SUARA NTB
HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
KAMIS, 16 MEI 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 59 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Silaturahmi Tokoh Muda Indonesia di Bogor
Gubernur NTB Jadi Imam Salat Magrib
Bogor (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bersama 10 tokoh muda nasional menggelar silaturahmi di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (15/5) sore . Pertemuan tokoh muda tersebut untuk membincangkan Indonesia yang sejuk dan bersahabat. Pada kesempatan itu, Gubernur NTB mendapat kehormatan untuk memimpin salat berjamaah para tokoh muda Indonesia yang hadir dalam Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti Bogor.
Para tokoh muda yang hadir, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati
Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya. Bima Arya selaku tuan rumah, dalam konferensi pers di hadapan para wartawan mengutarakan latar belakang pemikiran yang menjadi pendorong digelarnya pertemuan para tokoh muda Indonesia tersebut.
Bima Arya menegaskan, para tokoh tersebut berasal dari latar belakang politik yang berbeda-beda, namun semua melebur dalam komitmen yang sama untuk mendorong kemajuan Indonesia. Karenanya, dalam pertemuan, topik yang dibahas pun tidak mengarah pada hal-hal yang menajamkan perbedaan. Bersambung ke hal 15
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H/2019 M 04:51
05:01
12:15
15:35
18:07
19:19 (Suara NTB/ist)
PIMPIN SALAT - Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah, mendapat kehormatan untuk memimpin salat berjamaah para tokoh muda Indonesia yang hadir dalam Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/5) kemarin. Foto bersama para tokoh muda nasional usai silaturahmi (kiri).
Bibit Jagung Jarang Tumbuh
Petani Merugi dan Harus Tanam Ulang
TO K O H RSUP NTB akan Naik Status KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) berencana akan meningkatkan status Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Sehingga bisa mendukung gelaran MotoGP di kawasan The Mandalika mulai tahun 2021 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng), Selasa (14/5) malam. Ditemuai di sela-sela kegiatan safari Ramadhan Gubernur NTB, Eka mengatakan, dengan peningkatan status RSUP sebagai rumah sakit internasional, maka nantinya NTB akan memiliki dua rumah sakit bertaraf intern a s i o n a l sekaligus. Bersambung Nurhandini Eka Dewi ke hal 15 (Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R
Amdal Tak Bisa Dibahas PEMPROV NTB akan melakukan percepatan penetapan lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya menjadi kawasan industri. Usulan menjadi kawasan industri akan diajukan ke pemerintah pusat yakni Kementerian Perindustrian. ‘’Sedang kita pelajari persyaratannya dan itu yang sedang dikoordinasikan dengan PT AMNT dan selanjutnya ke pusat,’’ kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Smelter Pemprov NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (15/5). Ridwan mengatakan, harus dilakukan percepatan penetapan lokasi smelter dan industri turunnya sebagai kawasan industri sesuai PP No. 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri. Bersambung H. Ridwan Syah ke hal 15 (Suara NTB/dok)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Daya tumbuh jagung bantuanPemprov NTB untuk varietas JH 27 sangat rendah. Bibit yang ditanam petani ternya-
ta banyak yang tidak tumbuh. Contohnya di lahan kelompok tani di wilayah Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Akibat gagal
(Suara NTB/ind)
Efendi (kiri) di lahan tempat dia menanam bibit jagung bantuan Provinsi NTB.
tumbuh, petani merugi dan harus melakukan tanam ulang. Di Desa Pelat, ada beberapa kelompok yang menerima bantuan bibit jagung dari Pemprov NTB. Salah satunya adalah Kelompok Tani Tiu Deneng dengan lahan tanam seluas 25 hektar. Kelompok ini memiliki anggota sekitar 48 orang dan mendapat bibit varietas JH 27 sebanyak 190 Kg. Di kelompok tersebut sudah sekitar 6 sampai 7 hektar lahan yang ditanami dengan varietas bantuan Pemprov NTB. Namun ternyata daya tumbuhnya sangat rendah. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Kelompok Tani setempat, Efendi, saat ditemui Suara NTB, Rabu (15/5). Diceritakannya, awalnya bantuan bibit ini diajukan ke PPL karena ada permintaan dari anggotanya. Bersambung ke hal 15
Kualitas Bibit Jagung Buruk Dilaporkan ke Kejati NTB Mataram (Suara NTB) Dugaan bibit jagung dengan kualitas buruk yang diterima petani di Kabupaten Sumbawa, memicu reaksi sejumlah pihak. Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan Mataram (HM2M) melaporkan masalah itu ke Kejati NTB, Rabu (15/5). Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ars)
DOKUMEN - Ketua Umum HM2M Sendi Akramullah menunjukkan dokumen laporan di Kejati NTB, Rabu (15/5).
Imbauan Ulama NTB
Teguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah Mataram (Suara NTB) – Ulama se-NTB menggelar silaturahim di Mataram. Silaturahim ini untuk mencermati kondisi kekinian jelang penetapan hasil Pemilu 2019. Para ulama NTB mengimbau masyarakat untuk meneguhkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB. Prof. Dr. Masnun Tahir memimpin pembacaan imbauan ulama NTB dalam kegiatan yang dirangkai buka bersama, Rabu (15/5) petang. Hadir dalam silaturahim
ulama tersebut sebanyak 72 ulama dari 10 kabupaten/kota di NTB. Turut hadir ikut membimbing pembacaan imbauan diantaranya Rais Syuriah PWNU NTB TGH Lalu Turmudzi Badaruddin, Kepala BIN Daerah NTB H Tarno Koesnarno dan Ketua Dewan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, TGH Yusuf Makmun. TGH.Lalu Turmudzi menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya mengikuti ketentuan yang ditetapkan penyelenggara Pemilu 2019. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/why)
SILATURAHMI - (Kiri ke kanan) Ketua PWNU NTB Prof Dr TGH Masnun Tahir, Kabinda NTB Tarwo Koesnarno, Rais Syuriah PWNU NTB TGH Lalu Turmudzi Badaruddin, dan Ketua Dewan Mustasyar PB NW TGH Yusuf Makmun, Rabu (15/5) dalam Silaturahim Ulama di Mataram.
Menengok Karyawan Amman Mineral Menjalani Puasa di Tambang Batu Hijau PUKUL 15.35 Wita suasana di sekitar Camp 2100 tampak sepi karena para penghuninya masih sibuk dengan aktivitas kerja mereka masing-masing. Sebagian sudah berangkat menuju pit, pabrik pengolahan tambang Amman Mineral untuk menjalani shift mereka. Sementara karyawan shift pagi masih belum kembali dari tempat kerja mereka. Ya, tambang Batu Hijau memang beroperasi selama 24 jam dan di waktu seperti ini hanya beberapa karyawan yang tampak dan masih fokus menyelesaikan tugasnya di sekitar Camp 2100, Townsite, Sekongkang, Sumbawa Barat, Selasa (14/5) lalu. Bersambung ke hal 15
TAKJIL - Yayuk Mindartini sedang sibuk melayani pembeli takjil di Bazar Ramadhan Amman Mineral Townsite
CERAMAH AGAMA - Suasana khidmat menanti waktu buka puasa bersama yang diawali dengan ceramah agama tentang hikmah Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah Townsite.
SUARA MATARAM
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 2
Eksekutif Setuju Pengajuan 4 Raperda Hak Inisiatif DPRD Kota Mataram Mataram (Suara NTB) – DPRD Kota Mataram menggelar rapat paripurna lanjutan atas penyampaian empat buah paket raperda hak inisiatif dewan, Rabu (15/5) kemarin. Rapat paripurna yang mengagendakan penyampaian tanggapan Walikota Mataram terhadap usul empat buah raperda hak inisiatif Dewan ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., didampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dan Wakil Ketua, I Wayan Sugiartha. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana yang mewakili Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh yang hadir pada kesempatan itu, menanggapi empat buah raperda hak inisiatif Dewan secara sistematis. ‘’Berikut ini perkenankan kami menyampaikan pandangan dan tanggapan terhadap penyampaian empat buah Raperda Hak Inisiatif DPRD Kota Mataram, sebagai berikut,’’ ujarnya dalam rapat paripurna. 1. Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Terhadap Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, pada umumnya eksekutif dapat menerima dan menyetujui pengajuan Raperda dimaksud sebagai langkah baik dalam penyusunan sebuah regulasi yang lebih terarah dan konstruktif dalam Penyelenggaraan Keolahragaan di Kota Mataram ke depan. Eksekutif mengakui selama ini pengelolaan olahraga, memang belum terbangun sistem yang paripurna, terintegrasi dan menyatu dengan berbagai pihak terkait/stakeholder termasuk masyarakat, minimnya sarana prasarana, anggaran yang belum memadai, serta sistem pembinaan yang belum berkesinambungan khususnya yang berorientasi olahraga prestasi. ‘’Berdasarkan hal tersebut, maka kami sangat mengapresiasi DPRD Kota Mataram yang berinisiatif mengajukan Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan,’’ katanya. 2. Raperda tentang Penanaman Modal Pada prinsipnya eksekutif sepakat bahwa untuk mencapai tujuan dari Penanaman Modal sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentunya faktorfaktor yang menghambat iklim penanaman modal harus dapat diminimalisir dengan menerbitkan kebijakan di bidang penanaman modal. Salah satunya dengan adanya kepastian hukum yang bisa diwujudkan melalui pembentukan Peraturan Daerah ini. Upaya ini dapat dikatakan sejalan juga dengan Peraturan
(Suara NTB/dok)
Pesimis KBC seperti Malioboro ANGGOTA DPRD Kota Mataram dari Dapil (daerah Pemilihan) Cakranegara, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE., mengaku pesimis bahwa KBC (Kawasan Bisnis Cakra) dapat menyerupai kawasan Malioboro di Yogyakarta. ‘’Tidak bisa, karena karakternya beda,’’ tegasnya menjawab Suara NTB usai rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Rabu (15/5) kemarin. Menurut Gus Arik, sapaan akrabnya, karakter IGB Hari Sudana Putra masyarakat di Yogyakarta sangat berbeda dengan masyarakat yang ada di Kota Mataram. ‘’Keinginannya sama memang. Kita ingin sama-sama maju,’’ cetusnya. Dia mencontohkan pariwisata Bali sesungguhnya kalah jauh dari Lombok. ‘’Konsep manusianya yang beda. Orang Bali itu masih welcome, sementara kita di sini, belum bisa welcome terhadap pariwisata,’’ ungkapnya. Politisi Demokrat ini, menilai KBC dengan konsep yang ada saat ini, akan berujung mubazir. ‘’Kita hanya akan mewariskan kekonyolan terhadap generasi ke depan. Sudahlah kita jangan neko-neko mau mengadopsi konsep daerah lain,’’ katanya. Pasalnya, lahan di Cakra terbatas luasnya. Untuk itu, dia menyarankan supaya Pemkot Mataram membuat konsep modern yang mengakomodir seluruh pedagang yang ada di sana. Dengan catatan, berikan fasilitas parkir yang memadai. ‘’Bukan parkir yang luas, tapi yang memadai,’’ tandasnya. Maka dengan konsep ground floor atau lantai dasar, basement atau lantai satu dan seterusnya, gagasan KBC dapat terealisasi. ‘’Bila perlu dibangun hingga lantai tujuh,’’ imbuhnya. Gus Arik menilai Pemkot Mataram kurang inovasi. Salah satu indikatornya, pembangunan KBC, belum juga mendapat solusi lahan parkir dan lokasi pemindahan PKL. Dia mendorong kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk berinovasi. ‘’Kan kita punya dinas. Ini kondisinya berbeda. Makanya jangan hanya terima laporan saja,’’ sindirnya. Gus Arik mengatakan Walikota, Wakil Walikota dan juga Sekda tidak bisa hanya bekerja di belakang meja saja. Kondisi ini, lanjut anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram ini , dapat disiasati dengan konsep pasar tradisional yang digeser pemahamannya menjadi pasar modern. Modern dari segi desain bangunan, pelaksanaan pengaturan, retribusi hingga manajemen. ‘’Bagaimana manajerial di sana setelah jadi. Sekarang di sana lahannya lumayan luas, sekitar 70 sampai 80 are. Itukan bisa desainnya dilaunching kepada masyarakat, disayembarakan desainnya kalau memang Pemkot Mataram melalui Dinas PUPR tidak mampu membuat desain yang bagus,’’ sarannya. Intinya Pemkot Mataram diajak memberdayakan masyarakat luas. Sebab, konsep KBC tidak bisa hanya menggunakan bangunan yang ada. ‘’Ndak bisa, sekarang itu harus dibongkar total,’’ katanya. Dampaknya memang harus ada relokasi pedagang. Ini menjadi tugas Pemkot Mataram melaui Dinas Perdagangan mencari lapangan untuk memindahkan pedagang. Setelah itu disayembarakan, kemudian ditelaah mana yang paling bagus,’’ ucapnya. Pemkot Mataram juga diminta melihat konsep pasar yang ada di ibukota. Ada basement. ‘’Mereka gunakan ground flour. Itu bisa menjadi lahan parkir. Dia yakin itu bisa menampung ratusan kendaraan roda empat. Gus arik memberikan catatan bahwa bentuk bangunan maupun pengelolaannya ke depan harus modern. Mengingat daerah ini rawan bencana, harus diakomodir pula langkah-langkah penanggulangan bencana. Tidak hanya bencana kebakaran saja, tapi semua bentuk kebencanaan harus dimasukkan di sana. Harus dimasukkan aspek safety dalam desain yang disayembarakan itu,’’ pungkasnya. (fit)
(Suara NTB/fit)
TETAP AKTIF - Pada penghujung masa jabatan anggota DPRD Kota Mataram periode 2014 – 2019, mereka tetap aktif menghadiri agenda-agenda kedewanan di DPRD Kota Mataram, seperti rapat paripurna Rabu (15/5) kemarin. Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perizinan yang telah ditetapkan dan undangkan beberapa waktu lalu, sebagai upaya ke arah yang sama. Dengan demikian diharapkan tingkat realisasi penanaman modal akan semakin membaik dan meningkatkan nilai investasi di daerah yang pada akhirnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Kota Mataram. ‘’Berdasarkan hal tersebut, maka kami sangat mengapresiasi DPRD Kota Mataram yang berinisiatif mengajukan Raperda tentang Penanaman Modal,’’ demikian Mohan. 3. Raperda tentang Pemeliharaan Jalan Peningkatan kuantitas dan kualitas jalan Kota Mataram akan terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang, lebihlebih dengan adanya dukungan dari Legislatif dalam wujud pengajuan dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemeliharaan Jalan, yang merupakan Hak Inisiatif DPRD, tentunya akan sangat mendukung Peningkatan kuantitas dan kualitas jalan sekaligus sebagai upaya mempertahankan kondisi jalan di Kota Mataram agar tetap berfungsi secara optimal. Upaya ini tentunya harus didukung juga oleh semua pihak termasuk kami dari eksekutif. ‘’Berdasarkan hal tersebut maka
(Suara NTB/fit)
INDONESIA RAYA - Dari kiri ke kanan, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., dan Wakil Ketua, I Wayan Sugiartha, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada rapat paripurna, Rabu (15/3) kemarin. kami sangat mengapresiasi DPRD Kota Mataram yang berinisiatif mengajukan Raperda tentang Pemeliharaan Jalan,’’ kata Mohan. 4. Raperda tentang Pemeliharaan dan Penertiban Hewan Peliharaan ‘’Seperti kita ketahui bersama akan maraknya beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh sebagian hewan peliharaan ke manusia, tentunya menjadi perhatian kita bersama,’’ ucapnya. Dengan adanya Raperda tentang Pemeliharaan dan Penertiban Hewan Peli-
haraan, ini, nantinya setelah ditetapkan dan diundangkan, dapat menjadi instrumen bagi Pemerintah Kota Mataram dalam menertibkan hewan peliharaan yang ada di tengahtengah masyarakat, yang keberadaannya sebagian dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan manusia yang diakibatkan dari hasil kontak dengan hewan tersebut. Oleh karena itu, eksekutif sangat mengapresiasi DPRD Kota Mataram yang berinisiatif mengajukan raperda tentang Pemeliharaan dan Penertiban Hewan Peliharaan. (fit/*)
Pemkot Mataram Usulkan 300 Formasi CPNS
Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram kembali mengusulkan 300 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke pemerintah pusat. Tenaga pendidik paling banyak dibutuhkan. Kebutuhan formasi telah dikirim oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSD) Kota Mataram, berdasarkan surat nomor 821/ 789/BKPSDM/IV/2019 tentang penyampaian hasil penghitungan kebutuhan ASN. Usulan itu menindaklanjuti surat Badan Kepegawaian Negara Nomor A26-30/V512/ 99 tanggal 8 April 2019 lalu. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, Ahmad Mujahiddin membenarkan adanya usulan formasi CPNS dikirim ke pemerintah pusat. “Sudah kita kirim pertengahan April itu,” kata Muja.
Sebanyak 300 formasi yang diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara. Rinciannya tenaga pendidik 180 formasi, tenaga kesehatan 90 formasi dan tenaga teknis 30 formasi. Disampaikan Muja, gambaran kebutuhan pegawai negeri sipil di Kota Mataram sampai tanggal 31 Desember 2018 sejumlah 5.155 orang. Setelah dilakukan proyeksi sampai batas usia pensiun akhir tahun 2019 berjumlah 190 orang.
Sementara, formasi yang lowong di akhir tahun 2018 lalu berjumlah 1.594 formasi. Di tahun yang sama, Pemkot Mataram mendapatkan jatah 262 formasi dan telah diangkat sebagai CPNS tanggal 1 April. “Masih ada sisa kekurangan atau lowong 1.332 formasi,” sebutnya. Penyampaian formasi pegawai ke pemerintah pusat menjadi kewajiban pemerintah daerah setiap tahunnya. Data kebu-
tuhan pegawai jadi referensi pemerintah pusat untuk menentukan jumlah formasi diberikan ke daerah. Pemkot Mataram saat ini, menunggu kebijakan dari Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, memberikan jatah formasi. Harapannya, pemerintah pusat menyetujui keseluruhan usulan tersebut. “Pemerintah juga mempertimbangkan soal anggaran,” cetusnya. Muja tidak mengetahui apakah ada kebijakan penerimaan CPNS atau tidak tahun ini. Informasi penerimaan 100 ribu CPNS tahun ini diharapkan mengcover kebutuhan pegawai di Kota Mataram. Ahmad Mujahiddin (cem)
(Suara NTB/cem)
Kontrak Rumah Warga
(Suara NTB/cem)
PENERTIBAN - Warga ditemukan bersembunyi sedang asyik makan di dalam warung di Jalan Ismail Marzuki, Lingkungan Karang Tapen saat dilakukan penertiban oleh Satpol PP Kota Mataram. Petugas hanya menegur pedagang tanpa memberi efek jera.
Satpol PP Sidak Warung Makan Mataram (Suara NTB) – Satpol PP Kota Mataram benar – benar dikibuli. Sejumlah pemilik warung makan masih membandel dengan buka dan melayani pembeli di tempat. Petugas menemukan warga bersembunyi makan di dalam warung. Pantauan Suara NTB, penertiban warung makan dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Dua lokasi menjadi incaran Satpol PP Kota Mataram diback up Satpol PP NTB dan Dinas Perhubungan. Yakni, Jalan Peresean Kelurahan Pejanggik dan Jalan Ismail Marzuki, Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya. Di Jalan Peresean, pedagang cukup kooperatif melayani pembeli dengan cara take away atau makanan dibungkus. Hanya saja, pemilik warung makan secara terbuka menampilkan menu makanan mereka. Padahal telah dilarang sesuai surat edaran Walikota Mataram. Berbeda halnya warung di Jalan Ismail Marzuki. Pedagang tetap melayani pembeli dan bahkan memanfaatkan jasa juru parkir memanggil pengendara untuk mampir makan. Kedatangan petugas cukup membuat
pedagang panik dan berlari menghindari petugas. Pemilik warung segera menggembok warung miliknya dan kabur begitu saja. Aparat penegak Perda tak kehabisan akal. Warung makan satu persatu diperiksa. Alhasil ditemukan sejumlah warga asyik menyantap makanan di dalam warung. Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati menegaskan, penertiban kali ini melibatkan Satpol PP NTB dan Dinas Perhubungan Kota Mataram. Sebab, pemilik warung makan tetap membandel melayani pembeli. Padahal, mereka sudah berulangkali diberikan peringatan. “Sudah saya perintahkan anggota mengangkut barang milik pedagang yang masih bandel,” tegas Bayu, Rabu (15/5). Faktanya petugas yang menemukan pelanggaran justru tidak melakukan tindakan tegas sesuai perintah pimpinannya. Bayu berkilah upaya persuasif memang kembali dilakukan karena permintaan Satpol PP NTB yang baru bergabung dalam penertiban. Penertiban ke depannya tak ada toleransi lagi bagi pedagang atau pemilik warung makan yang membandel. Pedagang di
Jalan Ismail Marzuki setiap tahun menjadi masalah. Mereka tidak pernah mengikuti aturan dikeluarkan pemerintah meski telah diberikan kelonggaran. Ketidaktaatan pedagang ini Pol PP mengambil sikap dengan mengelurkan rekomendasi ke Dinas Perdagangan untuk mengevaluasi pedagang di sana. “Karena setiap tahun jadi masalah dan lokasi juga membuat sempit arus lalu lintas. Semakin lama marwah pedagang kaki limanya hilang berganti menjadi warung permanen,” tambahnya. Ani, pemilik warung di Jalan Peresan mengaku, sudah dua kali mendapat teguran dari petugas. Ia bersama pedagang lainnya dianggap secara demonstratif berjualan sehingga mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Tahun lalu ada imbauan dikasih. Tahun ini kok ndak ada,” tuturnya. Dari peringatan pertama, Ani tak lagi berani melayani pembeli untuk makan di tempat. Polanya, pembeli memesan makanan untuk dibawa pulang. Cara ini sebagai alternatif agar aktivfitas usaha mereka tetap berjalan dan tidak lagi kena tegur petugas. (cem)
KELURAHAN Cilinaya merupakan salah satu dari dua kelurahan di Kecamatan Cakranegara belum memiliki kantor. Untuk pelayanan administrasi harus mengontrak rumah milik warga. Dampaknya data dan aset kelurahan hilang. Lurah Cilinaya, I Gusti Agung Nugrahini menyampaikan, dua tahun terakhir ini, pelayanan administrasi di kelurahan terpaksa berpindah – pindah. Awalnya di tahun 2018 lalu, mengontrak rumah milik warga di dekat Pasar Karang Jasi. Pihaknya memilih pindah karena terganggu dengan aktivitas ramainya arus kendaraan serta aroma masakan dari warung. “Tahun ini juga kita ngontrak rumah warga tapi lumayan nyaman,” katanya ditemui, Selasa (14/5). Di Kecamatan Cakranegara bukan saja Kelurahan Cilinaya saja yang tidak memiliki kantor. Nasib serupa juga dialami oleh Kelurahan Mayura yang meminjam aset milik pemerintah provinsi. Diakui, tak menetapkan kantor lurah sebagai tempat pelayanan membingungkan masyarakat. Masyarakat kebingungan mencari untuk mengurus administrasi kependudukan dan urusan lainya. Belum lagi, data – data serta aset milik kelurahan yang rusak bahkan hilang. “Meja tamu milik di kelurahan saja hancur. Data kelurahan banyak tercecer,” keluhnya. Pihaknya berulangkali mengusulkan ke Pemkot Mataram untuk pengadaan kantor. Sampai saat ini belum terealisasi karena persoalan tingginya harga lahan maupun rumah di kawasan tersebut. Kondisi demikian, sambungnya, pihaknya terpaksa harus menyewa atau mengontrak rumah milik warga. Untuk sewa pun tidak bisa jangka panjang karena keterbatasan anggaran yang disiapkan ke DPA kelurahan. “Kita maunya sewa lima tahun sekaligus. Masalahnya di DPA kelurahan hanya untuk biaya sewa setahun. Bulan Oktober ini kontrak berakhir mudah – mudahan saja mau diperpanjang,” harapnya. Alternatif lain, pengadaan kantor pernah diusulkan dalam Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) kelurahan melakukan penggabungan terhadap SDN 41 dan SDN 10 Cakranegara. Alasan penggabungan melihat jumlah murid di SDN 41 Cakranegara dari kelas I – VI hanya 92 orang, sedangkan SDN 10 Cakranegara 320 orang. Namun demikian, keinginan itu tidak terealiasasi. (cem) I Gusti Agung Nugrahini (Suara NTB/cem)
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Pemprov NTB Ancam Bekukan Izin PPTKIS
Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Muhammad Agus Patria, SH, MH nampaknya tak main-main menanggapi aktivitas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang belakangan mulai di bongkar jaringannya oleh aparat. Pemprov NTB juga tengah menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda NTB. Jika terindikasi di dalamnya terlibat Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), maka disiapkan sanksi pembekuan izin operasional perusahaan. Laman https://www.bbc.com/ indonesia/indonesia47877938?ocid=wsindonesia.chatapps.in-app-msg.whatsapp.trial.link1-.auin ini mengungkap nasip para TKW di Timur Tengah. Yang diharapkan untuk merubah nasibnya dan keluarganya, justru berbanding terbalik dengan fakta yang mereka alami. NTB dan Jawa Barat adalah penyumbang utama tenaga kerja perempuan ke Timur Tengah. H. Agus Patria mengatakan, jika terindikasi ada permainan PPTKIS di dalamnya, Pemprov akan membekukan izin operasional perusahaan. Dan mengadukan langsung ke Ke-
(Suara NTB/bul)
H. Agus Patria menaker agar membekukan PPTKIS yang beroperasi secara nasional. “Selain kita bekukan, Kemanaker akan kita surati juga untuk menutup operasional perusahaan di seluruh wilayah Indonesia,” katanya. Kasus TPPO yang sebagian diungkap oleh Polri, telah ditan-
gani hingga Polda NTB. Saat ini ada dua tersangka yang ditangani. Dan tersangka lain yang telah ditetapkan sebelumnya. Bersama aparat, jaringannya terus diungkap. Kepala dinas mengharapkan, mereka yang tersangka mememberikan secara gamblang siapa saja yang terlibat dan polanya. Dengan demikian, akan lebih memudahkan aparat menelurusinya. Kepada masyarakat, kepala dinas juga mengimbu ikut terlibat. “Kalau ada masyarakat yang tahu, laporkan saja ke kami. Agar lebih mudah mengungkap siapa saja pelakupelakunya,” jelas kepala dinas. Kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (15/5) kemarin, kepala dinas mengatakan, aparat terus bergerak menelusuri siapa saja di NTB yang terlibat TPPO. Siapa yang merekrut, siapa yang menampung, dan siapa yang memberangkatkan, tengah ditelu-
suri. “Harapan kita, dengan begini, masyarakat bisa menyadari bagaimana risiko yang mereka hadapi ketika bekerja di luar negeri dengan tanpa izin-izin resmi dari pemerintah,” imbuhnya. Beda halnya dengan yang berangkat ke luar negeri menggunakan jalur resmi, lebih mudah di pantau dan lebih terjamin keamanannya. Ada pihak yang siap mempertanggungjawabkannya. Selain bekerjasama dengan aparat untuk menelusuri jaringan TPPO, kebijakan yang akan diambil, kata kepala dinas, memberkali pengetahuan advokasi kepada calon-calon TKW. Bagaimana para buruh migran perempuan ini dapat mengadvokasi dirinya sendiri bila terjadi persoalan-persoalan dalam birokrasi yang memberangkatkannya. Atau jika terjadi persoalan di negara penempatannya. “Dengan banyaknya kasus kasus ini, mereka dapat melakukan advokasi terhadap dirinya. Kemana mereka melapor, bagaimana syarat melapor, mereka harus tahu. Bukti-bukti hukum juga mereka harus tahu. Selain kita berikan bekal kemampuan skill,” ujarnya. (bul)
Perusahaan Harus Bayar THR Karyawan H-7 Lebaran
(Suara NTB/bul)
TOMAT - Harga tomat juga mulai naik menjadi Rp13.000/Kg di bulan Ramadhan. Ahsanudin, guru SMK Lengkong Lendang, Lombok Timur sekaligus petani tomat usai memetik tomat di sawahnya. Ia agak bergairah dengan naiknya harga tomat.
Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja mengingatkan perusahaan di Kota Mataram, supaya memberikan tunjangan hari raya (THR) ke karyawan H – 7 lebaran. Perusahaan terlambat membayarkan tunjangan dikenakan sanksi berupa denda. Dikonfirmasi Rabu (15/5), Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi, SIP menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan surat edaran yang akan dikirim ke semua perusahaan di Kota Mataram. Surat edaran itu mengatur pembayaran tunjangan hari raya kepada karyawan oleh pengusaha. Pembayaran THR diatur dalam Peraturan
Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. “Sesuai aturan H-7 sudah dibayarkan. Tapi kita mengimbau H-14 lebaran pengusaha sudah membayar THR karyawannya,” kata Hariadi. Besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR satu bulan upah. Sedangkan, bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan secara terus menerus, THR diberikan secara proporsional. Selain mengeluarkan surat edaran ke perusahaan, pihaknya juga akan turun melakukan pengawasan. Pengawasan bersama Bidang Hubungan Industrial itu
(Suara NTB/bul)
PENUKARAN UANG - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melakukan penukaran uang, didampingi Kepala BI NTB, Acris Sarwani dan Kepala OJK NTB, Farid Faletehan
BI dan 13 Bank Buka Layanan Penukaran Uang di Sangkareang Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia menggandeng 13 bank membuka layanan penukaran uang di Taman Sangkareang, Mataram. Penukaran dilaksanakan di bulan ramadhan ini. Kebutuhan uang di masyarakat menjelang lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan dari periode normal sebagaimana historis tahuntahun sebelumnya. Menyikapi hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut. Proses persiapan yang diawali dengan kegiatan Focus Group Dicussion (FGD) Bank Indonesia dan perbankan untuk menyiapkan rencana kegiatan kas keliling dan proyeksi kebutuhan uang masyarakat telah dilakukan Bulan April 2019. Sebagaimana diketahui bahwa BI dalam penyediaan uang layak edar untuk masyarakat dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya melalui perbankan, kas titipan bank di daerah remote, dan kas keliling BI. Khusus untuk kebutuhan uang pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia menyiapkan Rp2,87 Triliun, lebih tinggi dari
tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 Triliun. Namun demikian, kami telah menyiapkan cadangan stok uang apabila realisasi kebutuhan uang lebih dari perkiraan tersebut. Achris Sarwani, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, dari perkiraan Rp2,87 triliun tersebut, diproyeksikan untuk kebutuhan bank umum sebesar Rp2,49 triliun, Rp238 miliar untuk Kas Titipan di Kota Bima, Rp124 miliar untuk Kas Titipan di Kabupaten Sumbawa dan Rp27 miliar untuk kegiatan penukaran dalam kas keliling. Jika dilihat perpecahan dari Rp2,87 triliun tersebut Rp1,4 triliun merupakan pecahan Rp100.000, Rp1,25 triliun merupakan pecahan Rp50.000, Rp77 miliar merupakan pecahan Rp20.000, Rp69 miliar merupakan pecahan Rp10.000, Rp49 miliar merupakan pecahan Rp5.000, Rp22 miliar merupakan pecahan Rp2.000 dan Rp1 miliar merupakan pecahan Rp1.000, selebihnya sebesar Rp1 miliar merupakan uang logam pecahan Rp1.000 - Rp100. Kegiatan kas keliling penukaran uang pecahan kecil Bank Indonesia bersama perbankan dipusatkan di satu titik yaitu Taman Sangkareang, mulai tanggal 15 hingga 28 Mei
2019, pada hari Senin - Kamis. Bank umum yang berpartisipasi dalam kegiatan kali ini sebanyak 13 bank umum, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 12 bank umum. Acara dibuka oleh H. Mohan Roliskana, SH., MH., Wakil Walikota Mataram, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan, Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE, dan dihadiri oleh pimpinan perbankan daerah. Kegiatan penukaran uang oleh BI dan perbankan kali ini memang dirangkaikan dengan kegiatan Pasar Murah TPID Provinsi NTB dan Kota Mataram di Taman Sangkareang sebagai salah satu upaya dalam pengendalian inflasi daerah. Masyarakat dapat berbelanja dengan bijak, tidak berlebihan, karena stok pangan di Provinsi NTB mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Selain kas keliling bersama perbankan dengan jadwal tersebut di atas, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB juga melakukan kegiatan kas keliling penukaran uang pecahan kecil sendiri yang berlokasi di Kota Mataram dan kabupaten lainnya baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. (bul)
○○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
(Suara NTB/bul)
(Suara NTB/dok)
Hariadi
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Bulog Datangkan Gula hingga 500 Ton Sebelum Lebaran Mataram (Suara NTB) Perum Bulog Divre NTB akan mendatangkan gula sebanyak 500 ton secara bertahap, hingga sebelum lebaran Idul Fitri. Gula adalah salah satu jenis komoditas pangan yang permintaan pasarnya paling tinggi. Rencana mendatangkan dalam jumlah besar ini, semata-mata untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan ketersediaannya. “Kami hadir untuk ikut menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga bahan pokok,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE usai mengikuti pembukaan pasar murah dan layanan penukaran uang di Lapangan Sangkareang, Mataram, Rabu (15/5) kemarin. Gula pasir ini, seluruhnya didatangkan dari Jawa. Untuk tahap awal, sebanyak 120 ton yang akan masuk. Ramlan menyebut, minyak goreng dan gula ini paling laris terjual. Tingginya permintaan, dipengaruhi tingginya aktivitas memasak. Tidak saja oleh ibu-ibu rumah tangga, demikian juga pengusaha-pengusaha kecil yang jumlahnya menjamur menjajakan takjil saat puasa. Stok yang dimiliki Bulog saat ini tersedia hingga tiga bulan ke depan. Sampai Maulid, Ramlan mengatakan Bulog siap memenuhi permintaan. Demikian juga minyak goreng, stoknya masih cukup terpenuhi. Harga jualnya menggunakan harga di bawah harga pasar. “Gula, di pasaran dijual Rp12.000 perkilo, kita jual Rp11.500 perkilo. Masih di bawah harga pasaran,” jelas Ramlan. Dengan penyediaan stok besar-besaran ini, besar harapannya tak terjadi aksi spekulasi dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan selama bulan puasa ini. Lalu bagaimana dengan beras? hasil pemantauan Bulog, harga saat ini masih cukup stabil. Bulog memiliki cadangan stok hingga 18 bulan mendatang. Masyarakat tak usah ragu, apalagi panik lalu melakukan aksi borong yang dapat memicu reaksi spekulasi dari pihak-pihak tertentu. Pasar murah yang dilaksanakan di Lapangan Sangkareang Mataram kemarin, lanjut Ramlan, tidak saja difokuskan di satu titik. Bulog sendiri telah melibatkan jaringannya, baik Rumah Pangan Kita (RPK) maupun dan toko pangan yang tersebar di pasar-pasar induk di NTB. RPK, khusus untuk Kota Mataram jumlahnya sebanyak 119 RPK. Belum lagi di kabupaten/kota lainnya di NTB. Melalui jaringannya ini, Perum Bulog mendistribusikan pangan ke masyarakat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Bulog secara prinsip siap amanakan kebutuhan sembako masyarakat,” jelas Ramlan. Selain itu, Bulog menyediakan stok untuk kegiatan bazar. Bazar ini dapat dilakukan sendiri oleh Bulog berdasarkan inisitifnya, atau dapat diusulkan oleh masyarakat di titik-titik keramaian. “Kalau ada masyarakat yang butuh bazar, kita siap adakan. Silahkan saja usulkan di mana,” demikian Ramlan UE. (bul) Ramlan UE
ingin memastikan ketaatan perusahaan terhadap aturan. “Kita juga akan turun cek ke perusahaan – perusahaan,” tandasnya. Disnaker menyiapkan sanksi bagi perusahaan yang terlambat memberikan sanksi. Sanksi yang diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 sebutnya, berupa pengenaan denda 5 persen dari besar tunjangan diterima karyawan. Mantan Camat Mataram ini mengimbau ke pengusaha di Kota Mataram, lebih awal membayar tunjangan hari raya kepada karyawan. Sebab, tunjangan itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya idul fitri. (cem)
Belum Salurkan KUR
OJK akan Klarifikasi Dua Perusahaan Asuransi Mitra Bank NTB Syariah Mataram (Suara NTB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengklarifikasi dua perusahaan asuransi mitra Bank NTB Syariah, Askrindo dan Jamkrindo. Terkait belum belum tersalurnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTB Syariah untuk tahun 2019 ini. OJK telah mengklarifikasi sebelumnya Direksi Bank NTB Syariah untuk mencari tahu pangkal persoalannya. Dari keterangan yang didapat, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan mengatakan akibat kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) Bank NTB Syariah yang masih tinggi. “Karena NPF bank dianggap masih tinggi, belum diberikan untuk menyalurkan KUR lagi,” demikian Farid ditemui usai mengikuti kegiatan pembukaan layanan penukaran uang di Taman Sangkareang Mataram, Rabu (15/4) kemarin. Tingginya karena faktor apa? Setelah Direksi Bank NTB Syariah diundang dan dilakukan diskusi, salah satu persoalannya karena belum terbayarnya klaim kredit yang dijaminkan kepada dua perusahaan asuransi dimaksud. “Kredit macet Bank NTB Syariah di KUR ini sekitar Rp2,5 miliar sampai Rp3 miliar,” jelas Farid. KUR yang ditengarai macet ini adalah KUR yang disalurkan tahun 2016-2017. Sementara nasabah KUR lainnya juga banyak yang telah melunasi. Artinya, total KUR lancar akan semakin kecil. Sementara KUR macet akan terhitung semakin naik. “Kalau KUR lancar semakin banyak dilunasi, semakin kecil. Disatu sisi, KUR macet posisinya tetap belum dilunasi. Maka akan terlihat kredit macet KUR ini semakin besar,” imbuhnya. Karena itu, salah satu solusinya, harus disegerakan penyelesaian klaim yang ada di dua perusahaan asur-
ansi. OJK terus memonitor progresnya. Di harapkan Mei ini penyelesaian klaim akan nampak agar KUR segera di salurkan oleh Bank NTB Syariah. “Katanya sudah ada kesepakatan perusahaan asuransi. Kita lihat Mei ini. Kalau ndak, Juni nanti setelat-telatnya, kita akan panggil perusahaan asuransi dan Bank NTB Syariah untuk mengklarifikasi kembali,” demikian Farid. Sebelumnya, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo, menjelaskan, penyaluran KUR oleh BPD utamanya dipengaruhi tingkat macet kredit bank. Kredit macet itupun, seharusnya tidak muncul bila perusahaan asuransi langsung membayarkan klaim atas kredit mandek nasabah. Kredit sejumlah nasabah Bank NTB Syariah mandek akibat dampak gempa dan bencana lain yang menimpa sejumlah wilayah di NTB. Di Lombok Barat saja, sekitar Rp600 jutaan KUR mandek. Terutama akibat gempa. Kemudian di Pulau Sumbawa, petani mengalami gagal panen karena hama tikus, dan angin yang merusak tanaman padi petani. Bukan sematamata karena faktor ketidakmapuan nasabah membayar kreditnya karena ekonominya. Akibat belum terbayarnya tanggungan perusahaan asuransi ini, Non Performing Financing (NPF) atau kredit macet/bermasalah dalam istilah industri keuangan syariah di Bank NTB Syariah sebesar 5,7 persen. Jika dirupiahkan, kredit yang harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi sebesar Rp5,1 miliar dari Rp90 miliar KUR yang dikucurkan Bank NTB Syariah. Bank NTB Syariah mendapat alokasi penyaluran KUR sebesar Rp60 miliar tahun 2019 ini. Oleh Kementerian Keuangan RI, BPD NTB ini belum diberi lampu hijau untuk menyalurkan plafon yang telah diterima. Kendalanya, kata H. Kukuh, karena tingkat NPFnya yang belum memungkinkan. (bul)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Kualitas SDM Kurang DINAS Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam upaya memasyarakatkan koperasi. Salah satu yang dilakukan berupa pelaksanaan cerdas cermat melalui sektor pendidikan. Cerdas cermat sendiri melibatkan tingkat SMA-sederajat dan MTs untuk 21 kecamatan di Kabupaten Lotim. “Diharapkan melalui generasi muda ini, koperasi kita betulbetul mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat selaku (Suara NTB/yon) anggotanya,” terang Kepala DiHj. Rasmiah nas Koperasi dan UKM Lotim, Hj. Rasmiah, ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (15/5). Disebutkannya, saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Lotim sebanyak 507 unit. Namun yang masih aktif dari setengahnya yang disebabkan SDM pengelola koperasi yang kualitasnya masih kurang untuk menjalankan suatu manajemen koperasi. Inilah yang menjadi salah satu faktor koperasi tidak berjalan dan berkembang sebagaimana yang diharapkan. “SDM koperasi yang masih kurang ini memang menjadi tantangan kita dalam mengelola manajemen koperasi. Maka dari itu, pelatihan-pelatihan terus kita lakukan tentang manajemen usaha, manajemen perkoperasian ataupun akutansi tentang perkoperasian,” ungkapnya. Maka ke depan, diharapkan kualitas SDM betul-betul dapat ditingkatkan agar dalam mengelola koperasi berjalan dengan baik untuk diwujudkannya koperasi yang mandiri dan berkualitas. Salah satunya dengan merangkul para pelajar supaya sejak dini dapat memahami dan mengerti tentang dunia perkoperasian. Hj. Rasmiah menegaskan, badan usaha di Indonesia yang betul-betul cocok sesuai dengan adat istiadat ada koperasi, yaitu terciptanya koperasi karena adanya sekumpulan masyarakat yang memiliki satu tujuan yaitu ingin mencapai kesejahteraan dengan menyepakati bersama iuran baik simpanan wajib dan simpanan pokok. “Koperasi adalah milih anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” terangnya. (yon)
”Move on” dari Pileg dan Pilpres Selong (Suara NTB) Pasca pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 diharapkan semua anak bangsa ini terus bangkit dan bergerak. Selesaikan perbedaan dan diajak untuk move on dari pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang sudah berlalu. Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Lotim TGH. Gunawan Ruslan. Menurutnya, semua yang sempat terpecah, karena perbedaan pilihan saat pilpres dan pileg diharapkan segera bersatu dengan membangun bangsa dan daerah. (Suara NTB/rus) ‘’Bangun negara dan wujudTGH. Gunawan Ruslan kan Indonesia sebagai lima besar negara di dunia,’’ ujarnya di Selong, Rabu (15/5). TGH. Gunawan Ruslan yang juga pimpinan Pondok Pesantren Dhiaul Fikri Sakra ini mengemukakan, Garbi adalah salah satu gerakan menuju perubahan, yakni menggiring Indonesia menuju negara hebat, menjadi negara lima besar dunia. Melihat potensi yang dimiliki Indonesia katanya, citacita besar tersebut diyakini bisa diwujudkan. Indonesia dulu pernah menjadi satu negara yang ditakuti di Asia Tenggara. Adapun keberadaan PKS sebutnya tetap menjadi kawan dan mintra dalam membangun bangsa. Menanggapi isu yang hangat pascapemilu, katanya menjadi hal yang wajar saja. Terpenting negara tetap aman dan negara kesatuan repupblik indonesia (NKRI) tetap menjadi harga mati. Alasan ada protes dari sejumlah orang sejauh ini harus dikembalikan kepada peranan dari para pemimpin bangsa. Apa yang menjadi masukan itu sejatinya diterima sebagai bagian dari pemikiran dan bukan membungkam kebebasan berpikir dan berpendapat dari warga. “Seorang pemimpin negara juga harus tebal muka dan tebal telinga, pemimpin negaraitu digaji untuk mendengar rakyat,” ucapnya. Bagi Garbi, yang tidak boleh itu merusak dan menghancurkan bangsa. “Kalau sekadar bersuara tidak masalah, asalkan jangan untuk anarkis. Kalau orang demo di jalan, kan apa salahnya dan sejauh ini tidak ada aksi demonstrasi yang memicu perpecahan bangsa,” ujarnya. (rus)
Penerima BPNT Diverifikasi Selong (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah mempersiapkan stiker yang akan ditempelkan ke rumah-rumah warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat ini, jajaran Disos mencoba melakukan verifikasi faktual kepada penerima BPNT. Pemerintah desa selanjutnya diharapkan segera mengajukan perubahan dan perbaikan data tersebut melalui Musyawarah Desa (Musdes). Kepala Disos Lotim, H. Marwan, menjelaskan, berdasarkan data tahun 2018 lalu, jumlah penerima BPNT ini (Suara NTB/rus) mencapai 98.155 jiwa. ApalaH. Marwan gi Lotim merupakan penerima bantuan terbesar se NTB dengan nilai tembus Rp 185 miliar. Namun dalam perjalanannya, pernah 13 ribu orang Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BPNT ini tidak bisa didistribusikan, karena persoalan data. Dari data itulah belasan miliar dana yang seharusnya diterima warga Lotim kembali ke pusat. Disos Lotim kemudian melakukan beberapa upaya perbaikan data. Rencana penempelan stiker itu pun mengacu pada surat Kementerian Sosial RI agar KPM BPNT dari PKH dan reguler ini dapat segera dilakukan di semua desa se Kabupaten Lotim. Menurutnya, saat pendataan dulu diakui masuk kategori miskin. Akan tetapi, selang beberapa tahun diyakini terjadi perubahan taraf perekonomian warga. “Pasti ada yang sudah berubah menjadi kaya, sehingga diperlukan verifikasi kembali,” ujarnya. Menurutnya, mekanisme penggantian menjadi kewenangan di tingkat desa melalui musyawarah desa antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Kepala Desa. Untuk itu, setiap ada penggantian ini, Pemkab Lotim melalui Disos selalu berupaya melakukan pergantian. Dari ‘’data yang ada sifatnya hanya pergantian. Belum ada yang sampai dikeluarkan, karena perubahan status ekonomi tersebut,’’ ujarnya. Pihaknya mengharapkan di masa mendatang, warga yang ekonominya sudah membaik bisa lepas dan tidak lagi menerima BPNT. Pasalnya, jumlah warga Lotim yang terbilang berhak menerima masih cukup banyak. Sementara jatah yang diberikan dari pemerintah pusat terbatas. Jumlah warga Lotim yang berhak menerima BPNT ini cukup banyak, yakni 262.167 jiwa. “Data yang masuk dalam BDT inilah yang boleh menerima bantuan,” ujarnya. (rus)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Proyek Talud Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Spek Tanjung (Suara NTB) Proyek bangunan pelengkap jalan (tidak) senilai Rp 179 juta diduga dikerjakan tak sesuai spek oleh pemborong, CV. Citra Lestari. Warga meminta agar pihak dinas mengawasi pemborong tersebut secara ketat, hingga membangun kembali talud sesuai petunjuk perencanaan pemerintah. Informasi yang dihimpun koran ini menyebut, beberapa kejanggalan yang dijumpai di lapangan adalah pemanfaatan batu bekas talud yang roboh akibat gempa digunakan lagi oleh pemborong. Praktis pemborong sejak hari pertama pelaksanaan, hanya mengeluarkan 1 dump truck batu. Kedua, dalam pelaksanaan kegiatan, kontraktor seolah tidak mau berkoordinasi dengan warga setempat. Sejak itulah, warga bertekad mengawasi proyek PL (penunjukan langsung) tersebut. “Memang betul seperti itu, batu-batu bekas talud dulu yang dipakai, dipasang. Kami pernah meminta RAB, tapi tidak pernah diberikan. Sejak saat itu kami terus pantau,” ujar Kadus Kroya, Iwan Setiawan, Rabu (15/5). Warga awalnya meminta agar proyek di jalur Lading-Lading Langgeng itu dikerjakan secara swakelola. Pertimbangannya, selama 4 kali lokasi tersebut dipermak, tidak pernah tahan lama. Terakhir, talud di titik itu terancam amblas akibat gempa. Sementara itu, Kontraktor Pelaksana, Raden Suryadi, yang dikonfirmasi mengakui, jika pihaknya sudah bertemu dengan warga Dusun Kroya. Di masyarakat ia sudah menjelaskan semua, termasuk memberi gambar perencanaan proyek tersebut. “Semua saya jelaskan, saya kasih gambar kemudian saya tunjukan item pekerjaan di gambar,” kata Suryadi. Ia mengklaim pula, bahwa
berdasarkan gambar tidak ada pembongkaran pondasi (talud lama). Namun karena pertimbangan teknis, maka kemauannya sebagian pondasi dibongkar. Bagian atas talud yang roboh juga dibongkar. Suryadi mengaku baru mengerjakan pekerjaan tersebut sekitar 5 hari lalu. Sesuai kontrak, pihaknya memiliki waktu 45 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. “Insya Allah di manapun saya bekerja, saya pasti jaga nama baik, karena bagi saya modal kerja terbesar adalah kepercayaan lebih-lebih ini daerah kita sendiri,” tandasnya. Terpisah, Kabid Bina Marga, pada Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal, yang dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan dari warga terkait keluhan pada proyek tersebut. Namun demikian, pihaknya menekankan sejak awal proyek apapun agar dikerjakan sesuai metode yang direncanakan oleh konsultan. Terhadap keluhan warga itu, pihaknya pun akan turun lapangan meninjau lokasi. Meski anggaran pengerjaan tidak sebesar proyek lelang, setidaknya kontraktor yang dipercaya agar tidak mengecewakan masyarakat dan pemerintah. “Memang di gambar ada bagian-bagian yang ditempel, ada juga yang harus dibongkar. Nanti kita turun cek, karena proyek ini tidak hanya soal kualitas tetapi juga keamanan jalan di sana. Nanti kalau runtuh lagi bagaimana,” pungkas Rizal. (ari)
(Suara NTB/ari)
TAMBAL SULAM - Proyek talud Dusun Kroya terkesan dikerjakan tambal sulam, diduga tidak mengikuti spek perencanaan.
Usai Jalani Hukuman
Marianto Polisikan Ketua Panitia Pilkades Sokong dan Oknum LSM Tanjung (Suara NTB) Babak demi babak Pilkades Sokong, Oktober 2017 lalu masih belum selesai. Setelah “memakan korban” yakni kepala desa (kades) terpilih, Marianto, terjerat di balik jeruji besi akibat kasus keterangan palsu pengganti ijazah pada tahapan Pilkades, kini yang bersangkutan mengambil sikap tegas. Tak terima, Marianto pun berbalik mempolisikan Ketua Panitia Pilkades Sokong, I Made Karyasa, dan oknum Ketua LSM, ke Polres Lombok Utara. Kepada wartawan Rabu (15/ 5), Marianto, mengakui telah melaporkan dua orang tersebut ke polisi. Laporan dimasukkan Selasa (14/5) lalu dengan delik aduan, penyebarluasan dokumen pribadi calon kades kepada publik sebagaimana UU No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik pasal 17 huruf H ayat 7 dan junto pasal 54 UU KIP dan junto UU No. 9 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi elektronik. Akibat tindakan oknum tersebut, dirinya mengalami kerugian moril dan materil. “Ketika dokumen saya disebarluaskan melalui medsos, itu yang menjadi keberatan saya. Karena memang panitia tidak independen dan tidak berprinsip untuk bertanggung jawab dalam proses itu. Sehingga akibat kelalaiannya itu terjadi bentrok antara massa, hingga terjadi saling hina dan lain sebagainya dalam komentar itu,” katanya. Marianto menganggap panitia pilkades waktu itu sengaja menyebarluaskan dokumen pribadinya. Hal itu terungkap pada saat posisi, di mana panitia
(Suara NTB/ari)
TUNJUKKAN - Marianto menunjukkan berkas laporan ke kepolisian yang melaporkan mantan Ketua Pilkades Sokong dan oknum LSM. pilkades lah yang menyebarkan dokumen ke publik. Berbicara aturan, maka seharusnya dokumen ijazah dan akta lain itu tidak boleh disebarluaskan di media sosial, sebaliknya dokumen hanya bisa diungkap di pengadilan. Dampak dari kasus hukum itu, Marianto mengklaim ia dan keluarganya tidak hanya mendapat bully-an masyarakat. Selain itu secara materil, keluarganya juga mengalami kerugian materil. Dampak kasus tersebut, muncul gugatan demi gugatan dari PTUN Mataram, bahkan hingga ke MA. “Dan ini memang akibat kelalaian panitia, yang dengan sengaja menyebarluaskan luaskan dokumen pribadi saya kepada siapapun. Karena di dalam akta persidangan bulan Juli 2018, terlapor itu bersaksi bahwa dokumen saya didapatkan melalui Ketua Panitia Pilkades,” terangnya. Setelah mempelajari secara runut, ia pun berkesimpulan un-
tuk mempolisikan dua orang. Pertama, panitia penyelenggara Pemilihan Kepala Desa Sokong, dan kedua, terlapor yang terindikasi menyebarluaskan dokumen pribadi milik Marianto. “Kita sama dimata hukum. Saya juga sudah menjalani hukumannya dan bebas setelah menjalani vonis. Kalau sekarang saya melaporkan panitia pilkades itu menjadi hak saya sebagai warga negara yang merasa dirugikan,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, mantan Ketua Pilkades Sokong, I Made Karyasa, SH., menanggapi datar. Ia menyebut, belum mengetahui informasi dirinya dilaporkan. Selain itu, dirinya pun belum menerima surat panggilan dari pihak kepolisian. “Saya belum dapatkan informasi juga saya dilaporkan. Kalaupun ada, kapasitas saya sebagai ketua panitia pilkades itu sudah jelas,” katanya pria yang lolos pada Pileg 2019 ini singkat. (ari)
Masyarakat Harus Waspada Takjil Mengandung Zat Berbahaya Selong (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim meminta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, terutama pada bulan Ramadhan ini. Pasalnya, menjamurnya pedagang takjil harus dibarengi dengan sikap masyarakat harus selektif untuk mewaspadai adanya takjil baik makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, Hj. Herni Widiyanti, Rabu (15/5), pengawasan untuk makanan dan minuman pada dasarnya dilakukan oleh BBPOM. Untuk itu, dapat dipastikan jika makanan yang dijajakan oleh pedagang tidak mengandung zat berbahaya berupa zat pewarna tekstil, zat pengawet dan sejenisnya yang dicampurkan dalam makanan dan minuman tersebut. Selain itu, ia juga menganjurkan supaya masyarakat tetap berpegang pada gizi seimbang, baik dari segi jumlah yang dikonsumsi, jenis dan keamanannya. Masyarakat tidak tergiur hanya dengan melihat warna dan harganya yang murah, namun mengancam kesehatannya sendiri. “Jadi harus dilihat masyarakat yang mengolahnya, bahannya sebelum pembeli. Sehingga makanan tidak hanya enak di mulut saja, namun makanan itu betul-betul dibutuhkan oleh tubuh,” ujarnya. Disampaikan lebih jauh, adanya konsumsi makanan yang salah akan berdampak bu-
(Suara NTB/yon)
Hj. Herni Widiyanti ruk, terutama masa keemasan anak-anak dan konsumsi bagi ibu yang sedang mengandung, sehingga berdampak pada berbagai masalah gizi, seperti gizi buruk dan stunting. Di mana makanan-makanan yang mengandung zat berbahaya itu dapat berakibat fatal pada tubuh. “Harus gizi seimbang, konsumsi saat berbuka dan makan sahur yang berdampak terhadap kualitas tenaga pada saat menjalankan ibadah puasa,”ungkapnya. Pantauan Suara NTB, selama bulan puasa ini banyak ditemukan pedagang-pedagang takjil yang muncul hanya pada bulan Ramadhan. Terutama makanan dan minuman yang manis-manis, seperti cincau, kolak, aneka kue dan lainnya, sehingga inilah yang perlu diantisipasi oleh masyarakat untuk tetap menjaga seluruh organ tubuh tetap dalam kondisi sehat. (yon)
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim Gelar Workshop Layanan Otomasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu (15/5) melakukan kegiatan workshop layanan otomasi bertempat di aula perpustakaan setempat. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 50 kepala SMP negeri/swasta dan MTs di Kabupaten Lotim.Workshop ini dalam rangka memperkenalkan program berupa perpustakaan berbasis IT atau layanan otomasi pada satuan pendidikan. Kepala DPK Kabupaten Lotim, Drs. H. Muhammad, mengatakan, kegiatan yang dilakukan sesuai program dinas yang dipimpinnya dalam rangka mensosialisasi tentang program perpustakaan dan sebagai wujud tugas dan tanggung jawab pembinaan dan pengelolaan perpustakaan di tingkat satuan pendidikan. Kegiatan yang dilakukan berupa workshop dalam rangka memperkenalkan program berupa perpustakaan berbasis IT
atau layanan otomasi yang diikuti oleh 50 kepala SMP negeri/ swasta dan MTs. Disebutkannya, pengelolaan perpustakaan sebagaimaan amanah perpustakaan nasional bahwa perpustakaan harus hadir di tingkat satuan pendidikan. Sehingga pengelolaan perpustakaan ke depan sesuai dengan tuntutan zaman dan generasi yakni perpustakaan yang sesuai di zamannya. Oleh sebab itu, kata dia, pengelola-pengelola
perpustakaan butuh inovasi dan kreativitas, sehingga kebijakan dari kepala sekolah sangatlah penting selaku penanggung pengguna anggaran, pengambil kebijakan dalam rangka pengembangan perpustakaan di sekolah. “Selanjutnya akan dilakukan pembinaan terhadap pengelola perpustakaan selama tiga hari. Sehingga kepala sekolah dan pengelola perpustakaan memiliki pemahaman yang sama dalam rangka mengembangkan perpustakaan di sekolahnya masing-masing,” jelasnya. Dikatakan Muhammad, adanya pemahaman akan baik dari kepala sekolah maupun pengelola perpustakaan akan menjadi harapan bahwa perpustakaan harus dikelola sesuai dengan situasi dan kondisi di era yang sekarang. Termasuk para peserta didik tidak hanya datang ke perpustakaan karena ditugaskan
(Suara NTB/yon)
WORKSHOP - Kegiatan workshop layanan otomasi bertempat di aula perpustakaan Lotim. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 50 kepala SMP negeri/swasta dan MTs di Kabupaten Lotim. ataupun jam pelajaran kosong, melainkan secara mandiri dan sadar bahwa perpustakaan merupakan suatu kebutuhan. “Intinya, perpustakaan suatu
yang tidak bisa dipisahkan dari siswa. Melainkan suatu kebutuhan bagi siswa dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuannya, ”tegas Muhammad. (yon/*)
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Selesaikan Kebutuhan Anggaran Pilkada KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) telah menyelesaikan penyusunan kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp 35 miliar. Jumlah tersebut lebih banyak dari asumsi kebutuhan anggaran pilkada yang disiapkan oleh Pemkab Loteng sebesar Rp25 miliar, sesuai alokasi anggaran Pilkada Loteng sebelumnya. Sekretaris KPU Loteng, Drs I Gede Suantara, kepada Suara NTB, Selasa (14/ 5), mengatakan, men(Suara NTB/dok) ingkatnya kebutuhan angI Gede Suantara garan untuk gelaran Pilkada Loteng tahun 2020 mendatang dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya karena adanya inflasi harga logistik serta kenaikan honor petugas penyelenggara pemungutan suara. Tidak hanya itu, KPU Loteng juga diharuskan untuk menyiapkan dana verifikasi dan validasi dokumen calon perseorangan. Di mana dengan jumlah pemilih terakhir, jumlah calon perseorangan di Loteng diasumsikan sebanyak 11 pasangan, sehingga jelas butuh alokasi anggaran yang tidak sedikit. “Jadi kalau dibandingkan dengan perkiraan kebutuhan anggaran Pilkada tahun 2020 dengan pilkada sebelumnya ada kenaikan sekitar Rp 10 miliar,” ujarnya. Belum lagi pihaknya harus menghitung kebutuhan anggaran untuk pengadaan kotak suara, karena untuk kotak suara tidak lagi mengunakan kotak suara berbahan alumunium lagi, sehingga harus ada pengadaan kotak suara yang baru. Kecuali kalau KPU pusat membolehkan menggunakan kotak suara berbahan alumunium, kemungkinan kebutuhan anggaran pilkada bisa ditekan. “Tapi karena sampai sekarang ini, kita belum menerima surat dari KPU pusat soal boleh tidaknya menggunakan kotak suara berbahan alumunium, maka asumsinya kita menggunakan kotak suara baru. Ini juga yang menyebabkan, kebutuhan anggaran Pilkada Loteng sedikit membengkak,” jelasnya. Ia menjelaskan, usulan kebutuhan anggaran Pilkada Loteng tahun 2020 tersebut akan disampaikan ke Pemkab Loteng, mengingat tanggung jawab penyiapan anggaran pilkada ada di tangan pemerintah daerah. Soal pola pengalokasian anggaran pilkada seperti apa, itu tergantung kondisi dan kemampuan anggaran daerah. Mengingat tahapan pelaksanaan Pilkada Loteng berjenjang mulai tahun ini, ujarnya, kemungkinan pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap sesuai tahapan yang ada, karena tahapannya dimulai tahun 2019 dan pelaksanaan pemungutan suaranya pada tahun 2020 mendatang. “Prinsipnya kita hanya mengusulkan sesuai kebutuhan anggaran saja. Soal teknis anggaran dan lainnya, itu ada di tangan pemerintah daerah,” ujar Suantara. Untuk tahapan Pilkada Loteng, Komisioner KPU Loteng, Lukmanul Hakim, mengatakan tahapan persiapan sudah dimulai dengan diterimanya penetapan pelaksanaan pilkada oleh KPU pusat. Adapun untuk tahapan pelaksanaan pilkadanya kemungkinan baru pada bulan Oktober diawali dengan rekrutmen badan ad hoc pilkada, seperti Petugas Pemungutan Suara (PPS) serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Untuk persiapan saat ini sudah dimulai. Tapi untuk tahapannya sendiri sekitar bulan Oktober mendatang,” tandas Lukman. (kir)
Langgar Izin Lingkungan, DLH Tegur Hotel di Sekotong Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) menegur salah satu manajemen hotel di daerah Sekotong, lantaran melanggar izin lingkungan. Berdasarkan surat teguran yang dilayangkan ke hotel tersebut, beberapa item yang dilanggar yakni pihak hotel tak pernah melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan hidup setiap 6 bulan. Pihak hotel juga belum melaksanakan pengendalian pencemaran air dan belum memiliki izin pembuangan izin air limbah. Hotel ini juga belum pernah melaporkan pengendalian pencemaran udara. Berdasarkan surat DLH nomor 660/388.A/DLH/ 2019 tertanggal 29 April 2019 perihal hasil pemantauan, diterangkan beberapa item hasil pengawasan terhadap salah satu hotel di wilayah Sekotong, yakni hotel ini telah memiliki izin lingkungan, namun belum melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan. Kepala Bidang Tata Lingkungan pada DLH Lobar Surachman mengatakan, pihaknya membuat surat teguran tertulis ke pengelola hotel. “Ada ketentuan sanksi dalam peraturan perundang-undangan dan perbup itu bisa dipakai, setelah beberapa hari teguran tak direspons, maka bisa dicabut izin lingkungannya,” tegas dia. Setelah teguran I, pihaknya akan melayangkan teguran II kalau pihak hotel tak mengindahkan. Lalu teguran III jika tak diindahkan. “Kalau tidak diindahkan lagi maka dicabut izin lingkungannya,”tegas dia. Dijelaskan, UKL UPL itu mencakup pekerjaan sebelum membangun dan masa pembangunan setelah kegiatan setelah beroperasi. Setiap tahapan ini, ada laporan dokumen lingkungannya. “Setiap tahapan ini ada laporannya,”jelas dia. Seperti membangun konstruksi masuk item apa saja yang dibangun dan perlu dilaporkan. Misalnya sudah dilakukan tahapan kebisingan, tertera dalam laporan. Selain itu ada keselamatan pekerja dalam bekerja. Dalam dokumen ini, ujarnya, tidak ada ketentuan waktu, sebab selama kegiatan berlangsung mereka wajib membuat laporan. Laporan ini terus dikejar, sebab laporan ini sebagai indikasi kepatuhan mereka dalam dokumen. Kalau lalai melakukan kewajiban dalam dokumen maka itu bisa masuk ranah hukum. Selain melanggar izin lingkungan, hotel ini menurut temuan juga mempekerjakan dua TKA tanpa via kerja. Persoalan ini pun tengah didalami oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Lobar.”Kita dalami masalah ini, kami koordinasi dengan pemprov,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar Rusditah, kemarin. (her)
Surachman
(Suara NTB/her)
PERTEMUAN - Warga Taman Sari saat menggelar pertemuan dengan kepala desa, Kabid Perumahan dari Dinas Perkim Lobar dan fasilitator di kantor desa membahas masalah bantuan gempa.
Korban Gempa Diduga Dipaksa Kontrak dengan Aplikator Giri Menang (Suara NTB) – Korban gempa di wilayah Gunungsari Lombok Barat (Lobar) mengeluh lantaran merasa dipaksa tanda tangan kontrak dengan aplikator tertentu. Modusnya, mereka disodorkan kertas kosong tanpa berisi perjanjian lalu mereka diminta tanda tangan. Warga tak tahu jika yang ditandatangani itu ternyata kontrak kerja sama dengan aplikator. Belakangan setelah ada surat kontrak perjanjian kerjasama itu barulah mereka sadar kalau tanda tangan mereka untuk kontrak. Di lapangan juga ditemukan juga ada kontrak ganda, artinya ketua kelompok masyarakat (pokmas) menunjuk aplikator lain sedangkan anggota yang lain juga menunjuk aplikator. Selain itu, ada ditemukan fasilitator yang merangkap supplier. Oknum ini pun telah dipecat oleh pihak Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar. Kepada wartawan, Rabu (15/ 5), Ketua Pokmas Dusun Medas Bedugul Samsul mengaku ada kontrak dobel di pokmasnya. Awalnya ia tak mau kontrak dengan aplikator lain, sebelum kontrak sebelumnya diputus. Namun pengurus lain mencari aplikator untuk diajak kerjasama, sehingga terjalinlan kerjasama antara pokmas dengan aplikator. “Mau tidak mau
terpaksa dobel jadinya, karena itu kami putuskan kontrak dengan aplikator sebelumnya,” jelas dia. Alasan mereka membatalkan kontrak, karena suplai barang yang lamban. Sementara itu, Ketua Pokmas Dusun Medas Pintu Air H. Mahfudz mempersoalkan tanda tangan kontrak di atas materai 6000, sebab dirinya dan pengurus tak pernah merasa tanda tangan di atas materai. Surat yang ditandatangani bodong tanpa ada isi perjanjian. “Kami persoalkan tanda tangan di kontrak (kosong), karena kami merasa tak pernah tanda tangan di atas materai, tapi anehnya ada materainya,”kata dia. Menurutnya, dirinya selaku Ketua Pokmas terkesan dipaksa untuk kontrak dengan ap-
likator tertentu. Sebab kata dia, dengan diminta tanda tangan di atas kertas (kontrak) tanpa ada isi perjanjian. “Tanda tangan itu seolah-olah saya dipaksa tanda tangan,” tegas dia. Ia juga mempertanyakan, nama kades yang ada di dalam surat itu salah, karena tak sesuai dengan nama aslinya. Hal ini membuat dirinya tak mau tanda tangan kontrak. Selain itu, isi perjanjian kontrak belum diketahui, namun sudah disuruh ke rumah kades. “Kami tibatiba disuruh antar kontrak itu, padahal belum kita tahu isinya, kok masyarakat sudah bodoh lagi dibodohi,”jelas dia. Menjawab hal ini, Kades Taman Sari Ichsan mengatakan, jumlah pokmas yang diakomodir oleh PT. Sopan mencapai 300
Kemensos Bagikan Bantuan Jadup Tahap I di Desa Jeringo
(Suara NTB/dok)
Hj. Made Ambaryati Giri Menang (Suara NTB) Kepala Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari, Sahril mengatakan pembagian bantuan jaminan hidup (jadup) tahap awal dilaksanakan di Desa Jeringo, menyusul korban gempa di wilayah itu paling banyak mendapatkan jatah jadup tahap I ini. Dari 967 KK lebih korban gempa yang memperoleh bantuan jadup sekitar 400 lebih KK di Desa
Jeringo. Pihak Kementeria Sosial (Kemensos) direncanakan hadir langsung membagikan jadup bersama Bupati lobar H. Fauzan Khalid. Pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Kemensos terkait pembagian jadup, tinggal kata dia menunggu instruksi saja. Pihak desa siap memfasilitasi pembagian jadup ini, karena sangat ditunggu oleh masyarakat, apalagi saat ini bulan Ramadhan. Ia berharap agar realisasi nya bisa tuntas sebelum puasa. “Kami siap memfasilitasi pembagian jadup ini,” jelas Sahril. Kepala Dinas Sosial (Disos) Lobar Hj. Made Ambaryati mengatakan pembagian jadup ini akan diserahkan oleh Dirjen Linjamsos, Sabtu (17/5) di Desa Jeringo. Pembagian tahap I ini sebanyak 967 KK dengan total dana bantuan Rp 2,8 miliar. Di Desa Jeringo saja ada 400 KK lebih, lalu di Desa Kekait 100 KK dan sisanya di Desa Senggigi. Pada pembagian ini, Bank BNI akan membagikan buku tabungan kepada masyarakat. Warga yang mau mengambil akan ada mobile ATM
(Suara NTB/dok)
Sahril yang disiapkan. Bagaimana dengan sisa yang 71 ribu KK lebih yang belum menerima jadup, Made Ambaryati menjelaskan, saat ini tim tagana tengah mengumpulkan semua KTP, KK dulu di kantor camat. Setelah mengumpulkan semua KTP dan KK barulah setelah puasa petugas turun door to door melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Untuk (her)
Kunjungan Presiden Bentuk Perhatian pada NTB Praya (Suara NTB) Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menggelar kunjungan kerja di pulau Lombok selam dua hari sejak Jumat (16/ 5) hingga Sabtu (17/5). Kali ini, kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini untuk mengecek kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika yang akan menjadi lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. Termasuk juga akan mengecek progres penanganan pembangunan rumah terdampak gempa. Menurut Bupati Lombok Tengah (Loteng), H. M. Suhaili FT.S.H., kedatangan Presiden Jokowi merupakan bentuk perhatian presiden atas proses pembangunan di daerah ini, karena proses pembangunan di Loteng saat ini begitu pesat.
Terlebih dengan adanya kepastian kawasan The Mandalika sebagai tuan rumah penyelenggaraan event MotoGP, maka perhatian dunia sekarang tertuju kepada Loteng. Untuk menunjang itu semua, pemerintah pusat pun telah mengalokasikan berbagai program pendukung dan semuanya akan dilaksanakan di Loteng. “Ini semua patut kita syukur. Bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Loteng pada khususnya begitu besar,” terangnya. Caranya, masyarakat harus mendukung pemerintah. Caranya, paling tidak sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau daerah sudah aman, tentu minat orang luar untuk datang dan berkunjung ke daerah ini bakal semakin besar. “Perhatian besar yang diberi-
kan oleh pemerintah pusat harus bisa kita balas. Dengan ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, sehingga proses pembangunan di daerah ini bisa berjalan lancar,” tandas mantan Ketua DPRD NTB ini. Sebelumnya,GubernurNTBDr. H. Zulkieflimansyah dalam Safari Ramadhan di Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara, Selasa (14/5) malam, menegaskan, jika presiden sejak awal terus memantau perkembangan kesiapan pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika. Tidak hanya itu, presiden memantau penanganan gempa di Pulau Lombok. ‘’Namun tampaknya presiden tidak puas hanya mendapat laporan saja. Sehingga memutuskan untuk turun langsung mengecek di lapangan,’’ ujarnya. (kir)
rumah. Namun yang menjadi kendala, adalah fasilitator yang diduga menganaktirikan pokmas. Bahkan, kata dia, fasilitator justru meminta pokmas membuat surat untuk memutus kontrak. “Fasilitator ini juga ada yang mengarahkan pokmas ke aplikator A, B. Itu ada rekamannya di saya. Apa dia (fasilitator) bilang, kalau pakai aplikator ini uang akan dilarikan, itu yang disosialisasikan. Kan ndak seharusya ngomong begitu dong jelas takut warga,” jelas dia. Sementara itu, Korwil Fasilitator Lobar Olan Maulana membantah tudingan fasilitator mengarahkan warga kontrak dengan aplikator. Fasilitator tak boleh mengarahkan ke aplikator A atau ke supplier B. “Posisi kita di tengah-tengah,” jelas dia. Dasar pengajuan bantuan ini kata yakni RAB dan gambar dibantu oleh fasilitator, dasar penyusunan RAB ini pokmas diminta melakukan survei tiga lokasi dan mereka menentukan mana mereka mau. Pihaknya juga tak berani mendampingi. Kabid Perumahan pada
Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar L. Ratnawi mengatakan permasalahan yang ada di Desa Taman Sari yakni ada dobel kontrak. Pokmas sudah berkontrak dengan perusahaan A, namun tak tahu kalau pengurus lain sudah berkontrak. Warga pun mendesak untuk diputus kontrak, akan tetapi tidak bisa serta merta bisa dilakukan diputus kontrak. Sebab perlu dilayangkan teguran-teguran. Solusinya kontrak yang sudah telanjur akan menggarap pondasi sampai 50 persen dan selesai lalu dilanjutkan dengan aplikator yang sudah kontrak lain. Terkait adanya warga yang mengeluh dipaksa tanda tangan kontrak dibantahnya, sebab hal ini hanya miskomunikasi. Ia menambahkan ada petugas fasilitator yang merangkap supplier, petugas ini sudah dipecat, karena tak memenuhi SOP dan aturan yang ada. “Dia diberhentikan, terkait adanya pemaksaan ke warga sebenarnya itu miskomunikasi, tidak ada pemaksaan,” jelas dia. (her)
Dugaan Penggelembungan Suara
PPK dan Camat Pujut Dilaporkan ke Kejaksaan Praya (Suara NTB) Calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTB dari Partai Demokrat, M. Samsul Qomar, Rabu (15/5), resmi melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pujut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Laporan ini dilakukan Samsul Qomar, karena PPK Pujut diduga terlibat dalam kasus penggelembungan suara di sejumlah TPS di beberapa desa pada rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan laporan tersebut, pelapor juga menyerahkan salinan form C1 sebagai alat bukti pendukung. Pelapor mendatangi kantor Kejari Loteng sekitar pukul 14.00 wita. Tanpa harus menunggu laporan laporan beserta alat bukti pendukung langsung diserahkan ke petugas Kejari Loteng. “Hari ini (Rabu kemarin,red) kita sudah melayangkan laporan secara resmi terhadap dugaan tindak pidana terkait dugaan penggelembungan suara di pemilu yang baru lalu,” terangnya. Ia menjelaskan, dugaan penggelembungan suara tersebut terjadi pada saat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan beberapa waktu lalu. Di mana PPK diduga memindahkan atau mengalihkan perolehan suara caleg tertentu ke caleg yang lainnya, termasuk perolehan suara partai juga ada yang dialihkan, sehingga merugikan caleg
yang lain. “Kasus ini terjadi di beberapa desa. Dalam kasus ini, kita khusus melaporkan dugaan penggelembungan suara yang terjadi di internal partai (Demokrat, red),” terangnya. Selain itu, pihaknya juga melaporkan Camat Pujut, LS. Di mana Camat Pujut diduga melakukan intervensi dan mengatur penyelenggara pemilu. Dalam hal ini PPK serta Panwascam Pujut, untuk mengalihkan suara caleg tertentu. Apa yang dilakukan Camat Pujut tersebut jelas-jelas melanggar aturan. “Untuk itu kami minta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta dilakukan rekapitulasi perolehan suara ulang di Kecamatan Pujut, khususnya di desa-desa dinilai janggal dan sarat pelanggaran. Kasi Intel Kejari Loteng, Feby Rudi P. S.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan adanya laporan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan segera meneliti dan mengkaji laporan ini guna mengetahui substansi laporannya. Setelah tahu substansi laporan, barulah pihaknya bisa menentukan kebijakan yang akan diambil. ”Laporan sudah kita terima. Tapi substansi laporan belum masih akan kita kaji dulu. Apakah bisa diproses oleh Kejari Loteng ataukah lembaga lainnya,” jawabnya singkat. (kir)
(Suara NTB/kir)
LAPOR - Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi, M. Samsul Qomar, menyerahkan laporan ke Kejari Loteng, Rabu (15/5).
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Sumbawa Barat dengan Harian Suara NTB
Sidak Dua Pasar, Wabup Sebut Harga Bapok Masih Terkendali Dari hasil pantaunnya, Wabup mengaku, terhadap beberapa jenis bahan memang mengalami lonjakan harga. Namun demikian kenaikan itu masih normal karena dipicu tingginya permintaan pasar mengingat di awal Ramadhan jumlah pembelian masyarakat terhadap bahan-bahan cenderung bertambah karena alasan untuk persiapan. “Memang di awal harga barang naik sekitar 5 sampai 10 persen. Tapi itu normal karena pedagang mengikuti pembeli yang butuh banyak barang untuk persiapan. Dan skarang sudah stabil,” klaim Wabup. Harga Bapok yang melambung cukup tinggi di KSB pada awal bulan Ramadhan kali ini adalah bawang putih. Namun saat ini, Wabup menyatakan, harganya sudah kembali normal dan mampu dijangkau masyarakat. “Rata-rata yang jual bawang putih tadi bilang sudah turun. Memang tidak turun ke angka seperti sebelum puasa. Tapi masih tetap bisa dijangkau,” sambung Wabup.
Tingkat Inflasi di Bulan Ramadhan Diprediksi Terus Naik Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat saat ini tengah memberikan atensi serius terhadap kondisi inflasi daerah yang diprediksi akan terus naik jelang hari raya Idul Fitri mendatang. Bahkan sampai dengan hari ke 10 pelaksanaan puasa, sudah ada kenaikan sekitar 2 persen jika dibandingkan dengan bulan-bulan normal. Asisten II Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rahman, M. Si kepada Suara NTB, Rabu (15/5) H. Amry Rahman mengatakan, kondisi inflasi (Suara NTB/dok) yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian, karena yang faktor penyebab inflasi ini terjadi karena kebutuhan pangan seperti sayur-mayur yang ada di KSB belum bisa dipenuhi secara mandiri. Terutama bawang putih yang harganya sempat melonjak tinggi Rp80.000100.000 di awal bulan Mei lalu. Meski saat ini harganya sudah menjadi normal di angka Rp35.000 tetapi dampak yang ditimbulkan masih terasa bagi perekonomian masyarakat. Pihaknya juga akan memantau kondisi harga di sejumlah pasar, supaya bisa langsung disikapi dengan baik ketika terjadi lonjakan. Karena untuk harga yang saat ini berlaku di pasar, diprediksi akan terus meningkat jelang hari raya Idul Fitri mendatang. Karena permintaan pasti meningkat tidak sebanding dengan pasokan barang yang tersedia di pasaran. Maka dari itu, yang perlu dilakukan saat ini dengan menjaga pasokan barang tetap tersedia, karena untuk intervensi harga di sejumlah pasar secara langsung diyakini tidak bisa dilakukan dan meminta untuk menurunkan harga. “Kalau melihat trennya saat ini kita prediksi angka inflasinya masih akan terus naik. Makanya kita akan tetap memantau kondisi harga yang ada di pasar-pasar, “ ungkapnya. Dikatakannya, untuk menekan terjadinya inflasi sebenarnya sangat sederhana, tetapi apabila tidak diperhatikan secara serius dan ditangani secara maksimal akan mempengaruhi ekonomi nasional. Adapun penyumbang inflasi terbesar pada periode April dan Mei adalah faktor naiknya harga bawang merah dan bawang putih yang mencapai angka 100 persen yang teejadi di awal-awal bulan puasa. Meskipun angka tersebut dianggap masih berada di angka relatif, karena di pulau Lombok harga dua komoditas barang itu jauh lebih rendah. Tetapi jika tidak segera disikapi dengan baik dikhawatirkan akan menjadi masalah yang baru di kemudian hari. Terkait masih tingginya harga dua komoditas tersebut terjadi, karena pasokannya yang terbatas. Karena untuk KSB sendiri dianggap masih belum mampu untuk melakukan penanaman terhadap bawang putih dan merah ini secara masif. Dalam menyikapi masalah jelang lebaran nanti, pihaknya juga berencana untuk melaksanakan rapat dengan dinas terkait untuk menangani masalah tersebut. (ils)
(Suara NTB/ula)
SK Belum Diperpanjang, Gaji Honorer Belum Dibayar Dompu (Suara NTB) Pegawai honorer daerah di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu hingga saat ini belum juga dibayarkan gajinya sejak awal tahun 2019. Belum diperpanjangnya SK pengangkatan mereka sebagai honorer menjadi penyebab belum dibayarkannya gaji. Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, MSI kepada Suara NTB yang dikonfirmasi, Rabu (15/5/2019) kemarin mengakui, SK perpanjangan honorer di lingkup peH. Agus Bukhari merintah Kabupaten Dompu yang ditandatangani Bupati hingga saat ini belum dibagikan. Beberapa SKPD ingin ada evaluasi terhadap honorer, selain adanya tambahan jumlah honorer karena kebutuhan pelayanan dasar seperti tenaga kesehatan di RS Pratama Manggelewa. “Ada tambahan (honorer) dari 600an orang menjadi 800an orang,” katanya. H. Agus Bukhari mengaku, perpanjangan SK honorer ini akan segera ditandatangani Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian di Daerah. Sehingga sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H, para honorer ini akan menerima pembayaran gajinya sejak Januari. “Ini mau ditandatangani (SK perpanjangan oleh Bupati),” akunya. Ia pun mengakui, molornya perpanjangan SK tenaga honorer karena adanya larangan mengangkat tenaga honorer. Namun lahirnya PP tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), masih memberi ruang bagi daerah yang belum mampu mengangkat P3K. “Tapi untuk lima tahun kedepan saja dimaklum, sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya. Karena dalam klausulnya, daerah yang tidak mampu bisa mengangkat pegawai honorer daerah yang dibutuhkan hingga 5 tahun ke depan. “Jadi masih diberi ruang,” terangnya. Sebagaimana diketahui, ASN akan segera menerima THR dan gaji ke 13 tahun 2019. Sementara untuk honorer, jangankan gaji, perpanjangan SK saja belum diterima. Terlebih beredar informasi bahwa SK para honorer tidak akan diperpanjang, sehingga menimbulkan kekhawatiran. (ula)
Kepada para pedagang, Wabup berharap, agar dalam menaikkan harga dagangannya tidak membuat lonjakan terlalu tinggi dalam waktu singkat. Karena daya beli masyarakat tidak dapat spontan mengikutinya. “Ibu juga akan rugi kalau tidak bisa dijangkau pembeli,” timpalnya. Selain memantau harga Bapok, di sela Sidaknya Wabup juga mendengar keluhan para pedagang Pasar Tanah Mira Taliwang. Dan satu keluhan pedagang yang paling banyak didapati, yakni terkait masih adanya lapak-lapak pedagang liar di dalam kota Taliwang. Menurut para pedagang pasar Tanah Mira selama ini warga yang datang ke pasar tidak banyak karena lebih memilih membeli pada pedagang yang berjualan di dalam kota dengan memanfaatkan lapak-lapak liar di sejumlah titik. Terkait keluhan tersebut, Wabup berjanji akan segera menyelesaikannya. Bahkan kepada wartawan usai sidak menyatakan akan ber-
(Ist/dok humpro ksb)
BERDIALOG - Wabup KSB, Fud Syaifuddin didampingi Kapolres KSB, Mustofa berdialog dengan pedagang di Pasar Tanah Mira Taliwang, Rabu (15/5). koordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu Satpol-PP melakukan penertiban pasar bayangan
(liar) yang ada di beberapa titik di dalam kota Taliwang. “Kebetulan ada pak Kapolres ini. Kita akan
koordinasi kalau bisa eksekusi (penertibannya) hari ini juga,” pungkasnya. (bug/*)
80 Persen Kebutuhan Pangan KSB Dipasok dari Luar Taliwang (Suara NTB) Hingga saat ini pasokan kebutuhan pangan untuk masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), masih sangat bergantung dari daerah luar. Tidak tanggung-tanggung, persentasenya mencapai angka 80 persen. Sementara yang mampu dihasilkan oleh daerah hanya sekitar 20 persen saja. Itupun hanya untuk komoditas yang dianggap tidak terlalu penting. Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST kepada wartawan, Rabu (15/5) tidak menampik kondisi minimnya pasokan pangan asli daerah yang masuk ke sejumlah pasar. Kondisi tersebut mengakibatkan tingkat inflasinya cukup tinggi sekitar dua persen dibandingkan dengan kabupaten yang lain. Tentu dalam menyikapi masalah ini tidak semudah membalikan telapak tangan, karena butuh proses yang cukup panjang. Jika ada kemauan, sebenarnya masalah ini sudah bisa tuntas sejak beberapa tahun lalu. Hal ini tentu sangat beralasan, karena luas lahan yang tersedia masih sangat banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Mini-
mal untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa melibatkan barang dari luar dianggap sangat baik, tanpa harus berfikir untuk memasarkan hasil pertanian yang ada. “Harus kita akui 80 persen kebutuhan pokok di sejumlah pasar di KSB berasal dari luar daerah padahal luas lahan yang tersedia masih cukup mempuni untuk maksimal mengelola itu. Makanya untuk saat ini kami masih mencari pola terbaik supaya pasokan komoditas pangan dari luar daerah bisa ditekan,” ungkapnya. Dikatakannya, untuk masalah pemenuhan bahan pokok didalam daerah sudah sering diintervensi dengan program-program yang ada. Tetapi faktanya sampai den-
gan saat ini hasilnya masih nihil dan belum maksimal. Makanya sangat tidak mengherankan lagi jika kebutuhan bahan pokok naik terutama bawang merah, cabe dan bawang putih melonjak naik, karena memang pasokannya sangat terbatas. Wabup meminta agar dinas pertanian, perkebunanan dan peternakan (Distanbunnak) dan juga Dinas Ketahanan Pangan (DKP) agar segera mencari solusi untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Selain itu, Pemkab juga akan segera membuat regulasi khusus untuk mengatur keluar masuknya kebutuhan pokok dari dan ke KSB. Dengan pola demikian, Wabup sangat optimis akan bisa dicarikan
solusi terbaik dan tidak ada lagi lonjakan harga yang signifikan. Tetapi yang perlu diingat juga petani yang berada di KSB masih belum serius untuk bisa menggarap potensi sangat menjanjikan tersebut. Karena rata-rata mereka hanya bertahan satu tahun, jika hasilnya tidak bisa maksimal maka mereka akan beralih ke yang lainnya. “Untuk penyelesaian masalah ini sangat tidak mudah dan butuh waktu yang panjang. Makanya dua dinas sebegai leading sektor terkait masalah ini harus segera mencari jalam keluar terbaik supaya tidak terulang lagi,” imbuhnya. Disinggung mengenai hasil Sidak, Wabup menyebutkan bahwa harga bawang putih yang sempat melonjak mencapai angka Rp80.000-100.000 perkilogramnya sudah kembali normal pada angka Rp35.00040.000 perkilogramnya. Bahkan untuk bahan pokok yang lain juga masih terpantau sta-
bil belum ada lonjakan harga yang signifikan. Kendati demikian, Wabup meminta agar satgas pangan bisa terus memantau kondisi harga yang ada di sejumlah pasar. Jika ada harga yang melampaui HET maka diharapkan untuk segera dilaporkan agar bisa disikapi dengan cepat dan tidak menjadi polemik di masyarakat. Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan ada oknum yang memainkan harga dan melakukan penimbunan. Karena hal itu akan berakibat fatal terhadap perekonomian masyarakat KSB umumnya. “Setelah sidak, Satgas Pangan yang akan memantau perkembangan harga pasar bahkan hingga menjelang Idul Fitri mendatang. Harapan kami, tidak ada kenaikkan harga pangan apapun sehingga masyarakat dengan kategori ekonomi lemah bisa ikut menikmati dan menjangkau harga,” pungkasnya. (ils)
Minim Anggaran, KSB Targetkan Sampah Tuntas 2023 Taliwang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku masih kesulitan menangani sampah yang dihasilkan masyarakat per harinya. Dukungan anggaran untuk memenuhi sarana penunjang penangan sampah masih belum maksimal. Kepala Dinas LH KSB melalui Kabid Kebersihan, Dedi Damhudi, SP, M.Si, kepada Suara NTB, Rabu (15/5) tidak memungkiri bahwa masalah sampah masih belum bisa tertangani secara maksimal di KSB. Hal tersebut terjadi karena dukungan anggarannya masih sangat minim. Jika dilihat dari kebutuhan pembiayaan, minimal dana yang dibutuhkan sekitar Rp22 miliar, tetapi hingga saat ini masih sekitar Rp400 juta saja.
Itupun hanya untuk menambah sarana tempat pembuangan sampah saja, sementara untuk alat pengangkutan hingga saat ini belum ditambah. Dari total sarana pengangkutan sampah yang mencapai 27 unit yang beroperasi maksimal hanya 18 unit saja. Itupun hanya tiga arm roll dan selebihnya kendaraan roda tiga (tossa). Maka sangat tidak mengherankan jika penanganan sampah sampai dengan saat ini masih jalan ditempat. Meski dengan anggaran yang serba terbatas pihaknya tetap menargetkan di tahun 2023 penanganan masalah ini bisa tuntas dengan catatan sarananya bisa segera dilengkapi. “Harus kita akui masalah sampah ini masih menjadi tugas berat yang belum bisa kita selesaikan hing-
Dedi Damhudi ga saat ini. Tapi yang harus diingat juga, kita tidak akan bisa bekerja maksimal jika supporting anggaran juga terbatas,” ungkapnya. Dikatakannya, permasalahan sampah ini sebenarnya
tidak hanya terjadi di KSB saja tetapi di semua wilayah juga mengalami hal yang sama terutama di porsi anggaran yang diberikan. Itu artinya, keberpihakan anggaran untuk penanganan sampah masih belum maksimal. Sehingga upaya untuk mewujudkan program tuntas sampah (zero waste) di tahun 2023 juga masih pesimis untuk bisa tercapai, jika pola yang digunakan masih tetap sama dengan dukungan anggarannya. Kendati demikian, pihaknya juga sudah menyiapkan pola khusus yakni melibatkan warga masyarakat untuk peduli sampah di lingkungan masingmasing. Karena jika hanya menunggu anggaran yang sifatnya sangat terbatas, tidak ada satupun yang bergerak untuk menangani sampah ini.
Selain itu, pembentukan bank sampah yang baru di masing-masing desa juga diharapkan bisa menjadi salah satu solusi menumpuknya sampah yang tidak tertangani. Program ini (Bank sampah) juga diharapkan bisa menampung sampah dari warga masyarakat, sebelum dibawa ke TPA. Tentu dengan catatan, sampah yang dikumpulkan harus dipilah karena tidak semua sampah ini akan diambil. “Kita sudah siapkan alternatif lain supaya penanganan sampah bisa maksimal. Salah satunya dengan program Bank sampah, tapi dengan catatan agar sampah dipilah pilah terlebih dahulu. Dengan upaya Bank sampah ini, kami berharap masalah sampai semakin ditekan,” tandasnya. (ils)
Pelebaran Jalan Garuda
Bagian Pertanahan Pemkab Sumbawa Bersama PLN dan Satker PJN, Cek Titik Pemindahan Utilitas Sumbawa Besar (Suara NTB) Bagian Pertanahan Sekretariat Pemkab Sumbawa bersama PLN dan Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) didampingi Lurah Lempe, melakukan pengecekan titik pemindahan utilitas. Pada tahun ini, Pemkab Sumbawa bersama BUMN (PLN dan Telkom) akan menyelesaikan utilitas yang masih berdiri di lahan dampak dari pelebaran jalan Garuda. Mengingat pembangunan fisik pelebaran Jalan Garuda dipastikan akan terlaksana 2020 mendatang. Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Khaeruddin S.E, M.Si, didampingi Kasubag Pengadaan Tanah, Surbini, Rabu (15/5), menyatakan, Bagian Pertanahan bersama Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) beserta PLN dan Telkom, telah turun ke lokasi untuk memastikan titik-titik mana yang nanti akan dijadikan tempat pemindahan sejumlah tiang listrik terdampak pelebaran jalan. “Kami bersama sama
Khaeruddin (Suara NTB/arn)
mengecek dan menentukan titik titik untuk pemasangan tiang listrik sepanjang 1,3 kilometer. Ada beberapa masukan masyarakat terkait keberadaan utilitas PLNdan mereka (PLN) coba menganalisa dan mengevaluasi hasil di lapangan sesuai aturan yang ada di PLN,” terangnya. Intinya, lanjut Surbini, pemasangan tiang itu ada di lokasi tanah yang sudah dibebaskan Pemerintah. Sehingga per-
soalan tanah itu sudah tuntas. Masyarakat pun sangat mendukung proses pemindahan utilitas PLN dan pembangunan pelebaran jalan Garuda. Pembangunan pelebaran jalan Garuda Direncanakan Satker pada tahun 2020. Dengan telah ditetapkannya titik-titik tersebut, akan memudahkan dan mempercepat proses evakuasi utilitas dimaksud. Agar pengerjaan fisik Jalan Garuda sesuai rencana. Untuk diketahui, pembebasan lahan terkait pelebaran Jalan Garuda telah tuntas 100 persen dengan alokasi anggaran APBD Sumbawa senilai Rp24 Miliar lebih, untuk 121 bidang tanah. Pelebaran Jalan Garuda ini dimulai dari depan Kantor Bulog menyambung pelebaran sebelumnya, menuju Jembatan Brang Biji hingga depan Bank BPR Sumbawa. Dalam pengerjaan jalan yang dibiayai dana APBN ini akan dibuat satu lagi jembatan berdampingan dengan jembatan (Brang Biji) yang
(Suara NTB/arn)
WAKIL Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST, Rabu (15/ 5), mengunjungi pasar Tanah Mira Taliwang dan Pasar Besar Kecamatan Seteluk. Kunjungan orang nomor dua KSB itu dalam rangka sidak (inspeksi mendadak) hargaharga bahan pokok (Bapok) kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan. Didampingi Kapolres KSB, AKBP Mustofa, SIK kepala Dinas Perindagkop Amin Sudiono serta sejumlah pejabat KSB lainnya, tujuan sidak pertama Wabup ke pasar Tanah Mira. Di pasar induk kota Taliwang itu, Wabup langsung menanyakan kepada para pedagang soal patokan harga yang dilabeli pada setiap bahan jualannya. Terutama yang masuk dalam kategori Bapok, seperti beras, minyak sayur, daging, ikan, sayuran hingga bahan bumbu dapur. “Kita sengaja tanyakan satu persatu karena kemarin awal puasa semuanya naik harga,” kata Wabup menerangkan kepada sejumlah pedagang yang dihampiri.
Kasubag Pengadaan Tanah pada Bagian Pertanahan Sekretariat Pemkab Sumbawa, Surbini bersama instansi lainnya saat melakukan pengecekan pemindahan titik utilitas pelebaran jalan Garuda. sudah ada. Untuk lahannya sudah dibebaskan, seperti bengkel samping jembatan,
lahan Pasar Brang Biji hingga pagar tembok Kantor BPR Sumbawa. (arn/*)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 7
Suara Bidang PBB-P2 Bapenda Sumbawa
Bapenda Bentuk Tim Verifikasi Transaksi BPHTB Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa,melalui Kasubid Perhitungan dan Penetapan PBBP2 dan PBHTB, Muhammad Akbaruddin, S.STP,M.Tr.I.P, menegaskan, Bapenda telah membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi atas laporan transaksi atas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, di Kabupaten Sumbawa. Tim khusus tersebut dibentuk untuk memverifikasi kebenaran jumlah transaksi jual-beli yang dilaporkan ke Bapenda Sumbawa. Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu, capaian pendapatan daerah dari PBHTB mencapai seratus persen setiap tahun. Namun yang menjadi fokus kerja tim,yakni melakukan verifikasi atas transaksi yang dilaporkan
berada dibawah ambang batas Rp60 juta. “Beberapa tahun kemarin memang BPHTB ini mencapai target. Nilainya sudah mencapai seratus persen dalam satu tahun. Tapi yang kita kejar sekarang adalah adanya banyak transaksi yang nihil itu. Artinya transaksi yang tidak kena pajak, transaksi yang tidak kena ambang batas transaksi jual beli untuk dikenai pajak. Nilainya adalah minimal Rp60 juta. Tetapi beberapa transaksi dilaporkan dibawah itu,”sebut Akbar, Selasa (15/5) kemarin. Padahal, dari transaksi yang dilaporkan dibawah ambang batas, banyak yang semestinya berada diatas nilai Rp60 juta. “Mungkin tidak bisa dibilang kita curigai. Tapi banyak obyek-obyek yang seharusnya apabila kita lihat itu, nilainya berada diatas Rp60 juta, tetapi dilaporkan nilainya dibawah itu. Sehingga tidak
terkena pajak,” tegasnya. Tahun 2018, diketahui dari 1.395 peralihan hak terdapat 591 transaksi yang dikenai pajak. Dan 804 transaksi lainnya bebas pajak, termasuk didalamnya hibah. Meski demikian, namun pada tahun yang sama, Bapenda berhasil mencapai 111 persen dari target Rp2.8 milliar. Sedangkan 2017 terdapat 1.023 transaksi yang tidak dibebankan pajak, dari total 1.713 transaksi peralihan PBHTB. “Memang kita mencapai target 111 persen, tetapi dari 1.395 peralihan hak, artinya yang melakukan transaksi PBHTB, terdapat 591 yang kena pajak. Ini ada juga yang sifatnya peralihan hak warisan. Dan ada 804 transaksi yang nihil, yang tidak kena pajak. Yang dilaporkan nilainya dibawah Rp60 juta, itu resmi mereka. Ada kuitansinya. Itu termasuk hibah, yang tidak kena pajaklah artinya.
(Suara NTB/arn)
Muhammad Akbaruddin Tapi kita focus kejar yang transaksi jual beli, yang Rp60 juta ke atas,”katanya. Dijelaskan, Bapenda Kabupaen Sumbawa, telah mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, nomor 83 Tahun 2019, tentang Tim Peneliti Pembayaran
PBHT yang beranggotakan tujuh orang. Yakni Kepala Bidang PBBP2 dan PBHTB, tiga Kasubid dan tiga staf PBBP2 dan PBHTB. “Berangkat dari pengalaman itu, sekarang walaupun ada kuitansinya, resmi. Nilainya dibawa Rp60 juta, kita akan lakukan verifikasi ke lapangan, agar kita tahu berapa sih harga atau transaksi yang sebenarnya terjadi. Jadi sekarang, ini sudah jalan. Tim sudah jalan ke kecamatan seperti ke Tarano, Maronge, Lape, dalam kota, Moyo Utara juga,” jelasnya. Sejak dibentuknya tim tersebut, telah terlihat adanya perubahan atau tren positif pembayaran PBHTB. Artinya sudah mulai membaik. Ada trend positif dari beberapa yang dilihat dari transaksi tersebut. Sudah banyak yang sebelumnya dilaporkan dibawah Rp60 juta, tetapi setelah tim verifikasi turun, hasilnya dilaporkan. “Dan alhamdulil-
lah hasilnya, wajib pajak itu sudah mulai wajib pajak itu menerima. Artinya mereka melaporkan itu seperti transaksi harga kesepakatan,” jelasnya. Diungkapkan, potensi transaksi yang hilang, bukan hanya dari dalam kota. Namun banyak potensi transaksi dari kecamatan yang hilang. “Kita tahu harga segitu, tapi mereka melaporkannya dibawah. Nah sekarang mereka tidak bisa lagi, karena tim ini tugasnya untuk mengecek apakah benar sih nilai transaksi sudah seperti yang dilaporkan. Ini beragam, artinya mulai dari Alas Barat sampai Tarano, Lunyuk juga Alhamdulillah sudah mulai bagus beberapa transaksi. Sudah mendekati harga normal,” ucapnya. Akbar berharap, seluruh masyarakat sumbawa khususnya, atau masyarakat dari luar tapi melakukan transaksi
PBHTB di Kabupaten Sumbawa, agar melaporkan keadaan yang sesungguhnya dari transaksi jual-beli. “Agar daerah ini kita ini tidak lost potention-lah. Artinya, tidak ada potensi pendapatan daerah yang hilang, khususnya dari PBBP2 dan PBHTB,” katanya. Diungkapkan, 2019, target BPHTB Bapenda Kabupaten Sumbawa yakni Rp3 milliar atau dinaikkan dari target tahun 2018 dan 2017 sekitar Rp2.8 milliar. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa melebihi target, artinya bukan hanya penuhi target PAD. Tapi melebihi target dengan terobosan dibentuk tim ini. Target tahun 2018 kemarin, kita targetnya Rp2.8 milliar, capaiannya Rp3.1 Milliar. Tahun ini kita naikkan targetnya menjadi Rp3 Milliar. Semoga dengan terobosan tim ini, bisa melampaui target yang cukup signifikan,”pungkasnya. (arn/*)
Kekeringan Merata Dialami Warga di Dompu (Suara NTB/bug)
KUNJUNGAN - Tim penilai lomba desa/kelurahan saat melakukan kunjungan penilaian di Kantor Kelurahan Sampir Taliwang.
Hari Pertama, Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Kunjungi Sampir dan Kuang Taliwang (Suara NTB) Tim penilai lomba desa/kelurahan bentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbawa Barat, Rabu (15/5), memulai rangkaian kunjungannya ke desa/kelurahan peserta lomba. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kemarin lokasi pertama yang didatangi adalah kelurahan Sampir. Di Sampir, tim penilai bekerja seperti menggelar sidak (inspeksi mendadak). Lurah dan seluruh stafnya dimintai keterangan sesuai tugasnya. Termasuk untuk staf diminta mengumpulkan sejumlah dokumen administrasi pemerintahan yang masuk dalam kategori penilaian lomba. Pantauan Suara NTB, kegiatan turun tim penilai lomba desa/kelurahan ini sontak membuat sibuk staf kelurahan Sampir. Setelah mereka diberi petunjuk terkait apa saja yang harus disajikan, langsung sigap mengerjakan tugasnya. Anggota tim penilai, Slamet Riadi menjelaskan, sebelumnya tiap desa/kelurahan peserta lomba telah dikonfirmasi terkait jadwal kegiatan penilaian. Akan tetapi saat hari H tetap akan ada kesibukan para staf mengumpulkan bahan yang dibutuhkan. “Di sini kita juga bisa lihat bagaimana kesigapan staf atau aparatur desa dan kelurahan memanajemen kerjanya,” timpalnya. Di kelurahan Sampir sendiri, tim penilai melakukan tugasnya hingga sekitar 2, 5 jam. Mereka menyelesaikan seluruh pertanyaan termasuk pemeriksaan (pengamatan) terhadap hasil-hasil kerja yang telah dilakukan kelurahan Sampir dalam setahun terakhir. Dan setelahnya, usai shalat zuhur tim melanjutkan kunjungannya ke kelurahan Kuang yang menjadi peserta kedua lomba. Menurut Slamet Riadi, pada hari ini pihaknya hanya menjadwalkan untuk dua lokasi penilaian. “Besok (hari ini) kita masih di Taliwang. Yang akan kita nilai adalah kelurahan Dalam dan desa Lalar Liang,” sebutnya seraya menyampaikan syukur karena kegiatan hari pertamanya berjalan lancar. “Apalagi kita sedang puasa ya. Tentu tidak saja kami (tim penilai) orang-orang kelurahan juga butuh energi ekstra pastinya menjalani proses penilaian ini. Tapi alhamdulillah semua lancar ya,” sambungnya. Sementara itu, Kepala DPMD KSB, Drs. Mulyadi, M.Si menjelaskan, kegiatan lomba desa/kelurahan ini pada dasarnya merupakan bentuk evaluasi untuk melihat perkembangan tiap desa/kelurahan dari waktu ke waktu. “Kegiatan lomba ini implementasi Permendagri 18/2015. Maka dari sinilah kita bisa menentukan status capaian hasil perkembangan sebuah desa atau kelurahan,” urainya. Untuk menjadi peserta lomba, ada kategori yang harus dipenuhi oleh tiap desa/kelurahan. Mereka harus dinyatakan masuk kategori berkembang dan cepat berkembang. “Lombanya juga berjenjang ya. Siapa desa atau kelurahan yang menang di sini maka mereka berhak mewakili KSB di tingkat provinsi. Begitu juga ketika di pusat yang terbaik di provinsi lah yang mejadi wakil provinsi,” papar Mulyadi. Tahun ini lanjut Mulyadi, peserta lomba desa/kelurahan ini cukup ketat dalam bersaing. Berdasarkan patauan awalnya, tiap desa perwakikan kecamatan sejauh ini telah mengimplentasikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat secara baik. “Yang jelas siapa yang ditetapkan tim penilai sebagai pemenang adalah yang terbaik,” imbuhnya.(bug/*)
Dompu (Suara NTB) Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kediri Lombok Barat (Lobar), telah memetakan hampir semua wilayah di NTB memasuki musim kemarau. Tidak terkecuali delapan Kecamatan di Dompu. Bahkan kondisi itu telah mengakibatkan kekeringan merata di wilayah ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M. Hasan dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (15/5) mengungkapkan, kemarau tahun ini terjadi lebih awal dari biasanya pada Bulan AgustusSeptember. Itupun didominasi wilayah-wilayah langganan kekeringan akibat terbatasnya cadangan air bersih. Di Dompu jangankan cadangan air bawah tanah, menurutnya air di permukaan saja sudah tidak banyak yang bisa diharapkan. “Ndak usah kita bicara air bawah tanah air permukaan saja kita sekarang ini sulit,” tegasnya. Kondisi itu merata terjadi di delapan kecamatan. Bahkan untuk memperoleh air bawah tanah warga saat ini terpaksa harus menyedotnya dengan mesin. Karenanya diharap permasalahan ini bisa sesegera
mungkin disikapi. Minimal dimulai dengan mengagendakan rapat koordinasi tingkat provinsi. Melibatkan seluruh BPBD Kabupaten/Kota, BMKG dan instansi terkait lainnya. Jika hal ini bisa dilakukan. Imran M. Hasan meyakini dampak dampak kemarau (kekeringan) akan bisa ditekan signifikan. Apakah dengan pendistribusian air bersih atau penggalian sumur dalam. “Bawa air bersih ke rumah-rumah warga bisa saja dilakukan tapi yang lebih efektif mengatasi kekeringan itu ialah dibangunkan sumur dalam. Biayanya tidak terlalu besar tapi permanen,” jelasnya. Kendati musim kemarau ini merata terjadi di Dompu, tapi dikatakan Imran belum dirasakan dampak yang signifikan oleh masyarakat. Tetapi ketika terus dibiarkan lam-
(Suara NTB/jun)
MENYUSUT – Air permukaan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baka di awal-awal musim kemarau ini sudah mengalami penyusutan, Rabu (15/5). bat laun warga akan teriak kesulitan air bersih. Apalagi melihat musim kemarau saat ini lebih awal dikhawatirkan ter-
Walikota Bima Mutasi dan Rotasi 315 Pejabat Kota Bima (Suara NTB) Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE melantik sebanyak 315 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilangsungkan di aula Paruga Convention Hall, Rabu (16/5). Ratusan yang dimutasi dan rotasi tersebut merupakan pejabat fungsional dan struktrural. Mereka terdiri dari pejabat eselon II (Kepala OPD), eselon III (Kabid, Kasi) hingga IV seperti Lurah hingga Kepala Sekolah. Dalam pelantikan itu, Walikota Bima hanya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs, H. Muhktar Landa MH. Sementara Wakil Walikota Bima, Feri Sofian, SH tampak tidak hadir. Lutfi mengatakan mutasi dan rotasi merupakan keharusan dalam organisasi manapun tanpa terkecuali Pemerintah Kota Bima. Tujuannya untuk kepastian menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan koridor. “Dalam pengisian jabatan ini saya bersama Wakil Walikota Bima telah mencermati dan melakukan penilaian. Mudahmudahan pada bulan penuh rahmat ini Kota Bima mendapat keberkahan,” katanya.
(Suara NTB/Uki)
SUMPAH JABATAN - Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi membacakan sumpah jabatan yang diikuti ratusan pejabat yang dirotasi dan mutasi, di aula Paruga Convention Hall, Rabu (15/5). Ia mengaku dalam pergantian dan pengisian jabatan itu tidak ada yang terdzolimin ataupun unsur dendam politik. Penempatan jabatan adalah murni melihat kemampuan dan kapasitas pejabat. “Jabatan adalah amanah, bukan karena meminta-meminta,” katanya. Kendati demikian, Lutfi menegaskan, selama 6 bulan kedepan para pejabat tersebut akan dievaluasi kinerjanya. Apakah mampu menakhodai dan memimpin anaknya buahnya kebawah. “Mulai hari ini hingga enam bulan ke depan akan kita evaluasi,” katanya. Pada kesempatan itu Ia me-
minta agar para pejabat tidak lagi membuat sekat hingga membangun faksi atas nama keluarga Kepala Daerah, karena hal itu akan mengganggu jalannya roda Pemerintahan. “Saya tidak ingin dengar ada faksional keluarga. Saya harapkan setelah ini tidak ada lagi blok A dan blok B,” katanya. Selain itu Lutfi juga tidak ingin mendengar ada pejabat manapun yang membawa-bawa atau mengatasnamakan dirinya di pemerintahan. Ia ingin agar pejabat bisa bekerja sungguh-sungguh. Menjalankan tugasnya masing-masing. “Jangan kerja yang aneh-aneh,” pungkasnya. (uki)
Realisasi DAK Fisik Dompu Masih Nihil Dompu (Suara NTB) Realisasi dana alokasi khusus (DAK) fisik di Kabupaten Dompu tahun 2019 masih nihil. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Dompu, tapi merata di NTB kecuali KLU. Untuk mempercepat pencairan DAK fisik, Kanwil Dirjen Perbendaharaan NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan NTB, Syarwan kepada Suara NTB usai membuka FGD di Dompu, Rabu (15/5) kemarin mengungkapkan, realisasi DAK fisik yang nihil bukan hanya di Kabupaten Dompu. Tapi terjadi di seluruh NTB, kecuali KLU yang sudah melakukan pencairan. Adanya tambahan persyaratan berupa peninjauan oleh Inspektorat selaku APIP, membuat pencairan DAK fisik menjadi terlambat. “Makanya kita lakukan FGD agar sama –
sama ingat waktunya, jangan sampai terlambat,” katanya. Syarwan mengingatkan, tahun 2018 lalu kabupaten Dompu termasuk daerah yang paling tinggi realisasi DAK fisiknya, mencapai 99 persen lebih. Realisasi yang tinggi ini diharapkan bisa dipertahankan, sehingga keberadaan anggaran ini bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Sementara untuk dana Desa, berdasarkan laporan yang 20 persen (tahap pertama) sudah dicairkan 100 persen ke Desa dan tahap kedua sudah lebih dari 50 persen. “Mudah – mudahan setelah ada FGD ini akan lancar (pencairan DAK fisik dan dana Desanya),” harap Syarwan. Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, MSI dalam sambutannya mengingatkan kepada SKPD pemilik DAK fisik untuk segera menyelesaikan persyara-
(Suara NTB/ula)
Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan NTB, Syarwan (kiri) didampingi Kepala BPKAD Dompu, H. Muhibuddin. tan pencairan anggarannya. Informasi yang didapatnya dari ULP. Lambannya pencairan DAK fisik karena SKPD lamban menyerahkan berkas lelang proyeknya. “DAK fisiknya itu dilelang semua? Orang ULP bilang, mereka ter-
lambat memproses tendernya karena SKPD lambat menyerahkan dokumen,” kata H. Agus Bukhari yang langsung dibantah para pejabat yang hadir. “Kalau begitu, jangan saling menyalahkan. Mumpung ada
FGD ini, tolong dipertanyakan sedetail mungkin bagi yang belum dipahami agar anggaran DAK fisiknya segera dicairkan,” tambah H. Agus Bukhari. Sekda juga menyampaikan, realisasi anggaran masih sering terfokus pada Oktober – Desember. Kondisi ini menjadikan pertumbuhan ekonomi tidak merata di setiap triwulannya. Namun tuntutan pencairan anggaran tepat waktu diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat juga merata. Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Drs. H. Muhibuddin, MSI menambahkan, DAK fisik Kabupaten Dompu tahun 2019 mencapai sekitar Rp190 Miliar. DAK fisik ini jumlahnya bertambah bila dibandingkan tahun 2018 lalu. “Untuk tahap awal, pencairan DAK fisik ini dalam proses,” kata Muhibuddin. (ula)
jadi hingga akhir tahun nanti. “Makanya harus dari sekarang kita antisipasi biar nanti tidak kewalahan melay-
ani kebutuhan air warga. Apalagi kekeringan ini sudah bencana rutin di Dompu,” pungkasnya. (jun)
Satpol PP Dompu Mulai Tertibkan PKL Dompu (Suara NTB) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dompu, mulai menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL). Khususnya mereka yang berjualan di trotoar dan ruas jalan raya. Seperti di simpang tiga Kelurahan Karijawa yang menjadi sasaran operasi, Rabu (15/5). Kasi Operasi Satpol PP Dompu, Rustam Efendi, S. Sos., menjelaskan, penertiban ini sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum yang melarang pemanfaatan trotoar jalan sebagai tempat usaha. Disamping menghambat pejalan kaki juga mempersempit ruas jalan raya sehingga membahayakan keselamatan. “Ini atas dasar perda dan surat dari PU untuk menertibkan semua PKL yang ada di seputaran kota Dompu yang menjual di atas trotoar. Trotoar itu dibangun untuk pejalan kaki bukan untuk PKL,” tegas dia menjawab Suara NTB di sela penertiban. Sebelum operasi dilakukan. Instansi gabungan yang dikoordinir langsung Dinas PU sudah melayangkan surat teguran. Meminta sejumlah PKL segera membongkar bangunan kios sebelum upaya paksa diambil. Tetapi karena tak kunjung diindahkan penertiban terpaksa dilakukan. Setidaknya sudah ada puluhan PKL yang ditindak selama dua hari menggelar operasi ini. Mulai di area kosong depan Masjid Raya Baiturrahaman, komplek pertokoan Pasar Induk hingga terakhir di simpang tiga Kelurahan Karijawa.
Kegiatan ini baru tahapan awal. Kedepan rencananya akan disusul penertiban merata oleh tim gabungan dari berbagai instansi yang ada. Seperti Disperindag, Dishub, PU, Satuan Pol PP bahkan polisi. “Sebelum tim itu jalan kita awali dulu oleh Satuan Pol PP,” ujarnya. Belum ada perlawanan berarti yang ditunjukan PKL selama penertiban berlangsung. Besar kemungkinan hal itu karena adanya surat peringatan yang disampaikan lebih awal. Sementara Mulyadin, PKL yang menjadi sasaran penertiban di Kelurahan Karijawa kepada Suara NTB mengaku, kecewa melihat pembongkaran paksa yang dilakukan Pol PP hari ini (kemarin). Karena biaya pembangunan baginya yang kurang mampu cukuplah besar. Ditambah area yang dipakai saat ini merupakan lahan sewa. Walaupun sebagiannya masuk ke trotoar jalan. Dan atas dasar usaha perbengkelan dan kios ini di area tersebut menjadi satu-satunya mata pencaharian ia dan istrinya. Wahyudin berharap adanya kepedulian pemerintah. Membiarkan bangunan kios yang memang berada di lahan sewaan serta menginzinkannya untuk sedikit memanfaatkan trotoar jalan sebagai tempat tambal ban. “Kios ini mungkin bisa dikasi mundur cuma lokasi tambalnya tetap di trotoar. Itu harapan saya dan semoga mendapat persetujuan dari pemerintah. Karena ini satu-satunya tempat kami cari makan,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
TERTIBKAN PKL – Satuan Pol PP Dompu saat menertibkan PKL di simpang tiga Kelurahan Karijawa, Rabu (15/5).
POLHUKAM
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 8
Kejaksaan Bidik Proyek Jembatan Sebeok pengawas intern pemerintah (APIP) yakni Inspektorat. Laporan hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar jaksa turun tangan. “Data-datanya sudah kita punya. Tapi proyek ini kan masih masa pemeliharaan. Ada mekanisme APIP yang harus dilewati dulu. Tetapi kalau ada indikasi atau temuan, kita siap usut,” tegas Iwan. Jembatan Sebeok dikerjakan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Proyek fisik ini ditender dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp4,15 miliar . Tender dimenangi CV ASA yang menawar dengan harga Rp3,57 miliar. (why)
Mataram (Suara NTB) – Proyek jembatan Sebeok, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa tahun 2018 jadi bidikan Kejari Sumbawa karena diduga ada penyimpangan. Pendampingan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) putus di tengah jalan. Sebab pemilik dan pekerja proyek membandel dan tidak melaksanakan rekomendasi. (Suara NTB/dok)
Ruslan Turmuzi
Calon Independen Diprediksi Banyak Muncul di Pilkada Serentak 2020 Mataram (Suara NTB) Pada Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di tujuh kabupaten/kota di NTB, diprediksi akan banyak muncul calon dari jalur independen. Jalur independen banyak dilirik karena terinspirasi dari keberhasilan H.Moch Ali BD yang berhasil lolos sebagai calon Gubernur NTB tahun 2018 lalu melalui jalur independen. Pandangan itu diungkapkan politisi PDIP Drs.Ruslan Turmuzi. Ia memprediksi akan banyak figur yang mencoba tampil di panggung politik serentak 2020 melalui jalur independen. “Mereka banyak yang terinspirasi dari Ali BD, banyak yang akan muncul besok ini calon independen,” katanya. Dikatakan Ruslan, dirinya banyak mendengar sejumlah figur yang berencana akan menggunakan jalur independen. Mereka berpandangan bahwa jalur independen jauh lebih murah biaya politiknya dari pada menggunakan partai politik. “Apalagi di tingkat kabupaten/kota jauh lebih kecil kebutuhan syarat KTP yang akan dikumpulkan. Misalnya seperti di KLU, berapa KTP syaratnya, tidak banyak,’’ katanya. Diakui, memang keterpilihan seseorang sebagai kepala daerah juga tidak ditentukan oleh seberapa besar parpol mendukungnya. Hal itu diperlihatkan oleh hasil Pilgub NTB 2018, yang dimenangkan oleh pasangan Dr. H.Zulkieflimansyah-Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalilah yang hanya didukung oleh dua parpol yakni PKS dan Demokrat. Pasangan tersebut berhasil mengalahkan pasangan H.Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang didukung tujuh partai, yakni Gerindra, PDI-P, PPP, PAN, Hanura, PBB dan PKPI. Fakta politik Pilkada 2018 tersebut semakin memperkuat asumsi bahwa jalur independen juga sangat memungkinkan untuk meraih kemenangan. Sebab besarnya dukungan parpol yang dimiliki tidak menggaransi kemenangan. ‘’Ya, karena keterpilihan sebagai figur tidak ada kaitannya dengan partai politik. Partai itu hanya syarat untuk menjadi calon,’’ katanya. Namun demikian, munculnya calon jalur independen tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi partai politik yang diasumsikan dengan politik berbiaya mahal jika menggunakan kendaraan partai. Akan tetapi Ruslan sendiri yang berencana akan maju di Pilkada serentak 2020 mendatang akan tetap menggunakan partai politik. ‘’Saya kan orang partai, saya akan pakai kendaraan partai. Sudah banyak partai yang melirik saya, banyak sudah saya bangun komunikasi,” tuturnya. Keinginan untuk tampil di Pilkada Lombok Tengah (Loteng) 2020, ia mengaku murni karena permintaan dari konstituennya yang ingin melihat dia jadi Bupati Loteng. Pasalnya dia sudah lima periode sebagai anggota DPRD Provinsi NTB. ‘’Saya diminta pulang kampung, karena sudah lima periode di DPRD. Masyarakat menginginkan saya jadi Bupati Loteng,’’ pungkasnya. (ndi)
Lengkap, Berkas Perkara 122 Batang Sonokeling Sekotong Mataram (Suara NTB) – Berkas tersangka kasus kayu sonokeling ilegal ini sudah dinyatakan lengkap. Dinas LHK Provinsi NTB mengagendakan pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti. Tersangka, MA akan segera berhadapan dengan jaksa penuntut umum di tahap penuntutan. Dinas LHK Provinsi NTB menuntaskan penyidikan dugaan penebangan tanpa dokumen sah 122 batang kayu sonekeling Sekotong, Lombok Barat dengan tersangka Abdi pemilik UD ELJ. Ketua Tim Penyidik PNS Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Astan Wirya mengatakan, tersangka kemudian akan dibawa ke jaksa penuntut umum untuk proses di tahap penuntutan. ‘’Kami sudah menerima pemberitahuan bahwa berkas perkara sudah P-21. Dinyatakan lengkap,’’ ujarnya dikonfirmasi Rabu (15/5). Tersangka MA, pemilik UD ELJ diduga menebang kayu sonokeling secara liar di kawasan Hutan Mareje, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Barang buktinya sebanyak 122 batang kayu atau setara 3 meter kubik. Tersangka MA dijerat dengan dugaan pelanggaran pasal 87 ayat 1 huruf c juncto pasal 12 huruf m UU RI No 18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancamannya pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp2,5 miliar. Kasus tersebut terungkap Mataram (Suara NTB) setelah adanya pengiriman Setelah dipastikan gagal kayu sonokeling sebanyak 3 mempertahankan kursi meter kubik ke kilang gergaji Pimpinan DPRD NTB lantUD FJ di Sekarbela, Mataram aran perolehan suara disalip dari pemilik kayu tersangka PPP, Partai Demokrat kemuMA. Kayu diangkut dari Sekodian membidik kursi pimpitong, Lombok Barat. nan komisi. Kayu sebanyak 122 batang Ketua DPD Partai itu benar ditemukan di UD Demokrat NTB, TGH. MaFJ dalam operasi Kamis (17/ halli Fikri yang dikonfirmasi 1) lalu oleh tim Operasi Satumengatakan bahwa pihaknan Polisi Kehutanan Reaksi ya tidak berkecil hati. Cepat. Tersangka MA berniMeskipun gagal mempertahat menggelondong kayu menankan kursi pimpinan DPRD jadi batangan. NTB. ‘’Kursi Pimpinan DPRD Setelah dicek kayu diduga itu bukan hanya Ketua dan dilengkapi dengan dokumen Wakil Ketua. Tapi juga ada yang tidak sah. Yakni disebutpimpinan komisi-komisi. kan ditebang dari lahan buKita masih bisa meraih pimpdidaya miliki MWR untuk inan komisi,’’ katanya, Rabu pemohon SJ pemilik UD (15/5) kemarin. ELJ. Hasil lacak balak juga Ditegaskan Mahalli menguatkan dugaan penebanbahwa di DPRD NTB itu gan liar tersebut. Berupa tidak memberikan pentonggak kayu yang tidak tidak garuh besar bagi partainya identik atau tidak sesuai denmeskipun tidak duduk di gan dokumen. (why)
Jembatan yang menghubungkan Desa Teladan dan Desa Kelawis baru selesai awal tahun 2019. Molor dari kontrak yang mensyaratkan proyek tuntas Oktober 2018. Hal tersebut salah satu alasan Kejari Sumbawa mencabut pendampingan. ‘’Kita mencabutnya waktu juga dengan kesepakatan bersama,” ujar Kepala Kejari
Sumbawa Iwan Setiawan, SH.M.Hum, dikonfirmasi kemarin di Mataram. Dia menyebutkan, sejumlah alasan yang membuat TP4D mundur dari pendampingan. Pendampingan tidak berjalan maksimal sebab para pihak tidak mengindahkan pola dan proses pengawalan proyek oleh jaksa. ‘’Ada beberapa rekomendasi
yang tidak dilaksanakan PPK dan rekanan,’’ bebernya. Iwan menegaskan, saat ini proyek Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa ini masih dalam tahap pemeliharaan. Meski demikian pihaknya sudah mengambil ancang-ancang apabila nantinya ada temuan. Selesai masa pemeliharaan, sambung dia, proyek tersebut akan diaudit aparat
(Suara NTB/dok)
Iwan Setiawan
(Suara NTB/why)
RESIDIVIS - Pasangan adik kakak sepupu spesialis pencurian rumah kosong. Residivis ini tertangkap lagi.
Adik Kakak Kompak Mencuri Mataram (Suara NTB) – Dua adik kakak sepupuan, Arman (19) dan Rahman (18) bak pasangan klop dalam hal mencuri. Berkali-kali beraksi, baru kali ini dua warga Taman Kapitan, Taman Sari, Ampenan, Mataram ini diciduk. Mereka diduga mencuri barang elektronik rumah ko-
song senilai Rp14 juta. Mereka membobol rumah di Jalan Energi Gang Arwana Gatep Ampenan, Mataram. Kerjasama mereka dengan membagi tugas. Arman masuk ke dalam rumah. Rahman dapat bagian berjaga di luar. ‘’Arman ini yang mengajak sepupunya setiap kali mereka
dan uang tunai Rp 500 ribu. Tanpa disangka, aksi mereka itu terekam CCTV rumah tersebut. “Dari sana kita identifkasi ciri-cirinya. Baru kita lakukan pengejaran,” jelas Suteja. Meski pasangan sepupu itu baru beranjak dewasa, namun mereka tercatat pernah dihukum karena terbukti mencuri sebelumnya. “Iya mereka ini
keluar. Informasinya sudah sering tapi yang tertangkap kasus yang ini,” ucap Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja, Rabu (15/5). Sukses melompati pagar, Arman lalu membongkar jendela. Sampai dia bisa mengambil Samsung Tab7, Apple iPad Mini 2, dua jam tangan,
Permohonan Paspor TKI Terindikasi Nonprosedural akan Ditolak Mataram (Suara NTB) – Calon TKI yang diberangkatkan dengan cara ilegal dan tanpa prosedur bisa dicegah keberangkatannya. Caranya, dengan tidak memberikan dokumen perjalanan luar negerinya, yakni paspor. Hal seharusnya bisa dideteksi pada saat calon TKI mengajukan paspor. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Mataram, Kurniadie mengatakan, sebagai
lembaga penerbit paspor, Imigrasi sekaligus punya kewenangan menolak permohonan. “Dari data dan hasil wawancara kita bisa menolak permohonan paspor seseorang,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (15/5). Hal itu sebagai bentuk pengetatan paspor terhadap seseorang yang diduga kuat akan berangkat menjadi TKI tanpa prosedur. Bahkan, data kependudukan untuk data paspor sudah berbasis NIK. Sebelumnya Wakil Ketua
residivis. Mereka selalu beraksi berdua. Ada hubungan keluarga adik kakak sepupu,” imbuhnya. Tersangka Arman dan Rahman kembali menghuni hotel prodeo yang pernah dirasakannya. Sebabnya pun sama, yakni ancaman pidana penjara pasal 363 KUHP yang paling lama tujuh tahun. (why)
Caleg Gagal akan Mencoba Peruntungan Lagi di Pilkada 2020
Komisi V DPRD NTB Kasdiyono mendesak Imigrasi untuk lebih ketat menyeleksi pemohon paspor. Khususnya yang bakal dipakai dengan visa wisata yang biasa jadi modus TKI nonprosedural. Hal itu menanggapi peristiwa jenazah TKI asal Kota Mataram, Herman Mahsun (35) yang sulit dipulangkan dan sampai terlantar. Sebab, pihak keluarga tidak bisa menebus biaya pemulangan yang sampai Rp30 juta. (why)
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Demokrat Bidik Pimpinan Komisi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 unsur Pimpinan DPRD. Pasal- tujuh kursi di DPRD NTB, di 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 nya, kedudukan anggota dew- tengah situasi politik yang di12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 an itu adalah kolektif kolegial. hadapi Demokrat. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 ‘’Kita bersyukur masih Sehingga setiap keputusan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 harus diambil bersam, tidak bisa masuk dalam posisi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 lima besar. Itu sudah dimonopoli oleh pimpinan. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 ‘’Kepemimpinan DPRD itu luar biasa bagi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 kolektif kolegial. Pimpinan tidak Demokrat,’’ katanya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Dengan raihan bisa mengambil keputusan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 sendiri, harus disepakati semua itu bahkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 anggota. Pimpinan hanya Demokrat mendap12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 atkan apresiasi mengkoordinir saja,’’ jelasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Ditanya lebih jauh, pimpi- dari DPP langsung. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 nan komisi berapa yang akan ‘’DPP telepon saya, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 jadi bidikan Demokrat? Ma- sampaikan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 halli menegaskan bahwa par- terima kasih 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 tai mendapatkan komisi bera- banyak. Karena 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 berhasil pa pun tidak terlalu penting. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 “Komisi berapa saja kita da- membawa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 patkan, semua komisi itu basah, partai tetap 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 tidak ada istilah ada komisi stabil. Saya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 diundang ke basah dan kering,” tegasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Lebih lanjut disampaikan DPP besok 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Mahalli, melihat hasil Pemilu (hari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 2019 ini, bagi Partai Demokrat ini),’’ 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 sudah sangat bersyukur. pungkas12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 Masih bisa mempertahankan nya. (ndi) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234 TGH. Mahalli Fikri 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234
(Suara NTB/dok)
Gagal Pertahankan Kursi Pimpinan DPRD NTB
Mataram (Suara NTB) Sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) yang dipastikan gagal terpilih di Pemilu 2019 ini, berencana akan kembali mencoba peruntungan di Pilkada serentak 2020. Humaidi Caleg DPR RI dari Partai Golkar setelah dipastikan gagal melenggang ke Senayan, langsung digadang-gadang oleh partainya untuk diturunkan bertarung di Pilkada serentak 2020 untuk Kabupaten Lombok Tengah. “Insya Allah di Lombok Tengah kita punya figur yang akan melanjutkan kepemimpinan Pak Suhaili, ada Pak Humaidi yang sepertinya punya peluang,’’ kata Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda belum lama ini. Diketahui meskipun gagal melaju ke sebagai wakil rakyat NTB ke Senayan. Namun demikian, jika untuk ukuran Lombok Tengah, Humaidi tentu merupakan figur yang cukup tangguh untuk ditaklukkan. Ia tercatat sebagai peraih suara terbanyak untuk anggota DPRD NTB pada Pemilu 2014 lalu di Dapil VII Loteng Utara. Perolehan suaranya pada Pileg 2019 ini juga,
hampir 50 persen lebih suaranya disumbangkan dari Lombok Tengah. Humaidi juga merupakan sepupu dari Bupati Lombok Tengah saat ini, Suhaili. Sehingga masa dari jamaah Ponpes Yatofa Bodak akan bulat mendukungnya. Selain nama Humaidi, caleg DPR RI asal PPP dari dapil NTB I, Pulau Sumbawa, yakni Nurdin Ranggabarani juga disebut-sebut akan turun bertarung di Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Sumbawa setelah memastikan dirinya gagal melenggang ke Senayan. Nama Ketua PAN, H. Muazzim Akbar juga disebut-sebut akan tampil bertarung di Pilkada serentak 2020, setelah dipastikan gagal melenggang ke Senayan. Kans sejumlah Caleg gagal untuk mencoba kembali peruntungan di Pilkada serentak 2020 juga diuntungkan oleh peraturan yang mengikat Caleg terpilih jika mau maju maka harus mendur. Hal itu masih sangat berat bagi Caleg terpilih untuk meninggalkan jabatannya yang didudukinya belum genap satu tahun, tapi sudah harus mundur. (ndi)
Halaman 9
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Safari Ramadhan Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tengah dalam perjalanannya. Dia melihat seseorang yang dikerubungi oleh orang. Dia nampak kehausan dan kepanasan. Rasulullah bertanya: “Kenapa dia?” Meeka menjawab: “Seseorang yang puasa.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada kebaikan kalian berpuasa dalam keadaan safar.” (Hadits Riwayat Muslim)
Halal dan Tayyiban Mukhlishin (Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram) ALLAH SWT memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik/halalan thayyiban. Al-Qur ’an, Surat Al Maidah : 88 di tegaskan bahwa “dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168. “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” Orang-orang yang bertakwa membersihkan diri dari halhal yang halal karena takut jatuh pada hal-hal yang haram maka Allah menyebut mereka muttaqin. Halal dan haram bukan hanya menyangkut perbuatan, termasuk di dalamnya adalah produk yang dikonsumsi oleh muslim baik itu berupa barang maupun jasa. Islam selalu mengajarkan kepada kaum Muslim agar memilih dan mengkonsumsi makanan halal dan menjauhi makanan yang haram. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Muslim harus memahami dan melaksanakan perintah Allah, terutama untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik bagi kesehatan tubuhnya (tayyiban). Perintah untuk mengkonsumsi makanan halal sama pentingnya dengan perintah-perintah Allah yang lainnya, seperti: perintah menjauhi perbuatan jahat, mencuri, menipu, bohong, zina, dan lainnya. Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh Allah SWT, sedangkan haram adalah segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Seorang Muslim yang taat wajib mengetahui makanan apa saja yang dilarang dan yang diperbolehkan oleh Allah, jika kita tidak memahami mana yang halal dan haram maka kita bisa menjadi Muslim yang tersesat dari petunjuk-Nya, dan tidak selamat di dunia dan akherat. Allah SWT memerintahkan kita untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, seperti disebutkan dalam ayat Al Qur’an di atas sesungguhnya bermakna Allah melarang mengkonsumsi makanan yang haram yang tentu ada tujuannya, yakni menguji ketaatan hambanNya. Allah juga mengancam orang yang makan makanan haram tidak masuk surga. Apalagi muslim yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, ini adalah dosa besar. Di samping itu tentu ada hikmah yang bisa kita ambil, yakni dengan mengkonsumsi makanan halal dan baik akan membuat tubuh dan hati kita menjadi sehat dan memiliki jiwa yang bersih dari penyakit hati dan jasmani. Sebagai seorang Muslim, dampaknya bagi Muslim yang memakan makanan yang halal adalah terkabulnya doa, setiap daging yang tumbuh yang berasal dari makanan halal adalah daging yang bersih. Jadi, kalau ingin dikabulkan doa kita, salah satunya dengan cara memakan makanan yang halal. Marilah dengan puasa di bulan Ramadhan suci, bisa menjadi sarana untuk membersihkan hati dan menjaganya dengan memkonsumsi makanan halal sebagi bentuk ketaatan dan ketakwaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagai puncak tujuan puasa untuk menjadi manusia yang bertakwa.
Gubernur NTB Sapa Korban Gempa di Loteng
Praya (Suara NTB) Rombongan Safari Ramadhan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., menyapa warga korban gempa di Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (14/5) malam. Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zukiefliemansyah menyerahkan langsung sejumlah bantuan bagi masyarakat dan kelompok masyarakat setempat yang terkena dampak gempa. Termasuk bantuan dana kepada Pemkab Loteng, senilai lebih dari Rp 1,6 miliar dan diterima langsung Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP. Gubernur bersama rombongan menyempatkan diri untuk berbuka puasa dengan para pejabat lingkup Pemkab Loteng dan warga masyarakat setempat. Usai buka puasa bersama, Gubernur NTB dan rombongan juga langsung menggelar Salat Isya dan tarawih berjamaah, di Masjid Al Muttaqin Dusun Montong Dao Desa Teratak. “Kegiatan safari ramadhan ini kita harapkan tidak hanya sekedar seremoni belaka. Tetapi bisa menjadi wahana silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah,” ungkap Gubernur NTB. Melalui kegiatan safari ramadhan tersebut, masyarakat bisa tahu dan bertatap muka langsung dengan para pemimpin dan pejabat di daerah ini. Begitu pula sebaliknya, pemimpin dan pejabat di daerah ini juga bisa tahu masyarakat yang dipimpin dan dilayaninya. Dengan begitu, jalinan komunikasi antara keduanya bisa semakin kuat dan bisa menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa yang akan datang.
(Suara NTB/kir)
SAMBUTAN - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah memberikan sambutan saat Safari Ramadhan di Masjid Al Muttaqin Dusun Montong Dao DesaTeratak Kecamatan Batukliang Utara, Selasa (14/5) malam. tahapan pelaksaan pemilu secara umum. Dan, masyarakat tidak sampai melakukan aksi anarkis menanggapi hasil pemilu yang baru lalu,’’ ujarnya mengingatkan. Di tempat yang sama, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., memberikan apreasiasi atas perhatian yang diberikan oleh Pemprov NTB. Pihaknya berharap ke depan sinergisitas antara Pemkab Loteng dengan Pemprov NTB bisa semakin kuat. Dukungan anggaran serta program dari Pemprov NTB bagi Loteng ke depan juga diharapkan bisa semakin banyak lagi. Terlebih saat ini, Loteng tengah menggeliat pembangunannya, sehingga dukungan dari pemerintah provinsi sangat diharapkan, agar jalannya pembangunan di daerah ini bisa berjalan maksimal. “Pembangunan di Loteng tentunya tidak
Safari Ramadhan di Sakra
Pemkab Lotim Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) menggucurkan bantuan-bantuan stimulan untuk pembangunan masjid dalam acara Safari Ramadhan, Selasa (14/5) malam. Seperti yang dilakukan kembali di Masjid Nurul Iman Dusun Montong Beliak, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra. Pemkab Lotim menyalurkan Rp 20 juta. Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy dalam sambutannya, menyampaikan, jika Pemda Lotim memberikan bantuan kepada masjid, musala, pondok pesantren sesuai dengan kemampuan. “Alhamdulillah, bukan hanya Masjid Nurul Iman saja, akan tetapi di seluruh kabupaten Lotim,” ungkap bupati. Menurutnya, penyaluran bantuan untuk masjid dan musala banyak dari dana aspirasi anggota DPRD maupun alokasi yang telah ditetapkan oleh Pemda Lotim dan nilai bantuan diakui masih kecil. Orang nomor satu di Lotim ini menjelaskan, pada tahun 2019 ini Pemerintah Lotim masih fokus pada pembangunan infras-
Tumis Kangkung Telur Puyuh RAMADHAN sudah memasuki sepuluh hari kedua. Dalam berbuka, tentu, kita menginginkan menu-menu makanan yang menyegarkan dan menyehatkan, sehingga bisa kembali berpuasa untuk keesokan harinya. Na, jika Anda ingin mencoba menu Tumis Kangkung Telur Puyuh, bisa Anda buat di rumah. Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Tumis Kangkung Telur Puyuh seperti dikutip dari resepmasakan.com. Cara Membuat : 1. Tumis bawang putih sampai wangi, masukkan bawang merah, bawang Bombay dan irisan cabe merah keriting. 2. Masukkan kangkung, tumis sesaat. 3. Masukkan air. 4. Masukkan saus tiram, kecap asin, kecap manis Bango, gula, merica dan garam. 5. Masukkan telur puyuh dan kaldu blok. 6. Masak sesaat hingga meresap. 7. Sajikan.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
- 3 ikat kangkung, ambil daun dan batang muda. Cuci, sisihkan - 10 butir telur puyuh, rebus, kupas, sisihkan - ½ bawang bombay, potong melingkar, sisihkan - 4 siung bawang putih, cincang, sisihkan - 3 siung bawang merah, iris tipis, sisihkan - 4 biji cabe merah keriting, iris melintang, sisihkan - 1 blok kaldu ayam - 1 sdm margarin - 1 sdt merica halus - 2 sdm saus tiram - 300 ml air - Minyak secukupnya - Garam dan gula secukupnya - Kecap asin dan kecap manis Bango secukupnya
Gubernur mengaku, tantangan pembangunan ke depan jelas semakin berat, sehingga butuh kekompakan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat. Tanpa itu semua sulit untuk bisa memajukan pembangunan serta meraih citacita pembangunan di daerah ini. Untuk itu, ujarnya, bagi pejabat di daerah ini agar sering-sering turun menyapa masyarakat dan tidak hanya pada momen Safari Ramadhan saja. Mantan anggota DPR RI ini berpesan kepada masyarakat supaya terus menjaga kondusivitas wilayah, terlebih masyarakat Loteng dan NTB pada umumnya baru saja menggelar pemilu serentak. Ia pun berharap apapun hasilnya bisa diterima dengan lapangan dada. Karena siapapun pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih itulah yang terbaik bagi masyarakat di daerah ini. “Secara umum pemilu di NTB berjalan aman dan lancar. Soal kemudian ada riak ataupun gejolak, itu hal yang wajar. Tetapi tidak sampai mengganggu
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Sekda Lotim H. Rohman Farly menyerahkan bantuan pada pengurus Masjid Nurul Iman Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Selasa (14/5) malam. truktur jalan, irigasi, jembatan dan listrik. Anggaran pendidikan 20 persen dan kesehatan 17 persen. Bagian lainnya tetap jadi perhatian pemerintah ke depan. Pada kesempatan ini, bupati mengajak untuk terus memanfaatkan waktu sebaikbaiknya dengan ibadah sunnah dan tidak meninggalkan yang wajib. Selain itu, tidak melakukan hal-hal yang makruh apalagi yang haram. Guna menyeimbangkan kehidupan ini, ujarnya, Allah SWT telah menciptakan Ramadhan.
Shalat sunnat sama dengan shalat wajib pahalanya, begitu juga dengan pahala sedekah sunnah sama dengan pahala sedekah wajib. Karena itu, Allah SWT maha tahu bahwa 11 bulan itu kita lebih banyak urusan dunianya ketimbang urusan akhirat. Dalam sebulan ramadhan, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni malam lailatul qadar. Jika beribadah pada malam lailatul qadar satu malam sama dengan ibadah 84 tahun dan hanya ada pada bulan Ramadhan. (rus)
Tunggu Berbuka di Perpustakaan Daerah Selong (Suara NTB) Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit sangat identik pada bulan Ramadhan. Bahkan masyarakat melakukan beraneka cara untuk menunggu tibanya beduk magrib, baik yang datang ke pantai, nongkrong pinggir jalan maupun hanya sekadar jalanjalan. Bahkan adanya yang menunggu waktu tiba berbuka puasa di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim. Di tempat ini, masyarakat menunggu berbuka sembari menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Kepada Suara NTB, Rabu (15/5), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim, Drs. H. Muhammad mengatakan, selama bulan Ramadhan ini, jumlah pengunjung relatif stabil. Namun pengunjung yang datang didominasi pada siang hingga sore hari memanfaatkan waktu menunggu tibanya waktu berbuka puasa. Selain waktu yang tidak terasa, ujarnya, ngabuburit di Perpustakaan lebih bermakna dengan terserapnya ilmu-ilmu dari buku yang dibaca. “Dari awal Ramadhan, pengunjung ramai. Bahkan stabil
dengan hari-hari biasa. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk lebih produktif pada bulan Ramadhan sangat tinggi,” jelasnya. Kendati demikian, H. Muhammad mengaku belum dapat membentuk pojok-pojok baca di sejumlah pusat keramaian yang kerap dijadikan tempat masyarakat ngabuburit, seperti di Taman Tugu Selong, Pantai Labuhan Haji maupun beberapa tempat lainnya dikarenakan adanya sesuatu dan lain hal. Namun ke depan, kata dia, pergerakan dari perpustakaan untuk mendekatkan buku-buku bacaan ke masyarakat akan terus dilakukan. Untuk ketersediaan koleksi buku dan referensi, perpustakaan daerah sudah cukup memadai. Bahkan terus dilakukan pembaharuan untuk menunjang kebutuhan masyarakat dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun tugastugas yang lainnya. Bahkan setiap tahunnya perpustakaan daerah menyalurkan bantuan kepada perpustakaan di masjid, musala, dan madrasah, sehingga budaya membaca masyarakat terus mengalami peningkatan. (yon)
akan bisa lepas dari peran serta dan dukungan dari pemerintah provinsi. Sehingga penting
untuk terus memperkuat sinergisitas antar keduanya,” pungkas Pathul. (kir)
123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Olahraga di Bulan 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Ramadhan 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 BULAN Ramadhan adalah bulan yang unik di mana 123456789012345678901234567890121 umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah pua123456789012345678901234567890121 sa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara 123456789012345678901234567890121 waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar. 123456789012345678901234567890121 Banyak orang yang tetap melakukan olahraga untuk 123456789012345678901234567890121 menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadhan. 123456789012345678901234567890121 Selain itu, juga ada atlet yang tetap melakukan latihan di 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 bulan Ramadhan untuk persiapan kompetisi. Olahraga 123456789012345678901234567890121 memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara 123456789012345678901234567890121 lain untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, 123456789012345678901234567890121 bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan 123456789012345678901234567890121 Ramadhan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan, 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 berikut ulasannya seperti dikutip dari hellosehat.com. 123456789012345678901234567890121 1. Waktu olahraga 123456789012345678901234567890121 Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu 123456789012345678901234567890121 melakukan olahraga. Tidak disarankan untuk melaku123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 kan olahraga di saat waktu puasa. 123456789012345678901234567890121 Seperti yang dilansir dari thenational dan islamicity, 123456789012345678901234567890121 olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa 123456789012345678901234567890121 karena saat puasa perut dalam keadaan kosong. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan 123456789012345678901234567890121 Ramadhan adalah pada saat setelah berbuka, kare123456789012345678901234567890121 na setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya 123456789012345678901234567890121 kembali dari makanan dan minuman. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu 123456789012345678901234567890121 terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menje123456789012345678901234567890121 lang berbuka puasa. Seperti yang dilansir 123456789012345678901234567890121 dari Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengata123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 kan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit 123456789012345678901234567890121 menjelang berbuka karena mendekati waktu makan. 123456789012345678901234567890121 Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari ke123456789012345678901234567890121 bugaran setiap individu. Ada orang yang mampu 123456789012345678901234567890121 melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 yang tidak tergantung dari kebiasaan orang tersebut 123456789012345678901234567890121 melakukan olahraga. Yang terpenting adalah setelah 123456789012345678901234567890121 melakukan olahraga, Anda tidak merasa lemas, pus123456789012345678901234567890121 ing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh Anda sendiri! 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 2. Olahraga yang baik dilakukan saat puasa 123456789012345678901234567890121 Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis 123456789012345678901234567890121 olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda 123456789012345678901234567890121 lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya laku123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 kan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, 123456789012345678901234567890121 seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disaran123456789012345678901234567890121 kan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang 123456789012345678901234567890121 lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena di123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 takutkan tubuh tidak mampu melakukannya. 123456789012345678901234567890121 3. Asupan makanan yang diperlukan 123456789012345678901234567890121 Saat Ramadhan, tubuh diberi waktu dua kali untuk 123456789012345678901234567890121 makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 maghrib). Waktu makan di bulan Ramadhan agak 123456789012345678901234567890121 berubah dibandingkan dengan hari biasanya. 123456789012345678901234567890121 Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. 123456789012345678901234567890121 Namun, usahakan untuk tetap memakan makanan 123456789012345678901234567890121 dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan 123456789012345678901234567890121 beragam makanan yang mengandung zat gizi karbo123456789012345678901234567890121 hidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk me123456789012345678901234567890121 menuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. 123456789012345678901234567890121 Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa 123456789012345678901234567890121 darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan 123456789012345678901234567890121 yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan kare123456789012345678901234567890121 na membantu melepaskan energi secara perlahan se123456789012345678901234567890121 hingga energi dalam tubuh tidak cepat habis. 123456789012345678901234567890121 Memakan makanan yang mengandung indeks 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan 123456789012345678901234567890121 untuk meningkatkan cadangan karbohidrat, sedang123456789012345678901234567890121 kan jika mengonsumsi makanan yang mengandung 123456789012345678901234567890121 indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan 123456789012345678901234567890121 cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tu123456789012345678901234567890121 buh. Makanlah makanan yang mengandung protein ting123456789012345678901234567890121 gi, seperti ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat 123456789012345678901234567890121 yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan 123456789012345678901234567890121 memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga. 123456789012345678901234567890121 4. Banyak minum 123456789012345678901234567890121 Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk 123456789012345678901234567890121 mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tu123456789012345678901234567890121 buh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disaran123456789012345678901234567890121 kan adalah 1,5-2 liter per hari. 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi 123456789012345678901234567890121 melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah 123456789012345678901234567890121 dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan bany123456789012345678901234567890121 ak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat. 123456789012345678901234567890121 5. Perhatikan juga lama tidur 123456789012345678901234567890121 Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ra123456789012345678901234567890121 madhan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa me123456789012345678901234567890121 merlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. 123456789012345678901234567890121 Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mem123456789012345678901234567890121 pertahankan kondisi tubuh tetap sehat. 123456789012345678901234567890121
PENDIDIKAN
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 10
NTB Masih Kekurangan Guru Mataram (Suara NTB) NTB masih mengalami kekurangan guru meskipun sudah dilakukan perekrutan guru melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu. Dibutuhkan tak kurang 2.000 guru agar memenuhi kebutuhan guru tersebut. Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., dihubungi Rabu (15/5) mengatakan, kekurangan guru hampir mencapai 3.000 orang. Ketika perekrutan CPNS lalu, pihaknya meminta kuota guru bagi NTB sebanyak 2.000 orang. Namun kuota yang diberikan hanya 300 orang. “Kita masih sangat membutuhkan banyak orang. Kekurangan guru hampir 3.000 guru,
saya usulkan ke pusat saat perekrutan CPNS minta 2.000, tapi kita dapat kuota 300,” katanya. Sementara itu, untuk menambah kekurangan guru digunakan opsi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Seleksi di NTB sudah dilakukan beberapa waktu lalu, dan sudah ada hasilnya sekitar 200-an orang yang lulus. Hasil tersebut sudah ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun guru yang lulus
P3K belum bisa ditempatkan karena dari kementerian menegaskan biaya jasa mereka ditanggung pemerintah daerah. “Kalau kita angkat (hasil P3K) tapi biaya dari mana? Kita juga harus mencermati orang ini tinggal di mana kekosongan di mana, kalau terlalu jauh, honor mereka habis untuk biaya transportasi saja. Kemampuan anggaran kita juga belum memadai, jadi ini tantangan kami untuk mengelola SDM,” katanya.
Menurut Aidy, pihak BKD NTB menginformasikan akan ada perekrutan CPNS angkatan kedua di tahun ini. Pihaknya sangat mendukung rencana itu karena masih kekurangan guru. “Kami tunggu karena kami butuh banyak orang, banyak kekosongan pada guru mata pelajaran tertentu, mudahan bisa segera,” harapnya. Selain itu, upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi NTB untuk memenuhi kebutuhan guru, yaitu melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) Non PNS sebagai guru kontrak daerah. Seperti diketahui pada UKG Non PNS normatif-adaptif yang dilaksanakan pada
tahun 2018 lalu diikuti oleh 5.837 orang. Peserta yang memperolah nilai di atas 60,00 sampai dengan 100 hanya sebanyak 593 orang. Sementara UKG Non PNS produktif dan SLB dilaksanakan Bulan Desember 2018 lalu diikuti 1.132 peserta. Namun hasil UKG Non PNS itu masih belum ditetapkan, karena pihak Dinas Dikbud NTB akan mengkaji ulang hasil tersebut. Keinginan untuk mengkaji ulang hasil UKG Non PNS karena sudah terdistribusinya para guru CPNS. Ada juga dari guru yang lulus tes CPNS yang mengikuti UKG. Selain itu, hasil Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja (P3K) angkatan pertama juga sudah ada hasilnya. “Bisa jadi juga ada di antara mereka (memenuhi syarat UKG Non PNS) yang lulus di P3K, maka tidak boleh ada SK dobel,” ujar Aidy. Selain itu, pendistribusian guru akan dicek kembali, karena kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menetapkan zonasi bukan hanya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun juga pada distribusi guru dan zona untuk pemanfaatan fasilitas sekolah. Aidy menegaskan, mengkaji ulang hasil UKG Non PNS bukan berarti membatalkan hasilnya. (ron)
(Suara NTB/dok)
H. Aidy Furqon
SMPN 20 Mataram Laksanakan Kegiatan Ramadhan Sebelum Libur Mataram (Suara NTB) SMPN 20 Mataram akan secara penuh melaksanakan kegiatan Ramadhan pada pekan terakhir sebelum libur. Meski demikian, sejak awal bulan Ramadhan sudah dilakukan kegiatan keagamaan. Nantinya pada pekan terakhir sebelum Ramadhan kegiatan akan lebih banyak. Kepala SMPN 20 Mataram, Dra. Ida Ayu Putu Armyani, pada Rabu (15/5) mengatakan, di pekan terakhir sebelum lebaran kegiatan akan diisi dengan kegiatan keagamaan. “Minggu terakhir sebelum libur baru kami melaksanakan kegiatan full Ramadhan,” ujarnya. Ia menjelaskan, selama bulan puasa ini, pihaknya memulai proses pembelajaran pada pukul 08.00 Wita sampai dengan 12.30 Wita. Selama bulan Ramadan, sebelum mulai pelajaran, siswa diminta untuk mengaji dengan membaca ayat pendek. Di akhir jam pelajaran dilaksanakan salat zuhur berjamaah di sekolah. Sementara itu untuk kegiatan di pekan terakhir sebelum libur, akan dilaksanakan kegiatan Imtak bersama. Setelah itu dilaksanakan lomba-lomba. Ida Ayu menyebutkan lomba-lomba itu antara lain lomba baca Alquran, lomba berdakwah, lomba peragaan busana muslim dan kegiatan lainnya. Tidak hanya itu, SMPN 20 Mataram akan melaksanakan pengumpulan dan pembagian zakat fitrah, memperingati Nuzulul quran, bakti sosial ke panti asuhan, dan buka puasa bersama untuk meningkatkan kebersamaan. “Semoga keluarga besar SMPN 20 Mataram lancar dan berlimpah berkah dalam menjalankan ibadah puasa,” harapnya. Siswa juga diikutkan dalam kegiatan keagamana di luar sekolah, seperti mengikuti lomba tadarus di Musala Kantor Walikota Mataram, Selasa (14/5) malam. Sementara bagi siswa beragama lain, juga tetap melaksanakan kegiatan keagamaan masing-masing. (ron)
(Suara NTB/ist)
TADARUS - Siswa SMPN 20 Mataram saat mengikuti lomba Tadarus di Kantor Walikota Mataram.
(Suara NTB/dys)
SALAT BERJEMAAH - Siswa siswi SDN 42 Mataram sedang salat berjamaah selama Ramadhan
SDN 42 Mataram Giatkan Pojok Ramadhan Mataram (Suara NTB) Seluruh pelajar SDN 42 Mataram diwajibkan mengikuti kegiatan pendalaman agama selama bulan ramadhan. Melalui pojok Ramadhan yang digelar pihak sekolah, para pelajar di tempat ini diharapkan mampu terbentuk mentalnya.
Dikatakan Kepala SDN 42 Mataram Johani, S.Pd., bahwa untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) pada umumnya tetap berjalan seperti hari biasa. Hanya saja terdapat pengurangan waktu belajar. Lebih jauh disebut, bagi pelajar SD mereka sudah harus melaksanakam kegia-
tan pendalaman agama sejak awal Ramadhan melalui media pojok ramadhan. Kegiatan pojok Ramadhan berbeda dibandingkan tahun lalu. “Kita sudah buatkan pojok ibadah masing masing. Begitu juga pas pulang mereka salat zuhur berjamaah di kelas itu” ungkapnya.
Osis SMPN 8 Ditunjuk Jadi Panitia Pengumpulan Zakat Fitrah
Mataram (Suara NTB) Guna melatih sikap peduli pada sesama, SMPN 8 Mataram menunjuk pengurus Osis sekolah setempat menjadi panitia pengumpulan zakat fitrah di sekolah. Penunjukkan ini selain sebagai upaya melatih mereka agar bertanggungjwab, juga dengan harapan memahami manajamen pengelolaan zakat fitrah. Kepala SMPN 8 Mataram Ishaka, menjelaskan pengumpulan zakat fitrah dengan melibatkan Osis sebagai panitia merupakan sebagai sarana melatih kepedulian terhadap sesama manusia, karena banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Targetnya siswa sekolah tidak mampu dan masyarakat yang tidak mampu sekitar sekolah,” ujar Ishaka. Dengan kata lain, pengumpulan zakat fitrah bertujuan untuk membangun solidaritas antarmanusia dan semangat solidaritas tersebut perlu ditumbuhkan sejak kecil. Dalam konteks pendidikan, membayar zakat fitrah secara langsung di sekolah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar tata cara zakat fitrah dan bacaan niatnya sehingga mereka selain memiliki pengetahuan, juga memiliki pengalaman belajar yang akan berguna bagi yang bersangkutan. Lebih jauh disebutkan bahwa sekolah rutin menyelenggarakan kegiatan penerimaan zakat fitrah. Sebelumnya panitia telah diberi pengertian tentang hukum membayar zakat, tujuan, mustahiq zakat, tata cara membayar zakat, niat
membayar zakat, hikmah membayar zakat, dan sebagainya supaya para peserta didik benar-benar memahami informasi seputar zakat. Selain itu, melatih anak tidak saja di sekolah. Namun mendidik anak untuk berzakat fitrah juga bisa dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya dengan mengantarkan mereka membayar zakat kepada panitia penerimaan zakat di lingkungan RT, RW atau mendatangi langsung orang yang fakir atau miskin. Selain dididik berzakat, anakanak juga perlu didik untuk mengelola zakat, supaya mereka tahu tentang penerimaan, penyaluran, maupun pelaporannya. Caranya adalah dengan melibatkannya menjadi panitia penerimaan zakat di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagaimana dilakukan sekolah. “Supaya ada pengkaderan, maka perlu juga melibatkan anak-anak. Intinya adalah untuk mendidik dan memberikan pengalaman kepada mereka,” sebutnya. Melibatkan anak menjadi panitia zakat di samping memberikan pengetahuan dan pengalaman, juga mengkondisikan mereka untuk melihat kondisi masyarakat yang fakir, miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Dengan begitu, maka kepekaan sosialnya akan semakin terasa, rasa syukurnya pun semakin meningkat. (dys)
Jika sebelumnya dilakukan bersama dengan semua pelajar, namun pojok ramadan kali ini dilakukan terpisah dan dilakukan di kelas masing-masing. Mulai tadarusan di kelas, salat duha di kelas, hingga salat zuhur berjamaah juga dilakukan di dalam kelas.
“Sekolah kita sedang rehab jadi anak anak ini lakukan salat duha, tadarus di dalam kelas. Kita sedang rehab,” ujarnya. Adanya pojok Ramadan para pelajar diharapkan meningkat mental dan karakternya dengan intervensi kegiatan selama Ramadhan. (dys)
Rumah Inspirasi Course Datangkan Native Speaker Berbagai Negara Mataram (Suara NTB) Puluhan anak-anak di Desa Kuripan mendapat pengalaman belajar Bahasa Inggris langsung dari native speaker. Rumah Inspirasi Course (RIC) jadi inisiator atas kedatangan empat orang bule berbagai negara itu. Rumah Inspirasi Course (RIC) merupakan rumah kursus Bahasa Inggris di Mataram. Kepeduliannya pada upaya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris masyarakat membuatnya seringkali mendatangkan volunteer sebagai guru Bahasa Inggris ke sejumlah tempat di Lombok. Ketua Rumah Inspirasi Course (RIC) Lalu Wirebakti, menyebut bahwa kedatangan para native speaker dihajatkan murni untuk anak-anak di Desa Kuripan agar mereka bisa berbahasa Inggris. Native speaker yang mengajar di tempat ini sebagai pengajar di sekolah berbasis masyarakat secara sukarela. Mereka datang dari Belanda, Jerman karena semata-mata peduli. Dengan kedatangan tamu istimewa tersebut, tentu sangat memberikan kontribusi positif terhadap anak-anak. Karena dengan begitu mereka jadi semangat untuk belajar. Adapun materi pelajaran yang diberikan yakni tentang tatacara speaking yang baik dalam Bahasa Inggris.
(Suara NTB/dys)
BAHASA INGGRIS - Native speaker dari Belanda dan Jerman sedang mengajari Bahasa Inggris anak anak di Kuripan Adapun kaitannya dengan manfaat kegiatan yang digelar bule tersebut, yakni anak-anak mendapat ilmu tentang tatacara pengucapan Bahasa Inggris yang benar. Selain itu, dengan hadirnya para volunteer disebutnya membuat siswa lebih termotivasi belajar. Pasalnya yang mengajarkan anak-anak adalah guru asli warganegara yang berbahasa Inggris. Akibatnya anak-anak terlihat sangat menikmati. (dys)
Momentum Ramadhan, SMPN 16 Mataram Ajak Siswa Jadi Lebih Baik Mataram (Suara NTB) Momentum Bulan Ramadan dijadikan pihak sekolah sebagai pembelajaran agar siswa bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa. SMPN 16 Mataram melaksanakan kegiatan Imtak di sekolah untuk mencapai tujuan itu. Kepala SMPN 16 Mataram, Suraji, S.Si., pada Rabu (15/5) mengatakan, Ramadan sebagai bulan pembelajaran agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa. “Jadi kegiatan imtak yang kita laksanakan setiap hari di sekolah dalam rangka mengajak siswa agar menjadi lebih baik,” katanya. Kegiatan imtak yang dilaksanakan di SMPN 16 Mataram antara lain membaca Alquran, salat duha dan mendengarkan ceramah agama dari guru dengan materi berbeda setiap harinya. “Dengan demikian kami berharap semoga anak didik kami menjadi anak-anak yang soleh dan solehah,” harapnya. Kegiatan imtak untuk seluruh siswa dan guru atau pegawai pukul 08.00 sampai dengan 09.00 Wita. Dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa sampai dengan 12.25 Wita. Dilanjutkan dengan salat zuhur berjamaah. Sebelumnya Suraji menjelaskan, untuk kegiatan imtak siswa muslim dilaksanakan di musala sekolah diisi dengan tadarus Alquran, ceramah, dan salat duha. Untuk siswa yang beragama Hindu dipimpin oleh guru agamanya dengan keg-
(Suara NTB/ist)
IMTAK - Siswa SMPN 16 Mataram saat mengikuti kegiatan Imtak di sekolah. Momentum bulan Ramadan dijadikan sebagai momentum bagi siswa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa. iatan menyesuaikan. Dinas Pendidikan Kota Mataram juga menyarankan kepada sekolah agar kegiatan sekolah selama hari sekolah di bulan Ramadan tetap diisi dengan proses pembelajaran yang bersifat akademis. Juga disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, seperti kegiatan sosial keagamaan serta persiapan penilaian akhir semester genap. Melalui surat pemberitahuan, sekolah juga diminta melaksanakan kegiatan Ramadan dengan mengembangkan kegiatan Imtak yang mengarah pada peningkatan akhlak mulia. (ron)
SUARA NTB
Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 11
Minim, Atlet Berbakat di Lotim
(Suara NTB/rus)
Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit monkeypox atau cacar monyet. Penyakit disebabkan oleh penyebaran virus belum ditemukan obatnya. Fatalnya penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Usman Hadi ditularkan pada manusia melalui hewan, H. Usman Hadi seperti tikus, tupai atau hewan pengerat lainnya. Seseorang bisa tertular virus cacar monyet melalui kontak darah, cairan tubuh dan mokusa hewan yang terinfeksi. Salah satu cara pencegahnnya dengan melalui pola hidup sehat. “Artinya, kalau sudah memegang hewan pengerat seperti tikus langsung cuci tangan supaya aman,” kata Usman dikonfirmasi, Rabu (15/4). Penyakit Monketpox diketahui berasal dari Singapura disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh manusia. Sejauh ini, tim medis belum menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Karena berasal dari luar, sambung Usman, pemerintah khususnya karantina hewan perlu melakukan pengawasan terhadap akses masuk di bandaran maupun pelabuhan. Ini salah satu cara mengantisipasi penyebaran masuk di daerah. “Semuanya penyakit fatalnya itu bisa meninggal,”cetusnya. Sampai sejauh ini, Dikes belum menemukan indikasi penyebaran penyakit tersebut di Kota Mataram. Tetapi, ia berharap tidak ada kasus itu sehingga masyarakat tidak merasa khawatir terhadap penularannya. Gejala ditimbulkan cacar monyet penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot dan kekurangan energi selama lima hari. Paling penting kembali disampaikan Usman, masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan cara rajin cuci tangan menggunakan sabun. (cem)
Empat Atlet Voli Pasir NTB Kembali Dipanggil Pelatnas
Mataram (Suara NTB) Empat atlet voli pasir NTB, Danangsyah, Putu Dini Jasita, Dhita Juliana dan Desi Ratnasari kembali dipanggil mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang di Jakarta. Keempat atlet itu akan masuk Pelatnas tanggal 10 Mei 2019. Pelatih Voli Pasir NTB, Surahman Sidik yang ditemui Suara NTB di sela-sela melatih atlet di GOR 17 Desember Turide Mataram,
Rabu (15/5) mengatakan pemanggilan keempat atlet mengikuti Pelatnas sudah pasti. Pasalnya, pengurus voli pasir NTB sudah menerima su-
Jakarta tanggal 10 Juni 2019,” ucapnya. Surahman Sidik yang biasa disapa One menjelaskan, sebelum bertandang ke Pelatnas, keempat atlet voli pasir NTB akan menjalani latihan di GOR 17 Desember Turide Mataram hingga menjelang masuk Pelatnas. Latihan terus dilakukan untuk tetap menjaga perfoma stamina dan fisik.
Selain masuk Pelatnas, keempat atlet NTB juga tengah mempersiapkan diri mengikuti Kejurnas dan Pra-PON tahun 2019. Kejurnas PraPON sendiri akan di gelar antara bulan September dan Oktober di Jakarta 2019. NTB menyiapkan delapan atlet menghadapi Pra-PON, terdiri dari empat putra dan empat putri. (fan)
Periodesasi Kepengurusan KONI Kota Mataram Berakhir Tahun Ini Mataram (Suara NTB) Masa aktif kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram akan berakhir tahun ini. Sebelum berakhirnya kepengurusan KONI Kota Mataram itu, sejumlah cabor diminta untuk menyiapkan figur calon ketua yang akan maju dalam pemilihan pimpinan KONI Kota Mataram yang sekarang dijabat H. Mohan Roliskana. “Periodesasi kepengurusan
KONI Kota Mataram akan berakhir tahun ini. Sejumlah cabor bersiap-siap memikih ketua baru. Mereka berkesempatan menyiapkan calon ketua KONI masing-masing,” ucap Sekretaris KONI Kota Mataram, Mansur kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (15/6). Lanjutnya, sebelum menyiapkan calon figur ketua KONI Kota Mataram, terlebih dahulu cabor yang
sudah berkahir masa kepengurusan ataupun akan berkahir masa kepengurusan harus segera melaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) guna memilih ketua baru dan mengaktifkan kembali pengurus yang ada. Mansur mengingatkan sejumlah cabor yang kadaluarsa kepengurusan harus segera melaksanakan Muskab. Karena kalau belum melaksanakan Muscab mereka tak
akan bisa memberikan hak suara di Muscab KONI Kota Mataram tahun ini. Sementara itu sejumlah cabor yang berhak memberikan hak suara pada Musorkab KONI Kota Mataram nantinya sebanyak 28 cabor. Diantaranya atletik, karate, balap sepeda, renang, tenis meja, tenis lapangan, bola basket, muay thai, tarung derajat, menembak, panjat tebing, catur, bridge, taekwon-
do, biliar, kempo, tinju, senam dan sejumlah cabor yang tak dapat disebutkan satu-satu. “Yang pasti jumlah cabor anggota KONI Kota Mataram sebanyak 28 cabor. Mereka akan memberikan hak suaranya di pemilihan ketua KONI Kota Mataram tahun ini,” jelasnya seraya menambahkan bahwa kepengurusan KONI Kot Mataram akan berkahir bulan Desember tahun 2019. (fan)
Wabup : Jangan Lagi Rambah Hutan Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menegaskan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas merambah hutan. Baik untuk dijual kayunya maupun dijadikan lahan untuk menanam jagung. Imbauan ini disampaikan terkait masalah banjir yang melanda Kecamatan Empang beberapa bulan yang lalu. Hal itu ditegaskan Wabup pada Safari Ramadhan Pemkab, Selasa (14/5) malam, di Mesjid Nurul Huda desa Empang Atas Kecamatan Empang. Kegiatan Safari bertujuan memantau langsung realisasi pembangunan. Untuk melihat kendala, hambatan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat. Disamping itu, Wabup juga tidak tidak ingin lagi mendengar ada kepala desa atau perangkat desa yang tersangkut persoalan hukum, karena tidak amanah dalam mengelola keuangan desanya. Kepada camat beserta jajarannnya, diminta agar lebih intensif melakukan pembinaan dan pengawasan. Sebelumnya, Kapolres Sumbawa AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK. MH., menyampaikan bahwa sebelum melaksanakan bulan suci ramadhan telah dilaksanakan pemilu serentak yang berjalan aman dan tentram di Kabupaten Sumbawa. Secara nasional terkait dengan masalah-masalah dan isuisu yang memprovokasi masyarakat dapat dijumpai bebas di media sosial, untuk itu Kapolres mengajak masyarakat Kab. Sumbawa khususnya Kecamatan Empang untuk menghindari informasi yang mengajak bersifat provokasi. “Saya berharap kepada masyarakat untuk tidak mengikuti apa saja yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dan kami berharap kerja sama dengan masyarakat Kec. Empang untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas lingkungan,”tukasnya. Dalam safari malam sebelumnya di Kecamatan Tarano, Wabup meminta keberadaan hiu paus atau “pakek torok” di perairan Teluk Saleh dijaga dan dilestarikan. Mengingatsedang dalam kondisi cukup memprihatinkan. Pasalnya per 19 November 2018, jumlah hiu paus di perairan tersebut teridentifikasi hanya tersisa 66 ekor saja, terdiri dari 59 jantan dan 7 betina. Kendati jumlah tersebut masih lebih banyak dibanding dengan yang ada di perairan Raja Ampat Papua, namun untuk mencegah kepunahan spesies langka tersebut, masyarakat sekitar harus andil dalam menjaga dan melestarikannya. “Labuhan Pidang ini posisinya tepat di Teluk Saleh. Jadi masyarakat Pidang harus punya ikatan batin dengan perairan ini. Bantu pemerintah jaga terumbu karang dan pakek torok,” pungkasnya. (arn)
(Suara NTB/Ist)
BERTEMU - Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri bertemu dengan Tim European Union dan Yappika ActionAid di Pendopo Bupati, Selasa (14/5) malam membahas kolaborasi pendidikan inklusi di daerah setempat.
Tim Uni Eropa Temui Bupati Bima, Bahas Kolaborasi Pendidikan Inklusi Bima (Suara NTB) – Tim European Union dan Yappika ActionAid bertemu Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, di Pendopo Bupati, Selasa (14/5) malam. Untuk membahas kolaborasi pendidikan inklusi di daerah setempat. Direktur Eksekutif Yappika ActionAid, Fransisca Fitri,
mengatakan keberadaan pihaknya merupakan salahsatu bagian upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar dalam kerangka kolaborasi program untuk pendidikan inklusi dan berkualitas. “Semoga silaturahmi ini membawa dampak positif untuk kemajuan dunia pendidikan, sehingga generasi dapat mengenyam pendidikan yang layak demi meraih citacita,” katanya. Menurutnya pendidikan sangat memegang peranan penting bagi generasi kedepan, karena dari pendidikan melahirkan dan meningkatkan kualitas SDM. Dalam mewujudkan itu perlu peranan dan keterlibatan semua pihak. “Dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sehingga dunia pendidikan dapat memMuhammad Natsir berikan dan
Bapomi NTB Segera Seleksi Atlet POMNAS Mataram (Suara NTB) Menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Pomnas) di Jakarta, September mendatang, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) NTB akan segera menggelar Seleksi atlet daerah. Ketua Bapomi NTB, H. Muhammad Natsir yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (15/5) kemarin mengatakan seleksi atlet Pomnas NTB akan dihelat lewat Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) NTB yang akan berlangsung bulan Juni 2019. “Seleksi atlet Pomnas NTB lewat Pomda NTB yang akan berlangsung di Mataram bulan Juni. Kami akan mengambil atlet terbaik dari 15 cabor yang dipertandingkan,” ucapnya. Sebanyak 15 cabor yang akan dipertandingkan di Pomda NTB
rat panggilan dari PB PBVSI. “Surat pemanggilan empat atlet NTB mengikuti Pelatnas sudah ada. Mereka (empat atlet) akan berangkat ke
(Suara NTB/dok)
Masyarakat Diimbau Waspadai Cacar Monyet
(Suara NTB/fan)
LATIHAN - Atlet voli pasir NTB, Danangsyah dan kawan-kawan menjalani latihan di Lapangan Voli pasir GOR 17 Desember Turide Mataram, Rabu (15/5).
nantinya atletik, bola basket, bola voli, voli pasir, bulutangkis, catur, futsal, karate, kempo, pencak silat, tarung derajat, panjat tebing, pentaque, renang, sepak takraw dan tenis. Rencananya Pomda NTB akan melibatkan seluruh perguruan tinggi negeri di NTB. Masing-masing perguruan tinggi diminta mengirim atlet sebanyak-banyaknya sesuai dengan jumlah cabor yang dipertandingkan. Pihak BAPOMI NTB sendiri mengatakan akan mengirim juara Pomda di Pomnas 2019. Terkait biaya akan dilakukan sharing anggaran Pemprov NTB dengan pihak perguruan tinggi yang memiliki atlet terjaring di Pomda NTB. (fan)
(Suara NTB/fan)
meningkatkan potensi yang dimiliki oleh generasi kita,” katanya. Fransisca Fitri berharap berharap kerjasama tersebut sebagai langkah aktif dalam memberikan dukungan pada progam prioritas pembangunan terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan kedepannya. Sementara Bupati Bima mengaku akan mendukung kolaborasi tersebut. Ia mengatakan sektor pendidikan memang perlu mendapatkan perhatian serta atensi khusus dari semua pihak. “Kami berharap kualitas bidang pendidikan dasar dapat terus ditingkatkan kedepannya,” harapnya. Bupati menambahkan, keberadaan tim tersebut sangat mendukung untuk membangun kemitraan pada berbagai level pendidikan yang berkualitas. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas sekaligus menciptakan keberadaan SDM yang handal. “Pengembangan SDM berkualitas, penguasaan sains dan teknologi dan bagaimana pendidikan memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi merupakan dasar pijakan,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/arn)
Selong (Suara NTB) Berdasarkan hasil tes identifikasi bakat yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB yang melibatkan akademisi dan pakar di dalamnya menyebutkan jumlah atlet Lotim dari tingkat SD dan SMP masih sangat minim. Dari 120 orang yang ikut tes dari Kabupaten Lotim, hanya 1 orang yang sangat berbakat dan 16 orang saja yang berbakat. Sisanya sebagian besar disebut tidak miliki bakat. “Yang kita tes ini anak dari kelas 5 dan 6 SD dan SMP,” ungkap Kepala Dispora Provinsi NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin usai menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah dan guru olah raga di Kantor Dispora Lotim, Rabu (15/5). Bakat para atlet ini dilihat dari hasil penilaian. Di mana hanya 1 orang yang mendapatkan nilai di atas 80. Minimnya jumlah atlet yang berbakat di Lotim ini sebenarnya sangat dipertanyakan. Pasalnya, jumlah penduduk yang cukup banyak tidak mungkin sebenarnya di Lotim minim atlet berprestasi. Karenanya, dari hasil tes tersebut, maka hanya 17 orang saja di Lotim yang memiliki bakat atlet. Harapannya kepada 17 orang yang sudah diserahkan nama-namanya itu hendaknya dibina dengan baik. “Saya titip agar 17 orang itu dikawal dan dibina, latih sebagai mesin penghasil atlet,” ucapnya. Gambaran lemahnya atlet dari Lotim ini juga terlihat dari jumlah atlet asal Lotim yang diikutkan di Pusat pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB, yakni dari 64 orang yang sedang dilatih ini, hanya 2 orang dari Lotim. Melihat lemahnya posisi Lotim ini, Kadispora Provinsi NTB ini berharap untuk terus digelar pembinaan olahraga mulai dari tingkat bawah. Mulai dari sekolah dasar. Hasil pertemuan dengan para kepala sekolah dan guru olahraga di Lotim menyebutkan belum dibudayakannya berolahraga di sekolah. Setiap pagi semestinya ada kegiatan senam pagi sebelum masuk kelas dihidupkan kembali. Menurutnya, tidak mungkin pelajaran itu bisa mudah masuk kalau anakanak lemas dan tidak segar. Menjadi peranan Dikbud dalam hal ini harus membudayakan olahraga itu di sekolah. Satuan pendidikan tingkat SD dan SMP ini juga diharapkan bisa meningkatkan kegiatan olahraga di lapangan. Selama ini diketahui kebanyakan teori yang diajarkan di kelas. Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) disebut tiga jam. Sedangkan praktik lapangannya sangat minim. Pihaknya mengharapkan, hendaknya terus ditingkatkan kompetisi. Pasalnya, melalui kompetisi inilah bisa mengevaluasi atlet. Peranan cabang-cabang olahraga diharapkan bisa terus aktif bersama Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI). Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Lotim, M. Zaini mengatakan diperlukan pembinaan terus menerus, agar bisa menghasilkan atlet yang maksimal, maka pembinaan harus dilakukan dengan kolaborasi. “Diperlukan kolaborasi pembinaan agar bisa menghasilkan hasil maksimal,” ucapnya. Guna meningkatkan pendidikan dan pelatihan, Lotim berencana akan membangun PPLP tingkat kabupaten. Melalui PPLP ini bisa lebih banyak atlet-atlet berbakat di bina dan dikembangkan di Hj. Husnanidiaty Nurdin Lotim. (rus)
H. Mahmud Abdullah
SUARA NTB
Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 12
HILANG
HILANG
HILANG
HILANG
HILANG
HLG BPKB R4 SUZUKI DR.1708AT NOKA/NOSIN : MHYHMP31SDJ103917/K10BT1003947AN.WAHIDDUDIN DJN HLG D’SKTR JL.DODOKAN IV/ 10 KEKALIK BARU PAGESANGAN BARAT KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.4850 K NOKA/NOSIN : Q016 – 06192/CB125SE1105117 AN.ROYAN FAUZI MUBARAK HLG D’SKTR AMPENAN KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.5659 CT NOKA/NOSIN : MH1JF8119DK921646/ JF81E1915379 AN.LIA SULISTIYA NINGSIH HLG D’SKTR GUNUNG SARI
HLG STNK R2 HONDA DR.4412 CU NOKA/NOSIN : MH1JFU112HK907683/ J F U 1 E - 1 9 1 2 9 7 8 AN.HIDAYAT ADIASIH HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.3459BO NOKA/NOSIN : MH1JF22159K225014/ JF22E-1225866 AN.DRS. I GEDE ARJANA HLG D’SKTR KOTA MATARAM
HLG STNK R2 HONDA DR.4163 CP NOKA/NOSIN : MH1KC6115GK04.781/ KC1E-1042718 AN.I MADE SUMIARTHA,SH HLG D’SKTR PASAR NARMADA KAB.LOMBOK BARAT
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) q
KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Kamis, 16 Mei 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Wujudkan Pembangunan Smelter MIMPI adanya smelter (pabrik pemurnian tembaga dan emas) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan industri turunannya tidak boleh tertunda pembangunannya. Apalagi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., saat rapat bersama dengan jajaran manajemen PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), pekan lalu di Kantor Gubernur NTB menekankan agar pembangunan smelter ini disegerakan. Kita masih ingat, bagaimana Gubernur NTB menagih kepastian realisasi pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Apalagi, isu pembangunan smelter sudah lama dan pembangunan ini betul-betul diinginkan masyarakat. Gubernur tidak ingin pihak PT. AMNT hanya memberikan angin surga pembangunan smelter, tapi tak ada realisasinya. Gubernur ingin agar pabrik smelter benar-benar dibangun dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, jika melihat kondisi sekarang, sepertinya pembangunan smelter dan industri ikutannya bisa hanya jadi ‘’angin surga’’, jika persyaratan pembangunan smelter belum sepenuhnya dipenuhi. Misalnya, lokasi pembangunan harus dijadikan sebagai kawasan industri oleh Kementerian Perindustrian. Jika ini belum ada, seperti disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Syamsuddin,S.Hut, MSi., maka Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan smelter dan industri turunan tidak bisa dibahas. Kalau tidak bisa dibahas, maka mimpi mewujudkan smelter dan industri turunannya bisa jadi hanya angin surga. Sementara keberadaan amdal dalam pembangunan sebuah perusahaan sangat penting, karena berpengaruh pada banyak hal, khususnya masalah lingkungan. Inilah yang menjadi tugas berat pemerintah daerah, khususnya Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) agar terus melakukan pengawalan terkait rencana pembangunan smelter ini. Pemerintah daerah terus menjalin komunikasi, terutama dengan Tim Percepatan Pembangunan Smelter, agar persyaratan pembangunan smelter segera dipersiapkan. Termasuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian agar penetapan lokasi pembangunan smelter bisa dijadikan sebagai kawasan industri. Jika ini tidak dilakukan, maka tidak salah seperti apa yang disampaikan gubernur pekan lalu, pembangunan smelter hanya angin surga. Inilah yang harus dihindari, sehingga mimpi terwujudnya pembangunan smelter betul-betul terealisasi seperti harapan bersama. Tim Percepatan Pembangunan Smelter jangan hanya sekadar duduk manis di belakang meja. Jangan sampai tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Proses pembangunan smelter dan industri ikutannya harus terus dikawal dan dipastikan seperti apa perkembangannya. Dari sini, tim bisa memberikan informasi pada pimpinan daerah maupun pihak PT. AMNT mengenai hal-hal yang mesti dilakukan. Tim Percepatan Pembangunan Smelter yang akan berkonsultasi dengan Kementerian Perindustrian harus cepat direalisasikan. Apalagi proses perizinan di pusat, terkait masalah penggunaan lahan yang tidak sedikit, yakni 1.200 hektar membutuhkan waktu lama. Belum lagi, perizinan penggunaan kawasan hutan harus memiliki izin berbeda dari kementerian berbeda pula. Untuk itu, kita sangat berharap agar pembangunan smelter dan industri ikutannya di Sumbawa Barat bukan hanya angin surga yang tidak ada realisasi. Tapi bagaimana smelter dan industri ikutannya memberikan manfaat besar bagi daerah dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB. (*)
OPINI
Halaman 14
Mengeja Gagasan Besar Sumbawa 2020 EBULAN sudah pesta demokrasi kita lewati. Baik calon maupun tim sukses terlihat merayakannya penuh suka bahkan duka. Riak di Media sosial (Medsos) pun berkembang biak hingga sulit terbaca apakah itu wacana, fakta, ataukah hoax. Beberapa kelompok yang “diuntungkan” memilih diam bahkan terlihat tenang dengan ucapanucapan kebijaksanaan. Sebagian besar kelompok yang “dikalahkan” pun memilih diam, meskipun masih ada yang masih berdiri dengan berbagai pertanyaan dugaan “penyimpangan”. Sementara sebagian masyarakat tetap menjadi penyimak. Ada yang merasa lega karena idolanya berhasil meraih tahta, ada pula yang sedih, kecewa, bahkan “kesal” karena jagoannya gagal. Seiring waktu merangkak, riakriak pileg dan pilpres khususnya pada masyarakat Kabupaten Sumbawa di medsos “Facebook” dan pembicaraan sehari-hari tiba-tiba surut bahkan hilang, bagai iklan “Obat Pilek” yang hilang oleh “Obat Batuk” di televisi. Bagaimana tidak, masyarakat kabupaten Sumbawa mulai berbicara tentang ramalan tahun 2020. Bukan tentang End Of World yang digambarkan dalam “Armagedon” ataupun Kiamat versi Mama Loren. Tapi tentang siapa yang cocok memimpin Sumbawa mulai 2020. Menariknya, masyarakat mulai memainkan insting “cocokologi” politiknya. Dari yang menawarkan foto-foto, nama-nama, survei bermodal Google Aplication, hingga ada pula yang menjadikannya bahan lucu-lucuan. Meskipun jauh dari metode ilmiah dan sulit terukur, namun riak Sumbawa 2020 menjadi gambaran kecil ketertarikan masyarakat terhadap tema kepemimpinan daerah. Ada yang mulai menawarkan konsep independen sebagai bentuk “ketidakpercayaan” terhadap partai politik. Ada yang menawarkan kaum milennial, ada pula yang mengaungkan keterwakilan Gender. Penulis sepakat dengan keterwakilan Gender tapi bukan berarti “Asal Perempuan”. Penulis pun mengamini ma-
Oleh: Samsun Hidayat, M.Pd* (Komunitas Tepang Jangka Sumbawa) junya kaum Milenial tapi bukan dari generasi-generasi yang belum tuntas menggunakan “popok”. Penulis tidak ingin terlalu larut dalam suasana “cocokologi” Ummat “facebook”, melainkan tertarik pada satu hal mendasar yaitu, Tiadanya keikutsertaan gagasan besar Sumbawa 2020 dalam setiap tema pembicaraan. Kekuatiran penulis melihat beberapa fenomena masyarakat yaitu semakin runcingnya faktor Like and Dislike, dan “keuntungan pribadi” dalam menghadapi Sumbawa 2020. Untuk itu kita perlu kehati-hatian dalam mengeja gagasan besar Sumbawa 2020 dengan modal pengetahuan serta pemahaman akan permasalahan mendasar daerah. Tantangan Sumbawa 2020 Tantangan Sumbawa ke depan masih pada tema-tema seksi yang sama. Kemiskinan, Pengangguran, kesejahteraan serta infrastruktur yang kelihatannya masih jauh dari garis kebahagiaan. Kemiskinan misalnya, menurut data BPS, Kabupaten Sumbawa yang pada tahun 2015 dengan 16,73 % penduduk miskin hanya mentok menjadi 14,08% di tahun 2018. Namun melihat indeks keparahan kemiskinan 0,63% di 2015, yang merangkak naik menjadi 0,86% di 2018, kita bisa menilai bagaimana gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Sementara angka pengangguran terbuka yaitu 9,13 ribu jiwa di tahun 2015 hanya mampu dikikis menjadi 8,52 ribu jiwa di 2017 dengan bertambahnya jumlah penduduk usia kerja di tahun 2017. Selain beberapa tantangan “hantu” kemiskinan dan pengangguran tersebut, Pemimpin Sumbawa 2020 akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan infrastruktur khususnya “jalan” yang masih banyak terabaikan sejak Jaman “Belanda”. Infrastruktur “Jalan” seperti di daerah Tepal, Orong Telu dan lain-lain menjadi momok yang melahirkan istilah “terisolir” dan tidak sedap didengar. Terlepas dari
RADIO
apakah status jalan tersebut adalah milik provinsi ataupun kabupaten bahkan Negara sekalipun, sudah menjadi tanggung jawab pemimpin di daerah sebagai perpanjangan tangan pusat dan provinsi. Selain riak infrastruktur jalan, tantangan lain yang tidak kalah penting yaitu kerusakan hutan yang “dituduh” sebagai alasan datangnya rutinitas banjir, serta pertanian yang masih akrab dengan illegal logging. Pemimpin Bergagasan Besar Melihat beberapa tantangan di atas, membicarakan Sumbawa 2020 tidak serta merta “memaksa” perlunya keterwakilan gender, keikutsertaan generasi millenial, bahkan “seenaknya” menambatkan kriteria berdasarkan pada like and dislike serta keuntungan kelompok dan pribadi. Masyarakat pun tidak boleh “terburu-buru” pasrah dengan rendahnya kualitas pemimpin yang ditawarkan oleh partai politik. Menjadi masyarakat cerdas sudah sepatutnya harus jeli melihat konsep dan gagasan seorang calon pemimpin dari pada “sekedar” pemberian sesaat untuk pribadi dan jauh dari kebermanfaatan bagi masyarakat seluruhnya. Sumbawa 2020 sesungguhnya membutuhkan kehadiran pemimpin dengan gagasan yang besar yang tidak berbicara sekedar teknis semata. Maka untuk mendapatkannya, salah satu tugas yang paling penting bagi masyarakat Sumbawa yaitu merefleksi kembali dan membuat catatan rapi tentang permasalahan Sumbawa yang tak kunjung usai. Kemudian membaca gagasan calon pemimpin untuk diproyeksikan sejauh mana kemampuannya mengatasi segala permasalahan yang ada. Dari pada menghabiskan energi dan waktu melakukan “cocokologi” kiri dan kanan tanpa ketuntasan akan permasalahan mendasar yang dibutuhkan Sumbawa. Sebagai penutup, penulis ingin mengatakan bahwa sejatinya kitalah (masyarakat) yang menen-
tukan kesejahtraan dan kebahagiaan yang kita inginkan. Ketika masyarakat menginginkan perubahan besar, maka lahirkanlah pemimpin-pemimpin dengan gagasan besar bukan yang memiliki “uang” besar. Karena pemimpin yang bisa membawa perubahan besar hanya mereka yang memiliki gagasan besar dan memulai kerjanya dengan sesuatu yang sederhana. Sebaliknya jika pemimpin Sumbawa 2020 adalah mereka yang datang dengan gagasan kecil bahkan nihil, sudah pasti kita akan memiliki pemimpin yang sekedar “gagah-gagahan”, main “mutasi-mutasian” untuk menakuti, bahkan hanya memiliki selera agar dipanggil “Bupati”.
POJOK Pemkot Mataram usulkan 300 formasi CPNS
Peluang bagi pencari kerja
*** Pemprov NTB ancam bekukan izin PPTKIS
Semoga tak sekadar wacana
***
RAGAM
SUARA NTB Kamis, 16 Mei 2019
Halaman 15
Besok, Presiden Dijadwalkan Tinjau Lokasi Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Mataram (Suara NTB) Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan kembali melakukan kunjungan kerja ke NTB, Jumat (17/5) besok. Selain meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang rusak akibat gempa, Presiden akan meninjau lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika. ‘’Hari Jumat besok, Pak Presiden Jokowi datang lagi ke Lombok Tengah. Beliau akan memastikan pembangunan Mandalika,’’ ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc saat Safari Ramadhan di Masjid Montong
Dao, Desa Teratak, Lombok Tengah, Selasa (14/5) malam. Gubernur mengatakan, meskipun perolehan suara Capres nomor urut 01 tersebut kalah jauh di NTB. Tetapi tetap memperhatikan daerah ini. ‘’Pelajaran besar buat kita, tidak ter-
Teguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah Dari Hal. 1 “Apa yang menjadi keputusan KPU itu kita Sami’na Wa Atho’na,” ajaknya. Pengasuh Ponpes Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah ini meminta masyarakat NTB untuk bersatu. Dia menolak setiap bentuk tindakan dan ucapan kebencian yang mengganggu persatuan dan kesatuan Sementara Tarno berharap, kiayi sepuh dan tokoh agama agar mencermati setiap situasi yang berkembang menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. ‘’Antisipasi berita hoaks agar tidak menjadi malapetaka,’’ pesannya. Imbauan ulama tersebut yakni mendukung terciptanya situasi damai di semua waktu dan tempat khususnya bulan suci Ramadan. Para ulama mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan, serta menghindari fitnah opini, dan interpretasi terkait situasi saat
ini demi menjaga kesucian bulan suci Ramadan dan keutuhan NKRI. ‘’Ke tiga, meneguhkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah untuk mempertahankan edeologi Pancasila dan UUD 1945,’’ kata Masnun yang diikuti para hadirin silaturahim ulama NTB tersebut. Para ulama NTB juga mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa dan NKRI serta melawan siapapun yang memecah belah umat dan memelopori makar. Kemudian mendukung kinerja dan keputusan KPU, Bawaslu, dan lembaga resmi terkait Pemilu 2019, serta mempercayakan penanganan berbagai persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi keamanan dan hukum negara. “Sebagai bentuk ketaatan kepada waliyyul amri,” tutup Masnun. (why)
RSUP NTB akan Naik Status Dari Hal. 1 Selain rumah sakit internasional yang akan dibangun di sekitar kawasan The Mandalika mulai tahun 2020 mendatang. ‘’Awalnya rencana peningkatan status RSUP NTB ini dari rencana pembangunan rumah sakit internasional di lingkar kawasan The Mandalika,’’ ungkap Eka. Pertimbangannya, kenapa kemudian status RSUP NTB ditingkatkan menjadi rumah sakit internasional, karena kalau tetap memaksakan rumah sakit yang baru tersebut untuk langsung digunakan dikhawatirkan tidak akan maksimal. Mengingat, bukan hanya soal SDM dan fasilitas pendukung saja yang harus dipersiapkan. Tetapi juga soal kemampuan SDM dalam hal ini tenaga kesehatan, itu butuh proses. Tidak bisa instan langsung dalam waktu singkat. Sehingga opsi yang paling realistis ialah dengan meningkatkan status RSUP NTB menjadi rumah sakit internasional. Sembari menunggu rumah sakit internasional yang akan dibangun di lingkar kawasan The Mandalika benarbenar siap sebagai rumah sakit internasional. ‘’Tapi bukan berarti pembangunan rumah sakit internasional tersebut ditunda. Tetap dibangun mulai tahun 2020 mendatang. Hanya saja tidak langsung dijadikan rumah sakit rujukan untuk event MotoGP seperti rencana awal,’’ terangnya. Karena untuk rumah sakit rujuk, itu akan diarahkan ke
RSUP NTB. Sehingga anggaran pembangunan rumah sakit internasional, sebagian akan dialihkan ke RSUP NTB. Untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang. Guna mendukung peningkatan status RSUP NTB sebagai rumah sakit internasional. Salah satu fasilitas yang dibangun, misalnya helipad dan beberapa fasilitas tambahan lainya. ‘’Keputusan ini sudah diambil saat rapat dengan Kemenkes beberapa waktu lalu. Proposol usulan pembangunan rumah sakit internasional serta peningkatan status RSUP NTB sebagai rumah sakit internasional sebelum tanggal 30 Mei mendatang sudah disampaikan ke Kemenkes,’’ tambah mantan Kepala Dikes Loteng ini. Disinggung kelayakan RSUP NTB jadi rumah sakit internasional, Eka menambahkan sudah sangat layak. Baik itu dari sisi kesiapan SDM termasuk fasilitas penunjang. Pihaknya pun sudah menyandingkan antara syarat yang diminta oleh pihak penyelenggaran MotoGP dengan kesiapan RSUD Praya. Nyatanya hampir semua sudah bisa dipenuhi. Tinggal penambahan beberapa fasilitas saja. ‘’Soal status RSUP NTB, saat ini sudah berstatus rumah sakit paripurna. Sehingga sangat layak ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit internasional,’’ pungkasnya. (kir)
Amdal Tak Bisa Dibahas Dari Hal. 1 Untuk proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kawasan akan mengacu pada PP No. 27 Tahun 2012. ‘’Langkah pertama memang harus dipastikan dulu status kawasannya. Ada beberapa opsi dan salah satunya adalah menjadi kawasan industri. Soal Amdal tentu mengikuti regulasinya saja,’’ terang mantan Kepala Bappeda NTB ini. Sesuai schedule PT. AMNT, review Amdal harus selesai Juli mendatang. Review Amdal tersebut untuk lahan lokasi pembangunan smelter seluas 200 hektare. Sedangkan lahan seluas 850 hektare diperuntukkan sebagai kawasan industri turunannya. Terkait usulan penetapan lokasi smelter dan industri turunan menjadi kawasan industri, kata Ridwan, pengajuannya sedang disiapkan Dinas Perindustrian. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si sedang berkoordinasi dengan PT. AMNT. Diberitakan sebelumnya, Amdal rencana pembangunan smelter dan industri turunannya di Kabupaten Sumbawa
Barat (KSB) tak bisa dibahas. Pasalnya, kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya tersebut belum ditetapkan menjadi kawasan industri. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Syamsuddin, S. Hut, M. Si mengatakan, PT AMNT memang harus mengajukan Amdal ulang. Karena Amdal sebelumnya hanya untuk rencana pembangunan smelter dengan luas lahan sekitar 94 hektare. Namun sekarang, pembangunan smelter dan industri turunannya akan dibangun pada lahan seluas 850 1.200 hektare. Karena luas lahannya berada di atas 400 hektare, maka kawasan pembangunan smelter dan industri turunan tersebut harus ditetetapkan menjadi Kawasan Industri (KI). Regulasi yang mengatur yakni PP No. 142 Tahun 2015 tentang kawasan industri. Sehingga proses pembahasan Amdal pembangunan smelter dan industri turunan mengacu pada aturan tersebut. (nas)
ganggu walaupun kalah. Dengan jiwa besar tetap menyapa masyarakat. Karena pemimpin itu buat semua,’’ katanya. Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos, MM yang dikonfirmasi Suara NTB,
Rabu (15/5) siang mengatakan, Presiden akan meninjau proses rehab rekon rumah korban gempa di Lombok Tengah. ‘’Ke dua, melihat dimulainya pembangunan beberapa proyek di Mandalika, persiapan MotoGP di Mandalika,’’ ujarnya. Kunjungan Presiden ke NTB kali ini, kata Najamuddin intinya meninjau dua lokasi tersebut. ‘’Intinya Presiden akan datang ke NTB untuk kembali melihat progres rehab rekon. Ke dua, melihat kesiapan pembangunan sirkuit Mo-
toGP Mandalika,’’ jelasnya. Dalam kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Disebutkan, pemerintah pusat akan membangun tiga infrastruktur penunjang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2021. Yakni perpanjangan runway Bandara Internasional Lombok, Pembangunan jalan by pass Bandara Internasional Lombok - KEK Mandalika sepanjang 17 Km dan perbaikan Pelabuhan Lembar Lombok Barat. Saat ini, Pemprov bersama
Pemda Lombok Tengah sedang fokus untuk melakukan pembebasan lahan pembangunan jalan by pass Bandara Internasional Lombok - KEK Mandalika. Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp130 miliar untuk pembebasan lahan seluas 85 hektar, sepanjang 17 km. Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan, pembebasan lahan ditargetkan tuntas 2019 ini. Selanjutnya pada 2020 dilakukan pembangunan konstruksi jalan by pass
Bandara Internasional Lombok - KEK Mandalika. ‘’Kalau masalah pembebasan lahan itu sudah ndak masalah, sudah berproses tahun ini. Pokoknya 2019 clear masalah lahan, 2020 sudah mulai konstruksi,’’ ujarnya. Azhar mengatakan, lahan pembangunan by pass ini melewati bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sekitar 20 are. Namun secara teknis bisa dipindah. ‘’Bangunannya dia yang sudah dibangun kita pindah,’’ terangnya. (nas)
Gubernur NTB Jadi Imam Salat Magrib Dari Hal. 1 ‘’Jadi tidak ada bicara-bicara yang menjurus perbedaan. Kadang-kadang saya lupa, Pak Zul (Gubernur NTB) ini partainya apa? Mas Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ini sekarang partainya apa? Tapi kepemimpinannya, sikapnya, kita hafal,’’ ujar Bima Arya. Suasana pertemuan juga semakin cair dengan serangkaian agenda bersama yang mempererat persatuan di antara para tokoh tersebut. Selain berbuka puasa bersama, para tokoh juga menunaikan salat magrib berjamaah. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjadi imam salat berjamaah tersebut. ‘’Setelah buka tadi kita salat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk,’’ ujar Bima Arya. Bima Arya juga menjelaskan, sejumlah poin penting yang menjadi benang merah pertemuan tersebut. Poin pertama adalah, semua tokoh yang hadir, dipersatukan oleh pandangan kecintaan terhadap Indonesia dan keinginan
menjaga perdamaian di Indonesia. “Kita ingin Indonesia yang damai. Seluruh pembicaraan tadi, diwarnai oleh semangat optimisme bagaimana membangun Indonesia dengan cara yang damai, kebersamaan,’’ ujarnya. Poin kedua, para tokoh muda tersebut berdiskusi terkait kondisi tanah air hari ini Pascapilpres 2019. Terhadap topik ini, semangat semua tokoh yang hadir sama. Semangat tersebut adalah menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh juga bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum. Poin ke tiga dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan dan upaya mengembangkan semangat pertemuan ini. “Kita juga membangun gagasan ke depan, yaitu fokus kepada gagasan-gagasan kebangsaan. Fokus kepada nation building. Banyak gagasan untuk kita mengedukasi rakyat Indonesia agar semuanya siap untuk berdemokrasi secara sehat. Banyak gagasan ide ke
depan,” ujarnya. Di masa yang akan datang, semua pihak sepakat untuk terus mempertahankan silaturahmi, dan memperluas jaringan yang telah terbangun saat ini. Pertemuan-pertemuan ini juga tidak hanya dibatasi saja dalam konteks politik. Tapi juga di dalam banyak hal. Tujuannya adalah untuk membagikan optimisme dan harapan Indonesia yang lebih baik. ‘’Kami juga menyepakati selama hari-hari menjelang 22 Mei nanti, untuk mengokohkan kebersamaan kita, meminimalisir ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya perpecahan. Kita menunggu proses yang berjalan sesuai dengan konstitusi. Kita hormati apapun sebagai keputusan dalam konteks konstitusi. Kita melihat harus diserahkan dalam proses hukum positif di Indonesia,” ujarnya. Bima Arya menegaskan pula harapan agar pertemuan ini tidak berhenti hanya sampai di kesempatan tersebut. ‘’Ada semangat untuk terus berlanjut ke daerah. Insya Allah akan ada teman-teman yang lain yang akan bergabung, berlanjut dari forum di Bogor pada hari ini,’’
ujarnya. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, mengutarakan, bagi NTB, kehadiran gubernur bersama sejumlah tokoh muda terkemuka di Indonesia ini menjadi kesempatan emas untuk mengkomunikasikan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda. Sekaligus, ini merupakan pengakuan bahwa Gubernur NTB merupakan satu tokoh muda yang diperhitungkan di pentas nasional. Sebagai tokoh muda, gubernur kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal. Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara IndonesiaAustralia. Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu
untuk menjelajahi dunia. Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal. Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI. Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pada 2004, saat usianya 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu. (*)
Kualitas Bibit Jagung Buruk Dilaporkan ke Kejati NTB Dari Hal. 1 Dalam laporan kemarin, pelapor Ketua Umum HM2M Sendi Akramullah menyerahkan surat yang isinya resume temuan di lapangan tentang masalah bibit jagung. Sendi menjadikan Kelompok Tani (Poktan) Bunga Eja di Kecamatan Empang sebagai sampling. ‘’Keluhan itu terkait bantuan bibit jagung Varietas JH 27 yang diduga oplosan,’’ sebut Sendi. Setelah ditanam, tidak sesuai harapan petani. Bahkan cenderung merugi. ‘’Karena kualitasnya di bawah standard, makanya persentase tumbuhnya kecil,’’ ungkap Sendi. Ia menambahkan, kasus pengadaan bibit untuk 10.000 hektar lahan di Kabupaten Sumbawa itu sudah dilaporkan Tanggal 2 April 2019 lalu. Kemarin disisipkan informasi tambahan soal temuannya. Tidak menutup kemungkinan berita acara penolakan dari petani juga akan dilampirkan jika diperlukan Kejaksaan. Sejauh ini ia masih menunggu reaksi dari Kejati NTB men-
indaklanjuti laporannya. ‘’Jika diperlukan data tambahan kami siapkan,’’ katanya. Soal bibit jagung ini sebenarnya bukan cerita baru. Menurut Sendi, masalah yang sama berulang setiap tahun. Dicontohkannya, keluhan perwakilan petani di wilayah Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. Maret 2018 lalu, mereka menunjukkan puluhan karung bibit jagung pengadaan Dinas Pertanian Provinsi NTB. Para petani yang tergabung dalan beberapa kelompok tani tersebut menuntut ganti rugi kepada pemerintah. Lantaran bibit bantuan bermerk “Bimantara dan Bima Sayang” tersebut, gagal tanam hingga gagal panen. Bibit jagung tersebut busuk dan diduga kuat oplosan. ‘’Artinya ini kan berulang terus. Tidak ada efek jera. Mudah-mudahan dengan diprosesnya laporan ini oleh Kejati, bisa jadi pembelajaran. Kasihan petani Sumbawa. Seharusnya dengan bantuan pemerintah bisa meringankan beban. Ini malah menambah masalah baru,’’ sesalnya. Dihubungi terpisah juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan
SH., MH membenarkan masuknya laporan HM2M. Dua surat yang masuk sedang diproses bagian Tata Usaha (TU) Kejati NTB untuk disampaikan ke Kajati. ‘’Nanti Pak Kajati akan disposisi, apakah ke Intel atau langsung ke Pidsus,’’ kata Dedi. Perlu proses telaah laporan, terlebih jika tidak disertai bukti bukti awal sebagai pendukung. Sekadar diketahui, lanjut Dedi, pengadaan bibit tersebut merupakan dampingan Tim Pengawal Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D). Jika memang ditemukan masalah sesuai pengaduan itu, tim akan melakukan crosschek kebenarannya untuk bahan tindaklanjut berupa rekomendasi. ‘’Kalau bibit rusak, bisa jadi nanti rekomendasinya dilakukan penggantian,’’ ujarnya. Namun untuk kepastian, menunggu tindaklanjut TP4D yang komposisinya Jaksa Bidang Intelijen, Ditreskrimsus Polda NTB dan Inspektorat Provinsi NTB. Tidak menutup kemungki-
nan laporan pengaduan itu diproses secara pidana meski didampingi TP4D. Semua akan tergantung hasil penelusuran TP4D, jika ditemukan unsur pidana akan diserahkan ke mekanisme Aparatur Pengawas Interen Pemerintah (APIP). ‘’Kalau rekomendasi APIP bisa juga pengembalian bisa juga diproses pidana. Tergantung unsur yang memenuhinya,’’ jelasnya. Diungkap Dinas Pertanian Masalah pada bantuan bibit jagung dari Pemprov NTB ini diungkap Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Tahun 2019, keluhan muncul pada varietas JH 27 yang hanya tumbuh sangat kecil dari 45 ton benih yang dibagikan di Kabupaten Sumbawa. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin didampingi Kasi Produksi Tanaman Pangan, Abdul Majid, SP membenarkan itu. Diungkapkannya, tahun 2019 ini Kabupaten Sumbawa mendapatkan bantuan benih jagung untuk lahan 28.755 hektar dari pemerintah provinsi
dan pusat, 10.000 hektar merupakan bantuan provinsi. Rinciannya 7.000 hektar atau 105 ton untuk varietas HJ 21 dan 3.000 hektar atau 45 ton varietas JH 27. Khusus varietas HJ 21, semuanya tumbuh. Namun untuk JH 27 hanya 780 Kilogram yang tumbuh dari 45 ton benih. ‘’Yang bermasalah JH 27, hanya 780 Kilogram yang bagus tumbuh. Yang tidak tumbuh 44.220 Kg. Di bawah satu persen tumbuh,’’ rincinya. Sejauh ini, pihaknya sudah turun ke sejumlah tempat mengecek daya tumbuh dari varietas JH 27. Varietas tersebut tidak tumbuh, kurang bagus dan tidak sempurna. Bahkan dari hasil uji lab yang dilakukan pihaknya, kualitasnya di lapangan daya tumbuhnya hanya 50 persen. Sementara benih minimal daya tumbuhnya 80 persen. Umpamanya dari 100 biji, harus bisa tumbuh 80 biji. ‘’Untuk JH 27, kualitas tumbuhnya di lapangan 50 persen. Cocok dengan hasil uji lab. Kalau HJ 21 itu rata-rata 85 sampai 90 persen,’’ terangnya. (ars/arn)
Petani Merugi dan Harus Tanam Ulang Dari Hal. 1 Dari PPL menyampaikan yang tersedia saat itu bantuan bibit kelas 3 yakni varietas JH 27. Pihaknya pun menerima bibit karena anggotanya juga ingin secepatnya melakukan penanaman. Apalagi berdasarkan penjelasan awal, bibit tersebut juga bagus dan bisa tumbuh. Tetapi setelah ditanam, banyak yang tidak tumbuh. ‘’Kalau bagus, bisa tumbuh itu saja intinya. Informasinya bahwa bibit ini bagus, tetapi ternyata setelah kita coba tanam, ada tumbuh cuma jarang. Lebih banyak yang tidak tumbuh ketim-
bang tumbuh,’’ paparnya. Dijelaskannya, sebagian anggota sudah menanam bibit bantuan, dan sebagiannya lagi belum. Dari lima blok dalam kelompok, satu blok sudah menanam yakni sekitar 6 sampai 7 hektar. Sisanya belum sempat ditanam. Nantinya sisa yang tidak ditanam tersebut akan dikembalikan. Karena selain daya tumbuhnya rendah, ada juga terdapat bercak hitam di biji bibit. ‘’Kemudian saya kumpulkan bibit ini lagi sebanyak 17 dus terkumpul untuk mau dikembalikan ke sana (Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB). Rencana akan dikembali-
kan,’’ terangnya. Terhadap lahan yang sudah ditanami, terpaksa ditanam ulang menggunakan bibit lain. Bibit tersebut diperoleh dari petani yang sebelumnya sudah panen. Karena untuk membeli bibit lain, dirinya dan petani lainnya sudah tidak memiliki cukup uang lagi. “Yang sudah tanam kita lakukan tanam ulang. Untuk bibit kita minta ke teman. Karena kalau membeli bibit sudah tidak cukup uang. Karena sudah banyak kita rugi dari tanam dua kali dan bersihkan lahan,” aku Efendi. Disinggung mengenai kerugian yang dialaminya, Efendi tak
bisa merinci secara detail. Hanya saja dari dua kali melakukan penanaman dan sekaligus membersihkan lahan sudah sekitar Rp 1,5 juta. Itu belum dihitung dengan tenaga yang sudah dikeluarkan. Mengenai kerugian masing-masing petani, tergantung dari luas lahan yang ditanam. “Beragam kerugiannya,” ujarnya singkat. Sementara ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan PPL dan disampaikan akan dilakukan penggantian bibit. Namun Efendi dan petani lainnya berharap bibit pengganti lebih berkualitas dan memiliki daya tumbuh yang tinggi.
‘’Kalau kami berharap Bisi 18, karena itu yang biasa kami tanam di sini,’’ harapnya. Efendi dan petani lainnya berharap ke depan, bantuan yang disalurkan ke petani dicek terlebih dahulu. Kemudian dipastikan kualitasnya bagus, sehingga nantinya petani tidak merugi saat menanam. ‘’Harapan kami dari petani, ketika memang ada bantuan berikanlah kami bantuan yang benar dan layak. Jangan seperti ini. Daripada diberikan yang tidak berkualitas, lebih baik tidak ketimbang kita rugi. Karena dua kali kita tanam,’’ katanya dengan nada kecewa. (ind)
Menengok Karyawan Amman Mineral Menjalani Puasa di Tambang Batu Hijau Dari Hal. 1 Perjalanan melihat dari dekat kegiatan Ramadhan karyawan di tambang Amman Mineral berlanjut ke beberapa bangunan yang ada di sekitar area townsite. Di kejauhan terlihat para istri karyawan bersama dengan anak-anak asik melihat-lihat aneka takjil yang dijajakan di lokasi bazar Ramadhan dan dikoordinir oleh para istri karyawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Karyawan Amman Minera Nusa Tenggara (IKANURA) dan Women in Mining Batu Hijau (WIMB). Setiap stand menjual takjil dan menu yang berbeda, mulai dari makanan khas setempat seperti Singang dan Sepat juga aneka jenis makanan dari berbagai penjuru nusantara. Para ibu dibantu anak-anak mereka sibuk mengatur dan menata
makanan yang mereka jual sambil sesekali menawarkan takjil buatan mereka. Yayuk Mindartini (45) dari WIMBH sibuk melayani pembeli hari itu. ‘’Ayo Bang, bu dan adik mampir ke stand kami. Ada cendol, kolak, sate mujair, dan singang hari ini!,’’ ujarnya sembari sibuk membungkus takjil salah seorang pembeli. Lebih lanjut Yayuk menceritakan menu yang dijualnya selalu berubah setiap harinya. ‘’Setiap jam delapan pagi menu takjil yang akan dijual di hari itu sudah diinformasikan melalui group Whatsapp para ibu-ibu IKANURA dan karyawan sebagai referensi bagi para karyawan yang akan datang berkunjung dan membeli aneka hidangan buka puasa,’’ katanya. Selama bulan Ramadhan aktivitas rutin kerja Yayuk yang bertanggung jawab di De-
partemen Transportasi tetap bisa berjalan dengan baik seperti hari biasanya. ‘’Saat awalawal puasa kondisi fisik memang sedikit lemas karena tubuh kita menyesuaikan dengan pola makan dan pola tidur yang berubah,’’ ujar Yayuk. ‘’Apabila kondisi dirasakan mulai sedikit menurun kita bisa istirahat atau diskusi dengan teman sebentar. Setelah kembali segar kita bisa melanjutkan aktivitas kembali. Di samping itu tips menjaga kesehatan selama berpuasa yang disampaikan oleh perusahaan juga sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas kerja selama Ramadhan ini,’’ jelasnya. Sementara Gufran Khomaeni, yang bertugas di Departemen Proses menyampaikan bahwa bekerja saat Ramadhan tidak terlalu berbeda dengan hari biasanya.
Lebih lanjut Gufran menjelaskan yang terpenting adalah memperhatikan nutrisi dan gizi dari makanan yang kita konsumsi termasuk minum air putih yang cukup. ‘’Saat berbuka dan makan sahur harus diperhatikan juga apa yang kita makan. Selain itu, makan di waktu yang tepat juga penting supaya kita cukup waktu untuk istirahat. Di bulan Ramadhan ada ibadah shalat Tarawih yang kita laksanakan di malam harinya, pastikan kita mengatur waktu supaya waktu istirahat dan tidur tetap cukup meskipun harus bangun untuk makan sahur,’’ kata Gufran. ‘’Justru dengan puasa kita bisa lebih disiplin dalam mengatur waktu terutama dalam mendukung aktivitas bekerja sehari-hari,’’ tambah Gufran. Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, baro-
kah dan ampunan dari Allah SWT. Para karyawan Amman Mineral pun tidak melewatkan kesempatan untuk berlombalomba dalam beribadah karena hanya pada bulan inilah segala kebaikan diganjar oleh pahala yang berlipat ganda. Masjid Miftahul Jannah yang tersedia di Townsite pun setiap hari ramai dikunjungi oleh para karyawan yang ingin melaksanakan shalat wajib berjamaah dan ibadah shalat Taraweh. M. Ikhwan, karyawan Amman Mineral di Departemen Managemen Rantai Pasokan yang juga pengurus Yayasan Muslim Batu Hijau (YMBH) menjelaskan, pengurus telah menyusun Agenda Kegiatan Ramadhan sejak jauh-jauh hari untuk membantu rekan-rekan muslimin dan muslimat untuk dapat melaksanakan ibadah Ramadhan secara lebih optimal. (*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Kamis, 16 Mei 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
BKD Kaji Penyusunan Formasi CPNS 2019 Giri Menang (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM) Lombok Barat (Lobar) tengah mengkaji penyusunan formasi penerimaan CPNS yang akan diusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tahun ini. Sesuai dengan usulan tahun sebelumnya, pemda kemungkinan mengusulkan 1.800 lebih formasi CPNS.
(Suara NTB/her)
SALAT BERJAMAAH - Anak-anak murid SDN 1 Lelede saat menggelar salat berjamaah.
Kegiatan Ramadhan SDN 1 Lelede
Bangun Karakter Religius Melalui Imtak
Giri Menang (Suara NTB) Guna Menciptakan karakter generasi yang beriman dan bertakwa, SDN 1 Lelede Kecamatan Kediri menerapkan program Hikmah Ramadhan yakni dalam rangka menumbuhkembangkan pendidikan akhlak anak melalui iman dan takwa (imtak). Kegiatan ini diikuti dalam seluruh kelas 1 hingga kelas Vl sepanjang bulan Ramadhan. Kepala SDN 1 Lelede H. As’Ari, SPd., menjelaskan, untuk meningkatkan sikap religius manusia , terutama generasi penerus bangsa di SDN 1 Lelede. Program imtak ini harus dilaksanakan di sekolah, karena sekolah merupakan tempat bagi anak untuk mendapatkan pendidikan di berbagai aspek. “Salah salah satu program yang dapat menumbuhkan sikap regius siswa yakni program iman dan takwa saja. Inilah tujuan kami untuk menciptakan generasi yang Isla-
mi,” ujarnya. Program ini, ujarnya, merupakan suatu program yang dapat mendidik perilaku siswa dalam hubungannya dengan Tuhan. Dikatakan seperti itu, karena dalam program tersebut terdapat berbgai kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan yang memungkinkan dapat menyadarkan dan menumbuhkan sikap religius siswa itu sendiri. “Jika melihat generasi milenial saat ini, sangat banyak generasi kita yang terjebak dalam lingkungan yang di luar koridor Islam, makanya harus diasah dari sejak dini untuk mengikuti pendidikan dasar agama,” tandasnya. Guru Agama Nurhasanah mengatakan, sejak memasuki bulan suci Ramadhan, pihaknya menerapkan kegiatan imtak setiap pagi hingga sebulan penuh sesuai rencana.Dalam kegiatan runitas setiap pagi, pihaknya mengharuskan dengan memberlakukan Salat Duha. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Al qur’an dua ayat pendek sebanyak empat
kali. “Kegiatan ini adalah sebagai salah satu kiat kami di sekolah untuk membentuk pendidikan Akhlakul Karimah kepada anak anak,” ujarnya. Selain itu, setiap pagi pihak sekolah mengisi kegiatan Ramadhan ini dengan ceramah bertujuan untuk memberikan sedikit siraman rohani kepada anak. Secara bergiliran, kepada semua guru siap mengisi ceramah yang dimaksud.” Semua anak didik dikuatkan dalam kegiatan keagamaan selama Ramadhan. Setiap yang ada di sekolah wajib ikut setiap hari,” akunya. Menurutnya, dalam terus mengembangkan kegiatan religi di bulan puasa ini dirasa sangat penting, agar anak bisa melihat dan melaksanakan kewajiban di dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan imtak, anak bisa termotivasi dan merasakan kekuatan untuk menjalankan puasanya selama sebulan penuh. “Jika anak terbiasa dibina dengan lingkungan pendidikan yang agamais, insya Allah anak akan kuat dan semangat terlebih dalam menjalankan ibadah puasanya,” ucapnya. Yang paling penting adalah iman dan taqwa menjadi dapat mencerminkan Akhlakul Karimah anak, terutama semua kepada siswa-siswi SDN 1 Lelede. “Paling utama yaitu dapat membentuk pada akhlak anak,” pungkasnya. (her/*)
Kodim 1606/ Lobar Tingkatkan Kemampuan Melalui Latihan Posko I Mataram (Suara NTB) Korem 162/WB menggelar Latihan Posko Komando I Kodim 1606/Lobar yang dibuka Kasrem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori, Selasa (14/5). Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem 162/WB menyampaikan, latihan Posko I tingkat Kodim merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan Komandan Kodim dan anggotanya. Target selanjutnya untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prosedur hubungan komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi dan Kodalops. “Dalam pelaksanaan latihan posko ini pelaku akan diberikan serangkaian keadaan dan kejadian yang sambung-menyambung dan mengandung persoalan yang disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang ada di wilayah kerja Kodim 1606/ Lobar yang harus dipecahkan dan diminta keputusan,” ujarnya. Mekanisme kegiatan latihan, sambung Danrem, akan dikembangkan mulai dari tahap analisa tugas pokok, recana sementara, petunjuk perencanaan, perkiraan keadaan, keputusan dan konsep umum operasi dan rencana operasi/ perintah operasi. “Dengan dilaksanakannya latihan Posko ini diharapkan Kodim 1606/Lobar selalu siap dalam melaksanakan tugas operasi khususnya terkait dengan operasi penanggulangan bencana alam di wilayah teritorialnya,” tutupnya. (ars/*)
(Suara NTB/penrem)
LATIHAN - Latihan Posko I Kodim 1606/Lobar tahun 2019 akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan mulai pukul 08.00 Wita hingga sore.
Kepala BKD PSDM Lobar Suparlan, S.Sos., mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat pembahasan penyusunan formasi CPNS yang akan diusulkan tahun ini. Tahun lalu, jelas dia, pihaknya mengusulkan 1.000 formasi lebih, tapi pusat hanya memberikan 218 formasi. Semestinya usulan ini bisa diakomodir lebih banyak formasi. “Tahun ini kita estimasikan tetap pada angka 800-1.000 formasi, karena kita defisit ASN. Semua OPD mengeluh kekurangan pegawai,” jelas Suparlan. Dijelaskan, defisitif ASN ini disebabkan rekrutmen CPNS dimoratorium selama 4 tahun, di satu sisi setiap tahun jum-
lah ASN yang pensiun mencapai 250 per tahun, sehingga jika dirata-ratakan selama 4 tahun ini, terdapat pengurangan hingga 1.500 orang, terutama guru dan bidang teknis banyak kekurangan. Bidang teknis juga mengalami defisit banyak, sebab formasi yang tersedia minim sekali. Sebab formasi yang prioritaskan adalah guru dan tenaga kependidikan. “Secara umum kita kekurangan ASN,” jelas dia. Saat ini, semua OPD meminta tambahan personel ASN, karena kekurangan. Hal ini dinilai wajar, karena tiap tahun ada pensiun, sedangkan penerimaan CPNS dihentikan sementara. Baru tahun 2018 bisa
dibuka lagi rekrutmen CPNS. Idealnya, tambahan satu OPD ini bicara aturan satu orang kepala seksi harus memiliki 3 orang staf. Namun saat ini masih jauh dari harapan tersebut. Selain OPD ada juga kecamatan yang mengeluh akibat kekurangan staf. Seperti halnya di kantor Camat Lembar, sejumlah kepala seksinya kosong dan sekretaris camatnya juga kosong. Menurut dia, semua defisit ini harus segera diisi untuk maksimalkan kerja OPD. “Ini harus segera diisi untuk memaksimalkan kerja OPD,”jelas dia. Pihaknya akan memaksimalkan pemetaan kebutuhan ASN di wilayah Lobar, sehing-
(Suara NTB/her)
Suparlan ga tidak terjadi kekurangan yang mencolok di suatu wilayah dan OPD. Terkait kapan kepastian usulan ini, pihaknya menunggu dari pusat, karena belum ada pemberitahuan dari pusat. (her)
(Suara NTB/ist)
HADIR - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat hadir pada acara Safari Ramadhan di Desa Dasan Geria Lingsar, Selasa (14/5) malam.
Pascapilpres, Ketua MPR Imbau Masyarakat Kedepankan Persatuan Giri Menang (Suara NTB) Ada yang istimewa saat Pemkab Lombok Barat (Lobar) melaksanakan Safari Ramadhan di malam ke empat dari sepuluh hari jadwal safari yang direncanakan. Setelah di malam sebelumnya mendampingi rombongan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah di Masjid Nurul Islam Desa Kebon Ayu, Selasa (14/5) malam, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid melanjutkan Safari Ramadhan di Masjid Riadhussolihin Desa Dasan Geria Lingsar. Hadir di Safari Ramadhan
ini, yakni Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Ia hadir bersama beberapa petinggi DPP Partai Amanat Nasional, Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar beserta Sekretaris DPW PAN NTB Hasbullah Muis, Sekretaris Daerah NTB H. Rosiady H. Sayuti dan beberapa jajaran Forkopimda Lombok Barat. Dalam kesempatan menyampaikan tausiyah, Zulkifli Hasan berpesan agar masyarakat Lobar tetap mengedepankan persatuan pascapilpres beberapa waktu lalu.Secara khusus ia berpesan agar masyarakat, utamanya para
orang tua mendidik anaknya agar tangguh dan disiplin dalam menjalani hidup Zulkifli menuturkan dirinya pun tidak pernah menduga akan menjadi Ketua MPR RI. Namun berkat didikan keras orang tuanya, Zulkifli mengaku tangguh dalam menjalani kehidupan. Untuk diketahui, warga Desa Dasan Geria Lingsar ini adalah warga yang terdampak cukup parah oleh bencana gempa bumi pertengahan tahun lalu. Apa yang disampaikan oleh Zulkifli Hasan menjadi sangat relevan sebagai pemompa semangat
agar mereka tetap tangguh pasca bencana tersebut. Sementara Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan antusiasme dan apresiasinya dengan kehadiran Zulkifli Hasan. Fauzan mengaku awalnya tidak tahu keberadaan Zulkifli Hasan di NTB, sehingga tidak menyiapkan penyambutan. Namun begitu mendapat informasi, Fauzan langsung berinisiatif menjemput Ketua MPR RI itu di hotel tempat menginap dan mengajaknya mengikuti Safari Ramadhan di Dasan Geria. (her)