Skip to main content

Edisi Jumat 24 April 2020 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

JUMAT, 24 APRIL 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 43 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pemprov Siapkan BTT Rp926 Miliar

Sektor Kesehatan Dialokasikan Rp326 Miliar Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menuntaskan realokasi dan refocusing belanja langsung berupa belanja barang jasa dan belanja modal sebesar 50 persen untuk penanganan Corona serta dampak sosial dan ekonomi. Anggaran yang dialihkan menjadi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp926 miliar lebih. Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/4) siang kemarin menjelaskan, peruntukan BTT

sebesar Rp926 miliar tersebut. Sebesar Rp300 miliar dialokasikan untuk stimulus ekonomi, Rp300 miliar untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang

1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212 Dua pejabat yang mendaftar secara online menjadi ca1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lon Kepala Dinas (Kadis) PUPR NTB, gagal lolos seleksi 1234567890123456789012345678901212 administrasi. Dari tujuh orang pejabat yang mendaftar, 1234567890123456789012345678901212 hanya lima orang yang menyerahkan berkas. 1234567890123456789012345678901212 Sehingga hanya lima orang pejabat yang berhak ikut 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 seleksi tahap selanjutnya. Sedangkan 10 pejabat yang 1234567890123456789012345678901212 mendaftar menjadi calon Kepala Biro (Karo) Kerjasama 1234567890123456789012345678901212 Setda NTB, semuanya memenuhi syarat. Sehingga total 1234567890123456789012345678901212 pejabat yang berhak ikut seleksi tahap selanjutnya untuk 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 dua jabatan eselon II tersebut sebanyak 15 orang. 1234567890123456789012345678901212 Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. 1234567890123456789012345678901212 Muhammad Nasir, Kamis (23/4) kemarin menyebutkan, lima 1234567890123456789012345678901212 pejabat yang berhak ikut seleksi untuk calon Kadis PUPR NTB. 1234567890123456789012345678901212 Yaitu, Ahlul Wakti, ST, MT, Ir. H. Ahmadi, SP-1, Ali Fikri, ST, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Jamaluddin, S. Sos, MT dan H. Sahdan,ST, MT. 1234567890123456789012345678901212 Sedangkan 10 pejabat calon Karo Kerjasama Setda NTB 1234567890123456789012345678901212 yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak ikut 1234567890123456789012345678901212 tahapan selanjutnya, Arifuddin, ST, Hj. Darbahyanti, S.IP, 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Julmansyah, S. Hut, M.Ap, Drs. Lalu Hasbulwadi, M. Pd, 1234567890123456789012345678901212 H. Mohamad Imran, SE, M. Si, H. Muhammad Fauzan, 1234567890123456789012345678901212 S.Ag, M.Si. 1234567890123456789012345678901212 Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212

Dua Pendaftar Calon Kadis PUPR Gagal Seleksi Administrasi

dan Rp326 miliar untuk penanganan di bidang kesehatan. ‘’Kenapa lebih banyak untuk penanganan kesehatan. Karena eskalasinya (kasus Covid-19) di

NTB signifikan,’’ jelas Ardhi. Ia mengatakan, alokasi anggaran ini masih bersifat dinamis. Nantinya akan ditentukan OPDOPD mana saja yang punya kompetensi untuk melaksanakan tiga skenario di bidang kesehatan, stimulus ekonomi dan JPS. Ia menjelaskan, dalam pengalihan anggaran untuk penanganan dampak Covid-19

tersebut hanya dilakukan realokasi pada komponen belanja langsung (BL). Sedangkan Belanja Tidak Langsung (BTL) tidak diganggu. Artinya, belanja rutin tidak dilakukan pemangkasan. Ardhi menjelaskan, anggaran Rp926 miliar untuk penanganan Covid-19 tersebut skenarionya sampai Desember

mendatang. Dialokasikannya anggaran untuk stimulus ekonomi terutama diperuntukkan bagi UMKM dan IKM dalam rangka mendorong dinamisasi perekonomian daerah di tengah pandemi Covid-19. Bentuk stimulus yang akan diberikan berupa intervensi Pemprov terhadap UMKM dan IKM di sektor hulu dan hilir.

Untuk sektor hulu seperti peningkatan kapasitas dan kemampuan UMKM dan IKM. Sedangkan untuk sektor hilir, seperti melakukan intervensi pasar. Produk-produk yang dihasilkan IKM dan UMKM NTB dibeli oleh Pemda untuk program-program seperti JPS dan bantuan peralatan dan mesin kepada masyarakat. (nas)

Awal Ramadhan Serentak, Masyarakat NTB Diminta Salat Tarawih di Rumah Mataram (Suara NTB) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB melakukan rukyatul hilal di Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram bersama BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Kamis (23/4) petang kemarin. Berdasarkan hasil hisab, tinggi hilal di NTB adalah 3 derajat 31 menit 53 detik. Sedangkan berdasarkan hasil rukyat, hilal tak teramati di NTB. Karena pengaruh cuaca atau tertutup awan. Kanwil Kemenag NTB masih menunggu keputusan sidang isbat yang dilakukan Kemenag Pusat secara teleconference bersama pimpinan Ormas. Plt Kepala Kemenag NTB, Drs. H. Muhammad Amin, M. Pd memastikan awal puasa Ramadhan tahun 2020/ 1441 H akan serentak, Jumat (24/4) hari ini. Di tengah mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), seluruh umat Islam di NTB diminta tidak melaksanakan salat tarawih di masjid. Umat Islam di NTB diharapkan mematuhi imbauan pemerintah agar melaksanakan ibadah salat tarawih dan tadarusan di rumah masing-masing. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di NTB. Bersambung ke hal 11

TO K O H Dampingi Realokasi Dana Covid -19 KEJAKSAAN Agung mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kejati, termasuk Kejati NTB untuk memantau proses refocusing dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid - 19. Selain memantau, Kejati diminta menjalankan fungsi pendampingan untuk pencegahan penyimpangan. Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Ferry Wibisono mengeluarkan instruksi itu Bersambung ke hal 11 Dedi Irawan

(Suara NTB/nas)

RUKYATUL HILAL - Petugas sedang melakukan rukyatul hilal di Pantai Loang Baloq Kota Mataram. Hasil rukyat, hilal tidak nampak. Dari hasil hisab, posisi hilal sudah di atas tiga derajat. Sehingga, awal Ramadhan 1441 H dipastikan mulai Jumat (24/4) hari ini.

JPS Hanya Tiga Bulan (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R

Target Rp16 Triliun

H. Amry Rakhman

PERTUMBUHAN investasi di NTB untuk triwulan pertama 2020 menunjukkan realisasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, sejak Maret lalu kondisi investasi sempat menggantung karena pandemi virus Corona (Covid19) yang masih berlangsung. ‘’Sampai dengan 20 April kemarin penanaman modal kita sudah ada realisasi pada angka Rp. 2.141.526.894.874 atau 12,75 persen dari target kita di tahun ini,’’ Bersambung ke hal 11

Gubernur Minta Perlu Dipikirkan Antisipasi Jangka Panjang Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,M.Sc bersama Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyerahkan secara simbolis paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 untuk wilayah Kota Mataram, Kamis (23/ 4). Penyerahan berlangsung di Pendopo Walikota Mataram, sekaligus dilakukan pelepasan secara simbolis distribusi paket bantuan JPS Covid-19 di Kota Mataram. Gubernur dalam sambutannya mengatakan, penyerahan bantuan JPS merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi beban hidup masyarakat miskin akibat wabah Covid-19. Ia menjelaskan bantuan (Suara NTB/ist) JPS ini ada yang berasal dari pemer- BANTUAN - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, bersama Walikota Mataram, intah pusat dan pemerintah daerah. H. Ahyar Abduh menyerahkan secara simbolis paket bantuan Jaring PengaBersambung ke hal 11 man Sosial (JPS) Covid-19 untuk wilayah Kota Mataram, Kamis (23/4).

RSMA Mulai Kirim Sampel Swab ke STP Sumbawa Besar (Suara NTB) Rumah Sakit HL Manambai Abdul Kadir (RSMA) mulai mengirimkan sampel swab pasien Covid-19 ke Sumbawa Techno Park (STP). Hal ini setelah adanya MoU antara Pemprov NTB dengan STP terkait pemeriksaan sampel swab. ‘’Kami ngirim mulai besok (Jumat red). Tidak lagi ke Mataram,’’ kata Direktur RSMA, dr. Arindra Kurniawan, Kamis (23/4). Pihaknya tidak menyebutkan secara rinci jumlah sampel swab yang dikirim. Namun dengan dilakukan pemeriksaan swab di STP, prosesnya akan lebih cepat. ‘’Yang jelas besok akan dilakukan swab. Sekarang bisa lebih cepat, karena lebih dekat,’’ terangnya. Sebelumnya, kata Arindra, pihaknya mengirimkan sampel swab ke Mataram pada tanggal 20 April. Dari pengiriman tersebut ada beberapa yang masih menunggu hasil pemeriksaan. ‘’Ada dua yang belum ada hasil,’’ ujarnya. (ind/arn)

(Suara NTB/bay)

04:52

05:02

12:17

15:37

18:12

19:23

’’Maskerku Melindungimu, Maskermu Melindungiku’’ BERDASARKAN pengumuman dari Kementerian Kesehatan pada tanggal 17 April 2020 lalu, tiga kabupaten/kota di NTB yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur ditetapkan sebagai daerah yang menjadi transmisi lokal. Kepal Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan bahwa transmisi lokal adalah daerah yang sudah terjadi penularan dari penderita pertama ke orang-orang di sekitarnya. ‘’Kita melihat beberapa penderita, keluarganya juga sakit atau ikut terjangkit virus ini. Ada yang suaminya

pertama kena kemudian anak serta istri juga menderita, inilah yang dimaksud dengan transmisi lokal,’’ jelasnya. Dengan ditetapkannya tiga kabupaten/kota ini menjadi daerah transmisi lokal, Eka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap wabah ini. Meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama. ‘’Kita tidak tahu siapa dia di sekitar kita yang kemungkinan menularkan kepada kita. Karena itu anjuran mengenakan masker saat keluar rumah

itu harus dipatuhi. Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,’’ katanya. Ia menekankan kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan tetap menjaga jarak dengan orang lain jika terpaksa harus keluar rumah. ‘’Masker bapak ibu akan melindungi diri dari percikan ludah lawan bicara, social distancing dua meter harus dipatuhi,’’ tegasnya. Dalam penjelasannya, Kadikes mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah. Hal itu adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus Corona yang sedang melanda

hampir seluruh wilayah di dunia ini. ‘’Anjuran di rumah saja itulah anjuran yang benar-benar efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid19 ini,’’ tuturnya. Untuk masyarakat yang telah berkeluarga yang mempunyai anak, ia mengimbau agar keluarga tersebut tetap menjaga putera/puterinya dan mengurangi kontak fisik Bersambung Nurhandini Eka Dewi ke hal 11

(Suara NTB/ist)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M


SUARA MATARAM

SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

Halaman 2

Warga Mataram Dilarang Mudik Diantar ke Penerima PEMKOT Mataram telah menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) ke masyarakat. Sistem penyaluran tetap memperhatikan protokol penanganan Coronavirus Disease atau Covid19. Bantuan akan diantarkan langsung ke penerima. Camat Sekarbela, Muhammad Yusuf menyebutkan, total bantuan JPS Kota Mataram diterima 371 kepala keluarga (KK). Terdiri dari Kelurahan Jempong Baru 103 KK, Karang Pule 78 KK, Kekalik Jaya 60 KK, Tanjung Karang 65 KK dan Tanjung Karang Permai 66 KK. Data penerima akan dipilih kembali berdasarkan by name by addres. Pihaknya tidak mau ada penerima ganda. “Data kita terima ini gelondongan. Nanti kita pilah dulu,” kata Yusuf ditemui Kamis (23/4). Pemilahan data akan dilakukan oleh masing – masing kelurahan sampai lingkungan. Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), JPS pemerintah pusat dan JPS provinsi tidak boleh mendapatkan bantuan ganda. Yusuf menambahkan, selesai pemilahan data, bantuan langsung didistribusikan ke penerima. Sistem pendistribusian mengedepankan pembatasan sosial dan jaga jarak. “Kan tidak boleh berkumpul. Nanti penyaluran dikawal oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Linmas,” terangnya. Isi paket JPS Gemilang diterima warga terdampak virus corona yakni beras, telur, gula, minyak, hand sanitizer dan masker. Sementara, bantuan dari Pemkot Mataram belum dicek. Yusuf menjelaskan, penyebaran Covid-19 berdampak terhadap sejumlah sektor. Sebagian perusahaan merumahkan karyawannya bahkan ada yang harus kehilangan pekerjaan. Pemerintah mengintervensi dampak sosial itu, sehingga warga terdampak terpenuhi kebutuhan sehari – hari. Pemberian bantuan diharapkan berjalan lancar dan masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah di tengah kondisi Covid-19. “Harapannya supaya bantuan bisa lancar saja,” demikian kata dia. (cem) Muhammad Yusuf (Suara NTB/cem)

Jangan Kucilkan Tenaga Medis ANGGOTA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., meminta kepada masyarakat, tidak mengucilkan tenaga medis yang menangani pasien covid-19. ‘’Inikan penyakit ini bukan sesuatu yang memalukan. Siapa sih yang mau sakit, pasti tidak ada yang mau sakit. Termasuk tenaga medis. Mereka kan sudah berjuang di garda terdepan untuk penuntasan wabah ini. Sehingga harus ada pemahaman, pengertian terhadap masyarakat,’’ terangnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis (22/4). Jangan sampai, lanjut Isti, terjadi penolakan. Apalagi ada masyarakat menolak pemakaman pasien covid-19. Padahal, dari rumah sakit sudah membuat SOP sedemikian rupa, tenaga medis yang menangani orang-orang yang terkena covid19, tentu tidak akan sembarangan. Sehingga, masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan dalam menghadapi ini semua. ‘’Inikan kasian sekali. Mereka (tenaga medis, red) sudah berjuang meninggalkan keluarga, meluangkan waktu, tenaga kok malah dikucilkan,’’ sesalnya. Masyarakat, kata dia, harus memahami bahwa penularan covid-19 ini tidak serta merta. ‘’Kan tidak otomatis menular,’’ cetusnya. Tenaga medis yang bertugas terkait penanganan covid19, sudah melakukan langkah antisipasi. Tidak saja untuk dirinya sendiri, tapi juga orang lain. Sehingga, seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Toh penanganan covid-19 ini sudah ada protapnya. ‘’Penyebaran ini sudah diantisipasi. Sehingga ketika ada tenaga medis yang menangani pasien corona, otomatis menyebarkan. Kan tidak seperti itu,’’ tegas Ketua Fraksi PKS ini. Menurut Isti, sikap-sikap penolakan yang ditunjukkan oleh masyarakat, membuat penanganan covid-19 ini terkesan menyeramkan. ‘’Kalau mengikuti arahan dari tenaga medis itu, Insya Allah potensi sembuhnya sangat besar,’’ ungkapnya. Mantan anggota DPRD NTB ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menciptakan stigma, seolah-olah covid-19 sebagai penyakit aib. ‘’Sampai ada orang yang sudah meninggal masih ditolak, itukan keterlaluan,’’ katanya. Oleh karena itu, untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, pemerintah, sambung Isti harus terus mengambil peran bagaimana mensosialisasikan informasi yang benar kepada masyarakat. ‘’Sosialisasi ini masih harus terus dilakukan,’’ pintanya. Disisi lain, masyarakat juga harus mendukung upaya pemerintah mempercepat penanganan covid-19. (fit) Hj. Istiningsih

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengimbau warga agar tidak mudik menjelang lebaran. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Diharapkan masyarakat Kota Mataram menunda mudik,” kata Walikota dikonfirmasi, Kamis (23/4). Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo secara resmi telah melarang kegiatan mudik tahun ini. Arahan presiden sambung Walikota, harus diikuti oleh masyarakat. Dia menginginkan, warga untuk tetap melaksanakan Hari Raya Idul Fitri di Kota Mataram. “Yang di Mataram tetap di Mataram,” imbuhnya. Selain penegasan terhadap warga, Walikota juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Mataram, juga

tidak pulang kampung saat lebaran mendatang. Pasalnya, sanksi bagi pejabat atau ASN yang nekad mudik telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). “Sanksi sudah diatur bagi ASN berani mudik,” tegasnya. Meminimalisir kemungkinan warga maupun ASN nekad mudik, kata Walikota, pengawasan akan diperketat di bandara dan pelabuhan.

Apakah larangan mudik ini hanya berlaku untuk perjalanan ke luar daerah atau dalam daerah? Ahyar menegaskan, mudik tidak diperbolehkan. “Pokoknya tidak boleh mudik,” tegasnya. Larangan mudik sebagian besar didukung oleh masyarakat. Muhammad Ali misalnya, memilih bertahan di Jakarta. Meskipun memiliki keinginan untuk pulang kampung saat lebaran. Menurut dia, pemerintah memper-

ketat pengawasan di bandara. Dikhawatirkan, tiba di Lombok justru harus menjalani karantina selama 14 hari. “Kalau pulang kemudian dikarantina dua minggu. Kan percuma saya pulang. Lebih baik diam disini (Jakarta, red),” ucapnya. Keinginanya berkumpul bersama keluarga sangat besar. Pengalamannya selama merayakan Idul Fitri tidak pernah jauh dari orangtua maupun anak istrinya. Kata dia, merayakan lebaran di daerah orang terasa berbeda. Meskipun demikian, ia harus tetap mengikuti arahan pemerintah untuk mencegah penularan Covid -19. (cem) H. Ahyar Abduh (Suara NTB/cem)

GOW Kota Mataram Salurkan Sembako untuk Keluarga PDP Covid-19 Mataram (Suara NTB) Sebanyak 70 paket sembako disalurkan Gabungan Organisasi Wanita Kota Mataram kepada keluarga PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19. Paket tersebut diserahkan langsung Ketua GOW Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hj. Herlina Effendi Eko Saswito di Sekretariat GOW Mataram melalui para Camat. Kikin berharap para Camat dapat meneruskan bantuan yang diserahkan ini kepada para Keluarga PDP Covid-19. Menurut Kikin, bantuan berupa sembako ini memang tidak seberapa nilainya, namun merupakan bentuk kepedulian GOW Kota Mataram terhadap para keluarga terdampak Covid19. Untuk itu, istri wakil walikota Mataram ini berharap, para keluarga terdampak Covid-19 agar tidak cemas dan

tetap terbuka dengan kondisi kesehatannya. “Semua pihak akan terus bahu membahu untuk segera menuntaskan masalah ini,” ujar Kikin. Sementara itu salah seorang Camat yang menerima bantuan sembako untuk warga ini, yakni Camat Ampenan Samsul Irawan mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian dari GOW untuk keluarga terdampak Covid-19. Menurut Samsul Irawan, beberapa warga yang diisolasi akibat Covid-19 ini dalam kesehariannya merupakan Kepala Keluarga dan pencari nafkah. Dengan adanya bantuan sembako ini, dapat meringankan beban hidup warganya. Terlebih sebentar hari ini akan memasuki bulan Ramadhan. “Mudah mudahan dengan adanya bantuan ini keluraga PDP Covid-19 dapat menjalankan ibadah puasa sebagaimana biasa seperti keluarga keluarga lainnya,” harap Samsul Irawan. (fit)

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Ketua GOW Kota Mataram yang juga istri Wakil Walikota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga PDP Covid-19 melalui para Camat. Nampak Kikin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Camat Mataram, Samsul Irawan, Kamis (23/4).

JPS Gemilang Mulai Disalurkan di Mataram Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang bagi warga terdampak Coronavirus Disease atau Covid-19. Dampak sosial jadi fokus perhatian untuk meminimalisir pengangguran dan gangguan keamanan. Penyerahan bantuan secara simbolis dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi. Walikota menyampaikan data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mataram sampai tanggal 22 April terkonfirmasi 44 orang positif terinfeksi corona. Pasien terpapar telah teridentifikasi berasal dari tiga klaster. Yakni klaster Gowa, Jakarta dan Bogor. Dua orang meninggal dunia dan empat lainnya sembuh. Pandemi virus corona menimbulkan permasalahan. Fokus dilakukan melalui program pencegahan dan penanganan. Selain itu, Pemkot Mataram juga membantu warga terdampak dan memberi stimulus ekonomi bagi perusahaan. “Kita harus bekerja keras dengan berbagai program di Mataram. Tiga klaster sudah terlihat penyebarannya,” kata Ahyar Abduh, Kamis (23/4). Setelah dilakukan verifikasi dan validasi warga terdampak sekitar 70 ribu kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut terdapat 30 ribu KK terdaftar sebagai penerima bantuan pangan non tunai (BPNT), 12 ribu bantuan langsung tunai (BLT) dan 1.868 KK terdaftar sebagai penerima program jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang. Sisanya sebut Walikota, 26 ribu KK mendapatkan bantuan JPS yang disiapkan oleh Pemkot Mataram. Penerima bantuan itu diperuntukkan bagi karyawan yang dirumahkan, PHK, UMKM, disabilitas, yatim piatu, veteran dan lainnya. “Kita sekarang fokus pada dampak sosial. Seperti kita ketahui sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi,” ungkapnya. Perusahaan seperti perhotelan banyak merumahkan karyawan karena pendapatan menurun drastis. Demikian pula, UMKM tidak beroperasi lagi. Artinya, banyak pengangguran bakal muncul. Oleh karena itu, pemerintah ingin meningkatkan pengawasan serta keamanan. Lewat program JPS ini jelasnya, bertujuan membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi. “Masyarakat untuk bersabar dan tenang dan tetap meningkatkan kewaspadaan,” harapnya.

Jamilah, warga Lingkungan Lendang Lekong, Kelurahan Mandalika bersyukur menerima bantuan dari pemerintah. Bantuan kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, minyak goreng dan lain sebagai dinilai membantu memenuhi kebutuhan memasuki Ramadhan. “Alhamdulillah, saya berterima kasih sudah diberi bantuan,” ucapnya. Penghasilannya sebagai

tukang pijit tidak menentu. Perempuan paruh baya ini hanya menunggu pemberian dari anak atau tetangganya. Di tengah wabah Covid-19 diharapkan bantuan tetap diberikan. Marti, warga Kelurahan Dasan Cermen juga mengu-

capkan hal serupa. Ibu tiga orang anaknya ini sehari bekerja sebagai pemulung. Penghasilannya Rp20 ribu – Rp50 ribu perminggu. “Saya berterimakasih sudah diberikan bantuan,” ucapnya dalam Bahasa Sasak. (cem)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/cem)

TERIMA JPS - Warga Mataram menerima paket sembako jaring pengaman sosial (JPS) yang mulai disalurkan, Kamis (23/4). Permasalahan sosial sebagai dampak penyebaran virus Corona penjadi fokus perhatian pemerintah. Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


Jumat, 24 April 2020

SUARA NTB

Halaman 3


SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

DPRD Loteng Serahkan Rekomendasi LKPJ Kepala Daerah 2019 Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyerahkan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah tahun 2019. LKPJ ini diserahkan langsung Ketua DPRD Loteng M. Tauhid, SIP., kepada Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., pada rapat paripurna DPRD Loteng, Kamis (23/4). Sebelum diserahkan, Sekretaris DPRD Loteng, R. Mulyatno Junaidi membacakan isi rekomendasi DPRD Loteng di hadapan para anggota DPRD Loteng yang hadir. Di mana secara umum DPRD Loteng memberikan apresia-

si yang tinggi terhadap kinerja pemerintah daerah yang telah menunjukkan kemauan yang serius untuk memajukan pembangunan di daerah ini. Mulyatno mengatakan, catatan positif Pemkab Loteng pada tahun 2019 lalu dapat dilihat capaian APBD. Di mana pada tahun lalu, pendapatan daerah mencapai di atas 90 persen. Bahkan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), mampu melampaui target yang sudah ditetapkan. Artinya, pemerintah daerah telah menunjukkan kemauan yang sungguh-sungguh untuk bisa mencapai target PAD yang sudah dicanangkan. Namun jika dilihat lebih mendalam, ada beberapa pos PAD

Instruksikan Tarif Air Gratis BUPATI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., menginstruksikan kepada manajemen PDAM Lombok Utara untuk menggratiskan beban tarif air selama Ramadhan. Kebijakan itu diambil khususnya kepada pelanggan rumah tangga, serta pelanggan sosial (dominan tempat ibadah). Instruksi itu disampaikan bupati sebagai sikap terhadap situasi dan kondisi yang ada. Di mana, sebagian besar masyarakat masih memberlakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga sebagai upaya meringankan beban masyarakat, Najmul tanpa (Suara NTB/dok) ragu meminta pemakaian air seH. Najmul Akhyar lama puasa tanpa biaya. “Kebetulan saya sudah memanggil Direktur PDAM dan Dewan Pengawas, jadi apa yang perlu kita perbuat untuk masyarakat kita,” ucapnya, Kamis (23/4). Bupati berkeinginan, agar beban air digratiskan selama situasi Covid. Hanya saja, keinginan itu urung terlaksana lantaran keuangan PDAM belum pulih pascagempa 2018 silam. Ia pun mengambil jalan tengah. Saran manajemen PDAM tidak bisa ditepis begitu saja. Sebagai pemegang saham, Najmul tidak ingin melihat beban keuangan PDAM semakin terpuruk lantaran pembebasan tarif selama Covid-19. Namun khusus untuk puasa ini, ia mengarahkan agar tarif air selama satu bulan tidak ditagih. “PDAM sekarang ini masih dalam keadaan sulit keuangannya. Pertama 80 persen fasiltas PDAM lumpuh karena gempa. Makanya hingga sekarang kekuatan anggaran di PDAM di manfaatkan untuk perbaikan infrastruktur, termasuk penanaman modal yang diberikan Pemda itu digunakan untuk membenahi infrastruktur yang ada,” paparnya. Najmul memastikan, Rp 4 miliar penyertaan tahun 2020 dialokasikan untuk membenahi sarana dan prasarana perpipaan. Modal dari pemerintah pun tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan pemenuhan air bersih sesuai standar pelayanan minimal kepada masyarakat. Namun Bupati berharap, manajemen PDAM tidak patah semangat. Dengan anggaran yang ada dan jalur distribusi yang terbangun, aksesnya dipelihara guna memastikan kelancaran distribusi kepada warga. “Kita menginginkan bagaimana air ini selalu jalan dan dimanfaatkan masyarakat. Tetapi mengambil kebijakan tanpa dasar, (misalnya) kita gratiskan lalu tidak bisa jalan akhirnya, masyarakat semakin teriak lagi,” harapnya. (ari)

Delapan Kecamatan di Lobar Zona Merah Covid-19 Giri Menang (Suara NTB) Kasus positif Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) melonjak menjadi 16 kasus dalam tiga hari terakhir. Lonjakan kasus positif terjadi Rabu (22/4) sore, terdapat tambahan kasus positif berdasarkan hasil swab yang diumumkan Pemprov NTB. Lima kasus tambahan tersebut tersebar di Kecamatan Sekotong, Kuripan, Labuapi, Lingsar, Batulayar dan Narmada. Bertambahnya lima kasus ini, mengakibatkan hampir semua kecamatan di Lobar Zona merah Covid-19, ditambah Kecamatan Kediri dan Gunungsari. Dua ke(Suara NTB/her) camatan yang masih zona hijau, H. Fauzan Khalid yakni Gerung dan Lembar. Lima tambahan kasus positif di Lobar masing-masing, pasien nomor 111 atas nama SH asal Buwun Mas Sekotong. Pasien diketahui pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Pasien nomor 112 atas nama R asal Sigerongan Lingsar, bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Pasien nomor 113 asal Sandik Batulayar atas nama Ny. RPL, Pasien ini memiliki riwayat kontak dengan pasien nomor 30. Keduanya merupakan pasutri saat ini dirawat di RSUD Tripat dalam kondisi baik. Pasien nomor 114 atas nama MS asal Giri Sasak Kecamatan Kuripan dan pasien nomor 115 atas nama AA asal Desa Lembah Sempaga Narmada. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid terus mengimbau masyarakat agar melaksanakan imbauan pemerintah dan MUI, sebab virus ini penularannya begitu cepat. “Kami terus mengimbau masyarakat agar menaati semua imbauan pemerintah dan MUI, tolong ini demi keselamatan kita bersama,” harap bupati, Kamis (23/4). Menurutnya, satu warga yang terkena positif, maka tim melakukan pelacakan ke semua orang yang pernah kontak dengan bersangkutan. Langkah gugus tugas, jelas dia, terus memaksimalkan upaya pelacakan erhadap warga yang kontak dengan pasien. Setelah melakukan pelacakan, barulah warga yang kontak dengan pasien dites cepat. Begitu ada yang reaktif hasil tesnya langsung diisolasi di Sanggar Mutu untuk dilakukan swab. Sementara itu, Camat Kuripan Banu Harli mengatakan, langkah tim gugus kecamatan bersama puskemas langsung turun melakukan pelacakan terhadap keluarga pasien positif di Giri Sasak. Yang dilacak, jelas dia, istri, dua anak dan orang tuanya bersangkutan. Pihaknya bersama kepala desa, puskesmas sudah memperkirakan jumlah yang dilacak sekitar 15 orang lebih, termasuk istri dan anaknya. Di sisi lain, Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan, pasien ini pulang dari Gowa bersamaan dengan jamaah lainnya. Namun tidak menjalani karantina karena dijemput rekannya. Selang dua hari semenjak pulang, ia diperiksa ke puskesmas dan keesokan harinya pulang ke Sekotong, lalu balik lagi mengambil beras. (her)

yang capainnya jauh di bawah harapan dan perlu mendapat perhatian di masa yang akan datang. DPRD Loteng berharap rekomendasi yang diberikan tersebut bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah daerah. Karena apa yang direkomendasikan tersebut memiliki arti penting demi perbaikan pembangunan di masa yang akan datang dan bukan rekomendasi tanpa makna. “Rekomendasi yang diberikan ini memang bersifat saran dan koreksi. Tapi sangat besar maknanya. Karena bisa sebagai catatan strategis yang diharapkan mampu menunjang pembangunan di masa yang akan datang,” tandasn-

ya, seraya menambahkan, penting rekomendasi-rekomendasi tersebut dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Rekomendasi DPRD Loteng itu sudah melalui pembahasan di masing-masing komisi. Pembahasan dilanjutkan kemudian pembahasan oleh gabungan komisi, sehingga sudah sangat komprehensif menyangkut apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat di daerah ini. Terpisah, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., menegaskan komitmen Pemkab Loteng untuk menjalankan rekomendasi yang diberikan DPRD Loteng. Kalaupun kemudian ada rekomendasi yang belum atau tidak bisa dilak-

sanakan, bukan berarti pemerintah daerah tidak mau menjalankan rekomendasi DPRD Loteng. Tetapi tidak semua rekomendasi bisa dilaksanakan oleh pemerintah. Karena bisa jadi apa yang menjadi rekomendasi tersebut, ada kaitannya dengan kebijakan dari pemerintah pusat. “Prinsip kita semua rekomendasi yang diberikan, semaksimal mungkin dilaksanakan. Kalau ada yang berkaitan dengan kebijakan pusat, tentu itu akan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Terpenting, pemerintah sudah ada upaya untuk menjalankan rekomendasi yang diberikan,” pungkas Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini. (kir/*)

(Suara NTB/kir)

SERAHKAN - Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., didampingi unsur pimpinan DPRD Loteng lainnya menyerahkan rekomendasi DPRD Loteng atas LKPJ kepala daerah tahun 2019, kepada Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., Kamis (23/4).

Calon Penerima JPS Kabupaten Ditemukan Bermasalah Giri Menang (Suara NTB) Data calon penerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lombok Barat (Lobar) dinilai masih amburadul, lantaran banyak ditemukan ganda dan meninggal dunia. Pihak desa pun melakukan penyisiran dan sinkronisasi data calon penerima. Hanya saja desa terkendala melakukan sinkronisasi akibat pemerintah desa (pemdes) dipersulit mendapatkan data PKH dan BPNT yang dijadikan bahan untuk sinkronisasi. Pemdes pun berharap agar pemda dalam hal ini, Dinas Sosial (Disos) memberikan data tersebut ke desa. “Kami terkendala melakukan sinkronisasi data, Karena sulit mendapatkan data PKH dan BPNT. Di satu sisi kami lakukan sinkronisasi agar bantuan ini tidak salah sasaran,” ungkap Kepala Desa Babussalam Kecamatan Gerung M. Zaini dalam pertemuan sinkronisasi data yang dilakukan Pemdes Babussalam Kecamatan Gerung, Kamis (23/4). Diakuinya, , kalau tidak diminta “paksa” pihaknya tidak

mendapatkan data asal PKH dan BPNT. Namun secara rinci pihaknya belum mendapatkan data, sehingga tidak bisa dilakukan sinkronisasi data calon penerima, bantuan baik JPS kabupaten dan pusat, serta BLT desa. Pihaknya pun berinisiatif melakukan rapat sinkronisasi dan validasi data calon penerima bantuan dengan melibatkan para kadus dan dihadiri pendamping, TKSK. Dikonfirmasi terkait hal ini,

Kepala Dinas Sosial Lobar, L. Marta Jaya mengatakan terkait data PKH dan BPNT pihak dinas tidak mempersulit desa. Data ini, kata dia, ada operator di desa masing-masing. “Ada semua datanya di masing-masing desa, karena ada operatornya,” imbuh dia. Menurutnya, di operator memiliki data dan bisa diakses oleh desa. Menurutnya, untuk sinkronisasi data diupayakan selesai satu-satu dulu. Sebab

(Suara NTB/her)

RAPAT - Pemdes Babussalam melakukan sinkronisasi data calon penerima bantuan melibatkan kadus dan pihak terkait. banyak data bantuan yang perlu disinkronisasi. Ia berterima kasih atas upaya desa yang berinisiatif seperti di Desa Babussalam yang melakukan sinkronisasi. Pihak dinas juga melakukan sinkronisasi.

‘’Kalau ada temuan data calon penerima bermasalah, pihak dinas sudah menyiapkan formula yang bisa dilakukan koreksi dikirim ke dinas. Perbaiki dulu, nanti kita koreksi sinkronisasi,” ujar dia. (her)

Bupati Tegur Kades Pemusungan Sesait

(Suara NTB/yon)

PERTEMUAN - Pertemuan Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, Wakil Bupati H. Rumaksi bersama tokoh agama terkait kebijakan selama Ramadhan.

Ramadhan, Tim Gabungan Gelar Patroli Awasi Kerumunan Warga Selong (Suara NTB) Memasuki bulan Ramadhan di tengah pandemi virus Corona, Pemkab Lombok Timur (Lotim) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah. Untuk memastikan itu dilakukan oleh masyarakat, pemerintah dan instansi terkait lainnya akan melakukan patroli agar tidak terjadi kerumunan warga. Termasuk menunaikan ibadah Tarawih di rumah untuk sementara waktu. Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, MM, mengatakan jika dirinya sudah menggelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kebijakan beribadah di bulan Suci Ramadhan di tengah pandemi Corona. Di mana, kata dia, berdasarkan arahan Kementerian Agama (Kemenag) RI, kegiatan ibadah kali ini untuk sementara waktu dilaksanakan di rumah. Hal ini untuk menghindari semakin tingginya penyebaran Covid-19. Dalam pertemuan ini, bupati mengungkapkan jika dari seribu

lebih masjid di Kabupaten Lotim, hanya beberapa di antaranya masih melaksanakan Salat Jumat berjemaah di masjid, sehingga tokoh agama dan masyarakat tersebut sudah dipanggil dan diharapkan dapat memberikan imbauan kepada masyarakat terkait arahan Kemenag RI. Termasuk dapat dipatuhi terkait arahan melaksanakan ibadah tarawih di rumah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lotim, TGH. Ishaq Abdul Gani, mengakui jika saat ini para tokoh agama sudah menyatukan persepsi terkait pelaksanaan ibadah di rumah sementara waktu di bulan suci Ramadhan ini. Ia mengingatkan supaya menjadikan bumi sebagai masjid, sehingga dimanapun dapat beribadah. “Mari kita ikuti arahan pemerintah, arahan ulama-ulama kita untuk kemaslahatan dan menghindari fitnah terhadap masjid yang begitu mulia,” terangnya. Terpisah, Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK, mengatakan jika pihaknya akan lebih meningkatkan patroli pada bulan Ramadhan tahun

ini dengan menggelar patroli gabungan bersama sejumlah instansi. Patroli ini dibagi menjadi empat zona, di antaranya zona tengah yaitu Kecamatan Labuhan Haji, Selong, Sukamulia, dan Suralaga. Zona Barat, Kecamatan Masbagik, Pringgasela, Terara, dan Kecamatan Montong Gading. Selanjutnya untuk zona timur, Kecamatan Aikmel, Wanasaba, Suela, Sembalun, Pringgabaya, dan Kecamatan Sambelia. Dan zona selatan terdiri dari Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Kecamatan Jerowaru. Dalam pelaksanaan patroli yang direncanakan rutin digelar selama bulan suci Ramadhan ini, diawali dengan apel bersama seluruh instansi di Lapangan Tugu Selong, Kamis sore. “Patroli ini menyasar kerumunan-kerumunan warga. Pelaksanaan ibadah tarawih di masjid yang untuk sementara ini diharapkan di rumah. Patroli ini lebih kepada edukasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran di tengah pandemi virus Corona,” terang Kapolres. (yon)

Tanjung (Suara NTB) Kepala Desa (Kades) Pemusungan Sesait, Kecamatan Kayangan, Susianto, M.Pd., mendapat teguran dari Bupati Lombok Utara (KLU) Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH. Teguran dikeluarkan lantaran kades memberhentikan 5 perangkat desa. Kelima perangkat desa yang diberhentikan, yakni Kaur TU, Diah Ayu Ardiani, Kaur Umum, Mustafa Kamal. Keduanya memilih mengundurkan diri, karena alasan tidak mampu, dan diberhentikan oleh kades melalui SK No 141/15/Pem.Ds/IV/ 2020 1 April 2020. Selanjutnya, diberhentikan Kasi Pemerintahan, Supianto, dan Kasus Kesejahteraan, Abdurrahman. Kedua kasi dibebastugaskan melalui SK No. 141/16/Pem.Ds/IV/ 2020 1 April 2020 usai diberikan Surat Peringatan 1, SP 2 dan SP 3. Kedua aparat dianggap tidak mampu bekerja lantaran menghilangkan data dan informasi penting desa yang ada di laptop desa. Selain itu, keduanya juga tidak mampu merampungkan LKPPD, LKPJ Desa dan RKP desa sebagaimana tenggat waktu yang diperlukan. Terakhir, Kades juga memberhentikan Sekretaris Desa, Dedi Supriadi, melalui SK No.141/17/ Pem.Ds/IV/2020 tanggal 6 April 2020. Pemberhentian sekdes, karena dianggap cacat hukum sebab tidak memiliki legalitas Ijasah SMA sebagaimana disyaratkan dalam UU dan Perda tentang syarat pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa. Kepala Dinas P2KB PMD Kabupaten Lombok Utara, Drs. H. Kholidi Khalil, MM., Kamis (23/4) membenarkan teguran kepada kades. Bupati mengeluarkan dua teguran, masingmasing melalui surat No.800/ 159/DP2KBPMD/2020 tanggal 7 April 2020. Tidak cukup, teguran kedua kembali dilayangkan melalui surat No. 800/181/

DP2KBPMD/2020, tanggal 20 April 2020 perihal teguran II. Teguran I dan II, berisi poin yang sama. Bahwa pemberhentian perangkat desa sebagaimana tercantum dalam SK Kades Sesait tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Perundangundangan yang berlaku. Kades pun diminta, pertama, mencabut SK pemberhentian (kecuali yang mengundurkan diri) dan mengangkat kembali perangkat desa tersebut sesuai jabatan masing-masing dan mengembalikan hak-hak perangkat kepada yang bersangkutan. Pada teguran II dipertegas lagi, bahwa proses pengangkatan kembali diberikan tenggat waktu selama 7 hari kerja sejak diterimanya teguran II. Apabila dalam waktu 7 hari kerja kades tidak mengindahkan teguran sebagaimana dimaksud, maka akan diberikan tindakan tegas dan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan. Terpisah, Kepala Desa Sesait, tak menyangkal mendapat teguran itu. Namun demikian, ia meyakini pada keputusannya. Ia berkomitmen pada pendiriannya. “Kenapa pecat? Karena kita punya dasar yangkuat.Perangkatyangsayaberhentikan tidak miliki syarat sebagai perangkat,” tegasnya. Ia bahkan tidak gentar dengan ancaman pemerintah kabupaten terhadap sanksi yang akan diberikan, terutama menyangkut sekdes. Ia bahkan siap membuka “borok” pansel tahun 2017 silam yang telah meluluskan oknum yang tidak memenuhi syarat tersebut. “Yang bersangkutan mengklaim tamat SMA, tapi sampai sekarang tidak menunjukkan ke panitia saat itu,” kilahnya, “(Umpama Pak Bupati memberhentikan?) Tidak jadi masalah, silakan. Yang penting saya berbuat baik di masyarakat dan demi masyarakat Sesait,” tambahnya. (ari)

Wartawan Toaq-PWI Berbagi Paket Sembako pada Warga Terdampak Corona Giri Menang (Suara NTB) Memasuki Bulan Ramadhan 1441 H, Wartawan Toaq bersama PWI NTB dan Nasri Umar Foundation melalui Gerakan Bantuan Corona memberikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Corona. Kali ini Bantuan Sembako diberikan kepada lansia dan masyarakat tidak mampu di wilayah Dusun Kapek Bawah, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Gerakan Bantuan Corona pada kesempatan ini menyalurkan sembako sebanyak 20 paket kepada warga terdampak corona utamanya kepada lansia dan masyarakat tidak mampu. Tim Gerakan Bantu-

an Corona mendistribusikan bantuan langsung ke rumahrumah warga terdampak bersama Kadus Kapek Bawah. Hal ini agar tidak terjadi kerumunan masa dalam jumlah besar sesuai dengan SOP dan protokol pencegahan Corona. Koordinator Gerakan Bantuan Corona Arief Rachman mengatakan bahwa bantuan ini diberikan kepada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi bulan Ramadhan. Wabah Corona ini tentu memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, sehingga masyarakat kesulitan dalam membeli kebutuhan pokok. Sementara itu Kepala Dusun Kapek Bawah Baetal

Makmun, S.Pd.I mengatakan bantuan dari Nasri Umar Foundation bersama Wartawan Toaq dan PWI NTB ini sangat membantu masyarakat. Hal ini karena dari 700 KK penduduk di Dusun Kapek Bawah ini sebagaian besar merupakan pedagang di pasar dan rumah potong hewan. Sejak Corona ini sebagian besar masyarakat tidak dapat bekerja sehingga penghasilannya sangat minim dan tidak dapat membeli sembako. Di tempat terpisah, Ketua PWI NTB Nasrudin Zein mengatakan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup masyarakat. Menurutnya, semua pihak harus kerjasama dan gotong royong untuk meringan-

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Nasri Umar Foundation bersama Wartawan Toaq dan PWI NTB melalui Gerakan Bantuan Corona memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Corona. kan beban masyarakat dalam menghadapi wabah Corona ini. Ia menjelaskan bahwa donasi berasal dari sejumlah kalangan seperti alumni UMY,

Senator DPD RI H. Sukisman Azmy, Kepala RRI Mataram, anggota Wartawan Toaq, sejumlah ASN di Lombok Barat dan donatur lainnya. (her)


SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

SUARA PULAU SUMBAWA

Pemdes Konte Persilakan KPH Proses Hukum Otak Perambahan

Masa di Belajar Rumah Kembali Diperpanjang Sumbawa Besar (Suara NTB) Masa Proses Belajar Mengajar (PBM) siswa dari rumah, di Sumbawa rencananya kembali diperpanjang hingga 30 Mei mendatang. Bahkan perpanjangan ini terhitung yang keempat kalinya. Mengingat kondisi Covid yang saat ini masuh terus mewabah. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, H. Sahril S.Pd, saat ditemui, Kamis (23/4) kemarin. Belajar di rumah tidak semata-mata menargetkan pencapaian kurikulum tuntas, tetapi juga dalam kerang(Suara NTB/ist) ka mengedukasi siswa dalam H. Sahril upaya pencegahan Covid 19. Proses belajar di rumah, juga mendorong guru untuk berinovasi terkait strategi pendekatan pembelajaran di rumah. “Hasil evaluasi ternyata salah satu hikmah proses belajar mengajar selama wabah ini, yaitu lahirnya kreatifitas dari guru,” terangnya. Untuk hal ini, kata H. Sahril, Dikbud Sumbawa bekerjasama dengan Universitas Macung Malang menggelar Diklat Online, Sabtu, 25 April 2020. Melalui Diklat ini, diharapkan membantu para guru dalam penyusunan model dan alat bantu pembelajaran daring (online) menggunakan aplikasi epmudo maupun luar jaringan (Luring). Nantinya para guru akan dilatih oleh dosen yang menguasai aplikasi dimaksud. (arn)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Desa (Pemdes) Konte Kecamatan Kempo, mempersilahkan KPH Tambora mengambil langkah hukum terhadap dua terduga otak perambahan area mata air Oi Kalo Sori Lindu di Dusun Sambi. Hal itu mengingat upaya pembuatan surat pernyataan tak mau diindahkan. Terutama oleh Dd yang berstatus perangkat desa. Kepala Desa (Kades) Konte, Muhtar Ahmad dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/4) menjelaskan, permintaan KPH agar dua terduga otak perambahan membuat surat pernyataan dengan difasilitasi pemerintah desa sudah dilakukan. Namun demikian, satu orang diantaranya yakni Dd menolak dengan alasan bukan saja dirinya yang merambah area mata air tersebut. “Karena saya sudah panggil untuk buat pernyataan tapi tidak mau, ya silahkan KPH ambil langkah hukum,” terangnya. KPH selaku unit teknis dari Dishut NTB di daerah, lanjut dia, mestinya tidak perlu melimpahkan perkara ini ke desa. Jika kedapatan melanggar dan cukup barang bukti, maka terduga pelakunya harus ditindak sesuai hukum tanpa kompromi. Karena ketika persoalan berlarut seperti kasus yang melibatkan salah seorang perangkatnya itu, pemerintah desa akhirnya dikecam masyarakat. Bahkan dianggap melakukan pembiaran atau bersekongkol dengan para pelaku. Ditegaskan Muhtar Ahmad, imbauan agar tidak merambah area mata air untuk penanaman

Masih Verifikasi Data, Penyaluran JPS Kota Bima Terlambat Bima (Suara NTB) – Penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Kota (Pemkot) Bima agak sedikit terlambat jika dibandingkan realisasi JPS Gemilang Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Bima RAMAH Pemerintah Kabupaten Bima. Kabarnya penyaluran JPS Gemilang dan Bima RAMAH akan direalisasikan sebelum bulan Ramadhan. Sedangkan penyaluran JPS Pemkot Bima hingga kini belum diketahui jadwalnya. Juru bicara Tim Gugus Tugas (Suara NTB/Dok) Pencegahan Covid-19 Kota Abdul Malik Bima, H. Abdul Malik, SP, M.AP, mengatakan pihaknya melalui OPD teknis yakni Dinas Sosial (Dinsos) hingga kini masih melakukan verifikasi dan validasi (verval) data. “Terkait JPS Kota Bima, masih dilakukan verval penerima,” katanya kepada Suara NTB, Jum’at (23/4). Menurutnya proses verval yang dilakukan hingga kini karena ingin memastikan bantuan yang disalurkan nanti tidak tumpang tindih dengan bantuan JPS Pemprov dan BLT. “Karena bantuan nanti ada tiga jenis. Ada yang dari Pusat berupa BLT, Pemprov berupa JPS Gemilang dan dari Pemkot sendiri,” katanya. Berdasarkan koordinasi dengan Dinsos, lanjut Malik penyaluran JPS Pemkot Bima akan mulai direalisasikan dalam waktu cepat, namun setelah semua Verval rampung dan tuntas. “Setelah rampung dan tuntas Verval, Dinsos akan langsung action di lapangan,” katanya. Menurutnya dalam program JPS, Pemkot Bima sudah menyiapkan anggaran khusus sebanyak Rp5 miliar dari Rp14 miliar dana yang disiapkan menangani covid-19 di Kota Bima. “Anggaran tangani covid-19 di Kota Bima yang disiapkan Rp14 miliar. Dari anggaran itu termasuk anggaran untuk program JPS sebesar Rp5 miliar,” katanya. Apakah jenis JPS Kota Bima berupa uang tunai atau sembak ? Malik menegaskan berdasarkan pembahasan bersama OPD terkait, bantuan JPS yang disalurkan nanti berupa sembako. “Berupa sembako, nominalnya Rp200 ribu perKK. Untuk teknis penyaluran nanti Dinsos yang paham,” katanya. Malik menambahkan lebih awal penyaluran JPS Gemilang dan JPS Kabupaten Bima besar kemungkinan menggunakan anggaran tidak terduga. Sedangkan di Kota Bima dana tak terduga sudah dihabiskan untuk penanganan covid-19. “Ini juga menjadi alasan kita belum salurkan JPS,” pungkasnya. (uki)

jagung, sudah seringkali disampaikan saat hajatan-hajatan keluarga. Namun, tak pernah digubris masyarakat, bahkan kabarnya, tidak saja warga. Oknum keluarga anggota KPH pun ikut melakukan perusakan itu. “Sesuai kewenangan tangkap orang itu, jangan ragu-ragu. Kalau kedapatan tangkap, bukan saja orang Konte atau Kempo, banyak orang yang rambah itu. Informasinya ada anggota KPH yang merambah,” ujarnya. Mata air Oi Kalo Sori Lindu di Dusun Sambi, merupakan satu-satunya harapan bagi irigasi pertanian warga di beberapa desa. Karenanya, aktivitas yang sudah mulai mengurangi debit air ini tak boleh dibiarkan. KPH Tambora harus berani mengambil tindakan tegas tanpa pilih bulu. “Kewenangan kita di desakan sebatas memberi himbauan saja. Dan itu sudah sering kita sampaikan,” pungkasnya. (jun) (Suara NTB/Ist Farid)

PERAMBAHAN - Tampak bekas perambahan di mata air Oi Kalo Sori Lindu Desa Konte makin masif terjadi, seperti yang tampak pada gambar yang diambil Jumat (17/4) lalu.

Edaran Bupati Sumbawa, Pengembalian Kerugian Negara Stagnan Safari Ramadhan Ditiadakan Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait bulan suci Ramadhan 1441 H. Tentang panduan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 di Sumbawa. Diantaranya, meniadakan kegiatan safari ramadhan, dan tidak melaksanakan shalat tarawih berjemaah di masjid dan mushala. Imbauan lainnya, seperti disampaikan Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Arif Alamsyah S.STP, M.Si, buka puasa bersama yang dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, msjid ataupun mush-

(Suara NTB/dok)

Arif Alamsyah ala agar ditiadakan. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga

inti. Tidak perlu sahur off the road atau buka puasa bersama. Tadarrus dilakukan di rumah masing masing. Selain itu, peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabliq dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar baik di lembaga pemerintahan, swasta, masjid ataupun mushallah ditiadakan. Begitu pula dengan pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjemaah baik di Mesjid ataupun di lapangan juga ditiadakan. “Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Namun SE ini bisa berubah sewaktu waktu sesuai situasi dan kondisi daerah,” tukasnya. (arn)

Angka Stunting di Sumbawa Menurun Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa terus memaksimalkan langkah dalam percepatan penurunan dan penanggulangan stunting. Dengan berbagai aksi penanganan yang dilakukan, angka stunting mengalami penurunan. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, Abdul Malik, S. Sos didampingi Kasi Gizi Masyarakat, Sri Haryati, mengakui dalam dua tahun terakhir pihaknya sudah bergerak menurunkan angka stunting. Data awal berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka stunting Sumbawa sebesar 41,82 persen atau dibulatkan 42 persen di tahun 2017. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah tertinggi angka stunting di Provinsi NTB. Menyikapi hal ini, Pemkab Sumbawa melakukan pecepatan penurunan angka stunt-

(Suara NTB/dok)

Akhir Pekan, Penyaluran JPS Gemilang di KSB Taliwang (Suara NTB) Penyaluran Jaring Pengaman Sosil (JPS) Gemilang - bantuan Pemerintah Provinsi (Pemperov) NTB kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) direncanakan akhir pekan ini. Kepala Dinas Sosial (Disos) KSB, H. Syaifuddin mengatakan, Badan Urusan Logitik (Bulog) yang diberi tugas mendistribusikan bantuan Pemprov NTB itu di KSB telah mengkonfirmasi rencana tersebut ke pihaknya. “Katanya Bulog sih, kemungkinan lusa (Sabtu),” terangnya ke(Suara NTB/ist) pada Suara NTB, Kamis (23/4). H. Syaifuddin Masih berdasarkan konfirmasi pihak Bulog, ia menjelaskan, sementara ini bantuan berupa paket sembako tersebut masih dalam persiapan. Beberapa komoditi yang masuk dalam item bantuan masih menunggu dikirimkan dari produsen penyedia komoditi. “Kami tidak tahu pasti Bulog mengemas paket bantuan itu di mana. Tapi katanya ada beberapa item barang yang masih mereka tunggu,” sebutnya. Di KSB sendiri, bantuan JPS Gemilang diperuntukkan bagi 2.535 kepala keluarga (KK). Diterangkan H. Syaifuddin, data-data penerima tersebut sebelumnya telah diverifikasi secara ketat dan berjenjang mulai di tingkat desa hingga ke kabupaten, sebelum akhirnya diusulkan ke provinsi. Sesuai ketentuan lanjut dia, penerima JPS Gemilang tidak boleh menjadi peserta penerima bantuan lain yang sumbernya dari pemerintah. Baik itu bantuan dari pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan paket-paket bantuan lain dari pemerintah kabupaten/kota maupun desa yang saat ini tengah mempersiapkan bantuan serupa untuk mengatasi dampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). “Kami secara berjenjang sudah mengecek data-data yang diusulkan ke provinsi itu. Jadi penerima JPS Gemilang dari provinsi itu dapat kami pastikan tidak tercatat sebagai penerima bantuan bentuk lain yang sumber anggarannya dari pemerintah,” sambung mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB ini. Meski proses pendistribusiannya ditangani langsung oleh Bulog, H. Syaifuddin menambahkan, pihaknya tetap akan turut melakukan pendampingan di lapangan. Sebab distribusi bantuan itu rencananya akan disalurkan ke desa melalui jasa pengiriman. “Kami fasilitasi supaya jatah distribusi ke desa-desa sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Kita tentu tidak ingin terjadi kesemrautan sehingga tersendat pendistribusiannya,” pungkasnya. (bug)

Halaman 5

Abdul Malik

ing secara komprehensif dan terpadu, sesuai dengan yang diprogramkan pemerintah pusat. “Sehingga kita melakukan 8 aksi konvergensi sesuai dengan arahan pusat, provinsi dan beberapa inovasi daerah. Langkah konvergensi stunting diawali dari bulan Oktober 2017,” ungkapnya. Dari upaya yang dilakukan, berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, Sumbawa masih menduduki urutan ke 8 angka stunting. Meskipun urutannya masih di atas, namun sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017. “Dalam arti persentase stunting menurun kalau dari hasil Riskesdas tahun 2018. Yakni dari 42 persen menjadi 33,11 persen,” terangnya. Dijelaskannya, data hasil riskesdas ini menggunakan sampling dengan 300 sampel perwilayah. Adapun jika melihat hasil sampling, menurutnya tidak untuk digeneralisasi. Karena stunting berkaitan dengan individu dan intervensinya juga secara individu. Sehingga dari pekan penimbangan yang dilakukan di tahun 2018, angkanya menurun. “Kalau misalnya hanya mengambil sampel 300, kemudian merepresentasikan bahwa Sumbawa stunting tinggi, dirasa tidak pas. Sehingga dilakukanlah aksi pekan penimbangan. Ini dilakukan tiga kali dalam setahun. Februari, Agustus

dan November. Kemarin di bulan November 2018, kita mendapatkan angka 10,85 persen. Dari hasil riskesdas, itu berarti turun,” sebutnya. Kemudian, di tahun 2019, Sumbawa juga mengalami penurunan meskipun sedikit. Tetapi ada perbedaan antara tahun 2018 dengan tahun 2019, denominator/penyebutnya berbeda. Tahun 2018, pihaknya menggunakan pembilangnya seluruh balita, sehigga kelihatan kecil ada 45 ribu balita. Namun pada tahun 2019, denominatornya menggunakan jumlah balita yang ditimbang saja. “Sehingga kalau kita konversikan ke 2018, sebenanarnya Sumbawa hanya 8 persen angka stunting. Cuma memang kita harus ekspose sesuai dengan rumus yang berlaku. Jadi tetap 10 koma sekian persen. Cuma menurun memang,”bebernya. Penurunan angka stunting ini, diakuinya berkat kerjasama lintas sektor. Karena stunting ini, tidak bisa diturunkan secara sendiri. Dikes saja hanya memiliki kontribusi 20 sampai 30 persen untuk menurunkan stunting. Cuma memang kebijakannya, dalam arti regulasinya sebagai kesekretariatan itu ada di Dikes. Pelaksana utama adalah lintas sektor yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan dan Penanggulangan Stunting (TP3S). “Ada intervensi spesifik dan sensitif. Yang spesifik itu Dinas kesehatan sendiri. Sensitif itu lintas sektor termasuk organisasi profesi. Makanya dibentuklah Tim Tim Percepatan Penurunan dan Penanggulangan Stunting (TP3S) yang diketuai oleh Sekda Sumbawa. Di dalamnya ada semua kepala OPD terkait,” tukasnya. Mengenai target penurunan angka stunting setiap tahunnya, tidak disebutkan secara rinci. Di mana untuk persentase, ada masing-masing ringnya. (ind/arn/*)

Taliwang (Suara NTB) Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, mengaku belum ada kemajuan terhadap pengembalian kerugian negara yang mencapai angka Rp434 juta. Bahkan saat ini tercatat baru sekitar 30 persen yang sudah dikembalikan dengan total Rp30 juta. Parahnya lagi untuk bulan April pengembaliannya stagnan meski para penunggak sudah diingatkan. “Untuk bulan April tidak ada kemajuan pengembalian tunggakan kerugian negara sejak terakhir bayar bulan Maret. Kami juga tidak bisa memaksa karena bukan kewenangan dan belum sepenuhnya diserahkan ke kami. Makanya solusi terakhir kami menunggu kebijakan Pemerintah selaku pemberi kuasa untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Kajari KSB kepada Suara NTB melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Purning Dahono Putro SH, Kamis (23/4). Sebenarnya Kajati sudah menyarankan agar para penunggak disidangkan melalui proses perdata dan pidana. Tetapi untuk saat ini, pihaknya mengaku belum mengambil kesimpulan, karena beberapa pertimbangan. Salah satunya jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatannya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk sidang. Bahkan jika proses

sidang dimenangkan, pihaknya juga merasa kesulitan untuk melakukan eksekusi sesuai putusan hakim atas kasus itu. “Kami belum berani melanjutkan kasus ini ke ranah perdata dan pidana, karena ratarata kerugian per orangnya tidaklah besar, sementara biaya sidang yang akan kita keluarkan sangat tinggi,” sebutnya. Adapun alasan penunggak temuan kerugian tersebut tidak melakukan pengembalian karena mereka mengaku sudah tidak memiliki uang. Maka dari itu, pihaknya berencana melaporkan masalah ini pimpinan daerah untuk proses selanjutnya atas persoalan itu. Jika petunjuk Wakil Bupati selaku pemberi kuasa kasus ini dilanjutkan, maka pihaknya akan memanggil para penunggak dimaksud. Sementara yang berpotensi dilimpahkan ke Pidsus yakni kasus Datu Mersing dengan total kerugian sebesar Rp210 juta. Pertimbangan utama yakni nilai kerugiannya yang dianggap cukup tinggi dibandingkan dengan kasus yang lain. “Tidak semuanya kita alihkan ke ranah pidana jika mereka tetap membandel. Karena jika kita pukul rata dilimpahkan ke Pidsus dengan kerugian yang sedikit kita yang kewalahan nanti,” tukasnya. (ils)

Pemeriksaan di STP, Pemkab Sumbawa Beri Dukungan Anggaran Sumbawa Besar (Suara NTB) Setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, pemeriksaan sampel swab pasien Covid-19 kini sudah bisa dilakukan di Sumbawa Technopark (STP). Menindaklanjuti hal ini, Pemkab Sumbawa juga akan memberikan dukungan anggaran. Kepala Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, M.M didampingi Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si membenarkan hal tersebut. Dukungan anggaran ini diakuinya untuk tambahan pembelian reagen dan operasional seperti honorarium. Karena pihaknya menginginkan banyak orang yang bisa dilakukan pemeriksaan. “Kita karena ingin banyak orang, semua ODP kalau bisa kita uji. Maka kita bantu untuk pembelian tambahan reagen. Untuk dana tambahan mereka untuk honor-honor sudah kita alokasikan,” ujarnya, Kamis (23/4). Terhadap tambahan reagen, jelasnya, anggarannya dialokasikan melalui Dinas Kesehatan (Dikes). Sedangkan untuk biaya operasional dalam bentuk honor sejumlah tenaga dialokasikan melalui Bappeda. Karena diakuinya STP juga

(Suara NTB/ind)

H. Hasan Basri berada di bawah Bappeda. Begitu pula penunjukan direktur berdasarkan SK Bupati Sumbawa. “STP itu lembaga induknya adalah Bappeda. Sedangkan direkturnya itu ditunjuk oleh SK Bupati langsung. Jadi STP itu punyanya Pemda,” ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, juga sudah ada SK Bupati yang menunjuk STP dalam rangka membantu gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Sumbawa. “Sejak Awal dia sudah jadi anggota gugus tugas. Selain sebagai gugus tugas, STP juga direkturnya sebagai ketua Dewan Riset Daerah,” tukasnya.(ind/arn)


PENDIDIKAN

SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

Halaman 6

Tak Miliki Sarana Daring Tetap Berpikir Positif FASE saat ini merupakan fase yang tersulit dihadapi semua orang. Sistem pendidikan yang telah dirancang begitu apik, nampak tak berjalan baik akibat virus Corona yang mendera hampir sebulan lebih lamanya. Pertemuan tatap muka sebagai media pembelajaran efektif kini terhenti. Tergantikan dengan pembelajaran daring. Tentu saja, meski ada harapan di balik model belajar seperti (Suara NTB/dys) ini, namun tetap saja kurang. Sri Hartini Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini, mengajak untuk senantiasa berpikir positif pada seluruh muridnya. Dikatakannya berpikir positif pada situasi ini merupakan cara terbaik menghadapi masalah. Dijelaskannya, wabah Corona merupakan masalah dunia. Kini semua aktivitas jadi lumpuh. Akibatnya, pekerjaan yang dulu bisa dikerjakan tatap muka, kini semuanya beralih menggunakan mesin teknologi digital. Termasuk pula belajar. “Mari terus kita berjuang memberikan yang terbaik buat putra putri kita,” ujarnya, Kamis (23/4). Dia juga mengingatkan agar para muridnya tidak mudah putus asa. Apapun kondisi yang kita hadapi agar senantiasa bersyukur. Karena situasi ini pada dasarnya juga memberikan banyak pelajaran pada kita semua. “Walau kita di dalam situasi yang sulit seperti ini jangan berputus asa,” urainya. Dengan berpikir positif tambahnya, paling tidak beban tekanan dalam menghadapi wabah Corona bisa mengikis. Mengingat masalah itu tergantung dari bagaimana cara kita menyikapi masalah tersebut. “Untuk para murid kami pada umumnya lakukan dan berbuatlah yang terbaik untuk bangsa dengan belajar di rumah dan untuk sementara waktu sampai dengan wabah ini berlalu,” ujarnya. Di samping itu dia berpesan agar mereka tetap pula menjaga kesehatan. Misalnya tetap menggunakan masker dan tidak keluar rumah untuk hal hal yang tidak penting. “Ingatkan pada keluarga semua tentang jaga kebersihan dan masker serta ikuti anjuran dari pemerintah,” tutur Hartini. (dys)

Penugasan Imbas Jadi Solusi Sekolah pada Siswa

Mataram (Suara NTB) Kendala sarana saat pembelajaran mandiri di rumah secara dalam jaringan (daring) bisa disiasati oleh pihak sekolah melalui penugasan imbas. Siswa yang memiliki sarana dan berdekatan rumah dengan siswa yang tidak memiliki sarana bisa memberikan info mengenai pembelajaran atau tugas. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Muhammad Fauzan, mengakui tidak semua siswa memiliki sarana seperti telepon genggam berbasis Android. Model penugasan imbas yang akan diberikan kepada siswa yang tidak memiliki sarana. Penugasan itu dengan cara siswa yang kebetulan berdekatan rumah saling berbagi informasi mengenai pembelajaran dan tugas.

“Modelnya penugasan imbas, anak-anak yang kebetulan berdekatan rumah saling menginfokan mengenai tugas dan pembelajaran. Memang tidak bisa maksimal,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Purni Susanto, S.Pd, M.Ed., mengatakan, untuk beberapa sekolah yang kesulitan menggunakan mode daring,

karena kondisi geografis dan daerah terpencil, pihaknya tetap memotivasi agar memfasilitasi belajar siswa di rumah dengan sistem penugasan. Penugasan siswa di rumah dikoordinir wali kelas masing-masing. “Sekolah yang belajar offline kami motivasi agar tetap melakukan penugasan berkala kepada siswanya dan tetap memberikan laporan hasilnya kepad Dinas Dikbud NTB,” ujar Purni. Kepala SMAN 1 Mataram,

Kun Andrasto melalui Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Burhanudin, menyampaikan pihak sekolah melaporkan setiap periode kegiatan pembelajaran daring. “Tanggal 27 nanti periode ke tiga kami melaporkan ke dinas. Dilaporkan proses dan hambatannnya,” kata Burhanudin. Burhanudin mengatakan, pada dasarnya tidak ada banyak kendala selama pembelajaran daring. Pembelajarana menggunakan jadwal pelajaran seperti biasa. Guru memberikan materi, tugas, dan ulangan harian. “Memang ada beberapa anak yang tidak aktif tapi itu diselesaikan oleh wakasek,” katanya. (ron)

(Suara NTB/ron)

H. Muhammad Fauzan

Masuki Tahun Ajaran Baru

Ponpes Nurul Madinah Buka Jenjang MA Plus Giri Menang (Suara NTB) Adanya wabah Corona tidak membuat sejumlah lembaga pendidikan seperti pondok pesantren (ponpes) surut dalam berinovasi. Semangat inovatif terus menjadi semangat di tengah keberlangsungan pendidikan serba terbatas akibat Corona. Ponpes Nurul Madinah yang terletak di Desa Pelulan, Kuripan, Kabupaten Lombok Barat tak gentar menghadapi situasi ini. Lembaga pendidikan agama yang sebelumnya telah membuka sejumlah jenjang pendidikan ini akan membuka jenjang Madrasah Aliyah (MA) Plus. Pimpinan Ponpes Nurul Madinah TGH Muhammad Subki Sasaki, mengaku pada tahun ajaran baru yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya akan membuka jenjang MA Plus. “Ponpes Nurul Madinah Pelulan Kuripan Lombok Barat saat ini juga membuka lembaga baru yaitu Aliyah Plus,” ujarnya belum lama ini. Menurutnya, MA Plus merupakan suatu lembaga pendidikan yang integral dengan lembaga pendidikan SMK, sehingga nantinya, siswa-siswi MA Plus ini akan diberikan semacam praktik dan bisa mengikutinya sesuai kecenderungannya. Dikatakan Nurul Madinah, saat ini terdapat SKM dengan Jurusan Keperawatan, Perkantoran dan Perhotelan. Semua lembaga SMP, Aliyah Plus dan SMK Islam. “Bagi yang mondok mendapatkan pelajaran ilmu-ilmu keislaman dan praktik Bahasa Arab, Inggris dan Jepang. Ujian pondok kami kirim ke grup dan diserahkan ke kami lewat online juga sebagai syarat mendapatkan ijazah pondok (syahadah dakhiliyah),” terang Subki Sasaki. Sementara untuk pendaftaran santri baru, pihaknya menyediakan layanan pendaftaran secara daring. “Pendaftaran juga dilakukan melalui online untuk jangkauan jauh. Adapun untuk wilayah yang dekat kami langsung secara manual,” urainya. (dys)

Tradisi Jelang Ramadhan

Santri TPQ Gelar Perpisahan Mataram (Suara NTB) Ada tradisi unik dilakukan masyarakat jelang memasuki bulan Ramadhan. Ada yang melakukan ziarah kubur. Di sana mereka berdoa hingga bersih-bersih di sekitar area pekuburan. Lalu ada pula tradisi perpisahan yang digelar para santri Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Perpisahan digelar sebagai simbol terhentinya sementara proses belajar mengajar Qur’an di TPQ selama Ramadhan. Seperti dilakukan santri TPQ yang dikelola Remaja Darul Hikmah Islamic Pesantren (RDHIP) Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Pengurus TPQ RDHIP Ahmad Hulaimi, mengaku tradisi perpisahan santri TPQ ini rutin digelar setiap tahun. Perpisahan dilakukan dua atau tiga hari sebelum Ramadhan. Perpisahan ini menjadi pertanda seluruh aktivitas belajar Al-Qur’an di TPQ diliburkan sementara waktu. “Libur sementara dulu selama bulan Ramadhan,” ujarnya. Lebih jauh dia menjelaskan jika tradisi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Entah sudah dimulai sejak kapan, namun sejak dahulu kebiasaan perpisahan jelang memasuki bulan Ramadhan rutin dilaksanakan. “Jadi sudah jadi kebiasaan rutin di sini setiap tahun pas bulan puasa,” ujarnya. Saat tradisi ini berlangsung, setiap santri TPQ membawa sejumlah makanan. Biasanya berupa nasi ataupun jajan. Nasi dan jajan yang dibawa itu selanjutnya disajikan bersama para guru TPQ dan santri lainnya untuk dimakan bersama-sama. “Kita makan bareng semua yang dibawa para santri,” tuturnya. Selama perpisahan digelar para santri diarahkan untuk senantiasa mengisi kegiatan bulan Ramadhan dengan aktivitas bermanfaat. Misalnya dengan tadarusan di rumah, mengerjakan tugas belajar dari sekolah dan membantu orang tua. “Kita minta agar melakukan hal-hal positif selama libur. Jangan sampai selama puasa ini kebiasaan ngaji di TPQ jadi hilang. Mereka bisa ngaji di rumah sementara ini,” tegasnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

TRADISI - Suasana perpisahan santri TPQ RDHIP jadi tradisi jelang memasuki bulan Ramadhan.

(Suara NTB/ist)

TUGAS MANUAL - Akibat pandemi Corona memaksa sekolah harus diliburkan. Hal ini membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak maksimal. Banyak cara sekolah agar KBM bisa berlangsung. Ada lewat pembelajaran dalam jaringan (daring), penugasan lewat WhatsApp Group hingga lewat aplikasi tatap muka. Sementara bagi sekolah yang belum memiliki jaringan internet bagus dan tidak semua wali murid punya fasilitas komunikasi, guru datang ke rumah murid. Seperti yang dilakukan guru SDN 2 Batuyang Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur yang mendatangi rumah murid untuk memberikan tugas belajar rumah secara manual.

STIE AMM Tetap Laksanakan Perkuliahan Daring Selama Ramadhan Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram akan tetap melaksanakan perkuliahan secara dalam jaringan (daring), termasuk saat memasuki bulan Ramadhan. STIE AMM memang sudah memperpanjang penghentian perkuliahan dan pembimbingan secara tatap muka sampai dengan 30 Mei 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Kabag. Humas STIE AMM,

Ahmad Bairizki, SE., MM., pada Kamis (23/4) mengatakan, terkait perkuliahan masih disesuaikan dengan cara belajar daring atau online. “Nanti bila ada informasi baru akan kami sampaikan lagi,” katanya. Terkait kegiatan bimbingan skripsi dan penugasan lainnya dilakukan dengan cara daring melalui arahan masing-masing dosen pegampu mata kuliah. Sementara untuk UTS secara daring di STIE AMM telah dilaksanakan pada awal bulan

April. UTS menggunakan Virtual Class e-campuz STIE AMM, dan beberapa portal daring lain yang disesuaikan seperti Google Class Room, Zoom, dan sebagainya. Ada juga yang mengerjakan UTS via WhatsApp dan surat elektronik. Di samping itu, Bairikzi menjelaskan, di tengah Pandemi Covid-19 ini, Kampus STIE AMM Mataram tetap membuka konter pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020-2021. Pelayan-

Kegiatan Ramadhan

SMPN 14 Mataram Jadwalkan Tadarus Online Mataram (Suara NTB) Memasuki bulan Ramadhan, siswa-siswi di Kota Mataram masih akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah atau work from home. Ini disebabkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Mataram kembali memperpanjang masa libur siswa hingga usai Idul Fitri. Sekolah-sekolah kini pun mulai merancang jenis kegiatan belajar mengajar siswa selama Ramadhan. Jika sebelumnya mereka belajar secara daring, kini sekolah mempersiapkan kegiatan Tahfidzul Qur’an Online. Kepala SMPN 14 Mataram H. Hamim Tohari, menjelaskan pihaknya telah merancang berbagai kegiatan yang akan berlangsung pada saat bulan Ramadhan. Salah satunya yang disepakati ialah kegiatan Tahfidzul Qur’an Online. Pada kegiatan belajar mengajar secara normal saat bulan Ramadhan selalu diisi dengan kegiatan peningkatan iman dan takwa pada siswa. Begitupun kini, upaya itu terus dilakukan dengan cara berbeda. Meski demikian semangatnya tetap sama. “Program Ramadhan 2020 sudah kami bahas dengan tim pembina imtaq adalah Program Tadarus dan Tahsin Al-Qur’an online,” kata Hamim, seraya menambahkan pro-

(Suara NTB/dys)

RAPAT - Rapat persiapan pelaksanaan program selama Ramadhan di SMPN 14 Mataram, Kamis (23/4). gram lain yang disepakati akan dilakukan pihak sekolah selama Ramadhan ialah Program Tahfidzul Qur’an untuk Juz Amma. “Semua dilakukan secara online,” tuturnya. Menurutnya, secara teknis, pelaksanaan semua program sekolah selama Ramadhan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp (WA). Media ini bisa dijangkau seluruh siswa di tempatnya. “Media yang digunakan WhatsApp,” terangnya. Nantinya, setiap pekan guru agama atau tim imtaq memprogramkan memberikan target pada siswa yang harus mereka penuhi setiap pekannya. Hasil belajar itulah yang kemudian dilaporkan dan dilakukan penilaian. “Hasil belajarnya direkam dan dikirim ke tim untuk dinilai. Jika sudah tidak

terdapat kekeliruan dalam hafalannya diberikan tambahan yang harus dihafalkan,” tambahnya. Tentu saja belajar dengan cara seperti ini harus terus diadaptasi para siswa lantaran kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan pertemuan tatap muka. Di samping itu saat Ramadhan ini, pihaknya juga telah merencanakan dilakukan perbaikan musala, mengingat jumlah siswa setiap tahun bertambah. “Saat ini kelas 9 sebanyak 7 rombel, Kelas 8 sebanyak 8 rombel, Kelas 7 sebanyak 9 rombel. Guru dan pegawai masuknya menggunakan sistem piket,”tutup mantan guru SMPN 7 Mataram ini. (dys)

an pendaftaran dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Sabtu pukul 08.00 sampai dengan 12.00 wita. “Di sana akan ada petugas yang siap melayani para calon mahasiswa baru. Ada pun alur pendaftaran secara online yaitu mahasiswa terlebih dahulu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp250.000,- di Bank BTN CP Airlangga, Mataram. Kemudian mahasiswa membawa bukti pembayaran bank kepada panitia pendaftaran maha-

siswa baru untuk mendapatkan nomor pendaftaran dan password secara online. Kemudian mereka nantinya mengisi formulir pendaftaran secara online dengan cara login pada laman http://stieamm.ecampuz.com/ gtadmisi menggunakan nomor pendaftaran dan password yang telah diberikan. “Setelah itu baru mereka mencetak bukti pendaftaran atau kartu ujian, untuk waktu ujian tertera pada kartu ujian tersebut,” jelas Bairizki. (ron)

Juknis PPDB Seharusnya Disosialisasikan Sebelum Diterbitkan Mataram (Suara NTB) Dewan Pendidikan Provinsi NTB menyarankan agar Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 disosialisasikan masif ke masyarakat sebelum diterbitkan atau disahkan. Cara itu diperlukan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB bisa memperoleh masukan lebih awal, sehingga tidak perlu menjadi polemik atau kekeliruan ketika juknis disahkan. Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Rumindah pada Kamis (23/4) mengatakan, sosialisasi Juknis PPDB harus dipercepat. Sosialisasi secara masif sebaiknya dilaksanakan pra juknis itu ditetapkan. “Kalau bisa disosialisasikan lebih awal, siapa tahu ada kritik yang membangun, bisa menyempurnakan juknis,” sarannya. Menurutnya, lebih banyak manfaat yang diperoleh jika Juknis PPDB disosialisikan ke masyarakat sebelum juknis ditetapkan. Kalau kritik sebelum ditetapkan, ada kesempatan bagi Dinas Dikbud untuk memperbaiki. Namun ketika kritik terhadap Juknis PPDB dilakukan setelah ditetapkan, maka akan sulit untuk memperbaikinya. “Tapi kalau sekarang disosialisasikan ada masukan, memperkecil kemungkinan terjadi penyimpangan dari juknis,” ujarnya. Rumindah menekankan, pada pembuatan Juknis PPDB, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dinas Dikbud NTB harus mengikuti ketentuan pemerintah pusat. Selain itu, untuk daerah tertentu, sebaiknya tidak terlalu kaku, karena ada beberapa daerah yang tidak bisa seratus persen ikut aturan dari Pusat teruta-

(Suara NTB/dok)

H. Rumindah ma yang secara geografis tidak bisa mengikuti. “Di kota biasanya ada saja masalah nanti. Harus benar-benar diperhtiungkan zonasinya,” katanya. Dinas Dikbud NTB sedang menyempurnakan Juknis PPDB. Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, pada pekan depan akan dilakukan sosialisasi. Pihaknya sengaja melakukan sosialisasi lebih awal, sehingga masyarakat bisa mengetahui ketentuan PPDB lebih awal. Juga bisa memahami secara lengkap mengenai aturan PPDB. “Kami akan uji publik, artinya disosialisasikan lebih awal untuk mendapatkan respons masyarakat,” ujarnya. Aidy juga menyampaikan, PPDB nanti tetap menggunakan batas kuota sesuai daya tampung. Saat ini satu rombel diisi maksimal 36 siswa. Pihaknya juga mengupayakan tidak ada pembukaan pendaftaran lagi di luar jadwal yang sudah ditentukan. “Kemendikbud sebut begitu 36 satu rombel, tanpa boleh membuka kelas baru lagi,” ujarnya. (ron)


SUARA NTB

SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

Halaman 7

Hasil Survei, Kenerja Dunia Usaha Turun Drastis Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia melakukan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilaksanakan di NTB. Pada Triwulan I tahun 2020 hasilnya menunjukkan kegiatan dunia usaha sangat menurun. Penurunan kinerja dunia usaha terutama terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian dan konstruksi.

(Suara NTB/bul)

SEMBAKO - Samsuri Prawiro Hakki menyerakan paket sembako kepada salah satu rumah tangga sasaran untuk mengurangi dampak ekonomi sosial akibat Covid-19

Kurangi Dampak Covid-19

Krida Toyota Bagikan Paket Sembako dan APD

“Wabah Covid-19 di awal tahun 2020 menjadi salah satu penyebab dari turunnya kinerja sektor tersebut,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Achris Sarwani, Kamis (23/4) kemarin. Sektor perdagangan besar dan eceran, menyatakan bahwa rata-rata penjualan mereka pada Bulan Januari dan Februari tercatat meningkat jika dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama di tahun 2020.

Namun memasuki pertengahan Bulan Maret, penjualan tercatat menurun signifikan sekitar 20-30%. Dikarenakan mulai diberlakukannya pembatasan jam operasional, serta kekhawatiran masyarakat untuk beraktifitas di luar rumah. Pelaku usaha di sektor transportasi dan penyediaan akomodasi dan makan minum juga menyatakan hal yang senada, kata Achris. Dimana sejak munculnya

wabah Covid-19, penjualan pelaku usaha di sektor transportasi dan penyediaan akomodasi dan makan minum turun drastis. Penurunan penjualan pada sektor tersebut terutama didorong oleh imbauan pembatasan pergerakan manusia oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini berdampak pada jumlah perjalanan dan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara turun drastis,

tercermin dari menurunnya jumlah penumpang pesawat dan tingkat hunian. Penurunan kegiatan Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), juga menjadi faktor penyebab turunya pendapatan pelaku usaha di sektor akomodasi dan makan minum. Sementara itu, pada sektor pertanian, penurunan pendapatan disebabkan oleh pola musiman pertanian yang belum memasuki puncak masa panen. Sedangkan penurunan kegiatan dunia usaha di sektor konstruksi dikarenakan jumlah kontrak yang berkurang atau mengalami penjadwalan ulang. Berikut hasil surveinya, Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provin-

si NTB indikator tahun 2019 triwulan II, II dan IV serta triwulan I 2020 realisasinya. Pertanian, kehutanan dan Perikanan (11.72%,-0.09%,1.83%,-3.84%). Pertambangan dan Penggalian (27.94%, 26.69%, 29.19%, -1.25%). Konstruksi (0.00%, 2.72%, 2.72%,6.79%). Perdagangan Besar dan Ecaran, dan Reparasi (4.63%, -2.80%, 0.00% , -3.62%). Transportasi dan Pergudangan (3.77%, 1.06%, 4.04%,-3.16%). Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0.98%, 0.65%, 1.06%,-1.19%). Jasa Keuangan (1.41%, 1.41%, 1.41%,0.84%). Atau total, triwulan II 2019, 54.17%, triwulan III , 32.74%, triwulan IV, 39.03% dan triwulan I 2020,-20.80%. (bul)

Mataram (Suara NTB) PT. Krida Dinamik Autonusa Toyota turut serta membantu pemerintah mengurangi dampak sosial ekonomi masyarakat akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Krida menggelar kegiatan sosial. Salah satunya di lingkungan sekitar di Dusun Montor Desa Gerimax Indah, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini mengambil tema “Gerakan Krida Peduli”. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, berisi beras, minyak goreng dan gula pasir, serta masker. Sasarannya, meringankan beban masyarakat, terutama yang tidak mampu. Serta orang lanjut usia. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Rabu (22/4) dengan dukungan penuh Pemerintah desa setempat, didukung para Ketua Rukun Tetangga yang ada di Dusun Dasan Montor. Kegiatan ini juga dilakukan serentak diseluruh jaringan dealernya Indonesia, dengan hashtag TOYOTA ADA UNTUK ANDA. Pembagian sembako dilakukan dengan mengantar langsung ke masing-masing rumah tangga sasaran. Agar tak terjadi penumpukan orang yang dikhawatirkan berpotensi memicu penularan virus Covid-19. Saat pemberian paket sembako, masyarakat juga diberikan sosialisasi untuk selalu menggunakan masker saat bepergian dan bertemu dengan orang lain. Krida Peduli juga memberikan bantuan kepada Koramil Narmada, Kepolisian Sektor Narmada, Koramil Sweta, Kepolisian Sektor Cakranegara, Desa Gerimax Indah, Kelurahan Selagalas dan Pemuda/Remaja Masjid Dusun Dasan Montor, Desa Gerimax Indah. Berupa tempat cuci tangan dan sabun. “Semoga dengan Krida Peduli dapat menghentikan penyebaran Covid-19 dan menekan jumlah penularannya serta masyarakat yang terdampak langsung dapat bertahan menghadapi Pandemi ini,” demikian Samsuri Prawiro Hakki mewakili suara manajemen. (bul)

Penyaluran JPS

Awasi Potensi Penggelembungan Harga Mataram (Suara NTB) – Jaring Pengaman Sosial (JPS) akan disebar ke warga terdampak ekonomi pandemi virus corona Covid-19. Pengadaan yang serba cepat mulai dari penganggaran sampai eksekusi itu tidak luput dari potensi korupsi. Misalnya markup pembelian atau penggelembungan harga. Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana menekankan, proses pengadaan barang di masa bencana bukan berarti bisa seenaknya. “Kalau pembayaran ada selisih dengan niat mau korupsi, risikonya pidana,” ucapnya, Kamis (23/4) kemarin. Dia mengungkapkan, pihaknya mengawasi pada proses perencanan dan pengadaan barang, serta validasi penerima. Dalam proses pengadaan barang, modus yang paling lazim yakni penggelembungan harga. “Misalnya pengadaan masker, yang harga Rp5 ribu di-markup jadi Rp10 ribu, Rp15 ribu. Kalau terus memaksakan, kita akan proses. Sudah salah dia ini,” terangnya. Meski demikian, sambung Eka, opsi pemidanaan tidak langsung dipakai. Dia melihat unsur niat dari pelaku. Apabila hanya kesalahan administrasi, maka pilihannya dengan perbaikan. Inspektorat bisa menyelesaikan hal tersebut. Tetapi berbeda halnya apabila dalam proses pengadaan itu ada niatan ingin mencari keuntungan pribadi. Apalagi sekarang ini sedang kondisi bencana nasional pandemi virus Corona Covid-19. “Kita kan tidak mau ada pelanggaran pidana. Awalnya kita tegur kalau ada temuan bisa dkembalikan. Kita koordinasi dengan APIP. Kalau tidak dikembalikan, kita proses pidana,” tegasnya. (why)

Bandar Sabu Makin Merana Mataram (Suara NTB) – Bandar sabu di Abiantubuh, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara, Mataram kehilangan ruang gerak. Parman (36) harus rela kakinya ditembus timah panas. Pemilik 49,44 gram sabu ini coba melarikan diri. “Dia berusaha melawan dan lari saat hendak dilakukan pengembangan sehingga kita lumpuhkan,” ucap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Kamis (23/4) kemarin. Sikap Parman itu membuatnya harus mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Kaki kirinya terluka parah ditembus peluru. Parman baru sempat diinterogasi hari ini (kemarin) karena kondisinya yang baru membaik. Parman berusaha mengelak dalam penyergapan pada Rabu (22/4) sore lalu. Selain tidak mengakui barang bukti itu miliknya, Parman juga tutup mulut soal asal barang haram itu dibeli. Barang bukti sabu ditemukan tak jauh dari Parman berada. Parman sempat membuang bungkusan ketika tim petugas datang menggerebeknya. “Barangnya sempat disembunyikan. Kita temukan 109 poket sabu. Termasuk bandar juga ini,” terang Ericson. Parman tidak hanya main sabu. Tapi juga pil koplo. Hal itu didapat dari bukti satu pil ekstasi yang ditemukan di kantong celananya. Parman baru selesai bertransaksi. Di kantongnya masih ada Rp1,43 juta yang diduga hasil jualan sabu. Ericson mengatakan, timnya masih mengembangkan soal asal barang dibeli dan area penjualan Parman. Demikian juga dengan harta Parman yang diduga dibeli dari hasil berjualan sabu akan ditelusuri dan disita. (why)

(Suara NTB/ist_Satresnarkoba Polresta Mataram)

GELEDAH - Tim Satresnarkoba Polresta Mataram menggeledah tumpukan sampah di area rumah Parman, bandar sabu yang ditangkap Selasa lalu.

(Suara NTB/bul)

PELUNCURAN MAHADESA - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Kepala Dinas DPMPPD Dukcapil Provinsi NTB, H. Azhari, Didampingi Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi dan jajaran lainnya saat meresmikan TDC Kuripan Utara pada peluncuran program Mahadesa

Gubernur Resmikan Program Mahadesa PT. GNE Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Trade and Distribution Center atau Pusat Perdagangan dan Distribusi yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas dalam program Mahadesa. Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat menjadi TDC pertama dan satu-satunya yang diresmikan, Kamis (23/4) kemarin. Selanjutnya menyusul TDCTDC di desa dan kelurahan lainnya di provinsi ini. Dalam peresmian kemarin, orang nomor satu di NTB ini didampingi Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi, Asisten Gubernur Bidang Ekonomi, Ridwansyah. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Aminurrah-

man, dan Kepala Dinas DPMPPD Dukcapil Provinsi NTB, H. Azhari, serta disaksikan perangkat desa Kuripan Utara. Mahadesa adalah rantai bisnis yang dikembangkan oleh PT. GNE untuk memberdayakan desa secara ekonomi, memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus ke luar rumah. Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya. BUMDes dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat). Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fa-

silitas Mahadesa ini. Seperti yang dikemukakan oleh Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi, saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara. Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya seribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini. Sistem bisnis yang dikembangkan GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejeninya yang ada di katalog. Rekap

kebutuhan yang didapat, selanjutnya diteruskan by sistem ke sistem yang ada di PT. GNE. Kemudian, sistem PT. GNE akan menghubungkan langsung ke ke vendor (perusahaan/ pabrik) mitra untuk didistribusikan kembali ke rumah tangga pemesan melalui BUMDesnya. Hampir seluruh pabrikan di Pulau Jawa telah menjadi vendor. “Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi.

Selain dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pabrikan, melalui skema Mahadesa ini, GNE juga akan membangun jaringan dengan kelompok-kelompok tani, dan IKM-IKM lokal, agar hasil produksinya dapat dijual ke masyarakat melalui sistem Mahadesa. Seperti yang dipesan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah. Mahadesa ini harus mengutamakan menyerap seluruh produk-produk lokal untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya di daerah ini. Ia menegaskan, GNE benar-benar serius menggarap Mahadesa. Karena dampaknya terhadap seluruh aspek. “Kalau ini sukses bekerja, tidak ada tandingan di seluruh Indonesia,” demikian gubernur. (bul/*)

Pembobolan Mesin ATM Marak

Bank Diminta Tingkatkan Pengamanan

Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengingatkan kepada seluruh perbankan untuk meningkatkan pengamanan di mesin-mesin ATM. Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus pembobolan. OJK Provinsi NTB dalam senggang waktu yang relatif singkat, telah menerima laporan kasus pembobolan ATM sejak mewabahnya Covid-19. Laporan terakhir, Kamis (23/ 4) pagi kemarin. “Pagi tadi kita sudah menerima laporan pengaduan dari manajemen salah satu bank, ada mesin yang dirusak orang tidak bertanggung jawab. Laporannya secara lisan. Belum ada laporan berapa uang yang raib. Sebelumnya ada mesin ATM dari dua perbankan kalau ndak salah, yang juga dirusak,” kata Kepala OJK NTB, Farid Faletehan kepada Suara NTB. Dalam kondisi seperti ini,

Farid mengatakan, perbankan harus lebih intens menjaga keamanan di kantornya, maupun di jaringan ATMnya. Seperti diketahui, tingkat kriminalitas secara luas belakangan ini mengalami kenaikan. Setelah mewabahnya Covid-19 ke lebih dari 200 negara. Ekonomi menjadi nyaris lumpuh. Pengangguran di manamana, perpuataran uang nyaris mandek. Kepala OJK menegaskan, perbankan harus lebih waspada. Selain menyiapkan pengamanan oleh petugas khusus, bank juga diminta bekerjasama dengan lingkungan sekitar mesin ATM. Farid Faletehan mengatakan, wabah Covid-19 ini memaksa aktivitas orang di luar rumah harus dikurangi. Pengawasan secara tidak langsung oleh masyarakat yang biasanya ramai di sekitar mesin ATM menjadi berkurang. “Frekuensi monitoring mesin ATM sebaikn-

ya ditambah. Lingkungan sekitar juga harus dilibatkan. Masyarakat juga kita minta melapor kalau menemukan hal-hal yang dirasa mencurigakan,” pesannya. OJK tak menampik kekhawatiran pada keadaan saat ini. Karena itu, salah satu yang direkomendasikan kepada masyarakat adalah melakukan transaksi non tunai untuk kebutuhan-kebutuhan yang bisa dipenuhi secara praktis. “Semua bank sudah menyiapkan fasilitasnya. Transfer, atau pembayaran-pembayaran lain, sebaiknya gunakan non tunai. Bisa lewat hp saja, internet banking, mobile banking. Gunakan saja sarana itu untuk keamanan,” ujarnya. (bul)

ATM RUSAK - Perusakan mesin ATM salah satu bank. (Suara NTB/bul)


SUARA NTB

Jumat, 24 April 2020

Halaman 8

Penularan Melalui Transmisi Lokal Perlu Diwaspadai Mataram (Suara NTB) – Ancaman virus corona tidak lagi hanya dari pasien positif terinfeksi. Penularan melalui transmisi lokal dinilai berbahaya dan perlu diantisipasi. Penelusuran terus dilakukan mengantisipasi penyebaran.

H. Usman Hadi

Kasus penularan melalui transmisi lokal terjadi pada beberapa pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi dan kontak erat langsung dengan pasien positif. Peluang tertular disebabkan anggota keluarganya secara tidak sadar kontak langsung dengan pasien positif. Virus pun menular ke keluarganya. “Misalnya, tuan H tidak pernah ke

mana – mana. Cuma ada keluarga yang punya bisnis ke mana – mana. Mungkin dari situ tertular,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi dikonfirmasi, Kamis (23/4). Menurut Usman, transmisi lokal sudah sangat berbahaya.

(Suara NTB/cem)

(Suara NTB/ars)

NAMPAK TENANG – Gunung Baru Jari pada Kaldera Gunung Rinjani terlihat tenang. Meski demikian PVMBG tetap mengingatkan waspada karena status Rinjani Waspada level II.

Rinjani Berpotensi Erupsi Skala Kecil Mataram (Suara NTB) Rinjani jadi salah satu gunung yang terus dalam pemantauan PVMBG. Sejauh Gunung Baru Jari pada kaldera Rinjani belum menunjukkan peningkatan aktivitas, namun hanya potensi berupa erupsi skala kecil. Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Indonesia, Dr. Devy Kamil Syahbana menjelaskan, status Gunung Rinjani masih pada Level II (Waspada). “Artinya, pada Rinjani berpotensi erupsi. Namun demikian dampak langsung bagi masyarakat sekitar belum signifikan. Ancaman bahayanya hanya di sekitar Kaldera Rinjani,” katanya menjawab Suara NTB. Namun jika kemungkinan terburuk terjadi erupsi berupa abu vulkan-

ik, penyebarannya bisa jauh dan meluas. Tergantung pada arah dan kecepatan angin. “Meski demikian saat ini belum terjadi abu vulkanik. Jika terjadi, maka PVMBG akan melaporkan itu dan akan mengirim VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) untuk memberikan peringatan ke stakeholders penerbangan,” jelas Devy. Ia sekaligus mengklarifikasi informasi yang beredar terkait peningkatan aktivitas seismik dan suara dentuman. Devy Kamil Syahbana menegaskan, sampai kemarin Gunung Rinjani belum menunjukkan peningkatan aktivitas. Disebutnya, energi seismik pada gunung setinggi 3.726 Mdpl itu belum mengalami peningkatan. Soal suara dentuman, dibantah dari aktivitas erupsi. “Suara dentuman juga tidak ter-

dengar dari Pos Pengamatan Gunung Rinjani di Sembalun. Perlu diverifikasi ke mereka yang mendengar, dimana suara dentuman ini terdengar dan perlu di kroscek apakah ini betul betul dari gunung atau karena fenomena lain. Seperti petir atau lainnya,” jelasnya. Sekali lagi ditegaskan, saat ini Gunung Rinjani masih berada pada status waspada Level II dengan rekomendasi area bahaya hanya di dalam radius 1,5 km atau sekitar kaldera. Diinformasikan juga, untuk Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima masih tergolong dalam fase erupsi. Hembusan hembusan gas dengan abu tipis dan aliran lava masih terjadi. “Dan itu sudah bertahun tahun terjadi seperti itu,” pungkasnya. (ars)

Pemerintah terus bekerja mengantisipasi penyebaran tersebut. Salah satu caranya adalah dari hasil pemeriksaan cepat atau rapid test reaktif akan terus dikejar dan menelusuri kontak eratnya. Sejauh ini, hasil rapid test secara keilmuan potensi pasien positif 40 persen. “Terus kita kejar dan tracking,” pungkasnya. Di satu sisi, pengawasan terhadap pintu masuk akan dievaluasi. Walikota kata Usman, meminta diperketat pengawasan di

bandara dan pelabuhan. Petugas medis akan ditempatkan di Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah. Langkah ini dinilai lebih efektif mencegah penyebaran virus corona. “Jadi di pintu masuk itu cuma titik poin saja. Pengawasan di bandara dan pelabuhan diperketat. Mana penumpang yang ke Mataram dikumpulkan. Cek kesehatan dan data. Ini lebih efektif,” ujarnya. Perkembangan kasus Covid

– 19 di Kota Mataram sampai tanggal 23 April pukul 12.00 Wita, terkonfirmasi 44 warga positif. Dengan rincian, 38 dalam perawatan, dua meninggal dunia dan empat orang sembuh. Sedangkan, 317 orang tanpa gejala (OTG), 81 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan rincian, 41 orang selesai pengawasan. Sementara, 37 orang dalam pemantauan (ODP) dan 429 orang selesai dalam pemantauan. (cem)


SUARA NTB

Jumat, 24 April 2020

SALON TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON

Halaman 9

DIJUAL Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4 th /50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081 9 0 7 9 2 1 9 9 9 085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

DIJUAL

RUPA-RUPA

LOWONGAN

SALON

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888( T e l k o m s e l ) , 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg b r p n g a l a m a n , jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

RUPA-RUPA

LOWONGAN

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)

RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi DIJUAL penyewaan, Hub : 08226DIJUAL RUMAH DI BTN 6194177 LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA RUPA-RUPA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778

SALON

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

LOWONGAN

DIJUAL

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/ MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

DIJUAL

KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

D I J U A L RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

DJL RMH H.290 JT LB ± 60 M2,LT.180 M2PAM,SUMUR,LISTRIK 2 KM TIDUR 2 KM MANDIDAPUR,GARASILOK.BTN KR.BONGKOT LABUAPI LOBAR HUB.081917561442 TANPA PERANTARA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA DIJUAL SHM NO. 1110 ATAS NAMA HAJJAH MUSLIHATI HP.087881754089 TANAHKEBUNLUAS1850M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288

RUPA-RUPA DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP

RUPA-RUPA DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848


Halaman 10

SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu, maka sempurnakan bilangan Sya’ban sampai tiga puluh hari. (Hadits Riwayat Bukhari)

Bulan Ramadhan dan Keutamaannya Oleh : Mukhlishin Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Mataram Saudara yang berbahagia, Alhamdulillah pada bulan Ramadhan 1441 H tahun ini, Allah SWT masih memberikan kesempatan yang kesekian kalinya untuk memperbaharui perbuatan (amal) baik kita di dunia. Ramadhan kali ini kata sebagian orang agak terasa berbeda, pasalnya beberapa kegiatan rutin yang biasa kita laksanakan setiap Ramadhan masih menyisihkan perbedaan pendapat (ikhtilaf) ulama untuk kembali dilaksanan mengingat dampak Covid 19. Mulai dari Salat Tarawih, Salat Jumat, buka bersama dan sebagainya agak dibatasi oleh imbauan untuk tetap menjaga jarak (sosial distancing). Wallahu’alam Betapapun itu, bulan Ramadhan tetaplah bulan yang mulia. Bulan penuh rahmat dan magfirah (ampunan) dari Allah SWT sejak disyariatkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, 14 abad yang lalu. Jika demikian, maka pertanyaannya kemudian apa yang menyebabkan bulan Ramadhan tahun ini terasa berbeda? Bukankah bulan Ramadhan selalu sama dengan keutamaan-keutamaannya? Tentu sebagai umat yang beriman, kita meyakini bulan Ramadhan tetaplah bulan kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas amal kebajikan. Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat bagi umat Islam meraih kemenangan. Bagi mereka yang menyadari kesalahan-kesalahan, inilah saatnya mengharap dengan sepenuh hati ampunan-Nya. Nabi Muhammad SAW berpesan tentang keutamaan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah:”Umatku dikaruniai lima hal yang tidak pernah dikaruniai kepada seorang nabi pun sebelumku. “Pada malam pertama di bulan Ramadhan, Allah memerhatikan mereka dan siapa saja yang diperhatikan oleh Allah, maka Allah SWT tiada akan menyiksanya; bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak wangi kasturi; para malaikat akan senantiasa memohon kepada Allah bagi mereka pada siang dan malam hari. Allah berfirman kepada surga, “Wahai surga, bersiap-siaplah dan berhiaslah engkau karena tidak lama lagi hamba-hamba-Ku akan beristirahat dari penat dan letihnya dunia menuju rumah-Ku dan kemuliaan-Ku”; dan ada malam terakhir Ramadhan, Allah SWT akan mengampuni mereka semua.”Kemudian, salah seorang sahabat bertanya, “Apakah malam yang dimaksud itu adalah malam Lailatul Qadar?” Nabi SAW menjawab, “Tidakkah engkau melihat para pekerja atau pegawai yang bekerja? Maka ketika pekerjaan mereka telah selesai, upah mereka pun dibayarkan.” Selain keutamaan-keutamaan tersebut, dalam rangkaian ayat tentang puasa yang termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 sampai dengan 187, terdapat sejumlah kemuliaan Ramadhan yang patut kita renungi. Pertama, bahwa kewajiban puasa itu bukan perintah langsung seperti perintah shalat misalkan dengan redaksi “aqimu as-shalah” (laksanakan shalat), melainkan berupa kalimat berita, “Telah diwajibkan puasa kepadamu.” Ini mengandung isyarat bahwa manusia sejatinya bisa merasakan manfaat puasa, sehingga tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi sebagai kebutuhan hidup. Kedua, puasa merupakan ibadah yang mentradisi sejak sebelum umat Muhammad SAW diwajibkan berpuasa. Hal tersebut tidak hanya di kalangan umat Islam tetapi juga umat dan bangsa lain. Jadi, puasa sejatinya bukan ibadah umat Islam melainkan merupakan ibadah lintas agama, suku bangsa, budaya dan lintas generasi. Maka perbedaan kita terletak pada panggilan Allah SWT pada kata “wahai orang-orang beriman.”Dengan redaksi ini, maka tanpa diperintah secara langsung, mereka yang beriman pasti memiliki kesadaran moral dan spiritual untuk berpuasa, sehingga tidak menjadi beban. Oleh karena itu, bagi orang-orang beriman puasa itu adalah isyarat ketaatan yang dilakukan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Ketiga, dalam ayat 184, terdapat beberapa pengulangan kata seperti kata “khair”yang telah disebutkan tiga kali. Dengan melihat relasi antar ayat-ayat tersebut, menurut para pakar tafsir, puasa itu selain bertujuan meraih derajat takwa, juga mewujudkan spirit khairiyyah (kebaikan), yakni individu, sosial, sekligus universal. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran bahwa mereka yang mengharap ridha Allah pasti mau melakukan kebaikan. Analagi sederhana di mana makanan dan minuman yang halal saja bisa dijauhi pada siang hari, perbuatan yang haram dan pengerusakan. Keempat, pada bagian ayat 184 redaksi yang juga patut menjadi renungan, “Engkau berpuasa itu lebih baik jika engkau mengetahui.” Di sinilah kesadaran Ilmu itu penting. Ibadah ramadhan akan lebih fungsional apabila didasari iman dan ilmu (“mengetahui”). Puasa yang baik itu harus berbasis iman dan ilmu agar puasa menjadi nikmatdan bermanfaat. Dalam studi kajian-kajian kontemporer telah dijumpai hasil penelitian bahwa puasanya orang yang beriman secara ilmiah sarat kemukjizatan luar biasa dahsyat. Kemukjizatan itu bisa dilihat dari perspektif medis (kesehatan fisik), kesehatan mentalspiritual, serta perspektif psikologis maupun sosial. Oleh sebab itulah, saudaraku yang budiman, berdasar pada keutamaan-keutamaan tersebut sangat penting meyakini dan menikmati puasa Ramadhan sebagai kebutuhan fisik dan psikis. Puasa dapat menguatkan imunitas tubuh dari serangan berbagai penyakit termasuk penyakit menular sekarang ini. Wallahu’lam.

RADIO

Islamic Center Tiadakan Salat Tarawih di Tengah Pandemi Mataram (Suara NTB) – Ramadhan 1441 Hijriah menjadi Ramadhan paling berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih terjadi, beberapa kegiatan rutin Ramadhan seperti Salat Tarawih, buka puasa bersama, dan lain-lain dibatasi. Pembatasan tersebut salah satunya dilakukan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB. Di mana untuk tahun ini masjid terbesar di NTB tersebut tidak mengadakan kegiatan buka puasa bersama, Salat Tarawih, maupun tadarusan yang biasa dilakukan. “Islamic Center tidak dibuka (untuk buka puasa ataupun tarawih), tapi kita ada acara virtualnya,” ujar Kepala UPTD Pengelola Destinasi Wisata Unggulan Islamic Center NTB, M. Ilham saat dikonfirmasi, Kamis (23/4). Kegiatan virtual yang dimaksudnya adalah program Khazanah Ramadhan yang saat ini telah menjadi salah satu wonderful event pariwisata NTB. “Tidak ada Salat Tarawih, tapi mulai dari Subuh ada Siaran Ceramah Subuh, Dialog Ba’da Zuhur, Magrib ada tausiah, tadarus juga, tapi semuanya on-line,” ujar Ilham. Hal tersebut didasari pada peraturan pemerintah terkait upaya-upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19

yang lebih meluas. Mengingat pengelolaan Islamic Center menjadi wewenang dari pemerintah provinsi. “Kalau sudah ada disuruh buka oleh pemerintah atau Pak Gubernur, ya kita buka,” ujar Ilham. Diterangkannya, penutupan sementara Islamic Center saat ini tengah dimanfaatkan untuk melakukan beberapa renovasi fasilitas yang rusak. “Sedang ada perbaikan yang bocor-bocor, sedang dikerjakan oleh PU (Dinas PUPR, Red),” sambungnya. Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Lalu Moh. Faozal, menerangkan Pesona Khazanah Ramadhan 2020 menjadi satu-satunya kegiatan yang mewarnai Ramadhan 2020 di Islamic Center NTB. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan konsep virtual event. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 23 Mei mendatang. Terutama dengan tetap menerapkan pembatasan sosial dan pembatasan fisik sebagai bentuk protokol penanganan Covid-19.

(Suara NTB/dok)

ISLAMIC CENTER - Akibat pandemi Corona, pengelola Islamic Center meniadakan Salat Tarawih pada bulan Ramadhan tahun 2020 ini. “Semua aktivitas virtual yang bisa dibeli dengan sistem but selama 1 bulan penuh. Selain itu, ada juga kegiatan event, jadi tidak ada pengum- on-line melalui Grab dan pulan masa, tidak ada pang- Gojek. “Masyarakat bisa men- Fashion Ramadhan yang akan gung dan semua kita virtual- gakses produk-produk dari digelar. “Itu semua juga akan kan atau online,” ujar Faozal, Chef ICA. Itu akan kita siap- virtual. Ada hijab tutorial yang Kamis (23/4). Meurutnya ada kan difasilitasi di Islamic semua kita akan shoot (rekam) 8 rangkaian kegiatan yang te- Center, semua belanjanya di berbagai destinasi kemudian itu bisa di akses online oleh lah disiapkan untuk mewar- (harus) on-line,” ujar Faozal. Selain itu ada juga kegia- masyarakat,” ujar Faozal. nai Pesona Khazanah RaDi sisi lain, konsep virtual tan Nuzulul Qur’an dengan madhan 2020. Beberapa kegiatan di ant- sistem virtual, juga tausiah event diakuinya belum familaranya adalah Tadarus Ra- selama Ramadhan yang akan iar dengan masyarakat luas. madhan di Islami Center dan dilakukan secara on-line. Dit- Kendati demikian, dengan Kuliner Ramadhan yang pel- erangkan Faozal, saat ini pi- adanya program tersebut diaksanaannya menggandeng haknya tengah meminta kepa- harapkan dapat memberikan Indonesia Chef Association da takmir masjid untuk me- suguhan yang berbeda bagi (ICA) NTB. Khususnya untuk nyiapkan 6 orang penceramah masyarakat di tengah pandemi menyediakan paket makanan untuk mengisi program terse- yang masih melanda. (bay)

Puasa di Tengah Wabah Covid-19

Ini Maklumat MUI Lotim

Selong (Suara NTB) Bulan Ramadhan 1441 Hijriah tahun 2020 ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa selama sebulan ke depan ini menaruh harapan yang cukup besar, masuknya puasa menjadi pertanda akan berakhirnya wabah virus Corona. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lotim pun sudah mengeluarkan maklumat tentang ibadah bulan Ramadhan tahun ini. Ketua MUI Kabupaten Lotim, TGH. Ishaq Abdul Gani menjawab Suara NTB, Jumat (23/4) meminta seluruh umat berdoa dan terus berikhtiar menanti pertolongan Allah SWT. “Semua dalam kunfayakun-Nya Allah. Tugas kita hanya berdoa yang diiringi dengan ikhtiar yang keras,” ungkapnya. Diharapkan, saat perayaan hari kemenangan sebulan mendatang, wabah virus Corona ini benar-benar berakhir. Dalam maklumatnya, MUI Lotim meminta kepa-

(Suara NTB/ist)

TGH. Ishaq Abdul Gani da kaum Muslimin untuk senantiasa menaati Allah SWT dan Rasul-Nya serta menaati Ulil Amri (pemimpin). Dengan penuh ridho dan bertawakkal kepada Allah SWT serta bersabar untuk sementara kepada masyarakat Lombok Timur pada bulan suci ini untuk Salat Tarawih dikerjakan secara berjamaah di rumah masing-masing sekaligus se-

bagai jalan menerangi rumah dengan cahaya salat-salat sunnah sebagaimana perintah Nabi Muhammad SAW. Pembayaran Zakat Mal dan Zakat Fitrah yang dilaksanakan di awal Ramadhan dan khususnya untuk pendistribusian Zakat Fitrah diprioritaskan kepada fakir dan miskin. Termasuk pada petugas masjid dan musala. MUI juga meminta pada segenap kaum Muslimin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga bisa memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 dengan selalu menjaga kebersihan. Selain itu, sering berwudhu, membasuh tangan dengan sabun , menjaga jarak, memakai masker dan berdiam dirumah. Tidak hanya itu, memperbanyak Tilawatil Qur’an, berdo’a, berzikir, beristigfar, bersalawat, bersadaqah, tolong menolong dan segala bentuk amal saleh. “Semoga Allah SWT segera mengangkat Covid 19 dari kita dan hanya kepada Allah SWT kita bertawakkal,” harapnya. (rus)

RADIO

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Tips Puasa di Hari Pertama 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 BULAN Ramadhan sudah tiba. Selama sebulan penuh 123456789012345678901234567890121 kita akan berpuasa, menahan lapar, haus dan hawa nafsu 123456789012345678901234567890121 dari setelah makan sahur sebelum fajar hingga berbuka 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 di waktu Magrib. Dalam menjalankan ibadah puasa 123456789012345678901234567890121 dibutuhkan kekhusyukan dan keikhlasan, Karena tubuh 123456789012345678901234567890121 tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman 123456789012345678901234567890121 selama kurang lebih 14 jam. Hal ini tentu akan terasa 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 sangat berat bagi orang yang tidak khusyuk dan tidak 123456789012345678901234567890121 ikhlas menjalankan rukun Islam yang ke empat ini. Untuk 123456789012345678901234567890121 itu kita disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang 123456789012345678901234567890121 bergizi ketika makan sahur juga saat berbuka. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Menjalankan ibadah puasa tidaklah mudah, terlebih di 123456789012345678901234567890121 hari pertama. Biasanya di siang hari kita bebas makan apa 123456789012345678901234567890121 saja yang kita sukai, sementara di bulan Ramadhan kita 123456789012345678901234567890121 diwajibkan berpuasa. Terkadang tubuh kita merasa kaget 123456789012345678901234567890121 dan puasa terasa sangat berat, berbeda dengan hari-hari 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 selanjutnya yang terasa lebih ringan karena memang kita 123456789012345678901234567890121 telah terbiasa. Nah untuk mengatasi hal ini, kami akan 123456789012345678901234567890121 memberikan beberapa tips agar puasa di hari pertama 123456789012345678901234567890121 terasa kebih ringan. Berikut tips agar puasa di hari pertama 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 sebagaimana dikutip dari www.beritatrendz.com. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 1. Konsumsi karbohidrat kompleks 123456789012345678901234567890121 2. Penuhi asupan protein 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 3. Konsumsi lemak baik 123456789012345678901234567890121 4. Penuhi kebutuhan cairan 123456789012345678901234567890121 6. Hindari gorengan 123456789012345678901234567890121 7. Perbanyak berzikir 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Demikianlah informasi tenatng tips agar puasa di hari 123456789012345678901234567890121 pertama terasa ringan. Semoga informasi di atas ber123456789012345678901234567890121 manfaat! Terima kasih. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 24 April 2020

Larangan Mudik Rugikan Pengusaha Transportasi Mataram (Suara NTB) – Penerapan larangan mudik yang saat ini masih dirincikan aturannya oleh Pemprov NTB dikhawatirkan merugikan pengusaha dan pekerja bidang transportasi. Terutama untuk pemilik usaha angkutan darat yang paling merasakan dampak dari peraturan tersebut. Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB, Antonius Zaremba Mustafa Kalam, Menerangkan dalam situasi saat ini larangan mudik harus juga diikuti dengan kebijakan terkait nasib pekerja. Terutama untuk mengakomodir penyaluran bantuan sosial, baik berupa paket bahan pokok bagi pekerja maupun relaksasi kredit bagi pemilik usaha. “Pasti berdampak dengan adanya larangan mudik, tapi dari pemerintah sudah meng-cover bantuan untuk para sopir, kernet, dan pekerja angkutan lainnya,” ujar Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (23/4). Selama pandemi, diakuinya pendapatan pekerja sektor transportasi memang menurun. “Artinya kalau kita katakan secara bisnis ya jelas (merugi). Biasanya lebaran ini panen, tetapi karena bahaya Covid-19, otomatis tidak ada (tambahan omzet),” sambungnya. Terkait larangan mudik tersebut, Organda NTB telah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda NTB. Terutama untuk penyaluran bantuan bagi pekerja sektor transportasi di NTB. “Dari Dirlantas datanya ada sebanyak 5.930 orang pekerja yang dikumpulkan. Bisa dikatakan jumlah pekerja di industri angkutan berada di bawah 10 ribu karyawannya,” ujar Kamal. Selain itu, sampai saat ini Ordganda NTB juga telah mencatat 2.714 orang pekerja sektor transportasi yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi yang berlangsung. Diterangkan Kamal data tersebut berasal dari supir dan kernet yang telah didata oleh Organda NTB. Data tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) NTB agar diakomodir terkait penyaluran bantuan. Kendati demikian, data tersebut diakui belum bersifat final. Mengingat perwakilan Organda di Lombok Tengah (Loteng) dan Bima belum menyerahkan baik data pengemudi angkutan darat untuk orang maupun untuk barang. Bantuan tersebut menurutnya sangat dibutuhkan mengingat aktivitas transportasi disebutnya hampir mati. “Bahasa mereka (para pengusaha) sama saja nol (tidak ada penghasilan), baik itu untuk angkot, ANGDES, AKDP, maupun AKAP pasti terdampak semua. Itu sudah kita data,” sambungnya. Jika data dari Loteng dan Bima telah terakomodir, maka jumlah pekerja sektor transprotasi terdampak yang diserahkan ke Dishub NTB akan semakin besar. Kendati demikian, Kamal menekankan bantuan hanya akan diberikan bagi pekerja yang benar-benar terdampak karena tidak memiliki pekerjaan lain. “Mungkin nanti akan diberikan kepada mereka yang kerjaannya hanya sebagai sopir saja, dan tidak punya penghasilan lain selain itu. Bisa saja dia yang terima,” ujar Kamal. Komponen bantuan yang akan diberikan antara lain uang tunai sebesar Rp600 ribu per sopir atau kernet per bulan selama 3 bulan. Di sisi lain, bantuan yang akan diberikan pada pekerja sektor transportasi diaku Kamal masih dianggap minim oleh para pekerja. Namun dalam situasi sulit saat ini bantuan tersebut diharapkan dapat membantu untuk beberapa waktu ke depan. (bay)

Dua Pendaftar Calon Kadis PUPR Gagal Seleksi Administrasi Dari Hal. 1 Kemudian, Nursalim, S. Sos, MM, Samsudin, S. Hut, M. Si, Subhan Hasan, S. Sos dan Ir. Zainal Abidin, M. Si. Nasir mengatakan, uji kompetensi manajerial atau psikologi akan dilaksanakan pada 25 April untuk pelamar calon Kadis PUPR NTB. Sementara uji kompetensi manajerial/psikologi untuk calon Karo Kerjasama akan dilaksanakan 26 April di Kantor BKD NTB. Untuk penulisan makalah, dilaksanakan 27 April dari pukul 08.00 Wita sampai selesai bertempat di Ruang CAT BKD NTB. ‘’Dan untuk presentasi atau wawancara dilaksanakan 28 - 29 April,’’ tandasnya. Diketahui, jabatan Kadis PUPR dan Karo Kerjasama

lowong setelah pelaksanaan mutasi pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemprov NTB pada 20 Maret lalu. Pada waktu itu, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dimutasi menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Sedangkan Karo Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, S.STP dimutasi menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda NTB. Belum genap sebulan menjadi Karo Perekonomian, Aulia kembali dimutasi menjadi Kepala Biro Umum Setda NTB pada Jumat, 17 April lalu. Ia menggantikan posisi Drs. H. Fathul Gani, M. Si yang dimutasi menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB. (nas)

Target Rp16 Triliun Dari Hal. 1 sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H. Amry Rakhman saat dikonfirmasi, Kamis (23/4) di Mataram. Pemenuhan target 12,75 persen di triwulan pertama tersebut diharapkan terus meningkat. Mengingat target investasi di NTB untuk 2020 adalah Rp16,8 triliun. Menurut Amry, realisasi investasi triwulan pertama biasanya dipengaruhi oleh proses pelengkapan dokumen yang masih dilakukan investor. Mulai dari perizinan dan persiapan konstruksi lainnya untuk melanjutkan investasi yang telah direncanakan. Meski demikian, setelah pandemi selesai diharapkan rencana investasi yang telah terdata dapat segera berjalan kembali dengan aman. Mengingat saat ini investor masih menerapkan wait and see untuk melanjutkan investasi di tengah pandemi yang berlangsung. Selain itu, DPMPTSP NTB juga mengharapkan triwulan kedua pada April-September akan memiliki persentasi realisasi yang meningkat. ‘’Dari target ktia Rp16,8 triliun, diharapkan di triwulan II dan III realisasinya signifikan,’’ harapnya. Salah satu potensi yang dapat dikelola pada triwulan dua menurutnya adalah bidang konstruksi yang akan berjalan. Sehingga realisasi investasi bisa tercapai lebih cepat dan lebih banyak dibanding triwulan pertama 2020. ‘’Kita sekarang wait and see, apalagi dari adanya virus tersebut di awal Maret sampai 20 April kemarin sudah terhitung 1 bulan. Masih juga

terus bergerak investasi ini,’’ ujar Amry. Sementara itu, untuk realisasi investasi triwulan pertama Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) hampir mencapai 50 persen. Dicontohkan Amry seperti realisasi PMA yang saat ini tercatat sebesar Rp999,5 miliar atau setara 46,35 persen. Sedangkan PMDN tercatat sebesar Rp1,49 triliun atau 53,65 persen. ‘’Sektor paling banyak ada tiga yang memberikan kontribusi. Diantaranya perhubungan, tambang, dan industri pengolahan. Ini tiga besar sektor penyumbang realisasinya,’’ ujarnya. Diterangkannya realisasi PMA paling banyak datang dari sektor tambang yang dibawa PT. AMNT dan lain-lain. Sedangkan untuk PMDN realisasinya banyak berasal dari sektor pertambangan, perhubungan, dan industri. Di sisi lain, kondisi sektor pariwisata yang sebelumnya memiliki potensi besar untuk investasi juga diakui mempengaruhi realisasi invesatsi. Mengingat sektor tersebut merupakan salah satu yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. DPMPTSP NTB mencatat sampai saat ini belum ada tambahan realisasi investasi dari sektor pariwisata. Padahal sektor tersebut sebelumnya menjadi penyumbang investasi terbesar setelah tambang. “Ada sih sudah (realisasinya) sebesar Rp97 miliar yang pariwisata ini,” pungkas Amry. (bay)

Halaman 11

Tetap Siap Hadapi Pilkada

Golkar Utamakan Penanganan Covid-19 Mataram (Suara NTB) Partai Golkar NTB memfokuskan dirinya untuk bergerak membantu pemerintah dan masyarakat melawan wabah Covid-19. Sehingga kegiatankegiatan partai yang lainya untuk sementara waktu ini dikesampingkan. Adapun kegiatan partai Golkar yang ditunda yakni kegiatan Musda dan persiapan menghadapi pilkada serentak 2020. Hal itu disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/4).

Ditegaskannya partai Golkar telah menghentikan semua kegiatan politik praktisnya dan fokus membantu masyarakat menghadapi Covid-19. “Sekarang kita ndak bicara politik dulu lah, sekarang kita fokus pada Corona, bagaiamana mencegahnya, membatu masyarakat yang terdampak. Golkar perhatikan itu dulu, dan juga sekarang masyarakat masih belum mau mendengar hal-hal yang berbau politik,” ujar Isvie. Salah satu agenda partai Golkar NTB yang paling dekat adalah Musda. Namun itupun

ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan, mengingat kondisi di tengah wabah Covid19 ini tak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan musda tersebut. “Karena kita fokus bagaimana Covid-19 ini segera berakhir, dan itu sudah jadi instruksi ketua umum, supaya semua pengurus Golkar sampai daerah serentak bergerak untuk melawan Covid-19,” katanya. Terkait dengan persiapan pilkada. Ketua DPRD NTB itu juga menegaskan bahwa proses penjaringan calon pilkada 2020 juga ikut dihentikan. Sekalipun

Selong (Suara NTB) Menyikapi terus bertambahnya pasien positif Covid19 atau virus Corona di Kabupaten Lotim. Pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinannya. Langkah itu penting dalam upaya mencegah penularan Covid-19. “Masyarakat kita harapkan lebih disiplin lagi. Seperti penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga imunitas,” terang Jubir Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Kamis (23/4). Dikatakannya,

bertambahnya pasien positif di Lotim sebanyak 5 orang menandakan jika pemerintah berhasil mendeteksi penyebaran Covid-19 di Lotim. Adapun saat ini jumlah masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 di Lotim sebanyak 19 orang, 15 orang di antaranya masih positif dan dirawat, sementara 4 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 19 orang terkonfirmasi positif ini tersebar di 9 kecamatan di Lotim, di antaranya Kecamatan Aikmel 4 orang, Pringgasela 3 orang, Ter-

ara 1 orang, Sakra 4 orang dan Kecamatan Jerowaru 2 orang. Selanjutnya Kecamatan Wanasaba 1 orang, Suralaga 1 orang, Labuhan Haji 2 orang dan Kecamatan Selong 1 orang. Sementara, melihat perkembangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di sejumlah kecamatan di Lotim, terdapat dua kemungkinan apakah nantinya hasil swab positif maupun negatif dari Covid-19. “Kecamatan yang memiliki PDP 19 kecamatan kecuali Kecamatan Sembalun dan Sukamulia,”ungkapnya. (yon)

pilkada hanya ditunda selama tiga bulan saja, pihaknya tetap belum akan melanjutkan tahapan Pilkada sebelum Covid19 benar-benar tuntas. “Kapan pun pilkada dilaksanakan, kita siap, Golkar sangat siap. Tapi apa ya kita sibuk urus pilkada sekarang ini, sementara kondisi kita semua terdampak oleh Covid-19. Karena itu yang paling utama dan urgensi sekarang ini adalah bagaimana Covid-19 ini

segera selesai,” tegasnya. Sebelumnya diketahui, Golkar NTB sudah mengerahkan kadernya untuk menginisiasi pembentukan satgas-satgas siaga Covid-19 di lingkungan masing-masing, sebagai sistem pertahanan diri, keluarga dan lingkungan, sebagaimana diarahkan oleh Gugus Tugas Nasional untuk memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19. (ndi)

Pelaku Industri Soroti Pengawasan Minim Jumlah Positif Corona Bertambah Masyarakat Diminta Lebih Disiplin di Pelabuhan Bangsal

Tes Cepat, Tenaga Medis di Lotim Masih Aman dari Covid-19 Selong (Suara NTB) Tenaga medis di Kabupaten LomboK Timur (Lotim) hingga saat ini masih dinyatakan aman dari wabah Covid-19 atau virus Corona. Hasil tersebut berdasarkan tes cepat yang dilakukan terhadap seluruh petugas medis yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Dikes Lotim. “Alhamdulillah, sejauh ini tenaga medis kita masih aman. Hasil tes cepat dinyatakan negatif Covid-19,” terang Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (23/4). Menurutnya, atensi kesehatan terutama penyebaran Covid-19 terhadap tenaga kesehatan sangat penting di-

lakukan. Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dan melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, sehingga patut disyukuri dan merupakan kabar baik dari hasil tes cepat yang negatif Covid-19 tersebut. Kendati demikian, Sekda Lotim ini mengungkapkan perlunya dilakukan tes cepat kembali terhadap tenaga medis secara berulang-ulang. Langkah ini karena setiap waktu tenaga medis berinteraksi dengan masyarakat yang terindikasi maupun positif Covid-19. Baik yang bertugas melakukan penanganan di rumah sakit maupun di puskesmas yang terjun langsung ke masyarakat. Diakuinya, Pemda Lotim melalui gugus tugas saat ini

sudah memesan alat untuk uji laboratorium Covid-19 sebagaimana yang digunakan oleh RSU Provinsi NTB. Ke depan uji swab tersebut dapat dilakukan di RSUD R. Soedjono Selong, sehingga uji lab tersebut dapat dilakukan dalam kurun waktu 2 jam. “Alat uji lab itu sudah kita pesan melalui dana Covid-19. Minggu pertama bulan Mei dijanjikan datang,” ungkapnya. Menyusul hal itu, lanjut Sekda, Pemda Lotim melalui RSUD R. Soedjono Selong dan Dikes Lotim sudah melatih tenaga medis yang akan bertugas di sana, sehingga ketika alat datang, maka dapat langsung difungsikan sebagaimana mestinya dalam mempercepat proses pendeteksian dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim. (yon)

Mataram (Suara NTB) – Minimnya penjagaan untuk antisipasi pandemi virus corona (Covid-19) di penyeberangan laut Pelabuhan Bangsal ke kawasan tiga gili (Trawangan, Air, Meno) menjadi atensi pelaku industri perhotelan di kawasan tersebut. Pasalnya, penjagaan yang kurang diakui memunculkan kekhawatiran sehingga rencana pengelolaan properti di masa pandemi yang sebelumnya telah disusun tidak bisa berjalan. ‘’Sementara ini ada pembatasan (orang yang boleh masuk Tiga GIli), dan ini karena kekhawatiran masyarakat terhadap lemahnya penjagaan di Bangsal,’’ ujar Ketua Gili Hotels Association (GHA), Lalu Kusnawan saat dikonfirmasi, Kamis (23/4). Sebelumnya, pelaku industri perhotelan di kawasan tiga gili telah sepakat melakukan perputaran shift tiap 15 hari untuk pegawai di hotel yang masih beroperasi. Di mana hotel-hotel tersebut mempersiapkan diri sembari melakukan pembersihan secara berkala. ‘’Rolling (perputaran shift) itu tidak bisa berjalan karena penjagaan lemah dan desa akhirnya memilih untuk makin membatasi akses masuk tiga ili,’’ ujar Kusnawan. Pembatasan yang dimaksudkan adalah izin masuk kawasan tiga gili yang hanya diberikan pada pekerja dengan alamat domisili di Lombok Utara. DiterangkanKusnawan,aturan tersebut membuat karyawan yang berasal dari luar KLU memutuskan pulang kampung. ‘’Beberapa properti karyawannya pada pulang karena mereka juga punya keluarga di Lombok, dan di satu sisi karyawanyangmaumenggantikan tidak bisa masuk,’’ ujarnya. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah daerah men-

gambil solusi alternatif. Yaitu memperketat kembali penjagaan di Pelabuhan Bangsal sehingga masyarakat di tiga gili bisa merasa lebih aman. “Di lapangan ternyata penjagaan di Bangsal lemah dan malah tidak ada penjagaan beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat khawatir karena tidak terkontrol. Saya yakin, seandainya dari awal ada sinergi dengan Pemda, masyarakat tiga gili tidak akan menerapkan hal seperti ini,’’ tegas Kusnawan. Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan PemdaKLU,Kusnawanmenyebut telah didapatkan kesepakatan terkait protokol pencegahan pandemi Covid-19 di kawasan tiga gili. Kendati demikian, hal tersebut ditegaskannya membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak. ‘’Memang perlu komitmen untuk tetap memberikan penjagaan di Bangsal, untuk pemeriksaan,’’ ujar Kusnawan. Sebagai informasi, Bupati KLU, H. Najmul Akhyar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan nomor 300/180/BUP/ 2020 yang mengatur pembatasan transportasi dan orang yang keluar masuk Desa Gili Indah. SE tersebut antara lain pemerintah desa berkoordinasi dengan pelaku usaha dalam pengaturan rolling pegawai, karyawan, tukang, dan pekerja lainnya yang beraktivias di tiga gili dengan memperhatikan beberapa hal. Antara lain mengutamakan pekerja yang berasal dari KLU, memperketat pengawasan terhadap pergerakan orang dan barang, serta memperhatikan insentif bagi pekerja atau pegawai yang dirumahkan sementara sesuai kemampuan masing-masing pemilik usaha. (bay)

Dampingi Realokasi Dana Covid -19 Dari Hal. 1 saat pelatihan singkat melalui video conference. Isinya, optimalisasi pelaksanaan pendampingan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid 19). Jamdatun dalam proses ini melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) BPKP Bidang Polhukam PMK, bersama Sesjam Datun, Para Direktur di Jamdatun, Kapuspenkum dan Kapus-

daskrimti serta para Kasubdit di lingkungan Jamdatun. “Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajaran Datun seluruh Indonesia, termasuk di Kejati NTB dan jajaran,” kata juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH.,MH, Kamis (24/4). Dedi Irawan mengutip penjelasan Jamdatun Ferry Wibisono, in house training itu untuk memberi pengarahan kepada para jaksa dalam mendampingi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Hal

ini dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid 19). Diungkapkannya, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi NTB dapat berperan aktif dalam proses pelaksanaan Inpres Nomor 4 Tahun 2020, yakni dengan mendampingi proses refocusing kegiatan dan realokasi anggaran dalam rangka

percepatan penanganan pandemic Covid 19. “Sepanjang masalah hukumnya saja dengan proses kegiatan pendampingan hukum (legal assistance),” kata Dedi Irawan. Terkait itu, Jamdatun lanjutnya, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 02/G/GS.2/ 04/2020 tentang Pedoman Pendampingan Hukum Keperdataan Pengadaan Barang/ Jasa Dalam Keadaan Darurat. Dia juga mengutip penjelasan Kepala LKPP, Roni Dwi Susanto yang menyampaikan, Pelaksanaan Pengadaan

Barang dan Jasa dalam Keadaan Darurat pada pokoknya diatur dalam Keppres Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Dalam Keadaan Darurat maupun Dalam Keadaan Tertentu. Sementara Deputi Kepala BPKP Bidang Polhukam PamK , Iwan Taufiq Purwanto, menyampaikan, pengawasan pengadaan barang dan jasa darurat Covid-19 perlu design pengawasan yang tepat. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pascabencana. (ars)

Awal Ramadhan Serentak, Masyarakat NTB Diminta Salat Tarawih di Rumah Dari Hal. 1 ‘’Pada malam ini (kemarin, red) ada sidang isbat di Kementerian Agama melalui teleconference bersama semua ormas. Tapi insya Allah ibadah puasa kita akan mulai besok (hari ini, red) secara bersamaan,’’ kata Amin di lokasi Rukyatul Hilal Pantai

Loang Baloq Kota Mataram, Kamis (23/4) petang. Ia mengatakan, berdasarkan surat edaran Menteri Agama kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag dan umat Islam di seluruh Indonesia. Seluruh pelaksanaan ibadah Ramadhan dilaksanakan di rumah. ‘’Bukan tidak tarawih, tapi

tarawihnya di rumah. Kemudian tadarusnya juga di rumah. Sampai menunggu lagi nanti salat Idul Fitri, bagaimana bentuknya,’’ terang Amin. Selain itu, seluruh jajaran Kemenag dan masyarakat juga diimbau agar tidak mudik. Hal ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

‘’Harapan kami kepada masyarakat NTB, bahwa semua pelaksanaan ibadah Ramadhan, termasuk tarawih, tadarus dilaksanakan di rumah masing-masing,’’ harapnya. Ia juga mengharapkan seluruh pimpinan ormas Islam dan tuan guru di NTB agar menyampaikan kepada para

jemaah. Supaya para jemaah patuh terhadap imbauan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid19. ‘’Kita minta kepada tokoh ormas untuk bisa membantu menyambung lidah kita untuk menyampaikan ke masyarakat. Agar masyarakat tetap beribadah di rumah,” tandasnya. (nas)

’’Maskerku Melindungimu, Maskermu Melindungiku’’ Dari Hal. 1 antara anak dengan orang lain karena hal itu dapat berisiko bagi anak-anak. ‘’Yang punya anak-anak tolong kalau tidak perlu sekali anak-anaknya tidak usah keluar rumah. Jaga anakanak Anda. Jangan dibiarkan digendong oleh sembarang orang yang kita tidak kenal. Kita tidak tahu keadaan keseha-

tannya dan mungkin mempunyai risiko untuk menularkan kepada anak-anak kita,’’ katanya mengingatkan. Sementara itu imbauan Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM agar kerjasama dan kolaborasi gugus tugas dapat terus ditingkatkan terutama dengan pemeritah kabupaten/kota.

Najamuddin juga mengatakan, Pemprov NTB sejak awal sudah melakukan pencegahan hingga melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini. ‘’Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB , dengan mengupdate jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemprov NTB Penanganan Covid-19

http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan. Hotcall Covid-19 di 081802118119,’’ terangnya. Pemprov NTB juga menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kabu-

paten/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin. Jumlah jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora. (nas)

Gubernur Minta Perlu Dipikirkan Antisipasi Jangka Panjang Dari Hal. 1 Dalam menangani penyebaran wabah Covid-19 di NTB, gubernur meminta semua pihak melakukan hal yang serius dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, kalau pemerintah dan masyarakat tidak melakukan hal serius, maka penyebaran virus Corona di NTB akan berlangsung lama. Diungkapkan Dr.Zul, informasi dari Universitas Mataram (Unram) yang telah melakukan simulasi, proyeksi terkait penyebaran Covid-19 di NTB, puncaknya pada pertengahan bulan Agustus, dengan

jumlah kasus postif diperkirakan sekitar 5.800 orang. ‘’Data ini menuntut kita untuk melakukan hal serius mulai dari sekarang, dan memikirkan dampak terhadap sosial ekonomi kita di NTB,’’ ujarnya. Untuk itu, sebagai upaya mengantisipasi dampak terburuk akibat wabah virus Corona ini, gubernur meminta pemerintah daerah agar memaksimalkan peran UKM lokal. Baik untuk memproduksi masker, APD dan kebutuhan pangan. Hal itu berdampak selain meningkatkan aktivitas ekonomi, juga untuk menghidupkan UMKM lokal yang

ada di NTB agar punya aktivitas untuk memenuhi kebutuhan skala lokal di NTB. Dengan dilakukannya pemberdayaan UMKM lokal ini, diharapkan ketika pemerintah sudah tidak mampu lagi memberikan bantuan. Maka UMKM di NTB sudah punya cara untuk hidup sendiri. ‘’JPS ini hanya untuk tiga bulan, kalau wabah ini berjalan panjang, kita perlu memikirkan cara untuk mengantisipasi dampaknya,’’ katanya. Sementara itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih kepada gubernur dan semua pihak, kare-

na telah berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada masyarakat untuk penanganan dampak dari Covid-19 di Kota Mataram. Walikota melaporkan perkembangan Covid-19 Kota Mataram, jumlah positif sebanyak 44 orang, dari tujuh klaster. Jumlah meninggal 2 orang, sembuh 4 orang, sedangkan yang lainnya masih dalam penanganan dan semua pasien dalam kondisi stabil. Ia menjelaskan, Pemkot Mataram terus melakukan langkah-langkah penanganan Covid-19 dengan mengacu pada program pemerintah pusat. Yakni pencegahan dan pena-

nganan, serta memberikan bantuan masyarakat terdampak dengan JPS dan stimulus. Ditambahkan Ahyar, saat ini Pemkot Mataram juga terus fokus melakukan langkahlangkah pengamanan terhadap klaster, dalam rangka pencegahan untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Mataram. Ia merincikan sekitar 70 ribu KK masyarakat Kota Mataram penerima JPS. Penanganannya merupakan kolaborasi antara intervensi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkot Mataram. (bul)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 24 April 2020

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bupati Sumbawa Soroti Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, menilai belum terkoordinasinya kinerja gugus tugas mulai dari desa, kecamatan hingga ke Kabupaten. Disamping juga masih kurangnya tenaga kesehatan dan perlengkapan yang memadai untuk melakukan penanganan yang harus dilaksanakan tiap saat.

H. M. Husni Djibril

“Saya minta Pusat Pengendalian Operasi yang diketuai oleh Kalak BPBD, dibawah kendali Sekda agar lebih mengoptimalkan metode komunikasi, koordinasi penanganan antar lini sampai ke jajaran paling bawah di tingkat Desa/Kelurahan, RW maupun RT. Serta responsive terhadap setiap laporan masyarakat untuk ditin-

daklanjuti oleh bidang lainnya yang sesuai,” papar Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Sumbawa dalam Rakor evaluasi Gugus Tugas secara online. Selain itu juga, Husni mengharapkan agar seluruh jajaran Gugus Tugas Kabupaten, Camat dan perangkatnya sampai ketingkat Desa/Kelurahan, Dusun, RW, RT terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui penyebaran konten resmi pemerintah. Rakor melalui telekonferensi ini dihadiri Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Kajari Sumbawa, Sekda Sumbawa, dan jajaran koordinator bidang

Gugus Tugas. Sedangkan dari lokasi masing-masing wilayah kecamatan, Camat selaku Ketua Satuan Tugas Kecamatan beserta Danramil, Kapolsek dan Kepala UPT Puskesmas menjadi peserta rakor. Sampai saat ini peningkatan kasus cukup banyak dan merata di semua kecamatan se Kabupaten Sumbawa. Tercatat sampai Rabu lalu, terdapat 7.911 kasus corona virus dengan rincian Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala mencapai 7.341 kasus, Orang Tanpa Gejala sebanyak 141 kasus, Orang Dalam Pemantauan sebanyak 406 kasus, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 14 kasus. Sedangkan warga yang positif Covid-19 sebanyak 9 kasus, dimana satu orang telah dinyatakan sembuh dan pulang, satu orang dirawat di RSUP Mataram dan tujuh orang dirawat di RS Manambai Abdulkadir Sumbawa Besar. (arn)

(Suara NTB/ist)

25 Orang Klaster Gowa di Dompu Positif Covid-19

(Suara NTB/ula)

H. Bambang M. Yasin Dompu (Suara NTB) Sebanyak 25 orang warga Kabupaten Dompu yang melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan dinyatakan positif Covid-19 hasil swabnya. Mereka selama ini dikarantina di RS Pratama Manggelewa dan selanjutnya akan menjalani proses isolasi yang lebih ketat sesuai protap Covid-19. Hal itu diungkapkan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB, Kamis (23/4). “Beritanya, ada 25 orang dinyatakan positif hasil swabnya,” kata H. Bambang M. Yasin. Suara NTB

kemudian menanyakan ulang mengenai sumber data 25 pasien positif Covid-19 ini, dan H. Bambang mengakui data ini diketahuinya dari Gugus Tugas Provinsi NTB. Sesuai protap penanganan Covid-19, mereka yang dinyatakan positif corona hasil Swab akan dilakukan karantina/isolasi yang lebih ketat. Karena selama ini, mereka tidak menunjukan gejala klinis sebagai penderita Covid-19 dan terlihat baik-baik saja. Dengan hasil swab ini, menjadi rujukan bagi tim gugus kerja melakukan tindakan sesuai protap Covid-19 yaitu memisahkan dari kelompok yang negatif. Mereka akan dipisahkan dari RS Pratama ke RSUD Dompu. “Kita akan lakukan sesuai protap-nya,” tegasnya melalui sambungan telepon. Sebelumnya, H. Bambang M. Yasin dalam pernyataan persnya yang dikirim ke wartawan menjawab pertanyaan warga klaster Gowa yang diisolasi dan melakukan protes di RS Pratama Manggelewa menyampaikan, pemerintah daerah (Pemda) Dompu menjemput 133 orang warga Dompu di pelabuhan Bima (26/3) yang balik dari kegiatan di Gowa. Penjemputan ini sebagai pencegahan terhadap mereka yang bepergian dari zona merah penula-

ran Covid-19 dan diantar ke rumahnya untuk melakukan isolasi mandiri. Selain 133 orang yang dijemput di pelabuhanBima, terdapat 6 orang yang pulang lebih awal menggunakan pesawat udara. Selama proses isolasi mandiri, ada yang tidak jujur dan berobat ke fasilitas kesehatan dan ada yang tidak patuh terhadap protokol isolasi mandiri. Pada Kamis (9/4), UM (83) warga Kandai 1 Dompu akhirnya dijemput di kediamannya dan dilakukan isolasi di RSUD Dompu dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan meninggal dunia pada Kamis (16/4). UM kemudian diumumkan positif Covid-19 sesuai hasil swab pada Sabtu (18/4). Berbagai kejadian dan gejolak di tengah masyarakat, Pemda Dompu memutuskan melakukan tes cepat terhadap warga yang ikut dalam klaster Gowa dan hasilnya 71 orang reaktif. Hasil ini, sehingga dikarantina di RS Pratama sebanyak 55 orang, dan gedung baru Puskesmas Calabai di Desa

Nangakara sebanyak 15 orang. “Karantina ini dilakukan untuk mencegah dan menekan penyebaran infeksi virus Covid19 kepada orang lain. Sebab dengan hasil reaktif ini dianggap memiliki potensi penularan terutama kepada keluarga dan lingkungan tempat berinteraksi dan bersosialisasi,” kata H. Bambang dalam rilisnya. Setelah dilakukan penelusuran kontak, lanjut H. Bambang, terdapat tiga orang keluarga HU dan 1 orang tenaga kesehatan dinyatakan reaktif hasil tes cepatnya. Kejadian ini membuat Pemda Dompu memutuskan agar semua warga harus patuh terhadap protocol pengawasan dan penanganan Covid-19 yang sudah ditentukan. “Siapapun warga negara yang tinggal di wilayah Kabupaten Dompu harus tunduk terhadap protocol pengawasan dan penanganan Covid-19 yang sudah ditentukan,” tegasnya. (ula)

PON Ditunda, Andy Bersyukur Mataram (Suara NTB) Penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020 disambut gembira oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto. Orang nomor satu di KONI NTB itu mengucapkan rasa syukur dengan ditundanya ajang multi event nasional itu. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto ketika diwawancara Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Kamis (23/ 4) kemarin.” Syukur Alhamdulillah. Penundaan PON ini adalah keputusan yang tepat karena tidak mungkin PON dilaksanakan dalam kondisi seperti ini (Covid-19-red),” ucapnya. Andy yang saat itu didampingi Wakil Ketua KONI NTB, M. Nur Haedin mengatakan penundaan PON selama satu tahun benar- benar pertimbangan yang sangat rasional sebab tak mungkin PON dilaksanakan melihat situasi negara maupun daerah dalam menghadapi bencana. “Situasi negara saat ini sedang prihatin karena masyarakat sedang dilanda musibah Covid-19. Ndak mungkin kita melaksanakan pesta di tengah negara yang sedang terkena musibah,” jelasnya. Dijelaskan Andy, pekan olahraga nasional adalah ajang pesta puncak olahraga nasional. Di dalam pesta olahraga itu ada misi prestasi, kemudian sukses admistrasi dan sukses penyelenggaraan. Misi tersebut akan sangat sulit diwujudkan bila pemerintah harus melaksanakan multi event itu dalam kondisi negara yang sedang terkena musibah. “Mudah-mudahan Covid-19 segera berakhir sehingga persiapan atlet bisa maksimal,” harapnya. Lanjut Andy, selain PON ditunda provinsi NTB juga batal melaksanakan event Rinjani 100 yang akan di gelar bulan Juli 2020. Rencananya lomba lari ekstrim itu akan ditunda tahun 2021. Sementara itu informasi yang diterima Suara NTB bahwa PON XX di Papua tahun 2020 akan ditunda hingga bulan Oktober 2021. Penundaan PON XX tahun 2020 sudah disampaikan secara resmi oleh pihak Kemenpora dan PB PON setelah menerima keputusan resmi dari Presiden Republik Indonesia (RI). (fan)

(Suara NTB/ist/Adem Sari)

ADEM SARI - ASDH Nusa Tenggara Enesis Group, Taufik Hidayat dan rekan-rekannya saat menyerahkan bantuan produk Adem Sari untuk tim medis di RSUD Provinsi NTB, Kamis, 23 April 2020.

Dari Adem Sari, untuk Pejuang Covid-19 di NTB Mataram (Suara NTB) Adem Sari turut serta dalam gelombang solidaritas untuk para tenaga medis di garda depan perlawanan terhadap Covid-19 di NTB. Hal itu ditunjukkan lewat aksi penyaluran bantuan produkproduk Adem Sari. Bantuan ini diharapkan ikut membantu tenaga medis memperkuat sistim imun mereka. Pada Kamis, 23 April 2020, ASDH Nusa Tenggara Enesis Group, Taufik Hidayat bersama rekan-rekannya menyerahkan bantuan produkproduk Adem Sari untuk para tim medis pada sejumlah rumah sakit di NTB. Bantuan diserahkan ke RSUD Provinsi NTB, RSUD Kota Mataram dan RSUD Kabupaten Lombok Timur. Bantuan yang diserahkan berupa 15 karton Adem Sari Ching Ku kaleng. Dan satu karton Adem Sari saset. Total sumbangan untuk tiga rumah sakit itu sebanyak 35 karton Adem Sari Ching Ku, dan tiga karton Adem Sari Saset. “Ini sebagai bentuk dukungan dari produk Adem Sari untuk pejuang corona yang ada di rumah sakit, terutama tim paramedis supaya staminan-

ya terus terjaga. Ini kita harapkan, ketika digunakan oleh para medis, bisa bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuhnya paramedis,” ujar Taufik. Taufik menjelaskan, selain Vitamin C, produk Adem Sari Ching Ku juga memiliki kandungan herbal yang berkontribusi meningkatkan imun tubuh. Kandungan Adem Sari Ching Ku antara lain, Jus Jeruk Nipis, Lemon, Jus Apel, Ekstrak Wheat Grass (Rumput Gandum Muda), Ekstrak Mesona, Ekstrak Bunga Krisantemum Vitamin C, Madu dan Kayu Manis untuk panas dalam, sakit tenggorokan. Kandungan tersebut dapat dikonsumsi sebagai minuman preventif terhadap penyakit sehingga membantu para pejuang corona terbebas meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Saat ini, Adem Sari merupakan salah satu produk yang banyak dikonsumsi masyarakat NTB. Produk Adem Sari sangat disukai masyarakat NTB. “Dan kita sudah masuk kategori fast moving,” ujar Taufik. Dalam kesempatan itu, Humas RSUD Kota Mataram, Komala Purnayanti

yang mewakili tim medis di RSUD Kota Mataram menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan untuk tim medis ini. “Alhamdulillah untuk kami di RSUD Kota Mataram, untuk tim medis, banyak bantuan ini sangat-sangat membantu,” ujarnya. Hal ini menurutnya bukan hanya dilihat dari materi semata. Melainkan juga memperlihatkan tingginya solidaritas para pihak dalam mendukung pengobatan Covid-19 di NTB. “Ini adalah dukungan pemulihan tenaga untuk tim medis di RSUD Kota Mataram. Terima kasih untuk para donatur, untuk para sponsor, support, yang telah membantu tim medis kami di RSUD Kota Mataram,” ujarnya. Ia menambahkan, saat ini tim yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram sekitar 50 tenaga medis. “Itu untuk pemeriksaan Covid-19. Kalau sama dokternya mungkin kurang lebih 100 orang. Belum lagi yang membantu secara tidak langsung. Termasuk CS, dan sebagainya semua terlibat di sini,” sebutnya. (*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 24 April 2020 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu