HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 14 MEI 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
FOTO BERSAMA - Pasangan calon Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi foto bersama dengan Ketua Umum Pengurus Besar NW, Dr.TGH. M. Zainul Majdi, Ketua Partai Demokrat KLU, Dr.H.Najmul Akhyar, usai kampanye dialogis di KLU, Sabtu (12/5)
Kampanye di Gangga
TGB Ajak Warga KLU Dukung Zul-Rohmi Sekitar 1.000-an orang memadati Lapangan Umum Gondang, Kecamatan Gangga, Sabtu (12/5) siang. Di tengah suasana terik, antusias warga Lombok Utara mendengar pemaparan visi misi calon Gubernur – Wakil Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah – Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah (ZulRohmi) tak berkurang. DIMULAI sekitar pukul 14.30 Wita, orasi pertama disampaikan tokoh sentral Nahdlatul Wathan, Dr. TGH.M. Zainul Majdi (TGB). Pada kesempatan itu, TGB mengajak seluruh masyarakat Lombok Utara pendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur nomor urut 3, Zul – Rohmi untuk berpolitik santun. Ia berpesan, agar para pendukung tidak mengumpat apalagi sampai memfitnah calon lain. ‘’Jangan sampai ada kata maupun kalimat yang tidak baik, umpatan, maupun fitnah yang keluar kepada pasangan calon lain. Pokoknya “Ye Wah Ye”, jilbab hijau, sudah selesai. Dan niatkan itu ikhtiar kita untuk membangun NTB yang lebih baik,’’ kata TGB. TGB mengutarakan, pasangan Zul – Rohmi adalah calon penerus kepemimpinan di NTB saat ini. Di mana kondisi ekonomi dan pembangunan di NTB selama ia memimpin 2 periode telah dinikmati masyarakat dengan berbagai perubahan positif. Untuk itu, ia meyakinkan agar semua pendukung “Jilbab Hijau” tidak hanya aktif di majelis (kampanye) saja. Tetapi mengobarkan semangat dukungan kepada pasangan Zul – Rohmi di tengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi, pendukung Zul – Rohmi yang hadir tidak hanya dari kalangan umat muslim saja, tetapi juga umat Hindu dan Budda. ‘’Di sini yang hadir ada dari komunitas Hindu dan Budda. Tiang minta supaya umat Islam menjadi pengayom yang baik di Lombok Utara. Kita menjadi contoh, kalau ada sesuatu (masalah) kita yang pertama memberi pemahaman, mengulurkan bantuan, merukunkan dan mendamaikan,’’pesannya. Sementara calon Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah (Zul), di hadapan pendukungnya menyampaikan
hampir sebagian besar dusun dan desa telah didatangi. Selama interaksinya, ia mempelajari berbagai hal. Pertama, dari sekian banyak dusun dan desa yang ada, pihaknya belum menemukan ada kepala desa atau kepala dusun menyampaikan aspirasi yang aneh-aneh. Lebih banyak dari mereka meminta dirinya (jika terpilih) untuk konsisten menyambangi masyarakat di desa dan dusun. “Jangan sampai Pak Doktor, datang menyapa kami di akar rumput hanya pada saat kampanye saja, semasa Pilkada saja. Karena banyak tokoh, banyak calon anggota dewan, erat memeluk kami di saat ada keinginan. Ketika sudah berkuasa, sudah dapat kursi, tidak kelihatan,’’ ujar Zul mengutip aspirasi yang diterimanya. Dari pengalaman itu, ia berkesimpulan bahwa masyarakat NTB tetap merindukan pemimpin yang lebih dekat dengan masyarakat layaknya kepemimpinan TGB. Mewujudkan keinginan masyarakat itu, maka pemimpin NTB ke depan haruslah figur muda dan energik. Sebab di beberapa desa, seperti di lereng Tambora, masih ada desa yang tidak bisa ditempuh oleh kendaraan. Bahkan pemimpin NTB ke depan, harus melihat NTB sebagai sebuah satu kesatuan, tidak melihat NTB secara parsial. Masyarakat di beberapa pulau (gili), belum tersentuh atau bahkan dikunjungi oleh kepala daerah. Zul pun berniat untuk merubah persepsi kepemimpinan tersebut sebagaimana harapan masyarakat. Ia menegaskan, tidak semua calon Gubernur NTB berani bertemu dengan masyarakat. Di beberapa tempat,
masyarakat hanya ditemui oleh tim sukses calon saja. Tetapi justru gerakan ini membuat desa yang tenang dan teduh menjadi gaduh lantaran keberadaan timses yang mementingkan kepentingan pribadi dan sesaat. “Oleh karena itu, setiap calon gubernur harus berani bertemu dengan masyarakat secara langsung. Agar masyarakat tahu, bagaimana fisiknya, bagaimana visi narasi dan konsepnya di masa yang akan datang. Ditambahkan Jurkam, sekaligus Politisi PKS, Hadi Sulthon, meyakinkan masyarakat Lombok Utara untuk mendukung pasangan nomor 3. Didasari dukungan PKS kepada Zul – Rohmi, karena dipercaya bisa menyelesaikan masalah di NTB. Selain itu, usia muda dan pintar pada pasangan ini dipandang mampu melanjutkan konsep dan visi misi pemerintahan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. ‘’Kita ini ingin dipimpin oleh orang-orang yang takwa supaya NTB ini bisa menjadi daerah yang gemilang,’’ katanya. Sementara salah satu tokoh masyarakat Hindu asal kecamatan Bayan, Mangku Made Griya Pasak, secara tegas berharap agar Doktor Zul nantinya terpilih di Pilgub NTB, 27 Juni mendatang. Ia menilai, Zul – Rohmi mampu mengayomi keberagaman suku, agama dan adat di masyarakat NTB. ‘’Tiang sangat mengharap beliau, nantinya setelah terpilih, karena gubernur adalah pengayom umat, semoga beliau bisa mengayomi dan diikuti masyarakatnya. Kita ini ingin hidup teratur dan harus menaati aturan itu. Semoga Bapak Zulkieflimansyah dan pasangan beliau bisa terpilih,’’ harap Pasak. (ari/*)
(Suara NTB/why)
ORASI - Dr TGH M Zainul Majdi menyampaikan orasi politik saat kampanye dialogis Zul-Rohmi, Sabtu (12/5) di Praya, Lombok Tengah.
Salam Tiga Jari TGB di Kampanye Zul-Rohmi KETUA Umum PB NW, Dr. TGH M. Zainul Majdi turun gunung untuk pertama kalinya di Pilkada serentak 2018 Pilgub NTB. Pria yang akrab disapa TGB itu berkampanye untuk pasangan nomor urut 3, calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah-Dr. Hj. Sitti Rohmi Jalillah (Zul-Rohmi). TGB menyampaikan orasi politiknya di hadapan massa pendukung Zul-Rohmi di Kelurahan Prapen, Praya, Lombok Tengah, Sabtu (12/5). Gubernur NTB dua periode itu mendapuk pasangan Zul-Rohmi untuk melanjutkan ikhtiarnya. Zul-Rohmi diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). ‘’Kita hadir di sini untuk berikhtiar. Berikhtiar melanjutkan apa-apa yang telah dibangun selama ini,’’ kata Gubernur NTB yang tengah cuti kampanye ini. Dia menyebutkan, perjuangan membangun daerah memerlukan waktu yang panjang. Niatan, persiapan, dan perencanaan pembangunan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. ‘’Maka kepemimpinan itu perlu ada keberlanjutan. Ape sik ndekman jari (yang belum selesai), Insya Allah oleh pasangan nomor 3 Zul Rohmi, akan dituntaskan,’’ ujar TGB. Turut hadir dalam kampanye dialogis tersebut antara lain, pasangan
Cagub-Cawagub NTB 2018-2023, ZulRohmi, Ketua DPD NTB Partai Demokrat, TGH Mahalli Fikri, serta kader Partai Demokrat dan masyarakat. TGB mengajak massa pendukung dan simpatisan Zul-Rohmi untuk mengedepankan politik yang beradab. Yakni kontestasi Pilkada tanpa merendahkan Paslon peserta Pilgub lainnya. ‘’Ikhtiar kita ini tidak perlu ada sampai merendahkan pasangan calon lain. Mari kita sungguh-sungguh berikhtiar,” kata TGB. Loyalitas pada Rakyat Sementara Dr .Zul dalam orasinya politiknya mengemukakan mengenai pentingnya seorang pemimpin bertemu dengan rakyatnya. Hal itu berdasarkan pengalamannya berkampanye ke pelosok NTB, dari lereng gunung sampai pulau-pulau kecil. Dari desa yang ditempuh hanya bisa dengan berjalan kaki, sampai perjuangan menerobos ombak lautan ke pulau-pulau. “Hampir semua desa, semua dusun permintaannya cuma satu. Kalau kelak Zul Rohmi jadi Gubernur NTB, kebiasaan mendatangi kampung harus terus dilakukan,” kata Dr Zul. “Jangan hanya datang saat kampanye saja, kalau ada maunya saja, ketika Pilkada saja. Tetapi ketika kekuasaan didapat, tidak kelihatan
batang hidungnya lagi,” imbuh dia. Menurutnya, pemimpin muda seperti dicontohkan TGB memiliki energi dan stamina untuk mewujudkan permintaan masyarakat dimaksud. Dia mengakui bahwa mengunjungi setiap desa di NTB tidak mudah, khususnya di daerah pelosok. “Keberanian pemimpin bertemu langsung dengan masyarakat diperlukan agar masyarakat tahu narasi, gagasan, dan mimpi besar pemimpinnya,” ucap Zul disambut semangat hadirin. ProgramUnggulanbagiPerempuan Dari empat pasangan calon kontestan Pilgub NTB 2018, Zul-Rohmi menggabungkan semangat keterwakilan perempuan lewat sosok Dr. Hj.Sitti Rohmi Jalillah. Dr Zul memahami itu sebab demografi NTB yang tersusun dengan jumlah perempuan yang lebih banyak. Menurutnya, sejumlah persoalan sosial kemasyarakatan juga muncul dari ketiadaan sosok perempuan di dalam keluarga. ‘’Mudah-mudahan, dengan kehadiran Dr. Hj.Sitti Rohmi Jalillah yang mewakili kaum ibu, akan banyak program yang bersahabat dengan anak-anak kita, bersahabat dengan ibu dan perempuan, dan bersahabat dengan keluarga kita semua,’’ pungkasnya. (why/*)
16 HALAMAN NOMOR 59 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Senin, 14 Mei 2018
SUARA NTB
Halaman 2
(Suara NTB/ndi)
KUMPULKAN - Ketua Umum Pengurus Besar NW,TGH. M. Zainul Majdi saat mengumpulkan pengurus NW se-NTB, untuk persiapan memenangkan pasangan Zul - Rohmi di Pilkada NTB 2018.
TGB Turun Langsung Gerakkan NW Menangkan Zul - Rohmi Mataram (Suara NTB) Mendekati hari H pencoblosan Pilkada NTB 2018, yang jatuh pada tanggal 27 Juni mendatang, Organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW), mulai merapikan barisan untuk mensolidkan gerakan perjuangan memenangkan jagoannya. Diketahui di Pilkada NTB, NW secara resmi mendukung pasangan cagub/cawagub nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Untuk itu, dalam rangka memenangkan ZulRohmi, Ketua Umum Pengurus Besar NW, TGH. M. Zainul Majdi, turun langsung untuk memimpin NW bergerak memenangkan Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2018 ini. Sabtu (12/5) pekan kemarin, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi mengumpulkan seluruh pengurus NW se-NTB, dalam rangka mensolidkan gerakan mesin organisasi untuk bekerja lebih keras lagi dalam memenangkan pasangan Zul-Rohmi. “Kita tahu bahwa berorganisasi itu membutuhkan kekompakan, keteraturan, dan membutuhkan perencanaan. Maka kita semua sesungguhnya yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, bahwa kita sedang dalam satu proses, apa yang pernah kita sepakati dulu di gedung ini. Bahwa kita sepakat untuk mengusung beberapa kader terbaik NW untuk kita tawarkan kepada rakyat, kepada masyarakat NTB dan beberapa kabupaten untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan,” ujar TGB membuka pidatonya, di hadapan raturan pengurus dan kader NW se NTB. “Karena kita sudah berkomitmen dulu di sini, sekarang menjadi ajang kita untuk refleksi, pertama ada yang masih belum tertunaikan. Tapi meskipun demikian, masih ada langkah-langkah berikutnya, masih ada waktunya, dan Insya Allah sampai perjuangan ini akan berhasil,” sambung TGB.
Gubernur NTB dua periode itu memaparkan di hadapan ratusan pengurus NW yang hadir, bahwa sampai saat ini, perjuangan untuk menjadi pemenang di Pilkada NTB sudah mencapai ¾. Sehingga dengan demikian, masih tersisa 1/4. Sisa 1/4 itulah yang akan digenjot di sisa waktu yang ada ini, sehingga Zul-Rohmi keluar menjadi pemenangnya. “Maka bagimana dalam ¾ yang pernah kita lewati itu, dalam waktu yang tersisa mulai sekarang ini sampai 27 Juni, kita masih membutuhkan ¼ lagi. Untuk mencapainya, maka kita butuh kekompakan dan keutuhan yang tidak ada jalan setan memecahnya. Jadi sekarang sudah ¾ kita lewati, tinggal sisa ¼. Oleh karena itu lakukan seperti yang kita lakukan sebelumnya, dan tambahlah,” serunya. Pada kesempatan itu, TGB menegaskan kepada kadernya, agar di sisa waktu yang ada ini sampai 27 Juni mendatang. Pengurus NW harus kompak dan utuh, tidak terpecah belah oleh fitnah dan provokasi dari pihak manapun untuk melemahkan perjuangan NW. “Tidak boleh ada jalan fitnah untuk memecah belah kita, tidak ada boleh satu sama lain saling melemahkan semangat perjuangan. Kalau tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang memompa semangat, maka kita diam, jangan bicara dengan sesuatu yang melemahkan semangat. Jangan membuat pernyataan yang satu sama lain saling bertanya-tanya tentang perjuangan kita. Mari kita kokohkan,” ajaknya. “Jaga kekompakan, jangan ada
satu sama lain saling menjelekkan, menyebut hal-hal yang tidak baik. Mari kita saling melengkapi. Tidak ada manusia yang sempurna, kita hidup ini saling melengkapi. Kalau kita lihat teman kurang bagus, kita sempurnakan, saling melengkapi, saling mengisi dan saling memperkuat,” sambungnya. Pada kesempatan itu, politisi Partai Demokrat itu dengan tegas menyatakan bahwa calon yang didukung oleh NW untuk Provinsi NTB adalah pasangan Zul - Rohmi. Sedangkan di Lotim adalah pasangan Syamsul Luthfi – Najamuddin (Fiddin). “Jadi ada Zul - Rohmi untuk provinsi, nomor 3, tusuk jilbab hijau, ada Fiddin di Lotim, nomor 4. Jangan tertukar ya, atau jangan mau ditukar,” jelasnya. Terakhir disampaikan TGB, bahwa perjuangan NW dalam Pilkada NTB kali ini adalah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang saling menafikkan, saling menghujat, menjelekkan, apalagi sampai membuat fitnah kepada orang lain. “Di provinsi itu ada 4 paslon, bagi saya semuanya adalah putra terbaik daerah. Tetapi kita sebagai organisasi harus punya pilihan, punya visi untuk membangun keberlanjutan NTB ke depan. Maka kita harus kompak untuk sama-sama mendukung dan memperjuangkan calon nomor tiga. Pesan saya yang terakhir, jangan ada hujatan, yang penting kita jalan, sampaikan kepada masyarakat, teruskan kepemimpinan NTB yang terus meningkatkan pencapaian yang ada,” pungkasnya. (ndi)
Desa Waro Jadi Target Baksos Pengobatan Massal RSUD dan Kodim Bima Mataram (Suara NTB) Bakti Sosial (Baksos) berupa pengobatan massal digelar tim RSUD Kabupaten Bima bekerjasama dengan Kodim 1608/ Bima, Sabtu (12/5). Lokasinya di Desa Waro Kecamatan Monta. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mengidentifikasi penyakit dan menjamin kesehatan masyarakat. Kegiatan Baksos yang dihadiri Direktur RSUD Kabupaten Bima, Camat Monta dan Wadanramil 1606-05/Monta ini diikuti sekitar 300 orang masyarakat setempat dengan berbagai macam keluhan penyakit. “Alhamdulillah bisa ditangani dengan baik,” kata Kasdim 1608/ Bima Mayor Inf Abdul Haris, SH., MH., di lokasi Baksos. Dia berharap, dengan niat baik tersebut dapat bernilai positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Waro khususnya. “Sehingga mereka siap melaksanakan ibadah puasa dalam keadaan sehat wal’afiat,” jelasnya. Terpisah, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. mengucapkan terimakasih
(Suara NTB/penrem)
BAKSOS - Kegiatan Baksos pengobatan massal Kodim Bima bersama RSUD Bima di Desa Waro. kepada Direktur RSUD beserta timnya yang telah bersama-sama membantu kesehatan masyarakat khususnya masyarakat Desa Waro. “Semoga kegiatan seperti ini
akan menambah dan mempererat hubungan silaturrahmi antara RSUD Kabupaten Bima dan Kodim dengan masyarakat Bima,’’ harapnya. (ars/*)
HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 14 MEI 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 59 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK
12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 t ba ha 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Ali BD di Mata Ulama & Sa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 APBD NTB sebesar Rp 5 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 triliun lebih ini dinilai Calon GuTGH. Lalu Makmur Sholeh: 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 bernur Independen, Non Partai 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 dan Non Blok, H. Moch Ali Bin 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Dachlan terbilang masih minus. Ali BD Satu-satunya Harapan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Sementara masalah yang NTB 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 ini masih cukup kompleks yang CALON Gubernur NTB yang maju bersama rakyat, Dr. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 harus dihadapi. H. Moch Ali Bin Dachlan adalah satu-satunya harapan. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Salah satu sumber APBD Harapan menjadikan rakyat kecil maupun yang besar men12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 adalah Pendapatan Asli Daerah jadi lebib baik. Tidak ada selain Amaq Asrul ini yang me12345678901234567890123456789012123456789012345678901 (PAD). Ali BD memiliki segudang miliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap masyarakat. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 pengalaman untuk meningkatkan Hal ini diungkapkan TGH. Makmur Sholeh. Ia uraikan, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 PAD bagi NTB nantinya saat Ali BD sudah lama dikenalnya. Kiprah Sang Pendobrak 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Allah SWA memberikan amanah ini sudah banyak yang tahu. Dimana, tugas khususnya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 menjadi Gubernur NTB. adalah mensejahterakan kehidupan masyarakat. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Diketahui, data PAD ini dari Diketahui, meski Ali BD sudah menyandang predikat 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 tahun 2013 sebesar Rp 858 milsebagai bupati, sebagai kepala daerah namun penampilan12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 iar, naik menjadi Rp1,115 trilinya biasa-biasa saja. Bicara pertarungan politik, kalah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 un di tahun anggaran 2014. menang itu soal biasa. Dalam berjuang, Ali BD tidak me12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Bersambung ke hal 11 ngenal kata menyerah. Bersambung ke hal 11 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 TGH. Lalu Makmur Sholeh saat 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 bersama dengan Ali Bin Dachlan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901
Ali BD Siap Tingkatkan PAD NTB
TGB Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Tempat Ibadah Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang dilakukan teroris pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu mengatakan perbuatan yang dilakukan teroris tersebut sangat keji.
TO K O H Elaborasi Persoalan Kemiskinan
‘’Kita semua mengutuk kejadian yang di Surabaya. Siapapun yang bertanggung jawab di belakangnya, kita mengutuk mereka. Perbuatan
yang sangat keji, sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan dan ke-Islam-an,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) - sapaan akrab Gubernur NTB
ketika dikonfirmasi di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB, Minggu (13/5) petang. Bersambung ke hal 11
GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi berpandangan debat pertama Paslon Cagub Cawagub NTB yang dilaksanakan, Sabtu (12/5) malam secara umum bagus. Namun, untuk debat yang kedua, Gubernur NTB dua periode ini menginginkan empat Paslon Cagub-Cawagub mengelaborasi lebih jauh beberapa isu strategis seperti kemiskinan dan ketimpangan. TGH. M. Zainul Majdi Bersambung ke hal 11
Pulau Satonda Dijual (Suara NTB/ndi)
DEBAT - Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat mengikuti debat kandidat putaran I, Sabtu (12/5) malam lalu. Berita selengkapnya di halaman 16.
Debat Kandidat
Jauhi Polemik, Ahyar-Mori Fokus Beberkan Program H. Wirajaya Kusuma
NTB Sukses Gelar LKS SMK Tingkat Nasional Ke-26 Giri Menang (Suara NTB) – NTB sukses menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional ke-26, yang dilaksanakan dari tanggal 6 sampai dengan 12 Mei 2018. Malam penganugerahan sekaligus penyerahan medali dan hadiah kepada para juara LKS SMK Nasional berlangsung meriah di Lombok City Center (LCC), Narmada, Lombok Barat, Jumat (11/5) malam. Bersambung ke hal 11
KO M E N TTAA R PEMPROV NTB akan menelusuri dugaan penjualan Pulau Satonda yang dilakukan secara online. Pulau Satonda yang berada di Kabupaten Dompu diduga dijual secara online lewat akun facebook dengan harga Rp 250 miliar. Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (13/5) siang mengatakan akan menelusuri informasi tersebut. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/ron)
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad (pukul gendang beleq), didampingi Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti, Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M. Bakrun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Muh. Suruji, dan pejabat Kemendikbud.
Mataram (Suara NTB) Pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, tampil dengan kecakapan ala negarawan saat mengikuti debat kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Sabtu (12/5). Bersambung ke hal 11 (Suara NTB/ist)
DEBAT KANDIDAT Pasangan Ahyar-Mori saat tampil di debat kandidat Pilkada NTB 2018, di Mataram, Sabtu (12/5).
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 14 Mei 2018
Dukung Revitalisasi Pasar ADANYA rencana pemerintah untuk merevitalisasi ulang pasar Abian Tubuh ditanggapi dengan baik oleh pihak kelurahan Abian Tubuh Baru. Seperti yang disampaikan oleh lurah Abian Tubuh Baru, Burhanudin, pihaknya menyambut dengan baik rencana tersebut. Karena memang selama ini, keberadaan pasar Abian Tubuh sangat vital bagi perekonomian masyarakat terutama masyarakat di pinggir kota Mataram dan Lombok Barat. “Banyak pedagang di (Suara NTB/uul) pasar Abian Tubuh meruBurhanudin pakan masyarakat dari Lombok Barat yang lokasinya berdekatan dengan Mataram,” terangnya kepada Suara NTB. Apalagi posisinya yang berada di pinggir kota, memudahkan masyarakat dari pinggiran kota Mataram dan Lombok Barat menjual hasil pertanian atau produknya dengan mudah. “Pasar ini yang posisinya yang paling dekat, kalau ke pasar Cakra atau Bertais kan lumayan jauh,” imbuhnya. Revitalisasi pasar ini, kata Burhanudin, penting untuk menata pedagang agar lebih tertib lagi dan bisa menghindari kemacetan saat hari pasaran. Terutama untuk penjual bunga dan daun kelapa yang berada di dekat jalan raya. “Sebenarnya mereka berjualannya hanya pagi saja dan sebentar, tapi alangkah baiknya kalau ditata biar rapi,” ujarnya. Sehingga dengan itu, masyarakat pengunjung pasar bisa lebih nyaman dalam berbelanja. Selain itu, penataan tempat parkir juga menjadi perhatian jika nantinya direvitalisasi. “Setidaknya pasar Abian Tubuh sudah tertib parkirnya, tetapi mungkin nantinya bisa lebih tertib lagi,” terang Burhanudin. Pihaknya sendiri memang tidak tahu kapan revitalisasi pasar itu akan dilakukan, tetapi jika memang jadi, pihaknya akan turut membantu untuk mengawasi. “Intinya kami mendukung, selama itu untuk fasilitas umum bagi masyarakat banyak,” ujarnya. Ia berharap, revitalisasi ini bisa membuat wajah pasar Abian Tubuh menjadi lebih bagus dan cantik lagi sehingga memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun untuk pedagangnya. (uul)
Tinggi, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Mataram Mataram (Suara NTB) Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Mataram dinilai cukup tinggi. Data tahun 2017 terdapat 115 kasus, dan dikhawatirkan kasusnya terus bertambah pada tahun 2018 jika tidak dilakukan langkah-langkah efektif untuk mencegahnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menjelaskan, kekerasaan terhadap anak baik berbentuk fisik maupun seksual tidak terlepas perilaku orangtua kepada anak - anaknya. Sebab, pelaku kekerasaan tidak lain merupakan orang - orang terdekat seperti ayah, paman, kakek, saudara, tetangga terdekat dan teman. Dia mencatat kekerasaan terhadap anak yang terjadi mencapai 115 kasus. Ini didominasi oleh kekerasaan fisik dan sebagian lainnya pelecehan seksual. “Data terakhir di kami
itu 115 kasus,” sebut Dewi. Anak yang menjadi korban kekerasaan dilakukan pendampingan di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak. Kalau tidak ada proses perdamaian diserahkan ke Unit PPA Polres Mataram. Tak jarang, kasus kekerasaan atau pelecehan seksual dibawa langsung ke aparat penegak hukum. Menurut Dewi, hal itu tidak jadi masalah. Karena, Unit PPA Polres Mataram berjejaring dengan DP3A Kota Mataram. “Tidak masalah kasus kekerasaan terhadap anak itu masuk ke ranah hukum. Artinya, agar masyarakat menyadari itu
persoalan serius,” timpalnya. Kebanyakan kekerasaan terhadap anak maupun perempuan terjadi seperti KDRT, pemukulan, bahkan kekerasaan sifatnya psikis. Secara psikologi korban mengalami gangguan psikis akibat stigma tersebut,membuat anak terkucil dan memilih menyendiri. “Itu sebabnya kadang anak sering diam atau menyendiri,” katanya. Dugaan pelecehan seksual di Lingkungan Nyangget Kelurahan Selagalas diakui, belum menerima laporan. Proses assessment pun tidak bisa dilakukan dengan krasak-krusuk. Menurutnya, korban harus melapor kemudian baru dilakukan pendampingan. “Assessment tidak saja korban dan pelaku. Tapi orangtuanya juga perlu di-
(Suara NTB/fit)
assessment,” tambahnya. Korban pelecehan seksual jika tak ditangani cepat kemungkinan korban bisa menjadi pelaku. Oleh karen a itu, per-
an orangtua dalam keluarga sangat penting. Karena, keluarga menjadi madrasah pertama bagi anak. (cem)
”
Hj. Dewi Mardiana Ariany
Tidak masalah kasus kekerasaan terhadap anak itu masuk ke ranah hukum. Artinya, agar masyarakat menyadari itu persoalan serius
(Suara NTB/cem)
STQ XXV Kota Mataram
Kedepankan Konsep Keberagaman Antarumat Beragama
Panggil Dinas PUPR BEBERAPA proyek mangkrak di Kota Mataram menjadi sorotan kalangan Dewan. Bahkan secara khusus, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan Monumen Mataram Metro juga Gerbang Kota Mataram di lingkar selatan. Kedua proyek itu diketahui belum ada kelanjutannya. Pasalnya, pemerintah sudah mengumumkan pembangunan dua proyek tersebut. ‘’Belum lagi pembangunan kantor lainnya yang juga kita fasilitasi,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (11/5). Ismul mengaku setuju dengan pernyataan yang disampaikan oleh Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana terhadap realisasi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menunjukkan tingkat serapan yang maksimal. Hal ini, tentu harus menjadi perhatian bersama semua OPD lingkup Pemkot Mataram. Terutama OPD teknis yang membawahi sejumlah proyek pembangunan fisik, seperti Dinas Pekerjaan umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR). Karena beberapa proyek pembangunan fisik, bukan lagi lama, melainkan macet. ‘’Ini ada apa? sementara kan kita sudah mendapatkan anggaran di bulan Desember,’’ ucapnya. Oleh karena itu, lanjut politisi PKS, hal ini harus diberikan penjelasan. Jangan sampai nantinya semua pekerjaan akhirnya harus dieksekusi di akhir tahun. ‘’Uangnya sudah ada ketika OPD mengajukan di Badan Anggaran,’’ ungkapnya. Ismul menyesalkan masih adanya proyek mangkrak. Pasalnya Dewan telah menyetujui pengajuan anggaran untuk pembangunan beberapa proyek. ‘’Kok belum dieksekusi,’’ sesalnya. Demikian pula dengan proyek bermasalah, seperti proyek Jembatan Dasan Agung yang diketahui gagal tender. ‘’Memang ini yang menjadi pertanyaan kami, apakah permasalahan yang kemarin itu sudah selesai, sehingga ditenderkan lagi,’’ tanyanya. Berdasarkan hasil rapat internal Komisi III DPRD Kota Mataram yang membidangi masalah pembangunan, menyepakati akan memanggil Dinas PUPR Kota Mataram. ‘’Setelah kita mengklarifikasi permasalahan jembatan itu, sudah jelas di situ ada perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan di internal Dinas PUPR. Tetapi sekarang muncul tiba-tiba sudah ditender lagi,’’ kata anggota Dewan dari Dapil Selaparang ini. Komisi III, lanjut Ismul, juga ingin mengetahui seperti apa punishment terhadap rekanan yang mengerjakan proyek itu di awal. Artinya, idealnya, persoalan yang terdahulu harus clear, setelah itu baru boleh ditender ulang. Karena, demikian Ismul, Komisi III khawatir kalau-kalau hal itu akan menimbulkan masalah lagi. ‘’Banyak program-program lain yang ingin kita tanyakan, karena kita sudah masuk pada bulan kelima atau triwulan kedua,’’ sebutnya. Adanya proyek yang masih dalam tahap tender, menurut Ismul menggambarkan bahwa, Pemkot Mataram masih harus terus berbenah. Mulai dari membenahi kualitas SDM hingga sistem kerja. (fit) Ismul Hidayat
Halaman 4
(Suara NTB/cem)
MEMUDAR - Bola-bola bercat kuning yang diletakkan di sepanjang trotoar jalan protokol di Kota Mataram sempat menjadi kontroversi saat proyek ini dikerjakan. Masyarakat menilai bola-bola tersebut tidak memiliki konsep yang jelas. Kini cat bola-bola yang dikerjakan dengan dana APBD Rp100 juta tahun 2017 tersebut telah memudar karena panas dan hujan.
Pokir Dewan Belum Berdampak Entaskan Kemiskinan di Mataram Mataram (Suara NTB) Jumlah anggaran pokok pokok pikiran (pokir) Dewan Kota Mataram, cukup fantastis. Satu Anggota mendapat jatah sekitar Rp 1,5 miliar. Namun anggaran besar itu dinilai tidak berdampak terhadap pengentasan kemiskinan di Kota Mataram. Secara kumulatif anggaran pokir 40 anggota Dewan di Lingkar Selatan Rp 60 miliar. Dana ini sangat besar dan paling tidak mampu mengurangi persoalan sosial. Hanya saja, Pokir Dewan difokuskan pada pengerjaan proyek fisik. Tak heran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang paling banyak mendapatkan titipan program aspirasi. ‘’Jumlahnya ratusan paket dengan nilai bervariasi,’’ kata seorang sumber di sana. Demikian pula, di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Puluhan bahkan ratusan paket pokir dengan nilai di bawah Rp 200 juta. Selanjutnya, di Dinas Pemuda dan Olahraga serta OPD teknis lainnya. Namun Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar membantah jika dinilai pokir Dewan tidak berdampak terhadap pengentasan kemiskinan di Kota Mataram. Menurut dia, pengurangan penduduk miskin dari sekian persen juga tidak terlepas dari intervensi
program aspirasi yang dititipkan ke organisasi perangka daerah (OPD) teknis. Penyaluran pokir tidak melulu berorientasi ke pekerjaan fisik. Ada juga yang sifatnya pemberdayaan melalui dana hibah dan bansos. “Kalau dikatakan tidak berhasil, salah besar. Pengurangan kemiskinan di Kota Mataram tidak lepas dari hal itu,” kilahnya. Perbandingkan alokasi anggaran di tiga tahun terakhir dalam penanggulangan kemiskinan 2015 - 2017. Di tahun 2015, dialokasikan anggaran Rp43.121.955.032. Anggaran pengentasan kemiskinan melonjak drastis di tahun 2016 menjadi Rp134.523.546.310. Pada tahun 2017 kembali bertambah menjadi Rp196.089.480.346. Anggaran kemiskinan tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah. Dan, penyalurannya terbagi dari kluster I sampai kluster IV. Statistik penurunan angka kemiskinan sejak 2011 – 2017. Di tahun 2011 jumlah penduduk miskin 53.736 jiwa atau 13,81 persen. Mengalami penurunan di 2012 menjadi 11,87 persen atau 49.633 jiwa. Selanjutnya, di 2013 berkurang jadi 46.674 jiwa atau 10,75 persen. Tahun 2014 sebanyak 46.673 jiwa atau 10,53 persen. Pada posisi
2015, penduduk miskin di Mataram 46.670 jiwa atau 10,45 persen. Di tahun 2016, penduduk miskin 9,80 persen atau 44.810 jiwa. Dan, di 2017 lalu penduduk miskin Kota Mataram tersisa 9,55 persen. Menurut Politisi Partai Gerindra ini, sebenarnya proses penganggaran pokir Dewan berasal dari prosedural. Artinya, pokir mengikuti usulan masyarakat melalui musyawarah pembangunan bermitra masyarakat. Program itu digodok bersama. Manakala ada pokir itu diarahkan ke pemberdayaan masyarakat. Tinggal eksekutif mengikutinya. “Sebenarnya masalah pokir ini sudah selesai. Tidak mungkin Dewan menaruh pokir sekaligus dilakukan pembinaan. Karena yang berhak mengeksekusi adalah eksekutif,” tandasnya. Kapasitas Dewan pada konteks pemanfaatan program pemberdayaan sifatnya mengarahkan dan mengingatkan saja. Kepala Dispora Kota Mataram, Amran M. Amin membenarkan adanya pokir Dewan yang dititipkan di instansinya. Itupun hanya Rp50 juta. Dana ini diperuntukkan untuk pengadaan peralatan olahraga. “Kalau ndak salah ada pengadaan land tenis meja,” sebutnya. (cem)
Pengelolaan Pajak Parkir Disinyalir Belum Maksimal Mataram (Suara NTB) Tidak saja retribusi parkir, pengelolaan pajak parkir oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, disinyalir belum maksimal. Di tahun 2017 setelah diambilalih sebagian titik parkir dari Dinas Perhubungan, target pendapatan asli daerah Rp 4 miliar dari 73 pajak parkir tak mencapai target. Menurut Kepala BKD, Drs. H.M.Syakirin Hukmi tak tercapainya target pajak parkir karena sebagian pengelola mal atau kantor tak memungut, sehingga tidak ada dasar untuk menetapkan pajak parkir. “Apa dasar kita menetapkan
kan tidak ada. Contoh rumah makan di Utara ternyata tidak menarik,” dalih Syakirin. Kendala lainnya 73 titik pajak parkir baru diketahui pada pertengahan tahun 2017 lalu. Diakui, pihaknya sudah melakukan teguran dan mengirim surat ke wajib pajak. Ternyata mereka membalas dengan menyatakan bahwa tidak menarik pajak parkir. Revisi Perda itu nanti akan mengatur kembali bagaimana penetapan bagi wajib pajak yang tidak menarik pajak ke pelanggan. “Nanti di sana (Perda) diatur,” timpalnya. Selama ini, masyarakat sulit membedakan mana pa-
jak parkir dan jukir ilegal. Sebab, pajak parkir tidak mengenakan seragam. Syakirin mengatakan, pengenanan pajak parkir seperti di swalayan di Cakranegara tarifnya sama seperti retribusi parkir. Lalu bagaimana dengan rumah sakit yang menarik lebih besar dibandingkan dengan tarif retribusi parkir? Pajak parkir jawab Syakirin tidak diatur secara detail jumlah pungutannya. Mekanisme pengaturan hanya pembagian 30 persen disetorkan ke Pemda oleh pihak ketiga. “Dia sewa lahan baru dengan pihak rumah sakit nyetor 30 persen,” demikian tandasnya. (cem)
Mataram (Suara NTB) Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke XXV tingkat Kota Mataram, pekan kemarin mulai digelar. Kegiatan yang diikuti oleh 96 peserta lebih mengedepankan konsep keberagaman antarumat beragama. Camat Ampenan yang juga Ketua Panitia STQ tingkat Kota Mataram, Zarkasy menyampaikan, kegiatan STQ dilaksanakan di tiga lokasi. Yakni, majelis ulama di eks Pelabuhan Ampenan, Masjid Nurul Hilal dan Masjid Babussalam. Penyelenggaraan STQ kali ini diikuti oleh 96 peserta dan 36 offisial. Keseluruhannya akan berkompetisi di sejumlah cabang tilawatil tingkat anak dan dewasa. Selain itu, cabang Hifzul Qur’an 1,5,10,20 dan 30 juz. Ditambahkan, STQ kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pihaknya memilih mengedepankan konsep keberagaman. “Dalam lintas sejarah Kota Mataram dan khususnya Ampenan memiliki catatan tentang keberagaman. Dalam arti budaya, etnis dan agama yang telah berlangsung selama ratusan tahun,” terangnya. Plt Walikota Mataram, H.
Mohan Roliskana sepakat dengan konsep STQ tahun ini. Konsep terkait keberagaman menonjolkan kebersamaan dan harmonisasi yang sekian lama terjalin di Kota Tua Ampenan. Mohan menambahkan, STQ kali ini terasa lebih khas. Pasalnya, pelaksnaan di Kota Tua Ampenan sempat memiliki kejayaan pada masanya. Ini menjadi potret sejarah peradaban modern pada masa itu. Hal ini ditandai dengan kemajemukan yang semuanya dapat melebur dalam harmonisasi kemudian menjadi spektrum atau mozaik indah. “Interaksi sosial ini investasi berharga yang harus dipelihara untuk menyikapi keberagaman dan cermin kedewasaan dalam memandang keberagaman,” katanya. Ditegaskan, substansi STQ diharapkan dapat menumbuhkan semangat mencintai dan membumikan Al - qur’an dalam aspek kehidupan masyarakat. Di satu sisi, pelaksanaan ini terdapat kompetisi. Tetapi ini semata-mata untuk memberikan motivasi untuk mencintai Al qur’an dan meningkatkan kemahiran membaca ayat suci Al qur’an.(cem)
(Suara NTB/cem)
TUMPUKAN SAMPAH - Dinas Lingkungan Hidup telah memasang larangan membuang sampah di jembatan Jalan TGH. Faisal Mandalika. Tetapi, masih saja ada tumpukan sampah. Idealnya, penanganan sampah agar lebih optimal minimal satu lingkungan satu truk sampah, agar tidak ada penumpukan di TPS maupun depo.
DPRD Soroti Penanganan Sampah di Mataram Mataram (Suara NTB) Permasalahan sampah tidak lagi di hilir (lingkungan). Kroditnya penanganan sampah justru di depo atau tempat pembuangan sementara (TPS). Untuk mengurai sampah idealnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram mengintervensi satu lingkungan satu truk sampah. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska mengatakan, volume sampah dihasilkan setiap hari tidak sesuai dengan armada pengangkut sampah. Belum lagi, armada rusak yang selalu dikeluhkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kendaraan roda tiga relatif maksimal menyelesaikan sampah di lingkungan. Ini tidak disambut dengan penanganan di depo. Jika ingin penanganan maksimal idealnya satu lingkungan satu truk sampah. “Konsep awal menggunakan tossa di lingkungan baik. Sekarang permasalahannya di depo,” kata Wiska, pekan kemarin. Politisi PDIP ini memberikan masukan ke Dinas Lingkungan Hidup terkait pola pengangkutan. Jaminan satu truk satu ke-
lurahan tidak lagi ada depo. Artinya, kendaraan roda tiga tinggal membawa sampah ke truk. Tetapi Kadis LH sebut Wiska, beralasan bahwa ada sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sampah. “Sebenarnya bisa dipangkas langsung ke truk. Truk langsung ke TPA,” paparnya. “Ke depan harus dianggarkan lebih banyak sehingga jalan- jalan di Mataram bersih,” ucapnya. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, sampah yang ditangani sudah terintegrasi di lingkungan sebagai bentuk stimulan. Ini belum maksimal karena ada keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana. Walaupun demikian, LH tetap diminta mengupayakan agar tidak terjadi penumpukan di TPS atau depo. “Memang ada yang menyampaikan keterbatasan armada. Ini jadi rangkaian dihadapi. Kondisi keterbatasan berusaha kita maksimalkan,” katanya. Usulan satu kelurahan satu lingkungan menurut dia, jadi kewenangan tim anggaran pemerintah daerah. (cem)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 14 Mei 2018
Serapan Tertinggi PENCAIRAN Dana Desa (DD) untuk pencairan tahap pertama bagi seluruh desa di Lombok Timur (Lotim) mendekati 100 persen. Pasalnya, untuk tahap pertama berdasarkan hasil evaluasi, jika Kabupaten Lotim merupakan daerah yang tertinggi serapannya. Yang sudah ditransfer ke Rekening Desa (RKDes), pada posisi minggu lalu mencapai pada angka 93 persen. Menurut Kepala Dinas PMD Lotim, H. M. Juaini Taofik, Sabtu (12/5), dengan posisi 93 persen pada serapan DD tahap pertama tahun 2018, Kabupaten Lotim sudah melampaui syarat minimal sebanyak 55 persen untuk pencairan DD tahap (Suara NTB/yon) kedua. Di mana, dalam pencaiH. M. Juaini Taofik ran DD ini dibagi dalam tiga tahap pencairan, masing-masing untuk tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga sebanyak 40 persen. “Saat ini sudah 93 persen untuk tahap pertama,” jelasnya. Dijelaskannya, akuntabilitas pertanggungjawaban dari penggunaan dana desa sangat diharapkan. Artinya, DD yang berasal dari keuangan negara tentunya harus patuh terhadap keuangan negara dengan memenuhi tiga azas, yakni azas partisifatif, azas transparansi dan azas akuntabilitas. Sehingga dibuktikan bahwa seluruh DD masuk di dalam APBDesnya. Selain itu, Pemdes diharapkan dapat mempublikasikan hasil penggunaan DD maupun anggaran dana desa, terkait jumlah dana yang diterima beserta penggunaannya. Salah satunya dengan mengunakan spanduk yang berisikan nominal DD yang didapatkan kemudian penggunaannya. Langkah itu sangat penting dilakukan supaya seluruh masyarakat di masing-masing desa dapat mengetahui arah penggunaan dana desa yang didapatkan terutama oleh masyarakat yang tidak bisa mengakses siskeudes. Sementara untuk saat ini sudah dimasukkan permohonan untuk transfer kedua dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Untuk tahap pertama sudah dimanfaatkan oleh masing-masing desa di antaranya untuk pembuatan jembatan, talut, pengaspalan jalan, pembangunan poskesdes. Adapun syarat untuk pencairan DD tahap kedua, yakni Pemda sudah melaporkan minimal 75 persen. Sementara posisi Lotim sudah melebihi dari persyaratan yakni sudah mencapai 93 persen. Disampaikan lebih jauh, dengan posisi 93 persen pada serapan DD tahap pertama tahun 2018, Lotim sudah melampaui syarat minimal sebanyak 55 persen untuk pencairan DD tahap kedua. “Untuk penyerapan, kita sudah 93 persen dan itu tertinggi se-NTB,” ungkapnya. Dijelaskannya, akuntabilitas pertanggungjawaban dari penggunaan dana desa sangat diharapkan. Artinya, DD yang berasal dari keuangan negara tentunya harus patuh terhadap keuangan negara dengan memenuhi tiga azas, yakni azas partisipatif, azas transparansi dan azas akuntabilitas. (yon)
Halaman 5
Disorot Sering ke Luar Negeri, Bupati KLU Jawab Santai Tanjung (Suara NTB) Sepanjang 2016-2017 lalu, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, telah beberapa kali melakukan kunjungan ke luar negeri. Antara lain, ke Turki, Afrika Selatan, Cina, Jepang serta Selandia Baru. Terakhir awal bulan Mei ini, bupati diundang lembaga penyelenggara pariwisata Australia. Namun, bupati tidak jadi berangkat, karena tidak ada izin dari Kemendagri. Bupati lantas diwakili Asisten II Setda KLU, Ir. Hermanto dan Kepala Disbudpar, H. Muhammad, S.Pd. Kunjungan-kunjungan ke luar negeri lantas menjadi sorotan Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD KLU. Ketua Komisi I, Ardianto, SH., beberapa waktu lalu menilai, kunjungan yang banyak dilakukan bupati ke luar negeri dianggap inovasi yang berlebihan. Kunjungan itu cenderung tidak fokus dan mengabaikan pencapaian target visi misi. Ia membandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya, di mana kunjungan bupati hanya dilakukan pada persoalan yang dianggap penting dan memberi dampak. “Perjalanan kepala daerah ke luar negeri jika kita bandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya jauh berbeda. Pemerintah sebelumnya mungkin tidak sampai lima kali dalam lima tahun, tetapi sekarang cukup sering,” katanya. Meskipun dibiayai oleh APKASI, namun dampak kunjun-
gan belum berdampak. Ardianto belum melihat gaung “Sister City” yang digemakan saat pertama kali ke Turki. Demikian pula, perjalanan ke Afrika Selatan. Perjalanan ke Jepang untuk menjemput hibah ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar), belum terealisasi sampai saat ini. Sebaliknya, Ardianto memaklumi perjalanan ke New Zealand. Kunjungan ini adalah tindaklanjut dari gagasan kerjasama sebelumnya dengan Universitas Massey. Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menanggapi santai pernyataan Ardianto. Dalam hal ini, ujarnya, perjalanan dinas yang ia lakukan tidak dibiayai oleh APBD. Selain itu, dirinya yakin tidak ada kunjungan yang berakhir sia-sia. “Saya yakin tidak ada kunjungan kita yang sia-sia, atau kita hanya menghabiskan anggaran. Saya ke Jepang itu
sama sekali tidak menikmati. Saya datang malam, paginya itu tanda tangan MoU dengan Presiden Toyota, kemudian ketemu dengan Gubernur Tokyo, tengah malam saya sampai di hotel lagi, Subuh saya berangkat balik lagi ke tanah air,” ujarnya usai kampanye Zul – Rohmi, Sabtu (12/5). Perihal kepastian hibah ambulans dan Damkar dari Jepang, Najmul meyakinkan semua pihak bahwa bantuan akan diterima. Prosesnya sedang berlangsung dimana tinggal menunggu beberapa bupati dari APKASI yang akan berangkat menandatangani lagi perjanjian. Kunjungan kedua ini dilakukan sebagai tindak lanjut, mengingat dalam proses hibah, ada 2 kali penandatanganan yang harus dilalui. Pertama, tanda tangan perjanjian hibah, dan kedua tanda tangan perjanjian penerimaan barang hibah.
(Suara NTB/ari)
H. Najmul Akhyar “Dan kita sudah diundang (kedua kali, red), tapi waktunya menunggu kesepakatan dari beberapa bupati yang lain di APKASI. Bantuan itu sudah dalam proses pengiriman, cuma kemarin pak Sekjen APKASI menyampaikan kepada kita, bahwa dari Kemendagri ada regulasi, bahwa penyerahan bantuan dari luar negeri harus diverifikasi oleh Kemendagri baru dikirim ke daerah-daerah,” jelasnya. Lebih lanjut, Najmul mengungkapkan pada Mei 2018
ini, pihaknya kembali diundang oleh lembaga penyelenggara pariwisata di Australia. Namun ia tidak mengurus perjalan itu karena terbentur berbagai kendala. Ia pun mengutus 2 pejabat dari KLU untuk menghadiri undangan itu. Dikarenakan undangan itu dikirim sedemikian rupa ke Lombok Utara. Tidak hanya KLU, pihak Australia pun berharap ada dampak dari kerjasama yang dilakukan kedua pihak. “Jadi itu murni undangan dari Australia, bahkan Alhamdulillah, mereka biayai. Bukan dari APBD, sama sekali tidak menggunakan dana APBD,” ujarnya. Pihaknya berharap ada dampak dari kunjungan yang dilakukan ke sejumlah negara, karena potensi yang ada di Lombok Utara telah dilihat oleh pihak dari Australia selama berkunjung ke Lombok Utara khususnya tiga gili. ‘’Nah dari hasil itu, saya dengar ke depan mereka akan meminta supaya kesenian tradisional yang ada di Lombok Utara ditampilkan di sana. Kemarin mereka sebut Rudat. Ya Alhamdulillah. Dan kita minta tim kesenian yang akan tampil harus persiapkan diri dengan baik,” tandasnya. (ari)
STROBERI - Sembalun merupakan salah satu penghasil stroberi di Pulau Lombok. Sebagian besar produksi stroberi ini dijual ke beberapa pasar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Djohan Sjamsu Pimpin PKB Lombok Utara Tanjung (Suara NTB) Bupati pertama Lombok Utara sekaligus mantan Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., resmi memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cabang Lombok Utara. Djohan terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) PKB di Hotel Gondang Beach, Sabtu (12/5). Dalam Muscablub tersebut, Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, memimpin langsung gelaran musyawarah. sore harinya, Djohan Sjamsu langsung dilantik oleh Pengurus DPP PKB, Fathan Subki. Sebelum meletakkan jabatan sebagai Ketua DPC PKB, Ali Syahbana pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya militansi kepengurusan di DPC PKB. Selama 2 periode memimpin PKB Lombok Utara, dirinya telah bekerja maksimal untuk membesarkan partai. Oleh karenanya ia berharap agar PKB ke depan, memperoleh dukungan lebih besar dari masyarakat. Sebagaimana Musyawarah Luar Biasa adalah musyawarah yang berlangsung di luar agenda tetap, Muscablub kali ini tidak untuk dikonotasikan dengan praduga-praduga. Lalu Hadrian Irfani menegaskan, tidak ada yang keliru dalam kepemimpinan Ali Syahbana sebagai Ketua DPC sebelumnya. Ali tetap dianggap salah satu kader sekaligus pengurus terbaik di jajaran PKB daerah. “Muscablub hari ini memang sudah lama diprogramkan oleh pengurus DPC PKB Lombok Utara. Mereka punya cita-cita lebih, punya target dan keinginan untuk membesarkan partai. Bukan karena Pak Ali Syahbana tidak layak memimpin, bukan pula karena Ali Syahbana melanggar AD/ART dan tata tertib partai, tidak. Tetapi justru Ali sendiri yang berinisiatif untuk mencari tokoh yang bisa mengangkat suara PKB di Lombok Utara,” kata Hadrian. Berkaca pada Pileg 2014 lalu, perolehan suara PKB di KLU ia anggap cukup bagus dengan representasi 2 kursi DPRD. Jumlah ini bertambah dari 1 kursi pada periode sebelumnya. Namun demikian, para pengurus dan kader PKB di Lombok Utara menaruh ekspektasi besar pada perhelatan pesta demokrasi berikutnya baik Pileg maupun Pilkada KLU. Hadrian melihat, potensi penambahan jumlah suara di Lombok Utara cukup besar. Bahkan jika mengacu pada kemampuan H. Djohan Sjamsu dalam menghadirkan 5 kursi DPRD pada tahun terakhir kepemimpinannya di Demokrat, maka representasi tersebut cukup beralasan untuk mempercayakan PKB kepada Djohan Sjamsu. “Setelah berembug dan bermusyawarah, ternyata pilihan tokoh itu jatuh kepada pak haji Djohan Sjamsu. Kebetulan beliau juga merespon keinginan dari pengurus dan PAC PKB di Lombok Utara,” sambungnya. Hadrian bahkan tidak ragu untuk memberi beban target jumlah kursi kepada mantan bupati Lombok Utara itu. Hadrian tak ingin muluk-muluk, dengan menyebut 5 kursi DPRD adalah target realistis yang dirasa bisa dicapai. “Sesuai dengan tema Muscablub kita kali ini, yakni pemenangan Pemilu 2019 dan Pilkada 2020. Nanti kita sambil melihat, tentunya untuk menuju ke Pilkada 2020 kita lihat hasil di 2019. Kalau hasilnya ternyata PKB akan menjadi pemenang kenapa tidak kita calonkan kader PKB,” isyaratnya memberi dukungan. Sementara itu, usai ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., mengatakan jabatan sebagai Ketua PKB di Lombok Utara merupakan amanah dari DPP dan DPW. Sebagai politisi dan mantan pejabat yang berjasa membangun KLU, Djohan akan menggunakan mesin partai sebagai alat untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Kalau memang saya dipercaya untuk itu, kita akan berikhtiar sepenuh hati untuk memenangkan PKB di Lombok Utara. Tentu dengan semangat dan kerjasama bersama dengan tokohtokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda,” katanya.(ari)
(Suara NTB/ari)
LANTIK - Mantan Bupati KLU H. Djohan Sjamsu dilantik sebagai Ketua DPC PKB KLU, Sabtu (12/5).
(Suara NTB/ars)
Dinas PMD Ingatkan Desa di Lotim Berinovasi Selong (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur (Lotim) mengingatkan kepada seluruh desa di Lotim untuk terus beriovasi. Inovasi diharapkan tidak hanya dilakukan ketika saat pelaksanaan lomba desa dan sejenisnya, melainkan inovasi menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh pemerintah desa yang kepentingan masyarakat. Dijelaskan, Kepala Dinas PMD Lotim, H. Juaini Taofik, Sabtu (12/5), desa-desa yang menjadi juara di tingkat kecamatan diharapkan dapat dijadikan model untuk pengembangan desa. Bagi desa-desa yang
menjadi perwakilan di setiap kecamatan dalam lomba desa, diharapkan dapat mempertahankan hal-hal yang patut dipertahankan seperti bidang keamanan, siskamling dan lain sebagainya yang bertujuan menjadikan desa yang maju dan mandiri dalam rangka peningkatan kegiatan masyarakat. “Jadi hal-hal baik yang sudah ditunjukkan dalam penilaian lomba desa harus dipertahankan, yang pasti itu adalah kebutuhan masyarakat seperti faktor keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” jelasnya. Terkait persiapan untuk lomba desa tingkat provinsi, per-
wakilan Lotim didorong untuk terus berinovasi dalam sejumlah indikator itu untuk kepentingan rakyat, seperti di Desa Labuhan Lombok sudah memiliki BUMDes masyarakat, toko serba ada, serta membangun perkampungan. Untuk lomba desa saat ini, Dinas PMD melakukan pembinaan baik desa maupun kelurahan. Yakni untuk desa yakni Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya dan Kelurahan Kelayu Utara. Untuk itu, dalam pekan ini akan dilakukan pembinaan untuk mengikuti lomba desa pada bulan Juli untuk lomba tingkat provinsi. (yon)
Banyak Randis Belum Terdaftar dan Nunggak Pajak Giri Menang (Suara NTB) Tunggakan pajak kendaraan dinas di Pemkab Lombok Barat (Lobar) belum tuntas. Sejauh ini Pemda belum merekomendasikan randis yang perlu dibayarkan pajak dan tidak. Selain masalah tunggakan randis, banyak randis yang belum terdaftar di UPTB-UPPD Gerung. ‘’Randis yang belum terdaftar ini pun masih menunggak pajak kendaraan. Terkait itu, pihak UPTB-UPPD Lobar pun meminta agar Pemda segera menyelesaikan. Sebab hal ini berpengaruh terhadap bagi hasil pajak yang diperoleh,’’ ungkap Kepala UPTB-UPPD Lobar, H. Saeful Amri, SH., akhir pekan kemarin. Terkait tunggakan ini, Bagian Aset menjanjikan ke kantor Samsat pekan kemarin, namun kendala dihadapi belum menyelesaikan rekapan internal. Padahal pihak Samsat sudah memberikan data. Selain itu bupati juga sudah bersurat ke samsat meminta OPD terkait untuk mendata
(Suara NTB/her)
H. Saeful Amri semua randis, baik yang ada di Lobar baik yang ada di sekretariat dan desa. “Itu sudah diperintahkan segera dibayarkan tunggakan pajak,” ujarnya. Selain itu semua pejabat diminta segera bayar pajak kendaraan yang mati STNK bukan Mei dan Juni. Semua ASN yang memiliki kendaraan pribadi segera membayar pajak juga. Sebab hal ini kepentingan daerah, jika pembayaran tinggi maka tentu
bagi hasil kembali ke daerah. Menurutnya, belum bisa dibilang Pemda tidak patuh bayar pajak sebab banyak atau 1/3 randis yang dipindah ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan dilelang. Namun, sejauh ini randis ini belum direkomendasikan, seharusnya data ini direkomendasikan karena randis yang keluar tidak lagi terdata. Di sinilah tertib randis yang kurang. “Seperti kendaraan sampah, ini banyak yang belum terdaftar, randis ini belum terdaftar termasuk nunggak pajak,” ujarnya. Sementara itu, Pemkab Lobar melalui BPKAD Lobar memberikan penjelasan terkait pajak kendaraan bermotor yang menurut temuan Samsat Gerung banyak yang menunggak pajak. Kepala BPKAD Lobar, Joko Wiratno mengatakan soal pajak randis pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemanfaatan randis di Lobar sekaligus pihaknya mengevaluasi pembayaran pajak randis. (her)
Masyarakat Batu Nampar Selatan Mulai Alami Krisis Air Bersih Selong (Suara NTB) Memasuki musim kemarau tahun 2018, krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat di Desa Batu Nampar Selatan Kecamatan Jerowaru. Desa yang berada di ujung selatan Kabupaten Lotim diketahui sudah melayangkan surat ke BPBD Lotim perihal permohonan pendistribusian air bersih. Kepada Suara NTB, Sabtu (12/ 5), Kepala Bidang Urusan Logistik dan BPBD Lotim, Lalu Rusnan, membenarkan permintaan air bersih yang dilayangkan oleh Pemerintah Desa Batu Nampar Selatan. Surat permohonan untuk disalurkan air bersih dilayangkan pada hari Sabtu lalu. Desa Batu Nampar Selatan, katanya, merupakan satu-satunya desa yang sudah melayangkan surat untuk didistribusikan air bersih. “Baru Desa Batu Nampar Selatan yang bersurat ke kami, (BPBD, red) terkait permintaan air bersih. Dan sudah kami respons,” terangnya. Dijelaskannya bahwa setiap tahun masyarakat di Kabupaten Lotimterutamadiwilayah-wilayah tertentu secara rutin mengalami krisis air bersih. Untuk itu, pihak dari BPBD Lotim sudah siaga untuk mengantisipasi hal demikian dan bergerak apabila ada permintaan dari masyarakat. Lalu Rusnan menambahkan, BPBD Lotim masih menunggu daerah-daerah lain yang melayangkan permintaan. Menurutnya, untuk pendropan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, harus menunggu permintaan mulai dari jumlah yang didropkan karena dalam surat permintaan akan dilihat kebutuhannya. Khusus untuk di Desa Batu Nampar Selatan, merupakan desa yang memang setiap tahun langganan krisis air bersih. Akan tetapi, di wilayah itu sudah dibangunkan sebanyak dua sumur bor, sehingga diprediksi permintaan tidak terlalu banyak karena ada dialirkan melalui pipanisasi. Untuk menangani krisis air
(Suara NTB/yon)
Lalu Rusnan bersih, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi seperti menyiagakan personel, alat-alat dan lain sebagainya. Adapun untuk wilayah yang terdampak kekeringan selama tiga tahun terakhir yakni mulai dari tahun 2016 bahwa jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan sebanyak 12 kecamatan, kemudian tahun 2017 menjadi 9 kecamatan dan pada akhir tahun 2017 memasuki 2018 terus berkurang menjadi 7 kecamatan. Terus berkurangnya wilayah terdampak kekeringan karena pemerintah sudah membangun bak penampung terhadap titik-titik yang menjadi sumber mata air, kemudian dialirkan menggunakan pipanisasi ke pemukiman penduduk. Sehingga di wilayah itu tidak lagi didropkan air bersih. Adapun 7 kecamatan yang masih terdampak mengalami kekeringan di tahun 2018, yakni Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Barat, Sakra, Pringgabaya, Terara dan Masbagik sebagian. Untuk musim kemarau sendiri diprediksi pada bulan November. “Jumlah kecamatan terdampak kekeringan terus akan kita kurangi dengan mencari sumber-sumber air dan kita alirkan ke masyarakat,”ujarnya. (yon)
SUARA NTB Senin, 14 Mei 2018
SUARA PULAU LOMBOK
TK Negeri Gerung dan Islam Terpadu Kediri Lepas Ratusan Peserta Didik TK Negeri Pembina Gerung dan TK Islam Terpadu (TKIT) Anak Soleh Kediri melepas sekitar ratusan peserta didik. Selanjutnya peserta didik akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, sekolah dasar atau sederajat. Pada acara pelepasan tersebut beragam atraksi ditampilkan, menari, drum band, baca ayat-ayat pendek dan menyanyi.
Pelepasan Peserta Didik di TKIT Anak Soleh itu diisi dengan banyak atraksi yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan orang tua murid. Mereka bangga dan terharu menyaksikan anak-anak kecil itu menyanyi, menari, berpidato dalam bahasa Arab dan Indonesia serta menghafal Al-Qur’an dan Al-Hadits. Mewakili para Ayah Bunda TKIT, Aris Munandar, S.Pd menyampaikan apresiasinya yang mendalam atas proses dan hasil pendidikan anak-anaknya di TKIT Anak Soleh. Hadir dalam wisuda dan pelepasan itu Camat Kuripan H. L. M. Hakam, S.STP., MM., Kabid Pendataan di DP2KBP3A Erny Suryana, Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar H. Saepul Ahkam, M.Hum, dan beberapa pejabat eselon IV lainnya lingkup Pemkab Lobar yang juga menyaksikan wisuda putra putrinya. (her)
KEPALA TK Negeri Pembina Lo- itu lalu menjabarkan TKIT yang bar Rini Solekhah menyatakan, kali dikelola yayasannya telah menini sebanyak 90 anak yang sudah me- jalankan aneka program pengemnamatkan pendidikan dininya. “90 bangan pendidikan dasar, terutama anak dilepas, sisa yang masih ada yang melibatkan para orang tua wali. Kepala UPTD Dikbud Kecamapeserta didik 60 anak,” katanya. Untuk pelepasan anak didik TK tan Kediri, H. Suja’i, S.Pd secara dan PAUD, sesuai SE Kementeri- khusus mengapresiasi perkembanan Pendidikan dan Kebudayaan gan prestasi di SDIT tersebut.”Dari tidak boleh menggunakan istilah 26 SD se Kecamatan Kediri, SDIT wisuda, sehingga pihaknya pun ini termasuk terbaik. Kemarin baru menggelar pentas dan pelepasan saja menjuarai Lomba Cerdas Ceranak kelompok B. Sementara keg- mat Tingkat Kecamatan,” paparniatan pentas seni ini sebagai eval- ya memuji sekolah yang baru tahun ini memiliki kelas 6 itu. uasi pendidik selama satu tahun. Pada kegiatan pelepasan peserta didik, pihaknya menggelar berbagai atraksi para peserta didik. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kerjasama orang tua peserta didik, sehingga terlaksananya kegiatan ini. Sementara itu, Ahad kemarin TK IT Anak Soleh Kediri Lobar melepas dan mewisuda 95 peserta didiknya. Sekolah anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Seluruh Indonesia itu telah menamatkan 13 kali sejak berdiri tahun 2003 lalu. Saat (Suara NTB/ist) ini sekolah yang berada di bawah PELEPASAN - Anak-anak TK Negeri Pembina Gerung saat pelepasan. Yayasan Bina Ibu Madani Kediri masih menempati area yang tidak terlalu luas, sehingga pengembangan Sarana Prasarana Ruang Belajarnya masih sangat terbatas.”Tahun ini kita akan membangun Ruang Kelas Baru (RKB). Saya berharap kepala sekolah bisa menyusun perencanaan, yang semula bisa naik ke atas, tapi aturannya berbeda sehingga harus disesuaikan,” ujar Hj. Nurul Adha, S.THI bertindak selaku Ketua Yayasan. (Suara NTB/her) Anggota Komisi IV DPRD Lobar PELEPASAN - Anak-anak TKIT Anak Soleh Kediri saat pelepasan.
KPK Atensi Laporan Dugaan Korupsi di NTB Praya (Suara NTB) Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Pol. Drs. Firli, M.Si., menegaskan KPK tetap memberi atensi terhadap laporan dugaan korupsi yang masuk dari NTB. Di mana setiap laporan yang masuk, dipastikan akan ditindaklanjuti selama memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti. “Kalau memang ada laporan dugaan tindak pidana korupsi (dari NTB) pasti kita datangi,” tegasnya Irjen Pol Drs. Firli, M.Si., kepada wartawan, saat ditemui usai menghadiri Harlah GP Ansor ke 84 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansyuriah Bonder Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (12/5). Diakuinya, sampai sejauh ini pihak belum mendapat laporan ter-
gat untuk menanam padi. Padahal oleh pemerintah tidak direkomendasikan untuk menanam padi. Tapi karena terpengaruh kondisi tahun lalu yang kondisi cuaca cukup bagus. Sehingga bisa menanam padi kembali di musim tanam kedua kali ini,’’ tambahnya. Ia menjelaskan, untuk musim tanam kedua kali ini luas areal tanam yang direkomendasikan untuk tanaman padi sekitar 23 ribu hektar. Sementara yang luas tanaman padi saat ini lebih dari itu. Dan, itulah yang berpotensi mengalami kekeringan. Bagi tanaman padi yang sudah keluar bunga, ada kemungkinan bisa terselamatkan. Karena memang padi pada periode tersebut tidak terlalu membutuhkan banyak air. Tetapi bagi tanaman padi yang belum keluar bunga, apalagi baru tanam, potensi gagalnya cukup besar. Sehingga bagi petani yang belum telanjur menanam, dan masuk di daerah yang tidak direkomendasikan untuk menanam padi, ada baiknya tidak memaksakan diri
Polres Lobar Perketat Penjagaan di Pelabuhan Giri Menang (Suara NTB) Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Heri Wahyudi mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, khususnya penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat. Termasuk, aksi teror di Surabaya Jawa Timur (Jatim), Ahad (13/ 5). Bahkan, Polres Lobar menggelar aksi solidaritas terhadap para anggota polisi yang menjadi korban kekerasan oleh aksi teroris di Indonesia. Untuk langkah antisipasi yang dilakukan polres pascakejadian di mako Brimob dan aksi teror di Surabaya Jatim, pihaknya melakukan penebalan terhadap pos-pos penjagaan khususnya wilayah Pelabuhan Lembar yang menjadi pintu masuk ke wilayah Lombok. Penebalan penjagaan yang dilakukan dengan menerjunkan anggota jaga berlapis, pihaknya menerjunkan petugas piket jaga ditambah staf juga libatkan dalam piket Untuk menjaga kondusivitas di wilayah Lobar sendiri, pihaknya juga melakukan langkah-langkah preventif berupa patroli di tempat-tempat rawan. Upaya preventif ini terus ditingkatkan. “Upaya ini terus kami tingkatkan di lokasi-lokasi rawan.
(Suara NTB/kir)
KEKURANGAN AIR - Lahan pertanian di Desa Penujak Praya Barat sudah mulai menguning tanda kekurangan air. Tanah di area persawahan tersebut pun sudah mulai retak. untuk menanam padi. Terhadap lahan-lahan pertanian yang terancam kekeringan tersebut, pihaknya tetap melakukan upayaupaya penyelamatan. Misalnya, dengan memberikan bantuan peminjaman mesin pompa air bagi lahan pertanian yang berada
kait dugaan tindak pidana korupsi dari NTB. Begitu juga terkait soal target-target penanganan kasus dugaan korupsi di NTB, sejauh ini juga belum ada. “Kalau memang ada, oke kita siap,” ujarnya. Mantan Kapolda NTB ini pun menegaskan, dirinya datang ke NTB khususnya Pulau Lombok murni atas undangan GP Ansor NTB dan atas nama pribadi, bukan
karena ada target ataupun hadir mengatasnamakan lembaga antisrasuah tersebut. “Jadi saya datang atas undangan GP Ansor NTB. Tidak ada kaitannya dengan penanganan kasus di KPK,” tegasnya. Disinggung soal rencana korsup beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani pihak kepolisian di NTB sejauh ini, Firli mengatakan itu merupakan tugas bidang lainnya di NTB. Pihaknya sejauh ini belum mendapat informasi soal rencana tersebut. “Soal korsup itu ditangani unit kerja tersendiri di KPK,” tambahnya. Artinya bisa saja itu dilaksanakan. Karena memang itu menjadi bagian tugas dari unit Korsup. Dan, tergantung permintaan dari pihak kepolisian jika memang ada. (kir)
Antisipasi Teroris
Ribuan Hektar Lahan Pertanian Loteng Terancam Kekeringan Praya (Suara NTB) Sekitar 3 ribu hektar lebih lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini terancam kekeringan. Bahkan di beberapa lokasi, kondisi tanaman padi petani sudah hampir bisa dipastikan dinyatakan gagal tanam. Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Taufikurahman P., kepada wartawan, Sabtu (12/5). Kebanyakan laporan kekeringan yang masuk, ujarnya, berasal dari wilayah Loteng bagian selatan. Mengingat, di wilayah tersebut cukup banyak petaninya yang menanam padi. Padahal pemerintah daerah sebelumnya tidak merekomendasikan petani setempat untuk menanam padi, karena kondisi air yang terbatas pada musim tanam kedua tahun ini. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau dan intensitas hujan sudah jauh berkurang. “Rupanya petani terlalu berseman-
Halaman 6
dekat dengan sumber air baku. Termasuk dengan menyalurkan air ke daerah-daerah yang masih memungkinkan. Sementara itu, pantauan Suara NTB di beberapa lokasi menunjukkan lahan petani sudah mulai mengering. Bahkan tanah sudah mulai retakretak, lantaran sudah tidak ada air di lokasi tersebut. Tanaman padi juga sudah mengering dan menguning menandakan kekurangan air. (kir)
Jam Kerja ASN di Lobar Selama Ramadhan Dipangkas Giri Menang (Suara NTB) Jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadhan bakal dipangkas. Mengacu surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) bahwa, jam masuk kantor di undur ke pukul 08.00 hingga pukul 15.00 - 15.30 WITA. Dalam sepekan para ASN akan bekerja 37,5 jam. Pada hari pertama puasa, para ASN masuk kerja dari pukul 08.00-11.00 WITA. ‘’Meskipun jam kerja dipangkas, kinerja ASN jangan sampai kendor,’’ ungkap Sekda Lobar H. Moch. Taufiq, akhir pekan kemarin. Dikatakan, terkait jam kerja selama Ramadhan sudah ada surat edaran Menteri PANRB nomor 336 tahun 336 tahun 2018 tentang penetapan jam kerja ASN, TNI dan Polri pada bulan Ramadhan. Di mana dalam surat edaran itu diterangkan untuk instansi pemerintahan dengan waktu 5 hari kerja, pada Senin sampai Kamis mulai masuk kerja dari pukul 08.00-15.00 Wita dengan istirahat dari 12.00-12.30 Wita. Sedangkan pada hari Jumat 08.00-15.30 dengan jam istirahat pada pukul 11.30-12.30 Wita. “Dengan jam waktu yang agak siang masuknya dan agak awal pulangnya ini, kita imbau produktivitas ASN untuk tidak kendor, jangan jadikan bulan Ramadhan untuk bermalas-malasan,” ujarnya mengingatkan. Tidak hanya itu, ujarnya, Pjs Bupati Lobar meminta seluruh kepala SKPD tetap mengevaluasi kedisiplinan jajarannya masing-masing selama bulan puasa. Sehingga tidak ada jajaran yang masuk di atas jam yang sudah ditentukan.”Jangan disuruh masuk jam 8 datangnya jam 9, penegakan disiplin tetap berlangsung walaupun bulan Ramadhan,” tegasnya. (her)
(Suara NTB/her)
SOLIDARITAS - Aksi solidaritas terhadap korban penyerangan teroris di Mako Brimob yang digelar Polres Lobar di Giri Menang Square, Ahad (13/5). Upaya preventif ini untuk menekan kasus kejahatan lain seperti curanmor, lakalantas dan curat serta curas,’’ tegasnya dalam aksi solidaritas yang digelar Polres Lobar di Giri Menang Square Gerung, Ahad (13/5). Dalam aksi solidaritas, pihaknya melakukan pengumpulan tanda tangan di baliho berukuran besar selanjutnya dipasang (dipampang)
di dua lokasi, yakni bundaran GMS dan Senggigi. Pihaknya juga melakukan peletakan karangan bunga di dua titik tersebut. “Itu merupakan bentuk solidaritas kita (anggota Polres Lobar, red) terhadap para korban kekerasan aksi terorisme di Indonesia dan kami mengutuk dan tidak takut terhadap aksi teror,” tegasnya.(her)
SUARA NTB Senin, 14 Mei 2018
10 Ribu Lebih Belum Rekam E-KTP, Bupati Minta Kades Jemput Bola Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, menjanjikan hadiah bagi desa-desa yang mampu memfasilitasi 100 persen kepemilikan KTP bagi penduduknya. Mengingat sampai saat in, masih ada sekitar 10.000 orang di Sumbawa yang belum melakukan perekaman e-KTP. Hal tersebut diisampaikan Bupati, saat membuka Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam rangka Mensukseskan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk, Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019. Sampai dengan saat ini, masih ada sekitar 10.000 orang di Kabupaten Sumbawa yang belum melakukan perekaman KTP-el. Hal ini menuntut seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat paling bawah masih harus bekerja keras agar seluruh penduduk di Kabupaten Sumbawa memiliki dokumen administrasi kependudukan. Bupati minta peran aktif para Kepala Desa beserta jajarannya agar menerapkan sistem jemput bola. Dengan mendatangi rumah-rumah penduduk untuk melakukan pendataan dalam rangka perekaman e-KTP. Upaya meningkatkan angka kepemilikan dokumen adminduk bagi warga masyarakat. Mengingat pentingnya dokumen tersebut bagi kejelasan identitas dan status secara hokum. Termasuk bagi kepentingan administrasi dan pelayanan publik lainnya. Selain itu, juga dihajatkan untuk mensukseskan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang telah dilaunching oleh Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu Bupati juga menyinggung masalah dana desa yang rentan penyelewengan oleh oknum kepala desa dan aparatur desa. Untuk itu, Bupati menekankan peran camat dalam melakukan pengawasan terhadap dana desa. Agar penggunaan dana desa menjadi lebih optimal dan tepat sasaran. Serta dapat menjadi penggerak bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Terkait dengan masalah kepemilikan adminduk, Bupati menyebutkan bahwa sebagian dana desa dapat disisihkan untuk membantu masyarakat miskin yang tidak mampu mengurus dokumen adminduknya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Zulqifli menyebutkan, tujuan kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil adalah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman yang utuh bagi aparatur pemerintah terhadap substansi UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihajatkan dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas penerbitan dokumen kependudukan. Termasuk percepatan perekaman dan penerbitan KTP-el serta kepemilikan akta-akta pencatatan sipil di Kabupaten Sumbawa. (arn)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Kendala Operator Bikin DD di KSB Masih Nol Persen Taliwang (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMP) Sumbawa Barat, tidak menampik kondisi realisasi penyerapan Dana Desa (DD) tahap pertama molor (0,0 persen). Hanya saja, terkait dengan hal ini, sifatnya hanya sebatas laporan berdasarkan Online Monitoring System Perbendaharaan Anggaran Negara (OMSPAN) saja. Akan tetapi, kondisinya saat ini tersisa tinggal enam desa saja yang belum diberikan rekomendasi. Kepala Dinas PMD KSB Kepada Suara NTB, melalui Kabid Pemdes, Syaifullah S. Stp, Sabtu (12/5) tidak menampik terkait kondisi rendahnya serapan DD tahap pertama yang ada di Sumbawa Barat berdasarkan hasil OMSPAN. Hal ini tentu saja berbeda dengan kondisi sebenarnya, dimana saat ini sudah ada sekitar 25 desa yang sudah diberikan rekomendasi untuk bisa mencairkan DD tahap pertamanya. Itu artinya, sudah ada sekitar Rp3 miliar lebih DD yang sudah diterima oleh masing-masing desa yang ada. Sementara itu terkait laporan yang ada di OMSPAN itu bisa terjadi karena op-
erator yang mengelola laporan tersebut orang yang baru dan belum memasukkan data-datanya. “Kita akui memang realisasi berdasarkan laporan OMSPAN masih sangat rendah, karena operator kita yang masih baru bukan karena kondisi yang lain. Tetapi faktanya yang ada saat ini sudah cukup baik,” kilahnya. Dikatakannya, selain masalah tersebut, dia juga tidak memungkiri masih ada enam desa yang hingga saat ini masih belum diberikan rekomendasi untuk bisa mencairkan DD tahap pertama. Desa-desa tersebut diantaranya Desa Kemuning, Kacamatan Sekongkang, Desa Seminar
Salit, kecamatan Brang Rea, serta Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang. Enam desa ini belum bisa diberikan rekomendasi untuk proses pencairan DD di tahap pertamanya, karene masalah APBDesnya yang tidak kunjung bisa rampung. Tentu terkait hal ini pihaknya sudah memanggil keenam desa ini untuk bisa segera, tetapi hasil dilapangan tidak kunjung ada kejelasan dari desadesa ini. Sehingga pihaknya juga merasa kesulitan untuk melakukan intervensi lebih jauh terkait persoalan ini. “Kita sudah panggil keenam kades tersebut untuk bisa segera, tetapi fakta dilapangan san-
gat berbeda, karena mereka juga belum datang lagi untuk melaporkan progres APBDesnya,” ujar Iful sapaan akrabnya. Tentu kondisi tersebut sangatsangat disayangkan, jika sampai bulan Juni ini tidak kunjung dicairkan, maka untuk tahapan kedua dan ketiga tidak juga akan diberikan. Sanksi tersebut juga sudah disampaikan kepada enam desa ini supaya bisa segera. Tetapi kembali lagi hingga saat ini belum juga ada kejelasan dari desa-desa ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung sanksi yang akan diberikan nanti semua anggaran untuk pembangunan akan dihentikan hanya anggaran untuk gaji tetap para pegawai saja yang akan diberikan. Hal ini tentu akan berdampak pada proses pelaksanaan program yang ada di desa dan masyarakat juga yang akan rugi nantinya. “Kita tidak tau apa masalah di tingkat desa sehingga masih molor hingga saat ini. Kami juga
(Suara NTB/ils)
Syaifullah sudah sering mengingatkan desa-desa ini untuk bisa segera, tetapi nyatanya juga masih tetap seperti ini,” sesalnya. Meskipun demikian pihak terkait tetap berupaya mencari solusi terbaik supaya desa-desa ini tidak terkena sanksi. (ils)
Lima Hektar Lahan Jagung ”Telantar” di MT II Tahun 2018 Taliwang (Suara NTB) Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Sumbawa Barat mencatat setidaknya sekitar lima hektar lahan jagung potensial telantar jelan Musim Tanam (MT) kedua tahun 2018. Bahkan kondisi tersebut tersebar di beberapa kecamatan, teruma lokasi tadah hujan yakni Jereweh, Poto Tano dan Sekongkang. Akibat dari kondisi ini, sekitar puluhan ton jagung di KSB, terancam tidak bisa dipanen dan target yang telah ditetapkan juga tidak bisa tercapai. “Memang di MT II ada beberapa hektar lahan jagung yang telantar. Hal ini bisa terjadi diakibatkan oleh sarana irigasi, yang tidak maksimal. Terutama wilayah yang sifatnya tadah hujan yang belum tersentuh jaringan irigasi permanen. Selain itu, kami juga akan berupaya maksimal supaya MT II tahun 2018 ini bisa sukses bukan sebaliknya,” ujar Kepala Dinas Tanbunnak melalui Kabid Pertanian Tanaman Pangan, Syaiful Ulum SP, kepada Media Suara NTB, belum lama ini. Dikatakannya, total lahan untuk jagung yang saat ini sudah disiapkan oleh Pemerintah sekitar 15. 000 hektar. Dari jumlah tersebut, yang bisa ditanami di MT II hanya sekitar 11. 000 hektar saja. Dengan taksiran produksi yang bisa dihasilkan mencapai angka 71. 500 ton jagung. Kondisi produksi ini juga belum bisa dipastikan terealisasi, karena ada juga kendala lainnya. Seperti kondisi cuaca yang saat ini sudah mulai masuk musim kemarau panjang. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, saat ini pihaknya sudah turun lapangan untuk melakukan pendataan terhadap kondisi rawan terjadi kekeringan parah. Upaya itu dilakukan mengantisipasi terjadinya gagal panen jagung di MT II tahun 2018. “Kita sudah turunkan tim untuk melakukan pemantauan terkait kondisi kekeringan yang ada. Kita juga sudah siapkan mesin pompa air ketika dibutuhkan oleh para petani jagung,” ungkapnya. Seraya menyebutkan, selain masih ada beberapa wilayah yang belum memiliki jaringan irigasi permanen, ada juga beberapa hektar lahan yang tidak bisa ditanami sebanyak dua kali. Hal ini terjadi karena kondisi tanahnya, jika tetap dipaksakan, maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Khusus untuk jaringan irigasi, pihaknya tetap akan berupaya untuk memenuhinya. Hanya saja proses pemenuhan tersebut harus juga dihitung dengan kondisi uang di daerah serta harus dilakukan secara bertahap. Karena anggaran untuk proses pembangunan jaringan irigasi permanen juga sangat besar. “Kita juga akui beberapa lokasi lahan tadah hujan ada juga yang belum tersedia jaringan irigasi permanen baik dari bendungan maupun embung. Untuk itu, kita juga tetap berupaya untuk bisa memenuhi kebutuhan para petani sesuai dengan kondisi uang yang ada,” tukasnya. (ils)
DPPP KSB Ketat Soal Spesifikasi Bariri Ternak Taliwang (Suara NTB) Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan, dalam menjalankan program Bariri Ternak salah satu hal yang paling ketat diawasi adalah spesifikasi ternak yang akan disalurkan. Pengadaan ternak untuk program Bariri Ternak selama ini dilaksanakan melalui tangan pihak ketiga. Karena itu sebelum ternak bantuan disalurkan, pihak DPPP KSB melakukan pemeriksanaan secara seksama untuk memastikan spesifikasi ternak bantuan sesuai dengan ketentuan. “Kami tidak ada toleransi. Kalau ada yang tidak sesuai dengan ukurannya tetap kami tolak dan minta diganti kepada rekanan,” terang Kepala Bidang Peternakan DPPP KSB, Kusmirin kepada wartawan. Berdasarkan pelamanan tahun lalu, diakui Kusmirin, praktik rekanan mempermainkan spesifikasi ternak kerap terjadi. Terutama untuk jenis ternak sapi. Adapun modusnya, rekanan sengaja membawa ternaknya dalam jumlah banyak dan menyisipkan sejumlah ternak yang ukurannya tidak sesuai spesifikasi pengadaan. Akan tetapi modus tersebut selalu terendus oleh petugas. Pasalnya sebelum ternak diserahterimakan dan disahkan dalam bentuk berita acara, petugas DPPP KSB secara seksama melakukan pengukuran dan pemeriksaan. “Karena pengalaman petugas kami bisa langsung tahu mana ternak yang tidak cukup ukurannya begitu diperlihatkan dalam jumlah banyak. Tapi biasanya mereka ngotot dan kami pun harus mengukurnya satu persatu. Nah kalau sudah begitu langsung ketahuan dan kami tidak akan terima,” tegas Kusmirin. Pada tahun ini program Bariri Ternak oleh Pemda KSB masih dilanjutkan. Adapun jumlah ternak sapi yang akan didadakan sebanyak 604 ekor. Kusmirin pun mengingatkan, kepada rekanan nantinya agar tidak mempermainkan spesifikasi ternak yang telah ditetapkan. Sebab pada akhirnya rekanan sendiri yang akan rugi. “Siapa pun nanti yang jadi rekanan harapan kami soal spek barang jangan dicurangi. Nanti akan rugi sendiri. Bayangkan saja sudah jauh-jauh di bawah ke sini tapi akhirnya kita tolak, kan mereka harus keluarkan biaya,” saran Kusmirin. Selanjutnya ia menyampaikan, untuk tahun ini jumlah bantuan program Bariri Ternak berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini jumlah bantuan ternak sapi sebanyak 604 ekor, kerbau sebanyak 10 ekor, kambing 128 ekor dan bantuan ayam petelur bagi 4 kelompok penerima. “Untuk penerima manfaatnya sekarang mereka sedang buat rekening. Dan proses pengadaan ternaknya kita sedang siapkan tendernya,” imbuhnya. (bug)
(Suara NTB/ils)
KETINGGIAN - Pemandangan dari ketinggian yang terlihat dari Bukit Mantun.
Pesona Bukit Mantun yang Belum Diperhatikan Taliwang (Suara NTB) Pesona bukit Mantun, di Desa Mantun, Kecamatan Maluk, kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi para pelaku wisata di Sumbawa Barat. Wisata alam yang dibuka sejak satu tahun lalu tersebut, terus digandrungi oleh para wisatawan nusantara. Bahkan setiap harinya ada sekitar puluhan orang yang datang ke lokasi ini, hanya untuk ber-swafoto dan menikmati pemandangan langsung ke pantai Maluk. Para pengunjung juga seakanakan di manjakan dengan lokasi bukit Mantun tersebut, karena sangat strategis dan mudah dijangkau oleh kendaraan jenis apapun. Hanya saja untuk mencapai bukit, para pengunjung harus menjajaki puluhan anak tangga. Ketika berada diatas bukit, rasa capek pun langsung terbayar dengan pemandangan indah. Karena langsung berhadapan dengan laut
lepas disertai pasir putih khasnya pantai Maluk juga membuat mata tidak berhenti untuk memandang. Selain itu, tidak ketinggalan pengelola lokasi juga menyediakan warung bagi pengunjung walaupun hanya sedekar minum serta makanan ringan. Yuli, salah seorang pengunjung kepada Suara NTB, Sabtu (12/5) mengatakan, sebenarnya lokasi ini sudah sangat hits di media sosial (medsos) facebook dan twitter karena hasil swafoto di lokasi ini sangat bagus. Rasa penasaran ini yang membuat dia bersama dengan teman-teman dari Taliwang datang untuk bisa sekedar berfoto di lokasi ini. Setelah berada di lokasi, ternyata sangat bagus dan sama dengan hasil foto di medsos. Bahkan dia merasakan ada kesan yang lain setelah berada di lokasi ini, karena bisa menikmati laut dengan ombaknya serta pasir butih yang memben-
tang luas. Kandati demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak pengelola salah satunya yakni WC bagi pengunjung. Hal tersebut diharapkan bisa terealisasi, karena tidak mungkin para pengunjung, ketika ingin buang air harus turun dulu ke bawa dan naik lagi untuk menikmati pemandangan di bukit Mantun ini. “Lokasinya sangat bagus dan hasil pemandangannya juga sangat keren. Tetapi masalah WC juga harus diperhatikan sebagai pelayanan kepada para pengunjung,” ungkapnya. Sementara itu Pengelola bukit Mantun, Roni Munir mengatakan, memang ada beberapa fasilitas yang belum mampu terpenuhi dengan baik sebagai salah bentuk pelayanan. Tetapi keterbatasan anggaran pihaknya juga masih perlu berpikir ulang untuk bisa membangun sarana tersebut.
Wabup Akui Berat Hidupkan Sektor Pariwisata Daerah Taliwang (Suara NTB) Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin, ST mengakui, menghidupkan sektor pariwisata di daerah tidak semudah membalik telapak tangan. Meski sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan Pemda KSB, tetapi belum menunjukkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. “Kita harus jujur sementara ini belum banyak yang bisa terlihat dari upaya kita membangun sektor pariwisata di daerah,” kata Wabup kepada, Suara NTB. Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dan tengah dilakukan oleh pemerintah dalam membangun sektor pariwisata saat ini. Mulai dari melengkapi infrastruktur penunjangnya hingga membuka ruang investasi seluas-luasnya. Termasuk juga menggenjot pengusaha lokal untuk mendukung pariwisata daerah. “Semua lini kita usahakan sekarang ini. Tapi ya tadi berat dan tentu perlu waktu untuk sampai berhasil,” timpalnya. Wabup mencontohkan, bagaimana beratnya pemerintah merintis sektor pariwisata. Salah satunya dalam upaya membangun infrastruktur pendukungnya berupa akses masuk wisatawan ke daerah den-
gan dihadirkannya bandara Sekongkang dan dermaga Labuhan Lalar. Masing-masing akses udara dan laut itu, sejauh ini belum dapat dimanfaatkan. Padahal faktanya, pemerintah KSB sudah merintisnya sejak beberapa tahun silam. Berbagai persoalan teknis ditemukan di lapangan untuk sekedar memulai operasional bandara dan dermaga tersebut. Terutama dari sisi perizinan hingga kesulitan pemerintah mencari daya dukung pihak ketiga untuk mengoperasikannya. “Kalau mungkin untuk membangun fasilitasnya kita bisa. Tapi kan hal lain yang prosesnya bukan menjadi kewenangan kita, tentu tidak bisa kita selesaikan dengan cepat. Seperti misalnya perizinannya,” sebutnya. Dari sisi investasi, Wabup mengungkapkan, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak mulai dari perusahaan hingga kerjasama antar pemerintah. Terbaru Pemda KSB menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam rangka menyerap sebagian kunjungan wisatawan kabupaten tersebut ke KSB. Tetapi lanjut Wabup, kerjas-
ama itu belum dapat langsung terealisasi. Sebab lagi-lagi sejumlah infrastruktur pendukung untuk menunjang kelancaran akses wisatawan dari KLU ke KSB sejauh ini belum disipakan dengan matang. “Aksesnya rencanya lewat dermaga Labuhan Lalar. Nah ini kembali kita harus pikirkan lagi dermaga bagaimana kita bisa siapkan untuk kerjasama dengan KLU itu,” cetusnya. Investasi pariwisata di KSB sebenarnya sudah cukup banyak. Selain investasi di bidang perhotelan juga ada investasi pengelolaan potensi pariwisata seperti misalnya pengelolaan gugusan pulau Gili Balu’ di kecamatan Poto Tano. Di aset wisata bahari itu terdapat 2 perusahaan yang saat ini memegang hak pengelolaan yakni, PT Eco Solution Lombok (ESL) dan PT Nusantara Oriental Permai (NOP). Sayangnya, kegiatan investasi kedua perusahaan itu dalam 3 tahun terakhir jalan di tempat. Sebabnya masih adanya sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, salah satunya mengenai izin pemanfaatan kawasan di mana beberapa bagian dari gugusan pulau tersebut masuk dalam kawasan hutan. (bug)
Jujur saja, akses yang tersedia saat ini merupakan hasil dari swadaya para pemuda yang berada di desa Mantun. Sementara dari Pemkab hingga saat ini masih belum ada yang jelas baik itu bantuan maupun hal yang lainnya. Meskipun demikian, pihaknya tidak langsung patah semangat, akan tetapi tetap akan mengupayakan kerja bersama untuk memajukan pariwisata yang ada di wilayah Mantun. “Ide awal saya dengan menghadirkan wisata ini sebagai salah satu upaya menurunkan angka pengangguran di wilayah Maluk khususnya Mantun. Alhamdulilah hasil dari pembangunan yang ada saat ini sudah dirasakan manfaatnya bagi para pemuda di Mantun,” ungkapnya. Dikatakannya, dari awal pembangunan hingga saat ini tingkat pengunjungnya selalu ramai dan meningkat. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepa-
da Pemerintah, untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi pariwisata di kecamatan Maluk baik itu bantuan fisik maupun hal-hal yang lain. Karena kedepannya, lokasi ini akan dijadikan sebagai lokasi untuk dunia pariwisata bahkan akan ada juga wahana lain yang akan ditambah. Khusus masalah kamar mandi karena dianggap sangat penting bagi pengunjung, pihaknya sangat berharap bisa segera terealisasi. Sementara untuk sarana lannys berupa baruga, maupun tempat-tempat yang lainnya akan bisa dipenuhi sesuai kebutuhan dan anggaran yang disediakan. “Kami sangat berharap Pemerintah di tahap awal minimal bisa membantu untuk proses pembangunan WC. Sementara untuk yang lain, kita bisa lengkapi sesuai dengan anggaran yang tersedia, “ tandasnya. (ils)
Belum Jelas, Pelaksanaan Konversi Gas di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejauh ini, belum ada kejelasan terkait pelaksaan konversi minyak tanah (mitan) ke gas di Sumbawa. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Badas pun hanya memperkirakan operasional konversi baru dapat dilaksanakan 2019 mendatang. Seperti disampaikan Kepala TBBM Badas melalui Junior Supervisor Sales Service General Avers, Gilang Armada Hariono Saputra, kepada Suara NTB, mengakui sebelumnya dari pihak Elpiji Surbaya sudah melakukan survey lokasi ke TBBM Badas terkait rencana koversi minyak ke gas di Sumbawa. Mereka mengecek kondisi lahan di kantor setempat untuk rencana pembangunan gedung dan beberapa infrastruktur Terminal Bahan Bakar Gas (TBBG). “Rencananya belum pasti. Kalau misalnya yang survey lokasi kemarin datang lagi di bulan Agustus, maka di bulan Agustus tahun 2019 mendatang sudah mulai beroperasi. Karena untuk pembangunan gedung memakan waktu kurang lebih setahun,” ujarnya. Diakuinya saat ini di Sumbawa belum mulai melakukan konversi. Namun jika rencana dapat berjalan maka dimungkinkan tahun 2019 konversi
sudah bisa dilakukan. Meskipun demikian, konversi nantinya dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung semuanya disasar. Dalam hal ini diutamakan untuk di wilayah kota terlebih dahulu. Nantinya akan berkelanjutan untuk wilayah desa dan sekitarnya. Karena pihaknya juga nantinya perlu juga melakukan survey lokasi untuk sasarannya. “Belum konversi. Kalau sosialisasi itu pasti. Kami belum tahu waktunya secara pasti. Yang jelas nantinya akan menyasar wilayah kota dulu. Baru nantinya berkelanjutan ke desa-desa dan sekitarnya,” tukasnya. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Sumbawa, Lang Rudi S.H, yang dikonfirmasi sebelumnya, juga belum mendengar lebih jelas mengenai rencana konversi dimaksud. Pihaknya pun belum menerima surat pemberitahuan dari provinsi. Kalaupun itu dilaksanakan pihaknya akan mendukung. Dengan catatan, ada kajian dan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat. Mengingat masyarakat masi banyak yang belum mengerti tentang pemakaian gas elpiji ini. Termasuk nantinya menjamin ketersediaan gas elpiji bagi masyarakat. (ind/arn)
SUARA NTB
SUARA NTB Senin, 14 Mei 2018
Halaman 8
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345
Kerjasama RSUD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Terakreditasi Bintang Dua, RSUD Dompu Siap Layani dengan Hati dan Senyum Dompu (Suara NTB) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan didukung tenaga medis dan paramedis yang profesional serta di lengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai. “Melayani dengan hati dan senyum menjadi moto kami di rumah sakit (RS) Dompu,” kata Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin melalui Humasnya, Gunawan, A.Md.Pik kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Moto rumah sakit ini merupakan implementasi dari visi, pelayanan kesehatan yang pri-
ma secara profesional. Untuk mewujudkan visi ini, RS Dompu menetapkan 5 misinya yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien, meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, memberikan perlindungan hukum dan keselamatan kerja terhadap karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, harmonis, aman dan sejahtera, serta menjadi pusat rujukan sarana kesehatan Kabupaten Dompu. Sebagai pusat rujukan sarana kesehatan di Kabupaten Dompu, RSUD memiliki beberapa pelayanan seperti gawat darurat
24 jam, pelayanan anastesiologi dan terapi intensif, pelayanan peristi dan persalinan komprehensif, pelayanan medis spesialis, pelayanan penunjang medis, pelayanan rawat inap, dan pelayanan khusus. Pelayanan rawat jalan yang didukung spesialis seperti syaraf, penyakit dalam, anak, bedah, obstetri dan ginekologi atau kebidanan dan kandungan, mata, serta spesialis gigi dan mulut. Masing – masing spesialis didukung dan didampingi dokter umumnya. “Mereka melayani pasien setiap hari di poli untuk layanan rawat jalan,” jelas Gunawan. Pelayanan rawat jalan ini
dilakukan terhadap pasien umum maupun pasien BPJS kesehatan melalui loket pendaftaran pasien. Pasien yang sudah mendaftar akan diverifikasi oleh petugas untuk mengetahui catatan medis serta status pasien sebagai peserta BPJS kesehatan atau pasien umum. Untuk menghindari kerumunan pasien akibat banyaknya pasien yang ingin mendapat layanan melalui poli, pihak rumah sakit menggunakan sistem nomor antrian dan panggilan dengan pengeras suara apabila antrian sudah tiba. Tidak hanya itu, RSUD Dompu juga memiliki dokter
spesialis anestesi berfungsi selama pembedahan berperan memantau tanda – tanda vital pasien karena sewaktu – waktu dapat terjadi perubahan yang memerlukan penanganan secepatnya. Karena terkait operasi bedah, keberadaan spesialis ini berada di ruang operasi. Pihak rumah sakit juga menyediakan layanan kritik dan saran dari setiap layanan yang diberikan. Kotak saran ini disediakan sebagai otokritik bagi pihak rumah sakit dari penerima layanan. Setiap kritik dan saran yang disampaikan, pihak rumah sakit langsung meresponnya dengan segera. (ula/*)
(Suara NTB/Humas RSUD Dompu)
Direktur RSUD Dompu, dr H Syafruddin bersama karyawan RSUD Dompu foto bersama saat workshop akreditasi RSUD Dompu beberapa waktu lalu. (insert) Gunawan, A.Md.Pik.
Dalam Sehari, Delapan Ditangkap Diduga karena Sabu (Suara NTB/fan)
SAKSIKAN PERTANDINGAN - Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi (tengah), bersama Deputi Penindakan dan Penuntutan KPK, Firli , Danrem 162/BW, Farid Makruf, Pelatih Tenis NTB, Erni Susanti dan atlet tenis NTB, menyaksikan Pertandingan Tenis Danrem 162/WB di Mataram, Minggu (13/5).
Gubernur Ingin Christoper Bela NTB Mataram (Suara NTB) Keinginan pengurus cabor tenis NTB mendatangkan Christopher Benyamin Rungkat membela NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020 ternyata sudah diketahui oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Orang nomor satu di Pemprov NTB itu juga ingin Christopher membela NTB di PON XX tahun 2020. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi kepada pengurus Pelti NTB saat hadir di pertandingan tenis Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Gebang Mataram, Minggu (13/5) kemarin. Saat itu, Gubernur NTB hadir bersama Mantan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs Firli yang sekarang menjabat Deputi Penindakan dan Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hadir juga Danrem 162/BW, Kol. Inf. Farid Makruf, Pelatih Tenis NTB, Erni Susanti dan atlet tenis NTB, Panji Untung Setiawan. Pelatih Tenis NTB, Erni Susanti yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan bila Gubernur NTB menginginkan Christopher Benyamin Rungkat membela NTB di PON XX tahun 2020. Keinginan itu disampaikan langsung oleh Gubernur NTB kepada Danrem 162/WB. “Tadi aja Gubernur inginkan Christo main buat NTB, biar sama Panji mas. Bilangnya ke pak Danrem,” ucapnya. Dikatakan Erni, keinginan Gubernur NTB menggaet Christopher untuk bermain membela NTB di multi event nasional itu sangat bisa diwujudkan. Asalkan Danrem 162/ WB mengungkapkan langsung keinginan Gubernur NTB tersebut ke Christopher, karena memang Farid Makruf sangat dekat dengan Christopher. “Kalau masalah perjuangkan, Yaa pak Danrem aja yang bisa. Dia (Danrem-red) mau coba bicara lagi. Tapi posisi Christo sekarang di Korea. Pulang dua minggu lagi,” jelasnya. Sementara itu Ketua Pelti NTB, Jamaluddin Maladi yang dikonfirmasi terpisah mengaku sangat gembira bila Christopher bisa membela NTB di PON XX di Papua 2020. Menurut Jamal, bila Christopher mau membela NTB maka NTB bisa mendulang minimal dua medali emas di PON. Pasalnya Christopher memiliki prestasi peringkat satu nasional. “Kalau Christopher bisa membela NTB, maka cabor tenis berpeluang meraih minimal dua emas di PON tahun 2020. Medali emas itu bisa diraih di kelas perorangan, dan double putra. Kita ingin Panji berpasangan dengan Christopher di-double,” harapnya. (fan)
Pemkab Upayakan Bangun Perumahan Guru dan Tetapkan Guru Sukarela Bima (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Bima mengupayakan untuk membangun sarana penunjang tugas guru di Kecamatan Lambitu, yang aksesnya cukup jauh dari pusat pemerintahan. Serta keinginan para guru sukarela untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengatakan sarana penunjang yang diupayakan tersebut adalah perumahan guru yang representatif mengurangi kendala jarak tempuh. “Ini yang sedang pikirkan oleh kami. Membangun perumahan guru di Kecamatan Lambitu,” katanya akhir pekan kemarin. Bupati mengemukakan dengan adanya sarana perumahan tersebut, para guru yang berasal dari luar wilayah Kecamatan Lambitu supaya dapat menetap di Lambitu. Sehingga akan lebih fokus dalam mendidik dan membina siswa. “Dan guru-guru ini tidak lagi memikirkan energi yang terkuras karena menempuh jarak yang cukup jauh,” katanya. Selain perumahan guru, Pemerintah setempat juga berupaya menindaklanjuti keinginan para guru sukarela yang selama ini berharap besar untuk memperoleh atau mendapatkan SK Bupati. “Harapan guru sukerela memperoleh SK Bupati yang memungkinkan diusulkan UNPTK dan tunjangan Sertifikasi,” kata Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd. Dahlan menjelaskan langkah tersebut dilakukan Pemeritah Daerah untuk terus berupaya keras mengurangi kendala pelaksanaan pendidikan. Serta memenuhi harapan para guru, tanpa terkecuali uru sukarela. “Proses ini tentunya direncanakan secara terpadu. Dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan kemampuan daerah,” katanya. Diakuinya, proses itu juga harus ditopang oleh Pemerintah Pusat melalui dana-dana bantuan. Dana bantuan yang diperoleh dari hasil lobi dan komunikasi yang intens oleh Kepala Daerah serta leading sector teknis terkait. “Intinya pemerintah daerah akan terus berupaya sepanjang memenuhi syarat serta diseleksi sesuai dengan kualifikasi dan masa pengabdian. Tentunya akan dikoordinasikan kembali dengan Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (uki)
Kota Bima (Suara NTB) Sebanyak delapan orang ditangkap Tim Opsnal SatResnarkoba Polres Bima Kota, dalam waktu dan lokasi berbeda pada Jumat (11/5) malam. Mereka ditangkap karena diduga terlibat narkoba jenis sabu. Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota Iptu H. Jusnaidin mengatakan delapan warga yang ditangkap tersebut dalam rentang waktu satu hari. Mereka diamankan dalam dua lokasi yang berbeda di Kota Bima. “Lokasinya di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba dan Sadia Kecamatan Mpunda,” katanya. Jusnaidin menjelaskan di Kelurahan Rabadompu pihaknya menangkap dua orang. Masing-masing inisial, Nd (28) dan Am (27). Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti. “Diantaranya lima lembar plastik klip berisi sabu, tiga buah bong, dua buah tabung kaca dan uang tunai sebesar Rp650.000,” sebutnya. Sementara di Kelurahan Sadia diamankan diamankan enam orang. Mereka masing-masing inisial Had (25), Ah (24), Mf (24) serta tiga orang mahasiswa, Fh (25), As (24) dan Sm (24). “Tiga pemuda dan tiga mahasiswa ini ditangkap saat
(Suara NTB/Uki)
TERLIBAT - Enam orang ditangkap yang diduga terlibat sabu diamankan di SatResnarkoba Polres Bima Kota, Jumat (11/ 5). Barang bukti dari tangan buah bong, 1 unit timbang dig- bukti saat ini kita amankan sedang sedang melakukan pesta sabu, di sebuah rumah mereka, lanjut Jusnaidin, dis- ital, Sembilan buah korek gas di Sat ResNarkoba untuk diproses dan didalami lebih di Kelurahan Sadia Kecama- ita sebanyak 21 poket sabu dan dua buah bong. “Para pelaku dan barang lanjut,” pungkasnya. (uki) dengan berat 2,06 gram. Dua tan Mpunda,” katanya.
Muay Thai Rebut Dua Emas di Lignas Mataram (Suara NTB) Atlet Muay Thai NTB sukses merebut dua medali emas, di Liga Nasional (Lignas) Muay Thai di Surabaya, 10-12 Mei lalu. Dua emas itu diraih lewat Ardiansyah dan Mujahidin. Selain meraih dua medali emas, kontingen NTB juga berhasil meraih lima medali perak dan empat perunggu. “Empat medali perak dari Khadijah, Adit Agustia, Ali,Restu,” ucap Pelatih Muay Thai NTB, Indra Gunawan yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (13/5).
Dikatakan Indra, hasil Raihan prestasi yang diukir sejumlah atletnya tersebut dapat menjadi evaluasi muay thai NTB dalam memetakan target medali di PON di Papua tahu 2020. Muay Thai sendiri memasang target medali emas di PON 2020. Menurut Indra, keberhasilan anak-anaknya di event nasional itu tidak saja dari karena persiapan atletnya yang relatif panjang. Namun dukungan semua pihak sangat membantu kesuksesan timnya. Terutama dukuangan Ketua KONI Kota
Mataram, H. Mohan Roliskana, Ketua Pengprov Muay Thai NTB, H. Izzul Islam dan Ketua Umum KONI NTB juga akui memiliki andil besar. “Kita berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan hingga PON 2020,” harapnya. Di bagian lain, Indra menambahkan bahwa kontingen NTB diperkuat oleh 17 atlet dan mengikuti sebanyak 17 kelas tarung. Dari jumlah atlet tersebut tim muay thai NTB sukses meraih 2 emas, 5 Perka dan 4 perunggu. (fan)
(Suara NTB/ist)
MUAY THAI - Salah satu atlet muay thai NTB, Ardiansyah (kanan) mengangkat tangan setelah berhasil mengalahkan atlet Jatim di final kelas tarung putra Liga Nasional (Lignas) Muay Thai di Surabaya, 10-12 Mei 2018.
Raihan Medali Emas Cabor Atletik Berkurang Mataram (Suara NTB) Kejurnas atletik di Stadion Atletik Madya Senayan Jakarta, sudah berakhir, Sabtu (12/ 5). Kontingen atletik NTB meraih tiga medali emas, empat perak dan lima perunggu. Raihan tiga emas cabor atletik di ajang nasional tahun ini tidak seberuntung di eventevent nasional sebelumnya. Pasalnya di setiap event nasional cabang olahraga atletik selalu mempersembahkan medali emas tidak kurang dari lima medali emas. Di kejurnas akhir tahun 2017 saja, atletik berhasil meraih enam medali emas. Pelatih Atletik NTB, Subagio yang dimintai tanggapannya soal hasil yang diraih kontingen atletik NTB di event nasional tersebut mengakui bahwa perolehan medali emas cabor atletik sangat minim bila dibanding hasil kejurnas atletik tahun lalu. Berkurangnya jumlah medali emas yang diraih NTB di event nasional tahun ini dikarenakan beberapa atlet andalan atletik NTB tidak bisa turun, karena masih ada tiga atlet yang mengikuti latihan di Amerika. Beberapa atlet atletik andalan NTB yang absen di event itu adalah Lalu Mohammad Zohri, Fadlin dan Safwaturrahman. Bila saja ketiga atlet ini ikut ambil bagian di event nasional itu, Subagio optimis kontingen atletik NTB yang diperkuat 20 atlet akan mampu membawa pulang sedikitnya delapan medali emas. “Tiga atlet andalan kita
tidak ikut. Kalau saja, Fadlin, Zohri dan Safwaturrahman ikut, maka kita bisa menyumbang delapan emas, karena ketiga atlet ini bisa menyumbang lima medali emas di kejurnas itu,” ucapnya. Untuk diketahui tiga medali emas NTB diraih di kejurnas tersebut, yakni lewat I Dewa Ayu Ita Arianti di nomor tolak peluru putri, Andrian di nomor 400 meter gawang putra dan Rohani di nomor lompat jauh putri. Selanjutnya empat perak diraih oleh NI Putu Yogiswari di tolak peluru putri, Sudirman Hadi di nomor 100 meter putra, Lalu Aji di nomor 110 meter gawang putra dan 400 meter gawang putra. Kemudian lima perunggu diraih Nanang Fahmi di nomor tolak peluru putra, Arif Rahman di nomor 400 meter putra dan Dian Ekayanti di nomor 800 meter putri, 1.500 meter putri dan 5.000 meter putri. Sementara di lima nomor andalan, 100 meter, 200 meter, 4x100 meter, 4x400 meter, lompat jauh dan lompat tinggi, NTB gagal mendulang medali emas. Alasannya karena beberapa atlet andalan NTB tidak bisa turun, seperti Safwaturrahman peraih medali emas di nomor lompat jauh dan lompat tinggi di kejurnas tahun lalu tidak ikut. Kemudian Fadlin dan Zohri yang selalu meraih medali emas di nomor jarak pendek juga tidak ikut. Begitu juga pelari senior NTB, Abdul Razak masih mengalami cedera. (fan)
Bupati dan HMI Bima Kecam Aksi Teror di Surabaya Bima (Suara NTB) Aksi teror bom di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi, menuai kecaman dari semua kalangan. Tanpa terkecuali Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima. “Kita semua mengutuk aksi pemboman di Surabaya pagi
tadi,” kata Bupati kepada Suara NTB, Minggu (13/5). Bupati menilai peledakan bom di tempat atau rumah ibadah tersebut, merupakan perbuatan yang tidak bisa dibenarkan. Ibu dua orang ini berharap aksi teror bom tersebut tidak akan terjadi lagi. “Kami berharap aksi ini adalah yang terakhir. Kita se-
mua adalah saudara sebangsa dan se Tanah air,” katanya. Sekretaris Umum HMI Cabang Bima, Wawansyah juga turut mengecam aksi teror bom tersebut. Pihaknya menyampaikan turut berduka cita atas tragedi yang menimpa para korban yang dikabarkan akan melaksanakan ibadah di gereja.
“Kami mengutuk aksi teror ini. Kami berharap kepada seluruh masyarakat yang berada di Surabaya agar tetap sabar dan tenang,” katanya. Ia mengatakan tindakan pengeboman dan berujung menghilangkan nyawa sesama manusia itu, tidak dibenarkan oleh agama manapun. Begitupun dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berasaskan Pancasila ini. Semua agama dan suku sama. Tidak ada perbedaan. “Untuk itu kami sebagai pengurus HMI Cabang Bima mendukung kinerja Kepolisian mengusut tuntas terkait masalah teror bom ini karena sangat tidak manusiawi,” pungkasnya. (uki)
SUARA NTB
Senin, 14 Mei 2018
Halaman 9
Jalan Sehat FIDDIN
Ribuan Warga Menyemut di Labuhan Haji
(Suara NTB/038)
MENYEMUT – Ribuan warga yang menyemut di pantai Labuhan Haji, Lotim, sesaat setelah finish dalam acara jalan sehat bersama FIDDIN dan ZULROHMI, Minggu (13/5). Selong (Suara NTB) Ribuan warga Lombok Timur (Lotim) memadati pantai Labuhan Haji, kecamatan Labuhan Haji, dalam acara jalan sehat yang digelar tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) bupati/wabup Lotim H.M. Syamsul Luthfi – H. Najamuddin Moestafa (FIDDIN), Minggu (13/5). Jalan sehat ini disebut-sebut sebagai jalan sehat dengan peserta terbanyak selama ini di Lotim. Berangkat dari lapangan umum Tanjung, ribuan peserta yang datang dari berbagai
wilayah di Lotim itu, dilepas oleh calon Wakil Bupati H. Najamuddin Moestafa. ‘’Selalu sehat menjadi tujuan utama masyarakat, dan karena itu kesehatan harus tetap dijaga,’’ kata Najamuddin Moestafa. Sehat tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga akal dan fikiran. Tidak sedikit badan orang menjadi sakit hanya karena psikisnya tidak sehat. Di hadapan ribuan peserta jalan sehat yang finish di pantai Labuhan Haji, Najamuddin Moestafa menyebutkan bahwa warga miskin,
menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar berada di pesisir pantai. ‘’Karena itu kalau pasangan FIDDIN nanti menang menjadi bupati dan wakil bupati Lotim, maka penduduk pesisir, kaum nelayan dan buruh di daerah pesisir akan menjadi atensi tersendiri,’’ katanya. Bagi pasangan FIDDIN dengan nomor urut 4 ini, mewujudkan pertumbuhan ekonomi telah masuk dalam program Kelompok Pemuda Mandiri (KPM) yang digagas FIDDIN. ‘’Pemuda di daerah pesisir sedapat mungkin keluar dari jeratan kemiskinan,’’ ujarnya. Dan untuk itu, FIDDIN mempersiapkan bantuan modal sebesar Rp40 juta per kelompok di desa-desa sebagai modal awal. Sebelumnya, cabup H.M. Syamsul Luthfi juga mengatakan, untuk pengembangan sektor pariwisata, pihaknya menggagas program ‘’Sunrise of Lombok’’, yakni program yang akan mengembangkan potensi wisata bahari, alam dan budaya. ‘’Pantai Labuhan Haji merupakan salah satu objek pengembangan pariwisata ke depan,’’ katanya. Tercetusnya ide ‘’Sunrise of Lombok’’ juga lantaran pesona destinasi pantai Labuhan Haji yang selalu dikunjungi warga untuk menyaksikan matahari terbit (sunrise) di pantai Labuhan Haji setiap hari Minggu pagi. Bagi Syamsul Luthfi yang juga saudara kandung Guber-
nur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi ini, cukup tersedianya destinasi wisata di Lotim bukan tidak mungkin akan dapat menumbuhkan ekonomi rakyat, terutama di sekitar destinasi. ‘’Destinasi wisata
harus terkelola dengan baik, sehingga destinasi tersebut mampu memberikan kemandirian ekonomi bagi warga sekitar,’’ tandasnya. (038/*)
HILANG
Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti
HLG STNK R2 HONDA EA5889MA NOKA/NOSIN:MH1JF5116BK872658/ JF51E-1870439 AN. CHANDRA KHUMARA HLG DSKTR PAGESANGAN KOTA MATARAM
RUPA-RUPA
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/TRONTON,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387) DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
LOWONGAN
SALON
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
LOWONGAN WARUNG DAN KIOS “BERKAH” MEMBUTUHKAN RELAWAN YG IKHLAS MEMBANTU KAMI,TDK FULL TIME, BAGI YG RUMAHNYA JAUH DISIAPKAN TMPT TINGGAL,PARTISIPASI SERIUS,HUB:NENNI (085333423658)
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALAJENISMOBIL(TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISATAKEOVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 14 Mei 2018
Halaman 11
Antisipasi Teror
(Suara NTB/dys)
URAIAN UN - Proses pemeriksaan soal uraian UN dan USBN SD di Sekretariat Gugus III SD Kecamatan Cakranegara akhir pekan kemarin.
Gugus III Cakranegara Periksa Soal Uraian UN dan USBN Mataram (Suara NTB) Gugus III SD Kecamatan Cakranegara menggelar pemeriksaan hasil Soal Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) murid. Pemeriksaan soal UN dan USBN berjenis uraian kali pertama dilakukan. Adapun soal yang diperiksa meliputi Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA untuk Soal UN. Mapel Agama, PKN, IPS dan Mulok untuk Soal USBN. “Ini kali pertama kita memeriksa hasil Soal UN dan USBN berjenis Uraian,” kata Sekretaris Gugus III SD Kecamatan Cakranegara Rifai akhir pekan kemarin. Lebih jauh disebutkannya, memeriksa jenis soal berbentuk uraian cukup sulit dibanding sebelumnya yang hanya memeriksa butir pilihan ganda. Sehingga, proses pemeriksaan yang digelarnya bersama Guru di bawah koordinasi Gugus III Cakranegara membutuhkan waktu yang cukup lama. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat para guru. Gugus III Kecamatan Cakranegara, diketahui memiliki anggota sebanyak 4 SD. Yakni, SDN 2 Cakranegara, SDN Model Mataram, SDN 21 Cakranegara dan SDK Antonius Cakranegara. Keempat sekolah tersebut yang memiliki tugas memeriksa hasil soal UN dan USBN yang berbentuk uraian itu. “Gugus kita terdiri dari 4 SD, dalam pemeriksaan itu kita semua serentak melakukan pemeriksaan Hasil Soal UN dan USBN,” lanjutnya. Setelah pihaknya usai melakukan pemeriksaan soal, pihaknya akan langsung mengirim hasil pemeriksaannya kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram. Kemudian akan diperiksa kembali, guna ditentukan hasil akhir nilai siswa atas soal yang dijawabnya.(dys)
Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat
Mataram (Suara NTB) Polres Mataram semakin meningkatkan pengamanan tempat ibadah sejak Minggu (13/5) pascateror bom di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ibadah sejumlah gereja di Mataram mendapat pengamanan ketat. Seorang polisi lengkap bersenjata dan rompi anti peluru memeriksa mobil-mobil yang masuk ke gereja di Gebang, Saptamarga, Cakranegara. Tak hanya barang, terhadap badan pun diperiksa. Tetapi, hal itu tidak mengurangi khidmatnya kegiatan ibadah di gereja tersebut. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad mengakui pihaknya meningkatkan porsi pengamanan di tempat ibadah. Begitu juga di markas kepolisian untuk mengantisipasi aksi teror. “Kita tingkatkan kegiatan pengamanan sejumlah gereja dan rumah ibadah yang menyelenggarakan ibadah pada pagi dan sore hari,” jelasnya. Pelibatan personel mencakup Satbrimob Polda NTB. Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) sudah disiagakan. Dalam kondisi tertentu, tempat ibadah juga akan disterilisasi. Sebelum ada kejadian di Surabaya itu, kata Muham-
mad, setiap gereja dan rumah ibadah di Mataram selalu mendapat pengamanan sesuai prosedur tetap yang dimiliki. “Kita terapkan pengamanan berlapis. Untuk sterilisasi kita pertimbangkan situasi dan kondisi,” ucap mantan Kapolres Sumbawa ini. Pengamanan, sambung dia, tak terbatas pada saat ada kegiatan ibadah saja. Melainkan penyiagaan personel di lokasi ataupun pengamanan dinamis melalui patroli. “Tim patroli akan kita siapkan 24 jam memantau tempat ibadah. Patroli kita laksanakan gabungan TNI dan Polri,” ungkapnya. Muhammad mengajak masyarakat untuk tidak takut. Kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Mataram masih kondusif. Masyarakat masih bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari. “Saya imbau masyarakat untuk tidak takut teror. Mari
bersama-sama kita melawan terorisme,” ujarnya. Imbauan itu dapat dilaksanakan masyarakat dengan secara cepat memberi informasi apabila ada seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan. Informasi masyarakat itu menurut Muhammad membantu kepolisian menganalisa dan menerjunkan personel pengamanan apabila diperlukan. Sementara Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo ditemui Minggu (13/5) di Mataram menjelaskan peningkatan pengamanan tidak saja berlaku untuk tempat ibadah. Pun demikian di markas kepolisian. Pihaknya menganalisa objek apa saja yang berpeluang menjadi sasaran aksi terorisme. “Ada objek vital jadi atensi kita, termasuk tempat ibadah dan markas kepolisian. Kita minta bantuan perkuatan pengamanan dari Brimob,” ujarnya. (why)
(Suara NTB/why)
PERIKSA - Personel Polres Mataram didampingi Brimob memeriksa isi kendaraan yang akan masuk ke salah satu gereja di kawasan Cakranegara, Mataram, Minggu (13/5) pagi.
Jelang Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi 45 Gelar Kegiatan Sosial di Pantai Muara Jangkok Mataram (Suara NTB) Memasuki bulan Suci Ramadhan 1439 H, mahasiswa ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 45 Mataram bekerjasama dengan Koramil 1606-09 Ampenan menggelar kegiatan bersih pantai yang mengambil lokasi di Pantai Muara Jangkuk, Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan, Sabtu (12/5). Kegiatan bersih pantai dan bhakti sosial ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. dengan menggandeng sejumlah pihak seperti kelompok pelajar, komunitas Ini Baru Banjar (IBRA), kelompok Pramuka serta masyarakat sekitar yang sekaligus juga memperkenalkan Kampus Universitas 45 kepada khalayak. D a l a m sambutannya, Komandan Rayon Militer 160609 Ampenan Kapten Inf. Jamuhur, S.Sos mengapresiasi kegiatan yang dilak-
sanakan Mahasiswa Ikon Universitas 45 di wilayah Ampenan terutama di Pantai Muara Jangkok. Kegiatan bersih pantai yang dirangkai dengan kegiatan sosial lainnya menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan dan kepekaan sosial yang tinggi terhadap sesama. Memasuki bulan suci Ramadhan menurutnya sudah seharusnya memperbanyak kegiatan sosial guna meningkatkan keshalehan sosial secara individu. Disamping itu kegiatan tersebut juga memiliki makna mempererat tali silaturrahmi antar sesama ungkapnya. Sementara, Lurah Banjar Muzakkir Walad, S.STP mengaku bangga wilayahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan. Diakuinya, wilayah muara sungai Jangkok memang menjadi hilir dari aliran sungai yang sudah barang tentu banyak sampah yang turut dalam aliran sungai tersebut menumpuk di bibir muara. Karenanya kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 45 ini juga dapat ditiru oleh pihak lain yang peduli terhadap permasalahan
sosial yang salah satunya permasalahan sampah. Mewakili pihak Universitas 45, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Yani Rosita Sarlan, S.Sos, M,Si mengapresiasi dukungan Koramil 1606-09 Ampenan dan anggotanya serta Lurah Banjar berserta perangkat lingkungan dan masyarakat yang memberikan ruang pengabdian bagi mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan di Pantai Muara Jangkok. Kegiatan mulia yang diadakan mahasiswanya ini merupakan praktik dari teori-teori yang diajarkan di bangku kuliah. Oleh karena itu, kegiatan yang berlangsung lancar dan sukses ini diharapkan dapat dijadikan contoh dan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan di masa mendatang. Selain melaksanakan kegiatan bersih pantai, mahasiswa Ilmu Komunikasi 45 Mataram juga memberikan bantuan paket sembako kepada 50 lansia yang ada di 3 lingkungan di wilayah Kelurahan Banjar. Antusias masyarakat juga semakin tinggi dengan hadirnya hiburan musik dan pembagian ratusan doorprize dari panitia. (*)
(Suara NTB/dys)
WISUDA - Pelaksanaan wisuda di Yayasan Darul Hikmah Darek Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.
Yayasan Darul Hikmah Desa Darek Wisuda Ratusan Siswa Praya (Suara NTB) Yayasan Darul Hikmah, Desa Darek Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, kembali mewisuda 143 siswa berbagai jenjang pendidikan, pada Minggu (13/ 5). Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Daerah Pemilihan NTB Drs. H. Lalu Suhaimi Ismy, dan ratusan orang tua murid. Adapun rinciannya ialah jenjang Raudatul Athfal (RA) diikuti 38 orang siswa, jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) diikuti 25 orang, Madrasah Tsanawiyah (MTS) 37 orang, dan jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA) diikuti 42 orang. Mewakili Yayasan Darul Hikmah, Jahri, S.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan, wisuda yang digelar pihaknya merupakan salah satu kegiatan rutin dua tahun terakhir. Pelaksanaan wisuda dilakukan di akhir tahun dan diikuti semua jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan. “Acara wisuda diikuti 143 orang. Untuk jenjang Raudatul Atfal 38 orang, MI sebanyak 25, MTS sebanyak 37 orang dan MA 42 orang,” ujarnya merinci jumlah siswa yang diwisuda. Sukses pelaksanaan acara wisuda yang merupakan kedua kalinya ini tidak terlepas dari hubungan baik semua pihak, baik yayasan maupun masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih. Di sisi lain, Jahri juga mengungkapkan yayasan yang dikelolanya betul-betul murni dengan tujuan mulia, yakni ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya
dalam bidang pendidikan ilmu agama. “Ucapan terima kasih kepada bapak ibu wali santri yang telah mempercayakan kepada kami untuk mendidik putra putrinya kepada kami,” kata Jahri mengucap syukur. Sementara itu, Anggota Komisi III DPD RI Dapil NTB, Drs. H. Lalu Suhaimi Ismy, dalam kesempatan itu berharap agar para siswa yang diwisuda dapat memberi manfaat bagi sekitarnya. Termasuk lulusan MA dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi “Semoga bisa terus meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harap Suhaimi. Pada kesempatan itu, Suhaimi juga mengingatkan para siswa agar mampu menghadapi tantangan ke depan, terlebih tantangan yang dihadapi sangat kompleks. Caranya ialah dengan mendisiplinkan diri agar tetap berada pada jalur yang benar. Selain itu, mantan Kepala Kanwil Kemenag NTB itu juga mengingatkan bangsa Indonesia merupakan negara besar. Untuk itu banyak yang ingin merongrong negara bukan dengan cara militer, tapi mereka rongrong dengan berbagai cara dan lini kehidupan, seperti narkoba dan pergaulan negatif lainnya. “Serangan pertama adalah narkoba dari berbagai negara, dari Cina dalam jumlah berton-ton datang ke Indonesia dan juga dari negara lain yang ingin melumpuhkan anak generasi kita. Sehingga kita tidak lagi bersaing dengan negara lain.Serangan lain ialah melalui pergaulan,” ujarnya. (dys)
Delegasi MNEK 2018 Menginap di Golden Palace Lombok Mataram (Suara NTB) Golden Palace Hotel Lombok menjadi hotel yang terpilih sebagai tempat menginap dan berlangsungnya Bilateral Meeting, Lesson From Expert, serta Pers Conference event Internasional dari TNI angkatan laut Indonesia bekerjasama dengan angkatan Laut Negara – Negara dunia yaitu “Multilateral Naval Exercise Komodo 2018” yang berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 5 – 7 Mei 2018. Selama periode tersebut peserta MNEK yang merupakan Angkatan Laut dari sekitar 43 negara terlihat memenuhi area Hotel yang terkenal dengan kenyamanan dan keramahannya tersebut. Laksamana TNI Ade Supandi, SE., M.A.P. yang menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut Republik Indonesia turut serta dalam acara ini dan menginap di Golden Palace Hotel Lombok. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Ernanda Agung D. selaku General Manager. “Menjadi hotel yang dipilih sebagai tempat menginap dan diadakannya beberapa Meeting dari event internasional sehingga didatangi oleh 43 delegasi negara membuat kami selaku management Golden Palace Hotel Lombok senang sekaligus bangga dapat melayani para petinggi Negara” tutur Ernanda. Kesan positif pun diberikan oleh KASAL yang mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh hotel dengan bintang empat yang telah tersertifikasi tersebut. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok. Golden Palace Hotel Lombok memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Skylounge Lt.11 dan Roof Top Garden Lt. 12 dengan pemandangan Kota Mataram serta Pantai, Pegunungan hingga Sunset yang sangat indah di sore hari juga memiliki areal parkir cukup luas. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www. goldenpalacelombok.com. (*)
SUARA NTB
Senin, 14 Mei 2018
Halaman 11
Pulau Satonda Dijual Dari Hal. 1 Ia menjelaskan, sesuai UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. “Tidak boleh satupun pulau di negara Indonesia ini dijual berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960. Tidak boleh satu pulau pun dijual ke pihak asing, maupun masyarakat pribumi juga ndak boleh,” tegas Wirajaya. Dalam akun facebook tersebut, disebutkan luas Pulau Satonda kurang lebih 7.000 hektare. Luas tanah yang bisa dibangun 550 hektare, sisanya cagar alam. Tanah yang ada di Pulau Satonda diklaim merupakan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dimiliki satu orang. Siapapun, kata Wirajaya, tidak boleh menguasai pulau di Indonesia menjadi hak milik. Masyarakat atau investor hanya diperbolehkan mengelola dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU) dalam jangka waktu tertentu. “Tapi kalau membeli, menguasai menjadi milik pribadi, itu tidak boleh. Apalagi oleh orang asing. Ini harus kita telusuri nanti,” ujarnya. Wirajaya mengatakan, pihaknya akan menelusuri dugaan penjualan pulau tersebut. Apakah memang benar-benar akan dijual sesuai informasi yang diperoleh dari media sosial. Pemprov NTB melalui dinas terkait akan menelusuri hal tersebut. “Nanti kita telusuri berita itu apakah benar atau tidak. Kalau benar, pemerintah akan mengambil langkahlangkah hukum. Janganjangan itu hanya hoax. Karena bukan saja di NTB, ada beberapa provinsi dikatakan ada beberapa pulau juga dijual, dijual,” imbuhnya.
Mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB ini menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan dengan pemerintah kabupaten/ kota terkait dengan posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Informasi mengenai dugaan penjualan Pulau Satonda ini akan ditanyakan ke Pemkab Dompu. Pulau Satonda yang berada di Kabupaten Dompu ini terbilang unik. Karena berupa daratan vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1.000 meter sejak jutaan tahun lalu. Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan karena potensi alam lautnya memiliki kekayaan terumbu karang. Danau purba di Pulau Satonda ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini. (nas)
Ali BD Siap Tingkatkan PAD NTB Dari Hal. 1 Tumbuh menjadi Rp1,372 triliun di tahun 2015, sempat turun tahun 2016 Rp 1,35 triliun. Tiap tahun PAD terus meningkat. Bagi Ali BD seperti dikemukakan saat menyapa warga Kabupatan Lombok Utara beberapa waktu lalu, tambahan PAD ini diproyeksikan setahun bisa Rp 300 miliar. Sejumlah strategi sesuai dengan pengalaman selama memimpin Lotim akan diimplementasikan guna merealisasikan target capaian Sumber PAD bagi NTB. Dari hitungan PAD tersebut, dia yakini bisa melaksanakan kegiatan pembangunan NTB yang bebas dari utang. Lotim sudah menjadi bukti di era kepemimpinannya, bebas utang dan tidak akan meninggalkan utang untuk kepemimpinan selanjutnya. Dari anggaran NTB ini bisa digunakan untuk memberikan beasiswa kepada 5.000 mahasiswa. Bisa mencetak 100 dokter spesialis dan menggerakkan semua sektor di NTB sehingga menjadi lebih baik. Prinsip bagi Ali Dachlan, uang yang ada ini digunakan dengan cara hemat. Tidak dikorupsi. Karena korupsi merupakan tindakan kejahatan. Penggunaan anggaran daerah untuk makan-makan pejabat dipangkas. Biaya perjalanan dinas yang tidak penting dipotong. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat. Tidak boleh ada nyanyian pesta-pesta pejabat selama rakyat masih miskin. Cara yang dilakukan Ali BD selama memimpin Lotim menunjukkan keberhasilan besar dalam bidang infrastruktur yang hanya dengan mengandalkan anggaran daerah. Tidak seperti daerah lain yang diketahui mencari utang hanya untuk membangun infrastruktur dan kantor pemerintahannya.
Lotim sendiri merupakan daerah yang minus. Dana perimbangan yang diterima Lotim sejauh ini paling sedikit dibandingkan daerah lain. Lotim sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, 1,3 juta jiwa. Sementara anggaran yang masuk setelah dibandingkan dengan jumlah penduduk itu Lotim memperoleh dana paling buncit. Di tengah keterbatasan dana itu, tegas dalam kebijakan Ali BD harus ada pembangunan. Guna menambah sumber-sumber pendapatan, maka orang nomor satu di Lotim ini melakukan sejumlah gebrakan dalam bidang ekonomi. Antara lain mendirikan sejumlah perusahaan daerah, seperti PT Selaparang Finansial, PT Selaparang Energi, PD Agro Selaparang. Memperbaiki pasar-pasar tradisional menjadi lebih mentereng. Alhasil, dari upaya yang dilakukan PAD Lotim mengalami peningkatan cukup signifikan. Tahun 2017 lalu sudah tembus PAD Lotim Rp 300 miliar. Jumlah PAD 2017 ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu Rp 253 miliar. Perolehan PAD ini diawal kepemimpinan Ali BD menjadi bupati periode pertama dulu Rp 17 miliar, secara bertahap menjadi Rp 50 miliar dan kini semakin besar. Saat kembali memimpin Lotim tahun 2013 lalu, ditemukan angka perolehan PAD Lotim Rp 67 miliar. Dengan kebijakannya, Ali BD bisa meningkatkan PAD menjadi Rp 179,97 miliar, 2015 melonjak lagi menjadi semakin besar yakni Rp 218,909 miliar dan tahun 2016 menjadi Rp 253,549 miliar. (rus)
TGH. Lalu Makmur Sholeh: Ali BD Satu-satunya Harapan Dari Hal. 1 Semangat berjuang untuk masyarakat yang lebih baik itu terus digaungkan. Maju menjadi gubernur bagi Ali BD bukanlah tujuan mencari kekuasan. Namun melalui kekuasaan itu dutujukan untuk mewujudkan kesejahtraan. Melalui kekuasaan bisa lebih mudah membantu masyarakat. Bukti selama memimpin Lotim banyak yang bisa dirasakan masyarakat. Masyarakat miskin bisa lebih terbantu. Pada periode pertama memimpin Lotim, sudah banyak yang dibangun. Jalanjalan yang rusak diperbaiki. Masjid-masjid dibantu. Ali BD, lanjut TGH. Makmur, merupakan keturunan dari ulama tersohor di NTB. TGH Umar Kelayu. TGH Umar merupakan guru dari para tuan guru. Sebagai keturunan tuan guru, Ali BD sudah membuktikan dirinya menerapkan ketentuan-ketentuan syariat Islam dalam mengambil kebijakannya. Seperti kebijakan zakat. Penerapan zakat di Lotim diketahui sudah menjadi contoh secara nasional. Lotim di bawah kepemimpinan Ali BD menjai satu-satunya daerah di NTB ini yang ber-
hasil menerapkan zakat. Dari zakat yang dikumpulkan Badan Amil Zakat Daerah bisa membantu masyarakat. Terutama masyarkat miskin dan orang tua jompo. Sosok Ali BD itu sendiri selama ini sudah banyak membantu pondok-pondok pesantren. Yayasan Datok Lopan sendiri, tuturnya pernah mendapatkan bantuan langsung dari Ali BD. Kesan yang paling utama, lanjutnya, AliBD adalah sosok yang cocok untuk masyarakat NTB setelah TGB. TGH Makmur Sholeh ini siap berjuang bersama ulama lainnya untuk memenangkan Ali BD menjadi Gubernur NTB. Para tuan guru di se Pulau Lombok siap mendukung Ali BD karena melihat sosok Ali BD ini yang tidak melihat latar belakang organisasi. Semua dipandang sama. Ali BD juga dilihat sangat layak sebagai figur pemimpin. Pemimpin yang berhasil di segala bidang. Memimpin perusahaan, pemimpin lembaga pendidikan dan menjalankan bisnis-bisnis lainnya. (rus)
(Suara NTB/ist)
CINDERAMATA - Penyerahan cinderamata oleh Ketua Umum LPM Marginal, Jeni Fitri Rosiana kepada Penanggung Jawab Suara NTB, H.Agus Talino, seusai penyampaian materi pada pelatihan jurnalistik, Minggu (13/5) kemarin.
(Suara NTB/ist)
MENIKAH
FOTO BERSAMA- Foto bersama setelah mengisi materi pada pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh LPM Marginal di Gedung Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram, Minggu kemarin.
Elaborasi Persoalan Kemiskinan Dari Hal. 1 ‘’Pandangan saya secara umum (debat pertama) bagus. Kedua, saya merasa agak kurang pas karena ada satu dua pasangan calon yang mengeluarkan kata-kata yang tidak pas di TV. Hal-hal yang sifatnya menuding,’’ kata gubernur ketika diminta tanggapannya usai acara “Damai Indonesiaku” yang ditayangkan sebuah stasiun TV Nasional di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB, Minggu (13/5) sore. Menurut Tuan Guru Bajang (TGB) - sapaan akrab gubernur, debat adalah menggali gagasan. Sehingga ia mengharapkan pada debat selanjutnya, Paslon Cagub Cawagub NTB fokus saja pada gagasan-gagasan untuk mem-
bangun NTB ke depannya. ‘’Jadi, fokus saja pada gagasan, tidak usah masuk ke personal. Kemudian ada menuding satu sama lain. Kan semua putra-putri terbaik NTB,’’ imbuhnya. Menurut TGB, rakyat NTB masih menunggu lebih jauh tentang elaborasi gagasangagasan dari paslon Cagub Cawagub NTB. Misalnya, NTB terus berupaya membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inklusif merupakan kombinasi dari ekonomi yang tumbuh, kemiskinan menurun, pengangguran menurun, dan gini rasio terkendali. ‘’Ke depan ini masih ada PR bagaimana supaya gini rasio ini bisa semakin diturunkan. Sehingga jurang antara yang kaya dan miskin itu tidak ter-
lalu lebar. Saya pikir isu ketimpangan perlu dielaborasi,’’ kata TGB. Selain itu, paslon juga perlu mengelaborasi persoalan pertanian dan pembangunan pariwisata berkelanjutan. ‘’Kirakira seperti apa pariwisata berkelanjutan itu,’’ katanya. TGB mengatakan, NTB mengahadapi isu penurunan kualitas lingkungan. Menurutnya paslon Cagub - Cawagub NTB perlu menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai strategi ke depan melengkapi langkah-langkah atau upaya yang sudah dilakukan pemerintah daerah saat ini. ‘’Tentu tidak cukup karena tantangan ke depan lebih besar lagi. Itu menurut saya di antara beberapa hal yang perlu dielaborasi,’’ tutup TGB. (nas)
TGB Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Tempat Ibadah Dari Hal. 1 TGB menyatakan, bom bunuh diri yeng merenggut korban jiwa itu sangat dibenci oleh Islam. TGB menjelaskan, Islam sangat memuliakan orang yang hendak beribadah dan rumah ibadah. Bukan saja pada saat berperang, namun dalam keadaan damai sekalipun. ‘’Jadi dijaga, tidak boleh ada yang mengganggu. Itu dalam keadaan perang. Apalagi dalam keadaan damai. Orang mau beribadah, mau berdoa kepada Tuhan. Walaupun ada perbedaan keyakinan tapi dia mau beribadah sangat dimuliakan dalam Islam,’’ kata TGB. Sehingga siapapun yang menggangu apalagi mencelakai orang yang hendak beribadah maka dosa berlipat-lipat dan sangat dilaknat oleh Allah SWT. Dalam kehidupan berbangsa, kata TGB, selain mengutuk aksi tersebut, ini juga harus menjadi ‘’lonceng’’ peringatan harus menghentikan tindakan seperti ini. ‘’Kita harus hentikan. Sam-
pai kapan kita seperti begini. Kemarin kejadian di Mako Brimob, kemudian sekarang di beberapa gereja. Itulah yang saya sampaikan bahwa sesungguhnya tindakan terorisme tidak hanya menyakiti korban dan keluarganya. Atau umat Kristiani tapi juga umat Islam,’’ ucap TGB. Karena tradisi menyambut Ramadhan adalah menenangkan diri. Membangun suasana batin yang tenang untuk menghadapi bulan Ramadhan yang mulia. Dengan aksi teror seperti ini, kata TGB, umat Islam juga tersakiti karena banyak tuduhan-tuduhan kepada Islam. Bahwa Islam mengajarkan kekerasan, membolehkan aksi teror. Padahal hal-hal aksi tersebut sesungguhnya jauh dari tuntunan Islam. ‘’Menyakiti kita sebagai umat Islam, kita terbesar di Indonesia. Ketika ini terjadi, pandangan masyarakat dunia terhadap Indonesia pasti berubah. Bahwa kita negara yang tidak bisa menjaga ke-
selamatan warganya ketika beribadah. Jadi menurut saya, kita umat Islam menjadi bagian yang tersakiti dengan aksiaksi seperti ini,’’ katanya. Untuk menghentikan aksi terorisme, kata TGB, semua lini harus bekerja. Semua perangkat negara harus bekerja. Dalam tataran konsep, kita harus bekerja bersama-sama. Memastikan bahwa anak muda Indonesia tidak terpapar dengan konsep-konsep yang keliru tentang Islam. Tentang jihad, hubungan antara muslim dan non muslim, tentang bagaimana berbangsa dengan menggunakan kesepakatan bersama yakni Pancasila dan UUD 1945. ‘’Semuanya ini rintisan ulama. Jadi kalau ada satu dua orang yang menganggap Indonesia bukan Darul Islam saya pikir salah. Jelas keliru, dia salah. Dia tidak paham sejarah. Justru yang merumuskan Pancasila, yang membangun Indonesia di awal-awal banyak para ulama dan santri,’’ tandasnya. (nas)
Jauhi Polemik, Ahyar-Mori Fokus Beberkan Program Dari Hal. 1 Dengan strategi menghindari konfrontasi dan fokus pada pendalaman materi dan datadata, duet yang diusung mayoritas parpol NTB ini mampu menyuguhkan ulasan-ulasan yang substansial. Sepanjang debat, pasangan yang merepresentasikan Lombok dan Sumbawa, dua pulau besar di NTB ini selalu menitikberatkan setiap kesempatan untuk mengelaborasi janji kerja serta ideide. Sembari menjauhi polemik yang kurang bermanfaat. Di awal sesi, TGH. Ahyar Abduh mengutarakan bahwa NTB untuk Semua adalah semangat dan komitmen pasangan ini. “Artinya, Gubernur, Wakil Gubernur, menjadi pelayan bagi masyarakat. Khodimul Ummah. Gubernur, Wakil Gubernur, bekerja keras untuk menyejahterakan semua warga masyarakat. Petani, nelayan, buruh, pedagang, masyarakat kecil, para pemuda, para perempuan, warga kota dan desa,” ujarnya. Untuk itulah, pasangan Ahyar-Mori berkomitmen untuk menyiapkan kartu petani dan kartu nelayan. Karena, petani dan nelayan berhak mendapatkan kesejahteraan. “Kami juga mengalokasikan Rp200 juta per tahun, setiap desa. Dan kelurahan. NTB maju jika desa dan kelurahan maju. Kami juga akan mengembangkan 100 desa wisata,” pungkas Ahyar dalam sesi 90 menit itu. Saat menghadapi pertanyaan terkait penataan birokrasi pemerintahan agar terhindar dari praktik politisasi birokrasi, Ahyar juga mengutarakan pengalamannya selaku Walikota. Strategi AhyarMori dalam penataan birokrasi adalah melalui penguatan sistem dalam birokrasi. Program e-Government yang sudah berjalan di Kota Mataram
yang dipimpin Ahyar Abduh saat ini, akan diperkuat dalam skala yang lebih luas, yaitu di tingkat Provinsi NTB. “Kita di situ sudah menjamin azas-azas kepastian, azas keterbukaan, dan juga tentu azas dimana seseorang yang kita tempatkan itu memiliki kemampuan secara profesional. Itu sudah kita lakukan untuk itu,” ujar tokoh kharismatis yang akrab disapa TGA ini. Sesungguhnya, ujar TGA, semua pihak perlu menghindari terjadinya friksi-friksi di dalam keluarga besar birokrasi. Karenanya, kelak jika terpilih menakhodai pemerintahan provinsi NTB, pasangan Ahyar-Mori benar-benar akan menerapkan sistem yang sudah ada dalam penempatan pejabat di lingkup pemerintah. H. Mori Hanafi selaku Calon Wakil Gubernur NTB juga tampil dengan pemaparan yang memukau saat memaparkan tentang kebijakan, strategi dan program menguatkan pendidikan, khususnya SMK dalam mengatasi pengangguran. Menanggapi pertanyaan ini, Mori Hanafi menegaskan bahwa saat ini yang menganggur di NTB, memang bukan cuma yang lulusan SMK. Bahkan, dalam kesempatan yang begitu terbatas itu, Mori sempat memperkaya penjelasannya dengan mencuplik data pengangguran di NTB. “Lulusan kuliah, setahun itu lebih dari 10 ribu orang. Angkatan kerja, yang masuk itu belasan ribu. Yang bisa ditampung oleh kita semua, itu hanya sekitar 1000 sampai 2000. Sisanya, tidak mempunyai pekerjaan,” ujar politisi Partai Gerindra ini. Dengan demikian, ujar Mori, persoalan dalam memaksimalkan peranan institusi pendidikan sebenarnya bukan hanya terfokus di SMK. “Tapi adikadik kita yang lulus kuliah pun banyak yang menganggur, saat ini. Dan itu adalah persoalan
sosial kita semua yang ada di NTB. Dan mungkin juga secara nasional,” ulasnya. Khusus di SMK, Mori menegaskan bahwa pemerintah provinsi NTB saat ini belum terlalu berpihak pada penguatan peranan SMK. “Kenapa saya katakan demikian, sehubungan dengan rencana pemerintah provinsi saat ini ingin mengurangi SMK, padahal kita butuh,” ujarnya. Padahal, imbuh Mori, bila perlu, jumlah SMK diperbanyak ketimbang SMA. Mori berharap, keberpihakan pemerintah terhadap SMK ini jelas. Para pengambil kebijakan di dalam tata kelola SMK, harus melakukan pemetaan yang baik terhadap potensi sekolah. Tentunya, dengan melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari siswa, guru, termasuk lapangan pekerjaannya. “Kita ingin satu SMK, punya satu produk unggulan. Yang ketiga, kita harus memastikan, bahwa SMK itu memang lapangan pekerjaannya yang lebih banyak kita butuhkan. Kalau yang lebih banyak perbengkelan, ya bengkel. Kalau lebih banyak salon, ya salon. Kalau lebih banyak restoran ya restoran. Ini yang kita harapkan,” ujarnya. Dalam pernyataan penutupnya, TGA menegaskan bahwa kami Ahyar-Mori tak membangun NTB sendirian. NTB harus dimajukan bersamasama. “Kami, Ahyar-Mori siap mengabdikan diri, untuk kemajuan NTB. Untuk itu, kami bersyukur senantiasa didampingi oleh perempuan luar biasa. Istri kami, kami ajak semua. Perempuan, bersama AhyarMori membangun NTB. Kita saat ini berada di pintu bulan Ramadhan. Kami, Ahyar-Mori mengajak semua menghadapi Pilkada ini dengan hati dan niat yang bersih. Pilihan boleh beda, tapi kita harus tetap saling hormat dan menjaga,” pungkasnya. (tim)
MENIKAH- Wartawati Suara NTB, Linggauni mengakhiri masa lajangnya. Linggauni dipersunting Wahidi Akbar Sirinawa dan akad nikah serta resepsi berlangsung Minggu (13/5) di Mataram
NTB Sukses Gelar LKS SMK Tingkat Nasional Ke-26 Dari Hal. 1 Ribuan peserta dari seluruh kontingen memadati LCC pada Jumat malam itu. Berbagai hiburan di atas panggung menyemarakkan suasana malam penganugerahaan. Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih predikat juara umum, disusul Provinsi Jawa Tengah di peringkat kedua, dan Provinsi Jawa Timur di peringkat tiga. Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., dalam laporannya mengatakan., LKS SMK tingkat Nasional ke-26 memperlombakan 58 bidang lomba, dua di antaranya dengan sistem daring atau online. Tujuh bidang lomba dilombakan dalam tingkat ASEAN. ‘’Memperlombakan semua jenis bidang keahlian SMK. Diselenggarakan sejak tanggal 7 sampai dengan 10 Mei. LKS SMK ke-26 juga sudah berhasil melaksanakan kegiatan pendukung yang diharapkan mendapatkan nilai tambah,’’ ujar Bakrun. Menurutnya, secara kualitas LKS SMK ke-26 di NTB mengalami peningkatan, karena terjadi penyebaran kualitas peserta di berbagai mata lomba. Semua bidang lomba dalam LKS SMK juga menggunakan teknologi informasi. ‘’Semua berkaitan dengan teknologi informasi, selain itu pendaftaran peserta dan sertifikat melalui online,” ujarnya. LKS SMK Nasional ke-26 di NTB juga terjadi pertukaran budaya dan pengetahuan tentang SMK. Melalui kegiatan One School One Province (OSOP), terjadi pertukaran cinderamata antara perwakilan kontingen provinsi dengan SMP. Ada juga pameran produk SMK, pojok literasi, workshop keberkerjaan yang berkaitan dengan materi untuk pengembangan kewirausahan bagi SMK. Telah diluncurkan juga toko SMK saat LKS SMK Nasional ke-26 itu. Semua SMK bisa menjual produk pada gerai yang disediakan toko SMK. Dilaksanakan juga job matching yang diikuti 61 Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan 123 usaha yang akan ditindaklanjuti secara online. Telah juga dilakukan sertifikasi peserta lomba oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai bidang keahliannya. Dari 56 bidang keahlian yang dilombakan, tercatat sebanyak 804 peserta lulus sertifikasi kompetensi tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan LKS SMK Nasional di NTB memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Juga bermanfaat bagi siswa dan guru SMK. ‘’Saya yakin manfaat sangat besar bagi
penambahan wawasan, keterampilan, pengetahuan bagi anak-anak kami. Bagi bukan peserta juga mendapatkan manfaat, untuk itu saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya,’’ ujar Sekda. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D., dalam sambutan sekaligus menutup LKS SMK Nasional ke-26 di NTB, mengatakan bagi peserta yang belum mendapatkan juara, masih ada kesempatan untuk memperbaiki. “Perhatian pemerintah pada SMK sungguh luar biasa. Presiden mengeluarkan Inpres untuk mengembangkan SMK,” katanya. Tahun ini angka pengangguran anak SMK turun, tapi masih tinggi. Dirjen berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar kualitas lulusan SMK dijaga. Syarat yang harus dipenuhi yaitu syarat berkualitas. “Kurikulum di SMK harus sesuai industri, guru berkompeten, fasilitas belajar dipenuhi, mitra dengan industri, dan uji kompetensi dan sertifikasi yang diterima oleh anak-anak kita. Karena tanpa itu, kualitas pendidikan tidak akan kita laksanakan,” katanya. Dirjen menekankan, Presiden sangat berharap SMK dapat terus maju. Target setiap SMK minimal 80 persen berwirausaha atau bekerja pada tahun pertama. “Kita berharap bisa memajukan SMK. Kesempatan ini, tentu LKS SMK bukti bahwa kita peduli pada kualitas di SMK,” katanya. Bagi siswa SMK yang berhasil meraih juara pada LKS SMK Nasional ke-26 bersama juara tahun lalu akan disiapkan mengikuti World skill Competition di Rusia tahun 2019 nanti. Ia berharap siswa Indonesia banyak yang memperoleh medali di tingkat internasinonal dan ranking Indonesia meningkat. ‘’Di tahun lalu dapat peringkat ke-12, dari 80-an negara anggota. Kita buktikan Indonesia sebagai negara berkembang bisa berprestasi,’’ harapnya. Penutupan LKS SMK Nasional ke-26 di NTB ditandai dengan pemukulan gendang beleq oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad. Dilakukan juga pengumuman dan penganugerahan para juara masing-masing lomba. Termasuk pengumuman juara umum dan penyerahan piala bergilir juara umum LKS SMK Nasional. Pelaksanaan LKS SMK Nasional ke-26 di NTB juga diapresiasi karena tempat pelaksanaan di LCC dengan gedung bersuasana mal yang membuat peserta lebih nyaman. Lokasi lomba juga menjadi terpusat dan memudahkan penyelenggaraan. Hanya ada beberapa mata lomba yang digelar di luar LCC. (ron/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 14 Mei 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
LKS SMK Nasional Ke-26 Diapresiasi
NTB Raih Peringkat Sembilan Nasional Giri Menang (Suara NTB) Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional ke-26 yang dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) diapresiasi banyak pihak. Terutama pusat pelaksanaan yang dipusatkan di Lombok City Center (LCC), Narmada, Lombok Barat, NTB, dengan gedung bernuansa mal. NTB juga berhasil meraih empat perunggu, dan menempati peringkat sembilan nasional pada gelaran yang dihelat dari tanggal 6 sampai dengan 12 Mei 2018. Direktur Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., mensyukuri pelaksanaan LKS SMK Nasional yang berjalan bagus. Terlebih lagi LKS SMK nasional digelar bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ia juga mengapresiasi lokasi LKS SMK tahun ini yang sangat baik. “Komentar beberapa orang dari segi tempat juga sangat baik. Di tempat di Lombok ini, bisa kumpul pameran dan lomba, desainnya juga desain mal dengan baik, menurut saya ini hal yang baik,” ujar Bakrun. Persiapannya juga diakuinya bisa dilakukan den-
(Suara NTB/ron) (Suara NTB/ron)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Muh. Suruji saat mengalungkan medali kepada peraih juara LKS SMK Nasional ke-26. gan baik. Lomba dengan peserta sekitar 3.500 orang dari 34 provinsi se-Indonesia itu berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara pemprov NTB dan Kemendikbud. Selama beberapa tahun terakhir pelaksanaan LKS SMK Nasional diselenggarakan di tempat yang mengharuskan panitia membuat tenda. Pihaknya juga harus mengembangkan lagi beberapa tempat lomba yang lokasinya berpencaran. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid
Muhammad, M.Sc., Ph.D., juga mengapresiasi NTB yang bisa meraih medali pada LKS SMK Nasional ke-26 ini. “NTB bagus, banyak juga provinsi yang tidak dapat medali satu pun,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji mengatakan raihan empat medali bagi NTB sungguh luar biasa. Jika dibandingkan provinsi lain, banyak yang tidak mendapatkan medali. “Ini pembelajaran untuk kita, tahun depan diperbaiki,” ujar Suruji. (ron/*)
(Suara NTB/ron)
Workshop Kebekerjaan sebagai salah satu rangkaian LKS SMK ke-26
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad
(Suara NTB/ron)
Direktur Pembinaan SMK, Kemendikbud, M. Bakrun,
(Suara NTB/ron) (Suara NTB/ron)
Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Muh. Suruji berfoto bersama peraih juara LKS SMK Nasional ke-26
(Suara NTB/ron)
Peserta LKS SMK Nasional ke-26 di NTB pada mata lomba Cooking
Kaya Unsur Hiburan, Minim Substansi dan Data BAGI sebagian kalangan, debat kandidat tahap pertama yang digelar Sabtu (12/5) lalu lebih didominasi hiburan semata. Unsur hiburan berupa lelucon, saling ejek dan adu yel-yel antarpendukung dinilai lebih membekas.Walhasil, publik lebih banyak mengingat hal-hal permukaan ketimbang memperbandingkan rencana kebijakan calon pemimpin mereka. Amin, SE, M.Si (Suhaili-Amin). Kelucuan bermula saat pemandudebat,TysaNovenny,mempersilakan kubu Ali-Sakti untuk memilih satu dari tiga opsi video yang tersisa untuk ditonton, lalu berikutnya Ali-Sakti akan memberikan pemaparan atau tanggapan terhadap video tersebut. Saat dipersilakan, Ali BD
Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti
Penyerahan piala bergilir LKS SMK Nasional oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad kepada Provinsi peraih Juara Umum LKS SMK Nasional ke-26, Provinsi DKI Jakarta.
Debat Kandidat Pilkada NTB
PUNCAK dari dominasi unsur hiburan dalam debat kandidat ini terjadi dalam sesi pemaparan melalui tayangan video yang melibatkan pasangan nomor urut 4, H. Moch Ali BD – TGH. L. Gede M. Ali Wirasakti AM (Ali-Sakti) dengan pasangan nomor urut 1, H. M. Suhaili FT, SH – H. Muh.
(Suara NTB/ron)
menunjuk opsi D, yang merupakan cuplikan narasi suara dan video tentang penanganan kejahatan luar biasa alias extraordinary crime. Dalam tayangan video tersebut, narator menyebutkan, “ada banyak persoalan kriminalitas yang tergolong ke dalam extraordinary crime, seperti terorisme, narkoba, dan ke-
jahatan lintas negara, seperti pembobolan rekening yang dilakukan oleh warga negara asing, telah masuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Keadaan ini jelas merupakan tantangan besar yang akan mengganggu stabilitas, dan kelancaran program pembangunan dan mengancam masa depan generasi muda kita.” Usai video tersebut, Tysa kemudian menanyakan, bagaimana strategi pasangan Ali-Sakti untuk mengatasi persoalan extraordinary crime tersebut. Menanggapi ini, Ali BD langsung memberikan
(Suara NTB/ron)
Peserta LKS SMK Nasional ke-26 di NTB pada mata lomba Ladies and Men’s hairdressing ulasannya. Namun, ulasan ini cukup mengejutkan karena Ali BD membahas tentang peran inspektorat dalam penanganan kasus yang melibatkan kerugian keuangan daerah. “Lagi, saya berdasarkan pengalaman. Saya berdayakan inspektorat. Setiap ada laporan, periksa. Dan lama memberi laporan, saya tagih ; ‘Mana laporan?’ Saya baca, apakah yang bersangkutan mengaku salah dan mau mengembalikan uang negara? Kalau tidak, teruskan ke aparat penegak hukum. Ini yang saya lakukan. Jadi, tidak kita menggunakan katakata. Selalu yang saya lakukan tegas, ya. Apalagi yang mencuri uang negara. Seret ke pengadilan. Kepolisian, kejaksaan. Itu yang saya lakukan. Saya tidak berteori ya, itu yang saya lakukan saja,” ujarnya panjang lebar. H. M. Suhaili FT, yang menanggapi ulasan Ali BD ini tak urung mengaku kebingungan. “Ayahan-
da, bapak H. Ali Bin Dachlan. Tadi mungkinkurangpasdidengar,atau terlalu cepat menjawab. Karena masalahnya, yang dipertanyakan masalah teroris, masak inspektorat,” ujar Suhaili yang disambut gaduhnya tawa penonton. Suhaili mengaku kebingungan dan akhirnya urun rembuk untuk menegaskan bahwa penanganan keamanan seharusnya tidak hanya dibebankan kepada kepolisian dan TNI, melainkan juga melibatkan masyarakat. “Jangan pengamanan ini diserahkan kepada kepolisian saja. Tidak bisa. Tapi bagaimana kita semua unsur elemen masyarakat ikut serta bersama elemen TNI dan Polri,” ujarnya. Menanggapi ini, Ali BD rupanya tidak mau kalah angin. Ia menilai, kesalahpahaman ini terjadi karena kekeliruan dalam video yang ditayangkan. “Itu tidak ada kata teroris, ya. Video anda salah besar, ya. Hanya tahanan. Saya selalu teringat bahwa orang menggunakan baju orange, itu adalah tahanan KPK. Jadi nanti diperbaiki di segmen lain. Jelaskan ini tahanan teroris. Jadi anda yang keliru,” tegas Ali BD. Publik yang menyaksikan pun pecah dalam keriuhan, sehingga Tysa Novenny terpaksa menyerukan agar mereka tenang. Perlu Pendalaman Sepanjang satu setengah jam durasinya, debat publik Pilkada NTB itu sebenarnya dinilai cukup sukses dalam “mengikat” perhatian publik. Dalam artian, debat berlangsung cukup menarik. Namun, lagi-lagi unsur “politainment” itu yang membuat substansi debat menjadi kurang tergali. Seperti yang disampaikan Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori,
saat memberikan pidato singkat di awal, debat tersebut diharapkan menjadi ajang adu ide-gagasan dan solusi kongkret untuk kemajuan NTB tercinta. Dengan kata lain, debat sesungguhnya adalah ajang untuk mendorong pemilih mendapatkan informasi yang lebih jelas dan kuat tentang karakter, ide serta solusi yang ditawarkan para calon pemimpinnya. Karena itulah, sejumlah kalangan menilai debat tersebut masih bisa dibuat menjadi lebih menukik dan mendalam. Pemerhati Komunikasi, Dr. Syahrir Idris, P.Hd menilai, secara umum debat bisa terbilang cukup baik. Hanya saja, sejumlah gangguan menjadi catatan yang perlu diperbaiki. Syahrir menilai, sikap pendukung paslon yang kerap mengganggu jalannya debat perlu menjadi pertimbangan. “Dari sisi debat, saya pikir karena soal-soal dibuat oleh pakar sudah bagus, cuma ada saya lihat, ada pertanyaannya yang terburuburu dijawab oleh pasangan calon, sehingga apa yang ditanyakan itu dijawab kurang akurat. Saya lihat karena terlalu terburu-buru, bersemangat menjawab pertanyaan itu sebelum sempat. Dan saya pahami karena waktu yang terbatas,” ujarnya. Soal waktu yang terbatas ini, Syahrir mengakui bahwa ini menjadi semacam penghalang bagi paslon untuk mengelaborasi ide-idenya secara lebih leluasa. Beberapa paslon dinilainya telah berupaya cukup keras untuk fokus pada pemaparan ide dan pemikiran. Sementara paslon lain dinilainya kurang siap. “Saya menangkap, ada pasangan tertentu yang menyikapi debat itu dengan serius, sehingga mereka menampilkan pemikiran yang cemerlang. Tapi ada yang saya lihat, pasangan calon yang tampaknya sekedar ikut saja, dijawab apa adanya, sesuai apa yang dia pikirkan. Walaupun kalau kita lihat secara jernih, kurang menampilkan gagasan, bagaimana NTB ini ke depan,” ujarnya. Doktor lulusan Universitas Texas San Antonio ini berharap, debat kedua nanti akan mengalami pergantian format yang memungkinkan kandidat lebih banyak melakukan elaborasi secara leluasa. “Debat itu akan lebih bagus kalau formatnya lebih ke saling tanya dan sebagainya. Mungkin pertanyaannya langsung mungkin ke para pembuat soal. Kalau dijawab melenceng, mereka bisa koreksi. Saya pikir perlu diuji betul-betul calon itu oleh pakar di bidangnya masing-masing. Kayak persoalan pendidikan atau apa, betul-betul diuji sama pakar. Dan tidak perlu ada suporter,” ujarnya. (aan)