HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 16 MARET 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 13 TAHUN KE 16 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Sukses Target dan Penyelenggaraan
Pameran Perumahan dan Umrah Bank NTB Syariah Mataram (Suara NTB) Gelegar Expo 2 Property & Umrah di Lombok yang diselenggarakan oleh Bank NTB Syariah resmi ditutup, Minggu malam (15/3). Kegiatan yang dilaksanakan tahun kedua ini sukses dilaksanakan, pencapaiannya juga sukses terlampaui. Pameran property dan umrah ini dilaksanakan selama empat hari. Tanggal 12-15 Maret 2020. Menggandeng 11 pengembang lokal dan lima perusahaan travel haji dan umrah. Pada event ini, ditargetkan 750 calon konsumen pre approval untuk pembiayaan rumah subsidi. Nyatanya, 936 konsumen yang pre approval. Kenapa hanya 750 pre approval yang ditargetkan? Sebab sebelumnya, ada seribuan pengajuan pembiayaan rumah subsidi yang diterima oleh Bank NTB Syariah. Bersambung ke hal 11
Penutupan sekaligus penyerahan hadiah kepada para jawara yang berlangsung Minggu (15/3) malam.
NTB Siaga Darurat Virus Corona
Sekolah Libur Dua Pekan, Tiga Gili Ditutup Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat bencana non alam virus Corona sampai 31 Agustus 2020. Untuk mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran virus Corona di NTB, Pemprov mengambil kebijakan sekolah diliburkan selama dua pekan. Pemprov juga menutup akses wisatawan dari Bali ke Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) selama dua pekan. Selain itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB tidak diizinkan keluar daerah. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi usai rapat pimpinan
khusus (Rapimsus) membahas Corona di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Minggu (15/ 3) sore mengatakan, pihaknya memperhatikan semua feedback atau masukan dari masyarakat. Karena masyarakat sudah mulai khawatir dengan adanya pejabat tinggi negara yang positif Corona. ‘’Mulai besok (hari ini)
(Suara NTB/nas)
RAPIMSUS - Rapimsus membahas antisipasi penyebaran virus Corona dipimpin Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Wagub, Hj.Sitti Rohmi Djalilah, Sekda NTB, H.L.Gita Ariadi dan Ketua DPRD NTB, Hj.Baiq Invie Rupaeda. Hadir dalam Rapimsus itu para bupati/walikota se-NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Minggu (15/3) kemarin.
123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Keputusan Rapat Gubernur dan Pimpinan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Daerah di NTB Menghadapi Covid-19 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 UBERNUR NTB Dr. H. Zulkiefli- di bandara dan pelabuhan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 mansyah, SE, M.Sc, bersama Wakil 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Keempat, menyiapkan fasilitas seperti 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Djalilah, Ketua DPRD NTB dan Sekda NTB cairan disinfektan atau hand sanitizer, di 123456789012345678901234567890121234567890123456789 menggelar rapat bersama para bupati/wa- fasilitasi umum, termasuk tempat ibadah. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 likota se-NTB. Rapat yang berakhir pada 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Minggu (15/3) pukul 16.00 Wita itu juga Kelima, mengimbau masyarakat untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789 melibatkan anggota Forum Koordinasi menghindari kegiatan di tempat keramaian. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepa123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 la OPD tingkat Provinsi NTB. Keenam, melarang seluruh pejabat dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ada sejumlah keputusan yang diambil ASN di lingkungan pemerintah provinsi NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Gubernur yang disetujui oleh para bupati/wa- melakukan perjalanan dinas ke luar daerah 123456789012345678901234567890121234567890123456789 likota dan seluruh peserta rapat tersebut. dan luar negeri. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pertama, meliburkan seluruh siswa semua Ketujuh, semua kabupaten/kota se-NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tingkatan selama 14 hari. Kecuali bagi siswa sudah siap melakukan langkah-langkah un123456789012345678901234567890121234567890123456789 yang akan menghadapi Ujian Nasional tuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Kedua, menutup sementara akses pintu berharap, keputusan yang telah diambil 123456789012345678901234567890121234567890123456789 masuk wisatawan di Tiga Gili di Kabupat- tersebut bisa mendatangkan manfaat dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 en Lombok Utara selama 14 hari. Yaitu Gili menjauhkan mudarat bagi masyarakat 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Trawangan, Gili air dan Gili Meno. Terma- NTB, Indonesia dan dunia pada umumnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 suk sejumlah Gili yang dijadikan akses “Mari kita tetap menjaga kejernihan piki123456789012345678901234567890121234567890123456789 wisatawan luar negeri. ran, saling menyatukan kekuatan mengh123456789012345678901234567890121234567890123456789 adapi situasi ini. Dan tetap memelihara 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Ketiga, pemerintah akan makin optimisme, insya Allah semua ancaman ini 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 memperkuat dan memperketat pemeriksaan akan berlalu,” pesan gubernur. (r) 123456789012345678901234567890121234567890123456789
TO K O H Cegah Penyebaran Corona PEMPROV NTB menerapkan siaga darurat bencana non-alam diproyeksi akan menimbulkan beberapa dampak, khususnya dari segi ekonomi. Status siaga tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di NTB. Pasalnya, mengikuti keputusan tersebut pemerintah daerah menutup sementara akses masuk menuju destinasi wisata seperti ke kawasan tiga gili (Trawangan, Air, Meno) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Bersambung ke hal 11
meliburkan sekolah dua pekan khusus kelas X dan XI. Kalau untuk kelas XII yang ujian nasional, karena persiapannya sudah panjang. Maka kelas XII tetap dilanjutkan (masuk sekolah) sampai tiga hari,’’ ujar gubernur didampingi Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si, Kepala Diskominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH. Gubernur menjelaskan, Pemprov mengundang Bupati/ Walikota tujuannya agar mengambil langkah yang sama. Yakni meliburkan sekolah jenjang pendidikan SD dan SMP. Karena pendidikan jenjang SD dan SMP berada di bawah kewenangan Pemda kabupaten/kota. Bersambung ke hal 11
H.Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/bay)
KO M E N TTAA R
Presiden Tetapkan Biaya Haji Embarkasi Lombok Rp37,3 Juta Mataram (Suara NTB) Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) No. 6 Tahun 2020 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441 Hijriah / 2020 Masehi pada 12 Maret lalu. BPIH untuk Embarkasi Lombok ditetapkan sebesar Rp37,3 juta lebih. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB, H. M. Ali Fikri yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (15/ 3) kemarin membenarkan bahwa Keppres tentang BPIH tahun 2020 sudah terbit. Berdasarkan Keppres yang telah terbit 12 Maret lalu, telah ditetapkan BPIH untuk 13 embarkasi di Indonesia. ‘’Iya, sudah ditetapkan
BPIH Embarkasi Lombok. Tapi kita masih menunggu jadwal pelunasannya,’’ kata Fikri. Berdasarkan Keppres yang baru saja terbit, BPIH untuk Mmbarkasi Aceh Rp31,45 juta lebih, Embarkasi Medan Rp32,17 juta lebih. Embarkasi Batam Rp33,08 juta lebih, Embarkasi Padang Rp33,17 juta lebih, Embarkasi Palembang Rp33,07 miliar. Kemudian, Embarkasi Jakarta Rp34,77 juta, Embarkasi Kertajati Rp36,11 juta lebih, Embarkasi Solo Rp35,97 juta lebih, Embarkasi Surabaya Rp37,57 juta lebih. Embarkasi Banjarmasin Rp36,92 juta lebih, Embarkasi Balikpapan Rp37,05 juta, Embarkasi Makassar Rp38,35 juta lebih dan Embarkasi Lombok Rp37,33 juta lebih. Bersambung ke hal 11
Jadi Temuan BPK
(Suara NTB/why)
HADIAH UTAMA - Direktur Utama BPR Mitra Harmoni Mataram Agus Susanto menyerahkan secara simbolis kunci sepeda motor kepada pemenang hadiah utama Undian Kredit Berhadiah (foto kiri). Direktur Utama BPR Mitra Harmoni Mataram Agus Susanto foto bersama usai penyerahan hadiah, Minggu (15/3) kemarin.
Hery Purwanto
(Suara NTB/ars)
SETAHUN terakhir Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit kinerja pemerintah daerah, khususnya pada pengelolaan aset wisata. Ditemukan kekurangan fasilitas umum seperti toilet di spot spot wisata terkenal. Daerah yang jadi sasaran audit sebelumnya, diawali di Lombok Utara. BPK fokus pada pengelolaan aset di destinasi tiga gili, Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. ‘’Kita masih temukan toilet yang susah, fasilitas pendukung lainnya belum lengkap,’’ kata Kepala BPK RI Perwakilan NTB, Hery Purwanto akhir pekan kemarin. Bersambung ke hal 11
BPR Mitra Harmoni Mataram Gelar Undian Kredit Berhadiah Mataram (Suara NTB) – Kredit berhadiah BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Mitra Harmoni Mataram memasuki periode kedua. Hadiah utama sepeda motor matik menemukan pemenangnya dalam undian yang digelar, Minggu (15/3) kemarin. Kredit berhadiah merupakan produk unggulan BPR Mitra Harmoni Mataram. Nasabah kredit Sri Akmalya Zain memenangkan hadiah utama sepeda motor Honda Beat. Pemenang lainnya mendapatkan masing-masing tiga kompor gas, dua ponsel pintar, dua lemari es, dua unit sepeda, dan satu TV LED. Direktur Utama BPR Mitra Harmoni Mataram, Agus Susanto mengatakan, undian kredit berhadi-
ah merupakan suatu agenda berkelanjutan sebagai komitmen apresiasi terhadap nasabah. ‘’Semua nasabah yang membayar lancar kreditnya kita beri apresiasi dengan undiah berhadiah,’’ ucapnya ditemui di sela-sela acara di Mataram kemarin. Undian kredit berhadiah, kata Agus, merupakan upaya BPR Mitra Harmoni menarik minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas kredit. Itu pun terbukti. ‘’Sesuai target, di tahun 2019 kredit kita tumbuh 27 persen. Selama ini biasanya hanya single digit atau di bawah 10 persen. Ini meningkat dua kali lipat,’’ sebutnya. Peran aktif masyarakat menggunakan fasilitas kredit BPR Mitra
Harmoni membantu pengembangan bisnis bank yang sudah berdiri selama 10 tahun ini. Khususnya pertumbuhan kredit yang memang menjadi andalan. Banyaknya nasabah kredit saja belum cukup. Namun juga harus lancar minim tunggakan. Apalagi macet. ‘’Dengan kredit berhadiah ini, harapannya, tunggakan bisa turun. Karena ini yang diikutkan khusus nasabah yang tidak ada tunggakan,’’ urai Agus. BPR Mitra Harmoni merasakan itu dalam dua tahun belakangan ini. tunggakan kredit menurun. Bahkan sebaliknya, nasabah bahkan meningkat. Agus mengatakan, nasabah kredit BPR Mitra Harmoni sudah tembus sampai 1.000 orang. Terdongkrak kuat
tahun buku 2019 lalu. ‘’Untuk kredit kita kebanyakan modal kerja karena memang fokus kita membantu di sektor UMKM. Kita beri modal kepada masyarakat agar usahanya bisa maju dan berkembang,’’ jelasnya. Selain itu kredit konsumsi juga meningkat. Didorong faktor kebutuhan masyarakat di sektor konstruksi. Kredit konsumsi untuk perbaikan rumah terdampak gempa. Agus memandang optimistis terhadap prospek kredit BPR Mitra Harmoni. Belajar dari sukses kredit berhadiah. Produk serupa akan dibuat untuk memanjakan nasabah. ‘’Ke depan akan diluncurkan tabungan berhadiah,’’ tandas Agus. (why/*)
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
Halaman 2
Anggaran untuk Pemberdayaan
(Suara NTB/viq)
PENCAIRAN dana kelurahan pada triwulan pertama tahun 2020 masih diajukan seperti beberapa kelurahan lainnya. Ada pun pengajuan dana untuk kelurahan Dasan Cermen pada triwulan pertama, akan digunakan untuk anggaran pembangunan sarana dan prasarana dan pemberdayaan kepada warga di lingkungannya. Lurah Dasan Cermen, Henny Suyasih menargetkan, pencairan dana keluraHenny Suyasih han baru bisa dilakukan pada minggu berikutnya karena masih dalam proses pengajuan. Sebab, beberapa program sudah siap dieksekusi. Baik untuk program pemberdayaan maupun pembangunan fisik. “Masih tahap pengajuan untuk pencairan pada triwulan pertama ini. Insha Allah seminggu lagi pasti sudah dicairkan dari pihak BKD,” katanya ketika dikonfirmasi, Minggu (15/3). Untuk pencairan dana di beberapa kegiatan rutin di kelurahan sudah cair. Untuk di bulan Januari jelas Henny, sudah dicairkan dengan sistem Uang Persediaan (UP) Rp6 juta. Sedangkan, untuk uang ganti (GU) di bulan Februari sebesar Rp5,4 juta. “Pengajuan memang kita pakai sistem langsung (Ls) untuk gaji Kepala Lingkungan, linmas, pegawai tidak tetap, pekasih, beberapa kader, dan beberapa operator juga di kelurahan,” bebernya. Sedangkan untuk pengajuan yang tengah berjalan ini sebesar Rp24.400.000, Rp118.210.000. “Sehingga kalau ditotalkan yang akan kita ajukan minggu ini sebesar Rp137.519.400,” kata Henny. Dalam pencairan dana kelurahan, pihaknya masih menggunakan sistem UP, GU dan Ls. Henny pun berharap, tak ada keterlambatan dalam pencairan dana kelurahan. Mengingat pihaknya sudah mulai menyusun rancangan anggaran dana kelurahan untuk segera dieksekusi. ‘’Yang kita ajukan memang untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sarana dan prasarana di kelurahan,” tutupnya. (viq)
(Suara NTB/fit)
Serahkan pada Komite Sekolah SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., mengaku sependapat dengan pernyataan Kepala Disdik (Dinas Pendidikan) Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali melarang keras semua guru dan kepala sekolah (Kasek) terlibat dalam urusan uang untuk piknik anak didik. Guru tidak perlu ikut campur urusan keuangan siswa di sekolah, baik dalam pungutan untuk biaya perpisahan murid kelas 6 SD dan siswa kelas 9 SMP maupun biaya paguyuban kelas yang berNyayu Ernawati sumber dari uang siswa. ‘’Hal-hal seperti ini biar menjadi urusan komite sekolah saja,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, kemarin. Erna membantah, bahwa kesejahteraan guru masih kurang sehingga, mereka mencari celah untuk melakukan praktik pungli. ‘’Ini sebenarnya hanya dilakukan oleh oknum saja,’’ cetusnya. ‘’Sehingga, lanjut dia, untuk menghindari adanya keberatan dari orang tua siswa, biarkan saja komite yang urus, urusan gini,’’ pintanya. Untuk itu, sambung Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, agar tidak ada lagi temuan-temuan seperti itu, dia menyarankan mulai sekarang percayakan urusan seperti itu kepada komite sekolah. ‘’Mereka kan perwakilan dari orang tua siswa mereka tentu bisa mengurus hal-hal seperti ini,’’ demikian Erna. Seperti diketahui, selama ini, kerap ada laporan masuk ke Dinas dari Ombudsman terkait masih adanya pungutan liar (pungli) untuk biaya perpisahan siswa. Baik dilakukan oleh guru dan Kasek di Mataram. Padahal, semua bentuk pungutan di sekolah, yang berhubungan dengan uang komite siswa di sekolah posisi guru dan Kasek hanya bisa sebagai pemberi arahan atau masukan. Semua guru dan Kasek, tak boleh berhubungan langsung dengan uang komite. Apalagi menjadi pengurus komite. Pihak sekolah harus menyerahkan total kebutuhan itu kepada pengurus komite. Jangan ada pihak sekolah ikut memungut. Pihak sekolah tidak boleh menerima titipan uang dari komite. Baik menerima, menghimpun, dan mengumpulkan. Dalam kasus ini, semua guru dan Kasek di sekolah tertentu sifatnya adalah terundang. Anggota dewan dari Dapil Ampenan ini juga mengingatkan, jangan sampai guru dan Kasek repot urus kelengkapan piknik sekolah. Baik dalam bentuk penyewaan kendaraan dan lainnya. (fit)
Jalan Udayana Sebaiknya Steril dari PKL Mataram (Suara NTB) Kerap digunakan sebagai lokasi berdagang, ruas jalan dan trotoar di jalan Udayana Mataram harus disterilkan. Baik untuk PKL dan pedagang lainnya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rakyat (Perkim) Kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, ruas jalan itu harus steril, sebab selama ini banyak PKL yang berjualan di bahu jalan dan trotoar. “Masyarakat memang berlomba-lomba untuk berdagang di sana. Bukan untuk olahraga saja, makanya kita minta agar disterilkan,” katanya, Jumat (13/3). Padahal ujar Kemal, jalan Udayana diproyeksikan untuk mengendalikan emisi udara di Mataram. Sehingga masyarakat yang berolahraga di jalan Udayana bisa lebih sehat. “Makanya tolonglah Dishub untuk bisa menertibkan pedagang yang ada di Udayana. Apalagi ketika Car Free Day (CFD), pasti penuh oleh pedagang,” katanya. Padahal, lokasi pedagang di jalan Udayana sudah disediakan tempat oleh Pemkot Mataram. Sehingga, ketika CFD, trotoar tidak digunakan untuk apapun kecuali untuk berolahraga. “Kan ini pedagang, ada yang menggunakan trotoar bahkan ada yang jualan di ruas jalan,” sebutnya. Memang jelas Kemal, awal proyeksi jalan Udayana ialah sebagai pusat pasar petani saat kepemimpinan H. Moh. Ruslan. “Kemudian lama-lama muncul untuk CFD,” tutupnya. (viq)
LEPAS JALA - Seorang warga Kota Mataram tengah melepas jala untuk menangkap ikan di sungai Jangkok, awal pekan kemarin. Hasil tangkapan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.
Pejabat Tak Serahkan LHKPN akan Disanksi
(Suara NTB/cem)
Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pejabat di Lingkup Pemkot Mataram diberikan batas menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) hingga 31 Maret mendatang. Jika melebihi batas waktu akan dikenakan sanksi. Data admin instansi LHKPN Pemerintah Kota Mataram tanggal 6 Maret pukul 09.56 Wita. Terdapat 25 pejabat setingkat eselon III dan IV belum menyerahkan laporan kekayaan mereka. Di antaranya, Kabid dan Kasubbid pada Bappeda, Kabid dan Kasi pada Dinas Lingkungan Hidup, Kabid di
Dinas Perindustrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kasi pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Selain itu, beberapa lurah dan camat di Kota Mataram serta pegawai lainnya. Menanggapi hal tersebut, Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia mengatakan, pejabat yang be-
lum melaporkan kekayaannya hanya sebagian kecil dari 800 – an yang wajib lapor. Tetapi masih ada waktu sampai 31 Maret untuk mengumpulkan dokumen administrasi seperti sertifikat, rekening koran serta kepemilikan harta bergerak maupun tidak bergerak lainnya. “Kita masih berikan waktu hingga 31 Maret menyerah-
kan laporan kekayaan mereka,” kata Evi dikonfirmasi pekan kemarin. Jika melebihi waktu dipastikan akan ada surat teguran dari Sekretaris Daerah. Pejabat bersangkutan kembali diberikan ruang untuk menyelesaikan. Kecenderungan pejabat, menurut Evi, bukan karena malas melainkan mereka masih mengumpulkan dokumen administrasi. Kemungkinan ada perubahan – perubahan sehingga membutuhkan waktu kembali untuk perbaikan.
“Sebenarnya tidak perlu repot lagi. Tahun lalu sudah melapor. Tinggal diperbaiki kalau ada perubahan,” pungkasnya. Dalam Perda Nomor 26 Tahun 2019 tentang LHKPN akan diterapkan. Aturan ini lebih tegas dari sebelumnya. Pejabat yang tidak melaporkan harta kekayaan akan dikenakan sanksi. Bentuk sanksi sambung Evi, tergantung dari tingkat pelanggaran. Mulai dari sanksi ringan, sedang sampai berat berupa pembebasan dari jabatan. (cem)
Kelurahan Kelimpungan Kelola Dana
(Suara NTB/cem)
GRATIS - Kolam renang di Mataram Water Park (MWP) yang masih gratis dikunjungi oleh masyarakat.
Fasilitas Olahraga akan Jadi Potensi PAD Mataram (Suara NTB) – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram sedang membangun fasilitas olahraga futsal. Proyek dibangun mulai tahun 2019 sebagai upaya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Penarikan retribusi menunggu disahkannya peraturan daerah (Perda). Pembangunan fasilitas olahraga itu bersumber dari APBD Kota Mataram. Diprediksi lapangan futsal membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta. Prosesnya kata Kepala Dispora, Dr. Mansur dikonfirmasi akhir pekan kemarin, dengan dua tahap pengerjaan. Di tahun 2019 hanya menyelesaikan bagian struktur bangunan saja berupa pondasi dan item lainnya.
Tahap kedua akan dilanjutkan tahun ini untuk menyelesaikan bagian inti. “Tahun lalu cuma bagian pondasi dan struktur saja. Sekarang diselesaikan lagi,” jelas Mansur. Pengadaan fasilitas olahraga dimaksudkan agar masyarakat gemar berolahraga. Selain itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan potensi PAD. Namun demikian, payung hukum menarik retribusi belum disahkan. “Memang arahnya ke sana (PAD, red). Sepanjang tidak ada Perda kita tidak menarik apapun ke masyarakat,” jelasnya. Penarikan retribusi juga akan diatur terhadap fasilitas olahraga dan aset lainnya. Seperti, Mataram Water Park (MWP) di Kompleks Taman Bumigora dan Sirkuit Selaga-
las, di Kelurahan Selagalas. Tidak menutup kemungkinan sambung Mansur, retribusi lain juga akan ditarik terhadap aset milik pemerintah. Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup memiliki laboratorium dapat digunakan sebagai uji lab oleh masyarakat atau perusahaan. “Artinya, ada yang bisa dimaksimalkan dari aset milik pemda,” tambahnya. Produk hukum penarikan retribusi masih sedang dikaji di Bagian Hukum dan Badan Keuangan Daerah (BKD). Kabarnya, payung hukum berupa Perda menunggu pembahasan dan disahkan oleh DPRD. Kolam renang atau MWP saat ini, sudah ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pihaknya tetap menggratiskan sepanjang payung hukum belum ada. (cem)
Pemkot Tak Sediakan Ruang Isolasi Pasien Virus Corona Mataram (Suara NTB) Sejak Minggu (15/3), pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan, kasus Covid-19 sebagai bencana nasional. Namun Pemkot Mataram belum menyediakan ruang isolasi pasien suspek Covid-19. Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram, dr. Tris Cahyoso, MARS menjelaskan, sejauh ini Pemkot Mataram belum memiliki ruang isolasi khusus pasien suspek Covid19 di RSUD Kota Mataram. Masalahnya, sejauh ini pasien suspek Covid-19 di Mataram masih nihil. “Ruang isolasi memang kita punya. Tapi bukan untuk rujukan pasien suspek Covid-19,” katanya kepada Suara NTB, Sabtu (14/3). Alasan tak menyediakan ruang isolasi khusus di RSUD kota Mataram, akibat tidak ada pasien suspek Covid-19 yang
dirujuk ke RSUD kota Mataram. Lanjut dia, jika ada pasien suspek Covid-19 di RSUD Kota Mataram, pasti dirujuk ke RSUP NTB. “Karena RSUD kota Mataram bukan sebagai rujukan. Jadi tidak ada kita siapkan (ruang isolasi). Pasti kalau ada pasien suspek Covid19 di RSUD kota Mataram, pasti kita arahkan ke RSUP untuk diisolasi,” pungkasnya. Menurut Tris, langkah lain yang disiapkan pihak RSUD kota Mataram, tetap siaga untuk menghadapi jika ada pasien suspek Covid-19. “Kita sudah siaga semua. Dari PSC kita, anggota reaksi cepat tanggap juga sudah ready untuk memberikan palayanan ke pasien suspek Covid-19,” tuturnya. Tim IGD di RSUD Kota Mararam sudah siap untik memprotek semua pasien di RSUD Kota Mataram. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 ke
pasien lain. “Alhamdulillah belum ada pasien suspek Covid19. Jika ada, kita akan rujuk ke RSU Provinsi NTB. Juga kita akan protek semua pasien yang dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk memastikan apakah suspek Covid-19 atau tidak,” tutur Tris. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram,I Nyoman Suwandiasa mengatakan, Pemkot melalui surat edaran yang dikeluarkan Minggu (15/3) memberikan imbauan kepada semua warga kota Mataram untuk tidak panik menghadapi sebaran Covid-19 di Mataram. Nyoman menghimbau warga Mataram tak berkontak dengan penderita terkonfirmasi Covid-19. “Bila mana warga Mataram merasa demam, batuk disertai dengan susah bernafas untuk segera menghubungi Fasilitas Kesehatan terdekat,” tutupnya. (viq)
Mataram (Suara NTB) – Pendistribusian SDM yg tak merata menyebabkan kelurahan kelimpungan mengelola dana kelurahan. Hal ini dikhawatirkan tak maksimalnya pelaporan dan eksekusi program. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menegaskan, permasalahan SDM di kelurahan menjadi perhatian sejak lama. Kondisi ini telah disampaikan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), sehingga kekurangan pegawai disiasati dengan mengisi jabatan struktural di masing – masing kelurahan. “Di kelurahan ada pejabat structural, tapi tidak ada staf. Dan, kita sudah sampaikan ke BKPSDM dan mereka memahami kondisi ini,” kata Putu dikonfirmasi pekan kemarin. Putu enggan mengomentari ketidakmerataan pegawai di kelurahan. Kewenangan tersebut menjadi ranah BKPSDM. Minimnya pegawai memiliki kompetensi sebenarnya bukan jadi alasan staf kelurahan tidak tahu cara mengelola dana kelurahan. Sejak tahun 2019 lalu, dilaksanakan bimbingan teknis serta pelatihan – pelatihan yang melibatkan kecamatan. Tim monitoring kelompok kerja juga mendampingi jika ada kesulitan dialami kelurahan. “Hampir sebagian besar staf di kelurahan bukan tenaga akunting dan tidak paham pengelolaan anggaran besar. Ini jadi kendala utama. Makanya awal – awal kita beri pelatihan dan bimtek,” tandasnya. Staf minim pengetahuan dalam pengelolaan keuangan maupun penyusunan program bukan berarti program di-copy paste. Program disusun berdasarkan musyawarah kelurahan. Sementara, pelaporan kegiatan maupun keuangan sudah memiliki sistem. Menu-
rutnya, cara membuat laporan yang perlu pembelajaran bagi tenaga yang tidak tahu sama sekali. Diakui, rata – rata 50 kelurahan sampai saat ini masih mengeluhkan kekurangan SDM di kelurahan. Secara maksimal mengelola dana besar butuh waktu dan proses pendampingan. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono menambahkan, pendistribusian pegawai berdasarkan formasi dan penganggaran pegawai dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kelurahan. Pihaknya mau mencoba membuat pemerataan pendistribusia pegawai, tetapi tidak bisa. Sebab, ada beberapa OPD yang kekurang jumlah pegawai. Sementara itu, pemkot menunggu formasi calon pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanji kerja (P3K) untuk memenuhi kebutuhan pegawai. “Kendalanya adalah kekurangan pegawai. Ada beberapa OPD yang misalnya kurang untuk OPD ini, tetapi ada yang bisa dialihkan ke kelurahan. Tapi ada yang tidak bisa sama sekali,” jelasnya. Sebaliknya, ada kelurahan jika dikurangi satu pegawainya justru mengurangi mobilitas. Pihaknya mencoba menyisir ke OPD – OPD mencari staf yang bisa dikurangi untuk memenuhi formasi di kelurahan. Adapun permintaan mendistribusikan alumni IPDN untuk memperkuat birokrasi di kelurahan dikatakan Yoyok, sistem distribusi lulusasn IPDN secara nasional berkurang. Kota Mataram setiap tahun mengirim 6 – 10 orang mengikuti pendidikan. Saat pendistribusian hanya dua diberikan setiap tahunnya. Dua itu pun telah diminta oleh OPD – OPD untuk menutupi kekurangan staf di bidang. (cem)
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi, Ilham Syahroni Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah, Junaidin. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim, Ali Usman. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
POLHUKAM
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
Halaman 3
Tuntaskan Proses Penjaringan di PKPI, Makmur - Ahda Tunggu SK Dukungan Mataram (Suara NTB) – Paket pasangan calon Walikota - Wakil Walikota Mataram, H. Makmur Said-Badruttamam Ahda memastikan diri bakal mengantongi tiket dukungan dari Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI). Pasalnya, paket Makmur Ahda tercatat menjadi satusatunya pasangan bakal calon kepala daerah untuk Kota Mataram yang mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPN PKPI yang sudah digelar beberapa waktu hari lalu.
Dipastikan proses uji kelayakan dan kepatuan jadi tahapan terakhir dalam proses penerbitan SK Rekomendasi dukungan dari DPN PKPI untuk Pilkada Kota Mataram 2020. Karena itu posisi Makmur-Ahda hanya tinggal
menunggu waktu penerbitan SK dukungan saja. “Hanya kita (Paket Makmur – Ahda, red) yang ikuti proses di PKPI. Tinggal tunggu terbit SK rekomendasi dukungan saja, setelah fit and propertest kemarin,” ujar Makmur Said, yang
dikonfirmasi, Sabtu (14/3). Bagi Makmur, dukungan PKPI sama penting dengan dukungan parpol lain. Dengan dukungan PKPI diharapkan, makin memperkuat dan meneguhkan semangat dan konsolidasi parpol pengusung dan tim pemenangan paket Makmur - Ahda untuk memenangkan kontestasi di Pilkada. Sebelumnya, tiga partai sudah ada kesepakatan dan komitmen untuk koalisi menduku-
ng paket Makmur - Ahda. Ditga partai itu paket Makmur - Ahda sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di tingkat DPP. Hanya tinggal menunggu terbit SK rekomendasi DP saja. Yakni Gerindra, PKB dan Hanura. Raihan tiga partai itu sudah memenuhi syarat minimal dukungan delapan kursi untuk mendaftarkan paket paslon di Pilkada kota. “Bertambah ada dukungan PKPI. Empat partai sudah clear dukung paket Mak-
mur - Ahda,” terangnya. Mantan Sekda Mataram ini menambahkan, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan dua parpol lainnya untuk berikan dukungan ke paket Makmur - Ahda, yaitu PPP dan PAN. Pihaknya cukup optimis PPP dan PAN akan bergabung barisan koalisi pengusung paket Makmur - Ahda. “Kita optimis PPP dan PAN akan menyusul bergabung,” tandasnya. Sementara itu, Sekretaris
Wilayah PKPI NTB, Misban Ratmaji yang dikonfirmasi menyatakan, hanya paket Makmur - Ahda mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPN. Karena memang pihaknya hanya mengajukan dan mengusulkan paket Makmur - Ahda ke DPN PKPI untuk diberikan SK rekom dukungan. “Paket Makmur - Ahda tinggal tunggu terbit SK rekom,” pungkas Anggota DPRD Kota Mataram ini. (ndi)
Musda Golkar Kembali Ditunda Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi NTB kembali ditunda untuk yang kedua kalinya. Kegiatan Musda yang sedianya akan digelar pada hari Minggu (15/3) batal dilaksanakan, setelah sebelumnya penundaan jadwal Musda yang pertama diagendakan pada tanggal 5 Maret lalu, juga ditunda. Ketua Panitia Musda Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (15/3) membenarkan soal penundaan Musda tersebut untuk yang kedua kalinya. “Ya Musda kembali ditunda sampai tanggal 22 (Maret),” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur usai mengikuti rapat pimpinan (Rapim) menyikapi penyebaran virus Corona. Ditanya lebih lanjut terkait dengan alasan Musda Golkar ditunda lagi. Apakah lantaran sengitnya dinamika politik yang terjadi dalam persaingan perubutan jadi Ketua DPD I Golkar NTB itu? Isvie menjawab tak ada kaitannya dengan hal tersebut. “Hanya soal teknis saja, lebih lengkapnya tanyakan kepada DPP, karena kebijakan penundaan oleh DPP,” ujar Isvie yang juga Sekretaris DPD I Golkar NTB itu. Kabarnya dari informasi yang berhasil diserap dalam internal Golkar sendiri, penundaan Musda dilakukan lantaran sengitnya dinamika politik Musda itu sendiri. Terutama terkait pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB. Kabarnya Musda Golkar untuk Pemilihan Ketua DPD itu, DPP mengendaki dapat berlangsung secara aklamasi. Akan tetapi sejumlah DPD II sebagai pemilik suara masih belum bisa menyepakati untuk dilakukan secara aklamasi. DPD II sebagai pemilik suara dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB itu masih terbelah diantara dua kubu. Diketahui dua figur Golkar yang bakal maju dalam Musda tersebut adalah Bupati Lombok Tengah, H. Suhali FT dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. “Ndak ada soal itu, tanyakan ke DPP saja lebih jelasnya,” ujar Isvie singkat. Begitu juga saat dipertegas, apakah penundaan Musda tersebut ada kaitannya dengan penyebaran virus Corona? Mengingat sejumlah daerah telah mengambil kebijakan untuk menutup akses lalu lintas keluar masuk orang dari luar-dalam daerah. (ndi)
Iswara DPRD NTB Dibekali Keahlian Komunikasi Publik Mataram (Suara NTB) – Dibalik suami sukses, ada sosok istri hebat di belakangnya. Karena itu kesuksesan seorang anggota DPRD NTB dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat juga tidak lepas dari peran seorang istrinya yang selalu memberikan dukungan dan motivasi. Mengingat pentingnya peran Istri anggota DPRD NTB dalam mendukung dan menunjang suami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab diamanahkan masyarakat sebagai wakil rakyat. Maka para istri anggota dewan penting diberikan pemahaman terkait dengan pendampingan suami dalam tugas dan fungsi kenegaraan sebagai pejabat publik. Seorang istri sangat penting memiliki kemampuan dan keterampilan komunikasi efektif dan baik Demikian dikatakan Ketua Ikatan Istri Wakil Rakyat (Iswara) DPRD Provinsi NTB, Muhsinatin Mahally Fikry, saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan pelatihan public speaking bagi anggota Iswara DPRD NTB, Sabtu (14/3). “Sebagai istri Anggota DPRD NTB, jangan sampai anggota Iswara tidak punya kemampuan komunikasi yang baik. Itu adalah kemampuan penting dalam mendapingi suami menjalankan tugasnya,” kata istri Ketua Komisi IV DPRD NTB, TGH Mahally Fikry itu. Pelatihan public speaking itu bagi anggota Iswara diikuti 60 orang. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi. Ia memberikan apresiasi terhadap pelatihan public speaking bagi anggota Iswara DPRD NTB. Menurutnya, selama ini berbagai aktivitas sosial, kemasyarakatan dan kegiatan positif banyak dilakukan anggota Iswara. Apa yang dilakukan anggota Iswara memberikan kemanfaatan dan kemaslatahan masyarakat banyak, serta mendukung dan menunjang peran suami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat dan pejabat publik. “Agar tujuan itu bisa tercapai. Tentu itu harus ada komunikasi baik. Sehingga skill dan keterampilan komunikasi harus dimiliki para anggota Iswara,” Salah satu pembicara dalam pelatihan itu adalah Chairul Mahsul. Diungkapkannya, dalam aktivitas mendukung dan mendampingi suami sebagai Anggota DPRD NTB, Iswara banyak melakukan aktivitas sosial dan kemasyarakatan secara luas. Tentu, kata dia, itu harus ditunjang dan ditopang skill dan keterampilan komunikasi baik dan efektif. Sehingga apa dilakukan anggota Iswara bisa tersampaikan dan terkomunikasi secara baik dan efektif ke publik. “Oleh karena itu, sangat penting Anggota Iswara kita bekali cara komunikasi baik,” terangnya. Menurutnya, komunikasi yang baik dan efektif adalah proses komunikasi yang efektif di mana proses komunikasi itu bisa berhasil mencapai sasaran atau feedback (respon) yang sesuai di tujuan yang dikehendaki. (ndi/*)
(Suara NTB/ist)
PUBLIC SPEAKING - Wakil ketua DPRD NTB, Abdul Hadi saat membuka kegiatan pelatihan public speaking bagi Anggota Iswara DPRD NTB, Sabtu (14/3) lalu.
(Suara NTB/why)
MIRAS - Barang bukti miras yang dijual tanpa izin disita dari ruangan karaoke salah satu hotel di Ampenan, Mataram Sabtu (15/3) lalu.
Polisi Tutup Tempat Karaoke Hotel Jual Miras Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menggerebek tempat karaoke salah satu hotel di Ampenan, Mataram. Ditemukan minuman berbagai jenis dan merek. Setelah ditelusuri, penjualan miras tersebut diduga tidak berdasarkan izin. Tempat karaoke langsung diberi garis polisi. Penutupan
pada Sabtu (14/3) dini hari tersebut disertai dengan penyitaan barang bukti miras. “Tempat karaoke salah satu hotel itu tidak bisa menunjukkan surat izin terkait penjualan minuman beralkohol,” terang Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa. Tempat karaoke itu
menyediakan ruangan-ruangan. Pelanggan dapat memesan miras untuk ditenggak di tempat. “Banyak botol miras golongan A, B, C siap dijual dalam jumlah banyak,” terangnya. Salah satu pramusaji, LAG (40) ikut diamankan untuk keperluan pemeriksaan. Si pemilik tempat akan menyusul
Kasus Poltekkes Mataram Naik Penyidikan Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menyelesaikan koordinasi kasus dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016. Polda NTB bersiap menaikkan status penanganan kasus ke tahap penyidikan. Ditemukan indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan senilai Rp17 miliar tersebut. Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana menyatakan, auditor internal Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkes RI menemukan indikasi kerugian negara. Hasil audit itu menambah alat bukti permulaan penyidik yang menjadi modal untuk meningkatkan status penanganan kasus. “Prosesnya awalnya masih klarifikasi, masih penyelidikan. Kalau masalah naik penyidikan itu gampang, bisa lebih cepat. Dari Jakarta datang ke sini (serahkan) audit,” ujarnya dikonfir-
(Suara NTB/dok)
I Gusti Putu Gede Ekawana masi akhir pekan lalu. Dia menyatakan, tim audit internal menemukan indikasi kerugian negara. Penyik menindaklanjutinya dengan mencari dugaan perbuatan korupsinya. “Perbua-
tannya kita cari. Tapi kerugiannya ini ada, saya lihat auditnya pihak Kemenkes,” terangnya. Penyidik Subdit III Tipikor melanjutkan penyidikan berdasar temuan audit tersebut. Koordinasi dengan jaksa nantinya terkait dengan penguatan bukti kerugian negara. Mengenai perlu tidaknya menggunakan audit dari lembaga auditor negara lainnya. Eka mengatakan, sejumlah saksi akan dipanggil lagi untuk diperiksa di tahap penyidikan. Diantaranya, Direktur Poltekkes Mataram, PPK proyek, pejabat penerima barang, dan penyedia alat, serta ahli. “Pasti nanti (saksi) dipanggil lagi,” tandasnya. ABBM Poltekkes Mataram pengadaannya dibiayai APBN 2016. Anggaran awalnya sebesar Rp27 miliar. Sebab rasionalisasi anggaran, jumlahnya pun turun menjadi Rp16 miliar. Belanja pengadaan itu untuk membeli peralatan praktik. (why)
AHY Terpilih Aklamasi Gantikan SBY Jadi Ketum Demokrat Mataram (Suara NTB) – Kongres V Partai Demokrat, Minggu (15/3) menetapkan secara aklamasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum periode 2020-2025. AHY resmi menggantikan ayahnya Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi Ketua Umum. Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa kongres V Partai Demokrat menetap AHY secara aklamasi jadi Ketua Umum. Meskipun digantikan oleh AHY sebagai Ketua Umum, SBY tidak lantas langsung pensiun dari Demokrat, seperti kabar yang beredar sebelum kongres. Didalam Kongres SBY justru ditetapkan sebagai Ketua Majelis Tinggi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
Mahalli sendiri mengaku sangat optimis dengan kepemimpinan AHY akan membawa Partai Demokrat untuk kembali meraih kejayaannya seperti yang pernah ditorehkan oleh ayahnya, SBY pernah berhasil membawa Demokrat sebagai partai pemenang pemilu 2009 dan juga mengantarkan SBY sebagai Presiden RI dua periode. Terpilihnya AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, memang sebagai satu langkah mempersiapkan AHY untuk tampil maju sebagai calon Presiden pada Pemilu 2024 mendatang, dan semua kader menghendaki hal itu. AHY dapat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum memang dari jauh hari sudah terbaca, dari langkahnya berkeliling ke seluruh daerah Indonesia un-
tuk membangun silaturahmi ke DPD-DPD Demokrat. Bahkan sehari menjelang kongres, pada Sabtu (14/3) semua DPD Demokrat seluruh Indonesia dikumpulkan untuk bertemu dan beramah tamah dengan SBY dan juga AHY, membicarakan rencana pemilihan AHY secara aklamasi. “Pertemuan untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan, baik Pak SBY maupun AHY berpesan agar Kongres yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk mengedepankan kepentingan dan masa depan Partai Demokrat, sehingga suksesnya kongres yang akan dilaksanakan akan menjadi langkah awal atas kesusksesan kerja-kerja politik di masa mendatang,” pungkasnya. (ndi)
dalam pemeriksaan selanjutnya. “Kami masih dalami peran dan asal usul minuman beralkohol tersebut,” kata Adi. Barang bukti miras yang disita antara lain, bir, rum, vodka, whiskey. Total yang disita sebanyak 53 botol. Penjualan miras kepada pelanggan tampak dari bukti nota pembelian
serta botol-botol sisa diminum. Sejumlah wanita pemandu lagu yang menemani pelanggan bernyanyi hanya diinterogasi tanpa diamankan. Tetapi identitas diri mereka dicatat. “Untuk pemiliknya nanti akan kita panggil. Barangbarangnya ini kita sita dulu,” pungkasnya. (why)
Kasus Sabu Batam
Sudah Lolos Pengiriman Pertama Mataram (Suara NTB) – 158 gram sabu asal Batam, Kepulauan Riau batal beredar di Lombok. Dua kurir dan satu penerima ditangkap pekan lalu. Percobaan kedua kemarin itu memang gagal. namun upaya membawa masuk sabu dalam dubur pernah lolos sebelumnya. “Ini pengantaran kedua ke Lombok dari Batam,” ungkap Kabid Pemberantasan BNN Provinsi NTB AKBP Denny Priadi dikonfirmasi akhir pekan lalu terkait penangkapan tersangka IR (37) warga Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Pengiriman pertama, waktu rincinya tidak dijelaskan, IR lolos pemeriksaan. Sabu sukses sampai tujuan. “Itu lain orang. Lain penerimanya. Sudah pernah ketemu di Ampenan (Mataram),” bebernya. Kerja sukses IR membuatnya dapat misi pengantaran lagi. Tujuannya sama, Lombok. Upahnya pun sama. Pengiriman kedua itu malah membawa IR ke penjara. Dia kepergok tim bea cukai dan Aviation Security di Lombok International Airport, Praya, Lombok Tengah Sabtu (7/3) lalu. IR kedapatan membawa total 150 gram sabu. Selama perjalanan, IR menyimpan sabu itu di
dalam duburnya. “Untuk yang kedua ini dia diupah Rp10 juta. setelah barang sampai baru (upah) ditransfer,” terang Denny. Dari hasil interogasi, IR mengaku yakin dengan modus sabu dalam dubur sebab sebelumnya pernah sukses. Idenya datang dari bandar yang mengirim sabu. IR mendapatkan sabu itu sudah dalam keadaan terbungkus tebal. “Dia sudah menerima dalam kondisi lonjong dan dililit lakban hitam. Dia tinggal memasukkan ke dalam kondom,” kata Denny. Dengan bantuan sedikit pelumas, sabu sudah masuk dan tersimpan dalam dubur. Tersangka IR harus menahan rasa ingin buang air besar selama penerbangan. Perasaan yang sama juga diakui tersangka ZW (22), warga Bangkalan, Jawa Timur yang ditangkap di bandara LIA dua hari setelah penangkapan IR. Tersangka ZW juga berangkat dari Batam dengan membawa 58 gram sabu dalam duburnya. Kalau tersangka IR menjalankan misi pengantaran ke Lombok Timur, tersangka ZW ke Lombok Tengah. “Yang mengendalikan napi dari dalam Lapas. Tapi mereka ini beda jaringan,” pungkas Denny. (why)
(Suara NTB/ist_BNNP NTB)
BUKA SABU - Tersangka MR (kiri) dalam keadaan terborgol membuka bungkusan sabu usai ditangkap di Jalan Bypass BIL, Batujai, Praya, Lombok Tengah.
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
SUARA PULAU LOMBOK
Pilkada Loteng
PBB Uji Visi Misi Tujuh Bakal Calon Kepala Daerah Praya (Suara NTB) Sebanyak tujuh kandidat calon kepala daerah yang telah mendaftar pada seleksi calon kepala daerah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) di Partai Bulan Bintang (PBB), Sabtu (14/3), menjalani uji visi dan misi. Tahapan tersebut merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan para kandidat jika ingin diusung oleh PBB di Pilkada Loteng mendatang. Ketua Tim Desk Pillkada DPC PBB Loteng, H. Fahrurrozi, kepada Suara NTB, mengungkapkan, ada delapan kandidat calon kepala daerah yang mendaftar di PBB Loteng. Namun satu pendaftar Ahmad Ziadi, S.IP., yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Loteng, tidak datang menyampaikan visi misi, sehingga total hanya tujuh kandidat saja yang hadir. Bakal calon kepala daerah yang hadir adalah Ir. H. Dwi Sugiyanto, M.M., Drs. H.L. Normal Suzana dan H.L. Putria. Kemudian H.L. Suryade, H. Masrun, S.H., Habib Ziadi Thohir serta kader PBB, H.L. Arif Rahman Hakim, S.E. “Tahapan uji visi misi ini dilakukan untuk mengukur sebagaimana jauh pemahaman para kandidat kepala daerah terkait Loteng. Serta seperti apa gambaran program untuk memajukan Loteng ke depan,” terangnya. Untuk menguji visi dan misi kandidat calon kepala daerah, pihaknya juga melibatkan beberapa panelis. Panelis ini bisa memberikan tambahan sarana soal siapa kandidat calon kepala daerah yang potensial untuk didukung PBB di Pilkada Loteng mendatang, sehingga hasil seleksi nanti tidak melulu hasil kajian tim desk saja. Tetapi ada juga buah pemikiran dari tim panelis yang sudah ditunjuk. Dari hasil uji visi misi tersebut, lanjut Fahrurrozi, Tim Desk DPC PBB Loteng kemudian akan menggelar pleno bersamasama dengan DPW untuk menentukan tiga besar nama calon kepala daerah yang akan diusulkan ke DPP PBB. Dan, sebisa mungkin tiga besar nama kandidat calon kepala daerah yang akan diusulkan ke DPP tersebut sudah memiliki pasangan. “Memang sampai proses uji visi misi ini masih sendiri-sendiri. Tapi nanti begitu diusulkan ke DPP, kita harapkan tiga besar yang diusulkan tersebut sudah punya pasangan. Sehingga bisa lebih mempermudah proses kajian oleh tim di DPP,” ujarnya. Disinggung peluang bagi kandidat yang tidak ikut uji visi misi, Fahrurrozi enggan menjawab. Namun yang jelas, tahapan uji visi misi merupakan tahapan yang harus dilalui oleh kandidat calon kepala daerah kalau mau mendapat dukungan dari PBB Loteng di Pilkada Loteng mendatang. “Saya tidak mengatakan yang tidak ikut uji visi misi akan dicoret. Tapi harus dipahami, uji visi misi merupakan tahapan seleksi yang harus dilalui oleh kandidat calon kepala daerah,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Loteng ini. Soal partai politik mitra koalisi PBB di Pilkada Loteng, ia menegaskan sampai sejauh ini masih terus berkomunikasi dengan hampir semua parpol. Seleksi kandidat calon kepala daerah yang dilakukan oleh PBB ini juga bagian dari proses penjajakan koalisi parpol. Karena bisa saja, melalui kandidat kepala daerah yang akan diusung itu nantinya koalisi parpol terbentuk. (kir)
Halaman 4
Gubernur Ingatkan Kepala Sekolah Tidak Terlibat Politik Tanjung (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., hadir membuka rapat koordinasi kepala sekolah SMA/SMK se Pulau Lombok, di kawasan wisata Taman Gajah Lombok Utara, Sabtu (14/3). Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan para Kasek SMA/SMK/MA agar tidak berpolitik. “Pendidikan kita itu tugasnya mencetak sumber daya manusia. Oleh karena itu, permintaan saya satu, pengalaman buat kepala-kepala sekolah, pertama jangan berpolitik,” ujar gubernur mengingatkan. Pesan itu disampaikan gubernur mengingat 7 daerah di NTB sedang dalam euforia pemilihan bupati dan walikota. Bagi gubernur, kepala sekolah dan guru harus tetap netral, bertindak sebagai pengajar dan tidak terjebak kepentingan politik bakal calon. “Jangan jadi tim sukses. Kalau menang kandidat kita,
tapi kalau kalah, repot. Ini yang penting, jadi profesional saja,” sambungnya. Melalui instruksi lisan, Zulkieflimansyah menyerukan para kepala sekolah mengembalikan tugas pokok dan fungsinya sebagai figur yang digugu (ucapan diyakini sebagai kebenaran), ditiru dan dijadikan rujukan oleh masyarakat. “Tapi jangan juga jadi anti pada politik. Kalau Anda anti pada orang-orang politik itu keniscayaan karena proses politik kepemimpinan melalui proses politik,” sebutnya. Ia meyakini, para kepala
sekolah mempunyai kapasitas untuk membedakan waktu dan tempat untuk tidak terlibat dalam kepentingan politik tim sukses atau bakal calon. Anti politik juga tidak harus diterjemahkan sebagai sikap yang alergi dalam menilai dan membandingkan visi misi dan program bakal calon. “Jadi pesan saya Pak Kadis, jangan berpolitik apalagi mendukung salah satu kandidat. Profesional saja. Kalau ada parpol yang datang bertamu, sambut dengan kehangatan sebagai saudara kita,” pungkasnya. (ari)
(Suara NTB/ist)
RAPAT KOORDINASI - Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menghadiri rapat koordinasi kepala sekolah SMA/SMK se Pulau Lombok, di kawasan wisata Taman Gajah Lombok Utara, Sabtu (14/3).
Dikpora KLU Bahas Kebijakan Hari Libur SD/SMP Tanjung (Suara NTB) Usai Pemprov NTB menerapkan kebijakan hari libur siswa selama dua pekan ke depan untuk mengantisipasi penyebaran virus cobid-19, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) juga akan mengambil tindakan. Hanya saja, kebijakan KLU mundur, karena Dinas Dikpora baru akan mengelar rapat pada Senin (16/3) - hari ini. Sekretaris Dinas Dikpora KLU, Putradi, S.Sos., kepada Suara NTB, Minggu (16/3) mengungkapkan, Dikpora belum mengeluarkan kebijakan terkait antisipasi pencegahan virus Corona di kalangan anak sekolah. Menurut dia, kebijakan akan diambil langsung oleh kepala dinas. “Besok (hari ini) kami akan kumpul bahas, karena untuk hari ini saya juga belum ketemu kadis,” ujar Putradi. Ia meyakinkan akan ada langkah strategis yang diambil oleh Dinas Dikpora KLU. Meski bentuk kebijakannya belum dapat dijabarkan secara pasti. Bukan tidak mungkin menurut sekretaris dinas, murid SD/MI, SMP/MTs serta PAUD/TK akan diliburkan seperti kebijakan provinsi. Begitu pula siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional, mereka dimungkinkan tetap masuk dengan pengawasan ketat. “Yang jelas akan kita rembugkan besok pagi. Hasil pertemuan Pak Gubernur dengan BPBD Provinsi sudah kita terima via WA.” “Untuk siswa UN, bisa saja tetap masuk. Tapi kita harus rembug dulu,” imbuhnya. (ari)
(Suara NTB/yon)
BANJIR - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jerowaru, Sabtu pekan lalu.
Banjir Landa Jerowaru Selong (Suara NTB) Banjir yang terjadi di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim), Sabtu (14/3) akhir pekan lalu diklaim tidak memiliki dampak yang cukup signifikan. Pasalnya, masyarakat yang terendam banjir kembali beraktivitas sebagaimana mestinya lantaran tidak ada kerusakan maupun proses pengungsian, meskipun satu rumah warga mengalami kerusakan. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dikes KLU Bingung
Kebijakan Biaya Penderita Corona Belum Pasti Tanjung (Suara NTB) harus memetakan dan mengDinas Kesehatan (Dikes) atur arus keluar masuk penKabupaten Lombok Utara gunjung agar tidak parsial dan (KLU) sudah menjalankan menyebar. Keberadaan para observasi (scanner) bagi petugas yang mengawal juga pengunjung yang keluar harus disiapkan. Sebab sudah masuk KLU, khususnya tiga sejak oberservasi, ia melihat Gili. Observasi itu telah ber- amunisi dan sumber daya jalan 14 hari melalui posko habis terbagi. di Pelabuhan Bangsal, Pe“Di Bangsal kita jadwalmenang KLU. kan tiap hari, di Puskesmas Kepala Dikes KLU, dr. H. sampai hari minggu juga Lalu Bahrudin, kepada tetap standby dibantu oleh Suara NTB, Minggu (15/3) KKP. Kita akui personel mengungkapkan pihaknya kurang,” tegasnya. sudah melakukan pencegaBahrudin ikut menyoroti behan dengan deteksi dini berapa event besar yang akan penyebaran penderita virus diselenggarakan di KLU. ConCorona di KLU. Masya- tohnya event motor cross yang rakat KLU yang kembali mana pesertanya berasal dari dari profesi sebagai TKI luar dalam dan luar negeri dan mahasiswa luar daerah, seperdaerah, khususnya Kuti dari Bandpang, diobservasi. ung dan “Cuma yang jadi Bali. Daerkelemahan kita, untuk ah-daerah pengunjung yang maasal pesersuk. Kita belum tahu ta dikettitik-titik angkutan ahui terpakarena di KLU ini banypar, sehingak pelabuhan (tikus) tiga penting tik penjemputan,” ujar Bahrudin. Mantan Direktur R S U D KLU ini menyatakan, Dishub KLU H. Lalu Bahrudin
dilakukan observasi. “Kebijakan Pemda bagaimana? Saya khawatir masyarakat gelisah. Kalau banyak peserta datang dan dicap tidak bahaya tapi ternyata menyebar, ‘kan kita yang repot belakangan,” sebutnya. Dikes dalam hal ini mendorong pemegang kebijakan untuk mengambil langkah taktis dan antisipatif. Pasalnya Dikes KLU sejauh ini bingung dan belum mengetahui bentuk pembiayaan yang diberikan oleh daerah bagi penderita virus Corona. Umumnya di daerah lain, penderita virus ini dibebaskan dari segala macam biaya, namun kesiapan anggaran KLU belum tergambar. “Termasuk perjalanan dinas, pertemuan-pertemmuan disarankan harus hentikan. Hanya kita di KLU belum action, apalagi kita daerah wisata,” sebutnya. “Masyarakat dengan gejala batuk pilek harus dicurigai. Jalan pertama isolasi dulu, kalau tidak isolasi akan menjalar. Dan untuk biaya kita belum ada, itu kebijakan langsung Pak Bupati. Dan memang harus digratiskan,” pungkasnya. (ari) (Suara NTB/dok)
(BPBD) Lotim, Lalu Rusnan, pada hari Minggu (15/3), aktivitas warga tidak terganggu dan sudah normal. Termasuk tidak ada kebutuhan yang mendesak kecuali upaya mitigasi struktural yang akan diusulkan anggarannya melalui dana bantuan tidak terduga. Dijelaskannya, penyebab banjir di wilayah Kecamatan Jerowaru dikarenakan debit air cukup besar yang tidak mampu ditampung oleh irigasi, sehingga masuk ke pemukiman warga serta meluber di jalan raya. Namun kondisi berdampak pada kerusakan
fasilitas umum di SDN Sukaraja sepanjang 50 meter mengalami kerusakan. Sementara meskipun pemukiman warga terendam, jumlah rumah yang mengalami kerusakan hanya satu unit dengan kondisi rusak berat di Dusun Lingkok Lauk Desa Wakan. Terdapat empat desa yang terendam, di antaranya Desa Sukaraja, Sukadamai, Wakan dan Sukadamai. Awal terjadi banjir bandang ini dikarenakan hujan deras yang tejadi sejak Jumat malam membuat sungai Rungkang di Desa Sukadamai meluap. Selain
merendam rumah warga, juga merendam puluhan hektar areal persawahan masyarakat. Sementara untuk di Desa Pandanwangi, air meluap hingga ke badan jalan. Petugas dari BPBD pun sempat membentang tali sebagai alat penyeberang bagi masyarakat. “Alhamdulillah saat ini kondisi air sudah surut dan aktivitas masyarakat kembali normal,”terangnya. Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, yang langsung terjun ke lokasi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspadai terhadap
kemungkinan terjadinya banjir susulan terutama kembali terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Di samping itu, pihaknya mengerahkan petugas sebagai langkah antisipasi. Sekda mengatakan dalam jangka menengah dan panjang perlu dilakukan normalisasi terhadap sejumlah sungai di wilayah selatan, seperti Sungai Ganti dan Pelapak. Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Langkah ini penting supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi. (yon)
Duta Lingkungan NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Alam Selong (Suara NTB) Bencana alam berupa banjir bandang dan persoalan lingkungan lainnya yang kerap terjadi belakangan ini merupakan salah satu bukti nyata kerusakan alam atau lingkungan. Untuk mencegah kerusakan yang semakin mengkhawatirkan, perlu ada gerakan pelestarian alam dari masyarakat. Terkait kondisi alam yang sudah rusak ini, Duta Lingkungan NTB, Baiq Yolanda Apriliana, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Ir. H. Marhaban dan Kepala Bidang Pertamanan dan RTH Lotim, Indar Jaya Kusuma, SIP, melakukan penghijauan dengan menanam pohon Tabebuya sejenis tanaman yang berasal dari negara Brazil dan termasuk jenis pohon besar. Tanaman ini seringkali diibaratkan sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang. Hal tersebut dikarenakan apabila berbunga bentuknya mirip bunga Sakura. Penanaman pohon tersebut dilakukan di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro Lotim. Diharapkan kehadiran pohon ini dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan dan masyarakat serta pertumbuhan pohon tersebut dapat dijaga sehingga ke depan kondisi lingkungan hijau, indah, dan sejuk. “Jumlah pohon yang kita tanam sebanyak 300 batang pohon. Adanya pohon ini diharapkan ke depan terciptan-
ya lingkungan yang sejuk, indah, dan asri,” terang Baiq Yolanda kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Baiq Yolanda yang juga mahasiswa Fakultas Tarbiyah semester 6 di Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor ini menyebutkan jika kondisi lingkungan di NTB saat ini cukup memperihatinkan. Bahkan dampak kerusakan cukup nyata seperti terjadinya banjir bandang yang disebabkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan serta penebangan pohon secara liar. Untuk itu, ke depan ia berharap dapat bersinergi dengan pemerintah untuk melestarikan dan memelihara lingkungan NTB yang didasari pada kesadaran masyarakat. Menurut Baiq Yolanda, persoalan lingkungan paling sederhana dari diri sendiri dengan menitikberatkan pada penghijauan ataupun reboisasi. “Kita memilih tanaman Tabebuya karena tanaman ini indah, daunnya cantik mirip bunga Sakura,” terang gadis kelahiran Sakra, 8 April 1998 ini. Baiq Yolanda merupakan buah hati dari pasangan Lalu Muhammad Azwan Hamdi dan Baiq Nurul Hidayati. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Disebutkannya bahwa dirinya terpilih sebagai Duta Lingkungan NTB melalui jalur prestasi dan akan mengikuti Grand Final Duta Lingkungan Indonesia pada bulan Juli mendatang di Makassar. (yon)
(Suara NTB/ist)
TANAM POHON - Duta Lingkungan NTB, Baiq Yolanda Apriliani menanam pohon bersama DLHK Lotim di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro Lotim, akhir pekan kemarin.
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
Halaman 5
Loteng Tetapkan Status Siaga Corona
Lobar Tutup Sementara Tempat Wisata dan Sekolah Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah menetapkan status siaga penyebaran virus Corona, pascapenetapan status siaga virus Corona oleh Pemerintah Provinsi NTB. Hal ini juga berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di Loteng dan akan diliburkan. Sementara di Lombok Barat (Lobar), Pemkab Lobar akan menutup tempat wisata dan sekolah. Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (15/3), mengaku, dalam membahas dampak Corona ini, pihak pemda perlu membahas dengan semua pihak terkait penetapan status tersebut supaya ada satu kesepahaman dan kesamaan persepsi dalam menghadapi situasi yang terjadi sekarang ini. “Seperti apa teknisnya, akan kita bahas bersama,” tegas Suhaili. Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd., secara terpisah. Dikatakannya, pada prinsipnya pihaknya siap mengikuti semua prosedur tetap (protap) yang di-
jalankan oleh pemerintah daerah terkait penetapan status siaga virus Corona, termasuk jika harus meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. “Jika memang sudah ada keputusan dari pemerintah daerah kita menyesuaikan langsung. Termasuk jika memang harus meliburkan sekolah mulai besok (hari ini, red),” jelasnya. Berapa lama sekolah akan diliburkan? Sumum mengaku belum bisa memastikan. Semua tergantung prosedur pengamanan yang akan diambil oleh pemerintah daerah, karena pihaknya dalam hal ini hanya menjalankan kebijakan
pemerintah daerah saja. Sementara di Lombok Barat (Lobar) Pemkab Lobar menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Lobar di Gerung, Minggu (15/3). Hadir pada rakor tersebut Bupati Lobar H. Fauzan Khalid beserta seluruh unsur pimpinan Forkopimda, General Manager Pelindo III, ASDP, Kantor Imigrasi, seluruh Kepala Puskesmas, Dirut RSUD, dan para camat. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam arahannya mengungkapkan, Lobar akan
segera membentuk satuan tugas (satgas) untuk penanganan virus Corona (Covid-19). Satgas tersebut bertugas untuk mengkoordinasi, mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penularan virus Corona di wilayah Lobar. “Walau pun di Lombok Barat belum ada yang terkena virus tersebut, namun antisipasi harus dilakukan dengan membuat satgas Corona dan membuat call center,” ungkapnya saat memberikan arahan. Selain membuat Satgas Corona, bupati juga meminta seluruh puskesmas dan kepala desa melakukan sosialisasi. Tidak hanya itu, seluruh hotel di Lobar juga menyiapkan alat detektor suhu manusia dan hand sanitizer. Terkait dengan pelabuhan, bupati juga meminta agar pihak ASDP lebih ketat dalam mengecek suhu tubuh para penumpang. “Nanti kita min-
ta Dinas Kesehatan membantu personel,” terang Fauzan. Selain pelabuhan, Fauzan juga menutup sementara akses pintupintu masuk ke gili-gili yang ada di Sekotong untuk tamu-tamu dari luar yang menggunakan kapal atau yacht. Demikian pula halnya dengan pusat-pusat rekreasi, seperti Taman Narmada agar ditutup sementara. “Supaya kita bisa lebih preventif melakukan pencegahan penyebaran,” papar Fauzan. Untuk masjid-masjid, pihaknya meminta semua masjid agar tidak menggunakan karpet, melakukan pembersihan, dan jamaah diminta membawa sajadah sendiri. Menindak lanjuti perkembangan beberapa daerah untuk sektor pendidikan, Fauzan meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar meliburkan sekolah per hari Rabu tanggal 18 Maret, kecuali yang sedang melakukan ujian.
(Suara NTB/ist)
RAPAT - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid memimpin rapat Forkopimda, Minggu (15/3). “Kita masih menunggu edaran resmi dari Pemerintah Provinsi. Kita akan tindak lanjuti. Kita minta semua perjalanan keluar daerah juga ditunda sampai
waktu yang tidak kita tentukan. Untuk kegiatan perkantoran, kita masih tunggu seperti apa perkembangan berikutnya,” terang Fauzan. (kir/her)
Intensitas Hujan Naik
Ancaman Banjir dan Longsor Meningkat (Suara NTB/kir)
SIDANG - Sidang musyawarah penyelesaian sengketa pilkada bakal pasangan calon perseorangan, Sabtu (14/3).
Gugatan Dikabulkan Bawaslu
Dua Bakal Pasangan Calon Perseorangan Belum Aman Praya (Suara NTB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah (Loteng) memutuskan mengabulkan gugatan untuk sebagian dari pihak penggugat, dalam sengketa tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng antara dua bakal pasangan calon perseorangan dengan KPU Loteng. Putusan disampaikan Bawaslu Loteng, pada sidang musyawarah penyelesaian sengketa tahapan pilkada yang dihadiri kedua belah pihak, bertempat di eks gedung kantor Bupati Loteng, Sabtu (14/3). Meski gugatan dikabulkan untuk sebagian, tidak lantas membuat kedua bakal pasangan calon perseorangan aman. Kedua bakal pasangan calon perseorangan masih bisa tereliminasi dari proses pencalonan di Pilkada Loteng tahun 2020 ini, jika syarat dukungan yang disampaikan ke KPU Loteng tidak memenuhi syarat dukungan minimal secara administrasi pada tahap verifikasi administrasi yang dilakukan oleh KPU Loteng nantinya. “Inti putusan Bawaslu Loteng ialah membatalkan Berita Acara (BA) hasil pengecekan yang dilakukan KPU Loteng atas berkas syarat dukungan dua bakal pasangan calon perseorangan. Dan, memerintahkan KPU Loteng menyatakan menerima syarat minimal dan persebaran dukungan kedua bakal calon perseorangan tersebut,” terang anggota Bawaslu Loteng, Baiq Husnawaty, kepada Suara NTB, Minggu (15/3). Di mana pasangan Ir. H. L. Moh. Amin, M.M – TGH. Farhan menyerahkan dukungan sebanyak 65.936 dukungan. Sedangkan pasangan Drs. H.L. Saswadi, M.M., - H. Dahrun, menyerahkan 59.231 dukungan. “Syarat dukungan itulah yang nantinya akan diverifikasi oleh KPU Loteng pada tahap verifikasi administrasi,” jelasnya. Dalam tahap verifikasi administrasi tersebut, KPU Loteng akan mengecek kegandaan dukungan, penggunaan KTP non elektronik serta apakah surat dukungan ditandatangani oleh pemilik dukungan atau tidak dan lain-lain. Kalau di tahapan verifikasi administrasi syarat dukungan memenuhi ambang batas syarat minimal dukungan, barulah kemudian akan dilanjutkan ke tahap verifikasi faktual. Tapi kalau syarat dukungan kurang dari syarat dukungan minimal, maka bakal pasangan calon ini dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai pasangan calon kepala daerah dan tidak diperkenankan untuk menambah syarat dukungan. Karena penambahan syarat dukungan dimungkinkan pada tahap verifikasi faktual. “Jadi putusan Bawaslu Loteng hanya membatalkan putusan KPU Loteng soal hasil pengecekan syarat dukungan. Bukan meloloskan bakal pasangan calon perseorangan sebagai pasangan calon kepala daerah di Pilkada Loteng mendatang,” ujar Husnawaty. Pasalnya, untuk bisa dinyatakan lolos sebagai pasangan calon kepala daerah, syarat dukungan bakal pasangan calon kepala daerah perseorangan harus lolos tahap verifikasi administrasi serta verifikasi faktual. Terpisah, Komisioner KPU Loteng, Zaeroni, S.H., menegaskan sesuai regulasi yang ada pihaknya siap menjalankan keputusan Bawaslu Loteng. Di mana nantinya, syarat dukungan bakal pasangan calon kepala daerah perseorangan akan diverifikasi kelengkapan administrasinya. Hanya saja, putusan ini baru bisa dilaksanakan kalau pihaknya sudah menerima salinan putusan dari Bawaslu Loteng. (kir)
Praya (Suara NTB) Potensi ancaman bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) meningkat menyusul naiknya intensitas hujan di wilayah ini dalam sepekan terakhir. Bahkan, beberapa wilayah yang selama ini jadi langganan banjir mulai dilanda banjir. Meski belum sampai taraf mengkhawatirkan. Pantauan Suara NTB di dua wilayah Kecamatan Pujut yakni di Desa Kidang dan Bangket Parak bersama tim BPBD Loteng, Sabtu (14/3), menunjukkan dua dusun langganan banjir, yakni Dusun Peras Desa Kidang dan Pasung Desa Bangket Parak mulai dilanda banjir dengan ketinggian air hingga selutut orang dewasa. Namun menurut warga, banjir masih terlalu parah. Jika dibandingkan dengan banjir sebelum-sebelumnya. “Banjir paling parah itu terjadi di tahun 2015 lalu. Saat ini, warga sampai harus mengungsi,” aku Kumal, warga Dusun Peras. Tapi banjir yang sekarang ini masih bisa katakan normal, karena wilayah Peras dan sekitarnya merupakan daerah
(Suara NTB/kir)
PUTUS - Jembatan ruas jalan Kuta – Awang putus akibat cuaca buruk di Loteng. langganan banjir. Warga pun ga ke perkampungan. “Me- langsung melakukan pendroptidak ada yang sampai harus mang kalau musim-musim ingan bantuan jika memang mengungsi ke lokasi yang leb- sekarang ini, memang musim- dibutuhkan. Tetapi untuk saat nya banjir,” tambahnya. ih tinggi. ini, kondisi banjir belum terTerpisah, Sekretaris BPBD lalu parah. Banjir terjadi dikarenakan naiknya intensitas hujan sejak Loteng, Sabardi Alam, mengaIa menjelaskan, dari penbeberapa hari terakhir. Di takan pihaknya sampai saat dataan sementara total ada waktu yang bersamaan, air ini masih terus memantau sekitar ratusan rumah yang langsung tengah pasang. Air wilayah-wilayah yang terdam- terdampak banjir, baik itu yang ada di sungai meluas hing- pak banjir. Untuk kemudian yang ada di Dusun Pasung
Polisi Sosialisasikan Pencegahan Dini Virus Corona di Kuripan Giri Menang (Suara NTB) Semua pihak melakukan upaya pencegahan dini terhadap penyebaran wabah virus Corona yang sudah menjangkiti masuk di Indonesia. Sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap virus, Minggu (15/ 3) tim dari aparat Sub Sektor Kuripan, TNI bekerjasama dengan pemerintah desa dan OPD turun melakukan sosialisasi penanganan virus Corona ke masyarakat. Sasarannya, para pedagang di pasar dan warga pengguna jalan. Dalam sosialisasi ini, warga diberitahu tentang virus Corona, gejala terkena virus Corona dan cara mencegahnya. Gejala terkena virus ini, korban akan mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan dan susah napas. Warga diimbau, kalau menemukan atau mendalami gejala ini segera berobat ke rumah sakit. Kepala Subsektor Kuripan Ipda Agus Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kepedulian Polri dalam mencegah penyebaran virus Corona. Kegiatan ini juga merupakan instruksi dari Mabes Polri agar dilakukan di seluruh Indonesia bukan hanya di Lobar. “Kami mengajak Instansi terkait, bersamasama memberi edukasi kepa-
(Suara NTB/her)
SOSIALISASI - Pedagang di Pasar Kuripan disosialisasikan cara penanganan virus Corona.Warga juga melakukan gotong royong membersihkan sampah di sekitar daerah setempat. da masyarakat tentang virus Corona. Utamanya bagaimana mencegahnya,” jelas dia. Langkah ini untuk mencegah adanya kepanikan berlebihan dari warga, sehingga melakukan tindakan yang merugikan, seperti menimbun sembako yang timbul akibat virus dan berujung pada gangguan keamanan. Rencananya kegiatan sosialisasi ini akan menyasar desa-desa lain. Kepala Desa Kuripan Hasbi sangat berterima kasih atas ditunjuknya Desa Kuripan sebagai lokasi sosialisasi penan-
ganan virus Corona. Pihaknya pun sudah melakukan upaya pencegahan melalui penggalakan hidup bersih dan sehat. “Kami galakkan gotong royong,” jelas dia. Sementara itu, Kasi Survailans pada Dikes Lobar, I Made Santiana mengatakan melalui sosialisasi ini masyarakat bisa mengetahui tentang gejala dan penanganan serta pencegahan virus Corona. Pihaknya juga mengimbau masyarakat jangan panik. “Kami utamakan bagaimana gejala dan mencegahnya,” imbuhnya. (her)
maupun Dusun Peras. Laporan terakhir, banjir juga melanda sejumlah dusun di Desa Pengembur Kecamatan Pujut. Selain banjir, tingginya intensitas hujan di Loteng dalam sepekan terakhir juga menyebabkan ruas jalan kabupaten di Desa Tumpak putus. Karena badannya jalannya longsor diterjang air. Termasuk jembatan di ruas jalan Kuta – Awang yang ada di perbatasan Desa Kuta dengan Desa Sukadana. Itu juga dikarenakan meningkatnya intensitas hujan. “Jadi ancaman bencana sekarang itu berupa banjir dan tanah longsor,” terangnya. Untuk itu, masyarakat diharapkan waspada akan ancaman bencana tersebut. Terutama bagi warga yang ada di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan banjir serta masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan. Karena yang namanya bencana tidak bisa diprediksi dan yang bisa dilakukan hanya waspada saja. “Sekiranya kalau ada ancaman bencana sebaiknya mencari lokasi yang akan sementara dulu. Sembari menunggu kondisi cuaca membaik,” harapnya. (kir)
Bangun Mako Brimob
Lima Hektar Aset Daerah akan Dihibahkan Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) berencana menghibahkan lima hektar aset berupa tanah untuk pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob. Lahan yang akan dihibahkan di Desa Gapuk Kecamatan Gerung. Lahan ini merupakan bekas lokasi yang sebelumnya akan dibangun perumahan Pegawai Pemda Lobar. Namun rencana pembangunan itu batal dan kini permasalahan tersebut tengah bersengketa dengan pihak ketiga. Kabid Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan (P3) pada BPKAD Lobar, L. Gde Ramadhan Ayub mengatakan, permintaan dari pihak Brimob ke Pemda Lobar untuk lokasi pembangunan Mako Brimob seluas 5 hektar. Karena satu-satunya daerah yang belum memiliki Mako Brimob adalah Lobar, sementara, Lotim,KLU, dan Loteng serta Mataram sudah ada. Permohonan dari pihak Brimob sekitar tahun 2019, selanjutnya diproses Pemda.
Tinggal kata dia menunggu persetujuan DPRD. “Permintaannya lima hektar tapi kan belum persetujuan DPRD. Masih dikaji,” jelas Ayub akhir pekan kemarin. Pihaknya akan meminta rencana pengembangan Mako tersebut ke depannya. Sebab informasinya mereka butuh untuk lapangan tembak sebagai salah satu proses hibah tanah itu, Tim BPKAD bersama DPRD turun melakukan cek fisik ke lokasi. Yang menjadi lokasi untuk dihibahkan jelas dia, aset di Desa Gapuk. Lahan di lokasi ini satu- satunya yang ngompleks dan luas. Sedangkan di lokasi lain tersebar. Lokasi ini dulunya ingin dibangun perumahan untuk ASN. Hanya saja batal, bahkan tengah berproses sengketa terkait. Apakah nanti tidak terkendala sengketa tersebut, Menurutnya tidak. Sebab yang disengketakan adalah terkait wanprestasi Pemda menyangkut kerjasama bukan objek tanahnya. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Banyak sekolah di Lombok Barat (Lobar) tak bersertifikat. Kondisi ini pun menjadi sorotan, lantaran sekolah ini rawan digugat akibat belum memiliki bukti kepemilikan yang kuat. Pemda pun didorong lebih meningkatkan upaya sertifikasi aset khususnya sekolah. Upaya Pemda melakukan sertifikasi aset sejauh ini diapresiasi, lantaran telah mampu mensertifikatkan ratusan persil aset daerah. “Banyak L. Gde Ramadhan Ayub (hampir
50 persen sekolah di Lobar belum bersertifikat, ini rawan bersengketa, sehingga harus segera disertifikatkan,” pesan Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha akhir pekan kemarin. Disebutkan dari ratusan sekolah, baik SD maupun SMP 50 persennya belum bersertifikat. Kondisi ini begitu miris, karena separuh sekolah ini belum memiliki bukti kepemilikan yang kuat. Ia berharap agar Pemda dalam hal ini Dinas Dikbud, BPKAD dan Bagian Hukum Setda Lobar segera membentuk tim. Sebab ini bicara adalah sekolah, tempat pelayanan pendidikan. Gugatan ini, jelas dia menam-
bahkan pekerjaan pemda. Kalau ada dalam neraca, maka harus dicari kelengkapan bukti kepemilikan yang lain. Semua proses kepemilikan lahan, seperti proses hibah lahan ini harus ditindaklanjuti dengan surat menyurat. Berbagai kasus aset yang muncul saat ini, karena proses administrasi aset belum tuntas, sehingga terjadilah kasus seperti kasus beberapa sekolah yang tengah berlangsung. Pemda, kata dia, harus melakukan sertifikasi aset yang belum bersertifikat. Sejauh ini ia mengapresiasi Pemda yang telah berhasil mensertifikasi 200 persil lebih aset daerah. “Kami apresia-
si keberhasilan Pemda mensertifikasi aset, ke depan harus terus ditingkatkan,” jelas dia. Pihak DPRD, ujarnya, berencana membentuk pansus aset. Rencana ini tengah berproses, apakah disetujui oleh anggota. Menurutnya pansus ini penting untuk menyelamatkan secara keseluruhan asetaset Lobar. Sementara itu, Kabid Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan (P3) pada BPKAD Lobar, L. Gde Ramadhan Ayub mengatakan, dari datanya lahan sekolah yang sudah bersertifikat. Untuk mensertifikatkan lahan sekolah ini, pemda melakukan
melalui program PTSL kerjasama dengan BPN. Selain itu ada juga melalui reguler dianggarkan melalui APBD. “Memang masih banyak yang belum bersertifikat,” jelas dia. Ia menambahkan kendala sertifikasi terkait nomenklatur sekolah yang berubahubah. Seperti di sekolah Lembar, SDN 2 Lembar tenyata sudah bersertifikat, namun atas nama SDN 6 Jakem. Pihaknya menargetkan sertifikasi lahan ini selesai 2024. Hal ini sesuai dengan arahan KPK bekerjasama dengan BPN. (her)
Hj. Nurul Adha
(Suara NTB/her)
(Suara NTB/her)
Banyak Lahan Sekolah Tak Bersertifikat Jadi Sorotan
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
Halaman 6
Dikbud Sumbawa dan KSB Segera Putuskan Soal Libur Sekolah Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, rencananya menggelar rapat dengan mengundang Korwil, Korwas, Dewan Pendidikan, Senin (16/3). Rapat digelar untuk memutuskan apakah sekolah akan diliburkan atau tidak terkait Corona. “Besok (Senin,red) kita rapatkan. Tidak bisa saya sepihak memutuskan. Hasil rapat nanti akan saya sampaikan ke Bapak Bupati. Sebab ada hal hal yang mesti dipertimbangkan. Seperti dalam beberapa minggu kedepan ini, akan ada agenda penting (Ujian Nasional untuk Kelas VI dan Kelas IX). Ini perlu kita bicarakan juga,” terang Kadis Dikbud, H. Sahril S.Pd, M.Pd, saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (15/3). Tidak kalah penting juga, lanjut H. Syahril, jangan sampai sekolah diliburkan, justru akan membuat orang tua dan siswa semakin panik dan resah. Jadi, tidak bisa keputusan diambil tanpa pedoman yang jelas. Jangan sampai malah meresahkan. Kalaupun sekolah diliburkan, caranya juga harus dengan mengedukasi. Diberikan penjelasan lebih dulu kepada orang tua dan siswa kenapa sekolah mesti diliburkan. “Kalaupun diliburkan, harus dengan edukasi dan caranya mendidik. Jangan malah menimbulkan kepanikan,” pungkasnya. Belum Libur Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Dik-
bud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sejauh ini belum mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona. “Belum ya. Besok (senin) anak-anak tetap masuk sekolah seperti hari biasa,” kata Kepala Dinas Dikbud KSB, Drs. H. Mukhlis, M.Si kepada Suara NTB, Minggu (15/3). Ia mengaku, pihaknya sejauh ini belum mengetahui adanya kebijakan Dinas Dikbud NTB yang terhitung, Senin 16 hingga 28 Maret mendatang meliburkan siswa sekolah SMA/SMK Sederajat dan SLB se-NTB. Termasuk juga hasil koordinasi Pemda KSB dengan Pemrprov NTB yang digelar hari ini. Namun demikian, jika nantinya diperlukan langkahlangkah yang sama diterapkan pula bagi sekolah-sekolah di KSB. Mukhlis menyatakan, pihaknya terlebih dahulu akan mengkaji dan meminta pertimbangan kepala daerah dalam hal ini bupati. “Besok saya akan koordinasi dengan pak Sekda untuk membicarakan kondisi terkini. Dan tentu kita juga butuh
pertimbangan dan kebjjakan bupati apa diperlukan meliburkan sekolah sementara waktu,” timpalnya singkat. Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Dikbud NTB KSB, Hamdon, S.Pd., M.Pd yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan seluruh instruksi dinas perihal pencegahan virus corona di sekolah. “Kami sudah sampaikan ke sekolah bahwa untuk kelas X dan XI SMA/SMK dan sekolah SLB diliburkan,” terangnya. Ia mengatakan, pada awalnya khusus bagi siswa SMA kelas X dan XI serta siswa SLB tidak mendapatkan libur. Meski bagi siswa SMA kelas XII terhitung esok hari menggelar ujian sekolah (US). Namun dengan hadirnya surat terbaru Dinas Dikbud tertanggal 15 April, pihaknya langsung menginstruksikan ke sekolahsekolah agar meliburkan siswanya. “Kalau yang SMK kelas satu dan duanya memang libur, karena SMK besok agendanya UNBK,” urainya. Lanjutnya, ia menyampaikan, dalam surat Dinas Dikbud NTB sekolah tidak saja diliburkan. Khusus bagi siswa
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
H. Sahril
H. Mukhlis
Hamdon
Fud Syaifuddin
SMK yang saat ini tengah menjalani kegiatan PKL (praktik kerja lapangan) oleh sekolah agar ditarik semuanya. “Ini juga sudah saya sampaikan ke sekolah. Mudah-mudahan besok paling telat sekolah sudah menarik siswanya yang sedang ikut PKL,” harapnya. Selanjutnya ia menambahkan, dalam upaya pencegahan virus corona di sekolah Dinas Dikbud NTB juga memberi antensi penganmanan dalam pelaksanan UNBK yang digelar sekolah SMK mulai hari ini. Salah satu penekanan dinas yakni sterilisasi ruang ujian baik sebelum, maupun setelah kegiatan ujian. “Kami sudah
perintahkan sekolah mengikuti instruksi dinas itu. Misalnya menyediakan desinfektan untuk sterilisasi peralatan ujian dan lain-lainnya,” tukas Hamdon. Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin kepada Suara NTB melalui sambungan telepon,” Minggu (15/3) menjelaskan, Pemerintah KSB, tidak akan meliburkan para siswanya mulai dari jenjang SD sampai dengan SMP terkait dampak dari virus covid-19. Fud meyakini, KSB masih aman dan belum ditemukan adanya masyarakat yang terpapar virus itu. Kendati demikian, Pemkab mengaku sudah menyiapkan langkah
antisipasi untuk menekan terjadinya penyebaran covid-19 di wilayah setempat. “Para siswa di KSB tetap belajar normal dan tidak akan diliburkan meski di daerah lain meliburkan siswanya karena covid-19. Kami lakukan hal tersebut karena banyak pertimbangan salah satunya kasus itu tidak ditemukan di KSB dan para siswa harus tetap bisa mendapatkan haknya (belajar). Meskipun demikian, kami sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus tersebut salah satunya dengan mengintensifkan pengawasan,” ungkap Fud.
Dikatakannya, adapun langkah antisipasi yang akan dilakukan yakni dengan mengintensifkan pemeriksaan terutama bagi para pendatang yang bekerja di KSB. Dirinya juga sudah meminta agar dinas Nakertrans untuk melakukan pemantauan terhadap pekerja yang bekerja di wilayah setempat. Terutama di wilayah Maluk agar bisa dilakukan pemeriksaan secara khusus terutama bagi para pendatang. Maluk diatensi, lantaran di wilayah itu nasyarakatnya sangat beragam dan akses masuknya sangat bebas sehingga harus diberikan pengawasan khusus. (arn/bug/ils)
Antisipasi Corona, Empat Warga Sumbawa Masih Dipantau Dikes Sumbawa Besar (Suara NTB) Dari 26 orang warga Sumbawa yang sebelumnya sempat berada dalam pemantauan Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, kini masih tersisa 4 orang. Sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan virus Corona. Meski sejauh ini masih negatif dari Corona, namun pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan orang tersebut tidak terpapar virus Corona. Sebagaimana disampaikan Kepala Dikes Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani A.Pt, saat dihubungi Minggu (15/3). Mereka yang berada dalam pemantauan, sebagian besar baru pulang dari negara atau daerah terdampak Corona. “Dari 26 orang ini, kini tersisa 4 orang, karena 22 orang di antaranya sudah dipastikan tidak terpapar Virus Corona atau hasilnya negatif. Selama beberapa hari pemantauan termasuk pemeriksaan kesehatan, tidak ada menunjukkan gejala-gejala yang mengarah pada Corona,” sebutnya. Pemantauan terhadap mereka yang baru saja pulang umroh, menjadi TKI dan kegiatan lain di luar negeri. Terutama dari negara yang terdampak Corona. Tim lapangannya langsung turun melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan edukasi dan himbauan. Selama dalam pemantauan, mereka diminta untuk tidak keluar rumah atau bersosialisasi dengan masyarakat lain. Ketika mereka mengalami gejala panas, demam dan sesak napas untuk segera menghubungi petugas medis. Intinya, mereka diarahkan untuk mengkarantinakan dirinya sendiri atau menjaga diri selama 14 hari untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tim lapangan dari Dikes juga mengintensifkan pemeriksaan. Bahkan dalam dua atau tiga hari sekali turun melakukan pengecekan kesehatan, terutama suhu badan. Sebab pihaknya tidak ingin hanya mendengar pengakuan mereka, namun harus dicek untuk memastikan mereka tidak bohong. “Jadi pemeriksaan, bukan alatnya. Jangan dibayangkan bahwa kami punya detector virus. Jadi pemeriksaan dimaksud, masyarakat yang pulang dari luar negeri diperiksa. Dikasih tahu jangan ke mana dulu, tetap di rumah menjaga diri sendiri. Kalau ada gejala panas, demam, dan mereka kita beri edukasi untuk seperti himbauan yang sering kita dengarkan. Alhamdulillah, dari semua yang kita identifikasi yang dapat kita ketahui baru pulang dari daerah terdampak, tidak ada satupun yang jatuh sakit. Hanya seperti itu yang bisa kita lakukan. Kita periksa suhu badan, kita ngecek untuk mematikan mereka tidak bohong,” pungkasnya. Terkait 4 orang yang masih dalam pemantauan, sejauh ini belum ada mengalami gejala-gejala yang mengarah ke Corona. Pihaknya pun berharap daerah ini tetap aman dari Corona. Pola Hidup Bersih Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga hidup bersih dan sehat guna mengantisipasi penularan virus Corona. Salah satunya membiasakan cuci tangan dengan air bersih. “Mari kita kembali pada pola hidup bersih dan sehat cegah corona. Salah satunya biasakan cuci tangan dengan sabun,” imbau Wabup kepada masyarakat saat menghadiri acara Sadekah Ponan, Minggu (15/3). Dijelaskannya, corona bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Pihaknya pun berharap penularan virus ini tidak terjadi di Sumbawa. “Kalau kita Insya Allah, saya percaya Sumbawa ini tidak akan berkembang. Karena kita daerah panas. Corona ini kan 26 sampai 27 derajat (suhu red), mati sudah virusnya,” terangnya. Wabup mengakui adanya masyarakat yang sedang dalam pemantauan. Tetapi dari pantauan belum ada yang terpapar virus corona. Meskipun demikian, tetap harus waspada, termasuk dalam pengawasan. “Terkait pengawasan di pelabuhan Insya Allah itu juga akan kita bicarakan. Nanti kita juga berencana melakukan rapat, kita ambil langkah-langkah,” tandasnya. (arn/ind)
(Suara NTB/ist)
H. Mahmud Abdullah
(Suara NTB/ist)
Didi Darsani
(Suara NTB/ist)
PONAN - Tampak penganan tradisional yang dibawa oleh kaum perempuan, masyarakat tiga dusun ke Bukit Ponan untuk disajikan kepada pengunjung dalam Sadekah Ponan (foto kiri). Pengunjung melintasi pematang sawah untuk menuju Bukit Ponan di tengah persawahan Orong Rea.
Wabup Minta ”Sadekah Ponan” Terus Dilestarikan Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah berkesempatan menghadiri Sadekah Ponan tahun 2020, Minggu (15/3). Dalam kesempatan tersebut, Wabub meminta agar tradisi budaya turun-temurun ini harus terus dilestarikan. Karena selain sebagai simbol rasa syukur masyarakat petani, juga merupakan momentum kebersamaan, gotong royong dan kekompakan masyarakat guna menunjang suksesnya pembangunan daerah. Sadekah Ponan ini, merupakan tradisi tahunan masyarakat tiga dusun di Keca-
matan Moyo Hilir, Sumbawa, yakni Dusun Poto, Lengas dan Malili. Kegiatan dilaksanakan di Bukit Ponan yang berlokasi di sebuah sawah (Orong Rea). Tradisi ini dilaksanakan sebagai ajang silaturrahim bagi masyarakat ketiga dusun yang memiliki leluhur yang sama. Selain itu juga memohon doa dan berdzikir kepada Allah SWT, agar tanaman padi yang sudah ditanam melimpah. Tradisi ini juga memiliki keunikan tersendiri, karena terdapat jajanan khas seperti Buras, Lepat dan Patikal. Jajanan tersebut semuanya
dikukus dan dibungkus menggunakan daun pisang dan kelapa. Adapun tradisi ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat sekitar, tetapi juga pengunjung lainnya yang ada di Sumbawa. Setiap tahun pelaksanaan selalu ramai pengunjung, termasuk di tahun 2020 ini. “Ini perlu dilestarikan, karena memiliki beberapa nilai. Antara lain dalam hidup ini kan selalu kita bersama berdoa kepada Allah. Kedua dalam hidup ini kita perlu menjaga lingkungan. Seperti tadi saya katakan, bahwa dalam adat ponan ini tidak ada kuliner yang digoreng. Dan ked-
ua tidak ada yang pakai plastic, tetapi daun-daunan. Ini juga menjadi pelajaran bagi anakanak muda kita,” kata Wabup. Menurut Wabup, sebagai bentuk dukungan, pemda tetap memberikan bantuan setiap tahunnya. Kedepannya kegiatan ini perlu dikemas sehingga lebih menarik. Tentunya peran panitia dan masyarakat setempat sangat penting untuk terus berinovasi mengembangkan kegiatan ini. “Saya lebih serahkan kepada mereka bicarakan. Jangan kita yang suruh mereka, tetapi mereka yang ada upaya bisa berkembang. Kita minta
proaktif. Jangan apa-apa dari atas saja turun, saya minta dari bawah. Pemda siap mendukung Insya Allah,” tegasnya. Adapun fasilitas di lokasi, lanjutnya, masih ada yang perlu dikembangkan, antara lain pagar keliling. Sedangkan khusus jalan, Wabup lebih menginginkan tetap seperti saat ini. Sehingga tetap terlihat alami. “Yang perlu dikembangkan, diantaranya pagar. Tapi jalan saya lebih senang biar seperti itu. Jalannya tidak usah diaspal, biar seperti itu asli. Bagaimana dalam sawah diaspal, kurang unik,” pungkasnya. (ind/arn)
KKP Gelar Safari Gemarikan di Sumbawa Produksi Jagung Turun 50 Persen di Batu Putih
Sumbawa Besar (Suara NTB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, menggelar Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Taman Mangga Sumbawa Besar, Sabtu (14/3). Yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, mengatakan, Kabupaten Sumbawa memiliki kekayaan sumber daya alam khususnya kelautan dan perikanan yang sangat melimpah. Produksi penangkapan ikan di Kabupaten Sumbawa mencapai 547.044 ton dengan komoditi utama ikan kembung, tongkol, kerapu dan tuna. Sedangkan budidaya sebesar 585.207 ton dengan komoditi utama udang, kerapu, mutiara, rumput laut, bandeng dan bawal hitam. Namun, potensi perikanan yang besar tersebut ternyata belum dibarengi dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi. Tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Sumbawa sebesar 50,40 kg per kapita per tahun. Sedangkan secara nasional mencapai 54,49 kg per kapita per tahun untuk tahun 2019. “Ini menunjukkan tingkat konsumsi ikan kita masih sangat kurang,” sebutnya. Hal ini, lanjut Bupati, isebabkan karena wilayah Kabupaten Sumbawa sebagian besar berada di wilayah perbukitan dan pegunungan. Sehingga distribusi ikan relatif sulit dilakukan ke wilayah tersebut. Pemkab Sumbawa melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan berbagai upaya untuk menaikkan tingkat konsumsi ikan masyarakat den-
(Suara NTB/ist)
GEMARIKAN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril bersama Anggota DPR RI Dapil NTB 1, H. Johan Rosihan, Pejabat KPP, Kepala Dislutkan Sumbawa serta lainnya di acara Safari Gemarikan. gan melaksanakan berbagai program dan kegiatan. Diantaranya Sosialisasi Gemarikan di 4 desa teridentifikasi stunting setiap tahunnya, pelatihan pengolahan ikan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan anak sekolah serta lomba masak serba ikan. Bupati pun berharap KKP terus mendukung Sumbawa, melalui program-program lainnya di bidang kelautan dan perikanan. Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI, H. Machmud, S.P, M.Sc, menjelaskan salah satu kendala untuk mewujudkan SDM Unggul adalah stunting. Yakni kondisi gagal tumbuh pada anak karena kurang gizi, yang disebabkan antara lain karena rendahnya tingkat konsumsi ikan. KKP memiliki program agar distribusi ikan sampai ke pelosok-
pelosok. Yakni melalui bantuan kendaraan berpendingin, bantuan ice pack machine, cold storage dan pembangunan pasar ikan yang akan dilakukan dalam tahun ini di Sumbawa. Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, S.T, melihat saat ini sudah mulai berkembang UKM-UKM yang membuat produk olahan ikan di Kabupaten Sumbawa. Johan berharap kepada Bupati dan perangkat daerah terkait untuk melakukan semacam affirmative action. Yakni tindakan keberpihakan dari pemerintah daerah kepada para pelaku UKM dengan cara menerbitkan Peraturan Bupati Sumbawa agar Indomart, Alfamart dan pasar-pasar retail modern untuk dapat menyerap produk-produk UKM Sumbawa. Baik yang berbahan dasar ikan maupun yang lainnya. (arn/*)
Taliwang (Suara NTB) Sekitar 140 hektar lahan jagung yang berada di desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang terancam mengalami gagal panen di musim tanam pertama tahun 2020. Hal tersebut terjadi lantaran serangan hama ulat gerayak yang terjadi di wilayah setempat di awal musim tanam. Selain gagal panen, sekitar 50 persen produksi jagung di desa tersebut menurun terutama di tujuh kelompok tani lantaran terdampak kekeringan. “Laporan lahan terancam gagal panen tersebut sudah kami terima dan dalam waktu dekat akan segera kami laporkan ke Kabupaten untuk dilakukan penanganan khsusus. Sementara terkait dengan produksi jagung yang menurun 50 persen tersebut, karena dampak serangan hama ulat gerayak dan kemarau panjang yang terjadi di desa Kami sejak bulan Januari lalu. Untuk itu, kami berharap agar Pemerintah bisa memberikan solusi terutama kaitannya dengan pinjaman KUR di Bank,” ungkap Kades Batu Putih, Syahril kepada Suara NTB, Sabtu (14/3). Dikatakannya, tidak adanya sumber mata air yang bisa digunakan oleh para petani untuk mengairi lahan jagung mereka menjadi faktor utama sehingga lahan tersebut tidak bisa dimaksimalkan oleh para petani. Akibatnya, kini petani harus merugi hingga puluhan juta rupiah tergantung luas
lahan yang mereka miliki karena lahan jagung yang terancam gagal panen dengan usia sekira satu bulan. Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan segera bersurat secara resmi ke Dinas Pertanian (Distan) agar memberikan solusi terbaik terhadap persoalan tersebut. Belum lagi untuk mengolah lahannya mereka harus meminjam uang ke perbankan terlebih dahulu dan baru akan dibayar setelah panen mendatang. Tetapi karena kemarau panjang dan tidak bisa panen yang terjadi saat ini, masyarakat berharap supaya Pemerintah bisa memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini supaya petani tidak terlalu merugi. Terutama kaitannya dengan keringanan beban untuk membayar pinjaman di Bank, karena jika tetap dipaksa untuk membayar sesuai dengan kesepatakan maka para petani akan sangat merasakan dampaknya. Selain keringanan beban pinjaman, petani juga berharap supaya bisa diberikan bibit jagung untuk bisa ditanam di musim tanam berikutnya sehingga petani tidak merugi. “Permintaan masyarakat kami yang paling utama bisa diberikan keringanan dalam pembayaran pinjaman, karena sudah pasti lahan tersebut tidak akan bisa dipanen. Masyarakat juga berharap supaya di musim tanam berikutnya bisa diberikan bibit dengan harapan bisa memberikan hasil untuk menutupi pembayaran pinjaman Bank,” pungkasnya. (ils)
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Dikpora Dompu Belum Liburkan Siswa Dompu (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, belum mengambil keputusan untuk meliburkan siswa TK, SD/SMP sederajat. Meski disadari tengah ada ancaman serius terkait penyebaran virus Corona. Belum diterbitkan edaran resmi oleh Bupati, jadi alasan mendasar mereka. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, H Ichtiar, SH yang dihubungi, Minggu (15/3) mengaku, kalau wilayah Kabupaten Dompu masih aman dari Covid-19. Ketika sekolah diliburkan, itu artinya anak – anak harus belajar di rumahnya dan tidak boleh keluar. “Bisa gak kita menjamin bahwa anak - anak tidak akan kemana – mana, tapi kita tunggu intruksi Bupati Dompu,” kata H Ichtiar. Ia juga menyampaikan, sebentar lagi anak – anak kelas 9
atau kelas 3 SMP akan menghadapi ujian dan membutuhkan persiapan. “Kalau Covid 19 diingat terus akan datang benaran. Lebih baik pura – pura ngak tau saja. Sekarang, ubah perilaku untuk hidup sehata,” katanya melalui pesan singkat WA. Sementara Kepala bidang Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, S.Pd, M.Pd mengakui telah membaca pemberitaan media terkait penyebaran Covid 19. Bahkan di Jawa Tengah telah meliburkan semua sekolah se-
lama 3 pekan, tapi instruksi dari Gubernur NTB untuk meliburkan sekolah belum didapatnya. Karena kewenangan untuk TK, SD, dan SMP ada di Kabupaten/Kota, hingga saat ini belum ada keputusan untuk diliburkan. Ia mengatakan, libur sekolah sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona di ruang terbuka, sementara ini baru diberlakukan untuk satuan pendidikan tingkat SMA/SMK sederajat. Sebagaimana Surat
Edaran (SE) Gubernur NTB yang ditembuskan ke daerah. Sementara bagi TK, SD/ SMP sederajat di bawah naungan langsung Dikpora Dompu, sampai saat ini belum ada keputusan resmi meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa di sekolah. “Kalau SMA/SMK ini sudah ada edaran kita terima. Sementara TK, SD/SMP belum ada keputusan libur,” ungkapnya. Penyebaran virus Corona di ruang terbuka, khususnya lingkungan pendidikan diakui tengah menjadi ancaman serius. Namun mengingat belum adanya keputusan libur, siswa diminta tetap masuk sekolah. Kendati itu membahayakan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang ditingkatkan jadi
alternatif pencegahan untuk sementara waktu ini. “Jadi setiap kemana-mana pulang ke rumah melakukan apa itu cuci tangan dengan sabun. Itu saja saran sementara ini dan orang tua harus menguatkan pengontrolan sekarang,” harapnya. Potensi siswa terjangkit virus Corona, menurut Zainal Afrodi, salah satunya disebabkan pergaulan mereka di ruang terbuka. Karenanya, kebijakan meliburkan siswa jikalau diambil pemerintah daerah menjadi langkah yang tepat meski itu sulit diputuskan. Walaupun ada ancaman dan belum meliburkan siswa, pihaknya tak berani menyampaikan harapan secara lisan agar siswa dan guru mulai menjaga jarak atau menghi-
Hoaks, Kabar Pasien di Bima Diisolasi Suspect Corona Bima (Suara NTB) – Masyarakat Bima diresahkan dengan kabar seorang warga asal Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima yang baru pulang dari Singapura, diisolasi di RSUD Bima karena diduga mengidap covid-19. Menanggapi kabar itu, Tim Pencegahan dan Pengendalian covid-19 Kabupaten Bima, Rifai, S.Sos M.AP menegaskan, yang diisolasi bukan pasien dengan status suspect maupun positif corona. “Memang pasien ini dirawat di ruanng isolasi RSUD Bima dan dilakukan pemeriksaan. Namun berdasarkan standar WHO yang bersangkutan tidak masuk kategori suspect corona,” katanya akhir pekan kemarin. Kepastian itu juga berdasarkan hasil rapat terbatas, tim PIE covid-19 RSUD Bima Minggu (15/3). Hasilnya disimpulkan pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi tidak memenuhi pasien covid-19. “Kami tegaskan yang bersangkutan negatif covid-19. Meski begitu perkembangan pasien ini akan dipantau dan dilaporkan,” katanya. Untuk itu Rifai yang juga Kabid Pencegahan Pengendelian Penyakit (P2P) Dikes Kabupaten Bima ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, dr. H. Ganis Kristianto. Kata dia berdasarkan hasil pemantauan tim, yang bersangkutan (pasien) adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Yang bersangkutan sudah lepas dari masa inkubasi virus. Kita hanya menunggu hasil dari laboratorium,” katanya. Ganis mengajak semua pihak untuk cerdas dan bijak menyebarkan informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu terkait corona. Sebab persoalan corona itu sangat sensitif dan meresahkan. (uki)
Total 2.083 Orang Digigit HPR di Dompu
(Suara NTB/jun)
Dompu (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, mencatat 2083 warga di delapan kecamatan telah menjadi korban gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR). Terhitung sejak Januari 2019 hingga 6 Maret 2020 kemarin. Dari jumlah tersebut, 16 orang diantaranya meninggal dunia. Baik mereka yang belum tersentuh vaksinasi maupun gagal ditangani tim medis akibat luka serius yang dialami. Demikian disampaikan Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Disnakeswan Dompu, drh. Mujahidin kepada Suara NTB di kantornya beberapa waktu lalu. Kendati gigitan anjing liar sudah dialami ribuan orang dan korban meninggal terus bertambah semenjak wabah rabies tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Diakui, upaya pencegahan masih belum begitu maksimal dilakukan, bahkan terkesan hanya dibebankan pada Disnakeswan dan Dinas Kesehatan (Dikes). Sementara OPD terkait khususnya Pemerintah Desa (Pemdes) nyaris tidak terlihat lagi gerakannya di lapangan. Apakah untuk membantu eliminasi ataupun sosialisasi akan bahaya HPR berikut cara penanganan korban gigitan. “Sosialisasi masih kurang, harus diakui. Karena nggak mungkin kejadian ini bisa begini,” ungkapnya mengulas temuan korban meninggal akibat tak berobat setelah digigit HPR beberapa waktu lalu. Status KLB sudah disandang wilayah ini pada Januari 2019. Namun sayang, pada kasus gigitan Bulan Oktober justru masih ada warga yang tak tahu harus berbuat apa. Ini salah satu bukti sosialisasi yang dilakukan oleh internalnya atau OPD dan Pemdes tidak sampai. Untuk itu, lanjut Mujahidin, harapan besarnya ialah semua elemen tidak lagi menganggap spele persoalan rabies ini. Apalagi melihat korban meninggal yang terus bertambah. Dari 2083 korban gigitan HPR, ada 2067 orang yang sudah mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR). “Ada selisih angka belasan disitu, mungkin itulah yang meninggal. Tapi ada juga yang meninggal setelah diberikan VAR karena memang lokasi gigitan, umur dari korban yang sudah tidak tahan dengan pengaruh virus ini,” jelasnya. Disinggung penanganan terhadap HPR sendiri, disebutkannya, dari sekitar 22.000 populasi yang ada baru 11.428 ekor anjing mampu divaksin. Sedangkan hewan lain seperti kucing sudah 1000 lebih, moyet dan sejenisnya ada 30 ekor. Melihat capaian vaksinasi baru separuh dari populasi, warga diminta terus menaruh kewaspadaan. Terutama nanti ketika sudah memasuki musim panen jagung. (jun)
Mujahidin
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/jun)
H. Ichtiar dari berjabat tangan. “Nanti saya koordinasikan dulu dengan kawan-kawan dan pimpi-
Zainal Afrodi nan untuk mengeluarkan himbauan dinas terkait langkah itu,” pungkasnya. (jun/ula)
1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Bima (Suara NTB) – siswa SD dan SMP nantin1234567890123456789012345678901212 Pemerintah Kabupaten ya juga akan dikonsepkan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 (Pemkab) Bima menegas- agar mereka tetap belajar di 1234567890123456789012345678901212 kan akan tetap satu ko- rumahnya masing-masing, 1234567890123456789012345678901212 mando dengan Pemerintah dengan menggunakan sara1234567890123456789012345678901212 Provinsi (Pemrov) NTB dan na dan media teknologi yang 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Pemerintah Pusat terkait ada. “Selama diliburkan 1234567890123456789012345678901212 penanganan dan antisipa- kita akan konsepkan bela1234567890123456789012345678901212 si wabah covid-19. jar dari jarahk jauh. Tidak 1234567890123456789012345678901212 Demikian disampaikan lagi di sekolah,” katanya. 1234567890123456789012345678901212 Bupati melalui Kabag ProTidak hanya itu, Bupati 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tokol dan Komunikasi Pimp- juga lanjut Chandra sudah 1234567890123456789012345678901212 inan Setda Kabupaten Bima, meminta OPD terkait, untuk 1234567890123456789012345678901212 M. Chandra Kusuma M.AP. segera menindaklanjuti ara1234567890123456789012345678901212 Kata dia, satu komando itu, han dari Pemprov tersebut. 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 termasuk arahan melibur- Termasuk melakukan pe1234567890123456789012345678901212 kan siswa SD dan SMP se- mantauan terhadap warga 1234567890123456789012345678901212 lama dua pekan mendatang. yang pulang dari luar negeri. 1234567890123456789012345678901212 “Kita sudah dapat su“Ada tim yang dibentuk 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ratnya dari Pemprov NTB. untuk melakukan peman1234567890123456789012345678901212 Dan saat ini sedang diper- tauan. Jika ada warga 1234567890123456789012345678901212 siapkan. Prinsipnya kita Bima yang baru pulang per1234567890123456789012345678901212 akan tetap satu komando jalanan dari negeri akan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mengikuti arahan Pemrov langsung dikunjugi ke ru1234567890123456789012345678901212 dan Pusat,” katanya kepa- mahnya oleh tim untuk 1234567890123456789012345678901212 da Suara NTB , akhir pe- melakukan pemeriksaan 1234567890123456789012345678901212 kan kemarin. dan kesehatan,” katanya. 1234567890123456789012345678901212 Menurutnya, satu koBahkan Bupati, kata 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mando tersebut sebagai Chandra juga mengarahkan 1234567890123456789012345678901212 bentuk kekompakkan ant- OPD terkait untuk menyiap1234567890123456789012345678901212 ara Pemerintah Daerah, kan semua kebutuhan dan 1234567890123456789012345678901212 Provinsi dan Pemerintah SDM, pasca pemerintah pu1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Pusat dalam mencegah dan sat menetapkan Kejadian 1234567890123456789012345678901212 mengantisipasi wabah cov- Luar Biasa (KLB) virus co1234567890123456789012345678901212 id-19. “Soal Corona ini kita rona. “Secara nasional coro1234567890123456789012345678901212 semua harus kompak. Apa na ditetapkan KLB sejak 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 yang menjadi arahan Pem- Bulan Maret ini hingga 1234567890123456789012345678901212 prov dan Pusat akan kita Agustus mendatang atau 1234567890123456789012345678901212 laksanakan,” katanya. sekitar 600-an hari kede1234567890123456789012345678901212 Soal liburan sekolah pan,” pungkasnya. (uki) 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212
Soal Libur Sekolah, Kabupaten Bima Ikut Pemprov dan Pusat
(Suara NTB/ula)
BERSIH PASAR - Kapolres Dompu, Syarif Hidayat, bersama jajarannya melakukan bakti sosial pembersihan pasar Dompu, Minggu (15/3).
FPT 2020 Terancam Ditunda Akibat Covid-19
Dompu (Suara NTB) Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2020 yang akan kembali dilaksanakan di padang Savana Doro Ncanga Tambora Dompu terancam ditunda pelaksanaannya. Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) dalam negeri begitu cepat dan sudah memakan korban jiwa saat ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk menghindari berkumpulnya massa. Upaya meliburkan sekolah, menutup daerah wisata dan fasilitas umum sudah mulai dilakukan beberapa pemerintah daerah (Pemda). Sehingga tidak menutup kemungkinan, FPT yang puncak pelaksanaannya 11 April 2020 mendatang akan ditunda pelaksanaannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H Khairul Insan, SE, MM kepada Suara NTB, Minggu (15/3) mengakui, penyebaran Codis 19 di dunia yang sudah merambah dalam negeri bisa berdampak pada daerah termasuk Kabupaten Dompu. Sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa event yang mengumpulkan banyak orang akan didiskusikan kembali pelaksanaannya. “Global Epidemi Corona ini memang harus didiskusikan kembali terkait pelaksanaan FPT 2020,” kata H Khairul Insan. Sementara Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK bersama jajarannya di Polres Dompu menggelar kegiatan bhakti sosial membersihkan sejumlah fasilitas publik
seperti pasar Dompu, tempat wisata Madaprama, pantai Lakey dan lainnya. Aksi bersih – bersih yang melibatkan jajaran TNI dan Dinas Kesehatan berlangsung serentak, Minggu pagi kemarin. “Untuk mewujudkan sitkamtibmas (situasi keamanan ketertiban masyarakat) yang kondusif menghadapi merebaknya wabah Virus Corona,” kata PS Paur Kasubag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah. Ia pun mengakui, instruksi ini juga disampaikan ke masing – masing Polsek hingga jajaran Babinkamtibmas di Desa/Kelurahan sebagai tindak lanjut dari perintah Kapolda NTB. “Ini dilakukan jajaran Polda NTB atas perintah Kapolda,” katanya. (ula)
Lagi, Pengedar Sabu Pekat Diringkus Polisi Dompu (Suara NTB) – Timsus Satintelkam Polsek Pekat kembali meringkus salah seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu, Minggu (15/3) Pukul 1.00 dini hari. Ia FJ (33) pria asal Dusun Kaliaga Desa Calabai. Dari tangannya disita 4 poket sabu yang terbungkus dalam gulungan plastik klip transparan. Paur Kasubag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah kepada wartawan menyampaikan, satu dari sekian jaringan pengedar sabu ini terungkap buah dari keresahan masyarakat. Sebab di kediamannya kerap kali ditemukan transaksi sabu-sabu. Atas informasi tersebut, tiga orang anggota Timsus dibawah
kendali langsung Kanit IK Brigadir Mustawa melakukan penangkapan dan penggeledahan. “Terduga menurut informasi terindikasi sering melakukan transaksi narkoba di rumahnya,” ungkap dia. Saat penangkapan berlangsung, FJ tak menunjukkan upaya perlawanan sedikitpun. Ia hanya diam tertuduk melihat Timsus menggeledah badan dan rumah yang selama ini dicurigai menjadi pusat transaksi sabu-sabu. Kecurigaan itu terbukti setelah ditemukannya 4 poket sabu terbungkus dalam gulungan plastik klip transparan. Diperkuat sebuah tabung kaca, lembar bukti transfer uang pembelian dan penjualan
sabu berikut hendpond. “Anggota berhasil menemukan barang diduga sabu dalam penguasaan FJ ketika digeledah badan dan rumah yang disaksikan Kadus,” jelasnya. Atas temuan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan bahwa FJ memang merupakan pengguna sekaligus pengedar barang haram tersebut. Ia langsung digiring ke Mapolsek Pekat untuk proses hukum lebih lanjut. Termasuk pengembangan guna mengungkap keberadaan jaringan lain yang masih berkeliaran bebas. “Pelaku tidak bisa mengelak dan langsung diamankan ke Mapolsek Pekat beserta barang bukti,” pungkasnya. (jun)
Dugaan Penyimpangan DD/ADD Ranggo Diusut Kejaksaan Dompu (Suara NTB) – Kasus dugaan penyimpangan DD/ADD di Dompu, kembali dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kali ini, untuk Pemerintah Desa (Pemdes) Ranggo di Kecamatan Pajo. Kerugian keuangan negara dipekirakan mencapai ratusan juta. Kasi Intel Kejari Dompu, Indra Zulkarnain, SH., dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya laporan sekelompok warga terkait dugaan penyimpangan DD/ADD tersebut. Jika mengacu pada berkas perencanaan dan pelaksanaan yang diterima atas sejumlah program fisik dan non fisik Pemdes Ranggo tahun 2018, indikasi perbuatan melawan hukum tersebut ada. Karenanya, penyidik berencana memanggil segera para pihak untuk diklarifikasi. “Laporannya itukan lengkap tentang perencanaan, hasil pelaksanaan. Jadi kalau versi laporan ada indikasi itu,” ungkapnya. Dari sekian item pekerjaan fisik dan non fisik di tahun 2018, diduga terdapat program yang dikerjakan hanya sebagian dan tidak sama sekali. Sehingga menyebabkan timbulnya kerugian keuangan negara yang
ditaksir ratusan juta. Asumsi tersebut masih menurut terlapor pada laporannya sekitar awal Maret kemarin. “Itukan versi laporan, kita belum tahu bagimana faktanya. Makanya kita mau undang pelapor untuk mejelaskan apa yang mereka duga,” jelasnya. Pada tahap telaah laporan beberapa waktu lalu sekelompok warga Ranggo datang menggelar aksi demonstrasi. Mereka mempertanyakan sudah sejauhmana upaya kejaksaan dalam mengusut perkara ini. Oleh pihaknya kemudian ditegaskan, lanjut Indra Zulkarnain, bahwa dengan keterbatasan anggota yang dimiliki saat ini penyidik tak bisa langsung menangani setiap perkara yang yang dilaporkan. Apalagi saat ini tim tengah disibukan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan bantuan bibit jagung dan kedelai untuk program tumpang sari pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun). “Tumpang sari saja belum ada gambaran ini sudah demo orang tanya kelanjutan Desa Ranggo. Sabar dululah, kita kan hanya punya dua tangan,” pungkasnya. (jun)
Tenaga Kesehatan Butuh APD dan Masker, Stok Menipis Bima (Suara NTB) – Tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bima membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menangani pasien kasus corona. Pasalnya barang tersebut sudah tidak ada dipasaran. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, dr. H. Ganis Kristianto kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Kata dia, ditengah wabah virus corona, APD dan masker sangat penting, terutama kebutuhan Nakes. “Sekarang yang dibutu-
hkan para Nakes adalah APD, tapi barangnya sudah tidak ada dipasaran. Demikian juga dengan masker, stoknya menipis,” katanya. Untuk menjaga ketersediaan, Ganis mengaku pihaknya sudah melaporkan serta mengajukan pengadaan banyak kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat. “Kita sudah ajukan pengadaan. Mudahmudahan ada,” katanya. Ia menegaskan Kabupaten dan Kota Bima masih aman dari wabah virus tersebut Namun apabila ada gejala dan tanda-tanda, disarankan agar
segera membawa ke RSUD Bima untuk ditangani sesuai dengan SOP. “Yang menjadi tempat rujukan bagi pasien suspect corona di Bima adalah RSUD Bima,” ujarnya. Ia menambahkan dalam memudahkan komunikasi, pihaknya telah membuat Whatsapp group untuk berbagi informasi. Semua Puskesmas wajib mensosialisasikan informasi terkait wabah corona kepada masyarakat. Demikian halnya aparat TNI, Polri, Tenaga Dokter, KKP, Bandara, Imigrasi, Kepolisian, BPBD, Dinas
Perhubungan, Peternakan, Dinas Sosial dan Kominfo akan melakukan koordinasi internal. “Semua lintas sektor telah siap mendukung dan berkoordinasi sesuai Tupoksi masingmasing apabila bila ada kasus corona,” pungkasnya. (uki) Ganis Kristianto
(Suara NTB/Uki)
Senin, 16 Maret 2020
SUARA NTB
Halaman 8
Kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram dengan Harian Suara NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 “Kegiatan ini bisa berjalan den- Asosiasi DPRD Kota Seluruh yang menggambarkan ko- ronisasi kebijakan pusat dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Mataram (Suara NTB) – 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 gan lancar,”harapnya. Agenda Indonesia pekan kemarin dibu- mpleksitas dan obesitas reg- daerah dalam rangka Setelah sukses penyelenggaraan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Munas Adeksi V akan fokus ka langsung oleh Wakil Pres- ulasi di Indonesia. “Pemerin- menunjang iklim investasi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Praja dan Perlindungan Masyarakat pekan kemarin. Pemerintah pusat membahas omnibus law. Kebi- iden Prof. K.H. Ma’ruf Amin, tah sedang mengupayakan di daerah. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 kembali memilih Kota Mataram sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional jakan dilahirkan nanti sambung didampingi Gubernur NTB Dr. penyelesaian hambatan regKetua Umum ADEKSI H. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia. Kegiatan nasional diharapkan Walikota, diharapkan dapat ber- Zulkieflimansyah, Walikota ulasi tersebut melalui Omni- Armudji menjelaskan tema 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 manfaat bagi masyarakat. Mataram H. Ahyar Abduh, bus Law.” ungkapnya. Omnibus Law diangkat semampu mendongkrak pendapatan asli daerah. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Menurutnya, paling penting dari Ketua Umum ADEKSI H. ArMa’ruf menambahkan Mu- bagai isu sentral karena te123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Walikota Mataram, H. memberikan dampak bagi Kota lah meminta organisasi per- penyelenggaraan kegiatan na- mudji dan Ketua DPRD Kota nas V ADEKSI menunjukkan lah dibahas di ruang terbu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Ahyar Abduh mengapresiasi, Mataram yang memiliki basic angkat daerah (OPD) teknis sional di Kota Mataram adalah Mataram sekaligus Ketua Pel- komitmen kuat dari DPRD ka, di media-media massa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 aksana Munas V ADEKSI Kota se-Indonesia sebagai cetak dan elektronik, serta pemerintah pusat menaruh sebagai daerah yang mengan- mempersiapkan segala hal. sukses dari sisi ekonomi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Artinya, okupansi hotel 2020 H. Didi Sumardi, SH. penyelenggara pemerintah daer- media sosial, dengan beragkepercayaan bagi Kota Mat- dalkan pariwisata, jasa, perda- Baik itu, kebersihan, pena123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Munas V ADEKSI tahun ah untuk menyukseskan dan am sambutan. Selain memtaan taman dan dekorasi kota, meningkat, kuliner serta keraaram sebagai tuan rumah gangan dan perhotelan. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 “Dan masyarakat mendap- kenyamanan serta keamanan. jinan industri laku dan lain 2020 mengangkat tema “Re- mendukung kebijakan Omni- bahasi isu tersebut Munas penyelenggaraan kegiatan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 nasional. Pertama, sebagai atkan manfaat dari kunjun- Apalagi Wakil Presiden RI, sebagainya. Aktivitas para spon Daerah Menyambut Om- bus Law yang menyangkut V ADEKSI memiliki agenda 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 tuan rumah puncak peringa- gan itu,” kata Walikota di KH. Makruf Amin akan mem- tamu diharapkan dapat men- nibus Law: Mempercepat Per- strategi percepatan pemban- menyusun kepengurusan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 dongkrak peningkatan penda- tumbuhan Ekonomi Menuju gunan, penataan hukum dan pe- baru selama lima tahun ke tan HUT Sat.Pol PP dan Lin- Pendopo Walikota awal pekan buka Munas V Adeksi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Oleh karena itu, pihaknya patan asli daerah. “Paling pent- Indoneisa Maju”. Wapres merintahan di Indonesia, strate- depan, membuat program mas. Kegiatan ini dihadiri kemarin. Sebagai tuan rumah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 sekira lima ribu peserta dari Adeksi dengan jumlah peser- mengharapkan tiga sukses. Yak- ing adalah PAD kita bisa menyampaikan saat ini ter- gi pertumbuhan dan percepatan kerja dan membahas isu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 seluruh Indonesia. Kedatan- ta sekitar 1.000 orang dari se- ni, sukses pelaksanaan, sukses terdongkrak,”demikian kata dapat 8.451 peraturan pusat ekonomi UMKM Cipta Kerja lain yang berkembang di 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 gan tamu dari Nusantara luruh Indonesia. Walikota te- pencitraan dan sukses ekonomi. dia. Sementara itu, Munas V dan 15.985 peraturan daerah dan mendorong investasi, sink- masyarakat. (cem/*) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234
Dua Kali Jadi Tuan Rumah Kegiatan Nasional
Walikota Berharap Mampu Dongkrak PAD
Terima Hasil Audit Dana Parpol
Pemkot Mataram Berharap Pertahankan Opini WTP Mataram (Suara NTB) – Badan Pemeriksaan Keuangan RI perwakilan NTB, Jumat (13/3) menyerahkan laporan pemeriksaan hasil audit dana hibah partai politik di Kota Mataram. Jumlah serta penggunaan rekening telah sesuai. Temuan berupa kesalahan administrasi akan ditindaklanjuti. Penyerahan audit dana hibah parpol dihadiri oleh Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Ketua DPRD H. Didi Sumardi, SH., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, H. Rudi Suryawan, Inspektur Inspektorat Lalu Alwan Basri dan Kepala Badan Keuangan Daerah, H.M.Syakirin Hukmi. Martawang menjelaskan, Pemkot Mataram menerima hasil audit dari BPK terhadap laporan pertanggungjawaban dana partai politik tahun 2019. Laporan ini adalah tahap awal. Sebab, dalam waktu 14 hari ke
depan masing –masing kabupaten/kota diberikan waktu untuk mengklarifikasi rekomendasi atau catatan – catatan. “Saya mewakili Pak Wali menerima LHP pertanggungjawaban dana parpol,” jelas Martawang. Martawang tidak menjelaskan detail item temuan maupun rekomendasi dari lembaga auditor negara tersebut. Akan tetapi, penggunaan dana serta rekening telah sesuai. Adapun hal – hal administrasi akan dilakukan perbaikan. Prinsipnya tegasnya, Pemkot Mataram berkeinginan mempertahankan opini wajar tanpa pengeculian. Sehingga, ia menginginkan pengelolaan keuangan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Seperti sambutan Pak Kepala BPK tadi. Provinsi NTB salah satu dari sedikit provinsi dan kabupaten/kota mendapatkan WTP. Dana hibah partai politik digelontorkan oleh
Pemkot Mataram di tahun 2019 sekira Rp950 juta. Anggaran ini naik di tahun 2020 menjadi Rp1.006.145.720. Kenaikan itu jelas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, H. Rudi Suryawan dikarenakan jumlah partai politik bertambah serta angka partisipasi pemilih juga meningkat. Untuk satu suara tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Satu suara dihargai Rp 4.540. Masing – masing parpol akan mendapatkan bantuan dana hibah berdasarkan jumlah suara diperoleh saat pemilihan umum 2019 lalu. “Anggarannya naik karena jumlah partai bertambah dan partisipasi juga naik,”tambah Rudi. Rudi menambahkan, bantuan dana parpol akan didistribusikan ke rekening parpol setelah memanggil pimpinan parpol sekaligus menindaklanjuti rekomendasi auditor. (cem/*)
SUARA NTB
Senin, 16 Maret 2020
Halaman 9
Lotim Juga Liburkan Sekolah
Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) juga turut meliburkan sekolah mulai dari TK/PAUD, SD hingga SMP sederajat. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Sukiman Azmy. Keputusan libur bersama ini juga sesuai dengan hasil rapat terbatas sebelumnya pemerintah provinsi dipimpin Gubernur. Libur berlaku sejak tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 29 Maret mendatang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim H. M. Zainuddin. Menjawab Suara NTB, via ponselnya, Minggu (15/3) sore, Kadis Dikbud mengemukakan, libur sekolah ini sebagai
langkah antisipasi dari sebaran virus corona yang terus menyebar. Sesuai arahan Gubernur, hanya siswa yang sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saja yang tetap masuk. “Hanya kelas 12 yang tetap masuk,” ucapnya. Sebelumnya
tidak ada rencana di Lotim meliburkan sekolah. ‘Setelah saya konsultasi dengan Bupati akhirnya diputuskan untuk diliburkan,” ucapnya. Secara pribadi, Zainuddin mengatakan virus corona ini bukanlah penyebab utama kematian. Semua semata karena kehendak yang maha
Kuasa. Dikatakan pula, orang yang mengalami demam atau meriang itu biasa terjadi. Akan tetapi, karena ini menjadi kebijakan birokrasi sehingga harus dituruti. Diketahui, pasca kemunculan virus corona yang bermula dari Wuhan China ini sampai saat ini telah menggemparkan dunia. Sejumlah kegiatan-kegiatan skala internasional turut terdampak. Dampaknya juga terhadap dunia pendidikan. Harapannya selama dua pekan mendatang kondisi ini sudah bisa kembali pulih. (rus)
(Suara NTB/fan)
PELATDA - Tampak beberapa atlet kempo menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON di Padepokan Silat GOR 17 Desember belum lama ini.
Tiga Atlet Kempo NTB Dirumahkan Mataram (Suara NTB) Wacana pengurangan jumlah atlet yang ada di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON NTB akhirnya terjadi juga. Sedikitnya tiga atlet yang dirumahkan oleh Panitia Pelatda PON NTB. Mereka merupakan atlet dari cabang olah raga kempo. “Dari delapan atlet diusulkan masuk pelatda PON bulan Februari, ada tiga atlet kempo yang dirumahkan. Dan jumlahnya kini menjadi lima atlet yang ikut Pelatda PON,” ucap Ketua Harian Perkemi NTB, Agus Suharian yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (15/3). Pengurangan atlet kempo NTB yang telah masuk Pelat-
da PON sejak bulan Februari 2020 itu kata Agus dikarenakan adanya pengurangan jumlah atlet oleh PB Perkemi di PON 2020. Sehingga hal tersebut berdampak juga pada jumlah atlet kempo yang diusulkan mengikuti ajang multi event olahraga di Papua tahun 2020. Agus membenarkan bila pihak PB Perkemi telah mengeluarkan SK pengurangan jumlah atlet yang akan mengikuti PON di Papua tahun 2020. Pengurangan jumlah atlet yang dimaksud Agus, yakni PB memperketat jumlah atlet yang lolos PON. Bila di PON sebelumnya pihak PB Perkemi mengambil atlet peringkat satu hingga delapan besar yang lolos PON,
namun di PON tahun 2020, pihak PB Perkemi akan meloloskan atlet peringkat satu hingga empat besar mengikuti PON 2020. Menurut Agus, pengurangan jumlah atlet kempo yang mengikuti Pelatda PON tahun 2020 masih bersifat sementara. Pasalnya menurut Agus bisa saja pihak Perkemi NTB mengusulkan penambahan atlet apabila ada provinsi yang tidak mendaftarkan atlet karena beberapa KONI Provinsi yang hanya memberangkatkan atlet peringkat satu hingga tiga aja mengikuti PON 2020. “Kita masih menunggu informasi dari PB tentang pendaftaran dari pengprovpengprov cabor se indobesia.
Bisa saja adik-adik yang dicoret itu dipanggil lagi seumpama ada peserta dari provinsi lain yang tidak didaftarkan karena aturan KONI mereka yg memberangkatkan hanya juara satu dan tiga,” jelasnya. Di tempat terpisah Ketua Panitia Pelatda PON NTB, H. Andy Hadianto membenarkan bila jumlah atlet kempo yang masuk Pelatda dikurangi. Hal ini dilakukan oleh pihak Panatia Pelatda setelah melakukan koordinasi dengan Perkemi NTB terkait pengurangan jumlah kuota atlet lolos PON oleh PB Perkemi. “PB Perkemi telah mengeluarkan SK bahwa NTB hanya meloloskan lima atlet. Sementara jumlah atlet kempo yang masuk Pelatda PON delapan atlet, sehingga dikurangi tiga atlet,” jelasnya.(fan)
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.3198 HN NOKA/NOSIN : MHIJFB118DK812821/ JFB1E1767578 AN.AHMAD TAUDIN,A.MA HLG SKTR RUMAH MENUJU SEKOTONG
RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti.
RUPA-RUPA Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)
DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON
RUPA-RUPA
SALON
RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848
Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti
TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
RUPA-RUPA DIJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
Halaman 10
Kecuali Peserta Ujian
Semua Siswa SMA, SMK, dan SLB Diliburkan
Berlakukan Kuliah Online SITUASI wabah Covid-19 atau Virus Corona (Coronavirus) telah banyak menganggu kegiatan dari berbagai sektor. Mulai dari fasilitas perpustakaan, event game, konser, konferensi dan masih banyak lagi. Hal ini membuat banyak pihak kewalahan dan harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan semua orang. Hal ini pun tidak lepas pula dengan kegiatan perkuliahan para mahasiswa dan mahasiswi. Salah satu universitas ternama di Kota Mataram yaitu (Suara NTB/dok) Universitas 45 Mataram terEvron Asrial paksa menyuruh mahasiswa dan mahasiswi mereka belajar di rumah. Rektor Universitas 45 Mataram Dr. Ir. Evron Asrial, memutuskan para mahasiswanya untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mereka. Namun kegiatan belajar atau tatap muka dilakukan di rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Sama dialihkan perkuliahan juga,” ujar Asrial. Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh ini dilakukan selama masa pandemi wabah Virus Corona (Covid-19 atau Coronavirus) dimulai dari pertengahan Maret 2020 ini hingga waktu yang tidak ditentukan. Semua pihak, baik itu pimpinan fakultas, program studi dan dosen agar diminta untuk kerja samanya selama pembelajaran jarak jauh ini. “Seperti itulah. Kami akan beruntung karena mahasiswa melalui medsos atau email. Dikerjakan di rumah dan jawabannya dikirim via email kembali,” ungkapnya. Selain dari itu, Universitas 45 Mataram meminta kepada semua pihak kampus dan para mahasiswa untuk senantiasa menjaga kebersihan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mengingat virus Corona ini penyebarannya sangat cepat melalui interaksi sosial sesama. Sementara apabila mengalami gejala Virus Corona agar memeriksakan diri untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Universitas Mataram belum menentukan sikap untuk meliburkan mahasiswanya atau mengalihkan proses perkuliahan ke dalam kuliah online. Pihak Unram baru akan membahas dan memutuskan nasib perkuliahan pada Senin 16 Maret ini. “Besok pagi mau rapat pimpinan membahas tentang ini. insya Allah besok kami kabari,” terang Wakil Rektor II Unram Prof. Dr. Kurniawan, SH., M.Hum. Begitupun Rektor Unram ketika ditanya langkah antisipatif mencegah meluasnya penyebaran Corona di lingkungan kampus, Prof. Husni menjawab akan segera menyusun surat edaran setelah diadakannya rapat Senin. ‘’Besok saya berikan edarannya,” ujarnya. Di berbagai daerah, sejumlah kampus besar juga telah lebih dulu membuat kebijakan meliburkan kuliah dan beralih ke kuliah online. Di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga memilih untuk mengambil keputusan tegas. Keputusan ini diambil antara lain melihat perkembangan wabah virus corona di Surakarta dan menetapkan kelas kuliah diganti secara online hingga 30 April 2020. Begitupun juga dengan kampus Universitas Indonesia juga melakukan langkah yang sama. (dys)
Mataram (Suara NTB) Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memutuskan meliburkan semua siswa SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta termasuk madrasah yang sederajat, kecuali siswa kelas XII yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah. Libur itu dimulai pada Senin (16/3) sampai dengan Sabtu (28/3) selama dua minggu. Keputusan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid19) pada satuan pendidikan di NTB. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, pada Minggu (15/3) sore mengatakan, pihaknya menyepakati tetap menjalankan ujian nasional untuk SMA dan SMK, termasuk ujian sekolah. Bagi siswa yang tidak ujian, termasuk di dalamnya siswa kelas X dan XI diliburkan. “Begitu juga bagi siswa kelas XII yang sudah selesai ujian nasional atau ujian sekolah, mengikuti jadwal libur,” katanya. Nantinya, proses pembelajaran dilakukan di sekolah secara dalam jaringan (daring) dengan pola penugasan di bawah pemantauan. Para guru dan wali kelas diminta membuat grup whatsapp kelas memantau perkembangan pekerjaan rumah anak-anak. Guru memberikan tugas dan bimbingan belajar melalui daring. “Orang tua dan wali murid
mendampingi anak-anaknya selama libur,” kata Aidy. Selain itu, Aidy mengatakan, sekolah mesti menarik seluruh siswa SMK peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) baik di dalam maupun di luar Provinsi NTB. “Selama kurun waktu berlaku kami tarik dulu untuk dikembalikan agar tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang. Terutama dari daerah yang diidentifikasi sebagai daerah endemis Covid-19,” katanya. Terkait dengan proses UNBK secara khusus, pihaknya meminta sekolah memastikan tersedianya tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan alat pengering tangan sekali pakai. Juga memastikan alat untuk ujian seperti papan ketik komputer dan mouse serta alat lainnya, saat pergantian penggunaan dibersihkan lebih dulu. Bagi siswa yang mengalami sakit atau gejala sakit selama berlangsungnya ujian nasional
maupun ujian sekolah diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan. Ujian Sekolah dan Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. “Hasil rapat, sekolah harus menyediakan sekurang-kurangnya tempat cuci tangan dan sabun. Kalau punya hand sanitizer, bagus. Kami di Dikbud juga akan menyediakan itu,” kata Aidy. Di samping itu, kepala sekolah juga diminta melarang siswa melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan/atau aktivitas berkumpul baik yang menggunakan fasilitas sekolah maupun luar sekolah. Juga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Serta beberapa instrkuksi lainnya untuk mencegah penyebaran virus corona. Terkait koordinasi dengan jenjang SD dan SMP, Aidy mengatakan pada Minggu kemarin dilakukan rapat koordinasi ant-
(Suara NTB/dok)
H. Aidy Furqan Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB, Drs. Jalaludin, M.Ed, dikonfirmasi Minggu sore, mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan daerah. Jika pemerintah daerah meliburkan sekolah, maka kamai akan mengikutinya. “Seperti arahan dari Kementerian Agama, bahwa Kemenag di daerah mengikuti kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya. (ron)
Hari Ini UNBK SMK
Sekolah Diminta Perkuat Upaya Cegah Penyebaran Corona
Siswa SMA/SMK Dilarang Coret Baju Seragam saat Lulus Tanjung (Suara NTB) Konvoi kendaraan dan aksi corat-coret baju seragam saat merayakan kelulusan siswa SMA/SMK seolah jamak dipertontonkan. Kini kebiasaan buruk itu akan dilarang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Dalam Rakor Kepala Sekolah SMA/SMK se Pulau Lombok yang diselenggarakan Dikbud NTB, Sabtu (14/3), terungkap larangan tersebut. Dikbud menegaskan, tidak boleh ada (Suara NTB/dok) lagi aksi konvoi dan coratMuh. Yahya coret baju seragam. “Kebiasaan corat-coret siswa SMA/SMK jangan dilakukan. Ke depan, bagi rapor siswa saat puasa. Meski puasa, jangan,” tegas Kabid SMK pada Dinas Dikbud NTB, Drs. Muh. Yahya. Dalam pertemuan di Lokasi Wisata Taman Gajah Desa Sigar Penjalin itu, Yahya mengimbau para kepala sekolah menyiapkan skema pembagian rapor siswa. Setidaknya saat pembagian rapor, siswa tidak mengenakan seragam sekolah. “Sekolah siapkan sendiri strategi untuk antisipasi,” sarannya. Selain larangan konvoi dan corat-coret, Dinas Dikbud NTB juga mengingatkan sekolah untuk tidak menahan ijazah asli siswa. Sebagai sebuah dokumen resmi, sekolah dinyatakan tidak berhak menahan ijazah. Kasus yang pernah terjadi sebut Yahya, ijazah siswa ditahan pihak sekolah lantaran masih ada beban biaya yang belum dilunasi wali murid. Meski demikian, ia tidak membenarkan penyelenggara pendidikan mempersulit siswa dengan kebijakan tersebut. “Ijazah penerimaan dan distribusinya harus dituntaskan. Saya sering didatangi media menanyakan ada oknum kasek menahan ijazah karena masih ada utang siswa. Boleh ada utang tapi dokumen ijazah copy yang ditahan,” paparnya. Yahya juga mengingatkan bagi sekolah khusus SMK agar segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota. Begitu juga koordinasi dengan Balai Jasa Konstruksi Jakarta. Koordinasi itu penting, karena sekolah minimal membantu menyiapkan informasi lapangan kerja melalui job fair dan job matching yang tersedia di Disnaker. Sementara dengan Balai Konstruksi, sekolah dianjurkan segera mendapatkan sertifikasi bagi alumni jurusan bangunan. Dengan tidak adanya sertifikasi itu maka ia memastikan sekolah masih memiliki utang kewajiban pada anak didiknya. “Sekolahsekolah juga agar membuka jurusan yang kompatibel sesuai dengan kebutuhan dan serapan. Jurusan yang jenuh , yang tidak ada peminat dan tidak efisien, agar dievaluasi,” pungkasnya. (ari)
(Suara NTB/dys)
BEDAH BUKU - Suasana bedah buku Jang Oetama di Unram, Sabtu (14/3).
Tumbuhkan Nasionalisme
Mahasiswa Harus Belajar dari Sejarah Mataram (Suara NTB) Nasionalisme di tengah mahasiswa harus tetap terjaga. Jangan sampai di tengahtengah penerus generasi bangsa ini, rasa nasionalisme hanya tinggal cerita. Salah satu upaya menumbuhkan rasa kecintaan pada bangsa dan negara ini ialah dengan banyak membaca dan belajar pada sejarah. Karena melalui sejarah kita akan menemukan banyak pelajaran hidup penting. Demikian disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) H. Muh Safwan saat membuka kegiatan bedah buku yang digelar mahasiswa Fakultas Hukum, Sabtu (15/3). Buku berjudul Jang Oetama itu merupakan buku sejarah yang mengupas tuntas
sosok HOS Tjokroaminoto yang merupakan guru bapak bangsa. “Bedah buku ini jadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa tentang perjuangan bapak bangsa,” ujar Safwan. Sebagaimana diketahui HOS Tjokroaminoto adalah guru banyak tokoh bangsa. Nama-nama seperti Soekarno, Hamka, Tan Malaka, Kartosuwiryo merupakan tokoh yang pernah belajar dan hidup di rumah HOS Tjokroaminoto di era sebelum kemerdekaan. “Semangat luar biasa itu yang patut kita tiru,” ungkapnya. Bahkan pemikiran Soekarno dalam memerdekakan bangsa Indonesia tidak terlepas dari buah pikiran hasil diskusi dengan HOS Tjokroaminoto. “Kita ambil teladan yang telah diberikan selama berjuang untuk
kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagai guru bapak bangsa. Banyak orang besar berguru pada HOS Tjokroaminoto,” ujarnya. Oleh karena itu dia mengajak mahasiswa agar mengambil pelajaran dari keteladanan guru bangsa dan banyak mengambil semangat dari perjuangan beliau. Salah satu pembedah buku Prof. Gatot Dwi Hendro, menyebut figur guru bangsa sangat luar biasa dalam mencetuskan ide dan gagasan mengenai pentingnya kemerdekaan dan kebebasan bagi bangsa Indonesia. Ide itu pada era pra kemerdekaan merupakan api pelecut atas lahirnya semangat kemerdekaan yang diproklamasikan para muridnya di kemudian hari. (dys)
Dampak Virus Corona
Tradisi Siswa Jabat Tangan Guru di Sekolah Diubah
Mataram (Suara NTB) Jabat tangan atau salaman dikenal sebagai gestur umum yang sudah menjadi tradisi untuk menyambut atau berpisah dengan orang lain. Belakangan kebiasaan ini mulai dihindari di beberapa daerah akibat wabah virus Corona COVID-19 yang melanda. Bahkan dikutip dari The Guardian, orang-orang di berbagai negara mulai mencari alternatif jabat tangan untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain. Seperti di China merekomendasikan orang-orang mengganti jabat dengan dengan gestur tradisional gong shou (tangan terkepal di telapak tangan lainnya). Dengan demikian orang-orang bisa menjaga jarak sambil
ara Gubernur NTB dan bupati/ walikota. Kebijakan ada di masing-masing daerah. “Pemerintah daerah yang menentukan untuk SD dan SMP,” katanya. Dihubungi terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, yang juga Kepala SMAN 6 Mataram, Drs. Sahnan, M.Pd., mengatakan, semua ketentuan atau panduan, arahan dan perintah yang diberikan oleh Dinas DIkbud NTB harus dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan atau sekolah di Mataram atau di bawah Dinas Dikbud NTB. “Tentu sekolah akan menyikapinya atau menindaklanjutinya sesuai dengan kondisi masing-masing, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan sarana, dana, tenaga yang mengerti masalah tersebut. Semoga semua siswa, guru, dan pegawai yang mengawal kegiatan Ujian Sekolah dan UNBK selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa,” katanya. Kepala SMAN 3 Mataram, Sunoto juga mengatakan akan melaksanakan kebijakan Dikbud NTB itu. Siswa kelas XII yang mengikuti ujian sekolah akan tetap masuk sekolah. Sedangkan siswa kelas X dan XI diliburkan.
tetap menjaga sopan santun. Sementara di Iran, kebiasaan jabat tangan kini diganti dengan bersapa kaki. Begitu juga di Australia, pemerintah setempat meminta agar berjabat tangan. cukup diganti dengan saling bersapa dengan tepukan lembut di punggung. Seiring dengan ditetapkannya Corona sebagai pandemik global, tradisi berjabat tangan juga turut diubah di Indonesia, tak terkecuali di NTB. Siswa sekolah yang setiap pagi bersalaman dengan berjabat tangan dan mencium tangan gurunya kini mendadak dihentikan sementara. “Diganti sementara,” ujar Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini menyinggung berubahnya tradisi berjabat
(Suara NTB/dok)
Sri Hartini tangan untuk mencegah dampak Corona di lingkungan sekolahnya.
Menurut Sri Hartini, perubahan tradisi berjabatan tangan antara siswa dengan guru tidak jadi masalah. Asalkan komunikasi antar kedua belah pihak sama-sama dimengerti untuk mencegah bahaya Corona. Pihaknya pun kini telah mengganti traidisi berjabatan tangan antara siswa dengan guru dengan tradisi baru 5 S. Adapun 5 S yang dimaksud ialah salam, senyum, sapa, sopan, santun. “Ditambah TM yaitu terima kasih dan maaf,” ujar Sri Hartini. Diakui bahwa berjabat tangan antara siswa dengan guru merupakan tradisi yang dibentuk sebagai pembelajaran karakter setiap hari. Baik pada saat siswa datang ke sekolah
maupun pada saat pulang ke rumah atau selesai belajar. Selain mengganti jabat tangan dengan tradisi 5 S, pihak sekolah tetap mengupayakan langkah lain pencegahan merebaknya virus Corona. Di antaranya ialah penyiapan sabun cuci tangan dan hand sanitizer di sekolah. “Anak-anak lebih sering cuci tangan, dan kami mengurangi berjabat tangan secara langsung jadi cukup salam dan melipat kan tangan serta mengangguk kan kepala ketika kami mengaplikasikan 5 S,” ujarnya. Hanya saja dia menyebut keberadaan sabun antiseptic kini mulai langka. Stok yang dimiliki sekolah juga sudah sedikit dan akan habis. Mencarinya juga lumayan sulit. (dys)
Mataram (Suara NTB) Sebanyak 20.917 siswa SMK akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Senin (16/3) hari ini sampai dengan Kamis (19/3). Pihak sekolah diminta untuk memperkuat upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) saat UNBK dilaksanakan. Ketua Panitia UN Provinsi NTB, yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., ditemui Minggu (15/3) mengatakan, sudah ada surat edaran dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengenai protokol pelaksanaan UN untuk penanganan penyebaran COVID-19. “Dibutuhkan kesadaran petugas dan semua pihak agar mematuhi edaran bersama. Dari hasil evaluasi, pihak sekolah sudah dan sedang menyiapkan berbagai peralatan dan protokol pencegahan penyebaran Corona saat UNBK,” katanya. UNBK SMK akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17, 18, dan 19 Maret tahun 2020 dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Jumlah SMK yang mengikuti UNBK sebanyak 322 sekolah, dengan rincian 232 SMK swasta, dan 90 SMK negeri. Jumlah siswa, SMK negeri sebanyak 14.861 orang, dan SMK swasta sebanyak 6.056 orang. Yahya juga menekankan, bagi siswa yang sakit, pihak sekolah harus bersikap agar siswa itu tidak diikutkan UNBK. Dan Siswa yang tidak ikut UNBK akan disiapkan UNBK susulan. Ia menekankan, pada surat BSNP disampaikan sekolah diminta menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, dan sebagainya satu sama lain sebelum, selama, dan sesudah ujian. “Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer/ disinfectan/anti septic sebelum dan sesudah ujian,” katanya. Sekolah juga diminta memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian. Juga membersihkan ruang ujian sebelum
dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN. Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta UN, seperti pegangan pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis. Di samping itu, sekolah juga perlu memastikan pengisian daftar hadir UN terhindar dari potensi paparan Covid-19 antar peserta UN, antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama. Juga siswa tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lainnya. Di samping pencegahan penyebaran Corona itu, Yahya juga mengatakan pihaknya sudah mendatangi secara langsung Telkom dan PLN membawa surat dari Gubernur NTB terkait kesiapan listrik dan jaringan internet. Terutama di daerah yang pada tahun sebelumnya sulit mengakses internet. “Helpdesk juga sudah kami siapkan,” katanya. Terpisah, Sekretaris I Panitia UN Provinsi NTB, Umar, S.Sos., MM., mengatakan, sinkronisasi terus berjalan sampai dengan Minggu (15/3) pukul 00.00 Wita. Terkait helpdesk UNBK, ada di masing-masing kabupaten/kota dan di tingkat provinsi. Terpisah, Sekretaris Panitia UNBK SMKN 4 Mataram, Irwan Jayadi, S.Si., didampingi teknisi Rizali saat ditemui di SMKN 4 Mataram, Minggu (15/ 3) sore mengatakan, sebanyak 316 siswa kelas XII mengikuti UNBK dengan menggunakan empat ruangan. Pihaknya juga sudah mempersiapkan tempat cuci tangan dan pembersih tangan sekali pakai. Namun karena keterbatasan ketersediaan hand sanitizer di apotek, pihaknya menggunakan tisu pembersih beralkohol sesuai arahan dari apoteker. Protokol pencegahan virus Corona juga dilakukan oleh SMK lainnya. Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., MM., mengatakan pihaknya sudah menyiapkan protokol kebersihan dan sudah menyiapkan siswa kelas XII mengikuti UNBK. (ron)
(Suara NTB/ron)
TUNJUKKAN - Sekretaris Panitia UNBK SMKN 4 Mataram, Irwan Jayadi, didampingi teknisi Rizali saat menunjukkan tisu pembersih beralkohol yang digunakan sebelum siswa masuk ke ruang ujian.
RAGAM
SUARA NTB Senin, 16 Maret 2020
ITDC Pastikan Jalan Putus Kuta-Awang Tak Pengaruhi Pengerjaan Sirkuit MotoGP Mataram (Suara NTB) – Jebolnya deuker drainase di ruas jalan yang menghubungkan Desa Kuta dan Desa Awang Jumat (13/3) malam lalu menjadi perhatian pihak ITDC. Pasalnya, lokasi ruas jalan yang longsor tersebut berada 500 meter dari sebelah timur pintu masuk menuju proyek pengerjaan sirkuit MotoGP. Managing Director ITDC, I Wayan Karioka, menerangkan secara umum posisi ruas jalan yang longsor memang tidak mengganggu pengerjaan sirkuit MotoGP di Kasawan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. ‘’Aktivitas dominan di sirkuit masih ke arah barat. Lokasi jembatan ambruk ada di jalan provinsi, sebelah timur entrance (pintu masuk) proyek sirkuit,’’ ujarnya dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (15/3). Walaupun begitu, atensi terutama diberikan mengingat jalur tersebut merupakan salah satu jalur utama bagi masyarakat sekitar kawasan yang ingin pergi ke arah barat dari arah timur. Diterangkan Karioka, pihaknya telah mempersiapkan pengalihan arus untuk membantu masyarakat yang ingin melewati jalur dalam kawasan. Pengalihan alur sendiri menggunakan jalan-jalan alternatif di dalam kawasan. “Kalau dari barat, masuk di pertigaan ke Novotel, keluar di pertigaan Sunggung dan sebaliknya. Dan kami mohon (agar masyarakat) berhati-hati, karena jalannya tidak semulus jalan provinsi,” ujar Karioka. ITDC sendiri akan menempatkan beberapa petugas di beberapa titik rute alternatif tersebut. Hal tersebut ditujukan untuk memastikan keamanan selama rekonstruksi jalan provinsi berlangsung. Menurut Karioka, longsor tersebut terjadi akibat curah hujan yang turun beberapa hari terakhir melebihi kapasitas desain. “Salurannya ndak kuat nampung,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai rujukan dalam pembenahan infrastruktur sebelum MotoGP 2021 digelar di KEK Mandalika. Terpisah Kepala Divisi Operasional ITDC, I Made Pari Wijaya, menerangkan pihaknya telah melakukan rekayasa pengalihan arus sejak pukul Sabtu, (14/3) pagi, tepatnya pukul 08.30 Wita. Sampai saat ini, kegiatan konstruksi sirkuit di KEK Mandalika disebut tidak terganggu. “Saat ini rute sirkulasi kendaraan proyek kami alihkan melalui jalur lama, yaitu bundaraan Novotel - Ujung dan Tanjung Aan – Pongos. Sehingga proyek tetap memiliki dua akses,” ujarnya. Sebelumnya Dinas PU NTB melaporkan ruas jalan yang longsor adalah jalan provinsi. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melakukan langkah cepat sesuai arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, untuk penanganan longsoran di jalur tersebut. Seluruh infrastruktur jalan dan jemabatan yang rusak akibat bencana alam akan diutamakan mendapatkan penanganan jangka panjang. Khususnya untuk memastikan infrastruktur jalan NTB mantap dan tangguh bencana. (bay)
Cegah Penyebaran Corona Dari Hal. 1 Selain itu, beberapa agenda penting baik event keagamaan, pemerintahaan, maupun pariwisata diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Ini terus kita monitor, dampak langsung dan tidak langsungnya. Ini sudah menjadi atensi kita,” ujar Sekda NTB, Drs.H.Lalu Gita Ariadi, M.Si dikonfirmasi Minggu (15/3) seusai Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) membahas penyebaran Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Diterangkan Sekda, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB yang telah menyatakan komitmen untuk melakukan analisis ekonomi. Diakuinya, saat ini beberapa sektor memang mengalami penurunan sebagai dampak penyebaran Covid-19 secara global. “Sampai sejauh mana angka dampak itu, dalam beberapa waktu akan kita rilis. Mudah-mudahan segera dengan (status siaga darurat) ini, setidaknya setelah dua minggu dilakukan closing (penutupan tempat wisata, Red) ini dapat diketahui apa dampaknya,’’ ujar Sekda. Ditegaskan, perkembangan keputusan tesebut bersifat sangat dinamis. Dicontohkannya seperti perkembangan di Jakarta yang saat ini telah mencatat kasus positif Covid19. ‘’Kita Pemprov NTB salah satu poinnya adalah kami tidak memberikan izin keluar daerah pada para pejabat,’’ ujarnya. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang memungkinkan keramaian. Diantaranya beberapa kegiatan seperi perayaan ogohogoh menyambut Hari Raya Nyepi dan tabligh akbar yang
akan dilaksanakan Pemkab Lombok Tengah telah disepakati untuk tidak diadakan sebagai bentuk antisipasi. “Intinya kita menghindari kerumunan, yang dampak dari kerumunan itu akan berimplikasi pada pecepatan penyebaran covid-19. Itu yang sementara kita cancel,” ujar Sekda. Pemprov NTB akan terus mengevaluasi keputusan tersebut. Sebagai informasi, sampai saat ini NTB masih tercatat negatif Covid-19. Walaupun begitu, isolasi dan karantina terus dilakukan bagi pasien dan orang-orang yang terindikasi suspect. Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, sampai dengan 14 Maret lalu jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dirawat RSUD NTB sebanyak 11 orang. Rinciannya 8 orang dengan hasil lab negatif, dan 3 orang lainnya masih dalam pengawasan. Selain itu, telah dilakukan karantina bagi 112 orang dengan status orang dalam pengawasan (ODP). Dimana 85 ODP telah selesai menjalani masa observasi, dan 27 ODP lainnya masih menjalani karantina di Grha Mandalika RSUD NTB, di rumah masingmasing, di hotel, dan rumah sakit lainnya yang dijadikan rujukan. Sampai saat ini 1 ODP menjalani karantina di Grha Mandalika, 1 orang di rumah sakit rujukan lainnya, 2 orang di hotel, dan 23 orang di rumah masingmasing dengan rincian; 1 orang di KSB, 5 orang di Lombok Barat, 12 orang di Kota Mataram, 1 orang di Lombok Tengah, 1 orang di Lombok Timur, 1 orang di Dompu, dan 2 orang di Kota Bima. (bay)
Presiden Tetapkan Biaya Haji Embarkasi Lombok Rp37,3 Juta Dari Hal. 1 Selain menetapkan BPIH untuk jemaah reguler. Juga ditetapkan BPIH untuk petugas haji daerah dan pembimbing KBIH pada 13 embarkasi. Untuk Embarkasi Aceh sebesar Rp65, 39 juta lebih, Embarkasi Medan Rp66, 11 juta lebih. Embarkasi Batam Rp67, 02 juta lebih, Embarkasi Padang Rp67, 11 juta lebih. Selanjutnya, Embarkasi Palembang Rp67,01 juta lebih, Embarkasi Jakarta Rp68, 71 juta, Embarkasi Kertajati Rp70, 05 juta lebih. Embarkasi Solo Rp69,91 juta lebih, Embarkasi Surabaya Rp71,51 juta lebih. Kemudian Embarkasi Banjarmasin Rp70,86 juta lebih, Embarkasi Balikpapan Rp70,99 juta lebih, Embarkasi Makassar Rp72,29
juta lebih dan Embarkasi Lombok Rp71,27 juta lebih. Fikri mengatakan, jadwal pelunasan masih menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). Namun menurut rencana, pelunasan BPIH mulai dibuka 17 Maret ini. ‘’Rencana tanggal 17 Maret sudah mulai. Tapi belum pasti, kita masih menunggu informasi resmi dari pusat,’’ katanya. Dari sisi kesiapan, Fikri mengatakan NTB sudah siap. Persiapan untuk pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tetap jalan. Jumlah kuota JCH NTB yang akan diberangkatkan tahun ini 4.476 orang. ‘’Kita di daerah sudah siap. Jemaah sudah siap. Bank penerima setoran juga sudah siap,’’ tandasnya. (nas)
Halaman 11
Syahbandar Tutup Dermaga Senggigi dan Bangsal Mataram (Suara NTB) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang Lombok Utara mengeluarkan kebijakan penutupan aktivitas keluar masuk wisatawan di tiga gili. Langkah akhir ini setelah ada keputusan resmi Pemprov NTB menutup akses wisata mancanegara dari Bali ke Lombok. Kepala UPP Kelas II Pemenang, Heru Supriyadi mengaku sudah mendapat edaran terkait keputusan dalam rapat pimpinan khusus (Rapimsus) di Pemprov NTB soal kebijakan antisipasi dampak virus Covid -19 di NTB. Dalam poin lima edaran itu, tidak memberi izin masuknya kapal pesiar ke NTB, menutup objek wisata tertentu, khususnya ke tiga gili (Gili Trawangan, Meno dan Air)
Sesuai kewenangannya, melakukan kebijakan pengawasan, pendataan hingga penutupan di dua pintu masuk, Dermaga Senggigi Lombok Barat dan Dermaga Bangsal Lombok Utara. Dua dermaga yang menjadi akses bypass wisatawan menggunakan kapal cepat dari Bali ke Senggigi maupun ke tiga gili. ‘’Sehubungan dengan keputusan Gubernur NTB itu, kami resmi menutup Dermaga Senggigi dan Pelabuhan Bangsal,’’ kata Heru Supriyadi kepada Suara NTB, Minggu (15/3) sore kemarin. Meneruskan keputusan itu, dengan menutup semua akses wisata menuju tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Kebijakan penutupan akan dilakukan di dua titik, Dermaga Senggigi dan
Dermaga Bangsal dengan bersurat ke semua kapal atau fastboat yang melayani penyeberangan dari Bali ke Lombok. Dijelaskan Heru, skenario terburuk pembatasan akses pintu masuk yang dilakukan Pemprov NTB itu dipahaminya sebagai upaya pencegahan dampak virus Corona setelah jadi pandemi dunia. Maka untuk mengantisipasi virus Corona, sebagai bentuk kewaspadaan, pihaknya sampaikan kepada para nakhoda, pemilik atau operator, agen kapal penumpang baik fastboat mancanegara maupun kapal domestik agar tidak bongkar muat di dua pelabuhan tersebut. ‘’Semua operator agar tidak melakukan bongkar muat ke penumpang ke tiga gili dan Senggigi, sam-
pai batas waktu tidak ditentukan,’’ tegas Heru. Keputusan tersebut memang masih sifatnya sementara. Karena yang diterimanya baru berupa edaran. Surat resmi diperkirakan akan dikeluarkan Senin (16/3) setelah ada surat pemberitahuan resmi dari Pemprov NTB. Tapi edaran itu sudah cukup jadi dasar untuk mengeluarkan kebijakan penutupan ke Senggigi maupun tiga gili. ‘’Karena keputusan gubernur harus ditutup, maka kita tutup aktivitas penyeberangan ke tiga gili. Malam ini juga kita keluarkan surat penutupan itu,’’ kata Heru Supriyadi. Sementara aktivitas wisatawan hingga siang kemarin masih normal. Sejak pagi hingga berita ini ditulis,
trip kapal masih dari Bali ke tiga gili. “Sampai sekarang masih normal,” ujarnya. Sementara proses skrining juga tetap diberlakukan, dengan skema setiap kapal wisatawan tidak boleh langsung ke tiga gili. Kapal harus transit ke Pelabuhan Bangsal untuk pemeriksaan antisipasi Corona. Sampai dengan siang kemarin jumlah wisatawan yang berkunjung masih normal, jumlah penumpang yang naik kapal 827 orang dan penumpang turun 562 orang. Ini belum termasuk hingga sore, diperkirakan mencapai 1000 lebih wisatawan, normal seperti sebelumnya. Namun keadaan itu akan berubah drastis, pariwisata akan lumpuh jika kebijakan penutupan penyeberangan akhirnya dikeluarkan. (ars)
Pemprov Ajukan Dua Laboratorium Standar WHO ke Kemenkes Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB mengajukan dua laboratorium standar World Health Organization (WHO) sebagai tempat pemeriksaan sampel pasien yang diduga suspect virus Corona. Selain itu, Pemprov juga mengajukan 2.000 baju dan 200 sepatu alat pelindung diri (APD) untuk petugas kesehatan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mengatakan, selama ini sampel pasien suspect Corona dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Mulai pekan ini, pemeriksaan sampel pasien suspect Corona sudah bisa dikirim ke labora-
torium yang ada di Surabaya. Sebenarnya, kata Nurhandini, laboratorium yang ada di NTB dapat digunakan untuk memeriksa sampel pasien suspect Corona. Ia menyebut ada dua laboratorium standar WHO yang ada di NTB dapat digunakan sebagai lokasi pemeriksaan sampel pasien suspect Corona. Namun, Pemprov masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ‘’Kebetulan laboratorium kita di sini ada yang bisa mendeteksi (virus Corona). Kita sudah siapkan suratnya untuk dikirimkan ke Jakarta. Kita minta izin ke Kementerian Kesehatan, ada laboratorium kita di sini, agar boleh memeriksa juga,’’ kata Nurhandini dikonfirmasi usai Rapat Pimp-
inan Khusus (Rapimsus) antisipasi Corona di Kantor Gubernur, Minggu (15/3) siang. Ia menyebutkan, dua laboratorium yang dapat mendeteksi virus Corona di NTB. Pertama, laboratorium milik RSUD NTB dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram. Dan kedua, laboratorium yang berada di Sumbawa Techno Park Kabupaten Sumbawa. ‘’Hanya dua (laboratorium) itu yang sesuai standar WHO. Tinggal tunggu izin, kita baru boleh. Karena kita memeriksa, hasil tetap kita kirimkan ke Litbangkes,’’ jelasnya. Jika nanti dua laboratorium yang ada di NTB mendapatkan izin dari Kemenkes. Hasil pemeriksaan tetap dikirim ke Balitbangkes Jakarta. Untuk pasien yang dinyatakan negatif
Pameran Perumahan dan Umrah Bank NTB Syariah Dari Hal. 1 Dengan penambahan ini, tidak menutup kemungkinan BPD NTB ini akan mengajukan penambahan kuota pembiayaan ke pemerintah pusat. Jika tahun 2019 lalu, gelaran pameran property pertama, nilai pembiayaan yang dikukuhkan sebesar Rp132 miliar, untuk kali ini, nilai pembiayaannya bisa mencapai Rp160 miliar. ‘’Kami menyampaikan terimakasih kepada 11 developer, kepada 5 travel haji dan umrah. Kami berharap, yang dilakukan oleh Bank NTB Syariah ini memberikan manfaat yang besar kepada kita. Kepada masyarakat, kepada daerah. Insya Allah kita akan selenggarakan lagi tahun depan,’’ kata Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo. Kepala Divisi Pemasaran Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, Alfian Arif menyampaikan apresiasi terhadap inovasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank NTB Syariah untuk penyelenggaraan pameran property dan travel umrah. Menurutnya, kegiatan ini sangat baik. dan Bank NTB Syariah adalah salah satu BPD di Indonesia yang pertama kali menyelenggarakan pameran seperti ini. ‘’Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi BPD lain diseluruh Indonesia,’’ katanya. Karena itu, PPDPP akan melakukan pemantauan sera-
pan pembiayaan oleh Bank NTB Syariah. Jika tahun ini PPDPP mengalokasikan kuota sebanyak 1.200 rumah subsidi melalui Bank NTB Syariah, bukan tidak mungkin bank kebanggaan masyarakat NTB ini akan mendapatkan kuota tambahan. ‘’Kalau serapannya bagus. Silahkan saja, Bank NTB Syariah bisa mengajukan penambahan pembiayaan. Dan kembali akan disesuaikan dengan alokasi APBN,’’ demikian Alfian Arif. Sejumlah kemudahan diberikan pada event ini. Diantaranya, pre approval pembiayaan perumahan maupun umrah, subsidi uang muka sebesar Rp4 juta dan DP 1% untuk pembiayaan FLPP/rumah bersubsidi melalui produk pembiayaan tapak sejahtera iB Amanah Bank NTB Syariah. Free administrasi pembiayaan umrah melalui produk pembiayaan umrah iB Amanah Bank NTB Syariah. free merchandise untuk pembukaan rekening Tambora iB Amanah, aktivasi mobile banking dan SMS notifikasi, penukaran kartu GPN, program wakaf Al Quran Bank NTB Syariah serta banyak program menarik lainnya. Serangkaian kegiatan lomba juga dilaksanakan Tahfiz Qur’an untuk kategori TK dan SD. Tercatat diikuti hampir 900 peserta. Kemudian lomba Muslimah Fashion & Talent Show tingkat remaja Muslimah serta lomba fotografi dengan tema ‘’Pariwisata & Budaya Nusa Tengga-
ra Barat’’ dengan sasaran para pelajar, mahasiswa dan umum. Sebagai informasi, lomba Tahfiz tingkat TK, keluar juara I Zurol Najla Marjan (Sekolah Al Mukhtariah), Mufida Salsabila Juara II (TK Islam Wildanul Mukhalladun), Leli Emir Nakhla Putra juara III (Toriqul Hidayah). Tingkat SD kelas 1-3, Dahsa Romadhona (Juara I/SDN 16 Mataram), Muh. Alfa Jundi (Juara II/MIN 1 Lombok Barat), Anisa Alfi Khoirin Lubi (Juara III/SDN Bunsalak). Lomba Tahfiz SD kelas 46, Nayla Ifana (Juara I/SDN Bunsalak), Hani Meila Rizkia (Juara II/SDN 2Terong Tawah), Salwa Salsabila (Juara III/MI NW Padasuka). Untuk Lomba Fotografi kategori pelajar, Baiq Dian Utami (Juara I/Lombok Barat), Moh. Sahindra Rico Pratama (Juara II/Lombok Barat), Laodri Anugrah Febrian (Juara III/Lombok Timur). Sementara untuk juara kategori culture, Raiyani Muharramah (Juara I/Kota Bogor), Gede Sudika Pratama (Juara II/Gianyar Bali) dan Wayan Surya Edy Gautama (Juara III/ Karangasem Bali). Untuk kategori landscape, Devi Lesaldo (Juara I/Semarang Jateng), Imran Iswadi (Juara II/Mataram) dan Wibbi Marki Nopsiawan (Juara III/ Lombok). Untuk lomba Fashion dan Talent Show, Fanisha Sinta Dewi (Juara I), Riska Nsiphu Rismayana Wijaya (Juara II) dan Dewi Hilyati Aulia (Juara III). (bul/*)
Sekolah Libur Dua Pekan, Tiga Gili Ditutup Dari Hal. 1 Dengan meliburkan sekolah selama dua pekan, kata gubernur, bukan berarti siswa santai-santai di rumah. Tetapi selama libur dua pekan, mereka diberikan tugas tambahan. ‘’Banyak tugas-tugas yang dikerjakan di rumah untuk menghindari kerumunan,’’ katanya. Sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran virus Corona. Seluruh ASN Pemprov NTB termasuk anggota DPRD dilarang keluar daerah. ‘’Karena kita ingin melihat dua minggu ini seperti apa perkembangannya,’’ terangnya. Selain itu, kata orang nomor satu di NTB ini, Pemprov juga memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk NTB. Selama dua pekan, mulai hari Senin ini, Pemprov menutup akses wisatawan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Selama ini, ada seribuan wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke tiga gili dalam sehari. Mobilitas wisman ditutup selama dua pekan, karena selama ini kontrolnya agak susah. Gubernur menegaskan, penutupan sementara akses wisatawan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno sebagai bentuk keseriusan Pemda mengantisipasi dan mewaspadai virus Corona. Tetapi, kata gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini, bukan berarti kawasan tiga gili akan seperti
tempat mati yang ditinggalkan wisatawan. Justru, hal ini akan menjadi kesempatan bagi Pemda untuk memastikan kawasan tiga gili dan tempat lainnya merupakan daerah yang aman dari virus Corona. ‘’Jadi kita akan melakukan fogging, disinfektan semua ke seluruh pulau. Kita akan membersihkan segala macam. Sehingga ketika kita buka (kawasan tiga gili), siapapun yang datang ke situ akan tetap merasa aman dan nyaman ke tempat kita,’’ ujarnya. Terhadap wisatawan yang sudah masuk ke kawasan tiga gili, Dr. Zul mengatakan, akan ada pemeriksaan yang akan dilakukan. Untuk pemeriksaan sampel masyarakat atau wisatawan yang diduga suspect Corona, saat ini masih dilakukan di Surabaya. Diharapkan dalam waktu dekat, NTB sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk memeriksa sampel pasien suspect Corona pada laboratorium yang ada di daerah ini. Bukan hanya sekolah yang diliburkan dan mobilitas wisatawan ke tiga gili yang ditutup. Tetapi, kata Dr. Zul, sejumlah acara yang mengundang keramaian juga dibatalkan. Seperti rencana kegiatan tabligh akbar di Lombok Tengah, pawai ogoh-ogoh, HUT Lombok Barat, HUT Kota Bima. Untuk jalur penerbangan di Bandara Internasional Lombok, Dr. Zul mengatakan tidak
ada penerbangan yang ditutup. Tetapi untuk para TKI yang pulang ke NTB menjadi perhatian khusus. Terutama TKI NTB yang pulang dari negara yang terkontaminasi virus Corona. ‘’Akan ada perhatian khusus dan tentu secara proaktif,’’ tandasnya. Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menambahkan, Pemprov NTB tak mengizinkan para pejabat daerah keluar daerah. Namun, ASN tetap beraktivitas. ‘’Intinya kita mengurangi perjumpaan-perjumpaan. Rapat-rapat rutin sepanjang bisa lewat WA group, kita lewat sana,’’ katanya. Sekda menambahkan, untuk sementara event-event nasional dan internasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini ditunda dulu. Ia mencontohkan seperti tabligh akbar, pawai ogoh-ogoh, L’Etape dan sejumlah event MICE dicancel. Kegiatan L’Etape yang semula direncanakan April mendatang, diundur sampai Agustus mendatang. Data Pemprov NTB, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang. Hasil uji laboratorium, 8 orang sudah dinyatakan negatif Corona. Sedangkan 3 orang masih menunggu hasil pemeriksaan. Sementara itu, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 112 orang. Dengan rincian 85 ODP sudah selesai dalam pemantauan dan 27 ODP masih dalam pemantauan. (nas)
dapat diumumkan oleh Pemda. Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan positif Corona, hasil pemeriksaan diumumkan oleh Pemerintah Pusat. Apabila dua laboratorium yang ada di NTB tersebut mendapatkan izin dari Kemenkes dapat melakukan pemeriksaan sampel pasien suspect corona. Maka hasil pemeriksaan sampel pasien suspect Corona bisa cepat keluar. Sebelumnya, kata Nurhandini hasil pemeriksaan sampel pasien suspect corona dari Balitbangkes keluar dua sampai tiga hari. Namun dengan semakin banyaknya pasien yang diduga suspect corona, hasil pemeriksaan sampel lebih lama keluar. Terkait permintaan APD, Nurhandini mengatakan pada saat video conference dengan Menteri Kesehatan, Jumat pekan lalu telah disampaikan kebutuhan APD untuk petugas kesehatan. Ia menyebut kebutuhan APD sebanyak 2.000 baju dan 200 sepatu. Nantinya, APD akan
dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi. Selanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi mendistribusikannya ke kabupaten/ kota. Ia menyebut, saat ini ada empat rumah sakit yang ditetapkan menjadi rujukan pasien suspect Corona. Yakni, RSUD NTB, RSUD dr. Soedjono Selong, Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir dan RSUD Bima. Nurhandini mengatakan, saat ini masih ada tiga pasien suspect corona yang diisolasi. Sampel mereka sudah dikirim ke Balitbangkes dan masih menunggu hasil konfirmasi. Ia menyebut, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang. Hasil uji laboratorium, 8 orang sudah dinyatakan negatif Corona. Sedangkan 3 orang masih menunggu hasil pemeriksaan. Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 112 orang. Dengan rincian 85 ODP sudah selesai dalam pemantauan dan 27 ODP masih dalam pemantauan. (nas)
Panas Tinggi, Warga Manggelewa Dirujuk ke RSUD Dompu Dompu (Suara NTB) – Seorang warga Manggelewa berinisial RN (27) yang baru pulang dari menjadi TKW di Singapura mengalami sakit dengan gejala Covid 19 sejak 1 pekan lalu. Warga ini sempat diperiksa di RS Pratama, tapi memilih pulang paksa dan kini sedang diawasi di RSUD Dompu. Sekretaris Dinas Kesehatan Dompu, Maman, SKM, MMKes yang dikonfirmasi terkait hal ini, Minggu (15/3) malam membenarkan ada warga Manggelewa yang dirujuk ke RSUD Dompu oleh pihak Puskesmas Soriutu yang dipimpin langsung dr. H Cahyadi pada Minggu sore. ‘’Pasiennya lagi diamati di rumah sakit,’’ kata Maman. Pasien yang kini diamati di RSUD Dompu, kata Maman, sempat berobat ke RS Pratama Manggelewa dan diantar oleh keluarganya karena mengalami batuk, pilek dan sesak nafas yang sudah berlangsung sepekan. Dalam pemeriksaan di RS Pratama, pasien memiliki suhu badan sekitar 39 °C dan hendak dirujuk ke RSUD Dompu. Oleh pihak keluarga menolak untuk dirujuk dan justru marah – marah ke petugas, hingga memilih pulang paksa. “Tadi sore dicari lagi sesuai alamatnya. Dirujuk oleh Puskesmas (Soriutu). Tadi, saya konfirmasi dr. Cahyadi. Beliau sendiri yang rujuk,” kata Maman. Direktur RSUD Dompu, dr Alif Firyasa Maulana yang dikonfirmasi membenarkan ada warga Manggelewa yang dirujuk ke RSUD Dompu oleh Puskesmas Soriutu. Saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen untuk memastikan gejala sakit yang dideritanya. ‘’Baru pemeriksaan laboratorium dan rontgen,’’ kata dr. Alif yang meminta untuk menghubungi Humas RSUD Dompu untuk informasinya. Namun, Humas RSUD Dompu, Ida Fitriyani, S.Keb.Bd yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, pasien tersebut masih dalam pemeriksaan dan diterima di RSUD Dompu sekitar pukul 20.00 wita dari Puskesmas Soriutu Manggelewa. ‘’Masih dilakukan pemeriksaan pak, tenang,’’ kata Ida melalui pesan singkatnya. (ula)
Jadi Temuan BPK Dari Hal. 1 Dalam proses audit, pihaknya mengecek bagaimana pemerintah daerah dalam pengelolaan pariwisata, baik soal kewenangan maupun penanganan. Ia melihat, cara pemerintah daerah mengelola objek wisata belum maksimal. ‘’Pengelolaan pemerintahan kurang bagus, banyak perlu ditambahkan fasilitas umum,’’ ungkap Hery. Termasuk status pengelolaan, antara pemerintah kabupaten dengan provinsi masih harus dibagi sehingga kewenangannya jelas. Namun tidak dirinci, titik temuan dan soal pembagian kewenangan dimaksud. Hanya dijelaskannya, pihaknya fokus pada proses pengelolaan destinasi wisata oleh pemerintah daerah. Beberapa temuan secara umum, pengelolaan wisata belum ramah bagi wisatawan. ‘’Memang beberapa hal yang harus diperbaiki terkait friendly terhadap wisatawan,’’ ujarnya. Sementara ini audit terkonsentrasi di Lombok Utara, khususnya pengelolaan tiga gili. Pihaknya komitmen untuk melanjutkan ke kabupaten dan kota lain yang mempunyai destinasi wisata unggul. Ditanya mengenai temuan soal pungutan, pihaknya belum sejauh itu, karena audit masih berkaitan dengan pe-
ngelolaan kawasan wisata. Hery Purwanto pada Suara NTB Edisi Selasa 24 Desember 2019 mengatakan, tiga segmen jadi perhatian pihaknya dalam proses audit sektor pariwisata mendatang. Pertama, terkait proses pengelolaan sektor pariwisata, lebih khusus mengenai destinasi dan promosi. Kedua, auditor akan mengecek peran serta masyarakat, khususnya lingkar destinasi. Ketiga, mengecek langsung aliran dana dari objek ke kantong PAD. Pihaknya akan mencermati secara khusus pemasukan daerah dari PAD pada sektor pariwisata. Baik melalui karcis masuk, akomodasi dan transportasi di destinasi wisata. Diakuinya, audit belum mengarah ke tindak lanjut atas temuan atau karena ada temuan awal. Tapi audit ini merupakan pendahuluan yang membutuhkan observasi awal sebelum menukik lebih detail pada sumber pemasukan PAD. BPK melihat pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Pemprov NTB sesuai yang tertuang dalam visi misi NTB Gemilang. Saatnya pihaknya turut memberikan atensi, karena bagaimana pun juga kuat hubungannya dengan kesejahteraan masyarakat jika sektor pariwisata dikelola dengan baik. (ars)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 16 Maret 2020
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Dukung Pencegahan Covid-19
Laskar Sasak Bagi-bagi Masker Gratis
Mataram (Suara NTB) – Penyebaran virus corona (Covid-19) yang menyedot perhatian dunia mendapatkan atensi dari berbagai pihak. Salah satunya Laskar Sasak yang mengambil inisiatif untuk membagikan ribuan masker gratis pada pengunjung car free day (CFD) di Jalan Udayana, Minggu (15/3). Salah seorang peserta CFD, Oji, menerangkan pembagian masker tersebut sangat dinanti. Mengingat harga masker yang melambung tinggi beberapa waktu belakangan. Senada dengan istri Oji, Nur mengharapkan pembagian masker gratis dapat dilakukan terusmenerus. Peserta CFD lainnya, Mamiq Raditya dan istri juga menyampaikan hal serupa. Pasalnya, selain membagikan masker gratis, Laskar Sasak juga menyediakan hand sanitizer bagi seluruh peserta CFD yang ingin mencuci tangan. “Ini bagus sekali. Patut kita dukung,” ujarnya. Mahasiswa Poltekkes Mataram, Melly, yang datang ber-
sama tiga orang rekannya juga menyambut positif gerakan yang dilakukan Laskar Sasak. “Kita mahasiswa Poltekkes merasa kesulitan mendapatkan masker. Di sini malah kita digratiskan,” ujarnya. Warga Ampenan, Hadi, yang juga mendapatkan masker gratis mengapresiasi inisiatif dari Laskar Sasak untuk merespon penyebaran Covid-19. “Masker sulit didapatkan. Harganya (juga) mahal, malah di sini kita diberikan secara cuma-cuma,” ujarnya. Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharudin, menerangkan pembagian masker dan hand sanitizer merupakan salah satu bentuk kepedulian pihaknya dalam merespon
penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini. Terutama sebagai langkah-langkah pencegahan. “Agar kita semua peduli (untuk) mencegah penyakit ini, dan tidak panik,” ujar Taharudin. Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita, dimana selain membagikan masker dan hand sanitizer, Laskar Sasak juga memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat kepada peserta CFD. Menurut Taharudin saat ini seluruh pihak sangat perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan pribadi. Terutama untuk mencuci tangan dengan sabun anti bakteri pada air yang mengalir. “Minimal kita juga membersihkan
lingkungan rumah kita sekali sehari,” ujarnya. Selain lingkungan, masyarakat juga diimbau untuk menyaring berita-berita yang beredar saat ini. Pasalnya, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyebarkan berita tidak benar atau hoaks tentang penyebaran Covid-19. “Sebagai warga yang baik, kita harus cerdas dalam menerima berita-berita tersebut,” ujar Taharudin. Laskar Sasak sendiri disebutnya akan selalu mengambil posisi terdepan dalam menjaga situasi kondusif di Pulau Lombok dan NTB secara umum. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan kontribusi bagi seluruh proses pembangunan yang ada di Pulau Lombok. “Semoga langkah kecil ini (bisa) memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (bay)
(Suara NTB/ist)
BAGI MASKER - Pembagian masker dan hand sanitizer oleh anggota Laskar Sasak kepada peserta CFD di Jalan Udayana, Minggu (15/3).
Kendalikan Harga Gula
Pemkot akan Gelar Pasar Rakyat Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram akan gelar Bazar atau pasar rakyat di tiga lokasiuntukkendalikanhargagula di pasaran. Pasalnya, sejak digelar operasi pasar (OP) selama enam hari di Mataram, harga gula masih belum turun, bahkan cenderung naik menjadi Rp17 ribu/kg. Kepala Bidang Pengendaliam
Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, hasil OP yang dilakukan di enam lokasi di Mataram ternyata tak membuat hargagulaturun.Untukitu,Pemkot Mataram kembali gelar Bazar di tiga lokasi di Mataram. “Hasil evaluasi kita belum ada pengaruh OP untukmengendalikanhargaguladi
Mataram. Kita akan kembali adakan Bazar mulai Selasa (17/3) mendatang ini,” katanya, Sabtu (14/3). Bazar ini jelas Nida, sapaannya, akan digelar di Kantor Lurah Cakranegara Utara, Jalan Bung Hatta, dan di halaman gudang semen jalan Candi Pawon Lingkungan Getap Kelurahan Cakranegara Selatan Baru. “Kita juga akan minta ke Disdag Provinsi untuk penambahan OP di enam lokasi setalah Bazar nanti,” jelasnya. Terkait harga gula, dari hasil rapat bersama Disdag Provinsi jelas Nida, disinyalir kenaikan harga gula akibat Ro Sugar dari luar NTB mengalami kenaikan. Hal itu pun mempengaruhi harga gula di Mataram. Pada gelaran bazar nanti, Pemkot meminta beberapa pihak pengepul dan distributor gula bisa memberikan harga yanglebihmurah.Karena,stokgula di beberapa Bulog di Mataram
hanya bisa memasok gula hingga dua minggu ke depan. “Untuk gula Tambora dari informasi yang kita terima, akan semakin langka. Karena sampai saat ini belum berproduksi. Kemarin juga kita diundang ke Jakarta. Semua provinsi diminta bisa kendalikan harga gula di daerah,” terangnya. Sejauh ini, kata Nida posisi harga gula memang masih di atas Rp15.500/kg. Ia pun memprediksi, harga gula di Mataram akan terus mengalamai kenaikan. Mengingat, impor gula Jawa ke Mataram hanya satu kontainer dalam sebulan sejak tahun 2020. “Normalnya kan seharusnya dua kontainer,” katanya. Kepala Pasar Mandalika, Ismail menjelaskan, harga gula sejak Senin (9/3) hingga Minggu (15/3) mengalami kenaikan. Dari Rp14.500/kg naik menjadi
Rp16.000/kg. Untuk minyak goreng kemasan masih di harga Rp14.000/liter dan minyak goreng curah seharga Rp12.000/liter. “Nah untuk stok gula masih ada. Kira-kira bisa tercukupi selama dua minggu ke depan. Karena salah satu distributor di pasar masih impor gula dari Jawa,” katanya kepada Suara NTB. Ismail menyampaikan, dari stok gula yang tersisa di Pasar Mandalika, disinyalir akan terus mengalami kenaikan harga. “Memang stok masih tersedia. Cuma harganya akan semakin naik,” jelasnya. Senada dengan itu, kepala pasar Cakranegara, I Nengah Sukardi menjelaskan, untuk harga gula di Pasar Cakra masih di harga Rp16.000/kg. Sedangkan untuk harga Minyak kemasan masih di harga Rp14.000/liter dan untuk minyak curah masih di harga Rp12.000/liter. (viq)
Liburkan Siswa, Dinas Pendidikan Daerah Masih Tunggu Hasil Koordinasi Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan di daerah masih belum memastikan peliburan siswa di jenjang TK, SD, dan SMP. Dinas Pendidikan di daerah masih menunggu hasil koordinasi bupati/walikota dengan Pemerintah Provinsi NTB. Juga koordinasi pimpinan daerah dengan pihak Dinas Pendidikan dan Dinas terkait. Salah satunya, Dinas Pendidikan Kota Mataram belum meliburkan TK, SD, dan SMP di Kota Mataram. Kepala DInas Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir
Uzali, S.Pd., M.Pd., masih menunggu hasil koordinasi antara pemerintah Kota Mataram dan pemerintah Provinsi NTB, serta memastikan kesepakatan dengan seluruh kepala sekolah. Seperti diketahui Pemerintah Provinsi NTB meliburkan siswa SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta selama dua minggu, kecuali peserta ujian nasional dan ujian sekolah. “Untuk sementara menunggu hasil koordinasi Pemkot dan Pemprov pada hari ini (kemarin) di Kantor Gubernur, serta edaran dari Dinas Kesehatan. Kami pada hari Selasa akan mengumpulkan
seluruh Kepala Sekolah SMP dan K3S duduk bersama dengan Dikes Kota membahas tentang hal ini, supaya mayarakat sekolah lebih tenang,” ujar Fatwir dihubungi Minggu (15/3) sore. Fatwir menegaskan, bila ada sesuatu yang dianggap riskan dan Dinas Kesehatan Kota Mataram memberikan surat edaran tentang menyebarnya wabah tersebut, pihaknya akan melakukan hal yang sama dengan daerahdaerah lain yaitu meliburkan siswa. Disdik juga sudah mengimbau sekolah agar menggiatkan siswa cuci tangan pakai sabun, selalu menjaga kebersihan diri, mandi, sikat gigi, potong kuku, pakaian yang bersih, dan memakai masker bila perlu. Kadisdik juga meminta sekolah membersihkan kelas agar jangan ada sampah di laci meja dan di lemari kelas. Kepala sekolah mengadakan kegiatan gotong royong setiap hari Sabtu di sekolah. juga menguras membersihkan tempat tempat penampungan air jangan sampai ada jentik nyamuk. “Moto di sekolah yaitu Bersih Di Rumah Bersih Di Sekolah,” kata Fatwir. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Sumum, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil rapat Pemerintah Daerah pada Minggu (15/3) malam. “Kami menunggu hasil rapat Pemda nanti malam (kemarin malam, red), walaupun kami sudah mempersiapkan surat edaran serupa dengan edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi NTB,” ujarnya dihubungi Minggu (15/3) malam. (ron)