HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SABTU, 28 DESEMBER 2019
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si meminta 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan percepa123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 tan lelang proyek 2020. Lelang dini proyek-proyek 2020 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 agar mulai dapat dilakukan sejak Desember ini. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ‘’Bapak Gubernur berharap terus percepatan (lelang). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sehingga tidak ada fenomena penumpukan pada waktu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 waktu tertentu,’’ kata Sekda dikonfirmasi di Mataram, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kemarin. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Cegah Penumpukan Eksekusi Anggaran
Pengemban Pengamal Pancasila
Percepat Penurunan Kemiskinan
IGB. Sugihartha
PEMPROV NTB terus berupaya mempercepat penurunan kemiskinan, salah satunya dengan memperbaiki rumah warga miskin yang tidak layak huni. Pada 2020, Pemprov akan memperbaiki 2.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 10 kabupaten/ kota di NTB. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT yang dikonfirmasi kemarin menyebutkan, Pemprov NTB akan memperbaiki 2.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2020. Bersambung ke hal 11
Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
(Suara NTB/ari)
DERMAGA BARU - Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, kini memiliki dermaga baru. Dermaga ini, siap menyambut kapal-kapal dan speed boat pengangkut wisatawan yang diperkirakan akan membeludak saat perayaan menyambut tahun baru 2020 nanti.
Wajar 12 Tahun di NTB
Tiga Kali Tahun Anggaran Jadi Temuan BPK
Mataram (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB menyerahkan tujuh Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT). Salah satu dari tujuh temuan BPK yaitu pada kegiatan wajib belajar (Wajar) 12 tahun di NTB tahun ajaran 2016/2017, 2017/2018, dan 2018/2019.
TO K O H
12 HALAMAN NOMOR 242 TAHUN KE 15
LHP diserahkan Kepala Perwakilan BPK NTB, Hery Purwanto, S.E., M.M., Ak., C.A kepada masing- masing Ketua DPRD dan Kepala Daerah di NTB. Pemprov NTB diwakili Sekda NTB Drs.H.L Gita Ariadi, M.Si. BPK memberikan waktu 60 hari untuk
menyelesaikan temuan yang tertuang dalam LHP tersebut. Laporan hasil Pemeriksaan Kinerja dan PDTT yang diserahkan untuk tujuh daerah dengan rincian, untuk Pemprov NTB, temuan BPK pada kegiatan wajib belajar 12 tahun untuk tahun ajaran 2016/2017,
2017/2018, dan 2018/2019. Kedua, berdasarkan LPH temuan pada pendapatan daerah dan belanja terkait tahun anggaran 2018 sampai dengan triwulan III tahun anggaran 2019. Temuan ini masih pada Pemprov NTB. Ketiga, temuan hasil peme-
riksaan kinerja atas efektivitas pengelolaan dana bidang kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar tahun 2018 dan semester I tahun 2019. Temuan ini pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan instansi terkait di sana. Keempat, masih terkait LHP kinerja atas efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana destinasi wisata dan penagihan pajak dan retribusi daerah tahun anggaran 2017 sampai semester I 2019. Temuan ini pada Pemerintah
Kabupaten Lombok Utara dan instansi terkait di sana. Temuan kelima, berdasarkan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas belanja tahun anggaran 2019 pada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Keenam, LHP kinerja atas efektivitas pengelolaan belanja daerah untuk meningkatkan pembangunan manusia, temuan pada tahun anggaran 2016 sampai dengan 2018 pada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Bersambung ke hal 11
Lima Kepala Daerah Tetapkan Status Siaga Bencana Mataram (Suara NTB) Status siaga darurat bencana dikeluarkan lima kepala daerah di NTB. Selain pertimbangan kejadian banjir, longsor dan angin puting beliung, juga sebagai langkah kesiap siagaan dan minimalisir dampak bencana. Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/Kejati NTB)
FOTO BERSAMA - Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto (paling kiri) bersama istri dan mantan Kajati NTB Arif (paling kanan) foto bersama istri usai pelantikan dan serah terima jabatan di Jakarta, Jumat (27/12).
(Suara NTB/dok)
Jaksa Agung Lantik Kajati NTB
Dibangun Pertengahan 2020
Mataram (Suara NTB) Jaksa Agung Burhanuddin melantik Nanang Sigit Yulianto sebagai Kajati NTB Jumat (27/ 12). Banyak harapan yang disandarkan di pundak Nanang yang pernah bertugas di Kejati NTB dan Kejari Mataram ini. Diantaranya penegakan dan pendampingan hukum. ‘’Semoga apa yang sudah dirintis Pak Arif dilanjutkan oleh Pak Nanang dengan lebih baik lagi,’’ harap Wakajati NTB Anwarudin Sulistiyono ditemui di ruang kerjanya usai menyaksikan video konferensi pelantikan Nanang di Jakarta dari Mataram.
KO M E N TTAA R
PEMBANGUNAN Rumah Sakit (RS) Internasional MotoGP di Lombok Tengah (Loteng) dipastikan mulai dibangun pertengahan 2020. Adapun penolakan warga terkait persoalan lahan Lapangan Sengkol yang dijadikan lokasi pembangunan RS Internasional MotoGP diserahkan penyelesaiannya ke Pemkab Loteng. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (27/12) siang kemarin mengatakan masterplan dan feasibility study (FS) pembangunan RS Internasional MotoGP telah dikerjakan 2019 ini. Selanjutnya, Detailed Engineering Design (DED) akan dikerjakan awal 2020. Bersambung Nurhandini Eka Dewi ke hal 11 (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/ist_pusdalops)
POSKO - Pos kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana yang didirikan BPBD Sumbawa.
Nanang yang meninggalkan jabatannya sebagai Wakajati DKI Jakarta ini menggantikan Arif yang dipromosi menjadi Direktur Ideologi, Politik, Pertahanan, dan Keamanan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI. Arif mengisi jabatan yang ditinggalkan Jaya Kesuma yang promosi menjadi Kajati Kalimantan Barat. Anwar meyakini pergantian kepemimpinan itu akan menguatkan Kejati NTB yang akan memiliki gedung baru di Jalan Langko Mataram. Bersambung ke hal 11
Catatan Pendidikan 2019
’’Link and Match’’, Masih Jadi Tantangan Serius Pendidikan Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Tidak saja menampilkan wajah baru sang menteri, Presiden Joko Widodo juga merombak nomenklatur sejumlah kementerian. Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi kini bergabung kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Otomatis Kemendikbud kini juga mengurus bidang pendidikan tinggi. BERGABUNGNYA Kemenristekdikti ke Kemendikbud bukanlah hal baru. Sebelumnya, dua kementerian ini pernah bersatu. Namun di tengah jalan kembali berpisah dan kini bersatu lagi. Civitas akademika di perguruan tinggi tidak merasa kaget atau ada
hal aneh dengan penggabungan ini. Pasalnya bergabungnya kembali seolah tengah pulang ke rumah sendiri. Wakil Rektor I Universitas Mataram Dr. Agusdin, menyambut baik penggabungan ini. Dia menilai positif adanya penggabungan dua kemen-
terian ini. Menurutnya, tidak ada yang berbeda sejauh ini. Tidak ada hal mendasar berpengaruh ke universitas setelah pendidikan tinggi kembali diurus Kemendikbud. Hal berbeda hanya terletak pda jumlah direktorat jenderal di lingkup Kemendikbud saja. Sementara yang lainya tidak terdapat perbedaan yang serius. Semua proses perkuliahan berjalan sama saja dan tidak mengalami perubahan. Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Dr. Asrin, M.Pd., melihat di luar urusan penggabungan tersebut, aspek substantif dari penggabungan ini ialah kemampuan menteri baru menjawab tantangan link and macth antara dunia pen-
didikan dengan dunia kerja. Menurut Asrin, terbangunnya link and match ini menjadi sangat penting di tengah angka pengangguran yang didominasi kaum terdidik. Tidak terbangunnya link and macth dengan kebutuhan pasar kerja menjadi pekerjaan serius yang harus dipikirkan menteri baru. Mengutip data Badan Pusat Statistik NTB, dia menyebut jumlah pengangguran di NTB dalam satu tahun terakhir bertambah sebanyak 1.260 orang karena masih terbatasnya kesempatan mendapatkan peluang kerja sesuai dengan bidangnya. ‘’Selain itu tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga masih tinggi. Angka tertinggi terdap-
at pada penduduk dengan pendidikan tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK), yaitu sebesar 9,63 persen,’’ katanya. Sementara jika dilihat dari tingkat pendidikan, pada Agustus 2019, TPT untuk penduduk dengan pendidikan tertinggi SMK paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 9,63 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Diploma I/II/III sebesar 6,66 persen, diikuti sekolah menengah umum sebesar 6,07 persen. Masih tingginya angka pengangguran itu sebutnya, tidak terlepas dari belum link and match-nya antara apa yang diajarkan di bangku kuliah dengan kebutuhan pasar. Bersambung ke hal 11
SUARA MATARAM
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Halaman 2
Jelang Pilkada
KASN Ingatkan ASN Netral
Tidak Ada Toleransi KELURAHAN Abian Tubuh masuk zona merah peredaran narkoba di Mataram. Maka dari itu, pihak kelurahan berkomitmen tidak akan memberikan toleransi kepada pengguna narkoba jika masih menebar virus di lingkungan kelurahan. Lurah Abian Tubuh, Irwan Hidayat menegaskan, tidak ada toleransi lagi dari pihak kelurahan. Pasalnya, pihak kelurahan sudah kerap melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba kepada semua pemuda di kelurah(Suara NTB/dok) an Abian Tubuh. Irwan Hidayat “Kita juga tetap koordinasi bersama Kaling dan Linmas, juga kepolisian. Dalam waktu beberapa minggu lalu, kita didatangi pihak Polsek dan Polres Mataram dalam koordinasi masalah bahaya narkoba ini,” terangnya saat dihubungi Suara NTB, Jumat (27/12). Kunjungan pihak kepolisian itu jelas Hidayat, akan menjadikan kelurahan Abian Tubuh menjadi lingkungan Zero Drugs. “Ini menyangkut pemuda kita, bagaimana kita turun ke bawah, bersama kepolisian juga untuk menyukseskan program ini,” paparnya. “Tapi kalau pun kita temukan kembali, tidak ada toleransi. Kita langsung angkut saja dan serahkan ke kepolisian,” paparnya. Lanjut Hidayat, di kelurahan Abian Tubuh, ada tiga lingkungan yang masih rawan terpapar peredaran narkoba. Yaitu, lingkungan Gedur, Karang Bate, dan Karang Pelambik. “Tiga lingkungan itu kita awasi ketat warganya dan orang-orang yang ngekos di sana. Kita data di lingkungan Gedur masih terdapat beberapa penghuni dari luar Mataram. Kalau ada temuan kita akan laporkan saja ke Polsek dan Polres,” jelasnya. Belum lama ini kata Hidayat, sudah banyak warga dari kelurahan Abian Tubuh yang dibawa ke Polsek lantaran kasus narkoba. Baik di lingkungan Karang Pelambik, Lingkungan Gedur dan Lingkungan Karang Bate. “Yang banyak di sana narkoba jenis Sabu. Kita akan atensi terus untuk tiga lingkungan ini,” katanya. (viq)
Mataram (Suara NTB) Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengingatkan semua aparatur sipil negara (ASN) harus bersikap netral. Para ASN juga dilarang masuk dalam ranah kegiatan politik praktis. Komisioner KASN, Dr. Mustari Irawan, M.A., Jumat (27/12) pada pemberian arahan kepada 18 calon pejabat pemegang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Mataram mengatakan, jika masyarakat kota Mataram melihat dan menemukan ASN Mataram berpolitik praktis, maka bisa dilaporkan ke Bawaslu atau ke KASN RI. “Kiranya ada ASN tidak netral dalam proses Pilwakot
Mataram nanti atau berpolitik praktis, silakan dilaporkan saja,” tegasnya kepada Suara NTB. Menurut Irawan, biasanya menjelang Pilkada di setiap daerah di Indonesia, kerap terjadi hal serupa. Untuk itu, KASN RI, juga masyarakat publik civil society pada umumnya harus mengantisipasi halhal serupa. Untuk mengantisipasi ASN yang terlibat politik prak-
tis jelas Irawan, pihaknya tak tanggung-tanggung sudah bekerjasama dengan Bawaslu di masing-masing daerah gelaran Pilkada tahun 2020 mendatang. “Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan penyimpangan dari ASN kita,” imbuhnya. “Jadi ASN sudah seharusnya bersifat netral. Nanti bisa disampaikan ke KASN kalau ada keberpihakan, kita akan proses. Kalau ada penunjukan dari kepala daerah (incumbent, red) kepada staf dengan alasan tidak jelas, tinggal dilaporkan. Nanti kita akan tindak,” paparnya. KASN akan melihat setiap laporan. KASN juga sudah menyampaikan ke semua kepala
”
Kalau ada penunjukan dari kepala daerah (incumbent, red) kepada staf dengan alasan tidak jelas, tinggal dilaporkan. Nanti kita akan tindak
daerah di 415 kabupaten dan 93 kota di Indonesia juga agar
(Suara NTB/viq)
Mustari Irawan kepala daerah harus mengikuti aturan yang ada. (viq)
Dukung PBB Berbasis Android RENCANA BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Mataram memberlakukan pembayaran PBB via aplikasi android, mendapat dukungan dari kalangan DPRD Kota Mataram. ‘’Menurut saya, rencana pemberlakuan pembayaran PBB berbasis android ini bagus. Ini dapat memberikan tambahan cara pembayaran. Sehingga masyarakat Kota Mataram dapat memilih untuk membayar via android atau manual dengan datang ke Kantor BKD atau mobil keliling BKD,’’ terang anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Diella Angela Dwi Handayani, SH., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (27/12). Meski telah melakukan terobosan dengan membuka layanan pembayaran PBB melalui aplikasi di ponsel pintar, namun bukan berarti pembayaran dengan cara manual harus ditinggalkan. Politisi Gerindra ini menyadari bahwa tidak semua masyarakat Kota Mataram melek teknologi. ‘’Masih ada masyarakat menengah ke bawah,’’ cetusnya. Dikatakan Diella, aplikasi di ponsel android, bisa mengefektifkan pembayaran PBB. Sehingga, pembayaran dengan pola manual, mutlak masih diperlukan. Hanya saja, yang kerap menjadi keluhan masyarakat adalah masih terbatasnya loket-loket pembayaran yang disiapkan BKD. Misalnya di kantor BKD itu sendiri dan juga di Bank NTB. Padahal, sambung anggota dewan dari daerah pemilihan Sekarbela ini, masyarakat menghendaki bagaimana supaya Pemkot Mataram menghadirkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Misalnya dengan membuka loket pembayaran PBB di semua kantor lurah yang ada di Kota Mataram. ‘’Saya juga sempat berpikir kenapa pembayaran PBB juga tidak dilakukan di tingkat kelurahan agar mempermudah masyarakat menengah ke bawah dalam pembayaran PBB,’’ demikian Diella. Dia tidak menyangkal bahwa salah satu pemicu enggannya masyarakat membayar PBB adalah jauhnya loket pembayaran yang disediakan pemerintah. Terlebih banyak masyarakat yang tagihan PBB-nya hanya puluhan ribu. Sehingga, jika harus melalui jarak tempuh yang cukup jauh, untuk mendapatkan loket pembayaran, tentu membuat masyarakat malas. Untuk itu, Diella mendorong BKD Kota Mataram tetap mempertahankan cara pembayaran manual. Bahkan bila perlu, jumlah loket harus ditambah. ‘’Menurut saya, pembayaran via android ini sebagai tmbahan cara pembayaran PBB dan tidak menggantikan sistem pembayaran manual. Karena via android d a p a t membantu oran-orang yang kurang mempunyai w a k t u untuk pergi membayar PBB ke Kantor BKD atau bank NTB,’’ pungkasnya. (fit)
Diella Angela Dwi Handayani
(Suara NTB/viq)
SAMPAH - Pengendara melintas di ruas jalan Candi Roro Jonggrang di Kelurahan Babakan, Jumat (27/12), dengan tumpukan sampah yang tak terangkut. Pemkot diharap memiliki terobosan baru dalam penanganan sampah.
Harus Ada Terobosan Baru Penanganan Sampah
Mataram (Suara NTB) Permasalahan sampah di Mataram masih menjadi persoalan krusial di tengah masyarakat. Bagaiman tidak, program zero waste di ibukota Provinsi NTB ini belum bisa menihilkan sampah. Sebisa mungkin pemkot memiliki terobosan baru dalam penanganan sampah. “Masalah sampah ini, saya lihat partisipasi masyarakat sudah cukup tinggi. Jadi, masyarakat akan sadar jika pemerintah sudah menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) dalam mengelola sampah,” kata anggota Komi-
si IV DPRD kota Mataram, H. Muhtar, Jumat (27/12). Kepada Suara NTB, Muhtar mengatakan, Pemkot Mataram di samping menyiapkan sarpras yang memadai dalam mengelola sampah, sebisa mungkin juga Pemkot Mataram mampu melalukan terobosan lain. “Tidak usah di lingkungan, di jalan umum saja dulu. Sebagai ikon NTB, jalanan umum di Mataram harus bersih,” papar politisi Gerindra ini. Selain itu, Pemkot Mataram juga harus lebih konsisten mengawal kota Mataram untuk selalu dalam keadaan
bersih. DPRD Kota Mataram pun kerap menyinggung, kota Mataram sebagai ikonik NTB, sudah semestinya bebas dari sampah. “Yang kita pikirkan sekarang, bagaimana Kota Mataram bisa nyaman dan tetap bersih,” imbuhnya. Bukan hanya itu, selama ini, pada peraturan walikota yang menjadi turunan Perda nomor 1 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah belum maksimal diberlakukan. Dalam Perda itu, padahal sudah jelas, setiap warga tidak boleh membuang sampah sembarangan. “Memang belum jalan,
cuma yang kita inginkan komitmen dan semangat untuk mau menjadikan kota Mataram ini bersih. Itu tanpa Perda pun, jika ada kemauan yang keras pasti tidak akan berjalan,” tegasnya. Persoalan sampah menjadi tanggungjawab bersama. Salah satu langkah yang bisa ditempuh Pemkot Mataram ujar Muhtar, bagaimana Pemkot Mataram mau membangun budaya gotong royong bersama-sama dalam menangani persoakan sampah ini. “Karena kalau hanya menindak, agak sulit juga. Bukan seperti daerah maju. Kalau
kota Surabaya, pasti kena denda. Kita di Mataram masih sebatas menegur,” jelasnya. Untuk itu, Pemkot Mataram diminta, selain membuat terobosan baru, Pemkot Mataram juga harus mampu mensosialisasikan Perda ke tengah masyarakat. “Yang paling penting ada komitmen kuat. Kami di Dewan juga akan membuat regulasi pada tahun 2021 agar Kota Mataram bebas dari sampah. Nanti sistemnya akan kita bahas di Dewan. Bagaimana pun kota Mataram harus bersih dari sampah,” tutupnya. (viq)
Warga Babakan Tolak Pembangunan Ritel Modern Mataram (Suara NTB) Pembangunan ritel modern di perempatan Babakan Mataram mendapat penolakan dari sejumlah warga setempat. Pengelola juga disinyalir belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Mataram. Lurah Babakan, Abdul Rauf mengatakan, pihaknya, sampai saat ini belum menerima surat terkait izin mendirikan usaha. “Dari pengetahuan saya, belum ada izin yang dikeluarkan pihak Pemkot dan Kelurahan. Kita sudah cek memang, ini tidak mengantongi izin,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Kata Rauf, sebanyak 8 orang dari kelurahan Babakan melayangkan surat persetujuan atas pembangunan ritel modern tersebut. Namun sebanyak 25 warga yang menolak pembangunan dimaksud. “Sekarang ada surat lain katanya, 25 orang lainnya tidak setuju dan sudah tanda tangan dalam surat pernyataan itu. Jadi total yang tidak setuju 50 orang,” katanya. “Dari 25 orang ini tidak ada koordinatornya di dalam kop surat yang dilayangkan ke Kelurahan. Hanya daftar namanama yang tidak setuju,” jelasnya. Ia pun meminta, dari war-
(Suara NTB/viq)
BELUM BERIZIN - Beberapa pegawai ritel modern sedang merapikan barang, Jumat (27/ 12). Pemkot mencatat pengelola ritel di perempatan Babakan ini belum mengurus izinnya. ga yang setuju dan tidak setuju tersebut agar bisa dipertemukan untuk mencari jalan keluar. “Dari warga yang tidak setuju itu minta dipertemukan dengan pemilik lahan, H. Ahmad Saiful dan warga yang setuju tadi,” katanya. Dari 50 warga yang menolak pembangunan ritel ini jelas Rauf,
karena dinilai akan mematikan usaha kecil menengah di sekitar lokasi pembangunan. “Mereka mengakui akan ada dampak di radius 100 meter dari lokasi pembangunan ritel modern ini, yang bisa membunuh warungwarung di sekitar itu,” jelasnya. Selama ini jelas Rauf, ritel tersebut sebenarnya sudah
beroperasi sekitar empat bulan. “Memang dulu pernah 4 bulan beroperasi. Namun karena belum urus izin warga meminta untuk ditutup saja. Sekarang, posisi bangunannya sedang dalam tahap rehab. Kan alasan warga memang bukan masalah izin operasional, tapi masalah persain-
gan yang bisa mematikan pedagang kecil,” jelas Rauf. Dikonfirmasi Suara NTB, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Irwan Rahadi mengatakan, untuk izin pembangunan ritel modern di perempatan Babakan tersebut, pemkot sampai saat ini belum mengeluarkan izin. Kata Irwan, pemilik lahan dan pengusaha ritel di sana memang belum melakukan pengurusan izin mendidirikan usaha ke Pemkot Mataram. “Kita sampai hari ini belum berikan izin untuk pembangunan ritel modern itu, karena mereka belum mengurus berkas izinnya. Setelah kami cek di kantor, memang bangunan ritel itu ilegal,” kata Irwan kepada Suara NTB. Berbeda dengan Salim (43), warga Babakan berprofesi sebagai pengojek yang suka mengkal di perempatan Babakan ini berpendapat, adanya took modern di sana bisa membuat suasana di perempatan Babakan tambah ramai. “Karena lampu PJU di perempatan Babakan ini mati. Jadi kalau ada ritel modern ini kan jadi ramai dan terang. Jadi selama itu tidak dilarang, kita setuju saja,” tutupnya. (viq)
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
LIPUTAN KHUSUS
Halaman 3
Aktor Lintas Negara di Pusaran Perdagangan Orang asal NTB Mataram (Suara NTB) – Sriwati, pekerja migran Indonesia yang dipekerjakan di Suriah. Sriwati awalnya berangkat untuk bekerja di Uni Emirat Arab. Keluarga korban dibujuk pakai duit belanja, kemudahan ibadah umrah, dan gaji tanpa potongan. Kasus Sriwati adalah salah satu contoh perdagangan manusia yang melibatkan aktor lintas negara. Ada 37 kasus yang serupa Sriwati. Diperkirakan ratusan orang lainnya masih terjebak di Suriah jadi korban TPPO. Penangkapan kasus perdagangan orang asal NTB ke Suriah yang pernah diungkap Polda NTB Mei 2019 lalu belum memberi efek jera. Pelaku, HLM ditangkap di Jakarta Jumat, 3 Mei 2019. Perannya dari tangan kedua, setelah proses perekrutan pertama di NTB. HLM menerima dari perekrut kemudian menampung korban di Jakarta, kemudian mengirim ke daerah lain sebelum ke luar negeri. Selain HLM, Polda NTB sudah menangkap dua tersangka, yakni AS dan EV pada kasus terpisah. Dua wanita ini bersekongkol memberangkatkan korbannya SH alias IJ warga Batumekar, Lombok Barat ke Damaskus, Suriah tahun 2015. Korban sempat bekerja selama tiga tahun sebelum akhirnya kabur pada tahun 2017. Modusnya, korban dijanjikan bekerja di Abu Dhabi tetapi ternyata Suriah dengan imingiming gaji tinggi. Tersangka perekrut mendapat fee Rp 3 juta dari setiap orang yang berhasil direkrutnya. Dalam kasus ini penyidik merumuskan adanya dugaan pelanggaran Pasal 10 dan atau Pasal 11 Jo Pasal 4 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Bareskrim Polri tahun 2018 juga pernah menemukan pergesaran modus operandi TPPO. Negara ASEAN bukan lagi sebagai negara tujuan, tetapi negara transit. Modus calon korban atau ‘pengantin’ pesanan meluas ke provinsi di luar Kalimantan Barat, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Para pelaku memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial sebagai cara dan proses TPPO. Begitu juga dengan pergeseran pola jaringan pelaku TPPO, korban di-
jadikan pelaku oleh pelaku utama untuk melakukan perekrutan; korban yang menjadi pelaku, membuat jaringan baru, komunikasi langsung kepada pengguna; dan jaringan pelaku TPPO menjadi berkembang akibat dari korban menjadi pelaku. Dalam laporan yang disusun Satgas Pencegahan dan Penanganan TPPO, Bareskrim mengidentifikasi ada 10 rute perdagangan orang, khusus di NTB ada dua rute. Malaysia dan Singapura menjadi tempat transit dengan negara tujuan Timur Tengah. Rute yang dimaksud : 1. Jakarta – Malaysia – Timur Tengah. 2. Jakarta – Batam – Malaysia – Timur Tengah. 3. Jakarta – Medan – Malaysia – Timur Tengah. 4. Jakarta – Batam – Singapura – Timur Tengah. 5. Bandung – Batam – Malaysia – Timur Tengah. 6. Surabaya – Jakarta – Batam – Malaysia – Timur Tengah. 7. Surabaya – Batam – Malaysia – Timur Tengah. 8. Nusa Tenggara Barat – Surabaya – Jakarta – Pontianak – Malaysia – Timur Tengah. 9. Nusa Tenggara Barat – Surabaya – Batam – Malaysia – Timur Tengah. 10. Nusa Tenggara Timur – Surabaya – Batam – Malaysia – Timur Tengah. Temuan Kasus Sriwati Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lombok Timur Roma Hidayat menjelaskan Sriwati diduga korban perdagangan manusia yang
melibatkan aktor lintas negara. “Dia (Sriwati) diperjualbelikan antaragen dan antarmajikan. Kasusnya sudah menjadi trafficking,” tegasnya menjawab Suara NTB. Sriwati, dari kronologis peristiwa yang dihimpun tim awalnya diduga sebagai korban penempatan PMI secara ilegal. Hal itu melibatkan calo dalam negeri dan agensi luar negeri tanpa izin suami korban. “Dijanjikan ke Abu Dhabi tapi nyatanya ke Suriah,” beber Roma. Dia menambahkan, Sriwati diduga korban perdagangan. Yang terlibat diduga anggota tim percepatan bidang ketenagakerjaan. “Mantan Timses yang sekarang ditempat di tim percepatan,” sebut Roma. Rumit Korban TPPO Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural atau tidak berangkat ke luar negeri sesuai aturan menyulitkan dalam proses pendampingan dan pemulangan. Seperti yang dialami oleh Sriwati, pihak keluarga mendatangi Balai Layanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) untuk meminta bantuan pencarian dan pemulangan Sriwati. Namun BP3TKI belum bisa langsung menindaklanjuti, karena memerlukan data Sriwati yang lengkap. Plt. Kepala BP3TKI Mataram, Noerman Adhiguna, ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (9/12) mengatakan, untuk kasus atas nama Sriwati, pihaknya baru meminta untuk melengkapi dokumen selengkap-lengkapnya karena Sriwati termasuk TKI non prosedural. “Keluarga melapor ke kami, nomor paspor tidak ada, minta kami melakukan penelusuran sampai ke perwakilan (Kedutaan Besar Indonesia), itu yang tersulit, ketika kita
(Suara NTB/satgas TPPO)
Grafik - Rute modus perdagangan orang dari sejumlah daerah, termasuk NTB. bersurat ke perwakilan tidak ada ada di luar negeri, perwakilan juga sulit, ndak mungkin bisa mereka menindaklanjuti,” ujarnya. Nantinya ketika pihaknya mendapatkan data dari pihak keluarga Sriwati, barulah akan disampaikan ke imigrasi. Namun jika masih belum ada nomor paspor, menurut Noerman, pihaknya belum berani mengirimkan permohonan ke perwakilan di Suriah. Dengan tidak adanya data, pihaknya akan kesulitan mencari tahu keberadaan TKI itu. “Tidak etis kalau minta dipulangkan. Banyak keluarga TKI yang datang ke BP3TKI tapi tidak memiliki data. Itu membuat kami
kesulitan,” ujarnya. Dari data BP3TKI, sampai bulan ini sudah ada 37 kasus TKI bermasalah di Suriah pada tahun 2019. Sudah sebanyak 25 orang yang dipulangkan. Noerman menyebutkan, informasi terakhir bahwa warga NTB paling banyak menghuni shelter di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Suriah. “TKI yang melalui jalur resmi jarang bermasalah. Kalau warga sudah paham, semuanya sudah dapat ter-info, ter-edukasi mengenai risiko ke luar negeri dengan non prosedural, makin banyak yang datang ke LTSA, ke Dinas Tenaga Kerja, memproses di sana, jadi per-
masalahan akan turun,” katanya. Kesulitan lainnya yang dihadapi untuk memulangkan TKI bermasalah di Suriah yaitu mereka sudah terikat kontrak. Noerman mengatakan, jika TKI itu sudah tanda tangan kontrak dan keluarga minta dipulangkan, akan menjadi berat. Terlebih lagi TKI non prosedural tidak menyadari ketika mereka terikat kontrak, tapi instrumen perlindungan dari dalam negeri atau Indonesia tidak terpenuhi, maka akan menyulitkan. “Di sana itu yang saya tahu, jika sudah tanda tangan kontrak, itu harus mengganti biaya yang dikeluarkan pengguna, kurang lebih Rp100 juta,” sebutnya. (ars/why/ron)
Sriwati : Saya Dijual dan Disiksa…. Sriwati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Peringgasela Timur, Kabupaten Lombok Timur, sedang terjebak di perang Suriah. Mengalami tekanan mental hebat dan meminta agar segera dipulangkan ke kampung halaman. Selain depresi, ia juga tidak tahan dengan penyiksaan fisik yang dilakukan majikan setiap hari.
(Suara NTB/ist)
Sriwati Sambil terisak, Sriwati menuturkan beban psikis yang dialaminya selama di Suriah. Saat diwawancarai Suara NTB via ponsel Minggu (15/12) malam, ia berusaha tegar dan tenang, agar bisa menuturkan awal perjalanannya menjadi TKW. Sampai akhirnya tak disadarinya terdampar di Suriah, negara timur tengah yang sedang mengalami perang saudara. Saban hari hanya desing peluru dan ledakan mortar yang memekakkan telinganya. Sebelum Sriwati sampai di Suriah, pertama kali dia ditempatkan bekerja di Abu Dhabi. Disana dia sempat bekerja selama sembilan bulan, tercatat sejak Bulan Oktober 2018 lalu. Bekerja dan gaji selama bekerja di Abu Dhabi cukup lancar, dengan nilai yang diterima setiap bulan 2000 Dirham. Setelah sembilan bulan berlangsung, kontrak kerjanya diputus. Sriwati dikembalikan ke agensi yang mengendalikan nasibnya. Mulai tidak betah, ia mengaku ingin pulang. Namun dari sinilah cerita naas itu dimulai. Cerita pilu Sriwati sebagai TKW hingga saat terdampar di Suriah. Sejak kembali ke agensi, Sriwati mulai mendapatkan perlakuan kasar . Agennya itu diketaui bernama Khalid. Sriwati mulai sering mendapat perlakuan kasar dan tindak kekerasan dari Khalid, karena menolak dikirim bekerja ke Ajman, salah satu wilayah di Uni Emirat Arab (UEA). Ia bersikeras ingin dipulangkan ke tanah air. “Saya tidak mau ke Ajman, bahkan saya sudah dibelikan tiket ke Ajman sama Agen, tapi saya batalkan, karena saya tidak mau ke sana. Dari sana saya dipukul terus-terusan oleh Agen,” tuturnya sembari terisak. Gagal dikirim ke Ajman, Sriwati kemudian diduga dijual ke agen lain yang dikenalnya bernama Ahmad Dhani. Setelah berada di tangan Ahmad Dhani, Sriwati kemudian dikirim untuk bekerja ke Dubai. Di
Dubai Sriwati berkerja selama tiga bulan dan tanpa diberikan gaji, karena langsung diambil oleh agen yang mengirimnya. “Setelah tiga bulan, saya kembali lagi ke kantor (agensi), karena tidak tahan, karena saya bekerja seperti di dalam penjara. Saya berpura-pura sakit di majikan agar tidak dipekerjakan. Tapi di kantor (agensi) tetap memaksa saya untuk bekerja, dan saya dipukul terus,” tuturnya. Beberapa kali usaha agensi untuk mempekerjakan Sriwati, namun terus gagal. Lantaran ia mengaku tidak mau lagi dikirim ke Dubai. Agensi kemudian berencana untuk untuk menjual Sriwati ke Suriah. Tapi Sriwati menolak, bahkan dia kembali berpura-pura sakit, agar tidak laku untuk dijual. Dari sini Sriwati kembali mendapat penyiksaan dari agensi. Bahkan siksaan setiap hari karena dianggap keras kepala menolak untuk dijual ke Suriah. Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kekerasan dan penyiksaan yang diterimanya setiap hari dari pihak agensi, akhirnya Sriwati menyerah. Dia bersedia dikirim ke Suriah dengan harapan siksaan yang dialaminya segera berakhir. Tapi nasib malang kembali menimpa Sriwati. Di Suriah justru dia mendapatkan perlakuan kekerasan tak kalah sadisnya. “Saya terpaksa mau ke Suriah, karena tidak tahan sering disiksa, dipukul, dimarahi. Saya dijual ke Agen Suriah namanya Muhanan, sebanyak Rp 70 juta uang Indonesia. Baru sehari di sana (Suriah) saya langsung dijual lagi,” tuturnya. Di Suriah Sriwati merasa tidak sedang bekerja sebagai TKW, tapi lebih tepatnya menjadi budak. Karena dia bekerja hampir 24 jam penuh, tanpa ada waktu istirahat. Ia bekerja hingga larut malam. Hingga berita ini ditulis, Sriwati sudah 2,5 bulan dipekerjakan. Soal penggajian ia tidak tahu pasti, karena dijanjikan oleh majikannya akan diberikan gaji tiap enam bulan sekali. “Apa dosaku, kenapa nasibku selalu mendapatkan majikan jahat. Anak (majikan) yang paling kasar, saya bisa stres kalau terus-terusan disini. Saya tidak mau jadi orang gila, kita tidak bisa duduk istirahat di sini, kalau ketahuan sedang duduk, langsung dipukul dan dikatai kasar, saya sudah tidak tahan di sini, saya ingin pulang,” katanya lirih. Sriwati mengaku keadaanya saat di Suriah serba salah. Dia ingin lari dari majikan tempatnya berkerja, tapi ia khawatir dengan keselamatan dirinya. Sebab di negara itu tengah dilanda kekacauan, konflik perang saudara yang berkepanjangan. Desing peluru dan ledakan bom sudah jadi santapan pendengaran setiap hari. “Orang sini keras-keras, ingin berantem saja kerajaannya. Saya mau pergi ke Agen, tapi takut, karena di sana tempatnya bom yang meledak itu,” tuturnya sambil dia mengingatkan bahwa sebentar lagi dia mau menutup sambungan telpon, karena takut diketahui majikan. Ia sendiri mengaku tengah bersumbunyi di toilet saat terhubung dengan Suara NTB. Harapan paling besar diinginkan Sriwati saat ini adalah ingin pulang ke kampung halaman, kembali berkumpul bersama ke-
luarga. Alasan itulah satu-satu yang bisa menguatkan dirinya hingga sekarang bisa bertahan menjalani drama kehidupan sebagai TKW non prosedural di Suriah. “Saya tidak peduli digaji atau tidak, saya ingin pulang, bertemu anak-anak saya, dalam keadaan sehat, saya tidak mau seperti teman saya di sini dari Banyuwangi, dia sudah miring (tidak waras) karena sering disiksa,” ujarnya di ujung telpon sambil terisak menangis. Ia mengingat ingat kembali larangan suaminya dulu agar tidak pergi lagi sebagai TKW, akan tetapi Sriwati tetap bersikeras ingin pergi. Puluhan Terjebak di Suriah Menurut Sistem Infografis Pelayanan Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Mataram, data penanganan permasalahan PMI Nonprosedural asal Provinsi NTB di Suriah hingga tanggal 4 November 2019, berjumlah 34 kasus. Sedangkan data pelayanan kepulangannya berjumlah 22 orang. Tingginya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural asal Provinsi NTB, membutuhkan koordinasi yang intensif dengan stakeholder terkait dan pelayanan perlindungan yang lebih kompleks, baik dari pelayanan penanganan permasalahan maupun fasilitasi pemulangannya. Seperti diketahui, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 tahun 2015 telah melakukan penghentian dan pelarangan PMI pada pengguna perseorangan di negara-negara kawasan Timur Tengah, salah satunya adalah negara Suriah. Namun masih banyak warga NTB yang menembus masuk dan berada di Suriah untuk bekerja. Shelter KBRI di Damaskus pun didominasi WNI asal Provinsi NTB. Kondisi ini juga didukung dengan masih banyaknya “sponsor” yang memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah. Biaya yang dikeluarkan pengguna untuk mengambil pekerja migran asal Indonesia senilai 8.000 sampai 10.000 USD dan hampir setengah dari biaya tersebut masuk ke sponsor di Indonesia. (ndi/ars)
(Suara NTB/yon)
DITULIS - Surat yang ditulis tangani Ikhsan, suami Sriwati. Dibuat 12 Desember 2019 setelah kasus Sriwati mencuat.
Bantahan Aktor di Balik TPPO Mataram (Suara NTB) HS, pengurus organisasi tenaga kerja di Lombok Timur disebut sebut ada di balik penderitaan yang dialami Sriwati. Namun dengan tegas HS membantah. Meskipun dia mengetahui sejak awal mengenai pemberangkatan Sriwati. “Bukan saya yang berangkatkan,” ucapnya menjawab konfirmasi Suara NTB. Dia menjelaskan Sriwati berangkat terdokumen. Klaimnya, Sriwati bisa bekerja di luar negeri karena sudah mengantongi visa kerja dari Kedutaan di Jakarta. “Kalau dikatakan ilegal, tidak punya paspor. Kenapa pihak kedutaan berani keluarkan visa kerja,” ujarnya. HS yang saat ini menjadi staf khusus di Pemkab Lotim, lalu menguraikan pemberangkatan Sriwati menurut versinya. Sriwati yang sudah pengalaman dua kali bekerja di luar negeri menuruti ajakan Sarifah, tetangganya. Sarifah mensponsori Sriwati. Oleh Sarifah, Sriwati disetor ke Arif Sarifudin. Dia mengaku turut mendampingi, namun sempat memberi saran. Seperti halnya bahwa
pengiriman tenaga kerja asing di sektor informal ke Timur Tengah masih dalam masa moratorium. Kala itu sekitar September 2018. Namun, menurut HS, Sriwati ngeyel. “Dia bilang, dia tidak mau kerja di singapura karena tidak mau pegang babi. Kalau di Timteng dia tidak ada potongan gaji, dapat umrah. Dapat gaji sekitar 1.000 real atau sekitar Rp3-4 juta,” bebernya. Sriwati lalu mulai mengumpulkan dokumen seperti KTP, KK, dan akte kelahiran. “Tidak ada pakai visa lancong. Kalau pakai itu mana mungkin dia bisa bertahan satu tahun di negara orang sana,” ujar dia. Saat lobi-lobi keberangkatan, dia menyaksikan Sriwati memaksa suaminya dan mengancam cerai apabila tidak diizinkan berangkat bekerja ke Timteng tersebut. Suami Sriwati, kata HS, lalu melunak. Arif menawari Sriwati dengan kontrak kerja selama dua tahun. Sebelum berangkat, kata HS, Sriwati ditampung lebih dulu di rumah Arif di Sukabumi, Jawa Barat selagi mengurus visa kerja. “Setelah prosesnya selesai. Sriwati dititipi Pak Arif ini uang belanja Rp3,5 juta. Uang itu diberikan kepada keluarganya Sriwati,” urainya.
Suatu waktu di tahun 2019, Sriwati menelepon dan mengakui majikan tempatnya bekerja bagus. Gaji juga lancar. Tetapi kemudian Sriwati tergoda bekerja ke Suriah. “Itu setelah setahun dia bekerja,” ungkapnya. “Kita dapat informasi Sriwati bagus. Tidak ada disiksa, tidak ada dianiaya. Baikbaik saja. Tapi kemudian dia pindah ke Suriah sama enam orang. Kerja di tempat dealer. Jauh dari konflik,” imbuhnya. Tidak diketahuinya agensi yang ikut bermain. Dia menduga, majikan Sriwati di Abu Dhabi tidak mengembalikan Sriwati ke agensi awal. Melainkan ke agensi lain sehingga Sriwati menemui jalan menuju Suriah. Sekarang, dia mengaku dititipi kuasa suami Sriwati untuk upaya pemulangan. “Diminta bantuan kuasa untuk pemulangan. Sedang kita perjuangkan. Kalau dibilang saya memaksa, saya calonya, itu bohong. Tidak seperti itu,” kilahnya. Upaya yang sudah dilakukannya, yakni dengan menghubungi Kemenlu RI. “Tapi karena dia kontraknya kan dua tahun. Kita cari cara bagaimana dia bisa pulang karena dia baru jalan setahun,” tutup dia. (why)
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Revisi Perda RTRW KETUA DPRD Lombok Timur (Lotim), Murnan, SPd., menyoroti t adanya hotel di wilayah Lotim yang tutup. Menurutnya, hal ini semestinya tidak boleh terjadi di wilayah Lotim di tengah gencarnya harapan untuk menghadirkan para penanam modal. Kepada Suara NTB via ponselnya, Jumat (27/12), politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lotim ini menerangkan, agar tidak terjadi lagi diperlukan penegakan Peraturan Daerah (Perda). Lotim diketahui sudah memiliki Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang RTRW. Akan tetapi, keberadaannya (Suara NTB/rus) harus segera direvisi dan Murnan ditegakkan. Menurut Murnan, Perda RTRW ini sangat penting untuk diperbaharui. Di samping karena sudah banyak mengalami penyesuaian dengan tata ruang provinsi, juga karena sejumlah fakta perubahan di lapangan. Izin investasi yang masuk ke Lotim, sambungnya tetap harus ikuti aturan yang masih berlaku. Sebelum mengeluarkan izin, harus teliti betul apakah sudah sesuai aturan atau belum. Apakah sudah jelas analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)-nya. “Harus jelas amdalnya seperti apa,” terangnya. Jika aturan daerah menyulitkan para investor mestinya daerah harus menyesuaikan dengan aturan di atasnya. Terkait masalah Hotel Panorama di Ekas diminta agar tidak terus berkelanjutan, karena memang diakui ini berkaitan dengan kenyamanan berinvestasi. “Kami minta agar tidak berpolemik terus,” pintanya. Soal aturan batasan sempadan pantai, dikatakan jika ada aturan di atasnya yang membolehkan maka dipersilakan melakukan penyesuaian. Sejauh ini, acap kali yang terjadi sudah bermasalah baru lihat aturan main. “Di sinilah mestinya Pemda harus jeli dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya. (rus)
Jalur Pusuk Sembalun Longsor Selong (Suara NTB) Turunnya hujan di wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) disambut baik masyarakat. Namun, hujan yang terjadi khususnya di wilayah Sembalun menyebabkan longsor di jalur Pusuk-Sembalun, Jumat (27/12) pagi. Dikonfirmasi Suara NTB, Danramil 1615-10/ Sembalun Lettu Inf. Abdul Wahab membenarkan insiden bencana longsor tersebut. Kejadian itu pada Jumat pagi dan langsung diterjunkan petugas untuk dilakukan evakuasi terhadap material yang hampir menutupi badan jalan. Longsornya tebing di kawasan Pusuk Sembalun karena sudah dilakukan pengerukan tebing untuk pelebaran akses jalan di tempat wisata terkemuka ini. Dikatakannya, longsoran yang terjadi itu cukup mengganggu arus lalu lintas. Pasalnya, batu-batu berukuran kecil dan besar berserakan menutup badan jalan di Pusuk Sembalun. Setelah itu material yang mengganggu ini dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu pengendara. Abdul Wahab meminta kepada masyarakat yang melewati jalur wisata tersebut untuk lebih berhati-hati ketika melintas. Terlebih saat ini musim hujan dan jalanan licin. Kapolsek Semlaun, Iptu. Lalu Panca Warsa, juga membenarkan bencana longsor yang terjadi di wilayah Sembalun. Menurutnya, longsor terjadi pada hari Kamis kemudian dibersihkan hingga Jumat pagi dengan menggunakan escavator. Saat ini, jalur Pusuk Sembalun sudah bersih dan aman untuk dilalui. Hanya saja, siapapun yang melintas diimbau supaya tetap hati-hati. (yon)
(Suara NTB/ist)
LONGSOR - Longsoran berupa bebatuan yang terjadi di kawasan Pusuk Sembalun, Jumat (27/12). Pengendara diminta waspada saat melewati jalur ini.
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
DPMPTSP Sarankan Panorama Tempuh Jalur Hukum Selong (Suara NTB) Penutupan Panorama Cottage Beach Village Ekas Buana Kecamatan Jerowaru diakui Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim. Kepala DPMPTSP Lotim, Muksin menyarankan pihak Panorama menempuh jalur hukum. Pasalnya, upaya pemerintah memfasilitasi proses penyelesaian konflik antara warga dengan manajemen Panorama ini menemui jalan buntu. Menjawab Suara NTB, Jumat (27/12), Muksin menuturkan sudah berulang kali proses mediasi dilakukan
Muksin
untuk menyelesaikan masalah dimaksud. DPMPTSP menyimpulkan, masalah tersebut merupakan perjanjian antara pihak Panorama dengan warga sekitar, sehingga jalur yang paling tepat dalam proses penyelesaiannya adalah aparat hukum. “Kita kan bukan aparat hukum,” ungkap Muksin. Menurutnya, sudah jelas sebenarnya akar masalah
dari Panorama Cottages. Terakhir dituturkan sudah dihelat rapat di pimpim Asisten III Setdakab Lotim, camat dan pihak terkait. Maslahnya adalah perjanjian kedua belah pihak yang tidak kunjung selesai. “Kita kan sifatnya memfasilitasi dan mendamaikan, kalau tidak bisa damai maka ranahnya hukum,” sebutnya. Kedua belah pihak, yakni pihak Panorama dengan Warga Ekas Buana dinilai sama-sama bersikukuh. Dalam perjanjian ada penilaian tidak sesuai atau wan prestasi, maka menjadi ranahnya menegak hukum. ‘’Jalurnya adalah aparat kepolisian dengan melampirkan buktibukti masing-masing,’’ sarannya. Diakui pernah ada keputusan
pembongkaran karena bangunan yang ada di depan Panorama berada di sempadan pantai. Di mana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2012. Jarak bangunan minimal 100 meter dari bibir pantai. Fakta lapangan, banyak bangunan yang berjarak 100 meter dari bibir pantai. Konsekuensinya, ketika satu dibongkar, maka semuanya harus dibongkar. “ini pekerjaan berat, sehingga membutuhkan langkah tahap demi tahap,” ungkapnya. Selain bangunan hotel, bangunan milik warga seperti sekolah, dan sejumlah fasilitas umum lainnya serta rumah-rumah warga banyak berada di kawasan yang dilarang sesuai ketentuan Perda tersebut. (rus)
(Suara NTB/rus)
Antisipasi PDAM Macet
Dikes Tekan Puskesmas Siapkan Sumur Bor Tanjung (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menganjurkan seluruh manajemen puskesmas di KLU membuat sumur bor. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi macetnya suplai air PDAM yang tidak diduga. Kepala Dikes KLU, dr. H. Lalu Bahrudin, Jumat (27/12) menyatakan, standar pelayanan minimal Puskesmas harus menjamin keberlangsungan air bersih. Menurut dia, manajemen puskesmas sebaiknya tidak menggantungkan suplai air dari PDAM, karena kontinuitas layanannya bergantung pada situasi force majoure. “Kalau kemarin, (Dikes) tidak ada anggaran untuk sumur bor ini, makanya kita berharap karena status puskesmas sudah BLUD jadi apapun yang menjadi keluhan atau persolan di sana bisa dianggarkan langsung oleh puskesmas,” ujar Bahrudin. Bahrudin menyatakan, setiap informasi kekurangan pelayanan puskesmas agar disikapi langsung. Termasuk air bersih, kebersihan toilet, hingga kenyamanan ruangan agar menjadi perhatian manajemen. “Dan itu saya sudah memberikan penekanan. Teman-teman di puskesmas juga awarelah dengan masukan yang ada, baik organisasi dan lainnya itu kaitannya dengan pelayanan,
karena itu bisa dianggarkan lewat BLUD,” ujarnya lagi. Mantan Direktur RSUD KLU ini mengamini, layanan air bersih Puskesmas Bayan sempat macet, karena masalah teknis di PDAM. Kondisi tersebut tidak berlangsung lama, dua hari berikutnya PDAM sudah normal kembali. Namun demikian, kata dia, air bersih di puskesmas merupakan kebutuhan vital dan tidak boleh terputus. Jika hal itu terjadi, maka puskesmas bersangkutan rawan dikeluhkan oleh keluarga pasien. Hal itu juga memberi dampak pada image pelayanan pada puskesmas bersangkutan yang dianggap tidak siap melayani masyarakat. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat memberikan informasi. Dan saya juga sudah sampaikan, puskesmas tidak hanya berharap di PDAM, karena kita tahu sendiri kondisi PDAM seperti apa,” sambungnya. Oleh karena itu, ia menyimpulkan agar puskesmas memiliki solusi alternatif untuk mengantisipasi rawan macetnya PDAM. Salah satunya dengan menyiapkan sumur bor. Ia mencontohkan, Puskesmas Nipah sudah memiliki sumur bor. Di puskesmas lain, ia harapkan hal yang sama dilakukan oleh manajemen puskesmas. (ari)
Sarana TPA dan TPST Belum Rampung 100 Persen Tanjung (Suara NTB) Proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jugil, Kecamatan Gangga dan Tempat Pengelolaan Sementara Terpadu (TPST) Gili Trawangan, belum rampung 100 persen. Kendati demikian, Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (LH dan Perkim) Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah bisa memanfaatkan kedua sarana untuk mengelola sampah. Kepala Dinas LH dan Perkim KLU, H. Rusdi, ST., Jumat (27/12) mengakui belum rampungnya kedua proyek dikarenakan ada pengerjaan item kecil. Di TPA
Jugil, item yang belum selesai dikerjakan adalah tanggul yang rusak akibat gempa. Sementara, kementerian selaku pemilik proyek, tidak mengerjakan detail tersebut. “TPA secara pemanfaatan sudah bisa, cuma penguatan tanggul tidak bisa lanjutkan akibat gempa,” ujar Rusdi. Tanggul tersebut, akan ditangani oleh daerah melalui APBD. Demikian pula, beberapa prasarana pendukung seperti lampu penerang yang harusnya dikerjakan pusat, akan ditanggulangi oleh daerah. Sementara di TPST Gili Trawangan, Rusdi mengakui masih terdapat pengerjaan untuk tahun ini. Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan jadwal PHO dari kontraktor kepada pemerintah daerah. “Kita harapkan bisa tuntas di bulan Januari, karena TPST sendiri harus sudah dimanfaatkan. Beberapa peralatan seperti conveyor sudah didatangkan,” sambungnya. Seiring dengan pemanfaatan sarana di Gili Trawangan itu, Dinas Lingkungan Hidup berencana untuk menarik tenaga operasional (kontrak) secara bertahap. Pasalnya, pengelolaan sampah melalui TPST nanti lebih banyak melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ada di Trawangan. Sebelum menarik staf kebersihan, LH akan berdiskusi dengan KSM. Tujuannya, agar penarikan staf kebersihan tidak lantas membuat masalah sampah semakin menumpuk. KSM sebagai mitra pemerintah juga dapat berperan optimal dalam menangani sampah setempat. “Kalau TPST beroperasi, makanya sampah di sana hanya residu. Jelas tidak membutuhkan banyak tenaga,” imbuhnya. LH dan Perkim mencatat, tenaga kebersihan se KLU sejumlah berjumlah 99 orang. Tenaga tersebut dipekerjakan pada beberapa pos antara lain, pengangkut dump truck, amrol kontainer, pick up, roda 3, boat sampah, dan tenaga sapu jalan. “Jadi tidak langsung ditarik, tapi bertahap karena kita tidak ingin akibat penarikan justru sampah semakin menumpuk,” tandasnya. (ari)
(Suara NTB/yon)
GARAM - Inilah garam yang diproduksi di salah satu sentra budidaya garam di Lotim, Pijot. Sekarang ini harga garam di Lotim sangat murah.
DKP Akui Kualitas Garam Tak Penuhi Standar Industri Selong (Suara NTB) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur (Lotim) H. Hariadi Surenggana mengakui ribuan ton garam produksi petambak yang tak laku dijual. Menurutnya masalah garam ini menjadi persoalan nasional. Kualitas standar industri dari garam produk Lotim ini katanya belum terpenuhi. ‘’Untuk garam industri kandungan Natrium Cloridanya standar minimal 95. Setelah diukur, garam Lotim 90. Masih berada di bawah standar industri. Itu harusnya menjadi kebutuhan industri,’’ ujarnya, Jumat (27/12). Kadis berharap, warga Lotim membeli produk garam Lotim. Misalnya saja, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana, ASN bisa membeli Rp 10 ribu per bulan, maka,
masalah garam yang tak laku jual tidak akan terjadi lagi. Selama kurun waktu 2019 ini diakui ribuan ton garam tidak ada yang terbeli. Harga jual garam dari Bima saja Rp 2 ribu per karung dengan ukuran 60 kg. Harga ini dinilai sama dengan tidak ada yang membeli sama sekali. Harga jual petambak Lotim Rp 1.000 per kilogram. Harga ini dinilai wajar, karena biaya produksi yang harus dikeluarkan cukup besar. Sementara harga yang berlaku saat ini diakui sangat rendah. Solusi lainnya coba ditawarkan adalah selain meminta ASN membeli, garam-garam produksi petambak Lotim ini diolah terlebih dahulu oleh Perusahaan Daerah Agro Selaparang. Jika ini dilakukan berkelanjutan diyakini garam-garam seperti milik Hj. Sumiati Ilmaniah tidak akan sampai
tersimpan lama di gudangnya. Sebelumnya, Hj. Sumiati menyebut sebanyak 2 ribu ton garamnya tak laku jual. Hal ini terjadi selama kurun wantu 2019. Tidak ada satu karung pun garamnya laku terjual. Saat ini tersimpan sebanyak 40 ribu karung garam yang mengendap di gudang. Harapannya, pemerintah segera turun tangan untuk membeli garamnya. Meski lama tersimpan, diyakinkan Hj. Sumiati garamnya tidak akan rusak. “Disimpan sampai lima tahun sekalipun tidak akan rusak,” terangnya. Hanya saja karena tidak ada perputaran ekonomi, sehingga petani tambak garam ini merasa merugi musim 2019 ini. Dikhawatirkan pada musim 2020 ia tidak bisa lagi produksi garam lagi di atas lahan 50 ha miliknya karena terbentur dana. (rus)
Lulus Ujian Penyesuaian Ijazah
ASN Berpeluang Naik Pangkat Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 194 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menerima Surat Tanda Lulus Ujian Penyesuaian Ijazah (PI), Jumat (27/12). Mereka yang sebelumnya menggunakan ijazah SMA sederajat ini, berpeluang untuk menduduki pangkat dan jabatan lebih tinggi ke depannya. Penyerahan surat tanda kelulusan PI dilakukan langsung oleh Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Lombok Utara, H. M. Najib, M.Pd. Najmul menyatakan, penyesuaian ijazah ini dilakukan setelah Pemda mengkaji aturannya. Langkah ini terkesan jarang dilakukan oleh pe-
merintah daerah, dan baru pertama kali dilakukan oleh Lombok Utara. Salah satu yang menyebabkan tidak dilakukannya PI ini, kata bupati, karena dengan penyesuaian PU maka banyak ASN akan naik pangkat. Secara otomatis, semakin banyak anggaran daerah yang terserap ke pos belanja gaji pegawai. “Setelah kita hitung, APBD kita mampu untuk membayar gaji akibat dari penyesuaian ijazah. Jadi, sekarang tidak perlu risau soal anggaran, apalagi APBD itu untuk masyarakat,” tegas Najmul. Dampak ikutan dari ujian PI ini, tidak hanya pada APBD. Sisi positifnya akan memberi peluang bagi daerah untuk dapat mengelola ASN dengan lebih leluasa. Mereka yang naik pangkat, dapat difungsikan oleh daerah pada jabatan
eselon tertentu sesuai pangkat dan golongannya. Sementara, Najib, M.Pd., menambahkan jumlah pegawai yang menerima surat tanda PI sebanyak 194 orang. Jumlah ini menurun dari angka peserta yang mengikuti proses sebanyak 200 orang. Peserta ujian PI sendiri tidak gampang. Mereka mengikuti tes selayaknya rekrutmen CPNS. Untuk tes saja, mereka mengikuti tes CAT dan tes tertulis di UPTB BKN di Mataram. “Dari 200 orang itu yang lolos seleksi sebanyak 194 orang dan 6 orang tidak lolos, karena tidak sesuai dengan ijazah dan penempatan kerjanya,” sebut Najib. Adapun peserta ujian PI dari sejumlah OPD meliputi, Dikpora, Bapenda, Satpol PP dan Damkar, Dikes, Disbudpar, Dishublutkan, dan Dinas Kominfo. (ari)
Sejumlah Pelamar TMS Berpeluang Lolos Administrasi Selong (Suara NTB) Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lombok Timur (Lotim) yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berpeluang ikut tahapan selanjutnya. Pasalnya pasca-melakukan sanggahan, terdapat beberapa pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS). Kepala Bidang Data dan Formasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Yulian Ugi Lusian-
to, mengatakan pelamar yang dinyatakan MS, karena kualifikasi pendidikannya sesuai dan berkasnya lengkap. Dari sanggahan itu, maka tim panitia pada tanggal 25 hingga 31 Desember 2019 akan menverifikasi ulang dan menjawab sanggahan pelamar yang masuk serta akan mengumumkan pelamar yang lulus atau MS setelah masa sanggah pada awal bulan Januari 2020. Ditegaskan, masa sanggah tidak dimaksudkan untuk mengubah kembali dan menggugah ulang
dokumen maupun tidak untuk menambah informasi, ataupun tidak memperbaharui atau menambah dokumen apapun. Pelamar yang mengikuti tes merupakan prestasinya sendiri. Sehingga apabila ada pihakpihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan penipuan dan di luar tanggung jawab panitia. Dari pleno yang dilakukan, dari 12.771 pelamar, yang MS sebanyak 11.093 pelamar dan TMS sebanyak 1.687 pelamar dari 482 formasi. (yon)
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Pembebasan Lahan ’’Bypass’’ Dorong Laporkan Masalah Aset KALANGAN Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) yang menangani masalah aset mendorong masyarakat menempuh jalur yang sesuai ketentuan terkait kejanggalan masalah aset. Masyarakat bisa menempuh jalur baik melaui hearing ke dewan dan bisa juga melaporkan persoalan ini ke APH. Seperti halnya masalah aset yang kini menyeruak di daerah Narmada, masyakarat yang merasa janggal dengan aset di daerah setempat bisa menempuh saluran ini untuk memperjelas masalah aset. “Kan semuanya tidak lewat DPRD saja, (Suara NTB/her) kalau memang masyarakat ada Indra Jaya Usman kejanggalan ya silakan saja dia (masyarakat) lakukan tindakan. Kan banyak sekali salurannya. Saluran (laporan, red) ke APH, dan lain-lain kan,” jelas Anggota Komisi I DPRD Lobar Indra Jaya Usman belum lama ini. Pihak DPRD, ujarnya, butuh data yang konkret terkait masalah aset ini, sehingga bisa dijadikan dasar pembahasan, sehingga Komisi I DPRD supaya lebih fokus dan tidak terpecah kemana-mana dan fokus menyelesaikan persoalan aset. Apalagi di tengah kondisi pemasukan dari aset yang belum mencapai target, karena nilai sewa juga jauh di bawah nilai pasaran yang ada di lapangan. Program kerja Komisi I DPRD, ujarnya, fokus pada penyelesaian masalah aset, sebab banyak sekali persoalan aset di Lobar. Ribuan titik aset di daerah ini perlu dirapikan, seperti di Narmada. Ada juga informasi soal jual beli aset di daerah Bangko-Bangko. Menurut dia, pihak komisi I akan memanggil BPKAD untuk meminta data terkait aset ini. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Lobar Romi Rahman menilai Pemda Lobar belum maksimal dalam menangani masalah aset. Hal ini terbukti masih adanya persoalan aset yang belum tuntas ditangani secara baik oleh pemda. Karena itu ke depan masalah penanganan aset ini harus menjadi prioritas pemda dengan mencari pola dan konsep yang lebih progresif untuk pengelolaan dan penertiban aset daerah. (her)
Pemerintah Masih Berutang Rp130 Miliar Praya (Suara NTB) Proses pembayaran lahan untuk keperluan pembangunan jalur bypass dari Lombok International Airport (LIA) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk tahun 2019 ini sudah selesai. Dari total 638 bidang tanah yang harus dibebaskan, sebanyak 149 bidang tanah di antaranya belum bisa dieksekusi pembayarannya pada tahun ini, karena berbagai persoalan. Dalam hal ini, pemerintah masih memiliki utang yang harus dibayar mencapai sekitar Rp 130 miliar. Anggaran Rp130 miliar ini baru akan tersedia di tahun 2020 mendatang. “Untuk pembayaran pembebasan lahan, belum seluruhnya bisa diselesaikan. Masih ada sekitar 149 bidang tanah lagi yang harus diselesaikan oleh pemerintah,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukimann (Disperkim) Loteng, L. Firman Wijaya, S.T., kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Ia menjelaskan, dari 149 bidang tanah yang belum selesai pembayarannya sudah direncanakan ada 83 bidang tanah yang akan dibayar tahun
2020 mendatang. Apalagi masih ada yang keberatan terkait harga pembebasan lahan kemudian ada juga yang masih bermasalah soal pembagian hak waris. Termasuk lahan milik Pemkab Loteng, Angkasa Pura serta lahan ITDC. Dari jumlah ini, ujarnya, ada 56 bidang merupakan sisa bidang tanah yang tidak tereksekusi proses pembayaranya pada tahun ini dikarenakan beberapa persoalan. Di antaranya ada pemilik yang tidak kunjung datang mengambil pembayaran lahannya. “Tahun ini kita sudah siapkan pembayaran bagi 556 bidang tanah. Tapi yang tereksekusi hanya 500 bidang tanah. Sisanya, jadi utang di tahun 2020 menda-
tang,” terangnya. Kalau saja semua bidang tanah yang direncanakan bisa dieksekusi pembayarannya tahun ini, berarti hanya 83 bidang tanah saja yang menjadi utang. Tetapi karena tidak seluruhnya selesai, jadi utang pembayaran lahan lebih besar. Terpisah, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., mengatakan, terkait pembebasan lahan bypass LIA-KEK Mandalika, ada 6 bidang tanah yang saat ini tengah berproses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Praya. Dua di antaranya sudah mulai proses peradilan di PN Praya. “Saat ini proses sidang sudah berjalan untuk lahan-lahan yang masih berperkara,” sebutnya. Khusus bagi pemilik lahan
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Forta Lobar pose di lokasi wisata di Bali.
Untuk pembayaran pembebasan lahan, belum seluruhnya bisa diselesaikan. Masih ada sekitar 149 bidang tanah lagi yang harus diselesaikan oleh pemerintah,” L. Firman Wijaya
yang keberatan soal harga lahan, tetapi tidak melayangkan keberatan ke pengadilan, tetap akan dipanggil untuk mengambil pembayaran lahan. Jika tidak juga mengambil pembayaran lahan, maka pembayaran lahan akan dititip melalui pengadilan. Khusus yang berperkara, pembayaran akan menunggu proses persidangan selesai. Tapi yang jelas, pembe-
basan lahan harus selesai, karena pembangunan jalur bypass LIA-KEK Mandalika tidak bisa diundur-undur lagi, sebab sudah harus dimulai paling tidak bulan Januari mendatang dan, sudah harus selesai di tahun 2021 mendatang. Apalagi jalur bypass tersebut disiapkan untuk mendukung gelaran MotoGP di kawasan The Mandalika pada tahun 2021 mendatang. (kir)
Pemda Loteng Cari Lapangan Pengganti
Lobar Harus Banyak Belajar dari Bali Denpasar (Suara NTB) Tujuan wisata terpopuler Indonesia yang terkenal hingga mancanegara menjadikan Pulau Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia. Memiliki beraneka potensi pariwisata berupa wisata pantai, wisata belanja dan wisata budaya. Pulau Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura. Bagi para wisatawan, Pulau Bali adalah surga wisata yang tiada duanya. Populernya pulau Bali tak lepas dari komitmen dan kesadaran semua lini mulai dari pemerintah hingga masyarakat bawah dalam mengembangkan pariwisata setempat. Demikian intisari hasil diskusi Forum Wartawan (Forta) Lombok Barat (Lobar) dengan Redaksi Bali Post dan pantauan lapangan di Pulau Dewata, awal pekan kemarin. Sebagai destinasi wisata, Bali sudah berangkat dari sejarah. “Sejarah Bali sebagai destinasi sangat panjang, ini membuat ruh kesadaran mulai dari pemerintah hingga semua lini sangat kuat untuk menjaga pariwisata Bali,” jelas Winata, salah satu Redaktur Bali Post. Menurutnya, sejak era kolonial, Bali tetap menjadi tujuan wisata favorit orang Eropa. Seniman dan selebritas menikmati sekaligus mempopulerkannya. Sejarah ini membuat masyarakat memiliki kesadaran yang begitu kuat untuk menjaga pariwisata Bali. Kesadaran ini sudah mendarah daging di semua lini, sehingga semua protensi yang bisa mengganggu pariwisata berupaya tidak dibesar-besarkan dan disebarluaskan baik melalui media sosial. Kesadaran menjaga keamanan di Bali juga begitu kuat hingga kalangan masyarakat bawah. Keamanan di wilayah ini sangat mendukung, sehingga para turis pun nyaman berkunjung ke Pulau Dewata. Dalam hal menjaga kebersihan, Pulau Bali ini juga patut dicontoh. Wartawan mencoba menelusuri fakta di lapangan terkait penerapan kebijakan pemerintah melarang penggunaan tas plastik di ritel modern hingga toko untuk meminimalisir sampah plastik. Kebijakan ini sangat terbukti ampuh, karena hampir semua ritel, swalayan hingga toko dan penjual makanan yang dikunjungi tidak ada yang menjual plastik. “Di sini dilarang menjual plastik untuk bungkus barang dan makanan, kalau kita jual disanksi denda,” tutur Dani, pedagang makanan yang sudah lama merantau di Bali. Larangan menggunakan plastik ini ulai diterapkan setahun terakhir ini. Semua pengelola ritel modern, toko hingga penjual makanan dan masyarakat pun sadar larangan ini untuk menjaga kebersihan sehingga tak berani melanggar. Bukan hanya dirinya, semua restoran di sekitar areal di Denpasar tidak berani menggunakan plastik. Sebelum penerapan kebijakan ini, pihak Pemda turun melakukan sosialisasi ke semua pengusaha dan masyarakat. Adanya kesadaran menjaga kebersihan ini juga tercermin dari kondisi kawasan wisata di daerah ini. Hampir di setiap sudut kota bersih, bebas dari sampah. Semua lini juga menyadari bahwa denyut nadi perekonomian masyakarat di daerah berasal dari pariwisata. Masyarakat memiliki pemikiran, bagaimana jadinya Bali tanpa pariwisata. Dibanding dengan Lombok, terbilang baru dalam pengembangan wisata. Lombok memiliki kesamaan dari budaya dan kawasan wisata, seperti pantai. Bahkan Lombok memiliki potensi yang jauh lebih besar. Lebih-lebih Lombok secara umum mendapatkan prioritas dari pemerintah pusat, untuk dikembangkan menjadi “Bali Baru”. Diyakini tak butuh waktu lama Lombok bisa berkembang pesat, asalkan masyarakatnya cepat memahami roh kepariwisataan. Peran media lanjut dia, sangat besar dalam pengembangan pariwisata dengan menghadirkan berita soft dan membranding pariwisata Bali. Ketika ada berita yang berpengaruh terhadap periwisata, media berupaya menghadirkan solusi yang sifatnya mendorong pemerintah segera menangani persoalan tersebut. Media mengkonfirmasi pihak yang memiliki kewenangan dalam persoalan tersebut. Tidak lantas, kata dia, media mengkritik saja tanpa menghadirkan solusi kepada pemangku kebijakan. Apalagi memberitakan hal sensasional tanpa memikirkan dampak negatifnya. “Media di sini sangat berperan besar, menghadirkan solusi yang bisa mendorong semua pihak mengatasi semua masalah,” ujar dia. (her)
”
(Suara NTB/kir)
AIR MANCUR - Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan air mancur di RTH Muhajirin. Rencananya air mancur senilai Rp 2,6 miliar lebih tersebut akan diuji coba pada Sabtu ini.
Rekanan Proyek Air Mancur Disanksi Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memastikan telah menjatuhkan sanksi kepada rekanan proyek pembangunan air mancur di RTH Muhajirin Praya. Sanksi berupa denda dijatuhkan lantaran rekanan proyek tidak bisa menuntaskan proyek tepat waktu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Loteng, L. Firman Wijaya, S.T., saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (27/12). “Besaran denda yang dijatuhkan kepada rekanan proyek air mancur masih kita hitung. Karena sampai saat ini proyek sendiri belum tuntas sepenuhnya. Masih pada proses pengerjaan akhir oleh pihak rekanan,” tegasnya. Ia mengatakan, proyek air mancur sesuai kontrak yang
disepakati harusnya selesai tanggal 6 Desember lalu. Tetapi hingga jelas akhir tahun ini, proyek belum juga bisa tuntas, sehingga secara otomatis, sanksi dikenakan begitu pihak rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. “Terhitung sejak tanggal 7 Desember lalu, sanksi denda sudah dikenakan kepada pihak rekanan. Sanksi sendiri baru akan dihentikan begitu proyek dinyatakan tuntas. Jadi kalau belum selesai, maka perhitungan sanksi tetap akan berjalan,’’ tegasnya. Rencananya, lanjut Firman, air mancur akan diujicoba pada Sabtu malam besok (hari ini,red). Hal ini untuk melihat progres pengerjaan proyek sekaligus mengecek apakah semua peralatan yang dipasang berfungsi dengan baik. Karena rencana air mancur akan mu-
lai dioperasionalkan pada malam pergantian tahun. Untuk kebutuhan air sendiri, fasilitas air mancur tidak akan diambilkan dari PDAM Praya, karena sudah ada fasilitas sumur bor yang siap menyuplai kebutuhan air bagi fasilitas air mancur. Sehingga setiap waktu, air bisa disuplai tanpa khawatir air dari PDAM macet. Proyek air mancur itu menghabiskan anggaran sekitar Rp2,6 miliar dari pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 3 miliar. Keberadaan fasilitas air mancur diharapkan bisa menambah daya tarik RTH Muhajirin, sehingga masyarakat bisa semakin banyak yang datang dan pada akhirnya bisa menggerakkan perekonomian di RTH Muhajirin dan Kota Praya pada umumnya. (kir)
KKP Dukung NTB Tingkatkan Produksi Budidaya Ikan Giri Menang (Suara NTB) Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan KKP berkomitmen mendukung penuh NTB untuk meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata dan perhelatan MotoGP tahun 2021 mendatang. Bentuk dukungannya, khusus budidaya berupa bantuan sarana prasarana dan bantuan lain. “Komitmen budidaya khususnya akan memproduksi iklan sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan pariwisata. Dan membuat serta menat kawasan budidaya ini menjadi indah, keramba-keramba akan ditata yang Indah dan bagus,” jelasnya saat berkunjung dan berdialog bersama nelayan budidaya di Balai Budidaya Perikanan Laut Lombok (B2PLK) Sekotong, Jumat (27/12). Dalam kunjungannya ini, dirjen didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB L. Hamdi dan jajaran DKP Lobar. Ia mendorong agar kelompok nelayan dan Pemda segera mengusulkan ke pusat agar mendapatkan bantuan. Bantuan yang diberikan sejauh ini berupa saran prasana sepat-sepat kecil, setelah besar bisa dijual ke perusahaan. Menurut dia, budidaya yang sangat besar di NTB adalah mutiara. Budidaya mutiara ini dilakukan sistem segmentasi dengan lebih memberdayakan masyarakat. Masyarakat bisa memelihara sampai ukuran diameter 7 sentimeter, lalu dibudidayakan lagi oleh masyarakat lain mencapai 10-11 sentimeter. barulah setelah itu diambil
(Suara NTB/ist)
TINJAU - Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto bersama jajaran saat meninjau budidaya ikan di B2PLK Sekotong, Jumat (27/12). oleh perusahaan. Selain mutiara, ada juga lobster. Pola pengembangan lobster ini juga dengan pola segmentasi. Untuk menyerap hasil budidaya nelayan ini, pihaknya akan berupaya membantu fasilitasi dengan perusahaan. Menyediakan induk-induk yang unggul agar proses budidaya cepat, sehingga bisa menguntungkan nelayan. Sejauh ini, ujarnya, nukleus (bahan budidaya mutiara) banyak diimpor dari luar negeri, karena memang kualitas nucleus yang diproduksi di Indonesia masih kalah jauh. “Karena sejauh ini memang impor nucleus ini, karena itu ke depannya kita harus belajar untuk produksi dari negara luar agar bisa memproduksi dengan kualitas bagus,’’ jelas dia. Sementara itu kepala DKP NTB, Lalu Hamdi mengatakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan ikan di sektor pariwisata dan MotoGP pihaknya ingin mengembangan Pelabuhan Perikanan Teluk Awang sebagai wujud keinginan mengembangkan industrialisasi perikanan tangkap. Termasuk Lo-
bar akan disiapkan untuk bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pariwisata dan MotoGP. Di Lobar, lanjut dia, memiliki potensi produksi yang sangat besar. Terutama udang, ikan, bawal, bandeng, lobster, rumput laut dan mutiara. Kedepan produk ini akan diolah menjadi oleh-oleh bagi wisatawan MotoGP. Ke depan program budidaya perikanan laut di semua daerah termasuk di Lobar akan lebih ditingkatkan lagi dari sisi produksi dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Mulyanto menambahkan, pihaknya mampu menghasilkan 1 juta ekor benih baik perikanan terdiri dari bawal bintang, kakap putih dan tiram mutiara termasuk ikan hias laut. Khusus untuk rumput laut mampu dihasilkan 5000 individu bibit. Dari jumlah ini didistribusikan untuk bibit 10 ton per tahun. “Hasil benih yang kami mampu produksi 1 juta ekor per tahun,” sebut dia. (her)
Praya (Suara NTB)Pemda Lombok Tengah (Loteng) sedang mencari lahan untuk dijadikan lapangan bola yang baru di Kecamatan Pujut sebagai pengganti Lapangan Mandalika. Sebab Lapangan Mandalika yang terletak di Desa Sengkol akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan Rumah Sakit Internasional (RSI) pendukung MotoGP dan destinasi wisata KEK Mandalika. Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H.M Nursiah kepada Suara NTB, Jumat (27/12) mengatakan, munculnya aksi unjuk rasa yang berlangsung Kamis (26/12) lalu dari sebagian pemuda dianggap sebagai sebuah aspirasi masyarakat. Namun saat Lapangan Mandalika sudah diputuskan sebagai tempat berdirinya RSI, maka lapangan baru sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat akan digeser ke tempat lain yang lebih representatif. “Lapangan Mandalika ini akan dipakai dan kewajiban pemda membangun lapangan baru dengan fasilitas yang representatif,” terang Sekda. Adapun lokasi baru sebagai pengganti Lapangan Mandalika, Sekda mengatakan Pemda Loteng dan Pemerintah Desa Sengkol sedang mencari lokasi yang cocok. Pihaknya juga ingin meminta masukan dari para pemuda terkait dengan lokasi yang bagus sesuai dengan aspirasi mereka.” Kita malah ingin masukan dari mereka, kita tunggu sebenarn-
ya, di lokasi mana dan di mana, biar kita segera ancarancar untuk melakukan proses,” tambahnya. Sekda mengaku sudah bertemu dengan Kades Sengkol sebelum munculnya aksi demo. Pembicaraan seputar lokasi yang pas sebagai pengganti Lapangan Mandalika yang selama ini menjadi pusat olahraga masyarakat di Kecamatan Pujut. Keputusan untuk membangun RSI di lapangan Mandalika kata Sekda berdasarkan hasil survei dari pemerintah pusat. Untuk tahap pertama lahan tersebut dinilai sudah cukup. Ke depannya akan ada pengembangan ke bagian belakang. Adapun untuk anggaran tahap awal yang dianggarkan oleh pemerintah pusat tahun 2020 ini sebesar Rp 44 miliar. “Kita berharap RSI terbangun tanpa harus merugikan kebutuhan olahraga masyarakat, sehingga kita akan bangunkan di lokasi lain,” kata Nursiah. Seperti diketahui, sekelompok pemuda yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Pujut, Loteng mendatangi kantor Bupati Loteng, Kamis (26/12) lalu. Poin tuntutannya yaitu menolak rencana pembangunan RSI di lapangan Mandalika. Mereka menilai, Lapangan Mandalika menjadi satu-satunya tempat para pemuda Pujut menggelar sepak bola dan kegiatan olahraga lainnya, sehingga RSI sebaiknya dibangun di lokasi yang lain. (ris)
Stok Pupuk Loteng Aman Praya (Suara NTB) Stok pupuk untuk kebutuhan awal musim tanam tahun ini di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dipastikan aman. Hingga bulan Desember ini, stok pupuk untuk jenis pupuk Urea masih tersisa 6.800 ton lebih. Stok pupuk ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 24 ribu hektar lahan pertanian di daerah ini. Demikian ditegaskan Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin, kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Menurutnya, sampai sejauh ini, luas area tanam sudah mencapai 8 ribu hektar dari total luas lahan 54 ribu lebih. Masih minimnya capaian luas tanam ini dikarenakan musim tanam tahun ini mundur dari jadwal yang ada. “Ada keuntungan juga musim tanam mundur. Stok pupuk kita jadi aman,” sebutnya. Jika berkaca pada musim tanam sebelum-sebelumnya, pada bulan Desember seperti sekarang ini luas tanam sudah di atas 50 persen, sehingga stok pupuk tidak mencukupi. Itulah yang kemudian menyebabkan terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani. Tapi dengan kondisi sekarang ini, meski luas tanam sudah mencapai 50 persen tidak masalah, karena sudah mendekati akhir tahun. Sehingga, kalaupun terjadi kelangkaan pupuk di petani pemerintah daerah tidak butuh waktu lama untuk bisa mengajukan stok pupuk tahun berikutnya. Ia menjelaskan, semua
stok pupuk sekarang sudah ada di tingkat pengecer, karena sudah harus ditebus oleh pengecer. Jika tidak, kuota tidak akan tercapai. “Petani tidak perlu khawatir. Pupuk sudah ada di pengecer. Tinggal ditebus saja,” terangnya. Disinggung alokasi pupuk tahun 2020, Zainal mengaku belum tahu persis, karena pemerintah pusat belum memberikan informasi alokasi pupuk tahun depan, sehingga alokasi pupuk yang digunakan sekarang, adalah sisa kuota pupuk tahun 2019. “Kemarin kita sudah ada rapat dengan para pihak. Tapi khusus membahas persiapan musim tanam. Tidak membahasa alokasi pupuk tahun 2020,” tambah Zainal. Hanya saja, jika melihat alokasi tahun ini kemungkinan tidak ada jauh beda alokasi pupuk pada tahun 2020 mendatang. Di mana Loteng memperoleh alokasi pupuk sebesar 24.911 ton untuk urea, kemudian SP-36 sebesar 7.287 ton, 6.700 ton NPK serta 3.367 ton ZA ditambah 1.864 pupuk organik. Dari total alokasi tersebut, Kecamatan Praya Timur serta Pujut memperoleh alokasi paling besar, masing-masing 3.800 ton serta 3.400 ton pupuk urea. Kemudian Kecamatan Jonggat memperoleh 2.850 ton dan yang paling kecil Kecamatan Batukliang Utara, sebanyak 1.175 ton pupuk urea. “Harapan kita alokasi pupuk tahun bis ditambah. Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk,” pungkasnya. (kir)
SUARA PULAU SUMBAWA
(Suara NTB/ist)
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Halaman 6
DIPASANG - Bak sampah program bantuan Pemda KSB mulai dipasang warga Kelurahan Bugis, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Kelurahan Bugis Terima 476 Bak Sampah Program Pemda KSB Taliwang (Suara NTB) Program bantuan bak sampah yang disalurkan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat turut menyasar wilayah Kelurahan Bugis, Taliwang. Di kelurahan ini sebanyak 476 unit bak sampah dibagikan ke setiap rumah tangga dan kini mulai digunakan untuk menampung sampah warga. “Iya kami kebagian 476 unit. Dan sebagian sudah kami dis-
tribusi ke rumah tangga penerima,” terang Lurah Bugis, Zulkifli, SE kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Ia mengakui, bak sampah yang terdiri dari 3 bagian menyesuaikan jenis sampah itu belum seluruhnya mengakomodir kebutuhan warganya. Karena itu dalam proses distribusi pihaknya menyerahkan sepenuhnya penentuan warga penerima kepada ketua RT dan kepala lingkungan dengan memprioritaskan pemukiman yang berada di
(Suara NTB/jun)
Oknum Guru Jadi Tersangka Dompu (Suara NTB) – MY (54) terduga pelaku pencabulan salah seorang siswinya di salah satu sekolah di Dompu, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (26/12). Penetapan itu menyusul telah terpenuhinya bukti akan aksi bejatnya terhadap korban inisial Fb (8). Mulai dari hasil visum, keterangan saksi kejadian hingga psikolog. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polres DomReza Fahmi pu, AKP. Reza Fahmi, SH., SIK., MH kepada wartawan di kantornya, Jumat (27/12). “Kemarin sudah kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, kemudian langsung dilakukan penahanan,” ungkapnya. Penetapan status tersangka oknum guru PNS Mata Pelajaran Penjakes ini, tegas dia, menyusul dua alat bukti yang dibutuhkan sudah diperoleh penyidik PPA Polres Dompu. Meskipun memang pada awalnya sempat terkendala keterangan saksi yang berubah-ubah. Terutama dari korban sendiri. Kendala tersebut, menurutnya, muncul karena pihak keluarga terlalu jauh mengintervensi sang anak dalam membuat pernyataan, sehingga kerap membuatnya kebingunan sendiri saat ditanya penyidik. “Makanya kemarin sempat dikeluarkan juga orang tua korban ini oleh penyidik dari ruang, karena terlalu mengintervensi dalam keterangan,” jelasnya. Dalam kasus dugaan pencabulan salah seorang siswi yang diduga telah dilakukan tersangka MY sejak korban Kelas I SD tersebut, penyidik mengenakannya Pasal 82 Undangundang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman pidana penjaranya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda Rp5 miliar. “Untuk pelimpahan ke kejaksaan kita usahkan secepatnya,” pungkas dia. (jun)
Jelang Tes, BKD Masih Kekurangan Fasilitas
jalan protokol. “Ada ribuan kepala keluarga di tempat kami ini. Jadi kami serahkan soal pendataan penerima sesuai kesepakatan antara warga dengan RT bersama kepala lingkungan masing-masing,” timpalnya. Zulkifli menjelaskan, model bak sampah bantuan pemerintah itu akan sangat memudahkan warganya dalam memanajemen pengelolaan sampah di wilayahnya. Setidaknya mulai di tingkat rumah
tangga, sampah sudah bisa langsung dipilah warga menyesuaikan jenisnya. “Kan itu ada tiga bagian bak. Ada untuk organik, anorganik dan sampah B3-nya. Jadi kami terbantulah di kelurahan,” paparnya seraya menambahkan pihaknya akan melakukan sosialisasi penggunaan bak sampah tersebut. “Warga kan belum semua paham mana warna-warna bak sampah dan jenis sampahnya,” sambungnya.
Ditanya mengenai tanggapan warganya terkait bantuan bak sampah itu. Zulkifli mengatakan, warga banyak yang berterima kasih namun demikian ada pula yang memprotes karena belum kebagian bantuan. “Pro kontra itu kan biasa. Tapi pada intinya program ini sangat membantu kami. Apalagi kan selama ini belum ada fasilitas khusus sampah yang dimiliki per rumah tangga. Jadi saya kira ini programnya
luar biasa,” tandasnya. Program bantuan bak sampah ini merupakan salah satu bagian kegiatan penuntasan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang tengah diupayakan Pemda KSB. Di mana Pemda KSB sendiri sejauh ini setidaknya sudah dinyatakan telah mampu menuntaskan salah satu pilarnya yakni pilar pertama stop buang air besar sembarangan dengan capaian di atas 95 persen. (bug/*)
Pemkab Dompu Janjikan Pasang Pipa PDAM Awal 2020 Dompu (Suara NTB) – Proyek pemasangan pipa induk PDAM oleh Dinas PU Dompu di Desa Oo, gagal dieksekusi hingga batas waktu kontrak berakhir 25 Desember 2019. Meski demikian, proyek senilai Rp14 miliar tersebut dijanjikan akan tetap berjalan, mulai awal 2020. Kepala Dinas PU Kabupaten Dompu Ir. Abdul Muis kepada Suara NTB di kantornya, Jumat (27/12) menyampaikan, setelah perbaikan jaringan air bersih yang rusak di wilayah itu rampung dilakukan bersama jajaran PDAM. Pemasangan pipa induk bisa langsung dikerjakan, sesuai hasil kesepakatan dalam pertemuan terakhirnya bersama warga dan elemen terkait. “Perbaikan pipa yang bocor itu sudah kita selesaikan. Setelah itu, awal tahun ini kita
melaksanakan kegiatan. Karena itu hasil kesepakatan dengan masyarakat,” ungkapnya. Kontrak pengerjaan proyek tersebut memang sudah berakhir. Namun, ketika ditemukan kendala semacam ini, menurutnya, dibenarkan untuk tetap melanjutkan pengerjaan tanpa dikenai denda sedikitpun. Terpenting ialah waktu yang dipakai sesuai dengan waktu yang dihabiskan untuk menyikapi reaksi penolakan warga. Jika melihat reaksi penola-
kan itu terjadi sejak awal pengerjaan proyek sampai akhir kontrak, dipastikan waktu yang tersisa masuk utuh untuk dimanfaatkan. “Cuma kita tidak boleh tambah waktu. Kalau 10 hari tidak
Daya Dukung Anggaran Desa Terhadap Pariwisata Tinggi Taliwang (Suara NTB) Antusiasme desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengembangkan potensi pariwisata wilayahnya ternyata cukup baik. Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) setempat mencatat saat ini banyak desa yang mulai mengalokasikan biaya penataan destinasi wisata secara khusus pada slot Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). “Dari pantauan kami, desadesa yang punya fokus mengembangkan pariwisatanya dari sisi anggarannya mereka sangat serius ya,” kata Kepala Disbudpar KSB, Ir. IGB Sumbawanto, M.Si kepada Suara NTB. Sumbawanto mencontohkan, salah satu desa yang sangat serius mengembangkan pariwisatanya adalah desa Kertasari. Desa yang masuk wilayah kecamatan Taliwang ini dikatakan Sumbawanto, mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk menata destinasi wisata yang dikelolanya. Di mana destinasi wisata andalan desa tersebut berupa pantai. Setidaknya ada dua pantai yang saat ini serius ditata oleh desa Kertasari. Yakni pantai Glampar dan pantai Ballona yang lokasinya terletak di ujung desa berbatasan dengan
Taliwang (Suara NTB) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbawa Barat mengaku masih kekurangan perangkat komputer jelang pelaksanaan tes CPNS tanggal 27 Januari mendatang. Dimana dalam petunjuk pelaksanaan seharusnya jumlah komputer yang bisa disiapkan sebanyak 100 unit, tetapi yang tersedia saat ini baru 70 unit. Sementara, yang siap pakai hanya 60 unit. Meski jumlah perangkat komputer masih kekurangan, tetapi hal dianggap tidak terlalu fatal karena bisa ditutupi dengan cara yang lain seperti meminjam Komputer Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) sekolah-sekolah. “Memang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan CPNS harus 100 perangkat komputer yang terpasang, tetapi yang sudah siap saat ini 60 unit saja. Meski demikian, kami sangat yakin kekurangan itu tidak akan berpengaruh dan mengganggu pelaksanaan tes CPNS. Kami juga tetap berupaya maksimal untuk terus mencari jalan keluar terbaik terhadap persoalan ini sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Dikpora dan sejumlah sekolah yang sudah memiliki perangkat komputer untuk dipinjam,” ungkap Kepala BKD KSB, Drs. Tajuddin M.Si kepada Suara NTB, baru-baru ini. Dikatakannya, dengan adanya kekurangan itu, pihaknya tetap yakin tidak akan menganggu pelaksanaan tes CPNS. Hal ini tentu sangat beralasan karena jika belajar dari pelaksanaan di tahun sebelumnya bisa berjalan sukses dan lancar. Dimana untuk tahun 2018 jumlah total pelamar mencapai 2.400 orang dengan jumlah formasi sebangak 226 justru tidak terganggu. Sementara, di tahun 2019 jumlah formasi yang disiapkan hanya 105 dengan jumlah pelamar yang dinyatakan lulus 1.950 pelamar. Selain terbatasnya jumlah perangkat ini juga bisa dimanfaatkan secara makBima (Suara NTB) simal dengan waktu pelaksanMinat warga di Kabupaten Bima aan tes yang cukup panjang. untuk menjadi Tenaga Kerja IndoneMeskipun demikian, jika tetap sa (TKI) di luar negeri, ternyata masih dipaksa untuk menggunakan cukup tinggi. Bahkan, jumlahnya dari 100 perangkat komputer, pitahun ke tahun terus mengalami penhaknya sudah menyiapkan ingkatan yang signifikan. langkah khusus supaya tidak Berdasarkan data dari Dinas mengganggu pelaksanaan. Ketenagakerjaan dan Transmigrasi “Memang sarana penunjang (Disnaketrans) Kabupaten Bima, seppelaksanaan tes CPNS masih anjang Tahun 2019 saja, jumlahnya kurang, tetapi kami yakin tidak mencapai 2.095 orang. Baik yang melaakan mengganggu pelaksanaan lui formal maupun Informal. CPNS. Kami juga tetap akan “Jumlah yang tercatat dari Bulan berupaya memenuhi sarana Januari hingga Desember 2019 sebanyyang ada supaya tahapan pelak 2.095 orang,” kata Kabid Pembinaan aksanaan CPNS tidak tergangdan Penempatan TK Disnaketrans gu,” pungkasnya. (ils)
kecamatan Poto Tano tersebut. Menurut Sumbawanto, desa Kertasari pada dasarnya masuk dalam pemetaan 99 Desa Wisata yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tahun 2019. Namun pemerintah desa setempat telah lebih awal memulai mengembangkan destinasi wisatanya dengan mengandalkan sumber anggaran sendiri. “Kan di kita ini ditetapkan 9 desa wisata. Salah satunya Kertasari. Nah bantuan anggran provinsi baru menyasar Mantar tahun ini. Tapi baguslah Kertasari sudah punya inisiatif lebih dulu,” bebernya. Tidak hanya desa Kertasari, Sumbawanto menyebutkan, desa-desa lain juga sudah mulai bergeliat menata potensi wisatanya. Bahkan meski desadesa tersebut tidak masuk dalam data 99 Desa Wisata yang ditetapkan Pemprov NTB. “Kami terus membina mereka. Sebab jangan sampai semangat menata yang ditunjukkan desa hari ini salah sasaran. Kami arahkan mereka agar benar-benar membuat perencanaan matang terlebih dahulu sebelum action lapangan,” imbuhnya. Dikatakannya, memang saat ini sudah ada delapan
desa wisata yang sudah terbentuk yang sudah diberikan bantuan oleh Provinsi dengan total anggaran sekitar Rp400 juta untuk tahap pertama sebanyak empat desa. Sementara sisanya akan kembali diintervensi di tahun 2020 mendatang sebesar Rp400 juta. Artinya ada sekitar Rp800 juta anggaran yang sudah disiapkan untuk mengintervensi desa wisata ini dengan harapan pengembangan desanya akan lebih maksimal. Pihaknya juga akan siap membantu dalam menyebarluaskan informasi dengan harapan geliat pariwisata akan lebih baik. Tentu masih ada yang perlu dibenahi dari sejumlah destinasi wisata, sebut saja fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan tempat sampah yang masih minim. Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan tersebut, pihak terkait mendorong agar desa wisata bisa mengintervensi hal itu dengan baik. Tentu dengan pola demikian, pihaknya yakin sektor pariwisata di KSB akan jauh lebih dan tertata. Sehingga kedepan, sektor pariwisata di KSB akan mampu menyumbangkan PAD secara maksimal baik itu bagi desa maupun daerah. (bug/ils)
2.095 Warga Bima Jadi TKI Sepanjang 2019 Kabupaten Bima, Irfan H.M. Nor S.Sos kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Menurutnya, ribuan warga yang mencari peruntungan di luar negeri tersebut kebanyakan didominasi para perempuan. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Ambalawi, Monta, Sape, Lambu dan Madapangga. “Yang menjadi TKI didominasi perempuan. Ada yang dari Sape-Lambu, Ambalawi, Monta dan Madapangga,” katanya. Berdasarkan tingkat pendidikan, warga yang menjadi TKI itu, mulai tamatan SD, SMP, SMA hingga ada juga yang Sarjana. Sedangkan negara penempatan yakni di negara Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Rata-rata tujuan negara Asia Pasifik dan kebanyakan ke Taiwan, Hongkong dan Malaysia,” katanya. Irfan menjelaskan, selain jalur formal, mereka yang kebanyakan menjadi Pekerja Rumah Tangga ini juga ada yang melalui jalur ilegal, dengan tujuan negara Timur Tengah yang tengah dilanda perang. “Ada yang ke Abu Dhabi, Suriah dan irak. Bahkan tiga negara ini menjadi favorit,” katanya. Irfan menambahkan, meningkatnya warga Kabupaten Bima bekerja di luar negeri itu lantaran tidak tersedianya lapangan kerja, sehingga alternatifnya mereka memilih untuk mencari peruntungan ke luar negeri. (uki)
kerja gara-gara ini, tambah lagi 10 hari,” tegasnya. Dalam rencana pengerjaan lanjutan, lanjut Abdul
Abdul Muis
Muis, memang ditargetkan penggalian dengan alat berat serta penanaman pipa mulai awal tahun. Akan tetapi tak berani dipastikan apakah penolakan tidak kembali terjadi. Kalaupun masih ditolak, dengan dasar kesepakatan dan alasan bahwa proyek ini tidak akan mengganggu volume air yang masuk ke lahan pertanian warga, upaya paksa akan sangat mungkin diambil dengan melibatkan aparat gabungan TNI, Polri dan satuan lain. “Kalaupun ada penolakan lagi, ya sudah. Pemerintah akan menggunakan fungsinya memaksa. Inikan untuk kepentingan orang banyak, khususnya di wilayah kota,” pungkasnya. (jun)
Dikes Temukan 30 Kasus DBD di Tahun 2019 Taliwang (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbawa Barat mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 30 orang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah ditangani. Jumlah inipun cenderung meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu yang mencapai 14 kasus saja. Jumlah ini juga diprediksi akan terus meningkat hingga awal bulan Januari tahun 2020 mendatang, karena hujan disertai panas yang terjadi saat ini. “Sudah ada 30 pasien DBD yang sudah kita tangani hingga bulan ini jumlah inipun diprediksi akan terus meningkat. Bahkan kasus ini diprediksi akan terus merebak hingga bulan Januari nanti, apalagi kondisi hujan yang diselingi panas masih terjadi di KSB. Kendati demikian, setiap kasus yang muncul sudah kita tangani dengan baik, sehingga tidak kasus menimbulkan korban jiwa. Bahkan saat ini tim kita juta tetap intens turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan,” ungkap Kepala Dikes KSB melalui Kabid Pencegahan penyakit tidak menular (P2M) H. Yusfi Khalid SKM kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Dikatakannya, jika melihat tren kasus dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sebenarnya kasus DBD sudah berhasil ditekan, sebut saja di tahun 2016 tercatat sekitar 74 kasus, 2017 menjadi 51 kasus dan di tahun 2018 mencapai 14 kasus. Tetapi karena di tahun 2019 cuacanya tidak menentu sehingga mudah bagi nyamuk aides agepty untuk bisa berkembang biak. Selain karena faktor cuaca, penanganan dampak gempa dengan tidak memperhatikan lingkungan sekitar juga menjadi faktor yang lain. Bahkan setiap tim yang
turun ke lapangan selalu saja menemukan lingkungan yang kotor karena fokus pada penanganan gempa. Pihaknya juga memprediksi kasus ini akan meningkat di tiga bulan terakhir, terhitung sejak Bulan November hingga Januari. Kendati demikian, pihaknya mengklaim tingkat fatalitas kasus ini (sampai meninggal dunia) tidak terjadi di KSB. Karena semua petugas sudah intens turun melakukan upaya penanganan lanjutan jika kasus itu ditemukan. “Kasus DBD ini kita sudah berhasil kita tekan dari tahun-tahun sebelumnya. Tetapi karena cuacanya seperti ini, angka kasusnya terus meningkat di akhir tahun mendatang,” ungkapnya. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan baik itu kesehatan badan dan lingkungan. Apalagi musim-musim seperti ini tidak diketahui secara pasti kadang panas kadang juga hujan. Sehingga sangat rawan munculnya DBD yang saat ini sudah terjadi di beberapa daerah. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemantauan jentik sekaligus pemberantasan. Tapi upaya yang paling jitu, yakni kesadaran diri dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan. Sementara dari segi jumlah kasus ini juga banyak ditemukan di kecamatan Taliwang sekitar 70 persen atau 13 kasus, sedangkan sisanya tersebar di tujuh kecamatan yang lain di KSB. “Kita sudah siapkan tim dan tenaga pemantau jentik nyamuk di masing-masing Puskesmas untuk terus turun ke masyarakat. Sehingga angka DBD ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat,” tukasnya. (ils)
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Januari 2020, Mitan Non Subsidi Mulai Dipasarkan Dompu (Suara NTB) Minyak tanah subsidi dipastikan akan ditarik dari peredaran mulai 1 Januari 2020. Kebutuhan minyak tanah akan dipenuhi dengan yang non subsidi dan hargannya diperkirakan sebesar Rp15 ribu perliter. Kendati non subsidi, pemerintah tetap akan mengawasi peredarannya. Hal itu disampaikan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Dra Hj. Sri Suzana, MSi., kepada Suara NTB, Jumat (27/12) kemarin. “Mulai Januari 2020 mendatang, pemerintah mencabut subsidi (Suara NTB/ula) pada minyak tanah setelah Hj. Sri Suzana program konversi minyak tanah ke gas dilakukan. Minyak tanah tetap ada, tapi yang non subsidi. Harganya sekitar Rp15 ribuan per liter,” kata Sri Suzana. Karena barang non subsidi, tentu peredarannya tidak sebanyak seperti saat minyak tanah subsidi yang dipasok setiap saat oleh mobil tangki Pertamina. Karena sistem peredaran mitan non subsidi berdasarkan pesanan ke Pertamina. “Walaupun non subsidi, tetap akan dikontrol pemerintah agar harganya tidak terlalu jauh tinggi,” ungkapnya. Terkait tingginya harga mitan non subsidi pasca dikuranginya kuota subsidi mitan pasca konversi mitan ke gas tabung 3 kg, Hj. Sri Suzana mengaku, itu akibat dari permainan pengecer yang memanfaatkan keterbatasan mitan. Begitu jugu dengan belum stabilnya harga gas LPG tabung isi 3 kg yang belum sesuai ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, akan menjadi perhatian pihaknya. “Ini akan menjadi perhatian kita kedepan dalam melakukan pengawasan. Paling tidak ada sok terapi terhadap pengecer yang nakal,” katanya. Sri Suzana pun menghimbau kepada ibu rumah tangga untuk menggunakan gas LPG sebagai bahan bakar. Selain lebih hemat dan praktis, memasak juga lebih cepat. Kekhawatiran gas akan meledak dapat dihindari dengan menempatkan tabung gas berada di ruang yang bagus sirkulasi udaranya. Ketika ada kebocoran, gasnya akan terurai bersama udara. Langkah lain dengan menggunakan regulator, selang dan kompor yang ber SNI. Sementara tabung gas dijamin tidak akan meledak. Kebakaran dari ledakan gas selama ini akibat gasnya bocor dan itu biasanya terjadi di regulator, selang atau di kompornya. (ula)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Maladministrasi Marak di Desa Dompu (Suara NTB) Kasus maladministasi masih kerap terjadi di pemerintahan desa (pemdes). Bahkan ada pemerintahan desa beranggapan bahwa camat dan pemerintahan kabupaten tidak memiliki otoritas atas desa. “Besok sebelum masuk kantor, baca baik – baik papan nama kantor desanya. Di situ ditulis, Pemerintah Kabupaten Dompu Kecamatan Manggelewa Desa Jatibaru. Itu menunjukkan bahwa pemerintah desa itu bagian dari pemerintah kabupaten, maka perlu disamakan persepsinya,” kata Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin pada rapat koordinasi inovasi kabupaten program inovasi desa dengan camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Dompu di Pendopo Bupati, Jumat (27/12). H. Bambang juga mengungkapkan, baru menandatan-
gani LHP Inspektorat atas pemeriksaan keuangan di desa. Dari LHP itu, catatannya ada yang hanya teguran dan ada juga yang harus pengembalian kerugian negara. “Tapi tidak ada sampai kerugiannya lebih dari Rp.10 juta,” ungkapnya. “Temuannya memang ndak banyak, tapi ada yang temuannya berulang kali. Sekarang ditemukan di situ, tahun lalu di situ, sebelumnya lagi di situ. Keledai bodoh saja, ndak mau masuk di lubang yang sama,” tambahnya memberi perumpamaan. Bupati juga mengingatkan kepada camat untuk tidak
asal mengeluarkan rekomendasi pencairan ADD dan DD, tapi harus dicek juga. Ketika menjadi masalah hukum, aparat penegak hukum (APH) maka akan diurut kacang setiap yang terlibat dalam masalahnya. “Intinya harus sesuai prosedur dan mekanisme. Ajak bicara BPD-nya, kita mau bangun ini, bangun itu,” ingatnya. Kepala Dinas PMPD Kabupaten Dompu, Haeruddin, SH mengaku, mulai 2020 ini DD tidak lagi masuk ke kas daerah, tapi langsung ditransfer ke kas desa oleh KPPN. Sehingga ke depan harus diperkuat
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
H. Bambang M. Yasin
Haeruddin
camat dengan SDM, termasuk dengan dukungan pendanaan. Karena camat memiliki fungsi pembinaan, dan penga-
wasan terhadap DD/ADD. “Kalau kita di DPMPD ini hanya fungsi pembinaan saja,” ungkapnya. (ula)
40 Desa di Sumbawa Seleksi Tambahan Balon Kades Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 40 desa di Kabupaten Sumbawa akan melakukan seleksi tambahan terhadap bakal calon (balon) kades dalam rangka Pilkades serentak 2020 mendatang. Pasalnya, jumlah pendaftar dari puluhan desa ini melebihi dari 5 orang. “Dari 199 desa yang melaksankaan Pilkades serentak, ada sekitar 40 desa yang lebih dari lima pelamarnya. Sehingga sekitar 40 desa itu nanti akan mengikuti seleksi tambahan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) (Suara NTB/ist) Kabupaten Sumbawa, VariVarian Bintoro an Bintoro, Jumat (27/12). Menurut Varian, untuk pelaksanaan seleksi tambahan, panitia kabupaten akan memfasilitasi panitia desa untuk menentukan lembaga sebagai tim seleksi. Seleksinya berupa pengetahuan umum, seleksi psikologi dan lainnya sesuai dengan aturan yang ada. “Karena banyak desa yang melakukan seleksi tambahan, maka kita akan memfasilitasi satu lembaga yang akan melakukan seleksi. Sekarang belum ditentukan lembaganya,” ujarnya. Rencananya, jelasnya, seleksi tambahan akan dilaksanakan sekitar bulan Februari mendatang setelah penetapan bakal calon. Meskipun bakal calon ada banyak, pihaknya bisa mengatur waktu agar seleksi bisa diselesaikan satu hari. Tergantung dari lokasi yang akan digunakan nantinya. Di mana pengalaman tahun 2018 lalu, seleksi tambahan dilakukan di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. “Dari 40 desa, kalau rata-rata 6 atau 7 bakal calon, maka hampir 300 peserta yang akan mengikuti seleksi tambahan. Banyaknya desa yang akan melakukan seleksi tambahan ini tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan Pilkades. Karena kita sudah atur waktunya. Pelaksanaan Pilkades tanggal 4 Maret 2020,” pungkasnya. (ind)
Seluruh Lumbung Pangan di Sumbawa Ditargetkan Berfungsi Sumbawa Besar (Suara NTB) Keberadaan lumbung pangan di Kabupaten Sumbawa dinilai cukup membantu dalam mempertahankan ketahanan pangan. Namun dari puluhan lumbung pangan, belasan diantaranya sudah tidak aktif atau mati suri. Sehingga Pemkab setempat melalui Dinas Pangan menargetkan seluruhnya bisa berfungsi di tahun 2020 mendatang. Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Syafruddin Nur menyebutkan, terdapat 36 lumbung pangan di Kabupaten Sumbawa. Lum(Suara NTB/ist) bungpanganiniadayangsudah Syafruddin Nur maju dan aktif. Namun ada belasan yang tidak aktif atau mati suri. Sehingga kedepannya pihaknya akan mengupayakan agar semuanya bisa dimanfaatkan. “Lumbung pangan kita ada 36 keseluruhannya. Yang mati suri, kemarin hitung-hitungan kita ada sampai belasan. Paling tidak target kita tahun 2020 secara keseluruhan lumbung pangan ini bisa berfungsi kembali,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (27/12). Diakuinya, untuk menghidupkan kembali lumbung pangan yang mati suri memang menjadi PR berat. Sehingga pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan desa termasuk camat. Supaya keberadaan lumbung pangan ini dapat dimanfaatkan. “Kita coba identifikasi seluruh persoalannya, apa akar masalahnya. Cuma yang agak berat ketika pengurus-pengurusnya sudah tidak ada di tempat. Inilah yang kita upayakan membangun kerjasama dengan desa termasuk pak Camat. Supaya lumbung pangan yang mati suri ini bisa diaktifkan kembali,” terangnya. (ind)
(Suara NTB/ist)
BERSIHKAN SUNGAI - Alat ekskavator yang melakukan pembersihan sungai dan membongkar jembatan PNPM Mandiri di Soro, Jumat (27/12). Jembatan ini diduga memicu banjir bandang di Soro, karena jembatan itu memiliki tiang tengah yang menahan sampah dan membuat air meluap ke perkampungan.
Dua Jembatan Putus, BPBD Belum Terima Laporan Dompu (Suara NTB) Dua jembatan gorong-gorong di Desa Tolokalo kecamatan Kempo dan Desa Sorinomo Kecamatan Pekat yang jebol diterjang banjir bandang, Selasa (24/12) lalu ternyata belum diketahui BPBD Dompu. Dua jembatan ini pun belum diperbaiki dan hanya ditimbun pake tanah untuk bisa dilewati pengguna jalan. Sementara jembatan PNPM Mandiri di Dusun Toro Wuwu Desa Soro yang memiliki tiang tengah dan menjadi pemicu luapnya air banjir di Soro akhirnya dibongkar agar aliran sungai tidak terhambat ke laut.
Kepala BPBD Dompu, Drs. Imran kepada Suara NTB, Jumat (27/12) kemarin mengaku belum mendapat laporan terkait kerusakan 2 jembatan gorong-gorong sebelum So Tompo Desa Tolokalo Kecamatan Kempo dan di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat. Laporan yang diterima pihaknya hannya banjir di Songgajah, Tolokalo, Soro, Kempo dan Taa kecamatan Kempo saja. Sehingga bantuan logistik yang disalurkan baru di Soro, Kempo dan Taa. “Kalau soal jembatan itu, saya koordinasikan dulu dengan anggota,” akunya. Informasi yang dihimpun
Suara NTB menyebutkan, dua jembatan gorong-gorong sebelum so Tompo Desa Tolokalo kecamatan Kempo dan di Desa Sorinomo kecamatan Pekat jebol diterjang banjir. Agar jembatan tersebut bisa dimanfaatkan, pengguna jalan berinisiasi menutupnya dengan timbunan. Tapi tetap tidak aman bagi kendaraan besar seperti fuso dan mobil tronton. “Makanya mobil tronton pengangkut pasir belum jalan karena jembatannya belum diperbaiki,” ungkap Ismail penjaga gudang PT Rangga Eka Pratama Dompu. Sebelumnya, Bupati Dom-
P21, Berkas Tahap Dua OTT Pungli Dilimpahkan Januari 2020 Bima (Suara NTB) – Pihak Mapolres Bima menyatakan berkas perkara dalam kasus Operasi Tangkap Tangkap (OTT) pungutan liar try out tahun 2018, dengan tersangka inisial JB sudah dinyatakan lengkap (P21). “Berkas OTT Pungli sudah P21. Kalau tidak salah dinyatakan rampung sekitar pertengahan bulan Desember ini,” kata Kapolres Bima melalui Kasubbag Humas Polres Bima, Iptu Hanafi, Kepada Suara NTB, Jumat (27/12). Setelah dinyatakan P21, lanjutnya akan melakukan pelimpahan tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) ke JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, yang dijadwalkan pada Bulan
Januari 2020 mendatang. “Tahap dua bulan 2020. Tunggu saja informasi selanjutnya,” katanya. Sebagai data tambahan, dalam kasus OTT Pungli tersebut, pihak Mapolres Bima menetapkan satu orang tersangka inisial JB yang merupakan pejabat teras Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikdupora) Kabupaten Bima. Oknum JB diduga menyalahgunakan kewenangan atau jabatan sehingga merugikan uang negara karena memerintahkan Kepala UPT untuk menarik biaya try out. Kasus tersebut terbongkar saat OTT di Kantor UPT Dikbudpora Kecamatan Bolo tahun 2018 silam.
Dari OTT tersebut Tim Sabe Pungli berhasil mengamankan salahseorang ASN yang merupakan staf UPTD Kecamatan Bolo inisial Fw. Serta menyita uang tunai kurang lebih kurang lebih Rp1 Juta. Namun setelah dikembangkan uang yang berhasil disita keseluruhanya sebanyak Rp42 juta. Uang tersebut diduga hasil dikumpulkan dari sekolah yang akan melaksanakan ujian tri out. Dalam kasus tersebut, oknum JB disangkakan telah melanggar pasal 2 dan 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Yakni melawan hukum dengan melakukan perbuatan yang merugikan uang negara. (uki)
BAKTI Kemkominfo Lakukan Migrasi Solusi Teknologi di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori M. S.E, menyampaikan Kementerian Kominfo RI akan melaksanakan peningkatan layanan dan migrasi solusi teknlogi Akses Internet yang telah dibangun pada tahun 2015 sampai 2018 khususnya di Kabupaten Sumbawa. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akan dilakukan migrasi solusi teknologi sampai ke penggantian perangkat. “Ada sekitar 60 titik
Askes Internet Program USO BAKTI di Kabupaten Sumbawa yang sedang atau akan dilakukan migrasi” ujar Ansori, Kamis (27/12) kemarin. Merujuk kepada Surat BAKTI bernomor 1233/KOMINFO/BAKTI.31.4/PR.02.08/12/2019 tanggal 20 Desember 2019. Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan migrasi solusi teknologi tersebut meliputi titik – titik layanan Akses Internet yang berada di Kantorkantor Camat, Kantor Desa, Puskesmas dan Sekolahsekolah. Adapun solusi migrasi yang akan dilakukan antara lain dari teknologi VSAT C Band ke Fiber Optic
serta teknologi VSAT C Band ke VSAT Ku Band. Bahkan juga sampai penggantian perangkat akses internet oleh Penyedia Layanan (ISP) yang menjadi mitra BAKTI. Pada masa migrasi ini, lanjutnya, tentu akan mengakibatkan adanya sedikit penurunan kecepatan sampai layanan baru selesai diinstalasi. Ansori menyampaikan permohonan maaf atas nama BAKTI kepada instansi maupun masyarakat yang memanfaatkan akses layanan free internet ini sampai selesai secara administrasi dan teknis. (arn)
pu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengungkapkan, jembatan yang dibangun dari program PNPM Mandiri di Soro timur memiliki tiang tengah dan menahan kayu yang dibawa banjir menjadi penyebab meluapnya air ke perkampungan warga dan memotong ruas jalan ekonomi Desa setempat. “Jembatan PNPM Mandiri itu jadi penyebabnya. Makanya saya sudah suruh Kepala PU untuk membongkar jembatan itu. Nanti kita carikan anggaran untuk bangun jembatan baru,” katanya. Jembatan PNPM Mandiri Desa Soro kini sudah di-
bongkar dan dilakukan pembersihan sampah yang ada di buara sungai. Dibongkarnya jembatan ini diharapkan memperlancar aliran sungai dan ketika banjir datang tidak meluap ke permukaan. Jembatan Soro timur ini sebelumnya jebol diterjang banjir awal tahun 2019 lalu. Tidak hanya jembatan, tapi juga akses jalan di Dusun Toro Wuwu juga jebol. Normalisasi sungai dilakukan Pemda dan membuat akses jalan baru. Sementara Pemerintah Desa Soro timur membuat jembatan darurat sebagai akses bagi warga di Toro Wuwu. (ula)
Aparat Gabungan Sita Dua Alat Berat di Hutan Parado Bima (Suara NTB) Aparat gabungan menyita dua alat berat yang sedang beroperasi di kawasan hutan Parado. Hal itu dilakukan serangkaian dengan penyitaan terhadap ratusan batang kayu. Selain itu, petugas juga mengamankan lima terduga pelaku pembalakkan liar (illegal logging). Penyitaan dua alat berat yang sedang beroperasi itu pada saat Aparat Gabungan dari Kodim 1608 Bima, Polsek, KPH dan Pemerintah Kecamatan Parado melakukan patroli rutin di kawasan Hutan Parado, Kamis (26/12) siang. Penyitaan dua alat berat tersebut diakui oleh Camat Parado, Baharuddin S.Sos. Menurutnya dua alat berat sedang beroperasi membuat jalan tani dari Desa Parado Wane menuju Dusun Woro. “Saat ini dua alat berat ini masih berada di lokasi dan sudah diberi garis polisi (police line),” katanya. Baharuddin mengaku, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Aparat Gabungan terhadap operator, pembukaan jalan tersebut diklaim
telah mengantongi perizinan dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov). “Tapi saat dimintai suratsuratnya, operator ini tidak bisa menunjukkan, sehingga dua alat berat ini ditahan dan diberi garis polisi,” katanya. Selain itu, lanjutnya Aparat Gabungan juga sempat menanyakan pihak atau penanggungjawab yang membuka jalan, serta pemilik dua alat berat tersebut kepada Operator. Namun jawabanya tidak memuaskan, terkesan tidak mengetahui hal itu. “Penanggungjawab pembukaan jalan dan pemilik dua alat berat ini belum diketahui. Masih ditelusuri sampai saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan patroli rutin oleh Aparat Gabungan akan terus dilakukan kedepan, menyusul kondisi hutan Parado yang sudah sangat kritis. Selain maraknya pembalakkan liar, hutan rusak juga disebabkan pengalihan fungsi hutan oleh masyarakat untuk dijadikan lahan pertanian jagung. “Hutan Parado sudah sekitar ribuan hektar yang kritis,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/Ist)
SITA - Alat berat yang disita oleh Aparat Gabungan, Kodim 1608 Bima, Polsek, KPH dan Pemerintah Kecamatan Parado saat melaksanakan patroli rutin di kawasan hutan Parado, Kamis (26/12).
POLHUKAM
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Halaman 8
Desa Bersinar Tangkal Kenaikan Tipologi Penyalahgunaan Narkoba
Polres Lombok Tengah Susul Polresta Mataram
Mataram (Suara NTB) – Derasnya pembangunan wisata di Lombok Tengah membuat Polri harus merespons cepat. Mulai dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sampai Sirkuit MotoGP. Polres Lombok Tengah diusulkan menjadi Polresta untuk menghadapi tantangan pembangunan tersebut. Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan pengamanan KEK Mandalika dan gelaran MotoGP akan menjadi fokus Polda NTB pada tahun 2020. “Polres Lombok Tengah diusulkan jadi Polresta yang akan dipimpin Kombes,” ucapnya, Jumat (27/ 12) kemarin. Lombok Tengah kini menjelma menjadi idaman para investor. Perusahaan asing berlomba menan-
amkan investasi. Pembangunan investasi itu akan hanya jadi isapan jempol apabila keamanan tidak terjaga. “Jangan sampai pembangunan ini ada hambatan. Presiden sudah menekankan untuk percepatan pembangunan khususnya Mandalika dan sirkuti MotoGP,” tegasnya. Mandalika tidak hanya akan menjadi ikon NTB melainkan juga dunia. Perhatian dunia ter-
tuju pada Lombok Tengah. Gejolak kecil gangguan keamanan akan berdampak terhadap citra pariwisata daerah. “Maka kita akan mengawal maksimal pembangunan destinasi wisata tersebut. Lombok Tengah menjadi daya tarik investor. Akan kita kawal pembangunan yang semakin meningkat,” sebut Nana. Kapolda menambahkan bahwa keamanan merupakan
Bupati Sepakat Loteng Dimekarkan
Cegah Kemacetan Malam Tahun Baru
Polres Lobar Rekayasa Lalu Lintas Giri Menang (Suara NTB) – Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K., mengatakan pihaknya siap melakukan pengamanan malam Tahun Baru 2020. Dalam perayaan malam pergantian tahun ini, polres mengatensi beberapa potensi gangguan keamanan, seperti aksi kejahatan dan kemacaten yang bisa saja terjadi. Kapolres Lobar mengatakan, personel yang dilibatkan dalam pengamanan sebanyak 530 orang ditambah back-up personel Polda NTB. Polres Lobar telah melakukan koordinasi dengan Polda NTB dan rencananya Polda NTB akan menambahkan sejumlah 160 personel dalam kegiatan pengamanan malam Tahun Baru. “Untuk kegiatan pengamanan Polres Lobar akan memfokuskan pengamanan jalur Daerah Wisata Senggigi, yang akan ditempatkan mulai dari simpang empat Montong hingga Kerandangan, tentunya gangguan keamanan seperti aksi kejahatan jadi atensi kami,” jelasnya, Jumat (27/12). Untuk perayaan malam tahun baru ini, pihaknya mengatensi tujuh titik. Di masing-masing titik ini sudah disiapkan posko untuk antisipasi kegiatan masyarakat yang akan mengalami peningkatan pada malam tahun baru. Selain itu, Polres Lobar menyiapkan lima posko tambahan yang akan ditempatkan di pantai-pantai yang menjadi tempat tujuan wisata. “Di samping itu, Polres Lobar telah mempersiapkan rencana pengamanan termasuk rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan apabila pengunjung di wilayah Senggigi mengalami peningkatan,” jelas dia. Diperkirakan arus peningkatan pengunjung terjadi pada pukul 23.00 wita. Jika arus pengunjung ke Senggigi semakin padat, Polres Lobar akan memberlakukan buka tutup di Simpang Empat Montong. Tergantung situasi, apabila arus lalu lintas lancar, maka jalan akan dibuka kembali. Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat dalam menyambut malam tahun baru, agar tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang. “Diharapkan kepada pengendara kendaraan rakyat (cidomo) untuk sementara tidak digunakan, dengan pertimbangan jalur di sepanjang Senggigi dipastikan lancar,” imbau dia. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak hotel yang ada di wilayah Senggigi, serta koordinasi Asosiasi Pengusaha Hiburan wilayah Senggigi untuk bersamasama mendukung kelancaran kegiatan malam tahun baru di wilayah Senggigi. (her)
Bagus S. Wibowo
(Suara NTB/yon)
MELAPOR - Badan Perwusyawaratan Desa (BPD) Bagik Payung Selatan saat melapor dan menyerahkan sejumlah berkas terkait dugaan LKPJ mantan Kades setempat yang diduga fiktif.
Kepala Desa Bagik Payung Selatan Dilaporkan ke APH Selong (Suara NTB) Badan Permusyawatan Desa (BPD) Bagik payung Selatan Kecamatan Suralaga Kabupaten Lotim, melaporkan mantan Kepala Desa, Abdul Gafur, ke aparat penegak hukum (APH). Ia dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim lantaran diduga memanipulasi LKPJ penggunaan anggarannya. Kepada Suara NTB di Kejari Lotim, Jumat (27/12), Ketua BPD Bagik Payung Selatan, M. Bahri, mengatakan jika dugaan manipulasi LPJ itu terkait pengelolaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) tahun 20132019. Ini menyangkut banyaknya anggaran terindikasi dan kegiatan-kegiatan yang fiktif. “Saat ini masa jabatannya sudah berakhir. Namun dari LKPJ yang disampaikan terdapat kecurigaan dan fakta di lapangan,” ujarnya. Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh BPD, kerugian negara yang timbul sebesar Rp1,9 miliar untuk satu periode. Maka dari itu, dari laporan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh APH untuk segera dilakukan penyelidikan maupun penyidikan. Adapun jumlah dana desa (DD) Bagik Payung diatas Rp1 miliar. Dicontohkannya, dimanipulasinya anggaran desa berupa pengalokasian anggaran tembok keliling lapangan desa. Sementara penembokan tersebut sudah diselesaikan pada masa kepala desa sebelumnya,
Almarhum H. M. Amin, pada tahun 2012. Akan tetapi pengerjaan penembokan lapangan itu kembali disampaikan dalam LPJ pada tahun 2014. Kedua, manipulasi anggaran juga terjadi pada pembangunan gapura desa. Dimana dalam RAB, pembuatan gapura menggunakan bata, semen tiga roda, dan bahan bangunan lainnya. Namun dalam pelaksanaan fisik, yang digunakan batako, semen merah putih dengan jumlah gapura sebanyak unit. Gapura pertama perbatasan antara Bagik Payung Selatan dan Gedung Permai, Gapura Kantor Desa dan Gapura gang Mesjid. Masingmasing anggaran sekitar Rp35 juta. “Itu anggaran 2018 dan sampai saat ini belum diselesaikan,” ungkapnya. Selanjutnya berupa pengadaan kendaraan untuk kepala dusun dianggarakan untuk Kadus Dasan Reban sebanyak 1 unit di tahun 2017. Akan tetapi hingga akhir masa jabatannya realisasi pengadaan sepeda motor tidak ada dan anggarannya dialihkan untuk kegiatan yang lain senilai Rp16 juta. “Jadi indikasinya, kerugian negara sebesar Rp1,9 miliar dari tahun anggaran 2013 hingga 2019,” jelasnya. Wakil Ketua BPD Bagik Payung Selatan, Muhibbun, mengaku sudah mengingatkan kepada mantan kepala desa untuk melaporkan penggunaan anggaran setiap tahun anggaran dan bukan pada
Kapolda NTB - Danrem 162/WB Kunker ke Jajaran di Pulau Sumbawa Dompu (Suara NTB) Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM bersama Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han menggelar kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa, Kamis (26/12) dan Jumat (27/12). Rangkaian kunjungan itu sebagai bagian dari sinergitas antara dua institusi penegak hukum dan keamanan negara itu. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat lebih dekat pelaksanaan pengamanan di Pos Pengamanan Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Bima dan Dompu. Dalam kunjungan ke Kodim 1614/Dompu, Kapolda NTB dan Danrem 162/WB disambut jajaran. Termasuk disambut Dandim 1614/ Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom di Aula Kodim Dompu. Dalam arahannya, Danrem 162/WB menyampaikan kehadirannya di Dompu bersama Kapolda NTB dan rombongan untuk memberikan motivasi kepada seluruh prajurit. Selaian prajurit Kodim juga anggota Polres. Pihaknya ingin menggalang sinergitas, kebersamaan dan kekompakan dalam menghadapi
aspek dasar lancarnya pembangunan, baik itu fisik maupun investasi. “Keamanan punya hubungan erat. Kalau keamanan terjamin maka pembangunan cepat peningkatannya,” imbuh dia. Salah satu potensi kerawanan yang diperhitungkan yakni sengketa kepemilikan lahan. Sebab primadona kawasan investasi adalah lahan sebagai modal pembangunan fisik. “Terkait permasalahan tanah biasanya timbul, seperti tumpang tindih lahan, soal sertifikat ini yang akan meningkat laporannya dan kita antisipasi,” pungkas Nana. (why) Nana Sudjana
(Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 10 desa dicanangkan sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar) pada tahun 2020 mendatang. Pembentukan desa Bersinar langsung kepada kawasan paling bahaya narkoba. Desa tersebut akan melengkapi 12 desa Bersinar yang sudah terbentuk tahun 2019. Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB Muhammad Rum menyebutkan, pembentukan desa Bersinar untuk menciptakan benteng agar peredaran narkoba tidak semakin meluas. “Istilahnya bagaimana menggorok musang di depan ayam. Perlu ada upaya represif di daerah merah,” ujarnya, Jumat (27/12) kemarin. Sejumlah desa yang disasar bersih narkoba itu antara lain Desa Cenggu, Palibelo, Kabupaten Bima; Desa Karijawa, Dompu, Kabupaten Dompu; Kelurahan Dalam, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Desa Buer, Buer, Kabupaten Sumbawa; Kemudian, Kelurahan Pancor, Selong, Kabupaten Lombok Timur; Desa Renteng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah; Desa Pemenang Barat, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara; Desa Bengkel, Labuapi, Kabupaten Lombok Barat; dan Kelurahan Abiantubuh Baru, Cakranegara, Kota Mataram. Terhadap 10 desa tersebut, imbuh Rum, akan diintensifkan sosialisasi dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kemudian dilakukan pembekalan terhadap mentor lokal desa, sosialisasi dan bimbingan teknis, serta evaluasi. “Harapannya ke depan dengan sangat masifnya peredaran narkoba ini, kita bisa menekan permintaan. Kalau sudah tidak ada yang meminta maka penjualnya juga kehilangan pembeli,” terang Rum. Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menambahkan bahwa terdapat 58 kawasan rawan narkoba di Provinsi NTB. “Kategori bahaya ada tujuh wilayah, 23 wilayah kategori waspada, dan 28 wilayah kategori siaga,” urainya. Dia menambahkan, pembentukan desa Bersinar itu berdasarkan pada Inpres No 6/2018 dan sesuai dengan visi misi NTB Gemilang yang mencantumkan Desa Bersinar sebagai salah satu prioritasnya. Satu desa yang sudah berhasil menerapkan Desa Bersinar yakni Desa Taman Ayu, Gerung, Kabupaten Lombok Barat melalui gerakan Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) yang memberdayakan mantan pecandu sebagai motor penggeraknya. (why)
(Suara NTB/penrem)
DISAMBUT ANGGOTA - Kapolda NTB Nana Sudjana bersama Komandan Korem 162/WB Ahmad Rizal Ramdhani disambut anggota TNI. setiap permasalahan di daerah. “Ini bisa dijadikan contoh dan tauladan yang baik bagi jajaran TNI Polri di NTB dalam menyelesaikan masalah,” ujar Danrem. Ingat, lanjutnya, kunci utama untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam bertugas adalah kedepankan sinergitas dan soliditas. Sinergitas TNI Polri ini mulai dari level pimpinan hingga
Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Menurutnya, perhatian yang diberikan kepada seluruh jajaran TNI Polri di NTB tanpa pilih kasih, tidak membeda-bedakan. “Dengan harapan terwujudnya sinergitas, kekompakan dan kebersamaan yang akan memberikan dampak positif pada kinerja di satuan maupun pembangunan di daerah,” ujarnya. (ars/*)
akhir masa jabatan. Ditambahkannya, kepala desa tersebut juga menjual gadai tanah pecatu desa setempat. Anehnya berakhir 22 Agustus 2019, namun di kuitansi tertera penjualan pada 1 Januari 2020 sampai 2025. “Lalu ke mana uang itu, lagi-lagi tidak dilaporkan. Termasuk dalam pengelolaan BumDes yang dikelola langsung oleh kepala desa di rumahnya,” pungkasnya. Kasi Intelijen Kejari Lotim, Irawan Soehendra, mengaku sudah mendapatkan informasi adanya laporan masuk oleh BPD Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga. Akan tetapi untuk lebih jelasnya nanti akan dicek dan dipelajari berkas laporan yang disampaikan. (yon)
sebagai kabupaten dengan Praya (Suara NTB) Wacana pembentukan Kota jumlah penduduk terbesar Praya sebagai pemekaran kedua setelah Lombok Timur wilayah Kabupaten Lombok (Lotim), sudah sangat layak. Tengah (Loteng) mendapat Belum lagi soal urusan yang respon positif Bupati Loteng, menjadi beban Pemkab H.M. Suhaili FT. Orang nomor Loteng, semakin berat dan satu di Bumi Tatas Tuhu komplek. Sehingga perlu Transne ini, mengaku sangat beban tersebut dibagi, mengapresiasi wacana yang supaya bisa lebih ringan. Terkait potensi, tidak akan dimunculkan sejumlah tokoh mengganggu potensi Loteng. berpengaruh Loteng tersebut. “Kita apresiasi ada tokoh- Dimana Loteng bisa tetap tokoh yang mau memperhati- fokus di sektor pertanian, kekan Loteng. Menyumbangkan lautan serta pariwisata. Semepikiran bagaimana memajukan natara Kota Praya bisa lebih Loteng ke depan,” terang H.M. konsen pada pengembangan Suhaili FT., kepada wartawan, sektor jasa dan perdagangan Jumat (27/12) kemarin. Menu- sebagai unggulannya. Dengan rutnya, pemekaran wilayah titik berat pada pengembaharus dimaknai secara positif. ngan ekonomi kreatif. “Pembentukan Kota Praya Bahwa dengan adanya pemekaran wilayah, itu bisa mendu- tidak akan sampai mengamkung peningkatan kualitas pel- bil potensi yang dimiliki Loayanan pemerintahan. Sekali- teng. Justru antara Loteng gus mendorong akselerasi dengan Kota Praya bisa salpembangunan didaerah ini. Se- ing menunjang dan menhingga penting kemudian dukung satu sama yang lain,” tandasnya. bagaimana bisa mewujudkan Dengan terbentuknya Kota Praya. begitu, “Kita jangan takut kedua bermimpi. Selama itu baik wilayah bagi kemajuan Loteng ke itu depan, kenapa tidak (penantinya mekaran wilayah),” ujarnya. bisa berJadi jangan cepat pesimis. kembang Kalau terus-terusan pesimis, bersama. kapan daerah ini akan maju. (kir) Bisa jadi dengan adanya pemekaran wilayah tersebut bisa mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah ini. Soal layak tidaknya Loteng dimekarkan, mantan Ketua DPRD NTB ini H.M. Suhaili FT menegaskan (Suara NTB/dok)
Sabtu, 28 Desember 2019
SUARA NTB
Lagi, Jalur Wisata Pusuk Sembalun Longsor Mataram (Suara NTB) Jalur menuju objek wisata Sembalun, Lombok Timur kembali longsor, Jumat (27/12). Akses jalan menanjak di kawasan hutan ini sebagian tertimbun bongkahan batu dan tanah dari tebing. Longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur Lombok Timur sejak siang. Kapenrem 162/WB Mayor Inf. Dahlan dihubungi sore kemarin mengatakan, longsor
menyebabkan tertutupnya sebagian ruas jalan di jalur tersebut. Koramil 1615-10/Sembalun langsung terjun untuk mengecek lokasi. ‘’Dari laporan yang kami terima, tidak ada korban dalam kejadian itu. Karena saat kejadian itu jalur sepi kendaraan,’’ ujarnya. Setelah mendapat laporan, anggota Koramil berkoordinasi untuk menerjunkan alat berat excavator milik pekerja proyek
jalan ke lokasi. ‘’Laporan sampai sore ini, situasi sudah terkendali. Material longsor sudah disingkirkan dengan alat berat. Kebetulan ada alat berat milik kontraktor pelebaran jalan tidak jauh dari lokasi. Itu yang dipakai,’’ jelasnya. Akses menuju kawasan World’s Best Halal Honeymoon Destination dan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) itu pun kembali normal. Disarankan masyarakat atau
wisatawan berhati- hati melalui jalur tersebut. Apalagi saat ini hujan masih berlangsung, rawan terjadi longsor susulan. Sementara Kepala BPBD Lotim Purnama Hadi memastikan tidak ada tanah longsor di Sembalun. “Yang ada hanya tanah yang sudah dikepras dalam rangka pelebaran jalan itu turun atau jatuh ke jalan,” ujarnya. Dipastikannya, tanah tersebut sudah disingkirkan. (ars)
BERITA HILANG Hilang SHGB no.636/ 1997 seluas 120 M2 terletak di jalan danau tondano no.8 BTN BUMI PAGUTAN PERMAI, atas nama MISKAN ARSYAD Hilang disekitar pagutan, Bagi yang menemukan harap menghubungi pos polisi terdekat.
Halaman 9
HILANG
HILANG
HLG STNK R2 HONDA DR. 4066 EB NOKA/NOSIN : MHIJFY113JK123686/JFY1E1120506 AN.UMI FADLIAH HLG D’SKTR JL.PEJANGGIK KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR. 5199 ED NOKA/NOSIN : MHIJFZ135KK260055/JFZ1E3259440 AN. I MADE GUSTA ARYA HLG DSKTR JL.AHMAD YANI GG.1NO.2LINGK.BUTUN INDAH BERTAIS
HLG STNK R2 HONDA VARIO NOKA/NOSIN : NHIJFY111GK054893/JF1E-1053371 AN.IBRAHIM HLG D’SKTR JL. ARYA BANJAR GETA KEC. AMPENAN KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR. 4418 CK NOKA/NOSIN : MHIJFM229EK197524/JFM2E2212445 AN.YUYUN SAMBODO,S Si HLG D’SKTR JL.UBURUBUR III NO.22 GETAP INDAH KEL.TAMAN SARI KEC. AMPENAN KOTA MATARAM
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273
RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti
RUPA-RUPA DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 TANAH KEBUN LUAS 1850 M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
SUARA NTB
Sabtu, 28 Desember 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 10
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 28 Desember 2019
Jaksa Agung Lantik Kajati NTB Dari Hal. 1 Tugas yang menanti diantaranya menggenjot Kejati NTB untuk menjadi instansi dengan status Wilayah Bebas Korupsi (WBK). “Program Kejaksaan, semua satuan kerja bisa WBK dan diharapkan selanjutnya bisa menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),’’ sebut Anwar. Pergantian pimpinan tersebut, imbuh dia, dapat menjadi pelecut semangat bagi insan Adhyaksa untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Yakni dalam hal penegakan hukum serta pendampingan dan pengawalan pembangunan daerah. Anwar menyampaikan pesan Jaksa Agung dalam pelantikan tersebut. ‘’Semuanya diharapkan di semua lini harus berkontribusi, bekerja keras untuk mewujudkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang modern, terpercaya, dan bermartabat,’’ urainya. Jaksa agung juga meminta Kejati di daerah mengidentifikas, menganalisa, dan mencari solusi masalah hukum untuk akselerasi pelaksanaan gugus tugas. Kemundian, mewujudkan
penegakan hukum yang tidak hanya berpijak pada aturan hukum yang positif tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai keadilan dengan mempertimbangkan tatanan dan kearifan lokal. Dalam hal penegakan hukum, Jaksa Agung berpesan mengenai adanya kepastian hukum, suasana kondusif bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis dan investasi sehingga dapat berkoordinasi secara positif dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional. Anwar menambahkan bahwa Nanang akan mulai aktif menjalankan tugasnya pada Senin (30/12) mendatang. Dia meyakini Nanang memiliki pengalaman yang mumpuni untuk memimpin pelaksanaan fungsi Kejaksaan di NTB. ‘’Kami semua yakin Pak Nanang mampu karena sudah menguasai wilayah NTB,’’ ujar Anwar. Nanang pernah bertugas sebagai Kasi Datun Kejari Mataram pada tahun 2007 dan Asintel Kejati NTB tahun 2010. (why)
Cegah Penumpukan Eksekusi Anggaran Dari Hal. 1 Lelang proyek 2020 sejak dini, tujuannya agar tak terjadi penumpukan eksekusi anggaran jelang akhir tahun anggaran. Selain itu, dengan melakukan pelelangan proyek sejak dini agar pertumbuhan ekonomi menjadi merata tiap triwulan. Gita mengatakan saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sedang melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran 2019. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan diketahui kendala yang dihadapi OPD dalam pelaksanaan anggaran dan program-program unggulan. “Kemudian apa solusinya dan treatment-nya bagaimana, nanti kita ketahui bersama. Sekarang evaluasi momentum akhir tahun,” tandas mantan Kepala DPMPTSP NTB ini. Terkait percepatan lelang proyek 2020, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah mengeluarkan tujuh instruksi. Untuk kegiatan atau proyek konstruksi yang sudah ada Detailed Engineering Design (DED), pengajuan tender paling lambat Maret 2020. Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, H. Sadimin, ST, MT mengatakan instruksi gubernur tersebut menindaklanjuti arahan Presiden pada Rakor Forkopinda, 13 November 2019 di Bogor. Dan Surat Edaran Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kementrian/Lembaga/ Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020. “Gubernur menerbitkan Intruksi Gubernur Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB,” kata Sadimin. Ada tujuh poin dalam instruksi gubernur tersebut. Pertama, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2020 secara terbuka melalui Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Kedua, tender dapat dilak-
sanakan mendahului pengesahan DPA setelah RAPBD ditetapkan oleh DPRD. Ketiga, proses tahun anggaran 2020 yang ditender pada tahun 2019 dapat dilaksanakan oleh PPK Tahun Anggaran 2019. Keempat, pengajuan proses seleksi Jasa Konsultansi Perencanaan yang pekerjaan fisiknya dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2020, dilakukan paling lambat akhir bulan Januari 2020. Dan untuk pekerjaaan konstruksi fisiknya diajukan paling lambat bulan Juni 2020. Kelima, gubernur menginstruksikan supaya kegiatan konstruksi yang sudah ada DED-nya, pengajuan tender dilakukan paling lambat Bulan Maret 2020. Keenam, pengajuan tender barang/jasa lainnya, dilakukan paling lambat pada bulan Oktober 2020. Terakhir, kepada OPD atau Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan lingkup Pemprov NTB dalam melaksanakan pengadaan non tender atau pengadaan langsung dan penunjukan langsung harus melalui aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Berdasarkan data Kanwil DJPB NTB, pada 2020 mendatang belanja barang yang bersumber dari dana APBN di NTB sebesar Rp3,21 triliun, belanja modal Rp3,52 triliun dan belanja bantuan sosial Rp15,09 Miliar. Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp26,08 triliun untuk belanja kementerian/lembaga dan 11 Pemda di NTB pada 2020. Alokasi anggaran sebesar itu diperuntukkan bagi pembiayaan fungsi-fungsi pemerintahan yaitu Pelayanan Umum Rp444,47 Miliar, Pertahanan Rp429,88 Miliar, Ketertiban dan Keamanan Rp1,51 Triliun, Ekonomi Rp3,76 Triliun, Lingkungan Hidup Rp390,23 Miliar. Kemudian Perumahan dan Fasilitas Umum Rp580,29 Miliar, Kesehatan Rp187,76 Miliar, Pariwisata dan Budaya Rp2,72 Miliar, Agama Rp199,65 Miliar, Pendidikan Rp2,25 Triliun, dan Perlindungan Sosial Rp20,87 Miliar. (nas)
Dibangun Pertengahan 2020 Dari Hal. 1 ‘’Kita harapkan tengah tahun sudah kontrak. Pengerjaan fisik mulai Juni 2020 sudah dikerjakan dan akhir tahun sudah selesai pembangunannya,’’ ujar Eka. Pembangunan RS Internasional MotoGP mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes menggelontorkan anggaran sebesar Rp40 miliar lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Bahkan, untuk tenaga kesehatan yang tidak dimiliki NTB, akan disupport penuh oleh Kemenkes pada pelaksanaan balap MotoGP 2021 mendatang. Pelaksanaan balap MotoGP di Sirkuit Mandalika bukan hanya gawenya NTB. Tetapi event tersebut sudah menjadi gawe Pemerintah Pusat. Sehingga harus benar-benar sukses, seperti pelaksanaan Asian Games. Terkait dengan persoalan lahan, Eka mengatakan persoalan itu pasti ada jalan keluarnya. Hasil komunikasi dengan Pemkab Loteng, mereka akan menyiapkan lahan lain sebagai ganti lapangan yang digunakan sebagai lokasi pembangunan RS Internasional MotoGP tersebut. ‘’Dari awal sudah kita tanyakan, mereka mengatakan sudah disiapkan lahan pengganti. Pak
Bupati sebelum menghibahkan ke kita, sudah ngomong. Ini juga untuk kepentingan masyarakat. Pemkab Lombok Tengah menyiapkan lahan pengganti,’’ katanya. Kaitan dengan kesiapan tenaga medis, Eka mengatakan, Kemenkes akan memberikan support. Selain merekrut tenaga medis melalui rekrutmen CPNS 2019, Kemenkes juga akan mendukung tenaga-tenaga ahli yang tidak dimiliki NTB. ‘’Seperti yang dilakukan saat Asian Games kemarin di Palembang. Sebagian tenaga-tenaga kesehatan inti yang Palembang tidak punya, dikirim dari Jakarta. Kita didukung penuh oleh Kemenkes. Karena ini gawenya Indonesia, bukan hanya gawenya NTB. Kita sudah ada pembicaraannya, akan diperlakukan kayak Asian Games kemarin,’’ tandasnya. Diketahui, lahan untuk lokasi pembangunan RS Internasional MotoGP sudah ada bantuan dari Pemda Lombok Tengah. Rencananya, RS Internasional MotoGP akan dibangun di Lapangan Bola Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah, atau jaraknya sekitar 15 menit dari KEK Mandalika. (nas)
Halaman 11
Ancaman Nyata Banjir dan Longsor
Potensi Kerugian Kerusakan Jalan Capai Rp1,2 Triliun Mataram (Suara NTB) Akibat kerusakan hutan yang cukup parah, banjir dan longsor menjadi ancaman nyata di NTB setiap tahun. Kerusakan infrastruktur jalan provinsi akibat ancaman banjir dan longsor diperkirakan 10-30 persen. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (27/12) siang menyebutkan total panjang jalan provinsi dalam kondisi mantap sepanjang 1.200 Km. Dengan ancaman banjir dan tanah longsor tersebut diperkirakan 10-30 persen jalan provinsi akan rusak,
karena posisinya banyak berada di perbukitan, dekat sungai dan pinggir pantai. Artinya, sepanjang 120 - 360 Km jalan provinsi berpotensi rusak akibat ancaman banjir dan longsor di NTB. Ia menyebut, biaya pembangunan jalan provinsi dengan lebar 4,5 meter seperti di Pulau Sumbawa sekitar Rp3,5 miliar per Km. Artinya, dengan potensi kerusakan jalan provinsi sepanjang 120 - 360 Km, kerugian yang dialami sekitar Rp420 miliar sampai Rp1,26 triliun. “Hitungan kasarnya, kita ambil asumsi 10-30 persen jalan yang kena dampak,” kata Sahdan. Ia mengatakan, bencana ban-
jir dan longsor yang menjadi ancaman saat ini, bukan saja akan merusak jalan provinsi. Tetapi juga jalan nasional dan jalan kabupaten/kota. Karena banyak jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang berada di daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor. Ia menyebut, total panjang jalan di NTB, baik jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota sepanjang 8.000 Km. Artinya, jika potensi jalan yang rusak kena ancaman banjir dan longsor sebesar 10 - 30 persen, maka kerugian mencapai Rp2,8 - 8,4 triliun. Sahdan mengatakan, bukan saja jalan yang berpotensi rusak
akibat banjir dan longsor. Tetapi juga jembatan. Ia menebutkan total panjang jembatan provinsi di NTB mencapai 4.371 Km. Ia menyebutkan biaya untuk membangun satu meter jembatan mencapai Rp500 juta. Sehingga, apabila jembatan ikut rusak akibat banjir dan longsor, maka kerugian yang dialami juga semakin besar. “Paling tidak Pemda bisa menyiapkan belanja tak terduga dalam APBD-nya dengan ancaman kerusakan infrastruktur ini. Karena itu semua punya potensi kena bencana banjir dan longsor melihat kondisi hutan kita yang sekarang,” ucapnya.
Sahdan mengatakan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bima dan Dompu beberapa hari lalu memang tidak ada jalan dan jembatan provinsi yang rusak. Namun, badan jalan sekarang tertutup sedimentasi. Ancaman banjir dan longsor tersebut, kata Sahdan akan terus terjadi tiap tahun. “Sebelum direhabilitasi hutan kita maka akan tetap seperti ini, banjir dan longsor. Apalagi kalau hutan terus diekspolitasi berlebihan. Solusinya lingkungan harus dipulihkan kembali. Kalau tidak, maka infrastruktur yang dibangun dengan biaya mahal akan rusak,” tandasnya. (nas)
Rendah, Penjualan Paket Tur Agen Perjalanan Pendakian Rinjani Dibuka Sampai Malam Tahun Baru
Mataram (Suara NTB) Penjualan paket wisata di NTB sampai dengan akhir 2019 disebut masih rendah. Pascagempa pada 2018 lalu, penjualan berbagai jenis paket wisata oleh pelaku industri pariwisata diakui belum bisa menyamai pencapaian pada tahun 2017. Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB mencatat penjualan paket wisata NTB sepanjang 2019 berada pada persentase 40 persen. Nilai tersebut telah ditambah kenaikan 10 persen pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019. ‘’Penjualan paket tur 2019 masih rendah atau jauh menurun dibanding periode yang sama di 2017,’’ ujar Wakil Ketua Astindo, Sahlan, saat dihubungi Suara NTB, Jumat (27/12). Selain dampak bencana, beberapa penyebab lainnya yang mempengaruhi penurunan angka penjualan adalah menjamurnya travel berbasis daring serta harga tiket pesawat yang relatif masih mahal. Diterangkan Sahlan penjualan paket wisata di NTB sendiri bervariasi jumlahnya. Namun secara umum dalam sebulan paling sedikit hanya ada pembelian dari 1 kelompok wisata dan 2 free individual tour (FIT) atau wisatawan mandiri. Terkait FIT sendiri disebut Sahlan belakangan mulai tumbuh signifikan. Mengikuti tren informasi wisata daring dengan akses yang sangat terbuka.
Untuk itu, pihaknya disebut menyusun strategi untuk menggaet pasar-pasar khusus untuk menawarkan pelayanan pada wisatawan yang belum tersentuh travel daring. ‘’Ada baiknya pemerintah mengambil peran, untuk membagi peran setiap usaha. Agar tidak semua usaha dibunuh oleh on-line (daring, Red),’’ ujar Sahlan. Terlebih dengan daya beli masyarakat yang disebut melemah, sehingga mempersempit pilihan. Hal itu disebut membutuhkan peran aktif dari pelaku industri pariwisata dengan didukung oleh pemerintah. Sahlan menyebut bahwa secara umum pariwisata di NTB lambat dalam pemulihan pariwisata. Hal itu diukur dari sedikitnya kegiatan bertaraf nasional yang digelar di NTB sepanjan 2019. Selain itu, strategi promosi dari stakeholder terkait seperti Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisat Daerah (BPPD) disebut membutuhkan pembaruan. ‘’Mungkin bisa saja dilakukan pada Pekan Raya Jakarta, mal besar, kota-kota besar. Kita tinggalkan cara jualan konvensional dengan brosur, gunakan teknologi e-flyer,” ujar Sahlan. Di lain sisi, adanya gelaran MotoGP pada 2021 mendatang dinilai seharusnya bisa menjadi daya tarik yang cukup kuat untuk mengatasi penurunan sektor pariwisata sepanjang 2018-2019 ini. Dengan adanya MotoGP
tersebut, Sahlan menekankan bahwa NTB akan memiliki satu penawaran khusus yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia, bahkan negara lain. “Harapan kami (pelaku) industri semoga 2020 pulih minimal 90 persen. Jika kita satu visi satu gerakan untuk kemajuan pariwisata NTB, bukan tidak mungkin 5 bulan ke depan sudah meningkat pesat,” ujar Sahlan. Ketua DPD Astindo NTB, Awan Aswinabawa, membenarkan bahwa penjualan paket wisata di NTB belum mencapai target yang diharapkan. Sampai dengan akhir tahun 2019, kisaran wisatawan domestik yang datang ke NTB hanya mencapai 15 grup, dan wisataman mancanegara hanya berkisar 600 orang. Awan menerangkan pihaknya saat ini lebih fokus dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. Salah satunya untuk memberikan penawaran yang lebih bersaing bagi calon pengguna layanan agen wisata. “Kita evaluasi produk paket dan layanan SDM kita, mana kurang bagus dibenarkan, yang sudah bagus kita pertahankan,” ujar Awan. Salah satu paket andalan sendiri dicontohkan seperti paket Lombok trip 4 hari 3 malam untuk mengunjungi Gili Sudak, Lombok Barat. “Itu termasuk cycling (bersepeda). Kita evaluasi mana produk paling laku dan mana juga produk yang potensi untuk dikembangkan,” pungkasnya. (bay)
Tiga Kali Tahun Anggaran Jadi Temuan BPK Dari Hal. 1 Temuan ketujuh pada Pemkab Sumbawa. Sesuai laporan hasil pemeriksaan PDTT tahun anggaran 2019. Menurut Kasubag Humas BPK, Okta Anantyo Prasetyo Jumat (27/12), pada semester ini, porsi kegiatan BPK lebih pada pemeriksaan kinerja dengan tujuan dengan tujuan tertentu. Melalui rekomendasi hasil
pemeriksaan BPK itu, pemerintah daerah diharapkan akan membuat dan melaksanakan perbaikan kebijakan yang tepat sasaran. ‘’Mengingat rekomendasi hasil pemeriksaan mempunyai karakteristik, antara lain rekomendasi diberikan hanya kepada pihak yang bertanggung jawab dan rekomendasi harus disampaikan sejalan dengan tujuan, temuan, dan kesimpulan hasil pemerik-
saan,’’ ujar Okta. LHP itu diharapkan segera ditindaklanjuti, sesuai dengan Pasal 20 ayat (3) UndangUndang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Isinya, Pemerintah Daerah wajib menindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh BPK RI selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima. (ars)
Percepat Penurunan Kemiskinan Dari Hal. 1 Anggaran perbaikan 2.000 RTLH sudah dianggarkan pada APBD NTB 2020 mendatang. Selain perbaikan RTLH oleh Pemprov, kata Sugihartha, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR juga akan memperbaiki RTLH lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sugihartha menyebut Kementerian PUPR akan memperbaiki sekitar 3.000 unit. Sehingga total RTLH yang akan ditangani Pemerintah Pusat dan Pemprov pada 2020 sekitar 10.000 unit. Mantan Kepala Biro AP dan LPBJP Setda NTB ini mengatakan Pemprov terus mendorong percepatan penanganan RTLH di NTB yang jumlahnya masih ratusan ribu unit. Dengan melakukan pengeroyokan pengalokasian anggaran mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Desa. Melalui pengeroyokan pengalokasian anggaran, kata Sugihartha, NTB menargetkan 20 ribu unit RTLH dapat ditangani pada 2020.
Apabila masing-masing desa dan kelurahan di NTB mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 10 unit RTLH. Maka total, rumah kumuh yang ditangani oleh Pemerintah Desa dan Kelurahan mencapai lebih dari 10.000 unit. Karena jumlah desa di NTB saat ini sebanyak 995 desa, sedangkan kelurahan lebih dari 100 kelurahan. ‘’Sehingga target 2020 secara total dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemda Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa/ Kelurahan kurang lebih 20 ribu unit perbaikan RTLH,’’ sebut Sugihartha. Ia mengatakan, ada beberapa bupati di NTB yang sudah meminta Pemerintah Desa untuk mengalokasikan dana desa untuk perbaikan rumah warga miskin yang tidak layak huni masing-masing 5 unit per desa pada 2019. Diharapkan, tahun 2020 mendatang, masing-masing Pemerintah Desa dapat mengalokasikan dana desa untuk perbaikan 10 unit. “Perkiraan kita dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi sekitar 10.000 unit. Kalau Pemerintah Desa juga ikut men-
galokasikan bisa sampai 10.000 unit juga. Sehingga totalnya 20 ribu unit,” imbuhnya. Tahun 2018 lalu, jumlah rumah tak layak huni di NTB sebanyak 239 ribu unit. Berkurang sebanyak 9.400 unit setelah ditangani pada tahun 2017, dari jumlah awal sebanyak 248 ribu unit rumah tidak layak huni. Pada tahun 2018, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk pembangunan rumah layak huni. Dari total anggaran tersebut, sekitar 2. 000 unit rumah yang menjadi sasaran. Belum lagi bantuan dana stimulan dari pemerintah pusat. Berdasarkan data Pemprov NTB, ada lima kabupaten yang memiliki jumlah RTLH masih cukup tinggi di NTB. Yakni Lombok Timur 35.208 unit, Lombok Tengah 13.973 unit, Lombok Utara 10.214 unit, Sumbawa 10.071 unit, dan Bima 10.070 unit. Sedangkan lima kabupaten/ kota, jumlahnya ratusan hingga ribuan unit. Seperti Kota Mataram 946 unit, Lombok Barat 6.314 unit, Sumbawa Barat 3.631 unit, Dompu 8.006 unit dan Kota Bima 3.419 unit. (nas)
Mataram (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memutuskan membuka jalur untuk aktivitas pendakian ke Gunung Rinjani sampai dengan malam pergantian tahun pada 31 Desember mendatang. Keputusan tersebut diambil melalui rapat evaluasi pendakian membahas penutupan rutin yang diadakan pada Kamis (26/12) lalu. Kepala BTNGR, Dedy Asriady, menerangkan bahwa pihaknya memutuskan membuka pendakian sampai akhir Desember, dan melakukan penutupan rutin tahunan tepat pada 1 Desember dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Diantaraya terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi pada Januari 2020, serta faktor ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas wisata minat khusus tersebut. ‘’Kita paham banyak yang bergantung dari segi ekonomi di pendakian Rinjani. Bukan cuma porter dan guide (peramuwisata) saja. Tapi di sana ada (pengusaha) kulinernya, hotel, pinganapan dan lain-lain,’’ ujar Dedy saat dikonfirmasi, Jumat (27/12) di Mataram. Diterangkan Dedy, pendakian Rinjani saat ini masih menjadi wisata minat khusus yang menarik banyak wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Dengan dibukanya pendakian untuk perayaan tahun baru, pihak BTNGR mengimbau agar para pendaki tersebut tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dengan tidak membuat keributan ataupun menyalakan kembang api. ‘’Kami izinkan. Tapi intinya supaya jaga keamanannya, jangan sampai ada kembang api. Sampai tanggal31itumasihboleh,dantempat tanggal 1 itu harus turun semuanya,’’ ujar Dedy. Penutupan sendiri kemudian akan dilakukan selama 3 bulan, terhitung 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2020. Selama penutupan berlangsung, Dedy menerangkan pi-
haknya akan melakukan beberapa pembenahan. Diantaranya pemulihan ekosistem di seluruh wilayah taman nasional, peninjauan jalur pendakian, peningkatan sarana-prasarana di pintu masuk, serta pembenahan sistem tiketing berbasis daring dengan aplikasi e-Rinjani. Diterangkan Dedy, keputusan tentang batas registrasi pendakian hingga 31 Desember, yang diikuti penutupan jalur pendakian tahunan selama 3 bulan telah mendapat persetujuan pihak-pihak terkait. Antara lain Dinas Pariwisata NTB, Dinas LHK NTB, Kodim 1620/Lombok Tengah, Kodim 1606/Lombok Barat, dan Kodim 1615/Lombok Timur, Polres Lombok Timur, PVMBG Sembalun, Basarnas Mataram, BMKG Stasiun Klimatologis Klas I Lombok Barat, BMKG Stasiun Geofisika Mataram, BPBD Lombok Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, DPH UGGp-RL, WALHI, EMHC, APGI NTB, serta perwakilan pelaku usaha jasa wisata lingkar Rinjani. Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pariwisata NTB, Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, menerangkan bahwa segala sesatu yang menyangkut Gunung Rinjani telah menjadi isu global, mengikuti predikat sebagai jaringan cagar biosfer dunia. Untuk itu, seluruh pihak terkait harus bersama-sama melakukan pembenahan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. ‘’Diharapkan selama masa penutupan kegiatan pendakian Gunung Rinjani, pembenahan tersebut dapat segera dilakukan dan terealisasi dengan baik,’’ ujar Faozal, Jumat (27/12) di Mataram. Pembenahan yang dimaksud antara lain menyangkut pemulihan ekosistem kawasan Rinjani yang masih belum pulih sebagai dampak gempa 2018 serta kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu. (bay)
Lima Kepala Daerah Tetapkan Status Siaga Bencana Dari Hal. 1 Penerbitan Surat Keputusan (SK) siaga darurat diawali Bupati Dompu dan Bupati Sumbawa. SK terbaru diterbitkan Bupati Lombok Utara, Bupati KSB dan Walikota Bima. ‘’Sisa lima daerah masih dalam proses penandatangan kepala daerah, termasuk SK siaga darurat Provinsi NTB,” kata Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Jumat (27/12) kemarin. Penetapan siaga darurat dipastikan sudah disetujui lima kepala daerah yang dimaksud. Hanya, SK tinggal menunggu untuk diteken. Keputusan siaga dikeluarkan masing masing kepala darah dengan pertimbangan rentetan peristiwa bencana hidrogeologi. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung. Dalam catatan Pusdalops BPBD NTB, daerah yang sudah menetapkan status siaga bencana ini karena pertimbangan sejumlah peristiwa. Diantaranya di Dompu, 151 rumah rusak berat, rumah rusak sedang 152 rumah, rumah rusak ringan 208 unit. Kabupaten Sumbawa, 11 rumah rusak berat, rumah rusak sedang 18 unit dan rumah
rusak ringan 39 unit. Sementara daerah yang baru menerbitkan SK seperti Sumbawa Barat, terdapat dua rumah rusak berat, 48 rumah rusak sedang, rumah rusak ringan delapan unit. Kota Bima 5 rumah rusak sedang. Diantara daerah terpapar bencana, sejauh ini Lombok Utara yang masih aman. Daerah paling parah terdampak gempa Juli - Agustus 2018 lalu ini, beruntung nihil bencana. Namun menurut Ahsanul Khalik, status siaga tidak harus karena terjadi bencana. Tapi berkaitan dengan antisipasi lebih dini atau kesiap siagaan. “Status siaga darurat bencana adalah suatu keadaan terdapat potensi bencana berupa peningkatan eskalasi ancaman,” ujarnya. Penentuannya, lanjut dia, didasarkan atas hasil pemantauan yang akurat oleh instansi yang berwenang, khususnya BPBD di daerah. status siaga darurat juga mempertimbangkan dampak yang terjadi di masyarakat. Sementara di tingkat kabupaten kota, kesiap siagaan antisipasi bencana diwujudkan dengan mendirikan posko. Seperti yang terlihat di Kota Bima, Sumbawa dan Kota Mataram. (ars)
’’Link and Match’’, Masih Jadi Tantangan Serius Pendidikan Dari Hal. 1 Termasuk adanya jurusan yang dibuka, tetapi justru tidak dibutuhkan pangsa pasar. Guru Besar FKIP Unram Prof. H. Mahyuni, menilai problem pendidikan saat ini karena masih adanya ego sektoral. Kampus berjalan dengan egonya sendiri. Begitu juga pemerintah daerah berjalan sendiri. Hasilnya ialah tidak adanya link and match di dalam proses itu. Dampaknya, saat daerah membutuhkan tenaga SDM, kampus belum mampu menyiapkan SDM yang dibutuhkan daerah. ‘’Jadi link and match itu hanya jargon di tataran teori-
tis tidak dilaksanakan dengan baik,’’ kata Mahyuni. Ia menjelaskan, ketika kewenangan otonomi daerah diberikan, harusnya daerah dari segala sisi mampu memetakan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi. Termasuk juga kemudian bagaimana persoalan itu dijawab dengan pemenuhan kebutuhan dari segi SDM. Selain persoalan belum maksimalnya koordinasi pemerintahan daerah dengan perguruan tinggi, Mahyuni menyebut pemerintah pusat juga bertindak seringkali tidak melihat kebutuhan daerah. Selama ini perencanaan belum matang dan hanya bersifat insidentil semua. Dia pun menyarankan agar
pemerintah membuat rencana strategis pembangunan pendidikan untuk jangka waktu 100 tahun ke depan. Selain itu dia mengkritik terputusnya program kerja pimpinan karena berganti pucuk pimpinan. Hal demikian menghambat upaya membangun pendidikan. Hal demikian merupakan dampak dari belum adanya sistem yang pasti. Sehingga siapapun pimpinannya, program kerja yang telah dibangun tidak terputus. Lebih jauh Mahyuni memberikan contoh bagaimana link and match antarbanyak lembaga juga belum terbangun di NTB. Padahal sesama lembaga yang mengurus soal pendidikan, hal itu tidak boleh terja-
di. Misalnya koordinasi antara kampus dengan Dikbud atau Dikbud dengan BPPAUDNI. Lembaga-lembaga itu tidak boleh terputus koordinasinya. Sehingga persoalan besar link and macth dalam dunia pendidikan bisa terjawab dan tentu saja tidak mengorbankan anak didik dan mahasiswa yang berharap banyak pada institusi pendidikan ini. Wakil Rektor I Unram, Dr. Agusdin, menjelaskan jika aspek link and match adalah hal dasar bagi pihaknya sebelum membuka suatu jurusan atau program studi. Jika suatu kampus ingin membuka Prodi, tentu sebutnya haruslah didasari kebutuhan masyarakat. Jadi tidak asal membuka saja.
Dua kampus di luar domisili milik Unram yang terletak di KLU dan Bima juga lahir dari adanya kebutuhan masyarakat setempat yang menginginkan adanya kampus di daerah itu. Sehingga link and match dengan kebutuhan masyarakat tetaplah jadi hal utama sebelum membuka program studi. Selain itu Agusdin menjelaskan untuk membuka prodi yang lain setiap prodi yang dibuka di Unram sudah melalui tahapan survei. Jadi apa yang kita buka itu sudah ada kajian akademik yang komprehensif. Di samping itu, pembukaan suatu Prodi dipertimbangkan karena faktor minat. Kalau tidak ada yang minat pasti Prodi tersebut sudah ditutup. (dys)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 28 Desember 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Lingkar PLTU
PT Indonesia Power Bantu Alat Tangkap kepada Nelayan Giri Menang (Suara NTB) – PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) kembali menyalurkan program CSRnya ke masyarakat di lingkar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Setelah 8 Agustus 2019 lalu program serupa disalurkan ke Dusun Taman, kali ini CSR menyasar Dusun Jeranjang untuk pemberdayaan masyarakat setempat khususnya para kelompok nelayan. Bantuan yang diberikan berupa alat tangkap, seperti sampan (perahu), mesin sampan dan jaring. Penyaluran CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Perusahaan plat merah tersebut kepada masyarakat
lingkar pembangkit. Selain itu, menjalin sinergi yang lebih erat antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Hadir pada penyerahan bantuan program CSR yang digelar Jumat (27/12) itu Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino serta jajaran. Hadir pula M Izhar Ketua Forum Maha Karya Putra Taman, para tokoh masyarakat dan puluhan nelayan setempat. Dalam kesempatan itu, Melky, sapaan akrab Manajer Unit PT IP mengatakan, pemberian bantuan alat tangkap kepada nelayan ini merupakan bentuk kepedulian pihak perusahaan terhadap masyarakat lingkar PLTU.
“Kami berikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya masyarakat Desa Taman Ayu yang ada di sekitar lingkar pembangkit,” jelas Melky. Bantuan yang diberikan berupa alat tangkap, terdiri dari 3 unit sampan dilengkapi m e s i n ketinting dan jaring.
Meskipun jumlahnya terbatas, karena disesuaikan dengan kemampuan dari anggaran perusahaan tahun ini. Namun pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan bantuan-bantuan yang dapat membantu perekon o m i a n masyarakat. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan potensi daerah
dan mata pencaharian masyarakat. Karena daerah ini mayoritas nelayan maka bantuan yang diberikan berupa alat tangkap. Pihaknya sudah melakukan pemetaan untuk pemberian program bantuan lain kedepan. “Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. Pihaknya berkomitmen m e m b e r d a y a k a n masyarakat yang ada di sekitar lingkar PLTU untuk meningkatkan perekonomian. Kedepan ia berharap dukungan dan sinergi dari
Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino
masyarakat setempat dalam mengelola PLTU tersebut. Sebelumnya pihaknya sudah menyerahkan Bantuan CSR kepada kelompok nelayan Dusun Taman. Bantuan yang diberikan sama seperti di Dusun Jeranjang, berupa sampan (perahu), mesin ketinting, dan jaring. Melalui program bantuan ini, pihaknya senantiasa selalu ingin menjaga sinergisitas dan hubungan harmonis dengan warga sekitar PLTU Jeranjang. “Ini adalah bentuk tanggungjawab Perusahaan untuk memberikan perhatian, pembinaan, pengembangan, dan pendampingan kepada warga Desa Taman Ayu dalam program CSR Perusahaan sehingga warga dapat
Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU, Melky Victor Borsalino menyerahkan bantuan alat tangkap kepada nelayan di Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu, kemarin
Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU, Melky Victor Borsalino bersama jajaran pose bersama dengan masyarakat nelayan penerima bantuan di Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu, kemarin
Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU, Melky Victor Borsalino bersama jajaran pose bersama dengan masyarakat nelayan penerima bantuan di Dusun Taman Desa Taman Ayu
Masyarakat nelayan Dusun Taman berdiskusi hangat dengan Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU,Melky Victor Borsalino bersama jajaran
Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino (tengah) bersama jajaran saat penyerahan bantuan
Perwakilan nelayan di Dusun Taman menerima bantuan alat tangkap dari Manajer Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU Melky Victor Borsalino
Pendaftar SNMPTN Diingatkan Jujur Isi Data Diri Mataram (Suara NTB) Setiap pendaftar calon mahasiswa baru hendaknya melakukan pengisian data diri secara jujur dan objektif. Hal demikian untuk memudahkan proses identifikasi grade SPP pada tahap berikutnya. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unram, Ruspan, menjelaskan pentingnya calon peserta melakukan isian data secara objektif. Peserta tidak boleh bohong dalam mengisi data diri karena akan mempersulit proses selanjutnya. Dikatakan Ruspan, banyak
kasus yang mengakibatkan kacaunya proses pada tahap penentuan grade SPP lantaran pendaftar tidak jujur melakukan pengisian. Akibatnya grade yang diterima mahasiswa sering tidak sesuai dengan kondisi objektif ekonomi mahasiswa. “Kami punya lima grade. Dalam penentuan grade dilihat penghasilan, aset dan pengeluaran. Semua dokumen itu upload di dalam sistem. Nanti sistem yang memproses,” sebutnya. Sehingga keputusan posisi grade ditentukan oleh data yang mereka isi. Jika data yang diisi
berbeda dengan kondisi objektif lapangan, hal inilah yang harus dihindari. Sehingga proses penentuan posisi grade jadi adil, maka peserta harus jujur melakukan pengisian data diri. Lebih jauh dikarenakan tidak jujur, mereka pendaftar yang ekonomi keluarganya pas pasan mendapatkan grade tinggi. Sementara mereka yang ekonomi keluarganya baik, justeru grade nya di posisi rendah. Semua itu merupakan akibat dari salah mengisi data. Ditambahkan Ruspan, banyak sebab mengapa peser-
ta salah dan tidak jujur mengisi data. Salah satunya disebabkan karena ketidaktahuan peserta. Mereka mengira datanya tidak berkorelasi dengan penentuan posisi grade. Selain tidak tahu, mereka juga mengisi data dalam keadaan tidak serius alias main main. Sehingga data yang diisi hanya asal - asalan saja. Tentu saja dia hal ini harus dihindari dan perlu mendapatkan pemahaman luas terhadap mereka agar bisa jujur dan objektif dalam mengisi. (dys)
Target Satu Emas, Menembak Butuh Dukungan Dana Mataram (Suara NTB) Ketua Umum Perbakin NTB, I Gusti Lanang Bratasuta memasang target satu medali emas dari cabor menembak di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Namun untuk meraih target tersebut cabor menembak butuh dukungan peral-
atan latihan dan anggaran yang memadai dari Pemprov NTB. “Target cabor menembak di PON 2020 minimal meraih satu medali emas. Tapi harus di-support anggaran yang memadai,” ucap I Gusti Lanang Bratasuta pada Suara NTB di Mataram, belum lama ini.
Bagi cabor menembak, target satu emas di PON XX di Papua tahun 2020 cukup realistis, mengingat pada beberapa event nasional dan event internasional atlet menembak NTB selalu mempersembahkan medali emas. Bahkan saat ini cabor menembak sudah meloloskan sedikitnya 13 atlet untuk mengikuti PON di Papua tahun 2020. Lanjutnya, prestasi tertinggi atlet menembak saat ini adalah meraih medali emas di SEA Games 2019. Di mana atlet menembak NTB, Ahmad Rifqi Mukhlisin berhasil menyumbangkan medali emas untuk tim Indonesia di nomor metal siluet perorangan putra. Tak hanya itu, beberapa atlet menembak NTB lainnya juga telah berhasil meraih medali emas di beberapa kejuaraan yang digelar secara resmi oleh Pengurus Besar (PB) Perbakin tahun 2019. “Potensi atlet menembak NTB sangat besar untuk meraih medali emas di PON. Itu sudah dibuktikan atlet menembak NTB di beberapa event nasional,” jelasnya. Meski memiliki atlet berprestasi, namun yang menjadi kendala atlet menembak saat ini terkait peralatan latihan menembak yang belum layak. Pasalnya, saat ini atlet menembak NTB masih menggunakan peralatan latihan yang lama. ”Atlet menembak NTB masih menggunakan peralatan latihan lama. Mereka butuh peralatan latihan yang standar untuk bisa meraih hasil yang maksimal lagi,” jelasnya. Selain dukungan peralatan latihan yang masih kurang, dukungan anggaran olahraga prestasi di NTB diakui Bratasuta masih sangat kurang dibanding daerah lain. Padahal atlet menembak butuh anggaran relatif besar untuk menambah pengalaman tanding di event-event nasional. (fan)
merasakan manfaatnya dengan kehadiran Indonesia Power,” jelas dia. Harapannya, seluruh program CSR yang telah dilakukan perusahaan selama ini dapat mendukung roda perekonomian warga. Sementara itu Ketua Forum Maha Karya Putra Taman, M. Izhar menyampaikan atas nama kelompok nelayan Dusun Taman dan Jeranjang menyampaikan terimakasih kepada Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU atas kerjasama dan sinergisitas selama ini. Khususnya dalam kegiatan pemberian bantuan CSR berupa sarana Nelayan Di Dusun Taman dan Jeranjang sebagai pelengkap dari tahun-tahun sebelumnya. Bantuan yang diberikan kali ini terdiri dari perahu 3 unit, mesin Yamaha tiga unit dan jaring 30 pis. “Begitu banyak kepedulian perusahaan kepada warga ring 1 PLTU Jeranjang. Hal ini tercermin dalam program-program CSR yang pernah dilaksanakan,” katanya. Ia menyebut program-program CSR yang sudah dilakukan PT IP, antara lain penghijauan di Dusun setempat, program CSR, pupuk kompos, bantuan mesin perontok padi, budidaya jamur tiram dan bantuan pendidikan berupa pembinaan siswasiswi sekolah, sarana dan fasilitas kegiatan mengajar, serta partisipasi perusahaan dalam setiap kegiatan masyarakat setempat. Harapannya kedepan, program bantuan dari CSR ini terus berlanjut dengan menyasar potensi lain dan dan pemberdayaan pemuda di daerah setempat. Bagi warga, bantuan yang diberikan PT IP ini sangat bermanfaat. Terbukti di dusun Taman sudah dimanfaatkan warga. “Sangat membantu masyakarat sekitar untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan. Karena hasil tangkapan mereka meningkat,”jelas dia. (her/*)