Skip to main content

Edisi 23 Nopember 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 211 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Akademisi Persiapkan Perda Konversi Bank NTB ke Syariah Seluruh proses untuk mewujudkan Bank NTB Syariah sedang dilaksanakan. Salah satunya yang sangat krusial adalah tentang payung hukum. Tim pendamping sedang berkutat dengan waktu agar naskah akademik untuk Perda secepat mungkin rampung. SOSIALISASI perubahan kegiatan usaha bank menjadi PT. Bank NTB Syariah yang dilaksanakan pada Rabu (15/11) lalu di Ball Room Islamic Center adalah salah satu dari tahapan untuk melahirkan Perda konversi Bank NTB. Dr. Prayitno Basuki, Akademisi dari Fakultas Ekonomi Unram (Universitas Mataram) adalah bagian dari unsur yang terlibat melakukan pendampingan untuk konversi. Ia sebelumnya masuk sebagai tim inti yang membantu memfasilitasi Bank NTB naik tingkat dari Bank Umum

Dr. Prayitno Basuki (Suara NTB/bul)

Kegiatan Usaha (BUKU I) dengan keharusan modal inti bank di bawah Rp 1 triliun, saat ini sudah menjadi bank BUKU II dengan modal minimal Rp 1 triliun. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir tahun 2016 lalu, pemegang saham mayoritas, Gubernur NTB dan pemegang saham lainnya, bupati/walikota di NTB, sepakat menjadikan Bank NTB sebagai perbankan syariah. Di mana kesepakatan tersebut terus berproses sampai akhirnya kesepakatan bersama itu terwujud pada pertengahan tahun 2018.

Prosesnya panjang, kata Dr. Prayitno Basuki, untuk menyiapkan dokumen, termasuk corporate plant dan rencana strategis bisnis bank. Semua proses itu tidak bisa dilaksanakan jika tidak dukung oleh regulasi, misalnya Perda. Karena Bank NTB Syariah itu nantinya akan tetap dimiliki oleh provinsi dan kabupaten kota yang ada di NTB dan Bank NTB merupakan bank milik daerah. ‘’Kita sedang siapkan Perda, ini amanat undang – undang. Maka kita susun naskah akademik. Kita harus prosedural, maka kita sosialisasi-

kan naskah akademik itu. Ini adalah salah satu sosialisasinya (kegiatan sosialisasi perubahan kegiatan usaha bank),’’ terangnya. Setelah proses sosialisasi rampung, tahapan selanjutnya yakni uji publik tentang Perdanya. Barulah disodorkan langsung ke legislatif untuk dibahas. Dr. Basuki mengatakan, pemegang saham mayoritas (gubernur) sudah melakukan koordinasi yang intens dengan legislatif untuk mendukung percepatan lahirnya payung hukum Bank NTB Syariah. ‘’Kalau tidak salah, soal payung hukum ini akan di-

lakukan bersamaan dengan penetapan APBD 2018,” imbuhnya. Payung hukum ini dikebut agar rampung secepat mungkin. Sebab jika tidak demikian, maka bank tidak bisa menyusun AD/ART dan secara otomatis tidak bisa mendapatkan izin dari OJK dan Bank Indonesia. ‘’Kita berharap secepatnya bisa diselesaikan dengan DPR. Desember Perda sudah selesail. Perda ini harus jadi jauh sebelum bulan Agustus (2018) karena selanjutnya akan diurus izin-izin lainnya,” demikian Dr. Basuki .(bul/*)

Anak – anak Korban Banjir Lotim Butuh Buku dan Pakaian Sekolah Selong (Suara NTB) Banjir bandang yang menerjang 15 desa yang tersebar di empat kecamatan (Sakra, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru) Lombok Timur (Lotim), masih menyisakan trauma. Selain menelan dua korban meninggal, banjir bandang juga menghancurkan ratusan unit rumah beserta isinya. Termasuk menghanyutkan buku dan pakaian anak-anak sekolah.

TO K O H

(Suara NTB/yon)

DARURAT-Korban banjir dibantu aparat membuat jembatan darurat (atas). Warga memperlihatkan air sumurnya yang tercemar akibat banjir.

Empat Daerah Rawan WAKAPOLDA NTB, Kombes. Pol. Tajuddin menyebutkan, empat daerah yang rawan dalam Pilkada serentak di NTB pada 2018 mendatang. Empat daerah yang menjadi atensi aparat keamanan pada Pilkada serentak tersebut adalah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Bima. ‘’Empat daerah yang rawan dalam Pilkada 2018 adalah Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan, ibukota provinsi. Kemudian Kabupaten Lombok Timur yang melaksanakan pemilihan bupati juga, Lombok Barat dan Kota Bima. Ini jadi prioritas,’’ kata Tajuddin saat Rakor Pilkada NTB 2018 di Mataram, Rabu (22/11). Untuk mengamankan Pilkada serentak Pilgub dan Pilkada pada tiga kabupaten/kota di NTB, Polda mendapatkan dana hibah dari Pemprov sebesar Rp 35 miliar. Polda akan menyiapkan dua pertiga dari kekuatan yang dimiliki atau sekitar 3.901 personel. Kemudian TNI sebanyak 900 personel dan Linmas 17.210 personel. Tajuddin Bersambung ke hal 15

Ali-Sakti Serahkan Berkas Dukungan Calon Independen ke KPU Mataram (Suara NTB) Pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB jalur independen, H. Moch. Ali Bin Dachlan dan TGH. L. Gde. M. Ali Wiresakti Amir Murni, (AliSakti), resmi menyerahkan berkas dukungan ke KPU NTB, Rabu (22/

DAFTAR - Pasangan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dari jalur independen H. Moch. Ali Bin Dachlan dan TGH. L. Gde. M. Ali Wiresakti Amir Murni, (Ali-Sakti).

Kedatangan Jokowi Bawa Keberkahan bagi Masyarakat NTB Oleh: Muhammad Syafrudin, Lc, MA KERJA, Kerja, Kerja. Begitulah Motto Presiden Jokowi, dalam membangun negara Indonesia. Visi ini telah beliau implementasikan dalam sebuah visi kebangsaan yang disebut dengan Nawacita. Presiden yang dikenal merakyat dan sederhana ini telah mampu membawa negara Indonesia setingkat lebih maju dibandingkan dengan tahun-tahun se-

Fokus untuk Korban Banjir

(Suara NTB/dok)

11) kemarin. Ali-Sakti bersama timnya menyerahkan berkas berupa bukti dukungan sebanyak lebih dari 270 ribu KTP. Pasangan Ali-Sakti saat datang ke KPU, tidak membawa massa dalam jumlah besar. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ndi)

KO M E N TTAA R

I Gusti Bagus Sugihartha

lamkan rumah dan isinya amblas terbawa arus. Amaq Kiki mengaku sempat berusaha menyelam untuk menyelamatkan sejumlah hartanya. Tapi gagal dan rumah Amaq Kiki kini tinggal fondasinya saja. Bersambung ke hal 15

Pilkada NTB 2018

(Suara NTB/dok)

KEPALA Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT mengatakan, program pembangunan rumah layak huni (RLH) tahun 2018 akan difokuskan memperbaiki rumah korban banjir yang hancur di Lombok Timur (Lotim). Hal ini dilakukan apabila tidak ada dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ‘’Untuk pelaksanaan di 2018 sendiri sekarang sudah final dari sisi anggaran. Bisa saja pelaksanaannya lebih difokuskan kepada daerah-daerah yang akibat bencana tersebut. Program pembangunan rumah layak huni 2018 akan diarahkan ke sana,’’ Bersambung ke hal 15

Para korban, utamanya yang rumahnya hancur dan seluruh isi rumahnya hanyut terbawa bah hanya bisa berharap bantuan. Seperti yang dituturkan Amaq Kiki, Warga Dusun Mendana Desa Mendana Raya. Banjir telah menengge-

belumnya. Ada banyak fakta dan data yang menjelaskan, keberhasilan Presiden RI Jokowi dalam membangun Indonesia yaitu dalam pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menitik beratkan pembangunannya di luar Pulau Jawa yang paling nyata adalah pembangunan trans Papua sepanjang 3.800 KM yang tidak pernah direalisasikan oleh pemimpin sebelumnya. Kebijakan ini terbukti sudah mampu men-

ingkatkan perekonomian masyarakat Papua yang selama ini merasa terpinggirkan seperti menurunnya harga BBM, dan harga barang. Dibidang pembangunan kemanusiaan, telah menelurkan semangat revolusi mental bagi bangsa Indonesia sebagai upaya untuk meninggalkan budaya-budaya malas dan beralih kepada budaya yang lebih produktif, Bersambung ke hal 15

Pengurus Cabang Pergunu Loteng Dilantik Praya (Suara NTB) Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru NU (Pergunu) Lombok Tengah (Loteng), Rabu (22/11) kemarin, resmi dilantik. Pengambilan sumpah dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu, KH. Asep Saifuddin Chalim, bertempat di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Mertak Tombok Praya ,Loteng. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU, KH. Said Aqil Sirajd, Ketua PWNU NTB, TGH. Taqiuddin Mansyur, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT dan Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip. Sejumlah pengurus PBNU juga tampak hadir bersama ratusan siswa dan warga setempat. Selain mengagendakan pelantikan, digelar juga Rapat Kerja (Raker) Pergunu Loteng serta seminar nasional pendidikan. Kepada para pengurus Pergunu Loteng, Ketua Umum Pergunu Pusat, KH. Asep Saifuddin Chalim, mengingatkan supaya bisa bekerja dengan penuh tanggung

jawab. Dalam bekerja para pengurus hendaknya mematuhi aturan organisasi serta tetap patuh pada komando para ulama. Tidak boleh bekerja seenaknya sendiri. ‘’Di pundak kita inilah tanggung jawab dibebankan,’’ ujarnya. Pundak kanan memiliki predikat berjuang di jalan Allah. Sementara pundak kiri, memiliki predikat berjuang bagi bangsa dan negara. Karena selain berkomitmen meninggikan kalimat-kalimat Allah, Pergunu juga berkomitmen untuk ikut memperjuangkan kemajuan bangsa dan negara. Khususnya di bidang pendidikan. Pergunu sendiri juga diharapkan bisa menjadi sarana menempa para guru. Supaya bisa menjadi guru-guru yang profesional, memiliki kemampuan serta berintegritas dan kompeten di bidangnya. Kenapa kemudian guru harus memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik? Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/kir)

FOTO BERSAMA- Pengurus Cabang Pergunu Loteng, berfoto bersama dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Pergunu, KH. Asep Saifuddin Chalim, Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., usai pelantikan, Rabu (22/11) kemarin.

(Suara NTB/kir)

LANTIK- Ketua Umum Pengurus Pusat Pergunu, KH. Asep Syaepudin Chalim, melantik Pengurus Cabang Pergunu Loteng, di Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok Praya, Rabu (22/11) kemarin.


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

Disambut Antusias ACARA Konferensi Besar (Konbes) ulama dan Munas Nahdlatul Ulama (NU) yang bertempat di Mataram pada tanggal 23-26 November 2017, mulai dipersiapkan dengan matang oleh pihak kelurahan yang menjadi bagian acara. Seperti di kelurahan Pagutan yang telah siap menyambut rangkaian acara NU yang bertempat di dua pondok pesantren yang berada di Pagutan. “Intinya kita menyambut dengan baik acara-acara seperti ini,”kata Hanuri, lurah Pagutan saat ditemui, Rabu (22/11). (Suara NTB/uul) Rangkaian acara di Hanuri Pagutan sendiri dimulai dari Selasa malam (21/11) sampai besok Jumat (24/11). “Acara yang di lapangan Karang Genteng itu diselenggarakan langsung oleh pihak NU sendiri, kita dari kelurahan hanya bertugas mem- back up saja,” kata Hanuri. Sedangkan pasar murah yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram, ujarnya, disambut dengan antusias oleh masyarakat. “Masyarakat di sini setiap ada acara pasti selalu antusias,terutama jika ada hiburannya,”ujarnya. Apalagi banyaknya rangkaian acara yang diselenggarakan semakin menarik minat masyarakat. “Seperti pasar murah ini banyak masyarakat yang dapat kupon atau seperti acara khitanan massal yang diikuti 50 anak,” kata Haruni. Pihaknya sendiri mengerahkan Linmas serta Babinkantibmas untuk menjaga keamanan acara. “Kami mengerahkan Linmas untuk mengamankan acara serta berpatroli untuk menjaga keamaan acara,” jelasnya. Seluruh Linmas serta Babinkantibmas yang berada di kelurahan Pagutan diturunkan untuk bergantian menjaga. Sedangkan untuk dua pondok pesantren yang menjadi lokasi acara Rakornas NU besok, Haruni mengatakan pihaknya hanya ikut membantu untuk hal kecil saja. “Di sini ada dua ponpes yang digunakan yaitu Darul Hikmah dan Darul Falah,” tukasnya. Untuk pengamanan di kedua ponpes tersebut,pihaknya hanya turun untuk menjaga keamanan saja. “Kalau secara keseluruhan semuanya dijaga oleh pihak kepolisian, kami di sini hanya mem-back up saja,” imbuhnya. (uul)

Harus Dikaji Mendalam WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., mengkritisi sikap pengusaha pusat perbelanjaan yang meminta besaran pengenaan pajak agar ditinjau ulang. ‘’Kita juga ndak sembarangan, memungut pajak juga sesuai aturan,’’ ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (22/11). Menurut Muhtar komposisi 70 persen untuk pengelola parkir dan 30 persen untuk pemerintah, dianggap sudah tepat. Muhtar mempertanyakan dasar pertimbangan para (suara NTB/fit) pengusaha yang minta beH. Muhtar saran pajak parkir diturunkan. Kalau alasan pengusaha pusat perbelanjaan yang meminta penurunan pajak parkir karena sepi pembeli, orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini meragukan hal itu. ‘’Saya rasa ndak sepi. Mobil saja sekali parkir berapa. Apalagi di Lombok Epicentrum Mall, hampir tidak pernah sepi,’’ katanya. Kalaupun sepinya pembeli dijadikan alasan meminta penurunan pajak parkir, menurut Muhtar sebetulnya tidak ada korelasinya dengan pajak parkir. Meskipun tidak semua orang yang datang ke mall mau berbelanja, tetapi mereka sudah pasti menggunaa jasa parkir. Kecuali penurunan yang diminta adalah berkaitan dengan retribusi atau biaya sewa, kemungkinan bisa diambil kebijakan. Dia menegaskan bahwa pajak parkir di pusat perbelanjaan tidak ada hubungannya dengan sepia tau ramainya pembeli. Sebab, setiap yang datang ke sana, meskipun tidak berbelanja, sudah pasti parkir. Muhtar mengatakan bahwa pengusaha tidak seharusnya menyiasati sepinya pembeli dengan meminta penurunan nilai pajak parkir. Muhtar mempertanyakan pula sistem pengelolaan parkir di pusat-pusat perbelanjaan. Karena seperti diketahui pengelolaan parkir di pusat perbelanjaan seperti Lombok Epicentrum Mall, dikelola oleh pihak ketiga. ‘’Kalau kita menurunkan itu tapi ada permainan di luar itu, ya percuma,’’ imbuhnya. Oleh karena itu Muhtar meminta eksekutif melakukan kajian mendalam atas permintaan pengusaha ini. Tidak serta merta menyetujui apa yang menjadi keiginan pengusaha. (fit)

DP3A Beri Pemahaman Penggunaan Teknologi bagi Perempuan Mataram (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, memberikan pemahaman penggunaan teknologi terutama bagi perempuan agar lebih bijak bermedia sosial. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany, Rabu (22/11) menjelaskan, pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi perempuan dinilai sangat penting, untuk menunjang kehidupan mereka sehari - hari. Perkembangan teknologi begitu pesat mulai terasa. Sebab, kemajuan teknologi menjadi salah satu syarat menggunakan alat -alat dalam membantu menyelesakan pekerjaan, tugas sekolah maupun kuliah. “Hal ini memang didasari oleh manfaat menuntut ilmu bagi kehidupan berguna,” kata dia. Dewi tidak menginginkan perempuan - perempuan di Kota Mataram justru tersangkut hukum gara - gara tidak bijak bermedia sosial. Menurut dia, kasus Nuril, mantan guru honorer SMAN 7 Mataram cukup jadi pembelajaran berharga masyarakat terutama bagi perempuan. Peristiwa itu patut dijadikan referensi agar lebih hati - hati dan bijak menggunakan media sosial. Dewi menyarankan, teknologi sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perempuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di samping itu, dapat meningkatkan perekonomian untuk mensejahterakan keluarga. “Lebih baik dipakai promosi usaha. Itu lebih penting,” ujarnya. Selain meningkatkan pengetahuan, diharapkan pemberian pemahaman teknologi membantu kaum perempuan mempermudah komunikasi, pekerjaan, mengefektifkan waktu mendapatkan informasi serta mendapatkan manfaat sumber energi baru yang berguna demi peningkatan kehidupan perempuan. (cem/*)

(Suara NTB/ist)

PEMAHAMAN IPTEK - Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany memberikan penyampaian pentingnya pemahaman IPTEK bagi perempuan di Kecamatan Ampenan.

(Suara NTB/ist)

PECAHKAN REKOR – Ratusan Banser NU memegang pinggiran bendera Nahdlatul Ulama (NU) ukuran raksasa, 40 x 60 meter pada pembukaan pawai taaruf yang diikuti oleh ribuan kaum nahdliyin dan pelajar serta masyarakat di depan ruas jalan Islamic Center, Kota Mataram, Rabu (22/11) sore. Bendera ini memecahkan rekor sebagai bendera terbesar sesuai catatan Museum Rekor Indonesia (Muri). Pawai taaruf ini dibuka bersama antara lain oleh Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini di dampingi Dewan Musytasar PBNU TGH. Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin, Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, dan lainnya, sebagai prosesi awal pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) alim ulama dan konferensi besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan akan dibuka Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, Kamis (23/11) hari ini.

Anggaran Operasional Besar

Penanganan Sampah Belum Maksimal Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk penanganan sampah. Akan tetapi, penanganannya masih belum maksimal. Penanganan sampah di 2017, dialokasikan anggaran Rp 16 miliar lebih untuk pengadaan kendaraan roda tiga bagi 325 lingkungan. Di samping itu, ada penambahan armada kurang lebih Rp 5 miliar. Meskipun kebijakan penganggaran relatif besar, keluhan tumpukan sampah tetap terjadi. Para penghuni di rumah dinas Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI di Lingkungan Dasan Sari Kelurahan Kebon Sari, mengeluhkan bau dan tumpukan sampah. Padahal, lokasi itu bukan jadi tempat pembuangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi, Rabu (22/11) menegaskan, sebesar apapun anggaran yang dikelola oleh LH, untuk

penanganan sampah tidak akan berhasil bila tidak disertai oleh partisipasi dan kesadaran masyarakat. “Sebesar apa pun anggaran, kalau tidak didukung masyarakat, iya tidak bisa,” kata Irwan. Dikatakan, perihal tumpukan sampah di belakang rumah dinas BPK, itu termasuk TPS ilegal sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggungjawab. Padahal, pelayanan masyarakat seperti kontainer telah disiapkan di samping kantor lurah. “Walaupun be-

gitu tetap kita angkut dua kali sehari,” kata dia. Intervensi penanganan secara masif TPS ilegal itu, diserahkan ke kelurahan. Lurah mengimbau masyarakat mereka agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut. Walaupun di satu sisi

”

kata dia, TPS ilegal ini tetap dipantau. “Walaupun ilegal tetap dimonitor dan layanan,” ujarnya. Katanya, yang jadi masalah adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Persoalan sampah ini tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan ke pemerintah. Harus ada partisipasi publik, sehingga lebih maksimal penanganannya. (cem)

Sebesar apa pun anggaran, kalau tidak didukung masyarakat, iya tidak bisa

Irwan Rahadi

Spa di Abian Tubuh Diduga Layani Pijat Plus Mataram (Suara NTB) Salah satu bisnis solus per aqua (spa) atau terapi air di Abian Tubuh Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, diduga melayani pijat plus. Sistem jualan dilakukan oleh pemilik spa melalui transaksi online. Jasa pijat milik Geulis (nama samaran) dilayani oleh tiga perempuan. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Rabu (22/11) menyebutkan, diduga tarifnya Rp 200 ribu perjam. Bagi pelanggan yang menginginkan pijat plus, harganya berbeda. Geulis mematok harga Rp 700 – Rp 800 ribu. Lokasi praktik spa milik Geulis itu berada didekat pemukiman warga. Jaraknya sekitar 200 meter dari salah satu tempat karaoke keluarga di Abian Tubuh. Tidak ada plang bertuliskan melayani spa. Demikian pula, aktifitas apapun terlihat sepi. Di lokasi tersebut, terdap-

at empat kamar di bagian belakang dan satu rumah yang tidak dihuni pemiliknya. Jika dilihat dari depan, tidak ada yang menyangka rumah layaknya kos - kosan tersebut dijadikan tempat praktik esek esek. Sebab, tidak ada perempuan mangkal. Trafis hanya datang bila ada pelanggan yang memesannya. Ketika Suara NTB mencoba memesan jasa spa melalui aplikasi media social, Geulis menawarkan Rp 200 ribu untuk sekadar pijat. Jasa pijat plus ditawarkan dengan harga Rp 700 ribu. “Saya kasih diskon pijatnya Rp 150 per jam. Kalau tambah yang lain Rp 700,” tulis Geulis merayu. Tak segan - segan, ia menunjukkan lokasi praktiknya. Dan, mengirim foto tiga perempuan yang akan melayani pria telah memesan jasa pijat plus. Sistem pembayarannya sesudah praktik. “Kalau yang

ini dijamin puas. Dia hebat kasih service-nya,” kata dia sambil mengirim foto perempuan yang akan melayani. Kepala Bidang Trantibum dan Linmas Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati membenarkan praktik tersebut. Sebab, ia secara langsung menelusuri praktik tersebut. Tempat praktik prostitusi dengan modus spa letaknya di samping rumah bernyanyi keluarga. Lokasi itu tidak ditempati pemiliknya. Dan, akan melayani pelanggan ketika sudah dipesan. “Saya telusuri ke lokasi itu. Memang benar ada praktiknya,” kata Bayu dikonfirmasi, Rabu (22/11). Dari hasil investigasinya, Bayu mendapatkan informasi dari trafis yang menangani sudah keliling di spa, salon, massage di Mataram dan Senggigi. Rata - rata mereka adalah pemain lama. Harga ditawarkan tak jauh berbeda

(Suara NTB/cem)

DIAWASI - Inilah lokasi spa di Abian Tubuh Kecamatan Sandubaya, diduga sebagai tempat prostitusi. Pol PP Kota Mataram sedang mengawasinya. dengan tarif di hotel sekitar Rp 600 – Rp 800 ribu. “Saya perhatikan pemain lama semua. Tapi tidak mau disebutkan asalnya,” ujarnya. Terkait penindakan, langkah dilakukan harus cepat oleh lurah dan aparat setempat. Lurah harus mengecek pemilik rumah tersebut. Izin penyelenggaraan spa harus dipertanyakan, kare-

na nyatanya digunakan untuk praktik esek - esek. Di satu sisi, Bayu menyesalkan masyarakat setempat justru membiarkan praktik itu. Padahal, aktivitas ini berlangsung setiap hari. “Yang saya heran itu masyarakatnya tahu banyak laki - laki mondar - mandir keluar masuk. Kok dibiarkan saja,” jawabnya heran. (cem)

Walikota Bersurat ke Kemendagri

3.000 Warga Miskin Dapat Sambungan Pipa Air Gratis

Mataram (Suara NTB) Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemkot Mataram, Rabu (22/11) menyerahkan tiga nama hasil seleksi terbuka. Selanjutnya, Walikota akan mengirim surat izin mutasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penyerahan hasil Pansel di pendopo Walikota oleh tim pansel terdiri dari Sekda Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, Asisten III, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Dr. MA. Muazzar Habibi, Dr. M. Ali, dan Drs. H. Djaswad, dilakukan secara tertutup. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menjelaskan, pelaksanaan pansel merupakan kebutuhan birokrasi untuk memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Di mana, ada dua jabatan tidak boleh lama kosong, karena mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu,dua formasi harus segera diisi. Pengisian jabatan ini pun harus mengajukan izin ke Kemendagri, berkaitan dengan niat maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur. “Jadwal pendaftaran dan penetapan bulan Februari. Sesuai PKPU mutasi tidak boleh dilakukan enam bulan sebelum dan sesudah pelantikan. Makanya, kita mengajukan izin ke Kemendagri mengisi beberapa jabatan kosong

Mataram (Suara NTB) Kementerian Keuangan menggelontorkan anggaran Rp 9 miliar ke Pemkot Mataram, untuk pemasangan air gratis bagi 3.000 masyarakat miskin. Pemberian hibah ini kata Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, melalui sistem klaim. Artinya, Pemerintah daerah terlebih dahulu mengeluarkan anggaran pemasangan. Setelah dikroscek dan pemeriksaan, kementerian mengganti sesuai ketentuan dan dialokasikan anggaran Rp 9 miliar. “Kita membiayai dulu melalui APBD. Setelah itu baru diganti oleh Kementerian Keuangan,” jawab Sekda, Rabu (22/ 11). Pemasangan gratis sambungan air bersih telah berjalan di tahun ketiga. Sekda mengatakan, anggaran yang digelontorkan nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Secara otomatis itu jadi penyertaan modal milik Pemkot Mataram. Persoalan perhitungan dividen relatif kecil, Eko mengaku tergantung sesuai dengan komposisi saham dimiliki Pemkot Mataram. “Deviden masih kecil sesuai dengan komposisi saham,” sebutnya. Kepala Badan Keuangan Daerah, Drs. H.M. Syakirin Hukmi menambahkan, pemasangan sambungan air sedang diperiksa dan verifikasi oleh Badan Pen-

Mutasi Pejabat

(Suara NTB/cem)

HASIL SELEKSI - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Sekda Mataram, H. Effendi Eko Saswito, foto bersama tim Pansel usai menerima dokumen hasil seleksi jabatan tinggi pratama yang selanjutnya akan dikirim ke Kemendagri, Rabu (22/11). sekaligus mutasi jabatan tertentu,” kata Walikota ditemui usai menerima hasil seleksi. Kata dia, kebijakan melakukan promosi sebagai suatu regenerasi. Oleh karena itu, dilakukan seleksi dan telah berjalan. Tiga nama diserahkan oleh tim Pansel akan dipertimbangkan. Setelah satu pejabat ditetapkan kemudian akan bersurat kembali ke Kemendagri untuk izin pengisian jabatan. “Izin seleksi sudah. Setelah penetapan kembali lagi kita minta izin,” kata dia. Waliota menambahkan, mutasi pejabat kemungkinan dilakukan rotasi dan promosi besar - besaran. Rencananya, akan dilakukan pada akhir Desember

atau paling telat bulan Januari. Walikota juga menyesuaikan dengan agenda politik sebelum mengajukan cuti. Selama cuti lanjutnya, akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt). Pejabat ini tidak boleh mengganggu hasil mutasi apalagi menggelar mutasi. “Plt tidak boleh ganggu hasil mutasi. Sama seperti dulu tidak boleh dilakukan mutasi,” jawabnya. Ahyar Abduh merahasiakan pejabat bakal dipilih membantunya melaksanakan program pemerintahan. Dari sisi penilaian enam pejabat yang melamar memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan. “Tapi salah satu ada yang dipilih,” ujarnya. (cem)

(Suara NTB/dok)

H. Effendi Eko Saswito gawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. Apakah hibah yang akan disalurkan di tahun 2017 ini, sesuai dengan hasil pemasangan di rumah tangga penerima. “Sekarang ini sedang dikroscek ke lapangan,” kata Syakirin. Hibah diterima PDAM Giri Menang dari Kementerian Keuangan itu, secara langsung menjadi penyertaan modal miliki Pemkot Mataram. Namun Syakirin tidak menyebutkan nominal satu titik pemasangan sambungan air. Menurut dia, ada hitung - hitungan dari perusahaan air plat merah tersebut. “Kalau nominalnya saya tidak persis. Karena ada hitung - hitungannya,” demikian ujarnya. (cem)


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

Kredit Macet BPR NTB Perbankan Diminta Salurkan KUR Sebelum Masa Tanam Jadi Perhatian BI Jakarta (Suara NTB) Bank Indonesia tak mengalihkan perhatiannya terhadap kredit bermasalah bank, terutama Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di Provinsi NTB yang saat ini di atas lima persen, atau di atas ketentuan maksimum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB mencatat nilai kredit macet BPR di NTB pada 2016 sebesar 9,75 persen atau senilai Rp 112 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi 11,71 persen atau Rp 145 miliar pada posisi Juni 2017. Bertambahnya nilai kredit bermasalah BPR di NTB, salah satunya disebabkan kurangnya prinsip kehati-hatian dalam menyetujui permohonan pinjaman. Dari 32 BPR yang ada di NTB. Ada tiga bank yang perlu mendapat perhatian serius karena nilai kredit macetnya relatif besar, yakni di atas ketentuan otoritas sebesar 5 persen. OJK NTB sendiri terus berkoordinasi dengan seluruh perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran

Rabu, 22/11/2017

kredit dan memberikan pendampingan terhadap debiturnya. Terutama sektor produktif agar usahanya bisa berjalan lancar. Soal pengawasan BPR secara mikroprudensial, kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Linda Maulidina Hakim di Jakarta memang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kendati begitu, Bank Indonesia juga terus melihat dampaknya terhadap perekonomian di daerah (NTB). Hal ini dikatakannya, setelah penyampaian materi tentang penerapan kebijakan makroprudensial melalui pengaturan “loan to value” pada pelatihan 580 wartawan perwakilan semua provinsi yang diundang Bank Indonesia. Linda menga-

takan di dalam undang-undang nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dijelaskan bahwa Bank Indonesia bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan makro prudensial sejak 31 Desember 2013. Artinya, Bank Indonesia bertugas memonitor pengaruh tingginya NPL perbankan yang tergolong sistemik atau menimbulkan kerugian ekonomi yang besar di sektor keuangan. Sedangkan fungsi pengaturan dan pengawasan bank secara mikro dan makro dilakukan oleh OJK. Oleh sebab itu, Bank Indonesia tetap bisa memberikan masukan kepada OJK terkait rasio kredit bermasalah BPR di NTB, yang tergolong sangat tinggi.(bul)

Jakarta (Suara NTB H. Willgo Zainar, SE, MBA, legislator asal NTB di Komisi XI DPR-RI mendorong perbankan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat tepat waktu. Maksudnya agar kredit dengan margin lu(Suara NTB/dok) nak itu dapat H. Willgo Zainar dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum musim tanam padi. Saat ini momentum musim tanam padi akan segara dimulai, menyusul mulainya musim hujan. Dihubungi di Jakarta, Rabu (22/11) kemarin, Willgo mengatakan jangan sampai proses realisasi KUR yang panjang dan berbelit-belit menyebabkan dana tersebut tidak bisa cair pada saat petani mau menanam atau menebar benih. Perbankan diminta memahami siklus pertanian dimaksud. Pemerintah merencanakan akan memberlakukan ketentuan baru bunga KUR. Rencananya dari 9 persen akan menjadi 7 persen dan berlaku pada Januari 2018 mendatang. H. Wilgo mengatakan, dewan sangat mendukung rencana tersebut. Pemerintah juga melakukan ekstensifikasi pembiayaan KUR di sektor pertanian, perikanan, Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM), dan menyesuaikan pola pembayaran angsuran bunga dan pokok saat panen. Hal itu sangat menarik bagi petani. Kendati demikian, H. Wilgo tetap mengharapkan, sekaligus mendorong perbankan, agar realisasi KUR juga harus tepat waktu sebelum musim tanam sehingga petani dapat memanfaatkan tepat guna. Selain itu, yang tak kalah penting adalah bagaimana produk asuransi pertanian harus diperluas lagi dan tidak terbatas pada komoditas padi dan jagung saja. Misalnya untuk tembakau, bawang dan cabai yang belum masuk program asuransi pertanian yang dijalankan Kementerian Pertanian. dengan perlindungan petani oleh asuransi, bank penyalur KUR tidak khawatir risiko atas gagal panen akibat hama atau bencana alam. Mengingat KUR pertanian sampai dengan Rp 25 juta tidak memebebankan agunan. Untuk UMKM, pemerintah juga harus dapat terus mendorong klaster produksi unggulan suatu wilayah. Misalnya industri roti di Babakan, Kecamatan Sandubaya Mataram, industri dodol nangka di Suranadi Kabupaten Lombok Barat. “Selain itu, kerajinan tenun dan industri kreatif lainnya di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, juga harus dibina pengembangan, baik dari sisi industri, pemasaran,” sarannya. Pemerintah harus memberikan perhatian maupun manajemen usaha agar modal kerja yang diperoleh dari KUR untuk kelompok usaha tersebut bisa berkembang dan berdaya saing kata anggota anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR- RI asal Partai Gerindra ini. sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, mengatakan pemerintah membuat keputusan menu-

runkan suku bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2018 dengan harapan perekonomian rakyat semakin bergerak. “Suku bunga KUR turun per 1 Januari 2018, dari 9 persen menjadi 7 persen. Nanti grass roots kami atur,” katanya pada pelatihan wartawan daerah yang digelar Bank

Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta 21-22 November 2017. Pada 2017, pemerintah menetapkan KUR hingga Rp 106,6 triliun. Namun yang sudah realisasi hingga Oktober 2017 sekitar 67 persen dari total anggaran yang telah ditetapkan. Namun, pemerintah berencana menaikkan anggaran KUR pada 2018 menjadi Rp 120 triliun. (bul)


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Beda dengan KUA PPAS

Kembali Bangun Rusunawa PEMKAB Lombok Timur (Lotim), melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman untuk tahun 2018 kembali akan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pembangunan rusunawa ditempatkan di dua titik yakni di Kecamatan Labuhan Haji untuk para nelayan, serta rusunawa untuk asrama mahasiswa di Ponpes Uli Albab Gege Desa Perian. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Lotim, Mudahan mengungkapkan, pembangunan rusunawa untuk tahun 2018 merupakan yang ke sekian kalinya. Di mana, tahun sebelumnya dibangun rumah susun yang di kawasan pesisir yakni di Desa Labuhan Lombok untuk para nelayan dan rumah khusus di Ketapang Raya, serta tahun 2017 ini di Desa Tanjung Luar. “Untuk di tahun 2018 nanti kita akan kembali bangun Rusunawa di dua tempat,” jelasnya.. Pembangunan rumah susun maupun rusunawa tersebut, katanya, dihajatkan untuk masyarakat yang tidak memiliki rumah. Di mana, pembangunannya di lahan milik Pemda, untuk di asrama mahasiswa di lahan ponpes itu sendiri. Adapun anggaran pembangunannya bersumber dari APBN. Terkait pembangunan rusunawa di Labuhan Haji nantinya akan dibangun dengan teknis empat lantai dengan tipe 3x6 per satu unit. Disampaikan lebih jauh, Mudahan mengungkapkan pembangunan rusunawa untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga Lotim sebagai alternatif hunian dengan biawa sewa rendah. “Target pembangunan rusunawa ini untuk mengurangi backlog (kekurangan jumlah rumah),”ujar mudahan. Rusunawa yang identik dengan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) itu terutama bagi nelayan, dihajatkan agar para nelayan bisa menempati rumah layak huni serta dekat dengan tempatnya beraktivitas sehari-hari. Misalnya di Desa Labuhan Lombok, rusunawa yang dialokasikan sebanyak 114 unit tersebut terdiri dari lima lantai yang sudah difasilitasi dengan mebeler, listrik dan air. (yon) Mudahan (Suara NTB/yon)

Piutang Pajak Perhotelan Terkendala Agen Tanjung (Suara NTB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Utara terus mengupayakan penagihan pajak tertunggak pada sejumlah objek pajak seperti hotel, restoran, pemilik toko grosir hingga ke pengelola parkir. Pajak tertunggak dominan tertagih, namun kendala yang masih dihadapi masih terletak pada pemakaian jasa agen oleh perhotelan dalam mengurus pajaknya. “Faktor yang menimbul piutang pajak karena hotel besar rata-rata memakai agen di mana penyetoran pajak tidak langsung dibayarkan. Sisa piutang tidak banyak, tapi namanya tersendat otomatis mempengaruhi aliran kas di hotel-hotel,” ungkap Kepala Bapenda KLU, H. Zulfadli, melalui Kabid Pendapatan, Arifin, Rabu (22/11). Dijelaskannya, total target pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2017 sebesar Rp 155 miliar. Khusus Bapenda dibebankan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 91 miliar, sedangkan sisanya dikelola oleh SKPD-SKPD lain dalam bentuk retribusi. Hingga minggu kedua November 2017, capaian pungutan pajak oleh Bapenda tercapai sebesar Rp 79,527 miliar atau 87 persen dari Rp 91,18 miliar. Pihaknya meyakini, target akan bisa dipenuhi bahkan melebihi Rp 91 miiar tersebut. “Kita optimis bisa mencapai target, karena kita belum masukkan penarikan pajak untuk minggu ketiga dan ke empat November. Kalau sudah masuk mungkin mencapai 90 persen lebih,” ujarnya. Bapenda menyadari potensi peningkatan pajak masih terbuka lebar seiring penerapan Pajak Online pada Januari 2018 mendatang. Saat ini Bapenda tengah mempersiapkan SDM pengelola dan peralatan yang digunakan di beberapa hotel dan restoran yang berkapasitas usaha menengah besar. Kesiapan SDM dan alat sedang kerjakan, sosialisasi Desember 2017. Kontraksi tambahan pendapatan juga didukung oleh kesadaran wajib pajak. Beberapa hotel yang sebelumnya enggan membayar piutang pajak kini sudah menyelesaikan kewajibannya. “Termasuk hotel-hotel yang terbakar tetap membayar pajak, hanya saja, pajaknya mengalami penurunan. Setoran dari kisaran Rp 1 miliar menjadi kurang sedikit dari 1 miliar karena kamar hotel yang terbakar tidak dibayarkan pajaknya,” jelasnya. Arifin mencatat, dari akumulasi tunggakan pajak beberapa hotel sebesar Rp 4 miliar, sebagian besar sudah menyelesaikan. Beberapa hotel juga mendekati lunas. “Alhamdulillah tunggakan besar seperti dindaerah lain tidak terjadi Lombok Utara. Mereka sadar kalau tidak dibayar maka akan kena denda sebesar 2 persen per bulan dari total pajaknya,” demikian Arifin. (ari)

RAPBD 2018 KLU Turun Rp 133,85 Miliar Tanjung (Suara NTB) Eksekutif kembali membuat “kejutan” dengan mengumumkan Rancangan APBD 2018 Kabupaten Lombok Utara mengalami penurunan drastis. Pada KUA PPAS lalu, porsi anggaran pendapatan diasumsikan sebesar Rp 1,093 miliar lebih. Tetapi pada paripurna penyampaian Kepala Daerah terhadap RAPBD 2018, tercatat besaran angka RAPBD sebesar Rp 959,4 miliar. Mengacu pada perubahan itu, total asumsi anggaran yang berubah (turun) dari KUA PPAS ke RAPBD tercatat sebesar Rp 133,85 miliar lebih. Penurunan itu disebabkan berkurangnya “jatah” Dana Perimbangan dari sebesar Rp 745,107 miliar di KUA PPAS menjadi Rp 610,466 miliar. Rinciannya mencakup Bagi Hasil pajak turun dari Rp 52,828 miliar menjadi Rp 42,303 miliar, DAU turun dari Rp 398,209 miliar menjadi Rp 392,932 miliar, DAK berkurang dari Rp 294,59 miliar menjadi Rp 175,229 miliar. Perubahan pada pendapatan itu otomatis mempengaruhi besaran belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Belanja Langsung bertambah

dari Rp 392,496 miliar menjadi Rp 399,71 miliar dan BTL turun dari Rp 729,693 miliar menjadi Rp 585,248 miliar. Presisi penurunan yang paling drastis berimbas pada belanja modal yang turun dari Rp 356,223 miliar menjadi Rp 243,265 miliar. “Dari gambaran pendapatab dan belanja untuk tahun anggaran 2018, RAPBD Kabupaten Lombok Utara mengalami defisit sebesar Rp 24,919 miliar lebuh, dan akan ditutupi dari pembiayaan yang mengalami surplus sebesar Rp 24,919 miliar lebih,” ungkap bupati. Dikatakan, penyusunan RAPBD 2018 tetap mengacu pada visi misi yang dituangkan pada RPJMD serta mengacunpada prinsip, yakni sesuai ke-

butuhan masyarakat, tertib dan taat ketentuan perundangundangan, tepat waktu, transparan dan partisipatif. Terpisah, usai paripurna Ketua Fraksi Hanura DPRD Lombok Utara, Ardianto, SH., mengaku terkejut dengan perubahan angka RAPBD yang berkurang dari kesepakatan di KUA PPAS. “Sebelumnya kita bangga di RAPBD total belanja tembua Rp 1.096 triliun, tetapi setelah mendengar penyampaian bupati yang mengatakan terjadi pengurangan, kita kecewa. Saya pastikan pembahasan RAPBD ini akan lama karena SKPD harus melakukan penyesuaian dari awal,” ungkapnya. Sebelum Dana Perimban-

(Suara NTB/ari)

SAMPAIKAN - Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan nota RAPBD 2018 di DPRD Lombok Utara, Rabu (22/11). gan masuk di RAPBD, Ardianto mengaku telah menyarankan agar asumsi anggaran disesuaikan sejak KUA PPAS. Caranya dengan menempatkan porsi anggaran dan belanja

pada sesuai angka APBD tahun 2016 lalu. “Yang pasti pembahasan RPABD jadi lebih panjang karena banyak hal disesuaikan dengan asumsi,” pungkasnya. (ari)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lokasi Banjir Selong (Suara NTB) Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Keruak Lombok Timur, Kamis (23/11) ini. Kunjungan presiden ke lokasi banjir serangkaian kedatangannya membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di NTB. Untuk itu, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Kamarudin Simanjuntak meninjau lokasi banjir di Kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru, Rabu (22/11) sore. Pangdam IX/Udayana tiba di Lapangan Arjanjang Keruak bersama rombongan menggunakan helikopter jenis Bell AD 412 EP dengan pilot Kapten CPn.Sena. Ikut dalam rombongan tersebut, Asren Pangdam IX/ Udayana Kolonel Eko, serta Ajudan, Serda Aditya. Kedatangan Pangdam IX/Udayana dijemput langsung Danrem 162/WB, Kolonel Inf. Farid Makruf, Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Setiandar, serta Kepala Bakesbangpoldagri H. Lalu Syafi’i. Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (22/11) petang, Dandim 1615/Lotim, Letkol. Inf. Agus Setiandar mengungkapkan, kedatangan Pangdam IX/Udayana di Kabupaten Lotim bersama rombongan untuk mengecek langsung lokasi banjir yang akan dikunjungi Presiden Joko Widodo, sehingga di-

(Suara NTB/ist)

TINJAU - Pangdam IX/Udayana Kamaruddin Simanjuntak didampingi Danrem 162 WB Farid Makruf meninjau lokasi banjir yang akan dikunjungi Presiden Jokowi, Rabu (22/11) sore. harapkan kunjungan orang nomor satu di negeri ini dapat berjalan lancar dan aman sebagaimana yang diharapkan. Usai meninjau lokasi, lanjut dia, Pangdam IX/Udayana

didampingi Danrem 162/WB take off dari lapangam Arjanjang menuju Lombok International Airport (LIA). Diketahui, Kamis (23/11) hari ini, Presiden RI, Joko Widodo diagenda-

kan akan mengunjungi masyarakat yang menjadi korban banjir, termasuk bersilaturrahmi ke Ponpes Nahdlatul Wathan (NW), baik yang ada di Anjani maupun di Pancor.

Termasuk melakukan kunjungan ke makam pahlawan nasional asal NTB, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang berlokasi di Kompleks Musalla Al Abror Pancor. (yon)

Panitia Matangkan Persiapan Porkab Selong (Suara NTB) Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mematangkan persiapan pelaksanan. Porkab II diyakini sudah siap digelar. Pembukaan sudah dipersiapkan pada tanggal 25 November 2017, Sabtu mendatang. Ketua Panitia Porkab, Juniar Affandi, menjelaskan, saat ini, seluruh bidang menyiapkan peralatan dan hal teknis lainnya. Dari 17 cabang olahraga yang dpertandingkan, sebagian besar sudah siap. Yang tersisa ting-

gal 3 cabang olahraga yang belum menggelar technical meeting menjelang laga. Namun dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan. Tiga cabor tersebut adalah tenis meja, voli dan sepak takraw. Dalam hal ini, ujarnya, persiapan sudah siap, hanya persoalan waktu sehingga terlambat. Dipastikan, semua tahapan persiapan tidak asal-asalan. Persiapan bantahnya sudah sangat lama. “Saya sudah pernah punya pengalaman melaksanakan Porkab pada tahun 2015 lalu. Saya waktu itu sebagai ketua panitia, sekarang dipercaya kembali menjadi ketua,” ungkap Juniar.

Semua kekurangan, katanya, sudah bisa diantisipasi. Kekurangan sarana dan perasarana yang ada saat ini dalam penafsiran Juniar hanya pada venue pertandingan yang belum tersedia di Lapangan GOR Selaparang, sehingga pilihannya menggunakan tempat lain. Seperti menggelar kegiatan bola voli, menggunakan lapangan nasional. Termasuk untuk menggelar pertandingan olahraga berat, karate, kempo, taekwondo, tarung derajat dan lainnya terpaksa dipinjamkan di gedung lain yang dianggap memenuhi persyaratan sebagai tempat digelarnya kegiatan pertandingan. Di

antaranya, meminjam Aula Dikbud, Aula Dikmen PK dan PLK. Aula Pondok Pesantren Darunnandlathain Nahdlatul Wathan dan lainnya. Pelaksanaan, katanya, sudah bisa terpusat, karena bisa dilaksanakan di Kota Selong. Pelaksanaan tidak bisa sepenuhnya dilakukan di Gelanggang Olahraga (GOR) Selaparang, karena memang terbatas. “Saya kira pemerintah pusat pun tidak bisa menggelar kegiatan olahraga semuanya di Gelora Bung Karno,” urainya. Sehingga memang dibutuhkan meminjam lokasi lain. (rus)

Pelantikan PPK dan PPS

Antara Demokrasi dan Uang Saku Rabu (22/11), 100 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berkedudukan di 20 kecamatan dan 762 Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berkedudukan di desa dilantik. Penyelenggara pemilu masing-masing 5 orang di tiap kecamatan dan tiga orang di desa ini resmi bekerja melaksanakan pesta demokrasi.

(Suara NTB/rus)

LANTIK - Ketua KPU Lotim Muhammad Saleh melantik PPK dan PPS di Kantor Bupati Lotim, Rabu (22/11).

BUPATI Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan kepada seluruh PPK dan PPS dapat menjalankan tugas-tugas dengan baik selaku penyelenggara. Diterangkan, tugas sebagai PPK dan PPS sebatas penyelenggara, maka harus menjaga demokrasi. Netralitas penyelenggara sangat penting. Menurutnya, seorang PPK dan PPS mewakili negara. PPK dan PPS harus tunduk

untuk kepentingan negara. Anggota PPK dan PPS hendaknya menjaga komitmen negara. Salah satu indikator demokrasi adalah terselenggaranya sebuah pemilihan. Sekarang ini, lanjutnya, saatnya PPK dan PPS bekerja. Menjadi wakil reformasi politik di Indonesia. “Silakan lakukan tugas dengan baik,” pintanya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim, Muham-

mad Saleh, mengaku, saat pendaftaran peminatnya mencapai 3.621 orang. Dari jumlah itu sudah pasti ribuan orang terpental, karena kalah saing saat prosesi seleksi digelar. Saat para peserta diwawancara, ada yang menjawab ingin menegakkan demokrasi. Namun ada juga jawaban ingin dapat tambahan uang saku. Alasan ini beralasan, namun ditegaskan Ketua KPU Lotim ini penekanannya harus pada aspek penegakan demokrasi. Diingatkan, tanggung jawab pennyelenggara pesta demokrasi ini sangat besar. Pemilihan kepala daerah serentak diharapkan bisa sukses. Tugas pokok dan fungsi PPK dan PPS sangat berat. Untuk itu, diminta segera bersinergi dengan pi-

hak kecamatan bagi PPK dan pihak desa bagi para PPS. PPK dan PPS diminta harus profesional dan menjaga integritas. Sebagai wasit dari pelaksanaan pesta demokrasi ini, PPK PPS harus tetap menjaga netralitasnya. Semua orang harus diperlakukan sama. Tidak boleh ada berpihak dalam pelaksanaan tugas dan harus memperhatikan kata. Untuk itu, bersama dengan Panitia Pengawas (Panwas) harus bisa sejalan seiring. “Jangan risih diawasi pengawas, kita sama-sama penyelenggara,” terang Saleh. Cara pandang antara pengawas dan PPK PPS harus diubah. Tidak menilai pengawasan sebagai tindakan yang merecoki tugas PPK dan PPS. Banyaknya jumlah PPK dan PPS ini di-

akui Saleh paling banyak menelan dana. Dari Rp 32 miliar dana sharing dari pemerintah daerah kabupaten Lotim, sebesar Rp 22 miliar diperuntukkan untuk honor para PPK dan PPS. Masing-masing diberikan Rp 1,85 juta sebulan untuk ketua PPK dan anggota Rp 1,7 juta. Sedangkan untuk PPS diberikan sebulan Rp 850 ribu bagi ketua dan Rp 750 ribu bagi anggota. Besarnya anggaran honor penyelenggara ini diharapkan dapat berdampak positif bagi kinerjanya. Besaran honor ini menjadi salah satu alasan kiranya atas tingginya minat menjadi penyelenggara pemilihan. Bagi KPU Lotim, terpenting dijaga adalah netralitas dari seluruh penyelenggara. (rus)


SUARA PULAU LOMBOK

(Suara NTB/kir)

Masyarakat di Tiga Dusun Belum Terima Bantuan Giri Menang (Suara NTB) Masyarakat tiga dusun, Dusun Gunung Embit, Pengendan dan Mencangah yang terisolasi di Desa Pelangan mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah. Pasalnya, semenjak terisolasi akibat besarnya air sungai di daerah itu, belum ada bantuan ke penduduk setempat. Bahkan hampir 23 hari lamanya warga harus memenuhi kebutuhan hidup seadanya. Lantaran untuk membeli kebutuhan sehari-hari tidak bisa, karena tidak adanya jembatan penghubung ke tiga dusun tersebut. Kadus Gunung Embit, Komang Samara menuturkan sejauh ini belum ada respons pemda untuk membantu masyarakat setempat yang terisolasi akibat air sungai yang naik dipicu hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir. “Belum ada bantuan ke warga kami, padhal sudah dua hari lalu tak bisa kemana-mana (terisolasi) karena air sungai besar, jembatan penghubung juga tidak ada. Tolong bangunkan kami jembatan,” harapnya, Rabu (22/11). Di daerahnya terdapat 500 lebih KK yang tinggal di 3 dusun di wilayah yang sempat terisolasi lantaran tak ada jembatan penghubung. Dijelaskan, sejak tiga hari lalu hujan melanda, menyebabkan air sungai meluap. Warga yang mau membeli perlengkapan dan kebutuhan pokok tidak bisa menyeberang sehingga terpaksa harus menunggu air surut. Namun Minggu kemarin hujan lebat kembali terjadi, sehingga warga pun terpaksa nekat menyeberang. Sejauh ini jelasnya, warga nekat menyeberang sungai meskipun arusnya deras. Pasalnya, Logistik dari pemda belum turun, sehingga warga mengaku masih kesulitan mengatasi kebutuhan sehari-hari. Menanggapi hal ini, Kepala Pelaksana BPBD Lobar, HM. Najib mengaku terkait penanganan bantuan ke warga di Pelangan yang menurut informasi terisolasi dikoordinasikan dengan Dinas Sosial. BPBD jelasnya, menangani ketika kondisi kedaruratan, mengevaluasi saat kejadian bencana. “Namun kalau bantuan itu di Dinsos. Sudah kami arahkan ke Dinsos,”jelas Najib. Diakuinya, kondisi hujan lebat beberapa hari lalu mengakibatkan beberapa titik di Lobar tergenang banjir, seperti di Gerung dan Senggigi Batulayar. Namun pihaknya sudah turun melakukan penanganan, termasuk di Gerung pihaknya bersama Dinas PUTR sudah menurunkan alat berat membersihkan dan membongkar drainase di seputaran lampu Merah Gerung. (her)

PKB Penentu Balon Duet Zul-Khair dan Hasanain-Sulhan Giri Menang (Suara NTB) Pertarungan sengit terjadi Partai Keadilan Bangsa (PKB), antara TGH. Khudari Ibrahim dengan H. Sulhan Mukhlis. Keduanya adu lobi untuk merebut Surat Keputusan (SK) PKB. Keduanya sama-sama mengklaim didukung DPP, bahkan tak jarang beradu argumen di media. Kondisi ini pula yang mengakibatkan arah dukungan PKB seolah berada dipersimpangan antara Izzul Islam – TGH. Khudari Ibrahim (Zul-Khair) dan TGH. Hasanain Djuaini – H. Sulhan Muchlis Ibrahim (Hasan). Bagaimana tidak, di paket Zul-Khair, TGH. Khudari Ibrahim menduduki posisi Ketua DPC PKB Lobar. Di satu sisi H. Sulhan Muchlis Ibrahim juga menduduki posisi penting di PKB dan saat ini duduk sebagai Wakil Ketua III DPRD Lobar mewakili Fraksi PKB. Jika merunut lebih ke dalam, TGH. Khudari Ibrahim dan H. Sulhan Muchlis Ibrahim merupakan antara paman dan keponakan yang juga pendiri Pondok Pesantren Al Islahuddiny Kediri. Ketua DPW PKB NTB, H.L. Hadrian Irfani yang dikonfirmasi, Selasa (21/11) yang dikonfirmasi terkait arah dukungan di antara dua kader terbaiknya itu belum berani memberi jawaban lugas. Ia mengatakan bahwa sejauh ini PKB masih melakukan survei akhir terhadap ke dua paket tersebut. “Belum kita putuskan, karena masih survei akhir,” jawabnya melalui pesan singkat. Ditanya mengenai hasil survei yang disebutkan tersebut, lagi-lagi Hadrian menolak memberi jawaban gamblang. Menurutnya, hasil survei belum diketahui karena masih proses. “Belum, karena sedang berjalan,” jawabnya. Lalu siapa penentu ‘nasib’ ke dua paket itu untuk bisa maju di Pilkada Lobar mendatang ? Hadrian Irfani mengatakan penentunya bukan berada di ranah DPW PKB NTB. Menurut dia, semuanya tergantung Ketua Umum PKB H. Muhaimin Iskandar. “Kami tergantung Ketua Umum, tentunya berdasarkan rekomendasi dari DPW PKB NTB,” jelasnya. Ia berjanji bahwa pada Minggu ke dua Desember akan bisa diketahui siapa yang akan diusung dan didukung oleh PKB. Apakah paket Zul-Khair atau mungkin Hasan. “Mudahan minggu ke dua Desember (sudah) rampung,” janjinya. (her)

SOSIALISASI - Sosialisasi konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di aula gedung PKK Loteng, Rabu (22/11).

Konversi Bank NTB Menjadi Bank Syariah Untungkan Nasabah Praya (Suara NTB) Rencana konversi atau alih usaha Bank NTB dari bank umum konvensional menjadi bank syariah, disambut positif Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Menurutnya, konversi tersebut tidak hanya menguntungkan dari sisi usaha. Tetapi juga dari sisi nasabah, juga akan memperoleh banyak keuntungan lebih. Yang mungkin tidak diperoleh dari bank konvensional pada umumnya. “Konversi dari bank umum konvensional ke bank syariah, satu langkah tepat yang diambil oleh jajaran manajemen Bank

NTB,” ungkap Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., saat sosialisasi Perubahan Kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, di aula gedung PKK Loteng, Rabu (22/11). Menurutnya, sebagai bank yang berada di daerah yang sebagian besar pendudukanya beragama Islam, sudah selayaknya Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Karena nantinya, semua jenis usaha dan tata kelola bank akan disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan begitu hasil usaha, berupa laba yang diperoleh tentunya sesuai dengan prinsip syariah.

“Di sinilah letak keuntungan yang diperoleh para nasabah Bank NTB nantinya. Keuntungan bagi hasilnya yang diperoleh nasabah pastinya halal. Karena diperoleh dengan caracara yang sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya. Meski nantinya sudah berubah menjadi bank syariah, bukan berarti Bank NTB akan menutup diri dari nasabah lainnya. Bank NTB tetap terbuka dengan nasabah dari semua elemen masyarakat, karena pada prinsipnya, konversi hanya pada tataran tata kelola bank saja disesuaikan dengan prin-

sip syariah. Kalau yang lain, tidak ada yang berubah. Sehingga pihaknya berharap para nasabah setia Bank NTB tetap mempercayakan Bank NTB di masa-masa yang akan datang. Di tempat yang sama, Direktur Syariah Bank NTB, H. Saharuddin, menambahkan, dengan konversi itu nantinya semua cabang Bank NTB yang masih konvensional akan melebur dengan cabang Bank NTB syariah di daerah tersebut. Mengingat, di beberapa daerah Bank NTB juga sudah memiliki cabang syariah. “Target untuk proses konversi bisa selesai pal-

ing lambat Bulan Agustus tahun 2018 mendatang,” sebutnya. Saat ini pihaknya masih terus melalakukan persiapan. Mulai dari persiapan sumber daya manusia (SDM) pendukung sampai persiapan jaringan dan sistem teknologi. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait koversi itu sendiri. Supaya terbangun persepsi yang sama. Bahwa dengan langkah konversi tersebut, tidak ada pihak yang dirugikan. Justru memberikan keutungan berupa keberkahan atas hasil yang diperoleh. (kir)

Lawan Paham Radikal

Ponpes Harus Jadi Garda Terdepan Praya (Suara NTB) Keberadaan pondok pesantren (ponpes) harus menjadi garda terdepan dalam upaya melawan dan menangkal penyebaran paham-paham radikal di negara ini. Termasuk di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid. Mengingat, penyebaran paham-paham radikal tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Hal tersebut disampaikan Ketua PBNU pusat, KH. Said Aqil Sirajd, di hadapan ratusan siswa Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok Lombok Tengah (Loteng), Rabu (22/ 11). Menurutnya, ponpes memainkan peran vital dalam upaya melawan penyebaran radikalisme. Mengingat, selama ini paham-paham radikal yang kemudian memicu munculnya aksi terorisme, banyak yang menyebar dari ponpes. Hal itu dikarenakan, paham radikal yang menjadikan jihad sebagai doktrinnya sangat mudah masuk dan diterima kalangan ponpes. Karena memang dalam Islam juga mengajarkan jihad. Namun bukan dalam arti yang sempit. “Yang terjadi selama ini, ada pihak-pihak yang kemu-

dian menyalahartikan makna jihad. Sehingga muncullah aksi terorisme,” ungkapnya. Padahal dalam Islam tidak ada ajaran yang mengajarkan untuk menyakiti orang lain. Terlebih lagi sesama muslim, atas dasar jihad. Justru Islam mengajarkan untuk saling menghargai dan saling melindungi serta bukan menyakiti orang lain. Apakah itu kepada orang yang bukan muslim, lebih-lebih lagi kepada sesama muslim. “Terorisme dan paham radikal itu tidak diajarkan dalam Islam. Jadi kalau kemudian ada pihak atau kelompok tertentu yang melakukan aksi terorisme dan mengajarakan paham radikal, maka itu bukan Islam. Karena Islam mengajarkan kebaikan dan kedamaian,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya menyerukan perlawanan terhadap terorisme dan paham radikal. Selain karena bertentangan dengan ajaran agam Islam, juga bertentangan dengan tujuan dan cita-cita negara ini. Sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk melawan paham radikal dan terorisme. Karenanya, tegas Said Agil, tidak boleh ada ruang sedikitpun yang diberikan bagi paham radikal dan terorisme untuk berkembang. Semua elemen masyarakat harus melawan supaya paham tersebut tidak menyebar dan membuat ketakutan di tengah masyarakat. Lebih lanjut alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini, menegaskan banyaknya kasuskasus pengeboman terhadap masjid dan penyerangan ter-

hadap umat Muslim, sebagai bukti kalau terorisme dan paham radikal bukanlah ajaran Islam. “Kalau memang terorisme dan paham radikal itu jadi bagian dari ajaran Islam, kenapa kemudian banyak masjid yang dibom. Termasuk umat Muslim banyak yang jadi kor-

ban terorime. Ini menegaskan kalau terorisme dan paham radikal bukan Islam. Dan, pada ken- yataannya memang seperti,” ujarnya. (kir)

KH. Said Aqil Sirajd

Pilkada NTB 2018

Naik Tipe, RSUD Tripat Gerung Berbenah Giri Menang (Suara NTB) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju Lombok Barat (Lobar) rencananya akan dilakukan pengembangan yang lebih strategis. Nantinya, rumah sakit akan melengkapi sarana dan prasarana termasuk kelengkapan kamar pasien. Hal itu merupakan syarat untuk menjadi Rumah Sakit tipe B. “Kita akan kembangkan lebih strategis. Karena merupakan syarat menjadi rumah sakit tipe B, akan kita bangun dengan konsep komprehensif dan memadai, agar lebih lengkap penunjang, sarana pelayanan termasuk pola sirkulasi dan pengelolaan limbah yang modern,” papar Direktur RSUD Patut Patuh Patju, drg. Arbain Ishaq di hadapan bupati, Selasa lalu. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 340 tahun 2010, Rumah Sakit tipe B sedikitnya harus memiliki empat Pelayanan Medik Spesialis Dasar, empat Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, dlapan Pelayanan Medik Spesialis lainnya dan dua Pelayanan Medik Subspesialis Dasar. Rumah Sakit juga harus memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medik yang jumlahnya disesuaikan dengan klasifikasi tersebut. Rumah sakit tipe B ini didirikan disetiap ibukota di setiap kabupaten dan dapat menerima rujukan dari rumah sakit kabupaten di sekitarnya. Sekda Lobar H. Moh. Taufiq mengakui, pengembangan rumah sakit memang dibutuhkan sebagai syarat naik kelas dari tipe C menjadi tipe B. Taufiq juga mengingatkan agar pengembangan harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang hanya memiliki anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 25 milliar di tahun 2018. Sementara itu, Bupati H. Fauzan Khalid sepakat agar rumah sakit dikembangkan dan diperluas bangunannya, yakni mulai dari depan jalan H.L Anggrat menghadap jalan besar yaitu Jalan Gatot Subroto. Dikatakannya, bila anggaran pembangunan rumah sakit di tahun 2018 tidak mencukupi, dirinya berkomitmen akan melanjutkan pembangunannya di tahun 2019. (her)

Halaman 5

NU Tegaskan Tetap Netral

(Suara NTB/ist)

LEPAS - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid melepas bantuan dari PPNI bagi korban banjir di Lotim, Rabu (22/11).

PPNI Lobar Salurkan Bantuan ke Lotim Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid melepas 20 anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lombok Barat untuk bertolak menuju Kabupaten Lombok Timur (Lotim) guna menyalurkan bantuan korban banjir. Keberangkatan rombongan relawan ini didampingi Dewan Pembina PPNI Lobar, H. L. Takdir Mahdi di Pendopo Bu-

pati Lobar, Rabu (22/11). “Kami juga melibatkan tenaga dokter dan bidan dalam kegiatan ini. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, pakaian layak pakai serta obat-obatan. Di sana, kami akan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban banjir,” terang Ketua PPNI Lobar H. Adnan Sulaiman. Penyaluran bantuan, ujarnya, dilakukan sebagai bentuk komitmen para anggota pera-

wat Kabupaten Lobar dalam membantu warga yang dilanda musibah. Saat ini jumlah anggota PPNI Lobar berjumlah 1.000 orang anggota yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Lobar. Untuk diketahui, sejak Sabtu lalu, banjir bandang melanda empat kecamatan di Kabupaten Lotim, meliputi Kecamatan Keruak, Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Sakra dan Kecamatan Sakra Barat. (her)

Praya (Suara NTB) Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan sikap tetap akan netral dan tidak akan terlibat politik praktik pada gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang. Termasuk pada di gelaran Pilkada NTB. Walaupun diakui, ada sejumlah kader NU yang bakal ikut berlaga di Pilkada NTB 2018 mendatang. “Kalau Pilkada (NTB,red) itukan ranahnya politik. Dan, kita NU tidak masuk sampai ke sana,” tegas Ketua PBNU, KH. Said Agil Siradj, usai menghadiri tabligh akbar dan pelantikan pengurus PERGUNU Loteng, di Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok Lombok Tengah (Loteng), Rabu (22/11). Dikatakannya, NU dalam hal ini tetap berpedoman pada prinsip organisasi dan tidak akan ikut dan terlibat dalam politik praktis. Kalaupun kemudian, ada kader NU yang menjadi calon kepala daerah tidak lantas NU menyerukan untuk mendukung calon bersangkutan. “Jika memang kita harus mendukung, paling kita dukung dengan doa,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Wilayah NU NTB, TGH. Taqiuddin Mansyur. Menurutnya, NU secara organisasi tidak pernah

dan tidak akan mendukung calon kepala daerah tertentu di Pilkada NTB mendatang. Semua pilihan diserahkan sepenuhnya kepada warga NU, untuk memilih siapa pemimpinnya ke depan. Ia pun mengaku kalau beberapa calon kepala daerah yang disebut-sebut bakal maju di Pilkada NTB mendatang, adalah kader terbaik NU, sebut saja, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., kemudian Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, termasuk Bupati Lombok Timur (Lotim) juga adalah kader NU. “Dengan Suhaili, saya teman lama. Saya sudah tahu kekurangan dan kelebihannya. Dan, kemampuanya jika terpilih sebagai Gubernur NTB tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya. Begitu pula dengan Ahyar Abduh, punya hubungan yang baik dengan NU. Tidak hanya sebatas sebagai kader saja. Ditanya soal ke depan Suhaili dengan sejumlah pengurus NU, Taqiuddin menegaskan, itu hal yang wajar. Karena Suhaili merupakan bagian sekaligus juga pengurus NTB, sehingga hal yang wajar kalau Suhaili dekat dengan pengurus NTB. Lebih-lebih pengurus NU di Loteng, karena Suhaili adalah bagian dari Loteng itu sendiri. (kir)

(Suara NTB/kir)

SUARA NTB Kamis, 23 November 2017


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

Sumbawa Dapat Tambahan Pupuk Urea 4000 Ton Sumbawa Besar (Suara NTB)Kabupaten Sumbawa mendapatkan tambahan kuota pupuk Urea bersubsidi sebesar 4000 ton. Dari kuota sebelumnya untuk tahun ini sebanyak 24.422 ton sehingga total menjadi 28.480 ton. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani jelang musim tanam awal musim hujan ini. Seperti disampaikan Kabid Sebagaimana disampaikan Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Distan Sumbawa, Isnaini S.P, kepada Suara NTB, Rabu (22/11) kemarin. Tak (Suara NTB/arn) hanya Urea, Sumbawa juga Isnaini mendapatkan tambahan kuota untuk pupuk jenis SP-36, ZA, NPK dan Organik. Kuota tambahan ini telah dialokasikan ke masing masing kecamatan sesuai SK Bupati. Diharapkan, pupuk yang ada dapat dioptimalkan pemakaiannya. Mengingat kebutuhan pupuk secara nasional juga belum terpenuhi. “Kuota yang terbatas ini harus dapat dioptimalkan,”terangnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan Sumbawa akan mendapatkan tambahan kuota lagi, kalau memang ada realokasi dari Kabupaten lainnya. Dengan catatan pendistribusian dari distributor ke pengecer dan dari pengecer ke petani tetap berjalan lancar. Tentu disesuaikan dengan Rencana Detail Kebtuhan Kelompok (RDKK) yang diusulkan kelompok tani. “Jadi, penyaluran pupuk ini harus lancar dan merata. Jangan ada hambatan dalam pendistribusian. Minimal satu minggu sebelum digunakan sudah sampai ke tangan petani,” jelasnya. Paling penting lagi, laporan dalam penyaluran pupuk ini harus tertib. Baik laporan distributtor ke produsen maupun laporan pengecer ke distributor. Sebab pihaknya menemukan di lapangan, laporan dari pengecer ke distributor masih belum tertib. Seharusnya pihak distributor melakukan evaluasi terhadap pengecer binaan mereka. Kalau ditemukan penyimpangan di lapangan, baik itu menjual pupuk diatas HET ataupun menjual pupuk di luar wiilayah mereka, distributor bisa menerapkan tindakan tegas. “Lancar dan tertib. Ini yang penting, agar pertanggungjawabannya juga jelas. Sebab ini yang menjadi pertimbangan dan penilaian dari pengambil kebijakan di atas, pemerintah pusat dan pihak PT Pupuk Indonesia sebagai holding. Serta memudahkan kita ketika mengajukan tambahan kuor,”urai Isnaini. (arn)

Pengerjaan Paving Block dan Pagar Pasar Jereweh Capai 20 Persen Taliwang (Suara NTB) Pembangunan paving block dan pagar pasar Jereweh, Kecamatan Jereweh yang menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar, saat ini terus dikebut pengerjaannya. Bahkan, pantauan di lapangan yang dilakukan dinas terkait (Dinas Pendapatan dan Aset Daerah) saat ini sudah berada pada posisi 20 persen dan ditargetkan rampung tahun 2017 ini juga. Sehingga di awal tahun 2018 mendatang, pasar ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat sekitar. “Saat ini posisi tanah urugan sudah kita diratakan, tinggal dipasang paving blocknya saja. Sementara untuk pagar saat ini pondisi keliling juga sudah dibuat tinggal kita naikan batu batanya saja. Kita juga sudah ingatkan kepada kontraktor untuk bisa mempercepat pengerjaannya, tentu dengan catatan tetap sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” untuk kepala DPAD KSB kepada Suara NTB melalui Kabid Pendapatan Nurullah BA, Rabu (22/11). Dikatakannya, selain pengerjaannya yang diminta untuk terus dikebut dan dipercepat, pihaknya juga meminta kepada pihak kontraktor untuk bisa patuh terhadap aturan. Selain itu, pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan intensif di lapangan untuk memastikan progres pengerjaan dua item pekerjaan ini. Apabila nanti hasil pantauan dilapangan ada yang tidak sesuai dengan spesifikasinya, maka pihaknya tetap akan memberikan teguran dan meminta melengkapi apa yang masih kurang tersebut. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan ataupun penyimpangan bisa semakin ditekan dalam pembangunan dua item pekerjaan ini. “Saya minta kepada kontraktor untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sehingga asas manfaat pasar ini bisa dirasakan oleh masyarakat setempat,” ujarnya. Ia menyebutkan, terkait jumlah pedagang yang akan menempati pasar tersebut, saat ini sudah ada sekitar tujuh pedagang yang dipastikan akan mengisi di pasar tersebut. Tujuh orang ini merupakan para pedagang lama yang sudah menjual di pasar lama di kecamatan ini. Tentu bukan hanya para pedagang yang sudah eksis saja, pihaknya juga tetap akan membuka peluang bagi pedagang yang lain. Terutama penduduk lokal yang ada di Jereweh dan lokal Sumbawa Barat. Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 40 pedagang yang siap menempati pasar ini. Dengan dimaksimalkan keberadaan pasar ini, pihaknya menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkisar pada angka ratusan juta. Sehingga PAD yang ditargetkan berada pada angka Rp. 80 miliar di tahun 2018 bisa tercapai. “Kita targetkan PAD dari pasar ini berada pada angka ratusan juta. Sehingga PAD kita terus meningkat dari tahun ke tahun,” tandasnya. (ils)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Ditemukan, Pupuk Diduga Palsu Beredar di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pertanian (Distan) bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sumbawa menemukan indikasi beredarnya pupuk palsu di beberapa kecamatan di Sumbawa. Sebagian telah disita dan ditarik peredarannya. Sebagaimana disampaikan Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Distan Sumbawa, Isnaini S.P, ketika ditemui Suara NTB, Rabu (22/11) kemarin. Pupuk palsu yang beredar tersebut dengan merk PHOSKAHA. Ditemukan di kecamatan Empang dan Kecamatan Moyo Hulu. Sampelnya telah diambil dan di uji lab di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA Unram. Hasilnya, kandungan unsur hara yang tertera dalam kemasan pupuk dimaksud, jauh dari besar kandungan yang sebenarnya terdapat dalam pupuk. “Ini bisa kita katakan pupuk Palsu. Informasinya pupuk ini didatangkan dari Surabaya,” sebutnya. Terdapat sebanyak 85 sak (isi 50 Kg persak) PHOSKAHA yang beredar di Empang telah ditarik dan disita. Sementara pupuk dengan jenis yang sama yang diduga beredar di kecamatan Moyo Hulu kini sedang didata jumlahnya. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang juga tergabung dalam KP3 untuk mengambil langkah langkah persuasif terhadap penyuplai pupuk palsu ini. “Setelah kami tarik, tetapi masih juga pupuk ini beredar, maka bisa diambil tindakan hukum yang lebih tegas,” cetus Isnaini. Selain itu, Distan juga menemukan indikasi pupuk palsu yang beredar di kecamatan Rhee dengan merk Multiara 18. Sampel sudah diambil namun belum keluar hasil uji lab. Sementara ini peredarannya masih terus dipantau. “Kalau yang di Rhee ini masih indikasi, karena hasil uji labnya belum keluar,”tukasnya. (arn)

DIDUGA PALSU - Jenis pupuk PHOSKAHA yang diduga palsu yang disita KP3 di kecamatan Empang.

(Suara NTB/arn)

Poligami Tanpa Izin, ASN di Sumbawa Diberhentikan

(Suara NTB/ind)

H. A. Gani Nasby Sumbawa Besar (Suara NTB)Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa diberhentikan dengan hormat beberapa waktu lalu. Informasinya, pemberhentian tersebut lantaran yang bersangkutan melakukan pernikahan atau beristri lebih dari satu tanpa mengantongi izin. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Drs. A. Gani Nasby didampingi Kabid Diklat dan Disiplin Aparatur, Ulumuddin, SE membenarkan hal tersebut. ASN yang diberhentikan dengan hormat ini berinisial Hd salah seorang pegawai di salah satu kantor camat di Kabupaten Sumbawa. Yang bersangkutan diberhentikan karena melakukan pelanggaran disiplin berat. Dalam hal ini melanggar Peraturan Permerintah (PP) Refublik Indonesia (RI) Nomor 10 tahun 1980 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. “Dia melanggar PP Nomor 10 tahun 1980 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS. Karena kalau PNS melakukan perkawinan kedua, ketiga atau keempat harus memperoleh izin

dari Bupati. Kalau tidak mendapat izin diberikan hukuman disiplin berat,” ujarnya. Meskipun demikian, yang bersangkutan diberikan hak banding untuk mengajukan keberatan ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) RI di Jakarta. Waktunya selama 14 hari sejak menerima SK pemberhentiannya. Dimana SK Pemberhentian Hd diterima pada Senin 13 November lalu. Jika melebihi waktu tersebut tidak melakukan banding, maka yang bersangkutan dianggap sudah menerima SK pemberhentian yang diberikan. “Jadi setiap ASN baik yang diberhentikan dengan hormat ataupun tidak hormat ada hak untuk banding ke Bapek. Tinggal dia mau menggunakan hak atau dia menerima SK yang diberikan,” terangnya. Nantinya jika yang bersangkutan melakukan banding, maka keputusan selanjutnya tergantung keputusan dari Bapek. Karena setelah banding diajukan Bapek akan melakukan ferivikasi termasuk memintai keterangan yang bersangkutan. Apapun yang menjadi keputusan Bapek haruslah diterima, karena bersifat final. “Kalau melakukan banding, Bapek yang menentukan diterima atau ditolak. Mengenai keputusannya bisa saja hukuman turun, bisa saja bertambah berat, dan bisa saja hukuman tetap. Dan keputusan dari Bapek bersifat final, apapun keputusannya nanti harus diterima,” tandasnya. Untuk diketahui, sambungnya, untuk ASN yang diberhentikan dengan hormat dari sisi haknya masih bisa mengurus Taspen (Tabungan dan asuransi pensiun). Sedangkan jika diberhentikan tidak dengan hormat tidak ada sama sekali hak tabungan pensiun. “Jadi setelah 14 hari dia tidak banding, dia bisa mengurus hak taspennya ke Mataram. Dan tetap akan kita fasilitasi,” pungkasnya. (ind)

Pendaratan Perdana Pesawat di Bandara Sekongkang Ditunda Taliwang (Suara NTB) Rencana pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendaratkan perdana pesawat di bandara Sekongkang ditunda. Sebelumnya Pemda KSB menjadwalkan pada tanggal 15 November lalu, namun rencana itu gagal karena masih sejumlah alasan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KSB, Ir. H. Muslimin. HMY, M.Si mengatakan, secara teknis kesiapan bandara Sekongkang sudah dapat didarati. Namun beberapa kelengkapan pendukungnya hingga hari H pendaratan perdana dari jadwal yang direncanakan belum dapat dilengkapi. “Setelah disurvei ternyata ada beberapa komponen pendukung yang masih perlu dilengkapi,” terangnya kepada Suara NTB, Rabu (22/11). Setidaknya ada dua komponen pendukung yang belum bisa dilengkapi oleh Pemda KSB hingga akhirnya bandara Sekongkang dapat didarati pesawat. Pertama soal kecukupan pasokan listrik untuk mengoperasikan seluruh peralatan bandara dan kedua unit pemadam kebakaran yang

menjadi salah satu syarat utama keamanan bandara. Dijelaskan Muslimin, untuk pasokan listriknya sementara ini pemerintah tengah mengupayakannya. PLN sedang memasang jaringan untuk menyuplai sumber listik yang dibutuhkan bandara. Sementara untuk unit pemadam kebakarannya belum dapat disediakan dalam waktu cepat mengingat fasilitas keamanan itu harus menjadi satu kesatuan dengan bandara. “Ternyata unit Damkar bandara itu harus punya sendiri. Jadi tidak bisa pakai dari luar misalnya dari unit Damkar dinas. Nah itu yang tidak bisa kita lengkapi segera kemarin,” timpalnya. Selain kelengkapan pendukung bandara, Muslimin mengungkapkan kendala lain yang dihadapi kemarin, terkait kesepakatan dengan perusahaan maskapai yang akan digunakan pesawatnya. Pihak perusahaan maskapi ternyata meminta daya dukung anggaran dari pemerintah untuk operasionalnya. “Ini pak bupati tidak setuju karena kita memang tidak menyiap-

kan anggaran apa pun untuk itu,” cetusnya. Meski batal, Muslimin menyatakan, Pemda KSB tetap mengupayakan segera uji coba pendaratan perdana di bandara Sekongkang. Sebab secara teknis bandara yang dibeli pemerintah dari pihak swasta itu sudah memenuhi persyaratan. “Kita sudah punya izin operasional dari kementerian. Artinya bandara itu sudah bias digunakan, tapi kita perlu melengkapi lagi kekurangannya dan itu yang sedang kita upayakan,” urainya. Untuk diketahui, bandara Sekongkang diambil alih oleh Pemda KSB sejak kepemimpinan bupati Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM. Bandara tersebut dibeli dari pihak swasta menggunakan anggaran daerah. Sejak diambil alih Pemda KSB pun menggenjot upaya percepatan operasionalnya, miliaran rupiah anggaran sudah degolontorkan untuk membenahi dan melengkapi fasilitasnya. Namun sayang, hingga kini bandara yang diharapkan menjadi gerbang udara dari dan menuju KSB itu belum bisa dimanfaatkan.(bug)

(Suara NTB/ils)

TERMINAL – Kondisi bangunan terminal Bandara Sekongkang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Tidak Aktif, DPMPTSP KSB Laporkan Perusahaan PMA Taliwang (Suara NTB) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaporkan sejumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang ada di daerah ke Badan Koordinasi Penamanan Modal (BKPM) RI. Pelaporan ini dilakukan karena para perusahaan PMA itu meski telah mengantongi izin prinsip, tetapi di lapangan tidak aktif berusaha. “Ini sesuai hasil evaluasi kami di lapangan. Ternyata ada PMA yang sudah pegang izin prinsip dari BKPM RI

tapi fakta di lapangan mereka tidak aktif,” cetus kepala DPMPTSP KSB, Drs. Hajamuddin kepada Suara NTB, Rabu (21/11). Ia mengatakan, sebelum melaporkan ke BKPM RI pihaknya turun lapangan mengecek setiap perusahaan PMA yang terdaftar di daerah bersama tim pengendalian penanaman modal provinsi NTB. Di lapangan, perusahaan-perusahaan tersebut sangat sulit terlacak karena beberapa di antaranya tidak menemukan di alamat sesuai izin yang tertera. “Jangankan aktivitas mere-

ka saja tidak bisa kita temukan di alamat yang sesuai dengan laporannya ke BPKM RI,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang disampaikan itu, diakui Hajamuddin, BKPM RI sudah mengambil langkah tegas. Terhadap perusahaan PMA yang tidak aktif tersebut meski telah mengantongi izin prinsip PMA telah dicabut izinnya. “Sudah ada beberapa yang dicabut izinnya,” sebutnya tanpa merinci namanama perusahaan tadi. Untuk memastikan setiap perusahaan terutama PMA yang berinvestasi di daerah

(Suara NTB/bug)

Hajamuddin

tetap menjalankan kegiatannya pasca memperoleh izin prinsip. Hajamuddin menyatakan, pihaknya telah menyarankan BKPM RI agar sebelum menerbitkan izin prinsip atau pendaftaran penamanan modal kepada perusahaan PMA untuk terlebih dahulu meminta rekomendasi pemerintah daerah setempat. “Saya kira itu solusinya untuk menutup ruang PMA yang tidak punya keseriusan berusaha,” urainya. Sementara terhadap perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN), Hajamuddin mengakui, perusa-

haan yang telah mendapatkan izin terus mengupayakan percepatan kegiatan operasionalnya. Meski dalam perjalanannya, beberapa perusahaan masih menghadapi berbagai kendala baik teknis maupun non teknis. “Yang PMDN di sini kan belum banyak, sebut saja ada PT Indotan Sumbawa Barat (ISB), PT Nusantara Oriental Permai (NOP) dan PT Gili Balu, PT Sumber Hasil Alam (SHA), PT NTT coorporate dan PT Autore dan PT Maluk Griya Amphibian (MGA),” paparnya. Masing-masing perusahaan PMDN itu masih meng-

hadapi kendala sehingga sampai saat ini belum dapat beroperasi. Misalnya ungkap Hajamuddin, PT ISB yang bergerak di bidang pertambangan masih berkutat pada izin pinjam pakai lahannya, PT NOP dan PT Gili Balu’ yang bergerak di sektor pariwisata masih menunggu penyelesaian desain tapak pemanfaatan pulau-pulau gugusan gili balu’ di kecamatan Poto Tano. “Kendalanya beragam, ada yang teknis dan ada juga yang non teknis. Tapi kami dari sisi pemerintah tetap membantu mereka untuk mempercepatnya,” imbuhnya. (bug)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

Halaman 7

Sosialisasi Perubahan Kegiatan Usaha ke Syariah

PT Bank NTB Yakinkan Hak Nasabah Tidak Berkurang Sedikitpun PT Bank NTB menggelar sosialisasi perubahan kegiatan usaha bank konvensional menjadi bank syariah bagi para nasabah dan pemerintah daerah (Pemda) Dompu. Konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah diyakinkan akan menjadikan bank NTB lebih baik dan manfaat lebih besar bagi semua stakeholder. Apa yang menjadi hak nasabah tidak sedikitpun akan berubah atau kurang, tapi konversi ini memberikan keuntungan dunia dan akhirat. HAL itu disampaikan Komisaris PT Bank NTB, H. M. Nur pada acara sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di gedung Samakai Dompu, Rabu (22/11). Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama jajarannya dan para nasabah PT Bank NTB cabang Dompu. Hadir juga Direktur Utama PT Bank NTB, Hj Baiq Dien Rosana Juwita yang juga menjadi narasumber bersama H. M Nur, TGH. Rubai Ahmad Munawar, LC selaku Dewan Pengawas Syariah, Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi selaku Dewan Pengawas Syariah, dan H Safwan, SH, M.Hum selaku tim penyusun naskah akademik PT Bank NTB Syariah. Dalam sambutannya, H M Nur mengungkapkan, keputusan konver-

si bank konvensional ke bank syariah diputuskan para pemegang saham pada 1 Oktober 2016 dengan tujuan mulia yakni menjadi Bank NTB menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat lagi kepada semua stakeholder, khususnya para pemegang saham dan nasabah. Karena harapan yang ingin dihadirkan dari proses ini soal tata kelola bank yang lebih berkeadilan. “Karena prinsipnya bukan berbagi bunga, tetapi prinsip dasarnya bagi hasil,” tegasnya. Dari konversi ini, keinginan menghadirkan keuntungan dari jual beli barang dan bukan karena jual beli uang. Karena akan dibangun sistem tata kelola perbankan yang unggul dan dimanifestasikan ke dalam 3 hal yaitu tujuan yang benar, cara yang benar, dan potensi yang digunakan benar. Hal ini merujuk pada terkendalinya NPL atau perkreditan yang macet, tetap terjaganya laba yang baik, tetap terjaganya likwiditas yang kemudian dapat mengembalikan setiap uang para nasabah. “Hubungan antara bank dengan nasabah dipastikan hubungan yang saling memberdayakan. Saling memperkuat untuk memastikan setiap jenis usaha yang dibiayai melalui perbankan itu menjadi tumbuh dan tumbuh dalam suasana saling percaya,” katanya. Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin pada kesempatan yang sama mengungkapkan, sebagai salah satu pemegang saham pada Bank NTB, awalnya tidak setuju dengan konversi ini. Karena prinsip-

Digeledah, Rumah Mandor Pelabuhan Terduga Bandar Sabu Kota Bima (Suara NTB) – Kediaman seorang warga, inisial Rm (42), yang berada di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat, digeledah oleh Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota, Selasa (21/11) siang. Kediaman oknum yang juga mandor pelabuhan Bima tersebut, diduga sebagai pusat bisnis jual-beli narkoba jenis sabu. Sayangnya pada saat penggeledahah itu oknum Rm berhasil melarikan diri. “Hanya istrinya S yang ada dirumah dan kita amankan,” kata Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota, Iptu Jusnaidin, Rabu (22/11). Menurutnya Jusnaidin, penggeledahan rumah oknum Rm, tersebut merupakan pengembangan dari kasus serupa. Karena sebelumnya, petugas berhasil menggrebek sebuah rumah warga di Kelurahan Raba Dompu Barat Kecamatan Raba. “Di tempat ini, anggota mengamankan tiga orang remaja, yakni J (19), P (19)dan M (18) yang diduga kurir. Dari ketiganya, disita barang bukti (BB) 2,6 gram sabu, alat hisap (bong) dan uang tunai jutaan rupiah,” katanya. Dari keterangan ketiga orang tersebut, lanjutnya, barang haram itu, didapat dari Rm, warga Kelurahan Tanjung. Apalagi Rm merupakan target operasi (TO), namun ketika ditangkap seringkali meloloskan diri. Mendapat ini petunjuk, petugas langsung bergerak menuju ke rumahnya. “Hanya saja oknum ini tidak ada ditempat. Hanya istrinya yang kita amankan. Saat ini masih diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Jusnaidin, menambahkan, dari kediaman Rm, petugas berhasil menyita beberapa BB. Diantaranya, 14 poket Sabu, lima plastik klip, satu dompet warna Hitam, tiga buah Hp merk Samsung, dua buah Bong beserta satu unit pisau cuter. “Kasus ini akan terus kita kembangkan,” pungkasnya. (uki)

nya, hidup ini pilihan dan tugas pemerintah menyiapkan pilihan. Tapi kemudian rapat para pemegang saham menyepakati, memilih menkonversi bank konvensional menjadi bank syariah. “Itu pilihan yang telah diambil. Hari ini kita sampaikan kepada publik NTB, bahwa Bank NTB telah memilih menjadi bank syariah. Karena itu, kita warga NTB khususnya warga Dompu juga harus memilih ikut mendukung pengembangan bank ini,” tegasnya. Pemerintah daerah (Pemda) Dompu yang selama ini sebagai pemegang saham terbesar kedua, kini sudah disalip Pemda Sumbawa.

Pemda Sumbawa tidak saja tidak mengambil deviden, tapi juga mengalokasikan anggaran khusus untuk menambah jumlah modal Pemda Sumbawa di Bank NTB dan Pemda Dompu tidak melakukannya. “Tapi kalau Mentri Keuangan (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) setuju, kita suntikan lagi modal kita ke Bank NTB, saya yakin peringkat kita akan kembali ke posisi awal yaitu peringkat kedua pemegang saham Bank NTB, apalagi sekarang sudah berubah status ke bank syariah,” ungkapnya. Dirut PT Bank NTB, Hj. Baiq Dien

Rosana Juwita saat menjadi pembicara mengungkapkan, komitmen pihaknya di manajemen PT Bank NTB akan selalu memegang teguh apa yang menjadi arahan pemegang saham. Dimana persiapan dan pelaksanaan konversi harus dilaksanakan secara konfrehensip dan memegang teguh good corporate governance (GCG). Sehingga karyawan – karyawati Bank NTB yang non muslim maupun muslim yang memiliki integritas dan kompetensi yang baik untuk tetap berkarir di Bank NTB. “Ini yang membuat kesiapan SDM Bank NTB dalam kita mempersiapkan konversi ini dalam mendukung tahapan – tahapan

yang kita lakukan,” katanya. Sosialisasi ini, lanjut Hj Baiq Dien Rosana Juwita merupakan bagian dari kesepakatan pemegang saham dan persyaratan yang dipersyaratkan dalam pengajuan perijinan ke otoritas jasa keuangan untuk merubah kegiatan kita dari bank konvensional menjadi bank umum syariah. “Keputusan pemegang saham pelaksanaan konversi dilakukan mulai Agustus 2018. Tapi harapannya supaya lebih cepat dari Agustus. Insyaallah akan kita upayakan dan sudah menjadi komitmen jajaran Bank NTB, insyaallah paling lambat sebelum Ramadhan,” tegasnya. (ula/*)

TKI Asal Dompu Dikabarkan Tewas di Malaysia

ASN Banyak Pensiun, Pemda Terbentur Moratorium

Dompu (Suara NTB) – TKI asal Desa Daha Kecamatan Huu, Saiful dikabarkan tewas di Malaysia belum lama ini. Diduga TKI ilegal itu tewas terseret arus sungai setelah berusaha kabur dari pengejaran aparat kepolisian yang melakukan operasi.

(Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima mengalami kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran setiap tahun banyak yang pensiun. Bahkan, ASN yang pensiun hampir merata terjadi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, Pemda setempat tidak bisa berbuat banyak, lantaran terkendala moratorium. Demikian dikatakan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd. Pihaknya menginginkan agar Dahlan M. Noer pemerintah pusat memberikan peluang agar membuka kouta rekrument CPNS. Baik melalui jalur umum maupun Kategori dua (K2). “Dengan adanya rekrutmen ini sehingga kebutuhan pegawai tercukupi,” katanya kepada wartawan Rabu (22/11). Menurutnya, keinginan pihaknya tersebut, dalam rangka mengisi kekosongan pegawai. Selain itu lanjutnya, apalagi banyak pegawai ruang lingkup Pemerintah Daerah setempat sudah banyak memasuki usia pensiun. “ASN di Bima memang banyak. Tapi setiap tahun ada yang pensiun dan hampir merata di OPD. Sehingga diperlukan ada pegawai tambahan untuk mengisi kekosongan ini,” ujarnya. Diakuinya keinginan pihaknya tersebut telah dikomunikasikan kepada pemerintah pusat, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Hanya saja, jawabannya masih dilakukan moratorium, hingga waktu yang belum ditentukan. “Penentuan koutanya belum keluar karena masih moratorium. Yang jelas penjaringan CPNS tetap mengacu pada keputusan pemerintah pusat. Kita di daerah hanya mengajukan dan mengupayakan,” terangnya. Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima, Drs Abdul Wahab M.AP, juga mengakui adanya kekurangan pegawai. Meski jumlahnya tidak banyak, namun minimal ada penggantinya. “Jumlahnya tidak signifikan. Tapi minimal ada yang menggantikan untuk mengisi kekosongan,” ujarnya. Menurutnya, pegawai di Kabupaten Bima yang masih berkurang adalah tenaga sektor kesehatan. Terutama dokter spesialis. Selama ini dokter itu kerapkali di datangkan dari luar daerah. “Selain itu, kita juga kekurangan guru karena banyak yang pensiun. Kita berharap ada kabar baik dari pusat tahun depan. Mengingat saat ini kita belum bisa membuka penjaringan karena masih moratorium,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/ula)

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin menandatangani berita acara pengalihan kas daerah dari Bank NTB ke Bank NTB syariah pada acara sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di gedung Samakai Dompu, disaksikan Komisaris PT Bank NTB, H M Nur dan Dirut PT Bank NTB, Hj Baiq Dien Rosana Juwita, Rabu (22/11) kemarin (foto kiri). Beberapa narasumber pada acara sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

Kabid Pelatihan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Dompu, M. Nursalam dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengatahui informasi tersebut, hanya memang ia membenarkan bahwa saat ini di Malaysia tengah dilakukan operasi besar-besaran terkait

TKI ilegal. “Kalau yang meninggal itu legal dia ada agen-agen yang akan memberikan informasi yang jelas, kasus-kasus seperti ini biasanya kesulitan kita,” kata dia di ruang kerjanya, Rabu (22/11). Meski begitu pihaknya akan tetap menindaklanjuti

informasi yang sudah beredar luas di media sosial tersebut, terutama memastikan jalur keberangkatanya. Termasuk menghubungi pihak keduataan besar Indonesia untuk Malaysia. “Pasti, pasti kita akan tetap bergerak,” ujarnya. Kasus yang menimpa TKI non prosedural diakuinya-

masalah krusial yang tengah dalam pembenahan. Dari puluhan kasus TKI yang ditemukan tahun ini sebagian besar korbannya ialah TKI ilegal. Menurut dia, setiap TKI ilegal pasti akan menemukan persoalan di negara tujuan, apakah dalam bentuk perlakuan tak manusiawi atau ancaman tak mendapat gaji. “Karena pengguna tenaga mereka ini tahu mereka masuk secara ilegal dan tidak memiliki dokumen yang jelas

akhirnya diperlakukan seperti itu,” jelasnya. Yang jelas lanjut Nursalam, kasus meninggalnya Syaiful itu akan segera ditindaklanjuti guna memastikan langkah-langkah apa yang akan ditempuh, terlebih berupaya menghubungi aparatur desa asal korban untuk mengetahui keberadaan keluarganya. “Dengan informasi awal ini kami pasti akan proaktif menghubungi pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (jun)

HBY Ingin Perputaran Uang Tetap di Daerah

MIRAS - Tumpukan miras sebanyak 193 dus yang diamankan Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu, Rabu (22/11). (Suara NTB/jun)

Ribuan Botol Miras Diamankan Dompu (Suara NTB) – Tim Opnal Satresnarkoba Polres Dompu berhasil mengamankan 193 dus miras berisi 2.316 botol di jalan Lintas Dompu-Sumbawa, Rabu (22/ 11) Pukul 6.00 Wita. Miras jenis bir ini dimuat menggunakan truk pengakut barang Bernopol Dr 884 KA. Untuk mengelabui petugas barang haram itu ditumpuk dalam gundukan minuman air mineral. Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Adhar, S. Sos., mengaku menerima informasi dari masyarakat soal pengiriman miras tersebut. “Ini berkat informasi masyarakat bahwa ada sopir yang mengangkut bir,” ungkapnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (22/11).

Menindaklanjuti informasi itu tim opsnal dikerahkan untuk memonitor pergerakan truk yang datang dari arah Surabaya itu, sampai hari ketiga pengintaian truk yang dikemudi Afadil warga Tawali, Bima ini akhirnya melintas di jalan raya Dompu-Sumbawa Kecamatan Manggelewa. Anggota lantas mencegat dan menggeledah barang bawaannya. “Dan terbukti kita temukan 193 dus miras berisi 2.316 botol jenis bir,” ujarnya. Berdasarkan ketarangan sang sopir ribuan botol miras ini diperoleh dari Surabaya, rencananya akan dibawa dan diedarkan ke wilayah Bima. Dan aktifitas ini lanjut Adhar, sudah berlangsung lama. Modusnya,

miras-miras tersebut dimuat menggunakan truk kemudian ditindih dengan barang-barang lain seperti halnya minuman air mineral. “Barang ini akan dibawa ke Wera Kabupaten Bima untuk diedarkan, dan tidak menutup kemungkinan juga diedarkan di Dompu,” jelasnya. Atas temuan barang bukti yang sudah meresahkan masyarakat itu sang sopir berikut barang bukti truk dan mirasnya kini diamankan di Mapolres Dompu guna pengembangan kasus, terutama untuk meringkus pemilik asli barang haram itu yang diduga Warga Negara Asing. “Keterangan sopir tersebut pemiliknya ini orang Bima, dia orang china,” pungkasnya. (jun)

SLB Terkesan Dipinggirkan Dompu (Suara NTB) – Keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Lingkungan Ginte Kelurahan Kandai II Dompu kerap mendapat kesan tak baik di tengah masyarakat. Bahkan, dikecam sebagai sekolah orang gila. Kondisi ini diperparah letaknya yang jauh dari pusat kota, sehingga ada kesan SLB diasingkan atau dipinggirkan. “Sekolah ini dianggap sekolah orang gila, sebenarnya bukan orang gila mereka anak-anak yang kurang beruntung,” jelas Kepala SLB, Arifudin, S. Pd., di ruang kerjanya, Rabu (22/11). Letak sekolah yang berada di pinggiran itu cukup berdampak pada tingkat kehadiran siswa. Mereka enggan ke sekolah lantaran jauhnya jarak tempuh. Terlebih beberapa

orang tua terkadang malu mengingat stigma sekolah gila itu. Selain itu jumlah siswa di sekolah terpadu ini pun semakin berkurang, tahun ini hanya terdapat 103 siswa untuk semua jenjang pendidikan. Padahal ditahun-tahun sebelumnya, saat berada di pusat kota jumlah peserta didik mencapai 200 lebih. “Kalau waktu di Bali Satu hapir 200 lebih, kami jaring semua anak-anak yang tidak mampu itu masuk di sekolah kita,” ujarnya. Sebetulnya lanjut Arifudin, di Dompu masih sangat banyak anak-anak kurang beruntung atau lamban belajar yang belum mengenyam pendidikan, pun beberapa diantaranya terpaksa dialihkan ke sekolah reguler. Jika merujuk data hasil survei pihaknya di

sekolah-sekolah reguler terdapat ratusan orang siswa. Hanya saja sesal dia, banyak dari para orang tua yang malu lantaran SLB ini sudah dicap sebagai sekolah orang gila. “Sebenarnya di sekolah umum itu banyak, jangan lihat badannya gemuk, fisiknya sehat normal tapi IQ yang kita lihat. Orang tuanya malu bawa ke sini bawalah di sekolah reguler itu, karena memang dianggap sekolah gila di sini.” jelasnya. Arifudin menyebutkan, siswa yang dididik saat ini beragam mulai dari tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan tuna laras. Selain itu juga terdapat siswa yang putus sekolah reguler, termasuk mantan penyalahguna narkoba. (jun)

Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengaku ingin fokus dan serius menangani penyiapan infrastruktur yang menjaga perputaran uang tetap di daerah. Langkah ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan merata. Terlebih ada tren positif kredit di perbankan yang bergeser dari kredit konsumtif ke kredit modal usaha. Hal itu disampaikan Drs H. Bambang M. Yasin pada acara PT Bank NTB di gedung Samakai Dompu, Rabu (22/11) kemarin. Ia pun mengungkapkan, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Dompu dan kapasitas Pemda Dompu menurunkan angka kemiskinan. Tetapi Wantanas juga memberi rekomendasi, bagaimana Pemda Dompu bisa memberikan fasilitas infrastruktur yang bisa merespon perubahan gaya hidup masyarakat. “Ini menjadi tantangan kita kedepan. Bagaimana orang Dompu yang memiliki uang bisa berbelanja di Dompu saja. Bagaimana ini bisa terjadi? Bupati harus bisa menyiapkan tempat belanja yang nyaman, taman kota yang indah, tempat rekreasi yang nyaman dan seterusnya,” katanya. Hal ini yang membuat Kota Mataram tetap menjadi pemilik daya beli tertinggi di NTB karena warga se NTB menghabiskan uangnya ke fasilitas yang ada di Mataram. Karenanya, mulai 2018 mendatang akan mengembalikan fungsi persinggahan sebagai kolam renang dan tempat rekreasi dengan menyiapkan anggaran dalam APBD 2018. “Saya sudah memerintahkan TAPD Dompu untuk mengalokasikan sejumlah uang, supaya mulai 2018 agar masyarakat Dompu tetap berbelanja di Dompu, kita tangani serius,” ujarnya. Dengan tetap menjaga uang tetap berputar dalam daerah, H. Bambang mengatakan, salah satu cara membagi pendapatan dan

peluang usaha. Hal ini juga akan semakin mendorong kemajuan ekonomi. Terlebih uang jagung setiap tahun diperkirakan sekitar Rp 2 triliun. “Dengan cara seperti itu kita bisa mendistribusikan pendapatan kita. Karena dengan cara seperti itu saudara kita memiliki pekerjaan, memiliki aktifitas, bisa menghasilkan uang,” katanya. H. Bambang juga mengungkapkan, Kabupaten Dompu kini menjadi daerah dengan prosepek bisnis yang cemerlang. Karena Dompu saat ini telah berubah menjadi daerah dengan kemiskinan terendah di NTB setelah Kota Bima dan Kota Mataram sebanyak 14,23 persen. Warga Dompu juga pemilik daya beli kedua setelah Kota Mataram. “Orang Dompu adalah orang – orang yang sudah mulai berpikir menikmati hasil kerjanya,” jelasnya. Namun ada perubahan yang cukup besar dari sisi kredit bank. Dulu kredit warga Dompu didominasi kredit konsumtif, tapi kini telah berubah menjadi kredit untuk pembiayaan usaha yang lebih dominan ketimbang kredit konsumsi. “Ini adalah satu tren yang sangat bagus. Jadi kalau saya sering marah – marah ke bank NTB khususnya di Dompu, itu adalah ekspresi kekecewaan saya. Karena BPD selama ini hanya fokus melayani kredit konsumsi dan hanya sedikit pengusaha. Kalau dihitung, sedikit sekali BPD menyalurkan kredit ke petani jagung misalnya. Padahal kabupaten Dompu sektor bersesar penyumbang PDRB adalah sektor pertanian,” ungkapnya. Dikatakannya, masalah pasti ada dan pengambil kredit kemudian gagal bayar pasti terjadi. “Tugas kita adalah mengurangi gagal bayar, meminimalisir kegagalan. Tapi kalau gagal, kita ndak mau lagi, itu salah. Karena dari kegagalan itu kita bisa belajar, dimana letak masalahnya,” katanya. (ula)


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Pemberian Bantuan Korban Banjir Lotim Diduga Bermuatan Politis Tersangka Korupsi BOS SMKN 1 Narmada Bisa Bertambah

Mataram (Suara NTB) Bupati Lombok Timur, H. M. Ali Bin Dachlan, menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Lombok Timur masih mampu mengatasi korban bencana banjir luapan Bendungan Pandanduri, yang merendam ratusan rumah dan merusak puluhan rumah di beberapa kecamatan. Oleh karenanya, pihaknya tidak terlalu berharap uluran tangan dari pihak lain. “Bagi kami, dibantu bolehboleh saja. Tapi ingat kami tidak pernah meminta, karena kami masih mampu mengatasinya. Kami bisa membantu diri sendiri. Jangan datang membantu, bawa mie instan 10 dus, lalu iklan di koran dua lembar. Itu saya ka-

Mataram (Suara NTB) – Penyidik sudah menetapkan satu tersangka dugaan korupsi BOS SMKN 1 Narmada, yakni bendahara. Penyidik sedang melengkapi bukti untuk mencari indikasi tersangka lain dalam kasus yang merugikan negara Rp 316 juta tersebut. “Bendahara sudah tersangka, sementara untuk kepala sekolah bukti-bukti masih dilengkapi,” ungkap Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi, kemarin. Ia menyebutkan, bendahara akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Sementara kepala sekolah masih berstatus saksi. “Kalau memang ada bukti yang mengarah tersangka bisa bertambah,” ujarnya. Dugaan korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada sudah menjerat bendahara berinisial NH sebagai tersangka. Dalam kasus itu timbul kerugian negara Rp 316 juta berdasarkan perhitungan auditor BPKP Perwakilan NTB. Dana BOS SMKN 1 Narmada tahun 2014/2015 bersumber dari APBN. Pada tahun tersebut, sekolah itu mendapat dana BOS senilai Rp 1,9 miliar. Dugaan korupsi BOS SMKN 1 Narmada mencuat setelah dilaporkan pertengahan 2016 lalu. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan seperti wali murid, guru, aparatur sekolah, serta ahli. Dugaan korupsi timbul dari sejumlah penggunaan dana yang tidak dapat dipertangjawabkan. Penggunaan dana BOS juga diduga tidak seusai peruntukan berdasarkan aturan. (why)

MENGECEK - Danrem 162/WB Kolonel Farid Makruf mengecek persiapan apel gelar pasukan kunjungan RI 1. (Suara NTB/Penrem)

TNI Gelar Apel Pasukan untuk Kesiapan Pengamanan Presiden

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram melakukan cek lapangan dalam penyidikan dugaan pungli Prona Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Ditemukan indikasi penarikan terhadap para pemohon sertifikat. Kasi Pidsus Kejari Mataram, Andritama Anasiska menyebutkan, pungutan tersebut bervariasi. Pemohon sertifikat menyerahkan sejumlah uang kepada pihak kantor desa. “Memang ada yang menyerahkan ke desa, kisarannya dari Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu. Itu temuan dari tim yang turun cek lapangan,” ujarnya, Rabu (22/11). Pemeriksaan tersebut, lanjut dia, dilakukan terhadap para pemohon sertifikat. Polanya secara acak dari total 499 pemohon sertifikat Prona tahun 2016. “Beberapa pemohon kita panggil secara acak dari tiap dusun. Tidak semua pemohon. Karena akan lama kalau semua diperiksa,” kata Andri. Pemeriksaan lapangan merupakan salah satu tahapan penyidikan. Meskipun indikasi pidana sudah ditemukan, namun jaksa masih mengumpulkan bukti untuk mencari siapa pelakunya. Indikasi pungli digali sebab pengurusan Prona merupakan program gratis pemerintah. “Masyarakat yang mengajukan tidak dibebankan biaya alias gratis. Hanya saja masyarakat diminta mempersiapkan kebutuhan administrasi, seperti salah satunya sporadik,” terangnya. Kasus Prona Bayan diusut Kejari Mataram sejak pertengahan 2017 lalu. pemohon Prona desa tersebut mencapai 499 orang. Para pemohon diduga ditarik biaya bervariasi berdasarkan kelengkapan berkas persyaratannya. (why)

WNI Bodong Asal Malaysia

Pejabat Disdukcapil Loteng Bakal Diperiksa Mataram (Suara NTB) – Kasus WNI bodong asal Malaysia naik ke tahap penyidikan. Penyidik keimigrasian akan memanggil pejabat Disdukcapil Lombok Tengah terkait dokumen kependudukan yang diperoleh tersangka. “Pelaku sudah tersangka dan sekarang sedang menjalani pendetensian,” kata Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Ramdani Rabu (22/11). Dia menyebutkan, pihaknya akan memeriksa enam orang saksi. Diantaranya kepala dusun, istri tersangka, serta pejabat Disdukcapil Lombok Tengah. “Kita akan periksa juga institusi yang mengeluarkan KTP, KK, dan akte tersebut,” terangnya. Pemeriksaan tersebut terkait bagaimana tersangka bisa mendapatkan sejumlah dokumen itu padahal yang bersangkutan merupakan warga negara asing. Saat ini tersangka masih diberi sanksi administrasi keimigrasian, yakni menempatkan tersangka di ruang detensi imigrasi. “Pendetensian selama 30 hari setelah penangkapan. Kita masih punya rentang waktu untuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti lainnya,” ujar Ramdani. Seorang warga asal Malaysia, CH (65) yang tinggal di Desa Mekar Bersatu, Batukliang ditangkap atas tuduhan memberikan keterangan yang tidak benar saat membuat paspor. Seperti diatur pasal 126 huruf c UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman pidananya penjara paling lama lima tahun dan denda Rp 500 juta. Penyidik keimigrasian sudah menyita KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, SIM, bahkan paspor Indonesia dari tersangka yang sudah tinggal di Lombok sejak tujuh tahun lalu. Tersangka CH menikahi warga Lombok Tengah pada 2008 di Thailand. Dua tahun sama-sama bekerja di Malaysia, mereka kemudian mereka datang pada tahun 2010 dan menetap di Lombok. (why)

ingan politik. Orang-orang yang memiliki kepentingan politik berduyun-duyun ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan, dengan memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan politik, sebutnya. “Belum sampai dimanfaatkan (terang-terangan), tapi

pati? Jadi ndak usah buat postpost untuk kumpulkan bantuan. Karena uang kita masih banyak, beras kita ada berpuluh-puluh ton. Jadi ndak kekurangan. Itu juga Mahasiswa-mahasiswa itu, sudah saya marah. Ngapain kamu minta-minta (bantuna) saya suruh mereka belajar sana,” ungkapnya. Ia juga mengklarifikasi jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Menurutnya informasi yang beredar selama ini tentang korban banjir sengaja dibesar-besarkan. (ndi)

Puluhan Siswa Kunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram

Jaksa Temukan Indikasi Pungli Prona Bayan

Mataram (Suara NTB) Dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo ke NTB, anggota TNI dan Polri se Pulau Lombok melaksanakan Apel gelar pasukan dalam rangka Pengamanan VVIP di Lapangan Eks. Bandara Selaparang Mataram, Rabu (22/11). Dalam apel gelar pasukan kali ini, Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., bertindak sebagai Irup dan dihadiri oleh Kapolda NTB diwakili Karoops Polda NTB Kombes Pol Drs. Dewa Putu Maningka Jaya, M.Si., Danlanal Mataram Kolonel Mar Djentayu Suprihandoko, S.H., Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando, S.E.,

M.Soc. Sc., Assop dan Assintel Kasdam IX/Udayana, Para Dandim jajaran Korem 162/ WB, Para Kapolres jajaran Polda NTB, Para Kadisjan Korem 162/WB. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin S, S.IP., M.Sc., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrem 162/ WB menyampaikan, kegiatan apel gelar pasukan itu bertujuan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pengamanan baik yang disesuaikan prosedur tetap pengamanan VVIP. Selain itu juga untuk memastikan tegaknya sinergitas dan kerjasama yang baik di antara semua unsur pengamanan yang dilibatkan. “Hal lain yang perlu dipedomani

bersama yaitu adanya kejelasan tugas, tanggung jawab, rantai Komando yang baik sehingga tujuan dan sasaran objek pengamanan objek, rute dan tempat pelaksanaan kegiatan dapat tercapai secara maksimal, “ tegas Danrem. Diakhir amanatnya, Pangdam IX/Udayana memerintahkan kepada seluruh personel yang terlibat dalam Satgas pengamanan agar memahami prosedur tetap pengamanan VVIP. Juga memegang teguh disiplin dan rantai Komando, melakukan koordinasi dengan unsur pengamanan lainnya secara optimal serta segera melaporkan bila ada hal-hal menonjol dalam pelaksanaan tugas. (ars/*)

Mataram (Suara NTB) – Puluhan siswa-siswi SMKN 1 Mataram dan SMAN 1 Mataram mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Rabu (22/11). Mereka berwisata imigrasi demi belajar alur pembuatan paspor. Para siswa mencoba berbagai bentuk layanan keimigrasian, khususnya pembuatan paspor. Yakni mulai dari loket pengajuan berkas pembuatan paspor, loket wawancara, loket foto dan sidik jari, serta pencetakan paspor. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar menjelaskan, wisata imigrasi siswa SMA itu untuk mensosialisasikan proses pembuatan paspor. Serta untuk menepis anggapan tentang rumitnya pelayanan. “Tujuannya mengenalkan imigrasi juga untuk menghilangkan kesan pelayanan ribet. Siswa jadi mengetahui sendiri prosesnya yang ternyata mudah,” terangnya. Selain itu, para siswa juga dikenalkan soal Politeknik Keimigrasian (Poltekim), salah satu pendidikan tinggi kedinasan di lingkungan Kemenkumham. Poltekim dengan strata pendidikan D-4 menyelenggarakan pendidikan profesional

kedinasan, terutama diarahkan pada penerapan keahlian, dan ilmu pengetahuan di bidang keimigrasian. Siswi SMAN 1 Mataram, Ni Komang Maheswari Puspita Sari (15) mengaku mendapatkan pengetahuan baru, khususnya soal keimigrasian berkaitan dengan paspor. “Sudah punya paspor tapi dibikinin mama. Pernah datang ke sini buat foto, sidik jari, wawancara. Sekarang baru tahu prosesnya seperti apa,” ujar siswi Kelas X ini. Pun demikian dengan Rizky Adi Satya (16), dia menyebut sebelum ikut wisata imigrasi dirinya tak terlalu mengenal keimigrasian. Meskipun tahu kegunaan paspor sebagai identitas perjalanan ke luar negeri. “Setelah ke sini, dapat ilmu. Tahunya paspor ngurusnya ribet, rumit. Tapi ternyata setelah ikut wisata ini, tahunya gampang, mudah,” kata siswa kelas XI tersebut. Kantor Imigrasi Kelas I Mataram akan rutin menggelar acara serupa. Diharapkan para siswa dengan pengetahuan yang didapat dari wisata imigrasi, dapat menjadi duta informasi yang mengenalkan keimigrasian kepada warga lainnya. (why)

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi

(Suara NTB/dok)

Andritama Anasiska

sian pada mereka,” sebut Ali BD, usai mendaftar di KPU NTB sebagai Bacagub NTB, Rabu (22/11) kemarin. Hal itu disampaikan Ali BD, karena ia mencium indikasi bantuan-bantuan yang disalurkan oleh banyak pihak selama ini, ditunggangi oleh kepent-

ada gejala (politik). Nah jangan sampai begitu. Kalau Gubernur yang ke sana, memang itu kewajibannya melihat keadaan rakyatnya di sana,” katanya. Ia juga menolak pernyataan banyak pihak yang menyebut bahwa masih banyak korban yang belum tertangani dengan baik. Terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar pasacabanjir. “Kebutuhan logistik, kita kelebihan di sana (Lotim). Tanya sendiri ke masyarat, dikasi makan ndak sama Bu-

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/11). Dalam kesempatan itu, hadir Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram. Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara, Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu – khususnya dari kalangan Nahdliyin – selama rangkaian kegiatannya di Mataram. Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini, Ahyar menegaskan bahwa Pemkot Mataram telah menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran yang cukup besar, namun Ahyar menegaskan hal itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini. Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram

tentu akan membawa keberkahan. “Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500 orang yang akan datang. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya. Ia menegaskan, ulama dan kyai-kyai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat. “Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya. Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram. Karenanya, ketika menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi. Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, ad-

(Suara NTB/ist)

NU - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, saat membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/11).

alah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerahdaerah lain di NTB. Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB. “Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu digelar sebagai pencerminan tema besar, “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.” Marinah menilai, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat. “Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegasnya. Marinah juga menyerukan kepada masyarakat dan panitia bazar yang juga digelar di lokasi untuk membuka seluasluasnya partisipasi melalui kerjasama yang konstruktif. Bila perlu, ujarnya, stan penjualan yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setempat tanpa terlebih dulu harus membayar sewa lokasi. Urusan sewa ini, menurutnya bisa dibicarakan jika pengguna tempat tersebut telah memperoleh keuntungan dari berjualan di lokasi tersebut. “Kalau perlu, saran saya, tidak usah patok sewa dulu. Nanti kalau ada untungnya baru bagi hasil. Isi saja, silakan isi. Ketimbang kosong,” tegasnya. (aan/*)

(Suara NTB/why)

WISATA IMIGRASI - Para siswa berfoto bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar, beserta jajaran Rabu (22/11) di sela-sela wisata imigrasi.


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

Kunjungan Wisatawan Muslim Diklaim Meningkat Mataram (Suara NTB) Munas NU yang diselenggarakan di Kota Mataram tepatnya di Komplek Islamic Center itu mendatangkan banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ini sekaligus menambah daftar kunjungan wisatawan muslim ke NTB. Apalagi NTB sudah dinyatakan sebagai destinasi wisata halal, sehingga sangat cocok bagi wisatawan muslim untuk dikunjungi. “Kenaikannya cukup signifikan dari kunjungan karena Munas NU di NTB ini. Kita patut bersyukur karena belakangan banyak acara nasional diselenggarakan di sini,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faishal. Ia memperkirakan lonjakan kunjungan wisatawan muslim ini bisa mencapai 25 persen. Meski tidak disebutkan secara pasti jumlah peserta Munas NU itu, namun ia memastikan jumlah wisatawan yang datang lebih dari seribu orang. Karena terdapat peserta yang tidak masuk dalam daftar ternyata ikut datang. “Berdasarkan jumlah kamar hotel yang kita punya, semuanya bisa menampung semua peserta atau wisatawan yang datang ini. Karena kita punya hampir 8 ribu kamar hotel di NTB ini,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa ini merupakan keberuntungan bagi NTB sebagai tuan rumah. Sebab bulan-bulan ini biasanya angka kunjungan dan tingkat okupansi hotel menurun. Namun dengan adanya Munas NU ini, bisa menutupi kekurangan di musim yang disebut sebagai musim paceklik di industri pariwisata ini. “Tentu ini sangat membantu karena biasanya pada bulan ini kunjungan wisatawan agak kurang. Namun dengan adanya Munas ini, wisatawan dari semua provinsi di Indonesia hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Nanti mereka juga mungkin akan diajak berkeliling ke sejumlah destinasi,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa selama ini kunjungan wisatawan muslim ke NTB relatif baik. Apalagi setelah NTB dinyatakan sebagai destinasi wisata halal, banyak wisatawan muslim yang berkunjung. Baik itu menggunakan jasa travel atau berkunjung secara mandiri. Meski demikian, segmen wisata halal tidak hanya ditujukan untuk wisatawan muslim. Wisatawan dari semua kalangan dapat menikmati segmen wisata ini. (lin)

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Erupsi Gunung Agung, Wisatawan Beralih ke Trawangan Mataram (Suara NTB) Gunung Agung yang ada di Provinsi Bali tengah mengalami erupsi. Sejumlah wisatawan yang mengambil tempat berlibur alternatif agar terhindar dari bahaya, salah satunya Gili Trawangan. Selama ini memang sudah banyak wisatawan yang datang dari Bali menuju Gili Trawangan. Hanya saja, dampak erupsi yang terjadi belum lama ini membuat wisatawan semakin banyak berkunjung. “Iya kemarin itu tidak ada istirahatnya kita antar jemput wisatawan dari Bali. Banyak yang datang karena khawatir sama letusan Gunung Agung katanya,” kata salah satu awak kapal cepat yang beroperasi di Trawangan Muhammad Aminullah.

Ia mengaku dalam dua hari terakhir jumlah wisatawan yang diantar jemput mengalami peningkatan. Ini merupakan efek dari erupsi Gunung Agung yang membuat wisatawan merasa khawatir. Meskipun tidak sedikit pula wisatawan yang memang ingin berkunjung ke Trawangan.

“Ada yang datang karena khawatir, ada juga yang memang datang berlibur. Kebanyakan bule sih,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan pelaku pariwisata di Trawangan, Dino. Ia mengatakan dalam seminggu terakhir kunjungan wisatawan mengal-

ami peningkatan. Bahkan di hotel tempat ia bekerja pun jumlah hunian kamar hampir seratus persen setiap harinya. “Kalau di Trawangan memang tidak pernah low season, kalaupun low season itu palingan hunian kamar di angka 60 persen,” ujarnya. Ia mengatakan banyak wisatawan yang ingin menginap namun kamar sedang penuh, sehingga ia menyarankan untuk wisatawan tersebut mencari hotel lain. Hal ini menunjukkan semakin banyaknya kunjungan wisatawan beberapa hari tera-

khir. Saat ditanya tentang dampak erupsi Gunung Agung, ia mengatakan bahwa hal itu memang sangat berdampak. Karena selama ini, Gili Trawangan juga sudah menjadi salah satu pilihan destinasi wisatawan yang berlibur ke Bali. “Erupsi Gunung Agung memang berdampak. Meski tidak punya data pasti tentang kunjungan wisatawan, namun melihat suasana di hotel pada sibuk dan sebagian besar penuh itu sudah menjadi indikasi bahwa semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” ujarnya. (lin)

Dispar Sarankan Wisatawan Lewat Tanjung Luar

(Suara NTB/ist)

SETANGGOR - Desa Wisata Setanggor yang memanfaatkan semua kekayaan alam dan budayanya untuk dijadikan sebagai daya tarik wisatawan.

Desa Wisata Setanggor

102 Kamar Rumah Penduduk Dijadikan Penginapan Mataram (Suara NTB) Desa wisata di berbagai tempat semakin menunjukkan taringnya. Segmen wisata ini banyak diminati terutama oleh wisatawan mancanegara. Salah satunya Desa Wisata Setanggor yang telah menjadikan 102 kamar di rumah penduduk sebagai homestay. Ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di destinasi itu. “Kami sudah memiliki 102 kamar untuk wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Wisata Setanggor. Tentu saja kami ingin punya homestay khusus yang dikelola oleh masyarakat,” kata Penggagas Desa Wisata Setanggor, Ida Wahyuni. Ia mengatakan bahwa di desa wisata ini terdapat banyak aktivitas budaya yang dapat disaksikan oleh wisatawan. Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan sensasi hidup di

pedesaan yang mungkin tidak pernah di rasakan di negaranya. Bukan itu saja, wisatawan juga bisa belajar membuat berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Menenun (nyesek) kain songket adalah keterampilan lain yang dapat dilakukan oleh 90 persen perempuan desa berpenduduk 4.065 jiwa itu. “Kami punya banyak atraksi budaya, selain itu kami juga banyak yang menghasilkan kain tenun dan kerajinan tangan lainnya,” ujarnya. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan koperasi khusus untuk membantu masyarakat mengembangkan pariwisata di desa ini. Sehingga ia berharap bantuan dari pemerintah untuk melakukan dua hal itu. Pasalnya, ia bersama masyarakat setempat siap untuk dibina agar destinasinya menja-

di destinasi unggulan. “Kami belum punya pokdarwis. Kami sangat berharap bisa dibantu,” ujarnya. Desa ini berjarak hanya 5 kilometer dari Bandara Internasional Lombok. Disini terdapat kekayaan sumber daya alam dan seni budaya yang bisa dikemas menjadi paket wisata. Sehingga tidak heran jika belakangan banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa wisata ini. Misalnya, di lokasi yang disebut Inan Bengak, sebuah areal persawahan yang menghijau oleh tanaman padi serta palawija. Setanggor juga memiliki kekayaan seni budaya, seperti adanya kelompok gamelan, seni tari dan drama tradisional, instrumen gong berusia ratusan tahun. Ada pula tradisi memaos atau membaca naskah lontar yang dilakukan pada Rabu, Kamis, dan Sabtu serta melibatkan anak-anak dan orang dewasa. (lin)

Mataram (Suara NTB) Dampak banjir yang terjadi di Lombok Timur bagian selatan juga dirasakan oleh pelaku pariwisata dan wisatawan. Pasalnya mereka tidak dapat berkunjung ke kawasan Pantai Pink, Pantai Ekas, Pantai Kurakura dan pantai lainnya karena akses jalan yang rusak. Oleh sebab itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si menganjurkan agar para pelaku pariwisata mengajak tamunya ke Pantai Pink lewat Tanjung Luar. “Kita minta para pelaku pariwisata informasikan kepada wisatawan bahwa mereka tidak dapat berkunjung ke Pantai Pink lewat jalur darat karena ada musibah banjir. Selanjutnya kami sarankan agar mereka (pelaku pariwisata, red) mengajak tamunya lewat Tanjung Luar saja,” kata Faozal. Ia mengatakan bahwa ini merupakan musibah yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Apalagi ada jembatan yang rusak di Jerowaru yang merupakan jembatan penghubung antara Jerowaru dengan Keruak. Ini akan menyulitkan wisatawan apabila memaksa untuk menggunakan jalur darat. Sehingga wisatawan yang sudah berencana untuk berkun-

jung ke Pantai Pink disarankan untuk menggunakan jalur laut. “Ini musibah, tentu kita semua tidak ingin ini terjadi. Oleh sebab itu, demi kenyamanan wisatawan itu sendiri kami sarankan lewat jalur laut. Semoga wisatawan mengerti,” harapnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur juga menyarankan hal yang sama. Khusus untuk Pantai Pink, ia menganjurkan wisatawan menggunakan jalur laut melalui Senggigi atau Tanjung Luar. Sehingga wisatawan dapat berlibur dengan nyaman ke Pantai Pink tanpa harus khawatir akses jalan yang rusak. “Wisatawan bisa ke destinasi atau pantai lain juga. Di Lombok Timur banyak destinasi, karena kalau pakai jalur darat itu nanti perjalanannya terganggu, karena belum bisa dilewati,” ujarnya. Meski demikian, ia berharap wisatawan dapat berwisata dengan nyaman dengan jalur alternatif yang direkomendasikan. Sebab semua akses melalui perjalanan darat tidak dapat dilalui menuju Pantai Pink. Sementara itu, setiap harinya ada ratusan wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Baik melalui jalur darat, maupun melalui jalur laut. (lin)

(Suara NTB/lin)

ANTAR WISATAWAN - Seorang kusir cidomo tengah mengantar wisatawan ke tujuannya di Gili Trawangan belum lama ini.

Semua Kusir Cidomo Trawangan Harus Berlisensi Mataram (Suara NTB) – Gili Trawangan menjadi salah satu destinasi unggulan

di NTB. Di pulau ini, wisatawan tidak akan menemukan kendaraan bermotor. Sebab aturan di pulau ini memang tidak memperbolehkan adanya kendaraan bemotor beroperasi. Kendaraan yang dapat digunakan adalah sepeda dan cidomo. Khusus cidomo, kusir yang akan mengantar wisatawan diwajibkan memiliki lisensi khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat ini di Trawangan terdapat 125 kusir cidomo dan semuanya sudah memiliki surat izin atau lisensi untuk menjadi kusir. Kalau tidak punya itu tidak boleh beroperasi. Jumlahnya pun hanya itu, karena itu merupakan jumlah maksimal yang ditentukan oleh pemerintah. “Kita yang beroperasi ini sebelumnya sudah dites dulu, diberikan pelatihan juga dan akhirnya lolos jadi kusir cidomo,” aku salah satu kusir cidomo di Trawangan, Safrudin. Masyarakat maupun wisatawan tidak perlu khawatir terhadap pelayanan dari kusir cidomo di Trawangan. Sebab mereka sudah diberikan pelatihan tentang tata cara melayani tamu atau wisatawan. Sehingga wisatawan bisa merasa lebih nyaman saat mengitari Gili Trawangan menggunakan cidomo. Diketahui bahwa jumlah cidomo di pulau ini sebanyak 37 unit dan 24 unit cidomo barang dengan 125 kusir yang telah berpengalaman dan telah berlisensi. Sehingga memudahkan dalam mengantar orang atau barang yang jaraknya terbilang jauh. Rata-rata pendapatan satu kusir perhari bisa mencapai Rp 2 juta. Satu cidomo memuat maksimal empat orang dalam satu kali perjalanan. “Tidak boleh angkut lebih. Kalau nanti ngangkut orangnya lebih, kita bisa diskor tidak boleh narik selama seminggu,” akunya.(lin)


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB

Jurnal UIN Mataram Jadi Primadona Expo Pendis 2017 Jakarta (Suara NTB) Setelah membuka Expo Pendidikan Islam (Pendis), Selasa (21/11) pukul 20.00 WIB di Nusantara Hall BSD City, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin mengunjungi semua stan perguruan tinggi yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi acara pembukaan. Expo Pendis 2017 ini dimeriahkan oleh ratusan jurnal dan ribuan buku hasil karya dosen dari semua perguruan tinggi se Indonesia. Ribuan pengunjung memadati arena Expo Pendis 2017, berbagai ragam rupa dan kekhasan semua stan ditampilkan. Produk unggulan masingmasing perguruan tinggi adalah menjadi prioritas isi display sep-

erti jurnal dan buku hasil karya dosen. Pameran pendidikan sangat berbeda dengan pameran lainnya yang sering diwarnai dengan transaksi berbagai produk, tapi pameran pendidikan menampilkan produk tanpa transaksi, melainkan pembagian buku, jurnal dan asesoris lainnya secara gratis. Jurnal terakreditasi tingkat Nasional berdasarkan SK Dirjen Dikti Kemendikbud Nomer: 56/Dikti/Kep/2012 yang menjadi produk andalan UIN Mataram adalah jurnal studi keislaman yaitu Jurnal Ulumuna. Jurnal ini memiliki keunggulan dengan menampilkan 6 fokus kajian di antaranya: 1) The Qur’an and Hadits, 2) Islamic Law, 3) Theologi, 4) Philosophy,

5) Tasawuf dan 6) education. Di samping jurnal Ulumuna, UIN mataram memiliki produk unggulan juga yaitu Jurnal Istimbath. Jurnal Istimbat terbit pertama kali pada tahun 2003 oleh Jurusan Syari’ah, dan dalam prosesnya telah menjadi Jurnal Hukum Islam terakreditasi kemenristek Dikti Nomer: 36a/Kpt/ 2016. Hingga kini Jurnal Istimbath banyak menerima tulisan ilmiah khusus mengenai hukum Islam dari berbagai dosen perguruan tinggi Islam di Indonesia. Semua peserta menampilkan produk unggulan, mulai dari madrasah, pesantren, hingga lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam. Puluhan buku hasil karya dosen terbaru dan puluhan jurnal semua jurusan di UIN

Mataram tahun 2017 menjadi bagian penting yang memiliki magnet besar yang mengundang ratusan orang berkunjung ke stan UIN Mataram yang berukuran 3 x 6 meter. Rektor Dr. H. Mutawalli, MAg., didampingi oleh Wakil Rektor Satu Dr. H. Masnun Tahir ketika berada di rumah jurnal, banyak mendapat pertanyaan terkait dengan mekanisme pengajuan tulisan dosendosen luar agar dapat dimuat pada dua jurnal terakreditasi nasional di UIN Mataram. Beliau menambahkan sekarang setiap jurusan sedang berbenah dan bersaing dalam pengelolaan jurnal, hingga kini kampus memiliki puluhan jurnal sebagaimana jumlah jurusan

yang ada di semua fakultas. Kasubag Humas UIN Mataram Suhirman Adita yang memantau pelaksanaan dua event terbesar tahun ini menjelaskan, expo berlangsung sangat meriah dengan ribuan pengunjung setiap hari. Sedangkan agenda AICIS juga berlangsung sangat serius di beberapa hall sepanjang kompleks BSD City yang diikuti oleh kalangan dosen, guru besar, para pakar, ahli dan peneliti serta delegasi berbagai negara Islam. Sedangan dari lokasi AICIS sedang berlangsung berbagai jenis seminar yang dibagi berdasarkan rumpun keilmuan. Wakil Rektor Satu UIN mataram DR. H. Mansun dijadwalkan sebagai panelis Tittle

(Suara NTB/ist)

STAN - Stan UIN Mataram di lokasi Pendis Expo 2017 di Nusantara Hall BSD City. Of Panel bersama STAIN Kediri, Surakarta dan Pamekasan yang akan mengkaji

tentang “Dari identitas politik hingga identitas ekonomi di Indonesia”. (dys/*)

Stop Pengangguran dari SMK Bangga Jadi Anak Indonesia KETUA Dewan Anak Kota Mataram Denisward Eurico Rathani mengaku bangga menjadi anak Indonesia. Apalagi menjadi Ketua Dewan Anak Mataram menuntutnya merealisasikan program yang dicanangkan pemerintah, yaitu dengan melibatkan anak-anak untuk menjadi pelopor dan pelapor guna menanggulangi masalah yang terjadi pada anak Indonesia. Tidak hanya itu, dewan anak yang digawanginya juga akan menerapkan sekolah dan puskesmas ramah anak agar Kota Mataram khusus(Suara NTB/ist) nya menjadi Kota Layak Anak. Denisward Eurico Rathani Siswa SMAN 1 Mataram yang hobi mendengarkan musik mengakui, jika public speaking sebagai kiat dalam kiprahnya sebagai duta anak. Public speaking, ujar Denis – sapaan akrabnya — merupakan modal utama dalam meraih kesuksesan. Salah satunya sebagai duta anak. Berpidato dan menjadi pemandu acara sering digelutinya. Bahkan, menjadi juara dalam pidato juga diraihnya pada tahun 2017 ini. Dirinya berharap tetap membawa nama anak dan mempertahankan hak-hak anak Indonesia. Anak Indonesia juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan yang ada di republik ini. Baginya, suara anak menjadi salah satu instrumen penting pembangunan bangsa. Tidak hanya itu, perang terhadap hoaks dan pernikahan usia dini menjadi satu permasalahan yang butuh perhatian. Hal ini merupakan salah satu kiat kepedulian Forum Anak dalam mengukuhkan hak anak. “Kami konsen dalam pemenuhan hak anak, peduli terhadap anak Indonesia,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Rabu (22/11). Dirinya bangga terhadap Forum Anak NTB. Kiprah cemerlang dalam Forum Anak dimulai tahun 2014 saat pemuda ini menjadi Duta Anak NTB. Dari SMP Denis menjadi Duta Sanitasi NTB tahun 2014 kemudian didaulat menjadi Duta Sanitasi Favorit Nasional pada tahun yang sama. Denis juga memiliki pengalaman berbicara di forum internasional dalam ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children (ACWC) di Manila Philipina tahun 2016. Membawa nama anak Indonesia dalam perundingan ACWC menyulut semangat lelaki keturunan Makassar ini untuk semakin peduli terhadap pemenuhan hak anak Indonesia. ”Saya bangga menjadi anak Indonesia,” ujarnya bangga. (ham)

SMKN 1 Labuapi Terima Bantuan dari DUDI Giri Menang (Suara NTB) SMKN 1 Labuapi memperoleh donasi satu unit sepeda motor oleh salah satu dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Bantuan itu diharapkan bisa menambah dan memenuhi kebutuhan untuk praktik siswa SMKN 1 Labuapi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Mataram, Muh. Saarani, S. Pd., dalam sambutannya di acara serah terima donasi itu, Rabu (22/11) di halaman SMKN 1 Labuapi, menyampaikan terima kasihnya kepada PT. Yamaha NTB yang memberikan bantuan satu unit sepeda motor. Bantuan itu dirasa sangat berguna bagi pengembangan program keahlian Teknik Sepeda Motor di SMKN 1 Labuapi. “Dengan adanya tambahan, bisa menambah jumlah alat untuk digunakan praktik oleh anak-anak,” katanya. Bantuan ini diharapkan bisa memenuhi kekurangan alat yang dimiliki SMKN 1 Labuapi. Selain itu kerja sama ini berkaitan dengan praktik kerja industri (prakerin) atau pendidikan sistem ganda. Saarani berharap nantinya pihak dari DUDI bisa ikut serta menjadi tenaga pengajar di SMKN 1 Labuapi. “Karena adanya pendidikan sistem ganda anak-anak akan meningkat kompetensinya. Sangat didukung oleh perusahaan atau instansi terkait,” ujar Saarani. Selain sebagai tenaga pengajar, pihak dari DUDI diharapkan bisa menjadi tim penguji saat uji kompetensi siswa, agar pengetahuan siswa benar-benar teruji dengan baik. “Diperlukan tim penguji dari DUDI,” katanya. Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Makbullah, S. Pd., M. Pd., dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada DUDI. Donasi ini, menurutnya, salah satu bentuk perhatian kepada SMK. “Ini sebagai ladang amal kepada SMK,” katanya. Sementara itu, Perwakilan PT. Yamaha NTB, Benito mengatakan donasi itu merupakan donasi awal. Ia juga menyarankan, terkait dengan dunia industri dan dunia pendidikan, diharapkan dunia pendidikan mengikuti perkembangan teknologi terkini. “Harapan saya kalau bisa untuk TSM muatan pendidikan disesuaikan denga teknologi terkini,” katanya. (ron)

(Suara NTB/ron)

SERAHKAN - Penyerahan bantuan dari salah satu DUDI kepada Plt. Kepala SMKN 1 Labuapi, Muh. Saarani, Rabu (22/11)

Pembelajaran Harus Sesuai dengan DUDI

Mataram (Suara NTB) Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disebut menjadi salah satu penyumbang tertinggi pengangguran. Untuk mengatasi hal itu, dibutuhkan pembelajaran di SMK yang sesuai dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta peningkatan di berbagai sisi SMK. Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, L. Hasbulwadi, M.Pd., Rabu (22/ 11), mengatakan, langkah agar lulusan SMK tidak menjadi penyumbang penganguran yaitu melalui revitalisasi SMK yang tertuang pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Menurutnya ada berbagai hal yang cukup krusial yang mesti dibenai. Salah satunya penyempurnaan dan penyelarasan kurikulum SMK. Kurikulum SMK yang diajarkan di sekolah harus sesuai dengan DUDI. “Yang sangat urgent yang perlu kita lakukan, yaitu penyempurnaan, penyelarasan kurikulm SMK dan DUDI. Kurikulum

yang diajarkan di sekolah harus sesuai dengan DUDI. Penyempurnaan dan penyelarasan kurikulum itu,” kata Hasbul. Revitalisasi SMK melalui Inpres itu, kata Hasbul dalam rangka peningkatan kompetensi dan sumber daya manusia. “Supaya anak-anak kita memiliki kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan DUDI

, artinya supaya serapannya semakin tinggi,” katanya. Peta jalan pengembangan SMK menjadi perhatian dari revitalisasi itu. Kemudian peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. Termasuk di sana pegawai di SMK. Berikutnya dilakukan kerjasama dengan lintas kementerian dan berbagai lembaga serta instansi terkatit. Termasuk juga dunia usaha dan dunia industri. “Lalu percepatan lisensi, sertifikasi, dan akreditasi SMK, dalam rangk penyempurnaan kompetensi,” katanya.

Nantinya di SMK harus ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1. Pihak sekolah harus menyiapkan assessor, yang bukan merupakan guru SMK di sekolah itu. Dengan begitu kompetensi para siswa teruji. Hasbul mengatakan, langkah terakhir penyusunan Kelompok Kerja (Pokja) pengembangan SMK ke depannya. “Ini yang perlu kita lakukan untuk peningkatan kompetensi peserta didik, sehingga nanti bisa siap pakai sebagai tenaga kerja tingkat menengah, bahkan mandiri menciptakan lapangan pekerjaan,” harap Hasbul. (ron)

SMKN 6 Mataram Upayakan Peningkatan Mutu

(Suara NTB/dys)

LOKASI - Ponpes Nurul Islam Sekarbela, salah satu lokasi penginapan peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU dan sidang Komisi Organisasi di Mataram yang mulai berlangsung, Kamis (23/11).

Ponpes Nurul Islam Siap Sambut Peserta Munas NU Mataram (Suara NTB) Nuansa penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai terasa. Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, Sekarbela, Mataram. Baliho-baliho hingga spanduk Munas NU terpampang di sejumlah jalan menuju Ponpes Nurul Islam, mulai dari Kekalik hingga Sekarbela, lokasi Ponpes Nurul Islam. Pimpinan Ponpes Nurul Islam Hj. Wartiah, MAg., mengatakan, persiapan Ponpes Nurul Islam sudah mencapai 85 persen. Areal kamar dengan

kasur dan bantal sudah disiapkan untuk para peserta yang diprediksi mencapai 99 orang. Sedangkan, sarana ruang untuk sidang komisi organisasi masih dikebut dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat. Wartiah mengatakan, puncak kedatangan para peserta mulai Rabu (22/11). Sedang untuk panitia pusat yang berjumlah 20 orang sudah tiba di Ponpes dengan total santri sebanyak 833 orang tersebut. “Alhamdulilah kami senang dan bersyukur Ponpes Nurul Islam menjadi tuan rumah, semoga membawa berkah bagi Ponpes dan juga masyarakat sekitar,” ujar Wartiah di Ponpes Nurul Is-

lam, Mataram, Rabu (22/11). Wartiah menjelaskan, di sekitar Ponpes Nurul Islam juga mulai tersedia lapak para masyarakat sekitar yang menjajakan produknya, mulai dari busana Muslim hingga kuliner. Wartiah berharap penyelenggaraan Munas NU mampu dirasakan warga sekitar dalam aspek ekonomi. Ponpes Nurul Islam, lanjut Wartiah, tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi pada Jumat (24/11), besok. “Mengenai seperti apa pembahasan itu dari pusat, mungkin besok sudah ada infonya,” ungkap Wartiah. (dys)

Kinerja Bagus, Masa Kerja Kepsek Disarankan Lebih Lama Giri Menang (Suara NTB) Pemerintah Provinsi NTB merencanakan kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK yang masa kerjanya melebihi delapan tahun akan didorong menjadi pengawas. Hal ini mendapat tanggapan Koordinator Pengawas pada UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan LayananKhusus(DikmendanPKPLK) Lombok Barat-Mataram, JoniY.Moa.JoniY.Moamenyarankan agar kepsek yang kinerjanya bagus, bisa dipertahankan. Menurutnya, jika kepsek itu berprestasi, masih bisa ditempatkan atau dilanjutkan masa kerjanya. Jika kinerja kepsek, ia bisa ditempatkan di sekolah yang dinilai lebih rendah dari tempatnya menjabat sebelumnya. “Menurut aturan yang dulu, jelas dua periode, tapi masih bisa menjabat. Kalau kualitas bagus bisa ditempatkan di tempat lain, tapi

tentu tidak semua kepala sekolah,” kata Joni, ditemui di Lombok Barat, Rabu (22/11). Ia sangat menyayangkan jika kepsek yang kerjanya baik, lantas dihentikan. Potensi yang dimiliki seorang kepsek akan hilang jika berhenti menjadi kepsek. “Kita kehilangan potensi kepala sekolah yang memiliki integritas dan kapabilitas yang laik,” ujar Joni. Disinggung terkait adanya potensi kejenuhan kepsek, Joni menepisnya. Menurutnya, jika memang faktor individu kepsek itu bagus, ia bisa ditempatkan di mana saja. Apalagi jika ditempatkan di sekolah lebih kecil, maka potensinya untuk membangun sekolah akan muncul. Sementara itu, terkait dengan seleksi calon kepsek yang saat ini sedang dilaksanakan, Joni menyarankan agar yang nantinya lulus jangan langsung ditempatkan

di sekolah yang berada di tengah kota. Bisa dimulai dengan penempatan di luar kota agar memperkuat pengalaman mereka dalam bekerja. “Ketika sudah masuk ke sekolah tengah kota, bisa memiliki kemampuan yang mumpuni,” ujar Joni. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, mengatakan kepsek yang melebih masa kerja delapan tahun itu didorong untuk menjadi pengawas pendidikan. “Bagi kepala sekolah yang sudah delapan tahun, kita dorong menjadi pengawas Pembina, agar semakin bagus pengelolaan sekolah itu, karena sudah berpengalaman,” ujarnya. Langkah ini dilakukan, agar mantan kepsek itu nantinya bisa berbagi pengalaman ke guru dan kepsek lainnya. Dengan begitu pengelolaan sekolah diharapkan dapat lebih baik. (ron)

Mataram (Suara NTB) SMKN 6 Mataram mengupayakan peningkatan mutu dalam proses pembelajaran. Berbagai cara dilakukan pihak sekolah dalam mengupayakan hal tersebut, seperti pengayaan, peningkatan kedisiplinan dan lainnya. “Peningkatan mutu, kedisiplinan dalam rangka peningkatan mutu. Kami ingin meningkatkan mutu, itu dulu arahnya, dari segi potensi pembelajarannya, adanya pengayaan, kedisiplinan harus tinggi, baik guru atau masyarakat sekolah,” ujar Kepala SMKN 6 Mataram, Moh. Tauhid, S.Pd., Rabu (22/11). Sebelumnya, ia mengatakan bentuk dari program itu, pihak sekolah menyiapkan buku saku bagi siswa. Saat ini buku tersebut tengah disusun oleh sekolah. Ada beberapa poin penting berkaitan dengan kedisplinan tertuang di buku itu. Penguatan kedisiplinan di SMKN 6 dilakukan, karena ia melihat hal itu yang sangat perlu diperbaiki. Ia berharap, ketika kedisiplinan diperkuat, maka tata krama para siswa akan jauh lebih baik. “Juga menghormati guru dan taat pada aturan. Ketika kedisiplinan sudah dijalankan, maka hal-hal lainnya akan mengikuti,” ujar Tauhid, mantan pengajar di SMKN 3 Mataram ini. Ia kerap kali menekankan hal

(Suara NTB/dok)

Moh. Tauhid tersebut kepada siswa, terutama karena saat ini sudah memasuki era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan kedisiplinan, siswa diharapkan dapat menghadapi persaingan MEA. Di SMKN 6 Mataram terdapat empat kompetensi keahlian, yaitu, Keahlian Body Otomotif, Kendaraan Ringan, Teknik Komputer Jaringan, dan Teknik Pengelasan. Sejauh ini, SMKN 6 Mataram masih menggunakan kurikulum KTSP. Dalam proses belajar mengajar, pihak sekolah berupaya agar tidak ada kelas yang kosong. “Proses belajar mengajarnya kita sesuaikan dengan jadwal, agar tidak ada yang kosong,” pungkasnya. (ron)

MKKS SMP Kota Mataram Bentuk Posko Korban Banjir di SMPN 2 Mataram Mataram (Suara NTB) MKKS SMP Kota Mataram menggalang bantuan bagi korban bencana banjir Lotim. Mereka membentukposkountukmengumpulkan sumbangan dari para donatur, anggota MKKS, dan siswa. Sekretaris MKKS SMP Kota Mataram H. Tahir, S.Pd., menerangkan posko yang dibentuk MKKS dipusatkan di SMPN 2 Mataram. Di posko ini para donatur dan siswa yang ingin memberikan sumbangan ditampung. Sejak posko terbentuk, berhasil terkumpul berbagai sumbangan dalam bentuk makanan siap saji berupa mie, biskuit, air mineral, beras, obat-obatan sebanyak satu pick up (Grand Max).

Di samping makanan, sumbangan yang berhasil terkumpul berupa uang sebesar Rp 9.500.000. Keseluruhan hasil sumbangan diserahkan oleh pengurus MKKS SMP Kota Mataram langsung ke posko di kecamatan yang terparah terkena banjir yaitu Kecanatan Keruak. Kepala MKKS Kota Mataram H.LaluSuwarno,yangturutmenyerahkan bantuan langsung ke posko bencana banjir di Lotim, Rabu (22/11) mengaku apa yang dilakukan MKKS untuk memupuk solidaritas sesama. Tidak saja pengurus MKKS, penyerahan bantuan ke posko juga turut diserahkan langsung oleh perwakilan siswa SMPN 2 Mataram. (dys)

(Suara NTB/ist)

SALURKAN - Anggota MKKS Kota Mataram menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Keruak Lotim, Rabu (22/11).


Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 23 November 2017 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB

Aria, Pelatih yang Sukses Melahirkan Atlet Berprestasi Di balik keberhasilan atlet berprestasi nasional tentunya ada peran pelatih juga. Salah satu pelatih NTB yang telah berperan melahirkan atlet berprestasi nasional adalah Aria Yuniawan. Mantan atlet juara nasional di lompat tinggi atletik ini baru saja sukses mengantarkan atlet NTB, Safwaturrahman meraih medali emas di lompat jangkit pada PON XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016. ARIA Yuniawan yang diwawancara Suara NTB di Mataram, Rabu (22/11), mengatakan kiprahnya sebagai pelatih atletik dimulai sejak dia memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai atlet atletik di tahun 2009 lalu. “Saya memilih menjadi pelatih atletik karena saya saat itu tidak lagi jadi atlet. Tepatnya tahun 2009 lalu saya memilih pension dari atlet atletik,” ucapnya. Untuk diketahui, sebelum menjadi pelatih, putra pertama pasangan almarhum Suratman (pelatih PPLP NTB) dan Hj. Asrumiati ini merupakan atlet nasional. Dia salah satu atlet terbaik atletik yang telah mengharumkan nama NTB di level nasional dengan tiga kali berturut-turut menjuarai Pekan Olahraga Nasional (PON). Medali emas pertama diraihnya di PON di Jakarta tahun 1996. Kemudian, medali emas kedua di PON Surabaya tahun 2000 dan medali emas ketiga di PON Palembang di tahun 2004. Selain meraih tiga emas di PON berturut-turut, dia juga berhasil memecahkan rekor nasional di nomor lompat tinggi tahun 1999 dengan jauh lompatan 2,08 meter. Usai sukses meraih medali emas di PON 2004, Aria memutuskan untuk pension dari atlet. Dia memilih untuk

Biodata Nama : Aria Yuniawan Tempat dan Tanggal Lahir : Yogyakarta, 14 Juni 1978

melanjutkan karirnya sebagai pelatih. Bertahun-tahun belajar melatih atlet, Aria mulai dipercaya melatih atlet atletik NTB pada tahun 2009. Belum setahun melatih di daerah Aria langsung dipanggil untuk melatih atlet Pelatnas di Jakarta tahun 2010. Selama melatih atlet nasional di Pelatnas Program Indonesia Emas tahun 2010 hingga 2014, Aria sudah banyak melahirkan atlet-atlet yang berprestasi nasional. Seperti atlet asal DKI Jakarta Noval peraih medali emas di Lompat tinggi PON di Riau tahun 2012 adalah hasil binaannya. “Dulu saat di Pelatnas saya melatih atlet asal DKI Jakarta. Seperti Noval, atlet peraih medali emas di PON Riau tahun 2012, kemudian Ita Puspita , Andy Dermawan juara nasional juga pernah saya latih,” jelasnya. Setelah bertahun-tahun menjadi pelatih Pelatnas, Aria memilih kembali melatih di NTB. Tahun 2015 lalu, Aria dipercaya oleh PASI NTB dan KONI NTB untuk melatih atlet atletik NTB, Safwaturrahman peraih medali emas di nomor lompat jangkit pada PON XIX di Jabar 2016. Bagi Aria, melatih Safwaturrahman bukan hal yang gampang, pasalnya atlet asal Sumbawa itu sebelumnya atlet andalan NTB di nomor lari 100 meter dan 200 meter. Dalam hal ini untuk mengarahkan Safwaturrahman menjadi atlet lompat jauh dan lompat jangkit saat itu tidak gampang, karena bisa menimbulkan protes dari pelatih nomor spesialis jarak pendek. Namun demikian Aria tetap bersikukuh pada keyakinannya bahwa dia optimis bisa membawa Safwaturrahman berprestasi di lompat jauh dan

lompat tinggi. Syukurnya keputusan Aria menjadikan Safwaturrahman sebagai atlet lompat jauh dan lompat jangkit tersebut mendapat dukungan dari pengurus cabor atletik dan KONI NTB. Sehingga keinginan Aria melatih Safwaturrahman di nomor lompat jauh dan lompat jangkit berjalan mulus. Keputusan Aria menjadikan atlet lompat jauh dan lompat jangkit betulbetul membuahkan hasil. Terbukti Safwaturrahman berhasil mendulang medali emas di nomor lompat jangkit pada PON XIX di Jabar tahun 2016. Tidak saja sukses di nomor lompat jangkit, namun Safwaturrahman juga sukses meraihedali emas untuk tim estafet 4x100 meter putra NTB di ajang multi event itu. Selain sukses membawa atletnya sukses di PON 2016, Aria juga sukses membawa Safwaturrahman meraih dua medali emas di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Oktober lalu, yakni dengan menjuarai nomor lompat jauh dan lompat jangkit putra. Setelah sukses membawa Safwaturrahman juara nasional, Aria memiliki mimpi besar yakni meloloskan Safwaturrahman mengikuti Olimpiade tahun 2020. “Target saya meloloskan Safwaturrahman meraih limit ke Olimpiade,” ujarnya seraya menambahkan bahwa untuk lolos limit Olimpiade, Safwaturrahman harus mampu mencatatkan lompatan 8,20 meter sesuai standar limit mengikuti olimpiade. Aria yakin anak didiknya bisa lolos Olimpiade, pasalnya lompatan Safwaturrahman saat ini sudah mendekati limit Olimpiade, yakni lompatan terbaiknya, 7,97 meter yang telah dicatat Safwaturrahman saat menjuarai POMNAS 2017. (fan)

RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

Wagub Janji Benahi Sarana Olahraga Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si berjanji membenahi sarana olahraga, saat menutup Turnamen Sepak bola “Wagub Cup IV” di lapangan desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Selasa (21/11/) sore. “Kami akan terus melanjutkan menyelenggarakan turnamen sepak bola ini. Serta akan memfasilitasi perbaikan dan peningkatan sarana olahraga di Penyaring,” kata Wagub saat menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada pemenang turnamen. Menurut Amin, Masyarakat Sumbawa memiliki talenta-talenta pesepak bola yang andal. Sebagai modal meraih prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Penyelenggaraan turnamen seperti ini dianggap bernilai penting dan strategis bagi kemajuan olahraga sepak bola di daerah ini. Pihaknya pun berkomitmen memajukan olahraga sepak bola di daerah ini. Ketua Panitia penyelenggara, Khairuddin, HS melaporkan, Open Tournamen Wagub Cup IV ini, berlangsung selama 40 hari, dari tanggal 14 Oktober sampai 21 November 2017, diikuti sebanyak 64 tim se-Kabupaten Sumbawa, dengan total hadiah sebesar Rp 21 juta. Final turnamen mempertemukan antara juara bertahan Wagub Cup tahun lalu, Bintang Laut FC dari Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, yang sekaligus juga bertindak sebagai tuan rumah melawan Babala FC dari Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang.

(Suara NTB/arn)

PIALA - Wagub NTB, H. Muh. Amin saat menyerahkan piala kepada pemenang turnamen di lapangan Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Selasa (21/11/). Yang akhirnya dimenangkan Babala FC lewat adu pinalti. Babala FC berhak membawa pulang piala bergilir Wagub Cup IV, serta uang pembinaan sebesar Rp. 7,5 juta. Sementa-

ra untuk Juara ll mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 5,5 juta, juara III mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 4 juta dan juara IV mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 3 juta. (arn)

RUPA-RUPA LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4 SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836

HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR3753BD NOKA:NOSIN/ MH1JBB41107K840395:HB41E1840118 AN. MARYAM M. KASIM HLG DSKTR JL. PEJANGGIK MATARAM HILANG STNK R2 DR3199CK HONDA AN.MUH NIJAM HILANG DSKTR SENGGIGI HILANG STNK R2 HONDA DR3077HJ NOKA/NOSIN: MH1JF811CK461863/ JF81E-1459017 AN.MARIA PUTU EKA HLGDSKTR JL PEJANGGIK.

RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2


Kamis, 23 November 2017

SUARA NTB

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 23 November 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

OPINI

Halaman 14

Nasionalisme Perdesaan Sukseskan Munas dan Konbes NU HARI ini, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) digelar di beberapa lokasi di Pulau Lombok, seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Digelarnya event yang melibatkan ulama-ulama NU ini merupakan kebanggaan besar bagi NTB, karena lebih dari 1.000 ulama dari seluruh Indonesia akan hadir. Apalagi, Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini dijadwalkan akan dibuka Presiden Ir. H.Joko Widodo, Kamis (23/11) dan ditutup Wakil Presiden Drs. H. M. Jusuf Kalla, Sabtu (25/11). Hadirnya Presiden Jokowi dalam jangka waktu tidak terlalu lama ke NTB mengindikasikan daerah ini mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan NTB harus menjawab kepercayaan dari pemerintah pusat ini dengan baik. Dalam arti, pemerintah dan masyarakat NTB harus menjaga kepercayaan yang sudah diberikan selama ini. Seperti menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga tidak menimbulkan ketidakstabilan di masyarakat. Meski di beberapa titik muncul persoalan yang bisa mengganggu, hal ini bisa diatasi, karena ruang lingkupnya sangat kecil. Namun, jika tidak bisa diatasi menjadi persoalan besar dan berpengaruh pada kondisi daerah. Sebagai masyarakat NTB, kita harus bangga dengan banyaknya event-event berskala nasional dan internasional yang digelar di daerah ini. Terlebih event ini dihadiri langsung orang nomor 1 di republik ini yang rela hadir meski dalam rentan waktu yang cukup singkat. Setidaknya konsep Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) yang diusung di awal pemerintahan Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Ir. H. Badrul Munir, MM., sembilan tahun lalu sudah cukup tepat. Sosok di balik konseptor ini adalah mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Drs. H. L. Gita Ariadi, MSi., kini Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB setidaknya perlu diberikan apresiasi atas ide briliannya. Meski demikian, keterlibatan elemen lain tidak dipungkiri memiliki peranan besar dalam menjadikan NTB sebagai tempat kegiatan berskala nasional dan internasional. Misalnya selesainya pembangunan Islamic Center yang sebelumnya banyak diragukan orang, kemudian pembangunan fasilitas MICE di beberapa lokasi di NTB menjadikan NTB sebagai tempat pilihan terbaik untuk melakukan pertemuan. Hal ini tentu sejalan dengan apa yang diharapkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat melakukan peninjauan ke lokasi acara di Islamic Center agar panitia terus bersinergi dan berkoordinasi untuk memastikan bahwa keseluruhan fasilitas pendukung. Dalam hal ini, venuevenue yang akan digunakan maupun akses pengamanan, peliputan dan pelayanan kepada tamu-tamu yang akan hadir, benar-benar dapat disediakan dan terlayani dengan baik. Sebagai tuan rumah yang baik, kita berkewajiban melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, kita mengharapkan Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini memberikan multiplayer effect besar bagi masyarakat di daerah ini. Salah satunya, dengan semakin banyaknya event-event berskala nasional dan internasional akan membuat jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat dan masyarakat kecil menikmati hasilnya. Selain itu, hasil-hasil munas dan konbes ini bermanfaat bagi umat Islam, khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Selamat datang pada peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU, semoga kedatangannya ke NTB memberikan berkah bagi seluruh masyarakat. (*)

OVEMBER 1945 menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam riwayat sebuah bangsa. Berbagai peristiwa gigantik, monumental, dan “penuh darah” yang terjadi sebelumnya merupakan kristalisasi motivasi, antusiasme, dan harapan orang desa dalam menggariskan cita-cita kebangsaan. Mereka berhasrat mengusir kaum kolonial dari bumi pertiwi untuk segera meraih kehidupan bebas, mandiri, dan penuh harga diri. Saat Belanda memegang tampuk kekuasaan, nasionalisme orang desa dibuktikan dengan loyalitas dalam agenda perjuangan. Dapur umum digunakan untuk menyediakan logistik para pejuang. Perempuan-perempuan desa menyiapkan hidangan bagi mereka yang akan bertempur melawan bengisnya penjajah. Saat tongkat estafet penjajahan beralih ke tangan Jepang, pemuda desa direkrut menjadi pasukan pembendung Perang Asia Timur Raya. Dibekali pendidikan militer agar kedisiplinan, semangat juang, dan jiwa ksatria terpupuk dalam diri mereka. Akibatnya, desa menjadi tulang punggung seinendan. Di samping itu, dibentuk keibodan, organisasi beranggotakan para pemuda bersenjata bedil kayu dan bambu runcing dengan misi utama menjaga keselamatan desa (Muljana, 2008: 12). Celakanya, siasat yang digencarkan oleh Jepang menjadi bumerang. Alih-alih menjadikan pemuda desa sebagai alat propaganda, Jepang justru terkena getahnya. Pemuda desa yang genap memperoleh latihan militer menjadi kekuatan yang merongrong kedudukan Jepang di Indonesia. Itulah mengapa, di samping iklim politik yang kurang mendukung, hengkangnya Jepang dari negeri ini juga lantaran garangnya pemuda desa dalam melancarkan serangan terhadap kaum kolonial. Apatisme Belakangan ini, nasionalisme orang desa tampak diragukan. Ketika materialisme dan hedonisme menjangkiti orang desa, tersebar asumsi bahwa rasa cinta tanah air mereka mulai luntur. Perhatian mereka terhadap keadaan bangsa juga mulai pudar. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa dalam situasi tertentu sebagian orang desa menunjukkan sikap egoistis. Merosotnya prinsip komunal sekaligus menguatnya dasar-dasar individual antara lain disebabkan oleh urbanisme sebagai pola dan cara

Oleh: Riza Multazam Luthfy ( Peneliti Desa. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum UII Yogyakarta)

Ketika tidak lagi berada pada jalurnya, pendidikan hanya akan memasung kreativitas manusia. Potensi anak desa akan terkubur seiring dengan semakin cepatnya arus globalisasi. Kearifan lokal sebagai penanda masyarakat adat bakal hilang tergantikan oleh ilmu pengetahuan yang serba rasional hidup orang kota serta perkembangan daerah perkotaan yang mempengaruhi kosmologi orang desa. Betapa “hasrat urban” membujuk pemuda desa untuk merantau, menimba pengalaman, serta berburu rupiah ke kota. Munculnya berbagai alternatif membuat kerja-kerja tradisional semakin ditinggalkan. Dengan menjadi buruh atau “pegawai kantoran”, misalnya, mereka ingin menyaksikan kemajuan kota-kota besar berikut eksesnya. Pada waktu mereka bekerja, nilai-nilai desa dan kota saling bertukar. Asimilasi inilah yang dibawa untuk dibagi dengan warga desa lainnya Saat mereka kembali ke kampung halaman. Gejala merembesnya nilai-nilai urban pada lingkungan perdesaan semakin dikokohkan oleh pendidikan. Abdul Munir Mulkhan (2009: 94) mensinyalir bahwa melalui pendidikan, modernisasi menelusup pada relung kehidupan orang desa. Banyak anak desa yang menempuh jenjang pendidikan modern di kota-kota besar, sehingga mereka mulai bersinggungan dengan prinsip hidup orang kota. Tarik menarik antara kepribadian rural di satu sisi dan kepribadian urban di sisi lainnya menyebabkan orang desa diderap kegamangan. Mereka merasa gagap dalam menggali sekaligus memaknai identitas kultural. Pendidikan yang semestinya mampu menabalkan jati diri justru mengaburkannya. Selama ini, orientasi pendidikan seolah diarahkan pada pembentukan manusia egoistis. Kultur urban yang

RADIO

terselip melalui kurikulum pendidikan cenderung melahirkan kepribadian kasar, menang sendiri, serta sukar diatur. Hal ini berimbas pada meredupnya etos kerja dengan motif komunalisme sekaligus menanjaknya corak individualisme. Padahal, selama komunalisme masih diperhatikan oleh orang desa, kepedulian terhadap nasib bangsa akan tetap terpelihara. Sebaliknya, bila individualisme yang mendominasi corak pandang masyarakat, segala bentuk perhatian akan terpusat pada diri sendiri. Dalam perspektif terakhir inilah, mereka menganggap bahwa nasib tak kunjung berubah hanya dengan mengutamakan kepentingan bangsa. Kearifan Lokal Ketika tidak lagi berada pada jalurnya, pendidikan hanya akan memasung kreativitas manusia. Potensi anak desa akan terkubur seiring dengan semakin cepatnya arus globalisasi. Kearifan lokal sebagai penanda masyarakat adat bakal hilang tergantikan oleh ilmu pengetahuan yang serba rasional. Jika ini yang terjadi, maka kolonialisme genap berubah bentuk. Penjajahan berhasil melakukan transformasi bahkan evolusi dengan memanfaatkan celah-celah yang ada dalam sistem pendidikan. Kemerdekaan yang berhasil diraih seakan sirna jika pendidikan kurang mampu membebaskan, melainkan justru mengekang daya cipta manusia. Upaya merawat kemerdekaan bisa diwujudkan dengan menempatkan pendidikan sesuai “kodrat”nya. Dalam konteks ini, pe-

merintah perlu menapaki jejak seorang petani bernama Sabur yang berusaha memadukan kurikulum nasional dengan kearifan lokal. Setelah menjual sebidang kebun kelapa sawit untuk pendirian sekolah tingkat SLTP, warga Desa Aur Cina, Bengkulu, tersebut menyusun silabus pendidikan lingkungan hidup dengan menitikberatkan pada kehidupan siswa saat berada di rumah maupun di sekolah. Sejak dini, siswa didorong untuk memahami kerusakan lingkungan sekaligus imbasnya. Capaian ini telah mengantongi apresiasi dari berbagai pihak, sehingga beberapa sekolah di Provinsi Bengkulu menjadikan silabusnya sebagai referensi. Dengan mengombinasikan materi pelajaran formal dengan kearifan para leluhur, tentu pemerintah memberikan rekognisi sekaligus apresiasi terhadap beragam pengetahuan masyarakat adat. Bukan hanya memberdayakan sumber daya lokal, langkah ini tentu juga dapat membangkitkan kembali nasionalisme perdesaan. Selain itu, gejala urbanisme yang dalam beberapa dekade terakhir begitu mencolok juga menurun akibat bertunasnya kepercayaan diri orang desa. Bagaimanapun, geliat modernisme tak selamanya diwujudkan dengan menghapus karakter “orang udik”, melainkan justru meneguhkannya.

Anak –anak korban banjir Lotim butuh buku dan pakaian sekolah Solidaritas masyarakat digugah

*** Anggaran operasional besar, penanganan sampah belum maksimal Persoalan klasik yang tak kunjung menemukan solusi

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 23 November 2017

Anak-anak Korban Banjir Lotim Butuh Buku dan Pakaian Sekolah Dari Hal. 1 Untuk sementara ia mengungsi di rumah keluarganya terdekat yang letak rumahnya lebih tinggi dari sungai dan tidak terkena dampak banjir. Harapannya, bantuan tidak saja dalam bentuk makanan dan pakaian. Juga ia berharap bantuan perbaikan rumah. Lalu Kamil, warga Sepit menyampaikan harapan serupa. Saat ini yang dibutuhkan warga katanya tidak saja makanan, tapi juga pakaian layak pakai, pakaian untuk anak-anak sekolah serta buku-buku mereka. Desa Sepit, merupakan salah satu desa dengan jumlah korban sebanyak 93 KK. Sebanyak empat unit rumah di desa ini hanyut. Saat ada kunjungan Gubernur NTB dan Bupati Lotim, Lalu Kamil sudah menyampaikan bahwa warga di desanya yang tersapu banjir membutuhkan bantun buku-buku dan pakaian untuk anak-anak sekolah. Inaq Is yang berada di posko pengungsian SDN 6 Sepit kepada Suara NTB mengutarakan harapannya agar siswasiswa ini jangan sampai tidak sekolah karena tidak memiliki pakaian. Pakaian anakanak katanya habis hanyut terbawa banjir. Di samping itu, bantuan buku-buku untuk belajar juga sangat dinantikan selain makanan sebagai kebutuhan pokok. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 367 rumah warga yang rusak akibat banjir bandang itu. Terdiri dari rusak berat sebanyak 125 unit, rusak sedang 223 unit dan rusak ringan 19 unit. Selain itu, ada 14 jembatan dan satu masjid yang rusak. Banjir juga menyebabkan 643 KK atau lebih dari 2.280 jiwa terdampak langsung dari banjir bandang. Daerah yang paling parah mengalami banjir adalah Kecamatan Keruak yang meliputi 10 desa yaitu Desa Setungkep Lingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros. Dampak banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Keruak mengakibatkan 15 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, dan 4 jembatan rusak. Sedangkan di Desa Senyiur, banjir bandang merusak 47 rumah rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan rusak Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan menegaskan, seluruh rumah warga yang hancur dan hilang disapu banjir akan diperbaiki. ‘’Kita akan rehabilitasi rumah-rumah yang rusak itu secepatnya,” janji bupati saat melihat kondisi warga. Anggaran tidak terduga dari pemerintah daerah segera dipersiapkan untuk dialokasikan segera menata rumah-rumah penduduk. Kemudian terhadap anak-anak yang masih sekolah dan kehilangan pakaian sekolahnya ditegaskanbBupati tidak boleh sampai tidak sekolah. Anak-anak harus tetap belajar. Segera Dilakukan Assessment Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampangilei turun langsung meninjau dampak banjir yang menerjang Lotim, Rabu (22/

11) kemarin. Dalam kunjungannya itu, ia meminta kepada BPBD Lotim untuk segera melakukan assessment terhadap dampak banjir yang meluluhlantahkan ratusan rumah warga. Assessment terhadap kerusakan, menurutnya sangat penting, sehingga setelah dilakukan asessment dihitung kerusakan yang terjadi. Kemudian dilakukan verifikasi untuk selanjutnya hasil verifikasi itu di SK-kan oleh bupati. Sehingga pemerintah pusat akan memberikan bantuan stimulan. Begitu kerusakan sudah diverifikasi serta sudah di SK-kan oleh bupati, maka pemerintah akan langsung memberikan dana stimulan kepada masyarakat untuk dapat membangun rumahnya kembali. ‘’Dana stimulan itu dimaksudkan yang tentunya jumlahnya akan disepakati antara Pemda dan pemerintah pusat. Sehingga masyarakat dapat segera membangun rumahnya,’’ jelasnya, di lokasi banjir, kemarin. “Kita sesuaikan dengan Pemda, tidak selalu dana itu dari pusat. Jika Pemda sanggup membiayai, maka Pemda yang membiayai. Itu akan dibicarakan berapa biaya dari Pemda maupun pusat. Intinya dananya akan tersedia secepatnya supaya masyarakat dapat kembali membangun rumahnya.’’ Willem Rampangilei menyambut baik untuk dilakukannya relokasi terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Ia juga meminta supaya kerusakan sarana prasaran umum seperti jalan dan jembatan untuk dilakukan pendataan. Sehingga secepatnya dilakukan upaya setelah tanggap darurat untuk masuk ke pemulihan berupa infrastruktur, rumah, termasuk sosial ekonomi masyarakat. ‘’Untuk jembatan yang putus, kita siapkan jembatan darurat, nanti kita akan koordinasikan dengan Kementerian PUPR. Di daerah dengan Dinas PU,”jelasnya. Dalam masa tanggap darurat ini, Kepala BNPB ini meminta agar dilakukan penanganan masyarakat yang terdampak. Baik masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun rusak sedang dan rusak berat. Sehingga penanganannya harus baik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara baik. Agar tidak mengganggu kehidupan sosial, seperti air bersih (sumur) dan lainnya. Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Napsi melalui Kabid Kedaruratan dan Urusan Logistik, Lalu Rusnan menyebut sejumlah titik yang terdampak banjir sudah dibersihkan serta dilakukan pendataan terhadap rumah warga maupun infrastruktur umum yang rusak. Di mana, untuk warga yang berada dibantaran sungai, sudah disiapkan tempat untuk direlokasi, khususnya di Kecamatan Keruak dengan menggunakan tanah pecatu. (rus/yon)

Empat Daerah Rawan Dari Hal. 1 Ada juga 200 personel Brimob dari Mabes Polri sebanyak 200 orang. Meskipun empat kabupaten/kota rawan, bukan berarti daerah lainnya tidak menjadi perhatian. Wakapolda mengatakan aparat kepolisian tentunya tetap mendeteksi kerawanan-kerawanan pada daerah lainnya. Kepolisian, lanjutnya akan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelang-

garan-pelanggaran selama tahapan Pilkada beralngsung. Ia mengaku sudah memerintahkan seluruh Kapolres di NTB melakukan operasi cipta kondisi. “Melakukan penindakan secara tegas. Supaya pada saat hari H, kita tidak repot. Kalau memang terjadi pelanggaran hukum harus ditindak. Saya sudah perintahkan ke Kapolres,” tandasnya. (nas)

Fokus untuk Korban Banjir Dari Hal. 1 kata Sugihartha ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, kemarin. Ia mengatakan, anggaran rutin perbaikan RLH tahun 2018 akan difokuskan ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir bandang. Tahun 2018 mendatang, Pemprov NTB melalui Dinas Perkim akan membangun 2.000 unit RLH yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Untuk memastikan penanganan rumah korban banjir yang hancur ini, lanjut Sugihartha, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan BPBD. Meskipun sudah ada data yang disebutkan BNPB, namun Sugihartha menyatakan, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan

untuk melakukan pendataan by name by address. ‘’Sekarang kita sedang inventarisir dulu persoalannya. Memang sudah ada data-data yang sudah ditayangkan. Tapi paling tidak kita bisa pastikan potret termasuk kepemilikannya. Jadi, kalau datanya semua lengkap baru kita tindakannya seperti apa,” paparnya. Saat ini katanya, kondisi di Lotim pada beberapa kecamatan yang terkena banjir seperti Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru dalam masa tanggap bencana selama seminggu. Namun di sisi yang lain, pihaknya sudah turun melakukan pendataan dan evaluasi by name by addres bersama Lombok Timur. (nas)

Halaman 15

Pecahkan Rekor MURI, Peserta Pawai Taaruf Tumpah di Mataram Mataram (Suara NTB) Rabu (22/11) siang kemarin, Kota Mataram dibanjiri lautan manusia peserta Pawai Taaruf yang merupakan rangkaian kegiatan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU). Pawai ini juga diwarnai kesuksesan memecahkan rekor MURI dengan pengarakan bendera raksasa berukuran 60 X 40 meter. Peserta pawai dilepas Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sekjen PBNU H. Helmy Faisal Zaini beserta Menpora H. Imam Nahrowi. Pawai ini kian semarak dengan hadirnya kyai khos NU dari NTB, TGH. Turmudzi Badaruddin yang juga Dewan Mustasyar PBNU. Diperkirakan, tak kurang dari 15 ribu warga nahdliyin dan warga Kota Mataram dan NTB terlibat pada pawai monumental ini. Dalam sambutannya, KH. Said Aqil Siroj mengenang kembali, saat NU mengadakan Munas-Konbes NU di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, 20 tahun silam. Kala itu, NU masih dianggap kaum pinggiran oleh pemerintah. Tak heran jika kegiatan ini hanya dihadiri oleh Gubernur NTB kala itu.

“Tapi alhamdulillah walaupun tidak dihadiri secara resmi oleh pemerintah pusat namun menghasilkan keputusan yang penting,” tegasnya. KH. Said Aqil Siroj pun menegaskan bahwa NU di bawah bimbingan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah akan tetap berkontribusi demi keutuhan bangsa Indonesia. “Dengan semangat Islam Nusantara kita pertahankan NKRI, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya. Bedah Buku TGH. M. Sholeh Hambali Beberapa jam sebelumnya, Lakpesdam NU NTB menggelar Bedah Buku Maha Karya TGH. M. Sholeh Hambali di halaman utama PW NU NTB, Mataram,. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya TGH. Sohimun Faishal, MA (UIN Mataram), Dr. H. Adi Fadli, MA (penulis buku), Mantan Rektor Unram, Prof. Mansyur Maksum dan Staf Kepresidenan, Munajab, PhD. Bedah buku tersebut dihadiri audiens dari berbagai kalangan ; akademisi, pemuda, mahasiswa, tokoh-tokoh NU, serta para peserta Konbes NU yang sudah hadir. Ac-

(Suara NTB/ist)

PAWAI - Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sekjen PBNU H. Helmy Faisal Zaini beserta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H. Imam Nahrowi mengapit Dewan Mustasyar PBNU, TGH Turmudzi Badaruddin dalam pawai taaruf di Mataram, Rabu (22/11). ara dipandu oleh Irpan Suriadiata, S.HI, MH. Ketua Lakpesdam NU NTB M. Akbar Jadi atau Viken Madrid dalam kesempatan itu menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk mengingatkan generasi muda tentang karya tokoh Islam yang perlu digali bersama. Khazanah karya ini perlu

dikaji secara akademis, merefleksikan pemikiran TGH. M. Sholeh Hambali, karena bukubuku yang ditulis berpesan tentang revolusi mental yang berkaitan langsung dengan moralitas dan akhlak. Apalagi, di zaman sekarang, semua pihak perlu belajar pada sejarah tokoh-tokoh Islam di

masa lalu. “Tentu kalau kita melupakan ulama, kita akan tersesat,” ujarnya. Staf Kepresidenan, Munajab menegaskan, pemikiran TGH. M. Sholeh Hambali harus diteladani dan maha karyanya menjadi pesan moral untuk dijadikan rujukan terutama jamaah nahdliyin. (aan/*)

Alfamart Gelar Khitanan Massal di Mataram Presiden Tiba di Mataram dari Hasil Donasi Konsumen Mataram (Suara NTB) PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk sebagai pengelola minimarket Alfamart menggelar khitanan massal, yang diikuti sekitar 50 perserta, di Ponpes Darul Hikmah, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Rabu (22/11). Pengasuh Ponpes Darul Hikmah Abdul Hamid menyampaikan terima kasih atas kepedulian Alfamart, sehingga anak-anak yang belum beruntung bisa mengikuti kegiatan khitan massal. Deputy Branch Manager Alfamart Lombok, Ahmad Saiful menjelaskan, kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian Alfamart terhadap lingkungan sekitar. “Khitanan massal ini bisa dilaksanakan berkat kepedulian konsumen Alfamart yang telah rela mendonasikan kembalian belanjaannya,” ujarnya di sela acara. Biaya khitanan massal ini berasal dari donasi konsumen Alfamart selama periode 1 November 2017 - 31 Desember 2017 yang dikelola oleh NU Care LazizNU. “Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Ahmad Saiful. Khitan adalah hal yang penting untuk kesehatan yang seharusnya dilakukan oleh anak laki-laki. “Tapi kami melihat banyak anak yang semestinya sudah dikhitan, namun belum melakukan proses itu karena berbagai faktor,

salah satunya karena ekonomi,” katanya. Sekretaris NU Care LazizNU Ahyad Alfida’i dalam kesempatan yang sama berharap kerja sama dengan Alfamart ini dapat terus terjalin dan ke depan mampu memberikan manfaat yang lebih besar khususnya terhadap umat. “Khitan massal di Mataram ini sedikit berbeda dari wilayah lain, kalau di sini usia 1 tahun sudah berani. Di wilayah lain rata-rata berani khitan memasuki usia SD,” lanjutnya. Setiap peserta khitan kali ini memperoleh satu unit sepeda, santunan senilai Rp 150.000 dan bingkisan berupa kaos, Al Quran serta goody bag lainnya. Salah satu peserta khitan massal, Rizki Sadeva Ridwan

1,6 tahun mendadak tangisnya reda usai menerima sepeda sebagai hadiah. “Saya sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Alfamart karena bisa di khitan dengan gratis. Semoga kegiatan semacam ini lebih sering diadakan karena pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu,” jelas Abdul Hafid, orangtua Rizki yang tinggal di Pejeruk, Ampenan, Mataram. Riskin Bayanullah, 1 tahun, balita asal Bajur, Lombok Barat, awalnya sempat mogok karena takut masuk ruang tindakan khitan. Namun setelah sang ayah, Mustiadi membujuknya akhirnya ia bersedia. “Terima kasih Alfamart, terima kasih konsumen. Bantuannya sangat bermanfaat,” sambung Ullail, sang ibu. (r)

menghargai perbedaan, persatuan dan makna koheren lainnya. Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden, selain membawa keberkahan bagi masyarakat Papua, juga memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat NTB yang ada di Pulau Lombok. Selama Jokowi menjabat terhitung sudah 6 kali berkunjung ke Pulau Lombok dengan berbagai macam agenda yaitu menghadiri Hari Pers Nasional 9 Februari 2016 di Kuta, Kab. Lombok Tengah, peresmian Pasar Tradisional Raya Amahami Kota Bima pada 29 April 2016, peresmian operasi pembangkit listrik di Jeranjang Kab. Lombok Barat, MTQ Tingkat Nasional XXVI di Islamic Center dan terakhir pembagian sertifikat tanah dan terakhir Presiden Jokowi kembali mengunjungi Pulau Lombok bersilaturahmi dengan pimpinan Ponpes dan ormas Islam terbesar di NTB yakni Nahdhatul Wathan. Kedatangan Presiden Jokowi ke Pulau Lombok membawa manfaat yang signifikan terhadap kemajuan daerah baik bagi pemerintah maupun masyarakat setempat. Bagi pemerintah, kedatangan Presiden akan memudahkan Pemda dalam membangun koordinasi untuk mempromosikan potensi daerah yang mereka miliki kepada semua lapisan masyarakat di dunia sekaligus menarik para investor ke Lombok. Sebagaimana diketahui, NTB memiliki dua potensi utama

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar NU di Ballroom Islamic Center NTB di Mataram, Kamis (23/11). Pada kegiatan akbar yang akan berlangsung hingga Minggu (26/11-2017), 1.000 Ulama se-Indonesia dipastikan akan hadir, di samping sejumlah menteri kabinet Indonesia kerja dan undangan lainnya juga akan hadir. Sebelum kembali ke Jakarta, Kamis sore (23/112017) Presiden Jokowi juga dijadwalkan mengadakan silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat di NTB. Termasuk dijadwalkan meninjau lokasi banjir di Keruak Lombok Timur. Tidak hanya itu, Presiden dan rombongan dijadwalkan berkunjung ke Ponpes NW Anjani dan Ponpes NW Pancor Lombok Timur. (ham)

Ali-Sakti Serahkan Berkas Dukungan Calon Independen ke KPU Dari Hal. 1

(Suara NTB/ist)

KHITANAN MASSAL - Suasana khitanan massal kemarin.

Kedatangan Jokowi Bawa Keberkahan bagi Masyarakat NTB Dari Hal. 1

Mataram (Suara NTB) Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) tiba di Mataram untuk melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi NTB. Tepat pukul 18.55 Wita, Rabu (22/11) petang, pesawat kepresidenan mendarat dengan selamat di Lombok international Airport (LIA). Kedatangan Presiden disambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak didampingi Danrem 162 Wira Bhakti, Kol. Inf. Farid Makruf, Danlanud Rembiga, Kol. Pnb. Dodi Fernando, Danlanal. Kol Mar. Djentaju Suprihandoko dan Wakapolda NTB Kombes Pol. Tadjuddin. Dalam kunjungannya kali ini Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan membuka secara resmi

yaitu pertanian dan pariwisata yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Kedatangan Presiden Jokowi telah mampu memompa semangat pembangunan pariwisata di Pulau Lombok, yaitu dengan diresmikannya KEK Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang menyerap investasi sebesar Rp 13 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 58.000 orang. Dengan direalisasikannya pembangunan ini, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Begitu juga dengan pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Lombok Barat akan mampu meningkatkan daya saing ekonomi di masyarakat. Kedatangan tersebut sudah mampu memompa semangat pembangunan di NTB dan hal ini terbukti semenjak Presiden Jokowi menjabat, NTB mencapai level pembangunan yang cukup tinggi yaitu sebesar 9 % lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara nasional pada tahun 2015. Kebaikan Jokowi pada masyarakat Pulau Lombok tidak hanya terhenti pada masalah itu saja, namun ada sebuah keberkahan yang paling besar dan diidamkan oleh masyarakat NTB yaitu ditetapkannya Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini membuktikan bahwa Presiden Jokowi sangat menghormati jasa para pahlawan bangsa yang telah membangun negeri ini dengan segenap pengorbanan jiwa dan

raga. Ditetapkannya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional merupakan pengakuan dan penghormatan negara terhadap perjuangan yang dilakukan oleh Maulana Syeikh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Beliau merupakan salah satu tokoh nasionalis pejuang kemerdekaan sekaligus da’i, ulama dan tokoh pendidikan emansipatoris, pendiri organisasi Islam Nahdlatul Wathan yang merupakan organisasi terbesar di Pulau Lombok. Organisasi ini telah berkiprah di berbagai bidang yang memberikan perhatiannya kepada pendidikan dan agama. Bulan November 2017, tepatnya tanggal 23 November 2017, Presiden Jokowi kembali datang ke Pulau Lombok dengan agenda utama menghadiri kegiatan Koferensi Besar Nahdlatul Ulama di Mataram. Dalam agenda tersebut, beliau akan menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dengan organisasi Nahdlatul Wathan sekaligus melakukan ziarah makam TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor. Hal ini semakin memperkuat pernyataan bahwa Jokowi adalah sosok yang bukan saja menghormati pahlawan tetapi menghormati para ulama dan kyai di Indonesia sebagai salah satu pendiri bangsa. Bagi organisasi NW kedatangan merupakan suatu keberkahan yang tidak terhingga karena dikunjungi oleh orang yang paling berjasa kepada NW semenjak berdirinya dan momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak yang ada. (*)

Pasangan ini, hanya ditemani oleh para tim sukses dan sejumlah pendukungnya. AliSakti diterima langsung oleh Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, beserta komisioner lainnya. ‘’Hari ini saya datang ke KPU bermaksud untuk mendaftar sebagai peserta Pilkada NTB. Saya dengan calon wakil, akan memenuhi apa yang diperlukan untuk bisa memenuhi persyaratan, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya berterimakasih pada KPU yang telah membantu proses pendaftaran ini. Kami gunakan hari pertama ini, karena masih jadi bupati, banyak pekerjaan lain,’’ ujar Ali saat menyerahkan berkas dukungan ke KPU. Ali bersama pasangannya Gde Sakti, mengaku optimis akan lolos sebagai peserta Pilkada NTB melalui jalur indpenden. Bahkan dia juga menegaskan, meskipun verfikasi faktual yang akan digunakan oleh KPU untuk memeriksa berkas pendaftarannya yakni sistem sensus sekalipun. Ia tetap optimis akan lolos. Pasalnya ia dalam mengumpulkan dukungan, dilakukan

oleh timnya cukup rapi. Adapun jumlah dukungan yang akan ia serahkan pada KPU, lebih sedikit dari syarat minimal dukungan yang ditetapkan oleh KPU, yakni 313 ribu lebih. ‘’Ndak sampai 400 ribu, lebih sedikit, saya lupa jumlah pastinya, ada tim nanti yang tahu. Ya mungkin cukup satu truk saja,” ujarnya. Komisoner KPU NTB, Suhardi Soud, menjelaskan bahwa meskipun pasangan AliSakti sudah menyerahkan berkas dukungan pendaftarannya, namun KPU tidak bisa langsung memberikan tanda terima. Karena pihaknya terlebih dahulu akan melakukan perhitungan. ‘’Setelah kita terima, kami akan hitung dulu jumlah, kita akan uji sama atau tidak jumlah sof copy dengan hard copynya. Jadi nanti riil KTP itu berapa dan daftar nama dukungan itu. Kalau di atas ambang batas, bisa kita terima. Dengan membuat berita acara terima dan tanda terima,’’ jelasnya. ‘’Hari ini sampai malam mungkin selesai, kita punya lima tim, satu tim tangani dua kabupaten. Setelah selesai, kita berikan tanda terima. Jumlah yang diserahkan tadi sekitar, 327 ribu lebih, nanti kita cek,’’ katanya. (ndi)

Pengurus Cabang Pergunu Loteng Dilantik Dari Hal. 1 Karena guru memiliki andil yang besar dalam menentukan maju tidaknya pendidikan itu sendiri. Pendidikan tidak akan bisa maju, kalau tidak ditopang dengan guru yang berkualitas. ‘’Pendidikan itu bisa maju salah satunya karena peran guru,’’ tambahnya. Selain dari sisi kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, masih banyak hal lain yang harus diperbaiki. Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas masyarakat melalui pendidikan. Terutama di sekolahsekolah dan pondok-pondok pesantren di bawah naungan Nahdatul Ulama (NU). Salah satunya sistem dan

tata kelola pendidikan. ‘’Melalui wadah Pergunu ini nantinya kedepan bisa menjadi wahana untuk bisa menghasilkan sistem dan tata kelola pendidikan yang baik dan sesuai dengan tuntutan zaman,” tambah Asep. Dengan begitu, murid-murid yang dihasilkan nantinya bisa benar-benar menjadi murid yang baik dan berkualitas. Terkait sistem dan tata kelola pendidikan yang dijalankan, sebisa mungkin disesuaikan dengan kondisi setempat. Supaya proses pendidikan bisa berjalan maksimal. Dan, pada akhirnya nanti bisa menghasilkan murid dan siswa yang terbaik dan bisa berguna bagi bangsa dan negara,” tandasnya. (kir/*)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 23 November 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Aksi Peduli

PLN Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Lotim Mataram (Suara NTB) PT PLN (Persero) Wilayah NTB turut prihatin dan berduka atas bencana banjir bandang yang melanda wilayah selatan kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sebagai bentuk kepedulian, perusahaan milik pemerintah ini mendistribusikan beragam paket bantuan kepada korban. General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTB, Mukhtar mengatakan bantuan ini merupakan wujud kepedulian PLN kepada korban yang terdampak banjir. “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami, karena dalam kesehariannya PLN sangat dekat dengan masyarakat dan semoga dengan bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan” ungkap Mukhtar. Melalui PLN Peduli, PT PLN Persero Wilayah NTB menyerahkan bantuan berupa 100 dus air mineral, 200 dus mie instan, 60 dus susu kotak, 1200 ikan sardine kalengan, terpal, tikar, dan alat-alat ibadah yang dibagi ke dua posko bencana, yakni Posko Bencana Kecamatan Jerowaru dan Posko Kecamatan Keruak, Selasa (21/11). Di kecamatan Jerowaru, penyerahan bantuan secara simbolis diwakili oleh Manajer PLN Rayon Selong, Arif Makmun kepada Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkifli. Zulkifli menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN Peduli yang telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di daerahnya. “Saya akan terus menyampaikan kepada masyarakat bantuan dari PLN karena telah memberikan bantuan kepada Kecamatan Jerowaru dan Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak” ujarnya. Menurut data yang diperoleh dari Kecamatan Jerowaru, terdapat dua desa di Kecamatan Jerowaru yang terdampak yakni, Desa Jerowaru dan Sepapan dengan total 540 KK terdampak yang terdiri dari

Manajer Rayon Selong, Arief Makmun, menyerahkan bantuan Program PLN Peduli bagi korban banjir Lombok Timur kepada Camat Jerowaru

Pegawai PLN bersama Polisi Pamong Praja menurunkan bantuan untuk korban banjir Lombok Timur. Melalui program PLN peduli, PLN Wilayah NTB menyerahkan bantuan senilai Rp 53, 7 Juta. 972 Jiwa. Kemudian, PLN Wilayah NTB berangkat menuju ke Posko Bencana Kecamatan Keruak untuk menyerahkan bantuan berikutnya. Bantuan diterima oleh kepala Posko Kecamatan Keruak, Lalu Burhanuddin. Di Kecamatan Keruak terdapat 9

desa yang terdampak, yakni Desa Sepit, Senyiur, Batu Putik, Mandana Raya, Setungkep Lingsar, Ketapang Raya, Selebung Ketangga, Ketangga Jeraeng dan Keruak dengan total 932 KK terdampak yang terdiri dari 3.373 jiwa.(humas/bul/*)

Fasilitas Terlengkap di Golden Palace Hotel Lombok Golden Palace Hotel Lombok yang berjumlah 198 merupakan kamar “Non-Smoking” namun hotel yang mewah ini juga memiliki beberapa area untuk digunakan tempat merokok seperti di area kolam renang, area khusus yang berada di luar ruang rapat & Ballroom, area Skylounge dan area Roof Top Garden. Salah satu fasilitas yang saat

SKYLOUNGE - Sejumlah eksekutif muda tampak sedang meeting dengan rekan bisnis di Skylounge, lantai 11 Golden Palace Hotel Lombok, sembari menikmati pemandangan indah Kota Mataram dari ketinggian. Mataram (Suara NTB) Golden Palace Hotel Lombok selalu menjadi tujuan para tamu untuk menginap ataupun sekadar menghabiskan waktu dengan para kerabat. Karena selain memiliki kamar yang luas dan bersih, juga menyediakan fasilitas yang sangat

lengkap. Hotel dengan bintang empat yang telah tersertifikasi ini dimulai dari Business Lounge, Cendrawasih & Merak Restaurant, Kolam Renang & Bar, Meeting Room & Ballroom, Fitness Center, Spa & Sauna, Skylounge dan Roof Top Garden. Walaupun semua kamar

Pembuangan Sisa Limbah Sedimentasi Bendungan Sankukun Dikeluhkan Warga Tanjung (Suara NTB) Pembuangan limbah penggalian sedimentasi Bendungan Sankukun, Dusun Kerurak, Desa Persiapan Segara Katon, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, tanah endapan bendungan yang diangkut armada truk yang dikerahkan kontraktor menimbulkan jalanan aspal di kampung tersebut becek dan rawan kecelakaan. Warga Dusun Kerurak, Maya, Rabu (22/11), meminta agar kontraktor bertanggungjawab atas dampak pembuangan limbah sedimentasi bendungan. Sejak alat berat diturunkan pada Sabtu (18/11) lalu, kontraktor terkesan membuang limbah di sembarang tempat. Beberapa contoh lokasi pembuangan limbah diantaranya, seberang aspal tidak jauh dari SDN 5 Genggelang. Ri lokasi itu, kontraktor menumpahkan limbah hingga mengenai badan jalan dan menimbun kebun warga. “Dampak dari pekerjaan

galian bendungan tersebut menyebabkan jalan menjadi licin, becek, dan menimbulkan aroma tidak sedap. Saat mengering, jalanan berdebu. Kami minta supaya kontraktor membersihkan sisa-sisa limbah di sepanjang jalan Dusun kami ini,” pinta Maya. Terpisah, kontraktor pelaksana penggalian sedimentasi bendungan, Ayat, yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima keluhan warga tersebut. Bahkan diklaimnya keluhan warga itu sudah ditangani. “Sudah, saya sudah kerahkan alat untuk mengangkut yang sebelah SD. Sudah diangkut, ongkos juga sudah diberikan kepada sopir,” akunya. Menanggapi kondisi licin di sepanjang jalan Dusun itu, Ayat mengaku pula tengah mengupayakan adanya solusi. Apabila dalam situasi hujan dan jalanan masih licin, maka pihaknya akan melakukan penyiraman sekaligus pembersihan pada titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan. (ari)

ini menjadi tempat favorit para tamu adalah “Skylounge”. Skylounge menjadi tempat favorit para tamu karena menyediakan pemandangan Kota Mataram dari ketinggian lantai 11 yang terlihat sangat indah dan mengagumkan baik saat pagi, siang, sore maupun malam hari. Skylounge terbilang cukup luas, nyaman dan memiliki desain interior elegan. Sesuai dengan kon-

sep yang dibangun yaitu “Business Lounge” maka fasilitas ini seringkali digunakan para tamu untuk mengadakan pertemuan ataupun meeting kecil dengan para kolega bisnis. Di Skylounge para tamu juga dapat menghabiskan waktu dengan bersantai sembari menikmati makanan dan minuman yang disediakan dengan harga yang sangat terjan-

gkau. Terdapat pula empat ruang karaoke di Skylounge yang dilengkapi dengan sound system kualitas terbaik dan daftar lagu – lagu terkini. Para tamu juga bisa merokok di Skylounge dan ruang karaoke tersebut. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat

penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com. (r)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 23 Nopember 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu