HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
16 HALAMAN NOMOR 157 TAHUN KE 13
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantbnews@gmail.com
SENIN, 18 SEPTEMBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Erica Majdi: Fashion Show Milik Rakyat TAK kurang dari ratusan perempuan NTB dengan sangat antusias mengenakan baju-baju modis dari tenun Lombok kreasi para desainer lokal. Ada juga yang merupakan kreasi designer nasional. Tetapi lebih banyak yang merupakan karya sendiri, memadati Jalan Pejanggik depan Kantor Gubernur NTB pada Kamis malam (13/9). Aura bahagia dan bangga terpancar dari para perempuan yang tampil berjalan di atas runaway, tak lain adalah jalan raya yang malam itu disulap menjadi panggung peragaan busana ataupun yang sekadar datang untuk menonton fashion show on the street tersebut. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
CANTIK - Istri Gubernur NTB, Hj. Erica Zainul Majdi tampil mengenakan busana karya Ria Miranda. Hj. Erica tampil anggun dan cantik ke atas panggung didampingi 10 model yang mengenakan pakaian karnaval (atas). Hj. Erica Zainul Majdi foto bersama dengan para perancang busana lokal dan nasional usai peragaan busana.
Kasus Merger BPR
Server Diduga Mangkrak, Jaksa Agendakan Sita Bukti Lain Mataram (Suara NTB) Di luar proses merger yang dilakukan tim konsolidasi PT. BPR, ada proses pengadaan barang dan jasa. Salah satunya terkait pengadaan server teknologi informasi (TI) senilai Rp 600 juta. Alat itu diduga mangkrak. Menurut rencana penyitaan masih akan berlanjut.
Sejak ditempatkan di Kantor PD. BPR Lombok Tengah tahun 2016 lalu, alat tidak pernah berfungsi. Alat itu ditempatkan satu ruangan dengan server milik BPR Lombok Tengah yang dalam kondisi berfungsi. Tak berfungsin-
ya alat ini dibenarkan Direktur BPR Lombok Tengah, Ahmad Afif sebelumnya. Alat penyimpanan data software ditampung dalam rak besi, disekat etalase luas 4 x 4 meter. Menurut Afif, alat akan di-
fungsikan menampung seluruh data milik PD BPR pascamerger mendatang. Kantornya hanya dijadikan tempat penyimpanan, sementara operasionalnya ditangani seorang ahli IT. Bersambung ke hal 15
Hasil RUPS-LB
Pemegang Saham Usulkan Tiga Nama Calon Dirut Bank NTB
TO K O H Jangan Abaikan Aturan
Mataram (Suara NTB)Pemegang Saham Bank NTB kembali melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Agendanya menentukan nama-nama calon
komisaris dan direksi baru untuk melanjutkan bisnis Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB. RUPS-LB dilaksanakan pada Kamis (14/9) di Hotel Santika Mataram. Hadir seluruh perwakilan
pemegang saham dari provinsi dan kabupaten/kota. Kesimpulan para pemegang saham, untuk calon Direktur Utama, mengerucut tiga nama. ‘’Saya tidak bisa menyebutkan-
SISA waktu empat bulan ke depan, seluruh SKPD lingkup Pemprov NTB diminta mempercepat eksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017. Namun, upaya percepatan yang dilakukan jangan sampai mengabaikan aturan-aturan yang ada. ‘’Waktu tinggal empat bulan. Kita memberikan dorongan SKPD terus bekerja keras. Meningkatkan kinerjanya dan lakukanlah efisiensi dan efektivitas anggaran,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (17/9) siang kemarin. Menurut Wagub, hal yang penting dalam mengeksekusi (Suara NTB/dok) H. Muh. Amin anggaran harus tepat sasaran. Selain itu, realisasi anggaran itu harus disesuaikan dengan aturan yang ada. ‘’Jangan sampai terjadi kebocoran-kebocoran anggaran yang tidak semestinya. Apalagi melakukan penyimpangan-penyimpangan,’’ ujarnya mengingatkan. Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R Penggerebekan Nihil PENGGEREBEKAN terduga pelaku penembakan dua polisi di Bima Minggu (17/9) berakhir nihil. Polisi hanya menemukan ibuibu dan anak di salah satu tempat persembunyian para pelaku. “Hari ini belum berhasil, bahkan sudah kosong diduga tempat tinggal pelaku,” ungkap Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Drs. Firli, MSi saat ditemui Suara NTB. Ia menyebutkan, para pelaku sudah berpindah ke tempat persembunyian lainnya. ‘’Hanya ada ibu-ibu dan anakanak di sana. Yang laki-lakin(Suara NTB/dok) ya mereka sudah melarikan Firli diri,’’ imbuhnya. Polisi sudah mengidentifikasi tuntas para pelaku, baik ciri-ciri maupun rekam jejak hidupnya. Namun, menangkap mereka tak semudah membalik telapak tangan. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
Suasana RUPS-LB Bank NTB, Kamis (14/9).
BPLS 2017 Ditutup
Momentum Tingkatkan Inovasi dan Ivestasi KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Provinsi NTB saat ini telah menjadi salah satu dari 10 destinasi unggulan yang ditetapkan pemerintah pusat. Tekad pemerintah adalah menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata dunia. Momentum ini harus dapat dimanfaatkan untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas membangun daerah, serta membuka ruang investasi yang lebih besar. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si menegaskan hal itu saat Penutupan Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Festival Senggigi 2017, Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
TUTUP - Wagub, H.Muh.Amin didampingi Kadispar NTB, H.Moh. Faozal secara resmi menutup BPLS 2017.
nya. Yang jelas mereka (calon) usulan dari pemegang saham,” kata Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si didampingi Direktur Utama Bank NTB, H. Komari Subakir. Diketahui Direktur Utama Bank NTB, H. Komari Subakir telah memasuki berakhirnya masa kerja di Bank NTB. Dalam RUPS-LB yang digelar belum lama ini, pemegang saham sepakat memperpanjang masa kerjasanya hingga konversi Bank NTB Konvensional ke Bank NTB Syariah benar-benar terlaksana pada Agustus 2018 mendatang. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
H.Komari Subakir
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kurang Representatif PEMKOT Mataram telah membebaskan lahan untuk pelayanan Kantor Lurah Ampenan Utara di depan Makam Bintaro. Namun letak kantor yang jauh dengan kondisi bangunan lama dinilai kurang representatif untuk pelayanan ke masyarakat. Lurah Ampenan Utara, Saharudin, dikonfirmasi pekan kemarin, berharap bagi pejabat yang memiliki kebijakan paling tidak merehab gedung tersebut, sehingga masyarakat merasa nyaman dan enak masuk kantor. Ia khawatir dengan kondisi seperti saat (Suara NTB/dok) ini akan memunculkan perSaharudin sepsi negatif di masyarakat. Karena bisa saja, ketidaknyaman itu dijadikan alasan untuk enggan datang ke kelurahan. “Paling tidak supaya kita perhatikanlah,” pintanya. Saharudin yang juga Ketua Forum Lurah se - Kota Mataram menjelaskan, Ampenan Utara merupakan kelurahan induk sebelum pemekaran. Akan tetapi, sejak 2007 kantornya nyewa terus hingga saat ini. Pelayanan administrasi difokuskan di Jalan Adi Sucipto. Tidak tetapnya kantor itu jelas mengganggu secara psikologis. Pertama, pemerintah tiap tahun dibebankan membayar sewa. Kedua, aset kemungkinan besar cepat rusak dan hilang. Terakhir, masyarakat kebingungan mencari kantor lurah jika tidak terus pindah. “Tentu sewanya pemerintah kecamatan yang menanggung. Jadi masalahnya aset bisa hilang dan rusak,” tambahnya. Sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat tentu menginginkan pelayanan prima. Keinginan ini akan berbanding terbalik jika kondisi kantor saja tidak representatif. Pihaknya ingin merasakan kenyamanan, terarah, terstruktur dalam bekerja. Artinya, butuh pembenahan ruang pelayanan, SDM, administrasi, dan lain sebagainya. “Masyarakat maklum saja dengan kondisi saat ini. Tapi kami susah untuk berinovasi,” paparnya. Meskipun demikian, ia tetap menekankan ke staf agar tetap bekerja maksimal. Paling tidak penekanan melaksanakan pekerjaan secara disiplin. Di satu sisi, penempatan staf aparatur kelurahan oleh BKPSDM di kelurahan, jangan sampai asal taruh tanpa ada keahlian.Sebagai garda terdepan pelayanan pemerintah SDM harus terbaik. (cem)
Tuntaskan Regulasi Teknis WAKIL Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., mendorong eksekutif segera membuat regulasi teknis dari Perda-perda yang telah dihasilkan bersama antara eksekutif dan legislatif. ‘’Tidak ada artinya kita membuat suatu regulasi tanpa ada regulasi teknisnya,’’ ujar Suriadi kepada Suara NTB di ruang kerjanya pekan kemarin. Sikatakan Suriadi, Perda dibuat sejatinya karena suatu kebutuhan. ‘’Kalau sudah namanya kebutuhan itu pasti sangat urgen,’’ katanya. Untuk itu, bila perlu eksekutif membuat regulasi teknis secara serempak atau paralel. Supaya tidak ada lagi anggapan bahwa ada Perda yang prioritas dan ada yang tidak. ‘’Tapi itu semua urgen, makanya segera,’’ cetusnya. Suriadi mengaku, Bapperda DPRD Kota Mataram sudah melakukan rapat kerja dengan pihak eksekutif untuk menginvetarisir Perda-perda yang belum ada regulasi teknisnya. ‘’Sebenarnya kemarin itu mau cepat kita kejar tapi karena ada perubahan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), itu yang bikin terlambat. Disusul lagi tapi belum bisa. Mudahmudahan 2018 ini, pelaksanaan teknisnya dituntaskan,’’ imbuh anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram ini. Ke depan, untuk syarat membahas Raperda yang diajukan, paling tidak sudah ada 50 persen draf Perwal dari Raperda yang diusulkan. ‘’Kita akan berkomunikasi terkait dengan itu,’’ cetusnya. Suriadi tidak menampik bahwa salah satu persoalan lambatnya penyusunan Perwal karena memang Bagian Hukum Setda Kota Mataram kekurangan SDM yang mumpuni di bidang tersebut. Untuk menyiasati hal itu, politisi PAN ini menyarankan kepada Pemkot Mataram agar membentuk tim yang terdiri dari OPD yang melaksanakan perda bersangkutan. ‘’Kalau kita hanya mengandalkan dari Kabag Hukum-nya saja, mungkin keteteran karena dikumpul dulu baru dikerjakan, itu ndak mungkin. Untuk itu, mau tidak mau harus bentuk tim,’’ ucapnya. Suriadi meminta OPD, terutama yang akan melaksana perda itu untuk lebih proaktif. Kabag hukum harus berkomunikasi dengan pimpinan OPD terkait. Ia tidak setuju kalau Pemkot Mataram dikatakan minim SDM. Justru, kata anggota Dewan dari dapil Selaparang ini, pejabat-pejabat yang ada di lingkup Pemkot Mataram sudah punya kapasitas sesuai bidangnya masing-masing. ‘’Sebenarnya tidak ada istilah minim SDM. Itu akan menjadi masalah,’’ pungkasnya. (fit)
Lalu Suriadi (Suara NTB/fit)
(Suara NTB/cem)
IKLAN ROKOK - Pemkot Mataram khususnya DP3A tengah berjuang mendapatkan penilaian kategori madya Kota Layak Anak. Sayangnya, iklan rokok sebagai salah satu persyaratan tidak boleh ada, justru ditemukan di beberapa sudut Kota Mataram, salah satunya di Jalan Airlangga ini.
Iklan Rokok Marak
Mataram Masih Dilema Jadi Kota Layak Anak
Mataram (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mataram mengaku dilema masih maraknya iklan rokok di sejumlah sudut dan pinggir jalan di Kota Mataram. Pasalnya, Pemkot Mataram tengah berjuang mendapatkan penilaian Madya sebagai Kota Layak Anak 2018. “Jujur, saya posisi dilema kalau soal itu,” kata Kepala DP3A Kota Mataram, Dra.Hj. Dewi Mardiana Ariany ditemui pekan kemarin. Dewi mengaku telah ada penandatanganan komitmen kepala daerah untuk memerangi iklan rokok. Artinya, tidak boleh lagi terpasang iklan rokok luar ruang di Mataram. Ia pernah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sat. Pol PP, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Koordinasi itu dimaksudkan agar tidak lagi memberikan izin ke perusahaan maupun advertising jika konten berbau iklan rokok di
luar ruang. “Kita minta ditertibkan yang sudah selesai izinnya itu,” kata dia. DPMPTSP aku Dewi, iklan tak habis masa izinnya tak lagi diperpanjang. Kecuali, izin masih berlaku tidak bisa diambil tindakan, karena kemungkinan besar pemilik iklan mengajukan gugatan ke pengadilan. Lebih jauh disampaikan, iklan rokok itu jelas berdampak besar terhadap penilaian Kota Layak Anak. Disamping itu, pengaruhnya anak - anak cepat terkontaminasi untuk mencoba. Belum lagi aspek
kesehatan mengganggu masyarakat yang terpapar asap rokok. “Jelas berdampak di indikator,” jawabnya. Iklan rokok di warung - warung tidak memiliki izin diminta ditertibkan oleh Sat. Pol PP. Itu kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (sekarang, BKPS-
”
Iklan rokok itu jelas berdampak besar terhadap penilaian Kota Layak Anak Hj. Dewi Mardiana Ariany
Pimpinan SKPD Diminta Percepat Pelaksanaan Program Aspirasi Mataram (Suara NTB) Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., menegaskan agar pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempercepat pelaksanaan program aspirasi untuk mewujudkan permintaan masyarakat. Jangan sampai anggaran tersumbat gara - gara SKPD lelet mengerjakan. “Jika memungkinkan Kadis dan Kaban turun. Jangan cuma duduk di belakang meja saja,” kritik Wartan ditemui di ruang kerjanya. Khusus di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, program aspirasi dititip hampir 40 Anggota Dewan senilai Rp 12 miliar. Sekitar 60 persen atau Rp 8 miliar yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah dikerjakan. Sisanya Rp 4 miliar menunggu anggaran perubahan. Anggaran dititipkan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman sama yakni Rp 12 miliar. Anggaran itu untuk perbaikan jalan lingkungan, pemakaman, taman, PJU, dan rumah tidak layak huni. Wartan menegaskan, perintah
(Suara NTB/dok)
Wartan mempercepat pelaksanaan program baik fisik maupun pengadaan barang dan jasa ini sesuai perintah Walikota dan Wakil Walikota apalagi melihat tahun anggaran segera berakhir. Apabila tidak dilakukan tentu jadi bahan evaluasi terhadap kinerja OPD. “Akhir tahun pasti saya laporkan ke pimpinan. Apapun hasilnya saya akan sam-
DM) tidak berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah juga berpengaruh ke remaja. Namun demikian, Dewi tetap bekerja keras agar 2018 penilaian Kota Layak Anak Kota Mataram bisa mendapatkan kategori Madya. Pantauan Suara NTB, iklan rokok terpasang di sejumlah sudut di Kota Mataram. Seperti di Jalan Airlangga depan Taman Budaya NTB, Jalan Sriwijaya, dan titik lainnya. (cem)
paikan,” tuturnya. Dia memaklumi jika beberapa paket program aspirasi belum dikerjakan mengingat ada perubahan anggaran. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M. Kemal Islam menyebutkan, terdapat 87 paket program aspirasi Dewan senilai Rp 12 miliar. Sejumlah paket itu sedang berjalan yaitu perbaikan jalan lingkungan, penataan pemakaman, taman, PJU, dan RTLH. Program aspirasi ini menyebar di enam kecamatan berdasarkan dapil masing - masing anggota Dewan. “Detailnya tidak tahu saya. Yang jelas penyebarannya tergantung dapil,” paparnya. Tidak diketahui berapa anggota Dewan yang menitip program aspirasi di PKP. Pelaksanaan program di lapangan, ia tetap mengevaluasi serta monitoring terhadap kualitas pekerjaan. Di satu sisi, Kemal membantah anggota Dewan membawa rekanan sendiri untuk mengerjakan program aspirasi. “Tidak ada di saya Dewan yang bawa rekanan sendiri,” bantahnya. (cem)
Tujuh Ribu E-KTP Belum Tercetak Mataram (Suara NTB) Sekitar tujuh ribu warga yang telah merekam belum mendapatkan kartu identitas penduduk mereka berupa EKTP dari Pemkot Mataram. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan surat edaran Dirjen Administrasi Kependudukan mengeluarkan surat keterangan (suket) sebagai pengganti sementara E – KTP tersebut. Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia mengaku, sejauh ini blangko KTP masih langka. Pihaknya hanya memiliki stok 100 - 200 keping blangko. Itu pun diperuntukkan bagi masyarakat yang sifatnya mendesak. Evi tidak mengetahui penyebab kelangkaan blangko tersebut. Sebab, kebijakan pengadaan (tender) di Kementerian Dalam Negeri. Sementara, pemda hanya menerima sesuai pengajuan. “Blangko masih langka,” aku Evi pekan kemarin. Ia menyebutkan, ada tujuh ribu warga yang telah merekam
belum bisa dicetak kartu identitas mereka. Jumlah ini belum terhitung warga merekam tapi identitas belum masuk di sistem. Dirjen Adminduk menjanjikan akan mengirimkan 10.000 blangko bulan Oktober mendatang. “Staf nanti yang langsung ke Jakarta mengambil blanko itu,” katanya. Menurutnya, permintaan KTP ada saja setiap hari. Terutama, warga telah memasuki usia 17 tahun. Selain itu, permintaan pergantian elemen data karena telah menikah, KTP hilang, dan rusak. Evi yang juga Asisten II Setda Kota Mataram ini, belum mengetahui hingga kapan kelangkaan blanko bisa teratasi. Pihaknya tetap mengajukan bilamana stok blangko kurang dari 1.000. “Yang tahu kan di sana (Pemerintah Pusat,red). Kalau kurang kita pengajuan lagi,” ujarnya. Pada Jumat (16/9) pekan kemarin, ada rapat koordinasi (rakor) dengan Pemerintah Provinsi NTB. Harapanya, rakor itu bisa memberikan solusi terhadap kelangkaan blangko di Kota Mataram. (cem)
Dua Jabatan Lowong Dikonsultasikan ke KASN Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram akan mengkonsultasikan dua jabatan lowong ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dua hal menjadi catatan akan disampaikan, pertama, khusus jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bisa dilakukan pergeseran atau lewat mutasi. Kedua, pembentukan panitia seleksi. Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSM) Kota Mataram, Taufik Priyono menjelaskan, berbagai hal
yang akan dikonsultasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pertama, menyangkut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Managemen ASN yang tidak lagi mengatur sistem ring. Di mana, sebelumnya sistem itu diatur dalam PP Nomor 100 Tahun 2010 jounto PP 13 Tahun 2002. Kedua, dua SKPD lowong apakah diisi langsung melalui pansel atau cukup merotasi pejabat saja. Rotasi dimaksud khusus jabatan Kadis Dukcapil karena harus melalui persetujuan Menteri
Dalam Negeri. “Sebenarnya, Senin besok (hari ini,red) kita berangkat sama Pak Sekda dan Asisten III konsultasi. Tapi ada sesuatu dan lain hal ditunda sampai waktu yang belum ditentukan,” jawab Yoyok, sapaan akrabnya pekan kemarin. Dia menambahkan, jika rotasi itu bisa dilakukan mengingat pentingnya pengisian di Dukcapil. Maka akan diajukan tiga nama ke Kemendagri. Nantinya, dipilih satu dari tiga nama yang disodorkan. Artinya, tetap akan ada dua jabatan di pansel. Han-
ya saja, pejabat digeser ke Dukcapil tidak dilantik bersamaan dengan dua pejabat yang dipromosikan. “Bedanya cuma tidak dilantik saja,” katanya. Yoyok enggan menyebutkan tiga nama yang bakal diusulkan ke Kemendagri. Karena, sifatnya hanya konsultasi dan penentuan tiga nama itu keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PKK) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. “Nah, kalau itu belum ada,” ucapnya. Senada dengan Yoyok. Asisten III Setda Kota Mataram, Dra.
Hj. Baiq Evi Ganevia mengaku, segera mengkonsultasikan dua jabatan lowong ke KASN. Ia menilai jabatan Kadis Dukcapil harus segera diisi sifatnya pelayanan administrasi. “Informasinya sih hari Senin (hari ini,red). Tapi tidak tahu bagaimana perkembangannya,” jawabnya. Untuk pengisian jabatan itu. Kadis Dukcapil sebelumnya, Drs. H. Ridwan (alm) telah berhalangan tetap. Sementara, Kadis Sosial, H. L. Indra Bangsawan tanggal 31 Oktober mendatang akan pensiun. (cem)
SUARA NTB
Senin, 18 September 2017
Halaman 3 Foto bersama anak-anak yang berhasil meraih juara
Gebyar Lomba Mewarnai Menyemarakkan Refleksi 9 Tahun Kepemimpinan TGB DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melalui UPT Museum Negeri NTB, menggelar Gebyar Lomba Mewarnai tingkat TK/ PAUD/RA se-Kota Mataram, di Komplek Islamic Center, Sabtu (16/9). Lomba mewarnai itu diikuti oleh lebih dari 600 peserta anak-anak TK se-Kota Mataram dalam rangka refleksi sembilan tahun kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang juga dikenal sebagai TGB. Lomba mewarnai ini juga mendorong dan memotivasi anak untuk mengembangkan kreativitas mereka. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji mengatakan, lomba mewarnai itu di samping meramaikan dan memeriahkan sembilan tahun pengabdian TGB juga ingin memberikan event kepada anak-anak untuk membangun dan mendidik kreativitas. ‘’Lomba mewarnai anak-anak TK ini mendorong dan memotivasi anak untuk terus tumbus kreativitasnya dan bisa bermanfaat ke depan,” katanya. Sementara itu, Kepala Museum NTB, Drs. Zubair Muslim ditemui di sela-sela lomba menyampaikan, peserta lomba berjumlah lebih dari 600 orang. Tema yang diusung pada lomba mewarnai ini yaitu melalui lomba me-
warnai kita tanamkan nilai-nilai luhur budaya bagi anak usia dini. “Peserta begitu membeludak, begitu semagatnya anak ikut lomba mewarnai ini. Lomba mewarnai ini sengaja kita gelar dalam rangka refleksi 9 tahun kepemimpinan TGB,” imbuhnya. Lomba mewarnai ini mengusung tajuk Gebyar Mewarnai. Karena di samping lomba mewarnai, ada juga pementasan hiburan yang dibawakan anak-anak dari sejumlah TK di Mataram. Zubair mengatakan, di saat lomba mewarnai berjalan selama dua jam, diisi oleh pementasan kreativitas anak. Mulai dari tari-tarian dan membaca ayat suci Al Quran. Tidak hanya itu, gebyar mewarnai juga diselingi dengan undian doorprize kepada orang tua anak-anak yang mengikuti lomba. Berbagai doorprize berupa alatalat rumah tangga itu disambut antusias oleh para orang tua anak-anak TK itu. Zubair menyampaikan, tujuan dari lomba ini untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, karena gambar tentang salah satu simbol budaya NTB. “Kita gelar di Islamic Center supaya masyarakat menyaksikan dan langsung menyentuh,” kata mantan Kepala Taman Budaya NTB ini. Ia berharap agar anak-anak dapat mengenal budaya dan menyalurkan bakat kreativitas mereka dalam mewar-
nai. Anak-anak juga bisa mengenal beberapa warna sehingga mereka bisa peka dalam segala hal. Di samping juga melatih kecerdasan anak. Selain itu juga untuk mendekatkan anak-anak ke Museum NTB sesuai dengan pendekatan Museum dengan jargon Museum di Hati. Dengan begitu, anak-anak sejak dini diperkenalkan dengan budaya, agar bisa menguatkan sikap mental dan menjadi pembelajaran bagi mereka untuk pembentukan karakter. “Karena itu kita tanamkan sejak dini, supaya datang mengunjungi Museum,” harap Zubair. Lomba mewarnai itu dimulai pada pukul 08.30 Wita. Sejak pagi hari, pelataran sebelah utara Islamic Center sudah diramaikan oleh anak-anak TK/PAUD/RA se-Kota Mataram yang didampingi oleh orang tua atau wali mereka. Mereka memperebutkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan untuk juara I, II, dan III serta juara Harapan I, II, dan III. Ditambah empat piala untuk peserta berbakat. Juara I lomba mewarnai itu diraih oleh Utami Maharani dari TK IT Anak Sholeh, juara II diraih oleh Vinny dari TK Aletheia, dan juara III oleh M. Ridwan. Sementara itu juara harapan I diraih oleh Jason Excelina Yonata, juara harapan II diraih Nanta, dan juara harapan III diraih oleh Nada Syawala dari TK ABA 3.
Sementara itu empat anak yang meraih predikat peserta berbakat yaitu, Daffa dari TK Raudatush Shibyan, Asyifah Nurwaidah dari TK Thariqul Izzah, Aqila Shafira dari TK A/RA Thariqul Izzah, dan Sakhi. Piala dan hadiah bagi juara I, II, dan III diserahkan oleh Kepala Museum Negeri NTB, Drs. Zubair Muslim. Sementara juara Harapan I, II, dan III oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Sedangkan hadiah bagi peserta berbakat diserahkan oleh perwakilan Dinas Sosial. (ron/*)
Drs. H. Muh. Suruji
(Suara NTB/ron)
Pentas dari anak-anak TK sebagai rangkaian dari lomba mewarnai
(Suara NTB/ron)
Penyerahan hadiah bagi Juara I, II, dan III
(Suara NTB/ron)
Pembagian doorprize
Drs. Zubair Muslim
(Suara NTB/ron)
Penyerahan hadiah bagi Juara Harapan
Suasana lomba mewarnai
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Potret Miskin Made Supatra
Perda Cakupan Air Bersih SARAN agar pemerintah daerah membuat Perda Cakupan Pelayanan Air Bersih di NTB mendapat dukungan dari Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam hal dimaksud, Kepala Bappeda KLU, Herianto, SP., mendorong agar SKPD terkait segera memikirkan draf Perda dimaksud. “Bagi KLU Perda itu sangat perlu, tidak hanya menyangkut cakupan pelayanan air bersih tetapi juga penanggulangan kekeringan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Herianto, Jumat (15/9) sore. (Suara NTB/ari) Dikatakan Kepala Bappeda, Herianto cakupan pelayanan air bersih sejatinya sudah tertuang dalam program RPJMD Lombok Utara. Tahun 2019 mendatang, cakupan masyarakat yang terpenuhi kebutuhan air bersih terakumulasi menjadi 80 persen. Hanya saja, cakupan 80 persen tersebut tidak hanya dari PDAM saja, melainkan dari PAMDes, PAMDus/PAMSIMas, dan pemanfaatan air sumur ataupun sumur artesis. Melihat sumber-sumber itu, masih ada potensi kerawanan dalam kontinyuitas air bersih bagi masyarakat, mengingat di musim kemarau, sumur sebagian warga dikhawatirkan mengering. Herianto melanjutkan, dampak positif adanya Perda tersebut adalah dipastikannya anggaran untuk memenuhi cakupan 80 persen. Artinya, kata dia, PDAM Lombok Utara melalui TAPD tidak perlu lagi melalui proses debat dengan Banggar DPRD dalam pengajuan anggaran Penyertaan modal PDAM. “Umpama Perda ada, maka kita tinggal push (dorong) anggaran karena sudah ada regulasi yang mengatur. Tentu ini akan mendukung PDAM, sehingga tidak tiap tahun meminta anggaran. Cukup minta sekali, dan dialokasikan secara bertahap tiap tahun,” paparnya. Selain aspek anggaran, Perda tersebut juga akan menjadi jaminan bagi BPBD dalam menangani dampak kekeringan di masyarakat saat musim kemarau. Pasalnya, pola penanganan dampak kekeringan yang dilakukan selama ini belum dapat dianggap sebagai solusi. “Saya sudah minta BPBD, kalau tiap tahun hanya kirim air tangki berarti kita belum ada solusi. Saya usulkan agar droping selesai melalui inovasi, entah melalui perpipaan ataupun teknologi. Selama ini kita masih berkutat pada biaya BBM untuk mobil tangki, itu bukan solusi sistematis,” tegasnya. Bertindak selaku pengelola dapur APBD, mantan Kepala BPBD KLU ini bersikeras bahwa komitmen anggaran untuk mendukung pelayanan air bersih akan tetap diperjuangkan. Walaupun biayanya besar untuk pengerahan teknologi, pihaknya siap untuk dudul bersama dengan DPRD. “Komitmen saya di Bappeda, selama untuk kebutuhan masyarakat wajib diberikan. Saya dengar ada istilah Sumur Sebel di Bima, cuma belum tahu detail. Teknologi itu mungkin bisa dicoba, apalagi mereka punya alat untuk melihat apakah di bawah permukaan tanah ada air atau tidak. Umpama kita asal ngebor, tidak ketemu air, kan merugikan negara juga itu,” pungkasnya. (ari)
Rumah Bocor, Anak Belajar di Atas Kapuk Kasur Bolong Warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang tinggal di rumah kumuh disinyalir di atas 6.000 Kepala Keluarga (KK). Salah satu di antaranya, keluarga pasangan I Made Supatra (47 tahun) dan Ni Nyoman Suriani (40). Hingga saat ini keluarganya masih tinggal di gubuk kumuh, RT 2, Dusun Telotok, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung. Berikut potretnya. DI areal pekarangan Supatra, berdiri 3 unit rumah (tepatnya gubuk/pondok red). Satu ditempati oleh ibunya, Ni Nyoman Aksih (80 tahun), 1 unit ditempati ia dan istrinya, satu unit lainnya ditempati 4 orang anaknya, sekaligus tempat belajar. Hanya bangunan yang ditempati ibu Supatra saja yang sedikit permanen. Berdinding batako, belum diplester. Kurangnya ventilasi udara membuat rumah tinggal Nyoman Aksih terasa pengap, panas dan sumpek. Berbeda dengan rumah tinggal untuk sang ibu, 2 pondok yang ditempati Supatra beserta anak istrinya teramat tidak layak. Berprofesi sebagai tukang serabutan, Supatra sampai saat ini belum mampu memperbaiki kediaman pribadinya. “Ibu dulu jual anak sapi, saya tambah sedikit dengan uang hasil tukang, sehingga bisa tinggal di tempat lebih baik dari kami. Yang penting untuk ibu dulu, sedangkan tempat tinggal kami seadanya seperti ini,” kata Supatra kepada koran ini, Jumat (15/9). Pengabdian sebagai seorang anak ia tonjolkan untuk ibunya. Sebagai putra bungsu dari 8 bersaudara, ia merasa prihatin dengan kondisi ibunya. Sempat tinggal di rumah saudara, ia pun memutuskan merawat sendiri ibundanya.
Bekal tekad dan keyakinan, Supatra yang juga Pecalang Dharma Wisesa Banjar Dusun Anyar ini terus berusaha memenuhi kebutuhan hidup 6 orang tanggungannya. Namun diakuinya, dirinya belum mampu memenuhi tempat tinggal yang layak untuk anak dan istrinya. Keempat anaknya, saat ini masih sekolah. Anak sulung, I Putu Gede Sudharma saat ini duduk di kelas 1 SMPN 3 Tanjung. Anak kedua sampai ke empat, I Gede Bayu (kelas 4), Ni Nyoman Sri Radi Suari (kelas 3) dan Ni Ketut Ayu Juliantari (Kelas 1 SD), bersekolah di SD yang sama di Desa Sokong. Kapuk-kapuk dari kasur bolong berserakan mewarnai tempat belajar mereka. Berlantai tanah, kasur tempat tidur mereka hanya dibatasi karung dan alas semen. Dinding rumahnya bolong sana-sini. Daun pintu yang menutup tak sempurna sesekali dimanfaatkan hewan piaraan keluar masuk. Pemandangan yang bagi sebagian orang tak lazim, dirasakan biasa saja oleh keluarga ini. Sebab, di pondok tempat Supatra dan istrinya pun tak jauh berbeda. Tanpa pintu, dindingdinding yang disangga bilah kayu dan potongan bambu hendak oleng. Enam sampai tujuh ekor anak anjing dengan lucu dan bebasnya bercanda riang di bawah dipan. “Saat bujang saya sempat
(Suara NTB/ari)
BUTUH BANTUAN - Inilah keluarga I Made Supatra yang tinggal di rumah kumuh. Mereka butuh bantuan dari pemerintah. merantau ke Malaysia, bekerja serabutan sampai Mataram, dan setelah kawin baru pulang ke Tanjung. Saya sendiri lahirnya di Tanjung, tepatnya Dusun Bengkoang (tidak jauh dari Pasar Hewan),” kisah Supatra. Di tanah kelahirannya itu, warisan peninggalan dari almarhum ayahnya hanya 20 are. Lahan itu tak berani dijual. Katanya, untuk bekal empat orang anaknya saat dewasa nanti. Ia tidak ingin, anaknya luntanglantung tak punya lahan tempat tinggal seperti dirinya. Tahun demi tahun, Supatra berharap ada uluran bantuan
pemerintah daerah. Dari kediamannya di Bengkoang dan kini, Dusun Telotok, telah 3 kali di survei, difoto dan sebagainya. Namun alokasi RTLH tak kunjung mampir. Jumat pekan lalu, ia bisa bernafas lega. Komunitas GR 10.000 Lombok Utara yang turun bersama Suara NTB, memastikan pondoknya akan direhab. Meski bangunan yang akan dibangun hanya satu lokal, namun ia bersyukur. “Saya ada rencana mau bangun 1 kamar kecil, sekadar untuk anak tinggal. Maunya sebelum musim hujan tiba, karena kalau hujan,
tempatnya anak-anak bocor,” imbuhnya. Hajatnya untuk membangun bermodalkan dana pinjaman dari rekan kerja. Ditambah bantuan dari GR 10.000, sehingga Jumat - pekan ini, pondok Supatra siap dibongkar. “Pak Supatra siap membangun 3x3 m, kita bantu beliau sehingga nanti bangunannya kita tambah menjadi 3x5 meter. Material yang sudah ada baru pasir 1 dam, semen 5 sak. Material lain akan menyusul secara bertahap,” kata Ketua GR 10.000, Asmuni Bimbo, memastikan bantuan. (ari)
WNA Diduga Jaringan Pembobol ATM Dibekuk Polisi Tanjung (Suara NTB) Polres Lombok Utara berhasil mengamankan 3 Warga Negara Asing (WNA), Sabtu (16/9). Pelaku diduga merupakan jaringan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang beroperasi di wilayah Bali dan Lombok. Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai, SH., melalui Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, mengungkapkan, kasus pembobolan ATM sesuai Laporan Polisi No. LP/ 61/VIII/2017/NTB/Res Lotara, tanggal 2 Agustus 2017, telah berhasil diungkap. Sebanyak 3 orang terduga pelaku yang seluruhnya warga negara Bulgaria, kini diamankan. Ketiga pelaku masing-masing, Velev Vladimir (44 tahun) berkebangsaan Bulgaria, dengan Nomor Paspor : 384448470. Berikutnya, Stanep Stanco (39 tahun) bernomor Paspor : 384725020, serta pelaku hasil pengembangan atas nama Horisov Mitko (43 tahun) dengan nomor Paspor, 384761241. “Pengungkapan dilakukan pada hari Sabtu, 16 September
2017 sekitar pukul 07.10 Wita. TKP (tempat kejadian perkara) di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang,” ungkap Metria. Pelaku tertangkap tangan tengah membobol ATM BRI yang berada di depan Hotel Vila Ombak, Gili Trawangan. Modus yang dijalankan pelaku, awalnya pelaku berjumlah 2 orang yakni Velev dan Stanep, tengah menjalankan aksinya menguras isi ATM. Dari2 orang itu, satu orangnya berjaga di luar ATM, sedangkan lainnya membobol ATM. Sehari sebelum membobol atau Jumat (15/9), terang Metria, pelaku telah lebih dulu mencongkel mesin ATM dan memasang memori perekam. Berikutnya pada Sabtu pagi, pelaku akan mengambil kembali rekaman
alat yang sudah dipasang pada mesin ATM. Bermodalkan memori itulah, pelaku melakukan pengembangan dan berhasil menarik sejumlah uang tunai dari mesin ATM. “Sat Reskrim Polres Lotara melaksanakan lidik di KP selama 2 hari, dan dapat membekuk pelaku yang sedang mengambil rekaman tersebut tanpa perlawanan. Selanjutnya dilakukan pengembangan di hotel tempat menginap, di Diva Klui, Pemenang,” terangnya. Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku meliputi, uang tunai senilai Rp 46,899 juta, 2 dolar Amerika, 2 unit alat skrimer ATM BRI, 1 buah alat (besi) pencongkel, 3 buah Handphone, Samsung Anroid 2 buah, HP Huawei 1 buah. Polisi juga menyita 2 buah dompet masing
Kawasan TNGR Jurang Koak Dikosongkan Selong (Suara NTB) Operasi gabungan (Opgab) dari aparat kepolisian, petugas TNGR, TNI dan pihak terkait lainnya kembali mendapatkan perlawanan dari masyarakat Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba. Akhirnya, petugas mengamankan sebanyak enam yang mencoba menghalangi petugas dengan membawa senjata tajam (sajam). Dalam Opgab yang dipimpin langsung Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Kombes Pol. Drs. Dewa Putu Maningka Jaya, Sabtu (16/9) mengungkapkan, sedikitnya sebanyak 500 lebih personel gabungan yang diterjunkan dalam opgab pengosongan di kawasan TNGR yang ditempati oleh ribuan masyarakat Jurang Koak. Dalam operasi itu, puluhan bangunan yang terdapat di atas lahan dirobohkan oleh petugas. Sebelum dilakukan opgab tersebut, ujarnya, sudah dilakukan beberapa mediasi antara pemerintah dengan masyarakat Jurang Koak. Hanya saja, katanya, perwakilan dari masyarakat yang hadir berganti-ganti. Bahkan, hasil dari komunikasi yang dilakukan itu diduga tidak disampaikan kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, dijelaskan pihaknya lebih mengedepankan upaya persuasif, dengan menerjunkan ratusan polisi wanita (Polwan) dari Polda NTB dan Polres Lotim. Hal itu dikarenakan sudah diprediksi yang akan bergerak dan bertindak menghalangi petugas dengan dikedepankannya ibu-ibu dan anak-anak. “Tidak ada unsur kriminalitas. Melainkan enam orang yang diamankan itu karena hanya mencoba menghalangi petugas dengan membawa sajam. Mereka diamankan sementa-
ra,” jelasnya. Sementara Kepala Balai TNGR Wilayah NTB, Agus Budi Santosa yang tenjun langsung ke TKP mengungkapkan, masyarakat tetap akan diberikan untuk mengerjakan lahan tersebut, asalkan mengakui jika tanah tersebut merupakan kawasan TNGR. “Kalau mau mengakui tanah adat, maka silakan tempuh jalur hukum,” sarannya. Untuk diakuinya lahan merupakan kawasan TNGR, Agus menjelaskan jika saat ini tenggang waktu yang diberikan selama dua hari sejak pelaksanaan Opgab. Namun pada mulanya, kesempatan bagi masyarakat untuk mengosongkan kawasan tersebut sejak tahun 2015. Penertiban terhadap masyarakat Jurang Koak yang bermukim dan bercocok tanam di kawasan TNGR dilakukan karena pemerintah pro kepada rakyat. Pasalnya, sesuai dengan Permen LHK No 39 tahun 44 tahun 2017, yang paling dipakai yakni format perjanjian kerjasama. Sehingga setelah dilakukan operasi tersebut, akan diproses dengan disebut perjanjian kerjasama. Ditambahkannya, perjan-
jian kerjasama itu bisa dibuat antara dua belah pihak dan tidak boleh dilakukan dengan satu pihak. Kedua, perjanjian kerjasama ini bisa dibuat jika masyarakat mengakui jika kawasan Jurang Koak tersebut merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.. Sementara, Amaq Harliani, salah satu warga menyayangkan opgab yang dilakukan oleh petugas. Menurutnya, penertiban seharusnya dilakukan oleh pemerintah sejak awal saat mulai membuka lahan di kawasan tersebut. Alasan dilakukan perambasan, katanya, karena mengambil bagian tanah yang ditinggalkan orang tuanya masing-masing seluas 10 are per satu kepala keluarga. Menurutnya, tanah tersebut merupakan peninggalan nenek moyang mereka dibuktikan dengana adanya kuburan di kawasan tersebut. Terlebih nenek moyang mereka tinggal di kawasan itu sebelum Indonesia merdeka. Terkait dengan penertiban ini, ia bersama masyarakat yang lain mengaku pasrah mengaku bingung untuk mencari tempat tinggal. (yon)
(Suara NTB/yon)
TERTIBKAN - Penertiban puluhan bangunan yang berada di Kawasan TNGR, Sabtu (16/9).
(Suara NTB/ist)
TERDUGA PELAKU - Tiga WNA asal Bulgaria, terduga pelaku pembobol ATM di Lombok dan Bali diamankan aparat Polres Lombok Utara, Sabtu (16/9). - masing pelaku, kartu member piknes 5 kotak, 1 set kunci elektronik, 3 buah tang, 1 buah Laptop merek Lenovo (warna hitam) serta 3 buah bola lampu.
“Dari pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku merupakan jaringan pembobol ATM daerah Bali dan Lombok,” demikian Metria. (ari)
Ali BD: Rakyat Memilih Bukan karena Hasil Survei Selong (Suara NTB) Mencuatnya pemberitaan mengenai hasil survei sejumlah lembaga terkait tingkat elektabilitas para kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ditanggapi santai oleh H. Moch Ali Bin Dachlan. Dikatakan Amaq Asrul – sapaan akrab Bupati Lombok Timur, rakyat memilih bukan karena hasil survei. Menjawab Suara NTB, Sabtu (16/9), Amaq Asrul berterima kasih karena selalu dimasukkan dalam survei. “Saya selalu diberikan nomor, nomor sepuluh atau dua ratus tidaklah masalah,” katanya. Masuknya nama Ali BD dalam kalkulasi lembaga survei yang dibayar sejumlah kandidat ini dinilai politif. Terpenting ada penomeran katanya dan hal itu sebagai pertanda Ali BD turut menjadi perhatian. Menurutnya, perankingan hasil survei mungkin baik bagi mereka yang nomor satu atau menjadi kurang baik bagi orang lain yang berada pada nomor akhir. Hal ini tidak bagi dirinya. Baginya, semuanya tetap baik berada di nomor satu atau tidak. “Itu lembaga survei kan dia yang membayar, jadi boleh saja yang membayar itu nomor satu,” sebutnya. Survei politik ini dinilai Bupati Ali BD ini cukup bagus. Ia pun mengakui, dalam upayanya menjemput takdir sebagai Gubernur NTB juga menggunakan lembaga survei. Akan tetapi tidak untuk dipublikasikan. Hasil survei itu biasanya untuk bahan bekerja bukan untuk dipamerkan. “Jan-
(Suara NTB/rus)
H. Moch. Ali Bin Dachlan gan mengira saya tidak menggunakan lembaga survei, tapi saya tidak dipublikasikan,” ucapnya. Tujuan memamerkan hasil survei memungkinkan akan jadi daya tarik bagi calon-calon pemilih. Akan tetapi, bagi Ali BD tidaklah demikian halnya. “Kalau mereka mungkin tujuannya agar mendapatkan pujian dari orang lalu tiba-tiba berubah sikap orang untuk memilihnya, Itu pemikiran yang dangkal,” kritiknya. Dipertegas kembali, dalam hasil survei memang sangat baik untuk bahan pekerjaan. Rakyat jelata, tidaklah mengerti tentang survei. Pertimbangan memilih itu karena kesadaran. Dicontohkan, pilihan kepada Gubernur NTB, TGB. “Orang memilih TGB itu bukan karena hasil survei, tapi karena hidup mati dengan TGB, misalnya seperti itu ya,” ujarnya mencontohkan. (rus)
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Komnas HAM Minta Dugaan Korupsi ADD Pengawasan Netralitas ASN Diperketat
Kades Langko Jadi Tersangka
Giri Menang (Suara NTB) Kepala Biro Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Johan Efendy mempertanyakan KPU Lombok Barat (Lobar) yang tak memiliki data pemilih rentan, khususnya pemilih yang mengalami disablitas (cacat) dan warga binaan yang ada di LP dan kantor kepolisian. Pihaknya meminta agar KPU melengkapi data dan memberikan hak konstitusi bagi para difabel untuk bisa memilih pada pilkada mendatang. (Suara NTB/her) Menurutnya, sejak pemilJohan Efendy ihan presiden dan pemilihan legislatif Komnas HAM menjadi mitra KPU untuk turun melakukan pemantauan hak konstitusional warga negara khususnya bagi kelompok rentan seperti disabilitas, warga binaan di LP dan Penjara, serta pasien yang ada di rumah sakit. “Apakah KPU Lobar punya data pemilih yang mengalami disabilitas, kalau belum kenapa belum punya. Seperti apa kesiapannya karena hal ini menjadi bagian rekomendasi kami ke KPU,” jelasnya, akhir pekan kemarin. Menurutnya Komsioner KPU memiliki kerjaan baru mempersiapkan data pemilih penyandang disabilitas. Terkait data ini, sejauh mana kerjasama KPU Lobar dengan organisasi penyandang cacat yang ada di daerah ini. Selanjutnya, apakah pihak KPU sudah nmelakukan sosialisasi ke penyandang cacat, ke rutan dan lapas. Menurutnya para pemilih rentan ini harus diberikan hak konstitusi ikut pemilihan, sebab sejauh ini kelompok rentan ini kerap kali mendapatkan diskrminasi dari sisi hak konstitusi tersebut. Pihaknya ingin agar di Lobar mereka mendapatkan hak yang sama. Menjawab hal ini, Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri mengakui belum memiliki data penyandang disabilitas. Namun pihaknya sudah merapatkan dua minggu, termasuk dengan kelompok disabilitas. “Kami belum memiliki data pemilih penyandang cacat, nanti kami akan koordinasi dengan organisasi difabel,” akunya di hadapan tim Komnas HAM. Diakuinya, ada anggaran untuk melakukan sosialisasi dengankelompok tersebut. Pihaknya akan memasukkan kelompok disabilitas ini dalam format pemutakhiran, sebab dalam kolom ada untuk kelompok diasablitas. Terkait penempatanTPS di LP RS dan penjara sejauh ini tidak ada TPS, karena memang rata-rata di tempat terkait tidak seluruhnya warga Lobar. Terkait persoalan pemilih difabel ini, pihaknya mengusulkan agar Komnas HAM mengklarifikasi pihak Dukcapil. Ia berharap ada rekomendasi Komnas HAM agar di DP4 yang direkam oleh Dukcapil dimunculkan bahwa mereka difabel, sehingga ketahuan bahwa mereka yang difabel tertera. Komisioner KPU Umar Achmad Seith menyatakan di Lobar tidak punya LP, sehingga KPU memfasilitasi pindah memilih di penjara polres saja. Itupun mereka tidak bisa keluar, sementara TPS ada di daerah terdekat. “Kelompok ini masuk dalam data pemilih,” jelasnya. Pihaknya mengusulkan agar bisa direkomendasikan Komnas HAM aturan terkait mobile TPS. Termasuk ke rutan, dan warga binaan, pasien di rumah sakit serta kaum difabel. (her)
Dua Tahun Buron
Terduga Pelaku Jambret Wisatawan Asing Dibekuk Polisi Praya (Suara NTB) Tim Resmob Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil menangkap terduga pelaku jambret dengan korban wisatawan asing, setelah dua tahun buron. Su alias Donyul (27) warga Dusun Mawun Desa Tumpak Kecamatan Pujut, dibekuk saat melintas di jalan raya Uluan Desa Tumpak, Kamis (14/9). Untuk keperluan penyelidikan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Loteng. Pelaku beraksi pada 21 November tahun 2015 lalu. Kala itu, pelaku bersama temannya menghadang korbannya, Marketa Tomanikova, warna negara Ceko yang kala itu mengendarai sepeda motor bersama temannya, Jan Kapicka. Korban waktu itu, baru dari Pengantap hendak kembali ke Desa Kuta tempatnya menginap. Sesampainya di Jalan Raya Uluan, pelaku menyalip korban yang kemudian menghentikan korban sembari mengacungkan senjata tajam. Korban pun tak kuasa memberikan perlawanan. Teman pelaku yang berada di belakang korban, langsung menarik tas korban. Sembari menendang sepeda motor korban, sehingga korban pun terjatuh. Usai menggasak tas milik korban, pelaku kemudian kabur. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta dan, selanjutnya dilakukan pengembangan. “Jadi pelaku memang sudah lama kita cari,” jelasnya. Kala itu pelaku sendiri berhasil membawa kabur sejumlah barang elektronik milik korban. Di antaranya Hp, kamera go pro serta paspor milik pelaku, sehingga korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Setelah cukup lama melakukan pengembangan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku. Dan, pada Kamis tim Resmob Polres Loteng diterjunkan. Setelah memperoleh informasi kalau pelaku sedang ada di wilayah yang dulunya tempatnya beraksi. Pelaku akhirnya bisa ditangkap, tanpa ada perlawanan berarti. (kir)
Praya (Suara NTB) Kepala Desa Langko Kecamatan Janapria, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 oleh Polres Lombok Tengah (Loteng). Kasus tersebut pun kini tengah dikebut proses penyidikannya oleh penyidik Satreskrim Polres Loteng, sehingga tahun ini kasusnya bisa dinyatakan tuntas. Kasat Reskrim Poles Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada Suara NTB, Sabtu (16/9), mengungkapkan, penetapan status tersangka kepada Kades Langko tersebut sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Setelah sebelumnya, dilakukan gelar perkara oleh penyidik. “Alat bukti dan keterangan pen-
dukung sudah dinyatakan kuat. Sehingga Kades Langko bisa ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya. Ia menjelaskan, dari proses audit investigasi yang dilakukan ditemukan adanya indikasi penyimpangan ADD yang dilakukan tersangka mencapai sekitar Rp 178 juta lebih. Namun untuk memas-
tikan besaran kerugian negara akan dilakukan perhitungan kerugian negara. Untuk itu, pihaknya sudah meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit perhitungan negara dalam kasus tersebut. Hanya saja, sampai sekarang tim dari BPK RI belum turun. “Surat permintaan
PAPUQ Miskiyah tetap berusaha bertahan hidup, meski harus mengandalkan dari belas kasihan warga sekitar. Mirisnya lagi, selama puluhan tahun papuq tua ini tinggal di gubuk reot yang kumuh. Janda tua yang biasa dipanggil Inaq Epak oleh warga sekitar, tinggal di gubuk reot berukuran sempit. Di gubuk reotnya hanya ada satu kamat, dinding terbuat dari bedek, berlantai tanah, dan beratapkan alangalang. Dapurnya menyatu dengan kamar tidurnya. Di dalam kamarnya tidak ada barang berharga, hanya terlihat dinding bedek yang bolong di mana-mana dan ditutupi menggunakan karung. Begitupula atap gubuknya. Di bagian depan, terdapat tempat duduk dari kayu yang bi-
asa ia duduki ketika kondisi kelelahan dan sore datang. “Kedua kaki saya lumpuh sejak lama, sehingga untuk berjalan beliau terpaksa ngesot (menggunakan tangan),” tuturnya pada Suara NTB, Sabtu (16/9). Kesehariannya terkadang ia pergi-pergi ke daerah lain meminta belas kasihan dari warga, maklum akibat kondisinya ini ia hanya bergantung pada belas kasihan orang lain. Papuq Epak sendiri telah lama ditinggal cerai oleh suaminya. Praktis ia pun hidup sebatangkara sebab anaknya tinggal terpisah dengannya. Sementara itu, Kepala DesaTaman Baru Fadilah mengakui PapuqMiskiyah mengalami lumpuh sejak lama. Karena itulah, pihak desa
da saat audit kerugian negara. Kalau terjadi berbeda, tidak akan jauh melenceng. Tapi bagaimanapun juga, tetap harus dilakukan perhitungan kerugian negera. Oleh lembaga resmi,” ujarnya. Kasus ADD Langko merupakan kasus ADD kedua yang ditangani Polres Loteng tahun ini. setelah sebelumnya Polres Loteng, menyelesaikan kasus Prona Desa Lajut Praya Tengah. Kasus itupun ditargetkan bisa tuntas tahun ini, sehingga target penanganan perkara kasus dugaan korupsi Polres Loteng bisa terlampaui. (kir)
Jabatan Ketua DPC Lobar Demisioner
DPW Ingatkan Zul-Khaer Tidak Bawa Nama PKB
(Suara NTB/her)
BELUM DIMANFAATKAN - Jembatan di penghubung Sesela Gunungsari-Perempung Batulayar ini belum bisa dimanfaatkan, karena belum ada akses jalan.
Proyek Jembatan Penghubung Gunungsari-Batulayar Tak Berfungsi Giri Menang (Suara NTB) – Proyek jembatan penghubung antara Sesela KecamatanGunungsari dengan Perempung Kecamatan Batulayar yang dibangun tahun 2016 senilai Rp 1 miliar lebih belum bisa difungsikan oleh masyarakat. Alasannya, hanya fisik jembatan yang diselesaikan, namun akses jalan belum dibangun. Pembangunan akses jalan diduga terkendala pembebasan lahan. Rencananya tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bakal membangun akses jalan di jembatan tersebut. Menurut Kepala Dusun Barat Kubur Desa Sesela Taufiq Nabil, jembatan tersebut dibangun tahun lalu, namun mengalami molor hingga awal tahun lalu. Saat ini jembatan tersebut belum bisa dipakai warga, meskipun bangunan fisik sudah rampung. Jembatan itu belum bisa difungsikan, karena akses jalan yang menghubungkan dengan jembatan belum dibangun. Diakui, lahan untuk akses jalan belum dibebaskan sehingga belum bisa dibangun saat itu. Pemilik lahan ini ingin agar lahan itu dibebaskan. Selain itu, kendala air kali yang kerap
kali naik. Akibat tidak ada akses jalan ini, maka jembatan itu praktis belum bisa dipakai selama kurang lebih sejak awal tahun hingga saat ini. Ia mempertanyakan, pengerjaannya tidak maksimal sebab bagian utara (Perempung) saja dikerjakan sedangkan di selatan (Sesela) kurang diperhatikan. Saat ini, akses jalan itu rencananya akan dibangun. Jembatan ini sendiri akses penghubung vital bagi Gunungsari-Batulayar. Akses jalan ini banyak yang menggunakan, baik warga yang bekerja, akses pendidikan karena lebih gampang sebab lebih dekat menuju sekolah dibandingkan akses saat ini. “Saat ini rencananya dibangun akses jalannya,”imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Artadana menyatakan akses jalan di jembatan itu segera dikerjakan. “Jalannya sedang dikerjakan sekarang,”imbuhnya. Saat ini tengah proses pelaksanaan pembangunan akses jalan jembatan. Pengerjaan jalan ini sendiri tender gabung dengan paket pekerjaan jalan lainnya. Pengerjaan jalan ini ditargetkan rampung awal November mendatang, sehingga dengan pembangunan akses jalan ini maka jembatan bisa dioperasikan bulan Desember ini.
Sebab kondisi saat ini jembatan itu belum bisa dilalui meskipun jalan kaki. Kenapa perencanaannya jembatan dibangun tanpa dibarengi akses jalan? Ia sendiri tidak tahu karena perencanaan pembangunan jembatan di BPBD bukan di PU. Pihaknya hanya menangani akses jalan. “Yang bisa jawab pihak BPBD terkait perencanaan jembatan ini. kami hanya tangani jalannya,”imbuhnya. Sementara itu, sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD HM Najib mengakui proyek ini sendiri dibangun tahun 2016 lalu dengan dana dari BNPB senilai Rp 1 miliar. Saat pengerjaan, terjadi bencana banjir, sehingga proyek ini molor diakibatkan bangunan yang dibangun hanyut. Akibatnya, hingga tenggat waktu bulan Desember realisasinya tidak bisa 100 persen, sehingga anggaran untuk pembangunan jembatan ini ditarik lagi oleh pusat. Hanya mampu dikerjakan 65 persen, sehingga yang dibayarkan 65 persen sedangkan 35 persen anggarannya ditarik lagi oleh pusat. Sebab sesuai ketentuan juklak dan juknis, jika tidak bisa diselesaikan 100 persen maka ditarik sisa dananya. (her)
Papuq Miskiyah, Janda Miskin Hidup di Rumah Kumuh Papuq Miskiyah warga Dusun Kelep Desa Taman Sari Kecamatan Sekotong mengalami lumpuh permanen sejak puluhan tahun lalu. Akibat kondisinya ini, ia terpaksa berjalan kemana-mana dengan cara ngesot menggunakan kedua tangannya. Beratnya cobaan hidup dialami janda miskin ini, tak membuatnya putus asa.
untuk audit kerugian negara kasus ADD Langko sudah kita kirim Bulan Mei lalu. Tapi sampai sekarang BPK belum turun,” tegasnya. Sehingga pihaknya saat ini masih menunggu, kapan tim BPK bakal turun, mengingat pentingnya hasil audit kerugian negara tersebut. Untuk memberikan gambaran pastinya berapa nilai kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut. Walaupun dari hasil audit investigasi, gambaran umumnya sudah diperoleh. “Biasanya hasil perhitungan saat audit investigasi tidak berbe-
tetap memberikan perhatian terhadap Papuq Miskiyah. Pihak desa tetap menganggarkan bantuan sosial melalui dana desa, termasuk ketika ada penyaluran bantuan baik dari kepolisian, bazkas dan pemda tetap diarahkan ke bersangkutan. Termasuk program rumah kumuh, diakui pihak dusun sudah mengarahkan ke bersangkutan, “informasi dari kadusnya, dia dapat program rumah itu kemarin (tahun 2016), tapi mungkin anaknya yang tempati. Itu yang perlu kami telusuri,” imbuhnya. Ia sudah menanyakan langsung ke kadus setempat, apakah bersangkutan sudah dapat rumah kumuh. Pihak dusunpun menginformasikan kalau sudah diberikan. Hanya saja, persoalannya rumah itu ditempati anaknya. Diakui, nenek tua itu tinggal di rumh kumuh sejak lama bahkan seusianya. Tahun lalu ia memperoleh bantuan 100 unit rumah kumuh, tahun ini menurut informasi sebanyak 50 unit. Namun pihaknya masih menunggu infor-
(Suara NTB/her)
RUMAH KUMUH - Papuq Miskiyah warga Dusun Kelep Desa Taman Sari Sekotong saat di rumah kumuhnya. masi dari dinas. Bantuan dari dinsos berupa kursi roda juga pernah, namun dikasih ke orang lain. Beberapa waktu lalu juga pihak kepolisian sudah memberikan santunan ke bersangkutan. Termasuk ketika bantuan baznas, diarahkan ke
Papuq Miskiyah. Perhatian desa, jelasnya, sudah ada, pihak desa tidak pernah lupa ke warga yang miskin. Pihaknya sudah mengingatkan ke bersangkutan agar tidak kelilin meminta-minta, namun tidak dituruti. “Dia ini janda tua, dan cacat,”ujarnya. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Ketua DPW PKB NTB H. Lalu Hadrian Irfani mengingatkan H. M. Izzul Islam-TGH. Khudari Ibrahim (Zul-Khaer) untuk tidak membawa-bawa nama PKB, karena sejauh ini partai tersebut belum memutuskan dukungan ke kandidat tertentu. Sejauh ini, terkait arah rekomendasi di partai tengah berproses. Menurutnya, PKB sebagai partai politik yang taat mekanisme tetap menjalankan proses yang sudah dilakukan dari awal. Dengan kata lain, PKB sampai sejauh ini belum memfinalkan paket Zul-Khaer tersebut. “Paket Zul-Khaer belum final (Diusung PKB). silakan saja kalau mau berpaket atau deklarasi pasangan, tapi untuk deklarasi partai politik belum,” tegasnya, Sabtu (16/9). Sebagai salah satu partai besar di kancah nasional, Hardian menginginkan agar PKB dijalankan sesuai dengan aturan atau AD/ART partai. Maksudnya, proses yang sudah dilakukan yakni pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati harus dilakukan hingga tuntas sesuai dengan tahapan-tahapan yang benar. “Silakan saja jalan paket itu, asal jangan bawa nama partai. Jangan atas namakan PKB, karena PKB masih lakukan tahapan,” ujarnya memperingatkan. Dikonfirmasi mengenai proses yang dimaksud, Hardian mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan jadwal untuk fit and proper test bakal calon bupati dan wakil
bupati yang mendaftar. “Sedang saya jadwalkan, paling cepat minggu depan inilah,” ungkapnya. Untuk Pilkada di kabupaten Lobar sendiri, PKB kata dia sudah menyetor empat nama ke DPP PKB di Jakarta. Ke empat nama itu antara lain H. Fauzan Khalid, H. M. Izzul Islam, TGH. Khudari Ibrahim dan H. Sulhan Muchlis Ibrahim. “Untuk saudara Nauvar F. Farinduan beliau tidak mendaftar. Padahal sudah diminta, tapi tidak mendaftar,” ujarnya. Hasil dari fit and proper test yang akan dilakukan DPP PKB, Hardian memastikan hasilnya akan bisa diketahui di awal Oktober mendatang. Namun demikian, selain fit and proper test, PKB melakukan survei terhadap para bakal calon yang mendaftar tersebut. “Selain survei internal, kami juga tunjuk satu lembaga survei yang menurut kami lebih kredibel dari yang lain,” sambungnya. Dikonfirmasi terkait masa jabatan dari TGH. Khudari Ibrahim sebagai Ketua DPC PKB Lobar yang berakhir pada 12 September lalu, Hardian tak memberi bantahan. Menurut dia, pihaknya dengan melakukan komunikasi dengan DPP PKB di Jakarta terkait posisi TGH. Khudari Ibrahim. “Sedang kita komunikasikan, apakah kita perpanjang, caretaker atau diganti. Yang jelas posisinya sudah demisioner sejak berakhirnya SK tersebut tanggal 12 September lalu. Artinya posisi Ketua DPC PKB Lobar masih lowong,” tandasnya kemudian.(her)
(Suara NTB/ist)
DISTRIBUSI - Distribusi air di wilayah Lobar yang dilakukan belum lama ini. Diperkirakan, kecamatan di Lobar yang dilanda kekeringan terus bertambah.
Kekeringan di Lobar Terus Meluas Giri Menang (Suara NTB) – Sejauh ini kekeringan telah melanda 11 desa di enam kecamatan di wilayah Lombok Barat (Lobar), bahkan diperkirakan kekeringan meluas lagi menyusul perkiraan BMKG bahwa musim kemarau lebih panjang di tiga kecamatan, yakni Sekotong, Lembar dan Lingsar. Di tiga kecamatan ini diprediksi tak mengalami hujan selama 50-62 hari. Kepala Seksi Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar Tohri, mengaku, kekeringan meluas ke 11 desa di 4 kecamatan di Lobar. Sejauh ini disebutkan, total air yang sudah didroping mencapai 64 ribu liter atau sekitar 12 tangki air ke 11 desa yang mengalami kekeringan antara lain Bengkaung Gunungsari, Mareje Timur Lembar. Sebelumnya 9 desa sudah didroping air bersih, antara ain, Eyat Mayang, Labuan Tereng, Giri Tembesi, Giri Sasak, Banyu Urip, Kuripan selatan, Batulayar barat, Senggigi dan Bukit Tinggi. “Terdapat 11 desa di enam kecamatan yang alami kekeringan, antara lain Kecamatan Sekotong, Lembar, Kuripan, Gerung, Gunungsari dan Batulayar,” jelas Tohri. Diakuinya berdasarkan hasil perkiraan BMKG, tiga kecamatan di Lobar mengalami hujan agak lambat, bahkan dua bulan lebih tak akan tu-
run hujan. Langkah antisipasi dampak yang bakal terjadi, pihaknya sudah menganggarkan melalui APBDP anggaran sebesar Rp 100 juta untuk tambahan anggaran sebelumnya hanya Rp 25 juta.“Jadi itu langkahnya kami siapkan anggaran pada APBDP ini sebesar Rp 100 juta,” jelasnya. Langkah ini dilakukan agar jangan selalu dinilai pemda setengah hati dalam hal penanganan kekeringan. Selain itu untuk langkah jangka panjang, pihak Direktur Kedaruratan BNPB datang meminta pihaknya mengusulkan proposal untuk pembangunan sumur bor. Dalam waktu dekat ini ada juga dari pihak Kementerian PDT dan Transmigrasi akan membangun dua sumur bor termasuk salah satunya di Desa Sekotong tengah. Pihaknya sudah dipanggil oleh bupati di ruanganya bersama pihak desa setempat. Terkait koordinasi dengan BMKG menyangkut perkiraan cuaca, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk dinsos, PDAM, kemudian kepolisian. Sejauh ini penanggulangan kekeringan berupa droping airpun bersama-sama dilakukan. Kemudian, pihaknya sudah koordinasi untuk mencari dana tambahan dari CSR Bank NTB. “Pihak Bank NTB Gerung sudah bertemu dengan kami, dalam waktu dekat akan diberikan tambahan,” klaimnya. (her)
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Dusun JK, Wilayah KSB yang Warganya Kesulitan Air Sepanjang Tahun Masyarakat yang sumber air bersihnya mengering hanya di saat kemarau tampaknya masih memiliki alasan untuk tetap bersyukur. Sebab, mereka hanya kesulitan air bersih ketika musim kemarau. Hal yang lebih buruk dialami sebagian warga di Dusun Jembatan Kembar (JK), Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano. Mereka merasakan kemarau sepanjang tahun. SEBENARNYA, tidak semuanya warga dusun JK merasakan kemarau sepanjang tahun karena tidak memiliki sumber air bersih. Hanya mereka yang bermukim di pesisir pantai Sepakek yang merasakannya. Di sini terdapat sekitar 25 kepala keluarga (KK) yang bermukim, di mana untuk mendapatkan air bersih mereka tak punya pilihan lain selain dengan cara membeli. “Untuk air bersih kami sepenuhnya membeli dari pedagang,” cetus Han, salah seorang warga dusun JK kepada Suara NTB, Jum’at (15/9) lalu. Han mengatakan, ia dan warga lainnya sangat berat
dalam mendapatkan air bersih. Karena biaya untuk membeli air cukup mahal, sementara mereka hanya menggantungkan penghidupan sebagai nelayan pancing dan mengelola lahan tegalan kering yang tidak dapat ditanami setiap waktunya. “Sekarang saja sudah hampir tiga bulan kami tidak melaut karena angin kencang. Jadi benar-benar tidak ada penghasilan sehingga untuk beli air bersih saja kami sudah kesulitan,” timpalnya. Untuk mendapatkan air bersih, warga membelinya dari pedagang. Secara berkala warga biasanya membeli air seharga Rp 10.000 per bak (ukuran
Empat Desa di Ropang Segera Punya Menara Telekomunikasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabupaten Sumbawa kembali memperoleh bantuan pembangunan menara telekomunikasi Program KPU/USO Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Menyusul telah selesainya pembangunan BTS di tujuh site yang dibangun dengan Program KPU/USO Kementerian Komunikasi dan Informatika dan tiga site yang dibangun Program Merah Putih PT. Telkomsel. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa Ir. H. Ibrahim, M.Si, usai mengikuti rapat Desain Review Meeting (DRM) evaluasi survey daerah blankspot yang diselenggarakan oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) dan Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Kota Depok. Dari empat lokasi site yang disurvei, keempat-empatnya disetujui untuk dibangun menara telekomunikasi Program KPU/ USO. “Empat desa di Kecamatan Ropang, yaitu Desa Lebin, Desa Lawin, Desa Lebangkar dan Desa Ranan akan segera dibangun tower seluler. Insya Allah tahun ini masyarakat di empat desa tersebut akan menikmati komunikasi seluler,” ujarnya. Sebelumnya, Pemkab Sumbawa melalui Dinas Kominfotik mengusulkan 14 titik lokasi blankspot untuk diprioritaskan memperoleh Program KPU/USO KemKomunikasi dan Informatika. “Dengan disetujuinya empat titik site ini, masih tersisa 10 lokasi blankspot yang akan kami terus perjuangkan ke pusat. Dan kami juga telah mengajukan usulan baru sebanyak 10 titik lokasi blankspot ke Kementerian” tambah H. Ahim, panggilan akrabnya. (arn)
Terapkan Teknologi Pengolahan Air
1x1 meter). Menurut Han, air yang dibeli itu tidak dapat memenuhi kebutuhan satu KK dalam seminggu. “Biasanya satu KK itu minimal dua bak dalam seminggu. Tapi ya itu jadi berat karena penghasilan kami minim,” cetusnya. Ia menyatakan, tidak mudah juga membeli air setiap harinya. Pedagang yang menjual air datang menggunakan mobil tangki kapasitas 5.000 liter, sehingga setiap pengiriman warga harus membeli seluruhnya. Dan untuk menyiasatinya, warga harus patungan agar pedagang mau datang melayani. “Biasanya kami patungan lima sampai delapan orang. Baru setelah itu kami mengontak pedagang untuk datang membawa air ke dusun kami ini,” ujarnya. Han mengaku, sebenarnya terdapat sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan warga. Hanya saja lokasinya sangat jauh dari dusun. Untuk sampai ke
sana, warga harus menggunakan sepeda motor dan itu membutuhkan biaya lebih mahal lagi. “Apalagi sekarang kalau kemarau airnya tidak banyak. Makanya kami lebih memilih untuk membeli saja ke pedagang. Untung pedagang yang melayani kami juga mengerti karena sering kali kami juga berhutang,” sebutnya. Ditanya mengenai bantuan dari pemerintah? Han menyatakan, sejumlah bantuan pernah ada. Seperti misalnya sumur bor dan terbaru jaringan PDAM pada awal tahun 2017 ini. Hanya saja fasilitas itu hingga saat ini tidak satu pun yang dapat dimanfaatkan. “Kalau yang PDAM sekitar tiga bulan sempat mengalir airnya. Tapi sekarang benarbenar tidak ada lagi. Nah yang sumur bor tidak bisa kita manfaatkan karena peralatannya rusak,” ungkapnya. Warga JK sendiri bukan tidak pernah berupaya mencari sumber mata air bersih secara
mandiri seperti membuat sumur. Namun Han mengaku, hal itu sia-sia karena beberapa titik yang telah digali rasa airnya tetap berasa asin. “Kalau mendekat ke gunung kami tidak bisa menggali karena pasti harus lebih dalam lagi kita buat sumurnya,” paparnya. Disinggung soal bantuan pemerintah di waktu musim kemarau ini, Han menyatakan, sejauh ini baru sekali mobil tangki yang datang membawa air. Itu pun tidak semuanya warga mendapatkannya karena jatah yang disediakan terbatas. “Setahu saya baru sekali datang (bantuan) minggu lalu. Tapi tidak semua warga kebagian,” katanya seraya berharap pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) segera mencari solusi untuk membantu mereka. Selanjutnya Han menyebutkan, hanya dusunya yang bermukim di sepanjang pantai Sepakek tidak semuanya merasakan kesulitan menda-
(Suara NTB/bug)
AMBIL AIR - Warga dusun JK mengambil air dari bak penampungan yang dibeli dari pedagang. patkan air bersih sepanjang tahun. Sebab desa lainnya mempunyai sumber mata air bersih sendiri yang bisa dimanfaatkan setiap hari. “Kalau sekarang seperti di desa Sepakek dan Tua Nanga mulai merasakan kesulitan
PETI di KSB Kembali Makan Korban Taliwang (Suara NTB) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban di Sumbawa Barat. Peristiwa naas tersebut kembali menimpa Syafruddin alias Sombet (35) tahun warga Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang yang harus meregang nyawa setelah kehabisan nafas di dalam lubang PETI yang berdiameter sekitar 2 meter dengan kedalaman 30 meter. Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB di lapangan menyebutkan, kejadian tersebut terjadi, Kamis (15/9) bertempat di Gunung Batu Melik Desa Belo, Kecamatan Jereweh. Adapun kasus tersebut berawal ketika korban bersama dengan teman-temannya tengah menggali batu emas di lokasi tersebut. Sekitar pukul 11. 00 Wita, korban yang sempat masuk ke dalam lubang untuk menggali batu naik ke tenda untuk makan siang bersama teman-temannya. Setelah makan siang, korban kembali masuk untuk melanjutkan pekerjaannya untuk menggali lubang tersebut. Sekitar pukul 13. 00 Wita, korban baru diketahui meninggal dunia, setelah beberapa jam tidak muncul ke permu-
kaan. Korban diduga meninggal akibat kelelahan di dasar lubang PETI dengan posisi blower yang masih hidup. Proses evakuasi terhadap jenazah korban cukup dramatis, dimana proses evakuasi tersebut baru bisa dilakukan sehari setelahnya, Jumat (15/ 9). Evakuasi tersebut baru bisa dilakukan setelah pihak BPBD dan Polri mendapat izin dari keluarga untuk mengevakuasi jenazah. Sekitar pukul 13. 40 Wita, enam orang penambang masuk ke dalam lubang sedalam 30 Meter guna mengangkat jenazah dari dasar lubang. Sementara Sekitar 14. 57 jenazah bisa dikeluarkan dan langsung dibawah ke Puskesmas Jereweh untuk dilakukan visum dan diserahkan ke ke-
luarga untuk dimakamkan. Kabag Operasi (Ops) Polres Sumbawa Barat Kompol Edi Susanto S. Sos, kepada Suara NTB, Sabtu (16/9) membenarkan adanya kasus tersebut. Sementara saat ini di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi sampai waktu yang tidak ditentukan. Hanya saja, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kasus ini karena pada hakikatnya penambangan emas ini tidak memiliki izin (ilegal). Apalagi tambang ini sangat berbahaya karena tidak dilengkapi alat keselamatan yang memadai. Untuk itu, pihaknya sangat menghimbau kepada warga untuk bisa menjaga dan memperhatikan keselamatan dirinya sendiri. “Kita lebih tekankan kepada
(Suara NTB/ist)
EVAKUASI - Lokasi dan proses evakuasi korban yang tewas kehabisan nafas di dalam lubang di Gunung Batu Melik Desa Belo, Kecamatan Jereweh, KSB. upaya penyadaran masyarakat untuk tidak lagi melakukan penambangan secara ilegal, karena sangat berbahaya,” tandas-
Dinas PRKP dan UTS Sumbawa MoU dengan BPPT Sumbawa Besar (Suara NTB) Pembangunan dan penerapan teknologi pengelolaan air minum berbasis masyarakat di SMK Al-Kahfi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mendapat dukungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa. Hal ini terwujud melalui penandatangan nota kesepahaman ketiga pihak. Seperti rilis yang diterima Suara NTB dari Humas UTS, Sabtu (16/9), Direktur Pusat Teknologi Lingkungan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Rudi Nugroho menjelaskan, pemasangan teknologi pengolahan air di Al-Kahfi ini, adalah pilot plan atau percontohan. Al-Kahfi sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren dinilai memiliki manajemen yang baik untuk pengelolaan teknologi tersebut secara berkesinambungan. “Pembangunan pilot plan pengolahan air ini, selain sebagai percontohan juga merupakan strategi BPPT untuk percepatan penerapan teknologi, guna meningkatkan akses air masyarakat,” sebutnya. Selain itu, tambahnya, BPPT sebagai badan yang bertugas melaksanakan dan menerapkan teknologi tidak hanya terkait dengan Pemkab saja. Tetapi juga bisa menerapkan teknologi yang sama di setiap daerah, masyarakat, dan tempat-tempat yang membutuhkan asalkan memiliki manajeman yang baik. “Yang terpenting adalah lembaga pengelolaannya itu seperti apa? Karena kalau nanti tidak siap, bisa jadi setelah dipasang tapi tidak dioperasikan,” ujarnya. Teknologi ini mampu menghasilkan 20.000 Liter/hari atau setara dengan produksi 500-1000 galon. Setelah melalui tiga tahap pengolahan, air bersih yang dihasilkan bisa langsung diminum tanpa melalui proses pemasakan lagi. Terkait hal tersebut, Kadis PRKP Sumbawa, A. Rahim, menyampaikan terima kasih kepada BPPT dan UTS karena menghadirkan teknologi yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, jika dinilai dari aspek kebutuhan dan ekonomi, pengadaan teknologi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap ini bisa diterapkan di berbagai wilayah meskipun berskala desa, agar terus berkelanjutan. “Apalagi sekarang ada BUMDes. Ini yang akan kita fasilitasi nanti,” tuturnya. Warek IV UTS, M. Iqbal menyatakan kerjasama dengan BPPT tersebut merupakan wujud pengabdian masyarakat yang dilakukan UTS. Salah satunya dengan penerapan teknologi air bersih siap minum tersebut. Dalam hal ini, UTS akan berperan aktif menjadi pembina dan memberikan asistensi berkelanjutan pada pengoperasiannya. “Cakupan pengabdian masyarakat UTS haruslah dirasakan langsung Sumbawa. Salah satunya ini. UTS dengan menghadirkan inovasi dan teknologi, harus mampu mendorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” tukasnya. (arn)
(Suara NTB/ist)
PENGOLAHAN AIR - Penandatangan nota kesepahaman penerapan teknologi pengolahan air di Sumbawa yang melibatkan UTS, SMK Al Kahfi, BPPT dan didukung oleh Dinas PRKP Kabupaten Sumbawa.
air bersih karena kemarau. Tapi kalau musim penghujan mereka punya punya sumber air yang bisa dimanfaatkan setiap hari. Tidak seperti kami yang sepanjang tahun harus mendapatkan air dengan membeli,” keluhnya. (bug)
nya. Ia menambahkan, pihaknya juga tidak akan tinggal untuk terus melakukan soaialisasi terhadap masalah ini (PETI). (ils)
Gelar Operasi, Tim Gabungan di SumbawaAmankan Pengedar Tramadol
(Suara NTB/arn)
TIUP PELUIT - Dandim meniup peluit serta mengangkat bendera dimulainya Main Jaran di Kerato Pordasi
Ratusan Kuda Pacuan Beradu Kecepatan di Main Jaran FPM 2017 Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekitar 210 kuda pacuan dari sejumlah kabupaten/kota se-NTB beradu kecepatan dalam kejuaraan Main Jaran Festival Pesona Moyo (FPM) Tahun 2017. Event kebudayaan yang berlangsung di arena Kerato Pordasi Kabupaten Sumbawa tersebut dibuka secara resmi oleh Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto, S.Sos, Sabtu (16/9). Selain dihadiri, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Pimpinan DPRD, Jajaran Pordasi, dan sejumlah pimpinan OPD, juga dihadiri wisatawan mancanegara (Wisman) diantaranya dari Polandia, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia. Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan hingga tanggal 24 September mendatang. Koordinator Penyelenggaraan Main Jaran Ir. Talifuddin, M.Si menyampaikan, selain untuk menyemarakkan Festival Pesona Moyo Tahun 2017, tujuan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wahana bagi peternak pacuan untuk bisa menukar informasi dan pengalaman. Kemudian meningkatkan mutu peternak kuda pacu. Selain itu juga sebagai media pemberian penghargaan terhadap peternak kuda pacu yang berprestasi sekaligus menjadi wahana pembinaan lembaga, menciptaklan kelompok tani ternak agribisnis yang maju, tangguh, dan mandiri. “Ada kecenderungan penurunan jumlah populasi ternak kuda. Oleh karena itu kita harus pertahankan bahkan tingkatkan di tahun mendatang. Kuncinya adalah terutama
bagi penggemar main jaran di Kabupaten Sumbawa dan seluruh wilayah NTB kiranya kuda ini perlu kita tingkatkan populasinya bahkan kualitasnya,” ujarnya. Dijelaskannya, peserta dalam kejuaraan main jaran ini terdiri dari 15 kelas yakni Kelas Pemula,TK, OA, OB, HA, HB, TA, TB , TC, DA, DB, DC,DD, DE, dan ekspedisi. Hadiah total mencapai Rp 250 juta, dengan hadiah juara kelas berupa mesin cuci, kulkas dan hadiah hiburan lainnya. Sedangkan hadiah juara umum berupa uang tunai Rp 4 juta. Pihaknya berharap event ini kedepannya semakin meriah dan lebih bagus. Apalagi kali ini mengangkat tema “Satu Kuda Sejuta Sahabat”. “Mudah-mudahan tahun depan lebih top lagi. Seperti kita lihat di area terutama di bagian dalam masih semberaut. Oleh karena itu ini perlu kita benahi,” tukasnya. Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM Sumanto, S.Sos yang membuka kegiatan berpesan kepada para peserta agar bisa meningkatkan sportifitas dan menjadikan ajang ini sebagai upaya untuk memperkuat persahabatan. Dimana main jaran dengan joki cilik ini merupakan Ikon Sumbawa yang bisa menarik minat wisatawan. Kegiatan ini harus dilestarikan dan ditingkatkan lebih baik lagi kedepannya. Bila perlu diselenggarakan lebih besar lagi, sehingga bisa menarik lebih banyak minat wisatawan untuk berkunjung ke Sumbawa. “Kegiatan merupakan kegiatan yang harus dilestarikan. Saya berpesan jangan terhenti di sini tahun
berikutnya harus lebih baik lagi sehingga wisatawan yang datang semakin banyak,” harap Dandim. Pihaknya (TNI) juga akan tetap mendukung kegiatan semacam ini. Bahkan pihaknya berencana menyelenggarakan Main Jaran Dandim Cup dalam rangka HUT TNI. Selain menyediakan hadiah yang tak kalah menarik, pihaknya juga menyediakan piala bergilir yang terbuat dari peluru. Event tersebut dimungkinkan sebagai event yang digelar di akhir masa jabatannya sebagai Dandim 1607 Sumbawa. Karena tahun lalu pihaknya juga mengadakan kegiatan Berapan Kebo di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Dengan keberadaan saya yang mungkin tidak sebentar lagi di Sumbawa, mudah-mudahan piala bergilir nantinya sebagai kenangan agar saya tetap diingat,” terangnya. Dalam kesempatan tersebut Dandim juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah. Jangan sampai berselisih dan bertengkar karena hal sepeleh, sehingga persahabatan yang sudah terjalin selama ini terpecah belah. Adanya karakter yang keras supaya bisa disalurkan kepada hal-hal yang positif. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan Main Jaran ini. Jika ada kesalah pahaman yang terjadi diminta dibicarakan secara musyawarah dengan menjunjung tinggi persaudaraan. Jika tidak bisa terselesaikan, serahkan kepada aparat berwajib. Sehingga Sumbawa tetap damai hebat dan bermartabat. (ind/arn/*)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Seorang terduga pengedar tramadol di Kabupaten Sumbawa berhasil ditangkap tim gabungan yang dikooordinir Dinas Pol PP Sumbawa. Pengedar berinisial MI alias Milo tersebut, diamankan di kediamannya di Kampung Mande, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa pada Jumat (15/9) malam lalu. Dari tangannya diamankan puluhan strip obat tramadol dan uang tunai ratusan ribu rupiah. Yang bersangkutan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Sumbawa. Kabid Trantibummas Dinas Pol PP Sumbawa, Desire Jadi yang ditemui wartawan usai operasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Bermula saat tim gabungan yang terdiri dari Sat Pol PP, Denpom, TNI, Polres, Bin Dinas Sosial dan Disdukcapil mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan pengedar tramadol. Menindaklanjuti hal tersebut tim kemudian meluncur ke lokasi. Karena sebelumnya dari komunikasi pihaknya dengan apotek-apotek, obat tersebut tidak sembarangan diperjual belikan. Saat melakukan penggeledahan, tim menemukan 59 strip tramadol di dalam kardus dan 15 strip serta uang tunai Rp 398 ribu di dalam tas pinggang. Setelah dilakukan pendataan yang bersangkutan kemudian diserahkan kepada Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sumbawa guna diproses lebih lanjut. “Karena tramadol masalah pidana, setelah ambil data kami serahkan ke Satres Narkoba Polres Sumbawa untuk penanganan lanjut,” ujarnya. Dijelaskannya, selain pengedar tramadol, tim juga mengamankan minuman keras (miras) jenis bir beserta pemiliknya di lingkungan yang sama. Dari tempat tersebut, tim bergeser ke Bangkong, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas. Disana tim mengamankan dua orang terduga Pekerja Seks Komersil (PSK). Rencananya keduanya akan ditangani Dinas Sosial untuk dikirim ke Panti Budhi Rini Mataram. Setelah penyidik Satres Narkoba Polres Sumbawa melakukan penyelidikan, MI alias Milo ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Hal ini disampaikan Kasat Narkoba Polres Sumbawa, AKP M. Fatoni, Sabtu (16/9) lalu. Dijelaskannya, dari pemeriksaan yang bersangkutan mengakui perbuatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut sudah dilakukan MI sejak lima bulan yang lalu. Dimana ia memperoleh barang dari seseorang di Kabupaten Bima. Guna menyuplai obat tersebut, yang bersangkutan menyasar kalangan remaja. Akibat perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan Pasal 197 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ind)
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
TERHENTI - Proyek bendungan Tanju yang terhenti dan tidak ada aktivitas akibat akses pintu masuk proyek diblokade warga setempat.
Blokade pintu masuk sudah dibuka karena adanya rombongan TV yang akan mengambil aktivitas proyek untuk dilaporkan ke Presiden, Minggu (17/9).
Aktivitas Proyek Bendungan Tanju Baru Dibuka untuk Publikasi Dompu (Suara NTB) Akses jalan menuju pintu masuk lokasi proyek bendungan Tanju Kecamatan Manggelewa yang diblokade sejak 2 bulan lalu akhirnya dibuka. Akses ini dibuka sementara untuk kepentingan pengambilan gambar aktivitas proyek yang akan dilaporkan ke Presiden. Plt Camat Manggelewa, Ir Imran, MSI kepada Suara
NTB, Minggu (17/9) kemarin, mengaku mendapat informasi bahwa akses jalan menuju pintu masuk proyek akan dibuka untuk memberi kesempatan pengambilan gambar aktivitas proyek. Karena informasinya, pengambilan gambar ini untuk kepentingan Presiden RI. “Keputusannya tadi malam infonya. Makanya saya mau ngecek ke lapangan hari ini,”
Kodim Bima akan Gelar Nobar Film G30S/PKI Kota Bima (Suara NTB) – Pemutaran serentak film peristiwa dan penumpasan G 30S/PKI, yang dilakukan oleh TNI AD, tidak hanya berupa wacana. Pasalnya Kodim 1608 Bima, juga berencana menggelar nonton bersama (Nobar). Pemutaran film itu disambut baik oleh warga Kota Bima. Dandim 1608 Bima, Letkol Czi Yudil Hendro dikonfirmasi Suara NTB, akhir pekan kemarin, membenarkan, jika pihaknya akan menggelar nobar pemutaran film peristiwa dan penumpasan G30S/ (Suara NTB/uki) PKI. “Iya benar pak,” katanya. Yudil Hendro Meski demikian, Yudil tidak menjelaskan lebih jauh dimana saja titik atau lokasi pemutaran film tersebut. Apakah hanya dipusatkan Makodim Bima atau diseluruh Koramil. Namun Ia berharap seluruh lapisan masyarakat agar dapat menonton bersama-sama. “Lokasi atau tempatnya belum kami bahas secara internal,” katanya. Wacana pemutaran film tersebut sambut baik oleh warga Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda, Ramadhan. Karena menurut dia, sejak beberapa tahun belakangan ini, film tersebut hilang dari peredaran. “Saya menyambut baik, jika ada rencana nobar film ini. Karena sudah beberapa tahun ini, filmnya sudah tidak ada lagi dilayar kaca. Apalagi stasiun TV resmi pemerintah,” katanya. Menurut Mahasiswa ini, pemutaran film tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama kalangan pemuda dan mahasiswa. Agar dapat mengetahui kembali sejarah masa silam tentang kekejaman PKI yang berupaya menggantikan ideologi pancasila dengan paham komunisme. “Saya kira pemerintah juga harus intens melakukan sosialisasi gerakan paham-paham ini (komunisme.red), sebagai paham atau organisasi yang terlarang dan dilarang di NKRI,” ujarnya. Tidak hanya Ramadhan. Warga Kota Bima lainnya Muhamad Subhan mengapresiasi langkah TNI, yang akan menggelar pemutaran kembali film G30S/PKI secara serentak. “Era 90an film ini setiap tahunnya wajib dipublikasikan dan berbeda dengan sekarang. Jika tahun ini, diwacanakan diputar kembali, tentu saya sangat sepakat dan mengapresiasinya,” katanya. Ia menambahkan, dengan pemutaran film tersebut dapat memberikan pendidikan sejarah bangsa kepada masyarakat, terutama generasi penerus bangsa. Bahwa saat itu, ada sebuah paham yang ingin merongrong NKRI namun dapat ditumpas oleh TNI dalam waktu cepat. (uki)
HUT TNI Ke-72, Kodim Dompu Gelar Lomba PBB Dompu (Suara NTB) – Saka Wira Kartika Komando Distrik Militer (Kodim) 1614/Dompu menggelar lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat SLTA di lapangan umum Desa Soro Kecamatan Kempo. Lomba yang diikuti enam kwartir ranting itu dalam rangka peringatan HUT TNI ke 72 Tahun ini. Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI. Arif Hadiyanto, S. IP., melalui Danunit Inteldim Lettu Kav M. Kasim mengungkapkan, lomba ini bertujuan memberikan pendidikan awal bela negara dan menumbuhkan jiwa disiplin dilingkungan pendidikan. “Kegiatan ini rangkaian dari agenda lain selama HUT TNI ke 72, kita fokuskan di Soro karena kita mengadakan kemah juga,” katanya kepada Suara NTB, Sabtu (16/9). Selain itu kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk kemampuan PBB siswa, terutama dalam menjaga kedisiplinan dan kekompakan dalam barisan. Terlebih menujukan kebolehannya saat memeragakan variasi-variasi barisan. “Sehingga nantinya ada perwakilan terbaik dari mereka yang bisa kita bina khsusus Makodim,” ujarnya. Agenda yang diikuti ratusan peserta tersebut berlangsung aman, juga menyorot perhatian masyarakat sekitar. Dan rencananya peserta ini juga akan dilibatkan pada kegiata-kegiatan sosial yang akan digelar Kodim selama peringatan HUT TNI Ke 72 tahun ini. “Nanti akan kita upaya mereka terlibat dalam setiap kegiatan kita,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
BARISAN - Peserta lomba PBB saat menunjukan kebolehanya dalam mengatur barisan, Minggu (17/9).
kata Camat Manggelewa ini. Di lokasi proyek bendungan Tanju, akses pintu masuk bendungan Tanju yang sempat diblokade warga setempat tampak sudah dibuka. Beberapa pekerja dari PT Nindya Karya (NK) dan pengawas terlihat di lokasi proyek. “Ini dibuka (blokade) sejak pagi tadi. Nanti akan ada wartawan TV yang diperintahkan untuk mengambil gambar. Itu
akan disampaikan langsung ke Presiden,” kata salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya. Namun karyawan ini mengaku, pihaknya belum berani melakukan aktivitas pekerjaan di lokasi proyek. Karena menurut warga, akses ini masih dibuka sementara untuk kepentingan pengambilan gambar TV saja. Warga masih menunggu keputusan
pemerintah daerah (Pemda) Senin (18/9) besok atas tuntutan mereka. “Besok kita tunggu keputusannya, baru benar – benar berani mulai kerja. Karena warga masih menunggu keputusan Pemda Senin besok,” katanya. M. Makruf, Kasubag di Bagian Tata Pemerintahan Setda Dompu mengatakan, warga masih ngotot agar SK hibah tanah bagi warga yang
terkena dampak segera diserahkan baru akan dibuka blokade jalan. Padahal pihaknya sudah menjanjikan maksimal 15 hari untuk menyelesaikan administrasi penghapusan aset tanah dan pemberian hibah kepada warga. “Mereka masih minta waktu untuk merapatkan kembali,” katanya. Sementara untuk penyelesaian sisa 40 persen biaya
ganti rugi sebesar Rp 1,7 M masih dalam tahap pengumpulan dokumen. Termasuk rekening pemilik tanah. Karena pembayaran akan dilakukan oleh BWS sebagai pemilik anggaran melalui transfer rekening. Untuk tuntutan lain seperti pengaspalan jalan lingkungan serta percetakan sawah baru di so Riamau daerah irigasi Kancu akan dilakukan tahun 2018 – 2019. (ula)
Dewan Sepakat Hanya Keluarkan Imbauan ke Bupati Soal Nasib CPNS K2 Dompu (Suara NTB) DPRD Dompu akan mengeluarkan surat imbauan kepada Bupati untuk menindak lanjuti tuntutan CPNS K2 sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan ini diambil setelah pleno internal Dewan yang digelar Kamis (14/9). Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos kepada wartawan, Sabtu (16/9) malam, mengatakan, tuntutan solidaritas oentuk saudara (SOS) 390 CPNS K2 Dompu telah disikapi dengan mengeluarkan surat kepada Bupati. Dalam surat tersebut meminta kepada Bupati untuk menindak lanjuti tuntutan CPNS K2 Dompu sesuai aturan yang berlaku. “Kita sudah tindak lanjuti dengan bersurat. Kita surati Bupati. Kita minta untuk men-
indak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuliadin. Keputusan ini, diakui Yuliadin, diambil setelah mendengarkan laporan dari anggota Dewan yang melakukan konsultasi ke BKN dalam rapat pleno Kamis lalu. Pihaknya tidak mengeluarkan rekomendasi Dewan seperti yang menjadi tuntutan SOS 390 CPNS K2 Dompu. Dengan bersurat dinilai cukup, terlebih masalah ini sudah ada putusan hukum dari PTUN Mataram.
Namun informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB menyebutkan, surat Dewan kepada Bupati ini belum ditandatangani dan baru diputuskan dalam rapat pleno Dewan. Sehingga suratnya belum dikirim ke Bupati dan SOS 390 CPNS K2 Dompu. Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 3 tuntutan SOS 390 CPNS K2 Dompu yang disampaikan kepada DPRD Dompu dalam aksinya beberapa waktu lalu. Diant-
(Suara NTB/dok)
Yuliadin aranya meminta kepada DPRD Dompu untuk mengeluarkan rekomendasi agar hak mereka sebagai CPNS Dom-
pu dikembalikan sebagaimana putusan PTUN Mataram yang telah berkekuatan hukum mengembalikan hak mereka sebagai CPNS Dompu. DPRD Dompu juga diminta untuk menyurati BPKP agar melakukan audit investigasi ulang atas pengangkatan CPNS K2 Dompu, sehingga mereka tidak lagi ditunding menerima uang korupsi dari hasil gaji yang dibayarkan kepada mereka. Serta meminta kepada DPRD untuk mengalokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2018 untuk membayarkan gaji 134 CPNS Dompu sebagai konsekwensi dari putusan PTUN Mataram yang berkekutan hukum tetap. (ula)
Kesultanan Bima Timsus Sita Puluhan Sepeda Motor Kirim 80 orang Ikut FKN di Cirebon
Gerebek Sabung Ayam Dompu (Suara NTB) – Timsus Polres Dompu berhasil menyita puluhan unit sepeda motor di arena judi sabung ayam Lingkungan Larema Kelurahan Simpasai, Sabtu (16/9). Penggrebekan ini menyusul informasi masyarakat yang resah atas aktivitas perjudian tersebut. Wakapolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE., melaui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh. Saihun mengungkapkan, judi sabung ayam di wilayah itu sudah sangat meresahkan, karenanya polisi mengambil tindakan tegas. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat sehingga tim kami mulai bergerak dan mengintai kegiatan sabung ayam tersebut untuk kemudian dibubarkan,” ungkapnya. Para penjudi dari beberagai Desa dan kalangan itu pun sudah beberapa kali diberi peringatan oleh Bhabinkamtibmas setempat, namun tak pernah digubris. Bahkan informasinya, mereka yang datang juga berasal dari Kota/ Kabupaten Bima. Hanya saja, saat penggerbekan oleh Timsus yang
(Suara NTB/jun)
SEPEDA MOTOR - Puluhan sepeda motor milik terduga penjudi sabung ayam yang diamankan polisi, Minggu (17/9). didukung Satintelkam, Satsabhara dan personel Polsek Woja itu polisi tak berhasil mengamankan para penjudi, terutama bandar penyedia arena judi tersebut. Karena mereka cepat berhamburan melarikan diri. “Para pemain langsung berhamburan kabur, mereka lari kocar-kacir meninggalkan motor pribadi mereka yang terparkir dekat arena judi,” ujarnya. Meski tak berhasil membekuk para penjudi setidaknya polisi menyita 35 unit sepeda motor yang terparkir di arena tersebut. Termasuk, tiga
buah gelanggang yang digunakan untuk mengadu ayam. Dan berdasarkan keterangan warga sekitar lanjut Saihun, kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan oknum dari berbagai lembaga dan intansi pemerintahan. “Untuk itu saya imbau kepada seluruh elemen masyarakat Dompu agar menjauhi dan tidak melakukan judi sabung ayam, kegiatan ini jangan jadikan kebiasaan, carilah pendapatan yang lebih halal dan tidak melanggar hukum,” pungkasnya. (jun)
Pilkada Kota Bima, Balon Masih Jalan Sendiri-sendiri Kota Bima (Suara NTB) – Bakal calon (Balon) yang digadang-gadang akan mengikuti Pilkada Kota Bima 2018 mendatang, belum juga menentukan pasangan. Hal ini juga ditandai karena sampai saat ini, belum ada satu balonpun yang mendeklarasikan untuk berpasangan secara terbuka. Hal itu juga diakui oleh salahseorang Balon Wakil Walikota Bima, Ir. H. M. Rum. Menurut Rum, sampai saat ini, sejumlah balon terutama dirinya, masih fokus melakukan sosialisasi dan intens blusukan. “Masih fokus untuk silaturahmi dengan masyarakat, walaupun turun hanya bersama tim, karena belum memiliki pasangan,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Ia mengaku, telah mendaftar ke sejumlah partai menjadi Bakal Calon Wakil Walikota
Bima. Menurutnya, pendaftaran tersebut bukan tanpa dasar, karena sebelumnya tidak berpikir untuk maju mengikuti Pilkada 2018 mendatang. “Ibaratkan saat itu saya sedang tidur. Namun tiba-tiba ada yang datang ke rumah membangunkan dari tempat tidur. Mengajak saya untuk bersama membangun Kota Bima,” katanya. Apalagi, lanjutnya, orang yang membangunkannya tersebut berasal dari kalangan politisi. Jika dipasangkan atau dipaketkan dengan dirinya yang berasal dari kalangan birokrasi, sangatlah tepat. “Saya langsung ikut saja. Karena paket politisi dan birokrasi sudah cukup ideal,” ungkap Rum yang juga mantan Sekda Kota Bima ini. Misalnya kedepan, tidak ada partai yang menerima lamarannya. Ataupun tidak ada balon walikota yang men-
gajaknya untuk berpaketan. Rum menegaskan akan kembali menjadi pengusaha. “Saya akan kembali menjadi pengusaha. Membesarkan perusahaan air minum saya yang berada di Kelurahan Dodu,” katanya. Meski begitu, Ia tetap meyakinkan kepada masyarakat dan sejumlah balon Walikota yang didatanginya. Keikutsertaannya dalam Pilkada 2018 mendatang, ingin menyumbangan ide dan gagasannya untuk membangun Kota Bima kearah yang lebih baik. Walaupun pada sisi yang lain. Rum mengaku tidak memiliki kendaraan politik atau tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai politik manapun. Baginya dalam politik kemungkinan bisa saja terjadi. “Intinya saya berkomitmen, apapun hasilnya yang penting sudah berusaha,” pungkasnya. (uki)
Bima (Suara NTB) – Kesultanan Bima mengirim sekitar 80 orang utusan untuk mengikuti Festival Keraton Nusantaran (FKN) ke XI tahun 2017, yang dipusatkan di Cirebon, Jawa Barat. Anggota Majelis Adat Dana Mbojo, Alan Malingi, mengaku, rombongan Kesultanan Bima tersebut, dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Dana Mbojo, Hj. Ferra Amalia SE. MM dan Jena Teke Kesultanan Bima, Muhammad Putera Ferryandi. “FKN ke XI ini sedianya dijadwalkan berlangsung selama lima hari kedepan. Mulai tanggal 15 hingga berakhir 19 September 2017,” kata Alan, akhir pekan kemarin. Ia menjelaskan, keikutsertaan Kesultanan Bima tersebut,n karena merupakan anggota yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) sebuah wadah yang menggelar FKN secara bergilir. “Tahun 2014 lalu FKN ke IX, dipusatkan di Bima. Kemudian yanh ke X berlangsung di Pangkalan Bun Kota Waringin Kalimantan Timur . Dan untuk tahun ini dipusatkan di Cirebon,” katanya. Menurutnya, dalam FKN ada sejumlah kegiatan yang
digelar. Seperti kirab prajurit keraton, pameran kerajinan, pameran naskah, pameran benda pusaka seminar budaya dan pagelaran atau pentas kesenian. “Untuk kesultanan Bima, kesenian dan budaya yang ditampilkan dalam FKN ini, seperti Hanta Ua Pua serta penampilan busana khas, Rimpu mbojo,” kata Alan yang juga Ketua Majelis Kesenian Mbojo (Makembo) ini. Terpisah Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Armin Farid S.Sos mengatakan, pemerintah mendukung keikutsertaan kesultanan Bima dalam FKN ke XI di Cirebon tersebut. “FKN ini bertujuan sebagai wahana atau media pelestarian budaya dan Promosi pariwisata daerah,” katanya. Menurutnya, sebagai bentuk dukungan pemerintah, yakni dengan memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp 450 juta, yang diserahkan langsung kepada majelis Adat Dana Mbojo. “Dana ini dipergunakan oleh rombongan untuk pemeran benda-benda pusaka, pagelaran tari-tarian, pagelaran busana dan budaya keraton. Termasuk transportasi dan akomodasi rombongan selama di Cirebon,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/ist)
KIRAB - Rombongan Kesultanan Bima yang mengikuti kirab prajurit keraton pada acara FKN ke XI di Cirebon, Sabtu (16/9).
SUARA NTB
Senin, 18 September 2017
Halaman 8
KONFERENSI NASIONAL PENGELOLAAN RISIKO BENCANA BERBASIS KOMUNITAS XIII Deklarasi Mataram – 2017 1. Kami bertekad untuk mewujudkan adanya akuntabilitas dalam upaya PRBBK 2. Kami bertekad mengintegrasikan PRB dalam program pembangunan desa/ masyarakat yang kami laksanakan 3. Kami bertekad melakukan perlindungan kepada kelompok rentan/kelompok berisiko tinggi dalam setiap upaya PRB 4. Kami bertekad menguatkan peran dan kapasitas komite sekolah serta Forum Anak di Komunitas 5. Kami bertekad mengupayakan pengintegrasian lintas sektor dari kebijakan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana 6. Kami sepakat untuk merekomendasikan hal-hal berikut kepada semua pihak terkait PRBBK untuk: a) Memperkuat kearifan lokal dan aturan adat untuk memperkuat PRBBK b) Memastikan pendekatan PRB yang inklusi c) Mengintegrasikan Kurikulum PRB ke dalam kurikulum Satuan Pendidikan d) Pemerintah Kabupaten/Kota mengalokasikan anggaran untuk Kelompok masyarakat e) Mengarusutamakan PRBBK dalam upaya PRB f) Memanfaatkan data dasar yang sudah ada untuk memantau dan mengevaluasi upaya PRB yang sedang dilaksanakan g) Memberi masukan kepada BPS untuk mengintegrasikan kebutuhan data untuk verifier indikator “ketangguhan komunitas” (desa/kelurahan) dalam PODES h) Mempercepat ketersediaan dan keterjangkauan data informasi untuk pengelolaan sumber daya alam dan risiko bencana di tingkat komunitas/desa melalui kebijakan ONE Data i) Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) yang ramah komunitas dan Satuan Unit Pendidikan serta terkoneksi dengan berbagai pemangku kepentingan j) Mendorong paralegal dan pekerja kemasyarakatan untuk mendukung masyarakat melakukan upaya PRBBK k) Memberdayakan semua pihak terkait, yaitu masyarakat, (calon) pemerintah lokal, (calon) legislatif dan (calon) yudikatif. l) Mendorong komitmen politik (calon) Kepala Daerah dan Satuan Unit Pendidikan. Dalam mencapai agenda di atas, kesepakatan ini mengikuti dengan kesepakatan yang dihasilkan dari KN PRBBK XII yaitu Deklarasi Bandung, dalam kurun waktu seperti di bawah ini: PETA JALAN PRBBK Pada tahun 2018 tercapai : 1. Laporan dan prosiding KN PRBBK XIII sudah tersedia dan digunakan; 2. Ujicoba dan laporan hasil pemantauan pelaksanaan PRBBK; 3. Penyelenggaraan KN PRBBK XIV; 4. PRRBK menjadi agenda pembangunan minimal 5 Provinsi, 50 kabupaten/kota; 5. Panduan PRBBK terbarukan; 6. Pedoman Perlindungan Pelaku PRBBK dan Kelompok Rentan; dan 7. PRBBK terpadu dalam Kurikulum Pendidikan Formal Pada tahun 2019 tercapai : 1. Evaluasi PRBBK tahun 2016-2018. 2. Laporan dan prosiding KN PRBBK XIV sudah tersedia dan digunakan.
3. Penyelenggaraan KN PRBBK XV. 4. Dokumentasi praktik baik PRBBK dari berbagai wilayah di Indonesia. 5. Dokumen RPB terbarukan sudah dilegalkan di 34 provinsi, 132 kabupaten/kota. 6. PRBBK menjadi agenda pembangunan minimal 10 provinsi, 132 kabupaten/kota. 7. PRBBK menjadi agenda Pilpres, Pileg, dan Pilkada. Pada tahun 2024 tercapai : 1. PRBBK menjadi agenda pembangunan 20 provinsi dan 275 kabupaten/kota 2. Dokumen RPB terbarukan sudah dilegalkan di 34 provinsi, 275 kabupaten/kota Pada tahun 2030 tercapai : 1. Seluruh propinsi/kabupaten/kota mengagendakan dan mengalokasikan anggarannya untuk PRBBK 2. Dokumen PRB terbarukan sudah dilegalkan di seluruh provinsi, kabupaten/kota. Melalui deklarasi ini, kami ingin menyampaikan ungkapan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kota Mataram, Arbeiter-Samariter Bund (ASB) Indonesia and the Philippines, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Maluku, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Provinsi Papua, BPBD Provinsi Papua Barat, BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Catholic Relief Services (CRS), Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Sosial-PMD Kabupaten Lembata, Dompet Dhuafa, Forum Komunikasi TAGANA Provinsi Nusa Tenggara Barat, Forum Pengurangan Risiko Bencana – Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Timur Tengah Utara, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Bima, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Lombok Barat, Pusat Studi Pembangunan Nusa Tenggara Barat, Forum Pengurangan Risiko Bencana “Mbojo Ma Tenggo”, Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Aceh, Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Barat, Forum Pengurangan Risiko Bencana Rinjani Kabupaten Lombok Timur, GEMPAR-UGR Lombok Timur, Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Islamic Relief, Jemari Sakato Sumbar, Kantor Desa Maropok, Kelompok Siaga Bencana (KSB), KOSLATA, KONSEPSI, Laskar Pemuda Peduli Lingkungan, Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), LP2DER Bima, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Mercy Corps Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muslim Aid, Palang Merah Indonesia (PMI), Perkumpulan Lingkar, Plan International Indonesia, PT. Kharisma Multi Jaya, Pusat Studi Bencana Universitas Udayana, Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, RSJ Mutiara Sukma, SEHATI Sukoharjo, Sekber Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Timur / Brigade Penolong 13 Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur, Satuan Reaksi Cepat (SRC) Gerakan Pramuka Kwarda Maluku, Unit Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (Unit LIDi) Provinsi Jawa Tengah, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Bina Swadaya, Yayasan IDEP Selaras Alam, Yayasan KARINA KAS, Yayasan Kesatuan Pelayanan Kerjasama (Satunama), Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children, serta seluruh relawan Panitia Pengarah dan Panitia Penyelenggara KN PRBBK XIII yang telah menginvestasikan sumber-sumbernya secara efektif agar KN PRBBK XIII berlangsung dengan lancar. (ars/*)
Senin, 18 September 2017
SUARA NTB
Halaman 9
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
Intensif Komunikasi dengan Orang Tua SEJAK keluarnya Perpres tentang penguatan pendidikan karakter, sebanyak 14 sekolah di Kota Mataram menyatakan kesiapannya melaksanakan sekolah lima hari. Satu di antara sekolah yang siap ialah SD Negeri Model Mataram. Hal itu mengingat, SDN Model Mataram jauh sebelum Permendikbud maupun keluarnya Perpres tersebut sudah menerapkan lima hari sekolah. Sekolah yang terletak di Seganteng tersebut merupakan (Suara NTB/dys) satu-satunya sekolah mewakili Yatmini sekolah negeri yang siap melaksanakan lima hari sekolah. Sedang 13 sekolah lainnya merupakan sekolah swasta. Kepala SDN Model Mataram Yatmini, S.Pd., mengemukakan lima hari sekolah di tempatnya sudah berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun dalam pelaksanaannya. Tidak menakutkan seperti yang dibayangkan orang, lima hari sekolah menyenangkan bagi anak. Selain itu, dirinya menilai, lima hari sekolah efektif dalam membentuk karakter pada diri anak. Mengingat anak benar-benar terjaga dari aktivitas lain di luar belajar. “Sudah berjalan lancar dengan program-program termasuk ekskul,” terang Yatmini. Lalu sejauh apa komunikasi dengan orang tua murid? Apakah mereka tidak keberatan anaknya pulang sampai sore? Yatmini menjelaskan keberhasilan SDN Model melaksanakan lima hari sekolah tidak terlepas dari peran serta orang tua murid, karena komunikasi secara intensif terus menerus dilakukan. Dituturkan Yatmini, ketika sekolah ini dulunya berstatus Sekolah Berstandar Internasional (SBI) lalu kini menjadi SD Negeri Model, para orang tua murid diberikan angket pilihan. Hasilnya, lebih dari 90 persen orang tua setuju lima hari sekolah. “Itu pada bulan Februari atau Maret 2013 dulu,” kenangnya. Antusiasme orang tua menginginkan lima hari sekolah karena mereka menilai model belajar seperti ini efektif. Oleh karenanya, kekompakan para orang tua, anak, dan juga pihak sekolah diakuinya sebagai kunci sukses pelaksanaan lima hari sekolah. (dys)
PENDIDIKAN
Halaman 10
Sekolah Pelosok Kesulitan Terapkan Larangan Bawa Sepeda Motor Mataram (Suara NTB) Larangan membawa sepeda motor bagi siswa yang tidak memilki Surat Izin Mengemudi (SIM) melalui instruksi gubernur sulit diterapkan di sekolah yang berada di lokasi terjauh. Oleh karena itu ada permakluman khusus. Sementara bagi sekolah yang berada di tengah kota, aturan harus larangan membawa sepeda motor dan HP ke sekolah harus ditaati. Demikian ditegaskan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Surya Bahari., ditemui di kantornya akhir pekan kemarin. Menurutnya, pihaknya terus memantau aturan itu. “Kalau ada masalah siswa satudua, kita lakukan pendekatan ke pihak sekolah, cari solusinya apa, kenapa bisa seperti itu,
terutama sekolah yang di pinggir atau pelosok,” katanya. Menurutnya, setelah dijajaki , sekolah di daerah pelosok seperti di Pelampang atau Sekotong kesulitan menerapkan aturan itu. Banyak orang tua siswa yang tidak bisa mengantar atau tidak bisa naik sepeda motor, sementara angkutan umum sulit. “Yang bisa naik motor hanya anak itu sendiri, bukan
jalur utama, masih bisa kita maklumi, tapi kalau di Mataram tidak ada permakluman,” tegasnya. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menginstruksikan SMA/SMK Negeri dan Swasta menerapkan larangan membawa Handphone (HP) ke sekolah. Instruksi itu sudah tertuang pada Surat Edaran Gubernur NTB nomor 420/
(Suara NTB/ist)
SMPN 4 Gerung Gelar Workshop ’’E-Learning’’ Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 40 guru di SMPN 4 Gerung mengikuti workshop pembelajaran Berbasis E-Learning. Program ini merupakan salah satu program bagi sekolah rujukan. Tujuannya untuk menambah keterampilan para guru dan tenaga pendidik agar inovatif dalam memberikan pembelajaran ke peserta didik. “Workshop ini salah satu program sekolah rujukan untuk meningkatkan kompetensi guru, tidak saja workshop E Learning ini saja, namun ada beberapa workshop sudah dilakukan seperti paedagogik,” jelas Kepala SMPN 4 Gerung, Hj. Rohanah, Jumat (15/9). Dijelaskan, worshop paedagogik bertujuan meningkatkan pembelajaran salah satunya menyusun RPP berbasis penguatan pendidikan karakter (PPK). Workshop ini dilaksanakan selama beberapa hari. Selain itu, pihaknya sudah membentuk satuan penjaminan mutu internal, sehingga pihak sekolah punya tim SPMI yang melakukan 6 program indikator sekolah rujukan. Masing-masing program, jelasnya, punya indikator yang dibuatkan program kerja. Program kerja ini dialokasikan dana, meski tidak semua didanai. Dalam workshop ini dibuat script pembelajaran salah satu media yang dilakukan dalam poses pembelajaran, sehingga guru bisa berinovasi dalam mengajar, tidak sebatas diskusi, namun ada kreativitas dan kreasi dari guru untuk membuat pembelajaran menyenangkan di kelas. “Sehingga guru dan anak tidak jenuh dalam kelas,” ujarnya. Berikutnya, ada pembelajaran animasi. Petugas tutor dikoordinsikan dengan dinas. Para narasumber dalam workshop ini sebagan besar guru, karena sebagian besar guru di sekolahnya menjadi instruktur. “Kalau kami mengalami kesulitan kami akan meminta bantuan narasumber dari LPMP. Karena di sini sudah ada guru kami dilatih hingga nasional untuk media semacam ini,” jelasnya. (her)
(Suara NTB/ist)
PANTAU - Kepala SMPN 4 Gerung memantau kegiatan workshop E-Learning pada guru di SMPN 4 Gerung, Jumat (15/9).
berlangsung. Sekolah juga diminta memfasilitasi komunikasi peserta didik dengan orang tua/wali. Dengan menyediakan fasilitas komunikasi peserta didik dengan orang tua/ wali. Dan menyediakannya fasilitas komunikasi itu dengan jumlah yang memadai sesuai dengan jumlah siswa. Selain itu, instruksi lainnya, sekolah diminta melatih kedisiplinan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan untuk para peserta didik dengan melarang penggunaan kendaraan bermotor bagi peserta didik yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (ron)
Peningkatan Kompetensi Guru Jadi Prioritas SMPN 6 Mataram
JUARA - Siswa SMAN 4 Mataram yang berhasil meraih juara dua karnaval berfoto bersama yang digelar Dinas Pariwisata NTB belum lama ini.
Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik
074/DIKBUD tentang Kawasan Sekolah yang Aman, Nyaman, Tertib dan Kondusif. Dalam Surat Edaran itu tertuang enam poin instruksi Gubernur kepada Kepala SMA/ SMK Negeri dan Swasta dalam rangka mewujudkan kawasan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Di surat edaran itu, poin pertama diinstruksikan agar kepala sekolah menerapkan larangan membawa alat komunikasi (HP) ke sekolah bagi peserta didik, kedua menerapkan larangan penggunaan alat komunikasi (HP) kepada pendidik (guru) pada saat proses belajar mengajar
SMAN 4 Mataram Juara Dua Karnaval BPLS
Mataram (Suara NTB) SMAN 4 Mataram berhasil meraih juara dua pada karnaval Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017. Dua orang siswa SMAN 4 Mataram yaitu Ni Putu Eka Ari Oktaviani dan Ida Bagus Grand Ardi Eka P. meraih juara dua pada karnaval dengan menampilkan kostum kreasi dari bambu. Kepala SMAN 4 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., Jumat (15/9) mengatakan, awalnya SMAN 4 Mataram diundang oleh Dinas Pariwisata NTB untuk mengikuti lokakarya. Setelah itu diminta untuk membuat kreasi kostum berbahan bambu. Hasil kreasi itu ditunjukkan pada saat karnaval dan dilombakan. “Itulah hasilnya, kami mampu meraih juara dua. Juara satu dari Dinas Pariwisata Lombok Tengah,” katanya. Siswa yang meraih juara itu diminta tampil saat fashion on the street untuk hiburan. Mere-
ka didampingi oleh guru pendamping, Ni Made Puteri, S.Pd. Menurut Suprapti, pengembangan bakat kesenian ke para siswa tetap dilaksanakan sekolah. Dari pembinaan itu banyak menghasilkan juara. “Pengembangan di bidang seni tetap kami lakukan. Sering dapat juara. Pengembangan bakat seni siswa memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah,” kata Suprapti. Di samping memberikan ilmu pengetahuan, menurutnya tujuan pendidikan juga untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Beberapa waktu lalu misalnya pada acara Gebyar Kewirausahaan dan ulang tahun sekolah, SMAN 4 menampilkan bakat dan kreativitas tari siswa. Siswa menampilkan tari massal berjudul tari terbunuhnya Raja Kamsa. Selain itu juga di ekskul tari itu menampilkan sendratari Putri Nyale yang diiringi dengan gendang beleq. (ron)
NTB Raih Juara II Lomba Bercerita Islami di Ajang FASI Mataram (Suara NTB) Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Tingkat Nasional ke X digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) cukup membanggakan bagi kontingen NTB. Kontingen NTB sejauh ini telah mampu meraih hasil positif dengan meraih juara II pada kategori lomba bercerita kisah Islami melalui salah satu kontingen Dzaky Raihan Daffa Purnomo. Daffa – panggilan akrabnya merupakan siswa MTsN 1 Mataram. “Alhamdulillah cucuku Daffa Purnomo meraih juara dua Lomba bercerita Kisah Islami pada Festival Anak Soleh Indonesia ke X di Kalimantan Selatan,” ujar Hj. Yunida Bondan yang turut mendampingi Daffa ke Kalsel melalui sambungan teleponnya, Minggu (15/9). Dituturkan Yunida Bondan, penentuan juara pada kategori lomba ini sempat mengalami perdebatan antar dewan juri yang satu dengan dewan juri lainnya. Sebagian juri menilai, Daffa Purnomo yang lebih pantas menjadi juara satu. “Tapi nggak apa-apa, Allah yang sudah menentukan,” tuturnya. Diketahui, ada sebanyak 3.700 anak atau peserta, dita-
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Dzaky Raihan Daffa Purnomo usai meraih juara II Lomba Bercerita Islami pada FASI X di Kalimantan Selatan foto bersama Walikota Banjarmasin dan para pendamping, Minggu (17/9). mbah 10.000 penggembira yang hadir di acara FASI X tingkat Nasional. Mereka tergabung dalam 22 kontingen yang hadir dari 22 provinsi di Indonesia. FASI merupakan pagelaran lomba kreativitas santri berprestasi baik santri Taman Kanak-Kanak Alquran, Taman Pendidikan Alquran dan Santri Taklimul Qur’an Lil Aulad. Festival tiga tahunan ini memperlombakan berbagai macam jenis lomba, seperti tartil Alqu-
ran, hafalan juz’amma, tarjamah lafdziah, azan dan iqomah, ikrar dan lagu-lagu islami (nasyid), cerdas cermat Alquran, lomba mewarnai gambar dan ceramah agama Islam bahasa Indonesia. Keberhasilan Daffa meraih juara dua ini menjadi kebanggaan masyarakat NTB pada umumnya dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak saleh lainnya untuk terus belajar terutama ilmu agama. (dys)
Mataram (Suara NTB) Upaya peningkatan kompetensi guru dilakukan agar para guru dapat memberikan peningkatan kompetensi para siswa. Sekolah terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dengan mendatangkan narasumber untuk berbagi dan berdiskusi untuk meningkatkan kompetensi guru. Kepala SMPN 6 Mataram, Azizudin, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, pekan kemarin mengatakan, pihaknya mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pembaruan pengetahuan dari masing-masing guru. “Kami mendatangkan narasumber dari luar atau dari dalam sekolah sendiri,” katanya. Menurutnya, banyak guru SMPN 6 Mataram yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat), baik di tingkat nasional atau daerah. Mereka diminta untuk memberikan pengimbasan kepada guru lainnya. “Kita minta mereka untuk berdiskusi membagi pengalaman dan pengetahuan baru mereka kepada para guru di sekolah,” kata Azis. Dengan demikian, ketika
mereka saling menguatkan tentang pengetahuan dan kompetensi pembelajaran, maka akan juga berimbas kepada pengetahuan para siswa. Pembelajaran di kelas akan menjadi lebih baik lagi. Pembelajaran di kurikulum terbaru dapat diterapkan dengan lebih baik lagi ke siswa. “Bagaimana guru bisa membuat pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan kreativitas belajar guru apalagi teman guru di sini rata-rata instruktur juga,” katanya. Di SMPN 6 Mataram dilaksanakan penguatan pendidikan karakter sesuai dengan budaya sekolah yang ada di SMPN 6 Mataram. Azis menjelaskan ada lima inti dari program penguatan pendidikan karakter itu, yaitu dari sisi religius, nasionalisme, gotong royong, mandiri dan integritas. Pada sisi integritas harus juga ditekankan melalui optimalisasi proses belajar mengajar. Serta akselerasi kompetensi guru, pegawai, dan siswa. Program pengayaan, uji coba, literasi, dan pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga digiatkan. (ron)
Kemah Pendidikan Karakter
Siswa SMAN 1 Lembar Wakili NTB SISWA SMA 1 Lembar Diaz Ramadhan Yuda Putra mewakili NTB di kegiatan kemah pendidikan karakter tingkat nasional yang bakal diadakan bulan depan. Keberhasilan siswa kelas X ini setelah melalui seleksi dit ingkat provinsi mewakili Lombok Barat (Lobar). Diaz – sapaan akrabnya bersama 100 peserta dari seluruh kabupaten/kota diseleksi pada kemah pendidikan karakter yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB di Hotel Grand Legi, Selasa 12-15 September lalu. Ditemui di ruang Kepala SMAN 1 Lembar, Diaz tengah melaporkan hasil seleksi kemah di provinsi beberapa waktu lalu ke Kepala SMAN 1 Lembar Erni Zuhara. Diaz mengaku, jika dirinya mewakili Kabupaten Lobar mengikuti seleksi dengan 100 peserta lain terbagi atas 50 putra dan putri. Sedangkan Lobar saat itu, mengikutsertakan 10 orang di antaranya diwakili SMAN 1 Lembar, SMAN Gerung, SMAN 1 Kuripan, SMAN 1 Narmada, SMAN 1 Lingsar. Selama kemah, jelasnya, diberikan materi tentang keperibadian, kondisi mental dan lain-lain. Sekaligus para peserta ditunjuk sebagai agen pembaharuan dan perubahan. Para peserta ini berasal dari ekskul pramuka, PMR, paskibraka. Sedangkan dirinya, mewakili ekskul pramuka. “Jadi dari Lobar itu diambil dua, saya berdua sama siswi dari Narmada yang wakili di tingkat nasional pada kegiatan kemah pendidikan karakter,” jelasnya. Kriteria yang dinilai, jelasnya, antara lain sikap, tata cara makan, tepat waktu salat, tata cara berbicara, karakter dan si-
fatnya. Terkait pelaksanaan kemah di tingkat nasional, informasi yang ia peroleh bakal diadakan sekitar bulan Oktober, Mendapat kabar pserta didiknya terpilih mewakili Lobar dan NTB di level nasional, Kepala SMAN 1 Lembar Erni Zuhara gembira. Menurutnya prestasi ini pencapaian yang bagus sekaligus kebanggaan untuk SMAN 1 Lembar khususnya. “Ini pembuktian bahwa ekskul pramuka SMA 1 Lembar bisa berbicara di level kabupaten, provinsi dan nasional,” jelas Erni. Terkait komitmen sekolah memperhatikan anak-anak yang aktif di ekskul, pihaknya memberikan perhatian yang besar apalagi bentuk pendidikan karakter salah satunya melalui ekskul, sehingga diwajibkan bagi anak-anak ikut ekskul tidak saja pamuka. Menurutnya hal ini sekaligus menjadi bukti pendidikan karakter dapat terbangun dari ekskul. Ia menyebut di sekolahnya, ada 13 ekskul antara lain, pramuka, paskibraka, PMR, terbaru dikembangkan ekskul sanggar seni. Pihaknya mulai membangun potensi berkesenian anak-anak karena hal ini terkait olah rasa dari pendidikan karakter, termasuk memperhalus budi. Bahkan anak-anak sanggar tari akan tampil pada even Festival Senggigi. Terkait komitmen anggaran untuk mendorong ekskul juga diupayakan, termasuk memberi penghargaan bagi anak-anak dan pembina ekskul yang mampu membawa nama baik sekolah. “Hal ini saya lakukan semenjak masuk menjadi kepala di SMA ini. Kami berikan baik siswa dan guru semacam apresiasi penghargaan,”imbuhnya. (her)
Pengisian Kepala Sekolah Definitif Harus Tahun Ini Mataram (Suara NTB) Beberapa kepala SMA/ SMK Negeri di NTB masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. Pengisian kepala sekolah definitif ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB sudah menyerahkan konsepnya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Pengisian kepala sekolah definitif dan mutasi guru harus dilaksanakan tahun ini
agar mudah mengakuratkan data untuk pengangkatakan guru honorer. “Kepala sekolah yang mengisi Plt. konsepnya sudah kita kirim ke BKD, tinggal BKD serahkan ke Sekda. Harus selesai tahun ini, karena nanti kalau kita sudah rekrut yang honorer, harus sudah muncul sekolah mana yang kekurangan guru, kalau mutasi belum tuntas, belum bisa akurat datanya,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh.
Suruji, ditemui di kantornya akhir pekan kemarin. Menurutnya, mutasi guru untuk redistribusi guru juga konsepnya sudah jadi. Meski akan ada rencana mutasi, Suruji menegaskan akan menghindari rotasi antar kabupaten/kota. Karena ketika mutasi yang menyangkut jarak yang jauh akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Berkaitan dengan pengisian jabatan kepala sekolah yang masih lowong sebanyak
25 posisi masih dalam proses. Sementara itu, terkait dengan kepala sekolah yang bertugas lebih dari delapan tahun akan diberhentikan. Bagi kepala sekolah yang kinerjanya bagus akan diusulkan menjadi pengawas, sedangkan kepala sekolah yang kinerjanya di bawah ratarata diusulkan menjadi guru biasa. Pengangkatan kepala sekolah untuk SMA/SMK sendiri harus sesuai dengan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 tahun 2010, tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., mengatakan, saat ini sudah ada 63 calon kepala sekolah yang sudah memenuhi syarat untuk mengisi jabatan kepala sekolah. (ron)
(Suara NTB/her)
BERSAMA - Kepala SMAN 1 Lembar Erni Zuhara bersama Diaz Ramadhan Yuda Putra yang mewakili NTB di tingkat nasional pada acara kemah pendidikan karakter.
Halaman 11
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
Zohri Dipanggil Pelatnas Jangka Panjang Mataram (Suara NTB) Sukses mempersembahkan dua medali emas dan satu perak di pertandingan cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Lalu Muhammad Zohri akan dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang yang dipusatkan di Jakarta oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Demikian diungkap L. Muhammad Zohri kepada Suara NTB di Kendal, Jawa Tengah (Jateng) usai meraih dua medali emas di cabor atletik belum lama ini. “Saya dipanggil oleh PB PASI mengikuti Pelatnas Jangka Panjang. Semoga di Pelatnas nanti saya bisa meningkatkan limit waktu saya,” ucapnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu berhasil meraih medali emas di nomor 100 meter cabor atletik. Pelajar SMA 2 Mataram itu mencatat waktu tercepat 10.81 detik, mengalahkan atlet terbaik dari Jateng, Adi Ramli di peringkat kedua dengan catatan waktu, 11,06 detik dan peringkat ketiga diraih atlet asal Gorontalo, Israz Udjulu dengan catatan waktu 11.15 detik. Tidak hanya meraih medali emas, namun Zohri juga berhasil memecahkan rekor nasional kejurnas remaja dengan mencatat waktu terbaik 10.57 detik di babak penyisihan 100 meter. Dimana rekor nasional remaja sebelumnya dicatat oleh atlet asal NTB, Safwaturrahman 10,63 detik di kejurnas beberapa tahun lalu. Itu artinya catatan waktu Zohri lebih tajam 0,06 detik dari rekor nasional yang dibuat rekannya sesama atlet NTB beberapa tahun lalu. Zohri juga meraih medali emas di nomor 200 meter dengan catatan waktu terbaik 21. 58 detik, mengalahkan atlet Gorontalo, Israz Udjulu 21.88 di peringkat dua dan peringkat ketiga diraih atlet asal Jatim, Dewa Radika dengan cacatan waktu 22.25 detik. Selain di dua nomor itu Zohri juga berhasil meraih medali perak lewat tim estafet 4x100 meter putra. Bagi Zohri dua medali emas tersebut sudah ditargetkan sejak awal. Dan dia mengaku sangat bangga atas hasil yang dicapainya tersebut. Menurutnya prestasi tersebut bisa diraih tak lepas dari dukungan semua pihak khususnya dukungan orang tua,keluarga, pelatih dan Kadispora NTB yang sudah banyak membantu dari segi pembinaan atlet di daerah. Dia berharap kedepan bisa menyumbang medali emas ke ajang yang lebih tinggi khusus di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja tahun 2018. (fan) L. Muhammad Zohri (Suara NTB/fan)
HILANG
LOWONGAN
HILANG BPKB Asli R2, nopol : DR 6178 BA. Merk/Type Honda th.2006 warna hitam. Noka : MH1HB31136K597366, Nosin : HB31E-1596080 No.BPKB : STNK atas nama Lily Joharni Hilang disekitar Jl.AA Gde Ngurah Cakranegara menuju kantor Samsat Mataram
HILANG STNK R2 HONDA DR5052AK NOKA/NOSIN : MH1JBP113EK120136/JBP1E1119915 AN. BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA MATARAM HILANG DISEKITAR JL. CATUR WARGA MATARAM.
HILANG STNK R2 HONDA DR3746CN NOKA/NOSIN : MH1JFW117FK113688/ JFW1E1117086 AN. SARAFUDIN HILANG DISEKITAR JL. LINGKAR SELATAN
HILANG STNK R2 YAMAHA DR3935BS NOKA/NOSIN : MH328D30CAJ139966/28D2139B71 AN. SITI HAMIDAH APRILIANA HILANG DISEKITAR JL. AIRLANGGA KOTA MATARAM.
HILANG STNK R2 YAMAHA DR6299CH NOKA/NOSIN : MH32SV001EK083431/ 2SV-082821 AN. ARIF RAHMAN HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM
Atletik Raih Dua Emas dan Tiga Perak Mataram (Suara NTB) Pertandingan cabang olahraga atletik di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV sudah berakir, Sabtu (16/9) lalu. Kontingen atletik yang diperkuat 21 atlet berhasil mendulang dua medali emas dan tiga perak. Pelatih Atletik NTB, Akrin Ibrahim yang dikonfirnasi Suara NTB, via ponselnya, Minggu (17/9) kemarin mengatakan dua medali emas NTB diraih lewat Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter dan 200 meter putra. Selanjutnya tiga medali perak lewat, Lalu Azi di nomor 110 meter gawang putra dan 400 meter gawang putra serta perak terakhir diraih lewat
tim estafet 4x100 meter putra. “Pertandingan di cabor atletik sudah berakhir. Kontingen atletik berhasil meraih dua medali emas dan tiga medali perak,” ucapnya. Keberhasilan kontingen atletik meraih dua emas dan tiga perak itu disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto, Wakil Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono dan Ketua
Umum Pengprov PASI NTB, H, Suhaimi SH. Maklum para pejabat yang merupakan pemerhati olahraga di NTB itu ikut memberikan dukungan kepada 101 atlet yang berlaga di 10 mata lomba itu, yakni atletik, pencak silat, tarung derajat, tinju, voli pasir,voli indoor, taekwondo, karate, senam dan renang. Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi, SH,
mengaku cukup puas dengan raihan dua medali emas dan tiga perak dari cabor atletik tersebut. Pasalnya, raihan dua emas dan tiga perak tersebut melampaui prestasi NTB di Popnas tahun 2015, dimana pada Popnas 2015 cabor atletik hanya meraih satu emas di nomor tolak peluru putri atas nama I Dewa Ayu Ari Arianti. Itu artinya atletik berhasil meningkatkan perolehan medali emas di multi event nasional itu. “Alhamduillah perolehan medali emas di atletik sesuai target kita dua emas. Kita harapkan hasil ini bisa terus
dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan hingga ke ajang multi event atau event yang lebih tinggi lagi,” ucapnya. Diakui Suhaimi raihan medali emas NTB di atletik sebenarnya bisa tiga emas, tapi sayang atlet andalan NTB, Jubaidi terkena cidera sehingga membuat tim estefet 4x100 meter putra tidak lengkap, karena salah satu pelari intinya tidak ikut. Kegagalan di beberapa nomor andalan akan menjadi evaluasi atletik dalam rangka meningkatkan prestasi atlet di event yang lebih tinggi lagi khususnya di PON Remaja 2018. (fan)
Voli Indoor Terpuruk di Penyisihan Grup Mataram (Suara NTB) Tim voli Indoor NTB belum mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Tim voli indoor putra dan putri NTB terpuruk di babak penyisihan Grup setelah menelan kekalahan dua kali berturut-turut di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di GOR Universitas Negeri UIN Semarang, Jawa Tengah (Janteng), Jumat (15/9) lalu. Tim voli indoor putra NTB yang diperkuat kapten tim, M. Abie Pangestu dan kawan-kawan dikalahkan tim Jatim 0-3 saat bermain di laga kedua penyisihan Grup B, Jumat (15/9) lalu. Bahkan sebelum dipecundangi tim Jatim tim voli indoor putra NTB telah kandas lebih awal 1-3 atas Riau. Tidak beda jauh dengan penampilan tim voli indoor putri NTB, mereka samasama bermain kurang apik. Tim putri asuhan I Made Dita itu dipermalukan DKI Jakrta (Jatim) 0-3 di laga kedua, kemudian kalah 0-3 atas Sumatera Utara (Sumut) di pertandingan hari pertama. Pelatih Tim Voli Indoor NTB, I Made Dita yang dikonfirmasi Suara NTB usai pertandingan mengucapkan permintaan maaf karena anak asuhnya belum mampu mengharumkan marwah NTB lewat voli indoor di ajang muti event
RUPA-RUPA
(Suara NTB/fan)
DUKUNG KONTINGEN - Tim voli Indoor putri NTB berpose bersama Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS Kasdiono di GOR UIN Walisongo Samarinda, Jumat (15/9) lalu. Kedatangan anggota DPRD NTB untuk mendukung kontingen Popnas NTB. tingkat pelajar nasional itu. Menurutnya, kekalahan tim voli indoor NTB lebih pada minimnya persiapan. Selain itu kata Dita atlet NTB yang berlaga di ajang Popnas itu masih muda-muda dan belum semuanya memiliki pengala-
man tanding yang mumpuni. “Persiapan anak-anak kita sangat minim. Kita hanya melaksanakan TC selama sebulan untuk mengikuti event ini, jadi hasilnya belum masimal,” ucapnya. Diakui Dita, alasan kekala-
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.
han tim NTB juga karena kepindahan atlet voli indoor ke voli pasir. Beberapa pemain andalan voli indoor putra maupun pemain putri dipindahkan ke voli pasir. Hal itu sedikit membuat beberapa atlet voli indoor putra dan putri NTB kurang percaya diri menghadapi lawan-lawannya. Pasalnya, para atlet tidak percaya diri karena beberapa pemain yang dianggap sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata tidak bersama mereka. “Sebagian atlet voli indoor pindah ke voli pasir. Akibatnya, anak-anak kurang percaya diri karena teman-temannya yang sudah memiliki kemampuan bagus tidak bermain di indoor,” jelasnya. Tidak bermasud membuat alasan, namun diakui Dita salah satu penyebab kekalahan tim NTB karena tidak diperkuat pemain inti sebab beberapa pemain inti voli in-
SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
LOWONGAN AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
door NTB yang sudah mapan di voli indoor harus bermain di voli pasir. Kedepan, kata Dita, untuk tim voli indoor akan direncanakan lebih baik lagi terkait beberapa pemain inti, dalam hal ini para pemain voli indoor diharapkan bisa lebih konsisten untuk tetap bermain di voli indoor, sehingga pemain yang sudah dibina di voli indoor tetap kuat dan solid. (fan)
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836
Senin, 18 September 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 18 September 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
Senin, 18 September 2017
SUARA NTB
Halaman 14
Pasar-pasar Mentereng di Lotim Terbangun Tanpa Utang Dalam tiga tahun terakhir, terlihat pasar-pasar megah berdiri sebagai bentuk konkret pembangunan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Timur. Inilah gambaran salah satu bentuk nyata hasil karya pembangunan era kepemimpinan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin.
Bupati Lotim. H. Moch Ali Bin Dachlan meninjau lokasi pembangunan Pasar PaokMotong Kecamatan Masbagik
KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Lotim, H. Teguh Sutrisman, S.Sos., MM., memaparkan, semua pasar-pasar yang dibangun mulai dari pasar Tanjung, Pasar Keruak, Pasar Terara. Kelanjutan Pasar Paokmotong, kelanjutan Pasar Pohgading, Pasar Masbagik Lama, Pasar Sakra, Pasar, Pasar Paokmotong yang sudah terbangun itu tanpa berutang. Semua buah karya pembangunan itu bersumber anggarannya dari APBD Kabupaten Lombok Timur. Kadis Perindag Lotim ini menghitung, akumulasi nilai proyek pembangunan pasar-pasar sebagai tempat aktivitas ekonomi masyarakat tembus Rp 68 miliar. Tidak ditampik ada sumber anggaran dari pemerintah pusat, akan tetapi besarannya hanya 10 persen saja dari total pagu anggaran keseluruhan untuk pembangunan pasar. Diantaranya yang bersumber dari pusat ini adalah pasar Paokmotong, Pasar Montong Beter dan sebagian pasar Pancor. Dipaparkan, tahap pertama pembangunan Pasar adalah di Tanjung, Keruak dan Terara yang menelan dana sekitar Rp 22 miliar, Pasar Pringgabaya dan Pasar Sakra sekitar Rp 21 miliar, Pasar Sambelia dan kelanjutan Pohgading senilai Rp12 miliar. Tahun 2017 ini, sedang dalam proses pembangunan antara lain Pasar Pancor Rp 11 miliar, Pasar Kuliner Kelayu Rp 2,5 miliar dan Pasar Montong Beter nilainya Rp 5,4 miliar. Tidak terhenti sampai 2017, tahun 2018 sudah dipersiapkan lagi untuk membangun Pasar Apitaik, Pasar Kotaraja, Pasar Montonggading dan Pasar Suela. Prinsip pemerintahan Ali BD, tutur H. Teguh Sutrisman, pasar-pasar ini tempat aktivitas ekonomi masyarakat ini
nyaman dan aman. Karenanya, pasar-pasar yang sudah dibangun pun tetap diperhatikan pemeliharaannya. Seperti pasar baru Masbagik senilai Rp 34 miliar dari pinjaman Pusat Investasi Pemerintah (PIP) pada era kepemimpinan Bupati sebelumnya dilakukan pengecatan ulang sehingga lebih bersih. Termasuk pasar Terapung di Jenggik. Kebijakan pembangunan ekonomi dari pasar ini diyakinkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Hal itu terbukti dari jumlah tambahan perdagang di pasar-pasar baru tersebut. Sebelumnya rata-rata jumlah pedagangnya 200 orang menjadi 500-600 orang. Fakta ini kata Teguh menunjukkan adanya geliat pertumbuhan ekonomi. Selain pasar, pemerintah juga terus melakukan perbaikan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat gumi Selaparang. H. Teguh Sutrisman, alumni APDN dan menyelesaikan S2 di Univesitas Mataram ini mengatakan pasar yang dibangun dari pinjaman PIP dilanjutkan pembayaran cicilan utangnya era pemerintahan Kepala Dinas Perindustiran dan Bupati Ali Perdagangan (Perindag) Lotim, BD. (rus/*) H. Teguh Sutrisman, S.Sos., MM.
Pasar Keruak 2015
Pasar Sambelia 2015
Pasar Terara 2015
Pasar Labuhan Lombok
Pasar Sakra
Pasar Masbagik lama
Pasar Paok Motong
Pasar Tanjung
Pasar Umum Pringgabaya
Sedang dibangun Pasar kuliner Kelayu
Sedang dibangun Pasar Montong Beter
Sedang diperluas Pasar Pancor
RAGAM
SUARA NTB Senin, 18 September 2017
Momentum Tingkatkan Inovasi dan Ivestasi Dari Hal. 1 di Pantai Duduk, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu malam (16/9). Ditegaskannya berbagai penghargaan tingkat dunia telah berhasil disabet pemerintah yang membuat para wisatawan dunia ramai-ramai berkunjung ke NTB. ‘’Bahkan tahun 2016 lalu kunjungan wisatawan ke NTB menembus angka di atas 3 juta. Serta pertumbuhan pariwisatanya mencapai lebih dari 21 persen,’’ terang Wagub. Seraya mengajak untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata tersebut sebagai medium memudahkan proses berinvestasi bagi para investor. Ia mengingatkan bahwa salah satu paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pusat adalah menyangkut kemudahan berinvestasi.Kebijakantersebut,harus kita sukseskan bersama. Selain itu, Wagub juga mengajak untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, politik dan keamanan daerah yang telah terwujud dengan baik selama ini. Ia berharap seluruh pihak akan terus merawat nilai-nilai kebersamaan dalam membangun daerah. ‘’Mari kita terus bersinergi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Wagub yang saat itu hadir didampingi istri, Hj.Syamsiah M. Amin.
Sebelumnya di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muh. Faozal, S.Sos.M.Si melaporkan sebanyak 28 agenda Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017telahdilaksanakan.Menurutnya, sebagian besar agenda tersebut telah berhasil dilaksanaakan. Meskipun masih banyakyangperludibenahidan dilakukan evaluasi. ‘’BPLS tahun ini tidak hanya menarik wisatawan lokal. Namun, banyak wisatawan luar yang datang khusus menikmati festival-festival yang kita selenggarakan,’’ ungkapnya. Faozal menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan agenda BPLS 2017. Dengan harapan kegiatan yang sama tahun mendatang lebih baik dan menarik lebih banyak wisatawan. Penutupan BPLS 2017 tersebut berlangsung meriah. Sejumlah wisatawan mancanegara terlihat menikmati rangkaian acara yang ditampilkan pada event tersebut. Selain itu, para pelaksana Halal Travel Fair hadir memeriahkankan acara tersebut. Hadir sejumlah tamu di antaranya anggota FKPD Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat. Acara ditutup dengan Tarian Lombok Sumbawa Menyongsong Pagi. (lin/*)
Jangan Abaikan Aturan Dari Hal. 1 Orang nomor dua di NTB ini menambahkan, eksekusi anggaran jangan sekadar ngebut atau kejar tayang dengan melanggar rambu-rambu aturan yang ada. Ketua DPW Partai Nasdem NTB ini menegaskan, sangat penting kepatuhan terhadap aturan di dalam mengeksekusi anggaran. “Jauh lebih penting kepatuhan kita terhadap aturan daripada merealisasikan anggaran yang tidak tepat sasaran, efektif dan efisien. Jangan sampai berkonsekuensi hukum,” tandasnya. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui Badan Pegelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB sudah selesai melakukan penyisiran belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dan perjalanan dinas seluruh SKPD lingkup Pemprov NTB. Hasilnya,
sekitar Rp 2,3 miliar belanja ATK dan perjalanan dinas SKPD yang dipangkas. Penyisiran belanja ATK dan perjalanan dinas SKPD ini dilakukan TAPD menindaklanjuti hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) terhadap APBD Perubahan 2017. Dimana, Kemendagri meminta supaya Pemprov melakukan efisiensi belanja ATK dan perjalanan dinas. Selanjutnya, hasil efisiensi tersebut digunakan untuk menambah belanja modal. APBD Perubahan 2017 senilai Rp 5,4 triliun lebih. APBD Perubahan 2017 berjumlah Rp 5,4 triliun lebih. Anggaran sebesar ini dipergunakan untuk menambah alokasi belanja untuk mempercepat pencapaian 31 indikator RPJMD. (nas)
Penggerebekan Nihil Dari Hal. 1 Terduga pelaku dan korban saling kenal, lantaran mereka bertetangga dalam konteks hubungan sosial. Istri korban Bripka Gafur, berasal dari Kelurahan Penatoi, Mpunda, Kota Bima. Tempat sekolah putra korban pun masih di kelurahan yang sama, yang juga menjadi tempat kejadian perkara penembakan pada Senin (11/9) lalu sekitar pukul 07.15 Wita, seusai korban mengantar anaknya ke sekolah. “Menurut korban, dikenal pelakunya. Bahkan sering bertemu, kebetulan istri anggota kita ini tinggal di daerah yang sama dengan orang yang diduga sebagai pelaku,” beber Firli. Hal itu juga diperkuat dengan hasil penyelidikan tim yang dibentuk Polda NTB yang beranggotakan Densus 88 Anti Teror dan Ditreskrimum Polda NTB. “Berdasarkan petunjuk itulah danadaketerangansaksi-saksilain, bahwa pelaku ini juga punya teman yang sering pergi bermotor. Semua sudahkitakenali,”ungkapKapolda. Informasi dihimpun Suara NTB, salah satu korban disebut pernah menyebarkan selebaran di Masjid Istiqomah, Penatoi yang isinya menyudutkan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sementarasatukorbanlainnya, pernah terlibat persoalan dengan MN, yang merupakan adik kandung dari BL –mantan napi terorisme yang dihukum 5 tahun 8 bulan di Lapas Nusakambangan dan sudah bebas 7 September lalu. ‘’Belum bisa kita ungkap apakah ada permasalahan sebelumnya atau seperti apa. yang pasti adalah ada penyerangan dengan sen-
jata api rakitan. Yang pasti mereka adalah kelompok radikal,’’ tegas Firli. Akhir pekan lalu, Kapolda yang tengah menyelesaikan pendidikan Lemhanas di Jakarta memanfaatkanwaktusenggangnyauntukberkunjungkeBima. Jenderal bintang satu lulusanAkpol1990itujugamenyempatkanberkoordinasidenganjajaran pemerintah setempat. Masyarakat Bima menyuarakan penyesalannya perihal sikap kepolisian yang lantas menyebut penembakan polisi tersebut adalah aksi terorisme. Firli berpandangan, penembakan polisi oleh sipil bersenjata bukanlah perkara kriminalitas konvensional. Apalagi melihat rekam jejak TKP serta para pelaku yang berhasil diidentifikasi. “Yang pasti sampai hari ini identifikasi kita, tidak ada bukti kalau itu hanya kriminal biasa karena tidak pernah ribut. Anggota polisi pun tidak pernah ribut,” jelasnya. Kalau pun dia berkelahi, tentu akan berkelahi dulu, itu kalau kriminal biasa. Tapi kenapa ini tiba-tiba melakukan penyerangan, itu yang membuat hal ini terkait dengan gerakan radikal. “Kalau sudah tertangkap pasti akan terungkap bagaimana ini sesungguhnya. Namanya (terduga pelaku) kita tahu. Tapi tidak ada alasan itu hanya kriminal biasa,” ujarnya, menegaskan penembakan tersebut adalah aksi terorisme. Firli memastikan situasi NTB khususnya Bima kondusif meskipun pada awal pekan lalu diwarni aksi penembakan polisi. (why)
Halaman 15
Babinsa Koramil Total 12 Jemaah Haji NTB Meninggal 1806-04/Woha Bimbing Pelajar di Arab Saudi Mataram (Suara NTB) Menjelang kepulangan, jemaah haji asal NTB yang meninggal di Arab Saudi bertambah jadi 12 orang. Rata-rata, jemaah haji asal NTB yang meninggal di Tanah Suci berumur 52 – 87 tahun. Sementara itu, jemaah haji NTB Embarkasi Lombok dijadwalkan akan mulai tiba di Tanah Air pada Jumat (22/9) pekan ini. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag NTB, Drs. H. Sirajuddin, MM dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (17/9) siang kemarin. Ia menyebutkan, jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia di Arab Saudi antara lain, Marhan Bahrudin Abidin dari kloter 5 asal Lombok Timur. Kemudian, Usman Ismail dari Bima, Muhtar
Soro Idris dari Dompu dan Abbas Nurdin Hidayat asal Dompu dan Abdullah Bongko Ntilu dari Dompu. Kempat jemaah ini tergabung dalam kloter 8. Selanjutnya, Rusdin Umar Muhammad, Mursayid Sapardi Ahmad dan Susiadi Abdurrahman Alinah. Ketiganya berasal dari Lombok Timur kloter 3. Selain itu, Juruh Arya Banjar Getas dan Fajar Muhammad Sairah dari kloter 6 asal Lombok Tengah. Serta, Muhdin Muhrim Raodah dan Hurupiah Hasanuddin Abdurrahman, jemaah asal Lombok Tengah kloter 2. Sementara itu, bagi jemaah haji NTB yang sudah selesai melaksanakan ibadah haji, kata Sirajuddin semuanya dalam kondisi sehat. Sesuai dengan jadwal, jemaah haji NTB kloter 1 akan
tiba di Lombok pada Jumat (22/ 9) mendatang. Ia menyatakan, Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok sudah menggelar rapat persiapan mengenai kepulangan jemaah ini. “Kita sudah siap menerima kedatangan jemaah haji kita. Kloter pertama sesuai jadwal tiba tanggal 22 September,”ucapnya. Diketahui, pemberangkatan perdana Jemaah Calon Haji (JCH) NTB dilakukan 12 Agustus lalu. Jumlah kuota JCH untuk NTB tahun ini sebanyak 4.476 orang. Ditambah petugaspertugas lainnya menjadi 4.564 orang. Mulai tahun ini, JCH berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia Boeing 747 langsung dari Lombok Internasional Airport (LIA) menuju Arab Saudi. (nas)
BNN Antisipasi Penyalahgunaan Pil PPC di NTB Mataram (Suara NTB) Penggunaan obat PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) membuat heboh warga baru baru ini.Beberapapenggunanyaadayang berhalusinasi, bahkan telah merenggutnyawa.Tabletyangditemukan di Kendari Sulawesi Selatan dikhawatirkan akan masuk ke NTB. Antisipasi bersama dengan pengawasan semua pihak harus segera dilakukan. Salah satu langkah antisipasi itu dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB melalui upaya pencegahan, dengan berkoordinasi ke Balai Pengaasan Obat dan Makanan (BPOM) dan pengusaha apotik. “KitayangdibidangPencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN ini dalam sosialisasi selalu ingatkan zat itu. Kita ingatkan, agar contoh kasus yang terjadi di Kendari jangan sampai terjadi di NTB,” kata Kabid P2M BNN NTB, AnggraeniNinikMuniharti,SH.,MH kepada Suara NTB, Minggu (17/9).
Yang dia ketahui, PCC yang mengakibatkan sejumlah pemuda di Kendari teler itu, sebenarnya hasil oplosan Tramadol dan Somadril. Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium kandungan obat yang membuat seorang pemuda tewas dan lainnya menjadi bertingkah seperti zombie. Obat obatan seperti Tramadol sudah merajalela di NTB dan menjadi konsumsi alternatif karena sabu dianggap mahal. Sementara Somadril sudah ditarik dari peredaran, namun tetap saja beredar secara ilegal. “Obat obatan (bahan oplos PCC) ini beredar di NTB. Ada yang secara ilegal karena dibatasi peredarannya seperti Tramadol,” kata Renni, sapaan Kabid P2M. Soal langkah antisipasi dan pencegahan, sedang gencar dilakukan.Pihaknyaberkoordinasidengan BPOM untuk melakukan pengintaian jenis obat obatan campuran PCC ini. Meski tidak bias dijerat
dengan Undang Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009, namun pengedar gelap bisa dijerat dengan Undang Undang kesehatan. Karena jenis Tramadol dan Somadril bukan jenis narkotika, namun obat obatan yang masuk dalam dalam daftar G. Efek penggunaannyabereaksilebihcepatdari sabu sabu, bahkan daya rusaknya lebih mengerikan dari Sabu “Bentuk pengaswasannya, kita berikan peringatan kepada para pengusaha apotik. Sebelumnya saat peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Indonesia) juga kita ingatkan. Jangan sampai mereka memperparahperedarangelapTramadol ini,” ujarnya mengingatkan. Karena Tramadol yang jadi bahan oplosan PCC, bisa masuk secara legal dan illegal. Pengusaha apotik dibatasi pembelian hingga 100 strip. Namun karena ingin untung banyak, oknum pengusaha apotik bisa memesan berkali lipat. (ars)
Mencintai Budaya Bima
Mataram (Suara NTB) Kabupaten Bima memiliki seni dan budaya yang merupakan warisan Kesultanan Bima. Untuk itu, dalam rangka menjaga dan melestarikan seni dan budaya itu, Jumat (15/9) Babinsa Koramil 1806-04/Woha bersama Dewan Kesenian Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan pembinaan dan pelatihan konfigurasi dan teater kesenian kepada para siswa/ siswi SMAN 2 Woha, SMAN 1 Woha dan SMA Kae. Sebanyak 600 siswa/siswi mengikuti kegiatan latihan bertempat di lapangan sekolah SMAN 2 Woha. Babinsa Ramil 1608-04/Woha, Sertu Faris menjelaskan, kegiatan latihan dilaksanakan untuk mempersiapkan para siswa/siswi yang nantinya akan mengisi acara pembukaan MTQ Provinsi NTB yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang di Woha. “Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan seni dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Bima kepada para generasi muda,
sekaligus untuk menjaga dan melestarikan seni dan nilai budaya yang ada di Bima,” kata Sertu Faris. Diungkapkannya, antusiasme para siswa/siswi dalam mengikuti kegiatan latihan sangat tinggi. Dengan penuh semangat para pemuda ini melaksanakan berbagai tahap kegiatan latihan. Melihat antusiasme itu, ia yakin generasi muda masih punya rasa cinta terhadap budaya asli yang dimiliki oleh daerah dan bangsanya sendiri. “Banyak kaum muda kita lebih cenderung meniru atau mempelajari budaya luar yang tentunya bertentangan dengan budaya kita sebagai masyarakat timur, dan disinyalir banyak kaun muda tidak mengetahui budaya daerahnya sendiri. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini diharapkan para pemuda yang merupakan generasi penerus dapat mengetahui budaya yang dimiliki oleh daerahnya sendiri. Sehingga para pemuda akan lebih mencintai dan akan menjaga serta melestarikan nilai budaya yang dimiliki,” harapnya. (ars/*)
(Suara NTB/penrem)
Kegiatan pelatihan konfigurasi dan teater kesenian kepada sejumlah siswa/siswi di Woha Bima.
Server Diduga Mangkrak, Jaksa Agendakan Sita Bukti Lain Dari Hal. 1 Dalam penyitaan yang dilakukan Satgas Tindak Pidana Korupsi Kejati NTB Kamis (14/ 9), server ini merupakan barang bukti utama yang disita. Segala dokumen terkait administrasi rencana kerja dan dokumen yang menyertai penempatan server itu turut disita. Dalam berita acara penyitaan, alat ini tertulis tak berfungsi. Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH menyebut meski telah disita, server tersebut merupakan barang bukti penting yang harus disita untuk mendukung penyidikan. Namun menurutnya, ini bukan satu satunya
barang bukti yang disita. “Nilai server Rp 600 juta. Tapi ini bukan satu satunya barang bukti yang disita,” kata Dedi Irawan menjawab Suara NTB akhir pekan kemarin, sesuai informasi dari Kasi Penyidikan pada Pidsus, Zulkifli, SH,MH. Dedi menambahkan, ada delapan BPR se NTB yang terlibat dalam proses merger menjadi PT. BPR. Penggunaan server dan dana operasional yang jadi bidikan sebelumnya, bersumber dari delapan BPR tersebut. Sehingga masih ada barang bukti lain yang tak kalah penting dan harus dilakukan penyitaan. “Tentu penyitaan akan dilakukan terhadap barang-barang atau doku-
men pada delapan BPR jika ada kaitannya dengan indikasi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara,” kata Dedi. Penyitaan terhadap server di PD BPR Lombok Tengah itu hanya sebagian dari barang bukti yang disita. Sehingga pihaknya tidak mengenal istilah barang bukti utama, karena semua barang bukti yang disita merupakan petunjuk bahwa telah terjadi indikasi penyimpangan. Tidak dijelaskan kapan akan dilakukan penyitaan berlanjut dan objek yang akan disita. Termasuk sasarannya, karena BPR berada di delapan daerah, Bima, Dompu, Sumbawa,
KSB, Lotim, Loteng dan Lobar. Sementara yang bisa diinformasikan Dedi, setelah penyitaan itu, penyidik akan melakukan analisis yuridis. Hasilnya akan dilakukan ekspose untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus ini. ‘’Jadi penyidikan sekarang ini sifatnya umum. Tapi setelah ini akan lebih spesifik untuk penentuan tersangka,” jelasnya. Sementara barang bukti yang disita berdasarkan register penyitaan, buku rencana kerja tahunan BPR NTB Lombok Tengah. Lemari rak server yang berisi processor intel (R) Xeon (R) CPU, perangkat lunak dengan kapasitas 1.90GHz, 1.90 GHz dan empat buah server OS
Linux, installed memory (RAM) 16,0 GB (15,5 GB usable), system type 64-bit. Operation System x64 bassed processor , perangkat computer name, domain and workgroup setting. Computer name WIN -8J1 MPK10F6G terdiri dari computer name WIN -8J1 MPK10F6G, computer description, workgroup. Windows activation terdiri dari windows is activated read the microsoft software license terms, product ID 00376 – 40000 – 00000 – AA947, satu buah microtik ruterboard, satu buah switchhub Allied Telessis, satu buah PC Router (linux). Terakhir satu buah UPS APC 5000 VA dalam kondisi tak berfungsi. (ars)
Pemegang Saham Usulkan Tiga Nama Calon Dirut Bank NTB Dari Hal. 1 Ada juga beberapa direksi di Bank NTB yang memasuki masa pensiun, termasuk jajaran komisaris yang sudah mendekati berakhirnya masa bakti di Bank NTB. Karena itu, pemegang saham mengambil ancang-ancang untuk menyiapkan penerusnya. Nama-nama yang disebut dalam RUPS-LB kemarin, selanjutnya sesuai prosedur akan
dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan. Wagub mengatakan, memilih calon direksi harus sesuai prosedur. Dari mana saja calon Direktur Utama ini? Wagub juga menjawabnya secara umum. Soal asal calon, menurutnya buka hal yang prinsip di bank. Yang terpenting ia memenuhi kualifikasi untuk memimpin perusahaan. “Luar dan dalam itu bukan sesuatu yang prinsip bagi bank,
yang terpenting berkompetensi sesuai dengan kemampuan dia, berdasarkan rekomendasi OJK,” terangnya. Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid juga enggan berbicara soal apakah ada calon yang diusulkan. Yang paling penting menurutnya, untuk Direksi Bank NTB harus mengutamakan putra daerah. Kalaupun dari sisi kemampuan, pengalaman, belum memenuhi kompetensi, berikan pelatihan dan
minta komitmennya. Sehingga kedepannya ada putra daerah yang memiliki kompetensi itu. Direktur Utama Bank NTB, H. Komari Subakir dalam RUPS-LB kemarin menjelaskan secara utuh tentang revalidasi visi misi dan perilaku utama insan Bank NTB. Karena ini sangat penting kaitannya dengan menjaga nama baik perusahaan. Ia dan tim sudah menuntaskan rencana bisnis bank dari tahun 2018 hingga tahun 2022.
Target penerapan IT sudah sesuai dengan yang dijadwalkan. Selanjutnya yang akan mengoperasikan bank nantinya disarankan akan dikendalikan oleh lima direktorat, Direktur Utama, Direktur Pembiayaan, Direktur Dana dan Jasa, Direktur Umum dan Direktur Kepatuhan. ‘’Kami menyampaikan pesan supaya nanti ditetapkan orangorang yang sesuai dari sisi integritas dan kompetensinya,’’ demikian H. Komari.(bul/*)
Erica Majdi: Fashion Show Milik Rakyat Dari Hal. 1 Adalah Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua Dekranasda NTB yang memprakarsai berlangsungnya event yang betul-betul terasa sebagai malam milik perempuan NTB. Ericamenjelaskan,kalaubiasanya peragaan busana, apalagi yang melibatkan perancang busana nasional, dilaksanakan di hotel-hotel berbintangataugedung-gedungmewah. Kali ini Dekranasda sengaja menyelenggarakan fashion show di jalan. ‘’Agar peragaan busana tidak lagimenjadiacarabagikalangantertentu tetapi menjadi milik rakyat. Karena hakikatnya busana adalah
milik semua orang,’’ tegasnya. Dengan ini Dekranasda NTB ingin menjadikan tenun dan songket Lombok yang biasanya hanya wajib kita gunakan pada momen-momen tertentu, menjadi daily wear. Pakaian sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Digunakan sehari-hari oleh semua orang. ‘’Saya yakin, dengan demikian maka tenun dan songket NTB benar-benar dapat maju dan pengrajinnyamenjadisejahtera,’’ujarnya melengkapi. Sekitar 100 busana karya perancang busana lokal, yang tak lain adalah para perempuan dari berbagai organisasi perempuan se-NTB serta3perancangBusanaNasionalikut
ambil bagian dalam event Fashion On The Street 2017. Event tersebut digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah(Dekranasda)ProvinsiNTB bekerjasama dengan segenap pemangkukepentinganpembangunan sektor pariwisata NTB. Fashion show yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Halal Travel Fair (HTF) 2017 tersebut, dibuka Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, di Jalan Pejanggik Depan Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis malam (13/9). Ria Miranda, Irna Mutiara dan EpoelDaengHasanungadalahtiga dari nama-nama yang karyanya sudah dikenal dan diterima baik
oleh masyarakat NTB yang menjadi designer utama malam itu. Tidak terkecuali, istri Gubernur NTB, Hj. Erica Zainul Majdi juga tampil mengenakan busana hasil karya Ria Miranda. Hj. Erica itu tampil anggun dan cantik ke atas panggung didampingi 10 model yang mengenakan pakaian karnaval. Turut mendampinginya dalam peragaan itu, para perancang yang hasil designnya telah diperagakan oleh para model. Hj. Erica bersyukur Fashion On The Street bisa menjadi medium yang mewadahi para perancang busana untuk menampilkan karyanya yang ia yakini pada gilirannya akan mampu memberikan
kontribusi nyata pada kemajuan industri kreatif dan industri pariwisata halal di NTB. ‘’Karya Ibuibu Dharma Wanita, IWAPI, Bhayangkari, Hijabersmom, Ikatan Istri Dokter, PKK dan masih banyak lagi organisasi perempuan lainnya tampil diperagakan langsung oleh yang membuatnya. MasyaAllah ini bukti antusiasme perempuan NTB pada tenun dan songketnya sendiri. Antusiasme yang harus terus kita rawat dan tumbuh kembangkan,’’ ujar Hj. Erica. Jika tahun ini, kita menampilkan tenun Lombok. ‘’Insya Allah tahun depan, kain khas Sumbawa yang akan kita angkat,’’ kata Hj. Erica menutup acara. (*)
PATELKI, Satu Kata Sejuta Aksi Mendukung GERMAS DALAM rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
yang pada tahap awal ini berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30
menit per hari; 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin , DPW PATELKI NTB mengadakan Rapat Pimpinan Wilayah dan seminar ilmiah dengan t e m a “PATELKI, Satu Kata Sejuta Aksi Mendukung GERMAS” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan koordinasi Ahli Teknologi OUTBON - Suasana Outbon yang digelar PATELKI di Pantai Nipah
Laboratorium Medik (ATLM) dalam melaksanakan tugas. ATLM sebagai tenaga kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan Laboratorium Klinik merupakan salah satu profesi yang memegang peranan penting dalam mensukseskan GERMAS terutama dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin. Rangkaian kegiatan dilaksanakan tanggal 15,16,17 September 2017 di Hotel Lombok Plaza Mataram. Kegiatan diawali dengan Rapim PATELKI pada tanggal 15 dan tanggal 16 September 2017 dilanjutkan dengan outbond ke Pantai Nipah. Puncak kegiatan Tanggal 17 September 2017 yaitu seminar ilmiah dengan materi tentang Malaria, e-Learning dan Etika Profesi ATLM
Kegiatan diikuti oleh sekitar TLM dalam pemeriksaan laora- paikan kepada semua pihak yang telah mendukung terse500 tenaga laboratorium medik torium. Ucapan terima kasih disam- lenggaranya kegiatan ini. (TLM) dari seluruh NTB dan pengurus DPP PATELKI. K e t u a DPW PATELKI NTB Made Kartika,SSi mengatakan acara RAPIM dan seminar ini merupakan wadah untuk menyelesaikan masalah yang ada di masing-masing DPC kab/kota sekaligus untuk meningkatkan ko- SEMINAR - Suasana seminar ilmiah yang digelar PATELKI, Minggu (17/ m p e t e n s i 9) di Hotel Lombok Plaza.
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 18 September 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
ICLS Berlangsung Sukses di Universitas Hamzanwadi Selong (Suara NTB) Sejak 14 September 2017 acara International Conference on Lesson Studies (ICLS) ke 8 resmi dibuka, masih saja para peserta luar daerah berdatangan termasuk pada tanggal 16 September 2017. Bahkan di hari penutupan, Kemristekdikti mengutus lima orang lagi perwakilan yang sebelumnya lima orang sudah berada di lokasi sejak awal. Hasil rekapitulasi panitia, peserta ICLS tahun 2017 ini sebanyak 301 orang dengan rincian 123 orang dari kampus luar Universitas Hamzanwadi dan 178 orang peserta internal. Jumlah ini tidak termasuk para guru madrasah yang ikut LS sebanyak 30 orang dan tim dikti yang datang serta keynote speaker/pendamping LSLC. Seluruh peserta berasal dari delapan negara (Indonesia, Jepang, Belanda, Thailand, Malaysia, Pilipina, Singapur, dan Inggris). 36 Perguruan Tinggi dalam negeri, 7 lembaga/institusi luar negeri, dan 19 Sekolah/madrasah tingkat SD, SMP dan SMA. Menurut Presiden ALSI, Sumar Hendayana, Ph.D, pelaksanaan ICLS tahun ini termasuk yang terbesar. “Alhamdulillah, kami merasa puas ICLS 8 berlangsung sukses. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas ker-
(Suara NTB/ist).
CINDERAMATA - Penyerahan cinderamata oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (kiri) kepada salah satu pemateri ICLS, ja keras, kekompakan, dan keramahan teman-teman di Univeresitas Hamzanwadi. Terus terang saya merasa terharu atas kerja keras tanpa pamrih dan enjoy dari temanteman Hamzanwadi. Saya juga bangga sama para mahasiswa yang care terhadap tamu-tamu,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, inilah spirit lesson study, collborative work dan collegiality di antara pimpinan dari atas sampai bawah. Spirit LS ternyata tidak hanya berlaku di kelas-kelas belajar saja, tapi
juga applicable dalam management organisasi, demikian pungkas Sumar. Dari pihak Kemristekdikti, Mulyono, juga tidak ketinggalan memberikan apresiasi. ‘’Hamzanwadi sudah lama saya dengar kehebatan dan kesuksesannya dalam berkompetisi dan setelah saya datang melalui acara ICLS, ternyata memang kampus yang hebat,’’ katanya. Salah seorang peserta Dr. Eri Sarimanah dari Universitas Pakuan (Unpak) Bandung mengungkap rasa syukurnya dapat ikut ICLS di Universitas Ham-
zanwadi. “Alhamdulillah sangat menyenangkan, hangat, ramah dan akrab suasana yang dibangun. Kami serasa tidak asing dan seperti bukan tamu saking akrabnya. ‘’Unpak kebetulan dinobatkan sebagai penyelenggara ICLS 9 tahun 2018. Bisa tidak nanti Unpak seperti ini. Semoga bias, ya Allah. Hamzanwadi sudah sangat bagus penyelenggaraan ICLS-nya lancar, sukses, dan tertib. Bravo Universitas Hamzanwadi,” ungkapnya. Tak lupa Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama semua pihak mulai dari Kemristekdikti, asosiasi Lesson study Indonesia, dan Pemerintah provinsi NTB yang memberikan support dengan baik sehingga pelaksanaan ICLS ini berlangsung sukses dan lancar. Begitu juga ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia yang telah mampu membangun kerjasama dengan sangat baik dengan penuh dedikasi tinggi menyukseskan ICLS ini. “Semoga Universitas Hamzanwadi makin Jaya,” pungkasnya. (yon)
(Suara NTB/why)
PENGARAHAN - JNE Head of Regional Jawa, Bali, NTB, NTT, Dian Afrizal memberikan pengarahan kepada agen JNE di NTB dalam Agent Gathering Mataram, Sabtu (17/9).
’’Agent Gathering’’ Mataram
JNE Terus Tingkatkan Pelayanan Mataram (Suara NTB) – Jasa Nugraha Ekakurir (JNE) Mataram mengumpulkan puluhan agen yang beroperasi di NTB, Sabtu (16/ 9) dalam acara JNE Agent Gathering Mataram. JNE terus meningkatkan pelayanannya dalam sejarah 27 tahun berkiprah di industri jasa pengiriman paket. JNE Head of Regional Jawa, Bali, NTB, NTT, Dian Afrizal menjelaskan, inti bisnis jasa pengiriman yakni mengenai kecepatan dan ketepatan sebagai bagian dari pelayanan pelanggan yang utama. "Delivery barang itu harus aman, mulai dari pengiriman sampai ke penerima. Cepat, tepat, aman, nyaman, itu konsep pelayanan kita," ujarnya didampingi Head of Branch JNE Mataram, Misti Lulu Indrayani. Kegiatan itu dihadiri 63 agen dari seluruh wilayah NTB yang diajak berdiskusi mengenai rencana strategis pengembangan JNE di NTB. Dian menambahkan, selain memiliki konsep pengembangan bisnis tersendiri, pihaknya juga memperhatikan keinginan pasar yang kerap berubah, termasuk pelayanan paket kilat ekspres. “Kalau mau menjadi pilihan, harus mengakomodasi apa yang diinginkan pelanggan,” tegasnya. Ia mengungkapkan, JNE saat ini menjadi pemimpin pasar industry jasa pengiriman dengan pangsa pasar mencapai 24 persen di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah NTB, JNE sudah memiliki jangkauan 50 persen wilayah dan ditargetkan untuk terus bertambah untuk memperluas jaringan. Pasar terbesarnya yakni seiring pesatnya pertumbuhan e-commerce, seperti situs jual beli online yang kini pemainnya juga semakin banyak. Pasar e-commerce membutuhkan jasa pengiriman sebagai bagian dari konsep berbelanja online. “Berarti kita masih dipercaya, untuk itu kita meningkatkan quality, teknologi. Jaringan kita kuat membuat orang semakin mudah,” kata Dian. JNE Mataram menargetkan perluasan jaringan hingga mencakup 90 persen wilayah NTB dalam dua tahun ke depan. (why/*)
(Suara NTB/yon)
PELEPASAN - Anggota pramuka MA Al Ijtihad Al Mahsuni Danger bersama para orang tua dan guru saat pelepasan pemberangkatan mengikuti Perwimanas ke-2 di Magelang, Sabtu (16/9).
Pramuka MA Al Ijtihad Danger Wakili Lotim ke Magelang Selong (Suara NTB) Dalam rangka Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) ke-2 yang bertempat di Akademi Militer Magelang dari tanggal 16 hinggal 25 September 2017, sebanyak 25 anggota pramuka dari MA Al Ijtihad Al Mahsuni Danger, Kecamatan Masbagik, dikirim mewakili Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pelepasan peserta dilakukan oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Lotim, H. Gufranuddin. Wakamad Prasarana dan Sarana, MA. Al Ijtihad Al Mahsuni Danger, Abdul Mufahir menjelaskan, jumlah peserta yang dikirim sebanyak 25 peserta beserta pendamping untuk mewakili Lotim. Dalam Perwimanas ke-2 ini, katanya, terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan, seperti wawasan kebangsaan, cerdas cermat Aswaja, survival, pawai budaya, pentas seni dan beberapa kegiatan lainnya. Dalam pelaksanaan beberapa kegiatan itu, nantinya akan dilakukan penilaian. Pasalnya, pada pelaksanaan Perwimanas ke-1 pada tahun 2014, gerakan pramuka perwakilan dari MA. Al. Ijtihad
Danger mendapatkan enam juara dalam event tingkat nasional yang diselenggarakan empat tahun sekali tersebut. Abdul Mufahir menjelaskan, untuk persiapan Perwimanas ke-2 tahun 2017 ini, persiapan yang dilakukan saat ini cukup matang. Misalnya, seleksi internal peserta dilakukan selama satu bulan berupa seleksi otak, fisik, mental dan psikologis. Untuk itu, ia meyakini, perwakilan dari MA Al Ijtihad Danger yang mewakili Kabupaten Lotim diyakini dapat meraih juara di beberapa aneka lomba yang dipersiapkan oleh panitia penyelenggara. “Peserta 25 orang ini yang lolos seleksi internal dari 75 orang mengikuti seleksi dengan sistem seleksi proporsional untuk mewakili per kecamatan. Persiapan di semua mata lomba sekitar 95 persen dan akan bersaing dengan 6.528 peserta lainnya dari seluruh Indonesia. “tegasnya pada Suara NTB, Sabtu (16/9). Diungkapkannyan, dikirimnya anggota pramuka dari MA Al Ijtihad Danger yang masuk dalam Gugus Kwaran Masbagik Kwarcab Lotim ke tingkat
nasional hingga tahun 2017 ini merupakan kelima kalinya. Di mana, untuk Raimuna sebanyak tiga kali dan Perwimanas sebanyak dua kali sejak dibentuk sejak tahun 1998. Dipertahankannya gerakan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler siswa dikarenakan merupakan wadah pembentukan karakter siswa. “Saat ini jumlah anggota gerakan pramuka di MA. Al Ijtihad Al Mahsuni Danger sebanyak 95 anggota,” tandasnya. Sementara, Ketua Kwarcab Lotim, H. Gufranudin mengaku sangat mengapresiasi dikirimnya anggota pramuka dari MA Al Ijtihad Danger untuk mewakili Lotim ke tingkat nasional. Langkah itu, menurutnya, menunjukkan bahwa terdapat banyak kegiatan di lingkup Kwartir Cabang Lotim. Artinya, hal tersebut tidak terlepas dari predikat Lotim yang menyandang status sebagai predikat Kwarcab tergiat nomor satu se-NTB. “Gerakan pramuka di MA Al Ijtihad ini sangat kita apresiasi. Ini merupakan surprise bagi saya karena Ponpes ini mampu mewakili Lotim di kancah nasional,”singkatnya. (yon)