HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
KAMIS, 14 DESEMBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 228 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Ditahan, DAK Fisik Triwulan IV Delapan Pemda Mataram (Suara NTB) – Sebanyak delapan Pemda di NTB belum diberikan (ditahan) Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk jatah triwulan IV 2017. Pasalnya, persyaratan untuk penyaluran atau pencairan DAK Fisik triwulan IV tersebut belum terpenuhi oleh delapan Pemda. Delapan Pemda yang belum menerima DAK Fisik triwulan IV antara lain Pemprov NTB, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Utara,
adalah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Dompu. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, M.BA menyatakan, batas penyerahan syarat-syarat untuk pencairan DAK Fisik triwulan IV tersebut pada 15 Desember mendatang. Sebenarnya, Pemda sudah harus menyerahkan persyaratan tersebut pada 30 Agustus lalu. Tetapi, banyaknya persyaratan yang harus diperbaiki maka Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan Pemda untuk kelonggaran sampai 15 Desember untuk memperbaiki persyaratan yang ada. ‘’Baru tiga Pemda yang sudah
Lombok Timur, Kota Bima dan Kabupaten Bima. Sementara tiga Pemda yang sudah memperoleh DAK Fisik triwulan IV meskipun belum seluruhnya
Desember mendatang. Delapan Pemda ini masih belum menerima DAK Fisik sekitar 20 persen dari total yang akan diterima pada tahun 2017. ‘’Kalau dilihat dari individu kabupatennya, Sumbawa Barat sudah 14 persen, tinggal 6 persen lagi akan tersalurkan semua. Sumbawa masih ada 18 persen lagi yang perlu disalurkan. Sedangkan Dompu tinggal 8 persen lagi. Pemda yang lain-lain yang belum itu, berarti masih sekitar 20 persen lagi yang akan disalurkan,” sebutnya. Ia menegaskan, penyaluran DAK Fisik triwulan IV tersebut akan dilakukan apabila sudah memenuhi persyaratan. Pemda masih diberikan memperbaiki persyaratan hingga Jumat (15/ 12) mendatang. ‘’Yang masih salah-salah, itu masih diberikan kesempatan sampai tanggal 15 Desember. Belum tersalurkan karena memang syarat yang belum selesai,’’ tandasnya. (nas)
(Suara NTB/ars)
TO K O H
BERMASALAH - TP4D Kejari Mataram bersama pihak Dinas PUPR Kota Mataram saat cek fisik proyek jembatan Dasan Agung. Keputusannya kontrak diputus.
TP4D Sebut Bermasalah
Pemimpin NTB Punya PR GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, membenahi rumah tidak layak huni merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi siapapun yang akan memimpin NTB ke depan. Data Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, masih ada ratusan ribu rumah tidak layak huni di NTB. Gubernur menyatakan, terpenuhinya rumah yang layak huni akan memberikan pengaruh baik bagi kehidupan sosial di tengah masyarakat. Hubungan antarsesama akan terjalin dengan baik yang pada saatnya akan saling memberikan kemanfaatan. Bersambung ke hal 15
disalurkan. Sumbawa sudah ada penyaluran 2 persen, Sumbawa Barat 14 persen dan Dompu 12 persen. Itu bagus. Artinya, sudah mulai menyalurkan. Padahal ini masih banyak Pemda yang belum disalurkan,’’ kata Taukhid. Untuk penyaluran DAK Fisik ini, harus memenuhi persyaratan yang ada. Jika tidak, maka tidak memenuhi syarat maka tidak akan disalurkan. Ia mencontohkan pada penyaluran triwulan III beberapa waktu lalu. Ada dua kabupaten yang tidak disalurkan DAK fisiknya untuk dua bidang. Yakni Lombok Tengah dan Lombok Timur. Seharusnya, pada triwulan III, DAK fisik yang disalurkan 25 persen, namun lantaran dua bidang tak memenuhi syarat maka yang disalurkan hanya sebesar 23 persen. Untuk delapan Pemda yang belum menerima DAK Fisik triwulan IV, Taukhid mengatakan akan diketahui perkembangannya setelah batas waktu 15
Kontrak Proyek Jembatan Dasan Agung Diputus Mataram (Suara NTB) TP4D Kejari Mataram mencium ketidakberesan dalam pengerjaan jembatan Dasan Agung oleh Satker Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kota Mataram. Karena terindikasi bermasalah, Rabu (13/12), kontrak pekerjaan itu pun diputus oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pemutusan kontrak disepakati bersama PPK sesuai
rekomendasi TP4D setelah melakukan pemeriksaan lapangan Rabu sore sekitar pukul 15.00 Wita. Mereka melihat rekanan pelaksana CV. Limbu Indah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang berakhir Rabu kemarin. Secara fisik, yang tuntas dikerjakan berupa pondasi dan komponen pendukung, termasuk tanah urug. Sementara material baja untuk bantalan jembatan
belum dipasang. Kabid Binamarga Dinas PUPR Kota Mataram, M. Yamin mengatakan, tanda tanda proyek akan diputus kontrak setelah evaluasi sejak show cause meeting (SCM), istilah untuk rapat pembuktian kemajuan pekerjaan. Sejak SCM 1, diberi kesempatan sampai SCM 2. Namun sampai SCM 3 pekerjaan tak sesuai harapan akhirnya disepakati kontrak diputus. ‘’Dan
Akhirnya, Dirut PT. LTB Ditahan
(Suara NTB/dok)
TGH. M. Zainul Majdi
KO M E N TTAA R
Praya (Suara NTB) Direktur Utama (Dirut) PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB), L. Ma, akhirnya resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Setelah sebelumnya, sempat mangkir saat pemanggilan pertama pekan lalu. Tersangka utama kasus dugaan korupsi penggunaan dana investasi pemerintah daerah pada PT. LTB tersebut, menyusul dua tersangka lainnya yakni ZA dan AK yang sudah ditahan terlebih dahulu. ‘’Terhitung mulai hari ini (Rabu kemarin,red) Dirut PT. LTB resmi jadi tahanan Kejari Loteng,’’ sebut Plh. Kajari Loteng, Hasan Basri, SH.MH, Rabu (13/12) kemarin. Penahanan dilakukan, setelah yang bersangkutan datang menyerahkan diri ke Kejari Loteng. Dirut PT. LTB dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Praya sekitar
Waspadai Wabah Difteri DINAS Kesehatan (Dikes) NTB memastikan tidak ada kasus difteri di daerah ini. Meskipun tidak ditemukan, NTB tetap mewaspadai adanya wabah penyakit yang mematikan itu. ‘’Sampai saat ini belum ada kasus difteri. Tapi kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap itu. Karena di daerah Jawa Timur, Jawa Barat ada wabah difteri,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikes NTB, Marjito, SKM, M.Kes ketika dikonfirmasi di Mataram, kemarin. Wabah difteri sudah ditetapkan menjadi Kasus Luar Biasa (KLB) secara nasional. Ada 11 provinsi yang melaporkan KLB difteri. Meskipun NTB kasus difteri tidak ditemukan, Marjito menegaskan akan tetap dilakukan pengawasan. Seluruh sarana kesehatan mulai dari Puskesmas sampai rumah sakit diminta tetap memantau. Bersambung ke hal 15
pukul 13.00 Wita. Setelah datang sekitar pukul 09.00 Wita. Sempat menjalani pemeriksaan, L. Ma., langsung digiring ke Rutan Praya untuk menjalani penahanan sampai 20 hari ke depan. ‘’Penahanan tahap pertama sampai tanggal 1 Januari tahun 2018 mendatang. Dan, bisa diperpanjang jika memang diperlukan,’’ katanya. Hasan menjelaskan, pihaknya memang tidak menjadwalkan pemeriksaan terhadap Dirut PT. LTB. Yang ada pemeriksaan terhadap tersangka ZA. Tapi karena yang bersangkutan datang sendiri, sehingga untuk mengefektifkan waktu pihaknya langsung melakukan pemeriksaan. Untuk kemudian dilakukan penahanan di Rutan Praya. Bersambung ke hal 15
hari ini (kemarin) finalnya batas akhir kontraknya. Soal putus kontrak sudah pasti, “ katanya ditemui di lokasi pembangunan jembatan. Saat tim cek lapangan, pekerja nampak masih sibuk melakukan cor bantalan di atas pondasi jembatan. Di ujung bantalan, tanah timbunan masih menumpuk. M. Yamin mengaku kecewa setelah melihat kondisi proyek yang menghubungkan Dasan
Agung dengan Dasan Sari tersebut. Seharusnya sore itu tidak ada lagi pekerjaan, karena pihaknya tinggal menghitung atau audit volume pekerjaan untuk tahap awal. ‘’Kita akan cek, apakah sudah sesuai rencana sudah masuk 30 persen? Makanya kita undang Inspektorat dan BPK untuk hitung,’’ terangnya. Jika dalam perhitungan volume pekerjaan kurang dari kontrak, Bersambung ke hal 15
Timpang, Realisasi Belanja Langsung dan Tidak Langsung
H. Azhar
Mataram (Suara NTB) – Realisasi belanja langsung dan belanja tidak langsung Pemprov NTB sampai 30 November 2017 masih timpang. Di mana, belanja tidak langsung sudah terealisasi sebesar 87,11 persen atau Rp 2,4 triliun dari pagu Rp 2,76 triliun. Sementara realisasi belanja langsung baru mencapai 67,04 persen atau 1,8 triliun dari pagu Rp 2,73 triliun. Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Drs. H. Azhar, MM mengatakan, untuk realisasi belanja langsung memang cenderung menumpuk pada akhir tahun. Belanja langsung ini terdiri dari belanja pegawai yang berkaitan dengan kegiatan, belanja barang jasa dan belanja modal. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
Bibit Bawang Putih Sembalun
Polda NTB Telusuri Dugaan Masuk Secara Ilegal
Marjito
(Suara NTB/ars)
(Suara NTB/nas)
Mataram (Suara NTB) Polda NTB sedang mendalami alur masuknya bibit bawang putih Sembalun, termasuk dugaan ilegal karena lolos dari pemeriksaan Balai Karantina Kelas I A Mataram. Sejumlah saksi diperiksa hingga pengecekan ke lapangan. Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTB,
AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK mengaku masih mempelajari alur impor bibit bawang tersebut. Sampai akhirnya ditanam di lahan 78 hektare di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Menelusuri impor, akan ada hubungannya dengan pintu masuk kepabeanan di Surabaya.
TAK MAKSIMAL- Kondisi tanaman bawang putih yang diduga pertumbuhannya tak maksimal di Sembalun.
‘’Masih kita pelajari. Kalau proses impornya bukan di NTB tapi di Surabaya. Nanti kita cek juga ke sana. Sebab yang nyatakan ilegal atau tidak nanti di Surabaya. Kita akan cek dokumen impornya,’’ kata Boyke, Rabu (13/12). Selain proses impor, didalami juga proses lolosnya bibit itu ke Sembalun tanpa melalui pemeriksaan Balai Karantina. Karena dalam dokumen awal, Bersambung ke hal 15
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
Bantuan Rumah Kumuh PROGRAM bantuan rumah kumuh dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram direncanakan akan mulai dikerjakan di awal tahun 2018 nanti. Di kelurahan Punia yang mendapatkan bantuan tersebut sudah terdata berapa jumlah rumah yang akan diperbaiki. “Kebetulan kita mengusulkannya di tahun ini dan akan direalisasikan di tahun depan,” terang Lurah Punia, H. Jaenuddin, S.Sos, ditemui di ruangannya, Rabu (13/12). Dari hasil verifikasi data (Suara NTB/dok) yang dilakukan ada 64 ruH. Jaenuddin mah warga yang akan menerima bantuan tersebut. “Lokasinya tersebar di 5 lingkungan yang ada di Punia, tetapi paling banyak ada di Punia Saba,” terangnya. Jaenuddin menambahkan verifikasi data baru dilakukan Rabu hari itu untuk menentukan jumlah bantuan yang akan diterima oleh pemilik rumah. “Bantuannya ada untuk rumah ringan, sedang dan berat dengan jumlah yang berbeda,” tambahnya. Untuk bantuan rumah dengan kerusakan skala berat, akan diberikan bantuan senilai Rp 15 juta, Rp 10 juta untuk rumah sedang, dan Rp 7,5 juta untuk rumah ringan. “Kalau yang di Punia, rata-rata kerusakannya skala berat, cuma ada tahapannya,” kata Jaenuddin. Bantuan yang akan diberikan, imbuhnya, berbentuk material bangunan, bukan dalam bentuk uang. “Nantinya bantuan itu akan diarahkan pada toko bangunan yang ditunjuk, nantinya warga hanya tinggal menyumbang tenaga saja,” terangnya. Masyarakat yang menerima bantuan ini, kata Jaenuddin, diusulkan oleh kepala lingkungan yang kemudian diteruskan oleh kelurahan ke dinas terkait. “Kriterianya masyarakat miskin dan rumahnya tidak layak huni, ada swadayanya juga, mungkin ada uangnya juga dari pemilik rumah,” tukasnya. Ia mencontohkan jika misalnya sang pemilik rumah dengan kerusakan skala berat membutuhkan dana Rp 20 juta untuk perbaikan, nantinya dia bisa menambah dengan dana miliknya sendiri. Pihak kelurahan nantinya akan mengawasi pengerjaan program tersebut jika sudah disetujui. “Masyarakat sangat berterimakasih dengan adanya program tersebut. Makanya kita berharap agar program tersebut bisa segera disetujui,” kata Jaenuddin. (uul)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Banyak Pekerja di Mataram Belum Terima Jaminan Kesehatan Mataram (Suara NTB) Bukan saja upah yang diterima tidak sesuai ketentuan Upah Minimum, pekerja di Mataram disinyalir banyak yang belum menerima jaminan kesehatan dan jaminan hari tua dari perusahaan. Demikian Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, H.M. Syaiful Mukmin dikonfirmasi, Rabu (13/12). Syaiful tidak menyebutkan detail berapa jumlah yang belum menyiapkan fasilitas jaminan kesehatan bagi pekerjanya. Sebab, pengaduan itu diterima ketika menggelar sosialisasi kenaikan upah minimun kota (UMK) 6 - 7 Desember pekan kemarin. Menurutnya, laporan disampaikan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia akan jadi atensi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Tena-
ga Kerja. “Makanya nanti kita coba berkoordinasi dengan BPJS masalah itu,” kata dia. Syaiful menambahkan, aturan ketenagakerjaan perusahaan diwajibkan mendaftarkan pekerja sebagai peserta jaminan kesehatan nasional. Aturan ini perlu dipedomani oleh pengusaha. Pihaknya akan mengkroscek sejauh mana perusahaan di Mataram memberikan perlindungan bagi pekerjanya. Terkait penerapan UMK di 2018, dia sudah mensos-
ialisasikan ke 200 perusahaan di Kota Mataram terkait keputusan Gubernur NTB, menaikkan upah minimum kota (UMK) Kota Mataram di tahun 2018. Rata rata pengusaha mengerti kebijakan tersebut. Sementara, SPSI meminta ada jaminan terhadap pekerja mereka. “Kalau pengusaha sih menerima,” ucapnya. Pemberlakuan UMK sebesar Rp 1,86 juta yang dimulai 2018 mendatang harus dijalani oleh seluruh perusa-
(Suara NTB/cem)
LAYANI PELANGGAN - Pekerja di salah satu supermarket di Cakranegara sedang melayani pelanggan, Rabu (13/12). Pekerja di Mataram diketahui banyak belum menerima jaminan kesehatan dari perusahaan. haan. Ia mengingatkan, perusahaan yang membayar di
bawah standar upah akan diberikan sanksi. (cem) (Suara NTB/cem)
ANTRE SERTIFIKAT - Warga mengantre panggilan dari petugas ATR/BPN Kota Mataram, untuk mengambil sertifikat mereka. Sebanyak 2.000 sertifikat dibagikan pada program PTSL di halaman Kantor Walikota Mataram, Rabu (13/12).
Program PTSL
Satgas Belum Maksimal
(Suara NTB/fit)
ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos., mengungkapkan perlunya penambahan anggaran untuk tenaga Satgas Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman). Dinas Perkim, menurut dia, memiliki beban tugas yang cukup berat. Mulai dari penertiban reklame hingga taman. “Tapi saya bilang jangan berlebihan. Tetap kita utamakan persuasif,” pintanya. Satgas reklame, lanjutnya, tidak bisa bergerak sendiri. Karena tugas Satgas hanyalah sebatas koordinasi. Satgas justru harus berkoordinasi dengan penegak Perda dalam hal ini Satpol PP maupun pihak kepolisian. Politisi Golkar ini lebih setuju penertiban reklame mengutamakan tindakan persuasif. “Jangan langsung bongkar dan lain sebagainya. Utamakan adat ketimuran kita,” katanya kepada Suara NTB di Mataram, kemarin. Justru kalau langsung diterbitkan, memberi kesan arogan. Tindakan arogan, jelas tidak menggambarkan visi Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya. Karena Pemkot Mataram sendiri, lanjutnya, tidak pernah menitikberatkan untuk langsung melakukan pembongkaran. Anggota Dewan dari Dapil Cakranegara ini melihat bahwa kinerja Satgas yang ada di Dinas Perkim, belum maksimal. Seperti Satgas Pertamanan, tugasnya bukan membantu mengamankan lalu lintas dan lain sebagainya. “Saya rasa ada yang salah pada Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya,” ungkap Malik. Untuk itu, ia meminta OPD terkait agar memperjelas apa yang menjadi tupoksi Satgas. Karena kesan yang terlihat selama ini, Satgas merupakan tenaga serabutan. Padahal seharusnya, Satgas Pertamanan fokus mengurus taman. Malik mencontohkan sering ada event di Taman Udayana Mataram, tetapi justru tidak ada Satgas yang menjaga. Sehingga tidak sedikit tanaman yang rusak bahkan sampah berserakan di sana. “Mestinya sesuai namanya Satgas Pertamanan itu tugasnya menjaga taman,” pungkasnya. Dia membantah kurang maksimalnya kinerja Satgas berkaitan dengan kurangnya anggaran. “Saya rasa, ada atau tidak ada anggaran mereka harus tetap bekerja karena mereka sudah digaji,” katanya. Malik mengatakan jumlah Satgas tidak perlu berlebihan atau terlalu banyak. Jumlah Satgas, sambungnya, harus sesuai kebutuhan. “Ini bisa dilihat dari volume dan beban kerjanya,” katanya. Itu harus seimbang. Mantan anggota Komisi II ini mengingatkan jangan sampai Dinas melakukan perekrutan sebanyak banyaknya tetapi pekerjaannya minim. “Nanti akhirnya banyak yang m e n g a n g g u r, ” tutupnya. (fit)
Abdul Malik
Warga Diduga Dibebankan Biaya Sertifikat Mataram (Suara NTB) Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sebelumnya oleh kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), diduga malah berlangsung sebaliknya. Warga diduga dibebankan biaya antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu yang disetor kepada kepala lingkungan. Warga Babakan enggan disebutkan namanya itu mengaku, dimintakan uang Rp 300 ribu untuk membuat sertifikat tanahnya seluas 1 are. Uang
itu diserahkan ke kepala lingkungan untuk biaya administrasi. Dia heran pembebanan biaya oleh kepala lingkungan, padahal pemerintah menyampaikan bahwa program tersebut gratis. “Kita dengar gratis. Kok tiba - tiba dibebankan biaya,” tuturnya. Pembebanan terhadap biaya pembuatan sertifikat sempat dicek di lingkungan lain. Informasi diperoleh biaya administrasi ada lebih mahal dan murah. “Saya tanya di lingkungan sebelah ada yang bayar Rp 250 – Rp 400 ribu,” sebutnya.
Selain warga Babakan ini. Warga Karang Bata juga mengaku sama. Ia hanya dimintakan uang Rp 250 ribu oleh kepala lingkungan. Sepenuhnya tidak diketahui ke mana uang tersebut. Apakah diserahkan ke petugas BPN atau kelurahan. Kepala ATR/BPN Kota Mataram, Made Arya Sanjaya membantah adanya pungutan dilakukan oleh pihaknya. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau sering disebut Prona adalah program Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemkot Mataram.
Pejabat yang Mengatur Proyek akan Ditindak Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengancam akan menindak tegas pejabat atau siapapun yang terindikasi mengatur proyek pengadaan barang dan jasa di Kota Mataram. Penindakan akan dilakukan berdasarkan kewenangannya sebagai kepala daerah. “Sepanjang ada bukti, bisa ditindak berdasarkan kewenangan saya,” tegas Walikota dikonfirmasi, Rabu (13/12). Ancaman sanksi tegas dilontarkan Walikota menanggapi informasi yang berkembang bahwa tak tuntasnya proyek jembatan Dasan Agung akibat dugaan pengaturan pemenang tender. Namun dia tidak mau berburuk sang-
ka terhadap proses lelang. Indikasi pengaturan proyek tersebut harus diatensi. Kata dia, kasus seperti itu tidak boleh terulang kembali, sehingga kedepan proses pengadaan barang dan jasa akan diperketat. Walikota juga tidak mengetahui perkara ada permainan atau tidak. Sebab, dia tidak secara detail mendalami persoalan itu. “Nanti saya akan kawal mulai perencanaan, pelelangan sampai evaluasi,” kata dia. Jembatan Dasan Agung dikerjakan CV. Limbu Indah dengan nilai kontrak Rp 2,1 miliar dari pagu Rp 2,4 miliar batas pengerjaannya 13 Desember kemarin. Namun demikian, Walikota mengaku belum menerima laporan. Akan tetapi, ia men-
yarankan permasalahan itu dikembalikan ke ketentuan yang berlaku. Ketentuan dimaksudkan Walikota berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Rekanan diberikan tambahan waktu pengerjaan 50 hari ataukah diblacklist. “Yang jelas dikembalikan ke aturan seperti apa. Silakan, terapkan aturan itu. Jangan sampai salah, “ sarannya. Yang paling penting menurut dia, proyek jembatan ini sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. Tertundanya penyelesaian jangan sampai menghambat pemanfaatan fasilitas lainnya. (cem)
Anggaran Dipangkas
Proyek Embung Babakan Tak Berlanjut Mataram (Suara NTB) Rencana Pemkot Mataram melanjutkan proyek embung di Babakan Kecamatan Sandubaya tak berlanjut. Hal ini disebabkan pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sejak awal menyesalkan pemangkasan anggaran cukup besar oleh Pemerintah Pusat. Pemangkasan anggaran mencapai Rp 60 miliar tersebut berimplikasi terhadap program pemerintah. Kata dia, skenario disiapkan pembangunan embung di Babakan. Selain menjadi tempat pelimpahan luapan sungai, juga dipersiapkan sebagai penyedia sumber air baku dan jadi sarana wisata.
“Kita siapkan itu untuk bangun embung di Babakan,” kata Ahyar Abduh. Pemkot Mataram telah menyiapkan lahan 5 hektar untuk pembebasan. Dengan kondisi fiskal terhadap pemotongan Dana Alokasu Umum sampai Rp 54 miliar dan Dana Alokasi Khusus dinilai cukup mengganggu. Bagi ukuran daerah sedang seperti Kota Mataram, pemotongan itu sangat besar pengaruhnya untuk merealisasikan apa yang jadi rencana. “Kota Mataram apa jadi PR soal infrastruktur jalan, drainase dan kesejahteraan guru dan pegawai,” bebernya. Akan tetapi, ia bersyukur pendapatan asli daerah (PAD) tinggi. Pembiayaan - pembiayaan
lainnya bisa tertutupi. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska mengatakan, pembangunan embung Babakan awalnya untuk mengatasi bencana. Kemudian, Pemkot menganggarkan Rp 1,8 miliar. Proyek embung ini sempat jebol dan rekanan memperbaiki. “Sekarang tinggal realisasikan,” kata Wiska. Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bendungan tersebut rencananya akan dijadi objek wisata. Namun, ia menyesalkan proyek itu justru ditinggalkan begitu saja. Kata dia,seharusnya Pemkot melakukan lobi - lobi ke Pemerintah Pusat. “Pemkot harus bisa lobi - lobi,” demikian ujarnya. (cem)
“Semua gratis,” tegasnya. Dijelaskan, PTSL merupakan program digulirkan Kementerian ATR/BPN untuk menekan sengketa tanah dan mensejahtrakan masyarakat. Masyarakat telah memiliki sertifikat terhubung akses permodalan dengan cara mengajukan sertifikat sebagai agunan di bank. Disebutkan, sebanyak 5.250 bidang tanah di Kota Mataram akan disertifikatkan. Secara bertahap yakni 250 bidang di Pagutan Barat tuntas pada Juli 2017. Dan,
5.000 tanah di Kecamatan Sekarbela dan Sandubaya. Tetapi, dua ribu sertifikat sudah bisa diselesaikan. “Sisanya 3.000 sertifikat dalam proses,” ucapnya. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menegaskan, program pensertifikatan tanah itu tidak ada pungutan apapun. Artinya, bila ada petugas di kelurahan maupun lingkungan menarik, sama artinya pungli. “Kita tidak ada pungutan. Kalau ada seperti itu jelas Pungli,” tegasnya. (cem)
Pemkot Ajukan Dua Nama Pejabat ke KASN Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh telah mengambil keputusan dengan memilih dua nama pejabat hasil seleksi tim panitia seleksi (Pansel) beberapa pekan lalu.Pada Rabu (13/ 12), dua nama pejabat tersebut telah diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kedua nama pejabat mencuat ke permukaan. Jabatan Kasat Pol PP kabarnya dipercayakan ke Bayu Pancapati. Sementara, Kepala Dinas Sosial diamanahkan ke Sekretaris Inspektorat, Hj. Baiq Asnayati. Dikonfirmasi, Rabu (13/12), Ahyar Abduh mengaku, sudah memilih dua nama yang akan diusulkan ke Pemerintah Pusat. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia hari ini (kemarin,red) diminta mengirimkan nama nama tersebut ke KASN berdasarkan hasil seleksi terbuka. Yang diutamakan pada mutasi selanjutnya adalah mengisi kekosongan. “Saya ingin mengisi kekosongan itu agar pelayanan pada masyarakat tidak terhambat,” kata Walikota. Pelantikan pejabat dimungkinkan bisa digelar awal
tahun. Sepanjang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Walikota menolak menyebutkan dua nama pejabat tersebut. Termasuk, ia mengelak terkait isu yang berkembang bahwa dua nama itu adalah Bayu Pancapati dan Baiq Asnayati. “Yang jelas, saya mengambil dari hasil pansel. Tidak mungkin saya ambil dari luar,” ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati membenarkan jika surat dan usulan nama pejabat yang dipilih oleh pejabat pembina kepegawaian akan dikirim hari ini (kemarin). Pengajuan dua nama itu akan dikirim via pesan elektronik dan dokumen aslinya akan diantar langsung ke KASN. “Kita via email dulu. Besok (hari ini,red) kita antar langsung ke KASN,” jawab Nelly. Setelah rekomendasi KASN, pihaknya akan mengirim kembali ke Kemendagri. Secara normatif disampaikan jika dua nama yang dikirim tidak terlepas dari hasil pansel. “Tunggu pelantikan saja,” jawabnya. (cem)
SUARA NTB
Kamis, 14 Desember 2017
Halaman 3
Kerjasama Dinas PUPR Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Dari Peringatan Hari Bakti PU 2017
Membangun Kerjasama, Menuntaskan Misi Pembangunan Infrastruktur Dompu (Suara NTB) Peringatan hari bakti Pekerjaan Umum (PU) yang diperingati setiap 4 Desember, tahun ini mengambil tema “Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa”. Ini dimaksudkan untuk mengajak meningkatkan kerjasama dan kekompakan dalam menuntaskan misi pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR. Dinas PUPR Kabupaten Dompu sebagai bagian dari Kementerian PUPR di daerah akan terus bersinergi, sehingga target pembangunan infrastruktur bisa terealisasi. Pada peringatan Hari Bakti PUPR tahun 2017 ini, Dinas PUPR Kabupaten Kabupaten Dompu menggelar berbagai event yang tidak hanya melibatkan jajaran Dinas PUPR, tapi juga Dinas/Instansi pemerintah serta BUMN di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu. Diantaranya kejuaraan voli putri, kejuaraan futsal antar instansi, lomba menulis artikel tentang infrastruktur pekerjaan umum di Kabupaten Dompu tingkat pelajar SMA sedera-
jat, kejuaraan tenis meja, bulu tangkis hingga pertandingan persahabatan dengan jajaran Dinas PUPR Kota Bima. Tidak hanya itu, beberapa kegiatan juga akan dilaksanakan dalam rangka hari bakti PUPR tahun 2017 ini seperti pemeriksaan kesehatan bagi karyawan di lingkup Dinas PUPR dan berbagai kegiatan lainnya. Termasuk akan melakukan kegiatan kunjungan balasan ke Dinas PUPR Kota Bima, 25 – 26 Desember 2017 mendatang. “Ini semua bagian dari upaya membangun kebersamaan dan kekompakan di jajaran PUPR serta mitra kerja,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Ir A Muis. Ada beberapa infrastruktur skala nasional sedang dibangun di Dompu. Saat ini tahapan pembangunannya sudah hampir rampung. Yaitu pembangunan Bendungan Tanju yang menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur Rababaka kompleks. Infrastruktur ini direncanakan akan mengairi 2.500 ha sawah irigasi di Manggelewa dan Kempo. Selain bendungan Tanju, ben-
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, MSi memimpin upacara Hari Bakti PUPR tingkat Kabupaten Dompu, Senin (4/12).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Ir. A. Muis bersama Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSi usai upacara Hari Bakti PUPR
dungan Rababaka juga sudah rampung dikerjakan. Untuk bendungan penyangga yaitu bendungan Mila juga dalam tahap penyelesaian bersama
terowongan penghantar air, serta saluran irigasinya. Bahkan infrastruktur ini juga akan memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah Woja,
Manggelewa, dan Kilo. Untuk tahun 2018 ke depan, pembangunan infrastruktur khusus jalan akan difokuskan pada pembangunan
jalan berstatus tanggungan Kabupaten. Sehingga target RPJMD bisa lebih cepat tercapai. Perhatian dan penghargaan terhadap pengamat dan
juru air di daerah irigasi juga tetap menjadi perhatian dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur perairan yang ada. (ula/*)
(Suara NTB/ula)
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Ir. A. Muis menyerahkan bingkisan kepada mantan Sekretaris PUPR Dompu, Haeruddin dan Kasi di bidang Tata Ruang PUPR, Hj Saati Suryadi, BSW yang telah memasuki masa pensiun.
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
Pimpinan dinas/instansi pada upacara Hari Bakti PUPR tingkat Kabupaten Dompu
Istri Wakil Bupati Dompu, Dina Imayanti, S.Tp bersama ibu – ibu GOW dan Dharma Wanita PUPR Dompu
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Dompu (kanan) foto bersama juara lomba artikel tentang ke-PU-an di Kabupaten Dompu tingkat SMA sederajat yang diwakili oleh orang tua dan gurunya.
Ketua Dharma Wanita Dinas PUPR Kabupaten Dompu (tengah) foto bersama dengan Hj Saati Suryadi, BSW yang memasuki pensiun bersama ibu – ibu GOW Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu menyerahkan piala kepada juara lomba voli putri dalam rangka Hari Bakti PUPR tahun 2017.
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
(Suara NTB/ula)
Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Dompu menyerahkan bingkisan kepada para juru pengairan terbaik di Kabupaten Dompu.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Dompu foto bersama pengamat pengairan terbaik di Kabupaten Dompu.
Peraih juara pada lomba futsal dalam rangka Hari Bakti PUPR tahun 2017.
(Suara NTB/ula)
Tim Polres Dompu meraih juara 1 futsal PUPR 2017.
(Suara NTB/ula)
Tim PUPR bersama Tim Pegadaian Dompu.
(Suara NTB/ula)
Pertandingan futsal antar instansi dalam rangka Hari Bakti PUPR tahun 2017.
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Tak Sesuai Target
Kontrak Proyek Rumah Adat Limbungan Barat Berpotensi Diputus Selong (Suara NTB) Menjelang akhir tahun 2017 ini, sejumlah proyek fisik di Lombok Timur (Lotim) mulai dikebut pengerjaannya. Selain proyek Taman Rinjani Selong (TRS) diputus kontrak, satu lagi proyek yang didampingi TP4D berpeluang dilakukan pemutusan kontrak dengan pihak rekanan, yakni Revitalisasi Rumah Adat Limbungan Barat. Alasannya, deviasi dalam proyek ini 55 persen.
(Suara NTB/yon)
Thoriq Mulahela
Dijelaskan Wakil Ketua TP4D, Thoriq Mulahela, untuk proyek Revitalisasi Rumah Adat Limbungan Barat saat ini mengalami deviasi sebanyak 55 persen dengan sisa pengerjaan untuk proyek ini selama dua minggu. Kemudian deviasi itu dibagi dua yakni 27 persen yang harus dalam kurun waktu satu minggu harus mencapai 27 persen.
Apabila tidak tercapai angka 27 persen itu, maka akan direkomendasi untuk dilakukan pemutusan kontrak pada tanggal 19 Desember 2017. “Jadi kalau minggu depan, tanggal 19 tidak mencapai 27 persen. Maka tanggal 18 Desember mereka akan bersurat ke TP4D untuk direkomendasikan dilakukan putus kontrak,” tegasnya, Selasa (12/12).
Sementara proyek Limbungan Barat ini kontraknya berakhir pada tanggal 25 Desember 2017. Setelah dilakukan penundaan pengerjaan, karena menurut adat dan kepercayaan masyarakat setempat pada bulan Muharram selama satu bulan tidak boleh ada aktivitas pekerjaan, sehingga dilakukan perpanjangan. Hanya saja hingga saat ini
masih terjadi deviasi, yang nantinya apabila tidak terkejar, maka akan direkomendasikan untuk putus kontrak. Revitalisasi Rumah Adat Limbungan dengan nilai proyek sebesar Rp 900 juta tahun 2017. Di mana, proyek Limbungan Barat merupakan salah satu proyek yang didampingi TP4D, selain dari Revitalisasi Rumah Adat Limbungan Timur, Revitalisasi Taman Rinjani Selong (TRS) dan pembangunan tiga tambatan perahu oleh Dinas Perhubungan Lotim. Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Revitalisasi Rumah Adat
(Suara NTB/ist)
BELAJAR - Kunjungan Pemda Gresik ke Kabupaten Lotim untuk belajar keterlibatan perempuan dalam pembangunan.
Tingkatkan Taraf Hidup Perempuan, Pemda Gresik Belajar ke Lotim Selong (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Gresik Jawa Timur melakukan studi banding ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim) erkait keterlibatan perempuan dalam setiap program strategis pemerintah. Pasalnya, di Kabupaten Lotim dinilai sudah berhasil mendorong peran aktif dan keterlibatan perempuan tersebut sehingga patut dijadikan contoh untuk diaplikasikan di kabupaten Gresik. Ketua LPSDM Lotim, Ririn Hayudiani, mengatakan, program Gender Watch yang telah berjalan selama 4 tahun lebih secara intensif. Program ini telah menghasilkan capaian antara lain pemerintah kabupaten telah berkomitmen mereplikasikan sekolah perempuan sejak tahun 2017 serta memasukkan sekolah perempuan sebagai salah satu inovasi daerah terkait dengan kesetaraan gender. Selain itu, program ini didukung lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang dapat menjadi peluang bagi perempuan di tingkat desa untuk terlibat lebih intensif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan terhadap program pembangunan desa. Melalui kegiatan tersebut, ujarnya, perwakilan Kabupaten Gresik paham dan berkomitmen melaksanakan musrenbang perempuan di Kabupaten Gresik, serta forum multi pihak agar mampu berperan aktif dalam mendorong pelaksanaan musrenbang perempuan di Kabupaten Gresik serta Pemkab Gresik mampu mengadopsi keberhasilan Pemkab Lotim dalam mendorong partisipasi perempuan akar rumput di ruang publik. (yon)
jalan. “Tapi itikad baik dari pelaksana kita dahulukan terkait bagaimana kesanggupannya mencapai target itu,” jelasnya. Terkait dengan persoalan inipun, Hadi Jayari menegaskan pihaknya sudah melayangkan surat terhadap pihak rekanan yakni CV. Puji Ibu asal Lombok Barat sebanyak dua kali. Termasuk melakukan pertemuan secara langsung sebelum diturunkan surat teguran. Menurutnya, progres pengerjaan Rumah Adat Limbungan Barat tidak jauh berbeda dengan Limbungan Timur yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan PHO. (yon)
Kejari Lotim Minta Perubahan Status BUMD Lotim
Turun Signifikan BADAN Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur (Lotim) mengakui terjadinya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lotim tiap tahunnya. Meski terjadi perbedaan data dari klaim yang sebelumnya disampaikan Kepala Bappeda Lotim. Menurut penjelasan Kepala BPS Lotim, M. Saphoan, penurunan angka kemiskinan Lotim cukup signifikan. Data sebelumnya 19,14 persen menjadi 18,46 persen. Angka ini diprediksi terus akan mengalami penurunan dari tahun-ketahun. (Suara NTB/dok) M. Saphoan Data terakhir tahun 2017 memang belum dirilis. Namun ada keyakinan, angka kemiskinan Lotim ini akan kembali turun seiring dengan sejumlah program strategis yang dirancang pemerintah daerah. Penurunan pada akhir tahun 2017 ini diprediksi memang tidak terlalu besar dibandingkan tahun 2016 lalu. “Angka kemiskinan memang akan turun, tapi tampaknya tidak sebesar tahun 2016 lalu,” ungkapnya. Mengenai target RPJMD 2018 sisa kemiskinan menjadi 15 persen diyakini memang bisa dicapai. Akan tetapi akan cukup berat dan butuh kerja ekstra. “Insya Allah dari tahun ke tahun terus membaik,” ucapnya. Diakui, angka kemiskinan Lotim ini sempat mengalami kenaikan. Pengentasan kemiskinan bisa dipercepat jika progra-program yang dilahirkan ini benar-benar bisa menyentuh. Program tepat sasaran kepada masyarakat miskin. Faktor utama yang mempercepat penurunan kemiskinan adalah semakin membaiknya kondisi perekonomian masyarakat. Barang-barang kebutuhan pokok diharapkan bisa benar-benar terkendali. Harga terkendali dan daya beli masyarakat meningkat, khususnya barang-barang konsumsi. Pasalnya, angka kemiskinan ini dilihat dari kemampuan masyarakat membeli kalori untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. (rus)
Limbungan Barat, Hadi Jayari, menjelaskan, rekanan dalam proyek itu saat ini diberikan waktu hingga tanggal 18 Desember 2017. Hal ini berdasarkan kesepakatan bersama TP4D. Dari waktu itu pihak rekanan diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya maksimal 30 persen hingga tanggal 18 Desember 2017. Adapun untuk progres yang ada saat ini sekitar 41 persen, ditambah 30 persen, sehingga mencapai 71 persen progres pengerjaannya. Namun apabila tidak mencapai 71 persen, maka surat rekomendasi pemutusan kontrak akan tetap
(Suara NTB/yon)
PROYEK - Proyek revitalisasi TRS di jantung Kota Selong yang diputus kontrak, karena rekanan tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai jadwal.
Dinas LHK Lotim Siap Bayar Hasil Pekerjaan Rekanan Selong (Suara NTB) Pasca diputusnya kontrak pengerjaan revitalisasi Taman Rinjani Selong (TRS) terhadap pihak rekanan atas rekomendasi dari TP4D. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengaku siap untuk membayar hasil pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan. Saa ini prosesnya sendiri sudah diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Lotim. Demikian disampaikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Revitalisasi TRS, Makripatullah, dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (13/12). Ditegaskannya, terkait dengan pemutusan kontrak tersebut, Dinas LHK siap melakukan pembayaran dalam hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Di mana saat ini masih dalam tahap proses pencairan yang sudah diajukan ke BPKAD Lotim. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan progres pengerjaan, yakni sebesar 22 persen. Pembaya-
ran akan tetap dilakukan, karena merupakan hak dari rekanan yang sudah melakukan pekerjaan. “Kita tetap akan membayar dengan melihat hasil atau progres pekerjaan. Saat ini masih dalam tahap pencairan,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak Dinas LHK menilai berdasarkan laporan konsultan pengawas lantaran proyek revitalisasi TRS tidak sesuai dengan jadwal, sehingga dilakukan pemutusan kontrak. Dari hasil rapat sebelum dilakukan pemutusan kontrak, pihak rekanan meyakinkan pekerjaan itu dapat terselesaikan sesuai dengan masa pelaksanaannya, akan tetapi fakta di lapangan tidak dapat terselesaikan. Untuk itu, berdasarkan rekomendasi dari TP4D, maka dilakukan putus kontrak selaku pendamping dalam pengerjaan proyek itu. Proses pemutusan kontrak dilakukan pada tanggal 7 Desember 2017. Pemutusan kontrak dilakukan karena devi-
asi yang cukup tinggi terjadi yakni 68 persen, progres pengerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Sebelumnya, Wakil Ketua TP4D, Thoriq Mulahela, menyampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek revitalisasi TRS meminta rekomendasi ke TP4D selaku pendamping. Di mana rekomendasi itu terkait pemutusan kontrak terhadap rekanan dikarenakan deviasi sudah cukup besar. Bahkan berdasarkan Show Cause Meeting (SCM) kedua, di mana rapat tersebut dilakukan karena kontrak pengerjaan yang saat ini masuk dalam keadaan kritis, karena sebelumnya pihak kontraktor akan mengejar deviasi itu pada tanggal 5 Desember 2017. Akan tetapi, deviasi tersebut tidak dapat terkejar. Melihat waktu dan batas kontrak yang segera berakhir pada tanggal 15 Desember 2017. Dapat dipastikan jika deviasi itu tidak dapat terkejar, sehingga dilakukan rekomendasi untuk dilakukan pemutusan kontrak. (yon)
Selong (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) meminta Pemkab Lotim mengubah status hukum sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD yang harus diubah status hukumnya itu adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim dan PD Agro Selaparang. Menurut Kepala Kejari Selong, Tri Cahyo Hananto, pengubahan status BUMD ini sesuai amanah UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Di mana, semua BUMD harus diubah status hukumnya sampai batas terakhir tahun 2017. Pihaknya mengharapkan tahun 2017, status hukum semua BUMD sudah bisa diubah dan disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Kita dari kejaksaan siap memberikan saran dan pendampingan hukum,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah, Ridwan yang dikonfirmasi terpisah mengakui adanya amanah UU ini. Hanya saja, katanya, belum ada aturan teknis yang harus diikuti oleh pemda, baik berupa Peraturan Pemerintah maupun peraturan yang lebih teknis. Untuk PDAM, katanya berlaku secara nasional. Dimungkinkan tidak bisa diubah karena ketentuan sudah baku. Memang ada saran perubahan status. Menjadi Perusahaan Umum Darah (Perumda) atau Perseroan Daerah. Namun, pilihannya belum bisa ditetapkan. Termasuk
juga untuk Agro Selaparang. Belum bisa ditetapkan, karena semua proses atas perubahan status itu tentunya dilakukan melalui Pembahasan Peraturan Daerah (Perda). Direktur PDAM, M. Isroi mengatakan perubahan atas status diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Lotim. Apakah menjadi Perumda atau PT yang diistilahkan secara undang-undang. Terpisah, Direktur PD Agro Selaparang, Karyadi mengakui juga adanya usulan perubahan status istitusi yang dipimpinnya. “Memang ada rencana mau berubah jadi PT. Kemungkinannya awal tahun ini akan diurus,” tuturnya. Semua dokumen terkait sudah diminta Wabup H. Haerul Warisin untuk diurus segera. Perubahan status menjadi PT sama saja katanya sama saja. Namun diyakini bisa lebih fleksibel. Tidak terlalu banyak diintervensi oleh pihak lain. Pengendaliannya hanya melalui Rapat Umum Pimpinan Saham (RUPS). Melihat peluang pengembangannya ke depan, perseroan itu bisa lebih baik. Di mana, bisa dilakukan kerjasama dengan semua pihak. Antar provinsi dan kabupaten lain sangat berpeluang. Ruang lingkup kerja bisa lebih luas. Perusahaan diyakini juga bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar. “Sekarang ini kan baru pemerintah daerah saja yang memiliki saham, kalau sudah jadi perseroan bisa lebih banyak. Banyak sumber modal. Bisa dari investor, dan dari mana saja,” ujarnya. (rus)
Apresiasi Warga Dusun Kerurak
Kekurangan Air Bersih Tertangani, Kandang Kolektif Berharap Diperhatikan Tanjung (Suara NTB) Dusun Kerurak sebagai salah satu dusun pariwisata di Desa Persiapan Segara Katon, Kecamatan Gangga, telah banyak mendapat program dari Pemerintah Daerah Lombok Utara. Warga sangat antusias, namun tetap berharap ke depannya, pemerintah menggelontorkan anggaran untuk memberdayakan kelompok kandang kolektif yang dikenal sebagai Kandang kolektif tertua di Lombok Utara. Dengan 207 KK dan 700 jiwa yang mendiami Dusun Kerurak, potensi dusunnya cukup besar. Terutama karena Dusun Kerurak memiliki sumber daya alam dari Air Terjun Tiu Pupus, Bendungan Sankukun, hasil pertanian (umum) hingga budaya yang melekat pada Balai Beleq
(tempat penyimpanan bendabenda pusaka zaman dulu). “Kami sangat bersyukur terhadap program Pemda dan karena memang itu kebutuhan masyarakat, salah satunya perpipaan. Tahun ini (beberapan bulan lalu, red) kami masih dibawakan air oleh BPBD dan Dinas Sosial, dengan adanya proyek perpipaan kekurangan air bersih sudah teratasi,” ungkap Kepala Dusun Kerurak, Syahyudin, Rabu (13/12). Dari program perpipaan disebutkan,diterima dalam 2 tahap. Tahap pertama sepanjang 700 meter dan tahap kedua sepanjang 1.600 meter lebih, sehingga total 2.300 meter. Program ini sekaligus menjamin bahwa masyarakat tidak akan meminta air lagi ke BPBD dan instansi pemerintah lain. Masyarakat saat ini dengan mengusahakan sumber air yang lain untuk memenuhi kecukupan dalam jangka panjang maupun dalam jumlah yang cukup. Menurutnya, sejumlah program yang dikucurkan berdampak terhadap kondisi dan psikologis masyarakat dusun setempat. Demikian pula penggalian sedimentasi Bendungan Sankukun beberapa waktu lalu, memberi manfaat langsung. Limbah sedimentasi dimanfaatkan masyarakat sebagai pupuk, dan material penimbunan pekarangan musala dusun. Ada juga program Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL ) komunal. Secara perencanaan, IPAL komunal lahir dari inisiatif komunitas masyarakat dusun untuk meminimalisir kawasan kumuh di dusun setempat di masa mendatang. Pihak dusun juga berkomitmen,
akan mengawal sejumlah program yang dikucurkan pemerintah agar bermanfaat secara optimal bagi kelangsungan hidup masyarakat. Warga Dusun Kerurak juga memperoleh alokasi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jumlahnya 16 unit dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Ada juga rehabilitasi rumah adat (Balai Beleq) yang sudah di PHO (serah terima) dan akan diberdayakan. “Banyaknya program yang masyarakat terima, maka kami sangat berterima kasih kepada Pemda, ke Pak Bupati atas program yang diberikan kepada kami. Kami akan kawal dan memfasiltasi bagaimana mensukseskan program Pemda tersebut,” sambungnya. Syahyudin menyadari, dalam proses pembangunan wilayah dusun, riak-riak kecil tak bisa dinapikan. Namun setiap persoalan yang muncul di masyarakat, dapat dielesaikan dengan baik secara kekeluargaan. Sebagai dusun yang memiliki potensi wisata, (Tiu Pupus dan Bendungan), pihak Dusun telah mengawali perubahan dengan merevitalisasi struktur organisasi Pokdarwis. Sarana dan prasrana yang menuju air terjun juga diperbaiki, termasuk jembatan yang sebelumnya terendam dan putus. Berkat partisipasi gotongroyong masyarakat, jembatan telah selesai diperbaiki. “Sekarang akses yang menuju Tiu Pupus lebih mudah. Sebelumnya memang sempat terendam air. Ke depan, masyarakat masih berharap adanya pemberdayaan pada kelompok Kandang Kolektif. Kami sudah merestrukturisasi pengurus kandang, melengkapi dengan Badan Hu-
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Kadus Kerurak, Syahyudin (kiri) dan Sekdes Persiapan Segara Katon, Ikhsan Al Bayani (kanan). kum agar mudah mengakses ta alternatif. Sebagai modal program pemerintah. Kandang dalam mengembangkan pariKolektif Kerurak sebagai kan- wisata, ia melihat partisipasi dang tertua, maka masyarakat masyarakat sangat kuat untuk berharap fisik kandang kolek- mendorong kemajuan wisata tif dibangunkan yang lebih per- di masa mendatang. manen,” demikian Kadus. “Berkaitan dengan perDikuatkan Sekdes Desa soalan kandang kolektif, kami Persiapan Segara Katon, Ikh- di desa akan mengupayakan san Al Bayani, di mana warga agar dibantu oleh Pemda. Desa Dusun Kerurak ia nilai sangat tetap berharap dinas dapat responsif kaitan dengan pro- turun ke kelompok kandang, gram Pemda KLU yang ada. sebab kandang ini perlu ditaProgram yang masuk disam- mbah sumber dayanya but sukacita dan tidak men- khususnya sapi,” ujar Sekdes. imbulkan komplain seperti di Ia meyakini, sektor pariwitempat lain. Kalaupun ada, sata, ekonomi kreatif hingga sifatnya hanya kesalahpaha- peternakan di dusun Kerurak man dan dapat diselesaikan akan mampu berkembang jika melalui komunikasi intensif. dibina secara berkesinambunSebagai dusun wisata, pi- gan. Sebagaimana dusun lain hak desa turut berharap Dinas yang memperoleh program penPariwisata memberi pendamp- dampingan Kelompok Kaningan menumbuhkan inovasi dang, masyarakat setempat baru dalam pengembangan juga layak diberi kesempatan wisata. Sebab air terjun dan dalam hal anggaran (pinjaman bendungan Kerurak tidak ha- lunak kredit peternakan) maunya mampu menampung air pun jenis kredit lain yang bertetapi juga sebagai objek wisa- sifat produktif. (ari/*)
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB
DPRD Loteng Setujui Rencana Pinjaman Daerah Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) secara bulat akhirnya menyetujui rencana pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 79 miliar lebih. Rencana pinjaman diajukan Pemkab Loteng untuk keperluan revitalisasi Pasar Jelojok Desa Kopang Rembiga. Persetujuan diambil pada rapat paripurna DPRD Loteng, yang dipimpin langsung Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi, FT., SE., Rabu (13/12). Persetujuan diambil setelah DPRD Loteng mendengarkan hasil kajian dari Panitia Khusus (Pansus) Pinjaman Daerah yang dibentuk akhir bulan kemarin. Dalam laporanya, juru bicara Pansus pinjaman daerah, M.
Tauhid, mengatakan, terkait rencana pinjaman pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. Pihaknya juga sudah melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Pasar Jelojok yang akan dikembangkan menggunakan hasil pinjaman tersebut. Terakhir, pihaknya juga sudah melakukan studi banding ke daerah lain. Guna melihat pola dan tata kelola hasil pinjaman termasuk penggunaan anggaran tersebut. Diakuinya, untuk bisa sampai pada kesimpulan akhir terjadi perdebatan yang cukup alot di internal pansus itu sendiri. Walaupun secara normatif, pinjaman daerah tetap dimungkinkan dilakukan. Ter-
Murid SDN 1 Labuapi Pentas di GSMS Giri Menang (Suara NTB) Murid SDN 1 Labuapi Lombok Barat (Lobar) tampil di even Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bekerjasama dengan Kemendikbud di Gedung Budaya Narmada. Pada pentas kesenian ini, diikuti delapan sekolah. Dari jumlah ini, dua SD ikut berpartisipasi, yakni SDN 1 Labuapi dan SDN 2 Rumak. “ Murid kami yang ikut satu kelas sebanyak 36 anak di pentas GSMS yang diadakan di Gedung Budaya Narmada,” jelas Kepala SDN 1 Labuapi, Sabariah, Rabu (13/12). Pada kesempatan ini, perwakilan SDN 1 Labuapi, khususnya murid kelas 3 dan 4 mementaskan Tarian Nusantara dengan konsep menggabungkan semua jenis tarian se-Indonesia. Pentas seni ini, jelasnya, sebagai ruang ekspresi, di samping untuk ajang menggali potensi anak sesuai bakat dan minatnya. Untuk ikut pentas ini, murid sebelumnya diseleksi oleh seniman langsung selama 3 bulan. Melalui pentas seni ini pihak sekolah ingin mengalihkan perhatian anak yang cenderung kecanduan game (gadget), di samping menjaga tantangan global ke depan, sebab mereka punya potensi diri yang kelak bisa dimanfaatkan ketika dewasa. “Ini juga untuk melestarikan budaya, kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?”ujarnya. Apalagi, lanjutnya, kondisi dewasa ini budaya lokal tergerus perkembangan modern. Selain itu, di masa waktu senggang setelah penilaian akhir semester, pihaknya mengadakan lomba mewarnai dan cerdas cemat bekerjasama dengan sponsor. Lomba mewarnai diikuti Kelas I,II dan III sedangkan murid kelas IV,V,VI ikut lomba cerdas cemat bermaterikan pengetahuan umum. “Lomba ini kami gelar mengisi waktu setelah penilaian akhir semester, artinya supaya anak-anak tidak jenuh,”imbuhnya. Selain lomba ini, ada juga lomba olahraga seperti voli mini dan adu balon, lalu hari Jumat diadakan peringatan maulid di sekolah. Anak-anak sudah siap tampil bersalawat rasul. Menurutnya semua kegiatan ini merupakan pembentukan 5 pilar karakter anak didik. Kegiatan ini memang diprogramkan dan sudah masuk dalam kalender pendidikan sekolah. Untuk juara 1,2,3 dan 4 diberikan tropi agar anak lain termotivasi merasa bangga dengan prestasi ini. Selepas lomba mewarnai, nanti anak-anak juara I memperoleh tiket dari sponsor untuk ikut lomba di mal dan tempat lainnya. (her/*)
lebih, Pemkab Loteng bukan kali ini saja meminjam, karena sebelumnya juga sudah melakukan hal yang sama. “Yang harus diperhatikan sekarang, anggaran yang bersumber dengan pinjaman ini harus benar-benar tepat sasaran dan penggunananya. Program yang dibiayai juga haruslah yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Sehingga pada saat pengembaliannya nanti, tidak terlalu membebankan anggaran daerah,” terangnya. Menyinggung arah penggunaan anggaran hasil pinjaman untuk pembangunan dan pengembangan Pasar Jelojok, Tauhid mengatakan cukup masuk akal. Mengingat, status pasar tersebut yang merupakan pasar terbesar di Loteng serta menjadi pusat dis-
tribusi berbagai produk hasil pertanian, sehingga sudah selayaknya dikembangkan. Di satu sisi, kondisi Pasar Jelojok saat ini sudah sangat padat, karena banyaknya pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Padahal luas area pasar cukup luas. Namun karena penataan yang kurang optimal, maka pasar tidak bisa menampung seluruh pedagang, sSehingga diharapkan dengan penataan tersebut, daya tampung pasar bisa benar-benar optimal. “Kalau pasar sudah tertata, maka kesan kumuh yang sekarang ini terjadi di Pasar Jelojok bisa dihilangkan. Dengan begitu, pedagang maupun pembeli tentu akan lebih nyaman bertransaksi,” jelasnya. Pembeli juga akan semakin ra-
mai. Karena sudah mengetahui kondisi pasar yang nyaman. Pada akhirnya nantinya, dengan berkembangnya kegiatan perekonomian di Pasar Jelojok bisa mendorong pertumbuhan ekonomi disekitarnya. Terutama wilayah Loteng bagian utara dan perekonomian Loteng secara lebih luas. “Pasar Jelojok sendiri berada di jalur jalan nasional. Jadi memang harus dikembangkan menjadi pasar yang berstandar dengan pelayanan modern,” pungkas Tauhid seraya menambahkan, pembenahan pasar Jelojok ke depannya tidak hanya fokus pada saat fisik saja. Tetapi dari aspek manajemen pasar juga harus dibenahi, sehingga apa yang diharapkan dari pengembangan pasar tersebut benar-benar terwujud. (kir/*)
Rekanan Proyek Dermaga Apung Terancam Di-’’Blacklist’’ Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi rekanan proyek fisik yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang ada. Termasuk rekanan proyek dermaga apung Desa Kuta Pujut. Sanksi tegas pun siap diberikan terhadap rekanan proyek bersangkutan, mulai dari sanksi denda sampai sanksi berupa blacklist (daftar hitam). Penegasan tersebut disampaikan Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (13/12). Dalam pemberian sanksi terhadap rekanan proyek ada aturannya. Pihaknya dalam hal ini pun tidak bisa memberikan sanksi begitu saja, tanpa melihat aturan yang ada. Untuk itu terkait proyek-
proyek yang tidak bisa dituntaskan sampai bulan ini, akan ada kajian guna melihat apa penyebab tidak tuntasnya proyek tersebut. “Kalau memang itu terjadi karena faktor kelalaian pihak rekanan, maka sanksi tegas sudah bisa dipastikan akan diberikan,” tandasnya. Misalnya sanksi denda, itu
sudah pasti diberikan sampai penetapan status blacklist terhadap rekanan. Kalau sudah masuk dalam daftar blacklist, maka rekanan bersangkutan tidak akan bisa mengikuti proses tender proyek di Loteng tahun depan. “Tapi kalau kemudian tidak tuntasnya pengerjaan proyek karena faktor alam
(Suara NTB/her)
Warga Merembu Keluhkan Proyek Pemasangan Pipa (Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Kepala SDN 1 Labuapi Sabariah foto bersama para murid yang ikut pentas di GSMS.
Lobar Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) siap siaga menghadapi ancaman bencana yang kerap melanda, baik bencana angin puting beliung, banjir dan longsor. Kesiapan itu dipastikan melalui simulasi melibatkan ratusan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, Pol PP dan Tim Kesehatan di Lapangan Kantor Bupati Lobar Rabu (13/12). Simulasi ini mengambil wilayah Desa Dasan Geres dan Desa Babussalam, Kecamatan Gerung yang dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di kedua desa tersebut. Jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda tidak dapat terhindarkan. Mengantisipasi jatuhnya korban bencana lebih banyak lagi, Sekda Lobar H. Moh. Taufiq selaku Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) penanggulangan bencana melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban. Sebelumnya, petugas BMKG menginformasikan kondisi cuaca terakhir di wilayah Lobar kepada pemerintah dalam hal ini Kepala Pelaksana BPBD. Selanjutnya, laporan ini diteruskan ke Kepala Lingkungan (Kaling) Babussalam dan Desa Dasan Geres yang langsung memberi peringatan kepada masyarakat. Selanjutnya melalui kordinasi intensif korlap dan anggotanya dilaksanakan penanganan korban bencana dan pemberian bantuan. Di bawah koordinasi BPBD Lobar menangani bencana tersebut, tim menggunakan berbagai potensi yang dimiliki oleh berbagai unsur dan kedinasan. (her)
atau faktor luar, maka akan pertimbangan lain. Namun itupun harus bisa dibuktikan, kalau memang karena faktor alam atau faktor luar. Jika tidak bisa dibuktikan, maka dianggap karena kelalaian pihak rekanan,’’ tegasnya. Soal penyebab tidak tuntasnya pengerjaan proyek dermaga apung Desa Kuta, Nursiah mengaku, dari laporan yang masuk karena faktor alam. Di mana selama pembangunan berjalan, sering turun hujan, sehingga menghambat target capaian pekerjaan. Faktor lain, karena hampir semua material proyek meru-
pakan bahan pabrikan, sementara material sendiri belum diterima dari pabriknya. “Tapi sekali ini, alasan tersebut masih harus dibuktikan kebenarannya. Baru bisa diterima oleh pemerintah daerah,” tandasnya. Terhadap persoalan ini, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) akan segera turun untuk menguji dan mengecek langsung kodisi proyek. Menurutnya, apa yang menjadi rekomendari APIP menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya. (kir)
Hasil Seleksi Pejabat Tinggi Pratama Dikonsultasikan ke KASN
BONGKAR - Akses jalan yang dibongkar untuk pemasangan pipa di Desa Merembu Labuapi yang dikeluhkan warga.
BERSAMA - Kepala SDN 1 Labuapi Sabariah bersama muridnya yang pentas di GSMS.
(Suara NTB/kir)
RAPAT - Suasana rapat paripurna DPRD Loteng dengan agenda mendengarkan hasil kajian dari Panitia Khusus (Pansus) Pinjaman Daerah, Rabu (13/12)
Giri Menang (Suara NTB) Warga Merembu Kecamatan Labuapi mengeluhkan pembongkaran akses jalan utama di daerah setempat untuk penanaman pipa air raksasa proyek dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Satker PSPA NTB dan PDAM. Warga mengeluh lantaran setengah dari badan jalan yang dibongkar untuk pemasangan pipa belum juga dibangun kembali. Dampaknya arus lalu lintas terganggu bahkan menyebabkan kecelakaan. Kepala Desa Merembu Muhazzab, menyatakan pembongkaran akses jalan mencapai 1,5 kilometer dilakukan sejak sebulan lalu sekitar bulan November. Akses jalan ini sendiri baru saja selesai dibangun akhir tahun lalu lengkap dengan rabat jalan. Akses jalan ini memiliki lebar sekitar 6 meter. “Pengaspalan dan dirabat dilakukan tahun lalu, tapi dirusak tahun ini. Lebar jalan mencapai 6 meter, setengah (sekitar 3 meter) dari badan jalan plus rabat dirusak. Ini yang dikeluhkan warga karena belum dibangun kembali,” keluhnya, Rabu (13/12). Awalnya, pihak rekanan
mensosialisasikan ke desa terkait pembongkaran jalan ini, namun ada kesalahpahaman, karena tim mereka saat soalisasi berjanji akan membangun kembali akses jalan yang dirusak tersebut. Namun setelah selesai pembongkaran pihak kontraktor justru hilang. Bahkan sesuai janjinya, mereka akan membangun jalan tanggal 10 Desember lalu akan tetapi molor sampai saat ini. Diakuinya, persoalan ini pun sempat mengundang amarah warga, sehingga mengancam melakukan aksi demo, namun bisa diredam. Namun kali ini justru belum juga ditangani, sehingga warga memanas lagi. Pasalnya, dalam waktu sekian hari terjadi banyak sekali kecelakaan di jalur tersebut. Pihaknya sudah melaporkan hal ini ke kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, namun jawabannya sekedar perlu menunggu waktu. Ketua RT Dusun Merembu Barat, Roni Supriatna mengaku terlibat dalam hal pengawasan pengamanan pembongkaran jalan. Diakuinya, selama proses pengerjaan banyak terganggu
bahkan sampai saat ini banyak terjadi kecelakaan disebabkan pengendara terpeleset potongan aspal. “Pernah dijanjikan oleh kontraktor jalan ini akan dibangun sebelum tanggal 10 Desember selesai pengaspalan, namun belum selesai sampai saat ini,”ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Proyek PT Duta Rama Raka Indra menyatakan terkait keluhan warga menyangkut jalan yang belum dibangun pihaknya sudah berkomunikasi dengan kades. Pihaknya mengklaim sudah siap melakukan pengaspalan hanya saja terkendala persoalan teknis terkait alat dan material. Pihaknya berdalih baru memperoleh alat berat, sedangkan material aspal segera diambil dari Lotim. “Pekan lalu kami rencana mulai untuk pengaspalan, bahkan request sudah dibuat. Dan izin ke Bina Marga Dinas PU juga sudah, tapi masih menunggu material. Kami pastikan besok (hari ini) sudah mulai,” jelas Raka. Proyek ini dikerjakan secara kerja sama operasi (KSO) dua perusahaan yakni PT. Duta Rama dan PT Ditra Prasasti konsorindo. (her)
Kecelakaan Kerja, Seorang Pekerja di Lembar Meninggal Giri Menang (Suara NTB) Seorang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan barang bernama Munaam (25) asal Dusun Puyahan Desa Lembar Selatan meninggal. Korban meninggal akibat kecelakaan kerja, karena tertindih alat crane saat memindahkan barang hasil bongkaran dari kapal Kamandalu. Korban yang sempat dilarikan di rumah sakit Tripat Gerung tak tertolong, lantaran pihak medis menyatakan korban telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Korban pun dikuburkan hari itu juga di daerah asalnya. Informasi yang diperoleh koran ini, kejadian naas itu terjadi
sekitar pukul 07.30 wita di dermaga satu pelabuhan bongkar barang milik Pelindo III Lembar. Korban bersama rekan-rekannya, melakukan bongkaran barang berupa pupuk di kapal barang Kamandalu. Kronologi sesaat sebelum kejadian tersebut, korban hendak memindahkan barang dari kapal ke darat menggunakan crane katrol kawat baja. Ketika posisi alat katrol sudah mendekati darat, tibatiba saja rantai pemegang katrol putus. Naas, kepala katrol pun mengarah ke korban yang pada saat itu berada di alat operator. Akibatnya, kepala katrol pun mengenai kepala korban pada
bagian belakang. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala. Rekan-rekan korban yang ada di sekitar lokasi pun berupaya menolong korban dengan membawa ke RSU Tripat Gerung. Sesampai di rumah sakit, pihak medis menyatakan korban telah meninggal. Dikonfirmasi terkait kejadian ini, Kapolsek Kesatuan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Lembar Ipda Jasa Yulianto membenarkan kejadian ini. Namun terkait penanganan lebih lanjut baik pengusutan dan penyidikan kasus ini telah diambilalih oleh pihak Polres Lobar. (her)
Praya (Suara NTB) Panitia seleksi (Pansel) calon pejabat tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menetapkan sebanyak sembilan orang calon pejabat dinyatakan lolos kualifikasi untuk mengisi jabatan eselon II yang saat ini masih kosong. Sementara dua calon pejabat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Hasil seleksi tersebut selanjutnya akan dikonsultasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebelum diserahkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Bupati Loteng untuk memilih siapa yang akan mengisi jabatan eselon II yang tersedia. “Jadi tugas pansel sekarang sudah selesai. Setelah menetapkan sembilan orang calon pejabat. Untuk selanjutnya, hasil tersebut akan dikonsultasikan ke KASN,” jelas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (13/12). Ia menjelaskan, sesuai tahapan yang ada, hasil seleksi oleh pansel harus dikonsultasikan ke KASN. Nantinya KASN akan memberikan rekomendasi atas hasil tersebut, apakah proses seleksinya sudah benar atau tidak, baru hasil tersebut disampaikan kepada kepala daerah. “Muara dari semua tahapan ini ada ditangan kepala daerah. Soal siapa pejabat eselon II yang akan diangkat. Dengan
berpedoman pada hasil seleksi tersebut,” tambahnya. Dalam arti, tidak boleh kemudian kepala daerah menyangkat pejabat eselon II selain calon pejabat yang sudah masuk dalam rekomendasi KASN tersebut. Di masing-masing jabatan yang lowong, itu ada tiga calon pejabat yang harus dipilih. Dan, tidak meski pejabat yang berada peringkat pertama itu yang diangkat, karena untuk pemilihan pejabat tetap menjadi kewenangan kepala daerah. Saat ini total ada tiga jabatan eselon II yang masih kosong. Itulah yang nantinya akan diisi berdasarkan hasil seleksi, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalain Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) serta Kepala Satpol PP. Menurut Sekda dengan pengisian jabatan-jabatan tersebut, otomatis akan diikuti pergeseran pejabat yang lain, sehingga juga harus segera dilakukan pengisian melalui mutasi pejabat. “Mutasi pejabat yang akan digelar dalam waktu dekat ini, selain pengisian jabatan eselon II yang kosong tersebut juga akan disertai dengan pergeseran beberapa pejabat. Utamanya untuk pejabat eselon III,” ujar mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Loteng ini. (kir)
Jatah DD Dua Desa di Lobar Masih Diblokir Giri Menang (Suara NTB) Realisasi Dana Desa (DD) untuk tahap II belum tuntas. Pasalnya dari 119 desa di Lombok Barat (Lobar) tersisa dua desa, yakni Desa Jeringo dan Mambalan yang belum bisa mencairkan DD lantaran belum menyerahkan SPJ realisasi DD tahap I. Targetnya, bulan ini DD untuk dua desa ini harus sudah cair. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sendri terus melakukan pendampingan agar desa-desa ini mempercepat pelaporannya. “DD semester I (tahap I) sudah berjalan, tinggal penyaluran kedua masih berjalan. Dua desa masing-masing Jeringo dan Mambalan yang belum, ini terus kita genjot,” aku Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas PMD Lobar Kesuma Supaka, Rabu (13/12). Menurutnya, ada 6 desa yang belum mencairkan DD dari 119 desa, karena persoalan SPJ yang belum. Namun setelah dicek, tinggal dua desa yang belum mencairkan DD untuk tahap II. Dijelaskan terkait persyaratan pencairan yakni SPJ. Jika
SPJ belum diverifikasi di tim asisstensi kecamatan, maka pihaknya tidak akan membuka blokir DD di kabupaten. Setelah ada rekomendasi dari kecamatan barulah pihaknya membuka blokir DD, artinya DD bisa dicairkan oleh desa. Pihaknya menerbitkan rekomendasi untuk pencairan DD tanpa mahar atau uang pelicin yang diminta ke desa. Terkait dengan sisa waktu 1 bulan untuk eksekusi DD tahap II ia optimis bisa diselesaikan. Sebab banyak fisik sudah dikerjakan tinggal dibayar saja menunggu pencairan DD tahap II. Diakui, pengelolaan DD memang ada saja persoalan yang muncul namun bukan hambatan untuk bekerja, bahkan tim kecamatan tetap kerja melakukan pembinaan ke desa tanpa uang operasional. Mereka turun melakukan verifikasi SPJ DD, sebab sebelum SPJ diserahkan ke kabupaten mereka yang lebih dulu memverifikasi. “Ke depan baru dilatih kapasitas SDM dan diberikan dukungan operasional kepada tim di kecamatan,” ujarnya. (her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
TK Pembina Jereweh Mangkrak, Pemkab Belum Bersikap
Bupati KSB Jamin Rekrutmen PT MacMahon Transparan
Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak akan mengintervensi lebih jauh terkait mangkraknya TK Pembina Jereweh, Kecamatan Jereweh yang sudah dibangun tahun 2012 lalu. Bahkan, proses penyerahan aset dari pusat ke daerah juga belum dilakukan, sehingga pihaknya merasa kesulitan memaksimalkan keberadaan TK ini. “Kita tidak bisa mengintervensi lebih jauh terkait keberadaan TK Pembina yang sudah mangkrak selama lima tahun terakhir. Apabila kita tetap memaksakan diri untuk membangun dan merehabilitasi akan menimbulkan masalah juga nanti ,” ungkap
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) Drs. Tajudin M. Si kepada Suara NTB, Rabu (13/12). Dikatakannya, sebenarnya lokasi TK ini tidak dibangun di tempat yang terbangun saat ini, karena beberapa pertimbangan dan teknis lainnya. Bahkan pi-
1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Sumbawa Besar “Begitu kami coba 1234567890123456789012345678901212 (Suara NTB) umumkan dari segi aplika1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Pengadaan handtractor si sistem normal. Satu or1234567890123456789012345678901212 Dinas Pertanian (Distan) ang yang mendaftar, tetapi 1234567890123456789012345678901212 Kabupaten Sumbawa di- tidak ada yang melakukan 1234567890123456789012345678901212 pastikan gagal dalam penawaran. Sehingga terja1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tahun 2017 ini. Paket se- di gagal lelang,” ujarnya. 1234567890123456789012345678901212 nilai ratusan juta yang berMenurutnya, terhadap 1234567890123456789012345678901212 sumber dari APBDP ini ter- paket ini tidak bisa dilaku1234567890123456789012345678901212 jadi gagal tender dan tidak kan lelang kembali. Karena 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 memungkinkan dilakukan dari segi waktu tidak memu1234567890123456789012345678901212 tender ulang. ngkinkan dilakukan. Seh1234567890123456789012345678901212 Kepala Bagian (Kabag) ingga dokumennya dikem1234567890123456789012345678901212 Layanan Pengadaan Barang balikan kepada pihak dinas 1234567890123456789012345678901212 dan Jasa Pemerintah (LPB- pada tanggal 7 Desember 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 JP) Setda Sumbawa, Abdul lalu. Dengan adanya 1234567890123456789012345678901212 Malik, S.Sos membenarkan pengembalian dokumen ini, 1234567890123456789012345678901212 hal tersebut. Dokumen paket pengadaannya tidak bisa di1234567890123456789012345678901212 pengadaan 8 unit handtrac- lakukan dalam tahun 2017 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 tor dengan tipe Bromo V2 ini. “Tidak bisa pengadaan1234567890123456789012345678901212 dari Dinas Pertanian masuk nya tahun ini. Karena mau 1234567890123456789012345678901212 ke pihaknya pada tanggal 29 dilakukan lelang kedua 1234567890123456789012345678901212 November lalu. juga tidak bisa dari segi 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Paket ini dianggarkan waktu,” pungkasnya. 1234567890123456789012345678901212 melalui APBDP dengan nilai Dijelaskan Malik, dalam 1234567890123456789012345678901212 Rp 216 juta. Berdasarkan tahun 2017 ini ada 103 pa1234567890123456789012345678901212 hasil diskusi yang dilakukan ket pelelangan yang dipros1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 bersama PPK dan pokja, es Bagian LPBJP. Dua di1234567890123456789012345678901212 dari segi waktu tidak me- antaranya gagal yakni pa1234567890123456789012345678901212 mungkinkan dilakukan ket pengadaan handtractor 1234567890123456789012345678901212 lelang seperti biasa meng- Dinas Pertanian dan pen1234567890123456789012345678901212 gunakan persi 3.6. Sehingga gadaan alat kedokteran Ru1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lelang menggunakan persi mah Sakit Umum Daerah 1234567890123456789012345678901212 4.1.2 dengan metode lelang Sumbawa. Dimana paket 1234567890123456789012345678901212 cepat. Dimana, pelelangan handtractor gagal karena 1234567890123456789012345678901212 tersebut seleksi administra- tidak ada penyedia dan 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 si dan kualifikasinya dilaku- waktu tidak memungkin1234567890123456789012345678901212 kan oleh sistem. Proses eva- kan untuk dilelang kemba1234567890123456789012345678901212 luasinya pun tidak membu- li. Sedangkan pengadaan 1234567890123456789012345678901212 tuhkan waktu yang lama alat kedokteran tidak ada 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 yakni selama tiga hari. Na- yang mengupload dokumen 1234567890123456789012345678901212 mun setelah diumumkan penawaran. Meskipun dari 1234567890123456789012345678901212 pada tanggal 30 November segi waktu masih ada, na1234567890123456789012345678901212 tidak ada penyedia yang mun karena aturan DAK 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 melakukan penawaran, tidak memungkinkan di1234567890123456789012345678901212 sehingga gagal lelang. lakukan lelang ulang. (ind) 1234567890123456789012345678901212
haknya juga sempat memindahkan TK ini ke lokasi yang lebih dianggap layak. Tetapi karena keinginan dari Pusat tetap berada di lokasi saat ini maka pihaknya tidak memiliki kewenangan lagi. Selain itu, pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi
alasan sehingga pusat tetap membangun di lokasi yang tidak dianggap layak tersebut. “Kita tidak tahu alasan kenapa TK ini dibangun di lokasi yang dianggap sangat tidak layak tersebut karena itu merupakan kewenangan dari pusat,” terangnya. Sementara saat ini pihak terkait juga sudah membangun TK di lokasi baru di belakang SMP 1 Jereweh dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar. Catatan Suara NTB menyebutkan, TK ini dibangun tahun
Pengadaan ”Handtractor” Distan Dipastikan Gagal
(Suara NTB/bug)
2012 lalu yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Gedung yang sudah terbangun lama tersebut, hingga saat ini tidak kunjung digunakan, karena diduga tidak sesuai spesifikasi serta lokasi bangunan juga dianggap tidak layak. TK ini juga terlihat seperti sudah tidak terawat dan beberapa sudut bangunan gedung mulai terlihat rusak. Kacakaca gedung kantor juga terlihat pecah dan beberapa retakan tembok juga terlihat. (ils)
TUNGGU PENUMPANG Tampak bus yang sedang menunggu penumpang di depan SPBU Km 4.
(Suara NTB/ind)
Taliwang (Suara NTB) Pembukaan rekrutmen karyawan PT MacMahon Indonesia, perusahaan aliansi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di proyek pertambangan Batu Hijau baru beberapa hari berjalan. Kendati demikian, suara miring dari berbagai pihak sudah mulai mencuat. Terutama mempertanyakan transparansi proses rekrutmen yang ditangani tim bersama bentukan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan pihak perusahaan. Menanggapi banyaknya suara tudingan tersebut, Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM yang juga bertindak sebagai ketua tim rekrutmen bersama angkat bicara. Menurutnya, proses penerimaan tenaga kerja PT MacMahon Indonesia yang dilaksanakan tim dipastikannya akan berjalan secara transparan. “Prosesnya terbuka semua dan kami yang ada dalam tim juga bekerja secara independen,” tegasnya. Bupati memastikan, selama proses rekrutmen tidak akan ada hal yang ditutup-tutupi oleh tim di setiap tahapannya. Karenanya tim sejak awal telah menentukan aturan main proses lamaran di mana setiap pelamar diwajibkan mengajukan lamarannya melalui PT Pos Indonesia. “Kan jelas berkas diterima oleh tim dikirimkan lewat pos. Jadi kalau ada yang antar langsung atau menitip ke orang lain tim tidak akan menerima berkasnya,” jaminnya. Ia mengakui, dalam proses rekrutmen tenaga kerja kali ini Pemda KSB dan perusahaan bersepakat mengutakan para pekerja lokal. Walau demikian setiap pelamar lokal tetap harus mengikuti prosedur yang ada. “Tidak dibeda-bedakan. Dan nantinya kalau lokal juga tidak memenuhi kriteria maka pasti tidak akan dinyatakan lulus pada akhirnya. Dan kalau ada dari anggota tim juga yang mainmain laporkan langsung kepada saya,” tandasnya. Bupati kembali menjelaskan, rekrutmen tenaga kerja yang dibuka PT MacMahon di tahap pertama ini masih menggunakan sistem kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dalam waktu setahun kontrak. Kebijakan tersebut merupakan keputusan perusahaan yang saat ini membutuhkan tenaga kerja secepatnya. Meski begitu, orang nomor satu di KSB ini menyatakan, bagi mereka yang diterima nantinya tidak perlu khawatir sebab perusahaan tetap akan memantau performa karyawan selama dalam masa kontrak. Jika akhirnya memiliki kinerja baik ia memastikan perusahaan pastinya akan merekrut karyawan bersangkutan secara permanen. “Makanya saya minta yang lokal-lokal nanti bekerja sebaik mungkin sesuai dengan standar perusahaan. Supaya nanti perusahaan bisa merekrut mereka secara permanen,” imbuhnya. (bug)
Halaman 6
Depan SPBU Km 4 Jadi Terminal Bayangan Sumbawa Besar (Suara NTB) Depan SPBU Kilometer 4 Jalan Raya Sumbawa Bima kini menjadi terminal bayangan. Hal ini karena aktivitas terminal bus di lokasi Pasar Brang Bara terhenti. Dimana lokasi pasar tempat berdagang yang juga menjadi terminal bus tersebut sedang dilakukan pembangunan kembali. Aktivitas tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Dalam hal ini hampir setiap saat, sejumlah bus berbagai jurusan menaikkan penumpang yang sudah menunggu di lokasi tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Ir. Mukmin membenarkan adanya aktivitas terminal bay-
angan tersebut. Adanya hal tersebut karena bus yang sebelumnya stanby di terminal Pasar Brang Bara menjemput penumpang di lokasi setempat. “Itu kan bus yang di terminal Pasar Brang Bara. Kenapa seperti itu, karena banyak penumpang nunggunya diatas (depan SPBU Km 4),” ujarnya. Dijelaskannya, awalnya bus tersebut dialihkan ke Terminal Sumer Payung sambil menunggu pembangunan Pasar Brang Bara selesai. Namun banyak penumpang memilih menunggu di lokasi untuk naik bus. Sehingga terpaksa bus tersebut menjemput di lokasi sesuai permintaan dari penumpang. Menyikapi hal ini, pihak-
nya sudah menempatkan petugas di lokasi untuk mengarahkan bus untuk mangkal di Terminal Sumer Payung. Petugas pun diakuinya setiap saat mengarahkan, hanya saja karena kebanyakan penumpang dari pasar Seketeng sehingga tidak mau ke Terminal Sumer Payung. Mereka lebih nyaman menuju lokasi depan SPBU. “Kami tetap mengarahkan. Tapi tidak bisa secara langsung, karena ini persoalan manusianya. Insya Allah akan kita himbau secara perlahanlahan, agar bus itu tetap stanby di Terminal Sumer Payung. Kalau Pasar sudah selesai, dengan sedirinya akan kembali,” pungkasnya. (ind)
Panwaslu Sumbawa Dorong Pengawasan Partisipatif ke Pemilih Pemula
(Suara NTB/arn)
PENGAWASAN - Ketua Panwaslu Sumbawa sedang memberikan materi pengawasan Pemilu kepada pemilih pemula perwakilan SMA/SMK di Sumbawa, Rabu (13/12).
Sumbawa Besar (Suara NTB) Panwaslu Sumbawa melakukan sosialisasi Pemilu baik Itu Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Gubernur, Rabu (13/12). Sosialisasi diberikan kepada para pemilih pemula, perwakilan dari SMAN/SMKN/MAN se-kabupaten Sumbawa, untuk mendorong munculnya pengawasan partisipatif. Ketua Panwaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP, menjelaskan, kegiatan ini sebagai bagian dari amanat UU untuk melakukan kegiatan pengawasan partisipatif. Untuk terlibat aktif dalam membantu pengawas pemilu dalam mengawal demokrasi terutama Pilgub yang digelar 2018 mendatang.
Hal ini juga, lanjut Syamsi, dalam mengatasi keterbatasan personel Panwas sehingga perlu penguatan dan sosialisasi pengawasan dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk kepada pemilih pemula. Para pemilih ini diharapkan nantinya aktif membantu mengawasi serta menyampaikan informasi terhadap kecurangan yang mungkin saja terjadi di lapangan. Terutama di lingkungan masyarakat dimana para pemilih ini tinggal. “Dengan partisipasi sahabat-sahabat semua dapat menamplkan pemimpin kedepan yang menjaga proses dan hasil pemilu untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Biasanya, para pemilih pemula ini menjadi sasaran
para pelaku kecurangan untuk melancarkan hasrat politik yang dilarang UU. Misalkan pemberian barang atau disebut dengan money politik dengan sasaran pemilih pemula. Sementara Panwaslu menganggap pemili pemula menajdi pemilih yang nasih bersih dari segala macam permainan. Makanya diharapakan dukungan untuk membantu tugas kepengawasan. Serta melakukan pencegahan jika ada kecuarangan di lapangan. Dengan segera melaporkannnya ke pengawas pemilu di wilayah masing masing. Sehari sebelumnya, Panwaslu Sumbawa juga telah menggelar rapat koordinasi tahapan verifikasi Faktual partai politik (Parpol) calon peserta Pemilu Tahun 2019. Yang dihadiri oleh 14 partai politik yang telah melengkapi administrasi kelengkapan persayaratan partai politik ke KPU Kabupaten sumbawa. Hal ini sejalan dengan ketentuan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Kegiatan verifikasi merupakan instrumen yang dipergunakan untuk memeriksa dan menilai keterpenuhan persyaratan partai politik calon peserta pemilu untuk dapat ditetapkan sebagai peserta pemilu (eligibility). Pengawasan verifikasi admnistrasi dan verifikasi faktual keanggotaan dan kegandaan antar partai. Tetapi bagi pengawas, sepanjang hal tersebut tidak melanggar ketentuan, adalah sah-sah saja. Syamsi, berharap agar seluruh partai politik peserta pemilu yang sudah melengkapi administrasi kelengkapan persayaratan partai politik ke KPU Kabupaten sumbawa dapat di tetapkan sebagai peserta pemilu tahun 2019 dengan tidak menganulir aturan perundang-undangan yang berlaku. “Kegiatan ini terbangun sinergitas yang baik antara Panwaslu Kabupaten sumbawa dan KPU Kabupaten Sumbawa di atas landasan hukum yang jelas. Demi menjaga integritas penyelenggaraan bersama seluruh parpol sudah mendaftarkan sebagai peserta pemilu di kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (arn)
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
Kantor BNK Belum Ada Kejelasan Dompu (Suara NTB) Keberadaan Kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Dompu belum ada kejelasan. Terlebih lembaga ini belum bisa berbuat banyak untuk menyikapi kasus penyalahgunaan narkoba yang terus bertambah. Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH., dikonfirmasi persoalan itu mengaku sudah beberapa kali mempertanyakan persoalan tersebut ke pemerintah pusat. Hanya saja belum ada hasil apa-apa. “Yang belum ada kantor bukan Kabupaten Dompu saja, masih banyak daerah lain juga. Jadi kalau tidak ada halangan tahun 2018 akan diupayakan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (13/12). Persoalan mendasar belum dibangunnya kantor BNK di wilayah ini tak diketahuinya secara pasti, sementara syarat sebagaimana yang diminta pemerintah pusat sudah dilayangkan beberapa tahun lalu. Karenanya ia meminta masyarakat untuk tetap menunggu dan bersabar, yang pasti Dompu akan tetap mendapat giliran. Terhadap mereka yang kedapatan menyalahgunalan narkoba dan butuh rehabilitasi, sementara ini untuk penanganan dininya ditangani pihaknya, kalaupun membutuhkan penanganan lebih lanjut pasien tersebut akan menjalani rehabilitasi di BNK Bima. “Kami tetap proses disini kalaupun ada penanganan lebih lanjut kami akan bekerjasam dengan BNK Bima,” ujarnya. Menyikapi penyalahgunaan narkoba yang terus bertambah tiap tahunnya, Arifuddin mengaku rutin melakukan upaya pencegahan dengan menggelar sosialisai ke sekolah-sekolah bersama organisasi wanita dan pemuda. Karena memang penggunaan barang haram ini lebih rawan oleh kalangan pelajar. Baik tingkat SMP maupun SMA. “Masalah narkoba ini lebih rawan di tingkat anak SMA,” ungkapnya. Soal adanya penilaian beberapa pihak bahwa BNK belum bisa menunjukan taring atau tidak berkontribusi banyak dalam menekan kasus ini, Arifuddin, tak begitu mempersoalkanya. Terpenting ia bersama pengurus tetap turun melakukan upaya pencegahan dini. (jun)
SUARA PULAU SUMBAWA
Belum Ada Perda Cegah Penyalahgunaan Tramadol Kota Bima (Suara NTB) Penyalahgunaan obat keras, salahsatunya tramadol terus meningkat pada tahun 2017. Bahkan, sudah masuk pada lingkungan sekolah. Dengan sasaran para siswa atau pelajar SMA/SMK sederajat. Kasi Rehabilitasi Badan Nasional Narkoba Kabupaten (BNNK) Bima, Arrasyidun S.Psi, mengatakan, tahun 2017, sedikitnya ada 37 orang yang sudah direhabilitasi. Didominasi para pengguna zat tramadol. “Mereka yang direhabilitasi sebagian besar pelajar SMA/ SMK sederajat,” katanya, Rabu (14/12). Menurutnya, jumlah 37 orang tersebut berdasarkan dari pihak RSUD Bima, yang menjadi mitra kerja BNNK setempat dalam melakukan rehabilitasi. Jumlah tersebut belum termasuk di puksemas Sape. “Di puksesmas Sape saat ini ada 10 orang yang sedang direhabilitasi,” katanya. Selain pengguna tramadol, jumlah tersebut juga merupakan pengguna zat lain.
Seperti sabu ganja dan morfin. Hanya saja pengguna sabu tersebut jumlahnya hampir mendekati pengguna tramadol. “Tapi penggunanya lebih banyak orang dewasa. Sementara ganja ada empat orang dan zat morfin hanya satu orang,” katanya. Dalam langkah pencegahan dini, pihaknya telah sudah berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu sebagai daerah atau wilayah kerja BNNK untuk menekan melalui regulasi. “Kami sudah melakukan rapat dan sebagainya, mendesak pemerintah mengeluarkan Perda khusus terutama Perda tentang tramadol. Tapi hingga saat ini belum ada realisasi atau tindak lanjut,” ujarnya.
Selain itu, kendala pihaknya dalam melakukan rehabilitasi selama ini, masih banyaknya masyarakat yang apatis. Membawa atau melaporkan keluargannya yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya lainnya. “Untuk itu kami berharap semua pihak mengambil peran. Dengan harapan korban penyalahgunaan barang haram ini bisa diobati dan disembuhkan,” harapnya. Hal yang sama juga disampaikan Kasubag Umum BNNK Bima, Fery Priyanto. Menurutnya saat ini narkoba dan tramadol sudah beredar luas di masyarkat. Terutama di lingkungan sekolah dan yang menjadi sasaran adalah para pelajar. “Makanya kita berharap semua pihak berperan dalam
Novrizal
(Suara NTB/bug)
(Suara NTB/jun)
INOVASI – Suasana saat digelarnya kegiatan Inovasi di Gedung Samakai Dompu, Rabu (13/12).
Wabup Dorong Guru Terus Berinovasi
Dompu (Suara NTB) Wakil Bupati (Wabup) Dompu, Arifuddin, SH., mengapresiasi keberhasilan guru dalam berinovasi menciptakan media pembelajaran untuk menjawab permasalah anak didik. Salah satu guru SDN 1 Kempo, Amirudin pemenang Inobel tingkat Provinsi NTB tahun 2017. Prestasi ini mesti menjadi magnet bagi kepala sekolah dan guru-guru di wilayah ini untuk terus mengeksplorasi kemampuannya. “Saya sangat mengapresiasi hasil ini dan semoga apa yang sudah ditampilkan menjadi magnet untuk terus berinovasi,” kata dia saat memberi sambuta pada acara temu inovasi dengan tema inspirasi dari guru di gedung paruga samakai, rabu (13/12). Inovasi untuk anak indonesia merupakan program kemitraan pemerintah australia dan indonesia, khususnya di Dompu di bidang pendidikan. Selain menjadi wadah pemangku kepentingan untuk
berdiskusi dan berbagi inovasi pembelajaran yang telah dilakukan, terutam dalam hal membaca dan menghitung agenda ini juga dimaksudkan agar para guru yang pernah terlibat dalam serangkaian kegiatan dan pelatihan inovasi untuk ujuk karya terbaiknya. Setidaknya ada 11 sekolah yang tercatat sebagai peserta program rintisan guru baik yang akan memamerkan inovasi pembelajaran yang telah dinisiasi untuk menjawab tantangan dan masalah pembelejaran. “Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk terus mendukung kebijakan dibidang pendidikan,” ujarnya. Dengan temuan itu juga lanjut Arifuddin, diharap mampu meningkatkan hasil belajar siswa, terlebih kualitas pendidikan diwilayah ini. Advisor Senior Consultan Inovasi Jakarta, Basilius Bangoteku dalam kesempatan tersebut menyampaikan, inovasi baru berjalan satu
tahun di Dompu dengan fokus kerja menemukan cara-cara inovatif, menarik, masuk akan dan bisa diterima oleh siswa untuk memecahkan masalah pembelajaran. Identifikasi masalah yang dilakukan juga disesuaikan dengn konteks lokas dan solusi lokal masyarakat setempat. “intinya adalah melihat pada diri sendiri,” ungkapnya. Yang perlu diperhatikan pada soaran lanjut dia, yakni kelancarannya membaca dan mengerti arti bacaanya. berdasarkan hasil studi secara nasional sebut, untuk wilayah nusatenggara anak SD kelas dua yang saip naik kelas tiga hanya 23 persen. artinya hanya mereka yang lancar membaca dan mengerti apa yang dibacanya.”yang lain itu belum siap. ini yang kemudian mengapa pemerintah australia bersama kita fokus pada mengutamakan membaca, kalau membaca tidak mampu pasti matematikanya parah,” pungkasnya. (jun)
PTSMS Rayakan Maulid Bersama Warga di Pekat Dompu (Suara NTB) Momen maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dimanfaatkan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) untuk berbagi dengan masyarakat sekitar. Selain merayakan maulid nabi, kegiatan ini juga untuk semakin mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sekitar dan diharapkan menjadi kegiatan rutin. General Manager Plantation PTSMS, Usni Zainal Harahap bersama Estate Manager PTSMS, Dodi Juliawan, dan Humas PTSMS, Marwan Sari, SE terlihat hadir di masjid raya At Takwa Desa Doropeti tempat dilangsungkannya perayaan maulid Nabi, Rabu (6/ 12) malam. Dari unsur Muspika Kecamatan dihadiri Danramil Pekat, Lettu Inf Ibrahim, Plt kepala Desa Doropeti, Jaerit, S.Sos, kepala Desa terpilih, Dahlan, S.Pd dan penceramah Ustaz Abdul Muis,
S.Pd.I dari Kementrian Agama Kabupaten Dompu. H. Ahladin, S.Pd selaku ketua panitia maulid menyampaikan, apresiasinya kepada PTSMS yang sudah mendukung kegiatan perayaan maulid. Keberadaan PTSMS di Desa Doropeti juga telah memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan kamtibmas di daerah. “Mari kita semua merawat dan menjaga PTSMS sebagai aset agar kita semua bisa sejahtera,” katanya. Ia pun mengaku, perayaan maulid ini merupakan pertama kali diselenggarakan secara bersama. karenanya diharapkan bisa membangun hubungan hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar perusahaan. Sementara Humas PTSMS, Marwan Sari, SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa momen maulid Nabi Muhammad SAW kali ini adalah mo-
(Suara NTB/dok)
TRAMADOL - Tim Opsnal Polres Bima Kota menunjukkan barang bukti tramadol yang disita dari salah satu tempat pengiriman jasa barang di Kota Bima, beberapa waktu lalu. melakukan pencegahan. Jangan sampai keluarga, saudara
anak kita menjadi korban narkoba,” pungkasnya. (uki)
Penerapan Satu Jalur, Banyak Pengendara Lawan Arus
Dua Program Bantuan Rusun di KSB Dibangun Awal 2018 Taliwang (Suara NTB) Dua proyek pembangunan rumah susun (Rusun) dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dipastikan akan mulai dibangun pada awal tahun 2018 mendatang. Kabid Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB, Novrizal Zain Syah, SE mengatakan, untuk kedua proyek Rusun dari Kementerian PUPR itu saat ini tengah disiapkan proses lelang cepat oleh Satuan Kerja (Satker) Perumahan Provinsi NTB. “Bulan ini juga tendernya (lelang) dilaksanakan. Dan prosesnya lelang cepat sehingga bisa mulai dikerjakan awal tahun depan,” terangnya kepada Suara NTB, Rabu (13/12). Dua program bantuan Rusun dari Kementerian PUPR itu, yakni Rusun khusus bagi masyarakat nelayan yang akan ditempatkan di desa Poto Tano, kecamatan Poto Tano dan Rusun Belisung di kecamatan Taliwang. Novrizal memperkirakan, jika tidak ada kendala yang dihadapi selama proses lelang nanti. Maka proses pembangunan kedua Rusun dapat dimulai sekitar bulan Februari atau Maret 2018. Pembangunannya pun ditarget berjalan dalam satu tahun anggaran sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. “Jadi dibangunnya langsung selesai di tahun depan,” paparnya. Ia menjelaskan, untuk Rusun khusus nelayan yang ditempatkan di desa Poto Tano memiliki kapasitas 40 unit hunian. Di mana untuk lokasi lahan pembangunannya disediakan oleh pemerintah KSB berikut fasilitas penunjangnya berupa penyediaan jalan lingkungan dan saluran drainase Rusun. “Lahannya sudah siap dan untuk membangun fasilitas penunjangnya kita juga sudah siapkan anggaran di APBD 2018,” ujarnya. Untuk Rusun Belisung sendiri, nantinya akan dibangun dalam bentuk 1 tower bangunan (TB). Di mana bangunannya terdiri dari 4 lantai dan akan memuat 58 unit rumah hunian dengan seluruh kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat yang akan menghuninya nanti. “Yang ini juga (rusun Belisung) Pemda juga yang sediakan lahannya dan itu sudah ada dan tinggal langsung dibangun saja nantinya,” sambung Novrizal. Ia kembali menegaskan mengenai peruntukan kedua bangunan Rusun nanti. Di mana masyarakat miskinlah yang berhak untuk mendapatkan setiap petak dari unit hunian yang tersedia. “Syaratnya tentu masyarakat miskin yang selama ini belum memiliki hunian yang layak. Dan nanti proses penetapan masyarakat yang berhak akan ditentukan oleh pemerintah,” tukasnya. (bug)
Halaman 7
men yang istimewa karena bisa dirayakan bersama – sama dengan masyarakat. “Ini artinya bahwa, masyarKat Doropeti dan Soritatanga telah menempatkan PT. SMS sebagai keluarga besar masyarakat yang ada di sekitar areal operasiional perusahaan,” katanya. Ia juga melanjutkan, menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang melibatkan PTSMS dalam moment perayaan maulid nabi Muhammad SAW tahun 2017 ini. Sehingga masyarakat bisa bertatap muka langsung dengan jajaran management PTSMS. “Kita sangat berharap, kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi kerjasama di bidang keagamaan sesuai program CSR PTSMS,” ungkapnya. Karena fokus dana CSR PTSMS diarahkan untuk bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Untuk kegiatan perayaan maulid, tidak
(Suara NTB/ist)
MAULID - General Manager Plantation PTSMS, Usni Zainal Harahap bersama Estate Manager PTSMS, Dodi Juliawan, dan Humas PTSMS, Marwan Sari, SE dan warga Doropeti di masjid raya At Takwa Desa Doropeti Kecamatan Pekat tempat dilangsungkannya perayaan maulid Nabi, Rabu (6/12). hanya dilaksanakan di Desa Doropeti dan Soritatanga tempat pabrik gula dan perkebunan tebu perusahaan, tapi juga diadakan di Desa Karombo, Nangarakara dan sekitarnya. “Kita
laksanakan kegiatannya setiap Dusun, sehingga lebih semarak dan menyatu dengan warga,” kata Marwan melalui sambungan telpon, Selasa (12/12) kemarin. (ula/*)
Kota Bima (Suara NTB) Penerapan satu jalur oleh Pemerintah Kota Bima terhadap dua jalan protokol, Soekarno-Hatta dan Gajah Mada, belum lama ini tampaknya masih perlu diperkuat dengan pengawasan. Sebab, masih banyak warga atau pengendara yang melawan arus. Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bima, Sugiarto, tidak menampik adanya warga atau pengendara yang melanggar. Bahkan Ia menyaksikan sendiri banyaknya pengendara yang bandel dan ngotot melawan jalur tersebut. “Kita memakluminya. Semuanya butuh proses dan adaptasi,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (14/12) Diakuinya, para pengendara yang menerobos atau melawan arus tersebut lebih didominasi pengendara sepeda motor. Mereka tidak mengetahui telah mulai diujicoba satu jalur. “Satu jalur ini baru kita ujicoba. Kita terus berikan pemahaman terhadap pengendara yang melawan arus ini,” katanya. Menurutnya, untuk memastikan pelaksanaan ujicoba satu jalur hingga waktu yang ditentukan. Pihaknya menerjunkan lebih dari 50 personel. Mereka ditempatkan di beberapa titik strategis, pertigaan hingga perempatan jalan. “Kita tetap standby di
lapangan setiap hari, untuk mengatur lalu lintas jika ada pengendara yang keliru dan bingung,” katanya. Selain itu petugas internal. Dishub setempat juga dibantu oleh aparat Satuan Lantas Polres Bima Kota dalam melakukan pengawasan langsung agar ujicoba satu jalur berjalan efektif dan lancar. “Kami berharap pengendara tidak lagi melawan arus. Karena akan membahayakan keselematan pengendara lain, lebih-lebih diri sendiri,” katanya. Ia menambahkan, sejak diujicoba satu jalur, jalan-jalan alternatif menjadi yang selama ini lenggang dan sepi, kini sudah ramai lancar. Meski pada sisi lain, dampak penerapan satu jalur ini menimbulkan pro-kontra. “Ujicoba satu jalur ini kita juga menjaring aspirasi masyarakat. Hasilnya belum seminggu berjalan, banyak warga yang mendukung,” katanya. Tidak hanya itu, jika tidak ada kendala. Ujicoba tersebut akan berlangsung tiga minggu selama sebulan. Kemudian selanjutnya, akan diputuskan akan ditetapkan secara permanen atau tidak. “Kita berharap penerapan satu jalur ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terutama mengurai kemacetan dan peningkatan perekonomian,” pungkas Sugiarto. (uki)
Kado Akhir Tahun, Dua ASN KSB Terancam Dibebastugaskan Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat tetap memberikan sanksi tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) apabila diketahui melanggar. Bahkan barubaru ini, tercatat ada dua oknum ASN yang terancam dibebastugaskan sekaligus kado tahun baru 2018. ASN yang diduga melakukan pelanggaran tersebut diketahui berkantor di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A). “Saya minta kepada pak sekda untuk bisa menindak lanjuti dua oknum ASN yang melanggar tersebut bahkan bila perlu langsung di-non jobkan sebagai kado tahun baru 2018. Alasan kita juga sudah cukup jelas untuk melakukan non job, karena dua oknum ini telah melakukan pelanggaran yang kita anggap sangat fatal,” ungkap Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. Musyafirin MM, di Central Yasinan, Rabu (13/12) kemarin. Dikatakan bupati, dua oknum tersebut masingmasing memegang jabatan pada dinas terkait (DP2KBP3A). Untuk pelanggaran indisipliner, oknum ini diketahui tidak masuk kerja tanpa serta meninggalkan tugas yang dibebankan ke-
padanya. Sehingga sudah sangat pantas sanksi non job tersebut diberikan kepada keduanya. Karena pada hakikatnya, para ASN ini adalah pelayanan masyarakat, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak bertugas. Kalaupun ada tugas yang lain, pasti ada alasan yang jelas jangan meninggalkan tugas begitu saja. “Ada satu pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu oknum ASN yang tidak bisa kita toleransi dan itu sangat sensitif. Sementara satu orang lainnya pelanggarannya tidak seberapa tapi sangat fatal,” ujarnya. Ditemui secara terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) H. Abdul Azis SH, MH mengatakan, terhadap instruksi pak bupati ini, pihaknya akan langsung menggelar rapat internal terkait dua orang ini. Hasil rapat internal ini nanti akan diserahkan ke Bupati untuk bisa diberikan persetujuan. Tetapi yang jelas pihaknya tetap memberikan sanksi tegas karena melakukan pelanggaran indisipliner dan pelanggaran lainnya. “Kita gelar rapat internal terlebih dahulu, setelah ada keputusan kita akan langsung serahkan ke Bupati. Tetapi yang jelas sesuai dengan arahan pak bupati (non job) kita tetap akan mengikutinya,” tegasnya. (ils)
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
POLHUKAM
Halaman 8
Jangan Persulit Masyarakat KOMISI II DPRD NTB yang membidangi urusan pariwisata sangat kecewa mendengar proses pelayanan perizinan usaha didalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah, yang diajukan oleh masyarakat yang punya sertifikat hak milik (SHM), tapi merasa dipersulit oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Loteng. Padahal masyarakat sudah (Suara NTB/ndi) memenuhi persyaratan lainnya TGH. Hazmi Hamzar seperti rekomendasi tata ruang dari BKPRD dan rekomendasi konstruksi dari Dinas PUPR Loteng. “Sangat kita sesalkan. Jangan sampai masyarakat merasa kita persulit, kalau memang semua persyaratan sudah dipenuhi oleh masyarakat, tidak ada alasan untuk tidak mengeluarkan izin usaha,” ujar anggota Komisi II, TGH. Hazmi Hamzar, kepada Suara NTB, Rabu (13/12) kemarin. “Artinya kalau semua prosedur dan persyaratan itu sudah dilalui dan dipenuhi, kenapa tidak masyarakat dapat izin,” sambungnya. Politisi PPP itu menegaskan mestinya pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, khususnya PTSP, memprioritaskan masyarakat setempat untuk membangun perekonomiannya di kawasan Mandalika. Bagaimanapun KEK Mandalika itu memang dihajatkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Permudahlah masyarakat untuk mendapatkan kesempatan bisa membangun dirinya lewat pariwisata. Kalau sudah sesuai dengan tata ruang di situ, kenapa tidak diberikan kesempatan masyarakat ikut terlibat menikmati parisiwata. Mereka itu harus di back up penuh harusnya,” tegasnya. “Kami minta masyarakat di sana agar supaya difasilitasi untuk memperoleh haknya. Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan oleh orang lain, kasian masyarakat,” pungkansya. (ndi)
Oknum Pemdes Bayan Tersangka Pungli Prona Mataram (Suara NTB) – Jaksa menetapkan oknum pemerintah Desa Bayan berinisial RA sebagai tersangka dugaan pungli Prona tahun 2016. Tersangka diduga memungut uang dari pemohon sertifikat dengan total pungutan Rp 176,9 juta. “Tersangka inisial RA, salah satu perangkat desa,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Mataram, Andritama Anasiska, di ruang kerjanya, Rabu (13/12). Dia menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 30 orang saksi antara lain, pemohon sertifikat, serta aparatur pemerintah desa. “Yang banyak itu pemohon sertifikat yang dimintai uang,” ujarnya. Dugaan pungli prona tersebut, lanjut Andritama, kepada 499 warga Desa Bayan dengan nilai bervariasi antara Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu. “Kita tidak menggunakan ahli auditor karena ini kerugian individu masyarakat. Jadinya ini nilai punglinya Rp 176.900.000,” bebernya. Dia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 500 pemohon prona Desa Bayan. Namun ada satu orang tidak mendapat jatah karena ada kekurangan persyaratan. Terhadap tersangka RA tidak dilakukan penahanan. “Di tahap penyidikan tersangka belum kita tahan,” tutupnya. (why)
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Pasangan Zul-Rohmi, didampingi Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri dan Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, serta mantan Ketua DPW PKB, TGH. Najamudin, berpose bersama di DPP PKB, saat akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan.
Pilkada NTB 2018
DPP PKS Putuskan Usung Dr. Zul Mataram (Suara NTB) Setelah menanti cukup lama, akhirnya DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan kejelasan dukungan pada kadernya, Dr. Zulkieflimansyah untuk diusung maju di Pilkada NTB 2018. Keputusan dukungan dari DPP itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, kepada Suara NTB, Rabu (13/ 12) kemarin. “Tentang Pilkada NTB, DPP PKS telah membahas cukup panjang dan alot, karena butuh klarifikasi dan penjelasan dari semua pihak. Akhirnya DPP PKS memutuskan dukungan ke Dr. Zulkieflimansyah,” ujar Hadi. Namun demikian, DPP mendukung Dr. Zul, sapaan anggota DPR RI kelahiran Sumbawa itu, dengan catatan, yakni agar Dr. Zul memastikan PKS punya teman koalisi. Sehingga syarat minimal jumlah kursi untuk mendaftarkan pasangan calon ke
KPU tercukupi, mengingat di DPRD NTB, PKS hanya memiliki enam buah kursi. “Dengan catatan menyelesaikan semua persyaratan seperti koalisi parpol pendukung dan komunikasi dengan kader dan struktur,” jelas Hadi. Ketika ditanya, prihal SK dukungan DPP PKS pada Dr. Zul tersebut. Wakil Ketua DPRD NTB itu menjawab bahwa untuk SK belum ia terima. Ia hanya memastikan bahwa PKS sudah final mendukung Dr. Zul sebagai calon Gubernur NTB. “Belum kita terima, SK baru akan dikeluarkan oleh DPP kalau syarat tersebut sudah terpenuhi,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, Dr.
Zul sangat optimis untuk memenuhi syarat koalisi yang disyaratkan oleh DPP. Dr. Zul yang berpasangan dengan Sitti Rohmi Djalilah itu, dipastikan juga akan didukung oleh partai Demokrat. Bahkan Demokrat sendiri, lebih dulu mengumumkan dukungan pada Dr. Zul-Rohmi daripada PKS. Tidak saja sudah menguci dukungan dari Partai Demokrat, Dr. Zul juga memastikan dirinya akan didukung oleh PKB. Untuk PKB, ia tinggal menunggu keputusan akhir DPP, setelah dirinya bersama Rohmi diuji kepatutan dan kelayakan oleh DPP PKB, di Jakarta, kemarin. Keputusan final dari PKB akan keluar paling lambat dalam satu dua hari ke depan. (ndi)
Pilkades Serentak Lotim
Kapolda NTB Turun Langsung Pimpin Pengamanan Mataram (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan Pilkades serentak Rabu (13/12) di 158 desa. Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli turun langsung ke tempat-tempat pencoblosan. Personel keamanan perlu diberi lecutan semangat dari pimpinan tertinggi bhayangkara NTB. “Kapolda NTB melakukan pengecekan guna memastikan kesiapan personel dan memberikan dukungan serta motivasi kepada anggota,” ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara NTB. Firli didampingi pejabat jajaran intelkam, Brimob, Sabhara, dan Propam mengunjungi sejumlah TPS antara lain di Kecamatan Keruak dan Kecamatan Sakra. “Harapannya Pilkades serentak tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif,” terangnya. 158 desa menyelenggarakan Pilkades sementara satu desa ditunda pelaksanaannya karena masih harus menyelesaikan administrasi. Pada Pilkades serentak tersebut, Polres Lombok Timur menerjunkan 450 personel yang disebar ke setiap desa di seluruh Lombok Timur. “Polda NTB juga membackup dengan menurunkan dua pleton Brimob Kompi Lotim, tiga pleton Dalmas Sabhara, satu pleton Brimob Kompi Lombok Tengah, dan dua pleton Dalmas Sabhara Polres Lombok Tengah,” sebut Tri Budi. Sejumlah personel lain juga ikut terjun bersama melakukan pengamanan antara lain, TNI, Pol PP, dan Linmas. “Polda dan penempatan personel pengamanan disesuaikan dengan tingkat kerawanan TPS dan tahapan Pilkades,” tandasnya. (why)
(Suara NTB/why)
PANTAU - Kapolda NTB, Firli memantau Pilkades serentak di Keruak, Lombok Timur, Rabu (13/12).
(Suara NTB/ist)
CEK HARGA - Polda NTB bersama instansi terkait mengecek perkembangan harga bahan pokok di Pasar Kebon Roek, Ampenan.
Jelang Natal dan Tahun Baru
Polda NTB Turun ke Pasar Cek Harga Sembako Mataram (Suara NTB) – Satgas pangan Polda NTB turun ke lapangan mengecek perkembangan harga bahan pokok ke pasar-pasar di Mataram. Dipastikan ketersediaan sembako aman dan tidak ada fluktuasi harga signifikan terhadap 11 bahan pokok. Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena mengatakan, pengecekan itu bertujuan mengidentifikasi secara dini potensi kejahatan pangan, terutama bahan pokok. “Berdasarkan pemantauan bahwa harga bahan pokok masih relatif stabil serta ketersediaan stok dalam posisi aman,” ungkapnya Rabu (13/12). Tim satgas pangan Polda NTB melakukan pengecekan
bersama OPD tingkat Provinsi NTB. Antara lain, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan Bulog Divre NTB. Pasar yang menjadi sasaran diantaranya Pasar Kebon Roek, Ampenan dan Pasar Mandalika, Sandubaya. “Hasilnya, memang ada kenaikan harga tapi tidak signifikan,” sebutnya. Komoditas bahan pokok strategis yang disasar untuk dicek fluktuasi harganya yakni, beras, daging sapi, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, tomat, telur ayam, dan garam. “Dari penyampaian pemerintah sebenarnya 11 komoditas bahan pokok strategis surplus. Walaupun ada beberapa
diimpor. Sehingga tidak ada alasan terjadi kelangkaan,” jelas Boyke. Dia menambahkan, dengan kondisi itu fluktuasi harga di pasaran dapat diidentifikasi berupa permasalahan jalur distribusi, penimbunan, monopoli komoditas, atau pelaku usaha menaikkan sendiri harga. “Tujuannya untuk mencari keuntungan di tengah kondisi permintaan yang meningkat. Tapi saat ini belum ada kami temukan yang seperti demikian,” terangnya. Boyke mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan pergerakan harga yang tidak normal atau di luar mekanisme pasar. “Juga apabila ada indikasi penimbunan, silakan melapor,” pungkasnya. (why)
Deklarasi Zul-Rohmi, Tunggu Arahan TGB Mataram (Suara NTB) Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Pilkada NTB 2018, Dr. Zulkieflimansyah - Dr. Sitti Rohmi Djalilah, dipastikan akan ikut tampil bertarung. Pasangan ini pun akan segera menggelar deklarasi dalam waktu dekat. Tapi soal tanggal pastinya masih belum diputuskan, karena masih menunggu petunjuk dari king maker dari pasangan ini. “Kami akan tetapkan Dr. Zul-Rohmi sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan partai pengusungnya, untuk deklarasi. Tapi kita akan menunggu petunjuk dari imam dulu. Insya Allah tanggal 14 (hari ini) sudah ada kepastian,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri pada wartawan. “Kita akan umumkan finalisasi DPP secara bersamasama dengan partai koalisi, dalam sebuah acara yang gegap gempita (deklarasi). Tempatnya nanti bukan di Mataram, kita akan cari tempat yang bersejarah, tempat yang luar biasa,” sambung Mahalli. Yang ia maksud sang imam dari pasangan ini, adalah mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. M. Zainul Majdi, yang kini masih menjabat sebagai Gubernur NTB periode keduanya. Mahali juga mengakui bahwa TGB, sapaan akrab dari kakak kandung Sitti Rohmi itu, adalah king maker dari pasangan Dr. Zul-Rohmi. “TGB punya magnet yang sangat kuat. Karena dia Ketua Majelis Partai Daerah, kami hanya eksekutifnya, pengurus harian, yang tidak akan bisa mengambil keputusan tanpa persetujuan dari Ketua Majelis. Yang punya hak itu majelis tinggi,” sebut Mahalli. Meskipun masih belum ada petunjuk dari TGB langsung terkait waktu deklarasi, akan tetapi kalangan internal Demokrat menyebutkan bahwa pasangan ini direncanakan akan deklarasi sebelum hari puncak ulang tahun NTB yang jatuh pada tanggal 17 Desember ini. Dikonfirmasi terkait hal itu, Mantan Ketua KPU NTB itu, tidak membantahnya. “Pokoknya tunggu saja, nanti antara tanggal 14-16 akan ada hal yang sifatnya menarik. Yang pasti Demokrat akan kembali menjemput kemenangannya,” tegasnya. (ndi)
Tiga Tahun Hilang, Motor Mahasiswi Ditemukan di Babakan Mataram (Suara NTB) – Penambang emas rakyat di Sekotong, berinisial SH alias AT (47) ditangkap polisi. Dia diduga terlibat jaringan curanmor dengan barang bukti motor curian milik mahasiswi yang hilang tiga tahun lalu. Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi menerangkan, pelaku ditangkap Selasa (12/12) sore saat sedang bertransaksi dengan calon pembeli. “Transaksinya motor Honda Vario tahun 2012 yang dihargai oleh tersangka Rp 2,5 juta,” ujarnya didampingi KBO Reskrim, Iptu Kaharuddin, Rabu (13/12). Motor itu diduga dicuri di Jalan Gunung Lawu, Dasan Agung, Selaparang, Mataram pada 26 September lalu. korbannya mahasiswi asal Aikmel, Lombok Timur. Kronologis penangkapan pelaku SH, kata Kiki, yakni saat Tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram mendapat informasi adanya transaksi kendaraan tanpa dilengkapi surat di Babakan, Cakranegara. Tim menemukan saksi SB disuruh oleh seseorang berinisial LR untuk menjual Honda Vario DR 6902 LK dimaksud.
Dari LR muncul nama lagi yakni IN, tempat LR membeli motor tersebut. Di rumah LR di BTN Sweta, Cakranegara ditemukan motor Honda Revo dan Honda Supra Fit tanpa dilengkapi dokumen kendaraan. “Diduga sebagai hasil curanmor,” kata Kiki. Dari IN baru ditemukan benang merah bahwa motor asal mulanya dibeli dari pelaku SH. Pada saat digerebek di Abiantubuh, Cakranegara, pelaku SH sedang mengendarai Honda Vario Techno 125 DR 2356 HH. “Motor itu lubang kunci kontaknya jebol. Dari penggeledahan, ditemukan kunci T dan sangkur di dalam sepeda motor yang dikendarai tersangka tersebut,” terang Kiki. Tersangka SH saat diinterogasi menggunakan motor diduga hasil curian itu untuk berangkat ke lokasi penambangan emas rakyat di Sekotong, Lombok Barat. Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Mataram. Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun. (why)
(Suara NTB/why)
KUNCI T - Kasatreskrim Polres Mataram, Kiki Firmansyah Effendi (tengah) menunjukkan barang bukti kunci T dan sangkur dari tersangka SH, Rabu (13/12) didampingi KBO Reskrim, Kaharuddin (paling kanan).
SUARA NTB
Kamis, 14 Desember 2017
Halaman 9
Kerjasama Dinas PMD Lobar dengan Harian Suara NTB
Banyak Desa di Lobar Berprestasi di Level Lokal Hingga Nasional Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lobar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus melakukan pembinaan terhadap 119 desayangada.Pembinaantidak hanya menyangkut SDM pada pengelolaan keuangan namun lebih kepada bagaimana desa berinovasi dalam mengelola program yang didanai dari dana desa dan ADD. Sebab hasil inovasi ini telah banyak melahirkan desa-desa berprestasi di Lobar. Baik prestasi di level lokal maupun nasional. Kepala Dinas PMD L. Edy Sadikin yang ditemui di kantornya mengutarakan, salah satu pola pembinaan yang dibackup yakni kegiatan “Sejelo Nyambang Dese” yang dilaksanakan Camat Lingsar Rusditah. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Lingsar sehingga memiliki dampak positif. Melalui kegiatan ini, camat membawa para jajarannya turun ke desauntuklangsungmengidentifikasi persoalan yang dihada-
pi desa. Dengan adanya kegiatan ini setiap persoalan dan kendala yang dihadapi desa cepat teratasi dengan mengambil langkah preventif untuk kelancaran pemdes. Pihaknya sendiri berbicara pembinaan dari sisi program kerja inovatif. Dalam hal pengelolaan DD pun, desa didorong untuk penyertaan modal ke Bumdes tidak lagi
sebatas untuk simpan pinjam namun diarahkan ke unit usaha lain agar mendorong Bumdes berkembang. Hal inipun telah banyak dilakukan desa. Seperti di Desa Batulayar untuk pengembangan usaha kopi, Desa Sesela dan sekotong. Edy didampingi Kabid Pemdes, Kesuma Supake dan sejum-
lah jajarannya mengatakan DD sudah jelas skala prioritasnya. Namun mengisi itu dengan program yang inovatif sebagai skala prioritas. Pihaknya ingin pola kerja yang sudah ada yang di
(Suara NTB/ist)
Kadis PMD bersama Asisten I saat menyambut Kades Lingsar yang meraih juara I tingkat nasional.
(Suara NTB/dok)
L. Edy Sadikin
desa lebih ditingkatkan, lebihlebih adanya program inovasi desa (PID). Konteks ini, pihaknya tidak menuntut desa membuat hal baru lantas program yang sudah ada ditinggalkan. Namun program yang sudah ada perlu dikembangkan. Sebab tujuan akhir dari semua ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam waktu dekat, akan diadakan bursa inovasi. Dimana di tingkat kabupaten bakal dibentuk tim program inovasi kabupaten dan tim program inovasi kecamatan dan desa. Untuk mempersiapkan ini, sudah dilatih beberapa orang. Terkait bursa inovasi ini, tim sedang turun mendokumentasi kegiatan di desa lalu pada saat bursa akan dijual inovasi ini. Sehingga inovasi yang ada desa lain bisa direplikasi. Bahkan ada pihak ketiga siap berinvestasi jika berminat mengembangkan inovasi di desa tersebut. Lantas persiapan SDM perlu dilakukan. Pertama dari sisi pendamping desa yang ikut membackup di lapan-
gan. Disamping, ada peluang dari DD untuk pengembangan perangkat. Untuk Tenaga ahli untuk tim program inovasi desa sendiri rencananya tiap kabupaten ditempatkan 4 orang. Selain membina desa untuk berinovasi, di sisi lain soal pembinaan SDM untuk mengelola DD dan ADD juga terus berjalan.
mbah Desa Terong Tawah meraih juara I lomba PHBS. “Dan berhak mewakili NTB di tingkat nasiona l , ” jelas Edy. (her/*)
Prestasi di Level Nasional Berkat inovasi yang dilakukan desa-desa di Lobar, banyak desa berhasil meraih. Seperti halnya Desa Lingsar meraih juara I dalam lomba desa, penghargaan upakarya wanua nugraha (pembina desa terbaik) diraih Bupati Juara I posyantek tingkat provinsi diraih Desa Telagawaru, juara III stand pameran terbaik level provinsi, dan penghargaan pakarti utama I level nasional untuk Desa Montong Are Kediri. Disamping itu ada dua desa sebagai pilot project desa benderang informasi publik yakni Presak dan Senggigi. DitaBupati Lobar, H. Fauzan Khalid
Kunjungan di Gili Matra Berangsur Normal Mataram (Suara NTB) Sebelumnya terjadi penurunan angka kunjungan wisatawan di Gili Matra (Meno, Trawangan, Air) akibat erupsi Gunung Agung. Namun pekan ini kunjungan diklaim berangsur normal. nya kunjungan wisatawan yang berkunjung melalui Bali. “Bandara I Gusti Ngurah Rai kan sudah normal. Wisatawan yang datang juga kembali normal seperti biasa. Jadi kunjungan ke gili juga semakin meningkat dibandingkan minggu-minggu sebelumnya,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa hampir 80 persen kunjungan wisatawan di Gili Matra merupakan wisatawan yang datang dari Bali. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan di Bali sangat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di tiga gili ini. “Tidak dapat dipungkiri bahwa pariwisata kita ini masih sangat bergantung dari Bali. Bagaimanapun, penerbangan langsung ke bandara kita (Lombok International Airport) itu belum banyak. Jadi pintu masuknya masih melalui
Bali,” ujarnya. Kembali normalnya kunjungan di kawasan tiga gili ini membuat penghunian kamar hotel juga mengalami peningkatan. Begitupula pada libur natal nanti, sudah banyak yang memesan untuk menikmati waktu berliburnya di kawasan tiga gili. “Nanti itu kan ada libur panjang dua kali. Jadi tamu domestik juga sudah ada yang melakukan penjadwalan ulang kunjungan. Ini patut kita syukuri, karena kita cepat kembali ke kondisi normal,” ujarnya. Meski demikian, ia berharap ke depannya akan semakin banyak penerbangan langsung ke NTB. Sehingga akan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan tiga gili melalui LIA. Hal ini juga sangat mempermudah akses wisatawan untuk menjangkau Lombok. (lin)
PANTAI TROPICAL - Keindahan Pantai Tropical yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Menikmati Keindahan Pantai Tropical di KSB Mataram (Suara NTB) Pantai Tropical merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pantai ini belakangan semakin banyak dikunjungi. Terutama oleh wisatawan mancanegara yang hobi berselancar. Pantai ini berada di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang. Keindahan pantai Tropical terkenal dengan ombaknya, sehingga tak jarang pengunjung banyak datang berselancar. Akses menuju Pantai Tropical saat ini sudah sangat bagus. Selain itu di pantai tersebut terdapat fasilitas penginapan. Disini juga tempat yang tepat untuk sekadar mengahabiskan akhir pekan dengan melihat pemandangan dan ombak pantai. Wisatawan juga bisa
mengambil gambar dengan berbagai sudut dan latar yang diinginkan. Pada dasarnya memang Pantai tropical menjadi pilihan para selancar, karena ombaknya yang bagus. “Banyak bule yang datang, karena memang bagus untuk berselancar,” kata warga Sekongkang Muhammad Abdullah. Akses menuju pantai tersebut akan lebih mudah dengan akan dibukanya bandara sekongkang. Selama ini bagi tamu dari luar negri harus melakukan perjalanan panjang. Biasanya pengunjung turun terlebih dahulu di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau dari Lombok International Airport, kemudian akan melanjutkan ke Mataram setelah itu baru akan menuju Sumbawa. “Memang yang menjadi ken-
dala kan akses. Tapi bandara Sekongkang ini saya rasa akan sangat membantu,” ujarnya. Ia berharap ke depannya akan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung. Sehingga masyarakat yang ada di sekitar Pantai Tropical bisa merasakan manfaat dari keberadaan destinasi ini. Ia juga berharap semua pihak bisa tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di pantai. Sebab kabersihan adalah hal utama yang dipertanyakan oleh wisatawan sebelum datang berkunjung. “Saya harap kunjungannya bisa semakin ramai. Belakangan memang semakin banyak yang datang, tapi saya berharap bisa terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya. (lin)
Pro Kontra Pembangunan Dermaga Pantai Pink Mataram (Suara NTB) Belum lama ini terjadi penolakan terhadap pembangunan dermaga di Pantai Pink. Namun banyak pula yang mendukung pembangunan tersebut, salah satunya pelaku pariwisata. Para pelaku pariwisata mendukung pembangunan dermaga itu demi kenyamanan wisatawan. Itu akan menjadi tempat berlabuhnya perahu-perahu yang mengantar wisatawan ke Pantai Pink dari Tanjung Luar. Sebab tidak sedikit pula wisatawan yang lebih memilih untuk menggunakan akses jalur laut. “Saya sendiri lebih menyarankan tamu saya untuk menggunakan jalur laut. Mereka bisa dapat view (pemandangan) yang lebih indah ketimbang dari jalur darat. Apalagi akses jalur darat itu masih terbilang buruk,” kata pelaku pariwisata asal Kabu-
paten Lombok Timur Berry Putra, Rabu (13/12). Ia mengatakan bahwa dermaga itu nantinya bisa melengkapi fasilitas di sekitar Pantai Pink. Apalagi selama ini, apabila wisatawan menggunakan jalur laut, wisatawan harus turun di tepi pantai. Sehingga tidak jarang wisatawan mengeluh karena pakaian yang digunakan menjadi basah karena terkena ombak pantai. “Kalau saya sendiri melihat sisi positifnya, entah itu proyek seperti apa kalau itu memberikan manfaat ya kenapa tidak dibiarkan saja. Lagi pula yang merasakan manfaatnya kan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan pelaku pariwisata asal Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Fauzan. Ia mengatakan bahwa akses melalui jalur laut lebih direko-
mendasikan daripada jalur darat. Sehingga ia merasa dermaga itu merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan bagi wisatawan yang menggunakan jalur laut. “Kalau pakai jalur laut kan bisa singgah di beberapa gili yang ada di dekat Pantai Pink. Selain itu juga bisa melihat pemandangan laut yang indah. Saya sendiri lebih merekomendasikan tamu saya menggunakan jalur laut. Karena jalur darat itu jalannya hancurhancuran,” ujarnya. Beberapa pelaku pariwisata lainnya juga turut mendukung pembangunan dermaga itu. Meskipun ada pula yang melakukan penolakan karena alas an tertentu. Namun disisi lain, tidak sedikit pula dari pelaku pariwisata yang mengharapkan adanya dermaga di Pantai Pink untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang. (lin)
(Suara NTB/ist)
Kawasan Gili Matra masih menjadi primadona wisatawan mancanegara. Terutama wisatawan yang datang dari Bali. Banyak wisatawan yang menggunakan kapal cepat datang dari Bali untuk menikmati keindahan tiga gili ini. Pekan ini, kunjungan sudah semakin meningkat dan beberapa wisatawan sudah melakukan penjadwalan ulang kunjungan. “Kunjungan memang agak turun, tapi sekarang sudah normal,” kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Bratayasa, Selasa (12/12). Hal ini juga diungkapkan pelaku pariwisata di Gili Trawangan, Dino. Ia mengatakan bahwa kunjungan dan tingkat penghunian kamar di hotel berangsur membaik. Hal ini juga dipengaruhi karena kembali normal-
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
PENDIDIKAN
Halaman 10
Distribusi Ulang Guru Jajaki sebagai Penyelenggara Mandiri SMPN 12 Mataram menjajaki sebagai penyelenggara mandiri Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2018. Di tahun ini, SMPN 12 menumpang di SMAN 6 Mataram. Untuk mendukung rencana itu, SMPN 12 Mataram juga meminjam laptop siswa. Kepala SMPN 12 Mataram, Mustajib , S.Pd., dikonfirmasi Selasa (12/12) mengatakan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan menjadi penyelenggara UNBK secara mandiri. Sebelumnya SMPN 12 Mataram bergabung dengan SMAN 6 Mataram, namun (Suara NTB/ron) Mustajib di tahun depan kerja sama itu tidak bisa dilanjutkan. “Kita sedang menjajaki kemungkinan untuk itu,” katanya. Diakuinya beberapa waktu lalu sudah datang satu paket untuk unit komputer, sebanyak 20 unit komputer untuk menunjang UNBK. Dengan adanya paket itu ditambah komputer yang ada sebelumnya dan jatah BOS 2018, pihaknya memiliki 50 unit komputer. Dibutuhkan 30 unit lagi untuk mencukupi kebutuhan komputer. Karena ada 239 siswa kelas IX yang akan melaksanakan UNBK tahun 2018 nanti. Kekurangan itu, katanya akan dilengkapi dengan meminjam ke siswa. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa, ada 30 orang yang bersedia meminjamkan laptopnya untuk melengkapi kebutuhan UNBK. Mustajib belum berani menegaskan sebagai penyelenggara UNBK secara mandiri di tahun 2018. Ia mengatakan, sejumlah langkah yang dilakukan saat ini sebagai bentuk ikhtiar pihaknya melaksanakan UNBK. “Kalau ada pihak yang mau membantu, kami akan sangat terbuka menyambut. Kita ikhtiar, istilahnya itu usaha kami, Kami sudah melaporkan ke dinas inilah ikhtiar kami, kami juga sedang cari usaha lain,” pungkasnya. (ron)
Dikbud Targetkan Seluruh SMP Negeri Gelar UNBK Selong (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menargetkan seluruh SMP berstatus negeri siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya, saat ini terdapat banyak sekolah SMP/sederajat yang sudah menawarkan diri untuk melaksanakan UNBK. Sekretaris Dinas Dikbud Lotim, Rabu (13/12), Jujuk Ferdianto, mengaku Dinas Dikbud sudah berkoordinasi dengan UPT Layanan Dikmen dan PK(Suara NTB/yon) PLK Lotim untuk sharing Jujuk Ferdianto dalam penggunaan perangkat UNBK berupa komputer dan lainnya. Misalnya jika komputer tidak mencukupi di SMP, bisa dipinjam di SMA ataupun laptop guru bisa difungsikan. Disebutkan Jujuk Ferdianto, antusias pihak sekolah khususnya jenjang SMP/sederajat melaksanakan UNBK terus mengalami peningkatan. Awalnya pada saat penerapan UNBK hanya diikuti satu sekolah, untuk tahun lalu mengalami penambahan yang cukup drastis yakni sekitar 80 SMP negeri maupun swasta yang melaksanakan UNBK. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah mengingat saat ini banyak sekolah SMP/sederajat yang sudah menawarkan diri untuk melaksanakan UNBK. “Sudah banyak yang menawarkan diri untuk mengikuti UNBK,” ujarnya. Dengan demikian, persiapan mulai saat ini sudah dilakukan mulai dari pengujian terhadap para siswa untuk melakukan pembiasaan dalam menggunakan komputer untuk ujian. Hal itu dikarenakan jatuhnya nilai anak karena kurangnya pembiasaan, termasuk persiapan jaringan dan perangkat UNBK lainnya. Jujuk Ferdianto memandang, pelaksanaan ujian berbasis UNBK memiliki banyak keunggulan, berupa pelaksanaan ujian lebih objektif, pengawasan lebih mudah serta hemat biaya. (yon)
STIKES Yarsi Mataram Paparkan Cara PT Persiapkan Lulusan Berkualitas Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram memaparkan cara perguruan tinggi mempersiapkan lulusan yang berkualitas. Pemaparan itu disampaikan saat acara talkshow RRI goes to campus, 7 Desember lalu. Di mana Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep., Ners., M.Kes., menjadi salah satu narasumber di acara itu. Dalam pemaparannya di acara yang bertemakan tanggung jawab perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas calon tenaga kesehatan, Zulkahfi menyampaikan pihaknya mendesain kurikulum berdasarkan kebutuhan pasar kerja. “Di antara yang kami lakukan adalah mendesain kurikulum berdasarkan kebutuhan pasar kerja. Mempersiapkan penguasaan Bahasa Inggris, juga membuat lembaga pengembangan karir alumni,” katanya. Ia menekankan terus berjuang dan berusaha menyiapkan tenaga kesehatan khususnya keperawatan dan kebidanan. Untuk bisa bekerja ke luar negeri, pihaknya menyiapkan mahasiswa dari sisi bahasa. “Kita sudah membentuk tim di penguatan bahasa di mahasiswa. Kami sudah lakukan pemetaan ke mahasiswa, siapa yang berminat kerja di luar negeri. Persiapan mental dan kemampuan bisa dilakukan lebih awal. Kalau dari awal dengan strategi ini, apa yang jadi harapan kampus dan pemerintah untuk bisa kerja di luar negeri bisa tercapai,” jelasnya. Selain itu, Zulkahfi mengatakan, STIKES Yarsi Mataram juga mendatangkan para alumni yang sudah bekerja di luar negeri, sebagai pembicara di mahasiswa untuk memotivasi mahasiswa agar siap bekerja di luar negeri. Alumni STIKES Yarsi Mataram sudah banyak bekerja di luar negeri, antara lain Jepang, Belanda, Kuwait, Makkah dan Taiwan. (ron)
(Suara NTB/ist)
PENGHARGAAN - Pemberian penghargaan oleh Kepala RRI Mataram kepada Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi sebagai salah seorang pembicara.
Guru PNS akan Ditempatkan di Sekolah Terjauh
Mataram (Suara NTB) Salah satu penataan pengelolaan pendidikan yang diutamakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB yaitu redistribusi atau distribusi ulang guru. Nantinya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap bagus akan lebih banyak ditempatkan di sekolah yang berada di lokasi terjauh. “Guru honorer lebih banyak di perkotaan, sedangkan guru PNS yang bagus-bagus itu lebih banyak di sekolah yang terjauh,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/11). Langkah untuk melakukan
redistribusi guru PNS itu dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, serta sebagai penataan pengolaan pendidikan. “Gurunya PNS kita redistribusi, guru non PNS kita rasionalisasi, ini upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, pena-
taan pengelolaan pendidikan,” katanya. Suruji menekankan redistribusi guru itu sebagai upaya pemerataan agar guru jangan menumpuk di perkotaan. Konsekuensi dari redistribusi guru PNS itu, di pengumuman guru honorer akan muncul lokasi
tempat kekurangan dan kelebihan guru. Suruji mengungkapkan, mutasi guru dan kepala sekolah akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia mengatakan, setelah peringatan ulang tahun NTB ke-59 pada Minggu 17 Desember 2017 nanti, mutasi itu bisa dilakukan. “Mutasi guru dan kepala sekolah ini setelah ulang tahun NTB, besok lusa pun sudah siap,” ungkapnya. Penundaan redistribusi guru itu, dikarenakan draf redistribusi guru masih dirapi-
kan. Karena tadinya guru yang masuk untuk dimutasi itu ternyata setelah mengikuti diklat, nilainya bagus. Justru guru itu dipromosikan menjadi kepala sekolah. Pertimbangan pihaknya menempatkan guru honorer lebih banyak di perkotaan, karena lebih banyak orang di perkotaan yang memenuhi syarat untuk mendaftar guru honorer. Selain itu, karena upah guru honorer lebih kecil dibandingkan guru PNS, maka kurang pas jika guru honorer ditempatkan di lokasi terjauh. (ron)
Siswa SMAN 8 Mataram Pamerkan Produk Program Kewirausahaan Mataram (Suara NTB) Siswa SMAN 8 Mataram memamerkan produk program kewirausahaan dalam bazar yang digelar di halaman SMAN 8 Mataram, Rabu (13/ 12). Program kewirausahaan ini untuk melatih mental wiraswasta siswa. Kepala SMAN 8 Mataram, H. Abdul Khalik, S.Pd., ditemui di sela-sela bazar mengatakan , kegiatan bazar yang dilaksanakan itu sebagai bagian dari puncak proses pembinaan program kewirausahaan yang dilaksanakan SMAN 8 Mataram. Program kewirausahaan itu sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. “Sekarang ini mereka memamerkan produk yang mereka hasilkan. Setelah mereka belajar, setelah kita berikan bekal, pelatihan, dan kunjungan ke sentra industri,” katanya. Produk yang dipamerkan antara lain, pada bidang pengolahan makanan, produk yang dihasilkan antara lain, pepes jamur, kripik jamur, ceker bom, nugget pisang, aneka minuman, dan lainnya. Di bidang kerajinan, produknya antara lain kaligrafi, lukisan kopi, tempat pensil, bantal duduk, aneka flanel, dan tas tali kur. Sementara pada bidang budidaya antara lain budidaya terong, budidaya
(Suara NTB/ron)
TINJAU - Kepala SMAN 8 Mataram saat meninjau salah satu stan bazar Produk Program Kewirausahaan di halaman SMAN 8 Mataram, Rabu (13/12). cabe, budidaya tomat, budidaya jamur, dan lainnya. Program ini, kata Khalik, diawali membentuk kelompok
usaha siswa yang terdiri dari lima atau enam orang per kelompok usaha. Kemudian mereka diajarkan membuat
Unram Masuk 14 Kampus Hijau Terbaik Nasional Mataram (Suara NTB) Perkembangan Universitas Mataram (Unram) di bawah komando Prof. Ir. H. Sunarpi, PhD., menunjukkan kemajuan luar biasa bagi kampus terbesar di NTB ini. Keberhasilan Prof. Sunarpi salah satunya dapat dilihat dari kemampuan Unram bersaing, sehingga menempatkan Unram di posisi perguruan tinggi top di Indonesia. Ranking Unram pada berbagai lembaga selain Kemenristek Dikti juga tak dapat dianggap remeh. Unram masuk dalam 14 Kampus Hijau Terbaik di Indonesia berdasarkan rilis terbaru UI GreenMetric World University Ranking 2017 dengan skor total 4514 atau berada di urutan 292 sebagai Kampus Hijau Terbaik di dunia. Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi menilai pemeringkatan UI GreenMetric melalui pengembangan alat ukur kampus hijau. Unram kata Sunarpi masuk dalam kategori kampus hijau. Itu dibuktikan dari banyaknya pohon di area kampus. “Kalau GreenMatric itu dibuat oleh UI. Sebagai kampus
(Suara NTB/dok)
H. Sunarpi hijau, saya kira Unram masuk kampus hijau,” ujarnya. Pihaknya pun selalu menjaga agar seluruh area pohon jangan sampai ditebang. Di samping itu juga ada reboisasi. UI GreenMetric merupakan inovasi UI yang telah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia ber-
basis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus, mendukung pencapaian pengembangan infrastruktur kampus hijau di dunia sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan keberlanjutan lingkungan hidup. Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau ini. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta UI GreenMetric Ranking of World Universities di mana pada tahun 2016 menjadi 516 dari 74 negara (tahun 2015 diikuti 407 perguruan tinggi dari 65 negara). Sedangkan di Indonesia, terdapat 49 Perguruan Tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric dan tengah mengupayakan kualitas kampusnya melalui pemenuhan indikator UI GreenMetric. Melalui upaya UI GreenMetric ini, Perguruan Tinggi se-dunia mampu mengambil bagian pada upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahan iklim. (dys)
Soal Isian UN di Mata Ujian Matematika
Sekolah Harus Mulai Siapkan Siswa Mataram (Suara NTB) Pada buku saku Ujian Nasional (UN) tahun 2017/2018 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP), soal isian di UN hanya ada untuk mata uji Matematika. Selain itu soal pilihan ganda untuk semua mata ujian di UN. Di mata ujian dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), akan ada soal pilihan ganda dan uraian. Sekolah harus mulai menyiapkan siswa menghadapi soal isian di UN. ‘’Di buku saku itu, dijelaskan penyusunan soal UN dilakukan oleh pusat. Bentuk soal berupa pilihan ganda untuk semua mata pelajaran. Selain itu, pilihan ganda dan isian singkat untuk mata ujian Matematika,’’ ujar Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMA pada Dinas Dikbud NTB, H. Budi Mulyana, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/12). Ia mengatakan, jika soal isian singkat itu berupa jawaban saja, tidak menjadi masalah. Jika berupa uraian, tantangannya berupa tulisan siswa dan dibutuhkan konsistensi dari orang yang memeriksa. “Tapi kalimat penyejuknya, yang mengoreksi mestinya diserahkan ke guru,
Tabel Perbedaan UN dan USBN
proposal usaha berisi tentant proses pembuatan, bagaimana mengemas dan memasarkan produk.
Setelah itu, sekolah memberikan bantuan stimulan per kelompok usaha sebesar Rp1 Juta. “Di bazar ini mereka pamerkan produk-produk itu, menjualnya langsung kepada yang hadir dari orang tua siswa, juga dari sekolah lain,” katanya. Proigram kewirausahaan ini bertujuan mengajarkan kepada siswa belajar berwiraswasta sejak usia dini. Diharapkan mereka bisa mandiri, serta kreativitas mereka bisa tersalurkan. Selain itu, dengan adanya kenyataannya banyak siswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah, sekolah membekali keterampilan berwiraswasta agar mereka tidak menganggur. “Jadi kita bekali dengan kemampuan kewirausahaan, diharapkan mereka jadi siswa yang mandiri, dan paling tidak diharapkan dari mereka itu punyua karakter kewirausahaan, yaitu pantang menyerah, kalau dia dggala bagkit, berusaha gigih, disiplin, mandiri dan kerjasama,” harap Khalik. Kegiatan ini juga diramaikan dengan pentas seni, agar siswa bisa menunjukkan kreativitas dan bisa berekspresi. Melalui pentas seni itu juga bisa meramaikan bazar produk kewirausahaan siswa itu. (ron)
Mapel PKWU, Ajarkan Siswa Ciptakan Peluang Pasar Mataram (Suara NTB) Sebagai bagian dari Kurikulum 2013, pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) bagi peserta didik pada jenjang Pendidikan Menengah harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang utuh agar dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan. Termasuk, sikap yang diperlukan untuk menciptakan karya nyata, menciptakan peluang pasar dan menciptakan kegiatan bernilai ekonomi dari produk dan pasar tersebut. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tematema karya populer yang sesuai untuk peserta didik. Tentunya sesuai dengan potensi di lingkungan sekolah tersebut. Pengasuh Ponpes Nurul Hakim Putri Kediri Lombok Barat, Nurul Hidayah, menjelaskan Mapel Prakarya dan kewirausahaan merupakan mapel baru yang terdapat di Kurikulum 2013. Pada kurikulum ini ada empat tema yang ditawarkan sebagai Mapel Prakarya dan Kewirausahaan yaitu kerajinan, rekayasa, pengolahan,
dan budidaya. Sekolah dapat memilih salah satu dari empat sesuai dengan kemampuan dan potensi yang terdapat di sekolah. Bagi Ponpes Nurul Hakim, Mapel Prakarya dan Kewirausahaan merupakan peluang mengajarkan siswa untuk kreatif dan mampu melihat peluang pasar. Ponpes pun memilih tema kerajinan sebagai materi Prakarya dan Kewirausahaan. “Untuk di madrasah saya coba tawarkan kerajinan. Kita mengambil tema tekstil untuk pewarnaan kainnya dengan metode wantex,” ujarnya. Selain itu ada juga pengolahan barang-barang bekas dengan membuat aneka produk kerajinan dari botol bekas yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah. Selain pewarnaan tekstil dan pengolahan botol minuman bekas, siswa juga diajarkan membuat kerajinan sandal jepit. Untuk itu, kata Nurul Hidayah, peserta didik bukan hanya mampu menghasilkan ide kreatif tetapi juga merealisasikannya dalam bentuk purwarupa karya nyata dan dilanjutkan sampai pada kegiatan penciptaan pasar untuk mewujudkan nilai ekonomi dari kegiatan-kegiatan tersebut. (dys)
(Sumber: Buku Saku Ujian Nasional 2017/2018)
yang terampil menilai kondisi siswa, kalau guru membaca sepintas sudah tahu,” katanya. Di buku saku UN itu dijelaskan, tujuan soal dengan isian singkat adalah untuk memvariasikan bentuk soal, mengukur tingkatpemahaman, memberi keleluasaan siswa dalam menjawab pertanyaan, mengukur kemampuan siswa dalam berfikir logis dan sistematis, serta untuk mengurangi kemungkinan siswa menebak jawaban. Bentuk soal isian singkat akan dilakukan secara bertahap, pada tahap awal untuk mata ujian Matematika. Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, H. Abdul Khalik mengatakan, kendala yang mungkin terjadi ada pada saat men-
goreksi jawaban isian singkat di UN itu. Apalagi siswa hanya mengetahui ketika UN mengerjakan soal pilihan ganda. “Kendalanya mungkin dalam koreksi, biasanya pakai scanner, nanti mungkin manual. Unsur subjektivitasnya juga tetap ada, itu kelemahan soal esai, itu kendala kita di sana. Anak-anak juga tahunya ujian itu pilihan ganda semua,” jelas Khalik yang merupakan Kepala SMAN 8 Mataram. Saat ini ia sudah mulai menyampaikan kepada guru agar melatih siswa dengan soal esai atau isian. Siswa harus disiapkan untuk mengerjakan soal isian. Menurutnya, sebenarnya soal isian singkat merupakan hal biasa saat ujian di sekolah. Tetapi di USBN dan UN yang belum terbiasa. (ron)
(Suara NTB/ist)
TUNJUKKAN - Santri Ponpes Nurul Hakim Putri Kediri Lombok Barat menunjukkan hasil Mapel Prakarya. Pada Kurikulum 2013, Mapel Prakarya termasuk salah mapel yang mengajarkan siswa atau santri kreatif dalam melihat peluang pasar.
Halaman 11
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
Kota Bima Juara Umum Kejuaraan Atletik Pelajar NTB Mataram (Suara NTB) Tim atletik Kota Bima sukses mendulang medali emas terbanyak di Kejuaraan Atletik Pelajar se-NTB yang berakhir di GOR 17 Desember Turide Mataram, Rabu (13/12). Anak-anak Kota Bima ini berhasil mengantongi 13 emas, 10 perak dan 8 perunggu. (Suara NTB/fan)
MENANG KO - Petinju KSB, Sinta Agustini (kanan) menang KO atas petinju Pertina NTB, Yeyen Novitasari di laga final Kejurnas Tinju Amatir Gubernur NTB Cup kelas 45 Kg Youth putri, di Lapangan DLH KCT, Sumbawa Barat, Rabu (13/12).
Sinta, Si Ratu KO Sumbawa Barat (Suara NTB) Pengprov Pertina NTB seakan tidak kehabisan stok atlet muda berprestasi. Setelah mencuat enam atlet senior peraih medali emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite di Bangka Belitung belum lama ini, kini lahir lagi atlet muda dengan potensi menggembirakan. Atlet putri pendatang baru itu adalah Sinta Agustini. Anak tunggal dari pasangan Muksin Sarbini dan Siti Sumarni ini lahir tanggal 8 Agustus 1999 di
Sumbawa Barat. Dia berhasil tampil sebagai juara di kelas 45 Kilogram (Kg) putri setelah memukul KO lawannya, Yeyen Novitasari petinju Pertina NTB di laga final Kejurnas Tinju Amatir Gubernur NTB Cup di Lapangan DLH KTC, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (13/12). Dengan pencapaiannya itu, rasanya julukan si Ratu KO pun cukup pantas disandangnya. Diwawancara Suara NTB usai pertandingan, Sinta mengaku sangat senang dan bangga bisa
menjuarai kelas ringan putri itu. Keberhasilannya di event tersebut sesuai target yang diberikan oleh pelatihnya. “Saya sangat senang sekali bisa menang KO, soalnya sudah jadi target saya dari awal,” ucapnya. Untuk diketahui, lawan yang dikalahkan Sinta di laga final itu adalah petinju asal Dompu yang selalu mewakili Pertina NTB di event nasional. Meski lawannya itu sudah sering tampil di level nasional, namun, mampu ditaklukkan oleh Sinta. Belum sampai dua ronde, wasit yang memimpin pertandingan langsung menghentikan pertandingan lantaran lawannya Sinta tidak lagi mampu menunjukan perlawanan. Dan pertandingan dimenangkan oleh Sinta dengan kemenangan KO. Pelatih Tinju KSB, Indah Dugi Cahyono mengatakan bahwa petinju muda tersebut merupakan petinju pendatang baru. Meski atlet pendatang baru, namun Sinta sudah belajar tinju sejak tahun 2015. Kemudian, ia juga tiga kali tampil di event nasional selam tahun 2017. Pertama, tampil di Kejurnas Danrem Cup di Bima tahun 2016 dan meraih medali emas, selanjutnya tampil di kejurnas tinju Youth di Jambi bulan Juli 2017
meraih medali perunggu dan di kejurnas di NTT bulan Agustus 2017 meraih medali perak. (fan)
RUPA-RUPA LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126 ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery, Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443
V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
Sementara, peringkat kedua diraih Sumbawa dengan 4 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Disusul Kabupaten Bima di peringkat ketiga dengan raihan dua emas, dua perak dan dua perunggu. Sedangkan tuan rumah Kota Mataram meraih dua emas, dua perak dan dua perunggu. Demikian disampaikan Panitia Kejuaraan Atletik Pelajar, Akrin Ibrahim saat dihubungi Suara NTB via ponselnya, Rabu (13/12) kemarin. “Kota Bima berhasil meraih gelar juara umum setelah mengantongi medali emas terbanyak yakni 13 medali emas,” ucapnya. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin dalam sambutannya bahwa, kejuaraan atletik pelajar itu dalam rangka menjaring atletatlet pelajar potensial. Hasil
dari event itu akan diambil beberapa atlet berprestasi untuk dibina di PPLP NTB. Dengan harapan lewat event itu akan lahir atlet pelajar berprestasi level nasional, seperti atlet atletik terbaik PPLP NTB, Lalu Muhammad Zohri yang merupakan atlet tercepat di Popnas 2017. Selain itu Zohri juga sukses meraih medali emas di nomor 200 meter pada Kejurnas Atletik Piala Panglima TNI belum lama ini. “Kejuaraan ini untuk seleksi atlet pelajar. Kita harap akan muncul atlet -atlet berpretasi ansional
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.JawaNo.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.NinikRidwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4 SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha YantiSalon&Spamenerima:prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb,Jl.BungKarno,Kr.genteng,tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit,openingtrialfacialtreatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
HILANG BPKB R4 TOYOTA DR960AR NOKA/NOSIN: FJ40-342746 / 2F-549419 AN.IR. ABDUL GAFAR HLG DSKTR KOTA MATARAM HILANG STNKR4OPELBLAZER LT2 250HC DR142J NOKA/ NOSIN: 22SEC25004817/576126612 AN.PEMERINTAH PROVINSI NTB HLG DSKTR GUBERNURAN
HLG STNK R2 HONDA DR5039BY NOKA/NOSIN: MH1JFC113CKO11671/ JFC1E-1011725 AN. IR ISNAEDY J.DJAMANI HLG DSKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR5768CM NOKA/NOSIN: MH1JFH114FK485260/ J F H 1 E 1 4 8 3 8 9 5 AN.HALILUN HLG DSKTR KOTA MATARAM
LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081
Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothingspafreemskerrmbtstlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
HILANG
HLG STNK R2 YAMAHA DR2164BO NOKA/NOSIN: MH328D2049K081681/28D1083669 AN. IRA FITRIANI HLG DSKTR JALAN MAJAPAHIT
SALON
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram
seperti Zohri,” harap Eni. Sementara itu Akrin menjelaskan bahwa cukup banyak atlet pelajar potensial yang dicatat oleh pihaknya dari hasil kejuaraan tersebut. Rencananya nama-nama atlet itu akan dipromosikan sebagai atlet PPLP NTB tahun 2018. (fan)
LOWONGAN
RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
Kamis, 14 Desember 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Kamis, 14 Desember 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
Kamis, 14 Desember 2017
SUARA NTB
Halaman 14
RAGAM
SUARA NTB Kamis, 14 Desember 2017
Halaman 15
Realisasi Dana Desa Tahap II di NTB Baru 53,78 Persen Mataram (Suara NTB) – Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) merilis, realisasi penggunaan dana desa (DD) tahap II hingga 12 Desember 2017 di NTB baru mencapai 53,78 persen. Sementara itu, penyaluran DD dari pemerintah pusat sudah mencapai 99,96 persen atau Rp 864,6 miliar lebih. ‘’Penyaluran dana desa sudah 99,96 persen. Tinggal pertanggungjawabannya. Dana desa tahap I sudah dipertanggungjawabkan 87,43 persen. Kemudian tahap II baru 53,78 persen per 12 Desem-
ber,” ungkap Kepala Kanwil DJPB NTB, Taukhid, SE, M.Sc.IB, MBA di Mataram, Rabu (13/12) siang. Pihaknya berharap penggunaan dana desa dapat dipertanggungjawabkan den-
gan baik. Dari sisi belanja, kata Taukhid memang masih sekitar 53,78 persen. Namun, jika dilihat outputnya sudah cukup bagus. Rincian realisasi DD tahap II di NTB sampai 12 Desem-
ber 2017, yakni Lombok Barat sebesar 50,03 persen, Lombok Tengah 46,05 persen, Lombok Utara 48,14 persen. Kemudian Bima 55,66 persen, Dompu 52,89 persen, Sumbawa 60,11 persen, Sumbawa Barat 52,23 persen dan Lombok Timur 53,78 persen. Taukhid menyebutkan, total APBDes dari 995 desa di NTB tahun 2017 sebesar Rp 1,67 triliun. Persentase dana desa terhadap APBDes sebe-
sar 51,72 persen. Artinya, kontribusi Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemda kabupaten juga cukup besar. Seperti Sumbawa Barat, hanya memperoleh dana desa sebesar 37,90 persen. Sementara jumlah APBDes masingmasing desa di Sumbawa Barat, kata Taukhid ratarata di atas Rp 2 miliar. Artinya, kontribusi ADD yang dianggarkan Pemda setempat cukup besar. (nas)
Warga Desak Pemda Serius Wujudkan Dam Mujur Praya (Suara NTB) Puluhan petani yang tergabung dalam Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Lombok Tengah (Loteng), Rabu (13/ 12), menggelar aksi di kantor Bupati dan DPRD. Mereka mendesak pemerintah daerah agar lebih serius memperjuangkan terwujudkan pembangunan Dam Mujur, mengingat dampak positif yang bakal diberikan begitu besar bagi petani, khususnya para petani di wilayah Loteng bagian selatan. Menurut warga, sebagai sektor unggulan utama sektor pertanian harusnya mendapat perhatian utama dari pemerintah daerah. Dam Mujur i merupakan salah satu jalan untuk bisa mendukung dan memajukan sektor pertanian. “Jangan hanya kantor Bupati Loteng saja yang dibangun. Dam Mujur juga harus diperjuangkan,” tegas Murdali, koordinator aksi. Pada kesempatan ini, warga diterima di ruang Banmus DPRD Loteng dan mempertanyakan perihal anggaran sebesar Rp 5 miliar yang dialokasikan oleh Pemkab Loteng. Di mana anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk melakukan pembebasan lahan. Namun pada kenyataan tidak jelas arahnya. Memang akunya, sempat ada penolakan dari warga yang akan terkena pembebasan lahan. Namun itu bukan berarti warga menolak pembangunan Dam Mujur. Warga hanya minta kejelasan tempat relokasi serta kisaran harga ganti rugi lahan. Kalau hal tersebut sudah ada kejelasan, warga siap dibebaskan lahannya. Menjawab desakan tersebut, Asisten II Setda Loteng, Ir. Nasrun, menegaskan pemerintah daerah sangat serius untuk memperjuangkan pembangunan Dam Mujur. Hanya saja, usulan pembangunan Dam Mujur belum bisa dilakukan, karena proses studi LARAP belum tuntas. Di mana sebelumnya, sempat akan ada proses studi LARAP. Namun ditolak oleh warga. Soal kepastian tempat relokasi serta harga ganti rugi lahan, belum bisa ditentukan. Begitu juga dengan anggaran pembebasan lahan juga belum bisa dipastikan sebelum proses studi LARAP selesai dilakukan. “Dalam proses studi LARAP inilah dihitung berapa luas lahan, rumah serta tanaman yang terkena dampak. Hasil itulah yang kemudian diajukan ke pemerintah pusat. Baru bisa jelas, berapa kirakira kebutuhan anggarannya,” terangnya. Kesepakatan akhir, warga bersama pemerintah daerah sepakat untuk membuat pernyataan sikap bersama untuk mendukung pembangunan Dam Mujur. Selain itu, warga nantinya juga akan ikut bersama-sama melakukan sosialisasi kepada warga yang akan terkena dampak pembangunan Dam Mujur. Terutama terhadap warga-warga yang masih belum menerima rencana pembangunan Dam Mujur. (kir)
Waspadai Wabah Difteri Dari Hal. 1 Jika ada gejala-gejala pasien yang menderita difteri maka Puskesmas dan rumah sakit sudah siap melakukan perawatan. Marjito menambahkan, selama beberapa tahun terakhir belum ada kasus difteri di NTB. Ia mengimbau jika ada warga yang menderita gejala batuk dan filek maka harus segera melakukan pemeriksaan di Puskesmas atau rumah sakit. “Supaya difteri dapat terdeteksi lebih awal. Kalau dapat terdeteksi lebih awal, insya Allah penanganannya lebih cepat dan penyebarannya bisa kita cegah,’’ ucapnya. Untuk mencegah difteri, lanjut Marjito, bayi umur 0 – 12 bulan di NTB rata-rata sudah diberikan imunisasi. Dengan adanya imunisasi maka mereka akan kebal dari bakteri yang
menyebabkan difteri. Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu. Memiliki gejala antara lain demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abuabu (pseudomembran), pembengkakan pada leherdan sulit bernafas. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap. Yakni imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, 18-24 bulan dan usia sekolah dasar. (nas)
Pemimpin NTB Punya PR Dari Hal. 1 ‘’Kalau kita bersikap penuh syukur, maka Allah SWT akan menambah nikmat itu,” katanya pada saat meresmikan 200 Unit Rehab Rumah Tidak Layak Huni dan Jamban Keluarga bagi masyarakat kurang mampu di Desa Sasele, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/12). Menurutnya, menjadi PR bagi siapapun yang akan menjadi pemimpin di daerah ini adalah membenahi rumah tidak layak huni yang ada di NTB. Menuntaskan masalah dengan menghimpun semua potensi yang ada. Baik materi maupun non materi, baik uang maupun program perencanaan dan nilai-nilai baik yang berkembang di masyarakat dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah. Dikatakan, antara kemampuan dan tantangan untuk menyelesaikan masalah itu, jarang cukup. Itulah sebabnya, siapapun yang akan menjadi pemimpin NTB di masa yang akan datang perlu memberikan porsi besar serta memprioritaskan program yang bersentuhan langsung
dengan masyarakat. Seperti memenuhi kebutuhan rumah layak huni. “Di dalam kepemimpinan itu kita perlu menentukan prioritas yang tidak hanya dikerjakan oleh seorang pemimpin sekarang. Namun juga oleh pemimpim-pemimpin berikutnya,’’ kata Gubernur NTB dua periode ini. Selain itu, gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini juga menekankan bahwa seluruh potensi yang ada di masyarakat harus dihimpun dan dilibatkan. Salah satu potensi yang dapat dihimpun adalah zakat. ‘’Yang dihimpun dari masyarakat muslim NTB dan dikembalikan kepada saudara kita yang membutuhkan,’’ katanya. Sebanyak 200 kepala keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni mendapat bantuan dari Baznas NTB. Bantuan masing masing senilai Rp 15 juta tersebut dipergunakan untuk merehabilitasi rumah dan jamban masyarakat miskin. (nas)
Dorong Kinerja OPD Lewat Lomba Pelayanan Publik Mataram (Suara NTB) Dalam upaya menjaga dan mendorong tetap tersedianya standar pelayanan publik yang memadai di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai ketentuan pelayanan publik, Pemprov NTB melalui Biro Organisasi Setda NTB menggelar lomba pelayanan publik. Lomba ini menurut Kepala Biro Organisasi Setda NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., sebagai apresiasi dan penghargaan pada perangkat daerah yang memiliki kepedulian dan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publiknya. ‘’Banyak manfaat yang didapat melalui lomba ini. Termasuk memperbaharui database standar pelayanan publik yang terpublikasi melalui aplikask iPLik corner, sebuah anjungan informasi pelayanan publik yang dibuat untuk memudahkan masyarakat mengetahui beragam layanan publik yang disediakan oleh Pemprov NTB,’’ ujarnya pada Suara NTB, Rabu (13/12). Menurutnya, Lomba Pelayanan Publik Berprestasi ini terbagi dalam dua kategori. Pertama pelayanan yang bersifat langsung ini diikuti perangkat-perangkat daerah yang memberikan pelayanan
langsung kepada masyarakat, baik kesehatan, perizinan dan lainnya. Kategori kedua, ujarnya, adalah kategori pelayanan yang bersifat tidak langsung. Tim penilai yang turun lapangan, ujarnya, melakukan penilaian terhadap 14 item pemenuhan standar pelayanan publik, inovasi yang dilakukan maupun upaya kontinuitas untuk menjamin layanan tersebut dapat terselenggara secara terus menerus. ‘’Hasilnya adalah untuk kategori pelayanan langsung juara 1 RSU Provinsi, Juara 2 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dan Juara 3 Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Sedangkan untuk kategori pelayanan tidak langsung, juara 1 Dinas Kelautan dan Perikanan, juara 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Juara 3 BPKAD,’’ terangnya. Dalam hal ini, para juara akan menerima penghargaan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi pada saat malam tasyakuran HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang di Islamic Center. Menjelang HUT NTB ke 59, tambahnya, pihaknya juga telah menggelar lomba inovasi pelayanan publik dan inisiatif pelayanan publik. (ham)
Rayakan Tahun Baru, Sembalun Diminati Wisatawan
(Suara NTB/rus)
GUNAKAN HAK PILIH - Meski dalam keadaan sakit, warga Dusun Tirpas tetap menggunakan hak pilihnya pada Pilkades Desa Tirtanadi, Rabu (13/12).
Pilkades di Lotim ”Rasa” Pilkada Selong (Suara NTB) Rabu (13/12) kemarin menjadi hari bersejarah bagi 158 desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Di mana, pada hari ini, digelar pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak. Banyaknya desa membuat gaungnya cukup besar. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim, Muhammad Saleh pun mengakui besarnya gaung pilkades serentak di Lotim. Bahkan pesta demokrasi tingkat kabupaten yang akan digelar tahun 2018 mendatang kalah gaung. Pantauan Suara NTB di sejumlah desa pada pelaksanaan pilkades serentak, kemarin memperlihatkan suasana yang cukup tegang. Apalagi sangat terasa adanya perbedaan pilihan masyarakat terhadap para jagoannya. Pada malam hari sebelum
hari H pencoblosan, suasana saling intip antar tim calon pun terjadi. Seperti yang terlihat di Desa Tirtanadi. Penjagaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) cukup ketat. Suasana yang terasa memang seperti umumnya pesta demokrasi, termasuk suasana pillkada. Bagi Asyari, salah satu Anggota BPD Tirtanadi, suasana pilkada tidak terlalu menimbulkan gesekan keras di bawah. Suasana inilah yang membedakan antara pilkades dengan pilkada. Pilkada memilih bupati dan wakil bupati yang jauh di tingkat kabupaten. Sedangkan di desa, bersinggungan langsung antara seluruh elemen masyarakat. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarkaat dan Desa (DPMD) Khaerul Amri yang dikonfirma-
si terkait pelaksanaan pilkades serentak mengatakan, secara umum pelaksanaannya cukup lancar. Harapanya, tidak ada gugatan-gugatan pasca pelaksanaan Pilkades digelar. Sesuai ketentuan, menggugat hasil Pilkades ini dipersilahkan ke panitia di tingkat kecamatan. Namun diingatkan, gugatannya harus bisa mempengaruhi perubahan signifikant atas suara. Batas waktu penyampaian gugatan ke panitia kabupaten ini dipersilakan sampai tiga hari pasca penghitungan. Lewat dari itu tidak terlayani gugatannya. Selanjutnya, sebutan Pilkades rasa Pilkada di Lotim ini cukup beralasan juga. Hal ini tergambar dari sebaran pelaksanaan Pilkades serentak ini menyebar di seluruh kecamatan se Kabupaten Lotim. (rus)
Kontrak Proyek Jembatan Dasan Agung Diputus Dari Hal. 1 maka uang muka yang sudah diberikan Rp 600 juta lebih akan ditarik sebagian, sesuai dengan kekurangan volume. ‘’Hari ini kita data. Kita akan ukur,’’ jelasnya. Jika dipatok dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), nilai proyek Rp 2,4 miliar. Hitungan sesuai kontrak Rp 2,089 miliar. Sementara 30 persen uang muka Rp 600 juta sudah dicairkan. Ia meyakinkan, sampai habis kontrak kemarin, anggaran termin pertama belum dicairkan sesuai saran TP4D. Di lokasi yang sama, Andritama Anasiska, SH., MH se-
laku Koordinator TP4D mengakui merekomendasikan putus kontrak kepada rekanan karena pekerjaan tidak sesuai harapan. Teguran dalam rapat SCM 1 , SCM 2 dan SCM 3 tak membuahkan hasil signifikan. Rekanan tetap dilihatnya tak bertikad menyelesaikan pekerjaan sesuai volume dalam kontrak. Aplalagi bahan baja yang diorder dari Surabaya belum juga terpasang. ‘’Itu pabrikasinya baja, belum terpasang. Artinya, mereka (rekanan) belum selesaikan pekerjaan, tapi kontrak sudah habis, “ jelasnya. Ia bersama anggota TP4D Budi Satriana, SH ikut turun
ke lokasi bersama PPK dan auditor untuk menghitung volume pekerjaan. Berapapun hasilnya, akan dibayar sesuai uang muka yang sudah dicairkan. ‘’Kalau pekerjaannya melebihi volume, ya dibayar berapa kelebihannya,’’ tegas Andritama yang juga menjabat Kasi Pidsus Kejari Mataram. Sebagai pendamping, Andritama mengaku tidak akan memberi celah sedikitpun terjadinya pelanggaran. Seperti pencairan termin pertama dalam kondisi pekerjaan belum beres. Jika itu terjadi, maka dia memastikan berpeluang terjadi tindak pidana. Maka fungsinya bukan lagi pencegahan, tapi penindakan. (ars)
Timpang, Realisasi Belanja Langsung dan Tidak Langsung Dari Hal. 1 Realisasi belanja barang dan jasa baru mencapai 70,92 persen atau Rp 953 miliar lebih dari pagu Rp 1,3 triliun. Kemudian belanja modal baru mencapai 62,21 persen atau Rp 748 miliar lebih dari pagu Rp 1,2 triliun. Sedangkan untuk belanja pegawai yang berkaitan dengan kegiatan pada belanja langsung baru mencapai Rp 70,25 persen atau Rp 127 miliar dari pagu Rp 182 miliar. Batas akhir pencairan anggaran, kata Azhar pada 15 Desember mendatang. Biasanya, akan menumpuk permintaan pencairan dana menjelang tanggal tersebut. Biasanya permintaan pencairan dana ini untuk kegiatan-kegiatan konstruksi.
Sebenarnya, kata Azhar, pada November lalu pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan hal ini. Tujuannya untuk mempercepat realisasi anggaran, agar tidak menumpuk permintaan pencairan anggaran pada akhir tahun. ‘’Kalau belanja yang sifatnya tidak langsung hampir sudah kita clear. Karena ndak mungkin menunda pembayaran belanja pegawai. Kalau 96 persen, Insya Allah bisa tercapai, optimis kita tercapai tahun ini,’’ katanya. Dikatakan, belanja modal dan belanja barang jasa biasanya menumpuk pada akhir tahun. Untuk realisasi anggaran, katanya, Pemprov sudah membuat perencanaan sekian persen tiap triwulan.
Sehingga, pencairan anggaran disesuaikan dengan uang yang tersedia. Menurut Azhar, realisasi anggaran juga dipengaruhi musim. Misalnya, untuk pengadaan bibit, tidak mungkin diadakan pada musim kemarau. “Itu yang menyebabkan akhir tahun itu yakni Oktober, November dan Desember terjadi penumpukan,” jelasnya. Sehingga ia memaklumi jika ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang realisasi anggarannya baru mencapai 71 persen pada bulan Oktober. Menurutnya, hal itu biasa terjadi. “Tapi akhir tahun kita berharap realisasi belanja bisa mencapai 95 persen. Artinya, yang tersisa itu, sisa-sisa termin. Semua keliatan kita jalankan,” pungkasnya. (nas)
Mataram (Suara NTB) – Perayaan malam tahun baru selalu dinantikan oleh setiap orang, termasuk wisatawan. Malam pergantian tahun baru ini banyak wisatawan yang sudah melakukan pemesanan di vilavila yang ada di Sembalun. Ahmad Isnaini yang membuat rumahnya sebagai home stay mengaku sudah mendapatkan pemesanan untuk perayaan tahun baru. Begitu pula Suhaimi yang mengku vilanya sudah dipesan oleh wisatawan dari Jakarta. Hal ini juga terjadi pada home stay dan vila lainnya di Sembalun. “Kemarin saya ditelepon oleh rekan saya yang punya travel agent, katanya ada dua kelompok yang mau merayakan tahun baru di Vila saya. Jadi saya sudah mulai untuk mempersiapkan kebutuhan mereka,” kata Suhaimi. Ia mengatakan bahwa belakangan semakin banyak wisatawan yang menginap di vilanya. Begitu pula Isnaini yang semakin banyak pemesanan. Terutama dari wisatawan mancanegara. Ia mengatakan banyak wisatawan mancanegara yang suka dengan suasana di Sembalun. “Yang nginap banyakan
bule. Nanti juga yang mau tahun baruan ini bule sama keluarganya, sama anakanaknya juga,” kata Isnaini. Ia mengaku dalam sebulan bisa ada dua hingga tiga kelompok wisatawan yang menginap di home staynya. Ia melihat ini sebagai suatu peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung sepi pengunjung. “Sembalun sudah semakin dikenal, jadi banyak yang datang,” ujarnya. Ia berharap ke depannya wisatawan yang datang akan lebih banyak lagi. Sehingga ia bisa memperbanyak kamar atau home staynya. Hal yang sama juga diharapkan oleh Suhaimi. Selama ini wisatawan yang menginap di vilanya kebanyakan wisatawan domestik. Ke depannya, ia berharap akan lebih banyak lagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung. “Untuk tahun baru ini, ada dua kelombok dari Jakarta dan dari Surabaya. Masingmasing ada 6 dan 8 orang. Saya berharap mereka bisa menikmati suasana pergantian tahun di Sembalun,” ujarnya. (lin)
Akhirnya, Dirut PT. LTB Ditahan Dari Hal. 1 ‘’Hari ini (kemarin), jadwal kita sebenarnya memeriksa kembali tersangka ZA. Tapi ternyata tersangka L. Ma, yang datang sendiri ke Kantor Kejari Praya ya sudah sekalian kita lakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka,’’ tambahnya. Dalami Aliran Dana Disinggung agenda pemeriksaan terhadap Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis PT. LTB, ZA, Hasan mengungkapkan, itu merupakan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka. Dengan fokus pemeriksaan terhadap aliran dana dugaan hasil korupsi. Pasalnya, setelah dana sebesar Rp. 700 juta diterima
dari rekening DH, tersangka ZA inilah yang kemudian melakukan transfer dana ke rekening tersangka L.Ma serta AK dan ke beberapa orang lainnya. Selain dengan cara transfer melalui bank, tersangka ZA juga menyerahkan uang dengan secara langsung. “Prihal bagi-bagi uang inilah yang kita dalami. Dengan memeriksa kembali ZA, selalu pihak yang menyerahkan dana tersebut,’’ tambah Kasi Pidsus Kejari Loteng ini. Jumlah dana yang ditransfer ke beberapa orang oleh ZA sendiri bervariasi. Ada yang Rp 3,5 juta sampai Rp 20 juta per orang. Para penerima dana tersebut pun sudah dipanggil sebagai saksi pada proses penyidikan sebelumnya. (kir)
Polda NTB Telusuri Dugaan Masuk Secara Ilegal Dari Hal. 1 yang masuk bawang konsumsi, namun begitu sampai Sembalun berubah jadi bibit. ‘’Balai Karantina juga sudah kami periksa, ‘’ katanya. Perubahan spesifikasi barang ini juga akan jadi bahan penelusuran. Boyke bersama timnya beberapa waktu lalu sudah melakukan pemeriksaan lapangan. Cek lokasi bersamaan dengan permintaan keterangan kelompok tani penerima bantuan. Disebutnya, ketua kelompok yang dimintai keterangan adalah Ruspaini. Kesimpulan keterangan itu, tidak ada masalah. Sementara informasi yang diperolehnya, bibit bawang itu bukan proyek. Melainkan program dari Kementerian Pertanian soal kuota impor lima persen. Program yang diamanatkan kementerian ini kepada PT. KTS untuk pemenuhan kuota lima persen dari total impor. ‘’Jadi ini bukan proyek, tapi program pe-
merinah,’’ tegasnya. Selain kelompok tani, sudah dimintai keterangan pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur. Sebelumnya, Balai Karantina dan Balai Benih NTB. Konsentrasi penyelidikan, selain mengarah pada spesifikasi produk, juga indikasi bibit mengandung Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Namun sebnarnya uji lab untuk mengecek penyakit sudah dilakukan Balai Karantina saat awal penanaman. Cek lab juga dilakukan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI ketika penanaman. Hasilnya, diakuinya sudah didapat kesimpulan. Tapi ia enggan menyebut karena bukan produk uji lab yang keluar atas permintaanya. Termasuk, tidak akan digunakan untuk bahan penyelidikan. ‘’Saya tidak akan menjelaskan hasil uji lab yang bukan atas permintaan kami. Tapi untuk bahan penyelidikan, bisa saja kami ajukan permintaan uji lab, tapi kita lihat nanti,’’ tandasnya. (ars)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Kamis, 14 Desember 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Dinas Perdagangan Lakukan Sidak ke Pasar Tradisional Mataram (Suara NTB) Menghadapi hari natal dan libur tahun baru, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama instansi terkait menggelar operasi pasar di pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika. Dari hasil operasi, harga bahan pokok masih termasuk stabil di kedua pasar tersebut. Tetapi pihaknya juga menemukan bahwa harga bawang putih di tingkat pedagang dan distributor berbeda cukup jauh.“Harga di tingkat distributor bawang putih hanya Rp 11.500/kg saja, sedangkan di tingkat pedagang harganya mencapai Rp 20 ribu/kg, berbeda jauh perbandingan harganya,” terang Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, Rabu (13/12). Menurutnya, perbandingan harga yang begitu jauh disebabkan karena pedagang membeli di tangan ketiga. “Mereka bukan beli di distributor, padahal distributor kan dekat di Mandalika misalnya dari Kebon Roek,”
jelasnya. Selly menambahkan jika harga bawang putih mahal di tingkat petani, tidak menjadi masalah karena bisa meningkatkan pendapatan mereka. “Tetapi kalau di tingkat pedagang janganlah, karena itu merugikan konsumen,” jelasnya. Selain meninjau harga sembako, dirinya juga menyoroti jajanan yang dijual di pasar tradisional. “Jajanan di pasaran harus memperhatikan kebersihannya apalagi sekarang kita sudah mendapat label halal,” ujarnya. Untuk itu, dirinya meminta dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pembinaan terkait hal tersebut. “Kita meminta dari Dinas Perindustrian untuk membina pedagang karena mereka yang mengurusi masalah UKM,” kata Selly. Pembinaan harus dilakukan secara intens agar masyarakat tidak khawatir lagi untuk berbelanja. Dari operasi pasar itu
juga, pihaknya juga menemukan masih adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum pengurus pasar. “Masih ada ditemukan pungli itu di pasar Kebon Roek dan Mandalika, pedagangnya yang bilang,” kata Selly. Hal itulah yang menyebabkan harga
barang jualan pedagang menjadi mahal karena adanya pungutan. “Kita peringati pengurus pasarnya karena kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan tim Saber Pungli untuk tidak mengulangi kejadian itu lagi,” terangnya. (uul)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257