Skip to main content

Edisi Jumat 20 Desember 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

JUMAT, 20 DESEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

Gubernur Usulkan Calon Komisaris dan Direksi ITDC

Ketiga Kandidat Hebat

Mataram (Suara NTB) Pascadilantik menjadi Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si tidak secara tegas menyatakan akan mundur sebagai Komisaris PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Ia mengatakan akan melihat aturan terkait dengan hal tersebut. Masa jabatan Gita sebagai Komisaris di ITDC akan berakhir 2020 mendatang. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, Pemprov akan mengusulkan calon komisaris tahun depan. Bersambung ke hal 11

12 HALAMAN NOMOR 236 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Penetapan Sekda NTB Paling Susah Diputuskan Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc melantik dan mengambil sumpah jabatan Sekda NTB definitif, Dr. H. L. Gita Ariadi, M. Si di Gedung Sangkareang Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (19/12). Pada kesempatan tersebut, gubernur mengatakan proses pemilihan Sekda NTB serasa Pilkada.

TO K O H Jadi Sekda yang SEKDA SEKDA NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si mengajak semua pihak dan masyarakat NTB menatap ke depan dengan membanyak dialog publik untuk mengatasi tantangan sosial ekonomi yang sedang dihadapi. Sehingga NTB bisa sejajar dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Pada tahun 2022 - 2023, NTB akan menyongsong era keemasan. Sehingga, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB ini akan menjadi Sekda yang SEKDA. ‘’Menjadi Sekda yang SEKDA. Sebuah akronim bagaimana saya ingin menjadi Stabilisator, Eksekutor, Komunikator, Dinamisator dan Akuntabilitas,’’ ujar Gita dikonfirmasi usai Bersambung ke hal 11

punya kepentingan. Sehingga siapapun yang ditetapkan menjadi Sekda dari tiga nama yang diajukan merupakan suatu takdir. ‘’Semua eselon I itu ada namanya Tim Penilai Akhir (TPA). Dan semua masukan di situlah dinilai semua,’’ jelasnya. Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini mengatakan, proses pemilihan Sekda NTB memang serasa Pilkada. Selama proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi madya itu, gubernur dan Wagub mengalami suatu hal yang luar biasa. ‘’Entah disadari atau tidak, masing-masing calon, lima dari awal punya tim sukses masing-masing. Dari segala penjuru,’’ ucap Dr. Zul. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/nas)

SELAMAT - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberi ucapan selamat kepada Sekda NTB yang baru, H. L. Gita Ariadi dan istri, di Gedung Sangkareang Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (19/12) kemarin.

Gita Diyakini Mampu Menjembatani Keragaman H.L. Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

KO M E N TTAA R Sasar Pelaku ’’Illegal Logging’’ KABAR pelaku illegal logging yang menjadi pemakai narkoba di Tambora sudah jadi rahasia umum. Perhatian aparat kini terkosentrasi mengungkap modus pembalak liar sekaligus pengguna narkoba hingga bandar. Ini juga sedang jadi atensi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB. Kepala BNN NTB Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra menyebut itu sebagai cerita lama Bersambung ke hal 11 Gde Sugianyar Dwi Putra (Suara NTB/dok)

Bahkan, orang nomor satu di NTB ini mengatakan proses penetapan Sekda NTB termasuk yang paling susah diputuskan dibandingkan daerah lainnya. Dari tiga nama calon Sekda NTB yang diajukan gubernur ke Pemerintah Pusat, dilakukan pembahasan oleh Tim Penilai Akhir (TPA) Kemendagri secara komprehensif. ‘’Dan termasuk yang paling susah diputuskan itu NTB. Karena tiga-tiganya hebat,’’ kata gubernur dikonfirmasi usai melantik Sekda NTB definitif. Sebelum penetapan Sekda definitif, gubernur mengaku berbicara langsung dengan Presiden Jokowi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia menjelaskan, penentuan Sekda definitif yang merupakan pejabat eselon I memang Pemerintah Pusat

GUBERNUR NTB, Dr Zulkieflimansyah, SE.M.Sc mengingatkan untuk mulai berpikir besar demi kemajuan daerah. Kompetisi diperlukan dalam rangka menunjukkan kemampuan terbaik. Hal itu dikatakan Gubernur Dr. Zul saat melantik Drs.H.L.Gita Ariadi, M.Si sebagai Sekda NTB di Gedung Sangkareang, komplek Kantor Gubernur NTB (19/12). Terpilihnya Lalu Gita Ariadi sebagai Sekda yang baru, seperti dikatakan gubernur karena memiliki jiwa pengabdian tinggi pada daerah. Gita yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, menunjukkan pelayanan dan komitmen yang baik saat menangani investasi. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist)

SELAMAT - Wagub NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah memberi ucapan selamat kepada Sekda H.L.Gita Ariadi diikuti oleh mantan Gubernur NTB H.L.Serinata dan undangan lainnya.

123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 Mataram (Suara NTB) tapan siaga darurat oleh Bu123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 Bupati Dompu Drs.H. pati Dompu dan Sumbawa. 123456789012345678901234567890121234 Bambang M. Yasin dan Bu- Karena di dua daerah ini 123456789012345678901234567890121234 pati Sumbawa H. Husni sebelumnya terjadi banjir dan 123456789012345678901234567890121234 Djibril, B.Sc menetapkan daer- puting beliung,’’ kata 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 ahnya siaga darurat bencana. Kurniawan, Kamis (19/12). 123456789012345678901234567890121234 Fase ini ditetapkan setelah SK ini diterbitkan ketika es123456789012345678901234567890121234 bencana banjir dan puting be- kalasi kejadian bencana se123456789012345678901234567890121234 liung menimpa warga setem- makin meningkat. Keputusan 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 pat. Badan Penanggulangan itu diperlukan untuk me123456789012345678901234567890121234 Bencana Daerah (BPBD) mudahkan koordinasi dan pen123456789012345678901234567890121234 menunggu SK dari Bupati anganan. ‘’Dengan status siaga, 123456789012345678901234567890121234 daerah lainnya untuk diteta- lebih jelas langkah dan peninda123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 pkan siaga bencana ditingkat kan yang akan dilakukan, kare123456789012345678901234567890121234 Provinsi. na akan berkaitan dengan per123456789012345678901234567890121234 Menurut Kepala Pelaksaalatan dan personel,’’ ujarnya. 123456789012345678901234567890121234 na BPBD NTB H. Ahsanul Sementara daerah lain, 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 Khalik melalui Kepala Seksi seperti Bima dan Kabupaten 123456789012345678901234567890121234 Kedaruratan Bidang Kedaru- Sumbawa Barat (KSB) dalam 123456789012345678901234567890121234 ratan dan Logistik, Ibrahim proses koordinasi sembari 123456789012345678901234567890121234 Kurniawan, SK dua bupati menunggu SK siaga darurat 123456789012345678901234567890121234 sudah diterima pihaknya. diteken Bupati. 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 ‘’Sudah diterbitkan SK pene- Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234

Dua Bupati Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Rekrutmen CPNS Pemprov NTB

Pelamar TMS Berkurang Jadi 864 Orang Mataram (Suara NTB) Jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berkurang menjadi 864 orang. Sebelumnya,jumlah pelamar yang TMS sebanyak 1.058 orang. Setelah dilakukan verifikasi faktual, terutama pelamar yang salah tujuan lamaran yang semula TMS. Namun dapat diberikan toleransi dan dinyatakan Memenuhi Syarat (MS). Sehingga pelamar yang TMS berkurang menjadi 864 orang. Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah

(BKD) NTB, Raisah, SE, MM, Kamis (19/12) siang kemarin menyebutkan, jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB sebanyak 8.541 orang. Dari jumlah itu sebanyak 7.677 orang dinyatakan MS dan 864 orang dinyatakan TMS. Ia merincikan 864 pelamar yang dinyatakan TMS. Sebanyak 358 orang pelamar untuk formasi tenaga kependidikan, 89 orang pelamar tenaga kesehatan dan 417 orang pelamar untuk formasi tenaga teknis. Sedangkan 7.677 orang pelamar yang dinyatakan MS, terdiri dari 3.514 orang forma-

si tenaga kependidikan, 1.101 orang formasi tenaga kesehatan dan 3.062 orang formasi tenaga teknis. Raisah menambahkan, dari 8.541 pelamar CPNS Pemprov NTB. Sebanyak 3.872 orang untuk formasi tenaga kependidikan, 1.190 orang pelamar untuk formasi tenaga kesehatan dan 3.479 orang pelamar untuk formasi tenaga teknis. Dengan jumlah formasi yang diperebutkan sebanyak 414 formasi. Terdiri dari formasi tenaga kependidikan 234 formasi, 101 formasi tenaga kesehatan dan 79

formasi tenaga teknis. Terpisah, Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si menyebutkan, sebanyak tiga Pemda di NTB sudah mengumumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen CPNS 2019. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat dan Bima. Bersambung ke hal 11

Raisah (Suara NTB/ist)


SUARA MATARAM

SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

Halaman 2

Perayaan Nataru Siap Bantu Kepindahan Warga LURAH Selagalas siap membantu jika warga Pondok Perasi pindah ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di Kelurahan Selagalas. Jika pun harus membuat berkas kepindahannya, Lurah siap membantu warga dalam proses pembuatan surat rekomendasi tersebut. “Kita siap membantu, jika ada kebijakan seperti kalau memang ada yang kosong di Rusunawa Selagalas pasti kita dukung, tinggal mereka mengisi form dan surat keterangan dari kelurahan,” jelas Lurah Selagalas Yusrin kepada Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Ada pun untuk surat remendasi itu kata Yusrin, warga tinggal mengisi dari kelurahannya dengan menaruh keterangan tidak memiliki rumah atau hunian. “Kalau sudah ada rekomendasi itu, tinggal yang bersangkutan nanti minta pertimbangan ke kami. Itu juga nanti ada petugas dari Rusunawa yang mengakomodir. Jika ada kamar kosong, tinggal berkoordinasi dengan petugas di mana akan ditinggali,” jelas Yusrin. Selama ini, kelurahan Selagalas sudah memastikan, semua warga Selagalas yang mau tinggal di Rusunawa juga akan diakomodir. “Kita kan juga selama ini sudah mengutamakan warga setempat (Selagalas), akan tetapi jika ini merupakan perintah dari atasan, kita harus bantu dan akomodir keperluan berkasnya jika harus tinggal di Rusunawa Selagalas,” paparnya. Lanjut Yusrin, jika sudah tidak ada warga Selagalas yang ingin menempati Rusunawa Selagalas, kelurahan akan mengikuti arahan dari Walikota Mataram jika itu menjadi sebuah keharusan. “Kalau ada arahan dari Pak Walikota tidak ada masalah. Silakan saja,” imbuhnya. Nanti, jika warga Pondok Perasi ingin tinggal di Rusunawa, kelurahan hanya minta melengkapi rekomendasinya. “Kita siap terima. Jika sudah ada intruksi dan kami siap membantu melengkapi form dan prosedur lainnya,” katanya. (viq) Yusrin (Suara NTB/viq)

Perketat Pengawasan Rumah Kos KEBERADAAN Rumah pondokan atau rumah kos di Kota Mataram bak jamur di musim hujan. Sayangnya, banyaknya rumah pondokan ini belum dibarengi dengan pengawasan yang memadai. ‘’Sekarang ini memang sudah menjamur di seluruh Kota Mataram. Terutama daerah-daerah yang memang dekat dengan kampus dan dekat tempat kerja,’’ aku anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Mita Dian Listiawati, AM.d., Keb., kepada Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Tidak hanya di tengah kota, Mita mencontohkan di Kelurahan Mandalika yang notabene daerah pinggiran kota, sudah menjamur rumah pondokan. Ironisnya, rumah pondokan itu terkesan sebagai kos bebas tanpa ada pengawasan. Kondisi ini kerap disalahgunakan oleh penghuni kos untuk perbuatan tercela seperti narkoba dan seks bebas. Harusnya, lanjut anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini, setiap rumah pondokan memiliki pengawasan khusus. Selain itu, sambung Mita keberadaan rumah pondokan harus dibedakan, misalnya kos untuk umum, perempuan, laki dan berkeluarga. ‘’Ini penting untuk memudahkan kita melakukan pembinaan dan evaluasi,’’ ujarnya. Dikatakan politisi PKB ini, pengawasan juga harus dilakukan oleh pemilik kos untuk menghindari kegiatan yang tidak baik. ‘’Apalagi di penghujung tahun ini pastinya dimanfaatkan untuk pesta narkoba dan seks bebas,’’ ungkapnya. Untuk itu, dia berharap kepada kepala lingkungan dan lurah agar tetap melakukan pemantauan rumah pondokan agar tetap tertib. Idealnya pengawasan memang harus dilakukan oleh aparat lingkungan dan kelurahan demi menjaga keamanan dan ketertiban. Terlebih Kota Mataram sudah memiliki Perda rumah pondokan. Untuk itu, pengawasan menjadi tugas bersama. Pada bagian lain Mita mengkritisi adanya istilah kos harian. ‘’Apa bedanya dengan hotel,’’ tanyanya. Mita memandang Perda penyelenggaraan rumah pondokan harus lebih detail terkait kualifikasi rumah pondokan. Harusnya dibedakan berdasarkan bentuk atau kriteria bangunan dan jangka waktu sewanya. ‘’Misalkan bangunan hanya untuk satu kamar, pondokan berdasarkan bentuk bangunan dan jenisnya bangunan dalam bentuk kamar yang berjumlah sedikitnya dua unit (kos-kosan), bangunan yang terdiri atas dua kamar atau lebih (kontrakan), dua bangunan atau lebih yang berada dalam satu lokasi, yang dimiliki atau dikuasai oleh orang pribadi,’’ terangnya. Mita mengingatkan, sebelum mendirikan rumah pondokan, harus sudah ada izin dan lain-lain. Untuk itu Satpol PP bisa dilibatkan dalam razia kos-kosan. ‘’Tapi alhamdulillah Lurah Mandalika berserta kepala lingkungan sudah melakukan kegiatan itu sebelum ada laporan dari masyrakat,’’ katanya. (fit) Mita Dian Listiawati (Suara NTB/fit)

Camat dan Lurah Diminta Awasi Keamanan Wilayah

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menggelar rapat tertutup dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah terkait persiapan perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Pelaksanaan ibadah umat Nasrani dipastikan berjalan aman. Camat dan lurah diminta mengawasi keamanan di wilayah masing – masing. “Persiapan natal dan tahun baru ini pada prinsipnya kita sudah siap,” kata Walikota ditemui usai rapat tertutup, Kamis (19/12). Masalah keamanan harus benar – benar dipastikan. Aparat kepolisian akan melakukan penjagaan ketat di gereja tersebar di Kota Mataram. Sehingga umat Nasrani merasa aman dalam melaksanakan kegiatan keagamaan dengan khidmat. Walikota menambahkan, kegiatan tahun baru akan dipusatkan di Taman Sangkareang. Masyarakat yang ingin memanfaatkan suasana tahun baru sedapatnya digelar di lingkungan masing – masing.

“Tentunya kita harapkan tidak ke luar Kota Mataram. Karena hiburan kita sudah siapkan di Taman Sangkareang,” tambahnya. Selain fokus di pusat kota ujar Walikota, pengamanan juga pada titik – titik kumpul masyarakat. Seperti eks Pelabuhan Ampenan, Taman Wisata Loang Baloq dan Pantai Gading di Kelurahan Jempong Baru. Pengamanan arus lintas di pintu – pintu masuk perlu dijaga. Camat H. Ahyar Abduh

dan lurah nantinya akan diundang rapat secara lengkap bersama pimpinan organisasi perangkat daerah untuk mempersiapkan tahun baru. Lurah dan camat harus siap menjaga keamanan di wilayah masing – masing. “Kita juga minta lurah dan camat mengimbau ke masyarakat agar merayakan tahun baru di lingkungan masing – masing,” pintanya. Siagakan 150 Personel Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Bayu Pancapati akan menyiapkan 150 personel untuk pengamanan pada perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. Pengamanan ini sifatnya memback up tu-

gas dari aparat kepolisian. Disamping melakukan patroli di titik – titik yang berpotensi timbulnya kerawanan. Pengamanan lebih ketat difokuskan di Cakranegara, Simpang 5 Ampenan dan Taman Sangkareang. “Kita patroli semua wilayah di back up oleh anggota linmas di seluruh kecamatan,” tambahnya. Potensi kerawanan pada perayaan Nataru adalah munculnya kasus kecelakaan lalu lintas, pencurian, penjambretan, perkelahian dan sejenisnya. Oleh karena itu, masyarakat dalam menghadapi malam pergantian tahun baru lebih waspada. Masyarakat diminta tidak ke luar rumah jika tidak ada hal – hal penting. Perayaan tahun baru dirayakan bersama keluarga atau tetangga dengan kegiatan positif. (cem)

(Suara NTB/dok)

Warga Pondok Perasi Minta Peninjauan Kembali Putusan MA Mataram (Suara NTB) Puluhan warga Pondok Perasi kembali mendatangi Kantor Walikota Mataram, Kamis (19/ 12) pagi kemarin. Mereka meminta Pemkot Mataram meninjau kembali Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1638 K/Pdt/2010 tanggal 25 Februari 2011 lalu. Bersama aliansi Kesatuan Perjuangan Rakyat Kota Mataram, warga Pondok Perasi mendatangai Pemkot Mataram meminta agar Pemkot Mataram melakukan peninjauan kembali Putusan MA tersebut. Warga Pondok Perasi menilai, putusan tersebut masih bisa ditinjau karena dinilai ada kepentingan jauh lebih urgen. Menurut Koordinator Aksi, Kobel menjelaskan, persoalan penggusuran di lahan sengketa RT 08 Lingkungan Pondok Perasi kelurahan Bintaro Ampenan ada pembiaran yang dilakukan oleh Pemkot Mataram kepada warga Pondok Perasi. Warga Pondok Perasi enggan pindah ke tenda yang dibangun oleh Pemkot Mataram di lahan seluas 80 are tersebut. “Kami tidak akan membiarkan warga Pondok Perasi tidur di bawah terik matahari. Rumah warga di Pondok Perasi dibangun atas jerih payah warga selama dua dekade,” ungkap Kobel, kepada Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Menurutnya, penggusuran lahan warga tidak boleh terjadi. Kendati Putusan MA bersifat final, warga Pondok Perasi mempertanyakan langkah Pemkot Mataram dalam penyelesaian

(Suara NTB/viq)

WARGA PONDOK PERASI - Warga Pondok Perasi kembali datangi Kantor Walikota Mataram, Kamis (19/12) kemarin. Warga Pondok Perasi menuntut Pemkot Mataram melakukan PK terhadap Putusan MA atas lahan sengketa di RT 08 Lingkungan Pondok Perasi kelurahan Bintaro, Ampenan Mataram. lahan sengketa dengan pemilik lahan, Ratna Sari Dewi. Menemui massa aksi, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, keputusan MA Nomor 1638 tanggal 25 Februari 2011, telah dibatalkan melalui Putusan Pengadilan Tinggi Mataram Nomor 140/PDT/2009/ PT MTR tanggal 10 Desember 2009 yang menguatkan Putusan PN Mataram Nomor 73/ pft.G/2008/PN MTR tanggal 6 Mei 2009 bersifat final. Keputusan itu sudah tidak bisa diganggu gugat karena memili-

Pembangunan Dua Rusunawa Disepakati Pusat Mataram (Suara NTB) Rencana pembanguan dua Rusunawa (Rumah Susun Sewa Sederhana) di Kelurahan Bintaro dan Kelurahan Mandalika Mataram sudah disepakati Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Republik Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Kepala Dinas Permukiman dan Kawasan Perumahan Rakyat Kota Mataram, H Kemal Islam mengatakan, untuk detail engineering design (DED) kedua Rusunawa tersebut sudah dipenuhi oleh Pemkot Mataram. Untuk tender sendiri, Pemkot Mataram menyerahkan sepenuhnya dari Kementerian PUPR RI. “Kita sudah penuhi semua persyaratannya dan sudah ada di kementerian PUPR RI. Komunikasi dengan Kementerian PUPR, sudah siap dibangun tahun 2020 mendatang,” kata Kemal sapaannya kepada Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Rusunawa yang akan dibangun di Kelurahan Bintaro itu memiliki tipe 2 twin block dengan jumlah 174 ruangan. Nanti, Rusunawa ini akan ditempati oleh warga Bintaro yang kena imbas dari abrasi Pantai. “Kita juga akan proyeksikan untuk menampung warga Pondok Perasi di Rusunawa ini,” jelas Kemal. Adapun jumlah warga Pondok Perasi saat ini, berjumlah 81 kepala keluarga (KK) dan 300 jiwa lebih. Dinilai Kemal, dengan jum-

lah 81 KK tersebut dirasa cukup jikalau menempati Rusunawa dengan 2 twin block tersebut. “Nanti (Rusubawa) itu tipe 36 cukup besar. Kita juga sudah direkomendasikan jumlahnya 3 lantai. Awalnya kan 5 lantai, tapi karena rawan gempa kita minta 3 lantai. Itu sejenis dengan Rusunawa yang akan dibangun di Montong Are Mandalika,” jelas Kemal. Adapun tipe 36 ini, memiliki dua kamar. Satu kamar tamu dan satu kamar inap. “Juga satu ruang dapur dan satu ruang khusus kamar mandi,” katanya. Untuk fasilitas umum sendiri jelas Kemal, Pemkot siap memberikan dana tambahan untuk tempat jemur ikan dan pagar keliling. “Nanti itu akan dibiayai dari Pemkot Mataram, termasuk di Bintaro dan Mandalika. Tapi kita akan usahakan ada bangunannya dulu. Barulah kita akan pikirkan anggaran untuk tambahan tadi,” aku Kemal. Rusunawa di Bintaro bisa menampung sebanyak 285 KK. Ia pun sudah memastikan, untuk urusan listrik dan air sudah dianggarankan langsung dari pusat. “Kita hanya pemagaran dan RTH. Nanti tahun 2020 kita akan coba anggarkan melalui APBD-P. Kalau sudah dibangun Rusunawanya, barulah pikirkan duitnya. Yang jelas kita akan perhatian secara khusus. Semoga bisa rampung Oktober 2020,” tutup Kemal. (viq)

ki kekuatan hukum mutlak. Dalam hal ini jelas Martawang, Pemkot Mataram tidak bisa masuk ke dalam tahapan hukum tersebut. “Kita sangat menghargai proses pengadilan. Kita juga tidak bisa masuk ke ranah itu, karena Pemkot sangat menghargai supremasi hukum yang ada,” jelasnya. Untuk itu, jelas Martawang, dari kasus ini, Pemkot Mataram sudah berupaya tidak melepas tanggungjawab kepada warga Pondok Perasi. “Langkahnya adalah pertama kami menyiapkan lahan untuk

relokasi dan kedua menyiapkan untuk pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di lahan seluas 1,2 hektar tahun 2020 mendatang,” jelasnya. Adapun untuk melakukan PK jelas Martawang, merupakan langkah yang tidak bisa dilakukan. Mengingat keputusan MA tersebut sudah final. “Sekarang bagaimana Pemkot Mataram menyiapkan Hunian Sementara (Huntara) buat warga Pondok Perasi yang sedang dalam proses,” paparnya. ‘’Jadi sangat tidak mungkin juga kita klaim lahan itu milik

warga Pondok Perasi karena tidak cukup alat bukti,” jelas Martawang. Yang perlu dilakukan kata Martawang, bagaiman warga Pondok Perasi diperhatikan dan diberikan tempat tinggal yang layak. “Untuk itu, kita imbau kepada semua warga Pondok Perasi untuk bisa memilih tempat tinggal, baik di Rusunawa Mandalika dan Rusunawa Selagalas,” katanya. Untuk Rusunawa Mandalika, terdapat 40 kamar kosong siap menampung warga Pondok Perasi jika mau pindah ke sana. (viq)

Penunggak Pajak Hotel Diberi Peluang Mencicil Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Negeri Mataram, Jumat (20/12) hari ini kabarnya akan memanggil manajemen Hotel GL. Pemanggilan ini kali terakhir setelah berulangkali diminta kesanggupan melunasi tunggakan pajak sekitar Rp1 miliar lebih. Wajib pajak diberikan peluang mencicil. Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, H.M. Syakirin Hukmi menyampaikan, pemilik hotel memang telah dipanggil oleh Kejaksaan untuk melakukan penagihan. Informasinya, pemilik Hotel GL di Jalan Sriwijaya itu meminta pengurangan terhadap pajak. Tarif pajak berdasarkan Undang – Undang 28 Tahun 2009 tentang tarif pajak dan retribusi daerah 10 persen. Ketentuan ini tidak bisa diturunkan. Klaim pemilik hotel bahwa pemerintah memberikan pengurangan. Padahal dimaksud adalah pengurangan pajak bumi dan bangunan. Itupun diberikan karena ada bencana gempa tahun 2018 lalu. “Jadi bukan tarif pajak 10 persennya dikurangi. Tetapi pengurangan PBB,” jelas Syakirin dikonfirmasi, Kamis (19/ 12). Pengurangan PBB memiliki kriteria. Hotel yang mengalami rusak berat harus dibuktikan surat dari pejabat yang berwenang. Sehingga dibebaskan pajak dari 25 – 50 persen. Sementara, tarif pajak tetap 0,01 persen dan 0,02 per-

(Suara NTB/dok)

H.M. Syakirin Hukmi sen di atas Rp1 miliar. Pemilik hotel yang meminta pengurangan harus mengikuti mekanisme. Mekanisme dijelaskan Syakirin adalah, harus ada penetapan, permohonan resmi. Sejauh ini, tidak ada surat permohonan diajukan oleh Hotel GL ke Pemkot Mataram. Hanya tembusan surat yang dikirimkan ke Ketua DPRD. “Kita tidak bisa melaksanakan mekanisme perpajakan. Cuma surat ini membenarkan jalan ditempuh pemilik,” ujarnya. Pembayaran tunggakan pajak berdasarkan peraturan walikota bahwa wajib pajak diberikan peluang untuk mencicil tunggakan dengan kondisi tertentu. Tidak mungkin pemerintah memaksa sehingga WP diberikan kesempatan mencicil beberapa kali. Tetapi ini belum

disepakati karena Kejaksaan diberikan surat kuasa khusus sedang mengkomunikasikan. Inspektur Inspektorat, Lalu Alwan Basri mengatakan, optimalisasi penyerapan pendapatan asli daerah diawasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Secara berkala laporan PAD harus dilaporkan ke Komisi Antirasuah. Oleh karena, penagihan tunggakan pajak diberikan surat kuasa khusus ke Kejaksaan untuk menagih wajib pajak membandel atau tidak kooperatif menyelesaikan kewajiban mereka ke daerah. “Setiap tiga bulan kita harus lapor progres PAD ke KPK,” tandasnya. Ketua Komisi II DPRD, I Gede Wiska menegaskan, pelibatkan KPK dan Kejaksaan dalam penagihan tunggakan pajak semestinya tidak ada lagi masalah. Dua institusi penegak hukum dinilai lebih efektif memberikan terapi kejut bagi wajib pajak. Persoalan Hotel GL hingga saat ini belum melunasi tunggakan pajak diprediksi ada masalah. “Sekarang ini tergantung ketegasan dari Pemkot Mataram,” ucapnya. Rapat anggaran bersama eksekutif sempat dipertanyakan progres pajak. BKD mengklaim hampir sebagian potensi pajak maupun retribusi terpenuhi. Faktanya ada wajib pajak belum melunasi tunggakan akan jadi perhatian. “Nanti kita panggil lagi,” janjinya. (cem)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

NTB Punya Keunikan Bahan Baku Fashion Mataram (Suara NTB) Hasil kerajinan fashion yang ada di NTB dianggap unik. Karenanya, sangat tepat jika provinsi ini mengembangkan industri fashion. Bank Indonesia sudah beberapa tahun ini melakukan kemitraan dengan desainer nasional. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTB juga telah dua tahun ini menggandeng Wingnyo Rahadi untukmembangun industri fashion berdasarkan potensi besar produksi kain tenun yang dimilikinya. NTB memiliki kain tenun yang sangat beragam yang tersebar produksinya di hampir di semua kabupaten. Uniknya, semua memiliki kain tenun den-

gan ciri khas yang berbeda – beda. Kekayaan inilah yang diyakini akan menjadi salah satu daya tarik provinsi ini. Menurut Wingnyo Rahadi, bila Bank Indonesia dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB kuat bersinergi dan terus secara berkelanjutan dalam pengembangan kain tradisionalnya, maka NTB bisa menjadi salah tujuan fashion yang berbasis kain tradisional. Seperti mimpi besar yang te-

lah mulai dirinitis dengan dicanangkannya provinsi ini sebagai pusat industri fashion muslim di masa mendatang. Sejak awal bermitra dalam membina pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Wingnyo telah membuat konsep fashion industri. Dengan menyiapkan hulunya yaitu, membuat pelatihan tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tujuannya agar kain tenun

Sukses, Rapimda dan FGD Gepensi NTB

Pemda Diminta Laksanakan Pergub No 20 Tahun 2019 Mataram (Suara NTB) BPD Gabungan Pelaksanakan Konstruksi sukses menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Forum Grup Diskusi (FGD) bersama seluruh BPC di kabupaten/kota. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan Kamis (19/12) kemarin di Hotel Santika Mataram. Dibuka oleh Wakil Ketua BPP Gapensi, H. Faurani, SE, MBA. Hadir juga dari unsur asosiasi profesi lainnya, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB, Ir. L. Hery Priharin IR, Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Provinsi NTB, H. Hasmudin, Ketua Gapeksindo NTB, H. Bambang Muntoyo, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan unsur dari PU PR, dari perbankan dan mitra Gapensi NTB lainnya. Rapim dan FGD dipimpin langsung oleh Ketua BPD Gapensi NTB, Kukuh Sugiarto dan Sekretaris, H. Agus Mulyadi. Ketua Panitia, Eddy Sophiaan mengatakan, dilaksanakan Rapim ini sebagai kewajiban dalam amanat Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) Gepensi. Didalamnya disebut bahwa Rapimda minimal dilaksanakan sekali setahun. “Untuk tahun 2019 ini, kita laksanakan Rapimda dua kali. Pertama pada Bulan April ketika selesai Munas dan Desember ini sebelum Munas dilaksanakan,” kata Kukuh. Maksud dan tujuan Rapimda adalah untuk menentukan tata laksana petunjuk teknis registrasi dan heregistrasi keanggotaan Gapensi NTB tahun 2020. Hasil Rapimda juga menjadi rekomendasi di dalam Rapimnas yang akan dilaksanakan awal tahun 2020. Selain

(Suara NTB/bul)

Dari kiri Eddy Sophiaan, L. Heri Prihatin, H. Faurani, Kukuh Raharjo dan H. Agus Hidayat saat Rapimda dan FGD BPD Gapensi NTB 2019 untuk mensinergikan kerja ant- NTB dapat menindaklanjuti ara BPD Gapensi dengan BPC Pergub yang telah diterbitkan, Gapensi agar satu langkah, satu ditindaklanjuti dengan edaran visi dan satu misi dalam men- agar efektif dilaksanakan hingjalankan organisasi dan sejalan ga di kabupaten/kota. “Intinya Pergub No 20, untuk dengan BPP Gapensi. “Apabila sudah satu misi, kelas M dan kelas K, proyeknya dari BPC, BPD dan BPP, kita adalah milik atau dikerjakan bisa menjadi rekan kerja, mitra oleh pengusaha dalam daerah. pemerintah dari tingkat pusat, Pengusaha luar kalau mau maprovinsi sampai kabupaten/ suk harus ber-KSO. Dan sudah kota untuk mewujudkan dunia ditegaskan wajib ber KSO,” usaha yang lebih fair di dalam ujarnya. Agar proyek-proyek yang regulasi-regulasi yang dikeluar- ada di NTB dapat dinikmati oleh kan oleh pemerintah,” ujarnya. pengusaha lokal, khususnya di Sehingga regulasi yang akan la- kelas M dan kelas K. FGD hir tidak menyulitkan pengusa- menyepakati dan mendorong peha, dan diharapkan memudah- merintah daerah dan stakeholdkan pengusaha di dalam pem- ernya agar Pergub berjalan. Sebab, setelah diterbitkan bangunan ekonomi bangsa ini. Kesepakatan Rapimda selan- pada Bulan Juli sampai Desemjutnya akan menjadi rekomen- ber 2019, belum terlihat aktifidasi pada Munas Gapensi pada tas pelaksanaan Pergub, kecuaawal tahun 2020. Rapimda di- li di lelang jasa konsultan. “Di lanjutkan dengan FGD. Fokusn- kontraktor kita belum lihat ini. ya mendiskusikan Pergub No 20 Kita sama-sama dorong, sehingTahun 2019 yang dikelurkan di ga mempengaruhi atau menBulan Juli 2019, sebagai turunan gusulkan satu regulasi pemerdari UU Jasa Konstruksi No 2 intah yang melindungi dan men2017 pasal 24. FGD melahirkan dukung pengusaha lokal,” rekomendasi agar pemerintah di demikian H. Kukuh. (bul/*)

yang dihasilkan lebih efisien dan efektif dalam pembuatan busana siap pakai (ready to wear) tanpa meninggalkan ciri khas kearifan lokalnya. Selain itu, ia juga dilibatkan untuk pelatihan pewarnaan sintetis agar proses membuat pewarnaan bisa lebih cepat dan warna yang beragam. Lalu membuat program product incubator dan program design incubator. Hasil yang dilihat, perubahan yang mendasar adalah kain menjadi lebih bagus, dan perubahan mindsetnya yang semula berwawasan lokal NTB telah berubah menjadi berwawasan nasional. Lalu, agar menghasilkan penjahit yang andal untuk

membuat busana yang nyaman dipakai, menurut Wingnyo, pembinaan kepada penjahit dilakukan secara intensif. Outputnya para penjahit lokal dapat mengembangkan diri menjadi desainer kebanggaan NTB. “Dengan adanya ke dua program tersebut, maka akan bisa lebih cepat menumbuhkan UMKM-UMKM baru yang qualified,” ujarnya. Konsep yang dibuat untuk Bank Indonesia NTB adalah fashion industri yang akan mendukung program pemerintah pusat ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat mode busana muslim dunia. Wingnyo meyakini, NTB mampu mewujudkannya. (bul)


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

Cekal Tersangka Pembangunan Pasar Sambelia

(Suara NTB/yon)

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) mengatensi kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Pasar Tradisional Sambelia. Bahkan pihak Kejari Lotim melakukan pencekalan terhadap dua tersangka, LM selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan A selaku rekanan. “Saat ini dalam proses pencekalan. Baik untuk jalur darat maupun udara. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi supaya yang bersangkutan tidak dapat bepergian ke luar negeri,” terang Kajari Lotim, Iwan Setiawan Wahyuhadi, kepada Suara NTB, Kamis (19/1). Dalam proses pencekalan ini, Kajari mempersilakan jika kedua tersangka ke luar daerah. Terlebih tersangka LM saat ini merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sehingga tidak dipungkiri jika yang bersangkutan memiliki beberapa agenda yang harus laksanakan di luar daerah. Akan tetapi, kata Kajari, perjalanan yang dilakukan tetap dalam pengawasan Kejaksaan. “Silahkan saja ke luar daerah. Untuk ke luar negeri kita lakukan pencekalan,”terangnya. Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait, terus berjalan pascapenetapan dua orang tersangka. Beberapa pihak yang diperiksa dari kalangan unsur pejabat pemerintah maupun swasta dan berhasil ditemukan beberapa tambahan alat bukti. Sedangkan, kata Kajari, untuk pemeriksaan LM dan A dalam status tersangkanya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan NTB. “Penanganan kasus dugaan tipikor pembangunan Pasar Tradisional Sambelia tidak ada unsur politik di dalamnya. Maka dari itu, ia menegaskan untuk menuntaskan kasus ini secepatnya,” janjinya. Diketahui bahwa dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Tradisional Sambelia Kecamatan Sambelia yang dibangun tahun 2015 lalu. Kajari menyebut jika pihaknya menggunakan dua ahli yakni ahli teknis bangunan dari akademisi dan ahli penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara untuk kerugian negara dalam kasus ini masih berjalan. Namun diperkirakan kerugian negara yang ditimbul sebesar 20 persen dari nilai proyek sebesar Rp1,9 miliar. (yon)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintah 79,30 Persen Tanjung (Suara NTB) Pemkab Lombok Utara meraih kinerja cukup baik selama 5 tahun terakhir. Hal itu ditandai oleh indikator penilaian publik dengan berbagai indikator. Kepala Inspektorat Lombok Utara, H. Zaenal Idrus, SH., dalam jumpa pers “Capaian Prestasi Pemerintah Daerah tahun 2019”, Kamis (19/12) mengungkapkan, kinerja pemerintahan Lombok Utara dinilai cukup baik. Salah satunya, Pemda KLU memperoleh Opini pengelolaan keuangan daerah katagori Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 kali berturut-turut. Opini WTP dari BPK itu, sebut dia diraih di usia 3 tahun pemerintahan sebelumnya. Sebelum itu, Pemda meraih Disclaimer dan Wajar Dengan Pengecualian. Raihan opini di bawah WTP itu bukan tanpa alasan, sebab

masih ada persoalan aset yang belum tuntas. “Sebelumnya belum WTP karena aset belum seluruhnya diserahkan oleh Lobar. Setelah semua aset di serahkan, termasuk lahan Amor-amor dan PDAM, kita meraih WTP,” un-

gkap Idrus. Selain indikator itu, penilaian publik dari Ombudsman menempatkan Lombok Utara pada rapor hijau. Hal ini tidak lepas dari kriteria pendukung lain, misalnya Kepala Daerah tidak berkasus dan diusut oleh lembaga KPK.

Pada kinerja lain, nilai tingkat kepatuhan yang diperoleh Lombok Utara sebesar 93,87 persen, tingkat kematangan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) berada di level 3. “Kematangan SPIP dinilai dari 25 unsur sistem pengendalian, 25 risiko dan pelaksanaannya integral diperiksa oleh BPK,” sebutnya. Ia menyambung, pada kapabilitas APIP KLU meraih level 2, didukung nilai SAKIP B (Baik), capaian MCP Korsupgah KPK 60 persen dan kepuasan masyarakat 79,30 persen. “Capaian MCP Kor-

supgah 60 persen dari target 80 persen. Kekurangan kita salah satunya disebabkan laporan DD yang belum masuk. Itu disampaikan ke BPMD dan ke Inspektorat, agar nilai bisa naik lagi,” ujarnya. Ia juga menekankan, agar beberapa anjuran Korsupgah KPK segera dilakukan oleh OPD. Idrus mengharapkan, penagihan pajak belum maksimal karena masih dilakukan secara manual. “Penagihan ke depan agar bisa dilakukan secara online, karena ini juga mendukung pencegahan korupsi,” tandasnya. (ari)

Iwan Setiawan Wahyuhadi

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Tanjung (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Pemkab Lombok Utara terus mengintervensi ketim1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 pangan gender yang tercatat paling tinggi dari daerah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 lain di NTB. Secara perlahan angka ini dapat diturun1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kan. “Ketimpangan gender, KLU paling tinggi. Ketim1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 pangan ini terjadi di aspek pendidikan dan ekonomi,” 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ungkap Sekretaris Bappeda KLU, Yuni Kartika Mae1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 sarah, saat menjadi narasumber pada Jumpa Pers 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Humas Protokol KLU bertajuk “Capaian Prestasi Pe1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 merintah Daerah 2019”. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Yuni menyebut ketimpangan tidak lepas dari mind1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 set masyarakat. Oleh karena itu, kata dia, Bappeda 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Lombok Utara membuat perencanaan untuk menaik1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kan beberapa indikator. Intervensi misalnya dengan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 hadirnya sekolah perempuan, bantuan budidaya udang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 vannamei untuk kaum perempuan, hingga member1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 dayakan masyarakat perempuan dalam pengemban1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 gan HHBK, madu dan kemiri. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Hasil dari perencanaan itu, Pemda Lombok Utara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 meraih penghargaan sebagai daerah dengan peren1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 canaan terbaik kedua setelah Pemerintah Tegal. KLU 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 bahkan mengalahkan Pemkab Banyuwangi yang dike1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 nal sebagai daerah paling inovatif. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Sementara pada tataran aplikasi, Yuni menyebut 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 rentang 2010 - 2018 indikator menunjukkan perbai1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kan yang signifikan. Misanya pada penurunan kemiski1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 nan, selama 9 tahun kemiskinan turun rata-rata 1,9 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 persen per tahun atau turun menjadi 29,03 persen. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 “Pada indikator IPM, capaian 9 tahun KLU tertinggi di 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 NTB dengan Raihan 7,7 poin, lebih tinggi dari NTB 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 dengan 6,14 poin. Peningkatan IPM naik dari 56,14 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 menjadi 63,88 poin,” paparnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Yuni menekankan, untuk mengatasi berbagai 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 persoalan di Lombok Utara, membutuhkan lompa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 tan pemikiran yang tidak biasa. Artinya, setiap OPD 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 harus mampu berpikir inovatif dan mengeluarkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ide-ide untuk menterjemahkan visi misi dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 RPJMD Lombok Utara. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Sementara Kabag Humas Protokol Setda KLU, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Mujadid Muhas, MA., mengatakan inovasi dalam ben1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 tuk program terus diikhtiarkan oleh daerah. Dari se1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 rangkaian program yang sudah dilakukan, menempat1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 kan Pemda KLU memeroleh penghargaan dari berb1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 agai kategori dan indikator. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 “Sedikitnya ada enam penghargaan yang telah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 diberikan oleh berbagai lembaga untuk Lombok Utara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 pada tahun 2019 ini. Belum termasuk penghargaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 jaring Pekat dan Saber DO dari Provinsi,” ucapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Adapun penghargaan yang telah diraih meliputi, ka1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 tagori best leader supporting public relation and com1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 munication, katagori terpopuler di media online atas 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 eksposur terbanyak, kepala daerah inovatif tahun 2019, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 Juara I katagori pembina terhadap program pendamp1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ingan Kebun Kakao, penghargaan pendukung modera1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 si beragama dan pembina bahasa dan sastra atas in1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 ovasi penggunaan bahasa asing di ruang publik. (ari) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 (suara NTB/ari) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 JUMPA PERS - Jumpa Pers Humas Protokol KLU 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 bertajuk “Capaian Prestasi Pemerintah Daerah 2019” 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012

KLU Intervensi Ketimpangan Gender

(Suara NTB/yon)

PEMUSNAHAN - Proses pemusnahan sejumlah barang bukti berupa miras dan knalpot di Mapolres Lotim, Kamis (19/12).

Polres Lotim Musnahkan Ribuan Liter Miras dan Ratusan Gram Narkoba Selong (Suara NTB) Sebanyak ribuan liter minuman keras (miras) dan ratusan gram narkoba, Kamis (19/12) dimusnahkan Polres Lotim. Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama tahun 2019. Pemusnahan dilakukan dengan cara digiling menggunakan alat berat

di halaman Mapolres Lotim. “Selain miras dan narkoba. Kita juga musnahkan barang bukti berupa knalpot racing yang kerap meresahkan masyarakat,” kata Kapolres, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SIK, didampingi Wakapolres Lotim, Kasat Resnarkoba, Kasat Reskrim, pewakilan dari Rutan, Kejaksaan, Pengadilan,

dan unsur forkopimda lainnya usai menggelar apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya peringatan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Dari pengungkapan tersebut berdasarkan 46 laporan polisi dengan jumlah tersangka sebanyak 69 orang. Sedangkan jumlah barang bukti tersebut, diantaranya, Narkotika jenis shabu,

Tim Gabungan Mulai Diterjunkan dalam Operasi Lilin Pengamanan Nataru Selong (Suara NTB) Ratusan personel gabungan mulai diterjunkan untuk pengamanan momentum Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Operasi dengan sandi operasi Lilin ini merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari dari hari Senin tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari 2020. Fokus pengamanan adalah 61.308 objek di seluruh Indonesia baik Gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun KA dan Bandara. Pelaksanaan upacara gelar pasukan Operasi Lilin 2019 dipimpin langsung oleh Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, SIK. Disampaikan Kapolres untuk tetap menjaga kesehatan serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah. Memastikan setiap personel hadir sesuai dengan plotingan serta paham terhadap tugas dan tanggung jawab. Kapolres juga mengimbau supaya personel melakukan deteksi dini dengan memetakan titik-titik kerawanan secara tepat dan optimalkan penggalangan untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat. Meaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis dan memberikan pelayanan terbaik serta tingkatkan kewaspadaan pengamanan melalui penerapan buddy system serta meman-

(Suara NTB/yon)

GELAR PASUKAN - Apel gelar pasukan Operasi Lilin dan pengamanan Natal 2019 dan Tahun 2020 bertempat di Mapolres Lotim, Kamis (19/12). tapkan kerjasama, sinergi, dan si yaitu aksi terorisme, kejahasoliditas para pihak yang ter- tan konvensional, sweping ormas, kemacetan lalu lintas, libat demi keberhasilan. Dalam amanat Presiden kecelakaan transportasi, aksi yang dibacakan Kapolres, penolakan peribadatan, kenaidalam pelaksanaan operasi ini kan harga sembako, konflik akan melibatkan 191.807 per- sosial dan tawuran, bencana sonel pengamanan gabungan alam, konvoi dan balap liar. yang terdiri dari 121.358 per- Termasuk kebakaran akibat sonel Polri, 17.190 personel TNI petasan daan pesta narkoba serta 55.259 personel gabungan atau minuman keras. Sementara jumlah personel instansi terkait. Kekuatan personel tersebut akan ditempat- gabungan yang diterjunkan di kan pada 1.792 titik pos penga- Kabupaten Lotim, diantaranya manan, 745 titik pos pelayan- 1 pleton TNI AD Kodim 1615 Lotim, 1 pleton Brimob Labuhan an dan 45 titik pos terpadu. Strategi yang diterapkan haji, 1 pleton Dalmas Polres yaitu dengan mengedepankan Lotim, 1 pleton Sat Lantas Poltindakan, preventif dengan res Lotim, 1 pleton gabungan didukung kegiatan Intelijen Satreskrim, Narkoba dan Sat berupa deteksi dini dan detek- Intelkam Polres Lotim, 2 pleton si aksi serta penegakan hu- gabungan BKTM jajaran, 1 plekum. Berdasarkan prediksi In- ton Dishub Lotim, 1 plleton telijen terdapat 12 potensi ker- Basarnas Lotim, 1 pleton Satpol awanan yang harus diantisipa- PP dan 1 pleton Pramuka. (yon)

803.33 gram, narkotika jenis ganja, 8,09 gram, narkotika jenis pil ekstasi. Sedangkan untuk minuman keras, bir bintang sebanyak 30 dus, bir radler 3 dus dan miras tradisional sebanyak 854 botol dengan jumlah tuak keseluruhan sebanyak 1.551 liter dan tuak 135 liter. Melihat data laporan dan pengungkapan, Kapolres mengatakan

jika pada tahun 2019 ini jumlah kasus mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Baik dalam operasi cipta kondisi maupun berdasarkan laporan langsung dari masyarakat. Sementara beberapa barang bukti terutama narkoba dilakukan pemusnahan lebih awal setelah dilakukan pelimpanhan ke Kejaksaan dan di persidangkan di Pengadilan. (yon)

Minim Anggaran

Lotim Usulkan Perubahan Status Jalan ke Provinsi Selong (Suara NTB) Sampai saat ini masih terdapat 43 persen dari 1.018 Km panjang jalan kabupaten belum mantap. Masih banyaknya ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan itu disebabkan keterbatasan dana yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lotim. Salah satu upaya dilalukan adalah mengusulkan perubahan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, M. Rozikin. Disebut diantara yang diusulkan adalah SikurSakra, Praubanyar-Montong Baik-Kota Raja dan Pemongkong-Seriwe-Kaliantan. Disamping anggaran, usulan sekali dalam lima tahun ini untuk akses jalan yang ada koridor dengan jalan nasional. Khusus di Pemongkong-Seriwe-Kaliantan itu diusulkan perubahan status karena masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Beban APBD Lotim sejauh ini dalam pembangunan infrastruktur jalan ini cukup berat. Meski demikian, ada juga usulan peningkatan status jalan desa menjadi jalan kabupaten diterima Pemerintah Kabupaten. Dalam melakukan pem-

bangunan jalan ini pemkab Lotim ditahun pertama kepemimpinan Bupati H M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H Rumaksi membuat pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. Pembangunan infrastruktur menggunakan sistem tahun jamak. Tahun 2019 diklaim PUPR sudah dibangun sepanjang 118 km (117.542 km) jalan kabupaten dari proyek percepatan dengan total anggaran Rp51 miliar lebih. Lainnya digunakam Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 38 miliar dan berhasil memantabkan jalan sepanjang 22,9 km. Jembatan dari DAK berhasil dibangun sepanjang 40 ribu meter senilai Rp5,2 miliar dan dari proyek percepatan sebesar 83 ribu meter dengan alokasi anggaran Rp15.4 miliar. Tidak dinafikan Rozikin, kemampuan membangun infrastruktur jalan dan jembatan ini tak sebanding dengan kemampuan memelihara. Anggaran pemeliharaan jalan sebutnya sangat minim dan hal ini membuat PUPR tidak bisa maksimal. Sebelumnya Rp1 miliar kini tersisa hanya Rp700 juta. “Kita hanya bisa bangun yang emergensi saja,” sebutnya. (rus)

Musim Hujan, Rinjani Waspada Longsor Selong (Suara NTB) Kondisi Rinjani pascakebakaran hutan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), mengkhawatirkan. Memasuki musim hujan, dikhawatirkan areal yang terbakar ini mengalami longsor karena tidak ada ekosistem yang menahannya. Khusus Sembalun diingatkan untuk waspada terhadap terjadinya longsor. Hal ini disampaikan Kepala BTNGR Dedi Asriadi saat dikon-

firmasi Suara NTB belum lama ini. Longsor prediksi kejadian mikronya memang susah untuk melihatnya karena tergantung intensitas musim hujan. Sejauh ini dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) daerah Sembalun pada Bulan Januari 400 mili liter perdetik curah hujannya. Sehingga dikhawatirkan longsor. “Itu prediksi bulanan, hariannya tidak kita tahu,” ungkapnya. Dituturkan, pascakebaka-

ran aktivitas pendakian ke Rinjani tetap buka sejak tanggal 6 November 2019 lalu. Sampai saat ini masih tetap diperbolehkan melakukan pendakian. Setiap memasuki musim hujan, pendakian sebenarnya tutup. Namun tetap mengacu pada BMKG. BTNGR tidak ingin langsung menutup begitu saja tanpa dasar. Alasan penutupan, sambung Dedi ada dua. Pertama untuk pemulihan ekosistem saat hu-

jan dan antisipasi kemungkinan akan terjadi longsor. “Share data dari BMKG memang awal tahun 2020 mendatang, bulan Januari curah hujannya sangat tinggi dan memang biasanya setiap tanggal 1 Januari kita tutup,” imbuhnya. Pada musim hujan tahun ini, tampak terjadi pergeseran. Terjadi agak lambat turunnya hujan. “Kami kan bukan ahlinya dalam iklim dan cuaca, kapan pasnya kami koordina-

si dengan BMKG,” imbuhnya. Kalau di puncak gunung dipastikan tidak ada banjir bandang. Tetapi kalau rawan longsor akibat curah hujan pasti ada. Kapan pastinya belum bisa diketahui. Langkah antisipasinya adalah dengan cara menutup agar jangan sampai masih dibuka dan pendaki terjebak longsor. “Yang jelas kami pasti akan menutup nanti saat musim hujan sesuai pertimbangan BMKG,” katanya. (rus)


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Giri Menang 12345678901234567890123456789012 (suara NTB) – 12345678901234567890123456789012 Polres Lombok Barat 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (Lobar) mengusut dug12345678901234567890123456789012 aan tindak pidana korup12345678901234567890123456789012 si (Tipikor) di sejumlah 12345678901234567890123456789012 Pokmas wilayah Kuri12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pan. Modus penyimpan12345678901234567890123456789012 gan dana bantuan ini, 12345678901234567890123456789012 oknum pokmas diduga 12345678901234567890123456789012 me- mark up harga ma12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 terial bangunan yang di12345678901234567890123456789012 beli oleh warga. 12345678901234567890123456789012 Sejauh ini penanganan 12345678901234567890123456789012 kasus ini tengah dalam 12345678901234567890123456789012 proses penyelidikan. Pe12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nyidik Polres memanggil 12345678901234567890123456789012 semua unsur terkait, baik 12345678901234567890123456789012 dari korban gempa, pen12345678901234567890123456789012 gurus Pokmas hingga ka12345678901234567890123456789012 Priyo Suhartono 12345678901234567890123456789012 langan Pemda. Sekitar 12345678901234567890123456789012 seratusan warga yang 12345678901234567890123456789012 tergabung dalam Pokmas akan dimintai keterangan. 12345678901234567890123456789012 Demikian ditegaskan Kapolres Lobar melalui Ka12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 satreskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono kemar12345678901234567890123456789012 in di Mapolres Lobar saat jumpa pers refleksi akhir 12345678901234567890123456789012 tahun. Priyo menjelaskan, pihaknya memangani tiga 12345678901234567890123456789012 laporan dugaan penyimpangan dana bantuan RTG. Dari 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tiga laporan ini baru satu yang masuk tahap 12345678901234567890123456789012 lidik (untuk menentukan peristiwa pidana atau 12345678901234567890123456789012 bukan) yakni di daerah Adeng Daye Kuripan. 12345678901234567890123456789012 ‘’Kami ada tiga laporan terkait dana bantuan RTG 12345678901234567890123456789012 ini, tapi satu yang sudah masuk tahap lidik bantuan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dana RTG gempa di Adeng Daye sedangkan sisanya 12345678901234567890123456789012 masuh pulbaket,’’ jelasnya. 12345678901234567890123456789012 Untuk tahap penyelidikan, pihaknya agak kerepotan 12345678901234567890123456789012 karena harus memeriksa 300 kepala keluarga. Sehingga 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kata dia butuh waktu yang panjang. Pihaknya akan bu12345678901234567890123456789012 tuh memeriksa ratusan KK yang tergabung dalam beber12345678901234567890123456789012 apa Pokmas. Jumlah Pokmasnya mencapai 15 Pokmas 12345678901234567890123456789012 yang ada di beberapa wilayah. Sejauh ini pihaknya sudah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 memeriksa 30 KK lebih warga penerima bantuan. Namun 12345678901234567890123456789012 masih tersisa ratusan penerima yang akan diperiksa. 12345678901234567890123456789012 Pihaknya juga kemungkinan akan memeriksa para 12345678901234567890123456789012 Ketua Pokmas, termasuk dari pihak Pemda untuk di12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mintai keterangan.Terkait modus dari dugaan kasus 12345678901234567890123456789012 ini, kebanyakan mark-up harga material. ‘’Kebanya12345678901234567890123456789012 kan modusnya pada mark-up harga material, jadi dia 12345678901234567890123456789012 menggunakan harga nett yang sesuai dengan harga ter12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tinggi dari harga SK Bupati, tapi padhal kenyatannya 12345678901234567890123456789012 tidak seperti itu,’’ jelas Priyo. 12345678901234567890123456789012 Terkait kasus bantuan RTG ini mendapatkan atensi 12345678901234567890123456789012 sehingga pihaknya lebih intensifkan penanganannya. 12345678901234567890123456789012 Ia menambahkan, terkait penanganan kasus Tipikor 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tahun ini pihaknya sudah berhasil menangani dua kasus. 12345678901234567890123456789012 Yakni kasus OTT mantan pejabat Kecamatan Sekotong. 12345678901234567890123456789012 Sejauh ini kasus ini sudah masuk tahap P21. Selain itu, ada 12345678901234567890123456789012 kasus dugaan tipikor melibatkan mantan Kades Kuripan. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 “Ada juga nanti kita ungkap,”jelas dia. Ada juga kasus12345678901234567890123456789012 kasus lain, masih dalam tahap pulbaket. Tahun depan 12345678901234567890123456789012 pihaknya akan lebih memaksimalkan penangannya. (her) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 PELATIHAN - Para dosen Poltekpar Lombok 12345678901234567890123456789012 mendapat pelatihan kode etik dan karya ilmiah. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Praya (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok berencana 12345678901234567890123456789012 menyusun panduan dan kode etik bagi para dosen penga12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 jarnya. Panduan yang akan disusun dalam bentuk buku 12345678901234567890123456789012 itu nantinya, diharapkan bisa menjadi pedoman tentang 12345678901234567890123456789012 tata cara bersikap dan beretika dilingkungan kampus. 12345678901234567890123456789012 Baik itu bagi mahasiswa terutama para dosen pengajar 12345678901234567890123456789012 dan civitas Poltekpar Lombok lainnya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sebagai tahap awal, Poltekpar Lombok sudah 12345678901234567890123456789012 menggelar workshop Kode Etik Dosen, pada Rabu (18/ 12345678901234567890123456789012 12) dan Kamis (19/12) kemarin. Yang diikuti oleh se12345678901234567890123456789012 mua dosen Poltekpar Lombok. Baik itu dosen tetap, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dosen tidak tetap serta dosen luar biasa. Dengan men12345678901234567890123456789012 datangkan dosen terkemuka dari Polktekpar Makasar 12345678901234567890123456789012 dan Poltekpar Bali. 12345678901234567890123456789012 Dari workshop tersebut diharapanya bisa memberi12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan pemahaman kepada para dosen Poltekpar Lom12345678901234567890123456789012 bok tentang sikap seorang dosen di perguruan tinggi 12345678901234567890123456789012 negeri pariwisata. Baik itu kepada sesama dosen, ma12345678901234567890123456789012 hasiswa, lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Sehingga pada akhirnya nanti, bisa menciptakan 12345678901234567890123456789012 lingkungan kampus yang nyaman. 12345678901234567890123456789012 Direktur Poltekpar Lombok Dr. Hamsu Hanafi, 12345678901234567890123456789012 MM., Kamis kemarin, mengatakan bahwa dosen juga 12345678901234567890123456789012 perlu dilatih kode etik. Bahkan bila perlu kode etik 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 dosen disusun dalam sebuah buku panduan yang men12345678901234567890123456789012 gatur sikap dan prilaku dosen. Termasuk soal disiplin 12345678901234567890123456789012 dilingkungan kampus. Sehingga bisa menjadi contoh 12345678901234567890123456789012 yang baik bagi para mahasiswanya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Itu penting, untuk bisa mendukung optimalisasi 12345678901234567890123456789012 proses belajar mengajar. Yang bisa memberi impact 12345678901234567890123456789012 bagi peningkatan kualitas mahasiswa serta lulusan 12345678901234567890123456789012 Poltekpar Lombok kedepan. “Kita mulai dengan mem12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 berikan pelatihan dulu. Baru kemudian dibuatkan pan12345678901234567890123456789012 duan khusus untuk selanjutnya bisa diterapkan dil12345678901234567890123456789012 ingkungan kampus,” sebut Hamsu. 12345678901234567890123456789012 Selain soal kode etik, lanjut Hamsu, para dosen Pol12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tekpar Lombok juga dilatih membuat tulisan ilmiah. 12345678901234567890123456789012 Sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan kual12345678901234567890123456789012 itas dan kemampuan dosen khususnya dalam mem12345678901234567890123456789012 buat karya ilmiah. Untuk kemudian bisa dipublikasi12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan secara luas. 12345678901234567890123456789012 Karena suatu karya ilmiah tidak akan ada artinya 12345678901234567890123456789012 jika tidak terpublikasi secara luas. Sehingga para dos12345678901234567890123456789012 en juga perlu diberikan pemahanan bahwa suatu pene12345678901234567890123456789012 litian dianggap selesai jika sudah terpublikasi. Den12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gan cara itu, karya ilmiah bisa memberikan manfaat 12345678901234567890123456789012 bagi masyarakat luas. (kir) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Polres Usut Dugaan ’’Mark Up’’ Bantuan Dana Gempa di Lobar

Dosen Poltekpar Lombok Dilatih Kode Etik Dosen

(Suara NTB/kir)

JEBOL - Kondisi lahan pertanian warga Desa Lantan yang rusak akibat diterjang air bah. Air bah akibat jebolnya embung milik warga desa setempat.

Embung di Desa Lantan Jebol

Tanaman Padi dan Rumah Warga Rusak Praya (Suara NTB) Belasan rumah warga Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng), Rabu (18/12) malam rusak setelah diterjang air bah. Pemicunya, jebolnya salah satu embung milik warga desa setempat. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun warga terdampak sempat dilanda trauma dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, akibat besarnya air bah yang datang. Kepala Desa Lantan Erwandi, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin, mengungkapkan kejadian jembolnya embung warga tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita. Sebelumnya hujan lebat mengguyur wilayah Desa Lantan dan sekitarnya. Air kemudian memenuhi embung. Namun karena kontruksi embung yang seadanya, karena memang dibangun secara swadaya oleh warga, embung tersebut kemudian jebol. Air bah lantas menerjang belasan rumah di Dusun Kesah desa setempat. Warga dibuat panik, lantaran air masuk sam-

pai ke rumah-rumah warga. Tidak hanya itu, air juga memenuhi area persawahan milik warga. Akibatnya, tanaman padi milik warga terendam air dan rusak. Diperkirakan padi tidak bisa dipanen. ‘’selain rumah, air juga merusak tanaman padi milik warga. Bahkan ada tanaman padi warga yang akhirnya tidak bisa dipanen, akibat diterjang air bah,’’ aku Erwandi. Pascakejadian, warga yang rumahnya terendam air kemudian diusingkan ke lokasi yang lebih aman. Sembari menunggu air surut. ‘’Untungnya tidak ada korban jiwa ataupun

luka-luka. Saat ini, warga yang rumahnya diterjang air juga sudah kembali kerumahnya masing-masing,’’ tambahnya. Pemerintah desa sendiri juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Untuk meminta bantuan perbaikan embung. Sekaligus melaporkan beberapa kerusakan atas fasilitas umum milik pemerintah daerah. Seperti jalan yang rusak karena tergerus air. ‘’Warga berharap pemerintah daerah bisa turun tangan membantu perbaikan embung. Karena keberadaan embung tersebut sangat penting bagi warga. Untuk

Sambut Perayaan Nataru

Bandara Operasikan Pokso Terpadu Praya (Suara NTB) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok Internasional Lombok (LIA) atau Bandara Internasioal Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) mulai mengoperasikan posko terpadu, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (19/12) kemarin. Keberadaan posko terpadu tersebut diharapkan bisa menunjang pelayanan bagi penumpang pesawat di BIZAM, selama perayaan Nataru kali ini. General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati, mengatakan, posko terpadu Nataru yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun bertujuan untuk menjamin kesiapan atas fasilitas penunjang operasional dan pelayanan bandara bagi pengguna jasa bandar udara. Selain itu, posko Nataru juga bertujuan untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan operasional bandara. Posko Nataru dimulai dari H5 natal dan ditutup pada H+5 tahun baru. Terhitung sejak 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. ‘’Di posko terpadu ini, PT. AP I LIA bersinergi dengan instansi lain yaitu Lanud Rembiga, Polres Loteng, Kodim 1620/ WB Loteng, Basarnas NTB, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram, Perum LPPNPI dan pihak airlines serta ground handling,’’ tegasnya.

NATARU - GM PT. AP I LIA, Nugroho Jati, menyematkan tanda personel posko terpadu, menyambut perayaan Nataru. Pada libur Nataru kali ini, PT. AP I LIA memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya. Meski terbilang kecil, namun itu menunjukkan hal yang positif. Mengingat hingga saat ini Lombok masih dalam masa pemulihan gempa bumi yang melanda pada tahun 2018 lalu. Dengan kata lain, secara grafik penumpang di LIA pasca gempa menunjukkan kenaikan. Walaupun belum normal seperti sebelum terjadinya gempa bumi. “Tentunya pemulihan ini menjadi kepentingan kita bersama untuk terus membangkit-

kan Lombok,” tandasnya. LIA sendiri lanjut Jati, telah menyiapkan beberapa fasilitas operasional dan pelayanan bandara. Yakni berupa 18 stand parkir pesawat, empat buah garbarata dan 24 konter check-in. Selain itu, LIA telah menyiapkan rencana cadangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti delay penerbangan yang berdampak pada pelayanan bandara, peningkatan arus luar biasa dan bencana alam. “Tekad kami semua ialah bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa bandara,” tegas Jati. (kir)

menampung air selama musim kemarau,’’ katanya. Dulunya, lokasi embung tersebut berupa bukit. Namun sempat digali oleh warga untuk keperluan galian C. Hingga

meninggalkan cekungan berupa embung. Sehingga oleh warga kemudian dimanfaatnya untuk menampung air hujan. Untuk kemudian digunakan pada musim kemarau. (kir)

Pemda Lobar Usulkan Perpajangan Masa Transisi Giri menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan kajian untuk pengusulan Perpajangan masa transisi penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi dampak gempa. Pasalnya, beberapa persoalan di lapangan. Banyak bantuan rumah tahan gempa yang belum selesai dibangun. Hampir 80 Persen dari total usulan awal yang baru dibangun. Sisanya 20 persen belum dibangun. Belum lagi dari usulan tambahan anggaran pembangunan RTG hanya Rp 25 miliar yang sudah dikucurkan. Ditambah masih banyak korban gempa yang belum mendapatkan bantuan sehingga masih dilakukan pengusulan ke pemerintah pusat. Kelapa Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, Mahnan mengatakan untuk realisasi keuangan usulan pertama hampir sudah terealisasi 100 persen. Sedangkan Dari usulan 71 ribu unit ditambah 4 ribu lebih unit rumah dengan alokasi bantuan Rp 1.4 triliun sudah hampir semuanya dicairkan. Untuk tambahan yang diusulkan baru disetujui Rp 25 miliar dari Rp 80 miliar yang diusulkan sehingga masih kekurangan Rp 60 miliar. Usulan baru ini ada yang anomali, turun naik grade dan ada juga yang dobel NIK. Penerima bantuan yang dobel NIK ini masih bisa dikoordinasi kan dengan Dinas Dukcapil, sedangkan kalau yang NIK ganda salah satunya harus keluar sesuai dengan hasil verifikasi dari BNPB pusat. Dari Rp 25 miliar tambahan dana yang disetujui pusat, yang Rp 1 miliar hasil clearing dari bank BRI ke bank mandiri. Sebab saat ini Lobar pindah bank dar BRI ke mandiri. ‘’Yang Rp25 miliar ini sedang kami usulkan masyarakat penerima, prioritas rusak berat

yang belum tertangani sampai sekarang dengan jumlah sekitar 4 ribu lebih, yang rusak berat sekitar 1000 lebih dan belum tertangani itu 627 unit. Itu fokus kami,’’ jelasnya. Dari hampir 4000 unit yang diusulkan baru baik rusak berat, sedang dan ringan, ada 1000 lebih kategori rusak berat belum tertangani dimana ada 627 Unit belum tertangani Sama sekali rusa berat. Menurut dia, kalaupun dialokasikan khusus rusak berat sebanyak 627 Unit dananya tidak cukup. Sebab hitungannya kebutuhan nya mencapai Rp 31 miliar, sementara dana yang tersedia Rp 25 miliar. Rp 24 miliar yang disetujui tersebut, merupakan hasil verifikasi dan validasi dari BNPB yang diusulkan oleh Pemda. Sedangkan sisa korban gempa yang belum mendapatkan bantuan, ada suket tidak lengkap dan NIK ganda. Setelah diverifikasi dan validasi, yang layak diberikan bantuan Rp 24 miliar. Inilah kata dia yang disusul dan memfasilitasi warga dengan perbankan untuk lakukan pendebetan. Dari usulan pemda ini nanti ditentukan oleh pemerintah, apakah diperpanjang sampai bulan Maret tahun depan atau ada skema lain yakni tetap pembangna RTG berlanjut namun rehab rekon juga masuk bersamaan. Pihak BNPB jelas dia meminta pemda melakukan kajian progresnya, keuangan sudah cukup atau belum dan rumah yang terbangun 100 persen atau belum dengan uang yang ada dan pertanggungjawabannya. ‘’Ini dasar kami untuk mengajukan perpanjangan,’’ujarnya. Apalagi kata dia hasil evaluasi, meskipun sudah dibangun infrastrtuktur pendidikan dan kesehatan namun belum sepenuhnya bisa tertangani. Kalau tidak ada intervensi pemerintah pusat, maka berat bagi Pemda. (her)

Polres Loteng dan Lobar Musnahkan Miras Praya (Suara NTB) Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) melakukan pemusnahan sebanyak 4.145 liter atau 4,1 ton minuman keras (miras) ilegal berbagai jenis dan merk hasil operasi yang ditingkatkan sejak pertengahan bulan Desember. Kebanyakan berupa miras tradisional seperti tuak dan brem. Sisanya miras modern berbagai merk yang disita dari seluruh wilayah di Loteng. Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK. M.H., yang memimpin langsung proses pemusnahan miras usai gelar pasukan Operasi Lilin Gatharin di halaman Mapolres Loteng, Kamis (19/12) kemarin, mengatakan miras-miras tersebut merupakan hasil sitaan dari polsek jajaran. Ditambah hasil operasi jajaran Satresnarkoba Polres Loteng. Operasi sendiri digelar sebagai bagian dari cipta kondisi jelang perayaan natal dan tahun baru. ‘’Miras-miras ini hasil operasi seluruh jajaran polsek serta dari Satresnarkoba Polres Loteng,’’ ujarnya. Di mana miras tersebut diperjualbelikan secara ilegal. Penjualnya pun tidak memiliki izin edar miras. Sehingga oleh pihak kepolisian dilakukan penyitaan. Terhadap penjual miras ilegal tersebut, kini tengah dalam proses hukum. Selain miras, Polres Loteng

juga memusnakan sebanyak 1.130 kosmetik ilegal. Berupa cream kecantikan, sabun pemutih hingga body lotion. Kebanyakanya merupakan produk kecantikan asal China. Diamankan dari tiga lokasi berbeda diwilayah Kecamatan Praya. ‘’Kosmetik ilegal ini diamankan selain tidak memiliki izin edar juga diduga mengandung bahan kimia berbahaya,’’ tambah Budi. Para tersangka pengedar kosmetik ilegal tersebut saat ini juga tengah menjalani proses hukum. Kendati tidak ditahan, karena pertimbangan kemanusiaan. Budi menegaskan, pihaknya sendiri akan terus menggelar operasi serupa. Sebagai langkah antisipasi menjelang perayaan natal dan tahun baru. Harapannya tentunya, situasi perayaan natal dan tahun baru kali ini bisa berjalan lancar serta aman. Mengingat, banyak kasus-kasus kriminal dan gangguan keamanan diwilayah ini dipicu oleh peredaran miras. Tampak hadir dalam pemusnahan miras ilegal tersebut, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., jajaran anggota Forkompinda Loteng serta sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Para pejabat utama Polres Loteng juga hadir beserta perwira lainnya. Dalam waktu yang bersamaan, ratusan botol miras juga

dimusnahkan di halaman Mapolres Lobar. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo, dihadiri unsur Pemda, Danramil Gerung, unsur Forkopimda dan unsur terkait lainnya. Kapolres mengatakan ratusan botol miras ini merupakan hasil Oprasi KRYD. ‘’Ratusan botol miras dalam operasi KRYD kita musnahkan,’’jelas Kapolres. Polres Lobar berhasil mengamankan 292 botol miras tradisional dan pabrikan serta 14 Jerigen miras. Terdiri dari 52 botol tuak, 12 jerigen tuak, 56 botol brem, 2 jerigen brem serta 185 botol miras pabrikan. Lokasi pengungkapan miras ini jelas dia, tersebar di beberapa wilayah. Diantaranya, Desa Banyuurip, Kelurahan Gerung Utara Kecamatan Gerung. Desa Lembar Selatan, Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar. Desa Sengigi Kecamatan Batulayar. Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong dan Desa Merembu Kecamatan Labuapi. Lebih jauh dijelaskan, kronologi pengungkapan Miras ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah kecamatan Gerung, Lembar, Batulayar, Labuapi, dan Sekotong banyak penjualan minuman keras tanpa izin baik minuman tradisional maupun pabrikan. (kir/her)

(Suara NTB/her)

MUSNAHKAN - Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP. (tengah) bersama Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, dan anggota Forkompinda Loteng lainnya, melakukan pemusnahan miras hasil operasi yang ditingkatkan oleh jajaran Polres Loteng, Kamis (19/12) kemarin.

(Suara NTB/her)

Kepolres Lobar bersama jajarannya dan pihak terkait memusnahkan ratusan botol miras tradisional dan pabrikan.


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Tangani Bencana, BPBD KSB Kehabisan Logistik Taliwang (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat, sudah kehabisan logistik dalam penanganan bencana di wilayah setempat. Padahal, hujan deras dan angin kencang diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2020. Belum lagi, penanganan puluhan rumah rusak akibat angin kencang sampai saat ini belum bisa dilakukan lantaran anggaran sangat terbatas. “Jujur saja, saat ini ketersediaan logistik di gudang BPBD sudah habis sehingga kami sangat kesulitan untuk membantu warga yang terdampak bencana,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Hendra Adiwinata, S.Pd, kepada Suara NTB, Kamis (19/12). Mengingat puncak musim hujan baru akan mulai di akhir 2019, ia menilai perlu langkah antisipasi khusus sebelum terjadi masalah nantinya. Pi-

haknya dalam waktu dekat akan segera bersurat ke Pemerintah agar bisa dibantu dalam penanganan dampak bencana ini sehingga warga terdampak terbebani. Dikatakannya, kondisi logistik yang sudah tidak tersedia lagi di gudang tentu menjadi masalah dalam penanganan bencana yang akan dilakukan. Karena dari total rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut rata-rata membutuhkan terpal untuk bisa bertahan dari derasnya guyuran hujan.

Faktanya, saat ini pihaknya masih kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena stok yang disiapkan sudah habis. Habisnya stok ini terjadi karena dampak penanganan bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu sehingga kebutuhan anggaran di SKPD terpangkas hingga 50 persen. Dalam waktu dekat, pihaknya akan bersurat secara resmi ke Pemerintah untuk bisa diberikan anggaran agar penanganan terhadap korban terdampak angin puting beliung

bisa segera dilakukan. Minimal bisa diberikan terpal dan tempat tinggal sementara bagi korban yang rumahnya rusak berat. Hal itu menurutnya harus menjadi prioritas utama. Jika anggaran tersebut tidak diberikan, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. Seperti terjadinya arus pendek listrik sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan lantaran listrik terendam air dan juga bencana yang lain. “Kami sangat berharap supaya anggaran yang akan kita ajukan bisa segera disetujui supaya bisa langsung kita tangani rumah yang rusak saat ini. Jika mentok di Pemerintah, maka kami juga akan mencoba jalur lainnya sehingga warga yang terdampak bencana tidak semakin sengsara,” terangnya.

Ditambahkannya, melihat fenomena alam yang terjadi saat ini maka pihaknya akan langsung menetapkan SK tanggap bencana angin puting beliung hingga tiga hari kedepan. Sementara untuk SK siaga bencana baik itu untuk penanganan banjir, tanah longsor dan bencana lainnya sudah ditetapkan dan akan berakhir di bulan Maret mendatang. Khusus untuk angin kencang, pihaknya memprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2019 mendatang sehingga perlu diwaspadai hal-hal yang akan terjadi nantinya. Pihaknya juga mengakui bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di tahun 2019 sangat parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meningkatnya skala benca-

na di KSB bisa jadi karena faktor kemarau panjang yang terjadi di wilayah setempat sehingga pada saat hujan akan langsung disertai angin kencang. Selain faktor tersebut, faktor gempa juga menjadi alasan lain sehingga KSB dilanda hujan ekstrem disertai angin kencang. Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap waspada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Cuaca ekstrem yang melanda KSB saat ini bisa jadi karena musim hujan yang telat dan faktor gempa. Maka dari itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. Berdasarkan data yang diterima Suara NTB, tercatat

sekitar 39 rumah rusak akibat angin puting beliung. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya mengalami rusak berat sehingga warga harus dievakuasi ke tempat yang aman. Selain itu, satu bangunan sekolah juga mengalami kerusakan parah yang berakibat pada rusaknya komputer dan fasilitas yang lain. Dari total rumah yang rusak tersebut hasil estimasi sementara total kerugiannya ditaksir mencapai angka puluhan juta. Sementara untuk penanganan lanjutan terhadap rumah ini masih belum bisa dilakukan karena anggaran yang terbatas. Selain rumah tercatat ada puluhan pohon yang tumbang karena diterjang angin dan saat ini sudah mulai dibersihkan petugas. (ils)

Danrem Beri Apresiasi Pimpinan Daerah

Taliwang (Suara NTB) Ribuan Botol Minuman Keras (Miras) berbagai merek hasil operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dilakukan Polres Sumbawa Barat dimusnahkan, Kamis (19/12). Miras-miras ini terindikasi ilegal, pasalnya saat dilakukan pengecekan ternyata pemilik barang tidak mampu memberikan surat izin baik itu izin edar maupun izin-izin yang lain. Kapolres KSB AKBP Mustofa SIK., MH kepada Suara NTB, Kamis (19/12) mengatakan, barang bukti (BB) yang dimusnahkan kali ini, merupakan hasil operasi cipta kondisi yang ditingkatkan jelang malam pergantian tahun. Adapun barang bukti yang dimusnahkan tersebut terdiri dari 258 botol jenis bir bintang, 107 botol jenis bram, 38 botol jenis arak, dan 12 botol jenis tuak. Sementara untuk hasil giat operasi yang dilakukan dalam seminggu terakhir, Polisi berhasil melakukan penyitaan terhadap 453 botol jenis brem dan 360 botol miras jenis bir bintang. Semua barang tersebut diamankan petugas lantaran tidak memiliki izin sekaligus diperjual belikan secara bebas. Operasi yang sama juga akan dilakukan sampai dengan malam puncak pergantian tahun, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Sementara terhadap para penjual yang ditemukan pada saat dilakukan razia hanya diberikan surat teguran dan peringatan untuk tidak mengulangi hal yang sama (non justisia). “Kita sudah periksa pemilik barang-barang ini dan sudah meminta kepada mereka untuk bisa menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi. Jika dikemudian hari masih ditemukan, maka kita akan serahkan kasusnya ke Polisi,” ujarnya. Dikatakannya, pemusnahan barang bukti sengaja dilakukan untuk memberikan efek jerah kepada para pelaku untuk tidak mengulangi hal yang sama. Jika praktek tersebut (menjual Miras) tetap saja dilakukan oleh mereka maka pihaknya akan langsung memberikan sanksi tegas. Pada dasarnya, mengonsumsi miras lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Pihak terkait akan terus memantau peredaran miras secara intensif di wilayah setempat. Pihak terkait juga akan memasimalkan keberadaan dari Bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing desa untuk bisa mengawasi secara maksimal terhadap peredaran miras yang ada. Apalagi jelang Nataru mendatang, maka pihaknya akan lebih intens memantau peredaran miras ini. Selain itu, pihak terkait juga akan turun ke masyarakat dan beberapa lokasi yang diindikasi kerap menjual miras untuk melakukan sosialisasi aturan terkait miras. Ketika nantinya ditemukan di lapangan oknum yang menjual miras secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, maka kasusnya tetap akan diproses sesuai dengan aturan yang ada. “Selain kita lakukan operasi besar-besaran, kita juga sudah menginstruksikan kepada Bhabinkamtibmas untuk memantau peredaran miras ini dan kami tetap komit untuk memberantasnya. Ketika nantinya ada oknum yang sengaja menjual akan langsung amankan dan kita proses sesuai aturan,” tegasnya. (ils)

Lampaui Target, Produksi Garam Sumbawa Hampir 8.000 Ton Sumbawa Besar (Suara NTB) Produksi garam rakyat di Kabupaten Sumbawa hingga pertengahan Desember ini hampir mencapai 8.000 ton. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan yakni 6.400 ton. Produksi garam ini diperoleh dari lahan tambak sekitar 300 hektare. Tersebar di Labuhan Bontong, Plampang, Lape dan Utan. “Target kita 6.400 ton tahun 2019 ini. Dengan upaya yang kita lakukan, sekarang produksinya sudah mendekati angka 8.000 ton hingga hari kemarin,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Ir. Dirmawan, Kamis (19/12). Menurut Dirmawan, produksi ini melampaui target karena upaya integrasi lahan. Melakukan tata kelola air, tanah dan panen. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas garam. “Saya kira sekarang kita melakukan integrasi lahan, melakukan tata kelola air, tata kelola tanah dan tata kelola panen. Sehingga ini meningkatkan produksi kita,” terangnya. Pada tahun 2020 mendatang, jelasnya, pihaknya akan meningkatkan target produksi menjadi 8.000 ton. Guna mencapai target tersebut, pihaknya akan terus melakukan pemberdayaan terhadap semua petambak garam untuk melakukan sistem integrasi lahan. Di mana sistem integrasi lahan ini, selain meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan juga dapat meningkatkan produktivitas per hektare. “Sekarang kan masih di bawah 60 ton perhektare. Tapi kalau integrasi itu bisa di atas 100 ton atau rata-rata 100 ton perhektare,” pungkasnya. (ind)

(Suara NTB/ula)

BERSAMA TNI - Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Dompu bersama anggota infanteri Korem 162/WB usai upacara, Kamis (19/12). kami TNI yang ada di wilayah NTB. Mudah-mudahan contoh yang diberikan Bupati Dompu ini menular kepada kepala daerah lain,” katanya. Kegiatan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Infanteri ke 71 dengan mengambil titik start di lapangan Kandai Dua dan finis di lapangan Paruga Parenta Dana Ngahi Rawi Pahu Dompu sebagai tempat dilaksanakan upacara HUT infanteri. Peleton yudha wastu pramuka Jaya untuk mewarisi semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang memiliki sikap dan sifat sebagai

pemimpin yang rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, selalu konsisten antara ucapan dan tindakan serta senantiasa dekat dengan rakyat. Terkait tantangan TNI kedepan, Danrem mengutip sambutan kepala Invanteri TNI AD bahwa kedepan Indonesia memiliki tantangan semakin kompleks. Itu artinya, TNI AD harus menghadapinya dengan kemampuankemampuan, dengan profesionalme yang lebih baik lagi. “Dengan harapan, dengan makin profesionalisme kami TNI AD bisa menghadapi tantangan yang semakin kompleks tersebut,” tutup Rizal.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin pada kesempatan yang sama menyampaikan rasa bahagianya dengan dipilihnya Kabupaten Dompu sebagai tuan rumah bagi penyelenggaraan upaxara peringatan HUT infanteri. “Infanteri adalah salah satu kekuatan angkatan bersenjata kita dan hari ini kita tunjukan kepada masyarakat, kepada rakyat Dompu, rakyat NTB dan Indonesia, bahwa TNI siap dalam kondisi apapun juga yang harus kita hadapi,” kata H Bambang. “Saat ini memang kita tidak ada perang. Perang kita adalah membangun Indonesia lebih baik,” tambahnya. (ula)

Luas Tanaman Jagung Dompu 79.383 Ha

(Suara NTB/jun)

INFANTERI TRADISI - Pasukan Infanteri tradisi saat meninggalkan lapangan upacara peringatan HUT TNI Ke 71 tahun 2019, Kamis (19/12).

Pasukan Infanteri Tradisi Mencuri Perhatian Dompu (Suara NTB) – Puncak peringatan HUT Infanteri Ke 71 tahun 2019 Kodam Udayana, terpusat di Lapangan Beringin Setda Dompu, Kamis (19/12). Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Danrem 162/WB, Kolonel CZI. Ahmad Rizal Ramdhani. Berbagai kesenian tradisional dihadirkan, namun cukup menyita perhatian yakni penampilan pasukan infanteri tradisi. Dengan konstum sederhana dari bahan murahan serta tanpa warna warni di dada, kehadiran mereka mengingatkan bagaimana perjuangan TNI dalam merebut Kemerdekaan NKRI. Di balik gerak langkah pasukan tradisi yang tanpak sederhana dan tidak beraturan itu, ter-

kandung nilai-nilai 45 dan jiwa patrotisme tinggi yang diharap menjadi pemantik semangat setiap prajurit Angkatan Darat (AD) dari masa ke masa. Danrem 162/WB, Kolonel CZI. Ahmad Rizal Ramdhani dalam penyampaian amanat Komadan Pusat Persenjataan Infanteri mengungkapkan, tema ‘Bersama Rakyat Infanteri Kuat’ sengaja diangkat dalam agenda tahunan ini sebagai bentuk komitmen prajurit dan satuan infanteri yang tangguh, profesional, modern serta memancarkan semangat demi kokohnya kemanunggalangan TNI dengan rakyat. “Kita berharap tema ini dijadikan komitmen bersama untuk benar-benar dipahami, dihayati serta diimplementa-

sikan melalui langkah dan tindakan nyata secara konsisten,” terangnya. Tantangan tugas ke depan dirasa semakin kompleks dan dinamis. Tetapi, respon dalam menyikapinya sudah direalisasikan secara bertahap, diantaranya dengan mentrasformasi alusista infanteri demi semangat baru prajurit TNI. “Mari kita mantapkan langkah guna mewujudkan infanteri yang kuat, maju, modern dan berkelas dunia,” harapnya. Selain penampilan Korps Infanteri Tradisi yang menyita perhatian peserta upacara, kesenian khas daerah lain seperti Gendang Beleq dari Lombok dan tarian khas Bali juga turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut. (jun)

Dompu (Suara NTB) Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu tahun 2018 sebesar 4,52 persen dan 39,99 persen pendongkrak ekonomi disumbang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Namun tanaman pangan berupa padi dan palawija mendominasi. Komoditas jagung menjadi penggerak sektor-sektor lain dalam pertumbuhan ekonomi seperti transportasi, perdagangan, pergudangan, dan lainnya. Kepala BPS Kabupaten Dompu, Ir. Peter Williem kepada Suara NTB di kantornya, Kamis (19/12) mengakui, tanaman pangan masih mendominasi pendongkrak ekonomi Kabupaten Dompu hingga tahun 2018. Bahkan komoditi jagung juga cukup mendominasi pada sektor-sektor pertumbuhan lain seperti transportasi, perdagangan, pergudangan dan lainnya. “Iya, jagung masih mendominasi untuk tanaman pangan sebagai pendongkrak ekonomi Dompu,” katanya. Peter menyebutkan, berdasarkan data 2018, luas areal tanaman jagung di Kabupaten Dompu, seluas 79,383 ha dengan jumlah produksi 536.578 ton. Data ini merupakan data final yang sudah diolah pihaknya, termasuk bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. “Itu data final untuk tahun 2018. Kalau

Peter William

(Suara NTB/ula)

Amankan Nataru, Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

tahun 2019 belum final, kemungkinan Februari tahun depan baru final,” jelasnya. Dengan produktivitas jagung 536.578 ton dari lahan seluas 79,383 ha ini, kata Peter, pihaknya belum memiliki data untuk jalur pengirimannya karena harus dikumpulkan dari pelabuhan yang ada. Begitu juga untuk ekspor ke luar negeri, datanya tidak diolah di Kabupaten melainkan oleh BPS Provinsi. “Kalau data ekspor ke luar negeri itu adanya di Provinsi. Kita ndak punya,” ungkapnya. Dari pertumbuhan ekonomi Dompu tahun 2018 sebesar 4,52 persen, angka pengangguran terbuka di Dompu sebesar 3,29 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan Provinsi NTB sebesar 3,72 persen. Namun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, puncak pertumbuhan ekonomi Dompu terjadi di tahun 2017 yaitu sebesar 6,83 persen. (ula)

Kemanunggalan TNI untuk Rakyat Dompu (Suara NTB) – Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, A. Md. Par mengajak semua elemen masyarakat untuk semakin merekatkan sinergi bersama TNI. Karena sejatinya, kemanunggalan mereka ada untuk rakyat. Sinergi ini menjadi kunci, tidak saja bagi keutuhan NKRI melainkan program pembangunan di daerah. Saat ini, ungkap politisi Partai Nasdem itu, Indonesia memang tidak sedang berperang melawan penjajah. Tetapi keamanan dan kenyamanan dalam interaksi sosial harus

tetap bisa dipastikan. Salah satunya dengan terus membangun sinergi yang kuat bersama TNI, baik TNI Angkatan Darat (AD) Angkatan Laut (AL) maupun Angkatan Udara (AU). “Pemerintah harus bersinergi dengan semua pihak, terutama TNI. Karena untuk bisa membangun kita harus bisa memastikan negara ini tetap aman,” ungkapnya menjawab Suara NTB usai mengikuti upacara peringatan HUT Infanteri Ke 71 tahun 2019 di Lapangan Beringin Setda Dompu, Kamis (19/12). Sebagai tuan rumah HUT

Infanteri Kodam Udayana tahu ini. Selaku wakil rakyat ia merasa sanggat bangga. Apalagi disebut-sebut sebagai wilayah yang pemangku kebijakannya aktif terjun langsung ke lapangan dalam berbagai rangkaian kegiatan yang digelar. Seperti misalnya pada Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka yang mengambil garis star di lapangan umum Kelurahan Kandai II menuju Lapangan Beringin Setda Dompu. Di mana Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin bersama jajaran dengan saragam lorengnya turut

berjalan kaki mendampingi Danrem 162/ WB Kolonel CZI. Ahmad Rizal Ramdhani di tengah ratusan prajuritnya. “Ini menunjukan kebersamaan kita yang sudah terbangun dengan baik dengan TNI,” ujarnya. Atas hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, tambah Andi Bactiar, sudah sewajarnya semua elemen menempatkan TNI sebagai mitra. Bukan musuh atau momok yang menakutkan. “Kita harus tetap bersama-sama dengan TNI. Karena kemanggulangannya itu untuk rakyat,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

(Suara NTB/ist)

MIRAS - Pemusnahan barang bukti miras oleh Kapolres Sumbawa Barat, Wakil Bupati KSB, Kasdim 1628 dan Kajari Sumbawa Barat di halaman Mapolres setempat.

Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dan Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, A.Md.Par ambil bagian bersama Danrem WB/162, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menggelar Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya dalam rangka HUT ke-71 Infanteri TNI AD di Kabupaten Dompu. Peleton beranting ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Dompu dan diharapkan memberi semangat kepada masyarakat Dompu. Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani kepada wartawan usai upacara HUT ke 71 infanteri TNI AD di Dompu, Kamis (19/12) mengungkapkan, kegiatan Peleton Yudha Wastu Pramuka yang dipusatkan di Kabupaten Dompu ini atas perintah Pangdam Udayana. Ini menjadi kehormatan bagi Korem 162/ WB untuk menyelenggarakan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya jajaran Kodam Udayana. “Baru pertama kali di Kabupaten Dompu ada Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya. Dengan harapan, ini memberi semangat kepada masyarakat Dompu,” kata Ahmad Rizal Ramdhani. Kegiatan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya juga diharapkan terciptanya sinergisitas antara TNI AD dengan masyarakat Dompu dan pemerintah daerah. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin berkostum layaknya prajurit TNI dengan loreng PDL TNI. Bupati dan Ketua DPRD juga ikut berpartisipasi jalan mulai titik start sampai finis, bahkan mengikuti upacara sampai dengan tuntas. “Ini sesuatu kehormatan buat kami pribadi, maupun dari satuan kami 162/wira bhakti maupun kodam Udayana, bahwa kepala daerah Dompu semangat memberikan suport kepada

Andi Bachtiar


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

POLHUKAM

Halaman 7

Jumlah Kursi Kurang

Parpol Bisa Gunakan Rumus Suara Sah Usung Calon Mataram (Suara NTB) – Pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada serentak 2020 yang akan maju melalui jalur dukungan partai politik atau gabungan partai politik. Wajib harus memenuhi syarat minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD setempat, baru bisa didaftarkan ke KPU sebagai peserta Pilkada. Begitu pula untuk Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah di NTB. Partai politik atau gabungan partai politik baru bisa mengajukan pasangan calon jika memenuhi minimal 20 kursi dari total jumlah kursi yang ada di masing-masing DPRD setempat. Berikut ini jumlah sebaran kursi 20 persen di masingmasing daerah yang akan melaksanakan Pilkada di NTB yang harus dipenuhi untuk memenuhi persyaratan pengajuan pasangan calon. Pertama Kabupaten Bima, 9

kursi, Dompu 6 kursi, Sumbawa 9 kursi, KSB 5 kursi, Lombok Tengah 10 kursi, Mataram 8 kursi dan KLU 6 kursi. Namun demikian, selain rumus minimal 20 persen jumlah kursi partai politik atau gabungan partai politik. Pengusungan pasangan calon juga bisa menggunakan rumus jumlah minimal perolehan suara sah partai politik. Sehingga jika dalam hal partai politik atau gabungan partai politik tidak mencukupi 20 persen jumlah kursi, mereka bisa menggunakan rumus syarat

minimal suara sah tersebut. “Pakai suara sah boleh, karena ada kadang-kadang partai, yang kursinya sedikit tapi suara sahnya jauh lebih banyak dari partai lain yang kursinya lebih besar. Karena itu perhitungan suara sah bisa dipakai. Sekarang tinggal partai, mau pakai yang mana, mau pakai kursi atau mau pakai suara sah,” ujar Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Adapun rumus syarat

suara sah yang dapat memenuhi syarat untuk pengajuan pasangan calon yakni 25 persen dari total suara sah partai politik yang punya kursi di DPRD. Karena itu, suara sah partai politik yang tidak punya kursi di DPRD tidak dapat dihitung, tetapi hanya suara sah partai yang punya kursi di DPRD saja. “Tetapi tetap yang bisa menggunakan suara sah itu adalah partai yang mendapatkan kursi di DPRD. Kalau bisa memenuhi syarat suara sah itukan lebih bagus. Kalau misalnya kursi partai politik atau gabungan partai politik itu kurang dari 20 persen. Partai kan tinggal menghitungnya saja berapa suara saja mereka,” jelas Suhardi.

Adapun pembagian 25 persen dari total suara sah partai politik yang memiliki kursi di DPRD di tujuh daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 sebagai berikut. Kita Mataram 58.692 suara. KLU sebanyak 34.497 suara, kemudian Loteng sebanyak 143. 706 suara. Di KSB sebanyak 19.061 suara, selanjutnya di Sumbawa sebanyak 67.047 suara, Dompu sebanyak 34.628 suara dan di Bima sebanyak 69.616 suara. Ditempat terpisah, Ketua KPU Kota Mataram Husni Abdin menggantakan bahwa penggunaan suara sah sebagai syarat minimal untuk bisa mengajukan pasangan calon oleh partai politik bisa dilakukan. Pihaknya pun akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK)

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 SIDANG - Kadispar Lombok Barat nonaktif IJ usai 12345678901234567890123456789012 mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor pada 12345678901234567890123456789012 Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (19/12) kemarin 12345678901234567890123456789012 dalam perkara pemerasan fee proyek kawasan wisata. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Mataram (Suara NTB) – 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mat12345678901234567890123456789012 aram melanjutkan sidang dengan terdakwa IJ ke pe12345678901234567890123456789012 meriksaan saksi. Hal itu setelah majelis hakim meno12345678901234567890123456789012 lak eksepsi Kadis Pariwisata Lombok Barat nonaktif 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tersebut. “Materi eksepsi yang diajukan semuanya 12345678901234567890123456789012 sudah masuk materi pokok perkara,” ujar Juru Bicara 12345678901234567890123456789012 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram 12345678901234567890123456789012 Fathurrauzi, Kamis (19/12) kemarin. 12345678901234567890123456789012 Majelis hakim yang diketuai Sri Sulastri itu me12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nilai eksepsi IJ tidak dapat diterima alias ditolak 12345678901234567890123456789012 untuk seluruhnya. “Karena sudah masuk pokok perka12345678901234567890123456789012 ra itu, putusan sela hakim menyatakan eksepsi dito12345678901234567890123456789012 lak,” sebutnya. Selanjutnya, sidang dapat dilanjut12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan ke pokok perkara. “Sehingga dilanjutkan ke pe12345678901234567890123456789012 meriksaan. Jaksa penuntut umum diminta mengha12345678901234567890123456789012 dirkan saksi-saksi,” imbuh Fathurrauzi. 12345678901234567890123456789012 Sebelumnya, IJ didakwa meminta fee Rp185 juta dari 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 tiga proyek kawasan wisata di Lombok Barat. Setiap 12345678901234567890123456789012 kontraktor pelaksana dimintai setoran 8,5 persen dari 12345678901234567890123456789012 total nilai proyek. Kontraktor mau menyerahkan kare12345678901234567890123456789012 na takut pembayaran termin tidak dicairkan. IJ sebagai 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Kadis punya kewenangan untuk menandatangani Su12345678901234567890123456789012 rat Perintah Membayar (SPM). 12345678901234567890123456789012 Fee itu terkait tiga proyek paket pekerjaan dana DAK 12345678901234567890123456789012 Lombok Barat. antara lain penataan kawasan Sesaot se12345678901234567890123456789012 nilai Rp1,065 miliar; penataan kawasan Buwun Sejati 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Rp1,090 miliar; dan penataan kawasan Pusuk Lestari se12345678901234567890123456789012 nilai Rp1,588 miliar. 12345678901234567890123456789012 CV Tiwikrama pelaksana proyek Sesaot akhirnya 12345678901234567890123456789012 menyetor Rp 63 juta. CV Big Bang pelaksana proyek 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Buwun Sejati menyetor Rp50 juta. terakhir CV Titian 12345678901234567890123456789012 Jati pelaksana proyek Pusuk Lestari menyetor Rp73 juta. 12345678901234567890123456789012 Setoran-setoran fee proyek itu kemudian terkuak dari 12345678901234567890123456789012 operasi tangkap tangan pada Selasa (12/11) pagi. Ditemu12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kan uang tunai Rp73,5 juta dalam amplop yang disimpan 12345678901234567890123456789012 dalam tas ransel di ruang rapat kepala dinas. Ditemukan 12345678901234567890123456789012 juga dua amplop lain masing-masing berisi Rp5 juta, dan 12345678901234567890123456789012 tas kresek yang berisi uang tunai Rp15,35 juta. (why) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 (Suara NTB/why)

(Suara NTB/ndi)

Suhardi Soud

Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya Disambut Meriah di Dompu

PDIP Bantah Keretakan Komitmen Koalisi Bersama Gerindra dan PKS Mataram (Suara NTB) – Beberapa waktu lalu, tiga partai politik, yakni PDIP, Gerindra dan PKS telah membangun komitmen bersama untuk membangun koalisi dan mengusung pasangan calon pada Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah di NTB yang akan melaksanakan Pilkada. Namun belakangan dikabarkan komitmen koalisi antara tiga partai tersebut mulai goyah, karena sejumlah alasan kepentingan politis masing-masing partai yang ternyata tidak mencapai titik temu, terutama dalam penentuan figur yang akan mereka usung. Sekretaris DPD PDI-P NTB, Lalu Budi Suryata yang dikonfirmasi baru-baru ini dengan tegas menepis isu keretakan dalam komitmen koalisi tiga partai tersebut. Menurutnya bahwa ketiga partai masih pada komitmen awal untuk samasama dalam satu gerbong koalisi di Pilkada serentak 2020. “Sampai saat ini fokus PDIP adalah sama PKS dan Gerindra. Tidak ada keretakan, kami harmonis dan komunikasi masih terjalin dengan baik,” tegas Lalu Budi. Dikatakan Budi, meskipun diakui bahwa dinamika politik dalam membangun koalisi tersebut berlangsung sangat dinamis. Sehingga semua kemungkinan politik masih terbuka untuk terjadi. Apakah mereka akan tetap bersama sampai pendaftaran pasangan calon ke KPU atau tidak. “Meskipun memang persoalan koalisi itu adalah persoalan yang sangat dinamis, itu bisa berubah dalam setiap waktu. Tapi dengan tiga partai ini sampai dengan saat ini masih pada komitmen awal, walaupun belum diformalkan,” katanya. Konstestasi politik jelang Pilkada serentak 2020 saat ini, memang sampai dengan saat ini belum ada satupun partai yang sudah terikat formal dalam koalisi. Begitu juga dengan pasangan calon yang akan maju belum ada satupun yang sudah jelas dan pasti pasangannya masing-masing. “Karena itu koalisi ini kita coba bangun di tujuh daerah ini, harapan kita begitu dari sejak awal. Mudah-mudahan ini terealisasi sesuai dengan harapan kita semua pada waktunya, jadi tunggu saja waktunya,” pungkasnya. (ndi)

terkait dengan ketentuan penggunaan suara sah tersebut. “Ya itu bisa, kita sedang siapkan SK-nya, yakni dari 25 persen itu berapa suara sah. Tapi dari hasil simulasi yang kita lakukan, suara sah ini juga hampir sama jatuhnya degnan jumlah 20 persen kursi itu,” katanya. Sebagai satu contoh kejomplangan antara perolehan suara sah dengan perolehan kursi bisa di lihat di DPRD Kota Mataram. ‘’Misalnya antara PKB dengan perolehan suara sah sebanyak 16.067 hanya mendapatkan satu kursi. Sementara PAN dengan suara sah sebanyak 16.243 dan PPP, 16.682 suara, tapi mereka masing-masing dapat tiga kursi,’’ terangnya. (ndi)

(Suara NTB/why) -

GELAR PASUKAN - Kapolda NTB Nana Sudjana mengecek kesiapan personel Operasi Lilin 2019, Kamis (19/12) kemarin dalam upacara gelar pasukan.

Polda NTB Siap Amankan Natal dan Tahun Baru Mataram (Suara NTB) – Polda NTB memaksimalkan pasukan untuk pengamanan tempat ibadah dan kawasan wisata selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru mendatang. Sebanyak 2.190 personel gabungan Polri dan TNI disebar. Hal itu demi memberi kenyamanan ritual ibadah serta keamanan wisatawan. Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2019, Kamis (19/12) kemarin. “Ditekankan pada operasi kemanusian,” ujarnya. Operasi itu berlangsung selama 10 hari. Mulai Senin (23/12) sampai Rabu (1/1/2020). Nana menegaskan, operasi tersebut tujuannya agar umat Kristiani dan Katolik dapat khusuk dan nyaman melaksanakan ibadah Natal. Demikian

juga dengan keamanan dan keselamatan wisatawan domestik maupun mancanegara yang memilih untuk melewatkan pergantian tahun di wilayah NTB. “Pengamanan untuk seluruh masyarakat NTB terkait menyambut malam tahun baru. Lokasi sasaran pengamanan di tempat pariwisata,” terangnya. Sasaran pengamanan lainnya, gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, dan bandara. Kapolda mengurai sejumlah kerawanan yang diantisipasi. Diantaranya, aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan moda transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial, konvoi kendaraan, balap liar, kebakaran

Hakim Tolak Eksepsi IJ

(Suara NTB/penrem)

DIALOG - Danrem 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat berdialog dengan masyarakat Desa Ngali di TPS tempat berlangsung pemilihan Kades.

Danrem 162/WB Pantau Pilkades Serentak di Bima Bima (Suara NTB) Rangkaian kegiatan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) di Kabupaten Bima sampai Rabu (18/12) masih berlangsung, dengan agenda penghitungan suara. Sebelumnya, sebanyak 82 Desa melaksanakan Pilkades serentak pada tanggal 16 Desember lalu. Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han Rabu didampingi Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra melakukan pemantauan langsung di Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Danrem 162/WB mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan dan kondusi-

fitas wilayah dengan bijak dalam berdemokrasi. “Siapun terpilih sebagai Kades, itulah pilihan masyarakat,” ujarnya. Danrem juga mengingatkan kepada penyelenggara untuk bersikap netral dengan tidak memihak kepada salah satu calon dan menghitung hasil pemiihan secara jujur dan transparan sehingga semua pihak menerima hasilnya dengan hati yang ikhlas. “Bagi yang belum terpilih, agar bersabar dan menerimanya sebagai motivator kedepan untuk terus memperbaiki diri dengan membantu Pilkades yang terpilih sehingga semua program desa dapat dilaksanakan dengan baik,” imbunya. (ars)

akibat petasan, pesta narkoba dan bencana alam. “Strategi yang diterapkan mengedepankan pencegahan dengan didukung kegiatan intelijen berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional,” sebut Nana. Selama sepekan ini, imbuh Kapolda, telah dilakukan pencegahan dengan operasi razia. Khususnya di kafe dan lapak miras. Sebanyak 11.010 botol miras dimusnahkan, antara lain 6.112 botol bir; 1.302 botol wine; 3.124 botol whiskey; 448 jerigen tuak; dan 24 botol brem. “Ini disita dari tempat yang tidak memiliki izin menjual. Ini sebagai peringatan kepada masyarakat. Walaupun memang dengan izin, dilegalkan di tempat-tempat tertentu,” pungkas Nana. (why)

Dompu (Suara NTB) Peringatan hari bersejarah bagi Prajurit Infanteri ke 71 tahun 2019, dipusatkan di Kodim 1614/Dompu. Kegiatannya berupa long march pasukan peleton beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya. Pasukan ini disambut meriah warga Dompu. Long march pasukan dilepas langsung Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin dan Dandim Jajaran korem 162/WB, Danyonif 742/ SWY di Lapangan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Kamis (19/12). Kegiatan Pelepasan Peleton Yudha Wasthu Pramuka jaya pada etape terakhir, disaksikan tim pengawas dari Mabes TNI AD Kolonel Inf Piek Budyakto. Pada etape terakhir, Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya dimeriahkan dengan Korsik Kabupaten Dompu dan Gendang Beleq dari Manggelewa. Sepanjang jalan dan ditempat finish Lapangan Beringin Pendopo Bupati Dompu, terlihat masyarakat antusias men-

yambut kedatangan Pasukan Yudha Wastu Pramuka Jaya. Danrem 162/WB mengatakan kegiatan Tonting merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai hari lahirnya pasukan terdepan TNI AD yang dikenal dengan Queen Of The Battle. Pasukan yang harus siap menghadapi tantangan yang semankin kompleks dengan profesionalisme seseuai tuntunan tugas. Menurutnya, pelaksanaan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya dan upacara HUT Infanteri ke 17 dipusatkan di Kabupaten Dompu merupakan pertama kali. “Ini dapat memberikan semangat kepada masyarakat dompu dan ini juga sebagai wujud sinergitas antara Pemda dengan TNI,” ujar Danrem. Bupati Dompu memberikan support dan ikut berjalan kaki memeriahkan Hari Infanteri layaknya Prajurit TNI AD. Pada kesempatan sama, Bupati berpesan, apapun yang menggangu ketahanan wilayah harus dihadapi bersama. “Namun untuk saat ini tidak ada perang. Tapi perang kita adalah membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (ars/*)

(Suara NTB/ist-penrem)

Bupati Dompu H. Bambang M.Yasin mengenakan loreng bersama Danrem 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani bersama iring iringan pasukan Ton Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya.


Jumat, 20 Desember 2019

SUARA NTB

Halaman 8

Polres Loteng Tangani Kasus Dana RTG Lima Pokmas Mataram (Suara NTB) Polres Lombok Tengah mengusut dugaan penyimpangan penggunaan dana bantuan Rumah Tahan Gempa (RTG). Lima Pokmas di Dusun Pancaor Dao, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. “Saya cek dulu perkembangannya,” ucap Kapolres Lombok Ten-

gah AKBP Budi Santosa ketika ditemui di Mataram kemarin. Kasus itu sebenarnya mulai tercium sejak April lalu. Masyarakat merasakan kejanggalan ketika RTG yang mereka kehendaki tidak kunjung terbangun. Diantaranya lima pokmas yang menggunakan aplikator PT PGB. “Itu yang masih dis-

elidiki,” imbuh Budi singkat. Penyelidikan itu meliputi penelaahan dokumen, pemanggilan saksi-saksi diantaranya ketua Pokmas, bendahara Pokmas, anggota Pokmas penerima bantuan, fasilitator, termasuk klarifikasi manajemen PT PGB. “Selain itu juga kita klarifikasi ahli dan koordinasi dengan BPBD Provinsi NTB,” ujarnya. Dari laporan tersebut, aplikator diduga sudah menerima pembayaran pembangunan RTG lima Pokmas di Dusun Pancor Dao. Namun demikian, rumah belum kunjung dibangun. Sementara aplikator dan Pokmas terikat batas

waktu penyelesaian menurut surat perjanjian kerja (SPK). Sebelumnya, Kabid Hukum Polda NTB Kombes Pol Abdul Azas Siagian menyatakan batas waktu pembangunan RTG untuk dana yang sudah ditransfer tahun ini adalah 31 Desember. Meskipun kemudiandiusulkanperpanjangan waktu selama tiga bulan. “Nanti itu tinggal pilih mana, perbaiki atau masuk bui. Kita masih pakai cara pencegahan dulu lah. Nanti kalau masih bandel, kita tindak,” tegasnya. Polda NTB mengusut total 13 dugaan kasus penyimpangan dana bantuan RTG untuk

HILANG

perbaikan rumah terdampak gempa Lombok. 11 kasus masih di tahap penyelidikan. Dua kasus sisanya sudah di tahap penyidikan. (why)

HLG STNK R2 HONDA DR.6088 CS NOKA/NOSIN : MHIJFW114GK810415/JFW1E – 1810215 AN.NI NYOMAN LUMI ARDANINGSIH HLG D’SKTR KOTA MATARAM

HILANG

RUPA-RUPA

HLG BPKB R2 HONDA GL 15A1RR M/T DR.3973 CU NOKA/NOSIN : MHIKC3118BK048713/KC31E-1048579 NO.BPKB 07115980.0 AN.SYUKRI ELYANSYAH,SE HLG.D’SKTR JL.LINGKAR SELATAN KOTA MATARAM

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

q

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 TANAH KEBUN LUAS 1850 M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4 th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809


SUARA NTB

Jumat, 20 Desember 2019

RUKO - VILA - KOST

DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

500.000

Halaman 9


SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

PENDIDIKAN

Halaman 10

STAHN Gde Pudja Gelar Workshop Pendampingan Pengisian LKPT, LKPS, dan LED Giri Menang (Suara NTB) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar workshop pendampingan pengisian Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT), Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), dan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada Rabu (18/12) sampai dengan Jumat (20/12) di Hotel Jayakarta, Lombok Barat. Ketua Panitia Workshop yang juga Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., dalam laporannya mengatakan, kegiatan workshop itu merupakan salah satu upaya untuk membangun budaya mutu. Dalam membangun citra lembaga, satu yang penting yaitu akreditasi. Oleh karena itu workshop tersebut dijadikan bagian dari persiapan untuk akreditasi institusi, akred-

itasi Program Studi (Prodi) S2 Ilmu Komunikasi Hindu, dan Prodi Ekonomi Hindu. “Tentu ada perubahan, beberapa teman masih kebingungan. Oleh karena itu pada kesempatan ini kita datangkan narasumber yang langsung akan memberikan pendampingan,” katanya. Narasumber sekaligus yang akan mendampingi pengisian LKPT, LKPS, dan LED yaitu Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH., MH.; Dr. Wayan Paramartha, SH., M.Pd.; dan Dr. Hesti Sadtyadi, SE., M.Si. “Beliau ini adalah asesor, kita yakin dan percaya beliau siap mendampingi pengisian LKPT, LKPS, dan LED,” kata Dewi Rahayu. Dewi Rahayu menyebutkan pesrta workshop terdiri dari tim akreditasi institusi, tim akreditasi Prodi S2 Komuni-

Akhir Desember, Bisa Diketahui Hasil UKG Non PNS Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB sudah melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) non PNS tahun sudah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB pada Rabu (11/ 12) dan Kamis (12/12) pekan lalu. Sebanyak 5.746 guru non PNS di NTB mengikuti UKG tersebut. Hasil UKG itu ditargetkan bisa diketahui pada akhir bulan Desember 2019 ini. Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., dihubungi pada Kamis (19/12), mengatakan, hasil UKG non PNS baru bisa diketahui pada akhir Desember. Guru non PNS yang mengikuti UKG pada tahun 2019 ini merupakan guru non PNS yang belum memenuhi syarat pada UKG non PNS tahun 2018 lalu. “Akhir Desember nanti baru bisa diketahui hasilnya,” katanya. Aidy menyebutkan, peserta yang terverifikasi untuk mengikuti UKG non PNS berjumlah 5.746 orang. Terdiri dari 160 orang guru SLB, 3481 orang guru SMA, dan 2.105 guru SMK. Ia berharap dari 5.746 guru non PNS yang mengikuti UKG bisa banyak yang memenuhi kriteria dengan skor minimal nilai akhir sebesar 65, karena pihaknya membutuhkan sekitar 2.800 orang guru SMA, SMK, dan SLB. Sebanyak 14 TUK digunakan yang tersebar di kabupaten/kota di NTB. Tempat uji kompetensi yaitu SMAN 1 Mataram, SMAN 1 Gerung, SMAN 1 Tanjung, SMKN 1 Praya Tengah, SMKN 2 Selong, SMAN 1 Taliwang, SMKN 1 Sumbawa Besar, SMAN 1 Dompu, SMKN 1 Dompu, SMAN 4 Kota Bima, SMAN 1 Kota Bima, SMKN 3 Kota Bima, SMKN 1 Kota Bima, dan SMKN 2 Kota Bima. “Kami menggunakan 34 server se-NTB dengan 1.124 klien, pola ujian berbasis komputer dari sesi satu sampai tiga. Setiap sesi berlangsung 120 menit untuk setiap mata pelajaran. Sejauh ini tidak ada masalah,” katanya saat ditemui sebelumnya. (ron)

H. Aidy Furqon (Suara NTB/dok)

kasi, dan tim akreditasi Prodi Ekonomi. Selain itu ada juga beberapa dosen dan seluruh CPNS di STAHN Gde Pudja, serta beberapa orang pegawai. Peserta berjumlah 87 orang dengan 8 orang panitia. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, pengisian LKPT, LKPS, dan LED bisa menjadi umpan balik bagi kinerja lembaga dan diri sendiri yang telah dilalui, dan juga untuk motivasi bersama untuk tahun berikutnya. “Kita dedikasikan kegiatan ini untuk menyiapkan akreditasi untuk dua prodi yaitu Prodi S2 Ilmu Komunikasi Hindu dan Prodi Ekonomi Hindu, dan satu institusi. Kita akan melakukan pendampingan secara serius,” ujar Nyoman Wijana. (ron/*)

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Ketua STAHN Gde Pudja Mataram,I Nyoman Wijana berfoto bersama dengan panitia dan peserta workshop pendampingan pengisian Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT), Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), dan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada Rabu (18/12) sampai dengan Jumat (20/12) di Hotel Jayakarta, Lombok Barat.

Perguruan Tinggi Dikritisi Buka Jurusan Tidak Sesuai Kebutuhan Mataram (Suara NTB) Puluhan Kepala Sekolah SMA sederajat se NTB mengikuti sosialisasi tahapan SNMPTN yang digelar Universitas Mataram (Unram) , Rabu (18/12). Pada kesempatan itu sejumlah kepala sekolah yang hadir mengkritik jurusan yang dibuka Unram lantaran dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan kerja masyarakat. Salah satunya datang dari Kepsek SMAN 1 Bolo lagi, Bima. Dia meminta agar Unram membuka jurusan yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja. Sebagai contoh di Bima. Jurusan yang cocok dibuka saat ini adalah jurusan manajemen transportasi. Oleh sebabnya, dia sangat berharap ke depan Unram bisa membuka jurusan ini. Sementara itu perwakilan salah satu sekolah di Sumbawa juga menilai hal yang sama. Kata dia, banyak lulusan yang ada saat ini masih menganggur. Hal ini disebabkan, perguruan tinggi membuka juru-

san yang tidak dibutuhkan pasar kerja. Menanggapi kritikan tersebut, Wakil Rektor I Unram, Dr. Agusdin menjawab pembukaan suatu program studi melalui berbagai tahapan yang panjang. Tidak benar jika membuka Prodi tanpa didasari kebutuhan masyarakat. Dicontohkan Agusdin, pembukaan vokasi di Bima dan KLU merupakan atas keinginan masyarakat di dua daerah tersebut. ‘’Vokasi Bima dan KLU berdasarkan permintaan kabupaten, inisiatif dari Kabupaten yang berniat membuka

Mataram (Suara NTB) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama program kemitraan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Forum Temu INOVASI yang mengusung tema Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Literasi Dasar yang Berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan INOVASI diakui bisa meningkatkan pendidikan inklusif. Hadir sebagai narasumber adalah guru dan tenaga kependidikan, LSM lokal, LPTK, serta unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang pendidikan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mewakili NTB, hadir narasumber yaitu Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum, S.Pd, SH, M.Pd; Akademisi dari Universitas Mataram, Lalu Hamdian M.Pd; dan Guru SDN Peresak Bebuak, Ari Karnia, S.Pd., dan anggota DPRD Sumbawa Bar-

at, Merliza S.Sos, M.Si. Di Lombok Tengah, melalui program rintisan Pendidikan Inklusif – Disabilitas, INOVASI membekali guru dengan kemampuan mengidentifikasi kesulitan fungsional dan kebutuhan siswa penyandang disabilitas untuk berpartisipasi penuh dalam proses belajar hingga bisa memaksimalkan potensi mereka. Seluruh tenaga kependidikan dan segenap pemangku kepentingan di Lombok Tengah, NTB memandang pendidikan inklusif sebagai sesuatu yang sangat penting, dan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di suatu daerah bisa dilakukan bersama-sama. Hal ini demi masa depan yang lebih baik bagi semua anak, tanpa terkecuali. Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum, menyampaikan keberadaan INOVASI dengan kemampuan dan tim solid, serta pendekatan ilmiah dengan pendekatan sedemikian rupa bisa menyentuh langsung permasalahah pendidikan inklusif. “Kami sadar INOVASI ini

(Suara NTB/ist)

SAMPAIKAN MATERI - Salah seorang pemateri pada workshop yang diadakan SMK Yarsi Mataram, Azizudin saat menyampaikan materi tentang perangkat pembelajaran, pada Rabu (18/12) lalu di SMK Yarsi Mataram. mpetensi SMK tahun 2019. “Selain penyampaian materi ada lembar kerja yang harus diselesaikan berkenaaan dengan perangkat pembelajaran dan lainnya,” kata Rusmika. Ia berharap bapak dan ibu guru bisa mengaplikasikan semau perangkat pembelajaran, seperti membuat desan pembelajaran, peniliaan dengan

Selain itu pembukaan suatu Prodi dipertimbangkan karena faktor minat. Kalau tidak ada yang minat pasti sudah tutup. Kita sudah survei alumni kita ada di mana kerja tetap kita lakukan. Jadi Prodi baru yang relevan tetap dipertahankan,’’ ujarnya. Sementara dorongan membuka jurusan manajemen transportasi, Agusdin menyambut baik ide itu dan layak untuk didiskusikan. Hanya saja sementara ini, Unram sudah ada MoU dengan Angkasa Pura I dimana pihaknya kini membuka D III Pariwisata Konsentrasi Kebandar Udaraan karena sudah ada MoU dengan Angkasa Pura I. ‘’Untuk manajemen transportasi ini masukan yang bagus untuk kita kaji bersama ke depan mungkin dengan Pelindo,’’ jawabanya. (dys)

Kolaborasi Tingkatkan Pendidikan Inklusif

SMK Yarsi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidikan Lewat Workshop Mataram (Suara NTB) SMK Yarsi Mataram melaksanakan workshop peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui workshop pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Kegiatan itu dilaksanakan di SMK Yarsi Mataram, pada Rabu (18/12) dan Kamis (19/12). Diikuti oleh semua guru mata pelajaran di SMK Yarsi. Kepala SMK Yarsi Mataram, Lalu Rusmika Apriwijaya, S.Kep., MM., pada Rabu (18/12) kemarin mengatakan, tujaun dari workshop yaitu untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui pengembangan perangkat pembelajaran. “Diikuti oleh semua guru mata pelajaran yang ada di Smk Yarsi sejumlah 30 orang,” katanya. Pemateri pada workshop itu yaitu Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Azizudin, S.Pd., M.Kes., dengan materi tentang perangkat pembelajaran. Selain itu, pemateri lainnya yaitu Kepala Seksi Kurikulum SMK, Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., dengan materi tentang revitalisasi ko-

vokasi,’’ jelasnya. Akhirnya atas dasar itulah, Unram kemudian diminta untuk membantu mempersiapkan vokasi itu menjadi Politeknik. ‘’Itu dasarnya adalah aspirasi dari kabupaten. Vokasi nantinya akan menjadi politeknik. Sudah berdiri lima tahun tapi belum memenuhi syarat menjadi politeknik. Karena harus merekrut dosen tetap. Tapi sekarang ini masih dibebankan dari Unram,’’ terang Agusdin. Selain itu syarat lainnya ialah mereka harus mampu menyediakan lahan 10 hektar.

Tapi hanya baru 3 hektar yang disediakan Pemkab Bima. Sehingga vokasi Bima belum bisa berubah jadi Politeknik karena terkendala lahan yang belum memenuhi syarat. Sedangkan program studinya sudah memenuhi syarat. ‘’Sedangkan KLU sudah memenuhi syarat lahan tapi Prodinya belum memenuhi syarat,’’ tambahnya. Menjawab tuduhan itu juga, Agusdin menjelaskan untuk membuka prodi yang lain setiap prodi yang dibuka di Unram sudah melalui tahapan survei. Jadi apa yang kita buka itu sudah ada kajian akademik yang komprehensif. ‘’Jadi kalau dikatakan Unram maunya aman- aman saja masih sifatnya common sense yang tidak bertanggung jawab,’’ imbuhnya.

sistem penilaian dengan sistem Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan silabus di dalam proses belajar mengajar. SMK Yarsi Mataram fokus pada bidang akademik dan non akademik. Pada kegiatan akademik SMK Yarsi Mataram

saat ini mempunyai tiga kompetensi keahlian, yaitu keperawatan, farmasi, dan care giver. Pada proses akademik yang saat ini dikembangkan adalah kurikulum 2013, sehingga dalam pembelajaran menggunakan sistem teori dan praktik. “Di mana ketika nantinya siswa begitu selesai sekolah sudah bisa untuk bekerja,” katanya. (ron)

kan punya batas sehingga kami harus mempersiapkan itu. Pada posisi sekarang ini seperti yang diharapkan Pak Menteri bahwa ada guru penggerak. Kami pada proses merekrut dan menetapkan Peraturan Bupati, tidak pada satuan pendidikan tetapi pada gugus. Guru penggerak ini yang selama ini disebut guru inti sudah ditetapkan oleh Bupati dan diperkaya oleh fasda yang sudah dilatih oleh INOVASI,” ucap Sumum. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, terutama dengan Dinas Pendidikan, INOVASI melaksanakan program peningkatan kualitas pembelajaran untuk pendidikan inklusif. Tahun 2019 ini, INOVASI bermitra dengan FKIP UNRAM (Universitas Mataram) melatih para guru di 14 institusi pendidikan tentang konten pendidikan inklusif yang berguna mendukung siswa dengan kesulitan fungsional untuk mampu mengikuti proses pembelajaran. Tercatat 62 guru dan kepala sekolah telah

(Suara NTB/ist)

Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum (kedua dari kiri) saat menjadi narasumber pada acara Forum Temu INOVASI yang mengusung tema Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Literasi Dasar yang Berkualitas yang diadakan Balitbang Kemendikbud bersama program kemitraan INOVASI. mengikuti 5 unit pelatihan modul pendidikan inklusif. Menurut Guru SDN Peresak Bebuak, Ari Karnia, banyak ilmu yang didapatkannya ketika mengikuti program ini yaitu mengenal PBS-Profil Belajar Siswa (biodata siswa dengan kesulitan fungsional

dan cara penanganannya), mengetahui cara mengisi PBS, membuat RPP Adaptasi (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran khusus siswa dengan kebutuhan fungsional), dan membuat media yang sesuai kebutuhan siswa dengan kesulitan fungsional. (ron)


RAGAM

SUARA NTB Jumat, 20 Desember 2019

Halaman 11

Giri Menang (Suara NTB) – Potensi pariwisata yang ada di Lombok Barat disebut menjadi salah satu andalan pelaku industri di NTB. Pasalnya, daerah tersebut memiliki beberapa titik objek wisata yang telah cukup terkenal seperti Senggigi dan lain-lain, ditambah pengembangan kawasan kepulauan di bagian selatan seperti Sekotong dan sekitarnya. Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, menerangkan bahwa untuk memaksimalkan potensi tersebut pihaknya telah melantik Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asita Lombok Barat. “Kita harapkan di kabupaten yang pariwisatanya bagus seperti Lombok Barat ini ada DPC yang tugasnya membantu memberikan masukan kepada pemerintah daerah,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (19/ 12), ditemui seusai pelantikan DPC Asita Lobar di Senggigi. Hal tersebut mengingat persaingan di dunia pariwisata disebut terus terjadi, terutama mengikuti perkembangan objek wisata di berbagai tempat. “Asita ingin membantu menggairahkan kembali parwisata di Lombok Barat, atau setidaknya menjaga yang sudah ada seperti Senggigi dan lain-lain,” ujarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, yang menerangkan bahwa sinergi antara pelaku industri parwisata dengan pemerintah memang menjadi bagian penting untuk menggerakkan sektor pariwisata. “Seperti Asita ini punya peran dalam pengembangan pariwisata di NTB. Terutama untuk menuntun wisatawan (supaya datang),” ujarnya. Taufiq sendiri mengharapkan agar pelaku industri seperti Asita ataupun asosiasi lainnya berperan aktif menjadi mitra pemerintah. Khususnya untuk memberikan keritik bagi pengembangan pariwisata. “Apa yang kurang (dari segi

(Suara NTB/bay)

Revitalisasi Senggigi Jadi Target Pelaku Industri Tingkatkan Pariwisata Lobar

PATAKA - Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, menyerahkan pataka Asita kepada Ketua DPC Asita Lobar, Supratman Samsi. fasilitas dan lain-lain) sebut saja. Khususnya Dinas Parwisata, harus menerima keritikan itu nantinya,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah Ketua DPC Asita Lobar, Supratman Samsi, menerangkan dalam program yang akan disusun pihaknya akan menargetkan pembenahan destinasi di Lombok Barat terlebih dahulu. Mengingat peningkatan kapasitas dari destinasi wisata menjadi penting untuk mengikuti perkembangan yang ada. Dicontohkannya seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi destinasi super prioritas dari pemerintah pusat. Maka hal tersebut perlu didukung juga oleh destinasi lainnya. “Senggigi yang sudah menjadi pioneer bisa tertinggal. Ini yang harus kita tingkatkan agar tidak dilupakan pelaku pariwisata yang lain,” ujarnya. Selain itu, Supratman sendiri menrangkan pihaknya telah memiliki kesepakan dengan Bupati Lombok Barat dalam hal pengembangan destinasi wisata di Lobar. Khususnya untuk revi-

Gubernur Usulkan Calon Komisaris dan Direksi ITDC Dari Hal. 1 Tidak hanya komisaris, gubernur mengatakan sudah meminta kepada ITDC agar ada direksi yang berasal dari NTB. Karena ITDC sekarang sudah memiliki anak perusahaan. ‘’Kalau komisaris, itu kan kita sebatas mengusulkan nanti. Yang menentukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jadi perusahaan itu punya mekanisme sendiri juga. Saya dengar RUPS tahun depan. Dan saya minta pada ITDC juga ada direksi yang berasal dari kita,” kata Gubernur dikonfirmasi usai melantik Sekda NTB, Kamis (19/12) siang. Menurut Gubernur, sangat wajar NTB meminta ada jatah komisaris dan direksi di ITDC. Karena KEK Mandalika yang akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021. “ITDC sekarang punya anak perusahaan juga. Karena ITDC itu bukan hanya ngurus Lombok. Tapi juga Labuhan Bajo, Borobudur, semuanya sekarang di bawah ITDC. Jadi kalau ada satu direksi atau di anak perusahaan nanti, baguslah,” katanya. Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini mengatakan salah satu tantangan di ITDC sekarang adalah pengelolaan kluster UMKM yang berada di

sana. Dibutuhkan orang yang dapat menjadikan kluster UMKM di KEK Mandalika ramai. Apabila ada putra-putri NTB yang punya kemampuan di situ, maka akan dipertimbangkan menjadi direktur. Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si yang dikonfirmasi terpisah tidak secara tegas menyatakan akan mundur dari jabatan komisaris ITDC. Ia mengatakan akan melakukan sesuatu yang terbaik dan fokus pada pekerjaaannya. “Kita lihat proses waktunya. Saya akan lakukan yang terbaik. Makanya saya akan melihat aturan yang terbaik untuk itu. Sehingga saya bisa fokus bekerja pada tugas yang diamanahkan. Hari ini saya akan lihat aturan-aturan,” terangnya. Ketika didesak apakah akan mundur menjadi Komisaris ITDC pascadilantik menjadi Sekda NTB? Gita mengatakan akan melihat aturan. Ia mengatakan masa jabatan sebagai komisaris ITDC akan berakhir 2020 mendatang. “Ini kan masa periode saya 2020 sudah akan menyiapkan pertanggungjawaban,” tandasnya. (nas)

Jadi Sekda yang SEKDA Dari Hal. 1 pelantikan di Gedung Sangkareng Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (19/12) siang. Sebagai Sekda, dia ingin menjadi stabilisator. Gita ingin menciptakan suasana yang stabil dalam birokrasi sehingga semua bekerja dengan baik. Mengejar targettarget yang telah ditentukan. Kemudian eksekutor yang efisien dan efektif. Dengan keterbatasan fiskal yang dimiliki NTB. Anggaran yang dimiliki tidak cukup banyak. ‘’Oleh karenanya, kita harus berpikir efektif dan efisien, mencari sumber-sumber pendanaan bagi daerah kita,’’ katanya. Kemudian Sekda yang dapat menjadi komunikator. Mantan Kabag Humas Setda NTB ini ingin menjadi komunikator yang efektif baik komunikasi yang sifatnya vertikal, horizontal, diagonal dengan tokoh masyarakat dan semua stakeholders pembangunan di daerah NTB. Selain itu, ia ingin menjadi dinamisator. Yakni membangkitkan inovasi di jajaran birokrasi untuk mengejar target-target pembangunan. Dan terakhir adalah akuntabilitas. Artinya apa yang dikerjakan tidak bermuara pada atensi Aparat Penegak Hukum (APH). ‘’Sehingga kita pastikan

kerja-kerja kita sesuai dengan ketentuan peraturan dan tak ada maladministrasi,’’ ucapnya. Gita mengaku terinspirasi dengan apa yang disampaikan oleh gubernur. Ketika riuh rendah berbicara tentang hal-hal kontestasi, politisasi dan sebagainya. Pada saat yang bersamaan sedang melupakan ada agenda-agenda lain yang lebih besar. ‘’Sekarang, selesai sudah proses kontestasi, selesai sudah proses politisasi, selesai sudah tahun politik. Dalam hal investasi juga mudah-mudahan 2020 dan selanjutnya adalah tahun kebangkitan ekonomi kita. Dan 2022-2023, era akhir Zul - Rohmi, saya membayangkan sebuah masa keemasan,’’ kata Gita. Pada 2022 - 2023, pariwisata NTB berkembang dengan baik. Berdiri hotelhotel berbintang di KEK Mandalika. Dan atraksi semakin masif. Selain itu, smelter di Sumbawa Barat sudah terbangun dan investasi yang lain segera direalisasikan. ‘’Kalau itu 2022 - 2023 terjadi, maka soft landing yang bagus untuk Bapak Gubernur dan Ibu Wagub di era pengkhidmatan 20182023,’’ tandasnya. (nas)

talisasi Senggigi yang menjadi prioritas Pemkab Lobar dan DPC Asita Lobar. “Kita akan bangun alasan kenapa orang harus ke Senggigi. Salah satunya kita buat Senggigi Sunset Market, ini yang akan kita angkat di awal program kerja kita,” ujarnya. Diterangkan Supratman sebagai eksekutor di lapangan, pihaknya mengharapkan terwujudnya rencana Pemkab Lobar untuk memfasilitasi rencana tersebut. Khususnya untuk menjaga pasar wisatawan Eropa dan Australia yang disebut mulai kembali memadati destinasi wisata di Lombok Barat. Ditambah dengan peningkatan wisatawan domestik yang juga kembali banyak berdatangan, khususnya di wilayah Senggigi. “Dengan fasilitas yang ada di sini (Senggigi, Red) tentu kita punya kualitas (untuk menjaga) itu,” pungkasnya.(bay)

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN - Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah saat menyerahkan penghargaan kepada Redaktur Pelaksana Harian Suara NTB, Raka Akriyani.

Bonus dan Penghargaan bagi Atlet dan Warga Berprestasi Mataram (Suara NTB) Bertepatan dengan Malam Tasyakuran Peringatan HUT ke-61 Provinsi NTB, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu (18/12) malam, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyerahkan bonus dan penghargaan kepada perwakilan para atlet berprestasi yang telah mempersembahkan 5 medali Emas, 2 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu dalam ajang Sea Games 2019 di Philipina. Gubernur Zul juga memberikan penghargaan secara simbolis kepada para warga yang ber-

Penetapan Sekda NTB Paling Susah Diputuskan Dari Hal. 1 Hal ini menunjukkan bahwa di NTB memang senang berkompetisi. Riuh peristiwa politik dalam pemilihan Sekda ini, kata Dr. Zul menandakan bahwa di NTB senang berkompetisi. Tetapi, di sisi yang lain, hal itu menjadi sinyal yang seharusnya menjadi alarm bagi semua. Bahwa ketika peristiwa politik atau hal-hal yang berbau politik mendapatkan proporsi yang besar dalam diskursus publik . Itu artinya masyarakat dan elite sedang tidak memikirkan hal-hal lain yang lebih besar. Ketika para elite dan masyarakat sibuk membicarakan politik di ruang publik. Itu tandanya masyarakat sedang tidak membicarakan halhal lain yang lebih besar. Tradisi seperti ini sedikit demi sedikit harus dikurangi.

‘’Sehingga siapa yang menjadi pemimpin publik, bukan karena ingin mengejar jabatan. Tapi itu cara dia bereskpresi, berterima kasih pada masyarakat dan Yang Maha Kuasa. Mengembalikan apa yang telah dia terima dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat,’’ kata gubernur. Dr. Zul mengatakan, semua calon Sekda yang ikut berkompetisi dekat dengan Gubernur dan Wagub. Sekda NTB yang terpilih bukan ditetapkan oleh gubernur tetapi Presiden Jokowi. Ia menilai Gita adalah sosok pejabat yang punya jiwa pengabdian yang sangat tinggi. Dan punya jiwa untuk melayani yang lebih besar lagi. Dikatakan, NTB membutuhkan investasi. Karena jalur atau roadmap menuju kemakmuran berliku panjang dan mendaki. NTB tidak cukup hanya mengandalkan sektor perta-

nian tradisional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi mesti ada inovasi dan investasi baru. ‘’Pak Gita selama menjadi Kepala Dinas DPMPTSP, menunjukkan jiwa pengabdiannya. Kemudian hatinya untuk melayani investor yang tertarik melakukan aktivitas di NTB,’’ katanya. Ia berharap, pengabdian Gita dalam skup yang lebih luas lagi. Semangat pengabdian dan melayani itu ditularkan ke kepada dinas-dinas yang lain. Karena zaman sudah berbeda. Kepala dinas bukan jabatan tertinggi untuk dihormati dan dilayani. ‘’Tetapi sesungguhnya jabatan kepala dinas, pimpinan di era yang penuh disruption ini adalah kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ pungkasnya. (nas)

Gita Diyakini Mampu Menjembatani Keragaman Dari Hal. 1 ‘’Investasi menjadi roadmap kita menuju kesejahteraan. Tidak cukup dengan pertanian tradisional. Presiden memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Lalu Gita Ariadi sebagai Sekda NTB untuk mengawal investasi kita,’’ ujar gubernur. Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarat dan Forkompinda Provinsi NTB yang hadir dalam pelantikan itu, Gubernur NTB mengatakan, momentum ini merupakan peristiwa bersejarah sebagai pelantikan Sekda, di mana proses pemilihan Sekda rasa Pilkada. Gubernur mengungkapkan, selama dalam proses seleksi, dari kelima calon Sekda NTB, dirinya dan Wakil Gubernur, mengalami suatu dinamika yang luar biasa. Hal itu disebabkan karena ke lima calon memiliki tim sukses masingmasing. Namun hal itu dinilainya sebagai sebuah semangat besar bahwa masyarakat NTB senang bersama dan suka berkompetisi. Untuk itu ia berharap dengan hadirnya semua tokoh dalam pelantikan tersebut, maka semua dinamika itu sudah selesai secara bersama-sama. Riuh rendahnya peristiwa politik, termasuk dalam pemilihan Sekda kali ini harus menjadi perhatian dan pemikiran bersama. Hal itu menandakan bahwa semua orang suka berkompetisi. Namun di sisi lain gubernur mengingatkan bahwa hal itu harus menjadi sinyal alarm. Karena ketika peristiwa atau hal-hal yang bernuansa politik mendapat-

kan porsi besar dalam diskursus, artinya masyarakat dan elite kita sedang dalam keadaan tidak memikirkan hal-hal yang besar. Gubernur menilai tradisitradisi seperti ini harus sedikit demi sedikit dikurangi. Karena sesungguhnya siapa yang ingin menjadi pejabat publik bukan karena ingin mengejar jabatan, tapi itu merupakan cara dia berekspresi untuk berterimakasih kepada Tuhan YME dan masyarakat untuk mengembalikan apa yang sudah ia terima, dan mengabdi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Oleh karena itu Gubernur juga menilai, pelantikan Sekda NTB kali ini merupakan sesuatu yang bersejarah dan berbeda. Selain dihadiri hampir semua tokoh sesepuh NTB, pelantikan Sekda kali ini juga merupakan pilihan langsung dari Presiden RI. ‘’Saya kira hampir semua tokoh sesepuh di NTB ini hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah dilantiknya Lalu Gita sebagai Sekda,’’ ujar gubernur. Untuk itu ia memiliki keyakinan, terpilihnya sosok Lalu Gita sebagai Sekda akan bisa memberikan pengabdian tinggi dan mampu memberikan pelayanan lebih besar kepada masyarakat NTB. ‘’Kami yakin sosok ini bisa memberikan pengabdian lebih tinggi dan melayani lebih besar,’’ ujar gubernur. Doktor Zul berharap agar semangat pengabdian dan pelayanan yang dimiliki Lalu Gita semasa menjadi kepala dinas, dapat pula ditularkan

kepada kepala dinas yang lainnya di lingkup Provinsi NTB. Agar semua elemen pemerintah memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ‘’Saya berharap semangat pengabdian yang dimiliki dapat ditularkan ke kepala dinas yang lain. Agar kita semua memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ tutupnya. Sementara, Gita mengakui banyak tantangan sosial ekonomi yang harus diselesaikannya. Beberapa program kerja dan visi misi pemerintahan Zul - Rohmi hingga 2024 mendatang akan diselesaikannya dengan strategi bersama. Salah satu yang disebut sebut adalah perkembangan ITDC di kawasan Mandalika yang akan segera memiliki kamar kamar baru dalam pengembangannya hingga penyelesaian pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Salah seorang sesepuh NTB yang juga mantan Gubernur NTB, Drs. HL Serinata menilai, Gita Ariadi mampu menyatukan perbedaan di masyarakat sekaligus cakap dalam urusan birokrasi. ‘’Saya mengamati beliau. Punya rekam jejak yang baik dalam mengelola pemerintahan. Tapi juga saya memiliki keyakinan beliau mampu menjembatani keragaman kita yang sekarang banyak berubah,’’ ujar Serinata. Ia menambahkan, NTB yang terdiri dari banyak etnis harus dirangkul agar tercipta kondisi sosial yang baik sebagai modal membangun. (nas)

Pelamar TMS Berkurang Jadi 864 Orang Dari Hal. 1 Sedangkan tujuh kabupaten/kota dan Pemprov NTB akan mengumumkan hasil seleksi administrasi pada 21 Desember mendatang. Pada Kamis (19/12) kemarin, BKD NTB mengundang tujuh BKDPSDM kabupaten/kota untuk menggelar rapat koordinasi yang dihadiri pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kanreg 8 Denpasar. ‘’Untuk melakukan sinkronisasi, penyamaan persepsi dan penjelasan teknis dari

BKN. Kita harapkan dengan acara ini ada wujudnya ada satu pemahaman,’’ katanya. Fathurrahman mengungkapkan, rata-rata pelamar yang TMS akibat salah alamat lamaran. Kemudian kualifikasi pendidikan pelamar yang tidak sesuai formasi. Kemudian ada ijazah pelamar tidak asli atau menggunakan foto copy namun dilegalisir. Dari beberapa penyebab pelamar yang TMS, kata Fathurrahman, ada yang bisa diberikan toleransi karena kesalahannya tidak terlalu substantif.

Sehingga berpeluang diluluskan dalam seleksi administrasi. Setelah pengumuman hasil seleksi administrasi 21 Desember mendatang, kemudian ada masa sanggah selama tiga hari. Selanjutnya BKD akan memberikan jawaban atas sanggahan selama 7 hari. “Kemudian ada pengumuman tahap II. Kenapa kita lakukan rakor ini, untuk meminimalisir sanggahan. Sehingga ada kejelasan informasi yang disampaikan, apa yang membuat pelamar dinyatakan TMS,” terangnya. (nas)

prestasi dan berdedikasi tinggi dalam memajukan pembangunan daerah. Mulai dari Bupati Lotim yang berprestasi dalam pengembangan desa wisata dan pengolahan sampah. Kemudian Walikota Bima berprestasi dalam penanganan bencana dan Dirut AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga prestasinya membangun konektivitas. Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada Redaktur Pelaksana Harian Suara NTB, Raka Akriyani. Kemudian kepada Siti Aisyah pendiri Bank Sampah Mandiri. Marzuki sebagai Pengembang Tenun Pringgasela, berprestasi Pengembang Tenun khas NTB, H. Sriwiya sebagai Penggerak Desa Wisata dan H. Yusuf Desa Doro Toi Bima berprestasi dalam bidang Pokdarwis. Berikut atlet NTB yang meraih medali emas pada Asia Games 2019 di Philipina. Danangsyah Yudistira asal Dompu cabor Volly Pasir Putra. Ahmad Zigi Zaresta Yudha asal Lombok Barat cabor Karate. Ahmad Rifqi Mukhlisin asal Mataram cabor Menembak. Chairil Anwar asal Dompu cabor Selancar, dan Sap-

waturrahman asal Sumbawa cabor Atletik Lompat Jauh. Sementara yang meraih medali Perak, Putu Dini & Ditha Juliana, Desi Ratnasari & Allysah Muktaharah cabor Volly Pasir Putri, Endang asal Sumbawa cabor Tinju Putri, Huswatun Hasanah asal Sumbawa cabor Tinju Putri dan Sapwaturrahman asal Sumbawa cabor Tinju Putri meraih medali Perunggu. Keberhasilan mereka tidak terlepas dari tangan dingin Ariya pelatih atletik, Agus Salim pelatih Volly Pasir, Andik pelatih Menembak dan Nurul Imaniar. Pada acara tersebut tampil pula Srikandi NTB yang terdiri dari Hj. Sitti Rohmi Djalilah , Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, Hj Putu Selly dan Kepala OPD gender lingkup Pemrov NTB. Srikandi NTB itu unjuk kebolehan memainkan alat tabuh musik tradisional sasak. Ditampilkan pula film tentang Pesona NTB Gemilang menghadirkan destinasi wisata NTB. Kemudian peragaan busana dari tenun khas Sasambo untuk pakaian kerja. Pada akhir acara ditutup dengan tarian kolosal tentang lingkungan oleh penari kreasi Sasambo. (r)

Dua Bupati Tetapkan Siaga Darurat Bencana Dari Hal. 1 Terlebih dua daerah ini sudah dilanda bencana serupa, banjir dan angin puting beliung. ‘’Laporan kejadian sudah kami terima. Pemda di sana melalui BPBD sedang memproses SK Bupati,’’ ujarnya. Sementara yang sudah rampung draf SK, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). “Hanya tinggal menunggu diteken Bupati masing masing,” jelasnya. Setelah SK ditetapkan, akan jadi dasar pihaknya menyusun status siaga darurat ditingkat Provinsi NTB. Ini kemudian jadi dasar laporan dan usulan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam draft usulannya, dana untuk penanganan pada fase siaga darurat antara Rp 5 miliar sampai Rp 7 miliar. Sementara data Pusdalops BPBD NTB per Minggu (15/12) lalu, sedikitnya 2.324 korban jiwa terdampak angin kencang, angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Akibat bencana yang sama, sedikitnya 154 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan

227 rumah rusak ringan. Selain rumah warga rusak, dampak sama terjadi pada fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintah. Kerusakan tersebar di sejumlah daerah. Diantaranya, di Kota Mataram dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, empat rusak ringan dan 12 orang luka luka. Di Lombok Barat satu rumah rusak berat, tujuh rumah rusak sedang, 50 rumah rusak ringan. Lombok Tengah, 17 rumah rusak sedang, lima rumah rusak ringan, dua orang luka luka. Lombok Timur, tiga rumah rusak ringan. Sementara di Sumbawa Barat, 13 rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, Sumbawa 11 rumah rusak berat, 8 rumah rusak sedang, 39 rumah rusak ringan, satu sekolah, satu rumah ibadah dan 12 orang luka luka. Sedangkan Kabupaten Dompu tercatat paling parah, 140 rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 124 rumah rusak ringan. Selain itu, masing masing satu fasilitas umum dan fasilitas kesehatan, masing masing tiga fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan. (ars)

Sasar Pelaku ’’Illegal Logging’’ Dari Hal. 1 dan masih terus diidentifikasi. Pengakuan perusahaan pemegang izin pengelolaan kayu di Tambora PT. AWB soal pelaku illegal logging yang candu narkoba sudah menjadi rahasia umum. ‘’Sebenarnya terindikasi sudah lama hal ini,” kata Gde Sugianyar Dwi Putra kepada Suara NTB, Kamis (19/12) kemarin. Karena menjadi tugasnya, kasus ini praktis menjadi incaran pihaknya, bekerjasama dengan instansi terkait, jajaran Polres Bima dan Dompu khususnya. Langkah awal yang dilakukan, pemetaan lokasi illegal logging dan perambahan hutan di kawasan Gunung Tambora yang diketahui masuk wilayah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. ‘’Kita petakan dulu wilayah illegal logging di mana saja, kita lakukan pencegahan awal dulu,’’ ujar jenderal bintang satu ini. Langkah pencegahan biasanya dengan edukasi kepada masyarakat sekitar agar ikut mengawasi dan waspada peredaran narkoba di wilayah Dompu dan Bima, khususnya di lingkar Tambora. Tapi bukan berarti penindakan diabaikan. Menurut mantan Kabid Humas Polda Bali ini,

penindakan bagian dari upaya yang akan dilakukan. ‘’Penegakan hukum tentusaja akan kita lakukan, khususnya kepada bandar dan pengedarnya. Dalam hal ini, BNNK Bima akan kita kedepankan,’’ tegasnya. Dalam hal penindakan, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Polda NTB, khususnya Polres Bima dan Polres Dompu. Karena kewenangan penyidikan ada di kepolisian. ‘’Sementara BNNP yang melakukan penyidikan, fokus ke bandar dan jaringan utamanya di NTB. Polres kita kedepankan penegakan hukumnya,’’ tegas Gde Sugianyar. Fenomena ini dibenarkan Kepala Kesatuan Pengamanan Hutan (KPH) Tambora, Burhan, SH. Bahkan beberapa kali pihaknya berhadapan dengan pelaku illegal logging di kawasan Tambora, termasuk wilayah hak pengelolaan PT. AWB. Para pelaku biasanya yang sudah di bawah pengaruh sabu sabu, lebih nekad melawan petugas. ‘’Ini sudah sering kami hadapi. Mereka kalau sudah pakai sabu sabu, lebih nekad. Ndak ada lagi yang ditakuti. Petugas biasanya jadi sasaran sajam dan senpi yang mereka bawa,’’ kata Burhan dihubungi Suara NTB. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Jumat, 20 Desember 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bangun Kembali Gedung Pascagempa

STKIP Hamzar Lombok Utara Konsisten Cetak Tenaga Pendidik Andal SEKOLAH Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Lombok Utara kembali dibangun setelah gedung kampus ini rubuh akibat gempa Lombok tahun 2018 lalu. Pembangunan ruang kelas STKIP Hamzar Lombok Utara sedang dikebut untuk memaksimalkan proses pembelajaran mahasiswa. Pada Kamis (19/12) kemarin digelar acara peresmian ruang belajar STKIP Hamzar Lombok Utara yang merupakan bantuan dari PPTS Kemenristek Dikti tahun 2019. Di waktu yang bersamaan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang belajar STKIP Hamzar yang merupakan bantuan

dari Pemprov NTB 2019. Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. Drs. TGH. Hazmi Hamzar, SH, MH, Ketua Yayasan Maraqitta’limat H. Fadlurrahman, M.Si, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB, pejabat dari Polda NTB, perwakilan Korem 162/WB, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lombok Utara Dr. Fauzan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ribuan jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. Drs. TGH. Hazmi Hamzar mengatakan, STKIP Hamzar Lombok Utara memiliki dua program studi yaitu S1-PGPAUD serta S1 PGSD. Kampus ini berdiri

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lombok Utara Dr. Fauzan saat memberi sambutan

Para tamu undangan VIP di acara cara peresmian serta peletakan batu pertama ruang belajar STKIP Hamzar Lombok Utara

Andalkan Kapal Pesiar Penuhi Target Kunjungan Wisatawan Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) NTB optimis target kunjungan wisatawan NTB 2019 akan terpenuhi sampai dengan akhir tahun. Pasalnya, jumlah kunjungan sampai dengan November 2019 disebut telah mencapai 3,5 juta wisatawan dan sepanjang Desember sisa 500 orang wisatawan mengandalkan jadwal kapal pesiar pada 27 Desember mendatang. ‘’Empat juta itu bisa terlampaui. Tahun ini agak baik dari 2018,’’ ujar Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si. Hal tersebut utamanya mengandalkan konektivitas udara yang difasilitasi maskapai AirAsia serta dibukanya dermaga di Pelabuhan Gili Mas untuk sandar kapal pesiar. Diterangkan Faozal sejak dibuka pada tanggal 5 November lalu Pelabuhan Gili Mas telah menerima hingga 8 kapal pesiar. ‘’Satu kapal pesiar itu bsia 2-3 ribu penumpangnya,’’ ujarnya. Jumlah tersebut dinilai telah mencukupi target kunjungan wisatawan ke NTB. Selain itu libur panjang natal dan tahun baru disebut juga menjadi momen tersendiri untuk menarik wisatawan. Untuk itu, Dispar NTB telah berkoordinasi dengan pelaku industri wisata seperti hotel dan lain-lain untuk memberikan diskon kepada wisatawan sebagai penambah daya tarik. ‘’Paling tidak di akhir tahun kita sampai pada angka 4 juta itu. Kemarin kita berhitung sudah di 3,5 atau 3,7 juta,’’ sebutnya. Target itu menurut Faozal berfungsi untuk mengukur perkembangan sektor wisata di NTB. Khususnya untuk menjadi tolak ukur pengembangan destinasi wisata. Pada 2020 sendiri, Dispar NTB manargetkan adanya destinasi di seluruh kabupaten/kota di NTB. Dicontohkan Faozal seperti pengembangan wilayah Sekotong mengikuti dibukanya Pelabuhan Gili Mas untuk sandar kapal pesiar. ‘’Di sana akan berkembang. Investasi juga bisa kita dorong ke sana,’’ ujarnya. Di kabupaten lain seperti Lombok Timur juga tengah dikembangkan beberapa destinasi seperti di kawasan Pantai Ekas dan Pantai Kaliantan. Kedua destinasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk berkembang seperti kawasan Senggigi serta tiga gili. ‘’Sudah ada hotel bintang yang akan dibangun di sana, sambil menunggu MotoGP, lah,’’ ujar Faozal. Untuk 2020 sendiri Dispar NTB menargetkan kunjungan wisatawan mencapai angka 4,5 juta. Sebagai refleksi pencapaian sepanjang 2019, pemenuhan target tersebut diakui membutuhkan strategi dan kegiatan promosi yang lebih gencar. Salah satu dukungan untuk mencapai target 2020 mendatang disebut Faozal adalah adanya gelaran MotoGP pada 2021. ‘’Jadi 2020 kita punya dukungan dari pusat untuk mempromosikan MotoGP 2021,’’ pungkasnya. (bay)

Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. Drs. TGH. Hazmi Hamzar, SH, MH saat mengisi ceramah tahun 2011 lalu dan sudah ban- Yayasan Maraqitta’limat sejak berbeda dengan beberapa yak menghasilkan lulusan yang awal. Itu tercermin dari hadirn- tahun lalu. Begitu juga dengan terserap di dunia kerja. Terlebih ya kampus yang mencetak SDM tantangan di zaman mendaguru PAUD dan guru SD masih andal di tiga bidang tersebut tang akan lebih kompleks, sebanyak dibutuhkan di NTB. taitu STKIP Hamzar, Sekolah hingga penguatan sumber Saat ini STKIP Hamzar memil- Tinggi Ekonomi Islam (STEI) daya manusia (SDM) menjadi iki sebanyak 650 mahasiswa Hamzar dan Sekolah Tinggi Ilmu sebuah keharusan. Penguatan kapasitas lulusan Perguruan dari dua program studi tersebut. Kesehatan (STIKES) Hamzar. “Tahun ini kami menerima Tinggi Hamzar menjadi priori“Gedung STKIP Hamzar Lombok Utara hancur terkena mahasiswa S2 Magister tas di samping aspek pengabgempa. Kami terus membangun Manajemen Pendidikan sam- diannya di tengah masyarakat. Sementara itu Kepala Dinas kembali. Ada bantuan 600 juta bil memproses izinnya. Kami dari pusat tahun ini dan 1 mil- di STKIP Hamzar ini sudah Pendidikan Pemuda dan Olahriar dari APBD NTB. Jadi 12 punya enam orang doktor. aga Lombok Utara Dr. Fauzan lokal yang sedang dibangun,” Syarat menyelenggarakan S2 yang mewakili Bupati Dr.H Naminimal empat orang dosen jmul Akhyar dalam kesempatan kata anggota DPRD NTB ini. itu mengapresiasi hadirnya TGH Hazmi mengatakan, as- doktor,” terangnya. Kandidat guru besar bidang STKIP Hamzar Lombok Utara. pek pembangunan manusia dari segi pendidikan, ekonomi dan hukum ini mengatakan, tan- Pasalnya hadirnya perguruan kesehatan menjadi konsentrasi tangan pendidikan di zaman ini tinggi di KLU memberi andil

Ribuan jamaah hadir dalam acara tersebut

positif terhadap penguatan SDM di dalam daerah. Ratarata lama sekolah yang tercatat di KLU menjadi lembih lama. “ Kita harus banyak mendorong lembaga-lembaga pendidikan agar berdiri di Lombok Utara, termasuk Yayasan Maraqitta’limat. Makanya kami minta ke Tuan Guru tadi, jika ada yang dibutuhkan tinggal disampaikan. Kami akan membantu sesuai dengan kewenangan kami” katanya. Ia mengatakan, pihaknya sangat bergembira dengan hadirnya STKIP di Lombok Utara, sehingga ia berharap perguruan tinggi ini tetap konsisten mencetak lulusan yang professional dan menjadi tulang punggung kemajuan di Lombok Utara. “ Penduduk kita di Lombok Utara ini sedikit, sehingga kalau

kita bersama-sama bergerak, kita akan cepat maju. Karena selama ini kita masuk top mover, tercepat menurunkan angka kemiskinan, termasuk tercepat dalam peningkatan IPM,” terangnya. Fauzan berharap semua gedung sekolah Perguruan Tinggi Hamzar yang hancur akibat gempa tahun 2018 lalu cepat kembali terbangun seperti sediakala, bahkan kondisinya lebih refresentatif dari sebelumnya.” Kami ingatkan kepada para mahasiswa agar jangan hanya sekedar kejar formalitas ijazah, namun harus betulbetul kuliah. Karena adikadik adalah orang-orang yang akan berdiri di depan kelas untuk megajar anakanak kita,” katanya.(ris/*)

Momen saat peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru STKIP Hamzar Lombok Utara

Pengguntingan pita sebagai tanda peresmian ruang belajar bantuan dari PPTS Kemenristek Dikti

Pembagian Kartu Pra-kerja Tunggu Instruksi Pusat Mataram (Suara NTB) – Penyaluran kartu pra-kerja di NTB masih menunggu arah dari pemerintah pusat. Kartu yang berfungsi sebagai subsidi bagi masyarakat yang tengah dalam proses mencari kerja tersebut ditujukan sebagai sarana pendorong untuk peningkatan kemampuan dan keahlian kerja. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr.M.Agus Patria, menerangkan bahwa kartu prakerja nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang mengikuti program pelatihan keterampilan atau vocational training. Khususnya bagi para siswa yang baru saja lulus dari sekolah. ‘’Jadi bukan untuk orang yang tidak bekerja sama sekali (pengangguran), tapi orang yang dilatih supaya mereka bisa bekerja,’’ ujarnya, Kamis (19/12), dikonfirmasi di Mataram. Pemegang kartu pra-kerja sendiri memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan dan uang saku selama mengikuti

pelatihan yang dimaksud. Pelatihan diterangkan Agus akan meliputi berbagai macam pelatihan yang disesuiakan dengan kebutuhan industri atau perusahaan. Hal itu untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM), dalam hal ini masyarakat NTB, untuk bersaing dalam seleksi masuk di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pekerja yang terampil. ‘’Jadi tidak bisa begitu saja kita berikan pelatihan, tapi tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan,’’ ujar Agus. Pelatihan sendiri selain dapat dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah, disebut akan juga

melibatkan pihak swasta. ‘’Itu masih menunggu arahan dari pusat,’’ sambungnya. Selain untuk siswa sekolah, pelatihan juga disebut utamanya menyasar para pencari kerja dan pekerja yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Ini akan sangat membantu mengurangi pengangguran di NTB. Karena bisa dilihat, beberapa perusahan suduh banyak tutup dan memberhenti karyawan mereka,’’ ujar Agus. Mengikuti pemberian kartu pra-kerja, penerima akan diwajibkan mengikuti program yang telah disusun agar dapat menerima dana tunjangan dan uang

saku yang disediakan. Selain itu, penempatan lokasi pelatihan bagi penerima kartu prakerja juga akan ditentukan berdasarkan keputusan pusat. Pemerintah daerah dalam hal ini menurut Agus hanya berperan untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan standarnya. Terkait kriteria penerima kartu pra-kerja dan mekanismen pendaftaran dalam program tersebut diterangkan masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat. ‘’Sekarang ini kita harus bekerja sesuai dengan aturan. Nanti ada petunjuk dan car-

(Suara NTB/bay)

M. Agus Patria anya, mana yang siap bekerja dan tidak,’’ pungkasnya. (bay)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 20 Desember 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu