HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 15 JULI 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 103 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Bahas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas
Gubernur Diundang Ratas dengan Presiden Tetapkan 99 Desa Wisata Pemprov NTB menetapkan sektor pariwisata sebafai salah satu program unggulan menuju NTB Gemilang. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bahkan telah menandatangani SK penetapan 99 desa wisata yang fokus dikembangkan dalam lima tahun ke depan. SK penetapan 99 desa wisata sudah ditandatangani Gubernur NTB beberapa waktu lalu. Sesuai SK Gubernur, 99 desa wisata tersebut tersebar
Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, Senin (15/7) hari ini, akan menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Ir.H.Joko Widodo di Kantor Presiden di Jakarta. Ratas akan membahas soal pengembangan destinasi pariwisata prioritas. ‘’Gubernur NTB sudah menerima undangan untuk mengikuti Ratas yang akan dipimpin Presiden di Kantor Presiden di Jakarta. Ratas akan berlangsung Senin (15/ 7),’’ jelas Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy,
S.Sos, MM, kepada Suara NTB, Minggu (14/7). Menurut Karo Humas, selain Gubernur NTB, empat gubernur lainnya juga diundang. Masing-masing, Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Provinsi Nusa Teng-
gara Timur dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara. Ratas juga akan dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kepala Badan Ekonomi Kreatif dan p i - hak terkait lainnya.
di 10 kabupaten/kota. Masingmasing di Kabupaten Bima ada 10 desa wisata, yakni Kawinda Toi, Piong, Labuhan Kenanga, Oi Panihi, Sambori, Maria, Soro, Risa, Panda dan Tolotangga. Di Kabupaten Dompu ada sembilan desa wisata, yakni Saneo, Malaju, Pancasila, Huu, Doropeti, Riwo, Madaprama, Nangamiru dan Lanci Jaya. Di Kota Bima ditetapkan empat desa wisata. Yakni Kolo, Dara, Kumbe dan Ule. Bersambung ke hal 11
Dukung Program Beasiswa, Malaysia Gelar Tes MUET di NTB
(Suara NTB/kir/sarmataram)
Mataram (Suara NTB) Pemerintah Malaysia mendukung penuh program beasiswa NTB yang sedang dilaksanakan Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. Dimana, Malaysia merupakan salah satu tujuan pengiriman anak-anak muda NTB untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Mulai September mendatang, seratusan mahasiswa NTB akan dikirim kuliah pascasarjana pada 18 universitas negeri terkemuka di Malaysia. Bersambung ke hal 11
TO K O H
JATUH - Helikopter dengan tipe B206L4 Registrasi PKCDV, jatuh di di tengah persawahan di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) dekat Lombok International Airport (LIA), Minggu (14/7). Tim SAR Mataram mengevakuasi penumpang helikopter yang mengalami luka-luka (bawah).
Kaji LHP Inspektorat
Diduga Mesin Mati, Helikopter Jatuh di Loteng
PENYIDIK Polda NTB menerima tembusan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan keuangan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X NTB tahun 2018. KONI NTB akan dimintai mengembalikan indikasi kerugian negara. Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R Kirim Naker ke Australia
Praya (Suara NTB) Sebuah helikopter tipe Bell2064 dengan nomor registrasi PKCDV yang ditumpang tiga warga negara asing (WNA) jatuh di tengah persawahan di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) dekat Lombok International Airport (LIA), Minggu (14/7) sore kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pilot dan seluruh penumpang dinyatakan selamat. Kendati harus dilarikan ke RSUD Praya karena mengalami luka-luka. Ke tiga penumpang WNA masing-masing Luka Marie (Jerman), Nicholas Alexander (Inggris) serta Donoso Lillo (Chille). Adapun pilot heliko-
pter tujuan Labuan Bajo – Lombok tersebut Capt. Kustiyadi juga dalam kondisi selamat. ‘’Seluruh penumpang termasuk pilot selamat. Namun ke tiga penumpang WNA harus dilarikan ke RSUD Praya karena mengalami luka-luka,” aku Kapolsek Pujut AKP Ketut Putrawan, kepada Suara NTB, dilokasi kejadian. Insiden kecelakaan helikopter yang dioperasikan PT. Carpediem tersebut berlangsung sekitar pukul 14.20 Wita. Sebelum jatuh, pilot sempat meminta izin kepada Air Traffic Control (ATC) LIA untuk mendarat di apron LIA. Namun belum sempat mendarat, helikopter tersebut sudah jatuh di tengah persawahan
yang berjarak sekitar 500 meter dari run way LIA. ‘’Untuk penyebab kecelakaan, sampai sejauh ini belum bisa diketahui,’’ tambah Putrawan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak PT. AP I LIA, Basarnas, TNI serta intansi terkait lainnya. Untuk keperluan evakuasi. Sembari menunggu proses identifikasi, sementara lokasi kejadian di sekitar badan helikopter sudah dipasangkan police line, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Insiden helikopter jatuh tersebut mendapat perhatian masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/ars)
KETERANGAN - GM AP I Nugroho Jati (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait kecelakaan helikopter PKCDV di kantor AP I, Minggu (14/7) malam.
KNKT Turunkan 144 Pustu dan Polindes Rusak Tim Investigasi Berat akibat Gempa (Suara NTB/nas)
Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menginginkan akses pelayanan kesehatan segera kembali ke desa dengan memperbaiki Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Bersalin Desa (Polindes). Jumlah Pustu dan Polindes yang rusak berat akibat gempa 2018 lalu mencapai 144 unit. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mengatakan, Pemprov NTB lewat APBD 2018 memperbaiki sebanyak 20 unit Pustu dan Polindes. ‘’Kita gabung Pustu dan Polindes satu bangunan,’’ katanya dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin. Nurhandini merincikan, 154
Pustu dan Polindes yang rusak berat akibat gempa. Pustu yang rusak berat sebanyak 67 unit sedangkan Polindes 77 unit. Perbaikan fasilitas kesehatan yang dilakukan Dikes, digabungkan. Pustu dan Polindes dibangun satu bangunan. Selain diperbaiki oleh Pemprov, kata Nurhandini, juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 10 unit. Kemudian Bulan Sabit Merah membangun 3 Pustu dan Polindes. Bersambung ke hal 11
Nurhandini Eka Dewi
(Suara NTB/dok)
Pemprov Perbaiki 20 Unit
MENINDAKLANJUTI kunjungan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc pada akhir Juni lalu, Konsulat Jenderal (Konjen) RI dan PT. Global Harbour Solution, rencananya akan berkunjung ke NTB, Senin (15/7). Kunjungan tersebut untuk membahas kerjasama pengiriman tenaga kerja asal NTB ke Australia. Bersambung ke hal 11
Praya (Suara NTB) Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan Darat dipastikan akan turun melakukan investigasi kecelakaan helikopter. Investigasi untuk tujuan mengidentifikasi penyebab kecelakaan di area persawahan Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu (14/7) kemarin. General Manager (GM) Angkasa Pura I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati dalam keterangan pers Minggu malam menjelaskan, tim KNKT diperkirakan akan tiba Senin (15/7) hari ini. ‘’Pendaratan darurat helikopter ini segera akan dilakukan investigasi oleh KNKT. Rencananya akan tiba besok (hari ini, red),’’ kata Nugroho Jati. Nugroho yang juga menjabat Ketua Komite Penanggulangan Kondisi Darurat Kecelakaan Pesawat ini menambahkan, tidak ingin berspekulasi dengan penyebab kecelakaan. Pihaknya akan tetap menunggu proses penyelidikan resmi dari KNKT. ‘’Soal penyebab (kecelakaan), tidak ingin berspekulasi. Tapi laporan yang diterima Airnav, ada kehilangan kontak pukul 14.03 Wita. Kami bereaksi cepat melakukan penanganan,’’ jelas Nugroho. Bersambung ke hal 11
Gang Model Klasik KAWASAN Bisnis Cakranegara (KBC) segera direvitalisasi. Penataan ini perlu didukung oleh stakeholder. Agar memiliki ciri khas gang – gang di sekitar kawasan tersebut diusulkan dibangun model klasik. Lurah Mayura, I Made Suartha menyampaikan, penataan KBC mendapat respon positif dari masyarakat dan pengusaha. Mereka siap mendukung rencana pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya Dirjen Cipta Karya. Konsep yang mengadopsi Jalan Malioboro, Yogyakarta akan memberi kesan indah jika (Suara NTB/cem) pelaksanaannya selesai I Made Suartha dikerjakan. “Pengusaha dan masyarakat mendukung sekali,” kata Made Suartha ditemui pekan kemarin. Untuk memberi kesan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah perlu juga dibangun konsep gang di masing – masing lingkungan dengan model klasik. Konsep ini semakin menguatkan bahwa Cakranegara selain sebagai pusat bisnis juga memiliki situs sejarah yang hingga kini masih dipertahankan. Dia mengakui, parkir dan lapak pedagang kaki lima masih menjadi permasalahan hingga belum terurai. Pemkot Mataram dalam hal ini Dinas Perhubungan telah menyiapkan lahan parkir di lahan milik Pura Meru dan Selaparang Square. Pengendara tetap memilih parkir di pinggir jalan, sehingga menimbulkan kemacetan pada jam – jam tertentu. “Masyarakat jangan dimanjakan. Hanya 100 meter saja tidak mau,” kritiknya. Sebagai pusat bisnis di Kota Mataram, Cakranegara berpotensi memberikan keuntungan bagi masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat perlu memahami konsep penataan oleh pemerintah. Bila perlu tegasnya, kelurahan akan mengoptimalkan peran babinsa dan bhabinkantibmas untuk melakukan pengawasan. Menurutnya, kurang maksimalnya pengawasan memicu kendaraan bahkan cidomo parkir. Padahal, itu bukan jalur cidomo. “Cidomo sampai parkir di sana juga,”sebutnya. Setelah revitalisasi KBC akan memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentu perlu kerja keras dan kerja kolektif lintas sektor, masyarakat serta stakeholder lainnya. (cem)
SUARA MATARAM
Halaman 2
OPD Diminta Percepat Eksekusi Program Mataram (Suara NTB) – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia mendesak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) segera mengeksekusi program pada triwulan ketiga. Realisasi keuangan dan fisik masih rendah. Pada bulan Juni atau triwulan kedua, serapan keuangan dan fisik ditargetkan 47 persen. Di data monev LKPP pada Minggu (14/7) progres serapan fisik mencapai 35,29 persen dan keuangan 33,21 persen. Evi menduga OPD banyak yang belum bisa mengeksekusi program mereka karena beberapa faktor. Kasus ditemukan di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Ber-
encana yakni nomenklatur tak sesuai sehingga perlu diperbaiki, perencanaan tak sesuai dengan mata anggaran. Hal teknis ini juga dialami oleh OPD lainnya, sehingga di triwulan ketiga harus menggenjot serapan fisik maupun keuangan. “Saya kebetulan jadi Plt Kadis PPKB. Ada perencanaan yang keliru sehingga perlu diperbaiki,” katanya ditemui Jumat (12/7) pekan kemarin.
Persoalan demikian sambung Evi yang kini menjabat sebagai Asisten III Setda Kota Mataram, dibahas saat evaluasi realisasi pada akhir Juni lalu. Dua OPD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Bagian Kesra masuk zona merah. “Kalau bulan Juli ini belum kita evaluasi,” tandasnya. Penghujung bulan Juli, pimpinan OPD diminta mendorong se-
luruh program untuk dieksekusi agar tidak ada kesan pengerjaan dikebut akhir tahun sehingga menimbulkan masalah. Kabag Kesra Setda Kota Mataram, Fathoni Aspriadi mengaku, rendahnya serapan fisik dan keuangan disebabkan telat menginput laporan program. Padahal, programnya telah jalan dan tahap pelaporan. “Cuma telat entri saja. Staf mau mengakses terjadi gak bisa masuk karena sudah telat,” tambahnya. (cem) Hj. Baiq Evi Ganevia
(Suara NTB/cem)
Apresiasi Peningkatan PAD RAPERDA tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD baru saja diketok Dewan. Raperda ini, kata Sekretaris gabungan komisi-komisi DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, merupakan kewajiban konstitusional dan tanggung jawab moril serta politik yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD. Ini sesuai dengan amanat ketentuan Pasal 320 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (Suara NTB/dok) ‘’Bahwa Kepala Daerah Hj. Baiq Mirdiati menyampaikan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD dengan dilampiri laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir,’’ terang Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini. Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan yang dilampiri dengan ikhtisar laporan keuangan BUMD. Penyusunan Laporan Keuangan merupakan salah satu wujud dari penerapan pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel atas pelaksanaan APBD dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Terhadap pelaksanaan pengelolaan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2018, Gabungan Komisi DPRD Kota Mataram memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan kemampuan Keuangan daerah melalui realisasi penerimaan Pendapatan Daerah khususnya PAD yang terus meningkat. ‘’Realisasi PAD yang mencapai 101,16 persen merupakan capaian yang sangat positif di saat pemerintah sedang berusaha memulihkan kondisi perekonomian dan sosial bagi masyarakat Kota Mataram pascagempa bumi tahun 2018 yang lalu,’’ ujarnya pekan kemarin. Hal tersebut semakin memperkuat keyakinan Dewan bahwa bilamana terus dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas validitas data potensi pajak dan retribusi yang menjadi sumber PAD serta dilakukan pengelolaan secara baik dan profesional maka tingkat realisasi PAD memungkinkan hingga melampaui Rp500 miliar. Demikian pula realisasi belanja, agar tetap diupayakan peningkatan kinerja secara maksimal berupa serapan anggaran yang berkualitas dan proporsional. Sehingga, berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram. Sesuai dengan hasil pelaksanaan audit atas laporan keuangan yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI, Gabungan Komisi DPRD Kota Mataram memberikan apresiasi atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Kota mataram untuk kelima kalinya. ‘’Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan,’’ demikian politisi Gerindra ini. (fit)
PELEPASAN - Keluarga dari salah seorang jemaah calon haji menangis memeluk ibunya yang hendak menunaikan ibadah haji pada prosesi pelepasaan JCH, Sabtu (13/7) pekan kemarin di halaman Kantor Walikota Mataram. Sebanyak 140 jemaah tergabung dalam kloter tujuh diberangkatkan ke Madinah, Minggu (14/7) sore.
JCH Dilarang Bawa Sambal dan Rokok Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 140 jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (klot-
er) tujuh Kota Mataram, diberangkatkan Minggu (14/7) sore. Jemaah dilarang membawa rokok dan sambal berlebihan.
DP3A Berikan Penguatan Forum Anak Kelurahan Banjar Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, memberikan penguatan secara kelembagaan terhadap Forum Anak Kelurahan Banjar. Penguatan ini sebagai dorongan mengawal isu berkaitan dengan kota layak anak. Forum anak di tahun 2018 telah dibentuk di masing – masing kelurahan di Kota Mataram. Kepengurusan tak berjalan optimal sehingga perlu dilakukan penyegaran atau restrukturisasi. Penguatan Forum Anak Kelurahan Banjar dilaksanakan Minggu (14/7) disampaikan Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany, dengan memberikan pemahaman tentang kota layak anak, klaster – klaster, anak sebagai pelopor dan pelapor serta memberikan materi yang membangun akhlak mereka sebagai generasi penerus bangsa. “Tujuannya kita supaya forum ini lebih aktif. Mereka sudah dibentuk jadi harus berkegiatan,” kata Dewi. Salah satu indikator penilaian kota layak anak tidak saja fokus pada kegiatan dilakukan di tingkat kota. Namun demikian kata Dewi, penilaian sudah merambah ke kelurahan dan kecamatan. Forum anak tingkat kelurahan
dan kecamatan telah dibentuk harus aktif beraktivitas serta berinovasi. Inovasi ini berkaitan dengan pengembangan minat dan bakat anak – anak. Dia melihat Forum Anak Kelurahan Banjar cukup aktif. Mereka memiliki kelompok perkusi serta kegiatan sosial lainnya. “Ini bagus untuk membangun kreativitas anak,” tambahnya. Kegiatan digelar oleh forum anak kelurahan tetap dipantau. Harapannya adalah, generasi penerus bangsa menghindari hal – hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba serta menghindari pernikahan dini. Pembina Forum Anak Kelurahan Banjar, Iskandar menyampaikan, kegiatan pengembangan bakat dan minat anak intens dilaksanakan seperti pawai ta’aruf, lomba bertema R.A. Kartini, peningkatan minat baca siswa SD serta perkusi. Tujuannya adalah memberi ruang ekspresi bagi anak – anak untuk menemukan di mana bakat mereka. “Alhamdulillah, kegiatan tetap jalan terutama meningkatkan nasionalisme serta nilai agama,” tandasnya. Anak – anak yang tergabung dalam forum anak kelurahan berkontribusi mengurangi angka putus sekolah. Mereka menyisir atau mendata anak yang tidak melanjutkan sekolah dan dicarikan solusinya. (cem/*)
(Suara NTB/cem)
FORUM ANAK - Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany berfoto bersama dengan Forum Anak Kelurahan Banjar di sela – sela penguatan forum anak dilaksanakan Minggu (14/ 7). Penguatan forum anak sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman anak tentang kota layak anak.
Sebelum pemberangkatan, diawali prosesi pelepasan JCH oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama pimpinan di halaman Kantor Walikota Mataram, Sabtu (13/7) sore. Tiga jemaah usia lanjut menggunakan kursi roda. Pelepasan jemaah calon haji berlangsung haru. Sejumlah pengantar meneteskan air mata dan memeluk erat orangtuanya yang hendak naik bus. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, JCH yang tergabung dalam kloter tujuh berjumlah 140 orang. Ini terdiri dari usia 32 – 59 tahun sebanyak 86 orang, usia 60 – 69 tahun 27 orang dan 70 tahun ke atas sebanyak 27 orang. Jemaah akan diberangkatkan ke Madinah sekitar pukul
17.20 Wita pada Minggu (14/7). “Pemberangkatan jemaah kita akan bergabung dengan jemaah dari Lombok Tengah,” kata Burhanul ditemui, Sabtu (13/7). Hingga sore kemarin, belum ada laporan JCH tergabung dalam kloter tujuh mendapatkan perawatan dari tim medis. Dari profile kata Burhanul, rata –rata jemaah tidak memiliki masalah dari segi kesehatan, meskipun tiga jemaah menggunakan kursi roda. “Itu karena faktor usia. Tapi mudah – mudahan tidak ada masalah,” harapnya. Jemaah calon haji dilarang membawa barang – barang cair dan melebihi kapasitas. Pemeriksaan oleh petugas bandara ditemukan jemaah membawa sambal dan rokok. Je-
maah hanya diperbolehkan membawa 200 batang rokok. Untuk sambal sebenarnya bisa dibawa tapi dimodifikasi, bukan dampak bentuk cair. Larangan membawa barang berlebihan atau yang tidak boleh dibawa berulang kali disampaikan saat sosialisasi oleh petugas dari Kemenag. “Kemungkinan ada keluarganya yang masukin sehingga kelolosan oleh jemaah,” tandasnya Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta kepada para jemaah calon haji untuk mendoakan kebaikan bagi Kota Mataram, agar setiap program pembangunan yang telah direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Kota Mataram. (cem)
12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Alamat : Jl. Flamboyan No. 1 Mataram 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Wa : 081239023160 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Email : bpmp2t.mataram@gmail.com 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Website : www.dpmptsp.mataramkota.go.id 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 IBU MEIRNA (MATARAM) 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Pertanyaan : 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Usaha kami sudah memiliki izin SIUP dan TDP lama yang masih berlaku, dengan berlaku12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 nya sistem baru pengurusan izin terintegrasi secara elektronik OSS (Online Single Submission). 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Apakah kami harus mengurus kembali izin SIUP dan TDP tersebut? Mohon penjelasan. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Jawaban : 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Yth. Ibu Meirna di Mataram 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Kami banyak menerima pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang Ibu Meirna 12345678901234567890123456789012123456789012345678 ajukan. Terkait dengan pertanyaan tersebut dapat kami jelaskan : 12345678901234567890123456789012123456789012345678 1. Berdasarkan PP No. 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Secara Elektronik bahwa setiap perusahaan wajib memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 yang berlaku sebagai TDP (Tanda Daftar Perusahaan) untuk mengganti TDP yang lama. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Demikian juga dengan SIUP Perusahaan yang telah ibu miliki juga harus diganti dengan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 SIUP baru yang akan diterbitkan melalui OSS. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 2. Untuk pengurusan NIB maupun SIUP dan lain – lain melalui OSS dapat dilakukan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 dari rumah/kantor atau dari mana saja dengan mengunjungi situs www.oss.go.id , apabila 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Ibu Meirna atau siapapun pengusaha yang masih kesulitan silakan dating ke Kantor 12345678901234567890123456789012123456789012345678 DPMPTSP Kota Mataram, Alamat Gedung Sekretariat kotaMataram , Jl. Flamboyan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 No. 1 Mataram (Gedung Selatan Lantai 1), untuk mendapatkan bantuan pendampingan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Sistem OSS. Perbantuan dari operator yang telah kami siapkan. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Semoga dapat menjawab pertanyaan Ibu Meirna. Terimakasih 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 UD. RIZKY (PENGHULU AGUNG AMPENAN SELATAN) 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Pertanyaan : 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Apakah dengan OSS berarti SIUP dan TDP tidak ada lagi ? 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Jawaban : 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Yth. UD. RIZKY di Ampenan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 BerdasarkanPP No. 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Se12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 cara Elektronik, SIUP tetap ada, sedangkan TDP telah berubah menjadi NIB (Nomor 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Induk Berusaha) yang sekaligus berlaku sebagai TDP, API (Angka Pengenal Importir ) dan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 akses Kepabeanan untuk bidang usaha jasa terkait perdagangan, OSS akan menerbitkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 SIUP sebagai izin usahanya. NIB wajib dimiliki pelaku usaha yang ingin mengurus periz12345678901234567890123456789012123456789012345678 inan berusaha melalui Online Single Submission (OSS), baik usaha baru maupun usaha 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 yang sudah berdiri sebelum operasionalisasi OSS. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Sekian dan terimakasih. 12345678901234567890123456789012123456789012345678
POJOK DPMPTSP MATARAM
(Suara NTB/dok)
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
SUARA NTB
Halaman 3
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Halaman 4
Memperjuangkan ’’Zero Waste’’ Tak Semudah Membalik Telapak Tangan Wagub mencontohkan, penerapan zero waste di Abu Dhabi Uni Emirat Arab dapat tercapai dengan kurun waktu 10 tahun. Begitu juga di Australia mulai dari pemahaman dan lainnya 10 tahun hingga terwujud zero waste energy. Untuk itu, apabila kampanye yang dilakukan, namun masih terdapat sampah di berbagai sudut, menurut wagub bahwa itulah pros-
es dalam menuju kesuksesan mewujudkan zero waste. “Tidak begitu kita kampanye langsung semua masyarakat NTB mengikuti. Itu tidak mungkin, karena edukasi butuh waktu,” terangnya pada Suara NTB di Pancor, Minggu (14/7). Kendati demikian, wagub sangat bersyukur atas respons masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota
yang sangat luar biasa. Misalnya di Lombok Timur hampir seluruh kepala desa begitu semangat untuk membuat bank sampah, begitu juga di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, Mataram bahkan kabupaten/kota yang ada di Pulau Sumbawa. “Ini masalah edukasi, butuh waktu dan butuh konsistensi dari kita semua un-
tuk terus secara bertahap dari pemahaman perubahan mindset,” jelasnya. Perubahan mindset yang dimaksudkan wagub seperti, memilah, membuang bahkan menjual sampah pada tempatnya, karena saat ini bagaimana mengubah mindset masyarakat dari sampah itu bencana dan musibah, namun menjadi sumber daya. Inilah yang harus diedukasi kepada seluruh masyarakat NTB. “Semua jenis sampah bisa didaur ulang. Sampah daun dan tumbuhan bisa dibuat bermacam-macam, itu bisa jadi pupuk dan pakan,” terangnya. Terwujudnya bank sam-
pah atas partispasi pemerintah desa di masing-masing kabupaten/kota, kata Wagub patut disyukuri karena tanpa respons yang baik itu, pemerintah provinsi tidak bisa jalan sendiri dalam menerapkan zero waste. Dalam hal ini, ujarnya, harus bergandengan dengan kabupaten/kota, stakeholder terkait serta NGO yang memiliki perhatian besar terhadap lingkungan serta organisasi lainnya. “Mari kita konsisten, saling mengingatkan semua dan saling mengedukasi. Adapun target penerapan zero waste ini 5 tahun dan pada tahun 2023 diharapkan sudah tercapai 30 persen,’’ harapnya. (yon)
”
Tidak begitu kita kampanye langsung semua masyarakat NTB mengikuti. Itu tidak mungkin, karena edukasi butuh waktu,’’ Hj. Sitti Rohmi Djalilah
Janji Pemerintah Pusat Masih Ditunggu
(Suara NTB/yon)
Tunggu Kuota Pusat PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim saat ini tengah menyusun rencana pengusulan CPNS dan PPK tahun 2019. Di samping itu, Pemda Lotim masih menunggu kuota yang ditentukan oleh pusat. Demikian disampaikan Sekretaris BKPSDM Lotim, Lalu Alwan Wijaya, kepada Suara NTB, Sabtu (13/7). Dijelaskannya bahwa untuk aturan sementara ini, pemerintah pusat memberikan kuota bahwa untuk rekrutmen CPNS sebanyak 30 Lalu Alwan Wijaya persen dan PPPK 70 persen. Sehingga inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah daerah dikarenakan penggajian PPPK dibebankan kepada daerah. Di mana untuk perekrutan PPPK tahun 2018 lalu, pemerintah daerah kelimpungan mencari sumber anggaran, padahal waktu itu jumlah yang diterima hanya 73 orang. Maka dari itu, dalam perekrutan khususnya bagi PPPK ini akan dikomunikasikan dengan TAPD untuk melihat ketersediaan anggaran. Sementara untuk saat ini sedang dilakukan pemberkasan terhadap PPPK yang direkrut tahun 2018 lalu untuk kemudian dilakukan penentuan NIP. “Iya kita masih menunggu keputusan dari pusat untuk formasi dan kuota, hak dari daerah hanya mengusulkan,” jelasnya. Sebelumnya, Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy.,MM menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pengangkatan terhadap tenaga honorer yang ada di Kabupaten Lotim. Pengangkatan yang disertai dengan pemberian SK ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. “Yang akan kita angkat sesuai dengan kemampuan untuk menggaji mereka. Apabila daerah tidak mampu, kemungkinan tahun depan diperbesar alokasi anggarannya,” terangnya. (yon)
Data Tidak Valid
Penerima BPNT Banyak yang Sudah Meninggal Tanjung (Suara NTB) Data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT-pengganti rastra, red) diklaim tidak valid oleh sejumlah kepala dusun. Mereka bahkan berharap, agar pemerintah segera merevisi data tersebut, karena berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di tingkat bawah. Kadus Sambik Jengkel Perigi, Desa Selengen, Edi, kepada koran ini Sabtu (13/7) mengaku, pihaknya menjadi sasaran kritik warga selama proses pembagian BPNT beberapa waktu lalu. Warga berasumsi kepala dusun mempermainkan data penerima BPNT, karena pola pembagian, dan sasarannya berbeda dengan kondisi riil masyarakat bawah. “Masalah BPNT ini tidak pernah ada sosialisasi ke tingkat desa maupun dusun, dan data yang digunakan juga data warga sebagian sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pihak pendamping kami tanya juga tidak tahu,” ujarnya. Bahkan klaim Edi, penerima BPNT yang notabene sudah meninggal beberapa tahun lalu tidak terjadi di dusunnya saja, tetapi juga dusun lain di Desa Selengen. Sebagai Kadus, Edi menyayangkan tidak adanya sosialisasi dari instansi terkait ke dusun dan desa secara langsung. Apalagi dalam pelaksanaannya, penerima BPNT dimasukkan melalui program PKH (program keluarga harapan). “Sampai saat inipun, kita di dusun tidak mengetahui pasti berapa kuota masing-masing dusun karena penyalurannya tidak terpisah dengan PKH,” tegasnya. Menurut Edi, persoalan data BPNT ini harus segera direvisi oleh Pemerintah. Sebab data BPNT seolah keluar secara dadakan dan tanpa melalui proses verifikasi dan validasi. Pihaknya di dusun, hanya menerima data yang sudah “dibungkus” oleh pemerintah. Padahal tidak semua data tersebut tepat sasaran. Situasi semacam ini pun dianggap bumerang bagi perangkat kewilayahan, karena setiap pencairan menjadi bahan kritik warga. Selain itu, pihaknya dari perangkat kewilayahan di 13 dusun se - Desa Selengen sempat mempertanyakan kejelasan data yang tidak sesuai di lapangan. Seharusnya pemerintah menggunakan data jadup (jaminan hidup) yang sudah diajukan ke kabupaten sebagai data acuan pemberian bansos. Data dimaksud sudah diverifikasi sesuai kondisi riil di masyarakat saat ini. “Di BDT (basis data terpadu) saja, kita kadus tidak boleh menambahkan atau mengganti BDT, hanya disuruh tandai yang meninggal saja. Sementara isi dari data BDT dusun saya itu terlihat didominasi oleh keluarga (oknum) pendamping Desa Selengen. Sehingga di PKH banyak keluarga dia yang menerima dnan kesannya data dipaksakan,” tandasnya. Sementara Kadus Dompo Indah, Ahmad Kurdi, menguatkan hal serupa. Ia mengklaim data BDT yang menjadi acuan adalah data tahun 2011 lalu. Hal ini menyebabkan sebagian besar warganya yang berprofesi sebagai buruh tani tidak mendapat BPNT. “Kalau mau riil, warga saya yang seharusnya dapat 120 KK, tapi yang keluar di data hanya 67 orang. Yang keluar itu pun kebanyakan dobel, ada yang meninggal, pindah dan sebagainya. Sehingga jumlah warga yang mengklaim sekitar 40-an KK,” sebutnya. Senada dengan Edi, Ahmad Kurdi, juga menyuarakan persoalan serupa agar masyarakat diverifikasi ulang. Kementerian melalui instansinya di provinsi dan kabupaten menggandeng aparat di dusun mendata warga untuk memperoleh data tepat sasaran. “Apalagi pascagempa ini, kondisi warga semua sama tidak punya rumah. Harusnya semua dapat,” imbuhnya. (ari)
(Suara NTB/yon)
Selong (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, menegaskan program zero waste terus berjalan. Bahkan program tersebut mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota di NTB. Hanya saja, kata wagub, dalam memperjuangkan zero waste tidak semudah membalik telapak tangan.
(Suara NTB/ari)
KERING - Lahan warga Desa Mumbulsari, potensial jagung tapi tidak bisa ditanami kembali karena tidak ada dukungan sumur bor.
Atasi Kekeringan Sejumlah Desa
Warga Minta Dibuatkan Bendungan Tanjung (Suara NTB) Kekeringan di wilayah Bayan dan sebagian Kayangan sudah berlangsung lama. Persoalan ini jamak, bahkan seolah tak bisa dilawan oleh kebijakan pemerintah. Namun bagi warga, mengatasi kekeringan permanen di setiap kemarau bisa diusahakan dengan membuat bendungan. Sekretaris Desa Mumbulsari, Kecamatan Kayangan, Sugeng, Sabtu (13/4) mengungkapkan persoalan kekeringan di Desa Mumbulsari tidak bisa diatasi dengan pakem lama. Dalam hal ini, mendistribusikan air bersih ataupun menggali sumur bor. Secara geografis, di Desa Mumbulsari, 7 dari 12 dusun mengalami kekeringan parah setiap tahun. Bahkan di beberapa titik, dibenarkan warga masih harus mengkonsumsi air hujan meski di luar musim kemarau. Di 5 dusun yang ada, kekeringan dan air bersih dapat di atasi menggunakan sumur bor. Namun di 7 dusun lain, letak dusun di dataran tinggi menyulitkan pengeboran. Hal ini bahkan dibuktikan Pemda KLU
di Dusun Jeruju, di mana sumur bor yang ada di dusun itu menganggur. “Kami dari desa sudah mengupayakan pengadaan perpipaan dari DD senilai Rp 463 juta. Panjang perpipaan dari dana itu sekitar 7 km dengan menyambungkan sumber air Mursemalang,” ujar Sugeng. Usaha itu hanya salah satu cara untuk menjamin ketersediaan air bersih khususya untuk konsumsi. Diperkirakan perpipaan akan cair pada bulan Oktober atau sesuai pencairan DD pada terminal ketiga. Namun menurut Sugeng, persoalan irigasi warga tidak tercover sama sekali. Dari 12 dusun, hanya 5 dusun yang ada sumur bor yang bisa bercocok tanam pada musim kemarau. Itu pun tidak seluruh lahan di satu dusun bisa terakomodir irigasi sumur bor. “Kalau musim kemarau, masih banyak lahan nganggur. Total areal lahan di Mumbulsari sekitar 853 hektar. Kalau ditanami jagung dengan rata-rata 5 ton/hektar, maka hasilnya 4.265 ton sekali panen. Tapi hanya beberapa dusun saja yang arealnya bisa ditanami 3 kali setahun,” paparnya.
Di Desa Mumbulsari, terdapat 8 sumur bor. Sebarannya, 3 titik di bagian Utara (dekat dengan wilayah pantai) dan 5 titik lainnya d sebelah selatan. Sekali lagi, pengeboran hanya terbatas di 5 dusun, karena faktor geografis. Artinya, sambung sekretaris desa, ia berharap agar pemerintah berpikir lebih besar untuk memajukan masyarakat desa dalam jangka panjang. Ia meminta agar pemerintah membuatkan bendungan di wilayah Dusun Munder (dusun terdalam) Desa Mumbulsari. Lokasi kali Dusun Munder dinilai warga sangat cocok menampung air sungai pada musim hujan. Setiap tahunnya air kali terbuang ke laut tanpa mampu menampung dalam waktu lama. “Potensi pertanian di 7 dusun lain terbengkalai, karena hanya bisa ditanami sekali setahun. Irigasi sulit, kecuali dibuatkan bendungan di sekitar Munder. Kali ini potensial menyimpan air, karena lebarnya saja ratusan meter. Kalau ini dibendung, maka bisa mengaliri semua dusun, bisa juga sampai ke Desa Akar - Akar,” tandasnya. (ari)
Selong (Suara NTB) Banjir bandang yang menerjang wilayah Keruak dan sekitarnya pada akhir tahun 2017 telah menghanyutkan banyak rumah warga. Termasuk lembaga-lembaga pendidikan swasta turut kena hantaman air. Pemerintah pusat, pascabanjir bandang itu pun diakui cukup cepat tanggap dengan mendatangi langsung warga yang menjadi korban. Akan tetapi, janji yang diucapkan para pejabat di lingkup pemerintah pusat beberapa waktu itu hanya jadi utang janji. Pasalnya sampai sekarang, janji tersebut tak kunjung direalisasikan. “Sampai sekarang masih nihil,” ungkap Kepala Desa Sepit, H. Irfan Junaidi kepada Suara NTB, Sabtu (13/7). Desa Sepit diketahui adalah salah satu dari desa yang terkena hantaman banjir. Disebut ada 17 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami rusak berat. Janjinya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Sosial kala itu menjanjikan Rp 30 juta untuk rusak berat, Rp 15 juta untuk rusak ringan. Janji inilah, yang diharapkan bisa diwujudkan segera oleh pemerintah pusat. Terbilang, sudah cukup lama janji tersebut tak kunjung cair. Untuk pemerintah daerah Kabupaten Lotim, ujarnya, bupati sudah memberikan bantuan langsung kepada para korban jiwa atau sudah diberikan Rp 3 juta per KK. Sekarang ini, ujarnya, warga masih menunggu janji petinggi negara yang kala itu bergantian datang. Sementara dari Dana Desa sebutnya tidak berani dianggarkan untuk perbaikan. Pasalnya, tidak ada dasar hukum bagi desa untuk membiayai pembangunan rumah warga yang menjadi korban banjir bandang. ‘’Janji pusat itu menghalami desa untuk membantu pembangunan rumah warga,’’ ujarnya. Saat ini dari 17 KK yang rusak rumahnya, sebagian besar sudah mulai membangunkan diri sendiri rumahnya. Dua kepala keluarga sebutnya masih menumpang di rumah-rumah tetangganya karena belum ada dana untuk membiayai pembangunan rumah sendiri. Pimpinan Yayasan Ponpes Al Amin Desa Sepit, L. K. Abubakar juga mengakui adanya janji pemerintah pusat tersebut yang tak kunjung ada kabarnya sampai sekarang. Seperti dialami sendiri oleh onpes. Tiba-tiba air besar datang dan mengguyur laboratorium bersama dengan isinya. Harapannya bantuan dari pusat tersebut segera terealisasi. (rus)
TNI Wujudkan Akselerasi Pengentasan Kemiskinan KABUPATEN Lombok Timur (Lotim) disebut sebagai barometer Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah penduduk yang mendiami Lotim seperempat penduduk NTB. Tingginya jumlah penduduk ini berbanding lurus dengan angka kemiskinannya yang terakhir sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir masih menyisakan 18,28 persen. Tingginya kemiskinan tersebut salah satunya tergambar dari banyaknya jumlah rumah kumuh. Perumahan kumuh atau tidak layak huni dalan konsep BPS dalam masuk kategori Garis Kemiskinan Non Makanan. Ketika terpampang rumah yang tidak layak huni, menjadikan indikator nyata penduduk bersangkutan disebut miskin. Jumlah rumah tidak layak huni di Lotim sampai saat ini masih menyisakan 35 ribu lebih. Fakta ini diakui Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim, Sahri. Dikatakan, masih banyak rumah yang perlu disentuh upaya peningkatan kualitasnya agar warga Lotim ini bisa menempati rumah yang tidak layak menjadi layak huni. Banyaknya rumah tidak layak huni di Lotim ini mendorong Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy untuk menempuh beragam cara agar Lotim bisa lepas dari persoalan pelik kemiskinan. Termasuk meminta para pasukan loreng yang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk bisa turut memfokuskan pembangunan
rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Pada gelaran TMMD sebelumnya, diakui Bupati yang juga mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim, pelaksanaannya banyak diarahkan unttuk membuka jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya. Pada pelaksanaan TMMD yang ke 105 tahun 2019 ini di Lotim, ia menaruh harapan agar dipusatkan perhatian pada akselerasi pengentasan kemiskinan dengan membantu membangunkan warga Lotim rumahnya yang tidak layak huni menjadi rumah yang layak huni. Melalui TMMD, harapan besar orang nomor satu di Lotim ini coba diwujudkan TNI AD. Sebanyak 100 unit rumah sudah mulai disentuh pasukan loreng ini di tiga desa di wilayah kecamatan Keruak. Desa Sepit, Senyiur dan Selebung Ketangga. Aksi cepat pasukan TNI AD di tiga desa tersebut pada pelaksanaan TMMD ke 105 yang dimulai sejak 9 Juli lalu sudah terlihat nyata. Penjelasan Komandan Rayon Militer (Danramil) Keruak, Lettu Inf. Agil, sudah 15 persen rumah bisa dirampungkan pembangunannya. 100 unit rumah kumuh tersebut dipastikan rampung dalam sebulan. Desa Sapit salah satu desa sasaran selama pelaksanaan program perbaikan rumah kumuh sebut Agil terdapat 34 unit rumah yang dibangun. Rumah dibangun dari kondisi yang sangat kumuh menjadi layak huni. Satu unit rumah
bisa dikerjakan dalam waktu paling lambat sepekan. “Paling cepat lima hari,” ucap Agil. Cara progresif pasukan TNI AD dari Dandim 1615 Lotim memperlihatkan hasil yang sangat disyukuri penerima manfaat program bantuan perbaikan rumah tersebut. Inaq Masyhur alias Inaq Syurur, salah satu penerima manfaat bantuan tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia seperti tak percaya bisa dibangunkan tempat tinggal yang lebih layak dari sebelumnya. Dituturkan, rumah tinggalnya sebelumnya merupakan rumah yang sangat kumuh. “Rumah bedek,” katanya. Ungkapan syukur dan terima kasihnya yang tak terhingga diucapkan kepada para tentara yang siap tanpa diupah membantu dengan cepat membangunkan rumahnya. Inaq Syurur, warga Dusun Tengeh Desa Sepit adalah satu dari sekitar 100 lebih warga Sapit yang senasib dengannya. Buruh tani ini mengaku, jika mengandalkan upah hariannya jelas tidak bisa untuk mendirikan rumah yang layak. Karenanya, adanya bantuan dari para TNI AD ini sangat ia rasakan manfaatnya. Mimpinya ingin memiliki rumah yang layak akhirnya bisa diwujudkan melalui tangantangan kokoh para tentara. “Terima kasih TNI,” ucapnya. Program yang dilaksanakan TNI AD melalui TMMD yang ke 105 ini sangat dirasakan juga manfaatnya oleh Kepala Desa Sepit, H. Irfan Junaidi. Ia menyebut, penanganan rumah
(Suara NTB/rus)
BANGUN – Anggota TNI yang membangun rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak huni di Lotim melalui programTMMD. tidak layak huni memang menjadi salah satu fokus perhatiannya agar masyarakat Desa Sepit ini bisa cepat keluar dari garis kemiskinan. Dicatat, pada tahun 2013 lalu, jumlah rumah kumuh di Sepit mencapai 170 unit. Sejak tahun tahun itu, setiap tahun dialokasikan perbaikan rumah warga dari anggaran dana desa sebanyak 7 unit. Terakhir hanya 4 tahun tahun 2018. Di samping itu, ada bantuan juga dari provinsi sebanyak 20 unit, bantaun dari TP PKK Lotim 2 unit. Tersentuhnya 34 unit rumah tidak layak huni oleh pasukan loreng di Desa Sepit ini menambah makin banyaknya jumlah rumah yang bisa teratasi. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Sepit, Kades mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada
TNI AD yang telah memilih Sepit sebagai lokasi TMMD yang ke 105. “Program TMMD ini jelas sangat membantu sekali, jadi kita bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni dan sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat yang notabenenya sebagian besar adalah para buruh tani,” demikian ungkap Kades menambahkan. Membangun rumah layak huni ini sudah sangat lama dinanti-nantikan masyarakat. Syukurnya, TNI AD bisa menjawab penantian warga miskin di Desa Sepit. “Sudah lama masyarakat menanti karena kita di desa juga terbatas anggaran, sehingga harus bergiliran sesuai skala prioritas,” jawabnya. Namun hadirnya TNI AD mempercepat penantian warga terjawab. (rus)
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Keberatan DD Dipangkas KEPALA Desa Kuripan Kecamatan Kuripan Lombok Barat (Lobar) Hasbi keberatan dengan kebijakan pemangkasan Dana Desa (ADD) sebesar Rp 400 juta yang dialami desanya. Pemangkasan DD ini disebabkan status desa yang naik menjadi desa maju. Pihaknya mempertanyakan parameter penilaian, sehingga desanya naik status, sebab masih banyak masalah di desanya, seperti kasus stunting dan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, kekeringan serta (Suara NTB/her) masalah kemiskinan. PiHasbi haknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemda terkait pemangkasan DD ini. “Iya dipangkas ADD kami sebesar Rp 400 juta, akibat dari status desa kami dianggap maju,” ungkap Hasbi, Sabtu (13/7). Dijelaskan, DD dan ADD untuk desa dalam status berkembang seperti Giri Sasak mendapatkan suntikan dana Rp 1,7 miliar. Sedangkan desanya masuk status maju, sehingga hanya mendapatkan suntikan dana Rp 1,4 miliar. Artinya kata dia DD untuk Desa Kuripan lebih kecil akibat dipangkas. Ia mempertanyakan apa parameter desa maju yang disematkan ke desanya. Padahal, kata dia, dari sisi luas wilayah desanya jauh lebih luas dibandingkan Desa Giri Sasak, namun anggarannya lebih besar karena berstatus desa tertinggal. Kalau parameternya dekat dengan fasilitas umum seperti pasar, puskesmas tidak menjadi ukuran.Sebab di satu sisi masyarakat menjadi korban akibat penilaian status desa ini. Karena dampak dari status ini justru masyarakat tak bisa tersentuh program. “Desa ini naik dua langkah, dari desa tertinggal ke maju, kalau desa lain hanya berkembang. Kalau desa kami sendiri status maju. Ini kan masyarakat jadi korbannya,” tegas dia. Ia menambahkan, selain dua masalah ini daerahnya juga ada yang rawan kekeringan, seperti di Dusun Iting, namun sudah bisa teratasi dengan program Pamsimas. Ada 153 KK yang bisa tertangani pamsimas ini dengan debet 1 liter per detik. “Daerah ini rawan kekeringan tapi setelah ada pamsimas ini mudahan bisa tertangani,” jelas dia. Pamsimas ini sendiri rencananya akan dikelola oleh BUMDes. (her)
Kloter Kedua JCH Loteng Diberangkatkan Praya (Suara NTB) Kelompok terbang (kloter) kedua Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (13/7) kembali diberangkatkan ke Mekkah. Rombongan yang diberangkatkan ini terdiri dari pendamping serta petugas kesehatan dan 306 JCH dilepas Sekda Loteng H. M. Nursiah, S.Sos., MSi. Kloter tujuh embarkasi Lombok International Airport (LIA) tersebut merupakan kloter campuran dengan Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Itu artinya, Loteng tinggal menyisakan satu kloter campuran lagi. Rencananya kloter terakhir ini akan diberangkatkan Sabtu (20/7) mendatang. Sekda berpesan agar JCH menjaga kondisi kesehatan dengan baik supaya bisa melaksanakanya seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Selain itu, bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan bugar. Terlebih ibadah haji merupakan ibadah fisik, sehingga ketahanan dan kekuatan fisik sangat menentukan berhasil tidaknya para JCH menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji. “Tidak mudah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Butuh fisik yang kuat. Jadi jaga kesehatan supaya fisik kita kuat untuk menjalankan ibadah haji,” pesannya. Tahun ini, Loteng memperoleh kuota haji terbanyak kedua setelah Lombok Timur (Lotim) sebanyak 906 orang JCH. Para JCH asal Loteng dibagi dalam tiga kloter, satu kloter utuh yakni kloter dua serta dua kloter campuran, masingmasing kloter tujuh serta 11 embarkasi LIA. (kir)
Menurun, Progres Tindak Lanjut Temuan BPK Giri Menang (Suara NTB) – Progres hasil capaian tindaklanjut hasil LHP BPK di Lombok Barat (Lobar) mengalami penurunan pada semester I tahun ini, dibandingkan progres tahun sebelumnya (2018, red). Penurunannya sebesar 2,2 persen lebih, dari 91 persen lebih menjadi 88,74 persen. Selain penurunan tindak lanjut temuan, tindaklanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK atas LKPD tahun 2018 juga belum rampung. Terutama temuan kerugian negara progresnya masih lamban, sehingga terdapat Rp 794 juta lebih kerugian negara masih mengendap di OPD dan rekanan (kontraktor) serta kalangan DPRD. Dari dua hasil tindak lanjut temuan ini, terdapat total kerugian negara yang masih mengendap mencapai Rp 6-7 miliar. Berdasarkan data pada Inspektorat hasil pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan NTB tahun 2004-2019 yang belum selesai ada di 18 OPD terdapat 90 rekomendasi belum diselesaikan. Ada 9 OPD yang belum menyelesaikan kerugian negara dengan total Rp 6,2 miliar lebih. Temuan yang paling banyak belum selesai ada di DPRD sebesar Rp 4,5 miliar, BPKAD senilai Rp 915 juta lebih, Bapenda 213 juta lebih, Dinas PUPR Rp 140 juta lebih. Khusus untuk hasil pemantauan tindaklanjut rekomendasi hasil rekomendasi BPK atas LKPD 2018 ada 12 OPD yang belum merampungkan temuan. 5 OPD di antaranya belum mengembalikan kerugian negara mencapai 794 juta lebih. Lima OPD yang belum merampungkan temuan kerugian ini antara lain, terbanyak di DPRD mencapai Rp 546,6 juta lebih, Dinas PUPR Rp 140,7 juta lebih, Dinas Perindag Rp 47,2 juta lebih, Dinas Pariwisata Rp 36,5 juta lebih, Dikbud Rp 13 juta lebih, dan Dinas LH 9,7 juta lebih. Penyebab lambannya tindak lanjut ini menurut Plt. Inspektur Lobar, M. Ilham adalah jumlah rekomendasi yang bertambah, namun di sisi lain OPD belum maksimal menyelesaikan tindak lanjut. “Total kerugian yang belum dikembalikan Rp 6,2 miliar (temuan 2004-2019) dan temuan atas LKPD 2018 sebesar Rp 794 juta lebih ada di lima OPD,” jelas Iham. Langkah yang dilakukan untuk mempercepat tindak lanjut temuan ini, pihaknya sudah bersurat ke semua OPD terkait untuk segera menyelesaikan temuan paling lambat 60 hari setelah LHP diterima. Memaksimalkan TPKD (tim penyelesaian kerugian Negara) dengan memanggil OPD terkait dan menandatangani surat pernyataan serta langkah terakhir menyidangkan pihak yang belum mengembalikan kerugian Negara melaui majelis TPTGR. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar, Agus Gunawan mengatakan terkait temuam kerugian yang belum dikembalikan mencapai Rp 40 juta lebih. “Cuma ini masalahnya tanggung jawab rekanan, bukan kita. Tapi kami tanggung jawab, sudah dicicil. Kami tagih rekanan karena sudah ada komitmen untuk membayar,” tegas Agus. Kerugian negara ini, kata dia, tanggung jawab rekanan, bukan dinas, namun pihaknya bertanggung jawab mengembalikan dengan cara mencicil. Menyoal realisasi lelang proyek fisik, pihaknya sudah menyerahkan semua dokumen ke ULP tinggal proses lelang. Baik DAK dan APBD sudah dalam proses lelang, kecuali kata dia paket Pasar Gunungsari yang didanai dari tugas perbantuan (TP). Paket proyek ini akan dilelang pekan ini, akibat sebelumnya ada sanggahan. (her)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Penanganan Kekeringan di Lobar Masih Parsial Giri Menang (Suara NTB) – Warga di Lombok Barat (Lobar) mulai mengalami krisis air bersih akibat dilanda kekeringan sejak beberapa waktu terakhir. Sejumlah daerah yang diterjang kekeringan ini tersebar di daerah Sekotong dan Lembar yang terbilang menjadi langganan kekeringan tiap tahun. Sayangnya, dalam mengatasi permasalahan kekeringan ini, Pemda Lobar belum memaksimalkan penanganan jangka panjang. Penanganan kekeringan masih parsial, sebatas mendistribusikan air ke lokasi kekeringan. Kepada wartawan, Kepala Dusun Lebah Suren Desa Sekotong Tengah Nurudin mengatakan kekeringan yang melanda daerahnya hampir sejak sebulan lalu mengakibatkan warga krisis air bersih. “Warga kami krisis air bersih, untuk mendapatkan air mereka terpaksa antre berjam-jam di sumur,” tutur Nurudin. Saat ini, kata dia 80 KK warga di dusunnya mengalami krisis air diakibatkan sumur warga mengering. Saat ini, ujarnya, warga begitu membutuhkan air bersih. Untuk bisa memperoleh air, warga terpaksa mengantre hingga malam hari di sumur. Ada empat sumur milik warga, namun debetnya sudah menurun drastis. Jaraknya dari pemukiman warga begitu jauh ditambah medan dari rumah warga ke sumur rusak. Kondisi ini begitu menyulitkan warga untuk mengangkut air bersih. Kalau air di sumur sulit warga terpaksa mengambil air di sungai yang airnya masih tersisa.”Karena itu kami butuh distribusi air bersih,” tegas dia. Menurutdiatidakhanyadusunnyayangmenjadilangganankekeringan, namun daerah lain yang ada di perbukitan tersebut tiap tahun dilanda kekeringan. Untuk itulah warga mendambakan adanya penanganan serius dari pemerintah.
Yang lebih diharapkan warganya, Pemdatidakhanyamelakukanpenanganan jangka pendek dengan dropingairsaja,namun warga mendambakan ada langkah penanganan jangka panjang. Sebab warganya ingin terbebas dari kekeringan. Pihaknya pun sudah mengusulkan pembangunan sumur bor di daerahnya.Namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dengan alasan belum ada listrik. Padahal, kata dia, bisa saja menggunakan genset. Di Dusun Bunbeleng di atas bukit Lembar juga dilanda kekeringan. Setiap hari warga mengantre untuk mengambil air di sumur hingga tengah malam hingga pagi hari.”Warga berbagi ambil air ada malam hari dan siang hari, antreannya hingga tengah malam bahkan pagi hari,” jelas Inaq Miskiah. Kekeringan ini kata dia menjadi persoalan setiap tahun di wilayah setempat, bahkan terkadang warga kerap berkelahi akibat berebut air. Akibat kekeringan ini menyebabkan warga tak bisa bercocok tanam. Warga setempat hanya bisa bercocok tanam dalam sekali setahun itupun ketika musim hujan saja. Kades Sekotong Timur, H. Ahmad mengatakan bahwa krisis air memang setiap tahun melanda
(Suara NTB/ist)
AMBIL AIR - Warga Dusun Loang Batu Sekotong saat mengambil air ke sungai, warga menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengambil air. Pihaknya sudah melakukan daerahnya terutama di daerah termasuk yang rentan terhadap Bun Beleng, karena lokasinya di kekeringan. Penanganan kekerin- pemetaan daerah rawan kekerinatas bukit, sehingga persoalan ini gan di Lobar sejauh ini belum ma- gan, terdapat 25 desa yang rawan pun menjadi skala prioritas bagi suk status darurat, sebab pemda dilanda kekeringan. Hampir 30 pemda untuk ditangani. Salah sa- belum menerbitkan SK tanggap persen dari 25 desa ini sudah dibantunya melalui sumur gali dengan darurat.Kemudianmengatasiyang gun sumur bor, bahkan ada satu ukuran diameter 1,5 meter x 10 dilakukan pemda, pihak BPBD desa dibangun dua titik sumur bor meter. “Untuk membayar janji bersama OPD lain melakukan dan pamsimas.Tahun ini saja, ada pak bupati akan membangunkan droping air. “Secara parsial untuk sejumlah titik tengah pembansumur gali 1,5 meter x 10 meter,” penanganankekeringandimasing- gunan fasilitas air bersih, seperti jelas dia. Untuk membangun masing OPD, seperti BPBD, Din- tandon dan perpipaan. Tahun ini ada sejumlah titik sumur bor yang sumur gali ini, warga diminta bek- sos dan PDAM,” jelas dia. Untuk penanganan jangka ditangani pemda mencapai total erja agar dengan anggaran yang ada bisa dibuat 2 titik sumur gali. panjang menurut dia sudah di- 400 juta lebih, antara lain di Dusun Sementara itu Kabid Rehabili- lakukan pemetaan daerah raw- Tato senilai Rp 200 juta, Lembah tasi dan Rekonstruksi pada BPBD an kekeringan, di lokasi mana Sari Rp 95 juta, di Giri Tembesi Rp Lobar Joko Marhaendrianto, men- ada airnya pada kedalamannya 75 juta. “Tahun ini dilaksanakan, gaku, daerah Lobar banyak perbu- tertentu dilakukan kajian den- mudahan ada tambahan dari APBD-P,” jelas dia. (her) kitan dan pegunungan, sehingga gan metode ilmiah.
Sejumlah Proyek Sumur Bor Mangkrak Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah proyek sumur bor di Lombok Barat (Lobar) mangkrak. Alih-alih bisa menghapus dahaga warga di saat musim kekeringang yang mulai melanda, sumur bor yang menghabiskan dana besar ini tak mampu memberi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air yang dialami warga. Seperti sumur bor di Dusun Tanak Putek Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan. Proyek sumur di daerah itu dianggap oleh warga sebagai proyek gagal, karena semenjak dibangun tahun 2011 lalu tak bisa difungsikan. Awal-awal dibangun, sumur ini bisa difungsikan, namun akibat mesinnya rusak, sehingga sumur bor tersebut mangkrak. Kedalaman mesin air itu sendiri 75 meter. Saat ini debet airnya masih ada, namun warga kesulitan mengambil air karena terlalu dalam. “Hampir 8-9 tahun ini tak bisa dipakai sumur tersebut,” aku Kepala Desa Giri Sasak Hamdani, akhir pekan kemarin. Pihaknya sudah melaporkan hal ini ke pihak pemda, lalu ditindaklanjuti oleh BPBD Provinsi dengan turun mengecek kondisi sumur, namun belum tidak ada kelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan sumur yang ada hampir di setiap rumah. Namun kondisi saat ini, air sumur mulai kering, sehingga warga terpaksa mandi ke sungai. Sedangkan untuk kebu-
tuhan air terpaksa ngirit, karena bergantung dari bantuan dari pemerintah. “Sekedar untuk minum kami irit saja, kalau kebutuhan lain, seperti mandi dan MCK kami ke kali berjarak 300500 meter,” jelasnya. Ia meminta Pemda melakukan penanganan kekeringan harus jangka panjang, sebab jumlah penduduk yang terdampak di daerahnya mencapai ratusan KK. Karena untuk saat ini untuk bercocok tanam warga tidak bisa. Dalam setahun, ujarnya, petani menanam dua kali. Itu pun, pada musim tanam kedua petani kerap mengalami kerugian. Sumur bor di Dusun Tibu Lilin Desa Labuan Tereng juga tak berfungsi mamksimal. Nurhasan warga setempat mengaku ratusan jiwa warganya yang tinggal di dusun setempat mengalami beberapa persoalan mendasar, kaitan dengan kebutuhan dasar seperti jalan dan air. Bahkan air menjadi barang yang berharga, karena sulit diperoleh lebih-lebih musim kemarau seperti saat ini. Hampir tiap tahun, kata Nurhasan daerahnya dilanda kekeringan. “Saat ini sudah mulai kekeringan, sumur warga mengering, mata airpun susut.Untuk dapat air kami terpaksa antre hingga berjam-jam bahkan nginap di mata air,” jelasnya. Warga setempat saat ini jelasnya mulai kebingungan mencari air, karena sebagian besar sumur warga mulai mengering, hanya beberapa saja
sumur warga yang masih berisi. Warga pun terpaksa bergantian mengambil air di sumur warga lain dengan jarak 300-500 meter. Untuk memperoleh air ini pun tidak mudah, sebab warga terpaksa harus antre menunggu giliran ambil air. Tidak sedikit warga meninggalkan rumah hanya untuk menginap sampai pagi hanya demi memperoleh air. Bahkan diakui tidak jarang terjadi rebutan air antar warga sehingga rawan terjadi perkelahian. Perjuangan warga tak berhenti sampai di situ, sebab setelah memperoleh air, mereka memikul air menggunakan ember ke rumah masing-masing dengan jarak lumayan jauh. Warga, jelasnya, sudah berswadaya mengatasi persoalan air ini dengan memasang pipa sepanjang ratusan meter secara swadaya. Pipa ini dihubungkan dengan sumber mata air Mertak, namun sayangnya ketika musim kering pipa ini tidak berfungsi akibat debet air yang berkurang. Ia menyayangkan apa yang telah dibangun masyarakat ini tak diperhatikan oleh pemda. Sementaraitu Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Lobar Joko Marhaendrianto mengatakan, sejuah ini banyak sekali sumur bor yang dibangun baik oleh pemda maupun pihak ketiga. Pihaknya belum tahu berapa jumlah titik yang sudah dibangun, “Kita harapkan semua sumur bor berfungsi,” jelas dia.
DD Bisa untuk Tangani Bencana Alam Praya (Suara NTB) Penggunaan Dana Desa (DD) oleh pemerintah pusat saat ini semakin diperluas. DD tidak hanya untuk mendukung pembangunan fisik, tapi sekarang bisa juga diarahkan untuk mendukung penanganan bencana alam serta konflik sosial. Demikian diungkapkan Sekretaris Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Sugito, S.Sos.M.H., saat membuka Festival Pranata Adat di Alun-alun Tastura Praya, Sabtu (13/7) malam. Dalam hal ini, ujarnya, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi telah menertibkan Peraturan No. 16 tahun 2018, mengatur penggunaan DD untuk penanganan bencana alam serta konflik sosial. Dengan dukungan DD tersebut diharapkan penanganan bencana alam serta konflik sosial yang terjadi di tingkat desa bisa lebih optimal. “Keberadaan penggunaan dana desa telah secara formal dituangkan dalam peraturan Menteri Desa yang baru. Bahwa dana desa juga bisa diarahkan untuk membangun penanganan bencana alam
(Suara NTB/kir)
RUMAH - Bangunan RTG yang dibangun dari dana yang bersumber dari pemerintah pusat. Mulai tahun ini, dalam menangani masalah gempa, desa diberikan peranan memberikan bantuan, khususnya melalui DD. serta konflik sosial,” ujarnya. Namun terkait penggunan DD untuk penanganan bencana alam terutama lagi konflik sosial, perangkat keamanan di tingkat desa hendaknya bisa dilibatkan secara optimal. Terutama dalam hal penyusunan rencana kegiatan serta program pendukung. Dengan begitu, upaya penanganan terutama antisipasi konflik sosial di tengah masyarakat bisa lebih optimal. Alasan penanganan bencana alam serta konflik sosial penting didukung dari DD,
Sugito menjelaskan, karena pemerintah pusat memandang, persoalan bencana serta konflik sosial tidak hanya menjadi tanggung pemerintah daerah. Pemerintah desa sebagai elemen yang bersentuh langsung dengan persoalan di bawah, harus ikut terlibat. “Kalau bencana alam dan konflik sosial sudah tertangani dengan baik. Maka keamanan desa bakal terwujud. Kalau desa sudah aman, maka pembangunan baru bisa berjalan,” ujarnya. (kir)
(Suara NTB/her)
MANGKRAK - Sumur bor di Dusun Tanak Putek Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan ini mangkrak sejak dibangun 2011 silam. Perlu ada kebijakan khusus agar sumur bor yang ada ini bisa dimanfaatkan kembali. Untuk mengetahui kondisi sumur bor ini, pihaknya perlu melakukan pemetaan sumur bor yang ada. Pihaknya sudah mengusulkan pada APBD-P untuk program pemetaan. Namun, kata dia, ranah pemetaan ada di bidang kesiap-siagaan. “Kami sudah support data ke
bidang terkait, ini lho titik-titik yang perlu ditangani, bagaimana menindaklanjuti data itu,” jelas dia. Ia menambahkan bantuan sumur bor ini luput dari pengawasan BPBD disebabkan terkadang pihak donatur yang membangun sumur tanpa koordinasi dengan BPBD. (her)
MUI dan Tokoh Lintas Generasi Loteng Gelar Deklarasi Damai Praya (Suara NTB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama para tokoh agama, masyarakat serta pemuda dari berbagai generasi, menggelar deklarasi damai, Sabtu (13/ 7) malam. Hal ini sebagai wujud komitmen bersama untuk terus mendukung terwujudnya perdamaian di daerah ini demi maju dan berkembangnya pembangunan di daerah ini. Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar damai bersama yang dipimpin langsung Ketua MUI Loteng, H. Minggre Hamy. Turut serta pada pembacaan ikrar, Sekretaris Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Sugito, S.Sos.M.H., Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., Wakapolres Loteng, Kompol Haris Dinzah, SIK., Ketua FKUB Lombok Tengah H.L.Wirekarma, serta perwakilan tokoh agama dan masyarakat serta pemuda Loteng. “Deklarasi ini intinya menyerukan pentinganya menjaga perdamaian dan keharmonisan antar
masyarakat serta umat beragama. Karena perdamaian merupakan pondasi utama untuk bisa mewujudkan pembangunan didaerah ini. Tanpa perdamaian kemajuan daerah sulit untuk bisa terwujud,” ujar Ketua MUI Loteng, H. Minggre Hamy. Untuk bisa mewujudkan perdamaian, ujarnya, maka toleransi antara sesama umat dan antar umat beragama harus dijaga serta dipelihara. Selain itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui upaya-upaya musyarawarah mufakat, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Kepada pemerintah daerah serta aparat keamanan, pihaknya berharap bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Jangan kemudian pemerintah dan aparat keamanan yang memunculkan rasa tidak ada ditengah masyarakat. “Dalam upaya menjaga keamanan, kita akan tetap mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama aparat keamanan,” pesannya. (kir)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Halaman 6
Rawan Penyimpangan, Proyek Kantor Desa Beru Ditunda Taliwang (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memutuskan menunda rencana Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Beru, Kecamatan Jereweh untuk membangun kantor desa baru yang rusak akibat gempa 2018 lalu. Penundaan pembangunan ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jabatan Kadesnya dalam waktu dekat segera berakhir. Kepala Dinas PMD KSB, Drs. Mulyadi, M.Si kepada Suara NTB belum lama ini mengatakan, memang sudah ada usulan dari Pemdes Beru untuk melakukan perbaikan terhadap bangunan kantor yang rusak akibat gempa dengan sistem tahun jamak (Multi Years). Tetapi usulan tersebut tidak bisa diproses lantaran masa Jabatan Kades akan berakhir tahun ini (2019), dengan total pembiayaan mencapai angka ratusan juta. Jika proses pembangunan gedung kantor dilakukan dengan tahun jamak maka Kadesnya sudah harus definitif. Tidak boleh di akhir masa jabatan. Karena yang dikhawatirkan, pembangunan tidak akan dilanjutkan jika yang terpilih adalah Kades baru. Tentu, jika itu ter-
jadi maka gedung tersebut akan mangkrak dan jadi temuan pada saat dilakukan audit baik itu BPK maupun Inspektorat. Hal lain yang dihindari yakni adanya upaya untuk bisa memperkaya diri di akhir masa jabatan dengan proyek tersebut. Sehingga untuk menyelamatkan uang negara yang akan digunakan untuk membangun fasilitas tersebut lebih ditunda pembangunannya demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Karena jika jadi temuan pasti akan tetap diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Memang kondisi bangunan Kantor sangat mengkhawatirkan, tetapi kami usulkan untuk tidak dibangun dulu karena masa jabatan Kades akan segera berakhir. Upaya itu kita lakukan untuk
Gempa 5,5 SR, Daerah Labangka Ikut Terdampak Sumbawa Besar (Suara NTB) Gempa bumi berkekuatan 5,5 skala richter (SR) yang kemudian dimutakhirkan menjadi 5,3 SR mengguncang arah tenggara kota Sumbawa Besar sekitar pukul 01.01 Wita, Sabtu (13/7) dini hari lalu, paling terasa goncangannya di dua kecamatan yang berdekatan dengan pusat gempa, yakni Labangka dan Lunyuk. Berdasarkan identifikasi sementara, terdapat sembilan rumah dan satu pura di Labangka I Kecamatan Labangka rusak. Sementara di kecamatan Lunyuk belum ada laporan terkait kerusakan. Pemerintah kecamatan dan sejumlah pihak terkait hingga saat ini masih melakukan identifikasi terhadap dampak gempa yang terjadi. Camat Labangka, Rahmad Udayana, SH. M.Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (14/3), menyebutkan, hasil identifikasi sementara, diketahui sembilan rumah rusak di Labangka I. Delapan diantaranya mengalami retak dan satu lainnya roboh sebagian. Selain itu juga terdapat satu pura (tempat ibadah) rusak bagian atas. “Kami dengan BPBD sudah melakukan identifikasi di Labangka I. Sementara ada sembilan rumah, delapan diantaranya retak dan satu roboh sebagian. Kemudian pura ada kerusakan di bagian atasnya,” ujarnya. Menurutnya, selain di Labangka I, pihaknya juga mendapatkan laporan dari kades dan masyarakat bahwa terdapat dua rumah rusak di Labangka II. Satu rumah diantaranya roboh sebagian dan satu rumah retak. Kemudian di Labangka III terdapat dua rumah yang retak. Hanya saja pihaknya belum sempat melakukan identifikasi. Sedangkan di Labangka IV dan Labangka V sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan kerusakan. Meskipun demikian, upaya identifikasi dan verifikasi ini akan terus dilakukan hingga selesai. “Baru Labangka I yang kita lakukan identifikasi. Sedangkan Labangka II dan III kami mendapatkan laporan dari kades adanya kerusakan. Cuma kami belum mengetahui sejauh mana tingkat kerusakan, karena belum melakukan identifikasi. Sedangkan di Labangka IV dan V sampai saat ini belum ada laporan. Tetapi kami akan lanjutkan identifikasi dan verifikasi sampai selesai. Hari Senin kita mulai lagi. Koordinasi juga terus kami lakukan,” terangnya. Sejauh ini, kata Rahmad, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Termasuk sudah melaporkan kejadian kepada Bupati dan Wakil Bupati. Dari kejadian gempa tersebut, tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Hanya ada dua warga yang mengalami luka memar karena panik. “Ada dua warga yang mengalami luka memar. Karena panik mereka lari dan jatuh. Satu orang sudah ditangani langsung oleh puskesmas. Sedangkan yang satunya, saya sudah perintahkan kades dan kadus untuk segera dibawa ke puskesmas. Karena dia tidak mau berobat ke sana,” jelasnya. Diakuinya, keadaan masyarakat sementara ini aman dan terkendali. Hanya saja karena traumatic, sebagian masyarakat terutama yang rumahnya terdampak di Labangka I bermalam di dalam rumah. Mereka memilih tidur di baruga dekat rumahnya. Sedangkan satu warga memilih membuat tenda di dekat rumah. Pihaknya sudah mengimbau masyarakat untuk tenang dan tetap waspada terhadap kejadian gempa ataupun mengantisipasi adanya gempa susulan. “Saya sudah mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan waspada terhadap kejadian gempa ataupun kemungkinan adanya gempa susulan. Saya minta untuk tetap saling berkoordinasi dan memupuk rasa kebersamaan. Saya juga mengimbau untuk tetap berdoa. Agar kejadian gempa ini tidak lagi terjadi,” pungkasnya. Sementara itu, Camat Lunyuk, Abdul Haris ketika dikonfirmasi sejauh ini belum ada laporan kerusakan di wilayahnya. Hanya saja warga masih trauma dengan gempa dimaksud. Bahkan malam saat gempa terjadi, warga tidak ada yang tidur di dalam rumah. Apalagi Lunyuk pernah punya sejarah dilanda gempa bumi yang cukup besar puluhan tahun lalu. “Kami minta masyarakat tetap tenang. Namun waspada dan selalu berdoa,” imbaunya. Kepala BMKG Sumbawa, Endriyono, menegaskan, potensi gempa susulan tetap ada. Sehingga diminta masyarakat waspada. Bahkan sejak gempa 5,3 SR Sabtu dinihari itu, sudah terjadi 39 kali gempa susulan dengan getaran yang semakin rendah. “Potensi gempa susulan tetap ada. Yang penting kita tetap tenang dan waspada,” terangnya. (ind/arn)
sama-sama menjaga diri dari perbuatan menyimpang,” ungkapnya. Dikatakannya, memang bencana gempa bumi yang terjadi akhir tahun 2018 lalu mengakibatkan banyak kantor desa yang rusak. Tetapi dari kesemua desa tersebut sudah ada yang memperbaiki dengan anggaran yang diberikan kepada masing-masing desa hanya desa Beru saja yang belum diberikan rekomendasi. Akibat kondisi tersebut, kini pelayanan Desa Beru sedikit terganggu lantaran menggunakan bangunan seadanya dan dianggap tidak representatif sebagai kantor pelayanan masyarakat. Pihaknya juga menyarankan agar Pemdes bisa membuat kantor desa sementara, supaya pelayanan yang akan diberikan bisa
maksimal dan masyarakat juga tidak lagi takut ketika hendak berurusan ke kantor desa. Pihaknya juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi desa bersangkutan ketika dikomplain masyarakat lantaran pelayanan yang tidak maksimal. Pihaknya juga tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi tegas jika itu ada ditemukan di masyarakat. Karena bagaimanapun juga pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti apapun masalahnya karena itu merupakan tanggung jawab. Maka dari itu, Pihaknya sangat berharap supaya Pemdes bisa mengambil langkah maju untuk mencari jalan keluar terbaik terhadap persoalan dimaksud. “Tidak ada alasan kantor desa rusak, sehingga pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat menjadi terganggu. Makanya kami sarankan supaya Pemdes bisa mencari solusi terbaik agar pelayanan maksimal bisa tetap dilakukan meski kondisi tidak memungkinkan,” tandasnya. (ils)
(Suara NTB/ist)
KLOTER PERTAMA - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah melepas JCH kloter pertama asal Sumbawa yang dipimpin Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Tajuddin.
Wabup Lepas JCH Asal Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) kloter pertama asal Kabupaten Sumbawa atau kloter 8 dari Provinsi NTB. Sebanyak 71 orang JCH diberangkatkan menggunakan bus dari halaman Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (14/7). Wabup berpesan kepada
para JCH agar tetap menjaga kesehatan selama berada di tanah suci. Mengingat suhu di Mekkah saat ini mencapai 43 derajat celcius. Beliau juga berpesan agar para JCH hendaknya mengkonsentrasikan dirinya hanya untuk beribadah, yang merupakan tujuan utama di tanah suci. Serta menjauhi tindakan-tindakan yang jelas-jelas dilarang
oleh Pemerintah Arab Saudi. “Para jemaah harus memahami bahwa perjalanan ke tanah suci bukanlah perjalanan biasa. Untuk itu, saya mengingatkan agar senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental dengan baik agar prosesi ibadah haji nantinya dapat dilaksanakan sesuai dengan tuntunan,” demikian pesan Wabup. (arn)
Tertibkan Pengiriman
PLTU Kertasari Kehabisan Ternak di Bawah 250 Kilogram Tidak Stok Batubara Direkomendasikan
Taliwang (Suara NTB) Penghentian kegiatan bongkar batubara di dermaga Labuhan Lalar mulai berdampak pada unit PLTU Tambora Kertasari. Saat ini unit PLTU di Desa Kertasari, kecamatan Taliwang itu kehabisan stok bahan bakar (batubara). Akibat kehabisan batubara yang merupakan bahan bakar utamanya, PLTU Tambora Kertasari sudah beberapa lama ini tidak lagi melakukan pembakaran. Baik pada unit pembangkit l yang telah mengantongi surat layak operasi (SLO) sehingga mulai dapat memproduksi listrik, maupun pada unit pembangkit II yang masih tahap uji coba (commisioning). “Sekarang kondisinya kami kehabisan stok batubara sehingga tidak ada aktivitas produksi dan ujicoba di unit pembangkit II,” ungkap Asisten Manager PLTU Tambora - Kertasari, Hari Budiarto kepada Suara NTB, Jumat pekan lalu. Ia menjelaskan, stok batubara terakhir hasil pengiriman awal bulan April dimaksimalkan saat kegiatan siaga lebaran. Setelah itu sisanya dimanfaatkan untuk uji coba mesin pembangkit unit II dan saat ini stok tersebut telah habis. “Ya mau apalagi, kan sudah tidak ada pengiriman karena dermaga Lalar yang biasa kita pakai kan rusak,” cetusnya. Ia mengaku saat ini posisi PLTU sangat membutuhkan pasokan batubara. Bahkan jumlahnya dibutuhkan berlipat karena kedua unit pembangkit mulai beroperasi. Berdasarkan perhitungannya, Hari mengungkapkan, PLTU Kertasari sekarang ini membutuhkan sekitar 5.000 ton batubara per bulan secara terus menerus. “Kalau hitungan kapal, minimal dua kali pengiriman sebulan. Kan kapal angkut yang kami gunakan selama ini kapasitasnya 2.500 ton,” urainya seraya menambahkan sementara ini pihaknya hanya bisa melakukan uji coba mesin non pembakaran. “Lumpuh sepenuhnya sih tidak aktivitas kami. Kami masih bisa melakukan uji coba electrical saja yang tidak memerlukan pembakaran di unit pembangkit II,” sambung Hari. Satu-satunya opsi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan batubara PLTU Kertasari saat ini adalah memanfaatkan terminal khusus milik PT Bumi Pasir Mandiri (BPM) di desa Kertasari. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat pun telah menginisasi hal tersebut. Sayangnya upaya itu belum berbuah hasil. Pihak Dishub masih
menunggu terbitnya izin dari gram hingga Desember mendatang. Sambil dilakuKementerian Perhubungan (Ke- Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Di- kannya revisi untuk tahun 2020 mendatang. Tentumenhub) terkait pengalihan status dermaga PTBPM dari snakeswan) Kabupaten Sumbawa lebih tertib nya dibawah dari bobot tersebut maka tidak akan terminal khusus menjadi pe- dalam pengiriman ternak ke luar daerah. Ternak diberikan rekomendasi. “Berdasarkan pertemuan Pak Gubernur dengan manfaatannya untuk kepentin- yang bobotnya di bawah 250 kilogram tidak diberiPepehani itu, sampai Desember kita dibolehkan mingan umum. Tetapi tidak itu saja kan rekomendasi. Kepala Disnakewan Kabupaten Sumbawa, Ir. imal 250 kilogram. Kita harus tertib untuk pengirikendala yang dihadapi. Hal non teknis juga siap menghadang Sirajuddin menjelaskan, berdasarkan Pergub bah- man ini. Kalau di bawah itu kita tidak merekomendasikan,” tegasnya. proses pengalihan terminal wa ternak yang dikirim ke luar bobotnya 300 Sementara ini, lanjutnya, untuk ternak sapi khusus PTBPM itu. Yakni pe- kilogram. Namun pengusaha tetap mengdari 16.000 kuota, sudah 5.502 ekor terealnolakan warga desa Kertasari. inginkan dibawah bobot tersebut. Sementaisasi hingga Juni. Sedangkan kerbau, dari Sebelumnya warga desa Ker- ra berdasarkan Perda Sumbawa, bobotnya 1.600 kuota sudah 793 yang terealisasi. Pentasari telah menolak mentah- minimal 250 kilogram. Bupati pun sudah giriman ternak potong ini rata-rata ke Pumentah opsi yang dicetuskan bersurat supaya dapat dilakukan peninlau Lombok. Pihaknya pun optimis kuota Pemda KSB tersebut. Mereka jauan ulang terhadap hal tersebut. “Pak Bupati sudah bersurat dua kali unyang ada bia terpenuhi hingga akhir tahun menilai pemindahan aktivitas mendatang. Karena biasanya di tahun bongkar batubara PLTU Ker- tuk ditinjau ulang kaitan itu. Tetapi sebelumnya pihaknya justru memtasari dari dermaga Labuhan hasil akhir itu masih dalam kajian,” inta penambahan kuota. Lalar ke dermaga PTBPM akan ujarnya. Meskipun demikian, ber“Insya Allah bisa memenumerusak lingkungan perairan hi kuota. Biasanya kita namsekitar desa yang notabene se- dasarkan pertemuan Pepebah. Karena ada bulan tertenlama ini dijadikan lahan budi- hani dengan Gubernur, pengiriman ternak dari Pulau tu yang memang tinggi perdaya rumput laut oleh warga. mintaan,” pungkasnya. Mengenai kerumitan yang di- Sumbawa masih diperboSirajuddin (ind) hadapi dalam upaya pemanfaa- lehkan minimal 250 kilotan dermaga (Suara NTB/ind) milik PTBPM itu, Hari mengaku pihakya tidak bisa berbuat banyak. Sebab hal itu merupakan kewenangan Pemda KSB, sementara pihaknya hanya sebagai user (pemakai). Namun demikian, pihaknya berharap pemerintah segsudah menyediakan ruangan dan Sumbawa Besar (Suara NTB) era menyeleperalatan Cath Lab. Peralatan Keberadaan Rumah Sakit saikan hamini untuk mendiagnosa dan menH.L. Manambai Abdulkadir batan-hamdeteksi penyempitan atau sum(RSMA) dihajatkan menjadi rubatan tersebut batan pembuluh darah jantung/ mah sakit rujukan di Pulau Sumkarena tanpa coroner. Peralatan ini juga tingbawa. Berbagai peralatan cangbatubara gal disetting di ruangan untuk digih telah dihadirkan untuk memPLTU Keroperasionalkan. Selanjutnya berikan pelayanan kesehatan. tasari tidak Mammografi, untuk mendeteksi Disamping juga mengupayakan akan dapat kanker khusus di kelenjar payuketersediaan SDM, terutama beroperas dan dara. Juga sedang proses untuk dokter spesialis. Semua ini akan memproduksi disetting. terus dibenahi menuju Tipe B listrik untuk Sedangkan alat yang sudah siap yang diharapkan tercapai pada memenuhi keadalah C-Arm. Alat radiologi yang tahun 2020 mendatang. butuhan digunakan saat proses operasi berDirektur RSMA dr. Arindra masyarakat. langsung. Dengan menggunakan Kurniawan yang ditemui war“Ya kami alat ini, letak benda atau obyek petawan menyampaikan, saat ini hanya bisa meriksaan di dalam tubuh dapat RSMA masih berstatus tipe C. menunggu dengan mudah dideteksi dan diliMeskipun demikian, pihaknya saja, semoga hat langsung. Alat ini biasanya diberharap rumah sakit milik PePemda segera gunakan pada kasus orthopedi (tumerintah Provinsi Nusa Tenggara dapat izinnya lang) atau kasus pasien yang terkeBarat ini bisa meningkat menjadi dan bisa na tembakan. tipe B di tahun depan. Karena dari memberikan Beberapa ruangan lainnya juga segi peralatan dan ruangan sudah pengertian kesudah disediakan di antaranya mumpuni. pada masyaruang isolasi, ruang jiwa, dan reSejauh ini, RSMA sudah memi(Suara NTB/arn) rakat. Toh habilitasi narkoba. Tahun depan liki peralatan Computed Tomogradr. Arindra Kurniawan juga PLTU rencananya ruangan juga akan phy Scan (CT-Scan) yang canggih. Kertasari hadPelayanan sudah mulai dilakukan teknisi untuk menyetel alat ditambah khususnya ruang VIP/ ir untuk mesejak setahun yang lalu. Kemudi- tersebut agar bisa secepatnya di- VVIP. “Jadi alat baru dan canggih menuhi kebuan keberadaan gedung hemodial- operasionalkan. Karena dari segi tahun ini sudah didatangkan. tuhan listrik Tahun depan kita siapkan faktor isa (ruang cuci darah) yang diduku- SDM sudah disiapkan. masyarakat ng dengan berbagai peralatannya. Menurut dr. Arindra Kur- pendukungnya,” ujar dr. Arindra KSB juga,” Saat ini RSMA masih menunggu niawan, tahun ini pihaknya juga Kurniawan. (ind/arn/*) pungkasnya. (bug)
Kerjasama RSMA dengan Harian Suara NTB
Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir Berbenah Menuju Tipe B
Mahasiswa UTS Menuai Dolar dari Jual Gambar Ilustrasi Sumbawa Besar Karen Zahra, mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) jurusan Metalurgi 2018, berhasil memasarkan karya seninya di pasar Internasional. Semuanya berawal dari hobinya menggambar dengan pensil, lalu touchpad, dan terkadang dengan handphone. Dari situ, Karen telah berhasil menuai dolar. Jenis gambar yang digarapnya sesuai dengan permintaan klien, yang biasanya gambar tersebut akan digunakan sebagai ilustrasi novel, buku, karakter game online, dan lain sebagainya. Karen termotivasi untuk menjual karya gambarnya ke pasar international untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Sebab menurutnya orang luar lebih menghargai keahlian dan karya dengan harga yang tinggi. Selain itu, dirinya juga ingin membantu meringankan beban keuangan keluarganya. Biasanya,
(Suara NTB/ist)
Karen Zahra karya gambarnya akan rampung hingga tiga hari per karakter. Itupun menggambar di sela-sela kesibukannya
kuliah. Awalnya, Karen menjual karyanya ke pasar international secara daring karena melihat seorang temannya sesama ilustrator anime menjual gambar secara daring dan berhasil terjual dalam bentuk dollar. Maka ia pun tertarik untuk menjual juga hasil karyanya ke pasar Internasional melalui media digital. Pelan tapi pasti klien luar negeri dan domestik datang memesan gambar kepada Karen. Di usianya yang masih terhitung belia, Ia bisa menikmati penghasilan dari menggambar hingga Rp2 Juta lebih perbulan. Ke depannya, Karen akan fokus untuk menjadi ilustrator anime agar gambarnya semakin matang dan hasilnya pun akan lebih besar. Keberhasilannya pun telah dipresentasikan pada di Kuliah Umum mahasiswa Pascasarjana UTS “Manajemen Rantai Pasok, dari Sumbawa untuk Dunia”, Jumat lalu. (arn)
(Suara NTB/arn)
Gedung RSMA
Penerima PKH di Kabupaten Bima akan Diverifikasi Ulang Bima (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima berencana melakukan verifikasi dan validasi ulang Keluarga Penerima Manfaat Program Kelurga Harapan (KPM PKH) dalam waktu dekat ini. Yang tidak memenuhi syarat akan dicoret Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM, mengatakan verifikasi dan validasi untuk memperbaharui warga atau keluarga yang kurang mampu. Serta mengecek langsung KPM pasca menerima bantuan PKH selama ini. (Suara NTB/Dok) Sirajuddin “Apakah pasca menerima bantuan, KPM PKH sudah membaik perekonomiannya atau ada yang meninggal dunia. Akan kita tahu saat verifikasi dan validasi nanti,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurutnya nama-nama KPM PKH pasca diverifikasi dan validasi tersebut nantinya akan ditempelkan pada papan pengumuman di Desa masing-masing. Tujuannya agar diketahui luas oleh masyarakat. “Kita ingin bantuan PKH ini bisa transparan, ada saling kontrol satu sama lainnya. Terutama masyarakat sendiri,” katanya. Sirajuddin mengaku, ada puluhan KPM PKH di Desa Rabakodo Kecamatan Woha, belum lama ini, mengundurkan diri lantaran menganggap kondisi perekonomian pasca menerima bantuan PKH membaik (mapan). “Mereka secara sadar dan sukarela mengundurkan diri dari KPM PKH agar digantikan warga atau keluarga lain yang lebih membutuhkan,” katanya. Ia ingin sikap dan kesadaran yang ditunjukkan oleh puluhan KPM PKH Desa Rabakodo bisa diikuti warga di wilayah lain. Mengundurkan diri karena telah merasa berkecukupan pasca dibantu dengan program PKH oleh Pemerintah. “Kita ingin bantuan PKH ini bisa didapatkan oleh warga atau keluarga yang betul-betul kurang mampu agar tingkat perekonomiannya meningkat,” katanya Selain itu, Sirajuddin menambahkan, pihaknya juga telah meminta tambahan KPM PKH belum lama ini. Bahkan permintaan tersebut telah disetujui oleh pihak Kementrian Sosial (Kemensos). “Hanya saja jumlah yang disetujui belum diketahui,” pungkasnya. (uki)
Disnakeswan Antisipasi Penyakit SE-AT Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu, satu dari sekian wilayah di NTB yang tercatat endemik penyakit Septicemia Epizootica (SE) dan Antraks (AT). Karenanya, untuk mengantisipasi ledakan penyakit menular dan mematikan bagi ternak tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) kini mengintensifkan vaksinasi. Sebanyak 52000 dosis vaksin disediakan untuk 110.000 populasi kerbau dan sapi di wilayah ini. Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Disnakeswan Dompu, Drh. Mujtahidin kepada wartawan di ruang kerjanya menyampaikan, vaksinasi SE-AT intens dilakukan jajaran di delapan kecamatan saat ini bukan karena adanya temuan kasus. Tetapi semata-mata murni sebagai salah satu upaya pencegahan. “Vaksinasi ini kita intensifkan sebagai langkah pencegahan saja, karena wilayah kita termasuk endemik SE-AT,” ungkapnya. Status endemik penyakit SE-AT yang sudah cukup lama disandang wilayah ini, menurut dia, cukup potensial menjangkit populasi sapi dan kerbau yang ada jika tak diimbangi upaya vaksinasi. Karenanya, melalui anggaran APBD yang dikucurkan pemerintah daerah tiap tahunnya, pencegahan wabah penyakit menular ini masuk dalam skala prioritas. Untuk tahun ini, sebut Mujtahidin, telah siapkan pihaknya lewat APBD II sebanyak 52.000 dosis vaksin untuk 110.000 populasi ternak di delapan kecamatan. Khususnya ternak ukuran besar seperti sapi dan kerbau. “Kalau tidak terus diantisipasi penyakit ini akan bisa menyasar semua populasi ternak yang ada. Apalagi ini penyakit menular,” jelasnya. Penyakit SE-AT atau lazim dikenal dengan sapi ngorok akibat infeksi saluran pernafasan ini muncul sebagian besar akibat pola pemeliharaan yang tidak baik. Mulai dari kandang, makanan hingga pemberian minuman ternak yang tidak diperhatikan kebersihannya. Karenanya selain upaya vaksinasi, Mujtahidin menekankan semua peternak agar lebih memperhatikan lagi pola pemeliharaan terhadap ternak masing-masing sebelum terjangkit penyakit berbahaya ini. “Kondisi makanan yang tidak bagus untuk ternak bisa saja menyebabkan penyakit apapun masuk, termasuk SE-AT ini,” pungkasnya. (jun)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
SMPN 5 Woja Kekurangan Ruang Kelas Dompu (Suara NTB) – SMP Negeri 5 Woja di Desa Mumbu, sudah tiga tahun terakhir memanfaatkan ruang perpustakaan dan laboratorium sebagai pusat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa. Hal itu terpaksa dilakukan menyusul terbatasnya ruang kelas yang dimiliki. Diperparah kondisi beberapa lokal bangunan lapuk termakan usia. Wakasek Kurikulum SMPN 5 Woja, Diaul Anhar dikonfirmasi Suara NTB menyampaikan, dari sembilan Rombongan Belajar (Rombel) yang dibuka hanya tersedia enam ruangan kelas. Karenanya, untuk menutupi kekurangan tiga ruangan tersebut terpaksa dimanfaatkan ruang perpustakaan dan laboratorium siswa. “Akibat dialihkan sekarang siswa tidak lagi bisa ke perpustakaan untuk membaca dan sebagainya, karena buku yang ada sudah dipindah ke gudang semua. Begitu juga ketika ada praktik IPA di laboratorium,” ungkapnya. Kekurangan ruang kelas ini, lanjut dia, sudah beberapa kali diusulkan penambahan sejak 2017 lalu. Oleh Dikpora bahkan dijanjikan renovasinya akan dilakukan tahun ini lewat Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun sayang, kabar terakhir yang diterima SMPN 5 Woja
laboratorium. Diaul Anhar mengaku, pengalihan yang terpaksa dilakukan itu membuat kegiatan belajar mengajar siswa menjadi terganggu. Mereka harus berdesak-desakan menerima materi pelajaran akibat sempitnya ruang
rupanya tidak kebagian proyek tersebut. Selain mengambat pemanfaatan ruang perpustakaan dan
KPU Dompu Belum Ajukan Kebutuhan Anggaran
12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 MADA SELLY - Air terjun Mada 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Selly, surga cantik yang 12345678901234567890123456789012123456789012345678 berada di puncak Desa 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Palama Kecamatan Donggo. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Selain kental dengan kebudayaan, adat istiadat serta kerukunan antar umat 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 beragama, kecamatan Donggo juga menyimpan panorama alam yang begitu indah. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 DI daerah yang dikenal hamparan pepohonan kecil nan wisata yang lebih baik. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 dengan legenda La Hila hijau di sekitar air terjun. “Ke depan, air 12345678901234567890123456789012123456789012345678 tersebut, terdapat air Salah seorang pemuda yang Terjun Mada Selly ini akan 12345678901234567890123456789012123456789012345678 terjun Mada Selly, surga juga budayawan lokal Donggo, kita desain dengan baik agar 12345678901234567890123456789012123456789012345678 cantik di puncak Desa Pala- Apen Makese, mengatakan menjadi tempat yang menarik 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 ma. Tempatnya eksotis, sampai saat ini air terjun Mada untuk dikunjungi,” katanya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 berada di tengah panorama Selly belum diketahui luas oleh Dalam menjaga dan pen12345678901234567890123456789012123456789012345678 alam yang hijau. gelolaan, Apen mengaku pimasyarakat. Bahkan hanya 12345678901234567890123456789012123456789012345678 Sayangnya jalan menu- dikunjungi orang-orang atau haknya tidak bisa sendiri, 12345678901234567890123456789012123456789012345678 ju ke tempat tersebut kon- kalangan tertentu. perlu pihak yang lain mem12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 disinya masih rusak. Pen“Karena tidak diketahui bantu. Salahsatunya peran 12345678901234567890123456789012123456789012345678 gunjung hanya bisa meng- jarang dikunjungi. Sehingga Pemerintah Daerah agar 12345678901234567890123456789012123456789012345678 gunakan jalan setapak agar kondisinya sampai sekarang memperbaiki jalan menuju 12345678901234567890123456789012123456789012345678 sampai ke lokasi. Hal itu masih tampak indah dan asri,” air terjun. 12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 lantaran tempatnya belum katanya akhir pekan kemarin. “Kami berharap Pemerin12345678901234567890123456789012123456789012345678 ditata dengan baik. Adanya potensi itu, Apen tah daerah bisa juga turun tan12345678901234567890123456789012123456789012345678 Selain itu, kondisi airnya mengaku bersama dengan pe- gan membantu dan menata 12345678901234567890123456789012123456789012345678 cukup jernih, karena hutan di muda lainnya berniat untuk air terjun ini. karena dampa12345678901234567890123456789012123456789012345678 12345678901234567890123456789012123456789012345678 atasnya masih dijaga. Pepo- menjaga serta berencana knya nanti akan meningkat12345678901234567890123456789012123456789012345678 honan besar masih nampak mengelola air terjun Mada kan perekonomian masya12345678901234567890123456789012123456789012345678 berdiri kokoh. Belum lagi Selly agar menjadi destinasi rakat,” pungkasnya. (uki) 12345678901234567890123456789012123456789012345678 (Suara NTB/Uki)
Menengok Air Terjun Mada Selly, Surga Indah di Puncak Donggo
misalnya ruang TU, WC siswa dan tempat parkir kendaraan. Akibat kerusakan parah itu total 223 peserta didik yang ada saat ini bahkan terpaksa harus bergatian memanfaatkan kamar kecil milik guru-gurunya. “Maka dari itu harapan kita saat ini bagaiman kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan ini bisa segera mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya. (jun)
RUSAK – Salah satu ruang ganti siswa di SMPN 5 Woja tampak rusak parah, Minggu (14/7).
Pilkada 2020
Dompu (Suara NTB) KPU Kabupaten Dompu hingga saat ini belum juga mengajukan ke pemerintah daerah (Pemda) terkait rencana kebutuhan anggaran pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020. Tahapan penyusunan APBD 2020, Pemda paling telat mengajukan KUA/PPAS APBD pekan kedua Juli. Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad, ST, MSI kepada Suara NTB di kantornya, Jumat (12/7) mengakui pada rencana KUA/PPAS APBD perubahan 2019 ini pemerintah daerah (Pemda) tidak mengalokasikan anggaran cadangan untuk Pilkada 2020. Karena rencananya, Pemda akan menganggarkan sekaligus di APBD 2020. “Memang kita tidak anggarkan untuk anggaran cadangan Pilkada di APBD perubahan ini. Kita akan anggarkan sekaligus tahun 2020,” kata Muhammad. Kendati sudah disepakati akan dianggarkan di tahun 2020, Muhammad
kelas alternatif ini. “Bayangkan satu ruang perpustakaan yang kecil itu saja kita jadikan dua kelas, jadi sudah pasti tidak bisa efektif belajarnya karena mereka harus berdesakan,” jelas dia. Kondisi tersebut diperparah keadaan beberapa lokal bangunan sekolah yang lapuk dan rusak termakan usia. Seperti
mengaku, hingga saat ini pihaknya belum diajak komunikasi oleh KPU maupun Bawaslu Dompu terkait kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada serentak tersebut. Padahal, tahapan penyusunan APBD tahun 2020 saat ini memasuki masa pengajuan KUA/PPAS ke Dewan untuk dibahas bersama. “Sesuai ketentuan, kita harus ajukan KUA/PPAS APBD murni itu paling telat pekan kedua Juli. Tapi sampai sekarang, KPU (maupun Bawaslu) belum mengajukan kebutuhan anggarannya,” ungkapnya. Mestinya, lanjut Muhammad, KPU dan Bawaslu harus menkoordinasikan kebutuhan anggaran pelaksanaan Pilkada serentak. Karena KPU dan Bawaslu yang lebih paham kebutuhan sesuai peruntukannya. “Kalau tidak diajukan, nanti kita anggarkan Rp1 M, ternyata kebutuhannya lebih dari itu. Itu kan repot jadinya,” jelasnya. Sementara informasi yang berkembang di media sosial maupun media mainstem, pelaksanaan Pilkada serentak untuk hari pencoblosan dilakukan
pada 23 September 2020 dan masa pendaftaran calon Bupati dan wakil Bupati pada April 2020. Bahkan penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dan Bupati pada Oktober 2019. “Jika itu terjadi, mestinya KPU sedini mungkin mengkoordinasikannya agar tidak terkesan daerah tidak siap,” harapnya. Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin yang dihubungi terpisah mengaku, masih fokus pada sidang sengketa perkara hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) RI. “Sejauh ini masih belum ada bahasan. Kami masih konsentrasi hadapi sidang sengketa PHPU di Mahkamah Konstitusi,” jawabnya melalui pesan WA. Namun Arifuddin mengaku, anggaran untuk Pilkada baru pada pembahasan di internal KPU Kabupaten/ Kota yang melaksanakan Pilkada serentak dengan KPU Provinsi melalui rapat koordinasi di Mataram. (ula)
(Suara NTB/jun)
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi Kasus Penggelapan Dompu (Suara NTB) – Kasus dugaan penggelapan dana pengadaan dan pemeliharaan barang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Dompu, rampung ditelaah penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu. Karenanya, dalam waktu dekat dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk Kadis PKD Rohyani, SH selaku terlapor. Kasi Intel Kejari Dompu, Ahmad Sulhan, SH., kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, pemeriksaan dengan agenda klarifikasi tersebut akan mulai dilakukan pihaknya pekan ini. Diawali dengan meminta keterangan beberapa orang pelapor dan pihak terkait di instansi bersangkutan. “Minggu depan ini kita lakukan pemanggilan saksi-saksi. Kita klarifikasi dulu apapun hasilnya nanti,” kata dia. Klarifikasi mesti dilakukan penyidik untuk memastikan benar tidaknya laporan LP3 NTB. Terkait dugaan menyalahgunakan kewenangan oleh terlapor untuk mengambil keuntungan pribadi dari anggaran pengadaan alat dan biaya perawatan di DPKD tahun 2018.
Sementara untuk hasil telaahan belum bisa dibeberkan. Namun yang pasti tegas Ahmad Sulhan, proses itu mengisyaratkan dibuatnya surat perintah pemanggilan terhadap para pihak yang diduga terlibat dalam persoalan ini. “Kita belum tahu ada tidaknya indikasi penyimpangan itu. Untuk panggilan pertama nanti yang jelas dari pihak perpustakaan,” tandasnya. Sementara informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, berdasarkan laporan awal Lembaga Peduli Pemerataan Pembangunan (LP3) NTB itu. Kadis PKD diduga menyalahgunakan kewenangan untuk menggelapkan anggaran pengadaan perlengkapan dan peralatan kantor serta biaya pemeliharaan beberapa fasilitas di instansinya pada tahun 2018. Hanya saja, sampai saat ini belum ada pihak yang diperiksa lantaran penyidik masih memfokuskan penanganan perkara dugaan korupsi DD/ADD Desa Rababaka. Sedangkan terlapor dalam kasus ini, Rohyani yang beberapa kali ditemui Suara NTB masih belum mau menanggapi laporan tersebut. (jun)
Soal TPA Bara, Penggugat Berharap Penyelesaian Kekeluargaan Dompu (Suara NTB) Kasus kepemilikan lahan TPA Bara yang digugat secara perdata antara Ikraman dan pemerintah daerah (Pemda) kini sudah inkrah di tingkat kasasi yang dimenangkan Mukraman selaku penggugat. Kendati sudah inkrah hingga dimenangkan lewat jalur Peninjauan Kembali (PK), Mukraman tetap berharap diselesaikan secara kekeluargaan dengan dibebaskan kembali oleh Pemda. Hal itu disampaikan Penasehat Hukum (PH) Mukraman, Kisman Pangeran, SH kepada Suara NTB di kediamannya, Sabtu (13/7). “Kendati semua proses hukum sudah kita tempuh dan sudah final, kita sebagai penggugat tetap berharap bisa diselesaikan secara baik – baik dengan cara jual beli. Soal harga (tanah) itu, bisa dibicarakan,” kata Kisman. Terlebih, lanjut Kisman, lahan yang diperkarakan tersebut sudah berubah bentuk dan tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Apalagi pemerintah sudah banyak menghabiskan anggaran untuk membangun fasilitas pengolahan sampah di lahan yang diperkarakan. “Kami sangat berkepentingan dijual kembali ke Pemda lahan itu,” katanya. Kisman pun menegaskan, kasus kepemilikan lahan TPA Bara ini sejak putusan Kasasi di MA yang menguatkan putusan pengadilan di tingkat banding (PT) dan putusan pengadilan tingkat pertama (PN) sudah selesai. PK yang diajukan Pemda
(Suara NTB/ula)
SENGKETA - Lahan TPA Bara yang kembali dimenangkan Mukraman di tingkat PK. Mukraman berharap agar lahan tersebut kembali dibebaskan Pemda melalui proses jual beli karena lahan tersebut sudah berubah bentuk dan tidak bisa diusahakan sebagai lahan pertanian. atas kasus ini sejatinya tidak menghambat eksekusi atas putusan kasasi. Namun eksekusi tidak diajukan PH karena lahan yang diperkarakan tersebut sudah dikuasai penggugat. “Sampai hari ini kami belum pernah ajukan permohonan eksekusi atas obyek tanah sengketa. Kami merasa tidak perlu karena Pemda sudah secara sukarela keluar dari lahan itu sejak ditolak ahli waris pemilik lahan dijadikan tempat pembuangan akhir sampah,” ungkapnya. Lahan yang sudah dijadikan TPA sejak tahun 1997 ini luasnya sekitar 4 ha lebih dan yang diperkarakan sekitar 2 ha lebih. Ini tidak bisa dijadikan alasan bahwa obyek tidak jelas. Karena dalam persidangan perdata, telah dilakukan pemerik-
saan setempat (PS) atau sidang di lapangan obyek sengketa. Pada sidang ini, masing – masing pihak hadir dan mengakui keberadaan obyek yang disengketakan. “Kenapa hanya 2 hektare yang diperkarakan, karena hanya itu milik penggugat,” kata Kisman. Kisman juga menegaskan, putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap ini menjadi dasar yang kuat untuk kepemilikan lahan TPA Bara. Karena kepemilikan dalam bentuk sertifikat hak milik bisa batal ketika diperkarakan dan itu banyak kasus yang terjadi. “Ingat, putusan pengadilan yang sudah inkrah tidak bisa dibatalkan Presiden, tapi keputusan presiden bisa dibatalkan pengadilan. Itu saking tingginya kedudukan putusan penga-
dilan,” jelas Kisman. Lahan yang diperkarakan ini milik ahli waris penggugat hasil pembagian tanah tahun 1971. Penguasaan atas tanah ini dibuktikan SPPT sejak tahun 1981. Dalam prosesnya, lahan ini diberi untuk digarap kepada 3 orang warga yang menjadi pihak turut tergugat. Namun pada tahun 1997, lokasi yang ditanami kacang kadalai oleh penggarap dijadikan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah dan dinaikan statusnya ke TPA. “Saat itu ada dibayarkan ganti rugi ke 3 orang penggarap senilai Rp.700 ribu saat itu. Menurut penggarap, ganti rugi itu karena sudah merusak kacang kadalainya. Jadi bukan pada pemilik ganti ruginya,” ungkap Kisman. (ula)
POLHUKAM
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Halaman 8
Pilkada Serentak
(Suara NTB/kir)
BEKUK - Oknum tenaga ahli di DPRD Loteng, YH dibekuk polisi saat menggunakan narkoba, Jumat (12/7) kemarin.
Oknum Tenaga Ahli DPRD Loteng Diduga Terlibat Narkoba Praya (Suara NTB) Salah seorang oknum tenaga ahli di DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), YH (60) asal Kelurahan Tiwu Galih Praya, dibekuk aparat kepolisian saat hendak menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (12/7). Kejadian itu pun sontak membuat kalangan DPRD Loteng geger. Seruan agar dilakukan tes urine pun mencuat, pasca kejadian tersebut. “(Tes urine) kepada tidak. Iya bagus sekali,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Sabtu (13/7) kemarin. Bila perlu, diawali dari internal anggota DPRD Loteng. Baru kemudian ke pegawai dan staf di sekretariat DPRD Loteng. Dikatakannya, pihaknya dalam hal ini sangat menyayangkan kasus tersebut sampai bisa terjadi. Apalagi itu dilakukan oleh oknum tenaga ahli di DPRD Loteng yang ide, gagasan serta pemikiranya sangat diharapkan. Terlepas keberadaan tersangka adalah orang yang baik serta setia kawan. Namun apa yang dilakukan oleh tersangka tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Sisi baiknya, kasus tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi Sekretariat DPRD Loteng. Kedepannya agar lebih selektif dalam menunjuk tenaga ahli. Baik itu tenaga ahli untuk fraksi, tenaga ahli badan anggaran ataupun yang lain. Supaya yang dipilih adalah yang benar-benar bersih serta bebas dari pengaruh serta penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Dhafid Shiddiq, SIK., mengungkapkan pada Jumat sore, anggotanya berhasil menangkap YH terduga pelaku penyalahgunaan narkoba. Penangkapan Pelaku ditangkap di rumah saat tengah merakit alat hisab sabu. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah alat bukti. Termasuk satu paket narkoba jenis sabu-sabu. Penangkapan sendiri awal dari informasi masyarakat, kalau pelaku sedang menggunakan narkoba. Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak ke rumahnya pelaku. Sekitar pukul 16.20 Wita, polisi kemudian menggerebek rumah pelaku. Mengetahui kedatangan aparat kepolisian, pelaku sempat berusaha membuang barang bukti ke lantai rumah. “Saat kita tangkap, pelaku tidak memberikan perlawanan,” aku Dhafid. Usai ditangkap, pelaku langsung digeladang ke Mapolres Loteng. Untuk selanjutnya menjalani tes urine di Labkes Mataram. Hasilnya, pelaku dinyatakan positif menggunakan narkoba. Dhafid mengaku, pelaku memang sudah cukup lama diincar aparat kepolisian. Pasalnya, pelaku diduga sudah lama menggunakan barang haram tersebut. “(Pelaku) pemakai sudah lama,” timpalnya. Kasus tersebut pun masih terus dikembangkan guna mengungkap asal usul serta jaringan peredaran narkoba terkait pelaku. (kir)
Pungli Fasilitas Rutan Polda NTB
Hakim Kaji Penangguhan Penahanan Kompol TM Mataram (Suara NTB) – Terdakwa korupsi modus pungli fasilitas istimewa Rutan Polda NTB Kompol TM mengajukan penangguhan penahanan. Hal itu disampaikan dalam sidang perdana pekan lalu. Sampai kini majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram masih memusyawarahkan permohonan tersebut. Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Fathurrauzi menyebut bahwa majelis hakim akan berembug lebih dulu untuk menanggapi permohonan terdakwa oknum anggota Polda NTB tersebut. “Seperti sudah disampaikan ketua majelis, akan dipertimbangkan. Akan dibicarakan dulu dalam musyawarah majelis,” terangnya dikonfirmasi kemarin. Dia menambahkan, pendapat hakim atas permohonan itu akan segera disampaikan. Selambatnya saat sidang kedua digelar pada pekan ini. ”Apakah nantinya (permohonan penangguhan) diterima atau ditolak, itu tergantung majelis hakim. Nanti akan disampaikan,” terangnya. Saat masih dalam tahap penyidikan di Polda NTB, TM sebenarnya sudah pernah ditahan selama lebih dari dua pekan. Pada Februari lalu, penahanan TM ditangguhkan. Ketika dilimpahkan ke jaksa penuntut umum pun TM tidak ditahan. Namun, majelis hakim berpendapat lain. Fathurrauzi menerangkan bahwa konvensi di PN Mataram menegaskan ketentuan terhadap terdakwa korupsi. Sebab, korupsi merupakan kejahatan luar biasa, maka penanganannya pun sejalan dengan hal tersebut. Hal itu yang salah satunya mendasari penetapan penahanan TM melalui penetapan majelis hakim. Terdakwa TM melalui penasihat hukumnya, Edy Kurniadi sebelumnya saat sidang perdana meminta penangguhanan penahanan. Alasannya, kliennya itu sebagai ibu rumah tangga yang sedang mempunyai anak di bawah umur. “Kasihan dia ada anaknya masih kecil. Kita minta dijadikan tahanan kota,” sebut Edy. TM didakwa memaksa tahanan Rutan Polda NTB untuk memberikan sesuatu kepadanya. Modusnya beragam yang pada intinya memberi fasilitas istimewa kepada tahanan dengan imbalan sejumlah uang. Tahanan narkoba, Azhari dimintai duit Rp300 ribu untuk penggunaan ponsel selama di kamar tahanan. Saksi Azhari ini juga diminta Rp500 ribu untuk pindah kamar sel. Tahanan kasus narkoba lainnnya Firman Ramadani ditarik Rp300 ribu karena tertangkap tangan menggunakan ponsel. Walau Firman cuma menyetor Rp100 ribu, Tuti tetap menerima saja. Kemudian tahanan Sarifudin alias Abu menyetor Rp750 ribu agar bisa memakai matras di kamar tahanan. Walaupun sebelumnya dimintai Rp1 juta. Jika, tidak dibayarkan, terdakwa TM mengancam akan memasukkan tahanan ke sel tikus. Satu yang menjadi perhatian yakni perlakuan TM terhadap tahanan Dorfin Felix, WNA asal Perancis yang kini sudah divonis mati karena terbukti mengimpor narkoba sebanyak 2,98 kg. TM mengambilkan Dorfin uang sebesar Rp7,9 juta. Uang tersebut kemudian dipakai untuk membeli ponsel pintar seharga Rp2 juta dan kartu perdana seharga Rp100 ribu. Ada juga satu unit televisi di kamar tahanan Dorfin. Terdakwa TM diajukan ke persidangan dengan dakwaan pasal 12 huruf e dan atau pasal 12 huruf b dan atau pasal 11 juncto pasal 12A ayat 1 dan ayat 2 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 65 KUHP. (why)
(Suara NTB/why)
SIDANG - Terdakwa pungli fasilitas istimewa Rutan Polda NTB, TM saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, pekan lalu.
Gerindra Buka Ruang bagi Figur Non Kader
Mataram (Suara NTB) Dalam waktu dekat Partai Gerindra NTB akan membuka pendaftaran serentak calon kepala daerah di tujuh kabupaten/kota di NTB yang akan menggelar Pilkada serentak 2020. Pendaftaran tersebut dibuka dengan harapan, Gerindra dapat menyeleksi figur yang terbaik untuk diusung di Pilkada mendatang. Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim kepada wartawan, Sabtu pekan kemarin. Ditegaskan Ali, dengan mekanisme pendaftaran tersebut, partainya membuka ruang bagi figur-figur non kader yang memiliki potensi. Seperti dari kalangan profesional untuk bisa mengendarai Gerindra di Pilkada serentak 2020. “Pendaftar tidak harus dari kader Gerindra, kami juga berharap ada tokoh-tokoh profesional yang mendaftarkan diri. Sehingga masyarakat punya banyak pilihan figur,” ujarnya.
Figur-figur yang mendaftar itu nantinya akan disurvei tingkat elektabilitasnya. Karena Gerindra akan mengusung kandidat yang paling disukai oleh masyarakat. “Kami akan melakukan survei, karena kami akan mendukung kepala daerah yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dan integritas untuk memajukan pembangunan di daerah masing-masing,” ungkap Ali. Menurut Ali, partainya tidak akan memaksakan harus mengusung kader, jika tingkat elektablitas kader tersebut tidak memungkinkan untuk meraih kemenangan.
Sehingga, kalangan non kader tidak tertutup kemungkinan untuk diusung oleh Gerindra. “Kalau tidak ada kader yang kemungkinan menangnya besar yang akan kita usung, maka kita akan ajukan mungkin profesional atau orang yang kita pandang mampu,” tegasnya. Diketahui, sejumlah kader Gerindra yang dipastikan bakal maju di Pilkada yakni. Seperti Wakil Bupati KLU, Syarifuddin dan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. Keduanya diketahui merupakan kader Gerindra yang akan maju sebagai calon petahana. Ketika ditanya lebih jauh ter-
kait proses komunikasi politik yang sudah dijalankan oleh figur-figur yang berniat tampil maju, serta dengan partai politik lainnya, Ali mengatkan sampai saat ini, sudah ada beberapa figur yang membangun komunikasi politik dengan Gerindra. Namun demikian, dalam penentuan dukungan, tetap akan melewati mekanisme, salah satunya yakni mendaftarkan diri. “Sudah banyak yang melakukan pendekatan, tapi kalau kita akan sebutkan orangnya, ini kan belum waktunya,” kata Ali. Selain itu, pihaknya juga tetap menjalin komunikasi politik dengan parpol lainnya untuk menjajaki peluang berkoalisi. Pasalnya Gerindra menyadari bahwa tidak bisa mengusung calon sendiri, namun harus berkoalisi dengan partai lain. Menurut Ali, koalisi sangat penting dibangun. Selain
(Suara NTB/ndi)
Ali Utsman Ahim untuk memenuhi syarat dapat mengusung paslon, juga untuk memperkuat dukungan kepada paslon yang diusung dalam meraih kemenangan. (ndi)
KPK Soroti Tindaklanjut Pecegahan Korupsi di Lobar
(Suara NTB/ist_KPUNTB)
PROPOSAL - Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud didampingi anggota dan sekretaris, menyerahkan proposal permohonan dukungan anggaran pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB kepada Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
KPU Serahkan Proposal Kebutuhan Anggaran Pikada Serentak 2020 Mataram (Suara NTB) Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di kabupetan/kota di NTB, KPU Provinsi NTB meminta dukungan anggaran kepada Pemprov NTB. Pasalnya pelaksanaan Pilkada serentak tidak dibiayai dari APBN seperti halnya pelaksanaan Pemilu, tetapi murni dibiayai dengan anggaran yang bersumber dari APBD daerah yang akan mengelar Pilkada tersebut. “Karena itu, KPU Provinsi NTB mengajukan proposal permohonan dukungan anggaran kepada Pemprov NTB untuk pelaksanaan Pilkada serentak di tujuh kabupaten/ kota,” kata Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (14/7). Suhardi mejelaskan, tahapan persiapan Pilkada serentak 2020 akan dimulai bulan September 2019. Dengan tahapan, penyusunan program dan anggaran, penandatanganan NPHD, Pengumuman Pemantau, penyusunan
regulasi dan sosialisasi Pilkada serentak. “Semua tahapan tersebut tentu membutuhkan dukungan anggaran APBD. Karena itu, secara khusus KPU Provinsi NTB telah menggelar rapat koordinasi penyusunan program dan anggaran Pilkada serentak 2020, dengan KPU di tujuh daerah yang akan gelar Pilkada tersebut,” ujarnya. KPU Provinsi NTB juga telah meminta kepada KPU kabupaten/kota yang menggelar Pilkada, untuk mencermati jadwal dokumen APBDP di masing-masing daerah akan diserahkan oleh bupati/ walikota ke DPRD. Karena itu sebelum penyampaian rancangan APBDP itu, KPU harus proaktif melakukan pembahasan anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 KPU Provinsi berperan mengkoordinasikan dan mensupervisi seluruh tahapan Pilkada. Karena itu, kami juga telah meminta KPU kabupaten/kota agar
tidak lupa menganggarkan biaya untuk pengadaan kotak suara selain logistik lainnya. Serta Perencanaan jumlah Paslon dan jumlah TPS juga perlu lebih cermat agar tidak terjadi kekurangan anggaran,” paparnya. Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang menerima proposal KPU tersebut menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap perencanaan Pilkada 2020 yang telah dilakukan oleh jajaran KPU mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. “Kita berharap pelaksaan Pilkada nantinya berjalan dengan demokratis, jujur dan adil. Yang tidak kalah pentingnya akan lahir pimpinan daerah yang berkualitas, yang akan membawa kemajuan daerah,” ujar Rohmi. Terkait dukungan anggaran, Rohmi menjelaskan bahwa Pemprov NTB tentu akan memberikan dukungan secara proporsional, agar KPU nantinya dapat mengawal pesta demokrasi ini dengan baik. (ndi)
Giri Menang (Suara NTB) – Tim Komisi Pencegahan Korupsi (KPK) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tindaklanjut pencegahan korupsi di Lombok Barat. Berdasarkan hasil monev tersebut, sejumlah hal menjadi penekanan lembaga antirasuah tersebut. Salah satunya tindaklanjut MCP, salah satu program KPK dalam pencegahan tindak pidana korupsi di lingkup Pemda yang bermotto Patut Patuh Patju tersebut. Tim KPK menyoroti tindaklanjut pencegahan korupsi oleh OPD, lantaran OPD belum melaksanakan program area intervensi. Plt Inspektur pada Inspektorat Lobar, Iham menuturkan hasil supervisi tim KPK ke Lobar ada peningkatan tindaklanjut indikator MCP namun kecil mencapai 5 persen. Dimana per 15 Mei tindaklanjut indikator MCP mencapai 27 persen. Setelah KPK turun melakukan Monev per tanggal 9 Juli lalu naik sebesar 5 persen menjadi 32 persen. Setelah kembali dievaluasi oleh Tim Pokja Inspektorat per tanggal 12 Juli mengalami kenaikan lumayan tinggi mencapai 13,5 persen menjadi 45,5 persen. Beberapa hal yang menjadi atensi KPK jelas Ilham, OPD harus mempercepat penyelesaian area intervensi indikator penilaian dalam MCP yang belum maksimal. “Sudah ada tindaklanjut dari OPD namun dinilai KPK belum progresif,” tegas Asisten I ini. KPK mendorong OPD segera menyelesaikan semua catatan pencapaian indicator yang belum maksimal. Sehingga pencapaiannya lebih bagus. Dari delapan area intervensi yang menjadi indika-
tor dalam MCP, pencapaian yang masih rendah hasil Movev KPK. Antara lain kapabilitas Apip masih 0 persen, dana desa 0 persen, pengadaan barang dan jasa 29 persen, menejmen ASN 10 persen. Areal intervensi lain, menyangkut manajmen aset daerah progres pencaiannya 41 persen. Perencanaan dan penganggaran APBD sebesar 47 persen. Pencapaian ini malah menurun 13 persen dari 60 persen menjadi 47 persen. Ada juga pelayanan terpadu satu pintu 60 persen, optimilasasi pendapatan daerah sebesar 65 persen. Pencapaian indikator ini, mengalami peningkatan signifikan yang awalnya per tanggal 15 Mei hanya 0 persen. Dari delapan area intervensi tersebut, sebagian besar yang menjadi catatan bagi OPD adalah lemahnya pengawasan dan pengendalian. Dimana pencapaiannya masih 0 persen. Termasuk dalam perencanaan dan penganggaran yang belum terkoneksi atau terintegrasi dalam sistem. Kemudian beberapa aplikasi dalam rangka menunjang penerapan pencegahan korupsi yang belum diterapkan oleh OPD. Dalam pengadaan barang dan jasa, OPD masih lemah dalam hal pelaksanaan tupoksi dan penayangan sirup. Karena itulah kata dia, KPK mendorong agar OPD segera menindaklanjuti. Menurut dia tiga hal yang menjadi titik tekan menjadi persoalan dan kendala yang dihadapi dalam percepatan pencegahan korupsi. Selain OPD belum melaksanakan program area intervensi, terdapat areayangdiluarkewenanganOPD dan OPD belum menyerahkan progres ke admin MCP. (her)
Ajukan Kasasi
Jaksa Masih Yakin Heru Terbukti Korupsi Mataram (Suara NTB) – Terdakwa korupsi program pengamanan hasil kopi Tambora, Kabupaten Bima tahun 2006, Heru Priyanto bebas dari dakwaan pidana. Jaksa penuntut umum masih meyakini bahwa mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Bima itu bersalah. Demikian dicantumkan dalam memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas vonis Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Jaksa penuntut umum Wayan Suryawan menyebutkan bahwa isi memori kasasi melengkapi surat tuntutan yang sudah diajukan pada persidangan di pengadilan tingkat pertama. Tuntutan itu memuat pertimbangan pembuktian pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 65 ayat 1 ke-1 KUHP. “Memori kasasi sudah kita serahkan. Isinya kurang lebih sama dengan tuntutan sebelumnya,” kata Kasi Pidsus Kejari Bima ini, dikonfirmasi akhir pekan lalu. Dalam tuntutannya, jaksa menyebut terdakwa Heru menyalahgunakan kewenangannya sebagai kepala dinas. Hal itu terkait dengan uang tunai Rp31 juta yang disetor pengepul kopi, Hariadi. Selain itu juga terhadap uang sejumlah Rp8,7 juta sebagai operasional kepada dinas dalam program pengamanan kebun kopi di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima tersebut. “Pada pokoknya permohonan kami ke Mahkamah Agung seperti yang sudah tertuang di dalam tuntutan. Menurut kami itu sudah terbukti,” terangnya. Dalam perkara itu, jaksa sebelumnya menun-
tut Heru agar dipidana penjara selama satu tahun enam bulan, denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara, serta uang titipan sebesar Rp40 juta dirampas untuk negara. Namun, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Mataram punya pertimbangan lain. Heru dibebaskan dari seluruh dakwaan. Sementara uang tunai Rp40 juta yang sudah dititip dikembalikan kepada Heru. Hakim menilai Heru tidak terbukti menyuruh atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi bersama ketua pelaksana kegiatan, Syafruddin Idris dan kepala kebun, Suparno, dalam program pengamanan produksi Kopi Tambora tahun 2006 di lahan seluas 500 hektare. Program dibiayai APBD sebesar Rp192 juta. Syafruddin sudah dihukum penjara selama satu tahun tujuh bulan dan Suparno divonis dua tahun satu bulan penjara. Mereka terbukti korupsi hasil penjualan produksi kopi tambora sebesar Rp147 juta. Jual beli 25 ton kopi tambora pada Juli 2006 sudah ada di dalam perjanjian. Uang sebesar Rp31 juta yang diberikan saksi Hariadi merupakan uang muka untuk pembelian kopi. Uang tersebut kemudian disetor Heru ke kas daerah melalui bendahara dinas Abidin Muhammad. Uang Rp31 juta itu dimasukkan sebagai hasil penjualan produksi kopi yang totalnya Rp160 juta. Kemudian yang sebesar Rp8,5 juta yang disebut sebagai operasional kepala dinas, menurut hakim hanya tuduhan kosong terpidana Suparno dan Syafruddin. Jaksa penuntut umum tidak bisa membuktikannya di dalam persidangan. (why)
SUARA NTB
Senin, 15 Juli 2019
Kegiatan Agen PDPGR akan Divakumkan Taliwang (Suara NTB) Tahun 2020 mendatang pelaksanaan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) tampaknya tidak akan lagi dilaksanakan oleh para agen di tingkat lapangan. Pasalnya bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM akan menghentikan sementara waktu aktivitas seluruh organ-organ agen hingga ke tingkat peliuk (blok). Sinyal memvakumkan para agen PDGR itu disampaikan bupati dalam Forum Yasinan, Kamis malam pekan lalu. Di hadapan ratusan agen PDPGR yang hadir, bupati menyatakan, kegiatan agen dalam melaksanakan agenda PDPGR akan mulai dihentikan karena adan-
ya perhelatan Pilkada. “Sekitar Maret tahun depan, kegiatan agen kita vakumkan dulu karena ada Pilkada,” cetusnya. Adapun alasan bupati memvakumkan kegiatan agen dari seluruh agenda PDPGR, karena tidak ingin dianggap sebagai bentuk kampanye terselubung. Mengingat dirinya akan kembali maju di Pilkada 2020. “Saya tidak ingin nanti (dikira menang) karena ada agen. Sehingga ada anggapan ada kecurangan terstruktur sistematis dan masif (TSM),” timpalnya. Menurut Musyafirin, kehadiran agen PDPGR melaksanakan program-program pemerintah di tingkat masyarakat telah banyak membantu. Karena itu baginya, siapa pun nantinya yang terpilih melanjutkan kepemimpinan
daerah, seluruh agenda PDPGR dan elemen agen pelaksana hingga ke tingkat peliuk dapat diberdayakan. “Harapan saya secara siapa pun nanto bupatinya setelah Pilkada (agen) PDPGR ini tetap dilanjutkan,” harapnya. Agen PDPGR mencapai 700 lebih yang dibentuk mulai tingkat peliuk (blok), desa hingga kabupaten. Dalam bekerja para agen PDPGR ini turut didampingi aparat kepolisian dan TNI. (bug)
HILANG HLG STNK R4 MITSUBISHI COLT DIESEL DR.7375 AB NOKA/NOSIN : MHMF84PBEJ006092/4D34TK32297 AN.MUSTAIL HLG DSKTR JL.AHMAD YANI MENUJU JL.SELEPARANG CAKRANEGARA HLG STNK R2 HONDA DR.2835 CF NOKA/NOSIN : MHIJBE213DK261788/ JBE1256360 AN.SUSAN NOVITA HLG D’SKTR JL.RAYA SENGGIGI MENUJU MATARAM
Halaman 9
HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR.5088 AK NOKA : NOSIN / MH32BU002FJ212445 : 2BU212456 AN.DIS.PERTANIAN KELAUTAN PERIKANAN HLG ‘SKT MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.5289 CH NOKA/NOSIN : MH1JFH119EK017166/JFH1E1017769 AN.HENYYULIANYHLGD’SKTR KOTA MATARAM HILANG STNK R2 HONDA DR.2060 C0 NOKA : NOSIN/ MH1JFS113FK176764 : JFS1E-1174603 AN.COK ISTRI SRIBUMEI HLG D’SKT MATARAM
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910
HLG STNK R2 YAMAHA MIO DR.5835 CN NOKA/NOSIN : MH3SE8820FJO19427/E3R2E0442187 AN.MUHAMMAD IQBAL HLG D’SKTR BABAKAN KEC.SANDUBAYA KOTA MATARAM
Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697
DIJUAL TANAH
DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919
q
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Halaman 10
Diikuti 1.787 Santri Baru
Wagub NTB Buka Masa Ta’aruf Siswa Madrasah/Sekolah Se-YPH-PPD NW Pancor Siswa Berprestasi Diganjar Penghargaan
Dikbud Lobar Intens Persiapkan FLS2N Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) intens mempersiapkan peserta yang ikut dalam lomba Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Salah satunya Dinas Dikbud menggelar festival dan Lomba pelajar tingkat SD dan SMP. Selain itu, Dikbud juga memberikan penghargaan kepada siswa dan siswi yang berhasil menjuarai ajang tersebut, baik tingkat provinsi dan kabupaten, lebih - lebih tingkat nasional. Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Dikbud Lobar Panca Surya mengatakan kegiatan festival semacam ini terus digalakkan dan ditingkatkan oleh Dikbud. Baginya festival semacam ini adalah untuk mewadahi kreativitas para siswa untuk mengekspresikan dirinya dalam wujud kompetisi yang sehat yang dapat meningkatkan daya cipta, rasa dan karya. “Kegiatan ini tiap tahun kita selenggarakan dan terus berusaha kita tingkatkan. Kegiatan ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah yang tujuannya bukan hanya seke-
dar pada meriahnya kompetisi antar siswa dan sekolah saja, tetapi dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air,’’ terangnya. Diakuinya, dalam sebuah bait Rengganis atau Naskah Kuno Lombok mengatakan dalam sebuah lomba tidak semua harus jadi pemenang dan tidak semua harus jadi juara, semua orang harus berusaha, menang atau tidak urusan tuhan jadi kita hanya sebatas melaksanakan ikhtiar. ‘’Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi kontribusi untuk bangsa dan negara kita,” harapnya. Beberapa waktu lalu, kata dia, Dinas Dikbud menggelar FLS2N di Gedung Budaya Narmada. Pada ajang ini puluhan pelajar dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Lombok Barat berusaha menjadi yang terbaik. Dalam Rangkaian Festival Lomba Para siswa SD dan SMP tersebut menampilkan berbagai atraksi seperti kategori menyanyi tunggal tingkat SD dan SMP, Desain Poster tingkat SMP, Pantomim, Karya Anyaman, Gambar Bercerita, Gitar Duet, Lomba Seni Tari, dan Kategori Lomba Musik Tradisional pada
Festival Lomba Seni Siswa Nasional yang diselenggarakan Seksi Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.” Selain menampilkan berbagai macam lomba kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan bagi siwa dan siswi SD/ SMP yang berhasil meraih juara dalam ajang FLS2N, “ jelas dia. Selain itu, tambahnya, para siswa dan siswi yang berhasil menjadi juara pada FLS2N tingkat Kabupaten akan dikirim untuk mewakili ke tingkat provinsi bahkan diharapkan ke tingkat nasional. Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lombok Barat Drs. M. Hendrayadi di lain kesempatan mengapresiasi kegiatan ini. Baginya melalui kegiatan FLS2N semacam ini sebagai salah satu ajang yang sangat efektif bagi para siswa untuk mengekspresikan dirinya dalam bidang seni dan budaya. ‘’Semoga ke depan kegiatan semacam ini akan lebih dikembangkan, sehingga akan lahir dari Lombok Barat duta-duta seni yang akan lebih berbicara di tingkat provinsi dan nasional,” harapnya.(her/*)
(Suara NTB/ist)
PUISI - Salah seorang peserta FLS2N sedang mempersembahkan puisi di atas panggung.
Selong (Suara NTB) Sebanyak 1.787 santri baru diserahkan untuk menimba ilmu di madrasah di Yayasan Pendidikan HamzanwadiPondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor. Penyerahan santri baru ini dirangkaikan dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah atau Masa Ta’aruf Siswa Madrasah yang diikuti oleh 11 madrasah/sekolah Tahun Pelajaran 2019-2020. Kegiatan ini diterima dan dibuka langsung Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd di Aula YPH-PPD NW Pancor, Minggu (14/7). Pada kesempatan itu, wagub berpesan kepada para santri baru untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu pendidikan di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi (YPH). Hal tersebut sebagaimana harapan dan cita-cita para orang tua agar anak-anaknya menjadi anak yang soleh dan solehah. Menjadi generasi penerus bangsa yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Ditegaskannya, YPH-PPD NW Pancor sudah berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada masyarakat. Maka dari itu, dengan komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh dapat melahirkan dan membentuk generasi emas yang unggul dan berdaya saing. Generasi yang menentukan nasib NTB, nasib Indonesia yang lebih baik. “Bagus tidak masa depan NTB dan Indonesia tergantung dari kalian semua anak-anakku,” ungkapnya. Sitti Rohmi Djalilah yang juga selaku Pimpinan Pusat Muslimat (Pimpus) NW juga berpesan kepada para santri dari MI/TK hingga madrasah/ sekolah supaya tetap berjiwa santri dan memberi contoh bagi lingkungannya. Disebutkan bahwa lembaga pendidikan baik madrasah maupun sekolah yang berada di bawah naungan NW Pancor rata-rata sudah terakreditasi A dengan kualitas yang membanggakan. Kendati demikian, kualitas pendidikan akan terus ditingkatkan dan melakukan penyesuaian dengan kebutuhan masa depan. Menurutnya, kebutuhan masa depan adalah masalah akhlak yang utama selain bisa mengikuti perkembangan zaman untuk para santri menguasai IT dan menggunakan media sosial yang bijak. Kemampuan Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan melahirkan hafidz hafidzah. Orang nomor dua di NTB ini menyebut bahwa jumlah santri yang masuk di lembaga pendidikan NW dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. “Di sinilah
(Suara NTB/yon)
FOTO BERSAMA - Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, foto bersama Forum Kepala Madrasah/Sekolah se-YPH-PPD NW Pancor, Minggu (14/7).
(Suara NTB/yon)
ARAHAN - Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd, saat menyampaikan arahan kepada 1.787 santri baru di Aula YPHPPD NW Pancor, Minggu (14/7). kita benar-benar menanamkan pendidikan karakter. Membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat,”tegasnya. Sementara Ketua Forum Kepala Madrasah/Sekolah YPH-PPD NW Pancor, H. Hamdan,M.Pd menyebutkan, kegiatan masa ta’aruf siswa madrasah ini diikuti oleh 1.787 santri baru dari 11 sekolah/ madrasah dari jenjang MI sampai MA/ SMA/SMK yang berada di bawah naungan YPH-PPD NW Pancor, di antaranya MA Muallimin NW Pancor 278 santri, MA Muallimat NW Pancor, 295 santri, MA Hamzanwadi NW Pancor, 147 santri dan MA NW Pancor, 84 santri. Selanjutnya untuk SMA NW Pancor, 72 santri, SMK NW Pancor, 98 santri. Untuk di tingkat MTs, di antaran-
ya santri baru di MTs Muallimin NW Pancor, 260 santri, MTs. Muallimat NW Pancor, 267 santri, MTs NW Pancor, 160 santri, SMP Laboratorium NW Pancor, 71 santri dan MI Hamzanwadi Pancor 55 santri. H. Hamdan menjelaskan, istilah masa ta’aruf siswa madrasa bagi santri baru bertujuan untuk lebih mengenalkan lingkungan madrasah, kurikulum, ekstrakurikuler, tenaga pendidik, sehingga saat kegiatan belajar mengajar (KBM) para santri baru dapat lebih familiar. “Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari. Dari kegiatan ini, para santri baru dapat lebih mengenal madrasahnya masing-masing,” ujarnya. (yon/*)
Jawab Perkembangan Zaman
Perpustakaan Daerah Rilis Aplikasi iLotim Selong (Suara NTB) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merilis aplikasi iLotim. Dirilisnya aplikasi ini untuk menjawab perkembangan teknologi informasi yang semua aspek kehidupan saat ini sangat bergantung dan tidak lepas dari
bantuan teknologi. Segala informasi terbaru bisa didapatkan dalam sekejap melalui sarana teknologi yang ada seperti gadget/smartphone dan internet. iLotim adalah aplikasi perpustakaan digital dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lotim. iLotim
merupakan aplikasi perpustakan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial, maka penggunanya dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Bahkan dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang dibaca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru. Membaca ebook di iLotim menjadi lebih menyenangkan dan mudah, karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. “Pengguna tinggal mengunduh aplikasi iLotim melalui play store yang ada di Android dan membaca ebook yang disukai secara gratis,”terang Pengggas iLotim, Andre Ardi Ananda yang juga staf di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim. Disampaikannya, semua bidang kehidupan mulai berkembang dengan berbasis teknologi, termasuk perpustakaan. Selama ini perpustakaan identik dengan bukubuku cetak yang menumpuk di rak buku. Setiap orang yang membutuhkan informasi harus mencari buku yang diinginkan di rak buku yang terkadang membutuhkan kemampuan dan waktu. Untuk itu, mengingat zaman yang sudah serba digital dan dalam rangka memenuhi kebutuhan generasi milenial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur merilis aplikasi baru yang bernama
iLotim tersebut. Adapun fitur-fitur yang ada di iLotim antara lain, pertama koleksi buku, ini adalah fitur yang menyediakan judul-judul buku yang ada di iLotim. Pilih judul yang kita inginkan, pinjam dan baca hanya dengan ujung jari. Kedua, ePustaka: fitur unggulan iLotim yang memungkinkan penggunanya bergabung menjadi anggota perpustakaan digital dengan koleksi beragam dan menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman. Ketiga, feed : untuk melihat semua aktifitas pengguna iLotim, seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam pengguna lain dan beragam aktivitas lainnya. Ke empat, rak buku: merupakan rak buku virtual di mana semua riwayat peminjaman buku tersimpan di dalamnya dan ke lima, eReader: fitur yang memudahkan kita membaca ebook di dalam iLotim. Adanya aplikasi iLotim ini diharapkan dapat meningkatkan kegemaran membaca masyarakat di era milenial, yang mana tidak pernah terlepas dari gadget/smartphone yang dimiliki. Selain itu untuk mengurangi penggunaan gadget/smartphone dalam hal-hal yang kurang bermanfaat seperti game online. Ke depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tentu akan terus mengembangkan apalikasi iLotim agar selalu terbarukan koleksinya dan fitur-fitur yang ada dapat dilengkapi sesuai kebutuhan pengguna. (yon/*)
(Suara NTB/yon)
APLIKASI BARU - Sejumlah pengunjung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim dari kalangan anak-anak saat memanfaatkan gadget dengan dirilisnya aplikasi iLotim.
RAGAM
SUARA NTB Senin, 15 Juli 2019
Danrem 162/WB Buka Kejurnas Tinju Amatir di KSB Taliwang (Suara NTB) Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Danrem 162/WB dan Bupati KSB Cup 2019 resmi dibuka Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, Sabtu (13/7) malam. Danrem berharap akan lahir petinju nasional berbakat dari ring Komuter Telu Center (KTC) Taliwang KSB tersebut. Pembukaan pertandingan dilakukan Danrem selaku Ketua Pertina NTB dengan pemukulan gong, didampingi Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM. Hadir juga mantan petinju nasional Ellias Pical serta komentator nasional Hengky Silatang. Even Kejurnas tinju kali ini diikuti sekitar 111 atlet dari delapan provinsi dengan berbagai macam kelas, baik putra maupun putri. Mulai dari kelas 44 hingga 65 kg. Danrem 162/WB pada kesempatan tersebut menyampaikan Kejurnas dilakukan selain sebagai bentuk refleksi dari kepedulian terhadap pembinaan olahraga khususnya tinju, juga untuk membangkitkan dan membangun mental kompetitif dan kooperatif para petinju di tingkat daerah. “Kita berharap, kejuaraan ini bisa melahirkan atlet - atlet tinju nasional yang berbakat, tangguh dan handal untuk berkiprah dengan baik pada even yang lebih tinggi,” ujar Danrem. Danrem meminta agar selama bertanding tetap menjaga sportivitas, utamakan keamanan dan keselamatan, patuhi aturan yang sudah disepakati dalam technical meeting. Sehingga pertandingan bisa berjalan sesuai harapan. Sementara Bupati Sumbawa Barat Musyafirin dalam sambutannya berencana akan mengembangkan olahraga tinju di KSB. Ia juga berharap agar Kejurnas tersebut melahirkan atlet-atlet tinju profesional yang bisa membawa nama baik daerah pada even – even tinju nasional berikutnya. (ars/*)
(Suara NTB/ist_penrem)
Danrem 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat membuka pertandingan Kejurnas Tinju Amatir Danrem Cup dan Bupati KSB Cup, Sabtu malam lalu.
Kaji LHP Inspektorat Dari Hal. 1 Apabila melewati batas waktu, maka penyidik baru bisa masuk lagi. Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes. Pol. Syamsuddin Baharudin menerangkan, bahwa LHP auditor Inspektorat Provinsi NTB saat ini masih dikaji. ‘’Itu (LHP) sudah dikirim ke kita. Mungkin hari Senin (hari ini) saya akan jawab. Kita periksa dulu itu hasilnya Inspektorat,’’ katanya dikonfirmasi akhir pekan lalu. Menurutnya, sesuai dengan nota kesepahaman antara Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dengan kepolisian, temuan kerugian negara akan diselesaikan secara administrasi berupa pengembalian lebih dulu. Selanjutnya, apabila ditemukan indikasi perbuatan pidana, maka penyidik akan melanjutkan ke penyelidikan. Untuk kasus dana Porprov ini, Syamsuddin menyebut akan diselesaikan melalui Inspektorat. “Kalau temuan dikembalikan, di sana (Inspektorat) sele-
sainya. Kita di sini kan masih lidik. Kalau itu sudah selesai, ngapaian (penyelidikan) jalan,’’ katanya. Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik Subdit III Tipikor mengklarifikasi dugaan penyimpangan pada penyewaan venue cabang olahraga. Hasilnya, penggunaan dana sudah sesuai peruntukan. Saat ini penyidik dalam tahap menyelidiki pembayaran honor wasit, akomodasi, dana transportasi peserta dan panitia, serta katering. Penelusuran didasarkan pada alokasi anggaran untuk setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Setiap Cabor peserta Porprov tersebut dijatah Rp75 juta. Sementara dalam pelaksanaannya menjadi beragam. Sejumlah Cabor bahkan ada yang menerima kurang atau lebih dari patokan RAB dimaksud. Pengalihan penggunaan anggaran sedang didalami untuk apa saja peruntukannya. (why)
Kirim Naker ke Australia Dari Hal. 1 Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, L. Ahmad Nur Aulia, S. STP yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (14/7) siang mengatakan, rombongan Konjen RI dan PT. Global Harbour Solution akan diterima pejabat Pemprov di Kantor Gubernur, Senin (15/7) siang. ‘’Akan ada pemaparan dari pihak Australia. Intinya, ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat NTB untuk bekerja di Australia,’’ kata Aulia. Dalam pertemuan tersebut sebenarnya akan ada penandatangan letter of intent (LoI) antara Pemprov NTB dan PT. Global Harbour Solution. Namun, karena Gubernur dan Wakil Gubernur dipanggil Presiden ke Jakarta, sehingga penandatangan LoI akan dijadwalkan kembali. Aulia mengatakan, tenaga kerja NTB yang akan dikirim ke Australia, nantinya harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan di Australia. Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian dan lainnya. Selain memiliki skill yang dibutuhkan, tenaga kerja asal NTB harus dapat berbahasa Inggris. ‘’Banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Agen ini diberikan kuasa untuk mencari tenaga kerja,’’ kata Aulia. Kedatangan rombongan dari Australia ke NTB tersebut, jelas Aulia merupakan salah satu step menuju penandatangan kerjasama pengiriman tenaga kerja asal NTB ke Australia. Saat diundang ke Australia akhir Juni lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dikenalkan dengan agen tenaga kerja asal Australia tersebut. ‘’Ini tahap awal yang bagus dan perlu didetailkan. Intinya semacam pembahasan renca-
na kerjasama dengan PT. Global Harbour Solution menindaklanjuti kunjungan Pak Gubernur ke Darwin,’’ tandas mantan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini. Pada akhir Juni lalu, gubernur bertemu Menteri Urusan Asia, Peter Tinley di Perth dan Konjen RI untuk Asia Barat, Dewi Tobing membicarakan kemungkinan tenaga kerja asal NTB bisa bekerja di Australia. Menurut gubernur, peluang pengiriman tenaga kerja NTB ke Australia sangat besar. Asalkan calon tenaga kerja memiliki kemampuan bahasa dan memenuhi kualifikasi. Kemampuan tenaga kerja yang akan dikirim ke Australia harus disiapkan lewat Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di NTB. Sehingga sesuai kualifikasi yang diinginkan di tempat kerja. Dr. Zul mengatakan, Pemprov sudah memulai dengan mendirikan BLK Luar Negeri dengan segala keterbatasannya. ‘’Yang penting mulai dulu, menyiapkan skill dan kemampuan-kemampuan yang diinginkan oleh negara tujuan,’’ kata Dr. Zul. Gubernur yang pernah sekolah SMA di negeri Kanguru ini membayangkan dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, NTB bisa mengirim banyak tenaga kerja yang punya keterampilan ke luar negeri. Sehingga secara bertahap, NTB tidak lagi mengirim pembantu rumah tangga ke luar negeri. Dr. Zul menyebutkan, gaji tenaga kerja di Australia cukup besar. Untuk tenaga kerja pemetik mangga saja di Darwin gajinya 1.000 dolar Australia per minggu. (nas)
Halaman 11
Hingga Hari Ke-8
Penerbangan Haji Garuda Indonesia Berjalan Lancar Cengkareng (Suara NTB) Hingga hari Minggu (14/7) maskapai nasional Garuda Indonesia telah berhasil memberangkatkan 59 kloter dengan jumlah jemaah sebanyak 21.294 jemaah dari seluruh embarkasi nasional pada penerbangan haji kloter pertama tahun 2019/1440 H. Penerbangan haji kloter pertama tersebut telah dilaksanakan sejak tanggal 7 Juli 2019 lalu. Garuda Indonesia juga telah berhasil mencatatkan tingkat capaian “On Time Performance (OTP)” sebesar 93,2 persen. Adapun jumlah jemaah yang telah diberangkatkan oleh Garuda Indonesia pada penerbangan haji kloter pertama untuk periode tanggal 7-14 Juli tersebut adalah embarkasi Banjarmasin sebanyak 968 jemaah (3 kloter); Embarkasi Jakarta sebanyak 2.740 jemaah (8 kloter); embarkasi Lombok sebanyak 2.723 je-
maah (6 kloter); Embarkasi Medan sebanyak 785 jemaah (2 kloter); Embarkasi Padang sebanyak 2.731 jemaah (9 kloter); Embarkasi Solo sebanyak 6.809 jemaah (21 kloter) dan Embarkasi Makassar sebanyak 4.538 jemaah (10 kloter). Pada musim Haji 2019/ 1440H, total jemaah haji Indonesia tahun 2019 yang akan diberangkatkan mencapai 111.071 jemaah. Untuk mendukung operasional haji tahun ini Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat di antaranya adalah pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat). Penerbangan fase keberangkatan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019. Se-
dangkan gelombang 2 fase keberangkatanakan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Sedangkan untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 16 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 Agustus 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 16 September 2019. Sebanyak 111.071 jemaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi tersebut terdiri dari embarkasi Banda Aceh (4.711 jemaah), embarkasi Medan (8.641 jemaah), embarkasi Padang (7.035 jemaah), embarkasi Jakarta (19.650 jemaah), em-
Dukung Program Beasiswa, Malaysia Gelar Tes MUETdi NTB Dari Hal. 1 Untuk itu, Kementerian Pendidikan Malaysia menggelar Malaysian University English Test (MUET) di Mataram, NTB sejak 9-13 Juli 2019. Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si dalam keterangan pers bersama delegasi Kementerian Pendidikan Malaysia di Kantor Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sabtu (13/7) menyampaikan pengiriman anak-anak muda NTB kuliah pascasarjana ke Malaysia merupakan tindaklanjut kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia. Kerjasama Pemerintah RI dengan Malaysia akan dimulai dari NTB lewat sektor pendidikan. “Masuknya melalui sektor pendidikan sesuai dengan misi pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Eva. Sesuai RPJMD NTB 20182023, salah satu visi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah NTB Cerdas. Visi ini akan diwujudkan dengan mengirim 1.000 anak muda NTB belajar ke luar negeri. Salah satu negara yang menjadi tujuan pengiriman anak muda NTB belajar ke luar negeri adalah negeri jiran Malaysia. Dengan kerjasama ini, diharapkan hubungan antara NTB dan Malaysia akan semakin erat. Delegasi Kementerian Pendidikan Malaysia yang melaksanakan MUET di NTB antara lain Ketua Eksekutif Majelis Peperiksaan Malaysia, Tn. Hj. Mohd Fauzi Datuk Hj Mohd Kassim, Timbalan Ketua Pengarah JPT KPM, Prof. Dr. Mohd Cairul Iqbal Mohd Amin, Pengarah Education Malaysia Indonesia, Prof. Madya Dr. Mior Harris Mior
Harun,Timbalan CEO MPM, Encik Adnan Hussin, Setiausaha Bahagian MPM, Encik Badrul Hisham Abdullah, Atase Pendidikan, Encik Mubarak Shamsuddin dan Eksekutif Officer, Megat Mohd Samsul. Hadir juga Kepala Divisi Kerjasama LPP NTB, Immanuella Andilolo. Immanuella menjelaskan kerjasama pendidikan ke Malaysia sudah berlangsung sejak November 2018. LPP NTB diberikan amanah oleh Gubernur untuk melaksanakan program beasiswa NTB. ‘’Salah satunya mengirim siswa NTB studi ke Malaysia,’’ katanya. Imma menjelaskan, alasan calon penerima beasiswa NTB yang akan dikirim ke Malaysia perlu tes MUET. Ia mengatakan LPP NTB sudah mengirim mahasiswa NTB kuliah pascasarjana ke Polandia. Dimana, pemberi beasiswa mensyaratkan tes bahasa, seperti IELTS dan TOEFL. Saat pembukaan beasiswa ke Polandia, ujar Imma, tidak banyak anak-anak NTB yang mendaftar. Bukan berarti mereka tidak bisa bahasa Inggris. Tetapi untuk tes TOEFL dan IELTS membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Tes MUET merupakan syarat wajib bagi awardee NTB yang akan kuliah ke universitas-universitas yang ada di Malaysia. Ia menyebut biaya untuk tes MUET sebesar Rp3,5 juta. Agar biayanya lebih murah, pelaksanaan tes MUET dilaksanakan di Mataram, NTB. Tes MUET dilaksanakan di UPT Pusat Bahasa Universitas Mataram. Speaking test dilaksanakan 9-12 Juli 2019. Sedangkan written test yang meliputi listening, reading dan writing dilaksanakan 13 Juli 2019. Pengarah Education Malay-
sia Indonesia, Prof. Madya Dr. Mior Harris Mior Harun menjelaskan NTB merupakan daerah kedua di Indonesia tempat digelarnya tes MUET. Sebelumnya, MUET dilaksanakan di Jakarta, 26-29 Juni 2019 lalu. Ia menjelaskan baru pertama kali MUET dilaksanakan di luar Malaysia. Bahkan, pelaksanaan MUET di Indonesia juga merupakan yang pertama kali. Dikatakan MUET merupakan prasyarat bagi mahasiswa dari luar negeri kuliah di universitas Malaysia. Ketua Eksekutif Majelis Peperiksaan Malaysia, Tn. Hj. Mohd Fauzi Datuk Hj Mohd Kassim menjelaskan MUET mempunyai empat komponen penilaian, yakni listening 15 persen, speaking 15 persen, reading 40 persen dan writing 30 persen. Nilai agregat dari sari keseluruhan komponen penilaian akan diberikan peringkat band. Terdapat enam peringkat band dengan yang tertinggi adalah band 6 (Highly Proficient User ). Syarat minimum nilai MUET untuk masuk universitas di Malaysia adalah band 3. Band 3 adalah Modest User dan band 4 (Satisfactory User). Disebutkan sebanyak 128 awardee NTB yang akan kuliah pascasarjana di Malaysia ikut tes MUET yang dilaksanakan di Mataram. Dikatakan MUET telah diakui oleh beberapa universitas terkemuka di luar negeri. Seperti Singapura, Hongkong, Inggris, Jepang, Cina dan Amerika Serikat. Ia menyebut biaya kuliah di Malaysia relatif terjangkau dan terakui. Beberapa universitas terkemuka di Malaysia juga masuk rangking 500 universitas di dunia. Saat ini sebanyak 170.000 mahasiswa asing kuliah di Malaysia. Dari jumlah itu sebanyak 11.000 orang berasal dari Indonesia. (nas)
Gubernur Diundang Ratas dengan Presiden Dari Hal. 1 Kemudian di Kota Mataram ditetapkan empat desa wisata, yakni Tanjung Karang, Jempong Baru, Karang Pule dan Sayang Sayang. Selanjutnya di Lombok Barat ditetapkan 13 desa wisata. Yaitu Buwun Mas, Mekar Sari, Pusuk Lestari, Pelangan, Senggigi, Banyumulek, Lingsar, Senteluk, Karang Bayan, Gili Gede Indah, Sekotong Barat, Batu Putih dan Labuan Tereng. Di Lombok Tengah ditetapkan 16 desa wisata. Yakni Sukarara, Marong, Mertak, Lantan, Kuta, Labulia, Bonjeruk, Sepakek, Selong Belanak, Mekar Sari, Karang Sidemen, Rembitan, Aik Berik, Tanak Beak, Penujak dan Sengkol. Di Lombok Timur ditetapkan 18 desa wisata. Antara lain Tetebatu, Sembalun Bumbung, Kembang Kuning, Pringgasela, Tanjung Luar, Jeruk Manis, Sekaroh, Sembalun Lawang, Lenek Ramban Biak. Jerowaru, Labuhan Pandan, Sugian, Lenek Pesiraman, Bebidas, Senanggalih, Seriwe, Sapit dan Sembalun. Kemudian di Lombok Utara ditetapkan delapan desa wisata. Senaru, Pemenang Barat, Genggelang, Sokong, Karang Bajo, Santong, Medana dan Gili Indah. Di Sumbawa ada 9 desa wisata, yakni Pulau Bungin, Marente, Batudulang, Lantung, Labuan Aji, Labuan Jambu, Lenangguar, Teluk Santong dan Lepade. Terakhir di Sumbawa Barat ditetapkan 8 desa wisata. Yakni Mantar, Tatar, Pototano, Labuhan Kertasari, Labuhan Lalar, Beru, Pasir Putih dan Sekongkang Atas. Konsep desa wisata bisa menjadi contoh bagi pengembangan sektor pariwisata yang mempertimbangkan dan menjaga daya dukung lingkungan di NTB. Pariwisata, bukanlah yang secara masif memanfaatkan lingkungan dengan mem-
bangun akomodasi yang semegah-megahnya. Melainkan juga memberi porsi besar bagi pengembangan wisata berbasis wisata komunitas yang dikembangkan masyarakat seperti konsep desa wisata. Konsep desa wisata, tentunya akan terasa lebih tenang bagi pengambil kebijakan dalam memastikan pembangunan wisata ke depan. Konsep desa wisata yang mulai menjamur di sejumlah titik di Pulau Lombok dan Sumbawa tidak akan mengakibatkan daya lingkungan menjadi rusak. Dengan konsep desa wisata, pariwisata NTB maju dengan lingkungan yang asri dan tetap baik. Selain desa wisata, Pemeprov NTB juga terus berinovasi mengembangkan paket-paket wisata lainnya. Menurut Gubernur NTB, pariwisata adalah seni mengelola dan memfasilitasi berbagai minat manusia. Dari pelayaran yang menantang, hingga keheningan yang reflektif. Jadi ada sisi lain pariwisata yang selama ini belum dikembangkan di NTB, berpeluang dijajaki. Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini terinspirasi usai bertemu dengan Fremantle Sailing Club di Perth. Fremantle Sailing Club adalah klub berlayar dengan ribuan anggota dari beragam usia dan minat. Klub ini telah memiliki struktur kelembagaan yang sangat baik. Mereka memiliki kalender tahunan yang diisi dengan berbagai agenda pelayaran, termasuk yang bersifat kompetitif. Klub ini bahkan telah memiliki sistem regenerasi dengan membentuk keanggotaan junior dan akademi pelatihan. Dengan tujuan, membentuk generasi pelaut yang akan melanjutkan kiprah klub ini di masa depan. “Mereka tiap tahun menyelenggarakan perlombaan berlayar dari Perth ke Bali yang diikuti banyak peserta dan pelancong,” ujar Doktor Zul. Dengan
menjadi daerah persinggahan para anggota Fremantle Sailing Club, para pelaku wisata di Bali tentu akan menikmati manfaat dari aktivitas mereka selama di daerah tersebut. Informasi ini menginspirasi Doktor Zul. Menurutnya, untuk memajukan pariwisata di NTB, semua pemangku kepentingan memang perlu banyak belajar dari Bali. Kesuksesan Bali dalam mengkreasikan tumbuhnya aktivitas semacam ini patut direnungkan bersama. “Bali mengajarkan kita bahwa pariwisata bukan melulu persoalan pantai yang indah dan gunung-gunung yang menakjubkan. Tapi, lebih pada persoalan mengemas semuanya menjadi atraksi yang menawan hati dan memberi kesan dalam,” ujarnya. Pemikiran ini membawa Doktor Zul pada pemaknaan lain akan pariwisata. Bahwa, di luar sana ada banyak orang yang memaknai pariwisata lebih dari pantai, gunung atau air terjun. Mereka membutuhkan hal yang selaras dengan minat-minat mereka. Beberapa orang lain juga memaknai pariwisata sebagai aktivitas yang memberikan mereka momentum untuk merefleksikan kehidupan. Sebagian orang mungkin memiliki minat dalam pelayaran dan menginginkan tempat yang baik untuk menambatkan banyak perahu mereka. Tapi, tidak sedikit orang yang ingin melarikan diri dari rutinitas dunia. Mereka membutuhkan tempat yang hening, jauh dari keramaian. Sebuah tempat untuk berkontemplasi. Dan ada banyak lagi minat yang memotivasi orang untuk mengunjungi sebuah daerah. “Pariwisata sejatinya adalah seni dan kemampuan untuk menciptakan berbagai kegiatan-kegiatan yang membuat hidup kemudian jadi reflektif, penuh pilihan, bervariasi dan lebih punya makna dan penuh arti,” pungkas Doktor Zul. (r)
barkasi Solo (34.882jemaah), embarkasi Balikpapan (6.825 jemaah), embarkasi Makassar (18.190 jemaah) dan embarkasi Lombok (4.967 jemaah). Sebagai upaya peningkatan layanan kepada para jemaah haji, Garuda Indonesia juga menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight Entertainment bernuansa islami disetiap penerbangannya. Garuda Indonesia juga menghimbau para jemaah agar tidak menerima titipan barang
dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah (menghindari) adanya perbuatan (tindakan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Khusus mengenai barang bawaan, para jemaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia. (r)
Diduga Mesin Mati, Helikopter Jatuh di Loteng Dari Hal. 1 Masyarakat yang datangpun tidak hanya dari Desa Kawo. Tapi juga dari desa-desa tetangga. “Untuk langkah antisipasi, lokasi kejadian sudah kita sterilkan. Dengan memasang police line serta personel pengamanan,’’ tambahnya. Pengamanan akan dilakukan sampai proses evakuasi selesai dilakukan. ‘’Informasinya tim dari KNKT Jakarta akan datang besok pagi (hari ini,red). Sementara itu, pengamanan kita lakukan,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Desa Kawo, Tandar, mengaku helikopter tersebut pertama kali dilihat oleh warga sekitar pukul 14.20 Wita. Heli tersebut saat ini terlihat terbang dalam kondisi oleng. Tidak lama berselang, parasut keluar dari badan heli. Sementara itu baling-baling heli sudah tidak berputar. Sehingga warga menduga, heli tersebut jatuh karena mati mesin. “Dugaan warga heli mengalami mati mesin kemudian jatuh. Karena ketika jatuh, parasut sudah keluar dan baling-baling heli sudah tidak berputar lagi,” aku Tandar. Terlihat heli turun perlahan sampai menyentuh tanah. Warga yang melihat kejadian itu langsung mendatangi lokasi jatuhnya heli tersebut. Tidak lama berselarang aparat kepolisian, tim Basarnas dan petugas PT. AP I LIA datang. Untuk kemudian bersama-sama warga mengevakuasi para penumpang serta pilot heli naas tersebut. ‘’Tim evaluasi SAR langsung ke TKP untuk mengevakuasi awak heli,’’ tambah Kepala SAR Mataram I Nyoman Sidakarya. Helikopter dengan tipe B206L4 Registrasi PKCDV, membawa tiga penumpang WNA yakni Luka Marie (Jerman), Nicholas Alexander (Inggris) serta Donoso Lillo (Chille). Menurut Sidakarya, seluruh awak termasuk co pilot selamat, namun kondisinya masih shock. Sementara korban luka berat mengalami patah kaki atasnama Luka Marie dan dua orang luka ringan. “Mereka dibawa ke RSUD Praya untuk perawatan karena masih alami shock, ‘’ ujarnya sore kemarin. Humas AP I I Nyoman Siang menambahkan, pukul 14.30 Wita, Tim Air Rescue Fire Fighting (ARFF) sudah tiba di lokasi jatuhnya heli dengan
kendaraan Utility dan ambulans berikut 10 orang personel. Ditambahkan, helikopter dioperasikan PT. Carpediem Air tersebut landed di Bandara Internasional Lombok dan take off kembali menuju Labuan Bajo pukul 08.50 wita. Sesuai jadwal, helikopter tersebut seharusnya tiba di LIA pukul 13.15 Wita. Namun apes, heli jatuh di luar pagar bandara pukul 14.03 Wita. Sementara penjelasan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama, SIK, saat ini tim gabungan dari Angkasa Pura I, Basarnas, Polres Loteng, TNI AU, Kodim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter tersebut untuk mengamankan lokasi. Data diperoleh, pesawat sipil unschedule dengan Type Helicopter Bell- 206L4, Nomor Registrasi PK-CDV. “Info yang kami dapat, mesin pesawat mati dalam ketinggian 500 meter, “ sebut Kabid Humas. Namun untuk kepastian, masih dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan. Ditjenhub Pantau Insiden Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjenhub) memantau insiden jatuhnya Helikopter nahas itu. ‘’Kami terus memantau situasi atas insiden jatuh helikopter ini, semua pihak berkoordinasi dalam proses evakuasi,’’ ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti sesuai keterangan tertulis diterima Suara NTB sore kemarin. Polana menambahkan, respons cepat dilakukan oleh tim ARFF yang tiba di lokasi kecelakaan pada pukul 14.30 Wita. Selanjutnya, pada pukul 15.03 Wita, tiga penumpang yang mengalami luka dibawa ke RS Praya. “Saya mengimbau kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi udara untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan penerbangan, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang beresiko,” imbau Polana. Terpisah, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir mengatakan, untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan tempat kejadian kecelakaan Helikopter tersebut Inspektur Penerbangan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV sudah turun ke lapangan. (kir/ars)
KNKT Turunkan Tim Investigasi Dari Hal. 1 Helikopter dengan tipe B206L4 Registrasi PKCDV, membawa tiga penumpang Warga Negara Asing (WNA) yakni Luka Marie (Jerman), Nicholas Alexander (Inggris) serta Donoso Lillo (Chille). Co pilot asal Indonesia Kustiyadi. Dari informasi awal diperolehnya, awak helikopter itu adalah wisatawan yang menempuh perjalanan rute Ungasan Bali, menuju Lombok, berlanjut ke Labuan BajoNTT, kemudian kembali menuju Lombok saat kecelakaan terjadi. “Pesawat ini merupakan carteran, memuat wisatawan asing. Kami sedang koordinasi dengan oper-
ator yang meng-handle mereka. Segera kita koordinasikan soal itu (pemulangan). Tapi terpenting saat ini adalah pemulihan psikologis mereka,” ujar GM AP I. Pada kesempatan sama, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santoso menambahkan, sudah menurunkan tim untuk mengamankan helikopter dan TKP sekitar. “Pertama supaya tidak ada kejadian lanjutan. Kedua, persiapan lokasi untuk investigasi lebih lanjut dari KNKT,” ujar Kapolres. Timnya akan melakukan pengamanan ketat di TKP, sebelum tim KNKT turun, saat proses investigasi hingga selesai. (ars)
144 Pustu dan Polindes Rusak Berat akibat Gempa Dari Hal. 1 Sehingga total Pustu dan Polindes yang diperbaiki sebanyak 33 unit. Sebanyak tujuh kabupaten/ kota terdampak gempa 2018 lalu. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Dari tujuh kabupaten/kota, Lombok Utara terkena dampak paling parah. Karena hampir 80 persen bangunan rusak. Sehingga perbaikan Pustu dan Polindes di KLU masih menjadi pekerjaan rumah (PR). ‘’Kalau Lombok Timur, tahun ini mereka selesaikan,’’ terangnya. Untuk memperbaiki satu Pustu dan Polindes dibutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta. Perbaikan Pustu dan Polindes ini, lanjut Nurhandini merupakan tanggung jawab Pemda.
Di beberapa daerah terdampak gempa, kata Nurhandini, masih berdiri tenda untuk pelayanan kesehatan masyarakat korban gempa. Dari delapan tenda yang dibangun Dikes NTB, masih ada empat tenda yang berdiri. Keberadaan tenda tersebut, katanya untuk memperlancar pelayanan kesehatan. Diharapkan, perbaikan Pustu dan Polindes di kabupaten/ kota segera selesai. Sehingga akses pelayanan kesehatan kembali ke desa. Sedangkan untuk perbaikan Puskesmas yang rusak, ditargetkan pada 2019 ini sudah rampung semuanya. Begitu juga RSUD Tanjung Lombok Utara yang rusak parah akibat gempa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengalokasikan anggaran Rp80 miliar untuk memperbaiki RSUD Tanjung. Rencananya, pada Hari Ulang Tahun (HUT) KLU, pelayanan akan dipindah ke sana. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 15 Juli 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Mataram (Suara NTB) dan memberi manfaat bagi kemasla12345678901234567890123456789012123456789 Walikota Mataram, H. Ahyar Ab- hatan masyarakat. 12345678901234567890123456789012123456789 duh melepas 140 jemaah calon haji “Harapan saya supaya para jemaah 12345678901234567890123456789012123456789 (JCH) yang tergabung dalam kelom- mendoakan program pembangunan 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 pok terbang (kloter) tujuh, Sabtu (13/ yang telah kita laksanakan,” harapnya. 12345678901234567890123456789012123456789 7) sore. Selama menunaikan ibadah Kepala Kantor Kementerian Aga12345678901234567890123456789012123456789 haji, jemaah diharapkan mendoakan ma Kota Mataram, H. Burhanul Is12345678901234567890123456789012123456789 kebaikan Kota Mataram. lam menyampaikan, JCH yang ter12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Pelepasan JCH di halaman Kan- gabung dalam kloter tujuh berjumlah 12345678901234567890123456789012123456789 tor Walikota Mataram, dihadiri 140 orang. Ini terdiri dari usia 32 – 59 12345678901234567890123456789012123456789 oleh para asisten, pimpinan OPD tahun sebanyak 86 orang, usia 60 – 69 12345678901234567890123456789012123456789 serta camat dan lurah. tahun 27 orang dan 70 tahun ke atas 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 Seperti diketahui, pelepasan JCH sebanyak 27 orang. Jemaah akan dib12345678901234567890123456789012123456789 kali merupakan rombongan kedua set- erangkatkan ke Madinah sekitar 12345678901234567890123456789012123456789 elah kelompok terbang (kloter) tiga ber- pukul 17.20 Wita pada Minggu (14/7) 12345678901234567890123456789012123456789 jumlah 450 jemaah diberangkatkan sore. “Pemberangkatan jemaah kita 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 pada Senin (8/7) pekan kemarin. akan bergabung dengan jemaah dari 12345678901234567890123456789012123456789 Walikota memberi ucapan sela- Lombok Tengah,” kata Burhanul dite12345678901234567890123456789012123456789 mat kepada JCH yang dapat menun- mui, Sabtu (13/7) pekan kemarin. 12345678901234567890123456789012123456789 aikan ibadah haji tahun ini. Sebab, Hingga sore kemarin, belum ada 12345678901234567890123456789012123456789 tidak semua umat muslim memiliki laporan JCH tergabung dalam kloter 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 kesempatan melaksanakan salah tujuh mendapatkan perawatan dari 12345678901234567890123456789012123456789 satu rukun Islam itu. Ahyar juga ber- tim medis. Dari profile kata Burhan12345678901234567890123456789012123456789 pesan sekaligus meminta para je- ul, rata –rata jemaah tidak memiliki 12345678901234567890123456789012123456789 maah untuk mendoakan kebaikan masalah dari segi kesehatan, 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789 bagi Kota Mataram. Dan, setiap pro- meskipun tiga jemaah menggunakan 12345678901234567890123456789012123456789 gram pembangunan yang telah diren- kursi roda. “Mudah – mudahan tidak 12345678901234567890123456789012123456789 canakan bisa berjalan dengan lancar ada masalah,” harapnya. (cem/*) 12345678901234567890123456789012123456789 12345678901234567890123456789012123456789
Walikota
Berpesan JCH Doakan Kebaikan
Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pesan kepada para JCH Kota Mataram dalam pelepasan JCH, Sabtu.
Jemaah calon haji yang menggunakan kursi roda saat meminta pamit kepada Walikota Mataram
Kota Mataram
Sebagian dari jemaah calon haji asal Kota Mataram saat pelepasan JCH oleh Walikota, Sabtu.
Walikota H. Ahyar Abduh di dampingi istri melepas jemaah calon haji Kota Mataram, Sabtu
Walikota H. Ahyar Abduh di dampingi istri melepas jemaah calon haji Kota Mataram, Sabtu
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Bantuan diberikan dari Lazisnu Mataram (Suara NTB) – 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Wakil Walikota Mataram, H. Mo- dalam bentuk hunian sementara di1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 han Roliskana mengapresiasi partisi- minati oleh masyarakat. Warga 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 pasi sejumlah stakeholder maupun or- banyak yang tidak mau mengem1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 ganisasi kemasyarakatan peduli ter- balikan dikarenakan kualitas ru1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 hadap korban gempa di Kota Mat- mahnya sangat bagus. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Wahid menambahkan, penanguaram. Kepedulian dan rasa empati 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 langan bencana itu harus melibatkan berkontribusi terhadap pemulihan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 tiga pihak. Dia menjelaskan, lamekonomi bagi para korban gempa. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Penyerahan bantuan pada Selasa bang segitiga biru yang ada di logon1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 (9/7) pekan kemarin bekerjasama NU ya PNBP dan BPBD yang pertama 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Care LAZISNU dan perusahaan swas- pemerintah, masyarakat (NU Bagi1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 ta di Lingkungan Tegal, Kelurahan Se- an dari masyarakat), dan dunia usa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 lagalas dihadiri oleh Wakil Walikota ha. Ketiga sektor ini harus berjalan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Mataram, H.Mohan Roliskana, Asis- bersama membantu masyarakat. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 “Program ini tentunya masih banten I Provinsi NTB Dra. Baiq Eva Cahy1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 yak kekurangannya akan tetapi tidak aningsih, Wakil Ketua Umum PBNU 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 DR.KH.Maksum Mahfud, Direktur akan mengurangi manfaat dari pro1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 PT.Indomarco Prismatama Gondo Su- gram yang luar biasa ini,”ungkapnya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Gondo menambahkan, program NU jani, Ketua PWNU Prof.Dr.H.Masnun 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Tahir, dan Wakil Ketua LAZISNU Peduli Lombok merupakan hasil dari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 M.Wahid Emha serta para Pejabat penggalangan donasi konsumen in1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 domaret periode 10 Agustus-9 Oktober Lingkup Kota Mataram. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 Mohan menyampaikan, program 2018 yang telah berjalan. Hasilnya te1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 yang berkaitan dengan rehabilitasi dan lah diserahterimakan kepada NU 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 rekontruksi di Kota Mataram lebih awal CARE LAZISNU totalnya mencapai Rp 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 bisa diselesaikan dengan baik. Sekitar 3 miliar. Gerakan ini sebagai wujud 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 13 ribu rumah di Kota Mataram men- nyata dari program donasi yang diser1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 galami kerusakan, 2.300 rumah men- ah terimakan untuk membantu pro1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 galami rusak berat dan hampir 800 ru- gram-program berjalan dan memban1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 tu korban gempa di Lombok. (cem/*) mah sudah tertangani dengan baik. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012
Wawali Apresiasi Pemberian Bantuan bagi Korban Gempa