ir. Evron Asrial, M.Si., dalam sambutannya, meyakini, para alumni mampu berkompetisi di dunia kerja dengan modal nilai luhur dan heroisme semangat pejuang 45. Faktanya, kata Rektor, lulusan Universitas 45 Mataram banyak yang sudah menduduki jabatan jabatan penting dan strategis di eksekutif, legislatif hingga

yudikatif. Bahkan tidak sedikit yang menjadi pengusaha sukses. “Itu semua tidak didapatkan dengan mudah dan tempo sekejap. Keberhasilan tersebut buah manis gemblengan Universitas 45 Mataram,” ujar rektor. Rektor juga mendorong lulusan bersiap menghadapi tantangan era digitalisasi dengan penguasaan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), namun tidak melupakan soal akhlak. Modal menimba ilmu di Universitas 45 Mataram menjadi jembatan untuk memulai kehidupan baru, ikut berkiprah dan berperan aktif pada persaingan dunia kerja. “Untuk itu gunakanlah wisuda ini menjadi batu pijakan untuk menggapai harapan,” harap rektor. Pada kesempatan itu rektor memberikan penghargaan kepada dua dosen yang mampu melahirkan karya ilmiah dan diterbitkan di jurnal internasional, yakni Muhammad Amin, S. Pi., M.Sc., Ph.D dan Wawan Apzani, S. Pd., M. Si. Hadir juga pada acara

(Suara NTB/ist)

JANJI WISUDAWAN - Pembacaan janji wisudawan wisudawati Universitas 45 Mataram Periode XXXI tahun 2018. (Suara NTB/ist)

RAPAT SENAT - Rapat senat terbuka Universitas 45 Mataram Periode XXXI tahun 2018 di Hotel Lombok Raya, Sabtu (29/12). tersebut sekaligus memberikan sambutan Ketua Dewan Pengurus Yayasan 45 Mataram Brigjen (purn) H.Abdul Kadir, S.IP. Ketua Legium Veteran Republik Indonesia Provinsi NTB ini memberi semangat kepada lulusan agar punya determinasi dalam hadapi tantangan global dan dunia kerja.

Empat fakultas yang diwisuda di antaranya, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Fisipol. Salah satu hal yang membuat istimewa kali ini, diwisudanya TGH. Mahalli Fikri yang diketahui menjabat Wakil Ketua DPRD NTB. Ia dinyatakan lulus di Fakultas Hukum. (ars/*)

(Suara NTB/ist)

WISUDA - Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahalli Fikri menjadi salah satu lulusan yang diwisuda.


SUARA NTB

Senin, 31 Desember 2018

Halaman 11

Aura Positif Ekonomi ”Emas” di 2021 Ekonomi NTB diproyeksikan akan kembali pada masa emasnya di tahun 2021 mendatang. Pergerakan sektor tambang digadang-gadang akan menjadikan pertumbuhan ekonomi daerah ini kembali perkasa. TAHUN 2016 lalu, NTB menorehkan sejarah sebagai provinsi dengan ekonomi paling melejit. Pertumbuhannya lebih dari 26 persen. Melampaui ekspektasi. Mengungguli seluruh seluruh provinsi di nusantara ini. NTB saat itu menjadi buah bibir karena kontribusi sektor tambang. Keberadaan tambang emas di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat telah memberi kontribusi yangcukuppositifterhadapekonomi mikro, demikian juga makro. Meski saat ini aktivitas tambang bergerak lamban di tahap awal fase VII. Setidaknya,banyakpihakmenaruh harapan, tambang tetap eksis. Siang di sebuah rumah produksi jaring coconet (serabut kelapa) di desa Maluk Lokaq, Kecamatan Maluk, nampak aktivitas terlihat padat.Puluhanorangtengahmerajut serabut kelapa menjadi jaring. Prosesproduksiumumnyakonvensional. Jaring coconet dari rumah produksi milik Hasan Mahsat ini selanjutnya akan dipasok sebagai bahan perekat reklamasi bertahap lahan hutan pascapenambangan. Rumah produksi jaring coconet ini jaraknya bersebelahan dengan kawasan tambang Batu Hijau yang saat ini dikelola perusahaan tambang nasional, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, setelah mencaplok saham PT. Newmont Nusa Tenggara. Sebanyak 47 orang pekerja terlibat di dalamnya. Umumnya mereka kaum perempuan yang diberdayakan oleh perusahaan tambang melalui PT. Rido Bersama milik Hasan Mahsat. Dari aktivitas ini juga, puluhan pekerja pembuat jaring coconet yang dulunya penganggur kini dapat diselamatkan dari statusnya. Mereka menjadi produktif. “Dulunya ibu-ibu ini, namanya ndak ada kerjaan, ya ngerumpi. Sekarang mereka sudah bisa membantu ekonomi keluarga dari upah bulanan yang diterima,” kata Hasan Mahsat pada Suara NTB. Sampai saat ini, permintan jaring coconet, khusus dari perusahan

