Skip to main content

Edisi Kamis 29 November 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 220 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Seleksi CPNS 2018

Pemprov Berupaya Selamatkan Pelamar Penuhi ’’Passing Grade’’ Mataram (Suara NTB) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si mengungkapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) memanggil Pemprov dan seluruh Pemda kabupaten/kota kaitan dengan pelaksanaan CPNS 2018. Pemprov terus mengupayakan agar pelamar yang telah memenuhi passing grade agar dapat ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). ‘’Yang sudah dipanggil itu, tahap pertama Bima, Dompu, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa

Barat. Kemudian tahap II ini Kota Bima, Pemprov NTB, Kota Mataram, Lombok Utara. Seluruh

kabupaten/kota dan provinsi dipanggil,’’ kata Fathurahman dikonfirmasi di Mataram, Rabu (28/11).

Pemanggilan Pemprov dan Pemda kabupaten/kota ini, jelas Fathurahman kaitan dengan proses seleksi CPNS tahap berikutnya, yakni tes SKB. Sehingga yang dipanggil juga termasuk admin. ‘’Dipanggil untuk penjelasan termasuk dengan ini, banyaknya formasi yang lowong formulasinya. Adminnya juga dipanggil langsung bekerja di sana. Terkait dengan teknis persiapan

mengikuti SKB. Admin juga dipanggil untuk validasi data,’’ terangnya. Fathurahman mengatakan, sebelum pengumuman peserta yang berhak ikut SKB, Pemprov dan Pemda kabupaten/ kota berharap ada perubahan kebijakan. Sehingga pelamar yang telah lulus passing grade semuanya dapat ikut SKB. Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/ist_kogasgabpad)

PENGERJAAN - Proses pengerjaan bangunan tahan gempa untuk korban bencana.

TO K O H Pemprov Putus Kerjasama PEMPROV NTB telah memutus kontrak kerjasama pembangunan hotel syariah di kawasan komersial Islamic Center (IC). Pemutusan kerjasama tersebut dilakukan karena investor atau mitra Pemda yang menjadi pemenang beauty contest sudah menyerah. ‘’Kita sudah resmi putus kontraknya (kerjasama pembangunan hotel syariah). Sehingga lahan itu sepenuhnya menjadi lahan PT. Bank NTB Syariah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH),’’ kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D dikonfirmasi disela-sela menghadiri anugerah keterbukaan informasi publik di Mataram, Rabu (28/11). Bersambung H. Rosiady H. Sayuti ke hal 15 (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R Periksa Ahli Pidana SETELAH memeriksa terlapor H.M, penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB melanjutkan ke pemeriksaan ahli. Pada Rabu (28/11), ahli pidana dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Mataram (Unram) dimintai keterangan. Menurut Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana, SH.,SIK, penyidik butuh ahli untuk menguatkan dalil laporan pelapor BaiqNuril Maknum (26), apakah dapat memenuhi unsur pidana atau tidak. ‘’Kebutuhan penyidik untuk menguatkan ke arah pembuktian saja. Bersambung I Komang Suartana ke hal 15 (Suara NTB/dok)

Kogasgabpad Kebut Pembangunan Rumah Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) berusaha mempercepat penyelesaian pembangunan hunian masyarakat

terdampak gempa. Salah satunya dengan membentuk posko tiap desa, untuk mengawasi setiap perkembangan pembangunan rumah tahan gempa. Sementara di

sisi lain, pembangunan terus dikebut. Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB Kol. Inf Farid Makruf, MA mengatakan, telah dilakukan rapat koor-

dinasi bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk mempercepat pembangunan rumah bagi korban gempa. Bersambung ke hal 15

Implementasi KIP Setengah Hati, 24 OPD Pemprov Tak Transparan Mataram (Suara NTB) Komisi Informasi (KI) NTB melakukan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik (KIP) tingkat provinsi NTB. Hasilnya, sebanyak 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB tidak transparan. Ketua KI NTB, Hendradi, SE, ME menjelaskan dari 24 OPD Pemprov yang tak transparan tersebut, sebanyak 16 OPD tidak informatif dan 8 OPD kurang informatif. ‘’Bisa dikatakan demikian, badan publik yang kurang informatif dan tidak informatif tidak transparan. Kan tidak menyampaikan informasi,’’ kata Hendriadi dikonfirmasi usai acara anugerah KIP NTB di Mataram, Rabu (28/11) siang. Ia menjelaskan, dalam konteks penilaian badan publik, akan kelihatan OPD yang terbuka dan tidak terbuka di website-nya. Apalagi ada yang bisa dinilai, tak mengem-

balikan kuisioner. Dalam penilaian KIP badan publik, kata Hendriadi yang dilihat adalah konten website, pelayanan informasi dan komitmen melakukan pelayanan informasi. Berdasarkan hasil monev KI NTB, OPD yang informatif di Pemprov NTB hanya satu yakni RSUD NTB. Kemudian yang menuju informatif sebanyak dua OPD yakni Bappeda NTB dan RSJ Mutiara Sukma. Sedangkan yang cukup informatif sebanyak tujuh OPD. Yakni Dinas Sosial, Bappenda, Dinas PUPR, Distanbun, Dinas Perhubungan, Diskop UMKM dan Dinas Kesehatan. Sementara OPD yang kurang informatif ada delapan. Yakni Dinas Perkim, DP3AP2KB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Biro Umum, Dinas Perdagangan, Biro Organisasi, Biro Humas dan Protokol dan Disnakertrans. Bersambung ke hal 15

Rapimnas Kadin

Presiden Minta Investasi Tak Dipersulit Mataram (Suara NTB) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (28/11) menutup Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang dilaksanakan di Solo. Dari forum nasional ini, Kadin NTB mengusulkan provinsi ini menjadi sentra industri untuk Indonesia Wilayah Timur. Hal ini dikemukakan Ketua Kadin Provinsi NTB, Ir. L. Heri Prihatin, IR, dihubungi usai penutupan acara. Seperti dikutip Ketua Kadin NTB, dalam penutupan ini, Presiden Jokowi mengamanatkan agar ke depan jangan lagi terlalu banyak produk-produk aturan dan kebijakan yang menghambat investasi. Baik produk turunan undang-undang, maupun Perda. Agar tak memberatkan dunia usaha. “Era global, bukan zamannya lagi membuat orang sulit, Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - L. Heri Prihatin (kiri) bersama Peter, Putra NTB yang terpilih menjadi Ketua DPN Inkindo

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memberikan penghargaan kepada Wakil Walikota Mataram, H.Mohan Roliskana, kemarin. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Mataram (Suara NTB) dasi. Ia mengatakan, akan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Badan Anggaran (Bang- turun langsung menyelesai1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 gar) DPRD NTB mencoret kan persoalan di BPPD 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 usulan dana hibah untuk NTB tersebut. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Badan Promosi Pariwisata ‘’Saya akan putuskan se1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Daerah (BPPD) NTB pada gara untuk konsolidasi. Dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 APBD 2019. Menyikapi di- saya lihat nanti akan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 coretnya anggaran ini, Gu- bicara. Mudah-mudahan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 bernur NTB, Dr. H. akan ada solusinya. Ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menjadi masukan yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 meminta BPPD untuk in- baik juga,’’ katanya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 trospeksi diri. Konflik yang terjadi di 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ‘’Mudah-mudahan nanti BPPD NTB kata gubernur, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 BPPD-nya intospeksi lah,’’ menyebabkan banyak pe1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kata Gubernur dikonfirma- kerjaan yang seharusnya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 si Suara NTB usai meng- dapat dilakukan bersama1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 hadiri Anugerah Keterbu- sama menjadi terganggu. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kaan Informasi Publik 2018 Menurutnya, sangat disa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 di Mataram, Rabu (28/11). yangkan jika ada anggaran 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Karena masih ada konf- promosi tahun ini yang tak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 lik di internal BPPD NTB, dapat diserap akibat konf1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 gubernur menegaskan akan lik yang terjadi di internal 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 memerintahkan mereka BPPD. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 segera melakukan konsoli- Bersambung ke hal 15 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012

Anggaran Dicoret, Gubernur Minta BPPD NTB Introspeksi


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Langgar Perda Pemberdayaan bagi Nelayan PEMKOT Mataram telah menjelaskan anggaran bakal diterima oleh kelurahan. Satu kelurahan akan mengelola anggaran Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. Jika ini terealisasi akan difokuskan untuk pemberdayaan nelayan. Demikian disampaikan Lurah Tanjung Karang Permai Syamsudi dikonfirmasi, Rabu (28/11). Secara spesifik Syamsudi tak mengetahui apa saja pemanfaatan anggaran tersebut. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram, nantinya akan menjelaskan sembari menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis pengelolaan anggaran dari pemerintah pusat. Diakui selama ini, dana kelurahan minim. Aspirasi diusulkan masyarakat tak bisa keseluruhannya dieksekusi. Pun dana kelurahan terealisasi, maka difokuskan untuk pemberdayaan nelayan dan penataan infrastruktur fisik di lingkungan. Pemberdayaan nelayan sambungnya, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. “Pemberdayaan selama ini dari swadaya. Karena dana kita tidak dapat menjangkau,” ujarnya. Selain aspek pemberdayaan dan penataan infrastruktur, perencanaan difokuskan pada tata kelola kebersihan. Operator sampah akan diperkuat kembali, sehingga dapat mengakomodir atau menjangkau masyarakat secara luas. Syamsudi tak mempermasalahkan besaran anggaran dana kelurahan diterima disesuaikan dengan jumlah penduduk maupun luas wilayah. Paling tidak kata dia, dana tersebut bisa terdistribusikan dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. “Informasinya tergantung lingkungan dan jumlah penduduk. Kalau di sana ada lima lingkungan,” sebutnya. Peningkatan infrastruktur maupun pemberdayaan tak bisa sepenuhnya mengandalkan organisasi perangkat daerah. OPD juga memiliki program tersendiri dan anggaran terbatas. Dengan dana kelurahan ada kemandirian kelurahan mengelola anggaran. Aspirasi masyarakat bisa terjangkau berdasarkan skala prioritas. (cem) Syamsudi

Warga Tak akan Gampang Bikin KTP Lagi Mataram (Suara NTB) Satpol PP Kota Mataram menjalin kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Masyarakat yang melanggar peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban umum terancam tak bisa kembali mencetak identitas penduduknya (KTP). Kasat Pol PP, Bayu Pancapati menjelaskan, latar belakang penandatanganan momerandum of understanding (MoU) dengan Dinas Kependudukan adalah pelaksanaan tugas di lapangan menyangkut Perda 10 tahun 2011 tentang ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Sebagai aparat penegak Perda kata Bayu, Pol PP hanya melakukan tindakan non yustisi. “Langkah awal penegakan menggunakan Peraturan Kapolri. Pelanggar aturan diberikan laporan kejadian (LK),” kata Bayu, Rabu (28/11). LK ini sebagai bukti pelanggaran oleh masyarakat. Pol PP juga mengamankan KTP warga. Konsekuensinya warga tak lagi bisa memiliki KTP dimaksud. Tetapi kebanyakan mengambil jalan pintas. Mere-

ka yang seharusnya diberikan penyuluhan dan mengambil KTP, justru memilih mencetak kembali KTP di Dukcapil. Setelah MoU itu, masyarakat yang melanggar Perda tak dapat semudah itu membuat KTP. Dukcapil akan mengecek permohonan pencetakan kembali ke Pol PP. Apakah ada kaitannya dengan pelanggaran atau tidak. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, MoU antara Pol PP dan Dukcapil menandai langkah baru. Walaupun penertiban sudah jadi tugas dalam pelaksanaan Perda. Tapi ini memastikan dua lembaga melaksanakan sinergi tugas di lapangan. Menelaah tugas Pol PP sebagai aparat penegak Perda sangat kompleks. Ada tanggung-

jawab melaksanakan Perda. Tugas kemasyarakatan berjalan berdampingan. Ini secara pararel dilaksanakan setiap hari. “Dalam pelaksanaannya ada banyak permasalahan. Saya memantau masyarakat semakin kritis. Dan, kadang - kadang menghindari sanksi administrasi,” papar Mohan. Dalam aturannya Pol PP memiliki kewenangan penyelidikan baik perorangan maupun ke perusahaan. Terkait dengan Perda 10 Tahun 2011 tentang trantibum jadi salah satu masalah mendesak. Karena di tengah kehidupan masyarakat urban dengan kompleksitas yang berbagai macam. Pol PP berkejaran oleh waktu dan memiliki formula melaksanakan regulasi secara maksimal. “Ini gagasan maju karena ini

Kalau ini terjadi kata dia, tidak ada penguatan kapasitas dan kewibawaan lembaga. Mohan menegaskan, harus ada efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda. “KTP jadi bahan identitas personal. Ini harus ada jaminan kuat,” demikian kata Mohan. (cem)

SDM Kelurahan akan Diberikan Bimbingan

Dukung Pengumuman Penunggak Pajak

(Suara NTB/fit)

telah dilembagakan berarti ada komitmen secara politis,” ucap Mohan. Wawali juga tak ingin masyarakat pelanggar Perda begitu mudah mengurus identitas kependudukan. Artinya, cukup membuat surat kehilangan di kepolisian, kemudian mendapatkan KTP kembali.

Kelola Anggaran

(Suara NTB/cem)

SEKRETARIS Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. H.M. Noer Ibrahim, menyambut baik rencana Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram yang akan mengumumkan penunggak pajak dalam bentuk penempelan stiker maupun spanduk apabila nilai pajaknya besar. Hanya saja, tidak semua pajak dapat diterapkan kebijakan seperti itu. Menurut Noer Ibrahim, pajak yang bisa diterapkan kebijakan penempelan stiker maupun spanduk adalah pajak reklame, hotel dan restoran. ‘’Jadi di setiap reklame yang tertunda harus dikasi tanda nunggak pajak sekian dari tanggal sekian tahun sekian. Sehingga mereka tahu dirinya menunggak,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (28/11). Sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sulit diberikan tanda stiker maupun spanduk. Karena, tidak semua objek pajak berupa rumah maupun bangunan. Ada juga objek yang berupa lahan kosong tanpa bangunan. Biasanya, lahan kosong tanpa bangunan ini, PBB nya tidak seberapa. Noer Ibrahim khawatir, jika yang seperti ini (lahan kosong) diumumkan nunggak PBB, tidak sesuai dengan nilai PBBnya. ‘’Jangan-jangan lebih besar harga spanduknya ketimbang tunggakan PBB-nya,’’ selorohnya. Politisi Golkar ini lebih setuju kalau sanksi yang diberikan kepada penunggak PBB, lebih pada sanksi administrasi. ‘’Jadi nanti dia ndak bisa leluasa mengurus administrasinya. Dia bayar dulu PBB kalau mau dilayani administrasi. Misalnya mau ada keperluan apa, dia ndak bisa berkutik karena kena sanksi, sehingga mau tidak mau dia akan bayar tunggakan PBB nya,’’ sarannya. Yang paling tepat diumumkan, katanya, adalah tunggakan pajak hotel dan restoran. Bila perlu, kata anggota Dewan dari Dapil Mataram – Sekarbela ini, hotel dan restoran yang menunggak pajak ini diumumkan melalui media massa. Ini, menurut Noer Ibrahim sekaligus sebagai sanksi moral. Pada bagian lain, ia mengimbau bagi masyarakat yang menunggak pembayaran PBB, agar segera melunasi kewajibannya. ‘’Walaupun tidak ada urusan administrasi dengan pemerintah,’’ cetusnya. Dia mengajak masyarakat menjadi warga negara yang taat pajak. Di sinilah dibutuhkan peran lurah dan camat selaku perpanjangan tangan Pemkot Mataram. ‘’BKD kita harapkan manfaatkan keberadaan Lurah dan Camat,’’ katanya. Toh, mereka juga mendapatkan insentif. Daftar penunggak pajak harus dikoordinasikan dengan kelurahan atau kecamatan. (fit) H.M. Noer Ibrahim

(Suara NTB/cem)

NOTA KESEPAHAMAN - Kasat Pol PP Bayu Pancapati dan Kadis Dukcapil menandatangani dokumen nota kesepahaman (MoU) disaksikan oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana di ruang kenari Kantor Walikota Mataram, Rabu (28/11).

(Suara NTB/cem)

LAPAK UDAYANA - Seorang pedagang bersama anaknya menyiapkan barang jualannya di Taman Udayana, Senin (27/11). Penarikan retribusi sewa lapak di sini sedang diperdebatkan.

Tidak Jelas, Penarikan Retribusi di Taman Kota

Mataram (Suara NTB) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) dengan Dinas Perdagangan (Disdag) saling lempar tanggung jawab terkait retribusi pengelolaan lapak di Taman Udayana dan Taman Selagalas. Targetnya di 2018 mencapai Rp500 juta. Retribusi ditarik dari penggunaan lapak oleh warga. Satu lapak ditarik Rp5.000 per hari. Jumlah dikenakan semakin besar tergantung luas lapak dimanfaatkan. Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan, penarikan retribusi lapak di taman sudah tidak menjadi kewenangannya lagi. Pengelolaan oleh Pemkot Mataram dialihkan ke Dinas Perdagangan. “Oh. Bukan di saya lagi sekarang. Itu tanggungjawab Dinas Perdagangan,” kilah Kemal. Sebelumnya diakui, ia menargetkan pengelolaan lapak khusus di taman Rp500 juta tahun ini. Karena adanya pengalihan kewenangan sehing-

ga tidak diketahui sejauh mana tindaklanjutnya. Kemal tak bisa memastikan apakah targetnya itu ditindaklanjuti atau tidak oleh dinas yang dinahkodai oleh Lalu Alwan Basri tersebut. “Kalau itu ndak tahu saya. Kan tergantung siapa pimpinannya. Kalau saya memang iya berani segitu (Rp 500 juta). Yah, sekarang ndak tahu kalau di sana,” ucapnya. Alwan yang dikonfirmasi saat menyaksikan acara Kemilau Mutiara Mataram membantah mengelola lapak di taman Kota Mataram. Alwan malah mempertanyakan SK pelimpahan kewenangan pengelolaan lapak tersebut. “Mana SK -nya. Ndak ada kita terima,” ucapnya. Alwan pun tak mengetahui target retribusi yang sebelumnya dipasang oleh Perkim. Permasalahan tersebut akan coba ditanyakan dulu. Kalaupun memang sudah ada pelimpahan, pihaknya siap saja mengelola. “Target apa. Ndak tahu kita. Mana SK - nya,” demikian kata Alwan. (cem)

252 Pelajar Ikuti MTQ Kota Mataram Mataram (Suara NTB) Sebanyak 252 orang peserta dari enam kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar Tingkat Kota Mataram tahun 2018. Wakil Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan bahwa Pemkot Mataram sangat mendukung terselenggaranya MTQ Pelajar. Ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam membumikan Alquran agar dapat tetap hidup dan lestari. Selain itu, ikut menjunjung tinggi nilai-nilai ilahiah. Tradisi penyelenggaraan MTQ tingkat pelajar, kata Mohan, merupakan tradisi yang positif atas prakarsa para pendahulu untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan prestasi anakanak didik di Kota Mataram. “Apa yang sudah baik dan berjalan dengan penuh kesejukan ini harus kita jaga bersama-sama. Menjadi virus positif untuk meningkatkan minat anak-anak kita mendalami Alquran,’’ demikian Mohan, saat membuka MTQ tingkat pelajar Selasa (27/11) malam. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Lalu Muhammad Sidik melaporkan, MTQ Pelajar Tingkat Kota Mataram Tahun 2018 diikuti oleh 252 orang peserta dari enam kecamatan yang akan mengikuti lima

mata lomba. Sebelumnya, kegiatan telah diawali dengan Pawai Ta’aruf yang diikuti sekitar 3.000 orang peserta. MTQ Pelajar Tingkat Kota Mataram Tahun 2018 bertujuan mempertemukan kafilah saling mengeluarkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik, meski bukan hanya berorientasi kalah dan menang saja melainkan untuk meningkatkan jiwa qurani. “Saat ini ukhuwah kita sedang diuji. Ini merupakan salah satu momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan sebagai

anak bangsa,’’ ucapnya. Pembukaan MTQ ini, selain dihadiri Wakil Walikota, juga Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, SH., Wakapolres Mataram, jajaran pimpinan OPD, camat, dan lurah se-Kota Mataram. Acara pembukaan berlangsung lancar dan meriah dengan kehadiran masyarakat dari sekitar lokasi utama penyelenggaraan kegiatan MTQ, meskipun sempat diwarnai dengan gerimis di awal acara. MTQ pelajar ini akan berlangsung sampai tanggal 30 November 2018. (fit)

(Suara NTB/ist)

BUKA MTQ PELAJAR - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menabuh beduk menandai pembukaan MTQ pelajar tingkat Kota Mataram, Selasa malam.

Mataram (Suara NTB) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram, menjabarkan rencana pendistribusian dana kelurahan. Namun untuk pelaksanaan rencana tersebut, sumerdaya manusia (SDM) yang ada di kelurahan akan diberikan bimbingan teknis. Kepala Bagian Pemerintah Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana, Rabu (28/11) mengatakan, satu kelurahan akan mengelola Rp800 juta Rp1,2 miliar. Anggaran itu akan didistribusikan ke 50 kelurahan se - Kota Mataram. Pembagian besaran dana kelurahan mempertimbangkan luas wilayah, jumlah penduduk serta inovasi dan prestasi masing - masing kelurahan. Tak hanya dana itu, Kelurahan juga akan mengelola dana pekasih yang selama ini dipegang oleh Bagian Pemerintahan, dana Linmas. Sedangkan, pemanfaatan dana kelurahan masih menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. Dalam waktu dekat ini, kata Putu, lurah dan bendahara segera mengikuti bimbingan teknis. Bimtek ini dimaksudkan agar dana digunakan sesuai aturan. “Jangan sampai salah - salah penggunaan nanti. Kan jadi repot,” ucapnya. Sama halnya dengan dana desa, Kelurahan akan mengelola sendiri dan lurah langsung sebagai kuasa pengguna anggaran. Mekanisme penggunaannya pun melalui APBD. Dan, bisa dieksekusi awal Januari. “Kalau ada perencanaan bisa saja dimulai awal tahun,” tambahnya. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menambahkan, pihaknya masih memberikan penjelasan ke seluruh lurah terkait dana kelurahan tersebut. Penggunaan anggaran masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat. “Kita masih nunggu Juklak Juknis dari pusat,” ujarnya. Lurah Pejeruk, H. Abdul Wahab ber-

syukur jika benar dana kelurahan tersebut terealisasi tahun depan. Pengelolaan dana cukup besar tersebut perlu dibentengi oleh sumberdaya manusia yang berkualitas di kelurahan. SDM kelurahan berkualitas berkaitan dengan kemampuan mengelola dan menyusun anggaran. “Sementara staf saya tinggal satu - dua tahun mau pensiun,” jawab Wahab. Wahab menginginkan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Mataram, merotasi pegawai yang mumpuni untuk menopang penggunaan anggaran tersebut. Program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat selama ini, tetap jalan lewat pokok - pokok pikiran anggota Dewan. Artinya, pihaknya bersama Dewan berkoordinasi program apa saja dibutuhkan masyarakat. Jika mengandalkan dana kelurahan sangat kecil dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk. Dia menyebutkan, jumlah penduduk Pejeruk 11 ribu lebih dari delapan lingkungan. “Yang paling urgen itu pemukiman notabene penduduk asli hampir 75 persen,” sebutnya. Tak jauh berbeda disampaikan Wahab. Lurah Karang Pule H. Taufiqqurahman mengatakan, jika dana kelurahan terealisasi di tahun 2019 akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Penataan infrastruktur terkait perbaikan drainase di lingkungan. (cem)

I Made Putu Sudarsana (Suara NTB/dok)

Rasionalisasi PTT Masih Dievaluasi Mataram (Suara NTB) Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Kota Mataram, tengah melakukan evaluasi terhadap pegawai tidak tetap. Rencananya mulai 2019 tenaga non pegawai negeri sipil akan dirasionalisasi. Ketua Baperjakat yang juga Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito mengatakan, evaluasi sedang berjalan. Keberlanjutan apakah PTT akan dipangkas atau tidak tergantung dari hasil evaluasinya. “Pengurangan tergantung hasil evaluasi,” kata Sekda ditemui usai apel di Makam Pahlawan Majeluk, Rabu (28/11). Sekda menegaskan, evaluasi tersebut bukan saja pegawai non pegawai negeri sipil. Evaluasi terhadap kinerja dan kedisiplinan berlaku bagi PNS. Hal ini kata Sekda, berkaitan dengan rencana mutasi. “Bukan PTT saja. PNS juga kita evaluasi,” jawabnya. Secara keseluruhan kinerja PNS akan dilihat. Sebab, pegawai ada yang menempati satu posisi lebih dari lima tahun. Supaya tidak jenuh perlu penyegaran.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar inspeksi mendadak pegawai tidak tetap di semua organisasi perangkat daerah. Sidak ini sebagai bagian dari wacana pengurangan pegawai non PNS tersebut. BKPSDM ingin melihat apakah OPD tertib administrasi dan disiplin. Pengerahan seluruh pegawai mulai dari staf hingga kepala bidang sekaligus ingin menampung permasalahan yang dihadapi di OPD. Di sisi lain, tujuan utamanya adalah mengevaluasi kinerja dari pegawai tidak tetap. “Bukan asesmen, cuma bagian dari evaluasi,” kata Kepala BKPSDM Baiq Nelly Kusumawati. Dalam rangka evaluasi ini, pimpinan OPD diberikan formulir. Formulir ini akan diisi. Mereka akan memberikan rekomendasi apakah PTT layak atau tidak. Jika ditemukan PTT tidak disiplin dan kinerja tidak bagus akan dirumahkan. “PTT tidak disiplin ngapain dipertahankan,” tegasnya. (cem)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

Halaman 3

PLN UIP Nusra Hijaukan ”Gunung Sasak” dengan Pohon Buah Giri Menang (Suara NTB) PT. PLN (Persero) secara serentak di seluruh Indonesia

melaksanakan penanaman 22.000pohonpadaPeringatanHari Menanam Pohon Nasional, Rabu

(28/11) kemarin. Jumlah tersebut tersebar di 22 unit PLN di Indonesia salah satunya di Provinsi NTB. Kegiatan penanaman pohon di provinsi pimpinan Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Sitti Rohmi Djalilah ini difokuskan di Gunung Sasak, Desa Kuripan Selatan, Kabupaten Lombok Barat. Dikoordinir oleh PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara. Hadir langsung, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, Akhmad Imron Rosyadi, Kepala Bidang RPM Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir Latif Yanti Wasitatun, Perwakilan Pemerintah Kecamatan Kuripan, Kepala Desa Kuripan Selatan, para Kelompok Tani, serta siswasiswi SPMN 1 Kuripan. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, ditetapkan bahwa tanggal 28 November merupakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Dalam sambutanya, Akhmad Imron Rosyadi mengatakan, diadakannya Hari Menanam Pohon Indonesia, untuk memulihkan kerusakan hutan dan lahan-lahan produktif di Indonesia. PLN turut peduli melestarikan alam dan lingkungan melalui gerakan penghijauan, seperti yang dilaksanakan kemarin. Oleh karena itu, PLN juga men-

gajak semua lapisan masyarakat semakin peduli akan alam dan lingkungan. “Tujuan kami melibatkan pihak eksternal PLN adalah agar kita bersama-sama dapat menumbuhkan rasa cinta kita terhadap lingkungan. Dan berkontribusi terhadap penyelamatan lingkungan. Bersamaan dalam rangka memeriahkan dan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia hari ini,” kata Imron Rosyadi. Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang RPM Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan Provinsi NTB, Ir Latif Yanti Wasitatun. Mewakili Pemprov NTB, sangat mengapresiasi penyelangaraan penanaman pohon oleh PLN. “Kami semakin termotivasi untuk terus melestarikan lingkungan dan kami juga berharap bahwa program program seperti ini dapat berkelanjutan,” harapnya. PLN sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi listrik, tentu harus ikut bertanggung jawab pada lingkungan sekitar. Sebelumnya PLN UIP Nusra juga telah melakukan penanaman pohon sebanyak 1.000 bibit pohon Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di area lahan kritis Gunung Sasak pada 5 Juni 2018 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup sedunia. “Tentu program program seperti ini tetap berkelanjutan, kami

(PLN, red) selalu menyelenggarakan program penghijauan lewat PLN Peduli pada tiap tahunnya secara bertahap tentunya,” demikian Akhmad Imron Rosyadi. Sementara itu, Kepala Desa Kuripan Selatan, Zulkarnain yang terlibat langsung pada kegiatan penghijauan ini menyebut, ada harapan baru masyarakat ketika PLN UIP Nusra memprogramkan penghijauan. Gunung Sasak yang disebut luasnya mencapai 470 hektar adalah salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebagian kawasan yang ditanami dengan berbagai jenis pohon, misalnya kemiri, telah memberi manfaat cukup besar. Ditambah lagi dengan penanaman pohon buah oleh PLN, menurutnya akan semakin menggairahkan masyarakat memelihara Gunung Sasak. “PLN memberikan bibit pohon buah seperti Kelengkeng, Alpukat. Artinya, buahnya juga nanti potensi baru bagi masyarakat sekitar Gunung Sasak,” ujarnya. Lebih dari itu, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi Gunung Sasak, belum sepenuhnya diakses oleh air PDAM. Sebagian besar mengandalkan sumur untuk air bersih. Penghijauan dirasanya akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang sebagai penyubur sumber mata air yang

ditampung oleh pohon-pohon yang ditanam di Sunung Sasak. “Karena itu, kami sangat syukur atas

kepedulian PLN. Dan kami sampaikan terimakasih,” demikian Zulkarnain. (bul/*)

Galeri Kegiatan Penghijauan Gunung Sasak oleh PLN UIP Nusra

Pembangunan Pariwisata Syariah Belum Terwujud Mataram (Suara NTB) Sektor pariwisata adalah sektor alternatif pemecah kebuntuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan mengatasi pengangguran. NTB memiliki modal besar, mengembangkan pariwisata unik, berbasis syariah. Masih banyak keterbatasan, mewujudkan mimpi besar itu. Saat ini pariwisata syariah di NTB sedang dalam tahap pengembangan dan pengenalan. Masih mencari bentuk dan pola, agar dapat diterima semua pihak. Terutama para wisatawan. Jumlah SDM masih sedikit. Kapasitas SDM masih relatif lemah dan belum berpengalaman. Karena itu, perlu dukungan pemerintah menyediakan program peningkatan kapasitas SDM hingga sertifikasi profesi pelaku pariwisata syariah, kata Ketua DPD Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) Kabupaten Lombok Timur, Baiq Agustina Widyawati. Sarana prasarana, pun disebut masih sangat kurang. Terutama yang langsung mendukung pariwisata syariah. Misalnya, penginapan, wahana wisata, sarana transportasi dan lainnya. Para pelaku pariwisata seperti agen wisata, agen transportasi, rumah makan, penginapan juga harus saling mendukung dan mempromosikan pariwisata Islam yang tetap menjunjung budaya lokal. “Mereka dapat mengembangkan paket-paket wisata syariah dengan keunggulan khusus. Seperti pengembangan kepribadian Islami, persaudaraan antar umat, turut berkesenian bersama penduduk setempat, live in di rumah penduduk dan mengenal tradisi penduduk setempat,” kata pengusaha wahana permainan di Mataram ini. Secara umum, Baiq Tina mengemukakan, pariwisata syariah bukan sekedar pariwisata dengan menjalankan Syariah Islam. Tetapi lebih untuk mengenalkan agama yang penuh dengan keindahan, kedamaian, kegembiraan, saling menghargai, dan harmonis dengan sesama dan alam. Semua tingkatan Pemerintah dan pelaku pariwisata harus saling mendukung dengan kewenangan dan kemampuan masing-masing. Pemerintah provinsi dan kabupaten diharap dapat mendukung pengembangan pariwisata Islam melalui beberapa kegiatan. Diantaranya, penyediaan ataupun perbaikan sarana prasarana pariwisata dengan nuansa Islami, tetapi juga memunculkan khasanah budaya setempat. Misalnya, sarana ibadah, home stay, warung makan, wahana permainan dan kesenian (panggung pertunjukan seni/sanggar seni beserta peralatan dan perlengkapannya) yang mengedepankan nilai syariah dan kearifan lokal. Pelatihan dan sertifikasi sumber daya manusia pelaku pariwisata Islami. Dengan mensertifikasi pelaku pariwisata syariah diharapkan kualitas pengelolaan pariwisata Islam dapat mencapai standar tinggi bahkan tingkat internasional sehingga mampu menarik minat wisatawan mancanegara. Pemberian asuransi bagi pekerja pariwisata syariah. Dukungan promosi melalui berbagai kegiatan seperti publikasi media massa dan media sosial, pengiriman delegasi ke pameran pariwisata nasional dan internasional, event budaya lokal seperti festival kesenian/festival kuliner/karnaval, program pertukaran pemuda dengan provinsi dan negara lain. Selanjutnyakegiatan-kegiatanPelatihan bagi aparat Pemda dalam rangka penanaman nilai keagamaan, kebangsaan dan perilaku pegawai. Hal ini jugaharusdidukungolehmasyarakat, terlibat proaktif dengan kesediaan menjalankanpariwisatasyariahbukan hanya untuk tujuan ekonomi tetapilebihuntukmensyiarkannilainilai agama yang penuh kedamaian, keindahan, kegembiraan, harmonis. Mau bekerjasama antar pelaku pariwisata, terus mengembangkan potensi diri terutama dalam hal seni, budaya, kuliner. Bersikap ramah, jujur, melayani sepenuh hati terhadap wisatawan, mengelola dan mengolah sampah dengan baik. “Pemerintah dan masyarakat harus matching,” Baiq Agustina Widyawati ujarnya. (bul)

PLN Tambah Kabel Laut ke Tiga Gili Mataram (Suara NTB) Untuk mendukung pengembangan pariwisata di NTB, PT. PLN (Persero) kembali menambah kabel laut ke kawasan tiga gili di Lombok Utara. Ke tiga gili itu, Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan (Gili Matra). ‘’Listrik merupakan faktor penting dalam mendukung kemajuan pariwisata. Kawasan tiga gili ini merupakan destinasi favorit wisatawan. Kebutuhan listriknya terus meningkat. Untuk mengantisipasinya, maka kita siapkan listriknya melalui penambahan kabel laut,’’ terang General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka. Data Dinas Pariwisata Provinsi NTB menunjukan bahwa angka kunjungan wisatawan tahun 2017, mencapai 3,5 juta wisatawan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2016 yang hanya 3,2 juta wisatawan. Sementara pada 2018, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan. Sementara itu, pertumbuhan beban listrik sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan. Pertumbuhan beban listrik, khususnya di kawasan tiga gili selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 beban listrik di kawasan tiga gili baru mencapai 2 Megawatt (MW). Kemudian meningkat menjadi 4,2 MW pada tahun 2016 dan 4,6 MW pada tahun 2017. Pada pertengahan tahun 2018, beban kembali meningkat menjadi 5 MW. Rudi menjelaskan, penambahan kapasitas listrik dilakukan dengan menambah dua buah kabel laut 20 kiloVolt (kV) masing- masing sepanjang 4,7 kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan Pulau Lombok dengan kawasan tiga gili. Sebelumnya, PLN juga telah memasang dua buah kabel laut 20 kV untuk mengalirkan listrik kawasan tiga gili ini. Penambahan dua kabel total sepanjang 9,4 kms, ditambah akan beroperasinya Gardu Induk (GI) Tanjung dapat meningkatkan kapasitas daya listrik untuk kawasan tiga gili dari 16 MW menjadi 36 MW. ‘’Dengan kapasitas yang besar, investor tentu tidak akan lagi khawatir dengan ketersediaan listrik di kawasan tiga gili,’’ kata Rudi. Selain untuk menambah kapasitas, penambahan kabel laut ini juga akan meningkatkan keandalan listrik di Gili Matra. ‘’Tiga gili ini kan menjadi destinasi utama. Jangan sampai kalau nanti ada gangguan di satu kabel laut, tidak ada cadangannya. Tambahan kabel laut yang kita pasang ini jadi back up, supaya listrik di kawasan tiga gili tetap andal,’’ imbuhnya. Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan kabel laut di kawasan tiga gili juga telah mendapatkan izin dari badan-badan terkait, baik di tingkat pusat maupun provinsi. Selain itu, dari sisi keamanan, kabel laut yang dipasang telah dilapisi pengaman khusus dan ramah lingkungan sehingga tidak akan mengganggu tumbuhnya terumbu karang. Karena bahan pelindungnya telah disesuaikan agar dapat menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang. Selain itu, posisi kabel juga tidak akan mengganggu lalu lintas kapal nelayan dan pariwisata. Pembangunan kabel laut tambahan untuk kawasan tiga gili ini direncanakan selesai pada Desember 2018 dan akan beroperasi pada Januari 2019. (bul)

(Suara NTB/ist)

KABEL LAUT - PT. PLN (Persero) menambah kabel bawah laut ke Gili Matra.


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Lumsum Sedikit Optimalkan Peranan PLKB PENYULUH Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) adalah salah satu garda terdepan dalam menyukseskan program KB. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencoba untuk mengoptimalisasi peranan PLKB. Rabu (28/11) kemarin, digelar evaluasi kinerja PLKB yang dirangkai dengan kegiatan out bound bersama. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antara PLKB dengan instan(Suara NTB/rus) si terkait guna menyuksesHj. Sukaenah kan program KB. Rohman Farly Sekretaris DP3AKB Lotim, Hj. Siti Sukaenah kepada Suara NTB, menjelaskan, para PLKB ini memang merupakan pegawai pusat setelah beberapa waktu lalu dilimpahkan. Namun pembinaan dan evaluasi keberadaan PLKB menjadi tanggung jawab daerah. Sejauh ini, kinerja PLKB dianggap sudah cukup baik. Untuk menjadi lebih baik, diperlukan monitoringdan evaluasi secara berkelanjutan. PLKB pun di tengah masyarkaat sudah banyak yang kenal. Menurutnya, jumlah PLKB se Lotim 136 orang. Ditambah lagi dengan 50 orang non PNS. Para tenaga non PNS ini sejauh ini mendapat gaji masih sangat jauh dari standar, sehingga perlu ditingkatkan. “Gaji dari non PNS sementara itu hanya menerima bantuan sekadarnya, di bawah standar yakni sekitar Rp 250 ribu per bulan. Mereka belum bisa masuk menjadi pegawai pusat,” ungkapnya. Dari 254 desa dan kelurahan se Kabupaten Lotim, sambung istri Sekretaris Daerah, H. Rohman Farly itu, Lotim memang perlu tambahan jumlah tenaga PLKB. DP3AKB pun sudah menyampaikan usulan ke pusat untuk penambahan. tapi belum ada respons. “Kita sudah usulkan ada penambahan 16 orang, karena sudah ada yang mulai pensiun,” terangnya. PLKB yang ada sekarang sambungnya disyukuri sudah bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hanya saja jika dilihat dari tolok ukur hasil kerjanya berupa capaian jumlah warga yang ikut progam KB masih perlu peningkatan. Jumlah pasangan yang ikut KB di Lotim sejauh ini memang masih rendah. Belum banyaknya tercapai karena terbentur sejumlah persoalan. Utamanya kasus pernikahan dini yang masih sangat tinggi di Lotim. Banyaknya kasus pernikahan dini ini menurut Sukaenah membuat tidak bisa membendung angka kelahiran. “Sekarang walaupun masih sekolah, masih duduk di bangku SMP sudah kawin,” tuturnya. Karena itu, setiap turun ke lapangan terus ajak pendewasaan usia perkawinan. Menikah usia dini ini menjadi biang dari sejumlah persoalan besar. Seperti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pernikahan anak di bawah umur juga menjadi penyumbang terbesar angka kemiskinan. Termasuk menimbulkan stunting, gizi buruk dan kasus kesehatan lainnya. Anak yang menikah di bawah umur ini diketahui belum punya pekerjaan. Belum siap berumah tangga dan belum dan belum mengerti cara merawat anak. “Begitu kawin, anak lahir tapi di lepas begitu saja tidak terurus dengan baik,” demikian paparnya. (rus)

Warga Tolak Perusahaan Kelola Hutan di Bayan Tanjung (Suara NTB) Lebih dari 100 warga Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) resah dengan hadirnya PT. Sadana. Perusahaan tersebut diketahui telah memperoleh izin mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI). Sayangnya HTI dimaksud merupakan kawasan yang telah dikelola oleh masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama. Informasi yang dihimpun koran ini, masyarakat Bayan mendatangi Kantor Desa Bayan, Rabu (28/11). Mereka secara tegas menolak kehadiran PT. Sadana mengelola kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 600 hektare. Salah seorang warga, Sastrawati, mengakui, perjuangan warga mengelola kawasan hutan menjadi sia-sia, karena lahan tersebut masuk ke dalam HTI yang dikelola perusahaan. Secara otomatis warga terancam tidak memiliki alternatif sumber penghasilan. “Sebagai perwakilan warga, sekaligus LPM Desa Bayan, saya menolak pengelolaan hutan oleh PT tersebut,” ujarnya. Ketua Pemuda Masyarakat Peduli Desa Bayan itu menyebut, keberadaan Sadana tidak banyak diketahui oleh warga. Pasalnya, hutan yang diserahkan pengelolaannya kepada perusahaan telah banyak ditanami warga. Bahkan warga sudah mengeluarkan banyak biaya saat menggarap kawasan sejak hutan diperbolehkan untuk dikelola. “Tidak hanya kami, pemerintah kecamatan dan desa juga tidak pernah tahu kapan PT. Sadana masuk ke kawasan tersebut. Tiba-tiba muncul dan mengklaim lahannya dikelola warga sebagai kawasan HTI,” sambungnya. Warga dalam hal ini meminta keadilan. Sebagaimana warga adalah korban gempa, maka diambilalihnya kawasan hutan oleh perusahaan memutus mata pencaharian warga. Sastrawati menyebut, rapat di Kantor Desa Bayan itu dimediasi oleh KPH Rinjani Barat. Di hadapan KPH, warga tetap ngotot menolak masuknya PT. Sadana, warga juga meminta lahan yang dikelolanya tidak dialihkan begitu saja kepada perusahaan tanpa kompensasi yang jelas. Tidak cukup di kantor desa, warga juga digiring untuk bertemu dengan perusahaan di salah satu hotel di kawasan Senggigi, Lombok Barat. “Kami tidak mau bertemu dengan pihak PT di Senggigi. Kalau mereka mau bertemu sebaiknya di Bayan saja,” cetusnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bayan Iptu I Made Sukadana mengakui adanya pertemuan warga dengan perusahaan di mana KPH selaku mediator. Warga meminta kejelasan atas jerih payahnya mengelola kawasan hutan. “Kawasan itu adalah kawasan hutan yang dipegang oleh KPH. PT Sadana sebagai pengelola dan sudah mendapat izin dari kementerian,” sebut Kapolsek. Selaku pemegang izin, penting kata Kapolsek agar perusahaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, ketidaksetujuan masyarakat timbul karena tidak mengetahui apa yang dilakukan perusahaan dibatas lahan yang telah dikelola warga. “Penting untuk disosialisasikan, apa programnya supaya jelas. Bagaimana pun PT ini punya izin. Kalau ada yang merasa keberatan dan ingin menempuh jalur hukum, ya kita akan proses,” pungkas Sukadana. (ari)

(Suara NTB/ist)

WARGA KHAWATIR - Warga Bayan khawatir tak punya pencaharian pascakepemilikan izin HTI oleh perusahaan.

Kunjungan ke Masyarakat Anggota DPRD KLU Minim

Tanjung (Suara NTB) Meski terkesan mencubit diri sendiri, namun Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara, Tusen Lasima, SH., patut didukung. Di mana ia menyayangkan minimnya agenda kunjungan atau perjalanan dalam daerah yang diatur komisi-komisi DPRD Lombok Utara. Tusen menilai, kunjungan dalam daerah tidak menarik bagi sebagian besar anggota DPRD. Salah satu penyebabnya, lumpsum (transportasi, makan dan uang saku) yang diperoleh sangat tidak sesuai dengan jabatan. “Kunjungan dalam daerah DPRD hanya dihargai Rp 70 ribu sehari. Masih lebih besar ongkos peladen,” guraunya pada Suara NTB, Rabu Tusen Lasima (28/11).

Bagi sebagian anggota DPRD Lombok Utara, melihat angka tersebut cenderung membuat mereka apriori. Yang terpatri di benak anggota DPRD sudah barang tentu kunjungan ke luar daerah dengan lumsum yang lebih besar. Namun sebut Tusen, perspektif kunjungan itu justru mengorbankan kepentingan masyarakat di mana aspirasi warga tidak banyak diketahui oleh wakil rakyat, ang-

gota dewan juga menjadi miskin referensi. Contohnya pada beberapa kali rapat baik di internal Komisi, Pansus, maupun rapat dengan eksekutif, diskusi condong didominasi oleh segelintir anggota dewan. “Persoalan di masyarakat itu kan dinamis. Pada beberapa debat seringkali anggota dewan kurang referensi,” imbuhnya. Tusen melanjutkan, aspirasi masyarakat sejauh terserap pada agenda normatif, misalnya reses yang digelar 3 kali dalam setahun. Meski beberapa anggota DPRD juga diketahui tidak sedikit yang melakukan kunjungan ke masyarakat secara individu.

“Kunjungan Komisi dalam daerah sebenarnya lebih solutif. Kebutuhan mendesak warga langsung kita ketahui dan kita pecahkan, apalagi kunjungannya menggandeng dinas terkait,” imbuhnya. Tusen berharap, minimnya kunjungan dalam daerah menjadi atensi semua pihak, baik internal dewan, Sekretariat DPRD maupun Bupati sendiri. “Kadang kalau hanya 70 ribu per hari tidak mau diurus oleh Sekretariat. Jadi kita harapkan Bupati segera memperbaiki Perbup. Kita tidak ingin motivasi DPRD turun hanya karena uang saku,” tandasnya. (ari)

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/yon).

HARGA ANJLOK - Sejumlah petani cabai memetik cabai di salah satu lahan pertanian di Lotim. Bahkan, ada petani cabai yang membiarkan tanaman cabainya tidak terurus, karena harganya anjlok.

Harga Anjlok, Petani Telantarkan Cabainya Selong (Suara NTB) Harga cabai di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) cukup memperihatinkan. Pasalnya dari hari ke hari, harga cabai di pasar terus merosot. Setelah beberapa waktu lalu harga stabil berkisar antara Rp50.000 sampai Rp60.000/ kilogram, namun beberapa minggu belakangan ini harganya anjlok berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp10.000/kilogram. Atas kondisi yang demikian, petani cabai di daerah inipun memilih tidak panen dan menelantarkan tanaman cabainya meski sudah menua. Ditemui Suara NTB, salah satu petani cabai di Kecamatan Masbagik, Ridwan, mengaku pasrah terkait harga cabai

yang merosot. Padahal, katanya, pada saat penen pertama harga cukup stabil dengan harga penjualan yang memuaskan. Sementara kondisi saat ini, akunya, harga sudah tidak bersahabat, baik di tingkat petani maupun di pasaran. “Harganya murah sekarang. Padahal dulu waktu pertama panen harganya cukup baik,” akurnya. Akibat anjloknya harga cabai ini, Ridwan mengaku harus memetik sendiri cabainya, karena apabila menggunakan buruh petik membuatnya semakin merugi. Bahkan karena usaha dan hasil yang didapatkan tidak sebanding, iapun terkadang membiarkan buat dari tanaman cabainya mengering di batang pohonnya.

Bahkan mengikhlaskan kepada masyarakat terutama keluarganya yang ingin memetik sendiri apabila ada acara. “Kita hanya dapat lelah. Jadi saya biarkan saja mengering di batangnya,” ujarnya pasrah. Menurut Ridwan, alasan ia menelantarkan tanaman cabainya, karena tidak ada keuntungan yang didapatkan. Meskipun dipetik kemudian dijual, itupun tidak dapat mengembalikan modal pembiayaan yang dikeluarkan mulai dari tahap penanaman, pemupukan hingga berbuah. Bahkan, katanya, pengepul yang membelipun saat ini sepi. Ridwan sendiri mengaku tidak mengetahui persis apa yang menjadi penyebab harga cabai saat ini

Berkas Dua Oknum Kades Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Selong (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) melimpahkan berkas dua oknum kepala desa (kadses) di Lotim yang tersangkut kasus korupsi ke Pengadilan Tipikor Mataram. Dua oknum kades yang dilimpahkan kasusnya adalah Kades Mendana Raya, MHG dan Kades Pringgabaya Utara, Z. Pelimpahan berkas keduanya terbagi dalam dua berkas terpisah. Kepada Suara NTB, Rabu (28/11), Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara, mengungkapkan dalam dua berkas tersebut terdapat tiga tersangka. Di mana terdapat salah satu Kaur Pemdes Mendana Raya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dan juga dilakukan penahanan. “Hari ini dua berkas dari tiga tersangka itu kita limpahkan ke Tipikor Mataram,” ungkapnya. Pelimpahan berkas dilakukan setelah penyidikan di Kejari Lotim melakukan proses perampungan terhadap kedua berkas yang bersangkutan. Diharapkan, setelah dilakukan pelimpahan ini, Pengadilan Tipikor Mataram menyatakan lengkap, sehingga secepatnya dapat disidangkan. “Berkasnya sudah rampung, kita tinggal menunggu penetapan hari sidangnya saja,” jelasnya. Diketahui, penetapan tersangka terhadap Kades Mendana Raya berdasarkan dua

(Suara NTB/ist)

LIMPAHKAN BERKAS - Penyidik dari Kejari Lotim melimpahkan berkas tersangka Kades Mendana Raya beserta Kaur dan Pringgabaya Utara ke Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (28/11) pagi. alat bukti yang sah. Salah satu alat bukti tersebut berupa kerugian negara yang timbul dari dugaan penyimpangan penggunaan anggaran di desa baik berupa DD maupun ADD. Di mana kerugian negara yang timbul sekitar di atas Rp200 juta. Adapun dalam dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kades Mendana Raya, jumlah anggaran yang dikelola oleh yang bersangkutan pada saat itu di atas Rp1 miliar, baik dari DD maupun ADD. Namun di dalam pelaksanaannya, sebagian dari dana tersebut diselewengkan oleh yang bersangkutan yang dinilai mengandung unsur korupsi. Dalam kasus ini, Kejari

Lotim juga menetapkan salah satu Kaur di desa setempat sebagai tersangka. Sementara, Kades Pringgabaya Utara menyalahi wewenang selaku kepala desa dengan melakukan pungutan liar (pungli) dalam pembuatan sertifikat prona tahun 2016. Ia diduga melakukan pungli berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan oleh penyidik serta hasil keterangan dari puluhan saksi yang dimintai keterangan. Kasus dugaan pungli ini diusut oleh Kejari Lotim dari laporan masyarakat yang geram atas aksi pungli yang dilakukan oleh Kades Pringgabaya Utara pada saat itu. (yon)

begitu anjlok. “Mau gimana lagi, daripada rugi semakin besar baik dari segi tenaga, waktu dan biaya. Lebih baik saya biarkan saja,” tambahnya. Sementara, Rusdiana pedagang di Pasar Paokmotong ini juga mengeluhkan harga cabai rawit yang saat ini merosot. Rendahnya harga cabai ini, katanya berdampak langsung terhadap sepinya pembeli. Hal tersebut dikarenakan apabila konsumen membeli setengah kilogram atau satu kilogram, maka cabai itu dapat digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Terutama apabila ditaruh di dalam lemari pendingin. Untuk itu, Rusdiana mengaku memilih untuk berjualan

sembako yang lain tanpa harus berpatokan terhadap cabai, meski berjualan cabai sudah digeluti berpuluh-puluh tahun. “Kita beli 5 kilogram saja untuk dijual kembali dalam bentuk eceran belum tentu habis sampai tiga hari. Malah cabai itu duluan membusuk. Pembeli sepi,” keluhnya. Menurutnya, untuk melancarkan bisnis cabai harus didukung oleh faktor harga. Pasalnya, harga cabai apabila terlalu rendah ataupun terlalu melambung sangat berpengaruh terhadap penjualan. “Jadi sebenarnya harga cabai ini harus normal. Kisaran pada harga Rp50.000/kilogram. Baru penjualannya lancar,” pungkasnya. (yon)

Lotim Cairkan Jadup Rp1 Juta Per KK Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) akhirnya mencairkan bantuan sosial, jaminan hidup (jadup) Rp1 juta. Penyerahan perdana dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) H. Rohman Farly di Sembalun, Rabu (28/11). Jadup dari Pemkab Lotim ini diberikan sebagai wujud perhatian pemerintah di bawah pimpinan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy. Sekda Lotim H. Rohman Farly, menegaskan, jika Pemkab Lotim komit memberikan bantuan kepada masing-masing keluarga terdampak gempa sebesar Rp 1 juta per KK. Diakui, sudah lama ingin dicairkan tapi karena terbentur proses, sehingga mengalami keterlambatan. Sekda pun langsung menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pencairan dana. Proses pencairan yang cuk-

up rumit karena harus mengedepankan asas kehati-hatian dalam penggunaan anggaran. “Ini semata bentuk kehati-hatian pemerintah terhadap proses pencairan dana, agar tidak terjadi kesalahan,” ungkapnya. Pihaknya juga mengingatkan agar camat dan kepala desa lebih teliti dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang berhak sesuai data yang ada. Pemberiannya harus teratur, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Semoga kegiatan ini berjalan lanaer dan aman,” harapnya. Camat Sembalun, Usman menyebutkan, jumlah warga Sembalun yang terkena dampak gempa sekitar 4.000 KK dari data yang sudah menerima bantuan. Itu pun masih ada yang belum masuk dalam SK yang dikeluarkan Dinas PUPR Kabupaten. (rus)

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN - Sekda Lotim H. Rohman Farly menyerahkan jadup pada warga yang jadi korban gempa bumi di Sembalun, Rabu (28/11).


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Bangun Pariwisata NTB

Wagub Minta OPD Tanggalkan Ego Sektoral

Praya (Suara NTB) Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di daerah ini, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar menanggalkan pikiran-pikiran yang lebih mementingkan ego sektoral dalam membangun sektor pariwisata. Menurutnya, pariwisata tidak bisa dibangun secara individual. Tapi, harus dibangun secara kolektif dan komprehensif dengan melibatkan semua elemen masyarakat dan stakeholder terkait di daerah ini. hadir, Wagub mengatakan kalau membangun pariwisata membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak bisa kemudian hanya dibebankan tanggung jawabnya kepada Dinas Pariwisata (Dispar) semata, tapi harus ada dukungan dari elemen lain. Misalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendukung dengan membangun sentra-sentra usaha yang bisa menunjang parwisata. Kemudian Dinas Lingkungan Hidup dan instansi lainnya dengan peran dan tugasnya masing-masing. Sementara untuk urusan promosi dan branding diserahkan ke Dispar. “Jadi harus bersamasama. Baru pariwisata di daerah ini akan bisa maju dan

Kejar Penunggak Pajak PEMKAB Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan menagih penunggak pajak hitung ke luar daerah. Pihak Bapenda akan mengajak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram untuk melakukan penagihan terhadap penunggak pajak tersebut. Pasalnya, tunggakan pajak yang belum dibayarkan ke Pemda mencapai Rp6 miliar lebih. Jika pihak penunggak pajak belum juga membayar, maka Pemda bersama Kejaksaan akan menempuh upaya lain. Plt Kepala Bapenda Lobar Darsapardi, menjelaskan, penunggak pajak sebenarnya sudah membayar pajak setelah dilakukan penyegelan terhadap aset hotel. Hanya saja bersangkutan tak melunasi sampai selesai semua tunggakan, sehingga bertambah lagi dari masa berjalan. “Kami akan berangkat bersama Pak Kejari pekan depan (awal bulan depan) untuk menagih penunggak pajak,” tegasnya, Rabu (28/11). Pihaknya berencana berangkat awal bulan depan. Pihak yang berangkat selain Bapenda, Kejari, kasi Datun, Kasi Intel, Kabag Hukum Setda Lobar dan Asisten III Setda Lobar. Apakah ada kepastian bersangkutan akan membayar setelah didatangi langsung ke luar daerah? Pihaknya sendiri tidak berani menjamin. Akan tetapi informasi dari pihak terkait bahwa bersangkutan tengah mencari uang dengan melepas saham di hotel tersebut. Hal inilah jelasnya yang bakal dikejar. Jika pun nanti tim pulang dengan tangan kosong, pihaknya bersama Kejaksaan akan ada alternatif langkah lain. Ditanya soal apa alternatif yang bakal ditempuh, pihaknya menjelaskan tergantung dari hasil rapat dengan pihak Kejaksaan. Darsapardi (her)

berkembang,” ujarnya. Untuk itu, ujarnya, kunci dari semua itu koordinasi dan komunikasi yang baik harus terbangun dan tidak segansegan untuk saling berbagi pengalaman dan berdiskusi jika ada persoalan yang terjadi. Komunikasi pun tidak meski langsung, bisa via percakapan melalui media sosial atau yang lain asalkan kontinu dan berkelanjutan. “Bila perlu buat grup WA (WhatsApp). Di sana kita diskusi dan berkomunikasi soal pariwisata. Sehingga koordinasi antar kita terjalin dengan baik,” ujarnya. Diakuinya, potensi pariwisata di NTB khususnya Pulau Lombok sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lainnya di

(Suara NTB/kir)

PIMPIN RAPAT - Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah memimpin rapat kerja dan sinkronisasi program Pembangunan Kepariwisataan di D’Max Hotel Praya, Rabu (28/11). Indonesia. Tinggal bagaimana kemudian potensi yang dimiliki tersebut bisa dikelola dan

dikembangkan dengan baik. Terutama lagi potensi desa wisata, diharapkan bisa

salah satu destinasi wisata andalan, selain potensi wisata alam dan budaya lainnya. (kir)

Proyek Bendungan Meninting, Pemda Tak Siapkan Lahan Relokasi Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) menyiapkan beberapa opsi untuk pembebasan lahan milik warga yang terdampak proyek Bendungan Meninting. Ada beberapa opsi yang bakal ditempuh pemda, di antaranya ganti rugi berupa uang, relokasi dan mencarikan lahan pengganti bagi warga. Opsi pertama dinilai lebih praktis, sebab pemda tidak susah melakukan appraisal lagi untuk pengganti lahan warga. ‘’Pemda lebih setuju pembebasan lahan dengan ganti rugi berupa uang, artinya warga yang mencari sendiri lahan relokasi,’’ ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Joko Wiratno, Rabu (28/11). Menurutnya, jika warga dicarikan lahan pengganti, memakan waktu sebab prosesnya panjang. Pemda mesti melakukan dua kali appraisal, yakni untuk lahan yang dibeli (pembebasan) dan lahan pengganti. Sementara waktu yang ada sangat mendesak. Sama halnya dengan opsi jika warga direlokasi, maka butuh appraisal terhadap lahan untuk relokasi warga. Ditambah lagi kesulitan terjadi benturan antarwarga, karena rebutan

Joko Wiratno (Suara NTB/her)

posisi lahan. Hal ini jelasnya pernah menjadi pengalaman yang dihadapi oleh pihak BWS. “Sehingga yang paling mudah, simpel (praktis) langsung ganti rugi saja. Warga mengurus sendiri beli lahan di mana, karena kita juga dikejar waktu dalam pelaksanaan ini jangan sampai batal proyek ini,” ujar Joko. Jika pemda membelikan lahan warga, ujarnya, dikhawatirkan akan banyak fitnah yang muncul. Karena itu katanya lebih bagus jika warga menentukan sendiri lahan untuk relokasi. Hal ini menjadi pertimbangan pemda bahwa

opsi ganti rugi lebih praktis dan aman. Menyoal pembebasan lahan kata Joko, sangat mendesak harus dirampungkan pasalnya tahun depan fisik proyek sudah mulai dikerjakan. Sementara tim appraisal untuk menaksir harga lahan yang bakal dibebaskan belum juga terbentuk. Tim appraisal kemungkinan bisa bekerja tahun depan, sehingga pelaksanaan pembebasan lahan bakal paralel dengan proyek fisik bendungan. Hingga saat ini, proses appraisal masih jauh sebab tim bisa bekerja jika sudah ada peta bidang dan hasil pengukuran. “Appraisal masih jauh. Appraisal belum bisa bekerja sepanjang belum ada peta bidang. Tahun depan baru bisa mulai bekerja,”kata Joko. Ditegaskannya, pembebasan lahan kewenangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Sedangkan Pemda menyiapkan appraisal. Sedangkan appraisal belum dibentuk. Saat ini tahapannya pemda baru mengusulkan ke BPN Provinsi untuk pengukuran, hasil pengukuran setelah diketahui luasan baru dilakukan penilaian terhadap luasan lahan, pohon, bangunan dan lain-lain. (her)

Sejumlah Posisi Jabatan di Lobar Bakal Lowong 206 Koperasi di Loteng Mati Suri

dikembangkan dengan baik. Mengingat, desa wisata sekarang ini juga bisa menjadi

Giri Menang (Suara NTB) Jumlah jabatan eselon II yang lowong di Lombok Barat (Lobar) bakal bertambah tiga lagi, menyusul tahun depan terdapat tiga pejabat eselon II akan purna tugas (pensiun). Sebelumnya terdapat tiga jabatan eselon II yang lowong, karena pejabatnya digeser ke jabatan lain dan ada yang pensiun. Kepala BKD dan PSDM Lobar Suparlan, S.Sos, menyebut sekarang ini ada tiga jabatan eselon II yang lowong, antara lain Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan, Kepala Bapenda dan Kepala Dispora. Tahun depan, ada tiga jabatan yang akan lowong. Di antaranya Ke-

Praya (Suara NTB) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat ada 206 koperasi yang masih mati suri dari total 571 koperasi yang tercatat. Meski banyak di antaranya yang hanya sebatas aktif, belum bisa dikategorikan koperasi berkualitas. Hal itu diakui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng, Ihsan, S.Hut., kepada wartawan, Rabu (28/11). Selain itu, katanya, 206 koperasi yang mati suri ini belum juga melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT). Sementara RAT merupakan persyaratan utama bagi koperasi untuk dinyatakan sebagai koperasi aktif. “Kalau belum menggelar RAT, maka koperasi tersebut masuk kategori koperasi tidak aktif. Dan, belum bisa kita nilai kinerjanya,” terangnya. Untuk itu, salah satu program utama pihaknya saat ini ialah bagaimana kemudian mendorong kembali koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut supaya bisa aktif kembali. Beberapa pola yang dilakukan, misalnya dengan melakukan reposisi kepengurusan atau paling tidak melakukan revitalisasi kepengurusan supaya kepengurusan koPraya (Suara NTB) perasi bisa kembali hidup. Karena roh Jajaran Polres Lombok Tengah dari koperasi itu ialah keaktifan pengu(Loteng) bersama dengan pemerinrusan. “Kalau pengurus koperasi tidak tah daerah menggelar Apel Siaga bergerak, bagaimana koperasi mau tumBencana di Lapangan Umum Mubuh dan bergerak,” tegasnya. hajirin Praya, Rabu (28/11). Hal ini Secara umum, lanjut Ihsan, perkembasebagai bentuk kesiapan daerah ngan koperasi di Loteng cukup bagus. Jika dalam menghadapi potensi bencadilihat dari keberadaan koperasi yang na yang bisa saja terjadi pada masih aktif, masih lebih banyak dari kopmusim penghujan tahun ini. Apel erasi yang tidak aktif. Hanya persoalannya siaga ini dipimpin langsung Wakil saja, pada kualitas koperasi di daerah. Di Bupati Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP. mana banyak koperasi yang hanya sekedar “Apel ini kita gelar untuk aktif. Namun belum memenuhi harapan mengecek kesiapan personel, saradari sisi kualitas. “Dari 365 koperasi yang na dan prasarana pendukung serta masih aktif. Hanya 10 koperasi yang mafasilitas penunjang lainnya dalam suk ketegori sangat berkualitas,” imbuhnya. menghadapi potensi ancaman benSisanya sebanyak 159 koperasi masuk cana yang terjadi selama memasuki kategori berkualitas dan 195 koperasi lainmusim penghujan kali ini,” ujarnya. nya tergolong koperasi cukup berkualitas. Menurutnya, beberapa jenis benHarapannya ke depan, koperasi-koperasi cana yang bisa melanda Loteng pada yang masih masuk kategori berkualitas dan musim penghujan kali ini berupa longcukup berkualitas ini bisa terus berkembang sor serta banjir. Termasuk cuaca bumenjadi koperasi sangat berkualitas. Tenruk yang bisa menimbulkan pohon tunya dengan arahan dan bimbingan Dinas tumbang dan dampak buruk lainny Koperasi dan UKM Loteng. “Satu lagi, sebelumnya kita semSedangkan koperasi-koperasi yang sudah pat dilanda musibah gempa bumi. bisa masuk kategori sangat berkualitas diPotensi terjadi gempa bumi masih dorong bisa berkembang menjadi lembaga ada,” tambahnya. pembiayaan mikro dan mencakup koperasiUntuk itu, ujarnya, penting unkoperasi lainnya. Karena memang hampir tuk mengecek kewaspadaan dini sebagian besar bidang usaha koperasi yang dalam menghadapi kemungkinan ada di Loteng ialah koperasi simpan pinjam. terburuk dari bencana yang terjadi. Sementara kalau koperasi produksi dan jasa Dengan begitu, ketika bencana terjumlahnya masih minim. (kir)

pala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. ‘’ Ketiga pejabat ini pensiun dengan waktu berbedabeda, Kepala BPKAD akan pensiun bulan Januari tahun 2019, Kepala Dinas Lingkungan Hidup pada bulan Maret, sedangkan Inspektur pensiun pada bulan Juni,’’ ujarnya, Rabu (28/11). Bakal lowongnya sejumlah posisi, ujarnya, menambah jabatan eselon II yang lowong menjadi enam. Dalam hal ini, pihak BKD sudah meminta persiapan pensiun kepada beberapa pejabat terkait dengan

meminta SK CPNS pertama, SK PNS, SK terakhir dan pangkat terakhir, jabatan terakhir serta SKP (Sasaran Kerja Pegawai). Untuk mengisi jabatan yang lowong, ujarnya, prosesnya melalui panitia seleksi. Namun, sebelum itu, pihaknya akan menggelar job fit untuk eselon II. Tujuannya, mengetahui kelayakan pejabat menempati jabatan tersebut. Selain itu memetakan posisi jabatan kepala OPD yang pas sesuai dengan keahlian dan back ground pendidikan. ‘’Untuk pelaksanaan job fit ini sendiri melibatkan para akademisi dan BKD,’’ terangnya. (her)

Masuki Musim Hujan, Loteng Siaga Bencana

(Suara NTB/kir)

CEK PERALATAN - Wabup H. L. Pathul Bahri dan Kapolres Loteng Budi Santosa mengecek pasukan dan peralatan SAR pada Apel Siaga Bencana, Rabu (28/11). jadi bisa langsung ditangani, sehingga potensi kerugian materil maupun korban jiwa yang muncul akibat dari bencana tersebut bisa diminimalisir sejak dini. Di tempat yang sama, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, S.IK.M.H., menegaskan apel siaga bertujuan membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang terkait dengan penanganan bencana. Harapannya tentu, dengan komunikasi dan

koordinasi yang baik tersebut kerjasama yang baik dalam penanganan bencana bisa lebih baik. Apel siaga bencana diikuti ratusan personel, mulai dari personel TNI, Polri, BNPB, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) hingga dan PMI. Wabup Loteng pun berkesempatan memeriksa pasukan serta peralatan Search and Rescue (SAR) yang dimiliki masing-masing instansi. (kir)

(Suara NTB/ist)

TERIMA - Sekda Lobar H. Moh. Taufiq menerima penghargaan juara I KIP 2018 dari Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah di Mataram, Rabu (28/11).

Lobar Kembali Raih Juara I KIP 2018 Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) berhasil meraih penghargaan juara pertama sebagai Badan Publik Informatif Kategori Kabupaten/Kota pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Provinsi NTB tahun 2018. Penghargaan ini menjadi yang kedua kali setelah sebelumnya di tahun 2017 Pemkab Lobar juga menjadi juara pertama pada kategori yang sama. Pemkab Lobar berhasil unggul dari Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTB pada kategori ini. Acara yang juga dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah ini digelar setiap tahun untuk memonitor serta mengevaluasi kinerja institusi pemerintah, terutama dalam memberikan layanan keterbukaan informasi yang dibutuhkan oleh publik. “Alhamdulillah kita menda-

pat juara pertama. Namun ada tiga catatan untuk diperhatikan, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan masalah anggaran yang perlu diperhatikan karena mempertahankan juara itu jauh lebih sulit,” ungkap Sekda Lobar H. Moh. Taufiq usai menerima penghargaan di Ballroom Hotel Lombok Raya, Rabu (28/11). Taufiq menambahkan, penganugerahan yang diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi NTB ini dimaksudkan agar PPID bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas Badan Publik, sehingga membuka peluang partisipasi di masyarakat dalam pembangunan. Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju. (her)

Diduga Terlibat Narkoba, Gaji Oknum ASN Disetop Giri Menang (Suara NTB) Sekda Lombok Barat (Lobar) H. Moh. Taufiq menegaskan sanksi terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat narkoba sudah dijatuhkan. Sanksi yang dijatuhkan berupa pemberhentian sementara dari status ASN. Di samping itu hak berupa gaji pada bulan terakhir hanya dibayarkan 50 persen. Untuk bulan selanjutnya, pemberiannya gaji kepada oknum ASN tersebut disetop atau dihentikan. “Sanksinya pemberhentian sementara, kalau pemberhentian sementara gajinya dipotong 50 persen (untuk bulan terakhir) selanjutnya bulan berikutnya dia tidak terima gaji (dihentikan),” tegasnya, Rabu (28/11). Menyoal banyaknya oknum ASN yang terlibat kasus, pihaknya sudah mengingatkan kepala OPD melalui Surat Edaran (SE). Dalam SE itu pihak OPD diingatkan agar mengawasi jajarannya, termasuk dampak jika ASN tersangkut kasus akan diberhentikan sementara bahkan diberhentikan tidak hormat. Termasuk bupati juga sudah mengedarkan SE kepada semua OPD dan kecamatan. Pihaknya juga sudah memiliki data dan laporan semua ASN bermasalah, sehingga pihaknya mengedarkan SE kepada OPD masing-masing. Kepala BKD dan PSDM Suparlan mengatakan, pihaknya sudah menerima surat keterangan penahanan oknum ASN dari Polda NTB. Langkah selanjutnya, pihaknya menaik-

(Suara NTB/dok)

“Kalau ego sektoral masih ada di pikiran kita, maka pembangunan pariwisata di NTB dan Pulau Lombok pada khususnya sulit akan bisa tercapai. Untuk itu, mari kita tanggalkan pikiran-pikiran yang lebih mementikan ego sektoral dalam membangun dan mendukung sektor pariwisata di daerah ini. supaya pariwisata kita bisa maju dan berkembang,” ujarnya saat memimpin rapat kerja dan sinkronisasi program Pembangunan Kepariwisataan di D’Max Hotel Praya, Rabu (28/11). Di hadapan Wabup Loteng, H.L.Pathul Bahri, S.IP., Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos. M.Si., dan para pejabat Pemprov NTB serta Pemkab Loteng yang

H. Moh. Taufiq kan surat usulan pemberhentian kepada bupati dan sekda. Selain diberhentikan sementara, oknum ASN ini juga tidak diberikan gaji. Oknum ASN ini hanya menerima gaji terakhir, itupun dipotong 50 persen. “Nanti kami juga koordinasi dengan BPKAD agar gaji bersangkutan dipotong dan tidak dibayarkan pada bulan selanjutnya,”kata Suparlan. Ia menambahkan, sanksi selanjutnya terhadap oknum ini apakah diberhentikan permanen atau tidak perlu menunggu proses hukum hingga putusan hukum tetap. Jika terbukti bersalah tentu sanksi akan dijatuhkan bisa saja dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat. Jika diberhentikan tidak hormat maka bersangkutan tidak bisa menerima uang pensiun. Sebaliknya Jika tidak bersalah maka hak bersangkutan akan dikembalikan. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

Mutasi dan Pengisian Eselon II Segera Dilaksanakan

Pembangunan BTS di Labuhan Ijuk Dilanjutkan Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembangunan Menara Telekomunikasi BTS (Base Transmitions Station) di Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir telah selesai dibahas. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akan melanjutkan pembangunan BTS yang akan dilaksanakan oleh PT. Dayamitra Telekomunikasi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa Ir. H. Ibrahim, M.Si, Rabu (28/11). Masalah pembangunan menara telekomunikasi BTS di Labuhan Ijuk yang sempat akan direlokasi ke Desa Teladan Kecamatan Lenangguar telah menemui titik terang. Setelah ada kesepahaman dalam rapat yang dilaksanakan antara pihak BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumbawa dan PT. Dayamitra Telekomunikasi yang dilaksanakan di Kantor BAKTI Jakarta, sehari sebelumnya. “Pembangunan tower telekomunikasi akan dilanjutkan dengan merelokasi dari titik eksisting saat ini ke lokasi baru di Desa Labuhan Ijuk. Dengan lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah,” sebut H. Ibrahim. Sebelumnya, PT. Dayamitra Telekomunikasi selaku penyedia power dan tower telah melakukan survey di site Labuhan Ijuk. Hasilnya di lokasi Labuhan Ijuk terdapat sinyal di site eksisting. Namun dipemukiman tidak terdapat sinyal. Sehingga diputuskan akan direlokasi ke Desa Teladan Kecamatan Lenangguar. Berdasarkan laporan dari masyarakat, Bupati Sumbawa melalui Diskominfotik Sumbawa langsung menindaklanjuti dengan bersurat kepada Kementerian Kominfo. Sebelumnya juga Diskominfotik mengajak kembali PT. Dayamitra Telekomunikasi dan Tim Jaringan PT. Telkomsel Area Sumbawa untuk melaksanakan survey kembali ke Labuhan Ijuk. Hasilnya, di wilayah permukiman tidak tersedia sinyal. “Alhamdulillah, semuanya sudah clear. Dan Desa Telaga Kecamatan Lenangguar yang sebelumnya menjadi site relokasi, tetap akan menjadi target Program BTS Lastmile,” pungkas Kadis. Sebelumnya Pemkab Sumbawa melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa telah mengajukan pembangunan 21 BTS dititik-titik yang masih terindikasi blankspot kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. (arn)

(Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) Mutasi sekaligus pengisian jabatan lowong eselon II di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan segera dilaksanakan. Kepastian kegiatan rotasi kepegawaian ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, H. Abdul Azis, MH menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (28/11).

Dompu (Suara NTB) Pembahasan rancangan APBD Kabupaten Dompu tahun 2019 kembali menemui jalan buntu setelah beberapa kali ditunda dan skorsing rapat badan anggaran (Banggar) Dewan. Ini dipicu oleh ketidakhadiran pimpinan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Dompu yang bisa mengambil kebijakan dalam rapat. Rapat klinis rancangan APBD tahun 2019 untuk masing – masing SKPD ini semulai disepakati mulai dilakukan pada Senin (26/11) hingga Rabu (28/11) dan dilanjutkan dengan paripurna Dewan untuk laporan Banggar Dewan terhadap pembahasan rancangan APBD 2019, Rabu malam. Namun pada Senin lalu, rapat pleno Banggar dengan agenda klinis APBD untuk masing – masing SKPD ditunda hingga Selasa pagi karena tidak dihadiri pimpinan TAPD. Pada Selasa (27/11) pagi, rapat pleno klinis APBD 2019 diskorsing hingga dua kali sebelum diputuskan untuk menutup pleno klinis karena tidak dihadiri pimpinan TAPD pada Selasa malam. “TAPD ini saling lempar tanggungjawab. Katakan mereka hadir, tapi tidak bisa memberikan keputusan,” kata Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos saat dikonfirmasi, Rabu (28/11) kemarin. “Asisten 1 yang hadir semalam saya tanya kapasitas kehadirannya. Tapi beliau sampaikan, tidak dalam kapasitas untuk mengambil keputusan. Kalau begitu, sama saja bohong kehadirannya. Makanya saya tutup rapatnya,” tambah Yuliadin yang didampingi beberapa anggota Dewan di rumah dinasnya. Pasca buntunya rapat klinis APBD 2019, Yuliadin mengaku, akan menggelar rapat pimpinan fraksi – fraksi DPRD untuk menyikapi deadlocknya pembahasan APBD 2019. “Nanti kita ambil langkah – langkah setelah rapat fraksi,” akunya. Ia pun mengingatkan kepada Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin untuk tidak terus menerus menyalah-

kan Dewan soal pembahasan APBD. Karena yang tidak mau membahas justru dari TAPD yang menjadi pembantunya. Yuliadin juga mengungkapkan, wacana APBD 2019 menggunakan peraturan Bupati (Perbup) tidak mungkin terjadi. Karena ketentuannya, bila DPRD tidak mau membahasnya. “Perbup itu kalau DPRD tidak mau membahas. Walaupun Dompu ini terbakar, itu tidak bisa (dibuatkan Perbup). Karena yang tidak mau (membahas) ini eksekutif. Bisa lihat CCTV (di kantor Dewan). Fakta yang terjadi lihat di kantor kita,” ungkapnya. Sekretaris TAPD Dompu yang juga kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Drs. H. Abdul Haris, M.Ap yang dikonfirmasi terpisah, membantah ketidak hadiran TAPD dalam rapat klinis APBD bersama SKPD. Dalam setiap rapat Banggar tersebut selalu dihadiri anggota Banggar, karena rapat klinis tersebut tidak perlu kehadiran langsung pimpinan TAPD. “Tidak perlu pimpinan TAPD. Toh SKPD itu hadir, karena bukan dalam pengambilan keputusan,” katanya. H. Abdul Haris juga menegaskan, sejak awal TAPD telah menugaskan Sekwa untuk memfasilitasi komunikasi TAPD dengan DPRD terkait pembahasan APBD 2019. Penugasan itu sejak sebelum mandek pada tingkat klinis APBD. Namun pasca kemandekan itu, aku Abdul Haris, Bupati sudah perintahkan tim negosiasi yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, M.SI bersama Sekwan, Agus Salim, S.Sos untuk kembali melobi Dewan. “Itu artinya, Bupati punya kemauan untuk menjalin komunikasi,” kata H. Abdul Haris. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB, buntunya pembahasan klinis APBD di tingkat SKPD karena masih adanya praktik saling sandera kepentingan antara Banggar dan TAPD. Hal ini juga menjadi pemicu keengganan pimpinan TAPD hadir dalam rapat Banggar dan cukup diwakili oleh anggota. (ula)

Polisi Amankan Empat Orang Terkait Narkoba Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Sumbawa terus melakukan pengungkapan kasus narkotika. Kali ini mengamankan 4 orang terduga di wilayah Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, pada Selasa (27/11) malam lalu. Tim yang dipimpin langsung Pjs Kasat Narkoba Ipda Anggy Prasetiyo S.T.K. tersebut juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 13 poket shabu dengan berat kotor 21,7 gram, 3 poket ganja dengan berat kotor 15,74 gram dan uang tunai puluhan juta rupiah. Informasinya, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 19.22 Wita di salah satu rumah di kelurahan setempat. Di rumah tersebut ditemukan empat orang sedang asyik ngobrol, yakni ILK (33), MZ (34), HCK (42), dan FA (34). Saat tim melakukan penggeledahan para terduga tidak bisa mengelak, karena tim berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu poket shabu ukuran besar dengan berat kotor 8,2 gram, empat poket shabu ukuran sedang 6,2 gram, dua poket shabu ukuran kecil 1,50 gram, dan enam poket shabu ukuran kecil 5,37 gram. Kemudian dua poket ganja ukuran besar dengan berat kotor 12,06 gram, satu poket ukuran sedang 3,68 gram, 17 butir pil inex, satu buah bong, satu buah pipa kaca, lima

(Suara NTB/ist)

AMANKAN TERDUGA - Pjs Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Anggy Prasetiyo bersama penyidik saat mengamankan terduga pengguna dan pengedar Narkoba di Polres Sumbawa. bandel klip obat transparan, timbangan dan lainnya. Selain itu tim juga mengamankan uang tunai Rp2.750.000. Selanjutnya tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polres Sumbawa guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut. Pjs. Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Ipda Anggy Prasetiyo, S.T.K. yang dikonfirmasi, Rabu (28/11) kemarin membenarkan adanya pengungkapan tersebut. Terhadap tersangka, pihaknya sudah melakukan tes urine di

RSUD Sumbawa dan hasilnya. Dari terduga yang ada satu orang diantaranya dikategorikan sebagai pengedar yakni ILK. Mereka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 111 Ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Dalam hal ini diduga memiliki, menguasai, menyimpan atau menyediakan, menjual dan membeli Narkotika jenis sabu dan Narkotika jenis ganja. (ind)

LOS BARU - Para pedagang mulai menempati los baru pasar Brang Biji, Kabupaten Sumbawa.

Los Baru Brang Biji Mulai Ditempati Sumbawa Besar (Suara NTB) Los baru pasar Brang Biji yang baru selesai dibangun, kini telah ditempati oleh sekitar 84 pedagang. Sementara, pengerjaan pasar lain terus digenjot agar bisa rampung tepat waktu. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Arif Alamsyah M.Si, Rabu (28/11) kemarin. Los pasar berukuran 30 meter kali 23 meter tersebut cukup bisa menampung 84 pedagang. “Sudah ditempati (los baru). Pedagangnya campur campur,” terangnya. Sedangkan beberapa pasar lain kini masih digenjot

pengerjaannya. Seperti pasar Langam yang capaiannya sudah 80 persen. Tersisa pengerjaan lantai dan penutup saluran. Kemudian, meja pedagang ikan serta pemasangan tandon air. Kontraknya berakhir hingga 15 Desember. Pasar Pelampang, progressnya baru 76 persen. Tersisa pengerjaan rolling door dan kantor pengelola dengan kontrak berakhir 11 Desember. “Mudah mudahan bisa dikejar sampai batas akhir kontrak. Kami sudah minta tambah tenaga kerja dan jadwal pekerjaan dilembur,” jelasnya. Sedangkan untuk pasar

Utan, juga sudah mencapai 80 persen. Dengan sisa kontrak yang baru berakhir 22 Desember, pihaknya optimis sisa pekerjaan pengecoran dak lantai dua sekaligus kios masih bisa terkejar. Ada pula penambahan item pekerjaan yang dianggarkan dalam APBD P 2018 lalu. Yakni, drainase, sarana air bersih dan sebagian pemasangan keramik. Sementara itu, Pasar Brang Bara untuk pekerjaan pagar, IPAL dan halaman parkir, kontraknya baru berakhir 25 Desember. Sehingga pada Januari 2019 mendatang, pasar tersebut sudah bisa ditempati oleh pedagang. (arn)

Relokasi Masyarakat Karang Songa Tuntas 2019 Taliwang (Suara NTB)Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menargetkan rencana relokasi puluhan masyarakat di Karang Songa, Lingkungan Kota Baru,Kelurahan Bugis tuntas akhir tahun 2019. Bahkan saat ini, Pemkab mulai mencari lokasi yang akan menjadi tempat tinggal baru bagi warga yang direlokasi. Sebagai tahap awal, Pemkab sudah mengintruksikan agar tidak ada pembangunan baru lagi di lokasi tersebut. “Kita sudah mulai sosialisasikan terkait rencana relokasi masyarakat di karang songa. Kami juga sudah melarang agar masyarakat setempat, untuk tidak lagi membangun di lokasi tersebut. Karena kami sudah secara tegas akan tetap melakukan relokasi mereka. Alasannya cukup kuat karena mereka tinggal di wilayah bantaran sungai,” tegas wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST, kepada Suara NTB, Rabu (28/11). Menurutnya, ada alasan yang dianggap sangat kuat sehingga masyarakat yang sudah menempati lokasi tersebut sejak puluhan tahun tersebut. Salah satunya, karena pembangunan rumah yang ada

di bantaran sungai sudah sangat jelas melanggar aturan tata ruang. Selain itu, terkesan kumuhnya lokasi yang sudah menjadi pintu masuk ke daerah wisata juga menjadi pertimbangan lain. Apalagi saat ini, Pemerintah tengah” menjual” potensi pariwisata yang ada di desa Kertasari. Sehingga pintu masuk yang saat ini terkesan kumuh (Karang Songa) sudah harus dibersihkan juga. Hanya saja untuk saat ini Pemerintah masih fokus untuk memikirkan lokasi baru bagi mereka. Karena akan sangat menzholimi jika hanya direlokasi tanpa ada lokasi yang baru. “Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sehingga kita bersitegas untuk tetap melakukan relokasi. Tetapi untuk saat ini kita minta agar kelurahan dan kecamatan bisa melakukan sosialisa-

si terlebih dahulu,” ungkapnya. Ditambahkannya, sampai dengan saat tercatat ada sekitar 25 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwanya sekitar 96 orang. Hanya saja Pemerintah masih harus melakukan pengecekan data dari penduduk tersebut supaya tidak ada yang merasa dirugikan saat relokasi ini dilaksanakan. (ils)

Fud Syaifuddin

(Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa segera menyerahkan Alat Peraga Kampanye (APK) ke Parpol. Bawaslu Sumbawa, juga mengingatkan batas waktu penyerahan APK ke peserta pemilu. Mengingat hal ini adalah kewajiban KPU sesuai SK KPU No. 1096 tentang petunjuk teknis fasilitas metode kampanye Pemilu 2019. Komisioner KPU Sumbawa, Sudirman, S.IP, menjelaskan, APK tersebut sedang berproses. Sedikit adanya keterlambatan karena adanya perubahan desain yang disampaikan Parpol maupun dari calon DPD. “Kita tidak mau memaksakan cepat, kalau nantinya desain yang dicetak masih dipersoalkan oleh Parpol. Toh juga masa kampanye masih panjang. Meski demikian, kita apresiasi teguran dari Bawaslu yang mengingatkan soal APK ini. Mudah mudahan dalam minggu-minggu inilah APK sudah bisa kita serahkan,” tukasnya. Sebelumnya, Komisoner Bawaslu Sumbawa, Lukman Hakim, S.P, M.P, menyatakan, pihaknya hanya mengingatkan KPU. Sebab sampai saat ini APK belum juga diserahkan ke Parpol untuk Pemilu 2019. Padahal KPU sudah diberikan batas waktu untuk penyerahan APK ini. KPU wajib memfasilitasi kampanye dalam bentuk APK. Baik itu, baliho hingga spanduk. Sesuai ketentuan yang ada. Dijelaskan, dari hasil komunikasi yang dilakukan, APK masih dalam proses percetakan oleh KPU Kabupaten Sumbawa. Termasuk melalui rapat pleno yang digelar beberapa waktu lalu. Menurutnya, hingga batas waktu atau Kamis 29 November, APK sudah harus diserahkan. (arn)

eselon II yang selama ini lowong. Di antaranya kepala Bappeda Litbang, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan terakhir jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan. Menurut Sekda, pasca seleksi terbatas untuk pengisian jabatan eselon II, mutasi akan langsung digelar. Namun rekomendasi KSN yang menjadi syarat pelaksanaan pengisian jabatan eselon II itu tak

baru dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), ketentuan tersebut dapat dikesampingkan bagi daerah-daerah yang terdampak bencana (gempa) saat ini. “Untuk kebutuhan penguatan kelembagaan pemerintah dalam rangka mengatasi pasca bencana gempa ini, maka kita (KSB) bisa merotasi eselon II yang baru naik awal tahun lalu. Jadi akan ada pergerseran bagi mereka juga,” sebut Sekda. Sekda memastikan, pada mutasi nanti seluruh jabatan eselon II tidak akan ada lagi yang lowong. Semuanya akan diisi dengan mengangkat pejabat yang telah mengikuti seleksi terbatas beberapa waktu lalu. “Kita juga akan mengisi jabatan-jabatan penting lainnya di tiap SKPD yang selama ini memang masih lowong,” pungkas orang nomor satu di birokrasi KSB ini. (bug)

(Suara NTB/arn)

KPU Sumbawa Segera Serahkan APK ke Parpol

H. Abdul Azis

“(mutasi) segera ya. Karena persyaratan terutama untuk pengisian jabatan eselon II yang lowong kita sudah kantongi,” terang Sekda. Persyaratan yang dimaksudkan Sekda untuk pengisian jabatan eselon II itu yakni rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sebelumnya Pemda KSB telah menggelar seleksi terbatas terhadap 20 pejabat untuk mengisi 5 jabatan

kunjung diterbitkan. “Nah sekarang kita sudah kantongi rekomendasi KASN itu,” ungkapnya seraya menyampaikan, kegiatan mutasi nanti akan dilaksanakan setelah penetapan APBD 2019. “Penetapan APBD 2019 sudah kita jadwalkan hari Jum’at ini (30 November). Jadi kalau tidak ada urusanurusan mendesak kemungkinan minggu depan kita sudah gelar mutasinya,” sambung Sekda. Selain mengisi jabatan eselon II yang lowong, pergeseran di tataran pejabat eselon II yang saat ini telah menjabat juga akan dilakukan. Tak terkecuali bagi pejabat eselon II yang baru dilantik awal 2018 lalu. Sekda mengaku, sesuai aturan pemangku jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) hasil seleksi tidak dapat dilakukan mutasi pada jabatan pertamanya selama 3 tahun. Tetapi ada diskresi ter-

Pembahasan APBD Dompu Kembali Macet

(Suara NTB/arn)

H. Ibrahim

Halaman 6


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Kerjasama Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Diskop UKM Tunjuk 10 Koperasi Berprestasi di Dompu

(Suara NTB/ula)

M. Rafii

Dompu (Suara NTB) Dinas Koperasi Usaha Kecil menengah Kabupaten Dompu menetapkan 10 koperasi berprestasi tahun 2018. Koperasi berprestasi ini adalah mereka yang konsisten melakukan rapat anggota tahunan (RAT), omzetnya terus mengalami peningkatan, administrasinya lengkap dan melakukan kegiatan sesuai undang – undang koperasi No 25 tahun 1992. Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd melalui kepala bidang Pembinaan Koperasi, Drs M Rafii di ruang kerjanya, Rabu (28/11) kemarin men-

Dugaan Korupsi di Bakajaya

Jaksa Belum Terima Hasil Penghitungan Teknis Dompu (Suara NTB) – Pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi mantan Kades Bakajaya, M. Nurgani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu belum menunjukan kemajuan. Jaksa masih terganjal laporan hasil penghitungan teknis dari Inspektorat terkait bangunan jalan ekonomi yang diduga bermasalah itu. Hal ini disampaikan Kasi Pidsus Kejari setempat, M. Isa Ansyori, SH., di ruang kerjanya, Rabu (28/11). “Berapa sebenarnya kerugian negara yang timbul dari perbuatan oknum kades kita serahkan ke Inspektorat, karena mereka yang berkompeten untuk melakukan penghitungan kerugian negara itu. Dan sampai sekarang hasil penghitungan teknisnya belum keluar dari intansi terkait,” kata dia. Sebagaimana hasil koordinasi yang dilakukan barubaru ini, diketahui bahwa hasil penghitungan teknis belum diterima Inspektorat dengan alasan Dinas PU belum maksimal turun lapangan karena banyak kesibukan di akhir tahun. Atas persoalan itu, lanjut M. Isa Ansyori, penyelidikan kasus terpaksa belum bisa dilanjutkan untuk sementara waktu. Karena memang tindak pidana korupsi tidak serta merta cukup dengan menemukan unsur perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan, tetapi harus ada unsur kerugian negara yang ditimbulkan untuk kemudian dibuktikan di meja pesidangan. “Kalau tidak ada tidak bisa kita katakan sebagai tindak pidana korupsi, harus terpenuhi dulu unsur kerugian negara itu,” ujarnya. Pembuatan jalan ekonomi di Desa Bakajaya dengan menggunakan anggaran ADD tahun 2016 sebesar Rp400 juta lebih itu dilaporkan masyarakat karena terindikasi telah merugikan keuangan negara. Pasalnya, ada dugaan penggunaan tanah timbunan yang tidak sesuai dengan RAB proyek tersebut. “Mengenai harga dan kualitas yang terpasang tidak sesuai ketentuannya itu kita serahkan ke tim teknis, apakah ini kualitasnya sama harganya sama mereka yang tahu, kalau berbeda harganya itu berpotensi sebagai kerugian negara,” ungkapnya. Sejauh penyelidikan yang telah dilakukan pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi terkait penggunaan bahan pembuatan jalan tersebut, dan dirasa keterangan itu sudah cukup untuk bisa meningkatkan status pekara itu sepanjang unsur kerugian negaranya ditemukan diberikan Inspektorat. “Dari keterangan saksi itu patokannya pada perbedaan bahan yang dipakai, artinya spek yang dipakai ini jelas berbeda dari yang seharusnya sirtu pilahan berbeda dengan yang terpasang di lapangan,” jelasnya. Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Dompu, Soehartomo, Skm, MPPM yang berusaha dikonfirmasi untuk memastikan kejelasan hasil penghitungan teknis pembanguna jalan baru tersebut tak berhasil ditemui wartawan di kantornya. (jun)

M. Isa Ansyori

(Suara NTB/jun)

gungkapkan, pada 2018 ini pihaknya untuk pertama kali memberikan penghargaan terhadap koperasi yang konsisten melakukan kegiatan sesuai dengan undang – undang koperasi No 25 tahun 1992. Kendati penghargaan yang diberikan baru sebatas piagam penghargaan, namun apresiasi ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para koperasi yang ada. “Kita baru bisa memberi sertifikat, tapi itu justru disambut positif dari koperasi yang ada sebagai bentuk pengakuan dari pemerintah,” ungkap Rafii. Penilaian koperasi berprestasi kata Jubaidah, S.Sos kepal

seksi kelembagaan koperasi, adalah mereka yang secara rutin melakukan RAT pada rentang waktu 1 Januari – 31 Maret setiap tahun. Omzet koperasi ini terus berkembang pesat dari tahun ke tahun hingga mencatatkan aset hingga miliaran, serta didukung dengan pengadministrasian keuangan serta kegiatan usahanya secara tertib. “Intinya mereka menjalankan kegiatan sesuai undang – undang koperasi,” tegas Jubaidah. Penentuan 10 koperasi terbaik, lanjut Jubaidah, tidak mudah di tengah 303 koperasi di Kabupaten Dompu. Tapi tidak semua koperasi tersebut aktif.

Hasil pendataan dan pembinaan yang dilakukan pihaknya, ada 144 koperasi yang aktif dan 159 koperasi tidak aktif. Kesepuluh koperasi terbaik yang ditetapkan melalui SK Kepala Dinas Koperasi UKM nomor 060/214/Diskop&UKM/2018 dan ditandatangani langsung oleh Drs H Rifaid, M.Pd adalah KPRI Sehat kelurahan Bada, Primkoppol milik anggota Polres Dompu, KPRI Hutan Makmur di Dorotangga, KPRI Amanah Kecamatan Pajo, KPRI Usaha Bersama Kecamatan Woja, KSP Samakai kelurahan Simpasai, KSU Lespel Kelurahan Bali 1, KPRI Sejahtera Kecamatan Kilo,

Primer Koperasi Kartika Nasional milik anggota Kodim Dompu, dan Koppas Dompu di Kelurahan Bada Dompu. Jubaidah juga mengungkapkan, pada tahun 2018 ini terdapat 5 koperasi baru yang sudah memiliki badan hukum. Diantaranya Koperasi Syariah Mitra Karya Mandiri Dompu, Koperasi Nelayan Nisa Rate Jaya, Koperasi Konsumen Data Tani Sejahtera, Koperasi Wadu Wera Jaya, dan Koperasi Konsumen Terpijar Maju Sejahtera. “Selain 5 koperasi yang sudah memiliki badan hukum itu, masih ada koperasi lain yang juga diajukan,” kata Jubaidah. (ula/*)

(Suara NTB/ula)

Jubaidah

Temuan TP4D

Proyek Taman Amahami Senilai Rp8,5 Miliar Diduga Bermasalah Kota Bima (Suara NTB) Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima menemukan beberapa masalah proyek Taman Amahami yang menelan anggaran senilai Rp8,5 Miliar. TP4D Kejaksaan Negeri Bima, M. Ihkwanul Fiaturahman, SH mengaku, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap proyek yang bersumber dari APBD murni Pemerintah Kota Bima tahun 2018 tersebut. “Saat dicek ada beberapa item yang bermasalah dan belum dikerjakan,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (28/11). Dikatakannya proyek yang berdasarkan kontrak kerja dimulai pada Juli dan berakhir pada awal Desember tersebut ditemukan sebagiannya belum diplester. Bahkan, tanaman yang ditanam banyak yang tidak tumbuh dan mati. “Lampu-lampu di taman juga belum terlihat dipasang di sejumlah titik yang ditentukan,” katanya.

Berkat adanya temuan tersebut, pihaknya sudah mengusulkan kepada pelaksana agar mengganti secepatnya. Terutama, tanaman yang tidak tumbuh dan telah dicabut saat pengecekan agar ditanam ulang. “Kami sudah mengarahkan pelaksana untuk menuntaskannya. Selain waktu yang tinggal hitungan hari. Nantinya juga tidak tersandung dengan persoalan hukum,” katanya. Tidak hanya itu lanjut Ihkwanul Fiaturahman, pihaknya juga mengingatkan Pemerintah Daerah agar menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar taman. Karena dikhawatirkan akan merusak keindahan taman yang belum rampung tersebut. “Kami berharap pemerintah

(Suara NTB/uki)

TAMAN AMAHAMI – Kondisi proyek Taman Amahami yang menelan anggaran Rp8,5 miliar. TP4D Kejari Bima menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan proyek ini. daerah bisa bertindak tegas. Menyediakan tempat lain agar

Usulan Kenaikan Gaji Honorer 2019 Tak Diketahui DPRD Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima mengusulkan akan menaikkan gaji Pegawai Honorer Daerah (Honda) pada tahun 2019 mendatang. Hanya saja usulan tersebut tidak diketahui oleh DPRD daerah setempat. Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd kepada Suara NTB, belum lama ini mengatakan pihaknya sedang membahas usulan menaikkan gaji Honda dari Rp300.000 menjadi Rp 500.000 perbulan. “Usulan ini baru dibahas dan belum diketok,” katanya. Menurutnya usulan kenaikan gaji hanya Rp200.000. Mengapa sedikit ? Dahlan mengatakan pihaknya hanya bisa mengusulkan sebesar itu karena keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah. “Jumlah pegawai Honda kita sangat banyak. Kita tidak sanggup menggaji diatas usulan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,” katanya. Kendati demikian, Dahlan meminta seluruh Kepala OPD hingga Camat agar menjalankan isi Surat Edaran (SE) tentang larangan tidak lagi menerima pegawai baru atau tenaga sukarela. “Saya harap SE ini tetap dijalankan oleh seluruh OPD dan Camat,” katanya.

(Suara NTB/Dok)

(Suara NTB/Uki)

Dahlan M. Noer

Aminurlah

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Aminurlah, SE menilai usulan kenaikan gaji Honda 2019 tersebut tidak diketahui oleh pihaknya. Pasalnya tidak ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019. “Tidak kami ketahui karena tidak ada dalam RKPD 2019,” katanya. Menurutnya usulan tersebut harus jelas, mulai dari jumlah pegawai Honda hingga jumlah keuangan daerah. Karena sampai saat ini, DPRD setempat belum menge-

tahui secara detai jumlah pegawai Honda dan Pegawai kontrak di Kabupaten Bima. “Jika jumlahnya valid kita bisa hitung berdasarkan keuangan daerah,” katanya. Ia menambahkan Honda merupakan pegawai yang mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati, selama ini menerima gaji Rp300.000 perbulan. Sementara pegawai kontrak mendapat gaji Rp600.000 perbulan. “Intinya usulan kenaikan gaji Honda ini tidak kami ketahui,” pungkasnya. (uki)

para pedagang tidak berjualan di sekitar area taman, karena akan

berpotensi merusak keindahan taman,” pungkasnya. (uki)

Kawasan TNT di Soritetanga Rawan Pembalakan Liar Dompu (Suara NTB) – Kendati langkah penindakan terhadap pelaku pembalakan liar di kawasan Taman Tasional Tambora (TNT) intens dilakukan, tidak berarti oknum masyarakat setempat menghentikan total kegiatan merusak tersebut. Mereka masih mengincar beberapa titik yang kini menyediakan cadangan kayu untuk dikomersilkan, salah satunya kawasan TNT di Desa Soritetanga. Kasat Polhut TNT Kabupaten Dompu, M Saad dikonfirmasi hal ini mengakui masih terancamnya wilayah tersebut dari pembalakan liar. “Masih rawan memang sampai sekarang terutama di kawasan TN di Desa Soritetanga,” kata dia ditemui Suara NTB, Rabu (28/11). Wilayah pengelolaan TN Tambora menjadi incaran menyusul cadangan kayu yang belum mereka tebang masih cukup banyak, apalagi mereka didukung akses jalan memadai untuk bisa melakukan aksi kejahatannya setiap saat, bahkan di malam hari sekalipun. Namun demikian, Tegas M Saad, pasca dibebaskannya pelaku penganiayaan dan pengerusakan mobil Patroli TNT yang behasil ditangkap polisi beberapa waktu lalu pihaknya tak akan segan-segan mengambil tindakan tegas bagi mereka

yang kedapatan dikemudian hari, itu berdasarkan surat pernyataan yang telah ditanda tangani sedikitnya 20 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. “Dengan pernyataan kemarin mungkin mereka bisa sadar, tapi kalau ada pelanggaran tinggal diseret saja mereka semua yang melakukan penghadangan kemarin,” jelasnya. Di Desa Soritetanga, lanjut dia, dari beberapa dusun yang ada hanya warga Dusun Mangge yang dikenal kerap melakukan aksi perlawanan terhadap petugas yang melakukan patroli. Tetapi karena penekanannya lebih ke upaya preventif sehingga minim para pelaku yang akhirnya dijebloskan ke dalam jeruji besi. Disinggung modus yang biasa dikembangkan para pelaku dalam melancarkan aksinya selama ini, menurut dia, sangat beragam dan tergantung situasi yang dihadapi di lapangan, tapi secara umum mereka memnafaatkan waktu lengah petugas pada jam-jam istirahat. “Kalau sudah aksi kadang mereka sengaja datangkan orang dari luar untuk melakukan penebangan, makanya banyak bekas-bekas tebangan itu sekarang. Tetapi dengan ancaman tersebut tentunya kita juga akan tingkatkan antisipasi,” pungkasnya. (jun)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345

Kerjasama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu dengan Suara NTB

Kondisi Pangan Masih Aman, Stok Cukup hingga Panen Raya

M. Makmun

dari bahan kimia. Kepala bidang ketersediaan dan kerawanan pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ir M. Makmun, M.Si kepada Suara NTB, Rabu (28/11) kemarin mengungkapkan, stok pangan untuk kebutuhan masyarakat Dompu masih aman hingga beberapa bulan kedepan. Data produksi gabah pada Oktober 2018 saja sebanyak 15.760 ton dan bila dikonversi ke beras menjadi 8.163 ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras penduduk Dompu perbulan rata – rata 9,8 kg, sehingga jumlah konsumsi 245.387 jiwa penduduk Dompu per bulan hanya 2.405 ton. “Untuk produksi gabah Oktober saja, kita mengalami surplus 5.758 ton. Sehingga kebutuhan pangan dalam bentuk beras untuk beberapa bulan kedepan masih aman, bahkan hingga masa panen raya,” kata Ir M. Makmun. Diakui M. Makmun, sentra

produksi gabah di Kabupaten Dom- yang tidak memproduksi sendiri pu pada Oktober ada di wilayah Ke- gabah dapat memenuhi kebutuhan camatan Dompu, Pekat dan Kecama- pokoknya dari petani, penggilingan tan Woja. Namun produksi gabah per kelompok maupun dari pengusaha tahun sentranya ada di Dompu dan penggilingan beras. “Karena stok panWoja. Kendati bukan jadi sentra gan kita selalu ada di tengah produksi gabah dan menjadi sentra masyarakat dan gudang penyimpanproduksi jagung seperti di Kecama- an stok pangan,” katanya. Untuk data stok pangan tan Manggelewa, Kilo dan pada Bulog hasil pendataan Kempo, warga setempat di 31 Oktober lalu tercatat setetap dapat memenuhi kebanyak 2.301 ton beras dan butuhan berasnya dari 6.360 ton gabah. “Stok ini dalam wilayah setempat saja masih aman untuk keatau dari wilayah sekitar. butuhan beberapa bulan kedePlt Kepala bidang distribupan, belum termasuk stok yang si Pangan yang juga Sekretarada di masyarakat,” unis Dinas Ketahanan Pangkapnya. Sementara gan Kabupaten Domharga juga relatif pu, Ir. Aminullah mestabil di Rp.11 nambahkan, distriribu per kg untuk busi pangan di beras premium, wilayah Dompu daging sapi di masih aman dan Rp.100 ribu merata. Warga M. Fagih (Suara NTB/ula)

per kg, dan daging ayam broiler Rp.50 ribu per kg. Namun kedepan, pemerintah melalui program dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 akan menyiapkan lumbung pangan pada daerah sentra produksi pangan. Karena wilayah Kecamatan Woja sebagai salah satu lumbung, maka kelompok poto fare Desa Matua bakal memperoleh fasilitas lumbung. Harapannya, saat puncak produksi gabah dapat menampung gabah petani. Kepala Bidang Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, M. Fagih, S.Pt mengungkapkan, hasil uji sampel di pasar – pasar tradisional di Kabupaten Dompu untuk pangan non segar masih dalam batas aman terhadap pencemaran bahan kimia. Begitu juga dengan bahan pangan segar rata – rata juga masih aman. Namun untuk jenis bawang merah dan sebagi-

an sayur – sayuran masih banyak dalam penggunaan bahan kimia berlebihan. “Untuk bahan pangan segar ini, kita perlu intenskan sosialisasi kepada masyarakat khususnya petani untuk mengurangi penggunaan bahan kimia. Kalau tidak menggunakan bahan kimia seperti untuk bawang, tidak akan tumbuh bagus,” katanya. (ula/*)

Aminullah

(Suara NTB/ula)

(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) Petani di Kabupaten Dompu memasuki masa tanam pada musim hujan 2018 – 2019, namun stok pangan di Dompu masih aman hingga masa panen raya. Data produksi gabah pada Oktober 2018 setelah dikurangi konsumsi warga, ketersediaan beras masih cukup untuk dua bulan lebih. Bahan pangan juga dinilai masih dalam batas aman terhadap pencemaran


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

PKS NTB Bekali Caleg Strategi Kampanye Mataram (Suara NTB) Jelang menghadapi perhelatan politik pemilu serentak 2019 yang semakin dekat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB mulai memanaskan mesin politiknya dengan meningkatkan kompetensi calon anggota legislatif (caleg)-nya. Dengan kompetensi yang cukup, maka para caleg PKS diharapkan ketika turun bersosialisasi dan bertemu masyarakat, tidak asal bicara, tapi sudah memiliki bahan gagasan dan berbagai tawaran solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pemilih. Ini akan menjadi poin penting bagi caleg PKS di hadapan masyarakat Pemilih. Sehingga dapat mengundang simpati masyarakat kepada PKS pada pemilu 2019. “Karena Caleg PKS harus mampu memberikan solusi,” ujar Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, Rabu (28/11) kemarin. Lebih lanjut disampaikan Abdul Hadi, kegiatan forum Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Caleg PKS se-NTB di semua tingkatan, sebagai upaya memberikan pendampingan dan pembekalan terhadap caleg PKS bertarung di Pemilu legislatif. Dengan pembekalan itu diharapkan Caleg memiliki gambaran dan strategi akan dilakukan dalam merebut simpati Pemilih. Dengan begitu, maka mereka harus mempunyai rencana program dan kegiatan kerja, isu apa yang akan mereka perjuangkan dan aspirasi apa yang mereka tawarkan untuk diperjuangkan kepada masyarakatnya. “Caleg PKS diberikan pemahaman tentang problem masyarakat dan bagaimana mencari solusi dari persoalan di masyarakat” kata wakil ketua DPRD NTB itu. Apalagi mengingat, kompleksitas pertarungan dihadapi Caleg PKS di tingkat lapangan di Pileg relatif berat. Sehingga sangat diperlukan ada kesiapan dari caleg PKS, tidak hanya semangat namun juga strategi dan pemahaman terhadap kondisi yang dihadapi di masyarakat. Selain itu, PKS juga menekankan kepada calegnya di semua tingkatan, agar bisa bekerja lebih giat untuk turun langsung bersosialisasi dan bertatap muka dengan masyarakat pemilih, guna memperoleh hasil yang maksimal. “Caleg PKS harus lebih giat lagi turun sosialisasi,” katanya. Dalam Pemilu legislatif 2019, PKS NTB menargetkan perolehan 12 persen kemenangan dan menduduki DPRD NTB dengan target delapan kursi DPRD. Sementara pada Pileg 2014 lalu, PKS NTB hanya mendapatkan enam kursi. Sedangkan di tingkat kabupaten kota PKS bisa menempatkan kader sebagai Wakil ketua DPRD. Dan untuk DPR RI dapil NTB PKS menargetkan dua kursi. “Tentu dengan target ini membutuhkan kerja keras dan kekompakan semua caleg PKS. Dan kami optimis dengan target ini,” pungkasnya. (ndi)

Guru Honorer SD Dituntut Penjara 18 Bulan Mataram (Suara NTB) Guru honorer SMA Gotong Royong Laju, Kabupaten Bima, Herman Miskan dituntut jaksa agar dihukum selama 1 tahun 6 bulan (18 bulan). Selain itu terdakwa korupsi Dana Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak dan Meubelair SD ini juga dituntut membayar denda Rp50 juta. Jaksa penuntut umum, Wayan Suryawan menuntut hukuman sesuai dakwaan yang terbukti yakni pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurut jaksa, terdakwa terbukti turut serta dalam penyimpangan Dana Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak dan Meubelair empat SD di Laju, Langgudu, Kabupaten Bima sebesar Rp31 juta. Herman disebut menerima upah dari empat kepala sekolah atas jasa pembuatan proposal penerima alokasi anggaran Program Nasional Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak SD Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud RI tahun 2012. “Oleh karenanya menuntut hakim agar menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa selama satu tahun enam bulan,” kata Suryawan seperti dikutip dari surat tuntutan yang dibacakan dalam persidangan Selasa (27/11). Terdakwa dituntut membayar denda sebesar Rp50 juta, apabila tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Terdakwa diberi kesempatan untuk menyampaikan pembelaan dalam sidang berikutnya, pekan depan. Mantan Kepala SDN Laju, Abubakar Arsyad memberi Rp6 juta; mantan Kepala SDN Inpres Laju, Murtalib memberi Rp10 juta; mantan Kepala SDN UPT Laju, Jamaluddin memberi Rp6 juta; serta mantan Kepala SDN Inpres Pasir Putih Laju, Muhammad M Saleh menyetor Rp9 juta. “Terdakwa mengetahui dana yang diterimanya itu berasal dari dana yang peruntukannya bagi rehabilitasi ruang kelas rusak,” paparnya. Uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadi terdakwa Herman. Keterlibatan Herman berupa penyusunan proposal perbaikan ruang kelas yang mencakup harga upah dan bahan, rencana anggaran belanja, profil dan dokumentasi sekolah, daftar perkiraan upah, dan pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan. Proposal dibuat dengan sepengetahuan Rusdy, rekanan pekerjaan perbaikan ruang kelas empat SD tersebut. Padahal terdakwa tidak memiliki kualifikasi atau sertifikat khusus teknis bangunan, ataupun struktur kepengurusan di masing-masing sekolah tersebut. Proposal disetujui Kemendikbud RI. SDN Inpres Pasir Putih Laju mendapat Rp369,6 juta; SDN Inpres Laju mendapat Rp371,9 juta; SDN Laju mendapat Rp232,2 juta; dan SDN UPT Laju memperoleh Rp220,7 juta. Terdakwa kemudian diminta kembali untuk membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) pekerjaan swakelola perbaikan ruang kelas empat SD tersebut. LPJ dibikin berdasarkan kuitansi pembayaran, buku kas sekolah, nota pembayaran, yang diserahkan masing-masing kepala sekolah kepada terdakwa. Terdakwa tidak pernah terlibat dalam kegiatan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut secara langsung. Termasuk validasi pekerjaan berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diamanatkan Kemendikbud RI. Empat kepala sekolah tersebut sudah menjadi terpidana dalam rentang persidangan antara tahun 2015-2017. Korupsi perbaikan ruang kelas empat SD tersebut total merugikan keuangan negara Rp678,9 juta. Hukuman paling berat dijatuhkan kepada Rusdy dengan pidana penjara lima tahun, denda 200 juta, dan kewajiban mengganti kerugian negara Rp417,7 juta. (why)

POLHUKAM

Halaman 8

KPU Usulkan Tambahan Logistik Mataram (Suara NTB) KPU Provinsi NTB mengusulkan penambahan logistik Pemilu 2019 ke KPU RI. Penambahan logistik itu merupakan konsekuensi dari penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiga Kabupaten. Hal itu disampaikan anggota KPU NTB bidang data dan informasi, Hesty Rahayu yang dikonfirmasi Rabu (28/ 11) kemarin. “Ya kami sudah melaporkannya ke pusat penambahan logistik tersebut,” katanya. Adapun jumlah penambahan TPS tersebut sebabnya 11 TPS yang tersebar di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok

Utara. Penambahan TPS di tiga daerah tersebut, lantaran beberapa TPS diketahui memiliki jumlah pemilih lebih dari 300 jiwa pilih. “Jadi SK penetapan TPS juga berubah, karena KPU pusat telah menyetujui penambahan TPS tersebut, tinggal logistik saja,” katanya. Sementara itu terkait dengan distribusi logistik sendiri, sampai saat ini KPU sudah

mulai melakukan distribusi logistik, ke daerah-daerah. Namun demikian, proses distribusi dilakukan secara bertahap. “Kotak, bilik suara dan tinta itu sudah masuk, dan didistribusikan secara bertahap. Tetapi secara keseluruhan memang masih banyak sekali logistik yang belum. Tapi sisanya itu mengikuti aturan, didistribusikan belakangan.

Misalnya seperti surat suara, itu didistribusikan sampai hari H-1,” jelasnya. Dalam pendistribusian logistik, akan diprioritaskan daerah-daerah yang sulit dijangkau yang memiliki topografi wilayah sangat berat. Sementara untuk daerah yang mudah, seperti Kota Mataram, bisa dilakukan beberapa hari sebelum hari H. “Medan dan cuaca juga jadi pertimbangan kita, kalau daerah yang sulit kita dahulukan. Kemudian kita perhatikan juga cuacanya, sehingga pengepakan logistik juga berbeda,” pungkasnya. (ndi)

Hesty Rahayu (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/ist)

BOBOL BRANKAS - Kapolres Mataram, Saiful Alam menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pembobolan brankas PT G4S, Rabu (28/11).

Rp750 Juta Melayang

Brankas PT G4S Dibobol Karyawan Sendiri Mataram (Suara NTB) Perusahaan jasa pengisian ATM, PT G4S kebobolan sampai Rp750 juta. Pelakunya, karyawannya sendiri WDK (32). Modusnya, pelaku memanipulasi data saat mengisi duit ke ATM. Juga membobol brankas. Bahkan, pelaku seperti maling teriak maling. Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam menjelaskan, pelaku sudah ditangkap.

Penelusurannya pun mengandalkan laporan yang dibuat pelaku sendiri. “Pelaku selama empat bulan terakhir ini mengambil uang pada saat mengisi mesin-mesin ATM,” ujarnya, Rabu (28/11). Kasus terungkap ketika pelaku mengadu ke kantornya. Mengenai pembobolan brankas Selasa (13/11) lalu. Yang padahal sebenarnya dia

sendiri pelakunya. Modus pencuriannya brankas dibobol pakai linggis. CCTV berikut rekamannya sudah dirusak lebih dulu. Hampir sepekan kemudian, Rabu (21/11) pelaku yang tinggal indekos Cakranegara Barat, Cakranegara, Mataram ditangkap. “Pelaku berpura-pura sebagai pelapor, mengatasnamakan supervisor yang men-

gawasi brankas. Padahal pelakunya dia,” kata Saiful. Selama empat bulan terakhir juga pelaku menggarong uang yang hendak dimasukkan ke dalam mesin-mesin ATM. Pelaku memanipulasi data untuk menutupi jejak. Besaran uang yang dimasukkan ke dalam mesin ATM tidak sesuai jumlahnya dengan yang dilaporkan didata. “Total uang yang diambil

Residivis Curas Diringkus, Satu Pelaku Tewas Ditembak Selong (Suara NTB) -. Satreskrim Polres Lotim kembali meringkus satu terduga pelaku pencurian dengan kekerasan yang beraksi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pelaku AS (45) asal Dusun Dasan Bunut Desa Rarang Kecamatan Terara merupakan residivis yang sudah lima kali ke luar masuk penjara dalam kasus yang sama. Selain menangkap pelaku, dua rekan pelaku terlebih dahulu ditangkap serta satu rekan lainnya tewas ditembak lantaran melawan petugas saat dilakukan penangkapan beberapa waktu lalu. Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan polisi nomor, LP/59/X/2017/NTB/ResLotim/ Sek.Sakra, tanggal 17 Oktober 2017 Tentang Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan dan laporan polisi nomor, LP/775/X/2017/ NTB/ResLotim, tanggal 17 Oktober 2017 Tentang Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) nomor 71/X/2017/ Reskrim. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada hari Rabu, (28/22) sekitar pukul 01.20 wita. Penangkapam dilakukan oleh tim Opsnal Polres. Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu. I Made Tista, menjelaskan, modus yang digunakan pelaku yang berjumlah 6 orang, melakukan aksinya pada malam hari di dua TKP. Pada TKP pertama, pelaku mendobrak pintu rumah korban kemudian menodong dan menebas korban menggunakan parang. Sedangkan pelaku lainnya menggeledah isi rumah korban dan mengambil barang berharga milik korban. Di TKP kedua para pelaku mencongkel jendela rumah korban yang sedang tidur lelap. Adapun barang yang berhasil diambil 2 buah hp, 8 buah sarung jualan korban dan 1 buah senter. Sedangkam untuk TKP kedua, pelaku

(Suara NTB/yon)

DITANGKAP - Residivis curas yang ditangkap aparat Polres Lotim Rabu kemarin. berhasil membawa kabur, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna Putih, 1 buah HP Samsung Galaxy dan beberapa pakaian milik korban. Saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, petugas berhasil juga mengamankan kunci letter T dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion tanpa surat dan kunci kontak dalam keadaan rusak. Pelaku ditangkap di rumah istrinya di wilayah Gawah Malang, Desa Gawah Malang, Kecamatan Masbagik. Saat dilakukan pengem-

bangan, pelaku berontak melawan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku dengan tembakan lurus ke arah kaki dan menembus betis kiri pelaku. “Satu orang rekan pelaku sebelumnya ditembak mati karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan. Sedangkan dua orang rekan pelaku sudah ditangkap sebelumnya dan sedang menjalankan hukuman di Rutan Selong. Pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lotim untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,”jelasnya. (yon)

Rp750,9 juta. Dari pengakuannya, uang dipakai untuk main judi online,” sebut Kapolres. Dari penangkapan pelaku WYD, polisi juga menyita uang tunai Rp79,3 juta, satu unit Daihatsu Agya, tang, linggis, gembok, dan brankas. Pelaku disangka pidana pasal 363 ayat 1 ke-5 KUHP atau pasal 374 juncto pasal 64 KUHP. Ancaman penjara paling lama sembilan tahun. (why)

Pengeboran Air Tanpa Izin

Polisi Ultimatum Tersangka Kasus Mentigi Bay Mataram (Suara NTB) Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB menyiapkan panggilan final terhadap tersangka penngeboran air tanpa izin di Mentigi Bay, Malaka, Pemenang, Lombok Utara. Panggilan kedua, Direktur PT Greenland Property Lombok, BS masih tak diindahkan. “Kita siapkan panggilan terakhir nanti jika diperlukan,” ucap Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, dihubungi, Rabu (28/11). Direktur PT Greenland Property Lombok, berinisial BS tersangka dugaan pengolahan air tanpa izin mangkir dari pemeriksaan. Penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan warga negara Jerman tersebut. “Masih dijadwalkan pemanggilan ulang. Belum juga dipertimbangkan untuk mengambil opsi upaya paksa,” ucapnya. Dia menjelaskan panggilan pemeriksaan BS sebagai tersangka tidak dihadiri. Pihaknya masih berkoordinasi dengan tim penasihat hukum tersangka mengenai alasan mangkir tersebut. Selanjutnya, tersangka akan dipanggil untuk kedua kalinya. Pun demikian apabila tidak lagi dihadiri tersangka, maka penyidik akan menggunakan kewenangannya lewat upaya paksa. Tersangka BS, diduga mengelola air tanah untuk kepentingan komersil. Sementara perusahannya bergerak di bidang konstruksi. Bahkan, izin investasi PT GPL lewat skema penanaman modal asing (PMA) sudah kedaluwarsa tahun 2012 lalu. Dalam penyidikan kasus ini, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB sudah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya, Kepala Desa Melaka, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lombok Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, dan jajaran direksi dan komisaris PT GPL, serta ahli. PT GPL mengantongi rekomendasi dari desa untuk mengurus perizinan ke instansi terkait pada Oktober 2017 lalu. Namun izin tidak kunjung terbit. Hasil penyidikan, ditemukan adanya aktivitas pengeboran, pemasangan meteran, mesin pengolahan, dan jaringan perpipaan ke pelanggan. Pelanggannya ditarik ongkos per 28 meter kubik sebesar Rp25 ribu. (why)


SUARA NTB

Kamis, 29 November 2018

Halaman 9 (Suara NTB/her)

Warung Informasi Wirausaha Muda, Strategi Atasi Pengangguran

TUTUP - Tim DLH dan Satpol PP bersama kecamatan menutup paksa lokasi tambang Ilegal di sejumlah tempat.

Hamdan Kasim

(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi NTB memberi sumbang pikir pembentukan warung-warung informasi wirausaha muda. Sebuah strategi mengatasi pengangguran dan mendigdayakan potensi SDM yang dimiliki daerah. Sebuah negara atau daerah dikatakan ideal, bilamana kompisisi wirausahanya di atas 10 persen dari total penduduk. NTB tak kalah besar potensinya memenuhi standar ideal itu. Daerah ini memiliki kekuatan besar, terutama pada pemuda yang populasinya mencapai ¼ persen dari 5 juta penduduk provinsi dua pulau ini. Persoalan pengangguran biasanya menjadi fenomena di daerah-daerah dan negara berkembang. Data BPS Provinsi NTB terakhir menunjukkan, jumlah angkatan kerja NTB pada Agustus 2018 sebanyak 2.237,38 (ribu) orang (belum termasuk data Kabupaten Lombok Utara). Penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 sebanyak 2.154,12 (ribu) orang. Sementara jumlah pengangguran sebanyak 83,26 (ribu) orang, mengalami kenaikan sebanyak 3,81 (ribu) orang dibanding setahun yang lalu. Ketua KNPI Provinsi NTB, Hamdan Kasim dalam diskusi dengan Suara NTB, Rabu (28/11) kemarin mengatakan, pemuda adalah aset daerah yang belum dikelola dengan baik. Apa sebab? Jumlah penganggur di NTB komposisi tidak kecil diisi oleh golongan pemuda. Baik yang terdidik, apalagi yang buta pendidikan. Hamdan menyampaikan, kecenderungan pemuda angkatan 80-an, atau 70-an terutama, profesi yang menjadi pilihan adalah politisi, dosen, dokter, birokrat dan sejenisnya. Harusnya, generasi milenial ini bergerak menuju kiat-kiat atau profesi yang bisa diciptakan sendiri. Yang ujungnya untuk kemandiriannya. Hal ini menurutnya, bisa ditopang dengan perkembangan teknologi sekarang. Misalnya berkembang bisnis online yang bisa dijadikan peluang. Sederhana dan murah. 2019, KNPI NTB juga memprogramkan pemuda ke arah itu untuk lebih kreatif menyentuh peluang-peluang usaha kecil menengah. “Modal besar generasi mudah sekarang adalah kemajuan teknologi, sehingga harus dimanfaatkan. Problemnya, bagaimana mengarahkan potensi pemuda ini menjadi fungsional. Percepatan akselerasi pemuda menjadi wirausaha,” ujarnya. Bagaimana teknisnya atas pemikiran itu? Pemerintah menurut Hamdan, harus menyediakan ruang mengembangkan usaha-usaha kecil. Sederhana menurutnya, pemerintah bisa menyediakan fasilitas. Misalnya, kredit murah. Sebut saja Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebetulnya ada. Tetapi justru tak berbondong-bondong pemuda menangkap peluang itu. Misalnya apa syarat mendapatkannya, bagaimana caranya. Informasi ini tidak sampai kadang-kadang kepada pemuda. Masalahnya apa? Pemerintah harusnya secara masif mensosialisasikannya. Misalnya membuat warung-warung informasi di setiap pusat keramaian. Atau di setiap perapatan, selain memanfaatkan media. Sehingga informasi itu sampai dengan cara sederhana dan massif. “Warung-warung informasi wirausaha muda ini harus ada,” ujarnya. Atau bisa juga memanfaatkan billboard yang menjamur. Atau juga media sosial pemerintah daerah dengan membuat akun-akun khusus tentang informasi kepada wirausaha muda. “Kenapa para pemuda kita banyak yang nganggur, saya kira mereka harus difasilitasi informasinya sebaik mungkin,” imbuhnya. Fasilitas ini bisa tersedia. Bilamana pemerintah membangun sinergi yang baik dengan organisasi-organisasi kepemudaaan. Tidak mungkin menurut Hamdan, pemerintah langsung bersentuhan dengan pemuda. Organisasi kepemudaan bisa dilibatkan, atau bisa juga dengan memanfaatkan karang taruna-karang taruna. “Warung informasi ini tidak saja soal bagaimana mengakses kredit. Potensi apa yang bisa dikelola atau dimana saja peluang-peluang itu, mereka bisa dapatkan di warung informasi wirausaha muda ini. Ini menurut kami bagian yang sangat penting untuk menekan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya. Ia menaruh harapan besar kepada pemimpin baru daerah. Salah satu program gubernur, mengirim pemuda kuliah ke luar negeri. Menurutnya, satu cara mengelola pemuda seperti itu efeknya tidak kecil kepada daerah dalam jangka panjang. (bul)

Dispar NTB Siapkan DED Penataan Pantai Selong Belanak Praya (Suara NTB) Dinas Pariwisata (Dispar) NTB telah menyiapkan Detail Engginering Desain (DED) kawasan Pantai Selong Belanak Praya Barat Lombok Tengah (Loteng). Sebagai persiapan awal dari rencana penataan kawasan wisata yang diklaim memiliki pantai terindah di Indonesia tersebut. Dengan alokasi kebutuhan anggaran sekitar Rp30 miliar. Kepala Dispar NTB, Drs. H.L.Moh. Faozal, M.Si., saat rapat kerja dan sinkronisasi program pembangunan kepariwisata di Praya, Senin (28/11) kemarin, mengatakan, DED tersebut nantinya akan diserahkan ke Pemkab Loteng. Sebagai bahan acuan dan pedoman untuk menata kawasan Pantai Selong Belanak tersebut. “DED ini kita susun dengan biaya cukup besar. Jadi berharap bisa dimanfatkan dengan maksimal. Agar penataan kawasan Pantai Selong Belanak bisa maksimal dan terarah. Sehingga pada akhirnya, kawasan Pantai Selong Belanak bisa menjadi salah satu destinasi unggulan yang bisa menarik banyak wisatawan datang ke daerah ini,” terangnya. Diakuinya, kawasan Pantai Selong Belanak diharapkan bisa ikut berkembang seiring dengan berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Karena memang kawasan Pantai Selong Belanak telah ditetapkan sebagai kawasan penyangga KEK Mandalika. Yang potensinya tidak kalah besar dan berpeluang bisa berkembang sebagai destinasi unggulan. Syaratnya, kawasan tersebut harus ditata dengan baik. “Dengan adanya DED ini, diharapkan bisa menjadi pedoman dalam penataan kawasan Pantai Selong Belanak ke depan. Sehingga penataannya menjadi terarah,” imbuh Faozal. (kir)

DLH dan Satpol PP Lobar Tutup Lokasi Tambang Ilegal Giri Menang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Satpol PP dan kecamatan mengelar operasi penertiban terhadap sejumlah lokasi tambang. Lokasi tambang Ilegal yang ditutup diantaranya, Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung dan Buwun Sejati Kecamatan Narmada. Selain dua lokasi ini, ada tiga lokasi tambang galian C lain yang bakal ditutup paksa lantaran tidak berizin. Keberadaan tambang galian C ini dikeluhkan masyarakat. “Kemarin (Selasa) di Tempos, lalu hari ini (kemarin red) di Buwun Sejati Narmada dilakukan penutupan lokasi tambang galian C karena diduga tak berizin,” tegas Kabid Penegakan Hukum dan Kapasitas Lingkungan DLH Lobar Marhaen. Di Desa Tempos Tim gabungan menutup lokasi galian penyedotan pasir di sungai setempat. Pihaknya memasangkan plang peringatan sementara agar

pemilik galian mengurus izin. Setelah nantinya pemilik lokasi galian mengurus izin maka barulah segel lokasi tersebut dibuka. Lebih jauh, kata dia, penertiban galian C dilakukan sebagai tindaklanjut keluhan dan laporan masyakarat terhadap kegiatan tersebut. Keluhan masyarakat disampaikan kepada Satpol PP agar ditindaklanjuti dengan penutupan. Laporan itu ditindaklan-

juti oleh DLH dan Satpol PP dengan menggelar rapat di kecamatan bersama tim kecamatan. Tim pun turun melakukan penertiban pemasangan papan peringatan di lokasi. Marhaen mengatakan, aktivitas galian ini baru-baru ini dilakukan. Sehingga sebelum terlalu jauh aktivitas ini pihaknya pun turun melakukan penertiban dengan para pihak terkait. “Di lokasi masih ditutup sementara belum ada izin tidak boleh

Penandatanganan Pencairan Bansos DBHCHT Capai 90 Persen Selong (Suara NTB) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mempercepat proses penandatangan terhadap kecamatan yang mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2018. Hingga saat ini, proses penandantangan sudah mencapai 90 persen sehingga proses pencairan nantinya dapat tuntas pada 4 Desember 2018. Demikian disampaikan, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Lotim, H. Masri didampingi Kasi Pengolahan Hasil Perkebunan, Fathullah Said. Disebutkannya, 90 persen yang sudah ditandatangani itu dimulai dari kecamatan Pringgabaya yang merupakan tembakau rajang, Kecamatan Suela dan Sambelia tembakau virginia dan rajang. Dalam penandantangan Bansos DBHCHT 2018 ini, hanya 18 kecamatan yang akan menerima. Sementara 2 kecamatan lainnya tidak masuk dalam penerimaan DBHCHT yaitu Kecamatan Sembalun dan Aikmel. Tidak masuknya dalam penerima Bansos DBHCHT dikarenakan tidak mengajukan usulan. Maka dari itu, petani tembakau yang terdapat di Kecamatan Aikmel digabung dengan Kecamatan Suralaga. Sedangkan Kecamatan Sembalun digabung dengan

Kecamatan Suela. Meski realisasi penandatangan Bansos DBHCHT mencapai 90 persen. Namun pencairannya sudah dapat direalisasi. Saat ini tinggal menunggu jadwal dan ditargetkan tuntas 4 Desember 2018. Adapun jumlah DBHCHT untuk tahun 2018 ini Rp17,294.240.484 dengan jumlah penerima, untuk tembakau virginia sebanyak 13.048 orang. Untuk tembakau rajang sebanyak 5.052 orang. Jumlah ini bertambah dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan terjadinya penambahan tembakau rajang yang didominasi oleh pengusulan petani di kecamatan Pringgabaya. Disebutkannya, untuk Bansos DBHCHT tahun 2018 sebanyak Rp17. 294.240.484, dibagi ke tembakau virginia seluas 13.539,66 hektar dengan jumlah petani sebanyak 13.048 orang dengan bantuan per orang sebesar Rp1.014.496. Total anggaran untuk tembakau virginia dari anggaran Rp17.294.240.484, miliar itu diberikan sebanyak Rp13.738.636.617. Kemudian untuk tembakau rajang, luas areal yang diberikan 5.256,16 hektar. Jumlah itu berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan dengan jumlah petani

5.052 orang. Sedangkan bantuan per hektar untuk tembakau rajang Rp676.464, sehingga total bantuan untuk tembakau rajang Rp3.555.603.867. Lebih sedikitnya anggaran untuk tembakau rajang dilihat berdasarkan analisa kebutuhan input produksinya. Bansos DBHCHT tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu. Hanya saja jumlah penerimanya yang mengalami peningkatan. Adapun pemanfaatan DBHCHT itu, untuk peningkatan mutu kualitas. Baik untuk pembeliaan pupuk dan lain-lain sesuai dengan rencana penggunaan uang (RPU) yang sudah ada untuk disesuaikan. (yon)

H. Masri

(Suara NTB/yon)

ada aktivitas,” tegasnya. Selain di Banyu Urip, pihaknya juga melakukan penertiban lokasi tambang Ilegal di Buwun Sejati Narmada. Rencananya, besok (Hari ini), pihaknya akan turun melakukan penertiban tambang galian C di Dusun Ireng Gunungsari. Sedangkan sisanya, dua lokasi tambang Ilegal lainnya juga

berada di wilayah Gunungsari. Diakui maraknya tambang Ilegal menjadi persoalan, sebab menimbulkan persoalan di lapangan. Karena itu pihaknya pun turun melakukan langkah antisipasi. Pihak Pemda hanya membantu mengantisipasi terjadi persoalan di bawah, sebab Kewenangan perizinan ada di provinsi. (her)

Dua Bulan, Empat Oknum ASN Lobar Dibebastugaskan Giri Menang (Suara NTB) Dalam dua bulan terakhir, empat oknum ASN yang bertugas sebagai staf biasa hingga pejabat di Lombok Barat dibebastugaskan atau dinonjob akibat diduga melakukan pelanggaran dan terlibat Kasus. Empat Oknum ASN ini bertugas di Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Dikbud dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dua diantara oknum ASN ini pun terlibat kasus narkoba. Sedangkan dua lagi ada yang Indispliner dan kasus korupsi. Kepala Badan kepegawaian daerah dan Pengembangan sumber daya manusia (BKD dan PSDM) Lombok Barat Suparlan mengatakan, selama duduk menjadi kepala BKD pihaknya sudah ada 4 oknum ASN yang diberhentikan dari jabatan. Termasuk di BKD ada yang diberhentikan. Selain itu ada oknum guru di Narmada yang terlibat narkoba, satu oknum di Dinas perhubungan akibat indisipliner. Ada lagi oknum ASN di Dinas Pertanian yang diduga terlibat kasus korupsi, terakhir oknum ASN di dinas LH Lobar yang terjerat kasus narkoba. “Keempat oknum ASN ini termasuk pelanggaran berat,” tegasnya. Keempat oknum ini jelasnya berstatus ASN, hanya saja jabatannya dicopot. Penindakan ini jelasnya dilakukan atas dasar laporan dari pimpinan OPD terkait sebab jelasnya ada prosedur dalam proses pemberian sanksi. Pemberian sanksi kepada oknum ASN yang bermasalah jelas Suparlan diatur

(Suara NTB/dok)

Suparlan dalam PP 53 bahwa penjatuhan sanksi secara berjenjang. Mulai dari tahap teguran lisan oleh atasan di bidang tempat oknum ASN bertugas. Jika tidak mempan, dilayangkan teguran tertulis oleh atasannya. Bisa juga dilayangkan surat pernyataan tidak puas. Kalau tidak mempan lagi, masuk ke ranah kepala OPD yang memberikan tindakan berupa sanksi penundaan gaji berkala, hingga penurunan gaji berkala selama satu tahun jika berbagai upaya yang dilakukan tidak mempan. Kalau berbagai langkah berupa pemberian sanksi sedang dan ringan oleh OPD tak mempan juga lanjut Suparlan, maka bisa dilanjutkan ke PPK (pejabat pembina kepegawaian) dalam ini Bupati untuk penjatuhan sanksi melalui bersurat ke BKD dengan melampirkan bukti-bukti berupa surat teguran, sanksi dan pelanggaran oleh OPD. (her)

Risha Lambat, Wabup Arahkan Warga Bangun Rika Tanjung (Suara NTB) Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, SH., MH., mengarahkan warga Lombok Utara untuk membangun rumah instan kayu (Rika). Alasannya jelas, selain dominan masyarakat lebih memilih bahan kayu, pengerjaan Risha yang lamban membuat warga apatis terhadap proses percepatan recovery perumahan pascabencana gempa. “Sudah, kalau begitu saya tegaskan, silahkan masyarakat yang mau bangun rumah kayu, segera bangun menggunakan kayu,” tegasnya saat menggelar jumpa pers, Rabu (28/11). Pada kesempatan itu, Wabup memanggil Sekban BPBD KLU, Evi Winarni dan Kabid Rehab Rekon BPBD, Wardoyo. Wabup terkesan banyak mengkritik cara kerja jajaran SKPD dalam menangani recovery. Sudah 4 bu-

lan sejak gempa 5 Agustus lalu, perumahan masyarakat yang terbangun justru sangat minim. Ia pun meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara untuk lebih menyederhanakan pedoman petunjuk teknis (Juknis) bantuan stimulan korban gempa sebagai turunan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di daerah lain, ia melihat Juknis Kabupaten yang dibuat ikut mendongkrak progres percepatan. Beberapa hal teknis yang diinginkan Wabup diatur adalah, penunjukan penyedia material kayu oleh Kabupaten sebagai referensi masyarakat, penyediaan gambar atau RAB rumah kayu, maupun transparansi informasi kepada masyarakat. “Saya ada foto dan rekaman,

masyarakat di lapangan diarahkan hanya untuk membangun Risha. Bahkan masyarakat tidak memperoleh informasi detail barang dari mana dan harganya berapa. Jadi saya inginnya transparan,” tegasnya lagi. Tidak hanya itu, pedoman Juknis juga mengatur pada sistem pembelian bahan baku. Misalkan, Pokmas diajak ke penyedia yang didampingi fasilitator yang ada sehingga Pokmas bisa mengetahui kelas bahan baku dibeli, berapa harganya, dan bisa melakukan negoisasi. Masyarakat tidak langsung menerima begitu saja bahan baku dari supplier tanpa ada jaminan kualitas (kelas dan jenis kayu). Wabup mengamini, Juknis Kabupaten tetap mengacu pada Inpres Nomor 5 Tahun 2018 tentang rehabilitasi maupun rekonstruksi korban gem-

pa, dan Juklat BNPB. Menurut dia, jika diatur dalam Juknis daerah akan berdampak pada proses percepatan rehab rekon. Sementara itu, Sekretaris BPBD Lombok Utara, Evi Winarni mengklaim pihaknya sudah membuat panduan teknis yang menjadi acuan bantuan stimulan sebagaimana keinginan Wabup. Bahkan sebelumnya, pihaknya sudah diarahkan Bupati untuk mendorong percepatan rekonstruksi. “Pembentukan panduan teknis melibatkan unsur dari pemerintah desa sehingga menghasilkan beberapa kesepakatan. Pilihan rumah tahan gempa terdiri dari RISA, bangunan konvensional, dan bangunan kayu. Dalam penentuan jenis rumah dan anggaran Pokmas didampingi fasilitator,” ujarnya. Selain itu, diatur pula ke-

mudahan bagi warga. Sebelumnya warga yang tidak memiliki KK, berstatus lajang, atau belum memiliki alat bukti hak atas tanah kesulitan di verifikasi dan validasi. Namun dengan pedoman teknis, kesulitan itu bisa ditangani. “Sampai Pokmas sudah dibentuk dan siap kerja, kendalanya muncul lagi pada keterbatasan material. Pasir saja kita harus rebutan dengan Lombok Tengah,” klaimnya. Sementara Kabid RR BPBD KLU, Wardoyo usai ditanya Wabup mengakui, jumlah rumah yang sudah terbangun masih minim pada angka di bawah 70 unit. “Memang rumah yang sudah dibangun masih minim, seperti di Akar-Akar 10 unit, di Gondang ada 14 unit rumah kayu masih dalam proses bangun, di Tanjung sekitar 16 unit,” sebutnya. (ari)


SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

PENDIDIKAN

Halaman 10

Terkait Soal HOTS

NTB Kemungkinan Diberikan Kekhususan

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat memang menyiapkan soal Ujian Nasional (UN) dengan dengan tingkat kesulitan tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Namun khusus di NTB sendiri akan diberikan kekhususan, karena pembelajaran sempat terganggu oleh bencana gempa bumi.

(Suara NTB/ron)

Suherman

Tetap Gelar UNKP SMPN 3 Mataram akan tetap melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) pada tahun 2019. Hal itu dilakukan untuk menghindari permasalahan terkait pengadaan, maupun jika meminjam peralatan penunjang UNBK. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya mengatakan, SMPN 3 Mataram tetap melaksanakan UNKP, karena jika melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) membutuhkan biaya yang banyak. “Belum bisa UNBK, supaya tidak tersangkut masalah,” katanya. Diakuinya, peralatan penunjang UNBK yang sulit untuk dihadirkan. Pihaknya bisa saja meminjam, tapi dikhawatirkan berisiko seperti hilang dan rusak. Belum lagi harus menyiapkan server dan berbagai perangkat lainnya. Menurutnya keputusan UNBK harus benar-benar dipertimbangkan. “Bukan berarti tidak mau maju, tapi tidak ingin memaksa. Sebelum diwajibkan UNBK, kami memilih kenyamanan dan keberhasilan pelaksanannya,” katanya. Sebanyak 178 siswa kelas IX SMPN 3 Mataram yang akan menjadi peserta UNKP tahun 2019. Pada bulan Januari mendatang, pihaknya akan melaksanakan pengayaan bagi seluruh siswa tanpa dipungut biaya. Nantinya akan dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. Dengan begitu diharapkan bisa meningkatkan nilai para siswa, sehingga sebanyak mungkin lulusan SMPN 3 Mataram bisa diterima di SMA Negeri pilihan siswa sesuai zonasinya. Sementara itu terkait dengan pelaksanaan pembelajaran pascagempa, SMPN 3 Mataram saat ini telah melaksanakan pembelajaran dengan normal. “Kami sudah nyaman, trauma itu menghilang dan belajar mengajar sudah aman nyaman dan kondusif,” katanya. Herman, sapaannya menyampaikan bahwa kerusakan di SMPN 3 Mataram masuk kategori rusak ringan. Bantuan sudah diterima senilai Rp 100 juta. Nantinya bantuan itu akan digunakan untuk rehabilitasi. “Rehabilitasi untuk tiga rombel, di lantai dua, retak, itu yang kita rehab,” ujarnya. (ron)

MI Islahul Mutaalim Raih Juara Umum FAMI Mataram (Suara NTB) Madrasah Ibtidaiyah Islahul Mutaalim, Karang Genteng Kota Mataram kembali meraih prestasi luar biasa. Kali ini, prestasi yang diraih dalam ajang Festival Anak Madrasah Ibtidaiyah (FAMI) ke V Se Kota Mataram. Madrasah Islahul Mutaalim keluar sebagai juara umum. Adapun peraih prestasi disumbang Lalu Azhel Irham Wahyudi dengan menjadi juara 1 pidato 2 bahasa (Arab Indonesia), M. Kamil Juara 2 Lomba Dacil Putra, Rizki Nanda harapan 2 Mewarnai Kaligrafi, Elma Zikrina Juara 3 Mewarnai Kaligrafi,Ahmad Wahyu Juara 1 Badminton Putra, Yulia Safitri Juara 1 Badminton Putri, Najiya Juara 2 Lari 100 meter putri, Fanani juara 3 Lari 100 meter putra, dan Juara 1 Sepak Bola Mini. Kepala MI Islahul Mutaalim, Herman Hadi, mengungkapkan, prestasi yang diraih peserta didiknya tidak terlepas dari semangat serta dukungan wali murid. Partisipasi walimurid yang begitu bersemangat demi mempersiapkan peserta didik pada lomba yang digagas KKM tersebut. “Ini hasil kerja sama kami dengan wali murid dalam mengembangkan potensi mereka,” ungkapnya kemarin. Dijelaskan Herman, lomba yang diperebutkan, adalah bidang akademik dan nonakademik. Lomba salat berjamaah, kaligrafi, mewarnai, meggambar, pidato dan fashion show masuk ke katagori non akademik. Sedangkan bidang akademik, cerdas cermat dan olimpiade MIPA. Dikatakan bahwa ajang FAMI merupakan sebuah wadah bagi murid madrasah dalam mengembangkan kreativitasnya. Ini sekaligus sebagai bukti bahwa madrasah sudah tidak dipandang sebelah mata lagi oleh masyarakat. Apa yang diraih anak didiknya merupakan pembuktian dari jargon Kementerian Agama madarasah hebat bermartabat. Bahwa madrasah harus membuktikan diri kepada masyarakat. Madrasah harus menunjukkan kelebihan dan mampu bersaing dalam prestasi. (dys)

(Suara NTB/ist)

HADIAH - Peserta didik MI Islahul Mutaalim, Karang Genteng Kota Mataram menerima hadiah dan piala pada FAMI se Kota Mataram.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Surya Bahari, ditemui di kantornya, Rabu(28/11) mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat dengan Pemerintah Sulawesi Tengah dan pihak kementerian untuk membahas pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana. “Ada kebijakan khusus, bagaimanapun tidak bisa 100 persen sama soal yang diberikan di daerah terdampak bencana,” katanya. Terutama sampai saat ini masih ada gempa bumi yang cukup memberikan trauma bagi siswa. Pembelajaran di daerah terdampak gempa

bumi di Pulau Lombok sempat tertunda tak kurang dari satu bulan, dikarenakan gempa susulan yang terus terjadi dan trauma yang cukup lama. “Karena sekarang ada gempa sedikit, bisa membangkitkan trauma, secara psikologis itu jadi pertimbangan. Dan itu sudah disampaikan oleh pihak pusat, tinggal bagaimana pembahasan nanti, apa berbeda dengan provinsi lain, nanti kesimpulannya saat rapat,” kata Surya. Surya menekankan, soal HOTS tidak bisa disamakan di daerah terdampak bencana seperti di Pulau Lombok dan

sekitarnya. Pembelajaran yang tertunda dan masih harus belajar di kelas darurat bisa dijadikan alasan. “Namanya orang ngejar tidak bisa disamakan, sudah disampaikan oleh kementerian terkait kebijakan itu,” katanya. Sebelumnya, Surya menyampaikan pelaksanaan UNBK di tahun 2019 akan tetap terlaksana di semua sekolah dengan menggunakan mekanisme berbagi sumber daya. “Insya Allah bisa melaksanakan UNBK di semua SMA negeri dan swasta,” ujarnya. Ditemui sebelumnya, Kepala Pusat Penilaian Pendidi-

an bagi pemberian akses modal bagi para peternak ayam. Dekan Fakultas Peternakan Unram, Dr. Maskur, menjelaskan pihaknya merasa punya tanggung jawab dalam mengembalikan usaha para peternak terdampak gempa. Maka untuk itu, dosen-dosen Fakultas Peternakan menggalang bantuan yang disalurkan untuk Kelompok peternak ayam di Santong, KLU. Dari urunan para dosen itu, terkumpul Rp50 juta lebih yang telah disalurkan kepada para peternak ayam. “Sebelumnya kita juga membantu peternak ayam di

(Suara NTB/ron)

H. Surya Bahari di sekolah tidak akan dikeluarkan saat UN. “Secara materi kami sesuaikan. Tidak ada soal untuk materi yang belum diajarkan,” jelasnya. (ron)

(Suara NTB/dys)

PRESENTASI - Presentasi artikel dari salah satu penyaji pada seminar internasional bioteknologi yang digelar Unram, Rabu (28/11).

Bahas Isi Bioteknologi Mutakhir, Unram Gelar Seminar Internasional Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) menggelar seminar internasional tentang bioteknologi, Rabu (28/11)pagi. Seminar ini dihadiri sejumlah peserta dari luar negeri, yakni dari Malaysia, Cina, Selandia Baru dan Jepang. Perkembangan teknologi selalu berubah setiap saat. Termasuk pada bidang bioteknologi. Tanpa disadari manusia berada pada tahap pene-

muan beragam bioteknologi mutakhir hingga hari ini. Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Ir. H. Sunarpi, menjelaskan bioteknologi merupakan salah satu riset yang dikembangkan MIPA. Selain penelitian dan pengabdian masyarakat, pihaknya juga melakukan pengembangan ilmiah melalui seminar dan workshop yang digelar hari ini. Seminar seperti ini direncanakan akan tetap berlan-

jut pada tahun depan dan tahun seterusnya, mengingat pengembangan bioteknologi cukup kompleks, karena dapat menyelesaikan beragam persoalan di bidang pertanian, kesehatan, dan pangan. ‘’Agar persoalan bangsa, terutama bidang pangan dan kesehatan, melalui pertemuan-pertemuan ilmiah seperti ini dapat ditemukan solusinya,’’ ujarnya. Pada kesempatan terse-

Organisasi Profesi Berperan Tingkatkan Kompetensi Guru Mataram (Suara NTB) – Salah satu permasalahan pendidikan yang kerap kali muncul yaitu terkait kompetensi guru yang masih belum begitu baik. Keberadaan organisasi profesi guru bisa turut berperan meningkatkan kompetensi guru. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti, mengatakan organisasi guru sebenarnya harus berperan meningkatkan kompetensi anggotanya. Misalnya dalam melakukan pelatihan, seminar, ataupun workshop yang berkaitan dengan tugasnya. “Pelatihan bisa bersifat mandiri,” katanya. Ermawanti mengatakan momentum hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 November, itu sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas guru menuju pendidikan abad 21.

“Guru harus mampu menjadi leader dan perubahan keadaan,” katanya. Kompetensi guru di NTB yang terlihat dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan kompetensi guru perlu dibenahi. Dari data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) NTB tahun 2017, menunjukkan hasil UKG di NTB berada di bawah rata-rata nasional. Untuk guru SD, rata-rata nilai UKG di NTB sebesar 50,63, sementara rata-rata nasional yaitu 54,33. Di tingkat SMP, rata-rata nilai UKG di NTB sebesar 52,81, sedangkan rata-rata UKG nasional sebesar 58,25. Di jenjang SMA, rata-rata nilai UKG di NTB sebesar 56,30, masih di bawah ratarata nilai UKG nasional sebesar 61,74. Dan, di jenjang SMK, nilai rata-rata UKG di

NTB sebesar 54,96, masih di bawah nilai rata-rata UKG nasional yaitu 58,30. Dihubungi terpisah, anggota Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram, Mustajib, mengatakan, bahwa organisasi profesi guru tetap berperan dalam pengambangan kompetensi guru. “Sesuai denga prioritas masing-masing organsisasi itu sendiri,” kata mantan Ketua SGI Mataram itu. Momentum hari guru yang lalu bisa menjadi momentum untuk kembali menguatkan dan meneguhkan profesionalisme guru, dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkompetensi global. “Kegiatan yang diinisiasi oleh orgransai berkontribusi untuk peningkatan kompetensi guru,” kata Mustajib yang juga Kepala SMPN 12 Mataram ini. (ron)

Majelis Dosen Faterna Bantu Pulihkan Peternak Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Usaha masyarakat dalam berbagai bidang di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami kevakuman usai dilanda gempa bumi beberapa waktu lalu. Salah satu yang usaha yang terdampak ialah di bidang peternakan ayam. Kandang-kandang ayam para paternak tidak luput dari gempa beruntun yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus lalu. Akibatnya, usaha peternak ayam mati total. Majelis Dosen Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Mataram (Unram), berinisiatif menggalang bantu-

kan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Moch. Abduh, PhD., mengatakan, bagi daerah terdampak bencana, seperti NTB akan ada perlakuan khusus. Terkait adanya penundaan materi yang diberikan oleh sekolah, karena adanya bencana gempa bumi, Kemendikbud menyiapkan dua pola. Abduh menjelaskan, jika siswa itu mengungsi ke daerah lain, maka materi yang akan diterima saat UN sama dengan sekolah tempat siswa mengungsi. Dengan begitu tidak ada pengecualian. Sementara bagi siswa yang masih bertahan di daerah terdampak bencana dan tidak bisa maksimal melaksanakan pembelajaran, pihaknya akan membahas dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Materi yang belum diberikan

Santong, kalau itu bantuan murni dari majelis dosen Faterna murni bantuan dosen Rp2,5 juta per kelompok dosen, sehingga terkumpul Rp50 an juta,” jelas Maskur. Selain berhasil mengumpulkan bantuan dari para dosen, Fakultas Peternakan juga menggalang bantuan dari luar. Tujuannya ialah agar usaha di bidang peternakan di wilayah terdampak cepat pulih. Terakhir kata Maskur, bantuan usaha datang dari Kedaulatan Rakyat Yogyakarta senilai Rp75 juta. Bantuan dalam bentuk uang pembinaan

usaha peternakan. Meski modalnya terbatas, tapi paling tidak bisa membangkitkan usaha peternak yang disalurkan di wilayah Amor -Amor. Pihaknya berharap adanya bantuan permodalan bagi kelompok peternak ini dapat membangkitkan usaha masyarakat di bidang peternakan, terutama bagi mereka yang terdampak gempa. “Bermanfaat paling tidak untuk memulai usaha peternakan. Mereka bilang kalau rumah tidak usah dibantu, tapi dari rumah ayam ini kami bisa bangun rumah,” jelasnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

Maskur

but, banyak artikel ilmiah dipresentasikan, yaitu sebanyak 73 artikel, 54 di antaranya dalam bentuk oral presentation dan 19 dalam bentuk poster presentation. “Sehingga lahir ide baru terkait dengan tantangan itu,” ujarnya. Selain menggelar seminar juga digelar workshop selama dua hari. Workshop lebih pada ingin memperkenalkan temuan baru tentang deteksi awal penyakit kanker. Mela-

lui deteksi awal tentang penyakit kanker pada sel tubuh manusia, paling tidak mampu mengetahuinya sejak dini. “Harapan kita forum seperti ini tahun depan ada juga ada. Sebetulnya kita jalin kerjasama dengan berbagai pihak kedua dari Himalaya Jepang, Selandia Baru, Cina, Malaysia. Tahun depan akan tambah lagi. Kita ingin Australia juga ikut tahun depan,” kata Sunarpi. (dys)

Program Rintisan Pelita Kembali Digelar di KLU Mataram (Suara NTB) Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan mitra INOVASI dalam rangka mencapai peningkatan hasil pembelajaran siswa di NTB. Di kabupaten ini, INOVASI berfokus pada program rintisan Peningkatan Siswa Dalam Literasi Awal (Pelita). INOVASI bersama pengawas, kepala sekolah, dan fasilitator daerah sudah melakukan focus group discussion (FGD) untuk mengindentifikasi kebutuhan guru dalam proses belajar mengajar. Dari hasil FGD tersebut dilakukanlah pelatihan pada tanggal 10 November 2018 di Lombok Utara dengan peserta 36 guru, 12 kepala sekolah, dan 8 fasilitator daerah. “Pelatihan ini adalah awal dari pelatihan literasi dasar yang dibagi menjadi tujuh unit. INOVASI mendampingi para guru bagaimana mengajarkan siswa membaca dan menulis sesuai dengan kemampuannya. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan dua minggu sekali sampai April 2019,” ujar District Facilitator INOVASI di Lombok Utara, Yossi Rachmatillah, Rabu (28/11). Melalui pelatihan ini para guru diberikan pemahaman bagaimana menerapkan literasi kepada siswa dengan cara yang sederhana, mengingat kebanyakan siswa dan guru sekarang masih melakukan proses belajar mengajar di dalam tenda atau sekolah darurat akibat gempa. Pemahaman guru tentang literasi mencakup komponen

diantaranya membaca, berbicara, dan menulis, seperti yang dikatakan oleh fasilitator daerah program rintisan Pelita, Didik Wahyudin. Literasi di kelas awal penting bagi siswa karena di kelas awal siswa diharapkan sudah bisa membaca, menulis, menyimak dan mengolah informasi. Jika siswa gagal di tahap ini, tak heran masih ditemukan siswa kelas 4 dan 5 belum bisa membaca. Tak dapat dipungkiri literasi menjadi kemampuan siswa yang paling dasar. Program rintisan Pelita di KLU mulai diimplementasikan setelah program INOVASI mengalami penyesuain dengan kondisi pendidikan yang terdampak gempa melalui Program Pendidikan Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Gempa. Melalui program ini, INOVASI bermitra dengan pemangku kepentingan di Lombok Utara termasuk dengan ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) mengemas modul “Kumpulan Kegiatan Psiko – Edukatif Pasca Gempa NTB” sebagai bagian dari psikoedukasi. Selain itu, INOVASI membangun sekolah ramah anak yang diujicobakan di SDN 2 Malaka, Pemenang, yang bahan bangunannya dari bambu. Pembangunan sekolah ini berbasis kekuatan masyarakat. Selanjutnya, pembangunan sekolah berikutnya akan dibangun di 15 SD/MI di wilayah Gugus Pemenang dan Gangga. (ron)


Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

Pembatasan Usia di Atletik Diprotes Mataram (Suara NTB) Pemberlakuan batasan usia di cabang olahraga atletik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB mendapat protes keras dari atlet atletik nasional NTB. Para atlet senior atletik NTB menilai pemberlakuan batasan usia atlet atletik tak memiliki dasar yang kuat. Atlet Atletik NTB, Ridwan kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (28/11) kemarin mengatakan dia bersama tiga rekannya sesama atlet nasional, Fadlin, Andrian dan Iswandi telah melakukan protes keras kepada Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB terkait pemberlakuan usia di pertandingan atletik di Porprov NTB 2018. Alasan mereka melakukan protes karena akibat pembatasan usia atlet itu membuat para atlet muda potensial NTB tak bisa ikut lantaran pemberlakuan batasan usia minimal 18 tahun yang dibuat PASI NTB. “Kami menilai, pemberlakuan batasan usia di cabor atletik tidak berdasar. Ini sangat merugikan atlet-atlet muda PPLP NTB. Mereka tidak lolos dalam verifikasi data atlet karena usia mere-

ka belum merangkak 18 tahun,” ucapnya. Menurut Ridwan, pemberlakuan batasan usia atlet di Porprov NTB tidak berdasar, pasalnya dalam aturan Porprov NTB minimal usia atlet yang boleh ikut adalah 18 tahun. Sementara bila tujuan Porprov NTB itu sebagai ajang seleksi atlet PON, maka PASI NTB harusnya menggunakan standar usia atlet 16 tahun, karena di PON Papua tahun 2020 mendatang usia atlet akan menginjak 18 tahun. “Kenapa PASI NTB memberlakukan batasan usia atlet 18 tahun di Porprov? Sementara di PON usia atlet yang 18 tahun akan menginjak 20 tahun di PON 2020. Seharusnya batasan usia atlet minimal 16 tahun, sehingga di saat ikut PON usia atlet 18 tahun sesui batasan usia atlet ikut PON,” jelasnya. Di tempat terpisah, Sekre-

taris PASI NTB, Akrin Ibrahim yang dimintai tanggapannya membenarkan bila atletatlet senior NTB melakukan protes soal batasan usia atlet atletik yang ikut Porprov NTB 2018. Protes tersebut kata Akrin telah ditanggapi positif oleh PASI NTB, dalam hal ini PASI NTB menampung apa keinginan Ridwan dan kawankawan. Namun ditegaskan Akrin, soal protes beberpa atlet senior atletik NTB itu sangat sulit dikabulkan mengingat tahap verifikasi data atlet sudah berjalan. Dan peserta dari kabupaten/kota di NTB sudah menyetujui pemberlakuan batasan usia atlet minimal 18 tahun di Porprov NTB 2018. Lanjut Akrin, bila protes beberapa atlet dikabulkan oleh Panitia Porprov NTB maka akan terjadi pembekakan biaya yang harus ditanggung oleh KONI kabupaten/

Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga tarung derajat memastikan jumlah kelas yang dipertandingkan di pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2018 berjalan mulus. Pasalnya dari 14 kelas yang diusulkan untuk dipertandingkan di Porprov hanya satu kelas yang tak bisa dipertandingkan karena kekurangan peserta. Sekretaris Umum (Sekum) Kodrat NTB, Dedy Noor Cholish yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (28/11) kemarin mengatakan tarung derajat mengusulkan sebanyak 14 kelas dipertandingkan di Porprov NTB 2018. Dari jumlah kelas yang diusulkan itu terdapat satu kelas yang gagal dipertandingkan, yakni kelas seni gerak putri. “Di tarung derajat hanya satu kelas yang tidak bisa dipertandingkan, yakni kelas seni gerak putri. Sementara 13 kelas lain sudah siap dipertandingkan,” ucapnya. Dikatakan Dedy, bila dilihat dari jumlah kelas yang diusulkan cabor tarung derajat di Porprov NTB 2018. Maka pertandingan dicabor tarung derajat berjalan sukses karena hanya satu kelas yang batal dipertandingkan karena kekurangan peserta. Lanjutnya, dibanding cabor beladiri lain yang membatalkan belasan kelas karena minim peserta maka cabor tarung derajat boleh dikatakan sukses menggelar pertandingan Porprov. Dijelaskan Dedi keberhasilan tarung derajat mempertandingkan hampir semua kelas di Porprov NTB tidak lepas dari koordinasi yang baik antara Pengprov cabor dengan pencab. Dalam hal ini menjelang Porprov NTB, pihak Kodrat NTB melakukan koordinasi dengan pengurus cabang terkait jumlah kelas yang dipertandingkan. Hasilnya semua pencab kabupaten/kota pun mempersiapkan atlet dengan baik. Diharapkan Dedi, hasil dari Porprov NTB 2018 itu dapat melahirkan atlet-atlet hebat berprestasi nasional. Pasalnya, di tahun 2019 pihaknya akan menyiapkan atlet juara Porprov NTB 2018 untuk mengikuti kejurnas dan Pra-PON 2019. (fan)

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

Andrian

Ridwan

kota di NTB. Pasalnya dengan diberlakukan batasan usia atlet minimal 16 tahun maka

akan ada penambahan atlet dipertandingan cabor atletik. “Keinginan atlet senior ini

kami (PASI NTB) terima dulu. Namun kita akan kembalikan ke peserta Porprov NTB, apa-

kah mereka siap menambah biaya akomodasi dan transportasi atlet,” ujarnya. (fan)

Mataram (Suara NTB) Pandangan negatif orang tentang mantan pengguna narkoba sepertinya sudah seharusnya dihilangkan. Pasal-

nya, mantan pengguna narkoba juga punya pemikiran yang sama untuk menjadi manusia yang lebih baik.Hal itu telah dibuktinya dua mantan pengguna narkoba asal NTB, Samsul Rizal (26) dan Adam Riyaldi (21) di event olahraga kancah dunia. Kedua atlet yang terseleksi dalam tim Homeless World Cup Indonesia bulan Maret itu sukses mengantarkan Tim Homeless Indonesia masuk peringkat 10 besar dunia dalam pertandingan sepak bola Homeless World Cup 2018 yang berlangsung di Meksiko, 13-18 November 2018. Atlet Homeless World Cup Indonesia, Samsul Rizal didampingi rekannya Adam Riyaldi yang diwawancara Suara NTB di acara jumpa pers yang digelar Sekretariat AKSI NTB di Jln. Jepara Mataram, Rabu (28/11) kemarin mengungkapkan bahwa mereka baru saja berhasil mengantarkan Tim Homeless Indonesia masuk peringkat 10 besar dunia dari 47 Negara yang ambil bagian dikompetisi sepak bola internasional yang melibatkan mantan pengguna narkoba itu. Sementara juara satu diraih oleh Tim Homeless Meksiko. Atas hasil tersebut, Tim Homeless World Indonesia berhasil meraih trofi Ricard Ismail Fair Play Awar 2018. Adam Riyaldi

Cabor Harus Pastikan Atlet Luar Dapat Wakili NTB di PON

Keberhasilan atlet NTB membawa tim Indonesia raih peringkat 10 besar dunia itu merupakan sejarah pertamakalinya. Sebelumnya atlet sepak bola NTB juga pernah mewakili Indonesia di Homeless World Cup tahun lalu, namun belum meraih hasil membawa pulang trofi juara. “Peringkat 10 besar ini yang pertama diraih tim Indonesia. Dan kami atlet pertama NTB yang bisa membawa tim Indonesia meraih trofi,” ucap Samsul Rizal dengan penuh rasa bangga. Dalam Turnamen Homeless World Cup itu, Rizal berperan sebagai penyerang, sementara itu Adam Riyaldi berperan sebagai penjaga gawang. Dari beberapa laga di pertandingan Homeless World Cup itu. Di tempat yang sama Ketua AKSI NTB, Makbul didampingi rekannya, Hairul Marhanik mengatakan ikut berbangga atas kesuksesan yang dicapai kedua mantan penyalahguna narkoba NTB dalam binaan pihaknya itu. Dia berharap keberhasilan dua mantan pengguna narkoba dalam pertandingan Homeless World Cup bisa mengubah stigma orang memandang sebelah mata terhadap kaum yang termarjinalkan itu. “Kita berharap prestasi yang diraih oleh kaum yang termaju akan ini bisa merubah stigma orang yang memandang sebelah mata kepada mantan pengguna narkoba,” ucapnya. “Kita berbangga mereka bisa menunjukan prestasi dan mau kembali dengan cita-cit-

(Suara NTB/ist)

Samsul Rizal anya. Bisa kembali diakui keluarganya. Perubahan perilaku teman-teman ini bisa lebih baik,” timpalnya. Disampingnya itu Makbul juga berharap kepada pemerintah bisa mendukung talenta yang dimiliki para mantan

pengguna narkoba itu. Karena memang selama ini para kaum yang termarjinalkan itu selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat meskipun mereka sudah berusaha menjadi manusia yang lebih baik. (fan)

(Suara NTB/ist)

Percasi NTB Pertimbangkan Vina Cari Atlet, Dispora Siapkan Tim Pencari Bakat Main di Porprov NTB Mataram (Suara NTB) Pengprov Percasi NTB menegaskan, keterlibatan Baiq Vina Lestari di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X 2018 tak akan menguntungkan NTB. Pasalnya, atlet yang berdomisili di Lombok Barat (Lobar) itu tak akan dapat mewakili NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Ketua Umum Pengprov Percasi NTB, Abdullah Azis kepa-

da Suara NTB di Mataram, Selasa (27/11) mengatakan Master Fide Wanita itu masih berstatus sebagai atlet Riau. Sehingga, sangatlah tidak masuk akal bila Vina dapat mewakili NTB di PON bila menjuarai Porprov NTB/2018. “Baiq Vina Masih berstatus sebagai atlet Provinsi Riau. Jadi dia tak bisa mewakili NTB di PON 2020,” ucapnya. Pimpinan cabang olahraga catur ini membuat pernyataan

KONI KSB Matangkan Persiapan Hadapi Porprov Taliwang (Suara NTB) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan telah siap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Desember mendatang. Ketua KONI KSB, H. Zaedul Bahri mengatakan, persiapan yang dilakukan pihaknya saat ini sudah masuk dalam tahap mematangkan kontingen yang akan diberangkatkan. Mulai dari atlet hingga ofisial telah menyiapkan diri termasuk kebutuhan lainnya yang diperlukan selama ajang Porprov berlangsung nantinya. “Setiap hari kita gelar pertemuan karena jangan sampai pas di lapangan ada yang kurang,” cetusnya kepada wartawan, Rabu (28/11). Pada Porprov kali ini, Kon-

(Suara NTB/dok)

Fadlin

Rizal dan Adam Antarkan Tim Homeless World Indonesia ke 10 Besar Dunia

Pertandingan Tarung Derajat Dijamin Mulus

Mataram (Suara NTB) Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X di Mataram, 9-17 Desember 2018 dipastikan akan melibatkan beberapa atlet luar NTB. Terkait dengan keterlibatan atlet luar NTB, pihak panitia Porprov NTB mengingatkan cabor agar bisa memastikan atlet luar NTB bisa mewakili NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Hal ini disampaikan anggota Bidang Pertandingan Porprov NTB, Dachlan A. Bandu kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (27/11). “Bagi kabupaten yang mendatangkan atlet luar untuk ikut Porprov NTB, kami minta cabor memastikan atlet yang bersangkutan bisa mewakili NTB di PON,” ucapnya. Pernyataan ini dilontarkan Dachlan setelah mendengar ada keterlibatan atlet luar NTB di Porprov NTB 2018. Diakui Dachlan beberapa atlet luar NTB telah dilaksanakan oleh tim verifikasi sebagai peserta Porprov NTB, hal ini bisa terjadi karena kabupaten/kota selaku peserta Porprov NTB memberikan jaminan bahwa atlet yang bersangkutan siap mewakili NTB di PON 2020. Dicontohkan Dachlan, kontingen Lobar melibatkan atlet asal Provinsi Riau, Baiq Vina Lestari mewakili Lobar di pertandingan catur. Meski berdomisili di Lobar, Dachlan mengatakan Baiq Vina masih resmi atlet Riau. Selanjutnya di pertandingan tenis lapangan juga akan melibatkan beberapa atlet luar NTB. Beberapa atlet tersebut kata Dachlan telah lolos verifikasi data oleh tim keabsahan dan berpeluang mengikuti pertandingan di Porprov NTB. Menurut Dachlan, sebelum bertanding di Porprov NTB, pihak cabor diharapkan dapat memberikan kepastian bahwa beberapa atlet luar NTB itu bisa mewakili NTB di PON 2020. Pasalnya Porprov NTB merupakan ajang seleksi atlet yang mewakili NTB di PON 2020. (fan)

(Suara NTB/dok)

Iswandi

tingen KSB yang akan diberangkatkan sebanyak 387 personil. Terdiri dari 296 atlet dan 91 ofisial. Menurut H. Zaedul, keberangkatan kontingen nantinya tidak akan bersamaan. Pemberangkatan pertama jelang hari pembukaan hanya akan diikuti oleh sejumlah ofisial dan atlet-atlet yang memiliki jadwal awal bertanding. “Jadi tidak sekalian diberangkatkan. Untuk atlet akan diberangkatkan bertahap mendekati jadwal pertandingannya,” urainya. Untuk anggaran sendiri, pria yang akrab disapa Deden ini mengungkapkan, sementara ini pihaknya masih belum memfinalkan. Seluruh kebutuhan anggaran yang diperlukan kontingen selama ajang Porprov masih

(Suara NTB/bug)

Zaedul Bahri oleh KONI masih dimatangkan. “Yang jelas kita punya anggaran. Tapi saya belum bisa sebutkan berapa kebutuhan sekarang ini karena masih kita

atur formulasinya,” paparnya. Ia menyebutkan, dana yang dimiliki KONI KSB saat ini sebesar Rp 1 miliar. Dana itu sepenuhnya akan dialokasikan untuk kontingen KSB di Porprov NTB. Namun dana itu tidak termasuk untuk membiayai bonus bagi atlet peraih medali nantinya. “Itu hanya akan kita gunakan untuk operasional selama keikutsertaan kita di Porprov. Soal bonus lain lagi,” ungkapnya. Untuk bonus atlet peraih medali, lanjut deden, pihaknya baru akan menganggarkan pada tahun 2019 mendatang. “Bonusnya tahun depan. Besarannya juga belum kita tentukan ya karena kita juga perlu dengar saran dari bupati dalam hal ini,” tukasnya. (bug)

tersebut setelah mendengar KONI Lobar mendaftarkan Vina sebagai atlet Lobar di Porprov NTB 2018. Keikutsertaan Baiq Vina di Porprov akan berjalan mulus karena atlet yang bersangkutan lolos dalam verifikasi data atlet Porprov NTB. Panitia Porprov NTB sengaja meloloskan data atlet yang pernah sukses menyumbangkan medali perak provinsi Riau di PON 2016 itu karena Lobar memberikan jaminan Vina bakal membela NTB di PON bila berhasil keluar sebagai juara. Namun jaminan yang dijanjikan oleh KONI Lobar itu sepertinya tak bisa diwujudkan. Pasalnya Vina masih terdaftar sebagai atlet Provinsi Riau di beberapa pertandingan catur nasional selama tahun 2018. “Vina tak bisa mewakili NTB di PON 2020 karena dia masih tercatat sebagai atlet Riau di setiap kali mengikuti kejurnas,” tegasnya. Terkait dengan persoalan status Vina yang tak pasti itu, Abdullah menyarankan pihak Panitia Keabsahan agar tidak mengikutsertakan Vina dipertandingkan catur di Porprov NTB karena akan mengundang persoalan. Dalam hal ini keikutsertaan Vina di Porprov NTB dikhawatirkan akan mendapat protes dari peserta Porprov NTB dari 10 kabupaten/kota di NTB. (fan)

Mataram (Suara NTB) Upaya Dispora NTB mencetak atlet muda berprestasi akan terus digalakkan. Untuk menemukan bibit atlet muda berprestasi dunia pihak Dispora NTB selaku pihak pengelola PPLP NTB akan menyiapkan tim talent scouting alias pencari bakat yang bertugas menjaring calon bibit atlet berprestasi yang ada di kabupaten/kota di NTB. Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (28/11) kemarin mengatakan, menjelang pergantian tahun 2018 ini pihaknya dalam waktu dekat ini akan kembali mencari bibit atlet berprestasi di 10 kabupaten/kota di NTB. Terkait dengan hal itu, pihaknya tengah membentuk tim talent scouting yang bertugas mencari bibit atlet bertalenta di bidang olahraga prestasi. “Tadi kita melakukan rapat untuk membentuk tim talent scouting yang akan turun ke kabupaten/kota di NTB. Mereka akan mencari atlet muda berbakat untuk menggantikan atlet yang PPPLP NTB yang sudah kelas tiga,” ucap Husnanidyati Nurdin seraya menambahkan bahwa rapat yang melibatkan pihak pelatih dan staf di Dinas Dispora NTB itu digelar secara tertutup. Lanjutnya, pemantau atlet berbakat oleh tim talent scouting itu merupakan salah satu program pihak Dispora NTB dalam rangka mencari atlet berbakat yang dipersiapkan menghadapi event nasional. Sebagaimana

(Suara NTB/dok)

Hj. Husnanidyati Nurdin diketahui sebelumnya Dispora NTB telah melahirkan atlet juara dunia atletik, Lalu Muhammad Zohri. Atlet asal Lombok Utara itu berhasil menjuarai kejuaraan dunia atletik usia 20 tahun di Finlandia 2018. Selain menelurkan atlet atletik berprestasi, pihak PPLP NTB juga sukses mencetak atlet muda yang berprestasi di kejuaraan dunia pencak silat di Thailand tahun 2018. Untuk meneruskan perjuangan beberapa atlet yang berprestasi dunia itu, pihak PPLP NTB akan terus mempersiapkan atlet muda. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempersiapkan atlet muda berprestasi yang akan dibina lewat PPLP NTB. Terkait dengan program tersebut pihak pengurus cabor kabupaten/kota di NTB dapat menyiapkan atlet bertalenta (fan)


SUARA NTB

Kamis, 29 November 2018

Halaman 12

Studi Pascagempa

Masalah Serius Dinilai Belum Diperhatikan Pemerintah Selong (Suara NTB) Perkumpulan Gerakan Masyarakat Pecinta Alam (Gema Alam) NTB melakukan studi pascagempa bumi di Lombok Timur (Lotim). Dari studi yang dilakukan, terungkap sejumlah masalah besar yang belum mendapatkan perhatian serius. Dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Ketua Gema Alam NTB, Haiziyah Gazali menjelaskan kajian dan studi pascabencana, yaitu Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Kajian Kesehatan Reproduk-

si dan Gender Masa Pascabencana. Pihaknya menerjunkan langsung 15 tim medis, yang terdiri dari 9 dokter umum, 3 dokter spesialis anak, dan seorang dokter spesialis kandungan dan obstetric serta 2 orang psikiater. ‘’Sebanyak 15 tim kesehatan yang melakukan layanan kesehatan gratis kepada 2.697 penyintas yang terdiri dari 1.465 pasien umum, 409 pasien kandungan, 823 pasien bayi/anak, dan layanan konsultasi psikologi kepada 25 orang penyintas di 11 desa di

4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur sejak awal bulan September 2018,’’ terangnya. Dijelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan layanan konsultasi psikolog dilakukan melalui pos keliling dari desa ke desa, dari dusun ke dusun dan dari gang ke gang serta dari rumah ke rumah. Pasalnya, akses penyintas pada layanan kesehatan

di wilayah paling terdampak masih terbatas. Kondisi ini disebabkan kerusakan berat Puskesmas, keterbatasan tenaga kesehatan, dan trauma penyintas yang takut meninggalkan tenda pengungsian untuk pergi ke fasilitas kesehatan. Tim Gema Alam NTB melihat bahwa penanganan kesehatan reproduksi, khususnya kesehatan ibu dan anak pada

masa pascabencana gempa di Kabupaten Lotim masih belum optimal. Sementara kasus kematian ibu melahirkan dan kasus kematian bayi di Kabupaten Lotim adalah yang tertinggi di Provinsi NTB. Tim dokter umum relawan Gema Alam NTB dan Sahabat Gema Alam mencatat lebih dari 27 persen penyintas usia dewasa menderita hipertensi dengan tekanan darah 140 sampai dengan 240. Persoalan hipertensi di wilayah yang dilayani dicatat,

karena kebiasaan dan pola hidup masyarakat, di samping juga karena meningkatnya kecemasan karena bencana gempa. Intervensi kesehatan reproduksi yang holistik yang diperkenalkan Gema Alam NTB dan Sahabat Gema Alam juga memfasilitasi pembangunan 45 unit hunian sementara (huntara) bagi ibu hamil menyusui, dan keluarga termiskin dengan bayi dan balita, lansia, serta disabilitas. Termasuk, pembangunan sekolah sementara yang me-

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR 4945 CS NOKA/NOSIN : MHIJFZ115GK344690/ JFZ1E-1340370 NO BPKB M-1144662 AN ARIYANTO HLG D’SKTR ILAYAH KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR 3607 CH NOKA/NOSIN : MHIJF8120EK042272/JF81E2033650 NO BPKB K-06797394 AN AFRIDA YANTI HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR 5512 ME NOKA/NOSIN MHIJFY110GK031346/ JFY1E-1029031 AN NOVITA PUSPAWATI,SE HLG D’SKTR BALE LUMBUNG RESIDENCE LABUAPI

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

HLG STNK R2 HONDA DR 6130 BN NOKA/NOSIN : MHIJF13189KO99241/ JF13E-0097941 NO. BPKB G-1878500 AN LALU DEDY SURYA LESMANA HLG D’SKTR JL.LANGKO KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA EA 5292 AF NOKA/NOSIN : MHIJF5121CK926815/ JF51E-2912179 NO BPKB 107672216 AN BAMBANG CATUR SUPRAYOGI Pek PNS HLG D’SKTR JL.GAJAH MADA PAGESANGAN KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR 3179 LQ NOKA/NOSIN : MHIJFW111GK464338/ JFW1E-1464128 NO BPKB : M-09434062 AN RAUDATUL JANNAH HLG D’SKTR JL.PANJITILAR NEGARA KOTA MATARAM HLG STNK R2 YAMAHA DR 2541 TB NOKA/NOSIN : MH328D40DBJ244675/28D3244615 AN HERANI HLG D’SKTR JL.SRIWIJAYA CAKRANEGARA

SALON

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

HILANG

RUPA-RUPA

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

q

nampung 19 murid usia 3 sampai 12 tahun di Dusun Batu Jong, Bilok Petung, Kecamatan Sembalun. (rus)

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

SALON

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 29 November 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


Kamis, 29 November 2018

Tidak Bergantung pada Pemerintah DALAM beberapa tahun ke belakang, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB seolah menjadi tulang punggung promosi pariwisata NTB, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan alokasi anggaran yang tidak kecil, BPPD NTB tetap mendapat hibah dari Pemprov NTB setiap tahunnya. Jika pada tahun ini, anggaran hibah untuk BPPD NTB mencapai Rp6 miliar, maka anggaran inilah yang harus dihabiskan untuk berpromosi. Begitu juga dengan tahun-tahun sebelumnya, anggaran yang ada di APBD mesti dipergunakan untuk mempromosikan potensi wisata, baik wisata alam hingga budaya yang ada di daerah ini. Dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB dan menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara datang ke NTB, banyak cara dilakukan pengurus BPPD NTB. Beberapa di antaranya, sales mission ke beberapa daerah di Indonesia dan sejumlah negara tujuan, baik di kawasan ASEAN, Timur Tengah hingga Eropa. Selain itu, kegiatan Familiarization trips (Fam Trip) yang melibatkan jurnalis, baik nasional dan mancanegara juga dilakukan. Tujuannya adalah satu, bagaimana objek wisata NTB bisa dikenal di luar negeri dan mendatangkan banyak wisatawan. Belum lagi, kegiatan-kegiatan promosi lain, baik melibatkan Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemprov NTB dan nebeng kegiatan promosi Kementerian Pariwisata. Meski demikian, kita tidak menutup mata dengan apa yang dilakukan pihak BPPD dalam meningkatkan andil kunjungan wisatawan ke daerah ini. Setidaknya saat melakukan promosi ke luar daerah yang dirangkai dengan table top, antara pelaku pariwisata, baik dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ASITA, Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dan buyer berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke daerah ini. Belakangan, BPPD NTB dihadapkan dengan konflik internal, khususnya menyangkut siapa yang pantas menjadi pimpinan di unsur penentu kebijakan berpengaruh terhadap kinerja BPPD dan promosi pariwisata NTB. Apalagi, kasus konflik masalah unsur pimpinan ini terjadi beberapa kali, sehingga ada kesan ada ‘’perebutan’’ siapa yang pantas menjadi pemimpin. Kondisi ini tentu saja membuat DPRD NTB melalui Badan Anggaran (Banggar) memutuskan tidak mengalokasikan dana hibah bagi BPPD pada RAPBD tahun 2019 mendatang. Keputusan DPRD NTB yang mencoret dana hibah bagi BPPD NTB sebagai bentuk ketegasan pihak DPRD yang sebelumnya mengancam akan mencoret anggaran bagi BPPD di tahun anggaran 2019, jika masih terjadi konflik internal. Seperti disampaikan Juru Bicara Banggar DPRD NTB Johan Rosihan, ST, jika alasan Banggar menyetop kucuran hibah ke BPPD tidak lepas dari konflik berkepanjangan yang terjadi di internal lembaga tersebut. Tidak hanya itu, organisasi induk di pusat sudah dibubarkan, sehingga hal ini menjadi satu pandangan Dewan, BPPD sudah tidak optimal lagi untuk menjadi institusi promosi pariwisata. Begitu juga dengan apa yang disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., jika pengurus BPPD NTB harus introspeksi diri. Terutama, bagaimana seluruh pengurus BPPD harus menyatukan persepsi dalam mempromosikan pariwisata NTB yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Mereka harus melepas ego masing-masing untuk kepentingan organisasi yang lebih besar. Untuk itu, dengan tidak dialokasikannya anggaran untuk BPPD tahun 2019 mendatang, maka BPPD NTB harus bisa mandiri dengan mencari dana sendiri untuk berpromosi. Kita berharap, BPPD NTB tidak harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah untuk berpromosi, karena pemerintah sudah memiliki OPD untuk melakukan promosi pariwisata, yakni Dinas Pariwisata. (*)

SUARA NTB

Halaman 14

Fenomena CPNS: Mencari Masa Depan Alternatif Anak Bangsa EKERJA merupakan bagiandariupayamanusia untuk bertahan hidup memenuhi kebutuhannya. Belakangan ini, jagat dunia kerja di negara kita cukup menghebohkan pasca pemerintah pada tahun 2018 ini membuka kembali lowongan profesi kerja sebagai abdi negara yaitu CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Wajar saja, dalam jangka waktu singkat sejak pengumuman itu dilayangkan ke publik hingga waktu penutupannya pada bulan Oktober lalu, peminat CPNS mencapai angka ribuan orang. Di NTB misalnya, dari rilis data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, pelamar CPNS tercatat mencapai 61.195 orang dengan rincian sebaran formasi dan bidang institusi yang beragam. Dalam kelas sosial masyarakat, profesi sebagai PNS dalam sebagian pandangan dinilai merupakan salah satu profesi pekerjaan yang sangat prestisius dan bergengsi. Sehingga seseorang yang berhasil bekerja sebagai PNS juga dinilai sebagai salah satu bentuk prestasi. Tidak sedikit juga dari masyarakat kita yang memilih berprofesi sebagai PNS sebagai batu loncatan untuk menaikkan status sosialnya. Status pekerjaan yang sudah pastitetap,gajiyangtinggi,tunjanganyang terjamin dan bekerja dengan status pemerintahan seolah sudah menjadi sebuah mantra yang sudah pasti ampuh menyihir masyarakat kita untuk menggeluti profesi ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. NTB mencatat, total jumlah pegawai negeri sipil menurut golongan triwulanI(GolonganI-IV)diNTBpadatahun 2017 mencapai 14.840 jiwa. Angka yang cukup fantastis untuk sebuah wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang melimpah, yang justru dapat dimanfaatkan menjadi ladang profesi pekerjaan atau mata pencaharian bagi masyarakatnya. Bukankah sebuah hal yang ironi ? NTB merupakan salah satu daerah yangmemilikipotensibesardibidangagrobisnis dan agrowisata. Sebagian besar kesejahteraan ekonomi masyarakat NTB banyakditopangolehpotensisumberdaya materilyangdimilikiolehwilayahini.Sektor pariwisata, tambang, dan pertanian menjadi sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakatkhususnyabagiwilayahNTB. Namun fenomena ini boleh jadi merupakan hal yang positif. Seperti dijelaskan oleh McClelland dalam teorinya tentang Motivasi Berprestasi atau Need for Achievment (N-Ach) dalam buku karya Suwarsono dan Alvin Y.So yang berjudul Perubahan Sosial dan Pem-

Oleh :

Afthon Ilman Huda

(Mahasiswa Program Studi Sosiologi Unram) bangunan (2006: 27), bahwa semakin tinggi kemauan seseorang untuk meningkatkan situasi ke arah yang lebih baik, maka semakin tinggi kebutuhan individu tersebut untuk berprestasi. Dengan demikian bahwa tingginya animo masyarakat NTB untuk bekerja sebagai PNS menunjukkan bahwa N-Ach atau kebutuhan masyarakat untuk berprestasi sangatlah tinggi. Terang saja, tantangan untuk dapat bekerja sebagai PNS tidaklah mudah. Bahkan jika kita ketahui proses untuk dapat sampai pada pengakuan dimana status profesi “saya bekerja sebagai PNS” itu tersemat dalam diri. Peranannya yang besar dalam mengatur kehidupan masyarakat, menuntut seorang abdi negara memiliki jiwa pengabdian, kesadaran, dan juga tanggung jawab yang tinggi. Sehingga sudah sewajibnya dan sewajarnya kalau pemerintah bersikap ketat dan selektif dalam merekrut tenaga-tenaga baru di bidang mereka melalui serangkaian tes yang diterapkan. Dari sekian puluh ribu orang yang coba menawarkan jasanya untuk menjadi abdi negara hanya sekian persen saja yang diterima. Melepaskan diri dari “Cita-cita Konservatif” Profesi PNS adalah gaung cita-cita konservatif yang kuno dari para orang tua kita dulu. Dalam realitasnya di kehidupan masyarakat, stigma terhadap profesi pekerjaan PNS yang dianggap memiliki masa depan pasti ini ternyata telah mengakar begitu kuat. Dan pandangan tersebut setidaknya kini dapat kita lihat dari orientasi masa depan generasi muda bangsa ini dalam hal memilih karier atau pekerjaan. Banyak dari anak-anak muda masa kini yang takut untuk mengelaborasi masa depannya dengan hanya fokus menggantungkan cita-cita mereka pada jenis pekerjaan yang sifatnya statis dan berlabel jaminan semata. Seperti contohnya menjadi seorang PNS dengan dalih keamanan di masa tua. Setiap kali program profesi CPNS ini diselenggarakan pemerintah, sebagian besar dari pelamarnya diserbu para lulusan sarjana dan diploma dari universitas atau perguruan tinggi. Sebuah kenyataan yang miris. Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kondisi ketenagakerjaan di Indonesia selama Februari

RADIO

2017 hingga Februari 2018, ternyata institusi pendidikan menjadi salah satu penyumbang pengangguran yang cukup tinggi. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan universitas tercatat naik sebesar 1,13 persen dibandingkan Februari 2017 dari 5,18 persen menjadi 6,31 persen. Selain itu, pengangguran dari lulusan diploma I/ II/III juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen dari 6,88 persen menjadi 7,92 persen. Profesi PNS seolah menjadi juru penyelamat atas situasi permasalahan yang dihadapi para sarjana bergelar saat ini, yaitu pengangguran. Para kaum yang dinilai memiliki kapasitas kemampuan pengembangan diri yang baik, seorang pembaharu dan didaulat mampu memecahkan permasalahan sosial di masyarakat, justru bertolak menjadi unsur yang turut menambah persoalan pelik di negeri ini. Kenyataan ini tentu menjadi sebuah tamparan bagi institusi pendidikan kita sebagai agen sosial yang berperan penting dalam menyiapkan kompetensi peserta didik sebagai sumber daya manusia yang mampu menghadapi persoalan baik yang bersifat individual maupun kolektif masyarakat. Masalah ini juga menjadi catatan hitam pemerintah. Pemerintah gagal menghadirkan sebuah wadah masa depan alternatif melalui kebijakannya di bidang ketenagakerjaan bagi para sarjana. Sebuah wadah yang diharapkan mampu menstimuli daya kompetensi eksplorasi, kreasi, dan inovasi yang mencerminkan generasi muda saat ini. Bukan pada jenis pekerjaan yang bersifat teknis, stagnan dan miskin kompetisi seperti PNS. Menyiapkan Masa Depan Alternatif Laju pertumbuhan penduduk setiap tahun terus mengalami peningkatan. Belum lagi, Indonesia diperkirakan mengalami ledakan penduduk atau bonus demografi. Untuk satu wilayah di Indonesia saja seperti NTB misalnya, berdasarkan data proyeksi penduduk tahun 2010-2020 yang tercatat oleh BPS Prov. NTB, jumlah penduduk NTB tahun 2017 mencapai 4.955.578 jiwa. Hal ini tentu menjadi tantangan pemerintah untuk lebih mengintensifkan perhatiannya pada masalah kebijakan yang men-

yangkut hajat hidup masyarakat tersebut. Karena sebagaimana diketahui, sebagian besar dari jumlah penduduk NTB tersebut didominasi oleh 3.498.399 jiwa penduduk usia 15 tahun ke atas yang notabene merupakan angkatan kerja. Melihat fakta tersebut, maka sudah seharusnya ladang pekerjaan perlu dimasifkan untuk tumbuh. Fasilitas bursa kerja, apalagi kuota abdi negara (PNS) yang tersedia saat ini tentu tidaklah sebanding dengan kebutuhan masyarakat tersebut untuk bekerja demi melangsungkan kehidupannya. Motivasi berprestasi atau N-Ach individu dalam menciptakan lapangan pekerjaan harus dihidupkan. Pemerintah perlu menginisiasi alternatif masa depan bagi anak bangsa saat ini. Mendorong para generasi muda saat ini untuk menjadi wirausahawan dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam rangka menghadapi situasi defisit ladang pekerjaan dan surplus kebutuhan bekerja yang menyelimuti kehidupan masyarakat dewasa ini.

POJOK Pembangunan pariwisata syariah belum terwujud Butuh kerja keras dan kerja cerdas

*** Kualitas lingkungan NTB terburuk kedua nasional Gugah kesadaran masyarakat peduli lingkungan

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 29 November 2018

Halaman 15

Kogasgabpad Kebut Pembangunan Rumah Korban Gempa Dari Hal. 1 Adapun hasil rakor tadi lanjutnya, agar segera membentuk Posko di setiap desa sebagai pusat informasi tentang pembangunan rumah pasca gempa yang diisi dari PUPR dan Babinsa. ‘’Sekarang sudah musim hujan, mereka akan kami usahakan untuk segera dibangunkan rumah agar bisa hidup lebih nyaman. Untuk itu, kita bangun posko tiap desa untuk memantau perkembangannya,’’ jelas mantan Danrem 162/WB ini kepada Suara NTB, Rabu (28/11). Tugas pokso berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, khususnya Pokmas yang dibentuk untuk percepatan pembangunan rumah jenis Risha, Rika dan Riko. Setiap perkembangannya dilaporkan ke Satgas. ‘’Pemda KLU segera membuat daftar list harga bahan bangunan untuk dijadikan pedoman bagi pengusaha penyedia barang dalam rangka mempercepat pembangunan dan fasilisator segera bergerak dan bekerja secara masif di lapangan,’’ tegasnya. ‘’Semoga kinerja kita dengan tulus ikhlas ini membuahkan hasil yang maksimal untuk warga terdampak gempa,’’ harapnya. Berdasarkan update pembangunan rumah terdampak, dari total rumah rusak

149.715 unit, sebagian besar sudah dibangun. Total rumah telah dibongkar sebanyak 74.092 unit. ‘’Sedangkan total rumah siap dibangun kembali 67,803 unit rumah telah diselesaikan oleh Sektor I, Sektor II, Sektor III dan Sektor IV,” kata Farid Makruf. Dari pemantauan progres pembangunan tipe rumah tahan gempa, kemajuannya belum signifikan. Hanya belasan unit sudah terbangun dari ribuan peminat. Rinciannya, untuk rumah tahan gempa, rumah Risha sudah jadi 11 unit progres dengan progress 0,27 persen dari minat 4.110 KK. Sedang dibangun 1.113 unit progres 27,08 persen dari minat 4.110 KK. “Kegiatan saat ini pembangunan proses pemasangan spandek untuk atap dan penggalian tanah untuk pondasi,’’ jelasnya. Sedangkan untuk rumah konvensional sudah jadi 2 unit progres 0,06 persen dari minat 3.290 KK. Sedang dibangun 461 unit progress 14,01 persen dari minat 3.290 KK. Selanjutnya, untuk rumah kayu, baru jadi 4 unit progres 0,13 persen dari minat 2.900 KK. Sedang dibangun 138 unit progres 4,75 persen dari minat 2.900 KK. (ars)

Implementasi KIP Setengah Hati, 24 OPD Pemprov Tak Transparan Dari Hal. 1 Untuk OPD yang tidak informatif sebanyak enam belas. Antara lain, Dinas Dikbud, BPKAD, Biro Pemerintahan, Dinas ESDM, BPSDM, BPBD, Disnakeswan, Dinas Perindustrian, Dinas Kelautan dan Perikanan. Dispora, Inspektorat, RS. HL. Manambai Abdulkadir, Sekretariat DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, Biro APP dan LPBJP dan Bakesbangpoldagri. Selain itu, ada 10 OPD yang tak mengembalikan kuisioner. Yakni DPMPTSP, Biro Hukum, DPMPD dan Dukcapil, Dinas LHK. Satpol PP, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Biro Ekonomi, Biro Kesra dan Dinas Pariwisata. Selain melakukan monev KIP badan publik Pemprov NTB, KI juga melakukan penilaian keterbukaan informasi publik pada 10 badan publik Pemda kabupaten/kota, instansi vertikal dan partai politik. KI NTB menilai sebagian besar badan publik di NTB masih setengah hati dalam menjalankan KIP. Hal ini tercermin dari tingkat partisipasi, nilai dan kualifikasinya. Tingkat partisipasi badan publik dalam mengikuti proses evaluasi hanya 69 persen. Hal ini dikarenakan, dari 85 badan publik di NTB yang dikirimi kuisioner evaluasi,

hanya 59 badan publik yang mengembalikan ke KI. Kemudian 26 badan publik lainnya tidak mengikuti proses evaluasi dan dua lainnya terlambat mengembalikan kuisioner. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc yang dikonfirmasi mengenai banyaknya OPD yang tidak transparan mengharapkan KI lebih gencar melakukan sosialisasi ke OPD. ‘’Sosialisasi dari Komisi Informasi harus lebih intensif. Bukan hanya ke daerah-daerah tapi juga ke OPD-OPD. Supaya mereka merasa informasi jadi kebutuhan. Bukan lagi kewajiban,’’ kata Dr.Zul. Gubernur mengatakan, semakin akuntabel OPD, maka mereka akan semakin mengetahui apa yang akan dilakukan. OPD akan semakin gampang menjelaskan ke masyarakat. ‘’Saya kira kalau ada OPD yang belum kelihatan informatif, karena kadangkadang tak mendapat informasi yang cukup. Tapi mudah-mudahan nanti kita akan sosialisasi yang lebih baik dari Komisi Informasi. Nanti mereka akan menganggap mereka ini menjadi kebutuhan,’’ tambah Gubernur. (nas)

Pemprov Putus Kerjasama Dari Hal. 1 Sementara untuk kerjasama pembangunan NTB Convention Centre (NCC) dan pembangunan hotel pada dua lokasi berbeda, investor sedang diberikan peringatan. Hasil komunikasi yang dilakukan, dua investor yang diperingatkan tersebut, masing-masing PT. Lombok Plaza yang akan membangun NCC dan PT. Varindo Lombok Inti yang akan membangun hotel masih menyatakan sanggup. Mereka meminta waktu untuk merealisasikan pembangunan NCC dan hotel. ‘’Yang sudah dibatalkan itu yang hotel syariah. Yang berada di utara Islamic Center, sudah kita batalkan. Karena sudah tiga kali kita peringati. Mereka menyerah, tidak dapat investor,’’ katanya. Diketahui, untuk pembangunan hotel syariah di kawasan bisnis Islamic Center atau lahan Pemprov yang berlokasi di depan Kanwil Kemenag NTB atau Kantor Imigrasi Mataram tersebut, Pemprov telah melakukan beauty contest pada 2013 silam. Hasilnya, PT. Al Hamra Internasional menjadi pememang beauty contest. Sekda menjelaskan, lahan yang semula untuk pembangunan hotel syariah nantinya akan diperuntukkan sebagai lokasi pembangunan Kantor Bank NTB Syariah dan RTH. Untuk PT. Bank NTB Syariah akan diberikan sekitar 50 are. Sisanya akan dijadikan RTH. Sedangkan untuk rencana pembangunan NCC, kata Sekda, investor masih meminta waktu. PT. Lombok Plaza yang menjadi pemenang beauty contest pembangunan NCC telah bersurat secara resmi kepada Pemprov NTB. ‘’Kita sudah berikan peringatan ternyata mereka tak

menyerah, minta waktu,’’ ujarnya. Pemprov berencana akan menggelar rapat lagi mengenai hal ini. Nantinya, Pemprov akan memberikan batas waktu kepada dua investor yang masih bertahan ingin memanfaatkan aset milik daerah tersebut. Agar aset daerah tersebut tak tersandera, kata Sekda, jika ada investor yang berminat maka akan dihubungkan dengan pemenang beauty contest tersebut. Belum adanya progres pembangunan di lapangan setelah penandatangan MoU sejak 2013 silam, kata Sekda karena investor masih wait and see. Akibat gempa beberapa waktu lalu juga menjadi penyebab mereka masih belum melakukan pembangunan. Di samping itu, investor juga melihat tutupnya Lombok City Center (LCC) yang ada di Narmada. ‘’Kita sudah melayangkan peringatan kepada yang menang beauty contest, sudah ada komunikasi. Kemarin banyak alasannya saya terima. Karena ada gempa, investor yang tadinya sudah siap, wait and see. Artinya mereka tetap serius,’’ ujarnya. Sementara itu untuk dua aset milik Pemprov lainnya seperti eks rumah Dinas Sekda NTB dan lahan di Gili Tangkong akan dilakukan beauty contest. Sedangkan Gedung Wanita yang ada di Jalan Udayana, akan direvitalisasi untuk kegiatan organisasi wanita. Sekda menyebut sudah dialokasikan anggaran untuk merenovasi gedung yang selama ini tak terurus. (nas)

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)

BANTUAN SEMBAKO - Tim Kelompok Media Bali Post (KMB), Rabu (28/11) kemarin melanjutkan pembagian sembako untuk membantu masyarakat korban bencana gempa di Lombok. Bantuan dari pembaca Bali Post dan pemirsa BaliTV yang disalurkan yaitu sembako antara lain, beras, mie instan, gula, dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan ke warga Banjar Indragiri Sanghyang, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Jumlah warga yang terkena musibah adalah 99 KK. Sumbangan diterima oleh Ketua Krama Pura Sakti Sanghyang I Gusti Bagus Jelantik Sadri disaksikan oleh warga banjar.

MISI SOSIAL - Tim Kelompok Media Bali Post (KMB) melanjutkan misi sosial membantu masyarakat korban bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setelah menyasar pemukiman warga, tim KMB mendatangi sejumlah sekolah untuk membagikan susu bagi siswa dan guru. Hari ketiga di Bumi Seribu Masjid, tim KMB melanjutkan penyaluran titipan pembaca Koran Bali Post, Suara NTB dan pemirsa Bali TV dengan menyasar siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Selat, Narmada, Lombok Barat. Bantuan diberikan kepada 225 siswa dan guru. Pembagian bantuan susu juga dilakuka di SDN 3 Gerimak, Lingsar, Lombok Barat kepada 164 siswa dan guru.

Ritel Wakaf Perdana Diresmikan di Lombok Giri Menang (Suara NTB)Global Wakaf kembali meluncurkan satu unit wakaf produktif, yakni Ritel Wakaf yang diberi nama Haromain Mart. Ritel yang dibangun di wilayah pondok pesantren Nurul Haromain ini, merupakan Ritel Wakaf pertama yang berdiri di Lombok bahkan di Indonesia. Branch Manager Global Wakaf NTB, Lalu Muhammad Alfian menjelaskan, Ritel Wakaf ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Global Wakaf kepada masyarakat. Pasalnya, ACT yang di dalamnya memiliki Global Wakaf, dibentuk atas dasar bagaimana umat bisa membangun umat. “Inilah caranya. Wakaf produktif yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Khalifah Usman telah memberikan contoh nyata, hingga sekarang wakafnya masih kita bisa nikmati,” ungkap Alfian dalam acara peresmian Ritel Wakaf yang berada di Ponpes Nurul Haromain Narmada Lombok Barat, Rabu (28/11). Dengan wakaf produktif, Alfian yakin bahwa Lombok akan bisa kembali dibangkitkan lebih baik sebelum bencana datang. Karena bencana yang selama ini mengguncang Lombok, memiliki banyak hikmah, terutama terealisasinya program wakaf produktif ini. Sebelumnya Global Wakaf sudah meresmikan 10 unit warung wakaf. Warung yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dijangkau. Namun hal tersebut tidak cukup, karena persaingan ekonomi umat semakin besar. Sehingga membutuhkan sarana yang lebih besar untuk turut bersaing membangun umat. “Bentunya seperti Ritel wakaf ini. Dan Insya Allah nanti tang-

(Suara NTB/act)

Pengunjung mulai memadati Warung Wakaf untuk berbelanja. Setelah acara peresmian yang berlangsung Rabu (28/11) kemarin. gal 4 kami akan selenggarakan event produk wakaf. Sekali lagi Alhamdulillah Lombok dipilih menjadi Lokasi berlangsungnya acara luar biasa ini,” jelasnya. Sementara itu, Branch Manager PT Hydro Perdana Retalindo NTB, Sri Yuliani menjelaskan, Ritel Wakaf ini memiliki ukuran yang lebih luas dibandingkan dengan warung wakaf. Namun sistem pengelolaannya sama, yakni dengan menggunakan sistem yang terkomputerisasi. “Sebagai operator pembangun ritel modern berbasis syariah. Hal ini menjadi tantangan kami. Kami tidak menyaingi ritel yang sudah ada, namun lebih kepada menyediakan pilihan bagi masyarakat,” paparnya. Pilihannya antara yang hanya ingin berbelanja kebutuhan pokok, dengan yang ingin berbelanja sembari beribadah. Karena setiap keuntungan yang dihasilkan dari penjualan barang, merupakan wakaf. Program wakaf yang dikelola Hydro di Lombok direncanakan akan terus bertambah. Untuk warung wakaf akan ditam-

bah mecapai 100 unit. Sedangkan untuk Ritel Wakaf akan ditambah menjadi enam unit. “Semua pengelolanya pondok pesantren. Di Lombok Barat ada tiga pondok pesantren. Di Lombok Utara dua dan Lombok Timur satu unit,” jelasnya. Dalam cara peresmian tersebut, terlihat warga mulai berbelanja di Ritel Wakaf. Salah satunya Adelia Nurul Aini. Warga yang bertempat tinggal tak jauh dari Ritel Wakaf mengatakan, keberadaan Ritel Wakaf ini sangat baik. Karena setiap orang yang berbelanja, berarti sudah memberikan wakafnya. “Ketika kita diberikan struk. Tertulis wakaf kita di sini. Jadi akadnya sudah jelas, dan keuntungannya juga kan diberikan kepada pondok dan untuk membangun wakaf-wakaf lainnya,” jelasnya. Untuk ketersediaan barangnya sendiri, Adelia mengakui cukup lengkap. Mulai dari kebutuhan pokok, hingga rumah tangga lainnya. Sehingga menurutnya Ritel Wakaf tak hanya tempat berbelanja, namun juga tempat berwakaf. (*)

Pemprov Berupaya Selamatkan Pelamar Penuhi ’’Passing Grade’’ Dari Hal. 1 Pasalnya, banyak pelamar yang memenuhi passing grade namun tak bisa ikut tes SKB lantaran jumlah peserta melebihi tiga kali formasi. Untuk itulah, kata Fathurahman, Pemprov menyurati Menteri PANRB agar ada perubahan kebijakan. ‘’Surat Pak Gubernur sudah sampai ke Pak Deputi. Kita ingin menyelamatkan peserta yang lulus passing grade,’’ katanya. Di Pemprov NTB, sebanyak enam orang pelamar yang memenuhi passing grade gagal melaju ke tahap tes SKB. Karena. Jumlah pelamar yang akan ikut tes SKB sudah tiga kali lipat formasi yang tersedia. Menurutnya, kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Pemprov NTB. Tetapi juga di kabupaten/ kota. Fathurahman memberikan contoh seperti di Kabupaten Dompu. Jumlah pelamar yang memenuhi passing grade sebanyak 26 orang. Tetapi sebanyak 15 orang gugur, tak bisa ikut tes SKB. ‘’Selain Dompu, Kota Mataram juga begitu,’’ ujarnya.

Khusus untuk Pemprov NTB, hasil validasi dan analisa data sementara yang dilakukan internal BKD NTB, hanya 813 pelamar yang berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB 2018. Pelamar CPNS Pemprov yang lulus passing grade sebanyak 114 orang sesuai Permenpan 37/2018. Tetapi setelah dilakukan perankingan 3 besar sesuai dengan formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan serta lokasi yang dilamar hanya 108 orang yang berhak ke tahaptes SKB.Adaenamorangyang tidak lolos ke tahap SKB meskipun telahmemenuhi passinggrade. Sedangkan perankingan yang dilakukan sesuai Permenpan 61/ 2018 nilai skor 255 ke atas sebanyak 1.868 orang. Tetapi setelah perankingan 3 besar, jumlahnya sebanyak 705 orang sesuai formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan serta lokasi yang dilamar. Sehingga jumlah pelamar yg berhak mengikuti tahap SKB sebanyak 813 orang. Formasi yang terisi setelah validasi data sesuai Permenpan 37/2018 dan Permenpan 61/2018 sebanyak 378 dari

433 formasi untuk Pemprov NTB. Artinya ada 75 formasi yang tidak terisi atau lowong karena tidak ada pelamar dan tidak ada yang memenuhi passing grade sesuai ketentuan Permenpan 61/ 2018. Sebanyak 75 formasi lowong tersebut terdiri dari tenaga kesehatan 45 formasi. Terbanyak adalah dokter spesialis ahli pertama 42 orang. Sisanya nutrisionis ahli pertama, teknisi elektromedis terampil dan teknisi tranfusi darah. Sedangkan untuk tenaga guru sebanyak 30 formasi yang lowong. Terbanyak formasi guru mata pelajaran. Tetapi, jika mencermati Permenpan 61/2018, kekosongan tenaga guru ini nantinya bisa diisi setelah integrasi nilai SKD dan SKB bagi formasi guru yang bersesuaian di lokasi yang berbeda. Atau diambil ranking 2 atau 3 terbaik sesuai jumlah formasi kosong yang bersesuaian hasil integrasi nilai SKD dan SKB untuk didistribusikan ke formasi yang lowong dan di lokasi yang berbeda. Artinya akan ada tambahan formasi yang terisi khusus untuk formasi guru. (nas)

Presiden Minta Investasi Tak Dipersulit Dari Hal. 1 aturan dipersulit, investasi di persulit,” katanya kepada Suara NTB kemarin. Apalagi saat ini sedang berkembang era revolusi industri yang seluruhnya mengharuskan kemudahan. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih berlangsung. Hal itu memungkinkan ketidakpastian ekonomi global. Ada tantangan, ada juga peluang. Kaitannya dengan daerah, Ketua Kadin mengharapkan, agar pesan presiden ini sampai. Tidak lagi ada permainan untuk memuluskan izinizin investasi ke luar. ‘’Bangun perumahan saja sangat sulit sekali izinnya ke luar. Kalau masih seperti itu caranya, akan ketinggalan zaman kita di daerah,” ujarnya.

Pada Rapimnas Kadin yang diikuti seribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia ini, Kadin NTB mengusulkan agar program yang diusulkan Kadin NTB menjadi program pusat. Menjadikan NTB sebagai sentra industri bagi seluruh industri berbasis pangan, energi dan air untuk Indonesia wilayah timur. Diusulkan bahwa harus ada semacam kawasan ekonomi khusus di sektor industri. Dikelola oleh satu pihak, layaknya KEK Mandalika untuk sektor pariwisata. Konsep pengembangan pusat industri di Indonesia Timur ini, dalam satu pengelolaan kawasan, tanpa ada pihak-pihak tertentu mempersulit perizinannya. Infrastruktur juga harus didukung penyediaannya. Baik infrastruktur darat maupun lautnya.

L. Heri mengatakan, dengan konsep pembangunan kawasan industri Indonesia yang terpusat di NTB ini, seluruh produk dapat dihasilkan. Dengan mendatangkan bahan baku dari daerah-daerah tetangga yang ada di kawasan Indonesia Timur. ‘’Kita perjuangkan, konsep ini menjadi konsep pembangunan strategis Kadin Indonesia. Kita kaya hasil pangan, kaya hasil kelautan perikanan. Kaya sumber – sumber energi. NTB letaknya juga sangat strategis sebagai sentral. Layaknya diusulkan NTB jadi pusat industri,” imbuhnya. Bila konsep ini dapat diwujudkan, L. Heri optimis, tidak sedikit nilai investasi yang masuk ke daerah ini. ‘’Dan tak lagi topic soal pengangguran dan kemiskinan,’’ katanya. (bul)

Target WTP

Korem 162/WB Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Mataram (Suara NTB) Korem 162/WB menggelar sosialisasi pengelolaan keuangan, Rabu (28/11). Kegiatan dibukan Kepala Staf Korem (Kasrem) 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori di aula Sudirman Korem 162/WB. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutannya yang dibacakan Kasrem menjelaskan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi agar jajaran Korem 162/WB melaksanakan tata kelola anggaran dan kinerja pelaksanaan program kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Mengingat pentingnya kegiatan sosialisasi ini, saya minta kepada seluruh peserta sosialisasi agar menjadikan kegiatan ini sebagai momen yang baik dalam meningkatkan pengetahuan

bagi penyusunan pertanggung jawaban keuangan tepat waktu,” kata Kasrem. Termasuk, katanya, kelengkapan dokumen administrasi pertanggung jawaban harus benar sesuai ketentuan. Hal itu dilakukan berdasarkan tuntutan terhadap pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntable. Sehingga, kata dia, kesalahan dalam penyusunan pertanggung jawaban dapat ditekan sekecil mungkin. “Bila perlu dihilangkan agar target untuk mewujudkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat terwujud,” harapnya. Acara sosialisasi yang dihadiri seluruh Perwira Keuangan satuan jajaran Korem 162/WB tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan pemberi materi dari KPPN Mataram. (ars/*)

(Suara NTB/Penrem)

Sosialisasi pengelolaan keuangan di Korem 162/WB.

Periksa Ahli Pidana Dari Hal. 1 Soal hasilnya bagaimana, itu nanti penyidik yang tahu,’’ kata Komang Suartana kepada Suara NTB. Ahli pidana juga diperiksa untuk terus mendalami laporan Nuril soal konten pencabulan verbal yang diduga dilakukan H.M terhadap Nuril sebagai pelapor. Setelah pemeriksaan itu, akan dikaji dan disinkrongkan dengan materi laporan. ‘’Apakah memenuhi unsur pidana atau tidak, nanti belum ada kesimpulan,’’ jelasnya. Selasa malam lalu, H.M sebagai terlapor untuk pertama kalinya diperiksa penyidik. Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 11.00 Wita, hingga pukul 22.00 Wita. Mantan Kepsek SMAN 7 Mataram ini tampak kelelahan usai diperiksa. Saat dikonfirmasi wartawan, Kabid Pemuda dan

Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram ini enggan berkomentar. ‘’Saya tidak membantah apapun yang dikatakan itu. Saya tidak mau berkomentar apapun,’’ jawab M singkat. Selama pemeriksaan itu ia didampingi kuasa hukumnya, Karmal Maksudi, SH. Pernyataan Karmal juga singkat, intinya membantah tuduhan Nuril kepada kliennya. Menurutnya tidak ada pelecehan secara verbal. ‘’Kami tidak mengenal pelecehan verbal,’’ jawabnya singkat. Dikonfirmasi lagi soal pemeriksaan M tersebut, Kabid Humas belum bisa menjelaskan detail. Ia juga belum dapat gambaran dari penyidik. “Saya belum dapat laporan dari penyidik. Tapi intinya pemeriksaan M ini belum bisa jadi kesimpulan kelanjutan kasus ini,” jelasnya. (ars)

Anggaran Dicoret, Gubernur Minta BPPD NTB Introspeksi Dari Hal. 1 ‘’Masih ada dana yang mestinya dimanfaatkan untuk promosi, karena konflik internal tak bisa kita lakukan,’’ katanya. Karena anggaran BPPD tahun 2019 dicoret, kata gubernur anggaran promosi dialihkan ke Dinas Pariwisata (Dispar) NTB. Terpisah, Anggota BPPD NTB, H.L. Abdul Hadi Faishal masih berharap anggaran untuk BPPD tetap ada dalam APBD 2019. Ia mengharapkan konflik yang terjadi di BPPD segera berakhir. Karena itu katanya, semua pihak diminta melepaskan ego masingmasing untuk kepentingan yang lebih besar. Jika anggaran dicoret, kata Hadi maka terpaksa BPPD bekerja secara personal. Artinya mencari mitra yang dapat diajak bekerjasama dalam bidang promosi. ‘’Pasti keteteran kita kalau memang tak ada itu (anggaran

BPPD). Makanya, semua kita haruslah melepaskan ego masing-masing untuk kepentingan lebih besar. Buka baju, kita pakai baju NTB,’’ ajaknya. Di tengah upaya mengembalikan frekuensi penerbangan dari Lombok - Kuala Lumpur menjadi normal, tiga kali dalam sehari. Semua harus kompak. Karena wisatawan Malaysia saat ini dalam posisi wait and see. Artinya, kata Hadi, mereka harus diyakinkan bahwa Lombok layak dikunjungi pascagempa yang terjadi beberapa waktu lalu. ‘’Kami akan segera bertemu DPR untuk bagaimana mengupayakan persoalan ini bisa ditangani dengan arif dan bijaksana,’’ katanya. ‘’Kami sangat percaya dengan DPR. Karena dia mampu mengatur alokasi anggaran, distribusi anggaran, supaya anggaran itu efektif dan efisien,’’ tandas Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB ini. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 29 November 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Dompu Dompu (Suara NTB) – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Dompu tahun 2018 ini meningkat drastis. Hingga September lalu saja sudah tercatat 210 kasus, paling dominan yakni kekerasan fisik terhadap perempuan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dompu, Hj. Daryati Kustilawati menjelaskan, jika melihat catatan kekerasan terhadap perempuan dan anak 2017 lalu yang hanya 155 kasus, bisa dipastikan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup drastic. Itu belum termasuk data yang masuk tiga bulan terakhir. “Kalau kita bandingkan keseluruhannya ini memang meningkat dibanding tahun sebelumnya,” kata dia menjawab wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/11). Data 210 kasus yang dikantongi itu bersumber dari kepolisian, LPA dan DP3A sendiri. Dominasi kekerasan pada perempuan, untuk kekerasan fisik saja sudah tercatat 116 kasus, penelantaran delapan, seksual tujuh, traffiking enam dan lain-lain berupa kekerasan psikis seperti dibawa kabur dan sebagainya hanya lima kasus. Sementara anak, untuk kekerasan fisik terdapat 42 kasus, seksual 23, penelantaran satu, traffiking nihil dan lainya baru dua kasus. “Dominan sekarang memang kekerasan fisik terhadap perempuan termasuk di anak juga, baik itu bertengkar di jalan, lingkungan pendidikan maupun kampung,” ungkapnya. Tingginya perbuatan melawan hukum yang ditangani itu, menurut Daryati Kustilawati dipicu persoalan yang cukup kompleks atau tak ubahnya penyebab penyakit tidak menular ditengah masyarakat, apakah itu faktor lingkungan, pendidikan, kemiskisnan, ketahanan keluarga sampai penggunaan media informasi yang tidak terkendali. Pun tak kalah besar pengaruhnya yakni penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika dan psikotropika. Sementara untuk penanganan terhadap korban diakui masih belum optimal karena terkendala terbatasnya pegawai yang dimiliki, apalagi tenaga psikologi yang dibutuhkan dalan setiap penanganan perkara anak yang lanjut ke proses hukum sudah keluar. “SDM kami sekarang memang sangat terbatas, apalagi tenaga psikologi kami sudah keluar, makanya pusing kita. Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang lanjut ke proses kami belum data jelas,” pungkasnya. (jun)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

KPU KSB Rekrut Dua PPK Tambahan Taliwang (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan proses rekrutmen ulang untuk tambahan dua anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tiga wilayah kecamatan. Gelar ulang seleksi itu dilakukan KPU KSB setelah ketiga kecamatan pada rekrutmen awal dinyatakan tidak memenuhi syarat. Adapun tiga kecamatan yang dilakukan rekrutmen ulang penambahan dua anggota PPK itu masing-masing di kecamatan Brang Rea, Poto Tano dan kecamatan Sekongkang. “Kalau yang lima kecamatan sudah ada penetapan angota terpilihnya. Tinggal yang tiga kecamatan ini kita gelar rekrut ulang karena sebelumnya tidak terpenuhi persyaratannya,” terang ketua KPU KSB, Fahroni, SH kepada Suara NTB. Untuk kecamatan Brang Rea dan Poto Tano, KPU KSB tidak dapat menetapkan calon anggota PPK terpilih karena seluruh pelamarnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sementara di kecamatan Sekongkang, prosesnya tidak dapat dilanjutkan hingga ke penetapan karena jumlah calon anggota yang melamar kurang dari dua orang peserta. “Jadi ada dua kondisinya. Brang Rea dan Poto Tano terkait syarat pesertanya sedang

di Sekongkang pelamarnya yang kurang dari syarat ketentuan,” urai Fahroni. Sekarang ini rekrutmen ulang di tiga kecamatan itu tengah berlangsung. Meski rekrutmen ulang, Fahroni menyatakan, tidak ada perubahan terhadap persyaratan pelamar termasuk proses tahapan yang harus dilalui. “Syarat dan mekanismenya tetap sama karena itu sudah ada aturan bakunya dari KPU,” cetusnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, pihaknya tetap akan mengikuti jadwal yang telah ada. Di mana untuk pelantikan tambahan dua anggota PPK di tiap kecamatan itu akan dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2019 mendatang. “Masih panjang waktunya sebelum pelantikan. Jadi kami memang tidak dikejar waktu menyelesaikan rekrutmen ulang di tiga kecamatan ini,” paparnya. Sesuai jadwal yang telah

ditetapkan KPU KSB, tahapan rekrutmen tambahan dua anggota PPK di seluruh kecamatan penetapannya pada tanggal 20 November lalu. Rekrutmen dua calon tambahan anggota PPK diambil dari anggota PPK penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 yang tidak terpilih pada tahapan evaluasi anggota PPK Pemilu 2019. Atau lima orang calon anggota PPK peringkat ke-6 sampai 10 hasil seleksi calon anggota Pilkada

serentak tahun 2018. Penambahan dua anggota PPK ini sendiri dilaksanakan KPU sesuai dengan surat edaran KPU Pusat mengikut amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor : 31/PUU - XVI/2018 tanggal 5 November 2018 tanggal 23 Juli terkait jumlah anggota PPK pada Pemilu 2019 berjumlah lima orang dan perubahan rancangan peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2018 tentang pembentukan dan tata kerja PPK, PPS, KPPS. (bug)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook