Skip to main content

Edisi Jumat 25 Januari 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

JUMAT, 25 JANUARI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 265 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bank NTB Syariah Jadi Sorotan Nasional

Target Nilai Aset Dua Digit Tahun 2020 Mataram (Suara NTB) Bank NTB Syariah sedang menjadi sorotan nasional. Mengapa? Karena Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik masyarakat NTB ini menjadi satu-satunya BPD di Indonesia yang berani konversi penuh, dari bank konvensional ke bank syariah penuh. Ada dua BPD di Indonesia yang telah berubah status menjadi bank Farid Faletehan syariah. Satu BPD

adalah BPD Aceh. Tetapi, hanya Bank NTB Syariah adalah satu-satunya BPD yang secara sadar dan atas keinginan bersama berhijrah dari konvensional. Sementara BPD Aceh melakukan konversi didasari atas peraturan di daerah Serambi Makkah itu. Dengan konversi penuh Bank NTB Syariah, diharapkan NTB ke depan akan menjadi Serambi Makkah di bagian timur Indonesia. ‘’Karena murni konversi atas kesadaran dan keinginan bersama, Bank NTB Syariah ini sedang menjadi soro-

tan nasional. Akan seperti apa perkembangannya setelah konversi,’’ kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan dalam sambutannya pada Business Gathering Bank NTB Syariah di Hotel Santika Mataram, Kamis (24/1) kemarin. Farid mengatakan, baru-baru ini telah melakukan pertemuan dengan pimpinan OJK lainnya di Indonesia. Justru yang mereka tanyakan bagaimana perkembangan Bank NTB Syariah pascakonversi. Untuk

menjawa pertanyaan ini, memang terlalu dini memberikan kesimpulannya. Karena itu, Farid mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung dan menjadikan Bank NTB Syariah sebagai bank kebanggaan bersama di Bumi Gora ini. Menurutnya, tentu tugas berat menjawab itu. Bersambung ke hal 15 Kukuh Raharjo (Suara NTB/bul)

Grenggeng Masih Terisolir

Warga Kekurangan Material Bangun Jembatan Darurat

Tanjung (Suara NTB) Warga Dusun Grenggeng, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), masih terisolir pascabanjir yang memutus jembatan penghubung di dusun itu, Selasa (22/1) malam. Hari pertama, pascaputusnya jembatan, warga masih belum bisa beraktivitas seperti biasa. Mereka masih disibukkan dengan usaha swadaya untuk membangun jembatan darurat. Kepada Suara NTB, Kadus Grenggeng, Suparto, Kamis (24/1), mengungkapkan sejak Rabu lalu, pihaknya dengan warga bahu membahu membuat lintasan kayu sebagai jembatan darurat. Selama bekerja, mereka hanya dibantu oleh aparat TNI. ‘’Hari ini warga turun lagi gotong royong, dari kemarin dibantu Babinsa. Kabarnya, Pak Danrem mau turun, mudah-mudahan benar,’’ ujarnya berharap banyak. Harapan warga akan bantuan TNI tidak lepas dari terbatasnya bantuan atensi untuk membuka isolasi dusun tersebut. Warga sejatinya berharap, Bersambung ke hal 15

TO K O H

Huntara Korban Gempa Rusak, Pembangunan Rumah Permanen Dipercepat

(Suara NTB/humasntb)

Diberantas dari Hulu WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mengatakan, sikap preventif terhadap terjadinya penyakit masih sangat kurang disadari oleh masyarakat NTB. Wagub berharap, segala masalah kesehatan seharusnya dimulai dari hulu. ‘’Penyuluhan diharapkan ada di posyanduposyandu. Sebulan sekali rutin, ruang lingkupnya di dusun. Sehingga harapannya semua isu sosial bisa diberantas dari hulunya,’’ ujar Wagub, Hj. Sitti Rohmi Djalilah Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) Hunian sementara (huntara) korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) banyak yang rusak dan hancur akibat angin puting beliung beberapa hari lalu. Menyikapi hal ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan saatnya menggesa pembangunan rumah permanen atau hunian tetap (huntap) yang berkualitas bagi korban gempa. Dikonfirmasi usai menghadiri acara di Ballroom Islamic Center, Kamis (24/1) siang, Gubernur mengatakan dengan kejadian tersebut, pembangunan hunian memang harus tahan gempa dan bencana. Bersambung ke hal 15

H. Zulkieflimansyah

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 langsung di jajarannya, seperti me- haknya dengan Polda NTB dan Kejati ‘’Tahap tahap dalam audit kita sedang Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 ngumpulkan bukti dan mengagenda- NTB. Dasar aturannya, Perjanjian Inspektorat Provinsi NTB mulai lakukan,’’ jawabnya. Namun ia enggan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kan pemanggilan pihak pihak ter- Kerja Sama (PKS) di samping manbergerak melakukan audit investiga- merinci rangkaian kegiatan dimaksud, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 kait. ‘’Intinya sampai saat ini sedang dat dari Pasal 385 Undang-Undang si PT. GNE. Fokusnya, terkait dug- sebab berkaitan dengan kerahasiaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerdiproses,’’ ujarnya. aan kebocoran anggaran Rp3,1 mil- proses audit investigasi. ‘’Namanya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Bagaimana dengan sikap Kejak- intahan Daerah, diperkuat dengan Iniar. Audit sesuai permintaan mana- proses audit investigasi, tidak semua 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 saan dan Kepolisian yang bergantung struksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 jamen perusahaan daerah tersebut. harus kita buka,’’ ujarnya, didampingi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dari hasil audit? Menurutnya, itu se- Tentang Percepatan Pelaksanaan Inspektur pada Inspektorat NTB, Irbansus GP Aryadi, SH.MH. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 suai dengan mekanisme sebagaima- Proyek Strategis Nasional. Beberapa tahapan awal terkait, Ibnu Salim, SH.,M.Si membenarkan, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 na kesepakatan tertulis antara pi- Bersambung ke hal 15 kegiatan audit sedang berlangsung. bagaimana proses audit sedang ber1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901

(Suara NTB/humasntb)

KO M E N TTAA R Penagihan Kerugian Berlanjut PENAGIHAN kerugian negara dari anggota DPRD NTB tahun 2003 lalu masih berlanjut. Sekitar 10 tahun lalu, diawali dengan upaya non litigasi Kejati NTB. Tahun 2019, dilanjutkan dengan Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Pemprov NTB ke Jaksa Pengacara Negara (JPN). Peroses non litigasi itu diakui Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH,M.Si sebagai lanjutan upaya penyelesaian kerugaian negara sebelumnya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ari)

DARURAT - Warga menggunakan kayu-kayu yang dihayutkan banjir untuk membuat jembatan darurat. Sementara huntara yang dihuni korban gempa, rusak parah diterjang angin puting beliung (foto bawah).

Inspektorat Mulai Audit Investigasi PT. GNE

Cuaca Ekstrem, Jaringan PLN Terganggu

Ibnu Salim (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Cuaca ekstrem terjadi di Pulau Lombok beberapa hari terakhir, berdampak sangat signifikan terhadap pasokan listrik untuk masyarakat. Pohon tumbang menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan yang berujung pada pemadaman di beberapa wilayah. ‘’Cuaca ekstrem, terutama angin kencang adalah potensi gangguan karena dapat menyebabkan pohon atau benda yang tinggi di sekitar jaringan jatuh menimpa jaringan kami sehingga mengakibatkan pemadaman,’’ terang Jeremias Watu, Manajer Bagian Teknik PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram, Kamis (24/ 1) malam. Hampir seluruh wilayah

kerja PLN UP3 Mataram terdampak. Bahkan beberapa daerah yang cukup parah terdampak adalah Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur khususnya di Sembalun, Senaru dan sekitarnya. Ditemukan banyak pohon tumbang yang jatuh menimpa jaringan PLN. Beberapa peralatan PLN rusak parah sehingga harus diganti. Sedangkan material pengganti ada di Mataram. Dengan akses jalan yang licin akibat musim hujan dan ditambah dengan kondisi beberapa ruas jalan yang sedang dalam perbaikan, mengakibatkan perbaikan tidak dapat dilakukan dengan cepat. ‘’Tim kami mengalami kendala pada saat pendistribusian material ke lokasi. Se-

lain memang karena cuaca, akses untuk menuju ke lokasi gangguan juga sangat berbahaya. Sesegera mungkin setelah semuanya siap dan kondisi dipastikan aman, kami akan segera lakukan perbaikan,’’ imbuh Jerimias. Peringatan dini cuaca NTB yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi BIL menyatakan bahwa bahwa kondisi cuaca seperti ini akan terjadi dari tanggal 23 -29 Januari 2019. Untuk itu, masyarakat dimohon untuk tetap waspada terhadap kondisi di sekitarnya. Jeremias juga mengimbau kepada masyarakat Lombok untuk segera melapor apabila melihat kondisi jaringan yang tidak aman ke PLN. Pelaporan atas kondisi yang tidak

aman dapat dilakukan melalui Contact Center PLN 123. ‘’Kami akan segera melakukan pengamanan, terlebih apabila kondisi tersebut sangat membahayakan masyarakat. Selain itu, pada kondisi tertentu, Bersambung ke hal 15 PERBAIKAN Seorang petugas PLN sedang memperbaiki jaringan yang terganggu akibat angin kencang.

(Suara NTB/Humas PLN)


SUARA MATARAM

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 2

Pemkot Mataram Siaga Bencana Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram kembali mengingatkan masyarakat terutama nelayan di Ampenan, agar waspada terhadap gelombang setinggi lima hingga enam meter. Pemkot Mataram saat ini siaga bencana selama 24 jam hingga 29 Januari mendatang.

Siaga Satu KELURAHAN Kekalik Jaya termasuk daerah rawan banjir di Kota Mataram. Setiap tahun masyarakat harus siaga saat cuaca ekstrem seperti saat ini. Penanganan banjir diintervensi melalui bantuan pemerintah pusat. Lurah Kekalik Jaya, H. Fathurrahman mengakui, kondisi di tahun lalu, masyarakat harus waspada dengan kondisi hujan dan angin seperti sekarang ini. Karena disadari wilayahnya berada hilir. Jika hujan lebat di bagian hulu bisa dipastikan akan terjadi banjir. “Sebelumnya pengalaman kita kalau hujan-hujan seperti ini harus siaga satu,” ujar H. (Suara NTB/mhj) Fathurrahman, Kamis (24/1). H. Fathurrahhman Pada tahu 2018 kemarin, Kelurahan Kekalik Jaya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Satker Pengembangan, Penyehatan Lingkungan dan Permukiman (PPLP) berupa perbaikan drainase. Dari beberapa kali hujan yang demikian deras, dia mengatakan biasanya terkena banjir dan saat ini berfungsinya saluran yang dibuatkan oleh Satker itu, sehingga tidak terlalu lama genangan air cepat surut. ”Alhamdulillah, begitu genangan airnya cepat surut,” ucapnya. Meskipun demikian sambung mantan Lurah Jempong Baru ini, pihaknya tetap mengimbau ke masyarakat agar tetap berhati - hati. Imbauan ini seiring dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika terhadap cuaca ekstrem selama tujuh hari ke depan dari 24 hingga 29 mendatang. “Tetap kita himbau melalui kepala lingkungan dan tokohtokoh untuk tetap waspada mengingat ekstrem cuaca yang terus-menerus diperkirakan sampai satu minggu kedepan,” demikian kata dia. (mhj)

Imbauan disampaikan Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, setelah menerima informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mulai tanggal 23 hingga 29 Januari atau tujuh hari kedepan, berpotensi terjadi hujat lebat, angin kencang dan gelombang setinggi lima hingga enam meter. “Masyarakat kita imbau agar mengantipasi angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Martawang di ruang kerjanya, Kamis (24/1). Gelombang tinggi diprediksi akan terjadi di Selat Bali, Selat Lombok dan Selat Alas. Oleh karena itu, ne-

layan diminta waspada. Martawang menambahkan, situasi kebencanaan saat ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus pada posisi siaga. Personel dan peralatan disiagakan 24 jam mewaspadai cuaca ekstrem saat ini. “Semua OPD baik itu Perkim, PUPR, BPBD, Kesbangpol, Satpol PP dan Dinas Sosial harus siaga,” tandasnya. Terhadap kerusakan rumah akibat puting beliung telah ditangani oleh BPBD. Petugas memberikan bantuan seng dan terpal ke korban. Kepala BPBD Dedi Supriadi menambahkan, dalam tujuh hari ke depan

masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem. Diprediksi masih akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Khusus nelayan di Ampenan diminta lebih waspada terhadap gelombang pasang. “Kita waspada sampai 29 Januari,” tandasnya. Personel BPBD selama 24 jam memantau kondisi di lapangan. Terhadap kerusakan rumah akibat puting beliung, Dedi mengaku, masih menginventarisir. Termasuk menghitung estimasi kerugian dialami warga. “Kita masih menunggu data dari kelurahan,” demikian kata dia. (cem)

Nelayan Ampenan Tak Melaut

Siapkan Solusi WAKIL Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., menilai keberadaan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Kota Mataram yang jumlahnya mencapai 4.000 orang membuat Pemkot Mataram serba salah. ‘’Ini seperti buah simalakama antara kita menerapkan aturan yang ada dengan realitas yang ada di Kota Mataram,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis (24/1). Di sisi lain, P3K memang sangat dinantikan oleh honorer K2 di Kota Mataram. ‘’Kalau kita akan buka peluang untuk umum, kemudian persyaratan yang sudah ditentukan itu akan diterapkan, sudah barang tentu akan banyak honorer K2 yang tidak bisa terakomodir,’’ sesalnya. Untuk itu, Parhan berharap, ada solusi terbaik bagi PTT maupun honorer k2 yang sekiranya tidak terakomodir di P3K ini nantinya. Karena bagaimanapun, Pemkot Mataram tentu tidak akan bisa mengakomodir semua PTT. Pengangkatan mereka akan berimplikasi terhadap anggaran yang harus disediakan. Selain persoalan anggaran, kebutuhan PTT di masing-masing OPD harus ada data yang jelas. ‘’Karena OPD itu kan ndak membutuhkan terlalu banyak tenaga honorer seperti itu,’’ demikian politisi PKS ini. Parhan tidak menampik bahwa 4.000 PTT Kota Mataram, tidak semuanya bekerja maksimal. ‘’Ini sesungguhnya dampak dari yang kita lakukan sebelum ini. Seperti titipan. Kemudian oleh dinas bersangkutan diiyakan. Mereka tidak enak untuk menolak titipan itu. Akhirnya sekarang muara terakhirnya, apakah kita menerima orang-orang yang merupakan titipan kemudian kerjanya seperti itu saja,’’ keluhnya. Anggota Dewan dari Dapil Sandubaya ini menyindir OPD yang mengangkat PTT dalam jumlah berlebih hanya untuk menampung titipan. ‘’Jadi kerjanya hanya fotokopi, antar kopi,’’ sebutnya. Padahal, lanjut dia, untuk pekerjaan seperti itu, tidak dibutuhkan personel yang banyak. Komisi I yang membidangi masalah aparatur, akunya, juga kebingungan menghadapi persoalan ini. Di satu sisi, mereka adalah warga Mataram. Kalau dirumahkan, sudah pasti mereka akan menjadi pengangguran. Sementara banyak di antara mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. ‘’Ini yang harus dikaji. Bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini. Kalaupun dirumahkan, harus disiapParhan kan solusi,’’ katanya. (fit) (Suara NTB/fit)

(Suara NTB/mhj)

ABSEN MELAUT - Seorang pengendara melintas di atas pasir pantai Penghulu Agung, Kamis (24/1). Cuaca ekstrem membuat nelayan di Ampenan memilih absen melaut.

lum ditransfer oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fasilitator diperkuat untuk memperce-

(Suara NTB/cem)

FASILITATOR - Sebanyak 80 fasilitator hasil rekrutmen BNPB dikumpulkan di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Kamis (24/1). Fasilitator diharapkan mempercepat proses pembangunan rumah rusak ringan dan sedang sebelum masa transisi bencana berakhir pada 26 Februari mendatang.

Mataram (Suara NTB) Nelayan di Pantai Ampenan, sejak beberapa hari terakhir absen melaut. Ini disebabkan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Zulkipli, warga Penghulung Agung, lingkungan Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan mengaku, memilih absen untuk menangkap ikan. Ia tidak berani melawan ganasnya gelombang di tengah laut. “Kalau bulan segini cuacanya agak buruk kalau sudah turun angin timur dan angin utara, begini sudah keadaannya,” ujar Zulkipli kepada Suara NTB, Kamis (24/1). Kondisi cuaca ekstrem yang setiap tahun berulang seperti saat ini membuat Zulkipli dan nelayan lainnya merasa tidak nyaman. Tak ada penghasilan didapat. Saat libur begini, ia lebih banyak menganggur dan memperbaiki peralatan tangkapnya. Penghasilan sebagai nelayan tak menentu. Terkadang, ia hanya pulang dengan hasil tangkapan minim. Apalagi cuaca ekstrem saat ini. Berbeda halnya

jika cuaca bagus. Hasil didapat melimpah. “Ndak tentu. Kadang banyak, kadang ndak ada sama sekali,” tuturnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, Zulkipli terkadang ikut bekerja sebagai buruh bangun. Tidak hanya Zulkipli, warga Penghulu Agung lainnya merasakan hal sama. Muniah yang menghabiskan waktunya berdagang di sekitar pantai mengeluh minim pemasukan. Biasanya nelayan yang berangkat melaut mampir ke warungnya, untuk sekadar membeli kebutuhan sebelum turun menangkap ikan. Namun karena nelayan memilih libur, barang dagangannya pun turut tak laku. “Ndak ada nelayan turun melaut karena cuaca begini,” tutur Muniah. Gelombang pasang seperti saat ini tutur Muniah, sebenarnya mau tidak mau membuatnya terbiasa. Setiap tahun, cuaca ekstrem terjadi. Di hati Muniah, ada rasa takut. Ia bersama warga lainnya tetap waspada jika ada gelombang pasang menerjang rumahnya. (mhj)

Proyek Pemusnah Sampah Gagal Dioperasikan Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi menganggap proyek osamtu atau alat pemusnah sampah yang dibangun 2015 lalu sebagai proyek gagal. Pasalnya, proyek itu sampai saat ini tak berjalan. “Berani saya katakan ini gagal,” tegas Irwan, Kamis (24/1). Osamtu dikerjakan oleh Dr. Tedjo, akademisi Universitas Mataram, pada era Penjabat Walikota Mataram, Dra. Hj. Putu Selly Andayani. Alat pembakar sampah pernah diujicobakan, tapi tak berlanjut karena asap dihasilkan tak bagus dan jadi polusi udara. Tindaklanjut program itu kata Irwan, ia tiga kali bertemu dengan penggagas proyek tersebut tetapi tidak berani melanjutkan. Artinya, ada permasalahan jika program tersebut dilanjutkan. Dari sisa proses pembakaran menghasilkan asap tebal. Otomatis tidak sehat untuk kualitas udara. Berikutnya, air dihasilkan dari pembakaran sampah serta sisa pembakaran. “Saya sampai tiga kali ketemu dengan Pak Tedjo. Saya tantang ayo dong lanjutkan. Tapi dia tidak berani,” ucapnya. Oleh karena itu kata Irwan, osamtu tidak bisa dikembangkan. Program memiliki dampak tidak baik terhadap lingkungan. Terhadap penanganan sampah, LH masih dengan sistem atau pola lama. Sistem angkut buang dinilai lebih efektif mengurai sampah. Meskipun, tidak secara keseluruhan dapat tertangani. “Iya, kita masih pola lama,” demikian kata dia. (cem)

Sisa Dana Perbaikan Rumah Belum Ditransfer Pusat Mataram (Suara NTB) Sekitar Rp56 miliar dana perbaikan rumah kategori sedang dan ringan hingga kini be-

(Suara NTB/cem)

MELIHAT OMBAK - Seorang warga Lingkungan Bugis , Kelurahan Bintaro Jaya dengan tatapan kosong melihat deburan ombak di Pantai Ampenan, Rabu (23/1). Gelombang setinggi enam meter perlu diwaspadai terutama bagi nelayan.

pat rehabilitasi dan rekonstruksi. Sekretaris BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki membenarkan dana perbaikan rumah tersebut belum ditransfer oleh pemerintah pusat. Tetapi secara keseluruhan BNPB telah mentransfer Rp216,4 miliar untuk perbaikan 2.506 rumah rusak berat. “Kita masih menunggu dana Rp56 miliar belum ditransfer pusat,” kata Jack, sapaan akrabnya, ditemui Kamis (24/1). Dana rehab dan rekon sebagian besar telah ditransfer ke masyarakat. Dari tahap 4 dan 6 telah ditransfer penuh. Sedangkan tahap 6 - 7 sebagian. “Ada yang sebagian sudah ditransfer ke rekening warga,” ucapnya. Kasubdit Penempatan Pengungsi BNPB, Joko Wismoko menegaskan, transfer dana rehab dan rekonstruksi tergantung pengajuan dari kepala daerah. Khusus Kota Mataram sedang berproses di BNPB. “Selama tidak ada pengajuan, maka tidak mungkin dana ditransfer,” kata Joko. Pemkot Mataram kata dia, tidak perlu khawatir. Karena, perbaikan rumah pascabencana menjadi skala prioritas. Dan, ditargetkan sebelum pemilihan presiden rehab dan rekonstruksi selesai. “Target kami sebelum Pilpres sudah bisa selesai,” tandasnya. Di satu sisi, Pemkot Mataram mengumpulkan 80 tenaga fasilitator yang direkrut oleh BNPB, untuk mempercepat rehab dan rekon di Kota Mataram. Fasilitator akan mendampingi intervensi perbaikan rumah sedang dan ringan. Secara keseluruhan disampaikan Asisten I Lalu Martawang, rumah rusak akibat bencana gempa Juli lalu, sebanyak 13.037 unit. Dengan kategori rusak berat, ringan dan sedang. “Teman - teman Babinsa juga turut mendampingi,” kata Martawang. Fasilitator tugasnya mengakselerasi kerja kerja di lapangan. Mereka diharapkan membantu masyarakat mempercepat proses administrasi sebelum masa transisi bencana berakhir 26 Februari mendatang. (cem)


SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Satu Komitmen, Mendukung Bank NTB Syariah Lebih Baik Mataram (Suara NTB) Wajah baru Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB sebagai bank syariah penuh, mulai “mencuri” perhatian. Setahap demi setahap, Bank NTB Syariah seperti magnet. Menarik apa saja yang ada di sekitarnya. Komitmen menjadi perbankan daerah yang lebih baik disambut antusias. Semua kalangan “kepincut” memberi dukungan. Dukungan tersebut nyata dan tertuang dalam kerjasama resmi Bank NTB Syariah dengan 34 stakeholder. Dari unsur dunia usaha, dunia pendikan, kesehatan, hingga telekomunikasi. Gebrakan demi gebrakan bank mulai terlihat, tiga bulan pasca konversi dari bank konvensional ke bank syariah penuh. Racikan program dan terobosan Direktur Utama, Kukuh Raharjo menggerakkan timnya seperti membuahkan hasil. Kerjasama dengan Bank NTB Syariah terus mengalir. Pendekatan kepada stakeholders yang dilakukan oleh Kukuh Raharjo menjadi semangat kembali ber-Bank NTB Syariah. Farid Amir, salah satu pengusaha raksasa di provinsi ini mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh pimpinan Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo seperti menjadi pengayom bagi kearifan lokal. Farid mengatakan, dengan pemimpin baru di Bank NTB Syariah, ke depan ia meyakini bank daerah ini akan lebih maju. “Saya lihat direktur utama yang baru cukup kooperatif. Dulu kita tidak pernah didatangi sekalipun bank ini pusatnya di sini. Sekarang dengan adanya manajemen baru, alhamdulillah, saya sudah beberapa kali ketemu dengan Pak Dirut. Dan saya yakin, harapan BI dan OJK bisa diwujudkan,” ucapnya. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto turut memberi apresiasi kepada direksi baru Bank NTB Syariah. lebih out off the box, manajemennya menuju ke arah yang lebih profesional. Para pengembang lokal menurutnya mendukung dengan sepenuhnya. “Kami lihat sangat profesional. Inilah yang membuat kami yakin. Komitmen pengusaha lokal, kami akan kuat jika bank profesional. Karena apapun yang terjadi bank daerah ini perlu di support oleh pengsuaha daerah,” kata H. Heri. Pasca MoU dengan Bank NTB Syariah, kesepakatan bersama adalah pembiayaan perumahan. Ada 3.000 unit rumah yang sanggup dibiayai oleh Bank NTB Syariah. menurutnya, angka ini menjadi sejarah paling besar bagi bank memberikan pembiayaan. “Setahu saya, bank daerah itu paling tinggi dapat membiayai 1.000 unit. Kalau tercapai pembiayaan yang 3.000 unit ini. berarti itu sejarah,” demikian H. Heri Susanto mempertegas komitmen kedua belah pihak. Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB, L. Heri Prihatin IR mengatakan adalah momentum yang cukup bagus kerjasama bank dengan semua stakeholders, tanpa terkecuali Kadin NTB. Masuknya pengusaha ke dalam wadah kerjasama dengan Bank NTB Syariah menu-

(Suara NTB/bul)

jukkan bahwa betapa komitmen semua mendukung bank daerahnya. “kita juga akan mengajak sebanyak mungkin pengusaha lokal untuk mendukung Bank NTB Syariah sebagai bank daerah kita. Apalagi misinya adalah dunia dan akhirat,” demikian komitmen L. Heri. Demikian juga sambutan dari dunia pendidikan. Terutama pendidikan berbasis Islam. Konversi Bank NTB ke syariah penuh dianggap sebagai kabar bahagia bagi dunia pendidikan berbasis Islam. Artinya, lembaga-lembaga pendidikan tak perlu lagi mengkhawatirkan pengelolaan dana bank yang selama ini menggunakan Bank NTB konvensional. Dengan bank syariah, dunia pendidikan berbasis Islam dapat mengajarkan/ mendidik para siswanya ber Islam secara kaffah (utuh). Apalagi, dengan keinginan Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo yang dengan terbuka akan mendukung unsur-unsur yang ada di dalam dunia pendidikan itu sendiri. Diantaranya, siswa, wali, pengelola serta pemilik yayasan. “Kami sudah sangat lama menunggu (konversi) dan kami tidak lagi ada kekhawatiran kepada Bank NTB Syariah atas pengelo-

laan dana-dana pendidikan,” demikian Bu Ning, mewakili unsur dunia pendidikan. Mewakili kerjasama dengan RSU, Direktur RSUP NTB, dr. Hamzi Fikri menyampaikan harapan kemitraan dan sinergi yang terjalin baik dengan Bank NTB selama ini perlu kita tingkatkan setelah transformasi dari konvensional menjadi bank syariah Dari sisi layanan, tentunya dapat meningkatkan layanan yang lebih prima dan inovatif sesuai kebutuhan dan harapan segenap civitas hospitalia RSUD Provinsi NTB dan para pelanggan serta pengguna Jasa RS. “Kalimat sederhananya adalah, apa yang ada di bank konvensional

bisa didapatkan di Bank NTB Syariah,” ujarnya. Pada era digital ini Bank NTB Syariah mempunyai tantangan dan amanah untuk dapat menjawab kebutuhan RS dalam penerapan IT yang handal dan terdepan dalam memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam yang lebih dalam bertransaksi. Sosialisasi yang lebih intens juga diperlukan sehingga pemahaman konsumen di RS menjadi lebih paripurna untuk bisa hijrah dari konvensional menjadi syariah. Pemkab Sumbawa, diwakili Sekretaris Daerahnya, Drs. H. Rasyidi menyebut ada komitmen dan motivasi yang sangat baik ditunjukkan oleh direksi baru di Bank NTB Sya-

riah untuk kemaslahatan masyarakat NTB. Pemkab Sumbawa menyatakan akan menambah dukungan kepada Bank NTB syariah, serta mengajak seluruh pemilik saham, terutama kabupaten/kota agar bersama-sama terus memberikan support melalui penyertaan modal yang lebih besar. Agar bank ini lebih luas memberikan layanan perbankan. “Kerjasama dengan semua pihak ini menjadi sangat menarik. Apalagi Bank NTB Syariah mengedepankan motto tanpa riba untuk kebahagiaan dunia dan akhirat,” demikian Sekda. Sementara, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi juga melihat semangat dan performance baru di Bank NTB Syariah. karena itu, sebagai daerah yang memberi dukungan modal inti minim, komitmennya akan menambah penyertaan modal. Rencananya, tahun ini penyertaan modal dapat dilakukan. “Penyertaan modal mulai akan kami tambah. Mudahmudahan tahun ini sudah bisa,” demikian H. Rumaksi. K e t u a Masyarakat Adat Sasak (MAS) H. L. Mudjitahid yang juga pengurus Dewan Masjid juga menyambut baik hadirnya Bank NTB Syariah ini. Dengan

demikian, akan lebih mudah bagi dewan masjid untuk mengajak masyarakat bermuamalah. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo mengatakan, keberadaan bank saat ini merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menunjang transaksi keuangan terkait dengan aktvitas sosial, bisnis, pribadi dan keluarga. Bank NTB, yang didirikan sejak 5 Juli 1964, merupakan bank daerah sekaligus bank pilihan dunia usaha dan masyarakat NTB pada kala itu. Bank yang telah banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Potensi dan pertumbuhan dunia usaha yang berjalan pesat dan cepat di NTB menjadikan dunia usaha di NTB menjadi incaran perbankan nasional, yang pada akhirnya menggeser pilihan masyarakat NTB di dalam menggunakan produk Perbankan. Sejak Bulan September 2018, Bank NTB Syariah telah menjalankan aktivitas sebagai Bank Umum Syariah dan dapat memberikan kontribusi dan keberkahan untuk Nusa Tenggara Barat yang dikenal sebagai bumi seribu masjid. Secara aktivitas, Bank NTB Syariah mempunyai keragaman produk, jaringan kantor yang tersebar di Kabupaten/ Kota Provinsi NTB, infrastruktur teknologi dan Sumber Daya Insani yang memadai. Peningkatan dan penyesuaian seluruh daya dukung aktivitas Bank NTB Syariah beberapa bulan terakhir menurutnya menjadi perhatian utama manajemen dan kesungguhan seluruh Insan Pegawai agar Bank NTB Syariah dapat sejajar dengan perbankan nasional. Sebagai Bank Daerah yang dimiliki oleh seluruh Pemerintah Daerah NTB, Bank NTB Syariah memiliki komitmen kuat untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan dan pertumbuhan di NTB. Wujud komitmen Bank NTB Syariah akan menjadi semakin besar dengan adanya dukungan seluruh stakeholder terhadap aktivitas Bank NTB Syariah. Dimana, sebagian besar hasil yang diperoleh Bank NTB Syariah akan dikembalikan kepada masyarakat NTB melalui dividen kepada seluruh Pemerintah Daerah NTB sebagai Pemegang Saham Bank NTB Syariah, yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan di NTB. “Harapan kami, Bank NTB Syariah sebagai bank daerah milik masyarakat Nusa Tenggara Barat dapat menjadi pilihan utama di dalam transaksi keuangan,” kata Kukuh. Ia juga meminta, bilamana masyarakat memperoleh kendala dalam transaksi keuangan secara syariah di Bank NTB Syariah. Harapannya dapat diinformasikan agar bank yang dinakhodainya ini dapat terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan. “Intinya adalah,jangan tinggalkan kami, karena kami ingin berubah untuk menjadi yang terbaik bagi kita semua. Ayo kembali ke Bank NTB Syariah, Insya Allah hidup berkah tanpa riba,” demikian Kukuh. (bul/*)

Business gathering Bank NTB Syariah dan stakeholders di Hotel Santika Mataram, Rabu, 23 Januari 2019.Mereka sepakat dan berkomitmen mendukung Bank NTB Syariah yang lebih maju.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Ubah Mekanisme Kerja DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyarankan kepada tiga manajemen kafe atau tempat hiburan malam yang sebelumnya ditertibkan oleh pemerintah daerah untuk berbenah. Selain melengkapi izin-izin operasional, tiga kafe tersebut juga disarankan supaya mengubah mekanisme kerjanya. Demikian disampaikan, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, belum lama ini. Ditegaskan Daeng, tiga kafe itu diharapkan tidak menaruh dendam dengan penertiban yang dilakukan oleh pemerin(Suara NTB/yon) Daeng Paelori tah. Melainkan, pemerintah mengajak supaya pelaku usaha melengkapi izin-izin operasionalnya dan melakukan investasi secara sah. Berkaitan dengan sistem kerja yang diterapkan oleh pihak pengelola tempat hiburan malam, Daeng Paelori sendiri mengaku sangat tidak setuju dengan adanya ruangan tertutup. “Yang namanya tempat karaoke, hiburan malam itu harus dalam situasi yang terbuka. Jangan tertutup seperti itu,” kritiknya. Daeng Paelori yang juga merupakan warga Labuhan Haji menjamin jika lokasi itu akan menjadi incaran bagi keluarga dalam berkumpul, liburan dengan suasana yang mampu memberikan kenyamanan dan terbuka. “Dalam rangka penertiban yang dilakukan oleh Pemda memang sangat bagus untuk mereka bisa tertib. Karena tidak ada niat Pemda untuk mematikan usaha masyarakat,” ujarnya. Maka dari itu, katanya, sudah sepatunya para pengelola tempat hiburan malam tersebut membenahi sistem kerjanya. Pasalnya, dengan adanya ruangan tertutup yang di dalamnya terdapat laki-laki dan perempuan. Maka tidak ada yang dapat dijamin bahwa mereka tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma agama. (yon)

Halaman 4

Diduga Pungli, Warga Penerima PTSL Tuntut Uang Kembali Tanjung (Suara NTB) Warga 11 dusun se-Desa Jenggala, Kamis (24/1), beramai-ramai menggeruduk Kantor Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung. Mereka menuntut pengembalian dana pungutan “biaya administrasi” Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 lalu. Alasan warga menagih kembali uangnya, lantaran tidak meratanya penyetoran di kalangan warga ke pemerintah desa. Dari data Koordinator PTSL di tingkat warga, dari 1.251 persil PTSL yang didaftarkan, sebanyak 854 warga yang membayar. Per orang dikenakan Rp 350 ribu. Sedangkan lainnya, tidak membayar sama sekali. Anehnya lagi bagi warga, mereka yang tidak membayar justru sudah menerima sertifikat. Sebaliknya warga yang membayar, masih ada yang belum menerima sertifikat. Warga Dusun Medain, Sutono, mengaku mendaftarkan dua objek tanah pada PTSL 2017. Dari kedua persil yang diterimanya, ia membayar Rp 700 ribu. “Kita bayar dulu baru keluar sertifikatnya, tapi anehnya ada juga warga yang tidak bayar tapi dapat sertifikat,” katanya. Ketimpangan warga antara yang membayar dan tidak, tercium saat warga saling curhat

perihal pungutan dimaksud. Dari sanalah, warga kemudian sepakat menagih. Bahkan pengakuan mereka, biaya itu sudah ditagih sebelum gempa Agustus 2018. Bagi mereka, pungutan itu tidak dipersoalkan asalkan diberlakukan secara merata dan sesuai aturan. “Hari ini kami datang lagi, karena sesuai dengan perjanjian tanggal 10 Januari, bahwa hari ini desa akan membayarkan,” imbuhnya. Sayangnya, warga tidak akan menerima semua dana yang disetorkan tahun 2017 itu. Dari Rp 350 ribu per persil, warga hanya memperoleh Rp 130 ribu, sedangkan Rp 220 ribu tetap diklaim oleh desa. “Saat itu kami bayar Rp 350 ribu, karena alasannya untuk biaya patok dan materai. Tapi saat itu, materai kami beli sendiri,” tandasnya. Koordinator warga, Nusanto, menguatkan seluruhnya warga yang mendatangi kantor desa menuntut uangnya dikembali-

kan. Warga mempermasalahkan adanya warga lain yang tidak membayar iuran namun tetap mengklaim sertifikat. “Tuntutan ini kami layangkan sejak sebelum gempa, tapi tidak direspons dengan alasan masih menunggu aturan dari Pemda. Sekarang ini, kami minta uang warga dikembalikan,” tegasnya. Di sela-sela melayani warga, Kades Tegal Maja, Rusdi, kepada wartawan tak menyangkal adanya pungutan sebesar Rp 350 ribu tersebut. Namun pungutan itu dilakukan sematamata bukan karena kebijakan Pemdes, melainkan adanya Perbup yang dikeluarkan Pemda KLU tahun 2017 lalu. Dari dasar Perbup itulah, pihak desa kemudian membuat Perdes No. 2 tahun 2017 tentang tata cara Pembiayaan PTSL. Rusdi tidak mengetahui, jika dalam perjalanannya apakah Pemda menganulir perbup yang dikeluarkannya. Pi-

(Suara NTB/ari)

CEK - Warga mengecek kuitansi setoran PTSL dan menuntut Pemdes Tegal Maja mengembalikan uang yang sudah diserahkan warga. haknya tetap jalan menarik dana untuk membiayai kelancaran kepengurusan PTSL dari dusun ke dusun sampai ke BPN. Terlebih lagi, dalam aturan Pemda itu, ada ruang bagi desa untuk memperoleh PADes sebesar Rp 50 ribu. “Memang hari ini kita bayarkan sesuai kesepakatan rapat sebelumnya. Dari Rp 350 ribu itu, warga menerima Rp 130 ribu, dan Rp 220 ribu sudah masuk ke kas desa dan semuanya sudah dibelanjakan untuk

mengurus PTSL,” ujarnya. Rusdi mengaku, jumlah usulan PTSL warga tahun 2017 sebanyak 1.251. Dari jumlah itu, sertitikat yang sudah diserahkan sebanyak 808. Sertifikat yang sudah keluar, namun belum diambil sebanyak 151 lembar, serta sertifikat yang masih dalam proses di BPN sejumlah 293. “Yang belum keluar itu masih dikonfirmasi lagi, BPN sudah turun mengecek karena antara gambar tidak sesuai dengan alas hak,” tandasnya. (ari)

Sisal, Potensial Dikembangkan di Lotim Selong (Suara NTB)Pemda Lombok Timur (Lotim) di bawah komando H. M. Sukiman Azmy mendorong investasi sebesar-besarnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif. Perusahaan-perusahaan yang berminat investasi di bidang pertanian ini didorong dan diharapkan bisa memberikan nilai lebih bagi masyarakat. Pada lahan-lahan tidak produktif ini ada beberapa pilihan jenis tanaman yang bisa dibudidayakan. Salah satunya tanaman Agave Sisalana atau disebut tumbuhan sisal, karena bisa menjadi bahan baku sejumlah produk, utamanya tali. Dalam pertemuan dengan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, Kamis (24/1), PT. Sumbawa Bangkit Sejahtera (SBS), siap melakukan budidaya sisal di Pringgabaya. General Manager PT. SBS, Budi Susanto menjelaskan, tanaman sisal diklaim sangat bagus bagi masyarakat. Selain itu, juga sebagai pemanfaatan lahan kritis, tandus dan gersang. Sisal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumberdaya ekonomi masyarakat banyak, dengan memperhatikan aspek lingkungan. Apalagi NTB bagian timur ini banyak lahan kritis dan hujan juga kurang. Menurutnya, saat ini sisal sedang dalam percobaan di atas lahan seluas 400 hektare (ha) di wilayah Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Tanaman sisal merupakan tumbuhan berserat, dapat diolah dengan berbagai macam produk. Salah satunya sebagai seperti tali, tambang, wallpaper, karpet dan berbagai macam produk lainnya. Sisal merupakan tanaman yang berumur panjang dan mampu menghasilkan serat yang potensial. ‘’Usianya bisa 12 tahun baru tanam kembali,’’ ujarnya. Untuk mewujudkan rencana tersebut PT. SBS akan melakukan joint Venture dengan Guangdong Zhanjiang State Farms Bureau - RRC. Pihaknya mengaku siap memfasilitasi Pemerintah Lotim, kaitan dengan rencana kunjungan studi banding ke areal penanaman yang sudah berhasil dilakukn seperti di Sumbawa. Sementara Bupati H. M. Sukiman Azmy, tanaman sisal ini sudah diujicoba di beberapa tempat di antaranya di wilayah Lendang Belo Kecamatan Suela Lotim. Harapannya, apa yang akan dikembangkan di Kabupaten Lotim ini akan membawa masyarakat lebih sejahtera. Orang nomor satu di Lotim ini menegaskan banyak sekali perusahaan yang menawarkan kerjasama kepada para petani, namun kurang pengawasan. Seperti tanaman jatimas yang dilihat sampai saat ini tidak ada yang tumbuh berkembang. Mengingat fakta itu, bupati meminta pihak perusahaan bisa memberikan komitmen dan jaminan terkait tanaman sisal tersebut. (rus)

(Suara NTB/ist)

MENJELASKAN - Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy (tengah) menjelaskan mengenai tanaman sisal yang potensial dikembangkan di Lotim, Kamis (24/1).

(Suara NTB/yon)

MENYEBERANG - Salah satu kapal hendak melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan Lotim menuju Poto Tano Sumbawa. Sejauh ini tidak terjadi gangguan penyeberangan terutama yang disebabkan cuaca.

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Tak Terpengaruh Cuaca Ekstrem Selong (Suara NTB) Arus penyeberangan penumpang maupun kendaraan dari Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano ataupun sebaliknya hingga saat ini berjalan normal dan lancar. Pasalnya, cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang yang sedang terjadi belum mempengaruhi arus penyeberangan di laut penghubung antara Pulau Lombok dan Sumbawa tersebut.

Dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (24/1), Manager Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Zainal Abidin, mengatakan, sejauh ini arus penyeberangan tetap normal. Cuaca buruk seperti hujan ataupun angin kencang sama sekali tidak berdampak terhadap arus penyeberangan. Di mana ketinggian gelombang air laut terbilang masih normal. “Kondisi penyeberangan masih aman

dan lancar,” jelasnya. Kendati demikian, Zainal Abidin mengaku koordinasi antara pihak ASDP Kayangan dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap dilakukan untuk pemantauan cuaca atau kondisi alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Termasuk dengan syahbandar maupun pihak terkait lainnya yang memiliki wewenang dalam layak atau tidaknya penyeberangan dilaku-

NAMUN imbas keberadaan bangunan megah ini belum mampu dirasakan secara maksimal oleh warga setempat. Meskipun sudah ada penyerapan tenaga kerja dari warga setempat, akan tetapi kemiskinan masih banyak di daerah setempat. Pantauan koran ini di atas bukit Senggigi, pada ketinggian beberapa ratus meter di atas permukaan laut bangunan vila berjejer di lereng bukit. Jalan setapak yang dibangun menggunakan beton memudahkan akses menuju vila - vila tersebut. Di pertengahan sebelum tiba di puncak bukit, bangunan vila semakin banyak ditemukan. Baik yang sudah beroperasi maupun belum, karena tengah proses pengerjaan.

Situasi vila-vila ini tampak eksklusif karena pengunjung yang datang kebanyakan wisatawan asing. Di puncak bukit, akses jalan pun telah dibangun membelah bukit. Di puncak bukit itu ada dua dusun yang didiami oleh ribuan jiwa. Ada juga SDN 6 Batulayar Barat. Persis di pinggir jalan menanjak di depan sebuah vila terdiri kios kecil menggunakan bambu berbahan atap asbes dan berdinding terpal. Kios itu milik seorang janda bernama Murti. Murti telah lama berjualan di lokasi itu untuk menyambung hidup sehari-hari. Sepeninggal suaminya, ia menjadi tulang punggung keluarga. Murti menuturkan, bangunan vila tersebut telah lama diban-

ca. Di mana, jumlah kapal yang beroperasi dalam satu hari sebanyak 11 kapal baik dari Pelabuhan Kayangan maupun dari Pelabuhan Poto Tano. Termasuk, katanya, empat dermaga di dua pelabuhan tersebut sudah berfungsi secara normal. “Sampai detik ini, tidak ada masalah. Tidak ada penumpukan penumpang. Untuk lintasan KayanganPoto Tano aman dan lancar,” tegasnya lagi. (yon)

4 Ton Beras untuk Korban Bencana Disalurkan Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disos PPPA) bergerak cepat membantu warga korban puting beliung dan banjir rob. Dalam dua hari (Rabu-Kamis), tercatat Disos PPPA KLU telah menyalurkan bantuan logistik sebanyak 4 ton. Kepala Disos PPPA KLU, H. Faisol, Kamis (24/1) mengungkapkan, sampai hari kemarin total beras yang tersalur kepada korban gempa sebanyak 4 ton. Jumlah itu masih akan bertambah, karena warga lain yang terdampak belum seluruhnya masuk dalam pendataan.

“Sampai hari ini masih ada data belum masuk, seperti di Penyambuan dan Sorong Jukung. Memangtadipagisudahkitadrop,tapi mungkin ada yang kurang, karena tidak sesuai data,” katanya. Pihaknya menginginkan, pelaporan data warga terdampak bencana cepat direspon. Diharapkan, pihak dusun dan desa, cepat mengambil peran menyampaikan jumlah warganya yang benar-benar terdampak. Faisol meminta, data yang disetorkan ke Disos PPPA sesuai dengan fakta lapangan. Ia mencontohkan, warga di Dusun Jambianom, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, dan warga Dusun Karang Bedil, Desa Gondang, Ke-

camatan Gangga, seluruhnya tertangani, karena sesuai dengan keadaan di lapangan. Mantan Camat Pemenang ini melanjutkan, persediaan beras cadangan pemerintah masih cukup untuk menanggulangi kebutuhan pangan masyarakat. Namun demikian, pihaknya belum mengetahui volume yang nantinya akan didroping ke masyarakat menyusul belum masuknya data warga nelayan dari Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan. Ia memastikan, data yang sudah masuk ke dinas langsung ditindaklanjuti. Sepanjang data yang dilaporkan pada jam kerja, maka saat itu pula beras langsung didistribusikan. (ari)

Kemiskinan di Tengah Bangunan Megah di Atas Bukit Senggigi Bangunan vila dan hotel megah “menghiasi” perbukitan kawasan wisata Senggigi Kecamatan Batulayar. Keberadaan bangunan ini cukup mampu meningkatkan akses jalan di daerah itu sebagai sebuah daerah tergolong terpencil. Sebab demi memudahkan akses para investor dan pengunjung sudah terbangun jalan yang memadai.

kan. “Alhamdulillah penyeberangan tetap lancar dan tidak ada masalah, koordinasi dengan BMKG intens kita lakukan,” sambungnya. Ditambahkannya, kondisi penyeberangan dikatakan bahaya apabila kondisi ombak di atas tiga meter. Namun kondisi hingga saat ini kapal dapat beroperasi secara normal tanpa adanya hambatan khususnya yang disebabkan oleh faktor cua-

gun. Sebelum semarak sekarang, bangunan di bukit itu hanya satu, dua unit. Namun lambat laun kian bertambah banyak menyusul dibangunnya akses jalan menuju perbukitan tersebut. Selaku warga setempat, ia mengaku keberadaan vila itu juga berdampak baik bagi warga setempat. Sebab akses jalan yang dibangun bisa digunakan oleh masyarakat setempat. Selain itu, pasca gempa pihak pengelola vila menyumbangkan rumah bagi korban gempa. Para guru juga diberikan bantuan oleh pengelola vila. “Tapi dari sisi ekonomi masyarakat tergolong masih kurang mampu (miskin), banyak yang masih miskin,” aku dia. Diakui di vila ini banyak warga yang direkrut sebagai tukang bersih, tukang masak dan pembantu rumah tangga. Sedangkan dari warga tidak terlalu banyak. Sementara itu Kades Batulayar Barat H Darmawan mengatakan keberadaan vila di atas bukit di wilayah setempat memang lumayan banyak. Bahkan

(Suara NTB/her)

KIOS - Kios milik Murti, janda miskin berada di tengah bangunan megah di atas bukit Batulayar. sekitar 10 hektar lebih bukit di wilayahnya dibuka untuk pembangunan vila. “Puluhan vila ada di bukit wilayah Batulayar ini. Di desa kami kemungkinan di atas 50-60 vila. Vila ini dibangun di atas bukit, lahan yang dibuka untuk vila ini ada sekitar 10 hektar, itu lahannya sebagian besar kritis,” tegas H. Darmawan belum lama ini. Disebutkan, secara rinci ia mengaku lupa jumlah pasti vila

yang ada di wilayahnya. Namun khusus jumlah vila yang ada di atas bukit, mencapai 50-60 vila. Diperkirakan luas lahan yang dipakai untuk pembangunan di atas 10 hektar. Sebab hampir disetiap dusun ada saja bukit yang dibuka untuk bangunan vila, terutama di Batu Bolong, Batu Bolong Griya, Duduk, Batulayar Utara, Batulayar Selatan dan Melase. Hanya satu dusun yang tak dibangun vila yakni Dusun Dudu Atas. (her)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Kepala Desa Korleko Wildan bersama Mendagri Tjahjo Kumolo di kantor Mendagri, Kamis (24/1).

Revisi PP Desa

Kades Korleko Berikan Masukan ke Mendagri Selong (Suara NTB) Kepala Desa (Kades) Korleko Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Wildan, SPd. turut menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait perangkat desa. Wildan yang sebagai Sekretaris II Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lotim ini memberikan masukan langsung ke Mendagri. “Kita menemui Mendagri guna memberikan masukan terkait rencana pemerintah yang akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 2015 tentang Desa,” terang Wildan yang dikonfirmasi via Whatshap, Kamis (24/1). Sesuai hasil pertemuan para perangkat desa langsung dengan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, ada rencana pemerintah pusat akan merevisi kembali peraturan pelaksana dari Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, khususnya terkait pendapatan perangkat desa. Rencananya akan dinaikkan pendapatan perangkat desa agar tetap disesuaikan juga dengan penghasilan kades. Rencana tersebut disampaikan langsung

Mendagri dengan merencanakan revisi secara menyeluruh. “Rencananya akan dilakukan revisi menyeluruh, bukan perangkat desa saja, melainkan aparatur desa yang di dalamnya termasuk juga bagi kepala desa,” tuturnya. Maknanya, ketika dilakukan penyesuaian dan kenaikan dari para perangkat mak penghasilan para kades pun juga akan ikut dinaikkan. “Pendapatan kades juga akan tetap lebih tinggi daripada perangkat desa,” urainya. Kewenangan kades dalam melakukan evaluasi kinerja perangkat desa juga menjadi masukan ke Mendagri. Para perangkat desa sebagai pembantu kades diharap tidak menjadi semena -mena dengan alasan sudah mengantongi Surat Keputusn (SK) sampai berusia 60 tahun Mengenai rencana revisi, ujarnya, akan dilakukan dalam waktu cepat. Ditambahkan, apa yang dibawa oleh pengurus FKKD ke Mendagri ini semua berdasarkan atas masukan dari para kepala desa se kabupaten Lotim dan sesuai perkembangan isu di tengah masyarakat. (rus)


SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

”Bau Nyale” DiharapkanTambah LamaTinggal Wisatawan Praya (Suara NTB) Event Bau Nyale tahun ini diharapkan bisa memberikan multiplayer efek yang luas di berbagai sektor. Terutama sektor pariwisata di kawasan The Mandalika Kuta yang menjadi lokasi gelaran event nasional tersebut. Salah satunya bisa menambah long stay (lama tinggal) wisatawan di kawasan The Mandalika Kuta. Saat ini, ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H.L.M. Faozal, S.Sos.M.Si., Rabu (23/1), long stay wisatawan di kawasan The Mandalika yang paling tinggi dari destinasi wisatawan lainnya di NTB, yakni 7 sampai 10 hari. Mengingat, pasca musibah gempa kemarin kawasan The Mandalika merupakan kawasan yang paling minim terdampak, sehingga banyak wisatawan mancenegara khususnya yang memilih untuk beriwisata dikawasan The Mandalika. Dan, rata-rata tinggal cukup lama jika dibandingkan dengan destinasi wisata yang lain di NTB. “Nah, dengan adanya event Bau Nyale ini long stay wisatawan di kawasan Tha Mandalika bisa lebih lama lagi. Karena banyak event yang bisa dinikmati oleh wisatawan selama gelaran event Bau Nyale kali ini,” tegasnya. Selain bisa menyedot wisatawan mancanegara, event Bau Nyale diharapkan juga bisa menyedot wisatawan domestik, sehingga promosi event akan lebih masif lagi. Karena kehadiran wisatawan domestik juga bisa memberi efek baik bagi pariwisata dan ekonomi daerah ini. “Wisnus (wisatawan nusantara) target kita paling tidak 5 sampai 6 ribu orang bakal datang menyaksikan event Bau Nyale tahun ini,” tandasnya. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, lokasi Bau Nyale akan mulai ditata kembali, supaya bisa memberikan kesan positif bagi para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. (kir)

Tertibkan Bangunan Bodong

Tim Pemda Bakal Gandeng Aparat Giri Menang (Suara NTB) – Tim Pemda Lombok Barat (Lobar) mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan desa bakal menggandeng aparat TNI dan Polri untuk melakukan penertiban bangunan bodong di daerah setempat. Untuk mempersiapkan langkah penertiban, pihak pemda lebih dulu melakukan penyisiran terhadap bangunan vila dan hotel yang tak berizin. ‘’Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah bersurat ke Satpol PP dan OPD terkait hingga kecamatan menyer(Suara NTB/dok) takan data bangunan bodong H. Dulahir sebagai bahan pihak terkait untuk melakukan penyisiran,’’ tegas Kepala DPMPTSP Lobar H. Dulahir, Kamis (24/1). Atas dasar data ini nanti para pihak terkait melakukan penyisiran dan pengawasan di lapangan. Setelah ada hasil penyisiran dan pengawasan inilah nantinya pihaknya melakukan langkah selanjutnya. Camat Batulayar, Syahrudin ST mengatakan pihaknya telah mendapatan informasi dari masyarakat dan jajaran terkait bangunan bodong di Senggigi. Hanya saja diakui pihaknya belum memiliki data riil jumlah vila yang ada di daerah setempat baik yang berizin dan bodong. “Dalam waktu dekat kami akan dikirimkan surat dan data itu, baru kami akan naik menyisir bangunan tersebut,” tegas dia. Setelah mendapatkan data dari dinas, pihaknya langsung action turun menyisir bangunan yang ada. Menurutnya tidak hanya bangunan bodong yang ada di lapangan, namun ada juga yang menyalahi izin. Artinya vila yang seharusnya pribadi (private) namun dikomersialkan atau disewakan. Lebih jauh dikatakan, penyisiran dan penertiban bangunan ini akan dilakukan bersama OPD. Namun yang paling intens tentunya tim kecamatan selaku kepala kewilayahan. “Kami akan libatkan aparat terkait juga seperti Koramil dan Polsek, jangan sendiri kita yang jalan,” imbuhnya. Ia menegaskan, pihaknya tak akan pandang bulu terhadap bangunan yang menyalahi aturan. Ia menambahkan, persoalan bangunan bodong ini akan menjadi prioritasnya sebagai camat baru di Batulayar. Sebab disadari bahwa daerah setempat sebagai penyumbang PAD terbesar di Lobar. Potensi inilah, jelas dia, akan dimaksimalkan untuk mendongkrak pendapatan daerah. (her)

(Suara NTB/her)

POHON TUMBANG - Petugas BPBD Lobar dan warga menyingkirkan pohon yang tumbang akibat angin kencang di Jalur Labuapi Lobar, Kamis (24/1) sore.

Diterjang Puting Beliung

Pohon Banyak Tumbang, Sejumlah Rumah di Lobar Rusak Giri Menang (Suara NTB) Angin kencang disertai hujan terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, Kamis (24/1). Suasana mencekam akibat angin itu berlangsung cukup lama, sehingga membuat banyak warga menjadi panik. Akibatnya sejumlah rumah warga rusak tersapu angin. Selain itu banyak pohon bertumbangan. Hasil pantauan dan laporan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lobar, pohon yang tumbang terjadi tidak hanya di satu titik lokasi, namun di hampir semua kecamatan di wilayah Lobar. Sepanjang jalan di Kelurahan Dasan Geres, misalnya, setelah sehari sebelumnya dihajar angin serupa, kali ini pun kembali didera hal serupa. Kelurahan yang berada di pusat pemerintahan itu kembali tertimpa musibah angin puting beliung. Beberapa baliho dan media reklame outdoor milik Pemkab Lobar dan swasta pun bertumbangan tidak kuat menahan hempasan angin kencang. Beberapa pohon di sepanjang Jalan Soekarno

Hatta pun mengalami hal yang sama. Jalan protokol itu pun terpaksa ditutup sementara, sehingga banyak pegawai harus putar arah mencari jalan pulang melalui by pass. Di beberapa wilayah lainnya pun terpantau mengalami hal yang sama. Pohon besar di depan Pasar Kuripan juga tumbang dan membuat Camat Kuripan Banu Harli berjibaku bergotong royong dengan warga sekitar untuk membersihkannya. Demikian pula nasib pohon-pohon besar di wilayah Kecamatan Gunungsari. Pohon yang persis berada di seberang bekas pasar tumbang dan menghambat arus lalu lintas menuju dan dari Kabu-

paten Lombok Utara. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Pol PP, personel Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan dan Permukiman di beberapa titik lokasi itu diterjunkan untuk melakukan pembersihan sementara. Mereka berrjibaku dengan derasnya hujan agar pohon-pohon tersebut tidak menghambat mobilitas warga. Di Desa Kediri Selatan, kekuatan angin itu telah merusak paling sedikit dua rumah. Atap rumah milik Muhammad Hazrin lepas dari tembok dan dindingnya. Atap dari spandek itu jatuh di samping halaman rumahnya, karena dihempas angin kencang. Saat ini rumah milik tenaga

evaluasi. Ia pun mengaku belum mendapat laporan resmi dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Loteng, soal komposisi pejabat Loteng yang masuk dalam rencana mutasi pejabat. “Soal mutasi, pasti akan digelar. Hanya saja kapan, belum bisa dipastikan. Draf pejabat yang akan dimutasi

tuan paket sembako untuk yang kena puting beliung di Sedayu Selatan,” ujarnya Sementara Kepala Dinas Sosial Lobar, Hj. Ambaryati, mengaku, petugas Tagana sedang mendata jumlah kerusakan di lapangan, karena sampai malam angin kencang disertai hujan deras masih terjadi. “Ada beberapa tempat yang mengalami hal yang sama,” akunya. Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, Tohri, mengaku, informasi sementara yang diterima BPBD Lobar sudah ada sekitar lima titik pohon tumbang. Di antaranya di Jalan raya lembar di Dusun Batu Samban Desa Lembar Selatan, Jalan Labuan Tereng Lembar, Jalan Kelurahan Dasan Geres, Desa Telaga Waru Kecamatan Labuapi. ”Baru lima titik itu informasi yang dilaporkan oleh warga, kita masih menunggu lagi laporan yang mungkin ada,” ujarnya. (her)

Pelayanan Penyeberangan Masih Buka-Tutup Giri Menang (Suara NTB) – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar masih belum normal akibat cuaca ekstrem. Penyeberangan masih menggunakan sistem bukatutup, Kamis (24/1) sore. Akibat kondisi ini terjadi penumpukan truk di Pelabuhan Lembar. Penumpukan juga dipicu adanya pelimpahan penumpang dari wisatawan yang eksodus dari dermaga Pemenang KLU. Terdapat puluhan penumpang fast boat yang eksodus melalui Pelabuhan Lembar. “Akibat angin kencang dan

gelombang tinggi kami tunda dulu keberangkatan satu kapal, masih buka-tutup,” jelas Koordinator Satuan Pelayanan Penyeberangan BPTD Wilayah Lembar Nelson Dalo, Kamis (24/1). Untuk membuka kembali pelayanan penyeberangan pihaknya masih menunggu kondisi cuaca. Diakui dampak sistem buka tutup ini, terjadi penumpukan penumpang khususnya truk memadati pelataran parkir pelabuhan. Penumpang juga sedikit membeludak akibat adanya limpahan dari wisatawan yang

batal berangkat melalui fast boat pascaditutupnya pelayanan di Dermaga Pemenang KLU. Terdapat sekitar 50 orang lebih yang eksodus melalui Lembar. “Karena pelayanan dermaga ditutup penumpang pun beralih ke sini,” jelas dia. Sejauh ini, jelas dia, penumpang masih normal, rata-rata ratusan penumpang dan truk di Pelabuhan Lembar. Dampak cuaca buruk saat ini tambah dia, jadwal pemberangkatan kapal molor hingga 8-9 jam. Sedangkan untuk kapal mengapung kurang lebih 2-3 jam. (her)

Masih Dievaluasi, Draf Mutasi Pejabat Loteng Praya (Suara NTB) Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.L. Pathul Bahri, S.IP., menegaskan akan segera menggelar mutasi pejabat awal tahun ini. Namun ia mengaku belum bisa memastikan kapan mutasi akan digelar. Mengingat, komposisi draf pejabat Loteng yang akan dimutasi sampai saat ini masih di-

honorer Pemkab Lobar itu terbuka dan tidak lagi bisa melindungi pemiliknya dari deras hujan yang datang kemudian. Demikian pula dengan rumah warga lainnya, yaitu Huban (47 tahun). Warga Dusun Sedayu Selatan itu pun harus merelakan atap rumahnya yang terbuat dari genteng jatuh berhamburan. “Saya berharap semoga pemerintah mau meringankan beban saya. Mohon untuk sementara saya bisa dibantu tenda supaya saya bisa tidur dengan 4 orang anak saya,” ujar Hazrin lirih dan diiyakan juga oleh Huban. Asisten Bidang Administrasi Umum dan Kesra Setda Lobar H. Fathurrahim pun berkoordinasi dengan beberapa jajaran OPD agar segera menangani apa yang menimpa warga. Tidak hanya membantu membersihkan bekas material, tapi juga dari segi bantuan lainnya.”Tolong tim Tagana Dinsos diatensi ban-

pun masih dievaluasi,” jawabnya, Kamis (24/1). Begitu pula soal jumlah pejabat yang akan dimutasi. Namun yang jelas, kemungkinan bakal menyasar semua eselon. Mulai dari pejabat eselon IV, III sampai pejabat eselon II, karena situasi mengharuskan seperti itu. Data yang diperoleh Suara NTB dari Badan Kepegawa-

ian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, menyebutkan, saat ini banyak jabatan di lingkup Pemkab Loteng yang tengah lowong, terutama untuk jabatan eselon IV dan III. Jumlahnya pun mencapai seratusan posisi. Jabatan lowong itulah yang direncanakan akan diisi pada gelaran mutasi kali ini. Sebelumnya, Pemkab Lo-

teng memang sudah menggelar mutasi pejabat. Hanya saja, tidak menyeluruh, tapi untuk berapa posisi saja. Sehingga kemungkinan pada mutasi kali inilah, banyak pejabat yang akan dimutasi. “Prinsipnya kita ingin pejabat yang dimutasi adalah pejabat terbaik di posisinya,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Loteng ini. (kir)

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Transfer DD dari Pusat Terancam Molor 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid menyoroti lambannya desa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 menyusun RAPBDes tahun 2019. Pasalnya sampai saat ini belum ada desa yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 sudah selesai menyusun APBDes. Fauzan pun meminta agar para kades 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 mempercepat penyusunan APBDes sebab akibat molornya APBDes ini berimbas 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 terhadap transfer Dana Desa (DD) dari pusat ke daerah. Secara otomatis, jika 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 transfer ditunda, maka pencairan DD pun molor. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 HAL ini disampaikan Bu- dikontrol oleh pemerintah pu- keterlambatan akibat gempa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 pati Lobar saat membuka Fo- sat melalui kementerian ter- dan pilkades serentak. “Dalam 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 rum Konsultasi Publik Peny- kait. “Karena ABPDes molor, jangka waktu dekat kami seg1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 usunan Rancangan RKPD maka transfer DD pun ditun- era sampaikan hal ini ke rekan1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 2020 di Hotel Jayakarta da. Jadi tolong kepada kepala rekan kades agar agar segera 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 desa agar segera menyelesai- menyusun APBDes,” jelas dia. Senggigi, Kamis (24/1). 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Sementara itu, Kepala Desa Ia mengaku tak tahu per- kan APBDes,” jelas dia. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Ia kembali menegaskan Sekotong Tengah L. Sarapudin, sis apa penyebab, sehingga 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 desa belum menyelesaikan agar desa mempercepat APB- mengatakan terkait lambannya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 APBDes. Apakah dampak Des sebab ia khawatir nanti APBDes disebabkan kendala Zahar Mahmud L. Sarapudin 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 pilkades ataukah karena pemda disalahkan, padahal sistem pelaporan. Sebab ter1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 apa. Ia memastikan damp- yang memiliki tugas dan ke- kandang tim pemda meminta penyebabnya makanya molor anggap kurang aktif me1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 lakukan pendampingan persyaratan kurang lengkap APBDes,” jelas dia. ak belum selesainya APB- wajiban desa sendiri. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 Selain itu, jelas dia, ke- terhadap desa. Ia menamKepala Desa Jatisela Zahar dari desa. Contoh di desanya, Des, pembayaran dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 transfer DD maupun ADD Mahmud mengakui keterlam- sudah diminta laporan untuk beradaan pendamping lokal bahkan, khusus di desanya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 akan tertunda. Sebab, jelas batan ABPDes. Namun perlu syarat pencairan, namun lagi desa dan pendamping desa sendiri sudah menyelesai1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 dia, hal ini secara online diketahui, jelas dia, penyebab diminta syarat yang lain. “Itu belum maksimal. Sebab di- kan APBDes. (her) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901

Bupati Soroti Desa Lamban Susun APBDes

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/ist)

JEMBATAN PUTUS - Kondisi salah satu jembatan di Desa Batujangkih Praya Barat Daya yang putus akibat air bah. Meski sejumlah bencana sudah melanda, status Loteng masih siaga bencana.

Bencana Datang, Loteng Masih Status Siaga Praya (Suara NTB) Sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam sepekan terakhir mulai dilanda bencana. Terutama bencana banjir, sudah mulai melanda beberapa desa di Kecamatan Pujut dan Praya Timur. Di Desa Batujangkih Praya Barat Daya, dua jembatan desa putus, karena air bah. Namun kondisi tersebut belum mengubah status Loteng, dari siaga bencana ke darurat bencana. “Status kita masih siaga bencana. Belum sampai darurat bencana,” tegas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada wartawan di kantor Bupati Loteng, Kamis (24/1). Saat ini terhitung sebagai puncak musim hujan. Di mana intensitas hujan bakal meningkat tajam dari biasanya. Hal itu biasanya dibarengi dengan angin kencang, sehingga potensi bencana yang ada bukan hanya banjir. Tapi juga ada potensi bencana angin puting beliung serta bencana tanah longsor. Untuk itu, masyarakat di daerah ini diminta waspada. Mengingat, dengan kondisi seperti sekarang ini tidak ada satu pun wilayah di Loteng yang dinyatakan aman atau beban dari potensi bencana. Semua wilayah berpotensi ditimpa bencana. Apakah itu banjir,

longsor maupun puting beliung. “Yang paling penting sekarang masyarakat harus waspada, terhadap semua kemungkinan dan potensi bencana yang bisa datang kapan saja,” tegasnya. Karena yang namanya alam sulit untuk diprediksi. Dan, kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini diprediksikan akan berlangsung hingga akhir bulan Januari mendatang. Khusus terkait potensi bencana angin puting beliung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memangkas pohon-pohon tua serta cabang pohon yang berpotensi tumbang dan patah. Terutama yang ada di pinggir jalan. Hal ini bertujuan meminimalisir potensi terjadi korban jiwa dari pengendara maupun pejalan kaki. “Dalam kondisi seperti ini, semua kemungkinan harus kita antisipasi. Jangan sampai menimbulkan korban luka apalagi korban jiwa,” tandas Muhammad. Soal bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Loteng, mantan Kabag. Aset Setda Loteng ini menegaskan terus dipantau kondisi dan perkembangannya. Diakuinya, kondisi banjir memang belum separah tahun sebelumnya. Dan, lebih disebabkan oleh perilaku masyarakat itu sendiri yang kurang begitu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 6

KSB Perpanjang Masa Siaga Bencana hingga Maret Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berencana memperpanjang SK siaga bencana tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung hingga bulan Maret. Perpanjangan waktu siaga ini, dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, cuaca ekstrem yang melanda NTB diprediksi masih terjadi hingga Maret mendatang. “Masa siaga bencana tahap pertama di tahun 2019 akan kita berakhir di bulan Januari. Makanya kita berencana untuk melakukan perpanjangan hingga bulan Maret mendatang. Sehingga pada saat terjadi bencana bisa lansung ditangani dengan cepat dan meminalisir korban jiwa dari setiap bencana yang terjadi,” ujar Kepala pelaksana BPBD kepada Suara NTB, melalui Kabid Kedaruratan Logistik (Darlogs) Hendra Adiwinata S. Pd, Kamis (24/1). Dia mengatakan, hingga saat ini sudah ada beberapa bencana tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang, banjir dan gelombang tinggi di wilayah setempat. Terutama di wilayah selatan yang hingga

saat ini belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, karena bencana longsor. Hal tersebut terjadi karena kondisi jalannya sudah semakin kritis dan amblas akibat hujan yang terus mengguyur di wilayah tersebut. Sementara, untuk angin puting beliung juga sudah terjadi di kecamatan Brang Rea dan Sekongkang yang menimpa tujuh unit rumah. Sedangkan untuk gelombang tinggi sudah muali terjadi di Poto Batu yang mengakibatkan Lapak rusak parah. Sehingga masa siaga bencana yang berakhir di bulan Januari harus bisa diperpanjang hingga Maret. “SK siaga bencana yang berakhir bulan ini, akan kita perpanjang sebagai salah satu langkah antisipasi.

Karena cuaca ekstrem masih terus terjadi terutama di wilayah selatan,” ungkapnya. Disebutkannya, beberapa lokasi yang dianggap rawan terjadi bencana baik itu banjir tanah longsor maupun angin puting beliung mulai dipetakan. Khusus kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Taliwang, dan Jereweh pihaknya tengah mengatensi terjadinya bencana banjir. “Kita sudah petakan lokasi rawan terjadinya bencana. Selain itu, kita juga sudah bentuk tim patroli untuk memantau lokasi-lokasi rawan ini sebagai upaya pencegahan,” tukasnya. Selatan KSB Longsor Lagi Sementara itu, tanah longsor kembali melanda wilayah selatan KSB (Maluk-Sekongkang).

Longsor yang menjadikan akses utama menuju ke desa Talonang serta dua desa lainnya menjadi terkendala. Musibah tanah longsor bukan kali pertama melainkan dari tahun 2018 sudah ada kejadian. Kapolsek Sekongkang IPDA Anugrah Darmawan S.Trk, kepada Suara NTB, Kamis (24/1) melalui sambungan telpon mengatakan, longsor yang terjadi saat ini merupakan lokasi baru yakni jalan utama SekongkangTongo. Akibatnya, hampir sebagian bahun jalan tertutupi material tanah setinggi 20 centimeter. Selain tanah, beberapa pohon juga ikut tumbang akibat angin kencang yang mengakibatkan arus lintas ke wilayah setempat terhambat. Karena tidak ada bantuan, akhirnya Kapolsek bersama dengan jajarannya berjibaku untuk bisa memundahkan pohon yang melintang. Sementara untuk material tanah saat ini masih dibiarkan berada di pinggir jalan menunggu alat berat.

“Aksesnya saat ini sudah bisa dilalui, meskipun tidak bisa sepenuhnya bahu jalan bisa digunakan,” sebutnya. Dikonfirmasi secara terpisah, Camat Sekongkang Syafruddin ‘Roni’ tidak menampik kondisi longsor yang terjadi di jalan utama SekongkangTongo. Hal itu terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan disertai angin kencang sejak kemarin hingga saat ini. Karena sebagain bahu jalan belum ditangani, pihaknya mengimbau kepada warga pengguna jalan untuk berhati-hati agar tidak masuk ke jurang. Karena untuk kendaraan roda empat, masih sangat sulit untuk bisa melewati jalan yang tertutup material tersebut. Sementara untuk lokasi lain di wilayah selatan, hingga saat ini Talonang masih belum bisa dilalui kendaraan secara maksimal karena longsor susulan. Bahkan ada juga yang jalannya sudah tidak ada lagi berbentuk sehingga membaha-

(SuaraNTB/ist Polsek Sekongang)

TUTUPI JALAN - Nampak material tanah yang menutupi bahu jalan lintas Sekongang menuju Tongo, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (24/1). yakan para pengguna jalan.”Kondisi jalannya sudah semakin parah di wilayah selatan apalagi saat ini musim hujan karena kondisi tanah

yang labil dan rawan terjadi longsor susulan,” ujarnya. Sehingga butuh penanganan khusus supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ils)

Mahasiswa Amerika Magang di UTS Sumbawa Besar (Suara NTB) Pekan ini, Universitas Teknologi Sumbawa kedatangan tamu istimewa, yaitu seorang mahasiswa Northeastern University, Boston Amerika. Mahasiswa bernama Constantinos Psyllos ini akan berada di UTS selama enam bulan mendatang. Jauh jauh datang dari Amerika untuk mengikuti program internship atau magang di UTS. Selama berada di UTS, Ia akan menjadi ‘buddy’ (teman) para mahasiswa UTS untuk berlatih berbahasa inggris. Sehingga para mahasiswa UTS juga bisa melibatkannya dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia juga diharapkan menjadi partner untuk para Staf dan Dosen UTS yang ingin menjaga kemampuan bahasa inggrisnya. “Lebih dalam lagi, kami tugas kan ia untuk ikut serta dalam melakukan kajian, usaha preservasi dan promosi budaya Sumbawa ke dunia internasional. Dengan studi Art and Media Design yang ia geluti di USA, dan jiwanya yang suka berpetualang, saya yakin ia bias memenuhi ekspektasi kami,” tutur Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, Kamis (24/1). Selain itu juga agar mahasiswa dan seluruh civitas akademika UTS menjadi terbiasa bergaul secara internasional. Tidak takut dengan ‘bule’ atau bahkan memandangnya berlebihan. Sehingga menumbuhkan inferioritas serta mengingatkan kepada semua bahwa dunia ini sangat luas. Karenanya harus siap berkolaborasi dengan siapapun dan menghargai hal-hal yang mungkin jauh berbeda dari kebiasaan kita sehari-hari. Kehadiran Constantin di UTS berawal dari keikutsertaan Dr. Andy Tirta dalam program YSEALI 2018 ke US selama 6 minggu dari tgl 05 oktober – 17 November 2018, sebagai informasi program YSEALI yang disponsori penuh oleh Dept of State US, ditujukan untuk kalangan profesional disegala bidang dengan tema “Governance and Society”. Setelah melalui serangkaian test dan intervew ahirnya Dr. Andy Tirta lolos mengikuti program YSEALI bersama beberpa profesional lainya. Selama berada di US tepatnya di Washington DC beliau berkesempatan mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan juga beberapa Universitas yang ada disana. Setali tiga uang Dr. Andy Tirta sekaligus memperkenalkan UTS dan program internship di UTS kepada tim pengajar dan mahasiswa di sana, termasuk di Kampus Northeastern University, Boston, dan Constantin salah satu mahasiswa yang tertarik mengikuti program Internship di UTS. Motivasi Cons mengikuti program internship ini adalah untuk bertukar pengalaman, wawasan, ilmu dengan mahasiswa, Dosen dan staf di UTS, juga belajar budaya Sumbawa dan Indonesia. Sesuai dengan background pendidikan Studi Art and Media Design. Selain itu pihak UTS juga akan mengajak Constantin terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, agar bisa membawa “oleh-oleh” yang bermanfaat ke Negaranya. Apalagi Ia memiliki hobi traveling, maka sangat antusias mengikuti program magang ke UTS ini. Beberapa hari berada di Sumbawa dan UTS, Ia sangat terkesan terhadap sambutan masyarakat sekitar yang ramah dan selalu menyapanya saat berpapasan. Ke depannya, lanjut Andy Tirta, UTS akan menerima mahasiswa-mahasiswa asing untuk mengikuti program internship/ magang berbarengan dengan UTS akan membuka kelas internasional. Dua hal ini akan menjadi salah satu perhatian khusus bagi UTS, mengingat program-program ini sangat baik untuk perkembangan Kampus dan wisata Sumbawa. (arn)

(Suara NTB/ist)

MAGANG - Mahasiswa asal Amerika yang magang di UTS foto bersama dengan Civitas UTS.

DPPP KSB akan Evaluasi Program Bariri Tani dan Ternak Taliwang (Suara NTB) Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun ini akan melakukan evaluasi program Bariri Tani dan Ternak yang telah disalurkan. Kepala DPPP KSB, Suhadi, SP., M.Si mengatakan, evaluasi dua program pemberdayaan yang dikelola gugus dinasnya itu akan fokus pada sejauh mana bantuan tersebut telah memberi dampak di sisi perekonomian masyarakat petani dan peternak selaku penerima bantuan. “Kan goal-nya (tujuan) bantuan itu untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Jadi itu yang akan kita potret dari evaluasi yang akan kami lakukan mulai tahun ini,” katanya kepada wartawan. Bantuan program Bariri Tani dan Ternak yang disalurkan Pemda KSB sejauh ini telah berjalan sekitar 2 tahun lebih. Diakui Suhadi, untuk melihat dampak sebuah program tentu memerlukan waktu beberapa tahun. Namun setidaknya evaluasi yang dilakukan pihaknya bisa dijadikan bahan acuan untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut di tahun-tahun berikutnya. “Kalau memang belum terlihat betul hasilnya, minimal kita bisa tahu apa ada masalah dari program itu atau tidak. Kalau ada kan bisa kita perbaiki dengan berpijak pada hasil evaluasi itu,” timpalnya. Kegiatan evaluasi itu sendiri dijanjikan Suhadi akan segera dimulai. Pihaknya dalam waktu dekat akan menyusun metode evaluasinya dengan mengerahkan masing-masing bidang yang mengelola penyaluran bantuan Bariri tersebut di gugus dinasnya. “Kalau pertanian nanti bidang tanaman pangan dan horti yang tangani, begitu juga ternak dikalkukan bidang peternakan. Nanti hasilnya kita rangkum semuanya,” sebut Suhadi. Pada tahun 2019 ini, penyaluran program Bariri Tani dan Ternak masih dilaksanakan oleh DPPP KSB. Namun jumlah bantuannya tidak lagi sebanyak dari 2 tahun sebelumnya. (bug)

(Suara NTB/ind)

PASAR SEKETENG - Sisa sisa kebakaran Pasar Seketeng (foto kiri). Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah saat memimpin rapat terbatas soal penanganan pasca kebakaran Pasar Seketeng, Kamis kemarin (foto kanan).

1900 Pedagang Terdampak

Wabup Siapkan Langkah Penanganan Kebakaran Pasar Seketeng Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah langsung memimpin rapat terbatas terkait penanganan bencana kebakaran Pasar Seketeng, Kamis (24/1) kemarin. DihadiriKomandan Kodim 1607 Sumbawa, Para Asisten, Perwakilan Polres dan Pimpinan OPD terkait. Membahas langkah apa yang diambil terkait bencana tersebut. Mengingat sedikitnyaada1.900pedagangyangterdampak akibat bencana tersebut. Wabup menyampaikan rapat ini untuk membicarakan langkah-langkah yang harus segera diambil terkait kebakaran Pasar Seketeng Rabu lalu. Jangan sampai roda perekonomian masyarakat terhenti, mengingat pasar seketeng ini merupakan pasar tradisional terbesar yang berlokasi di pusat Kota Sumbawa Besar. Terkait hal tersebut Wabup minta kepada Kepala Bapenda untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit untuk me-

netralisir situasi. Dengan mengkoordinir dan mengundang para pedagang pasar seketeng, untuk mensosialisasikan dan memutuskan terkait relokasi sementara pasar seketeng. Sebab menurut informasi yang diterima dari Kasat Pol PP, sampai saat ini masih banyak pedagang yang berjualan didalam dan sekitar pasar seketeng, Serta segera berkoordinasi dengan Bagian LPBJP Setda Kab. Sumbawa, untuk dapat memprioritaskan relokasi di Taman Kerato. Untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran, Wabup menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Termasuk untuk menepis suara sumbang yang beredar bahwa pasar seketeng sengaja dibakar, dan minta pihak kepolisian dan Pol-PP untuk membantu pengamanan untuk menghindari konflik. Serta untuk segera menutup akses menuju pasar seketeng untuk memudahkan proses penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Wirawan Ahmad, S.Si.,MT melaporkan, jumlah pedagang pasar seketeng 2.267 pedagang, pedagang kios/ petak los/took berjumlah 615 pedagang, dan pedagang plataran sejumlah 1.652 pedagang. Yang terkena dampak kebakaran sejumlah 1.900 pedagang, kios/ petak los/took sejumlah 525 pedagang, dan plataran sebanyak 1.375 pedagang. Yang tidak terkena dampak sebanyak 140 pedagang, kios/petak los/toko sebanyak 90 pedagang, dan plataran sebanyak 150 pedagang. Terkait banyaknya pedagang yang pindah ke Brang Bara, diakuinya bukan kebijakan pemerintah, melainkan inisiatif spontan dari masyarakat untuk berdagang. Tentunya pemerintah untuk sementara memfasilitasi. “Tapi kita akan menyiapkan tempat relokasi yang permanen,” jelasnya. Dijelaskannya, Bupati sudah menginstruksikan pihaknya agar segera menyiapkan tempat

relokasi terhadap pedagang. Paling telat dua minggu tempat relokasi harus sudah didapatkan. Pihaknya juga menyiapkan posko yang akan diintegrasikan dengan posko kepolisian utuk melayani masyarakat atau pedagang yang membutuhkan informasi. Kemudian pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan pedagang pasar berkaitan langkah yang diambil pemerintah merespon pasca terjadinya kebakaran. Mengenai penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. “Kita menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” terangnya. Dandim 1607 Sumbawa Letkol. Inf. Syamsul Huda, SE juga menyatakanSetelah dilakukan konsolidasi internal agar segera mengundang dan mengumpulkan asosiasi pedagang pasar Seketeng. Untuk disosialisasikan tentang rencana ke depan baik jangka pendek, maupun jangka panjang relokasi peda-

gang terkait musibah yang terjadi. Dan harus segera diputuskan masalah kesepakatan relokasi. Ditemui terpisah, Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP. Burhanudin mengakui pihaknya sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi yang diduga awal munculnya api. Selain itu juga sudah menerjunkan anggota untuk membantu pedagang yang menjadi korban. Hanya saja penyebab kebakaran belum diuketahui. “Kita sudah melakukan olah TKP awal. Tapi untuk mengetahui penyebab kebakaran, perlu olah TKP secara inti. Untuk penyelidikan kami juga berkoordinasi dengan Polda NTB,” ujarnya. Menurutnya, untuk melakukan pengamanan sudah didirikan posko gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI dan Satpol PP. Dimana pihaknya menerjunkan 60 personel. Pihaknya berharap masyarakat tidak mengganggu TKP. Supaya tim yang melakukan penyelidikan tidak terkendala. (arn/ind)

Jalan Rumah Apung Labuhan Lalar Penyeberangan Poto Tano Masih Normal Bahayakan Penghuninya Taliwang (Suara NTB) Warga yang bermukim di rumah apung desa Labuhan Lalar, kecamatan Taliwang, berharap agar jalan lingkungan di kompleksnya segera diperbaiki pemerintah. Akses jalan di rumah bantuan tersebut kondisinya rusak parah dan mulai membahayakan bagi warga. Harapan warga penghuni rumah apung ini memang tak berlebihan. Pantuan Suara NTB, Kamis (24/1) kemarin, akses jalan di lokasi rumah bantuan pemeirntah itu sudah benar-benar harus mendapatkan sentuhan perbaikan. Banyak ruas yang rusak. Papan-papan badan jalan banyak yang mulai papuk bahkan ada beberapa ruas yang tidak berani dilalui warga. Tidak sampai di situ, ruas jalan utama yang tembus dari akses jalan besar tampak sudah dibongkar sebagian. Panjangnya hampir sekitar 90 meter hingga ke bagian belakang pemukiman. Warga mengaku sengaja melepas semua papan dan kayu tulangannya karena sejak setahun lalu sudah tidak ada yang berani melaluinya. Selanjutnya, material yang masih dapat digunakan, oleh warga dipindah ke ruas jalan bagian depan agar tetap bisa digunakan. “Ketimbang tidak kita gunakan, kami sepakat membongkarnya. Lalu papannya kami pakai untuk memperkuat jalan yang bagian depan,” ungkap Jamaluddin, salah seorang warga. Akes jalan di rumah apung itu belum pernah mendapat sentuhan perbaikan oleh pemerintah sejak di tempati tiga tahun lalu. Warga selama ini hanya mengandalkan swardaya untuk memperbaikinya. Menurut Jamalud-

din, dalam setahun terkadang hingga tiga kali warga urunan dana membeli material dan bergotong royong memperbaiki akses jalan utama. Sementara jalan-jalan di depan rumah warga diperbaiki secara mandiri. “Itu pun perbaikannya seadanya, karena dana yang kami kumpulkan terbatas hanya untuk membeli papan saja. Padahal banyak yang harus diganti,” paparnya. Kondisi jalan yang rapuh itu pun otomatis membahayakan warga. Jamaluddin mengungkapkan, sudah banyak warga yang mengalami kecelakaan, terjatuh karena papan-papan badan jalan yang dapat sewaktu-waktu patah ketika dilalui. “Minggu lalu, tetangga depan rumah saya jatuh bersama istri dan anaknya saat naik motor. Beruntung mereka tidak mengalami luka serius. Tapi sebelumnya ada beberapa warga yang sampai harus dibawa ke Puskesmas,” akunya. “Apalagi sekarang musim hujan, kami harus lebih hati-hati lagi saat melalui jalan ini. Karena permukaannya akan licin saat hujan

dan saat kering papan-papannya semakin keropos,” sambung Jamaluddin. Jamaluddin dan sekitar 100 kepala keluarga yang menghuni rumah apung itu tidak tahu lagi harus mengadu ke mana untuk memperbaiki jalang kompleksnya itu. Sebab pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sendiri belum dapat menangani kerusakan fasilitas di kompleks tersebut karena unit rumah bantuan dari pemerintah pusat itu belum diserahkan ke daerah. Menurut Jamaluddin, sudah banyak pejabat pemerintah yang datang melakukan monitoring kondisi kompleks rumahnya tersebut. Kepada warga mereka berjanji akan segera melakukan perbaikan. Sayangnya janji yang sangat diharapkan warga itu hingga kini tak kunjung terealisasi. “Baru sekitar dua minggu ada seorang ibu yang mengaku dari provinsi. Katanya mau datang lagi mengecek untuk persiapan perbaikan. Itu sekarang kami tunggu tapi belum datang lagi,” sebutnya. (bug)

(Suara NTB/bug)

RUSAK BERAT - Begini kondisi jalan rumah apung Labuhan Lalar, KSB yang sudah rusak berat karena tidak pernah diperbaiki.

Taliwang (Suara NTB) Manager Operasional ASDP Poto Tano, Samiun menyebutkan, bahwa aktivitas penyeberangan pelabuhan Poto Tano-Kayangan, masih terpantau normal dan tidak terkendala. Meskipun cuaca NTB saat ini cukup ekstrem, tetapi dianggap belum menggangu aktivitas kapal untuk berlayar. Namun, pihaknya tetap akan mengamati kondisi laut, jika membahayakan pelayaran baik karena ombak maupun angin maka tetap akan di tutup. “Memang saat ini, beberapa wilayah di Indonesia ada yang mengalami banjir rob dan gelombang yang cukup tinggi. Tetapi khusus di Poto Tano gelombang laut masih, terpantau normal dan tidak mengganggu aktivitas pelayaran yang terjadi di pelabuhan Poto Tano. Karena lokasi gelombang tinggi hanya terjadi di bagian selatan tidak terjadi di bagian utara (Poto Tano). Kendati demikian, kita juga tetap akan mengamati kondisi air laut setiap pelayaran,” ungkapnya kepada Suara NTB, Kamis (24/1). Dikatakanya, memang untuk saat ini beberapa wilayah di NTB memasuki musim hujan dan angin kencan. Tapi kejadian tersebut belum terjadi di Poto Tano. Kalaupun jika ada larangan untuk berlayar nantinya, maka pihaknya akan menutup sementara pelabuhan. Hal ini sengaja dilakukan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat kapal beroperasi. Pihaknya juga sudah juga menginstruksikan kepada ABK serta Kapten kapal supaya lebih waspada terhadap gelombang tinggi, terutama di selat alas (Batas antara Sumbawa dan Pulau Lombok) karena po-

(Suara NTB/ils)

Samiun tensinya sangat bisa besar terjadi. “Meskipun kondisi angin dan gelombang masih normal. Tetapi kita tetap waspada agar kecelakaan laut yang dikhawatirkan tidak terjadi,” imbuhnya. Ia menyebutkan, sementara untuk jumlah kapal yang beroperasi saat ini masih tetap sama sekitar delapan unit dari 20 kapal yang melayani rute Poto Tano-Kayangan. Karena penggunaan moda transportasi laut saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat baik itu untuk pengangkutan bahan pangan maupun hal-hal lainnya. Jika sampai terhambat, dikhawatirkan bisa menjadi masalah menurunnya pasokan pangan ke wilayah Pulau Sumbawa. “Kita tetap menunggu adanya instruksi dari pihak yang berwenang, jika diminta untuk ditutup sementara waktu, pasti akan kita lakukan. Karena itu juga berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran,” tandasnya. (ils)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 7

Konversi Mitan ke Elpiji, Pemerintah Diduga Belum Siap Dompu (Suara NTB) Pemerintah melalui pertamina melakukan pembagian gas Elpiji 3 kg kepada 40an ribu KK warga Dompu akhir 2018 lalu dalam program konversi minyak tanah ke gas. Pemerintha diduga belum siap dalam melaksanakan program konversi, karena tidak diikuti perangkat isi ulang. Rencana pembangunan depo gas di Bima hingga saat ini baru dalam rencana. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Kamis (24/1) mengakui hingga saat ini pertamina yang ditugaskan pemerintah untuk menyiapkan perangkat pendukung program konversi mitan ke gas belum sepenuhnya terealisasi. Karena yang baru didistribusikan ke masyarakat hanya tabung gas 3 kg, kompor gas, selang dan perangkat pemasangan gas. Sementara isi ulangnya belum ada. “Gas yang dibagi belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena gasnya tidak bisa diisi ulang,” katanya. Pembangunan depo gas isi ulang di Bima yang direncanakan untuk melayani kebutuhan gas Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu baru tahap pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB) dan belum memulai pekerjaan konstruksi. Padahal saat sosialisasi di pandopo Bupati Oktober – November 2018 lalu, pihak pertamina pusat menyampaikan, pembangunan depo gas isi ulang di Bima dan Sumbawa dalam tahap penyelesaian, dan direncanakan akhir Desember 2018 rampung dikerjakan. “Depo isi ulang baru mengurus IMB-nya,” ungkap Hj. Sri Suzana. Gas Elpiji 3 kg yang beredar, kata Hj. Sri Suzana, bukan program pemerintah dengan subsidi. Begitu juga dengan gas isi ulang 12 kg, merupakan gas non subsidi. Karena dikirim dari Mataram, sehingga biayanya cukup mahal mencapai Rp.200an ribu per tabung untuk isi 12 kg. Hj. Sri Suzana juga mengharapkan, ada sosialisasi lebih lanjut soal penggunaan gas Elpiji. Karena warga penerima bantuan gas Elpiji 3 kg November – Desember lalu masih banyak yang belum paham penggunaan dan penanganan. Sehingga banyak yang tidak memanfaatkan. “Iya. Saya juga pernah mendengar (warga menjual paket gas bantuan pemerintah karena takut),” jawab Hj. Sri Suzana saat ditanya beberapa warga menjual paket gasnya. Terkait informasi akan ada tahap kedua bantuan paket gas bagi warga, dikatakan Hj. Sri Suzana, berdasarkan informasi yang didapat pihaknya pembagian paket bantuan gas hanya sekali yang dilakukan pihak pertama akhir 2018 lalu. Tidak ada tahap kedua yang akan dibagikan lagi kepada warga. “Tidak ada tahap pertama dan kedua. Bantuan kemarin itu saja yang ada,” ungkapnya. (ula)

(Suara NTB/ist)

BLOKADE JALAN – Puluhan warga di dua kelurahan saat menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade jalan raya. Mereka menuntut agar PDAM segera menyelesaikan persoalan krisis air bersih yang sudah lama dialami, Kamis (24/1).

Krisis Air Bersih, Warga Dua Kelurahan Blokade Jalan merupakan perwakilan Karang Taruna Kelurahan Simpasai, Kiswanto. Hanya saja penekanannya Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin diminta segera mengevaluasi keberadaan Direktur PDAM yang dianggap lamban mengatasi persoalan air bersih di wilayah ini. Sementara itu, Direktur PDAM Dompu, Agus Supendi, SE, yang menemui massa aksi siang kemarin mengaku, tak bisa berbuat banyak untuk mengatasi persoalan ini, sebab kondisi Bendungan Kemudi yang rusak diterjang banjir sampai hari ini masih belum mendapat sentuhan perbaikan karena tak ada kontraktor yang berani mengerjakannya.

Dompu (Suara NTB) – Curah hujan ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Dompu beberapa hari terakhir, tidak selalu sejalan dengan tercukupinya kebutuhan air bersih masyarakat. Contoh kecil, krisis air bersih yang kini dialami ratusan warga di Keluarahan Kandai II dan Simpasai. Buntut dari persoalan itu, puluhan warga dua kelurahan menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade jalan raya di simpang tiga Lingkungan Ginte. Mereka menuntut komitmen PDAM untuk segera menyelesaikan masalah ini. Salah seorang orator aksi, Irfan Samudra menegaskan, tidak akan membuka blokade jalan sebelum adanya komitmen PDAM untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat

saat ini. Apalagi krisis dan keterbatasan pasokan sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. “Gerakan ini murni untuk menyuarakan kebutuhan dasar kami yang bertahuntahun menghadapi krisis dan kekekurangan pasokan air bersih dari PDAM,” ungkapnya. Upaya mengkomunikasi masalah ini sudah beberapa kali dilakukan, tetapi masyarakat khususnya pelanggan PDAM tetap saja mengalami krisis air

bersih. Itu artinya, menurut Irfan Samudra, PDAM telah berbohong dan hanya ingin meminta tagihan dari beban pemakaian pelanggan tiap bulannya. “Sebelumnya PDAM berjanji mengatasi persoalan ini tetapi kenyataanya sampai sekarang tidak satupun yang direalisasikan, padahal kita tahu air adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan orator aksi lainnya yang

Tiga Bencana Rusak Belasan Rumah Warga di Bima (Suara NTB/ula)

(Suara NTB/Ist)

Pemadaman Listrik Bergilir di Bima Juga Sasar RSUD Bima Bima (Suara NTB) – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN Bima tidak hanya menyasar rumah kegiatan ekonomi dan usaha warga. Namun juga menyasar obyek vital, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan MPII, mengakui RSUD Bima seringkali terkena pemadaman listrik bergilir. Meski demikian dampak pemadamannya tidak menganggu pelayanan. “Iya sering. Tapi Insya Allah dampaknya tidak menggangu pelayanan,” katanya kepada Suara NTB, Kamis (24/1). Tidak terganggunya pelayanan lantaran RSUD setempat sudah memiliki genset baru dengan kekuatan 550kva yang bekerja secara ototomatis. Kata dia, saat listrik padam, genset otomatis akan menyala sekitar 10-15 detik kemudian. “Ada genset otomatis baru yang kita punya, makanya kita tidak kesulitan listrik,” katanya. Kendati demikian, Ihsan mengeluhkan pemadaman secara bergilir tersebut sudah tidak jelas lagi jadwalnya. Pasalnya tidak sesuai lagi dengan jadwal pemadaman yang dikeluarkan. “Pemadaman yang dilakukan sewaktu-waktu bisa berubah. Tidak lagi sesuai jadwal,” ujarnya. Ia berharap RSUD Bima tetap diprioritaskan oleh pihak terkait. Tidak lagi mengikuti jadwal pemadaman bergilir, karena ini terkait pelayanan publik yang sifatnya emergency (darurat). Menyangkut nyawa manusia. “Ini saja yang kami harapkan ke depan, karena tidak mungkin juga kami menggunakan genset,” harapnya. Sebelumnya Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) wilayah Bima, Donny ST, mengaku pihaknya tidak ada unsur kesengajaan memadamkan aliran listrik tersebut. Dikatakannya, lantaran seringnya pemadaman bergiilir tersebut sejumlah pihak mendatangi kantor PLN setempat untuk menanyakan penyebab hingga solusi yang dilakukan. “Banyak warga yang datang mempertanyakan. Kami jawab karena soal teknis. Tidak ada unsur kesengajaan pemadaman,” katanya, Selasa (22/1). Untuk sementara pihaknya hanya bisa menyampaikan permohonan maaf apabila pemadaman bergilir tersebut menganggu aktivitas masyarakat. Sembari menunggu perbaikan teknis di PLTMG Bonto yang berjalan sampai saat ini. “Jika masalah teknis ini sudah pulih, pelayanan listrik akan segera optimal. Kami berharap persoalan ini juga segera pulih,” katanya. Sementara Manajer Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bonto Agus mengaku, kebutuhan daya PLN UP3 Bima mencapai 35 hingga 37 MW pada siang hari. Sementara malam hari mencapai 45 hingga 47 MW sehingga terjadi defisit daya 15 MW. “Hal inilah yang menyebabkan PLN melakukan pemadaman bergilir,” katanya. (uki) H. Ihsan

Sepi Penumpang, Dua Maskapai Kerap Batalkan Penerbangan Bima (Suara NTB) – Dua maskapai yang beroperasi di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima seringkali membatalkan penerbangan. Hal itu bahkan terjadi setiap hari sejak awal tahun tahun kemarin. Kepala Bandara SMS Bima, Kadek Yuli Sasrawan mengaku, dari beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara SMS, yang sering membatalkan penerbanganya yakni Garuda dan Wings Air. “Memang ada banyak di cancel (pembatalan). Saya coba tanyakan penyebabnya, jawannya lebih karena sepinya

(Suara NTB/Uki)

LONGSOR - Salah satu pemukiman warga yang menjadi korban tanah longsor di Desa Samili Kecamatan Woha, Kamis (24/1). sung di Donggo dan tanah Longsor di Woha,” katanya. Menurutnya, tercatat ada sebanyak lima unit rumah warga rusak ringan di Desa Kore Kecamatan Sanggar akibat angin kencang dan gelombang pasang. Kemudian di Kecamatan Donggo ada sembilan unit terkena putting beliung. “Total keseluruhannya ada 14 unit rumah yang rusak. Baik di Sanggar dan Donggo,” katanya. Taufik menambahkan pihaknya di BPBD setempat telah memberikan tanggap darurat kepada warga yang rusak rumah. Baik berupa terpal, makanan siap saji, selimut dan

kebutuhan tanggap darurat lainnya. “Sementara bencana tanah longsor di Desa Samili Woha masih kita data sampai saat ini. Tapi sejumlah warga didekat tebing diungsikan sementara,” katanya. Dengan adanya musibah tersebut, Ia menghimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang tidak jauh dari rumah. Untuk menghindari terjadinya halhal yang tidak diinginkan. “Apabila ada kejadian diharapkan segera melapor. Bisa ke aparat Desa setempat, Babinsa maupun Bhabinkantibmas,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/Uki)

Hj. Sri Suzana

Bima (Suara NTB) – Tiga bencana, angin puting beliung, gelombang pasang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, pada Rabu (23/1). Musibah tersebut mengakibatkan belasan unit rumah warga rusak ringan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Donggo dan Soromandi. Tercatat ada sembilan unit rumah warga rusak ringan. Angin kencang disertai gelombang pasang juga melanda pesisir di wilayah Ambalawi dan Wera dan Sanggar. Satu unit rumah di Wera serta lima unit rumah warga Sanggar rusak ringan. Sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Samili Kecamatan Woha pada Kamis (24/1) pagi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan puluhan Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tempat aman. Kepala BPBD Kabupaten Bima, Drs. Taufik Rusdy M.Ap kepada Suara NTB, Kamis (24/ 1) mengakui hal itu. Bahkan kata dia, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE sudah meninjau pasca musibah tersebut. “Tadi pagi Bupati Bima juga sudah mengecek lang-

Kalaupun dipaksa melayani kebutuhan pelanggan di dua kelurahan normal seperti biasa, ia memastikan pelanggan di wilayah lain juga akan menyuarakan hal yang sama. Karenanya, untuk sementara waktu pelanggan diminta bersabar sampai rencana perbaikan tersebut terealisasi. “Alternatif kami sekarang pelayanan dilakukan secara bergilir, dua hari di wilayah Nowa dan Bakajaya kemudian dua hari lagi di Kelurahan Kandai II dan sekitarnya. Untuk rutin tiap hari sangat sulit karena debit air yang tertampung jauh di bawah standar, hanya 18 liter per detik dari biasanya 40 liter per detik,” pungkasnya. (jun)

Kadek Yuli Sasrawan

penumpang,” katanya kepada Suara NTBN, Kamis (24/1). Menurutnya, setiap hari jadwal penerbangan maskapai Garuda dan Wings Air sebanyak dua kali. Masing-masing tujuan Bima-Lombok, Bima-Bali, dan Bima-Makassar. Namun kini hanya bisa dilakukan satu kali. “Kebanyakan dari Bima-Lombok yang sering dibatalkan penerbangannya. Tapi kalau Nam Air tetap lancar karena jadwal penerbangan hanya satu kali dalam sehari,” katanya. Pembatalan apakah pengaruh mahalnya tiket pesawat ? Kadek membantah hal itu. Ia bahkan mengklaim seringnya pembatalan tersebut hanya akan berlangsung beberapa bulan saja. “Pada awal Maret biasanya ada perubahan. Penerbangan akan lancar seperti biasa. Pembatalan ini juga bisa karena pengaruh cuaca buruk,” pungkasnya. (uki)

BPBD Usulkan 29 Titik Kabel JTM PLN Lepas Pemasangan Tanggul Tertimpa Pohon Tumbang Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 29 titik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) milik PT PLN di Desa Anamina Kecamatan Manggelewa lepas tertimpa pohon tumbang, Rabu (23/1). Akibatnya, pemadaman total terpaksa dirasakan masyarakat. Beruntung insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka-luka. Manager ULP PLN Rayon Dompu, Wahyu Cahya Hermawan dikonfirmasi Suara NTB mengaku, terpaksa memadamkan total arus listrik di wilayah tersebut lantaran banyak kabel JTM yang lepas dari tiang setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang. “Kalau tiang listrik sampai saat ini belum ada yang roboh akibat angin kencang, tetapi kabel JTM lepas sebanyak 29 gawang,” ungkapnya. Mengingat kabel JTM tersebut mengantar arus listrik ke sebagian besar warga di Desa Anamina dan Kwangko, memaksa pelanggan di wilayah tersebut dari sekitar Pukul 7.00-17.00 Wita tidak mendapat pelayanan listrik. Itu belum termasuk jadwal pemadaman

bergilir yang tengah diberlakukan pihaknya akhir-akhir ini. Kendati cukup kewalahan, langkah perbaikan yang langsung dilakukan berhasil membuat pelayanan listrik kembali normal. “Sekarang arusnya sudah kembali seperti biasa, hanya saja kalau dapat jatah pemadaman pasti akan dipadamkan,” ujarnya. Dikatakannya, curah hujan ektrem disertai angin kencang saat ini memang cukup menghawatirkan, terutama atas ancaman tumbangnya pohon atau tiang listrik tegangan tinggi yang bisa saja mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan. Untuk itu, imbau Wahyu Cahya Hermawan, masyarakat harus tetap menaruh kewaspadaan, salah satunya tidak melakukan penebangan pohon sembarang disekitar jaringan listrik sebelum berkoordinasi dengan pihak PLN. “Imbauan kita, jangan tebang pohon di sekitar jaringan sebelum menghubungi PLN terlebih dahulu, sebab itu akan sangat membahayakan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/PLN Rayon Dompu)

TERLEPAS – Tampak salah satu Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di Desa Anamina terlepas akibat tertimpa pohon tumbang, Kamis (24/1).

Dompu (Suara NTB) – Menindak lanjuti informasi tanah longsor yang menutup badan jalan dan mengancam keselamatan jiwa wisatawan di kawasan Wisata Lakey beberapa waktu lalu, Tim Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu langsung terjun meninjau lokasi, Rabu (23/ 1). Mereka ingin memastikan sejauhmana dampak kerusakan bencana yang diduga akibat intensitas hujan yang tinggi tersebut. Diakui, sepanjang 100 meter lebih badan jalan rusak parah tertimbun material batuan dan tanah. Kepala Pelaksana BPBD setempat, Drs. Imran M. Hasan menyampaikan, usai memastikan dampak kerusakan badan jalan akibat tanah longsor tersebut pihaknya langsung melayangkan surat pemberitahuan ke Bupati Dompu, agar ditentukan langkah selanjutnya. Namun demikian, mengingat infrastruktur yang rusak itu statusnya jalan negara maka tanggung jawab sepenuhnya ada di pemerintah pusat. “Setelah kita tinjau lang-

sung kami laporkan ke Bupati termasuk ke Provinisi. Tapi karena ini statusnya jalan negara saya juga akan koordinasikan dengan petugas pemelihara jalan di Dompu,” kata dia menjawab Suara NTB. Berdasarkan tinjauan langsung tim di lapangan diakui longsornya tebing dengan kemiringan 70 derajat itu telah menimbun hampir seluruh badan jalan. Juga, membuat kerusakan parah di beberapa titik. Diduga, longsor terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa bulan terakhir. Mengingat bencana longsor susulan masih terus mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa pengguna jalan, Imran M. Hasan beraharap, agar upaya pembersihan material segera dilakukan, termasuk pemasangan tanggul penahan tanah dan papan himbauan bahaya longsor disepanjang jalan tersebut. “Usulan kita sekarang harus segara ada upaya pembersihan dan pemasangan tanggul karena potensi longsor susulan masih ada, apalagi tekstur tanahnya ini mudah tegerus air,” pungkasnya. (jun)


SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

POLHUKAM

Halaman 8

OTT Dana Masjid

(Suara NTB/Penrem)

OPSTER - Kegiatan Opster TNI di Lombok Utara untuk rehab rekonstruksi rumah rusak.

Babinsa Opster TNI Mulai Bergerak Tangani Dampak Gempa Mataram (Suara NTB) Pascadibukanya Operasi Teritorial (Opster) TNI tahun 2019 oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., minggu lalu, para Babinsa yang sudah tergabung sebagai fasilitator langsung bergerak di desa binaan masing-masing bersama fasilitator sipil yang ada di desa. Hal itu dikatakan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di sela-sela pelepasan Babinsa Desa Penato’i Koramil 1608-01/Bima Serma Ismail berangkat Umrah di Masjid Makorem 162/WB, Rabu (23/1). Menurutnya, saat ini para Fasilitator baik sipil maupun Babinsa sudah bekerja sesuai dengan Tupoksinya. “Selain melaksanakan tugas pembinaan di desa binaannya, para Babinsa yang desa binaanya terkena dampak gempa langsung menjadi fasilitator, dan alhamdulillah berdasarkan laporan sudah ada peningkatan signifikan dari sebelumnya,” ujarnya. Selain itu, sambung Alumni Akmil 93 tersebut, para Babinsa yang menjadi fasilitator ini juga berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rehab rekons rumah rusak ringan maupun rumah rusak sedang seperti BRI, BPBD maupun Dinas Perkim karena terjun langsung dan ikut mengawasi pelaksanaan rehab rekon rumah rusak ringan maupun sedang tersebut di desanya. Danrem juga kembali menegaskan bahwa pencairan dana untuk rumah rusak ringan dan sedang ini sudah dipermudah, namun tetap melalui prosedur sesuai dengan Juknis yang sudah disepakati. “Babinsa mengarahkan masyarakat binaanya yang memiliki rumah rusak ringan atau sedang dan sudah diverifikasi untuk membentuk Pokmas, kemudian melaporkan ke Kantor desa untuk memperoleh SK dari Kepada Desa atau Lurah, membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) kebutuhan dana, setelah itu baru diajukan ke BPBD dan Dinas Perkim setempat untuk persetujuan pencairan dana, terakhir ke BRI untuk pembuatan rekening dan pencairan dana,” jelasnya. Danrem berharap Opster TNI akan mempermudah dan mempercepat rehab rekons rumah yang rusak pascagempa sehingga warga yang terdampak gempa. Sementara Kapenrem 162/WB Mayor Dahlan, S.Sos., menyampaikan para Babinsa selaku Fasilitator di desa binaannya sudah bergerak cepat membantu pembentukan Pokmas. Berdasarkan data yang sudah ada maupun koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pencairan dana maupun rehab rekons puluhan ribu rumah yang rusak baik berat, sedang maupun ringan. (ars/*)

Lapas Mataram Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi Mataram (Suara NTB) – Lapas Mataram mentargetkan meraih predikat wilayah bebas korupsi di tahun 2019. Sejumlah sektor yang menjadi atensi diantaranya akuntabilitas pengusulan bebas dan cuti bersyarat, pengusulan remisi, layanan kunjungan, dan fasilitas dasar warga binaan pemasyarakatan.“Intinya tidak ada pungutan,” ucap Kepala Lapas Mataram, Tri Saptono Sambudji, ditemui Kamis (24/1) usai apel deklarasi janji kinerja 2019. Dia mengatakan sudah menutup celah di sektor pelayanan publik, misalnya dalam layanan kunjungan napi dan tahanan. “Dari depan pengunjung WBP tidak dipungut (biaya), parkir tidak dipungut,” sebutnya. Termasuk hak narapidana perihal pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB) yang sejumlah persyaratannya diatur undang-undang. Demikian juga pemberian remisi. Kemudian perlakuan terhadap WBP. “Fasilitas kamar berlebihan tidak ada. Kita tidak bedakan mana WBP yang banyak duit, yang kaya, semuanya sama perlakuannya,” jelasnya. Reformasi birokrasi meliputi delapan area perubahan yakni manajemen perubahan, penguatan organisasi, penataan perundang-undangan, penataan SDM, penataan tata laksana, penguatan pengawasan, akuntabilitas kinerja, dan kualitas pelayaan publik. “Petugas Lapas ini abdi hukum. Petugas Lapas jangan jadi pengkhianat,” ujar Tri merujuk pada potensi penyalahgunaan narkoba atau menerima pungli. Tri mengatakan kewajiban pemerintah untuk mengimplementasikan reformasi birokrasi. Perubahan tersebut memberi dampak kondusifnya suasana Lapas. Sebab, sambung dia, Lapas Mataram sudah overkapasitas mencapai 165 persen. Lapas peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini memiliki daya tampung 356 orang. Namun kini per-24 Januari 2018 disesaki 944 gabungan tahanan dan napi. (why)

Penyidik Telusuri Rekening Tersangka H. Silmi

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram sudah memeriksa 12 saksi dalam kasus OTT pungutan dana perbaikan masjid Kemenag Provinsi NTB. Jumlah uang yang diduga kuat hasil pungutan Rp95 juta. Penyidik masih mencari bukti uang lainnya. “Dari keterangan saksi dan bukti, yang cash Rp65 juta. Yang di tabungan Rp30 juta. Baru itu,” terang Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam Kamis (24/ 1). Dia menerangkan masih memeriksa saksi yang mengetahui proses pungutan. Termasuk setoran hasil pungutan yang diterima para tersangka. “Kami masih melakukan pemeriksaan. Sejauh ini sudah ada 12 saksi, orang-orang yang diduga mengetahui,” sebutnya. Penyidik belum mengagendakan pemeriksaan saksi pucuk-pucuk pimpinan lingkup Kemenag. Baik itu Kepala Kemenag Lombok Barat dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB. “Belum sampai ke sana,” kata Saiful. Dalam kasus yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tan-

gan (OTT) ini, Polres Mataram sudah menetapkan tiga tersangka. mereka diduga bersekongkol memungut dana bantuan perbaikan untuk 13 masjid. Para tersangka itu antara lain Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, H Silmi, Kasubbag TU Kemenag Lobar, Muhamad Ikbaludin, dan Staf KUA Gunungsari, Lalu Basuki Rahman. Mereka diduga sekongkol untuk memungut dana bantuan perbaikan masjid. Total masjid yang dipungut sebanyak 13 masjid dengan potongan antara 10 persen sampai 20 persen. Tersangka Ikbal diduga memungut dana bantuan yang diberikan kepada empat masjid di Kecamatan Lingsar, dan lima masjid di Kecamatan Batula-

(Suara NTB/why)

DIGIRING - Pejabat Kanwil Kemenag NTB, H. Silmi tersangka pungutan dana perbaikan masjid pascagempa Lombok, digiring penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram. Basuki diduga memungut dari empat antara lain, masjid Masjid Nurul Huda mendapat Rp100 juta dipotong Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad menerima bantuan Rp50 juta dan dipotong Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta dari

total Rp50 juta yang diterima. Tiga tersangka itu kini telah dijerat pasal 12e UU RI No20/ 2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. (why)

Calon Anggota KPU Mataram dan Loteng Jalani Fit and Proper Test Mataram (Suara NTB) KPU Provinsi NTB mulai menggelar fit and proper test terhadap calon anggota KPU untuk 10 Kabupaten/Kota se-NTB. Untuk tahap pertama diikuti oleh dua daerah yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah, yang dilaksanakan di Mataram, Kamis (24/1) kemarin. Ketua KPU NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Suara NTB menyampaikan bahwa KPU Provinsi diberikan kewenangan untuk menggelar fit and proper test terhadap calon anggota KPU kabupaten/kota. Sementara untuk keputusan perangkingan menjadi lima besar yang akan terpilih, akan dilakukan oleh KPU RI. “Kita hanya melakukan fit and proper test saja, soal perankingan nanti itu jadi kewenangan KPU RI yang memutuskan. Hasil fit and propertest ini akan kita kirim ke pusat untuk diputuskan,” katanya. Fit and proper test tersebut dilakukan untuk 10 besar calon anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, hasil seleksi yang dilakukan oleh Tim Seleksi (Timsel) beberapa waktu lalu. Adapun 10 besar yang mengikuti fit and proper test tersebut untuk KPU kota Mataram yakni atas nama Budi Santoso, Edy Putrawan, I Ketut swena, M. Wadilatul Khair, M. Husni Abidin, M. Marzuki, Rohmi Jayatriani, Ruslan, Sopan Sopian Hadi, dan Syaifuddin. Dari 10 besar tersebut, hanya satu orang calon petahana yang

(Suara NTB/ndi)

FIT AND PROPER TEST - KPU Provinsi NTB sedang melakukan fit and proper test terhadap 10 calon anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, Kamis (24/1) kemarin. lolos yakni, Sopan Sopian Hadi. Sementara 10 besar calon anggota KPU Kabupaten Lombok Tengah yang akan di fit and proper test yakni Adnan Muksin, Ahmad Fuad Fahrudin, Ahmad Tantawi, Alimuddin Syukri,

Herman Susila, Humam Balya, Lalu Darmawan, Lukmanul Hakim, Rahim dan Zaironi. Dari 10 besar tersebut, diketahui dua orang merupakan calon petahana yakni Zaironi dan Ahmad Fuad Fahrudin.

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban, DPR Panggil Kementerian

Pemanggilan Manajemen PT GNE oleh Dewan Belum Ada Kejelasan Mataram (Suara NTB) Rencana Komisi III DPRD NTB untuk memanggil pihak PT Gerbang NTB Emas (GNE) untuk mengklarifikasi dugaan kebocoran keuangan sebesar Rp3,1 miliar, belum mendapatkan kepastian waktu. Padahal sebelumnya, Sekretaris Komisi III, Drs. Muzihir berjanji akan segera dalam waktu dekat memanggil PT GNE untuk mengklarifikasi dugaan kebocoran keuangan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (24/1) kemarin tidak memberikan jawaban terkait kepastian pemanggilan tersebut. Demikian halnya dengan pihak dari komisi III yang membidangi urusan keuangan dan perusahaan daerah tersebut. Hadi hanya mengatakan bahwa pihaknya menyesuaikan waktu. Mengingat dalam pekan ini ada jadwal kunker pansus-pansus. Karena itu ia mengatakan paling mungkin bisa dilihat pada pekan depan. Sebelumnya, Komisi III berencana memanggil PT GNE untuk mendapatkan penjelasan terkait dugaan kebocoran keuangan pada BUMD tersebut. “Nanti kami akan memanggil pihak manajemen GNE untuk kita minta klarifikasi masalah ini. Kita akan tempuh mekanisme internal dulu, sambil minta Inspektorat melakukan audit,” katanya. Lanjut dikatakan Muzihir, jika pihaknya menemukan ada indikasi kuat pengelolaan keuangan yang tidak beres dalam manajemen PT GNE, maka pihaknya pun tak ragu untuk mendorong agar hal ini diusut oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Menurut politisi PPP itu, dari awal komisi III telah menilai bahwa kinerja PT GNE kurang baik. Hal itu dapat dilihat dari kontribusi keuntungan bagi pendapatan daerah yang diberikan sangat kecil dibandingkan dengan nilai modal yang dikelola. Pada tahun 2018 lalu PT GNE pernah meminta penambahan modal sebesar Rp75 miliar ke komisi III DPRD NTB. Namun melihat kinerja dari BUMD tersebut kurang baik, Komisi III menolak permintaan tersebut. Menurut Muzihir, PT GNE tidak pernah memberikan laporan keuangan selama tiga tahun terakhir. Dari neraca laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2016, lalu, total penyertaan modal pemerintah kepada PT GNE hingga tahun anggaran 2016, mencapai Rp20,327 miliar. (ndi)

yar, Lombok Barat. Hasil pungutan itu disetor bertahap. Selain itu, Ikbal juga mendapat setoran dari tersangka Basuki, yang memungut dari empat masjid di Gunungsari, Lombok Barat. Dari bukti yang disita penyidik, duit pungutan Basuki disetor ke Ikbal yakni Rp55 juta. Tersangka Basuki menyetor ke Silmi baru sebanyak dua kali. Yakni pada Sabtu (5/1) sebesar Rp25 juta. Uang diantar langsung ke rumah tersangka Silmi. Selanjutnya pada Senin (7/1) sebesar Rp30 juta dimasukkan lewat setoran tunai langsung. Sementara tersangka Basuki sendiri tertangkap tangan sedang mengambil pungutan dari pengurus Masjid Baiturrahman Limbungan, Gunungsari, Lombok Barat pada Senin (14/1) sebesar Rp10 juta.

(Suara NTB/ist)

RAPAT EVALUASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat memimpin jalannya rapat evaluasi penanganan korban bencana gempa bumi di NTB, dan di daerah lainnya bersama sejumlah kementerian terkait. Mataram (Suara NTB) DPR RI telah menggelar rapat evaluasi penanganan bencana gempa bumi yang diterjadi di NTB dan dibeberapa daerah lainnya bersama sejumlah kementerian terkait dan pemerintah daerah terdampak pada Rabu (23/1) lalu. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah. Dalam keterangan pers yang diperoleh Suara NTB, di rapat tersebut, Fahri mengungkapkan dari 216.519 unit rumah rusak akibat bencana gempa bumi, baru 4.429 unit rumah tahan gempa yang mulai dikerjakan, atau sekitar 2,05 persen dari total rumah warga yang rusak. Adapun rumah yang sudah selesai pengerjaannya baru 191 unit atau setara 0,08% dari total rumah rusak, katanya. “Data ini sangat mengecewakan, sudah 178 hari atau hampir 6 bulan lebih sejak bencana gempa itu terjadi. Baru 2,05 persen rumah yang dikerjakan. Bayangkan kemudian yang 98

persen itu tinggal di mana sekarang. Padahal dulu saya ingat, pemerintah menjanjikan akan kelar enam bulan membangun rumah warga,” katanya. Fahri mengaku heran dengan kinerja dari pemerintah dalam menangani korban bencana gempa bumi. Padahal di satu sisi BNPB mengaku telah mentransfer dana Rp3,515 triliun; dimana 156 ribu warga sudah menerima bantuan itu senilai Rp3,425 triliun, dan sebagian sisanya masih tertahan. “Jika 156 ribu warga sudah menerima dana bantuan, dengan asumsi 1 rumah untuk 1 KK, maka masih terdapat 60.844 rumah yang masih belum ada kejelasannya, apakah dibantu ataukah tidak. Di musim hujan yang deras ini, perih membaca data yang masih jauh dari janjinya,” tegas wakil rakyat dari dapil NTB itu. Dikatakan Fahri, sejak awal pihaknya sudah mengingatkan terkait leadership penanganan bencana yang harus kuat. Birokrasi bencana mesti lugas dan ring-

kas, serta sistem pembiayaannya juga mesti terang benderang. Namun rupanya pemerintah tak menghiraukan hal tersebut. “Saya harus katakan, penanganan bencana di NTB berbelit-belit; bahkan untuk pembangunan rumah tahan gempa, prosedurnya saya nilai lebih rumit dari membangun rumah murah (subsidi),” katanya. Ia pun memaparkan beberapa contoh kerumitan (kelambanan) dalam penanganan dampak bencana di NTB. Misalnya, pertama, spesifikasi teknis untuk setiap bangunan memerlukan bahan dan material yang “khusus”; dan “memaksa” mobilisasi material dari luar daerah. Warga membutuhkan rumah tinggal sesegera mungkin, namun material mesti diangkut dari luar. Contoh kedua, proses pembentukan Pokmas yang mengeksekusi belanja hunian tetap bagi warga juga panjang sekali. Per tanggal 22 Januari, Pokmas yang terbentuk baru 1.936 yang menjangkau 23.565 KK. Artinya 132.110 KK belum dikonsoloidasi membentuk Pokmas. Namun beruntung, masyarakat Indonesia masih memiliki solidaritas sosial yang kuat. Sehingga para korban cukup terbantu. Ribuan relawan datang, ratusan miliar dana mereka sumbangkan. Solidaritas sosial itulah yang menjadi penopang bagi korban gempa hingga mendapatkan banyak bantuan rumah tumbuh atau huntara. “Solidaritas itulah yang bekerja secara aktif di NTB, di saat negara tampak lamban, dalam menjalankan kewajibannya. Keluarga, masyarakat dan kearifan lokal masyarakat Indonesia akhirnya menjadi penopang gagalnya fungsi negara,” sebutnya. (ndi)

Dari 10 besar tersebut, akan ditetapkan lima orang calon anggota KPU terpilih, berdasarkan hasil perankingan yang dilakukan oleh KPU RI. Nama-nama yang masuk ranking lima besar secara otomatis

akan ditetapkan sebagai calon anggota KPU terpilih. “Ya yang masuk rangking lima besar itu yang terpilih dan akan dilantik, sementara yang lima orang selanjutnya akan jadi cadangan,” jelas Suhardi. (ndi)

Bandar Upah Kurir untuk Kirim Sabu Mataram (Suara NTB) – Bandar sabu punya trik menghindar dari jerat hukum. Caranya dengan mengongkos orang lain untuk mendistribusikan narkoba jualannya. Modus tersebut mengelabui jejaring peredaran narkoba. Target operasi diduga bandar narkoba berinisial YE menggunakan cara itu untuk memasarkan sabu. Kurirnya, IH alias IS (39) tertangkap Satresnarkoba Polres Mataram dengan barang bukti 20,57 gram. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menjelaskan tersangka mengantarkan pesanan dengan menunggu di tepi Jalan Semangka Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. “Dia hendak mengantarkan sabu. Sebelum pembeli datang dia kita tangkap,” ucapnya Kamis (24/ 1) didampingi Kasatresnarkoba, AKP Kadek Adi Budi Astawa. Tersangka IS juga tinggal di kampung yang sama dengan YE di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. Saat itu Selasa (8/1) dipergoki

membuang barang bukti ketika polisi datang. Yakni satu poket sabu ukuran besar seberat 10,27 gram di dalam tas kresek hitam. Motor Yamaha Mio tersangka kemudian digeledah. “Di dalam laci depan motor ketemu lagi barang. Yang ini beratnya 10,30 gram. Jadi totalnya dua poket,” ungkap Saiful. Poketan sabu itu diduga milik YE yang juga memeroleh barang dari HD. Mereka masih tinggal di kampung yang sama. “Tersangka ini kurir,” sebut Kapolres. Sementara IS mengakui mengantarkan sabu untuk pembeli. Dua kali sebelumnya IS lolos dari pantauan. IS mengaku sudah menjembatani transaksi sebanyak tiga kali. “Sekali kirim Rp200 ribu. Ini yang ketiga,” kata IS mengaku. Tersangka IS juga penyalahguna narkoba. Tes urine-nya positif. Tersangka IS dikenai pasal 112 dan atau pasal 114 UU RI No35/2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya paling sedikit empat tahun dan paling lama 20 tahun. (why)

(Suara NTB/why)

SABU - Kapolres Mataram, Saiful Alam menunjukkan barang bukti dua poket besar sabu dari tersangka IS, Kamis (24/1).


SUARA NTB

Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 9

Cuaca Ekstrem

Sembako Aman Tiga Bulan, Produk Pabrikan Naik Harga

Mataram (Suara NTB) Meski cuaca buruk, ombak tinggi, angin kencang, Pemprov NTB memastikan distribusi bahan kebutuhan pokok sejauh ini masih lancar. Stok yang tersedia di dalam daerah juga kuat sampai tiga bulan ke depan.

Hj. Selly Andayani

“Di gudang distributor aman sampai tiga bulan. Tetap kita pantau,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si menegaskan. Hanya saja yang menjadi persoalan saat hujan adalah pasar tradisional yang becek. Umumnya untuk kebutuhan strategis masih cukup lancar dan tersedia menurut kepala dinas. Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, L. Suparno, S.Sos, MH menambahkan, kepastian aman ketersediaan sembako ini mengingat NTB adalah daerah

produksi pangan. Untuk bahan-bahan pokok dalam kemasan yang masih didatangkan dari luar. Misalnya, gula, tepung terigu, dan minyak goreng. Sampai saat ini distribusinya masih cukup lancar. Belum ada laporan penutupan pelabuhan yang mengganggu distribusi masuk dari luar daerah. Jika cuaca ekstrim akan terjadi terus menerus, hanya saja telur yang dikhawatirkan. Meski begitu, secara keseluruhan Dinas Perdagangan telah mengimbau kepada seluruh distributor untuk memperban-

yak stoknya. Secara lisan telah disampaikan kepada masing-masing distributor. “Kami juga akan bersurat nanti kepada distributor agar terus memupuk stoknya. Memperbanyak persediaan terutama produk-produk pabrikan,” kata L. Suparno pada Suara NTB, Kamis (24/1) kemarin. Dinas Perdagangan juga memperhatikan kemungkinan adanya spekulasi, permainan pasar. Karena itu, pengawasan terus dilakukan bersama tim Satgas Pangan. “Jangan sampai ada yang mempermainkan harga. Kita akan sering turun (pengawasan),” demikian L. Suparno mempertegas. Terpisah, Ketua Forum Sales dan Marketing Provinsi NTB, Johni Joe mengatakan,

saat ini distribusi stok tergolong masih cukup lancar. Gudang-gudang penyimpanan distributor dapat dicek. Angkutan barang dari luar daerah masih tetap stabil. “Masih normal. Sementara belum ada pengaruh cuaca. Sementara hujan ini kan baru dua tiga hari yang ekstrem,” ujarnya. Demikian juga soal cadangan stok juga tetap stabil. Dipastikan tak ada kesulitan stok di NTB ke depannya. Hanya saja, harga barang pabrikan yang kemungkinan naik. Misalnya mie instan, per pekan ini harganya telah mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi di seluruh pabrikan. Kenaikan biasnya terjadi tiap tahun. Sekitar 7 persen kenaikan. Kemudian yang rencananya akan mengalami kenai-

kan grup susu yang naik sampai 5 persen dari harga biasanya. “Harga sudah keluar dari perusahaan. Pemberitahuan sudah kita lakukan kepada konsumen,” ujarnya. Kenaikan harga terjadi reguler. Biasanya mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia. Bahan-bahan baku juga mengalami kenaikan terutama yang didatangkan dari luar negeri (impor). Dua jenis komoditas pabrikan yang mengalami kenaikan ini umumnya jenis kebutuhan yang paling banyak dicari di NTB. Meski demikian, kenaikan harga oleh masyarakat NTB tak terlalu diperhitungkan. “Beda sama Jawa. Begitu ada kenaikan, ada panic

buying. Ramai-ramai beborong. Di NTB tidak seperti itu, naik ya naik. Tetep adem,” demikian Johni Joe. (bul)

Johni Joe

(Suara NTB/dok)

Program BPNT Segera Diluncurkan

Forum Kades Loteng Minta BUMDes Dilibatkan Praya (Suara NTB) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun ini mulai diterapkan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Sejumlah kekhawatirkan di tingkat desa pun mulai muncul terkait pelaksanaan program tersebut. Terutama soal penetapan e-warung yang bakal menjadi mitra program yang dikhawatirkan bisa memicu kecemburuan sosial jika tidak dilakukan dengan benar. Untuk mengantasipasi hal tersebut, Forum Kepala Desa (Kades) Loteng pun meminta sebaiknya melibatkan Badan (Suara NTB/kir) Usaha Milik Desa (BUMDes) Sahim sebagai mitra program. Sehingga bisa meminimalir kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat, terutama para pemilik warung di desa. “Kalau BUMDes yang dijadikan mitra, maka masyarakat tidak akan komplain. Karena BUMDes itu milik masyarakat desa,” sebut Ketua Forum Kades Loteng, Sahim, S.H., Kamis (24/1) kemarin. Beda kalau kemudian pemerintah menetapkan warung masyarakat sebagai mitra program, jelas akan memicu kecemburuan. Apalagi kalau kemudian dalam penetapan mitra tersebut terkesan tertutup. Sehingga solusinya yang paling baik ialah dengan menjadi BUMDes sebagai mitra program. “Kalau BUMDes maju dan berkembang, toh masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya,” jelas Sahim. Selain itu, dari sisi permodalan BUMDes juga lebih kuat. Sehingga bisa menjamin ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak kalah penting ialah bagaimana bisa mengembangkan BUMDes sebagaimana yang diamanahkan oleh pemerintah pusat. “Kami di Forum Kades Loteng sudah sepakat untuk mendesak pemerintah agar melibatkan BUMDes dalam program BPNT ini. Selain bisa mendukung pengembangan BUMDes juga bisa meminimalisir potensi munculnya gejolak di tengah masyarakat, terkait penetapan mitra program,” timpalnya. BPNT sendiri merupakan program pengganti bantuan beras sejahtera (rastra). Dimana dalam program ini penerima rastra tidak lagi memperoleh beras. Tetapi dalam bentuk non tunai atau kartu yang bisa digunakan di warung yang menjadi mitra program untuk membeli kebutuhan pokok. Berupa beras, minyak goreng, telur serta gula. Nantinya setiap bulan masyarakat kurang mampu penerima program akan memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp110 ribu yang ditransferkan langsung ke kartu BPNT. Dengan begitu masyarakat penerima program bisa memperoleh kebutuhan pokok yang beragam. Tidak hanya berupa beras saja. (kir)

Terduga Pembunuh Anak Kandung Terancam 15 Tahun Penjara Selong (Suara NTB) Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) melakukan pemeriksaan medis kejiwaan terhadap, Hur (36), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), terduga pelaku pembunuhan anak kandungnya sendiri, Muhammad Ridwan Maulana (13) bulan, Rabu, (23/1) lalu. Apabila dari rekam medis yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Mataram, menyatakan yang bersangkutan normal, maka ancaman 15 tahun penjara menanti. Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, Ipda, I Made Dwi Putrayasa, SH, menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan terduga pelaku ke RSJ Mutiara Sukma Mataram untuk menjalani pemeriksaan medis kejiwaannya. Sehingga posisi saat ini yakni masih menunggu hasil rekam medis tersebut sebagai rujukan proses penyelidikan selanjutnya, apakah yang bersangkutan normal atau memang mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Apabila berdasarkan rekam medis pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan, maka proses hukum tetap berlanjut. Di mana terduga pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. “Kita sudah bawa ke RSJ untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan. Posisi kita masih menunggu hasilnya,” terangnya. Di samping itu, katanya, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mulai dilakukan. Kemarin, saksi pertama yang dimintai keterangan oleh penyidik yaitu mantan suami pelaku yang merupakan ayah kandung korban. Termasuk selaku pelapor. Dari hasil pemeriksaan ini, nantinya akan dikembangkan dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain mengetahui pertama kali kasus pembunuhan bocah 13 bulan itu. (yon)

(Suara NTB/yon)

Terduga pelaku pembunuh anak kandung Hur (paling kanan) saat berada di Mapolres Lotim, Rabu (23/1) lalu.

(Suara NTB/bul)

DESA ORGANIK - Pertemuan dengan Bank Indonesia, membahas program mendukung Desa Muncan sebagai desa organik terintegrasi pariwisata

Bank Indonesia Intervensi Muncan Jadi Desa Wisata Organik Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mendukung salah satu program Nawacita yaitu pembentukan 1.000 desa organik, Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H.M. Suhaili FT telah menetapkan Desa Muncan sebagai desa wisata organik, yaitu desa organik yang terintegrasi dengan pariwisata untuk mendorong roda perekonomian masyarakat. Desa Muncan merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Tengah yang terdiri dari 13 dusun dengan luas wilayah sekitar 525,18 hektar dan dihuni oleh hampir 8.227 jiwa. Desa Muncan memiliki banyak potensi yang mendukung terwujudnya desa wisata organik. Antara lain, demplot budidaya padi organik, embung, masjid kuno, dan

sentra kerajinan mebel. Dalam rangka menindaklanjuti ketetapan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyelenggarakan acara “Rembuk Program Kerja Untuk Desa Muncan Menjadi Desa Wisata Organik”, Rabu (23/1). Acara tersebut dihadiri oleh Ni Nyoman Sariani, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Abdul Gafur Khair dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Faizin, Kepala Desa Muncan. Lalu Marzuki, Koordinator PPL Kabupaten Lombok Tengah, pengurus dan anggota Kelompok Tani Subur Metandur, serta berbagai pihak terkait lainnya. Pada pertemuan ini disam-

Peringati HUT Ke 70

Garuda Indonesia Gelar ”Garuda Indonesia Anniversary Travel Fair 2019” Jakarta (Suara NTB) Jelang puncak perayaan HUT ke-70, Garuda Indonesia meluncurkan program “GA Anniversary Travel Fair” yang merupakan program promo khusus harga tiket penerbangan dengan penawaran diskon hingga mencapai 70 persen di sejumlah rute favorit. Adapun promo potongan harga ini berlaku bagi periode pembelian tiket mulai dari 26 Januari hingga 1 Februari 2019. Periode perjalanannya mulai dari 26 Januari hingga 15 Desember 2019. “Jelang peringatan HUT ke 70 Garuda Indonesia Group, kami menghadirkan penawaran khusus potongan harga hingga 70 persen untuk 1000 kursi penerbangan di rute rute tertentu. Penawaran khusus tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier dalam memberikan value added atas pilihan masyarakat untuk selalu menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia hingga menginjak usia ke70 tahun ini,” uangkap Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Ari menambahkan, ruterute yang mendapat potongan diskon mencapai 70 persen

diantaranya adalah destinasi Denpasar, Surabaya, Aceh, Padang hingga Yogyakarta. Lebih lanjut, pembelian tiket potongan harga tersebut dapat diakses melalui channel penjualan mobile app, website, dan contact center. Selain itu, melalui program “GA Group Festival”, jajaran lini anak usaha Garuda Indonesia Group seperti Citilink Indonesia turut memberikan penawaran diskon tiket penerbangan hingga 30 persen. Adapun mitra KSO Garuda Indonesia Group, Sriwijaya Air juga turut memberikan potongan harga hingga 70 persen. Adapun promo ini tidak berlaku bagi pembelian tiket grup. Sementara itu, untuk proses refund, revalidasi, dan perubahan jadwal akan mengacu pada aturan Garuda Indonesia sesuai subclass tiket penerbangan dan aturan terkait lainnya. Dalam rangka peringatan HUT ke 70 tersebut, Garuda Indonesia juga memberikan opsi redemption award GarudaMiles hingga mencapai 70 persen, GarudaMiles Tier Upgrade hingga potongan harga untuk fasilitas Garuda Indonesia Travel Insurance. (*)

paikan, bahwa pada akhir tahun 2019 ditargetkan luasan demplot padi organik di kelompok tani Subur Metandur, yang merupakan klaster binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, akan menjadi sepuluh hektare. Selain itu, dalam rangka upaya mengenalkan sistem pertanian organik kepada seluruh kelompok tani di Desa Muncan, maka Kepala Desa Muncan akan mempertimbangkan untuk menerbitkan peraturan bahwa setiap Dusun di Desa Muncan diwajibkan memiliki demplot padi organik minimal seluas 1 Hektare. BUMDes Muncan juga akan mendukung Desa Wisata Organik, melalui penyediaan pupuk organik, sehingga petani bisa dengan mudah

membeli melalui BUMDes. Selain itu, BUMDes juga siap menampung hasil panen petani sehingga perputaran uang petani bisa lebih cepat. Kepala Desa Muncan juga sedang membentuk Pokdarwis yang memiliki konsep pengembangan Desa Wisata Organik, melalui spot aula terapung yang akan dibangun di Embung Muncan. Karang Taruna Desa Muncan juga telah mendukung dengan membuat tempat berswafoto di Embung Desa Muncan. Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT juga menyambut baik terkait hal tersebut. Disarankan pengembangan tanaman hidroponik di sekitar embung. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB,

Achris Sarwani di Mataram, Kamis (24/1) kemarin mengatakan, dalam pengembangan Desa Wisata Organik akan dilibatkan juga Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk membuat aneka olahan makanan sebagai oleh-oleh. Selain itu, KWT akan diberikan pelatihan pembuatan pakan ternak organik guna mendukung usaha budidaya ternak unggas terintegrasi dengan bekerjasama dengan BPTP Provinsi NTB. Dalam mewujudkan Desa Muncan menjadi Desa Wisata Organik membutuhkan komitmen dan tanggung jawab dari banyak dinas/instansi/pihak terkait. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan stakeholder tingkat provinsi. (bul)

Persit KCK Cabang Lotim Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di BLK Selong (Suara NTB) Selama empat hari, Persatuan Istri Tentara Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Cabang XXIX Lombok Timur menerima pelatihan kewirausahaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional Kabupaten Lombok Timur. Pelatihan yang dihadiri para istri Prajurit Kodim 1615/Lotim ini terlihat semangat saat dibuka Dandim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Setiandar, S.IP., di Aula BLK Internasional Lotim, Kamis (24/1). Dalam sambutannya, Dandim 1615/Lotim mengucapkan terimakasih kepada Kepala BLK Lombok Timur yang telah

memberikan alokasi pelatihan kewirausahaan bagi Persit Kodim Lotim. Hal itu menurutnya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya menyiapkan ibuibu Persit yang suaminya akan menjalani purna bhakti maupun untuk meningkatkan perekonomian keluarga. “Perlu diketahui bahwa BLK ini merupakan lembaga strategis milik kementrian tenaga kerja (Kemnaker) yang menaungi wilayah Nusra dengan 21 UPTD BLK Kab/Kota, sehingga lembaga ini menjadi kebanggaan karena keberadaannya di Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya. Alumni Akmil 99 tersebut

berharap selama pelaksanaan, pelatihan agar Ibu-ibu Persit bersungguh-sungguh mengikuti dan mempelajari semua pelajaran maupun latihan yang diberikan. Mengingat, karanya, sebagai pembuka dan pelopor sekaligus indikatir kelanjutan program kerjasama ke depan dengan BLK. Sedangkan Ketua Persit KCK Cabang Lotim Ny. Arum Setiandar mengucapkan terimakasih atas pelatihan diberikannya oleh BLK dan dalam pelaksanaannya akan serius menerima ilmu yang diberikan sehingga bermanfaat bagi keluarga dan bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga. (ars/*)

(Suara NTB/ist_Penrem)

PELATIHAN - Kegiatan pelatihan Persit KCK Cabang Lombok Timur di BLK Internasional.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 10

NTB Masih Kekurangan Pengawas

Imam Purwanto

(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pengawas di jenjang SMA, SMK, dan SLB di NTB masih sangat kurang. Jumlah yang dibutuhkan saat ini setidaknya 140 pengawas baru. Namun yang nantinya akan diusulkan menjadi pengawas baru setelah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) pengawas baru sebanyak 95 orang. Jumlah ini masih sangat kurang. “Pengawas ini kita memang sedang kekurangan, rasio kebutuhan 140 orang, tapi saat ini yang akan diusulkan setelah mengikuti diklat calon pengawas sebanyak 95 orang,” kata Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon,

S.Pd., M.Pd., belum lama ini. Pengawas yang telah mengikuti diklat pengawas itu sedang diusulkan ke Gubernur NTB untuk pengangkatan. Aidy menekankan, jumlah pengawas yang diangkat masih di bawah 100 orang padahal dibutuhkan lebih dari 100 orang pengawas untuk semua mata pelajaran di

semua jenjang, yaitu SMA, SMK, dan SLB. “Namun kekurangan itu bisa diatasi melalui pengaturan tugas,” katanya, Seluruh calon pengawas yang mengikuti diklat calon pengawas tahun 2018 akan diusulkan menjadi pengawas. Mereka semua diusulkan karena telah memenuhi syarat. Pen-

gusulan calon pengawas ke Gubernur NTB bersamaan dengan pengusulan guru kontrak daerah, mutasi dan rotas kepala sekolah, dan mutasi guru. “Semua yang caloan pengawas hasil diklat akan diusulkan, karena mereka sudah memenuhi syarat,” ujarnya. Selain itu, pengawas yang berasal dari kepala sekolah dan mendaftar menjadi pengawas, akan dijadikan sebagai pengawas. “Artinya ada kepala sekolah yang sudah mendaftar jadi pengawas, kita jadikan pengawas,” katanya.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, sebelumnya berharap bagi pengawas yang lulus diklat bisa lebih serius dalam melaksanakan tugas. Selain itu ada inovasi dan kreasi yang dilakukan pengawas saat mereka menjalankan tugas. Pengawas itu juga nantinya diharapkan bisa mengecek administrasi di sekolah, dan memantau implementasi perencanaan supaya bisa meningkat tingat pembelajaran. Termasuk juga membantu guru agar manajemen pembelajaran meningkat. (ron)

Tetap dengan UNKP SMPN 9 Mataram memastikan akan tetap melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) pada tahun 2019 ini. Hal ini karena, sarana pendukung UN Berbasis Komputer (UNBK) belum dimiliki SMPN 9 Mataram. Meski demikian, SMPN 9 Mataram serius menyiapkan siswanya mengikuti UNKP. Kepala SMPN 9 Mataram, Imam Purwanto, S. Pd., yang didampingi wakil kepala sekolah, Hj. Sri Wahyu Indriani, S.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/1) mengatakan, jika meminta semua sekolah melaksanakan UNBK, maka akan sangat sulit. Jika UNBK, pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah atau Dinas Pendidikan Kota Mataram. “Kita tidak punya kemampuan UNBK mandiri, melihat ekonomi wali siswa, untuk pinjam laptop, tidak ada harapan, untuk sarana dan prasarana belum bisa,” ujar Imam. Meski demikian, Imam mengatakan menyiapkan siswa menghadapi UNKP. Imam menjelaskan, hasil UNKP dan UNBK sebenarnya juga sama. Selain itu, Pengayaan sudah dilakukan sejak awal bulan Januari ini. Wakil Kepala Sekolah, Sri Wahyu Indriani menambahkan, pengayaan dilaksanakan sudah hampir tiga minggu sejak awal bulan Januari lalu. Direncanakan akan berjalan sampai dengan bulan Maret mendatang. pengayaan dilaksanakan selama empat kali dalam seminggu, yaitu hari Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu. Pengayaan itu, lanjut Sri, untuk memberikan materi yang termasuk di dalam kisi-kisi ujian nasional. Pihaknya sebagai panitia bekerja sama dengan guru pemberi materi atau mentor. Pengayaan yang diberikan khusus untuk mata pelajaran yang diujikan di UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Nantinya juga akan ada evaluasi hasil pemberian pengayaan serta kesiapan menjelang uji coba nanti. “Rencananya uji coba akan dilaksanakan pada 11 Februari,” kata Sri. Imam mengatakan, uji coba dari sekolah akan diupayakan ada juga. Ia berharap dalam UN tahun ini, ada salah satu siswa SMPN 9 Mataram yang bisa masuk 10 besar nilai tertinggi UNKP. “Harapannya tentu saja kita ingin salah satu dari anak kita masuk 10 besar nilai UNKP,” katanya. (ron)

(Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) Pemerintah Australia kembali membuka peluang untuk mengirimkam native speaker (penutur asli) bagi sekolahsekolah di Mataram. Kabar gembira itu langsung disambut baik SMPN 7 Mataram. Maklum, sekolah ini sudah dua tahun jadi langganan tamu guru asal Australia. Kepala SMPN 7 Mataram, H. Muhammad Sibawaih, mengungkapkan informasi adanya pengiriman kembali guru asal Australia itu berkat komunikasi antara guru sekolah setempat dengan native speaker yang telah mengajar di sekolah itu tahun lalu. Dikatakan Sibawaih, ada yang menarik dalam proses belajar mengajar di SMPN 7 Mataram setelah kedatangan native speaker asal Australia tersebut. Siswa sekolah ini diajarkan speaking oleh native speaker asal Australia selama enam bulan. Keberadaan native speaker sebagai pengajar di sekolah ini secara sukarela dan didukung Pemerintah Australia. Kedatangan guru sukarelawan Australia tersebut telah memberikan kontribusi positif terhadap ratusan siswa di sekolah yang dipimpinnya. Dia bersyukur dari sekian banyak SMP yang ada di Kota Mataram, hanya sekolah yang dipimpinnya yang dipilih jadi objek tempat mengajar. Apapun materi pelajaran yang diberikan yakni tentang tata cara speaking yang baik dalam bahasa Inggris. Kegiatan belajar mengajar difokuskan untuk kelas VII dan VIII. Sementara untuk kelas IX, siswa hanya diajarkan muatan lokal bahasa Inggris, di antaranya tentang pariwisata. Banyak manfaat yang diperoleh siswanya, yakni siswa mendapat ilmu tentang tata cara pengucapan bahasa Inggris yang benar. Selain itu, dengan hadirnya native speaker di kelas mampu membuat siswa lebih termotivasi belajar. Pasalnya, yang mengajarkan siswa adalah asli warga negara yang berbahasa Inggris. Akibatnya siswa terlihat sangat menikmati. Apalagi kedatangan mereka ke SMPN 7 Mataram murni tujuannya untuk mendidik para generasi emas yang masih sangat membutuhkan berbagai macam ilmu. Termasuk juga soal bahasa. Pihaknya pun berharap agar kedatangan native speaker di tempatnya dapat segera datang. Antusiasme keluarga besar sekolah sangat luar biasa. Karena menilai banyak efek positif atas kerjasama ini. Di samping itu, sekolah juga mempunyai perspektif baru terhadap berbagai hal yang sangat penting bagi pengembangan sekolah. (dys)

Muhammad Sibawaihi

Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Diupayakan Normal Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran di sekolah yang terdampak bencana angin puting beliung seperti di MAN 1 Mataram diupayakan berjalan normal kembali, Kamis (24/1). Siswa kelas X dan XI di MAN 1 Mataram yang sempat dipulangkan pada Rabu (23/1), karena ruang kelasnya mengalami kerusakan, sudah mulai belajar lagi. Meskipun sebagi-

an harus belajar di bukan ruang kelas sebelumnya. Kepala MAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Syukri Asrah, MMPd., pada Kamis (24/1) mengatakan siswa kelas X dan XI sudah masuk sekolah lagi. Pembelajaran juga berjalan dengan normal lagi. Meskipun sebagian siswa terpaksa belajar di ruang laboratorium IPA dan musala. “Sudah belajar menggunakan sebagian

ruang kelas XII, laboratorium IPA, dan musala,” katanya. Sementara ruang kelas yang mengalami kerusakan sudah mulai diperbaiki. Diharapkan pada Senin pekan depan sudah bisa digunakan lagi untuk pembelajaran seperti biasa. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan komite dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) terkait perbaikan

sekolah yang rusak. Sebelumnya, lima ruang kelas di MAN 1 Mataram terdampak hujan lebat dan angina kencang yang terjadi pada Selasa (22/1) malam sampai Rabu (23/1) pagi. Ruang lainnya masih bisa digunakan. Rata-rata kerusakan itu berupa genting dan plafon yang jatuh sehinga air masuk ke ruang kelas. Tercatat sekitar 600 siswa kelas X dan XI

tidak bisa mengikuti pembelajaran pada Rabu kemarin. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Hj. Eka Muftati’ah, sebelumnya juga mengungkapkan, ada tiga madrasah di Kota Mataram yang mengalami kerusakan, yaitu MAN 1 Mataram, MAN 2 Mataram, dan MTsN 1 Mataram. (ron)

Siapkan USBN, SDN 10 Cakranegara Berikan Pelajaran Tambahan

(Suara NTB/dys)

RAKER - Suasana raker pimpinan pascasarjana UIN Mataram, Kamis (24/1).

Prodi KPI Lahirkan Dua Alumni Baru Mataram (Suara NTB) Dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram akhirnya melahirkan dua alumni baru sekaligus pertama. Keduanya ialah Hasmuin Faqih dan Muhammad Gufran. Keduanya lulus dalam jangka waktu tiga semester. Kelulusan dua mahasiswa yang akan diwisuda pada akhir Januari mendatang memberi kabar baik bagi prodi yang baru satu setengah tahun lalu beroperasi.

Kepala Prodi KPI, Dr. Muhammad Fakhri, mendorong agar mahasiswa yang lainnya juga cepat merampungkan tesis tanpa perlu berlama-lama di kampus. Menurutnya, asal ada kemauan dan keinginan kuat, setiap orang dapat selesai cepat. Dua orang mahasiswanya yang lulus semester tiga menurutnya luar biasa. Mahasiswa pascasarjana lulus empat semester juga luar biasa, tapi mampu selesai dalam jangka tiga semester juga sangat luar biasa. Sementara itu, lanjut Fakhri, berdasarkan hasil rapat

kerja pimpinan Pascasarjana, Kamis (24/1), disepakati sejumlah poin. Di antaranya bahwa jarak minimal ujian proposal dengan tesis empat bulan, dan jarak ujian tesis dengan wisuda maksimal satu bulan. “Artinya kalau semangat wisuda bulan Agustus maksimal ujian proposal bulan Februari sehingga maret sudah ujian,” ungkapnya. Wakil Rektor II UIN Mataram, Dr. Hj. Faizah, mengingatkan agar standar mutu tetap menjadi prioritas dalam upaya mengembangkan akademik. (dys)

Mataram (Suara NTB) – SDN 10 Cakranegara menyiapkan muridnya untuk mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD. Pemberian pelajaran tambahan diberikan kepada murid kelas VI setiap harinya. Kepala SDN 10 Cakranegara, H. Husni Tamrin, S.Pd., menjelaskan, pihaknya sudah memberikan tambahan jam belajar bagi murid kelas VI. Pihaknya tidak hanya melibatkan guru kelas VI, tapi juga melibatkan guru dari kelas IV dan V. “Karena materi yang diujikan juga berasal dari kelas IV dan V,” katanya. Dalam satu minggu, murid diberikan pelajaran tambahan setiap harinya. Murid sengaja diajar oleh guru yang berbeda agar mereka tidak jenuh. Pelajaran tambahan diberikan pada pukul 16.00 sampai dengan 18.00 Wita. “Pada saat jam tambahan bersama guru lain agar tidak jenuh. Dalam seminggu itu full, tapi dengan guru berbeda-beda,” kata Husni. Sebanyak 69 murid kelas VI di SDN 10 Cakranegara akan mengikuti USBN SD tahun ini. Mereka terbagi menjadi dua kelas, yaitu VI A dan VI B. pihaknya juga akan melaksanakan uji coba atau try out bagi siswa kelas VI. Direncanakan uji coba itu dilaksanakan beberapa kali, yang digelar oleh sekolah, kecamatan, dan gugus.

Pihak sekolah juga memfasilitasi buku-buku pelajaran tambahan dan kumpulan soal bagi murid. Pembelian buku-buku itu berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Husni menjelaskan, pihaknya melakukan komunikasi yang intensif kepada orang tua murid. Komunikasi itu berkaitan dengan pembinaan USBN, tentang Prosedur Operasional Stadar (POS) USBN, dan tentang kesiapan murid. “Kita di sini komunikasi dengan orang tua murid,” ujarnya. Ia berharap murid SDN 10 Cakranegara bisa meraih hasil maksimal dalam USBN tahun ini. “Paling tidak kita tentunya harapkan mendapatkan nilai lebih baik dari tahun lalu, semoga rata-rata nilai bisa 70,00,” harap Husni. (ron)

H. Husni Tamrin

(Suara NTB/ron)

Australia Kembali Buka Peluang Kirim ’’Native Speaker’’

(Suara NTB/dys)

MASIH MENUMPANG - Suasana belajar murid SDN Model Mataram yang masih menumpang di SMPN 14 Mataram. Dalam hal ini, Pemkot Mataram mesti segera mencari solusi atas gedung bagi SDN Model Mataram, sehingga murid bisa belajar maksimal.


SUARA NTB

Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 11

Bonus Atlet Sumbawa Peraih Medali Porprov Diserahkan Sumbawa Besar (Suara NTB) Bonus untuk atlet Sumbawa peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke X tahun 2018 lalu, akhirnya diserahkan, Kamis (24/1), di Padepokan KONI Sumbawa. Pada Porprov 2018, Sumbawa berhasil keluar sebagai runner up dengan total perolehan 146 medali. Bonus berupa uang tunai dan juga piagam dari Pemerintah Daerah melalui KONI Kabupaten Sumbawa. Ketua Kontingen Kabupaten Sumbawa pada Porprov X 2018, Amir Mahmud menyebutkan, pada Porprov lalu Sumbawa hanya mengikuti 25 cabang olahraga, dengan menerjunkan sebanyak 406 orang atlet, termasuk pelatih dan ofisial. Hasilnya cukup membanggakan, karena Sumbawa menjadi juara umum kedua, setelah berhasil memperoleh 44 medali emas, 40 perak dan 62 perunggu. Ada perbaikan

peringkat dari Porprov sebelumnya. Ketua KONI Sumbawa, H. Mustami H. Hamzah menyatakan, pemberian penghargaan ini merupakan penyemangat bagi seluruh Cabor agar bisa lebih berprestasi lagi dimasa mendatang. Apalagi pelaksanaan Porprov NTB akan berlangsung dua tahun sekali, ditambah beberapa ajang olahraga lainnya, seperti Pra PON, PON maupun SEA

Games. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh cabor dan atlet, dalam menghadapi 2019 ada Pra PON, ada Seagames. “Sudah ada dari atlet kita yang masuk SEA Games, yang dipanggil untuk mengikuti Pra PON sudah ada,” terangnya. Intensitas latihan juga mesti ditingkatkan. Manfaatkan fasilitas yang ada. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda Olah-

raga dan Pariwisata untuk penggunaan GOR. Sementara mewakili Kepala Dispopar, Kabid Pemasaran Pariwisata Adrian Prima Putra mengaku cukup bangga dengan perolehan medali yang diraih kontingen Kabupaten Sumbawa. Namun kedepannya diharapkan bisa lebih baik lagi. Untuk diketahui, para peraih medali pada Porprov NTB 2018 diberikan bonus berupa uang tunai dan piagam. Bagi peraih medali emas mendapatkan uang sebesar Rp10 juta, peraih medali perak Rp5,5 juta, dan peraih medali perunggu diberikan Rp3,5 juta. Begitu pun pelatih juga diberikan penghargaan berupa uang tunai. (arn)

(Suara NTB/ist)

PERAIH MEDALI - Para atlet Sumbawa peraih medali pada Porprov NTB 2018, saat kegiatan penyerahan medali, Kamis (24/1), di Padepokan KONI Sumbawa.

PPLPD NTB Sudah Dibentuk Mataram (Suara NTB) Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin mengatakan pembentukan PPLPD NTB sudah difinalisasi. Pihaknya memastikan tahun ini PPLD NTB sudah membina beberapa atlet berprestasi. “PPLPD NTB sudah dibentuk. Tahun ini PPLPD NTB sudah mulai membina atlet,” ucap Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin yang dikonfirmasi Suara NTB disela-sela menghadiri Rapat Koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dengan kabupaten/kota dan stakeholder di Hotel Aston Mataram, Kamis (24/1). Hj. Husnanidyati Nurdin yang akrab disapa Eni mengatakan pembentukan PPLPD sebagai wadah membina atlet remaja berprestasi. Rencananya, PPLPD akan membina dua cabang olahraga yakni tinju dan karate. Namun karena tinju belum mengusulkan nama-nama atletnya, akibatnya PPLPD NTB tahun ini hanya membina satu cabor saja yakni karate. “Awalnya ada dua cabang olahraga yang kami usulkan dibina di PPLPD NTB, yakni tinju dan karate. Namun untuk tinju tidak jadi, sehingga atlet cabor karate dulu yang dibina,” jelasnya. Pembentukan PPLPD, kata Eni cukup serius. Pasalnya pihak Dispora NTB sudah menurunkan tim pantau bakat atau tim talent scouting untuk menentukan atlet binaan PPLPD. Dan saat ini proses seleksi yang dilakukan oleh tim Talent Scouting masih berjalan. Terkait soal pembentukan PPLD NTB kata Eni sudah final, dan tentu ke depan akan membina lebih banyak cabor lagi. Dalam waktu dekat, PPLPD NTB yang dipusatkan di Mataram akan segera diresmikan. Dengan adanya PPLPD itu, diharapkan akan menelurkan lebih banyak lagi atlet berprestasi nasional hingga dunia. (fan)

Diterjang Ombak, Lapak di Poto Batu Rusak Parah Taliwang (Suara NTB) Hujan angin disertai gelombang tinggi yang melanda wilayah Sumbawa Barat, mengibatkan sejumlah lapak di pantai Poto Batu porak poranda. Meski tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut tapi kerugian materil ditaksir mencapai angka Rp40 juta. Bahkan barang yang diperjual belikan juga ikut terbawa arus laut yang kencang. Pantauan Suara NTB menggambarkan, akibat kejadian tersebut, gasebo serta rumah petak yang digunakan berjualan oleh penjaga pantai roboh. Selain itu, kondisi beton pengaman pantai Poto Batu juga terlihat berantakan diterjang gelombang. Bahkan dari dua berugak yang dibangun Pemkab yang berada di pinggir pantai juga rusak berat bahkan tidak ada satupun yang utuh. Rumah petak yang berdiri persis di atas tanggul pengaman area pantai, kondisinya juga tidak kalah parah. Lantai rumah nyaris habis tergerus dan yang tersisa hanya dinding beserta atap yang terbuat dari bahan spandek. Puluhan beton yang difungsikan sebagai penahan ombak juga berantakan, Kamis (24/1) dinihari. Sugiono pemilik lapak kepada Koran ini, Kamis (24/1) mengatakan, musibah gelombang tinggi disertai angin yang kencang merupakan kejadian terparah sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan selama menempati lapak di poto batu tidak ada kejadian yang sama seperti ini. Hanya saja dirinya menyayangkan sikap Pemerintah yang saat ini belum melakukan pendataan terhadap kerusakan yang dialami. Padahal para pengelola pantai Poto Batu ini adalah bagian dari Pemerintah sebagai salah satu Kelompok sadar wisata. Hal lain yang sangat disayangkan yakni, proses pembangunan beton pengaman pantai yang ala kadarnya. Jangankan bisa berfungsi sebagai penahan ombak dari gelombang yang tinggi, bertahan saja tidak mampu. “Sampai dengan saat ini Pemerintah masih belum turun untuk melakukan pendataan dampak dari bencana dimaksud,” ungkapnya. Diceritakannya, pada saat kejadian itu terjadi, dirinya masih tertidur di dalam rumah petak tersebut. Tanpa disadari angin kencang beserta gelombang tinggi menghantam rumah petak yang berada tidak jauh dari bibir pantai poto batu. Ia kemudian berusaha untuk mencari jalan keluar dari rumah tersebut selain dari depan yang saat itu gelombang sedang tingginya. Tanpa pikir panjang dan modal nekat, dirinya mencoba keluar dengan hanya bermodal kabel listrik PLN yang saat itu masih teraliri jaringan. Setelah sekian lama bertahan dengan hantaman ombak, akhirnya dia bisa menggapai ranting pohon dan naik ke jalan. Hanya saja kulkas dan alat dagangan lainnya tidak mampu diselamatkan dan terbawa arus. “Saya hampir terbawa arus air laut pada saat menyelamatkan diri. Beruntung saya bisa memegang ranting kayu untuk menyelamatkan diri. Tetapi dagangan saya dan satu buah kulkas hilang dibawa arus,” tutur Ono akrabnya disapa. (ils)

(Suara NTB/ils)

PORAK PORANDA - Rumah petak yang porak poranda akibat dihantam angin dan gelombang tinggi, Kamis (24/1) dini hari.

(Suara NTB/ist)

TEKNIK - Salah satu atlet muay tidak yang ditargetkan medali emas di PON, Adit Agustia (kiri) menjalani latihan teknik dengan pelatihnya, Indra Gunawan di Phoenix Gym, Senggigi Lombok Barat (Lobar) belum lama ini.

Bidik Dua Emas, Muay Thai Andalkan Ardiansyah dan Adit Mataram (Suara NTB) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB mengungkapkan cabang olahraga muay thai telah menjadi salah satu olahraga beladiri unggulan NTB di kancah nasional. Pengurus cabor muay thai NTB pun mengaku siap memasang target dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020. Ketua Harian Pengprov Muay Thai Indonesia (MI) NTB, Indra Gunawan yang dikonfirmasi Suara NTB di

Mataram, Kamis (24/1) mengatakan target dua medali emas dari cabor muay thai sangat realistis. Pasalnya sejumlah atlet muay thai NTB telah mencatatkan prestasi atlet di ajang nasional hingga internasional. “Kita punya delapan atlet yang berprestasi nasional. Bahkan ada beberapa atlet yang sudah meraih medali di kejuaraan internasional,” ucapnya. Delapan atlet muay thai yang sudah mencatatkan

prestasi di event nasional sudah diusulkan masuk Pelatda Mayung 2018. Dari delapan atlet itu Indra menyebutkan dua atlet yang di atas kertas bisa mendulang medali emas di multi event nasional, yakni Ardiansyah dan Adit Agustia. Sebab kedua atlet itu sudah sering mendulang medali emas di level nasional bahkan internasional. Pretasi Adit Agustia bahkan sudah sampai ke level internasional setelah sukses merebut medali perak di

Asia Championship Muay Thai di Kamboja 2018. Selanjutnya Ardiansyah merupakan atlet yang sukses mendulang medali emas di kejurnas tahun 2018. “Kedua atlet ini sudah seringkali menjuarai event nasional bahkan Adit pernah meraih medali perak di Asian Championship,” ucapnya. Lanjutnya, meski telah menelurkan lebih dari dua atlet berprestasi nasional, namun cabor muay hanya memasang target dua medali

emas di PON/2020. Target dua emas sudah bisa dipastikan, sebab dalam hitung-hitungan di atas kertas atlet NTB punya peluang untuk mendulang medali emas. Di tempat terpisah Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto juga mengakui kekuatan atlet-atlet Muay Thai di level nasional. Oleh karena itu pihaknya memproyeksikan muay thai masuk dalam target target NTB meriah 17 medali emas di PON XX/2020. (fan)

Dorong Prestasi, Tiga Elemen Harus Padu

(Suara NTB/Ist/Camat Tarano)

DITERBANGKAN - Atap rumah warga yang diterbangkan angin puting beliung di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Kamis (24/1).

Puting Beliung Terbangkan Atap Rumah Warga Tarano Sumbawa Besar (Suara NTB) Angin puting beliung melanda Dusun Liang, Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kamis (24/1) kemarin. Dari kejadian tersebut sedikitnya tiga rumah warga terdampak di dusun setempat. Camat Tarano, M. Tahqik yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya kejadian angin puting beliung tersebut. Kejadiannya sekitar pukul 18.30 Wita. Diakuinya tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Namun tiga rumah warga setempat atapnya terbang ditiup angin. Yakni rumah Muhammad Damir, M. Nasir dan Naga M. Sidik. “Tidak ada korban jiwa, cuma atap rumah saja yang terbang

dibawa puting beliung,” ujarnya. Dijelaskannya, untuk sementara korban akan mengungsi ke rumah keluarga di dusun setempat. Pihaknya juga akan mengupayakan memberikan bantuan makanan terhadap korban terdampak. Sejauh ini, kejadian ini sudah dikoordinasikan ke pemerintah daerah. “Malam ini akan kita upayakan bantu makanan terhadap yang terdampak. Untuk sementara korban akan menginap di rumah keluarga. Terkait kejadian, kami sudah melaporkan melalui WA. Untuk laporan tertulisnya besok akan kami sampaikan,” pungkasnya. (ind)

Mataram (Suara NTB) Tiga elemen pemangku kebijakan, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, KONI NTB dan Pemprov NTB harus padu mendorong peningkatan prestasi atlet NTB. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Dispora NTB dengan Dispora kabupaten/kota dan Stakeholder di Mataram, Kamis (24/1). Rapat itu membahas soal strategi peningkatkan prestasi olahraga NTB serta meraih target 17 medali emas di Pekan Olahraga Nasional ( PON) XX di Papua tahun 2020. Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin yang ditemui Suara NTB disela-sela kegiatan mengatakan Rapat Koordinasi Dispora Provinsi dengan kabupaten/kota dan Stakeholder menghadirkan para pelaku, pembina dan penentu kebijakan olahraga di NTB. Hadir dalam acara itu Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Kepala Bappeda NTB, Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto dan Kepala Dinas Pariwisata NTB. Hadir juga pimpinan pengurus oraganisasi olahraga fungsional, seperti BAPOMI, BAPOPSI, NPC (National Paralympic Comitte) NTB. Rapat yang dimulai sejak tanggal 23 hingga 25 Januari itu membahas terkait program dan strategi peningkatan prestasi olahraga di NTB jangka panjang. “Rapat ini membahas peningkatan prestasi olahraga NTB. Salah satunya strategi NTB meraih target 17 medali emas,” ucapnya. Husnanidyati Nurdin yang akrab disapa Eni mengatakan salah satu upaya meningkatkan prestasi olahraga di NTB perlu koordinasi yang baik antara Dis-

(Suara NTB/fan)

SAMBUTAN - Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin menyampaikan sambutan di acara Rapat Koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dengan Kabupaten/kota dan stakeholder di Hotel Aston, Kamis (24/1). pora NTB, KONI NTB dan Pemerintah NTB. Ketiga elemen ini, kata Eni, harus selalu berkoordinasi dalam setiap mengambil kebijakan terkait kegiatan atau program peningkatan prestasi olahraga. Diakui Eni, masih ada beberapa organisasi olahraga yang belum tersentuh dengan baik penganggarannya. Dimisalkannya organisasi fungsional yang merupakan anggota KONI NTB, seperti BAPOMI, NPC dan lainnya masih belum mendapat dukungan anggaran pembinaan olahraga yang memadai. Padahal organisasi tersebut kata Eni juga membina atlet. BAPOMI misalnya, mempersiapkan atlet dari kalangan mahasiswa mengikuti POMNAS. Mereka, kata Eni, harus mendapat dukungan dana pembinaan karena BAPOMI juga akan menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) sebelum mengirim atlet di event nasional.

Demikian halnya NPC NTB kata Eni juga termasuk organisasi yang membina atlet Paralympic Games. Semua organisasi tersebut harus mendapatkan porsi anggaran yang relatif baik dalam mempersiapkan atlet mengikuti multi event. Selanjutnya, peran Dispora NTB dan KONI NTB juga kedepan harus dimaksimalkan, khususnya peran Dispora NTB dalam menyiapkan atlet-atlet pelajar menghadapi multi event pelajar nasional. Dengan begitu regenerasi atlet berprestasi akan terus berlanjut. Salah satu upaya yang akan dilakukan Dispora NTB dalam meningkatkan prestasi olahraga di NTB melibatkan semua cabor melaksanakan kejuaraan daerah. Rencananya untuk tahun ini Dispora NTB akan melaksanakan 60 event yang penyelenggaraannya melibatkan semua pengurus cabor yang ada di NTB. Tujuannya menjaring atlet-atlet berprestasi nasional. (fan)


SUARA NTB

Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 12

Pergantian Ketua Partai Gerindra Loteng Dibantah Praya (Suara NTB) Partai Gerindra Lombok Tengah (Loteng) belakangan diterpa isu pergantian Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC). Di mana Ketua DPC Partai Gerindra Loteng saat ini, H. Muhdan Rum, bakal diganti posisinya oleh Wabup Loteng, H.L. Parhul Bahri, S.IP. Kondisi tersebut membuat internal pengurus partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut mulai bertanya-tanya. Menjawab isu tersebut, H. Muhdan Rum menegaskan tidak akan ada pergantian Ketua DPC Partai Gerindra Loteng. “Saya pastikan kabar tersebut tidak benar. Bahwa tidak ada pergantian Ketua

DPC Partai Gerindra Loteng,” tegasnya kepada Suara NTB, Kamis (24/1). Ditemuai usai bertemu Wabup di kantor Bupati Loteng, Muhdan mengatakan memang sudah mendengar kabar tersebut. Sehingga dirinya merasa perlu untuk memberikan klarifikasi, bahwa tidak ada pergantian pengurus di tubuh DPC Partai Gerindra Loteng. Apalagi pergantian Ketua DPC-nya. Terlebih saat ini merupakan momen-momen krusial mendekati gelaran Pemilihan

Umum (Pemilu) legislatif dan Pemilihan Presiden. Sehingga agak sulit bagi pengurus pusat melakukan pergantian pengurus di tingkat daerah. Karena kalau ada pergantian dikhawatirkan akan bisa memicu instabilitas di internal pengurus. “Saya yakin pak Prabowo tidak akan gegabah untuk melakukan pergantian pengurus di saat momen-momen krusial seperti sekarang ini,” timpalnya. Mengingat, stabilitas di internal pengurus saat ini sangat dibutuhkan. Kare-

na partai tengah fokus pada dua agenda utama. Memenangi Pemilu legisatif sekaligus Pilpres. Disinggung peluang pergantian Ketua DPC Partai Gerindra Loteng usai gelaran Pemilu legislatif, Muhdan juga mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas saat ini tidak ada pergantian pengurus. Untuk itu, para simpatisan, kader serta pengurus Partai Gerindra Loteng diminta tetap tenang dan fokus pada agenda partai. “Jangan terpengaruh isu atau kabar yang tidak benar soal kepengurusan DPC Partai Gerindra Loteng. Semua masih tetap pada posisi yang sama. Tidak ada perubahan apapun, termasuk soal posisi Ketua DPC,” ujarnya seraya menambahkan, tapi kalau memang pengurus pusat mau mengganti, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kewengan ada di tangan pengurus pusat. Terpisah, Wabup Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., yang dikonfirmasi soal isu

pergantian Ketua DPC Partai Gerindra Loteng tersebut, enggan berkomentar. Menurutnya itu sudah masuk ranah pengurus pusat. “Soal ini (pergantian Ketua DPC Partai Gerindra Loteng) saya belum bisa berkomentar,” kilahnya. (kir)

HILANG H. L. Pathul Bahri

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

q

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

HLG STNK R2 YAMAHA DR.2271 CE NOKA/NOSIN : MH32BJ001DJ121069/2BJ121082 AN.THIO PIK HWA HLG D’SKTR JL.NIAGA KOTA MATARAM HLG STNK R2 YAMAHA DR.2507HD NOKA/NOSIN : MH33C1004AK455296/3C1456271 AN.SUMARDIN HLG D’SKTR JL.MAJAPAHIT KOTA MATARAM

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB

Jumat, 25 Januari 2019

Halaman 14

Sempurnakan Penyusunan RKPD 2020

Bappeda Lobar Gelar Konsultasi Publik Libatkan Stakeholder Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar konsultasi publik penyusunan rancangan RKPD tahun 2020, Kamis (24/1). Dalam konsult a s i publik ini, melibatkan semua stake-

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid

holder terkait dari unsur kepala OPD, kasubbag program, para camat, para kepala desa (kades). Selain itu , hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemuda, para pengusaha dan akademisi yang menjadi narasumber dalam konsultasi publik tersebut. Konsultasi publik yang mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Perekonomian dan Sarana Prasarana Layanan Dasar serta Infrastruktur dalam Rangka Pemulihan Pascabencana dan Pemenuhan SPM yang Berwawasan Lingkungan” dibuka langsung Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Acara ini dihadiri juga Kepala Bappeda Lobar Dr. H. Baehaqi dan perwakilan Bappeda NTB. Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi dalam kesempatan itu mengatakan, konsultasi publik ini digelar dalam rangka untuk menyempurnakan rancangan awal penyusunan RKPD 2020. “Dalam konsultasi publik ini kita akan meminta pendapat, usul dan saran dari seluruh stakeholder yang berkepentingan supaya rancangan akhir RKPD 2020 ini menjadi lebih sempurna. RKPD ini merupakan substansi penyusunan

KUA PPAS. Sementara KUA PPAS itu sendiri merupakan substansi untuk penjabaran RAPBD,” jelas dia. Menurutnya, dalam konsultasi publik ini dipaparkan beberapa persoalan yang dihadapi daerah, terutama indikator kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD 2014-2019 yang belum tercapai. Hal ini juga akan menjadi masukan dalam forum konsultasi publik, sehingga RKPD 2020 menjadi lebih sempurna. Apalagi pemda belum menetapkan RPJMD 2019-2024, menurut Dosen Pascasarjana Unram ini sesuai Peraturan Mendagri, maka acuan penyusunan RKPD ini adalah RPJPD 2005-2025. Saat ini, jelas dia, sudah memasuki periode ke empat RPJPD. “Ini kita jabarkan sesuai petunjuk Permendagri Nomor 86 tahun 2017,” jelas dia. Hasil dari forum ini juga kata dia akan menjadi penyusunan RPJMD berikutnya. Beberapa isu strategis yang masih menjadi prioritas ke depan, kata dia, terkait gini rasio mencapai 0,324, kemudian menyangkut rata -rata lama sekolah baru mencapai 6,15, angka kemiskinan masih di atas rata-rata nasional dan provinsi. Terkait arah-

an bupati agar forum ini terkoneksi dengan kebijakan di desa, menurutnya dalam forum ini dihadirkan pula pendamping desa. Sehingga koneksinya nanti mana yang menjadi kewenangan kabupaten di desa akan dianggarkan seusai usulan dalam forum dan Musrenbang Kecamatan di mana perwakilan dari desa akan menyampaikan usulan sesuai dengan perencanaan top down - bottom up. ‘’Sekarang ini kan teknokratik kita paparkan, top down-nya mereka juga mengusulkan. Partisipatif besok halhal yang tak ada dalam top down bottom up mereka juga akan bahas dalam Musrenbang Kecamatan, ‘’jelasnya. Usulan dari bawah jelas dia tidak ada istilah mentok, sebab usulan ini akan diurutkan sesuai prioritas, yakni prioritas 1,2 dan 3. Kalau tahun ini tidak masuk, maka tahun depan akan masuk. Ia menambahkan, terkait estimasi APBD 2020 jika mengacu permendagri yang setiap kali diubah sebagai dasar penyusunan KUA PPAS, maka pihaknya mengasumsikan APBD Rp1,7 triliun. Sementara itu dalam arahannya

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan, terkait aturan yang kerap kali berubah diharapkan bisa lebih cepat mengkonsolidasikan berbagai macam rencana, program dan kebijakan yang dibuat. Sehingga manfaatnya bisa lebih cepat dirasakan oleh masyarakat. Fauzan mengatakan idealnya acuan penyusunan RKPD 2020 adalah RPJMD 2019-2024. Namun RPJMD ini belum dibuat. Kenapa belum dibuat? karena RPJMD dibuat setelah dilantik. Namun ia menargetkan agar RPJMD selesai sebelum dilantik, sebab materi sebagai bahan penyusunan RPJMD sudah ada. Ia membeberkan secara umum pencapaian kinerja RPJMD 2014-2019 sudah banyak yang tercapai, bahkan mendekati 90 persen. Ada beberapa target yang belum tercapai yakni capaian tingkat rata - rata lama sekolah. ‘’Ini harus kita capai segera,’’ imbuhnya. Ia telah menyiapkan program terobosan untuk mencapai target tersebut. Di samping ia mendorong pertumbuhan ekonomi dan aspek pelayanan publik. ‘’Saya meminta semua OPD menandatangani Pakta

(Suara NTB/her)

Integritas, ini saya akan kawal. Saya, Pak Sekda dan asisten akan secara bergiliran keliling ke semua OPD untuk memberikan motivasi,’’ jelas Fauzan. Dalam kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi dari Bappeda Lobar, Bapped a N T B d a n akademisi kepada para peserta. (her/*)

Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi (Suara NTB/her)

ARAHAN - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat memberi arahan pada forum konsultasi publik di hadapan jajaran peserta yang hadir.

PEMATERI - Kepala Bappeda H. Baehaqi saat menjadi pemateri dalam forum konsultasi publik penyusunan RKPD 2020. (Suara NTB/her)

(Suara NTB/her)

Kepala Bappeda H. Baehaqi saat menyampaikan laporan pelaksanaan forum konsultasi publik.

ANTUSIAS - Kepala OPD dan peserta forum konsultasi publik penyusunan RKPD 2020 tampak antusias mengikuti kegiatan.

RADIO


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 25 Januari 2019

Matahari-Matahari Diputar di TMII Jakarta Jakarta (Suara NTB) Sukses pemutaran perdana di Taman Budaya Kota Mataram, NTB, beberapa hari lalu, kini film dokumenter-inspirasi Matahari-Matahari karya Sutradara Adi Pranajaya siap diputar di Anjungan NTB Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur pada Sabtu, 26 Januari 2019, pukul 19.00 sampai selesai. Acara yang diinisiasi AP Film Production bekerja sama dengan Badan Penghubung Pemprov NTB – DKI Jakarta ini, diselenggarakan sekaligus sebagai ajang silaturrahim tokoh dan masyarakat NTB yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Lalu Wahyudi Adiguna, SPi, MM, Kepala Badan Penghubung Pemprov NTB – DKI Jakarta, pemutaran Matahari-Matahari di Anjungan NTB, adalah atas permintaan banyak warga NTB termasuk tokoh NTB yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. “Banyak teman-teman di Jakarta yang mendengar kabar kesuksesan film Matahari-Matahari saat diputar di Taman Budaya Mataram. Mereka lalu minta untuk bisa diputar di Jakarta. Nah, secara kebetulan sutradara dan produsernya kemudian menawarkan untuk diputar di Anjungan NTB. Kami pikir ini hal yang baik untuk disambut dengan bentuk bekerja sama,” kata Wahyudi. Sementara Adi Pranajaya, produser dan sutradara asal Sumbawa, mengatakan sejak awal memang sudah merencanakan akan memutar Matahari-Matahari bukan saja di NTB, tetapi juga di luar NTB termasuk Jakarta. Film yang berbicara tentang kesuksesan TGB selama 10 tahun memimpin NTB dan juga sosok Dr. H.Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB yang baru, di mata Adi Pranajaya yang baru saja menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Sumbawa dari Pemerinta Kabupaten Sumbawa ini, sarat dengan nilai-nilai. “Setelah di Anjungan NTB TMII, saya juga akan bawa dan putar Matahari-Matahari di Taman Ismail Marzuki, termasuk di beberapa kampus di Jakarta. Setelah di Jakarta, saya akan berbicara dengan temanteman di Bandung, Surabaya, dan kota-kota lainnya untuk kita bekerja sama menggelar acara silaturrahim sekaligus nonton bareng Matahari-Matahari,” kata Adi yang sudah 30 tahun berkarier di industri perfilman nasional. “Prinsipnya, semakin banyak yang menonton tentu akan semakin baik,” kata Adi lagi. Sementara Sufrin, S.Pd, MM, Kasubbid Promosi dan Informasi Penghubung/Anjungan NTB TMII Jakarta, menjelaskan konsep pelaksanaan nonton bareng Matahari-Matahari dibuat sesantai mungkin. “Kita memakai tempat yang ada dengan duduk lesehan, dengan jumlah undangan sekitar 150 orang,” kata laki-laki yang sehari-hari juga penata tari di TMII. Dan masih kata Sufrin, film Adi Pranajaya sebelumnya yakni Keagungan Cinta Maulana Syaikh bulan November lalu juga diputar di Anjungan NTB dengan konsep yang sama dengan sekarang. “Alhamdulillah ketika itu penontonnya sangat banyak. Kita berharap kesuksesan akan kembali terulang pada Matahari-Matahari,” katanya. (r)

Diberantas dari Hulu Dari Hal. 1 saat menerima silaturrahim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pengurus Wilayah NTB di ruang kerjanya, Kamis (24/1). Rohmi berharap, mudahmudahan revitalisasi posyandu ini juga dapat berjalan dengan baik. IDI memiliki peran yang luar biasa penting. Itulah mengapa silaturrahim seperti hari ini harus terus terjalin. ‘’Apa yang bisa Pemprov bantu, sampaikan ke kami,’’ katanya. Pada kesempatan itu, dr.H. Dodi, Pengurus IDI NTB mengatakan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan kader-kader PKK. ‘’ Kami bisa membantu, karena di NTB sendiri banyak lulusan kebidanan dan perawat yang belum punya pekerjaan, dan kami

ingin mencegah (penyakit) sebelum terjadi,’’ ujarnya. Kedatangan rombongan dokter ahli kesehatan, yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis penyakit dalam, ahli paru-paru, ahli syaraf, ahli THT, ahli radiologi dan lainnya, guna menyampaikan aspirasi tentang pentingnya pencegahan terjadinya suatu penyakit. Rombongan yang dipimpin dr. H. Dodi berharap, Pemprov NTB bisa bekerja sama saling membantu memperbaiki IPM kesehatan di NTB. Wagub mengapresiasi silaturahmi ini. ‘’Kami berharap apapun masalahnya, dan yang kira-kira dari pemprov bisa di support, itu sampaikan ke kami,’’ katanya. (nas)

Penagihan Kerugian Berlanjut Dari Hal. 1 Menurutnya, penagihan ini berbeda dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih menyisakan angka Rp17 miliar lebih. ‘’Kalau tagihan ini berdasarkan putusan Pengadilan, terkait sidang kasus APBD 2003,’’ kata Ibnu Saim, Kamis (24/1). Tak dirincinya nilai total tagihan tersebut, namun diperkirakan masih tersisa Rp2,5 miliar. Sisa tagihan masih mengendap di sebagian mantan anggota DPRD NTB periode 1999 -2004 saat itu. Tercatat ada 52 anggota Dewan, dari unsur pimpinan hingga anggota yang masuk dalam catatan masuk dalam kewajiban penyelesaian kerugian negara. Bahkan masih menjadi tanggungan piutang sejumlah anggota Dewan yang masih aktif. ‘’Syukurnya ada progress. Baik yang mantan anggota Dewan, maupun yang masih aktif, terus beritikad untuk menyelesaikan,’’ ujarnya. Namun di balik upaya penyelesaian itu, ada saja kendala. Khususnya mantan anggota Dewan yang tercatat punya kewajiban, kondisi

perekonomiannya tidak memungkinkan untuk terus ditagih. Ada juga yang sudah meninggal dunia. ‘’Jika dalam situasi begini, kita diskusikan dengan JPN. Bagaimana penyelesaian atau penghapusannya, soal mekanismenya. Kalau penghapusan seperti apa,’’ jelasnya. Sebelum kajian lebih jauh, upaya yang sudah dilakukan pihaknya adalah memperbaharui SKK antara Pemprov NTB dengan JPN Kejati NTB. SKK itu dipastikannya berlaku setahun, kemudian diadakan revisi jika diperlukan, kemudian menerbitkan SKK yang baru sebagai dasar penagihan oleh JPN. Terpisah, Ikhsan Asri, SH selaku JPN pada Bidang Datun Kejati NTB membenarkan sudah menerima SKK dari Pemprov NTB melalui Inspektorat NTB. Hanya saja, ia belum dapat menjelaskan soal langkah penagihan, dengan alasan SKK baru diterima. ‘’Kita lakukan telaah dulu, baru kemudian tindak lanjut,’’ ujarnya singkat. (ars)

Cuaca Ekstrem, Jaringan PLN Terganggu Dari Hal. 1 informasi dari masyarakat tersebut sangat membantu kami untuk mencari titik lokasi gangguan,’’ katanya. Hingga berita ini dibuat, tim PLN masih ada di lokasi gangguan. Sebanyak 306 petugas dikerahkan untuk mempercepat perbaikan gangguan. ‘’Tim di lapangan sedang babak belur melakukan perbaikan jaringan. Dan tim

harus memastikan jaringan aman sebelum suplai PLN masuk,’’ tambah Fitri Rofia dari PLN Wilayah NTB. PLN juga belum dapat memberikan kepastian kapan suplai listrik kembali normal. Mengingat,cuaca ekstrem juga tak dapat dipastikan usainya. PLN menurutnya terus mengerahkan tim untuk mengamankan jaringan. (bul)

Halaman 15

Belum Dilengkapi Infrastruktur Pendukung

Dinas ESDM Bantah Konversi Elpiji di Sumbawa Dipaksakan Mataram (Suara NTB) Konversi bahan bakar minyak tanah (mitan) ke elpiji 3 kg di Pulau Sumbawa sudah dilakukan akhir tahun lalu. Namun, konversi elpiji tersebut belum dilengkapi satupun pembangunan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) “Pertamina belum membangun infrastruktur pendukung di Pulau Sumbawa seperti Pulau Lombok. SPBBE belum ada di Pulau Sumbawa. Sehingga ada konsekuensinya ke ongkos angkut,” kata Kepala Bidang Energi Dinas ESDM NTB, Yuliadi Ismono dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Mataram. Akibat belum dibangunnya SPBBE ini, Yuliadi tak memungkiri harga elpiji 3 kg di Lombok dan Sumbawa cukup jauh. Sehingga, sekarang Pemprov

sedang membahas penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg. “Mestinya harga di Lombok dan Sumbawa sama kalau sudah ada SPBBE itu. Tapi karena belum ada SPBBE, pasti akan ada konsekuensinya,” katanya. Meskipun Pulau Sumbawa sudah konversi bahan bakar ke elpiji. Namun Pertamina mendistribusikan elpiji isi ulang. Pertaminan baru mendistribusikan paket perdana elpiji

3 kg. Yuliadi mengatakan elpiji isi ulang yang beredar di Pulau Sumbawa ada yang membawa dari Pulau Lombok. Ketika ditanya konversi di Sumbawa terkesan dipaksakan, Yuliadi mengatakan alasan Pertamina bahwa mitan masih beredar di Pulau Sumbawa meskipun sudah konversi ke elpiji. Ia mengatakan selama setahun sampai dua tahun ke depan, mitan tak akan dicabut dari Sumbawa. “Masih ada transisi penggunaan elpiji. Minyak tanah belum dicabut, sebelum dibangun SPBBE. Minyak tanah satu tahun ini masih untuk masyarakat miskin di sana,” tandasnya. Diketahui, konversi elpiji di Pulau Sumbawa sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 18 K/

15/MEM/2018 tentang Penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) Dalam Penyediaan dan Pendistribusian Paket Perdana Elpiji Tabung 3 Kg Tahun Anggaran 2018. Kuota konversi elpiji untuk Pulau Sumbawa tak disebutkan secara rinci dalam SK Menteri ESDM tersebut. Namun secara keseluruhan disebutkan sebanyak 581.012 paket. Terdiri dari tabung elpiji, elpiji 3 Kg dan kompor gas beserta peralatannya. Sebanyak 581.012 paket eipiji itu akan diperuntukkan bagi 6 provinsi. Yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, bangka Belitung, NTB (Sumbawa) dan Sulawesi Tengah. Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah lama ditung-

gu yakni sejak 2011. Konversi elpiji di NTB dimulai pada 2011 lalu, khusus untuk Pulau Lombok. Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sering tertunda, semula direncanakan pada 2017 lalu. Jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang akan menerima program konversi elpiji sebanyak 254.324 calon penerima. Terbagi dalam dua kelompok, yakni rumah tangga sebanyak 249.025 calon penerima dan usa mikro 5.299 calon penerima. Rinciannya, Kabupaten Sumbawa sebanyak 4.667 metrik ton, Dompu, 2.492 metrik ton, Kabupaten Bima sebesar 4.941 metrik ton, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 1.351 metrik ton dan Kota Bima sebanyak 1423 metrik ton. (nas)

Event Bau Nyale akan Jadi Ajang Kampanye ’’Zero Waste’’ Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima kunjungan Hesty Reksohastuti, Staf Ahli Menteri Pariwisata, sekaligus Penanggung Jawab CoE Kementrian Pariwisata didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. M. Faozal, Kamis (24/1). Kunjungan tersebut dilaksanakan guna menyampaikan perkembangan festival tahunan Bau Nyale, yang juga dihajatkan untuk sosialisasi Zero Waste yang diadakan di Mandalika, Lombok Tengah. Wakil Gubernur yang biasa

disapa Ummi Rohmi mengapresiasi langkah-langkah yang dilaksanakan untuk melancarkan acara Festival Bau Nyale tahun ini dan ia juga tetap mengingatkan terkait ciri khas NTB dengan wisata halalnya. ‘’Event ini adalah event nasional, terkait potensi pariwisata di seluruh Indonesia, yang tentunya mempunyai destinasi pariwisata yang indah. Kita tetap memiliki keunggulan, kita punya ciri khas yaitu, halal destination yang menjadi nilai lebih kita,’’ ungkap Ummi rohmi. Kadispar NTB, L. Moh. Faozal yang juga hadir me-

laporkan bahwa, event Bau Nyale ini disosialisasikan secara maksimal, di media televisi nasional dan juga memanfaatkan media sosial. ‘’Kita dalam event ini memanfaatkan para pengguna media sosial, kita akan buatkan sejenis kompetisi di media sosial untuk promosi. Sistemnya para pengguna media sosial membuat postingan terkait event Bau Nyale. Bagi postingan yang banyak like, share dan komentarnya kita akan berikan hadiah,’’ katanya. Target untuk pengunjung event ini adalah 1,5 juta wisatawan nusantara, sedang-

Huntara Korban Gempa Rusak, Pembangunan Rumah Permanen Dipercepat Dari Hal. 1 Sehingga, Kementerian PUPR sangat hati-hati dalam memberikan rekomendasi rumah yang akan dibangun. ‘’Sekatang sudah saatnya kita bangun bangunan permanen yang kualitasnya bagus, uangnya sudah ada, pillihannya sudah lebih banyak. Tinggal kita menggesa saja ini,’’ kata gubernur. Banyaknya huntara yang rusak disapu puting beliung, kata gubernur memang karena sudah lama dibangun. Dengan adanya cuaca ekstrem seperti saat ini, Doktor Zul meminta masyarakat tetap waspada. Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini bukan hanya di Lom-

bok, NTB. Tetapi hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. ‘’Oleh karena itu, menghadapi cuaca ekstrem kita harus antisipasi dari sekarang dan siap secara mental kemungkinan buruk yang terjadi,’’ pesannya. Data Command Room Penanganan Dampak Bencana Gempa Pemprov NTB, sebanyak 779 jiwa atau 241 KK korban gempa masih mengungsi di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pengungsi sebanyak itu berada di Desa Jenggala dan tersebar di tiga dusun. Yakni Tanak Song Daya 382 jiwa atau 105 KK, Panon 192 jiwa atau 62 KK dan Penyambuan 205 jiwa atau 74 KK.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Command Room Pemprov NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si menyebutkan, huntara yang sudah terbangun 47.750 unit dari jumlah kebutuhan 74.092 unit. Artinya, masih ada kekurangan huntara untuk korban gempa yang rumahnya rusak berat sebanyak 26.342 unit. Dengan rincian, Lombok Utara masih kekurangan 10.109 unit, Kota Mataram 2.369 unit, Lombok Barat 8.522 unit, Lombok Tengah 1.859 unit, Lombok Timur. 3.963 unit, Sumbawa 539 unit dan Sumbawa Barat sudah terpenuhi huntara korban gempa. (nas)

Warga Kekurangan Material Bangun Jembatan Darurat Dari Hal. 1 Pemda Lombok Utara membangunkan jembatan penghubung yang melintasi hulu Sungai Segara. Mereka juga berharap alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan, minimal sampai ke SDN 7 Jenggala. ‘’Aktivitas anak sekolah SMP dan SMA yang ke Tanjung masih terganggu. Kemarin (Rabu) saja, sampai motor anak sekolah digotong untuk bisa sampai ke sekolah,’’ kata Kadus. Suparto mengaku, warga empat kampung di Dusun Grenggeng berharap dibuatkan jembatan permanen dengan ukuran 2 meter atau lebih. Saat ini, mereka mengandalkan kemampuan warga untuk membangun lintasan dengan kayu. ‘’Beruntung ada kayu hanyut oleh air bah, itu yang kami potong dan jadikan papan untuk lintasan. Kekurangan lain pasti ada, termasuk semen dan besi,’’ sebutnya. Ia menambahkan, jembatan sementara dari kayu yang akan dibuat masih dikhawatirkan tidak akan tahan lama. Kekuatannya sangat tergantung dari arus air sungai. Jika terjadi hujan lebat dan banjir menerjang jembatan lagi, secara otomatis masyarakat tidak bisa beraktivitas. ‘’Untuk air dan listrik sudah

normal, kecuali warga di Tegal Maja dan Dusun Dasan Tengak. Karena akses pipa yang melewati sungai masih belum bisa diperbaiki,’’ katannya. Belum Dapat Bantuan Sementara, Guru SDN 7 Jenggala yang berdomisili di Dusun Grenggeng, Arianto, mengakui keadaan SDN 7 Grenggeng pascahujan lebat disertai puting beliung tambah parah. Apalagi sekolah ini, termasuk satu-satunya sekolah yang belum mendapat bantaun. SDN 7 Jenggala, sampai hari ini belum memperoleh alokasi bantuan sekolah baik dari NGO maupun Pemda KLU. ‘’Kondisi sekolah tambah parah, sampai sekarang kami masih gunakan tenda terpal. Kalau hujan angin, otomatis siswa basah kuyup,’’ ujar Arianto. Beruntung kata dia, ada bantuan terpal Budha Tzu Chi tidak sampai robek atau terbang disapu angin. Dalam kondisi itu, guru dan siswa sekolah tetap bertahan dan menjalankan aktivitas belajar mengajar sesuai kondisi. Artinya, saat cuaca hujan anak-anak akan kesulitan untuk bisa belajar di bawah terpal. ‘’Hari ini (kemarin) anakanak sudah sekolah. Tetapi masih sebagian kecil yang masuk, sekitar 30 persen. Mereka yang bermukim di

bawah bukit masih tidak berani ke sekolah, karena jalan licin dan rusak,’’ ujarnya. Pihaknya berharap, pemerintah selaku pemangku kebijakan memberi perhatian kepada SDN 7 Jenggala. Lokasi sekolah yang berada di bawah bukit, setidaknya menjadi pertimbangan di mana guru dan siswa mendapat alokasi sekolah sementara layaknya sekolahsekolah lain di perkotaan. 4 Ton Beras Disalurkan Pemda KLU melalui Dinas Sosial bergerak cepat membantu warga korban puting beliung dan banjir rob. Dalam dua hari (Rabu-Kamis), tercatat Dinas Sosial PPPA Lombok Utara telah menyalurkan bantuan logistik sebanyak 4 ton. Kepala Dinsos KLU, H. Faisol, Kamis (24/1) mengungkapkan, sampai hari kemarin total beras yang tersalur kepada korban gempa sebanyak 4 ton. Jumlah itu masih akan bertambah karena warga lain yang terdampak belum seluruhnya masuk dalam pendataan. Dinsos sejatinya menginginkan, pelaporan data warga terdampak bencana cepat direspons. Diharapkan, pihak dusun dan desa, cepat mengambil peran menyampaikan jumlah warganya yang benarbenar terdampak. (ari)

Inspektorat Mulai Audit Investigasi PT. GNE Dari Hal. 1 Bahwa setiap pengaduan atau yang berkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi, akan diawali dengan audit awal Inspektorat. ‘’Jika nanti memang ada mensreanya (unsur perbuatan pidana korupsi), kita praktis serahkan ke APH. Tapi tunggu dulu, proses ini kami sedang berlangsung,” tandasnya. Soal ini, sebelumnya pandangan berbeda disampaikan Lembaga Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) NTB. Bahwa kesepakatan yang pernah dibuat antaran Aparat Penegak Hukum (APH) dengan Inspektorat selaku Aparatur Pengendalian Interen Pemerintah (APIP), tak mesti jadi kendala

penegakan hukum. Dalam kasus dugaan kebocoran anggaran PT. GNE, Kejaksaan maupun kepolisian dengan kewenangannya yang melekat, bisa bisa langsung melakukan tindaklanjut berupa penyelidikan awal. Pengamatan Direktur MAKI NTB, Heru Prasetyo, dalam kasus PT. GNE sebenarnya sudah bisa dilepaskan dari kewenangan APIP. Melihat ada indikasi tindak pidana pada dugaan kebocoran anggaran Rp 3,1 miliar, seharusnya APH bisa bergerak sendiri mencari data dan informasi awal sebagai bahan penyelidikan. “Kalau menurut saya, ini sudah tidak perlu APIP lagi, ranahnya sudah pidana. Sebab jelas, berkaitan dengan

penggelapan uang perusahaan daerah,” kata Heru Prasetyo. Kewenangan APH menurutnya semakin menjadi kuat jika dalam kasus ini ada pengaduan atau laporan masuk. Polda NTB atau pun Kejati NTB dapat langsung menindaklanjuti ke penyelidikan sampai penyidikan. Kewenangan APIP lebih pada preemtif atau pencegahan tindak pidana korupsi melalui langkah langkah persuasif. Sedangkan persoalan yang sudah bisa terlihat unsur pidananya, bisa diambil alih APH. “Apalagi jika kasus masuk itu dalam bentuk laporan. Kalau tidak ditindaklanjuti, bisa jadi masalah bagi Kejaksaan dan Kepolisian,” kata Heru. (ars)

kan wisatawan mancanegara masih didorong dengan cara berkomunikasi, serta berbagi informasi dengan para penggiat dan pengusaha pariwisata beserta organisasinya. Faozal juga mengungkapkan bahwa, masalah sampah adalah salah satu yang disoroti dalam setiap festival. Oleh sebab itu dalam Festival Bau Nyale tahun ini, pihak panitia Kemenpar bersama Dispar NTB akan menggandeng Bank Sampah.

‘’Kita akan berdayakan Bank Sampah dalam acara tersebut dan masyarakat sekitar dengan menyediakan kantong plastik sekali pakai untuk mengumpulkan sampah,’’ kata Faozal. Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menpar, Hesty menyampaikan bahwa dalam event Festival Bau Nyale tersebut akan diadakan program sosialisasi terkait dengan Zero Waste yang menjadi program unggulan NTB saat ini. (r)

Akhir Februari, Pembukaan Penerbangan Lombok - Perth Mataram (Suara NTB) Akhir Februari mendatang, AirAsia mulai melayani penerbangan langsung (direct flight) Lombok - Perth, Australia. Dengan dibukanya penerbangan langsung tersebut diprediksi pendapatan sektor pariwisata NTB mencapai 20,45 juta dolar Amerika. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, M. Si dalam rapat pimpinan (Rapim) yang dipimpin Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (24/1) sore. Faozal menyebutkan, estimasi jumlah penumpang AirAsia dari Perth ke Lombok pada semester I 2019 sebanyak 10.935 orang. Kemudian untuk semester II sebanyak 12.393 orang. AirAsia akan melayani penerbangan Lombok - Perth tiga kali dalam seminggu. Rata-rata jumlah penumpang setiap penerbangan diasumsikan 80 persen menggunakan pesawat Airbus 320. Faozal menambahkan pihaknya bersama tim AirAsia menghitung rata-rata lama tinggal wisatawan Australia selama di Lombok lima hari. “Selanjutnya pada estimasi pada pendapatan kita. Kalau penerbangan ini bisa kita laksanakan. Kira-kira 9,6 juta US dollar dari penerbangan pada semester I. Kemudian estimasi pada semester II berlanjut, karena total waktu yang kita akan subsidi enam bulan. Makan total pendapatan yang kita estimasikan ada 20,45 juta US dolar,” sebut Faozal. Dengan asumsi pendapatan sebesar itu diperkirakan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi NTB pada 2019. Penerbangan langsung Lombok - Perth akan disubsidi oleh pemerintah. Dengan adanya subsidi, maka harga tiket Lombok - Perth hanya 120 dollar Australia. Jika nilai tukar satu dollar Australia sebesar Rp10.000. Maka harga harga tiket hanya Rp1,2 juta dari Lombok ke Perth. Diketahui, selain membuka penerbangan langsung Lombok - Perth, AirAsia juga akan membuka rute penerbangan domestik. Yakni Lombok - Denpasar dan Lombok - Yogyakarta. AirAsia juga berencana membuka penerbangan langsung Lombok - Singapura, namun belum mendapatkan slot time dari otoritas penerbangan negara setempat. (nas)

Target Nilai Aset Dua Digit Tahun 2020 Dari Hal. 1 Artinya, Bank NTB Syariah harus mampu membuktikan di mata Indonesia, bahwa pilihannya untuk konversi penuh dari konvensional ke syariah adalah pilihan yang tepat. Baru tiga bulan konversi. Saat ini masa transisi, hingga setahun. OJK kata Farid terus memantau, serta mengawal bank daerah ini. ‘’Ini tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya Bank NTB Syariah sendiri tanpa dukungan semua pihak di NTB. Dan tidak bisa juga hanya OJK sendiri. Semua stakeholders di daerah ini punya tanggung jawab untuk mendukung tumbuh kembangnya bank daerah,’’ pesannya. OJK menekankan, dukungan terutama dari pemerintah daerah. Baik tingkat I, maupun daerah tingkat II. Sebagai pemilik saham, pemda harus all out memberikan dukungan membesarkan bank daerah ini. ‘’Inilah saatnya semua ikut terlibat,’’ kata Farid. Untuk Bank NTB Syariah sendiri, OJK memberi catatan agar bank ini terus meningkatkan produk dan layanannya. Dan arahan ini mulai dilaksanakan bertahap oleh direksi. SDM juga terus ditingkatkan. Terbukti, Bank NTB Syariah telah melakukan rekrutmen lebih dari 100 orang SDM baru yang akan melayani masyarakat di kabupaten/kota, dan luar daerah. ‘’Bank NTB Syariah adalah jawaban bagi BPD lainnya di Indonesia. Karena banyak yang ingin melakukan konversi, seperti yang dilakukan NTB.

Soal performance bank, saya pikir sudah cukup bagus. NPL (kredit macetnya) kecil dibandingkan NPL nasional,’’ demikian Farid. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo mengatakan, bukan dalam konteks menjawab tantangan besar dan perhatian nasional kepada Bank NTB Syariah. Tetapi ia memastikan akan memberikan yang terbaik bagi bank daerah ini. Apalagi, Bank NTB Syariah memiliki potensi sangat besar untuk berkembang seperti yang diharapkan banyak pihak. Saat ini Bank NTB Syariah memiliki asset Rp7,1 triliun. Tahun 2020 akhir nanti, asset ini akan tumbuh menjadi dua digit, minimal menjadi Rp10 triliun. Target pertumbuhan sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) rata-rata pertumbuhan asset Rp1,7 triliun setahun. Sehingga diharapkan tahun 2020 aset bisa bertambah sebesar Rp3,4 triliun. Target tersebut digeber dengan kerjasama institusional diharapkan pertumbuhan organic dan unorganik bisa terjadi secara gradual. Kerjasama dengan 34 stakeholdersnya pada Rabu 23 Januari 2018 menurutnya menjadi bagian penting. Terlebih lagi peranan Pemda yang tak kalah penting sebagai endorser pengusaha dan masyarakat lokal untuk ber- Bank NTB Syariah. Selain adanya komitmen untuk prioritas penempatan dana di Bank NTB Syariah sebagai bank daerah. Kerjasama dengan semua stakeholders akan terus dikembangkannya. (bul/*)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 25 Januari 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Seleksi JPTP

Tujuh Pejabat Ambil Formulir Pendaftaran Mataram (Suara NTB) Di hari kedua pembukaan pendaftaran jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Kota Mataram, Kamis (24/1), hingga pukul 12.00 Wita, tujuh pejabat telah mengambil formulir pendaftaran. Ketujuh pejabat itu yakni, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan UKM, Johari yang melamar jabatan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kepala SMAN 2 Mataram, Sahnan melamar jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pembantu Inspektur wilayah III Inspektorat Kota Mataram, Akmalu Akhsan melamar sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Ada juga pejabat yang ikut pada Pansel 2016 lalu, yakni Kepala Bagian Hukum Setda Kota Mataram, Mansyur kembali melamar sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Kepala Bagian Kesra, Syaehul Islam melamar sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Lalu Muhammad Sidiq dan guru SMAN 3 Materam Lalu Fatwir Uzali melamar sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menyampaikan, di hari kedua pembukaan pendaftaran JPTP baru tujuh pejabat yang mengambil formulir pendaftaran. Selanjutnya, mereka akan melengkapi dokumen dan persyaratan lainnya. “Kemungkinan tahun ini akan ramai yang daftar,” kata Yoyok sapaan akrabnya dikonfirmasi, Kamis (24/1). Persyaratan yang perlu dilampirkan pelamar yakni, surat keterangan sehat fisik dan rohani, surat keterangan kejiwaan dari rumah sakit yang telah ditunjuk, surat bebas narkoba serta makalah sesuai dengan posisi yang dilamar. Yoyok mengatakan, pengalaman sebelumnya, pelamar keliru mengurai makalah yang harus dibuat. Mereka justru membuat makalah posisi yang dijabat. Padahal, dimaksud adalah makalah terkait jabatan yang dilamar. “Kadang di situ kelirunya. Pejabat membuat makalah sesuai jabatannya yang sekarang,” tandasnya. Pelamar yang telah mengambil formulir memiliki waktu hingga 6 Februari untuk mengembalikan berkas lamaran. Jika kuota pelamar kurang dari tiga, panitia akan memperpanjang waktu pendaftaran sesuai petunjuk dari Komisi Aparatur Sipil Negara. “Kalau kurang dari tiga akan diperpanjang lagi,” ucapnya. Seperti diketahui, jabatan yang dipansel adalah, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Penelitian dan Pengembangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. (cem)

(Suara NTB/ist)

TUMBANG - Salah satu pohon yang tumbang di Lotim disebabkan cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang terjadi pada Kamis, (24/1). Selain menutupi badan jalan, pohon tumbang juga menimpa rumah dan kendaraan masyarakat.

Angin Puting Beliung Terjang Lotim Selong (Suara NTB) Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung disertai hujan menerjang beberapa wilayah di Lombok Timur (Lotim). Pada Kamis (24/1), puluhan pohon berukuran besar tumbang menimpa rumah penduduk, menutupi ruas jalan, dan lainnya. Pohon tumbang tersebut terjadi dari berbagai jenis, baik pohon mangga, nangka, pohon kelapa, dan lainnya. Pohon-pohon yang tumbang tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Lotim, seperti di Kecamatan Selong, Masbagik, Labuhan Haji, Sukamulia dan lainnya. Angin puting beliung yang cukup keras disertai hujan menyebabkan bagian akar pohon tidak mampu menahan beban

yang terdapat pada bagian atas pohon. “Pohon-pohon yang tumbang ada yang menimpa rumah warga dan menutupi badan jalan, dan menimpa sejumlah kendaraan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Mulki., SSTP.,MM, petang kemarin. Dikatakan Mulki, ia bersama petugas saat ini sedang berada di lapangan untuk menelusuri setiap laporan dari masyarakat terkait adanya

pohon yang tumbang. Dalam kurun waktu satu jam, katanya, jumlah laporan yang masuk terkait pohon tumbang sebanyak 21 laporan. “Kita dari DLHK siaga satu, semua personel menyebar,” terangnya. Terkait kondisi yang demikian, Mulki mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menghindari tempat-tempat berteduh seperti di bawah pohon, bangunan-bangunan yang kondisinya rapuh yang

sewaktu-waktu dapat roboh diterpa hujan dan angin kencang. “Dalam kondisi hujan angin, petugas tetap bekerja memotong ranting-ranting pohon yang menimpa rumah warga maupun menutupi badan jalan. Masyarakat kita imbau supaya tetap waspada,”pintanya. Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan juga mengatakan tim dari BPBD Lotim sudah menyebar ke sejumlah titik terjadinya pohon tumbang berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD. Sejauh ini, katanya, belum terdapat masyarakat yang menjadi korban jiwa. “Kita masih telusuri dan tangani ti-

tik-titik pohon yang tumbang berdasarkan laporan masyarakat,” sebutnya. Manajer PLN Rayon Selong, Rizal menjelaskan, pemadaman listrik yang dilakukan dikarenakan banyaknya pohon tumbang yang terjadi di wilayah kerja PLN Selong. Baik diakibatkan tertimpa pohon maupun adanya jaringan yang rebah akibat cuaca ekstrem. Saat ini, kata Rizal, petugas sudah disebar ke lapangan untuk diupayan dilakukan penormalan kembali. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar bersabar demi keamanan dan keselamatan semua pihak. (yon)

Seorang Gadis Tewas Menenggak Racun Serangga Dompu (Suara NTB)Nasib naas menimpa pelajar SMKN 1 Huu berinisial Wl (16). Dara manis ini diduga mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun serangga. Tindakan nekat itu dilakukan diduga karena tak tahan dimarahi ibunya melalui telpon setelah ia menghilangkan kalung emas pemberian ibunya. Kasubag Humas Polres

Dompu, Iptu M. Sabrin, Kamis (24/1) mengungkapkan, kasus bunuh diri ini terjadi di kediaman Ahmad (51) warga Dusun Tolo Rodi Desa Daha Hu’u yang masih kerabat korban (adik dari neneknya). Kasus ini terungkap setelah Jordi (18) siswa SMAN 1 Huu yang juga rekan korban diinformasikan oleh Ros Aulia Putri yang berada di Kalimantan bahwa Wl hendak

bunuh diri dengan cara minum racun. “Ros Aulia Putri ini rekannya korban,” katanya. Wl melakukan bunuh diri diduga karena tidak tahan setelah dimarahi ibunya yang menjadi TKW di Malaysia. Karena kalung emas pemberian ibunya hilang di tangan Wl. Korban yang tinggal bersama neneknya di Huu ini juga dimarahi oleh neneknya. “Kor-

ban melakukan bunuh diri karena dimarahi oleh ibunya melalui telpon dan nenek korban karena menghilangkan kalung emas yang diberikan ibu korban,” katanya. Berdasarkan informasi ini, Jordi yang sedang bekerja di bengkel motor mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan didapati kamar di rumah tersebut dikunci dari dalam. Jordi

Pemprov Gelar Rapat Percepatan Pembangunan Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menggelar rapat pimpinan (Rapim) bersama seluruh kepala OPD di ruang rapat utama, Kamis (24/1). Rapat tersebut membahas sejumlah program dalam rangka akselerasi pembangunan daerah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga dapat dicarikan solusinya. Beberapa permasalahan yang dibahas antara lain pembangunan di bidang pariwisata, bebas sampah, Launcing NTB Care, Geopark hingga pada progres penangangan korban gempa di NTB. Gubernur yang lebih akrab disapa Bang Zul itu memerintahkan para pimpinan OPD untuk mengevaluasi semua program pembangunan yang sudah dilaksanakan serta menyikapinya dengan cepat. Terungkap dalam rapat, satu persoalan di bidang pariwisata yang saat ini masih perlu dibenahi adalah penanganan sampah dan kondisi objek wisata pascagempa. Selain itu gubernur meminta dinas terkait dalam mempromosikan keindahan alam di NTB, agar lebih menonjolkan sudut-sudut keindahan objek wisata. Sehingga para investor dan tamu asing lebih tertarik berkunjung ke daerah. ‘’Jika kita mengundang investor, daerah harus mempersiapkan kebersihan dan keindahan, jangan kita tampakkan hal-hal yang kurang baik,” tegas gubernur. Pada kesempatan itu Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah menanggapi hal lain yakni tentang program Zero Waste atau bebas sampah yang dicanangkan pada puncak HUT ke-60 NTB, Desember 2018 lalu, masih perlu dilaksanakan lebih maksimal lagi. Penanganan sampah di masyarakat harus dimulai dari individu masyarakat dan yang paling penting menurut

(Suara NTB/ist)

RAPIM – Rapat pimpinan (Rapim) di kantor gubernur NTB yang dipimpin Gubernur dan Wagub NTB, Kamis (24/1). Wagub, untuk mengkampanyekan Zero Waste ini dari hilirnya adalah perlunya menentukan kemana sampah itu ditampung dan bagaimana mengolah sampah khususnya sampah organic. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal

menjelaskan untuk mendukung Program pemerintah di bidang pariwisata telah dsiapkan 20 Desa Wisata di Kabupaten/kota. Sedang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah akan dilaksanakan peningkaran infrastruktur jalan menuju desa wisata.

Sedangkan terkait program bebas sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F melaporkan bahwa Dinas LHK telah melakukan kampanye kebersihan di beberapa tempat dan sosialisasi bersih bersih sungai. (r)

sempat melihat dari balik jendela aktivitas Wl dan berusaha menghalangi korban dengan melemparinya menggunakan pecahan batu bata dan kunci motor. Saat itu korban membawa botol teh pucuk yang diduga telah dicampuri racun serangga. Karena tidak direspon korban, Jordi kemudian mendobrak paksa pintu kamar secara paksa. Setelah berhasil masuk,

ditemukan korban sudah minum setengah dari racun, tapi korban masih sadar. “Jordi kemudian meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas Rasabou. Selang beberapa menit korban berada di puskesmas Rasabou korban meninggal dunia,” jelasnya. Korban dikabarkan pernah melakukan percobaan bunuh diri namun gagal Februari 2018

lalu. Karena korban sering mengancam akan bunuh diri bila ditegur neneknya saat pulang malam. Sebelum bunuh diri, korban sempat berkomunikasi dengan temannya melalui pesan WA dan mengirim foto botol (teh Pucuk) dan 1 saset DuPont Lannate 40 SP. Korban juga membuat vidio membawa botol Teh Pucuk yang berisi DuPont Lannate. (ula)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 25 Januari 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu