Skip to main content

Edisi Rabu 29 April 2020 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

RABU, 29 APRIL 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 47 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Atasi Dampak Ekonomi akibat Corona

Menteri PPN Puji Terobosan NTB

Mataram (Suara NTB) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa memuji terobosan NTB dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi pandemi Corona. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dengan menggunakan produk lokal untuk menggerakkan IKM dan UKM NTB dinilai kebijakan yang berdimensi jangka panjang dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi Corona. Hal tersebut disampaikan Menteri PPN dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2020 bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, kementerian/lembaga terkait dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB lewat telekonfernsi di Ruang Kerja Gubernur, Sela-

sa (28/4) kemarin. ‘’Menteri PPN salut dengan NTB. Yang begitu tanggap dan sigap dalam penanganan Covid-19 terutama mengantisipasi dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi pasca Covid-19,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH yang ikut dalam tele-

konferensi tersebut. Program JPS Gemilang berupa bantuan paket sembako senilai Rp250 ribu per KK menggunakan produk-produk lokal hasil produksi IKM dan UMKM NTB. Dengan menggunakan produk lokal, maka kebijakan ini dinilai juga akan menggerakkan IKM dan UMKM lokal. Bersambung ke hal 11

Realisasi Proyek KEK Mandalika dan Smelter Jadi Andalan Mataram (Suara NTB) Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, akan mengajukan revisi target realisasi investasi jika dilakukan revisi RPJMD NTB 2019-2023. Dari target realisasi investasi sebesar Rp16,8 triliun pada 2020, akan diusulkan direvisi menjadi Rp10 triliun. Di tengah pandemi Corona saat ini, akan berpengaruh terhadap realisasi investasi. Apabila target direvisi menjadi Rp10 triliun, DPMPTSP optimis akan mampu mengejar target tersebut. Dengan mendorong realisasi investasi di proyek pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan pembangunan

smelter di Sumbawa Barat. ‘’Kalau ada revisi RPJMD-nya, kita revisi sesuai dengan kondisi yang ada. Kita tunggu revisi RPJMD dulu. Kalau dilihat realisasi tahun lalu pada angka sekitar Rp10 triliun, paling sekitar-sekitar itu (revisi targetnya). Apalagi kita dalam kondisi seperti saat ini,’’ ujar Kepala DPMPTSP NTB, Dr. H. Amry Rakhman, M. Si dikonfirmasi Selasa (28/4) kemarin. Dengan meluasnya wabah Corona seperti saat ini, target realisasi investasi sebesar Rp16,8 triliun dinilai cukup tinggi. Target itu juga dibuat pada akhir 2018 lalu. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

MUSRENBANG - Menteri PPN, Suharso Monoarfa dalam Musrenbang Tingkat Provinsi NTB Tahun 2020 bersama Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, didampingi Sekda NTB, H.L.Gita Ariadi dan Inspektur pada Inpektorat NTB, Ibnu Salim melalui telekonfernsi di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (28/4) kemarin.

Proyek Pemerintah Belum Jalan, Tenaga Konstruksi Menganggur Mataram (Suara NTB) Hingga April ini, proyekproyek konstruksi milik pemerintah masih belum ada yang jalan. Hal tersebut akibat rasionalisasi dan realokasi ang-

garan untuk penanganan Corona. Dengan adanya rasionalisasi dan realokasi anggaran, maka Satuan Kerja (Satker) melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan proyek

fisik yang dilaksanakan tahun ini. Akibatnya, seratusan ribu tenaga konstruksi masih menganggur di NTB. ‘’Kalau saya lihat pelaku jasa konstruksi stagnan. Saya

lihat tukang banyak yang menganggur. Tidak ada yang bekerja. Mungkin mereka beralih profesi menjadi buruh angkut. Bersambung ke hal 11

300 Swab PDP Menunggu Hasil Mataram (Suara NTB) Sekitar 300 sample dalam proses diuji swab di RSUD Provinsi NTB dan RS Pendidikan Universitas Mataram menunggu hasil. ‘’Jadi masih ada sekitar 300 swab yang masih menunggu hasil uji lab dan akan diumumkan,” kata

TO K O H

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik,S.Sos, MH Selasa (28/4). Jumlah itu dari beberapa klaster yang berhasil ditemukan contact tracing dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mencapai 317 orang. Bertambahnya penelusu-

ran kontak akan sejalan dengan jumlah sampel untuk uji swab. Maka diingatkan Ahsanul Khalik, sebagaimana ungkapan sebelumnya, jumlah pasien positif akan semakin terungkap. Hal ini menurutnya bagus untuk percepat mencapai puncak tertinggi jumlah

positif Covid – 19. Sementara berdasarkan hasil uji swab yang diumumkan Selasa (28/4) malam, jumlah warga yang positif Corona atau Covid-19 bertambah menjadi 227 kasus. Ada penambahan 21 kasus dari jumlah positif ini setelah hasil sampel yang di-

periksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium Universitas Mataram dan Laboratorium Genetik Sumbawa Techno Park menunjukkan hasil positif. Di mana, dari 186 sampel yang diperiksa 164 sampel negatif, Bersambung ke hal 11

Tiga Langkah Tekan Corona KETUA Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menyebutkan, tiga langkah yang terus dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Apabila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid19, maka kasus positif Corona akan dapat ditekan dan penularannya dapat diputus pada bulan Ramadhan ini. Gita menyebutkan, tiga jalan yang terus dilakukan Pemda dalam mencegah penyebaran Covid19. Yaitu, melakukan tes kepada semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) Bersambung ke hal 11 H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/bay)

Hanya Tersisa 5 Persen PEMBATASAN akses transportasi yang diberlakukan di NTB sejak Jumat (24/4) lalu, telah mengurangi jumlah arus penumpang secara signifikan. Di mana hal tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi penyebaran virus Corona (Covid-19) dari beberapa wilayah zona merah yang ada. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs.H.Lalu Bayu Windya, M.Si menerangkan, jumlah kedatangan ke NTB saat ini menurun signifikan. Terutama setelah 12 pelabuhan dan 3 bandara yang ada hanya diperuntukkan bagi akses kargo. ‘’Setelah diberlakukannya aturan (pembatasan akses) ini, H.Lalu Bayu Windya Bersambung ke hal 11

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M 04:51

05:01

12:16

15:37

18:11

19:21

(Suara NTB/ars)

ISOLASI - Ruang isolasi RSUD Provinsi NTB yang jadi tempat karantina PDP. Dari ruangan ini tim medis mengambil sampel swab untuk diuji lab.

BNPB Kirim Tambahan 4.200 APD untuk NTB Mataram (Suara NTB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim tambahan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di NTB. Sekitar 4.200 APD akan diteruskan untuk puskesmas-puskesmas se NTB. Paket APD diangkut dari Jakarta ke NTB menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Prosesi serah terima berlangsung di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dari Kadisops Lanud ZAM, Letkol Susilo Hermawan kepada Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik,S.Sos.MH. ‘’Hari ini kita menerima 4.200 APD dari BNPB,’’ sebutnya Selasa (28/4). APD yang diterima itu melengkapi bantuan yang sudah dikirim sebelumnya tanggal 10 April 2020 sebanyak 4.000 pcs. Namun kiriman itu ditahan sementara untuk menjadi buffer stock di Dikes Provinsi NTB.

Sementara APD yang baru diterima, didistribusikan ke kabupaten dan kota. ‘’Semua langsung didistribusikan ke puskesmas, karena tenaga medis di sana menjadi bagian depan dalam pelacakan kasus (contact tracing) di masyarakat. Namun kita sisakan untuk buffer stock di Dinas Kesehatan sebanyak 4000 pcs,’’ sebutnya. Total sudah puluhan ribu APD diserahkan ke NTB untuk membantu tenaga medis, baik di rumah sakit rujukan maupun puskesmas puskesmas hingga yang terpencil. Terlebih Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah selalu mengingatkan agar tidak terjadi kekurangan dan kendala tenaga medis. ‘’Pak Gubernur dan Bu Wagub menjadikan perhatian khusus masalah APD ini. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Kadisops Lanud ZAM, Susilo Hermawan saat meyerahkan secara simbolis bantuan APD dari BNPB kepada Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Selasa (28/4).


SUARA MATARAM

SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

Halaman 2

Ikuti Instruksi Pemerintah

Berikan Pemahaman ke Takmir PEMKOT Mataram meminta masyarakat meniadakan shalat Tarawih dan shalat Jumat di masjid dan mushala. Kebijakan ini mengantisipasi penyebaran virus corona. Edaran telah disampaikan ke takmir masjid. Ditiadakannya shalat Tarawih dan shalat Jumat memperhatikan maklumat Kapolri, edaran Majelis Ulama Indonesia dan imbauan Gubernur NTB maupun Walikota. “Kita sampaikan ke masyarakat melalui takmir masjid,” kata Camat Sekarbela, Muhammad Yusuf ditemui Selasa (28/4). Meskipun imbauan mau(Suara NTB/cem) pun edaran telah disampaiMuhammad Yusuf kan kata Yusuf, masyarakat masih saja melaksanakan shalat Tarawih dan shalat Jumat di masjid. Menurutnya, belum ada satu pemahaman masyarakat terhadap penanganan Covid-19. Pihaknya tetap melakukan pendekatan persuasif agar imbauan, maklumat maupun edaran dipatuhi. “Iya, masih ada saja warga kita yang tetap shalat di mushala dan masjid,” katanya. Penyebaran virus corona sangat tinggi. Bahkan, Kota Mataram termasuk sebagai daerah zona merah. Tingginya kasus atau warga terpapar menjadi catatan sehingga pendekatan personal dilakukan ke masyarakat. Mantan Lurah Jempong Baru ini mengatakan, beberapa warganya diketahui terpapar. Belakangan belum ada penambahan. Bahkan, pasien sebelumnya positif telah dinyatakan sembuh. “Alhamdulillah, tiga kali rilis tidak ada penambahan,” ucapnya. Pembatasan sosial berskala lingkungan (PSBL) sudah mulai diterapkan oleh lingkungan. Artinya, warga berasal dari keluar daerah tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas. Selain itu, penyemprotan cairan disinfektan rutin dua kali seminggu di masing – masing lingkungan. Perkembangan penyebaran virus corona pada transmisi lokal. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu mencuci tangan dengan sabun,jaga jarak, menggunakan masker setiap keluar rumah dan menghindari pertemuan yang melibatkan orang banyak. “Dengan cara begitu Insya Allah kita bisa memutus mata rantai penyebaran,” demikian kata dia. (cem)

HT Jalani Isolasi di Bali

Mataram (Suara NTB) – Sikap kooperatif ditunjukkan oleh anggota DPRD Kota Mataram, HT. Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 itu menjalani isolasi di Denpasar, Bali. Langkah ini mendukung instruksi atau protokol penanganan virus Corona. Dikonfirmasi via ponselnya, Selasa (28/4) HT mengklarifikasi bahwa dirinya bukan tidak mengikuti arahan dari pemerintah. Arahan dari tabligh secara internasional maupun nasional. Pertama, mengedepankan pendekatan ijtihadi. Artinya, semua instruksi pemerintah harus diikuti. Kedua, pendekatan rohani. Yakni, menguatkan hubungan dengan Allah untuk menghadapi Covid-19. “Jadi jelas arahan tabligh di tingkat internasional maupun nasional, sehingga tidak ada satupun jamaah tabligh yang tidak mengikuti arahan pemerintah,” jelasnya. Terkait perbedaan hasil yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit

Umum Provinsi (RSUP) Sanglah dan Rumah Sakit Universitas Mataram. HT menegaskan, tidak ada maksud membenturkan hasil dari kedua rumah sakit tersebut. Jika hasil swab di RS Unram positif diterima. Tapi perlu dimaklumi juga hasil swab di Denpasar negatif. HT mengkritik hasil uji laboratorium lambat keluar. Pasien harus menunggu lebih dari dua minggu, tapi belum ada kejelasan terhadap kondisi mereka. Swab yang dilakukan pada Rabu (22/4) di Rumah Sakit Unram. Hasilnya pun baru keluar lima hari berikutnya. “Ini terlalu lama sementara saya ada acara keluarga di Denpasar,” bebernya.

Hasil rapid test atau pemeriksaan cepat virus corona akunya, reaktif. Keluarganya mendorong harus ada kepastian dan diarahkan untuk pemeriksaan pada Minggu (26/ 4). Hasilnya diterima Senin (27/4) dengan keterangan negatif. Meskipun demikian, HT tetap mengikuti protokol penanganan Covid-19. Salah satunya, dengan menjalani isolasi. “Iya, sekarang saya sedang diisolasi di Bali,” jawabnya. Dia mengharapkan seluruh kepala daerah di NTB untuk mempercepat kejelasan status jamaah tabligh yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Jamaah tabligh saat ini, menjadi sorotan masyarakat. Jika ha-

Ditelusuri Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Coronavirus Disease atau Covid-19 Mataram, H. Ahyar Abduh meminta segera dilakukan kontak erat rekan interaksi anggota DPRD Kota Mataram yang terinfeksi virus korona. Protokol penanganan harus dijalani menghindari penularan. “Harus segera dilakukan tracking,” kata Walikota ditemui Selasa (28/4). Walikota menegaskan, tidak mengetahui hasil swab dari Bali. HT diminta pulang dan harus ada kejelasan bahwa yang bersangkutan memang benar menjalani isolasi. “Dia harus pulang. Kalau memang isolasi, harus jelas, di mana dia isolasi di Bali,” tegasnya. Ahyar enggan menanggapi

perbedaan maupun asumsi publik yang tidak mempercayai hasil laboratorium. Hasil swab dikeluarkan oleh Rumah Sakit Universitas Mataram sebagai rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah dianggap tepat. “Kalau sudah tidak percaya dengan hasil dikeluarkan ahlinya, terus mau percaya siapa,” ucapnya. Dalam konteks pencegahan penularan, Pemkot Mataram sudah mengeluarkan imbauan maupun surat edaran dan arahan untuk dipahami oleh masyarakat. Salah satunya adalah tetap memperhatikan pembatasan sosial. Kembali dikatakan Walikota, sejak HT dinyatakan positif, tim gugus tugas sesuai protokol langsung mencari ke kediamannya namun tidak berada di tempat. Adapun informasi HT di Bali, juga belum diketahui. Namun demikian, ia tetap melacak kontak erat pasien. (cem)

Sopir Taksi di Mataram Jalani Tes Cepat Virus Corona

Jangan Main-main dengan Hasil Swab KETUA Komisi I DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyayangkan cara kerja tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Mataram. Ini menyusul temuan seorang pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang hasil tesnya menunjukkan negatif. Namun malam harinya, Tn. LMAA justru dijemput tenaga medis karena belakangan yang bersangkutan disebut positif terpapar virus corona. ‘’Selemah itukah cara kerja tim Satgas, khususnya yang ada di laboratorium. Di (Suara NTB/fit) masyarakat ini menjadi Ismul Hidayat tanda tanya,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (28/4) kemarin. Seperti diketahui, dalam rilis resmi tim gugus tugas Provinsi NTB diumumkan bahwa pasien nomor164 atas nama Tn. LMAA (39) warga Kelurahan Monjok Selaparang, Kota Mataram. LMAA diketahui telah melakukan perjalanan ke Gowa, Makassar. ‘’Yang menjadi tanda tanya, yang bersangkutan sudah tertulis tanggal lahirnya 8 Mei 1990, tapi dalam rilis dia usianya 39 tahun,’’ ungkap Ismul. Anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini mengaku sangat menyayangkan kesalahan dalam penentuan identitas pasien. ‘’Dari negatif kemudian berubah dalam beberapa jam menjadi positif,’’ sesalnya. Menurut Ismul, Gugus Tugas harus menjelaskan kepada warga di lingkungan tempat tinggal pasien tersebut. Terlebih, lanjut dia, pasien sempat melakukan sejumlah aktivitas setelah dinyatakan negatif. Politisi PKS ini melihat banyak kejanggalan dari rilis yang diterbitkan Tim Gugus Tugas. Misalnya, data umum pasien yang tidak sesuai dengan tahun kelahirannya. ‘’Pemerintah juga harus menjelaskan kapan dilakukan PCR/swab terhadap yang bersangkutan. Karena dia pulang sudah lama dan beberapa kali tes selalu negatif. Anggota dewan dua periode ini menilai Satgas covid-19 Provinsi NTB dan Kota Mataram kurang cermat dalam mengkoordinasikan hasil swab. Menurut dia, kesalahan yang terjadi sangat fatal. ‘’Kok bisa tertukar. Jangan main-main dengan hasil swab. Anggaran anda banyak, tambah personel,’’ pintanya. Kalaupun LMAA benar positif, seharusnya ada tindaklanjut di lingkungan. ‘’Tidak ada sama sekali tindakan pencegahan yang masif, interval waktu swab dan pengumuman hampir satu pekan. LMAA mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan. Terlebih sebelumnya dia menganggap diri negatif berdasarkan surat dari RSUD Kota Mataram,’’ sesalnya. (fit)

sil swab negatif dan kondisi membaik agar dipulangkan. Jangan sampai muncul stigma negatif terhadap jamaah tabligh.

(Suara NTB/ist)

TES CEPAT - Sebanyak tiga orang staf Sekretariat DPRD Kota Mataram, masing-masing Baiq Lidya Anggraini, Lalu Abdul Gafur dan Dedy Harnanto berpose usai menjalani tes cepat di RSUD Kota Mataram, Selasa (28/4).

HT Positif Covid-19

Staf Sekretariat DPRD Kota Mataram Jalani Tes Cepat Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 10 orang staf Sekretariat DPRD Kota Mataram, Selasa (28/4) kemarin, menjalani rapid test atau tes cepat covid-19 di RSUD Kota Mataram. Tes Cepat ini dilakukan menyusul hasil swab anggota DPRD Kota Mataram, HT yang diketahui positif terinfeksi virus corona. Informasi yang dihimpun Suara NTB, adapun 10 orang staf Sekretariat DPRD Kota Mataram yang menjalani tes cepat, Selasa kemarin, masing-masing Abdul Salam, Rohani, Baiq Lidya Anggraini, I Nyoman Artha Kusuma, Firman Sabil, Dedy Harnanto, Kutubudin, Didi Wariadi, Haupiatun Hidayah dan Lalu Abdul Gafur Fahmi. Tes cepat dimulai pada pukul 10.00 Wita berjalan lancar.

Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS, SH., yang dikonfirmasi Suara NTB kemarin, mengatakan, berapa hari waktu yang dialokasikan untuk melakukan tes cepat, sangat tergantung dari hasil yang dilaksanakan dalam sehari dua hari ini. ‘’Kalau semua negatif (non reaktif), kita cukupkan,’’ cetusnya. Meskipun belum semua staf melaksanakan tes cepat tersebut. ‘’Ya betul, yang kita tracking ini kan yang kecenderungan ada kontak fisik dengan HT. Yang diduga kuatlah, seperti sopirnya. Terus ada PTT yang tinggal di rumah yang bersangkutan, bendahara yang antar gaji, pengantar surat dan beberapa pejabat,’’ ungkapnya. Apalagi, lanjut Aria, sempat ada rapat Badan Anggaran belum lama ini di DPRD

Kota Mataram. ‘’Ada staf yang pegang absen, jalankan mic, dan lain-lain,’’ imbuhnya. Orang nomor satu di Sekretariat DPRD Kota Mataram ini mengaku sudah menerima hasil tes cepat 10 staf Sekretariat DPRD Kota Mataram yang menjalani rapid test. Namun demikian, pihaknya masih akan menunggu hasil rapid test hari Rabu untuk selanjutnya mengumumkan hasilnya. Sementara itu, terkait 18 anggota DPRD Kota Mataram yang belum menjalani tes cepat, Sekretariat juga telah menyampaikan agar mengikuti tes cepat di RSUD Kota Mataram. ‘’Kita sudah sampaikan sejak Senin lalu, utk menyusul ke RSUD Kota Mataram. Pak Gde Sudiarta (Gde Batu) tadi konfirmasi akan ke rumah sakit besok atau lusa,’’ terangnya. (fit)

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, mengambil langkah cepat menelusuri penyebaran virus corona melalui transmisi lokal. Sopir taksi dalam jaringan (daring) maupun konvensional menjalani tes cepat atau rapid test. Pemusatan pemeriksaan kesehatan difokuskan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Rapid test terhadap sopir taksi daring dan konvensional digilir. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Drs. I Nyoman Suandiasa menyampaikan, pemeriksaan kesehatan sopir taksi baik daring maupun konvensional dengan metode pemeriksaan cepat atau rapid test. Langkah ini memutus penularan melalui transmisi lokal. Klaster Gowa, Jakarta maupun Bogor telah selesai teridentifikasi. Sementara, klaster lokal terus bermunculan dan perlu diwaspadai penularannya. Sopir taksi daring maupun konvensional memiliki potensi sebagai transmisi lokal. Karena, aktivitas mereka tinggi dan tidak mengetahui kondisi kesehatan penumpang yang dibawa. “Transmisi lokal ini sangat besar. Sopir taksi online dan offline memiliki resiko tinggi,” kata Nyoman, Selasa (28/4). Jumlah sopir yang dirapid test sekira 527 orang. Terdiri dari 430 sopir taksi konvensional dan 97 sopir taksi daring. Teta-

pi, yang tidak terdaftar berdasarkan catatan asosiasi driver online 1.400 armada. Tim gugus tugas akan berkoordinasi dengan asosiasi meminta sopir yang belum terdaftar untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan reaktif. dua kemungkinan langkah diambil. Pertama, langsung melakukan swab. Kedua, menunggu selama 10 – 14 hari untuk swab. Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyebutkan, sampai siang kemarin, baru 26 sopir taksi yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dengan metode tes cepat mengantisipasi penularan melalui transmisi lokal. “Kita lokalisir dulu sopir yang di Mataram. Jumlahnya sekitar 170 orang,” sebutnya. Jika masyarakat benar – benar menjalankan pembatasan sosial berskala lingkungan (PSBL). Jack memprediksi penularan virus corona akan turun di bulan Mei. Prediksi ini disampaikan dengan melihat kasus peningkatan pasien terinfeksi virus corona di Jakarta cenderung stagnan. Pemeriksaan sopir taksi daring maupun konvesional diharapkan ada yang reaktif. Pihaknya bisa lebih tajam lagi melacak penyebaran atau penularan melalui transmisi lokal ini. “Saya berharap sih ada yang reaktif, sehingga lebih tajam kita men-tracking,” demikian kata dia. (cem)

(Suara NTB/ist)

PEMERIKSAAN CEPAT - Petugas medis RSUD Kota Mataram sedang menunggu sopir taksi daring dan konvensional untuk menjalani pemeriksaan cepat virus corona, Selasa (28/4).

Data Penerima JPS Tumpang Tindih Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram kembali menyalurkan bantuan jaring pengaman social (JPS) tahap kedua. Petugas masih menemukan tumpang tindih data. Bantuan tidak tepat sasaran perlu diantisipasi. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menjelaskan, pendistribusian bahan pokok sesuai rencana untuk 70 ribu KK. Khusus JPS Kota Mataram berjumlah 26 ribu KK secara bertahap didistribusikan. Pada tahap pertama bantuan JPS telah didistribusikan kepada 4 ribu penerima. Selanjutnya tahap kedua, kembali disalurkan ke kelurahan untuk 5 ribu KK. Dikatakan, proses pengadaan barang tidak mudah. Pemkot Mataram mengalami kesulitan pengadaan bahan pokok yang akan dibagikan ke masyarakat. “Maka kontrak penyedianya sampai tanggal 30 April. Karena itu, kita sa-

(Suara NTB/cem)

BANTUAN JPS - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Asisten I, Lalu Martawang mengecek kesiapan bantuan JPS yang akan didistribusikan ke kelurahan. Tumpang tindih data masih jadi persoalan. Pendistribusian bantuan harus tetap sasaran. lurkan 4 ribu KK dulu. demikian, masih saja ditemuSekarang ini, 5 ribu KK,” pa- kan tumpang tindih. Misalnya, ada yang mengusulkan berparnya, Selasa (28/4). Proses validasi dan veri- dasarkan kriteria atau kofikasi data telah dilakukan di mponen. Kemudian, warga tingkat lingkungan. Namun mengaku belum terdata seh-

ingga didata kembali dan lain sebagainya. Ahyar mengaku persoalan data ini sangat sulit. Pihaknya terus memverifikasi dan memvalidasi di tingkat bawah agar target 26 ribu KK terpenuhi. Penyaluran bantuan harus tetap sasaran. Dia memastikan aparatur sipil negara (ASN) aktif tidak boleh menerima bantuan. “Kalau ada kita akan tarik,” tegasnya. Komponen penerima JPS yakni, karyawan di-PHK, karyawan dirumahkan, penyandang sosial, lansia, perempaun rawan sosial, eks napi, veteran dan marbot. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menambahkan, verifikasi dan validasi data tetap berjalan sambil disesuaikan dengan basis data terpadu (BDT). Bantuan diterima masyarakat berupa jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang berasal dari Pemprov NTB, JPS Kota Mat-

aram, bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan langsung tunai (BLT) dan program keluarga harapan (PKH). Fakta di lapangan data diusulkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terjadi tumpang tindih. Misalnya, nelayan yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan dari program pemerintah pusat kembali diusulkan. “Ini yang buat dia tumpang tindih,” jelasnya. Mekanisme pembagian bantuan JPS akan diserahkan ke kelurahan. Kelurahan sambung Mahmuddin, menyalurkan kembali sesuai by name by addres. Mahmuddin mengakui, proses pengadaan barang ditunjuk tiga perusahaan. Jika dianggap kewalahan untuk memenuhi kebutuhan sampai akhri April mendatang akan dievaluasi. Pihaknya ingin bergerak cepat sembari tim anggaran pemerintah daerah melakukan refocusing anggaran. (cem)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

Halaman 3

Buyer Belanda Minta 40 Ton Jahe Organik Sebulan (Suara NTB/bul)

VIRTUAL PRESSCON - Suasana virtual presscon solusi bisnis IoT yang dihadirkan oleh Telkomsel yang bernama Asset Performance Management di Jakarta, Senin (27/4)

Telkomsel Hadirkan ”Asset Performance Management” Mataram (Suara NTB) Telkomsel menghadirkan sejumlah inovasi dan solusi digital untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam mewujudkan “Making Indonesia 4.0”. Pada Hari Senin (27/4), Telkomsel memperkenalkan Asset Performance Management, suatu solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time. Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, sebagai roadmap implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0, transformasi dibidang digital sangat diperlukan agar dapat mengakselerasikan Revolusi Industri 4.0. “Telkomsel berkomitmen untuk mendukung revolusi industri keempat melalui penerapan teknologi IoT di berbagai industri. Kami memahami bahwa pengelolaan aset merupakan hal yang sangat krusial bagi sebuah bisnis. Oleh karena itu, solusi terbaru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, dan ketika diimplementasikan secara nasional, solusi ini akan mampu memperkuat daya saing bangsa,” ujarnya. Sistem monitoring tradisional masih mengandalkan pengelolaan data secara manual, sehingga tidak efisien, rumit, dan beresiko terjadi kesalahan. Sedangkan solusi IoT terbaru kami, Asset Performance Management, dapatmendigitalisasi sistem pemantauan asset perusahaan dengan memberikan informasi kondisiaset yang real-time. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga.Solusi Asset Performance Management ini dapat diimplementasikan pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufakturyangmana implementasi use casenya seperti cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring. Kehadiran layanan Asset Performance Management merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee, yaitu startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-toend IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat, Roambee sendiri juga merupakan perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel. Salah satu peran Roambee adalah penyediaan Smart Gateway (sensor yang terhubung langsung pada cloud)dan Smart Beacon (terhubung dengan Smart Gateway dan dapat ditempatkan di aset bergerak dan tak bergerak) sebagai IoT Sensors pada Asset Performance Management. CEO Roambee, Sanjay Sharma menyampaikan,kolaborasi Roambee bersama Telkomsel mempertegas komitmen bersama dalam mengakselerasikan ketepatan dan keterandalan teknologi untuk memantau jalur distribusi. Terdapat tiga elemen utama yang ada di dalam solusi ini, yaitu IoT Sensors (Bees dan Beacons), IoT Platform , dan Online Dashboard.IoT Sensors, solusi ini menggunakan 2 tipe sensor yaitu Bee (Smart Gateway) dan Beacon,yangmana dapat diimplementasikan baik pada asset yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Kedua sensor tersebut dapat mendeteksi sejumlah variabel di titik penempatannya, seperti suhu, pencahayaan, kelembapan, tekanan udara, hingga lokasi secara real-time. IoT Platform merupakan infrastruktur dan aplikasi pengolahan data, meliputi cloud dan data analytics. Sedangkan Online Dashboard, memungkinkan para pelaku bisnis untuk melakukan manajemen aset melalui berbagai perangkat, mulai dari laptop hingga ponsel, di mana pun dan kapan pun secara online. Ada tiga fitur utama yang dimiliki oleh Online Dashboard ini, meliputi real-time condition, historical reports, dan notifications and alerts.Informasi lebih lanjut mengenai Asset Performance Management dapat diakses melalui www.telkomseliot.com. (bul)

Mataram (Suara NTB) – Indonesia terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya. Sejarah menyatakan, penjajahan ke Indonesia salah satunya karena negeri ini adalah ladang kaya rempah-rempah. Sejak zaman penjajahan hingga saat ini, rempahrempah menjadi kebutuhan tetap. Terutama negara-negara eropa. Salah satunya yang permintaan rempah-rempahnya tinggi adalah Belanda. Selain Jerman. Khusus untuk jahe, dalam sebulan, salah satu buyer dari negeri kincir angin itu meminta pasokan jahe sebanyak 40 ton sebulan. PT. Bintang Agro Sentosa, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agro sedang mempersiapkan untuk memenuhi permintaan tersebut. Direkturnya, Muntasar kepada Suara NTB, Selasa (28/ 4) kemarin mengatakan sedang melakukan ujicoba pengembangan jahe organik.

Ujicoba dilakukan di Lombok Tengah. Memanfaatkan potensi pupuk kompos dari kandang ternak. Tingginya permintaan jahe organik di negara Eropa ini karena khasiat tanaman ini untuk obat-obatan. Salah satunya disebutkan sebagai untuk pengobatan dan anti kanker, anti oksidan dan merangsang pertumbuhan sel baru berdasarkan hasil penelitan sejumlah pihak. “Karena banyak manfaatnya itu, permintaannya sampai 40 ton sebulan, khusus Belanda saja. Cuma masalahnya kita belum sanggup memenuhi itu. Permintaannya sih memang dari

Mataram (Suara NTB) Sebagai wujud kepedulian PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Branch Office Sumbawa menyerahkan bantuan APD kepada RSUD Sumbawa dan RSUP HL Manambai Abdul Kadir sebagai salah satu rangkaian kegiatan. Penyerahan bantuan dilakukan Branch Manager Dedik Daryono kepada dr. Dede Hasan Basri Direktur RSUD Sumbawa dan dr. Arindra Kurniawan Direktur RSUP HL Manambai Abdul Kadir di Sumbawa Besar. Dedik Daryono menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan Mandiri Syariah kepada dokter, paramedis, serta semua tim kesehatan yang terlibat sebagai garda terdepan penanganan pandemik Covid-19 di Indonesia. “Alhamdullilah, bantuan ini merupakan bagian dari bantuan senilai total Rp3,05 miliar berupa 2.500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 100 ribu masker kepada 105 Rumah Sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia. Bantuan berasal dari Manajemen Mandiri Syariah ditambah donasi nasabah dan pegawai yang terkumpul melalui aplikasi Mandiri Syariah Mobile (MSM),” jelas Dedik Daryono. Pada kesempatan tersebut, Dedik Daryono menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua petugas medis dan tenaga relawan yang turun langsung dalam penanganan Covid-19. Selain bantuan di atas, Mandiri Syariah dan Yayasan BSMU menggelar berbagai aksi kolaborasi peduli Covid-19 diantaranya layanan call center untuk konsultasi dan informasi Covid-19 yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, penyediaan handsanitizer dan antiseptik bagi

(Suara NTB/bul)

BANTUAN APD - Penyerahan bantuan APD dari Bank Mandiri Syariah salah satunya untuk tenaga medis di RSUP HL Manambai Abdul Kadir Sumbawa masyarakat yang membutuhkan, pendampingan ODP dan PDP bersama Puskesmas dan tenaga medis, penyemprotan desinfektan untuk 28 titik masjid, pesantren dan fasilitas, dan lain-lain. Pandemic covid-19 ini ujian bagi semua dan mendorong masyarakat untuk saling peduli kepada tim medis dan kepada mereka yang secara ekonomi juga terdampak. Karena itu kami berterima kasih kepada nasabah

Ekspor Manggis Ditargetkan Tiga Kali Lipat

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Manggis dari Lombok dikenal akan kualitasnya. Bahkan disebut-sebut memiliki kualitas terbaik di Asia. Tahun 2020 ini, Pemprov NTB menargetkan nilai ekspornya tiga kali lipat dari ekspor sebelumnya. Soal kualitas manggis, terutamanya manggis dari Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ini tak dinampikkan salah satu perusahaan eksportir manggis, PT. Bintang Agro Sentosa. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, lahan manggis tersebar di seluruh kabupaten kota di NTB, kecuali Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Total tanaman menghasilkan sebanyak 86.699 pohon. Produksinya tahun 2018 sebanyak 13,3 juta Kg tahun 2018. Selama ini ekspor telah dilakukan, namun melalui daerah lain. Manggis NTB hanya dikirim antar daerah. ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Batam, Jakarta, dan Semarang.

Lalu diekspor oleh pengepulnya ke Cina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong. Termasuk Uni Emirat Arab dan Singapura. Manggis Lombok NTB dikenal memiliki memiliki kualifikasi pasar internasional dibanding produksi manggis dari daerah lain. Misalnya, memiliki variasi rasa, ada kecutnya. Umumnya kecilkecil dan paling menjadi selera. Paling bagus 12 butir/Kg. Manggis kelas buah kecil biasanya tidak memiliki biji. Hanya tinggal makan. Keunggulan lain manggis Lombok adalah, kuping tangkai berwarna hijau segar, tidak hitam dan layu. Penanda ini memastikan isi di dalam buahnya bagus/ tidak rusak. Tahun 2019, intervensi pemerintah daerah kepada petani manggis dengan memberikan bantuan pupuk untuk peningkatan produksi. Sasarannya kepada 75 hektar. Pupuk jenis NPK sebanyak 400 Kg/hektar. Dinas Perdagangan Provinsi NTB mengkonfirmasi, selama

Terutama jenis tanaman obat seperti jahe, lengkuas, kunyit. “Karena jahe yang paling bagus harganya di Eropa, kita ekspansi ke pengembangan jahe organik juga. Sangat potensial daerah ini, tinggal pemerintah memberikan perhatian saja,” demikian Muntasar. Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si mengatakan, untuk tanaman jahe, terjadi penurunan produksi yang cukup signifikan. Karena beberapa pergeseran tanaman vanili dan tanaman porang, serta tanaman kelor. Pada Tahun 2019 lalu, total luas panen 157.461 hektar. dengan produksi mencapai 698.065 Kg. “Namun tetap tanaman jahe tetap dibutuhkan, terutama saat pandemi Covid-19 sekarng ini,” demikian H. Husnul. (bul)

Mandiri Syariah Distribusikan Bantuan APD untuk Dua RS Rujukan Covid-19

Kualitas Terbaik di Asia

MANGGIS - Para pekerja PT. Agro membersihkan manggis sebelum dikemas dan diekspor.

dulu tinggi dari negara-negara Eropa. Terutama Jerman dan Belanda,” ujarnya. PT. Bintang Agro Sentosa adalah eksportir besar untuk buah manggis. Perusahaan ini tengah ekspansi mengembangkan potensi yang cukup besar di NTB untuk pengembangan jahe organik. Harapannya, perusahaan ini tidak monoton hanya mengekspor manggis. “Kita sedang coba 3 ribuan karung untuk persiapan ekspor ke Eropa. Karena sifatnya organik, kemungkinan 6 sampai 7 bulan ke depan bisa panen,” ujarnya. Jika demplot pengembangan jahe organik di Lombok

Tengah ini sukses, PT. Bintang Agro akan mengembangkannya ke daerah-daerah. Pengembangan jahe yang tengah dilakukan masih menggunakan bibit dari Flores, Nusa Tenggara Timur, di beli di Pasar Mandalika. Harga bibitnya saja Rp65.000/Kg. Kenapa tak menggunakan bibit lokal? Muntasar menyebut pertimbangan kualitasnya. “Mungkin karena petani kita belum melek soal jahe. Makanya kita pakainya bibit dari luar daerah dulu,” imbuhnya. Potensi pengembangan jahe di NTB sangat besar. Terutama di Pulau Lombok. Muntasar mengatakan kualitas jahe daerah ini dibanding dari daerah lain sangat unnggul bila dikembangkan dengan baik. sejumlah literatur menyebut rempah-rempah dari NTB sangat diandalkan.

ini manggis dari NTB dikirim melalui Bali. Menggunakan nama Bali. Bidang Perdagangan Luar Negeri gencar membangun koordinasi. Eksportirnya kita menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) atas nama NTB. meskipun, ekspor dilakukan dari luar daerah. Direktur PT. Bintang Agro Sentosa, Muntasar mengakui, manggis Lombok disebut paling berhasil dan paling berkualitas. Dibanding dengan manggis dari daerah lain. “Manggis dari luar itu kulitnya koreng. Kalau manggis Lombok kulinya sangat bagus,” katanya. Selama ini ekspor manggis ditujukan ke China. Permintaannya unlimited (tanpa batas). Secara nasional, Indonesia diperkirakan baru memenuhi hanya 15 persen dari kebutuhan China. Permintaan manggis dari negeri tirai bambu tidak semata-mata untuk kebutuhan konsumsi, atau peribadatan. 60 persen yang dibutuhkan adalah kulit untuk dijadikan obat-obatan dan kosmetik. “Karena kualitas manggis Bali dan daerah lainnya tidak masuk, manggis Lomboklah di incar. Manggis di daerah lain juga ada, di Sumatera. Tapi gagal panen. Balipun ngambi di Lombok,” jelas Muntasar. Ada 59 perusahaan eksportir manggis di Indonesia. Tapi sebagian besar diantaranya tidak melakukan ekspor karena musim panas tahun 2019 mengakibatkan gagal panen. PT. Bintang Agro Sentosa sendiri tahun ini menargetkan pengiriman sampai 400 ton. Jumlah ekspor tergantung hasil produksi petani.

Manggis adalah salah satu komoditas pertanian perkebunan yang sangat potensial. Kualitas manggis Lombok didukung kelembaban wilayahnya. Terutama di bagian utara Pulau Lombok. Saat kondisi normal, perusahaan membeli ditingkat petani sampai Rp60.000/Kg. PT. Bintang Agro Sentosa beberapa waktu terakhir menyetor pengiriman. Setelah mewabahnya Covid-19. Sampai nanti kondisi dinyatakan normal. Meski begitu, Muntasar mengatakan pemerintah perlu memberikan perhatian. Mengedukasi masyarakat petani manggis. Memberikanbantuanbibitmangggisuntukregenerasipohonproduksi.“Kebanyakan pohon mannggis di Lombok sudah berusia tidak produktif maksimal. Selain itu, jarak tanamnya yang masih rapet. Pemerintah perlumengedukasipetani,”demikian Muntasar. Pada tanggal 17 Desember 2019 lalu, bersamaan dengan puncak HUT NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melepas perdana ekspor manggis sebanyak 10 ton oleh perusahaan ini. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si mengatakan, tanaman manggis NTB dapat dijelaskan bahwa terjadi penambahan tanaman menghasilkan, dari 86.699 pohon naik menjadi 113.943 pohon atau naik 23%. Produksi dari 113.618 ton meningkat menjadi 115.578 ton, atau naik 1,7%. Dan direncanakan, tahun 2020 nilai ekspor naik tiga kali lipat dari tahun 2019 sebanyak 4 ton menjadi 912 ton tahun 2020. (bul)

yang dalam waktu singkat sejak dibukanya aplikasi donasi pada awal Maret telah bersedia menyisihkan dananya melalui MSM hingga terkumpul Rp1,3 miliar lebih. “Semoga apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan. Insya Allah kita dapat melewati semua ini dengan baik,” kata Dedik Daryono. Selain menyelenggarakan aksi kepedulian, Mandiri Syariah juga telah menggelar doa

serentak bersama pegawai di seluruh Indonesia. Masyarakat juga terus diimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri dan keluarga, disiplin mencuci tangan dengan cara yang benar dan menggunakan sabun, meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh, memakai masker dan mematuhi pesan Pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan berusaha sebisa mungkin

untuk #dirumahsaja. Untuk kebutuhan transaksi perbankan, Mandiri Syariah gencar mengimbau nasabah untuk mengoptimalkan layanan digital Mandiri Syariah Mobile dan Netbanking. Untuk pembukaan rekening, Mandiri Syariah juga telah memiliki aplikasi Buka Rekening Online melalui MSM sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang. (bul)

Hasil Perikanan Diarahkan ke Industrialisasi Mataram (Suara NTB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB membidik industrialisasi untuk mengembangkan nilai tambah hasil potensi kelautan dan perikanan. Baik tangkap, maupun budidaya. Semangat mengarah ke industrialisasi ini, sejalan dengan arah kebijakan kepala daerah, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Wakilnya, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Yusron Hadi mengatakan, NTB memiliki potensi besar pada sektor kelautan perikanan. Misalnya rumput laut, budidaya udang, maupun ikan. Demikian juga ikan tangkap, tidak sedikit hasil produksi ini diekspor ke luar negeri. Selain dari yang dikonsumsi. “Selama ini kan orientasinya masih menjual produk langsung bahan dasar tanpa melalui olahan. Sesuai arahan bapak gubernur dan wakil gubernur, ada proses industrialisasi dalam segala sektor dan tak kalah penting strategisnya adalah pengembangan industri perikanan kita,” kata Yusron kepada Suara NTB di kantornya, Selasa (28/4) kemarin. Luas lautan NTB mencapai 20.153,15 Km2, panjang garis pantai 2.333 Km. terdapat 93 pulau-pulau kecil di perairan Lombok dan sebanyak 185 pulau – pulau kecil di perairan Sumbawa. Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 adalah wilayah Samudera Hindia dan WPP 713 adalah wilyah Laut Flores memiliki potensi sumberdaya ikan mencapai 1,9 juta ton/tahun sebagai daerah pengembangan penangkapan ikan masyarakat NTB. Kinerja perikanan budidaya dibuktikan dengan capaian volume produksi perikanan budidaya Provinsi NTB tahun 2018 yang mencapai 1.089.317,01 ton. Besaran produksi ini disumbangkan dari produksi rumput laut sebesar 875.894,78 ton, udang vaname sebesar 130.690,71 Ton, Bandeng sebesar 15.283,47 ton dan budidaya ikan lainnya (terutama ikan air tawar) sebesar 67.448,05 Ton. Hingga akhir Bulan Agustus volume produksi perikanan budidaya

Provinsi NTB tahun 2019 telah mencapai 589.750 ton. Dengan potensi yang sangat besar ini, Yusron menegaskan sektor kelautan perikanan bisa menjadi sektor terdepan untuk industrialisasi pangan NTB. “Ndak usah muluk-muluk, ikan kita yang selama ini kita jual mentah bisa dijadikan berbagai jenis olahan ikan bakso, abon, sosis ikan dan sejenisnya. Bisa juga untuk kebutuhan produksi pakan. Selain dengan campuran hasil produksi pertanian lainnya. Menggiring produksi sektor maritim ini ke industrialisasi dapat dilakukan bersamasama dengan OPD dan stakeholders lainnya. Untuk kegiatan indutrialisasi sederhana ini, Yusron mengatakan, dilakukan oleh pelaku Industri Kecil Menegah (IKM). Peralatan dan teknologi untuk industrialisasinya diyakini SDM lokal bisa menciptakannya. Hanya saja, sementara ini berbicara kondisi, pemerintah sedang fokus menuntaskan wabah Covid-19. Dukungan untuk penganggaran program tentunya cukup minim. Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Perikanan di kabupaten/ kota untuk mendata dan merecovery kembali mas y a rakat nelayan yang terdamp a k oleh wabah virus corona ini. (bul)

Yusron Hadi


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

Masyarakat Diminta Bantu Pemerintah JUMLAH kasus positif Covid19 di Lombok Barat (Lobar) kian hari semakin bertambah. Sebelumnya diumumkan 28 orang positif Corona, Senin (27/4) kembali tujuh orang warga Lobar dinyatakan positif. Sehingga dengan tambahan tujuh kasus ini, total pasien positif di Lobar mencapai 35 kasus. Dari 35 kasus positif ini, lima orang sudah dinyatakan sudah sembuh sedangkan 30 tengah ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada. Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk penanganan dan pencegahan, namun tanpa didukung maksimal oleh (Suara NTB/dok) masyarakat susah memutus Mahnan mata rantai virus Corona ini. Apalagi masyarakat belum sepenuhnya mematuhi imbauan pemerintah, seperti jaga jarak fisik dan sosial. Kepala Pelaksana BPBD Lobar, Mahnan, SSTP., menjelaskan, pasien positif Corona, tujuh tambahan kasus dari Kecamatan Batulayar didominasi dari Klaster Gowa Sulawesi Selatan. Mereka kini sudah dirawat di RSUD Tripat. Sementara yang dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab sudah dibawa ke SKB Gunungsari. Dengan tambahan tujuh kasus positif di Kecamatan Batulayar, maka total kasus di kecamatan ini mencapai sembilan. Namun satu sudah sembuh, sehingga tersisa delapan. Selain Batulayar kasus tertinggi juga terdapat di Kecamatan Lingsar tujuh kasus, Gunungsari lima kasus, Labuapi empat dan kecamatan lainnya. “Saat ini hanya Lembar yang masih zona hijau belum ada kasus positif. Kalau Gerung sudah ada tiga warga yang positif,” jelas Mahnan. Sedangkan untuk lima warga yang sembuh, Mahnan merinci mereka berasal dari Gunungsari dua orang, Batulayar, Kediri, Labuapi, masing-masing satu orang. Dari sejumlah warga yang dinyatakan positif, Tim Reaksi Cepat bersama Dinas Kesehatan Lobar melakukan pelacakan untuk mencari tahu warga yang pernah kontak dengan pasien positif. Setelah itu mereka akan diskrining untuk mengikuti rapid test hingga swab. “Satusatunya cara untuk memutus rantai korona ini adalah dengan kesadaran masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Tetap pakai masker dan rajin cuci tangan,” jelasnya. Dijelaskan Mahnan, upaya penanganan dan pencegahan terus dimaksimal pemda. Penanganan terhadap warga terpapar, baik yang positif di rumah sakit dan PDP dipusatkan di sanggar mutu. Mereka ditangani maksimal secara medis. Upaya pencegahan pun terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai langkah. Namun lagi-lagi upaya pemerintah terutama untuk pencegahan ini tidak bisa dilakukan sendiri, pemerintah kata dia tidak mampu melaksanakan sendiri. Karena itu, masyarakat harus membantu pemerintah. (her)

Satgas Covid-19 KLU Dibekali Anggaran Rp65 Miliar Tanjung (Suara NTB) Satgas Covid - 19 Kabupaten Lombok Utara (KLU) dibekali anggaran sebesar Rp 65,144 miliar (dibulatkan). Dari jumlah itu, anggaran yang sudah digunakan mencapai Rp 6,089 miliar lebih. Hal itu dikatakan Koordinator Kehumasan Covid - 19 KLU, Evi Winarni, M.Si., dalam jumpa pers di Aula Setda KLU, Selasa (28/4). Ia merinci, realisasi anggaran sebesar Rp 6 miliar lebih itu berada di 3 OPD - Satgas. Meliputi Rp 826,75 juta di Dikes KLU, selanjutnya Rp 607,2 juta di Dinas Sosial dan Rp 4,655 miliar di BPBD KLU. Dikes mengeluarkan dana tanggal 26 Maret, BPBD tanggal 16 April dan Dinas Sosial tanggal 20 April. Lebih lanjut disebutkan Evi, Satgas Covid -19 KLU telah melakukan berbagai upaya sinergis dan terpadu lintas instansi untuk mencegah mata rantai penyebaran Covid. Meliputi penyemprotan desinfektan dimulai dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan, pembagian masker, APD baik yang bersumber dari APBD maupun donatur. Satgas juga memberikan sosialisasi dan mengeluarkan imbauan kepada para pedagang dan pengunjung pasar di 5 kecamatan. “Pengecekan suhu tubuh terhadap masyarakat yang akan memasuki kawasan Lombok Utara dilakukan di tiga pintu masuk, yakni di Pusuk (Desa persiapan Menggala), Klui, Desa Malaka dan Sambik Elen,” ujarnya. Plt Asisten III Setda KLU ini menyebut, Satgas telah mengambil langkah dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di zona merah. Antara lain, pada 12 dan 14 April dilakukan pasar murah dengan 1.000 paket beras kepada masyarakat Teniga. Intervensi di wilayah itu dikarenakan adanya karantina wilayah. Dilanjutkan dengan pemberian sembako senilai Rp 250 ribu kepada seluruh keluarga pasien reaktif yang sedang menjalani karantina di eks RSUD sementara. Sedangkan dari cadangan beras pangan, Satgas telah menyalurkan total 41,5 ton beras. Masing-masing 31 ton kepada seluruh warga di Desa Malaka, dan 10,5 ton kepada warga di Desa Teniga. Namun demikian, sebut Evi, beras yang dibagikan kepada warga menyasar warga yang terdata di Basis Data Terpadu (BDT) - sebagai warga kurang mampu. Di luar BDT, warga penerima beras adalah keluarga dari warga berstatus ODP, PDP dan pasien positif. Terpisah, Sekretaris Satgas DPRD KLU, Hakamah, S.KH., menegaskan pihaknya akan memanggil Satgas Covid -19 Kabupaten guna mengklarifikasi keberadaan penerima. DPRD kata dia, akan memastikan penerima menurut nama dan alamat (by name by address). “Kita ada rencana untuk memanggil, karena adanya masukan dari beberapa masyarakat. Kita perlu cek, siapa tahu penerima bantuan adalah orang kaya,” ujarnya. Sejatinya Satgas DPRD KLU meminta agar pembagian cadangan beras pemerintah dari dana Covid dibagi secara merata. Sebab dampak Corona tidak memandang status sosial dan ekonomi, melainkan seluruh warga terdampak dan melakukan isolasi mandiri. (ari)

(Suara NTB/ari)

KETERANGAN - Satgas Covid-19 Pemda KLU memberi keterangan pers, Selasa (28/4).

Halaman 4

Lima Pasien Positif Covid-19 di Lobar Sembuh

Giri Menang (Suara NTB) Lima pasien positif Covid-19 sembuh di Lombok Barat (Lobar). Salah satu di antaranya pasien berinisial R (62 th) asal Kecamatan Kediri ini. Pasien yang dirawat selama dua pekan lebih diperbolehkan pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga. Total di RSUD Tripat, ada 16 pasien positif yang ditangani ditambah tiga PDP. Direktur RSUD Tripat, drg. Arbain Ishak mengemukakan, R dirawat sejak 9 April lalu setelah memiliki perjalanan menuju Gowa - Sulawesi Selatan. Pemulangan R, kata Arbain, diperkuat dengan surat dari Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB tanggal 22 April 2020. “Kami memulangkan satu orang pasien Covid-19, ini kado terindah, karena bertepatan dengan hari ulang tahun Rumah Sakit Patut Patuh Patju Lombok Barat ke 15,” ujar Arbain, Selasa (28/4). R sebelumnya ditempatkan di ruang isolasi sejak 9 April lalu. Perawatan intensif dan pemeriksaan swab sebanyak dua kali menunjukkan hasil negatif. Den-

gan perjalanan kesembuhan itulah, R dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Pemulangan R dilakukan dengan seremoni sangat sederhana yang disaksikan Camat Kediri, Hermansyah, Kepala Ruang Isolasi, Dadang Pringgono serta sejumlah pejabat Lingkup RSUD Tripat. Pada kesempatan itu, Camat Hermasyah menyerahkan surat pernyataan kesembuhan dan pemulangan kepada R. R tampak haru seraya menerima bingkisan yang diserahkan langsung oleh Direktur RSUD Tripat Arbain Ishaq kepadanya. Namun R hanya terdiam dan berjalan menuju mobil ambulans yang sejak

tadi menunggu. Camat Kediri Hermansyah mengemukakan, dengan kesembuhan warganya ini, berarti setiap penyakit pasti ada obatnya. Dia juga bersyukur dan masyarakat bisa mempercayai penanganan Covid-19 ini diserahkan kepada pihak rumah sakit atau para perawatnya.”Kami berterima kasih atas bantuan dari semua tenaga kesehatan di Puskesmas Kediri dan RSUD Tripat Gerung,” kata Hermansyah. Dia menambahkan, atas bantuan semua tenaga kesehatan yang ada hingga hari ini R bisa pulang dalam keadaan sembuh. Namun Hermansyah berpesan, ini sebagai sebuah

(Suara NTB/her)

BERSAMA - Direktur RSUD Tripat Arbain Ishak (kiri) bersama Camat Kediri Hermansyah. edukasi bagi masyarakat, agar mengikuti anjuran pemerintah, stay at home, pakai masker serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Ditotal, pasien dari Lombok Barat yang positif Covid-19 sebanyak 35 orang. Yang sem-

buh 5 orang. Sisanya 30 orang dalam perawatan dan menunggu hasil pemeriksaan swab,” rinci Dadang Prianggono, Kepala Ruang Isolasi RSUD Tripat. Disebutkan, mereka berasal dari Kecamatan Sekotong, Lingsar, Kediri dan Gerung. (her)

Jumat, Pemkab Targetkan Sembako Lotim Mulai Dibagikan ke Masyarakat Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah fokus menuntaskan data penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) sembako Lotim. Dari 70 ribu KK data awal penerima sembako Lotim, Selasa malam ditarget rampung, sehingga bantuan JPS dampak Covid-19 ini dapat dibagi ke masyarakat pada hari Jumat (1/5). Koordinator Pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lotim, Drs. HM. Juaini Taofik, MAP, tidak menampik kondisi sama-sama sulit di tengah harapan masyarakat dan tekanan regulasi yang ada. Di mana regulasi menghendaki seluruh penerima JPS tidak boleh ganda dan harus dibuktikan dengan nomor Kartu Keluarga (KK). Sementara, katanya, berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Dukcapil, terdapat sekitar 20 ribu lebih KK yang sudah jadi tapi belum dibagi ke warga selaku pemilik KK tersebut. Itupun dapat dipakai sebagai dasar dalam pemberian JPS ini. “Sampai tadi sore, (kemarin, red) sudah ada 150 lebih desa yang sudah selesai by name by adress-nya

(Suara NTB/yon)

BANTUAN - Bantuan JPS Gemilang yang mulai didistribusikan ke masyarakat di Lotim. Tampak bansos JPS Gemilang di di Kantor Desa Danger Kecamatan Masbagik. untuk paket sembako Lotim,” terang Sekda Lotim ini. Mengingat kontrak pengadaan sembako harus disegerakan, pemda melalui PD. Agro Selaparang terlebih dahulu memesan sejumlah 70 ribu

paket berdasarkan data dari Dinas Dukcapil, tentu dengan pendekatan KK dan bukan perseorang warga. Apabila dalam tahap pertama ini Pemkab belum dapat mengakomodir seluruh usu-

Ratusan Calon Penerima Bantuan JPS ’’Mantap’’ Tak Layak Giri Menang (Suara NTB) Hasil sinkronisasi dan validasi sementara untuk dilakukan Dinas Sosial Lombok Barat (Lobar) bersama desa menemukan sedikitnya ratusan calon penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap Kabupaten Lobar tidak layak menerima bantuan. Pasalnya ratusan calon penerima ini, ada yang sudah mendapatkan bantuan JPS provinsi, PKH, BPNT dan ada yang sudah meninggal dunia serta sudah mampu (kaya). Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Lobar, Zaenal Muttaqin, Selasa (27/4) mengatakan data sementara calon penerima bantuan JPS Mantap hasil sinkronisasi yang dilakukan desa banyak ditemukan calon penerima yang ganda, karena sudah mendapatkan bantuan dari JPS Gemilang, PKH serta BPNT. Pihaknya belum memastikan berapa data calon penerima yang bermasalah, karena mereka tengah melakukan sinkronisasi. Contoh di Kecamatan Gerung, dari 12 desa

(Suara NTB/her)

Zaenal Muttaqin baru lima desa yang kirim data ke Pemda Lobar. Di Narmada, dari 21 desa baru mengirim data tujuh desa. Pihaknya pun berharap desa segera mengirimkan data tersebut. Sinkronisasi bisa cepat tuntas, ujarnya, sangat tergantung dari desa seberapa cepat mengembalikan data ke dinas. Pihaknya sudah menyerahkan data ke desa untuk disinkro-

nisasi 21 April dan dibatasi untuk dikembalikan ke dinas tanggal 24 April. Banyak desa, ujarnya, belum paham soal sinkronisasi, Padahal desa cukup mencantumkan atau menulis kode nomor 1-6 terhadap penerima tidak bermasalah maupun tidak bermasalah. Dikatakan, rencana penyaluran tahap pertama bantuan JPS ini sebanyak 21.812 KK. Penyaluran bantuan ini akan dilakukan pekan ini dan direncanakan diluncurkan Bupati Lobar tanggal 30 April besok. “Insya Allah minggu ini mulai didroping bantuan JPS kabupaten, rencananya tanggal 30 April di-launching oleh pak bupati. Ini masih rencana,” jelas Kabid Zaenal. Pihaknya sudah membagi kuota per kecamatan dan per desa. Karena penyaluran akan dilakukan serentak di 119 desa dan tiga kelurahan saat ini pihaknya tengah mencetak kartu sembako yang nantinya diberikan ke warga. Kartu sembako ini akan ditukar ke BUMDes untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok. (her)

lan dari masing-masing desa, karena adanya KK baru antara Januari hingga April maupun adanya KK yang belum terdaftar, maka Dukcapil akan segera menerbitkan nomor KK berdasarkan verifikasi faktu-

al. Cukup nomor KK dan tidak mesti kartunya untuk menghindari kendala apabila ada keterbatasan blangko. “Terhadap KK tersebut dipastikan mendapatkan double di bulan Mei,” janjinya. Di samping itu, pengadaan sembako yang dipastikan tidak bisa cepat, ada kemungkinan paket bulan April terpaksa didistribusi paling lambat memasuki bulan Mei, sehingga jaraknya tidak terlalu lama. Adapun dengan didistribusikannya sembako dengan nilai uang Rp250 ribu terdiri dari, beberapa item sembako seperti, beras 10 kg, gula pasir 1 kilogram, minyak 1 kilogram, telur 1 trai, garam beryodium empat bungkus dan air minum. Pada bagian lain, untuk pembagian JPS Gemilang, sudah diterima oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Lotim berdasarkan data yang ada. Hanya saja, masyarakat baru menerima berupa beras 10 Kg dan telur 22 butir yang pengadaannya melalui Bulog. Sementara, sembako lainnya berupa minyak kayu putih, minyak goreng, sabun cair dan sabun batang dan beberapa item lainnya belum didistribusikan. (yon)

Enam Pemuda Diamankan Polisi Praya (Suara NTB) Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) mengintensifkan operasi penertiban guna menekan potensi munculnya gangguan keamanan dan ketertiban selama bulan puasa ini. Sejumlah kegiatan yang dinilai mengganggu ketertiban pun berhasil ditertibkan. Di antaranya aksi pesta petasan di wilayah Biao Jontlak Praya Tengah, Selasa (28/4) pagi. Dari penertiban pesta petasan yang digelar di sekitar jembatan di wilayah Biao polisi mengamankan setidaknya enam pemuda yang terlibat aksi tersebut bersama sejumlah barang bukti, berupaya petasan dan kembang api berbagai merk langsung dari lokasi pesta petasan. Langkah tegas aparat kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar. “Aksi peran petasan ini sudah berlangsung sejak awal puasa kemarin dan akhirnya kita tertibkan pada Selasa pagi,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., saat memberikan keterangan pers Selasa siang. Pesta petasan biasa digelar oleh warga usai sahur dan cuk-

up membuat warga sekitar resah dan sudah melaporkan ke Polres Loteng, sehingga aparat kepolisian mengambil langkah tegas dengan membubarkan aksi tersebut. Karena selain meresahkan, aksi tersebut juga sangat membahayakan. Penindakan tegas terpaksa kita lakukan, karena aksi warga ini sudah sangat meresahkan warga sekitar serta pengguna jalan,” terangnya. Tidak hanya itu, yang lebih memprihatinkan aksi warga tersebut juga telah melanggar imbauan pemerintah di tengah pandemi virus Corona. Di saat pemerintah melarang kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah banyak, warga justru melakukan kegiatan yang mengundang orang banyak dan mengganggu ketertiban. Terlebih saat ini tengah dalam suasana bulan puasa, sehingga pihaknya berkomitmen akan menindak tegas, siapa pun yang melanggar atau tidak mengindahkan imbauan pemerintah terkait penyebaran virus Corona tersebut. “Ini semua demi kebaikan kita bersama,” tandasnya. (kir)

ASN Baru Terima SK Pengangkatan Praya (Suara NTB) Sebanyak 344 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng) hasil seleksi CPNS tahun 2019, resmi diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN lingkup Pemkab Loteng. Penyerahan SK pengangkatan dilakukan secara bertahap, guna menghindari terjadinya kerumunan massa saat proses pengambilan SK berlangsung. “Kalau dulu penyerahan SK pengangkatan ASN baru kita lakukan sekaligus dan diacarakan khusus.

Tapi kalau tahun ini tidak lagi. ASN mengambil sendiri SK pengangkatannya di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP),” ungkap Kepala BKPP Loteng, H.Moh. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Selasa (28/4). Sesuai formasi rekrutmen CPNS tahun 2019 lalu, ASN yang diangkat didominasi tenaga guru dan kesehatan ditambah beberapa tenaga teknis lainnya. Nazili menjelaskan, untuk pengambilan SK pengangkatan pihaknya membatasi maksimal 50 orang per hari. Dengan begitu, potensi munculnya konsentrasi ASN yang akan mengambil SK pengangkatannya bisa dicegah. “Kalau kita serah-

kan sekaligus dalam satu hari, khawatirnya akan banyak yang datang. Sehingga kita buatkan jadwal pengambilan, dengan batas maksimal 50 orang per hari,” terangnya. Karena SK pengangkatan diambil langsung di kantor BKPP Loteng, maka untuk tahun ini pengambilan sumpah ASN bagi ASN yang baru diangkat ditunda sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, pengambilan sumpah ASN bagi yang baru diangkat tetap akan dilakukan, karena itu amanah dari undang-undang yang harus dilaksanakan. Hanya saja, untuk pelaksanananya menunggu situasi kondusif, begitu pan-

demi virus Corona berlalu. Sementara itu, terkait kelanjutkan rekrutment CPNS tahun 2020 ini, Nazili mengaku belum ada kejelasan. Pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi 1.145 pelamar yang dinyatakan lolos SKD awal tahun kemarin, dari pemerintah pusat. “Setelah diputuskan ditunda oleh pemerintah pusat pasca merebaknya virus Corona, sampai saat ini belum ada kejelasan soal kapan SKB akan digelar,” tandasnya. Tapi kalau bicara soal kesiapan, pihaknya sudah sangat siap. Lokasi pelaksanaan SKD sebelumnya akan dijadikan lokasi untuk SKB nantin-

ya. Tinggal menunggu kepastian soal waktu pelaksanaannya. Jadi begitu ada informasi soal jadwal pelaksanaan SKB dari pemerintah, pihaknya akan langsung melakukan persiapan yang dibutuhkan. “Prinisipnya kita tunggu keputusan pusat, soal jadwal pelaksanaan SKB ini. Jadi kita minta para pelamar CPNS yang sudah dinyatakan lolos sebagai peserta SKB untuk bersabar. Karena ini semua keputusan pusat. Kita di daerah hanya melaksanakan saja,” pungkas mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini. (kir)


SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 5

Kerjasama Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB Dukung ’’Learning From Home’’

Dikbud Sumbawa Gandeng LPPM Universitas Ma Chung Malang Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menggelar Diklat Pendidikan online guna meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran jarak jauh berbasis online. Kegiatan diklat dengan tema dukungan untuk learning from home ini, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ma Chung Malang. Diklat yang dilaksanakan Sabtu 25 April 2020, diikuti 134 peserta. Terdiri dari para guru, kepala sekolah, dosen dari dua perguruan tinggi di Mataram, pengawas sekolah dari Ogan Komering Ulu dan juga dari Cirebon Jawa Barat. Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sahril, S.Pd., M.Pd menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada LPPM Universitas Ma Chung Malang atas kerjasamanya dalam meningkatkan kompetensi guru di Kabupat-

en Sumbawa khususnya dalam penguasaan teknologi. Kepada para peserta, khususnya para guru agar dapat memanfaatkan diklat ini sebaik mungkin untuk mengupgrade kompetensi di bidang teknologi pembelajaran. ‘’Disadari bahwa kondisi pasca diberlakukannya social dan psysical distancing, perlu langkah langkah antisipatif terutama mendesain belajar jarak jauh selama anak belajar di rumah,’’ ujarnya. Narasumber Diklat Dr. Eng. Romi Budhi, MT., M.Pd yang juga Dosen Teknik Informatika Universitas Ma Chung Malang menyampaikan, materi tentang Media Pembelajaran Online Dengan Edmodo. Aplikasi ini merupakan platform jejaring sosial yang dapat digunakan untuk siswa, guru dan orang tua siswa. Aplikasi yang diciptakan oleh Nic Borg, Jeff O Hara dan Cristal Hutter memiliki beragam fasilitas penunjang proses pembelajaran online. Dengan menggunakan aplikasi ini, guru

Suasana Diklat Pendidikan Online kerjasama Dinas Dikbud dengan Universitas Ma Chung Malang. Narasumber Diklat, Romi Budhi dari Ma Chung (foto kiri) dapat membuat pilihan untuk membuka banyak kelas atau grup dengan menggunakan satu akun. Demikian pula kelas juga dapat diaktifkan atau di non aktifkan, tetapi juga dapat dicopy untuk digunakan kembali. Kelebihannya, aplikasi edmodo dapat didesain peng-

gunaannya untuk team teaching dan disediakan fasilitas interaksi sosial antar pengguna. Pada fitur edmodo terdapat fasilitas perpustakaan untuk menyimpan materi yang akan digunakan dalam pembelajaran. ‘’Dengan aplikasi ini guru da-

Reaktif, 18 Klaster Magetan Tunggu Giliran Swab

(Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 59 orang santri dari klaster Magetan sudah dilakukan tes cepat (rapid test). Hasil pemeriksaan, diketahui terdapat 18 orang reaktif. Mereka saat ini sudah dievakuasi ke pusat karantina terpadu, hanya saja masih menunggu giliran pengambilan sampel swab.

Didi Darsani

‘’(Klaster) Magetan itu sudah kami rapid test sebanyak 59 orang. Dan reaktif lebih kurang 18 orang. Semua kita tarik ke pusat karantina terpadu di Hotel Suci. Sementara masih menunggu untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut dengan swab,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani, Selasa (28/4) kemarin. Pengambilan sampel swab ini, tidak hanya

dilakukan terhadap belasan santri yang reaktif. Tetapi juga terhadap keluarga dari Klaster Gowa terutama yang positif. ‘’Masih menunggu giliran pengambilan sampel swab. Karena antrean untuk swab ini banyak. Keluarga dari Klaster Gowa terutama yang positif harus kita swab juga,’’ terangnya. Diungkapkannya, santri Klaster Magetan ini tersebar dari berbagai kecamatan. Mulai dari Kecamatan Alas, Lunyuk, Sumbawa, Moyo Hilir, Lape, Lopok, dan Labuhan

Badas. Terhadap santri lainnya yang tidak reaktif, nantinya akan dilakukan pengecekan kedua untuk memastikan. ‘’Yang tidak reaktif, nanti kita cek lagi sekali dia untuk memastikan,’’ jelasnya. Saat ini, jumlah orang yang ditempatkan di Pusat Karantina terpadu, sudah banyak. Bahkan dengan adanya tambahan 18 orang klaster Magetan, kamar yang tesedia hampir penuh. ‘’Tidak tahu persis total yang dikarantina. Tetapi hampir ful,’’ pungkas Didi.(ind)

pat mengirim link website, foto, video atau postingan tugas. Disediakan juga fasilitas untuk membuat soal evaluasi dengan beragam jenis dan bentuk soal berikut feedbacknya,’’ jelasnya. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja keras panitia penyelenggara yang terdiri

dari Niki Ite Adekayanti, S.Pd (Guru SDN Sela Moyohulu), Miftahul Husna, M.Pd (Guru SDIT SC), Sri Sulastri, S.Pd ( Guru SDN Sebasang Unter Moyohulu), Mega Ade Kantari, S.Pd (Guru SDN 2 Maronge), Sri Rahayuni, S.Pd (Guru SDN Brangkua Labuhan Badas),

Selviana Loru Milla, S.Pd (Guru SDN Meno Rhee), dan Rizal Fahmi, S.Pd (Guru SDN 1 Gontar Alas Barat). Kepada para peserta diklat, untuk memantapkan pemahaman tentang edmodo juga disediakan video tutorial dari narasumber diklat. (arn/*)

Perlunya Penyelamatan Terumbu Karang di Teluk Saleh Sumbawa Besar (Suara NTB) Terumbu karang yang ada di Teluk Saleh saat ini yang masih baik menurut Word Conservation Society (WCS). Kerusakannya hanya 25 persen, ini secara alami disebabkan perubahan iklim yang sangat fluktuatif dan campur tangan manusia. Seperti illegal fishing yang menggunakan bom dan racun ikan. Untuk menghindari kerusakan lebih parah, keberadaan terumbu karang tersebut harus diselamatkan. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, melalui Kasi Pelestarian Sumberdaya Perikanan, M. Ghazali S.Pi. Katanya, di dalam dan sekitar terumbu karang hidup beraneka ragam biota yang umumnya merupakan hewan avertebrata. Berbagai manfaat pun dapat dihasilkan oleh terumbu karang. Tetapi perlu diatur pengelolaannya kare-

na terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal yang ada pada iklim tropis yang paling kompleks dan produktif. Sekaligus pula merupakan ekosistem yang paling rentan terhadap perubahan lingkungan dan juga daya dukung yang terbatas. Berdasarkan laporan status karang Indonesia tahun 2018 yang diterbitkan LIPI, status terumbu karang dalam kategori sangat baik di Indonesia hanya 6,56 persen dengan jumlah 70 site, yang buruk persentasinya 36,18 persen dengan jumlah 386 site. Sementara kategori baik jumlahnya 245 site atau 22,96 persen. Sementara kategori cukup sebanyak 366 site atau 34,3 persen. Makanya Dislutkan, sambung Ghazali awal maret lalu sebelum wabah Covid-19 ini meledak,

sempat melaksanakan pelatihan konservasi bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society (WCS). Yang diikuti kelompok pelestari lingkungan, mahasiswa dan masyarakat nelayan yang perduli dengan lingkungan perairan. Materinya seputar Metode Reef Check, yaitu metode untuk memantau kondisi terumbu karang dan lingkungannya. Metode ini sangat sederhana untuk dipahami dan dilakukan oleh banyak pihak, termasuk masyarakat umum dan turis mancanegara. Dengan metode Reef Check, masyarakat umum dapat terlibat secara aktif dalam memantau terumbu karang dan lingkungannya di daerah masingmasing. Dengan demikian kesadartahuan mengenai terumbu karang dan lingkungannya akan tumbuh dengan lebih kuat. (arn)


SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

PENDIDIKAN

Halaman 6

Perkuliahan Daring Sesuai Kebijakan Pemerintah DALAM upaya pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Corona (Covid-19). Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperpanjang masa belajar siswa madrasah di rumah. Perpanjangan ini menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah hingga tanggal 17 Mei 2020. Demikian disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, H. Azharuddin, MSy, dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (28/4). Dikatakannya, pihaknya (Suara NTB/yon) melakukan perpanjangan H. Azharuddin masa belajar siswa di rumah dikarenakan situasi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan. Artinya, pemerintah tengah fokus memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menghindari adanya pertemuan-pertemuan yang mengumpulkan banyak orang. Salah satunya berupa kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Ia menambahkan, meski masa belajar di rumah siswa diperpanjang, interaksi antara guru dan siswa tetap jalan. Hanya saja berbasis online dengan memanfaat segala media yang dapat digunakan. Termasuk pemberian tugas kepada siswa oleh guru dilakukan penyesuaian berdasarkan kurikulum agar tidak menyimpang dari materi yang dirancang sebelumnya. “Pembelajaran tetap melalui sistem online. Sejauh ini cukup efektif dan siswa mengerjakannya dari rumah,”terangnya. Kendati demikian, H. Azharuddin, berharap supaya antara orang tua dan guru membangun komunikasi yang baik dan intensif. Langkah ini penting dikarenakan pembelajaran di rumah tidak hanya mengandalkan monitoring guru atau pemberian tugas. Melainkan peran orang tua sangat diharapkan dalam mensukseskan pembelajaran di rumah khususnya pada masa pandemi Covid-19. (yon)

Mahasiswa Diberikan Kuota Internet

Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram memperpanjang perkuliahan dalam jaringan (daring) hingga menunggu virus Corona (Covid-19) mereda. STP Mataram juga memberikan kuota internet sebesar Rp150 ribu selama semester genap tahun ajaran 2019/2020 kepada mahasiswa. Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., menyampaikan, bahwa kegiatan perkuliahan dengan sistem daring akan dilanujutkan hingga pengumuman berikutnya. STP Mataram memberikan kuota internet dalam bentuk pemotongan SPP mahasiswa di semester genap ini. “Apabila mahasiwa sudah membayar lunas SPP semester ini, maka potongan SPP akan diterapkan di pembayaran SPP semester berikutnya,” katanya.

Di samping itu, dosen juga dibantu dengan memberikan honor Rp50 ribu per kali mengajar di luar honor mengajar SKS. Bantuan itu dibagikan pada waktu menerima honor mengajar. “Mahasiswa diwajibkan untuk selalu proaktif mengikuti perkembangan situasi kampus terkini,” ujar Halus Mandala. STP Mataram memiliki Tourism Crisis Center (TCC) yang memiliki dua bidang, yaitu akademik dan sosial. Pemberian bantuan menjadi

bagian dari program TCC. Koordinator TCC STP Mataram, Muhammad Jemail, M.Par., menjelaskan ada tiga program utama TCC yaitu pre crisis, crisis dan post crisis. “Pre crisis ada mitigasi dan evakuasi, di crisis bentuk respons atau kesiapsiagaan, bagaimana respon krisis, dan pada post crisis barulah recovery akan kita upayakan beberapa upaya pemulihan,” katanya. Ketua Bidang Akademik TCC STP Mataram, Pu-

trawan Habibi mengatakan pihaknya membuat naskah akademik dalam bentuk response plants dan recovery plan. “Untuk response & recovery plan naskah akademik ini STP Mataram TCC akan membuat naskah akademik untuk KLU,” katanya. Sementara, Ketua bidang Sosial TCC STP Mataram, L.M. Iswadi Athar, M.Pd., menyampaikan, program STP Mataram peduli Covid-19 yaitu pertama, melakukan pengumpulan donasi yang bersumber dari civitas akademika dan keluarga besar STP Mataram. Kedua, membantu masyarakat sekitar sebagai tanggung jawab sosial dengan memberikan paket sembako dalam pemenu-

(Suara NTB/dok)

Halus Mandala han kebutuhan pangan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. (ron)

Momentum Ramadhan

Semangat Literasi Mahasiswa Harus Tumbuh Mataram (Suara NTB) Momentum bulan Ramadhan harus dijadikan sebagai momentum untuk memupuk kembali spirit literasi mahasiswa sebagai pelanjut estafet kepemimpinan negeri ini. Apalagi saat sekarang ini mereka memasuki fase libur kuliah akibat wabah Corona. “Tentu saja mereka punya banyak waktu lagi untuk membaca literatur, sekaligus memperkuat literasi,” kata Dr. Asrin, Pengamat Pendidikan dari FKIP Universitas Mataram pada Suara NTB (Suara NTB/dok) belum lama ini. Asrin Menurutnya, jika berkaca pada sejarah para pendiri bangsa, mereka selalu identik dengan buku. Hampir semua tokoh pergerakan bangsa itu dekat dengan buku. Mereka memiliki kecerdasan karena memang rajin membaca buku. Mengutip Rosihan Anwar, seorang wartawan nasional, menceritakan pada bukunya Sejarah Kecil (Petitte Histoira) Indonesia, tentang kesibukan Sukarno di tahanan Bengkulu. Suatu hari Soekarno membeli buku Bibliotic terlengkap di Bengkulu. Di penjara ia juga memberi les belajar kepada Jimmy anak Residen Bengkulu. Suatu saat, Jimmy masuk ke ruangan Sukarno, dia melihat Sukarno sedang membaca buku itu. Begitu pula Muhammad Hatta. Tokoh proklamator ini juga diceritakan sebagai orang yang sangat suka membaca buku. Suatu saat ketika dibuang ke Pulau Banda Naira di Maluku bersama Sutan Syahrir, kesibukannya, untuk membawa bukunya berpetipeti, bahkan hampir tidak mampu diangkut helikopter. “Apa yang kita petik dari semangat Bapak Proklamator tersebut adalah tingginya motivasi membacanya agar mampu eksis dalam pergumulan nasional dan internasional,” ujar Asrin. Inilah kata Asrin, yang turut membentuk karakter para generasi muda saat memperjuangkan Indonesia merdeka. Kekuatan mereka dalam membaca buku, tentu harus diikuti generasi muda hari ini. “Membaca itu perintah Allah SWT kepada kanjeng Nabi Muhammad pada bulan Ramadhan. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan literasi,” urainya. Selain itu, data menunjukkan bahwa minat membaca orang Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan negara-negara lainnya. Padahal di satu sisi kita ingin bangsa ini lebih berkualitas, maka hendaknya meningkatkan semangat membacanya. Problemnya upaya kuat menggiatkan membaca dalam keluarga kita, Indonesia, belum mentradisi kuat, sampai saat ini. “Orang Indonesia minat bacanya tinggi, membaca yang tidak bermanfaat, tapi daya membacanya rendah, membaca artikel atau buku yang lebih tebal isinya,” tutup Asrin. (dys)

Sekolah Maksimalkan Pembelajaran selama Belajar Mandiri di Rumah Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB resmi memperpanjang kegiatan belajar mandiri di rumah bagi siswa SMA, SMK, dan SLB se-NTB sampai tanggal 11 Mei 2020. Pihak sekolah berupaya memaksimalkan pembelajaran selama masa belajar mandiri di rumah. Kepala SMA Tunas Daud Mataram, Fransisco Thathit Sudarsono, S.Psi., pada Senin (27/4) mengatakan SMA Tunas Daud memperpanjang proses belajar di rumah selama dua minggu, yang semula berakhir pada Senin kemarin, menjadi sampai dengan Senin (11/5). Pihaknya mengarahkan agar belajar di rumah bisa dilaksanakan maksimal. “Mari kita bersama untuk kegiatan belajar di rumah semaksimal mungkin untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kecerdasan dan kewirausahaan bagi putra/putri kita,” ujarnya yang tertulis di surat kepada orang tua dan wali siswa. Ia juga meminta kerjasama wali murid untuk terus mendorong putra dan putrinya yang belum mengumpulkan tugas tepat waktu menjadi tepat waktu. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih untuk orangtua/wali yang sudah melakukannya. Di samping itu, siswa diperbolehkan atau wajib untuk bertanya kepada guru mata pelajaran atau wali kelas jika menemukan hal-hal yang kurang jelas dari pembelajaran daring yang diberikan. Jika guru menggunakan Google Classroom, siswa yang bertanya diimbau untuk langsung menuliskan pertanyaannya di situ. Sehingga apabila ada pertanyaan yang sama dari siswa lain dapat dijawab sekali oleh guru, tanpa harus mengulang-ulang. “Jika siswa mengirim tugas langsung ke guru mata pelajaran, siswa wajib menginformasikan ke wali kelas. Karena wali kelas harus rekap tugas yang sudah dikirim oleh siswa,” katanya. Sementara itu, Kepala SMAN 7 Mataram, Munawar mengatakan untuk kegiatan selama bulan Ramadan, pihaknya tidak mengadakan sama sekali kegiatan siswa di sekolah. Selama belajar mandiri di rumah, SMAN 7 Mataram fokus pada pembelajaran daring bagi siswa kelas X dan XI. “Kalau kegiatan siswa tidak ada sama sekali, guru dan tenaga yang lainnya dibuatkan jadwal piket menghindari kerumunan, kecuali usia di atas 50 bekerja dari rumah,” ujar Munawar. (ron)

(Suara NTB/ham)

CARI BUKU - Pada bulan Ramadhan ini, terutama di tengah pandemi Corona, membaca merupakan salah satu cara mengusir kebosanan selama berada di rumah. Buku-buku agama menjadi salah satu jenis buku yang paling banyak dicari. Tampak salah satu pembeli sedang melihat judul buku di salah satu toko buku di Cakranegara, Selasa (28/4).

Ponpes Al-Umariyah RKAS Diminta Sesuaikan dengan Perubahan Juknis dan BOP Berencana Buka Jenjang Mataram (Suara NTB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan segera melakukan penyesuaian Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB juga telah meminta sekolah menyesuaikannya. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, H. Muhammad Fauzan pada Selasa (28/4) mengatakan, hal itu agar sejalan dengan penyesuaian petunjuk teknis (juknis) dana BOS dan BOP untuk membantu sekolah menghadapi kondisi darurat akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). “Sudah kami sampaikan ke sekolah, ada juga ketentuan yang sudah dikirim oleh Dinas Dikbud NTB ke sekolah. RKAS itu menjadi dokumen sekolah nanti laporan penggunaan keuangannya baru ke kami,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy

Furqan, M.Pd., mengatakan, pembayaran honor bagi guru non ASN dari dana BOS harus memenuhi persyaratan tercatat pada dapodik per 31 Desember 2019. Guru itu juga belum mendapatkan tunjangan profesi. “Dan memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah dalam masa penetapan status darurat kesehatan masyarakat Covid-19 oleh pemerintah pusat,” ujarnya. Pihaknya sudah mengeluarkan surat dengan nomor 913/7066UM/Dikbud perihal pembayaran guru non ASN dari dana BOS. Surat itu arahan untuk menindaklanjuti Permendikbud nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler. Aidy menjelaskan ketentuan dalam pembayaran honor dari dana BOS yaitu setiap guru wajib membuat laporan progres pelaksanaan pembelajaran, baik melalui daring atau bentuk layanan pembelajaran lainnya. Besaran honor yang dibayarkan dari dana BOS, maksimal setara dengan besaran honor yang dibayarkan dari

Jasa Jam Mengajar (JJM) Pemerintah Provinsi NTB. Di samping itu, pelaksanaan pembimbingan oleh guru Bimbingan dan Konseling atau guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan membimbing paling sedikit satu rombongan belajar. “Guru yang tidak memiliki progres layanan belajar selama wabah Covid-19 tidak berhak dibayarkan jasa jam mengajarnya dari dana BOS,” ujar Aidy. Beberapa aturan lainnya mengenai perubahan penggunana dana BOS antara lain jika sebelumnya persentase maksimal penggunaan dana BOS untuk honorer sebesar 50 persen, di juknis baru aturan itu tidak berlaku, sehingga bisa digunakan lebih dari 50 persen. Ada juga aturan yang mengatur tentang dana BOS dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik atau peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan. (ron)

Pendidikan MI

Praya (Suara NTB) Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Umariyah salah satu pondok pesantren berkembang di Kabupaten Lombok Tengah. Sarana dan prasarana di lingkungan pendidikan ini juga masih terbilang berkembang dalam pengertian tidak terlalu maju, namun juga tak bisa disebut tidak punya sama sekali. Kini di tengah kondisi lingkungan pondok yang masih serba berkembang itu, ponpes ini berencana akan membuka jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat dengan SD. Pengasuh Ponpes AlUmariyah, Abdullah Zulfa, mengaku pihaknya punya keinginan agar memiliki lembaga pendidikan jenjang MI. Menurutnya MI memiliki peluang besar untuk dibuka di tempatnya. “Kalau sudah selesai Corona ini saya mau coba bergerak bentuk MI,” ujar Abdullah Zulfa, pada Suara NTB, Selasa (28/4). Dikatakannya lembaga pendidikan MI merupakan lembaga pendidikan dasar yang memiliki tingkat penting yang tinggi bagi pembentukan generasi di tengah masyarakat. Katanya pemben-

tukan karakter paling dasar tentu saja berasal dari jenjang pendidikan dasar MI. Mengingat di masa ini, seorang anak sedang memasuki masa perkembangan dan pertumbuhan secara fisiologis dan psikologis. Hal demikian berbeda bila di bandingkan dengan kondisi peserta didik yang berasal dari jenjang pendidikan MTs setara SMP dan MA setara SMA. Kedua jenjang pendidikan itu akan menghasilkan hasil sesuai output mereka berasal pada saat menyelesaikan jenjang pendidikan dasarnya. Maka dalam konteks tersebut pengelolaan pendidikan dasar jadi sangat penting diperhatikan dengan benar sebagai dasar membina karakter di permulaan peserta didik mengenal dunia pendidikan. Tentu saja kondisi ini, katanya, memberikan tanggung jawab tersendiri bagi pondok pesantren untuk terlibat ambil bagian melahirkan generasi hebat dari sejak mereka memasuki pendidikan dasar. Oleh karenanya pihaknya berencana untuk menambah jenjang pendidikan yang telah ada sebelumnya. (dys)

Pembelajaran Daring dan Kegiatan Terima Santri Baru di Sekolah Tetap Dilakukan Ponpes Tawarkan Program Mataram (Suara NTB) Masa belajar di rumah yang diperpanjang membuat sekolah tetap melaksanaan pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring). Kegiatan pelayanan rutin juga tetap dilaksanakan oleh sekolah, seperti yang dilakukan oleh SMAN 4 Mataram. Kepala SMAN 4 Mataram, Drs. Jauhari Khalid pada Selasa (28/4) mengatakan, pembelajaran daring tetap berjalan di SMAN 4 Mataram. Guruguru memberikan materi dan penugasan secara daring kepada siswa. Selain itu terkadang juga dilakukan rapat kecilkecilan bersama wakil kepala sekolah terkait pembelajaran jarak jauh. “Tidak ada kegiatan khusus kami selama bulan Ramadhan, pembelajaran daring tetap berjalan,” ujarnya. Di samping itu, pihaknya juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat atau siswa, seperti melayani siswa yang melakukan legalisasi nilai untuk melengkapi dokumen Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Juga bagi siswa atau lulusan yang mau masuk TNI atau Polri. “Kami juga melakukan bersih-

(Suara NTB/dok)

Jauhari Khalid bersih sekolah dan penghijauan halaman sekolah,” katanya. Selain itu, SMAN 4 Mataram terus berupaya meningkatkan kemampuan akademik siswa melalui pembentukan kelas unggulan. Kelas unggulan yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir itu untuk mempersiapkan siswa mengikuti lomba bersifat akademis. Pihaknya juga mencoba membuka kelas unggulan. Kelas unggulan terdiri dari siswa yang diterima pada Pen-

erimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi. “Siswasiswa itu lulus PPDB jalur prestasi, dari sisi nilai ratarata tinggi nilainya,” katanya. Berbagai program diberikan bagi siswa di kelas unggulan itu. Jauhari menyampaikan siswa di kelas unggulan diberikan tambahan jam belajar. Tambahan jam belajar itu dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Pemberian tambahan pelajaran itu dilaksanakan mulai pertengahan tahun lalu. Jauhari menjelaskan, melalui tambahan belajar itu, kemampuan akademis para siswa itu diasah untuk menjadi lebih baik lagi. Nantinya mereka akan diikutkan untuk menjadi peserta lomba bersifat akademis seperti olimpiade sains nasional atau perlombaan lainnya yang sejenis. “Melalui unggulan kita asah anak-anak yang punya kemampuan lebih untuk menjadi peserta lomba. Ketika ada lomba akademis, anak-anak sudah siap, tidak perlu ada persiapan khusus atau mencari siswa, jadi kami ambil langsung siswa dari kelas unggulan,” katanya. (ron)

Unggulan

Tanjung (Suara NTB) Penerimaan santri baru tahun ajaran baru segera di mulai. Situasi pandemi Covid-19 tidak menghentikan langkah sekolah dan madrasah membuka pendaftaran penerimaan peserta didik atau santri baru. Berbagai strategi dan cara dilakukan untuk menarik minat masyarakat memasukkan putra dan putri mereka. Mulai dari memperkenalkan ekstrakurikuler sekolah hingga menawarkan beragam program unggulan. Pimpinan Pondok Pesantren Miftahuddin, M.Pd., menerangkan pihaknya tetap membuka jadwal penerimaan santri dan santriwati baru sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Meski situasi sedang dalam kondisi Covid-19, namun pihaknya tidak menjadi kendala untuk tetap membuka penerimaan santri dan santriwati baru. Jadwal penerimaan santri dan santriwati baru tetap dibuka. Sementara pada rekrutmen santri dan santriwati baru tahun ini, pihaknya menawarkan berbagai program unggulan

yang pastinya menjadi daya tarik bagi masyarakat. Dikatakannya program unggulan yang ditawarkan ke masyarakat di antaranya ialah program takhassus selama 4 tahun, praktik dwi bahasa sehari-hari, pidato tiga bahasa, seni hadrah, wisata religi, seni kaligrafi, dan kewirausahaan. Ke semua program unggulan tersebut katanya, untuk menarik minat masyarakat agar tertarik memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan pesantren. Tentu saja dengan harapan agar pesantren semakin diminati. Sebagaimana diketahui persaingan di dunia pendidikan jelang memasuki tahun ajaran baru selalu saja terjadi. Bahkan akibat persaingan itu ada sekolah yang tidak kebagian peserta didik baru. Oleh sebab itu, kata dia, inovasi dan program unggulan yang ditawarkan ke masyarakat ini sebagai jalan alternatif agar pada penerimaan peserta didik baru tahun ini bisa turut bersaing dengan lembaga pendidikan umum lainnya. (dys)


POLHUKAM

SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

Kajati Instruksikan Seluruh Kajari Awasi Dana Covid – 19

NTB Masih Kekurangan APD

Mataram (Suara NTB) Pengawasan berjenjang dilakukan korps Adhyaksa terkait dana Covid – 19 yang dilakukan realokasi dan refocusing. Setelah mendapat instruksi dari Kejaksaan Agung, instruksi yang sama diteruskan ke Kejari kejari.

(Suara NTB/ist)

KASUS warga yang positif covid-19 di Provinsi NTB terus meningkat. NTB berada pada posisi tujuh besar daerah di Indonesia dengan kasus positif Covid-19. Penambah jumlah kasus Covid-19 diperkirakan akan terus bertambah sampai satu bulan kedepan. Melihat hal itu DPRD NTB melalui tim satgas penanganan Covid-19 terus bergerak untuk memastikan penanganan Wabah Covid19 itu di NTB berjalan dengan baik, sehingga dapat cepat selesai. Salah satu jadi prioritas satgas penanganan Covid-19 Dewan itu TGH. Mahalli Fikri yakni pada aspek pencegahannya dan penanganan medisnya. Tim Satgas Penanganan Covid-19 DPRD Provinsi NTB kemudian melakukan rapat koordinasi bersama Direktur RSUP Provinsi NTB. Pihak satgas ingin mendengarkan laporan terkait dengan kesiapan pihak RSUP Provinsi NTB dan sejauh mana penanganan pandemi Covid-19 di NTB. “Kita ingin membangun kerjasama antara pihak eksekutif dengan legislatif dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19 DPRD Provinsi NTB bersama RSUP Provinsi NTB, untuk bersama-sama melawan Covid-19 ini. Apa yang menjadi kendal kita akan berikan dukungan secara politik,” ujar Ketua Satgas penanganan Covid-19 DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri. Setelah mendengarkan penjelasan dari Direktur RSUP NTB, disampaikan Mahalli bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki oleh RSUP NTB di dalam penanganan wabah Covid-19. Salah satu kendala terbesarnya sejauh ini adalah terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. “Stok yang ada diperkirakan dapat dipergunakan kurang lebih selama 2 Bulan. Terutama sekali jenis masker N95 serta beberapa jenis alat kesehatan yang produksinya tidak berada di Indonesia,” ungkap Mahalli. Selain itu, saat ini penanganan pasien Covid-19 dengan non Covid-19 masih belum terpisahkan dengan ketat. Menurutnya perlu ada pemisahan sehingga bisa penanganan dapat maksimal. Hal itu lah yang juga diharapkan oleh pihak RSUP sehingga penanganan pasien Covid-19 ini dipastikan aman dan terlokalisasi. “Ini yang selanjutnya mulai memikirkannya untuk memisahkan ruang/gedung penanganan antara pasien Covid dengan Non-Covid sehingga penanganan dapat maksimal. Kita akan bicarakan dengan Pemprov,” kata Mahalli yang juga Ketua Komisi V DPRD NTB itu. Ditegaskan oleh Mahalli bahwa hasil pengawasan yang dilakukannya itu akan disampaikan ke pimpinan DPRD NTB. Kemudian akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mendorong cepat menindaklanjutinya. Sehingga penanganan wabah Covid-19 ini bisa lebih cepat. “Kita akan memberikan perhatian khusus terhadap apa yang menjadi usulan dan kebutuhan dari pihak RSUP sekaligus juga terus mendorong Pemerintah Daerah agar memprioritaskan kepentingan penanganan Covid-19 di NTB,” pungkasnya. (ndi)

Halaman 7

Instruksi itu diteruskan melalui video conference oleh Kajati NTB, Nanang Sigit Yulianto, SH., MH didampingi sejumlah Asisten. Dalam instruksinya, Kajati meminta dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran Covid – 19. Mengutip suasana pertemuan itu, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH menjelaskan, Kajati pada rapat jarak jauh itu meminta seluruh Kajari agar memantau perkembangan situasi daerah, sehubungan dengan pelaksanaan keadaan darurat Covid – 19. “Termasuk perkembangan pendampingan anggaran refocusing Covid-19 dan pelaksanaan tugas penegakan hukum di daerah masingmasing,” ujar Dedi Irawan. Kejaksaan Agung sebelumnya mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kejati, termasuk Kejati NTB untuk memantau proses refocusing dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid - 19. Selain memantau,

Kejati diminta menjalankan fungsi pendampingan untuk pencegahan penyimpangan. Isi instruksinya, optimalisasi pelaksanaan pendampingan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid 19). Jamdatun dalam proses ini melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) BPKP Bidang Polhukam PMK, bersama Sesjam Datun, Para Direktur di Jamdatun, Kapuspenkum dan Kapusdaskrimti serta para Kasubdit di lingkungan Jamdatun. Dedi Irawan mengutip penjelasan Jamdatun Ferry Wibisono, in house training itu untuk memberi pengarahan kepada para jaksa dalam mendampingi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Hal ini dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor

4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid 19). Diungkapkannya, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi NTB dapat berperan aktif dalam proses pelaksanaan Inpres Nomor 4 Tahun 2020, yakni dengan mendampingi proses refocusing kegiatan dan realokasi anggaran dalam rangka percepatan penanganan pandemic Covid 19. “Sepanjang masalah hukumnya saja dengan proses kegiatan pendampingan hukum (legal assistance),” kata Dedi Irawan. Terkait itu, Jamdatun lanjutnya, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 02/G/GS.2/ 04/2020 tentang Pedoman Pendampingan Hukum Keperdataan Pengadaan Barang/ Jasa Dalam Keadaan Darurat. Sementara gambaran awal dari Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran

(Suara NTB/why)

SAKSI - Mantan Bupati Lombok Barat H Zaini Arony, Selasa (28/4) melalui sambungan video konferensi bersaksi dalam perkara kasus kerjasama Perusda PT Tripat dengan PT Bliss pada pengelolaan LCC.

Bupati Tanda Tangan Tapi Tak Tahu Isinya

(Suara NTB/why)

Pungli Dana Gempa, Fasilitator RTG Divonis Ringan Mataram (Suara NTB) – Tiga fasilitator rehab rekon pasagempa Lombok, Lalu Nu’mansyah, Lalu Samsul Anwar, dan Doni Bayangkari tanpa menunda-nunda langsung menerima putusan hakim. Mereka diputus bersalah dan divonis penjara satu tahun karena pungli Rp5,2 juta dari dana pembangunan RTG. Jaksa penuntut umum sebelumnya mengajukan tuntutan pidana penjara selama lima tahun. Tiga terdakwa ini menjalani sidang jarak jauh, Selasa (28/4). Mereka yang menjalani penahanan di Lapas mengikuti sidang melalui video konferensi. Dari video mereka terhubung dengan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram dengan ketua majelis hakim Sri Sulastri. Majelis hakim menyatakan tiga terdakwa tersebut bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pungli sebesar Rp5,2 juta. “Oleh karenanya menjatuhkan pidana kepada masingmasing terdakwa dengan penjara selama satu tahun,” kata Sri membacakan amar putusannya. Selain itu, setiap terdakwa dihukum membayar denda masing-masing Rp50 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama satu bulan. Nu’man, Samsul, dan Doni langsung menyatakan menerima putusan tersebut. Mereka dihukum lebih ringan. Hakim dalam pertimbangannya menilai tiga terdakwa bersalah melanggar pasal 11 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Tidak ada unsur memaksa dan barang buktinya hanya Rp5,2 juta,” imbuh anggota majelis hakim Fathurrauzi menambahkan. Jaksa penuntut umum Adin Nugroho mengatakan pikirpikir. Sebab sebelumnya pihaknya mengajukan tuntutan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Pembuktian pasalnya pun pasal 12 e UU Tipikor. Tiga fasilitator RTG ini mendampingi rehab rekon pascagempa di Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah. Mereka terbukti menerima fee dari proyek RTG HLG BPKB R4 TIMOR Pokmas Amanah di Dusun DR.405 DA NOKA/NOSIN : Montong Dao. Uang itu KNAFA3212V5682639/B5- diberikan Direktur CV 795974 NO.BPKB 7944654.0 Fana Alam Semesta JauAN.LALU A.ZOHRI HLG hari Mukti Aminullah seDSKTR RUMAH PELAPOR suai permintaan komisi dua persen. Setoran itu diambil HLG STNK R2 HONDA DR. dari nilai kontrak dengan 4863 RA NOKA/NOSIN : Pokmas Amanah sebesar M H I J F Y 1 1 4 J K 1 1 7 5 0 8 / Rp650 juta. Uang sejumlah YFY1E-1113240 NO.BPKB itu untuk pembangunan 13 N.08951287 AN.USMAN unit rumah rusak berat terHLG SKTR JL.LANGKO dampak gempa Lombok KOTA MATARAM Agustus 2018 lalu. (why)

HILANG

(Fitra) NTB, Ramli Ernanda menyebut, potensi anggaran yang bisa dialihkan atau dirasionalisasi oleh Pemprov NTB sekitar Rp1,26 triliun untuk penanganan Corona. Ia menjelaskan rasionalisasi anggaran untuk penanganan Corona berdasarkan keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan Menteri Keuangan (Menkeu) pada 9 April lalu. Dimana, Pemda diminta segera melakukan penyesuaian APBD 2020 dengan rasionalisasi belanja langsung dengan ske-

ma 50 persen. Berdasarkan hitungan Fitra NTB, potensi anggaran Pemprov dalam APBD 2020 di pos belanja langsung yang dapat dirasionalisasi untuk penanganan Corona sebesar Rp1,26 triliun lebih. Dengan rincian, sebesar Rp730 miliar dari hasil rasionalisasi belanja barang dan jasa. Serta Rp450 miliar dari rasionalisasi belanja modal. Selain itu, kata Ramli, belanja pegawai atau honor-honor kegiatan di komponen belanja langsung juga direalokasi untuk penanganan Corona. (ars)

Sentra Gakkumdu Tetap Diaktifkan

KSO PT Tripat-PT Bliss

SIDANG JARAK JAUH - Sidang video konferensi perkara pungli RTG Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (28/4). Tiga terdakwa fasilator RTG yang mengikuti sidang dari jarak jauh ini dijatuhi pidana penjara masing-masing satu tahun.

(Suara NTB/penkum)

PIMPIN RAPAT - Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto saat memimpin rapat bersama jajarannya terkait pengarah kepada seluruh Kajari terkait pengawasan Covid – 19.

Mataram (Suara NTB) – Mantan Bupati Lombok Barat Dr H Zaini Arony bersaksi dalam perkara korupsi PT Tripat pada pengelolaan Lombok City Center (LCC). Zaini ikut meneken perjanjian kerjasama yang banyak merugikan Pemda. Tapi mengenai isinya, mantan Komisaris PT Tripat ini tidak tahu. Begitu juga nasib kerjasamanya. Zaini menjadi saksi dalam perkara terdakwa mantan Dirut PT Tripat Lalu Azril Sopandi dan mantan Manajer Keuangan PT Tripat Abdurrazak. Zaini mengikuti sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram secara jarak jauh dari Lapas Mataram, Selasa (28/4). Jaksa penuntut umum membuka pertanyaan Kerjasama Operasional (KSO) PT Tripat dengan PT Bliss Pembangunan Sejahtera pada pengelolaan mal Lombok City Center di Narmada, Lombok Barat. Perjanjian dibuat tahun 2012. Zaini, Azril, dan PT Bliss melalui Isabel Tanihaha tanda tangan KSO di hadapan notaris Hamzan Wahyudi. Poin kontroversial KSO-nya yakni perjanjian tidak ada batas waktu, lahan boleh dikaveling untuk ruko dan toko, serta sertifikat lahan boleh diagunkan. “Itu tidak sempat saya baca. Saya tidak tahu,” kata Zaini. Zaini menambahkan, dia kala itu meminta Azril berkonsultasi dengan mantan Sekda Lombok Barat H Uzair terkait dengan aspek teknis kerjasama. “Karena itu antar perusahaan. Bukan dengan daerah walaupun itu perusahaan daerah,” jelasnya. Penasihat hukum Azril Edy Kurniadi lantas menunjukkan bukti surat pengajuan kerjasama dari Azril untuk Zaini. Hal itu menunjukkan sejak awal Zaini sudah tahu KSO itu. “Soal itu saya lupa,” jawab Zaini. Perjanjian itu pun secara administrasi melewati berbagai tingkatan persetujuan. Mulai dari paraf Bagian Hukum Setda, Sekda, sampai Bupati. Tapi Zaini tetap berkelit. “Aspek substansi saya tidak tahu. Tapi secara umum itu soal pembangunan mal dan waterpark,” terangnya. Soal keuntungan yang diperoleh Pemda dari patungan kelola mal juga Zaini tidak tahu. Termasuk meminta kejelasan keuntungan karena Pemda melalui PT Tripat sudah ikut setor modal lahan 8,4 hektare. “Saya tidak baca secara teknis perjanjiannya. Itu Dirut (PT Tripat) dengan dirut (PT Bliss) yang

lebih mengerti aspek bisnisnya,” paparnya. Awal mula PT Bliss masuk dengan investasi besar juga menurut Zaini sangat sepele. Menurutnya, situs resmi Pemda Lobar kala itu yang membuat PT Bliss tertarik. “Termasuk yang di Gerimak ini (LCC) dimasukkan web diakses berbagai perusahaan lalu dia berminat dan bertemu mengajukan usulan. Berikutnya kita kembangkan lagi saat itu PT Bliss dengan Tripat jadi saling kenal,” kata Zaini. PT Bliss sekira tahun 2012 datang menemui langsung di kantor Bupati Lombok Barat. PT Bliss diwakili Martin Tanihaha dan Isabel Tanihaan, pasangan ayah dan anak. Bliss belum punya rekam jejak berinvestasi di NTB. “Saya tidak tahu kualitas PT Bliss. Setelah PT Bliss datang, tertarik, langsung deal dengan PT Tripat soal bisnis yang mau dikembangkan. Yang pilih tentu Tripat saat Dirutnya Azril,” sebut Zaini. Zaini juga mengaku tidak tahu perihal sertifikat lahan yang ternyata diagunkan PT Bliss. “Saya malah tahunya dari media. Saya tidak terima laporan baik itu di RUPS sekalipun. Sertifikat kan sudah dalam penguasaan PT Tripat,” ucapnya. Tapi Azril lantas memberikan tanggapan. Martin dan Isabel pernah datang ke Kantor Bupati hendak menemui Zaini soal mau agunkan sertifikat yang memang tertuang di KSO. “Saya antar Isabel ketemu Pak Bupati untuk tanda tangan surat. Persetujuan pemilik itu syarat bisa diagunkannya sertifikat. Pemiliknya kan Bupati,” jawabnya. Selain soal agunan, KSO memuat penggantian dua gedung Dinas Pertanian Lombok Barat. yang menurut Zaini itu sebagai kewajiban PT Tripat sebagai pihak yang diberi penguasaan lahan. PT Bliss yang mengeluarkan duit Rp2,7 miliar kepada PT Tripat untuk bangun gedung dimaksud. “Saya angggap itu tanggung jawab PT Tripat untuk pindah kantor pertanian. Saya berurusannya dengan PT Tripat bukan dengan PT Bliss. Soal uangnya saya tidak tahu detil,” kata Zaini. Kesaksian lain yang digali yakni mengenai asal usul penyertaan modal berupa lahan kepada PT Tripat. Zaini mengatakan, PT Tripat memang diberi lahan aset Pemda dalam bentuk penyertaan modal. “Tanah itu dipindahbukukan sebagai kekayaan yang dipisahkan karena jadi modal perusahaan daerah,” terangnya.

Prosesnya itu sejak tahun 2010. Yang mana lahan itu disengketakan kepemilikannya. Walaupun akhirnya Pemda Lobar menang sampai tingkat kasasi MA. “Karena itu jadi milik Tripat jadi harus Tripat yang selesaikan,” ucap Zaini. Sengketa lahan selesai. bahkan walau sampai harus merogoh kocek Rp1 miliar. Uang itu disetor ke mantan Kades Gerimak H Misari sebagai kompensasi. Tapi nyatanya, uang dibagi-bagi. Misari dapat Rp600 juta. Azril Rp400 juta. Azril malah mengaku cuma ambil Rp250 juta. “Kalau soal itu, secara formal Azril menemui saya tidak pernah. Mungkin secara informal tapi saya tidak ingat. Saya lupa,” kata Zaini. (why)

Mataram (Suara NTB) – Meskipun tahapan kontestasi di Pilkada serentak ditunda selama tiga bulan, dan akan diaktifkan lagi pada Juni mendatang. Akan tetapi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) dipastikan tidak dibekukan atau tetap aktif bekerja. Sentra Gakkumdu yang terdiri dari tiga lembaga yakni, Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan dipastikan tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab, untuk memproses dan menindaklanjuti jika ada temuan dan laporan terkait dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu dalam proses kontestasi di Pilkada. “Sentra Gakkumdu tetap aktif,” kata ketua Bawaslu kota Mataram, Hasan Basri yang dikonfirmasi, Selasa (28/4). Pembentukan Sentra Gakkumdu dalam rangka pelaksanaan Pilkada kota Mataram sudah dilakukan sejak Februari lalu, atau sebelum diberlakukan darurat pandemi Covid-19 tersebut. Sentra Gakkumdu bertujuan untuk memproses dan menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran pidana dalam pelaksanaan Pilkada. Mulai dari tahap pemeriksaan, penyelidikan, Penyidikan hingga pelimpahan ke persidangan. Pasalnya, dalam undangundang 10 tahun 2016 Pilkada ditegaskan bahwa proses pelanggaran pidana di Pilkada wajib melalui proses sentra Gakkumdu. “Jika ada temuan atau laporan potensi pidana, tetap akan ditindaklanjuti oleh Sentra Gakkumdu,” terangnya. Lebih lanjut, sejak terbentuk Sentra Gakkumdu, pihaknya belum menemukan atau menerima laporan dugaan pelanggaran bersifat pidana di Pilkada. Sehingga dipastikan sejauh ini belum ada dugaan pelanggaran pidana diproses dan ditindaklanjuti di Sentra Gakkumdu. Sesuai aturan dan ketentuan berlaku, Bawaslu memiliki waktu paling lambat 12 hari untuk melakukan kajian dan telaah ada atau tidak dugaan pelanggaran pidana dalam kasus tersebut. Itu sejak kasus ditemukan atau dilaporkan ke Bawaslu. Jika kajian dan telaah Bawaslu menyatakan ada dugaan pelanggaran pidana, maka kasus itu akan diproses dan ditindaklanjuti di Sentra Gakumdu. “Karena belum ada temuan atau laporaan dugaan pelanggaran pidana. Jadi belum ada diproses di sentra Gakkumdu,” paparnya. Dia menambahkan, meski pihaknya sudah memberhentikan sementara pengawas adhoc yakni pengawas pemilu di tingkat kecamatan dan pengawas pemilu di tingkat Kelurahan. Tetapi pihaknya tetap meminta mereka melakukan pengawasan partisipatif. Artinya pengawasan sebagai masyarakat umum. “Kita tekankan mereka pengawasan partisipatif,” katanya. Sesuai dengan arahan dan instruksi dari Bawaslu RI dan Bawaslu NTB, pihaknya tetap mengaktifkan Sentra Gakumdu meskipun tahapan Pilkada ditunda. “Jika ada temuan atau laporan dugaan pelanggaran pidana. Tentu itu akan diproses di sentra Gakumdu,” pungkasnya. (ndi)


SUARA NTB

Rabu, 29 April 2020

Halaman 8

Pasien Positif di Lotim Makin Banyak Sembuh Selong (Suara NTB) Setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit, akhirnya tercatat 11 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Lotim dinyatakan sembuh dari 23 total keseluruhan pasien terkonfirmasi positif asal Kabupaten Lotim. Sementara 12 orang diantaranya sampai saat ini masih menjalani perawatan medis dengan kondisi semakin

H. M. Juaini Taofik

membaik. Disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, Selasa (28/4), dari 11 orang pasien yang dinyatakan sembuh tersebut, dimana 2 orang sebelumnya dirawat di RSU Provinsi NTB dan 9 orang dirawat di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Dari 11 pasien sembuh tersebut, 5 orang berasal dari klaster Jakarta dan 6 orang dari klaster Gowa. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahm a n , M.Kes, menambahkan, 2 3 pasien terkonfirmas i posit i f ini

Rekayasa lalulintas

tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Lotim, di antaranya Kecamatan Aikmel 4 orang, Pringgasela 3 orang, Terara 1 orang, Sakra 6 orang, Jerowaru 2 orang, dan Sambelia 1 orang. Selanjutnya Kecamatan Pringgabaya 1 orang, Wanasaba 1 orang, Suralaga 1 orang, Labuhan Haji 2 orang, dan Kecamatan Selong 1 orang. “Ini kabar baik bagi kita semua. Hari ini, 11 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baik yang dirawat di RSUD Selong dan RSU provinsi dinyatakan sembuh,” terangnya. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Lotim tercatat 110 orang, 66 orang dirawat di RSUD Selong dan RSU Provinsi NTB dan 44 orang di Rusunawa dan Ponpes Al. Gontory. Untuk di RSUD dan RSUP, selesai dalam pengawasan 42 orang, masih dalam pengawasan 24 orang. Di Rusunawa dan Ponpes, selesai dalam pengawasan nol, masih dalam pengawasan 44 orang. “Untuk PDP ini tersebar di 8 kecamatan, di antaranya Kecamatan Sembalun, Masbagik, Montong Gading, Sikur, Sakra Barat, Suela, Lenek, Sakra Timur, dan Keruak,” bebernya. Sementara untuk zona hijau sampai saat ini hanya Kecamatan Sukamulia dengan jumlah PPTG 325 orang dan ODP 28 orang. Adapun jumlah PPTG di Lotim 14.164 orang, selesai isolasi 10.918 orang, masih isolasi 3.246 orang, OTG 887 orang, selesai dalam pemantauan 242 orang, masih dalam pemantauan 645 orang. Untuk ODP 1.657 orang, 1.605, di antaranya 1.427 orang selesai dalam pemantauan dan 178 masih dalam pemantauan. ODP mandiri 52 di Rusunawa, 36 orang selesai dalam pemantauan dan 16 orang masih dalam pemantauan. Direktur RSUD. R. Soedjono Selong, dr. M. Tantowi Jauhari, menjelaskan dari total 11 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh tersebut, enam orang di antaranya Tn. SR (54) asal Lingkungan Seruni, Kecamatan Selong, Tn. LAM (35) laki-laki asal Banok, Lotim, Tn. TR (52) laki-laki asal Desa Jurit Baru, Lotim. Selanjutnya, Tn. MZ (36) asal Terara, MA (64) Korleko, Lotim. Lima pasien ini memiliki ri-

wayat kontak ke daerah terjangkit Gowa. Sementara pasien sembuh keenam, KA (39) asal Desa Bebidas riwayat bepergian ke Madura. “Keenam pasien ini dinyatakan sembuh dan dalam keadaan sehat. Hari ini, (kemarin,red) dipulangkan,” jelasnya. Satu PDP dipulangkan dalam keadaan sehat dengan dua kali swab negatif, Tn. MS (36) laki-laki asal Keruak, Lotim dengan riwayat kontak ke daerah terjangkit Gowa. Sementara itu, dalam hal penyaluran bantuan kepada masyarakat, berbagai upaya dilakukan Pemda Lombok Timur (Lotim) dalam meminimalisir terjadi ketimpangan data. Menyikapi hal tersebut, Sekda Lotim, H. M. Juani Taofik menyebutkan, amanat Bupati H. M. Sukiman Azmy yang disampaikan pada semua Kades se Lombok Timur, bahwa Sekda ditugaskan sebagai Koordinator dalam pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Kondisi yang saat ini diakui cukup sulit, terlebih harapan masyarakat yang ingin cepat dilayani, sedang di sisi lain tekanan regulasi yang ada, sedapat mungkin untuk menghindari nama ganda pada Penerima JPS. Maka, harus dibuktikan dengan nomer Kepala Keluarga (KK) paparnya didepan para insan pers. Data Dinas Dukcapil, ada sekitar 20 ribuan KK yang telah jadi, namun belum diterima oleh warga. Itu sebenarnya bisa dijadikan dasar dalam pemberian JPS. Hingga Senin, untuk bantuan paket sembako, telah terdata 150-an Desa yang telah selesai dengan by name by adress. “Mengingat, kontrak pengadaan Sembako harus disegerakan, maka kami memesan dulu sejumlah 70 ribu paket berdasarkan data dari Dukcapil. Tentunya, dengan pendekatan KK, bukan per orang warga,” jelasnya. Sekda mengatakan, dalam tahap pertama ini, Pemda belum dapat mengakomodir seluruh usulan dari masing masing Desa, karena adanya KK baru (Januari s/d April) maupun KK yang belum terdaftar. Maka Dinas Dukcapil akan segera menerbitkan nomor KK melalui verifikasi faktual berdasar-

kan nomer KK yang bersangkutan (tidak mesti kartunya). Mengantisipasi adanya kelangkaan blangko dan bantuan ganda di bulan Mei mendatang. Soal pengadaan sembako di bulan April, kemungkinan besar akan di distribusikan di bulan Mei mendatang, sehingga jaraknya tidak terlalu lama. Konsepnya tetap KK, jika ada usulan desa yang baru atau bertambah. Maka verifikasi faktual terlebih dahulu selanjutnya Dukcapil memastikan

kelayakan KK-nya. “Dalam menentukan kebijakan, tentunya selalu ada plus minusnya. Tapi kami yakin, jika kita bahu membahu dan bersinergi dengan tidak terlepas dari regulasi yang ada, maka program JPS ini akan terang benderang. Tentunya jika mengacu pada by name by adress,” pungkasnya. Dari sisi ikhtiar penyebaran virus corona, Pemkab Lombok Timur juga telah mengambil keputusan untuk melakukan

pembatasan area untuk ibukota kabupaten Lotim dan sekitarnya. Telah ditetapkan rekayasa lalulintas untuk meminimalisir persebaran masyarakat serta mencegah munculnya kerumunan. Pemkab menempatkan personel untuk menjaga beberapa pintu masuk kota Selong lewat jalur utama. Semuanya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. (yon/038/*)

Grafik perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur

Seribu Warga Lobar Mudik Giri Menang (Suara NTB) Berdasarkan data Dinas Perhubungan yang dihimpun dari tanggal 12 sampai 24 April 2020, warga Lombok Barat (Lobar) yang mudik dari luar daerah dan luar negeri melalui pelabuhan serta bandara lumayan banyak. Jumlahnya sekitar 1.000 orang, tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun sebelum dipulangkan ke tempat tinggal masing-masing mereka di-screening di SKB. Warga yang memilki gejala dikarantina sedangkan orang tanpa gejala (OTG) dipulangkan dengan ketentuan tetap menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kepala Dinas Perhubungan Lobar, H.M. Najib mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan melalui posko bandara dan pelabuhan terdapat 994 warga Lobar yang pulang dari luar negeri maupun luar

daerah. “Dari posko yang kami siapkan di bandara dan pelabuhan, ada sekitar 1.000 warga Lobar yang pulang dari Luar darah dan luar negeri (eks TKI),” tegas dia. Kebanyakan mereka dari luar daerah. Sedangkan jamaah Gowa tidak termasuk karena mereka sudah pulang duluan. Sejak awal penularan virus Corona di NTB, pihaknya menyiapkan posko di bandara dan pelabuhan untuk mencatat warga Lobar. Selain itu, kendaraan penjemputan di pelabuhan dan bandara. Seperti halnya daerah lain. Pihaknya menyiagakan petugas dan kendaraan di masing-masing tempat penjemputan hingga 24 jam. Setiap warga datang didata, dari mana dan kemana tujuannya. Bahkan Nomor HP warga juga direkap. Dikatakan, data ini sangat membantu Dikes dalam penanganan,

dengan mengarahkan Puskesmas menelusuri warga di masing-masing tempat tinggal warga. Bahkan pihaknya bisa mendeteksi warga yang diketahui pasien positif ketika pulang pertama kali dari pelabuhan. Pihaknya juga mendeteksi warga yang baru pulang kerja di kapal pesiar dari luar negeri. “Ini kami arahkan langsung screening, jadi cepat bisa dideteksi,” imbuh dia. Dia mengaku data warga yang pulang jauh lebih lengkap dibandingkan daerah lain. Namun karena pelayanannya ditutup untuk komersial dan pelabuhan tak melayani penerbangan penumpang maka pihaknya pun menarik kendaraan dan petugas dari bandara dan pelabuhan.Ia menambahkan, pihaknya juga membantu pengangkutan warga yang dari luar daerah ke puskesmas atau SKB ataupun ke sanggar belajar untuk karantina. (her)

Jadwal Pilkada Belum Jelas

Dua ASN Loteng Tunda Pengunduran Diri Praya (Suara NTB) Belum adanya kejelasan soal jadwal gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membuat dua Aparat Sipil Negera (ASN) Loteng menunda rencana pengunduran diri. Yakni Inspektur pada Inspektorat Loteng, Ir. Lalu Aswatara serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun, S.H. Keduanya masih menunggu kepastian jadwal pelaksaan Pilkada Loteng sebelum mengajukan pengunduran diri. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.Moh. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Selasa (28/4) mengatakan, sebelumnya saat jadwal gelaran Pilkada Loteng tidak mengalami perubahan, Ir. Lalu Aswatara sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Pemkab Loteng. Dan, targetnya bulan April ini pengajuan pengunduran diri Ir. Lalu Aswa-

tara tersebut sudah diproses ke pusat. Adapun H. Masrun, S.H., belum mengajukan pengunduran diri kala itu. “Tapi karena jadwal pelaksaan Pilkada Loteng mengalami perubahan, pasca merebaknya virus corona Lalu Aswatara kemudian memutuskan menunda pengunduran dirinya. Karena masih akan menunggu jadwal pasti gelaran Pilkada Loteng. Termasuk H. Masrun sendiri,” sebutnya. Penundaanpengundurandiritersebut sudahdisampaikanlangsungsecaralisan oleh Lalu Aswatara ke Bupati Loteng. Dengan begitu, usulan pengunduran diri Lalu Aswatara untuk sementara belum diproses oleh BKPP Loteng. Karena masih akan menunggu pengajuan secara resmi dari yang bersangkutan. Sesuai regulasi yang ada, ASN yang akan ikut kontestasi politik termasuk pilkada harus mengajukan pengunduran diri sebelum mendaftar sebagai calon kepala daerah. Dan, sudah harus

dinyatakan tidak lagi sebagai ASN begitu ditetapkan sebagai calon kepala daerah. Dibuktikan dengan SK pemberhentian sebagai ASN. “Kita kan ada dua ASN yang disebut-sebut akan maju di Pilkada Loteng mendatang. Mekanismenya pun sama. Harus mengajukan pengunduran diri untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah. Dan, sudah dinyatakan tidak lagi sebagai ASN begitu ditetapkan sebagai calon kepala daerah,” imbuhnya. Pada Pilkada Loteng mendatang, Ir. Lalu Aswatara sendiri bakal maju sebagai calon wakil bupati, berpasangan dengan Ketua DPC Partai Demokrat Loteng yang juga anggota DPRD Loteng aktif, Ahmad Ziadi, S.IP. Sementara H. Masrun, S.H., akan maju sebagai calon bupati dengan menggandeng mantan Ketua KPU NTB, H.Lalu Aksar Anshori. “Intinya aturan harus ditegakkan. Dan, kita berkewajiban untuk mengawal itu,” tegas Nazili. (kir)

Dampak Covid-19

Puluhan Miliar DAK Fisik di Dinas PUPR Batal Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejumlah proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) batal dikerjakan tahun 2020 ini. Proyek dari DAK tersebut total anggarannya sekitar Rp50 miliar lebih. “Lebih dari 50 miliar DAK yang tidak jadi digunakan Dinas PUPR dalam rangka covid19,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan, S.T., M.T, Selasa (28/4). Dari Rp50 miliar lebih terse-

but, Rp45 miliar di antaranya ada di Bidang Bina Marga. Anggaran untuk kegiatan peningkatan jalan, seperti peningkatan Jalan Malili-Lengas, peningkatan Jalan SJP-Perung, peningkatan Jalan Hijrah-Labuhan Kuris, peningkatan Jalan Lantung Sepukur Ropang, dan pembangunan Jalan Desa Strategis SP I-Labangka III. Sedangkan Rp7,6 miliar ada di bidang SDA. Untuk kegiatan optimalisasi fungsi jaringan irigasi. Seperti rehab bendung dan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Reban Kukir, Desa Lantung Kecamatan

Lantung. Rehabilitasi jaringan irigasi DI Embung Pemasar, Desa Pemasar, Kecamatan Maronge. Jaringan irigasi DI Embung Selante Kecamatan Plampang, jaringan irigasi DI Liang Petang Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu, dan jaringan irigasi DI Orong Bilang Desa Lamenta Kecamatan Empang. Adapun untuk Dana Alokasi Umum (DAU) pihaknya belum bisa menyampaikan. Karena masih dalam proses. “Sekarang masih tunggu DAU berapa yang tersisa,” tandasnya. (ind)


SUARA NTB

Rabu, 29 April 2020

SALON TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON

Halaman 9

DIJUAL Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4 th /50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081 9 0 7 9 2 1 9 9 9 085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

DIJUAL

RUPA-RUPA

LOWONGAN

SALON

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888( T e l k o m s e l ) , 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg b r p n g a l a m a n , jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

RUPA-RUPA

LOWONGAN

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi DIJUAL penyewaan, Hub : 08226DIJUAL RUMAH DI BTN 6194177 LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA RUPA-RUPA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778

SALON

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

LOWONGAN

DIJUAL

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/ MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

DIJUAL

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

D I J U A L RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

DJL RMH H.290 JT LB ± 60 M2,LT.180 M2PAM,SUMUR,LISTRIK 2 KM TIDUR 2 KM MANDIDAPUR,GARASILOK.BTN KR.BONGKOT LABUAPI LOBAR HUB.081917561442 TANPA PERANTARA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA DIJUAL SHM NO. 1110 ATAS NAMA HAJJAH MUSLIHATI HP.087881754089 TANAHKEBUNLUAS1850M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288

RUPA-RUPA DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848


Halaman 10

SUARA NTB Rabu, 29 April 2020

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 187

Kegiatan Safari Ramadhan di Loteng Ditiadakan Praya (Suara NTB) Kegiatan Safari Ramadhan menjadi agenda yang selalu dilaksanakan oleh Pemkab Lombok Tengah (Loteng) pada setiap momen bulan Ramadhan. Namun untuk tahun ini, kegiatan kunjungan kepala daerah bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di semua kecamatan kemungkinan ditiadakan, karena masih ada pandemi virus Corona (Covid-19). “Seharusnya pada saat sekarang ini jadwal kegiatan Safari Ramadhan sudah disusun. Tetapi sampai sekarang belum ada rencana pembahasan jadwal kegiatan Safari Ramadhan. Sehingga kemungkinan agenda Safari Ramadhan tahun ini tidak dilaksanakan oleh Pemkab Loteng,” sebut Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Loteng, H. Rid-

wan Ma’ruf, Senin (27/4). Momen Safari Ramadhan biasanya digunakan sebagai ajang tukar informasi. Pemerintah daerah menyampaikan program pembangunan yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan kepada masyarakat. Begitu pula sebaliknya, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi, tuntutan, ide maupun gagasan dalam membangun daerah ini. Aspirasi ini biasanya dige-

lar di kantor camat di 12 kecamatan yang ada dengan dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, kepemudaan para kader serta perangkat desa yang ada. Pemerintah daerah juga membawa serta seluruh unsur pemerintahannya. Terutama para kepala OPD yang ada di lingkup Pemkab Loteng. “Tapi karena tengah ada pandemi virus Corona serta adanya larangan membuat pertemuan,

jadi sulit untuk bisa menggelar Safari Ramadhan. Jadi sampai saat ini belum ada bahasan soal rencana tersebut,” tambahnya. Belum lagi Pemkab Loteng saat ini fokus perhatian masih pada upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang semakin hari kian mengkhawatirkan, sehingga kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak massa kemungkinan tidak akan dilaksanakan oleh pemerintah. “Banyak pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah daerah untuk tidak menggelar Safari Ramadhan. Ini semua demi kebaikan bersama,” tandas mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Loteng ini. (kir)

(Suara NTB/kir)

H. Ridwan Ma’ruf

Nasihat Kesabaran Itu Indah Oleh : Mukhlishin

Berpuasa bagi Penderita Asam Lambung

Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Mataram PEMBACA yang mulia, sebagai ajaran agama yang paling mulia, Islam menempatkan nasihat sebagai sebagai landasan ajarannya. Al-Diinu an-Nashihat (agama itu adala nasihat). Demikianlah Hadist Nabi SAW riwayat Musilm tentang pentingnya saling menasihati sebagaimana ajaran agama ini diturunkan. Jadi sebetulnya, tak perlu risih dengan kata nasihat (bahasa Indonesia). Apalagi sampai alergi atau antipati menganggap nasihat hanya dari orang yang ahli bijak kepada orang bodoh, bahkan sampai antipati berkata bosan diberi nasihat. Di dalam kehidupan serba internet ini, kita justru lebih terfasilitasi dengan pertanyaan update status “What’s on your mind?”yah, apa yang Anda pikirkan. Tak jarang kita menyaksikan unggahan bernada pesimis karena belum menemukan solusi dalam masalah hidup seseorang. Sadar apa tidak, secara tidak langsung banyak juga kita menemukan orang yang mendapat ungkapan simpati dari teman dan follower-followernya. Secara logis, kita bisa menyebut fenomena itu sebagai pemburu nasihat, baik berbentuk kata-kata bijak maupun katakata membangkitkan. Apapun itu, nasihat terbaik bagi kaum beriman adalah nasihat agama. Jika nasihat kata bijak hanya berpijak pada pengalaman hidup orang lain, tidak menjamin perubahan pada diri orang yang sama. Sehingga tidak jarang terdapat stigma negatif yang sering dijumpai di media sosial. Maka agama ini, adalah nasihat objektif sebagai solusi atas problematika hidup. Dengan mempelajari agama kita akan diingatkan tentang hakikat sabar dalam berbagai masalah kemudian bagaimana menyelesaikan masalah secara bijak dan tidak mengedepankan emosi. Agama ini memerintahkan kita untuk saling menasihati untuk menggapai kesabaran, kenapa sabar? Karena perbuatan ini indah. Kita hidup ini saudara, tidak akan terlepas dari dua hal, yaitu nikmat dan musibah. Begitu banyaknya nikmat yang diberikan oleh Allah, terkadang kita lupa saat datang musibah kesusahan dan kesedihan. Nah, di saat kita lupa itulah, perlu ada pemberi nasihat (antara mukmin yang satu dengan yang lain) untuk mengingatkan kembali atas takdir (kehendak) Allah atas apa yang menimpa hidup itu. Kita membutuhkan sikap mental dan kebesaran hati untuk menerima keputusan Ilahi dalam menyikapinya. Sabar merupakah salah satu pilar kebahagiaan bagi seseorang yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwa manusia. Di sini saya ingin katakan pada kita semua, sabar tidak semata-mata menyerah tanpa usaha, atau dengan kata lain perjuangan tanpa hasil. Sabar ini posisinya sebagai pondasi diantara ikhtiar kita secara maksimal dan tawakal secara total. Dengan keyakinan ini, kita bisa memahami bahwa sikap sabar adalah perwujudan atas keyakinan yang terhadap janji-janji Allah SWT. Hanya saja sekarang, bisakah kita menerimanya secara ikhlas dan penuh keyakinan atas probelm hidup kita. Misalnya saja janji Allah bagi orang yang bertakwa bahwa rezeki tak disangka-sangka. Secara logika memang sulit dijangkau mengingat kita hanya berdiam diri dirumah, tetapi bukan berarti janji itu omong kosong, Sang Ilahi ingin melihat kelayakan apakah pantas diberikan kepada hamba-Nya tersebut. Maka, ingatlah kita kepada kisah Maryam wanita mulia saat Nabi Zakaria melihat makanan ruah melimpah di dalam mihrabnya. Sesuai surah Ali Imran ayat 37, Maryam pun menjawab rezeki tersebut didapatkan dari sisi Allah SWT. Hanya, keistimewaan Maryam tampak pada jawaban lanjutannya kepada Zakaria. Sesungguhnya Allah memberi rezeki ke pada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab (unpredictable). Demikianlah, pentingnya saling menasihati dalam menggapai kesabaran. Dengan ibadah Ramadhan sepatutnya hati begitu percaya, bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus atas kesabaran kita selama ini. Entah apa jadinya apabila hati dipenuhi oleh ambisi dan pemaksaan kehendak? Tenaga habis, dan niat suci pun hangus oleh obsesi dan prasangka buruk kepada Allah swt.Istigfar. Tiada kondisi yang paling indah, kecuali menyelipkan sabar baik di kala senang maupun susah, saat-saat jaya maupun beralas tanah, senggang maupun sempit.Allah swtberfirman: “Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasihati untuk menggapai kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3). Semoga bermanfaat.

(Suara NTB/yon)

JUAL TAKJIL - Makanan atau takjil yang dijual oleh salah satu masyarakat di Kabupaten Lotim. Takjil yang sebagian besar banyak diproduksi rumahan ini terkesan minim pengawasan dari segi kesehatannya di tengah pandemi Corona, Selasa (28/4).

Pengawasan Takjil Sehat Tetap Prioritas Selong (Suara NTB) Meski dihadapkan pada pandemi virus Corona (Covid19). Warga di Lombok Timur (Lotim) tetap menjual dan membeli takjil untuk menu berbuka puasa. Banyak warga menjajakan takjilnya di pinggir jalan dan terkesan tanpa pengawasan dari aparatur pemerintah. Belum lagi, masyarakat yang antre membeli takjil tanpa menghiraukan jarak batas aman. Meski demikian, ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, dr. M. Hasbi Santosa, MKes, jika pengawasan terhadap takjil akan menjadi prioritas yang akan dilakukan. Pengawasan terhadap takjil ini sudah dibahas bersama bupati dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim. “Insya

Allah mulai besok (hari ini, red) pengawasan terhadap takjil akan kita lakukan,” jelasnya, Selasa (28/4). Bahkan yang menjadi atensi nantinya berupa terjadinya kerumunan massa yang datang membeli takjil. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk berjaga tanpa harus melarang masyarakat berjualan takjil. Imbauan-imbauan akan diutamakan baik kepada pedagang maupun pembeli terutama menjaga jarak dan menggunakan masker. Sekretaris Dikes Lotim, Mahalil Ulil Amri, menambahkan, jika pada dasarnya pengawasan terhadap takjil setiap bulan Ramadhan tetap dilakukan. Namun khusus untuk tahun ini yang dihadapkan pada situasi Covid-19, sehingga pengawasan belum optimal. Untuk penga-

wasan sendiri berkoordinasi dengan puskesmas di masingmasing kecamatan. “Pengawasan untuk takjil di tengah situasi sekarang ini kayaknya belum optimal. Ke depan kita berbagi dengan puskesmas karena SDM Dikes sedang fokus pada penanganan Covid-19,” ungkapnya. Pengawasan terhadap takjil sangat penting untuk dilakukan. Langkah tersebut untuk memastikan takjil yang dijual bebas oleh masyarakat dalam kondisi sehat dan terbebas dari zat-zat berbahaya, berupa zat formalin, rodhamin B, pewarna sintetis dan bahan-bahan pengawet lainnya yang tidak menutup kemungkinan digunakan oleh masyarakat. Di mana sejumlah zat tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi. (yon)

Ganggu Suasana Ramadhan

Polres Loteng Tertibkan Aksi Balap Liar Praya (Suara NTB) Aksi balap liar kembali marak terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) di bulan Ramadhan ini. Menyikapi fenomena tersebut, aparat Polres Loteng pun tidak tinggal diam. Operasi penertiban pun dilakukan. Hasilnya, tidak kurang dari 20 sepeda motor berhasil diamankan dari sejumlah razia yang digelar dalam beberapa hari terakhir. Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/4) mengatakan, aksi balap liar tersebut terjadi di beberapa lokasi. Di antaranya di wilayah Desa Mantang, Tumpak serta wilayah Kecamatan Praya Barat Daya. Di wilayah Kota Praya, aksi serupa juga muncul. Di antaranya di jalur Desa Puyung serta jalur kampus IPDN. “Semua kendaraan yang terlibat aksi balap liar ini semuanya sudah kita tilang serta amankan di Mapolres Loteng dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya. Guna menekan aksi balap

(Suara NTB/kir)

DIAMANKAN - Sejumlah sepeda motor yang terjaring operasi balap liar diamankan di Mapolres Loteng, Selasa (28/4). liar tersebut, pihaknya kepoli- mengganggu ketertiban di tensian akan terus mengintesif- gah masyarakat. Terutama kan kegiatan patroli dengan aksi balap liar, sangat mengmengerahkan semua kemam- ganggu dan membahayakan. Pihaknya pun memastikan puan yang ada untuk bisa mengawasi semua wilayah. Penga- tidak akan tinggal diam jika wasan dilakukan di daerah- ada kegiatan yang menggangdaerah yang dinilai sebagai gu ketertiban. Terlebih dalam daerah potensial tempat ber- suasana bulan puasa ini, masyarakat sangat butuh langsungnya aksi balap liar. Namun yang paling penting, yang namanya ketenangan peran pengawasan dari para supaya bisa menjalankan orang tua sangat diharapkan ibadah puasa dengan tenang. dalam hal ini, agar bersama- “Kita pastikan, siapapun yang sama mengawasi kegiatan dari terlibat aksi yang menggangputra-putrinya supaya tidak gu keamanan dan ketertiban, melakukan kegiatan yang just- bakal tindak tegas tanpa ru menimbulkan kerawan dan terkecuali,” tegas Budi. (kir)

RADIO

BAGI orang dengan tubuh yang sehat, menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit asam lambung (GERD), mungkin akan merasa waswas bila ingin menjalankan puasa, sebab bisa saja penyakit mereka akan bertambah semakin parah. Dikutip dari Halodoc.com, sebetulnya, wajar saja bila pengidap GERD merasa cemas saat menjalani puasa, sebab mereka akan tidak makan dan minum selama hampir 14 jam. Itu artinya, tubuhnya tidak akan menerima asupan makanan atau minuman sama sekali, termasuk obat-obatan. Namun, bila pengidap menaati aturan-aturan makan yang sehat, puasa aman untuk dilakukan kok. Tips Menjalani Puasa Bagi Pengidap Asam Lambung Jadi, kamu yang memiliki penyakit asam lambung enggak perlu waswas lagi bila ingin menjalankan puasa. Namun, agar kamu bisa menjalani puasa dengan lancar dan aman, perhatikan dulu tips-tips berkut: 1. Usahakan Tidak Melewatkan Sahur Melewatkan makan sahur bisa memperparah kondisi asam lambung di siang hari, sebab perut dalam keadaan kosong dalam waktu yang lama. Jadi, usahakanlah untuk selalu bangun tepat waktu untuk makan sahur. 2. Buka Puasa Tepat Waktu Setelah tidak makan dan minum sama sekali selama kurang lebih 14 jam, perut kamu yang kosong perlu segera diisi dengan makanan. Jangan menunda-nunda untuk makan saat berbuka puasa. 3. Makan dengan Perlahan Merasa sangat lapar setelah sepanjang hari berpuasa memang wajar. Namun, jangan sampai ini membuat kamu makan terlalu lahap tanpa dikunyah dengan baik. Makanan yang tidak dikunyah dengan benar malah bisa memicu asam lambung meningkat. Jadi, makanlah dengan perlahan, sehingga kamu bisa terhindar dari asam lambung naik. 4. Makan dengan Porsi Kecil Meskipun kamu merasa sangat lapar ketika waktu berbuka datang, tetapi usahakan untuk tidak makan terlalu banyak. Perut kamu perlu waktu untuk mencerna makanan. Makan dengan porsi banyak, seperti “balas dendam” malah akan memicu naiknya asam lambung. (*)

Es Kopyor Fantasi SEHARIAN setelah berpuasa tentu kita membutuhkan minuman segar dan sehat untuk berbuka. Sekarang ini, banyak takjil (makanan dan minuman berbuka) dijual menjelang buka puasa. Salah satunya, adalah Es Kopyor Fantasi. Bagi Anda yang sendiri atau berdua, tidak masalah membeli di pedagang takjil. Namun, kalau Anda bersama keluarga, lebih baik membuat sendiri. Selain bisa efisien, juga bisa lebih terjamin kehigienisan minuman yang dibeli. Berikut ini cara membuat Es Kopyor sebagaimana dikutip dari resepasik.com Bahan-bahan Membuat Es Kopyor : Agar-agar aneka rasa 1 bungkus Santan kental 4 gelas Vanili 1/2 sendok teh Gula pasir 4 sendok makan Garam sedikit Sirup coco pandan secukupnya Es batu secukup nya Cara Membuat Es Kopyor Fantasi : Langkah awal masak semua bahan kecuali sirup dan es batu hingga mendidih. Angkat, dinginkan sebentar. Langkah berikutnya guyur perlahan adonan kopyor fantasi ke atas es batu menggunakan sendok sayur. Biarkan menggumpal-gumpal, aduk sedikit demi sedikit diamkan hingga benar-benar kopyor mengeras. Es kopyor fantasi siap dinikmat lengkap dengan sirup coco pandan. Mantap segarnya!!


SUARA NTB

Rabu, 29 April 2020

Menteri PPN Puji Terobosan NTB Dari Hal. 3 ‘’Kecepatan penanganan Covid-19, juga diiringi dengan program bagaimana mengatasi persoalan ekonomi. Bagaimana memberdayakan UKM dan IKM. Itu yang menurut Menteri PPN yang luar biasa. NTB lebih cepat melakukan langkahlangkah itu. Karena daerah lain baru berpikir,’’ katanya. Mengenai adanya kekurangan-kekurangan dalam penyaluran JPS Gemilang tahap I. Gubernur, kata Aryadi mengibaratkan setiap ada ide baru pasti ada kelemahan atau kekurangan. Namun dari kekurangan itu, kemudian dilakukan perbaikan atau penyempurnaan. Dalam Musrenbang tersebut, Menteri PPN menyampaikan sejumlah arahan untuk prioritas pembangunan 2021. Ada empat fokus Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 yakni pemulihan industri pariwisata dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem jaring pengaman sosial dan reformasi sistem ketahanan bencana. Major project yang menjadi penekanan dalam pemulihan industri, pariwisata dan investasi adalah 10 destinasi wisata prioritas, sembilan kawasan industri di luar Jawa dan 31 smelter, industri 4.0 di lima sub sektor prioritas. Kemudian pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0 dan jaringan pelabuhan utama terpadu. Beberapa isu strategis pembangunan NTB. Pertama, penanganan dan pemulihan sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan pemba-

ngunan manusia untuk mendukung transformasi sosial ekonomi wilayah. Menteri PPN juga menyampaikan lima rekomendasi arah kebijakan pembangunan NTB. Yaitu, mendorong transformasi ekonomi ke arah industri pariwisata, ekonomi kreatif dan hilirisasi komoditas yang mengolah hasil-hasil perikanan, perkebunan dan pertambangan. Kemudian mempercepat pembangunan SDM khususnya pemerataan akses dan layanan kesehatan. Selanjutnya, memperkuat ketahanan dan kesiapan sistem kesehatan daerah. Memperkuat sistem jaminan kesehatan khususnya bagi warga kurang mampu dan pekerja informal. Dan terakhir, memperkuat kapasitas Pemda dan desa dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengelolaan dana desa untuk meningkatkan produktivitas dan membantu mengurangi angka kemiskinan di perdesaan. Sedangkan sasaran pembangunan NTB pada 2021 adalah memacu pertumbuhan dan transformasi ekonomi dengan laju pertumbuhan ekonomi rebound 5,2 - 5,7 persen. Kemudian mempercepat pengentasan kemiskinan dengan persentase penduduk miskin 14,5 persen. Selain itu, menurunkan lagi angka pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka 5,6 persen. Kemudian meningkatkan IPM 69,42 69,48. Dan memperbaiki gini rasio 0,375 - 0,380. (nas)

Realisasi Proyek KEK Mandalika dan Smelter Jadi Andalan Dari Hal. 3 Pada saat itu, realisasi investasi di NTB pernah mencapai Rp15 triliun. Sedangkan pada tahun 2019, realisasinya hanya Rp10 triliun lebih. Pada triwulan I tahun 2020, realisasi investasi di NTB pada angka Rp2,142 triliun. Sekarang, katanya, banyak investor yang wait and see akibat dari pandemi Corona. ‘’Kalau situasi dan kondisi ini bisa lebih baik di bulan Juni dan Juli, pergerakannya masih bisa dikejar yang Rp10 triliun,’’ katanya. Mantan Asisten II Setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini mengatakan, target Rp10 triliun akan bisa dikejar tahun ini. Karena ada beberapa proyek yang masih on schedule seperti pembangunan smelter. Rencananya, smelter

akan dibangun sampai 2022 mendatang. Paling tidak, 20 persen dari nilai total investasi pembangunan smelter akan terealisasi tahun ini yang besarnya sekitar Rp3 - 4 triliun. Dengan catatan pembangunan smelter bisa dimulai pada semester II tahun 2020. Kemudian, kata Amry, pembangunan infrastruktur di dalam KEK Mandalika untuk persiapan MotoGP 2021 terus berjalan. Seperti pembangunan sirkuit, pembangunan sejumlah hotel dan fasilitas pendukung lainnya. ‘’Kalau dua saja terealisasi yang besar, sektor pariwisata dan pertambangan plus sektor lain yang kecil, nilainya ratusan miliar, dengan target Rp10 triliun masih ada harapan sampai akhir tahun terkejar,’’ katanya. (nas)

Proyek Pemerintah Belum Jalan, Tenaga Konstruksi Menganggur Dari Hal. 1 Sebagian besar beralih ngojek dan segala macam,’’ kata Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR NTB, H. Hasim Musleh Ibrahim, ST, MT dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (28/4) kemarin. Hasim mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah tenaga konstruksi di seluruh NTB. Namun, ia mengatakan sesuai hasil pendataan di Lombok Barat, rata-rata setiap desa ada 180200 tenaga konstruksi atau tukang. Sehingga jika melihat jumlah desa di NTB yang sebanyak 995 desa. Maka jumlah tenaga konstruksi di NTB antara 179.100 - 199.000 orang. Itupun belum termasuk yang berada di Kota Mataram dan Kota Bima. Hasim mengatakan, pelaku jasa konstruksi masih menunggu apa yang dilakukan

Pemda pascapengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Kegiatan pemerintah yang berjalan saat ini baru kegiatan perencanaan yang sifatnya koordinasi. Sementara kegiatan fisik atau pekerjaan konstruksi masih belum jalan sama sekali. ‘’Untuk kegiatan fisik belum bergerak,’’ katanya. Meskipun sekarang didorong dana desa untuk program padat karya tunai. Namun tenaga kerja yang diserap sekitar 30-40 orang. Artinya, masih banyak tenaga konstruksi yang tidak bekerja. ‘’Misalnya ada dana desa Rp1 miliar. Itu hanya bisa menyerap 20-30 orang. Karena hanya memerlukan 20-30 tenaga terampil. Kita menggerakkan dunia konstruksi, maka dana pemerintah untuk kegiatan fisik harus segera digulirkan,’’ tandasnya. (nas)

Hanya Tersisa 5 Persen Dari Hal. 3 jumlah penyeberangan orang hanya tersisa kurang 5 persen,’’ ujar Bayu saat dikonfirmasi, Selasa (28/4). Sebelumnya, arus kedatangan penumpang ke NTB dari 12 pelabuhan dan tiga bandara dapat mencapai 10.000-12.000 orang per hari. Adapun persentase tersebut diterangkan Bayu berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pekerja lainnya yang pulang ke daerah masing-masing. Mengingat untuk kepulangan pekerja juga tidak dibatasi dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 yang menjadi dasar pembatasan akses transportasi di NTB. ‘’Sesuai Permenhub juga membolehkan dia (para pekerja) untuk difasilitasi (kepulangan). Artinya kalau orang mau pulang, itu silakan dari pada dia telantar di negeri orang, di daerah orang,’’ ujar Kadishub. Kepulangan pekerja tersebut diprediksi akan terus terjadi, mengikuti efisiensi bertahap yang dilakukan perusahaan dengan merumahkan karyawan.

Untuk memaksimalkan pengawasan, Dishub NTB saat ini memperketat pengawasan di Pelabuhan Kayangan – Poto Tano dan Pelabuhan Lembar. ‘’Per pelabuhan ada 6 orang petugas. Masing-masing dua orang untuk shift pagi, siang dan malam. Yang di BIZAM (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid) sudah kita tarik,’’ ujar Bayu. Dengan diberlakukannya pembatasan akses transportasi tersebut, pemerintah mengharapkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dapat berjalan lebih maksimal. Mengingat di NTB saat ini ada 3 wilayah yang ditetapkan dengan status waspada transmisi lokal, yaitu Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur. ‘’Kita di NTB menerapkannya itu memang menggunakan basis pulau, Lombok dan Sumbawa. Yang di Lombok jangan ke Sumbawa, yang di Sumbawa jangan ke Lombok. Karena di Lombok sudah ada transmisi lokal,’’ pungkasnya. (bay)

Halaman 11

Dukung Industrialisasi

Pembangunan Pelabuhan Kilo Jadi Prioritas di Dompu Dompu (Suara NTB) Pembangunan pelabuhan di Kilo menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Dompu tahun 2021 yang diajukan ke Pemprov NTB dalam Musrembang Provinsi melalui telekonferensi bersama Gubernur NTB dan kepala daerah se NTB. Pelabuhan Kilo untuk mendukung program industrialisasi di NTB dan pembangunan pabrik pakan mensyaratkan pelabuhan berkapasitas di atas 30 ribu GWT. Hal itu disampaikan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dalam pemaparannya saat Musrembang Provinsi NTB, Selasa (28/4) kemarin. Rencana ini, lanjutnya sesuai analisa teknis dari Kementrian Perhubungan RI dan sudah diikuti dengan proses hibah lahan seluas 35 ha oleh Pemda Dompu. Keberadaan Pelabuhan Kilo untuk mendukung Pulau Sum-

bawa sebagai sentra produksi jagung nasional. Sehingga ke depannya, jagung tidak lagi dikirim dalam bentuk pipilan. Tapi sudah diberi nilai tambah berupa pakan ternak dan berbagai jenis makanan berbahan dasar jagung, serta pabrik pakan sapi. ‘’ Di Kilo semua secara teknis sudah dipelajari oleh Kementrian Perhubungan. Kapasitas pelabuhan itu bisa me-

nampung kapal di atas 30 ribu GWT. Itu artinya, syarat yang diminta pabrik pakan di Indonesia bisa dilakukan,’’ katanya. Bambang juga menyampaikan, harga jagung di tingkat petani saat ini mulai terkena dampak Covid-19. Ini disebabkan oleh pasar lesu dan permintaan terhadap daging ayam yang rendah. Sejumlah pabrik pakan di Surabaya dan kota – kota besar lain-

(Suara NTB/penrem)

PENGHARGAAN - Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll saat memberikan penghargaan kepada tenaga medis Covid -19.

Dandim 1606/Lobar Beri Penghargaan Tenaga Medis Covid - 19 Mataram (Suara NTB) Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. MM., memberikan penghargaan kepada istri anggota yang bertugas sebagai tenaga medis dan terlibat dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Penghargaan berupa tali asih diserahkan di aula Makodim Lobar, Selasa (28/4). Dalam sambutannya, Dandim 1606/Lobar mengaku memberikan tali asih kepada istri anggota Kodim itu jadi salah satu bentuk apresiasi, perhatian dan pembinaan selaku Komandan kepada keluarga besar jajaran Kodim termasuk istri anggota. Terlebih dalam situasi Pandemi Covid-19, lanjut Dandim, dimana orang lain sibuk dengan kegiatan sendiri dan keluarga, sementara sebagai petugas

medis yang terlibat langsung dalam menangani pasien terpapar Covid-19, mereka harus berjuang untuk berupaya membantu memberikan tindakan medis baik kepada Pasien status ODP, PDP, Suspek maupun atas hasil swab positif. “Kita tahu bahwa tim kesehatan kita bekerja dengan penuh tanggungjawab dengan segala risiko dalam menangani pasienpasien yang terpapar Covid-19,” ujar Dandim. Di tengah kondisi menjalankan tugas mulia itu, tidak menutup kemungkinan bisa terpapar ketika membantu penanganan pasien yang dikarantina. Sejumlah istri anggota Kodim 1606/Lobar yang menjadi tenaga kesehatan dan terlibat langsung dalam Satgas Covid-19, diantaranya Nana Suranggani, bekerja di Puskes-

mas Kuripan Lobar, Istri dari Sertu Wirahman Babinsa Koramil 1606-04/Gerung. Dewi Nur Ita Wahyuni, bekerja di RSAD Mataram Istri dari Serma I Ketut Budiarta Bati Persdim 1606/Lobar. Baiq Dian Fatmawati, bekerja di Puskemas Dasan Tapen Lobar, Istri dari Sertu Ahmad Isnaini Babinsa Koramil 160604/Gerung. Maemunah, bekerja di Puskesmas Karang Pule, Istri dari sertu Sakinul Babinsa Koramil 1606-04/Gerung. Akhir sambutannya, Pamen melatih tiga abituren Akademi Militer 1995 ini kembali menekankan kepada seluruh personel jajarannya, agar tetap ikuti seluruh imbauan pemerintah dalam upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. (ars/*)

Dompu Kirim 35 Sampel Swab ke Lab RSUP NTB Dompu (Suara NTB) Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, kembali mengirim sampel swab 35 orang ke laboraturium di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB. Mereka merupakan Jamaah Tabligh (JT) klaster Gowa berikut orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dompu, M Jufri, ST., M.Si., kepada wartawan di kantornya, Selasa (28/ 4) menyampaikan, 35 sampel swab yang akan melalui pemeriksaan tim gugus tugas provinsi tersebut, diantaranya sampel ulang dari Klaster Gowa dengan

hasil pengujian awal negatif. Sebagian lain merupakan sampel baru dari anggota keluarganya. “Saya ndak tahu rincian yang jelasnya itu di Dikes. Berapa yang diambil kedua kali, berapa orang baru,’’ terangnya. Sampel baru yang dikirim rata-rata dari anggota keluarga Klaster Gowa yang terjaring saat penelusuran contact trancing pasien positif. Sementara untuk 139 jamaah telah melalui pengujian swab tahap awal dengan hasil 31 orang Klaster Gowa positif dan satu warga di luar kelompok tersebut terpapar Covid-19. Dengan melihat total pasien positif tersebut, lanjut M Jufri, sudah ada 300an or-

ang yang ditemukan pernah kontak erat dengan pasien positif. Mereka saat ini dalam proses pengambilan sampel swab untuk dikirim ke laboraturium di RSUD NTB. “Kalau keluarganya itu langsung diuji swab, seperti istri dan anaknya,” jelasnya. Jika daerah lain terdapat beberapa klaster yang menjadi sumber penularan Covid-19. Dompu sendiri masih fokus pada Klaster Gowa. Sedangkan klaster-klaster lain yang tak kalah potensial menyebarkan virus berbahaya tersebut masih belum teridentifikasi. “Masih klaster Gowa saja kita, belum ada klaster lain,” tandasnya. (jun)

Tiga Langkah Tekan Corona Dari Hal. 1 dan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) untuk mempercepat identifikasi dan penanganan kasus. Kemudian dilakukan pelacakan dan penelusuran secara massif. Kedua, melakukan pengawasan dan isolasi secara ketat serta penanganan medis yang tepat terhadap kasus terkonfirmasi Covid-19. Dan ketiga, terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan masker untuk semua serta physical distancing. ‘’Berdasarkan prediksi dari aplikasi yang dibuat oleh Pemerintah Pusat bahwa apabila seluruh masyarakat disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19. Maka total kasus akan dapat ditekan semaksimal mungkin dan Insya Allah pada akhir Ramadhan, penularannya sudah dapat diputus,’’ kata Gita. Namun, jika masyarakat

tidak mampu menerapkan disiplin yang ketat terhadap protokol pencegahan Covid-19. Maka penyelesaian penanganan Covid19 akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Sehingga, selain berdampak pada masalah kesehatan juga akan berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan terpuruknya pertumbuhan ekonomi nasional. ‘’Untuk meningkatkan disiplin pencegahan penyebaran Covid-19 secara lebih luas, maka Pemda melalui Satuan Polisi Pamong Praja bersama aparat TNI, Polri dan institusi terkait lainnya terus melakukan penertiban dan penindakan terhadap pelanggaran protokol pencegahan Covid-19,’’ katanya. Sekda NTB ini mengatakan, populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode rapid test atau tes cepat. Antara lain, sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif. Kemudian 1.093 ODP/OTG

diperiksa dengan hasil 47 orang atau 4,3 persen reaktif. Dan 1.996 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang atau 22,6 persen reaktif. Serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang atau 13,9 persen reaktif. Semua orang yang diperiksa dengan metode rapid test menunjukkan reaktif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan swab untuk mengetahui yang bersangkutan apakah positif Covid-19 atau tidak. Pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan berbasis desa. Tercatat, sebanyak 27.272 orang relawan melawan Covid19 di desa yang ada di NTB. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil), desa yang sudah membentuk Tim Lawan Covid19 di NTB sebanyak 777 desa atau 78,09 persen dengan jumlah relawan 27.272 orang. (nas)

nya juga terganggu produksinya akibat penerapan PSBB. “Ini mulai berimbas pada proses transaksi jagung di daerah,” katanya. Harga jagung ini, kata bupati, akan tetap tidak stabil bila tidak segera disikapi dengan rencana realokasi pabrik di sentra produksi jagung. “Mohon perhatian Bapak Gubernur untuk mendukung kebijakan untuk mengajak investor besar untuk membangun pabrik di

daerah penghasil jagung,” harapnya. Ia pun mengaku, sering memfokuskan pada upaya perbaikan ekonomi dengan tujuan untuk memperbaiki tingkat pendapatan masyarakat. “Dengan cara seperti inilah kita bisa mendorong penanganan masalah – masalah sosial di masyarakat yang tidak akan menjadi beban pemerintah secara terus menerus,” katanya. (ula)

Kuantitas Pengiriman Barang ke NTB Masih Normal Mataram (Suara NTB) Pembatasan akses transportasi yang diberlakukan pemerintah sampai saat ini tidak menganggu tingkat pengiriman logistik dari usaha ekspedisi. Kendati demikian, peningkatan jumlah pengiriman disebut tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. “Lonjakan kiriman biasanya sudah terjadi di awal Ramadhan. Tahun ini sedikit berbeda,” ujar Kepala Cabang PT. JNE Mataram, Misti Lulu Indrayani, Selasa (28/4). Pada awal Ramadhan pihaknya mencatat kuantitas pengiriman selalu meningkat sebesar 20-30 persen setiap tahunnya. Kondisi berbeda tahun ini menurutnya sangat mungkin disebabkan oleh pandemi virus Corona (Covid19) yang belakangan memberi pengaruh pada tingkat daya beli masyarakat. “Khusus di NTB sampai minggu ini belum ada peningkatan jumlah kiriman yang sangat signifikan,” ujar Misti. Di sisi lain, pihaknya sangat bersyukur pembatasan akses transportasi yang dilakukan memberikan pengecualian untuk pengiriman barang. Diterangkan Misti, pengiriman barang saat ini didominasi oleh alat kesehatan dan sembako. Mengikuti kebutuhan yang cukup banyak di masyarakat. Selain itu, untuk menye-

suaikan dengan kondisi pandemi saat ini, pihaknya juga mempercepat perpindahan pelayanan offline menuju pelayanan sistem online. “Transformasi digital itu terjadi sekarang, secara massif dan besar-besaran. Mau tidak mau pelaku usaha harus ikuti ini,” ujar Misti. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs.H.Lalu Bayu Windya, M.Si menerangkan, pembatasan akses transportasi memang hanya diberlakukan untuk angkutan penumpang. Sehingga angkutan barang sampai saat ini masih bisa beraktivitas seperti biasa. Hal tersebut dilakukan terutama untuk mempertahankan jalannya roda perekonomian dan akses kebutuhan pokok masyarakat. “Angkutan penumpang yang ditutup, kalau untuk cargo masih tetap beropersional dan normal. Karena ini kan hanya mengangkut barang kebutuhan saja bukan orang,” ujarnya. Senada dengan itu Communication and Legal Manager Lombok Internasinal Airport (LIA), Arif Haryanto, menerangkan sampai saat ini Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) masih dibuka untuk pengiriman kargo. “Kalau untuk Kargo dan logistik masih beroperasi seperti biasanya, tidak ada hambatan,” ujarnya. Pengiriman kargo tersebut ditekankan masih normal untuk semua jenis komoditas. Termasuk untuk pengiriman sampel spesimen pasien Covid-19 yang akan diperiksa di laboratorium. (bay)

KSB Optimis Raih Predikat Tuntas LHKPN Taliwang (Suara NTB) Pemkab Sumbawa Barat, optimis akan kembali mendapatkan predikat sebagai daerah tuntas penyampaian LHKPN di tahun 2019. Sebab dari ratusan pegawai eselon II dan III sudah tidak ada yang luput melaporkan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelum tanggal 30 April. Inspektur Inspektorat, I Made Budi Artha S.Sos, MM kepada Suara NTB mengatakan, dari total jumlah pegawai eselon II dan eselon III di lingkup Pemkab setempat tidak ada satupun tertinggal. Melihat hal itu pihaknya kembali optimis akan mendapatkan predikat yang baik. Dirinya juga tidak menampik masih banyak pegawai yang perlu didorong terlebih dahulu baru mau menyampaikan LHKPN.

“Kita sudah tuntas untuk LHKPN sementara untuk LKHNN saat ini sudah mencapai 97persen dan akan terus kita genjot,” ungkapnya. Penyampaian LHKPN sebenarnya tidak perlu diingatkan secara terus menerus karena itu merupakan kewajiban. Tetapi faktanya di KSB baru akan mengisi jika sudah diingatkan dan diancam dengan sanksi tegas. Maka dari itu, pihaknya akan kembali mencoba membangun kordinasi dengan pimpinan SKPD supaya mengingatkan stafnya agar menyaimpaikan LHKPN jika sudah tempo per tahun. ”Sanksinya sudah sangat jelas bagi para pelanggar, makanya kami ingatkan kepada seluruh pegawai untuk patuh kepada aturan yang berlaku. Selain itu kita juga akan terus menyadarkan para pegawai melalui sosialisasi,” tandasnya. (ils)

300 Swab PDP Menunggu Hasil Dari Hal. 3 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19. Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang ikut aktif mencegah penyebaran dengan disiplin melaksanakan physical distancing, lebih banyak melakukan kegiatan di rumah. Diimbau, mereka yang hanya meninggalkan rumah bila dalam keadaan benar-benar penting dan menggunakan masker, mencuci tangan den-

gan sabun dan air mengalir secara rutin sebelum menyentuh anggota wajah, serta menghindari kerumunan maupun keramaian. ‘’Begitu pula dengan masyarakat yang telah membantu kami dengan melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari semenjak kepulangannya ke kampung halaman. Semoga upaya kita bersama dalam memutus mata rantai penyebaran corona dapat segera terwujud,’’pungkasnya. (ars)

BNPB Kirim Tambahan 4.200 APD untuk NTB Dari Hal. 3 Harus mencukupi dan terjamin. Supaya tenaga medis kita aman dan nyaman bekerja,’’ tandasnya. Pada 24 april lalu, Pemprov NTB menerima 4.100 pcs, melengkapi bantuan sebelumnya tenaga medis sudah menerima 12.000 pcs. Rinciannya, pada 2 april 2020 sebanyak 2.000 pcs dan pd tanggal 7 april 2020 sebanyak 10.000 pcs. Ahsanul Khalik berharap dengan bantuan itu, akan semakin meningkatkan kegiatan penelusuran kontak oleh tenaga medis dan ditemukan jumlah kasus terkonfirmasi. Penambahan kiriman kostum proteksi paramedis itu tidak lepas dari perkembangan penambahan pasien di NTB yang tembus 206 positif. Ini juga

tidak lepas dari perpanjangan masa tanggap darurat bencana alam non medis sampai 31 Agustus mendatang. Sebagaimana diketahui, Pemprov NTB akan memperpanjang masa tanggap darurat Corona selama 28 hari, setelah melihat jumlah kasus positif yang semakin melonjak. Masa tanggap darurat berakhir tanggal 28 April, sehingga perpanjangan terhitung sejak 29 April selama 28 hari ke depan. Sebab melihat tingkat penanganan kasus yang semakin melonjak, maka membutuhkan penanganan medis cepat dan sumber daya yang cukup. Baik pendanaan maupun sumber daya manusia. Setelah perpanjangan masa tanggap darurat diharapkan penanganan Corona bisa tuntas. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 29 April 2020

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bantuan JPS Gemilang Mulai Dibagikan di KSB Taliwang (Suara NTB) Setelah menerima distribusi bahan logistik program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Beberapa kelurahan di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) langsung membagikan bantuan berisi paket sembako dan bahan pangan tambahan itu kepada warga penerima. hak kelurahan menerima distribusinya dari Bulog. ‘’Kemarin (Senin) kita terima. Lengkap semua bahannya langsung kita salurkan ke penerima,” jelas Lurah Telaga Bertong, Saiful Muslimin kepada Suara NTB, Selasa (28/4). Jika bantuan JPS Gemilang itu sejak awal sudah di-

KONI NTB Tak Minta Tambahan Anggaran Mataram (Suara NTB) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB tidak akan meminta tambahan anggaran olahraga di tahun 2020. Pasalnya anggaran sebesar Rp10 miliar yang diterima KONI NTB di tahun 2020 dipastikan cukup untuk membiayai kegiatan latihan atlet PON selama tahun 2020. Demikian dikatakan Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto usai menggelar rapat dengan Pengurus KONI NTB di Sekretariat KONI NTB, Selasa (28/4) kemarin. Rapat tersebut membahas terkait rencana anggaran olahraga KONI NTB selama tahun 2020. “Kita tidak meminta penambahan anggaran dari pemerintah karena kami memaklumi kondisi keuangan daerah saat ini. Jadi anggaran yang harus dipakai selama delapan bulan akan kita upayakan digunakan selama satu tahun,’’ ujarnya. Dijelaskannya, keputusan KONI NTB untuk tidak mengajukan tambahan anggaran di tahun 2020 sudah final. Hal ini dikarenakan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020 ditunda hingga tahun 2020. Selain itu dikarenakan daerah sedang mengalami kesulitan keuangan akibat Pandemi virus Corona (Covid-19) yang belum berakhir. Dalam hal ini pihak pemerintah membutuhkan anggaran yang relatif besar untuk meredam wabah Covid-19 di NTB. Diharapkan wabah Covid-19 segera berakhir supaya kondisi daerah kembali normal. Diakui Andy, KONI NTB tahun ini telah mendapat anggaran sebesar Rp10 miliar untuk persiapan atlet menghadapi pesta puncak olahraga nasional tahun 2020. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk delapan bulan, namun karena PON ditunda hingga 2021, pihak KONI NTB pun tak meminta tambahan anggaran lagi di tahun 2020.(fan)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Salah satu kelurahan yang sudah membagikan bantuan Pemprov NTB dalam rangka penanganan dampak Covid19 adalah kelurahan Telaga Bertong. Di kelurahan ini, bahkan seluruh bantuan sebanyak 99 paket telah sampai ke tangan penerimanya pada hari yang sama saat pi-

bungkus dalam satu paket kemasan, Saiful mengklaim penyaluran akan lebih cepat lagi. Sebab pihaknya sudah sejak awal telah membuat skenario pembagiannya untuk menghindari agar jangan

sampai terjadi kerumunan warga saat menerima bantuan tersebut. Di mana protokol itu dijalankan sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus Corona. “Cara baginya kita antar atau panggil ketua RT-nya. Tapi ya tetap agak sedikit lambat ya, karena bantuan itu tidak sekalian datang. Malah terpisah-pisah tiap item sehingga kita harus atur dulu (kemas) sebelum dibagi-

kan,’’ ujarnya. Mengenai belum dikemasnya dalam satu paket bantuan JPS Gemilang itu, memang sedikit dikeluhkan. Kepala Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Andi Subandi. Ia mengatakan, seharusnya bantuan itu sebelum didistribusikan sampai ke desa hendaknya sudah dalam satu paket kemasan. Dengan begitu pemerintah desa atau kelurahan hanya bertugas mem-

Pengurus KONI NTB Diminta Segera Siapkan Calon Ketua Mataram (Suara NTB) Jabatan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, H. Andy Hadianto akan berkahir tahun 2021. Pihak KONI NTB diminta segera menyiapkan nama figur bakal calon ketua KONI NTB menggantikan Madu Hadianto. ‘’Jabatan saya akan berakhir tahun 2021. Saya ingin di bulan Januari tahun 2021 sudah ada yang menggantikan saya,’’ ujar Andy kepada Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Selasa (28/4) kemarin. Pernyataan ini dilontarkan Andy menanggapi soal beredarnya kabar bahwa jabatan PimpinanKONI NTB, Andy Hadianto akan diperpanjang enam bulan atau hingga PON tahun 2021 selesai. Perpanjangan jabatan Pimpinan KONI NTB akan diupayakan terjadi mengingat jabatan Ketua KONI NTB akan berakhir bulan Agustus 2021, sedangkan PON XX akan di gelar di Papua bulan Oktober di tahun yang sama. Menurut informasi yang

berkembang pengurus KONI NTB masih bisa memperpanjang masa jabatan Pimpinan KONI NTB hingga enam bulan bila Andy ingin menahkodai KONI NTB di PON tahun 2021. Sayangnya Andy mempertimbangkan informasi tersebut, justru ia meminta KONI NTB agar segera menyiapkan figur

calon Ketua KONI NTB yang akan menggantikannya di tahun 2021. Bahkan ia ingin mempercepat Musprov KONI NTB agar dapat di mulai bulan Januari 2021. (fan)

H. Andy Hadianto (Suara NTB/dok)

bagikan dan memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan warga penerima. Sebenarnya lanjut Andi, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan jika desa ditugasi mengemas bantuan dari Pemprov NTB itu. Persoalan seriusnya menurut dia, kekhawatiran akan adanya kecurigaan warga desa yang men-

ganggap bantuan tersebut ada kemungkinan dimanipulasi oleh pemerintah desa karena tidak dikemas dengan baik. ‘’Jangan-jangan karena kita kemas seadanya, warga curiga kita sudah bukan atau bahkan telah mengurangi item bantuannya. Kan bisa saja ada pikiran seperti itu di masyarakat,’’ katanya.(bug)

KSB Menanti Hasil Pemeriksaan Penanganan Covid-19 Taliwang (Suara NTB) – Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (Wabup KSB), Fud Syaifuddin meminta agar setiap hasil pemeriksaan penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikirim kabupaten/kota ke provinsi dapat cepat diinformasikan kembali ke daerah. ‘’Ini perlu menjadi perhatian Dinas Kesehatan NTB. Kami butuh sekali info cepat hasil pemeriksaan swab. Karena kan tesnya di sana (oleh provinsi),’’ ujar Wabup disela mengikuti rapat daring (online) Musrembang NTB tahun 2021, Selasa (28/4). Menurut Wabup, pada tanggal 24 April lalu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten telah mengirimkan sekitar 10 sampel swab warga yang dinyatakan reaktif tes cepat untuk diuji di lab yang disiapkan Pemprov NTB. Namun hingga kini hasilnya belum juga diteirma oleh gugus tugas kabupaten. Meski sebelumnya Tim Gugus Tugas Penaganan Covid-19 NTB mengumumkan data per 27 April di mana KSB tidak mengalami penambahan kasus. Tetapi kata Wabup, data hasil pengujian sampel swab warga reaktif dari KSB itu tetap dibutuhkan oleh gugus tugas dan pemerintah

kabupaten sebagai acuan informasi ke masyarakat. ‘’Kita tidak tahu setelah dinyatakan tidak ada kasus positif baru oleh Ketua Harian Gugus Tugas NTB (Senin) malam. Apakah 10 sampel swab yang kita kirim memang sudah selesai diperiksa dan hasilnya negatif. Ataukah malah belum selesai diperiksa. Tapi kan pertanyaan juga kalau belum (diperiksa), karena kita sudah kirim sejak tanggal 24 lalu,’’ beber Wabup. Ia kembali menegaskan, data hasil uji sampel swab warga yang telah dikirimkan ke laboratorium yang disediakan provinsi itu, bagaimana pun penting didapatkan oleh tim gugus tugas kabupaten. Mengingat data-data tersebut turut menjadi bahan rujukan bagi tim gugus tugas menyusun langkah strategi terbaik dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan virus Corona tersebut. ‘’Data itu juga terus diperyanyakan pihak keluarga yang diswab. Mereka kasihan kalau terlalu lama tidak keluar hasilnya, makin lama sanak famili mereka terisolasi tanpa status jelas (positif atau nefatif Covid),’’ pungkas wabup yang karib disapa Fud ini.(bug)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook