HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 18 MARET 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 13 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
BPR Mitra Harmoni Bagibagi Hadiah untuk Nasabah Penerima Kredit Bagi-bagi
(Suara NTB/bul) (Suara NTB/bul)
FOTO BERSAMA - Foto Bersama usai undian perdana program Kredit Pintar BPR Mitra Harmoni Mataram.
CINDERAMATA - Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menerima cinderamata dari Direktur Utama BPR Mitra Harmoni Agus Sutanto, ST.
Mataram (Suara NTB) PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mitra Harmoni Mataram membagi-bagikan sejumlah hadiah menarik kepada para nasabahnya, khusus nasabah pemerima kredit. Hadiah diberikan kepada nasabah yang tercatat disiplin menunaikan kewajibannya (nasabah lancar). BPR Mitra Harmoni disebut-sebut satu-satunya perbankan di Provinsi NTB, bahkan di Indonesia yang memberikan hadiah kepada nasabah penerima kredit, bukan nasabah penabung atau deposito. Pemberian hadiah dilakukan
dengan mekanisme undian. Seluruh nasabah penerima kredit dengan katagori lancar di undang pada prosesi undian perdana program Kredit Pintar (Proses Instan) di Hotel Grand Madani Mataram, Minggu (17/3) kemarin. Yang belum menjadi nasabah BPR Mitra Harmoni juga turut diundang. Hadir menyaksikan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Provinsi NTB, Yanuar Alfan. Bersambung ke hal 11
Lagi, NTB Diguncang Gempa Mataram (Suara NTB) Lagi, NTB diguncang gempa. Gempa terjadi Minggu (17/3) sekitar pukul 15.07 Wita dengan kekuatan 5,4 SR dan gempa susulan dua menit kemudian dengan kekuatan 5,1 SR. Berdasarkan data sementara, dua korban meninggal dan sejumlah korban luka-luka serta ratusan rumah rusak akibat bencana alam ini. Selain itu, sejumlah wisatawan yang sedang berwisata di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terjebak akibat longsor.
TO K O H Penuhi Kebutuhan Korban Gempa GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, langsung turun ke lapangan meninjau kondisi masyarakat pascagempa, Minggu (17/3) kemarin. Gubernur mengunjungi wilayah Montong Gading di Dusun Solong Desa Pesanggrahan Desa Montong Gading Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pada kesempatan itu, gubernur meminta supaya kebutuhun masyarakat harus terpenuhi malam itu juga. H.Zulkieflimansyah Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/humasntb)
KO M E N TTAA R
Kawal Proyek Rehabilitasi PROYEK rehabilitasi gedung pemerintahan dan Islamic Center (IC) diminta dikawal secara ketat, tahap demi tahap. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mengawal progres pelaksanaan proyek pascabencana itu agar dapat tuntas sampai perpanjangan waktu akhir Maret ini. Bersambung Ibnu Salim ke hal 11
Gempa yang cukup dangkal ini terasa di seluruh Pulau Lombok. Gempa mengakibatkan jalur wisata air Terjun Tiu Kelep, Dusun Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, longsor. Longsoran itu sendiri menimbulkan korban jiwa kalangan wisatawan, khususnya rombongan asal Malaysia. Informasi Basarnas, korban gempa yang telah dievakuasi dari Air Terjun Tiu Kelep sejumlah 14 orang. Disebutkan pula, masih tersisa tujuh yang masih dilakukan evakuasi di lokasi longsoran. Korban meninggal teridentifikasi atas nama Tai Sieu Kim, 56 tahun, berjenis kelamin perempuan asal Malaysia. Sementara satu orang korban meninggal yang juga wisatawan mancanegara, belum teridentifikasi. Untuk korban luka-luka, berdasarkan data Basarnas, terdiri dari Riska Tanwir, 19 tahun, asal Gunung Sari, Reza Alfian, 20 tahun, asal Gunung Sari, Lalu Arga Dimas Fernanda, 18 tahun, asal Marong, Lombok Tengah, Gurit Am, 17 tahun, Marong Lombok Tengah, Upik 6 tahun alamat Lendang Cempaka, Bayan, dan Sumawi, 30 tahun asal Bayan.
Sementara wisman yang sudah teridentifikasi sebagai korban luka terdiri dari Pang Kim Wah, 56 tahun asal Malaysia, Tan Cing Chuan, 62 tahun, Malaysia, Wong Silew Tan, 56 tahun asal Malaysia, Teoh Zheng Yi, 20 tahun asal Malaysia, Phua Poh Guax, 56 tahun asal Malaysia, Koks Shao, 60 tahun asal Malaysia. Diantara luka yang dialami korban dilaporkan, terdiri dari luka di kepala, betis, luka di muka, dan patah kaki. Sementara, berdasarkan informasi dan data di Puskesmas Anyar, Kecamatan Bayan, jumlah korban gempa yang masuk hingga pukul 19.00 Wita sebanyak 13 orang. Data yang berasal dari SAR dan Puskesmas relatif identik. Kecuali pada beberapa nama, misalnya korban atas nama Ong Lee Jye, Di Saiba, Shen Pek Chan (56) - dirujuk, bersamaan dengan Phua Poh Guax dan Tan Cing Chuan yang ikut dirujuk. Kabag Humas Setda Lombok Utara, Mujaddid Muhas, menyebut terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan terkena longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik. Sementara itu, pihak BPBD dan Dikes Pemda KLU telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personil dan paramedis. Kepala Puskesmas Senaru, Husnul, kepada wartawan menyebut jumlah sementara yang sudah dievakuasi sebanyak 23 orang. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/ist)
EVAKUASI - Salah seorang korban selamat berhasil dievakuasi dari objek wisata Air Terjun Tiu Kelep.
(Suara NTB/fasilitator bpbd)
RUSAK LAGI - Rumah warga yang rusak akibat gempa di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Rumah ini sebelumnya masuk program rehabilitasi pascagempa, namun mengalami kerusakan lebih parah.
Gubernur Minta Masyarakat Tetap Tenang Mataram (Suara NTB) Mendengar ada informasi gempa yang menimpa masyarakat Lombok, Minggu (17/3), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc langsung merespons dan bergerak cepat. Gubernur menuju lokasi yang menjadi pusat gempa yaitu di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Gubernur didampingi Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin, S. Sos., M. M.dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH langsung menemui warga di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lotim. Dengan membawa sejumlah bantuan tanggap darurat bencana, gubernur tiba di desa tersebut sekitar pukul 18.30 Wita. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/humasntb)
TINJAU - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meninjau langsung korban gempa di Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Lotim, Minggu (17/3) petang.
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 GEMPA beruntun dengan di bawah Gunung Rinjani. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Data lapangan dihimpun interval waktu pendek terde123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 teksi berkekuatan 5,4 SR dan Badan Penanggulangan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 5,1 SR, berdampak pada pro- Bencana Daerah (BPBD) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 gres penanganan rumah ter- Lombok Timur, rumah rusak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dampak gempa. Rumah yang akibat gempa tersebar di Ke123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 sebelumnya rusak ringan camatan Pringgasela, Keca123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dan sedang, menjadi rusak matan Sembalun, Kecama123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 berat akibat hancur terpapar tan Sambelia, Kecamatan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Aikmel, Kecamatan Mongempa Minggu (17/3). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Identifikasi awal damp- tong Gading dan Kecamatan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ak kerusakan rumah dan Sikur. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sementara itu, Kepala korban jiwa dominan terja123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 di di Lombok Timur, kare- Pelaksana BPBD NTB H. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 na radiusnya lebih dekat Mohammad Rum, MT 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 dengan epicentrum gempa, menjelaskan, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 yakni aktivitas sesar lokal Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Rumah Korban Gempa Rusak Lagi
Gandeng Telkomsel
Bank NTB Syariah Siapkan Kemudahan Layanan Perbankan dengan SMS Banking (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Satu lagi terobosan Bank NTB Syariah untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan yang lebih inovatif dan kompetitif di era kekinian. Bank NTB Syariah menjalin kerjasama dengan Telkomsel untuk layanan SMS Banking. Kerjasama ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo dan manajemen Telkomsel Mataram pada Pekan Sistem Pembayaran yang dilaksanakan Bank Indonesia di Lombok Epicentrum Mataram (LEM), Sabtu (16/3). Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/bul)
FOTO BERSAMA - Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Bank NTB Syariah dan Telkomsel Mataram pada Pekan Sistem Pembayaran yang dilaksanakan Bank Indonesia di Lombok Epicentrum Mataram (LEM), Sabtu (16/3).
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kisah Erni
Pasien Tak Punya Biaya untuk Cangkok Jantung Erni Juniarti (18) duduk di kursi plastik berwarna biru, Jumat (15/3) malam. Badannya kurus dan perutnya bengkak. Nafasnya tak beraturan dan sesekali mengoleskan minyak angin di hidungnya. Sarung motif bunga yang menutupi bagian perut dan kakinya berulangkali ditarik. ERNI adalah pasien miskin yang divonis oleh dokter mengalami kelainan di jantungnya. Penyakit itu diderita sejak berusia 12 tahun lalu. Sejak itu pula, keceriaan masa kecilnya terenggut. Dia tak bisa beraktivitas berat. Saat ini, Erni tinggal bersama paman dan bibinya di Kampung Banjar Timur, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Ayahnya sudah meninggal lima tahun
lalu. Sedangkan ibunya mengalami gangguan jiwa. Di rumah panggung sederhana itu, terdapat tiga kamar yang disekat menggunakan papan. Maklum saja, ada empat kepala keluarga yang tinggal di rumah warisan neneknya itu. Erni tidur bersama kakak perempuan dan ibunya di kamar utama. Sedangkan bibi dan pamannya menempati kamar lain. Dan, sisanya tidur bergeletak di depan TV. Penyakit diderita Erni baru
diketahui ketika kelas 6 SD. Awal mula, ia jatuh sakit dan dirawat beberapa bulan di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soedjono Selong. Diagnose dokter, Erni mengalami bocor jantung. “Antara jantung sebelah kiri dan kanan tidak berdetak sempurna. Ada yang pelan dan terlambat berdetak,” tutur Atik ditemui di rumahnya, Jumat (15/3) malam. Beberapa bulan dirawat, Erni diperbolehkan pulang dan tetap menjalani perawatan. Kondisi Erni perlahan pulih. Ia kembali bermain bersama rekan sebayanya. Meskipun demikian, ia tetap mengkonsumsi obat. Sekitar empat tahun tidak pernah cek kesehatan, kondisi Erni mulai
menurun. Keluarganya membawanya ke RSUP NTB. Vonis dokter cukup mengejutkan keluarga. Erni diminta dirawat ke salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, untuk mendapatkan tindakan medis. “Kita diminta membawa ke rumah sakit Harapan Keluarga di Jakarta untuk cangkok jantung,” tambah Winda. Kondisi Erni cukup parah. Karena alasan tak memiliki biaya, keluarganya memutuskan untuk merawat di rumah saja. Erni dibelikan obat anti nyeri di apotek seharga Rp9 ribu. Obat itu rutin dikonsumsi setiap hari untuk bisa menghilangkan rasa sakit. Selama perawatan di rumah sakit tutur Winda, ia ter-
bantu dengan kartu BPJS Kesehatan. Meskipun demikian, ada saja keterbatasan yang ditanggung. Misalnya harus membayar obat dan ditambah biaya makan keluarga yang menjaga di rumah sakit. “Dulu sempat saya daftarkan BPJS mandiri. Setelah dapat dari pemerintah, saya lunasi yang BPJS mandiri Rp815 ribu. Sampai sekarang ini pakai yang dari pemerintah,” tuturnya. Winda berharap ada mukjizat dari Allah untuk kesembuhan keponakannya itu. Dirasa mustahil cangkok jantung bisa dilakukan oleh keluarga mengingat biaya yang cukup besar. Apalagi operasinya di rumah sakit di Jakarta. (cem)
(Suara NTB/cem)
BOCOR JANTUNG - Erni Juniarti (18) menunjukkan hasil rekam medis dari rumah sakit. Erni adalah pasien miskin yang divonis oleh dokter mengalami bocor di jantungnya. Dokter menyarankan agar dilakukan cangkok jantung di rumah sakit swasta di Jakarta.
Trauma Gempa Terbatas Anggaran SAMPAH di sepanjang kawasan pantai Ampenan Kota Mataram berasal dari dasar laut yang dibawa gelombang. Sehingga saat ini, sulit dibersihkan juga karena keterbatasan anggaran untuk membentuk petugas. Camat Ampenan, Zarkasyi mengatakan sampah di pantai modelnya ketika gelombang tinggi disertai ombak justru sampah dari dasar laut ikut keluar. Jadi sekarang ini, cuaca gelombang tinggi sampai 19 Maret, maka percuma dibersihkan karena sampah tetap keluar. “Jadi kita tunggu nanti saat gelombang berhenti, nanti kita gotong royong bersama masyarakat,” ujar Zarkasyi kepada Suara NTB, Minggu (17/3). Sampah-sampah di pantai tersebut, kata dia, menjadi kendala bagi pihaknya dalam penanganan sampah karena faktor gelombang cukup tinggi. Pihaknya merencanakan gotong royong bersama warga di pada minggu depan. Lanjutnya, kalau membentuk petugas khusus di pantai Pondok Perasi namun menjadi kendala saat ini adalah keterbatasan anggaran. Petugas khusus yang sudah dibentuk cuma di tempat warga berjualan di Pantai Ampenan. “Maunya kita sih ia. Tapi kembali kita di kecamatan terbatas sekali dengan anggaran. Tentunya ini berat karena pantai kita ini sangat panjang, mulai dari Bintaro sampai Penghulu Agung,” kata Zarkasyi. “Sementara yang mempunyai tugas kalau secara khusus berbicara masalah sampah ini kan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” sambungnya. Dulu pernah ada petugas sampah dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM). Sempat berjalan dengan baik. Namun seiring waktu berjalan, lamakelamaan petugas BPM untuk sekarang tidak ada lagi atau sudah bubar. “Selama ini yang kita harapkan dari masyarakat, terutama masyarakat yang di pantai yang membersihkannya. Cuma kalau lagi musim gelombang seperti ini percuma juga dibersihkan, sekarang dibersihkan naik lagi, persoalannya begitu,” Zarkasyi tutupnya. (mhj) (Suara NTB/mhj)
Kader Posyandu Sudah Maksimal SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, SH., menyayangkan masih adanya kasus gizi buruk di Kota Mataram. ‘’Seharusnya sudah tidak ada (gizi buruk, red),’’ cetusnya menjawab Suara NTB di Mataram, Minggu (17/3). Pasalnya, Pemerintah dianggap sudah melakukan upaya-upaya yang luar biasa dalam mengatasi kasus gizi buruk. Ditambah, berbagai fasilitas ada di Mataram. Seperti rumah pemulihan gizi yang ada di Kampung Melayu, Ampenan Tengah Kota Mataram. Selain itu, kader-kader Posyandu juga rutin (Suara NTB/dok) melakukan penyuluhan keFuad Sofian Bamasaq pada ibu-ibu. ‘’Jadi gizi buruk ini terjadi ketika anakanak dikasi makan oleh saudaranya. Hanya beberapa suap, dipikir anak itu sudah kenyang. Ternyata anak itu belum kenyang. Cuma ini kelalaian dari oknum-oknum orang tua,’’ sesalnya. Fuad membantah kalau merebaknya kasus gizi buruk ini karena kurang maksimalnya kader Posyandu. ‘’Kalau ada kegiatan Posyandu, itu diumumkan di masjid-masjid. Kader Posyandu juga mencari sasaran ke rumah-rumah warga. Kadang kami juga diabaikan oleh masyarakat,’’ kata mantan kader Posyandu ini. Fuad menegaskan, upaya kader-kader Posyandu untuk menjangkau warga yang berkaitan dengan kegiatan Posyandu, sudah sangat maksimal. Imbauan maupun ajakan kepada masyarakat untuk datang ke Posyandu, tidak jarang mendapat tantangan yang tidak ringan. ‘’Kadang kita diabaikan, disepelekanlah,’’ keluhnya. Memberi penyadaran kepada masyarakat pentingnya kegiatan Posyandu, kata anggota Dewan dari dapil Ampenan ini, masih menjadi pekerjaan rumah semua pihak, baik pemerintah, kader Posyandu dan pihak-pihak lainnya. ‘’Nah di sanalah peran tokoh masyarakat, Lurah dan juga BKKBN,’’ imbuhnya. Fuad meminta kepada BKKBN supaya tidak hanya menerima laporan dari kader Posyandu. ‘’Perlu dari BKKBN itu juga turun ke Posyandu,’’ kata Politisi PDI Perjuangan ini. Fuad menyadari bahwa ketika kasus gizi buruk mencuat ke permukaan, tentu yang menjadi sorotan adalah pemerintah daerah dari tingkat kota hingga kelurahan. Namun, persoalan ini tidak bisa serta merta memvonis bahwa Posyandu kurang maksimal. Fuad mengatakan kerjakerja kader Posyandu sudah maksimal. Tidak sebatas melakukan pendataan, penimbangan, pemberian vitamin, tapi juga menyiapkan makanan tambahan. ‘’Kalau kita ingin maksimalkan kerja-kerja Posyandu, beri dulu kesejahteraan kader-kader Posyandu itu,’’ pungkasnya. (fit)
Pasien RSUD Memilih Pulang Mataram (Suara NTB) – Pasien di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Mataram trauma akibat gempa bumi berkekuatan 5,8 skala richter yang terjadi pukul 15.07 Wita, Minggu (17/3). Sebagian pasien memilih pulang karena tidak berani menempati ruang perawatan mereka. Empat pasien itu yakni Siti Khadijah, Nuruh Hidayah, Maisah dan ibu dari Fatriatun. Mereka dirawat di ruang di ruang Irna III. Raut wajah Siti Khadijah (70) terlihat pucat. Jarum infus masih tertancap di tangannya. Dia memilih keluar ruangan menggunakan kursi roda dibantu keluarganya. Khadijah ditemui Suara NTB, dengan suara kecil mengaku memilih pulang. Dia takut kembali ke ruang rawat inap. Guncangan gempa membuatnya kembali trauma. “Ndak sudah. Saya mau pulang saja,” tuturnya menggunakan Bahasa Sasak. Khadijah sudah tiga malam dirawat di RSUD Kota Mataram. Dokter belum menyarankannya untuk pulang. Meski demikian, ia tetap ngotot kembali ke rumah dan memilih berobat dengan cara tradisional. “Saya mau dipopot (pengobatan secara tradisional dengan cara dijampi, red) saja dulu,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Maisah. Dia mengingat betul kejadian gempa Juli lalu. Saat itu, ia sedang dirawat di RSUD Kota Mataram. Peristiwa serupanya mengingatkan kejadian sebelumnya. “Saya pulang sudah. Dulu, gempa pertama saya juga di sini. Ya Allah, besar sekali guncangannya. Sekarang kembali lagi dan di hari yang sama,” tuturnya. Warga Kelurahan Sayang – sayang ini, dijadwalkan pulang, Senin (18/3) besok. Namun, ia memilih pulang lebih awal karena masih trauma. Fatriatun dan Saebi memilih membawa juga pulang. Gempa bermagnitudo 5,8 sangat dirasakan guncangannya. Apalagi ibunya dirawat di lantai II bersama 13 pasien lainnya sama – sama memiliki rasa trauma akibat gempa Juli lalu. “Perawatnya nyuruh kita diam saja. Mereka bilang gedungnya aman – aman. Tapi mereka juga malah lari. Mending saya bawa pulang saja,” tuturnya.
(Suara NTB/cem)
TRAUMA GEMPA - Pasien di RSUD Kota Mataram, memilih pulang karena trauma akibat gempa berkekuatan 5,8 dan 5,2 skala richter yang terjadi pada Minggu (17/3). Fatriatun menceritkan, semua pasien termasuk perawat dan dokter berhamburan lari keluar untuk menyelamatkan diri. Hal ini membuat pasien bersikeras mau pulang. Dikhawatirkan justru ada gempa susulan, sehingga menelan korban. Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Ma-
Walikota Dilema Pecat ASN Eks Napi Koruptor Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku dilematis melaksanakan kebijakan pemerintah pusat untuk memecat tidak dengan hormat ASN mantan napi korupsi sebelum 30 April 2019. Jika tidak dilaksanakan akan berpengaruh terhadap posisinya sebagai kepala daerah. “Saya dilema juga dengan aturan ini,” kata Walikota pekan kemarin. Tercatat ada lima pegawai Kota Mataram telah menjalani masa hukuman. Dan, kembali berdinas setelah hukuman mereka selesai. Akan tetapi, dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil serta Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri menjadi malapetaka bagi ASN eks napi korupsi. SKB ini mengharuskan mereka dipecat. Dan, Pemkot Mataram mulai Januari lalu menghentikan gaji mereka. Terhadap kebijakan itu, Walikota minta perlu ada sikap dari provinsi untuk mengambil keputusan bersama. Kasus ini tidak saja terjadi di Kota Mataram. Dipastikan kasus serupa juga terjadi di kabupaten/kota bahkan di provinsi. Sikap bersama dimaksud Walikota, kalaupun kebijakan memberhentikan eks napi koruptor harus dilaksanakan bersama – sama. “Ini jadi pikiran berat saya. Mau saya kita
bersama provinsi mengambil kebijakan. Jangan kita telah menjalankan, ternyata daerah lain tidak melaksanakan,” tandasnya. Persoalan lain adalah, mereka yang terancam dipecat sedang mengajukan judicial review. Jika putusan memenangkan mereka, sementara pemerintah daerah telah memecat secara tidak hormat. Justru, ini akan menimbulkan permasalahan baru. Artinya, pemerintah di daerah menjadi sasaran dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, perlu ada sikap bersama pemerintah provinsi dengan kabupaten/ kota se – NTB. Sebab, regulasi ini harus dilaksanakan. Jika tidak berimplikasi terhadap pemecatan kepala daerah oleh pemerintah pusat. Bagaimana dengan mantan Kepala Dinas Pendidikan, H.Sudenom. Apakah akan masuk daftar nama pegawai dipecat? Walikota dua periode ini menyampaikan, kasus dialami mantan Kadisdik, H. Sudenom berbeda dengan lima ASN sebelumnya. Kelima ASN dihukum sebelum aturan keluar. Sedangkan, H. Sudenom divonis bersalah oleh pengadilan setelah aturan tersebut dikeluarkan. Secara otomatis yang bersangkutan dipecat sebagai pegawai negeri sipil. “Lima orang ini beda persoalannya. Ini sebelum SKB tiga menteri. Kalau dia (H. Sudenom) setelah SKB,”demikian kata dia. (cem)
haputra dikonfirmasi via ponselnya mengaku, kondisi pasien secara keseluruhan masih aman. Untuk pasien yang memilih pulang diakui, belum ada laporan. Sementara itu, Kepala Bidan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram,
Kurnia Mulyadi mengaku, gempa beruntun berkekuatan 5,8 dan 5,2 skala richter tak berdampak di Kota Mataram. Sementara ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa lainnya. “Sampai saat ini aman. Personel BPBD juga sedang mengecek ke lapangan,”demikian kata dia. (cem)
Rangkaian HUT IBI Ke 68
DPPKB Berikan Pelayanan KB Gratis Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram selalu ikutserta menyemarakkan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke 68. Kali ini, DPPKB memberikan pelayanan KB gratis kepada masyarakat di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela. Kepala DPPKB, Drs. Sutrisno menyampaikan, pihaknya tetap bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menjangkau masyarakat yang memiliki keinginan untuk ber KB. Pelayanan KB dinilai sangat penting untuk mengatur kelahiran. Momentum HUT IBI ke 68 ini dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan KB gratis kepada masyarakat. “Momentum ini sangat tepat mengingat peran IBI selama ini dalam pelayanan KB sangat penting,” kata Sutrisno pekan kemarin. MenurutSutrisno,keberhasilan program KB di masyarakat tidak
terlepas dari peran para bidan yang turut membantu pelayanan masyarakat lini di lapangan (penyuluh KB). Selain itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda juga menjadi motor penggerak keberhasilan program KB di tingkat lingkungan. “Mendorongmasyarakatuntukber KB perlu keterlibatan semua lapisan masyarakat,” tambahnya. Dengan demikian sambung Sutrisno, ke depan, kerjasama dengan IBI dan seluruh organisasi profesi atau pihak – pihak yang memiliki komitmen bersama membangun dan menyukseskan program keluarga berencana tetap dijalin. Pihaknya akan membuka ruang memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan ber KB. Sehingga, melahirkan generasi berkualitas. Dari pelayanan KB gratis tersebut didapati 10 warga menggunakan kontrasepsi dengan metode IUD, 16 orang menggunakan implant, suntikan 3 orang serta pelayanan IVA 23 orang. (cem/*)
Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Terhambat Dana Mataram (Suara NTB) Pemerintah pusat hingga saat ini belum mentransfer dana Rp55,150 miliar untuk perbaikan rumah kategori rusak sedang dan ringan pascagempa Juli dan Agustus 2018 lalu. Rekonstruksi rumah para korban menjadi terhambat. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rehab dan rekon yang juga Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzaki menyampaikan, sampai saat ini anggaran perbaikan rumah kategori sedang dan ringan sekitar Rp55,150 miliar lebih belum ditransfer oleh pemerintah pusat. Di satu sisi, pemerintah pusat menargetkan masa rehab dan rekon pascagempa bumi harus selesai pada 12 April mendatang. “Ya, pasti
terganggu,” kata Zaki dikonfirmasi pekan kemarin. Secara keseluruhan rumah rusak kategori sedang 2.777 unit. Dan, rusak kategori ringan 8.264 unit. Dana telah ditransfer oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana ke rekening BPBD Rp216,4 miliar. Dan, secara keseluruhan dana telah ditransfer ke Pokmas. Zaki menegaskan, target penyelesaian rehab dan rekon hingga 12 April tidak mungkin bisa selesai. Paling tidak kata dia, proses pencairan dana dipercepat sebelum batas waktu rehab dan rekon. Dan, proses pembangunan di masyarakat terus berjalan. “Ndak mungkin dengan waktu tersebut selesai,” tandasnya. Agar dana tersebut tidak ditarik kembali oleh pemerintah pusat dari rekening
BPBD. Dana itu harus sudah masuk ke rekening Pokmas. Pokmas didorong mempercepat penyusunan rencana anggaran belanja (RAB) untuk membeli material. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) H. M. Kemal Islam menambahkan, percepatan pembangunan rumah rusak sedang maupun ringan dibantu oleh TNI yang dikirim dari Bali. Selain itu, dari rapat koordinasi ada keinginan BNPB dana langsung masuk ke rekening BPBD provinsi. Artinya, ada fungsi pengawasan dari BPBD provinsi. Tetapi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis BNPB menyetorkan ke rekening kabupaten/kota terdampak. “Kita sudah rancang skenario percepatan rehab dan rekon ini. Salah satunya dengan bantuan TNI,” tandasnya. (cem)
(Suara NTB/ist)
PELAYANAN KB - Pengurus IBI Provinsi NTB dan IBI Kota Mataram berpose bersama di depan mobil pelayanan KB gratis milik DPPKB Kota Mataram, Sabtu (16/3) pekan kemarin. Pelayanan KB gratis dalam rangka HUT IBI ke 68.
Senin, 18 Maret 2019
SUARA NTB
Halaman 3
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Mengembalikan Kejayaan Emas Eks Pelabuhan Ampenan Mataram (Suara NTB) – Eks Pelabuhan Ampenan, ialah aset. Aset destinasi wisata baru dimiliki oleh Pemkot Mataram. Pelabuhan Ampenan memiliki sejarah terhadap kejayaan tempo dulu. Sebagai pelabuhan bongkar muat. Perputaran ekonomi sangat tinggi. Kejayaan ini sedang ditata kembali oleh Pemkot Mataram. Pasalnya, Eks Pelabuhan Ampenan memiliki keunikan tersendiri. Selain bangunan tua serta tiang besi bekas dermaga sebagai ciri khas, juga, terdapat empat suku. Yakni, Bugis, Melayu, Arab dan Cina yang masih bertahan hingga saat ini. Keberagaman sangat terasa. Mereka bertahan meski dengan aktivitas berbeda – beda, hidup berdampingan dan saling menjaga. Kebhinekaan ini bertahan sejak ratusan tahun lalu. Suasana berbeda dapat dirasakan memasuki Jalan Energi dan Pabean di Ampenan. Bangunan tua mengapit jalan raya. Ornamen di sepanjang jalan menguatkan bentuk keaslinan kota tua. Peninggalan sejarah lainnya adalah masjid tua di Kampung Melayu. Masjid ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Demikian pula, klenteng atau wihara hingga saat ini masih digunakan sebagai tempat sembahyang masyarakat Tionghoa. Melihat potensi wisata dan sejarah dimiliki oleh Kota Tua Ampenan, sejak beberapa tahun terakhir, Pemkot Mataram sedang bersolek. Menata tahap demi tahap kawasan
yang kini menjadi perhatian dunia. Intervensi dimulai dari penataan infrastruktur. Hal kecil dimulai mengecat bangunan tanpa menghilangkan bentuk asli. Jalan diperlebar, saluran irigasi diperbaiki hingga menata keseluruhan eks Pelabuhan Ampenan. Intervensi ini sebagai salah satu cara Pemkot Mataram “Mengembalikan Kejayaan Emas Eks Pelabuhan Ampenan.” Semangat mengembalikan kejayaan emas Eks Pelabuhan Ampenan kata Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dikonfirmasi pekan kemarin, secara bertahap dilaksanakan oleh pemerintah. Terlebih lagi masyarakat di Ampenan juga memiliki harapan yang sama. Harapan – harapan ini, tentu harus ada keseriusan untuk menangani secara total. Terutama dari kebijakan politik anggaran. Penataaan Kota Tua Ampenan maupun Eks Pelabuhan Ampenan, tidak bisa sendiri dilakukan karena membutuhkan anggaran cukup besar. “Oleh karena itu, kita menginginkan pemerintah provinsi maupun pusat meneruskan apa yang menjadi keinginan kita ini,” terangnya. Wawali menambahkan, penataan sudah dilaksanakan dan hasilnya mulai terlihat. Pembicaraan terakhir dengan Dinas Pariwisata NTB, ada anggaran Rp 2,8 miliar untuk menata kawasan tersebut. Ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah yang ditindaklanjuti lagi dengan mensosialisasikan masterplan penataan di Ampenan ke pedagang. Pelaku usaha merespon positif dan me-
mahami arah pembangunan pemerintah. Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dikatakan Mohan, satu hal yang paling penting adalah mempertahankan bangunan. Bangunan tua itu sebagai simbol nilai sejarah. Akan tetapi, Pemkot Mataram belum ada anggaran khusus untuk bisa mempertahankan kondisi bangunan. “Kami berharap ada dukungan pemilik bangunan untuk merawat dan mempertahankan bangunan itu,” harapnya. Persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini, bangunan tua itu tidak ditempati dan hanya dijadikan gudang. Praktis tidak ditempati gudang tidak dirawat. Pemkot Mataram tetap mempercantik dari hal kecil. Seperti memberikan ornamen. Menurut Mohan, ada keunikan dan keistimewaan tersendiri yang tidak pernah disadari ada di Ampenan. Keunikan itu diawali dari proses asimilasi dan akulturasi budaya. Eksistensi suku Bugis, Melayu, Arab dan Cina menjadi komunitas yang menyatu. Hal ini masih terawat walaupun ada dikantong – kantong tersendiri. “Saya pikir ini menjadi aset luar biasa untuk menginspirasi melihat perbedaan bisa dirawat dengan baik,” tandasnya. Sampai sekarang sambungnya, masih ada situs peninggalan masyarakat zaman dulu. Seperti bangunan masjid tua dan vihara. Untuk kerawat keunikan dan keistimewaan itu, Pemkot Mataram sedang bergerak dan secara bertahap menganggarkan sambil mengharapkan kesiapan masyarakat. (cem/*)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
NIP CPNS Keluar BADAN Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengungkapkan, jika Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 semuanya sudah keluar. Untuk itu, diharapkan kepada semua yang lulus agar mempersiapkan diri, karena tidak menutup kemungkinan akan mulai melakukan pengabdian pada akhir bulan Maret ini. Semua NIP sudah ditetapkan oleh BKN dan sudah (Suara NTB/yon) keluar. Bahkan sudah maYulian Ugi Lusianto suk ke inbox BKPSDM Lotim, “terang Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (17/3). Maka dari itu, katanya, saat ini NIP tersebut sudah dapat dicetak baik secara kolektif maupun petikannya melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan diajukan ke bupati untuk ditandatangani. “Yang menetapkan NIP ini Regional X BKN di Denpasar, Bali. Sehingga CPNS kita minta untuk bersabar,”harapnya. Diketahui sebelumnya, jumlah peserta yang melakukan pemberkasan dalam rekrutmen CPNS di Lotim sebanyak 189 peserta dari 225 formasi yang didapatkan. Dari 225 formasi yang didapatkan oleh Pemkab Lotim dalam rekrutmen CPNS 2018, jumlah formasi yang terisi sebanyak 189 formasi. Sementara yang tidak terisi sebanyak 36 formasi terdiri dari 32 formasuk khusus eks kategori II, 2 formasi dokter gigi, 1 formasi teknisi elektro medis dan 1 analis pelabuhan. Dengan keluarnya NIP itu, artinya sudah tidak ada berkas-berkas persyaratan yang diajukan oleh para CPNS. Mereka tinggal menunggu pemanggilan untuk penyerahan SK. Untuk penggajian CPNS ini sendiri akan berlaku sejak melaksanakan tugas (SMT). (yon)
Pola Pikir Pelayanan Kesehatan di Lotim Harus Diubah Selong (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih memiliki PR besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pasalnya, salah satu yang dihadapi yaitu berupa pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan. Termasuk pemahaman tenaga medis untuk lebih intensif di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Demikian disampaikan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lotim, dr. Hasbi Santoso, Sabtu (16/3). Dalam hal ini, ujarnya, pemberi pelayanan tidak terfokus pada aspek administrasi, tapi penanganan terhadap masyarakat yang sakit harus menjadi prioritas. Termasuk kesadaran masyarakat untuk datang ke pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat ditingkatkan. Terlebih saat ini pusat kesehatan masyarakat lebih dekat dengan masyarakat. Untuk itu, tambahnya, ke depan yang dibenahi adalah membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Itulah yang menjadi akar kesehatan masyarakat untuk mandiri di dalam menjaga kesehatannya.
“Keberadaan akses pelayanan kesehatan masyarakat tidak lagi menjadi persoalan. Kita memiliki 24 puskesmas ditambah pustu dengan tenaga medis yang mumpuni,” terang Direktur RSUD R. Soedjono Selong ini. Apalagi saat ini pemerintah daerah sudah mengeluarkan kebijakan per tanggal 1 Oktober 2019 untuk menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) bagi masyarakat miskin yang tidak tercover BPJS maupun KIS. Masyarakat pemegang SKTM akan terlayani di semua tempat pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas, RSUD kabupaten hingga RSUD provinsi.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, meminta kepada semua kepala puskesmas di Kabupaten Lotim diingatkan untuk patuh terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Lotim terkait penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh masyarakat dalam berobat. Apabila SKTM yang dipegang oleh masyarakat miskin ditolak oleh puskesmas, bupati diminta untuk memecat kepala puskesmas bersangkutan. Ditegaskan Daeng, salah satu tugas dari kepala puskesmas yang sudah ditunjuk yakni menjalankan apa yang menjadi visimisi kepala daerah di bidang kesehatan. Salah satunya janji
(Suara NTB/yon)
TINGKATKAN PARTISIPASI - Kreasi pentas seni, salah satu kegiatan yang dilakukan KPU Lotim meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Lotim, Minggu (17/3).
politiknya yakni memberikan pengobatan gratis terhadap warga miskin yang tidak difasilitasi oleh negara, seperti mendapat KIS, BPJS dan sejenisnya. Masyarakat cukup menggunakan Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) dari pemerintah desa. “Kita ingatkan kepada puskesmas maupun rumah sakit untuk tidak menolak SKTM. Apapun alasannya, kalau memang perlu rujukan, harus langsung dirujuk,” tegas dia. Apabila berbicara anggaran agar dikomunikasikan dengan DPRD Lotim untuk dapat dianggarkan secara sama-sama. Ini merupakan konsekuensi dari masyarakat miskin yang tidak mendapat fasilitas negara, sehingga inilah yang menjadikan bupati untuk membuat suatu kebijakan menggratiskan masyarakat miskin berobat gratis. Hal inilah yang harus dikawal dan diamankan dengan mengedepankan pelayanan dan penyelamatan.
(Suara NTB/dok)
Hasbi Santoso Adapun anggaran pelayanan SKTM sendiri sudah tersedia pada APBD Lotim tahun 2019 melalui Dikes Lotim, dialokasikan sebesar Rp5 miliar untuk mendukung pelayanan SKTM. Sehingga pada dasarnya sudah tidak ada permasalahan di dalam pelayanan ini terutama dari segi pembiayaannya. (yon)
Penghuni Rusunawa Labuhan Lombok Kabur
Sosialisasikan Pemilu dengan Cara Unik Selong (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus melakukan berbagai cara dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019. Salah satunya dengan menyuguhkan cara unik yakni lomba kreasi pentas seni dengan menampilkan grup/sekehe gendang beleq se-Lotim di Taman Tugu Selong, Minggu (17/3). Menurut Ketua KPU Lotim, M. Junaidi, lomba kreativitas pentas seni tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Artinya pemilu didesain untuk menarik perhatian pemilih dengan kemasan yang berbeda, sehingga keunikan ini menjadi cara menarik pemilih pemula supaya faham dengan demokrasi dan meningkatkan angka partisipasi. Sadarnya para pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya sangat berharga dalam menentukan nasib bangsa pada masa mendatang. “Ini merupakan strategi yang kita lakukan untuk pemilih-pemilih pemula untuk mengetahui waktu pemungutan suara, jenis surat suara. Sehingga ini salah satu strategi dari KPU Lotim dengan mengadakan kreasi sekehe gendang beleq. Sehingga dengan sekehe gendang beleq mampu mensosialisasikan terkait pemilu,” terangnya. Melalui kegiatan inipun, lanjut Junaidi, indikator sosialisasi tidak hanya ketika di lokasi acara. Tapi bagaimana ketika para peserta pulang ke kampung halamannya masing-masing menjadi bagian dari pemberi informasi kepada masyarakat sekitar. “Indikatornya yang hadir pada acara ini bukanlah menjadi sasaran utama sesungguhnya. Melainkan masyarakat melalui peserta ini dapat menjadi informasi kembali kepada masyarakat terkait pelaksanaan pemilu pada 17 April mendatang,” jelasnya. Bahkan untuk peserta sekehe gendang beleq inipun, KPU Lotim membaginya ke pelosok-pelosok di Kabupaten Lotim. Sehingga disampaikan lagi terkait pemilu 2019. Para pemain dari sekehe gendang beleq inipun sudah masuk dalam DPT. Jumlah DPT yang ditetapkan sebanyak 906.094 orang. “Kita mengajak kepada pemilih pemula untuk menjadi pioner yang mampu meningkatkan partisipasi pemilih,”ujar Junaidi. (yon)
Halaman 4
(Suara NTB/rus)
OBJEK WISATA - Objek wisata Dende Seruni Desa Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya. Objek wisata ini mulai diperkenalkan pada wisatawan.
Objek Wisata Dende Seruni
Di Antara Pesona dan Legenda Sang Putri yang Terpendam Selong (Suara NTB) Satu lagi tempat objek wisata alam yang dipoles sentuhan kreativitas dan kini telah menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung berlokasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Lokasi ini dinamakan, Objek Wisata Dende Seruni di Desa Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya. Kawasan itu adalah sebuah teluk kecil atau disebut oleh warga Seruni Mumbul dengan sebutan menanga. Kawasan yang dilihat di peta berbentuk air laut yang menjorong memanjang ke daratan. Air menanga ini tampak tenang tampak riak gelombang. Uniknya dalam menanga ini ada mata air yang konon dalam legenda sebagian orang Sasak menyebutnya tempat pemandian sang putri bernama Dende Seruni. Melihat potensi keindahan dan legenda sejarah yang masih terpendam, Desa Seruni mumbul mencoba memoles kawasan ini sebagai tempat wisata. Menggunakan Dana Desa sebesar Rp 480 juta, Desa Seruni Mumbul ini terbilang berani berinvestasi untuk membangun objek wisata buatann. Ketua BUMDes Seruni Mandiri Sejahtera, Zainul Wardi, menjelaskan, dilakukannya penataan kawasan tersebut terinspirasi dari beberapa daerah di Yogyakarta. Dituturkan Pak Di, sapaan akrab Ketua BUMDes Desa Seruni ini, dirinya sudah pernah melihat lang-
sung wisata di Yogyakarta saat berkunjung beberapa waktu lalu. Dengan wisata bisa dapatkan uang cepat. Dilihatnya, di daerah yang dipimpin oleh Gubernur seorang Sultan tersebut, aktivitas membajak sawah saja bernilai uang dan pendapatan buat desa. Beberapa daerah lain juga mengisyarakatkan hasil dari penataan lingkungan bisa mendatangkan uang sebagai sumber pendapatan untuk pembangunan dengan menata lingkungan, justru bisa mendatangkan uang. Targetnya setelah beroperasi akan bisa mendatangkan Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar per tahunnya. Dituturkan, sebelumnya lokasi yang dibangun itu adalah sebuah menanga tak bernilai. Tidak ada orang yang datang berkunjung. Meyakini ada potensi yang terpendam, sehingga desa berani mengalokasikan anggaran hampir setengah miliar. Sekarang ini, dana yang sudah dikeluarkan sudah mencapai Rp200 juta lebih dihabiskan. Tampak, dengan sentuhan seni kawasan ini telah menjadi magnet bagi para pecinta liburan dan berwisata. Pak Di mengatakan, rencana ke depan kawasan itu akan dijadikan lokasi wisata bersama dengan warga. Di mana, masyarakat pemilik tanah yang ada di sekitar kawasan akan diajak bermitra dan menghadirkan keuntungan bersama. Membangun wisata kata-
nya harus berbasis kemasyarakatan dan mengunjungi lokasi bisa juga sambil belajar banyak hal. Selain ada legenda sejarah tentang Dende Seruni, di lokasi ini banyak biawak yang bisa dijual pada wisatawan. “Biawak-biawak ini rencana kita akan melakukan penangkaran,” ucapnya. Mengenai nama diambil dari legenda Dende Seruni. Dende Seruni ini adalah seorang Putri yang sangat cantik jelita. Kecantikan Dende Seruni ini membuat Patih Mumbul jatuh hati dan ingin memperistrinya. Tipu daya sang Patih mencoba mengajak selingkuh Dende Seruni. Akan tetapi, kekuatan iman Dende Seruni membuat ia tak mudah goyah dan jatuh dari bujukan Patih Mumbul. Kemunculan objek-objek wisata buatan seperti d Seruni Mumbul ini disambut baik Dinas Pariwisata Lotim. Dipaparkan Kepala Bidang Pemasaran Dispar, Muhir, lahirnya prakarsa-prakarsa baru membuat objek wisata ini sangat diapresiasi. Apalagi di Seruni Mumbul ini prakarsa desa menata lingkungan berorientasi sapta pesona. Kawasan ini diyakini bisa menjadi salah satu alternatif wisata bagi warga sekitar dan bahkan wisatawan asing. Di mana ada nilai edukasi dan catatan legenda tentang Dende Seruni sebagai cikal bakal dari penamaan Desa Seruni Mumbul. (rus)
Selong (Suara NTB) Sebagian besar penghuni rumah susun sewa (rusunawa) nelayan di Labuhan Lombok kabur. Kini yang tersisa tinggal dua orang yang menempati gedung lima lantai yang dibangun 2017 lalu. Nasrun salah satu penghuni menuturkan, tidak ada lagi yang berani menempati setelah gempa Juli 2018 lalu. Nasrun menuturkan sebelum gempa tidak bisa dihitung jumlah penghuni. Karena semua kamar penuh. Kini tidak ada yang terlihat dan tidak diketahui kemana perginya para penghuni tersebut. “Kita kurang tahu juga kemana perginya, atau mungkin sewa di mana,” ucapnya. Para penghuni rusunawa ini kabarnya tidak ada yang berani lagi datang karena takut gedung lantai lima itu ambruk. Nasrun sendiri mengaku terpaksa tetap tinggal, karena tidak ada tempat tinggal lain. “Rumah saya kan tidak ada, meski gedung retak-retak kita terpaksa dan terpaksa saja tetap tinggal di sini,” ucapnya. Dituturkan, dulu ia membayar sewa ke pemerintah seharga Rp 250 ribu per bulan. Harga itu katanya berlaku untuk lantai tiga, empat dan lima. Sedangkan lantai satu dan dua dihargakan Rp 300 ribu. Alasan tak ada penghuni lagi dimungkinkan karena sudah tidak ada lagi air dan listrik. Dulunya air tetap mengalir dan listrik pun menyala. Kini kabarnya listrik dari PLN sudah dicabut. Air yang bersumber dari pompa sudah tidak berfungsi. Dengan sangat terpaksa pula, Nasrun dan keluarganya ini hanya menggunakan penerangan seadanya dan tidak ada TV dan alat-alat listrik yang bisa dinyalakan. “Ada kita pakai lampu aki yang kecil itu,
bisa menyala sampai setelah Isya dan setelah padam itu kita tidur,” kisahnya. Begitupun air sejak tak ada lagi penghuni, air pun tidak ada yang mengalir. Padahal di samping gedung lantai lima ini sebenarnya sudah ada mesin besar yang mengolah air. Akan tetapi tidak bisa berfungsi. Tidak ada aliran listrik yang bisa menghidupkan mesin air. Harapan Nasrun, gedung besar yang memakan biaya miliaran ini kembali diperbaiki. Diyakini gedung tersebut masih cukup kokoh untuk ditempati, karena kerangka bangunannya masih cukup layak untuk ditempati. Yang ada hanya retak di dinding, namun tidak ada bagian utama dari bangunan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim, Sahri mengatakan rusunawa Labuhan Lombok itu merupakan rumah singgah untuk nelayan. Diakui, kondisi rusunawa pasca gempa beberapa kali kurang baik dan diperlukan dana untuk merehab kembali gedung tersebut. Rusunawa Labuhan Lombok diketahui merupakan salah satu jalur gempa, sehingga mengalami kerusakan di bagian dinding. Namun, konstruksi bangunan termasuk tahan gempa, sehingga tidak terlalu parah tingkat kerusakannya. Ke depan katanya siap akan dikelola kembali setelah diperbaiki. Saat ini Dinas Perkim sedang melakukan studi banding dan mencari payung hukum mengenai pengelolaan rusunawa tersebut. Adanya warga yang tinggal di rusunawa tersebut sebelumnya kata Sahri hanya uji coba. Nantinya setelah ada payung hukum oleh pemerintah kabupaten akan diberlakukan sewa. (rus)
(Suara NTB/rus)
RUSUNAWA - Rusunawa di Labuhan Lombok yang kosong, karena penghuninya tidak berani menempati.
Wisatawan Senang Disambut ”Gendang Beleq”
Omzet Perajin Suvenir dan Jasa Angkutan Naik Tiap tahun kapal pesiar mengangkut wisatawan dari berbagai negara berkunjung ke Lombok. Di awal tahun ini saja sebanyak 9 ribu lebih wisatawan kapal pesiar singgah berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Lombok. Kunjungan ribuan wisatawan ini pun berdampak signifikan terhadap para perajin di daerah setempat. Omzet hasil penjualan kerajinan ketika kedatangan kapal pesiar mencapai puluhan kali lipat dibandingkan hari biasa. Karena itu pihak perajin merasa sangat terbantu dengan kedatangan para wisatawan asing dari kapal pesiar tersebut. SEPERTI yang terlihat Jumat (15/3) lalu, kapal mewah MV. Sun Princess tiba di Lombok melalui Pelabuhan Lembar. Kapal pesiar ini membawa wisatawan sebanyak 2.191 orang dengan jumlah kru kapal 855 orang. Kapal ini memiliki panjang 261 meter dan di Nahkodai oleh Capt. Jon Paul Briyant. Sun Princess datang langsung dari Pelabuhan Darwin, Australia. Kapal ini akan melanjutkan perjalanannya ke Pelabuhan Phu My, Vietnam pada pukul 18.00 Wita. Begitu turun dari sekoci
kapal milik MV. Sun Princess, ribuan wisatawa ini pun disambut oleh musik dan tarian adat Lombok gendang beleq. Mereka terlihat begitu tertarik dan senang disuguhkan musik dan tarian tradisional tersebut. Tak sekedar menyaksikan atraksi kesenian itu, sejumlah wisatawan juga mencoba memainkan musik gendang beleq. “Musik dan tarian ini sangat menarik dan menyenangkan,” tutur seorang wisatawan asal Australia. General Manager Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto menyampaikan kunjungan
wisatawan yang menggunakan kapal pesiar tentu membawa dampak positif bagi kebangkitan pariwisata di Pulau Lombok. “Dengan membawa penumpang ribuan orang ke Pulau Lombok tentu akan terjadi transaksi berupa jasa transportasi, kemudian berbelanja makanan dan suvenir.Selain itu wisatawan juga mengunjungi objek-objek wisata, seperti Taman Pura Narmada, Taman Pura Mayura, Gili Trawangan,Gili Nangu dan masih banyak lagi,”jelas dia. Sementara itu, ketua Kop-
erasi Pesisir Pasar Seni Senggigi, Mahayusi mengaku, jumlah pengunjung dari kapal pesiar yang datang ke pasar seni di Senggigi bervariasi tergantung jumlah tamu yang turun kapal. Terakhir jelasnya, terdapat belasan bus yang singgah di Pasar Seni Senggigi. “Setiap kali turun kapal pesiar, kami dapat jualan itu rata-rata Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, ada peningkatan omzet tajam ketika kapal pesiar turun,” jelasnya. Menurutnya, hasil penjualan tergantung jumlah pengunjung yang datang. Namun dibandingkan hari biasa, hasil penjualan cenderung sepi bahkan tidak ada. Ketika kapal pesiar datang, omzet penjualan meningkat tajam. Menurutnya, selama satu bulan kedatangan kapal pesiar tidak tentu, ada sekali, dua kali hingga tiga kali. Para pengunjung yang datang dari kapal pesiar ini jelasnya tidak
semua turun, namun sebagian tinggal di kapal pesiar. Para pengunjung yang diam di kapal ini, tuturnya, disiapkan pula tenda sebanyak 11 unit di areal pelabuhan. Tenda ini dipakai perajin menjajakan kerajinannya. Pihak perajin merasa terbantu dengan kebijakan Pelindo yang memberdayakan perajin lokal, para tamu diarahkan ke lokasi-lokasi perajin di Lobar. Sejauh ini tujuan pengunjung kapal pesiar, seperti Pasar Seni Sesela, Senggigi, Narmada, museum dan Lingsar serta Banyumulek. Hal senada disampaikan Ketua Pasar Seni Sesela Humaidi. Ia mengaku kunjungan kapal pesiar terakhir ke pasar seni, pengunjung yang datang sebanyak tujuh bus. Pihak pengelola menarik minat pengunjung dengan atraksi kesenian Lombok seperti peresean dan gendang beleq dan tari. Menurutnya, jumlah omzet hasil pen-
(Suara NTB/her)
JAJAKAN - Pelaku usaha oleh-oleh dan perajin suvenir menjajakan produk lokal di Pelabuhan Lembar bagi wisatawan yang turun dari kapal pesiar. jualan ketika kapal pesiar da- asanya hari normal tidak tentang meningkat tajam. Total tu, kadang tidak ada dapat, keseluruhan hasil penjualan Rp artinya ada peningkatan den10-15 juta, masing -masing per- gan hadirnya tamu dari kapal ajin berkisar Rp 3-5 juta. “Bi- pesiar ini,” jelasnya. (her)
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
Tumbuhkan Kesadaran Politik BERBAGAI upaya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) untuk mendorong partisipasi pemilih pada gelaran Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden bulan April mendatang. Salah satunya dengan membangun kesadaran politik masyarakat, terutama di kalangan pemilih pemula dengan menggelar ajang lomba kreasi dan pentas seni di Bencingah Adiguna Praya, Sabtu (16/3). “Ajang ini memang kita hajatkan sebagai wadah membangun kesadaran politik masyarakat, utamanya di (Suara NTB/dok) kalangan pemilih pemula Ahmad Fuad Fahrudin supaya mau berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang,” ungkap Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, Sabtu siang. Diakuinya, angka pemilih pemuda di Loteng cukup tinggi. Bahkan jika dipersentasekan hampir 30 persen dari pemilih yang terdaftar sebagai pemilih pada pemilu mendatang itu dari kalangan pemilih pemula. Artinya yang akan memasuki usia 17 tahun dan yang baru pertama kali sebagai pemilih pada gelaran pemilu legislatif, sehingga membangun kesadaran dikalangan pemilih pemula penting artinya. Diakuinya, untuk bisa menarik minat pemilih pemula memang butuh pendekatan khusus, karena pemilih pemula terkadang kurang begitu tertarik dengan politik, sehingga butuh penyadaran, bahwa politik itu penting. Paling tidak dengan ikut berpartisipasi, dengan menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang. Terkait lomba kreasi seni yang digelar KPU Loteng itu mempertandingkan dua mata lomba, yakni hadrah serta tari. Di mana baik hadrah maupun tari yang dilombakan, temanya harus berkaitan dengan pemilu. “Untuk peserta lomba seluruhnya pemilih pemula. Baik yang akan berusia 17 tahun April mendatang atau yang sudah berusia lebih dari 17 tahun,” ujarnya. (kir)
Baiq Sumarni Gugat KPU Loteng Praya (Suara NTB) Calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar Lombok Tengah (Loteng), Baiq Sumarni resmi menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng, ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram. Gugatan dilayangkan karena keluarnya keputusan KPU Loteng yang mencoretnya sebagai peserta pemilu legislatif April mendatang setelah sebelumnya tersangkut kasus tindak pidana pemilu (Tipilu). Kuasa Hukum Baiq Sumarni dan Partai Golkar Loteng, Muhanan, S.H., kepada Suara NTB, Sabtu (16/3), mengatakan kalau gugatan sudah disampaikan ke PTUN Mataram, Jumat (15/3). Pihak PTUN Mataram pun sudah mengeluarkan jadwal sidang terkait gugatan tersebut. “Gugatan atas keputusan KPU Loteng yang mencoret Baiq Sumarni, sudah masuk ke PTUN Mataram. Dan, PTUN Mataram langsung menyeluarkan jadwal sidang atas gugatan tersebut,” ungkapnya. Ia menjelaskan, terkait gugatan tersebut PTUN Mataram sudah menjadwalkan empat kali sidang. Sidang perdana akan digelar pada Selasa (19/3) besok dengan agenda penyampaian gugatan sekaligus penyampaian jawaban dari pihak tergugat dalam hal ini KPU Loteng. Sidang kedua dan ketiga akan digelar pada Kamis (21/3) dan Senin (25/3). Masing-masing mengagendakan pembuktian penggugatan dan tergugat. Barulah kemudian pada Kamis (28/3), PTUN Mataram akan bersidang untuk yang ke empat kalinya dengan agenda pembacaan putusan hakim PTUN Mataram. “Jadi proses gugatan memang berlangsung cepat. Hanya kurang dari dua minggu, sudah ada keputusan,” terangnya. Pihaknya dalam hal ini melayangkan gugatan memang murni untuk mencari keadilan. Pasalnya, keputusan KPU Loteng yang mencoret Baiq Sumarni, sebagai caleg DPRD kabupaten daerah pemilihan (dapil) III (Pujut-Praya Timur) cacat secara hukum, karena dasar pengambilan keputusan dinilai masih lemah. Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, membenarkan kalau pihak Baiq Sumarni sudah melayangkan gugatan ke PTUN Mataram. Pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari pihak PTUN Mataram dan sudah diminta untuk menghadiri persidangan perdana pada Selasa (19/3) besok. “Jadwal sidang sudah kita terima. Dan, KPU Loteng dalam hal ini siap untuk mengikuti semua tahapan persidangan yang ada,” ungkapnya. Fuad pun secara khusus memberikan apresiasi atas sikap penggugatan. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak penggugat bisa dijadikan contoh bagi semua pihak tentang bagaimana berdemokrasi yang baik. Bahwa ketika ada persoalan, lebih mengedepankan upaya hukum dari pada caracara yang tidak terhormat.(kir)
Penyidikan Kasus Marbot Harusnya Dihentikan Praya (Suara NTB) Suryahadi, S.H., kuasa hukum Camat Praya Barat Daya (Prabarda) tersangka kasus dugaan penyelewengan dana insentif marbot, menyayangkan langkah Polres Lombok Tengah (Loteng) yang tetap melanjutkan proses penyidikan kasus yang menjerat kliennya. Pasalnya, kasus tersebut seharusnya dihentikan, karena tidak ada ditemukan kerugian negara dalam kasus tersebut. Mengingat, sebelumnya ada penetapan tersangka oleh pihak kepolisian, tersangka sudah lebih dulu mengembalikan seluruh dana insentif marbot yang diduga diselewengkan ke negara. “Tersangka sudah mengembalikan seluruh uang yang diduga diselewengkan. Jadi tidak ada kerugian negara dalam kasus ini. Tapi nyatanya polisi tetap melanjutkan kasus ini,” ujar Suryahadi, kepada wartawan, Jumat (16/3). Namun demikian, pihaknya tetap menghormati langkah pihak kepolisian, karena merupakan bagian dari proses hukum yang ada. Tapi melihat fakta yang ada pihaknya optimis kliennya tidak bersalah, karena memang tidak ada ditemukan kerugian negara dalam kasus tersebut. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., Sabtu (16/3), membenarkan kalau tersangka sudah mengembalikan seluruh dana insentif marbot yang diduga diselewengkannya. Tetapi hal itu tidak mengugurkan proses hukum. Dalam arti, proses hukum tetap berjalan, meski sudah ada pengembalian. “Tersangka memang sudah mengembalikan dana yang diduga diselewengkan. Tapi itu menjelang di akhir proses penyidikan. Sehingga tidak sampai menghentikan proses penyidikan. Mungkin itu nantinya bisa menjadi pertimbangan yang meringankan bagi hakim dalam memutuskan perkara ini. Tetapi tidak sampai menghentikan proses penyidikan,” ujarnya. Lebih lanjut, Rafles menjelaskan, berkas perkara sendiri sudah dikirim ke jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. Untuk diteliti kelengkapannya, sehingga pihaknya kini tinggal menunggu petunjuk jaksa, apakah berkasnya sudah lengkah atau tidak. Kalau sudah lengkap, maka kasus tersebut segera ditingkatkan ke tahap dua. “Berkas kasus ini saat ini sedang diteliti jaksa. Jika memang lengkap, segera berkas bersama tersangka kita limpahkan ke jaksa,” imbuhnya. (kir)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Dana PKH di Lobar Jadi Temuan BPKP Giri Menang (Suara NTB) Dana bantuan program keluarga harapan (PKH) bagi 93 KK di Lombok Barat (Lobar) belum bisa dibayarkan kepada penerima bantuan. Pasalnya, data kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) penerima bantuan ini masih bermasalah. Jumlah penerima bantuan di Lobar yang awalnya bermasalah mencapai 1.000 KK lebih, namun bisa yang tersisa 90 KK saja. ‘’Hal ini menjadi temuan BPKP agar segera ditindaklanjuti oleh Pemda, dalam hal ini Dinas Sosial (Disos) Lobar ,’’ ujar Kepala Disos Lobar Hj. Made Ambaryati pekan kemarin. BPKP, ujarnya, menemukan warga yang belum dapat
dicairkan bantuan dananya, karena setelah diselidiki pakai KTP lama, mereka belum punya E KTP dan KK. Penerima bantuan PKH ini sudah ada nama-namanya. Setelah dicek di bank, terdapat 93 orang penerima ini be-
lum bisa dicairkan dana bantuannya, karena administrasi kependudukan bermasalah, karena masih menggunakan KTP dan KK lama. Dijelaskan, penerima PKH bermasalah di Lobar berkurang signifikan dibanding-
kan sebelumnya mencapai 1000 orang lebih. Namun setelah ditindaklanjuti, sampai saat ini tersisa 93 orang tersebut. Pihak bank tidak bisa memproses, karena penerima bantuan belum ada KTP elektronik dan KK. Penerima bantuan ini, ujarnya, bukan tidak mendapatkan bantuan, namun masih belum bisa dicairkan, karena perlu melengkapi persyaratan tersebut. Untuk membantu pengurusan persyaratan ini, pendamping PKH yang turun. Pihaknya
juga sudah koordinasi dengan bank., pihak bank menargetkan dalam satu pekan ke depan persoalan ini bisa dituntaskan. “Dalam satu minggu dana bantuan PKH ini bisa dicairkan,” jelas dia. Warga di daerah blank spot seperti di Narmada, terkendala perekaman E KTP ketika dilayani perekaman E KTP padahal saat itu banyak warga yang datang. Dalam hal ini, tidak bisa disalahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, karena masih ada kaitan dengan OPD lain. (her)
(Suara NTB/her)
LEMBUR - Tim dari Disperkim Lobar lembur menyelesaikan rekap data korban gempa yang masuk SK susulan dan SK revisi.
Dana Tambahan Gempa, Lobar Usulkan Rp75 Miliar Lebih Giri Menang (Suara NTB) Senin (18/3) ini merupakan batas akhir penyerahan usulan SK Bupati Susulan dan SK Revisi rehabilitasi dan rekonstruksi rumah gempa ke BNPB. Dari hasil validasi yang dilakukan tim, terdapat 3.509 unit rumah yang dimasukkan dalam SK Susulan dan SK revisi. Masingmasing, 3.246 unit rumah masuk SK susulan, korban gempa ini sebelumnya sama sekali tak masuk SK. Namun setelah dicek, mereka memenuhi kriteria. Ditambah 263 unit rumah yang masuk SK Revisi, di mana sebelumnya korban gempa ini ada kesalahan kategori (salah kamar) rumah. Total dana yang diusulkan untuk penanganan 3.509 unit rumah ini mencapai
Rp 75.665.000.000. Kepala wartawan, Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman, L. Ratnawi mengatakan berdasarkan hasil validasi terhadap hasil uji publik yang telah dilaksanakan di mana terdapat 10.500 unit rumah yang diusulkan kembali karena belum masuk di SK. Tetapi setelah tim validasi turun lapangan untuk pengecekan data warga yang belum masuk SK, namun memenuhi kriteria sebanyak 3.246 unit rumah. Riniciannya, rusak ringan sebanyak 1.817 unit dengan total dana Rp18.070.000.000. Rusak sedang sebanyak 637 unit dengan total dana Rp15.925.000.000 dan rusak berat sebanyak 792 unit dengan total dana Rp
Tangani Sampah
37.100.000.000. Disebutkan total jumlah usulan baru yang masuk dalam SK Bupati Susulan sebanyak 3.246 unit rumah dengan total usulan dana sebesar Rp 71.095.000.000. Dijelaskan, data hasil uji publik ditemukan 10.500 unit rumah yang sudah dicoret, namun diusulkan lagi, selain itu ada yang memang betul-betul belum pernah diusulkan. Setelah dilakukan validasi ke lapangan oleh tim, ditemukan dari 10.500 hanya sekitar 3.246 unit yang masuk kriteria. 3.246 unit inipun sudah dimasukkan dalam SK Bupati susulan. “Jadi 10.500 unit rumah hasil uji publik tidak bisa bisa masuk semuanya karena data-data
yang dulu sudah kita coret waktu verifikasi, karena tidak memenuhi kriteria dimasukin lagi, sehingga jumlahnya banyak,” imbuh dia. Ditambah lagi kata dia untuk SK Revisi Bupati yang terkait kesalahan kategori di lapangan sebagai dampak dari gempa lombok yang terus berulang-ulang terjadi sebanyak 263 unit dengan rincian rusak ringan sebanyak 16 unit dengan total dana Rp 160.000.000, rusak sedang sebanyak 106 unit dengan total biaya usulan Rp 2.650.000.000 dan rusak berat sebanyak 141 unit dengan total dana Rp 7.050.000.000. Total jumlah usulan terkait perubahan kategori rumah yang masuk dalam SK revisi sebe-
sar Rp 9.860.000.000. “Jadi total dana yang akan kami diajukan ke BNPB besok hari Senin sebesar Rp75.665.000.000, itu setelah dikurangi silpa dari dana hasil validasi di lapangan,”jelas dia. Ia menamahkan, rumahrumah yang masuk SK Bupati ini memang benar-benar rusak akibat gempa. Kalau ditemukan sekedar retak-retak sedikit, menurut dia tidak bisa akomodir masuk daftar penerima bantuan, sebab untuk menghindari salah sasaran di lapangan. Untuk itu, walau warga sudah memasukkan data belum tentu bisa masuk di SK, karena tim pemda melakukan pengecekan lagi ke lapangan. (her)
MTQ Tingkat Provinsi
Desa Lembar Selatan Lobar Bertekad Pertahankan Anggarkan Rp20 Juta Predikat Juara
Giri Menang (Suara NTB) Desa Lembar Selatan menjadi pintu gerbang masuknya kapal pesiar yang mengangkut ribuan wisatawan dari berbagai negara. Menangkap peluang ini, pihak pemerintah desa setempat pun mempersiapkan destinasi wisata yang ada di sekitar daerah setempat. Di antaranya, Pantai Cemara, makam keramat dan wisata mangrove. Di samping, mempersiapkan lokasi wisata pihak desa juga konsern menangani persoalan sampah yang menjadi keluhan wisatawan. Pemdes setempat menganggarkan dana Rp 20 juta untuk penanganan sampah. Kepala Desa Lembar Selatan, H Beny Basuki ST, mengatakan pihaknya mempersiapkan destinasi di wilayahnya untuk menggaet pengunjung dari kapal pesiar. Pihaknya sudah membuat aturan berupa dua perdes yang mengatur tentang wisata mangrove dan pesisir. Dalam perdes ini diatur masalah tiket masuk ke lokasi wisata, sebab selama ini kalau dipungut dikhawatirkan praktik pungli, karena belum ada aturan yang mengatur. Perda ini jelas dia sudah diserahkan ke kecamatan untuk dikoreksi. Untuk pengelolaan kawasan wisata ini, pihaknya akan menyerahkan ke BUMDes dan nanti mengatur secara teknis di lapangan. Sebab di lokasi mangrove sebagian besar warga memiliki lahan, sehingga perlu disosialisasikan bersama warga. Selain melalui perdes ini, jelas dia pihaknya juga berupaya menata kawasan wisata yang ada. Beberapa titik yang akan ditata, antara lain di Pantai Cemara bagian tengah. Di lokasi wisata ini akan ditata akses jalannya. Termasuk, penataan tiket masuk kawasan, akan diatur agar tidak terjadi gejolak. Persoalan yang urgen yang jadi atensinya, terkait sampah dan kotoran kuda. “Kita sudah anggarkan Rp 20 juta untuk penanganan sampah ini, kami juga akan koordinasi den-
(Suara NTB/her)
H. Beny Basuki gan instansi terkait baik di Pelindo dan ASDP untuk penanganannya,”jelas dia. Selama ini kata dia, terkesan persoalan ini hanya diserahkan ke desa. Sehingga kesannya, instansi terkait seperti Pelindo dan ASDP terkesan kurang dilibatkan. Untuk penanganan sampah ini, pihaknya berencana membuat bank sampah. Lokasi lahan sudah ada untuk disewa oleh desa. Sedangkan TPS yang sudah ada di pinggir jalan Batu Samban akan dirusak, sebab dari sisi keamanan sering terjadi kecelakaan akibat keberadaan TPS ini. Selain itu dari sisi pemandangan tidak elok, lebih-lebih jalur ini masuk jalan nasional. Termasuk, tambahnya, kotoran kuda yang banyak di jalur pelabuhan, pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan Pelindo agar program CSR-nya bisa diarahkan untuk penanganan persoalan kebersihan ini. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pelindo perihal penanganan sampah ini. Sebab jangan sampai wisatawan begitu melihat sampah menjadi terganggu. Lebih jauh kata dia, untuk menjual potensi wisata kepada wisatawan kapal pesiar pihaknya ke depan akan menyiapkan brosur berisi lokasi wisata yang ada di desa setempat. Pihaknya akan menawarkan kepada wisatawan lokasi wisata tersebut. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) keXXVIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi dibuka Sabtu (16/3) malam. Pembukaan MTQ yang dipusatkan di lapangan Kuripan itu, diawali dengan pawai ta’aruf pada sore harinya yang diikuti ratusan kontingen dari 10 kecamatan di Lobar. MTQ ini akan digelar selama enam hari, mulai hari ini Sabtu 1621 Maret 2019. Selaku tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi ini, Lobar menargetkan bisa mempertahankan predikat juara I seperti diraih pada MTQ tahun 2017 lalu. Antusias masyarakat sudah tampak sejak kegiatan pawai ta’aruf sebagai rangkaian awal pembukaan MTQ ke-XXVIII yang dipusatkan di Kecamatan Kuripan, Sabtu (16/3) siang. Masyarakat semakin bertambah ramai saat puncak pembukaan MTQ yang digelar di Lapangan Kuripan pada malam harinya. Gerimis yang turun tak mengurangi niat masyarakat menyaksikan event yang mengusung tema Dengan Kebersamaan dan Hati Kita Bangun Generasi Lombok Barat Yang Qur’ani. Pembukaan MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Lobar ditandai dengan pemukulan bedug oleh Sekda Lobar H. Moh. Taufiq diiringi warnawarni kembang api. Turut hadir dalam acara itu di antaranya, Wakil Bupati Lobar Terpilih Hj. Sumiatun, Ketua DPRD Lobar Imam Kafali, Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi, Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat se-Lombok Barat, dan tamu undangan lainnya. Kegiatan MTQ rutin digelar untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menghasilkan bibit-bibit qori yang jago tilawatil Qur’an. Kafilah Kabu-
(Suara NTB/humas Lobar)
MTQ - Pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Lobar digelar di Lapangan Kuripan, Sabtu (16/3). paten Lombok Barat beberapa tahun sebelumnya berhasil mengukir prestasi. Di tahun 2017 lalu Lombok Barat menjadi juara MTQ tingkat Provinsi NTB, kemudian di tahun 2018 keluar sebagai juara ll STQ tingkat Provinsi NTB. Tahun ini Lombok Barat dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Ke-28 yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. “Mempertahankan juara jauh lebih berat, dibandingkan menjadi juara. Tapi saya percaya, dengan tingkat pembinaan yang sudah dilakukan bersama, mudah-mudahan Kabupaten Lombok Barat dapat mempertahankan juara MTQ tingkat Provinsi NTB Oktober mendatang,” harap Sekda Lobar mewakili bupati. Taufiq juga mengingatkan, selain prestasi kegiatan ini diharapkan dapat membumikan Alquran, siar dan dakwah di masyarakat, sehingga Alquran sebagai kalamullah dapat lebih dipahami dan bisa dilaksanakan. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lobar sekaligus Ketua Panitia MTQ H.
Fathurrahim merinci, MTQ yang dilaksanakan sejak 1621 Maret ini diikuti 560 peserta dan melombakan 8 cabang dan 23 golongan yang terbagi menjadi 6 majelis. Adapun Majelis 1 mengambil tempat di arena utama yakni di Lapangan Umum Kuripan. Di sini memperlombakan cabang tilawah golongan anakanak, remaja, dewasa dan golongan cacat netra. Sementara itu, Majelis 2 bertempat di Masjid Attaqwa, Dusun Tongkeq Kuripan, memperlombakan cabang Qira’at Qur’an. Majelis 3 lanjut dia, bertempat di Masjid Nurul Haq Dusun Due Pelet Kuripan yang memperlombakan cabang Hifzil Qur’an 1-10 juz. Majelis 4, mengambil tempat di Masjid Mushalla Nurul Huda Dusun Tongkeq Kuripan dan melombakan cabang Hifzil Qur’an 20 Juz, 30 juz dan tafsir Bahasa Indonesia serta Bahasa Arab. Majelis 5, mengambil tempat di SMKN 1 Kuripan memperlombakan Cabang Fahmil Qur’an. Sedangkan di Majelis 6 mengambil tempat di SDN 2 Kuripan memperlombakan Khattil Qur’an.(her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
Penataan Ruang Lebih Ditertibkan Sumbawa Besar (Suara NTB)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa akan lebih menertibkan penataan ruang kedepannya. Hal ini guna mengurangi dampak penggunaan ruang yang tidak sesuai dengan aturan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si mengakui, belum lama ini pihaknya mengikuti rapat konsolidasi kegiatan penyelenggaraan tata ruang kabupaten/kota se-Provinsi NTB. Dalam pertemuan dibahas agar penyelenggaraan ruang di daerah ditertibkan. Karena (Suara NTB/ind) dengan perkembangan sekaH. Junaidi rang, ada beberapa ruang, wilayah atau kawasan yang pemanfaatannya tidak sesuai. “Makanya diminta bagaimana supaya penyelenggaraan pengawasan pengendalian ruang di daerah itu bisa mulai ditertibkan. Sehingga mengurangi dampak dari penggunaan ruang yang tidak sesuai,” ujarnya. Diakuinya, pihaknya bersama pemerintah provinsi membahas bagaimana percepatan rencana detail, termasuk rencana teknis ruang terhadap setiap kawasan. Dicontohkannya, dalam rencana umum tata ruang Sumbawa, sudah dibagi kawasan strategis. Dimana pihaknya diharapakan secara bertahap bisa mendetailkan seluruh kawasan yang berkaitan dengan kawasan strategis ini. Sehingga nantinya dapat memberikan arahan dan petunjuk bagi para investor yang ingin berinvestasi. “Misalnya investor ingin masuk untuk pengembangan jagung, dia sudah bisa melihat bahwa secara keruangan, berapa ruang yang bisa dimanfaatkan. Sehingga kemudian pemerintah bisa melakukan evaluasi dan pengawasan,” terangnya. Dalam kesempatan tersebut, lanjutnya, juga dibahas mengenai indikasi pelanggaran tata ruang. Misalnya jika ada beberapa lokasi atau tempat terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang, pihaknya diminta secara bertahap untuk melakukan pengawasan. Sehingga setiap pelanggaran tersebut bisa diberikan sanksi secara administrasi. “Diharapkan nanti kita mulai tertib untuk mendetailkan ruang. Sehingga begitu masyarakat atau pihak swasta ingin memanfaatkan ruang, sudah jelas dimana sesuai dengan ketentuan aturan. Jangan sampai kita mendorong investor, tapi arah ruang tidak bisa kita jelaskan. Intinya, bagaimana dokumen itu bisa menjadi acuan yang memang bisa kita acu bersama. Sehingga pemanfaatan ruang itu bisa efektif dan memberikan kenyamanan dan ketentraman,” pungkasnya. (ind/arn)
MUI Sumbawa Kutuk Penembakan di Selandia Baru Sumbawa Besar (Suara NTB)MUI Sumbawa mengeluarkan surat pernyataan sikap resmi terhadap kasus penembakan brutal jamaah di Mesjid Selandia Baru. MUI mengutuk keras aksi tak beradab tersebut. Sebagaimana disampaikan Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Syukri Rakhmat S.Ag, peristiwa penembakan tersebut sejatinya adalah aksi teroris yang sangat biadab dan permusuhan terhadap umat Islam. Kemudian mengimbau umat Islam untuk bersikap tenang dan tidak melakukan langah langkah kontraproduktif yang justru memperkeruh suasana. Selanjutnya, Syukri mengajak mendoakan saudara saudara Muslim di Selandia Baru yang wafat dalam aksi biadan tersebut. Korban mendapatkan tempat terbaik di Sisi Allah SWT. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar dapat menerima ini sebagai suatu ujian dari Allah SWT. (arn) Syukri Rakhmat (Suara NTB/arn)
Surat Suara DPR RI Selesai, KPU KSB Tunggu Pengiriman dari Surabaya Taliwang (Suara NTB) Proses pencetakan surat suara Pemilu 17 April mendatang untuk wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mulai dilaksanakan PT Puri Panca, Surabaya. Bahkan untuk surat suara pemilihan Caleg DPR RI telah selesai dan segera dikirimkan. Ketua KPU KSB, Denny Saputra, S.Pd mengatakan, pihaknya telah mengujungi proses pencetakan di Surabaya, Jumat lalu. Dari hasil pantauannya untuk surat suara pemilihan Caleg DPR RI telah selesai dan dijanjikan dikirim pada hari Sabtu. “Sebenarnya hari kemarin mau dikirim. Tapi tadi dapat info lagi dari rekanan katanya ada kendala teknis sehingga mereka menundanya,” katanya kepada Suara NTB, Minggu (17/3). PT Puri Panca, kata Denny, juga menjanjikan menyelesaikan sisa surat suara yang belum dicetak. Rekanan asal Surabaya itu bahkan berjanji dalam satu dua hari seluruh surat suara yang menjadi tanggung jawabnya selesai dicetak. “Hari ini mereka (Minggu) tetap cetak katanya untuk mengejar surat suara yang ke KSB,” sebutnya. KPU KSB kini menunggu pengiriman dari PT Puri Panca. Menurut Denny, jika tidak ada halangan akhir pekan mendatang seluruh surat suara itu telah pihaknya terima. “Proses pengiriman paling lama mungkin tiga hari,” paparnya. Selanjutnya ia menyampaikan, sambil menunggu kedatangan logistik surat suara itu, pihaknya kini tengah menyiapkan gudang untuk penampungan. Sebelumnya KPU KSB telah menambah satu gudang untuk menampung logistik Pemilu sebelum nantinya didistirbusikan pada hari pencoblosan nanti. “Kita ada tambahan satu gudang untuk Pemilu kali ini,” urainya. Disinggung soal keamanan gudang penyimpanan, Denny menjaminnya. Menurutnya, ada dua potensi gangguan terhadap logistik Pemilu. Pertama gangguan manusia dan kedua gangguan karena kesalahan prosedur penyimpanan terutama bagi surat dan kotak suara. (bug)
(Suara NTB/ist/Dok Ketua KPU KSB)
TINJAU LOGISTIK - Ketua KPU KSB, Denny Saputra saat meninjau logistik Pemilu di Surabaya, Jumat (15/3) lalu.
Halaman 6
Akses Jalan Menuju Talonang Butuh Perhatian Serius Taliwang (Suara NTB) Akses utama menuju tiga desa di Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat semakin memprihatinkan. Jalan yang amblas serta rawan longsor itu sudah menjadi masalah rutin tahunan di lokasi tersebut, tetapi hingga saat ini belum ada penanganan maksimal. Akibatnya, kini masyarakat “dipaksa” bertaruh nyawa supaya bisa menjual hasil perkebunan ke daerah lain. Sebenarnya kondisi jalan yang rusak parah tersebut, sudah terjadi sejak empat bulan pasca terjadinya longsor di wilayah setempat. Tapi sayangnya, sudah empat bulan juga masyarakat dijanjikan untuk memperbaiki jalan itu tanpa ada realisasinya. Akibatnya kini sekitar 2000 warga di tiga desa, terpaksa harus memutar lebih jauh ketika hendak menjual hasil bumi. Tetapi tidak sedikit juga warga yang memaksakan diri melewati jalan tersebut meski dengan resiko tinggi. Bayangkan saja jika kendaraan yang dikendarai tidak bisa dikendalikan, maka jurang sedalam 60-70 meter di sisi kanan jalan menjadi persinggahan terakhir. Selain jalan ambles sedalam tiga meter, di beberapa titik jalan juga terlihat penumpukan bahan material sisa dari longsoran karena jalan yang tidak kunjung di perbaiki. Camat Sekongkang, Syafruddin Roni kepada Suara NTB, Minggu (16/3) di Talonang mengatakan, meski jalan ini sudah mampu dilalui oleh ken-
daraan, tetapi sangat beresiko ketika hujan turun. Hal ini tentu sangat beralasan karena jalan akan semakin licin serta rawan terjadi longsor. Bahkan kondisi jalan itu yang tersisa hanya beberapa meter saja sementara sisanya sudah terbawa longsoran. Oleh karenanya, pihak terkait sangat berharap supaya ada penanganan khusus terkait jalan ini sehingga akses masyarakat tidak menjadi terhambat seperti sekarang. Penanganan terhadap jalan rusak di tiga desa Kecamatan Sekongkang ini juga harus segera dilakukan, karena jika molor masyarakat juga yang akan dirugikan nantinya. “Jika hujan masih terus terjadi hingga bulan April nanti dengan kondisi jalan seperti saat ini maka kerusakan ditimbulkan juga semakin parah . Makanya kita minta supaya provinsi bisa menangani jalan yang rusak ini secara komprehensif agar hasilnya maksimal,” sebutnya. Ditambahkannya, untuk penanganan jalan yang rusak
(Suara NTB/ils)
AMBLAS - Nampak jalan yang amblas menuju tiga desa di wilayah Selatan, tepatnya di tanjakan naga dan jurang yang ada di sisi kanan jalan. tersebut sebenarnya sudah dijanjikan akan dikerjakan awal tahun 2019. Tapi faktanya hingga kini belum ada penanganan hanya berupa pembersihan sisa material longsoran saja. Padahal kondisi jalan rusak di Talonang sudah terjadi sejak empat bulan yang lalu dan kondisinya sudah semakin parah. Jangankan un-
Ekspose Restorasi Istana Sultan Sumbawa Tahap II 2019 Bersama TP4D Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Pelaksana Restorasi Istana Sultan Sumbawa tahap kedua tahun 2019 telah melakukan ekspose bersama TP4D beberapa waktu lalu di bangunan bersejarah tersebut. Terkait apa yang telah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan pada 2019 ini. Dengan total anggaran untuk restorasi tahap II tahun 2019 sebesar Rp12 Miliar. PPK Restorasi Istana Sultan Sumbawa dari Dinas PRKP Sumbawa, Rudy Kaharuddin S.T, menyebutkan, poin poin yang telah dilaksanakan Tim Pelaksana pada 2018 lalu saat dimulainya pelaksanaan restorasi yang direncanakan rampung hingga 2020. Untuk 2019, total anggaran Rp12 Miliar rinciannya konstruksi Rp11.394.490.000 dan OP Rp605.510.000. Tenaga pengkaji dari UGM Yogyakarta, Ir. Awaluddin S.T, M.Eng, PhD dan tenaga ahli, Aspirnal (IAI) dan Dr. Johanes Adiyanto S.T, M.T. Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan hasil review desain tim pelaksana tahap II dan progres pengerjaan yang telah dilakukan. Diantaranya, pemagaran keliling area Istana, pembongkaran, gelagar, pembongkaran tembok bata, pembongkaran ventilasi (kaca patry). Kemudian pembongkaran plat lantai KM/ WC lantai 2, pembongkaran gewel belakang, pengupan pelesteran, pembongkaran KM/WC tambahan, pembongkaran bak belakang dan pembatas KM/WC. Selanjutnya, membuat gu-
(Suara NTB/arn)
EKSPOSE - Suasana ekspose tim pelaksana restorasi Istana Sultan Sumbawa bersama TP4D. dang semen dan peralatan, membuat los pekerja, pembersihan bata bekas bongkahan. Pembongkaran plat lantai balkon barat, persiapan pembongkaran pagar keliling taman Istana. Memasang ring ball beton di atas tembok eksisting, pengadan pipa instalasi listrik, pengadaan besi pengaku kayu gelegar (baru), pengadaan schafolding. Berikutnya, menyiapkan bahan simulasi pelaksanaan isian dinding lantai dua dan lainnya. Dijelaskan Rudy, tim pelaksana telah memperoleh uji laboratorium dari Balai Konservasi Borobudur atas enam sampel. Terdiri dari, campuran spesi pondasi, rabat dibawah ubin, pelesteran dinding lantai 1, pelesteran dinding anyaman bambu, pelesteran dinding kawat harmonika dan campuran spesi psangan batu. Proses pengerjaan yang akan dilaksanakan Tim Pelaksana pada 2019,
mencakup, persiapan pekerjaan balkon barat, persiapan pekerjaan lanjutan ringball 20/ 40. Balok serambi depan, peekerjaan pelesteran, pemasangan gelagar kayu lantai pemasangan rangka kayu dinding, pemasangan usuk reng dan atap sirap. Pembongkaran dinding di beberapa bagian proses pelelangan pengadaan kayu. Ada beberapa perubahan yang harus diperhatikan tim restorasi pada tahap II 2019. Pertama kajian historis. Adanya keterkaitan antara tiga ruang yaitu, Istana Sultan, Lapangan Pahlawan dan Gerbang masuk Sumbawa. Gerbang diupayakan untuk dapat disertakan ke dalam pekerjaan restorasi ini. Kedua, adanya perubahan pola ruang pada KM/WC yang semula terdiri dari 4 pintu menjadi 3 pintu. Terdiri dari dua pintu kamar mandi dan 1 pintu WC serta ukuran WC yang berubah. (arn/*)
Kondisi Jalan Jalur Dua Tambak Sari Dikeluhkan Warga Taliwang (Suara NTB) Kondisi jalan jalur dua di desa Tambak Sari, kecamatan Poto Tano dikeluhkan warga. Jalan di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB itu seperti tidak terawat sehingga di beberapa titik berbahaya dilalui. Rahmad Hidayat, warga desa Tambak Sari mengatakan, kondisi jalan di depan desanya itu sangat berbahaya. Terutama di waktu hujan turun di beberapa titik permukaannya digenangi air hingga setinggi lutut orang dewasa. Belum lagi sisi jalan yang terjal karena digerus air sampai median jalan yang mulai tertutupi lumpur. “Pokoknya harus hati-hati kalau lewat di sini waktu hujan,” katanya kepada Suara NTB, Minggu (17/3). Air yang menggenangi badan jalan tersebut berasal dari perbukitan sekitar. Rahmad menuturkan, setiap kali hujan lebat volume air yang turun dari perbukitan sangat deras sementara di sisi jalan tidak ditempatkan saluran irigasi sehingga air dapat seketika memenuhi badan jalan. “Dan kalau sudah surut, jalannya akan berlumpur sehingga menjadi licin dan ka-
lau sudah begitu banyak sepeda motor jatuh,” akunya. Akibat air yang menggenang, bagian jalan akhirnya mengalami kerusakan. Di beberapa titik beren (sisi) jalan tampak bertebing digerus air. Belum lagi tumpukan lumpur hingga menutupi median jalan (permukaan pembatas jalan) hingga kedua jalur tampak menyatu. “Mediannya sudah hampir sama tinggi dengan badan jalannya,” ungkap Rahmad. Menurutnya sejak awal jalan itu memang sudah rawan dilalui. Hal ini dikarenakan permukaan aspalnya tidak rata sehingga pada kecepatan tinggi kendaraan terasa oleng. Belum lagi di malam hari kondisinya gelap karena belum ada satu pun lampu penerangan di sepajang jalan. “Penerangannya belum ada. Makanya kalau malam hari kadang ada pengendara terkecoh melintas di badan jalan lama yang juga tetap dibiarkan tidak ditutupi,” sebutnya. Keluhan warga itu diamini oleh ketua Komisi III DPRD KSB, Dinata Putrawan, ST. Kepada Suara NTB, ia mengatakan, sejak awal pihaknya
sudah memprotes kondisi jalan itu tetapi hingga kini belum ditanggapi. “Kan sejak awal kami sampaikan kalau jalan itu hasilnya asal-asalan karena permukaan aspalnya saja tidak rata,” cetusnya. Menurut dia, Dinas PU NTB harus segera turun tangan membenahi kondisi jalan jalur dua di desa Tambak Sari itu. Karena aktivitas lalu lintas di jalan tersebut sangat tinggi sebab merupakan salah satu akses dari dan keluar KSB. “Jadi provinsi jangan menunda untuk membenahinya, karena kita di KSB ini butuh jalan itu tapi kewenangannya di provinsi,” timpalnya. Terkait lampu penerangan jalan, Dinata menyatakan, pihaknya telah menyampaikan ke Dinas PU dan Bappeda Porvinsi NTB. Ia meminta agar segera ditempatkan lampu penerangan termasuk merenovasi median jalan dan menempatkan marka selengkap mungkin untuk memudahkan pengendara. “Kami akan ke provinsi lagi memperjuangkannya. Muhdah-mudahan di (APBD) perubahan provinsi bisa dimasukkan kegiatannya,” pungkasnya. (bug)
tuk perbaikan secara total, penanganan sementara agar tidak rawan seperti saat ini belum juga dilakukan. Untuk itu, pihak terkait sangat berharap agar penanganannya yang dilakukan bisa maksimal. Makanya pola untuk pembuatan talud dan drainase di lokasi dianggap rawan terjadi longsor harus dilaku-
kan segera mungkin. “Kita harapkan jalan ini bisa segera diperbaiki karena sudah empat bulan warga dihantui rasa was-was jika ke Taliwang. Tentu pola penanganannya juga harus berbeda, supaya jalan di wilayah selatan tidak menjadi lokasi langganan longsor,” tandasnya. (ils)
KPU Sumbawa Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih Sumbawa Besar (Suara NTB)KPU Kabupaten Sumbawa mengajak masyarakat, khususnya pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang. Pesan itu disampaikan dalam konser musik yang dimeriahkan group band Losonk di Taman Mangga, Sabtu (16/3) malam lalu. Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Muhammad Wildan, M.Pd menyampaikan, pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu wajib memberikan sosialisasi. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat. Khususnya kepada pemilih pemula dan seluruh pemilih yang ada di Kabupaten Sumbawa mengenai pelaksanaan Pemilu Presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD hingga DPRD. Oleh karena itu pihaknya melaksanakan sosialisasi yang dirangkaikan dengan konser musik. Dimana musik mendatangkan suatu kedamaian dan ketenangan. “Dengan harapan ini pula lewat alunan musik yang akan mengibur kita pada malam ini, ketenangan inilah yang kita ciptakan, yang kita bawa pada saat pelaksanaan Pemilu tahun 2019 ini. Tenang, tentram, tertib, inilah harapan kita sebagai penyelanggara pemilu tahun 2019 ini,” ujarnya. Melalui konser musik ini, pihaknya berpesan kepada para pemilih terutama pemilih milenial dan pemula agar dapat menggunakan hak pilih dengan penuh kecerdasan, rasional dan bijaksana. Hal ini sangat penting untuk menentukan pemimpin lima tahun kedepan. “Oleh karena itu, marilah kita mulai dari sekarang. Tanamkan dalam diri kita tabayyun semua pemimpin-pemimpin kita mana yang cocok untuk diri kita, masyarakat, dan negara kita. Ini pesta demokrasi, namanya pesta mari kita berbahagia dalam memilih pemimpin kita. Masyarakat Kabupaten Sumbawa pada umumnya, mari gunakan hak pilih kita tanggal 17 april 2019,” ajaknya. Bupati Sumbawa dalam
sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Apratur dan Kemasyarakatan, Drs. Zainal Abidin, mengajak semua pihak melalui konser musik ini agar turut berpartisipasi menyukseskan pemilu 2019 mendatang. Tidak melakukan golput dan menggunakan hak pilih sebaik mungkin. Karena hal inilah yang akan menentukan arah pembangunan bangsa untuk lima tahun kedepan. “Saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan kita. Dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalisir terjadinya berbagai macam gejolak yang dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat di Tana Samawa yang kita cintai ini,” harapnya. Disebutkannya, dalam waktu dekat akan digelar pesta demokrasi yaitu Pilpres dan Pileg. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang hadir dalam kegiatan untuk selalu bijak dalam bermasyarakat. Termasuk juga dalam memanfaatkan media sosial yang ada. Selain itu juga diharapkan semua pihak senantiasa ikut serta dalam menjaga kondusifitas lingkungan dan menciptakan suasana demokrasi yang aman, damai dan sejuk. Dengan cara tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya berita yang tidak benar dan ujaran kebencian yang beredar luas di media sosial. Sehingga tidak terjadi gesekan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. “Berbeda pilihan itu adalah hal yang wajar. Karena setiap orang memiliki cara pandang dan pemikiran yang berbeda-beda dalam menentukan pilihannya. Jangan jadikan perbedaan pilihan itu sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan permusuhan di antara kita. Tetapi jadikanlah perbedaan sebagai upaya kita untuk mencari pemimpin terbaik tanpa mengorbankan persaudaraan dan persahabatan kita,” pungkasnya.(ind/arn)
(Suara NTB/ind)
KOMISIONER - Foto bersama Komisioner KPU Sumbawa, Sekjen KPU dan Wakil Kabiro Logistik KPU RI.
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
Halaman 7
Lagi, Pelajar di Huu Bunuh Diri Dompu (Suara NTB) Pelajar salah satu SMA/SMK di Kecamatan Huu kembali melakukan tindakan nekat bunuh diri dengan minum racun. Korban merupakan salah satu pelajar yang akan melanjutkan kuliah jurusan Pariwisata ke Cina pada Juni 2019. Beban biaya transportasi sebesar Rp17 juta yang harus ditanggung orang tua dan tidak mampu dipenuhi diduga menjadi salah satu pemicu tindakan nekat siswi di Huu ini. Kapolsek Huu, Iptu Balok Suswantoro kepada Suara NTB, Minggu (17/3) mengungkapkan, korban bunuh diri warga Sawe Kecamatan Huu ini merupakan siswi kelas 3 di salah satu SMA/SMK di Kecamatan Huu. Ia dikenal sebagai siswi
(Suara NTB/Ist)
AMBRUK - Jembatan ambruk di Desa Kore dan Boro Kecamatan Sanggar akibat diterjang banjir, Sabtu (16/3) sore.
Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Bima Terendam Banjir Bima (Suara NTB) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dan Kota Bima terendam banjir yang datang dari pegunungan, setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat sejak siang hingga sore hari pada Sabtu (16/3). Beberapa rumah warga ikut terendam. Bahkan sebuah jembatan di Kecamatan Sanggar yang menghubungkan Desa Kore dan Boro langsung ambruk, karena tidak mampu menahan derasnya aliran sungai. Kabid Kedaruratan dan Logisitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Masrin ST, mengaku luapan air banjir hanya terjadi di beberapa titik di Kota Bima. Antara lain, lanjutnya, di sekitar perumahan Tambana Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota. Air banjir yang turun dari arah pengunungan tersebut hanya meluap di parit sekitar perumahan. “Banjir dari arah gunung juga meluap di parit depan Mako Brimob Kelurahan Sambinae Kecamatan Mpunda,” katanya, Sabtu (16/3) sore. Sementara, rumah warga terendam di Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat. Air banjir dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 centimeter hanya merendam beberapa unit rumah. “Luapan air masuk rumah ke rumah warga Nae ini tidak lama. Langsung surut seiring berhentinya hujan,” katanya. Sementara di wilayah Kabupaten Bima, banjir terjadi di Kecamatan Sanggar, juga merendam beberapa unit rumah warga di Desa Ngali Kecamatan Belo serta Desa Leu Kecamatan Bolo. “Banjir yang terpantau di Kabupaten Bima hanya ada tiga titik karena luapan sungai. Tapi air banjir surut sebelum Magrib tadi,” kata Kasubid Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan. Bambang mengatakan banjir gunung yang terjadi di Kecamatan Sanggar menyebabkan sebuah jembatan yang berada di perbatasan Desa Kore dan Boro ambruk karena tidak mampu menahan derasnya aliran sungai. “Untuk sementara kita upayakan agar dibangun jembatan alternatif agar warga bisa melintas,” ujar Bambang. Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan secara detail jumlah rumah warga yang terendam banjir, serta kerugian material yang dialami. Karena hingga saat ini masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa. “Untuk sementara ada belasan rumah yang terendam dan satu jembatan di Sanggar. Tapi biar jelasnya tunggu sampai kita selesai pendataan besok,” pungkasnya. (uki)
yang pintar di sekolahnya dan dinyatakan lulus tes jurusan pariwisata untuk kuliah ke Cina. Rencananya, ia akan diberangkatkan bersama rombongan lainnya pada Juni 2019 mendatang. Namun untuk sementara, biaya pemberangkatan tersebut meng-
gunakan biaya sendiri sebesar Rp17 juta. Karena tidak mampu, orang tuanya meminta korban untuk bersabar. Jawaban orang tuanya ini membuatnya kecewa dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri minum racun serangga. Selain kecewa atas
jawaban orang tuanya, korban sering melihat kedua orang tuanya bertengkar dan HP-nya diambil oleh orang tuanya. “Selama 2019, Ini merupakan kasus kelima kejadian bunuh diri dengan cara minum racun di Huu,” ungkap Suswantoro. Pada Sabtu (16/3) malam, korban berinisial Sk (17) menginap di rumah temannya BS (17) di Desa Huu. Pada Minggu pagi, keduanya ke rumah korban bermaksud untuk mengantar Sk mengganti pakaian sebelum ke sekolah karena ada kegiatan. Saat Sk masuk ke kamarnya,
BS masuk ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, BS menemukan Sk dalam keadaan kejang – kejang, mulut berbusa dan di atas tempat tidur terdapat bungkusan racun serangga dan teh botol sosro. Melihat kondisi rekannya, BS kemudian melaporkan ke kedua orang tuanya dan langsung dibawa ke Puskesmas Rasabou Huu. Karena tidak mampu ditangani, Sk langsung dirujuk ke RSUD Dompu untuk penanganan lebih lanjut. Namun nyawa Sk tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di RSUD Dompu. (ula)
(Suara NTB/jun)
BANJIR – Tampak pemukiman warga di Lingkungan III Kelurahan Monta Baru yang rusak diterjang banjir, Minggu (17/3)
Lima Jam Hujan, Sejumlah Wilayah di Dompu Direndam Banjir
KPU RI Prioritaskan Pendistribusian Logistik Daerah Sulit
Dompu (Suara NTB) – Ribuan rumah warga di Dompu terendam banjir, Sabtu (16/3) Sore hingga malam. Luapan air di hampir semua Daerah Aliran Sungai (DAS) itu terjadi setelah lima jam lebih wilayah ini diguyur hujan lebat. Beberapa fasilitas umum rusak dan perabotan rumah tangga hanyut, tapi syukurnya tidak ada korban jiwa. Banjir ini terjadi di DAS Baka yang melintasi wilayah Kelurahan Monta Baru, dan Desa Matua di Kecamatan Woja. Desa Taa, Kempo, dan Desa Soro akibat banjir sungai Nae Kempo serta banjir gunung di Taa untuk Kecamatan Kempo. Begitu juga dengan wilayah Desa Mbuju dan Malaju Kecamatan Kilo. Banjir yang melanda Dompu ini tidak sampai menelan korban jiwa, tapi kerusakan rumah kategori sedang dan ringan, jalan dan jembatan putus, serta lahan pertanian yang digenangi banjir. Untuk memastikan kerusakan, BPBD bersama Desa/Kelurahan sedang melakukan pendataan
akibat banjir bandang. “Kita masih lakukan pendataan (kerusakan),” ungkap kepala BPBD Dompu, Drs Imran kepada Suara NTB, Minggu (17/3). Wilayah Soro dan Montabaru disebut – sebut sebagai daerah yang paling parah akibat banjir bandang, Sabtu kemarin. Tidak adanya tanggul dan semakin sempitnya sungai diduga menjadi pemicu luapan banjir bandang menggenangi pemukiman warga. Di Soro yang menjadi muara sungai Nae Kempo, banyak warga membangun pemukiman dan jembatan yang kecil, sehingga menahan aliran sungai ke laut. Jembata dan jalan di Soro Timur kini sudah putus akibat diterjang banjir. “Itu akibat tidak ada tanggul di muara sungainya,” katanya. Imran mengatakan, pihaknya baru membantu warga dengan bantuan mi instan saat banjir. Pihaknya pun berharap agar beberapa daerah yang membutuhkan tanggul bisa segera dibangun, sehingga dapat mencegah perluasan area pemukiman warga. “Ka-
(Suara NTB/ind)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) terus berupaya agar logistik Pemilu 2019 dapat terdistribusi ke seluruh daerah dengan baik. Dalam pendistribusian ini, KPU tetap memprioritaskan daerah-daerah sulit, sehingga pada 17 April mendatang target pelaksanaan Pemilu secara serentak dapat terlaksana. Wakil Kabiro Logistik KPU RI, Asep Suhlan menyebutkan, pihaknya dari Sekretariat Jenderal KPU RI ingin meAsep Suhlan mastikan bahwa pengelolaan logistik untuk pemilu 2019 sudah terkelola dengan baik. Dengan datangnya surat suara khususnya di Kabupaten Sumbawa umumnya di Provinsi NTB, memberikan efek psikologis yang lebih baik. Sehingga sebagai penyelenggara pihaknya sudah yakin akan menyelenggarakan pemilu pada tanggal 17 April 2019. “Dari sisi logistik kita sudah siap bahwa walaupun masih ada hal-hal yang perlu kita evaluasi dan kita benahi dalam manajemennya. Kita terus memperbaiki diri supaya logistik itu bisa diterima tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran dan tepat kualitas. Itu yang kami sampaikan untuk memastikan pengeloTaliwang (Suara NTB) – nya 10 gedung baru di lingkungan laan logistik di Kabupaten Sumbawa terkeloBupati Kabupaten Sumbawa Bar- KTC termasuk kantor BPAD. Pasalla dengan baik,” ujarnya saat ditemui warat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, nya saat ini pemerintah melakukan tawan usai kegiatan sosialisasi KPU SumbaMM meminta Badan Pendapatan moratorium kepada daerah untuk wa di Taman Mangga, Sabtu (16/3) malam lalu. Dijelaskannya, hasil monitoring yang didan Aset Daerah (BPAD) setempat tidak melakukan pembangunan gelakukan, seluruh tahapan proses sudah terseuntuk mengeksplorasi seluruh poten- dung pemerintahan. “Alhamdulillah lenggara dengan baik. Sekarang logistik sudah si Pendapatan Asli Daerah (PAD). kita diberi izin sehingga SKPD yang disiapkan untuk nantinya didistribusikan Hal ini disampaikan bupati saat dulunya belum punya kantor dan sampai dengan tingkat kecamatan. Kemudiacara tasyakuran gedung baru BPAD menumpang sekarang sudah punya an tingkat kelurahan sampai tingkat TPS pada di lingkungan KTC, Jum’at lalu. kantor sendiri,” paparnya. waktunya. Adapun untuk daerah sulit, tetap “Sekarang sudah bisa bekerja lebih Sementara itu kepala BPAD, menjadi prioritas untuk didahulukan proses nyaman karena sudah punya gedung Muhammad Yusuf mengatakan, pendistribusiannya. “Ini sesuai dengan sendiri. Jadi tugas bapak ibu akan menindaklanjuti perintah butahapan yang sudah kita jadwalkan sebelumsekarang bekerja lebih giat khususn- pati itu. Ia mengungkapkan, pihaknnya. Ini menjadi prioritas kami untuk pengiriya soal PAD agar lebih ditingkatkan ya telah mengidentifikasi beberapa man diantaranya menyangkut volume dan dengan cara mengesplorasi seluruh potensi sumber PAD yang selama ini daerah terisolir. Karena untuk pengiriman potensi yang kita miliki,” cetusnya. memang belum dijamah pemerintah. berikutnya, terutama yang menyangkut kabuMenurut bupati, daerah bisa dinya“Kami juga sudah membangun paten/kota yang transportasinya masuk dalam takan mandiri jika sumber daya keua- kerja sama dengan pihak lain seperkategori sulit, apalagi sampai dengan tingkat ngannya tidak banyak bergantung ti dengan PLN, Badan Pertanahan penyebarannya sampai pulau-pulau, ini akan pada transfer keuangan dari pusat. Dan Nasional (BPN) dan Kantor Pelaykita dahulukan. Merupakan prioritas di dalam sumber kemandirian keuangan daer- anan Pajak Pratama,” klaimnya. proses pendistribusian,” terangnya. ah itu salah satunya dari sektor PAD. Selama ini nilai PAD yang mampu Diakuinya, pihaknya menargetkan seluruh “Kita harus memacu diri dan jang- dihasilkan oleh Pemda KSB terbilang logistik tiba di kabupaten/kota per 17 Maret, an mau terus-terusan bergantung de- masih sangat kecil. Berdasarkan catasatu bulan sebelum waktu pemungutan suara. ngan keuangan dari pusat. Dan saya tan kalangan DPRD, setiap tahunnya Namun itu belum terkirim seluruhnya, masih kira banyak potensi PAD kita yang be- peningkatan PAD KSB di bawah 1 persdalam proses toleransi. Sehingga di kabupatlum kita jajaki selama ini,” timpalnya. en. Bahkan di tahun 2019 ini, dari 100 en/kota masih ada kesempatan untuk melakuDalam kesempatan itu, bupati persen postur APBD, hanya sekitar 6 perkan sortir terkait dengan logistik-logistik yang mengucapkan syukur dengan hadir- sen yang bersumber dari PAD. (bug) akan didistribusikan nantinya. Dari proses SAMBUTAN - Bupati KSB, H. W. Musyafirin memberi sortir inilah nanti akan ada pemenuhan-pesambutan pada acara tasyakuran gedung baru BPAD. menuhan kebutuhan. “Harapannya kan ini distribusi berjenjang. Kalau kami dari KPU RI titik drovingnya sampai dengan kabupaten/kota. Untuk KPU kabupaten/kota betul-betul mengikuti SOP yang sudah kita tetapkan. Baik dari proses sortir, kemudian lipat surat suara sampai distribusinya, mudah-mudahan kalau melihat dari medannya cukup kondusif dan bisa terdistribusi tepat pada waktunya. Sehingga kalau mengacu kepada undang-undang bahwa logistik pemilu itu targetnya H-1 sudah tiba di TPS, Insya Al(Suara NTB/ist/dok humpro KSB) lah ini akan tercapai,” pungkasnya.(ind/arn)
BPAD Diminta Pacu Eksplorasi Potensi PAD
lau di Soro itu masih bisa dilakukan pemasangan tanggul. Warga terus bangun itu karena melihat lahan kosong,” jelasnya. Pantauan Suara NTB di lapangan, luapan banjir mulai sekitar Pukul 17.00 Wita tersebut cukup parah meredam rumah warga dan lahan pertanian di sepanjang bantaran sungai Baka, seperti lahan pertanian di Dusun Selaparang, ratusan pemukiman warga di Kelurahan Monta Baru serta Dusun Rasanggaro Desa Matua. Kondisi air yang tiba-tiba membesar ditengah intensitas hujan yang tinggi membuat warga kesulitan menyelamatkan barangbarang berharganya, bahkan sebagian sudah tergerus bencana alam tersebut. Salah seorang korban banjir, Siti Rahma mengaku, hanya sebagian kecil perabotan rumah tangga yang berhasil ia selamatkan ke dataran tinggi, rata-rata teredam bersama bangunan rumah serta hayut tergerus derasnya air sungai. “Pakaian saja yang sempat
diselamatkan, kalau perabotan lain seperti mesin cuci sudah terendam bahkan ada yang hayut,” kata dia saat mengungsi ke pinggir jalan raya. Derasnya luapan Sungai Baka setelah diguyur hujan lebat sejak siang hingga sore kemarin membuatnya tak bisa berbuat banyak, selain berupaya menyelamatkan anakanak dan barang berharganya. Banjir menggenangi rumahnya, lanjut dia, bukan kali pertama terjadi melainkan hampir tiap tahun ketika musim hujan tiba. Selain pengaruh intensitas hujan yang tinggi juga belum adanya pembangunan tanggul sungai membuat air sangat mudah masuk ke pemukiman warga. “Luapan air seperti ini sudah tiap tahun kami alami karena di sini belum ada tanggul sungainya,” ungkap dia. Kondisi serupa juga dialami cukup parah oleh warga Lingkungan III Kelurahan Monta Baru, bahkan luapan air melampui tanggul tinggi yang sudah dibangun lalu memporak porandakan pe-
mukiman warga sekitar. Belum diketahui jelas berapa unit rumah warga yang terdapak bencana alam ini. Selain di beberapa Desa/ Keluarahan tersebut dampak banjir juga menyasar lahan pertanian warga di Dusun Bolondoru Desa Wawonduru, yang mana tanaman padi warga yang sepekan lagi panen terendam air dan sampah. “Rencananya hari Rabu besok mau panen tapi bagaimana sekarang sudah tenggelam semua oleh air dan sampah,” keluh Syafrudin disela-sela membersihkan tumpukan sampah yang merusak bulir padinya. Banjir yang sudah merusak bulir padi tanamannya itu, menurut dia, jelas berpengaruh terhadap hasil panennya tahun ini, diperparah kualitas padi yang hitam akibat sampah dan lumpur akan membuat harga jualnya turun darstis. “Sudah pasti rugi kalau begini buahnya karena biasanya akan rendah diambil oleh pengusaha,” pungkasnya. (ula/jun)
Buntut Penyegelan Incometer, Warga Blokade Jalan Dompu (Suara NTB) – Warga korban penyegelan sepihak incometer air oleh PDAM mulai bereaksi. Kali ini, Sabtu (16/3) mereka menggelar aksi blokade jalan raya di depan Instlasi Pengolah Air (IPA) Selaparang. Reaksi spontan tersebut menuntut pemutihan denda dan tunggakan pembayaran air dua tahun terakhir, pasalnya selama ini mereka tidak pernah menikmati pasokan air bersih dari PDAM. Korlap Aksi, Muhammad Syaiful kepada Suara NTB menegaskan, blokade jalan raya ini terpaksa dilakukan mengingat sikap petugas PDAM yang memutus paksa incometer air puluhan warga. Terlebih meminta pelanggan membayar denda dan tunggakan atas pasokan air yang tidak pernah mereka nikmati bertahun-tahun. “Dari mana munculnya denda dan tunggakan Rp2-Rp3 juta sementara masyarakat selama ini tidak pernah menikmati air bersih. Apakah kami harus dipaksa membayar angin,” keluhnya. Sikap petugas PDAM menyegel sepihak incometer air yang sudah menjadi hak milik pelanggan pun sangat disesalkan. Mestinya, ada surat peringatan atau minimal pemberitahuan awal, sehingga masyarakat yang baru saja dua minggu menikmati kelancaran air tidak syok karena tiba-tiba disegel dan ditagih denda serta tunggakan pemakaian yang cukup besar. Ditegaskan, warga Dusun Selaparang sudah dua tahun
(Suara NTB/jun)
BLOKADE - Warga korban penyegelan incometer air saat memblokade jalan raya dengan membakar ban bekas, Sabtu (16/3). lebih tidak pernah menikmati pasokan air bersih meski instalasi pengolahnya dibangun diwilayah tersebut. Kondisi itu sudah beberapa kali menuai reaksi protes, tetapi nyatanya tuntutan masyarakat agar PDAM segera memasok air tak pernah diindahkan. “Sekarang baru beberapa minggu lancar air warga sudah dihadapkan dengan penyegelan karena tidak mampu membayar denda dan tunggakan, sehingga masalah kesulitan air bersih yang dialami warga ini berlanjut,” ujarnya. Mengingat sikap PDAM yang hanya menuntut kewajiban masyarakat tanpa memberikan haknya akan air bersih itu, Muhammad Syaiful menuntut, agar Direktur PDAM segera dihadirkan untuk memperjelas
persoalan ini, terlebih mengupayakan pemutihan denda dan tunggakan pembayaran air yang selama ini tidak pernah dinikmati masyarakat. Direktur PDAM Agus Supandi, SE, tak berani menemui massa aksi yang sudah terlanjur bersitegang dengan aparat, namun ia berjanji dihadapan perwakilan massa untuk menemui dan berdialog langsung dengan warga Senin ini di Instalasi Pengolah Air (IPA) Selaparang. “Kami akan menemui massa aksi untuk berdialog Senin besok (hari ini) usai upacara koordinasi di pemda,” tandasnya. Atas informasi tersebut warga pun akhirnya memutuskan untuk membuka blokade jalan yang sudah memicu kemacetan cukup panjang tersebut. (jun)
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
POLHUKAM
Halaman 8
Minta Dokumen LCC, Penyidik Kejati Datangi Inspektorat Lobar
Dokumen LCC ada pada Bagian Aset dan PT Tripat. Pihak Inspektorat terus berkoordinasi dengan pihak Kejati sesuai dengan perjanjian dengan Aparat Penegak Hukum (APH) ketika melakukan penanganan masalah hukum. Inspektur Inspektorat Lobar, H. Rahmad Agus Hidayat akhir pekan kemarin mengungkapkan, LCC di luar ranahnya. Sebab, tidak pernah diperintah
melakukan pengawasan terhadap LCC. Menurut Agus sudah masuk BPKP untuk melakukan pengawasan. Pihaknya tidak bisa aktif melakukan pengawasan, ketika ada lembaga lain sudah masuk. Apalagi lahan ini masuk ranah Tripat. Karena sudah dihibahkan dari Pemda ke Perusda tersebut. Berdasarkan temuan BPKP terkait Kerjasama Operasional (KSO) la-
(Suara NTB/her)
Rumahkan ASN Mantan Koruptor, Pemda Lobar Bisa Hemat Belanja Pegawai Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat menindaklanjuti arahan KPK yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Men PANRB dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pemecatan terhadap oknum ASN mantan napi korupsi. Sebanyak empat orang oknum ASN diberhentikan sementara dari status ASN. Namun, selama dirumahkan, oknum ASN ini tak menerima gaji. Akibat tak membayar gaji para oknum ASN ini, Pemda Lobar hanya H Fathurrahim bisa menghemat belanja pegawai mencapai puluhan juta rupiah. Asisten III Setda Lobar, Dr. H. Fathurrahim mengatakan, Pemda sudah memberhetikan sementara ASN yang terjerat kasus korupsi. Dalam keputusan yang dikeluarkan pimpinan terhadap status oknum ASN ini jelas dia diberhentikan sementara, sedangkan untuk ketetapan status mereka masih menunggu keputusan judicial review terhadap SKB tersebut. “Kalau sudah inkracht maka diberhentikan permanen,” tegas dia. Selama berstatus dirumahkan, mereka tidak menerima gaji karena mereka tidak bekerja. Hasil hitungannya, dari sejumlah oknum ASN ini belanja pegawai bisa dihemat puluhan juta. Jika dirata-ratakan gaji pegawai 3-4 juta, maka dalam sebulan mencapai puluhan juta rupiah. Kalau dikalikan 12 bukan maka mencapai ratusan juta rupiah. Namun demikian, semangat dari aturan ini bukan menghemat anggaran, namun mentaati aturan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala BKD dan PSDM Lobar Suparlan kemarin mengatakan, ada 4 orang ASN yang dirumahkan sementara. Ia menolak menyebut nama dan instansi di mana empat oknum ASN bertugas. Yang jelas tegas Suparlan, 4 orang ini dirumahkan sebagai bentuk komitmen Pemda menindaklanjuti SKB tersebut. Keempat oknum ASN ini jelasnya berhenti sementara bukan dipecat secara permanen. Sebab putusan tetap atas status keempat oknum ASN ini perlu menunggu putusan MK. Namun para ASN ini tidak diberikan gaji, sejak bulan Januari. “Mulai bulan ini sudah mereka dirumahkan dan gaji dihentikan,” tegasnya. Tindaklanjut dari SKB ini berdasarkan rapat BKD seluruh NTB di provinsi beberapa waktu lalu. Dimana sesuai dengan kesepakatan dengan provinsi, seluruh kabupaten/ kota harus menindaklanjuti SKB tersebut. Sebab jika tidak ditidaklanjuti maka sanksi akan dijatuhkan kepada Bupati selaku pejabat Pembina kepegawaian (PPK). Suparlan menambahkan, implementasi dari SKB ini komitmen dilaksanakan pemda. Sehingga, dalam hal ini PPK tidak bersalah karena belum melaksanakan SKB tersebut. (her)
(Suara NTB/dok)
JPU Siapkan Memori Banding Vonis Muhir Mataram (Suara NTB) – Jaksa sudah resmi menyatakan banding atas putusan pengadilan tingkat pertama pada perkara fee proyek rehabilitasi sekolah pascabencana. Jaksa menyelesaikan memori banding terhadap vonis terdakwa H. Muhir, anggota DPRD Kota Mataram yang dihukum penjara selama dua tahun tersebut. Kepala Kejari Mataram Dr. Ketut Sumedana menjelaskan, memori banding tersebut rencananya akan diserahkan ke pengadilan pada Senin (18/3) ini. “Memori banding sudah selesai dibuat,” ucapnya dihubungi Sabtu (16/3). Memori banding tersebut intinya memuat pertimbangan jaksa penuntut umum perihal memperberat vonis yang dianggap ringan. Kemudian soal penerapan pasal UU Tipikor. “Kita banding soal hukuman pidana badannya. Perbuatan terdakwa ini dilakukan pada saat sedang bencana. Lalu, soal penerapan pasalnya, keyakinan kita berbeda dengan majelis hakim,” jelas Sumedana. Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram menghukum Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H. Muhir bersalah menerima uang dari mantan Kadisdik Kota Mataram, H. Sudenom sebesar Rp31 juta. Majelis hakim yang diketuai Isnurul Syamsul Arif menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun, serta denda Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan 2 bulan. Majelis hakim menilai terdakwa H Muhir terbukti bersalah berdasarkan dakwaan pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara selama 8 tahun, denda Rp250 juta subsidair kurungan 6 bulan dengan pembuktian pasal 12e UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana Ketut Sumedana Ketut Sumedana korupsi. (why)
han mal LCC antara PT Tripat dengan PT Bliss ada beberapa rekomendasi yang seharusnya ditindaklanjuti, namun sampai saat ini belum dilaksanakan pihak ketiga. Antara lain, terkait batas waktu kerjasama, tahapan pembangunan setelah dua tahun diresmikan dan besaran persentase pembagian dividen ke daerah yang sangat kecil. Pemeriksaan BPKP atas
permintaan resmi dari Pemda dalam hal ini Bupati. Menurut Agus, langkah Pemda ini bentuk upaya menyelesaikan persoalan tersebut. Akan tetapi tidak ada itikad baik dari pengelola. Sehingga persoalan ini tidak ada titik temu. Padahal PT Tripat sudah berupaya maksimal melakukan komunikasi dengan pengelola LCC. Bahkan PT Tripat sampai mencari ke Jakarta agar bisa bertemu dengan pengelola LCC. Namun hasilnya nihil, tidak ada tindaklanjut. Menurut Agus, sejumlah rekomendasi BPKP terkait KSO ini perlu dilakukan revisi sehingga dilakukan upaya renegosia-
si oleh Tripat dibantu oleh Pemda. “Tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut sama sekali dari pihak pengelola LCC (PT Bliss),” tegas dia. Perjanjian dalam KSO yang direnegosiasi tersebut menyangkut dividen dan kontrak kerjasama yang dinilai rawan melanggar aturan. Sebab dalam KSO yang dibuat sebelumnya itu, jelas dia, tidak ada batas waktu. Hal ini kata dia perlu direvisi namun tidak ada tindakan dari pihak ketiga tersebut. Padahal sesuai ketentuan, kontrak kerjasama atau MoU seharusnya ada batas waktu, maksimal 30 tahun. “Tidak ada batas waktu, padahal sudah diupayakan
(direnegosiasi) oleh Pak Sekda dan Pak Asisten, tapi tidak ada tindaklanjutnya dari sana (pengelola red),” tegas dia. Termasuk, lahan yang dipakai seluas 8,4 hektar. Jika dilihat dari dividen sebesar 3 persen yang tertuang dalam KSO, kata dia, tidak sesuai dengan yang diperoleh Pemda, sehingga hal ini termasuk yang direvisi berapa jumlah persentase dividen ke Pemda dengan investasi yang masuk. H.R Agus Hidayat (her)
(Suara NTB/ist)
Giri Menang (Suara NTB) – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB beberapa hari lalu mendatangi kantor Inspektorat Lombok Barat untuk meminta dokumen dan data terkait Lombok City Center (LCC). Namun pihak Inspektorat tak memberikan data yang diminta, lantaran Inspektorat tidak memegang dokumen apapun perihal LCC.
Fasilitator TNI, Polri dan Sipil Terima Penghargaan Tanjung (Suara NTB) Pemulihan dampak gempa Lombok – Sumbawa tidak lepas dari peran fasilitator, baik dari unsur TNI, Polri maupun sipil. Peran mereka dirasakan penting bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan percepatan pembangunan rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., usai upacara penutupan Opster TNI
tahun 2019 akhir pekan lalu memberikan penghargaan kepada fasilitator terbaik. Penyerahan piala dan hadiah di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara oleh Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri. “lni dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat mereka dalam membantu proses percepatan rehab rekons warga terdampak gempa. Sehingga yang lain juga ikut termotivasi dan memacu diri untuk terus membantu proses
percepatan rehab rekon dengan baik,” ujar Danrem. Adapun fasilitator yang memperoleh piala dan hadiah pada rangkaian Upacara Penutupan Opster TNI yang diserahkan langsung Kasdam IX/ Udayana, Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri, Kalak BPBD NTB, Danrem 162/WB dan Kadis Perkim. Antara lain, kategori rumah rusak berat berturut-turut juara I Sertu Sumiadi dari Kodim 1606/Lobar, juara II
ada tiga orang yakni Serda Suhaedi dari Kodim 1620/Loteng, Bripka Ikraman dan Ahmad Yani dan juara III diraih oleh Sertu Hadirin dari Kodim 1615/Lotim, Bripka Lalu Riko dan Rohiatul Asri, SE. Untuk fasilitator Rumah Rusak Sedang juara I berasal dari Kabupaten Lombok Tengah yakni Serda Bahram dari Kodim 1620/Loteng, Bripka Zulhadirahman dan Lalu Gina. Juara II dari wilayah Kabupaten Lombok Barat
yakni Serka Marzuki dari Kodim 1606/Lobar dan juara III Sertu M. Mawardan dari Kodim 1615/Lotim. Sedangkan untuk rumah rusak ringan diperoleh fasilitator Kabupaten antara lain Sertu Rusni Febrian, Aiptu Supratman dan M. Faruki, Juara II Kabupaten Lotim yakni Serda Lalu Mashuri dan Juara III dari Kabupaten Lombok Barat Sertu Mujitahid, Bripka Ida Made Astawa dan Turmuzi ST. (ars/*)
(Suara NTB/Penrem)
PENGHARGAAN - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat menyerahkan penghargaan kepada fasilitator terbaik.
Satgas Bansos Siapkan Pengawalan Penyaluran Mataram (Suara NTB) Satgas Bansos terus memutakhirkan penyesuaian data penerima Bansos tahun 2019. Data tersebut untuk memudahkan pengawalan penyalurannya. Satgas mengutamakan pencegahan penyimpangan. Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama menjelaskan, Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) akan mulai didistribusikan April mendatang. Saat ini Satgas sedang memaksimalkan koordinasi pendataan. “Sekarang masih pendampingan pelaksanaan update data keluarga penerima manfaat. Kita koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (17/3). Pendampingan pemutakhiran data bersama koordinator kabupaten/kota melalui Polres, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, dan pendamping tiap desa. Berbarengan dengan kegiatan sosialisasi dari rumah ke rumah mengenai jenis dan bentuk-bentuk Bansos
yang akan didistribusikan pemerintah. “Jadi dari awal ini kita dampingi dengan tujuan mencegah penyimpangan. Meskipun di dalam Satgas ini ada subsatgas penegakan hukum tetapi tetap kita utamakan pencegahannya,” jelas Purnama. Program Bansos dari Kemensos RI meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mekanismenya, penerima manfaat menukarkan kartu di mitra E-Warong di desa, yang sudah bekerjasama dengan bank penyalur. Kemudian PKH yang pencairannya sebanyak empat tahap, yakni pada Januari, April, Juli, dan oktober. KPM PKH dengan komponen kesehatan ibu hamil dan menyusui, anak berusia 0-5 tahun; Komponen pendidikan yakni anak SD, SMP, dan SMA, anak 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun; serta komponen kesejahteraan sosial meliputi lansia mulai dari 70 tahun, dan penyandang disabilitas. (why)
Penyelenggara Pemilu Dinilai Lamban Klarifikasi Berita Hoaks Mataram (Suara NTB) Produksi informasi hoaks mendekati Pemilu 2019 ini semakin tinggi. Untuk NTB saja berdasarkan pantauan dari aparat keamanan, ratarata dalam satu hari ada sekitar 50 informasi hoaks yang diproduksi. Makin masifnya penyebaran informasi hoax menjelang Pemilu 2019 yang semakin dekat ini, berpotensi menimbulkan kegaduhan dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Karena itu, pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu mengambil langkah strategis untuk menangkal informasi hoaks tersebut. Melihat hal itu, Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB, memberikan masukan kepada para stakeholder untuk menangkal informasi hoax, khusus yang terkait dengan pelaksanaan Pemilu. Anggota KI NTB, Ajeng Rosalinda Motimori kepada Suara NTB menyampaikan bahwa pemerintah atau badan publik tidak boleh kalah dengan para pelaku penyebar hoax. Karena itu dalam melawan masifnya serangan informasi hoaks ini, pemerintah
harus cepat melakukan klarifikasi dan meluruskan informasi hoaks yang sudah tersebar di masyarakat. “Sebenarnya ini soal kalah cepat, yang memproduksi hoaks ini lebih cepat daripada yang diberi wewenang untuk menyampaikan informasi, yaitu Pemerintah. Pemerintah dalam hal ini leading sektor terkait, misalnya bagian Kominfo dan Kehumasan harus cepat memberikan informasi kepada masyarakat,” katanya. Ia mencontohkan dalam kasus Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang baru-baru ini menjadi perhatian publik. Ia melihat pemerintah sangat lamban memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hal tersebut. Sehingga tidak heran muncul isu-isu yang tidak benar di masyarakat. “Soal DPT WNA kemarin kami lihat ini lamban, harusnya Dukcapil dengan cepat memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa paham terkait persoalan tersebut dan tidak menimbulkan tuduhantuduhan negatif yang bisa
memicu timbulnya persoalan baru di tengah masyarakat,” katanya. Terkait tahapan Pemilu, penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu merupakan badan publik yang memiliki wewenang untuk memberikan rujukan informasi terkait kepemiluan kepada masyarakat. Menurut Ajeng, mereka mestinya dapat memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat terkait proses dan tahapan kepemiluan. “Tapi yang terjadi, masyarakat mengambil sumber informasi kepemiluan dari berita hoax, bukan dari KPU dan Bawaslu. Harusnya mereka bergerak cepat penyelenggara Pemilu ini, termasuk juga peserta pemilu, partai-partai ini, jangan diam ketika ada informasi yang tidak benar,” ujarnya. Terakhir ia sampai, untuk menangkal informasi hoaks, peran masyarakat juga untuk bijak dalam mengakses informasi. Setiap informasi baru yang dilihat, harus dipastikan sumbernya, sehingga tidak mudah membagikan informasi yang tidak jelas sumbernya. (ndi)
Jaksa Tagih Tunggakan Retribusi Parkir dan Pajak Hotel Restoran Mataram (Suara NTB) Tunggakan pembayaran retribusi parkir dan pajak hotel dan restoran masih terus dikejar. Tahun 2019, berhasil tertagih lagi Rp420 juta untuk Kota Mataram dan Rp250 juta untuk Lombok Barat. Kejari Mataram menerima surat kuasa khusus dari Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat. Dari kota Mataram untuk penagihan tunggakan retribusi parkir dan pajak hotel dan restoran, serta dari Lombok Barat un-
tuk pajak hotel dan restoran. “Intinya kita menggunakan cara-cara persuasif, dan mereka mau bayar kok,” ucap Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Mataram, I Putu Agus Ary Artha dikonfirmasi akhir pekan lalu. Dia menyebutkan, pada tahun 2019 ini, masing-masing pihak terutang mencicil kembali tunggakannya, berikut denda keterlambatan. Dia merinci, Rp420 juta sudah masuk ke kas daerah Pemkot Mataram, dan Rp250 juta
ke kas daerah Pemkab Lobar. Pada tahun 2018 lalu, Kejari Mataram menerima surat kuasa khusus (SKK) dari Pemkot Mataram untuk penagihan tunggakan retribusi parkir sebesar Rp664,739 juta, serta Rp2,031 miliar tunggakan pajak hotel dan restoran. Tunggakan pajak hotel dan restoran yang sudah dipulihkan di tahun 2018 sebesar Rp1,106 miliar, dan Rp20 juta dari retribusi parkir. Sementara dari Pemkab Lobar, Ke-
jari Mataram menerima SKK penagihan tunggakan pajak hotel dan restoran sebesar Rp7,544 miliar. Di tahun 2018, dipulihkan sebesar Rp4,555 miliar. “Sisanya masih kita terus tagih. Kita ajak bicara mereka. Ada yang janji satu bulan lagi, dua bulan lagi. Masih kita tagih,” jelasnya. “Untuk hotel dan restoran kita maklumi juga karena beberapa diantaranya terdampak gempa kemarin. Tapi mereka mau bayar kok,” pungkas Ary. (why)
SUARA NTB
Senin, 18 Maret 2019
TKI Asal Kota Mataram Terus Bertambah Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, memastikan warga Kota Mataram lebih memilih bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan di setiap tahun ada penambahan. Mereka menjadi TKI karena kesulitan mendapatkan lowongan kerja di Indonesia khususnya di daerah Kota Mataram. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura ditemui Suara NTB di ruang kerjanya mengatakan untuk sementara ini belum bisa memberikan data seberapa banyak jumlah warga Kota Mataram yang tercatat di Disnaker menjadi TKI. Alasan-
nya, belum paham sampai di situ karena dia sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Mataram. “Kalau kaitan dengan TKI jelas setiap tahun dia ada penambahan, cuma secara angka saya belum tahu,” kata H. Mahmuddin Tura, Jumat (15/ 3). Dikatakan, yang paling utama minimal mereka memiliki predikat seperti bisa berbahasa asing dan menulis. Menurutnya, faktor paling utama mereka harus menjadi TKI karena kesulitan mendapatkan lapangan kerja di dalam negeri khususnya di kota ini. “Tentu mereka mencari ke luar negeri dengan memilih upah yang cukup besar dibandingkan yang ada di In-
donesia. Rata-rata seperti itu,” ujar Mahmuddin. Negara tujuan tenaga kerja dari Kota Mataram mencari pekerjaan di luar negeri adalah di Korea, Taiwan, Jepang, Singapura dan terutama di Malaysia. Menjadi TKI karena tertarik dengan upahnya lebih besar di negara tersebut, mereka minimal berpendidikan atau idealnya tamatan SMA dan bias berkomunikasi dengan baik agar mereka tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain ke arah yang tidak baik. “Cuma persoalannya perlu skill atau kemampuan jadi
tenaga kerja itu supaya tidak ilegal, supaya dia mencari jalur yang benar,” katanya. Membuka lapangan pekerjaan secara menyeluruh merupakan kebijakan pemerintah. Sementara Dinas Tenaga Kerja, itu hanya berupaya menyiapkan tenaga kerja yang handal dengan memberikan pelatihan. “Itu secara umum jelas kebijakan pemerintah dari pusat sampai ke daerah, berupaya meningkatkan lapangan pekerjaan,” ujar Mahmuddin.(mhj)
Halaman 9
Diduga Jadi Timses
Ketua BPPD Loteng Diminta Mundur Praya (Suara NTB) Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah (Loteng) Ida Wahyuni Sahabudin, diminta mundur dari jabatannya, karena diduga ikut menjadi tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden pada gelaran pemilu mendatang. Desakan tersebut mencuat setelah muncul laporan kalau Ketua BPPD Loteng ikut dalam deklarasi dukungan kepada salah satu paslon presiden dan wakil presiden, di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, beberapa waktu lalu. Bahkan pada kesempatan itu, Ketua BPPD Loteng yang membacakan langsung deklarasi dukungan tersebut. “Kita minta Ketua BPPD Loteng segera menetukan sikap. Pilih jadi tim sukses atau mundur dari posisinya sekarang,” ujar Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah (Loteng), M. Samsul Qomar, kepada
Suara NTB, Sabtu (16/3). Menurutnya, meski bukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tapi lembaga yang dipimpinnya merupakan lembaga negara yang harus bersikap netral. Karena lembaga negara tentu punya kode etik dan etika tersendiri dalam politik. Dalam hal ini, tambahnya, kalau mau memajukan pariwisata, harus dengan cara-cara yang profesional dan tidak nyambi jadi tim sukses. Kecuali kalau bukan sebagai perangkat BPPD, tidak akan ada orang yang mempermasalahkannya, karena banyak pengurus BPPD yang mundur untuk
menjadi calon anggota legislatif (caleg). Begitu pula halnya kalau mau menjadi tim sukses, juga seharusnya mundur. Dikonfirmasi terpisah, Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni Sahabudin, menegaskan kalau pilihan tersebut merupakan pilihan politiknya. Lagi pula selama ini BPPD Loteng belum pernah mendapat pembiayaan ataupun fasilitas dari pemerintah dan semua yang dilakukan murni swadaya. (kir)
HILANG
RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848
DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
RUPA-RUPA
SALON
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
q
HLG STNK R2 YAMAHA MIO DR.3446 HU NOKA/ NOSIN : MH31KP00DFJ910659/1KP-910788 AN.NOVITA DWI ASTUTI HLG D’SKTR JLN.DAMAI 4 NO.116 KR.BONGKOT BTN BHP KEC.LABUAPI KAB.LOBAR
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
Halaman 10
KPU Ajak DPD IMM Gaet Pemilih Milenial Mataram (Suara NTB) KPU NTB Goes to Campus bersama Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Jumat (15/3). Kegiatan ini merupakan kerjasama antara KPU NTB dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) dalam rangka memeriahkan Milad ke 55 IMM. KPU mengajak kader muda Muhammadiyah di IMM menggaet pemilih milenial. Bertempat di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. H. Arsyad Abd.
Gani, M. Pd selaku rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Ir. H. Syamsuddin selaku Komisioner KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menjadi narasumber utama, dan Dr. Nurhasanah, M.H, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram. Rektor Ummat H. Arsyad Abd. Gani dalam sambutannya, mengapresiasi Komisioner KPU NTB yang telah mengajak DPD IMM NTB untuk melakukan sharing informasi tentang tata cara pemilihan umum dalam rangka mensuk-
seskan pesta demokrasi Indonesia. “Dalam mensukseskan pemilu dan pileg, kita butuh ilmu dan wawasan, sehingga kontribusi kita bisa membawa negara dan sistem demokrasi Indonesia bisa lebih baik lagi,” imbuhnya. Lebih lanjut Rektor mengungkapkan bahwa, peran mahasiswa sangat penting dalam suksesi pemilu 17 April mendatang, karena mahasiswa merupakan pemilih yang bisa mewarnai dan mengajak pemilih muda lainnya. “Pemilih pemula dan muda di Indonesia sangat
besar jumlahnya, sehingga langkah untuk memberikan wawasan terkait Pemilu dan Pileg kepada mahasiswa sangat penting untuk dilakukan, karena mereka bisa mempengaruhi pemilih milenial lainnya dan bisa merangkul masyarakat secara umum agar tidak golput pada Pemilu April 2019 mendatang,” ungkapnya. Komisioner KPU NTB menuturkan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat khususnya mahasiswa untuk tetap menggunakan hak pil-
ihnya dengan baik. “Goes to Campus itu merupakan salah satu cara kami untuk melakukan sosialisasi yang melibatkan mahasiswa aktif dalam pemilihan agar tidak golput,” tuturnya. Di sisi lain, generasi milenial menganggap pesta demokrasi tahun ini sebagai bagian dari sejarah karena merupakan pemilihan serentak yang pertama kali dilakukan. Dengan kata lain, pesta demokrasi ini merupakan bagian penciptaan suasana demokrasi baru bagi kaum milenial di Indonesia. (ars/*)
(Suara NTB/humas ummat)
FOTO BERSAMA - Rektor Ummat H. Arsyad Abd. Gani bersama Komisioner KPU NTB H. Syamsuddin foto bersama saat kegiatan KPU Goes to Campus, Jumat (15/3).
Hadapi UN Tingkatkan Kompetensi PEMPROV NTB mengingatkan agar SMK di NTB tak berhenti berinovasi setiap saat. Inovasi penting untuk meningkatkan mutu dan daya saing, sehingga mampu meningkatkan kualitas SMK. Kepala Bidang SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. M. Yahya, M.Pd., menyampaikan agar para kepala sekolah mampu mencari terobosan pengelolaan SMK. Dikatakan, bahwa semakin banyak inovasi, maka akan mendatangkan banyak manfaat bagi SMK sendiri, sehingga bisa mendapat bantuan dari kementerian untuk melakukan uji kompetensi. Diakuinya, saat berkunjung ke beberapa SMK yang mana kompetensi peserta didik bisa dikembangkan baik di rumah ataupun di tengah masyarakat. Jangan sampai peserta didik yang belajar di SMK tidak mampu mengaplikasikan kompetensi yang didapatkan di sekolah di mana mereka berbaur dengan masyarakat. Selain itu, Yahya juga ingatkan masyarakat juga harus paham dan bisa memberikan dukungannya. Lebih lanjut dia mengatakan model SMK harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, untuk itu pihaknya terus berupaya agar bagaimana SMK bisa mampu melahirkan sikap mental sesuai kompetensi yang mampu menjawab tantangan. (dys) H. M. Yahya (Suara NTB/dys)
Wali Siswa Harus Fokus Kawal Anak Mataram (Suara NTB) Orang tua siswa menjadi subjek pendidikan yang memiliki tanggung jawab penting bagi anak. Menjelang pelaksanaan UN, orang tua siswa diminta fokus mengawal anak agar matang menghadapi UN. SMPN 2 Mataram mencoba membangkitkan kesadaran itu dengan mengumpulkan orang tua siswa, Sabtu (16/3). Pengumpulan orang tua siswa diharapkan mampu menyamakan persepsi antara pihak sekolah dengan orang tua. Kepala SMPN 2 Mataram H. L. Suwarno, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa kelas IX menghadapi ujian nasonal baik berupa USBN dan UNBK. Dalam kesempatan itu, pihak SMPN 2 Mataram juga mensosialisasikn pelaksanaan pengayaan 10 mata pelajaran program pembelajaran dengan kurikulum 2013 melibatkan orang tua, guru dan siswa. “Sementara pada umumnya sekolah hanya fokus pada 4 mapel UN saja,”jelasnya. Upaya ini, katanya, dilakukan untuk mempertahankan predikat peraih nilai ujian nasional ( UN ) tertinggi di NTB,
(Suara NTB/dys)
PEMAHAMAN - Wali siswa SMPN 2 Mataram diberikan pemahaman untuk mempersiapkan anak menghadapi UN, Sabtu (16/3). sebagai predikat sekolah rujukan di Kota Mataram tentu harus memperoleh nilai UN maupun nilai USBN terbaik sebagai cermin dari kegiatan akademik sehari- hari, sehingga memang layak menjadi rujukan bagi sekolah lain. “Kita menyiapkan siswa kelas IX bisa lulus 100 persen dari 402 orang peserta UNBK
artinya harus memenuhi 4 kriteria kelulusan tahun ini, “ ungkapnya. Selain itu, pengayaan 10 Mapel untuk menghilangkan prasangka mengistimewakan 4 mata pelajaran UNBK, yaitu bahasa Indonesia Matematika, bahasa Inggris dan IPA. Padahal untuk menentukan lulus tidaknya
siswa ditentukan oleh semua mapel yang diajarkan. Termasuk juga pengayaan dilakukan setelah menelaah hasil perolehan try out yang diselenggarakan dinas pada tanggal 11-14 Februari 2019 yang lalu. Pihaknya ingin mempersiapkan siswa menguasai semua program pembelajaran untuk masuk pada jenjang
sekolah lebih tinggi, sehingga pada saat berada di SMA/ SMK betul-betul siap menerima materi pelajaran pada jenjang itu. “Pertimbangan sekolah untuk melaksanakan pengayaan 10 mapel sebagai upaya persiapan USBN dan UNBK tahun pelajaran 20182019 yang akan datang, “ ujarnya. (dys)
Rakorda I, BAN S/M Provinsi NTB akan Akreditasi 1.650 Sekolah/Madrasah Mataram (Suara NTB) Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah (S/M) Provinsi NTB melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) I tahun 2019 di Mataram, Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3). Tema yang diusung dalam Rakorda ini yaitu penuntasan akreditasi sekolah/madrasah dalam rangka pencapaian RPJMN 2014-2019. Pada tahun ini, BAN S/M akan mengakreditasi 1.650 sekolah/madrasah. Ketua BAN S/M Provinsi NTB, Drs. H. Suyanto, M.Ed., dalam sambutannya menjelaskan, pada tahun 2019 ini BAN S/M Provinsi NTB akan mengakreditasi sebanyak 1.650 sekolah/ madrasah dari sumber APBN Balitbang Kemendikbud. “Jumlah ini adalah 55,5 persen dari kebutuhan kita seluruhnya sebanyak 2.971. Tetapi patut kita syukuri karena kuota awal hanya 798, kemudian menjelang penandatanganan MoU ditambah menjadi 1.585, yang akhirnya ditambah lagi menjai 1.650 S/M,” jelasnya. Menurutnya, ini adalah berkat kepercayaan atas keberhasilan pihaknya pada tahun lalu. Walau dengan berbagai kendala, utamanya bencana alam yang memaksa berbagai kegiatan ditunda. BAN S/M bisa mencapai lebih dari target yaitu 107,2 persen disertai dengan pengembalian dana ke kas negara yang seharusnya cukup untuk memvisitasi sekitar 200 S/M lagi. Prioritas sekolah/madrasah yang akan diakreditasi tahun 2018 adalah sekolah/madrasah yang belum diakreditasi, SMA sederajat yang telah habis masa berlaku akreditasi dan habis masa berlaku di tahun 2019, sekolah/madrasah yang telah habis masa akredita-
Cara Sekolah Beri Sanksi Mendidik
Siswa Telat Disuruh Mengaji 1 Juz dan Membuat Sinopsis dari Berita Koran (Suara NTB/ron)
RAKORDA - Ketua BAN S/M Provinsi NTB, Drs. H. Suyanto, M.Ed., (tengah) saat memberikan sambutan di Rakorda I BAN S/M Provinsi NTB tahun 2019 di Mataram, Sabtu (16/3). si dua tahun atau lebih, dan sekolah/ madrasah yang sudah habis masa akreditasi satu tahun. Selain itu, juga untuk sekolah/madrasah yang berada di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar. Suyanto menekankan, rakorda ini merupakan agenda yang cukup strategis bagi BAN S/M dalam upaya menyamakan persepsi, pemahaman, dan langkah tindakan terhadap tugas, fungsi, dan tanggung jawab BAN S/ M, BAN S/M Provinsi, dan UPA/KPA S/M yang akan melaksanakan program kerja pada tahun anggaran 2019. “Melalui rakorda ini, diharapkan dapat terbangun komunikasi, sinergi, dan kerja sama yang baik sehingga program akreditasi tahun 2019 khususnya di Provinsi NTB dapat terlaksana dengan efektif, efisien dan transparan,” jelas Suyanto. Selain itu, untuk tahun 2019 ini
adalah tahun transisi pergeseran paradigma BAN S/M dari compliance menuju performance. Ia berharap akhir tahun 2019, instrumen baru yang disebut dengan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) sudah selesai, sehingga tahun 2020 sudah diimplementasikan sebagai pengganti instumen tahun 2017. “Sebagai salah satu bentuk implementasi perubahan pendekatan tersebut, BAN S/M telah menyederhanakan proses pelaksanaan akreditasi dengan SiPenA. Akibatnya beban kerja asesor tidak lagi hanya bertumpu pada pemenuhan administrasi, melainkan diarahkan pada upaya menggali berbagai aspek yang berkaitan dengan substansi kinerja sekolah/madrasah,” jelas Suyanto. Kegiatan Rakorda I BAN S/M Provinsi NTB ini diisi dengan pemaparan dari Ketua BAN S/M mengenai kebijakan pelaksanaan akreditasi tahun 2019. Selain itu juga pemaparan dari Kepala L P M P NTB, Minhajul Ngabidin terkait peta mutu pendidikan Provinsi N T B . Pemaparan dari sejumlah pemateri lainnya. Juga dilakukan diskusi kelompok. (ron/*)
Giri Menang (Suara NTB) SMAN 1 Gerung Lombok Barat (Lobar) memiliki cara berbeda dalam memberikan hukuman kepada siswanya yang terlambat datang ke sekolah, kalau biasa sanksinya berupa hukuman, namun tidak di SMA 1 Gerung Kabupaten Lombok Barat, siswanya malah berikan sanksi mendidik dengan baca mengaji Alquran dan buat sinopsis. Hal ini juga bentuk upaya sekolah membiasakan siswa untuk membaca Alquran. Kepala SMAN 1 Gerung Hj. Erni Zuhara mengatakan, hukuman kepada siswa yang terlambat dengan hukuman fisik dianggap kurang efektif. Karena selama ini, ketika anakanak yang melakukan kesalahan saat diberikan berikan hukuman fisik, dirasakan kurang mendidik untuk mengubah anak didiknya. “Kami pun berusaha berfikir keras untuk mencari hukuman yang sifatnya mendidik, namun bisa mengubah perilaku anak. Berkaca dari pengalaman yang ia terima dari para siswa yang sering terlambat datang ke sekolah, karena terlambat bangun, dirinya sebagai guru menyimpulkan ketika anak didiknya terlambat bangun, maka otomatis tidak melaksanakan Salat Subuh,” ungkapnya belum lama ini. Hal itu juga diketahuinya dari siswa-siswi nya secara langsung. Bahwa mereka terlambat bangun dan tidak Salat Subuh. Termasuk mereka kurang lancar menghafal ayat-ayat pendek. Dari pengalaman inilah, maka setiap siswa yang terlambat diberikan hadiah membaca Alquran sebanyak 1 juz bagi siswa yang beragama Islam. Sedangkan untuk siswa yang non Muslim diberikah hadiah berupa membuat sinopsis dari media koran yang mereka baca pada hari itu.’’Kami tidak menyebutnya hukuman, tetapi hadiah, bagi yang Muslim membaca 1 juz Alquran,sedangkan yang non Nuslim membuat sinopsis,’’ ungkapnya. Dari sekian banyak siswa yang didengar bacaaan Alqurannya ternyata banyak dari mereka yang tidak bagus bacaannya, padahal mereka sudah remaja, usia sekolah SMA yang seharusnya baca Alqurannya sudah lancar. Kondisi ini menjadi keprihatinan dari pihak sekolah.’’ Tingkat usia mereka, baya ayat pendek itu bukan masalah lagi buat mereka,’’ ugkapn-
SANKSI Siswa SMAN 1 Gerung yang telat diberi sanksi baca Alquran sebanyak 1 juz, karena terlambat datang ke sekolah.
(Suara NTB/her)
ya. Tetapi faktanya memang itulah yang terjadi. Maka demi peningkatan pendidikan karakter kepada para siswa, maka bacaan 1 juz Alquran bagi siswa yang terlambat itu harus dilaksanakan, ia menilai membaca Alquran bukanlah sebagai hukuman, tetapi menjadi hadiah bagi mereka. Begitu juga untuk siswa yang non Muslim, diberikan hadiah berupa harus membaca koran setiap hari, atau yang disebut dengan gerakan literasi, karena ini juga menjadi bagian dari program sekolah yang membudayakan literasi kepada para siswa, dalam mengembangkan kemampuan literasi kepada para siswa. ‘’ Kami memberikan koran lokal kepada para siswa, mereka harus baca dan mencari tiga berita menarik,’’ katanya. Dari tiga berita yang dianggap paling menarik, mereka kemudian harus membuat sinopsis yang selanjutnya akan diceritakan kepada teman-temannya yang lain.’’ Setelah mereka
membaca, apa yang mereka baca harus diceritakan ulang kepada siswa yang terlambat lainnya,’’ ungkapnya. Dengan cara ini, maka otomatis bisa menambah wawasan dari para siswa. Program ini sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2019, tujuannya untuk penguatan pendidikan karakter pada diri siswa. Di mana salah satu impelementasinya adakah menumbuhkan nilai-nilai religius kepada siswa. Setelah diberlakukan hadiah seperti ini, Erni mengaku melihat ada perubahan sikap pada diri siswa-siswinya meskipun belum sepenuhnya, tetapi sudah ada dampak positifnya. Ada rasa tanggung jawab dari anak-anak untuk hadir lebih pagi dari sebelumnya agar bisa masuk tepat waktu. Di satu sisi, ada juga peningkatan kemampuan membaca Alquran yang didapatkan dari program ini.’’ Kita sudah mulai melakukan pembiasaanpembiasaan seperti khatam Alquran setiap hari Jumat,” tuturnya. (her)
RAGAM
SUARA NTB Senin, 18 Maret 2019
Ratusan Rumah Rusak di Lotim Selong (Suara NTB) Gempa beruntun dengan kekuatan 5,4 SR dan 5,1 SR yang mengguncang NTB, Minggu (17/3) kemarin juga mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim ) rusak ringan, sedang dan berat. Menurut Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, terdapat sejumlah rumah warga yang mengalami rusak berat. Namun rumah-rumah yang mengalami rusak berat ini sebagian besar merupakan rumah yang pada gempa sebelumnya mengalami rusak ringan dan sedang. Sehingga akibat guncangan yang terjadi pada Minggu kemarin menyebabkan beberapa rumah tersebut mengalami rusak berat. Gubernur mengimbau su-
paya masyarakat tetap tenang menyikapi bencana gempa secara proporsional. Gubernur sendiri sudah memerintahkan kepada BPBD dan Dinas Sosial NTB dan kabupaten/kota untuk memantau segala kebutuhan masyarakat. ‘’Kita minta masyarakat dimohon untuk tenang. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Ini kita jadikan pelajaran untuk membangun rumah yang tahan gempa secara baik dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,’’imbaunya. Orang nomor satu di NTB ini menyebut, gempa terjadi secara merata di wilayah NTB. Tapi untuk di Kabupaten Lotim, wilayah Kecamatan Montong Gading yang mengalami kondisi yang cukup parah. Untuk di
(Suara NTB/yon)
MENGUNGSI - Masyarakat di Dusun Solong Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading, Lotim, mengungsi sambil membawa peralatan yang berhasil diselamatkan akibat gempa kemarin.
Lagi, NTB Diguncang Gempa Dari Hal. 1 Rinciannya 2 orang diantaranya luka berat, 21 orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban, kata dia, sudah dirujuk ke Puskesmas Senaru dan Puskesmas Anyar, Kecamatan Bayan. Sementara Humas Basarnas Mataram, I Gusti Lanang Wisnuwan dana menambahkan, ada dua korban meninggal tertimbun longsor. ‘’Hasil evakuasi sementara terdata dua orang meninggal. Ke duanya warga negara Malaysia. Lainnya luka-luka sedang dalam proses perawatan. Ada juga yang sedang dalam proses evakuasi,’’ kata Humas Basarnas Mataram, Minggu petang kemarin. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitude 5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitude 5,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 kilometer arah Utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur. Dengan kedalaman 19 Km. Dua menit kemudian, sekitar pada pukul 15.09 Wita, terjadi gempa susulan dengan kekua-
tan Magnitude 5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 kilometer. ‘’Gempa tidak berpotensi tsunami,’’ kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto. Agus Riyanto menambahkan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi itu termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault). ‘’Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Lombok Utara IV MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa III-IV MMI,’’ jelas Agus Riyanto. Dia menambahkan, hingga pukul 15.54 Wita, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya tiga aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,’’ saran Agus Riyanto. (ari/ars)
Rumah Korban Gempa Rusak Lagi Dari Hal. 1 terindentifikasi kerusakan pada rumah yang sedang dalam proses perbaikan akibat gempa awal, Juli dan Agustus 2018 lalu. “Ada sebagian teridentifikasi yang rusak ringan dan rusak sedang, sekarang menjadi rusak berat,” kata Rum menjawab Suara NTB, Minggu petang. Sementara proyek Rumah Tahan Gempa (RTG) sejauh ini belum ada informasi kerusakan. “Tapi kami pastikan tidak ada. Karena sampai sekarang belum ada laporan RTG rusak,” ungkapnya. Pihaknya sedang menerjunkan tim untuk mendata lagi, khusus rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang yang dalam proses penanganan Pokmas bersama fasilitator dari dana transfer Rp3,5 triliun sebelumnya. Koordinator Wilayah (Korwil) BPBD Fasilitator Lombok Timur saat dihubungi Suara NTB sedang melakukan cek lapangan data rumah yang sudah direhabilitasi rusak lagi akibat gempa. ‘’Sekarang saya menunggu laporan, turun juga ke lapangan untuk pendataan. Sementara belum jelas berapa detailnya. Tapi saya pastikan banyak yang sudah dan sedang kami kerjakan itu rusak lagi,’’ ungkapnya. Dia mendapat kiriman puluahan file foto dari anggota fasilitator di lapangan terkait rumah rusak berat, sejumlah kecamatan di landa gempa tersebut terdapat rumah yang sedang direkonstruksi. ‘’Setiap kecamatan yang kena gempa tadi, ada rumah yang sedang kami tangani. Ada juga yang belum,’’ ungkapnya. Sementara dari data awal, korban luka-luka diantaranya, di Kecamatan Pringgasela, korban atas nama Zulkifli (28) asal Dusun Aik Ngempok Desa Pengadangan mengalami luka di bagian tangan, Daffa Zaen Al Faruk (3), asal dusun yang sama, mengalami luka ringan di bagian kepala kiri.
Korban di Kecamatan Sembalun, Edi Rustaman (30) anggota Polri asal Dusun Dasan Tengak Barat, Desa Sembalun. Ia mengalami luka di kepala sepanjang 4 cm, akibat tertimpuk genteng rumah. Deri (16), pelajar asal Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok rumah. Hamdani (28) pekerjaan tukang, asal Jerowaru. Rendi (18), pelajar alamat Dusun Lendang Luar Desa Sembalun. Yogi Prima Mei Gandi (24), alamat Dusun Mentagi Desa Sembalun mengalami luka robek ditangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumah. Sementara di Kecamatan Sambelia, korban Rifki Suherman (15), asal Dusun Tampi Asih, Desa Belanting, terkena jatuhan piring. Kecamatan Aikmel, korban Jaurah (33), asal Kembang Kerang Lauq, menderita kepala bocor tertimpa genteng. Teguh Winata (3), asal Dusun Kembang Kerang Lauq, kepala tertimpa genteng. Nizar (30), asal Dusun Karya Desa Aikmel, luka pelipis , Hikmawati (25), asal Dusun Beru Desa Aikmel luka sobek pada tangan kiri, Fatur 18 bulan asal kampung karya Desa Aikmel, kepala bocor tertimpa reruntuhan. Sementara data kerusakan rumah di Kecamatan Montong Gading dua unit rumah, milik Irjan asal Dusun Solong Desa Pesanggrahan dan rumah milik Muhsip di Dusun Solong Utara Desa Pesangrahan. Sementara di Kecamatan Sambelia, rumah rusak milik Alimudin (50), di Dusun Kokok Pedek, Desa Sugian. Korban sebelumnya sudah mendapat bantuan rumah rusak ringan. Di Kecamatan Sikur, satu unit rumah rusak di Dusun Kedondong Desa Kotaraja. (ars)
Desa Pesanggrahan sendiri, berdasarkan data sementara kata gubernur, hampir 500 unit rumah warga terdampak gempa. Gubernur menegaskan, dari informasi sementara yang diterimanya. Korban jiwa di Lotim belum ada terutama di Kabupaten Lotim. Namun ia menyebut akan mengecek di kabupaten/kota lain terutama di Kabupaten Lombok Utara (KLU). ‘’Setelah dari sini, (Montong Gading,red). Kita akan langsung menuju KLU memantau situasi disana,”ungkap Dr. Zul. Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menyebutkan, ada sejumlah warga mengalami luka-luka. Di wilayah Kecamatan Montong Gading terdapat empat orang yang mengalami luka ringan. Namun pendataan terus dilakukan pendataan dan selanjutnya dilakukan verifikasi untuk diusulkan mendapatkan bantuan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sementara secara keseluruhan, jumlah rumah yang mengalami rusak sekitar 20 unit rumah yang mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Sedangkan jumlah korban, yang dirawat di Puskesmas Aikmel sebanyak 14 orang dengan kondisi luka ringan namun sudah bisa dipulangkan, di Kecamatan Sambelia 3 orang, Kecamatan Sembalun 2 orang, Kecamatan Montong Gading 4 orang. Adapun kecamatan yang terdampak gempa, diantaranya Kecamatan Montong Gading, Sikur, Masbagik, Aikmel, Sambelia, dan Sembalun. Camat Montong Gading, Suwardi, mengaku masih melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah pascagempa dan masyarakat yang menjadi korban. Dari data sementara yang dikantonginya, jumlah rumah rusak khususnya di Desa Pesanggrahan sebanyak 475 unit. “Tapi hampir secara keseluruhan seluruh desa di wilayah Kecamatan Montong Gading terdampak. Kita terus melakukan pendataan,’’sebutnya. (yon)
Halaman 11
Kurangi Dana Menganggur
Kemenkeu Wajibkan Pemda di NTB Gunakan Kartu Kredit Mataram (Suara NTB) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB mengeluarkan kebijakan penggunaan kartu kredit pemerintah dalam pembayaran belanja negara. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 196/ PMK.05/2018 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kanwil DJPB NTB, Alim Afifi mengatakan instansi pemerintah diharapkan menggunakan kartu kredit untuk belanja-belanja yang dibiayai dengan mekanisme uang persediaan. Seperti biaya operasional, biaya pemeliharaan dan biaya perjalanan dinas. Tagihan atas kartu kredit pemerintah ini dibayar oleh bendahara pengeluaran menggunakan uang persediaan yang dikuasainya. “Penggunaan kartu kredit pemerintah dilaksankan secara tertib dan taat pada peraturan perundang-undangan,” ujarnya di Mataram, Sabtu (16/3). Ia menjelaskan implementasi Kartu Kredit Pemerintah dapat menunjang likuiditas dan efisiensi kas negara. Selama ini, uang negara yang berada di rekening kas bendahara pengeluaran sangat besar. Tujuan pemerintah dalam implementasi Kartu Kredit Pemerintah, katanya, untuk meminimalisasi penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan negara. Kemudian meningkatkan keamanan dalam bertransaksi. “Mengurangi potensi fraud (kecurangan) dari transaksi secara tunai. Mengurangi cost of fund/idle cash (dana mengangur) dari penggunaan uang persediaan,” tutur Alim. Ditambahkan, pemakaian kartu kredit oleh satker kementerian negara dan lembaga juga akan mempercepat pelaksanaan kegiatan satker yang bersangku-
tan. Pelaksana kegiatan tidak perlu harus menunggu uang dari bendahara pengeluaran untuk melaksanakan kegiatannya. Sebagai contoh, semua keperluannya terkait tugas seperti pembayaran tiket pesawat dan hotel dapat menggunakan Kartu Kredit Pemerintah. Melalui pengunaan kartu kredit ini juga telah mendukung program meminimalisasi peredaran uang tunai. Untuk pihak perbankan penerbit kartu kredit, kebijakan Kartu Kredit Pemerintah dapat meningkatkan market share bank. Besarnya potensi belanja pemerintah melalui penggunaan kartu kredit dapat meningkatkan cash flow bank penerbit kartu kredit. Karena potensi ini pula kalangan perbankan berlomba menawarkan produk Kartu Kredit Pemerintah ini ke satker. Bagi merchant, Kartu Kredit Pemerintah dapat meningkatkan penjualan dengan segala kemudahan bertransaksi yang ditawarkan secara non tunai. Disebutkan, artu Kredit Pemerintah terdiri atas Kartu kredit untuk keperluan belanja barang operasional serta belanja modal. Dan kartu kredit untuk keperluan belanja perjalanan dinas jabatan. Kartu Kredit Pemerintah untuk keperluan belanja dapat digunakan untuk keperluan belanja barang operasional, antara lain belanja keperluan perkantoran, belanja pengadaan bahan makanan, belanja penambah daya tahan tubuh, dan belanja barang operasional lainnya. Belanja barang non operasional, antara lain belanja bahan dan belanja barang non operasional lainnya. Untuk belanja barang untuk persediaan, antara lain belanja barang persediaan barang konsumsi, belanja sewa, dan belanja pemeliharaan gedung dan bangunan. Antara lain belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, belanja barang persediaan peme-
Gubernur Minta Masyarakat Tetap Tenang Dari Hal. 1 Di lokasi gubernur memastikan bahwa masyarakat dalam keadaan aman meski masyarakat masih diliputi sedikit kekhawatiran. Berdasarkan pantauan gubernur, jumlah rumah yang rusak akibat gempa tersebut, terdiri dari rusak berat 26 rumah, dan rusak ringan dan sedang sekitar 449 rumah. Sedangkan masyarakat yang mengalami luka luka akibat gempa itu sekitar 5 orang dan sudah ditangani di Puskes-
mas terdekat. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, rumah yang rusak berat itu merupakan rumah yang rusak ringan akibat musibah gempa tahun lalu. Namun, guncangan gempa hari ini menyebabkan rumah-rumah tersebut roboh. ‘’Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,’’ kata gubernur. Dr.Zul memastikan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tersalurkan Minggu (17/3) malam ini. Bahkan, sebagian masyarakat di desa itu sudah mendapat bantuan tenda dan makanan. Untuk bantu-
an lain seperti bantuan dana, gubernur menyampaikan masih perlu pendataan. Dia berharap bantuan betul-betul tersalurkan tepat sasaran. Namun yang terpenting masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Pada kunjungannya itu, gubernur langsung menyerahkan tenda dan sejumlah makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dalam keadaan darurat. Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada gubernur atas respons cepat dengan menyerahkan bantuan tersebut. (nas)
Penuhi Kebutuhan Korban Gempa Dari Hal. 1 ‘’Untuk kebutuhan masyarakat harus dipenuhi. Mulai dari masakan siap saji, tenda dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,’’ pesan gubernur ditemui di lokasi Minggu malam kemarin. Yang paling terpenting katanya, melakukan trauma healing terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu yang secara psikologis baru sembuh dari trauma namun kembali diguncang gempa. Tindakan itu harus dilakukan sembari melakukan pendataan dan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat untuk menghindari terjadinya salah sasaran. Sebelum meninggalkan lokasi, gubernur bersama Ke-
pala Dinas Sosial NTB, H.Ahsanul Khalik dan Kabid Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Korban Tindak Kekerasan Pekerja Migran dan Orang Terlantar Sosial pada Dinsos Lotim, H. Huzaefah menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, mengaku sudah mendistribusikan terpal untuk masyarakat membangun tenda darurat di tempat-tempat terbuka. Selain karena kondisi rumah yang mengalami rusak berat, ringan, dan sedang. Sebagian besar masyarakat khususnya di Desa Pesanggrahan memilih untuk tidur di
luar rumah. ‘’Saat ini kita sudah distribusikan tenda. Kerusakan terparah untuk rumah terbanyak di Desa Pesanggrahan,’’ terangnya. Camat Montong Gading, Suwardi mengatakan, yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini adalah makanan siap saji, terpal, kebutuhan balita, dan selimut. Ia berharap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat ini bisa dipenuhi mengingat wilayah Montong Gading dengan delapan desa terletak di kaki Gunung Rinjani dengan suhu udara dingin. ‘’Bisa kita katakan semua desa terdampak gempa. Namun desa terparah di Desa Pesanggrahan,’’ sebut Suwardi. (yon)
liharaan gedung dan bangunan, dan belanja pemeliharaan gedung dan bangunan lainnya. Untuk belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, antara lain belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, belanja bahan bakar minyak dan pelumas dan pelumas khusus nonpertamina, belanja barang persediaan pemeliharaan peralatan dan mesin, dan belanja pemeliharaan peralatan dan mesin lainnya. Kemudian belanja pemeliharaan lainnya, antara lain belanja barang persediaan pemeliharaan lainnya dan belanja pemeliharaan lainnya. Dan belanja modal dengan nilai belanja paling banyak Rp 50 juta. Alim menambahkan Kartu Kredit Pemerintah untuk keperluan belanja perjalanan dinas jabatan digunakan untuk komponen pembayaran biaya transpor, penginapan, dan/ atau sewa kendaraan dalam kota. Dikatakan Kartu Kredit Pemerintah merupakan Kartu Kredit Corporate yang diterbitkan oleh Bank Penerbit Kartu Kredit Pemerintah. Bank Penerbit Kartu Kredit Pemerintah merupakan bank yang sama dengan tempat rekening Bendahara dibuka dan kantor pusat bank tersebut telah melakukan kerja sama dengan Ditjen Perbendaharaan. “Kartu Kredit Pemerintah sudah diberlakukan saat ini dan wajib digunakan oleh seluruh instansi pemerintah yang bersumber dari APBN mulai tanggal 1 Juli 2019,” terangnya. Diketahui, dana APBN untuk NTB tahun 2019 menembus angka Rp24,73 triliun. Belanja
negara sebesar itu diperuntukkan bagi 11 Pemda dan instansi vertikal yang ada di NTB. Belanja negara yang akan direalisasikan di wilayah Provinsi NTB mencapai Rp24,73 triliun meliputi belanja untuk satuan kerja Kementerian Negara/Lembaga sebesar Rp8,274 triliun. Dan belanja yang disalurkan sebagai Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp16,456 triliun termasuk Dana Desa. Kemudian Dana Desa Tahun 2019 untuk desadesa di Provinsi NTB dialokasikan Rp1,181 triliun. Dana desa tahun 2019 meningkat 20,14 persen dari alokasi APBN 2018 yang hanya Rp0,983 triliun. Alokasi yang meningkat tersebut telah sejalan dengan tren peningkatan secara nasional. Secara keseluruhan, dokumen DIPA 2019 yang diserahkan dan direalisasikan di wilayah Provinsi NTB sebanyak 386 DIPA. Yang mencakup nilai sebesar Rp8,274 triliun dan DAK Fisik Dana Desa sebesar Rp3,746 triliun, yang akan dibayarkan di 4 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang ada di NTB. KPPN Mataram 243 DIPA sebesar Rp6,054 Triliun, DAK Fisik dan Dana Desa sebesar Rp1,773 Triliun;KPPN Bima 66 DIPA sebesar Rp0,924 Triliun, DAK Fisik dan Dana Desa sebesar Rp0,748 Triliun;KPPN Sumbawa Besar 51 DIPA sebesar Rp0,543 Triliun, dan DAK Fisik dan Dana Desa sebesar Rp0,62 Triliun dan KPPN Selong 26 DIPA sebesar Rp0,751 Triliun, DAK Fisik dan Dana Desa sebesar Rp0,601 Triliun. (nas)
BPR Mitra Harmoni Bagi-bagi Hadiah untuk Nasabah Penerima Kredit Dari Hal. 1 Undian disaksikan juga notaris dan unsur Kepolisian. Sejumlah hadiah menarik yang dibagikan diantaranya, 3 buah kompor gas, 2 buah HP, 2 unit sepeda, 2 unit kulkas, 2 unit TV LED 21 inc, dan 1 unit sepeda motor sebagai hadiah utama yang jatuh kepada Burhanuddin, Jl. AK Munsyi Gg Dahlia No 1. Ketua Perbarindo Provinsi NTB, Yanuar Alfan memberikan apresiasi kepada BPR Mitra Harmoni sebagai satu-satunya BPR yang memberikan hadiah undian bagi krediturnya. ‘’Ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada nasabah. Di Indonesia baru kali ini ada informasi BPR memberikan hadiah kepada nasabah sebagai kreditur,’’ kata Yanuar Alfan. Secara menyeluruh, jumlah BPR-BPRS di Indonesia sebanyak 1.600 yang menjadi anggota Perbarindo. Sementara di NTB jumlahnya sebanyak 32 BPR. Terbagi sebanyak 3 BPR Syariah dan 29 BPR Konvensional. Ia juga mengajak masyarakat agar tak ragu bermitra dengan BPR Mitra Harmoni. Sebab tabungan dan depositonya di jamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku otoritas yang mengawasi. Hal yang sama dikatakan Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan. Pemberian penghargaan oleh perbankan menurutnya sebagai terobosan yang luar biasa. Sebab apresiasi diberikan kepada nasabah penerima kredit. Bukan kepada nasabah penabung atau deposito yang umumnya dilakukan di Indonesia. OJK yang bertindak selaku otoritas bagi seluruh industri keuangan (perbankan, asuran-
si, pegadaian dan pasar modal) memastikan BPR Mitra Harmoni adalah salah satu BPR yang memiliki modal yang cukup kuat, mencapai Rp7 miliaran. BPR Mitra Harmoni telah memenuhi ketentuan POJK yang mengharuskan BPR / BPRS di akhir tahun 2019 ini harus memenuhi modal inti Rp3 miliar dan Rp6 miliar. ‘’Jangan ragu menempatkan dana di BPR Mitra Harmoni. Karena OJK tetap melakukan pengawasan . BPR Mitra Harmoni dari hasil pengawasan OJK , masuk kategori BPR bagus dan memiliki modal yang kuat untuk menekan risiko,’’ demikian Farid. BPR Mitra Harmoni beralamat di Jl. Pejanggik, No 88 A, Pajang Barat Mataram. Jumlah nasabahnya tersebar mencapai ribuan nasabah. ‘’ Baik yang nasabah kredit maupun penabung dan deposito,’’ kata Direktur Utama BPR Mitra Harmoni, Agus Sutanto, SE. BPR Mitra Harmoni adalah BPR berjaringan nasional yang telah berusia 29 tahun di Indonesia dan berusia 9 tahun di NTB, dan satu-satunya yang paling berani memberikan apresiasi kepada nasabah penerima kredit. Alasannya, karena nasabah penerima kredit, terutama nasabah yang lancar adalah ruh bagi perkembangan industri keuangan. Program undian Kredit Pintar ini rencananya akan menjadi program tahunan. Dipersembahkan kepada nasabah-nasabah yang loyal. Kupon undian berlaku bagi nasabah dengan kredit Rp1 juta hingga Rp100 juta. Berlaku per kelipatan Rp1 juta mendapatkan 1 kupon. ‘’Tujuannya bukan saja memberikan penghargaan. Sekaligus memperkuatsilaturrahimkitadengan nasabah, serta stakeholders,’’ demikian Agus Sutanto.(bul/*)
Kawal Proyek Rehabilitasi Dari Hal. 1 ‘’OPD yang memiliki leading sector itu untuk mengevaluasi secara tahap demi tahap. Sekarang lagi proses diperbaiki. Pengguna anggaran dan PPK tahu apa yang dia lakukan,’’ kata Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si dikonfirmasi di Mataram akhir pekan kemarin. Mengenai keterlambatan pengerjaan proyek, Ibnu mengatakan sudah ada mekanismenya. Pada saatnya Inspektorat akan melakukan pengawasan sesuai perundang-undangan yang berlaku. ‘’Kalau pihak ketiga yang
mengerjakan terlambat, ada mekanismenya. Nanti pada saatnya kita (Inspektorat) akan melakukan pengawasan sesuai ketentuan UU yang berlaku,’’ tandasnya. Proyek rehabilitasi gedung pemerintahan dan IC dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB. Proyek rehabilitasi gedunggedung OPD yang rusak dan rehabilitasi IC seharusnya tuntas 31 Desember 2018 lalu. Namun hingga pertengahan Maret ini, proyek rehabilitasi IC belum menunjukkan perkembangan. Pantauan Suara NTB di lapangan, menara IC yang rusak akibat gempa masih be-
lum diperbaiki. Untuk penyelesaian proyek rehabilitasi IC, Dinas PUPR NTB telah memperpanjang waktu bagi kontraktor yang mengerjakan. Penyelesaian proyek pascabencana dengan pagu Rp1,65 miliar itu dilakukan perpanjangan waktu sampai 90 hari sejak 1 Januari - Maret 2019. Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, M.TP sebelumnya menjelaskan perpanjangan waktu pengerjaan selama 90 hari kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No.243/PMK.05/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Keuangan No.194/ PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan Sampai Dengan Akhir Tahun Anggaran. Ardi menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan molornya penyelesaian proyek rehabilitasi IC. Antara lain, banyak penambahan item pekerjaan yang tidak diduga sebelumnya. Misalnya, perbaikan dinding, plafon dan lainnya yang rusak akibat gempa. Selain itu, ada hambatan dari sisi waktu. Karena para pekerja tidak bisa bekerja sepanjang waktu. Pasalnya IC
digunakan untuk kegiatan ibadah setiap hari pada waktu tertentu. Agar penyelesaian proyek rehabilitasi IC dapat tuntas Maret mendatang, Dinas PUPR, kata Ardi meminta kepada kontraktor menambah tenaga kerja. Untuk rehabilitasi IC dianggarkan dana sekitar Rp1,65 miliar dalam APBD Perubahan 2018. Sementara untuk perbaikan gedung pemerintahan atau kantor OPD yang rusak akibat gempa dianggarkan dana sebesar Rp9,7 miliar. Kontraktor yang mengerjakan proyek pascabencana ini dilakukan Penunjukan Langsung (PL) sesuai ketentuan yang ada. (nas)
Bank NTB Syariah Siapkan Kemudahan Layanan Perbankan dengan SMS Banking Dari Hal. 1 Penandatanganan kerjasama ini juga disaksikan oleh seluruh stakeholders, termasuk di dalamnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika sebelumnya, Bank NTB Syariah memiliki fasilitas mobile. Kini dengan SMS Banking, seluruh pelayanan yang ada di teller bank, sudah dapat dilakukan sendiri oleh nasabah, dimanapun dan kapanpun. SMS Banking ini juga bisa dilakukan termasuk di daerahdaerah yang blank spot jaringan data telekomunikasi. Dengan kata lain, di daerah tanpa
ada sinyal data telekomunikasipun, transaksi tetap dapat dilakukan oleh nasabah, layaknya melakukan transaksi langsung di banknya. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo menjelaskan, sebelumnya SMS bankin terbatas untuk transakasi-transaksi yang sifatnya internal untuk nasabah. Hanya untuk notifikasi (pemberitahuan) dan lainnya. Dengan sistim baru SMS Banking kerjasama dengan Telkomsel ini, nasabah terbuka untuk meperbuka layanan bank. Secara detail, ada tiga keunggulan koneksi yang dihad-
irkan bagi nasabah Bank NTB Syariah untuk pelayanan perbankan melalui ponselnya. Selain melalui SMS di daerah-daerah yang tidak merata koneksi data, misalnya di pelosok-pelosok atau di daerah-daerah pegunungan. Atau bagi daerah-daerah yang sinyal datanya ada, tetapi kecil, dapat dimudahkan dengan USSD. Dapat juga dimudahkan dengan GPRS. Kesimpulannya, tidak ada kendala bagi nasabah melakukan transaksi apapun melalui SMS Banking. ‘’Ini akan memberikan kemudahan bagi nasabah. Misalnya di satu daerah yang
tidak ada sinyalnya. Dia bisa pakai SMS, kalau sama sekali ndak ada, dia bisa gunakan USSD tanpa sinyal dan itu juga bsia melakukan transaksi. Itulah keunggulan mengapa kita gandeng Telkomsel,” demikian Kukuh. Selain memberikan kemudahan bagi nasabah Bank NTB Syariah, terobosan ini sekaligus mendukung pemerintah menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mengurangi beban negara terhadap produksi uang. Sekaligus meminimalisir berbagai risiko bagi nasabah, perampokan, atau uang palsu. Karena nasabah cukup hanya
memiliki ponsel untuk bertransaksi keuangan apapun. Aplikasi Bank NTB Syariah SMS Banking ini dapat di-download. Launching akan dilakukan sesegera mungkin agar nasabah dapat memanfaatkan kemudahan layanan ini. Regional Account Manajer Telkomsel GraPARI Mataram, Azis Cahyono mengatakan Telkomsel bekerjasama dengan e-mobile selaku sistem integrator untuk mempecepat mewujudkannya. Koordinasi terus dilakukan dengan Bank NTB Syariah. Azis memastikan pada prinsipnya Telkomsel telah siap. (bul/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 18 Maret 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Kominfotik Sumbawa Fasilitasi Terbentuknya KIM Baru di Sejumlah Kecamatan
Sosialisasi Pembentukan KIM di Kecamatan Alas oleh Tim Dinas Kominfotik Sumbawa
Peserta sosialisasi KIM di Alas yang dihadiri Kepala Desa, Sekdes dan BPD
Sosialisasi KIM di Alas Barat
Peserta sosialisasi KIM di Tarano
Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Sumbawa kini tengah melakukan sosialisasi dan memfasilitasi terbentuknya Kelompok Informasi Mayarakat (KIM) baru pada tiga kecamatan. Selain terus melakukan pembinaan dan penguatan terhadap KIM yang sudah ada sebelumnya. Upaya membercepat perluasan akses informasi dan membantu menggerakkan ekonomi di tingkat desa. Tim Kominfotik telah turun melakukan sosialisasi KIM pada tiga kecamatan lokasi terbentuknya KIM baru. Yakni, kecamatan Alas, Alas Barat dan Tarano. Dihadiri Kepala Desa, BPD dan Sekretaris Desa pada setiap kecamatan. Mengingat KIM itu sendiri merupakan lembaga komunikasi perdesaan yang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif. Sesuai Permenkominfo No 8 tahun 2010, tentang pengembangan dan pemberdayaan lembaga komunikasi nasional. Sesuai fungsi KIM, mengelola informasi serta memberdayakan masyarakat guna mendapatkan nilai tambah dari informasi yang mereka dapatkan. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik Sumbawa, Suparman, S.E, didampingi Kasi Kemitraan Layanan Informasi Publik, Karman Hartono, S.E, menyebutkan dua peran KIM dalam masyarakat. Yakni diseminasi informasi kepada masyarakat (penyampai pesan kebijakan pemerintah) dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Peran penting lainnya, sebagai fasilitator dalam masyarakat, mitra pemerintah daerah, penyalur aspirasi masyarakat. Kemudian, sebagai terminal informasi bagi masyarakat desa atau kelurahan. Aktivitas KIM sering disingkat ADINDA, A (Askes Informasi), D (Diskusi tentang informasi), I (Implementasi), N (Networking), D (Diseminasi Informasi), A (Advokasi Informasi). Sehingga kegiatan rutinnya, seputar isu - isu lokal (domestik). KIM juga memfasilitasi penyuluhan, ikut serta dalam kegiatan pembangunan, mengelola dan mengolah informasi, mengupayakan kerjasama dengan pihak lain, menyelenggarakan pelatihan,
pengembangan usaha kecil. Serta mengupayakan KIM untuk mengikuti pameran. Pola pembentukan KIM, lanjut Karman, awalnya muncul dari inisiatif masyarakat yang sepakat menjadi kelompok. Kemudian memberi nama dan menyusun kepengurusan. Memberdayakan diri dan berkembang. Menjalin kemitraan sesuai potensi serta merumuskan kegiatan dan menggali peluang. Dengan prinsip emansipatif, partisipatif dan empati (harus diketahui betul apa yang menjadi kebutuhan kelompok KIM yang akan dibentuk). Tahap perkembangan KIM terdiri dari tahap awal kategori I berfungsi memantau info dari berbagai sumber, didiskusikan lalu diterapkan/disebar. Tahap dua, berfungsi sebagai agen pembangunan, mengembangkan gagasan, mengolah informasi baru untuk pembangunan. Tahap tiga, sama fungsinya dengan tahap satu dan dua, hanya ditambah mampu mengakses internet. Sedangkan tahap keempat, mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk kegiatan usahanya. “Inilah upaya yang kita terus dorong baik pada KIM yang sudah terbentuk maupun KIM baru yang kini mulai dikembangkan,” tukas Suparman. Sejauh ini terdata 35 KIM yang sudah terbentuk sebelummnya di Sumbawa termasuk Kampung Media. Di antaranya, KIM Rungan Desa desa Mama, Rampak Nulang desa Semamung, Demung Mapin desa Mapin, Suara Pengabdi desa Tarusa, Notang No Putis Batu Nisung desa Karang Dima, Beringin Jaya desa Uma Beringin, Varoso desa Moyo Mekar, Harapan Bersama desa Kukin, Tiu Dalam desa Lunyuk Ode, Bukit Harapan desa Dete, Ai Panas desa Maronge, Damai Besatu desa Sukadamai, Riam Remo desa Bunga Eja, Mandiri desa Labuan Bontong, Bunga Robusta desa Batu Dulang, Saling Sarungan desa Leseng, Melati Mekar desa Tatebal, Baru Tahan desa Baru Tahan, Saling Basan desa Lebangkar, Cahaya Putih desa Pukat, An Nur Kelurahan Samapuin. Kemudian KM Desa Ngeru desa Ngeru, KIM Juran Alas desa Juran Alas, KM Hijrah desa Hijrah, KIM Sepukur desa Sepukur, KIM Dara Maning desa Rhee Loka, KM Sukamajuu desa Sukamaju,
Sosialisasi pembentukan KIM di Kecamatan Tarano
KIM Sepakat desa Sepakat, KIM Pemuda Bersatu desa Brang Rea, KIM Ngaram desa Lape, KIM Labu Kuris desa Labuan Kuris, Bulan Suar desa Moyo, Bina Mandiri desa Lopok Beru, KIM desa Lopok desa Lopok dan Gerbang Informasi Desa desa Jorok. “Kita tengah berupaya memfasilitasi terbentuknya KIM di desa desa lainnya, seperti yang kita lakukan saat ini di Alas. Alas Barat dan Tarano,”sebut Suparman. Namun dari 35 KIM tersebut masih ada beberapa yang belum terlalu aktif dalam penyampaian informasi. Salah satu kendalanya, keterbataan sarana IT yang dimiliki desa. Ditambah lagi, sebagian besar masyarakatnya belum mengetahui manfaat dari KIM. Makanya, Diskominfotik telah mencoba mengangkat profil beberapa KIM yang sukses. Seperti KIM Rampak Nulang desa Semamung dan KIM Uma Beringin yang cukup aktif dalam penyampaian informasi melalui website desa. Untuk itu, pihaknya terus berusaha membantu melengkapi sarana dan prasarana KIM. Dengan memberikan paket IT yang terdiri dari perangkat PC dan internet desa kepada sejumlah desa. Kemudian membuat pelatihan selama tiga hari yang telah dilakukan tahun lalu. Fokusnya bagaimana pengurus KIM ini bisa menulis dengan baik. “Mereka bisa menulis tentang potensi desa untuk disiarkan di Website desannya masing masing. Kita juga menyediakan wadah di website khusus Kominfotik yakni rumah Informasi Samawa. Hajatnya bagi teman teman KIM. Dalam beberapa bulan terakhir sudah ada yang menulis, seperti dari KIM Semamung,”papar Karman. Banyak manfaat yang bisa diambil dari keberadaan KIM. Baik oleh desa maupun Pemkab Sumbawa. Untuk itu, pihaknya juga berharap pemerintah desa bisa mendukung keberadaan KIM di wilayah desanya masing masing. Dengan membantu penyediaan sarana KIM. Seperti yang telah dilakukan Pemdes Uma Beringin. KIM inilah yang mengelola website desa sekaligus akun medsos pemerintah desa. KIM juga bisa diintegrasikan dengan kelembagaan lainnya yang ada di desa seperti BUMDes. “Bisa dilihat yang paling aktif seperti KIM Uma Beringin, KIM Semamung dan KIM Mapin Rea dan lainnya. Mereka memanfaatkan web desa untuk mempromosikan potensi desa. KIM yang lain perlu kita ajak lebih aktif lagi. Harapannya, Pemdes mau lebih mensupport sarana KIM. Contohnya penyediaan kamera, jaringan IT dan lainnya yang dibutuhkan KIM,” harap Karman. Selain KIM, pada saat bersamaan pula, Kominfotik Sumbawa, terus membentuk PPID Desa. Sebagai badan publik desa yang menyediakan dan memberikan informasi publik. Info publik setiap saat, seperti PAD dan sumbernya, alokasi dari APBN, bantuan APBD Provinsi maupun Kabupaten, laporan keuangan BUMDes dan informasi lainnya berdasarkan UU sebagai info terbuka. (arn/*)
Unram - Fukushima Medical University dan JICA Kolaborasi Gelar Workshop Internasional Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) berkolaborasi dengan Fukushima Medical University dan Japan International Coorperation Agency (JICA) menggelar Workshop Internasional bertajuk “On SDGs Implementation Through Development of Popularization of Medical Knowledge (POMK) In the University of Mataram As Agent of Change,” di Rektorat Unram mulai 14-15 Maret. Prof. Sunarpi, Ph.D selaku ketua panitia dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa workshop internasional POMK merupakan hasil inisiasi dari Fakultas Kedokteran Fukushima Medical University berkolaborasi dengan JICA dengan tujuan memberikan pemahaman yang paling dasar kepada masyarakat awam mengenai konsep dasar ilmu kesehatan dengan menyederhanakan penjelasannya menggunakan alatalat peraga sederhana. Prof. Sunarpi juga menjelaskan bahwa kerjasama Unram dan Fukushima Medical University telah berjalan sejak lama, hubungan baik itulah yang membuat Fukushima Medical University memilih Unram untuk bekerjasama menggelar workshop. Kegiatan workshop Internasional yang diselenggarakan selama dua hari ini, juga dirangkai dengan menggelar demonstrasi atau pelatihan singkat kepada mahasiswa dan dosen mengenai cara membuat alat peraga yang menunjukkan proses kerja organ tubuh manusia. “Pada hari Jumat Prof. Akihiro Hazama, MD., Ph.D akan mendemonstrasikan tentang bagaimana organ tubuh manusia bekerja menggunakan alat peraga yang sangat sederhana,” jelas Prof. Sunarpi saat menyampaikan laporan kegiatan workshop internasional di rektorat. Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Perencanaan Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D. saat mewakili Rektor menyampaikan sambutan mengatakan, mengetahui masalah kesehatan dari yang paling dasar sangatlah penting. Menurutnya tidak banyak orang yang memahami bagaimana organ tubuh bekerja. Oleh karena itu, menyebarluaskan pengetahuan mengenai bagaimana kerjan organ tubuh dapat mempengaruhi kesehatan merupakan sesuatu yang relevan dan penting untuk dilakukan. “Saya percaya bahwa kegiatan ini akan
Wakil Rektor 4 Unram (kanan) tukar cinderamata dengan perwakilan dari Fukushima Medical University
Para peserta foto bersama usai pelaksanaan workshop membawa implikasi yang positif, dan mahasiswa kami akan siap menerima pembelajaran mengenai Popularisation of Medical Knowledge (POMK),” ungkap Dr. Yusron. Prof. Akihiro Hazama, MD., Ph.D dari Fukushima Medical University selaku narasumber dalam workshop tersebut menyampaikan alasannya memilih Unram sebagai tempat dilaksanakannya workshop internasional POMK. Ia mengatakan bahwa proyek yang sedang dilakukannya tidak hanya diperuntukkan bagi Fakultas Kedokteran, tetapi juga fakultas lain. “Unram memiliki banyak fakultas, jadi saya pikir Unram punya kekuatan yang cukup menyebarluaskan proyek POMK ini,” papar Prof. Akihiro saat dimintai keterangan di selasela memberikan demonstrasi di lab. MIPA, Jumat (15/3). “Saya berharap proyek POMK
ini dapat berjalan secara terus menerus, agar semua orang bisa sehat, tidak hanya untuk masyarakat Lombok tapi juga untuk semua masyarakat Indonesia,” lanjutnya. Prof. Sunarpi yang juga turut mendampingi Prof. Akihiro memberikan demonstrasi kepada mahasiswa dan dosen menuturkan bahwa proyek POMK ini telah sukses dilaksanakan di Jepang dan berhasil memperoleh Asahi Award. “Proyek POMK ini dilakukan secara bertahap. Sebelum diberikan ke masyarakat awam, tahap awal dari proyek ini adalah dengan mentransformasikan kepada mahasiswa dan dosen Unram, kemudian nanti mahasiswa dan dosen akan mentransformasikan ke sekolah-sekolah yang ada di Lombok, dari sekolah nanti baru ke masyarakat yang ada disekitar sekolah tersebut,” papar Prof. Sunarpi. (dys/*)