Skip to main content

Edisi Senin 28 Januari 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 28 JANUARI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 267 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pemprov Targetkan NTB Bebas Sampah 2023 (Suara NTB/dok)

Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada pencanangan zero waste di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS), Jumat (25/1) mengatakan untuk mewujudkan NTB bebas sampah pada 2023, maka harus dimulai dari diri sendiri. Karena program NTB bebas sampah diinisiasi Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. Kampanye kawasan bebas sampah dimulai dari perangkat pemerintah daerah. Pemprov mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengelola sampahnya dan

mengurangi penggunaan plastik satu kali pakai pada rapat-rapat atau pertemuan. Wagub menyadari tantangan yang dihadapi Pemprov untuk mewujudkan NTB bebas sampah pasti sangat besar. Karena berbicara mengenai zero waste, kaitannya dengan mindset. Berbicara mengenai zero waste, artinya menumbuhkan kesadaran orang per orang yang berada pada suatu lingkungan. ‘’Itu butuh effort yang luar biasa,’’ katanya. Selain itu, upaya mewujudkan NTB bebas sampah juga butuh sistem yang baik. Jangan sampai persoalan sampah hanya diselesaikan di bagian hulunya saja. Tetapi

bagian hilir juga harus dipersiapkan dengan baik. ‘’Harus dipersiapkan betul sistemnya, ubah mindset-nya. Bagaimana kita bisa memahami bahwa zero waste bukan buat kita. Tapi buat generasi yang akan datang,’’ kata Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini. Upaya mewujudkan NTB bebas sampah merupakan salah satu cara membuat bumi menjadi normal. Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi saat ini, kata Ummi Rohmi akibat ketidakseimbangan alam. Upaya mewujudkan NTB bebas sampah, kata Wagub merupakan tanggung jawab besar. Bersambung ke hal 11

Bentuk 50 Bank Sampah KEPALA Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, M. Si mengatakan, pada 2018 lalu, Pemprov telah membentuk 50 bank sampah. Tahun 2019 ini, Pemprov kembali akan membentuk 100 bank sampah. Setiap desa diupayakan ada satu bank sampah. Bahkan, sampai 2023 mendatang, bank sampah sudah terbentuk di setiap dusun. Ia menyebut jumlah desa dan kelurahan di NTB lebih dari 1.400. Selain ada intervensi anggaran dari provinsi, Pemprov mengharapkan Pemda kabupaten/kota juga Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/dok)

’’

‘’Membuang sampah sembarangan merupakan aib. Persoalan sampah merupakan isu besar yang tak boleh dianggap sepele

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menargetkan daerah ini bebas sampah (zero waste) pada 2023 mendatang. Pencanangan NTB sebagai provinsi bebas sampah dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke - 60 pada 17 Desember 2018.

(Suara NTB/her/ula)

SAMPAH – Tumpukan sampah di Pantai Endok yang sangat mengganggu pemandangan di salah satu destinasi wisata Lombok Barat (foto atas). Sungai Silo yang melintasi pasar induk Dompu tampak dipenuhi sampah yang dibuang ke sungai oleh warga dan pedagang (berita selengkapnya di halaman 7).

TO K O H Kawasan Industri Besar di KSB MENGANTISIPASI perkembangan industri smelter atau pabrik pemurnian emas dan tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pemprov NTB sedang mengkaji pengusulan kawasan industri besar seluas 850 hektare di KSB. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si mengatakan usulan ini masih Bersambung ke hal 11

Mantan Manajer Konstruksi PT GNE Bantah Kebocoran Anggaran Rp3,1 Miliar

Pantai Jempol Jadi Langganan Terima Sampah Kiriman H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R Realisasi Baru 0,01 Persen PROGRES perbaikan rumah korban gempa yang rusak sedang dan ringan masih sangat minim. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB sampai Minggu (27/1), jumlah rumah rusak sedang dan ringan yang capaian fisiknya sudah diperbaiki 100 persen baru 17 unit atau 0,01 persen. Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H.Mohammad Rum, MT menyebutkan, total rumah yang rusak sedang dan ringan sebanyak 141.381 unit. Bersambung ke hal 11

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pantai Jempol (Jembatan Polak), Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas merupakan salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Sumbawa. Di musim penghujan, pantai ini kerap menjadi langganan tumpukan sampah kiriman. Terutama saat banjir dan besarnya gelombang laut. Menumpuknya sampah di pinggir pantai setempat terlihat pada Rabu (23/1) lalu. Untuk membersihkan sampah tersebut masyarakat pun bersama pemerintah desa, Bersambung ke hal 11

SAMPAH - Tumpukan sampah kiriman di Pantai Jempol

Mataram (Suara NTB) HB, orang yang disebut bertanggung jawab atas dugaan kebocoran anggaran PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Namun mantan manajer konstruksi pada Badan Usaha Milik daerah (BUMD) milik Pemprov NTB tersebut membantah. Masalah keuangan tersebut dinilainya hanya persoalan administrasi. ‘’SPI (Sistem Pengendalian Internal) itu terlalu kesusu (terburu buru) mengeluarkan hasil audit. Mereka melihat hasil akhir saja. Ndak cek proses dari awal bagaimana masalah sebenarnya,’’ kata HB menjawab Suara NTB Minggu (27/1) via ponsel. Sampai sejauh ini diakui belum ada undangan Inspektorat untuk klarifikasi. Namun jika ada panggilan, ia siap memenuhinya dan menjelaskan sebenarnya. HB juga akan membawa dokumen berkaitan dengan penggunaan anggaran dan operasional. ‘’Sampai sekarang belum ada undangan. Kalau memang ada untuk beri penjelasan, saya siapkan bukti buktinya,’’ ujar HB yang mengundurkan diri dari PT GNE tahun 2016 lalu. Ia menjelaskan kendala manajemen saat operasional mengusahakan pemasukan yang maksimal dengan bekerjasama antarperusahaan. PT GNE saat itu menjadi subkontraktor sebuah perusahaan pengembangan perumahan. Modal yang ia keluarkan mencapai Rp 800 juta, dengan komitmen bagi keuntungan masing masing Rp 1,3 miliar. Agreement dengan perbankan juga sudah dibuat. ‘’Tapi kita gagal selesaikan karena tiba-tiba pemilik tanah tidak mau berikan sertifikat. Tidak mau sertifikat dijadikan jaminan,’’ ujarnya. Situasi itu membuat investasi macet. PT GNE akhirnya merugi meski ada beberapa penjualan rumah produk kerjasama berhasil terkumpul. Bersambung ke hal 11

Kemenkes Pasok 1.800 Vaksin Rabies ke NTB H.Mohammad H.Mohammad Rum Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Korban gigitan anjing gila di Kabupaten Dompu terus bertambah. Data terakhir Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, korban gigitan anjing diduga rabies mencapai 394 orang. Sebanyak 389 orang sudah divaksinasi hingga Minggu (27/1) sore. Menyikapi persoalan ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasok 1.800 vaksin anti rabies ke NTB. Sebanyak 1.600 vaksin dikirim ke Dompu, sementara sisanya dikirim ke kabupaten/kota. ‘’Setiap orang yang digigit langsung divaksin, baik yang baru maupun dulu digigit. Yang melapor sekarang langsung divaksin,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi,

Sp.A dikonfirmasi Suara NTB, kepada manusia korban gigitan anjing gila. Anjing-anjing Minggu (27/1) siang. Nurhandini menyebutkan, peliharaan masyarakat juga masyarakat yang digigit an- divaksin. Nurhandini menyejing sudah mulai berkurang. butkan, sebanyak 3.000 Dalam sehari ditemukan dua vaksin untuk anjing sudah disampai tiga orang. Berbeda drop ke Dompu. Data Dinas Peternakan, jumdari sebelumnya, korban gigilah anjing di Dompu tercatat lebtan anjing cukup banyak. Dari 394 orang yang digigit ih dari 9.000 ekor. Sebanyak anjing gila di Dompu, pada 4.000 ekor merupakan anjing Agustus - Desember 2018 se- peliharaan, sedangkan 5.000 banyak 210 orang. Sisanya ekor merupakan anjing liar. merupakan korban gigitan Bersambung ke hal 11 anjing sejak awal Januari ini. ‘’Di Dompu sekarang kita (Suara NTB/dikesntb) taruh 1.600 vaksin. Kita butuh DIVAKSIN - Seorang warga vaksin itu jumlah orang yang yang digigit anjing diberikan digigit kali empat. Kalau orvaksin anti rabies. Selain angnya 300 orang, berarti kita itu petugas juga membutuh 1.200 vaksin,’’ sebutnya. vaksin anjing peliharaan Selain memberikan vaksin warga di Dompu.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Halaman 2

Nelayan Tak Melaut RATUSAN warga bagian pesisir di Kelurahan Tanjung Karang mengindahkan himbauan dari Pemerintah untuk tidak melaut karena cuaca ekstrem gelombang pasang, hujan lebat dan angin kencang. Lurah Tanjung Karang, Rusmaladi, SE., SH mengatakan selama cuaca ekstrem ratusan nelayan berhenti untuk mencari nafkah di laut. Mereka umumnya tinggal di Lingkungan Batu Ringgit Utara, Lingkungan Sembalun dan Lingkungan Bangsal. “Ada ratusan warga di sini berprofesi sebagai nelayan. Sekarang mereka libur melaut,” ujar Rusmaladi kepada Suara NTB ditemui pekan kemarin. Terkait dengan cuaca ekstrem ini, ia telah menyampaikan himbauan dari Pemkot secara tertulis kepada nelayan. Tujuan agar warga sekitar pesisir di Kelurahan Tanjung Karang, tetap waspada. “Kita sudah menyampaikan langsung kepada untuk masyarakat untuk mengindahkan himbauan itu untuk tidak nelayan,” bebernya. Selama kondisi sekarang, warga nelayan pada diam di rumah. Beberapa hari lalu, semua Lurah di Kecamatan Sekarbela sudah melakukan rapat koordinasi untuk mengajukan bantuan beras kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Hasil dari rapat koordinasi tersebut, Rusmaladi berharap ke pemerintah agar segera memberikan bantuan berupa beras kepada nelayan. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasi beras tersebut untuk bisa kita bagikan kepada nelayan kita,” harapnya. Bantuan logistik dinilai sangat penting. Sekitar tiga bulan, nelayan menganggur. Otomatis mereka memiliki penghasilan. Pun, ada yang beralih profesi sebagai buruh bangunan atau kerja serabutan, mesti tetap diberikan perhatian. (mhj)

Lagi, Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

Mataram (Suara NTB) Angin kencang kembali menyebabkan rumah warga di Kelurahan Babakan rusak. Tiga rumah rusak masing - masing milik Usman, Dahlan dan Saihu di Lingkungan Babakan Kebon RT 09. Angin kencang memporak - porandakan bagian atap rumah warga.

Rusmaladi (Suara NTB/mhj)

Harus Berinovasi ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta menanggapi gagalnya proyek Osamtu. ‘’Kita kan beberapa kali ke lokasi. Memang standar gas buang belum sesuai. Sehingga Dinas Lingkungan Hidup belum mengambil rekomendasi terhadap dampak gas buang yang dihasilkan Osamtu,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram pekan kemarin. Dia melihat Osamtu sebagai proyek coba-coba. Menurut Ketut Sugiarta, ini adalah salah satu kelemahan Pemkot Mataram, melaksanakan program yang cenderung bersifat coba-coba. ‘’Kalau memang mau dilanjutkan, harus ada rekomendasi dari provider Osamtu itu. Kalau memang ndak berani ambil rekomendasi, untuk apa dilanjutkan,’’ ujarnya. Ketua Fraksi Gerindra ini tidak setuju dengan pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irwan Rahadi yang menyatakan bahwa angkut buang sebagai pola yang paling efektif sampai saat ini. ‘’Harus berinovasi. Contoh inovasi yang kecil, bagaimana di OPD bersama DLH membantu membuat sistem bagaimana agar masyarakat sadar dan tidak membuang sampah sembarangan,’’ katanya. Program seperti ini di masyarakat tidak akan dapat berjalan maksimal kalau tidak ada dukungan anggaran. ‘’Kalau masyarakat sudah sadar, sampah yang diangkut buang ini tentu volumenya akan berkurang,’’ imbuhnya. Kuncinya, DLH harus berani mengambil terobosan mencari link atau distributor sampah plastik. Seperti bank sampah dan pegiat sampah plastik lainnya. Dengan cara ini, sampah yang masuk ke TPA diyakini volumenya akan berkurang. ‘’Memang angkut buang ini masih digunakan, tapi kalau terus-terusan, ya harus ada inovasi juga. Kita kan sering studi komparasi ke daerah lain,’’ akunya. Dikatakan anggota Dewan dari Dapil Mataram – Sekarbela ini, kalau DLH merasa puas dengan pola angkut buang, siapapun bisa menduduki kepala dinas LH Kota Mataram. ‘’Kalau yang seperti ini kan ndak perlu inovasi. Tinggal menghitung berapa jumlah truk yang ada,’’ tambahnya. Inovasi dalam penanganan sampah, bukan untuk jangka pendek, melainkan akan menjadi investasi jangka panjang. Untuk mewujudkan inovasi ini, tentu tidak bisa dilakukan seorang diri oleh DLH. Perlu sinergisitas dengan stakeholder lainnya. ‘’Kalau semua dibilang mentok, ya nggak bisa berubah nanti,’’ demikian Ketut Sugiarta. Misalnya, DLH perlu menggalakkan gotong royong bersama masyarakat. ‘’Kegiatan yang melibatkan masyarakat ini kan tidak bisa hanya sekali. Harus dilakukan terus menerus,’’ pungkasnya. (fit)

I Ketut Sugiarta

(Suara NTB/ist)

DITERJANG ANGIN – Seorang warga tengah membersihkan puing-puing atap rumahnya akibat diterjang angin di Lingkungan Babakan Kebon, Kelurahan Babakan, Sabtu (26/1).

(Suara NTB/dok)

Kepala Bidang Pencegahan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Kurnia Mulyadi menyebutkan, angin kencang pada Sabtu (26/1), menyebabkan tiga rumah warga rusak. Kerusakan di bagian atas atau atap rumah. “Rumah milik Pak Usman, Dahlan dan

Saihu di Lingkungan Babakan Kebon RT 09 rusak,” kata Kurnia dikonfirmasi Minggu (27/1). Kerusakan rumah dialami oleh warga, BPBD segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial, untuk memberikan bantuan logistik, asbes dan terpal. Kurnia menegaskan, cuaca ekstrem sesuai peringatan Badan Mete-

orologi, Klimatologi dan Geofisika terjadi sampai 29 Januari. Personel BPBD tetap disiagakan 24 jam untuk memantau kondisi cuaca. “Personel tetap kita siagakan,” tandasnya. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah, camat dan lu-

Proyek Lanjutan Monumen Mataram Metro Segera Ditender Mataram (Suara NTB) Lanjutan proyek monumen Mataram Metro terletak di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, segera ditender. Proyek strategis dengan nilai anggaran Rp11 miliar ditargetkan dilelang April mendatang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman menyampaikan, pihaknya sedang mempercepat penyelesaian desain. Sebab, ada perubahan dari gambar sebelumnya. Jika perencanaan serta desainnya selesai,ditargetkan awal triwulan kedua akan ditender. “Insya Allah, kalau selesai perencanaan dan desainnya. Kita usahakan April sudah ditender,” kata dia pekan kemarin. Monumen di Lingkar Selatan telah dikerjakan dua tahap. Tahun 2017 lalu proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,86 miliar lebih dari pagu Rp2 miliar. Rekanan hanya menyelesaikan bagian struktur saja. Tahun 2018 lalu, kembali dialokasikan anggaran Rp1,5 miliar untuk penyelesaian struktur bagian atas. Proyek itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,28 miliar. Tahun ini sambung Miftah, dialokasikan anggaran Rp11 miliar untuk menyelesaikan keseluruhannya. Konsepnya, akan dibuatkan under pass. Pengunjung bisa melewati jalan bawah tanah, untuk ke monumen. Persoalannya membuat jalan itu, akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional (BJN). “Sebelum dikerjakan kita ekspose dulu,” ucapnya. Sementara itu, Kejaksaan Negeri Mataram, akan men-

(Suara NTB/cem)

SEGERA DITENDER – Seorang pengendara melintas di depan monumen Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Minggu (27/2). Lanjutan proyek ini segera ditender.

rah diminta tetap memantau kondisi wilayah masing - masing. Terutama kawasan pinggir pantai di Kecamatan Sekarbela dan Ampenan. “Saya minta waspada saat cuaca ekstrem sekarang ini. PU harus melakukan pembersihan saluran karena sudah mulai hujan lebat,” kata Walikota. Imbauan BMKG mesti jadi

atensi bersama. Tim siaga bencana kata Walikota, perlu mengambil langkah strategis menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Laporan diterima tidak saja pohon tumbang, tetapi rumah dan sekolah rusak diterjang angin kencang. Walikota mengimbau masyarakat agar berhati - hati. Terutama nelayan agar tidak melaut. (cem)

Pantai di Mataram Dipenuhi Sampah Mataram (Suara NTB) Gelombang pasang disertai angin kencang tak hanya menyisakan kegelisahan bagi masyarakat. Gelombang tinggi juga menyisakan sampah di sejumlah pantai di Mataram. Sampah itu dibawa gelombang ke pinggir. Tidak hanya sampah plastik dan botol. Tapi, bekas ranting pohon yang dihanyutkan dari sungai bermuara di tepi pantai. Pengeloa Pantai Gading di Kelurahan Jempong Baru, Satirah menuturkan, sampah yang berserakan di Pantai Gading merupakan sampah kiriman dari hulu. Sampah hanyut ke laut, tetapi tatkala gelombang pasang kembali lagi ke pinggir. “Sampah ini kiriman dari hulu. Kemudian, ngumpul di pantai,” ujar Satirah akhir pekan kemarin. Sampah - sampah di pinggir pantai tak bisa segera dibersihkan. Ia terkendala oleh gelombang pasang dan angin kencang. Menurut dia, keberadaan sampah di destinasi wisata dikhawatirkan mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Meski Pantai Gading han-

ya dikunjungi wisatawan lokal, paling tidak kata dia, pemerintah juga memperhatikan kebersihan pantai.”Kita harapkan pemerintah juga turun tangan,” harapnya. Dikonfirmasi terpisah, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan, semua potensi dimiliki Pemkot dikerahkan untuk menangani situasi kebencanaan saat ini. Termasuk volume sampah akibat angin kencang dan puting beliung yang meningkat sangat signifikan. Peningkatan volume sampah ini, membutuhkan penanganan cepat dan segera. “Bukan berarti sampah-sampah rutin tidak ditangani,” ucapnya. Penanganan sampah saat cuaca ekstrem, tidak saja mengandalkan armada Dinas Lingkungan Hidup. Tetapi juga dibantu oleh Dinas Perkim dan Dinas PUPR. Terhadap kebersihan destinasi harus dijawab dengan pembuktian bahwa destinasi bisa bersih. Dinas Pariwisata akan mengatensi khusus terkait isu kebersihan di destinasi wisata. (mhj/cem)

gawal proyek strategis milik Pemerintah Kota Mataram. Pendampingan dimulai dari proses perencanaan, tender hingga pengawasan pengerjaan oleh rekanan. Pendampingan difokuskan pada proyek nilainya di atas Rp2,5 miliar. Dan, ada potensi bermasalah. “Kita akan dampingi proyek di atas Rp2,5 miliar. Kalau di bawah itu biarkan SKPD yang kawal,” kata Kajari Mataram Dr. Ketut Sumedana. Pendampingan tidak saja pada perencanaan dan pengerjaan. Kejaksaan akan memberikan saran dan finalti bila terjadi keterlambatan. Sumedana menam-

bahkan, proyek strategis didorong agar tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran. “Kita dorong supaya tidak ada penyimpangan,” tandasnya. Pendampingan selama ini kata Kajari, sangat dirasakan oleh Pemkot Mataram. Pekerjaan fisik nilainya besar selalu diminta pendampingan. Terkadang, pihaknya kewalahan karena keterbatasan sumberdaya manusia. “Ndak semua bisa kita dampingi,” ucapnya. Kajari mendorong Pemkot Mataram mempercepat pengerjaan proyek strategis. Seperti pembangunan monumen di Lingkar Selatan. (cem)

TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah berupa ranting pohon berserakan di Pinggir Gading Kelurahan Jempong Baru. Sampah dibuang oleh warga kembali ke pinggir pantai akibat gelombang pasang.

belum ada surat resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) untuk merekrut calon pegawai negeri sipil. Saat ini, hanya fokus pada rencana penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). “Memang ada informasi itu. Tapi belum ada surat

resmi kami terima,” kata Yoyok, sapaan akrabnya ditemui pekan kemarin. Disampaikan, fokus saat ini menyiapkan penerimaan P3K. Mekanismenya apakah kebutuhan disamakan dengan penerimaan CPNS ataukah tidak. Informasi awal kata Yoyok, tahap pertama diprioritaskan untuk pegawai kategori dua (K2). Rencananya, perekrutan dilaksanakan pada bulan

Maret mendatang. “Kalau K2 formasi untuk P3K masuk akal karena tidak melihat usia. Kita masih menunggu penjelasan teknis lagi,” tandasnya. Terhadap kebutuhan CPNS diestimasi mencapai 900 orang. Paling banyak dibutuhkan adalah tenaga guru kelas 500 orang, tenaga medis dan teknis masing - masing 200 orang. Perekrutan CPNS tahun 2018 lalu sangat dibatasi. Pe-

(Suara NTB/mhj)

Pemkot Mataram Kekurangan 900 CPNS

Mataram (Suara NTB) Rencana perekrutan kembali calon pegawai negeri sipil sebanyak 100 ribu orang se-Indonesia menjadi angin segar bagi kabupaten/kota. Sejauh ini, Pemkot Mataram masih kekurangan 900 CPNS. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menjelaskan,

merintah pusat hanya memberikan 262 formasi. Padahal, kebutuhan CPNS terutama guru sangat banyak. “Apalagi tahun 2019 -2020 banyak yang akan pensiun guru kelas,” ucapnya. Dia berharap, rencana penerimaan 100 ribu CPNS oleh pemerintah pusat dapat terealisasi, sehingga pihaknya bisa memenuhi kuota pegawai di Pemkot Mataram. (cem)


SUARA NTB

Senin, 28 Januari 2019

Halaman 3

Pascaputing Beliung, Pemda KLU Belum Pasti Ganti Huntara Warga

(Suara NTB/ist)

Garuda Indonesia resmi meluncurkan layanan cargo freighter bekerjasama dengan MY Indo Airlines yang mulai beroperasi Sabtu (26/1).

Garuda Indonesia Resmikan Layanan ’’Cargo Freighter’’ Jakarta (Suara NTB) Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi meluncurkan layanan cargo freighter hasil kerjasama MY Indo Airlines yang mulai beroperasi Sabtu (26/1). Layanan cargo freighter tersebut akan dioperasikan dengan armada B737-300F berkapasitas 15 ton angkutan kargo. Pengoperasian layanan cargo freighter tersebut nantinya akan melayani jasa pengiriman angkutan kargo udara nasional ke ke 5 Pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Papua sebanyak 4 kali perminggu yakni setiap hari Senin, Selasa, Jumat dan Sabtu. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan bahwa, “Pengoperasian layanan Cargo Freighter tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan volume bisnis layanan kargo udara Garuda Indonesia yang lebih kompetitif sekaligus turut mendukung komitmen pengembangan program Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang dicanangkan Pemerintah untuk meningkatkan daya saing kinerja logistik Indonesia,” jelas Ari. “Di samping itu, kerjasama ini juga akan mampu menunjang dan meningkatkan potensi ekspor produk unggulan nasional. Termasuk komoditas maritim dan perikanan, melalui penyediaan infrastruktur penunjang distribusi logistik nasional—yang cepat, aman, dan reliable,” papar Ari Lebih lanjut Ari mengungkapkan, layanan cargo freighter ini juga diharapkan dapat mendukung upaya optimalisasi daya saing produk komoditas nasional. Khususnya produk budi daya kemaritiman melalui penyediaan jaringan distribusi kargo udara yang mampu menyerap demand pasar kargo udara nasional secara berkelanjutan. Dengan kehadiran layanan cargo freighter ini, Garuda Indonesia memproyeksikan target pergerakan traffic angkutan kargo yang dapat dioptimalkan Garuda Indonesia akan mencapai lebih dari 1 juta ton angkutan kargo pada kuartal 1 - 2019. “Potensi tersebut yang tentunya akan kami optimalisasikan melalui pengembangan jaringan penerbangan cargo freighter yang dapat menunjang value distribusi komoditas unggulan nasional. Dengan hadirnya layanan cargo freighter ini, demand pasar akan kebutuhan layanan kargo udara dapat semakin terakomodir khususnya dengan pilihan jadwal pengiriman kargo yang semakin beragam,’’ jelas Ari. “Adapun pengembangan layanan cargo freighter ini kami awali melalui kerjasama penyediaan kapasitas kargo dengan penggunaan armada MY Indo Airlines,” paparnya. Selanjutnya pengembangan armada cargo freighter tersebut akan terus dikembangkan oleh Garuda Indonesia melalui pengelolaan armada yang lebih kompetitif dengan jangkauan penerbangan yang lebih luas. “Kedepannya kami juga akan mengembangan jaringan penerbangan cargo freighter hingga ke Batam, Jayapura, dan Wamena, serta menjangkau salah satu raksasa ekonomi dunia Tiongkok dan negara pengimpor terbesar hasil laut dunia Jepang,’’ jelas Ari. Layanan kargo udara merupakan kebutuhan tak terelakkan di negara kepulauan seperti Indonesia. Di mana jasa angkutan yang cepat sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas dan mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian daerah, khususnya dengan memperhatikan perkembangan bisnis e-commerce juga secara signifikan turut mempengaruhi semakin tingginya mobilitas barang dari satu daerah ke daerah lain. “Dengan proyeksi jumlah digital buyers di Indonesia yang diperkirakan tumbuh signifikan hingga 35,5 juta pada akhir tahun ini, kami optimistis kehadiran layanan cargo freighter Garuda Indonesia dapat menunjang komitmen akselerasi bisnis yang dilaksanakan perusahaan khususnya melalui lini bisnis kargo udara,’’ tutup Ari. (*)

Danrem 162/WB Lepas Ribuan Peserta Funbike HUT Yonif 742/SWY Mataram (Suara NTB) Jalan sepanjang Majapahit, Langko dan Jalan Bungkarno Mataram pada Minggu (27/1) pagi menjadi ramai. Ribuan peserta ikut fun bike dalam rangka menyambut HUT Yonif 742/SWY ke 54 tahun 2019. Acara digelar di Lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram ini diikuti Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. Dalam kesempatan itu, Danrem melepas peserta di garis start. Hadir Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Danyonif 742/SWY Letkol Inf Agus P Doni, para Dandim se Pulau Lombok, para Kasi Korem, Dan/Ka Satdisjan, anggota Korem 162/WB dan jajaran, juga dari berbagai kalangan masyarakat pecinta Gowes se Kota Mataram, Lombok Barat. Usai Gowes, acara dilanjutkan dengan hiburan dan pembagian hadiah 2 unit sepeda motor dan hadiah lainnya di Lapangan Yonif 742/SWY. Adapun 2 unit sepeda motor masing-masing diraih oleh Bagus Budi Utomo dari Taman Indah Pagesangan dan Dimas dari Kediri Lombok Barat. Danrem 162/WB menyampaikan, keluarga besar Korem 162/WB mengadakan acara fun bike dalam rangka menyambut HUT Yonif 742/SWY ke 54 tahun 2019. Selain itu, sebagai bagian dari trauma healing bagi yang masyarakat Lombok yang terdampak gempa untuk menghilangkan trauma gempa. Pada kesempatan yang sama, Danyonif 742/SWY menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan selain dalam rangka menyambut HUT Yonif 742/SWY ke 54 tahun 2019 pada tanggal 19 Maret mendatang, juga untuk menggugah masyarakat terutama anggota dan masyarakat yang hobbi Gowes sehingga masyarakat akan lebih mengenal satuan Yonif 742/SWY. “Tujuannya untuk menjalin hubungan silaturrahmi yang lebih akrab lagi dengan masyarakat ke depan,” ungkapnya. (ars/*)

(Suara NTB/ist_Penrem)

Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat melepas ribuan peserta fun bike HUT Yonif/742 SWY.

Tanjung (Suara NTB) Pemda Lombok Utara belum memastikan kapan akan mengganti puluhan Hunian Sementara (Huntara) milik warga di Dusun Karang Bedil, Desa Gondang, Kecamatan Gangga. Setidaknya 70-an KK terdampak puting beliung yang huntaranya porak poranda, masih menumpang di kediaman keluarganya. Sekretaris BPBD Lombok Utara, Evi Winarni, M.Si., kepada wartawan, Jumat (27/1) mengakui, belum ada kebijakan yang diambil Pemda terkait penggantian hunian warga yang rusak akibat bencana puting beliung, Selasa malam - pekan lalu. “Saya belum berani pastikan karena harus berkoordinasi dengan pak Kepala (BPBD KLU) dan BPBD Provinsi. Kita akan lihat ketersediaan

anggaran,” ujar Evi. Dijelaskannya, huntara warga yang rusak merupakan bantuan dari NGO. Rentetan bencana yang dialami warga tidak terduga. Namun demikian, Pemerintah daerah harus mengambil kebijakan terkait ketiadaan tempat tinggal warga tersebut. Menurut Sekban BPBD, pihaknya akan berkomunikasi lebih dulu dengan BPBD Provinsi NTB terkait kebijakan yang

akan diambil. Mengingat BPBD KLU masih kekurangan anggaran. Salah satu sumber yang diharapkan adalah melalui dana cadangan pada APBD yang dikeluarkan melalui mekanisme penetapan status bencana oleh Pemda. “Ini yang belum kita bicarakan siapa berbuat apa,” imbuhnya. Perihal bencana puting beliung dan banjir rob yang melanda warga di sejumlah tem-

pat, Evi mengklaim pihaknya sudah bekerja sesuai Standar Prosedur Operasional (SOP). BPBD bersama instansi terkait lain seperti Dinas Sosial dan Pol PP, turun ke lokasi dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. “Tenda-tenda sementara sudah diberikan demikian pula untuk logistik yang ditangani Dinas Sosial. Artinya, kewenangan BPBD maupun instansi yang lain sudah dijalankan,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinsos KLU, H. Faisol, mengungkapkan, Pemda melalui beras cadangan pemerintah telah mendistribusikan beras kepada warga ter-

dampak bencana. Setiap KK diberikan 10 kilogram. Ia mengakui, penyaluran logistik kepada warga belum merata dikarenakan masih ada data warga yang belum masuk ke Dinsos. Ia mencontohkan, seperti warga di Penyambuan dan Sorong Jukung, Desa Tanjung, meskipun beras sudah disalurkan namun ada kemungkinan ada warga yang tercecer dan belum memperoleh jatah beras. “Yang perlu dihindari, jangan sampai yang tidak terdampak ikut didata. Kita harus prioritaskan, warga yang benar-benar terdampaklah yang memperoleh bantuan,” ucapnya. (ari)

(Suara NTB/why)

Masjid Baiturrahman - Seorang anak memasuki Masjid Baiturrahman Limbungan Selatan, Gunungsari, Lombok Barat. Masjid ini dana bantuan perbaikannya diduga dipungut.

Dana Perbaikan Masjid Sudah Tuntas Disalurkan Mataram (Suara NTB) Dana perbaikan masjid terdampak gempa diduga jadi objek pungutan oknum pejabat. Kanwil Kemenag NTB menggelontorkan dana Rp6 miliar. Dana tersebut untuk perbaikan 58 masjid di tujuh kabupaten/kota terdampak gempa di NTB. “Tidak ada lagi penyaluran. Memang tidak ada tahap satu, tahap dua. Itu langsung Rp6 miliar disalurkan tahun 2018,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Nasrudin dikonfirmasi kemarin. Proses penyaluran dana bantuan perbaikan masjid melalui Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag NTB. Begitu juga perihal verifikasi masjid yang mengajukan proposal perbaikan.

“Yang punya tugas Bimas Islam. Kemudian bagian teknis Kasu Urusan Agama Islam di (kemenag) kabupaten kota,” terangnya. Dana perbaikan masjid tersebut diduga dipungut sebagian. Kasus yang terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) itu kini sedang ditangani Polres Mataram. Staf KUA Gunungsari, Lombok Barat Lalu Basuki Rahman tertangkap tangan sedang mengambil pungutan dari pengurus Masjid Baiturrahman Limbungan, Gunungsari, Lombok Barat pada Senin (14/1) sebesar Rp10 juta. Basuki diduga memungut dari empat antara lain, masjid Masjid Nurul Huda mendapat Rp100 juta dipotong

Pemilik Rumah Adat Sade Disiapkan Rusus Praya (Suara NTB) Sebanyak sekitar 40 unit rumah khusus (rusus) kini tengah dibangun oleh pemerintah daerah di Desa Rembitan Pujut. Nantinya, rusus akan diperuntukan bagi warga pemilik rumah adat Kampung Sade Desa Rembitan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Lombok Tengah (Loteng), L. Firman Wijaya, kepada Suara NTB, Sabtu (27/1). Kenapa pemilik rumah adat Sade? Firman mengaku untuk mengakomodir rencana pemerintah untuk mendukung pengembangan wisata budaya Kampung Sade. Di mana rumah adat Sade rencananya akan ditata supaya bisa ditempati oleh wisatawan yang ingin menginap dan merasakan sensasi tinggal di rumah adat suku Sasak Loteng. Dengan begitu ke depan, wisatawan tidak hanya

bisa menikmati suasana kampung adat. Tapi bisa juga tinggal dan menginap di rumah-rumah adat yang ada. “Proses pembangunan rusus tersebut saat ini sedang berjalan dan diharapkan bisa selesai tahun ini,” jelasnya. Rusus yang dibangunkan tersebut berupa rumah petak dan dibangun di satu lokasi yang sama. “Kalaupun rusus tersebut nantinya ada yang tersisa, itu akan diperuntukan bagi warga kurang mampu di Desa Rembitan,” tambah Firman. Dengan penataan tersebut tentunya diharapkan Kampung Sade bisa semakin berkembang dan bisa menjadi destinasi wisata budaya unggulan Loteng. ‘’Dan, pembangunan rusus itu merupakan salah satu dukungan yang diberikan oleh pemerintah. Dalam upaya pengembangan pariwisata di daerah ini,’’ tegasnya. (kir)

Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad menerima bantuan Rp50 juta dan dipotong Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta dari total Rp50 juta yang diterima. Pungutan berupa potongan antara 10 persen sampai 20 persen untuk 13 masjid yang tersebar di Gunungsari, Lingsar dan Batulayar, Lombok Barat. Penyidikan kemudian berkembang. Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram kemudian menetapkan dua tersangka lain yakni Kasubbag TU Kemenag Lobar, Muhamad Ikbaludin, dan Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, H. Silmi, Tersangka Ikbal diduga

memungut dana bantuan yang diberikan kepada empat masjid di Kecamatan Lingsar, dan lima masjid di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Hasil pungutan itu disetor bertahap. Selain itu, Ikbal juga mendapat setoran dari tersangka Basuki, yang memungut dari empat masjid di Gunungsari, Lombok Barat. Dari bukti yang disita penyidik, duit pungutan Basuki disetor ke Ikbal yakni sebanyak Rp55 juta. Tersangka Basuki menyetor ke Silmi sebanyak dua kali. Yakni pada Sabtu (5/1) sebesar Rp25 juta. Uang diantar langsung ke rumah tersangka Silmi. Selanjutnya pada Senin (7/1) sebesar Rp30 juta dimasukkan lewat setoran tunai langsung. (why)

Simpan Senpi Rakitan, Seorang Warga Digelandang Polisi Praya (Suara NTB) pai di situ saja, polisi juga mengamankan Seorang warga Desa Montong Ajang Praya sepeda motor milik pelaku yang diduga hasil Barat Daya, Maah alias Bagong, ditangkap kejahatan. aparat Polres Lombok Tengah (Loteng), SabKepada polisi pelaku mengaku kalau sepetu (26/1). Dia diduga menyimpan dan men- da motor tersebut, dibeli dari sesorang. Seteyalahgunakan senjata api rakitan. Maah lah ditelusuri, diketahui kalau sepe(40) diduga terlibat sebagai penadah da motor tersebut milik, Samsul sepeda motor hasil kejahatan. Hadi warga Jurang Jaler Praya Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Tengah. Dimana korban diketRafles Girsang, SIK., Minggu (27/1) ahui kehilangan sepeda mokemarin, membenarkan penangkatornya tersebut pada Agustus pan terhadap pelaku. “Pelaku bertahun 2017 lalu. sama barang bukti senpi rakitan Kala itu korban bertemu serta satu unit sepeda motor yang dengan seorang yang belum bediduga hasil kejahatan sudah diagitu dikenal di Praya. Orang mankan di Mapolres Loteng, untuk tersebut saat itu meminjam keperluan penyelidikan lebih lansepeda motor korban. Dengan jut,” jelasnya. alasan mau membeli rokok. Penangkapan pelaku bermula dari Tapi setelah itu, sepeda laporan masyarakat soal kepemilikan motor korban tak kunsenpi rakitan. Dimana pelaku kerjung kembali. Sampai ap memperlihatkan senpi rakiakhirnya ditemutan tersebut kepada kan di tangan masyarakat sekitar. Atas lapBagong. oran tersebut, polisi kemudi“Kasus ini an bergerak mendatangi rumasih kita mah pelaku. kembangKedatangan aparat kekan lagi. polisian yang secara Berdasartiba-tiba membuat pelkan keteraku kalang kabut. Setangan-ketelah mengamankan erangan pelaku, polisi kemuyang diperdian melakukan oleh dari hapenggeledahan di sil pengemrumah pelaku dan bangan termenemukan senhadap pelaku pi rakitan yang yang sudah didilaporkan wartangkap,” Rafles Girsang ga. Tidak samujarnya. (kir) (Suara NTB/dok)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Halaman 4

Bendungan Selengen Tertutup Longsor

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus melakukan pengawasan terhadap tiga kafe di Kecamatan Labuhan Haji yang sebelumnya ditutup paksa. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan oleh pemilik kafe sebelum melakukan perpanjangan izin serta berkomitmen untuk memperbaiki manajemen usahanya. Pelaksana Harian Kasat Pol PP Lotim, Drs. Salmun Rahman, Sabtu (26/1), menjelasklan, pihaknya secara rutin melakukan patroli ke tiga kafe tersebut, di antaranya CL, CD dan CM, sehingga tidak ada lagi kafe-kafe yang beraktivitas sebelum menyelesaikan urusannya dengan pemerintah daerah. Dari pengawasan yang dilakukan, terang Salmun, belum ditemukan adanya aktivitas-aktivitas yang mencurigakan. Termasuk belum adanya yang berani membuka kembali pascadilakukan penutupan paksa oleh petugas beberapa waktu lalu. “Sejauh ini belum ada yang kembali membuka lagi. Plang segel yang kita pasang pun masih utuh,”ungkapnya. Salmun yang juga merupakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menyebut jika penutupan tiga tempat hiburan malam (THM) atau kafe yang terletak di pesisir pantai Labuhan Haji tak berpengaruh terhadap sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim. Pasalnya, sejauh ini kontribusi pendapatan dari tempat hiburan malam itu sangat kecil. Dalam hal ini, pemda tidak akan merugi terkait dilakukan penutupan terhadap tiga kafe yang dilakukan pada, Rabu lalu berdasarkan perintah Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy.,MM. Di mana pajak hiburan cukup kecil yakni secara keseluruhan tidak sampai Rp20 juta. Nominal itu, katanya, sangat tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Sementara aktivitas di dalamnya sangat merugikan masyarakat Lotim khususnya di sekitar kafe tersebut. (yon) Salmun Rahman

Pemicu Stunting, Rendah Kesadaran Gizi Masyarakat Selong (Suara NTB) Terdapat 10 desa dari 254 desa se Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang dinobatkan sebagai lokus penanganan stunting (masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama). Bagik Payung Timur, Batu Nampar, Batu Nampar Selatan, Belanting, Bintang Rinjani, Dadap, Kembang Kerang Daya, lenek Duren, Lenek Kalibambang dan Pandanwangi. ‘’Tingginya kasus stunting, ini dipicu oleh masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang gizi,’’ ujar Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Lotim, Lalu Muhammad Anwar yang juga Kepala Puskesmas Masbagik Baru di selasela bakti sosial penanganan stunting di Desa Batu Nampar Selatan, Sabtu (26/1) lalu. Dijadikannya Desa Batu Nampar Selatan sebagai lokasi bakti sosial, karena diketahui ada 38,40 persen bayi di bawah lima tahun (balita) masuk stunting. Yakni dari data hasil pendataan 125 balita, 48 anak merupakan anak stunting atau tinggi badannya, tidak sesuai dengan usianya. Karena gizi menjadi salah satu penyebabnya, para ahli gizi ini merasa terpanggil pada momentum hari gizi nasional ke 59 tahun 2019 ini. Disebut, masalah stunting dan gizi buruk di Lotim ini dalam lima tahun ke depan tuntas penanganannya. “Kita ingin zero stunting di Lotim,” ungkapnya. Disentuh aspek gizi karena menjadi salah satu faktor utama. Gizi yang tidak bagus pada anak-anak usia sekolah akan memperlihatkan ank-ank tersebut tidak cerdas dan ketika usia kerja, maka akan bekerja dengan tidak baik. Aspek ketersediaan makanan di suatu tempat seperti Desa Batu Nampar Selatan tidak menjamin masyarakat dapat memanfaatkannya, karena Desa Batu Nampar adalah desa nelayan. Namun, faktanya, ikan hasil tangkapan itu tidak diberikan makan untuk anak-anak dan ibu yang sedang hamil. Nelayan memilih menjual ikan hasil tangkapnnya. Hal ini, ujarnya, sangat ironis, banyak ikan tapi tidak dimakan. Penghasil ikan hanya memberikan makan ikan pada anak dan keluarganya yang jelek-jelek saja. Sedangkan ikang yang bagus-bagus dijual. Masalah lainnya, Batu Nampar Selatan krisis air bersih. faktor ini menyebabkan kerap terjadi diare yang menjadi pemicu anak-anak menjadi kekurangan gizi. “Diare ini bisa menyebabkan anak kurus dan kurang gizi,” imbuhnya Masyarakat harus sadar gizi. Saat sudah saar gizi, aspek ekonomi dirasa akan kecil dampaknya. Karena pasti akan mengedepankan anak dan keluarga daripada hanya mementingkan yang lain. “Ekonomi memang salah satu faktor, tapi ketika memiliki pengetahuan dan kesadaran, ekonomi akan kecil peranannya. Yakin, akan mengutamakan anak untuk makan ikan karena keluarga sadar gizi,” ujarnya. Ketua Panitia Bansos, Kunayarti menerangkan, Desa Batu Nampar menjadi pilihan untuk mempercepat penurunan kasus stunting. Apalagi masalah stunting merupakan isu nasional dan Lotim adalah salah satu kabupten yang memiliki Perbup untuk penurunan stunting. Bukti, Bupati Lotim sangat serius menurunkan stunting. Pencegahan stunting coba dilakukan dengan promotif dan preventif. Pencegahan sendiri, pada ibu hamil dan remaja. (rus)

(Suara NTB/rus)

STUNTING - 38 persen anak-anak di Desa Batu Nampar Selatan mengalami stunting. Pemerintah harus bergerak cepat melakukan penanganan agar jumlah anak-anak stunting bisa dikurangi.

Ribuan KK di Sembilan Dusun Terancam Krisis Air

Tanjung (Suara NTB) Bendungan Selengen, di Dusun Tangga, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, tertutup longsoran tebing. Kondisi itu menyebabkan jalur air bersih perpipaan putus dan mengancam 1.462 warga di 9 dusun berada di jurang krisis air. Krisis air dimaksud, tidak hanya menyangkut air untuk konsumsi. Tetapi juga air untuk irigasi pertanian. Betapa tidak, sejumlah dusun di bawah bendungan di Desa Selengen itu memiliki potensi pertanian (sawah) yang menjanjikan. Sekretaris Desa Selengen, Sudiarti, kepada Suara NTB, Minggu (27/1) mengakui, kondisi bendungan di Dusun Sambil Jengkel itu sudah disurvei oleh pihak TNI - Danramil Kayangan beserta Babinsa. Pihak desa pun diminta mengajukan proposal kebutuhan untuk memperbaiki perpipaan yang tertimbun longsoran. “Kondisi longsoran akibat hujan malam Rabu kemarin lebih parah dari tutupan longsor akibat gempa. Sekarang semua jalur irigasi tertimbun, bendungan sudah tidak berbentuk,” ungkap Sudiarti. Sebelumnya, koran ini memberitakan Bendungan Selengen mengalami sedimentasi akibat material tebing di atasnya yang runtuh akibat gempa 5 Agustus 2018. Pascagempa, kebutuhan warga

terkait air bersih dan irigasi ditangani dengan mengeruk sedimentasi dan memasang pipa 16 inchi. Sekarang ini, longsoran akibat air hujan nyaris menimbun setengah badan bendungan. Pihak desa lantas dibuat kebingungan. Karena sejak longsoran Selasa malam - pekan lalu, belum ada tandatanda tindaklanjut dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terkait nasib warga yang terancam air bersih. “Saat pipa putus akibat gempa, kami dikirimi pipa 16 inchi. Sekarang tertutup longsor lagi, kami bingung mau mengadu ke mana. Kalau tidak ada air, otomatis Desa Selengen akan semakin tertinggal,” ucapnya. Sekdes menyebut, sebanyak 1.462 KK warga di 9 warga secara langsung terancam tidak mendapat suplai air. Irigasi Sambik Jengkel yang melewati perkampungan, vital bagi warga untuk keperluan mandi, cuci, konsumsi, dan irigasi. Adapun jumlah KK yang tesentuh langsung dari irigasi itu meliputi, Dusun Sangiang de-

ngan 225 KK, Dusun Lokok Mandi sebanyak 89 KK, Dusun Sambil Jengkel Timur sebanyak 146 KK. Selanjutnya Dusun Dompo Indah sebanyak 204 KK, Dusun Sambik Jengkel Perigi dengan 181 KK, Sambik Jengkel Barat sebanyak 147 KK, Dusun Gubuk Baru dengan 99 KK, Dusun Selengen 169 KK serta Dusun Tampes sebanyak 202 KK. Dari seluruh dusun di Desa Selengen, hanya ada 3 dusun yang tidak bergantung dari bendungan ini. Masing-masing dusun Tangga, Panggung Timur dan Panggung Barat. Letak ketiga dusun ini berada di hulu bendungan. “Bagi warga di Tampes, masih bisa memanfaatkan air sumur untuk mandi dan konsumsi. Tetapi bagi warga lain, mereka hanya bergantung dari irigasi bendungan itu,” tegas Sudiarti. Ia memprediksi, warga berada dalam krisis air jika pipa air bersih tidak ditalangi dalam dua pekan ke depan. Oleh karena itu, pihaknya berharap, Pemda Lombok Utara, bahkan Pemprov NTB mem-

(Suara NTB/ari)

LONGSOR - Saluran irigasi Bendungan Sambil Jengkel Desa Selengen tertimbun longsor. Ribuan warga yang menggantungkan hidupnya di bendungan ini terancam krisis air. beri respons cepat atas kondisi riil warga. “Di sepanjang 150 meter tebing longsor semua. Kalaupun alat berat diturun-

Warga Bangun Jembatan Grenggeng Berbekal Sumber Daya Seadanya Tanjung (Suara NTB) Jembatan penghubung menuju Dusun Grenggeng, Desa Jenggala, yang putus akibat banjir, mulai dibangun warga. Alih-alih mendapat pengawalan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU), warga justru membangun sendiri jembatan berbekal sumber daya seadanya. Sesuai hari yang dijadwalkan, lebih dari 100 warga Dusun Grenggeng dari 4 kampung, berbondong-bondong membangun jembatan darurat yang melintasi hulu sungai Kali Segara, Minggu (28/ 1). Mereka mengerahkan tenaga dan pikiran, untuk membangun sarana vital yang selama ini diidamkan. Meski sementara, jembatan yang mereka bangun diharapkan bisa bertahan setidaknya dari ancaman arus sungai yang datang pada musim hujan tahun ini. “Kami ratusan orang, bekerjagotong-royong membangun jembatan darurat untuk penyeberangan warga. Lokasinya di jalur penghubung dusun Sumur Duyung menuju Dusun Grenggeng,” ujar Budiartoyo. Ia mengakui, kali kemarin warga tidak dibantu siapasiapa. TNI yang biasa mengawal tidak turun. Pun lagi Pemda Kabupaten Lombok Utara, tidak satupun pejabat berwenang yang hadir sekadar melihat aktivitas warga. Beruntungnya, warga telah memastikan semua material yang dibutuhkan tersedia sebelum pekerjaan dimulai. Dalam proses pembangunan jembatan darurat, warga tidak dibantu ahli tukang. Mereka hanya mengandalkan

(Suara NTB/ist)

GOTONG ROYONG - Berbekal semangat bekerjasama warga Grenggeng gotong royong membangun jembatan darurat tanpa pengawalan pemerintah. kemampuan dan keterampilan pertukangan yang ada di kalangan warga. “Pembuatan jembatan darurat ini berkat bantuan dari donatur, melalui Yayasan Viriya Manggala yang digalang oleh Pengurus yayasan,” tegasnya. Sebelum jembatan dibangun pada hari Minggu, Budiartoyo menyebut Pjs Desa Persiapan Samaguna, Kecamatan Tanjung, sempat turun pada 23 Januari atau pagi hari setelah kejadian. Disayangkan warga, tidak ada tindak lanjut dari urusan ASN Pemda KLU itu untuk memotivasi warga Grenggeng. “Sampai saat ini pemerintah desa belum ada komunikasi sama Kepala Dusun Gerenggeng terkait jembatan darurat. Sedangkan dari TNI tidak jadi datang karena ada kegiatan katanya. Dari Pem-

da juga tidak ada yang datang,” keluhnya. Begitu pun dengan bantuan semen dari dinas yang menjanjikan, sampai warga membangun di tengah guyuran rintik hujan, tidak ada kiriman material. Konon lagi sekadar sembako untuk membantu mengisi perut warga yang gotong royong. Karena Dusun Grenggeng, paling jatah tersentuh bantuan korban gempa lantaran aksesnya yang sulit. “Syukurnya masyarakat tidak keluar dana, masyarakat hanya kerja bakti saja karena dana sudah ada dari Yayasan Viriya Manggala. Sedangkan dari Dinas PU, belum droping semen. Semen yang dibeli sama Yayasan belum habis, tapi semen dari dinas masih bisa kami gunakan untuk menata sarana yang lain,” tandasnya. (ari)

kan, operasionalnya tergantung kondisi air, karena jalur sungai sekarang sudah berbelok arah,” tandasnya. (ari)

NU Diminta Turut Memajukan Lotim Selong (Suara NTB) Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan milik semua. Keberadaannya di manamana dan tidak ke manamana. NU di Lombok Timur (Lotim) dapat berkiprah demi kemajuan Lotim. Para pimpinan NU diminta dapat membantu pemerintah Lotim meningkatkan pembangunan terutama Amalmakruf. Hal ini disampaikan Bupati Lotim, H. M.Sukiman Azmy saat menghadiri Pembukaan Konferensi NU ke VII Cabang Lotim di Pendopo Bupati Lotim, Sabtu (26/1)). Menurut bupati pihaknya mempersilakan siapapun beraktivitas di pendopo, karena pendopo milik masyarakat Lotim. “Silakan beraktivitas di pendopo, tidak ada batasan bagi yang mempergunakanya jika kegiatan itu bersifat positif dan tidak bernuansa politik utuk kemajuan organisasi apapun,” tegasnya. Bupati berpesan, NU banyak berkiprah dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan dan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, terus memberikan perhatian kepada kaum fakir dan miskin, terutama anak yatim. Khusus anak yatim ini jumlahnya di Lotim cukup besar, yakni tidak kurang dari 2.400 anak yatim piatu tersebar di setiap desa di Lotim. Persoalan lainnya yang diharap bisa turut diatasi oleh NU adalah masalah pernikahan di bawah umur. Kasus pernikahan dini di Lotim ini cukup besar, sehingga masalah ini diharap turut diatensi oleh organisasi kemasyarakatan (ormas). Seperti NU guna me-

(Suara NTB/rus)

(Suara NTB/yon)

Tetap Lakukan Pengawasan

H. M. Sukiman Azmy maskimalkan peranannya di Lotim, Bupati akan memberikan hibah tanah sebagai tempat perkantoran untuk menjalankan ativitas-aktivitas organisasi dan lainnya. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua NU NTB, H. Ilham, melihat apa yang disampaikan Bupati akan menjadi tantangan bagi pengurus NU Lotim. Dia meminta, pimpinan NU Lotim yang dipilih dalam ajang konferensi tersebut bisa menjawab apa yang menjadi tantangan yang diberikan Bupati Lotim. “Kita minta kepada Ketua yang baru nantinya agar membetuk lembaga yang baru hingga dapat membantu pemerintah kabupaten,” harapnya. Sementara, Ketua PCNU Lotim, H. Imran Fauzi berterima kasih kepada Bupati Lotim atas dukungan kepada pengurus cabang NU Lotim yang telah memberi ruang untuk melakukan aktivitas sebebas-bebasnya. Sejarah NU dengan ormas lainnya sangat terjalin dengan baik, begitu juga kerjasama dengan TNI dan Polri. Pihaknya mengharapkan pengurus bisa melanjutkan program untuk Lotim dan bisa menjawab tantangan masa depan. (rus)

Sampah Membeludak

Kesadaran Masyarakat Buang Sampah Masih rendah Persoalan sampah hingga saat ini masih menjadi momok. Pasalnya, setiap musim penghujan, sampah merupakan faktor utama terjadinya banjir.Termasuk sumber datangnya penyakit. Untuk itu, dalam mengatasi hal tersebut dibutuhkan kesadaran dan perilaku masyarakat. SAMPAH-sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan tidak hanya mencemari lingkungan pada pemukiman warga. Akan tetapi masuk juga ke kawasan pantai yang berdampak buruk terhadap kesuburan eksosistem laut dan rusaknya keindahan dari wilayah pariwisata itu sendiri. Seperti yang terdapat di pantai Labuhan Haji. Pasalnya, pantai yang terletak yang tidak jauh dari Kota Selong ini masih dibanjiri sampah yang cukup memprihatinkan. Hampir di sepanjang bibir pantai ini dipenuhi oleh sampah baik organik maupun anorganik. Fenomena tersebut tidak hanya menjadi momok bagi masyarakat setempat, melainkan juga bagi pengunjung.

Di mana, sampah-sampah itu disebabkan lantaran terbawa arus hingga terdampar di Pantai Labuhan Haji. Salah satu warga Desa Labuhan Haji, Alfian, menyebutkan dampak dari menumpuknya sampah di pantai tidak hanya berdampak pada tingkat kunjungan dari objek wisata itu sendiri. Melainkan pula sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekosistem laut. Apabila suatu pantai terbebas dari sampah, maka pertumbuhan ekosistem laut semakin baik. “Sampah ini memang sangat banyak sekali dampak negatifnya. Sekali lagi harus menjadi perhatian serius,” tegasnya lagi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Mulki, SSTP.,MM., menjelaskan, untuk penanganan sampah di pantai, pemerintah saat ini belum dapat maksimal. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk menangani masalah itu secara bertahap dan gotong royong meskipun pemerintah daerah melakukannya secara manual. “Kita mengimbau kepada pemerintah desa untuk membersihkan sampah-sampah

tersebut secara berkesinambungan. Tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Karena sampah di pantai ini memang menjadi momok yang sangat meresahkan,” jelasnya. Persoalan sampah menjadi suatu hal yang harus diperhatikan lebih serius, terlebih ketika musim penghujan saat ini. Menurut Mulki, meluapnya air dari saluran irigasi dipicu akibat penyumbatan sampah pada saluran irigasi. Sementara dalam penanganannya, DLHK Lotim masih kekurangan armada dan personel untuk mengcover 21 kecamatan di Lotim. Disebutkannya, untuk saat ini pihaknya menyiagakan tiga regu siaga yang terdiri dari 30 orang. Para petugas itu stand by untuk menjaga halhal yang sifatnya emergency berupa luapan air, pohon tumbang dan lain sebagainya yang sewaktu-waktu terjadi pada musim penghujan tahun ini. Jumlah itu, katanya, tentunya sangat sedikit jika dibandingkan dengan luar wilayah di Kabupaten Lotim. “Memang yang masih menjadi kendala kita adalah keterbatasan armada dan personel,” akunya. Maka dari itu, ia mengajak keterlibatan desa dan semua

(Suara NTB/yon)

SAMPAH - Kondisi Pantai Labuhan Haji yang masih dipenuhi oleh sampah yang merupakan momok memprihatinkan. Perlu kesadaran bersama untuk membersihkan sampah di lingkungan kita dan fasilitas umum. stakeholder untuk berpartisipasi bersama-sama mencintai lingkungan dengan melakukan pembersihan terhadap saluran irigasi minimal satu minggu satu kali. Apabila itu secara rutin dilakukan, katanya, maka dipastikan tidak ada lagi ditemukan penyumbatanpenyumbatan pada saluran irigasi yang menyebabkan terjadinya banjir. “Kita berharap pemerintah desa juga berpartisipasi. Minimal satu semi-

nggu sekali gotong royong membersihkan lingkungan di tingkat desa,”ujarnya. Hal itu sejalan dengan Program Sistem Padasuka yang diluncurkan oleh DLHK Lotim. Program itu merupakan program desa sadar kebersihan. Bersih dari sampah, bebas dari kumuh, dan bebas dari gersang. Dalam program ini, bagaimana dibangun TPS, bank sampah dengan melibatkan masyarakat secara penuh. (yon)


SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Lahan Pertanian Terus Menyusut Penderita DBD Meningkat KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Lombok Barat (Lobar) cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, dari data pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Tripat Gerung saja hingga akhir pekan kemarin tercatat mencapai 49 orang. “Sampai saat ini data terakhir pasien DBD yang dirawat di rumah sakit mencapai 49 orang, cenderung meningkat ini,” kata Direktur Rumah Sakit Tripat Gerung, drg Arbain Ishak. (Suara NTB/her) Arbain merincikan penderArbain Ishak ita DBD yang dirawat di rumah sakit di antaranya dari Kecamatan Kuripan paling banyak mencapai 23 orang, Kediri 4 orang, Labuapi 1 orang, Gerung 6 orang dan Sekotong 6 orang serta ada dari daerah Lombok Tengah sebanyak 8 orang ditambah dari Palu 1 orang yang dirawat di rumah sakit. Diakui secara jumlah ada peningkatan penderita DBD dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi pasien saat ini, jelas dia, rata-rata membaik, karena sudah tertangani. Sampai saat ini tidak ada korban meninggal, bahkan ada yang sudah boleh pulang, karena kondisi sudah sembuh. Dalam hal penanganan sendiri, pihak rumah sakit tidak mengalami kendala. Sebab pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Dikes. Penyebab DBD ini, jelas Arbain, perubahan musim di mana terjadi curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banyak genangan, sehingga memicu penyebaran sarang nyamuk lebih cepat berkembang biak. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat jelas dia, bisa dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging. Menurutnya PSN ini begitu penting dilakukan untuk mencegah penyeberangan sarang nyamuk. “Kami sudah koordinasi dengan dinas dalam hal ini Puskesmas, sebab mereka yang akan melakukan tindakan pembersihan dan fogging,” jelas dia. Di wilayah Puskesmas Gunungsari, DBD yang tahun lalu tidak pernah menjangkit masyarakat setempat justru ditemukan awal tahun ini.”Memang di awal tahun ini sudah ada mulai terjadi kasus, baik yang kita tangani maupun yang langsung ke rumah sakit. kita di puskesmas juga sudah mengantisipasi,” ujar Kepala Puskesmas Gunungsari, H. Akmal Rosali belum lama ini. (her)

Buku Tabungan Ratusan KK Korban Gempa Terpaksa Ditahan Giri Menang (Suara NTB) Ratusan korban gempa di Lombok Barat (Lobar) belum diberikan buku tabungan, akibat nama pihak penerima di buku tabungan tidak ada di wilayah setempat. Pihak bank tidak berani membagikan buku tabungan lantaran nama penerima di buku tabungan rata-rata para suami berada di luar negeri menjadi TKI. Pihak bank meminta agar dilakukan pengusulan perubahan nama penerima di bank melalui Pemda barulah korban gempa tersebut bisa diberikan buku tabungan. Hal ini diakui Kepala Desa Kuripan Selatan Zulkarnain, saat memantau pembagian buku tabungan di kantor desa setempat Minggu ((27/1). Disebutkan, di desa setempat terdapat 733 KK rumahnya rusak terdampak gempa. Terdiri dari 53 unit rusak berat, sisanya rusak sedang dan ringan. Dari 733 KK korban gempa ini semua sudah keluar buku tabungan sesuai SK Bupati. Namun pembagian dilakukan dalam dua hari, mengingat tidak semua bisa diambil pada hari pertama. Untuk pembagian tahap II, ada dua dusun menyusul yakni Aik Jambe dan Embung. Namun diakui, kendala dihadapi menyusul ada sekitar ratusan KK tak bisa menerima buku tabungan akibat nama yang tertera di buku tabungan tidak ada di desa setempat. Pihaknya pun sudah mengkonfirmasi pihak bank untuk mencari solusi. Sejauh ini solusi yang bisa dilakukan nama penerima dalam buku tabungan diubah atas nama istri. Sementara itu pihak BRI melalui Koordinator Pembagian Rekening di Desa Kuripan Gusti Lanang mengatakan, pihaknya tidak berani membagikan buku tabungan kepada korban gempa yang namanya tertera tapi orangnya tidak ada di daerah setempat, karena merantau ke luar negeri. Agar para korban gempa ini bisa memperoleh bantuan, maka prosesnya dilaporkan dulu ke BPBD untuk penggantian nama di rekening. Sehingga terbit nama yang baru di rekening, mungkin atas nama istri atau anaknya barulah buku tabungan bisa diberikan. Prosesnya, jelas dia, nantinya desa dan fasilitator menyampaikan permohonan ke Pemda dalam hal ini BPBD untuk mengusulkan penggantian nama, apakah penerima yang naik di buku tabungan itu atas nama anak atau istrinya. Selanjutnya atas dasar itulah, nanti pihak bank memproses sesuai perubahan nama penerima tersebut. Selain itu, pihaknya juga menemukan ada kekeliruan nama dan alamat. Sehingga perlu dilakukan koordinasi dan cross check dengan kepala dusun untuk memastikan mereka sebagai penerima. (her)

Produksi Padi Loteng Disalip Sumbawa Praya (Suara NTB) Luas lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dari tahun ke tahun terus menyusut. Imbas dari alih fungsi lahan yang tak terbendung. Kondisi tersebut membuat produksi padi di Loteng nyaris stagnan. Bahkan kini, status sebagai dari penghasil gabah terbesar di NTB sudah disalip oleh Kabupaten Sumbawa. “Kalau dulu, kita (Loteng) sebagai daerah penghasil gabah tertinggi di NTB. Tapi sekarang, posisi kita turun ke posisi kedua setelah Kabupaten Sumbawa,” aku Kepala Dinas Pertanian Loteng, L. Iskandar, kepada Suara NTB, Sabtu (26/1). Salah satu penyebabnya, karena memang luas lahan pertanian di Loteng terus menyusut dan alih fungsi lahan. Di mana banyak lahan-lahan pertanian produktif di Loteng kini sudah berubah

menjadi perumahan maupun yang lain yang merupakan imbas dari laju pembangunan yang cukup besar di daerah ini. Menurutnya, data Dinas Pertanian Loteng menyebutkan kalau luas lahan pertanian di Loteng mencapai 54 ribu hektare lebih. Namun dari hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah pusat, luas lahan pertanian di Loteng saat ini tidak sampai 50 ribu hektare. “Data resminya memang belum kita terima. Sehingga keabsa-

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Giri Menang (Suara NTB) - ara warga di desa nya. Pihak 1234567890123456789012345678901212 Puluhan Kepala Keluarga BPBD meminta dikirim foto 1234567890123456789012345678901212 (KK) korban terdampak angin rumah warga rusak, pihak 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 puting di Lombok Barat (Lo- desa sudah mengirimkan 1234567890123456789012345678901212 bar) yang rumahnya rusak be- foto dan data tersebut han1234567890123456789012345678901212 lum semua tersentuh bantu- ya saja sampai saat ini be1234567890123456789012345678901212 an. Sebagian korban angin lum ada tindak lanjut. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 puting beliung ini rata-rata Saat ini, jelas dia, korban 1234567890123456789012345678901212 masih mengungsi di rumah angin puting beliung butuh 1234567890123456789012345678901212 tetangga akibat rumahnya ru- bantuan berupa terpal, tikar 1234567890123456789012345678901212 sak disapu angin. Mereka tak dan selimut serta sem1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 berani menempati rumahnya, bako. Terutama warga yang 1234567890123456789012345678901212 karena khawatir angin tak bisa menempati 1234567890123456789012345678901212 susulan. Saat ini mereka bu- rumahnya. Pihak desa me1234567890123456789012345678901212 tuh bantuan berupa terpal, minta warga jangan dulu me1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tikar, selimut dan sembako. nempati rumah akibat kon1234567890123456789012345678901212 Di Desa Giri Sasak Keca- disi dan khawatir angin sus1234567890123456789012345678901212 matan Kuripan menjadi daer- ulan yang kerap kali terjadi. 1234567890123456789012345678901212 ah terparah terkena angin putSementara itu, Kepala 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ing Beliung. Di desa ini terda- Seksi Logistik pada BPBD 1234567890123456789012345678901212 pat 4 dusun terkena angin put- Tohri menyebutkan total ru1234567890123456789012345678901212 ing beliung. Masing-masing mah warga yang rusak seban1234567890123456789012345678901212 Dusun Kayuk Putek sebany- yak mencapai 45 unit. Terdiri 1234567890123456789012345678901212 ak 5 KK, atap rumah diter- di Sekotong Tengah sebany1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 angkat angin hingga bebera- ak 3 unit rumah, Desa La1234567890123456789012345678901212 pa meter. Di Dusun Buntage buan Tereng 7 unit rumah, 1234567890123456789012345678901212 5 unit rumah, Lendang Sedi Desa Kuripan Induk 4 unit 1234567890123456789012345678901212 4 unit dan satu unit di Per- rumah, Desa Kuripan Selatan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 endekan Selatan 1 rumah, se- 7 unit rumah, Giri Sasak 15 1234567890123456789012345678901212 hingga total KK yang terdam- unit, Desa Jagaraga 1 unit ru1234567890123456789012345678901212 pak sebanyak 15. mah. Di Kecamatan Kediri se1234567890123456789012345678901212 “Ada beberapa KK yang banyak 4 unit rumah, Desa 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 masih mengungsi di rumah Midang Kecamatan Gunung1234567890123456789012345678901212 tetangga, karena tak bera- sari 4 unit rumah. 1234567890123456789012345678901212 ni tempati rumahnya. Pihaknya sudah men1234567890123456789012345678901212 Takut angin datang lagi. yalurkan bantuan kepada 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sejauh ini belum ada ban- korban gempa. Bantuan yang 1234567890123456789012345678901212 tuan yang diberikan oleh mendesak jelas dia berupa 1234567890123456789012345678901212 Pemda,” jelas Kepala Desa terpal untuk menutupi ru1234567890123456789012345678901212 Giri, Sasak Hamdani. mah mereka yang rusak. Se1234567890123456789012345678901212 Dikatakan, sejauh ini pi- lain itu diberikan selimut dan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 hak desa belum bisa men- tikar yang bisa dibantu. Un1234567890123456789012345678901212 gusulkan secara resmi mela- tuk bantuan sembako sejauh 1234567890123456789012345678901212 lui surat kepada pihak Pem- ini belum ada, namun 1234567890123456789012345678901212 da sebab kondisi selama demikian pihaknya akan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tiga hari masih mati lampu mencoba mengusulkan ke 1234567890123456789012345678901212 di daerah setempat. Namun pimpinan. Sebab stok sem1234567890123456789012345678901212 pihaknya sudah memberi- bako yang ada diperuntuk1234567890123456789012345678901212 tahukan sebatas lisan kepa- kan bagi korban bencana 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 da pihak Pemda, bahkan ia gempa. “kami masih 1234567890123456789012345678901212 menyampaikan langsung ke menunggu petunjuk pimpi1234567890123456789012345678901212 bupati saat menghadiri ac- nan,” imbuhnya. (her) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212

Tilar Negara dan Miftahul Butuh Uluran Tangan

KONDISI kedua bocah ini kian memperihatinkan lantaran tak mendapatkan penanganan medis yang memadai, akibat keluarga tak mampu membiayai. Kedua bocah dari keluarga miskin ini butuh uluran tangan agar segera mendapatkan penanganan medis. Saat disambangi wartawan, Tilar tengah tertidur pulas di atas gendongan sang nenek. Semenjak lahir hingga sekarang, Tilar tinggal bersama ibu di rumah kakek dan neneknya. Bapak dan ibunya, telah bercerai sejak ia masih dalam kandungan. Sejak bercerai, bapaknya menghilang dan tak pernah menengok Tilar. Praktis Tilar pun dirawat oleh sang ibu dan kakeknya. Ibu dan kakeknya bekerja sebagai buruh batu bata untuk menghidupi keluarga, penghasilan yang diperoleh hanya Rp30-60 ribu. Ibunya akan memperoleh upah Rp30 ribu, jika mampu membuat 500 unit batu bata. Himpitan hidup semakin berat, ketika Tilar mengalami penyakit mata yang berdampak kelopak matanya membesar seperti bola pimpong. “Awal

mula Tilar mengalami sakit mata sebulan lalu, sudah kami bawa berobat ke puskesmas, tapi sekedar dikasih obat salep dan penahan rasa sakit. Sekarang matanya kian membesar,” tutur sang nenek, Rakmah. Dua kali dibawa ke puskesmas, sakit mata Tilar pun berangsur sembuh. Namun belakangan membengkak lagi, karena obatnya sudah habis. Neneknya kewalahan pembiayaan berobat karena Tilar

baru. Yang ada justru terus berkurang. Tapi kalau Kabupaten Sumbawa masih sangat memungkinkan, karena memang luas daerahnya yang begitu luas,” tegas Iskandar. Untuk bisa mengejar produksi gabah Kabupaten Sumbawa, satu-satunya cara ialah dengan menggenjot produktivitas padi, supaya lahan-lahan pertanian di Loteng bisa meningkat produktivitasnya. Mengingat, untuk saat ini produktivitas lahan pertanian di Loteng masih pada kisaran 5 ton per hektare. Kalau itu bisa dipacu, maka secara otomatis bisa menigkatkan produksi gabah secara total. “Salah satu satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian ialah dengan pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna,” pungkasnya. (kir)

Korban Puting Beliung di Lobar Butuh Bantuan Terpal dan Sembako

Diserang Penyakit Berat

Dua bocah dari kalangan keluarga miskin, masing-masing bernama Tilar Negara (2,3) asal Dusun Gumise Selatan Desa Giri Tembesi Kecamatan Gerung dan Miftahul Sulhi (13) asal Dusun Kebon Lauq Desa Sesela Kecamatan Gunungsari mengidap penyakit berat.Tilar menderita penyakit aneh pada bagian mata. Kelopak matanya membesar keluar sebesar bola pimpong, sedangkan Miftahul mengidap penyakit rematik jantung.

han informasi tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan. Tapi kalau melihat kondisi luas tanam pada musim tanam sekarang ini bisa jadi informasi tersebut benar,” ujarnya. Saat ini, hingga memasuki akhir tanam musim tanam pertama luas area tanam memang sudah mencapai 60 ribu lebih. Tapi dari total tersebut ada 11 ribu hektare lebih di antaranya berupa lahan tegalan. Sementara yang berupa area persawahan hanya

sekitar 49 ribu lebih. Iskandar mengatakan, dari sisi produksi gabah memang ada peningkatan dari sekitar 476 ribu ton. Meningkat menjadi 520 ribu ton pada tahun lalu. Namun peningkatan tersebut belum cukup untuk menyaingi produksi gabah Kabupaten Sumbawa. “Luas lahan pertanian mereka (Sumbawa) cukup luas. Jadi wajar jika produksi gabahnya tinggi,” sebutnya. Beberapa tahun luas lahan pertanian di Kabupaten Sumbawa masih di bawah Loteng. Tapi kini luas lahan pertanian Kabupaten Sumbawa sudah jauh di atas Loteng setelah adanya program cetak sawah baru dari pemerintah. “Kalau Loteng bisa dikatakan tidak mungkin bisa mencetak sawah

tidak punya BPJS. Sedangkan ibu dan nenek serta kakeknya punya BPJS. Tilar pun terpaksa dirawat seadanya. Setiap hari, ia harus menahan rasa sakit. Bahkan terkadang tak bisa tidur akibat rasa sakit yang dirasakan. Pihak keluarga berharap agar Tilar segera ditangani secara intensif, sebab kondisi mata yang sudah tak bisa melibat akibat tertutup benjolak kelopak matanya. “Rencananya hari Senin kami akan bawa berobat lagi ke rumah sakit. Ada yayasan yang membantu,” imbuhnya Sementara itu, Miftahul Sulhi seorang bocah di Sesela menderita penyakit parah yaitu Rematik Jantung. Gejala awal, bocah malang ini mengalami radang tenggorokan, demam tinggi, panas dingin, kurang nafsu makan. Miftahul sendiri sudah bolak-balik berobat ke

puskesmas dan Rumah sakit bahkan berobat tradisional herbal namun belum juga ada perubahan. “Dan sampai terakhir dibawa ke rumah sakit. Saat diperiksa di rumah sakit provinsi disarankan berobat ke luar kota dan akan dirujuk ke sana. Adik Miftahul divonis menderita penyakit rematik jantung,”kata kerabatnya, Selvi. Miftahul sendiri sejak 3 tahun lalu berjuang melawan kerasnya sakit yang diderita. Kondisi sekarang yang dirasakannya, nyeri pada perut. Bagian perutnya membesar terasa keras kencang, cepat lelah dan sesak nafas. Selama ini Miftahul tidak bisa tidur terlentang atau berbaring seperti kehidupan yang normal. Untuk membantu Miftahul warga Sesela dan Sahabat Yatim Dhuafa pun mengadakan gerakan pengumpulan donasi Rp1.000. (her)

(Suara NTB/her)

BUTUH PERHATIAN - Tilar Negara penderita penyakit berat di bagian matanya. (kiri). Miftahul Sulhi, anak penderita rematik jantung dan dalam upaya pengobatan ke luar daerah.

(Suara NTB/kir)

BERSIHKAN SUNGAI - Babinsa dan warga Desa Tanak Rarang turun ke sungai untuk membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di sungai, Sabtu (26/1).

Khawatir Banjir, Warga Tanak Rarang Bersihkan Sungai Praya (Suara NTB) Puluhan warga Desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat, Sabtu (26/1) turun ke sungai bersama Babinsa dan aparat desa setempat. Mereka membersihkan tumpukan sampah yang menggunung akibat hujan lebat yang melanda wilayah desa setempat sehari sebelumnya. Bermodal alat seadanya, warga berupaya membersihkan dua batang pohon yang tumbang dan tumpukan sampah yang sempat membuat sejumlah wilayah desa setempat diterjang banjir. “Kita sudah dua hari ini turun membersihkan sampah di sungai,” aku Kepala Desa Tanak Rarang, H. Najmul Hadi. Dikatakannya, warga mau tidak mau harus turun membersihkan sampah, karena khawatir terjadi banjir kembali. Mengingat, intensitas hujan diperkirakan masih akan cukup tinggi hingga beberapa ke depan.

Belum lagi kekhawatiran tumpukan sampah tersebut bisa memuat jembatan utama yang menghubungkan ke beberapa desa tetangga bisa ambruk. “Sampah ini menumpuk di bawah jembatan. Jadi kalau tidak segera dibersihkan, jembatannya bisa putus,” akunya. Sementara, jembatan tersebut merupakan jalur ekonomi masyarakat menuju desa tetangga. Pihaknya tidak ingin kejadian jembatan putus beberapa waktu yang lalu, akibat terjangan sampah terjadi lagi. Ia mengatakan, tumpukan sampah tersebut terbawa arus air yang deras dari daerah hulu. Pasalnya, sungai tersebut merupakan sungai utama yang merupakan induk dari beberapa sungai kecil lainnya yang menjadi sumber air baku untuk Bendungan Pengga. “Kalau sampai banjir datang lagi dan membuat jembatan putus, masyarakat bisa

kesulitan untuk mendapat akses ekonomi,” tambah Babinsa Tanak Rarang, Sertu L. Mardana. Sebelumnya, Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, mengingatkan soal potensi cuaca ekstrem yang bakal terjadi di wilayah Loteng khususnya hingga beberapa ke depan dan bisa memicu hujan lebat. Sehingga warga diminta waspada dan aktif membersihkan sungai ataupun kali dari tumpukan sampah. Pasalnya, beberapa wilayah yang sudah diterjang banjir hampir semua dikarenakan luapan air sungai. Sungai meluap akibat tumpukan sampah serta mulai menyempit dan dangkalnya sungai-sungai yang ada. “Itu dikarenakan sedimen yang tinggi dari sampah,” tegasnya. (kir)

Banyak Korban Gempa Tak Masuk Daftar Giri Menang (Suara NTB) Pembagian buku tabungan bagi korban gempa yang rumahnya rusak sedang dan ringan mulai dilakukan oleh tim Pemda Lombok Barat (Lobar) bersama BRI. Sejumlah persoalan ditemukan di lapangan, mulai dari banyaknya korban gempa belum masuk daftar penerima bantuan dalam SK bupati hingga pendataan salah kamar. Banyak juga korban gempa yang masuk data namun belum menerima rekening bantuan. Hal ini menjadi keluhan korban gempa hampir di seluruh Lobar. Seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kuripan. Minggu (27/1) di Kantor Desa Giri Sasak tampak dipadati warga yang mau mengambil buku tabungan. Mereka begitu kegirangan karena segera mendapatkan bantuan. Kades Giri Sasak Hamdani, mengaku, jumlah korban gempa yang mendapat buku tabungan sebanyak 260 KK lebih. “Sedangkan yang kami usulkan 500 KK , tapi yang baru peroleh buku tabungan 260 KK. Banyak yang belum masuk data dan banyak yang sudah data tapi tidak mendapatkan rekening. Ini jadi keluhan warga,” ungkapnya. Menurutnya, total kerusakan rumah akibat gempa di desa nya mencapai 500 unit. Terdiri dari rusak berat 60 KK sedangkan sisanya rusak sedang dan ringan. Korban gempa yang mengalami rusak berat ini pun belum semua terealisasi. Sebab baru 34 KK yang sudah menerima bantuan. Ia mengaku pihaknya sudah mengusulkan semua data ke Pemda, hanya saja yang baru turun 260 KK sedangkan setengahnya belum ada kejelasan.

(Suara NTB/her)

MENGELUH - Warga Dusun Tongkek Desa Kuripan Induk mengeluh belum mendapatkan buku tabungan. Mereka mengharapkan pemerintah segera memfasilitasi korban gempa yang belum terdata. Hal serupa terjadi di Desa Kuripan Induk. Banyak warga setempat mengeluh karena belum menerima buku tabungan. seperti di RT 1 Dusun Tongkek, sekitar 17 warga yang tak masuk daftar penerima bantuan padahal sejak awal pihak desa, kecamatan dan tim pemda sudah turun melakukan pendataan. Saharudin warga setempat salah satu yang belum mendapatkan bantuan mengaku rumah rusak pada bagian tembok. ”Nama saya sudah masuk data, namun tidak ada yang keluar pada saat pembagian buku tabungan, jadi saya tidak terima buku tabungan,” keluhnya. Ia mengeluh, pemberian bantuan terkesan pilih kasih sehingga bantuan tidak merata. Hal serupa dialami Muhammad dan Mulianah, mereka mengeluh karena belum masuk namanya dalam data penerima bantuan. Akibat bantuan yang tak merata di-

terima korban gempa ini, sempat memicu keributan kecil. Warga mendatangi rumah pejabat desa untuk mempertanyakan hal tersebut. Menanggapi persoalan ini, Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman L Ratnawi mengatakan semua korban gempa baik rusak berat, sedang dan ringan dipastikan memperoleh bantuan perbaikan rumah. Bagi korban gempa yang belum memperoleh buku rekening dipastikan diberikan menyusul. Pihaknya menargetkan pembagian buku tabungan bisa tuntas Maret mendatang. “Yang belum dapat pasti menyusul diberikan, ini kan pembagian terus dilakukan setiap hari,” jelas dia. Terkait bantuan yang salah kamar, pihaknya akan mengerahkan tim fasilitator untuk melakukan verifikasi lagi agar bantuan ini tepat sesuai kategori kerusakan. (her)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Halaman 6

Suara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbawa

Libatkan Masyarakat Rapikan Naskah Arsip Sumbawa Besar (Suara NTB) Arsip menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi. Tentunya untuk meningkatkan keabsahan dari sebuah naskah arsip, tidak bisa hanya dilakukan oleh lembaga ataupun instansi pemerintah. Untuk itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) akan melibatkan peran serta masyarakat. Kabid Pembinaan Sumber Daya Kearsipan

Dinas Perustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa, Salman, S.Sos menyampaikan, pihaknya harus melibatkan masyarakat untuk mencapai tujuan dari tugas fungsi sebagai lembaga kearsipan. “Jadi kita akan melibatkan tokoh-tokoh sejarawan, penulis, budayawan sejarah untuk membantu kita nantinya. Supaya tingkat validitas keabsahan sebuah naskah itu bisa dipertanggung jawabkan nantinya. Kita harus libatkan masyarakat luar. Inipun hajat dari reformasi birokrasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, berbicara sejarah tentu sangatlah luas. Karena ada pelaku, situs dan lainnya. Namun pihaknya tidaklah masuk dalam konteks tersebut. Tetapi lebih kepada konteks arsip. “Kita semata-mata masuk ke naskah terkait arsip sejarah. Bukan sejarah secara luas. Jadi butuh orang-orang yang peduli, penulis, pewaris saksi sejarah. Kita libatkan di masyarakat sejarawan,” terangnya. Rencananya, pihaknya akan membentuk Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). Dalam hal ini nantinya akan

membantu pihaknya untuk mendapatkan informasi tentang arsip sejarah. “Bulan dua kita akan bentuk. Mereka ikut membantu kita dari awal tahun untuk mendapatkan informasi tentang arsip sejarah,” tandasnya. Di tahun 2019 ini, lanjutnya, pihaknya juga akan mengadakan kegiatan bedah buku. Dimana ada tiga judul buku yang akan dibedah, dari hasil lomba penulisan sejarah lokal. Adapun lomba penulisan sejarah lokal sebelumnya dilaksanakan untuk membangun semangat

masyarakat sumbawa menulis sejarahnya sendiri. Karena faktanya sekarang banyak catatan sejarah yang terlewatkan karena tidak pernah ditulis. Kalaupun pernah ditulis sulit sekali mendapatkan sumbernya. “Buku Sumbawa sulit sekali kita dapat. Sebab pewaris agak sulit mengeluarkan, karena menganggap ini barang berharga. Padahal kita tidak ingin memiliki, semata-mata untuk dititip simpankan. Tetap mereka sebagai pemilik, itu yang kita harapkan. Masyarakat ini ada kesadaran untuk menyimpan,”

jelasnya. Saat ini, pihaknya sudah memiliki fasilitas yang memadai untuk menyimpan arsip. Bahkan kedepannya akan ada brankas untuk penyimpanan. Makanya pihaknya sudah melakukan sosialisasi gerakan sadar tertib arsip di beberapa titik daerah bantaran sungai. Dalam hal ini pihaknya mengharapkan masyarakat masyarakat dengan sadar berkeinginan untuk menyimpan arsip yang dianggap berharga. Seperti ijazah, raport, sertifikat dan lainnya. (arn/ind/*)

Salman (Suara NTB/arn)

GMNI Sumbawa Diskusikan Pemilu 2019 dalam Kacamata Medsos Sumbawa Besar (Suara NTB) DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumbawa menggelar diskusi menyikapi Pemilu 2019 dari kacamata Media Sosial (Medsos), sebagai sebuah berkah atau bencana, Minggu (27/1), di Kantor Desa Kerato. Melihat indikasi munculnya berita hoaks Pemilu dan ujaran kebencian yang cukup marak di medos, diharapkan melalui diskusi muncul pemahaman bersama untuk menggunakan Medsos secara bijak. Diskusi yang dibuka Asisten Pemerintahan Setda Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan, M.Pd, tersebut menghadirkan Sekretaris Dinas Kominfotik Sumbawa, Rachman Ansori S.Sos, M.Se, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbawa, Syamsihidayat S.IP sebagai panelis. Dengan peserta dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan OKP. Ketua DPC GMNI Sumbawa, Faizal Ali Akbar, menyatakan dasar kegiatan ini melihat fenomena media sosial menjelang Pemilu tidak lagi sekedar ruang interaksi, tetapi alternatif dalam menyampaikan program dalam kampanye Pemilu. Namun media sosial juga memiliki implikasi negatif yang dikarenakan fanatisme terhadap masing masing calon yang akan bertarung dalam Pemilu 2019. Salah satunya digital vigilantism sebagai realitas dalam penggunaan medsos, saat sekelompok warga negara dibuat tersinggung oleh aktifitas warga lainnya. Yang kemudian membalas secara terorganisir menggunakan platform media sosial. “Makanya kita gelar diskusi ini, ada pemahaman bersama tentang penggunaan medsos yang baik terkait Pemilu 2019,” terangnya. H. Asisten Pemerintahan, menyatakan perlunya menjaga kondusivitas selama suasana demokrasi menjelang Pemilu 2019. Tidak mudah terpancing oleh berita hoaks yang memecah belah. Semua pihak harus mampu meminimalisir gejolak yang dapat merusak persatuan. “Marilah kita gunakan Medsos secara bijak,” ajaknya. Perbedaaan pilihan politik menurut H. Ikhsan, jangan sampai memunculkan permusuhan hingga mengorbankan persaudaraan. Tetapi perbedaan hendaklah dipahami sebagai upaya mencari pemimpin terbaik. Saling bertukar pikiran dan memupuk persahabatan. Sekretaris Dinas Kominfotik Sumbawa, Rachman Ansori, menyatakan, medsos seolah telah menjadi tumpuan utama dalam mencari dan menyebarkan informasi. Sehingga medsos sudah menjadi teman sehari-hari. Khusus terkait pemilu, Diskominfotik juga memantau media sosial atas instruksi dari Kementerian Kominfo. Dan kementerian telah mengeluarkan puluhan release mengenai konten hoaks di media sosial. Saat ini diketahui Facebook, Instagram, Twiter, merupakan akun media sosial terbanyak, dan diikuti oleh media sosial lainnya. Dijelaskan, media sosial menjadi berkah bila dapat dimanfaatkan secara baik dan bijak. Namun perlu peran semua pihak untuk mencerdaskan masyarakat dalam mengkonsumsi dan menggunakan media sosial. “Pemilu dalam kaca mata media sosial adalah hal biasa saja. Namun yang luar biasa bagaimana peran kita menjadikan Medsos ini sebagai berkah,” tukasnya. Menurut birokrat yang juga tokoh NU Sumbawa ini, OKP dapat menjadi agen yang mencerdaskan masyarakat. Untuk menghindarkan masyarakat dari informasi hoaks. “Hoaks, karena tidak tahu, sehingga kita menganggap apa yang disampaikan adalah benar. Jadi, mari kita lawan satu berita hoaks dengan 10 berita baik,” tegasnya. Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsihidayat S.IP, menjelaskan dalam berkampanye menggunakan media sosial, tim kampanye harus mendaftarkan maksimal 10 akun media sosial yang digunakan. Kemudian akun tersebut akan dipantau dari hujatan, ujaran kebencian dan black champaign. Dugaan pelanggaran mesti dilaporkan selambatnya 7 hari semenjak terjadi. Apabila melewati tenggang waktu tersebut, maka dianggap kadaluarsa. “Kami menyelesaikan persoalan harus diputuskan maksimal 14 hari, dan harus memutuskan sebagai pelanggaran atau tidak. Kamudian akan diteruskan ke kepolisian apabila itu diputuskan sebagai Pelanggaran. Bawaslu meminta bila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran dalam pemilu, segera dilaporkan kepada Panwaslu di masing-masing wilayah. Selanjutnya Bawaslu akan melakukan pendalaman terhadap laporan Masyarakat. “Masalah pelanggaran Pemilu melalui media sosial juga sudah diatur dalam UU Pemilu termasuk dalamnya mengatur sanksi apabila terjadi pelanggaran,”kata Syamsi seraya meminta masyarakat juga ikut bersama sama mengawasi proses pelaksanaan Pemilu. (arn)

(Suara NTB/ist)

USAI DISKUSI - Sekretaris Kominfotik dan Ketua Bawaslu bersama GMNI dan OKP lainnya usai diskusi di Kantor Desa Kerato, Minggu (27/1).

Korban Puting Beliung Berharap Perhatian Pemerintah Sumbawa Besar (Suara NTB) Kerusakan akibat angin puting beliung yang menghantam tiga dusun di desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk bertambah. Dari sebelumnya 19 rumah, kini menjadi 23 rumah ditambah tiga Sekolah Satu Atap (Satap). Sehingga diharapkan Pemkab dapat memperhatikan dan memberikan bantuan kepada korban. Seperti dilaporkan Kepala Desa Emang Lestari, Deni Murdani S.P, kepada Suara NTB, Minggu (27/1) kemarin, hujan lebat yang disertai angin puting beliung, Kamis lalu, telah menghempaskan 26 bangunan, yang terdiri dari rumah warga dan tiga Satap. Dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp400 Juta. Ada lima rumah yang rusak total akibat bencana ini. Sebagian lagi atap rumah mengalami kerusakan total. Begitu pula dengan sekolah juga mengalami kerusakan bagian atap. Terkait hal ini, Pemerintah Desa sementara ini telah mengungsikan warga yang terkena dampak bencana alam angin puting beliung ke tempat yang lebih aman. Kemudian ssecara swadaya melakukan gotong royong bersama Koramil dan masyarakat setempat. Harapannya, Pemkab melalui Dinas terkait daoar memperhatikan dan memberikan bantuan keada korban bencana. “Kami sangat berharap, Pemkab turun tangan membantu korban bencana ini,” kata Deni. Sementara ini warga diungsikan ke rumah tentangga dan keluarga terdekat. Sambil tetap meminta warga untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Maluk Paling Parah Kepala Pelaksana BPBD KSB, Ir. Lalu Muhammad Azhar MM, menyebutkan hingga kemarin, sekitar 33 rumah dan satu tempat ibadah rusak akibat angin puting beliung di KSB. Pihaknya kini melakukan pendataan dan total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta. “Rata-rata rumah ini sudah tidak memiliki atap lagi akibat tersapu angin. Ada juga rumah yang temboknya roboh, sehingga perlu pengecekan lapangan langsung. Yang patut kita syukuri tidak ada satupun korban jiwa dalam musibah tersebut,” ungkapnya kepada Suara NTB, belum lama ini. Ada tiga kecamatan yang terdampak bencana tersebut, Kecamatan Maluk, Sekongkang dan Brang Rea. Dari tiga lokasi itu, Maluk merupakan wilayah yang paling banyak kerusakannya. Hal ini berdasarkan laporan camat setempat, dengan harapan bisa diberikan bantuan segera. Di Maluk, sekitar 21 unit rumah rusak berat, sedang dan ringan. Sementara di lokasi lain sampai kini belum melaporkan jumlah kerusakan secara resmi. Untuk tahapan penanganan sementara, pihaknya sudah mengirimkan makanan dan selimut kepada para korban.

haknya menurunkan tim memeriksa desa di delapan kecamatan. Selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan di desa yang berada di kecamatan lainnya. Dimana pemeriksaan yang dilakukan sebanyak enam tahap. “Tahap pertama sudah kita mulai tanggal 6 Januari. Untuk tahap pertama waktunya 15 hari untuk pemeriksaan beberapa desa di delapan kecamatan. Nanti tahap kedua sisa desa di kecamatan itu.

“Kita masih mendata kerusakannya secara keseluruhan. Kita juga minta supaya ada laporan resmi dari Kecamatan agar kita bisa tindak lanjuti dengan cepat,” imbuhnya. Ia mengimbau seluruh

masyarakat KSB untuk tetap waspada. Terutama di lokasi yang dianggap rawan bencana baik itu banjir tanah longsor maupun angin puting beliung. Khusus di kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Taliwang, pi-

haknya meminta masyarakat waspada banjir. Sementara untuk wilayah selatan yakni Kecamatan Maluk dan Sekongkang bencana yang kiranya akan terjadi yakni tanah longsor. (arn/ils)

Pusat Konfirmasi Pembangunan Tiu Suntuk Dimulai Tahun Ini (Suara NTB/ist/dok DLH KSB)

DITANAMI JAGUNG - Sekda KSB H. Abdul Azis saat meninjau lahan TPS Ujicoba Osamptu di kecamatan Seteluk yang ditanami jagung oleh warga.

Lahan TPS Ujicoba Osamtu Ditanami Jagung Taliwang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kecolongan. Lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di desa Senayan, kecamatan Seteluk ditanami jagung oleh warga. Pemanfaatan lahan TPS oleh warga untuk bercocok tanam itu diperkirakan baru dimulai beberapa waktu lalu. Pasalnya tanaman jagung yang ditempatkan di lahan TPS ujicoba Olah Sampah Tuntas (Osamtu) itu masih bertunas. “Iya kita baru tahu beberapa minggu lalu. Dan kami sedang mencari warga yang menanaminya,” kata kepala DLH KSB, Feriyal. Ia mengatakan, warga yang menggunakan sebagian lahan TPS di kecamatan Seteluk itu kemungkinan tidak tahu pemil-

ik dan fungsi tanah tersebut. Pasalnya, lokasi TPS berdekatan dengan lahan pertanian warga lainnya. “Mungkin lihat tidak dimanfaatkan ya mereka tanami. Kan warga biasa seperti itu. Apalagi dekat dengan lahan warga TPS itu,” sebutnya. Menurut Feriyal, pihaknya tidak akan menertibkan tanaman jagung milik warga itu. Menurut dia, ia akan menemui langsung si penanam dan meminta agar setelah memanen tanamannya agar tidak lagi memanfaatkan lahan TPS itu untuk bercocok tanam. “Kasihan kalau kita cabut sekarang, mereka kan juga keluarkan biaya tanam. Jadi kita pendekatan kekeluargaan. Setelah dipanen kami minta agar tidak menanam lagi di lahan itu,” paparnya. (bug)

Inspektorat Mulai Audit APBDes 2018 Sumbawa Besar (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa mulai melakukan pemeriksaan reguler terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018. Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap terhadap desa di 24 kecamatan yang ada. Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, M.M membenarkan pemeriksaan tersebut. Untuk tahap pertama ini pi-

(Suara NTB/Kades Emang Lestari)

ROBOH - Salah satu rumah warga yang roboh diterjang puting beliung di Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, KSB. Kades Emang Lestari (insert).

Baru nanti dilakukan di kecamatan berikutnya. Nantinya pemeriksaan ini sebanyak enam tahap,” imbuhnya. Menurutnya, dalam pemeriksaan ini tidak hanya difokuskan kepada pengunaan Dana Desa (DD). Tetapi terhadap semua anggaran yang masuk dalam APBDes. Baik untuk kegiatan fisik maupun non fisik. Dalam hal ini pihaknya akan melihat secara keseluruhan, guna memastikan penggunaan anggaran

sudah sesuai dengan yang direncanakan. Jika nantinya terdapat kekurangan ataupun yang belum dikerjakan maksimal, maka pihaknya akan dilakukan upaya pembinaan. “Jadi semua yang di APBDes itu kita periksa. Baik DD Maupun ADD. Termasuk dana Kredit Sahabat. Kita melihat secara keseluruhan apakah sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan yang sudah direncanakan,” pungkasnya. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengonfirmasi akan memulai kegiatan pembangunan bendungan Tiu Suntuk di Kecamatan Brang Ene tahun ini. Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan, informasi akan dimulainya pembangunan mega bendungan di KSB itu diperolehnya langsung saat menggelar rapat bersama pihak Kementerian PUPR di Jakarta. “Hari Rabu saya ke Jakarta dan salah satunya membahas soal bendungan itu dengan PUPR. Jadi mereka sudah memastikan kalau Tiu Suntuk masuk dalam program pembangunan bendungan nasional,” terangnya kepada wartawan, Jumat pekan lalu. Pembangunan bendungan Tiu Suntuk yang masuk dalam 16 daftar rencana pembangunan

(Suara NTB/bug)

H. W. Musyafirin tahun 2019 ini, oleh Kementerian PUPR dianggap yang paling siap. Bupati menjelaskan, sejak Pemda KSB mengajukan usulan pembangunannya, pemerintah telah menyiapkan segala sesuatunya. Dan terutama daya dukung masyarakat di kecamatan Brang Ene yang memang meng-

harapkan kehadiran sarana pengairan pertanian tersebut. “Kalau dukungan kita sudah sangat siap. Jadi kapan saja pusat mau mulai bangun kita di lapangan sudah clear semuanya,” klaimnya. Bupati mengaku, pemerintah tidak ingin pengalaman pembangunan bendungan Bintang Bano terulang pada bendungan Tiu Suntuk. Di awal-awal bendungan di kecamatan Brang Rea yang pengerjaannya tengah berjalan sempat mengalami hambatan saat proses pengalihan pembiayaannya ditangani pemerintah pusat. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah kewajiban daerah yang belum bisa terlesaikan. “Agar itu cepat, segala persiapan yang jadi kewajiban kita di Tiu Suntuk kita upayakan selesai lebih dulu. Supaya tidak ada kendala begitu anggaran pusat masuk membiayainya,” cetus Bupati. (bug)

PLTMG Badas Ditargetkan Beroperasi Februari 2019 Sumbawa Besar (Suara NTB)Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Badas, Kabupaten Sumbawa ditargetkan beroperasi pada akhir Februari mendatang. Pembangkit berkapasitas 50 Mega Watt (MW) tersebut saat ini masih dalam pengujian. Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa, Hamzah Hasanuddin mengakui, pembangunan PLTMG Badas sudah selesai. Namun untuk mengoperasikannya, perlu dilakukan rangkaian uji coba hingga dikeluarkannya pengesahan dari lembaga yang menyatakan PLTMG sudah layak beroperasi. Saat ini uji coba tersebut sedang berproses. “Untuk keluar pengesahan dari lembaga yang menyatakan ini sudah layak, itu harus punya rangkaian uji coba,” ujarnya.

(Suara NTB/ind)

Hamzah Hasanuddin Saat ini PLTMG mulai dikoneksikan dengan sistem di Sumbawa. Hal ini membutuhkan proses dan harus secara pelan-pelan. Karena harus

melihat bagaimana kondisinya jika terjadinya gangguan. Sehingga pihaknya menargetkan PLTMG mulai beroperasi di akhir Februari mendatang. “Mudah-mudahan akhir Februari (beroperasi). Karena rangkaiannya panjang juga, banyak sekali tahapannya,” terang Hamzah. Dengan beroperasinya PLTMG kapasitas 50 MW ini nantinya, diharapkan dapat meminimalisir persoalan kelistrikan di Sumbawa. “Gangguan tidak bisa dihindari. Cuma yang kita mau jangan hanya gangguan kecil bikin black out. Kalau yang sekarang mesin kecil dan kurang bagus. Kalau ada gangguan satu maka yang lainnya ikut terganggu. Harapan kita dengan mesin besar ini nantinya, jika ada gangguan tidak terasa,” pungkasnya. (ind)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Halaman 7

Dompu KLB Rabies, Kabupaten Bima Waspada (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima resmi menetapkan wilayah setempat dalam status waspada rabies. Meskipun sampai saat ini belum ada laporan warga yang positif terjangkit penyakit gigitan anjing gila tersebut.

Abdollah

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hew a n (Disnak Keswan)

Kabupaten Bima Ir. Abdollah, mengatakan penetapan status waspada menyusul Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies yang terjadi di Kabupaten Dompu. “Status waspada ini kita keluarkan untuk mengantisipasi terjadinya wabah rabies ma-

suk di Kabupaten Bima,” katanya, akhir pekan kemarin. Dikatakannya secara historis pulau Sumbawa bukan merupakan daerah penyebaran penyakit rabies. Namun perlu langkah antisipasi agar wabah rabies tidak merambat di Kabu-

paten Bima. “Sampai saat ini Kabupaten Bima belum ada laporan warga yang terpapar penyakit ini. tapi perlu langkah antisipasi,” katanya. Menurutnya, setelah mengikuti Rapat koordinasi (Rakor) di tingkat Provinsi NTB belum lama, Abdollah mengaku pihaknya telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi wabah tersebut. Langkah yang dilakukan lan-

Pemulung Berharap Mesin Pencacah Plastik Dompu (Suara NTB) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Dompu dipindahkan dari Bara Kecamatan Woja ke Pandai Desa Lune Kecamatan Pajo. Pemindahan TPA ini berdampak cukup luas, utamanya soal sarana prasarana serta jarak transportasi. Pemulung di TPA juga berganti dan berharap ada mesin pencacah plastik agar hasil mulungnya bernilai lebih. Siti Hajar (47) warga Potu Dua Desa Dorebara Kecamatan Dompu kepada Suara NTB di TPA Pandai Desa Lune, Sabtu (26/1/2019) kemarin mengaku, mulai memulung beberapa bulan setelah TPA Pandai beroperasi. Kebetulan ladangnya berdampingan dengan lokasi TPA, sehingga tertarik untuk mulai mulung dan mencari – cari informasi barang berharga serta pasarnya. “Awalnya kita bawa sendiri ke Bara (lokasi eks TPA Bara). Kita capek dua kali dan harganya tidak banyak,” katanya. Setelah beberapa bulan memulung, beberapa pengusaha mulai mendatangi langsung TPA Pandai. Mereka pun mendapatkan harga yang wajar. Ia pun berharap, mesin pencacah plastik bisa beroperasi di Dompu. Mesin milik We Save yang dikabarkan ada, hingga kini belum beroperasi. Ketika mesin pencacah beroperasi, pihaknya bisa mendapatkan nilai lebih. “Harganya sudah semakin baik. Kalau sudah beroperasi mesin pencacah plastik milik We Save, itu akan jauh lebih bagus lagi,” terangnya. Siti Hajar berinisiatif mengajak warga kampungnya di Potu Dua Desa Dorebara Kecamatan Dompu yang sebelumnya buruh tani untuk mulung. “Semula mereka enggan, takut kena penyakit. Setelah mereka nikmati uang hasil mulung, mereka merasa senang. Berbeda dengan dulu (saat jadi buruh tani), mereka tetap punya utang. Sekarang hari – hari mereka tidak punya utang dan bisa terima uang,” katanya. M. Saleh, pemulung asal Potu Dua Desa Dorebara Kecamatan Dompu ini merasa bersyukur bisa mulung di TPA ini dan bisa mendapatkan tambahan uang yang cukup. Hanya empat bahan yang dicari di TPA yaitu sampah botol plastik, besi, aluminium dan tembaga. Untuk botol plasti dijual seharga Rp1.300 per kg, besi Rp2.500 per kg, aluminium Rp10 ribu per kg, dan tembaga seharga Rp40 ribu per kg. “Sehari kita bisa dapat botol plastik sampai satu karung besar. Biasanya satu karung besar itu beratnya 30 kg,” kata M. Saleh pemulung asal Dorebara ini. TPA di Pandai Desa Lune Kecamatan Pajo ini masih jauh dari standar. TPA yang baru dioperasikan sekitar 1,5 tahun lalu ini belum ada proses pengolahan. Tapi TPA ini jauh dari perkampungan warga dan sudah menjadi lahan milik Pemda Dompu. Bila dibandingkan dengan TPA Bara yang sebelumnya menjadi TPS Kabupaten Dompu, memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. TPA Pandai Desa Lune jaraknya cukup jauh sekitar 15 Km. Akses jalannya sempit dan berliku – liku, sehingga rawan kecelakaan. Berbeda dengan TPA Bara Kecamatan Woja yang hanya sekitar 7 KM dari dalam kota dan melewati akses jalan negara serta tempatnya sudah dibangun tempat pengolahan. Hanya saja, TPA Bara sudah dikuasai warga setelah pemerintah daerah (Pemda) Dompu kalah hingga tingkat kasasi. Lokasinya juga dekat dengan perkampungan warga, sehingga membutuhkan biaya penyemprotan lalat dan bau saat musim hujan. (ula)

Bandar Sabu dan Ganja Diringkus Polisi Dompu (Suara NTB) – Terduga Bandar puluhan gram sabu dan ganja akhirnya diringkus polisi di pertigaan pasar induk, Jumat (25/1) Pukul 17.20 Wita. Ia Fm (23) pria asal Kelurahan Bada Kecamatan Dompu. Dari tangannya berhasil disita 18 gram sabu dan setengah kilogram lebih ganja. Kasubag Polres Dompu, Iptu Sabri, SH., dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (26/1) kemarin menyampaikan, penangkapan terduga bandar barang haram ini dilakukan anggota Resmobda NTB, tak lama setelah mendapat laporan masyarakat akan adanya transaksi narkotika oleh tersangka. Informasi tersebut lantas ditidak lanjuti dengan melakukan proses pengintaian, hingga akhirnya (Suara NTB/Humas Polres Dompu) anggota berhasil me- DIAMANKAN - Terduga nangkap Fm dengan cara bandar inisial Fm (23) saat mencegatnya saat melin- diamankan berikut puluhan tas menggunakan mobil di gram sabu dan ganja yang pertigaan pasar induk. siap edar, Sabtu (26/1). “Melihat keberadaan pelaku Tim Resmobda dibantu Wadanki menangkap tersangka yang saat itu berada dalam mobil,” kata dia. Kendati tidak mendapat perlawanan sedikitpun dari tersangka, namun proses penggeledahan cukup menghebohkan masyarakat, terutama pengguna jalan yang terpaksa berbalih arah lantaran arus lalu lintas sementara ditutup. Dalam penggeladahan mobil dan tubuh yang dilakukan Tim Resmobda NTB itu, Lanjut Sabri, berhasil ditemukan barang bukti sabu dan ganja dengan jumlah tak seberapa, namun dalam penggeledahan rumah didapati bukti lain yang terbilang fantastis, yakni total 18 gram sabu-sabu dan 2,5 gram ganja yang tebungkus dalam 16 clip plastik, kemudian 20 gram ganja ukuran sedang dan setengah kilogram ganja ukuran besar. “Bukti lain 2 buah Hp, 1 buah timbangan, 1 buah SIM, 6 buah sendok sabu, 1 buah kaca, 1 kresek hitam klip transparan, 1 unit mobil Bernopol F 1765 FU dan uang tunai Rp.65.000,” ungkapnya. (jun)

jutnya yakni mengarahkan Unit pelaksana teknis (UPTD) Poskeswan khususnya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu seperti Kecamatan Madapangga, Sanggar dan Donggo bagian barat untuk. “Kita arahkan agar terus memberikan penyuluhan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” ujarnya. Selain itu akan melakukan eliminasi rabies dalam waktu dekat di Kecamatan Mada-

pangga dan Bol. Serta melakukan koordinasi dengan Pos Karantina Hewan, Dinas Kesehatan, Dinas kominfostik dan Bagian Administrasi Kesra berkaitan dengan penanganan upaya pencegahan dan antisipasi penyakit. “Bila ada laporan kejadian penanganan korban dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan penanganan hewan oleh Dinas Peternakan dan Keswan,” pungkasnya. (uki)

Buang Sampah Sembarang Masih Jadi Masalah di Dompu

(Suara NTB/jun)

AIR TERJUN – Salah seorang pengunjung menikmati keindahan Air Terjun Kancira di Desa Daha Kecamatan Huu, Sabtu (27/1).

Air Terjun Kancira Butuh Penataan Dompu (Suara NTB) – Potensi wisata di Kecamatan Huu tidak saja pada keindahan ombak Lakey-nya yang mendunia. Wilayah di ujung selatan Kabupaten Dompu ini, juga menyimpan banyak destinasi wisata yang tak kalah eksotisnya. Ialah air terjun Kancira di Dusun Afi Peke Desa Daha Kecamatan Huu. Air terjun dengan ketinggian lebih kurang 30 meter tersebut berada tak jauh dari perkampungan warga, bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 2-3 jam atau menggunakan kendaraan roda dua. Namun, mengingat kondisi jalan kurang mendukung serta lokasi air terjun masih dirindangi ekositem asli, baiknya perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki. Tiba di Air Terjun Kancira setelah melawati pemadangan hutan yang gundul dirambah warga untuk menanam

jagung, wisawatan akan disuguhkan keindahan alamnya yang belum sama sekali mendapat perhatian. Mulai dari tebing tinggi yang terbelah dua hingga pancuran air yang jatuh dan mengalir di atas susunan tebing yang serupa anak tangga. Tak hanya itu, pepohonan yang tumbuh di sela-sela tebing semakin menambah keindahan destinasi wisata air terjun ini. Warga setempat, Kalisom kepada Suara NTB mengungkapkan, Air Terjun Kancira yang selama ini menjadi sumber air baku sudah tidak asing lagi bagi warga sekitar, pun untuk beberapa pengunjung luar yang mendengar kabar tentang keindahan destinasi tersebut. Namun sayangnya, akses jalan yang tidak mendukung serta belum adanya sentuhan penataan membuat potensi itu terbengkalai begitu saja. “Warga disini sudah tahu

semua cuma karena tidak dikelola jarang orang luar yang mengenalnya,” kata dia. Kalaupun ada, lanjut dia, pengunjung yang datang hanya warga lokal atau kelompok trabas tertentu yang memiliki kerabat atau teman di Huu sebagai penunjuk jalan. Sementara wisatwan luar yang hampir tiap hari berkunjung ke kawasan Wisata Lakey belum ada yang mengetahuinya. Akses jalan dan kurangnya promosi destinasi wisata dinilai menjadi penyebab utamanya. Air Terjun Kancira di Desa Daha sendiri bukan satu-satunya destinasi wisata yang bisa dikembangkan untuk membantu perekonomian warga sekitar, tetapi masih ada beberapa destinasi lain yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. “Diatas air terjun itu masih ada potensi lain juga, tepatnya di Doro Tune,” pungkasnya. (jun)

Sempit, Alasan Utama Pemindahan Puskemas Kempo Dompu (Suara NTB) – Rencana pemindahan Puskesmas Kempo sudah lama diwacanakan, selain karena pertimbangan fisik bangunan yang rapuh termakan usia, juga ruang perawatannya tidak lagi ideal atau sempit untuk menangani pasien. Karenanya, dengan kucuran dana Rp9 miliar saat ini diarahkan untuk pembangunan gedung baru di tanah seluas 1 Ha. Keputusan memindahkan Puskesmas Kempo yang ada di Desa Kempo ke Desa Taa juga diambil agar beberapa bangunan yang sebetulnya masih bisa dimanfaatkan instansi lain tidak menjadi korban penggusuran. “Daripada kita korbankan itu sedangkan masih bisa dipergunakan oleh instansi lain, lebih baik bangun baru di tanah yang kosong,” kata Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan

(Suara NTB/jun)

Abubakar Husain (Dikes) Dompu, Abubakar Husain kepada Suara NTB baru-baru ini. Di Desa Taa, lanjut dia, dengan adanya lahan kosong yang sudah dibebaskan pemerintah dirasa tepat untuk pembangunan gedung baru ini. Jaraknya pun tidak terlalu jauh dengan puskesmas sebelumnya.

Terkait adanya penolakan sejumlah warga yang kemudian terpaksa menduduki puskesmas beberapa waktu lalu, Abukar Husain mengaku, belum mengetahui jelas apa alasannya. Namun berdasarkan informasi yang beredar kuat dugaan penolakan tersebut akibat rencana pembangunan gedung baru berada di desa lain (Desa Taa). “Kalau pemerintah berpikirnya itu saja, tanah kosong itu bisa dimanfaatkan dan bangunan di puskesmas lama bisa dipergunakan,” jelasnya. Soal strategis tidaknya untuk mendekatkan pelayanan, ditegaskan, dua wilayah ini samasama strategis untuk pembangunan pusat pelayanan kesehatan, sebab berlokasi di tengah perkampungan. Dengan munculnya penolakan, Dikes akan berupaya menemui warga dan pengambil kebijakan guna mencari solusi terbaik. (jun)

Dompu (Suara NTB) Masalah sampah masih menjadi persoalan yang cukup serius di Kabupaten Dompu. Disiplin buang sampah pada tempatnya, keterbatasan SDM dan sarana prasarana juga menjadi kendala terbesar. Akibatnya, banyak sampah menyumbat saluran drainase dan memenuhi sungai yang melintasi perkampungan warga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, H Albukhairum, S.Sos, MSI kepada Suara NTB beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya memiliki armada yang melayani pengangkutan sampah ke TPA Pandai Desa Lune Kecamatan Pajo sebanyak 10 unit dum truk, 3 unit ambrol (mobil angkut kontainer), dan 2 unit pik up. Masing – masing truk sampah melayani 2 Desa dan 1 kelurahan per hari dari 81 Desa / Kelurahan di 8 Kecamatan se Kabupaten Dompu. Dengan sarana yang ada, sampah yang diangkut ke TPA diklaim mencapai 98 ton per hari atau 61 persen dari 161 ton sampah yang diproduksi warga Dompu. Namun Dinas LH Dompu mengaku, baru 4 Kecamatan yang dilayani yaitu Kecamatan Dompu, Woja, Pajo dan Manggelewa. Itupun hanya Kecamatan Pajo yang dilayani semua Desa untuk angkutan sampahnya dan di Kecamatan Manggelewa hanya Desa Tekasire, Doromelo, dan Desa Soriutu termasuk pasarnya yang dilayani angkutan sampahnya ke TPA. Kendati banyak Desa/Kelurahan yang dilayani angkutan sampahnya, H Albukhairum

mengakui, disiplin masyarakat membuang sampah pada tempatnya cukup rendah. Mobil dum truk angkutan sampah ini hanya mengangkut sampah yang disimpan warga di pinggir jalan. Warga yang tinggal di gang dan lorong, semula diharapkan membawa sampahnya di pinggir jalan untuk diangkut. Tapi sering kali saat hujan deras, menjadikan saluran drainase dan sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Sehingga saat hujan, daerah sekitar kantor Bupati, Polres dan taman kota Dompu banyak berserakan sampah. “Itu dibuang warga di saluran saat hujan. Belum lagi saluran yang dangkal oleh sedimen, sehingga meluap ke jalan,” kata H. Albukhairun. Begitu juga dengan perilaku sebagian warga yang membuang sampah di sungai. Itu terjadi karena tidak ingin repot, padahal sudah disiapkan kontainer di beberap titik seperti di pasar, sekitar puskesmas Dompu kota dan lainnya. “Karena tidak ingin repot dan dekat dengan sungai, pedagang ini enteng saja masukan sampah ke sungai,” katanya. Perilaku ini menjadikan bakteri e-coli banyak ditemukan di sungai – sungai Dompu, selain karena masih banyaknya warga buang air besar (BAB) di sungai. “Masih banyak sampah yang dibuang di sungai menjadi salah satu sebab tingginya e-coli, selain karena masih banyak yang BAB di sungai,” kata Kabid Lingkungan Hidup Dinas LH Kabupaten Dompu, Andi Bakhtiar, ST beberapa waktu lalu. (ula)

(Suara NTB/Uki)

DEKAT PEMUKIMAN - Sampah menumpuk di sebelah selatan Taman Ria Kota Bima, Sabtu (26/1). Jaraknya hanya beberapa meter dari pemukiman warga lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci.

Tumpukan Sampah Masih Berserakan di Tengah Kota Kota Bima (Suara NTB) – Sampah yang dibuang sembarang masih terus terjadi Kota Bima. Parahnya lagi lokasi pembuangannya di tengah Kota. Bahkan jaraknya tidak jauh dari Taman Kota dan pemukiman padat penduduk. Berdasarkan pantauan Suara NTB, Sabtu (26/11) penumpukan sampah terdapat di bagian selatan Taman Ria Kota Bima. Jaraknya hanya sekitar beberapa meter dari pemukiman warga lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci. Jenis sampah yang dibuang dan berserakan tersebut bervariasi. Antara lain plastik, sisa makanan, dus, gelas plastik, botol minuman ringan. Bahkan sampah-sampah itu ditumpuk dalam karung dan plastik besar. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Drs. H. Fakhrunraji, ME, mengatakan penumpukan tersebut lantaran rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah pada tempatnya.

“Jika masyarakat sadar membuang sampah pada tempatnya, saya kira tidak akan pernah ada tumpukan sampah seperti itu,” katanya. Meski demikian, informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihaknya dan berjanji akan segera membersihkan. Bahkan di lokasi setempat akan dipasang papan himbauan larangan membuang sampah. “Sampahsampah yang sudah terlanjur dibuang akan segera kami bersihkan,” katanya. Kedepan Fakhrunraji berharap kepada masyarakat agar tidak lagi membiasakan membuang sampah di lokasi yang bukan pada tempatnya. Dalam menangani soal sampah tidak cukup hanya mengandalkan Pemerintah. “Utamanya harus ada kesadaran semua pihak. Karena tidak akan ada sampah jika semua pihak bergerak. Lagipula di Kota Bima sudah ada tempat dan lokasi untuk membuang sampah,” pungkasnya. (uki)


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Halaman 8

Kasus PKH Lotim

Jaksa Hitung Nilai Pungutan Mataram (Suara NTB) Dugaan pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 20172018 di Lombok Timur terindikasi mencapai ratusan juta. Pemotongan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bervariasi. Hal itu terungkap dari pemeriksaan di tahap penyidikan. (Suara NTB/ist)

BANTUAN - Anggota Komisi VII DPR RI dari dapil NTB, Dr. Kurtubi menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat Dusun Aik Ampat, Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung.

Masyarakat Dasan Geres Nikmati Bantuan Sumur Bor dari Kurtubi Mataram (Suara NTB) Anggota Komisi VII DPR RI, Dr. H. Kurtubi mengunjungi Pondok Pesantren Al-Mahmud di Dusun Aik Ampat, Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung - Lombok Barat. Kunjungan tersebut sekaligus meninjau bantuan sumur bor untuk masyarakat setempat yang dia berikan. Kunjungan Kurtubi tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Ponpes, TGH Ahmad Maki, Kepala Desa Dasan Geres Hulaifi, para tuan guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga Aik Ampat. Kurtubi sambil mendengarkan aspirasi masyarakat di Kelurahan tersebut yang masih belum terjawab. Kepala Desa Dasan Geres, Hulaifi menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi NTB itu dan telah memberikan bantuan sumur bor bagi warganya. “Berkat perjuangan Beliaulah kami bisa menikmati air bersih dan melimpah walau di musim kemarau,” ujar Hulaifi. Perhatian dan kerja nyata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem itulah yang membuat masyarakat setempat akan kembali memberikan kepercayaan kepada Kurtubi untuk tetap menjadi wakil rakyat NTB di DPR RI pada Pemilu Legislatif 2019 ini. Kurtubi putra asli Sasak yang lahir di Desa Kediri, Lombok Barat, menceritakan riwayat pendidikannya hingga memperoleh gelar doktor dan dua kali gelar master. Kemudian membawanya bergabung dengan perusahaan Pertamina, sekaligus menjadi pengamat energi dan penulis hingga akhirnya memutuskan bergabung ke Partai NasDem menjadi politisi. Sebagai wakil rakyat, politisi Dapil NTB ini tak hentihentinya memperjuangkan kepentingan rakyat NTB. Baik jangka panjang maupun program tahunan kerjasama dengan para mitra di Komisi VII. Tidak hanya rajin memperjuangkan kepentingan NTB melalui rapat-rapat di Komisi VII tetapi Kurtubi juga rajin blusukan ke setiap desa dan kelurahan. “Kemudian kita salurkan berbagai program bantuan hasil kerjasama dengan Pemerintah mitra komisi VII seperti Motor Roda Tiga, sumur bor, lampu PJU TS, biogas ternak dan ipal limbah pabrik tahu, pembangunan masjid dan ponpes, beasiswa, pembangunan jembatan dan masih banyak lagi. Semua program bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun, bagaimanapun itu adalah hak rakyat,” ujarnya. Selain bantuan sumur bor dengan kedalaman 150 meter yang manfaatnya sudah dirasakan untuk keperluan wudlu dan kebutuhan air bersih sehari-hari. Pada kesempatan kunjungan tersebut Kurtubi memberikan bantuan untuk pemuda Dasan Geres berupa kostum sepak bola berikut bolanya untuk dua kesebelasan yang diterima oleh Kepala Desa Dasan Geres. Diketahui Provinsi NTB saat ini memiliki 10 orang wakil rakyat yang duduk di DPR RI. Namun dari 10 orang itu, tak banyak yang pernah kita dengar gaungnya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat NTB. Kondisi itu juga diakui oleh Kurtubi. “Banyak oknum anggota dewan yang tidak produktif memperjuangkan rakyatnya,” kata Kurtubi. (ndi/*)

(Suara NTB/ist_Bid Humas Polda NTB)

Proses tes di Assessment Center Polda NTB.

Assesment Center Ukur Potensi Keberhasilan Pejabat Mataram (Suara NTB) – Asisten SDM Polri Irjen Pol Dr Eko Indra Heri meresmikan Assesment Center Polda NTB. Pola perekrutan pejabat diukur dengan sistem dan metode terstandar. Assessment center mengintegrasikan berbagai sistem penilaian. Assesment Center Polda NTB dilengkapi 22 unit komputer. Proses penilaian seleksi jabatan melewati berbagai metode seperti tes psikometri dan in-tray terasistensi komputer. “Ini yang kedua diresmikan di Indonesia,” ucap Kabag Binkar Biro SDM Polda NTB, AKBP Muhammad, ditemui Jumat (27/1) lalu. Dia menyebutkan metode penilaiannya meliputi analisis masalah presentasi individu, behavioral event interview (BEI), diskusi tanpa pemimpin, penilaian in-tray, dan uji psikometri. Muhammad menjelaskan tes in-tray untuk menguji kemampuan melalui simulasi situasi kerja nyata. Peserta tes atau disebut assesse untuk menyelesaikan tugas tertentu dalam batas waktu. Kemudian diskusi tanpa pemimpin untuk melihat kontribusi assesse terhadap kelompok. Selanjutnya tes pokok BEI untuk mengumpulkan informasi masa lalu assesse dengan teknik wawancara terstruktur, terarah, dan terpola. “Berbagai tes di assessment center dapat diselenggarakan untuk menguji pejabat untuk jabatan mulai eselon IV sampai eselon I,” terangnya. Sejumlah lembaga yang sudah bekerja sama menggunakan assessment center Polda NTB antara lain BNN Provinsi NTB, BPS Provinsi NTB, Bawaslu NTB, dan KPU NTB. “Seleksi komisioner (KPU) kemarin pakainya assessment di sini,” kata mantan Kapolres Mataram ini. “Standar kualifikasi metode dan sarana yang kita punya memenuhi,” imbuhnya. Pelayanan penyelenggaraan assessment center Polri, kata dia, mengacu pada Perkap Kapolri No 60/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Polri. Diantaranya assessment pejabat eselon I dan II selama dua hari dengan peserta minimal enam orang ditarik tarif masing-masing peserta sebesar Rp6 juta, sementara untuk satu hari Rp4,5 juta. Kemudian beragam untuk eselon III sampai eselon IV mulai dari Rp4 juta dan RP3,8 juta. “Ini pendapatan yang masuk ke kas sebagai PNBP. Ada aturannya,” kata Muhammad. (why)

“Kalau dari menghitung sendiri sekitar Rp100 juta lebih,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Lotim, Wasita Triantara dikonfirmasi kemarin Minggu (27/1). Dia menyebutkan, sejumlah saksi penerima PKH sudah menjalani pemeriksaan, yang mengungkap indikasi adanya pemotongan. “Sekitar seratus saksi dari penerima

bantuan karena ini yang menerima banyak,” ungkapnya. Jaksa penyidik, imbuh dia, menemukan indikasi pemotongan yang bervariasi. Namun nilai tepatnya masih dihitung. Untuk sementara Wasita enggan membeberkan meski kasus sudah naik ke tahap penyidikan. Alasannya, jaksa masih

mengumpulkan dokumen pencairan dana. “Ini kan dari kementerian yang dikirim langsung ke penerima. Kita masih perlu bukti-bukti lagi,” sebutnya. Untuk penghitungan total hasil pungutan, Kejari Lotim akan berkonsultasi lebih dulu dengan BPKP Perwakilan NTB. Meski sudah ada penghitungan awal oleh jaksa.

“Uang ini kan dihajatkan untuk keluarga miskin. Dana dari pusat, apakah ini nanti jadi kerugian negara atau cukup pungutan liarnya saja,” kata Wasita. Kejari Lombok Timur menargetkan kasus dugaan korupsi dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2017-2018 tuntas di tahun 2019 ini. Proses pencairan disampaikan melalui koordinator di tingkat kecamatan ke ketua kelompok. Kasus itu ditangani atas dugaan penyelewengan dana keluarga penerima manfaat

(KPM) PKH tahap IV tahun 2017 dan tahap I, II, dan III tahun 2018 di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Program serupa bantuan langsung tunai (BLT) itu diduga dipotong dengan variasi antara Rp15 ribu sampai Rp100 ribu per-KPM. Total dana yang disunat diduga mencapai Rp162 juta. Pemotongan dilakukan dengan dalih administrasi yang dijadikan tabungan KPM. KPM sudah diminta menandatangani surat penerimaan dana namun tidak kunjung cair. (why)

TKN Jokowi - Ma’ruf Targetkan Perolehan Suara 55 Persen di NTB Mataram (Suara NTB) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Amin menargetkan perolehan suara Capres dan Cawapres nomor urut 01 di NTB sebesar 55 persen. Untuk mencapai target tersebut, Tim Kampanye Daerah (TKD) akan lebih gencar lagi melakukan serangan udara dan darat. Hal tersebut dikatakan Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi - Ma’ruf, Irfan Asyari Sudirman atau Gus Ipang dikonfirmasi usai acara Training Of Trainer (TOT) Relawan Jokowi - KH. Ma’ruf Amin di Hotel Lombok Raya, Sabtu (26/1) siang. Gus Ipang mengatakan TOT tersebut untuk memberikan pemahaman kepada relawan tentang hal-hal yang sifatnya umum maupun spesifik atau teknis. “Mulai dari ideologi, menangkal isu-isu, membicar-

akan visi misi dan lainnya. Karena hal itu susah kalau hanya dikirim dokumen. Jadi harus dikasih penjelasan, tanya jawab, biar mamahami kondisi lokal seperti apa, bagaimana teknik menjual paslon kita supaya lebih efektif,” katanya. Para relawan Jokowi - KH. Makruf Amin yang ada di NTB diberikan wawasan yang lebih luas. Bagaimana cara memenangkan paslon nomor urut 01. TKD NTB diminta turun ke bawah dengan menyapa masyarakat door to door. “Bagaimana caranya supaya bisa lebih massif, terstruktur dan terukur. Itu yang lebih penting. Polanya ada dua. Serangan udara dan darat. Serangan udara ini melalui medsos dan segala macam. Tapi lebih efektif serangan darat. Karena masyarakat disapa, disentuh,” kata Gus Ipang.(nas)

Amankan Suara, Golkar Siagakan Dua Saksi Tiap TPS (Suara NTB/ist)

DIRAWAT - Salah seorang pelaku curanmor dirawat RSUD Praya, setelah dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur, saat akan ditangkap aparat kepolisian.

Polres Loteng Bekuk Lima Terduga Pelaku Curanmor Praya (Suara NTB) Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (26/1) kemarin, berhasil panen pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Setelah setidaknya lima pelaku curanmor berhasil dibekuk dalam sehari. Seorang diantaranya, bahkan terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas. Setelah berusaha kabur saat hendak ditangkap aparat kepolisian. Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. “Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda-beda,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., Minggu (27/1) kemarin. Empat pelaku masing-masing AU (23), AE (35), RE, warga Desa Bleke serta AH (19) asal Desa Lekor, ditangkap di Desa Lekor Praya Timur. Adapun

pelaku AU dan AE dilaporkan terlibat kasus pencurian sepeda motor warga Desa Suralaga Kecamatan Anjani Lombok Timur. Sedangkan dua pelaku lainnya, lokasi aksi kejahatannya masih ditelusuri. “Satu pelaku lainnya yakni inisial AHIM, warga Desa Teruwai,” sebutnya. Pelaku sendiri masih belia baru berusia 13 tahun dan masih menyandang status sebagai pelajar. Dan, diduga terlibat curanmor di Desa Teruwai tanggal 12 Januari. AHIM sendiri ditangkap, setelah polisi berhasil menangkap rekannya, AM beberapa hari yang lalu. AM kemudian menuturkan kalau dirinya beraksi bersama AHIM. Polisi kemudian melakukan penelusuran dan berhasil menemukan pelaku AHIM. Pelaku AHIM merupakan satu-satunya pelaku curanmor yang dilumpuhkan den-

gan timah panas. Karena berusaha kabur saat akan ditangkap oleh anggota Tim Opnal Polres Loteng. “Jadi dengan terpaksa pelaku kita lumpunkan dengan cara menembak kakinya. Lantaran berusaha kabur ketika akan ditangkap,” tegas Rafles. Polisi sendiri, lanjut Rafles masih terus mengembangkan terhadap hasil penangkapan para pelaku curanmor tersebut. Untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan dari para pelaku. Karena dari pelaku yang ditangkap, ternyata tidak hanya beraksi di Loteng saja. Tetapi juga beraksi di luar Loteng. Sehingga ada kemungkinan memiliki jaringan dengan pelaku curanmor asal daerah lain. “Dari pelaku yang diamankan, selain bertindak sebagai pemetik. Ada juga yang merangkap sebagai penadah,” ujar pria asal Medan ini. (kir)

Praya (Suara NTB) Partai Golkar merupakan salah satu partai yang siap untuk menghadapi Pemilu 2019. Hal itu terlihat dari saksi yang sudah disiapkan untuk mengawal dan mengamankan perolehan suara partai beringin tersebut. “Kalau soal kesiapannya semua perangkat saksi sudah ready, karena kita ambil sebagian dari Pilgub kemarin. Saksi yang kita rekrut adalah by name by address, jadi betulbetul rapi, tidak ada saksi liar. Kami tidak sembarangan melakukan rekrutmen saksi,” ujar Kerbid pengamanan suara dan saksi DPD I Partai Golkar NTB, Lalu Satriawandi kepada Suara NTB, Jumat (25/1). Dikatakan Satriawandi, di tiap TPS, Golkar akan menempatkan dua saksi. Sehingga Golkar dipastikan memiliki puluhan ribu saksi. Para saksi tersebut juga dilengkapi dengan peralatan untuk melaporkan perolehan suara partai di TPS tempatnya bertugas ke pusat tabulasi suara. “Para saksi kita dilengkapi dengan HP android sebagai media untuk melaporkan hasil pemilu. Jadi sekarang tinggal kami Diklat saja saksi-saksi yang kita miliki,” ujarnya. Ditanya apakah Golkar memetakan daerah rawan

yang kemudian diberikan atensi lebih untuk diawasi, terutama di daerah yang berpotensi suara Golkar digembosi? Dijawab Satriawandi, bahwa Golkar menganggap semua TPS rawan, karena itu, tidak ada satupun TPS yang tidak diturunkan saksi. “Kalau Golkar semua TPS kita anggap rawan. Karena itu tidak ada TPS yang lepas dari saksi kami. Semua TPS itu ada saksi kita. Kita akan turut untuk mengawal pemilu ini agar berjalan dengan demokratis tanpa ada kecurangan,” tegasnya. Caleg petahana Partai Golkar ini menyampaikan, saksi yang dimiliki Golkar tidak hanya bertugas mencatat perolehan suara partai, melainkan juga akan menjadi tim pemenangan di tiap-tiap TPS. “Saksi kita juga kita siapkan sekaligus bertugas sebagai tim pemenangan. Dia adalah mesin pemenangan yang ada di akar rumput. Sehingga keberadaan mereka sangat strategis, karena itu kita berikan perhatian yang sangat besar terhadap saksi kita,” katanya. Dengan telah rapinya mesin pemenangan Partai Golkar tersebut, Satriawandi mengklaim bahwa Golkar akan kembali tampil sebagai pemenang Pemilu 2019. (ndi)

Selamatkan Arah Bangsa

Golkar Dorong Generasi Milenial Ambil Peran Politik Praya (Suara NTB) Masa depan Bangsa Indonesia akan ditentukan oleh generasi mudanya. Karena itu, mulai sekarang, generasi muda harus disiapkan untuk menerima estafet kepemimpinan selanjutnya. Partai Golkar salah satu partai yang menyadari pentingnya posisi yang dimiliki pemuda, mulai turun untuk melakukan kaderisasi dan menggugah semangat para pemuda untuk melek politik. Sebab, dengan perjuangan politiklah pemuda bisa membawa arah bangsa untuk lebih baik. “Berikan aku 100 orang tua, maka akan kuguncangkan puncak Jayawijaya. Tapi berikan aku 10 pemuda, akan guncangkan dunia. Itulah kata bung Karno, bahwa betapa besarnya pengaruh pemuda,” kata wakil Ketua Bapilu DPP Partai Golkar, Sari Yuliati saat menjadi pembicara dalam kegiatan pendidikan politik pemuda Partai Golkar di Praya Lombok Tengah, Minggu (27/1) kemarin. Kegiatan pendidikan politik yang mengambil tema ‘Peran Generasi Muda Menjamin Kepemimpinan Bangsa’ ini, Sari Yuliati yang juga Wakil

Ketua Wilayah VI (Bali, Nusra, Maluku Utara) itu memberikan gambaran bahwa pendidikan politik adalah suatu hal menarik. Pendidikan politik akan membuat generasi muda, khususnya para pemilih pemula untuk “melek politik”. Artinya, pemilih pemula akan memahami hak serta kewajiban dalam politik. “Masyarakat masih banyak yang tidak menyadari bahwa segala aspek kehidupan ditentukan oleh politik. Karena itu kemudian menyebabkan masyarakat masih rendah untuk ikut berpartisipasi dalam setiap pesta demokrasi atau pengambilan kebijakan,” ujarnya. Disampaikan Sari Yuliati, yang juga merupakan Calon anggota Legislatif (caleg) Partai Golkar untuk DPR RI dari dapil Lombok itu, kondisi ekonomi sekarang ini yang menyangkut kesejahteraan masyarakat. Tidak bisa dipisahkan dari kebijakan politik yang diambil oleh penguasa. Karena itulah, masyarakat perlu terlibat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan politik untuk memas-

tikan kebijakan yang diambil berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan berpihak kepada segelintir orang saja. Lebih jauh dikatakan Sari Yuliati, kaitannya dengan Pemilu 2019 ini, juga bahwa masyarakat harus memastikan yang dipilih untuk duduk di jajaran pengambil kebijakan, yakni anggota DPR dan Presiden, harus yang berpihak kepada masyarakat. Sebab salah dalam memilih pemimpin, maka akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, Golkar hadir untuk menggugah kesadaran masyarakat. Khusus kelompok pemuda pada era milenial ini, agar tidak apatis terhadap politik. Tapi harus tampil ambil peran aktif untuk mengawal proses demokrasi ini agar berjalan dengan jujur, tidak dibajak oleh segelintir orang yang memiliki kekuatan modal untuk menjadi pejabat pengambil kebijakan. “Pendidikan politik menjadi salah satu solusi masalah tersebut. Dan juga membuat demokrasi yang berkualitas karena partisipasi yang tinggi berbanding lurus dengan legit-

(Suara NTB/ndi)

Ketua Panitia Lalu Satriawandi saat memberikan pengantar di hadapan ratusan pemilih milenial di Lombok Tengah, dalam acara Pendidikan politik yang digelar partai Golkar.

(Suara NTB/ndi)

Nampak Wakil Ketua Bapilu DPP Golkar, Sari Yuliati didampingi anggota KPU Lombok Tengah saat menjadi pemateri. imasinya,” imbuh Sari Yuliati. Dijelaskan mengapa Partai Golkar gencar menggelar sosialisasi pendidikan politik jelang pencoblosan pada 17 April 2019. Karena dengan Pendid-

ikan politik ini terutama bagi para pemilih pemula, bertujuan meningkatkan kesadaran agar berpartisipasi memakai hak politiknya di Pemilu 2019 makin baik. (ndi/*)


SUARA NTB

Senin, 28 Januari 2019

Halaman 9

Duta Gowes HBK Keliling Lombok Gandeng Seniman Bersepeda Mataram (Suara NTB) H. Bambang Kristiono, yang akrab dipanggil HBK akan menggelar Duta Gowes HBK Keliling pulau Lombok pada 1 Februari 2019 mendatang. Kegiatan bersepeda ini digelar untuk mengedukasi dan meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pemilu Damai 2019, sekaligus untuk menyerap aspirasi dan harapan masyarakat NTB di setiap wilayah yang dikunjungi Duta Gowes HBK tersebut, di lima Kabupaten dan Kota yang ada di Lombok. Menariknya, kegiatan ini akan menggandeng sosok Wing Sentot Irawan, seniman bersepeda, sebagai Duta Gowes HBK keliling P. Lombok. Seniman kawakan NTB ini, sebelumnya pernah berkeliling Indonesia

dengan Mr. Yo’i, sepeda merek Ekstrada milik kesayangannya. Bersama Mr. Yo’i, Sentot pernah membawa misi “Peduli dan Cinta Lingkungan” pada 2014 silam, dengan menjelajahi tiap Provinsi yang ada di Indonesia. Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, bahwa kegiatan gowes ini juga dilakukan dalam rangka memetakan masalahmasalah yang harus menjadi prioritasnya, apabila nanti dia berhasil menjadi anggota DPR RI dari Dapil P. Lombok ini utamanya masalah-masalah yang

ada di sektor pertanian. “Jadi, mas Sentot, seniman bersepeda ini, akan keliling P. Lombok selama 30 hari untuk menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat, sekaligus memetakan masalah-masalah yang ada di setiap Kabupaten dan Kota yang disinggahi, terutama aspirasi petani dan masyarakat kecil”, kata HBK, Sabtu (26/1) HBK yang merupakan Caleg DPR RI dari Partai Gerindra dengan Nomor Urut-1, dari Dapil NTB II/P. Lombok ini menjelaskan, selain menyerap aspirasi dengan kegiatan Gowes Keliling Lombok ini, HBK juga berharap

agar kegiatan ini bisa dijadikan media untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi hak politik kepada masyarakat, agar mau menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 nanti. Salah satu yang ditekankan adalah, bahwa suara masyarakat itu akan mempengaruhi kehidupan ekonomi, sosial, politik dan kesejahteraa mereka selama lima tahun ke depan. “Kita coba edukasi masyarakat P. Lombok ini agar mau menggunakan hak politik mereka, dan bagaimana caranya untuk bisa menjadi pemilih cerdas. Sebab, pilihan mereka akan mempengaruhi kehidupan mereka lima tahun ke depan,” katanya. Menurut HBK, pendidikan politik memang harus dilakukan bukan saja oleh institusi penyelenggara Pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu, tetapi juga oleh Parpol dan masyarakat luas termasuk para Caleg dan relawan-relawan. Sejauh ini, masih banyak masyarakat yag bersikap acuh dan enggan peduli dengan politik. Padahal, disadari atau tidak, setiap sektor kehidupan masyarakat ditentukan dan dipengaruhi kebijakan-kebijakan politik.

(Suara NTB/ist)

DISKUSI – H. Bambang Kristiono (HBK) saat berdiskusi dengan seniman bersepeda, Sentot, di balai pemenangan HBK. “Harga beras, harga sembako dan BBM, itu semua ditetapkan berdasarkan kebijakan politik. Jadi, masyarakat harus benar-benar disadarkan untuk memilih calon-calonnya yang memang layak untuk dipilih karena memiliki semangat perjuangan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil atau wong cilik,” katanya. Kegiatan Duta Gowes HBK Keliling Lombok ini juga akan mengkampanyekan penyelenggaraan Pemilu 2019 yang damai, jujur dan bermartabat. “Dan yang pasti, juga akan ada kam-

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

q

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

panye anti Hoax dan anti politik uang,” pungkasnya. (038/*)

HILANG HLG STNK R2 SUZUKI DR.2327 BY NOKA/NOSIN : MH8CE44AACJ115822/ AE51-ID-115822 AN.NI PUTU ARDIASMINI HLG D’SKTR JL.SRIWIJAYA HLG BPKB R4 MITSUBHISI DR.1686 GZ NOKA/NOSIN : L 3 0 0 D P 2 2 1 5 2 1 / 4 D 5 6 C 9 6 0 9 4 1 AN.MAWARDI HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.5895 CD NOKA/NOSIN : MH1JFD214DK740090/ J F D 2 E - 1 7 3 6 9 6 7 AN.DRA.NURAIDA HLG D’SKTR JL.PANJI TILAR AMPENAN KOTA MATARAM

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Keluarkan SK Penempatan SDN Model SEJAK berakhirnya kontrak dengan Universitas Mataram (Unram), ratusan murid TK-SD Model Mataram yang sempat meminjam gedung kampus itu di Jalan Brawijaya, terpaksa harus menumpang ke gedung sebelahnya, yaitu SMPN 14 Mataram. Di sekolah itu, para siswa menjalankan aktivitas belajar di gedung sementara di SMP 14 Mataram yang hanya dibatasi dengan papan. Ada delapan lokal gedung yang tidak ditempati SMPN 14 Mataram. Gedung ini disulap menjadi ruang kelas belajar serta ruang kepala sekolah dan ruang guru. Atas situasi itu, Wakil Ketua PGRI NTB, Dr. Abdul Kadir, mendesak Pemerintah Kota Mataram untuk segera mengeluarkan SK penempatan gedung lainnya bagi SDN Model Mataram. Adanya SK itu akan mampu memberikan kejelasan terkait nasib sekolah itu. Diakuinya, dengan status menumpang ke gedung SMPN 14 Mataram, membuat proses belajar mengajar tidak efektif. Bagaimana tidak, dua jenjang pendidikan berbeda belajar dalam satu lokal gedung yang sama, tentu hasilnya tidak optimal. “Polemik dua institusi dalam satu lokal membuahkan hasil pendidikan tidak optimal. Sekolah dengan rombongan belajar besar bahkan dengan kondisi normal double shift saja masih belum efektif, apalagi dalam kondisi tidak normal dan seluruh siswa harus masuk pagi,” kata Abdul Kadir. Alhasil proses pembelajaran di dua sekolah ini tidak efektif. Di samping kenyamanan belajar siswa dua sekolah terganggu, dan berakibat alokasi waktu belajar diperpendek. Ditambah persiapan bagi siswa kelas IX dan kelas VI yang sebentar lagi ujian akhir sangat tidak maksimal. “Iklim sekolah yang sungguh di bawah standar kelayakan sebagai sebuah civitas akademik,” protesnya seraya meminta Pemkot Mataram harus berani mengeluarkan SK penempatan SDN Model ke lokasi baru yang berterima bagi semua pihak. Sebelumnya, TK-SD Model Mataram merupakan sekolah percontohan bertaraf internasional di Kota Mataram atas kerjasama Unram dan Pemkot Mataram. Namun di tengah jalan, Unram memutus kontrak dan mengambil alih gedung sekolah yang dijadikan Kampus II PGSD. (dys)

PENDIDIKAN

Halaman 10

Ganggu Pembelajaran

Pemindahan TK dan SDN Model Segera Dilakukan

Mataram (Suara NTB) – TK dan SD Negeri Model Mataram sampai saat ini masih meminjam sejumlah ruangan di SMPN 14 Mataram. Hal itu berakibat pada terganggunya proses belajar mengajar di SMPN 14 Mataram, karena ruangan kelas yang terbatas. Terlebih lagi dengan adanya kerusakan ruangan kelas pascagempa bumi lalu. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram berencana memindahkan TK dan SD Model ke lahan sendiri pada tahun ini. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Dra. Hj. Suhartini, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/1) mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan lahan seluas 10 are untuk TK dan 30 are untuk SD Negeri Model. Lahan itu terletak di belakang SMPN 14 Mataram. “Sedang dibahas ini. Artinya nanti itu dalam pembangunannya itu sudah ada sertifikatnya tidak susah-susah. Kami targetkan tahun ini bisa selesai,” katanya. Diakuinya kondisi pembelajaran di SMPN 14 Mataram

masih belum berjalan dengan baik, terutama pascagempa bumi pertengahan tahun 2018 lalu. SMPN 14 Mataram terpaksa menerapkan double shift atau masuk pagi dan siang bagi siswanya. Juga beberapa kelas terpaksa harus belajar di tenda atau di selasar sekolah. “SMPN 14 Mataram belajar di luar karena lagi perbaikan, sedang diperbaiki juga, dan sudah dapat dana dari pusat mungkin selesai itu tidak belajar di luar lagi. Itu pascagempa, sebelumnya ndak begitu,” kata Suhartini.

Ia juga tidak bisa berbuat banyak atas kondisi ini. Namun pihaknya sudah mengajukan untuk pembangunan TK dan SD Negeri Model. “Targetnya 2019 ini sudah diajukan. Targetkan tahun ini selesai,” harapnya. Sebelumnya, Kepala SMPN 14 Mataram, Drs. Mukh. Nazuhi mengatakan, ada sekitar 13 ruangan di SMPN 14 Mataram yang dipinjam oleh TK dan SD Negeri Model Mataram. Awalnya pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram berjanji

meminjam ruangan di SMPN 14 Mataram untuk TK dan SD Negeri Model hanya selama dua tahun. Namun sampai saat ini sudah memasuki tahun ketiga belum ada kepastian TK dan SD Negeri akan dipindah. Jika kondisi ini terus terjadi, Nazuhi mengkhawatirkan tidak bisa mengembangkan sekolah dan memaksimalkan pembelajaran di sekolah. “Kalau terus begini bagaimana mengembangkan sekolah,” ujarnya. Di SMPN 14 Mataram memiliki 24 rombongan belajar. Namun kelas yang tersedia hanya sebanyak 16 ruangan. Diakuinya dengan kondisi itu pembelajaran menjadi tidak efektif. Terlebih lagi sekolah sudah menerapkan Kurikulum 2013. Kondisi itu diperparah lagi dengan tidak adanya ruang

(Suara NTB/ron)

Hj. Suhartini laboratorium karena digunakan menjadi ruang kelas. Ruang perpustakaan juga tidak luput dijadikan ruang kelas, dengan memindahkan buku ke ruang multimedia. (ron)

KB-TK Putra 1 Mataram Gelar Manasik Haji Penerima Gaji UMR Harus Tepat RENCANA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy untuk memberikan guru honorer gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) disambut baik organisasi guru. Terlebih lagi kesejahteraan guru honorer di Indonesia masih belum baik. Namun, pemerintah harus benarbenar tepat dalam menentukan penerima gaji sesuai UMR itu. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti, pada Jumat (25/1) mengapresiasi rencana pemerintah pusat untuk memberikan gaji sesuai UMR bagi guru honorer. Namun, harus ada data konkrit (Suara NTB/dok) terkait data guru honorer. Ermawanti “Adanya wacana ini saya pikir langkah maju pemerintah .Namun harus ada data kongkrit terkait data guru honorer berkaitan dengan guru honorer yang mana yang akan masuk kategori penerima,” katanya. Menurutnya, pertimbangan itu penting untuk dilihat, karena di lapangan sangat banyak guru honorer, seperti guru honorer K2 dan non K2 yang mendapatkan SK kepala sekolah atau yayasan. Terkait dengan kesejahteraan guru honorer, Ermawanti menyebutkan kondisi guru honorer di NTB masih sangat jauh dari kata sejahtera. Sebelumnya ia juga menyampaikan, perlu perhatian pada kesejahteraan guru honorer, terutama guru honorer yang diangkat oleh sekolah. Sampai saat ini banyak guru honorer yang mendapatkan honor sangat rendah, padahal mereka mengemban tugas yang sama dengan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Ketika kita berbicara kualitas, artinya kesejahteraan akan ikut serta, tentunya melalui mekanisme yang benar,” ujarnya. Ermawanti juga menjelaskan, terkait kondisi guru honorer di NTB terutama jenjang SMA, SMK, dan SLB sudah ada kemajuan dilihat dari kebijakan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Dinas Dikbud NTB sudah melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Non PNS untuk diangkat menjadi guru kontrak daerah. Menurutnya, kebijakan Dinas Dikbud NTB itu seharusnya juga diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota yang menangani guru TK, SD, dan SMP. Langkah ini penting untuk pemetaan dan uji kelayakan sebagai guru, sehingga benar-benar bisa mengetahui kualitas guru di NTB. “Memang memerlukan biaya. Namun disitulah letak kepedulian pemerintah apakah benar mau meningkatkan kualitas guru sekaligus kualitas pendidikan,” pungkas Ermawanti. (ron)

Sekolah Diminta Meningkatkan Jumlah Peserta Didik Mataram (Suara NTB) – SMA Negeri di NTB diminta untuk meningkatkan jumlah peserta didik dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jika mengalami kekurangan ruang kelas, diminta segera mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Langkah ini dilakukan agar tidak ada siswa yang putus sekolah. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji meminta kepala sekolah agar berusaha meningkatkan jumlah siswa baru. Terutama bagi sekolah negeri yang jumlah siswanya masih sedikit. (Suara NTB/dok) “Bagaimana bapak/ibu H. Muh. Suruji berusaha meningkatkan jumlah siswa baru sebesar-besarnya. Kalau ruang belajar kurang, minta di bidang. Bagaimana meningkatkan jumlah peserta didik, terutama yang masih sangat kecil sekolahnya,” katanya. Ia juga meminta kepala sekolah meningkatkan soliditas di sekolah serta meningkatkan kinerja. Jika ada unsur yang mengganggu jalannya upaya peningkatan kualitas sekolah, maka gangguan itu harus diberantas. Pada tahun 2019 ini, Suruji menegaskan, kepala bidang dan Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PKK-PLK) akan lebih sering turun ke sekolah. “Kepala bidang dan UPTD akan sering turun langsung dan lebih banyak ngecek. Peran UPTD diperkuat,” kata Suruji. Selain itu, Dinas Dikbud NTB akan menyesuikan PPDB tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Dalam Permendikbud itu, sekolah harus menerima 90 persen siswa yang berasal dari zonasi sekolah. Sementara lima persen berasal dari jalur prestasi, dan lima persen lagi jalur perpindahan orang tua/wali. Suruji menekankan, semangat dari Permendikbud yang mengatur PPDB tahun 2019 ini mengikuti edaran gubernur tahun 2017 lalu. Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah mengakomodasi siswa miskin, mengatur zona, dan Permendikbud ini belakangan terbit karena terus disempurnakan. Pihaknya belum memastikan akan mengikuti secara utuh atau menyesuaikannya kembali. (ron)

Mataram (Suara NTB) Salah satu agenda tahunan yang sudah disusun KB-TK Putra I Mataram adalah pelaksanaan praktik Manasik Haji Anak. Biasanya pelaksanaan manasik haji pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan serentak oleh seluruh PAUD dan TK se-Kota Mataram, tapi untuk tahun ini TK Putra I mataram menggelar manasik haji mandiri pada Sabtu (26/1) bertempat di halaman TK Putra 1 Mataram. Kepala TK Putra 1 Mataram, Hj. Yuniarti, ditemui di akhir kegiatan menjelaskan untuk tahun ini pelaksanaan manasik haji dilaksanakan secara mandiri di sekolah, karena mempertimbangkan kondisi anak-anak dan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di luar sekolah. Yuniarti mengatakan, manasik haji anak ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak mendapatkan pengalaman agama sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar di kelas saja atau hanya teori, tapi juga harus dipraktikkan. “Pelaksanaan manasik haji pada

(Suara NTB/ist)

MANASIK HAJI - Peserta didik TK Putra 1 Mataram saat mengikuti salah satu rangkaian dalam manasik haji anak. TK Putra 1 Mataram melaksanakan manasik haji bagi peserta didik, di halaman sekolah pada Sabtu (27/1). anak ini merupakan salah satu cara memberikan pengalaman pelaksanaan ibadah lengkap yang sedemikian rupa sehingga sangat berkesan dan

tertanam dalam jiwanya dan berpengaruh terhadap akhlaknya saat dewasa,” jelasnya. Manasik haji anak kali ini

diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 65 orang yang dibagi menjadi dua kloter. Yuniarti menyampaikan, dalam pelaksanaan manasik haji

anak, meskipun tidak semua rukun dijalankan tetapi diupayakan semirip mungkin dengan kondisi sesungguhnya saat ibadah haji. “Adapun rangkaian manasik haji yang dilaksanakan anak-anak, yaitu wukuf di Padang Arafah, lempar jumrah, mengitari ka’bah sebanyak tujuh kali, ke bukit shafa marwah, tahalul, minum air zam-zam, dan prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci,” paparnya. Salah satu orang tua murid, Dian Riviasari, ditemui di selasela acara mengungkapkan apresiasinya yang luar biasa terhadap pihak sekolah atas terselenggaranya manasik haji anak ini. “Saya mengucapkan terima kasih untuk pihak sekolah karena sudah memperkenalkan manasik haji ini pada anak jadi mereka ada bayangan lah kedepannya, harapannya makna yang terdapat dalam ibadah haji dapat terpahami dengan baik dan terus bertumbuh semangatnya sehingga ibadah haji menjadi salah satu visi hidupnya dan dapat membentuk akhlaknya,” harapnya. (r/ron/*)

Komit Pengembangan Pendidikan

Dunia Usaha Berikan 600 Rekening di Empat Sekolah Mataram (Suara NTB) Wujud komitmen membantu pengembangan pendidikan, dunia usaha terus berupaya membantu sekolah-sekolah di Mataram. Melalui Corporate Social Responsibility (CSR), Bank CIMB Niaga Syariah membantu sekolah dengan memberikan 600 rekening kepada 4 sekolah yang ada di Kota Mataram. Pemberian rekning kepada siswa adalah wujud program CSR bertajuk Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB). Pimpinan CIMB Niaga Syariah Mataram, Baiq Wanti Kusumasari mengatakan, pihaknya mendatangi 4 sekolah untuk diberikan rekening tahun 2019 ini. Sebab dalam program AMDB ini dari kemarin sudah mendatangi sekolah. “Hari ini kita berikan 150 rekening kepada siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Mataram,” kata Wanti – sapaan akrabnya, Jumat (24/1). Menurutnya, antusiasme para pelajar terhadap

program AMDB ini cukup memberikan kesan tersendiri, karena MAN 2 Mataram mendapat jatah 150 siswa. Untuk diketahui, 4 sekolah yang diberikan tabungan kepada siswanya di antaranya, MAN 2 Mataram, SMAN 1 Mataram, SMPN 6 Mataram dan SDN 1 Mataram. “Inilah 4 sekolah yang diberikan CSR dari CIMB Niaga Syariah. Selain memberikan rekening kepada 4 sekolah ini juga kita berikan edukasi agar siswa bisa mengatur keuangan mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan literasi keuangan siswa. Sebab sejak dini kita berikan pemahanan di era serba modern ini,” harapnya Bukan hanya itu, tabungan dan rekening yang akan diberikan ini bisa digunakan sampai kuliah. Untuk saat ini, yang dibutuhkan persetujuan orang tua. Tapi setelah tamat bisa digunakan untuk tabungan dewasa. “Kalau mereka sudah tamat di MAN 2 Mataram mereka langsung menukar kartu ATMnya dan memperbaharui identitas mereka yang

baru,” tuturnya. Dia mengatakan edukasi keuangan kepada para siswa merupakan salah satu fokus program CSR ini untuk meningkatkan wawasan mereka. Pasalnya, bekal pengetahuan yang memadai dapat membantu mereka untuk mulai merencanakan keuangan dengan lebih baik. Selain mengajak para pelajar mengenal dunia perbankan, AMDB juga menjadi ajang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian kepada sesama. Di tempat yang sama siswi MAN 2 Mataram Risa Umami mengucapkan, berterima kasih kepada dunia usaha yang telah membantu memberikan rekening tabungan. “Kita berterima kasih telah membantu kita karena ini sangat bermanfaat untuk kita gunakan. Apalagi ini gratis langsung,” tukasnya. Baginya, dengan tabungan yang telah diberikan ini sangat membantu. Apalagi saat ini dirinya sudah menginjak kelas IX. (dys)

(Suara NTB/dys)

SIMULASI - Setelah mengalami tiga kali gagal simuasi, siswa MA Darunnajah akhirnya bisa mengikuti simulasi UNBK.

Gelar Simulasi UNBK, Gagal Tiga Kali Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini terus dimatangkan sekolah-sekolah. Upaya mematangkan pelaksanaannya dilakukan lewat beragam cara, mulai pengayaan materi, hingga simulasi UNBK. Namun tidak semua persiapan itu berjalan mulus. Sejumlah sekolah menemui jalan buntu ketika harus melakukan uji coba UNBK melalui simulasi. Seperti yang dialami MA Darunnajah Al-Falah. Kepala MA Darunnnjah AlFalah, Hasmuin, mengungkapkan pihaknya telah tiga kali gagal melaksanakan UNBK. Tiga kali gagal disebabkan jaringan server dan gangguan tek-

nis lainnya. “Persiapan UNBK sudah dicoba cuma ada gangguan tidak bisa nyambung servernya,” jelasnya. Pihaknya tak putus asa. Menemui jalan buntu setelah tiga kali coba karena tidak bisa terkoneksi, namun setelah diperbaiki akhirnya pada hari ke empat pelaksanaan simulasi tahap kedua ini baru bisa. Dikatakan bahwa server yang dimiliki sekolah ada dua, berasal dari membeli sendiri dan satu lagi mendapat bantuan Kemenag. Dia berharap tak ada gangguan lagi. “Simulasi tahap kedua. Tapi ke empat kali diperbaiki teknisi dan proktor. Siswa jumlahnya 29 orang. Sudah siap mereka,” ungkapnya. (dys)

Panti Asuhan NW Mataram Belajarkan 130 Anak Gratis

(Suara NTB/ist)

BERDOA - Salah satu aktivitas anak-anak penghuni Panti Asuhan NW Mataram sedang berdoa usai salat berjamaah. Mataram (Suara NTB) Sebanyak 130 anak berbagai

kriteria seperti yatim piatu, dan terlantar tinggal di Panti Asu-

han NW Mataram. Mereka ditampung di sana dan dibelajarkan secara gratis. Mereka berasal dari berbagai daerah, Lombok Timur (Lotim), Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara hingga Bima dan Sumbawa. Ke 130 anak itu kini bersekolah dan sedang duduk di berbagai jenjang pendidikan. Mulai SD, MTS, SMP, MA, SMA. Tak ada yang mereka bayar, seluruh biaya hidup dan sekolah ditanggung. “Jumlah anak panti 130 mulai dari SMP, MTS, MA, SMA,” kata Pengasuh Panti Asuhan NW Mataram, M. Gufran, Jumat (25/1). Ke semua anak panti disekolahkan di bawah Yayasan

Pendidikan Ponpes Darul Mujahidin, NW Mataram. Terdapat sejumla kriteria para penghuni panti. Yaitu mereka yang berstatus yatim, piatu, dan telantar atau tidak mampu. Asal mereka masuk kriteria itu, mereka langsung dapat tinggal di panti. “Mereka dibiayai full. Makan, minum, asrama dan biaya sekolah. Intinya mereka tidak ada biaya, alias gratis,” ungkapnya. Bagi masyarakat tidak mampu yang ingin anaknya sekolah gratis, mereka dapat menitipkannya ke panti, asal memenuhi kriteria di atas. ‘’Syarat masyarakat bisa menitipkan anak anak asalkan masuk kriteria itu,” kata Gufran.

Selama berada di panti, anak-anak mendapat berbagai pelajaran penting sebagai bekal mereka ketika keluar dari panti nanti. Sejak bangun pagi, mereka diwajibkan membaca Alquran, Salat Subuh berjamaah. “Bangun Salat Subuh berjamaah, baca Alquran, bersih-bersih, ini agenda rutin setiap hari,” imbuhnya. Sementara pada siang sampai sore, anak-anak istirahat. Baru selesai Asar, agenda wajib ngaji. Sedang saat Magrib sampai Isya, mereka mengaji kitab kuning. “Jadi selain mendapat pendidikan umum di sekolah juga pendidikan agama,” ujarnya. (dys)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 28 Januari 2019

Minim, UKM Dapat Akses KUR di NTB Mataram (Suara NTB) Data Dinas Koperasi dan UMKM NTB, masih minim usaha mikro dan kecil di daerah ini yang mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari hampir 500.000 usaha mikro dan kecil di NTB, baru 82.000 yang mendapatkan akses KUR. Dalam setahun, jumlah penyaluran KUR di NTB lebih dari Rp2 triliun. “Memang yang dapat dari jumlah UMKM kita 500.000, usaha mikro dan kecil itu. Yang sudah mengakses KUR baru 82.000 usaha mikro,” kata Kepala Diskop UMKM NTB, Drs. H. Lalu Saswadi, MM dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin. Minimnya UKM yang mendapatkan akses KUR disinyalir karena bank penyalur masih menggunakan syarat harus ada agunan. Untuk itu, pihaknya sudah mengundang PT. Bank NTB Syariah. Sebagai salah satu bank penyalur KUR, Bank NTB Syariah, kata Saswadi akan memberikan pinjaman di bawah Rp25 juta tanpa agunan. Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, penyaluran KUR per sektor ekonomi di NTB pada 2018, jumlah akad mencapai Rp2,1 triliun. Dari jumlah akad sebesar itu, sebagian besar penyaluran KUR untuk sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp1,063 triliun. Kemudian adalah sektor pertanian, perburuan dan kehutanan Rp756 miliar lebih, industri pengolahan Rp103 miliar lebih, jasa kemasyarakatan, sosial, budaya, hiburan Rp86 miliar lebih, perikanan Rp31,9 miliar, penyediaan akomodasi dan makanan Rp41 miliar lebih, transportasi, pergudangan dan transportasi Rp15,7 miliar, real estate dan usaha persewaan Rp12 miliar lebih, sektor lainnya berkisar antara ratusan juta hingga Rp4,5 miliar. Saswadi mengatakan seharusnya KUR diprioritaskan untuk usaha mikro dan kecil. Bukan untuk pengusaha dengan skala usaha yang sudah besar. “Namanya KUR untuk kredit usaha rakyat, bukan untuk yang besar-besar. Kita berharap kepada bank penyalur, yang membutuhkan tolong kita bantu. Dan usaha mikro kecil inilah yang kita prioritaskan,” pintanya. Meskipun belum banyak usaha mikro dan kecil yang mengakses KUR, mantan Penjabat Sementara Bupati Lombok Barat ini mengatakan banyak hadir lembaga mikro finance yang memberikan pinjaman kepada usaha mikro dan kecil di NTB. Seperti Baznas Mikro Finance, Lembaga Ekonomi Umat, Penanaman Modal Madani dan lainnya. Usaha mikro dan kecil diberikan pinjaman antara Rp1 - 5 juta. Memaksimalkan penyerapan KUR di NTB, Saswadi mengatakan Diskop UMKM menyiapkan 40 pendamping KUR se NTB. “Karena ada keluhan masyarakat bahwa KUR itu susah. Dengan adanya 40 pendamping KUR di NTB, kita kasih target sesuai target pusat mendampingi sekian orang,” terangnya. (nas)

Bentuk 50 Bank Sampah Dari Hal. 1 mengalokasikan anggaran untuk pembentukan bankbank sampah di tiap desa. ‘’Itu diharapkan nanti termasuk kabupaten/kota mengintervensi bank sampah itu, di semua desa ada. Bahkan sampai dusun,’’ katanya. Bahkan, kata Madani, lewat revitalisasi Posyandu akan dikampanyekan juga tentang zero waste dan penanaman kembali hutan yang rusak. Peran Posyandu bukan saja tempat menimbang bayi dan pemberian obat. Tetapi juga akan dimanfaatkan untuk kampanye zero waste dan masalah hutan yang rusak. Madani menambahkan, Pemprov juga akan masuk ke 2.100 sekolah untuk mengkampanyekan zero waste. Selain itu, kampanye zero waste juga akan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). ‘’Dan diwajibkan BUMDes membuat bank sampah. Nanti sekolah juga ada pengelola sampahnya. Bank sampah yang akan mengambil sampah yang telah dipilah ke sekolah tersebut,’’ terangnya. Untuk memastikan Pemda kabupaten/kota mengalokasikan anggaran untuk bank sampah dan jamban keluarga, mulai APBD Perubahan 2019, Pemprov akan memperketat evaluasi APBD kabupaten/kota. Jika Pemda kabupaten/

kota belum mengalokasikan anggaran untuk pembentukan bank sampah dan jamban keluarga, maka persetujuan provinsi terhadap APBD kabupaten/kota tak akan keluar. ‘’Anggarannya harus dapat dipastikan untuk sampah dan jamban keluarga sebelum disetujui provinsi,’’ kata Madani. Sebenarnya, kata Madani masalah sampah merupakan tugas kabupaten/kota. Pemprov hanya memancing kabupaten/kota agar lebih serius menangani masalah sampah. Madani mengklaim pascapencanangan NTB Zero Waste, geliat mulai terlihat. Setelah aksi bersih-bersih Sungai Jangkuk di Mataram, sekarang mulai berlanjut ke Sumbawa. Pada 9-10 Februari mendatang, Pemkab Bima dan Pemkot Bima akan menggelar aksi bersih sungai dan pantai. Menurut Madani, kegiatan Rakor Pariwisata yang dilakukan Wagub ke kabupaten/kota sangat membantu dalam upaya mengkampanyekan zero waste. ‘’Walaupun judulnya Rakor Kepariwisataan, tapi muatannya tentang lingkungan hidup dan kehutanan. Itu menjadi bagian yang menggugah para pimpinan daerah di kabupaten/ kota,’’ tandasnya. (nas)

Realisasi Baru 0,01 Persen Dari Hal. 1 Dengan rincian, Kota Mataram 11.041 unit, terdiri dari rusak sedang 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit. Lombok Barat sebanyak 58.380 unit. Terdiri dari rusak sedang 12.668 unit dan rusak ringan 45.612 unit, Lombok Tengah 22.123 unit, tediri dari rusak sedang 5.639 unit dan rusak ringan 16.484 unit. Selanjutnya, Lombok Utara 5.839 unit, terdiri dari rusak sedang 1.758 unit dan rusak ringan 4.081 unit, Lombok Timur 17.000 unit, terdiri dari rusak sedang 3.543 unit dan rusak ringan 13.457 unit. Kemudian, Sumbawa Barat 17.275 unit, dengan rincian rusak sedang 4.380 unit dan rusak ringan 12.895 unit. Dan Sumbawa sebanyak 9.823 unit, dengan rincian rusak sedang 2.310 unit dan rusak ringan 7.513 unit. Rum menyebutkan, jumlah kelompok masyarakat (Pokmas) yang terbentuk berdasarkan kategori kerusakan sebanyak 1.052 Pokmas dengan jumlah anggota 19.389 KK atau 16 persen. Sebanyak 121.992 KK belum masuk dalam Pokmas. Dengan rincian, Kota Mataram 10.626 KK, Lombok Barat 51.139 KK, Lombok Tengah 21.417 KK, Lombok Utara 5.359 KK, Lombok Timur 13.070 KK, Sumbawa Barat 15.194 KK dan Sumbawa 5.187 KK. Mengenai perbaikan rumah yang rusak sedang dan ringan, Rum mengatakan baru 17 unit yang telah tuntas atau capain fisik 100 persen. Sebanyak 17 rumah rusak sedang dan ringan yang telah tuntas diperbaiki tersebut berada di Sumbawa Barat. Sedangkan enam kabupaten/kota lain, ca-

paiannya masih nol persen. Sementara, rumah yang dalam proses tahapan pelaksanaan perbaikan sebanyak 1.682 unit. Terdapat di Sumbawa Barat, dengan rincian rusak sedang 651 unit dan rusak ringan 1.031 unit. Untuk perbaikan rumah yang masih dalam tahap proses perencanaan sebanyak 3.388 unit atau 3 persen. Diketahui, pemerintah pusat telah menyerahkan penanganan rumah rusak sedang dan ringan ke Pemprov NTB. Sedangkan rumah rusak berat di bawah penanganan di bawah Kementerian PUPR. Perbaikan rumah rusak sedang dan ringan ditargetkan tuntas Maret mendatang. Pemprov akan mempercepat rehabilitasi rumah rusak sedang dan ringan. Caranya dengan merekrut 1.000 fasilitator sipil dan 500 - 700 fasilitator dari TNI. Terkait dengan transfer dana bantuan pembangunan hunian tetap (Huntap) ke masyarakat, Rum mengatakan sebanyak Rp3,5 triliun sudah ditransfer BNPB. Dari jumlah itu, sebesar Rp3,4 triliun lebih telah ditransfer BPBD kabupaten/kota ke rekening masyarakat. Dana yang belum ditransfer BPBD ke rekening masyarakat masih tersisa sebesar Rp90,3 miliar lebih. Dengan rincian, BPBD Kota Mataram Rp6,5 miliar, BPBD Lombok Barat Rp5,5 miliar, BPBD Sumbawa Barat Rp3 miliar lebih dan BPBD Sumbawa Rp75,2 miliar lebih. (nas)

Halaman 11

Slamet Rahardjo Puji Karya Film Adi Pranajaya Jakarta (Suara NTB)Aktor, sutradara, dan juga budayawan Slamet Rahardjo Djarot, memuji dua karya film dokumenter Adi Pranajaya yaitu ‘’Pepadu dari Lombok’’ dan ‘’Matahari-Matahari’’. Dua film yang diputar di Anjungan NTB TMII Jakarta pada Sabtu (26/1) pukul 20.00 waktu setempat itu bukan saja membuat Slamet terkagum-kagum, tapi juga sekitar 200 tokoh dan warga NTB yang ada di Jakarta yang hadir dan sama-sama menyaksikan. Orang film itu, kata Slamet Rahardjo Djarot, harus jujur pada dirinya. Kalau tidak jujur, kelihatan pada karya-karya film yang dibuat. Dan kehidupannya pun mengundang banyak pertanyaan. “Adi Pranajaya adalah sutradara yang jujur. Konsistensi pada setiap karyakaryanya sangat mudah dilihat, seperti bagaimana dia melihat persoalan lalu membicarakannya. Ada sudut pandang yang baru dan berbeda. Kemudian itu memperkaya wawasan kita para penonton. Termasuk dua film yang baru sama-sama kita saksikan yaitu Pepadu dari Lombok dan Matahari-Matahari,” kata Slamet Rahardjo, dalam tanggapannya di hadapan para penonton seusai nonton bareng dua film tersebut. Masih kata salah satu murid pertama Teguh Karya ini, dalam film-film Adi Prana-

jaya, termasuk Pepadu dari Lombok dan Matahari-Matahari, ada proses penciptaan di dalamnya. “Seperti pada Pepadu, bagaimana Adi membuka pikiran kita bahwa permainan presaian yang selama ini banyak orang menganggap sebagai permainan yang keras dan berbahaya, tiba-tiba kita simpulkan sebagai permaian yang penting untuk dilestarikan karena di baliknya mengandung nilai-nilai. Apalagi konsep dan desain film ini sangat tertata rapi,” kata Slamet. Sementara film MatahariMatahari, Slamet mengaku sempat curiga bahwa Adi Pranajaya akan terjebak pada pola-pola umum sebagaimana biasa kalau kita membicarakan pejabat. “Tapi ternyata tidak. Sebagai sutradara, kejujuran Adi masih tetap terjaga. Dia tetap berbicara dalam filmnya itu dari sisi rakyat dan untuk kepentingan rakyat,” lanjut Slamet lagi. Slamet Rahardjo Djarot pada kesempatan itu menyebut Adi adalah kawan seperjuangan yang sangat gigih. “Awal saat Adi Pranajaya dari NTB ke Jakarta belajar film pada 1980an, sama juga dengan awal saat saya dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1960an belajar film. Proses belajar saat awal-awal itu sudah pasti keras. Dan saya, termasuk Adi, patut bersyukur karena

dipertemukan dengan yang namanya Teguh Karya. Dari Teguh Karya kami banyak belajar. Bukan apa dan bagaimana sejatinya sebua film yang baik, tetapi terutama sekali apa dan bagaimana sejatinya sikap dan komitmen dalam berkesenian,” kata Slamet. Di penghujung komentarnya, Slamet Rahardjo Djarot mengatakan bahwa Adi adalah aset NTB yang tak akan pernah kehabisan ide. “Orang seperti Adi, ide dan kreativitasnya tak akan berhenti. Bila tak ada ruang dan kesempatan untuk berkreativitas, maka ia sendiri yang menciptakan ruang dan kesempatan itu,” kata Slamet. Slamet Rahardjo Djarot pun lalu memberi ucapan selamat sambil memeluk Adi Pranajaya yang berdiri di sampingnya, yang kemudian disambut tepuk tangan seluruh hadirin. Sementara itu Adi Pranajaya, hanya mengucapkan rasa syukur atas nikmat sehat yang diberikan Allah kepadanya. “Hanya dengan kesehatan yang baik, yang memungkinkan kita terus bias berkarya. Dan semua kelebihan yang ada tentu titipan Allah,” kata lelaki asal Sumbawa berusia 55 tahun dan selama 30 tahun berkarier di industri perfilman nasional sudah 82 karya film dilahirkan. Acara nonton bareng yang difasilitasi Badan Peng-

Kawasan Industri Besar di KSB Dari Hal. 1 dalam kajian Tim Percepatan Pembangunan Smelter. ‘’Kita ingin mendapatkan dengan status itu (penetapan jadi kawasan industri besar) sebuah kekuatan yang di dalamnya ada berbagai fasilitas. Fasilitas yang memudahkan investasi,’’ kata Gita dikonfirmasi Suara NTB, pekan kemarin di Mataram. Gita mengatakan jika kawasan seluas 850 hektare ditetapkan menjadi kawasan industri maka perizinan akan lebih mudah. Selain itu, insentif kepada investor yang akan menanamkan investasi industri turunan smelter akan banyak. Gita menjelaskan, rencana pengusulan kawasan industri besar di KSB tersebut sebagai antisipasi perkembangan investasi ke depan. Dengan adan-

ya industri smelter, maka akan ada industri-industri ikutannya. Untuk lokasi pembangunan smelter sendiri, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada tahap awal akan membebaskan lahan sekitar 180 hektare. Industri smelter tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi 850 hektare. Gita mengatakan, untuk pengusulan suatu kawasan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) atau kawasan industri ada tiga pihak yang dapat mengusulkan ke pusat. Yakni, pengelola kawasan industri, pemerintah provinsi atau Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan rekomendasi gubernur atau bupati. ‘’Kita ada kerja besar. Di satu sisi smelter itu 2021 konstruksi fisik selesai, 2022 harus sudah operasional. Di satu sisi mengantisipasi masa

depan sambil menyiapkan kawasan investasi,’’ terangnya. Gita menambahkan, suatu kawasan dapat diusulkan menjadi KEK, kawasan industri atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Tergantung dari karakter usaha yang ada di dalam kawasan tersebut. Diketahui, saat ini Pemprov sedang mengawal percepatan pembangunan smelter AMNT di KSB. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah membentuk tim percepatan yang beranggotakan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemprov NTB. Pembangunan smelter AMNT merupakan amanat UU Minerba. PT. AMNT diberikan tenggat waktu sampai 2021 untuk menuntaskan pembangunan smelter. Pada 2022, smelter di KSB ditargetkan sudah operasi. (nas)

Pantai Jempol Jadi Langganan Terima Sampah Kiriman Dari Hal. 1 kecamatan dan pemerintah daerah bergotong royong. Informasinya, tumpukan sampah ini rutin terjadi ketika musim penghujan. Bahkan ketika terjadinya banjir, sampah-sampah menumpuk di sepanjang pinggir Pantai Jempol, Saliper Ate hingga Pantai Goa. Salah satu warga Dusun Kampung Pasir, Murdali, yang ditemui Suara NTB, Jumat (25/1) kemarin, mengakui, wilayah setempat kerap dipenuhi sampah kiriman. Terutama saat terjadinya banjir dan besarnya gelombang laut. Mengingat wilayah setempat dikelilingi beberapa sungai. ‘’Ini sampah kiriman dari sungai. Karena kita di sini dikelilingi oleh beberapa sungai. Sehingga setiap air bah banyak menumpuk (sampah),” ujarnya. Banyaknya sampah yang menumpuk beberapa hari lalu masih tergolong kecil jika dibandingkan tahun lalu. Biasanya dimulai dari bulan Januari dan puncaknya bulan Februari. Tahun lalu jumlahnya lebih banyak, mulai dari sampah plastik hingga batang pohon. ‘’Biasanya bulan 2 puncaknya. Kalau yang kemarin masih kecil. Lebih parah yang tahun lalu,’’ kata Murdali. Kades Labuan Sumbawa, Kamiruddin, S.AP mengakui sampah kiriman kerap kali menumpuk di sepanjang pantai terutama di wilayah Dusun Kalibaru dan Dusun Pasir. Hal ini rutin terjadi setiap tahun. Mengingat dikelilingi dua sungai yakni Sungai Pamulung dan Sungai Brang Biji. Ketikan terjadinya banjir dan gelombang besar maka sampah menumpuk di pinggir pantai. ‘’Kalau terkait tumpukan sampah kemarin itu rutin setiap tahun. Dan ini merupakan sampah kiriman. Kita di Labuan ada dua sungai, Pamulung dan Brang Biji. Ketika banjir, maka sampah terbawa ke laut. Ketika gelombang besar, maka menumpuklah di pinggir pantai,’’ ujarnya Disebutkannya, tumpukan sampah beberapa waktu lalu

baru yang pertama di tahun 2019 ini. Namun tumpukan sampah tersebut setiap tahun terjadi. Biasanya puncaknya terjadi di bulan Februari. Di mana tahun lalu lebih besar dari tahun ini. Untuk membersihkan sampah, pihaknya bersama masyarakat melakukan gotong royong. Pihak Pemda juga ikut dalam upaya pembersihan. ‘’Jadi kami agendakan rutin sudah setiap tahun gotong royong pascabanjir dan adanya ombak besar. Bahkan tahun lalu semua pegawai Pemda diturunkan ke sini untuk gotong royong. Alat berat juga diturunkan, karena sampai kayu besar ada di pinggir pantai,’’ jelasnya. Sejauh ini, pihaknya tetap memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di mana masyarakat pun tetap membersihkan sampah, karena sepanjang pantai merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi. Bahkan kedepan pihaknya juga akan menyiapkan kendaraan tiga roda untuk pengangkut sampah di setiap dusun. Termasuk akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pola pengangkutannya. Pihaknya berharap persoalan sampah ini kedepannya bisa teratasi. ‘’Harapan kita supaya persoalan sampah ini bisa teratasi. Tentunya butuh kerjasama semua pihak. Baik dinas instansi maupun masyarakat.’’ Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH), Abdul Malik, S.Sos menyampaikan, penumpukan sampah di wilayah pinggir pantai saat musim penghujan tidak bisa dipungkiri. Karena ketika aliran sungai brang biji besar, sampah yang ada ikut terbawa. Mengantisipasi persoalan itu pun, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Labuhan Sumbawa yang merupakan lokasi hilir Sungai. Guna mengurangi sampah kiriman ini dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Khususnya warga yang berada di bantaran sungai. Mengingat sejauh ini masih ada masyarakat yang

membuang sampah di sungai. Hal inilah yang membuat banyaknya sampah menumpuk di wilayah hilir. ‘’Strategi sekarang yang akan kami coba adalah melakukan penyuluhan bagi warga di bantaran sungai,’’ katanya. Sebelumnya, Pemkab Sumbawa bersama Pemprov NTB, telah mencanangkan gerakan gotong royong 60 menit sekaligus kampanye zero waste di bantaran kali sepanjang sungai dalam kota. Untuk membersihkan sampai di wilayah bantaran kali yang menumpuk. Mengingat masalah sampah ini sangat klasik sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, juga mengajak untuk menggalakkan bank sampah pada semua desa di NTB. Mengingat sampai saat ini, progres pemilahan dan pengolahan sampah di NTB termasuk di Sumbawa masih sangat rendah atau persentasenya masih sangat kecil. Seperti disampaikan Wagub dalam kunjugannya ke Sumbawa akhir Desember 2018 lalu. Wagub mengajak setiap desa untuk membentuk bank sampah. Modalnya juga murah hanya sekitar Rp 20 Juta. “Kita harus bisa mengedukasi masyarakat soal pemilahan sampah ini. Sampah anorganik seperti sampah plastik dan kaleng bisa dijual menjadi uang. Sampah jadi berkah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Di beberapa tempat saya lihat, sampah bisa dibawa untuk membayar puskesmas bahkan transportasi umum. Anak anak sekolah dari rumah ke sekolah bisa membawa sampah untuk dijual sebagai uang jajan atau tabungan sekolah,”terang Rohmi. Impiannya, bank sampah bisa hadir di setiap desa. Bagaimana bisa merata di setiap desa. Sehingga masyarakat bisa teredukasi soal sampah ini. Kalau masalah sampah bisa tertangani, maka persoalan lainnya akan jauh lebih mudah diselesaikan. Kalau lingkungan bersih, maka orang akan betah datang dan berkunjung. (ind/arn)

Kemenkes Pasok 1.800 Vaksin Rabies ke NTB Dari Hal. 1 “Yang sudah divaksin sudah 500 anjing. Memvaksin hewan lebih susah daripada manusia. Kita juga vaksin petugas yang memvaksin hewan pembawa rabies,” tuturnya. Untuk anjing liar, maka harus dieliminasi. Sedangkan anjing peliharaan harus diberikan vaksin. Mantan Kepala Dikes Lombok Tengah (Loteng) ini mengatakan saat ini ada tiga

tim yang diterjunkan menangani kasus rabies di Dompu. Pertama, tim yang mengeliminasi anjing liar. Kedua, tim yang memvaksinasi anjing. Ketiga, tim yang menangani manusia yang digigit anjing. Ketiga tim tersebut berasal dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Berdasarkan hasil rapat koordinasi, kata Nurhandini, Pulau Sumbawa diisolasi dari lalu lintas keluar masuknya

hewan pembawa rabies seperti anjing, kucing dan anjing. Mengantisipasi kasus di kabupaten/kota tetangga Dompu, Dikes sudah mengirim vaksin anti rabies ke kabupaten/kota. Karena sebelumnya ada satu orang penduduk Bima yang berkunjung ke Dompu digigit anjing diduga rabies. Terhadap satu orang warga tersebut dilakukan vaksin anti rabies di pelayanan kesehatan di Bima. (nas)

Slamet Rahardjo Djarot bersama Adi Pranajaya di acara pemutaran film dokumenter Matahari-Matahari. hubung Provinsi NTB – DKI Jakarta ini, menurut Kepala Badan Lalu Yudi Wiraguna, adalah yang kesekian kali. “Terakhir pada Oktober 2018 lalu, di tempat yang sama, diputar film karya Adi Pranajaya yang lain yaitu Keagungan Cinta Maulana Syaikh, yang juga mendapat sambu-

tan hangat sekitar 200an penonton ketika itu. Insya Allah program nonton bareng seperti ini akan rutin kami selenggarakan, termasuk programprogram budaya lain sekaligus sebagai ajang silaturrahim di antara kita warga NTB yang ada di Jakarta dan sekitarnya,” kata Yudi. (r)

Pemprov Targetkan NTB Bebas Sampah 2023 Dari Hal. 1 Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) diminta segera menyiapkan hilirnya. Agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan, maka perwakilan bank sampah harus segera disiapkan di masing-masing desa. ‘’Kalau kita sibuk dengan hulu, orang sudah siap dengan plastiknya mau di setor ndak ada tempat nyetornya. Nanti demotivasi. Ini yang harus dipikirkan supaya segera dan harus cepat,’’ ujarnya. Ummi Rohmi mengatakan, sekarang masyarakat sudah mulai bergerak. Bahkan ada yang menginginkan diberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah organik. Menurutnya, hal ini merupakan suatu respons yang positif dari kampanye zero waste. Pemprov mulai menyusun aksi zero waste dalam hal pengelolaan sampah. Gubernur NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mengeluarkan imbauan kepada seluruh OPD di Provinsi NTB untuk menerapkan zero waste. Artinya, setiap instansi dapat beroperasi tanpa menghasilkan sampah. Beberapa poin imbauan tersebut diantaranya, setiap OPD diharapkan tidak lagi menyediakan air gelas atau botol plastik kemasan. Air gelas dan botol plastik diharapkan dapat diganti dengan air isi ulang galon sesuai kebutuhan. ASN diimbau untuk membawa botol minum plastik sendiri dan menyiapkan peralatan komsumsi yang dapat dipakai berulang kali. Selain imbauan meminimalisir penggunaan kertas dan beralih menggunakan teknologi surat elektronik atau google drive. Setiap OPD juga dituntut untuk memberikan edukasi. Memilih dan memilah sampah dan memisahkannya terlebih dahulu sebelum dibuang. Sehingga setiap OPD harus memiliki tempat pembuangan sampah yang telah dikategorikan sampah basah dan sampah kering. Nantinya, akan ada imbalan berupa pemberian green office award kepada OPD terpilih

setiap tahunnya. Dan kantor yang mendapatkan peringkat merah dalam program OPD Zero Waste akan diumumkan ke publik sebagai hukuman. Wagub juga mengatakan, berbicara masalah sampah harus dimulai dari sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, akan menjadi percuma tempat pengolahan sampah yang dibangun jika masyarakat tak memberikan dukungan. Ia mencontohkan seperti persoalan sampah di Gili Trawangan. Masalah sampah di destinasi wisata unggulan NTB itu sudah ditangani beberapa tahun lalu. Tapi ada permasalahan di masyarakat. Seharusnya pengelolaan sampah yang sudah berjalan dengan baik itu terus berlanjut. Tapi akhirnya tak berlanjut dan menjadi permasalahan saat ini. ‘’Ke depan, memang yang paling utama adalah kesadaran dari masyarakat. Terutama pelaku wisata di sana. Bagaimana betul-betul mencintai lingkungan, kita berkepentingan di situ,’’ ujarnya. Ia mengatakan, masyarakat harus sadar bahwa persoalan sampah sangat penting. Masyarakat harus memilah sampah. Karena sampah dapat menjadi rupiah. Pemda sekarang membentuk bankbank sampah di tiap desa. Ditambahkan, sebaik apapun fasilitas pengolahan sampah yang dibangun akan mangkrak tanpa ada kesadaran masyarakat. Masyarakat harus sungguh-sungguh memperjuangkan kebersihan lingkungan. Terpenting, bagaimana mengkampanyekan lingkungan. Mulai dari sekolah, kantor, restoran, hotel punya pemilahan sampah sendiri. Kalau pelaku wisata bersatu, gampang masalah sampah di Gili Trawangan. ‘’Membuang sampah sembarangan merupakan aib. Persoalan sampah merupakan isu besar yang tak boleh dianggap sepele,’’ tegas Wagub. ‘’Tetapi kalau kita memahaminya, akan menjadi berkah. Sekarang bagaimana bisa kita membalik sampah bukan masalah lagi. Tapi sampah jadi berkah,’’ pungkasnya.(nas)

Mantan Manajer Konstruksi PT GNE Bantah Kebocoran Anggaran Rp3,1 Miliar Dari Hal. 1 Namun masalah itu dibebankan kepadanya dan dianggap sebagai piutang yang harus dikembalikan. Masalah itu dibebankan kepada perusahaan pengembang. ‘’Perusahaan sudah siap membayar. Bahkan sudah mencicil,’’ akunya. Beberapa kerjasama yang jadi penyebab tidak lancarnya investasi PT. GNE. Seperti, ketika mendistribusikan material paving blok pada proyek Bandara Internasional Lombok (BIL) tahun 2011, 2012, 2013. Droping material paving bermasalah karena ulah warga yang merasa tidak dilibatkan dalam proyek saat itu. “Material kita dicuri. Truk kita dicegat, sopirnya diancam parang.’’ Masalah sama terjadi ketika berhasil membuat kerjasama dengan perusahaan konstruksi jalan, dari gedung BIL hingga ke arah Gerung Lombok Barat. Material GNE turut dicuri warga yang merasa tidak dilibatkan dalam pekerjaan itu. Akibat kejadian di dua kegiatan itu, material tidak terbayar. Anehnya, kata dia, itu menjadi piutang yang dibebankan kepadanya, bukan utang manajemen. Sejumlah masalah lain yang menjadi kekeliruan manajemen juga diungkapnya kepada Suara NTB dan peran sejumlah pihak di internal jadi pemicu masalah. Namun penyampaiannya dalam konteks off the record. Ia hanya menyesalkan ketika Direktur GNE membuat kesimpulan bahwa ada kebocoran senilai Rp3,1 miliar dan dibe-

bankan tanggung jawab itu padanya. Hasil audit yang diserahkan ke Inspektorat juga menurutnya tidak objektif karena dokumen yang diperiksa tidak lengkap, termasuk tidak memasukkan hal hal non teknis yang menyebabkan keluarnya uang. Seperti membayar ke pihak desa lingkar proyek demi keamanan kegiatan. Ia berkesimpulan, serangkaian masalah dalam manajemen dan pengelolaan keuangan murni persoalan administrasi. Karena bukti dan keterangan soal pertanggungjawabannya masih tersimpan dengan baik. Bukti-bukti itu akan dibeberkannya di hadapan auditor Inspektorat. Ia tidak risau dengan laporan Direktur PT GNE tersebut. Malah lega karena akan membuka masalah sebenarnya. ‘’Saya setuju kalau ada pemeriksaan dari pihak ketiga begini. Jadi biar semuanya jelas,’’ tegasnya. Ia juga membantah keras soal tudingan uang tagihan piutang ke pihak lain masuk ke rekeningnya. Diakuinya ada tanda tangan penerimaan pembayaran yang memang harus ia butuhkan. Tapi pemasukan tetap diteruskan ke bendahara penerimaan. Secara keseluruhan ia menegaskan tidak ada kebocoran anggaran sebagaimana laporan H. Syahdan Ilyas selaku Direktur GNE. Tapi murni masalah administrasi disebabkan masalah eksternal. ‘’Ini bukan kebocoran anggaran, ini masalah administrasi,’’ pungkasnya. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 28 Januari 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

PT. TMMIN dan ACT Rampungkan Bantuan Gedung SMPN 1 Kayangan Tanjung (Suara NTB)Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PT. TMMIN merampungkan pembangunan gedung sementara SMPN 1 Kayangan, Lombok Utara. Bantuan gedung itu diserahkan kepada pemda KLU, Sabtu (26/1). ACT bekerja sama dengan PT. TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) melaksanakan seremonial serah terima beberapa item bantuan untuk korban Gempa Lombok. ACT diwakili oleh Kepala Cabang NTB, Lalu Muhammad Alfian dan dari TMMIN diwakili Azis Syarief Hidayat yang merupakan ketua Serikat Pekerja dan I Made Surya selaku Divission Head of PT TMMIN menyerahkan bantuan berupa satu unit bangunan sekolah yang terdiri dari 3 ruangan dan 1 unit MCK untuk SMPN 1 Kayangan. Selain di Kayangan, 1 unit bantuan sekolah sementara juga dibangun di SDN 4 Santong yang berlokasi tidak jauh dari lokasi SMPN 1 Kayangan. PT TMMIN juga membangun 20 unit shelter hunian dan 1 buah masjid lengkap dengan sarana MCK-nya di Desa Ma-

dayin Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Dalam sambutannya, Kepala Divisi Human Resource TMMIN, I Made Surya Wibawa mengatakan, yang dibawa oleh TMMIN belum seberapa ini mampu membantu percepatan pemulihan pascagempa Lombok. ‘’Semoga semangat untuk memperbaiki kehidupan itu tetap bergelora dan adik-adik tetap bersemangat dalam belajar,” katanya. Kepala Sekolah SMPN 1 Kayangan, Abdul Hanan juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggitingginya kepada relawan dari ACT karena selalu cepat merespon setiap kejadian yang menimpa Lombok, khususnya di kecamatan Kayangan sejak awal kejadian gempa hingga sekarang setelah berlalu hampir 6 bulan lamanya. Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh H. Suwahib, juga mengapresiasi Kepala Sekolah SMP 1 Kayangan dan SDN 4 Santong serta semua sekolah-sekolah yang terdampak gempa namun tetap semangat dalam melaksanakan keg-

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Penyerahan bantuan gedung sementara SMPN 1 Kayangan dan alat keperluan sekolah oleh ACT dan PT TMMIN. iatan belajar mengajar walaupun secara fisik masih kekurangan sarana dan prasarana. Gubernur juga mengapresiasi ACT, PT. TMMIN dan jajaran pemerintahan di Kabupaten Lombok Utara yang telah berkolaborasi mendistribusikan bantuan-bantuan yang sangat berarti dalam rangka pemulihan khususnya di bidang pendidikan akibat gempa yang telah melanda Lombok bulan Juli tahun 2018 lalu. Dalam kesempatan yang

sama, Kacab ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian kembali menegaskan, bahwa ACT akan terus membersamai penyintas gempa di Pulau Lombok hingga selesai. Karena itu adalah komitmen lembaga yang sudah janjikan sejak awal penanganan gempa Lombok dimulai. ‘’ACT bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi penyintas gempa hingga masyarakat bisa kembali menjalankan kehidupan sebagaimana biasanya sebelum gempa mengguncang,’’ tandasnya. (r)

Proyek Penahan Abrasi Dikeluhkan Warga Giri Menang (suara NTB) – Warga Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung mengeluhkan proyek Groin (penahan abrasi) atau pelindung pantai yang dibangun sepanjang pesisir pantai setempat. Pasalnya, proyek senilai Rp6 miliar ini belum mampu memberi solusi terhadap persoalan abrasi dan mengantisipasi air laut pasang naik ke pemukiman warga. Bahkan keberadaan proyek ini justru memperparah kondisi abrasi ketika air pasang. Warga menilai proyek ini mubazir sehingga perlu dikaji ulang. Warga berharap agar dibangunkan pemecah gelombang supaya air laut tak mudah naik ke pemukiman warga. Sabri, warga dusun setempat mengatakan proyek yang diban-

gun tahun 2018 ini tidak ada manfaatnya. “Malah yang ada tambah parah (abrasi),” kata dia. Abrasi saat ini jelas dia begitu parah, bahkan berjarak hanya puluhan meter dari pemukiman warga. Ketika gelombang laut pasang sedikit saja, air dengan mudah naik ke pemukiman warga. Tak hanya mengeluh memicu abrasi, keberadaan bangunan itu juga mempersulit warga menambatkan sampan. Padahal sebelum ada bangunan ini warga begitu mudah menambatkan sampan setelah melaut. Menurutnya proyek yang dibangun ini tak sesuai dengan aspirasi warga. Pasalnya, awalnya warga ingin dibangunkan pemecah gelobang, namun yang dibangunkan malah penahan abrasi. Kades Taman Ayu terpilih Ta-

juddin mengatakan penanganan abrasi pantai belum serius dilakukan. Ia menilai proyek yang dibangun di sepanjang pantai tidak mampu mengatasi abrasi. Proyek ini tak sesuai harapan warga, sebab sebelumnya warga mengusulkan bangunan pemecah ombak. Padahal jelas dia, penanganan abrasi ini tidak hanya kepentingan warga setempat namun juga keberlangsungan objek vital seperti pembangkit listrik yang ada di wilayah setempat. Pjs Kades Taman Ayu, L Muzhari mengatakan bahwa abrasi ini tidak lagi skala lokal namun sudah dianggap skala nasional sebab kondisinya yang sangat parah. “Abrasi ini sudah sangat parah, kalau tidak segera ditangani maka ini akan menjadi ancaman yang besar,” tegas

dia. Diakui dampak abrasi ini, banyak lahan yang sudah bersertifikat diterjang abrasi, kini menjadi laut. Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Lobar, H.M Najib melalui Kasi Logistik, Tohri mengatakan kurang maksimalnya proyek Groin yang dibangun PLN membuat Pemda mengambil langkah lain. Pemda berencana mengusulkan pentaludan kawasan pesisir pantai Endok yang menjadi langganan banjir rob ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. “Usulan inipun sudah dilontarkan secara non formal ke pihak BNPB. Hanya saja hal ini tergantung BNPB pusat apakah nantinya menyetujui usulan ini atau tidak,”jelas Tohri. (her)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 28 Januari 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu