HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 12 AGUSTUS 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 125 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Bank NTB Syariah Kurban 40 Ekor Sapi untuk Dhuafa dan Mustahiq Mataram (Suara NTB) Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, dalam rang-
ka mensyukuri datangnya Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Bank NTB Syariah mengada-
kan kegiatan bertajuk ‘’Tebar Sapi Qurban’’, yaitu kegiatan pengumpulan hewan kurban
dari pengurus dan karyawan/ karyawati Bank NTB Syariah. Kegiatan terasa semakin me-
(Suara NTB/Humas Bank NTB Syariah)
FOTO BERSAMA - Direktur Utama Bank NTB Syariah, H.Kukuh Rahardjo foto bersama jajaran Direksi, Dewan Komisaris, DPS, para mantan pengurus, GM/DGM/BM/SBM serta karyawan. Suasana pembagian daging yang sudah disembelih.
riah selepas shalat Ied hari raya dilakukan pemotongan hewan kurban di beberapa tempat. Di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Kantor Pusat dan di masing-masing Kantor Cabang Bank NTB Syariah di Kabupaten/Kota. Sebagaimana di Kantor Pusat Bank NTB Syariah di Jl. Pejanggik Mataram, dihadiri Direktur Utama Bank NTB Syariah, H.Kukuh Rahardjo, bersama jajaran Direksi, Dewan Komisaris, DPS, para mantan pengurus, GM/ DGM/BM/SBM serta karyawan. Konsep dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menyampaikan kegembiraan di hari raya secara langsung kepada kaum dhuafa dan masyarakat. Bersambung ke hal 11
Hari Raya Kurban Ajarkan Optimisme Wujudkan Mimpi-mimpi Besar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Persentase kasus stunting di NTB turun dari 37,2 per123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 sen pada 2017 menjadi 33 persen pada 2018. Namun 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 masih ada tujuh kabupaten/kota yang masuk zona merah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kasus stunting di NTB. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 11 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Tujuh Kabupaten/Kota Zona Merah Stunting di NTB
Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc., mengatakan, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban mengajarkan optimisme kepada umat Islam untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar di masa mendatang. Setahun yang lalu, masyarakat NTB merayakan Hari Raya Kurban dengan cara yang berbeda. Karena beberapa saat sebelum Hari Raya Kurban, masyarakat NTB disapa oleh bencana gempa bumi beruntun yang tidak pernah diantisipasi sebelumnya. ‘’Alhamdulillah, setahun kemudian. Inflasi bisa kita tekan, pertumbuhan ekonomi membaik, kohesi sosial kita menjadi lebih baik,’’ kata gubernur, sebelum pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Adha di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB, Minggu (11/8) pagi. Pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Adha di IC NTB diimami Ustadz H. Ahyar Muhsin dan khatib, Dr. KH. Subhan Abdullah Acim, MA. Salat Hari Raya Kurban di IC dihadiri seribuan jemaah dari penjuru Kota Mataram yang memenuhi seluruh area masjid lantai I dan II. Serta banyak lagi jemaah di halaman IC. Bersambung ke hal 11
TO K O H Tiga Proyek Strategis TIGA proyek strategis Pemprov NTB akan dijamin BUMN, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Ke tiga proyek bernilai triliunan rupiah tersebut antara lain, proyek Sistem Perpipaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Lombok, proyek upgrade RSUP NTB menjadi rumah sakit internasional dan Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP menjelaskan, Bersambung H.Ridwan Syah ke hal 11
Jadup Tahap II Cair Sebelum Akhir Tahun
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/nas)
SALAT - Suasana Salat Hari Raya Idul Adha di Masjid Hubbul Wathan IC NTB, Minggu (11/8) pagi. Seribuan warga dari berbagai penjuru Kota Mataram menghadiri salat Hari Raya Idul Adha di masjid yang menjadi ikon NTB tersebut (atas). Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menyerahkan sapi kurban.
Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial (Dinsos) NTB menargetkan pencairan jaminan hidup (Jadup) tahap II dapat dicairkan sebelum akhir tahun 2019. Sampai saat ini setidaknya ada 815.708 orang korban gempa yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di NTB yang menunggu pencairan jadup tersebut. Kepala Dinsos NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah menerangkan bahwa pihaknya telah menerima pengajuan dari masing-masing kabupaten/kota yang belum menerima jadup. Data itu telah diteruskan ke Kementerian Sosial sejak Mei 2019 lalu. “Mudahmudahan sebelum akhir tahun, artinya tahun 2019 bisa dicairkan,” ujar Wismaningsih kepada Suara NTB kemarin, di Mataram. “Kabupaten-kabupaten sudah mengajukan. Kementerian sedang proses sekarang,” sambungnya. Bersambung ke hal 11
Sungdong Serius Relokasi Industri Galangan Kapal ke Bandar Kayangan Mataram (Suara NTB) Investor asal Korea, Sungdong Industry Holding serius berinvestasi di Bandar Kayangan Lombok Utara. Perusahaan ini akan merelokasi atau memindahkan industri galangan kapal yang berada di Korea ke Bandar Kayangan lantaran di sana biaya produksi atau ongkos tenaga kerja sangat mahal. ‘’Dia merelokasi pabrik dari Korea ke Lombok. Dia cari kemudahan. Setelah dihitung dengan kebijakan di sana (Korea) terutama ongkosnya mahal di tenaga kerja. Dia memindahkan dan memilih Lom-
bok,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP dikonfirmasi Suara NTB usai salat Idul Adha di Islamic Center (IC) NTB, Minggu (11/8) siang. Ridwan mengatakan, Sungdong merupakan perusahaan raksasa di Korea. Perusahaan ini bergerak dalam bidang galangan kapal. Ridwan menjelaskan alasan Sungdong yang berencana memindahkan industri galangan kapal ke Bandar Kayangan. ‘’Kalau saya dengar dari Pak Son Diamar (Direktur PT. Diamar Mitra Kayangan,
pengelola kawasan Bandar Kayangan) kenapa dia ke Lombok. Karena dia (Sungdong) gagal di Korea. Karena kebijakan politik di Korea sekarang, tenaga kerja mahal,’’ ungkapnya. Apabila Sungdong meneruskan usahanya di Korea, maka kemungkinan mereka akan bangkrut. Akibat besarnya biaya produksi. Sehingga Sungdong mencari lokasi lain yang lebih menjanjikan investasinya. Dan dipilihlah Bandar Kayangan Lombok Utara. Ia menuturkan kesungguhan Sungdong berinvestasi di Lombok Utara terlihat saat
penandatangan nota kesepahaman beberapa waktu lalu. Saat menyampaikan sambutan ketika penandatangan
nota kesepahaman dengan Gubernur NTB dan Bupati Lombok Utara. Bersambung ke hal 11
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2
Dapat Hadiah Umrah
Harus Tepat Sasaran PERAYAAN hari raya Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban merupakan bentuk sinergi menjaga tradisi Islam.Hal itu disampaikan oleh Camat Sandubaya, Lalu Saharudin. Tuntunan agama adalah sebagai garis untuk mendapatkan keredaan dari sang pencipta. Perayaan hari raya Kurban harus disenandungkan dengan berbagi antar sesama. Saharudin mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat yang berkurban, harta tersebut tak ada nilainya di mata sang pencipta. “Yang menjadi persoalan sekarang ialah niat baik masyarakat yang berkurban harus tepat sasaran,” katanya kepada Suara NTB, Minggu (11/8). Di Kecamatan Sandubaya, kata Saharudin, pada hari raya kurban ini hanya menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing yang diterima dari Pemkot Mataram. “Kita di Sandubaya memang dapat satu sapi sama satu ekor kambing. Memang itu tidak banyak, tapi akan tetapi itu semua sesuai dengan kebutuhan. Kan yang membutuhkan itu di kelurahan, karena mereka langsung yang distribusikan ke masyarakat. Alhamdulillah di setiap kelurahan kita sembelih masing-masing satu ekor sapi,” katanya. Momentum hari raya Kurban menurut Camat Sandubaya ini adalah bagaimana ummat muslim mampu mengikuti jejak Nabi Ibrahim pada masa lampau. Sebagai ummat muslim lanjut Saharudin, kita harus mengingat bagaimana pengorbanan nabi Ibrahim dengan rela mengurbankan putranya, Ismail pada saat itu. Keikhlasan dan keredaan Ibrahim itu diganti dengan seekor domba. “Jadi nilai-nilai pengorbanan itu, nabi kita terdahulu harus kita ikuti,” tegas Saharudin. Saharudin telah memastikan daging hewan kurban yang diterima masyarakat tepat sasaran kepada yang berhak menerima. Pada setiap kelurahan yang ada di kecamatan Sandubaya sendiri, sudah menyerahkan daging kurban kepada anak yatim dan kaum duafa yang ada di sana. “Itu kita bagi rata dan tepat sasaran. Kita juga himbau kepada masyarakat yang berada untuk tidak mengambil hak-hak dari kaum yang berhak menerima,” tutunya. Saharudin berharap, semoga hari saya Idul Adha ini menjadi perekat kita untuk terus menyantuni masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dengan begitu lanjut Saharudin, kita selalu merasa memiliki kewajiban untuk terus saling berbagai antarsesama. “Semoga kita mampu menumbuhkan nilai-nilai keislaman khususnya bagi ummat muslim yang ada di kecamatan Sandubaya. Mari kita belajar dari kisah para pendahulu kita. Sehingga kita mampu mengambil nilai-nilai positifnya,” tutupnya. (viq) Saharudin
”Pintu” untuk Membantu Masyarakat ANGGOTA DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., kembali duduk sebagai wakil rakyat masa tugas 2019 2024, setelah rehat pada periode sebelumnya. Erna, demikian sapaan akrab politisi PDI Perjuangan ini, kepada Suara NTB di Mataram kemarin mengaku sangat bersyukur bisa mendapat kepercayaan masyarakat untuk mewakili mereka di parlemen Kota Mataram. Menurut dia, jabatan sebagai anggota Dewan ini dapat menjadi “pintu” untuk membantu masyarakat. Selama ini, Erna terpaksa harus mencari “pintu” lain untuk membantu masyarakat. Dia berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Karena sekarang saya bisa kembali menyuarakan dan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” tuturnya kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (11/8). Erna yang terpilih dengan 1.040 suara pada Pileg April lalu, merasa sangat senang dan bangga karena 30 persen kuota keterwakilan perempuan di DPRD Kota Mataram hampir tercapai. Seperti diketahui, dari 40 anggota DPRD Kota Mataram yang dilantik 6 Agustus lalu, terdapat 10 orang anggota Dewan perempuan. “Puji syukur kehadirat Allah SWT, jumlah kami di DPRD Kota Mataram sekarang meningkat menjadi 25 persen. Ini pertama kali dalam sejarah sejak terbentuknya Kota Mataram,” aku anggota Dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini. Erna berterimakasih kepada masyarakat Kota Mataram yang sudah percaya kepada 10 srikandi Kota Mataram untuk menjadi wakilnya di DPRD. Erna sadar, jumlah keterwakilan perempuan yang telah mencapai 25 persen di DPRD Kota Mataram bukan tanpa konsekuensi. Justru mereka akan menjadi sorotan. “Dan tentunya kami akan bekerja dengan sebaik- baiknya. Dengan peningkatan dari sisi kualitas tentunya kami juga harus meningkatkan kualitas kami,” demikian Erna. Untuk mewujudkan kerja sebagai wakil rakyat yang berkualitas, dirinya bersama sembilan anggota dewan perempuan lainnya tentu membutuhkan masukan dan dukungan dari semua masyarakat Mataram agar keberadaan mereka di DPRD Kota Mataram sesuai harapan masyarakat Kota Mataram. (fit) Nyayu Ernawati (Suara NTB/fit)
Tahun Depan Papuq Sahnun Ingin Berkurban Lagi Bagi Papuq Sahnun, berbagi kepada sesama sudah menjadi keharusan baginya. Bagaimana tidak, pemulung asal Narmada, Lombok Barat yang merantau ke Mataram ini dalam lima tahun terakhir sudah kerap berkurban. Tahun ini menjadi tahun yang paling bahagia bagi Papuq Sahnun karena mendapat hadiah umrah dari salah satu Travel Haji di Jakarta karena kedermawanannya. SETELAH mengumpulkan uang dari hasil memulung selama lima tahun terakhir untuk membeli seekor sapi untuk dikurban, nama Papuq Sahnun viral di media sosial. Membeli seekor sapi dengan harga Rp10 juta dari hasil memulung membuatnya tersohor. Hampir 8 tahun, Papuq Sahnun tinggal di Mataram untuk memulung botol dan gelas plastik bekas. Uang yang dikumpulkan Papuq Sahnun ia tabung demi membeli hewan kurban. Idul Adha tahun ini, nama Papuq Sahnun mencuat karena kedermawanannya. Pemulung yang dikenal gigih ini menerima hadiah umrah dari sebuah perusahaan perjalanan ibadah haji dan umrah di Jakarta, Nur Rima Al-Waali (NRA) travel. NRA datang ke Lombok dengan memberikan hadiah umrah kepada Papuq Sahnun, Jumat (9/8). Saat ditemui Suara NTB, Sabtu (10/8), Papuq Sahnun mengatakan dengan penuh rasa malu untuk menolak saat diberikan hadiah umrah ke tanah suci Mekah. Bagaimana tidak, Papuq Sahnun yang biasa menyumbang kali ini akan disumbang. “Saya tidak mau menerima, karena saya sudah biasa menyumbang. Malu rasanya kalau diberi hadiah, apalagi berangkat umrah,” katanya dalam bahasa Sasak. Papuq Sahnun, memang me-
miliki sifat unik. Wanita 60 tahun ini, kerap menolak pemberian para dermawan yang ada di Kota Mataram. Karena menurut Papuq Sahnun, selama mampu mencari nafkah sendiri kenapa harus minta-minta. “Ndek mele, ndek tao terimaq sak mentie-tie (tidak mau, tidak bisa terima yang yang begitu-gitu),” ungkap Papuq Sahnun. Pada Jumat (9/8) malam, Papuq Sahnun dibawa ke salah satu salon ternama di Mataram Mall. Salah satu pengusaha asal Kota Mataram membawa Papuq Sahnun untuk dirias. Papuq Sahnun dengan gaya khas sendal jepit dan sarung khas wanita Lombok ini tidak pernah memerhatikan penampilannya. Profesi menjadi pemulung membuat penampilan Papuq Sahnun harus mendapat perhatian. Digigit Anjing Pada hari Jumat kemarin, Papuq Sahnun mengalami musibah, Papuq Sahnun mendapat gigitan anjing saat memulung botol plastik di lingkungan Cakranegara, Kota Mataram, pagi harinya. Bersamaan dengan itu, pihak NRA yang terbang dari Jakarta sempat kebingungan mencari Papuq Sahnun. Niat pihak NRA menyerahkan hadiah umrah ke Papuq Sahnun lewat Majelis Ta’lim Nurul Iman, Karang Jangkong, batal dilakukan.
“Karena dapat gigitan anjing penyerahan itu batal dilakukan, ia sempat dibawa ke Puskesmas untuk mendapat dua jahitan di atas mata kakinya. Papuq Sahnun seharusnya dia dirawat di rumah Sakit. Tapi ia (Sahnun) menolak,” kata Nazamuddin, kepala Lingkungan Karang Jangkong, Sabtu (10/8). Papuq Sahnun kata Nazamudin, memang manusia yang kuat. Walaupun mengalami luka jahitan akibat digigit anjing, ia tetap gigih mencari botol bekas esok harinya. Pantauan Suara NTB, Sabtu (10/8) Papuq Sahnun seperti tak mengalami sakit. Lenggak-lenggok langkahnya, Papuq Sahnun datang membawa plastik/tresback ukuran besar yang diisi plastik botol bekas. “Ah... Saya sudah biasa sakit. Saya harus memulung. Karena itu adalah pekerjaan saya,” kata Papuq Sahnun. Anak angkat Papuq Sahnun, Raehan menyampaikan, selama enam tahun terakhir ini, Papuq Sahnun bukan kali ini saja mengalami gigitan anjing. Tahun lalu ungkap Raehan, sempat digigit anjing pada bagian betisnya. Saat itu kata Raehan, ia sedang memungut plastik di sekitar Karang Jangkong Mataram . “Iya, dulu pernah digigit. Tapi gitu dah, esok harinya dia memulung lagi,” katanya kepada Suara NTB di Mataram.
(Suara NTB/viq)
Papuq Sahnun dengan bungkusan besar tas kresek berisi aneka plastik yang dipungutnya. Menurut Nazamuddin, Papuq Sahnun adalah manusia langka. Sangat jarang menemui pemulung segigih Papuq Sahnun. Dengan gaya khasnya lanjut Nazamudin, ia selalu menolak jika dilarang untuk memulung. “Padahal saat itu dia (Papuq Sahnun) sedang sakit. Tetap saja pergi memulung,” kata Nazamuddin. Hadiah Umrah yang diterima Papuq Sahnun kata Nazamudin, sangat pantas untuknya. “Dia bukan pengemis, dia orang yang sangat rajin. Jadi, sangat wajar untuk menerima hadiah itu. Mudah-mudahan dia bisa tetap mau menerima. Karena kita tahu, dia memilik sifat pemalu untuk menerima pemberian dari orang lain. Saya harap dia siap agar bisa berangkat November 2019 mendatang ke Mekah,” katanya. Berkurban Lagi Pada hari Idul Adha 1440 hij-
riah ini, dari lingkungan Karang Jangkong, ada 9 ekor sapi yang akan dikurban. Salah satunya sapi dari Papuq Sahnun. Pada Idul Adha tahun ini, Papuq Sahnun akan membagikan daging sapi kurbannya kepada keluarga yang ada di Narmada dan masyarakat di lingkungan Karang Jangkong Mataram. “Saya akan pulang besok setelah sapi itu saya sembelih. Niatnya mau nginep di Narmada agar bisa istirahat di sana,” kata Sahnun. Papuq Sahnun berniat untuk terus berkurban. Ia menyampaikan niatnya untuk menyumbang pada Hari Raya Kurban tahun depan. Dengan nada malu, Papuq Sahnun ingin membeli sapi lagi pada tahun depan. “Mudah-mudahan masih sehat. Saya akan berusaha untuk mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban lagi tahun depan. Semoga bisa. Amin,” katanya. (viq)
Sungai di Mataram Tercemar Bakteri Mataram (Suara NTB) – Kebiasaan masyarakat membuang sampah dan beragam kotoran ke sungai berdampak. Sungai di Mataram tercemar bakteri. Pencemaran ini merambah ke sumur warga di sekitaran sungai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi dikonfirmasi baru – baru membenarkan hal tersebut. Sebagian besar sungai di Mataram tercemar bakteri e–coly. Meskipun demikian, kualitas airnya masih di atas baku mutu. Pencemaran bakteri salah satu penyebabnya adalah, kebiasaan masyarakat membuang limbah kotoran maupun limbah industri ke sungai. Pemerintah telah mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah atau limbah. “Kare-
na masyarakat tidak punya penampungan. Limbah kotoran dan industri di buang ke sungai,” ungkapnya. Kondisi demikian merupakan konsekuensi dari daerah perkotaan. Dengan lahan terbatas kemungkinan masyarakat membuang limbah kotoran ternak, manusia maupun sampah sangat tinggi. Irwan menambahkan, mengurangi resiko sungai tercemar membutuhkan partisipasi dari masyarakat dan stakeholder lainnya. “Ini soal kesadaran saja sebenarnya,” timpalnya. Pencemaran tidak saja di sun-
gai, melainkan sumur warga di sejumlah kawasan terutama berdekatan dengan aliran sungai juga tercemar bakteri. Namun demikian ditambahkan Irwan, tidak semua sumur di Mataram tercemar. Hanya di beberapa kawasan saja yang memang aktivitas industri maupun tingkat pencemaran sungai sangat tinggi. “Ada sebagian yang masih aman,” klaimnya. Ancaman pencemaran bakteri ini, Pemkot Mataram mencari solusi. Salah satunya membuat instalasi pengolahan limbah. Proyek Instalasi Pengola-
han Air Limbah (IPAL) yang merupakan bantuan dari Bank Dunia senilai Rp1,8 triliun sedang tahap kajian teknis oleh pemerintah pusat. Kapasitas LH kata Irwan, hanya pada kajian teknis menyangkut berapa jangkauan masyarakat terlayani dengan proyek tersebut. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, H. Amiruddin dikonfirmasi sebelumnya menjelaskan, IPAL ini dibangun sebagai solusi dari pencemaran bakteri e – coly di sungai di Mataram. Pemerintah pusat telah melelang
pengerjaan analisis dampak lingkungan (Amdal). Kemungkinan pelaksanaan fisik dimulai tahun 2021 mendatang. “Amdalnya sedang ditender oleh pemerintah pusat,” jawab Amir. Konsep pembangunan IPAL akan mengkoneksikan pembuangan limbah rumah tangga, hotel maupun restaurant. Amir mengatakan, tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah atau kotoran ke sungai. Dengan harapan, sungai – sungai di Mataram terbebas dari bakteri e – coly. (cem)
Oknum Pejabat Diduga Nunggak Pajak Usaha Katering Mataram (Suara NTB) – Bukan saja pengusaha. Oknum pejabat di Pemkot Mataram yang memiliki usaha katering diduga menunggak pajak. Nilai tunggakannya pun mencapai ratusan juta rupiah. Untuk menghilangkan jejak, oknum pejabat mengubah nama usaha katering miliknya. Modus ini agar petugas penagih pajak menganggap usaha kateringnya bangkrut. Praktiknya, jasa boga miliknya tetap berjalan dan menerima pesanan baik dari perorangan maupun pemerintahan. Sumber Suara NTB menyampaikan, tunggakan pajak (Suara NTB/cem) oknum pejabat Pemkot Mataram mencapai Rp200 juta. TERCEMAR - Aliran sungai Ancar di Kota Mataram dipenuhi sampah. Kebiasaan masyarakat Nilai ini terakumulasi dari tagihan pajak sejak 2017 lalu. membuang sampah, limbah kotoran ternak dan kotoran manusia menyebabkan sungai Hanya saja, ia cukup cerdik dengan cepat – cepat mengubah tercemar bakteri. nama jasa boganya. Padahal, pemiliknya sama. “Sekarang sudah lain nama kateringnya. Caranya supaya petugas pajak ndak datang nagih,” ungkap sumber. Di Pemkot Mataram sendiri terkadang banyak acara atau kegiatan yang menggunakan jasa katering milik pejabat tersebut. Alamat : Jl. Flamboyan No. 1 Mataram Sumber menyebutkan jelas identitas katerWa : 081239023160 ing itu. Termasuk di organisasi perangkat daerah (OPD) mana biasanya kegiatan ditangani. Email : bpmp2t.mataram@gmail.com Menanggapi adanya pejabat yang Website : www.dpmptsp.mataramkota.go.id menunggak pajak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakigun dengan materi sebelumnya Bapak Kardiyo di Cakranegara rin Hukmi, S.E., M.M mengaku, tidak hafal c. Harus terlebih dahulu diberitahukan secara Pertanyaan : betul siapa – siapa saja menunggak pajak tertulis kepada DPMPTSP Kota Mataram Selamat Siang, hotel, restaurant maupun tempat hiburan. Demikian semoga bisa menjawab pertanyaan Perkenalkan Saya Kardiyo di tinggal CakranePun diketahui, tidak bisa ekspose. Wajib gara. Saya ingin bertanya mengenai perusahaan saudara. pajak bisa menuntut jika namanya dirilis. kami yang mempunyai bermacam – macam produk “Saya tidak hafal betul siapa saja. Yang yang ingin memasang reklame. Menjadi pertanyaan I Gede Kantun di Sweta Cakranegara jelas datanya ada di kantor,” tandasnya apakah boleh dalam satu papan reklame ganti – Pertanyaan : dikonfirmasi pekan kemarin. Bagaimana cara mencabut izin usaha yang temengganti konten? Target pajak katering (restaurant) tahun ini lah terbit melalui sistem OSS ? Rp27 miliar. Tunggakan pajak yang belum terTerimakasih Jawaban : tagih kini petugas sudah mulai turun menagih Selamat Siang, ke wajib pungut pajak. Syakirin menegaskan, Yth. Bapak Kardiyo di Cakranegara, menjawab Jawaban : Pemkot Mataram bekerjasama dengan KomiYth. Bapak I Gede Kantun di Sweta pertanyaan Bapak, kami dapat merincikan jawasi Pemberantasan Korupsi dan bank daerah Saudara dapat mengajukan Surat permohonan ban sebagai berikut : memasangkan alat ke wajib pungut pajak. 1. Setiap orang pribadi atau badan yang akan pencabutan izin dengan langkah sebagai berikut : Alat ini akan terkoneksi dengan sistem 1. Pemohon mengambil Formulir surat pencabmenyelenggarakan reklame wajib memperoleh izin pelaporan pendapatan pengusaha baik hotel, tertulis dengan mengajukan permohonan kepada utan izin di DPMPTSP Kota Mataram dan menyrestaurant dan tempat hiburan. Sehingga, iapkan Materai 6.000 DPMPTSP Kota Mataram pajak yang dititipkan oleh konsumen terde2. Pemohon mengisi dan menandatangani for2. Setiap Penyelenggara reklame dapat menteksi. “Kita akan pasangkan alat. Nanti alatgubah materi reklame dengan syarat sebagai mulir tersebut kemudian diserahkan ke DPMPTSP nya disiapkan oleh bank,” kata Syakirin. Kota Mataram berikut : Dengan alat ini akan lebih mudah menge3. Kemudian DPMPTSP Kota Mataram akan a. Penyelenggara masih dalam masa pajak bertahui apa benar pendapatan pengusaha sekian jalan dan hanya bagi kategori yang sama. Kategori berkoordinasi ke BKPM untuk mengahapus NIB atau tidak. Di samping itu, pengusaha terbantu materi yang sama misalnya materi bukan rokok, dan Izin Usaha tersebut melalui sistem OSS karena akan tahu rekap pendapatan mereka. Terimakasih semoga bisa menjawab pertanyaan tidak boleh diubah menjadi materi rokok Pemasangan alat ini sebagai bagian mengoptib. Reklame harus berukuran sama dan seban- saudara. malisasikan pendapatan asli daerah. (cem)
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567
POJOK DPMPTSP MATARAM
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
Jayapura, 08/8 (ANTARA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menargetkan pembangunan Palapa Ring di wilayah timur Indonesia dapat diselesaikan pada September 2019. Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif kepada Antara
Halaman 3
di Jayapura, Kamis, mengatakan penyelesaian pembangunan Palapa Ring di wilayah timur Indonesia ini khususnya di Provinsi Papua. “Target kami September 2019 ini semua jaringan selesai dibangun sehingga dapat menunjukkan masyarakat di Papua dapat menikmati layanan broadband,” katanya.
Menurut Anang, layanan broadband ini dapat dinikmati masyarakat di Provinsi Papua pada fasilitas sekolah, puskesmas, kantor-kantor desa dan lain sebagainya. “Dalam empat tahun terakhir, kami fokus bagaimana mengembangkan Papua, Nusa Tenggara dan Maluku yang memiliki kemiripan dengan nega-
ra-negara Pasifik,” ujarnya. Dia menjelaskan pihaknya tengah menghubungkan semua kota khususnya di wilayah timur Indonesia melalui pembangunan jaringan broadband atau pita lebar yang disebut Palapa Ring ini. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan
proyek Palapa Ring Paket Timur menjangkau 35 kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi Indonesia. “Keempat provinsi tersebut yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 kilo meter dengan nilai proyek mencapai Rp5,1 triliun,” katanya.
(ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)
Jakarta, 07/8 (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong percepatan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan visi yang telah dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo tersebut. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja dalam rilis di Jakarta, Kamis, menyatakan perlunya pemantapan dan akselerasi terhadap konsep Indonesia sebagai poros maritim untuk lima tahun ke depan. “Kita berada pada posisi review dan pemantapan kembali. Jadi apa yang telah kita capai dalam lima tahun kemarin, kita mulai melakukan perbaikan, pemantapan dan akselerasi, perbaikan dari apa yang telah kita tata,” kata Sjarief. Ia mengemukakan, dalam tiga tahun pertama pemerintah telah berhasil memberantas IUU Fishing dan telah mampu menghasilkan 16 juta ton ikan per tahun. Untuk itu, ujar dia, saat ini yang perlu dilakukan adalah membuat rencana aksi untuk pemantapan, membuat peta jalan, serta menunjuk kerja tim lintas departemen guna memastikan seluruh target bisa tercapai. “Sejak tahun 2014, cetak biru untuk poros maritim di Indonesia sudah tersedia. Hal tersebut tercantum dalam Un-
dang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, termasuk dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia,” ucapnya. Kepala BPRSDM berpendapat ada lima pilar utama dalam mewujudkan poros maritim, yakni pembangunan kembali budaya maritim Indonesia; menjaga dan mengelola sumber daya laut; infrastruktur dan konektivitas: diplomasi maritim; serta pertahanan dan keamanan. Namun, lanjutnya, dalam pelaksanaannya, Indonesia masih mengalami berbagai kendala, antara lain IUU Fishing, penurunan minat rumah tangga nelayan, hingga stunting pada anak karena tidak mampu mengonsumsi ikan. Lebih lanjut Sjarief mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia membutuhkan 50 kilogram ikan per orang per tahun. Dengan jumlah penduduk 260 juta, maka ikan yang harus disiapkan untuk konsumsi dalam negeri mencapai 12,8 juta ton. “Peningkatan stok ikan juga secara otomatis meningkatkan penghasilan nelayan. Saat ini, nilai tukar nelayan melesat naik dari yang semula 102-103 ke 113114. Sementara itu, nilai tukar usaha perikanan juga naik menjadi 127. Dengan demikian nilai kesejahteraan nelayan saat ini sudah meningkat,” ucapnya.
(ANTARA/Nur Imansyah)
Aktivitas kapal penangkap ikan di minapolitan Lombok di Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lombok Tengah NTB, 07/8 (ANTARA) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana mengembangkan Diorama Tanak Beak, yang meliputi sisa letusan Gunung Samalas, sebagai destinasi wisata sejarah dan geologi di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. GubernurNTBZulkieflimansyah mengatakan pengembangan Diorama Tanak Beak sebagai destinasi wisatamembutuhkandukunganinfrastruktur yang memadai. “Timbunan-timbunan perbukitan bekas letusan Gunung Samalas (Rinjani) ini layak untuk digali, selain digali perlu juga kita memperbaiki jalannya untuk mempermudah kita melihat peninggalan-peninggalan yang bersejarah ini,” katanya saat mengunjungi lokasi Diorama Tanak Beak ditemani ahli geologi Dr Heryadi Rachmat pada Rabu. Ia menuturkan bahwa letusan Gunung Rinjani tahun 1257 sangat dahsyat, lebih dahsyat dibandingkan letusan Gunung Tambora dan Krakatau. Letusan Rinjani kala itu, menurut dia, bah-
Direktur Utama Badan AksesibilitasTelekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif
kan sampai membuat kerajaan kuno bernama Pamatan tertimbun pasir. “Daerah ini dipenuhi pasir, dan setelah para penambang menggali kira-kira lebih 15 meter ketemu tanah asli Kerajaan Pamatan ini. Jadi pasir yang digali dan ditambang masyarakat itu adalah pasir yang menutup kampung dan kerajaan hebat ini,” katanya. Menurut dia, kampung itu memiliki banyak artefak dan peninggalan sejarah yang bisa mengungkap banyak cerita tentang masa lalu daerah yang dikenal sebagai Bumi Seribu Masjid. “Karena itu, potensi Diorama Tanak Beak ini kita ingin kembangkan,” katanya. Sementara itu, Heryadi menjelaskan bahwa di bawah perbukitan Tanak Beak ada banyak peninggalan bersejarah. “Peninggalan benda purba seperti alat masak, gerabah, bahkan gigi-gigi, banyak kami temukan di Kerajaan Pamatan yang tertimbun akibat letusan Gunung Samalas,” katanya.
(ANTARA/Nur Imansyah)
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah (ketiga dari kanan) saat melihat lokasi DioramaTanak Beak di Kabupaten LombokTengah.
Jakarta, 09/8 (ANTARA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan Program Sejuta Rumah merupakan hal yang masih sangat relevan untuk periode 20202024 karena selain memenuhi kebutuhan properti bagi kalangan masyarakat, juga untuk melesatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Masalah perumahan ini sangat kompleks. Oleh karena itu dengan Program Sejuta Rumah bertujuan menggerakkan seluruh stakeholder di bidang perumahan baik Pemerintah Pusat, swasta, dan masyarakat bersama-sama untuk membangun rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan tingginya kebutuhan rumah tersebut, ke depan perlu ada penguatan dan inovasi Program Sejuta Rumah,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi A Hamid dalam rilis di Jakarta, Jumat. Sebagaimana diketahui, Pemerintah menargetkan Program Sejuta Rumah pada periode 2015-2019 sebanyak 5 juta unit. Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, secara bertahap capaian Program Sejuta Rumah terus meningkat dari 904.758 unit di tahun 2015 menjadi 1.132.621 juta unit pada tahun 2018. Secara keseluruhan selama periode 2015-2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah dengan komposisi 70 persen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen rumah non MBR. Pada tahun 2019, Kementerian PUPR menargetkan capaian Program Sejuta Rumah lebih tinggi yakni sebanyak 1,25 juta rumah. “Capaian Program Sejuta Rumah status per 5 Agustus 2019 mencapai angka 735.547 unit. Jadi kita punya target tahun 2019 untuk mendongkrak kekurangan dari total akumulatif menjadi 5 juta unit. Kita bisa capai kurang lebih 4,79 juta atau 94 persen dari total target,” katanya. Dirjen Penyediaan Peruma-
(ANTARA/ Aris Wasita)
Ilustrasi- Kompleks perumahan bersubsidi han juga mengingatkan bahwa sektor perumahan cukup tinggi sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ujar dia, juga masih tingginya angka backlog atau kekurangan perumahan sekitar 7,6 juta unit ditambah kebutuhan rumah baru per tahunnya mencapai 500-700 ribu unit. Tingginya kebutuhan rumah yang harus dipenuhi memerlukan kerjasama seluruh stakeholder, terobosan, dan inovasi guna memperkuat program tersebut. Menurut Khalawi, tantangan kedepan antara lain adalah ketersediaan lahan di kawasan strategis yang dapat dibangun rumah terjangkau bagi MBR. Salah satu cara yang telah dilakukan adalah pembangunan rusun dekat dengan stasiun kereta atau Transit Oriented Development (TOD) dan rusun dengan kombinasi pasar seperti Rusun Pasar Rumput setinggi 25 lantai berjumlah tiga menara. Ia mengemukakan bahwa usulan pembentukan bank lahan juga bisa menjadi opsi agar Pemerintah memiliki lahan untuk pembangunan rumah terjangkau. Kemudian, langkah penguatan Program Sejuta Rumah ke depan lainnya adalah penetapan zona permukiman MBR yang sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), perluasan fasilitas pembiayaan dan penghapusan PPN dan penetapan batasan harga jual rumah subsidi dan
revisi regulasi terkait upaya Kementerian PUPR menjaga kualitas rumah MBR. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memastikan sebanyak 18 pihak bank pelaksana telah menyalurkan dana kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah. “Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Basuki Hadimuljono. 18 bank tersebut yakni BNI, BTN, BTN Syariah, BRI, Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, Bank Sulselbar, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank Kalsel Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Jatim, Bank Sumselbabel Syariah, Bank Aceh, Bank Jambi, Bank Nagari, Bank Sumselbabel, Bank Jambi Syariah. Kementerian PUPR juga melakukan pemantauan kualitas rumah subsidi sesuai dengan standar yang ditetapkan maupun pendataan pengembang rumah subsidi dalam Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).
Batam, 07/8 (ANTARA) – Pemerintah menghentikan pemberian izin pengelolaan baru di hutan wilayah primer dan lahan gambut melalui Instruksi Presiden tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut. Instruksi Presiden (Inpres) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (5/8) merupakan pembaharuan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2017 dan mencakup perubahan dari urusan penundaan menjadi penghentian pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. “Kemarin tanda tangannya. Tapi kan masih ada proses administrasinya, salinan, penomoran, pengundangan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya usai menghadiri puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2019 di Taman Wisata Alam Muka Kuning, Batam, Rabu. Kebijakan tentang penghentian pemberian izin kelola baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut, menurut dia, ditetapkan setelah pemantauan menerus perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Inpres Nomor 10 Tahun 2011 sampai Inpres Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut. Areal penundaan pemberian izin tersebut digambarkan secara spasial dalam Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) yang diperbarui setiap enam bulan sekali. Menurut Siti Nurbaya, penerapan Inpres telah berlangsung selama delapan tahun dengan 15 kali pembaruan. “Kalau kita lihat maka sudah berlangsung penundaan izin dengan empat kali Inpres, yaitu 10/2011, 6/ 2013, 8/2015 dan 6/2017”. Telaah Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap data seri analisis luas areal penundaan pemberian izin baru menunjukkan bahwa luas areal PIPPIB sudah agak konstan di angka sekitar 66 juta hektare. Selain itu, menurut Siti Nurbaya, luas deforestasi dalam areal penundaan menurun signifikan (penurunan ditambah 38 persen) dan tata kelola hutan alam primer sudah lebih baik dengan in-
dikasi luas PIPPIB yang tetap, angka deforestasi menurun, dan adanya perubahan dalam rencana pengusahaan hutan tanpa mengganggu jalannya produktivitas. Siti Nurbaya mengatakan, pemerintah telah banyak menerbitkan peraturan untuk menjaga tata kelola lahan gambut dan penegakan hukum terkait lingkungan hidup dan kehutanan sudah berjalan baik. Wilayah penghentian pemberian izin baru menjadi potensi pembayaran berdasarkan hasil dalam skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan REDD+ sejalan dengan penerapan kebijakan pemberian insentif pengendalian perubahan iklim sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan. Wilayah penghentian pemberian izin kelola baru juga menjadi target pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dari sektor kehutanan. Siti mengatakan bahwa penetapan regulasi terkait hutan primer vegetasi alam yang lebat dan lahan gambut hanyalah konfirmasi karena sebenarnya sudah dijalankan, artinya memang tidak ada lagi pemberian izin kelola di kawasan tersebut. Inpres baru yang telah ditandatangani oleh Presiden antara lain memerintahkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri ATR/BPN, Menteri Pertanian dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Informasi Geospasial, Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk secara umum tidak lagi memberikan izin kelola baru di area PIPPIB. Inpres juga meliputi perintah untuk melakukan penyempurnaan kebijakan tata kelola izin usaha, pengelolaan lahan kritis, serta penggunaan emisi karbon. Pemerintah memberikan pengecualian dalam PIPPIB berkenaan dengan izin yang sudah ada dan telah mendapatkan persetujuan prinsip, pembangunan yang bersifat vital, perpanjangan izin, restorasi ekosistem, jalur evakuasi bencana alam, penyiapan pusat pemerintahan/pemerintahan daerah, proyek strategis nasional (dalam Perpres), dan kepentingan pertahanan keamanan serta penunjang keselamatan umum.
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Truk pengangkut BBM melintasi kawasan hutan menuju sejumlah daerah pedalaman seperti Dogiyai, Paniai, hingga Kampung Obano di Papua.
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
Halaman 4
Pemkab Berharap Pembahasan APBD Tidak Molor Selong (Suara NTB) Kepala Badan Perencanana Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Achmad Dewanto Hadi berharap pelantikan anggota DRPD yang baru segera digelar. Diketahui masa bakti anggota DPRD yang lama sudah berakhir sejak 5 Agutus 2019 lalu. Pasalnya, dalam waktu singkat ini sudah harus dimulai pembahasan APBD 2020. Kepala Bappeda ini berharap tidak molor pembahasannya akibat keterlambatan dari pelantikan anggota dewan yang baru. (Suara NTB/ist)
SEMBELIH - Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy melakukan penyembelihan hewan kurban, Minggu (11/8).
Bupati Sembelih Hewan Kurban Selong (Suara NTB)Perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah, Minggu (11/8) berlangsung khusyuk. Mulai dari Salat Idul Adha sampai pemotongan hewan kurban berlangsung penuh makna. Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy berkesempatan menyembelih hewan kurban. Kepala Bagian Humas dan Portokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Iswan Rakhmadi, menjelaskan, Bupati Lotim memulai penymbelihan hewan kurban di Taman Pendidikan Usia Dini KB-TK Islam Terpadu Hishnu Al-Muslim Lombok RT. Nurul Hidayah, Dasan Geres, Desa Aikdewa, Kecamatan Peringgasela. Pada kesempatan tersebut, bupati berharap tumbuhnya budaya berkurban di tengah masyarakat Lotim. Bupati menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya berkurban dua ekor kambing, dan di akhir masa hidupnya berkurban seratus ekor unta. Sebanyak 63 ekor disembelih sendiri oleh Rasulullah. “Ini menggambarkan bahwa sepanjang usianya Rasulullah tidak pernah luput dari berkurban,” kisahnya. Karena itulah Sukiman berharap di tahun mendatang dalam setiap keluarga di Lotim bisa menyembelih hewan kurban satu ekor kambing. Hal ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tapi dari dimensi kehidupan sehari-hari juga mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Sebelumnya warga mengikuti Salat Hari Raya Idul Adha di Kantor Bupati Lotim. Bertindak selaku imam, Drs. H. Ali Fikri, MA., dan khatib Kepala Kantor Kementerian Agama Lotim Drs. H. Azharuddin M.Sy. Dalam khutbah dengan “Idul Adha sebagai momentum aktualisasi pesan moral spiritual dalam kisah Nabi Ibrahim AS, Azharudin mengingatkan jamaah untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan sebenar-benar taqwa. Jemaah diajak mengenang jejak langkah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan ummat Islam memiliki karakter yang sempurna. Ibrahim menjadi figur bagi genersi setelahnya dengan keagungan dan kepribadiannya. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengambil suri tauladan darinya. Peristiwa Idul Adha mengingatkan kembali kepada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Azharuddin menekankan peristiwa agung “penyembelihan” Ismail memberikan pelajaran sangat dalam dan bermakna kepada umat akan pentingnya pengorbanan tulus untuk menegakkan nilai-nilai agama. Ketulusan semacam itu nyata hadir dan menancap kuat di tengah umat Islam. (rus)
“Kita berharap sebenarnya ketika sudah tak ada persoalan terkait di Mahkamah Konstitusi segera dilantik,” ujarnya, pada Suara NTB di ruang kerjanya, belum lama ini. Dewanto Hadi mengutarakan keterlambatan pelantikan ini bisa berimbas kepada pembahasan APBD induk 2020 mendatang. Sesuai jadwal dewan, begitu dilantik para
wakil rakyat ini harus membentuk dulu alat kelengkapan dewan. Dalam proses pembentukan alat kelengkapan ini membutuhkan cukup waktu. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya kan cukup lama menyita waktu,” urainya. Ketentuan terbaru saat ini, pembahasan APBD 2020 ini harus selesai pada 30 November 2019. Jika pelantikannya
Agustus ini, dihitung para anggota dewan akan membutuhkan waktu sekitar satu bulan yakni Bulan September untuk menentukan alat kelengkapannya, sehingga praktis, hanya tersisa dua bulan Oktober dan November saja kesempatan pembahasan dua produk yakni Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara
(KUA-PPAS) dan APBD 2020. Dewanto Hadi mengemukakan, aturan pemerintah pusat saat ini menekankan batasan waktu sampai akhir November pembahasan APBD. Aturan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang membolehkan sampai akhir Desember. Saat ini, Bappeda Lotim tengah mempersiapkan konsep KUA-PPAS bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lainnya. Disampaikan, batas waktu pembahasan saat ini lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dikhawatirkan, keterlambatan dalam pembahasan APBD ini akan membuat Lotim terancam tidak bisa menerima
dana insentif daerah. Sejauh ini, eksekutif dan legislatif Lotim tidak pernah mengalami keterlambatan pembahasan APBD, sehingga dana insentif daerah ini tetap bisa diterima. Ketepatan pembahasan anggaran juga menjadi salah satu pertimbangan, sehingga akan sangat disayangkan jika terjadi keterlambatan bisa mengurangi jumlah pendapatan Lotim. Sarannya, untuk kelengkapan dewan ini dibentuk terlebih dulu Badan Anggaran (Banggar). Pasalnya, Banggar ini langsung bisa bertugas untuk pembahasan. “Kalau alat kelengkapan yang lain kan tidak langsung bertugas,” demikian. (rus)
DRD Bidang Ekonomi Rekomendasikan Tiga Hal ke Bupati KLU Tanjung (Suara NTB) Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan eksistensi sesuai tupoksinya. Yakni, memberi masukan dan saran kepada Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, terkait upaya membangun daerah. Jumat (9/ 8), DRD Bidang Ekonomi, menyerahkan 4 poin rekomendasi berisikan 27 sub poin. Ada pula solusi dan alternatif kebijakan yang bisa ditempuh, di mana DRD mengacu kepada pendekatan Sosial Bisnis ala M. Yunus (1974) - Bangladesh yang sukses membentuk Grameen Bank. Rekomendasi DRD diserahkan langsung oleh Ketua DRD KLU, Dr. Suwandi, kepada Bupati, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., disaksikan Kepala Bappeda Lombok Utara, Heryanto, SP. Untuk diketahui, tugas dan fungsi DRD KLU tertuang dalam surat keputusan Bupati No.149/109.a/BAPPEDA/2019, yaitu memberikan masukan dan saran kepada pemerintah daerah dalam rangka penentuan skala prioritas pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di KLU. Adapun rekomendasi dimaksud mencakup 4 hal, yakni percepatan pemulihan aktivitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka kemiskinan
dan pengangguran, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pascagempa. Dikatakan Suwandi, rekomendasi DRD ini didasarkan pada hasil kajian literatur, jurnal ilmiah, prosiding internasional, makalah dan pengalaman daerah lain bahkan negara lain yang memiliki kesamaan struktur ekonomi, permasalahan ekonomi dan tujuan pembangunan ekonomi dengan KLU. Rekomendasi ini dikuatkan pula dengan pandangan dan pengalaman para organisasi perangkat daerah (OPD) yang diserap melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama lintas yang berjalan sebelumnya. Poin rekomendasi pertama adalah aspek percepatan pemulihan aktivitas ekonomi daerah, di mana DRD mengusulkan 7 sub poin. Dari ketujuh sub poin itu, meliputi rekonstruksi infrastruktur mendasar yang menyentuh pelayanan seperti jalan, saluran air bersih, listrik dan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak dan gas. Dilanjutkan dengan restorasi infrastruktur lanjutan pada rumah-rumah, kantor-kantor dinas, dan fasilitas umum. “Untuk mendukung permodalan bagi usaha kecil dan mikro, maka perlu membuat
suatu kajian pembentukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lombok Utara sebagai BUMD yang berdiri sendiri dan terpisah dengan BPR Lombok Barat. Dalam hal ini kami menyarankan untuk segera dilakukan penyusunan feasibility study (FS) dan Bussiness Plan (BP) pendirian BPR tersebut. DRD komisi ekonomi bersedia membantu kajian dan penyusunan FS dan BP tersebut,” tegas Suwandi. Melihat geliat usaha, pihaknya juga menyarankan Pemda memberi keringanan fiskal (pajak) dan beban keuangan lain kepada korban gempa, menata kembali pasar-pasar, mengoperasikan pasar hortikultura, serta mencairkan bantuan terhadap Wira Usaha Baru (WUB) yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Pada poin percepatan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, DRD melihat sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian yang harus didukung oleh sektor ekonomi lainnya. Pada tataran ini, Raperda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) dianjurkan untuk dibahas. Sejalan dengan itu, OPD yang membidangi pariwisata agar memberi peningkatan kapasitas SDM pelaku wisata melalui pelatihan dan sertifikasi profesi. “Pemerintah daerah
(Suara NTB/ari)
SERAHKAN - DRD KLU menyerahkan rekomendasi ke Bupati KLU H. Najmul Akhyar di Pendopo Bupati, Jumat (9/8). hendaknya lebih memacu pertumbuhan ekonomi di desadesa, karena dengan majunya ekonomi desa akan meningkatkan pemerataan pendapatan per kapita penduduk. Untuk itu, kualitas dan kuantitas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) terutama pemerataan BUMDes Mart di setiap desa, dan menghidupkan kembali koperasi unit desa (KUD) di Lombok Utara,” sebutnya. Sementara, dalam upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran DRD berharap BPS mengubah konsep kemiskinan absolut melalui pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic
needs approach). Pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Mengetahui kemiskinan warga Lombok Utara, Suwandi, menilai perlunya identifikasi penyebab kemiskinan seperti kondisi alamiah dan ekonomi, kondisi struktural dan sosial, serta kondisi kultural (budaya). Langkah identifikasi dapat dilakukan dengan melakukan kajian atau penelitian khusus, sehingga ditemukan solusi (pendekatan) terbaik dalam penanganan masalah kemiskinan. (ari)
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
(Suara NTB/her)
”Intip” Temuan Kerugian Negara POLRES Lombok Barat (Lobar) bakal menangani masalah temuan kerugian negara senilai ratusan juta rupiah di Pemkab Lobar. Hal ini dilakukan jika para penunggak kerugian negara tak mengembalikan setelah dilakukan proses persidangan oleh TPTGR. Sejauh ini sudah ada MoU antara Kapolri dengan Mendagri, di mana persoalan kerugian negara yang sudah ditangani Inspektorat, maka pihak polres tidak akan masuk melakukan penanganan. “Kalau belum juga dikembalikan kerugian negara, maka itu masih bisa kita tindaklanjuti,” tegas Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi akhir pekan kemarin. Dijelaskan, kalau menyangkut penanganan kerugian di pemda sudah ada MoU Kapolri dengan Mendagri. Di mana polres tidak bisa masuk menindaklanjuti kalau persoalan kerugian ini sudah ditangani Inspektorat. Apalagi, kata dia, kerugian negara sudah dikembalikan, maka pihaknya tak bisa menindaklanjuti. Akan tetapi kalau kerugian ini belum dikembalikan, maka polres bisa menindaklanjuti. Pihaknya bisa turun menindaklanjuti persoalan kerugian yang menjadi temuan BPK ini, jika pihak penunggak kerugian tak mengembalikan. “Kita bisa turun tangan kalau ndak dikembalikan,” imbuh dia. Plt. Inspektorat Lobar, M. Ilham mengatakan kerugian negara yang belum tertagih mencapai Rp643 juta lebih. Kerugian negara ini tidak hanya mengendap di para oknum anggota dewan, namun kerugian negara ini tercatat di rekanan dan pejabat Lobar. Untuk menagih kerugian negara dari para oknum ini, pihak Inspektorat bakal memanggil pihak terkait untuk membuat komitmen sesegera mungkin mengembalikan ke daerah. Jika tidak ada progres, barulah tim TPTGR akan menagih paksa para oknum tersebut melalui sidang yang dilakukan oleh TPTGR. ”Yang ada kerugian negara ini di pejabat, rekanan dan dewan,” jelas dia. Untuk menyelesaikan tunggakan kerugian di dewan, sejauh ini pihaknya sudah memanggil Plt Sekwan untuk memberitahukan para anggota yang menunggak bahwa mereka akan dipanggil secara resmi oleh Inspektorat. (her) Heri Wahyudi
Partai Gerindra Raih Tujuh Kursi di DPRD Praya (Suara NTB) Setelah sempat tertunda karena adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng), Minggu (11/8), akhirnya mengelar rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif tahun 2019. Di mana, Partai Gerindra dipastikan sebagai partai politik dengan perolehan suara terbanyak. Gerindra unggul dari Partai Golkar yang merupakan partai pemenang pemilu legislatif sebelumnya. Di daftar perolehan kursi, Partai Gerindra juga berhasil mengirim tujuh wakilnya di DPRD Loteng. Terbanyak dari semua partai politik peserta pemilu legislatif tahun 2019 lainnya. Perolehan kursi tersebut sama dengan yang diperoleh Partai Golkar. Di mana Partai Gerindra memperoleh dua kursi di daerah pemilihan (dapil) I (Praya-Praya Tengah). Sementara Partai Golkar memperoleh dua kursi di dapil II (Kopang-Janapria). Dan, di dapil lainnya masingmasing memperoleh satu kursi. Di bawah Partai Gerindra dan Partai Golkar, total ada empat parpol yang memperoleh 6 kursi. Masing-masing Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Partai Demokrat. Kemudian ada Partai Bulan Bintang (PBB) dengan 4 kursi dan Partai NasDem dengan perolehan 3 kursi. Sedangkan empat kursi tersisa lainnya masing-masing diraih Partai Hanura sebanyak 2 kursi. Dan, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing 1 kursi. “Dengan penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih ini, maka tugas KPU Loteng dinyatakan selesai,” ujar Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin, kepada wartawan. Ia menjelaskan, hasil pleno rencananya Senin ini akan disampaikan ke Bupati Loteng untuk dilakukan verifikasi dan validasi. Setelah itu dilanjutkan ke Gubernur NTB, guna penerbitan Surat Keputusan (SK) pelantikan anggota DPRD Loteng yang baru periode 2019-2024. Lebih lanjut Fuad menambahkan, terkait gugatan yang masuk dari Loteng ke MK baik itu dari Partai Demokrat, Partai Gerindra maupun dari calon anggota DPD RI, seluruhnya ditolak. Hanya ada satu gugatan yang dikabulkan. Yakni gugatan dari caleg Partai Nasdem didapil III atas nama H.L. Wiraksa terhadap sesama caleg Partai Nasdem atas nama H.L. Arabiah. Tapi gugatannya masuk ke Bawaslu RI bukan ke MK. Namun, oleh KPU RI menyatakan mengesampingkan hasil putusan Bawaslu RI yang mengabulkan gugatan H.L. Wiraksa tersebut. Pasalnya, gugatan dilayangkan setelah penetapan perolehan suara di tingkat pusat. Sementara ranah kewenangan penanganan sengketa perolehan suara pasca penetapan perolehan suara di tingkat pusat ada di tangan MK dan bukan lagi menjadi ranahnya Bawaslu. “Atas dasar itulah, KPU Loteng memutuskan menggelar pleno penetapan kursi dan caleg terpilih, dengan mengesampikan putusan Bawaslu RI. Sesuai petunjuk dari KPU RI ,” tegasnya seraya menambahkan, KPU RI memutuskan mengesampingkan putusan Bawaslu RI berdasarkan fatwa dari MK. (kir)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Bupati Perintahkan Audit Investigasi Aset Kantor Pertanian Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengakui aset Kantor Dinas Pertanian di daerah Labuapi bagian dari masalah. Kantor Dinas Pertanian hasil tukar guling dengan kantor Agribisnis yang digusur untuk lahan pembangunan Lombok City Center (LCC) adalah salah satu masalah yang akan diselesaikan oleh pihaknya. Bupati telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit investigasi terhadap masalah aset-aset ini. “Itu (Kantor Dinas pertanian) bagian dari masalah, kenapanya ? Saya tidak tahu, karena bukan saya yang melakukan. Itu bagian dari masalah yang akan kita selesaikan,” tegas bupati saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin. Pertanyaan kenapa belum tercatat di neraca aset?. Menurut dia yang perlu ditanya adalah yang melakukan saat itu. bupati mengaku tidak tahu kenapa aset ini belum diserahterimakan, sehingga belum tercatat di neraca. “Kenapa belum ada serah terima, tanya yang melakukan saat itu. Kalau saya ditanya kenapa? Saya tidak bisa jawab, karena bukan saya yang melakukan. Yang jelas ini bagian masalah yang harus diselesaikan,” tegas dia kembali. Menurut dia persoalan ini akan diselesaikan. Pihaknya masih mendiamkan aset ini, karena masih dalam proses hukum di Kejaksaan. Ia tak ingin
gegabah memutuskan, sebab siapa tahu pihak pemda sudah memutuskan, namun hasil keputusan ini berbeda dengan putusan pengadilan. Justru hal ini akan membuat susah lagi. Selain itu, ia sudah meminta Inspektorat melakukan audit investigasi terhadap persoalan ini. “Saya yang minta audit, itu juga bagian cari cara menyelesaikan masalah,” ujar dia. Ia menegaskan bukan pihak Kejati yang meminta Inspektorat melakukan audit tersebut, melainkan dirinya yang bersurat ke Inspektorat untuk melakukan audit. Hasil audit ini nanti jelas dia, akan ada semacam rekomendasi hasil audit. Rekomendasi ini, ia tidak tahu seperti hasilnya. Apakah tidak ada unsur pembiaran dari pemda? menurut dia tidak demikian. Justru berbagai langkah ini adalah upaya penyelesaian yang dilakukan pemda.
(Suara NTB/her)
DIHENTIKAN - Proyek Kantor Dinas Pertanian ini dihentikan lantaran dikhawatirkan melanggar aturan akibat kantor ini belum tercatat di neraca aset daerah. Sebab kata dia, masalah ini tidak sedLebih lanjut dia menjelaskan, pihakerhana. Misalnya jika ia memutuskan nya sudah meminta proyek rehab kantor bentuk tim appraisal terhadap bandinas pertanian dihentikan. Pasalnya itu gunan tersebut. Namun kata dia, banakan berpotensi masalah, diakibatkan gunan yang mau di-appraisal ini yang aset kantor itu belum masuk neraca aset tidak ada, karena bangunan sudah daerah. Pihaknya tidak ingin melakukan dihancurkan. ”Apa yang kita mau aphal-hal yang berpotensi menimbulkan praisal? Bangunnya tidak ada, sudah masalah nantinya.”Yang berpotensi mendihancurkan. Makanya kita tunggu imbulkan masalah-masalah kita hentisaja keputusan hukum,” imbuh dia. kan (tidak kita lakukan),” kata dia. (her)
DKP Sebut Laut Sekotong Tidak Tercemar Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat (Lobar) H. Ahmad Subandi mengklarifikasi hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga yang menyebutkan kalau laut dan ikan di Sekotong terpapar mercuri. Ia menegaskan, hasil penelitian ini masih menggunakan data lama. Pasalnya pihaknya selaku penerima dampak dari aktivitas penambangan setiap tahun melakukan pengujian dan penelitian terhadap kualitas air laut. Penelitian ini untuk aktivitas tambak budiaya ikan dan garam di kawasan setempat dengan melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Laboratorum Penguji BBIHP Kementerian Perindustrian. “Hasil pengujian tidak ada masalah, tingkat kadar mercuri atau Hg (raksa red) mencapai 0,01 persen. Terakhir kita lakukan uji tanggal 15 Januari tingkat kadar mercurinya 0,01,” klaimnya akhir pekan kemarin. Penelitian ini juga dilakukan untuk menjaga keamanan ikan, garam yang diolah dari laut. Sebab, hal ini menyangkut ke-
pentingan orang banyak, sehingga pihaknya tidak berani main-main soal ini. Selain uji, pihaknya melakukan sertifikat uji. “Kita selalu lakukan uji rutin tiap tahun, kami juga tidak berani main-main, karena ini dikonsumsi oleh masyarakat banyak,” tegas dia. Pada bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar Ispan Junaidi mengakui kebijkan pariwisata dengan pertambangan di wilayah Sekotong tak sinkron. Pasalnya, di satu sisi di daerah itu dikembangkan sektor pariwisata yang butuh lingkungan bebas dari aktivitas pengerusakan, namun di sisi lain ada aktivitas penambangan illegal yang bersifat merusak dan mencemari lingkungan. Karena itu, kebijakan ini perlu dibahas secara bersama-sama oleh pemprov dan pemkab ke depan. Pihaknya selama ini lebih fokus bagaimana menggempur kawasan Sekotong dari sektor pariwisatanya. Sedangkan masalah tambang, urusan berbeda karena menjadi kewenangan provinsi. Dulu, kata dia, memang pertambangan jadi kewenangan kabupaten, namun semenjak atu-
ran baru menarik kewenangan pertambangan ke provinsi sehingga tidak lagi menjadi kewenangan kabupaten. Karena itu, ujarnya, dampak kebijakan pertambangan kedepan tentu provinsi yang berwenang. Yang jelas, menurut Ispan kebijakan pertambangan dan pariwisata ini tidak sinkron. Sebab di satu sisi, dikembangkan pariwisata, namun di sisi lain ada pertambangan terutama yang penambangan ilegal yang merusak dan mencemari lingkungan. Pertambangan illegal ini jelas dia menjadi persoalan utama yang berdampak terhadap sektor pariwisata, karena jangankan penambangan batu emas ilegal di Sekotong. Tambang galian C juga bermasalah di manamana di wilayah Lobar. “Tapi kabupaten ndak bisa melakukan apa-apa karena izinnya dari provinsi, ini lagi-lagi persoalan,” jelas dia. Seperti halnya di Loteng, di satu sisi dikembangkan KEK akan tetapi di depan mata ada aktivitas penambangan ilegal di Prabu. Pemda lagi-lagi tidak bisa melakukan tindakan, sehingga akhirnya gubernur yang harus turun tangan. (her)
Miracle Lombok Luncurkan ”The Science of Facial Architecture” Giri Menang (Suara NTB) – 23 tahun yang lalu, Miracle Aesthetic Clinic lahir untuk memberikan perawatan kecantikan terbaik bagi masyarakat. Sebagai perintis bisnis estetika di tanah air sejak tanggal 25 Juli 1996 silam, Miracle menjadi salah satu klinik estetika terdepan di Indonesia dengan 20 cabang. Di hari ulang tahun (HUT)-nya ke 23 ini, Miracle yang juga mendapatkan penghargaan Service Quality Award 2019 untuk kategori Beauty Clinic resmi me-launching metode “The Science of Facial Architecture”. ‘’Di era beauty 4.0 ini, metode ala Miracle ini patut dicoba oleh masyarakat untuk mendapatkan tampilan wajah yang terbaik. Sebab metode perawatan estetik ini untuk membentuk wajah ideal,’’ ujar Direktur dan Dokter Konsultan Miracle Lombok dr. Dodhe Gadithya, saat launching di Clinic Miracle pekan lalu. Menurut dia metode The Science of Facial Architecture menggunakan pendekatan holistik antara kepekaan artistik (cita rasa seni) digabungkan dalam ilmu kedokteran yang menjadi pedoman dasar bagi para dokter di Miracle akan memberikan hasil estetika terbaik secara aman, konsisten dan bertahan lama. “Miracle memahami keunikan karakteristik kecantikan masing-masing individu. Den-
(Suara NTB/ist)
LAUNCHING - Direktur dan Dokter Konsultan Miracle Lombok dr. Dodhe Gadithya saat launching di Clinic Miracle akhir pekan lalu. gan mengintegrasikan fasilitas perawatan yang telah dimiliki miracle, baik menggunakan perawatan berbasis teknologi canggih maupun perawatan injectable, metode The Science of Facial Architecture ini diaplikasikan secara bertahap. Yang pada akhirnya akan menghasilkan tampilan versi terbaik dari setiap pelanggan, serta memberikan dampak yang positif untuk kehidupan sosialnya,”terang dr. Dodhe Gadithya. Dijelaskan, hal pertama yang dilakukan adalah facial assessment oleh dokter untuk menganalisa dan memahami apa yang menjadi keinginan pasien. Kemudian dokter akan menjelaskan kepada pasien apa yang menjadi kebutuhan
pasien. Selanjutnya dokter akan merancang program perawatan yang tepat disesuaikan kebutuhan setiap individu. Dalam metoede The Science of Facial Architecture ini dokter akan melakukan tiga tahapan proses pembentukan wajah. Tahapannya, memperbaiki struktur kulit untuk memperkuat fondasi wajah terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan tahapan memperbaiki kontur wajah agar memiliki tamilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional dan ideal. “Tiga Tahapan ini bertujuan untuk menyempurnakan detail-detail, dan harmonisasi setiap bagian wajah sehingga hasil akhirnya tampilan wajah yang lebih artistik,”kata dia. (her)
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Ketua KPU Lobar Bambang Karyono menyerahkan berkas hasil pleno penetapan calon dewan terpilih kepada Bupati Lobar H. Fauzan Khalid untuk selanjutnya diusulkan ke gubernur.
Hari Ini, Bupati Usulkan Pelantikan DPRD Terpilih ke Gubernur Giri Menang (Suara NTB) – KPU Lombok Barat (Lobar) resmi mengusulkan pelantikan calon anggota DPRD terpilih periode 2019-2024 ke Gubernur NTB melalui Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Pengusulan ini ditandai dengan penyerahan hasil pleno penetapan namanama calon anggota dewan terpilih dan persyaratan lainnya yang diadakan, Sabtu (10/8) di Aula Kantor Pemda Lobar. Setelah menerima usulan pelantikan ini, Gubernur akan mengeluarkan SK untuk pelantikan calon anggota dewan terpilih. Usai penyerahan pengusulan tersebut, para anggota dewan terpilih langsung melakukan gladi (persiapan) pelantikan di kantor DPRD Lobar. Penyerahan nama-nama dewan terpilih hasil pleno penetapan ini dihadiri oleh Ketua KPU Bambang Karyono bersama segenap komisioner, ketua parpol, para anggota Dewan terpilih. Ketua KPU Lobar Bambang Karyono, mengatakan, setelah penyerahan berkas pengusulan pelantikan calon anggota dewan terpilih ini seluruh rangkaian kewajiban KPU dalam proses penyelenggaraan pemilu sudah tuntas semua. “Penyerahan namanama calon anggota dewan terpilih hasil pleno penetapan sebagai usulan pelantikan sudah kami serahkan ke Pak Bupati, tinggal pengusulan pelantikan dari Pak Bupati ke Pak Gubernur,” jelas dia. Salah satu persyaratan administrative untuk pengusulan ke gubernur, tambahnya, adalah model E1 dengan lampiran lainnya. Termasuk juga persyaratan-persyaratan pencalonan yang lain. Dan itu juga menjadi akumulasi persyaratan pengajuan untuk pelantikannya yang diserahkan ke Bupati. “Semua kami selesaikan.
Setelah proses pengusulan KPU ini, tentu menjadi tugas pihak pemda dalam hal ini Bupati melanjutkan ke Gubernur. Rencananya Senin (hari ini) pihak pemda akan langsung mengantarkan usulan ini ke gubernur. Selanjutnya setelah usulan diterima Gubernur, tentu harus menunggu lagi SK dari Gubernur untuk pelaksanaan pelantikan para anggota dewan tersebut. Sementara itu, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid menyoroti menurunnya keterwakilan kalangan perempuan yang bakal duduk di kursi DPRD. Periode sebelumnya, ada tujuh keterwakilan perempuan duduk di DORD. Namun kali ini hanya diiisi oleh 4 orang atau hanya 8,9 persen saja. “Ini menjadi salah satu bahan evaluasi dan catatan yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pemilu,” ujar bupati saat menerima hasil pleno penetapan anggota DPRD. Untuk periode mendatang, satu wajah baru anggota legislatif perempuan atas nama Baiq Nurjani dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah Pemilihan LembarSekotong. Sisanya diisi oleh tiga wajah lama (incumbent) periode 2014-2019. Tercatat Partai Gerindra meloloskan dua wakil perempuan atas nama Hj. Nurhidayah dan Tunik Haryani. Partai politik besutan Prabowo Subianto ini tercatat meraih suara terbanyak dengan perolehan 5 kursi yang memastikan salah satu anggotanya bisa menduduki jabatan Ketua DPRD Lombok Barat di lima tahun mendatang. Sisanya diisi oleh politisi PKS, yaitu Hj. Nurul Adha. Menyusutnya keterwakilan perempuan, tambah Fauzan, justru berbanding terbalik dengan posisi wakil bupati yang saat ini diduduki oleh kalangan perempuan.(her)
Idul Adha, Pemkab Loteng Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban
TANDATANGANI - Komisioner KPU Loteng menandatangani berita acara penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih pemilu legislatif tahun 2019 pada rapat pleno KPU Loteng bertempat di Illira Hotel Praya, Minggu (11/8).
Praya (Suara NTB) Ribuan paket kurban dibagikan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) pada momen perayaan Idul Adha yang dipusatkan di Bencingah Adiguna Praya, Minggu (11/8). Bupati dan Wabup Loteng, H.M.Suhaili, FT dan H.L. Pathul Bahri, S.IP., beserta jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng hadir lengkap pada perayaan Idul Adha tersebut. Kegiatan ini diisi dengan makan bersama para anak yatim serta fakir miskin yang hadir usai Salat Ied berlangsung. “Untuk hari ini (Minggu kemarin), total kita siapkan sebanyak 8 ribu paket makanan bagi
ASN dan masyarakat yang hadir pada Salat Ied di Bencingah Adiguna Praya,” ungkap Kabag Kesra Setda Loteng, H. Ridwan Makruf, kepada Suara NTB. Ia menjelaskan, untuk menjamu masyarakat yang hadir total Pemkab Loteng menyembelih 6 ekor sapi. Sapi ini merupakan sumbangan dari keluarga besar Yatofa Bodak dari total 50 ekor sapi sumbangan yang masuk ke panitia hari raya kurban ditambah sekitar 10 ekor kambing. Sisa 44 ekor sapi sumbangan selanjutnya akan dibagi untuk kecamatan sebanyak 36 ekor dengan pembagian masing-masing 3 ekor per kecamatan. Sisan-
ya akan dibagikan ke sejumlah yayasan dan pondok pesantren (ponpes) yang ada di Loteng. Khusus untuk pembagian jatah daging kurban di kecamatan, teknisnya akan diserahkan ke kecamatan masing-masing. Nantinya, begitu hewan kurban selesai disembelih dagingnya kemudian dibagikan secara merata sesuai jumlah penerima di masing-masing kecamatan. Untuk penyaluran daging kurban ke penerima sasaran, dilakukan secara langsung door to door oleh ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pembina kecamatan bersangkutan, sehingga penerima daging kurban tidak perlu datang ke kan-
(Suara NTB/kir)
TENDA SAJI - Masyarakat mengambil makanan di tenda saji yang disiapkan oleh Pemkab Loteng usai Salat Idul Adha di Bencingah Adiguna Praya, Minggu (11/8). tor camat untuk mengambil jatah daging kurban. Karena akan
diantarkan langsung ke rumah penerima daging kurban. (kir)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
Parlementaria
Halaman 6
Kerjasama Sekretariat DPRD Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Pandangan Umum Fraksi Dewan Terhadap Raperda Tentang Perubahan APBD 2019 (1) Sumbawa Besar (Suara NTB)Fraksi Fraksi di DPRD Sumbawa telah menyampaikan pandangan umumnya terhadap Raperda tentang Perubahan APBD 2019, Jumat malam lalu. Beberapa poin disampaikan sebagai masukan dan catatan bagi Pemkab. Fraksi Golkar DPRD Sumbawa, melalui juru bicaranya, Ahmadul Kusasi S.H, mengatakan setelah menyimak dan mempelajari penjelasan Bupati Sumbawa terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 22 tahun 2018 tentang APBD tahun 2019, Fraksi Golkar menanyakan progress penanganan kemiskinan selama 2019 ini. Apakah target penurunan angka kemiskinan di akhir 2019 akan tercapai, terobosan dan langkah antisipasi apa yang akan dilakukan pada APBD Perubahan ini. Sebab diket-
ahui, Sumbawa merupakan salah satu daerah yang di tetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kabupaten bebas dari daerah tertinggal. Kemudian, pada pos pendapatan daerah mengalami peningkatan dari Rp. 1,778 Triliun menjadi Rp. 1,805 Triliun atau naik 1,52 %. Fraksi Golkar mengapresiasi kerja pemerintah tersebut. Tetapi hendaknya dibelanja pada hal-hal yang kontruktif dan mendesak. Seperti, pemberian insentif dan penghargaan terhadap pejuang kemanusiaan yaitu dokter dan dokter gigi PNSyang ada di puskesmas di seluruh Kabupaten Sumbawa. Dalam melaksanakan pelayanan prima di puskesmas. Fraksi Partai Golkar juga mendesak pemerintah mempunyai kebijakan strategis dan kerja yang kontruktif untuk menciptakan BLK Buruh Migran di kabupaten Sumbawa
yang berstandar nasional. Sesuai janji pemerintah yang tertuang dalam visi dan misinya. Selain itu, mengantisipasi krisis air di 17 kecamatan dan 43 desa di Sumbawa, maka harus ada langkah kongkret dan terukur yang dilakukan pemerintah. Guna memastikan ketersedian air bersih di beberapa wilayah di kabupaten. Sebagai langkah antisipatif dan merealisasikan proyek bendungan air bersih Ai Ngelar serta optimasilasi PDAM Batu Lanteh. Permasalahan lain yang dihadapi Sumbawa saat ini adalah tidak beroperasinya lagi penerbangan maskapai Garuda dan penurunan tipe RSUD Sumbawa dari tipe C menjadi tipe D. Fraksi Golkar meminta penjelasan kebijakan apa yang akan ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebab pihaknya khawatir apabila
masalah ini tidak diantisipasi akan berdampak pada laju investasi dan kualitas kesehatan masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian daerah. Fraksi Hanura melalui juru bicaranya, Akhmad Junaidi, memberikan sejumlah catatan penting. Diantaranya, mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap menerapkan pengawasan ketat dan teliti terkait dua mega proyek yang mulai pegerjaannya pada tahun 2019 ini. Yakni pembangunan pasar Seketeng yang diperkirakan menelan anggaran Rp58 Miliar dan pembangunan RSUD Sumbawa yang diperkirakan akan memakan anggaran Rp250 Miliar. Spesifikasi yang sudah ditentukan terhadap dua proyek tersebut haruslah direalisasikan demi terwujudnya apa yang masyarakat Sumba-
wa impikan selama ini. Selanjutnya, Fraksi PPP melalui juru bicaranya, Ismail M S.H, meminta pemerintah daerah memprioritaskan program rakyat yang menjadi pokokpokok pikiran (pokir) DPRD Sumbawatahun anggaran 2019. Meminta pemerintah daerah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana peningkatan life skill para calon TKI ke luar negeri. Sesuai UU Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Fraksi PPP juga meminta pemerintah daerah melaui dinas terkait mengupayakan blangko KTP Elektronik yang dikeluhkan oleh masyarakat. Tak kalah pentingnya, Fraksi PPP juga meminta pemerintah daerah untuk menuntaskan program bantuan gempa baik rusak ringan, sedang dan rusak berat. Sebab sampai saat ini belum
tuntas dikerjakan. Sementara janji pemerintah akan diselesaikan pada bulan Agustus. Berikutnya, Fraksi PAN melalui juru bicaranya, H. Mustajabuddin S.Sos, memberikan pandangan terhadap sejumlah persoalan. Diantaranya, menyikapi agenda besar Pilkades serentak di 119 desa di Sumbawa, F PAN meminta kepada eksekutive untuk menyiapkan sumber daya yang ekstra. Mengingat tahapan Pilkades tahun bisa berdampak pada tahapan Pilkada kabupaten Sumbawa. Sehingga, perlu komitment jelas dari instansi terkait untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkades, baik dari segi anggaran maupun sumber daya manusia. Terhadap gawai Festival Moyo yang telah menjadi agenda tahunan, F PAN meminta Pemkab untuk dapat menjadikan event ini
sebagai magnet pariwisata baik lokal maupun mancanegara. Jangan sampai event tersebut hanya sebagai ajang rutinitas belaka, yang berlalu tanpa bisa mendatangkan manfaat bagi kemajuan pariwisata Sumbawa. Setahun sudah gempa berlalu. Dengan meminjam lirik lagu dari group band terkenal Peterpan “Ada Apa Denganmu”, FPAN mempertanyakan hal tersebut. Mengingat masih sekitar 50 persen masyarakat terdampak gempa Sumbawa, terutama di Alas Barat dalam kategori rusak ringan dan rusak sedang belum tertangani hingga saat ini. F-PAN meminta kepada BPBD Sumbawa untuk dapat memberikan penjelasan yang detail terkait penyaluran anggaran gempa. Jangan sampai masyarakat dipaksa berhalusinasi dalam angan yang tak pasti. (arn/*)
Idul Adha, Momentum Membangun Kepekaan Sosial Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, mengajak masyarakat memaknai momentum Idul Adha, sebagai upaya membangun kepekaan sosial sebagai sarana Taqarrub Ilallah. Momentum yang tepat untuk mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama. Serta membangun kualitas diri sebagai pribadi yang sabar, tahan uji dan tegar menghadapi cobaan kehidupan.
(SuaraNTB/ist)
RINGSEK - Nampak kendaraan yang dikendarai korban dan mobil yang ringsek di bagian depan akibat tabrakan pada Minggu (11/8) pagi.
Mobil SUV Tabrak Pemotor Hingga Meninggal Dunia Taliwang (Suara NTB) Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat. Kali ini satu unit mobil SUV warna merah dengan nomor polisi DK 1822 WI yang dikemudikan DA menabrak pemotor yang hendak melaksanakan salat Idul Adha di Komplek KTC. Akibat kejadian tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang diderita. Kasus Laka Lantas ini masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum untuk mengetahui fakta di lapangan bahkan pengemudi kendaraan sudah diperiksa oleh penyidik untuk proses lebih lanjut. “Penyebab kecelakaan masih kita selidiki dulu dan beberapa orang saksi termasuk pengemudi masih kita lakukan secara intensif di Mapolres. Akibat kejadian tersebut dua orang dinyatakan meninggal dunia. Satu orang langsung meninggal di tempat kejadian dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis karena loka parah di bagian kepala,” ungkap Kapolres KSB kepada Suara NTB, melalui Kasat Lantas Iptu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko S.IK, Minggu (11/8). Dikatakannya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, pemotor yang dikendarai MS (51), SH (41) dan ES (8) hendak menuju lapangan KTC dengan mengendarai sepeda motor dengan nomor Polisi EA 2761 H. Ketika hendak keluar dari gang, mobil yang dikendarai DA langsung menghantam motor korban. Hantaman tersebut membuat ketiganya langsung terjatuh dan terseret hingga 50 meter dari lokasi kejadian. Akibat kejadian tersebut ES (8) langsung meninggal dunia di TKP, sementara MS (51) dinyatakan meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan SM (49) hingga berita ini ditulis dalam kondisi kritis. Ia mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki patah. Kejadian tersebut langsung menggemparkan masyarakat. Hasil penyelidikan di lokasi kejadian, diketahui bahwa kendaraan yang dikendarai DA melaju dengan kecepatan cukup tinggi karena kondisi jalan yang lengang. Tetapi setelah berada di perempatan menuju KTC, tiba-tiba motor yang dikendarai korban keluar dari gang. Akibat kecepatan yang tinggi, kecelakaan tidak bisa dihindarkan. “Kami masih mendalami penyebab kejadian tersebut para saksi juga masih terus kita mintai keterangan. Sementara kerugian ditaksir mencapai angka Rp2 juta,” pungkasnya. (ils)
Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutannya pada Shalat Idul Adha 1440 H, di Lapangan Pahlawan, Minggu (11/8). Peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat Muslim, seharusnya tidak lagi dimaknai sebatas proses ritual semata. Tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai-nilai keimanan. Termasuk nilainilai sosial kemanusiaan dan spirit keadilan. Idul Adha bermakna keteladanan Nabi Ibrahim AS yang
mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Peristiwa ini juga harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketaqwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta. Tentu masih segar dalam ingatan, lanjut Bupati, bagaimana gempa bumi bermagnitudo 6,9 SR mengguncang Banten dan Lampung beberapa hari lalu, telah memporakpo-
randakan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Musibah ini bukan tidak mungkin terjadi di daerah ini sebagaimana pernah terjadi pada tahun lalu, yang menimpa saudara dan keluarga. Untuk itu, momentum idul adha kali ini hendaknya dapat semakin memperteguh keimanan kepada Allah SWT. Sekaligus menggugah kembali tali solidaritas. Dengan senantiasa berempati kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah maupun yang lemah secara ekonomi. Sifat kerelaan, mau berkorban dan tolong menolong hendaknya menjadi bagian dari langkah sehari-hari. Untuk itu, Bupati menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat Sumbawa yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan
pembangunan. Sehingga saat ini, dalam berbagai bidang, kabupaten Sumbawa telah mampu berdiri sejajar dengan kabupaten/kota lainnya. Bahkan dari 6 perspektif IPM, berdasarkan data PBS tahun 2018, IPM Sumbawa berada pada angka 66,77 meningkat 3 poin dari tahun 2015 yang hanya sebesar 63,91. “Alhamdulillah, angka tersebut juga memberikan gambaran kepada kita bahwa aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat sebagai dimensi pembentuk IPM telah mengalami peningkatan di daerah yang kita cintai ini,” terangnya. Kemudian, seluruh jemaah haji dari kabupaten Sumbawa yang berjumlah 299 orang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci makkah dan telah melewati salah satu wajib haji sebagai ritual yang cukup berat untuk di-
laksanakan yakni : wukuf di padang arafah. ”Mari kita do’akan orang tua kita, saudara– saudara kita, kerabat dan sahabat kita agar diberi kekuatan dan dimudahkan dalam menyelesaikan 7 seluruh rangkaian ibadah haji-nya, sehingga dapat kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat, dapat menjadi haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah,” kata Bupati. Malam harinya, Bupati Sumbawa melalui Penjabat Sekda Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd juga melepas peserta Pawai Takbiran keliling dalam rangka menyambut hari Raya Idul Adha 1440 H. Bupati berharap melalui malam takbiran ini dapat membangun kebersamaan. Kegiatan yang diikuti 46 peserta ini turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan pimponan OPD. (arn)
1.817 Hewan Kurban di Kabupaten Sumbawa
(Suara NTB/ind)
PANTAU KURBAN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril bersama Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, Ikram Mubarak memantau pelaksanaan Kurban di Wisma Daerah, Minggu (11/8).
Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 1.817 hewan dikurbankan di Kabupaten Sumbawa tahun 2019 ini. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah lokasi di 24 kecamatan yang ada. Termasuk di Wisma Daerah yang langsung dipantau Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc usai pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Pahlawan, Minggu (11/8). Bupati memantau proses kurban didampingi Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, Ikram Mubarak, S.STP., M.Ap. Di lokasi setempat juga terdapat petugas pemeriksaan kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbawa. Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, Ikram Mubarak, S.STP., M.Ap menyebutkan, dari laporan yang diterima, total hewan kurban yang tersebar di 24 kecamatan sebanyak 1.817 ekor. Rinciannya sapi
950 ekor, kerbau 62 ekor, kambing 802 ekor dan domba 3 ekor. “Totalnya sebanyak 1.817 tersebar di 24 kecamatan,” imbuhnya. Menurutnya, di setiap kecamatan sudah ditetapkan petugas kesehatan hewan yang melakukan pemeriksaan sesuai dengan hasil pertemuan sebelumnya. Petugasnya langsung dari Disnakeswan untuk memastikan kualitas kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan, semua hewan yang akan dipotong diketahui sehat. “Alhamdulillah semuanya lolos sesuai dengan hewan yang diusulkan. Karena sebelumnya saat kita menyurati sampai ke seluruh kecamatan dan desa, mengenai kriteria hewan yang bisa dikurbankan sudah tersosialisasi dengan baik,” terangnya. Sementara petugas pemeriksaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), drh. Ahmad Rusman mengakui, bahwa hewan kurban sudah dilakukan pemeriksaan sebelum dipotong. Darahnya sudah diperiksa, dan sudah keluar hasil laboratorium bahwa hewan tersebut sehat. Kemudian setelah dipotong pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap organorgan dalam tubuh. “Sebelum dipotong, kita periksa kemarin. Itu kita periksa darah dan sudah keluar hasil laboratoriumnya bahwa itu sehat. Kemudian hari ini dipotong, setelah itu kita periksa lagi, terutama organ-organ dalam tubuhnya. Misalnya hati, limpa, paruparu dan ginjal,” ujarnya. Menurutnya, pihaknya perlu melakukan pemeriksaan secara seksama setelah dipotong. Karena walaupun bisasanya hewan terlihat sehat, namun tidak bisa dideteksi awal masalah cacing hati. Jika terdapat cacing hati, maka bagian yang terkena cacing akan dibuang atau ditanam. Sedangkan yang masih bagus bisa dikonsumsi asalkan direbus dengan baik. Kemudian perlu juga dilakukan pemeriksaan jantung, untuk memastikan darah di pembuluh darah yang ada di sela-sela daging sudah terpompa keluar. Paru-paru juga diperiksa berat tidaknya untuk memastikan terdapat penyakit atau tidak. Selain itu juga diraba untuk melihat udara di dalamnya. Begitupula ginjal dibuka pembungkusnya untuk dilakukan pengecekan. (arn/ind)
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
P3K Belum Terima NIP dan Gaji Setara PNS Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 355 pegawai telah diumumkan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Sumbawa. Meskipun demikian, sampai saat ini mereka belum menerima Nomor Induk Pegawai (NIP) dan gaji setara Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin, SH mengakui, P3K sampai saat ini belum ada juklak juknis (Suara NTB/dok) khusus penggajian. Sehingga Syahruddin yang lulus belum bisa diberikan NIP dan ditempatkan sesuai dengan peruntukannya. Hal ini tidak hanya di Sumbawa, tetapi di seluruh Indonesia. “Sekarang kan belum daerah membayar. Masih menggunakan anggaran yang masih honor. Karena kita belum ada juklak juknis bagaimana pembayaran gaji mereka. Dan juga pemberkasan. Kalau sudah ada NIPnya nanti, sudah kita tempatkan di masing-masing sekolah sesuai dengan tempat lamarannya atau ditempatkan di tempat lain sesuai dengan kebutuhan guru di sekolah lain baru kita bayar sesuai dengan pegawai negeri. Untuk sekarang ini belum,” ujarnya. Menurutnya, status dari 355 P3K yang lulus masih berada di sekolah dan tempat semula. Mereka juga tetap menerima gaji seperti sebelumnya. Meskipun demikian, pihaknya sudah menyiapkan gaji yang akan diberikan. Hanya saja saat ini pihaknya masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat. “Mereka tetap menerima gaji seperti sebelumnya. Tapi kita Sumbawa sudah siap (gaji). Cuma nanti NIP dan sebagainya harus kita tunggu dari BKN,” tandasnya. (ind)
Masih Rendah, Serapan Anggaran Sejumlah Satker Sumbawa Besar (Suara NTB) Hingga Juli lalu, realisasi serapan anggaran dana pusat di Kantor Pelayananan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sumbawa cukup optimal yakni 43 persen. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah satker yang serapannya rendah. Kepala KPPN Sumbawa, Ermina Tri Lestrasi menyampaikan, pagu anggaran yang dikelola secara keseluruhan dari satker termasuk transfer ke daerah berupa DAK Fisik dan Dana Desa (DD) (Suara NTB/ind) Rp1.165.044.020.000. Hingga Ermina Tri Lestari juli lalu realisasinya sebesar Rp519.420.502.296 atau sekitar 44,58 persen. Artinya masih tersisa 55,42 persen yang belum dicairkan. Serapan ini dinilai cukup optimal, karena hingga semester 1 serapannya sesuai dengan target. “Serapannya saya kira cukup optimal. Karena sebelumnya semester 1 sampai Juni serapannya 40 persen sesuai dengan target. Cuma di bulan Juli ada penambahan 4 persen,” sebutnya. Menurutnya, dari satker yang ada, serapan tertinggi KPU Sumbawa yakni 84 persen. Hal ini karena pekerjaannya sudah selesai. Meskipun demikian, masih ada sejumlah satker yang serapannya rendah. Seperti PIP (Pembangunan Infrastruktur Pemukiman) di Kementerian PUPR yakni 0 persen. Serapan dari PIP ini dianggap wajar karena DIPA nya baru sampai. Kemudian Bea Cukai 27 persen, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, 14 persen, Dinas Sosial 7 persen, dan Dinas Kelautan 15 persen. Sedangkan satker yang lain serapannya diatas 40 persen. “Kalau yang lain-lain kebanyakan di atas 40 persen. Kebanyakan yang dinas-dinas yang rendah memang. Karena memang tidak ada belanja pegawai,” terangnya. Sejauh ini, kata Ermina, pihaknya telah berupaya memanggil satker-satker yang masih kesulitan dalam serapan. Terhadap PIP yang serapannya 0 persen pihaknya membantu mendaftarkan pejabat perbendaharaan dan sudah dilakukan. Kemungkinan mereka juga baru bekerja. Kemudian Dinas Pertanian juga sempat dipanggil dan menurut mereka sebelumnya ada pergantian pejabat. Pihaknya pun sudah memberikan bintek secara khusus mulai dari PPK hingga bendahara dan operatornya. Begitupula satker lainnya, supaya mereka tidak kesulitan dalam pelaksanaan anggarannya. “Upaya yang pernah kami lakukan, kami panggil juga untuk satker yang memang ada kesulitan. Mungkin di internal mereka ada yang kesulitan, ada pergantian pejabat, pergantian operator dan lainnya,” tukasnya. (ind)
(Suara NTB/Uki)
MENUNGGU - Warga Desa Pesa Kecamatan Wawo menunggu untuk mendapatkan air bersih di bak penampungan, akhir pekan kemarin.
Kecamatan Wawo Mulai Krisis Air Bersih Bima (Suara NTB) – Kecamatan Wawo, salah satunya di Desa Pesa yang selama ini tidak pernah kekurangan air bersih, kini harus merasakan dampak kekeringan musim kemarau. Bahkan kondisi itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Sejak dulu Wawo itu tidak pernah kekurangan air, tapi beberapa tahun terakhir kita kekeringan,” kata warga Pesa, Ilyas kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Ilyas tidak mengetahui persis penyebab krisisnya air bersih tersebut. Namun Ia menduga kekeringan itu akibat dampak dari penebangan pohon-po-
hon di hutan yang dijadikan lahan jagung. “Kemungkinan banyak penebangan pohon ini sehingga menyebabkan debit air semakin menyusut,” katanya. Menurutnya untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengambil di bak-bak penampungan. Dulu air langsung mengairi ke rumah-rumah
warga tanpa harus mengantre panjang seperti saat ini. “Sekarang mendapatkan air bersih harus mengantre di bak penampungan. Kalau tidak warga tidak mendapatkan air bersih untuk kebutuhan setiap hari,” katanya. Sementara, Kasubid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Bupati : Pemerintah akan Tanggung Pengobatan Maemunah Bima (Suara NTB) – Pemerintah Daerah Kabupaten Bima merespon cepat warga Desa Sakuru Kecamatan Monta, Maemunah (43 tahun), penderita kanker payudara yang kesulitan biaya pengobatan. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dikes) langsung membawa ke RSUD Bima pada Sabtu (10/8). Bahkan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE juga menjenguknya di ruang perawatan. Selain menjenguk Maemunah yang menderita kanker payudara selama 20 Bulan itu , orang pertama Kabupaten Bima ini, juga memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai. “Ke depan, keluarga tidak perlu lagi memikirkan persoalan biaya, karena pemerintah akan menanggungnya selama ibu Maemunah di rawat di RSUD Bima,” tegas Bupati. Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, mengidap kanker payudara, Maemunah tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan karena terbentur biaya. Ia hanya bisa menahan sakit serta terbaring lemas di kediaman reotnya yang berada di RT 02 RW 01.
(Suara NTB/Uki)
MENJENGUK - Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri menjenguk Maemunah (43 Tahun), warga Desa Sakuru Kecamatan Monta yang menderita kanker payudara saat dirawat di RSUD Bima, Sabtu (10/9). Kerabat Maemunah, Suharto, mengaku penyakit kanker payudara yang diderita Maemunah cukup lama dan hingga kini kondisinya semakin parah. Ia tidak berani berobat ke Rumah Sakit karena tidak memiliki biaya. “Selain kendala biaya, kartu BPJS pun tidak ada,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (9/8). Pihak keluarga ingin sekali membawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan, tapi terkendala faktor ekonomi dan keterbatasan biaya. Bahkan biaya untuk memenuhi kebutuhan setiap hari saja tidak cukup. “Selama ini kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pemberian dari warga di kampung serta belas kasihan para tetangga,” ujarnya.
Menurutnya kanker payudara yang diderita Maemunah awalnya hanya merasakan sakit serta susah tidur. Namun lama-lama sakit itu semakin parah karena ada benjolan di salahsatu bagian payudarannya. “Sejak saat itu sampai sekarang belum pernah dibawa ke Rumah Sakit. Kondisinya semakin kurus kering,” katanya. Diakuinya, saat ini pihak keluarga hanya mengobati dengan cara tradisional, memberikan ramuan dan dedaunan. Namun hal itu tidak membuahkan hasil, malahan sakit yang diderita bertambah parah. “Sudah dicoba semua jenis obat tradisional, tapi tidak membuahkan hasil. Bahkan kondisinya semakin parah,” ujarnya. (uki)
Caleg Terpilih Ditetapkan
Nasdem, Gerindra dan PKB akan Pimpin DPRD Dompu Dompu (Suara NTB) KPU Kabupaten Dompu menetapkan perolehan kursi partai politik peserta pemilu dan calon anggota DPRD terpilih periode 2019 – 2024. Jumlah kursi dan caleg terpilih sama seperti yang diperkirakan sebelumnya. Anggota Dewan dari partai Nasdem bakal menjadi Ketua DPRD dan 2 wakilnya dari Partai Gerindra dan PKB. Penetapan jumlah kursi dan caleg terpilih ini dilangsungkan secara terbuka yang dipimpin Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin dan didampingi para komisioner KPU Dompu di aula KPU Dompu, Sabtu (10/8). Perwakilan partai Politik juga turut hadir menjadi saksi pada proses penetapan jumlah kursi partai dan caleg terpilih ini. Tidak ada keberatan maupun protes dari para saksi atas penetapan kursi dan caleg terpilih berlangsung. Ketua KPU Dompu, Drs. Arifuddin mengaku, keputu-
san penetapan perolehan kursi partai politik anggota DPRD Dompu, dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Dompu akan diserahkan secara langsung ke partai politik, caleg terpilih dan ke Mendagri melalui Bupati Dompu. “Senin (12/8) besok, kita akan serahkan ke partai politik dan caleg terpilih, termasuk Bupati untuk dilanjutkan ke Mendagri melalui Gubernur. Karena sesuai ketentuan, penyerahan itu dilakukan paling lambat 3 hari setelah pleno penetapan,” kata Arifuddin. Berdasarkan sertifikat hasil penghitungan suara anggota DPRD Dompu, Partai Nasdem menjadi partai pemenang pemilu 2019. Namun jumlah kursi partai Nasdem, sama Partai Gerindra dan PKB sama – sama 4 kursi. Sehingga kader dari ketiga partai ini yang akan mengisi pimpinan Dewan. Sisa kursi diperoleh PPP (3), Golkar (3), Demokrat (3), PKS (2), PBB (2), PAN (1), Hanura (1), Berkarya (1), dan PDIP (1). (ula)
(BPBD) Kabupaten Bima, Bambang Hermawan, S.Sos, mengatakan Desa Pesa Kecamatan Wawo merupakan salahsatu desa di Kabupaten Bima yang terdampak kekeringan tahun 2019. “Ada sekitar puluhan desa di Kabupaten Bima yang terdampak kekeringan, salasahtunya di Desa Pesa ini,” katanya. Menurutnya, des-desa yang terdampak tersebut telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) dan ditetapkan sebagai status siaga darurat kekeringan selama tiga bulan kede-
pan, belum lama ini. “Kita sudah tetapkan status siaga darurat kekeringan selama 90 hari,” ujarnya. Diakuinya dalam status siaga tersebut pihaknya selama 90 hari akan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak. Serta berkoordinasi dengan OPD teknis untuk penanggulangannya. “Setiap hari air bersih yang disalurkan antara 15.000 sampai dengan 20.000 liter atau rata-rata 3 mobil tangki. Distribusi air juga tergantung ada permintaan dari Desa yang membutuhkan,” pungkanya. (uki)
Dinsos Belum Bisa Terlibat Pendistribusian Air Bersih Dompu (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu, belum bisa terlibat pendistribusian air bersih untuk warga terdampak kekeringan tahun ini. Meski disadari bencana rutin tersebut bagian dari tanggung jawabnya. Tak memadainya sarana pengangkutan air dianggap pemicu utama. Sekretaris Dinsos Dompu, Abdul Haris, SH, kepada Suara NTB mengungkapkan, dalam upaya penanggulangan kekeringan di wilayah ini pihaknya sudah mendapat batuan mobil tangki dari Dinsos Provinsi NTB. Namun sayang, sarana tersebut belum bisa dimanfaatkan karena tak dilengkapi mesin pemompa air. Termasuk peralatan operasional lain masih banyak yang harus dilengkapi. “Peralatannya belum lengkap betul. Belum ada mesin pompa air dan banyak peralatan lain. Nanti rencananya kita lengkapi untuk anggaran 2020 karena itukan bukan mobil baru tapi bekas,” kata dia. Mengingat terbatasnya kelengkapan satu unit mobil tangki
bantuan tersebut. Dipastikan tahun ini Dinsos tak bisa terlibat aktif meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. Berikut korban bancana alam lain jika hal itu terjadi tahun ini. Bantuan mobil tangki bekas ini, jelas Abdul Haris, merupakan pengadaan pemerintah pusat untuk Dinsos Provinsi. Namun dari 10 Kabupaten/Kota di NTB hanya Dompu yang tidak kebagian jatah. Karenanya daripada menganggur di gudang lantaran rusak diserahkanlah ke pihaknya untuk diperbaiki dan dimanfaatkan bagi penanggulangan kekering dan bencana alam. “Ini pengadaan pusat cuma Kabupaten/Kota lain sudah kebagian semua akhirnya yang disimpan di provisi dikasilah ke kita,” jelasnya. Disadari, bencana alam kekeringan yang hampir tiap tahun dijumpai ini bagian dari tanggung jawabnya. Tetapi karena keterbatasan sarana prasarana tersebut pihaknya tak bisa berbuat banyak, melainkan mengharap pengertian instansi untuk bisa meringankan terlebih beban warga terdampak tersebut. (jun)
Warga Kurang Mampu Patungan Beli Hewan Kurban Dompu (Suara NTB) – Berkurban di Hari Raya Idul Adha menjadi impian tersendiri setiap muslim. Namun, tak sedikit dari mereka tidak bisa melakukan ibadah tersebut karena keterbatasan ekonomi. Akan tetapi, tidak demikian rupanya bagi belasan warga di Dusun Selaparang Desa Matua. Mereka bisa melaksanakan ibadah sunnah tersebut dengan cara patungan. Per kepala keluarga menabung selama 11 bulan Rp1.750.000 untuk membeli dua ekor sapi kurban. Niat tulus dan ikhlas itu lantas direspon positif dan menjadi inspirasi warga lainnya. Ketua Pengurus Masjid AlMuhajjirin, H. Nazmul Watan, S. Pd., yang juga menjadi bagian dari penyumbang dana pembelian hewan kurban mengungkapkan, tidak hanya kalangan ekonomi menengah ke atas yang mampu melaksanakan ibadah kurban. Tetapi, setiap orang dengan segala keterbatasannya pun bisa mewujudkan niat mereka untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha. Salah satunya dengan cara membentuk kelompok dan menyisihkan sebagian dari penghasilannya sekitar Rp150.000/bulan.
“Biasanya yang berkurban selama ini hanya orang-orang kaya, tapi sekarang mereka dari kalangan ekonomi rendah juga bisa dengan biaya bersama,” jelasnya. Inisiatif mematung anggaran ini, lanjut dia, karena memang banyak dari warga kurang mampu yang berkeinginan besar untuk berkurban. Tetapi karena biaya pembelian satu ekor sapi atau kerbau cukuplah besar, niatan itupun tak bisa mereka wujudkan seorang diri. Sehingga alternatif terbaiknya mesti dilakukan dengan biaya bersama. Bahkan dengan cara ini sebetulnya mereka bisa melaksanakan ibadah kurban tiap tahun. Disinggung peruntukannya, H. Nazmul Watan menyebutkan, sebagaimana hasil kesepakatan bersama dengan panitia kurban bahwa daging dari dua ekor sapi dan satu ekor kambing tersebut 70 persen diantaranya untuk dibagikan ke warga miskin. Sementara 30 persen sisanya akan diberikan bagi mereka yang berhajat. “70 persen itu akan kami bagikan untuk total 180 warga miskin. Dan Insa Allah tahun depan kami memiliki target delapan ekor sapi untuk dikurban dengan cara patungan seperti ini,” ujarnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
KURBAN – Panitia kurban Masjid Al-Muhajjirin Dusun Selaparang saat pembagian daging kurban hasil patungan warga kurang mampu, Minggu (11/8).
POLHUKAM
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
Halaman 8
PDI-P Tunggu Momentum Melamar Selly Mataram (Suara NTB) Meski dari hasil serapan internal PDI-P terkait dengan sosok bakal calon Walikota yang dikehendaki untuk diusung pada Pilwakot Mataram 2020 mendatang, sudah dikantongi nama Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Hj. Putu Selly Andayani. Namun demikian, partai berlambang banteng moncong putih itu masih menahan diri untuk melamarnya. Ketua DPC PDI-P Kota Mataram, Made Slamet kepada Suara NTB, Minggu (11/ 8) menjelaskan bahwa pihaknya akan menunggu momentum yang tepat untuk melamar Selly sebagai bakal calon Walikota Mataram. “Dari hasil kita turun ke bawah menyerap aspirasinya,
Made Slamet
Dugaan Korupsi Sewa Lahan Tower Desa Sesela Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram mengusut dugaan korupsi penyewaan lahan aset Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat. Uang sewa lahan itu diduga masuk ke kantong pribadi aparat pemerintah desa. Kerugian negara disinyalir mencapai Rp350 juta. “Ini uang tidak masuk ke kas desa. Tetapi masuk ke rekening pribadi,” kata Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana dikonfirmasi akhir pekan lalu. Dia mengatakan, jaksa penyidik Pidsus sekurangnya sudah mengklarifikasi 10 saksi dalam kasus itu. Ditemukan indikasi korupsi uang sewa lahan melibatkan empat pelaku. “Kasusnya sudah naik ke penyidikan. Belum ada penetapan tersangka tetapi gambaran tentang siapa yang bertanggungjawab sudah ada. Tunggu saja,” kata Sumedana. Desa Sesela pada tahun 2018 mendapat penawaran sewa lahan tower provider komunikasi swasta. Segelintir aparat pemerintah desa menyetujui harga sewa sebesar Rp350 juta. “Penyewaannya untuk sepuluh tahun. Sudah dibayarkan dalam empat tahap. Uangnya masuk ke rekening selain rekening desa. Jadi rekening tidak sah,” ujarnya. Belakangan, uang pembayaran sewa itu dimasukkan ke kas desa setelah kasus masuk tahap penyidikan. Oknum pemerintah desa mengakui adanya kesalahan dalam proses sewa lahan tersebut. “Ketika pendapatan desa tidak masuk ke rekening desa, itu ada dua potensinya. Dikorupsi atau digelapkan,” pungkas Sumedana. (why)
hanya nama ibu Selly saja yang muncul. Tapi karena beliau ASN aktif, tenaganya masih dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat, sehingga kami tahan dulu. Kami akan tunggu waktu yang tepat, kita cari momentumnya untuk melamar beliau, yang jelas pasti kami lamar,” ujar Made Slamet. Lanjut dijelaskan Slamet, jika PDI-P terlalu dini bergerak untuk mencalonkan Selly. Ia khawatir hal itu justru bisa menyandera Selly. Karena keg-
itan-kegitannya sebagai pejabat daerah bisa dipolitisir oleh lawan politiknya. Tahapan Pilwakot yang masih jauh, juga menjadi pertimbangan PDI-P. “Karena kalau terlalu awal kita lakukan, nanti beliau tidak bisa bergerak, itu juga bisa membuka ruang fitnah. Sehingga kami berikan kesempatan beliau laksanakan tugasnya dulu. Biar PDIP tak menyandara beliau, nanti jangan sampai dipolitisir kerjaannya sebagai ASN,” jelasnya. Dituturkan anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil Mataram itu, partainya baru menyebutkan nama Selly yang diinginkan untuk didukung oleh kader. Selly sudah mulai diserang oleh para lawan politiknya. “Misal seperti kegiatan pasar murah itu, ada saja yang berko-
mentar miring dan membuat itu sebagai manuver. Padahal itu program sudah dari dulu,” tuturnya. Sebagai persiapan untuk menghadapi Pilwakot Mataram, PDI-P dalam waktu dekat akan melaksanakan konsolidasi ke jajarannya sampai ke tingkat paling bawah. Hal itu dilakukan untuk merapikan dan memanaskan mesin politik jelang pertempuran politik di Pilwakot. Selain itu, konsolidasi tersebut juga merupakan amanat dari hasil kongres V di Bali yang berlangsung pekan kemarin. “Ya kita konsolidasi dulu lah, sesuaikan semua di bawah PAC, dan anak ranting kita rapikan. Kongres kemarin meminta kita segera bergerak konsolidasi, karena target kita minimal 65 persen
kemenangan,” ujarnya. Sebelumnya, Selly menyampaikan bahwa dia siap untuk tampil bertarung di Pilwakot Mataram jika memang ada dukungan dari masyarakat dan partai politik sebagai kendaraannya. Sehingga jika partai politik menginginkan dirinya untuk tampil bertarung, maka harusnya parpol itu sendirilah yang datang untuk melamar dirinya. Sebab dirinya adalah ASN, maka ia tidak bisa untuk aktif membangun komunikasi dengan parpol. Sehingga Selly dalam posisi siap dilamar. “Tapi sampai sekarang belum ada lamaran (parpol) ini, kan kita posisinya tunggu lamaran, karena ndak boleh kita birokrat yang melamar, kalau dilamar ya kenapa tidak (maju),” tegasnya. (ndi)
Perayaan Idul Adha 1440 H
Teladan Kurban untuk Tingkatkan Pengabdian Mataram (Suara NTB) – Polda NTB dan Polres jajarannya menyembelih total 165 hewan kurban dalam peringat Hari Raya Idul Adha 1440 H. Makna berkurban diharapkan mampu diresapi dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari. sehingga dalam bekerja kepolisian dapat mengambil nilai pengabdian dan ibadah. Hal itu disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana di sela-sela pemotongan hewan kurban di Masjid Baitussalam Polda NTB, Minggu (11/8) kemarin. “Semoga hari raya kurban ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita,” ucapnya. Dia menekankan kepada anggotanya untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS. “Ini bermakna bagaimana kita berkurban bagi
masyarakat, bangsa, negara, dan agama,” kata Nana. Pada perayaan Hari Raya Idul Adha tahun 2019, Polda NTB mengumpulkan sebanyak 165 hewan kurban. Diantaranya 131 ekor sapi dan 28 ekor kambing. Sejumlah hewan kurban itu tersebar di wilayah hukum Polda NTB. Rinciannya Polda NTB 19 sapi dan tujuh kambing; Polres Mataram tujuh sapi dan satu kambing; Polres Lombok Barat empat sapi dan dua kambing; Polres Lombok Tengah delapan sapi dan empat kambing; Polres Lombok Timur lima sapi; Polres Sumbawa barat 51 sapi; Polres Sumbawa lima sapi dan satu kambing; Polres Dompu lima sapi; Polres Bima Kota tiga sapi; Polres Bima tujuh sapi dan tujuh kambing; dan Satbrimob Polda NTB 14 sapi dan tiga kambing. (why)
(Suara NTB/why)
HEWAN KURBAN - Kapolda NTB Nana Sudjana menyaksikan pemotongan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8) kemarin.
Kasus Masjid Terapung Kota Bima Belum Bisa Naik Penyidikan
(Suara NTB/ist)
TERIMA DOKUMEN - Ketua Komisi III DPRD NTB, Johan Rosihan yang mewakili Badan Anggaran (Banggar) menerima dokumen KUA-PPAS RAPBD 2020 dari eksekutif. Dewan optimis bisa menuntas pembahasan anggaran dalam rentang waktu yang ada.
Fitra NTB Nilai Pembahasan APBD 2020 Tak Berkualitas Mataram (Suara NTB) Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Provinsi NTB menyoroti proses pembahasan RAPBD tahun anggaran 2020, yang rencananya akan dibahas selama dua pekan oleh eksekutif dan legislatif. Menurut FITRA, pembahasan APBD yang dilakukan dalam waktu yang sangat singkat tersebut, tidak akan bisa menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas. Pembahasan RAPBD 2020 oleh eksekutif-legislatif bakal dimulai Senin tanggal 12 Agustus dan akan ditetapkan pada tanggal 26 Agustus mendatang. Rencana waktu pembahasan sampai dengan penetapan RAPBD tersebut dirancang dengan sesingkat itu, karena anggota DPRD NTB periode 20142019 akan berakhir masa jabatannya tanggal 30 Agustus. “Pembahasan APBD dengan waktu yang singkat, kami tidak yakin hasilnya akan bisa maksimal,” ujar Sekjen FITRA NTB, Ramli Ernanda kepada Suara NTB, Sabtu (10/8). Dengan rentang waktu yang singkat tersebut, Ramli yakin para Wakil rakyat di Udayana tidak akan mampu untuk maksimal melaksanakan fungsi anggarannya. Mereka tidak akan punya waktu yang cukup untuk mendalami rencana pos-pos kebijakan anggaran APBD 2020 yang disusun oleh eksekutif. Dalam situasi yang demikian itu, maka praktis DPRD hanya akan menjadi tungkang mengesahkan saja, tanpa mampu menguliti arah kebijakan anggaran yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Mereka tidak akan punya waktu untuk menilai arah kebijakan anggaran tahun 2020 akan tepat sasaran,” sebut Ramli. Lanjut dikatakan Ramli, politik penyusunan anggaran di APBD 2020 yang diperankan oleh anggota dewan tidak hanya untuk merasionalisasi setiap mata anggaran tiap-tiap program yang diusulkan. Namun juga harus melihat capaian kinerja anggaran sebelumnya. “Arah kebijakan anggaran tahun 2020 ini, harus mempertimbangkan sejauh mana capaian pemerintah setahun ini. Kalau tidak bisa kecolongan lagi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan keungan, Johan Rosihan yang mewakili Badan Anggaran (Banggar) menjelaskan bahwa pihaknya yakin bisa melakukan pembahasan APBD 2020 dengan maksimal meski hanya memiliki waktu dua pekan. Menurutnya, hal itu tidak akan mengurangi kualitas, sebab pembahasannya akan dilakukan secara maraton, dibahas siang-malam. Lebih jauh dijelaskan Johan, singkatnya waktu pembahasan anggaran tersebut, karena dewan dalam masa transisi antara anggota dewan lama dan baru yang akan dilantik tanggal 2 September mendatang. Menurutnya pembahasan dan penetapan APBD tidak mungkin dilakukan oleh anggota dewan baru, karena pertimbangan belum memiliki Alat Kelengkapan Dewan(AKD). “Saya sudah tiga periode di DPRD, dan RAPBD murni selalu dibahas oleh DPRD lama, jadi sudah tradisi. Kalau dibahas sama yang baru kasihan dong DPRD 2014-2019 . Sebab waktu APBD murni 2015 dulu sudah dibahas oleh DPRD periode 2009-2014. Nah kalau sekarang APBD 2020 dibahas oleh periode berikutnya, dong dua kali kena potong anggota yang sekarang, “ paparnya. Terakhir disampaikan Johan, pihaknya sudah menerima KUAPPAS RAPBD 2020 dari eksekutif pada akhir pekan kemarin. Sehingga pembahasan RAPBD bisa mulai langsung dilaksanakan pekan ini. Sementara pimpinan dan sebagian anggota dewan yang kunker ke luar negeri sudah berada di tempat. “KUA-PPAS sudah masuk, dan pimpinan beserta anggota sudah pulang kunker, sehingga bisa langsung dikebut pembahasannya,” pungkasnya. (ndi)
Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati NTB belum berprogres. Salah satunya, dugaan penyimpangan proyek masjid terapung Amahami Kota Bima tahun 2018. Kasus tersebut masih bertahan di tahap penyelidikan berdasarkan ekspose penyidik. “Belum bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi pekan lalu. Dia mengatakan, kasus tersebut sudah diekspose pe-
nyidik pekan lalu. Bersama sejumlah kasus lainnya baik yang masih penanganan bidang intelijen ataupun yang sudah dalam penanganan bidang pidana khusus. “Itu hasil ekspose, kasusnya masih di tahap penyelidikan,” sebutnya. Ekspose dilaksanakan di ruang rapat Kejati NTB dengan dihadiri oleh Kajati NTB, Wakajati NTB, para asisten, koordinator dan kasi, serta tim penyelidik dari bidang intelijen dan pidsus. Penanganan kasus itu sebelumnya ditingkatkan statusnya
dari penyelidikan intelijen menjadi penyelidikan pidana khusus pada Mei lalu. Untuk mendalami lagi kasus tersebut, jaksa penyidik Pidsus akan mengklarifikasi kembali saksi-saksi. Masjid terapung Amahami Kota Bima dibangun pada tahun 2018 lalu dengan anggaran Rp12,4 miliar. Lokasinya berdekatan dengan proyek penataan taman Amahahami yang sebelumnya juga masuk penyelidikan jaksa. Masjid tersebut dibangun dengan dana APBD Kota Bima tahun 2018. Proyek ditender den-
Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Akuntabilitas Kunker Anggota Dewan ke Luar Negeri Mataram (Suara NTB) Koalisi Masyarakat Sipil telah menggalang Petisi menolak kegiatan kunjungan kerja berjemaah puluhan anggota DPRD Provinsi NTB ke luar negeri yang digalang oleh Koalisi Masyarakat Sipil melalui laman daring, telah ditandatangani oleh 20 ribu orang lebih. Mereka dengan tegas menolak kegitan kunker tersebut, karena dinilai hanya sebagai ajang pemborosan terhadap uang rakyat. “Perjalanan kunker ke luar negeri tersebut dipandang sebagai pemborosan uang rakyat. Tindakan ini jelas merugikan masyarakat NTB secara luas, melukai rasa keadilan masyarakat yang pada saat bersamaan masyarakat sedang berusaha bangkit pasca gempa,” ujar juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil NTB, Ramli Ernanda. Menurut Ramli, kegiatan kunker yang dilakukan di sisa akhir masa jabatan mereka, yang menelan anggaran cukup besar itu, mempertegas bahwa tidak ada urgensi dan manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan kunker tersebut untuk kepentingan masyarakat NTB. “Penjelasan Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad dan beberapa anggota DPRD NTB saling bertolak belakang mengenai tujuan keberangkatan mereka. Ini semakin mempertegas bahwa agenda tersebut sebenarnya tidak berdasar dan tidak memiliki manfaat untuk masyarakat NTB,” tegasnya. “Padahal di saat bersamaan, ratusan ribu penyintas gempa Lombok dan Sumbawa hingga genap setahun berlalu belum mendapat kepastian terkait
Jamininan Hidup (Jadup) yang dijanjikan pemerintah. Ditambah lagi kondisi ekonomi daerah yang terdampak signifikan dan diprediksi angka kemiskinan akan bertambah, mestinya dijadikan pertimbangan,” sambungnya. Dalam kondisi seperti itu, Ramli menyebut para wakil rakyat tidak memiliki nurani dan kepekaan sosial terhadap kondisi yang tengah dihadapi rakyatnya. Sementara mereka bersenang-senang jalan-jalan keluar negeri dengan mengahaburhamburkan uang milik rakyat. “Kami meyakini bahwa petisi ini akan terus mendapat dukungan yang lebih luas. Ini menegaskan bahwa masyarakat merasakan ketidakadilan atas tindakan puluhan anggota DPRD yang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa tujuan dan alasan mendasar,” ujarnya. Dengan besarnya penolakan dari masyarakat NTB tersebut, koalisi masyarakat sipil kemudian menuntut para wakil rakyat yang akan berangkat tahap II pada tanggal 13-19 Agustus untuk membatalkan keberangkatannya ke Australia, Belanda, Belgia dan Perancis. Ditempat terpisah, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiyono, yang ditugaskan pimpinan karena yang bersangakutan tidak ikut dalam rombongan kunker tersebut. “Baik rekan-rekan, kunker ini adalah perjalanan dinas yang mempunyai tujuan yang jelas, jadi bukan Plesiran. Untuk rombongan yang ke Turkey kami sudah mendapat laporan tentang adanya temuan dugaan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) yang korbannya
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Pimpinan dan rombongan anggota DPRD NTB yang berangkat kunker ke luar negeri sedang berpose bersama.
saat ini sedang di tampung di Perwakilan kita di Istambul,” katanya. “Tugas kami yang tidak berangkat adalah menindaklanjuti informasi yang disampaikan oleh rekan-rekan yang sedang melaksanakan tugas dinas di luar negeri. Beliau sudah mengirimkan laporan tersebut dan atas petunjuk pimpinan kami Komisi V menindak lanjuti kepada pihak-pihak terkait di Indonesia. Insya Allah besok rombongan Komisi V yang ke Belanda akan kumpul untuk membahas ini,” sambungnya. (ndi)
gan harga perkiraan sendiri dari Dinas PUPR Kota Bima sebesar Rp12,39 miliar. Selanjutnya,
tender proyek dimenangi PT Mayalia yang menawar dengan harga Rp12,38 miliar. (why)
SUARA NTB
Senin, 12 Agustus 2019
Halaman 9
Pemkot akan Pensiunkan Guru Invalid Mataram (Suara NTB) Guru invalid di Mataram akan dipensiunkan karena dapat memperlambat proses belajar mengajar di dalam kelas. Kondisi guru menjadi penting demi meningkatkan kualitas pendidikan. Pemkot akan membina, memfasilitasi, melatih, menilai, dan mengevaluasi guru yang dinilai akan terhambat. Dari temuan tim pengawas, beberapa guru di Mataram yang mengalami cacat fisik seperti strok dan penyakit lainnya. Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd pada Sabtu (10/8). Kata Fatwir, saat ini dari Disdik Kota Mataram akan mendata semua guru yang mengalami cacat fisik. Dari laporan tim pengawas lanjut Fatwir, ada beberapa temuan terkait guru yang mengalami cacat fisik. “Memang kami sudah terima laporan dari temuan pengawas. Dan memang
ada guru yang mengalami strok dan cacat lainnya,” ungkapnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Fatwir akan mencoba melihat kondisi guru tersebut di lapangan. Karena menurutnya, jika kondisi tersebut memang benar dialami guru di Mataram, Disdik akan mencoba mencari solusi terbaik. “Kita akan carikan solusinya. Jika memang dia guru tetap dan masih aktif, kita akan berhentikan atau memindahkan ke bagian administrasi. Atau kalau bisa kita pensiunkan,” jelas Fatwir. Kondisi tersebut menurut Fatwir memang memprihatinkan pendidikan di Mataram. Bagaimana tidak, jika guru mengalami sakit atau cacat, bagaimana ia bisa maksimal memberikan pembelajaran kepada siswa? Hal itulah yang menjadi alasan untuk segera melakukan pendataan di lapangan. “Dari data sementara, kita belum tahu berapa jumlahnya. Nah sekarakang itulah
pekerjaan kita untuk memvalidasinya di lapangan. Kalau bisa guru itu melapor ke kami supaya kita beri solusi,” katanya. Fatwir menerangkan untuk semua guru yang ada di bawah naungan Disdik Kota Mataram untuk meningkatkan kualitas pedagogiknya. “Jangan kita melihat dia (guru) honor atau tidak lalu enggan berbenah. Kita harus melihat kebutuhan siswa.
Mereka butuh guru yang berkualitas,” kata Fatwir. “Artinya kebutuhan kita kepada guru yang profesional. Bukan artinya kita sampingkan kebutuhan finansialnya. Ini kan bersifat sosial, jadi perlu kiranya guru-guru kita meningkatkan kualitasnya secara individu ,” kata Fatwir. (viq)
DIJUAL TANAH
HLG STNK R2 HONDA DR.3466 MB NOKA : MH1JFW118GK40341/NOSIN : JFW1E-1398621 AN.SULTON NURZAMAN HLG D’SKTR KOTA MATARAM
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
HILANG RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919
q
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 12 Agustus 2019
Halaman 10
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Pemkot Mataram Komitmen Bangun Harmonisasi dengan Anggota Dewan Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 40 Anggota Dewan Kota Mataram, yang terpilih pada Pemilu serentak 2019 telah diambil sumpah jabatan, Selasa (6/8). Pemkot Mataram berkomitmen tetap membangun harmonisasi dan sinergitas untuk mempercepat program pemerintahan. Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh saat pada acara ramah tamah dengan Anggota Dewan terpilih periode 2019 – 2024 menyampaikan, selama ini hubungan antara legislatif dengan eksekutif sangat harmonis. Dengan harmonisasi ini memberikan dampak baik dalam percepatan program pemerintah. Termasuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan. “Saya berharap Anggota Dewan sekarang ini jangan berhenti memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” harap Walikota. Harapan serupa juga disampaikan oleh Wakil Walikota Mataram, H.Mohan Roliskana. Anggota Dewan yang telah dilantik bisa bersinergi dengan baik. Dan, memberikan inspirasi bagi anggota Dewan periode 2014 – 2019. Karena, urusan – urusan pemerintahan, kemasyarakat serta pembangunan berjalan bersama – sama. “Mudah–mudahan teman–teman baru berkolaborasi dengan kita,” harap Mohan.
Harmonisasi dan sinergitas dinilai sebagai syarat utama bagi Pemkot Mataram dengan legislatif untuk melaksanakan program. Dengan kolaborasi akan melahirkan program–program yang diinginkan oleh masyarakat. Pimpinan DPRD sementara, H. Didi Sumardi, SH., memastikan, harmonisasi akan tetap dibangun bersama eksekutif. Pengalaman tahun – tahun sebelumnya, tidak pernah ada miskoordinasi maupun miskomunikasi dalam hal pelaksanaan program. “Saya kira kita sudah punya pengalaman untuk itu,” tandasnya. Politisi Partai Golkar menilai dengan harmonisasi dapat meningkatkan progresifitas dan produktifitas dalam bekerja. Termasuk konfigurasi dengan ekskutif akan menghasilkan kinerja baik. Selama ini, sinergitas dibangun dengan baik bersama eksekutif, sehingga program maupun produk hukum baik yang merupakan hak inisiatif Dewan maupun eksekutif dapat terlaksana. Di satu sisi, sebagai pimpinan sementara, ia ingin fokus menyelesaikan tiga hal yakni pembentukan fraksi, tata tertib dan memfasilitasi pembentukan pimpinan definitif. “Ini penting itu kita jaga dan rawat kembali,” ucapnya. (cem/*)
Gandeng KPK
Pemkot Mataram Optimalkan Pendapatan Asli Daerah Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah meneken perjanjian kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah. Sistem pengawasan menggunakan perangkat elektronik. Deseminasi Program Pendapatan Asli Daerah di Pendopo Walikota Mataram, Kamis (8/8) pekan kemarin dihadiri oleh Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh, Koordinator Wilayah V KPK Kunto Ariawan, Ketua DPRD H.Didi Sumardi, Kepala OJK Perwakinan NTB Farid Faletehan, Kasi Datun Kejari Mataram Putu Agus Ary Arta, perwakilan Polres Mataram dan perwakilan bank daerah serta pengusaha di Kota Mataram. Kepala Badan Keuangan Daerah, H. M. Syakirin Hukmi, SE., MM., menjelaskan, kegiatan diseminasi pendapatan asli daerah khususnya wajib pajak hotel, restoran dan hiburan yang merupakan sistem perpajakan self assesment. Ini tidak terlepas dari rencana aksi pencegahan korupsi. Selama ini, pencegahan korupsi pada sisi belanja negara atau daerah. Padahal, pencegahan tindak pidana korupsi tidak hanya itu. Tapi secara penerimaan atau pendapatan negara atau daerah juga bagian yang perlu dilakukan pencegahan. “Bagi ASN sanksinya adalah pemberhentian tidak hormat yang mencoba
bermain – main dengan pendapatan asli daerah,” kata Syakirin. Keterlibatan KPK, sambungnya, mengoptimalisasikan pendapatan asli daerah. Pemkot Mataram juga menggandeng bank daerah. Bank daerah akan memasang alat ke hotel dan restoran. Pajak yang telah dititipkan oleh konsumen kepada wajib pajak harus disetorkan ke daerah. Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh menambahkan,penerapan sistem pengawasan berbasis teknologi guna penataan manajemen pendapatan asli daerah, termasuk pengusaha. Sistem ini tidak saja bermanfaat bagi pemerintah tapi kepentingan manajemen hotel, hiburan dan bidang lainnya. Pemkot Mataram ingin mendorong keterbukaan potensi dengan sistem yang terakses pada database pengusaha. “Sistem ini tidak saja untuk pemerintah tapi bagi pengusaha,”kata Walikota. Optimalisasi PAD, sambungnya, mengukuhkan komitmen pencegahan korupsi di bidang pendapatan asli daerah dan sekaligus menyelaraskan pandangan–pandangan. Ditegaskan Walikota, Pemkot Mataram dituntut oleh membangun kemandirian pembiayaan pembangunan daerah. Salah satu sumbernya adalah mengoptimalisasi pendapatan asli daerah. (cem/*)
Pembayaran PBB Gunakan Sistem Non Tunai Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram dalam hal ini Badan Keuangan Daerah (BKD) terus berinovasi. Pembayaran pajak bumi dan bangunan tak lagi sistem uang tunai. Wajib pajak dalam bertransaksi dapat menggunakan sistem non tunai. Sistem non tunai ini adalah satu–satunya yang diterapkan di NTB. Pemkot Mataram menginginkan masyarakat lebih mudah melakukan transaksi tanpa harus datang ke kantor. Wajib pajak dapat menggunakan mobile banking melalui telepon pintar. Gebyar PBB berlangsung Senin (5/8) dihadiri Walikota Mataram H.Ahyar Abduh didampingi Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD H. Didi Sumardi serta
pimpinan OPD, camat dan lurah se Kota Mataram. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram H. Syakirin Hukmi, SE., MM., menegaskan, tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan gebyar PBB 2019 ini adalah agar dapat mengamankan target penerimaan APBD yang telah ditetapkan sebesar Rp27 miliar. Naik Rp1 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp26 miliar. Adapun jumlah SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) PBB Kota Mataram tahun 2019 sebanyak 81.016 Wajib Pajak. Dari jumlah SPPT-PBB tersebut di atas, realisasi sampai dengan minggu ke empat bulan Juli 2019 sebesar Rp9 miliar lebih atau 34,28 persen dari jumlah target ketetapan
tahun 2019 sebesar Rp27 miliar ini berarti terdapat penurunan penerimaan jika dibandingkan dengan minggu ke empat bulan Juli tahun 2018 sebesar Rp13 miliar lebih atau sekitar 51,25 persen. Untuk memenuhi target penyerapan pajak, pihaknya memaksimalkan mobil keliling ke lingkungan sesuai permintaan kelurahan. Di samping itu, pembayaran secara non tunai dan ada satu alat yang masih dipinjam dari Jakarta yang terhubung dengan server BKD Kota Mataram. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menjelaskan Gebyar PBB ini dilaksanakan dengan tujuan utamanya adalah untuk mendorong dan menggerakkan para wajib pajak untuk bersama memenuhi kewajiban se-
bagai warga negara yang baik,serta memberikan kemudahan kepada para wajib pajak karena difasilitasi baik dibayar langsung tunai maupun non tunai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mataram dalam rangka mewujudkan kemandirian melakukan pembiayaan-pembiayaan terhadap pembangunan di Kota Mataram. “Sekarang tidak perlu capek – capek. Tinggal bayar dari rumah pakai hp,” ucapnya. Meningkatkan penerimaan PBB ditempuh beberapa cara antara lain melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Upaya intensifikasi yaitu jalan mengintensifikasikan penerimaan. (cem/*)
RAGAM
SUARA NTB Senin, 12 Agustus 2019
Halaman 11
Presiden dan Gubernur Kurban Sapi
Hari Raya Kurban Ajarkan Optimisme Wujudkan Mimpi-mimpi Besar Dari Hal. 1 Gubernur berharap dengan kohesi sosial masyarakat NTB yang semakin baik. Citacita mewujudkan NTB Gemilang, bukan hanya wacana. Tetapi akan mampu direalisasikan. ‘’Hari Raya Kurban, sebenarnya menghasilkan satu pesan sederhana. Bahwa umat Islam sejatinya diajarkan untuk optimis dalam memandang masa depan,’’ kata Dr.Zul. Gubernur menegaskan masa depan senantiasa akan ada pada orang-orang yang optimisme terhadap mimpimimpinya. Agama Islam mewajibkan jemaahnya untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. ‘’Agar semua kita punya energi untuk punya optimisme dalam menyongsong masa depan. Allah mewajibkan kita yang beriman dan beragama Islam, setidaknya sekali dalam hidup punya cita-cita menuju Mekah,’’ katanya. Umat Islam yang berada di kampung-kampung yang kecil, tempat yang sunyi tak terkungkung dengan kondisi daerah yang kekeringan. Atau kondisi yang terkungkung kesempitan. Tapi setidaknya mereka diberikan harapan bahwa suatu saat mereka punya cita-cita untuk mengunjungi Baitullah. Dr. Zul mengatakan, mempunyai cita-cita atau mimpi besar adalah satu elemen menjadi sukses di masa yang akan datang. Dengan spirit Hari Raya Kurban, masyarakat NTB diharapkan tetap memelihara asa, memelihara harapan untuk tetap optimis punya cita-cita, mimpi besar di masa yang akan datang. Sekarang, kata Dr. Zul, banyak ditengarai oleh para ahli bahwa pemuda-pemuda, masyarakat tidak punya mimpi dan cita-cita besar. Banyak anak-anak muda mati di usia 30 tahun tetapi dikubur di usia 60 tahun. Artinya, pada masa usia 30 60 tahun, tak ada produktivitasnya lagi. ‘’Mudah-mudahan dengan hadirnya Idul Kurban, dengan hadirnya ibadah haji. Mengingatkan kita umat Islam diwajibkan punya cita-cita besar di masa mendatang,’’ harapnya. Dr. Zul mengatakan, spirit dari pelaksanaan ibadah haji adalah perjalanan spiritual untuk melihat masa depan. Semua kita akan merenungi suatu hal penting untuk menghadapi kematian. ‘’Perjalanan haji adalah perjalanan ke dalam diri kita. Untuk menyadari, kita pun akan kembali kepada Allah dan haji adalah proses sebenarnya,’’ tandas orang nomor satu di NTB ini. Sementara itu, Khatib, Dr. KH. Subhan Abdullah Acim, MA mengatakan Hari Raya Kurban merupakan momentum untuk introspeksi diri dalam rangka menggapai rid-
ho Ilahi. Dengan meneladani semangat Kurban yang ada pada diri Nabi Ibrahim AS. Karena hakikat ibadah Kurban adalah siap berkorban untuk kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Dan ibadah Kurban yang disyariatkan bukan sekadar menyembelih binatang kurban. Kemudian dagingnya disedekahkan kepada fakir miskin saja. Akan tetapi makna yang terkandung meliputi aspek yang lebih luas daripada itu. Misalnya, dalam konteks kekinian di sekitar lingkungan hidup kita. Pengorbanan juga bisa dilihat dari pengorban seorang pemimpin yang berusaha untuk menyejahterakan rakyatnya. Pengorban seorang istri terhadap suami dan anakanaknya. Begitu juga sebaliknya, pengorbanan anak terhadap kedua orang tuanya. ‘’Seorang pemimpin yang adil terhadap rakyatnya dan berusaha memberikan kontribusinya bagi mereka adalah wujud pengorbanan,’’ kata Subhan. Ia melanjutkan, seorang suami sebagai kepala rumah tangga berjuang membanting tulang demi manafkahi dan membahagiakan keluarganya adalah wujud pengorbanan. Begitu juga seorang istri mengabdi setia kepada suaminya juga sebagai wujud pengorbanan. Orang tua yang mendidik dan membesarkan anakanaknya sehingga menjadi berhasil, juga wujud pengorbanan. Seorang anak yang taat dan patuh terhadap orang tuanya juga wujud pengorbanan. Oleh karena itu, berbagai macam pengorbanan dan mendahulukan kepentingan orang lain menjadi bagian dari keharusan dalam bangunan masyarakat. Yang tanpa keberadaannya, masyarakat tidak akan dapat hidup dengan bahagia. Untuk itu, masyarakat sangat berhutang budi dalam setiap kenikmatan hidup material maupun non material di daerah NTB terhadap orang-orang yang telah berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri mereka sendiri. Sehingga terwujud kemajuan NTB seperti saat ini. “Maka sepatutnya lah jika kita melanjutkan rangkaian pengorbanan mereka itu dengan menghadirkan aksi nyata dalam karyakarya terbaik kita dalam menggapai NTB yang Gemilang. Sehingga kita dapat menyampaikan kenikmatan ini kepada generasi berikutnya seperti yang dilakukan oleh generasi sebelumnya,’’ ajaknya. (nas)
(Suara NTB/ist)
SILATURAHMI - Direktur RSUP NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM MARS bersama dr. H. Agus Rusdhy Hamid SpOG (K) MARS (Wadir Pelayanan) Henny Hardini, SKM, MPH (Wadir Umum dan Keuangan) dan Ketua Dewan Pengawas RSUD NTB, Tribudi Prayitno, SIP,M.Si, silaturahmi ke Redaksi Suara NTB, Sabtu (10/8), diterima Penanggung Jawab Suara NTB yang juga Direktur Radio Global FM Lombok, H.Agus Talino.
Berkurban, Wujud Empati kepada Korban Gempa PARA korban gempa setahun merasakan dinginnya udara di hunian sementara dan bangunan bangunan semi permanen. Tapi situasi itu seakan bukan penderitaan ketika semakin banyak orangorang yang peduli, termasuk ketika dalam suasana Hari Raya Idul Adha. Sabtu (10/8) sore sebuah mobil bak terbuka berlogo BPBD menyusuri jalan berkelok tajam, sempit dan menanjak di Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok utara (KLU). Terlihat di atas kendaraan itu, empat orang pemuda dan seorang perempuan dengan rompi berlogo BNPB, menjaga dua ekor kambing yang lehernya dikekang pada besi pembatas bak. Debu berterbangan saat mobil setengah tua itu menderu menaiki tanjakan. Para pemuda tadi sigap turun dan membantu mendorong. Sayangnya, mobil tak mampu menanjak. Dalam situasi pasrah itu, pemuda yang pekerjaan sehari hari sebagai fasilitator pembangunan rumah rusak akibat gempa itu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Mereka menuntun seekor kambing menuju rumah Kepala Desa Teniga, Maswandi. Situasi itu diceritakan Koordinator Asistensi & Supervisi Tim Pengendali Kegiatan (TPK) BPBD Provinsi NTB, Ir. Hadi Santoso, ST, MM saat berbagi dengan korban gempa dengan hewan Kurban Sabtu lalu. “Pak Kades. Tolong diterima kambing ini. Hasil dari patungan temen-temen fasilitator di Lombok Utara. Mohon disembelih untuk para korban
Bank NTB Syariah Kurban 40 Ekor Sapi untuk Dhuafa dan Mustahiq Dari Hal. 1 Pemotongan/penyembelihan sekaligus penyerahan kurban diberikan kepada keluarga dhuafa dan mustahiq di wilayah sekitar kantor. Pada Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019 ini, terkumpul hewan kurban, sebanyak 40 ekor sapi, dengan pola masingmasing seekor sapi tergabung 7 orang mudhohiy (shohibul qurban). ‘’Alhamdulillah, pada tahun ini telah terkumpul 40 ekor sapi, diantaranya 17 sapi di Pulau Lombok dan 8 sapi untuk di Pulau Sumbawa. Hewan tersebut kami potong/sembelih langsung di Kantor Pusat dan Kantor Cabang, seperti yg dilakukan di sini (Kantor Pusat Bank NTB Syariah) sejumlah 6 ekor, termasuk sebanyak 14 sapi didistribusikan kepada masing-masing Pemda Kabupaten/Kota se-NTB dan 1 ke TGB Center.’’ Dari keseluruhan hewan kurban, terbagi menjadi 3.500 bungkus masing-masing berisi 2 Kg daging/bungkus. Sehingga jumlah mustahiq yang menerima lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hewanhewan kurban ini berasal dari sumbangan pengurus dan karyawan/karyawati Bank NTB Syariah, dengan total sebanyak 392 mudhohiy (pequrban)/shahibul qurban) yang menyalurkan kurbannya tahun ini. ‘’Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat di NTB dapat merasakan kegembiraan hari raya secara merata. Hal ini sejalan dengan salah satu program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,’’ kata Kukuh Rahardjo. Dengan berbagai deversifikasi produknya, Bank NTB Syariah menyediakan berbagai kemudahan bagi
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dunia maupun akhirat. Dalam hal Bank NTB Syariah memfasilitasi masyarakat untuk berkurban dengan program Tabungan Qurban maupun cicilan menggunakan Tambora iB Amanah untuk pembelian hewan kurban tahun berikutnya. Rencananya, tahun depan program Tabungan Qurban yang diikuti seluruh pegawai muslim, insya Allah jumlah hewan kurban akan bertambah. ‘’Kami berterimakasih kepada segenap pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Alhamdulillah, NTB Syariah sebagai bank daerah yang modern, dinamis, dan universal senantiasa berusaha menjadi mitra bagi masyarakat. Nasabah dan mitra untuk terus bergerak menebarkan kemanfaatan bagi masyarakat luas wabil khusus NTB,’’ sambung Kukuh. ‘’Ke depan, diharapkan sinergi positif dengan berbagai pihak ini dapat terus terjalin sehingga lebih banyak lagi kebaikan yang dapat disebarluaskan bersama untuk mewujudkan NTB Gemilang,’’ demikian Kukuh Rahardjo mengakhiri sambutannya. Didampingi para pengurus, karyawan, dan mantan pengurus yang ikut hadir dan menyaksikan langsung proses pemotongan/ penyembelihan hewan kurban sesuai syariah. Terlihat suasana penuh kegembiraan dan keakraban serta kekompakan merayakan hari raya Qurban. Ayo! Kembali ke Bank NTB Syariah... insyaa Allah berkah. (bul/*)
gempa di sini pak. Jangan dilihat nilainya, tapi lihatlah usaha tulus kami, untuk memperoleh dan membawa kambing ke tempat, Pak Kades, ya!” ujar Koordinator Wilayah Fasilitator Terpadu Lombok Utara, Ziat Ulhaq, ST dikutip Hadi Santoso. Ziat datang ke Desa Teniga didampingi dua Askorwil, Ramdan Nursaman dan Asjad , SE, Dede Abdul Karim, SH sebagai Korcam Bayan, Indra Priatmono, ST sebagai Korcam Tanjung, Baiq Jamilatul Aini, ST sebagai fasilitator. Rombongan melanjutkan perjalanannya. Sampai di Desa Tanjung puluhan anakanak dan orang tua menyambut rombongan. Setelah menunaikan salat magrib, acara serah terima kambing pun dilakukan. Kambing diserahkan pada perwakilan Tokoh Agama Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kabu-
paten Lombok Utara, TGH Haitami didampingi warga. ‘’Ini atas nama siapa korban kambingnya, Pak? Agar kami niatkan saat menyembelih kambingnya besok,” tanya TGH Haitami. “Atas namakan saja orang paling tidak mampu di dusun ini, yang pernah berniat berkurban namun belum terwujud, Pak,” jawab Ziat Ulhaq. Mengenai hewan Kurban yang dibagi itu, penuturan Hadi Santoso, merupakan hasil donasi dari para fasilitator di KLU. Terkumpul Rp 7 juta. Padahal para fasilitator akan menerima gaji pada tanggal 13 Agustus 2019 nanti. Disyukurinya, fasilitator di KLU kompak membelikan hewa kurban untuk korban gempa. Meski hasilnya hanya tiga ekor kambing. Namun, diyakininya merupakan bentuk kepedulian pada warga. (ars)
Pemprov sudah mendengarkan paparan dari PII mengenai mekanisme dan persyaratan penjaminan infrastruktur, pekan kemarin. Untuk pembangunan tiga proyek strategis tersebut, Pemprov akan menggunakan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pertimbangannya, pertama, karena banyak sekali kebutuhan atau program yang harus dibiayai. Sementara anggaran daerah terbatas. ‘’Dan di mana-mana sudah mulai KPBU ini. Dengan prinsip saling menguntungkan,’’ jelas Ridwan dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (11/8) siang. Alasan kedua, karena PII adalah BUMN. Mereka bukan saja menyediakan dana. Tetapi juga bisa mencarikan investasi dan banyak lagi program-programnya, seperti penjaminan infrastruktur. Ridwan menjelaskan, SPAM Regional merupakan program unggulan untuk mengatasi kekeringan yang melan-
Jakarta. Gubernur mengatakan bahwa dua ekor sapi ukuran jumbo tersebut dipelihara oleh peternak di Lombok.”Sebenarnya di Lombok ini, tidak ada yang tidak bisa,” katanya. Orang nomor satu di NTB ini berharap para peternak di daerah ini sapinya dapat sebesar sapi yang dikurban tersebut. Dr. Zul berharap kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mendorong agar peternak sapi limosin bukan saja satu atau dua orang saja di NTB. Tetapi dapat diharapkan semua peternak sapinya besar-besar. “Ini memberikan semangat kepada kita semua bahwa kita pun bisa seperti sapi-sapi yang ada di luar negeri,” tandas Dr. Zul. Sementara itu, Pengurus PHBI NTB, H. Abdul Aziz Fahmi menyebutkan total jumlah hewan kurban yang terkumpul sebanyak 48 ekor. Terdiri dari 23 ekor sapi dan 25 ekor kambing. Hewan kurban yang diterima PHBI NTB terebut berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov NTB. Kemudian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMN dan badan usaha swasta. (nas)
(Suara NTB/ars)
HEWAN KURBAN - Pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah yang dirayakan Minggu (11/8) kemarin, Harian Suara NTB, Radio Global FM Lombok, suarantb.com dan Ekbis NTB membagikan hewan kurban pada masyarakat. Tampak, Panitia Pembagian Hewan Kurban Harian Suara NTB, Marham menyerahkan hewan kurban pada perwakilan warga, Sabtu (10/8).
Jadup Tahap II Cair Sebelum Akhir Tahun Dari Hal. 1
(Suara NTB/ist)
KURBAN - Para fasilitator saat menyerahkan bantuan kambing Kurban kepada warga Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Lombok Utara Sabtu malam lalu.
Tiga Proyek Strategis Dari Hal. 1
Mataram (Suara NTB) Usai pelaksanaan salat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyerahkan sapi kurban dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Halaman Islamic Center, Minggu (11/8) pagi. Pada Hari Raya Idul Adha 1440 H ini, Gubernur dan Presiden samasama menyerahkan kurban satu ekor sapi jumbo jenis limosin. Satu ekor sapi kurban dari Presiden Jokowi diserahkan Gubernur kepada Pemprov NTB yang diwakili Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si. Sapi kurban dari Presiden Jokowi seberat 1,3 ton. Sedangkan sapi kurban Gubernur diserahkan ke Panitia Hari Besar Islam (PHBI) yang juga Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Ahmad Mashuri, SH. Sapi kurban yang berasal dari Gubernur beratnya sekitar 950 kg. “Terima kasih kepada Presiden RI yang selalu tidak pernah melupakan NTB,” kata Gubernur sebelum menyerahkan hewan kurban dari Presiden Jokowi. Gubernur menuturkan banyak yang menyangka bahwa sapi jumbo dari Presiden Jokowi tersebut didatangkan dari
da NTB khususnya Pulau Lombok tiap tahun. Ia menyebut berdasarkan hasil Feasibility Study (FS), pembangunan SPAM Regional butuh biaya sekitar Rp4 triliun lebih. Kemudian program unggulan lainnya adalah pembangunan RSUP NTB menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Jumlah kamar dan peningkatan pelayanan akan ditambah sehingga RSUP NTB dapat menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Begitu juga Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa juga akan diupgrade. Sehingga menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa. Upgrade Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir juga untuk mengantisipasi keberadaan smelter dan industri turunannya yang berada di Sumbawa Barat. Dengan adanya smelter dan industri turunannya, maka dibutuhkan rumah sakit yang memadai sebagai rujukan di Pulau Sumbawa. Terhadap usulan penjaminan pembangunan tiga proyek
strategis tersebut, Ridwan mengatakan dalam waktu dekat Pemprov akan melakukan studi pendahuluan. Hasil studi pendahuluan tersebut kemudian dievaluasi oleh PII. Setelah itu, pejabat Pemprov NTB akan magang di Bappenas selama seminggu untuk mempelajari mekanisme KPBU tersebut. ‘’Kalau kita usulkan sekarang, KPBU untuk proyek ini bisa kita mulai tahun 2021. Paling lama satu tahun dua bulan persiapannya,’’ jelasnya. Dengan pola KPBU, PII yang akan menanggung biaya pembangunannya. Pemda akan mengembalikannya dalam jangka waktu 20 tahun. Untuk proyek yang bisa dijamin PII, minimal nilainya Rp250 miliar. ‘’Ini sangat menarik. Kita provinsi tak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Misalnya SPAM Regional, mereka yang biayai. Airnya dikelola oleh kita, masyarakat membeli airnya. Dari uang bayar itu, kemudian diguakan membayar pinjaman itu,’’ terangnya. (nas)
Pencairan Jadup tahap II sendiri masih menggunakan mekanisme yang sama dengan pencairan tahap I, yaitu masing-masing korban gempa menerima dana sebesar Rp600 ribu. Saat ini Kemensos RI sendiri disebut Wismaningsih tengah melakukan verifikasi data penerima jadup untuk diteruskan ke Kementerian Keuangan. “Nanti diproses lagi untuk rekeningnya. Rekening ratusan ribu orang kan tidak mudah,” ujar Wismaningsih. Berdasarkan data Kemensos RI, tujuh kabupaten/kota yang akan menerima jadup tahap II antara lain Kota Ma-
taram sebanyak 1.249 orang dengan kebutuhan anggaran Rp749 juta lebih, Lombok Tengah sebanyak 149.392 orang dengan kebutuhan anggaran Rp89,6 miliar lebih, Lombok Barat sebanyak 285.508 orang dengan kebutuhan anggaran Rp171,3 miliar lebih, KSB sebanyak 66.420 orang dengan kebutuhan anggaran Rp39,8 miliar, Sumbawa sebanyak 46.919 orang dengan kebutuhan Rp28,1 miliar, Lombok Utara sebanyak 233.541 orang dengan kebutuhan anggaran Rp140,1 miliar lebih dan Lombok Timur sebanyak 32.684 orang dengan kebutuhan anggaran Rp19,6 miliar lebih. (bay)
Sungdong Serius Relokasi Industri Galangan Kapal ke Bandar Kayangan Dari Hal. 1 Pemilik atau bos besar Sungdong, Jung Hong Jun menyampaikan kesungguhannya berinvestasi di Bandar Kayangan. ‘’Semangatnya dia mantap sekali ke Lombok. Bahkan kepingin meninggalnya di Indonesia, di Lombok,’’ kata Ridwan yang ikut mendampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam penandatangan nota kesepahaman antara Sungdong dan Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara. Mantan Kepala Bappeda NTB ini menambahkan, nasib serupa pernah dialami perusahaan asal Korea, Hanjin. Setelah pindah ke Filipina, perusa-
haan tersebut menjadi besar. Untuk mempercepat realisasi investasi Sungdong di Bandar Kayangan, kata Ridwan, sedang didorong percepatan pembebasan lahan. Sungdong membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare untuk merealisasikan investasinya yang mencapai 1 miliar dolar Amerika. Pemda bersama pengelola kawasan, PT. Diamar Mitra Kayangan (DMK) sedang mempercepat pembebasan lahan. Pascapenandatangan nota kesepahaman, Sungdong diberikan waktu setahun untuk merealisasikan investasinya. ‘’Kami sedang mendetailkan rencana action plannya,’’ tandasnya. (nas)
Tujuh Kabupaten/Kota Zona Merah Stunting di NTB Dari Hal. 1 Yakni, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Dari tujuh kabupaten/kota yang masih masuk zona merah ini, angka stunting paling tinggi di Lombok Timur mencapai 43,52 persen. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menjelaskan, baru satu kabupaten di NTB yang masuk zona hijau atau kasus stuntingnya rendah, yaitu Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sekitar 18 persen. Sedangkan dua kabupaten/kota masuk zona
kuning atau kasus stunting sekitar 20 persen. Yaitu, Kota Mataram dan Lombok Utara. Sementara tujuh kabupaten/kota masuk zona merah karena kasus stunting masih di atas 30 persen. ‘’Tahun 2018 itu Lombok Timur tertinggi 43,52 persen, yang lain merah. Kuning itu Kota Mataram 20 persen sama Lombok Utara 20 persenan. Yang hijau ada satu, KSB 18 persen,’’ ungkap Eka ketika dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin. Di NTB, baru KSB yang mampu menekan kasus stunting menjadi 18 persen. Eka mengatakan, keberhasilan KSB ini lantaran pembangunan yang dilakukan berjen-
jang termasuk pembangunan di bidang kesehatan. Hasil evaluasi yang dilakukan, ternyata konsumsi ikan tertinggi di NTB berada di KSB, mencapai 43 kg perkapita per tahun. Sedangkan konsumsi ikan terendah ada di Lombok Timur sebesar 20 kg perkapita per tahun. Dari sisi sanitasi, KSB juga termasuk kabupaten yang terbaik capaiannya. Termasuk mengenai cakupan air bersih. ‘’Faktor-faktor penyebab stunting, ada sanitasi, air bersih, pola konsumsi. Itu cocok kita lihat angka-angka NTB di faktor-faktor ini. Ternyata nyambung dengan angka stunting,’’ terangnya.
Keberhasilan KSB menekan kasus stunting menjadi perhatian Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Setwapres rencananya akan melakukan penelitian di KSB. Mereka ingin mendalami pola penanganan yang dilakukan kabupaten ujung barat Pulau Sumbawa itu sehingga mampu menekan stunting. Hasil penelitian Setwapres ini selanjutnya akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia untuk mempercepat penurunan kasus stunting. Terkait dengan upaya yang dilakukan terhadap tujuh kabupaten/kota yang masuk zona merah stunting. Mantan
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah ini menyatakan sedang dilakukan gerakan penurunan stunting di NTB. Termasuk revitalisasi Posyandu yang sedang dilakukan Pemprov NTB bersama Pemda kabupaten/kota, tujuannya untuk menekan angka stunting. ‘’Kita menurunkan stunting berbasis Posyandu. Jadi di Posyandu pergerakan itu. Kita tak membuat lembaga yang lain. Tapi mengoptimalkan lembaga yang ada. Kemudian pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri merupakan upaya jangka panjang menurunkan stunting,’’ tandas Eka. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 12 Agustus 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257