tambang kembali normal. Setidaknya, dalam sebulan Hasan Mahsat harus memasok 500 rol jaringcoconet. Setelahsebelunyamasa awal transisi PT. AMNT, permintaansempatmenurun,dancukupmempengaruhipedapatanmereka yang dipekerjakan. Karena itu, Hasan Mahsat sangat mengharap operasional tambang di Batu Hijau tak mengalami kendala. Agar efek tetesnyauntukmasyarakatlingkar tambang juga tak terganggu. Keberadaan tambang Batu Hijau secara ekonomis rupanya memberi manfaat bagi kawasan di sekitar tambang. Mereka yang tinggal ratusan kilometer jaraknya dari pusat tambang, juga turut menikmatinya. I Made Agus Ariana terlihat sedang mengkalkulasi biaya operasional perusahaannya, CV. Cempaka. Sejaktahun2000,iatelahmembangunkemitraandenganoperator tambang. Saat itu, PT. Newmont Nusa Tenggara. Kerjasama berlanjut hingga kini dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Perusahaan miliknya ini menjadi suplayer beberapa kebutuhan strategis pendukung operasional tambang. Belakangan, ia fokus menjadi suplayer perlengkapan dan alat-alat keselamatan kerja. Dari kerjasama dengan operator tambang ini, setidaknya CV. Cempaka telah mempekerjakan sebanyak 10 karyawan. Namun, pascaperalihan pengelolaan Batu Hijau, ia melakukan efisiensi karyawan. Masa transisi yang dilakukan oleh PT. AMNT berdampak pada menurunnya permintaan. Artinya, fluktuasi operasional tambang Batu Hijau memegang peran penting bagi ekonomi, dan penyediaan lapangan pekerjaan mereka yang tinggalnya jauh dari areatambang.KetuaJaringanPengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB ini menaruh harapan besar pada pengembangan area tambang di Dodo Rinti. Apalagi, dengan adanya rencana besar membangun mesin pemurnian (smelter) yang rencananya akan menelan

TPTGR Adili Penunggak Kerugian Negara Dari Hal. 1 Dalam catatan Inspektorat NTB saat rapat koordinasi dengan penunggak sebelumnya, terungkap tunggakan masih mencapai puluhan miliar sesuai temuan tiga lembaga auditor pemerintah. Namun rata-rata penyelesaian sudah mencapai 80 persen lebih. Rinciannya,untuktemuanBPK NTB, dari total Rp 78.390.930.348,18 , masih tersisa Rp 17.246.208.659,86, atau penyelesaian mencapai 83 persen. Sementara untuk temuan Inspektorat, tersisa Rp 17.334.117.650,64, dari total temuan Rp 36.440.149.257,52. Hanya saja catatan penyelesaiannya mencapai 68 persen. Sementa-

ra temuan Irjen mencapai Rp 36.352.426.511,00, namun sudah diselesaikan 100 persen. Azhar menambahkan, Sekretariat TPTGR telah merekap data secara lengkap dan akan memanggil secara bertahap lagi parapenunggak.Tujuannyauntukmengklarifikasilagisoalpersentase penyelesaian. Hal ini sesuai petunjuk tim majelis TPTGR. ‘’Tapi nanti ini terkait waktuyangtepatmelakukansidang majelis (lagi),’’ jelasnya. Kapan terakhir OPD laporkan progress untuk Desember? ‘’Berdasarkankeputusansidang majelis, progres penyelesaian sampaitanggal31Desemberini,’’ pungkasnya.(ars)

Logistik Korban Gempa Terpenuhi Dari Hal. 1 Untuk bantuan beras bagi korban gempa, Khalik mengatakan sepengetahuannya sudah ada yang didistribusikan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB. Ia mengatakan persoalan utama korban gempa saat ini adalah percepatan pembangunan rumah atau hunian tetap (Huntap). DataCommandRoomPemprov NTB, distribusi bantuan barang/ uang selama proses penanganan bencana gempa, paket sembako yang disalurkan 21.000 paket. Kemudian santunan meninggal dunia kepada 567 jiwa masing-masing mendapatkan Rp15 juta. Beras yang didistribusikan, berupa beras reguler 8.556 Kg dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 515.875 Kg. Selain itu, sebanyak 1.000 unit peralatan dapur, 8.548 lembar spandek, 42.000 unit huntara dan 16 unit tandon. Sementara itu, Koordinator

Bidang Data dan Informasi Satgas Penanggulangan Bencana Gempa NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si menyebutkan akan dilakukan pembayaran jaminan hidup (Jadup) kepada 19.099 jiwa masyarakat korban gempa yang rumahnya rusak berat. Tersebar di empat kabupaten, yakni Kota Mataram 7.642 jiwa, Lombok Barat 3.380 jiwa, Lombok Tengah 650 jiwa dan Sumbawa Barat 7.427 jiwa. Disebutkan jumlah hunian sementara (Huntara) yang telah terbangun sebanyak 47.750 unit dari kebutuhan 74.092 unit. Artinya, masih ada kekurangan huntara sebanyak 26.342 unit. Dengan rincian, Kota Mataram kekurangan 2.369 unit, Lombok Utara 10.109 unit, Lombok Barat 8.522 unit, Lombok Tengah 1.859 unit, Lombok Timur 2.126 unit dan Sumbawa 539 unit. (nas)

Buka Rute Perth-Lombok Dari Hal. 1 Sehingga perhatian pemerintah pusat cukup besar untuk pariwisata Lombok, NTB. ‘’Salah satunya mulai awal Maret nanti akan ada penerbangan dari Perth Australia ke Lombok secara langsung. Kalau tidak salah pemerintah pusat mem-back up sekitar Rp15 miliar tahun 2019,’’ sebut gubernur di Mataram, pekan kemarin. Dukungananggarandaripemerintah pusat untuk pembukaan rute Perth - Lombok tersebut untuk membantu maskapai. Karena mereka membuka rute Perth Lombok tentunya tak ingin rugi. ‘’Harus ada kepastian bahwa mereka perusahaan tak mau rugi juga. Itu dibantu oleh pemerintah pusat untuk block seat,’’ kata gubernur. Tahun 2019, pemerintah pusat menargetkan angka kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak 4 juta orang. Dengan rincian, 2 juta

wisatawan domestik dan 2 juta wisatawan mancenagara. Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini mengajak masyarakat NTB mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang hangat dan memberikan rasa aman dan nyaman pada tamu-tamu yang akan berkunjung ke Lombok dan Sumbawa. ‘’Kita bangga bahwa tahun 2018 daerah kita adalah tujuan utama destinasi wisata yang bersahabat dan ramah untuk keluarga,’’ katanya. Doktor Zul mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat serius membantu pariwisata NTB bangkit kembali. Dengan dukungan Kemenpar, penerbangan dengan harga terjangkau akan lebih banyak dari Jakarta ke Lombok. Demikian juga dari Bali ke Lombok. (nas)

investasi puluhan triliun. “Berkembangnya Dodo Rinti, apalagi dengan rencana pembangunan smelter, sama artinya membangun lebih besar dari apa yang telah di lakukan Newmont dulu. Dengannilaiproyekpuluhantriliun yang action-nya 2021 ke atas, tentu jadi angin segar bagi kita semua, tidak saja di NTB. Bahkan di Indonesia,” demikian Agus Ariana. Dari perspektif pengusaha otomotif, peranan tambang tak bisa dinapikan. Branch Manajer Krida Toyota NTB, Samsuri Prawiro Hakki menyebut, operasional tambang berkontribusi terhadap peningkatan grafik penjualan kendaraan roda empat di NTB. Saat operasional tambang masih stabil dipegang Newmont, share-nya terhadap pasar otomotif dalam daerah mencapai 15 persen terhadap total penjualan kendaraan produk Toyota dalam setahun. Tiga sumber penting pendukung penjualan dari sektor pertambangan, kata Samsuri. Pertama, permintaan langsung dari perusahaan tambang untuk menunjang seluruh operasionalnya. Kedua, permintaan dari para keryawan tambang yang disebutsebut “tajir”. Ketiga, permintaan kendaraan roda empat dari masyarakat di Pulau Sumbawa. “Permintaan dari masyarakat terutamasekaliyangmenyediakan jasa penyewaan dan travel untuk jasa - jasa yang menjadi multiplier effeck tambang,” jelas Samsuri. Ia tak memungkiri, pasca peralihandariNewmontkeAMNT,Krida Toyota kehilangan pasar sebesar yang diungkapkan. Kalaupun ada, permintaannya saat ini masih kecil dan sporadis. “Saya juga belum melihat AMNT ekspansif. Tapi kita tahu bersama, masa transisi me-

mangsepertiini,dansayapikirtidak terus-terusan begini,” ujarnya. Hal besar yang juga ia harapkan,adanyarencanapembangunan smelter oleh PT. AMNT. Baginya, dampaknya akan mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan.Punsecaraotomatisakan turut mendongkrak pasar otomotif lebih signifikan. Karena itu, sebagai pengusaha ia juga berharap. PT. AMNT melaksanakan tahapantahapan operasional sesuai yang direncanakan agar perekonomian kembali lebih bergairah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Suntono mengemukakan, sumbangan sektor pertambangan dan penggalian dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB tahun 2016 sebesar 22,51 persen dari nilai PDRB lebih dari Rp100 triliun. Sumbangan sektor pertanian, Kehutanan, dan perikanan sebesar 21,19 persen. Sumbangan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor tercatat 12,47 persen. Pada tahun 2017, sumbangan sektor Pertanian 21,97 persen (melambat) tetapi berhasil menggeser dominasi sektor pertambangan yang sebelumnya berada di peringkat pertama. Begitu pula dengan sektor perdagangan19,45 persen juga melambat. Sedangkan sektor perdagangan sebesar 13,22 persen (meningkat). SecarakumulatiftriwulankeIII 2017, sumbangan sektor pertanian mencapai 22,57 persen. Sektor pertambangandanpenggaliansebesar 19,60persen.SedangkansektorPerdagangan mencapai 13,35 persen. “Apabila kita bandingkan dengan sumbangan secara kumulatif sampai dengan triwulan ketiga tahun 2018, sektor pertanian sumbangannya mencapai 24,64 pers-

en. Sektor Perdagangan sumbangannya mencapai 14,69 persen (menggusursektorpertambangan). Sektor pertambangan dan penggalian sumbangannya 12,94 persen (kecenderungannya menurun),” paparnya. Dengan melihat fenomena ini, Suntono mengatakan, maka kekuatan ekonomi NTB juga sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian ditambah sektor perdagangan. Mengingat kinerja tambang terus merosot. Sebagai sektor lapis kedua second line, sektor yang mampu menopang ekonomi NTB di antaranya sektor konstruksi, transportasi, juga industri. “Sektor tersebut mampu me-levarage ekonomi NTB di masa depan sepanjang dapat dikelola dengan baik. Daya ungkit menjadi lebih kuat ketika pariwisata telah pulih. Karena sektor tersebut memiliki backward dan forward linkages sangat luas,” imbuhnya. Saat ini aktivitas penambangan di Batu Hijau telah memasuki fase VII, kemungkinan produksinya belum optimal. Diperkirakan dalam 1-2 tahun ke depan terjadi peningkatan produksi. “Dengan merosotnya sektor tambang berada pada posisi ketiga dalam struktur ekonomi. Kalau sampai 2021 tidak ada peningkatan produksi tambang, ekonomi kita tidak tumbuh setinggi tahun-tahun sebelumnya. Kecuali melemahnya sektor tambang bisa dikonversi oleh sektor yang lainnya,” demikian Suntono. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Achris Sarwani menjabarkan, perjalanan ekonomi Provinsi NTB sepanjang tahun 2018 ini dihadapkan dengan tekanan yang cukup berat. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor

NTB Targetkan 4 Juta Wisatawan Dari Hal. 1 Festival Pesona Moyo dan Pesona Khazanah Ramadan. Sedangkan event CoE Lombok 2018 lainnya adalah Lombok Sumbawa Great Sale, Rinjanin100, Tour De Lombok Mandalika, Festival Pesona Senggigi, Bulan Pesona Lombok Sumbawa dan beberapa event menarik lainnya. Menpar Arief menyebut, event ini mengawali launching event oleh provinsidiseluruhIndonesia.‘’Top-3 important message dalam menggelar event, yaitu gunakan standar event internasional, sesuai arahan PresidenJokoWidodo(Jokowi),agar persiapan harus benar-benar matang dilakukan dari jauh-jauh hari. Tetapkan kurator event, management dan promosi terukur, sehingga penyajian CoE jadi contoh untuk event lainnya,’’ ujar Menpar. Terkait posisi NTB sebagai salah satu destinasi halal terbaik dunia. Menpar Arief Yahya juga menyampaikan 4 juta target wisatawan ke NTB pada 2019 yaitu 2 juta untuk wisman dan 2 juta untuk wisnus. Bahkan, Indonesia Muslim Travel Index (IMTI)

yang menempatkan NTB menjadi destinasi nomor satu untuk mendongkrak potensi Indonesia agar menduduki posisi pertama di Global Muslim Travel Index (GMTI) setelah Aceh dan Jakarta. ‘’Ini penghargaan tertinggi untuk NTB. Karena yang menilai adalah Crescent Rating dan Mastercard yang menjadi acuan index yang paling komprehensif untuk mengukur kualitas dan kuantitas wisata halal di berbagai negara. Tak heran tahun 2016, NTB berhasil meraih the best halal destination,’’ ujar Menpar. Point terakhir, lanjut Menpar Arief, adalah pemulihan NTB pascagempa bumi pada awal Agustus 2018 lalu yang masih terus berjalan. Program trauma healing untuk SDM pariwisata di NTB juga terus berlanjut dan diharapkan pada awal April 2019 sudah pulih sepenuhnya. ‘’Terkait destinasi, diharapkan pada bulan Maret 2019 bisa selesai dan April sudah full recovery. Yang paling utama adalah normalisasi penerbangan. Saat ini kita sedang membangun kepercayaan itu kembali. Siapa saja yang ter-

bang ke Lombok kita bantu dan beri intensive dan di promosikan, saya pastikan Lombok akan kembali dengan cepat. Karena gubernurnya komit,’’ puji Menpar. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah juga menjelaskan bahwa pihaknya bersemangat menyongsong tahun 2019. Terlebih 4 juta wisatawan jadi target di tahun mendatang. ‘’Kami optimis 4 juta wisatawan bisa datang ke NTB tahun depan. Namun sehebatapapunpromosiyangkitalakukan, sehebat apapun event yang digelar, harus didukung aksesibilitas atau konektivitas,’’ ujar Dr.Zul. Pemerintah NTB juga berharap kepada maskapai Garuda Indonesia untuk menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Saat ini terdapat 6 penerbangan Garuda Indonesia yaitu dua kali penerbangan langsung dari Bali dan 4 penerbangan langsung dari Jakarta. ‘’Tahun depan ditargetkan 10 penerbangan langsung dari Bali. Jadi kami harap setiap hari atau interval 2 jam terdapat penerbangan menuju Lombok,’’ harap Gubernur NTB. (son/kmb)

Provinsi NTB tahun 2018 tertekan seiring dengan terbatasnya kinerja tambang, yang disebabkan oleh cadangan bijih tembaga yang semakin menurun. Hal tersebut berdampak pada terkontraksinya ekspor luar negeri NTB. Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I dan II 2018 cukup baik masing-masing sebesar 4,87% (yoy) dan 7,23% (yoy). Pasca terjadinyabencanagempa,pertumbuhan ekonomi non-tambang di triwulan III 2018 mengalami kontraksi sebesar -0,36% (yoy) dan dengan memasukkan tambang, kontraksi menjadi sebesar 13,99% (yoy). “Jadi kontribusi tambang terhadap ekonomi kita tidak bisa dilihat sebelah mata,” ujarnya. Tambang saat ini memiliki kontribusi yang sangat besar (20-24 persen terhadap PDRB), mengingat di sisi lain sektor-sektor lainnya belum cukup progresif. Meskipun saat ini kontribusi sektor tambang menurun (kontribusi di bawah 19 persen terhadap PDRB) karena terjadinya penurunan aktivitas. Tambang memang sedang tak menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi NTB saat ini. Tetapi menurut Achris, inilah momentum besar menggenjot sektor-sektor non tambang. Sampai pada saatnya terjadi di tahun 2021 tambang akan berproduksi sangat bagus di fase VII ini. “2021 masa bagus-bagsunya tambang, dan kami yakin akan naik. Pada saatnya, akan terjadi kekuatan besar di NTB, hilirisai jalan, pariwisata jalan, tambang jalan, apalagi diperkuat diperkuat

smelter. Pada saat itu semua sedang panen. Sektor industri dan pengolahan bagus, itu artinya kukuatan besar sekali terjadi di NTB,” demikian Achris. DaridatayangdisampaikanKepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariyadi, investasi yang mengucurdiNTBdariJanuari-September 2018 mencapai Rp13,5 triliun. Terbagi Rp9,9 triliun lebih adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp3,5 miliar lebih adalah penanaman modal asing (PMA). Sebarannya Rp1,43 triliun di Kota Mataram, Rp517,2 miliar di Lombok Utara, Rp1,43 triliun di Lombok Barat, Rp1,29 triliun di Lombok Tengah, Rp 385,3 miliar di Lombok Timur, Rp6,1 triliun di Sumbawa Barat, Rp2 triliun diSumbawa,Rp76,7miliardiDompu, Rp64,1 miliar di Bima, dan Rp37,3 miliar di Kota Bima. “Di daerah – daerah dengan nilai ivestasi terbesar faktanya ada peran tambang. Itulah yang memberi multiplier effeck terhadap perekonomian, dia menjadi penopang,” demikian Lalu Gita. Tidak saja soal nilai investasinya, tambang juga memberi kontribusi terhadap penerimaan negara dari izin-izin investasinya. Menatap kedepan, investasi dari sektor pertambangan diyakini akan semakin besar, menyusul rencana pembanguan smelter di Pulau Sumbawa. “Sudah ada komunikasi dengan kami antara PT. AMNT dan Freeport. Ini menjadi harapan sangat besar kita kedepannya,” demikian Gita. (bul)

Kewenangan Kadin NTB Diambil Alih Pusat Dari Hal. 1 Rum menjelaskan, Pemprov NTB yang dihadiri langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc melakukan pertemuan dengan Kadin Pusat pekan kemarin. Pada kesempatan tersebut, Rum menyampaikan kesiapan para pengusaha di bawah Kadin untuk terlibat dalam percepatan pembangunan Huntap. ‘’Mana bapak punya kontraktor, pengusaha bapak. Berapa orang. Dia sanggupnya berapa, ketemu saya di Mataram,’’ ujar Rum menirukan apa yang disampaikan ke Kadin Pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mentransfer dana pembangunan Huntap sebesar Rp2,6 triliun lebih. Dari jumlah tersebut sebesar Rp1,47 triliun dana Huntap telah ditransfer dari BPBD ke masyarakat. Sisa dana Huntap yang masih berada di BPBD kabupaten/kota terdampak bencana gempa sebesar Rp1,18 triliun. Jumlah penerima dana Huntap sebanyak 58.333 KK. Dengan rincian rusak berat 37.543 KK, rusak sedang 7.547 KK dan rusak ringan 13.243 KK. Sementara itu,

Pokmas yang sudah terbentuk sebanyak 1.802 Pokmas dengan jumlah anggota 21.863 KK. Sedangkan Pokmas yang sudah mendapatkan SK kepala daerah sebanyak 1.197 Pokmas dengan jumlah anggota 14.012 KK. Rekening Pokmas yang terbentuk sebanyak 1.056 Pokmas atau 13.878 KK. Rekening Pokmas yang sudah terisi baru 476 Pokmas dengan jumlah anggota 7.019 KK. Sebanyak 3.186 unit huntap sedang proses pembangunan dan ada juga yang sudah jadi. Dengan rincian Risha 1.714 unit, Rika 565 unit, Riko 850 unit, RCI 8 unit dan pembangunan secara individu 51 unit. Pelibatan pengusaha jasa konstruksi merupakan langkah terobosan yang dibuat Pemprov NTB pada September lalu. Pemprov dan Kadin menggelar rapat khusus di ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa, 23 September 2018. Dalam pertemuan tersebut ada komitmen dari Kadin untuk melibatkan 1.000 pengusaha untuk pembangunan Huntap. Presiden menargetkan pembangunan rumah korban gempa dapat tuntas dalam waktu enam bulan atau sampai Maret 2019. (nas)

SMAN 1 Narmada Raih Piala Bergilir ’’Open Tournament Badminton Bank NTB Syariah Cup 2018’’ Dari Hal. 1 Memperebutkan Piala Bergilir Bank NTB Syariah, piala tetap, dan total hadiah sebesar Rp15 juta. Kompetisi antarpelajar yang pertama kali diselenggarakan ini terbilang sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Peserta maupun masyarakat cukup antusias. Terlihat selama penyelenggaraan, masing-masing peserta didampingi langsung para pendukungnya. Terutama, pada pelaksanaan final. Open Tournament Badminton Bank NTB Syariah Cup 20018 berhasil memunculkan bibit-bibit unggul yang siap membesarkan nama daerah melalui cabang olahraga ini.

Untuk juara tunggal putra, Andika Ferdias (Juara I/SMAN 1 Narmada), Rahmat Hidayat (Juara II/SMAN 1 Batulayar), juara III Nizar Zulmi (SMKN 3 Mataram), dan Muh, Ardabilly (SMAN 3 Mataram). Sementara juara tunggal putri, Aura Jovitania (Juara I/SMP Satap Pemenang), Oriza Lativa (Juara II/SMAN 3 Mataram), juara III direbut pasangan B. Fanesa (SMAN 2 Selong) dan Rismala Putri (SMPN 6 Mataram). Untuk ganda putra, pasangan Andika Ferdias/ Muh. Ardabilly (Juara I), pasangan Uzil Fahrur/Doni Jundriawan (Juara II). Sementara juara III direbut pasangan Rasta Faris/Hefgi (SMAN 1 Senteluk/SMP Sen-

teluk) dan pasangan Yusril Ansori/Tegar (SMAN 1 Praya). Untuk ganda putri, pasangan Aura Jovitania/B. Syakirah (Juara I/SMP Satap Pemenang/SMPN 6 Mataram), pasangan Oriza Latvia/ Valenska Karunia S (Juara II/ SMAN 3 Mataram), dan juara III di rebut pasangan Nadia Marlin/ B. Fanesa (SMAN 1 Narmada/ SMAN 2 Selong) dan Dwi Badriah M/Valensky Karunia S (SMPN 16 Mataram/SMAN 3 Mataram). Mereka, para juara Open TournamentBadmintonBankNTBSyariah Cup 20018 ini, menyambut antusias dan memberi apresiasi kepada penyelenggara, kepada Bank NTB Syariah. Sebab, melalui turnamen-turnamen seperti inilah

mereka bisa mengukur kemampuannya. Bahkan mereka memiliki cita-cita menjadi atlet berprestasibisaterwujud.Harapanterakhirnya, Bank NTB Syariah akan rutin menyelenggarakankegiatanini. Direktur Dana & Jasa Bank NTB Syariah, H. Saharuddin, mewakili manajemen mengatakan, bank milik daerah ini juga memiliki semangat serta komitmen mendukung pembangunan olahraga NTB. Mengingat, atletatlet di daerah ini juga dilihat memiliki bakat-bakat yang cukup potensial untuk didukung. ‘’Dari segi kualitas atlet kita dukung, demikian juga kuantitas. Kita upayakan berkelanjutan. Karena orientasi Bank NTB Sya-

riah tidak melulu bisnis,’’ demikian H. Saharuddin. Sementara Kepala Dispora NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM di penutup acara juga turut menggugah perusahaanperusahaan lain, terutama BUMN untuk melakukan hal yang sama dan peduli terhadap pembangunan olahraga NTB. ‘’Kita sulit sekali dapat dukungan, bank-bank, BUMN ini, jangan ke sini cuma nyari uang saja. Dukung daerah membina atlet-atletnya,’’ harapnya. Ia juga sekaligus menyampaikan apresiasi pemerintah daerah kepada Bank NTB Syariah, sebagaibankyangpertamadanpeduli terhadap olahraga NTB. (bul/*)

Turunnya Rata-rata Nilai UNBK dan Dunia Pendidikan yang Terdampak Gempa Dari Hal. 1 Banyak hal yang menjadi penyebab menurunnya nilai UNBK. Antara lain sistem UN yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Juga mengenai soal UNBK di tahun 2018 yang menggunakan soal dengan level Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, menyampaikan, sistem saat UN yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya nilai UNBK. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi secara menyeluruh. ‘’UN sekarang tidak lagi penentu kelulusan, motivasi menjadi menurun,’’ ujarnya. Menurutnya, terkait UN, yang paling utama adalah menstandarkan mutu agar mutu pendidikan memenuhi standar minimal. Dengan begitu, selama tiga tahun di SMA/SMK guru bisa sungguh-sungguh mengajar, siswa sungguh-sungguh belajar, dan orang tua siswa juga menyiapkan anak-anaknya. Ia menyarankan, jika ingin mengendalikan mutu, maka perlu intervensi saat ujian semester. Dari sana akan ketahuan mana penyebab kurang baiknya nilai siswa. Jika di satu kelas nilai jelek semua, akan ketahuan bahwa guru yang mengajar tidak baik. “Kalau semua murid satu kelas

jelek semua, itu gurunya yang tidak benar,” katanya. Di tahun 2018, berdasarkan catatan Dinas Dikbud NTB, seluruh SMA/MA dan SMK melaksanakan UNBK. Sekretaris Dinas Dikbud NTB, Drs.H. Sukran mengatakan, dengan pelaksanaan UNBK 100 persen di SMA/ MA dan SMK membuat tidak ada lagi keraguan pihaknya pada ketidakjujuran pelaksanaan UNBK. Meskipun begitu, bukan berarti UNKP tidak jujur. ‘’Inilah potret asli kita, kelihatan betul sehingga bisa kita munculkan langkah-langkah perbaikan, perbaikan proses belajar mengajar,’’ ujar Sukran. Salah satu yang disoroti menjadi penyebab menurunnya ratarata nilai UNBK yaitu soal yang diterapkan berada di level HOTS, tidak lagi Lower Order Thinking Skills (LOTS). Fenomena menurunnya nilai UNBK tidak hanya terjadi di NTB, tapi merupakan fenomena secara nasional. Terkait dengan menurunnya nilai UNBK itu, Pemerhati pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Syafril, S.Pd., M.Pd., menyarankan perlu adanya evaluasi menyeluruh berkaitan dengan evaluasi kecakapan guru. Evaluasi manajemen sekolah, tata kelola sekolah, termasuk evaluasi tentang monitoring mutu. Sementara pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), belum semua sekolah

menerapkan UNBK. Karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung UNBK. Hal itu dipersulit juga dengan tidak bolehnya sekolah di jenjang SMP menarik pungutan dari siswa atau orang tua siswa. Vakum Akibat Gempa Gempa yang mengguncang NTB pada Juli dan Agustus tahun 2018 berdampak juga bagi dunia pendidikan di sebagian wilayah NTB. Banyak sekolah yang mengalami kerusakan, yang mengakibatkan terjadi kevakuman selama lebih dari satu bulan di sejumlah wilayah terdampak gempa. Dari catatan Pos Pendidikan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), total 1.171 sekolah mengalami kerusakan, dengan 511 di antaranya mengalami kerusakan berat. Dengan rincian setiap jenjang pendidikan yang yang terdampak yaitu 264 PAUD, 602 SD, 129 SMP, 72 SMA, 56 SMK, 7 SLB, dan 41 Pendidikan Non Formal. Sekolah-sekolah itu tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu. Selain itu kerusakan akibat gempa juga dialami sejumlah perguruan tinggi. Dengan mengalami kerusakan dan gempa susulan yang ter-

jadi cukup sering, membuat pemerintah daerah menginstruksikan untuk meliburkan sementara pendidikan di sekolah. Setelah situasi kembali normal dan intensitas gempa susulan mengalami penurunan, pembelajaran kembali dilaksanakan sekitar bulan September dan Oktober. Namun, banyak sekolah yang terpaksa melaksanakan pembelajaran di luar ruang kelas, baik di tenda kelas darurat atau di halaman terbuka. Kondisi itu membuat pembelajaran menjadi tidak efektif. Terlebih lagi waktu pembelajaran dikurangi mengingat gempa susulan beberapa kali terjadi. Kondisi ini tentu saja membuat siswa tidak bisa benar-benar menyerap pelajaran dengan baik. Terlebih bagi siswa kelas IX dan kelas XIIyangakanmengikutiUNtahun 2019. Oleh karena itu, Kemendikbud berencana memberikan perlakuankhususbagidaerahterdampak bencana seperti NTB dalam pelaksanaan UN tahun 2019. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Moch. Abduh, PhD., mengatakan, bagi daerah terdampak bencana, seperti NTB akan ada perlakuan khusus, salah satunya membuat pedoman UN di daerah terdampak. Menurutnya, tidak ada pemaksaan pelaksanaan UNBK di daerah terdampak bencana, seperti di Kabupaten Lombok Utara

(KLU) yang mengalami dampak gempa terparah. “Maka tidak ada pemaksaan UNBK, kami dorong UNKP,” katanya. PPDB Zonasi Di tahun 2018 penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi juga merata di semua jenjang pendidikan. Meski demikian, setiap daerah memiliki aturan secara teknis yang cukup berbeda. Di PPDB jenjang SMA negeri, masalah yang sama dengan tahun 2017 kembali terjadi. Orang tua siswa yang tidak terima anaknya tidak lolos di sekolah tertentu ramai-ramai melakukan protes ke kantor Dinas Dikbud. Kondisi itu memaksa Dinas Dikbud NTB membuka kembali kesempatan bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah untuk memasukkan berkas ke SMA negeri yang kuotanya belum terpenuhi. Sekolah swasta di NTB banyak yang tidak sependapat dengan kebijakan dinas pendidikan yang kurang tegas terhadap aturan PPDB di sekolah negeri. Hal itu mengakibatkan banyak sekolah swasta yang kekurangan siswa. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji menegaskan tidak ada lagi ruang bagi siapapun untuk menerima siswa lebih dari ketentuan. Jika ada yang melanggar akan menerima sanksi berupa tidak diakui oleh kementerian. (ron/dys)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 31 Desember 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Peningkatan Pelayanan KB bagi GOW

Wagub Sebut Peran Perempuan Sangat Vital dalam Pembangunan Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Gubernur NTB, DR. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan peran ibu-ibu sangat vital dalam setiap gerak pembangunan. Mengingat tugas, fungsi dan peran dari ibu-ibu sangat menentukan keberhasilan terhadap keta hanan keluarga, pendidikan keluarga maupun kesehatan keluarga. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pertemuan Penguatan Kemitraan dalam Peningkatan Pelayanan KB bagi GOWKabupaten Sumbawa dan KSB, di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (28/12). Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kadis P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa dan KSB, Ketua Bhayangkari Kabupaten Sumbawa serta ratusan peserta kegiatan. “Satu hal yang harus dipahami, peran ibu-ibu luar biasa dalam setiap gerak pembangunan ini. Yang namanya peran ibu-ibu itu vital. Kita

bicara di sini tentang pelayanan KB. Tapi sesungguhnya ini berkaitan satu sama lain. Bicara pelayanan KB, bicara juga ketahanan keluarga, bicara juga pendidikan keluarga, bicara juga tentang kesehatan keluarga. Dan seluruh isu dan masalah yang ada di NTB muaranya dari sini. Dan aktor penentu daripada keberhasilan itu semua adalah ibu-ibu,” ujarnya. Tentunya tugas, fungsi serta peran ibu-ibu yang begitu vital didalam pembangunan ini harus dipahami dan disyukuri. Sehingga bisa bertekat dan berniat untuk menjadi tauladan. Dimuali dari keluarga kecil, lingkungan maupun tempat bekerja. “Jika kita pandai mensyukuri peran kita sebagai perempuan, Insya Allah kita pasti bertekat untuk menjadi teladan bagi semua,” jelasnya. Menurutnya, pendidikan serta fasilitas yang ada memang penting untuk didikan anak. Tetapi peran penting ibu juga sangat berpengaruh, karena bersentuhan dengan anak sejak dalam kandungan sampai menjalani pendidikan. Itulah mengapa GOW atau GKOW menjadi begitu strategis untuk dijadikan stakeholder oleh BKKBN. “Jadi BKOW, PKK dan

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr.H. Lalu Makrifuddin (paling kiri), Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah (kedua dari kiri) , Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (tengah) saat acara pembukaan kegiatan Pertemuan Penguatan Kemitraan dalam Peningkatan Pelayanan KB bagi GOWKabupaten Sumbawa dan KSB, di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (28/12). yang lainnya itu semuanya stakeholder yang sangat penting bagi pembangunan ini. Jadi kalau perempuan gizinya bagus, pendidikan bagus, memahami semua pola asuh anak sejak dalam kandungan sampai kemudian lahir, bagaimana mendidik anak dari balita, akan sangat menentukan masa depan anak kita,” tandasnya.

Saat ini, lanjutnya, teknologi juga sangat memudahkan setiap orang menjadi tahu dan pintar. Baik dalam mendidik anak, membina keluarga dan mensuport suami agar keluarga memiliki ketahanan kuat. Untuk itulah ibu-ibu harus menunjukkan peran pentingnya bagi anak, suami, keluarga lingkungan dan masyarakat.

Sambutan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengatakan dengan seringnya pertemuan seperti ini dan adanya keterlibatan GOW pihaknya yakni kedepan gerakan keluarga berencana ini akan semakin kuat. Di mana dalam GOW terlibat semua organisasi wanita. Diharapkan kerjasama yang ada dapat dipeliha-

Para peserta kegiatan

ra dan ditingkatkan sehingga prestasi yang dicapai selama ini juga bisa ditingkatkan. Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, H. Lalu Makrifuddin menjelaskan kegiatan ini adalah bentuk kerjasama BKKBN dengan BKOW. Dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kompetensi bagi kader BKOW, mulai dari kabupaten/kota, kecamatan sampai dengan ke desa. Kegiatan ini sudah dilakukan beberapa kali, pertama di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, dihadiri pengurus GOW sepulau Lombok. Kemudian kedua dilakukan di Kabupaten Dompu di pendopo bupati, dihadiri peserta Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima. Kemudian sekarang di Kabupaten Sumbawa dihadiri oleh peserta dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa barat. “Dengan kegiatan ini tentu kita harapkan pertama komptensi dari kader BKOW, GOW ini semakin meningkat. Kedua tentu kemudian penyuluhan akan bisa diberikan secara lebih baik dan efektif dan efisien. Kemudian kita harapkan peserta ber-KB akan meningkat. Yang akan mempengaruhi indeks pemban-

gunan manusia yang kualitas. Karena salah satu yang akan berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah program KB, dalam hal ini penggunaan alat kontrasepsi,” terangnya. Sebelumnya Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Ibrahim S Fatawari mengakui pelaksanaaan kegiatan pertemuan penguatan kemitraan dalam peningkatan pelayanan KB bagi anggota GOW Kabupaten Sumbawa dan KSB ini sangat penting. Selain utnuk meningkatkan komitmen dan dukungan serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan dari stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat untuk percepatan pencapaian program BKBPK juga untuk meningkatkan peran anggota BKOW dan GOW dalam penyuluhan KB dalam organisasi masing-masing. Adapun peserta kegiatan ini sebanyak 200 orang teridiri dari peserta GOW Kabupaten Sumbawa, dan KSB, serta mitra BKKBN. Dalam kegiatan peserta mendapatkan sejumlah materi dari berbagai narasumber. (ind/arn)

Foto bersama Wakil Gubernur NTB, Wakil Bupati Sumbawa, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dan para peserta.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook