Skip to main content

Edisi Jumat 29 Nopember 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

JUMAT, 29 NOVEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 218 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Ubah ’’Mindset’’ Soal Kemiskinan

Pemda akan Pasangi Stiker Rumah Warga Miskin

Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mengatakan, mindset tentang kemiskinan perlu diubah. Jangan sampai ada orang yang bangga disebut miskin karena mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) NTB ini juga setuju pemasangan stiker di rumah warga miskin. Sehingga bantuan program kemiskinan benar-benar tepat sasaran kepada warga miskin yang benar-benar berhak menerimanya.

‘’Kita ubah mindset tentang kemiskinan. Jangan ada orang NTB bangga miskin, senang disebut miskin, mengharapkan terus menerus (jadi) miskin,’’ kata Wagub saat rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Mataram, Kamis (28/11). Rakor dihadiri Wakil Bupati/

Wakil Walikota dan Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se - NTB. Menurutnya, mindset tentang kemiskinan perlu diubah. Karena mindset yang selama ini masyarakat senang menerima bantuan pemerintah. Padahal dari sisi kemampuan, mereka sudah tidak miskin. Bersambung ke hal 15

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu menjadi daer123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ah dengan tingkat kepatuhan pelayanan publik belum baik. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Dari enam daerah yang dilakukan penilaian oleh 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Ombudsman RI, dua daerah ini masuk zona kuning atau 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dengan tingkat kepatuhan sedang. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901

Bima dan Dompu Zona Kuning Pelayanan Publik

(Suara NTB/nas)

FOTO BERSAMA - Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah foto bersama dengan perwakilan kabupaten/kota saat rakor penanggulangan kemiskinan tingkat Provinsi NTB, Kamis (28/11).

TO K O H Tidak Ingin Ada Tunggakan LEBIH dari satu tahun Kejati NTB belum menyidangkan lagi kasus korupsi hasil penyidikan sendiri. Dua kasus di tahap penyidikan belum menunjukkan tanda-tanda akan tuntas. Jelang akhir tahun ini, daftar tunggakan kasus bisa bertambah. Kasus yang sedang disidik antara lain dugaan korupsi penyertaan modal dan ganti rugi bangunan lahan Lombok City Center. Satu kasus lagi, dugaan korupsi penyertaan modal kerja perumahan subsidi di Dompu. ‘’Itu urusannya penyidik. Kalau saya target selesai tahun ini. Saya tidak ingin ada tunggakan,’’ tegas Kepala Kejati NTB Arif menanggapi kinerja Pidsus yang dikonfirmasi Rabu (28/11) lalu. Bersambung Arif ke hal 15

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/why)

Jumlah Pelamar 85.338 Orang

H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

PENDAFTARAN CPNS di NTB resmi ditutup, Kamis (28/ 11) pukul 00.00 Wita. Jumlah pelamar menembus angka 85.338 orang. Jumlah pelamar CPNS tahun ini meningkat dibandingkan 2018 lalu yang mencapai 61.195 orang. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si yang dikonfirmasi Kamis (28/11) sore menyebutkan total jumlah pelamar CPNS untuk Pemprov NTB dan 10 Pemda Kabupaten/Kota sebanyak 85.338 orang. Ada tiga daerah dengan jumlah pelamar di atas 10.000 orang. Yakni, Lombok Tengah sebanyak 17.443 pelamar, Bersambung ke hal 15

Kembang Kuning, Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional Selong (Suara NTB) Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya dinobatkan sebagai desa wisata terbaik se Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil penilaian pada ajang lomba Desa Wisata tingkat nasional beberapa waktu lalu. Kepala Desa Kembang Kuning, H. Lalu Sujian saat dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (28/11) menganggap menjadi juara terbaik adalah hal yang biasa-biasa saja. Menjadi juara, harapannya bisa terus menjadi motivasi agar bisa menjadi desa yang lebih baik lagi, sehingga menjadi modal membangun desa yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan desa dari segala bidang, tidak saja dari sek-

tor pariwisata, termasuk juga dari sektor yang lain. “Kita kan tidak bisa bergerak di pariwisata saja,” ucapnya. Pembangunan perekonomian ini juga penting dari sektor lain, seperti pengembagan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menggerakkan sektorsektor yang lainnya. Khusus dari sektor wisata, kata Lalu Sujian bisa terus digerakkan, karena diyakini sangat bisa menjadi mensejahterakan masyarakat. Di mana semua elemen masyarakat di Desa Kembang Kuning saat ini bergerak dari jasa wisata. Meraih juara pertama kata Lalu Sujian tidaklah lepas dari peranan seluruh masyarakat Desa Kembang Kuning. Bersambung ke hal 15

NTB Raih Anugerah Paramakarya 2019 Jakarta (Suara NTB) Pemprov NTB kembali menorehkan prestasi di skala nasional. Pemprov NTB menerima langsung Anugerah Para-

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN - Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi, mewakili Gubernur NTB saat menerima penghargaan dari Wapres, KH.Ma’ruf Amin.

19 Formasi Dokter Spesialis Tak Ada Pelamar

Pemprov Minta Bantuan Kemenkes Mataram (Suara NTB) Sampai penutupan pendaftaran CPNS Pemprov NTB, Kamis (28/11) pukul 00.00 Wita, masih ada 19 formasi dokter spesialis yang tidak ada pelamarnya. Menyiasati kekurangan dokter spesialis lantaran tak ada pelamar dalam seleksi CPNS 2019, Pemprov meminta bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu, Pemprov juga merekrut tenaga kontrak dokter spesialis yang ditempatkan di rumah sakit milik Pemprov NTB. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH mengatakan jumlah kebutuhan dokter spesialis tergantung tipe rumah sakit. “Setiap rumah sakit bedabeda kebutuhannya. Rumah sakit provinsi kurangnya apa, rumah sakit Manambai kurangnya apa, rumah sakit jiwa kurangnya apa. Masingmasing rumah sakit tidak bisa perhitungan global itu, ndak

bisa. Yang sekarang kita kerjakan juga tenaga kontrak,” kata Eka dikonfirmasi soal lowongnya belasan formasi dokter spesialis dalam rekrutmen CPNS Pemprov NTB 2019 di Mataram, Kamis (28/11) siang. Ia menjelaskan sepinya peminat formasi dokter spesialis lantaran jumlah lulusannya tidak banyak. Ia menyebutkan Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota saat ini sedang menyekolahkan dokter umum menjadi dokter spesialis sebanak 172 orang. Namun, rata-rata mereka akan selesai menempuh pendidikan dokter spesialis pada 2021 mendatang. Ada juga yang selesai kuliah pada 2022 dan 2023. Sambil menunggu dokter spesialis yang sedang dikulihkan tersebut menyelesai-

makarya Tahun 2019 dari Wakil Presiden RI, KH.Ma’ruf Amin, di Jakarta, Kamis (28/11). Anugerah Paramakarya, merupakan anugerah khusus yang dis-

kan studinya. Pemprov mengambil kebijakan merekrut tenaga kontrak dokter spesialis. Bersambung ke hal 15

Nurhandini Eka Dewi

elenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kepada Pemerintah Daerah. Dasar penilaian adalah keberhasilannya memberi dukungan dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Program itu merupakan bantuan teknis global yang dikembangkan Organisasi Buruh Internasional (ILO) semenjak 1994 untuk membantu pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta menciptakan pekerjaan yang layak. Penjabat Sekda NTB, Dr. H. Iswandi, M. Si yang mewakili Gubernur NTB saat menerima penghargaan mengatakan, NTB menerima penghargaan Anugerah Paramakarya 2019 karena dinilai telah mampu berkontribusi dalam memberikan dukungan dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah serta perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya. Bersambung ke hal 15

Pendaftaran ’’Online’’ CPNS Kejaksaan Diperpanjang PENDAFTARAN online atau dalam jaringan (Daring) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan diperpanjang. Kebijakan panitia, memperpanjang pendaftaran sampai tanggal 2 Desember 2019 mendatang. Perpanjangan tersebut untuk memberi kesempatan kepada pelamar yang belum mendaftar untuk input dokumen pelamar CPNS . Tidak hanya untuk formasi pegawai, juga formasi jaksa lulusan sarjana hukum. Ketua Panitia Seleksi CPNS Kejaksaan Tinggi NTB Paryono, SH,MH membenarkan perpanjangan pendaftaran tersebut. ‘’Kesepakatan panitia, perpanjangan hingga tanggal 2 Desember pukul 19.30 Wita,’’ katanya menjawab Suara NTB Kamis (28/11). Para pendaftar yang belum mengirim data awal melalui website https://rekrutmen.kejaksaan.go.id/, disarahkan memanfaatkan waktu tersebut untuk segera mengirim berkas. Sementara mereka yang sudah mendaftar, agar membawa berkas untuk diverifikasi di Kejaksaan Tinggi NTB. Masa verifikasi akan berakhir tanggal 6 Desember mendatang. Paryono memastikan, untuk verifikasi tidak diperpanjang. ‘’Jadi belum ada perpanjangan untuk proses verifikasi,’’ jelasnya. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

Perkuat Peran Keluarga MENCEGAH Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di tengah masyarakat, Camat Mataram berupaya memperkuat peran keluarga, peran masyarakat, tokoh agama dan pemerintah juga harus ditingkatkan. Camat Mataram, Zarkasy mengatakan, mengungkapkan, secara data, ia belum mengetahui berapa jumlah penderita HIV/AIDS di Kecamatan Mataram. Akan tetapi, permasalahan HIV/AIDS ini menjadi atensi bersama. “Masalah ini menjadi (Suara NTB/viq) tanggungjawab moral kita Zarkasy bersama. Dalam mengambil tindakan, kita kemarin ada memang beberapa kali sudah kita mengadakan acara yang masih sifatnya sosialisiasi atas bahaya penggunaan narkoba di masyarakat. Baik pemuda, dan siswa,” katanya, Kamis (28/11) kemarin. Selain itu, ujar Zarkasy, selama ini pihak kecamatan memang selalu konsen terhadap bahaya HIV/AIDS. Untuk itu, pihak kecamatan sudah berupaya melakukan penguatan-penguatan ke beberapa pihak. Baik penguatan peran tokoh agama, masyarakat, pemerintah, serta peran keluarga paling penting. “Dalam hal ini, masuk melalui sekolah, Ponpes, masuk melalui simpul-simpul masyarakat dan keluarga,” imbuhnya. “Seperti orang tua, tokoh masyarakat, adat, berbagai sisi kita harus membentengi diri,” lanjut Zarkasy. Hal penting lainnya, kata dia, masalah pengawasan. Dalam hal ini, Kecamatan Mataram juga akan mencoba memperkuat pengawasan keluarga, masyarakat, tuan guru, atas persoalan pergaulan anak remaja di lingkungan Kecamatan Mataram. Menurutnya, selama ini, Kota Mataram masih lekat dengan daerah hiburan. Untuk itu, jelas Zarkasy, penekanan penggunaan narkoba, seks bebas dan lainnya yang dapat menyebabkan penyebaran virus HIV/AIDS ini, perlu ada perubahan dinamika kehidupan masyarakat di Mataram. “Dari saya, kita coba dalam beberapa bulan yang lalu, kita razia tempat –tempat hiburan. Kami dari aparat kecamatan, bersama kepolisian dan lainnya, melakukan operasi pada tempat-tempat hiburan,” jelasnya. Adapun untuk lokasi warnet dan tempat hiburan game online, tegas Zarkasy, pihak kecamatan sudah menyebarkan imbauan untuk tidak melakukan transfer narkoba dan semacamnya. “Segala sisi kita upayakan sebagai penanggulangan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah juga,” katanya. (viq)

SUARA MATARAM

Pejabat Tak Isi LHKPN Dibebaskan dari Jabatan Mataram (Suara NTB) – Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2019 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara akan diterapkan. Aturan ini lebih tegas dari sebelumnya. Pejabat yang tidak melaporkan harta kekayaan terancam dibebaskan dari jabatannya. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menyampaikan, Perwal 26 Tahun 2019 segera diterapkan. Aturan ini dinilai lebih tegas dibandingkan dengan Perwal sebelumnya. Pejabat struktural di kalangan Lingkup Pemkot Mataram diwajibkan

mengisi laporan harta kekayaan penyelenggara negara. Jika tidak akan dikenakan sanksi. Sanksi ini memiliki empat kriteria mulai dari penurunan pangkat selama setahun, penurunan pangkat tiga tahun, penurunan gaji hingga pembebasan dari jabatannya. “Kalau Perwal yang dulu tidak ada membahas sanksi. Kalau sekarang ini lebih

tegas,” kata Yoyok sapaan akrabnya dikonfirmasi, Kamis (27/11). Pejabat yang diwajibkan melaporkan harta kekayaannya mulai dari bendahara, pejabat pengadaan barang dan jasa serta pejabat struktural lainnya. Pengisian LHKPN tahun ini mencapai 100 persen. Yoyok menambahkan, sebelum penerapan sanksi tersebut akan di-

WAKIL Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., menyoroti tergenangnya Jalan Koperasi, Ampenan pada setiap musim hujan. Namun, hal ini masih luput dari perhatian komisi III. ‘’Sebenarnya komisi terkait berbicara karena memang leading sektornya adalah Komisi III tapi karena momentum gabungan komisi, karena tidak dicetuskan soal itu ya saya angkat,’’ terangnya kepada Suara NTB kemarin. Menurut Muhtar, sebetulnya Jalan Koperasi itu sudah lama tergenang. ‘’Kalau hujan, seperti sungai. Karena memang saluran yang sebelah utara itu, tidak ada jalan air masuk,’’ ungkapnya. Sedangkan, posisi jalan agak miring ke selatan, sementara saluran sebelah selatan diketahui sudah rata dengan jalan. Dia berharap hal yang sama tidak terjadi di tempat lain. Untuk itu, anggota dewan dari dapil Ampenan ini menyarankan dilakukan normalisasi di sebelah selatan. ‘’Ya mungkin tahun ke berikutnya baru kita akan mulai. Supaya saluran di bagian utara berfungsi, sehingga yang di bagian selatan juga bisa berfungsi,’’ ujar Muhtar. Dikatakannya, untuk pembuangan air di sana, tidaklah sulit. ‘’Karena dulu di sana itu sudah ada saluran utama (primer) yang dibangun oleh Balai Jalan Nasional di simpang lima Ampenan,’’ cetusnya. Tinggal sekarang bagaimana memperbaiki pada posisi yang ada saat ini. ‘’Dari pertigaan yang menuju Jalan Gotong Royong ke Jalan Koperasi,’’ imbuhnya. Melihat hasil gabungan komisi-komisi Dewan dengan TAPD, Muhtar optimis genangan di Jalan Koperasi akan tertangani. ‘’Jadi program normalisasi sudah dimasukkan,’’ sebutnya. Sebagai pihak yang pertama mengangkat persoalan ini, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini berkomitmen mengawal supaya genangan di Jalan Koperasi ini tertangani dengan baik. Sebenarnya persoalan ini sudah diungkapkannya sejak tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja dari eksekutif belum ada perhatian. ‘’Mungkin di tahun 2020 kita akan kawal di APBD, mungkin jalannya juga bisa diperbaiki. Nanti kita akan diskusi dengan Dinas PUPR bagaimana membuat saluran yang baik supaya bisa berfungsi juga sebagai tempat parkir dan lain sebagainya. Ada beberapa contoh yang sudah saya kemukakan. Insya Allah akan saya kawal terus,’’ pungkasnya. Namun kalau memang tidak ada tindaklanjut, Muhtar berpikir menangani itu dengan jalur pokir. (fit)

H. Muhtar

awali dengan sosialisasi kepada admin LHKPN masing masing organisasi perangkat daerah. Admin ini nantinya bertugas membantu pejabat yang tidak bisa mengakses internet atau menginput dokumen ke website LHKPBN. “Ada pejabat yang tidak bisa mengakses. Admin yang bantu,” terangnya. Pelaporan harta kekayaan diakui ribet. Pegawai harus menghitung detail berapa pengeluaran perhari, perbulan dan pertahunan. Selain itu, pengeluaraan SPP anak sekolah, aset seperti alat

masak dan lain sebagainya. Belum lagi aset sifatnya bergerak dan tidak bergerak semuanya harus dilaporkan. Wajar ujar Yoyok, pejabat malas melaporkan kekayaan mereka karena ribet. “Misalnya ada yang tinggal sama mertua. Otomatis ada barang yang dibeli oleh mertua dan kita beli sendiri. Nah, yang kita beli sendiri itu dipilah dan dilaporkan,” bebernya. Ke depan, pelaporan harta kekayaan juga akan diisi oleh semua aparatur sipil negara yang disebut LHKPASN. (cem)

Pengelolaan MWP

Pemkot Mataram Beri Peluang ke Investor

(Suara NTB/cem)

GENANGAN - Sejumlah pengguna jalan terpaksa menerobos genangan air di Jalan TGH. M. Faisal, Lingkungan Tembelok, Kelurahan Mandalika, Rabu (27/11) malam. Genangan air ini disebabkan saluran drainase yang tersumbat oleh tumpukan sampah dan tingginya sedimentasi.

Mataram Tuan Rumah Munas Adeksi 2020 Normalisasi Drainase

Halaman 2

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram menjadi nominasi lokasi Munas Adeksi 2020. Munas Adeksi direncanakan berlangsung pada Maret 2020. Mataram bersaing dengan tiga kota lainnya untuk menjadi tuan rumah. Yakni Manado, Palangkaraya dan Pontianak. Namun Kota Mataram mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan juga Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dalam rapat paripurna penetapan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2020. Kalau Munas Adeksi berhasil diselengkarakan di Kota Mataram, tentu akan membawa dampak yang cukup signifikan. Didi menggambarkan Munas Adeksi itu akan dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta. ‘’Diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota DPRD kota seIndonesia,’’ ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB kemarin. Namun untuk angka pasti jumlah peserta yang bakal hadir, sulit diprediksi. ‘’Tapi biasanya di atas 1.000 orang,’’ klaimn-

(Suara NTB/fit)

H. Didi Sumardi ya. Menjadi tuan rumah Munas Adeksi menjadi kebanggaan tersendiri bagi DPRD dan juga Pemkot Mataram. Konsekuensi menjadi tuan rumah, lanjut Didi, adalah tanggung jawab dan komitmen untuk bagaimana membawa event nasional bisa terselenggara di Mataram. Ini menjadi bagian dari upaya recovery pascagempa. Ini sejalan dengan aspirasi berbagai pihak.

Seperti pengusaha perhotelan, restoran dan lain sebagainya. Persiapan terkait rencana Mataram menjadi tuan rumah Munas Adeksi, antara lain, pihaknya sudah beberapa kali mengikuti rapat di pusat terkait Adeksi. ‘’Kebetulan kapasitas saya sebagai Wakil Ketua Umum Adeksi, termasuk sterring comitee,’’ katanya. Untuk Munas Adeksi 2020, orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini mengusulkan tema yang relevan yakni Omnibus Law. ‘’Ada yang akan kita paparkan kaitanya dengan strategi nasional untuk menata sistem hukum nasional di daerah-daerah. Sehingga sejalan dengan apa yang menjadi ketetapan pemerintah pusat. Semangatnya adalah bagaimana pengelolaan pemerintahan daerah bisa fleksibel, cepat, efektif dan tidak berbelit-belit. Tujuannya bagaimana mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Termasuk soal kemiskinan. Pada bagian lain Didi memastikan, tamu-tamu di Munas Adeksi akan tertampung semuanya di hotel-hotel yang ada di Kota Mataram. ‘’Insya Allah bisa tercover semua,’’ tegasnya. (fit)

Pembangunan Kantor BKPSDM dan Dispora Dilanjutkan Mataram (Suara NTB) – Gedung Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga urung mangkrak. Pada APBD 2020 dua gedung ini kembali dialokasikan anggaran untuk pembangunan lanjutan. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir.H. Mahmuddin Tura menjelaskan, kesepakatan antara eksekutif dan legislatif pada penyusunan APBD tahun 2020 bahwa pembangunan Kantor Walikota di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, ditunda. Anggaran sebelumnya dialokasikan Rp 60 miliar untuk membangun kantor walikota dialihkan untuk program sifatnya penting. Salah satunya adalah melanjutkan pembangunan Kantor BKPSDM, Dispo-

ra dan landscape di kompleks perkantoran di Jalan Dr. Soedjono Lingkar Selatan. Proyek lanjutan kantor BKPSDM dialokasikan anggaran Rp5,5 miliar, Dispora Rp4,5 miliar dan landscape kompleks perkantoran Rp 2 miliar. “Anggaran tambahan ini untuk merampungkan gedung itu,” kata Mahmuddin ditemui, Kamis (28/11). Perencanaan awal dalam penyusunan anggaran diakui, lanjutan pembangunan kantor tidak dianggarkan. Sehingga berpeluang kembali mangkrak di tahun 2020. Penundaan ini memiliki dampak terhadap pelaksanaan proyek lainnya. Porsi anggaran dibagikan untuk lanjutan dua kantor itu menyelesaikan keseluruhannya. Sementara, landscape kompleks perkantoran di Lingkar

Selatan menata jalan, parkir dan pembangunan mushala. Untuk landscape diakui Mahmuddin, terjadi pembengkakan anggaran dari rencana Rp 2 miliar menjadi Rp 4 miliar. Pelaksanaan proyek sesuai intruksi Presiden RI Ir.H.Joko Widodo dikerjakan di awal tahun. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat menegaskan, tergantung dari kesiapan dokumen. Untuk peningkatan jalan tidak ada masalah. Artinya, bisa dikerjakan di awal tahun. Berbeda halnya dengan dua kantor ini harus dihitung atau perlu penyesuaian biaya. Sehingga paling tidak pelaksanaannya dimulai di awal triwulan kedua. “Kan perlu menghitung standar pembiayaan akhir Desember 2019 dengan awal 2020,” katanya. (cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memberikan peluang kepada investor untuk mengelola Mataram Water Park. Pengelolaan diharapkan lebih profesional, sehingga pemeliharaan tidak mengandalkan pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Wakil Walikota Mataram,H. Mohan Roliskana menegaskan, MWP sebenarnya dapat dikelola secara maksimal. Tidak sekadar mengandalkan sumber pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Pola pengelolaan bisa secara profesional dengan menarik retribusi. Kendalanya adalah Pemkot Mataram belum memiliki aturan untuk menarik retribusi. Wajar sambung Mohan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga hanya melaksanakan pemeliharaan yang sifatnya belum maksimal. Untuk mengurus menguras kolam membutuhkan biaya besar. “Untuk pemeliharan kolam butuh cost besar. Pemeliharaan air dan belum obatnya,” katanya, Kamis (28/11). Pemkot Mataram memberi peluang kepada investor untuk mengelola kolam renang yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut. Justru, peluang diberikan ke pengusaha belum ada yang berkenan.

Awalnya ada rencana kerjasama dengan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tetapi hingga kini belum ada tindaklanjut. Barangkali sambung Mohan, bisa dibuka lagi kerjasama itu. Perguruan tinggi swasta di Mataram ini dinilai memiliki kepentingan untuk memanfaatkan kolam sebagai tempat pembinaan atlet renang. “Kita sudah buka ke publik siapapun berkeinginan mengelola itu supaya profesional lagi,” tandasnya. Investor tidak perlu khawatir. Pola kerjasama dan bentuk penerimaan ke daerah bisa dibicarakan belakangan. Yang penting ada yang serius mengelola. Mohan menegaskan, MWP sebenarnya memiliki potensi besar sebagai wahana permainan. Lokasinya yang strategis di tengah kota dan teintergrasi dengan tempat rekreasi masyarakat. Jika dikelola maksimal akan menguntungkan. Syaratnya adalah perlu ditata juga kawasan di luar agar terintegrasi dengan kawasan di dalamnya. Untuk mengintegrasikan fasilitas butuh anggaran besar. Pun ada yang sanggup diharapkan penataan di luar bisa digunakan untuk sektor informal. “Bisa ditambah lagi untuk wahana air. Saya kira lokasinya yang strategis bisa menarik keinginan masyarakat,” kata Mohan. (cem)

Pemkot Atensi Perubahan Cuaca Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram mengatensi perubahan cuaca pada Bulan Desember hingga awal tahun 2020 mendatang. Perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan kerap membawa wabah penyakit. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr. H. Usman Hadi kepada Suara NTB. Katanya, setiap tahun Kota Mataram kerap terjadi banjir dan genangan di beberapa lokasi. Genangan dan banjir itu kata Usman, kerap membawa virus yang bisa menebar penyakit di masyarakat. “Ini kan terulang setiap tahun, perubahan musim dari kemarau ke musim hujan itu memang kerap terjadi masalah banjir dan sebagainya. Karena kan, intensitas hujan yang terus-menerus ini tidak bisa dihindari,” jelasnya, Kamis (28/11) kemarin. Menurut Usman, pada perubahan cuaca ini, hujan dengan intensitas tinggi, biasanya membawa penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) yang kerap membuat flu, filek, dan batuk. “Kadang, juga banjir atau genangan yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi biasanya menyebabkan diare dan demam berdarah,” ujarnya. Untuk itu ujar Usman, Pemkot Mataram men-

yarankan kepada semua warga Kota Mataram untuk tidak membuang tinja sembarangan. Sebab, jika hujan saat perpindahan musim dari panas ke suhu dingin akan mempercepat perkembangbiakan virus.” Jadi usahakan selalu cuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan sesuatu,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kota Mataram, Miftahurrahman menjelaskan, semua kepala lingkungan dan lurah di Mataram harus ikut andil dalam upaya-upaya untuk melakukan pembersihan drainase di Mataram. Pemkot Mataram sudah melakukan upaya-upaya penanggulangan banjir dengan melakukan pembersihan selokan di beberapa titik yang masih rawan genangan karena tumpukan sampah. “Kita imbaulah kepada masyarakat juga agar tidak membuang sampah sembarangan. Ini kan sekarang dibersihkan, nanti selang sehari numpuk lagi sampahnya,” ujar Miftah kepada Suara NTB. Ia pun berharap, kesadaran masyarakat dalam penggulangan masalah banjir dan genangan ini harus diikuti dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Terlebih ke selokan dan sungai,” tutup Miftah. (viq)

Rencana Pembangunan Bendung Babakan Masih Dikaji Mataram (Suara NTB) Rencana pembangunan bendungan di Kelurahan Babakan Mataram masih dikaji. Pasalnya, Pemkot Mataram memandang pembangunan bendungan di Babakan memiliki tahapan yang panjang. “Tahapannya panjang itu, pertama, harus pembebasan lahan, sesuai kebutuhan, setelah pembebasan lahan akan disusun detail engineering design (DED)-nya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Mataram, Miftahurrahman,

Kamis (28/11) kemarin. Bukan hanya itu, kata Miftah, Pemkot Mataram juga akan melakukan kajian analisis mengenai dampak lingkungannya (AMDAL). “Setelah mengkaji amdalnya, barulah Pemkot bisa melakukan pembangunan kontruksinya,” kata Miftah. Rencana pembanguan Bendung Babakan ini sudah berlangsung lama. Kata Miftah, jika bendungan ini jadi dibangun, biaya dari pembangunan ini semuanya difasilitasi oleh badan wilayah sungai (BWS).

“Kita di Pemkot Mataram hanya diminta untuk menyiapkan lahan saja. Nanti ini kan kalau sudah dibangun bisa dimanfaatkan untuk sistem air bersih,” kata Miftah. Adapun untuk terget pembanguan bendungan ini, Miftah pun tak mengetahuinya. Karena, rencana pembangunan bendung Babakan ini belum sempat dibahas di Pemkot. “Kita tidak bisa target kapan. Karena, beberapa tanah pada lokasi pembanguan bendungan itu masih bermasalah,” tutupnya. (viq)

Miftahurrahman


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

Jamin Kredit Pengusaha Mikro Kecil PT. Jamkrida NTB Bersaing turut mempengaruhi angka kemiskinan di NTB melalui penjaminan kredit sebanyak 8.500 pelaku usaha mikro dan kecil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebesar 735,96 ribu orang (14,56 persen). Lembaga keuangan memiliki peran strategis untuk menurunkan angka kemiskinan dengan membentuk kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman modal kerja. Direktur Utama PT. Jamkrida NTB Bersaing, Indra Mathica di ruang kerjanya, Kamis (28/11) kemarin menyebut hinngga Oktober 2019 ini, ada 8.500 nasabah yang dijamin mendapatkan kredit dari perbankan. Dari jumlah ini, 75 persen komposisinya adalah penjaminan nasabah mikro atau sebanyak 5.310 nasabah. Kategorinya nasabah mikro ini, kredit yang diterima dari bank atas jaminan PT. Jamkrida NTB Bersaing rata-rata di bawah Rp25 juta. Sementara sisanya sebanyak 2.145 nasabah tergolong kecil dengan pinjaman diatas Rp25 juta. “Nasabah yang kami jamin kreditnya ini sebagian besar adalah nasabah BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Jadi jelas, yang kami jamin adalah masyarakat kecil yang membutuhkan modal usaha agar mereka produktif,” jelas Indra. Saat ini PT. Jamkrida NTB Bersaing melakukan kerjasama dengan delapan BPR milik pemerintah daerah. Ditambah kerjasama dengan BPR milik swasta. Perusahaan ini bertindak sebagai penjamin bagi masyarakat yang mengajukan kredit di bank-bank yang menjadi mitranya. Strategisnya fungsi Jamkrida ini memudahkan masyarakat mendapatkan kredit di perbankan. Sebaliknya terbatas geraknya melakukan penjaminan yang lebih besar. Modal yang dikelola oleh PT. Jamkrida NTB Bersaing saat ini sebesar Rp32,5 miliar. Didominasi oleh modal dari Pemprov NTB sebagai pemilik saham pengendali. Sisanya dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Ada juga lima kabupaten yang belum menyertakan modalnya. Jamkrida belum mengakselerasikan berkembangnya industri keuangan syariah. BUMD NTB ini belum memiliki kesiapan modal inti minimal Rp10 miliar untuk membentuk unit usaha syariah agar dapat melakukan penjaminan kredit di perbankan syariah, terutama Bank NTB Syariah. Meski dengan keterbatasan modal inti ini, Jamkrida telah menjaminkan kredit senilai Rp350 miliar yang dikucurkan bank kepada masyarakat. Dari nilai penjaminan kredit ini, Rp2,4 miliar keuntungan penjaminan yang diterimanya dikurangi Rp1,4 miliar pembayaran klaim kredit yang dibayarkan atas nasabah yang wanprestasi, tersisa Rp1 miliar keuntungan yang dikukuhk a n . (bul)

Indra Manthica

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Tambang Rakyat Memungkinkan Dilegalkan Mataram (Suara NTB) Tambang-tambang rakyat yang tersebar di sejulah wilayah di NTB sangat memungkinkan dilegalkan. Beberapa kepala daerah telah mengajukannya. Pascapenutupan tambang-tambang rakyat, pemerintah daerah belum memberikan solusi bagi para penambang. Sebagaimana yang direncanakan pemerintah daerah, akan dilakukan alih usaha eks penambang. Namun hingga kini, alih usaha yang direncanakan belum juga direalisasi. Misalnya di kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Gunung Prabu Lombok Tengah dan Sekotong Lombok Barat. Berdasarkan informasi, aktivitas penambangan masih dilakukan diam-diam. Beberapa waktu lalu, seorang penambang di Sekotong ditemukan

meninggal dunia di lokasi tambang yang telah ditutup ini. “Memang tidak ada ceritanya tambang yang telah ditutup benar-benar tutup. Lombok Barat dulu pernah melakukannya, tapi tidak berhasil,” kata Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Zainal Abidin. Menurut Zainal, beberapa kepala daerah telah mengajukan untuk melegalkan

tambang rakyat dengan untuk diberikan izin Wilayah Penambangan Rakyat (WPR). Misalnya, kabupaten Sumbawa telah mengajukan izin WPR 12 lokasi, Kabupaten Sumbawa Barat mengajukan izin 6 lokasi dari 13 lokasi penambangan. Kemudian Lombok Barat juga telah mengusulkan. “Cuma Lobar belum tau berapa lokasi yang diajukan. Mas-

ing-masing bupati yang mengajukannya,” jelas Zainal. Pemprov NTB dalam hal ini Dinas ESDM akan melakukan pengelolaan dan pengolahannya menjadi satu. Sehingga untuk dampak lingkungan dapat dikendalikan. “Yang kita khawatirkan kemarin kan tambang rakyat ini hanya masalah lingkungan. Limbah dibuang sembarangan, penggunaan merkuri juga. Padahal Indonesia telah meratifikasi penggunaan merkuri pada perjanjian Minamata. 2025 itu merkuri sudah nol di Indonesia, termasuk di rumah sakit tidak boleh,” jelas Zainal. Mengatur tambang rakyat dengan WPR, wilayah penam-

bangan diatur, penggunaan bahan-bahan kimia untuk pemurnian juga diatur dengan bahan ramah lingkungan. Atau tidak menggunakan bahan kimia sama sekali juga bisa kok,” katanya. Untuk pengelolaan WPR ini, pemilik lahan pada kawasan yang telah ditetapkan, tetap berkewajiban mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR). 1 WPR maksimal luasannya 25 hektar. izin WPR diajukan oleh kabupaten, dilanjutkan dengan penetapan tata ruangnya. Kemudian provinsi melakukan uji kelayakan dan lingkungan. Selanjutnya dikirim ke Kementerian ESDM untuk merubah dan menetapkan WP di masing-masing wilayah. (bul)

The Kitchen by Pizza Hut Hadir di LEM

(Suara NTB/bul)

MODEL FASHION - Wahyu Ari dan para model fashion yang di seleksi Bank Indonesia

Bank Indonesia Mulai Persiapkan Para Model Fashion Lokal Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB berkomitmen menjadikan NTB sebagai pusat industri fashion muslim di Indonesia. Pencanangan telah dilakukan belum lama ini di Islamic Center oleh Bank Indonesia bersama Dekranasda NTB dan Pemprov NTB. Sejumlah tahapan juga telah dilakukan Bank Indonesia jauhjauh hari. Misalnya, mempersiapkan bahan baku (kain tenun) yang berkualitas dengan pendampingan kepada kelompok perajin tenun di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Memberikan bantuan peralatan tenun berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) untuk mempercepat produksi dan peningkatan kualitas produksi. Pengembangan motif, melakukan pewarnaan yang tepat, baik dengan pewarnaan sintetis maupun pewarnaan alam. Pelatihan menjahit dan membuat pola juga dilakukan.

Sambil berproses mempersiapkan hilirnya, Bank Indonesia juga melakukan persipan untuk hulunya. Salah satu konsekuensi mencanangkan NTB sebagai pusat industri fashion tentunya akan intens di gelarnya fashion show di masa-masa mendatang. “Di hilir inilah, kita juga ndak mau setiap kali fashion show NTB mendatangkan model dari luar. Kita punya potensinya,” kata Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Ari. Ditemui usai melakukan penjaringan para model fashion, Kamis (28/11) kemarin, Wahyu Ari mengatakan, setelah Bank Indonesia membuka peluang seleksi dan pembinaan para model lokal, lebih dari 100 peminat bermunculan. Untuk tahap awal, rencananya Bank Indonesia akan membina 20 model. Ketentuan menjadi model ini harus memenuhi syarat tinggi minimal 175 cm untuk standar nasional. Dari jumlah pendaftar yang masuk, jika mengacu pada ketentuan nasional ini, atau minimal tinggi 170 cm, hanya dua orang yang didapat. “Karena

itu, standar ini kita longgarkan. Tinggi minimal 165 cm. kita rencananya akan bina 20 orang sebagai model fashion,” jelas Wahyu Ari. Selama pembinaan, Bank Indonesia akan mendatangkan instruktur nasional untuk melatih attitude (sikap), mental, hingga kemampuan berlenggak lenggok di atas catwalk fashion. Menjadikan NTB sebagai pusat industri fashion muslim adalah kerangka besar memperkuat ekonomi NTB dari potensi kearifan lokal yang dimiliki. Tidak sedikit kalangan masyarakat yang akan terdongkrak. Dari penenun dan ikutannya, penjahit dan ikutannnya, desainer dan ikutannnya, fashion show dan ikutannya. Seluruh kerangka besar industri fashion ini berkaitan langsung dengan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan Provinsi NTB. “Karena itu harus dipersiapkan seluruhnya dari hulu hilir. Orang lokal sendiri yang harus berperan di dalamnya agar manfaat sebesar-besarnya dapat dinikmati sendiri di daerah,” demikian Wahyu Ari. (bul)

Komersialiasi Air Bersih di Tiga Gili oleh Swasta Dinilai Langgar UU Mataram (Suara NTB) Kebutuhan air bersih di Tiga Gili (Gili Meno, Gili Air,Gili Trawangan), Lombok Utara belakangan ini dikelola oleh pihak swasta. Dalam hal ini, PT. BAL bersama PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Oleh Perpamsi, ambil alih kewenangan BUMD adalah melanggar Undang-Undang. Dalam Undang-Undang terbaru nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, disebutkan, air adalah semua air yang terdapat di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang berada di darat. Pengelola Sumber Daya Air adalah institusi yang diberi tugas dan tanggung jawab oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sumber Daya Air berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, perusahaan daerah yang izinnya untuk pengelolaan sumber daya air, misalnya PDAM, atau BUMDes. Karena itu, pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh pihak swasta, dalam hal ini PT. BAL dan PT. GNE khususnya di Gili Trawangan, jelas, dianggap melangggar undang-undang. “Seharunya yang kelola PDAM KLU, BUMDesnya juga bisa. Tidak bisa oleh swasta, atau perusahaan yang izinnya bukan untuk pengelolaan sumber daya air,” kata Ketua Persatuan PDAM Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi NTB, H. L. Ahmad Zaini, ST, MT. Kebutuhan air bersih di Gili Trawangan dipasok oleh PT. BAL, bekerjasa-

ma dengan Perpamsi. Baru-baru ini, masyarakat di Lombok Utara juga melakukan protes kenaikan tarif yang dianggap dilakukan sepihak oleh perusahaan ini. “Seharusnya Pemda melakukan beauty contest, tidak boleh swasta berbisnis air,” jelas Direktur Utama PDAM Giri Menang ini di ruang kerjanya, Kamis (28/11) kemarin. Terhadap pelanggaran Undang-Undang No 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air ini, pada pasal 70 disebutkan, pengunaan sumber daya air untuk kebutuhan swasta tanpa izin pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dipidana paling singkat 1 tahun, paling lama tiga tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp5 miliar. Terpisah, Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi mengatakan, PT. GNE ingin menjadi solusi terhadap bisnis eksisting sekarang yang sedang jalan dilakukan oleh PT.BAL di Gili Matra. Untuk itu, menindaklanjuti juga penawaran kerjasama oleh PT.BAL Kepada PT.GNE. Mengingat UU Tahun 2019 memang mengamanatkan pengelolaan Sumber Daya Air kepada BUMD. “Untuk itu, kami sebagai BUMD di tingkat pemerintah yang ditunjuk oleh gubernur sebagai penanggung jawab pelaksana SPAM gegional,” ujarnya. PT.BAL sebagai perusahaan swasta tidak boleh lagi menjual langsung kepada masyarakat. Yang terpenting, menurut Samsul Hadi, situasi sekarang di Gili Trawangan dan Gili Meno tetap dapatkan kepastian air minumnya. (bul)

Mataram (Suara NTB) – Pizza Hut hadir dengan konsep baru. Lebih anak muda, lebih friendly, lebih cepat dan praktis. Namanya The Kitchen by Pizza Hut yang resmi dibuka, Kamis (28/11) di Lower Ground Lombok Epicentrum Mall. Ditemui di sela-sela openingnya Area Manager Pizza Hut Denpasar – Lombok, Agus Wijanarko menjelaskan “The Kitchen by Pizza Hut ini merupakan gerai ketiga yang dibuka di Indonesia. Dua gerai lainnya ada di Jakarta ‘’Alasan kami memilih Lombok karena selain permintaan dari para customer, pasar di Lombok juga bagus ya. Saya lihat Lombok sekarang merupakan salah satu tempat atau destinasi yang menjadi pilihan untuk dikunjungi baik tamu lokal maupun mancanegara,” ungkapnya. The Kitchen By Pizza Hut ini menawarkan aneka menu Pizza, Pasta, Drinks, and Desserts yang hampir 80% sama dengan sajian di Pizza Hut Restaurant (PHR) ataupun Pizza Hut Delivery (PHD) saat ini hanya bedanya konsep cara pesannya. “Kalau kita mau makan Pizza di Pizza Hut Restaurant atau PHD, biasanya kita datang, duduk, kita akan disuguhkan buku menu Pizza tinggal menunggu untuk d hidangkan yang dipesan. Nah Kalau di The Kitchen by Pizza Hut ini kita ke counter, memesan, dan kita bisa lihat langsung cara pizza kita dibuat dan

disajikan karena kita open kitchen, dan customer bisa mengambil alat makannya sendiri tentu dengan rasa dan kualitas yang sama dengan di PHR, ini juga mengedukasi customer untuk melayani sendiri,” tuturnya Agus menambahkan bahwa konsep ini juga akan menjadi salah satu rekomendasi untuk orang-orang yang akan hangout dan menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga “Karena konsepnya untuk orang-orang yang lebih mobile, yang mengerti akan pentingnya waktu karena penyajian dan sistem pemesanan lebih simple, praktis dan cepat. Kami juga menyedikan kapasitas 62 seat, serta ada menu dan program untuk anakanak maupun kalangan milenial. Jadi masuklah ke semua kalangan. Karena yang kita lihat kan pengunjung di LEM ini kan beragam dari anak kecil, remaja sampai dewasa,” ujarnya. Kedepannya Agus berharap respon customer di Lombok bagus. ‘’Ya kita tidak ada target kunjungan dan penjualan secara khusus namun kami optimis bahwa tingkat kunjungan pasti akan meningkat setiap harinya. Harapan kami juga bisa dapat memberikan pelayanan yang bagus untuk para customer yang datang ke sini, kita pengennya sih The Kitchen by Pizza Hut ini bisa buka di seluruh Indonesia,” demikian Agus. (*)

(Suara NTB/ist)

The Kitchen by Pizza Hut hadir di LEM


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Menjelang Akhir Tahun Sulit Wujudkan Target PADA tahun 2019 ini Pemkab Lombok Timur (Lotim) ditargetkan akseptor progam Keluarga Berencana (KB) aktif ini sebesar 71 persen dari 295.218 Pasangan Usia Subur (PUS). Namun, sampai dengan Oktober, jumlah yang aktif mencapai 68,62 persen atau sebanyak 202.585 PUS. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim ini merasa kesulitan mewujudkan target kepesertaan program KB tersebut. Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan KB DP3AKB Lotim, Suhendra kepada Suara NTB menye(Suara NTB/rus) butkan dari seluruh PUS di Suhendra Lotim terdapat 92.633 pasangan yang tidak bisa ikut KB karena sejumlah alasan. Yakni, sebanyak 22.356 sedang hamil, 26.721 PUS menginginkan anak segera, 27.073 PUS yang ingin akan ditunda dan 16.483 PUS yang tidak inginkan ada anak lagi. “Inilah yang dikategorikan unmeet need,” terangnya. Unmeet Need ini besarannya 16 persen. Unmeet need merupakan kondisi yang mengisyaratkan keinginan PUS terhadap suatu jenis alat kontrasepsi yang tidak tersedia, sehingga mereka mengambil keputusan tidak menggunakan alat atau metode kontrasepsi. Bukan peserta KB tetapi tidak mau ber KB. Seharusnya, yang masuk unmeet need ini bisa memilih salah satu metode kontrasepsi KB. Target sebenarnya terus ditekan agar bisa dikurangi kondisi unmeet need. Setidaknya bisa tersisa 13 persen. Pasalnya, makin banyak yang tidak bisa terlayani, karena sejumlah alasan penolakan KB ini bisa berdampak pada pertumbuhan penduduk. Akan banyak lagi anak yang akan dilahirkan. Bisa memicu semakin tingginya angka kelahiran di Lotim. Guna memaksimalkan upaya pencapaian target, beberapa momentum dimanfaatkan DP3AKB untuk sosialisasi agar kepsertaan dan minimalisir unmeet need ini bisa tercapai. Seperti momentum hari keluarga nasional, bersama dengan Muslimat NW dan kegiatan lain. “Bagaimana unmeet need ini bisa ditekan sekecil terus,” paparnya. Sementara itu, target peserta KB baru tahun 2019 ini ditarget 43.574 terinci di semua kecamatan. Pencapaian Lotim pada Oktober baru 67,26 persen atau 29 ribu PUS. Kendalanya, kata Suhendra, karena masih banyak PUS yang tidak ber KB tetapi suaminya di luar daerah. Tetapi semuanya merupakan target. “Ini yang membuat pencapaian target ini memang agak sulit,” ucapnya. Adapun pilihan kontrasepsi paling dominan adalah suntikan. Dari 202.585 PUS peserta KB, jumlah yang menggunakan suntikan sebanyak 104.324 PUS. Atau lebih dari 50 persen. Padahal kontrasepsi melalui suntik ini tidak lerlau direkomendasikan oleh pihak DP3AKB. Pasalnya, tingkat keberhasilannya kurang. DP3AKB rekomendasikan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), antara lain bisa memilih metode intrauterine device(IUD), Metode Operatif Wanita (MOW), Metode Opratif Pria (MOP)dan implan. Saat ini, jumlah yang memilih IUD baru 21.414 PUS, MOW 3.614, 1.310 jumlah MOP dan 38.416 yang menggunakan metode implan. (rus)

Proyek IGD RSUD KLU Baru 17,7 Persen Tanjung (Suara NTB) Proyek Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang dikerjakan oleh PT. Batara Guru Group, mengecewakan. Kontrak yang akan selesai 18 Desember 2019 mendatang, mencapai progres per 28 November kemarin hanya sebesar 17,7 persen. Proyek IGD RSUD dikerjakan dari DAK 2019 dengan nilai kontrak Rp 5.156.431.713,17, dengan Nomor Kontrak 101/ PPK-KonstruksiRSUD.KLU/ VIII/2019. Proyek diawasi oleh Konsultan pengawas, CV. Adi Cipta Consultant. Kamis (28/11), Komisi III DPRD KLU turun langsung mengawasi pelaksanaan proyek, antara lain, Hj. Galuh Nurdiyah, Sadirman dan Artadi. Komisi III disambut Direktur RSUD, H. Samsul Hidayat, Kabag TU, Zulfahrudin, PPK proyek, H. Zaini serta staf konsultan pengawas. Direktur RSUD KLU Samsul Hidayat dalam menjelaskan, progres proyek IGD menjadi yang paling rendah dibandingkan proyek lain. RSUD memiliki 11 paket pekerjaan. Melihat progres tersebut, ujarnya, PPK dan Konsultan Pengawas lantas memberi surat teguran kepada pelaksana, PT. Batara Guru Group. “Kemarin saya, PPK sama

pihak kontraktor ini rapat untuk menentukan progres pengerjaannya ini, ketemu volume 17,7 persen. Selanjutnya kita adakan pertemuan lagi dengan pengawas sehingga diberikan SP (Surat Teguran),” ungkap Samsul. Dalam rapat dikatakan Samsul, pihak kontraktor mengklaim keterlambatan progres dikarenakan mereka kesulitan material, misalnya semen langka, dan bahan baku besi harus didatangkan dari luar. “Tetapi kami juga ndak mau tahu sampai segitunya. Jadi kami terus tekan mereka untuk cepat membangun itu. Makanya kami sudah dua kali memberikan surat peringatan,” sambungnya. Usai diberikan peringatan, pihak kontraktor lantas menambah tenaga sampai 50 orang dari Sulawesi. Pihaknya masih akan melihat progres sampai batas waktu kontrak untuk menentukan sikap selan-

(Suara NTB/ari)

PROGRES - Progres pembangunan IGD RSUD KLU yang baru mencapai 17,7 persen. jutnya. Namun yang jelas, kontraktor dipastikan kena pinalti karena tidak mampu mengerjakan proyek sesuai kesepakatan. Samsul Hidayat menambahkan, ruang IGD RSUD KLU adalah pintu masuk pelayanan di RSUD. Dengan tidak selesainya IGD, maka bisa dipastikan pelayanan tidak bisa direlokasi. Kesiapan gedung lain yang sedang finishing dan sudah rampung belum bisa dimanfaatkan.

“Tahun depan kami juga akan akreditasi. Kalau pintu masuk ini tidak selesai, tentu akan terhambat akreditasinya,” tegasnya. Ketua Komisi III DPRD KLU, Artadi, S.Sos., usai melihat progres pembangunan IGD RSUD dan paket kegiatan lain di tempat yang sama mendorong Pemda KLU mengevaluasi kinerja pejabat terkait yang berhubungan dengan proyek. Ia pesimis, sampai 18 Desember

nanti perusahaan akan bisa mencapai progres 70 persen volume syarat penambahan waktu 50 hari kerja. “Ini yang menjadi catatan kita, khusunya pemerintah daerah. Untuk lebih jeli melihat kontraktor luar itu. Karena rumah sakit ini sudah ke sekian kalinya, dalam proses pembangunannya seperti ini, selalu dikerjakan oleh kontraktor luar,” ujarnya. (ari)

Peroleh DIPA Terbesar

DPRD Berharap Berbanding Lurus dengan Kinerja Selong (Suara NTB) Pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meraih dana transfer pusat terbesar dibandingkan 9 kabupaten/ kota lainnya se NTB. Suntikan dana pusat Rp 2,08 triliun dinilai sudah semestinya melihat jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya. ‘’Perolehan dana yang besar itu diharapkan berbanding lurus dengan kinerja aparatur dan upaya penurunan seabrek masalah yang ada di Lotim,’’ harap Ketua DPRD Lotim, Murnan, SPd., saat diwawancara Kamis (28/11). Politisi PKS ini mengaku, fakta Lotim sebagai daerah se-

bagai daerah paling tinggi angka kemiskinannya se NTB, menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Begitu juga, angka penganggurannya, paling banyak rumah kumuh, masih rendah indeks pembangunan manusia (IPM) harus diselesaikan secara bersama-sama. Meski demikian, pihaknya harus mencermati anggaran pusat yang besar ini secara mendetail. Pihaknya tidak ingin anggaran besar ini hanyalah untuk membayar gaji pegawai dan honorer. Apalagi ada tambahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk gaji eks K2 membuat terjadinya penambahan secara otomatis belanja dari

(Suara NTB/rus)

Murnan

para pegawai. Diakuinya, anggaran besar ini sudah sangat rasional, karena pusat punya hitunghitungan tersendiri. Murnan menilai, pertama, yang besar ini bukan Dana Alokasi Umum (DAU), akan tetapi ada komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) baik yang reguler maupun afirmatif. Di samping itu ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikarenakan jumlah sekolah Lotim cukup banyak, Biaya Operasional Pendidikan Anak Usia Dini. DIPA menjadi besar juga karena Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH CHT). Di mana petani tembakau di Lotim cukup besar. “Saya kira

wajar itu, ketika APBN besar makan otomatis dana transfer ke daerah-daerah juga pasti besar,”ungkapnya. Bagi DPRD, dirinya tidak berbangga dengan pemberian anggaran besar dari pusat. Dewan Lotim katanya akan lebih berbangga kalau ada peningkatan signifikan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Murnan, dana transfer yang besar menunjukkan Lotim tidak bisa berbuat apaapa tanpa bantuan pusat. Di mana, PAD sejauh ini masih sangat kecil. Target 2020 mendatang hanya Rp 322 miliar. Potensi-potensi besar sebagai sumber PAD harus segera dioptimalkan. (rus)

Kerjasama Sekretariat DPRD Kabupaten Lombok Utara dengan Harian Suara NTB

APBD Tahun 2020 KLU Ditetapkan Tanjung (Suara NTB) Rancangan APBD tahun 2020 Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditetapkan menjadi APBD 2020. Penetapan itu dilakukan melalui rapat paripurna di DPRD (KLU), Kamis (28/11). Penetapan tersebut lebih cepat 2 hari dari batas waktu yang ditentukan, yakni 30 November 2019. Usai ditetapkan, maka APBD selanjutnya akan diajukan ke Pemprov NTB untuk dievaluasi. Penetapan APBD 2020 diawali dengan penyampaian pandangan akhir fraksi. Beberapa fraksi membentuk Fraksi Gabungan antara lain, Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PAN dan Fraksi PBK. Sedangkan 3 fraksi lain, yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra dan Fraksi PDIP menyampaikan pandangan sendiri. Pandangan akhir fraksifraksi mengacu pada laporan Badan Anggaran (Banggar) yang disampaikan lebih dulu. Beberapa catatan Banggar antara lain, pedapatan daerah semula sebesar Rp 1,034 triliun lebih bertambah menjadi Rp 1,045 triliun lebih. Perubahan atau penambahan ini terjadi karena adanya penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa OPD meliputi; a. Pendapatan BLUD RSUD pada RAPBD 2020 semula sebesar Rp 21,871 miliar lebih bertambah Rp 8.128. 498.000, sehingga menjadi Rp 30 miliar; b. Pendapatan BLUD Puskesmas pada RAPBD 2020 semula sebesar Rp 15.525. 000.000 bertambah menjadi Rp 17.280. 658.650 atau bertambah sebesar Rp 1.755.658.650; dan c. Pendapatan BLUD persampahan dan Pengolahan Limbah semula Rp 0,pada RAPBD 2020 disepakati menjadi Rp 1,2 miliar. Sementara pada komponen belanja daerah, terdapat penyesuaian (pengurangan) pada beberapa poin. Antara lain, anggaran KONI yang semula sebesar Rp 1,6 miliar dikurangi sebesar Rp 600 juta. Pada KTNA, anggaran semula

sebesar Rp 800 juta dikurangi sebesar Rp 100 juta. Pada BASNAZ, semula anggarannya sebesar Rp 250 juta dikurangi sebesar Rp 50.000. 000. Dana belanja hibah untuk tempat ibadah (masjid) mengalami pengurangan dari seluruh pagu sebesar Rp 50 juta. Pengurangan anggaran Rp 800 juta tersebut, dialihkan untuk menambah anggaran belanja bantuan hibah untuk Polres Lombok Utara. Semula dana pengamanan pilkada untuk polres sebesar Rp 1,5 miliar, naik menjadi Rp 2,3 miliar. Selain itu, anggaran pada Dinas Lingkungan Hidup yaitu untuk fasilitator Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 216.330.000 yang sebelumnya ada pada pos Belanja Tidak Langsung dialihkan ke Belanja Langsung. Pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Anggaran untuk kegiatan rehabilitasi kolam sebesar Rp 200.905.000,- tidak jadi untuk rehabilitasi kolam, tetapi anggaran tersebut tetap berada pada dinas tersebut yaitu untuk kegiatan lain atau disesuaikan. Serta pada kegiatan Gawe Beleq Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 747.719. 000 pada Dinas Kebudayaan dan pariwisata disepakati untuk dilaksanakan di dalam daerah. Berikut APBD Tahun Anggaran 2020 1. Pendapatan Daerah Rp.1.045.181.239.688,18 , terdiri dari: a. Pendapatan Asli Daerah Rp. 220.559.597.727,18 b. Dana Perimbangan Rp. 641.037.890.000,00 c. Lain-lain PAD yang sah Rp. 183.583.751.961,00 2. Belanja Daerah sebesar Rp.1,081.258.323.855,99, yang terdiri dari : a. Belanja Tidak Lansung Rp. 441.996.522.208,99 b. Belanja Langsung Rp. 639.261.801.647,00 3. Pembiayaan Daerah Yang terdiri dari : a. Penerimaan Pembiayaan Daerah Rp. 46.077.084.167,81 b. Pengeluaran Pembiayaan Daerah Rp. 10.000.000.000,00

4. Pembiayaan Netto Rp. 36.077.084.167,81 Menanggapi itu, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengatakan penyusunan APBD dan belanja daerah tahun anggaran 2020, berpedoman pada Permendagri 33 Tahun 2019 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2020, RKPD, dan Kebijakan Umum APBD serta prioritas dan plafon anggaran. Penyusunan tersebut mempertimbangkan amanat yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat, dan kebutuhan – kebutuhan lain yang mengikat dan mendesak yang harus dilaksanakan oleh Pemda KLU yang belum dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2019. Untuk diketahui bersama bahwa penyusunan APBD tahun 2020 merupakan tahun penghujung transisi peralihan regulasi dari PP 58 tahun 2005 menuju PP 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. Di mana perubahan regulasi tersebut akan melahirkan Permendagri pengganti dari Permendagri 13, Permendagri 59 dan Permendagri 21 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peralihan tersebut juga mencakup kewenangan serta perombakan struktur organisasi, perubahan komposisi belanja, yang sebelumnya dikenal kelompok belanja langsung dan kelompok belanja tidak langsung. Pada PP tersebut beralih menjadi kelompok belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer, serta peralihan belanja hibah dan bansos yang semula berada pada PPKD Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah, akan beralih kepada masing masing OPD yang akan mengelola hibah dan bansos sesuai dengan tupoksinya masing-masing. “Kita telah berupaya untuk selalu meningkatkan pendapatan dengan menerapkan strategi yang berorientasi terhadap peningkatan target, dengan mempertimbangan kondisi terkini daerah pasca bencana,” ujar Najmul. (ari/*)

(Suara NTB/ari)

BUKA - Ketua DPRD KLU, Nasrudin, membuka rapat paripurna.

(Suara NTB/ari) (Suara NTB/ari)

SAMBUTAN - Bupati KLU H. Najmul Akhyar menyampaikan sambutan atas pandangan akhir fraksi.

HADIR - Anggota DPRD KLU dan pejabat lingkup Pemda KLU hadir di rapat paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi.

(Suara NTB/ari)

(Suara NTB/ari)

PANDANGAN FRAKSI - Jubir Fraksi Golkar Debi Ariawan menyampaikan pandangan fraksinya.

HADIR - Anggota DPRD KLU menghadiri paripurna penetapan APBD.


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Jika Ajukan Sanggah

Tertibkan Aset Daerah DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penertiban Aset Daerah. Langkah tersebut dilakukan guna menjawab persoalan tata kelola aset daerah yang sejauh ini dinilai masih belum rapi. Hal ini berimbas pada belum maksimalnya kontribusi aset-aset daerah tersebut dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pansus aset ini salah satu rekomendasi Badan Anggaran (Suara NTB/dok) (Banggar) DPRD LoM. Tauhid teng hasil dari pembahasan rancangan APBD Loteng tahun 2020,” sebut Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., kepada Suara NTB, Kamis (28/11). Selama ini, kalangan DPRD Loteng menilai banyak persoalan yang terjadi terkait tata kelola aset daerah. Mulai soal validasi data aset itu sampai soal kontribusinya kepada PAD. Semua itu, tambahnya, harus diluruskan. Untuk itu, DPRD Loteng merasa perlu melakukan kajian lebih mendalam supaya bisa mengetahui persoalan yang sesungguhnya terjadi dalam pengelola aset daerah, sehingga bisa dicarikan solusi atau jalan keluarnya. “Keberadaan Pansus ini diharapkan bisa mengurai persoalan yang sesungguhnya terjadi terkait aset daerah,” ujarnya. Targetnya, paling tidak pansus aset tersebut bisa terbentuk awal tahun depan, karena sesuai rekomendasi Banggar DPRD Loteng, persoalan aset daerah sudah harus tuntas di tahun 2021 mendatang. Selain pansus aset, DPRD Loteng juga berencana membentuk Pansus PAD. Tujuannya juga hampir sama dengan pansus aset. Tetapi titik tekannya lebih pada bagaimana pengelolaan PAD serta sumber-sumber PAD yang ada, sehingga mampu mendorong peningkatan PAD Loteng di masa-masa yang akan datang. Terpisah, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., menegaskan sangat mendukung rencana pembentukan pansus aset ataupun PAD tersebut. Harapannya tentu, persoalan-persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan aset daerah serta PAD bisa terungkap dan terjawab, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi daerah. “Pada prinsipnya kita mendukung dan siap bekerjasama dengan pansus itu nantinya,” sebutnya. Sebelumnya, anggota DPRD Loteng, Suhaimi S.H., selaku pengusul mengaku keberadaan pansus aset sangat penting. Melihat tata kelola aset daerah yang bisa dikatakan masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Loteng punya aset daerah yang cukup besar. Hanya saja, sampai saat ini belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD.(kir)

Pimpinan Dewan Dukung Kenaikan Siltap Kades Giri Menang (Suara NTB) Pimpinan DPRD Lombok Barat (Lobar) mendukung kenaikan penghasilan tetap (siltap) atau gaji kepala desa dan perangkat desa mengacu ketentuan sesuai dengan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2019 tentang Desa. Namun dengan catatan, kenaikan siltap kades, keuangan daerah mampu. Sementara tahun depan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dipastikan naik. ADD diperkirakan naik Rp 84 juta menjadi menjadi Rp 85,2 miliar, sedangkan untuk DD masih dihitung kenaikannya. Diperkirakan kenaikan DD sebesar Rp6,1 miliar lebih dari tahun ini sebesar Rp155 miliar lebih menjadi Rp161 miliar lebih. Wakil Ketua DPRD Lobar, Imam Kafali mengatakan kenaikan siltap mengacu PP tidak bersifat memaksa. Sebab dalam PP itu, Pemda menggunakan angka minimal dari PP Nomor 11 untuk memberikan siltap kepada para kades dan perangkat desa. Di mana kades diberikan siltap sebesar Rp 2,4 juta, Sekretaris Desa Rp 1,7 juta, untuk perangkat desa seperti Kaur dan Kasi sekitar Rp 1.250 juta dan untuk jabatan kadus sebesar Rp 1.250 juta. Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah. Sepanjang daerah mampu, tentu kenaikan siltap bisa saja dilakukan. Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lobar Kesuma Supaka mengatakan jatah DD tahun 2020 tengah dibahas dengan BPKAD terkait kenaikannya. Diperkirakan ada tambahan DD mencapai Rp 6,1 miliar lebih dari tahun lalu. Tahun lalu total DD Lobar mencapai Rp 155.598.000.000 naik menjadi Rp 161.722.972.000. “Yang jelas naik DD, terkait jumlah kenaikannya masih kita bahas,” ujar dia. Dengan kenaikan DD ini, ujarnya, maka otomatis jatah masing-masing desa akan naik. Selain DD, jatah ADD juga naik. Tahun depan ADD mencapai Rp 85,2 miliar, naik sekitar Rp 1,2 miliar dari tahun lalu sekitar Rp 84 miliar. Kenapa sedikit kenaikan? Menurut dia hal ini masih dibahas. Terkait dengan tuntutan kenaikan gaji dari kades, menurut dia hal ini tentu dibahas bersama dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. “Yang jelas kita bahas,” imbuh dia. Ketua APDESI Lobar Sahril menjelaskan, mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah mengubah pasal 81, menjadi Penghasilan tetap diberikan kepada Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya dianggarkan dalam APBDesa yang bersumber dari ADD. Besaran penghasilan tetap kepala desa paling sedikit Rp2.426.640,00. (her)

Banyak Pelamar CPNS TMS Berpeluang Lolos Administrasi Giri Menang (Suara NTB) Banyak pelamar CPNS di Lombok Barat (Lobar) yang tadinya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) akibat persyaratan administrasi akreditasi tidak sesuai dengan tahun kelulusan dinyatakan lolos administrasi. Keputusan diambil setelah Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar berkonsultasi dengan BKN Regional Bali. ‘’Pada saat melakukan sanggah, pelamar harus membawa kelengkapan, seperti izin pendirian atau pembukaan program studi dari perguruan tinggi (PT),’’ ungkap Kasubid Pengadaan Pegawai pada BKDPSDM Lobar H. Rizky Bani Adam, Kamis (28/11). Diakuinya, banyak pelamar dinyatakan TMS garagara akreditasi tersebut, akan tetapi secara total jumlah pelamar ini belum diketahui sebab masih direkap. Namun pelamar memiliki peluang lolos administrasi jika mereka melakukan sanggah dengan membawa kelengkapan, seperti yang dipersyaratkan.

Dijelaskan, berdasarkan Permenpan RB RI Nomor 23 tahun 2019 yang dipersyaratkan adalah bukti akreditasi PT atau prodi yang masih berlaku saat kelulusan. Namun banyak pelamar yang tidak mendapatkan dokumen tersebut dan kemudian menggantinya dengan bukti akreditasi terbaru. Hal ini jelas dia mengakibatkan pelamar gugur dalam seleksi administrasi. Namun demikian, pelamar dapat mengganti dokumen tersebut dengan dokumen pengganti, atau membawa dokumen pengganti saat masa sanggah agar dapat diluluskan dalam seleksi administrasi. Dokumen pengganti yang

dimaksud, jelasnya, berdasarkan Permenristekdikti Nomor 32 tahun 2014 yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan BAN PT 57 tahun 2016, ditetapkan bahwa PT atau prodi yang didirikan atau dibuka sebelum 10 Agustus 2012 dinyatakan terakreditasi sampai dengan 19 Mei 2018. Untuk itu, lanjut dia, pelamar yang PT atau prodinya termasuk dalam kategori ini, namun tidak bisa mendapatkan bukti akreditasi saat kelulusan, dapat mengganti bukti akreditasi dengan Keputusan Menteri tentang Izin Pendirian PT/Izin Pembukaan Prodi. PT atau Prodi yang didirikan atau dibuka antara 10 Agus-

diri sesuai dengan sistem CAT tersebut. Berdasarkan jadwal tahapan, pelaksanaan tes CAT akan dilaksanakan tanggal 13 – 17 Desember 2019. Ia mengatakan, para peserta harus memahami syaratsyarat khusus dalam proses rekrutmen Panwascam ini. Misalnya dia bersedia mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan pemerintahan, dan atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih. “ Selain itu, dia tidak dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu.

Pada saat melakukan sanggah, pelamar harus membawa kelengkapan, seperti izin pendirian atau pembukaan program studi dari perguruan tinggi (PT) ( H. Rizky Bani Adam )

tus 2012 sampai dengan 19 Mei 2016, dinyatakan terakreditasi sampai dengan 5 tahun sejak TMT pendirian PT atau pembukaan prodi tersebut. Untuk itu, pelamar yang PT atau prodinya termasuk dalam kategori ini, namun tidak bisa mendapatkan bukti akreditasi saat kelulusan dapat mengganti bukti akreditasi dengan Keputusan Menteri tentang Izin Pendirian PT atau Izin Pembukaan Prodi. Pihaknya sendiri akan memeriksa sanggahan dari pelamar selama tiga hari, terhi-

tung mulai Senin 16 Desember sampai dengan Rabu tanggal 18 Desember. Ia menambahkan, jumlah pelamar CPNS di Lobar hingga hari terakhir mencapai 4.261 orang. Terdapat delapan formasi kosong pelajar di antaranya, guru kelas SDN 1 Pelangan, SDN 7 Buwun Mas, SDN 10 Buwun Mas, SDN 11 Buwun Mas, dan SDN 2 Batu putih. Ditambah lagi, dua formasi dokter gigi di Puskesmas Pelangan dan Eyat Mayang serta Formasi Sanitarian di Puskesmas Sekotong.(her)

(Suara NTB/her)

TUNJUKKAN - Kapolres Lobar Bagus Satriyo Wibowo didampingi Kasatreskrim menunjukkan barang bukti ratusan batang kayu diduga hasil illegal logging.

Polisi Gagalkan Penyelundupan Kayu ’’Illegal Logging’’ Giri Menang (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil menggagalkan penyundupan ratusan batang kayu diduga hasil illegal logging yang hendak dikirim ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Senin (25/11) lalu. Ratusan batang kayu yang diduga diperoleh dari kawasan hutan lindung Mareje tersebut diamankan lantaran tak dilengkapi bukti dokumen. Selain barang bukti ratusan batang kayu, polisi juga mengamankan tiga terduga pelaku yang memasok kayu ilegal tersebut. Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo, SIK., didampingi Kasatreskrim AKP Priyo Suhartono dan jaja-

ran dalam jumpa pers di Bale Wartawan, Kamis (28/11) mengatakan penangkapan tiga pelaku inisial S, SI dan SD asal Lombok Tengah dan Sumbawa tersebut berawal dari kegiatan patroli yang dilakukan anggota Senin (25/11) lalu di sekitar Pelabuhan Lembar. Ketika patroli anggotanya menemukan kendaraan truk yang dicurigai membawa kayu. Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan ratusan batang kayu di dalam kendaraan.”Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan kurang lebih sekitar 600 batang kayu yang diduga tidak memiliki dokumen yang sah,” tegas dia. Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap

pemilik barang, pihaknya pun menduga kayu tersebut berasal dari kawasan hutan lindung. Di mana kawasan hutan yang menjadi lokasi penebangan kayu tersebut di daerah kawasan hutan lindung Mareje. Rencananya kayu tersebut akan dibawa ke pulau Bali. Atas hasil penyelidikan ini pihaknya pun langsung mengamankan pelaku ke Mapolres Lobar untuk diproses hukum lebih lanjut. Ketiga terduga pelaku pun telah ditetapkan menjadi tersangka. “Ketiga tersangka ini disangkakan pasal 12 huruf N junto pasal 87 ayat 1 huruf C junto pasal 83 ayat 1 huruf B Undang-undang Nomor 18 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan

dengan hukuman paling lama 5 tahun penjara,” jelas dia. Kasatreskrim polres AKP Priyo Suhartono menambahkan pelaku berupaya mengelabui aparat dengan menyimpan kayu di bawah tumpukan beberapa karung pupuk agar tidak terlihat aparat. Namun ketika dicek oleh anggota di bawah tumpukan karung itu ada ratusan ba-

tang kayu tersebut. Modus para pelaku, kata dia, mereka membeli kayu dari warga yang sebelumnya sudah menebang kayu di lokasi hutan lindung. Para pelaku pun mengumpulkan semua kayu untuk selanjutnya diangkut. Pihaknya kesulitan melacak warga yang menebang, sebab keterangan pelaku jumlahnya banyak.(her)

Mutasi Pejabat Loteng Direncanakan Akhir Tahun Praya (Suara NTB) Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT, berencana merombak susunan para pejabatnya dalam waktu dekat ini. Di mana ada lima pejabat eselon II yang direncanakan akan digeser ditambah sejumlah pejabat eselon III ke bawah. “Totalnya lebih dari seratus pejabat. Tapi yang eselon II ada sekitar lima orang yang akan digeser,” aku Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., usai memimpin peringatan Hari PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional ke 25 di lapangan Banteng Desa Kopang Kecamatan Kopang, Kamis (28/11).

Dikatakannya, pihaknya memang menargetkan mutasi pejabat digelar sebeluam akhir tahun. Mengingat, kalau sudak tahun 2020 mutasi baru digelar, prosesnya agar ribet, karena harus ada izin dan rekomendasi dari pemerintah pusat, karena tahun depan sudah terhitung sebagai tahun politik. Disinggung jabatan mana saja yang akan dirotasi, Suhaili enggan berkomentar. Yang jelas ada beberapa jabatan eselon II yang akan digeser sesuai hasil evaluasi sebelumnya. Selebihnya pejabat eselon III ke bawah. “Kalau eselon II ada

sekitar lima,” ujarnya. Terkait dua jabatan eselon II yang saat ini masih lowong, masing-masing jabatan Asisten I Setda Loteng serta Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Loteng, Suhaili menegaskan dipastikan tetap akan diisi. Bisa saja melalui mekanisme pergeseran pejabat ataupun melalui lelang jabatan. Pun demikian, walaupun ada pergeseran untuk mengisi jabatan yang lowong tersebut, tetap akan ada dua jabatan yang lowong, sehingga dipastikan akan ada lelang jabatan. (kir)

Bawaslu Mulai Rekrut Panwascam Praya ( Suara NTB) – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada 2020 mulai direkrut sejak tanggal 27 November. Ada proses seleksi yang berbeda pada rekrutmen kali ini yaitu pelamar akan menjalani tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menyiapkan lokasi tes CAT di SMPN 2 Praya. Ketua Bawaslu Loteng Abdul Hanan kepada Suara NTB, Kamis (28/11) mengatakan, para peserta nantinya diminta untuk menyiapkan

’’

Syarat khusus lainnya calon panwascam tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya lima tahun pada saat mendaftar,” terangnya. Yang perlu diingat juga calon anggota Panwascam disyaratkan tidak sedang atau tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR,DPD, dan DPRD, serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurang-kurangnya dalam jangka waktu lima tahun.

Abdul Hanan mengatakan, dalam proses seleksi Panwascam ini partisipasi masyarakat sangat diperlukan guna menjaring calon Panwascam yang profesional dan berintegritas melalui tanggapan masyarakat yang dapat di sampaikan kepada Bawaslu Loteng. Bawaslu Loteng akan menunggu masukan dari masyarakat karena hal itu menjadi bahan pertimbangan. Pasalnya Bawaslu kata Hanan tidak mengetahui semua rekam jejak para kandidat “Laporan disampaikan dengan bukti-bukti dan identitas pelapor. Jangan khawat-

ir karena kerahasiaan pelapor akan dijamin,” tegasnya. Adapun kriteria anggota Panwascam yang akan direkrut oleh Bawaslu yaitu mereka yang memiliki integritas dan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan. Karena itulah rekam jejak calon anggota Panwascam sangat diperhatikan untuk menghasilkan personel pengawas yang sesuai harapan. Total jumlah Panwascam Loteng yang akan direkrut untuk Pilkada 2020 sebanyak 36 orang. Di mana setiap kecamatan akan diisi oleh tiga orang anggota Panwascam.(ris)

(Suara NTB/ist)

DISTRIBUSI - Jajaran Polres Lobar turun membantu pendistribusian air bersih ke warga Dusun Belunsuk Desa Kuripan Timur, Kamis (28/11).

Beberapa Wilayah Masih Kekeringan

Polres Lobar Bantu Distribusikan Air Bersih Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah wilayah di Lombok Barat (Lobar) masih dilanda kekeringan, meski sudah mulai masuk musim hujan. Seperti beberapa daerah di Kecamatan Kuripan, Lembar dan Sekotong. Warga pun masih butuh distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk membantu Pemda Lobar mendistribusikan air bersih, Polres Lobar dari awal musim kemarau sampai saat ini terus melakukan distribusi air bersih. Seperti yang dilakukan Kamis (28/11), jajaran Polres Lobar mendistribusikan air ke wilayah Kuripan. “Kami distribusikan air bersih sebanyak 5000 liter ke Dusun Belunsuk, Desa Kuripan Timur Kecamatan Kuripan,” jelas KBO Binmas Polres Lobar Ipda Ahmad didampingi Brigadir Alimudin, Kamis (28/11). Menurutnya, sasaran pendistribusian air ini adalah ratusan masyarakat yang ada di

Dusun Belunsuk yang terdampak kemarau panjang. Menurut dia, warga setempat sejak beberapa bulan mengalami krisis air, sehingga mereka sangat membutuhkan air bersih. Sementara itu, Kasi Logistik pada BPBD Lobar H. Tohri mengatakan, beberapa desa masih dilanda kekeringan, meski sudah masuk musim hujan. “Ada dua desa memasukkan surat permohonan bantuan air karena masih dilanda kekeringan,” jelas dia. Hanya saja diakui, pendistribusian air dari BPBD sudah berhenti akibat tidak ada dana. Pihaknya pun berencana mengusulkan tambahan Bantuan Tak Terduga (BTT) dengan pertimbangan masih terjadi kekeringan. Selain itu dasar permohonan BTT adalah SK tanggap darurat kekeringan. Sebab SK tanggap darurat sudah berakhir tanggal 25 November lalu. “Kami akan mengusulkan perpanjangan. Tapi masih rencana,” imbuh dia. (her)


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

DPRD Sumbawa Wajibkan Penggunaan Pakaian Adat Sumbawa Besar (Suara NTB) Ada yang terlihat berbeda pada Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, dengan agenda penetapan APBD 2020, Kamis (28/11). Semua peserta rapat, baik itu Anggota DPRD Sumbawa, pimpinan Forkompimda hingga pimpinan OPD memakai baju adat Sumbawa. Ternyata, menurut Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, penggunaan pakaian adat mulai saat ini, diwajibkan pada setiap rapat paripurna di DPRD Sumbawa. Yang sebelumnya telah dispakati bersama untuk dimasukkan dalam tata tertib DPRD. Apalagi mengingat pengadaan untuk pakaian adat Sumbawa dilakukan setiap tahunnya. “Setiap tahun kita anggarkan untuk pengadaan pakaian adat Sumbawa ini. Kenapa tidak gunakan pada setiap agenda paripurna dewan,” terangnya. Selain tentunya, sambung Rafiq, untuk mendukung potensi budaya dan kearifan lokal Sumbawa. Sekaligus melestarikan pakaian adat daearah ini. “Kere Alang, Sapu dan atribut baju adat lainnya, perlu kita lestarikan bersama,”singkat Ketua DPC PDI P Sumbawa ini. (arn) PAKAIAN ADAT - Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq yang memakai pakaian adat usai memimpin rapat paripurna DPRD Sumbawa, Kamis (28/11). (Suara NTB/ist)

Sengketa Pilkades Tak Ganggu Pelantikan Taliwang (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbawa Barat, memastikan pelantikan Calon Kades (Cakades) terpilih tidak akan terganggu meski saat ini Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (PPKD) masih dalam proses sidang di PTUN Mataram. Jika mengacu ke jadwal yang sudah disepakati, pelantikan 23 Kades terpilih akan dilakukan tanggal 20 Desember mendatang. Apalagi saat ini hasil sidang sengketa Pilkades yang menolak gugatan para pemohon juga sudah tidak ada masalah lagi dan para calon juga menerima putusan itu. “Memang saat ini kita masih dalam tahap persidangan di PTUN Mataram terkait adanya gugatan dari mantan Kades Goa yang mempersoalkan tahapan seleksi Cakades. Dimana dirinya yang nota bene merupakan kades petahana dinyatakan tidak lolos di tahap seleksi tersebut. Terkait persoalan itu, kami sudah siapkan bukti-bukti terkait gugatan dimaksud dan yang jelas kami sudah sangat siap,” ujar Kadis PMD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Drs. Mulyadi M.Si kepada Suara NTB, Kamis (28/11). Dikatakannya, gugatan dari mantan Kepala Desa Goa, melalui Kuasa Hukumnya Abdul Wahab, SH dan Asosiasinya dari Mataram. Dimana dalam surat gugatan tersebut, mereka menilai ada kesalahan prosedur dalam penetapan Cakades Desa Goa, selain itu mereka juga menduga ada kesalahan substansi. Terkait dengan gugatan tersebut, pihaknya mengaku sudah siap dan proses persidangannya juga sudah dimulai beberapa minggu yang lalu. Tentu apa yang dipermasalahkan oleh Mantan kades, pihaknya menegaskan bahwa dalam penetapan Cakades sudah sesuai prosedur. Karena pada prinsipnya jika terjadi kesalahan di awal, maka tahapan berikutnya juga akan ada masalah nantinya tetapi ini hanya Cakades Goa saja yang mempermasalahkan hal itu. Kendati demikian, pihaknya tetap mengikuti upaya hukum yang dilakukan oleh Mantan Kades Goa dan tentu semua bukti sudah siap tinggal menunggu tahapan persidangan berikutnya. Proses persidangan tersebut juga dinyatakan tidak mengganggu tahapan pilkades selanjutnya yakni Pelantikan karena syaratnya sudah lengkap dan tidak ada masalah. “Pada intinya kami tetap akan mengikuti proses hukum yang diajukan mantan Kades Goa dan buktinya juga sudah kita siapkan. Proses persidangan ini juga tidak akan mengganggu tahap pelantikan Kades Terpilih di 23 desa,” pungkasnya. (Ils)

Komisi II Minta Pemerintah Segera Ajukan RIPARDA Taliwang (Suara NTB) Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta pemerintah daerah segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA). Permintaan ini adalah yang kesekian kalinya disuarakan Komisi II, mengingat Raperda tersebut dipandang penting sebagai payung hukum dan landasan stategis pemerintah dalam upaya mengembangkan pariwisata daerah. (Suara NTB/ist) “RIPARDA atau RIPDA itu Aheruddin selalu kami ingatkan itu penting disegerahkan. Tapi kok sekarang belum diusulkan juga,” sesal ketua Komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik, SE., ME kepada Suara NTB, Kamis (28/11). Aher mengaku, dirinya tak mengetahui secara persis alasan pemerintah batal mengajukan Raperda RIPARDA pada agenda pembahasan Raperda akhir tahun ini. Padahal dilihat dari sisi teknis dan lainnya, Raperda itu sudah sangat siap masuk dalam agenda pembahasan. “Setahu saya dokumen pendukung nya seperti Naskah Akademik (NA) sebagai syarat yuridis formalnya kan sudah jadi. Bahkan kajiannya sudah dilakukan melalui dinas terkait di tahun 2018. Jadi apalagi yang ditunggu, kok belum diajukan,” cetusnya. Menurutnya, Perda RIPARDA/RIPDA sesuai fungsinya akan menjadi pedoman pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan kepariwisataan daerah. Perda itu juga sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah di dalam peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur pariwisata daerah. “Yang penting juga RIPARDA itu bagian dari amanat Undang Undang 10/2009 tentang Kepariwisataan. Dan kita di daerah sudah selayaknya mengikuti itu,” tukas politisi Partai Keadilan Persatuan (PKP) Indonesia ini. Rasa sesal Komisi II, memang cukup beralasan. Pasalnya pada rencana agenda pembahasan Raperda akhir tahun ini Rapeda RIPARDA masuk dalam salah satu usulan pemerintah untuk dibahas. Seiring itu, DPRD KSB pun mengajukan Raperda inisiatif salah satunya Raperda tentang Desa Budaya dan Desa Pariwisata. “Perda RIPARDA ini masternya bagi Perda kepariwisataan lainnya. Jadi rasanya aneh misalnya RIPARDA-nya belum ada tapi ada Perda Desa Budaya dan Desa Wisata,” sambung Aher sapaan akrab Aheruddin. Selanjutnya Aheruddin menyatakan, desakan pihaknya agar pemerintah segera mengajukan Perda RIPARDA itu juga telah disurakan melalui Fraksi Nasdem Bintang Pembangunan Persatuan Indonesia (F-NBPPI). “Tadi di sidang paripurna pandangan fraksi secara khusus lewat fraksi kami sampaikan juga. Dan mudah-mudahan pemerintah paham terkait urgensi RIPARDA itu,” imbuhnya seraya menambahkan penyiapan regulasi berkaitan dengan pariwisata secara paripurna, merupakan bentuk keseriusan pemerintah mendukung sektor pariwisata daerah. (bug)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Rancangan APBD Sumbawa 2020 Ditetapkan Sumbawa Besar (Suara NTB) Setelah melalui pembahasan di Badan Anggaran yang cukup dinamis, Rapat Paripurna DPRD Sumbawa akhirnya menetapkan APBD 2020, Kamis (28/ 11). Berdasarkan Keputusan DPRD Sumbawa No. 22 tahun 2019, tentang Persetujuan Penetapan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 menjadi Perda. Total APBD Sumbawa tahun 2020 berjumlah Rp1.856.416.515.671,00. Dalam laporan Badan Anggaran DPRD Sumbawa melalui juru bicaranya, M. Faisal S.Ap, menyatakan mengawal Belanja Mandat (Mandatory Spending) yang dibebankan oleh pemerintah pusat untuk dapat dipenuhi. Diantaranya pada bidang kesehatan sebesar 10%, pada bidang pendidikan sebesar 20%, pada bidang infrastruktur 25% dan pada bidang pengawasan sebesar 0,75% dari APBD. Dalam proses penyesuaian dan pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memang menyita waktu, tenaga, pikiran dan perhatian yang maksimal yang bertujuan untuk mewujudkan postur APBD yang berkualitas dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Kemudian, memperhatikan memperhatikan perkembangan terakhir pembangunan di daerah, Badan Anggaran menyampaikan sejumlah beberapa usul saran. Diantaranya, terhadap Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri), diharapkan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang dicur-

igai dan berpotensi menimbulkan terjadinya konflik terutama menjelang pemilihan Kepala Daerah. Peran dan fungsi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Folum Lintas Etnis, serta forum lainnya, diharapkan agar terus dilakukan pembinaan untuk menjaga kondusivitas daerah. Badan Anggaran juga meminta kepada Inspektorat sebagai Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) untuk dapat mendorong terciptanya efektivitas birokrasi, produktivitas, integritas, dan mutu pelayanan publik. Terhadap Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), diharapkan melakukan pendataan terhadap bangunan yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang tersebar di seluruh kecamatan. Untuk selanjutnya diupayakan memiliki IMB. Kepada Dinas Pemadam Kebakaran, agar dapat berkerja sama dengan organisasi lain seperti PMI, dan Kepolisian dalam mengatasi berbagai bencana yang terjadi di Kabupaten Sumbawa. Terutama menyangkut masalah ketersediaan

Empat Calon Dirut Perusda Jalani Uji Kompetensi Taliwang (Suara NTB) Empat calon Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat (29/11) dijadwalkan menjalani uji kompetensi. Kegiatan uji kompetensi calon bos perusahaan plat merah Pemda KSB itu dilaksanakan di Mataram, tepatnya di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB. “Jumat mereka kita uji kompetensinya di Mataram,” kata Ketua Tim Seleksi (Timsel) Dirut Perusda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. H. Amry mengatakan, tim sengaja memilih lokasi ujian di BKD Provinsi NTB. Karena fasilitas ujiannya lebih lengkap termasuk instrumen-instrumen bahan uji yang dibutuhkan untuk mengetahui tingkat kompetensi masing-masing calon. “Di provinsi instrumen ujiannya banyak. Tidak saja untuk kepegawaian,” ujarnya. Menurut H. Amry, kompetensi yang akan diujikan kepada masing-masing calon Dirut Perusda sangat kompleks. Mulai dari kemampuan kepemimpinan, manajerial, pemecahan masalah, komunikasi dan kemampuan jaringan calon. “Ia (calon) harus punya semua kriteria itu. Karena memimpin perusahaan itu tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi ini perusahaan pemerintah ya,” papar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda KSB ini. Sebelumnya, keempat calon Dirut Perusda KSB itu telah dinyatakan, lolos syarat administrasi. Dijelaskan H. Amry, ada em-

(Suara NTB/ist)

H. Amry Rakhman pat tahapan ujian yang harus dilalui para calon sebelum akhirnya Timsel menetapkan tiga nama yang akan diajukan ke bupati. Selain administrasi dan uji kompetensi, tahapan berikutnya ada ujian penyusunan makalah dan presentasi. “Target kami minggu depan semua tahapan sudah selesai. Dan minggu kedua Desember tiga nama yang nilainya paling tinggi kami sudah ajukan ke bupati,” bebernya. Selanjutnya sebagai ketua Dewan Pengawas Perusda KSB, H. Amry mengungkapkan, siapa pun yang teepilih menahkodai Perusda akan mendapatkan tugas berat. Selama ini banyak PR (pekerjaan rumah) Perusda yang harus diselesaikan. Tidak saja pada bidang usahanya tetapi juga membenahi manajemen internalnya termasuk SDM-nya (sumber daya manusia). “Makanya kami di tim akan benar-benar memastikan bahwa yang diusulkan adalah yang terbaik,” janjinya. (bug)

(Suara NTB/ist)

PENETAPAN APBD - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah dan Pimpinan DPRD Sumbawa saat paripurna penetapan APBD 2020, Kamis (28/11). dan pendistribusian air bersih. Selain itu, Banggar juga memberikan masukan terhadap OPD OPD lainnya, termasuk perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Dengan mendorong beberapa sumber PAD yang sangat Potensial dilakukan Peningkatan target pendapatan seperti keberadaan Dermaga Labuhan Badas, Pajak dan Retribusi Parkir, Pajak Hotel dan restoran, Pajak Galian C. Begitu pula dorongan terhadap usaha yang dilakukan oleh Perusda Sabalong Samawa, agar berkolabo-

rasi program pembinaan UMKM dan Koperasi atau instansi terkait sehingga Perusda bisa menjadi bagian promotor utama pembangunan ekonomi Usaha mikro. Sementara Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam pendapat akhir Bupati, menyampaikan terhadap rencana pendapatan daerah, pihaknya memperhatikan saran pendapat Banggar dan Fraksi-Fraksi DPRD untuk terus membenahi pengelolaan pendapatan daerah. Terutama pada sektor pengelo-

laan PAD. Dengan melakukan perbaikan tata kelola pengelolaan PAD. Perjalanan proses pembahasan yang telah berlangsung selama ini begitu dinamis. Berbagai argumentasi, pendapat, saran, pertanyaan dan harapan juga diwarnai oleh kritik, saran, perdebatan dan interupsi. “Kami yakin, semua dinamika yang berlangsung sejatinya dilandasi oleh semangat kemitraan dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai fungsi kita masing-masing,” terangnya. (arn)

Lahan Dikapling, Tapi Investor Tak Beraktivitas Taliwang (Suara NTB) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ir. I. G. B. Sumbawanto M.Si, menyebutkan, hampir seluruh lahan di pinggir pantai sudah bersertifikat hak pakai investor tertentu. Tetapi yang sangat disayangkan, sampai dengan saat ini justru belum ada aktivitas pembangunan apapun yang dilakukan di lokasi sesuai izin yang mereka miliki. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena menghambat pertumbuhan investasi di bidang pariwisata. “Harus kita akui bahwa hampir semua lahan yang berada di pinggir pantai sudah bersertifikat investor tertentu tetapi mereka belum juga melakukan aktivitas usaha (broker). Persoalan ini tentu sangat disayangkan karena akan mengganggu pertumbuhan investasi di bidang pariwisata karena rerata investor yang berniat melakukan investasi serta memiliki modal tidak bisa masuk. Makanya saat ini kami tengah menggodok sebuah Perda terkait persoalan dimaksud sehingga ada kepastian bagi investor yang baru untuk melakukan aktivitas usaha,” terangnya, kepada Suara NTB, Kamis (28/11). Dikatakannya, didalam Perda tersebut nantinya akan mengatur batas waktu bagi para investor untuk segera melakukan aktivitas pembangunan. Jika dalam jangka waktu yang sudah ditentukan mere-

ka tidak kunjung melakukan aktivitas, maka Pemerintah berhak mengambil kembali tanah dimaksud untuk diberikan ke investor yang baru. Upaya ini dianggap paling jitu untuk menekan munculnya broker-broker tanah yang memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan lebih. Tentu tidak hanya lahan yang bersertifikat saja yang menjadi masalah. Aktivitas jual beli lahan ini juga menjadi atensi khusus dinas terkait. Pihaknya akan mengupayakan supaya Perda ini bisa rampung di awal tahun 2020 mendatang sehingga bisa langsung disikapi oleh Pemkab. Tentu sebelum dilakukan pengambilan secara paksa, pihaknya tetap akan mengupayakan sosialisasi kepada pemegang izin untuk segera melakukan aktivitas usaha sesuai izin yang dimiliki. Jika mereka tidak menggubris teguran dan seruan tersebut, baru akan diambil sanksi tegas. “Kami berharap Perda ini bisa rampung di awal tahun 2020 sehingga bisa langsung kita eksekusi nantinya. Tentu kami juga beeharap agar Investor bisa melakukan aktivitas usaha demi percepatan pembangunan sektor pariwisata di KSB,” ungkapnya. Disinggung mengenai alasan para investor ini belum melakukan aktivitas usaha bisa jadi karena pemegang sertifikat ini masih menunggu limpahan wisatawan dari Mandalika dan KLU. Karena

untuk saat ini dianggap sangat percuma dilakukan pembangunan, sementara dari segi bisnis belum menguntungkan bagi perusahaan. Bisa jadi pertimbangan inilah menjadi dasar sehingga mereka belum juga melakukan aktivitas pembangunan sama sekali. Meski demikian, keputusan menunggu limpahan sangat disayangkan, karena ada banyak yang tertarik untuk melakukan penanaman modal di lokasi yang sudah di sertifikatkan tersebut. Bahkan mereka bersedia merugi lebih dulu dengan melakukan pembangunan, tetapi karena sudah ada yang punya akhirnya mereka mundur. Selain masalah itu, ada salah satu investor yang enggan datang lagi ke KSB karena sudah diganggu oleh masyarakat setempat. Meskipun demikian, pihak terkait tidak akan pernah bosan untuk terus melakukan promosi destinasi wisata yang dimiliki. Dengan harapan bisa menjadi pelecut terus berkembangnya sektor pariwisata yang ada di KSB. “Memang banyak perusahan yang menunggu limpahan para wisatawan dan Mandalika dan KLU baru akan melakukan aktivitas pembangunan. Meskipun demikian, pola demikian sangat tidak baik karena akan mengganggu pertumbuhan investasi di masa-masa yang akan datang,” tandasnya. (ils)

Dinas Damkar Upayakan Keselamatan Kerja Petugas Terpenuhi Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengupayakan jaminan keselamatan kerja bagi petugas pemadam terpenuhi. Upaya ini, sebagai bentuk perlindungan bagi petugas, karena sangat rentan terjadinya kecelakaan saat pelaksanaan tugas di lapangan. Perlindungan ini akan diberikan kepada seluruh petugas damkar yang berjumlah 168 orang. Dalam hal ini Dinas Damkar setempat bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Tadi kita melaksanakan sosialisasi jaminan keselamatan kerja bagi teman-teman anggota Damkar. Dan kita bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa. Alhamdulillah, anggota sangat antusias, karena mereka sangat mengharapkan adanya jaminan keselamatan kerja. Di mana mereka berangkat kerja dan melaksanakan tugas tenang. Demiki-

an juga kembali ke rumah, ada jaminan lah apabila terjadi kecelakaan pada saat mereka melaksanakan tugas,” kata Kepala Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, Kamis (28/11). Diakuinya, dalam dua tahun ini petugas Damkar sebetulnya sudah mendapatkan jaminan keselamatan kerja dari asuransi swasta. Namun tahun ini pihaknya mencoba melihat program yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan. Di mana ada dua program yang ditawarkan yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Kedua program tersebut perbulannya dibayarkan Rp 11 ribu. Anggarannya sendiri akan ditanggung melalui APBD. “Kita punya anggota 169 yang tenaga honor, termasuk yang di kecamatan. Itulah yang kita coba mereka bisa masuk mendapat asuransi ketenagakerjaan,” terangnya. Selain mengupayakan jaminan keselamatan kerja, pihaknya juga mengupayakan

petugas Damkar dapat terakomodir BPJS Kesehatan. Hal ini sedang berproses dan diupayakan dapat terealisasi di Desember mendatang. “Kita juga sedang berusaha agar anggota mendapat jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Karena tahun kemarin belum ada ter-cover. Dari BPJS Kesehatan Alhamdulillah sedang diproses. Jadi dua jaminan untuk anggota ini, pertama jaminan dari BPJS kesehatan, kedua dari BPJS Ketenagakerjaan untuk kita lindungi mereka. Meskipun tidak kita inginkan adanya kejadian, tetapi apabila ada yang sakit dan mengalami kecelakaan karena karena melaksanakan tugas ada biaya yang sudah disiapkan untuk meringankan beban mereka. Untuk BPJS Kesehatan, Insya Allah Desember 2019 ini ter-cover,” tukasnya. Sementara, Sekretaris Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Zainal Arifin menambahkan, risiko kerja petugas damkar dalam pelaksanaan

(Suara NTB/ist)

Tata Kostara (kiri) dan Zainal Arifin tugas terlalu tinggi. Sehingga mereka harus mendapatkan perlidungan dari segi jaminan keselamatan kerja. Dimana dari beberapa program yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan, ada dua yang akan diberikan kepada anggota yakni jaminan keselamatan kerja dan kematian. “Kalau kecelakaan kerja, dia bisa langsung dilayani di

rumah sakit tanpa harus kita cari dulu uang talangan. Karena BPJS tenaga kerja sudah ada kerjasama dengan rumah sakit. Kalau program kematian, itu minimal anggota ada dapat santunan diatur BPJS. Tidak hanya karena kematian kecelakaan kerja, status pekerja kalau meninggal dapat dari situ. Itu kemudahan yang kita tawarkan,” tandasnya. (ind)


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Pelamar CPNS di Dompu Capai 7.088 Kepala bidang pengembangan pegawai BKDPSDM Kabupaten Dompu, Asraruddin, SH kepada Suara NTB, Kamis (28/11) kemarin mengungkapkan, sebanyak 7.088 orang pelamar yang mengajukan lamaran di formasi CPNS Kabupaten Dompu. Formasi ini langsung diverifikasi pi-

haknya dan hingga saat ini sudah sekitar 3.000 berkas lamaran diverifikasi. “Kita langsung verifikasi berkas lamaran. Untuk menghindari human error, kita juga libatkan tiga orang tenaga supervisi yang melakukan pengecekan berkas yang diverifikasi petugas,” katanya.

Diakui Asraruddin, kesesuaian jabatan yang dilamar dan kualifikasi pendidikan pelamar menjadi hal yang ndak bisa ditolerir bagi pelamar CPNS. Sementara untuk kelengkapan berkas seperti sertifikat pendidik bagi guru dan surat tanda registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan masih

bisa dimaklumi. Seperti STR yang sudah habis masa berlakunya, cukup dengan surat keterangan dalam proses perpanjangan dan lainnya. Ia pun mengaku, tetap mengkoordinasikan dengan pihak BKN regional Denpasar bila ada kejanggalan yang membuat pihaknya ragu dalam mengambil keputusan. Konsultasi tetap dilakukan untuk menghindari adanya masalah di kemudian hari. “Kita tidak ingin orang dinyatakan lulus bahan, kemudian tes dan dinyatakan lulus. Tapi begitu pemberkasan, ndak di-

terima di BKN,” ungkapnya. Kendati demikian, pelamar yang dinyatakan tidak lulus administrasi pada perekrutan CPNS tahun 2019 ini bisa melakukan sanggahan ke panitia. Kendati panitia telah secara hati-hati melakukan verifikasi, sebagai manusia bisa saja keliru. “Tanggal 12 Desember diumumkan yang lolos seleksi administrasi. Bagi yang ndak lolos diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan,” terangnya. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB dari proses verifikasi pelamar, banyak

yang dinyatakan tidak lolos terkait akreditasi kampus dan jurusan, tidak memiliki STR dan kualifikasi pendidikan. Selain itu, ada juga formasi yang tidak ada pelamarnya. “Seperti untuk Analis Kesehatan yang diminta S1-nya. Padahal pendidikan ini yang baru ada D4. Ini bukan usulan kita, karena yang kita kita usulkan itu D3 analis kesehatan,” kata Asraruddin beberapa waktu lalu. (ula) Asraruddin

(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) Pendaftaran CPNS tahun 2019 yang ditutup, Selasa (26/11) lalu di Kabupaten Dompu hanya diisi 7.088 pelamar dari 249 formasi yang dibuka. Berkas lamaran ini langsung diverifikasi petugas dan disupervisi untuk menghindari kekeliruan petugas. Pelamar yang dinyatakan tidak lolos mendapat kesempatan untuk melakukan sanggah.

Kurangi Risiko Konflik Jelang Pilkades, Hiburan Malam Ditiadakan

Indah Dhamayanti Putri

(Suara NTB/ind)

Belasan Korban HIV/AIDS di Sumbawa Meninggal Dunia Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejak tahun 2018 hingga Agustus 2019 tercatat sebanyak 34 penderita HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Sumbawa. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya sudah meninggal dunia. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid P2PL, Agung Riyadi membenarkan hal tersebut. Dipaparkannya, pada tahun 2018 lalu terdapat 24 kasus HIV/AIDS. Rinciannya 14 orang menderita HIV dan 10 orang menderita AIDS. Dari jumlah tersebut, 9 orang diantaranya meninggal dunia dan 5 orang hilang kontak atau tidak lagi datang ke sarana layanan selama satu tahun. Sehingga jumlah penderita HIV/AIDS yang ditangani hingga akhir 2018 sebanyak 10 orang. Kemudian di tahun 2019, ditemukan adanya 10 kasus HIV/AIDS. Diantaranya 3 orang menderita HIV dan 7 orang menderita AIDS. Dari 10 kasus yang ada, 4 orang diantaranya sudah meninggal dunia dan 2 orang lost kontak. “Sudah ada 13 yang meninggal dunia karena AIDS. Karena biasanya abai terhadap pengobatan. Kita pun tidak bisa memantau terus-menerus penderita untuk meminum obat,” ujarnya. Saat ini, kata Agung, tersisa 14 orang penderita HIV/AIDS yang sedang dilakukan penanganan. Para penderita ini, selalu rutin melakukan pengobatan dan tetap diberikan motivasi. “Yang kita tangani sekarang ini tersisa 14 orang. Terhadap 14 orang ini kondisinya baik, pengobatannya rutin. Selalu kita berikan motivasi,” terangnya. Dijelaskannya, HIV dengan AIDS berbeda, yakni HIV tidak memiliki gejala, sementara AIDS sudah terdapat gejala yang disebut infeksi oportunistik. Gejalanya seperti TBC, diare yang tidak sembuh-sembuh, dan jamuran di sekitar mulut. “HIV itu tidak bergejala. Kalau AIDS sudah muncul gejala yang disebut infeksi oportunistik. Seperti TBC, diare yang tidak sembuh-sembuh, jamuran di sekitar mulutnya. Kalau ada seperti itu, patut kita periksa HIV-nya terinfeksi atau tidak. Orang TBC patut kita periksa. Kalau ada laporan yang diarenya tidak sembuh padahal sudah diberikan obat, kita curigai jangan-jangan dia AIDS,” imbuhnya. HIV ini, lanjutnya tidak akan menular jika tidak melalui hubungan badan, jarum suntik dan transfusi darah serta organ. Dalam penanganan pengobatan yang dilakukan, selalu disertai dengan konseling dan memberikan motivasi kepada penderita. Di mana penderita diingatkan untuk tidak menularkan kepada orang lain. Selain itu juga diingatkan untuk tidak tertular penyakit dari orang lain, karena daya tahan tubuhnya mulai melemah. Kepada petugas kesehatan, pihaknya juga mengingatkan agar berhati-hati saat memberikan penanganan kesehatan. Harus menerapkan SOP kewaspadaan, supaya tidak tertular nantinya. Sedangkan kepada masyarakat agar menghindari seks bebas dan narkoba, karena merupakan pintu masuk bagi HIV. Begitupula masyarakat umum juga diminta untuk berhati-hati melakukan transfusi darah. (ind) Agung Riyadi

(Suara NTB/jun)

ARAHAN – Ketua TP4D Kejari Dompu, Ahmad Sulhan, saat memberi arahan pada agenda sosialisasi pemasangan pipa induk PDAM di Kantor Camat Dompu, Kamis (28/11).

Pelaksana Proyek Pipa PDAM Setujui Permintaan Warga Dompu (Suara NTB) – Penolakan Proyek pemasangan instalasi perpipaan PDAM oleh Dinas PU Kabupaten Dompu di Desa Oo, mulai mengerucut pada pemecahan masalahnya. Ditandai, dengan disetujuinya permintaan warga dan perangkat desa untuk perbaikan pipa air bersih mereka. Termasuk sosialisasi lanjutan di tingkat masyarakat terkait kehadiran proyek senilai Rp14 miliar tersebut. Kadis PU Kabupaten Dom-

pu, Ir. Abdul Muis dikonfirmasi Suara NTB usai menggelar sosialisasi di Kantor Camat Dompu, Kamis (28/11) menerangkan, setelah perdebatan cukup panjang terjadi akhirnya disepakati para pihak mulai dari pelaksana proyek, TP4D, perangkat desa dan perwakilan warga untuk terlebih dahulu memperbaiki kerusakan jaringan pipa di sejumlah titik. Baru kemudian disusul dengan penanaman pipa induk berukuran 20 inci yang

sebulan terakhir ini ditolak. “Untuk memenuhi hajat hidup orang banyak sekarang di daerah-daerah tertentu coba kita benahi sambil sosialisasi. Setelah itu dalam waktu yang tidak terlalu lama sesuai dengan kesepakatan kita akan mulai kerjakan (proyek penanaman pipa induk),” ungkapnya. Perbaikan beberapa titik jaringan yang rusak dan menghambat pendistribusian air bersih ke sejumlah dusun itu dipastikan secepatnya. Teta-

Bangun Kesadaran Masyarakat di Kawasan Wisata Dompu (Suara NTB) Kesadaran masyarakat khususnya di kawasan wisata sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang pariwisata di suatu daerah. Berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara di Lakey Huu Dompu sangat berkaitan dengan kenyamanan tamu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu pun berharap adanya sinergi semua pihak dalam membangun pariwisata, utamanya kesadaran masyarakat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H. Khairul Insan, SE, MM kepada Suara NTB beberapa waktu lalu mengakui, membangun kesadaran masyarakat terhadap pariwisata menjadi tanggungjawab besar. Tetapi tanggungjawab ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tapi harus melibatkan semua pihak. “Butuh sinergi semua pihak. Untuk membangun kesa-

(Suara NTB/ula)

H. Khairul Insan daran itu, kita selalu libatkan masyarakat di Lakey dalam beberapa kegiatan pelatihan yang dilakukan. Tapi memang membangun kesaran tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya. H. Khairul Insan pun mengaku, akan tetap bersinergi

dengan SKPD lain termasuk aparat TNI/Polri. Karena hingga saat ini, kasus pencurian masih dikeluhkan di kawasan wisata Lakey Dompu yang didapatinya laporan. “Ini menjadi tugas berat kita semua,” katanya. Terkait keluhan kenyamanan tamu mancanegara atas perlakuan jasa angkutan di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, H. Khairul Insan mengusulkan agar pihak Angkasa Pura selaku pengelola bandara dapat memisahkan kedatangan penumpang di bandara. Wisatawan mancanegara agar dapat melewati pintu VVIP, sehingga mencegah perlakuan kurang sopan dari jasa angkutan bandara. “Dengan memisahkan kedatangan penumpang, saya rasa dapat meminimalisir sikap kurang sopan jasa angkutan di bandara. Karena perlakuan mereka ini sering membuat kesan tidak baik bagi daerah wisata di Lakey,” ungkapnya. (ula)

Progres Pembangunan Dua Puskesmas di Dompu Membaik Dompu (Suara NTB) – Progres pembangunan Puskesmas Dompu Timur dan Soriutu, membaik jika dibanding sebelumnya. Bahkan, target 2-3 persen sehari untuk mengejar ketertinggalan tercapai setelah dilakukannya penambahan tenaga kerja dan pemenuhan material bangunan. Kondisi ini diharap mampu dipertahankan agar pengerjaan proyek tuntas sebelum batas kontrak 24 Desember mendatang. Ketua TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Ahmad Sulhan, SH, kepada Suara NTB, Kamis (28/11) menerangkan, setelah mengetahui progres pembangunan dua puskesmas ini tidak sesuai target, pihaknya bersama KPA dan kon-

sultan pengawas langsung mengevaluasi kontraktor. Hasilnya disepakati bahwa pelaksana bersedia menambah tenaga kerja dan memastikan material bangunan tersedia. “Setelah kita evaluasi dan sarankan untuk menambah tenaga dan jam kerja, Alhamdulillah progresnya sekarang sudah membaik,” ungkapnya. Di Puskesmas Dompu Timur, lanjut dia, dengan kendala terbatasnya jam kerja yang dialami kontraktor disikapinya dengan menambah jumlah pekerja. Terlebih mengelompokan mereka untuk fokus pada penyelesaian item-item pembangunan. Sementara Puskesmas Soriutu yang terhambat mandegnya pendistribusian material bangunan dari luar daerah, saat

ini sudah tersedia 100 persen. Bahkan persediaan tersebut diperkirakan cukup sampai penyelesaian proses pembangunan. “Jadi tinggal dipasang saja, kemudian di Oo juga tetap kita awasi agar mengejar pekerjaan supaya tidak tertinggal jauh lagi,” ujarnya. Jika melihat progres pembangunan dengan batas waktu kontrak yang tersisa saat ini, menurutnya, memang kecil kemungkinan untuk bisa tuntas tepat waktu. Tetapi minimal kontraktor bisa mengupayakan keterlambatannya 3-5 persen saja untuk item finishing bangunan. “Kalau itukan tidak masalah, tapi kalau pekerjaan pokoknya yang telat kan susah juga makanya terus kita awasi sekarang,” tandasnya. (jun)

pi ini hanya bersifat pembenahan bukan pembangunan baru. Sebab untuk peremajaan instalasi tersebut sudah masuk dalam perencanaan untuk dieksekusi 2020 mendatang. Disinggung apakah perbaikan tersebut menjamin tak adanya penolakan dikemudian hari. Abdul Muis, tidak berani memastikan. Apalagi peserta sosialisasi yang hadir sebagian besar dari perangkat desa yang notabene mendukung kegiatan tersebut. Meski demikian, dijelaskan dalam kondisi tertentu fungsi pemerintah ada dua. Yakni mengatur dan memaksa. “Kehadiran TP4D ini juga untuk memastikan urusan ini tidak boleh salah. Ini tetap jalan, tapi kan kita berusaha

untuk persuasif,” jelasnya. Menyangkut kekhawatiran warga akan berkurangnya volume air yang masuk ke lahan pertanian karena pipa induk yang terpasang cukup besar. Ditegaskannya, bahwa asumsi itu sangat keliru. Ia memastikan pemasangan pipa ini tak akan mempengaruhi debit air yang disaluran lewat irigasi pertanian. Semuanya akan tetap seperti sediakala karena yang menjadi sasaranya ialah perbaikan sistem untuk mengatur tekanan air di wilayah kota. “Kalau terjadi perubahan di alat ukur dari 100 liter atau dari 80 liter menjadi 120 misalnya bongkar semua pipa itu. Bila perlu laporkan saya secara hukum,” pungkasnya. (jun)

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Bima (Suara NTB) – Didi ini tidak menampik, 1234567890123456789012345678901212 Bakal Calon Bupati Bima Herman Alfa Edison telah 1234567890123456789012345678901212 petahana, Hj. Indah mengambil formulir pen1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Dhamayanti Putri, SE (IDP) daftaran ke Golkar beber1234567890123456789012345678901212 dikabarkan telah didekati apa waktu. Rencananya 1234567890123456789012345678901212 oleh kader PKS untuk maju formulir tersebut akan 1234567890123456789012345678901212 dalam Pilkada Kabupaten dikembalikan Senin awal 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Bima 2020 mendatang. Bah- pekan depan. “Pak Herman 1234567890123456789012345678901212 kan kabarnya, politisi berna- sendiri sudah mengambil 1234567890123456789012345678901212 ma H. Herman Alfa Edison formulir pendaftaran ke1234567890123456789012345678901212 (HAE) tersebut telah bebera- marin. Komunikasi tera1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 pa kali bertemu petinggi DPD khir dengan kita, akan 1234567890123456789012345678901212 Golkar Kabupaten Bima dan dikembalikan awal pekan 1234567890123456789012345678901212 Bupati petahana. ini,” ujarnya. 1234567890123456789012345678901212 Menjawab hal itu, KetIa mengaku, selain Her1234567890123456789012345678901212 ua Desk Pilkada Golkar man Alfa Edison ada juga 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Kabupaten Bima, M. Sid- figur atau nama lain yang 1234567890123456789012345678901212 ik SH, membantahnya, telah mengambil formulir 1234567890123456789012345678901212 karena sampai saat ini pendaftaran ke Golkar. 1234567890123456789012345678901212 nama Calon Wakil Bupati Seperti, Drs. H. Syafrudin 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 yang akan mendampingi H. M. Noer M.Pd, Drs. H. 1234567890123456789012345678901212 Ketua DPD II Partai Dahlan M. Noer dan Bupati 1234567890123456789012345678901212 Golkar itu belum dikanton- Petahana. “Hingga saat 1234567890123456789012345678901212 gi. “Itu tidak benar. Belum ada empat figur, termasuk 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ada pembahasan seperti Umi Dinda sendiri yang 1234567890123456789012345678901212 itu sampai sekarang,” kat- sudah mengambil formulir 1234567890123456789012345678901212 anya, Kamis (28/11). pendaftaran ke partai 1234567890123456789012345678901212 Pria yang akrab disapa Golkar,” katanya. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Didi menegaskan, semua 1234567890123456789012345678901212 figur bisa berpeluang menja1234567890123456789012345678901212 di calon wakil dari Bupati pe1234567890123456789012345678901212 tahana. Hal tersebut akan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ditentukan sesuai dengan 1234567890123456789012345678901212 tahapan dan mekanisme 1234567890123456789012345678901212 partai ke depan. “Nanti akan 1234567890123456789012345678901212 ditentukan. Mulai dari kap1234567890123456789012345678901212 asitasnya, track record hing1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ga yang lainnya,” katanya. 1234567890123456789012345678901212 Tidak hanya itu, Golkar 1234567890123456789012345678901212 juga tidak ingin buru-buru 1234567890123456789012345678901212 menyebutkan siapakah 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 figur yang akan men1234567890123456789012345678901212 dampingi Bupati 1234567890123456789012345678901212 petahana kedepan. 1234567890123456789012345678901212 Apakah dari kalangan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 politisi, birokrasi, 1234567890123456789012345678901212 akademisi, atau 1234567890123456789012345678901212 professional. “Ditung1234567890123456789012345678901212 gu saja waktunya. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Nanti akan ditahu 1234567890123456789012345678901212 sendiri siapa calon 1234567890123456789012345678901212 dari Umi Dinda,” 1234567890123456789012345678901212 pungkasnya. (uki) 1234567890123456789012345678901212 M. Sidik 1234567890123456789012345678901212

Pilkada Bima, Kader PKS Dekati Petahana

(Suara NTB/Uki)

(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, mengimbau warga terutama di Desa-desa yang akan mengelar Pilkades serentak bulan Desember mendatang, agar tidak menggelar hiburan malam. “Untuk mengurangi risiko konflik, hiburan malam akan ditiadakan sampai Pilkades serentak selesai,” katanya, Kamis (28/11). Menurutnya kondisi keamanan masyarakat sebelum dan pasca Pilkades harus jadi perhatian semua pihak terutama para Camat. Yakni dengan mendeteksi tingkat kerawanan yang menimbulkan konflik. “Camat juga harus mengantisipasi potensipotensi konflik dan gejolak menjelang Pilkades,” katanya. Selain itu lanjutnya, para Camat juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Memastikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang selama ini sebagai sumber masalah selesai ditetapkan. “Persoalan DPT harus bisa diselesaikan karena ini juga menjadi pemicu konflik yang terjadi saat Pilkades,” katanya. Dalam mengantisipasi dan meminimalisir potensi konflik yang muncul menjelang Pilkades, Ia meminta seluruh Camat, Kapolsek dan Koramil mengajak warga untuk melaksanakan doa dan dzikir bersama. “Camat harus mengajak warga Desanya yang akan menggelar Pilkades untuk menggelar doa dan dzikir bersama di masjid-mesjid,” katanya. Tidak hanya itu, Bupati menambahkan Calon Kades memiliki komitmen agar siap kalah dan menang. Mengingatkan para pendukung atau simpatisannya agar tidak terpancing dan saling memancing dalam persaingan yang tidak sehat. “Jika hal ini dilakukan, Kamtibmas sebelum dan sesudah Pilkades akan tetap kondusif dan selau terjaga,” ujarnya. (uki)


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

POLHUKAM

Halaman 8

Peta Koalisi Jelang Pilkada 2020

(Suara NTB/ndi)

DAFTAR - Politisi muda Golkar NTB, H. Baehaqi resmi mendaftar di penjaringan Partai Golkar Kota Mataram, sebagai bakal calon wakil walikota.

Baehaqi Mendaftar di Golkar Mataram (Suara NTB) Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi NTB, H. Baehaqi resmi mendaftar di penjaringan DPD II Partai Golkar Kota Mataram sebagai kandidat bakal calon Wakil Walikota Mataram, Kamis (28/11). Baehaqi diantar pendukung dan simpatisan berasal dari lintas agama. Dia menegaskan, komitmen dan kesungguhan untuk mengikuti proses dan mekanisme di internal Partai Golkar. “Kita ikuti proses,” katanya usai mendaftar. Dia mengatakan, dirinya mendaftar di Partai Golkar sebagai bakal calon wakil walikota. Ia realistis dengan keputusan tersebut. Dia tak menampik keputusan dirinya daftar di Partai Golkar sebagai balon wakil walikota sebagai upaya untuk mendekati Mohan Roliskana. Ia memastikan kesiapan dirinya untuk mendampingi Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, Mohan Roliskana di Pilkada. “Saya siap dampingi Pak Mohan,” tegasnya. Meski begitu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Golkar terkait siapa paket pasangan calon (paslon) akan didukung dan diusung di Pilkada. Pihaknya hanya mengikuti dan menjalani mekanisme penjaringan di parpol berlambang beringin tersebut. Sehingga nanti pada waktunya, lanjutnya, partai menentukan siapa paslon akan diusung di Pilkada. “Kita siap juga adu gagasan,” terangnya. Disinggung apa dirinya sudah jalani komunikasi Mohan Roliskana terkait kemungkinan dirinya berpasangan. Dia mengaku, tentu sebagai sesama kader Partai Golkar ia sudah jajaki dan jalin komunikasi. Hanya saja, pihaknya kembali menyerahkan itu semua kepada keputusan partai. “Dengan siapa kita berpasangan, Biarlah proses di partai yang tentukan,” tandasnya. Selain daftar di Partai Golkar, Baehaqi juga akan mendaftar di PAN dan PPP. Sehingga dipastikan dirinya akan berusaha maksimal meraih tiket dukungan tiga parpol tersebut. “Prinsipnya, kita ikhtiar raih dukungan Partai,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Mataram, Usman mengungkapkan, Baehaqi juga kandidat ketiga mendaftar resmi di penjaringan Partai Golkar Kota Mataram. Rencana penjaringan akan ditutup pada tanggal 30 November. “Usai penutupan penjaringan, nanti kita akan gelar penyampaian visi misi,” tegasnya. (ndi/*)

Manuver PDIP, PKS dan Gerindra Beri Efek Gentar

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa hari terakhir ini, tiga elite partai politik yakni, Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, Ketua BPD DPP Gerindra, Bambang Kristiono, dan Ketua Pemenangan Pilkada PKS yang juga Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah terus bermanuver jelang Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB. Terhitung sudah dua kali ketiga elit parpol tersebut melakukan pertemuan. Salah satu isi pembicaraannya adalah soal penjajakan arah koalisi mereka dalam menyambut Pilkada serentak 2020. Dari pertemuanpertemuan itulah tiga partai besar itu, yakni PDIP, Gerindra dan PKS menegaskan peluang menjalin koalisi dalam Pilkada makin mengerucut. Pertemuan yang dijalin ketiga partai tersebut, menurut pemerihati politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid, MA tidak bisa hanya dibaca sebagai pertemuan sebatas untuk merancang arah koalisi. Tetapi juga secara kaca mata politik, pertemuan tersebut pada saat yang bersamaan memberikan pesan politik kepada lawan politik yang akan saling berhadapan pada Pilkada serentak 2020. “Pertemuan itu juga ditujukan menjadi sebuah pesan poli-

tik kepada pihak lawan, dengan harapan bisa memberikan efek gentar. Sehingga jika ketiga parpol besar ini benar terjalin koalisi, maka ini tentu satu kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (28/11). Hal itu diakui oleh ketua BPD DPP Gerindra, H. Bambang Kristiono alias HBK. “Kita jajaki kesepakatan koalisi untuk Pilkada (di NTB). Calonnya nanti lah,” ujar HBK, dalam keterangan persnya usai pertemuan tersebut, Rabu (27/11) malam di Pendopo Gubernur NTB. Disampaikan HBK, pertemuan dari tiga elit partai tersebut merupakan tradisi baru untuk keterbukaan dan kewibawaan partai dalam berpolitik. Koalisi dibicarakan terbuka sehingga bisa meminimalisir dan mengubah stigma lama tentang partai politik. “Ini dilakukan karena PDIP, Gerindra dan PKS

ingin menciptakan Pilkada yang baik dan berjalan fair play di NTB ini,” kata HBK. Sebab, selama ini, dalam setiap pesta demokrasi selalu saja stigma soal mahar politik partai tertentu mencuat ke publik. “Gerindra setuju dengan koalisi ini. Intinya bagaimana memenangkan semua Pilkada dengan pola power sharing seperti ini,” tegas HBK. Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat menjelaskan, koalisi tiga partai ini tidak menutup pintu untuk partai lainnya bergabung. Tapi yang jelas, esensi koalisi ini adalah untuk memberikan keyakinan dan kepastian politik bagi para calon yang akan diusung. Apalagi, dalam beberapa Pilkada sebelumnya, partai tertentu dicap sebagai penjual janji manis dengan mahar tinggi. “Kesan itu yang ingin kita kikis. Saat ini kita sepakati di Pilka-

(Suara NTB/ist)

PERTEMUAN - Pertemuan tiga elit parpol, H. Rachmat Hidayat, HBK, dan Zulkieflimansyah didampingi istri masing-masing, Rabu (27/11) malam. Pertemuan tersebut juga membahas rencana koalisi ketiga partai di Pilkada serentak 2020. da Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Pulau Sumbawa belum, tapi akan ke arah sana juga,” tegasnya. Sementara itu, Zulkieflimansyah sendiri menyampaikan bahwa selalu ada keputusan yang baik dalam setiap silahturahmi yang dibangun. Ia tidak menampik jika pertemuan tersebut tidak sekedar silaturahmi belaka, namun juga ada pembic-

araan soal koalisi ketiga partai. “Iya, ada ke arah koalisi. Ya kita buat berpolitik ini menarik, santun, dan fair lah,” katanya. Meski membenarkan akan ada koalisi, namun Dr. Zul begitu Gubernur itu akrab disapa, juga masih enggan menyampaikan paket calon yang akan diusung. “Ini kan akan berkembang terus, berproses. Kita ikuti saja prosesnya,” katanya. (ndi)

Kasus Marching Band Dikbud NTB

Harga Pembanding Masih Jadi Ganjalan Mataram (Suara NTB) – Penanganan kasus korupsi pengadaan alat peraga kesenian marching band masih terganjal. Jaksa belum klik dengan berkas tersangka. Terutama dengan penguatan bukti modus korupsinya, yang terindikasi merugikan negara Rp702 juta itu. Aspidsus Kejati NTB Gunawan Wibisono menjelaskan, pihaknya mengembalikan lagi berkas ke penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. “Soal harga pembanding,” ucapnya dikonfirmasi Kamis (28/11) kemarin. Harga pembanding itu berkenaan dengan modus korupsi dalam kasus tersebut. yang mana diduga adanya penggelembungan harga item pengadaan di atas harga semestinya. Meskipun item dimaksud diadakan melalui e-catalog. Sementara yang mengeluarkan barang hanya satu penyedia. Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin menjelaskan, pihaknya sudah menerima pengembalian berkas tersebut, yang disertai dengan petunjuk kekurangan atau P-19. “Kita akan lengkapi lagi. Kita akan coba dengan hasil dari KPK, baik itu mengenai (harga) pembandingnya dan tracing asset-nya,” jelasnya saat ditemui terpisah di ruang kerjanya. Dalam kasus itu, penyidik menemukan indikasi penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) dengan spesifikasi barang yang sudah diatur. PPK dan rekanan diduga sudah kongkalikong sejak awal proyek itu direncanakan. Proyekpengadaanalatkesenian marching band dibagimenjadidua paket. Paket pertama untuk pengadaan di lima SMA Negeri dimenangi CV Embun Emas dengan penawaran Rp1,57 miliar. Paket proyek kedua ditender senilai Rp1,062 miliar. Paket kedua ini untuk pembagian ke empat SMA swasta. Pada tender paket kedua ini, CV Embun Emas memenangi tender dengan penawaran Rp982,43 juta. Mantan Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB Muhammad Irwin selaku PPK proyek Lalu Buntaran, Direktur CV Embun Emas, rekanan pemenang tender ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangka korupsi yang merugikan negara sebesar Rp702 juta, sesuai dengan hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB. (why)

APH Usut Laporan Dugaan Penyimpangan Proyek Pemda Giri Menang (Suara NTB) Aparat penegak hukum (APH) menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kasus penyimpangan sejumlah proyek Pemda tahun 2017-2018. Polres Lombok Barat menerima sedikitnya lima laporan masyarakat mengangkut beberapa proyek tersebut. Saat ini pihak polres tengah melakukan pendalaman terhadap sejumlah kasus tersebut. Selain menerima laporan sejumlah kasus tersebut, Polres juga mengintip sejumlah proyek tahun 2019 yang berpotensi mangkrak. Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono, Kamis (28/11) mengatakan pihaknya akan mengecek pelaksanaan proyek tahun 2017-2018 yang sudah dilaksanakan. Sebab, kata dia, ada beberapa laporan dari masyarakat terkait proyek-proyek Pemda tersebut. “Kami atensi proyek tahun 2017-2018, karena ada beberapa laporan masuk dari masyarakat terkait proyek Pemda. Lebih dari 2-3 laporan,” tegas Priyo. Dijelaskan lebih lanjut, laporan dari masyarakat ini masih ditelaah dulu. Seperti apa indikasi dari laporan tersebut. Termasuk pihaknya mengatensi pelaksanaan proyek tahun ini. Penangananya sendiri akan masuk rencana kerja tahun 2020 karena rencananya pihaknya akan mengecek terkait proyek yang sudah selesai tahun 2017-2018. “Kalau proyek tahun ini kan dilihat dulu, tergantung dari PHO-nya sampai kapan. Kalau masih masa perawatan maka kita belum bisa masuk,” imbuh dia. Pihaknya menunggu proses pengerjaan dulu baru bisa masuk. Meskipun kata dia, ada proyek-proyek berpotensi mangkrak dan ada proyek yang kualitasnya kurang bagus seperti dikeluhkan warga Mareje - Cendimanik. Pihaknya belum bisa masuk karena masih bisa dipelihara dan diperbaiki. “Kan itu masih masa pemeliharaan dan diperbaiki. Kta bisa masuk setelah enam bulan PHO,’’ katanya. Seperti diketahui, delapan proyek di Lombok Barat berpotensi mangkrak. Delapan proyek ini kata Kadis Kesehatan Hj Made Ambaryati, antara lain proyek Puskesmas Pelangan, Eyat Mayang, Gerung, Sigerongan, Gunungsari, Meninting dan perumahan dokter. “Proyek ini deviasinya negatif (tak mencapai target) 30 persen, karena berpotensi diputus kontrak,” tegas dia. Pihaknya sendiri bisa mengusulkan putus kontrak hingga blacklist rekanan jika deviasinya tinggi dan hingga akhir tahun rekanan tidak bisa menyelesaikan proyek tersebut. (her)

(Suara NTB/why)

SUAP - Suasana persidangan pemeriksaan saksi kasus suap Rp1,2 miliar dengan terdakwa mantan Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Kasus Suap Rp1,2 Miliar Imigrasi Mataram

KPK Pertimbangkan Pasal Menghalangi Penyidikan Mataram (Suara NTB) – Fakta baru kasus suap Rp1,2 miliar Imigrasi Mataram terungkap di persidangan. Tiga orang saksi, bersekongkol mencuri barang bukti koper biru berisi uang tunai. Padahal, koper itu berada di dalam rumah yang sudah disegel KPK 27 Mei lalu. Koper biru itu berisi uang yang isinya uang suap yang diterima terdakwa mantan Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie. Saksi menerangkan isinya Rp75 juta. sementara Kurniadie mengakui isinya Rp200 juta. Jaksa penuntut umum KPK Taufiq Ibnugroho menjelaskan, dalam hal tersebut pihaknya menganalisa unsur pelanggaran

pasal 21 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Untuk yang itu kan memang terungkap di persidangan. Saksi-saksi mengakui. Untuk yang terkait pasal 21 kita akan dalami,” ujar Taufiq saat berbincang dengan wartawan ditemui usai persidangan di Mataram, kemarin. Pasal 21 UU Tipikor menjelaskan tentang pidana bagi yang menghalangi penyidikan dan pemeriksaan di persidangan. intinya berbunyi, ”Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan,

penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta”. Berkat perusakan barang bukti itu, kini masih ada selisih nilai suap yang dibuktikan di persidangan yakni tiga saksi, Kasubbag TU Imigrasi Mataram Deny Chrisdian, Kasi Lantaskim Imigrasi Mataram Rachmat Gunawan, dan ajudan Kurniadie, Hamdi membagi uang di dalam koper dengan masing-masing

Pilihan Makmur dan Farly Lewat Jalur Parpol Sangat Realistis Mataram (Suara NTB) – Dua Bakal Calon Walikota Mataram yang yakni H. L. Makmur Said dan H. Rohman Farly akhirnya mengurungkan niatnya untuk maju pada Pilwalkot Mataram 2020 lewat jalur independen. Mereka beralih ke jalur dukungan partai politik, setelah keduanya sama-sama mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi bakal calon kepala daerah di sejumlah partai politik. Diketahui kedua figur tersebut telah mulai bergerak selama beberapa bulan, untuk mengumpulkan dukungan dari masyarakat dengan bukti dukungan salinan KTP, yang akan dibawa ke KPU sebagai syarat untuk mendaftar menjadi peserta Pilwakot Mataram 2020. Namun kedua figur tersebut memutuskan untuk mengurungkan langkah mereka maju bertarung dari jalur independen. Melihat fenomena politik tersebut, pemerhati politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid, MA, kepada Suara NTB, mengatakan pada dasarnya kans jalur dukungan independen sangat memungkinkan bisa mengantarkan seseorang untuk menjadi calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2020 mendatang. Pasalnya NTB memiliki pengalaman

(Suara NTB/ndi)

Ihsan Hamid telah meloloskan calon independen, bahkan berhasil memenangkan Pilkada dan terpilih sebagai kepala daerah. “Calon Independen di NTB sudah pernah berhasil, contoh Ali BD di Lombok Timur, dia berhasil maju dan menang jadi Kepala daerah. Bahkan pada Pilgub 2018 lalu, dengan jangkauan yang lebih luas, calon independen juga berhasil lolos menjadi peserta Pilkada di KPU,” ujarnya, Kamis (28/11). Akan tetapi khusus untuk di Pilwalkot Mataram ia melihat calon independen akan cukup berat untuk bisa lolos.

Pasalnya karakteristik pemilih di Mataram sangat berbeda kondisinya dengan daerah Kabupaten lain di NTB. Dengan tingkat rasionalitas dan juga mobilitas pemilih di Kota Mataram diatas rata-rata daerah lain di NTB, akan cukup menyulitkan calon independen mendapatkan dukungan. Berbeda halnya di daerah-daerah lain, di mana mobilisasi dukungan relatif lebih mudah. Karena itu, pilihan dan keputusan Makmur Said dengan Rohman Farly untuk banting setir ke jalur parpol menurut Ihsan merupakan sebuah keputusan politik yang sangat realistis. Sebab mengumpulkan dukungan masyarakat sebesar 8,5 persen dari total jumlah DPT Kota Mataram tidak mudah dilakukan. Lebih-lebih setelah memasuki tahapan verifikasi faktual. Berkaca dari pengalaman Pilgub NTB 2018 lalu, dimana dari total dukungan yang diserahkan Ali BD sebagai calon independen ke KPU. Dukungan yang berasal Kota Mataram diketahui paling banyak dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KPU dibandingkan dukungan yang dia serahkan dari daerah lain. “Karena itu, ini keputusan politik yang realistis,” katanya. (ndi)

mendapat Rp25 juta. Dalam persidangan terungkap, koper tersebut diambil Hamdi dengan cara diam-diam dari dalam rumah Dinas Kakanim Mataram. Awalnya, dia mendapat perintah langsung dari Kurniadie. Atas perintah itu, Hamdi lalu meminta izin ke Deny. Deny lantas memanggil Gunawan dan Rachmat. Mereka tinggal di kompleks rumah dinas yang sama. Hamdi lalu melompati pagar rumah Dinas Kurniadie yang sudah disegel KPK. Setelah koper tersebut diamankan, Hamdi langsung membawanya ke rumah Dinas Deny yang menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kantor

Imigrasi Mataram. Deny membuka koper di dalam rumah dinasnya. Tak berselang lama, Deny keluar dan memberi Hamdi uang Rp5 juta. Keesokan harinya, Hamdi dapat tambahan lagi Rp20 juta. Sementara Deny mengambil langsung tunai. Deny lalu mengirimi Rachmat lewat transfer rekening totalnya Rp25 juta. Dari kasus itu, jaksa penuntut umum KPK menemukan uang suap dari Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia, Liliana Hidayat kepada Kurniadie sebesar Rp1,2 miliar. Uang disetor tunai sebanyak tiga tahap, yakni Rp725 juta, RP473 juta, dan Rp2 juta. (why)

Sejumlah Figur Muncul

Mohan Nilai Perkaya Demokrasi di Mataram Mataram (Suara NTB) – Pertarungan politik pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mataram pada Pilkada 2020 mendatang dipastikan bakal memanas. Sejumlah figur mulai bermunculan. Partai politik dipastikan mulai mengkalkulasi figur mana yang akan diusung pada kontestasi lima tahunan tersebut. Sejauh ini, nama - nama yang mulai muncul untuk bertarung di Kota Mataram yakni, Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, H. Badruttaman Ahda, mantan Sekda Kota Mataram, Ir. H.L.Makmur Said, Pengurus Partai Golkar NTB, H. Baehaqi, Sekretaris PBNW H. Irzani, Ketua MUI Kota Mataram, TGH. Abdul Manan, H. Rohman Farly dan Haifa Akbar. Banyaknya figur yang ingin bertarung, dikatakan Mohan akan lebih bagus. Artinya, masyarakat semakin banyak pilihan untuk memilih calon pemimpin mereka. Hal ini juga akan memperkaya masyarakar untuk menghasilkan iklim demokrasi yang sehat dan terbuka. Partai politik pun bisa merekrut bakal calon yang diusung secara transparan.

“Saya kira ini bagus. Semakin banyak bakal calon masyarakat lebih kaya memilih pemimpinnya,” terangnya Kamis (28/11). Pesta demokrasi 2020 mendatang, Mohan harus mempersiapkan diri. Langkah pertamanya mendaftar ke partai politik. Ikhtiar ini telah dijalani dengan mendaftar di Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. Dalam waktu dekat ini juga dipersiapkan berkas untuk mendaftar di Partai Amanat Nasional. Dikatakandirinyamendaftarke partai politik tak ansih melihat jumlah kursi di parlemen. Sebab, modal kursi yang dimiliki Partai Golkar sudah cukup untuk mengusung calon. Mohan lebih melihat visi atau semangat dari partai. “Kalau ada partai yang tidak mengusung kader sendiri. Ada peluang kita untuk diusung,” tandasnya. Peluang membangun koalisi gemuk bisa saja dilakukan. Tergantung dari perkembangan atau dinamika politik ke depannya. Parpol yang dipilih pun sepanjang memiliki kesepahaman untuk membangunkesejahteraanmasyarakatdan memberikanliterasipolitiksehatdinilai sebagai momentum yang baik. Ditanya kriteria pendamping yang akan dipilih? Mohan menjawab belum berpikir ke arah menentukan bakal calon pendamping. Dia lebih mempersiapkan diri dulu dengan melamar ke partai politik. (cem)


SUARA LIPUTAN NTBKHUSUS

Jumat, 29 November 2019

Halaman 9

Konsumsi Premium di NTB Melebihi Kuota (Suara NTB/ndi)

FOTO BERSAMA - Dosen pengampu mata kuliah entrepreneurship, Hesti Rahayu foto bersama dengan mahasiswa di sela-sela praktik kewirausahaan, Kamis (28/11).

Cetak Entrepreneurship Muda

Fisipol UMMAT Tanamkan Jiwa Kewirausahaan kepada Mahasiswa Mataram (Suara NTB) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIF) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memberikan praktik lapangan kewirausahaan kepada mahasiswanya. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sehingga lulusan-lulusannya dapat berhasil menjadi entrepreneur muda. Praktik kewirausahaan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa yang mengambil mata kuliah entrepreneurship pada semester III program studi Ilmu Pemerintahan. Dosen pengampu mata kuliah entrepreneurship, Hesti Rahayu kepada Suara NTB, Kamis (28/11) menyampaikan bahwa, pihak kampus tidak saja hanya memberikan teori kepada mahasiswa, namun juga perlu dilengkapi dengan praktik lapangan. ‘’Untuk mendekatkan teori dibutuhkan kerja lapangan. Sehingga mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut mempraktikkan teori yang ada dengan realita lapangan dengan membuka lapak usaha kecil untuk mewujudkan ide dan gagasan,’’ terang Hesti. Lebih lanjut disampaikan mantan Komisioner KPU Provinsi NTB itu, adapun tujuan dari praktik lapangan kewirausahaan itu untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa merumuskan tujuan mengelola usaha, memotivasi diri, mengeluarkan ide, dan pengalamannya. Kemudian mendorong terciptanya jiwa kewirausahaan sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi diri dan orang lain. ‘’Kita harapkan mahasiswa mampu menggali potensi diri, kelemahan, ancaman dan peluang yang ada. Kemudian mampu menangkap ide dan peluang dengan kombinasi inovasi. Serta berani memulai usaha baru dengan memilih usaha yang tepat dengan strategi yang tepat. Untuk itu diperlukan kerja nyata untuk diimplementasikan,’’ ujarnya. Kegiatan praktik kewirausahaan tersebut diikuti oleh sembilan kelompok yang menawarkan berbagai produk makanan, minuman dan jasa yang berasal dari ide dan gagasan dari mereka sendiri. Kegiatan kewirausahaan tersebut berlangsung dengan sangat antusias dan berbagai produk jualan yang mereka tawarkan ludes habis terjual. ‘’Harapan kita dengan memberikan pengalaman seperti ini membuat mahasiswa termotivasi untuk dapat menjadi entrepreneurship muda,’’ tegas Hesti. Sementara itu, Dekan Fisipol UMMAT, Dr. M. Ali, M. Si dalam pengarahannya menyampaikan bahwa dengan mengikuti praktik lapangan pada mata kuliah entrepreneurship yang diikuti, nantinya mahasiswa dapat membuka peluang kerja sendiri dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya kepada masyarakat, katanya. (ndi/*)

Keterbukaan Informasi akan Menumbuhkan Kepercayaan Publik Mataram (Suara NTB) Membangun kepercayaan publik adalah kebutuhan. Dan keterbukaan informasi publik melalui predikat badan publik informatif adalah salah satu media untuk menumbuhkan percayaan masyarakat kepada pemerintah sebagai badan publik. Oleh sebab itu, mempertahankan predikat badan publik informatif adalah kerja sepanjang waktu. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat acara penganugerahan keterbukaan informasi publik Komisi Informasi NTB, Tingkat Provinsi NTB (Suara NTB/ist) Tahun 2019 di Mataram, Hj Sitti Rohmi Djalilah Kamis (28/11). ‘’Anugerah yang diterima badan publik hari ini bukan penghargaan abadi. Bagi badan publik yang belum meraih predikat tertinggi harus meningkatkan pelayanan informasinya dan bagi yang sudah informatif harus tetap dipertahankan di tahun tahun berikutnya,’’ ujar Wagub. Ditambahkannya, informasi yang terbuka justru akan menghasilkan feedback yang baik bagi OPD bersangkutan. Membangun kepercayaan dengan jujur dan komunikatif di era informasi apalagi didukung dengan teknologi menjadikan pemerintah dekat dengan masyarakat. ‘’Ditambah dengan gaya kepemimpinan yang memang terbuka seperti Gubernur Zul memudahkan pemerintah mengomunikasikan programprogram agar mudah dimengerti sehingga nantinya mendapat dukungan dan partisipasi semua pihak,’’ ujarnya. Tiga predikat bagi badan publik yakni informatif, menuju informatif dan partisipatif diraih masing masing untuk badan publik vertikal yakni KPU NTB dengan predikat Informatif , BPK RI NTB, BPKP NTB dan Pengadilan Tinggi Agama Mataram dengan predikat Menuju Informatif. Sedangkan kategori kabupaten/ kota berurutan diterima kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram dengan predikat Informatif. Sedangkan Kabupaten Sumbawa Barat, kabupaten Lombok Tengah serta kota Bima dengan predikat Menuju Informatif. Untuk organisasi perangkat daerah diterima berurutan, Humas Setda Provinsi, RSUD NTB dan Bappeda dengan predikat Informatif. Sementara, RSJ Mutiara Sukma, Dinas Perhubungan NTB dan BPSDMD NTB dengan predikat Menuju Informatif. Sedangkan predikat Partisipatif diraih .PT Jamkrida NTB Bersaing. Anugerah badan publik informatif diserahkan langsung Wagub didampingi, Plt. Kadis Kominfotik NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH dan Ketua KI NTB, Hendriadi. Sedang penghargaan untuk badan Publik Menuju informatif diserahkan Ketua KI NTB, Hendriadi didampingi seluruh komisiner dan Badan Publik Partisipatif diserahkan Plt.Kadis Kominfotik NTB Gde Putu Aryadi. Meski indeks keterbukaan badan publik di NTB dinilai KI NTB naik, namun Wagub berharap seluruh badan publik di NTB dapat mengikuti capaian NTB yang secara nasional meraih predikat tertinggi yakni informatif, bersama tujuh provinsi dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Wagub berharap capaian itu dapat didukung hingga ke level badan publik terbawah untuk kemajuan daerah. (r)

Mataram ( Suara NTB) Konsumsi premium JBKP atau Jenis BBM Khusus Penugasan di wilayah Provinsi NTB melebihi kuota. Berdasarkan data, kuota premium sampai Oktober 2019 sebesar 280.692 KL, namun realisasi penyaluran sudah mencapai angka 309.086 KL (110,1%). Adapun total kuota premium sampai akhir tahun 2019 sebesar 337.015 KL untuk 10 kabupaten/kota di NTB. Sales Branch Manager I Pertamina NTB Arya Aditya kepada Suara NTB usai melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Gubernur NTB, Kamis (28/11) mengatakan, meskipun konsumsi premium sudah melebihi kuota, namun Pertamina tetap menyalurkan BBM subsidi tersebut untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat. Tidak hanya premium, konsumsi minyak solar/ bio solar juga telah melebihi kuota. Di mana kuota penyaluran sampai Oktober 2019 sebesar 124.275 KL, namun sudah terealisasi sebesar 141.268 KL (113,7%). ”Pada dasarnya kami selaku yang diberikan penugasan untuk menyalurkan JBKP dan

JBT (Jenis Bahan Bakar Tertentu) akan melayani kebutuhan masyarakat. Tidak mungkin dengan kondisi sekarang yang sudah over kemudian kita setop, itu tidak mungkin. Karena pelayanan masyarakat itu yang paling utama buat kami di Pertamina,” terang Arya. Ia mengatakan,habisnya kuota bahan bakar JBK dan

JBKP yang diberikan oleh BPH Migas lantaran kebutuhan masyarakat di tahun 2019 cukup tinggi. Misalnya di tahun ini ada agenda Pemilu yang membutuhkan BBM yang cukup untuk mobilitas. Juga agendaagenda sosial lainnya yang harus didukung dengan ketersediaan energi yang cukup. Sementara itu dari kegiatan FGD tersebut disepakati usulan kuota tahun 2020 baik untuk premium JBKP maupun bio solar PSO. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusuma, MH mengatakan, pihaknya sudah menyepakati usulan kuota

premium tahun 2020 sebanyak 407.001 KL dan biosolar PSO sebanyak 185.529 KL. Angka usulan ini muncul dengan pertimbangan bahwa ratarata kekuarangan atas kuota yang ditetapkan tahun 2019 sebesar 10 persen untuk masingmasing JBKP dan JBT se Provinsi NTB. Selain itu, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan sebesar 5 persen dan inflasi 3 hingga 4 persen. “Adanya penambahan kendaraan baru, sehingga konsumsi meningkat sejalan dengan pertumbuhan pariwisata 2020-2021 khususnya di Pulau Lombok,” terangnya. (ris)

(Suara NTB/dys)

JUARA - Tim Morikai yang diinisiasi para pemuda asal Kabupaten Dompu akhirnya keluar sebagai juara pertama pada ajang bergengsi ini.

Gagas Olahan Daun Kelor

Pemuda Dompu Juara ’’Social Entrepreneur Model Innovathon’’ SEBANYAK 66 calon peserta mendaftar secara online ikut kegiatan kompetisi dan pelatihan Social Entrepreneur Model Innovathon 2019 yang yang digelar Transform dan SNV yang berlangsung sejak tanggal 26-28 November. Ketua Panitia Mukhtar Sakra Mukti, menyebut dari jumlah 66 itu, berdasarkan hasil seleksi mengerucut menjadi 27 kelompok sesuai dengan kriteria dan gagasan yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap kelompok sebut Mukhtar, diisi sebanyak 2 orang. Sehingga keseluruhan target peserta sebanyak 54 orang yang berasal dari NTB dan luar NTB. Tim Morikai yang diinisiasi para pemuda asal Kabupaten Dompu akhirnya keluar sebagai juara pertama pada ajang bergengsi ini. Tim Morikai dalam paparan saat persentase memperkenalkan berbagai olahan daun kelor menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Misalnya menjadi teh, krim dan lain sebagainya. Di samping bahan

baku melimpah yang bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar. Gagasan dan inovasi yang dipresentasikan Tim Morikai dinilai sangat bagus oleh tim juri nasional yang berpengalaman dalam penjurian kegiatan kewirausahaan sosial di Indonesia. ‘’Ke depan kalau ada pendampingan lebih lnjut kita sudah petakan datanya. Termasuk memberikan kesempatan bagi pada kompetisi selanjutnya untuk sharing pengalaman,’’ terangnya. Sementara itu salah satu Tim Juri Nasional Yuni Setyaningsih, menyebutkan bahwa ada empat indikator yang dinilai pada para peserta. Di antaranya ialah gagasan yang mereka memiliki dampak sosial bagi masyarakat luas. Selain itu, gagasannya unik dan original, mampu diimplementasikan, dan mampu mempresentasikan. Dikatakan Yuni bahwa kompetisi ini masih tergolong baru. Sehingga pada awalnya sempat ragu menggelar kegiatan ini di NTB. Dia menyebut kompetisi

yang melibatkan banyak pihak ini di luar ekspektasi kami. “Karena awalnya kami maju mundur banyak startup nggak ya, ternyata banyak yang daftar baik dari luar NTB. Tapi memang kita prioritaskan untuk NTB,” ujarnya. Selama kompetisi berlangsung, pihaknya kagum dengan talenta yang dimiliki para pemuda NTB. Ide dan gagasannya luar biasa. ‘’Luar biasa gagasan pemuda pemudi NTB adalah out of the box tim nutriology. Dia mengeluarkan produk mie clarisa, mie berbahan dasar lele untuk membantu ibu hamil yang terkena anemia. Biasanya ibu hamil tidak makan mi. Inovatif sekali tidak ada yang seperti itu, salah satu contohnya,’’ jelasnya. Secara umum dia berpendapat jika potensi yang dimiliki anak muda NTB tidak kalah dengan pemuda luar. Hanya saja mereka butuh akses jaringan dan kesempatan yang luas. ‘’Setelah menyelenggarakan ini pemuda NTB sangat

Pengurus WHDI ’’Mesimakrama’’ ke Istri Gubernur NTB Mataram (Suara NTB) Pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia ( WHDI) Provinsi NTB, mesimakrama (silaturahmi) dengan Istri Gubernur NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkieflimansyah, SE.M.Sc, selaku Sesepuh Organisasi Wanita Provinsi NTB, Kamis (28/11) kemarin. Silaturahmi sekaligus audiensi dipimpin Ketua WHDI NTB NM. Erika RG., MPH, dilakukan dalam rangka memohon kesediaan Hj. Niken untuk hadir membuka acara Musyawarah Provinsi ( Musprov) V WHDI Provinsi NTB, sekaligus memberikan sambutan, Jumat (29/11) hari ini. Musprov V WHDI NTB akan dilaksanakan di Aula Universitas Mahasaraswati Mataram. Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB ini menyambut kami dengan sangat ramah dan terbuka. Dalam silaturahmi itu, mereka berbincang seputar kegiatan Wanita Hindu di NTB. Dijelaskan Ketua WHDI NTB bahwa saat ini, di NTB telah terbentuk kepengurusan WHDI dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan. Untuk kabupaten/kota ada delapan kepengurusan. Meliputi, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu , Bima dan KLU.

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Pengurus WHDI Provinsi NTB foto bersama dengan Ketua PT PP NTB yang juga sesepuh Organisasi Wanita NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkieflimansyah disela-sela simakrama, Kamis kemarin. Sedangkan pada tingkat kecamatan ada enam, di bawah naungan Kota Mataram dan 10 kepengurusan di bawah naungan WHDI Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dilaksanakan selain menyiapkan urusan ritual keagamaan juga ada kegiatan senam sehat. Kemudian yoga, kidung, menabuh gamelan, tari, penyuluhan germas dan stunting, juga menyelenggarakan PAUD dan TK, serta beberapa acara seminar dan ceramah untuk meningkatkan pengetahuan para anggota. Dengan cara bekerjasama dengan organisasi dan instansi

terkait lainnya. Baik yang bersifat internal maupun lintas agama dan lintas sektoral sebagai bagian yang utuh dalam kiprah WHDI turut serta membangun perempuan di NTB. Acara yang berlangsung kurang lebih 60 menit ini berlangsung cukup akrab. Dan diakhiri dengan foto bersama. Tahun 2019. Mendampingi Ketua WHDI dalam silaturahmi itu, IAM. Eka Januarini, selaku Ketua Steering Committee Musprov V WHDI NTB. Kemudian para ketua bidang, dan perwakilan pengurus dari Lombok Barat dan Kota Mataram. (r)

luar biasa. Tidak jomplang dengan anak muda luar, talentanya sama. Anak anak muda ini bertalenta, mereka butuh kesempatan untuk diberikan pelatihan dan jejaring. Kalau kesempatan mere-

ka sama dengan startup di luar daerah mereka bisa bersaing. Kita ingin ajak kolaborasi, kita hubungkan dengan investor dan pihak-pihak yang ingin berkolaborasi dengan mereka,’’ ujarnya. (dys)


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

PENDIDIKAN

Halaman 10

Rencana Penghapusan UN Didukung Program Sekolah Cerdas SMPN 18 Mataram meluncurkan program sekolah cerdas setelah peringatan hari guru nasional lalu. Program tersebut membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga bisa memberikan hasil nyata. Kepala SMPN 18 Mataram, H. Lalu Suwarno, pada Kamis (28/11) mengatakan, pihaknya tidak perlu menunggu waktu untuk langsung bergerak, bahkan tidak sekadar kegiatan persiapan, tapi ada kegiatan kolaborasi yang H. Lalu Suwarno sudah tampak. Suwarno menyebut berbagai kolaborasi dilakukan pihaknya dengan sejumlah instansi terkait. Kolaborasi itu, kata Suwarno, antara lain dengan Dinas Lingkungan Hidup, di mana sudah dilakukan praktik pembuatan, bahkan sudah menghasilkan kompos untuk kebutuhan green house sekolah. “Dan saat ini sedang dikembangkan menjadi pupuk organik cair,” katanya. Selain itu, kolaborasi dengan Dinas Pertanian, berupa sudah dilakukan pendampingan cara bercocok tanam berbagai jenis sayuran dan pembuatan green house sekolah, yang hasilnya tampak beberapa sayuran siap dipetik. Juga kolaborasi dengan penggiat barang kerajinan yang berbahan baku sampah plastik dan koran bekas. “Sudah berkali-kali hadir untuk mengedukasi siswa dan guru atau pegawai sekolah bahkan hasilnya berupa plang ruangan dengan memakai tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Sasak, dan Inggris untuk keperluan lomba wajah bahasa. Bahkan sudah mulai mendapatkan pesanan,” kata Suwarno. Tidak hanya itu, Suwarno juga menyampaikan pihaknya berkolaborasi dengan orang tua siswa, pada beberapa kegiatan dilakukan secara bersama-sama kendati perlu diperbanyak dan ditingkatkan. “Kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan. Sebagai rumah besar tentu sudah banyak dilakukan, baik administrasi maupun sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar maupun kegiatan lainnya,” katanya. Selain itu, Suwarno menyampaikan ada beberapa kolaborasi yang masih dalam tahap persiapan, antara lain kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi seperti dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) dalam rangka pendampingan penulisan penelitian tindakan kelas (PTK). Kerja sama terkait karya ilmiah dengan UNU NTB dilakukan dalam rangka Monev keseimbangan gizi peserta didik dan pengawasan jajanan kantin, serta secara berkala memberikan edukasi tentang gizi kepada guru dan pegawai. “Sedangkan dengan Undikma dan lintas sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dengan strategi leason study dan melakukan penelitian bersama untuk berbagai kepentingan PTK, PTS, Karya Ilmiah, jurnal dan karya tulis lainnya,” katanya. “Insya Allah semua kegatan kolaborasi yang masih dalam persiapan akan total rampung akhir Desember 2019 sehingga Januari 2020 semua kegiatan sudah dipastikan berjalan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang berkolaborasi,” katanya. (ron)

Kompetensi Guru BK Perlu Ditingkatkan Mataram (Suara NTB) Kemampuan guru Bimbingan Konseling (BK) harus terus dikembangkan. Salah satu upaya aktif dan konstruktif untuk menumbuhkembangkan program pendidikan karakter khususnya dalam pemberian layanan konseling yang bermutu di Nusa Tenggara Barat, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) menggelar kegiatan pelatihan untuk kepala sekolah dan guru BK SMA sederajat. Kegiatan yang digelar beberapa hari lalu itu juga dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Undikma dan Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN). Ketua Prodi BK Undikma, Farida Herna Astuti, dalam keterangannya menyampaikan peserta kegiatan berjumlah 250 orang, terdiri dari kepala sekolah, guru BK serta dosen dan mahasiswa. Farida menambahkan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan antara lain untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan pemahaman baru bagi kepala sekolah dan guru BK. Di samping itu, ujarnya, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi guru BK yang teladan (qualified teacher) serta membantu guru BK menjadi role model di dalam mengembangkan karakter siswa. Adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru BK. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi dan motivasi guru BK dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidikan yang profesional,” ungkap Farida. Sementara itu Rektor Undikma, Prof. Kusno, DEA.,Ph.D, menekankan kepada dua aspek penting dari pelaksanaan kegiatan yaitu pertama sebagai forum dan wadah untuk mendengarkan masukan dari narasumber dan peserta guru-guru BK dalam rangka pengembangan kurikulum BK ke depan. Selain itu, sebagai ajang silaturahim antara kampus dengan kepala sekolah dan guru BK untuk melakukan kegiatan bersama di masa mendatang. Menurutnya, prinsip dan kondisi pendidikan secara nasional dengan penekanan kepada pendidikan karakter, peran serta fungsi BK dalam sistem pendidikan nasional. Penguatan pendidikan karakter dilakukan melalui gerakan pendidikan di sekolah melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). (dys)

Dibutuhkan Sistem Baru dan Upaya Pemerataan Pendidikan

Mataram (Suara NTB) – Beberapa hari belakangan beredar kabar bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sedang mempertimbangkan menghapus Ujian Nasional (UN), dengan begitu UN tahun 2020 sebagai UN terakhir. Sejumlah praktisi maupun akademisi pendidikan di NTB mendukung rencana itu, dan menyarankan adanya sistem baru yang lebih tepat. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., yang merupakan perwakilan Kemendikbud di daerah mengatakan, UN adalah salah satu alat ukur keberhasilan atau kemampuan akademik peserta didik dalam proses pembelajaran selama berada di sekolah. Selain itu, UN menjadi alat untuk mengevaluasi keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Ia menyetujui wacana itu, dan perlu ada alat ukur yang lain. “Saya setuju kalau ada alat ukur keberhasilan siswa yang lain, baik secara akademik maupun non-akademik. Sebetulnya (UN) sudah tepat, akan tetapi membuat motivasi belajar siswa jadi menurun dilihat menurunnya nilai UN,” katanya. Mustari menyampaikan rencana itu juga masih sebatas wacana. “Mungkin baru wacana,untuk jelasnya ada di Balitbang Kemdikbud yang berwenang,” ujarnya saat di-

hubungi Kamis (28/11). Sementara itu, Pengamat Pendidikan, Syafril, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah selalu belum menyentuh masalah dasar dari proses pendidikan. Semestinya, katanya, pemerintah harus berani benar-benar memastikan satu rombongan belajar tidak lebih dari 30 orang dalam satu ruangan. Selain itu, Syafril menekankan, tahapan atau milestone pendidikan dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah atas belum benar-benar dijalankan dengan baik. Bahkan, terkesan tidak jelas indikator dari setiap tamatan SD/MI, SMP/ MTs, dan SMA/Aliyah. Tidak hanya itu, pemerataan Standar Nasional Pendidikan (SNP) terutama dari aspek sarana dan prasarana pendidikan dan SDM Guru masih nampak disparitas antara sekolah kota dengan desa. “Tapi saat ujian mereka diberikan soal yang sama dan

Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) menargetkan diri menjadi kampus unggul dalam riset geomagnetik. Fakultas Teknik Universitas Mataram (FT Unram) sebagai fakultas yang memiliki core keilmuan di bidang tersebut terus berupaya mewujudkan keinginan itu. Melalui Focus Group Discussion (FGD) Geomagnetik Nasional 2019 belum lama ini, diharapkan Unram bisa mewujudkan diri jadi Perguruan Tinggi yang unggul dalam bidang riset geomagnetik. Dosen Fakultas Teknik Unram Eko Pradjoko, ST., M.Eng., Ph.D., mengatakan penelitian di bidang geomagnetik merupakan hal yang menarik, mengingat penelitian di bidang tersebut berpeluang besar untuk mengeksplorasi hal-hal yang masih belum diketahui ataupun dipecahkan oleh para peneliti selama ini. “Kami di Lombok di sini mendapat kepercayaan untuk membuat stasiun observatorium untuk mengukur geomagnetik atau magnet bumi dan saya berharap Unram kelak bisa menjadi pusat riset geomagnetik di Indonesia, “ paparnya. Selain itu, ujarnya, kegiatan ini menghadirkan perwakilan International As-

sociation of Geomagnetism and Aeronomy, Kepala Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Menyambut keinginan itu, Wakil Rektor bidang Akademik Agusdin, SE., MBA., DBA., mengatakan kegiatan antisipatif berupa pemahaman yang memadai mengenai struktur geologis maupun geomagnetik Lombok diperlukan mengingat Indonesia. Apalagi NTB masuk dalam daerah cincin api dunia (ring of fire). Unram, ujarnya, telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di tanah air untuk menggelar konsorsium kebencanaan atau kegiatan studi. Hal ini sebagai langkah antisipatif untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang memadai mengenai mitigasi bencana. “Unram telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di tanah air dan telah melakukan berbagai macam kegiatan studi untuk menemukan hasil-hasil riset yang berguna sebagai solusi untuk mengatasi bencana ataupun mitigasi bencana” jelas Agusdin. (dys)

(Suara NTB/ist)

FGD - FGD Geomagnetik Nasional yang digelar Fakultas Teknik Unram belum lama ini.

Sekolah Inginkan Pemerataan Sarana dan Prasarana Pendidikan

KEPALA SMAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, M.M., kepada Suara NTB, Kamis (28/11) mengatakan, UN sebenarnya hanya dihajatkan untuk standar kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. Kalau itu dipertahankan,

harusnya UN dipertahankan. Kalau UN dihapus, pemerintah harus punya standar lain untuk menentukan kualitas pendidikan. Namun, Jauhari menekankan, yang paling utama sebenarnya pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. “Kalau ini (pemerataan sarana) sudah terpenuhi maka tidak perlu lagi ada ujian-ujian lain selain yang dilakukan oleh dewan guru di sekolah. Sistem evaluasi kita di sekolah sudah bagus dan berjenjang sampai kita meluluskan anak didik,” ujar Jauhari. Sementara itu, menurut Kepala SMPN 12 Mataram, Mustajib, S.Pd., pihaknya menyakini bahwa pemerintah lebih tahu hal-hal terbaik untuk siswa. Setiap kebijakan pemerintah pasti sudah melewati kajian yang

beban indikator dalam kurikulum nasional juga sama atau berlaku umum. Juga Good will dan political will pemerintah daerah terkait anggaran di bidang pendidikan masih jauh panggang dari api,” ujar Syafril. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti, mengaku sangat setuju terkait wacana penghapusan UN, karena nilai UN bukanlah indikator keberhasilan siswa

dalam belajar di sekolah. “Yang jelas, UN bukan jaminan peserta didik menjadi sukses di masa depannya. Kita butuh anak-anak dan lulusan berkarakter. Ujian nasional memberikan ruang untuk kecurangan, ini masif terjadi di mana-mana,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Rusman, SH., MH., mengatakan pihaknya akan selalu mengikuti seluruh ke-

bijakan yang akan diputuskan oleh pusat. Jika nanti, UN dihapus oleh pemerintah pusat, pihaknya siap mengikuti. Sebaliknya, jika UN masih tetap dipertahankan, pihaknya juga siap mengikuti. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan belum ada informasi resmi dari pemerintah terkait penghapusan UN. (ron)

”National Nursing Skill Competition” Unram Targetkan Jadi Kampus Unggul dalam Mahasiswa STIKES Yarsi Juara Tiga Riset Geomagnetik

Rencana Penghapusan UN

Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) yang dikemukakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ditanggapi beragam oleh pihak sekolah. Namun, satu hal yang menjadi perhatian sekolah bahwa diperlukan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan untuk semua sekolah.

(Suara NTB/ron)

UJI COBA - Siswa SMKN 1 Mataram saat mengikuti uji coba aplikasi baru untuk UNBK dari Tim dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Selasa (26/11) lalu.

komprehensif dan mendalam. Namun, ia juga setuju terhadap opini bahwa sangat tidak logis mengganggap hasil UN sebagai cerminan riil kompetensi.”Masih ada faktor lain. Terlebih lagi jika menganggapnya sebagi cerminan atau standar mutu secara nasional. Sangat tidak logis karena sarpras setiap sekolah tidak sama,” ujarnya. Mustajib menegaskan, lebih tidak masuk akal lagi UN dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa. Karena jumlah mata pelajaran yang di-UN-kan tidak meliputi semua pelajaran yang diajarkan. Yang diajarkan 11 mata pelajaran sementara yang diuji hanya empat mata pelaraan. “Hemat saya, biaya penyelenggaraan UN baiknya dipakai untuk perbaikan kuan-

titas dan kualitas sarana dan prasarana sekolah, peningkatan mutu guru pegawai, dan peningkatan kompetensi kepala sekolah,” pungkasnya. Ketua Forum Kepala Madrasah Aliyah (FKMA) Mataram yang juga Kepala MAN 3 Mataram, Dr. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., mengatakan, rencana penghapusan UN akibat dari sebuah kebijakan yang tidak dibuat secara komprehensif, sehingga pada akhirnya semua menjadi tidak jelas. “Menurut saya baguslah diserahkan kepada sekolah atau daerah masing-masing untuk pelaksanaan ujian siswa. Kondisi pendidikan di setiap daerah juga berbeda, tapi sekali lagi kajiannya harus tepat dan komprehensif, serta berjangka panjang,” sarannya. (ron)

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram berhasil meraih juara tiga di National Nursing Skill Competition atau Kompetisi Keahlian Keperawatan Nasional yang dilaksanakan oleh STIKES Wira Medika, Bali, pada Kamis (21/ 11) lalu. Keberhasilan itu menandakan mahasiswa STIKES Yarsi Mataram bisa bersaing di tingkat nasional. Tiga mahasiswa STIKES Yarsi yang meraih juara tiga nasional itu yaitu Muhammad Izzi, Ckristy Diana Darmayani, dan Nur Imannisa. Ketiganya merupakan mahasiswa semester V Prodi S1 Keperawatan STIKES Yarsi Mataram. Ckristy Diana Darmayani menuturkan, saat bertanding, tiap peserta mengikuti dua tahapan, yang pertama tes tulis, di mana setiap tim mengerjakan 20 soal kasus keperawatan. Lalu mengikuti tes kedua yaitu skill lab. “Kami diberikan soal, lalu kami memecahkan kira-kira untuk soal kasus ini tindakan keperawatan apa yang akan dilakukan, jadi seperti praktik, tapi pasiennya pakai phantom. Kebetulan saat itu kami melakukan tindakan pemasangan NGT. Lalu babak terakhir terdapat sesi cerdas cermat, babak rebutan terdapat lima soal,” jelasnya. Meski demikian, Ckristy mengakui timnya sebenarnya minim persiapan. Mereka mendaftar pada satu hari sebelum lomba, tepatnya 10 menit sebelum penutupan. Mereka mendaftar setelah

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Tiga mahasiswa STIKES Yarsi Mataram peraih juara tiga di National Nursing Skill Competition, Nur Imannisa (paling kiri), Muhammad Izzi (kedua dari kanan), dan Ckristy Diana Darmayani (paling kanan) berfoto bersama Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam NTB, H. Imam Maliki (kedua dari kiri) saat pemberian penghargaan dari yayasan saat acara Tasyakuran, Rabu (27/11) lalu. diberikan toleransi waktu. “Langsung pada malam itu juga kami berangkat ke Bali karena besok paginya langsung lomba. Jadi persiapan alhamdulillah dalam satudua jam kami review kilat kisi-kisi materi lomba bersama dosen, tapi kebetulan kisikisi yang akan dilombakan sudah kami dapatkan pada saat pembelajaran di semester yang lalu. Jadi kami sebenarnya modal nekat pergi lomba kemarin, nge-review kembali pelajaran yang pernah didapatkan di kampus,” ujarnya. Ketua STIKES Yarsi Mat-

aram, H. Zulkahfi, S.Kep. NS., M.Kes., dihubungi Kamis (28/ 11) menyampaikan keberhasilan mahasiswa meraih juara tiga di tingkat nasional menandakan mahasiswa STIKES Yarsi Mataram bisa bersaing di level nasional. Dengan kata lain, sesuatu yang mahasiswa dapatkan dalam sistem pembelajaran di STIKES Yarsi dapat diandalkan untuk kompetisi di level nasional. “Keberhasilan ini adalah satu indikator apa yang kami berikan di kampus ini bisa dilihat atau bisa bersaing di level internasional,” katanya. (ron)


SUARA NTB

Jumat, 29 November 2019 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Perkembangan prestasi atlet NTB di kancah na1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 sional diakui mengalami peningkatan. Hal itu bisa di1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 lihat dari banyaknya atlet NTB yang memperkuat tim 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Indonesia di SEA Games di Manila, Filipina, 30 No1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 vember-11 Desember 2019 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 gatakan bahwa jumlah atlet NTB yang tampil di SEA 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 2019 menunjukan peningkatan. Bila di SEA Games 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 2017 terdapat lima atlet asal NTB yang perkuat tim 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Indonesia, kini di SEA Games 2019 terdapat sebanyak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 12 atlet asal NTB yang perkuat tim Indonesia di SEA 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Games 2019. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Itu artinya bila dilihat dari peningkatan jumlah at1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 let bahwa terdapat penambahan sekitar tujuh atlet 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 asal NTB yang tampil di SEA Games 2019. “Kalau 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 dulu hanya lima atlet asal NTB yang ikut SEA Games, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 sedangkan tahun ini sebanyak 12 atlet,” jelasnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Selain 12 atlet, juga terdapat empat pelatih NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 yang dipercaya mendampingi atlet SEA Games Indo1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 nesia. Mereka adalah Andik Budi Hariono, Arya Yu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 niawan, Agus Salim dan Nurul Imaniar. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Sebagaimana diketahui keikutsertaan atlet NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 mewakili tim Indonesia di SEA Games Manila, Filip1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ina, 30 November-11 Desember 2019 mendapat duku1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ngan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Sebagai bentuk dukungannya, Wakil Gubernur NTB, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mewakili Pemprov NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 melepas secara resmi keberangkatan sebanyak 12 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 atlet asal NTB di Jakarta, Kamis (21/11) malam. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Pelepasan atlet NTB oleh Wagub NTB digelar di salah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 satu rumah makan Jl. HOS. Cokroaminoto, Kecamatan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Menteng, Jakarta Pusat, pukul 20.00 WIB hingga 21.00 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 WIB. Hadir pada acara itu, Ketua KONI NTB, H. Andy 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Hadinato, Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Ketua Komisi V DPRD NTB, Muhali Fikri, serta beber1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 apa pengurus inti KONI NTB dan sebanyak 12 atlet. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Pada kesempatan itu Wagub menyampaikan kata1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kata penyemangat kepada atlet. Salah satu yang dite1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kankan oleh Wagub meminta atlet agar selalu tampil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 maksimal dan memberikan prestasi terbaik untuk 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kontingen Indonesia di SEA Games 2019. “Selamat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 bertanding. Kalian semua bisa. Berikan prestasi ter1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 baik untuk bangsa Indonesia,” ucapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Untuk dapat memberikan prestasi terbaik, atlet dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 pelatih NTB kata Wagub harus tetap menjaga stami1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 na selama di luar negeri. Selain itu para atlet dan pel1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 atih diminta selalu jaga kekompakan dan saling men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 dukung dalam hal apapun guna meraih prestasi yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 membanggakan. (fan) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012

SEA Games 2019

Meningkat, Jumlah Atlet NTB yang Perkuat Indonesia

145 Kejadian Kebakaran Ditangani di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejak Januari hingga November 2019 ini, kejadian kebakaran di Kabupaten Sumbawa cukup banyak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat, tercatat sebanyak 145 kejadian. Dari data tersebut, kejadian yang paling banyak yakni kebakaran lahan. “Kebakaran yang ditangani Dinas Damkar sampai Selasa kemarin sebanyak 145 kejadian. Yang terbanyak kebakaran lahan 76 kejadian. Kemudian rumah dan rumah dinas 57 kejadian, gudang 7 kejadian, sekolah empat kejadian, tempat usaha 5 kejadian, dan lainnya seperti kebakaran mobil dan kendaraan bermotor,” kata Kepala Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, Kamis (28/11). Diungkapkannya, kejadian kebakaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Di mana selama tahun 2018 tercatat sebanyak 107 kejadian. Adapun untuk kebakaran lahan diakuinya trennya cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemilik lahan agar bijak dalam membersihkan lahannya. Jika membersihkan lahan dengan cara membakar, maka harus diawasi sehingga tidak berdampak ke lokasi lainnya. Terutama yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga dan sekolah. “Banyak pemilik lahan yang membakar lahannya langsung ditinggal tanpa diawasi. Makanya kita harapkan, jika melakukan pembakaran agar tetap diawasi,” harapnya. Begitupula terhadap warga yang hendak meninggalkan rumahnya, diharapkan agar memperhatikan sambungan listriknya. Termasuk juga kompor serta tungku dipastikan dalam keadaan mati. Karena hal tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran. “Kami harapkan warga yang meninggalkan rumah juga sambungan listriknya tolong diperhatikan. Kemudian api kompor atau tungku dipastikan benarbenar sudah mati. Karena ini yang banyak memicu kejadian kebakaran,” terangnya. Sejauh ini, kata Tata, kendala yang sering dihadapi dalam melakukan pemadaman api, salah satunya karena terlambatnya laporan masyarakat. Terkadang, laporan baru diterima saat api sudah membesar. Kendala lainnya kondisi jalan, ada beberapa tempat yang tidak bisa diakses mobil pemadam, terutama pemukiman padat. Selain itu jarak tempuh yang cukup jauh dari pos dan markas komando juga menjadi kendala. “Inilah yang membuat kita lambat sampai ke lokasi kejadian,” jelasnya. Kedepannya, pihaknya juga berharap adanya penambahan biaya operasional untuk dinas damkar. Karena ada beberapa indicator yang dilihat. Tidak hanya dari faktor kejadian kebakaran yang banyak, tetapi juga dalam mempersiapkan anggota untuk siap tempur. Karena kebakaran ini tidak bisa diketahui kapan dan dimana kejadiannya. Disamping itu, pihaknya juga berharap standar keselamatan bagi anggota bisa terjamin kedepannya. Seperti dilengkapi dengan jaket dan sepatu anti api, termasuk juga helm. Agar dapat mendukung petugas damkar dalam melaksanakan tugasnya.(ind)

KONI NTB akan Pangkas Jumlah Pengurus Mataram (Suara NTB) Menjelang berakhirnya tahun 2019, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB akan melakukan pemangkasan jumlah pengurus. Dari jumlah pengurus saat ini sebanyak 58 orang, dipastikan akan dipangkas setengah dari jumlah tersebut. “Saya melihat banyak pengurus yang tidak aktif, mungkin mereka sibuk dengan dengan pekerjaannya. Kita akan memangkas setengah dari jumlah pengurus yang ada,” ucap Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang saat itu didampingi Wakil Ketua I KONI NTB, H. Suhaimi di Sekretariat KONI NTB, Kamis (28/11). Informasi yang diterima Suara NTB, jumlah pengu-

gah pengurus KONI tersebut diakui Andy banyak yang tidak aktif karena sibuk dengan usaha dan pekerjaan masing-masing. “Bisa dihitung pengurus yang aktif. Saya melihat kurang dari 20 orang yang aktif. Ke depan pengurus yang tidak aktif kita minta mundur saja, supaya lebih efektif,” ucapnya. Diakui Andy, rencana pemangkasan pengurus KONI

(Suara NTB/fan)

H. Andy Hadianto

(ist/dok humpro KSB)

KSB Dapat Anugerah Tertinggi Predikat SPP Taliwang (Suara NTB) Satu lagi prestasi tingkat nasional diraih Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ombusdman RI mengganjar predikat kepatuhan tertinggi bagi KSB terhadap penerapan

sistem pelayanan publiknya (SPP). Berdasarkan survei Ombusdman RI pada periode bulan April hingga Agustus 2019, KSB masuk dalam zona hijau penerapan SPP dengan nilai 81,94.

Yuliana Bermasalah dengan Berat Badan Mataram (Suara NTB) Juara dunia silat Junior, Yuliana ternyata telah didegradasi dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB. Atlet asal Lombok Barat (Lobar) itu telah dirumahkan lantaran tak bisa menurunkan berat badannya. Pelatih Pencak Silat NTB, M. Salabi yang dikonfirm a s i Suara NTB d i Mataram, K a m i s (28/

(Suara NTB/fan)

(Suara NTB/ind)

rus KONI NTB yang ada saat ini sebanyak 58 orang. Jumlah tersebut menempati posisi Wakil Ketua sebanyak empat orang. Selain terdapat pimpinan BidangBidang yang mencapai lebih dari 12 Bidang. Menurut Andy, setelah pihaknya melakukan evaluasi bahwa dengan jumlah 58 orang ternyata hanya bisa dihitung dengan jari pengurus yang aktif. Lebih dari seten-

NTB periode 2014-2020 ini dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi. Pemangkasan pengurus nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan, sebab diakuinya banyak pengurus yang sibuk dengan pekerjaan masingmasing sehingga tidak punya waktu ke KONI. Lanjutnya, pemangkasan jumlah pengurus KONI NTB akan dilakukan sebelum tahun 2019 berakhir. Dalam hal ini, memasuki awal tahun 2020, pengurus KONI NTB sudah harus dikurangi. “Pengurangan jumlah pengurus sudah rampung dilakukan bulan Desember 2019,” timpal Suhaimi. (fan)

PENGHARGAAN - Bupati KSB, H. W. Musyafirin saat menerima piagam penghargaan kepatuhan tertinggi sistem SPP dari Ombusdman RI.

Yuliana

DAMKAR - Kepala Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara bersama para petugas Damkar usai mengecek kondisi mobil Damkar.

Halaman 11

11) kemarin membenarkan bila atlet peraih medali emas di kelas A putri pada Kejuaraan Dunia Silat Junior di Thailand 2018 itu telah dirumahkan. Hal itu dikarenakan Yuliana tak dapat mempertahankan berat badan. “Yuliana tidak bisa mempertahankan berat badannya. Berat badannya naik hingga lima kilogram,” ucap Salabi. Lanjut Salabi, akibat tidak dapat mempertahankan berat badannya, Yuliana pun tidak bisa tampil membela NTB di Popnas di Jakarta belum lama ini. Atas alasan itu pihak PPLP NTB pun mendegradasi atlet yang pernah membanggakan bangsa Indonesia di kejuaraan dunia itu. Menurut Salabi, keputusan pihak PPLP NTB mendegradasi Yuliana cukup beralasan. Sebab, semua atlet yang dibina di PPLP NTB harus bisa meningkatkan prestasi. Bila tidak resikonya akan didegradasi dari PPLP NTB sebab pemberlakuan degradasi dan promosi atlet sudah berjalan sejak lama. Hingga berita ini ditulis, Yuliana yang dikonfirmasi via ponselnya belum bisa dihubungi. Namun demikian informasinya Yuliana sudah dikembalikan ke pengurus IPSI Lobar untuk dibina lebih lanjut. (fan)

Bupati KSB Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM saat menghadiri acara puncak Anugerah Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Ombudsman Republik Indonesia di Hotel JS Luwansa Kuningan Jakarta Selatan, Rabu malam lalu, menyatakan, sangat bangga dengan prestasi yang dicapai KSB saat ini. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kerja sama seluruh jajaran dan aparatur Pemda KSB yang selama ini telah memberikan pelayan terbaiknya kepada masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi semua pihak

yang terlibat teruma kepada seluruh pegawai di lingkup Pemda KSB,” katanya. Namun demikian, bupati mengingatkan, agar prestasi yang diperoleh hari ini tidak boleh membuat aparatur dan pemerintah berpuas diri. Sebab ke depan tuntutan sistem pelayanan pemerintah ke depan semakin kompleks, sehinga tetap diperlukan perbaikan-perbaikan dan peningkatan kualitas layanan itu sendiri. “Predikat terbaik ini akan kami jadikan pelecut semangat untuk terus memperbaiki sistem layanan kami di daer-

ah,” janji bupati. Berdasarkan data Ombudsman RI, penilaian terhadap pemenuhan komponen standar pelayanan di 215 Pemerintah Kabupaten menunjukkan bahwa sebanyak 26,51% atau 57 Pemerintah Kabupaten masuk dalam Zona Merah dengan predikat kepatuhan rendah. Sebanyak 40,47% atau 87 Pemerintah Kabupaten masuk dalam Zona Kuning dengan predikat kepatuhan sedang dan 33,02% atau 71 Pemerintah Kabupaten masuk dalam Zona Hijau dengan predikat kepatuhan tinggi. (bug)


SUARA NTB

Jumat, 29 November 2019

HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR.4803 CL NOKA/NOSIN : MH3SE9010FJ008175/ E 3 P 4 E - 0 0 0 8 1 8 5 AN.MARYONI HLG D’SKTR RUMAH HLG STNK R2 YAMAHA DR.2441 MU NOKA/NOSIN : MH31KP00CEJ749225/1KP749349 AN.MEGAWATI HLG D’SKTR JL.ARYA BANJAR GETAS AMPENAN HLG STNK R2 HONDA DR.4782 AK NOKA/NOSIN : MHIJB8110DK908070/ JB81E-1904100 AN.DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM HLG D’SKTR DASAN AGUNG MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR. 4783 NOKA/NOSIN : MHIJB8117DK908034/ JB81E-1904044 AN.DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM HLG D’SKTR DASAN AGUNG KOTA MATARAM

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR. 4784 AK NOKA/NOSIN : MHIJB8115DK906033/ JB81E-1904050 AN.DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM HLG D’SKTR DASAN AGUNG KOTA MATARAM

Halaman 12

HILANG HLG BPKB R2 HONDA DR.6249 CT NOKA/NOSIN : MHIJFX115HK263243/JFX1E1260780 AN.ABDUL HARIS HLG D’SKTR KOTA MATARAM

HLG STNK R2 HONDA DR.3097 AK NOKA/NOSIN : MHIJB511X6K718004/ JB51E-1714520 AN.DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM HLG D’SKTR DASAN AGUNG KOTA MATARAM

RUPA-RUPA

HLG STNK R2 HONDA DR.4292 HQ NOKA/NOSIN : MHIJF8129EK013188/JFPIE1146935 AN.DRS.SAYUTI HLG D’SKTR MATARAM

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

HLG STNK R4 TOYOTA DR.1731 NOKA/NOSIN : MHFXW416750009547/ITR6114770 AN.BAGIAN UMUM KANWIL DITJEN PAJAK NTB DAN NTT HLG D’SKTR JL.PEJANGGIK KOTA MATARAM

DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 TANAH KEBUN LUAS 1850 M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

q

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Jumat, 29 November 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 13


SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

OPINI

Halaman 14

Pesan Sosial Maulid Nabi Penghapusan UN Harus Dikaji DITUNJUKNYA Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabinet Indonesia Maju berpengaruh terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Jika di era Mendikbud sebelumnya, setiap sekolah di Indonesia, khususnya SMP/MTs, SMA/SMK/ MA harus menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Alasan menggelar UNBK ini, salah satunya adalah untuk mengetahui seperti apa kemampuan siswa memahami pelajaran yang diberikan selama sekolah. Dalam menggelar UNBK ini pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk mengadakan laboratorium komputer agar sekolah bisa menggelar UNBK. Termasuk harus meminta bantuan ke pemerintah pusat, agar semua sekolah memiliki fasilitas untuk menggelar UNBK secara mandiri. Tidak hanya itu, pihak sekolah yang tidak memiliki fasilitas komputer lengkap harus ‘’berebutan’’ dengan sekolah lain meminjam di sekolah terdekat yang memiliki fasilitas komputer yang cukup lengkap. Selain itu, dalam mengikuti UN, sekolah dan siswa harus mempersiapkan diri sejak lama. Bahkan, saat baru masuk ke kelas terakhir, baik di tingkat SMP dan SMA, simulasi UN, baik yang menggunakan UNBK atau manual, masih dilakukan. Simulasi ini untuk mengenalkan pada siswa mengenai materi soal hingga cara mengisi jawaban UN, jika menggunakan komputer. Sekolah dan siswa tentu tidak ingin malu, jika saat pelaksanaan UNBK, banyak siswa yang tidak lulus. Namun, semenjak Presiden Joko Widodo menunjuk mantan CEO Gojek Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, banyak pakar berpendapat, jika menteri dari kalangan milenial ini akan menghapus pelaksanaan UN di sekolah. Untuk itu, berita wacana-wacana penghapusan UN banyak muncul di media. Bahkan, Mendikbud Nadiem Makarim saat berada di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/11), menegaskan, jika sekarang ini, pihaknya sedang mengkaji wacana penghapusan UN. Tentunya, wacana penghapusan UN yang akan dilakukan Kemendikbud ini mendapat tanggapan beragam dari praktisi pendidikan di Indonesia, termasuk di NTB. Ada yang mendukung dan ada yang meminta pemerintah mempersiapkan solusi terbaik, kalau UN dihapus. Seperti disampaikan Kepala SMAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, M.M., jika UN sebenarnya hanya dihajatkan untuk standar kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. Kalau itu dipertahankan, harusnya UN dipertahankan. Kalau UN dihapus, pemerintah harus punya standar lain untuk menentukan kualitas pendidikan. Kita tentu sejalan dengan apa yang disampaikan oleh sekolah yang selama ini diklaim favorit di NTB ini. Dalam memperhatikan masalah pendidikan, pemerintah harus memperhatikan masalah pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Jika ini sudah terpenuhi, maka tidak perlu lagi ada ujianujian lain, selain yang dilakukan oleh dewan guru di sekolah. Apalagi sistem evaluasi yang dilakukan di sekolah sudah bagus dan berjenjang sampai akhirnya pihak sekolah meluluskan anak didik. Terlepas apapun dari keputusan pemerintah soal penghapusan UN ini, yang paling penting adalah bagaimana pemerintah tidak menjadikan siswa di tingkat akhir sebagai kelinci percobaan. Jika memang, UN dihapus, harus ada solusi kongkret yang harus dipenuhi. Begitu juga, jika UN tidak dihapus, perhatian terhadap mutu pendidikan harus betul-betul diperhatikan. Jangan sampai, kebijakan menghapus UN ini pemerintah tidak memiliki parameter seperti apa kualitas siswa selama menempuh pendidikan. Untuk itu, kita berharap kebijakan menghapus UN ini harus dikaji secara mendalam, sehingga mampu memberikan solusi yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia, khususnya di NTB. (*)

Oleh : Mohamad Baihaqi Alkawy ERAYAAN maulid nabi adalah rutinitas sekaligus ritual keberagamaan yang lebih menekankan aspek sosial-kemasyarakatan. Di beberapa titik, maulid nabi tak hanya dirayakan oleh umat Muslim semata. Hal itu bisa ditemui antara lain di daerah-daerah heterogen seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Tak jarang dalam perayaan maulid, umat non Muslim ikut memeriahkan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat. Bahkan turut diundang menghadiri perayaan maulid dari rumah ke rumah. Menikmati beragam jenis makanan yang bertumpuk di wajan. Momen semacam ini menunjukkan kerukunan antar umat beragama di daerah ini terus terjaga. Di Pulau Lombok, kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama memang sudah jamak ditemui. Dari aspek sosial, perayaan maulid nabi di Lombok juga menunjukkan betapa kerukunan masyarakat terjaga dengan baik. Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana masyarakat berbaur satu sama lain. Pada titik itu ikatan persahabatan dikuatkan oleh perbedaan. Sikap dan laku semacam inilah yang disebut Immanuel Levvinas sebagai relasi etis pertemuan antar wajah. Wajah pada adalah wilayah relasi etika yang tak hanya bermakna sebagai wajah manusia secara fisik melainkan keseluruhan dari cara individu (yang berbeda) memperlihatkan dirinya. Maka relasi etis terjadi antara yang berbeda dalam sebuah pertemuan yang konkrit. Relasi tersebut terjalin untuk menghindari totalitas antar individu. Ego dan sentimen direduksi dalam pertemuan antar wajah. Individu yang berbeda sebagaimana keragaman wajah bertemu secara langsung dan membiarkan individu lain dengan seluruh niatan bertemu dalam ruang sosial. Karena itu bagi Levinas, pertemuan itu penting, sebab relasi etis akan hadir dengan sendirinya ketika dalam pertemuan seseorang melepaskan asumsi tentang orang lain di hadapannya. Membiarkan seseorang memperlihatkan sendiri apa yang harus diperlihatkannya. Lewat relasi macam ini sebetulnya diujudkan dalam momen maulid. Perayaan maulid menunjukkan bahwa sebuah perayaan keagamaan mesti terbuka dan mampu mencairkan hubungan sosial. Per-

Mahasiswa Magister Studi Agama dan Resolusi Konflik UIN Yogyakarta

Tampilan daerah dapat dilihat dari pola pergaulan lintas batas yang meniscayakan suatu pertemuan pelbagai budaya, agama, etnik, dan suku dalam satu arena. Sikap toleran atau menghargai perbedaan merupakan salah satu modal kuat kebangsaan kita. Bahkan dalam momen-momen yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas keagamaan. ingatan semacam ini patut dijadikan model gerakan bersama dalam konteks menumbuhkan semangat solidaritas dan persaudaraan secara luas. Dengan begitu kecurigaan yang disebabkan oleh ketidaktahuan akan segera terkomfirmasi lewat komunikasi antar wajah. Pperayaan tersebut hadir di tengah ruang sosial dengan membawa visi sosial pula. Hubungan dalam ruang yang plural mensyaratkan masyarakat dari pelbagai etnis, keyakinan dan kepercayaan berbaur sehingga maulid dirasakan oleh seluruh orang. Tak hanya satu kelompok. Sikap toleran, menghargai satu sama lain dan hidup rukun sebetulnya sudah lama mengakar dalam kultur masyarakat. Maka di era ini toleransi tak cukup hanya dijadikan sekadar retorika belaka, melainkan secara konkrit mesti terus mencari bentuk yang telah berakar dari kultur dan aktivitas dalam pergaulan sehari-hari. Tampilan daerah dapat dilihat dari pola pergaulan lintas batas yang meniscayakan suatu pertemuan pelbagai budaya, agama, etnik, dan suku dalam satu arena. Sikap toleran atau menghargai perbedaan merupakan salah satu modal kuat kebangsaan kita. Bahkan dalam momen-momen yang berhubungan dengan aktivitasaktivitas keagamaan. Menyiptakan Ruang yang Gembira Sebetulnya, tindakan semacam ini juga tampak dalam momen-momen lainnya. Semisal dalam hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan bersama seperti gotong royong membersihkan lingkungan di areal perkampungan. Partisipasi dan gotong royong selain sebagai tindakan konkrit di lingkungan sosial juga berperan menyatukan masyarakat. Bedanya dari maulid adalah saat

RADIO

senyum menyatukan masyarakat. Hal tersebut tampak dari pelbagai kegiatan di daerah-daerah heterogen tadi, tampak kegembiraan dari wajah masyarakat. Ketika menyaksikan lomba tarik tambang, panjat pinang, lari karung, orang-orang melepaskan tawanya. Bahkan seluruh penduduk dalam satu kampung berpartisipasi dan terlibat aktif dalam lomba tersebut tanpa tersekat oleh perbedaan apapun. Momen maulid menyatukan sekaligus membahagiakan kita. Begitu lomba usai dilaksanakan, giliran warga menerima tamu, menjamu dan menyiapkan makanan yang berlimpah. Tamu yang berasal dari beragam kalangan dilayani tanpa membedakan latar belakang dan profesi. Sebaliknya, si tamu saat maulid bakal menjamu tamunya demikian. Ada timbal-balik sosial di momen-momen bahagia seperti dalam maulid. Dalam konteks itu tak ada yang minoritas dan mayoritas, tak ada persoalan yang mengakibatkan perbedaan perlakuan secara sosial. Semua orang diposisikan sebagai saudara. Setiap manusia diperlakukan sebagaimana mestinya. Sekli lagi, hal tersebut di satu sisi membuktikan di tataran sosial sebetulnya toleransi sudah berjalan lama dan teruji. Itu dibuktikan dari momentum-momentum perayaan hari besar seperti maulid nabi ini. Mungkin hukum sosial semacam itu adalah fase “paripurna”, ikatan keakraban manusia dalam kehidupan menumbuhkan solidaritas antar sesama. Hukum sosial tersebut menjadi titik temu antara pelbagai perbedaan. Tak ada yang mesti dijadikan sebagai alasan untuk berselisih. Sebab secara langsung masyarakat berinteraksi dan berbaur, tanpa memandang hal-hal lain di luar hubungan

kemanusiaan. Maulid adalah upaya sadar mengimplementasikan sikap kasih sayang melalui silaturrahim. Proses semacam ini mampu menciptakan nilai-nilai kesalehan sosial di tengah masyarakat Momentum ritual semacam itu sebagai sarana yang menyatukan dan memengaruhi praktik toleransi yang selama ini diajarkan semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Pada titik itulah dialog umat beragama punya banyak ruang. Menembus garis demarkasi yang selama ini dimanfaatkan oleh pelbagai pihak. Dari itu, bentuk nyata secara praktis-implementatif dari praktek toleransi hanya mungkin terjadi bila secara langsung ketika setiap individu punya partisipasi aktif dalam momen-momen sosial-keagamaan semacam maulid. Toleransi bukanlah sesuatu yang hanya diniatkan atau disimpan sebagai gagasan belaka, melainkan sebagai tindakan konkrit yang diujudkan dalam aktivitas sehari-hari. Untuk mewujudkannya, maulid menjadi salah satu wadahnya. Dari situ juga, pemahaman dan sikap menghadapi perbedaan dapat dicairkan.

POJOK Ubah ’’mindset’’ soal kemiskinan, Pemda akan pasangi stiker rumah warga miskin Shock teraphy yang patut dicoba

*** Pengelolaan MWP, Pemkot Mataram beri peluang ke investor Sumber PAD yang mubazir

***


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 29 November 2019

Pemda akan Pasangi Stiker Rumah Warga Miskin Dari Hal. 1 ‘’Pandangan ini kita ubah dengan reward danpunishmentsupaya kita bangga menjadi orang berdaya. Bukan hanya bertumpu pada bantuan,’’ katanya. Wagub mengatakan, angka kemiskinan di NTB pada Maret 2019 sebesar 14,56 persen. Pada 2023, sesuai target RPJMD NTB, angka kemiskinan ditargetkan di bawah satu digit yakni 9,75 persen. Sehingga, untuk mengejar target tersebut selain perlunya mengubah mindset masyarakat. Menurut orang nomor dua di NTB ini, Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan harus divalidasi ulang. Pasalnya, di lapangan banyak ditemukan orang yang seharusnya tidak dapat bantuan, namun banyak mendapatkan bantuan. Ia memberikan contoh penyaluran beras sejahtera (Rastra). Berdasarkan data BPS, sekitar 20 persen masyarakat mampu mendapatkan bantuan tersebut. Artinya, hak-hak untuk masyarakat yang benar-benar miskin dinikmati oleh orang-orang kaya. ‘’Orang yang tidak seharusnya dapat bantuan banyak dapat bantuan. Sasarannya tidak tepat. Padahal penyebab kemiskinan terbesar adalah makanan 75 persen, 25 persen adalah yang lainlain, seperti rumah,’’ kata Wagub. Apabila BDT tidak dibenahi atau validasi ulang, maka penurunan kemiskinan tidak akan signifikan. Meskipun terjadi penurunan, tetapi akan lamban. Untuk itu, Wagub meminta Dinas Sosial agar memperhatikan masalah validasi BDT tersebut. Wagub mengatakan, secara nasional angka kemiskinan di NTB masih cukup tinggi. Karena angka kemiskinan di NTB masih berada di atas dua digit. Sementara angka kemiskinan nasional sudah berada di angka satu digit. Tetapi, kata Wagub dari sisi progresivitas penurunan angka kemiskinan, NTB termasuk salah satu provinsi yang sangat bagus di Indonesia. Ia berharap penurunan angka kemiskinan di NTB empat tahun ke depan ini cukup signifikan. Untuk mencapai penurunan angka kemiskinan yang signifikan maka membutuhkan langkahlangkah yang sistemik. Salah satunya dengan mengubah mindset masyarakat tentang kemiskinan. ‘’Bahwa kita justru bangga kalau lepas dari kemiskinan. Yang mana itu kita akan terlepas dari banyak bantuan-bantuan. Kalau kita bangga tidak menjadi miskin, berarti kita harus siap untuk lepas dari berbagai bantuan, harus lebih mandiri,’’ tegasnya. Beberapa program yang se-

dang digalakkan Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten/Kota dalam mempercepat penurunan kemiskinan seperti revitalisasi Posyandu. Apabila semua Posyandu sudah menjadi Posyandu Keluarga, maka persoalan kesehatan dan sosial di masyarakat akan dapat ditangani. ‘’Karena di Posyandu Keluarga itu kita inginkan adanya edukasi. Bagaimana menjadi Pekerja Migran Indonesia yang sukses, jangan nikah muda. Karena efeknya banyak, seperti stunting, gizi buruk,’’ katanya mengingatkan. Di Posyandu Keluarga juga ada edukasi tentang keuangan. Di samping kegiatan promotif dan preventif tentang kesehatan. Begitu juga program zero waste. Menurut Wagub, apabila program ini sukses maka tidak akan ada daerah yang jorok. Karena daerah yang jorok identik dengan kemiskinan. Ia menyebutkan, produksi sampah di NTB setiap hari mencapai 3.800 ton. Apabila sampah dikelola dengan baik dengan melakukan pemilahan, Wagub mengatakan miliaran duit akan diperoleh masyarakat. Begitu juga dengan program desa wisata yang langsung menukik kepada kesejahteraan masyarakat. Karena yang merasakan masyarakat desa itu sendiri. ‘’Itu bedanya desa wisata dengan destinasi-destinasi wisata yang lain. Dan mereka juga akan menjaga lingkungannya kalau mengembangkan desa wisata,’’ tandasnya. Mengenai pemasangan stiker di rumah warga miskin, Wagub mengatakan setuju dengan hal tersebut. Ia mengatakan, Pemda Lombok Timur akan melakukan hal tersebut. ‘’Menurut saya bagus (dipasangi stiker). Mindset, kita bangga nggak sih menjadi orang miskin? Orang miskin terus ndak berdaya. Kalau kita mampu, jangan mau terima bantuan,’’ katanya. Wagub menambahkan, sudah banyak masyarakat penerima program keluarga Harapan (PKH) yang mendeklarasikan diri keluar dari kemiskinan. Sehingga mereka tidak perlu lagi menerima bantuan. ‘’Itu yang patut dicontoh. Kalau dia merasa mampu, ngapaian masih menerima beras miskin. Kecuali saudara-saudara kita yang betulbetul harus menerima bantuan,’’ pungkasnya. (nas)

Berkontr Berkontriibusi dalam Penanggulangan Kemiskinan, ’’Suara NTB’’ Raih Penghargaan HARIAN Suara NTB mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Penghargaan tersebut diberikan kepada Suara NTB karena ikut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi NTB di Mataram, Kamis (28/11).. Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati/Wakil Walikota dan Kepala Bappeda Kabupaten/ Kota, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, NGO, BUMN/ BUMD dan lainnya. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP mengatakan, pemberian penghargaan kepada para mitra, OPD, NGO, Pemda kabupaten/kota dan media massa (pers) yang ikut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di NTB. Hal tersebut sesuai tema Rakor Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2019 yakni Menuju Angka Kemiskinan Satu Digit Melalui Sinergi Penguatan Kemitraan. Ridwan mengatakan, untuk mempercepat penurunan ang-

ka kemiskinan, Pemprov ingin fokus. Pasalnya target penurunan kemiskinan sesuai RPJMD, pada akhir 2023, angka kemiskinan di NTB menjadi 9,75 persen. Dengan melihat angka kemiskinan yang masih di atas 14 persen tahun ini, artinya target penurunan kemiskinan harus mencapai satu persen per tahun. ‘’Ini tidak mudah, terlebih kita dilanda gempa. Ada beberapa strategi yang akan dibangun,’’ katanya. Ridwan mengatakan, dalam RPJMD kabupaten/kota, pasti indikator kinerja utamanya terkait dengan penurunan kemiskinan. Artinya, provinsi dan kabupaten/kota ingin bersamasama menyatukan langkah untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Tidak mungkin kemiskinan hanya bisa diturunkan oleh provinsi. Penurunan kemiskinan merupakan tanggung jawab semua, termasuk kabupaten/kota. ‘’Kita akan meneguhkan kembali komitmen. Kita telah menandatangani MoU. Tapi jangan hanya tandatangan saja. Selesai tandatangan lalu itu menjadi dokumen kosong,’’ katanya mengingatkan. Mantan Kepala Bappeda NTB ini mengatakan, MoU tersebut harus berbicara target dan anggaran yang dia-

Survei atau penilaian tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik tahun ini dilaksanakan secara nasional. Sasarannya, 4 kementerian, 3 lembaga, 6 pemerintah provinsi, 36 pemerintah kota dan 215 pemerintah kabupaten. Total produk layanan yang dilakukan survei adalah 17.717 layanan. Sedangkan jumlah unit layanan yang disurvei sebanyak 2.366. Hasil penilaian itu, Kabupaten Dompu masuk urutan ke 135 dengan skor 60,89, diapit Kabupaten Maluku Tengah dan Timor Tengah Utara. Sedangkan Kabupaten Bima, urutan 127 sedikit lebih atas dari Dompu. Skornya 63.67, diapit Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Pasangkayu. “Dari keseluruhan penilaian tingkat kabupaten, Dompu dan Bima yang masuk dalam zona kuning,” kata Asisten Ombudsman Bidang Pencegahan, Muhammad Ridho Rasyid, Kamis (28/11) kemarin. Sementara empat daerah lainnya di NTB masuk dalam penilaian tingkat kepatuhan memuaskan. Lombok tengah urutan 7, dengan skor 96,52, Lombok Timur urutan ke 22 dengn skor 90,78, dan Kabupaten Sumbawa Barat di urutan 64 dengan skor 81,94 dari 215 kabupaten yang dinilai di seluruh Indonesia. Sementara Lombok Barat juga masuk zona hijau, bahkan tercatat dengan urutan terbaik ketiga nasional dengan skor mencapai 98,30. Sejumlah daerah lainnya di-

akuinya belum muncul dalam hasil survei, namun akan masuk dalam jadwal tahun depan, yakni untuk 10 kabupaten/kota termasuk Pemprov NTB. Ombudsman RI melakukan penilaian dan pemeriksaan tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik di Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menuntut Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mematuhi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik “Survei Kepatuhan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tindakan maladministrasi pada unit layanan publik Pemerintah,” tandasnya. Selain itu juga untuk mengetahui efektivitas dan uji kualitas penyelenggara pelayanan publik. Survei Kepatuhan bertujuan untuk mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik, dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan. Mekanisme pengambilan data survei Kepatuhan dilakukan dengan mengamati tampakan fisik, observasi secara mendadak, dan bukti foto. Periode pengambilan data dilakukan secara serentak pada bulan Juli dan Agustus 2019. (ars)

Kembang Kuning, Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional Dari Hal. 1 Tidak terkecuali, bimbingan dari Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy beserta dengan seluruh Organisasi Perangkat Derah (OPD) terkait yang sudah banyak membantu dalam pembangunan desa. Banyak OPD yang memberikan arahan petunjuk dan bantuan. Bagi Kades Kembang Kuning, pasca mengantongi predikat juara justru yang merasa berat. Berat menanggung beban men-

jaga predikat juara tersebut agar tidak dicap buruk di belakang hari. “Mempertahankan gelar juara itu sangat, lebih berat menjaga gelar juara itu daripada memperoleh juara,” ucapnya. Mengingat beban tersebut, Lalu Sujian mengaku justru tidak senang dengan gelar Juara terbaik nasional. Beban dan tanggungjawab sebagai desa terbaik harus bisa dijaga terus. (rus)

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN - wartawan Suara NTB, M.Nasir, mewakili Suara NTB saat menerima penghargaan dari Wagub NTB sebagai media yang ikut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan. lokasikan masing-masing Pemda dalam APBD 2020. Dan bagaimana mensinergikan program antara provinsi dan kabupaten/kota. ‘’Harus kita fokus pada pro-

gram yang kita sepakati. Apakah itu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lain-lain. Ini adalah Rakor yang paling meriah selama Rakor kemiskinan. Ini menunjukkan

komitmen kita bersama bagaimana kabupaten/kota, provinsi bahu membahu untuk mewujudkan program-program yang sudah kita sepakati,’’ tandas Ridwan. (nas)

Kontrak Pemprov NTB dan PT. GTI Batal Demi Hukum Mataram (Suara NTB) Hasil kajian Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati NTB, kontrak Pemprov NTB dengan PT. Gili Trawangan Indah (GTI) disebut batal demi hukum. Oleh sebab itu, Pemprov NTB diminta tegas melakukan pemutusan kontrak kerjasama tersebut, bahkan dengan pemutusan kerjasama secara sepihak. Rekomendasi batal demi hukum itu ditinjau dari pasal 4 perjanjian kontrak dengan PT. GTI yang kesepakatannya sudah berjalan 24 tahun. Sebab perjanjian itu bertentangan dengan Pasal 35 Undang Undang Pokok Agraria Nomor 5 tahun 1960. Isinya batasan penguasaan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30

tahun dan hanya dapat diperpanjang 20 tahun. Sementara dalam pelaksanaannya, perjanjian antara GTI dengan Pemprov NTB berlangsung 70 tahun tanpa ada proses evaluasi setiap lima tahun. Kedudukan perjanjian ini bertentangan dengan Pasal 1320 Kitab Undang Undang Hukum (KUH) Perdata. ‘’Sehingga konsekwensi perjanjian PT GTI dengan Pemprov NTB batal demi hukum,’’ tegas Asisten Datun Kejati NTB, Tende, SH.,MH, Kamis (28/11) kemarin. Pertimbangan lain, tidak terpenuhinya perjanjian kontrak sesuai kewajiban PT. GTI, ditambah dengan kewajiban lain sesuai pasal 5 dalam kontrak, sehingga perusahaan

Bima dan Dompu Zona Kuning Pelayanan Publik Dari Hal. 1

Halaman 15

(Suara NTB/ars)

POSISI HUKUM - Asdatun Kejati NTB Tende didampingi Kasi TUN Isjuniyanto saat menjelaskan posisi hukum kontrak PT GTI dengan Pemprov NTB.

tersebut sebagai pihak kedua dianggap lalai. Atas pertimbangan itu, ditegaskan Tende, Pemprov NTB bisa melakukan pemutusan kontrak secara sepihak. Sebab payung hukumnya sudah jelas dan sekaligus menepis anggapan Pemprov NTB akan gegabah jika mengambil langkah tegas. Tende mengulas kembali soal perjanjian kerjasama antara PT. GTI dengan Pemprov NTB yang tertuang dalam pasal 5 kontrak pemanfaatan lahan 65 hektar dengan status HGB. Dimana, Pemprov NTB sebagai pihak pertama menyedikan 65 hektar. Lantas pihak pertama memberikan kepada PT GTI sebagai pihak kedua untuk membangun dan mengembangkan usaha pariwisata di atas lahan tersebut. Memperhatikan pasal 1 perjanjian, bahwa pihak kedua harus membangun selambat- lambatnya tiga tahun dan terhitung sudah beroperasi. Royalti hasil dari pengembangan kawasan wisata itu adalah Rp 22.500.000 per tahun yang diterima Pemprov NTB. Kewajiban itu dilaksanakan pada tahun keempat setelah pembangunan dan pengembangan. “Namun demikian, kewajiban royalti tidak akan gugur meski pun PT GTI belum beropasi di atas lahan,” tandasnya. Kejaksaan juga mengkaji dari potensi kerugian negara dalam perjanjian tersebut,

Pendaftaran ’’Online’’ CPNS Kejaksaan Diperpanjang Dari Hal. 1 Mengenai jumlah pelamar yang sudah menyerahkan berkas, baru sebatas ratusan orang. Hingga Rabu (28/11) sore, jumlah pelamar yang mengirim berkas 115 orang. Diantaranya hanya 110 yang memenuhi syarat. Adapun formasi yang dibuka itu adalah, Jaksa Ahli pertama S1 Sarjana Hukum 986 orang, Pengelola Data Perka-

ra dan Putusan untuk DIII Perkantoran, Komputer, Administrasi, Pemerintahan, Manajemen, Sekretaris, Komunikasi sebanyak 569 orang. Pranata Barang Bukti untuk DIII Administrasi, Komputer, Perkantoran, Manajemen, Sekretaris untuk 720 orang. Kemudian Pengawal Tahanan untuk SLTA/SMA sederajat 1000 orang, Pengemudi Pengawal Tahanan SLTA/ SMA Sederajat 1000 orang.

Selanjutnya, Pranata Komputer S1 Komputer, Tehnik Informatika, Sistem Informasi sebanyak 533 orang. Auditor Pertama untuk S1 Ekonomi dan S1 Akutansi 130 orang. Arsiparis Pelaksana untuk DIII Kerasipan sebanyak 137 orang. Selebihnya adalah dokter spesialis berbagai penyakit, termasuk apoteker dan bidan. Sehingga jumlah total kebutuhan pegawai dan jaksa adalah 5.203 orang se Indonesia. (ars)

Pemprov Minta Bantuan Kemenkes Dari Hal. 1 Kemudian, kata Eka, Kemenkes mempunyai program penugasan dokter spesialis (PDS). Dokter spesialis tersebut dikirim oleh Kemenkes ke kabupaten/kota. Merekalah yang menanggung gajinya. “Insentifnya dari kita. Jadi nanti, kita berharap juga dari Kemenkes untuk membantu (kekurangan dokter spesialis) ini,” harapnya. Eka menyebutkan PDS sudah ada yang ditempatkan di NTB. Seperti Rumah Sakit Tripat Lombok Barat, Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa (RSMA), RSUD Bima dan RSUD Dompu. PDS

ini, jelas Eka, semacam penugasan kepada dokter spesialis pascamenempuh pendidikan selama setahun. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, hingga penutupan pendaftaran CPNS, sebanyak 19 formasi dokter spesialis tidak ada pelamar. Antara lain formasi dokter spesialis anak RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis anestesi RS Mata NTB, dokter spesialis bedah RSMA, dokter spesialis bedah syaraf RSMA. Kemudian, dokter spesialis jantung RSMA, dokter spesialis kandungan RSMA, dokter spesialis kulit dan kelamin

RSMA, dokter spesialis mata RS Mata NTB, dokter spesialis paru RSMA, dokter spesialis patologi anatomi RSMA, dokter spesialis penakit dalam RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi RSMA, dokter spesialis rehabilitasi medik RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis syaraf RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis THT RSMA dan dokter spesialis urologi RSMA. Selain formasi dokter spesialis, ada juga formasi tenaga kesehatan yang masih tidak ada pelamar. Seperti formasi dokter gigi di RSMA dam psikolog klinis di RSMA. (nas)

Tidak Ingin Ada Tunggakan Dari Hal. 1 Keresahan Arif bukan tanpa alasan. Pasalnya, Kejati NTB terakhir kali melimpahkan berkas ke Pengadilan pada Mei 2018 lalu. Itu berkas kasus korupsi dana konsolidasi PT BPR NTB tahun 2017 yang merugikan negara Rp1,063 miliar. Kasus yang kini sedang ditangani di tahap penyidikan, yakni kasus LCC Narmada, Lombok Barat. Jaksa penyidik masih dalam tahap menanti hasil audit kerugian negara,

yakni dari penyertaan modal sebesar Rp Rp1,7 miliar dan ganti rugi bangunan sebesar Rp2,7 miliar. ‘’Ada kekurangan dari penggunaan yang tidak jelas, mungkin itu kerugiannya. Untuk eskpose penetapan tersangkanya, belum. Tanya Aspidsus kalau yang itu,’’ ucap Arif. Dana penyertaan modal PT Tripat itu digunakan untuk kerjasama operasional LCC bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera (BPS). Auditor Inspektorat Lombok Barat menemukan

indikasi kerugian negara Rp502,2 juta dari penyertaan modal itu. Kasus lainnya, yakni dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja dari Bank NTB Cabang Dompu kepada PT PDM pada tahun 2017 sebesar Rp6,3 miliar. Dalam kasus itu sudah ditetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Bank NTB Dompu, Syarifudin Ramdan, dan Direktur PT PDM Surahman. (why)

dengan tidak dilaksanakannya kontrak sesuai pasal 5 tentang hak dan kewajiban. Karena jika dijalankan, maka royalti kemungkinan akan terus naik disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Kenaikan royalti setiap lima tahun, dengan persentase kenaikan 1 persen dengan mempertimbangkan kenaikan inflasi. Sehingga royalti yang diterima bisa terus menyesuaikan,” tandasnya. Itulah yang menjadi kesimpulan sesuai hasil kajian pihaknya terkait sengkarut perjanjian antara GTI dengan Pemprov NTB. Kajian keluar berupa legal opinion didasarkan dokumen-dokumen yang diserahkan oleh Pemprov NTB. Rencananya, kesimpulan disertai pertimbangan hukum itu akan diserahkan pekan depan ke Pemprov NTB untuk jadi bahan pertimbangan tindaklanjut. “Kami, diminta atau tidak diminta, akan tetap melakukan kajian hukum terkait masalah aset Pemda. Karena ini jadi atensi Kejagung dan KPK juga dalam rangka penyelamatan. Nah, silakan nanti gubernur mau pakai atau tidak,’’ tegasnya didampingi Kasi Tata Usaha Negara,

R. Isjuniyanto, SH. Dijelaskan, pihaknya masuk dalam urusan aset bermasalah di Gili Trawangan itu, berkaitan dengan keinginan memajukan pariwisata NTB yang tertib hukum. Di samping itu didorong keinginan untuk segera menyelesaikan lahan 65 hektar itu agar tidak jadi masalah berkepanjangan. Karena bagaimana pun juga, lahan sudah dikuasai 700 orang, baik warga maupun pengusaha. Disarankannya, harus ada solusi diawali dengan pemutusan kontrak dengan GTI, kemudian dilanjutkan membuka kerjasama dengan pihak lain atau kerjasama pengelolaan dengan masyarakat setempat. Perbaikan kontrak produksi di atas lahan Gili Trawangan itu adalah salah satu solusi menjaga citra daerah dan kondusivitas pariwisata di Lombok Utara khususnya. Itu juga akan menjadi jalan lain pemanfaatan aset daerah dengan pengelolaan kerjasama ke pihak lain, termasuk dengan masyarakat yang kuasai HGU di sana. Dasar aturannya, mengacu pada Permendagri nomor 19 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah. (ars)

NTB Raih Anugerah Paramakarya 2019 Dari Hal. 1 ‘’Alhamdulillah, NTB menerima penghargaan dari Wakil Presiden,’’ ujar Iswandi usai menerima penghargaan. Pada sambutannya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, anugerah bagi pelaku usaha ini telah menjadi salah satu tolok ukur bagi peningkatan kualitas usaha di Indonesia. ‘’Saya menyampaikan selamat kepada penerima penghargaan Paramakarya 2019 ini,’’ kata Wapres di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Ma’ruf Amin menyebutkan, pihaknya mengharapkan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas di wilayah masingmasing. Keberhasilan birokrasi mempermudah dunia usaha memperluas lapangan kerja akan menciptakan efek berlanjut bagi kesejahteraan masyarakat. ‘’Penerima Penghargaan Paramakarya ini sudah seharusnya menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam hal peningkatan produktivitas,’’ tutupnya. (r)

Jumlah Pelamar 85.338 Orang Dari Hal. 1 Lombok Timur 12.771 pelamar dan Kabupaten Bima sebanyak 10.225 pelamar. Sedangkan Pemprov NTB, kata Fathurrahman, jumlah pelamar sebanyak 8.541 orang. Kemudian Kota Mataram 4.814 pelamar, Lombok Barat 3.729 pelamar, Lombok Utara 6.110 pelamar, Sumbawa Barat 2.762 pelamar, Kabupaten Sumbawa 8.233 pelamar. Selanjutnya, Dompu 7.088 pelamar dan Kota Bima 3.622 pelamar. Dalam rekrutmen CPNS 2019, sebanyak 3.204 formasi yang dibuka lowongannya pada 11 Pemda di NTB. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Kota Mataram 275 formasi, Lombok Barat 205 formasi, Lombok Tengah 479 formasi, Lombok Timur 482 formasi. Kemudian, Lombok Utara 237 formasi, Sumbawa Barat 105 formasi, Sumbawa 342 formasi, Dompu 249 formasi, Bima 241 formasi dan Kota Bima 175 formasi. Tahun 2018 lalu, jumlah pelamar CPNS di NTB sebanyak 61.195 orang. Dengan rincian pendaftar terbanyak berada di Lombok Barat sebanyak 9.461 orang dengan 219 formasi, Kabupaten Bima 8.245 orang dengan 352 formasi, Kota Mataram 7.213 orang dengan 262 formasi. Kemudian Lombok Timur

7.013 orang dengan 225 formasi, Lombok Utara 5.602 orang dengan 274 formasi, Sumbawa 4.905 orang dengan 275 formasi, Dompu 4.584 orang dengan 229 formasi, Lombok Tengah 3.411 orang dengan 481 formasi dan Kota Bima 1.541 orang dengan 198 formasi. Sedangkan, Pemprov NTB jumlah pelamar sebanyak 6.556 orang dengan 433 formasi. Sekretaris BKD NTB, Yus Harudian Putra, S.STP yang dikonfirmasi mengatakan setelah penutupan pendaftaran. Selanjutnya BKD akan melakukan verifikasi yang ditargetkan tuntas Senin pekan depan. “Setelah itu, ada verifikasi khusus penyandang disabilitas 9 -13 Desember. Diperiksa oleh tim untuk mengecek tingkat kedisabilitasannya,” terangnya. Jika verifikasi untuk formasi umum dan khusus sudah tuntas. Maka BKD akan melaporkan ke Panselnas. Untuk pengumuman pelamar ang lulus seleksi administrasi, nantinya akan diumumkan oleh Panselnas. “Kalau dulu waktu surat awal, rencananya pengumuman 15 Desember. Kemudian 16-19 Desember masa sanggah. Seminggu kemudian pengumuman hasil masa sanggah. Baru Februari tes SKD. Jadwal ini kita masih menunggu keputusan menunggu pusat,” terangnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 29 November 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/kir)

LATIH - Petugas dari BNNP NTB melatih pengenalan narkoba bagi petugas Airport Security LIA, Kamis (28/11).

Antisipasi Penyelundupan Narkoba

Airport Security LIA Dilatih Khusus

Praya (Suara NTB) Sebanyak 104 petugas Airport Security di Lombok International Airport (LIA) mendapat pelatihan khusus pengenalan jenis serta pola peredaran narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Kamis (28/11). Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan serta pemahaman dari para Airport Security LIA soal narkoba serta pola peredarannya. General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati menyebut, pengedar narkoba kerap menggunakan jalur udara melalui bandara untuk memasok narkoba ke suatu daerah. Tidak terkecuali LIA. Diakuinya, sejumlah kasus upaya penyelundupan narkoba pernah beberapa kali terjadi di LIA. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya antisipasi. Selain dengan memperketat pengawasan dan pengamanan terhadap lalu lintas orang dan barang di bandara. Termasuk mempersiapkan personel pengamanan yang ada di bandara.

‘’Agar bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal, maka petugas pengamanan bandara juga harus dibekali pengetahuan yang cukup. Terutama soal narkoba serta pola peredarannya. Dan, itu harus dilakukan secara berkala. Karena bentuk dan jenis narkoba terus berkembang,” jelasnya, Kamis (28/11). Selain mendapat pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba, efek serta ciri-ciri pengguna narkoba, personel pengamanan bandara juga dilatih mengenali tampilan narkoba pada mesin X-ray. Sehingga para

personel pengamanan bandara ke depannya bisa lebih waspada. Terutama terhadap potensi masuknya narkoba melalui bandara. Tidak kalah penting, tambah Jati, personel pengamanan bandara juga bisa turut serta membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan PT. AP I LIA. “Jadi bukan hanya mencegah penyelundupan narkoba melalui bandara, petugas pengamanan bandara kita harapkan bisa membantu mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan kerjanya,” tegasnya. (kir)

Kelola Air Bersih di KEK Mandalika

Anak Perusahaan ITDC Gandeng PDAM Praya Praya (Suara NTB) Salah satu anak perusahaan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indone-

sia Tourism Development Corporation (ITDC) yakni PT. ITDC NU (Nusantara Utilitas) resmi menggandeng Peru-

sahaan Daerah Air Minum (PDAM) Praya, dalam mengelola air bersih di kawasan The Mandalika. Pengelolaan air bersih secara bersama ini untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Kesepakatan pengelolaan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama PT. ITDC NU, A.A. Istri Ratna Dewi dan Direktur PDAM Loteng, H. L. Kitab, Kamis (28/11). Direktur Utama ITDC NU, A.A. Istri Ratna Dewi, menjelaskan, kerjasama ini merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan KEK Pariwisata Mandalika atau The Mandalika sebagai destinasi pariwisata baru di Indonesia. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor pendukung utama pengembangan destinasi wisata. Karena tidak akan bisa satu kawasan pariwisata berkembang tanpa adanya dukungan fasilitas dasar, utamanya air bersih, selain listrik, jalan dan jaringan telekomunikasi. Terlebih kawasan The Mandalika sendiri mulai tahun 2021 mendatang bakal jadi tuan rumah penyelenggaraan balap MotoGP, sehingga penting untuk memastikan ketersediaan air bersih di kawasan The Mandalika sejak saat ini. “PDAM Praya kita gandeng karena sudah sangat berpengalaman dalam urusan tata kelola air bersih,” terangnya. Berbekal pengalaman ini, ITDC NU dan PDAM Praya

diharapkan mampu mengelola utilitas di kawasan The Mandalika, khususnya dalam penyediaan air bersih dengan tingkat keandalan yang tinggi, baik dari segi kualitas maupun dan kuantitas. Sebagai pelaksanaan dari MoU ini, ITDC NU dan PDAM Praya akan segera memulai studi kelayakan di kawasan The Mandalika guna mengkaji sistem dan tata kelola air bersih di kawasan The Mandalika. ITDC NU dan PDAM Praya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait lain-

nya dalam hal ini. “Setelah studi kelayakan dilakukan barulah kemudian, pengoperasian, distribusi dan jual-beli air bersih di kawasan The Mandalika akan dimulai,” tandasnya. (kir) (Suara NTB/kir)

BAHAS - Direktur Utama ITDC NU A.A. Istri Ratna Dewi (kiri) bahas kerjasama pengelolaan air bersih di KEK Mandalika dengan Dirut PDAM Praya H. L. Kitab.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook