Skip to main content

Edisi Sanin 23 September 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 161 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Di Balik Akselerasi dan Kerja Keras

Zul – Rohmi Terus Benahi Manajemen Penanganan Dampak Gempa Zulkieflimansyah, SE.M.Sc – Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Pembenahan terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) demi mengejar percepatan tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. ‘’Pemprov NTB di bawah Zul Rohmi terlihat bagaimana perkembangan signifikan dan terus berbenah untuk tujuan percepatan pembangunan rumah dampak gempa,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos.,MH. Sejalan dengan pembenahan, bahwa fakta keberhasilan dalam manajemen penanganan bencana sudah membuahkan hasil. Dari total 82.890 rumah dampak gempa yang sebagian sudah ditempati itu, data per tanggal 18 September 2019, Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Progresivitas program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban terus menunjukkan perkembangan signifikan. Total keseluruhan yang sudah dibangun mencapai 37,25 persen atau 82.890 rumah korban gempa. Selebihnya, masih ada 41,29 persen atau 91.891 rumah yang sedang dalam proses perbaikan. Akselerasi dan kerja keras penanganan rumah dampak gempa ini kuat hubungannya dengan campur tangan Gubernur dan Wakil Gubernur H. Ahsanul Khalik NTB Dr.

Sambut MotoGP 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Setelah menangkap rekanan JS, pelaksana proyek Balai 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Nikah pada Kantor Urusan Agama (KUA) Labangka, Kejak123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 saan Negeri Sumbawa terus mengembangkan kasus itu ke 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 saksi lain. Penyidik melayangkan panggilan untuk kepada 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kemenag (Ka123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kanwil Kemenag) NTB, H. Nasrudin untuk diklarifikasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901

Jaksa Klarifikasi Kakanwil Kemenag NTB

Pusat Alokasikan Rp1,7 Triliun untuk Pengembangan Infrastruktur LIA Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui PT. Angkasa Pura (AP) mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk pengembangan sejumlah infrastruktur di Lombok International Airport (LIA). Anggaran sebesar itu akan dipergunakan untuk perpanjangan landasan pacu (runway) dan pembangunan terminal penumpang. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP mengatakan, tidak saja LIA yang akan diperpanjang runwaynya. Tetapi dua bandara di Pulau Sumbawa, yakni Bandara Salahuddin Bima dan Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa juga akan diperpanjang. Khusus untuk LIA, kata Ridwan, PT. AP mendapatkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk perpanjangan runway dan

infrastruktur penunjang. ‘’Angkasa Pura, itu tahun 2020 akan mendapatkan anggaran Rp1,7 triliun. Antara lain untuk pengembangan runway dan bangunan-bangunan penunjangnya,’’ kata Ridwan dikonfirmasi di Mataram, pekan kemarin. Pengembangan infrastruktur LIA tersebut, kata Ridwan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Terlebih, pada

2021 mendatang akan digelar event internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika. Selain memperpanjang runway LIA dari 2,75 Km menjadi 3,3 Km dan perluasan terminal penumpang. Pemerintah pusat, kata Ridwan juga sudah mengalokasikan anggaran Rp1,5 triliun untuk pembangunan jalan by pass LIA - KEK Mandalika sepanjang 17 Km lebih. Progres pembangunan jalan by pass ini, kata Ridwan

akan segera dilakukan appraisal untuk pembebasan lahannya. Pembebasan lahan ditargetkan akan segera selesai sebelum Desember. Selanjutnya, tender untuk konstruksi akan dilaksanakan sekitar Desember mendatang. ‘’Dan bulan Februari atau April sudah konstruksi. Dananya sekitar Rp1,5 triliun dibagi dalam beberapa paket. Kita sangat optimis jalan itu akan selesai 2020. Sehingga tahun 2021 sudah bisa berfungsi,’’ tandasnya. (nas) H. Ridwan Syah

TO K O H NTB Gemilang Butuh Sinergi GUBERNUR NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M.Sc menatakan, saat ini semua pihak harus meng-update pengetahuan tentang gerakan Islam seperti gerakan Islam kontemporer dan lain sebagainya. ‘’Dengan terus belajar kita akan mampu meminimalisir kekeliruan kita dalam memaknai setiap perubahan,’’ ujarnya pada acara Pelantikan Pengurus Perhimpunan Masyarakat Madani (IMANI) Wilayah NTB di Aula Asrama Haji NTB, Sabtu (21/9). Pemprov NTB menginginkan agar kader umat Islam dari NTB menjadi model yang kultural, struktural bersintesa menjadi satu. Bersambung H.Zulkieflimansyah ke hal 11 (Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R Peminat Kursi Sekda NTB PARA pejabat yang berminat menduduki kursi Sekda NTB terus bertambah. Sejak pembukaan pendaftaran 17 September lalu, jumlah pendaftar calon Sekda NTB tercatat sudah lima orang. Dua di antaranya merupakan Asisten Gubernur NTB. Yakni Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si dan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP. Kepala Sekretariat Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekda (Suara NTB/nas) NTB, Drs. H. FathurrahH. Fathurrahman man, M. Si menyebutkan jumlah pendaftar sudah lima orang sampai Minggu (22/9) siang. Pendaftar calon Sekda yang kelima adalah Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

BACA BUKU - Anak-anak pesisir di Sekotong diberikan literasi oleh Tim Rumah Cerdas melalui pelayanan Klinik Apung. Selama ini, mereka dihadapkan dengan kondisi fasilitas pendidikan yang serba terbatas, termasuk bahan bacaan. Tampak anak-anak pesisir sedang membaca buku yang disediakan Tim Rumah Cerdas.

Semangat Persaudaraan Jadi Modal Utama Masyarakat NTB Giri Menang (Suara NTB) – Bencana gempa yang melanda NTB pada 2018 lalu meluluh-lantahkan sekian banyak bangunan, tidak terkecuali fasilitas pendidikan seperti gedunggedung sekolah. Hal tersebut menggerakkan hati berbagai pihak, salah satunya seperti yang dilakukan The International Association of Fuqing Clansmen LTD dan Perkumpulan Fuqing

(Suara NTB/bay)

PRASASTI - Ketua Umum The International Association of Fuqing Clansmen LTD, Dr. Alim Markus dengan didampingi oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid dan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menandatangani prasasti peresmian gedung baru Ponpes Hikmatusysyarief NW Salut, Minggu (22/9).

Jawa Timur, Indonesia. “Tahun lalu kita sudah berpikir ini (NTB sedang) dilanda gempa. Penting membangun gedung pendidikan seperti Madrasah sesegera mungkin,’’ ujar Ketua Umum The International Association of Fuqing Clansmen LTD, Dr. Alim Markus saat meresmikan gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Bersambung ke hal 11


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

Langsung Bekerja PADA mutasi pejabat pemkot Mataram, Jumat (20/ 9), Walikota Mataram H. Ahyar Abduh melantik 191 pejabat baru aselon II, III, dan IV di aula Pendopo Pemkot Mataram. Salah satu yang menempati jabatan baru, Lurah Ampenan Utara, Muslimin yang sebelumnya menjadi Sekretaris Lurah di kelurahan Ampenan Utara. Ia mangatakan akan langsung bekerja demi mengefektifkan program-program di kelurahan. “Untuk gembarakan awal, pertama yang saya lakukan adalah akan men(Suara NTB/viq) gevaluisi kegiatan di dalam Muslimin kepemerintahan kelurahan maupun kegiatan-kegiatan masyarakat khususnya di Ampenan Utara,” ujar Muslimin kepada Suara NTB, Jumat (20/9). Sebelumnya, ia akan mengevaluasi pegawai atau staf di kelurahan dalam waktu dekat ini. Dinilai Muslimin, dalam evaluasi tersebut, ia akan mengembalikan tugas dan fungsi seluruh pegawai dan staf di kelurahan. “Nanti bertugas sesuai tupoksi, pertama membantu kami sebagai Sekertaris sekaligus memperkuat sinergi masingmasing staf,” jelasnya. Lurah ini akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di kelurahan dari sebelumnya. “Insha Allah, kita akan tingkatkan pelayanan dulu kepada masyarakat di kelurahan,” paparnya. Setelah melakukan evaluasi pegawai dan staf di kelurahan, Muslimin akan melanjutkan program-program di kelurahan. Baik dalam mengeksekusi dana kelurahan dan programprogram tambahan. “Kita akan langsung bekerja. Ini kan ada program dari dana kelurahan. Nanti, kita sedang mulai dari satu bidang kegiatan yaitu pemberdayaan untuk masyarakat, agar SDM kita lebih meningkat,” demikian kata dia. (viq)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Tunggakan Pajak Hotel Dilimpahkan ke Kejaksaan Mataram (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemkot Mataram segera menyelesaikan tunggakan pajak hotel dan restauran. Pemkot pun melakukan penagihan pajak dengan memberikan kuasa khusus kepada kejaksaan. Data rilis Komisi Antirasuah sebelumnya, penunggak pajak itu di antaranya, Hotel GL dengan tunggakan Rp1 miliar lebih, Hotel LR Rp200 juta, Hotel B Rp154 juta, Hotel F Rp120 juta. Untuk restauran di antaranya, Lesehan GA Rp140 juta, Lesehan TI Rp67 juta, Rumah Makan IS Rp71 juta, dan lainnya. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi mengatakan, setelah pertemuan dengan KPK dan para pengusaha hotel, restauran dan hiburan pada destiminasi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Pihaknya kembali menggelar

pertemuan dengan Korsupgah KPK di Pemprov NTB. Mekanisme penagihan PBI bagi pengusaha yang menunggak berubah. Data penunggak pajak mesti dilaporkan terlebih dahulu ke Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi NTB. Asdatun nanti akan menindaklanjuti. Arahan dari KPK ditindaklanjuti dengan menyerahkan data ke Kejati. “Khususnya yang ini masih berproses terhadap masalah – masalah ini,” kata Syakirin dikonfirmasi pekan kemarin. Diakui Syakirin, salah satu hotel yang mempertanyakan terhadap beberapa hal berkaitan dengan pengurangan sanksi administra-

si. Surat itu harus dijawab, agar tidak ada celah untuk menghindar dari penagihan pajak. Para pengusaha sebelumnya berdalih menunggak pajak akibat terjadinya bencana gempa bumi, sehingga berpengaruh terhadap operasional mereka. Di satu sisi, hotel di Jalan Sriwijaya menunggak pajak sekitar Rp200 juta se-

”

Pajak yang dititipkan oleh konsumen untuk disetor ke pemerintah telah dipergunakan oleh mereka

(Suara NTB/cem)

SIRAM TAMAN - Petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram menyiram taman di Perempatan Karang Jangkong baru - baru ini. Ruang terbuka hijau (RTH) menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh Pemkot Mataram setelah revisi Perda RTRW. RTH dalam RTRW Kota Mataram saat ini sekitar 21 persen, dan karenanya diperlukan tambahan RTH. Salah satu rencana pemkot yakni lahan pemukiman warga di Pondok Perasi, Bintaro, Ampenan, yang akan dijadikan RTH.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Kritisi Mutasi Pejabat Mataram (Suara NTB) Mutasi yang digelar Walikota Mataram, Jumat (20/9) menyisakan kekecewaan bagi Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Gde Sudiarta. Dia mengaku kecewa dengan hasil mutasi, khususnya pejabat yang mengisi jabatan-jabatan lingkup Sekretariat DPRD Kota Mataram. Karena sejak dilantik menjadi orang nomor dua di DPRD Kota Mataram, dia konsen membenahi internal Sekretariat DPRD Kota Mataram. ‘’Kalau Bu Rohani ditempatkan jadi Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Kota Mataram, kenapa tidak dari dulu, kenapa baru sekarang,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram kemarin. Dewan, lanjut dia, menginginkan adanya perubahan di internal Sekretariat DPRD Kota Mataram. ‘’Oleh karena itu, saya minta sama Sekda dan Asisten III supaya yang ditempatkan di Kabag

PWRI Gelar Silaturahmi Akbar Mataram (Suara NTB) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Mataram menggelar silaturahmi akbar, Sabtu (21/9). Para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) didorong lebih mandiri dan tidak berketergantungan kepada orang lain. Acara digelar di Gelanggang Pemuda dihadiri mantan GubernurNTB,Drs.H.LaluSerinatadan mantan Walikota Mataram, H. Lalu Mudjitahid. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan tausyiah oleh TGH. Muammar Nasrullah. Ketua PWRI Kota Mataram. Ir. H. Lalu Makmur Said menyampaikan, silaturahmi akbar kedua dengan tema PWRI bangkit menuju kemandirian dihadiri oleh 700 pensiunan ASN yang merupakan para pendiri di NTB dan Kota Mataram. “Kegiatan ini sebagai bentuk memuliakan oran gtua. Karena antusiasnya kita siapkan 1.500 kursi untuk para anggota PWRI,” kata Makmur, Sabtu (21/9). Sejauh ini, PWRI belum banyak dikenal oleh masyarakat, karena PWRI baru bangkit sejak beberapa tahun terakhir. Mantan Sekda Kota Mataram inin menegaskan, untuk menjadi anggota PWRI tidak gampang. Pihaknya melakukan seleksi secara ketat. Calon anggota minimal melalui dua atau tiga tahap seleksi. Antara lain, seleksi dari umur. Anggota PWRI tidak ada ASN yang tidak pensiun. Karena, banyak ASN yang meninggal sebelum memasuki masa pensiun. Seleksi kedua, harus memiliki

(Suara NTB/fit)

I Gde Sudiarta Keuangan itu adalah orang STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri),’’ ungkapnya. Gde Sudiarta meyakini kalau jabatan Kabag Keuangan diisi oleh SDM jebolan STPDN, akan lebih memuidahkan tugastugas Dewan di parlemen. ‘’Kalau jebolan STPDN ini kan ban-

yak chanelnya di pusat. Dia bisa memfasilitasi Dewan saat kunjungan kerja ke luar daerah. Bukan malah merecoki dewan,’’ ujar politisi Gerindra ini. Mantan ketua Komisi I DPRD Kota Mataram ini mengaku sudah cukup lelah menata Sekretariat Dewan. ‘’Makanya saya minta itu orang STPDN,’’ cetusnya. Gde Sudiarta mengatakan, hasil mutasi yang menempatkan figur yang dianggap keliru di jajaran Sekretariat DPRD Kota Mataram dapat menghambat hubungan antara eksekutif dengan legislatif. ‘’Kalau mutasi orangnya hanya muter-muter di Sekretariat Dewan, ngapain ada mutasi. Jangan dianggap kami ini hanya tukang stempel saja,’’ tegasnya. Padahal, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sudah menekankan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menciptakan suasana yang semangat dalam memberikan pelayanan. Dengan meningkatkan kinerja serta menyukseskan program unit kerja. (fit)

Penggunaan Dana Kelurahan Harus Sesuai Target

(Suara NTB/cem)

SILATURAHMI - Ketua PWRI Kota Mataram, H. Lalu Makmur Said memberikan sambutan pada acara silaturahmi akbar digelar di Gelanggang Pemuda Kota Mataram, Sabtu (21/9). surat keputusan pensiun. ASN ada yang tidak beruntung dengan memilih berhenti sebagai ASN untuk menjadi calon legislatif. Atau, terkena musibah karena kasus. “Minimal calon anggota minimal lulus seleksi ini,” sebutnya. PWRI hadir untuk membantu para pensiunan. Ada dua tujuan pokok yakni meningkatkan silaturahmi dan membantu anggota meningkatkan kesejahteraannya. Menurutnya, silaturahmi ini jadi topik menarik. Karena, ini sebagai wadah bagi para pensiunan untuk berkumpul. Selain itu, sarana evaluasi dan introspeksi yang diharapkan sebagai motivasi untuk mendorong pengurus untuk lebih semangat dan memberdayakan potensi. Oleh karena itu, diagendakan

saan. Jika pengusaha hotel, restauran dan tempat hiburan tidak kooperatif, Pemkot Mataram akan menyita sebagian aset sesuai nilai tunggakan pajak mereka. Penyitaan aset adalah kebijakan terakhir dari pemerintah. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak lain. (cem)

H. M. Syakirin Hukmi

Guru SMPN 1 Mataram Jadi Finalis Inobel Kemendikbud

Harus Ada Perhatian Lebih JUMLAH RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Kota Mataram, masih cukup banyak yakni mencapai 1.900 rumah. Pemkot Mataram menargetkan 1900 rumah tidak layak huni ini akan di tuntaskan hingga tahun 2020 mendatang. Banyak pihak meragukan target ini bisa tercapai. Namun menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rahman SH., kalau Pemkot Mataram serius menangani RTLH tentu target tersebut akan bisa tercapai. Dibutuhkan perhatian lebih dari (Suara NTB/fit) Pemkot Mataram untuk Abd Rachman menyelesaikan RTLH ini. ‘’Karena sebagai ibukota provinsi, masyarakat Mataram tentu mengharapkan perhatian lebih dari pemerintahnya,’’ kata Rahman kepada Suara NTB di Mataram jumat (20/9). Menurut Politisi Gerindra ini seharusnya Pemkot Mataram memperhatikan hal ini sejak lama. ‘’Bukan sekarang sekarang,’’ cetusnya. Terlebih setelah bencana gempa bumi akhir Agustus tahun lalu semakin banyak rumah yang rusak,’’ ujarnya. Untuk menghindari kemungkinan penyalahgunaan bantuan RTLH ini, idealnya Pemkot Mataram memberikan bantuan dalam bentuk material bahan bangunan. Atau, lanjut Rahman, Pemkot Mataram bisa bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memperbaiki RTLH. Dia mewanti wanti agar Pemkot Mataram tidak memberikan bantuan dalam bentuk dana tunai, karena hal itu sangat rawan disalahgunakan oleh masyarakat. ‘’Sebaiknya memberikan bantuan bahan atau material untukmembuat rumah yang tidak layak itu menjadi rumah yang layak,’’ katanya. Setelah mendapatkan bantuan rehab rumah, masyarakat harus diberikan edukasi. Paling tidak mereka merawat rumah bantuan tersebut agar tidak kembali menjadi kumuh. ‘’Harus diberikan edukasi kepada masyarakat yang sudah diberikan bantuan untuk bisa menjaga kebersihan dan kesehatan rumah tempat tinggal supaya tidak kelihatan tidak layak lagi,’’ terang anggota Dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini. Karena bagaimanapun, setelah diberikan bantuan tanggung jawab kembali kepada penerima bantuan itu sendiri. Karena setelah diserahkan oleh Pemkot Mataram tentu rumah itu sudah memenuhi standar standar kelayakan rumah tinggal. ‘’Saya yakin Pemkot dalam hal ini Dinas Perkim punya standardisasi mengenai kelayakan rumah tinggal masyarakat,” demikian Rahman. (fit)

jak tahun 2016 lalu. Tunggakan ini kata Syakirin akan diklarifikasi. Artinya, pajak yang dititipkan oleh konsumen untuk disetor ke pemerintah telah dipergunakan oleh mereka. Padahal, tidak seperti itu. Dalih menunggak pajak karena gempa bumi dianggap hanya memanfaatkan momen saja. “Kita akan klarifikasi dia,” tegasnya. Penagihan tunggakan PB1 akan terus dilakukan melibatkan Kejak-

setiap bulan silaturahmi rutin di tiap kecamatan oleh pengurus PWRI kecamatan. Juga, ada pemeriksaan kesehatan gratis, tausyiah dan lainnya. Untuk meningkatkan kesejahteraan,PWRImemprogramkan memberi pelatihan memandikan dan mengkafankan jenazah. Pelatihan hidrophonix. “Akan ada pelatihan yang akan kita gelar di bulan Oktober,” tambahnya. Dari iuran dibayarkan Rp100 ribu per bulannya oleh anggota nantinya akan dikumpulkan untuk membuat gerai atau minimarket. Makmur membaca peluang ini akan berkembang. Keuntungan diperoleh untuk jamkesmas anggota, membantu anggota mengalami musibah dan lainnya. (cem)

Mataram (Suara NTB) Pemkot berharap penggunaan dana kelurahan tahap I tahun 2019 ini sesuai target. Menurut Kabag Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana mengatakan, penggunaan dana tersebut telah disepakati saat musyawarah kelurahan (muskel). “Kita harap teman-teman itu di kelurahan itu terus melakukan diskusi-diskusi membuat rancangan seperti apa. Sehingga penggunaannya sesuai target,” jelas Putu saat dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (21/9). Dalam proses evaluasi yang akan dilaksanakan Pemkot Mataram, Putu mengungkapkan rasa optimisme kepada setiap kelurahan dalam mengekseskusi dana tersebut. Dalam proses evalua s i

I Made Putu Sudarsana

nanti, diharapkan kelurahan sudah menjalankan anggaran sesuai aturan yang berlaku. “Kita positif saja, bahwa evaluasi sudah dilaksanakan nanti dan semua kelurahan sudah berjalan sesuai dengan aturan, kemudian mereka melaksanakan eksekusi untuk tahap II 2020 mendatang,” ungkap Putu. Pada tahap II nanti diharapkan semua kelurahan melaksanakan program-program unggulan dari Pemkot seperti kebersihan, kesehatan, dan pendidikan. “Itu semua program kerja yang digenjot dari dana yang Rp370 juta itu. Sesuai target yang penambahan yang 5 persen itu juga,” jelasnya. Nantinya, Pemkot Mataram akan melakukan komunikasi ke setiap kelurahan untuk membahas semua hal yang kiranya dapat menghambat penggunaan dana kelurahan tersebut. “Kita akan komunikasikan segera,” tutupnya. (viq) (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) khususnya di Kota Mataram,’’ Salah seorang guru SMPN demikian Didi. 1 Mataram, Sarifah Aziziah, Didi mengajak para guru S.Pd, M.Pd masuk dalam jaja- yang lain untuk bangkit dan terran finalis inobel Kemendik- us mengukir prestasi untuk kebud 2019. Keberhasilan inipun majuan pendidikan sebagai pimendapat apresiasi dari ka- lar utama memajukan Bangsa langan Dewan. ‘’Ini merupakan Indonesia. Seperti diketahui, Inkebanggaan. Tidak hanya bagi obel merupakan ajang kodunia pendidikan, tapi juga mpetisi inovasi pembelajaran bagi daerah kita,’’ kata Ketua bagi guru. Baik dalam hal DPRD Kota Mataram, H. Didi pendekatan, model, strategi, Sumardi, SH., kepada Suara metode, teknik, maupun meNTB di Mataram kemarin. dia pembelajaran. Bagi dunia pendidikan, lan‘’Suatu inovasi yang dapat jut orang nomor satu di DPRD membantu memecahkan perKota Mataram ini, prestasi ini masalahan pembelajaran. Dihendaknya dapat menjadi harapkan dapat meningkatpenyemangat untuk bagaimana kan proses dan hasil belajar meningkatkan kualitas pendid- yang bermutu,’’ imbuhnya. Tuikan di Kota Mataram. ‘’Salah juannya, agar peserta didik satu caranya adalah terus dapat beradaptasi dengan tunmelakukan inovasi pembelaja- tutan-tuntutan era digital. ran,’’ cetusnya. Prestasi ini, menu- Melalui perlombaan ini, karyarut Didi membuktikan bahwa karya inovasi pembelajaran SDM (sumber daya manusia) yang terpilih dapat dimanfaattenaga pendidik atau guru me- kan sebagai rujukan bagi guru miliki keunggulan. dalam peningkatan kualitas Baik keuanggulan kompetitif pembelajaran. (fit) maupun komparatif secara nasional. Bersamaan dengan itu, politisi Golkar ini mengajak agar prestasi tersebut menjadi momentum pemicu dalam melakukan pembenahan terhadap pengelolaan pendidikan dan membangun optimism. Sehingga ke depannya lebih baik. ‘’Dalam kesempatan nanti kami akan khusus mengundang ibu Syarifah untuk mendapatkan penjelasan tentang bentuk inovasi yang berhasil dilakukan. Mudah-mudahan bisa diterapkan untuk ke(Suara NTB/ist) majuan pendidikan, Finalis Inobel Kemendikbud

Pemkot Usulkan 600 CPNS dan P3K

Mataram (Suara NTB)PadaperekrutanCalonPegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bulan Oktober 2019 mendatang, Pemkot Mataram mengusulkan 600 untuk CPNS dan P3K di semua formasi. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyebutkan, kendati diusulkan 600, tapi kemungkinan separuhnya dikabulkan untuk PNS dan P3K. ‘’P3K dan CPNS itu sama-sama setengah dari 600 itu. Yang jelas P3K lebih banyak dari PNS,” jelas Nelly, Jumat (20/9). Pada perekrutan CPNS, jelas Nelly, BKPSDM kota Mataram belum menetapkan formasi P3K. Untuk CPNS, Pemkot hanya mengikuti formasi dari pusat. “Duluan CPNS dulu, baru P3K. Karena P3K masih menunggu, yang lalu saja belum kelar. Kemarin semua kita pertanyakan. Sama juga jawabannya, lagi dalam proses,” paparnya. “Yang jelas informasi dari pusat, P3K yang lebih banyak dari PNS,” jelasnya. Dalam perekrutan CPNS dan P3K Oktober tahun 2019

mendatang, informasi yang dihimpun kepala BKPSD Kota Mataram, ada perubahan usia dalam perekrutan calon PNS. Dari Calon PNS untuk tenaga profesional seperti dokter, dosen, dan sejenisnya, bagi calon yang berusia 40 tahun bisa mendaftar. “Mengenai umur untuk yang tenaga profesional seperti dokter spesialis, kemudian dosen dan sejenis yang punya sertifikasi khusus seperti itu, umurnya sampai 40 masih bisa mendaftar dan diterima,” jelas Nelly. Untuk anggaran P3K, BKPSDM saat ini masih menunggu anggaran definitif dari KemenPANRB. “Iya segera kita akan lakukan peninjauan. Kita akan realisasikan segera,” demikian Nelly. (viq)

Baiq Nelly Kusumawati (Suara NTB/viq)


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

Jakarta, 18/9 (ANTARA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melelang sembilan bendungan baru pada tahun 2019 untuk melengkapi 49 bendungan baru yang dibangun selama periode tahun 2015-2019. Adapun sembilan bendungan yang akan dibangun tahun ini yakni Bendungan Mbay di NTT, Jenelata di Sulawesi Selatan, Pelosika dan Ameroro di Sulawesi Tenggara, Jragung di Jawa Tengah, Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Tiro di Aceh, Budong-Budong di Sulawesi Barat, dan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Keberadaan bendungan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air dan irigasi dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers di Jakarta, Rabu. Bendungan Mbay memiliki volume 34,14 juta meter kubik dan dapat mengairi sawah irigasi seluas 6.378 hektare, air baku 0,234 meter kubik per detik dan berpotensi menghasilkan listrik 0,2 megawatt.

Jakarta, 18/9 (ANTARA) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur akan meningkatkan kesempatan kerja di Pulau Kalimantan sampai 10,5 persen, di samping meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Dalam jangka pendek, pemindahan ibu kota negara akan meningkatkan kesempatan kerja di Pulau Kalimantan 10,5 persen dan di tingkat Nasional satu persen,” kata Bambang Brodjonegoro pada Pembukaan Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu. Bambang mencontohkan proyek infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PUPR senilai Rp1 triliun bisa menyerap 14.000 tenaga kerja, apalagi pemindahan ibu kota negara membutuhkan anggaran hingga Rp466 triliun. Simulasi yang dilakukan Kementerian PPN mencatat bahwa pembangunan ibu kota baru akan menopang investasi riil di Kalimantan Timur sebesar 47,7 persen, sementara investasi di Pulau Kalimantan sebesar 34,5 persen dan investasi di Indonesia secara keseluruhan sebesar 4,7 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur diproyeksi akan meningkat sebesar 7,3 persen, Pulau Kalimantan meningkat 4,7 persen, dan

Halaman 3

Bendungan Jenelata memiliki volume 224,72 juta meter kubik. Bendungan ini dirancang untuk mengairi lahan irigasi seluas 23.240 hektare, mereduksi banjir hingga 475 meter kubik per detik, sumber air baku 3,12 meter kubik per detik dan potensi menghasilkan listrik 10,9 megawatt. Bendungan Pelosika memiliki volume 590 juta meter kubik, sumber air baku sebesar 0,808 meter kubik per detik, irigasi seluas 22.000 hektare, mereduksi banjir hingga 647 meter kubik per detik dan menghasilkan listrik hingga 20 megawatt. Bendungan Jragung memiliki volume total 129 juta meter kubik, irigasi pertanian seluas 6.435 hektare. Manfaat lainnya yaitu menjadi sumber air baku sebesar dua meter kubik per detik dan sumber energi listrik 0,04 megawatt. Bendungan Riam Kiwa memiliki volume 110,57 juta meter kubik dan dapat mengairi 1.700 hektare sawah irigasi serta mereduksi banjir 797 meter kubik per detik, memenuhi kebutuhan air baku satu meter kubik per detik dan potensi energi listrik

(ANTARA/HO/Kementerian PUPR)

Keberadaan bendungan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air dan irigasi dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. 15 megawatt. Bendungan Tiro memiliki volume 41,44 juta meter kubik dan dapat mengairi sawah iri-

gasi seluas 6.330 hektare. Manfaat lainnya sebagai pengendali banjir sebesar 350 meter kubik per detik, sumber air baku

Jakarta, 19/9 (ANTARA) Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis, meluncurkan Peta Jalan Mitigasi dan Adaptasi Amblesan (Subsiden) Tanah di Dataran Rendah Pesisir, sebagai upaya mitigasi dan adaptasi penurunan muka tanah wilayah pesisir dan gambut dataran rendah di Indonesia. Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kemenko Kemaritiman Sahat Panggabean yang juga Ketua Pokja Penyusunan Peta Jalan tersebut menuturkan amblesan tanah menjadi hal yang perlu segera diatasi lantaran 132 kabupaten/kota di 21 provinsi di Indonesia saat ini terindikasi mengalami subsiden, khususnya di kawasan pesisir, baik yang berada di pesisir tanah mineral maupun pesisir tanah gambut. “Subsiden tanah merupakan the silent killer yang secara pelanpelan namun pasti, merusak dan bahkan menghilangkan suatu kawasan. Upaya mitigasi bisa kita lakukan jika kita bekerja sama dengan sumber daya sudah ada seperti dari lembaga, pemda, dan perguruan tinggi, kemudian tinggal bagaimana action kita untuk melakukannya,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis. Hasil penelitian menunjukkan laju rata-rata amblesan tanah di dataran rendah pesisir Indonesia bervariasi mulai dari 1-20 cm/tahun. Di saat yang sama, air laut naik rata-rata 4 mm-1 cm per tahun. Akibatnya, kota-kota pesisir mengalami banjir rob yang bahkan telah permanen. “Wilayah gambut pesisir yang mengalami subsiden tanah serta terdampak kenaikan air laut pun berpotensi mengalami banjir rob. Terindikasi potensi luas banjir rob ini mencapai jutaan hektar di masa yang akan datang, misalnya di Pantai Timur Sumat-

ekonomi secara nasional tumbuh 0,6 persen. Menurut dia, investasi di bidang properti melalui pembangunan ibu kota baru menjadi strategi bagi Indonesia untuk menghadapi ancaman resesi global yang terjadi pada 2020 mendatang. “Kebetulan ibu kota baru bukan heavy di manufaktur, tapi properti. Saya harapkan, kita mencoba mengarahkan pembangunan ibu kota baru adalah sebagai countercyclical menghadapi resesi tahun depan,” kata Bambang. Ada pun dalam Rakornas Kadin bidang Properti, Kadin Indonesia mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor properti nasional. Namun, pertumbuhan sektor properti dinilai masih jauh dari harapan, mengingat kontribusi sektor properti terhadap ekonomi selama lima tahun terakhir masih di bawah tiga persen. Bahkan pada 2019 diprediksi relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, sektor properti Nasional diramaikan dengan sejumlah peluang, seiring ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru, tepatnya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kadin menilai, pemindahan ibukota ini memberikan angin segar dan dampak positif bagi pengembang dan pelaku industri properti.

(ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua dari kanan) saat menghadiri Pembukaan Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu.

Jakarta, 19/9 (ANTARA) Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan 1.636 perusahaan atau calon investor menunjukkan minatnya untuk menanamkan modal di sektor pertanian dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp426,2 triliun hingga 2020. “Dari sistem one single submission (OSS), menunjukkan cukup banyak minat investasi di sektor pertanian dengan nilai investasi mencapai Rp426,2 triliun,” kata DirjenPerkebunanKementanKasdi Subagyono di Jakarta, Kamis. Dengan potensi investasi tersebut, Kementan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada 2020 untuk sektor pertanian sebesar 651.697 orang. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor pertanian selama 2009-2013 masih cukup

rendah yaitu hanya sebesar Rp96,1 triliun. Pada periode 2014-2018, investasi sektor pertanian meningkat tajam mencapai Rp240,8 triliun, atau naik 150,7 persen dibanding periode sebelumnya. Dalam 5 tahun mendatang (2020-2024), pemerintah menargetkan investasi sektor pertanian mencapai Rp2.231,5 triliun dengan porsi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 55 persen dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 45 persen. Target tersebut meningkat 827 persen dibandingkan periode 2014-2018. sedangkan tenaga kerja sektor pertanian ditargetkan meningkat 3,26 juta orang (naik sebesar 8,4 persen). Secara makro, PDB sektor pertanian ditargetkan tumbuh diatas 5 persen. Dari target nilai investasi tersebut, sub sektor perkebunan berkontribusi dengan persentase

0,85 meter kubik per detik dan potensi menghasilkan listrik enam megawatt. Kemudian Bendungan

terbesar 73 persen atau senilai Rp1.567,1 triliun yang didominasi oleh komoditas sawit (integrasi dengan jagung dan ternak). Sementara itu komoditas lainnya yang menopang investasi di sub sektor perkebunan adalah tebu (sebesar 26 persen dari target total nilai investasi sub sektor perkebunan 2020-2024), tem-

bakau 1 persen dan lainnya seperti karet, kopi, kakao, rempah mencapai 3 persen. “Kontribusi komoditas perkebunan menyumbang penerimaan negara dari sektor nonmigas sangat besar terutama dalam pembantukan neraca perdagangan komoditas pertanian,” kata Kasdi.

(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Lahan pertanian di Indonesia.

Budong-Budong memiliki volume 65,18 juta meter kubik, mengairi 3.500 hektare sawah, menghasilkan listrik antara 0,6-1,63 megawatt dan sumber air baku sebesar 0,41 meter kubik per detik. Bendungan Ameroro memiliki volume 55,12 juta meter kubik dan dapat dimanfaatkan sebagai pengair sawah irigasi seluas 3.363 hektare, reduksi banjir sebesar 584 meter kubik per detik, dan sumber air baku sebesar 0,511 meter kubik per detik. Terakhir, Bendungan Tiu Suntuk memiliki volume 55,9 juta meter kubik ini dapat mengairi 1.743,3 hektare lahan sawah, sumber air baku sebesar 0,068 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik 0,646 meter megawatt. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan selain memulai pembangunan sembilan bendungan, Kementerian PUPR tahun ini juga memulai pengisian air untuk tiga bendungan yang telah selesai konstruksi. Ketiga bendungan adalah Sei Gong di Kota Batam, Sindangheula di Banten, dan Pas-

seloreng di Sulawesi Selatan. Bendungan Muara Sei Gong memiliki Kapasitas Tampung 11,8 juta meter kubik, luas Genangan 246,8 hektare yang akan menjadi sumber air baku berkapasitas sebesar 400 liter per detik. Bendungan Sindangheula merupakan bendungan multifungsi memiliki manfaat besar bagi masyarakat di Kabupaten Serang maupun Kota Serang untuk irigasi di Daerah Irigasi Cibanten seluas 1.000 hektare, pengendalian banjir daerah hilir Kabupaten Serang dan Kota Serang dengan kapasitas tampung banjir 1,5 juta meter kubik dan akan menyuplai air baku 0,8 meter kubik per detik bagi Kabupaten dan Kota Serang. Untuk Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik untuk mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare, sebagai sumber air baku di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter per detik, pembangkit listrik mikrohidro 2,5 MW, serta konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar dan pariwisata.

(ANTARA/HO/Kemenko Kemaritiman)

Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kemenko Maritim Sahat Panggabean (tengah) dalam peluncuran Peta Jalan Mitigasi dan Adaptasi Amblesan Tanah di Dataran Rendah Pesisir. era,” tambah Sahat. Head of Office Wetlands International Indonesia I Nyoman Suryadiputra menambahkan tingginya laju subsiden dapat menghambat upaya konservasi dan rehabilitasi di wilayah pesisir. “Kebakaran gambut saat ini di pesisir Sumatera dan Kalimantan akan memperparah turunnya permukaan tanah gambut, bahkan sangat merugikan pembangunan di berbagai Kawasan Ekonomi Strategis serta ekosistem pesisir,” kata Nyoman. Peta Jalan Mitigasi dan Adaptasi Amblesan Tanah di Dataran Rendah Pesisir diharapkan dapat menjadi acuan semua pihak dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan mitigasi dan adaptasi bencana yang diakibatkan oleh subsiden tanah di dataran rendah pesisir berdasarkan kaidah teknis dan keilmuan yang tepat. Dokumen itu disusun melalui serangkaian proses yang inklusif dan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kementerian dan lembaga terkait,

Jakarta, 19/9 (ANTARA) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kesiapannya untuk menerapkan Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) Daerah di wilayahnya. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal pada Rapat Koordinasi Manajemen Krisis Kepariwisataan NTB di Hotel Lombok Astoria Mataram, Kamis, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk membentuk MKK Daerah. “Kami menggelar forum untuk memetakan peran stakeholder pariwisata dalam penanganan situasi krisis yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Maka Rakor ini mempertemukan pemangku kepentingan pariwisata di tingkat kabupaten/kota NTB dengan berbagai pihak seperti Basarnas, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, POLRI, TNI, Angkasa Pura, akademisi, dan media,” kata Lalu M. Faozal. Lebih lanjut, Faozal mengatakan bahwa pembentukan MKK NTB memiliki dasar hukum Surat Keputusan Gubernur dan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan (Permenpar MKK). Beberapa langkah yang akan segera diambil oleh pemprov NTB adalah pemetaan personel, pembentukan jejaring, inventarisasi potensi krisis, dan penyusunan dokumen rencana aksi. “NTB memiliki kisah sukses penanganan bencana pada 2018. Kami mengenali langkah penanganan apa yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari kebutuhan evakuasi, penyediaan transportasi dan akomodasi, dan yang paling utama adalah penyediaan informasi kepariwisataan secara cepat dan akurat. Di sinilah MKK tingkat kabupaten/kota berperan vital,” tambah Faozal. Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik, Guntur Sakti mendorong Dinas Pariwisata NTB untuk merangkul para pihak untuk bekerja sama dalam membentuk sebuah sistem penanganan krisis yang baik, mulai dari fase kesiapsiagaan dan mitigasi, fase tanggap darurat, fase pemulihan, serta fase normalisasi. “MKK tidak hanya bekerja saat terjadi krisis

akademisi, pemangku kepentingan dan masyarakat yang berada di beberapa lokasi prioritas. Dukungan para ahli juga memastikan bahwa data dan informasi tersusun dengan baik dan akurat. Mandat penyusunan ini diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI kepada Pokja Penyusunan Peta Jalan Mitigasi dan Adaptasi Amblesan Tanah di Dataran Rendah Pesisir sejak awal 2019. Dalam dokumen ini telah dikaji kelembagaan dan kebijakan yang ada, serta dipetakan lokasi-lokasi yang memiliki ancaman bahaya subsiden tanah dan harus dilakukan pemantauan. Hal itu menjadi dasar penyusunan strategi adaptasi jangka pendek (short term measure) dan upaya mitigasi untuk jangka panjang (long term measure) yang komprehensif. Peta jalan itu juga akan dimasukkan ke Peraturan Presiden terkait Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

saja, tetapi jauh sebelum terjadi krisis yakni pada fase Kesiapsiagaan dan Mitigasi, dengan melakukan pemetaan potensi krisis serta menyusun rencana langkah penanganan. Pada fase Tanggap Darurat, MKK melakukan assessment dampak krisis pada sektor pariwisata, melakukan koordinasi layanan wisatawan, dan menyusun strategi komunikasi krisis. Salah satu tugas terberat MKK adalah memulihkan citra dan kepercayaan industri dan wisatawan pasca krisis,” jelas Guntur. Untuk itu, Guntur menambahkan, Kemenpar membutuhkan dukungan MKK Daerah dalam penyelenggaraan stabilitas pariwisata serta sebagai pihak yang membantu Kemenpar dalam penanganan situasi krisis yang terjadi di daerah. Dalam pelaksanaannya kinerja MKK Daerah juga akan didampingi oleh MKK Kemenpar. Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa BNPB siap mendukung penyelenggaraan manajemen krisis kepariwisataan di NTB pada setiap fase. Lilik menegaskan perlunya peningkatan pemahaman pengelola objek dan daya tarik wisata (ODTW) tentang perencanaan dan pengelolaan ODTW dan industri pariwisata yang menjamin keselamatan wisatawan. Lilik juga menekankan agar para penyedia jasa taman rekreasi menyiapkan SOP penanganan khusus. “Contoh kasus, ada sebuah lokasi wisata yang berkeberatan jika lokasi wisatanya diberi tanda bahaya sebagai peringatan waspada bagi para pengunjung. Papan pengumuman yang dipasang dianggap justru mengurangi kunjungan wisatawan serta menakut-nakuti. Jika ditelusuri, papan pengumuman tersebut bermaksud memberi pesan agar pengunjung berhati-hati saat melakukan kegiatan wisata” lanjutnya lagi. Mengenai upaya mitigasi, Lilik meminta agar pihak pengelola rumah sakit memperhatikan penempatan lokasi rumah sakit yang harus dipastikan berada di tempat aman. “Karena lokasi tersebut akan menjadi pertolongan pertama yang didatangi warga setempat,” tambah Lilik.


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Tagih Ganti Rugi Randis Hilang

Sertifikasi Bawang Putih DINAS Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB sertifikasi 660 ton bawang putih Sembalun. Sertifikasi ini dilakukan untuk memastikan mutu tumbuh bawang putih. Sertifikasi ini juga bertujuan untuk melihat standar minimal 86 persen ukuran daya tumbuhnya. ‘’Bawang putih yang tidak tersertifikasi disebut tidaklah layak untuk ditanam,’’ ungkap Kepala Distanbun NTB NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, MSi., saat berkunjung ke Lombok Timur (Lotim), Sabtu (21/9). Dia menjelaskan, Sembalun pascaditetapkan menjadi sentra produksi bawang putih nasional harus ada kepastian soal benih tersebut. “Kewenangan kami di situ (sertifikasi, red),” terangnya. Jumlah yang disertifikasi tersebut katanya akan bertambah nanti setelah ada panen dan dijadikan benih. Benih yang disertifikasi saatini nantinya akan ditanam bulan November-Desember. Selanjutnya hasil panen berikutnya untuk ditanam bulan Februari. Hal ini memastikan keberlanjutan penanaman. Khusus Sembalun, ujarnya, akan ada penanaman seluas 2 ribu hektare. Melihat luas areal tersebut, Husnul Fauzi menegaskan perlu ada evaluasi soal kepastian ketersediaan benih. Di mana, sejauh ini masih ada keluhan di tengah petani soal harga. “Harga benih ini harus dievaluasi,” ucapnya. Dicontohkan, produksi bawang putih sebesar 20 ton dalam waktu sebulan saja bisa mengalami susut yang cukup besar. “Diamkan sebulan dari 20 ton ini bisa menjadi 10 ton,” ucapnya. Apalagi sampai empat bulan lamanya, yakni sampai benar-benar siap menjadi bibit. Untuk itu, tingkat susut bawang putih yang tinggi ini harus disesuaikan dengan harga. Ketika harga jual basah dinilai petani jauh lebih mahal, maka petani akan cenderung menjual untuk kebutuhan konsumsi tersebut. Dibandingkan menjual dengan harga benih yang susutnya besar, pastinya petani akan memilih menjual konsumsi. Disebutkan, poin utama budidaya bawang putih ini adalah untuk mesejahterakan petani. Karenanya, harga benih pun harus berpihak kepada petani. Menurut Husnul Fauzi, harga yang patuh itu adalah Rp 70-80 ribu per kilogram. Sementara yang berlaku saat ini di bawah itu. “Karena itulah perlu dievaluasi kembali,” ucapnya. Harapannya, para petani ini tidak berat menjual bibitnya untuk mewujudkan program pemerintah swasembada bawang putih 2021 . “Kita beli benih bawang putih dari petani ini dengan harga yang wajar,” ungkapnya. Mewujudkan swasembada bawang putih 2021 itu katanya harus benar-benar dipersiapkan secara matang. Diyakini, melihat perkembangannya bisa diwujudkan. “Jangan kita pesimis, semua harus optimis meski demikian semua harus dilalkukan dengan baik dan dengan tata kelola yang baik serta jangan sampai petani merasa merugi,’’ imbuhnya. (rus)

H. Husnul Fauzi

(Suara NTB/rus)

Puluhan Mantan Pejabat dan DPRD akan Disidang Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 40 lebih kendaraan dinas (randis) di Lombok Barat (Lobar) masih dikuasai oleh mantan pejabat dan anggota DPRD. Selain dikuasai oleh mantan pejabat, randis ini juga hilang, sehingga pemda pun tengah melakukan upayaupaya mengambil paksa randis tersebut. “Ada 40 unit lebih randis roda dua dan roda empat, itu ada yang hilang dan masih dipegang oleh oknum mantan pejabat serta mantan dewan, “ tegas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar H. Mahyudin akhir pekan kemarin. Saat ini, pihaknya tengah meminta informasi terkait harga untuk menetapkan nilai kerugian kendaraan yang hi-

lang. Sedangkan randis yang masih dikuasai oleh oknum pejabat tengah didata dan diinventarisir untuk segera dicari. Randis ini diminta segera mengembalikan ke pemda. “Kalau randis yang dikuasai kami tengah melakukan inventarisasi untuk segera dicari. Kalau randis yang hilang harus ganti rugi melalui proses sidang TPTGR. Sedang disiapkan oleh jajaran saya untuk reka-

pan nya,” tegas dia. Ia menegaskan, randis yang masih dikuasai dan hilang ini harus segera diselesaikan. Surat penarikan randis terutama di mantan anggota DPRD sudah dilakukan oleh Sekretariat Dewan, namun perkembangannya belum dilaporkan oleh Sekretariat Dewan ke BPKAD. Soal randis ini diakui menjadi temuan berulang BPK, sehingga oknum mantan pejabat dan dewan

sudah diberikan deadline oleh Sekretariat Dewan. “Sudah kita berikan deadline oleh bahwa bulan September ini semua randis harus dikembalikan,” tegas dia. Sementara itu, Plt. Sekretaris DPRD Lobar, Aisyah Desilina D mengakui masih banyak randis yang belum dikembalikan termasuk randis mantan pimpinan yang berakhir tanggal 14 Agustus lalu. Begitu berakhir masa jabatan mereka, pihaknya langsung bersurat kepada semua mantan pimpinan. Tidak saja mantan pimpinan periode 20142019, namun juga mantan pimpinan periode sebelumnya untuk meminta agar segera mengembalikan randis tersebut. “Ada be-

(Suara NTB/dok)

H. Mahyudin berapa mantan pimpinan segera mengembalikan, ” jelas dia. (her)

Peserta Sail Nias Antusias Nikmati Suguhan Budaya Lombok Tanjung (Suara NTB) Peserta Sail Nias 2019 berkesempatan singgah ke objek wisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kali ini, peserta yang singgah sebanyak 90 yacht dari 16 negara. Peserta Sail Nias dijamu oleh Pemda KLU bersama pemilik Terminal Pelabuhan Khusus, Medana Bay Marina, di Dusun Telok Dalem, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Penyambutan kepada peserta Sail Nias, dilakukan Sabtu (21/9) sore. Wisatawan mancanegara itu disuguhi arak-arakan gamelan Gendang Beleq, jamuan kuliner tradisional yang disuguhkan dengan nampan. Wisatawan juga diajak begibung (makan bersama dengan wadah nampan), serta menyaksikan peresean. Beberapa wisatawan juga tampil sebagai pepadu peresean meski tidak benar-benar saling melukai. “Kami sangat terkesan dengan keindahan alam dan budaya di Indonesia,” kata salah satu peserta Sail asal Australia. Sementara itu, Owner Medana Bay Marina, Ace Maria, kepada wartawan mengakui jumlah peserta Sail of Indonesia tahun 2019 ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca tengah laut yang kurang baik. Kendati

(Suara NTB/ist)

BEGIBUNG - Peserta Sail Nias 2019 begibung (makan bersama) saat tiba di Pelabuhan Khusus Medana Bay Marina, Sabtu (21/9). menurun, peserta sail tetap di beberapa tempat, antara tif. Secara ekonomi, peserta sail mosi ini yang sangat diharapantusias untuk singgah di KLU lain 35 unit di Medana Bay kemungkinan tidak menghabis- kan. Bagaimana pun, promosi karena dikenal dengan alam Marina, d10 unit di Tembobor, kan waktu lama di Lombok. Na- pariwisata ini penuh persaindan budayanya yang menarik. dan sisanya di perairan 3 Gili. mun dari kesan penyambutan gan antar negara. Negara kita Sementara, Kepala Dinas yang dilakukan, diharapkan memberikan kemudahan unAce menyebut, peserta sail yang datang ke Lombok Utara Kebudayaan dan Pariwisata memberi pesan positif bagi pro- tuk kapal yacht, kita berunberasal dari 16 negara dengan (Disbudpar) Lombok Utara, Vidi mosi dan citra pariwisata Lom- tung dapat kesempatan untuk disinggahi wisatawan dari berjumlah yacht yang datang 90 Ekakusuma, meyakini dampak bok Utara di mata dunia. “Multiplayer effect dari pro- bagai negara,” kata Vidi. (ari) unit. Yacht tersebut berlabuh hadirnya peserta sail cukup posi-

”World Clean Up Day” Sekda Ajak Tingkatkan Sinergitas Kemarau Panjang, Ciptakan Lingkungan Ulama dan Pemerintah Lotim Ditetapkan Objek Wisata Bersih Darurat Kekeringan dari Sampah

Selong (Suara NTB) Kemarau panjang tahun ini membuat sumur masyarakat mengering. Debit air dari sejumlah sumber-sumber mata air pun mengecil. Bukti nyata dari persoalan ini meningkatnya permintaan akan kebutuhan air bersih hingga harus ditetapkan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) darurat kekeringan. “Iya, pemerintah sudah tetapkan Lotim darurat kekeringan,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Rusnan, akhir pekan lalu. Dikatakannya, penetapan darurat kekeringan dilakukan sejak tanggal 9 September hingga 9 Desember 2019 berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, banyaknya permintaan masyarakat terhadap air bersih, banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, banyak kebakaran rumah penduduk dan debet air berkurang serta petani kesulitan air mengairi areal persawahannya. Saat darurat kekeringan ini, ujarnya, pemerintah terus melakukan pendistribusian air bersih terhadap 6 kecamatan di Lotim yang dilanda kekeringan. Pendistribusian secara bergilir rutin dilakukan setiap hari sesuai dengan permintaan. Selain dari BPBD, pendistribusian air bersih juga dilakukan oleh instansi lain maupun pihak swasta. “Kita masih seputar pendistribusian air bersih meski pun SK darurat kekeringan ditetapkan sejak tanggal 9 September sampai 9 Desember 2019. Darurat kekeringan ini juga dilakukan siaga Karhutla oleh tim, dan siaga kebakaran oleh tim damkar,” terangnya. Pada musim kemarau ini, dari BPBD Lotim merencanakan dilakukan survei geolistrik untuk dilakukan pembangunan sumur bor dilokasi yang masih mengalami krisis air bersih. Menurut Lalu Rusnan, pembangunan sumur bor merupakan solusi permanen dalam mengatasi krisis air bersih yang setiap tahun dialami oleh masyarakat di 6 kecamatan di Kabupaten Lotim ini. “Kita juga melakukan sosialisasi dampak kekeringan terhadap masyarakat. Ini kita lakukan supaya masyarakat memahami dan mengetahui menyikapi bencana kekeringan,” ungkapnya. Diketahui, sumur bor yang sudah terbangun saat ini tersebar di 15 titik, di antaranya 2 unit di Pandanwangi, 3 unit di Ekas Buana, 2 unit di Kwang Rundung, 2 unit di Menceh, dan 2 unit di Sambelia. Selanjutnya 1 unit di Obel-Obel, 1 unit di Belanting, 1 unit di Batu Nampar Selatan dan 1 unit di Batu Nampar. Sejumlah sumur bor itu berasal dari BPBD Provinsi, dan BPBD Lotim dan pihak swasta. (yon)

(Suara NTB/yon)

DISTRIBUSI - BPBD Lotim melakukan pendistribusian air bersih terhadap masyarakat di wilayah Kecamatan Sembalun.

Selong (Suara NTB) Sekda Lombok Timur (Lotim), Drs. Rohman Farly, MM., berharap peningkatan sinergitas pemerintah dan ulama untuk mewujudkan masyarakat Lotim yang adil, sejahtera dan aman. Harapan itu diungkapkannya sebelum membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB di Pendopo Bupati Lotim, Sabtu (21/9). Diakuinya, pemerintah belum dapat memberikan perhatian lebih kepada MUI sebagai sebuah organisasi yang memiliki peran strategis dalam mengayomi umat, utamanya menyangakut pendanaan. Akan tetapi ke depan dengan pendekatan dan perencanaan yang lebih baik, serta berpegang pada peraturan dan perundangan ia berharap hal itu dapat lebih ditingkatkan. Dirinya kurang setuju dengan pemisahan peran antara pemerintah dan MUI, apalagi jika memperhatikan masyarakat daerah ini mayoritasnya

(Suara NTB/ist)

RAKORDA - Rakorda MUI NTB di Pendopo Bupati Lotim, Sabtu (21/9). adalah Muslim. Ia bahkan memiliki amanah berat unmengusulkan keberadaan se- tuk menjaga dan melindungi buah desa model yang berada aqidah umat yang tidak dapdi bawah naungan MUI se- at selesai hanya oleh satu pibagai rujukan pola hidup baik hak saja. Ia mengingatkan secara ekonomi, politik, mapu- bangsa Indoensia yang memipun sosial bagi desa-desa liki banyak perbedaan, sehlainnnya. Hal tersebut diusul- ingga harus ada benih-benih kan sekda berangkat dari ban- persatuan yang ditanamkan, yaknya desa model yang ada meluruskan pemikiran dan saat ini dan belum ada yang pemahaman yang “bengkok”. MUI sebagai sebuah organberlandaskan syariah. Sebelumnya, Ketua MUI isasi yang dapat diterima sePusat Kyai H. Ahmad Shod- cara luas memiliki peran iqun, menyampaikan MUI penting untuk itu. (yon)

Tak Dapat DSP, 386 Warga KLU Dapat Bantuan BSPS Tanjung (Suara NTB) Di tengah belum jelasnya alokasi bantuan tambahan Dana Siap Pakai (DSP) penanganan rumah warga korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun memberi bantuan. Sabtu (21/9) lalu, sebanyak 386 kepala keluarga menerima dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR. Serah terima bantuan berlangsung di Kantor Desa Samik Bangkol, Kecamatan Gangga. Hadir pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Dr. H. Khalawi Abdul Hamid, Direktur Rumah Swadaya, Ir. Johny Subrata, Kepala Dinas LH Perkim NTB, Kepala Satker SNPT Provinsi NTB, Bupati Lombok Utara, H. Namul Akhyar, Kadis LH PKP KLU, serta masyarakat. Bupati KLU H. Najmul Akhyar dalam sambutannya menyampaikan, akibat gem-

pa 5 Agustus 2018 lalu sekitar 90 persen infrastruktur di KLU rusak. Rumah warga yang mengalami kerusakan tercatat sekitar 75.681 unit. Peristiwa gempa tidak hanya berdampak merusak, tetapi akibat gempa pula, perhatian kepada Lombok Utara cukup besar. Ia mencontohkan, salah satu masjid warga yang dibangun selama 17 tahun tidak kunjung rampung. Namun setelah gempa dan bantuan dari luar datang, masjid itu selesai dengan kondisi bangunan yang jauh lebih bagus. Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Dr. H. Khalawi Abdul Hamid, menegaskan pascagempa ini, ia tidak menginginkan ada lagi rumah warga dalam kondisi kumuh. Ia meminta agar Kadis di Kabupaten mendata dan mengajukan usulan. “Jangan ada lagi masyarakat yang rumahnya kumuh. Bantuan BSPS yang digelontorkan pemerintah ini sejatinya lebih rendah dari dana DSP.

Ada yang senilai Rp 35 juta (bangun baru) dan 17,5 juta (perbaikan). Dari dana itu, pemerintah berharap gerakan swadaya dan kegotongroyongan di masyarakat kembali digiatkan. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman, H, Rusdi, ST., MM., mengatakan bantuan BSPS kali inienyasar 386 KK. Rinciannya, Rp 35 juta untuk 50 unit (Samba 30 unit, Gumantar 20 unit) untuk katagori bangun baru. Sasaran program ini lebih banyak warga uang belum memiliki rumah. Sementara dari dana DAK teralokasi 156 unit dengan nilai yang sama, Rp 35 juta. Masing-masing sarannya, 64 unit di Sesait, 42 Unit di Jenggala, dan 50 unit di Sigar Penjalin. Sedangkan alokasi bantuan dari Satker SNPT Provinsi NTB, menyasar 80 KK, dengan nilai lebih kecil Rp 17,5 juta. Desa sasarannya antara lain, Senaru, Santong dan Genggelang. Bantuan rumah SNPT ini untuk katagori peningkatan kualitas (PK). (ari)

Tanjung (Suara NTB) World Clean Up Day atau Hari Bersih Sedunia, Sabtu (21/ 9) sangat ramai diikuti hampir seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dari jajaran pemerintah hingga anak sekolah, terlibat langsung membersihkan sampah di lingkungan mereka. Sejumlah sekolah terlihat meliburkan aktivitas belajar mengajar dari pukul 8 hingga pukul 10.00. Di setiap kantor desa, aksi serupa digalakkan oleh Pemdesnya. Sementara pejabat lingkup Pemda Lombok Utara bersama aparat TNI dan Polri, menggelar aksi bersih-bersih yang dipusatkan di dua titik, yaitu Pantai Impos, dan Kali Sokong, Kecamatan Tanjung. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., memimpin aksi bersih sampah di Pantai Impos mengatakan, kesadaran mengurangi sampah harus muncul dari dalam diri sendiri terlebih dulu. Salah satu cara paling sederhana adalah mengurangi penggunaan bahan sampah terutama plastik. “Kalau setiap hari kita minum pakai air gelas (plastik), tentu jadi susah terurai. Coba budayakan yang lebih produktif, pakai botol yang bisa dimanfaatkan,” imbau Najmul. Ia juga mengajak warga untuk mengubah mindset tentang sampah. Jargon membuang sampah pada tempatnya, diubah menjadi juallah sampah

atau kelolalah sampah pada tempatnya. Sebab dengan pola yang banyak dilakukan masyarakat saat ini, sampah memiliki nilai jual. Sampah menurut Najmul, tidak lagi berkonotasi negatif jika di setiap warga memiliki kesadaran untuk mengelola dengan baik. Sementara itu, Kepala DLHPKP Lombok Utara H. Rusdi, ST., memastikan gerakan World Clean Up Day diatensi oleh berbagai kalangan, dari pemerintah, pegiat sosial, hingga masyarakat. Sementara Kepala Dusun Gili Trawangan, M. Husni, SP., usai aksi bersih sampah mengatakan pihaknya di Dusun Gili Trawangan menggelar aksi bersih sampah bersama warga. Anak-anak sekolah, pemuda dan masyarakat setempat dilibatkan. Sampah-sampah dikumpulkan dalam karung, selanjutnya ditumpuk di depan Masjid Gili Trawangan. Sampah tersebut selanjutnya diangkut oleh petugas sampah ke TPA Gili Trawangan. Masyarakat Gili Trawangan sendiri berharap aksi bersih sampah tidak sebatas seremonial pada perayaan momentum hari tertentu, melainkan rutin. Di Gili Trawangan, bersih sampah oleh masyarakat dusun digelar tiap Sabtu melalui Sabtu bersih. Sementara Gili Ecotrust menggelar aksi serupa setiap Jumat pagi. (ari)

(Suara NTB/ari)

BERSIHKAN SAMPAH - Siswa di KLU turun membersihkan lingkungan dari sampah di Hari Bersih Sedunia, Sabtu (21/9).


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

’’One Day Service’’ Buat Masyarakat Semakin Nyaman Praya (Suara NTB) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Tengah (Loteng) terus berinovasi dalam rangka peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat di daerah ini. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, Disdukcapil paham betul kalau kepuasan masyarakat adalah barometer kinerjanya. Salah satu inovasi yang jadi primadona ialah one day service atau pelayanan satu hari selesai. “One day service merupakan program unggulan dan utama kita. Ini dalam rangka memudahkan masyarakat untuk memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan.,” ungkap Kepala Disdukcapil Loteng, Baiq Anita Nindiana, S.Sos., pada Suara NTB, Kamis (19/9) lalu. Ia menjelaskan, prinsip dari pelayanan tersebut ialah bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,

sehingga sudah tidak ada lagi istilah menunggu sampai tiga hari untuk memperoleh dokumen pendudukan. Dalam hal ini, ujarnya, masyarakat cukup menunggu hari itu juga dan sudah bisa memperoleh dokumen kependudukan yang diinginkan, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran atau dokumen yang lain. Namun, dokumen yang dikeluarkan, ujarnya, jika semua persyaratan permohonan dokumen kependudukan yang dibutuhkan lengkap. Kalau tidak lengkap, tentunya tidak bisa dilayani, sehingga pihaknya berharap bagi masyarakat yang mau mengajukan pembuatan dokumen kependudukan supaya melengkapi dulu semua persyaratan yang sudah diatur dan baru mengajukan ke kantor Disdukcapil Loteng. “Kalau semua persyaratan lengkap, dokumen kependudukan bisa ditunggu. Tidak perlu lagi menunggu besok apalagi sampai tiga atau empat hari

kemudian,” tandasnya. Dan, pihaknya memastikan semua layanan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Ditegaskannya, jika ada masyarakat yang dimintai biaya pengurusan dokumen kependudukan oleh orang lain atau calo, terlebih oleh petugas Disdukcapil Loteng jangan diberikan. Tapi masyarakat segera melaporkan ke pihaknya supaya bisa segera diambil langkah tegas. Mengenai layanan apa saja yang bisa diperoleh, Baiq Anita menegaskan semua layanan dokumen kependudukan. Dan, layanan tersebut juga berlaku pada pelayanan kependudukan keliling ke desa-desa. ‘’Jadi semua layanan baik itu pelayanan di kantor di Disdukcapil Loteng maupun yang layanan keliling sudah one day service,’’ ujarnya. Selain itu, masyarakat bisa mengajukan layanan untuk beberapa dokumen kependudukan sekaligus, karena Disdukcapil Loteng juga sudah ada

layanan tree in one. Misalnya, masyarakat mau membuat dokumen akte kelahiran untuk anaknya. Selain memperoleh akte kelahiran bagi anaknya,

sekaligus mendapat kartu keluarga (KK) yang baru serta Kartu Identitas Anak (KIA). ‘’Atau mungkin mau kombinasi yang lain. Semua bisa dilay-

ani. Apakah itu membuat KTP sekaligus KK dengan akte kelahiran. Dan, semua itu bisa di layanan dalam satu hari tanpa dipungut biaya,’’ ujarnya.

Hal ini semua, ujarnya, untuk memudahkan dan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak mengajukan pembuat dokumen kependudukan. ‘’Karena bagaimana pun, pelayanan terbaik bagi adalah yang utama,” tegasnya. (kir/*)

(Suara NTB/kir)

TUNGGU - Masyarakat tampak ramai menunggu dokumen proses penyelesaian kependudukan yang diajukan di Kantor Disdukcapil Loteng. Saat ini pelayanan pengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil Loteng hanya satu hari saja, dokumen kependudukan sudah bisa diperoleh.

Baiq Anita Nindiana (Suara NTB/kir)

Diduga Picu Penyakit DBD

Warga Keluhkan Proyek Irigasi Giri Menang (Suara NTB) Proyek irigasi di Desa Sesela Kecamatan Gunungsari yang didanai APBD Lombok Barat (Lobar) dikeluhkan warga. Alasannya, semenjak dibangunnya irigasi ini menyebabkan air limbah rumah tangga mengendap di selokan, karena tidak mengalir lancar. Parahnya lagi, air selokan ini menjadi tempat berkembangnya nyamuk, sehingga banyak warga setempat diduga terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tak hanya dampak proyek ini yang dikeluhkan, kualitas dari proyek ini juga dipertanyakan oleh warga. “Dampak proyek irigasi ini ndak diantisipasi, bau, kemudian warga sakit, karena terkena DBD akibat digigit nyamuk yang berkembang biak di selokan ini,” keluh satu warga yang tidak mau dikorankan namanya. Saluran ini dibangun di sepanjang jalan utama desa setempat hingga Desa Midang. Semenjak dibangun irigasi ini, air limbah dari rumah tangga yang mengalir ke selokan dan menggenang, karena tidak ada penanganan. Akibatnya, bau tak sedap pun naik ke pemukiman warga. Nyamuk juga semakin banyak, bahkan warga yang rumahnya berada di dekat selokan setiap hari digigit nyamuk. “Saking banyaknya nyamuk ini, warga sampahsampai kewalahan,” ungkapnya. Kepala Desa Sesela, Abu Bakar mengatakan, dampak dari proyek irigasi sebenarnya bisa dicegah kalau rekanan mau bekerjasama. “Tapi ini sepihak, hanya desa yang melakukan penanganan. Bahkan saya sampai tujuh hari turun memantau irigasi ini untuk membuang air itu. Siang, malam sampai jam 3 dini hari. Karena kami khawatir dampak buruk dari irigasi,” jelas dia. Pihaknya pun sudah melaporkan persoalan ini ke rekanan terkait kondisi yang dialami warga , namun pihak kontraktor tidak melakukan penanganan. Pihaknya pun mendorong agar rekanan bekerjasama dengan desa dalam penanganan dampak proyek ini, namun belum ada tindak lanjut. Sebab dampak dari proyek ini, kata dia banyak warga terkena sakit. “Banyak warga yang sakit diduga akibat gigitan nyamuk ini dari irigasi ini, ada yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit,” keluh dia. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar I Made Artadhana, berjanji akan mengecek proyek tersebut. Menu-

Belasan Titik Aset Bermasalah di Lobar Dipantau KPK Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 15 titik aset di Lombok Barat (Lobar) bermasalah. Belasan titik aset terindikasi bermasalah ini, oleh pemda meminta pendampingan ke Kejaksaan. Daftar belasan titik aset bermasalah ini pun diserahkan ke Kejaksaan di bawah pantauan KPK. Pihak Pemda Lobar melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah mendaftar pendampingan dan fasilitasi aset bermasalah ini ke Kejaksaan. “Jadi daftar yang kami sampaikan adalah aset yang bermasalah, yang kita minta untuk fasilitasi dan dampingi oleh Kejaksaan Tinggi di bawah pantauan KPK. Kami sudah daftarkan ada 15 titik aset bermasalah, “ tegas Ke-

pala BPKAD Lobar H. Mahyudin akhir pekan kemarin. Diakuinya, dua minggu lalu pihak Kejaksaan pun sudah mengumpulkan jajaran kepala bidangnya untuk melakukan langkah-langkah yang lebih progresif dalam penanganan aset bermasalah ini. Menurut dia, langkah Pemda meminta pendampingan dan fasilitasi dari kejaksaan sebagai upaya pencegahan agar bermasalah ini bisa diselesaikan dan tidak sampai berujung pada meja hijau. “Ini bentuk langkah cegah yang kami lakukan,” tegas dia. Ia menambahkan, selain aset bermaslah ini ada juga aset-aset yang sudah ditangani oleh aparat penegak hukum. Beberapa di antaranya di Kuranji Kecamatan Labuapi

dan wilayah Lingsar. Pihak APH mengusut aset ini, karena diduga dikuasai oleh oknum. Kasus aset ini pun menjadi atensi pihak penegak hukum tersebut. “Kalau aset di Kuranji kan tengah diusut pihak kejaksaan, dan ada juga yang ditangani kepolisian,” akunya. Untuk penanganan asetaset terindikasi berkasus yang masuk APH kata dia, telah masuk ke ranah penanganan di APH. Sehingga kasus aset pun telah ditangani aparat terkait. “Itu sudah ditangani aparat penegak hukum,”tegas dia. Ditanya kapan Pemda mengeksekusi aset yang sudah inkracht, seperti di Jagaraga, Ireng gunungsari dan di Lingsar, Mahyudin mengaku pihaknya tengah mempersiapkan langkah. (her)

Zain Darmat Nahkodai Pemuda Pancasila Lobar

(Suara NTB/her)

DIPERTANYAKAN - Proyek irigasi yang dikerjakan di Sesela Gunungsari ini diduga memicu terjadinya DBD akibat air tergenang di selokan. Kualitas proyek ini juga dipertanyakan warga. rut dia, kemungkinan salah satu penyebab banyaknya nyamuk di wilayah itu bukan ansih akibat air tergenang di selokan. Namun persoalan sampah juga menjadi bagian dari penyebab. Kaitan dengan persoalan kualitas pengerjaan fisiknya juga menjadi atensi nya.

Pihaknya akan memanggil para pihak terkait, termasuk rekanan untuk membahas persoalan ini. “Besok hari Senin (hari ini, red) kami panggil semua. Sudah sih kita bahas dalam rapat rutin, tapi masukan dari warga dan media seperti ini sangat baik baik kita,” tegas dia. (her)

Giri Menang (Suara NTB) M. Zain Darmat, SH., menjadi nahkoda baru Pemuda Pancasila Cabang Lombok Barat (Lobar) pada Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Minggu (22/9). Mantan anggota DPRD Lobar ini mendapatkan suara terbanyak. Proses Muscab yang diadakan di aula Kantor DPRD Lobar ini dihadiri Ketua PW PP NTB H. L. Wirahman Wiradana, M. Sc, Sekretaris MPC PP NTB, Agus Martha, Ketua SAPMA PP Provinsi NTB Toni S. Putra, Ketua MPC PP Lobar Demisioner H. Sulhan Muchlis Ibrahim, para Ketua PAC PP Se- Lobar. Unsur-unsur OKP, KNPI Lobar, sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PKB dan PPP serta anggota PP Se Lobar. Dalam proses pemilihan yang menggunakan sistem voting ini, muncul dua nama calon, yakni Dr. Abdurrahman, M. Pd., dan M. Zain Darmat, SH. Akhirnya setelah melalui proses pemilihan, Zain Darmat memperoleh delapan suara. Sedangkan Dr. Abdurrahman mendapatkan satu suara, sedangkan satu suara abstain. Selama proses voting ini disampaikan pandangan - pandangan oleh pengurus PAC yang menginginkan ketua ter-

(Suara NTB/her)

TERIMA - Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Lobar M. Zain Darmat saat menerima bendera dari Ketua PW PP NTB H. L. Wirahman Wiradana. pilih atau kepengurusan baru agar lebih progresif dan produktif dalam mengembangkan Organisasi. Termasuk, ketua baru juga diminta memperkuat sinergi dengan semua pihak, termasuk dengan pemda dan pihak-pihak swasta lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Lobar terpilih M. Zain Darmat menyampaikan Pe-

muda Pancasila yang merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang berbasis massa harus mempunyai kekuatan bersama untuk memberikan hal positif di masyarakat, khususnya anggota dengan membuat sinergi yang kuat. “Kekuatan kebersamaan adalah inti membuat organisasi menjadi kuat,” tegasnya. (her)

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

DPRD Loteng Sepakati Tatib yang Baru Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menyepakati draf rancangan Tata Tertib (Tatib) yang baru. Tatib ini sebagai pedoman pelaksanaan tugas-tugas bagi anggota DPRD Loteng periode 2019-2024. Namun sebelum diterapkan, rancangan tatib baru ini akan diajukan ke Gubernur NTB untuk dievaluasi. Persetujuan atas rancangan tatib DPRD Loteng yang baru tersebut diambil pada rapat paripurna DPRD Loteng yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sementara M. Tauhid, S.IP., Kamis (19/9) setelah sebelumnya dibahas oleh Tim Perumus Tatib DPRD Loteng yang baru. Sebelum disetujui, Ketua Tim Perumus Tatib DPRD Loteng, Suhaimi, S.H., menyampaikan hasil pembahasan di hadapan rapat paripurna. Intinya, kalau rancangan tatib DPRD Loteng

yang baru tersebut merupakan hasil kajian terhadap tatib sebelumnya. “Pada prinsipnya, tatib DPRD Loteng yang baru ini tidak jauh berbeda dengan tatib sebelumnya. Hanya ada beberapa perbaikan dan penyempurnaan saja,” sebutnya. Ia mengatakan, total ada sekitar 20 poin perbaikan pada tatib baru ini jika dibandingkan dengan tatib sebelumnya. Diantaranya, soal alur pembahasan Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah (APBD). Dimana kewenangan pembahasan tetap ada di tangan Badan Anggaran (Banggar). Tetapi Banggar diharuskan melakukan konsultasi dengan Komisi-Komisi yang ada di DPRD Loteng. Untuk memperoleh masukan soal program serta kebutuhan anggarannya di masingmasing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, komisi-komisi di DPRD Loteng menggelar rapat kerja dengan

OPD mitra kerjanya. Selain itu, ada juga terkait aturan rapat-rapat internal Komisi-Komisi di DPRD Loteng. Kalau sebelumnya rapat bisa digelar jika dipimpin langsung oleh ketua komisinya langsung. Tetapi di tatib yang baru, jika ketua komisi tidak hadir rapat maka pimpinan rapat bisa dipilih dari anggota komisi yang ada. Aturan tersebut dibuat, untuk mengantisipasi jika gagalnya rapat hanya karena ketidakhadiran ketua komisi. Sementara rapat harus digelar karena menyangkut keputusan penting. Hal itu berkaca dari pengalaman sebelum-sebelumnya, sehingga diharapkan tidak ada lagi rapat komisi yang tidak bisa digelar, karena ketidakhadiran ketua komisinya. “Beberapa regulasi dasar hukum yang menjadi dasar pembuatan tatib DPRD Loteng juga ada yang dicoret. Karena sudah tidak berlaku atau

dikarenakan adanya regulasi baru yang berlaku,” tambahnya. Untuk selanjutnya diganti dengan regulasi yang terbaru. Lebih lanjut politik PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam tatib DPRD Loteng yang baru tersebut juga diatur terkait pakaian dinas. Terdiri dari lima jenis pakaian dinas. Dan, salah satu di antaranya pakaian dinas menggunakan bahan tenun ikat khas Lombok. Itu dimaksudkan untuk turut menjaga tenun ikan daerah ini. Dengan telah disetujuinya rancangan tatib DPRD Loteng yang baru tersebut, maka selanjutnya rancangan yang sudah disetujui akan disampaikan ke Gubernur NTB untuk dievaluasi. Setelah selesai dievaluasi baru kemudian akan ditetapkan. “Tim perumus masih akan berkerja, sampai tatib DPRD Loteng yang baru disahkan,” tegas Ketua DPRD Sementara, M. Tauhid. (kir/*)

(Suara NTB/kir)

SAMPAIKAN - Ketua Tim Perumus rancangan Tatib DPRD Loteng, Suhaimi, menyampaikan hasil pembahasan tim perumus atas rancangan Tatib DPRD Loteng yang baru pada rapat paripurna DPRD Loteng dipimpin M. Tauhid, Kamis (19/9).


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

KSB Petakan Tenaga Kerja Smelter dan Industri Turunannya Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tak ingin kecolongan mengisi pasar kerja yang akan dibutuhkan pabrik smelter dan industri turunannya kelak. Karena itu, saat ini, Pemda KSB mengaku sudah mulai memetakan kebutuhan tenaga kerja pabrik pengolah hasil tambang mineral dan logam tersebut agar dapat diisi pekerja lokal.

(Suara NTB/ind)

TUNJUKKAN SUMUR - Kepala Dusun Hijrah 1 A saat menunjukkan sumurnya yang sudah mulai mengering.

Dampak Kemarau

Sumur Mengering, Warga Kekurangan Air Bersih Sumbawa Besar (Suara NTB) Musim kemarau yang berlangsung di Sumbawa tidak hanya berdampak terhadap lahan pertanian. Tetapi juga bagi kebutuhan air bersih warga. Air sumur warga mulai menipis, bahkan ada yang sudah mengering. Seperti halnya yang terjadi di Dusun Hijrah 1 A, Desa Hijrah, Kecamatan Lape. “Memang kendala air bersih kita yang susah di sini. Memang kita sangat riskan air bersih,” kata Kamaryansyah, Kepala Dusun Setempat, Minggu (22/9). Menurutnya, saat ini masih terdapat beberapa sumur warga yang memiliki air. Namun debitnya sudah berkurang, dan tidak mencukupi. Lebih parahnya sudah ada sumur warga yang kering, salah satunya sumur miliknya yang kehabisan air sejak Agustus lalu. Untuk mendapatkan air, masyarakat harus antri. Bahkan ada juga yang mengangkut air di lokasi sawah yang jaraknya cukup jauh. “Masih ada beberapa sumur yang ada airnya, cuma sedikit. Antri untuk mendapatkan air. Kalau yang tidak ada sama sekali biasanya ke sawah mengambil air membawa jeriken,” terangnya. Diakuinya, memang kondisi saat ini masyarakat bisa mencukupi untuk sekedar air minum. Namun untuk keperluan mandi dan mancuci sangat diperlukan. Karena dusun setempat juga sangat jauh dari sungai. “Ada sekitar delapan sumur yang ada airnya, tapi sedikit. Kalau untuk sekedar air minum tidak sampai habis. Kalau air untuk mandi dan mancuci agak sulit,” akunya. Meskipun demikian, memasuki pertengahan atau akhir Oktober biasanya air sumur warga mulai habis. Sehingga salah satu alternatif harus menempuh jarak sekitar satu kilometer ke lokasi sawah. “Kalau sumur yang memiliki mata air, biasanya pertengahan atau akhir Oktober airnya habis. Orang pun langsung pergi ke sawah angkut air,” paparnya. Di wilayah setempat, juga ada satu sumur milik warga yang debit airnya cukup besar. Harapannya nantinya bisa disambung ke bak penampung WSLIC yang sudah lama tidak dimanfaatkan. Selain itu juga ada sumber air di gunung Labaong, yang dulunya kerap dijadikan tempat mencuci batu (penambang emas). Jaraknya sekitar 300 meter ke bak penampung. Harapannya tim kabupaten dapat turun melakukan pengkajian terhadap sumber air tersebut. Supaya ada solusi jangka panjang terhadap kebutuhan air masyarakat setempat. Karena bantuan yang diberikan selama ini diakuinya belum terlalu maksimal. Sedangkan Ahmad, Ketua RT 02 RW 04 Dusun Hijrah 1 B, mengakui, di wilayahnya rutin kekurangan air bersih. Saat ini kondisi air sumur warga belum terlalu menipis. Namun memasuki bulan Oktober dan November masyarakat sangat kekurangan air bersih. Terkadang untuk mendapatkan air, warga harus antri mengangkut air di salah satu sumur. Itupun tidak bisa mencukupi. Kedepannya diharapkan ada bantuan sumur bor dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. “Airnya saat ini belum terlalu kurang. Tetapi memasuki bulan 10 dan 11 sudah sangat kurang. Masyarakat Harus antri angkut air di sumur. Itupun tidak bisa mencukupi,” sebutnya. Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, M. Nurhidayat, ST menyebutkan, kekeringan di Sumbawa sudah melanda sejumlah desa di 17 Kecamatan. Pihaknya juga sudah melakukan pendsistribusian dengan membagi zona. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya elum bisa mengakomodir seluruh kebutuhan air bersih masyarakat. Bahkan kini pihaknya sudah kehabisan anggaran, sehingga terpaksa menghentikan pendistribusian. Pihaknya sudah mengusulan permintaan bantuan untuk 7 juta liter kepada pemerintah pusat melalui provinsi. Proposal bantuan sudah disampaikan sejak beberapa bulan yang lalu.(ind)

Pilkada Serentak 2020

Tahap Pencalonan Paling Rawan Sengketa Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim dari Bawaslu RI turun ke Sumbawa, konsolidasi khusus dalam persiapan Pilkada 2020. Kaitannya dengan potensi terjadinya sengketa dalam proses Pemilu dalam Pilkada serentak 270 Provinsi/Kabupaten/Kota yang salah satunya digelar di Sumbawa. Dengan mengedepankan pencegahan. Tim Asistensi Devisi Sengketa Bawaslu RI, Dayanto S.H, M.H, menjelaskan, kemungkinan terjadinya potensi sengketa dalam proses Pemilu tetap ada. Sehingga perlu diantisipasi sejak dini. Sengketa dimaksud, bisa berkaitan dengan hak-hak peserta pemilihan dalam hal ini calon kepala daerah. Misalnya terkait keputusan yang diterbitkan oleh KPU kabupaten Sumbawa, yang berpotensi disengketakan. Sehingga, butuh konsolidasi sebagai persiapan, termasuk upaya pencegahan. Sebab kewenangan penyelesaian sengketa termasuk di dalamnya pencegahan terjadinya sengketa. “Kalau kita belajar dari Pilkada 2018 kemarin, ada 82 kasus permohonan penyelesaian sengketa. Trennya itu terjadi di tahap pencalonan. Karena memang objek sengketa biasanya terjadi di tahap pencalonan. Bisa dalam bentuk surat keputusan KPU atau berita acara,”urai Dayanto yang didampingi Komisoner Bawaslu Provinsi NTB, Dr. Yuyun Nurul Azmi. Penyelesaian sengketa dalam hal inu, bisa dalam konteks pencegahan maupun penanganan penyelesaiannya. Tentu saja dalam kontek pencegahan ini, penting untuk Bawaslu senantiasa mengingatkan para peserta pemilu. “Kan biasanya sengketa itu terjadi karena kurang syarat dan macam-macam. Bisa mengingatkan peserta Pemilu untuk syarat-syarat yang masih kurang itu bisa disesuaikan. Itu bisa menjadi bagian dari strategi pencegahannya. Dalam konteks penanganannya, penting dipersiapkan standar ruang sidang, kemudian kesiapan SDM dan lain-lain,” tukasnya. Tentu saja langkah-langkah pencegahan paling dikedepankan. Sebab namanya pelanggaran bisa bersifat adminsitratif bisa pula pidana. Dalam hal ini, dituntut profesionalisme dan integritas Bawaslu Kabupaten/Kota. Agar kredibilitas penyelenggaraan Pemilu bisa dipertanggung jawabkan. Termasuk juga membantu membuka ruang pengawasan partisipatif. Pilkada yang partisipatif baik dari sisi pengawasan maupun dari sisi penyelenggaraan itu sendiri. Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP, mengapresiasi kedatangan Tim Bawaslu RI yang memilih Sumbawa untuk melihat sejauh mana kesiapan dalam proses Pilkada. Teruatam kaitannya dengan upaya pencegahan dalam meminimalisir potensi terjadinya sengketa dalam proses Pilkada. (arn)

Tidak saja memetakan pasar kerja smelter. KSB bahkan sudah memikirkan jangka pendeknya dan panjangnya. Unuk jangka pendek, pemerintah akan menyiapkan tenaga-tenaga lokal kebutuhan masa konstruksi smelter sementara dalam jangka panjang menunjang kegiatan produksi berikut operasional seluruh industri turunannya. “Untuk peluang tenaga kerja lokal agar bisa diakomodir di smelter nanti kita sudah mulai pikirkan juga sekarang ini,” klaim Asisten Perekono-

mian Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) KSB, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si. Tim percepatan rencana pembangunan smelter dan industri turunannya yang dibentuk Pemprov NTB dan Pemda KSB telah bekerja. Salah satu tugasnya melakukan pemetaan kebutuhan kerja pabrik tersebut nantinya. Menurut H. Amry, KSB sebagai bagian dalam tim sejak awal getol memperjuangkan agar kelak smelter berikut industri turunnya dapat mengkomodir para tenaga kerja lokal

KSB. “Jadi selain oleh kita sendiri, di tim percepatan juga mengejar bagaimana menyapkan tenaga kerja lokal yang sesuai dengan kebutuhan smelter nanti,” cetusnya. Sebagai langkah awal, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat telah memulai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja smelter. H. Amry mengungkapkan, Disnakertrans telah menggelar studi banding ke sejumlah daerah yang memiliki industri smelter seperti ke Gresik, Jawa Timur. Di sana,

dinas teknis mencari informasi ke pemerintah setempat termasuk perusahaan mengenai jenis keahlian yang dibutuhkan sebuah pabrik smelter. “Kita fokus dulu kebutuhan smelter dan sambil jalan kita juga akan data kebutuhan industri turunannya agar kita bisa siapkan tenaga lokal kita,” bebernya. Selanjutnya sambung H. Amry, untuk mengisi tenaga kerja lokal sesuai skill yang dibutuhkan smelter. Pemda KSB ke depannya akan mengadakan pendidikan dan pelatihan, baik bekerja sama dengan menggandeng perusahaan atau secara mandiri lewat program balai lapangan kerja (BLK) dan kerja sama dengan lembaga pendidikan yang mengajarkan keterampilan sesuai pasar kerja smelter.

(Suara NTB/bug)

H. Amry Rakhman “Kita sudah memiliki rencana jangka panjang dan menyeluruh menyambut kehadiran smelter. Termasuk merebut pasar kerjanya untuk tenaga lokal. Dan sekarang kita kerjakan secara paralel dengan persiapan jelang pembangunannya,” klaim H. Amry. (bug)

Mahasiswa Baru Pascasarjana UT Sumbawa Dapat Suntikan Motivasi

(Suara NTB/arn)

LOMBA MANCING - Para peserta lomba mancing di Pantai Goa Sumbawa, Sabtu (21/9). Kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk mempromosikan wisata bahari di Sumbawa.

Sumbawa Besar (Suara NTB) Universitas Terbuka UPBJJ Mataram menyelenggarakan OSMB Edukasi Keterampilan Belajar Mandiri bagi Mahasiswa Pascasarjana S2 Manajemen, Minggu (22/9), di di SMPN 1 Sumbawa Besar. Sekda Kabupaten Sumbawa Drs. H. Hasan Basri M.M, mengapresiasi pihak UT Mataram yang telah membuka kelas untuk jenjang Pascasarjana konsentrasi Manajemen dan Strata Satu Program Studi PGSD dan PGPAUD. Sekda pun memotivasi mahasiswa yang saat ini sudah memasuki sesi 3 pada semester I tahun 2019/2020. Ditegaskannya, dalam menuntut ilmu tidak memandang batas usia, dan dirinya mengakui menyelesaikan pasca sarjananya saat berusia 54 tahun. Serta bersyukur dengan menempuh pendidikan S2 di UT, menjadi kredit poin saat mengikuti assessment calon sekretaris daerah. Selaku

pembina kepegawaian dan selaku Ketua TAPD, Sekda mendukung para aparatur birokrasi dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kapasitasnya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Sesuai arahan, saya telah menindaklanjuti untuk menganggarkan biaya pendidikan bagi program Pascasarjana di Tahun 2020 terhadap proposal yang diajukan oleh BKPP terkait Program Peningkatan SDM Aparatur di Kabupaten Sumbawa khususnya bagi ASN yang melanjutkan studi kejenjang Pascasarjana S2 Manajemen UT,” ujar H. Bas, sapaan akrab salah satu alumni Pascasarjana UT ini. Dengan demikian, Sekda berharap agar peningkatan pendidikan ASN dapat menunjang pelaksanaan tugas-tugasnya sehingga organisasi pemerintahan di Kabupaten Sumbawa akan lebih akseleratif dengan kehadiran para alumni pascasarjana UT nantinya. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse Krimimal (Satreskrim) Polres Sumbawa Barat, mengamankan dua terduga sindikat pencurian kendaraan bermotor dan penjambretan yang kerap meresahkan. Kedua pelaku yang diketahui berinisial AP (34) dan NSR (30) ditangkap saat hendak menjual barang hasil rampasannya. Dari pengakuan keduanya, mereka sudah melakukan aksi tersebut di empat lokasi dengan jumlah barang rampasan mencapai tujuh buah HP dengan bermacam-macam merek. “Keduanya saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan kita tahan untuk diproses selanjutnya. Kedua tersangka ini juga telah menjadi target operasi (to) Polres setempat sejak tahun 2016 lalu dengan kasus yang sama. Kami juga akan terus melakukan pengembangan, karena kita indikasikan masih ada BB dan TKP lain yang belum terungkap,” ungkap Kasat Reskrim Polres KSB, AKP. Muhaemin, SH, S.IK kepada Suara NTB, Minggu (22/9). Dikatakannya, sesuai laporan pengaduan masyarakat yang diterima, saat ini tercatat ada sekitar lima kasus penjambretan dan tiga kasus curanmor yang dilakukan keduanya. Khusus untuk kasus penjambretan AP (34) menjadi pelaku utama yang sudah menjadi TO polres setempat. Selain menjambret HP, AP ini juga sudah sangat sering menjambret emas dan kasus terakhirnya saat ini ditangani di Polres Taliwang. Kedua tersangka juga ter-

golong cukup berani, karena kasus-kasus di tahun sebelumnya belum ada yang seperti ini. Hanya saja dari kedua orang ini, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya. “Hasil pengakuan dari kedua tersangka ini, masih ada satu orang lainnya yang merupakan pemetik sekaligus penjual hasil tindak pidana pencurian dan penjambretan tersebut. Kita juga akan terus mencari tersangka lain dalam kasus ini,” imbuhnya. Ditambahkannya, modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan berpurapura meminjam HP kepada calon korbannya. Saat korban ini lengah, keduanya langsung tancap gas. Selain modus tersebut, keduanya juga melakukan aksi dengan memepet kendaraan korbannya. Jika kondisi sudah dirasa aman, maka mereka akan langsung melancarkan aksinya. Aksi yang dilakukan keduanya juga tergolong sadis, karena mereka tidak memikirkan kondisi orang yang dirampas barangnya. Padahal ketika mereka hendak merampas, terlebih dahulu kendaraan sasarannya dipepet dari belakang. Sementara barang hasil curian tersebut rata-rata dibawa ke arah Maluk untuk dijual. Kemudian hasil penjualan barang curian itu dibagi rata dan digunakan untuk berpesta. “Ketiganya kita jerat dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal di atas lima tahun penjara. Sementara barang bukti yang berhasil kita amankan dari tangan pelaku yakni, tujuh buah HP dan uang Rp1,1 juta,” pungkasnya. (ils)

Lomba Mancing, Cara Promosikan Wisata Bahari Sumbawa Kerap Meresahkan, Terduga Pelaku Jambret Diringkus

Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa menggelar lomba mancing rangkaian Festival Pesona Moyo 2019, Sabtu (21/9), di Pantai Goa Kecamatan Labuan Badas. Salah satu wahana mempromosikan sumber daya pesisir dan laut Sumbawa, hususnya wisata bahari. Bupati Sumbawa melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Sumbawa, L. Suharmadji K, menyampaikan, kegiatan ini mempunyai nilai strategis sebagai, salah satu wahana meningkatkan nilai-nilai budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. Sekaligus meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pesisir dan laut sebagai sumber ekonomi dan sumber kehidupan. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan tersebut harus dilaksanakan secara terpadu dengan keterlibatan berbagai sektor dan berkelanjutan. Dengan mengembangkan nilai-

nilai dan potensi lokal daerah yang diharapkan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah serta pengembangan sektor pariwisata. Bupati juga berharap, kegiatan ini dapat mempromosikan potensi sumber daya pesisir dan laut di Sumbawa, khususnya wisata bahari. Untuk itu diperlukan dukungan, kerjasama, dan koordinasi yang efektif serta harmoni dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan. Khususnya di wilayah pesisir dan laut yang telah terjalin dengan baik selama ini. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Ir. Dirmawan menyampaikan di NTB, potensi perikanan terbesar itu ada di sumbawa. Yang memiliki dua wilayah pengolahan perikanan. Ada pengolahan perikanan 713 yang meliputi Laut Flores terma-

suk Teluk Saleh dan sekitarnya dan pengolahan perikanan 573 meliputi Samudra Hindia. Tapi yang paling besar dimanfaatkan sekarang adalah 713 dimana hampir semua ikan ekspor baik yang diekspor dari Sumbawa, Bali maupun Jawa itu dihasilkan oleh wilayah pengolahan 713. “Ekspor kita sampai dengan tahun 2018, lebih kurang 55,7 ton ikan yang sudah diproses di PT Bali Sea Food Internasional dengan tujuan Amerika. Tahun 2019 sampai dengan hari ini 176 ton yang kita ekspor ke Amerika dan Philifina 6 ton. Ini adalah gambaran yang sangat luar biasa bagi sektor perikanan kita dan ini belum pernah terjadi sebelumnya, walaupun pelabuhan muat nya ada di pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya,” terangnya. Jumlah tahun lalu peserta dari lomba mancing ini hanya sekitar 178 dan tahun ini sudah terdaftar 400 peserta dengan angka kenaikan 100 persen dari tahun lalu. (arn)

SKPD dan Mantan Anggota Dewan Menunggak Rp300 Juta Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat, mencatat sekitar Rp300 juta temuan kerugian negara hingga saat ini belum dikembalikan oleh SKPD dan Mantan Anggota DPRD sejak 2008 lalu. Terhadap tunggakan tersebut, Inspektorat memberikan batas waktu hingga dua bulan kedepan sudah harus tuntas. Jika tidak maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa (Kejari) sebagai pengacara negara. Inspektur Inspektorat Sumbawa Barat, Ir. H. Ady Mauluddin M.Si, kepada Suara NTB mengatakan, total temuan kerugian negara di KSB sejak tahun 2013 mencapai angka Rp600 juta. Dari angka itu, yang tersisa tinggal Rp300 juta yang belum mengembalikan uang tersebut. Terkait masalah ini, pihaknya sudah memanggil pihak terkait bersama dengan Kejaksaan untuk diingatkan supaya tidak lupa akan tanggung jawab mereka. Bahkan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Kejaksaan, para penunggak sepakat untuk membayar paling lambat dua bulan kedepan. Jika kesepakatan ini dilanggar, maka Kejaksaan sudah memberikan peringa-

tan tegas akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Hal ini tentunya sangat berasalan, karena pihak-pihak yang terlibat sudah sering dipanggil baik itu oleh Inspektorat maupun Kejaksaan, tetapi tidak ada progres yang menggembirakan. Makanya upaya tegas harus dilaksanakan supaya mereka tidak lalai dengan temuan tersebut dan bisa segera diselesaikan. Jika tidak kunjung diselesaikan juga, maka temuan tersebut tetap akan muncul setiap audit BPK diterima Pemerintah di tahun-tahun berikutnya. “Kami sengaja memberikan atensi serius terhadap persoalan ini karena sudah lama menjadi tunggakan. Kami juga berharap supaya pejabat yang masih memiliki tunggakan untuk bisa membayarnya, karena jika tidak maka sanksi tegas berupa pidana tetap tetap diterapkan bagi penunggak,” ungkapnya. Dikatakannya, berdasarkan temuan tersebut tercatat ada sekitar Rp200 juta berada di mantan anggota DPRD terkait kasus dugaan kelebihan bayar SPPD. Rekanan pihak ketiga yang tidak kunjung membayar denda, dan juga adanya kelebihan bayar perjalanan dinas oleh pimpinan SKPD. Terkait

dengan masalah ini, pihaknya sudah mengingatkan kepada para penunggak untuk membayar segera sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Jika tidak, maka kasusnya akan langsung ditangani oleh Kejaksaan. Hal ini tentu sangat beralasan, karena para penunggak ini sudah dua kali dipanggil oleh Kejaksaan untuk segera membayar. Pihaknya juga tetap akan kembali mengingatkan kepada para penunggak agar tidak lalai dan mematuhi kesepakatan yang mereka buat. Jika tunggakan ini tuntas, pihaknya optimis penyelesaian temuan BPK bisa mencapai angka 80 persen. Sementara untuk 20 persennya merupakan kasus lama dan sudah diusulkan untuk dilakukan penghapusan karena sudah tidak ada lagi yang bertanggung jawab. Seperti kasus perampokan yang terjadi di Dinas Dikpora yang ditaksir mencapai angka Rp60 juta dan itu tidak mungkin bisa dilakukan pengembalian kembali. “Kami tetap berupaya melakukan penagihan terhadap kerugian negara yang masih tertunggak. Kami juga berharap supaya dalam jangka waktu dua bulan bisa segera tuntas, sehingga penyelesaian temuan BPK bisa mencapai angka 80-90 persen,” pungkasnya. (ils)

(Suara NTB/ist)

JAMBRET - Nampak tersangka penjambret beserta barang bukti saat diamankan di Polres KSB.


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Rakerkesda Dompu 2019, Libatkan Pemangku Kepentingan Tangani Masalah Kesehatan Dompu (Suara NTB) Rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) tingkat Kabupaten Dompu yang dibuka Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin pada Rabu (18/9/2019) lalu berlangsung dua hari. Kegiatan yang diisi diskusi dan menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan Provinsi dan lintas sektoral lingkup pemeritah Kabupaten Dompu ini menghasilan beberapa rekomendasi. Penanganan masalah kesehatan ini tidak hanya cukup oleh Dinas Kesehatan, tapi harus melibatkan banyak pihak. Berikut rekomendasi Rakerkesda Kabupaten Dompu tahun 2019 yang dihimpun dari diskusi – diskusi selama rapat kerja yang berlangsung 2 hari sejak Rabu hingga Kamis, (18 – 19/9/2019) lalu. Untuk penurunan stunting, melalui penguatan konvergensi lintas program lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting dengan Bappeda dan Litbang sebagai leading sektor. Peningkatan upaya promosi dan kampanye tablet tambah darah serta monev konsumsi TTD yang melibatkan masyarakat. Promosi dan ka-

mpanye vitamin A melalui pendekatan dengan masyarakat, promosi IMD (Insisiasi Menyusu Dini) dan ASI eksklusif di tingkat masayarakat dan adanya kebijakan di RSUD Dompu tetang pelaksanaan IMD dan Asi eksklusif. Penanganan intervensi gizi sensitif dan spesifik di fokuskan pada sasaran rumah tangga 1.000 hari pertama kehidupan. Penyediaan air bersih dan sanitasi. Penigkatan pemanfaatan data EPPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) sebagai sumber data stunting. Suplemen gizi makro (PMT), Ibu Jari. Promosi makanan berfortifikasi termasuk garam beryodium (Pengawasan SNI Wajib Produk Industri), kebijakan kerkait fortifikasi pangan dan pengawasan peredaran garam Halo yang dituangkan dalam Perbub dan Perda. Tata laksanan gizi buruk dan gizi kurang. Pemantauan pertumbuhan balita (perlu pengadaan Antropometri). Eliminasi TB melalui sosialisasi penyakit TBC melalui FORIKAN, KLP Pengolah dan Pemasar, POKDAKAN,KUB

Penanganan Rumah Korban Kebakaran Masih Berselimut Ketidakpastian Dompu (Suara NTB) Perbaikan rumah korban terdampak kebakaran di Dusun Woro Atas Desa Bakajaya, belum mendapat kepastikan. BPBD dan Dinsos Kabupaten Dompu saat ini justru saling lempar tanggung jawab. Sementara warga di tengah ketidakpastian itu terpaksa harus menetap di tenda darurat. Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Drs. Imran M. Hasan saat dihubungi Suara NTB usai penyaluran logistik mengaku, tak berani memastikan perbaikan rumah para korban tersebut akan ditangani pihaknya. Sebab di instansinya tak tersedia anggaran yang akan dialokasikan. “Kita tidak berani jamin perbaikannya karena memang tidak tersedia anggaran di kantor,” ungkapnya. Biasanya, lanjut dia, penanggulangan dampak kebakaran rumah semacam ini menjadi tanggung jawab Dinas Sosial (Dinsos). Sebagaimana tugas pokok dan fungsi yang diemban. Sedangkan BPBD fokus pada penanggulangan kerusakan yang diakibatkan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung dan sebagainya. “Masalah ini harusnya Dinsos yang bergerak karena itu tupoksinya mereka,” tegasnya. Terpisah Sekertaris Dinsos, Abdul Haris, SH., ditemui Jumat (23/8) kemarin mengatakan, atas insiden kebakaran yang telah menghanguskan delapan unit rumah warga tersebut pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan tenda darurat. Baik berupa terpal, makanan siap saji serta perabotan rumah tangga lain yang dibutuhkan. Sedangkan menyangkut perbaikan rumah untuk ditempati kembali para korban. Ditegaskannya, BPBD yang memiliki kewenangan menanganin dan mengusulkannya ke pemerintah daerah maupun provinsi. “Kalau Dinsos kan hanya memberikan bantuan tanggap darurat saja, soal bantuan perbaikan dan sebagainya itu bisa dilakukan oleh BPBD,” tandasnya. Tak adanya kepastian terkait perbaikan rumah tersebut juga diakui salah seorang korban. Ialah Misbah, pemilik rumah yang menjadi sumber awal percikan api dalam insiden kebakaran itu. Ia mengatakan, semenjak didatangkannya berbagai jenis bantuan oleh beberapa instansi ke tenda darurat belum ada satupun pihak yang menjanjikan perbaikan rumah. Padahal, menurutnya, ini yang jauh lebih penting agar ia dan keluarga bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal. “Harapan kami yang paling besar itu ya bagaimana rumah kami bisa kembali dibangun. Karena akibat kebakaran ini tidak ada lagi yang tersisia, bahkan tabungan saya hasil menjual motor Rp10 juta sudah hangus terbakar,” ungkapnya. Bantuan yang dibutuhkan tak mesti seperti rumah panggungnya yang telah hangus terbakar beberapa waktu lalu. Terpenting yakni bantuan tersebut layak untuk ditempati. Karena untuk mengharapkan modal pribadi dirasa berat apalagi dirinya hanya seorang penjual ikan. “Itupun saya jual punya orang, hanya mengambil upah tiap harinya Rp50 ribu,” pungkasnya.(jun)

(Suara NTB/jun)

KORBAN KEBAKARAN – Korban kebakaran di Dusun Woro Atas kini menetap di tenda darurat, Jumat (23/8).

Nelayan/Pesisir. Memberikan bantuan benih ikan air tawar pada penderita yang tinggal di lokasi yang memenuhi untuk budi daya ikan, pemberian PMTAS dalam upaya peningkatan gizi anak sekolah sehingga tidak mudah tertular penyakit TBC. Sosialisasi penyakit melalui kelompok perlindungan mata air dan kelompok bank sampah. Sosialisasi rumah tidak layak huni dan penjaringan kasus TB melalui program ketuk pintu. Pelayanan mobile untuk KTP, KK dan Akte Kelahiran untuk screning TB. Pembinaan pada kelompok tani mengenai peningkatan gizi keluarga sebagai usaha pencegahan penyakit TBC melalui dana DBCHT. Penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui memaksimalkan peran kader dan masyarakat dalam menjaring K1 murni (umur kehamilan kurang dari 12 pekan), pembentukan kelas ibu hamil, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan pada fasilitas layanan kesehatan di Desa/Kelurahan, menekan pernikahan dini (kurang 18 tahun), dan mencegah pengiriman tenaga

(Suara NTB/ist)

DISKUSI - Suasana diskusi pada Rakerkesda Kabupaten Dompu di hari pertama, Rabu (18/9/2019). Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama kepala bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, I Dewa Gde Wiguna, SKM, M.Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes (foto kanan). kerja yang sedang hamil. Pembentukan jejaring donor darah dan pembentukan ambulan Desa. Mengaktifkan kembali Desa Siaga dan Kecamatan Siaga untuk ibu hamil. Penanganan penyakit tidak menular melalui advokasi maksimal dari lintas sektoral kepada keluarga. Diantaranya pembentu-

kan tim TPKJM dari tingkat Desa, Sosialisasi Keswa dan Napza di sekolah dan masyarakat, Verivikasi ulang data kependudukan,DukungandanaDesapenjemputan ODGJ pulang, Deteksi pemasungan per rumah, Pendekatan terhadap keluarga ODGJ yang pasung, Pemberdayaan kembali ODGJ mandiri pasca perawatan,

jahtera. “Karena sudah sejahtera sehingga dianggap tidak layak lagi menerima manfaat PKH,” katanya. Dengan kondisi itu, ada perkembangan tingkat kesejahteraan sifnifikan yang terjadi sejak program ini diluncurkan. Bahkan ada sebagian KPM mengundurkan diri, yang sudah membaik tingkat perekomoniannya. “Mereka (KPM) yang mundur ini juga ingin agar program PKH ini, didapat oleh keluarga lainnya. Yang betul-betul

monitoring dan evaluasi terpadu. Terhadap penanganan penyakit rabies, Rakerkesda merekomendasikan agar dilakukan penyuluhan dengan merujuk korban gigitan GPHR oleh tim terpadu penanggulangan rabies Desa ke puskesmas, sweeping korban gigitan HPR, dan penyuluhan tentang penyakit rabies. (ula/*)

Ombudsman RI akan Pertemukan CPNS KII 256 dan Bupati Dompu (Suara NTB) Ombudsman RI segera mempertemukan 256 CPNS KII dengan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin. Pertemuan yang dijadwalkan 27 September dan turut menghadirkan BKN tersebut dalam rangka memperjelas SK pengangkatan PNS mereka yang diduga sengaja ditahan. Salah seorang perwakilan CPNS KII dari kelompok 256, Wasidan kepada wartawan, Minggu (22/9) membenarkan adanya undangan pertemuan dari Ombudsman RI tersebut. Pertemuan kedua atas laporan yang disampaikan pihaknya itu menyusul tak juga ditemukannya titik temu atas masalah yang sudah dihadapi bertahun-tahun ini. “Agustus kemarin 256 dipanggil belum ada hasil, dipanggil lagi Bupati. Akhirnya sekarang 256 dipertemukan dengan beberapa pihak itu. Mungkin ini dicari di mana sebenarnya kendala sehingga SK ini bisa mandeg. Apa di BKN, kita atau Bupati,” ungkapnya. Menindaklanjuti undangan pertemuan tersebut pihaknya bersama CPNS lain

tengah mendiskusikan berapa orang perwakilan yang akan dikirim ke Ombudsman. Termasuk mengupayakan solusi biaya keberangkatan mereka. Prinsipnya, lanjut Wasidan, pertemuan yang melibatkan pihak terkait seperti Bupati, BKN dan pihaknya ini mesti membuahkan hasil dan menjadi titik akhir dari perjuangan mereka. Yakni menerima SK pengangkatan sebagai PNS. “Intinya kita mau SK segera diserahkan, bila perlu ada surat resmi dari BKN untuk meminta Bupati menerbitkan SK kami. Sehingga pemangku kebijakan tidak asal dan berdampak hukum,” tgasnya. Ditambahkan, selama SK PNS KII dari kelompok 256 ini tidak diserahkan pihaknya

(Suara NTB/ist)

BERTENDA – CPNS KII dari kelompok 256 masih bertenda di Lapangan Beringin Setda Dompu. Aksi tersebut dipastikan berakhir ketika ada kejelasan SK PNS, Minggu (22/9). akan tetap menggelar aksi demonstrasi, termasuk bertenda di lapangan beringin yang sudah dimulainya Kamis lalu. Kalaupun ada pihak yang

datang menertibkan, Wasidan menutut agar yang bersangkutan bertanggung jawab atas nasib yang dialami selama hampir lima tahun tersebut.

“Kita akan bertenda sampai ada SK, kalau ada yang datang menertibkan dia harus bertanggung jawab atas nasib kami,” pungkasnya. (jun)

Berulang Kali Dipanggil, Warga Diminta Melapor Jika Pengelolaan BUMDes Bermasalah Dua ASN Belum Juga Bima (Suara NTB) Warga diminta untuk melaporkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) maupun Inspektorat apabila menemukan pengelolaan BUMDes yang bermasalah. Kepala DPMD Kabupaten Bima, Tajuddin, MH, mengaku banyak informasi terkait pengelolaan BUMDes di sejumlah Desa di Kabupaten Bima diduga bermasalah yang disebarkan melalui sosial media. “Banyak informasi. Oleh karena itu kami minta masyarakat untuk melapor. Kami siap terima dan memprosesnya,” katanya akhir pekan kemarin. Menurutnya, BUMDes merupakan program wajib pemerintah sebagai badan usaha milik Pemerintah Desa. Setiap kinerja dan pengelolaan BUMDes harus diawasi dan dikontrol bersama termasuk oleh masyarakat. “Kita harus mengawasinya bersama,” katanya. Tajuddin mengaku, ada sejumlah BUMDes bermasalah yang telah menjadi perhatiannya saat ini. Sayangnya Ia enggan membeberkan

Lunasi Kerugian Negara

(Suara NTB/Uki)

(Suara NTB/Uki)

Tajuddin

Abdul Wahab

secara jelas BUMDes yang dimaksud. Namun Ia meminta warga harus proaktif megawasi BUMDes yang ada. “Ada sejumlah Desa terkait pengelolaan BUMDes yang akan menjadi atensi kita. Setelah ini kita akan koordinasi dengan Inspektorat,” katanya. Kepala Inspektorat Kabupaten Bima, H. Abdul Wahab SH juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta warga untuk melaporkan ke pihaknya apabila ada BUMDes yang diduga bermasalah ataupun

menyalahgunakan anggaran. “Kami imbau warga melapor dengan disertai bukti-bukti awal, agar diatensi dan ditangani lebih lanjut,” katanya. Wahab mengaku sejauh ini pihaknya banyak mendapatkan kabar laporan BUMDes di Kabupaten Bima yang bermasalah. Bahkan saat ini, sedang memproses beberapa aduan atau laporan yang masuk. “Kalau ada Laporan dan bukti awal yang masuk kami siap untuk memprosesnya,” pungkasnya. (uki)

Sudah Sejahtera, Ratusan KPM PKH Dicoret Kota Bima (Suara NTB) – Sekitar ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bima telah dicoret tahun 2019. Saat ini tengah didata KPM baru sebagai penggantinya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima, Drs. H. Muhidin, MM, kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Kata dia, pencoretan kurang lebih 500 KPM itu karena dinilai telah se-

Minilok lintas sektor, Posyandu keluarga peduli ODGJ, Rumah singgah untuk ODGJ terlantar, dan seruan tentang peduli ODGJ dan bahaya narkoba lewat kegiatan keagamaan. Untuk peningkatan cakupan imunisasi diantaranya melalui advokasi dan desiminasi program imunisasi. Serta melakukan

membutuhkan,” katanya. Sementara untuk mengisi ratusan nama yang dicoret tersebut, Muhidin mengaku, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan untuk penambahan penerima. Yang tercatat ada sebanyak 300 calon KPM. “Ada sekitar 300 calon KPM yang didata,” katanya. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinsos, hanya bertugas dan memiliki kewenangan melalukan pendataan. Kemudian datanya akan dikirim ke Kementrian

untuk diverifikasi. “KPM ini bukan kami yang tentukan, menerima atau tidak. Tapi pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial. Kita di Daerah hanya mendata kemudian mengirimnya,” katanya. Selain itu lanjutnya, para tenaga pendamping PKH yang tersebar di lima Kecamatan di Kota Bima, masih mengumpulkan data, berdasarkan dengan kriteria dan syarat yang ditetapkan. “Setelah terkumpul, nanti akan langsung dikirim ke pusat,” pungkas Muhidin. (uki)

(Suara NTB/Uki)

Muhidin

Kota Bima (Suara NTB) Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima Drs. H. Fakhrunraji, ME enggan memberikan komentar banyak terkait dua dari empat ASN yang hingga kini belum melunasi kerugian negara sebesar Rp1,1 Miliar berdasarkan temuan BPK. “Soal ini saya tidak ingin berkomentar banyak,” katanya, belum lama ini. Meski begitu, Fakhrunraji menegaskan akan tetap kooperatif persoalan yang sedang diselidiki oleh Tipikor Polres Bima Kota tersebut. Bahkan dirinya sudah memberikan keterangan dihadapan penyidik, beberapa waktu lalu. “Lagipula persoalan ini juga jauh sebelum saya menjabat Kepala Bappeda. Tapi saya akan tetap kooperatif, apabila keterangan saya dibutuhkan penyidik,” katanya. Sementara, Sekretaris Daerah, Drs. H. Muhktar Landa MH, mengaku sudah berkali-kali memanggil dua ASN masing-masing berinisial MH dan NS meminta agar segera melunasi kerugian negara. “Sudah berkali-kali dipanggil dan dibina. Bukan saja sebagai Sekda dan Ketua TPTGR, juga berbicara secara pribadi, agar persoalan ini diselesaikan keduanya,” katanya. Dengan melihat kondisi itu, Sekda yang mewakili Pemerintah Kota tidak bisa berbuat banyak. Apalagi saat ini, persoalan tersebut sedang ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Tipikor Polres Bima. “Ya mau tidak mau semua pihak harus kooperatif,” katanya. Terkait dengan sikap MH dan NS yang belum melunasi kerugian Negara, Sekda mencoba untuk berpikir positif, karena kemungkinan keduanya ingin mengembalikan kerugian negara, namun belum ada kemampuan. “Barangkali atau mungkin saja keduanya (MH dan NS.red) belum memiliki kemampuan. Bukan tidak in-

gin mengembalikan,” katanya. Meski demikian, Mukhtar akan tetap meminta agar keduanya segera melunasi kerugian Negara, sesuai dengan yang dibebankan. Masing-masing, MH melunasi sebesar Rp205 juta dan NS sebesar Rp276. Terpisah, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, juga menyampaikan hal yang sama ketika dimintai komentarnya terkait ada dua ASN yang hingga kini belum melunasi kerugian negara. “Kita serahkan proses hukum yang berjalan saja. Persoalan ini sudah ditangani Kepolisian, jadi biarkan berjalan sesuai prosesnya,” ujarnya. Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, temuan kerugian negara pada Bappeda dan Litbang Kota Bima sebesar Rp 1,1 miliar, hingga kini yang dikembalikan baru setengah atau sebesar Rp552 juta. “Masih ada Rp 482 juta lagi yang harus disetorkan yang diwajibkan untuk dikembalikan ke kas Negara,” kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK. Dari empat dari empat orang yang menandatangani Surat keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM), baru dua yang melunasinya. Masing-masing inisial AL (Mantan Kepala Bappeda) dan TF (Sekretaris Bappeda). “Sementara dua orang lainnya yang belum melunasi, masing-masing inisial, NS, (mantan Bendahara) dan MH,” katanya. Hilmi menegaskan, meski kerugian negara sudah ada sebagian yang dikembalikan. Namun tahapan dan proses penyelidikan yang dilakukan saat ini, masih akan terus berjalan hingga kerugian tidak ada lagi kerugian negara. “Kami masih akan terus melakukan penyelidikan, sepanjang masih ada kerugian negara,” ujarnya. (uki)


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

Rencana Koalisi Golkar - Demokrat di Sejumlah Daerah Hampir Klop Mataram (Suara NTB) Partai Demokrat membuka diri untuk menjajaki peluang membangun koalisi dengan sejumlah partai politik dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 yang akan digelar tujuh kabupaten/kota di NTB. Namun dari sejumlah partai politik yang sudah dijajaki sampai sejauh ini, peluang koalisi paling sudah sangat terbuka yakni dengan Partai Golkar. Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi Suara NTB pekan kemarin, tidak menampik bahwa komuninasi politik dalam rangka penjajakan koalisi dengan Partai Golkar sudah sangat intens dibangun. “Dengan Golkar kita sudah sangat serius,” ujar Mahalli. Bahkan disampaikan Mahalli, progres komuninasi politik yang sudah dibangun dengan Golkar sudah nyaris klop. Karena kedua partai telah menemukan kesepemahaman politik dalam menghadapi Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB. Dikatakan Mahalli, pembicaraan Demokrat dengan Golkar sudah dilakukan beberapa kali. “Kita sudah jauh bicara, kita sudah banyak bicara. Pembicaraan kita ini dengan Golkar sudah 90 persen,” ungkap anggota DPRD Provinsi NTB tersebut. Lebih lanjut disampaikan Mahalli, pembicaraan terkait peluang koalisi dengan Golkar tersebut tidak hanya untuk daerah tertentu saja. Namun mencakup tujuh kabupaten/ kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020. Terbukanya peluang Golkar dengan Demokrat untuk menjalin koalisi di pilkada serentak 2020, tidak lepas dari peran mantan Ketua DPD Demokrat NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB), yang kini telah bergabung menjadi politisi Partai Golkar. Mahalli yang dikonfirmasi terkait hal itu tidak menampiknya. “Makanya, siapa bilang kita tidak bersama TGB lagi, Insya Allah (Pilkada 2020) kita tetap bersama-sama dengan TGB,” jawab Mahalli. Komunikasi politik yang dibangun Demokrat dari jauhjauh hari dengan sejumlah parpol, termasuk Golkar. Karena Demokrat ingin memastikan dalam persiapan menghadapi Pilkada serentak 2020, partainya sudah rapi. Demokrat tidak ingin kembali mengulang kesalahannya pada Pilkada serentak 2018 lalu di Kabupaten Lombok Barat, yang gagal mendaftarkan bakal calon yang akan diusungnya, karena keterlambatan memutuskan membangunan koalisi. Sehingga Demokrat tidak bisa mendaftarkan pasangan bakal calon ke KPU sampai akhir masa pendaftaran ditutup. “Dalam Pilkada kali ini Demokrat tidak mau terlambat, cukup peristiwa jadi pelajaran, akhirnya tidak bisa nyalon. Karena kita harus dari awal, karena Demokrat harus cari teman koalisi,” pungkasnya. Ditempat terpisah, politisi Golkar, Mariadi yang juga digadang-gadang kuat menjadi kandidat kepala daerah di KLU, mengakui bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Demokrat. Bahkan Ketua DPC Demokrat KLU, Najmul Ahyar yang juga bakal maju menjadi bakal calon petahana Bupati, telah menyampaikan keinginan untuk mengajak Mariadi menjadi pasangannya pada Pilkada KLU 2020 mendatang. (ndi)

Makmur Maju Lewat Jalur Independen Mataram (Suara NTB) – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Ir. H. Lalu Makmur Said, MM., mendeklarasikan diri untuk maju pada Pilkada Kota Mataram 2020 mendatang melalui jalur independen. Untuk memenuhi persyaratan telah dikumpulkan sekitar 30 ribu kartu tanda penduduk (KTP). KTP dikumpulkan sebagian diserahkan oleh para pensiunan aparatur sipil Negara (ASN) di Kota Mataram, yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Makmur melihat potensi dari para pensiunan ini sangat tinggi. Tercatat 8.900 pensiunan ASN di Kota Mataram. Secara organisasi, para pensiunan tidak boleh berpolitik. Tetapi pada pemilihan legislatif 2019, pihaknya mendukung anggotanya yang berikhtiar di jalur politik, sehingga di DPRD Kota Mataram dan DPRD NTB, ada anggota PWRI yang bisa menjembatani aspirasi para pensiunan. “PWRI tidak pernah mengarahkan pilihan. Setelah ada anggota berpolitik, jadi urusan masing – masing,” kata Makmur. Dia menegaskan, mesti sebagai Ketua PWRI Kota Mataram, bukan berarti organisasi ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Keinginan maju sebagai bakal calon Walikota murni keputusan pribadi. Artinya, tidak ada konsekuensi apapun bila dirinya maju. Sebagai persyaratan sebagai bakal calon yang memilih maju lewat jalur perorangan telah dikumpulkan 30 ribu KTP. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), persyaratan maju melalui non partai harus menyerahkan 8,5 persen KTP dari jumlah total calon pemilih. “Dan, Alhamdulillah persyaratan untuk jadi calon sudah terpenuhi. Sekarang KTP terkumpul 30 ribu,” sebutnya. Persyaratan administrasi untuk maju pada Pilkada Kota Mataram akan diserahkan pada Januari 2020 mendatang. (cem)

POLHUKAM

Halaman 8

Pilkada Mataram

PPP Ingin Usung Figur Perempuan

Mataram (Suara NTB) – Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri melontarkan wacana bahwa partainya akan mendorong figur perempuan untuk maju bertarung di Pilkada Mataram 2020 mendatang. Akri menegaskan bahwa khusus untuk Mataram, partainya akan mengusung calon perempuan. Dikatakan Akri, wacana PPP untuk mengusung figur perempuan untuk menjadi Walikota Mataram pada Pilwakot 2020, bukan hanya sekadar manuver belaka. Pihaknya memandang Kota Mataram butuh sentuhan tangan pemimpin perempuan, jika ingin melihat Mataram cepat melompat untuk mengejar ketertinggalannya dari Kota-kota lainnya di Indonesia. “Kita butuh kepemimpinan yang baru di Kota (Mataram) ini, kita ingin pemimpin perempuan. Karena kami meyakini, jika perempuan yang memimpin, maka pasti akan ada hal yang berbeda bisa kita rasakan. Karena selama dipimpin oleh laki-laki, Mataram

ini begitu-begitu saja dari dulu,” kata Akri saat dikonfirmasi wartawan pekan kemarin. Ketika ditegaskan dari keinginan PPP untuk mendukung figur perempuan di Kota Mataram, apakah mengarah pada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani yang sudah cukup kencang disebut-sebut bakal maju di Pilkada Mataram mewakili figur perempuan, Akri menjawab bahwa, pernyataannya bahwa partainya ingin mengusung figur perempuan menjadi bakal calon Walikota Mataram. Tidak hanya terbatas pada Selly semata. Menurutnya partainya memberikan ruang yang selebar-lebarnya kepada figur-fig-

ur perempuan yang lain, yang juga ingin ikut tampil maju bertarung dalam kontestasi Pilkada Mataram 2020. “Siapapun dia, karena banyak figur perempuan yang lain juga, misalnya di situ ada ibu Wartiah, kita akan dorong kalau ibu Ketua mau maju, karena bisa saja kita munculkan kader perempuan. Kalaupun tidak, kita dorong yang lain, intinya kita ingin perubahan di Mataram ini, sehingga mengapa harus perempuan,” jelasnya. Lebih lanjut disampaikan anggota DPRD Provinsi NTB itu, PPP ingin menjadikan Pilkada Mataram 2020 sebagai pilot project untuk mencalonkan dan memenangkan figur perempuan. PPP bakal

total menggerakkan mesin politik untuk figur perempuan yang akan dicalonkannya. “Khusus Mataram kita ingin jadikan Pilot project mengusung figur perempuan jadi calon Walikota. Kita akan habis-habisan untuk memperjuangkan perempuan bisa jadi terpilih menjadi Walikota Mataram. Karena kita ingin pemimpin yang baru, bukan dari yang sekarang ada ini,” ujarnya. Sebelumnya, PPP dikabarkan sudah merapat ke Golkar untuk membangun koalisi mengusung Ketua DPD II Golkar Kota Mataram, H. Mohan Roliskana sebagai bakal calon petahana Walikota Mataram. Bahkan rencana koalisi dengan Golkar tersebut di Pilkada, telah dimulai dari bergabungnya PPP ke dalam Fraksi Golkar di DPRD Kota Mataram. Akri yang dikonfirmasi terkait hal tersebut dengan tegas menepisnya. Menurutnya

(Suara NTB/ndi)

Muhammad Akri tidak ada hubungannya PPP ikut bergabung di Fraksi Golkar DPRD Kota Mataram, dengan rencana koalisi untuk Pilkada. Menurut Akri, hal tersebut merupakan dua hal yang berbeda. (ndi)

Penyidikan Kasus Kredit Perumahan Dompu Molor

(Suara NTB/her)

MANDEK - Pengerjaan RTG di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari ini mandek akibat aplikator membawa kabur dana bantuan korban gempa.

Pemda Lobar Desak Aparat Tangkap Oknum Aplikator dan Fasilitator Nakal Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman geram dengan ulah oknum aplikator dan fasilitator nakal yang diduga membawa kabur dana bantuan pembangunan rumah korban gempa. Dana bantuan yang dibawa kabur mencapai Rp1 miliar lebih. Pihak Disperkim pun mengancam akan melaporkan oknum fasilitator dan aplikator ke aparat berwajib. Disperkim telah berkoordinasi dengan Dandim untuk mencari para oknum tersebut. Saat ini para pelaku tengah diincar oleh aparat dalam hal ini TNI. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Perkim Lobar, HL. Winengan di ruang kerjanya akhir pekan kemarin. Winengan menegaskan, tidak hanya aplikator di Guntur Macan Kecamatan Gunungsari yang membawa kabur Rp800 juta lebih dana bantuan gempa. Namun pihaknya juga mendapat laporan ada oknum fasilitator yang membawa lari dana bantuan gempa mencapai Rp350 juta.

Sehingga ada total dana bantuan gempa yang diduga dilarikan diatas Rp1 miliar. “Selain Aplikator di guntur macan yang membawa kabur dana bantuan gempa, ada juga oknum fasilitator di Desa Kebon ayu yang membawa lari dana bantuan ini, mereka ini sedang diincar. Saya dan pak Dandim sedang pancing itu,” tegas dia. Ia menegaskan oknum aplikator di Guntur Macan harus ditangkap. Pihaknya meminta kepada aparat dalam hal ini kepolisian untuk mengejar dan menangkap oknum aplikator ini. “Kami di Pemda dan warga akan polisikan mereka,” katanya. Ia menegaskan oknum aplikator ini tidak boleh lagi bekerja di wilayah Lobar. Selain itu, pihaknya memutus kontrak aplikator ini, sebab sudah wanprestasi. Dana yang sudah diambil harus dikembalikan kepada warga. Terkait pengawasan yang di-

lakukan Pemda terhadap aplikator nakal, pihaknya melakukan pengawasan ketat. Namun persoalannya, Pokmas tidak pernah melapor ke Pemda terkait kontrak dengan para aplikator. Menurut dia, Pemda dalam hal ini Disperkim bahkan dianggap tidak ada. Pasalnya, ketika ada masalah barulah Pokmas melapor ke Pemda. “Kontrak dengan aplikator belum dilaporkan oleh Pokmas ke kami,” tegas dia. Padahal, pihaknya sudah meminta kepada para kades dan Pokmas agar melaporkan aplikator yang kontrak dengan Pokmas. Artinya, aplikator yang diajak kontrak kerjsama harus melalui rekomendasi dari dinas. Hal ini penting untuk memastikan aplikator bonafide atau tidak. Sebab aplikator yang dilaporkan ini dicek oleh Disperkim, bahkan pihaknya mengecek keuangannya. (her)

DPP Golkar Putuskan Isvie Ketua DPRD NTB

(Suara NTB/dok)

Hj. Baiq Isvie Rupaeda Mataram (Suara NTB) – DPP Partai Golkar telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Ketua definitif untuk DPRD Provinsi NTB. Dalam SK DPP Golkar nomor : R-1147/Golkar/IX/2019, yang dikeluarkan tanggal 18 September lalu, menetapkan Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH., menjadi calon Ketua DPRD Provinsi NTB. Dalam SK tersebut, DPP Golkar juga mengistruksikan kepada DPD I Golkar Provinsi NTB untuk segera menindaklanjuti proses penetapan pimpinan DPRD Provinsi NTB di maksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yakni meneruskan SK DPP tersebut ke DPRD Provinsi NTB untuk ditetapkan lewat sidang paripurna penetapan Ketua DPRD Provinsi NTB yang definitif. Pimpinan sementara DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi, Sabtu

(21/9), membenarkan penetapan dirinya menjadi Ketua definitif DPRD Provinsi NTB periode 2019-2024. Selaku sekretaris DPD I Golkar NTB, ia akan segera mengirimkan SK tersebut ke DPRD NTB agar segera diproses untuk penetapannya. “Insya Allah Senin (hari ini) kita akan masukkan ke DPRD, untuk nanti dibacakan surat masuk dari Golkar di sidang paripurna. Sehingga kemudian diagendakan untuk paripurna penetapannya,” ujar Isvie di kediaman pribadinya. Setelah proses penetapan di DPRD NTB, baru kemudian diusulkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk ditetapkan. Setelah keluarnya SK penetapan pimpinan definitif dari Mendagri tersebut, maka proses selanjutnya yakni pelantikan pimpinan DPRD Provinsi NTB. Penetapan Isvie menjadi Ketua DPRD Provinsi NTB oleh partainya merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi Isvie. Karena ia merupakan satu-satunya perempuan yang berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi NTB pada Pemilu 2019 lalu. Sebagai Ketua DPRD Provinsi NTB, Isvie bakal memimpin 64 anggota yang semuanya adalah laki-laki. Dalam perebutan calon Ketua DPRD NTB, Isvie bersaing dengan tiga rekannya sesama anggota fraksi Golkar, yakni Ketua harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, dan Ketua Fraksi yang juga Ketua AMPG DPD I Golkar NTB, Lalu Satriawandi. Namun dengan berbagai pertimbangan dan melihat track record, DPP memutuskan memilih Isvie. (ndi)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan korupsi kredit modal kerja Bank NTB untuk perumahan subsidi di Dompu belum juga selesai. Proses pemberian kredit sebesar Rp6,2 miliar kepada PT Pesona Dompu Mandiri diduga tidak sesuai prosedur. Namun, jaksa belum secara utuh menerima hasil audit kerugian negara. Tenor kredit modal kerja tersebut habis tempo November ini. “Korupsinya kan dari proses kreditnya,” ujar Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi akhir pekan lalu. Indikasi kerugian negaranya pun, imbuh dia, diduga timbul dari proses pengajuan dan persetujuan kreditnya. Menurut penyidik, kerugian negara terindikasi timbul dari nilai kredit yang diberikan bank BUMD kepada pengembang tersebut. “Tidak perlu menunggu apakah dia bisa melunasi kredit atau tidak. Inti (korupsinya) kan bukan di situ. Kerugian negaranya total loss. Tapi saya belum tahu apakah hasil auditnya sudah diberikan (dari auditor) ke penyidik atau be-

lum,” terangnya. Dalam kasus itu, jaksa penyidik Pidsus Kejati NTB sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka yakni mantan Pimpinan Bank NTB Cabang Dompu, Syarifudin Ramdan dan Direktur PT Pesona Dompu Mandiri, Surahman. Para tersangka diduga melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Jaksa menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian kredit modal kerja dari Bank NTB Cabang Dompu kepada PT PDM senilai Rp6,3 miliar. Nilai tersebut merupakan besaran kredit yang sudah dikucurkan dari total Rp10 miliar. Modus korupsi diduga dengan mengabaikan prosedur operasional standar seperti kelayakan calon debitur berupa manipulasi dokumen persyaratan. Sementara debitur memberikan hak tanggungan diduga yang bukan merupakan miliknya. (why)

Razia Pekat Temukan Pasangan Hamil di Luar Nikah Mataram (Suara NTB) – Polsek Ampenan merazia kos-kosan untuk memberantas penyakit masyarakat. Razia pada malam hari itu menemukan, penghuni penyalahguna narkoba, kepemilikan senjata tajam, dan pasangan mesum. Salah satu pasangan wanita di luar nikah ditemukan hamil tiga bulan. “Kita temukan 20 orang melanggar,” ujar Kapolsek Ampenan AKP Moh Nasrullah usai razia Sabtu (21/9) lalu. Ditemukan juga sejumlah penghuni kos tidak memiliki identitas kependudukan. Razia tersebut menyasar Lingkungan Gatep, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan yang selama ini diduga banyak terjadi pelanggaran yustisi. Buktinya terkuak dari razia tersebut. Pasangan kekasih bukan suami istri ditemukan sedang berduaan di dalam kamar kos. Mereka antara lain, FR dan IM yang sudah tinggal bersama selama satu tahun belakangan ini. “Saudari IM sedang hamil dari hasil tes kehamilan yang dikoordinasi Lurah Taman Sari. Dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan bersedia akan menikah,” kata Nasrullah. Pasangan kekasih dari Dompu itu dititipkan sementara di Unit PPA Polres Mat-

aram. Mereka baru bisa pulang setelah dijemput orang tuanya masing-masing. Pasangan di luar nikah lainnya yang ditemukan yakni HZ dan DT. Mereka sudah tinggal bersama selama satu minggu. “Prosesnya kita lanjutkan dengan kita hubungi kedua orang tuanya. Untuk sekarang sanksinya masih pembinaan,” sebut Kapolsek. Razia tersebut, sambung dia, bertujuan untuk menciptakan kenyamanan masyarakat. Sejumlah pelanggaran yang ditemukan itu diharapkan dapat dijadikan pelajaran. Setiap pelanggaran yang ditemukan agar dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Apabila ditemukan lagi orang yang sama dalam penertiban berikutnya, makan akan dilakukan penindakan yang lebih tegas lagi,” tutup Nasrullah. Dari razia itu juga disita dua unit sepeda motor, yaitu Suzuki Satria FU DR 5424 LL dan Yamaha Jupiter DR 4546. Penghuni kamar kos dengan motor tersebut tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan. Turut serta dalam razia tersebut Camat Ampenan Muzakir Walad, Lurah Taman Sari Arief Satriawan, Kaling Gatep Permai Massaid, dan dan anggota Linmas. (why)

(Suara NTB/ist_Polres Mataram)

PEMBINAAN - Sejumlah pasangan di luar nikah yang ditemukan di Gatep, Taman Sari, Ampenan diberi pembinaan di Polres Mataram usai terjaring razia Polsek Ampenan.


SUARA NTB

Senin, 23 September 2019

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.4892 AB NOKA/NOSIN : MH1NFG00TTK367047/ NFGE1368632 AN. HAMDANI HLG DSKTR JL.SALEH SUNGKAR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.2657BK NOKA/NOSIN : MH1JB91189K610671/JB91E1632582 AN.FATHURROHMI HLG DSKTR JL.MAJAPAHIT AIRLANGGA KOTA MATARAM HLG BPKB R4 CHEVROLET NOPOL DR.1288 AU NOKA : MJBJF75A0EJO10431/NOSIN : A12XER19CW6823 AN.BERNADETE LUSIA BEWA KELLEN,SE HLG DSKTR JLN.MAJAPAHIT KOTA MATARAM

Halaman 9

Angka Pernikahan Dini di Mataram Dipastikan Menurun Mataram (Suara NTB) – Pengesahan Undang – Undang Perkawinan oleh pemerintah pusat menjadi angin segar bagi pemerintah daerah, khususnya di Kota Mataram. Kasus pernikah-

DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP.4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008

DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

an dini dipastikan menurun. Diketahui, Undang – Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 pasal 7 menyebutkan perkawinan hanya diizinkan jika pria berusia 19 tahun dan perempuan berusia 16 tahun. Pengesahan revisi undang – undang perkawinan ini menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany disambut dengan baik. Secara otomatis setelah diundangkan akan menekan usai perkawinan anak. Dan, di satu sisi, perempuan diuntungkan dari segi mental, fisik maupun kesehatan reproduksi. “Ini juga menekan pekerja anak jika terjadi perceraian.

Otomatis dia bekerja. Itu menekan pekerja anak,” terangnya ditemui pekan kemarin. Perkawinan usia anak memiliki resiko atau dampak. Di antaranya, dari faktor kesehatan rahim perempuan belum siap, sehingga ketika anak perempuan melahirkan rentan terjadinya pendarahan yang menimbulkan kematian. Kedua, menimbulkan pekerja anak. Pekerja anak ini muncul bilamana terjadi perceraian. Praktis, perempuan harus bekerja untuk menghidupi dirinya bahkan anaknya. Terakhir, rantai kemiskinan sulit diputus. “Pekerja anak akan muncul. Karena peng-

hasilan rendah, maka pendapatan juga rendah,” bebernya. Faktor pernikahan dini terjadi disebabkan oleh budaya. Kasus di masyarakat bila anak sudah kawin lari pantang untuk balik ke keluarga. Kedua, pemahaman orang tua terhadap usia perkawinan yang diperbolehkan oleh undang – undang. Ketidaktahuan orang tua mendidik anak untuk mendorong anak tidak menikah pada usia dini. Angka pernikahan anak di usia rentan 17 – 19 tahun berjumlah 229 kasus. Ini mengalami peningkatan di tahun 2018 sebanyak 283 kasus. (cem)

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

q

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 23 September 2019

SUARA NTB

Halaman 10

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2018

I. Pendahuluan Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018 merupakan kewajiban konstitusional Kepala Daerah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 72 Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban untuk menginformasikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada masyarakat. Penyampaian ILPPD ini sekaligus juga untuk melaksanakan amanat pasal 27 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat. Penyampaian ILPPD dimaksudkan untuk menginformasikan kemajuan dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama Tahun 2018 kepada masyarakat, sehingga diharapkan dapat memperoleh masukan dan saran guna peningkatan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di tahun-tahun mendatang.

II.Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis dan Demografis Secara geografis Provinsi Nusa Tenggara Barat terletak antara 08° 10’ - 09° 05’ Lintang Selatan dan 115° 46’ - 119° 05’ Bujur Timur dengan batas wilayah sebagai berikut : · Sebelah Utara : Laut Jawa dan Laut Flores. · Sebelah Timur : Selat Sape, Provinsi Nusa Tenggara Timur. · Sebelah Selatan : Samudera Hindia. · Sebelah Barat : Selat Lombok, Provinsi Bali. Luas wilayah Provinsi NTB ± 49.312,24 Km2, terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Lombok seluas ± 4.738,70 Km2 (23,51%) dan Pulau Sumbawa seluas ± 15.414,50 Km2 (76,49%). Luas daratan ± 20.153,20 km2 dan luas perairan laut ± 29.159,04km2. Di sekitar pulau tersebut terdapat ± 278 pulau dengan panjang garis pantai ± 2.333 Km. Dari jumlah pulau-pulau kecil tersebut, hanya 32 pulau yang telah berpenghuni. Provinsi NTB dengan luas daratan 20.153,15 Km2 menyimpan kekayaan dan keanekaragaman flora dan fauna. Nusa Tenggara Barat memiliki flora sebanyak 447 jenis pohon, 6 jenis rotan, 28 jenis liana, 55 jenis anggrek, 59 jenis paku-pakuan Sedangkan fauna sebanyak 206 jenis, 19 jenis mamalia, 20 jenis serangga, 8 jenis reptile, 5 jenis amfibi dan 154 jenis burung, yang didominasi Babi hutan (Sus sp), Rusa (Cervus timorensis), Ayam hutan (Gallus varius), Biawak (Varanus salvator), Landak (Hystrix branchyura), ular phyton (Phyton timorensis), Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dll. Fauna identitas provinsi NTB adalah rusa timor. Rusa timor sering juga disebut sebagai rusa jawa. Dalam bahasa Inggris, rusa timor mempunyai beberapa sebutan seperti Javan Rusa, Javan Deer, Rusa,Rusa Deer, dan Timor Deer. Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah) binatang ini disebut sebagai Cervus timorensis Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, pada tahun 2018 penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat berjumlah 5.270.247 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki 2.638.659 jiwa (50,07%) dan jumlah penduduk perempuan 2.6631.588 jiwa (49,93%). Mengalami peningkatan sebesar 1% dari tahun 2017, jumlah penduduk waktu itu sebesar 5.217.338 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2018 rata-rata mencapai 261,51 jiwa/km2, meningkat dibanding tahun 2017 yang sebesar 258,88 jiwa/km2. Tingkat kepadatan paling tinggi adalah Kota Mataram yakni 6.843,49 jiwa/km2 sementara yang paling rendah di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 73,03,66 jiwa/km2. Perbandingan antara penduduk laki-laki dan perempuan dengan sex ratio pada tahun 2018 mencapai 99,94% yang berarti dari 100 orang penduduk laki-laki terdapat 99,94 penduduk perempuan. III. Capaian Kinerja Urusan Pemerintah Tahun 2018 A.Urusan Wajib URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR 1. PENDIDIKAN Menurut UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan pendidikan adalah urusan wajib pelayanan dasar. Hakikat pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa. Tinggi rendahnya tingkat pendidikan penduduk dapat mempengaruhi dinamika perubahan ataupun kualitas kehidupan social, ekonomi penduduk suatu daerah. Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan sumberdaya manusia bagi pembangunan. Pendidikan berperan pula dalam pengentasan kemiskinan dan memberikan ketrampilan kepada seluruh masyarakat untuk mencapai potensinya secara optimal. Keberhasilan di bidang pendidikan pada Tahun 2018 ditunjukkan oleh capaian : (1) angka rata-rata lama sekolah mencapai 6,90 tahun; (2) Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah menengah atas sederajat mencapai 97,97 persen atau meningkat 5,71 persen dari capaian Tahun 2017 sebesar 92,22 persen, APK SMP sederajat pada Tahun 2017/2018 meningkat 0,52 persen dibanding tahun sebelumnya; serta Angka Partisipasi Murni (APM) untuk Tinkat SD sederajat adalah 99,68 persen, APM tingk SMP sederajat mencapai 98,34 persen sedangkan untuk SLTA sederajat mencapai 87,91 persen. Hal ini menunjukkan bahwa program wajar 9 tahun yang dilakukan pemprov NTB telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, APM SD/SM{/SLA sederajat terus merangkak naik hampir 100 persen, meskipun masih ada sebagian kecil penduduk yang bersekolah pada jenjang SD/ SMP/SMA sederajat yang tidak sesuai dengan usianya. Dari ketiga jenjang pendidikan diatas, nilai APM cenderung mengalami kenaikan. APM SD/sederajat meskipun fluktuatif (menurun) namun angkanya tetap mendekati 100 persen. APM yang mendekati 100 persen menunjukkan bahwa hampir 100 persen penduduk bersekolah pada usia yang sesuai dengan jenjang pendidikannya. Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs Tahun 2017/2018 sebesar 100,25% (98.524 siswa) dari jumlah lulusan SD/MI sebesar 98.274 siswa, Angka melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK Tahun 2017/2018 sebesar 99,21 % (85,381 siswa) dari jumlah lulusan SMP/MTs sebesar 86.065 siswa, hal ini masih menunjukkan bahwa ada 0,79 % (684) penduduk Provinsi NTB lulusan SMP/MTs yang belum melanjutkan ke sekolah menengah atas. Selain itu beberapa program dan kegiatan pembangunan pendidikan telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dalam rangka meningkatkan rata-rata lama sekolah antara lain: peningkatan akses melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan seperti pembangunan asrama sekolah, pembangunan rumah singgah untuk sekolah di daerah terpencil, penambahan ruang kelas, pembangunan laboratorium dan ruang praktikum, pembangunan perpustakaan, pengadaan alat praktik dan peraga siswa, pengadaan perlengkapan sekolah dan pengadaan jaringan WLAN bagi sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan dan sekolah luar biasa. Ada juga kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan penerbitan surat edaran terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) berdasarkan zonasi untuk SMA sehingga bagi siswa yang kurang mampu dapat terserap atau melanjutkan sekolahnya di sekolah yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya dengan demikian akan menghemat biaya transportasi bagi siswa kurang mampu tersebut. 2. KESEHATAN Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan merupakan unsur wajib yang harus dilaksanakan dan menjadi hak masyarakat untuk mendapat hak-hak dasar terkait dengan pelayanan kesehatan. Berbagai indikator keberhasilan penyelenggaraan urusan kesehatan tergambar dalam capaian indikator kinerja kunci Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Tahun 2018 Usia Harapan Hidup (UHH) mencapai 65.77 tahun, walaupun masih di bawah target (67,70 tahun) tapi terjadi peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang baru mencapai 65,55

tahun. Meskipun peningkatan UHH belum signifikan namun peningkatannya tetap dipengaruhi oleh berbagai program yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota dan desa serta NGO, swasta dan masyarakat seperti program Generasi Emas NTB, program ASHAR, dukungan jaminan kesehatan bagi masyarakat terutama masyarakat miskin/kurang mampu, dan lain-lain. Berbagai program diatas diharapkan dapat menurunkan angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, prevalensi kurang gizi yang semuanya berpengaruh pada pencapaian UHH. Jumlah kasus kematian bayi tahun 2017 sebanyak 929 kasus dengan proporsi 9.0 per 1.000 kelahiran hidup, jumlah tersebut menurun menjadi 866 kasus pada tahun 2018 dengan proporsi 7,91 per 1.000 kelahiran hidup. Trend kasus kematian bayi selama kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan penurunan. Penurunan kasus kematian bayi ini diharapkan berpengaruh pada peningkatan UHH. Kasus kematian ibu melahirkan merupakan salah satu indikator yang turut menentukan capaian UHH. Tiga tahun terakhir jumlah kasus kematian ibu melahirkan cenderung meningkat dari 92 kasus pada tahun 2016 menjadi 99 kasus pada tahun 2018. Trend kematian ibu melahirkan mengalami penurunan dari tahun 2015 sampai 2017 masing-masing 95 kasus, 92 kasus dan 85 kasus demikian pula dengan proporsi (per 100.000 KH) juga mengalami penurunan. Namun tahun 2018, jumlah kasus kematian ibu melahirkan mengalami peningkatan menjadi 99 kasus dengan proporsi 90.49 per 100.000 KH. Sepanjang tahun 2018 berbagai program dan kegiatan untuk mendorong penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan telah dilaksanakan antara lain: program Generasi Emas NTB (GEN), Aksi Seribu Hari (ASHAR), Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obsetri dan Neonatal (PPGDON), Pelatihan SDIDTK (Stimulasi Dini dan Intervensi Deteksi Tumbuh Kembang), peningkatan evaluasi pelayanan KIA oleh bidan koordinator dan bidan desa, pemberian penghargaan kepada bidan yang berprestasi, peningkatan jumlah kelas ibu hamil, peningkatan Audit Maternal Perinatal (AMP) serta penambahan jumlah bidan desa. Dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan bayi, Pemerintah Daerah berkomitmen menyediakan pembiayaan bagi ibu hamil dan bayi resiko tinggi melalui program Jaminan Kesehatan Nasional NTB. Program tersebut juga meng-cover masyarakat dan ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan, yang kemudian dinamakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) NTB bersama dengan Bupati/Walikota se-Provinsi NTB. Kuota peserta JKN NTB yang terdaftar dalam kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tahun 2018 sebanyak 149,143 jiwa. Program lain yang terkait dalam upaya penurunan kematian ibu dan bayi adalah Desa Siaga, yang dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan di desanya masing-masing. Pelaksanaan Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga di Provinsi NTB sampai dengan Tahun 2018 tercatat dari 1.137 desa/kelurahan yang ada baru 1.090 desa (95,86%) yang telah mengembangkan desa siaga aktif. Indikator kinerja bidang kesehatan lainnya adalah prevalensi kurang gizi. Prevalensi Kurang Gizi di Provinsi NTB sejak tahun 2016 sampai 2018 menunjukkan trend meningkat (20,2 tahun 2016 menjadi 22,6 di tahun 2017 dan meningkat menjadi 26,4 pada tahun 2018). Beberapa faktor penyebab sehingga masih tingginya prevalensi kurang gizi (Gizi Buruk dan Gizi Kurang) antara lain: a. Asupan gizi yang kurang terutama pada masyarakat miskin; b. Adanya penyakit penyerta seperti TB, Diare, ISPA termasuk Pnemonia dan penyakit lainnya yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan balita; c. Hygine sanitasi lingkungan dan perorangan serta akses air bersih masih belum sesuai standar; d. Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal seperti Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Pemberian ASI Eksklusif, Makanan Pendamping ASI, Menyusui sampai anak berusia 2 tahun dan juga pemberian makanan pada ibu hamil dan menyusui serta pemantauan pertumbuhan bayi dan balita; e. Pemanfaatan posyandu sebagai deteksi dini masalah gizi masih belum optimal. 3. PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG Capaian kinerja pembangunan daerah urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang diukur dengan indikator kinerja Jaringan Jalan Provinsi dalam Kondisi Mantap dan cakupan air bersih di perkotaan dan perdesaan. Panjang Jalan di Provinsi NTB adalah 8.040,79 Km yang dibedakan berdasarkan status Jalan Nasional 934,55 km, jalan Provinsi 1.484,43 km dan Jalan Kabupaten/Kota 5,621.81 km. Kemantapan Jalan provinsi tahun 2018 mencapai 83,65 persen dari rencana 83,65 persen target RPJMD, sementara kemantapan jalan nasional tahun 2018 telah mencapai target 99,98 persen. Jalan provinsi dengan total panjang 1.484,43 Kmdengan panjang jalan yang sudah Hotmix sebesar 1.241,75 Km, sehingga dari rencana 83,65 persen dari target yang tertuang dalam RPJMD, capaian kinerja sudah tercapai dengan ratio tingkat capaian kinerja 100 persen namun upaya perbaikan kondisi kemantapan jalan tetap dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Selain penanganan jalan Provinsi, dilaksanakan pula penanganan ruas – ruas jalan strategis nasional khususnya pada ruas jalan Pemenang-Bayan-Sembalun (lingkar utara P. Lombok) yang pendanaannya berasal dari APBN untuk konstruksi dan pengadaan tanah dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Lombok Utara. Rasio rata-rata cakupan pelayanan air bersih di Provinsi NTB pada tahun 2018 mencapai ratio 87,58 persen terdiri atas perkotaan telah mencapai 92,66 persen sedangkan target RPJMD sebesar 86,22persen (telah melampaui target RPJMD), sedangkan cakupan pelayanan air bersih perdesaan telah mencapai 82,49 persen dari target RPJMD sebesar 81,87 persen (telah melampaui target RPJMD). Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air baku dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian, pembangunan jaringan irigasi, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pada seluruh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar se Provinsi NTB menjadi kegiatan strategis selain kegiatan pengamanan daerah permukiman terhadap bencana banjir yaitu perkuatan tebing sungai. Kegiatan pada tahun 2018 antara lain: pembangunan Jaringan Irigasi Lahan Kering (JILK) pada lahan kering menjadi lahan agrowisata di Kecamatan Sembalun lanjutan, pemeliharaan Jaringan Irigasi di P. Lombok pada 12 DI dengan panjang saluran 156,71 Km dengan luas areal irigasi 57.628 Ha dan di P. Sumbawa pada 10 DI sepanjang 9,24 Km dengan luas areal irigasi 6.334 Ha. Perkuatan tebing sungai di P. Lombok sepanjang 2.405 m dan 37 Daerah Aliran Sungai pengamanan wilayah permukiman + 1.340 KK. Di Pulau Sumbawa sepanjang 16.500 m dan 61 Daerah Aliran Sungai pengamanan wilayah permukiman +1.940 KK. Prasarana Sumber Daya Air yang ada di Provinsi NTB pada tahun 2018 mampu mendukung upaya produksi padi sebanyak 2,5 juta ton/tahun. Untuk mendukung peningkatan produksi pangan, di Provinsi NTB yang telah dibangun dan diresmikan Bendungan Pandan Dure yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur. Bendungan inimampu mengairi areal pertanian seluas 5.168 Ha. Selain pembangunan waduk Pandan Dure, tahun 2018 diresmikan juga pembangunan waduk Tanju-Mila di Kabupaten Dompu dan akan diresmikan pada TA. 2019 waduk Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat yang sumber pendanaannya dari APBN. Dari dana APBD Provinsi telah dibangun Embung Prode di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa yang akan mengairi areal tanah kritis seluas 500 hektar. Penataan Ruang

Untuk mewujudkan peningkatan kualitas penataan ruang kawasan strategis provinsi diperlukan tertib penyelenggaraan penataan ruang yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berkaitan dengan pengan pengendalian peman-

faatan ruang telah dilakukan pembinaan kepada Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga konsistensi antara rencana Tata Ruang dan implementasi. Dalam kurun waktu tahun 2015-2018 berdasarkan hasil pengamatan PPNS Tata Ruang setidaknya terjadi 35 indikasi pelanggaran Tata Ruang. Terhadap terjadinya pelanggaran tersebut, TKPRD telah melakukan koordinasi secara intensif kepada Kabupaten/Kota guna mencegah kemungkinan terjadi penyimpangan yang lebih banyak lagi. Dari 16 Kawasan strategis provinsi yang tercantum dalam RTRW Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi NTB, sampai tahun 2018 telah dapat disusun rencana detailnya sebanyak 8 (delapan) KSP yaitu KSP Mataram Metro, KSP Alas Utan, KSP Senggigi Tiga Gili, KSP Kuta, KSP Teluk Bima, KSP Rasimas, Teluk Saleh dan KSP Pototano. Selain itu dilakukan pula fasilitasi penyusunan rencana detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan pada seluruh Kabupaten/Kota se-NTB. Pada tahun 2018 tim teknis tata ruang melaksanakan perbaikan RTR KSP Kuta dan sekitarnya. 4. PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN Penanganan Rumah Tidak Layak Huni yang menjadi indikator utama dalam RPJMD Provinsi NTB Tahun 2013 – 2018. Pada tahun 2018 melalui Dinas Perumahan dan Permukiman dilaksanakan dengan 2pola pembangunan, yaitu : pola stimulan dan pola pembangunan baru yang diprioritaskan untuk menangani rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang sangat miskin dengan kriteria dan persyaratan yang sudah ditentukan. Terdapat 100 (seratus) paket pekerjaan dengan pola stimulan ada 172 (seratus tujuh puluh dua) paket dengan pola pembangunan baru. Paket-paket tersebut tersebar di 10 (sepuluh) Kabupaten / Kota se-NTB. Adapun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berhasil dibangun sebanyak 2.171 unit dari target yang direncanakan 1.081 unit. Selain itu telah dilaksanakan program penataan lingkungan/peningkatan jalan lingkungan pada kawasan kumuh sebanyak 1.038 paket pekerjaan 5. KETENTRAMAN, KETERTIBAN UMUM DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT

Untuk Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Tahun 2018 di Provinsi NTB dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Prov. NTB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB dan.

Polisi Pamong Praja Nusa Tenggara Barat sebagai satu daerah yang kini berkembang pesat secara nasional dan menjadi tujuan wisata nasional sejalan dengan ditetapkannya Nusa Tenggara Barat dalam koridor V Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3Ei) yaitu sebagai pintu Gerbang Pariwisata dan Lumbung Pangan Nasional, maka stabilitas dan kondusifitas daerah menjadi sebuah prioritas utama untuk mendapat perhatian, agar berbagai potensi gangguan, konflik sosial dan gangguan keamanan lainnya dapat diredam, diminimalisir bahkan dicegah. Beberapa program kegiatan yang telah dilaksanakan Sat Pol. PP selama tahun 2018 antara lain • Satpol PP Prov. NTB menyelenggarakan kegiatan penyuluhan berkerjasama dengan Satpol PP Kabupaten/Kota tentang pencegahan peredaran narkoba dan miras dikalangan generasi • Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Tim GAKY NTB melaksanakan operasi pasar penertiban distribusi Garam beriodium. Terhadap para pedagang yang masih memperjualbelikan garam non iodium, petugas Satuan Polisi Pamong Praja NTB memberikan peringatan untuk tidak lagi memperdagangkan garam tersebut dan mengembalikan kepada distributor. Melihat kondisi masih banyaknya peredaran garam non iodium di kedua pasar tersebut, Tim GAKY NTB berpendapat bahwa penindakan tegas terkait pelanggaran Peraturan Daerah kepada distributor dan pedagang perlu dilakukan. Peredaran garam non beriodium tentu saja membahayakan kesehatan bagi konsumen. • Bersama Tim Gabungan (POM AD, POM AL, PROVOS POLDA, IMIGRASI MATARAM, BNNP NTB. Melaksanakan operasi gabungan atas personil/anggota TNI, POLRI dan ASN yang berada dilokasi hiburan malam tanpa ada surat ijin atau Surat Perintah tugas sekaligus pengunjung hiburan malam dibawah umur termasuk pelajar, penertiban terhadap personil (TNI, POLRI dan ASN) yang terindikasi/menggunakan Narkoba Penertiban terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan pelanggaran Keimigrasian aturan ijin tinggal Over Stay), Pelanggaran Visa di Nusa Tenggara Barat. • Dari laporan masyarakat terhadap adanya indikasi praktik prostitusi, peredaran narkotika, miras/minol dilokasi kos-kosan/rumah inap yang berada dikota Mataram dan sekitarnya Satpol PP Prov.NTB melakukan operasi gabungan bersama tim terpadu pengendalian dan pencegahan penyakit masyarakat (PEKAT) terdiri dari Polres Mataram, BNNP NTB, DENPOM IX/2, Satpol PP Kota Mataram, Disdukcapil Kota Mataram dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Mataram. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Bencana alam pada tahun 2018 menjadi kejadian yang cukup meresahkan masyarakat, karena selain tidak dapat diprediksi ruang dan waktunya juga sering menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi bencana, antara lain Memberikan bantuan ketika dan pasca bencana; Penanganan pemulihan mental korban bencana; Koordinasi penanggulangan bencana dengan instansi terkait; Koordinasi dengan Badan Nasional Penganggulangan Bencana dan Badan Geologi Kementrian ESDM khususnya dalam pembuatan rekomendasi status bahaya gunung berapi; Rekomendasi evakuasi penduduk dari ancaman bencana yang diperlukan saat kejadian berdasarkan kajian teknis; Penanganan masalah strategis cepat tanggap darurat; Pembangunan sarana dan prasarana tempat penampungan anak terlantar. Bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018 di Provinsi NTB dikategorikan dalam status bencana Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga penanganannya dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Banjir Bandang Terjadinya banjir bandang yang melanda Kabupaten Lombok Timur Banjir terjadi pada tanggal 1 Maret 2018, menyebabkan 100 meter tanggul jebol dan beberapa rumah rusak berat. Di Kabupaten Bima terjadi 2 kali banjir bandang yaitu pada tanggal 18 Maret 2018 menyebabkan 50 unit rumah terendam dan 50 KK (200 jiwa) terdampak, dan pada tanggal 18 November 2018 menyebabkan 50 unit rumah terendam, di Kabupaten Sumbawa pada tanggal 6 Desember 2018 yang menyebabkan 1.818 unti rumah terendam, 1 unit fasilitas peribadatan, 5 unit fasilitas pendidikan, 1 unit jembatan, 1 Ha sawah dan 1.818 KK (6.698 jiwa) terdampak. Gempa Bumi Selama tahun 2018 telah terjadi gempa bumi yang menimpa masyarakat NTB pada umumnya, khususnya di Pulau Lombok. Gempa bumi beserta gempa-gempa susulan tersebut dirasakan oleh masyarakat provinsi NTB hampir selama satu bulan penuh, yang diawali terjadinya gempa bumi sebanyak 3 (tiga) kali kejadian yaitu : - Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 29 Juli 2018, 6,4 SR menyebabkan 4.336 unit rumah rusak berat, 2.579 unit rumh rusak sedang, 6.296 unit rumah rusak ringan, 120 unit fasilitas sosial dan fasilitas umum, 37 unit kios, 22 korban jiwa, 222 luka berat, 202 luka ringan, 10.170 jiwa mengungsi. - Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 5 Agustus 2018 (7,0 SR) dan Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 19 Agustus 2018 (6,9 SR) dengan daerah terdampak Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kota Mataram, Kab. Lombok Tengah, Kab. Sumbawa dan Sumbawa Barat yang menyebabkan 61.129 unit rumah rusak berat, 17.010 unit rumah rusak sedang, 51.997 rumah rusak ringan. 1.371 fasilitas peribadatan, 115 fasilitas kesehatan, 1.580 fasilitas pendidikan, 520 jembatan, 392meter tanggul 1.541 kios, 554 korban jiwa, 298 luka berat, 964 luka ringan dan 431.416 jiwa mengungsi Bersambung...


RAGAM

SUARA NTB Senin, 23 September 2019

Zul – Rohmi Terus Benahi Manajemen Penanganan Dampak Gempa Dari Hal. 1 paling tidak progresivitas perbaikan rumah rusak berat adalah 22.848 rumah atau 30,8 persen yang sudah selesai direhabilitasi dan sebanyak 46.108 rumah atau 61,32 persen yang sedang dalam proses pengerjaan, rumah rusak sedang sebanyak 13.521 rumah atau 41,19 persen yang sudah selesai direhabilitas dan 11.748 rumah atau 35,79 persen yang sedang dalam proses penggarapan, rusak ringan sebanyak 46.521 rumah atau 40,63 persen yang sudah selesai direhabilitasi dan 34.035 atau 29,72 yang sedang dalam proses pembangunan. Manajemen penanganan bencana yang sudah berjalan ini kemudian mendapat apresiasi yang mendalam dari Pemerintah Pusat melalui Kepala BNPB, Doni Monardo yang menyatakan, bahwa NTB adalah laboratorium bagi daerah-daerah lain di Indonesia bahkan dunia, tentang manajemen kebencanaan (disaster management). ‘’Pujian ini telah menjadi semacam energi (tambahan) yang memacu endurance untuk membuktikan komitmen Bang Zul dan Ummi Rohmi melerai beban masyarakat NTB yang tertimpa bencana gempa bumi silam,’’ kata Ahsanul Khalik. Dalam catatan, 19 September 2019, tepat setahun Dr. H. Zulkifliemansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Jalilah dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur NTB. Peralihan kekuasaan ini terjadi di tengah suasana kedukaan serta keprihatinan yang mendalam. Bagaimana tidak, gempa bumi telah menyebabkan kehancuran. Akibatnya, aktivitas perekonomian mengalami kelumpuhan. Pun masyarakat hidup dalam trauma serta ketakutan yang mendalam. Diulasnya, dampak bencana ini tidak sedikit. Setidaknya 564 jiwa meninggal dunia, 1.584 orang luka-luka, dan 396.032 penduduk mengungsi. Kerusakan prasarana dan sarana skala besar seperti rumah penduduk 222.530 unit, fasilitas umum, fasilitas pemerintah dan fasilitas sosial lainnya. ‘’Artinya kepemimpinan Zulrohmi tak hanya sekadar mewarisi rekaman keberhasilan kepemimpinan TGB selama dua periode atau mungkin persoalan-persoalan yang belum terselesaikan, yakni membangun kembali NTB yang telah porak-poranda. Tugas yang tak ringan, tentunya, bagi Gubernur Wakil Gubernur terpilih untuk ‘’menjahit’’ kembali benang kusut NTB, khususnya nasib warga masyarakat yang berdampak gempa,’’ paparnya. Tak ada pilihan lain yang bisa dilakukan, kecuali kepemimpinan yang baru ini harus segera bekerja keras, juga cerdas untuk membangun harapan publik NTB bahwa ‘’tangan dan kaki’’ negara hadir menyapa warga NTB yang tersapu keletihan digoyang gempa tanpa kesudahan. Berbekal Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2018 tentang Penanganan Bencana di NTB Termasuk Tugas Para Menteri dan Institusi-institusi. Totalitas pemerintah ini setidaknya menjawab keriuhan tanda dan tanya masyarakat yang meragukan kehadiran negara menemani kehilangan masyarakat NTB yang terdampak bencana. Pemerintah NTB pun tak kalah sigapnya merespons harapan publik dengan diterbitkannya : 1. Keputusan Gubernur NTB No. 360-612 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Tim Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. 2. Keputusan Gubernur NTB No. 360-789 Tahun 2018 tentang Pembentukan Satuan Tugas Transisi Darurat ke Pemulihan dan Percepatan Rehab Rekon Pasca Gempa Provinsi Nusa Tenggara Barat 3. Keputusan Gubernur NTB No. 360-103 Tahun 2019 tentang Pembentukan Satuan Tugas Transisi Darurat ke Pemulihan dan Percepatan Rehabilitasi/Rekonstruksi Pasca Gempa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam perjalanannya, ‘proyek’ rekonstruksi dan rehabilitasi korban terpapar gempa tidaklah mudah. Paling tidak beberapa persoalan utama yang menyeruak di permukaan adalah : a. Manajemen Kelompok Masyarakat (Pokmas), Masalah ini seringkali muncul pada tingkat Pokmas dan Pemerintahan Desa pada saat terjadinya perjanjian kerjasama antara Pokmas dengan Aplikator di mana terjadi tarikmenarik kepentingan antara Pokmas dengan pihak

desa dalam menentukan Aplikator yang akan ditentukan. b. Terdapat Aplikator yang menghentikan kontrak di tengah jalan, atau terjadi pencairan anggaran ke pihak Aplikator, namun terjadi perselisihan tentang waktu dan spesifikasi material yang dikirimkan. Bahkan tak jarang aplikator yang sengaja memperlambat pelaksanaan rehab/rekon dengan mempergunakan dana yang sudah dicairkan tidak sebagaimana mestinya. c. Data Anomali. Persoalan ini menjadi salah satu permasalahan serius di lapangan karena menghambat perencanaan progres rehab/ rekon. Untuk dimaklumi bahwa verifikasi dan validasi data menjadi tupoksi Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten/Kota, namun dalam kenyataannya karena keterbatasan SDM dan tim verifikator, akhirnya fasilitator ikut berperan dalam menyelesaikan/ mengumpulkan datadata tersebut. d. Partisipasi aktif perangkat desa dan stakeholder terkait belum, maksimal di mana banyak kepala desa dan unsur tim pendamping masyarakat lainnya yang masih terkesan belum secara maksimal mendorong percepatan rehab/rekon. e. Kondisi geografis rumah korban terdampak. Luasnya cakupan wilayah terdampak di dua pulau, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa seringkali menjadi kendala tersendiri dalam proses pengiriman material bangunan ke lokasi Pokmas sehingga memakan waktu dan biaya transportasi, bahkan tak jarang harus dipikul secara manual. f. Kelangkaan material lokal. Riko (rumah konvensional) menjadi salah satu RTG yang banyak dibangun oleh masyarakat, sehingga otomatis akan memakan material lokal yang sangat banyak dan tidak sebanding dengan kemampuan produksi yang ada di daerah, seperti bata merah dan batako. g. Transportasi material ke lokasi Pokmas. Transportasi material ke lokasi Pokmas masih menjadi kendala karena lokasi geografis Pokmas di beberapa titik yang sulit terjangkau oleh transportasi/mobil angkut. Tidak sedikit yang harus menggunakan angkutan manual/dipikul dan membutuhkan biaya tambahan. h. Kelangkaan Tukang. Tukang masih menjadi kendala tersendiri karena banyaknya pembangunan yang dilakukan langsung oleh Pokmas (swakelola Pokmas) sehingga seringkali mereka harus bergilir dalam melakukan pembangunan. Atas situasi ini, Ahsanul Khalik menukil sebuan kalimat bijak, bahwa “Langkah panjang selalu dimulai dengan langkah pertama”. Berbagai masalah yang muncul sejak program rehabilitas dan rekonstruksi tersebut di atas dapat teratasi dengan segala kompleksitasnya. Kini wajah-wajah yang dulunya sayu tertunduk lemas sudah mulai cerah kembali seirama dengan dengan deretan rumah-rumah yang terbangun kembali. Perjalanan yang sudah setahun kepemimpinan Dr. H. Zulkifliemansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Jalilah membersamai NTB yang terpapar bencana bukanlah yang waktu yang panjang untuk menata kembali ‘menara NTB’ yang sempat ‘terjatuh’. Bukan pula simsalabim masalah ini akan tertuntaskan. Daerah-daerah lain butuh waktu bertahuntahun untuk bangun kembali dari mimpi buruk tersapu bencana. Kita semua optimis bahwa langkah pertama, “NTB Tangguh dan Mantap” adalah titik tolak perjalanan panjang NTB lima tahun ke depan. Ia mengutip sebuah ayat Al Qur’an, “Ana ‘inda dhanniy ‘abdi biy” (Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku). “Kita semua meyakini bahwa setahun yang penuh ujian kemarin adalah cara Tuhan merekatkan kembali kebersamaan kita untuk untuk mewujudkan NTB Gemilang,” pungkasnya. (ars/*)

Korban Gempa Mulai Nikmati Rumah Baru Mataram (Suara NTB) Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa (RTG) terus meningkat, jumlah yang sudah jadi 100 persen di daerah terdampak mulai dilakukan penyerahan kunci kepada masyarakat penerima bantuan. Korban gempa pun mulai menempati rumah baru. Belum lama ini, Deputy Bidang Penanganan Darurat BNPB Dr. Lilik Kurniawan akhir pekan kemarin melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Rehab Rekon di Lombok Barat. Bersamaan dengan itu, di tandai juga dengan penyerahan kunci kepada masyarakat korban Gempa di desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan. Di Kecamatan Kuripan jumlah yang jadi 100 persen dan sudah bisa ditempati pada angka 79 persen. Sisanya dalam proses sedang pekerjaan fisik. Lilik Kurniawan pada kesempatan itu mengajak masyarakat untuk terus berbenah dan bangkit dari kondisi sebelumnya. “Terima rumah yang sudah dibantu oleh pemerintah dan jadikan sebagai momentum untuk perbaikan hidup sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ajaknya. Pelaksanaan Rehab Rekon di NTB diapresiasinya. Karena sejak menjadi direktur di BNPB pada 2013 silam, menurut dia, baru kali ini menemukan daerah yang proses kemulihannya cukup cepat. “NTB punya ketangguhan yang sangat baik sebagai modal berbenah,” ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik menginformasikan, Wakil Gubernur NTB, Hj. Rohmi Dialilah Sabtu lalu juga menyerahkan secara simbolis kunci RTG yang sudah jadi kepada penerima bantuan di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Lombok Timur. Di Lombok Tengah Wakil Bupati Lombok Tengah H.L. Fathul Bahri, S.IP., Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., Kalak BPBD Loteng H. Muhammad, Tim Pengendali Kegiatan BPBD Provinsi NTB menyerahkan Ratusan kunci RTG kepada masyarakat Pringgarata. “Dalam Waktu dekat BPBD Lombok Utara juga merencanakan akan menyerahkan kunci RTG kepada 80.000 orang penerima bantuan yang tersebar di seluruh wilayah KLU, baik rusak berat, sedang maupun rusak ringan,” pungkasnya.

Halaman 11

Sambut Dies Natalis Ke-57

Unram Gelar Jalan Sehat Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) menggelar jalan sehat bertempat di lapangan rektorat, Sabtu (21/9). Acara gerak jalan sehat ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang digelar untuk menyambut Dies Natalis Unram ke-57 yang rangkaian acaranya telah dimulai sejak bulan Juli lalu dan puncaknya adalah bulan Oktober mendatang. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Unram dengan beberapa mitra sponsor seperti Bank BNI, Bank Bukopin, Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Telkom dan Ayoklik.com. Acara jalan sehat diikuti oleh keluarga besar Unram, yang sedikitnya berjumlah sekitar 5.000 orang terdiri dari Rektor Unram, Wakil Rektor, Pejabat Struktural, Staf, Dosen dan Mahasiswa di lingkungan Unram. Rektor Unram Prof. H. Lalu Husni, SH., M.Hum mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Dies Natalis Unram yang ke-57 khususnya Fakultas Kedokteran sebagai panitia dan termasuk juga mitra sponsor. “Kami berharap kebersamaan dan kekompakan kita tetap terjaga dan kita bina, sebagai modal membangun Universitas kita kedepan,” pesan Prof. Husni saat memberikan sambutan. Acara jalan sehat secara simbolik dibuka dengan pelepasan balon oleh Rektor, Wakil Rektor dan Panitia. Jalan sehat dimulai dari lapangan rektorat Unram dengan rute jalan Majapahit menuju jalan Airlangga kemudian memasuki jalan Pemuda lalu memasuki kawasan kampus Unram dan terakhir kembali menuju lapangan rektorat Unram. Gendang beleq menjadi iring-iringan yang turut menyemarakkan kegiatan jalan sehat. Sementara itu, di tempat acara digelar beraneka macam bazar, baik yang berasal dari

Danrem Serahkan Kunci Sementara itu, Komandan Korem 162/WB Kol. CZI.AhmadRizalRamdhanijugamenyerahkankunci rehab rekons RTG secara simbolis kepada korban terdampak gempa di GOR Yayasan Ponpes Qomarul HudaBaguDesaBaguKecamatanPringgarataKabupaten Lombok Tengah, Jumat (21/9) lalu. Danrem 162/WB menyampaikan, penyerahan kunci ini dilakukan mengingat sebagian besar rumah yang rusak sudah selesai dibangun dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Sekitar 25 ribu rumah rusak akibat gempa setahun lalu. Saat ini jumlah total progress RTG yang sudah dibangun sekitar 177 ribu dan sebagian sudah diserahkan kunci. Danrem berharap, keberadaan anggota Satgas rehab rekon terpadu atau pasukan Zeni TNI di NTB hinggatanggal31Desember2019,dapatterusmemacu percepatan penyelesaian rumah dampak gempa. Danrem juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan selama pelaksanaan rehab rekon. (ars)

Dari Hal. 1 Mereka selanjutnya mengalunkan simfoni dakwah yang begitu indah. ‘’Saya yakin yang mampu mengharmoniskan struktural dan kultural secara benar adalah datangnya dari NTB,’’ ujarnya. Gubernur berharap dengan hadirnya IMANI mampu memberi andil untuk mewujudkan NTB yang Gemilang beserta dengan kesejahteraan dan kemak-

lam yang Maju dan Moderat”. IMANI sebagai masyarakat global berikhtiar untuk menjadikan masyarakat yang tidak akan menolak kemajuan. Sehingga ke depannya akan menjadi sinergi dalam IMANI dengan ormas-ormas lainnya. Utman berharap agar Gubernur NTB memberikan dukungan kepada IMANI dalam menjalankan segala program yang akan dilaksankannya, khususnya di Provinsi NTB. (r)

Peminat Kursi Sekda NTB Dari Hal. 1 ‘’Sampai hari ini sudah lima orang pendaftar,’’ ujarnya dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (22/ 9) siang. Pendaftar pertama calon Sekda NTB adalah Kepala Bappenda yang sekarang menjadi Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si. Kemudian disusul H. Akhmad Helmi Hidayatullah, S. Sos.I yang juga mendaftar pada hari kedua. Dari keterangan, Helmi berasal dari instansi Pemprov NTB dengan pangkat IV/d Setelah itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si. Dan keempat adalah Mantan Penjabat Bupati Lombok Tengah (Loteng) yang sekarang menjabat Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si. Pendaftaran dibuka sejak Selasa, 17 September - 4 Oktober 2019. Para pejabat lingkup Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan masih ada waktu yang cukup panjang untuk ikut mendaftar dalam seleksi terbuka calon Sekda NTB. Berdasarkan jadwal seleksi yang telah ditetapkan Pansel.

Setelah habis masa pendaftaran 4 Oktober mendatang, selanjutnya dilakukan seleksi administrasi pada 7 Oktober. Pengumuman hasil seleksi administrasi pada 8 Oktober. Kemudian, 8-9 Oktober dilakukan uji kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba bagi pendaftar yang telah lulus seleksi administrasi. Untuk tes kompetensi manajerial/psikologi dijadwalkan pada 14 Oktober 2019. Setelah itu penulisan makalah pada 15 Oktober. Presentasi dan wawancara pada 1617 Oktober. Selain itu, penelusuran rekam jejak dilakukan sejak 8 - 17 Oktober. Dan penetapan hasil seleksi pada 18 Oktober. Selanjutnya penyampaian laporan Pansel kepada Gubernur pada 19 Oktober 2019. Instrumen penilaian yang akan dinilai oleh Pansel. Pertama, penilaian persyaratan administratif dengan bobot 20 persen. Akan dilihat kepangkatannya, jika pembina utama (IV/e) skornya 30, pembina utama madya (IV/d) skornya 20 dan pembina utama muda (IV/c) skornya 10. Kemudian dalam instrumen penilaian ini juga dilihat pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Untuk yang

Pembagian hadiah utama serangkaian Dies Natalis Unram Unram maupun dari mitra sponsor. Acara juga diisi dengan kegiatan donor darah yang terselenggara berkat kerjasama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram dengan PMI wilayah NTB. Diakhir acara panitia melakukan pengundian dan pembagian doorprize. (dys/*)

Rektor Unram H. Lalu Husni ikut jalan sehat serangkaian Dies Natalis.

NTB Gemilang Butuh Sinergi muran di dalamnya. ‘’Mudahmudahan bisa terus bersinergi dan saya yakin dengan hadirnya IMANI tidak membuat hidup kita susah sendiri. Tetapi justru kita akan banyak ruang untuk mengekspresikan apa yang kita miliki,’’ ujar Dr.Zul. Sementara, Ketua IMANI Wilayah NTB H. Utman Rifki menjelaskan bahwa IMANI merupakan organisasi masyarakat yang sudah berdiri sejak tahun 2016 dengan slogan “Menjadi Is-

Pelepasan balon sebagai tanda pembukaan jalan sehat serangkaian menyambut Dies Natalis Unram

sudah Diklatpim I skornya 20 persen dan Diklatpim II/Fungsional Utama skornya 15. Sementara jika dilihat pendidikan, untuk doktor skornya 20, magister 15 dan sarjana 10. Pansel juga akan melihat riwayat jabatan calon Sekda. Apabila pernah menduduki 3 jabatan struktural eselon II maka skornya 20, jabatan fungsional tingkat utama 5-9 tahun skornya 15 dan jabatan fungsional tingkat utama 2-4 tahun, skornya 10. Kedua, instrumen penilaiannya adalah penulisan makalah bobotnya 20 persen. Ketiga, tes kompetensi manajerial/psikologi/assessmen bobotnya 25 persen. Dan terakhir, presentasi dan wawancara bobotnya 35 persen. Pansel JPT Mandya Sekda NTB terdiri dari lima orang. Mereka adalah Prof. Dr. H. Mansur Afifi sebagai Ketua Pansel dan Sekretaris, Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA. Sedangkan tiga orang anggota Pansel antara lain Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag, Dr. Abdullah Acim, MA, Dr. Kaharudin, SH, MH dan Drs. Hamdani, MM, M.Sc, AK. Satu orang anggota Pansel yang terakhir merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan. (nas)

Jaksa Klarifikasi Kakanwil Kemenag NTB Dari Hal. 1 ‘’Kita memerlukan keterangan yang bersangkutan. Karena proyek ini kan lelangnya di sini (Kanwil Kemenag Provinsi NTB, red),’’ kata Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH., M.Hum akhir pekan kemarin. Proyek ini bersumber dari kegiatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama RI, turun melalui Kemenag Provinsi NTB dan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan lelang dan penentuan pemenang. Sehingga pihaknya sangat berkepentingan untuk memanggil Nasrudin sebagai saksi. Sebenarnya Nasrudin sudah dilayangkan dua kali panggilan. Panggilan pertama tidak hadir dengan alasan naik haji, panggilan kedua tidak hadir dengan alasan sedang hadiri acara penting. Pihaknya menganggap yang bersangkutan kurang kooperatif. ‘’Kalau panggilan ketiga tidak hadir karena tidak kooperatif, ya kita jemput paksa,’’ ancamnya. Kajari mengaku menduga ada indikasi rekayasa dalam penentuan pemenang lelang, sehingga CV Samawa Talindo Resource ditetapkan sebagai pelaksana dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, fisik proyek hanya 41 persen, sementara pencairan sudah 100 persen. Menurut Iwan, tidak menutup kemungkinan masalah sama terjadi di titik lain. ‘’Kalau tidak salah, ada empat titik proyek sama di Sumbawa. Kita cek, kalau ada rekayasa sama, kita kembangkan terus kasus ini,’’ tegasnya.

Kakanwil Kemenag NTB H Nasrudin yang dikonfirmasi Suara NTB hingga berita ini ditulis belum memberi respons. Saat ini, Kejari Sumbawa bersama-sama dengan BPKP sedang melakukan pemeriksaan kerugian negara. Semoga dalam waktu dekat didapatkan nilai kerugian negara. ‘’Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka baru. Nanti akan kami lakukan pendalaman apabila ada tersangka baru. Apakah nanti, masih ada pihak yang ikut bertanggung jawab atas tindak pidana yang terjadi saat ini,’’ jelas Kajari Sumbawa. Ahli konstruksi sudah diterjunkan dan menemukan pembangunan KUA Labangka diduga bermasalah. Indikasinya, pembangunan yang dilakukan 2018 lalu itu tidak sesuai spesifikasi. Sebab, menurut ahli bangunan, beton yang digunakan dalam bangunan dua lantai itu tidak memenuhi standar. ‘’Menurut ketentuan, standar kekuatan beton untuk bangunan dua lantai adalah 225 K. Namun, kekuatan beton bangunan KUA tersebut hanya 125 K,’’ jelasnya. Bangunannya dinyatakan sudah selesai. Namun, sampai saat ini belum diserahterimakan dan langsung dipergunakan berdasarkan perintah lisan PPK kepada KUA Labangka. Selain itu, pembangunannya di akhir masa kontrak hanya mencapai 41 persen. Namun, pencairan keuangannya telah dicairkan sebesar 100 persen. Saat ini, pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa telah menetapkan seorang tersangka berinisial JS. (ars)

Semangat Persaudaraan Jadi Modal Utama Masyarakat NTB Dari Hal. 1 Hikmatusysyarief NW di Dusun Salut, Narmada, Lombok Barat, Minggu (22/9). Hal itu ditujukan untuk segera membenahi fasilitas pendidikan yang sangat dibutuhkan sebagai lokus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). ‘’Ini seperti slogan Kemerdekaan RI ke-74. Bahwa SDM unggul akan membuat Indonesia maju,’’ ujar pemilik bisnis Maspion Group tersebut. Pembangunan gedung baru Ponpes Hikmatusysyarief NW Salut yang menghabiskan dana mencapai sekitar Rp3 miliar tersebut merupakan hasil uluran tangan dari anggota The International

Association of Fuqing Clansmen LTD dan Perkumpulan Fuqing Jawa Timur Indonesia. Selain melakukan peresmian gedung, Alim juga menerangkan bahwa pihaknya akan mengupayakan program khusus bagi para pelajar di Ponpes Hikmatusysyarief NW Salut agar mampu menjadi SDM yang memiliki daya saing. Rencana tersebut disambut dengan baik oleh seluruh Pengurus dan Dewan Pembina Yayasan NW Salut, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si dan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc yang turut hadir pada peresmian Gedung Ponpes tersebut. Dalam sambutannya gubernur yang akrab disapa Dr. Zul

tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh jajaran The International Association of Fuqing Clansmen LTD dan Perkumpulan Fuqing Jawa Timur Indonesia yang menyempatkan diri datang ke Lombok untuk mengikuti kegiatan peresmian. “Yang kami bisa harapkan dan bisa kami berikan adalah keindahan persaudaraan dan persahabatan,” ujarnya. Diterangkan Dr. Zul, tipikal masyarakat NTB adalah menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Di mana hal tersebut merupakan semangat dan modal utama bagi masyarakat NTB untuk bangkit. Kehadiran Alim beserta seluruh jajarannya disebut orang nomor satu di

NTB itu merupakan langkah awal untuk menjalin hubungan yang baik dengan landasan kebersamaan tersebut. Dicontohkan Dr. Zul seperti kejadian gempa yang melanda NTB pada 2018 lalu, dimana bantuan banyak datang dari luar daerah. Diterangkan gubernur beberapa donator yang ditemuinya mengaku bahwa rasa kekeluargaan masyarakat NTB di tengah bencana yang melanda merupakan salah satu hal yang mampu menumbuhkan rasa empati mereka. ‘’Inilah masyarakat kami. Mudah-mudahan kehadiran kita semua di sini memberikan banyak pelajaran yang penting,’’ ujarnya kepada ribuan masyarakat yang menghadiri

kegiatan peresmian tersebut. Selain itu, ditekankan Dr. Zul bahwa salah satu kehebatan masyarakat NTB memang bukan karena tidak pernah merasakan kegagalan. Melainkan kemampuan untuk bangkit setelah mengalami keruntuhan dan kegagalan yang salah satunya disebabkan bencana gempa tahun lalu. Dengan hadirnya seluruh jajaran The International Association of Fuqing Clansmen LTD dan Perkumpulan Fuqing Jawa Timur Indonesia, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda di NTB, khususnya pelajar di Ponpes Hikmatusysyarief NW Salut, untuk terus maju dan mempersiapkan diri menjadi SDM yang unggul. (bay)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 23 September 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bagikan KIAP, Sejahterakan

Yatim Piatu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri acara pembagian Kartu Identitas Anak Yatim Piatu (KIAP) Sejahtera Al Yatama Sekolah “Husnul Khotimah” BSLU Mandalika di Balai Sosial Lanjut Sosial Mandalika, Jumat (20/9).

Pembagian kartu KIAP dari Pemprov NTB kepada perwakilan anak yatim piatu

Peletakan batu pertama pembangunan gedung layanan khusus pensiunan Bank NTB Syariah

PEMBAGIAN KIAP ini sebagai salah satu bentuk refleksi satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi yang mengemban visi NTB Gemilang yang bekerjasama dengan Bank NTB Syariah. Momentum bahagia ini dimanfaatkan dengan membagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu dan para lansia di Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Gubernur NTB mengungkapkan rasa bahagia dan cintanya terhadap anak-anak yatim piatu. Ia berharap dengan pemberian KIAP ini tidak ada lagi anak-anak yatim piatu yang telantar pendidikannya serta yang tidak terurus. Pemprov NTB ingin memastikan anak yatim piatu yang tak mampu agar diberikan kesejahteraan dan dorongan masa depan.

“Mudah-mudahan dengan elusan rambut yang kita berikan kepada anak-anak kita dapat menghadirkan senyuman di wajah mereka, dan semoga dengan doa-doa yang mereka panjatkan dapat menghadirkan kedaiman dan keberkahan untuk Provinsi NTB,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah pada kesempatan itu mengatakan, KIAP menjadi database untuk mengetahui perkembangan anak serta pemantauan kebutuhan sosial dan layanan yang diperoleh anak. “Dengan kartu ini anak-anak diharapkan dapat mengakses sepuluh dasar kebutuhan anak,” ujarnya. Data yang ada sementara ini, jumlah yatim piatu yang

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah bersama Gubernur dan Wagub membuka selubung papan nama proyek pembangunan gedung kantor Pelayanan Khusus Pensiun Bank NTB Syariah. akan terlayani KIAP sebanyak 6.341 orang. Mereka yang mendapat KIAP ini adalah anak yatim piatu yang tergolong miskin. Semua bantuan sosial untuk mereka nantinya akan masuk melalui KIAP tersebut. “Kita akan terus menunggu data yang masuk,” katanya. Di tahap awal ini, sebanyak 219 KIAP dibagikan kepada

Kembang Kuning, Desa Wisata dengan Sejuta Pesona WAKIL Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, memiliki sejuta pesona untuk dipromosikan kepada dunia. Dengan potensi yang besar itu, desa yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani itu memiliki masa depan. “Kembang Kuning dan Jeruk Manis ini memiliki masa depan yang luar biasa bagus. Desa ini sudah on the right track. Karena dengan desa wisata ini sangat banyak sekali yang bisa kita lakukan. Sehingga kita harapkan desa ini berdaya dan masyarakatnya sendiri bisa merasakan langsung manfaatnya,” jelas Wagub saat mengunjungi desa tersebut, Sabtu (21/09). Potensi yang dimiliki desa ini di antaranya air terjun, keindahan alam, hasil pertanian, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda, jalur bersepeda, serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional. Selain itu, di desa ini memiliki kesenian yang dimanfaatkan untuk menyambut para tamu. Tiba di desa tersebut sekitar pukul 09.30 Wita, Wagub disambut kepala desa setempat, H. Lalu Sujian berserta masyarakat dan para pegiat wisata Kembang Kuning. Mengawali kunjungan tersebut, Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB itu membuka pelatihan Digital Marketing bagi sekitar 30 pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mereka akan memasarkan pariwisata melalui internet. Dalam arahannya, Umi Rohmi menekankan pengelolaan Desa Wisata dengan model pemasaran yang menggunakan teknologi informasi. Penggunaan metode digital marketing untuk mempromosikan desa wisata kembang kuning, harus dilakukan di era digital seperti saat ini. Ia berharap pelatihan tersebut dilakukan secara serius oleh para peserta. Usai memberikan arahan, Wagub kemudian meninjau sejumlah tempat, seperti homestay, warung UMKM, tempat pengolahan sampah, sekolah, Puskesmas, tempat pembinaan kesenian serta air terjun. Saat meninjau homestay, Umi Rohmi sempat berbincang dengan sejumlah wisatawan asing yang berkunjung ke desa tersebut. Ia menanyakan kesan kepada mereka selama berada di desa yang memiliki potensi air terjun, pertanian serta pemuda yang aktif membangun desa. Rata-rata, para wisatawan itu mengatakan Kembang kuning termasuk daerah yang menarik dan masyarakatnya ramah. Selain itu, desa itu masih alami, sehingga kehidupan masyarakatnya begitu bersahaja. Bersama Kadispar NTB, H. Lalu Moh. Faozal, Wagub kemudian meninjau warung UMKM andalan desa tersebut. Terlihat sejumlah produk, seperti kopi kemasan, aneka jajanan serta produk kreatif lainnya. Wagub berpesan, seluruh hasil UMKM itu harus dipasarkan dengan intens melalui media sosial. Di tempat pengolahan sampah, Wagub juga berpesan agar sampah yang dikumpulkan dapat dipilah. Sehingga, dapat menghasilkan keuntungan, seperti dijual di bank sampah. Selain itu Wagub juga diajak melihat keindahan air terjun jeruk manis dan meninjau jalur bersepeda. Kemudian, Umi Rohmi melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol penetapan desa Kembang Kuning menjadi desa wisata. Desa wisata ini telah menjadi bagian dari 99 desa wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. (*)

anak-anak yatim piatu se-NTB. Kartu ini berupa kartu ATM dan rekening tabungan, sehingga seluruh bantuan langsung berupa uang dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan anakanak. Sebelum pembagian KIAP kepada anak-anak yatim piatu, Dinas Sosial Provinsi NTB juga memberikan bantuan sosial kepada beberapa Lembaga Kese-

jahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di Provinsi NTB. Acara ini juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Layanan Pensiunan PT. Bank NTB Syariah. Pembangunan ini ditujukan agar para pensiunan dapat dengan mudah mengambil uang pensiun di unit Bank NTB. (*)

Gubernur bersama Wisatawan Bersihkan Sampah dan Lepas Tukik di Pantai Sekotong

(Suara NTB/Dok Humpro KSB)

PELABUHAN UMUM - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin mendampingi Dirjen Hubla Agus Purnomo meninjau persiapan dermaga Labuhan Lalar untuk dijadikan pelabuhan umum (komersil), Sabtu (21/9).

Gubernur Perjuangkan Dermaga Labuhan Lalar Jadi Dermaga Umum GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberi dukungan penuh terhadap pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk menjadikan dermaga Labuhan Lalar sebagai dermaga umum (komersil). Dukungan Gubernur itu ditunjukkan saat mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Agus Purnomo meninjau langsung dermaga Labuhan Lalar, Sabtu (21/9). Kepada Dirjen, gubernur meyakinkan bahwa dermaga yang berada di Kecamatan Taliwang itu layak menjadi salah satu pintu masuk jalur transportasi laut di Pulau Sumbawa. “Tadi Pak Dirjen sudah kami beri penjelasan mengenai niatan KSB meningkatkan status dermaga ini menjadi dermaga umum. Dan beliau alhamdulillah berkenan,” kata gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini. Dirjen tak sekadar memberi lampu hijau. Menurut gubernur, ia juga memberi saran pengembangan fasilitas bentang dermaga hingga panjangnya mencapai 225 meter ke arah laut. Dengan begitu, statusnya sebagai dermaga umum nantinya dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan kepelabuhanan. “Kalau diperpanjang ke dalam laut lagi, dermaga nanti bisa bongkar muat barang, dipakai sandar kapal penumpang dan kapal-kapal lainnya,” urai Bang Zul. Gubernur berkeyakinan, jika dermaga Labuhan Lalar menjadi pelabuhan komersial (umum, red), maka dampak ekonomi bagi KSB akan sangat terasa. Sebab pembangunan ekonomi lanjutnya me-

mang mensyaratkan adanya mobilitas barang dan manusia dengan baik dan lancar. “Dermaga ini akan jadi akses mobilisasi barang keluar masuk di KSB dan umumnya di pulau Sumbawa,” katanya, seraya menambahkan, persetujuan Dirjen hari ini akan menjadi langkah awal dermaga Labuhan Lalar menuju dermaga umum sesuai harapan Pemda KSB. “Hari ini Labuan Lalar memulai langkah awal itu. Perjalanan panjang, memang harus dimulai dengan langkah pertama,” sambung Bang Zul. Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Agus Purnomo pun membenarkan pernyataan gubernur tersebut. Ia mengatakan, untuk pengembangan dermaga Labuhan Lalar menjadi dermaga komersil, diperlukan dukungan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, mulai pemerintah daerah hingga pusat harus bersinergi. Dan dalam hal ini Kemenhub RI melaui direktorat yang dipimpinnya siap mendukung kelancaran seluruh perizinan dermaga yang menjadi kewenangan di tingkat pusat. “Kami kira ini memang lokasi yang tepat demi mendukung perekonomian masyakat (pulau Sumbawa). Jadi kami intinya siap mendukung pelabuhan ini,” urai Agus Purnomo. Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Hubla dan gubernur atas perhatian yang diberikan terhadap keberadaan dermaga Labuhan Lalar dan upaya Pemda KSB menjadikannya pelabuhan umum. “Khususnya kepada pak gubernur karena

sudah mendukung dan memfasilitasi kami (KSB) menyuarakannya ke pusat,” kata Wabup di sela waktu menyambut Dirjen Hubla dan gubernur. Dikatakannya, alasan Pemda KSB mengupayakan peningkatan status dermaga Labuhan Lalar menjadi pelabuhan umum untuk mengganti fungsi dermaga Benete ke depannya. Pasalnya, dermaga Benete kemungkinan besar kehilangan fungsinya karena perairan teluk Benete akan dipenuhi aktivitas industri pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). “Nanti kalau terbangun smelter di Benete, aktivitas dermaga umum di sana harus dipindahkan. Makanya kami menawarkan ke pusat supaya dermaga kami ini menjadi penggantinya,” paparnya. Terakhir, Wabup menambahkan, Pemda KSB siap menyerahkan dermaga Labuhan Lalar ke pemerintah pusat jika nantinya dermaga Labuhan Lalar akhirnya ditingkatkan menjadi dermaga umum. “Kami saat ini sudah menyiapkan beberapa hal terhadap dermaga ini. Salah satunya sudah membuat dokumen rencana pengembangannya. Dan kalau ada yang dibutuhkan lainnya kami siap lengkapi supaya bisa jadi dermaga umum,” janji Wabup. Sebelum meninjau dermaga Labuhan Lalar, gubernur beserta rombongan terlebih dahulu meninjau pelabuhan umum Benete, kecamatan Maluk. Selain itu mejnjau aktivitas dermaga khusus milik PTAMMT yang lokasinya sama-sama berada di teluk Benete. (bug)

GUBERNUR NTB Dr H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc bersama para wisatawan asing, jajaran OPD, ormas, pelajar, dan juga masyarakat Sekotong mengadakan bersih-bersih pesisir pantai Sekotong, Lombok Barat, Sabtu (21/9). Bersih pesisir pantai ini dilakukan dalam rangka memperingati International Coastal Clean Up Day 2019 (WCD). Gerakan aksi sosial global tersebut bertujuan memerangi masalah limbah padat global termasuk pula puing-puing di lautan. Selain melakukan aksi bersih pantai, Gubernur bersama wistawan dan pengelola hotel juga melepas bayi penyu atau tukik ke laut. Gubernur berkesempatan membuka kegiatan International Coastal Clean Up Day 2019 bertempat di pesisir pantai Wyndham Sundancer Resort, Sekotong. Kegiatan yang berfokus pada kebersihan daerah pesisir pantai ini dihadiri beberapa kepala OPD seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Madani Mukarom. Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan bersih-bersih terbesar di dunia itu. Ia mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dan merawat keindahan wisata yang dimiliki NTB. “NTB dikaruniai banyak kelebihan, baik dari pantai, pegunungan dan wisata lainnya. Oleh karena itu kebersihan tempat wisata tersebut haruslah terus dijaga. Mudah-mudahan dengan kegiatan hari ini, orangorang kemudian akan sangat

senang untuk mengunjungi tempat yang kita cintai ini,” ujar Dr.Zul, sapaan akrabnya. Gubernur kembali mengenang ketika NTB ditimpa bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu. Ia menilai, NTB saat ini sudah jauh lebih baik dari satu tahun semenjak gempa terjadi. Bang Zul memotivasi masyarakat untuk terus memperbaiki diri dan bekerja sama untuk membangun NTB yang semakin baik kedepannya. “Kita sudah buktikan pada dunia bahwa NTB sudah bangkit, Insya Allah sudah pulih kembali, dan sudah siap menerima tamu di tempat kita yang indah dan nyaman ini,” lanjutnya. Gubernur berharap direct flight penerbangan agar dapat lebih diperbanyak. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan lebih dari 400 persen semenjak beroperasinya first direct flight Perth Australia ke Lombok pada bulan Juni yang lalu. “Saya yakin, Insya Allah pariwisata Lombok akan maju sekali di masa yang akan datang,” pungkasnya. Sementara itu, General Manager Wyndham Sundancer Resort Lombok, Ardi Wilson mengucapkan terima kasihnya kepada Gubernur yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat, khususnya dalam sektor wisata pantai. “Acara di Sekotong ini, kami liput di 20.000 hotel Wyndham yang tersebar di seluruh dunia,” ungkapnya. Diakhir pembukaan kegiatan ini, Gubernur bersama masyarakat dan juga turis melepas tukik tersebut ke lautan lepas. (her)

(Suara ntb / ist)

Gubernur NTB bersama manajemen hotel Sundancer dan turis serta warga setempat melepas tukik ke laut lepas


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sanin 23 September 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu