Skip to main content

Edisi Selasa 28 April 2020 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SELASA, 28 APRIL 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 46 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

TELEKONFERENSI - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menerima arahan dari Presiden Jokowi dalam penanganan Covid-19 khususnya evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui telekonferensi di ruang kerjanya, Senin (27/4).

Ratas Gubernur dengan Presiden

Tekan Corona dengan Tes Masif, Pelacakan Agresif dan Isolasi Ketat Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc., menerima arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan virus Corona (Covid-19) khususnya evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui telekonferensi di ruang kerjanya, Senin (27/4). Telekonferensi ini juga diikuti 12 gubernur lainnya dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju serta Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pada rapat terbatas (Ratas) tersebut, Presiden Joko Widodo meminta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan di beberapa daerah episentrum (Covid-19) bisa lebih disiplin lagi dalam pelaksanaannya. ‘’Apabila PSBB ini kita disiplin dan kita memiliki ketegasan, serta masyarakat tidak mudik

Hj. Sitti Rohmi Djalilah

KO M E N TTAA R Lebih Parah dari Gempa NASIB sektor pariwisata di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) menjadi pertanyaan besar. Khususnya terkait dampak pandemi tersebut bagi peningkatan ekonomi dengan pariwisata yang diproyeksikan sebagai salah satu motor penggerak utama. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB,H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos,M.Si, menekankan bahwa Bersambung ke hal 11 H. Lalu Moh. Faozal (Suara NTB/bay)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M 12:17

Perpanjang Masa Tanggap Sementara itu, masa tanggap darurat Corona di NTB akan berakhir, Selasa (28/4) hari ini. Pemprov NTB memastikan akan memperpanjang masa tanggap darurat Corona selama 28 hari ke depan dengan melihat jumlah kasus positif yang semakin meningkat.

‘’Kita sedang konsep untuk melakukan perpanjangan (masa tanggap darurat Corona) selama 28 hari. Kan kita berakhir masa tanggap daruratnya tanggal 28 April. Maka terhitung 29 April, selama 28 hari ke depan itu akan dilakukan perpanjangan,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin (27/4) siang kemarin. Khalik membeberkan alasan dilakukannya perpanjangan masa tanggap darurat Corona di NTB. Yakni, dengan melihat tingkat penanganan kasus Corona yang semakin melonjak. Bersambung ke hal 11

KPK Umumkan Daftar Kekayaan Pejabat NTB (Suara NTB/dok)

05:01

tercatat di wilayah Indonesia. Sebanyak 743 orang meninggal dunia dan 1.107 lainnya sembuh. Khusus di NTB, tercatat 206 kasus positif Covid-19, dengan rincian 179 orang positif masih dalam perawatan, 4 orang meninggal dan 23 orang dinyatakan sembuh.

10 Klaster Terlacak, Picu Data Positif Corona Meningkat

Masyarakat Jadi Garda Terdepan

04:51

menekankan pentingnya upaya kita untuk melakukan tes masif, dilanjutkan pelacakan yang agresif serta isolasi yang ketat,’’ tegasnya. Presiden meminta seluruh Kementerian dan Pemerintah Daerah bisa bekerja lebih keras lagi untuk mengajak masyarakat agar lebih disiplin. ‘’Presiden mengajak seluruh masyarakat dan juga aparat supaya bisa lebih disiplin menerapkan physical distancing agar kita mampu menurunkan kasus Covid di Indonesia,’’ ujar Dr.Zul. Berdasarkan data Percepatan Penanganan Covid-19 per Minggu, 26 April 2020, sudah 8.882 kasus virus Corona yang

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 TIM Gugus Tugas Covid – 19 ber- but, semua didominasi dari Gowa. baru, akan seiring dengan penambah- paling banyak jaring penularan dari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 hasil melakukan penelusuran kontak Bahkan kenaikan ini sudah masuk tu- an jumlah kasus teridentifikasi. ‘’Me- pasien 03. Rekor terbanyak dengan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ke 10 klaster yang jadi sumber penye- juh besar, melampaui Provinsi Bali, mang akan terus naik (Kasus positif penularan hingga pasien 180. Bahkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Covid – 19) sampai minggu ketiga penyebaran mereka ke pasien baru yang baran virus Corona di NTB. Dengan mendekati Provinsi Banten. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Jumlah ini diperkirakan akan men- Mei, bahkan akhir Mei. Karena bukan kelompok yang ikut kegiatan begitu, akan menjadi dampak baik 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 untuk langkah memutus rantai penu- capai lebih dari 200 karena masih ada klasternya sudah teridentifikasi. forum ulama di Sulawesi Selatan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 laran. Masyarakat diingatkan tenang 50 persen rapid test hasilnya reaktif. Penelusuran kontak pun semakin Seperti pasien 39 sampai 168, pasien 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 65 yang sudah meninggal hingga pasien dikuatkan,’’ tegasnya Senin (27/4). dengan informasi positif yang akan Tinggal menunggu hasil uji swab. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 169 yang ditularkan dari Pelaku Per10 klaster dimaksud, seperti klaster Menurut Kepala Pelaksana BPBD terus bertambah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Sampai dengan Senin (27/4) sore NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,MH, Jakarta 1 yang berhasil diidentifikasi jalanan Tanpa Gejala (PPTG), hingga 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 lalu, sudah 206 orang terkonfirmasi kecepatan menemukan penyebaran sampai pasien 25, penularan dari penularan ke pasien 22 dan 44. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 positif Covid – 19 dari 10 klaster terse- klaster lama dan temuan klaster pasien 01. Kedua, klaster Gowa yang Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901

TO K O H KASUS positif Corona di NTB terus melonjak. Masyarakat NTB diminta untuk menjaga jarak, apabila beraktivitas di luar rumah supaya menggunakan masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, masyarakat mempunyai peran yang sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Bersambung ke hal 11

maka total kasus bisa ditekan,’’ ujar Jokowi. Jokowi juga meminta para gubernur terus mengajak masyarakat mengikuti anjuran dan skenario yang telah dirancang pemerintah. ‘’Saya minta kepada para gubernur bersama-sama membawa masyarakat untuk patuh sehingga PSBB ini bisa berjalan efektif dan skenario yang baik bisa kita dapatkan,’’ tegas Presiden. Ditemui usai rapat telekonferensi tersebut, gubernur menyampaikan bahwa Presiden ingin percepatan tes dan pelacakan kasus virus Corona. Jokowi ingin Indonesia segera normal kembali. ‘’Presiden

15:37

18:12

19:22

Mataram (Suara NTB) Batas waktu penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ditutup Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 30 April 2020. Lembaga antirasuah mengumumkan daftar kekayaan semua penyelenggara negara termasuk pejabat NTB yang berstatus wajib lapor. Para pejabat Pemprov NTB dan kabupaten/kota yang sudah menyerahkan LHKPN sudah teregister dan termuat di laman resmi kpk.go.id. Mereka yang sudah tercatat per 27 April 2020 berdasarkan urutan teratas adalah, pertama Wakil Bupati Lombok Barat dengan kekayaan Rp 53, 127 miliar, kedua Wagub NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah dengan kekayaan Rp 29,537 miliar. Selanjutnya ketiga, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dengan nilai kekayaan Rp 20,276 miliar. Keempat, Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri dengan nilai kekayaan Rp 13,531 miliar. Kelima, Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi dengan nilai Rp 13,251 miliar. Keenam, Wakil Bupati Loteng H. Pathul Bahri juga sudah terdaftar dengan kekayaan Rp 10,994 miliar. Sementara unsur pimpinan DPRD juga sudah masuk registrasi. Urutan ketujuh, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Mohammad Ansori dengan kekayaan Rp 9,862 miliar. Selanjutnya, urutan delapan, Bupati Lotim H. Sukiman Azmy kekayaannya mencapai Rp 7.907 miliar. Sementara Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah masuk urutan kesembilan, dengan jumlah kekayaan Rp 5,860 miliar. Kemudian Walikota Mataram H. Ahyar Abduh tercatat urutan ke-10 dengan nilai kekayaan Rp 4,757 miliar. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/bul)

ANTRE - Truk pengangkut jagung antre masuk ke perusahaan tembakau PT. Sadhana Arifnusa di Sikur, Lombok Timur.

Diperkirakan 800.000 Ton Jagung Belum Terserap di Petani Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si memperkirakan jagung yang masih ada di petani antara 600.000 ton – 800.000 ton. Situasi Covid-19 ini membuat permintaan sangat berkurang

dari tahun lalu. Rendahnya permintaan pasar, kataHusnul, akibat lemahnya permintaan masyarakat terhadap daging ayam. Akibatnya, penjualan ayam oleh perusahaan ikut tersendat. ‘’Jumlah ayam yang diternakkan berkurang, otomatis

kebutuhan pakan juga berkurang,’’ ujarnya. Kepada Suara NTB di Mataram, Senin (27/4) kemarin, Husnul mengatakan, beberapa perusahaan yang melakukan pembelian jagung. Diantaranya, PT. Seger Agro di Sumbawa, Bersambung ke hal 11

Pemprov Alihkan Hibah Desa Wisata Rp3 Miliar untuk Program Padat Karya Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB mengusulkan lima destinasi wisata prioritas menjadi lokasi program padat karya tunai ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Langkah ini sebagai upaya meminimalisir dampak sosial dan ekonomi akibat virus Corona (Covid-19) bagi pelaku pariwisata di NTB. Selain itu, Pemprov mengalihkan dana hibah desa wisa-

ta untuk program padat karya tunai. Dana hibah yang dialokasikan dalam APBD Murni 2020 sebesar Rp3 miliar dialihkan penggunaannya untuk program padat karya tunai di desa-desa wisata yang menjadi sasaran program. ‘’Program padat karya kita sedang usulkan ke Kemenpar. Baru saya lapor ke Pak Gubernur. Mudah-mudahan disetujui lima destinasi prioritas kita menjadi lokasi padat karya

tunai,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si dikonfirmasi usai menghadap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc di ruang kerjanya, Senin (27/ 4) siang kemarin. Dengan padat karya ini, diharapkan para pekerja hotel yang dirumahkan akibat pandemi Corona, seperti housekeeping dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan. Misalnya dengan membersih-

kan lima destinasi wisata prioritas yang diusulkan menjadi lokasi padat karya tunai ke Kemenparekraf. ‘’Jadi, kita pekerjakan mereka. Yang mau bekerja dia dapat upah paling ndak 10 hari dia bekerja,” katanya. Faozal menyebut lima destinas prioritas yang diusulkan menjadi lokasi program padat karya tunai di NTB adalah, Islamic Center NTB, Kota Tua Ampenan, Suranadi, Narma-

da dan Lingsar. ‘’Kemudian kita coba lihat nanti apakah mungkin kita ke dermaga di Teluk Nare dan Tawun. Itu kita prioritaskan termasuk Senggigi,’’ tambahnya. Selain itu, kata Faozal, Pemprov sudah mengalihkan dana hibah untuk 30 desa wisata untuk program padat karya tunai. Semula, sebanyak 30 desa wisata akan menerima dana hibah sebesar Rp100 juta. Bersambung ke hal 11


SUARA MATARAM

SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

Halaman 2

Satu Anggota DPRD Kota Mataram Positif Terinfeksi Covid-19

Tidak Ada Penerima Ganda

Mataram (Suara NTB) Salah seorang anggota DPRD Kota Mataram, HT, terkonfirmasi positif terpapar Coronavirus Disease atau Covid-19. Tim Gugus Tugas akan menelusuri kontak erat pasien.

BANTUAN Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang sebelumnya tertahan di kecamatan, mulai disalurkan ke masyarakat. Validasi dan verifikasi data selesai dilakukan di tingkat lingkungan. Penerima ganda dipastikan nihil. Camat Sandubaya, Saharuddin menjelaskan, validasi data telah dilaksanakan di tingkat kelurahan dengan melibatkan kepala lingkungan serta ketua rukun tetangga. Hal ini mengantisipasi adanya penerima ganda. Bantuan sosial disa(Suara NTB/cem) lurkan oleh pemerintah Saharuddin di tengah wabah pandemi Covid-19 bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Khusus yang berasal dari APBD NTB, berupa bantuan sembako melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Sedangkan, bantuan pemerintah pusat berupa bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan langsung tunai (BLT). “Dari lingkungan dan RT kita libatkan untuk validasi data,” kata Sahar ditemui, Senin (27/4). Program JPS Gemilang sudah disalurkan ke kelurahan. Bantuan berupa kebutuhan telah dipaket langsung oleh PT. Gerbang Emas NTB selaku pihak ketiga. Sahar menyebutkan, sekitar lima sampai enam terai telur membusuk. Pihak ketiga telah sanggup mengganti tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut. “Mereka siap ganti. Tapi sampai sekarang belum datang,” akunya. Saharuddin tidak menyebutkan keseluruhan bantuan diterima. Khusus JPS hanya diperoleh bantuan bagi 291 kepala keluarga (KK). Sedangkan, JPS berasal dari Kota Mataram diprioritaskan bagi warga terdampak seperti karyawan dirumahkan, PHK, disabilitas dan lain sebagainya. Kembali ditegaskan Sahar, penyaluran bantuan dipastikan tidak ada yang ganda. Verifikasi maupun validasi data dimulai tingkat bawah atau melibatkan struktur pemerintah di tingkat bawah. “Solusinya adalah diberikan perbaikan data bagi yang tidak terdaftar bagi yang tidak mampu. Data yang double tidak akan terjadi,” tegasnya. Dari penyaluran bantuan itu diharapakan menjadi modal masyarakat untuk fokus melaksanakan ibadah di rumah dengan tetap menerapkan social distancing dan physical distancing. Sehingga, wabah Covid-19 ini segera berakhir. (cem)

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra dikonfirmasi, Senin (27/4) sore, memastikan bahwa yang bersangkutan terinfeksi. “Iya, hasil swab, HT anggota Dewan, positif,” kata Jack. HT memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Dari hasil tes cepat virus Corona atau

rapid test menunjukkan yang bersangkutan reaktif, sehingga diminta untuk pemeriksaan kesehatan atau swab. Jack menambahkan, tim gugus tugas rencananya akan menjemput HT di kediamannya. “Malam ini (kemarin) kita jemput di rumahnya,” jawabnya. Penelurusan akan dilakukan terhadap rekan interaksi pasien. Diketahui, pasien juga rutin menjalani kegiatan keagamaan.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma membenarkan bahwa satu anggota Dewan dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. “Informasinya memang shahih. Tapi kita masih menunggu rilis resmi,” jawabnya. Aria menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan RSUD Kota Mataram melakukan rapid test terhadap 40

anggota Dewan. Akan tetapi, 22 orang perwakilan rakyat menjalani pemeriksaan dan 18 lainnya absen. Dari hasil rapid test, HT menunjukkan reaktif. Pihaknya menyarankan untuk swab ke rumah sakit. Namun yang bersangkutan memilih pemeriksaan kesehatan atau swab di Rumah Sakit Universitas Mataram. “Dari rapid test memang reaktif,” jelasnya. Sebagai langkah antisipasi, seluruh ruangan dan mushala gedung DPRD di Jalan Lingkar Selatan, akan disemprot cairan disinfektan. Selain

itu, seluruh pegawai juga akan dirapid test. Pemeriksaan kesehatan pegawai akan dikoordinasikan dengan RSUD Kota Mataram, untuk mengatur teknisnya. Aria juga mengharapkan, 18 wakil rakyat yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan diharapkan ikut serta demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. “Saya sudah lapor ke Pak Ketua. Besok (hari ini,red) mulai jam 10.00 Wita seluruh ruangan akan kita semprot. Dan, 150an pegawai sekretariat baik ASN dan honor kita rapid test,” demikian kata dia. (cem)

(Suara NTB/cem)

BANTUAN APD - Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura didampingi Kepala Dinas Kesehatan H. Usman Hadi dan Asisten III Hj. Baiq Evi Ganevia menerima bantuan APD dan hand sanitizer dari Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, Senin (27/4).

Pikirkan Nasib Karyawan

Pemkot Mataram Terima Bantuan 12 Ribu APD uang cukup untuk pengadaan. Pihaknya harus memesan di Surabaya dan disalurkan dua tahap. “Kita tahu APD dan hand sanitizer sulit ditemukan walaupun uang cukup untuk membeli,” kata Khalik. Pihaknya demikian kata Khalik, memprioritaskan penyaluran APD ke Kota Mataram. Sebab, perkembangan kasus atau warga terpapar Covid-19 terus meningkat. Bahkan, Kota Mataram sudah menjadi daerah transmisi lokal. Transmisi lokal sulit

diidentifikasi kalau petugas medis tidak bekerja dengan baik. Kebanyaka orang tidak bisa mengetahui siapa rekan kontak sebelumnya. Sejauh ini, Kota Mataram cukup baik melacak kontak erat baik klaster Gowa, klaster Bogor dan klaster Jakarta. “Mataram cukup baik karena sudah mampu mendeteksi,” ungkapnya. Diprediksikan, pertengahan bulan Mei, warga terpapar naik menjadi 300-400 kasus. Penguatan kontak tracking dinilai penting. Dia meng-

harapkan tenaga medis menemukan kontak erat pasien teridentifikasi terpapar virus corona. Khalik mengharapkan, pandemi segera berakhir supaya aktivitas masyarakat berjalan normal. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengapresiasi BPBD NTB memprioritaskan pemberian bantuan APD dan hand sanitizer ke Kota Mataram. Perlu dimaklumi bahwa setiap hari jumlah pasien terpapar virus corona meningkat. Tim Gugus Tugas

Penanganan Covid-19 terus mencari kontak erat pasien. Dalam pelacakan dibutuhkan APD. “Memang setiap rilis keluar ada saja warga Kota Mataram yang terinfeksi,” tambahnya. Kebutuhan APD sangat tinggi. Terutama tim medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan wabah tersebut. Perhari sebut Mahmuddin, 200 APD terpakai dan harus dimusnahkan. “Ini sekali pakai. Kebutuhan APD kita sangat tinggi,” demikian kata dia. (cem)

Kesalahan Entri Data

Pemkot Mataram Dikes Pastikan Hasil Swab Kehilangan Rp250 Miliar Tidak Keliru Penerimaan Daerah Mataram (Suara NTB) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram menghitung sekurangnya Rp250 miliar pendapatan daerah menghilang. Sumber pendapatan antara lain berupa pajak hotel dan restauran, yang mana keduanya berhenti beroperasi. Estimasi pendapatan hilang berasal dari dua sektor. Yakni, penerimaan dari dana transfer pemerintah pusat sekitar Rp120 miliar. Dan, asumsi penurunan pendapatan asli daerah (PAD) Rp128 miliar. Asumsi penerimaan Rp250 miliar pendapatan hilang dijelaskan Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura dikonfirmasi, Senin (27/ 4) akan dikurangi dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah ditetapkan sekitar Rp1,4 triliun lebih. Selanjutnya, direalokasi anggaran kembali untuk penanganan virus corona Rp135 miliar. “Artinya, kalau dikalkulasi sekitar Rp350 miliar - Rp400 miliar anggaran harus direalokasi,” terang Mahmuddin. Pemangkasan dana alokasi umum (DAU) dinilai berpengaruh terhadap pelaksanaan program. Kata dia, hampir seluruh kegiatan berasal dari DAU. Terutama perjalanan dinas sekitar 5060 persen ditarik. Jumlah ini bisa saja bertambah jika memang dana Covid19 masih membutuhkan anggaran.

Selain itu, belanja modal 100 persen hampir tidak dijalankan. Kecuali, pekerjaan yang telah dikontrak dan selesai dikerjakan pada bulan Maret. Detail program yang dipangkas dari DAU tidak dijelaskan. Mahmuddin memberikan gambaran bahwa 30 – 40 persen DAU dipangkas. TPAD menyisir program organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga ditemukan angka tersebut. “Yang jelas secara keseluruhan nilainya Rp120 miliar. Itulah disisir program tidak penting untuk itu,” jelasnya. Perhitungan Rp128 miliar melayangnya PAD sifatnya sementara. Karena, kondisi saat ini, dunia usaha menutup aktivitas atau berhenti beroperasi. Seperti, hotel, restauran dan jenis usaha lainnya. Tidak menutup kemungkinan sambung Mahmuddin, akan terjadi penurunan penerimaan daerah dari sektor pajak dan retribusi. Situasi saat ini, TPAD memprioritaskan membayar gaji pegawai, pengadaan kebutuhan di rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Selanjutnya, pelaksanaan pemeliharaan jalan, drainase dan operasional sampah harus tetap berjalan. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, dengan kondisi tersebut, TAPD harus merefocusing anggaran untuk direalokasi kembali. Realokasi penanganan virus corona mencapai Rp135 miliar. (cem)

Mataram (Suara NTB) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 harus lebih cermat. Salah satu pasien sebelumnya dinyatakan negatif berubah menjadi positif. Kesalahan entri dinilai jadi pemicu. Dinas Kesehatan memastikan hasil swab tidak keliru. Kesalahan entri identitas terjadi pada pasien LMAA (39), warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang. Dan, MAI (31), warga Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Nomor : 088/SKT Covid-19/04/2020 tanggal 24 April. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium PCR bahwa p a s i e n LMAA dinyatakan negatif dengan status orang dalam pemant a u a n (ODP).

(Suara NTB/cem)

(Suara NTB/fit)

KETUA Komisi II DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska, S.Pt., mengatakan, kebijakan Walikota Mataram yang akan menutup tiga pusat perbelanjaan di Kota Mataram, sejalan dengan perintah dari Menteri Dalam Negeri. Adapun perintah Mendagri, yakni bagaimana pencegahan covid-19 dari segi kesehatan. Kedua bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan ketiga adalah bantuan sembako. ‘’Ini sebenarnya harus bersinergi, harus beriringan,’’ cetusnya menjawab Suara NTB via sambungan telepon, Senin (27/4) kemarin. Artinya, ketika Walikota memutuskan untuk menutup tiga pusat perbelanjaan, harus ada pembicaraan terlebih dahulu dengan pusat perbelanjaan tersebut. Wiska yakin, eksekutif telah melakukan kajian terkait efek ekonomi dan nasib karyawan di tiga pusat perbelanjaan dimaksud. Oleh karena itu, Pemkot juga perlu memikirkan bagaimana nasib karyawan di tiga pusat perbelanjaan yang ditutup tersebut. ‘’Banyak yang hidup dari situ kan,’’ imbuhnya. Hal itu yang perlu dicarikan solusi tepat. Tidak semata-mata ditutup. Sebenarnya ada banyak opsi dalam pencegahan covid-19. Misalnya pusat perbelanjaan dibiarkan tetap buka, namun tetap mengedepankan upaya pencegahan covid-19. Namun hal ini juga sulit dijalankan. Ketika Walikota memutuskan menutup pusat perbelanjaan, Pemkot tentu harus siap dengan konsekuensinya. ‘’Mau buka atau tutup, tetap ada konsekuensinya,’’ cetusnya. Jangan sampai, karyawan dirumahkan, tanpa ada pesangon. ‘’Ini kan harus dipikirkan seperti apa solusinya,’’ imbuh politisi PDI Perjuangan ini. Wiska mempertanyakan, apakah karyawan pusat perbelanjaan yang akan dirumahkan ini, sudah masuk dalam data calon penerima JPS. ‘’Kota Mataram menanggung JPS sebanyak 26 ribu. Nah apakah yang 26 ribu ini, apakah sudah dipikirkan karyawan yang dirumahkan ini,’’ katanya. Untuk itu, anggota Dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini mendorong Pemkot Mataram melakukan pendataan dengan cermat. Wiska menegaskan, ketika Walikota Mataram menutup tiga pusat perbelanjaan, jangan sampai karyawan yang dirumahkan, justru kelaparan. Kalau karyawan yang punya keahlian mungkin saja bisa banting stir. Namun demikian, untuk bisa membuka usaha lain, tidak hanya dibutuhkan keahlian tapi juga membutuhkan modal. Wiska mempersilakan Walikota menutup tiga pusat perbelanjaan dengan catatan Pemkot Mataram harus memastikan karyawan yang terdampak, terjamin kebutuhan hidupnya. I Gde Wiska (fit)

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Penyerahan APD sebanyak 12 ribu pcs dan 200 liter hand sanitizer oleh Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik di aula Pendopo Walikota Mataram, Senin (27/4). Khalik mengatakan, dua barang yang diserahkan ini sulit ditemukan meskipun pemerintah daerah memiliki

H. Usman Hadi

Namun demikian, rilis yang dikeluarkan oleh Pemprov NTB tertanggal 24 April bahwa pasien nomor 164 dinyatakan positif. Pasien pernah memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengklarifikasi pasien MAI berasal dari Jempong Baru dilakukan pemeriksaan kesehatan atau swab tanggal 16 April. Sementara, LMAA dilakukan swab 20 April. Pemeriksaan oleh tim medis RSUD NTB diakui memang ada keraguan atas nama tersebut. Pihaknya mengkonfirmasi ke RSUD Kota Mataram terhadap hasil swab. Hasilnya, LMAA dinyatakan positif dan MAI negatif. “Dari usia dan tanggal pemeriksaannya saja berbeda,” kata Usman dikonfirmasi, Senin (27/4). Usman memastikan, tidak ada kesalahan atau kekeliruan dari hasil swab. Hanya saja, petugas salah memasukkan identitas pasien, sehingga terjadi perbedaan. Dikes NTB juga telah mengklarifikasi dan menyampaikan laporan hasil penelusuran terhadap LMAA. Hasil pemeriksaan tegasnya, sudah jelas bahwa tercantum tanda merah dan putih pada masing – masing nama pasien. “Saya jamin tidak ada yang keliru dari hasil swabnya,” demikian tandasnya. (cem)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Selasa, 28 April 2020

Halaman 3

Pemotongan Sapi Berkurang Menjadi 150 Ekor Sehari (Suara NTB/ist)

BANTUAN SEMBAKO - Tim HBK Peduli menyerahkan paket bantuan sembako kepada warga miskin terdampak wabah Covid-19 di Lombok.

HBK Bagikan Bantuan Sembako kepada Warga Miskin Terdampak Covid-19 Mataram (Suara NTB) – Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli, terus menyasar masyarakat miskin di Pulau Lombok yang terkena dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19. HBK Peduli menyalurkan bantuan paket sembako bagi mereka yang paling parah terdampak, terutama masyarakat miskin yang tinggal di pelosok-pelosok. “Sasaran penyaluran bantuan sembako-sembako itu masih sama. Kita prioritaskan yaitu para orang tua jompo fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi,’’ kata HBK Minggu, (26/4) malam lalu. Disebutkannya, bahwa minggu ini, menjadi minggu keempat untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga. HBK menargetkan, untuk tahap pertama ini, penyaluran bantuan akan dilakukan selama tiga bulan, dan penyaluran sudah dilakukan merata di 54 Kecamatan di Lombok. Selain penyaluran bantuan paket-paket sembako juga dibarengi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi warga. Begitu juga penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. “Kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus berjalan, dilakukan HBK Peduli Kabupaten/Kota di wilayahnya masing-masing,” katanya. Didamping itu HBK Peduli juga telah menyerahkan satu unit mobil Ambulance di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lobar. Sebelumnya, satu unit mobil Ambulance juga telah diserahkan HBK Peduli untuk memperkuat dan melayani masyarakat KLU di bidang kesehatan. “Mudah-mudahan ditahun 2020 ini, semua Kabupaten/ Kota di Lombok sudah dapat dilayani oleh Ambulance-ambulance baru HBK Peduli, diluar 7 unit Ambulance milik Partai Gerindra yang sudah beroperasi dengan sangat baik dalam melayani masyarakat selama ini. Semuanya akan diberdayakan untuk membantu dan melayani masyarakat Lombok dalam mengatasi kesulitan akses pelayanan Ambulance gratis,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini. Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi sosok HBK sebagai wakil rakyat Pulau Lombok. Dia mengatakan, HBK tidak hanya turun ke masyarakat pada saat Pemilu, namun juga turun untuk menunaikan janji-janji kampanyenya secara nyata. “Disela-sela kesibukannya memimpin dan mengikuti rapatrapat di Komisi 1 DPR RI, beliau terus berkomunikasi dengan kami, memantau dampak pandemi Covid-19 di Lombok ini. Kesetiaan, keberpihakan, dan kecintaannya kepada masyarakat Lombok yang beliau wakili sudah sangat teruji,” katanya. “Bahkan untuk pembelian bahan-bahan paket sembako yang akan disalurkanpun, beliau pikirkan dengan sangat detail. Saya kaget ketika beliau perintahkan para pengurus HBK Peduli untuk membeli beras tidak di toko-toko besar di Mataram, tapi langsung di tempat-tempat penggilingan padi milik masyarakat,” ungkapnya. Ridwan mengungkapkan, di tengah serangan pandemi Covid19 ini, HBK juga memikirkan nasib UKM-UKM terdampak. Bahkan untuk membuat masker-masker pelindung yang akan dibagikanpun, HBK mengarahkan untuk membuatnya di ibu-ibu penjahit rumahan yang ada di Lombok, tidak membelinya dari Jakarta. “Dampak krisis yang diakibatkan serangan Covid-19 ini sangat luar biasa, bisa menghancurkan hampir semua sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa,” pungkasnya. (ndi/*)

Mataram (Suara NTB) – Sejak pandemi Covid-19 mewabah, aktivitas pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) mengalami penurunan yang signifikan. Biasanya dalam sehari, Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) mengeluarkan rekomendasi untuk pemotongan hewan sebanyak 50 rekomendasi. 1 rekomendasi untuk 15 ekor sapi potong. Atau untuk 50 rekomendasi, sebanyak 750 ekor seluruhnya. “Rekomendasi yang kita keluarkan sekarang hanya 10. Sekitar 150 ekor sapi,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provini NTB, Ir. Hj. Budi Septiani. Penurunan jumlah hewan potong ini akibat dari turunnya permintaan daging konsumsi dari masyarakat. Sejak wabah Covid-19 masuh ke NTB, Pemprov NTB juga mengambil sikap. Salah satunya membijaksanai pasar ternak. Sejumlah pasar ternak telah ditutup. Pemerintah berharap, dengan penutupan sementara pasar ternak ini, upaya mengendalikan penularan potensi virus corona dapat dilakukan secara

maksimal. Hj. Budi Septiani menjelaskan data yang dikeluarkan BPS dan Dirjen Peternakan, dari 10 kabupaten/kota di NTB, Populasi sapi di NTB sebanyak 1.242.749 ekor. Tersebar 2.289 di Kota Mataram, 118.375 ekor di Lombok Barat, 182.120 ekor di Lombok Tengah, 93.675 ekor di Lombok Utara. 140.782 ekor di Lombok Timur, 71.869 ekor di Sumbawa Barat, 260.041 di Sumbawa, 142.947 ekor di Dompu, 206.134 ekor di Kabupaten Bima dan 24.513 ekor di Kota Bima. Produksi daging mencapai 22.295 ton/tahun. Sementara konsumsi sebanyak 21.784 ton/tahun. Lima kabupaten surplus,

(Suara NTB/ist)

SAPI - Padang pengembalaan sapi di Pulau Sumbawa. lima kabupaten/kota defisit (produksi sapi). Untuk Pulau Lombok, hanya Lombok Utara yang surplus produksi sapi. Sementara di Pulau Sumbawa, surplus produksi sapi di empat kabupaten, selain Kota Bima. Khusus di Kota Mataram, kebutuhan daging sebulan sebanyak 100 ton. Dengan

minimnya jumlah potong sapi setelah wabah corona ini, stok sapi potong di NTB melimpah. Artinya, kebutuhan daging untuk puasa ini sangat tercukupi. Tinggal kesiapan daya beli masyarakat untuk mengkonsumsi daging. Tingginya stok sapi potong ini, juga berkaitan dengan di-

hentikannya pengiriman bibit sapi keluar daerah karena corona. “Sekarang sudah tidak ada lagi pengiriman bibit sapi ke luar daerah. otomatis terjadi penambahan stok sapi potong kita. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kalau ketersediaan daging kita,” demikian kepala dinas. (bul)

Temuan Satgas Pangan, Ahli Waris Almarhum Kariman Terima Stok APD di Pasaran Masih Limit

Kurang dari 24 Jam

Rp50 Juta dari Jasa Raharja

Mataram (Suara NTB) – Kurang dari 24 jam, PT. Jasa Raharja (Persero) menindaklanjuti laporan kecelakaan lalu lintas. Santunan kepada ahli waris juga tak menunggu waktu lama. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi pada Kamis tanggal 24 April 2020, pukul 15.30 Wita di jalan umum depan Pegadaian Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Kecelakaan lalu lintas antara dua kendaraan sepeda motor yang mengakibatkan salah satu diantaranya, Kariman (16 tahun) meninggal dunia di TKP. Petugas Jasa Raharja, Nasrulloh yang menerima informasi tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, dalam hal ini Satlantas Polres Lombok Tengah terkait kepastian kasus serta Laporan Polisi yang diterbitkan. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas Jasa Raharja telah berada di rumah ahli waris korban, di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Respon cepat ini bagian dari

(Suara NTB/bul)

VERIFIKASI BERKAS - Petugas Jasa Raharja NTB sedang melakukan proses verifikasi berkas keabsahan ahli waris almarhum Kariman program jemput bola yang diterapkan oleh PT Jasa Raharja. “Semua korban kecelakaan meninggal dunia yang kasusnya terjamin oleh jasa raharja, wajib dilakukan jemput bola,” jelas Nasrulloh. Sesuai dengan ketentuan, ahli waris dari korban kecelakaan tersebut berhak mendapatkan santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta. Santunan tersebut diserahkan melalui transfer rekening Senin 27 April 2020. Santunan telah diterima langsung oleh ahli waris. Setinah (49 tahun) ahli waris yang merupakan bapak kandung korban menyampaikan syukur dan terima kasih atas kecepatan pelayanan yang dilakukan oleh petugas Jasa Raharja. Ia sangat terkesan. Selain itu, berkas yang ditentukan juga tidak rumit, saya hanya menyerahkan fotocopy KTP dan

kartu keluarga, selebihnya dari petugas Jasa Raharja yang membantu menguruskan. “Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih dan tentunya santunan tersebut sangat berarti bagi saya dan keluarga yang merupakan keluarga petani,” ungkapnya. Kepala PT Jasa Raharja NTB, Mulyadi saat dihibungi via telephone mengungkapkan harapannya kepada masyarakat khususnya saat berkendara di jalan raya agar berhatihati dan selalu menggunakan kelengkapan berlalu lintas. Terutama helm. Bagi yang terkena musibah kecelakaan lalu lintas, diharapkan agar segera dilaporkan ke Kepolisian, selanjutnya ditindaklanjuti Jasa Raharja. Berdasarkan PMK No 15 dan 16 Tahun 2017, santunan yang harus dibayarkan Jasa Raharja kepada korban laka lantas Rp50 juta untuk ahli waris yang meninggal dunia. Santunan cacat tetap Rp 50 juta. Santunan biaya perawatan luka-luka maksimal Rp20 juta. Penggantian biaya P3K (maksimal) Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans (maksimal) Rp 500 ribu. Biaya penguburan Rp 4 juta. “Terlebih saat situasi wabah covid-19 seperti ini, sebaiknya kita kurangi aktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan berkendara jika tidak mendesak sekali, walau bagaimanapun pelayanan kami saat Covid-19 seperti ini tidak terganggu dan berjalan seperti biasa,” demikian Mulyadi. (bul)

Mataram (Suara NTB) Satgas Pangan melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan ketersediaan stok Alat Pelindung Diri (APD) di masa pengendalian wabah Covid-19. Pengawasan dilakukan sekaligus dalam rangka memastikan ketersediaan di distributor dan pedagang dan potensi spekulan. Pengawasan dilakukan pekan kemarin. Ada 9 Pedagang Besar Farmasi (PBF)dan3apotekyangadadiKota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat didatangi. Dikoordinatori Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Satgas Pangan yang turut terdiri dari unsur Bidang Pengawasan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kanit 2 Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTB, Dinas Kesehatan, dan Pol PP. Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota Mataram juga dilibatkan. Beberapa PBF yang didatangi diantaranya, UD. Labora Karya Panji Tilar. Disana Satgas Pangan menemukan stok masker 120 lembar, harga per lembar Rp5.000. Ada juga sarung tangan 100 pcs. Handsanitizer 3 botol, anti septik 3 botol. Alkohol 96 persen sebanyak 60 liter. Alkohol 70 persen 8 kotak dijual 25.000 / kotak. Kemudian di Rajawali Nusindo, Sekarbela. Temuannya, stok masker kosong, sarung tangan 1.000 pasang, hand sanitizer 5 liter 37 jeriken. Perjerigen harganya Rp511.000. Lanjut ke PT. Rido Ilahi Farma, Pagutan. Stok masker kosong, sarung tangan non steril 2,000 pasang. Hand sanitizer kosong, disinfektan 20 galon. Dihargakan Rp780.000/galon. Baji hamzat hazmat sekali pakai 188 buah. Baju hamzat penggunaan lebih

dari satu kali sebanyak 19 buah. Kemudian ke PT. Indofarma Global Medika di Karang Anyar Mataram. Ditemukan stok masker, hand sanitizer dan alkohol kosong. Hanya termogun 40 buah,1unitharganyaRp1.250.000. Kemudian ada rapid tes 40 box. 1 box berisi untuk 40 kali tes. Per box harganya Rp 8 800.000. Selanjutnya di PT. Murni Aik Sukses, ditemukan sarung tangan 10 dus, alkohol 95 persen 41 dus. Dan ke PT. Anugerah Arkon Medika, ditemukan sarung tangan. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. Fathurrahman, M . Si melalui Kepala Bidang Pengawasan, Ir. Haryono mengatakan, sementara ini disimpulkan ketersediaan APD sangat limit. Beberapa pedagang besar mengakui sangat pesanan mereka lamban dipenuhi pabrikan. Jumlah pesanan yang diterima juga tak seluruhnya dipenuhi pabrikan. Akibat permintaan serentah secara nasional. Berdasarkan temuan di lapanganini,Haryonomengatakanselanjutnya akan disampaikan ke kepala dinas dan kepala daerah. Harapannya,pemerintahpusatjugamerespondenganmendorongpabrikan memperbanyak produksi untuk menyuplai kebutuhan masyarakat saat ini. Kanit 2 Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTB, Ida Bagus Putu Buwana, mengatakan aparat jugatetapmelakukanpemantauan lapangan.Baikharga,maupunketersediaan stok APD. Jika kenaikan harga dipengaruhi karena kenaikan harga dari tingkat pabrikan, selanjutnya akan dikoordinasikan. Bila kenaikan harga APD dilakukan sepihak oleh pengusaha, tentunya akan ditangani sebagai pelanggaran. (bul)

(Suara NTB/bul)

PENGAWASAN APD - Pengawasan APD di tingkat pedagang besar farmasi

Penyaluran BLT dari Dana Desa Ditarget Mei Mataram (Suara NTB) – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa bagi masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19) sampai saat ini belum bisa dilakukan. Pasalnya, pendataan di tingkat desa diakui belum selesai. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, Dr. H. Ashari, menerangkan proses pendataan tersebut sampai saat ini masih dilakukan oleh Relawan Covid-19 di tingkat desa. Dimana komponen relawan terdiri dari Kepala Desa sebagai ketua, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wakil ketua, serta unsur-unsur lain seperti Ketua RT, Ketua RW, dan aparat desa. “Itu mereka yang bertugas mendata semua. Insyaallah kalau sudah selesai (pendataan) ini, awal Mei mungkin sudah mulai (disalurkan),” ujar Ashari saat dikonfirmasi, Senin (27/4) di Mataram. Menurutnya, beberapa aturan penyarluan sampai saat ini belum berubah, termasuk untuk jangka waktu penyaluran. Masing-masing masyarakat yang terdata sebagai penerima BLT disebutnya

akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan. “Pokoknya, (BLT) ini untuk April, Mei, Juni. Ini masih dalam proses pendataan oleh Tim Relawan,” ujar Ashari. Selain terdampak Covid-19, menurutnya ada 14 kriteria yang dijadikan rujukan pendataan. Diantaranya luas lantai rumah kurang dari 8m2 per orang, lantai rumah terbuat dari tanah/bambu/kayu murah, dinding rumah terbuat dari bambu/rumbia/kayu murah/tembok tanpa plester. Kemudian tidak memiliki fasilitas buang air besar atau menumpang dengan orang lain, penerangan tanpa listrik, sumber air minum dari sumur atau mata air tidak terlindung, bahan bakar memanfaatkan kayu/arang/minyak tanah. Selain itu yang berhak menerima BLT adalah masyarakat yang jumlah konsumsi daging/susu/ayam hanya 1 kali per minggu, satu setel pakaian setahun, makan 1-2 kali per hari. Kemudian tidak sanggup berobat ke puskesmas/poliklinik, sumber penghasilan KK petani berlahan kurang dari 500m2, buruh tani, buruh nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, pekerjaan lain berupah kurang dari Rp600 ribu per bulan, pendidikan tidak tamat SD/tamat SD, serta

tidak memiliki tabungan/barang mudah dijual minimal senilai Rp500 ribu. “Dari 14 kriteria itu, kalau dia tidak bisa (memenuhi) semua, bisa jadi 7-4 (kriteria) saja yang diambil,” ujar Ashari. Indikator-indikator tersebut kemudian akan dibahas kembali melalui musyawarah desa. Mengingat pendataan masih belum selesai dilakukan, Ashari menerangkan bahwa kuota penerima di NTB belum dapat dipastikan. Namun berdasarkan aturan dari pemerintah pusat, alokasi anggaran ditetapkan sebesar 25 persen bagi desa yang menerima dana desa sebesar Rp800 juta, 30 persen bagi desa dengan anggaran Rp1,2 miliar, dan 35 persen bagi desa dengan anggaran Rp2 miliar. Berdasarkan data DPMPD Dukcapil NTB sampai dengan Senin (27/4), untuk tahun 2020 total dana desa di NTB mencapai Rp1.232.297.847.000 untuk 995 desa di NTB. Dimana pemerintah memutuskan mengalokasikan angaran masing-masing sebesar 40 persen dari 8 Kabupaten, yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Sumbawa Barat. (bay)


SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Kerjasama Dinas Kesehatan Lombok Timur dengan Harian Suara NTB

Dikes Lotim Komit Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berusaha meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Bentuk peningkatan pelayanan yang dilakukan ini untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. KEPALA Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dikes Lotim, Mawardi Halil, S.Kep., menjelaskan, beberapa upaya nyata yang telah dilakukan untuk perbaikan kualitas pelayanan. Bidang Yankes Dikes, ujarnya, menaungi tiga seksi, yaitu Pelayanan Kesehatan Primer, Akreditasi, Kesehatan Tradisional, Seksi Pelayanan Rujukan dan Penunjang dan Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman. ‘’Dalam peningkatan, ada beberapa faktor yang menjadi penunjangnya. Pertama, faktor

input yakni tenaga medis, biaya medis, fasilitas atau sarana dan prasarana medis serta regulasi penunjang untuk meningkatkan muttu layanan kepada masyarakat penerima layanan,’’ terangnya pada Suara NTB, Senin (27/4). Kedua, tambahnya, faktor proses. Di antaranya soal aksesibilitas atau kemudahan dan keterjangkauan. Faktor proses ini juga melihat mekanisme pelayanan. Pihaknya juga mengingatkan soal output, yakni soal

jumlah masyarakat yang terlayani. Dalam hal ini, seperti apa persepsi masyarakat tentang pelayanan, tingkat kepuasan pelayanan dan ukuran-ukuran capaian pelayanan kepada masyarakat. Diakuinya, secara spesifik, soal kualitas tenaga kesehatan, semuanya sudah memenuhi standar. Tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat khususnya pelayanan dalam gedung, rawat jalan, rawat inap dan Unit C. Gawat Darurat, juga telah memenuhi standar pelayanan. Hal ini dibuktikan dengan hampir semua puskesmas, atau 94 persen sesuai data terakhir April 2020 telah di-

(Suara NTB/rus)

Mawardi Halil lakukan reakreditasi dan akreditasi perdana, namun ditunda akibat pendemi Corona.

Akreditasi merupakan pengakuan dari lembaga independen, yakni dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan tentang mutu dan kelayakan dengan penilaian berdasarkan instrumen yang mengukur kelayanan terkait upaya kesehatan perorangan, upaya kesehatan masyarakat dan administrasi manajemen. Di samping itu berkaitan dengan mutu pelayanan di puskesmas, pada tahun 2019 telah dilakukan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM). Semua puskesmas di Lotim masuk kategori Baik dan Sangat Baik. Aspek yang dinilai mengacu pada alat ukur yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara Repor-

masi dan Birokrasi (Kemenpan RB), yakni meliputi Aspek Kecepatan Pelayanan, Ketepatan, kompetensi, sikap pelayanan, komitmen, kepastian, keamanan dan mekanisme pengaduan. Keberadaan tenaga kesehatan juga menjadi prioritas baik kualitas maupun kuantitas, baik tenaga dokter, perawat maupun bidan. Saat ini, masing-masing puskesmas sudah disediakan 2 orang dokter. Demikian juga tenaga perawat juga telah sangat tercukupi. Hanya dokter gigi di Kabupaten Lombok timur masih kurang. Beberapa puskesmas belum ada dokter gigi dikarenakan jumlah lulusan dari perguruan tinggi masih

kurang. Guna menjamin pelayanan kepada masyarakat, dokter gigi ditugaskan dengan membagi waktu pada puskesmas-puskesmas yang berdekatan dengan penempatannya. Selain itu, para perawat gigi telah menjadi bagian penting dalam pnelavanan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Selain dengan melakukan akredikasi, Puskesmas juga diarahkan berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tahun 2019 telah ada 10 puskesmas yang sudah menjadi BLUD. Pada tahun 2020, sedang dipersiapkan 12 puskesmas diproses untuk penetapan menjadi BLUD. (rus/*)

Banyak Bermasalah Tetap Gelar Reses ANGGOTA DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dipastikan tetap akan menggelar kegiatan reses (kunjungan ke konstituen) di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19). Reses sendiri direncanakan akan mulai digelar pada awal bulan Mei mendatang. Demikian ditegaskan Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., saat dikonfirmasi Suara NTB, di ruang kerjanya, Senin (27/4). Dikatakannya, kegiatan (Suara NTB/kir) M. Tauhid reses merupakan amanah konstitusi bagi para anggota legislatif yang harus dilaksanakan, meski dalam kondisi apapun. “Itu (reses,red) amanah undang-undang sekaligus kewajiban anggota legislatif kepada konstituennya. Jadi harus tetap dilaksanakan,” terangnya. Namun karena saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19, tentunya pola kegiatan resesnya harus mengikuti standar protokol pencegahan penyebaran virus Corona, seperti tidak boleh ada kerumuman massa dalam jumlah banyak. Kemudian penerapan psysical distancing yang kerja serta penggunaan masker. “Pola kegiatan reses akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Tidak bisa kita laksanakan reses sama seperti pada kondisi normal,” ujarnya. Menurutnya, di tengah situasi seperti sekarang ini anggota DPRD Loteng juga perlu untuk turun ke masyarakat, menyerap asprasi dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan dan pencegahan virus Corona. Melalui kegiatan reses itu nantinya para anggota DPRD Loteng juga bisa memanfaatkan untuk bersosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana melawan penyebaran virus Corona. Tentunya dengan cara-cara yang tidak melanggar standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan di tengah penyebaran virus Corona. Lebih lanjut politisi Partai Gerindra ini menegaskan, kegiatan reses sendiri juga tidak melulu dengan menggelar pertemuan, bisa juga dengan cara sosialisasi door to door ke konstituen yang ada sembari menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak perlu mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Masing-masing anggota DPRD Loteng juga kan punya tim yang bisa dikerahkan untuk bisa turun ke masyarakat. Sambil menyalurkan bantuan apakah berupa kebutuhan pokok atau yang lain. Sehingga masyarakat juga bisa terbantu dalam mengurangi beban dampak dari penyebaran virus Corona. (kir)

Sembilan Kecamatan di Lobar Zona Merah Giri Menang (Suara NTB) Kasus positif Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) bertambah tujuh orang menjadi total 28 orang pada Sabtu (25/4). Tambahan tujuh kasus positif, menjadikan Lobar mendominasi kasus pasien positif. Dari tambahan tujuan kasus ini, enam orang merupakan klaster Gowa. Dari tujuh kasus itu, tiga kasus positif terdapat di wilayah Gerung. Tiga kasus positif di wilayah Gerung, tersebar di Gerung Selatan dan dua kasus di Desa Taman Ayu. Adanya tambahan kasus di Kecamatan Gerung, praktis sembilan kecamatan di Lobar masuk zona merah Covid-19. Hanya menyisakan satu kecamatan, yakni Lembar yang belum ada kasus positif. Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj. Made Ambaryati mengatakan, terdapat tambahan tujuh kasus positif sehingga menjadi 28 orang. “Dengan tambahan tujuh kasus berarti ada total 28 kasus positif tersebar di sembilan kecamatan, kecuali Lembar,” jelasnya, Senin (27/4). Tujuh kasus ini, ujarnya, di antaranya pasien nomor 169 inisial M asal Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar. Bersangkutan diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah, namun memiliki riwayat kontak dengan keluarga pasien positif Covid-19. Saat ini pasien dirawat di RSUP NTB dalam keadaan baik. Dua pasien positif di Desa Taman Ayu dua kasus masing-masing pasien nomor 173 inisial AN dan nomor 174 inisial S. Keduanya pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Tiga kasus positif dari Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari, terdiri dari pasien nomor 175 inisial LI, pasien nomor 176 inisial A dan pasien nomor 177 inisal F. Ketiganya pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Ditambah pasien nomor 178 inisial S dari Lingkungan Menang Kelurahan Gerung Selatan. Bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Ketujuh pasien ini masing-masing dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi satu orang, di RSUD Tripat Gerung tiga orang, Rumah Sakit Awet Mudah Narmada tiga orang pasien dari Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Gerung yang juga Camat Gerung, H Mulyadi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. “Gerung ada tiga positif Covid-19, di Gerung Selatan satu dan dua di Desa Taman Ayu,” jelasnya. (her)

Disos Lobar Verivali Ulang Data Calon Penerima JPS Giri Menang (Suara NTB) Program bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lombok Barat (Lobar) masih dihadapkan permasalahan di lapangan, lantaran hasil sinkronisasi data oleh desa ditemukan data penerima banyak yang bermasalah karena ganda, sudah meninggal dan pindah. Hasil sinkronisasi data dengan desa itupun sudah dilakukan verifikasi dan validasi (verivali) ulang.

(Suara NTB/her)

L. Marta Jaya

Kepala Dinas Sosial (Disos) Lobar L. Marta Jaya mengatakan, JPS Kabupaten lebih dulu disalurkan daripada BLT desa untuk memudahkan dan mengantisipasi adanya gesekan di bawah. “Sesuai arahan Pak Bupati nanti yang

erat Gowa 24 orang, klaster Jakarta 11 orang, klaster Madura 4 orang, klaster erat Madura 4 orang, tenaga kesehatan 4 orang, klaster Bali 1 orang, Lapas 1 orang, dan tahanan Polres Lotim 12 orang. “Tes cepat ini dilakukan dari tanggal 1 sampai 26 April 2020 oleh Dikes Lotim,” terangnya. Khusus untuk tes cepat terhadap tahanan di Polres dan warga binaan di Lapas dilaksanakan tanggal 20 April oleh Puskesmas Selong. Di Lapas Selong jumlah yang dilakukan tes cepat sebanyak 6 tahanan, namun 1 orang dinyatakan reaktif. Yang bersangkutan merupakan

tu sembako, di mana keluarga penerima manfaat (KPM) diberikan kartu itu untuk ditukar ke BUMDes sebagai penyedia dan penyalur. Warga yang belum mendapatkan bantuan bisa langsung mengusulkan diri

Kejar Bantuan JPS, Pembatasan Jarak Dikesampingkan Selong (Suara NTB) Pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini masih menjadi ancaman. Tidak hanya mengancam kesehatan, melainkan berdampak langsung terhadap melemahnya perekonomian masyarakat. Menyikapi hal ini, pemerintah meluncurkan program bantuan sosial (bansos) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya saja demi mengejar bantuan ini, masyarakat maupun pemerintah luput dari pembatasan jarak yang semestinya harus diterapkan. Seperti yang terjadi di depan pintu Kantor Dinas Sosial (Disos) Lotim, Senin (27/ 4), hampir ratusan orang yang merupakan perwakilan dari pemerintah desa (pemdes) memadati lorong pintu kantor tersebut. Tidak lain, kedatangan para aparatur desa ini untuk mengantarkan data masyarakat penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak dari Covid-19. Mereka berdesak-desakan untuk dapat menyerahkan lebih awal. Dari situasi yang seperti ini,

(Suara NTB/yon)

PADATI - Aparatur desa se-Kabupaten Lotim memadati Kantor Dinas Sosial Lotim. Kedatangan aparatur desa ini untuk menyerahkan data penerima bantuan dampak Covid-19, Senin (27/4). imbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik dalam mencegah penyebaran Covid-19 tak mempan. Padahal sejak awal masyarakat diingatkan supaya menjaga jarak sekitar dua meter ketika melakukan

komunikasi sosial. Pembatasan jarak ini penting, karena tidak semua yang membawa virus Corona terlihat sakit. Untuk itu, sikap waspada terhadap penyebaran virus Corona sudah semestinya terus dilakukan.

Ironisnya, aparatur desa yang datang ke Dinas Sosial tidak melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker. Menanggapi hal itu, Juru Bicara Percepatan Penangan-

an Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, sangat menyayangkan terjadinya kerumunan masyarakat saat penyerahan data bantuan JPS di Dinas Sosial Lotim. Ia berharap, tindakan tersebut tidak terulang kembali dan sebaiknya memperhatikan jarak dan menggunakan masker saat keluar rumah apalagi di tempat umum. “Kita sudah pasang imbauan untuk menggunakan masker ketika datang ke kantor bupati maupun keluar rumah. Tapi ini mungkin perlu kita tingkatkan lagi,”terangnya. Kadis Sosial Lotim, H. Ahmat, menjelaskan, penyerahan data oleh masing-masing desa ke Dinas Sosial untuk dilakukan verifikasi dan validasi, terutama sembako Lotim dan BST dari Kemensos yang masih ada perbaikan. Sementara untuk BLT desa di Dinas DPM, karena untuk BLT sudah jelas penerimanya. “Kita akan lebih teliti supaya data penerima bantuan mulai dari pemerintah pusat hingga desa ke depan tidak ganda,” ungkapnya. (yon)

Corona, Penyampaian 11 Kecamatan di Lotim Masuk LKPJ APBD Diundur Zona Merah Covid-19 Tanjung (Suara NTB) Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2019 diundur, karena situasi pandemi Corona atau Covid-19. Idealnya penyampaian nota LKPJ bupati di depan DPRD dilakukan 31 Maret, atau 3 bulan setelah tahun anggaran. Sekretaris DPRD KLU, H. Kartady Haris, SH., Senin (27/4) mengatakan situasi pencegahan Covid-19 menunda pelaksanaan LKPJ dari 31 Maret menjadi 30 April. Pimpinan dan Fraksi DPRD memaklumi situasi di mana Covid-19 cukup mempengaruhi seluruh agenda daerah. “Awalnya Pemda akan sampaikan 3 bulan setelah tahun anggaran, 30 Maret. Bahkan eksekutif sudah setorkan draf LKPJ 23 Maret tapi batal disidangkan

akhir Maret,” ungkap Kartady. Usai diundur, Dewan lantas melakukan rapat penjadwalan ulang. Saat ini pun, LKPJ sudah diajukan ke sekretariat untuk dibahas oleh legislatif. “Sudah sampaikan. Kalau dalam 30 hari setelah diserahkan tidak bahas, maka LKPJ dianggap diterima,” sebutnya. Sekwan melanjutkan, situasi Covid ini menyebabkan sebagian besar agenda Dewan tertunda. Di samping itu, belanja dewan dan sekretariat juga dirasionalisasi untuk menanggulangi kebutuhan Biaya Tidak Terduga (BTT) Covid - 19. Kendati demikian, anggaran Sekretariat DPRD dalam posisi relatif aman. Eksekutif dan Banggar DPRD setidaknya sudah menghitung kebutuhan dalam daerah terkait kesibukan DPRD. (ari)

Tes Cepat Covid-19 Lotim, 95 Orang Dinyatakan Reaktif Selong (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan tes cepat terhadap 1.638 orang untuk mendeteksi penyebaran virus Corona (Covid-19). Dari 1.638 orang dilakukan tes cepat, sebanyak 95 dinyatakan reaktif Covid-19, di antaranya 4 tenaga kesehatan dan 12 tahanan Polres Lotim. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Senin (27/4), menjelaskan, rincian 95 orang yang dinyatakan reaktif tersebut terdiri atas, Klaster Gowa 34 orang, kontak

kita salurkan JPS di kisaran 40 ribu, insya Allah Minggu ini mulai kami salurkan,” terangnya, Senin (27/4). Pembagian JPS ini dilakukan melalui BUMDes di masing-masing desa. Pola penyalurannya menggunakan kar-

Para calon penerima bantuan ini, jelas dia, terdiri dari warga terdampak Corona, seperti warga kurang mampu, pekerja yang dirumahkan atau PHK tenaga hotel, restoran dan hiburan, tukang sapu dan boatman. Jenisjenis bantuan yang diberikan berupa beras 15 kilogram, telur satu trai, minyak 1 liter, gula pasir satu kilogram dan masker. Item bantuan ini sesuai kesepakatan BUMDes dan kebutuhan masyakarat. Terkait pasokan bahan baku, pihak BUMDes sudah menyiapkan. (her)

tahanan Kejari Lotim yang akan dititip ke Lapas Kelas IIB Selong. Namun sebelum masuk ke ruang tahanan, terlebih dahulu dilakukan tes cepat sehingga bagi yang reaktif langsung dibawa ke rusunawa. Kemudian 22 April tes cepat 38 orang tahanan di Polres, hasilnya 12 dinyatakan reaktif. Terhadap tahanan-tahanan yang reaktif ini dibawa ke Rusunawa Labuhan Lombok. Di sana, mereka akan menjalani karantina dengan tetap sesuai prosedural penahanan sebagaimana mestinya serta dilakukan pengawasan dari kepolisian dan Dinas Kesehatan. Bagi yang sudah din-

yatakan reaktif ini masuk dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Prosedur penahanan tetap diberlakukan. Dan saat ini PDP dirawat di Rusunawa dan RSUD R. Soedjono Selong,” terangnya. Pada kesempatan ini, Kabag Kesra Lotim ini mengimbau kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran apabila pernah kontak erat dengan Klaster Gowa maupun klaster lainnya agar melaporkan diri petugas, sehingga pencegahan dan penanganan penularan penyakit berupa Covid-19 ini dapat dilakukan lebih dini. (yon)

Selong (Suara NTB) Jumlah kasus pasien positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat sebanyak 21 orang. Lima orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 16 masih positif. Dari 21 orang ini, tersebar di 11 kecamatan di Lotim dan masuk kategori zona merah. Berdasarkan grafik perkembangan kasus Covid-19 di Lotim pertanggal 27 April 2020, kecamatan yang masuk zona merah di antaranya, Kecamatan Aikmel 4 orang, Kecamatan Pringgasela 3 orang, Kecamatan Terara 1 orang, Kecamatan Sakra 4 orang, Kecamatan Jerowaru 2 orang dan Kecamatan Sambelia 1 orang. Selanjutnya di Kecamatan Pringgabaya 1 orang, Kecamatan Wanasaba 1 orang, Kecamatan Suralaga 1 orang, Kecamatan Labuhan Haji 2 orang dan Kecamatan Selong 1 orang. “Jumlahnya masih tetap terkonfirmasi positif 21 orang. Sembuh 5 orang dan masih positif 16 orang,”terang Jubir Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Senin (274). Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 108 orang, 65 orang dirawat di RSUD R. Soedjono Selong dan RSUP, selesai dalam pengawasan 36 orang dan masih dalam pengawasan 30 orang. Sementara PDP di ponpes 43 orang dan seluruhnya masih dalam pengawasan. Jumlah PDP ini, kata Pathurrahan, tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Lotim, di antaranya Kecamatan Sembalun 2 or-

(Suara NTB/yon)

Infografis perkembangan kasus Covid-19 Lotim per tanggal 27/4/2020. ang, Kecamatan Masbagik 4 or- yang memiliki PDP ini masuk ang, Kecamatan Montong Gad- status zona kuning,”tambahnya. Adapun wilayah yang saming 1 orang, Kecamatan Sikur 2 orang, Kecamatan Sakra Barat pai saat ini masih di zona hijau 1 orang. Untuk di Kecamatan yaitu Kecamatan Sukamulia, Suela 3 orang, Kecamatan Lenek jumlah Pelaku Perjalanan Tan3 orang, Kecamatan Sakra pa Gejala (PPTG)-nya 322 orTimur 1 orang, dan Kecamatan ang, OTG nol, ODP 27 orang, Keruak 5 orang. “Untuk wilayah ODP nol dan positif nol. (yon)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

Halaman 5

Kerja Sama Dinas P2KBP3A Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Dinas P2KBP3A Sumbawa Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Molin Perempuan dan Anak

(Suara NTB/ist)

Laeli Febrianti

Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Sumbawa, telah ikut melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19-19. Melalui pemanfaatan mobil perlindungan (molin) perempuan dan anak. Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Nomor 25 tahun 2020.

Usulan Tujuh Lokasi TPS3R Direspons Taliwang (Suara NTB) Usulan Pemkab Sumbawa Barat, untuk menambah tujuh lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPSRRR) ke Pemerintah Pusat mulai ditindak lanjuti. Bahkan belum lama ini, tim dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sudah turun untuk melakukan survey lokasi untuk memastikan lokasi yang disiapkan sudah layak. “Tim dari KLH sudah turun kemarin di tiga Lokasi yakni di Desa Tamekan, Desa Beru, Kecamatan Brang Rea dan Desa Beru di Jereweh atas usulan kita di akhir tahun 2019 lalu,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Kabid Pengolahan Sampah dan pengawasan limbah B3, Dedi Damhudi SP., M.Si, kepada Suara NTB, Senin (27/4). Dikatakannya, penambahan tujuh lokasi baru tersebut dilakukan karena terbatasnya TPS3R dan permintaan desa. Hal tersebut dilakukan, karena manfaat dari keberadaan TPS3R sudah sangat banyak seperti pembuatan pupuk organik dan menekan terjadinya pembuangan sampah langsung ke TPA. Salah satu yang sudah mulai beroperasi TPST3R kompi handal di Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang yang sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita sangat getol untuk mendapatkan program tersebut karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat dan kami berharap bisa segera dibangun,” sebutnya. Ditambahkannya, Pemerintah juga akan menggandeng Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) untuk membantu merealisasikan pembangunannya. Karena jika mengandalkan anggaran daerah yang sifatnya sangat terbatas diyakini tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Maka dari itu dalam waktu dekat ini, pihaknya berencana akan kembali berkordinasi dengan pihak terkait. Jika TPST3R sudah terbangun, maka penanganan sampah di KSB akan semakin maksimal. “Tim survey sudah turun mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mulai dilakukan pembangunan. Sehingga penanganan sampah yang belum terangkut ke TPA bisa tertangani secara maksimal di KSB,” pungkasnya. (ils)

Sebagaimana disampaikan Kadis P2KBP3A Sumbawa melalui Kabid P3A, Laeli Febrianti S.STP, M.Si, hal ini sebagai bentuk partisipasinya sekaligus ambil bagian dalam penanganan Covid-19. Media sosialisasi menggunakan molin ini dilakukan bersama Forum Anak Samawa (FAS), dengan menyampaikan instruksi atau isi dari edaran Menteri PPPA. Sosialisasi memanfaatkan pengeras suara di dalam molin. Untuk memberikan imbauan

dengan cara berkeliling. Terutama pada wilayah dengan keterbatasan informasi tentang bahaya penularan Covid-19. Sembilan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 yang disampaikan ke masyarakat melaui molin. Diantaranya, melaksanakan atau meningkatkan perilaku hidup bersih, sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir. Kemudian melindungi tangan dengan hand sanitizer, kemudian

Masih Buka Siang Hari, Rumah Makan Ditertibkan Sumbawa Besar (Suara NTB)Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sumbawa turun menertibkan sejumlah rumah makan dan warung yang masih buka pagi dan siang hari, Senin (27/4). Padahal Pol PP telah mengeluarkan edaran yang melarang warung makan buka di siang hari selama bulan Ramadhan ini. Sebagaimana disampaikan Kasat Pol PP Sumbawa, H. Sahabuddin S.Sos, M.Si, operasi penrtiban ini dilakukan, berdasarkan pengaduan masyarakat yang resah dengan masih adanya warung yang buka di pagi dan siang hari. Sehingga dengan satu regu anggota Pol PP, langsung turun ke lapangan. Bersama camat Sumbawa menyisir sejumlah lokasi dan haislnya ditemukan 3 pedagang di Pertokoan, 3 pedagang di sekitar Stadion Pragas, 1 pedagang di Asrama Lama, 2 orang di terminal Brang Bara da 1 orang di Kerangka Baja. Rinciannya, 1 orang pedagang es campur, 3 pedagang nasi ccampur dan 9 pedagang soto. “Penertiban berjalan lancar. Kami sudah peringatkan untuk tidak lagi berjualan di siang hari,” terangnya. Sesuai edaran Sat Pol PP, mnindalanjuti SE Bupati Sumbawa tentang Ramadhan, pedagang baru diperbolehkan membuka warungnya pada pukul 16.00 Wita. Sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memakai masker dan jaga jarak. Malam hari sebelumnya, Pol PP juga menurunkan anggotanya pada sejumlah titik dalam kota. Seperti di Lapangan Pahlawan untuk membubarkan pengunjung yang masih berkerumun. Termasuk pengunjung yang tidak bermasker. “Kami juga menertibkan PKL yang berjualan diatas Pukul 22.00 Wita. (arn)

dan menghidari kerumunan. Imbauan dari Menteri PPP sesuai isi edaran dimaksud, disampaikan menggunakan molin kepada masyarakat, selama tiga hari berturut turut. “Karena tidak bisa ramai, FAS hanya diwakili tiga orang pengurus. Itu kami laksanakan pertengahan bulan April lalu, selama tiga hari. Diantaranya, di Kelurahan Lempeh dan wilayah lainnya. Setelah calling di dalam Sumbawa kemudian kita susuri banta-

ran kali bagikan masker. Banyak anak-anak yang sedang bermain kemudian kami bagikan masker dan juga lansia. Sebelumnya sudah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa,”terang Laeli. Sesuai isi SE Menteri P3A, upaya pencegahan melalui sosialisasi pencegahan Covid-19 juga dapat dilakukan Aktivis PATBM, Petuugas P2TP2A, Pekerja Sosial, tenaga kesehteraaan sosial, psikolog dan petugas lainnya. (arn/*)

Empat Kecamatan di Kabupaten Bima Zona Merah Bima (Suara NTB) Penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Bima semakin meluas. Hal itu menyusul bertambahnya jumlah pasien yang dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma M.AP, mengatakan jumlah zona merah virus corona di Kabupaten Bima kini menjadi empat Kecamatan, menyusul adanya sejumlah tambahan pasien postif corona. “Sebarannya ada empat dari 18 Kecamatan,” katanya kepada Suara NTB, Senin (27/4). M. Chandra Kusuma

Ia menyebutkan empat Kecamatan di Kabupaten Bima yang masuk zona merah covid-19 tersebut antara lain Bolo dengan sembilan pasien positif covid-19. Kemudian Kecamatan Sanggar tiga orang serta Soromandi dan Lambu masing-masing satu pasien. “Total pasien positif Covid19 di Kabupaten Bima ada 14 orang yang tersebar di empat

Kecamatan,” katanya. Chandra mengaku, belasan pasien positif yang corona tersebut merupakan klaster Gowa. Selain itu sebagian yang terpapar Corona merupakan kerabat terdekat seperti istri dan anak klater Gowa. “Rata-rata dari klaster Gowa,” ujarnya. Dalam mencegah penyebaran lebih luas, kini sebagian wilayah Kecamatan yang masuk zona merah tersebut telah menerapaln lockdown berbasis lingkungan. Bahkan Desa yang terdapat warganya klaster Gowa lebih dulu memberlakukan karantina lingkungan. “Sebelum dinyatakan warg-

anya positif sebagian Desa langsung menerapkan karantina lingkungan. Membatasi keluar masuk wargan,” ujarnya. Selain itu tambah dia, pihak Tim Gugus Tugas bersama Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa segera melacak lebih dalam siapa dan dimana saja, pasien positif covid-19 berinteraksi. Terutama kerabat dekat klaster Gowa seperti anak dan istrinya. “Langkah ini dilakukan untuk memudahkan kita melakukan karantina dan melakukan tes cepat,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/dok)

Karyawannya Positif, BRI Dompu Tutup Unit Woja

Tambahan Sembilan Narapidana Dibebaskan di Dompu Dompu (Suara NTB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas B II Dompu, terus mengidentifikasi narapidana yang sudah menjalani setengah dari masa kurungan untuk dibebaskan. Hasilnya, didapati tambahan sembilan orang. Sehingga total keseluruhan per 27 April 2020 ini, ada 51 warga binaan yang menjalani hukuman di rumah. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Kegiatan Lapas Dompu, Murdahim, SH., ketika dikonfirmasi Suara NTB, Senin (27/4). Ia mengatakan, sebagian besar warga binaan yang akan menjalani 2/3 masa pidananya di rumah tersebut, ialah mereka dengan masa kurungan pendek. Sehingga tak butuh waktu lama setelah dijatuhi hukuman oleh pengandilan untuk kemudian dibebaskan. “Itu yang hukuman pendek saja. Ada 10 bulan, sembilan bulan jadi sudah setengahnya dijalani. Begitu diputus tunggu beberapa hari langsung kita keluarkan atau asimilasi,” ungkapnya. Keputusan membebaskan narapidana sebagaimana Surat Edaran (SE) Plt. Dirjen Pemasyarakatan nomor PAS497.PK.01.04.04 dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 itu, bukan merupakan pembebasan murni. Mereka tetap tercatat sebagai warga binaan dibawah pengontrolan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan APH. Ketentuannya tidak diperkenankan keluar dari satu Desa/Kelurahan, pun diwajibkan melapor dalam jangka waktu tertentu. Bagi narapidana yang ditemukan melanggar, lanjut Murdahim, dipastikan langsung diamankan dan ditahan kembali untuk menjalani masa kurungan di Lapas. “Karena mereka ini belum bebas sepenuhnya, jadi apabila melakukan kembali atau melanggar tinggal kita tarik dan angkat kasusnya. Jadi tidak main-main,” tegasnya. Kendati sudah dibebaskan 51 orang, diakui belum signifikan mengurangi tingkat kelebihan warga binaan di Lapas Dompu. Karena ketika mengacu pada kapasitas idealnya 140 orang, maka perlu pembebasan 200an orang lagi dari total 353 narapidana yang ada. Atas kondisi tersebut, lanjut dia, Lapas terpaksa menerapkan pembatasan kegiatan. Seperti misalnya pelaksanaan shalat tarawih dianjurkan di kamar masing-masing. Pun demikian dalam hal pengiriman makanan dipastikan betul-betul aman dari wabah Covid-19. “Karena disini sangat riskan, makanya kita betul-betul perketat. Kebetulan bantuan APD dari pusat juga sudah kita terima, termasuk alat pengecekan suhu badan,” pungkasnya. (jun)

menggunakan masker ketika keluar rumah. “Tidak menyentuh areal wajah agar tidak kontak langsung tangan kita, karena itu gampang penularan Covid19,” jelasnya. Berikutnya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak makan sayur, buah dan lain sebagainya. Jangan makan daging yang tidak dimasak. Kemudian berolahraga dan beristirahat yang cukup. Usahakan tidak menggunakan fasilitas umum

(Suara NTB/ist)

ANGKUT SEMBAKO - Salah satu truk pengangkut bantuan paket sembako JPS Gemilang sedang menurunkan muatan di kelurahan Menala, Taliwang, KSB.

Paket JPS Gemilang di KSB Mulai Didistribusikan Taliwang (Suara NTB) Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dari pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk kuota masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai didistribusikan. Sejak, Senin (27/4), bantuan berupa paket Sembako itu oleh pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah didistribusikan ke sejumlah kelurahan dan desa di kecamatan Taliwang. “Iya benar sudah mulai didistribusi ke desa/keluarahan mulai hari ini,” kata kepala Dinas Sosial (Disos) KSB, H. Syaifuddin kepada Suara NTB. Dijelaskannya, sesuai jadwal penyaluran bantuan untuk penanganan dampak Covid-19 itu ke tingkat desa/kelurahan ditarget selesai dalam 4 hari ke depan. Di mana pada hari pertama, pembagian dimulai di dalam kota Taliwang. “Kalau tidak salah besok (hari ini) jad-

walnya (kecamatan) Brang Rea, Brang Ene,” urainya. H. Syaifuddin menyatakan, sebelum didistribusikan ke desa/kelurahan, paket bantuan JPS Gemilang itu sudah melalui tahap pemeriksaan. Bahkan untuk memastikan semua item barang dalam bantuan tersebut lengkap dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali. “Pertama diperiksa oleh orang dinas provinsi bersama kami. Lanjut kemudian didampingi aparat kepolisian juga. Yang diperiksa selain itemnya juga volumenya. Jadi sudah dipastikan paket bantuan itu item isi dan volumenya sama,” klaim mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini. Item bantuan yang disiapkan oleh Pemrpov NTB itu, disebutkan H. Syaifuddin, cukup lengkap. Selain paket bahan pokok, bahan-bahan pangan tambahan lain juga tak lupa disediakan. Termasuk juga masker pelindung yang

bisa digunakan masyarakat menangkal penyebaran virus corona. “Kami kira cukup lengkap isi paket JPS Gemilang itu,” bebernya. Sementara itu ditanya mengenai jadwal penyaluran ke masyarakat penerima. H. Syaifuddin mengungkapkan, pembagian bantuan dari Pemrpov NTB itu ke warga penerima tergantung kesiapan masing-masing desa/kelurahan. Desa dan kelurahan yang sudah menerima oleh Pemda KSB justru diharapkan dapat segera mbagikan ke warga peneriman. Namun begitu tetap dengan mengikuti peosedur pencegahan Covid-19. “Kami sudah sampaikan ke desa atau kelurahan. Kalau sudah terima (JPS Gemilang) segera salurkan. Tapi ingat diatur prosesnya, jangan sampai menyebabkan ada antrian atau kerumunan warga karena menunggu pembagian,” pungkasnya. (bug)

Dompu (Suara NTB) PT Bank BRI Cabang Dompu menutup pelayanan di BRI Unit Woja untuk menutup rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Dompu. Penutupan dilakukan sejak 22 April 2020 karena adanya karyawan BRI setempat yang dinyatakan reaktif hasil tes cepat dan hasil swabnya kini dikonfirmasi positif Covid-19. Pimpinan BRI Cabang Dompu, Riyanto kepada Suara NTB di kantornya, Senin (27/ 4) mengaku, pelayanan terbatas dilakukan pihaknya hanya untuk karyawan BRI unit Woja yang menyelesaikan pekerjaan di internal. Sehingga kantor unit Woja ditutup untuk pelayanan dan dialihkan ke kantor BRI lainnya. “Untuk nasabah – nasabah sudah dikurangi sih, dialihkan ke kantor lain,” kata Riyanto. Riyanto juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan tes cepat terhadap 14 orang karyawan BRI yang ada di Unit Woja dan hasilnya semua negatif. Tes cepat dilakukan menyusul pimpinan unit BRI Woja menunjukan hasil reaktif dan dilakukan isolasi mandiri serta diambil swabnya. Penutupan sementara pelayanan di BRI unit Woja dilakukan sejak Rabu (22/4) lalu, dan tes cepat terhadap

karyawan lainnya dilakukan akhir pekan lalu. Penutupan ini dilakukan minimal 14 hari kedepan dan akan dilakukan tindakan sterilisasi kantor untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Minimal 14 hari (ditutup),” kata Riyanto. Pimpinan unit BRI Woja yang terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial APR (35) warga Doromelo Kecamatan Manggelewa. APR dikabarkan memiliki riwayat kontak dengan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang masuk dalam klaster Gowa asal Desa Nowa kecamatan Woja, di sekitar kantornya. OTG tersebut kini statusnya positif Covid19 dan diisolasi di RS Pratama kecamatan Manggelewa. Berdasarkan release tim Covid-19 Kabupaten Dompu pada Minggu (26/4) malam, 27 orang yang sudah diswab tahap kedua sudah diketahui hasilnya. Delapan orang diantaranya dinyatakan positif dan 19 orang dinyatakan negatif. dr D dan perawat di Puskesmas Dompu Kota termasuk diantara 19 orang yang dinyatakan negatif hasil swabnya. “Dua dokter (Puskesmas Dompu Kota yang belum diambil swabnya), hari ini akan diprioritaskan swabnya,” ungkap Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Rahmat, SKM. (ula)

(Suara NTB/ula)

DITUTUP - Kantor BRI unit Woja yang ditutup pelayanannya karena seorang karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19.

JPS Bima RAMAH Mulai Disalurkan, 1 Desa 100 Paket Bima (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bima RAMAH. Satu Desa akan mendapatkan masing-masing 100 paket sembako. Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Drs. Andi Sirajuddin MM, mengatakan penyaluran JPS Bima RAMAH akan dilakukan secara bertahap. Penyaluran perdana diawali untuk Desa di Kecamatan Donggo, Soromandi, Bolo, Sanggar dan Madapangga. “Penyaluran perdana JPS Bima RAMAH hari ini kita awali Lima Kecamatan. Untuk besok menyusul Kecamatan Ambalawi, Wera, Sape dan Lambu,” katanya, Senin (27/4). Menurutnya, JPS Bima RAMAH yang disalurkan berupa sembako yang berisi beras 5 kilogram, mie 1 dus, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, deterjen 600 gram, dan garam 500 gram. Kata

dia, satu Desa akan mendapat masing-masing 100 paket selama tiga bulan kedepan. “Namun Desa Kananga dan Kore ada pengecualian karena Desa zona merah covid-19. Untuk Kananga disalurkan 500 paket dan Kore 200 paket,” katanya. Sementara Bupati Bima,

Hj. indah Dhamayanti Putri SE mengaku JPS Bima RAMAH yang disalurkan tersebut sebagai bentuk dukungan dan perhatian Pemerintah Daerah terhadap warga kurang mampu yang terdampak virus corona. Menurutnya dampak yang ditimbulkan akibat corona

akan menjadi konsekuensi dan tanggung jawab Pemerintah. Mengingat saat ini warga dibatasi untuk berkumpul, bertemu dan tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupkan keluarganya. “Saya berharap berharap JPS yang disalurkan ini betul-betul sampai dan diterima

yang berhak,” harapnya. Selain itu Bupati juga mengajak semua pihak untuk mengawasi proses penyaluran JPS Bima RAMAH dengan sebaik mungkin. Jika ada persoalan teknis di lapangan Pemerintah Desa dan Kecamatan agar berkoordinasi dengan Dinsos sebagai leading sektor. (uki/*)

(Suara NTB /uki)

LEPAS - Bupati Bima bersama pihak terkait melepas secara simbolis penyaluran JPS Bima RAMAH, di halaman kantor Bupati Bima, Senin (27/4).

(Suara NTB/uki)

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Sirajuddin.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

Halaman 6

Peduli Covid-19

STP Mataram Bagikan Sembako dan Masker ke Masyarakat Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram memiliki program STP Mataram Peduli Covid-19. Salah satu kegiatannya yaitu memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di Lingkungan Gerisak Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh pihak STP Mataram kepada Kepala Lingkungan Gerisak di Kampus STP Mataram, Senin (27/4). Ketua STP Mataram, Halus Mandala, mengatakan kegiatan itu untuk menyikapi penyebaran Covid-19. Pemberian bantuan itu sebagai salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara. STP Mataram memiliki Tourism Crisis Center (TCC) yang memiliki dua

di depan kampus STP Mataram dan beberapa titik lainnya dengan melibatkan civitas akademika, dan BEM STP Mataram. Diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki dan menggunakan masker. “Tahap pertama kami siapkan 50 paket sembako untuk dibagi ke masyarakat terdampak covid-19. Penerima bantuan sembako, masyarakat di lingkungan kampus Lingkungan Gerisak Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram sebanyak 35 orang dan masyarakat lainnya yang terdampak sosial ekonomi Covid-19,” ujarnya. Kepala Lingkungan Gerisak Abdul Hafid mengatakan, sangat berterima kasih kepada STP Mataram atas perhatian kepada masyarakat Lingkungan Gerisak, teruta-

bidang, yaitu akademik dan sosial. “Pemberian sembako ini bagian dari program bidang sosial,” katanya. Ketua Bidang Sosial TCC STP Mataram, L.M. Iswadi Athar, M.Pd., menyampaikan, program STP Mataram peduli Covid-19 yaitu pertama, melakukan pengumpulan donasi yang bersumber dari civitas akademika dan keluarga besar STP Mataram. Kedua, membantu masyarakat sekitar sebagai tanggung jawab sosial dengan memberikan paket sembako dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Dan ketiga, lanjut Iswadi, gerakan STP Mataram menggunakan masker ‘seratus’ masker sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap Covid-19 yang dilaksanakan

ma bagi masyarakat yang tidak mampu. Sementara itu, Koordinator TCC STP Mataram, Muhammad Jemail, M.Par., menjelaskan ada tiga program utama TCC yaitu pre crisis, crisis dan post crisis. “Pre crisis ada mitigasi dan evakuasi, di crisis bentuk respons atau kesiapsiagaan, bagaimana respons krisis, dan pada post crisis barulah recovery akan kita upayakan beberapa upaya pemulihan,” katanya. Ketua Bidang Akademik TCC STP Mataram, Putrawan Habibi mengatakan pihaknya membuat naskah akademik dalam bentuk response plants dan recovery plan. “Untuk response & recovery plan naskah akademik ini STP Mataram TCC akan membuat naskah akademik untuk KLU,” katanya. (ron/*)

(Suara NTB/ron)

BANTUAN - Ketua Bidang Sosial TCC STP Mataram, Iswadi Athar menyerahkan bantuan dari STP Mataram secara simbolis kepada Kepala Lingkungan Gerisak, Abdul Hafid di Kampus STP Mataram, Senin (27/4). Penyerahan bantuan ini disaksikan Ketua STP Mataram, Halus Mandala (kedua dari kanan).

Diperpanjang Dua Pekan

Guru Diminta Beri Pembelajaran Bersifat Rekreatif

Kembalikan Fungsi Kontrol Keluarga BELAJAR di rumah atau Work From Home di masa pandemi Corona ini harus dimaknai sebagai ajang mengembalikan fungsi kontrol keluarga yang selama ini telah lama hilang. Karena dengan diam diri belajar dari rumah, setidaknya orang tua akan mengikuti proses belajar mengajar anak dari rumah. Kepala SMPN 11 Mataram Hj. Zohriah, menyebutkan keberadaan keluarga terutama ibu sebagai sosok perempuan yang sangat penting di tengah keluarga. Menurutnya (Suara NTB/dok) sosok ibu adalah sangat vital Hj. Zohriah bagi anak-anak. ‘’Bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Zohriah pada Suara NTB, Senin (27/4). Melalui tangan terampil seorang ibu, akan terlahir anakanak hebat yang bisa menjadi penerus cita-cita generasi terdahulu. Seorang ibu lah yang memiliki peran vital itu. Untuk dapat mewujudkan cita-cita yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa, dibutuhkan generasi hebat yang lahir dari pengelolaan pembelajaran yang baik di tengah keluarga. Merekalah nantinya yang jadi cermin bagi generasi hebat itu. Dari rahim ibu yang berkualitas pulalah, nantinya lahir generasi muda yang memiliki daya juang yang tinggi untuk terus aktif dalam meningkatkan kualitas diri seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas iman dan takwa, kualitas karakter atau moral. Seorang ibu, jelasnya, begitu melahirkan anak, maka akan menjadi madrasah yang utama dalam keluarga. Oleh karena itu seorang ibu haruslah memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Selain itu, dibutuhkan kesadaran juga terhadap peran diri sendiri. Seseorang harus mempunyai kesadaran untuk bertindak, menjaga dirinya dari hal hal buruk lingkungan sekitar mereka. “Maka dari itu sejak awal seorang siswi harus benar benar mempersiapkan diri, tentu dengan terus giat belajar dan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi,” terangnya. Bila perlu generasi kini harus memiliki tekad untuk melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi agar bisa mewujudkan seluruh cita-cita para pendiri republik ini. ‘Siapa lagi bila bukan dari diri kita sendiri,” terangnya. (dys)

Mataram (Suara NTB) Masa belajar mandiri di Kota Mataram resmi diperpanjang selama dua pekan, mulai dari Senin (27/4) sampai dengan Senin (11/5) mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta siswa tetap belajar di rumah sesuai kondisi keluarga masing-masing. Sementara guru juga diharapkan memberikan pembelajaran bersifat rekreatif. Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., pada Senin (27/4) mengatakan, pihaknya meliburkan kegiatan pembelajaran di sekolah per dua minggu agar bisa dievaluasi. “Anak-anak melaksanakan tugas-tugas harus lebih

Fatwir mengatakan, guruguru membuat model pembelajaran yang bisa dilaksanakan oleh siswa dengan kondisi seperti saat ini. Siswa harus mendapatkan pelayanan dasar dari guru-guru dengan segala metode. “Bila memungkinkan guru bisa hadir di kelompok

keadaan dengan memperhatikan langkah-langkah pencegahan Covid-19,” katanya. Kepala SMPN 16 Mataram, Suraji mengatakan, kegiatan siswa di sekolah selama bulan Ramadhan ditiadakan, tetapi siswa tetap melaksanakan kegiatan tersebut di rumah masing-masing. Bentuk kegiatan Ramadhan siswa di rumah antara lain puasa wajib, salat tarawih, dan tadarusan. “Secara berkala siswa melaporkan kegiatannya secara daring kepada gurunya di sekolah,” ujarnya dihubungi Senin (27/4). (ron)

Belajar Mandiri Sekolah Tetap Jaga Kualitas Siswa di NTB Pembelajaran Resmi Diperpanjang Sampai 11 Mei Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB resmi memperpanjang kegiatan belajar mandiri di rumah bagi siswa SMA, SMK, dan SLB se-NTB sampai tanggal 11 Mei 2020. Pembelajaran secara daring tetap dilakukan. Selain itu, kepala sekolah juga dapat melakukan observasi tidak langsung terhadap aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan. Hal itu disampaikaan Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada Minggu (26/4). Menurutnya, surat resmi dari Dinas Dikbud NTB resmi disebarkan Senin (27/4). Pihaknya menegaskan layanan kegiatan belajar mandiri di rumah diperpanjang kembali sampai dengan Senin (11/5) mendatang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Di samping itu, pihaknya meminta kepala sekolah memastikan para guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok. Melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien atau tetap di dalam rumah, atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya. “Agar kepala sekolah mengefektifkan kunjungan rumah (home visit) untuk memberikan layanan belajar secara konvensional di rumah bagi siswa yang tidak bisa belajar daring dengan menugaskan guru BP/BK atau guru yang relevan,” kata Aidy. Terkait kegiatan selama bulan Ramadhan, Aidy menyampaikan sekolah dapat melakukan observasi tidak langsung

(Suara NTB/ist)

SEMBAKO - Pembagian sembako bagi warga terdampak sekitar sekolah di SMKN 1 Sekotong akhir pekan kemarin.

(Suara NTB/dok)

SMK Berbagi Sasar Warga Kurang Mampu Sekitar Sekolah Mataram (Suara NTB) Masa pandemi Corona ini seluruh sekolah di NTB memberikan bantuan bagi warga terdampak di sekitar sekolah. Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Berbagi ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Kegiatan ini pernah dilakukan tahun 2017 yang lalu. Di mana, Dinas Dikbud NTB juga turut serta memberikan bantuan kepada korban banjir Lombok Timur serta pada tahun 2018 juga turut memberikan bantuan – bantuan kepada korban terdampak gempa. Kegiatan Dikbud Berbagi dan Peduli ini serentak dilakukan di seluruh kabupaten/kota se NTB melalui sekolah dan perwakilan MKKS dan cabang dinas. Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, mengaku selama pandemi ini pula, pihaknya melalui program Dikbud berbagi juga memberikan bantuan bagi warga terdampak. Termasuk yang diberikan ialah membagikan masker. Diharapkan dengan niatan baik dari para pelaku pendidikan di Provinsi NTB dapat turut meringankan beban para saudara-saudara kita di tengah pandemi wabah Covid-19. Sementara itu menindaklanjuti program Dinas Dikbud NTB Berbagi, Sabtu, 25 April 2020 jajaran SMKN 1 Sekotong juga turut melakukan distribusi paket sembako SMK berbagi untuk SMKN di sekitar Lombok Barat. Kegiatan ini juga dilakukan oleh 14 SMKN di lingkup MKKS SMK Lombok Barat. “SMKN 1 Sekotong di antaranya Bingkisan SMK Peduli diberikan kepada Yusron Penjaga Sekolah, Sukadi Tukang Kebon, Harun anak yatim, Amaq Ahmad, warga sekitar sekolah yang kurang mampu, Atmo Aji warga sekolah yang sering kontribusi tenaga,” ujar Kepala SMKN 1 Sekotong Sulman Haris, MPd., pada Suara NTB, Minggu (26/4). Penyerahan kepada para penerima bantuan sembako juga dihadiri seluruh jajaran Wakasek SMKN 1 Sekotong. Penyerahan bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum bulan Ramadhan, sehingga mereka dapat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat. (dys)

santai, guru-guru juga diharapkan berikan pembelajaran bersifat rekreatif. Siswa mohon tetap belajar di rumah sesuai kondisi keluarga masing-masing. Materi dapat dilihat di beberapa media atau aplikasi lainnya yang diminta oleh guru,” katanya.

kecil 4 atau 5 orang melakukan home visit atas kerja sama dengan orang tua,” katanya. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman dihubungi terpisah mengatakan tidak ada kegiatan berkumpul siswa di sekolah selama bulan Ramadhan. Ibadah dilaksanakan di rumah, bekerja dan belajar di rumah. Seluruh warga sekolah berkegiatan dan koordinasi secara daring, demikian pemberian tugas secara daring. “Untuk pengumpulan zakat dan tadarusan, Insya Allah akan dilaksanakan sesuai program dan

H. Aidy Furqan

atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan bekerjasama dengan orang tua/wali siswa. Hasil observasi tidak langsung dapat dipertimbangan menjadi bagian dari penilaian ranah afektif. Kepala sekolah juga diminta menyampaikan laporan progress belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap Guru. Laporan disampaikan melalui Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMA, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB. “Kepala sekolah juga menyampaikan progress hasil observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan kepada Kepala Seksi peserta didik Bidang Pembinaan SMA, Bidang Pembinaan SMK, dan bidang PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB,”jelas Aidy. Orang tua atau wali siswa diminta memastikan putra dan putrinya tidak melakukan kegiatan di luar rumah seperti di pusat olahraga, tempat rekreasi, warung internet, pusat perbelanjaan, pusat permainan, mal, atau tempat berkumpul lainnya. “Orang tua/wali tidak mengizinkan putra/putrinya melakukan kegiatan yang diikuti banyak orang seperti banyak orang seperti perlombaan/ pertandingan, kegiatan seni budaya, pameran, nyongkolan dan lainnya,” harap Aidy. Selama belajar mandiri di rumah, Aidy mengharapkan agar para orang tua siswa mengawasi atau membimbing putra dan putrinya. Apabila diperlukan diminta kepada orang tua/ wali untuk berkomunikasi dengan para guru atau wali kelas untuk menginformasikan perkembangan berlajar mandiri putra/putrinya di rumah. Sebelumnya masa belajar mandiri di rumah diperpanjang sampai Senin (27/ 4). Namun karena virus Corona (Covid-19) belum mereda, maka Dinas Dikbud NTB memperpanjang kembali masa belajar mandiri di rumah. (ron)

Mataram (Suara NTB) Masa belajar mandiri di rumah dipastikan akan diperpanjang. Meski demikian pihak sekolah tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran. Pembelajaran secara dalam jaringan (daring) tetap dikontrol dan dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran seperti biasanya. Kepala SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto ditemui pekan kemarin mengatakan pihaknya tetap menjaga kualitas pembelajaran selama belajar mandiri di rumah. Ia mengatakan, pada dasarnya tidak ada banyak kendala selama pembelajaran daring. Pembelajaran menggunakan jadwal pelajaran seperti biasa. Guru memberikan materi, tugas, dan ulangan harian. “Memang ada beberapa anak yang tidak aktif tapi itu diselesaikan oleh wakasek,” katanya. Di samping itu, ada prestasi membanggakan pada SNMPTN lalu sebanyak 42 siswa SMAN 1 Mataram diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri bergengsi. Untuk tahun

(Suara NTB/dok)

Kun Andrasto ini mengalami kenaikan persentasi siswa yang diterima, di mana sebanyak 137 siswa mendaftar dan 42 orang diterima. Sedangkan di tahun 2019 lalu sebanyak 173 orang mendaftar dan 44 orang diterima di perguruan tinggi negeri lewat jalur SNMPTN. “Kualitas itu yang tetap dijaga. Prestasi akademik ini membanggakan. Utamanya

tentu kita harus membangun karakter, kebersamaan dengan guru dan komite dan pegawai, harus punya komitmen bersama, prestasi akademik dan non akademik kita wujudkan,” kata Kun merupakan mantan Kepala SMAN 3 Mataram. Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Mataram, Burhanudin, menambahkan pihak sekolah melaporkan hasil belajar mandiri di rumah setiap periode. “Tanggal 27 nanti periode ke tiga kami melaporkan ke Dinas. Dilaporkan proses dan hambatannnya,” kata Burhanudin. Untuk kenaikan kelas, Burhanudin menyampaikan menyesuaikan dengan aturan Kemendikbud untuk penilaian selama pembelajaran mandiri di rumah, yaitu tidak semata menyelesaikan struktur kurikulum. “Penilaian bisa berbagai macam, bisa portofolio, dan lainnya. Seandainya ada siswa sama sekali tidak ada nilai, kita tindaklanjuti lewat penugasan. Selalu kita intensif meminta wali kelas supaya selalu pantau,” ujarnya. (ron)

Membuat Materi Simpel dan Efektif Jadi Tantangan Pembelajaran Daring Mataram (Suara NTB) Masa belajar mandiri yang akan kembali diperpanjang memberikan tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Guru harus mampu membuat materi simple dan efektif saat memberikan pembelajaran daring. Kepala SMAN 6 Mataram, Drs. Sahnan, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin mengatakan, materi pembelajaran memang banyak. Namun guru dituntut membuat materi yang simpe dan efektif. “Itulah yang jadi tantangan tersendiri bagi guru selama pembelajaran daring,” katanya. Sahnan mengakui, metode pembelajaran daring sudah dievaluasi bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Jadwal pelajaran dibuat seperti jadwal belajar pada hari normal. Dengan begitu guru tidak menumpuk memberikan materi atau tugas di hari tertentu saja. “Sesuai jadwal belajar normal di hari biasa,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram ini. Di samping itu, mantan Kepala SMAN 2 Mataram ini mengatakan, tugas yang diberikan oleh guru juga jangan memberatkan, seperti jangan

(Suara NTB/dok)

Sahnan memakan bahasa yang terkesan seram atau mengharuskan siswa menyelesaikan pada jam tertentu. “Sudah diarahkan guru buat lebih praktis dan bahasa sederhana dan tidak membebankan psikologis siswa,” katanya. Sahnan juga mengakui tidak semua siswa memiliki ponsel berbasis android. Beberapa siswa juga terkadang suka mengganti nomor ponsel mereka, sehingga pembelajaran daring jadi sulit dilaksanakan. Hal itu disiasati dengan pemberian tugas. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H.

Muhammad Fauzan, mengakui tidak semua siswa memiliki sarana seperti ponsel berbasis android. Model penugasan imbas diberikan kepada siswa yang tidak memiliki sarana. Penugasan itu dengan cara siswa yang kebetulan berdekatan rumah saling berbagi informasi mengenai pembelajaran dan tugas. “Modelnya penugasan imbas, anak-anak yang kebetulan berdekatan rumah saling menginfokan mengenai tugas dan pembelajaran. Memang tidak bisa maksimal,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Purni Susanto, S.Pd, M.Ed., mengatakan, untuk beberapa sekolah yang kesulitan menggunakan mode daring karena kondisi geografis dan daerah terpencil, pihaknya tetap memotivasi agar memfasilitasi belajar siswa di rumah dengan sistem penugasan. Penugasan siswa di rumah dikoordinir wali kelas masing-masing. “Sekolah yang belajar offline kami motivasi agar tetap melakukan penugasan berkala kepada siswanya dan tetap memberikan laporan hasilnya kepada Dinas Dikbud NTB,” ujar Purni. (ron)


POLHUKAM

SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

Halaman 7

Kampanye Pilkada 2020 Kemungkinan Tak Libatkan Massa Mataram (Suara NTB) – KPU tengah menggodok sejumlah opsi terkait perubahan tata teknis pemungutan suara pilkada serentak 2020, tanggal 9 Desember ditengah wabah Covid-19. Diupayakan penyelenggaraan Pilkada juga disesuaikan dengan protokol pencegahan penyebaran covid-19.

(Suara NTB/dok)

Suhardi Soud

Beberapa opsi yang sudah diusulkan yakni melakukan pengurangan terhadap jumlah pemilih di TPS. Jumlah pemilih per TPS yang semula sebanyak 800 orang. Dengan adanya pandemi covid-19 tersebut, jumlah pemilih di TPS kurang jadi 200 orang. Sehingga ada pengurangan antrean pemilih di TPS. “Itu sebagai upaya untuk

menghindari ada kerumunan pemilih TPS yang cukup besar. Begitu juga luas lokasi TPS diperluas. Dengan diperluas lokasi TPS tersebut, untuk bisa menerapkan social distancing atau jaga jarak dalam proses pemungutan suara,” ujar Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, yang dikonfirmasi Senin (27/4). Teknis lainnya yang sedang

dikaji dan ditelaah terkait kemungkinan metode kampanye tidak harus mengumpulkan massa dalam jumlah besar dalam satu lokasi. Dengan metode kampanye yang ada, menurutnya, relatif sulit untuk dilakukan social distancing. Sehingga berbagai upaya dan inovasi sedang dikaji oleh KPU untuk menjawab situasi dan perkembangan ada.

“Opsi teknis tata laksana pemungutan suara sedang dikaji, begitu dengan kegiatan kampanye, digodok terus agar disesuaikan dengan protokol pencegahan covid-19,” tegasnya. Ditempat terpisah, PKB menjadi salah satu parpol yang sudah mengingatkan para Paslon dukungannya supaya mulai dari sekarang dipersiapkan teknis metode kampanye yang efektif di tengah wabah covid-19 ini. Karana kegiatan kampanye harus mengacu pada protokol pencegahan covid-19. Hal itu disampaikan sekretaris DPW PKB NTB, Akh-

diyansah. Menurutnya Pilkada serentak 2020 saat ini sangat berbeda dari pilkada sebelumnya. Pasalnya akan digelar di tengah situasi Pendemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum ada kepastian kapan akan berakhir. Karena itu, perlu merancang strategi bagaimana merebut suara rakyat di tengah situasi pendemi Covid-19 ini. Ia pun meminta kepada para Paslon bersama partai politik pendukung supaya dari sekarang mulai merancang strategi pemenangan, dengan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran covid-19.

“Kalau SK dukungan nantinya sudah dikeluarkan, bagaimana kemudian kesiapan calon. Harus ada setrategi baru, formula baru menghadapi pilkada dalam situasi kondisi begini, covid19 ini,” katanya. Dikatakannya, covid-19 ini banyak mempengaruhi aspek kehidupan. Termasuk terkait politik. Karena itu perlu kesiapan yang matang sehingga semua agenda dan misi politik dapat berjalan serta tercapai di tengah rintangan covid-19 ini, yang tentu butuh pendekatan berbeda dari kondisi normal. (ndi)

(Suara NTB/why)

Dewan akan Salurkan 65 Ribu Paket Sembako di Luar JPS Gemilang Mataram (Suara NTB) – Para wakil rakyat di DPRD NTB akan ikut memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemik Covid-19. Bantuan paket sembako dewan itu di luar program Jaring Pengaman Sosial (JPS) gemilang Provinsi NTB. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/4) kemarin. Disebutkannya total jumlah paket sembako yang akan disalurkan DPRD itu yakni sebanyak 65 ribu paket. ”Sekitar 65 ribu paket sembako yang akan dibagikan dari DPRD sendiri. Nanti teknisnya akan disalurkan masing-masing anggota sebanyak 1.000 paket. Per paket senilai Rp100 ribu,” jelas Mori. Paket sembako yang akan disalurkan oleh DPRD itu tidak termasuk dalam program JPS gemilang. Namun bantuan dari DPRD itu justru akan melapisi JPS Gemilang dalam arti akan menyasar pihak-pihak yang tak tercover oleh program JPS gemilang dan program pemerintah pusat. “Insyaallah anggota saya rasa lebih jeli, by name by address penerimanya. Ini di luar PKH, kemudian JPS Provinsi, kabupaten/kota, dan dana desa juga wajib. Karena kita diluar itu, kita yakini ndak mungkin akan ganda, justru ini rekomendasi Tim Covid-19, supaya DPRD melapisi JPS gemilang,” paparnya. Bantuan paket sembako tersebut rencananya akan dibagikan pada awal bulan Mei ini, dan kemungkinan akan bersamaan dilakukan dengan kegiatan reses anggota DPRD NTB yang dijadwalkan tanggal 3-10 Mei. “Mudah-mudahan paket sembako ini sudah ada pada saat reses, sehingga langsung kita bagi, nanti anggota juga bisa nambah sendiri paket yang mau disalurkan,” kata politisi Partai Gerindra itu. Adapun alokasi anggaran untuk pengadaan paket bantuan sembako itu berasal sejumlah program yang ada di DPRD NTB namun dinilai tidak terlalu urgen, kemudian dialihkan untuk penanganan dampak Covid-19. Dari hasil penyisiran anggaran, didapatkan sekitar Rp10 miliar dapat dipangkas. “Seperti perjalanan dinas, dan yang fisik-fisik kita tunda dulu. Keluar Negeri tidak ada, luar daerah juga tidak ada. Nah anggarannya itu kita alihkan untuk pembelian sembako. Ini juga sudah kita konsultasikan ke BPK, dan bahkan BPK sendiri yang menyarankan seperti itu,” jelasnya. (ndi)

Inspektorat Riksus Tiga Desa Taliwang (Suara NTB) Tiga desa di Sumbawa Barat, masuk agenda pemeriksaan khusus (Riksus) Inspektorat. Ketiga desa tersebut terindikasi bermasalah setelah penyidik Polres meminta supaya Inspektorat menghitung potensi kerugian negaranya. Inspektur Inspektorat KSB, I Made Budi Artha S.Sos, MM kepada Suara NTB Senin (27/4), membenarkan adanya permintaan audit khusus terhadap ketiga desa tersebut oleh penyidik Polres. Ketiga desa itu yakni Desa Lalar Liang, Mantun, dan Dasan Anyar. Khusus untuk Dasan Anyar saat ini tim masih melakukan pendalaman dari segi penganggarannya. Sementara untuk pengecekan lapangan masih belum bisa dilakukan. Sedangkan untuk dua desa lainnya, saat ini masih dalam tahap klarifikasi dan permintaan bukti pelaksanaan program. “Kami diminta untuk meriksus ketiga desa tersebut dan saat ini masih kita dalami duku,” sebutnya. Ketiga desa ini bermasalah karena dalam permintaan audit ada indikasi dugaan mark up anggaran di salah satu item pekerjaan yang ada. Selain itu ada juga pekerjaan yang tidak sesuai dengan hasil yang ada dilapangan. Informasi dari masyarakat yang diterima Kepolisian tersebut tetap melibatkan Inspektorat untuk melakukan audit terhadap pekerjaan dimaksud. Audit ini juga merupakan salah satu bentuk kordinasi dan pelaksanaan MoU yang disepakati antara Inspektorat (APIP) dan Kepolisian. “ Kami belum bisa simpulkan berapa kerugian dari ketiga desa tersebut, karena tim masih bekerja,” ungkapnya. Perlu diingat juga, dugaan penyimpangan terjadi di tiga desa ini bukan berarti tidak ada pembinaan dari inspektorat sendiri. Tetapi ini murni dari diri oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya. Artinya, pihaknya sudah membina ketiga desa tersebut untuk patuh terhadap kaidah penganggaran untuk taat hukum. Tetapi yang menjadi masalah ini adalah mental dari HLG STNK R2 HONDA oknum terntun yang DR.3311 AK NOKA/NOSIN tidak amanah dengan : MHIJF12197K231888/ janji dan sumpah JF12E-123635 AN.DINAS yang diucapkan. KOPERASI DAN PKM “Kalau pembinaan KOTA MATARAM HLG mental selebihnya SKTR JL.PEMUDA KOTA urusan individu masMATARAM ing-masing kepala desa. Kita sudah HLG STNK R2 HONDA sering ingatkan maDR.3315 AK NOKA/NOSIN : salah penyimpangan MHIHB71107K186855/ tetapi toh masih ada HB71E-1177136 AN.DISKOP juga, inilah mental KOTA MATARAM HLG yang belum kuat,” SKTR JL.PEMUDA KOTA tukasnya. (ils) MATARAM

SUASANA TFG - Suasana TFG penanganan penyebaran virus Corona Covid-19 di Mapolresta Mataram, Senin (27/4).

Siap Kawal PSBB Mataram (Suara NTB) Sistem pengamanan (Sispam) kota untuk percepatan penanganan Covid-19 disimulasikan. Polresta Mataram in-

gin maksimal bersiap mengamankan kota dari penyebaran virus menular yang menyerang saluran pernapasan ini. Walaupun Pembatasan Sosial

Berskala Besar (PSBB) belum diterapkan. Simulasi Sispam kota dalam bentuk Tactical Floor Game (TFG) ini dipimpin lang-

Anggota Polda NTB Positif Covid-19

Satu Orang Sembuh Jalani Isolasi Mandiri Mataram (Suara NTB) – Satu anggota Polda NTB Ari Tri Wibowo akhirnya bisa pulang ke kediamannya. Siswa Sekolah Pembentukan Perwira sembuh dari virus Corona Covid-19. Empat anggota lainnya masih dalam masa pemulihan. “Dari lima (positif), satu sembuh. Ini sudah sesuai standar Kemenkes, dua kali swab berturut-turut negatif,” ungkap Kabiddokkes Polda NTB dr Ubaidillah, Senin (27/4) didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto. Ari diumumkan sembuh pada Minggu kemarin. Ari yang disebut mukim di Kelurahan Kekalik, Sekarbela, Mataram ini dibolehkan pulang. Tapi dengan catatan. “Untuk jaga-jaga, dia selama 14 hari masih isolasi diri di rumah. Untuk memulihkan daya tahan tubuhnya juga,” imbuh Ubaid. Ubaid menjelaskan, empat anggota Polda NTB pasien positif Covid-19 lainnya masih dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram. Meskipun dari penampakan luar tidak ada gejala klinis. “Kondisi bagus. Dalam tahap penyembuhan. Sudah hampir 28 hari mereka dalam perawatan,” ujarnya. SPN Belanting Sudah Steril Kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTB di Belanting, Sambelia, Lombok Timur kini sudah steril. Sebelumnya dua barak

HILANG

(Suara NTB/why)

PEMBARUAN TERKINI - Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menyampaikan pembaruan terkini melalui fitur siaran langsung media sosial tentang kondisi anggota Polda NTB siswa Setukpa terjangkit Covid-19, Senin (27/4) didampingi Kabiddokkes Polda NTB dr Ubaidillah (layar bagian bawah).

menjadi tempat karantina terpusat 13 siswa Setukpa yang baru pulang dari Sukabumi, Jawa Barat, 30 Maret lalu. Seluruh kompleks tempat pendidikan Bintara itu disemprot disinfektan. Aktivitas administrasi dihentikan. Sementara aktivitas pendidikan memang sudah kosong karena siswa sudah lulus Januari lalu. “Sekarang sudah dikosongkan karena (yang positif) sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara. Sudah steril,” jelasnya. Sebanyak 13 orang anggota Polda NTB mengikuti pendidikan Setukpa di Sukabumi, Jawa Barat, Maret lalu. Ketika pulang ke NTB, lima orang diantaranya positif Covid-19 per-17 April, sisanya delapan orang negatif. (why)

sung Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, Senin (27/4). Kondisi pengamanan digambarkan dalam paparan maket disertai bidakbidak. Turut hadir pula Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang yang ditemani Wakapolresta Mataram AKBP Erwin Suwondo, dan Kabag Ops Kompol Taufik, serta unsur pendukung lainnya. “Simulasi ini untuk optimalisasi jika kebijakan PSBB diterapkan di wilayah hukum Polresta Mataram,” kata Guntur. “Ini upaya kita mendukung kebijakan pemerintah menangani virus Covid-19,” tambahnya. Taufik mejelaskan kesiapsiagaan adalah kunci dalam setiap kejadian kontijensi. Menurutnya, TFG sebagai penguatan kesiagaan mulai dari tingkat komando. “Agar nanti kita tahu apa yang

harus dilakukan di setiap keadaan,” paparnya. Personel kepolisian, imbuh dia, pada prinsipnya wajib siap dengan segala situasi. TFG juga menggambarkan titik pengamanan, jumlah personel pengamanan, dan cara bertindak disesuaikan dengan tingkat kerawanan. “Seluruh unsur yang dilibatkan dapat memahami lebih jelas tugasnya, wilayah penugasan, serta pengerahan kekuatannya. Ini langkah antisipasi apabila PSBB diterapkan,” urai Taufik. Martawang menyampaikan apresiasinya atas persiapan Polresta Mataram ini. Menurutnya, hal paling buruk tentu tidak diharapkan terjadi. Tapi kesiapsiagaan diperlukan sebagai langkah antisipasi. “Jadi sangat penting bagi kita untuk bekerjasama. Ini sebagai upaya kesiapan kita,” ucapnya. (why)


SUARA NTB

Selasa, 28 April 2020

Halaman 8

Penutupan Pusat Perbelanjaan Bagai Makan Buah Simalakama Mataram (Suara NTB) Rencana penutupan tiga pusat perbelanjaan di Kota Mataram menuai pro dan kontra. Langkah ini dinilai akan mematikan ekonomi. Di satu sisi, pemerintah ingin memperpendek penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19. Ekonom Universitas Mataram, Dr. H. Iwan Harsono menjelaskan, penutupan pusat perbelanjaan menjadi buah simalakama. Namun, dari analisis ekonomi harus disadari bahwa tidak semua orang ingin rugi dari sisi kesehatan dan ekonomi. Saat ini, pemerintah dihadapi oleh pilihan. Wabah virus corona peningkatannya sangat dah-

syat, sehingga ditetapkan oleh pemerintah bahwa Kota Mataram, Lobar dan Lotim menjadi transmisi lokal. Penularan melalui transmisi lokal menjadi krusial peningkatan yang terjadi. Masyarakat maupun pengusaha harus belajar dari Vietnam maupun beberapa negara yang lebih awal menghentikan aktivitas di pusat perbelanjaan. “Ka-

Libur Sekolah di Lotim Kembali Diperpanjang Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim kembali memperpanjang masa libur sekolah. Kebijakan perpanjangan libur sekolah setelah melihat perkembangan wabah Corona yang masih belum tuntas. “Masa kegiatan belajar di rumah bagi siswa TK SD SMP, SKB PKBM Kabupaten Lotim kembali diperpanjang dari tanggal 27 April - 19 Juni,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, H. Mohammad Zainuddin dalam Surat Edaran yang dikeluarkan, Senin (27/4). Selain itu, jelasnya, keputusan memperpanjang libur sekolah sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud Nomor 4 tahun 2020 pada tanggal 24 Maret. “Peraturan Sekjen Kemendikbud nomor 5 tahun 2020 tanggal 20 April dan Surat Edaran Dikbud Kabupaten Lotim nomor 800/962/Dikbud.I/2020 tanggal 10 April lalu,” sebutnya. Adanya kebijakan memperpanjang masa libur sekolah ini, juga dibarengi dengan permintaan agar selama kegiatan belajar di rumah, semua kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan (GTK) lainnya agat tetap melaksanakan tugas. “Sesuai ketentuan dalam SE Menpan RB Nomor 38 tahun 2020 tentang protokol pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN dan edaran gubernur NTB nomor 060/40/ORG/2020 tanggal 20 April,” jelasnya. Selain itu selama belajar di rumah, kepala sekolah, guru, dan pengawas pembina agar tetap melakukan pemantauan pembinaan pengawasan sesuai tupoksi masing-masing. Sementara ketentuan mengenai penilaian akhir tahun dan kelulusan siswa agar mengacu pada peraturan Sekjen Kemdikbud nomor 5 tahun 2020 tentang spesifikasi teknis, bentuk dan tata cara pengisian blanko ijazah pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun pelajaran 2019/2020. (dys)

lau dibuka pusat perbelanjaan akan melanggar program pemerintah,” kata Iwan Harsono dikonfirmasi, Senin (27/4). Kebijakan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menutup tiga pusat perbelanjaan dinilai sangat tepat. Walikota demikian kata Iwan, ingin memperpendek siklus atau penularan virus corona. Jika masyarakat tertib dan disip-

lin menerapkan social distancing dan physical distancing seperti jaga jarak, tidak shalat di masjid atau mushala serta rajin cuci tangan dan menggunakan masker. Maka wabah ini diprediksi pada bulan Juni akan berakhir. Akan tetapi sebaliknya, jika pengusaha tetap menginginkan pusat perbelanjaan tetap buka dengan alasan mengantisipasi pengangguran, maka diprediksi 5.800 orang terjangkit Covid19 bahkan lebih di bulan Agustus. “Tujuan menutup mall jangan terlalu lama pandemi ini. Yang sangat berbahaya adalah

transmisi lokal,” ujarnya. Warga Kota Mataram telah terpapar sebanyak 71 kasus. Sangat mengejutkan kata Iwan, Kabupaten Dompu dan Bima juga terus meningkat setiap harinya. Artinya, ada ancaman bahwa virus ini akan menular dan menyerang lebih banyak orang. Dengan angka terus bertambah dipastikan pemerintah akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dosen Fakultas Ekonomi menilai Pemkot Mataram harus tegas dalam konteks ini. Penolakan dari maklumat atau

imbauan pemerintah disebabkan pemahaman masyarakat yang tidak merata terhadap Covid-19. Edukasi ke masyarakat seperti tetap jaga jarak dan lain sebagainya perlu diintensifkan kembali. “Misalnya, di Kekalik Kebon itu masih ada orang yang tetap shalat jumat dan terawih di masjid. Artinya, ada pemahaman tidak merata terhadap Covid ini,” bebernya. Iwan justru mengkhawatirkan jika pengusaha setengah – tengah mendukung kebijakan pemerintah dengan alasan pendapatan dan mengan-

tisipasi pengurangan karyawan. Wabah ini akan semakin meluas dan berjalan selama bertahun – tahun. Intervensi terhadap karyawan dirumahkan atau PHK, Pemkot Mataram telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Selain itu, ada kartu prakerja dari pemerintah pusat serta program lainnya. “Krisis ini lebih dahsyat daripada gempa. Kalau kita setengah – tengah maka akan setengah – tengah juga akan jalan usaha ini,” demikain kata dia. (cem)

Anggaran Promosi Wisata Dialihkan untuk Tangani Covid-19 Selong (Suara NTB) Sebagian besar anggaran untuk menggelar acara promosi pariwisata dialihkan untuk penanganan pencegahan virus corona atau Covid-19. Dua acara besar yaitu Pekan Pesona Gumi Selaparang (PPGS) senilai Rp300 juta dan Paramotor Rp500 juta terpaksa batal digelar. Hal ini diakui Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. Mugni kepada Suara NTB, Minggu. Ia mengatakan, anggaran PPGS dan event promosi wisata lainnya sudah tidak ada lagi dalam anggaran Dispar Lotim. PPGS sendiri sudah dijadwalkan akan digelar Agustus mendatang,

bertepatan dengan hari ulang tahun Lotim. Sedangkan paramotor dalam jadwalnya akan digelar 25 Maret 2020 lalu. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lotim, Muhir menambahkan, tidak saja PPGS dan Paramotor, kegiatan untuk menunjang semua acara kepariwisataan di 21 kecamatan se Kabupaten Lotim juga terpaksa terhapus. Dari 21 kecamatan se Kabupaten Lotim, tersisa tinggal 12 kecamatan yang belum menggelar acara. Dispar Lotim sengaja mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta untuk mendukung kegiatan masing-masing kecama-

tan. Sesuai amanah Bupati, acaraacara bernuansa pariwisata di tengah masyarakat terus didukung pelaksanaannya dari Dispar. “Akan tetapi, semuanya batal digelar karena dampak Covid. Termasuk Bazar Kampung Ramadan yang ada di Teros kita juga batal digelar,” ucapnya. Meskipun tanpa kegiatan, namun Dispar Lotim memastikan upaya promosi tetap berjalan. Promosi wisata bukan berarti terhenti karena Covid. Misalnya sekarang ini Dispar mencoba menyentuh turis yang terjebak di Lotim. Seperti yang ada di Tetebatu dan sekitarnya. Saat ini, Dispar sedang

melakukan pendataan terhadap semua wisatawan asing yang masih tetap berada di Lotim. “Kita sedang data seluruh wisatawan asing yang masih tinggal di Lotim,” terangnya. Kepada para wisatawan, akan coba dibagibagikan masker dan diberikan jamu. Dilakukan cara-cara promosi sederhana tersebut guna meninggalkan kesan baik bahwa Lotim tetap baik terhadap para wisatawan. “Ini dalam rangka membuat kesan bahwa Lotim dalam keadaan baik meski di tengah wabah, kita dekati wisatawan dan berikan hiburan, hiburan bukan berarti mentas,” sebutnya. (rus)

H. Mugni (Suara NTB/rus)

Kelola Anggaran Penanganan Covid-19

DPRD Minta Pemda Loteng Transparan Praya (Suara NTB) Ketua DPRD Lombok Tengah (Loteng), M. Tauhid. S.IP., mengingatkan pemerintah daerah setempat supaya benar-benar transparan dalam mengelola anggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dan, sebisa mungkin berkoordinasi dengan DPRD Loteng setiap ada perubahan alokasi anggaran. Supaya DPRD Loteng juga bisa mengetahui kemana dan untuk apa saja anggaran Covid-19 digunakan. Dengan begitu, fungsi pengawasan dari DPRD Loteng juga bisa berjalan. “Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga ment-

eri terkait refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 secara tidak langsung menghilangkan hak budgetting dari legislatif. Tapi tidak dengan hak pengawasannya,” jelas Tauhid, kepada Suara NTB, Senin (27/4). Artinya, DPRD Loteng juga berhak tahu ke mana saja anggaran penanganan Covid-19 diarahkan. Serta untuk apa saja anggaran tersebut digunakan, tidak menggunakan anggaran tersebut semaunya. Tanpa ada koordinasi dengan DPRD Loteng. “Sesuai SKB tiga menteri, kita juga berhak tahu arah dan peruntukan anggaran penan-

ganan Covid-19 di daerah ini,” jelasnya. Itu penting, untuk tetap menjaga transparansi penggunaan anggaran Covid19. Sekaligus meminimalisir potensi terjadi penyimpangan atau penyelewengan anggaran di tengah wabah virus corona yang melanda daerah ini. Hal yang sejauh ini belum optimal dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pasalnya, selaku Ketua Banggar DPRD Loteng dirinya belum tahu ke mana arah penggunaan anggaran penanganan Covid-19 hasil dari refocusing dan realokasi yang dilakukan oleh Pemkab Loteng. Berapa anggaran kesehatan,

untuk pengadaan masker, program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan lainnya, itu belum ada koordinasi dengan DPRD Loteng sampai sejauh ini. Termasuk anggaran penguatan UKM di tengah pandemi virus corona juga belum jelas. “Untuk anggaran pengadaan masker saja, kita tahu informasi dari pemberitaan di media masa . Tapi berapa angka resminya dari pemerintah daerah kita belum tahu,” imbuhnya. Berangkat dari persoalan tersebut, pemerintah daerah perlu lebih transparan lagi dalam pengelolaan anggaran penanganan Covid-19. Karena

bagaimanapun juga masyarakat sangat perhatian terhadap penanganan Covid-19. Termasuk dalam hal pengelolaan anggarannya. Sehingga kalau tidak transparan, pihaknya khawatir bisa menimbulkan persepsi yang bermacam-macam di tengah masyarakat. Apalagi ini anggaran yang dikelola terkait penanganan virus corona tidak sedikit. Sehingga kalau kemudian muncul pertanyaan dari masyarakat soal pengelolaan anggaran penanganan Covid-19, itu hal yang wajar. Karena kepedulian masyarakat sangat tinggi dalam hal ini. (kir)


SUARA NTB

Selasa, 28 April 2020

SALON TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON

Halaman 9

DIJUAL Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4 th /50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081 9 0 7 9 2 1 9 9 9 085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

DIJUAL

RUPA-RUPA

LOWONGAN

SALON

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888( T e l k o m s e l ) , 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg b r p n g a l a m a n , jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

RUPA-RUPA

LOWONGAN

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi DIJUAL penyewaan, Hub : 08226DIJUAL RUMAH DI BTN 6194177 LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA RUPA-RUPA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778

SALON

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

LOWONGAN

DIJUAL

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/ MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

DIJUAL

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

D I J U A L RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

DJL RMH H.290 JT LB ± 60 M2,LT.180 M2PAM,SUMUR,LISTRIK 2 KM TIDUR 2 KM MANDIDAPUR,GARASILOK.BTN KR.BONGKOT LABUAPI LOBAR HUB.081917561442 TANPA PERANTARA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA DIJUAL SHM NO. 1110 ATAS NAMA HAJJAH MUSLIHATI HP.087881754089 TANAHKEBUNLUAS1850M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288

RUPA-RUPA DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848


Halaman 10

SUARA NTB Selasa, 28 April 2020

Loteng Siapkan 2.500 Al-Qur’an Gratis “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 185)

Memelihara Silaturrahim di Tengah Wabah

Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah menyiapkan sebanyak 2.500 Al-Qur’an bagi masjid, yayasan serta pondok pesantren (ponpes) di daerah ini secara gratis. Rencananya, Al-Qur’an ini akan didistribusikan secara bertahap selama bulan Ramadhan tahun ini. Demikian disampaikan Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Loteng, H. Ridwan Makruf, Senin (27/4). Nantinya, masing-masing kecamatan akan diberikan sebanyak 100 Al-Qur’an dan selanjutnya pemerintah kecamatan akan mendistribusikan ke masjid yang ada di wilayahnya. Sisanya dari penyaluran ke kecamatan itulah yang nantinya disalurkan ke yayasan dan pondok pesantren. Termasuk kepada masyarakat umum melalui lembaga kemasyarakat yang ada dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada Pemkab Loteng. “Bagi masyarakat umum juga silakan mengajukan permohonan untuk mendapat bantuan Al-Qur’an ini. Tetapi tetap melalui lembaga untuk

kepastian pertanggungjawabannya,” terang Ridwan. Ia menjelaskan, setiap tahun Pemkab Loteng selalu menyiapkan ribuan Al-Qur’an gratis dan tahun ini jumlah yang disiapkan sebanyak 2.500 Al-Qur’an. Biasanya Al-Qur’an ini disalurkan setiap kali momen bulan Ramadhan. Hal ini sebagai salah satu upaya memacu minat baca Al-Qur’an di kalangan umat Muslim di Loteng. Ridwan melanjutkan, pengadaan ribuan Al-Qur’an tersebut dilaksanakan awal tahun kemarin dan menjadi salah satu program pemerintah daerah yang tidak terpangkas akibat virus Corona. “Kalau saja penyiapan Al-Qur’an tidak dilakukan awal tahun, kemungkinan sudah terpangkas karena virus Corona,” ujarnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

SIAPKAN - Ribuan Al-Qur’an disiapkan Pemkab Loteng untuk masjid, yayasan dan ponpes yang ada di daerah ini.

Oleh : Mukhlishin

Selama Ramadhan

Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Mataram

Ponpes Tuhfatul Anfananiah Fokuskan Kegiatan Berbasis Digital

SAUDARA yang mulia, manusia yang bergelar makhluk sosial ini selalu ingin membutuhkan perhatian. Ia selalu butuh teman, yah paling tidak teman hidup tempat berbagi kasih sayang dari sesamanya. Setiap jiwa terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, ada hubungan emosional, keluarga, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Sehingga untuk menggapai kebutuhan itu, sebagai fitrah naluriyahnya manusia berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat paham akan hal itu, oleh sebab itu tali hubungan itu harus konsisten dipelihara, yang kemudian kita sering sebut dengan silaturahmi.Indah memang, ada keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya dan tumbuh rasa cinta senasib dan sepenanggung. Karena alasan itulah orang yang berakal senantiasa berlombalomba menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang memutuskan, memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang lemah. Di bulan suci Ramadhan tahun ini, kita mengalami situasi yang agak berbeda. Mulai dari larangan mudik, larangan berkumpul dan menjaga jarak (physical distancing) sebagai akibat dari wabah yang sama-sama kita maklumi. Akibatnya, rutinitas kita sebagai makhluk sosial itu hanya bisa dilakukan terbatas, bekerja dari rumah, menyapa orang terkasih melalui media sosial atau jejaring online, membatasi masuknya orang ke rumah, menghindari berada di ruang publik atau transportasi umum sebisa mungkin. Sebagai orang beriman kita juga harus menyakini bahwa perintah silaturrahmi adalah perintah Allah yang wajib kita laksanakan. Karena bersifat anjuran (kewajiban) maka segala daya dan upaya wajib juga kita manfaatkan untuk selalu memelihara tali silaturrahim itu. Salah satu alasan kita melaksanakan kewajiban itu karena ia merupakan bagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Mendasar pada hadis ini, pada hakikatnya jarak bukanlah penghalang untuk menyambung tali sialturrahim. Upaya saling sering mengunjungi bukan satu-satunya cara untuk menjalin silaturrahim. Ada masih banyak cara yang bisa dilakukan, terlebih saat ini terdapat media daring yang bisa digunakan semaksimal mungkin guna memperolah hubungan yang lebih akrab. Menyambung tali ini juga tidak hanya bisa digunakan dengan cara kumpul buka bersama sebagiamana kebiasaan setiap ramadhan, akan tetapi ada cara berbagi kepada sanak saudara dengan berbagi melalui penyaluran dana lewat aplikasi sosial. Barangkali tidak hanya berbentuk fisik, tapi bisa juga dalam bentuk wajengan atau nasihat. Berangkat dari hadist di atas, silaturrahmi harus mendasar pada iman sebagai landasan kokohnya. Hal ini senada dengan perintah puasa yang meletakkan keimanan sebagai payung utamanya. Artinya, jika kita berpuasa atau bersilaturrahim tanpa berbasis iman yang kokoh, kedua amalan ini akan sia-sia dan tidak memberikan efek positif bagi si pelaku. Hal ini tentu tidak kita inginkan, di mana sejatinya umat beragama pasti mengharapkan ridha dari Tuhannya. Begitulah saudara, silaturrahmi yang dibangun atas iman akan melampaui batas jarak dan cara bersilaturahmi selama dibenarkan dalam Islam. Jika saat ini kita dituntut untuk menjaga jarak, bukan berarti silaturrahmi kita terputus begitu saja. Semangat berbagi kita lemah, atau perasaan cinta kasih sayang itu hilang. Imanlah pondasi dasar sebagai modal kokoh bersilaturrahim itu. Berangkat dari doktrin iman itu, tiada kata lain bahwa ia adalah ketaatan kepada Allah SWT dan ibadah besar. Firman Allah SWT : “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.”(QS. Ar-Ra’d :21). Oleh sebab itulah, mari di tengah wabah ini, kita kuatkan tali silaturrahmi dengan sanak saudara, kerabat dan siapapun untuk menabur kasih sayang menyongsong kebaikan-kebaikan di bulan mulia ini. Tidak ada ruginya berbagi meski menekan sedikit digit angka di ATM atau handphone hanya sekedar untuk meng-share kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Demikian, semoga bermanfaat.

RADIO

Mataram (Suara NTB) Pada bulan Ramadhan, seluruh siswa-siswi di NTB masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah atau work from home. Hal ini menyusul pemerintah kembali memperpanjang masa libur siswa hingga usai Idul Fitri. Jika sebelumnya di saat memasuki bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan belajar tatap muka, namun kini mereka belajar secara daring. Pilihan ini harus menyesuaikan dengan kondisi yang tak memungkinkan belajar secara normal. “Kini kami mempersiapkan kegiatan belajar secara digital semuanya serba online,” kata Pengasuh Ponpes Tuhfatul Anfananiah NW Ahmad Suhaibi, M.Sos., pada Suara

(Suara NTB/ist)

Ahmad Suhaibi NTB, Senin (27/4) Diakuinya, pihaknya telah merancang berbagai kegiatan yang kini berlangsung pada saat

bulan Ramadhan. Di antaranya ialah kegiatan tadarus digital di rumah masing-masing. Sementara kegiatan belajar mengajar secara normal saat bulan Ramadhan selalu diisi dengan kegiatan peningkatan iman dan takwa pada siswa. Begitupun kini, upaya itu terus dilakukan dengan cara berbeda. Meski demikian semangatnya tetap sama. “Intinya bagaimana agar siswa tetap belajar walau dari rumah dengan cara digital walaupun serba terbatas sekarang ini,” ujarnya. Dikatakan pelaksanaan semua program pondok selama Ramadhan dilakukan melalui digital lewat aplikasi yang mudah dijangkau para siswa. Misalnya melalui media sos-

Momen Ramadhan

Disperkim Lobar Berbagi Ratusan Paket Sembako pada Staf Giri Menang (Suara NTB) Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar) berbagi paket sembako kepada para staf di dinas terkait, Senin (27/4). Berbagi sembako ini bertujuan membantu jajaran staf dalam menghadapi bulan puasa di tengah wabah Corona ini. Selain itu, berbagi paket sembako ini untuk membangun kebersamaan dan kekompakan jajaran dinas terkait. “Kami memberikan paket bantuan sembako kepada jajaran staf, baik honorer dan PNS dengan jumlah 287 orang. Ini kerjasama dengan jajaran, Pak Sekretaris, kabid hingga kasi,” jelas Kepala Disperkim Lobar H. L. Winengan kemarin. Pihaknya selaku pimpin OPD berinisiatif bersama jajaran untuk memberikan bantuan paket kepada staf, baik honorer, THL dan kontrak serta PNS. Paket yang diberikan berisi 5 kilogram beras, 10 butir telur dan minyak satu kilogram. Dana untuk pengadaan sembako ini dari pihaknya sebagai bentuk kreasi dan inovasi minimal bisa dipenuhi kebutuhan sehari dua hari ke depannya.

(Suara NTB/her)

BANTUAN - Kepala Disperkim Lobar H. L. Winengan bersama Sekretaris dan kepala bidang saat memberikan bantuan sembako kepada para staf, Senin (27/4). Hal yang menginisiasi, tambahnya, kondisi dampak Covid19 saat ini membuat semua warga susah mencari uang, sehingga pihaknya berupaya menentukan bantuan pada jajarannya berupa sembako. “Mudah-mudahan nanti OPD lain dapat mengikuti, ya mudahan jadi inspirasi bagi OPD lain,” ujar dia. Ia pun mengajak jajaran OPD agar berbagi kepada jajarannya. Sebab bagaimanapun dampak Corona menyebabkan semua lini terganggu. Terkait gaji stafnya, terutama yang honor kata Winengan sudah dibayarkan. Sementara itu staf setem-

pat Ahmad menyampaikan terimakasih kepada pimpinan atas bantuan sembako tersebut. “Di saat seperti ini kami tengah butuh,”aku dia. Ia sendiri memiliki kebutuhan lumayan besar selama puasa ini. Dengan adanya bantuan berupa beras sedikit meringankan bebannya, karena beras bisa memenuhi kebutuhan selama beberapa hari ke depan. “Alhamdulillah sedikit membantu kami,” ujar dia. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan oleh OPD terkait, karena bagi para staf seperti tak berpenghasilan besar. (her)

RADIO

ial WhatsApp (WA). Media ini bisa dijangkau seluruh siswa di tempatnya. “Melalui belajar dengan digital ini kita ingin ajak siswa kita bisa ramah dengan teknologi,” harapnya. Tentu saja belajar dengan cara seperti ini harus terus diadaptasi para siswa lantaran

kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan pertemuan tatap muka. “Kita ikuti langkah pemerintah meliburkan siswa. Agar wabah ini cepat berlalu secepatnya karena sudah membuat semuanya jadi macet, termasuk proses belajar mengajar siswa,” terangnya. (dys)

Berpuasa bagi Ibu Menyusui TIDAK terasa, kita sudah berpuasa sudah memasuki hari kelima. Dalam keadaan apa pun banyak orang yang mengusahakan untuk berpuasa, termasuk ibu menyusui. Namun, boleh tidaknya menjalankan puasa untuk ibu menyusui hingga kini masih sering diperdebatkan. Dikutip dari Halodoc.com, berpuasa bagi ibu menyusui tidak menjadi masalah. Meskipun begitu, ibu menyusui memerlukan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan si Kecil. Berpuasa bagi ibu menyusui juga tidak terlalu berdampak pada produksi ASI serta kesehatan ibu dan bayi. Pada dasarnya, puasa atau penurunan asupan kalori tidak memengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya. Meski diperbolehkan, ada hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berpuasa. Melansir dari Baby Centre, bisa atau tidaknya ibu menyusui berpuasa tergantung pada usia si kecil. Pasalnya, bayi yang berusia di bawah enam bulan umumnya masih membutuhkan ASI eksklusif, karena belum mendapat asupan tambahan. Beda halnya dengan bayi yang telah menginjak satu tahun, mereka mampu mengonsumsi makanan lain selain ASI dan biasanya hanya minum ASI pada malam hari. Intinya, puasa lebih aman dilakukan ibu kalau si kecil telah menginjak usia enam bulan di mana anak telah mendapatkan asupan tambahan dari makanan dan minuman selain ASI. Tips pertama dan terpenting adalah memperhatikan asupan saat sahur. Pada saat sahur, perhatikan apa saja yang baik untuk ibu konsumsi. Makanan dan minuman yang ibu konsumsi saat sahur menjadi cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu, ibu tidak boleh melewatkan waktu sahur. Ibu harus memilih bahan-bahan makanan apa saja yang kaya akan nutrisi. Nah, beberapa contoh makanan yang dianjurkan seperti, bayam, brokoli, oat, wortel, ubi dan bawang putih. Dikutip dari Healthline, makanan-makanan tersebut efektif untuk meningkatkan produksi ASI. Ibu juga bisa menambahkan suplemen vitamin D saat sahur yang terbukti bagus untuk ibu menyusui. Kalau ibu membutuhkan vitamin dan suplemen untuk meningkatkan produksi ASI serta memperkuat daya tahan tubuh. Bukan cuma makanan saja yang harus diperhatikan, ibu wajib minum air putih atau cairan yang memiliki kandungan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Saat sahur maupun berbuka puasa, ibu wajib mengonsumsi cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa. Tips berpuasa bagi ibu menyusui yang terakhir adalah cukup istirahat untuk mencegah ibu mengalami kekurangan energi. Ibu bisa memanfaatkan waktu untuk tidur di siang hari agar bisa menghemat energi. Selain itu, kurangi aktivitas berat dan olahraga saat puasa agar ibu tidak terlalu lelah. (*)


SUARA NTB

Selasa, 28 April 2020

Halaman 11

Pemkot Terima Bantuan APD dan Hand Sanitizer dari Pemprov NTB Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer dari Pemprov NTB, Senin (27/ 4). Serah terima berlangsung di Aula Pendopo Walikota Mataram . Penyerahan bantuan APD dan hand sanitizer tersebut

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik saat menyerahkan secara simbolis bantuan APD dan hand sanitizer kepada Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmudin Tura.

diterima secara simbolis oleh Asisten II Kota Mataram, Ir.H.Mahmudin Tura, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Mataram Mahfudin Noor, dan anggota Gugus Tugas Penangangan Covid 19 Kota Mataram. Penyerahan bantuan langsung diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos,MH. Dalam sambutannya Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, saat ini APD dan hand sanitizer merupakan barang yang sangat sulit di cari. Alasan pemberian bantuan difokuskan ke Kota Mataram, karena perkembangan kasusnya ter-

tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB. “Ditambah saat ini telah terjadi penularan transmisi lokal yang sulit dilacak,’’ katanya. Lebih lanjut dijelaskan, dengan hasil deteksi dini pasien positif Covid-19 di Kota Mataram mengindikasikan tim gugus tugas sudah bekerja dengan baik. Karena samakin cepat mengetahui pasien positif Covid-19, akan semakin cepat dilakukan penangangan serta contact tracking. Dengan bantuan 1200 APD ini, Pemprov NTB berharap tim Gugus Tugas Kota Mataram semakin aktif dan semakin cepat dalam melaku-

kan contact tracing serta penangangan pasien yang tertular covid -19. Sementara itu Pemkot Mataram yang di wakili oleh Asisten II Kota Mataram H.Mahmudin Tura mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemprov NTB untuk pemberian bantuan APD dan hand sanitizer ini. Mahmudin Tura menjelaskan, soal kebutuhan APD, tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya membutuhkan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid 19. Sehingga dengan bantuan itu, sangat berharga bagi pendukung aktivitas tim penanganan terdampak virus Corona. (ars)

Mataram (Suara NTB) – Eskalasi kasus pandemi virus Corona (Covid-19) di NTB menarik perhatian banyak pihak. Terutama untuk turut serta mendorong pengurangan risiko penularan virus tersebut di masyarakat. Hal tersebut antara lain dilakukan untuk YAKKUM Emergency Unit (YEU) sebagai salah

satu lembaga swadaya masyarakat yang memegang mandat utama untuk tanggap darurat bencana. Diantaranya dengan menyalurkan bantuan untuk puskesmas dan rumah sakit rujukan Covid-19 di Lombok Utara, Lombok Barat dan Mataram yang khusus ditujukan untuk Satgas faskes rujukan. “Setelah melakukan ka-

Lebih Parah dari Gempa Dari Hal. 3 menekankan bahwa dampak pandemi Covid-19 memang lebih parah dibandingkan dampak bencana gempa 2018 lalu. Untuk itu, beberapa target pencapaian ekonomi dari sektor tersebut diakuinya harus berubah. ‘’Pastilah berubah, ini bukan hanya kita saja. Karena ini dunia, beda diartikan dengan krisis akibat gempa antara krisis akibat Covid-19,’’ ujar Faozal saat memberi keterangan, Senin (27/4) di Mataram. Dampak tersebut dicontohkannya antara lain banyaknya perusahaan bidang pariwisata yang memilih tutup, sekaligus merumahkan ribuan karyawan. Berdasarkan catatan Dispar NTB, sampai dengan April 2020 ada sebanyak 10.280 pekerja sektor pariwisata yang dirumahkan oleh perusahaan. Sedangkan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tercatat sebanyak 54 orang. Kemudian yang masih menjalani shift kerja hanya sebanyak 756 orang. ‘’Gaji pun mereka mendapatkan separuh (untuk yang masih menjalani shift kerja), tapi yang dirumahkan itu zero. Tidak mendapat hak (sama sekali) dari perusahaan,’’ ujar Faozal. Keadaan tersebut diharapkan segera membaik jika kondisi telah kembali normal.

Diterangkan Faozal, dalam kondisi saat ini pihaknya bersama-sama pelaku usaha pariwisata lebih banyak menggalakkan upaya pemeliharaan destinasi. Khususnya untuk menghabiskan masa tanggap darurat yang disebutnya benar-benar membatasi aktivitas kepariwisataan. Jika perawatan tidak dilakukan, dikhawatirkan geliat pariwisata NTB akan semakin susah bangkit ketika pandemi berakhir nanti. ‘’Makanya kita tutup, tidak ada aktivitas. Hotel pun yang kita buka sekarang hanya untuk karantina pribadi, seperti di Puri Indah dan Lombok Garden,’’ ujar Kadispar. Di sisi lain, untuk membantu pelaku pariwisata di NTB tetap bertahan, Dispar NTB disebutnya telah membuka akses terhadap beberapa kemudahan yang akan diberikan pemerintah. Diantaranya terkait keringanan pajak di masing-masing kabupaten/kota. Relaksasi kredit yang difasilitasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pencairan BPJS Ketenagakerjaan, hingga keringanan biaya listrik (PLN). ‘’Itu kita upayakan mereka bisa akses semua. Kalau ada kesulitan, bisa laporkan ke kantor (Dispar NTB, Red),’’ pungkasnya. (bay)

Masyarakat Jadi Garda Terdepan Dari Hal. 3 Bahkan, Wagub mengatakan, masyarakat adalah garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. ‘’Jadi garda terdepan sebenarnya adalah masyarakat. Kalau tenaga kesehatan dan pemerintah adalah garda berikutnya. Kalau kita kasihan dengan tenaga kesehatan maka kita mulai dari diri kita untuk memutus penularan Covid-19,’’.” kata Wagub dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin (27/4). Menurut Wagub, sebanyak apapun ruang isolasi yang disiapkan di rumah sakit. Namun penularan virus Corona tidak dicegah di masyarakat. Di mana masyarakat masih suka berkerumun, apalagi tidak memakai masker. Kemudian tidak menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan, maka pencegahan penularan virus Corona akan menjadi sulit. ‘’Kepedulian masyarakat itu nomor satu. Harapan kita begitu. Karena saya sedih juga melihat kalau sore-sore. Banyak masyarakat berkerumun tanpa menggunakan masker,’’ ungkap orang nomor dua di NTB. Dengan lonjakan jumlah pasien yang positif Corona di NTB, Wagub memastikan Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota semakin serius menangani wabah ini. Ia mengatakan klaster yang paling besar menyumbang kasus positif Corona di NTB adalah klaster Gowa. Disebutkan ada 1.200 orang masyarakat NTB yang pulang dari kegiatan di Gowa, Sulawesi Selatan sekitar akhir Maret lalu. Hasil tes cepat yang dilakukan petugas kesehatan, sebanyak 357 orang dinyatakan reaktif. Dari hasil tes cepat tersebut, masyarakat yang dinyatakan reaktif kemudian di karantina terpusat di kabupaten/kota. Kemudian dilakukan uji swab terhadap masyarakat

yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat. Uji swab tersebut untuk mengetahui apakah negatif atau positif Corona. Sehingga mempermudah untuk penanganan lebih lanjut. Dengan adanya laboratorium untuk memeriksa sampel virus Corona, juga mempercepat petugas melakukan pelacakan kontak terhadap pasien yang positif. Dalam kondisi seperti saat ini, Wagub berharap masyarakat NTB bukan saatnya saling menyalahkan. Tetapi saatnya memberikan kontribusi terbaik dengan diam di rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah harus selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. ‘’Karena tak ada gunanya juga kita sudah punya alat sendiri, reagen, kita siapkan rapid test, sarana prasarana semampu kita. Kalau penularan tetap terjadi di masyarakat. Satu orang bisa menularkan ratusan orang kalau berkeliaran ke mana-mana,’’ ujarnya. Dalam penanganan Corona di NTB, Wagub mengatakan Pemda belajar dari daerah atau negara lain yang berhasil menangani virus Corona. Kemudian diterapkan di NTB. Ia meminta masyarakat jangan kaget dengan lonjakan kasus yang terjadi saat ini. ‘’Kalau adanya lonjakanlonjakan kasus ini jangan kaget. Yang penting cepat ketahuan, cepat tertangani supaya cepat bisa sembuh,’’ katanya mengingatkan. Ia meminta masyarakat yang punya gejala mirip gejala penyakit Corona jangan terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Masyarakat jangan menunggu sakitnya parah baru datang ke fasilitas kesehatan. ‘’Karena beberapa yang meninggal sudah terlalu parah baru datang ke fasilitas kesehatan,’’ ungkapnya. (nas)

jian awal, YEU dengan dukungan dari Diakonie Katastrophenhilfe (DKH) melaksanakan kegiatan bersama mitra fasilitas layanan kesehatan dan desa,” Staf Pelaksana Kegiatan Respon Covid-19 YEU, Nining Khasanah, Senin (27/4). Menurutnya, saat pandemi Covid-19 berlangsung memang diperlukan peran aktif dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, sekaligus mendukung kesiapsiagaan di masyarakat. Di mana selama tiga minggu terakhir YEU telah menyalurkan 1.965 paket pemberian makanan tambahan (PMT) ke Puskesmas Tanjung, Puskesmas Pemenang, Puskesmas Gunungsari, RSUD Provinsi NTB, dan PSC 119 Kota Mataram. “Paketnya berupa buah, telur, susu, dan suplemen untuk kebutuhan Satgas di faskes selama 4 minggu. Untuk minggu

ke-empat akan dilakukan hari Rabu (29/4) besok,” ujar Nining. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di fasilitas kesehatan, mengingat posisinya sebagai garda terdepan penanganan pandemi saat ini. “Kalau di puskesmas dan desa, memang dari awal kita juga sudah melakukan pendampingan di sana. Bahkan sebelum wabah Covid,” sambungnya. Selain penyaluran PMT, YEU juga telah menyalurkan 70 item hand sanitizer, dan 94 cairan desinfektan ke masingmasing fasilitas kesehatan tersebut. Termasuk penyaluran 4 thermometer ke Puskesmas Senaru, Puskesmas Tanjung, Puskesmas Gunungsari, dan Puskesmas Pemenang. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan Puskesmas, YEU juga telah memberikan beberapa pelatihan khusus ke TGC (Tim Gerak Cepat) Puskesmas dan

(Suara NTB/ist)

YEU Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19

BANTUAN - Kepala KTU Puskesmas Pemenang menerima penyaluran bantuan dari YAKKUM Emergency Unit. TSBD (Tim Siaga Bencana upaya pencegahan serta penang- arakat yang lebih luas serta Desa). Dimana pelatihan terse- gulangan pandemi Covid-19 melengkapi sarana tempat cuci yang terjadi saat ini, YEU ber- tangan yang aksesible di Puskesbut sejak Januari lalu. ‘’Untuk membangun kesada- encana memberikan edukasi mas dan kantor desa dampiran masyarakat terkait upaya- yang ditujukan untuk masy- ngan,’’ pungkas Nining. (bay)

Gempa Guncang KLU dan Sumbawa Besar Mataram (Suara NTB) Dua gempa mengguncang wilayah NTB Senin (27/4), titik koordinat di Lombok Utara dan Sumbawa Besar. Beruntung, kejadian ini tidak menambah panik saat warga dirundung pandemi Covid – 19, karena skala relatif kecil. Kejadian pertama saat sahur sekitar pukul 03.19 Wita di wilayah Lombok Utara dengan jenis gempa tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan, gempa ini berkekuatan Magnitudo 4,1. Episenter terletak pada koordinat 8,26 LS dan 116,13 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 11 kilometer Barat Laut KLU dengan kedalaman 10 kilometer. Dampak berdasarkan gambaran peta tingkat guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan Skala Intensitas III MMI. Arti-

nya, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga pukul 03.54 Wita, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Hari yang sama, pukul 14.58 Wita guncangan gempa juga terjadi di Sumbawa Besar. Hasil analisis menunjukkan gempa ini berkekuatan Magnitudo 3,7. Episenter terletak pada koordinat 8,29 LS dan 117,51 BT, lokasi di darat pada jarak 24 kilometer Timur Laut Sumbawa dengan kedalaman 10 kilometer. Dampak yang digambarkan shakemap BMKG dan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan di wilayah Sumbawa dengan Skala Intensitas II MMI. Yaitu, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang. Hingga pukul 15.30 Wita, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas aftershock.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, S.Si menjelaskan, dari dua kejadian ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back Arc Trust. “Ini setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi,” jelasnya Senin sore. Rekomendasi disampaikan kepada masyarakat, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Selain diminta tetap tenang, masyarakat dimintanya mengikuti protokol penanggulangan covid – 19 dan langkah langkah yang benar apabila terjadi gempa. (ars)

KPK Umumkan Daftar Kekayaan Pejabat NTB Dari Hal. 3 Urutan 11, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah dengan nilai kekayaan Rp 4,479 miliar. Selanjutnya Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid dengan kekayaan Rp 4,348 miliar urutan 12. Ke 13, Bupati KSB H. Musyafirin dengan kekayaan Rp 3,898 miliar. Berikutnya ke 14, Walikota Bima Muhammad Lutfi dengan kekayaan Rp 3,768 miliar. Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer dengan nilai kekayaan Rp 3,492 miliar urutan ke 15. Urutan 16, Wakil Bupati KLU Sarifuddin dengan nilai kekayaan Rp 2,947 miliar. Bupati KLU H. Najmul Akhyar urutan ke 17 dengan kekayaan Rp 2,841 miliar. Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT urutan ke 18 dengan kekayaan Rp 2,813 miliar. Sesuai dengan Surat Edaran KPK Nomor 100 Tahun

2020 tentang perpanjangan masa penyampaian LHKPN Tahun Laporan 2019, paling lambat tanggal 31 Maret 2020 menjadi 30 April 2020 akibat masa pandemi Covid 19. KPK memandang tidak ada alasan bagi wajib lapor untuk tidak menyampaikan LHKPN tahun pelaporan 2019 sebelum batas waktu. ‘’Berdasarkan SE tersebut KPK akan tetap menerima laporan LHKPN yang disampaikan setelah batas waktu, namun dengan status pelaporan “Terlambat Lapor,’’ kata Plt. Juru Bicara Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangan persnya diterima Suara NTB, Senin (27/ 4). Melaporkan harta kekayaan dijelaskannya, kewajiban bagi setiap pejabat penyelenggara negara, sesuai amanat pasal 5 ayat 2 dan 3 Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang Penye-

lenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. ‘’UU mewajibkan PN bersedia untuk diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan setelah menjabat. PN juga wajib melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat,’’ ujar Ipi. Sebelumnya, Inspektur Provinsi NTB Ibnu Salim, SH.,M,Si memastikan Pemprov NTB tepat waktu menyerahkan LHKPN. Berdasarkan data dari Inspektur Bantuan Khusus (Irbansus), LHKPN rampung dan resmi diserahkan ke KPK per 18 Maret 2020. Meski perpanjangan diberikan sampai April, namun Inspektur memastikan tidak memanfaatkan perpanjangan itu. ‘’Kami tidak memanfaatkan perpanjangan waktu yang diberikan KPK, karena dokumen LHKPN sudah diserahkan semua pada Maret,’’ ujar Ibnu Salim. (ars)

10 Klaster Terlacak, Picu Data Positif Corona Meningkat Dari Hal. 1 Ketiga, klaster Bogor, ditularkan dari pasien 04, menular ke pasien 28 hingga pasien 113. Sejauh ini belum ditemukan penularan baru dari klaster ini, sama dengan klaster 1 Jakarta. Keempat, klaster Jakarta 2, pasien nomor 05 yang berprofesi sebagai guide menular ke pasien 21 hingga 33. Kelima, keenam, ketujuh dan kedelapan adalah klaster baru. Yakni Magetan, klaster luar negeri, klaster madura, dan klaster Jakarta 3. Masing- masing teridentifikasi satu orang pasien positif Cov-

id – 19 dan belum ditemukan arah penularannya. Klaster kesembilan adalah Sukabumi, penularan dari kegiatan perwira polisi, diidentifikasi lima penularan ke pasien 35 sampai 50. Klaster ke-10 adalah transmisi lokal. Meski agak sulit diidentifikasi namun tercatat, yang terjangkit pada pasien 27, 99, 109 dan terbaru 170. Soal peringkat jumlah positif yang terus naik, menurut Ahsanul Khalik, harus dipahami buah dari hasil penelusuran kontak. Setiap ditemukan riwayat contact tracing, dilakukan tes swab dan terkonfirmasi positif. Beru-

lang ulang disampaikannya, hal ini didukung dua laboratorium di RSUD NTB dan RS Pendidikan Universitas Mataram yang bisa mengeluarkan hasil tes swab. Klaster Gowa akan terus berkontribusi memberikan penambahan jumlah, karena tercatat ada 700 orang yang sudah dilakukan rapid test, menyusul lagi 600 orang yang pulang secara mandiri. Di samping swab terhadap semua kelompok ini, akan dilakukan hal sama pada keluarganya. ‘’Jadi kemampuan kita mengungkap kasus akan makin banyak terungkap jumlah yang positif,’’ ujarnya. (ars)

Pemprov Alihkan Hibah Desa Wisata Rp3 Miliar untuk Program Padat Karya Dari Hal. 1 Sehingga total dana hibah yang disiapkan dalam APBD Murni 2020 sebesar Rp3 miliar. Namun akibat pandemi Corona, dana hibah untuk desa wisata tersebut dialihkan untuk program padat karya tunai di desa wisata. Faozal menyebut ada 1.800 orang lebih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di NTB yang terdampak. Sehingga, Pemprov NTB juga akan memberikan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada 1.800 orang Pokdarwis yang terdampak Corona. Sedang bagi 30 desa wisata yang sebelumnya akan mendapatkan dana hibah, akan dijadikan sebagai loka-

si program padat karya. ‘’Karena ndak mungkin kita melakukan penguatan kelembagaan, penguatan SDM, memberikan pelatihan dalam kondisi saat ini. Sehingga yang kita lakukan adalah program padat karya,’’ ujarnya. Program padat karya di desa wisata yang menjadi sasaran dapat berupa pembangunan jalan setapak atau jalan lingkungan dan mempercantik desa wisata. Bahanbahan yang dibutuhkan dibeli dari masyarakat yang berada di desa wisata tersebut. ‘’Misalnya paving block dibuat di tempat. Dia kerja di situ. Untuk pembangunan jalan setapak, pengecatan. Supaya ada momentumnya, selesai Corona sudah siap,’’ tandasnya. (nas)

Diperkirakan 800.000 Ton Jagung Belum Terserap di Petani Dari Hal. 3 kemudian beberapa pengusaha di Bima, Dompu, Pringgabaya Lombok Timur, dan PT. Sadhana Arifnuas di Sikur, Lombok Timur. Harapannya, harga pembelian jagung di tingkat petani diberlakukan harga sesuai ketentuan pemerintah. Rp3.150/Kg. ‘’Kita tetap awasi pembelian dari perusahaan. Harga jagung berlaku sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah),’’ tegasnya. Pemerintah daerah sangat gencar mengundang investasi masuk ke NTB. salah satu yang diharapkan adalah pabrik pakan. Mengingat, potensi produksi jagung di dalam daerah sangat tinggi. selama ini, hasil produksi petani hanya dijual antarpulaukan ke pabrik-pabrik peternakan dan makanan yang ada di Pulau Jawa. Ada juga yang diekspor oleh perusahaan. ‘’Kalau nanti ada pabrik

pakan di NTB, harga jual dan serapan jagung bisa konsiten di dalam daerah,’’ katanya. Sebelumnya, salah satu pengusaha jagung terbesar di NTB, L. Wahidin menyebut harga jagung saat ini terus mengalami penurunan hingga Rp3.150/Kg di tingkat petani. Dari harga sebelumnya sampai Rp4.000/Kg. Melihat harga ini, jelas saja, para petani jagung, terutama di Pulau Sumbawa sebagai sentra produksi jagung nasional mengeluh. L. Wahidin menyebut beberapa perusahaan besar di Surabaya, menerima pembelian harga jagung bervariasi. Dari Rp3.800/Kg, dan Rp3.650/Kg. Belum dikurangi ongkos angkut dari petani jagung, biaya buruh, dan biaya pengiriman (ekspedisi) dari Dompu. ‘’Dikurangi semua biaya-biaya, harga jagung di petani bisa Rp3.150/Kg. Ini harga hari ini (kemarin). Ndak tahu besok. Arahnya pasti makin turun,’’ demikian L. Wahidin.(bul)

Tekan Corona dengan Tes Masif, Pelacakan Agresif dan Isolasi Ketat Dari Hal. 3 Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi NTB hingga Senin (27/4), jumlah positif Covid-19 di NTB sudah menembus 206 kasus. Dengan rincian, 23 pasien dinyatakan sudah sembuh, 4 meninggal dunia. Serta 179 orang masih positif dan dalam keadaan baik. Melihat tingkat penanganan kasus yang semakin melonjak. Maka membutuhkan penanganan medis yang cepat dan sumber daya yang cukup. Baik pendanaan maupun sumber daya manusia. ‘’Maka menyikapi itu, harus dia tanggap darurat. Karena kalau dia tanggap darurat, proses anggaran ini juga bisa lebih cepat,’’ terang mantan Penjabat Bupati

Lombok Timur ini. Khalik memprediksi puncak kasus Corona di NTB pada Mei mendatang. Kemudian kasusnya akan turun. ‘’Maka inti tanggap darurat kita ada di bulan Mei ini. Untuk melakukan gerak cepat termasuk melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak,’’ katanya. Khalik menambahkan, masa tanggap darurat Corona dapat diperpanjang tiga sampai empat kali. Namun khusus untuk perpanjangan yang dilakukan pada 28 April 2020, akan berlangsung selama 28 hari. Setelah perpanjangan masa tanggap darurat ini diharapkan penanganan Corona bisa tuntas. ‘’Kalau tidak tuntas maka kita perpanjang lagi. Nanti mengikuti nasional juga,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Selasa, 28 April 2020

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bupati KSB Jelaskan Kebijakan Tak Larang Ibadah Berjemaah Taliwang (Suara NTB) Kritik berbagai pihak terkait kebijakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membolehkan warganya melaksanakan ibadah di masjid selama bulan ramadan di tengah pandemi virus corona saat ini akhirnya ditanggapi oleh Bupati KSB, H. W. Musyafirin. Menurut orang nomor satu di KSB ini, kebijakan tersebut tak perlu diperdebatkan karena pemerintah KSB tentu telah mempertimbangkan secara matang dari berbagai sisi sebelum menetapkannya. “Itu sudah melalui kajian. Jadi saya kira tidak perlu ada perdebatan lagi apalagi kita mau dibenturkan (dengan pihak lain),” cetus Musyafirin kepada wartawan di masjid Agung Darussalam, KTC, Senin (27/4). Ditegaskan bupati, jika saja pemerintah provinsi menginginkan agar seluruh kabupaten/kota mematuhi setiap anjurannya. Seharusnya gubernur bisa sekaligus menetapkan bahwa seluruh wilayah di NTB harus diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan begitu, bupati/walikota tinggal melaksanakan seluruh ketentuan PSBB termasuk salah satunya menghentikan sementara wak-

tu aktivitas ibadah di masjid selama wabah corona ini. “Ini kan kita masih diberi ruang, karena itu sifatnya anjuran. Dan kami sudah kaji kalau penutupan rumah ibadah itu belum perlu sesuai ketentuan PSBB,” paparnya. Selain belum memenuhi syarat sesuai ketentuan PSBB. Pertimbangan lain pemerintah kata bupati, adalah derasnya arus aspirasi masyarakat yang tetap menginginkan adanya kegiatan ibadah selama ramadan di masjid termasuk shalat jumat berjemaah. Di mana bagi bupati melarang aspirasi masyarakat itu justru akan semakin salah, sebab hanya akan menimbulkan pelanggaran di tengah masyarakat. “Misalnya ini kita larang, masyarakat pasti akan memaksakan diri ke masjid. Masak kita harus tertibkan dengan cara keras. Atau men-

debat masyarakat. Itu kan bukan solusi juga,” cetusnya. Tetap memberi ruang warga untuk dapat melaksanakan ibadah di masjid selama ramadan dengan pemberlakuan sejumlah persyaratan ketat, baik oleh pengurus masjid maupun warga selaku jemaah. Bagi bupati, hal itu sebenarnya merupakan jalan tengah yang ditempuh Pemda KSB. Tidak kemudian semata karena desakan masyarakat atau pasrahnya pemerintah melawan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). “Pengurus masjid dan jemaah harus taati protokoler pencegahan Covid-19 selama berada di masjid. Insyaallah kita tetap akan bisa shalat di masjid dan di sisi lain kita juga bisa halau virus itu mewabah,” tegas bupati seraya menambahkan upaya pencegahan yang telah dilaksanakan Pemda KSB saat ini sudah sangat maksimal. “Kenapa kita juga berani boleh shalat jemaah di masjid. Sebab kami lihat penanganan Covid-19 kita sudah sangat maksimal. Semua warga yang sedang dalam penanganan kita pastikan menjalani isolasi. Dan selama itu mereka tidak boleh datang ke masjid,” klaim bupati. (bug)

Wabup Sumbawa Cek Pendistribusian Sembako JPS Gemilang Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. H. M. Ikhsan dan Kepala Dinas Sosial, Ir. A. Yani, meninjau langsung sekaligus melepas pendistribusian paket sembako program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Provinsi NTB, yang mulai disalurkan, Senin (27/4). Kabid Linjamsos Dinas Sosial Sumbawa, Mirajuddin S.T, menjelaskan, sebanyak 1.1475 paket sembako JPS Gemilang yang disalurkan tahap pertama dari 5.681 KK penerima JPS Gemilang di Sumbawa. Sembako JPS Gemilang berisi beras, telur, minyak goreng, gula pasir dan paket suplemen. Seperti susu kedelai, teh kelor, masker non medis, sabun, minyak kayu putih. Nilainya Rp250 Ribu Per KK, Per bulannya selama tiga bulan. Untuk beras dan telor, menngunakan

(Suara NTB/ist)

CEK SEMBAKO - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah bersama Asisten I Setda Sumbawa dan Kadis Sosial Sumbawa saat mengecek pendistribusian paket sembkao di gudang Bulog di Labuan Sumbawa. Bulog sebagai rekanan. Sedangkan komponen sembako lainnya, dengan rekanan masing masing yang sudah ditentukan. Wabup bersama Kadis Sosial pun sudah mengecek langsung pendistribusian dari gudang Bolog untuk beras dan telor. “Rekanan masing masing komponen barang yang mendistribusi-

kan ke desa. Nanti pemdes yang menyerahkan ke warga yang terdata sebagai penerima JPS Gmilang,”terang Raju, panggilan akrabnya. Untuk penerima JPS Gemilang lainnya, untuk bulan ini tetap akan menerima bantuan sembako. Hanya tinggal menunggu distribusi tahap selanjutnya. (arn)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 28 April 2020 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu