HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
KAMIS, 10 OKTOBER 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 176 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Survei Integritas KPK
OPD Terus Berbenah dalam Pengawalan Inspektorat SURVEI Penilaian Integritas (SPI) yang sedang diproses Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi kesempatan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pembenahan menuju instansi berintegritas. Inspektorat P r o Nurhandini Eka Dewi
vinsi NTB terus memberikan asistensi dan supervisi. Ada enam OPD yang disurvei, dua diantaranya Di-
nas Kesehatan (Dikes) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Di sisi lain, Rumah Sa-
(Suara NTB/ist)
Suasana pelayanan RSUD NTB
kit Umum Provinsi (RSUP) NTB turut berbenah setelah ditetapkan jadi Zona Integritas. PUPRTutupCelah BPS menjadikan OPD itu sebagai objek survei penilaian untuk mengukur indeks persepsi korupsi yang jadi program penilaian setiap tahun KPK. Bersambung ke hal 15 H. Azhar
Optimis Target 4,5 Juta Wisatawan
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penang123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 gulangan Bencana (BNPB), Harmensyah menyoroti dana 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 bantuan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 masih mengendap sekitar Rp381 miliar. Ia meminta dana 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 yang masih mengendap tersebut harus segera digunakan, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 supaya masyarakat korban gempa segera punya rumah. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ‘’Saya datang ke sini (NTB, red) memastikan percepatan. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Dana yang sudah dikasih itu harus digunakan dengan cepat. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Dana RTG Mengendap Rp381 Miliar
Toilet dan Sampah Jadi PR Pariwisata NTB Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menargetkan angka kunjungan wisatawan tahun 2020 mendatang sebesar 4,5 juta orang. Pemprov mengaku optimis mencapai target tersebut.
(Suara NTB/bay)
FOTO BERSAMA - Wagub NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah foto bersama dengan pemateri pada Rakor Kepariwisataan NTB, Rabu (9/10).
TO K O H KPK Periksa Aset Bermasalah TIM pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Pulau Sumbawa, Rabu (9/10) kemarin. Mereka melakukan supervisi pada aset bermasalah dan bertahun tahun tidak dikelola maksimal. Apapun hasil temuan akan dikeluarkan dalam bentuk rekomendasi tindaklanjut, dapat berupa administrasi atau pidana. Sasarannya maraton ke Pemkot Bima, Pemkab Bima, Dompu, Sumbawa hingga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pemeriksaan ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan KPK pada seluruh Pemda di Pulau Lombok. Bersambung Dzakiyul Fikri ke hal 15
KO M E N TTAA R
Namun, masalah kebersihan destinasi wisata masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pariwisata NTB. Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd meminta Pemda kabupaten/kota fokus untuk memperhatikan kebersihan di destinasi wisata yang ada di masing-masing daerah. Menurut Wagub, kunci paling penting dalam mengembangkan pariwisata adalah sinergitas antara Pemda dan stakeholders masing-masing sesuai tupoksinya. Ada tugas pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan masing-masing pihak untuk memberikan kontribusi terbaik.
‘’Kalau sungguh-sungguh, 4,5 juta wisatawan tahun 2020 bukan anganangan. Modal kita sudah besar,’’ kata Wagub saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pariwisata NTB di Mataram, Rabu (9/10). Dalam Rakor tersebut Wagub meminta semua pihak harus berani membuka kekurangan-kekurangan dalam pengembangan sektor pariwisata di NTB. Baik dari sisi sinergitas, sumber daya manusia, tata kelola maupun destinasi wisata. Ia mengatakan, masalah kebersihan di destinasi wisata masih menjadi PR di NTB. Bersambung ke hal 15
Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG Mataram (Suara NTB) Polda NTB sedang menangani lima kasus dugaan penyimpangan dana bantuan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG). Lima kasus dugaan penyimpangan dana bantuan pembangunan RTG tersebut tersebar di Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur. ‘’Berkaitan dengan masalah aplikator. Polda saat ini sedang menyelidiki ada lima kasus tentang RTG, dalam tahap lidik di
beberapa kabupaten termasuk ada Pokmas juga. Kita tetap mengawasi (penggunaan dana RTG),’’’ kata Kabid Hukum Polda NTB, Kombes. Pol. Abdul Azas Siagian di Kantor Gubernur, Rabu (9/10) siang. Untuk penanganan lima kasus dugaan penyimpangan bantuan dana RTG ini, Azas mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan data. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/dok)
NTB Diadopsi Nasional PROSES penanganan gempa di NTB menjadi perhatian nasional. Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa dengan pola pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) diadopsi secara nasional. Secara terbuka Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta daerah daerah lain, termasuk Sulawesi Tengah dan Maluku untuk mengadopsi penanganan bencana di Provinsi NTB. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ars)
BONGKAR - Proses pembongkaran RTG yang diduga tidak sesuai spek di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara beberapa waktu lalu. Pihak fasilitator sempat merekomendasikan ke penegak hukum jika tidak dilakukan perbaikan.
Libatkan Delapan Dokter
Lima Calon Sekda Jalani Tes Kesehatan, Kejiwaan dan Bebas Narkoba H. Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Pansel JPT Madya Pemprov NTB melibatkan delapan orang dokter untuk melakukan tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba kepada lima calon Sekda NTB, Rabu (9/10) kemarin. Hasil tes tersebut rencananya akan diserahkan ke Pansel, Kamis (10/10), hari ini. Kepala Sekretariat Pansel JPT Madya Pemprov NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si mengatakan, semua calon Sekda NTB yang lulus seleksi administrasi hadir dalam tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba yang dilaksanakan di RSUD Provinsi NTB, Rabu (9/10) kemarin. Pelaksanaan tes, kata Fathurrahman berjalan lancar.
‘’Ada delapan orang dokter yang kami libatkan. Yaitu dokter umum, spesialis jantung, penyakit dalam, mata, THT, jiwa, penunjang laboratorium dan radiologi,’’ kata Fathurrahman. Ia mengatakan, delapan tim dokter dipimpin Direktur RSUD NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS. Hasil tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba ini akan menjadi pertimbangan Pansel bagi calon Sekda NTB untuk tahap berikutnya. ‘’Hasil akan dilaporkan resmi langsung ke Ketua Pansel, Insya Allah besok siang (hari ini, Red),’’ jelas Kepala BKD NTB ini. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
TES KESEHATAN - Lima calon Sekda NTB ketika menjalani tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba di RSUD Provinsi NTB, Rabu (9/10) kemarin. Dari kiri ke kanan, H. Ridwan Syah, H.Iswandi, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, H. L. Gita Ariadi dan H. Husnul Fauzi.
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2 (Suara NTB/fit)
MEMPRIHATINKAN - Siswa - siswi di SMPN 14 Mataram belajar secara lesehan karena tidak memiliki meubelair. Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, pemerintah justru ingin membangun Kantor Walikota dengan nilai Rp137 miliar.
Sudah Menimbulkan Bau SALAH satu TPS (tempat pembuangan sementara) sampah di Kelurahan Selagalas sudah menimbulkan bau tak sedap. Hal itu dikarenakan karena sampah tidak dipilah dan ditumpuk hingga melebihi kapasitas TPS. Menurut Lurah Selagalas, Yusrin Rato, sampah di TPS tersebut memang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram. Namun, terkadang selesai pengangkutan sampah datang lagi dan numpuk lagi. “Begitu saja setiap hari. Tetap diangkut, cuma itu kan setelah diangkut, datang lagi sampah baru,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Cuma, kata Yusrin, Dinas LH belum bisa mengambil sampah itu setiap hari. Lanjut dia, setelah diangkut muncul lagi sampah baru. “Itu saja siklusnya. Saat ini belum ada solusi yang jitu. Karena masih menggunakan cara konvensional, hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat yang lain. Saya kira cara ini tidak bisa membuat bersih total,” ungkapnya. Saat ini, agar sampah pada TPS tersebut tidak menimbulkan bau, Yusrin akan tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan antara sampah organik dan organik. Kaitannya dengan itu, kelurahan tidak bisa memberikan solusi konkret terhadap bau yang ditimulkan pada TPS tersebut. “Kita hanya mampu memberikan sosialisasi saja kepada masyarakat. Tapi nyatanya masyarakat masih membuang sampah tanpa dipilah atau dalam bentuk campuran,” jelas Yusrin. Sampai saat ini, pemerintah belum bisa memberikan apa-apa terkait masalah sampah di TPS ini. Memang, risiko berada dekat dengan lokasi TPS juga menjadi keluhan setiap hari. “Kelurahan akan menyerahkan masalah ini langsung ke Dinas LH. Kita hanya memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga lingkungan,” papar dia. “Kelurahan baru bisa memberikan himbauan, armada kita juga kurang di kelurahan. Tidak bisa juga menerapkan itu. Jumlah roda tiga itu kan satu di tiap lingkungan. Jadi misalkan satu orang 1 kilo sampah sehari, bayangkan saja berapa jumlah sampah ke TPS ini setiap hari,” jelasnya. Yusrin pun berharap, dari 12.000 jumlah penduduk di Kelurahan Selagalas bisa mengerti akan pentingnya menjaga lingkungan. Agar, bisa mengurangi jumlah sampah sehingga bau yang ditimbulkan di TPS ini tidak menjadi wabah bagi masyarakat Yusrin Rato sekitar. (viq) (Suara NTB/viq)
PDIP dan PKS Minta Pembangunan Kantor Walikota Ditunda Mataram (Suara NTB) Beberapa perwakilan fraksi yang duduk di Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota Mataram memberi sinyal menolak sejumlah megaproyek bernilai ratusan miliar yang akan dianggarkan dalam APBD Kota Mataram tahun anggaran 2020. Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., yang juga anggota Banggar kepada Suara NTB mengungkapkan, bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk membangun proyek bernilai fantastis. Ketidaksetujuan Erna, menyusul masih banyaknya persoalan pelayanan mendasar kepada masyarakat yang justru masih diabaikan. Apalagi, rilis dari Bappeda Kota Mataram bahwa angka kemiskinan di Kota Mataram meningkat dari 8,6 persen pada tahun 2019 menjadi 9,3 persen pada tahun 2020. ‘’Selesaikan kemiskinan dulu, baru kita bangun Kantor Walikota
maupun Graha DPRD,’’ tegasnya Rabu (9/10). Banggar, lanjut Erna bukan tidak setuju rencana pembangunan Kantor Walikota tersebut. ‘’Kita setuju, tapi waktunya harus disesuaikan. Pembangunan Kantor Walikota dan Graha DPRD ini bukan tidak penting. Itu penting tapi ini bukan saat yang tepat. Apalagi sekarang inikan kita masih re-
gajak eksekutif dan legislatif berpikir realistis. ‘’Bagaimanapun, pelayanan dasar harus menjadi prioritas. Kalau pelayanan dasar tidak mendapatkan porsi yang layak, kenapa kita harus memaksakan membangun tahun 2020,’’ ungkapnya. Isti juga khawatir kalau pembangunan kantor Walikota yang rencananya akan menggunakan pola multiyears justru akan berimplikasi hukum di kemudian hari. Karena seperti diketahui, masa jabatan walikota Mataram akan berakhir pada Februari 2021. Sedangkan untuk pembangunan Graha DPRD, dia memandang hal itu belum mendesak. ‘’Intinya jangan dipaksakan dengan waktu yang singkat,’’ katanya. (fit)
DPPKB Gelar Orientasi Kelompok Regulasi Penanganan PIK R/M bagi Pelajar dan Mahasiswa Sampah di Mataram
Mataram (Suara NTB) Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) mulai dirasakan manfaatnya. Eksistensinya diperkuat oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan melaksanakan orientansi. Pusat informasi konseling remaja dan mahasiswa dijelaskan Sekretaris DPPKB Kota Mataram, H. Turmuji, terbentuk sejatinya merupakan wadah bagi remaja untuk men-
ingkatkan pemahaman tentang program pemerintah terutama dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja yakni dengan menggelar Orientasi Kelompok PIK R/M bagi pelajar dan mahasiswa se Kota Mataram. Orientasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran remaja dan mahasiswa guna menghindari hal-hal yang bersifat destruktif seperti
Maksimalkan Potensi PAD ANGGOTA Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., melihat bahwa potensi PAD Kota Mataram masih memungkinkan untuk dimaksimalkan melampaui target yang telah diusulkan oleh eksekutif. ‘’Banggar melihat potensi banyak makanya kita sepakati PAD itu menjadi Rp500 miliar. Berarti ada kenaikan sekitar Rp134 miliar,’’ katanya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (9/10). Potensi PAD yang masih bisa dimaksimalkan, lanjut Misban, antar lain retribusi pasar, pajak parkir, retribusi (Suara NTB/fit) parkir tepi jalan umum dan Misban Ratmaji pajak reklame. ‘’Retribusi pasar misalnya, bisa ditingkatkan menjadi empat kali lipat. Dari Rp4 miliar menjadi Rp16 miliar. Retribusi pasar yang dikenakan kepada para pedagang dianggap masih terlalu kecil, yakni Rp500. Padahal, dalam praktiknya, para pedagang justru membayar Rp2.000. Artinya, sambung anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini, ada kemampuan dari para pedagang untuk membayar sebesar Rp2.000. ‘’Mereka gak punya uang Rp500. Rp1.000 pun mereka gak punya. Mereka punyanya Rp2.000,’’ ucapnya. Kecuali mungkin yang stagnan adalah orang jual beli tanah, BPHTB dan juga PBB (Pajak Bumi dan Bangunan),’’ sebutnya. Misban yakin dengan adanya kebijakan memotong papan reklame yang menunggak pajak, maka wajib pajak akan patuh terhadap aturan. ‘’Dipotong aja, kan yang punya papan reklame itu pengusaha, bukan pemerintah. Masih ada waktu untuk membuat jera mereka,’’ sebutnya. Selain reklame, hal yang juga perlu menjadi atensi Pemkot Mataram adalah persoalan parkir. Karena tahun lalu, Dewan menghitung potensi parkir di Kota mataram tidak kurang dari Rp10 miliar. Misban melihat tidak sama jumlah kendaraan yang parkir dengan retribusi yang masuk ke kas daerah. ‘’Yang masuk katakana 10 kendaraan, yang parkir 20 kendaraan. Berarti kan masih ada yang bocor,’’ tambahnya. Menurut Misban, harus ada cara untuk memaksa mereka menaikan target parkir. Kenaikan target PAD Kota Mataram dari Rp366 miliar menjadi Rp500 miliar, mau tidak mau memaksa Pemkot Mataram bekerja keras. ‘’Karena mungkin masih ada prinsip, kalau masih bisa setor kecil, kenapa harus besar,’’ kelakarnya. (fit)
covery pascagempa,’’ terangnya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram ini lebih setuju jika Pemkot Mataram mendahulukan kebutuhan wajib masyarakat. Seperti urusan pendidikan maupun kesehatan. Kalau pembangunan Kantor Walikota maupun Graha DPRD dipaksakan, kata Erna, itu sama artinya pemerintah tidak punya hati.
Dia mencontohkan, di SMP 14 Mataram yang terdiri dari 24 rombel (rombongan belajar), sebanyak empat rombel di sekolah itu, siswanya masih belajar secara lesehan karena tidak mempunyai meubelair. Sedangkan delapan rombel lainnya terpaksa belajar di teras karena tidak mempunyai ruang kelas. Dengan situasi dan kondisi saat ini, anggota dewan dari dapil Ampenan ini meyakini bahwa pembangunan Kantor Walikota itu akan menjadi sorotan masyarakat. ‘’Kalau ini dipaksakan, kami dari Fraksi PDI-P tidak akan ikut menyetujui,’’ tandas Erna. Di tempat yang sama, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih men-
(Suara NTB/ist)
PENGARAHAN - Sekretaris DPPKB H. Turmuji memberikan pengarahan pada kegiatan orientasi Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M), Selasa (8/10).
seks pranikah, pernikahan usia dini dan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Menurutnya, peran remaja dalam pembangunan nasional sangat dibutuhkan. Dalam menghadapi bonus demografi jumlah penduduk usia produktif harus disikapi bijak oleh remaja dalam bentuk turut serta membangun kesadaran remaja. “Orientasi ini untuk membangun kesadaran kolektif remaja sehingga tidak terpengaruh dengan hal – hal negatif,” terangnya. Dijelaskan, program KB tidak hanya tentang persoalan alat kontrasepsi saja. Namun memiliki makna luas melalui program keluarga berencana. Masyarakat diajak untuk memahami perencanaan keluarga mulai dari sisi kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, dan tentunya dalam pembinaan keluarga. Dalam Program KB juga diharapkan mampu menjawab permasalahan di tengah masyarakat yang kian beragam seperti pernikahan di bawah umur, bahaya seks di luar nikah, narkoba serta beragama permasalahan yang timbul dari keluarga kemudian menjadi permasalahan sosial. “Kita harapkan masyarakat juga turut terlibat. Tidak bisa pemerintah saja yang diserahkan tetapi harus membangun kolektivitas,” demikian kata dia. (cem/*)
Parkir Liar di Mataram Masih Marak Mataram (Suara NTB) Parkir liar di kawasan tertib lalu lintas Kota Mataram masih marak. Penindakan berupa penggembokan roda kendaraan yang parkir sembarangan oleh Dinas Perhubungan Kota Mataram salama ini dinilai belum bisa memberikan efek jera kepada pengendara. “Kita memang tetap tindak dia, cuma memang nanti kucing-kucingan. Kita juga punya keterbatasan tenaga untuk menindak. Coba bayangkan sekali piket sebelas orang yang diturunkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Saleh saat dimintai keterangan Suara NTB, Rabu (9/10). Dishub Kota Mataram akan membahas target di forum lalu lintas Kota dengan memasang ram-
bu-rambu dan sebagainya. Dishub akan mengundang beberapa petinggi kantor-kantor, hotel, dan lainnya untuk membahas dengan meraka tentang daerah kawasan tertib lalu lintas. Saleh akan menjelaskan beberapa hotel, kantor dan lainnya kerap memarkir kendaraan pegawainya di ruas jalan. Seperti di jalan Pejanggik, di depan Bank BRI tersebut kerap ditemukan pelanggar parkir liar. “Ketika kita (petugas) tidak ada, pasti melanggar. Berarti belum jera,” jelas Saleh. Akan tetapi belum ada sampai saat ini pengendara yang ditindak Dishub dengan pelanggar yang sama. “Iya mereka memang belum jera. Tetapi seperti yang saya katakan, belum ada pernah mobil yang ditilang (Dishub) sampai dua kali. Itu belum ada,” demikian kata dia. (viq)
(Suara NTB/viq)
BELUM JERA - Salah satu pengendara mobil di Jalan Pejanggik Mataram memarkir kendaraannya di area larangan parkir, Rabu (9/10). Penggembokan bagi parkir liar belum memberikan efek jera.
Masih Lemah
Mataram (Suara NTB) Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB, Murdani mengkritik penanganan sampah di Pemkot Mataram. Produk hukum seperti peraturan daerah (Perda) dan peraturan walikota (Perwal) semestinya jadi acuan. Tetapi, implementasinya hingga saat ini masih lemah. “Hanya implementasinya saja yang lemah,” kata dia dikonfirmasi, Rabu (9/10). Diskusi bersama instansi teknis bahwa Kota Mataram memiliki terobosan yakni program lingkungan nihil sampah. Program ini justru tidak kelihatan. Hal ini disebabkan, kesadaran pengambil kebijakan tidak terlalu bagus. Jika melihat perangkat hukum sudah ada seharusnya implementasi diperkuat. Di satu sisi, keberpihakan anggaran di Kota Mataram dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB, paling banyak untuk penanganan sampah. Dari anggaran besar mestinya dibarengi dengan optimalnya penanganan sampah. Justru saat ini, penanganan sampah tidak optimal sama sekali. Ini berdampak pada penegakan peraturan serta kepatuhan penegakan hukum. “Penegakan aturan itu perlu diterapkan,” ujarnya. Murdani menilai, membangun kesadaran ini tidak bisa sepenuhnya mendorong masyarakat. Kesadaran kolektif harus dimulai dari pemerintah. Rapat – rapat di kantor pemerintahan masih menyediakan bahan berasal dari sampah plastik. Tentunya ini berkontribusi terhadap sampah. Semestinya dibuatkan aturan semua kantor tidak boleh ada plastik. Pola seperti ini telah dimulai oleh Kabupaten Badung. Retail modern, pusat oleh – oleh tidak menyediakan kantong plastik. Kebijakan ini dapat mengurangi sampah plastik mencapai 80 persen. Sistem ini bisa diadopsi oleh Pemkot Mataram, sehingga fokus penanganan pada sisa – sisa sampah. “Apalagi kebanyakan orang – orang yang bekerja di kota bertempat tinggal di Lombok Barat. Jadi sampahnya dibuang di sana,” tandasnya. Pengurangan sampah plastik perlu melibatkan dunia usaha. Mustahil sampah plastik selesai kalau dunia usaha tidak dilibatkan. Walhi pernah berdiskusi dengan Paguyuban Tionghoa dan mereka mendukung kebijakan pemerintah dan tinggal menunggu penerapan saja. Adapun program Lisan yang telah diapresiasi secara nasional justru Pemkot Mataram yang kehilangan arah. Sejauh ini, tidak ada masterplan penanganan sampah dari hulu ke hilir. Secara teknis juga tidak ada tempat pengolahan sampah terpadu. Sistem pemilihan sampah tak berjalan optimal. Terhadap sekolah lisan yang dicanangkan semestinya tidak saja untuk menghabiskan anggaran. Akan tetapi harus dibumikan. Ia mengkritik gerakan Lisan yang hampir berjalan 10 tahun jadi pilot projet. Semestinya, pilot projet itu dibuat selama enam bulan kemudian direflekasi di semua tempat. “Pemkab Badung memiliki 926 bank sampah. Dan, ditarget 2020 memiliki seribu lebih bank sampah. Ini harus diikuti oleh Kota Mataram,” tegasnya. (cem)
Kenaikan Harga Pakan Tak Pengaruhi Pembudidaya Ikan Mataram (Suara NTB) Kenaikan harga pakan ikan sampai saat ini tak pengaruhi pembudidaya ikan air tawar di Mataram. Alasannya, dari 53 pembudidaya ikan air tawar di Mataram membuat pakan sendiri. Kapala Dinas Perikanan Kota Mataram, Hj. Baiq Sujihartini mengungkapkan, kenaikkan pakan yang baru
dimulai minggu ini tak membuat masyarakat yang membudidaya ikan air tawar mengeluh. Karena, belum berdampak pada sejumlah pembudidaya ikan air tawar di Mataram. “Memang kenaikkan pakan ini kan baru mulai. Saya kira belum berdampak. Belum ada keluhan dari pembudidaya kita di Mataram. Kita kemarin mensosialisasikan pembu-
didaya berusaha membuat pakan secara mandiri juga,” kata Sujihartini kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Untuk kebutuhan pakan ikan lanjut Sujihartini, selama ini, Dinas Perikanan Kota Mataram memberikan pelatihan untuk membuat pakan secara mandiri. Sehingga, dengan membuat pakan sendiri, para pembudidaya di Mat-
aram lebih irit. “Jadi sangat jauh pengiritannya dari itu (membeli langsung). Jadi kalau untuk pakan, para pembudidaya kita merasa aman saat harga pakan naik. Karena kita sudah melatih mereka buat pakan mandiri itu. Insha Allah kenaikkan pakan tidak mengganggu,” katanya. Saat ini, lanjut Sujihartini, ia belum terima laporan dari
masyarakat terkait keluhan akan naiknya harga pakan ini. Biasanya, lanjut Sujihartini, jika kenaikkan pakan ini berdampak bagi pembudidaya di Mataram, biasanya mereka datang langsung ke Dinas. “Saya kira belum ada gangguan bagi meraka saat ini,” jelasnya. Begitu juga dengan kekeringan, saat ini, Dinas Perikanan telah mengantisipasinya.
Dengan membuat sumur bor, para pembudidaya tidak resah dengan kekeringan yang melanda. “Kebetulan air itu dari Selagalas, kemudian mereka juga sudah punya sumur bor. Sudah kita antisipasi,” ungkapnya. Sehingga mereka setiap tahun tetap berjalan. Sujihartini menerangkan, pada musim kering ini, para pembudidaya sedang melaku-
kan pembibitan. Sehingga tidak terlalu membutuhkan air banyak. “Sekarang kan musim pembibitan, kalau pembibitan memang tidak terlalu butuh air banyak, nanti pada musim hujan baru akan melakukan pembesaran,” jelasnya. Sujihartini juga menghimbau agar pembudidaya bisa mengkolaborasikan antara pakan yang dibeli dengan yang dibuat sendiri. (viq)
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Kurangi Pengangguran
Apjati NTB Siap Kirim Ribuan Pekerja Migran ke Arab Saudi Mataram (Suara NTB) Asosiasi Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB siap memfasilitasi ribuan pekerja migran (TKI/TKW) ke Arab Saudi, setelah setelah terbitnya Keputusan Menteri Ketanagakerjaan RI Nomor 291 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal. Berlaku 1 Oktober 2019 ini. Hal ini dikemukakan Ketua Apjati Provinsi NTB, H. Muhammadun. Pihaknya menyambut gembira terbitnya keputusan pemerintah yang bekerjasama dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi untuk pengiriman migran. Ditemui di sekretariat Apjati Provinsi NTB di Mataram, Rabu (9/10) kemarin, H. Muhammadun mengatakan, moratorium
pengiriman pekerja migran ke Timur Tengah belum dibuka. Namun kerjasama pemerintah Indonesia bersama Apjati dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi, disepakatilah skema pengiriman pekerja migran dengan sistem penempatan satu kanal (satu pintu) antara 55 PPTKIS dengan agensi penempatan di Kerajaan Arab Saudi (syarikah). Perusahaan – perusahaan
yang bekerjasama dengan syarikah ini, kata H. Muhammadun, kemudian dipercayakan Apjati di seluruh provinsi di Indonesia untuk membuat kantor bursa untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja di Arab Saudi. “Kantor bursa ini akan terbentuk oleh Apjati di seluruh kabupaten/kota di NTB, SDM dan tenaga IT sedang dipersiap-
kan,” kata H. Muhammadun. Untuk SDM, Apjati telah melatih 350 orang Pendamping Rekrutmen Calon (PRC) pekerja migran yang bertugas di lapangan untuk menjemput masyarakat yang ingin bekerja di Arab Saudi untuk jabatan housekeeper , babysitter, family cook, elderly caretaker, family driver, dan shild care worker. PRC ini bertugas mencari, atau memfasilitasi calon pekerja migrant di lapangan. Kemudian melakukan pendampingan untuk memenuhi ketentuan dan syaratsyarat bekerja di Arab Saudi. “Target kita akan libatkan sampai 1.000 PRC. Kita sudah latih 350 PRC. Secara bertahap akan diperbanyak. Kita li-
batkan orang-orang yang butuh pekerjaan untuk membantu pemerintah daerah mengurangi beban pengangguran,” ujarnya. Dari PRC inilah, lanjut H. Muhammadun, Apjati NTB berkeyakinan dapat memberangkankan lebih dari 2.000 pekerja migran ke Arab Saudi setiap bulan. Harapan ini sangat masuk akal. Karena tradisi bekerja di Arab Saudi, oleh masyarakat juga dihajatkan untuk menunaikan rukun iman, berhaji. “Kita harapkan pemberangkatan pekerja migran ke Arab Saudi secara ilegal bisa ditekan. Sekarang sudah ada fasilitas bekerja di Arab Saudi. Tidak dipungut biaya, grat-
is. Terima bekerja di sana. Asal memenuhi syarat,” katanya. Agar calon pekerja migran dapat memenuhi syarat, ada empat Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) milik swasta di Mataram. Empat BLKLN ini akan memberikan pelatihan/ kompetensi, selanjutnya di sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). “Semua fasilitas dan infrastruktur untuk pengiriman pekerja migrant5 ke Arab Saudi kita sedang penuhi. Kita bantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan. Dari PRCnya, pekerja migrannya, sampai SDM di BLK LNnya,” demikian H. Muhammadun. (bul)
(Suara NTB/bul)
H. Muhammadun
Pemprov akan Gandeng Para Pegiat Kopi Pangkas Praktik Ijon PRAKTIK ijon yang selama ini melilit para petani akan dipangkas. Gabungan pemodal nasional telah masuk NTB untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah. Sistem ijon memiskinkan petani. Namun tak ada pilihan. Dengan ijon, lebih mudah mendapatkan modal tanpa melalui mekanisme birokrasi. Nanang Supriadi sebagai penanggung jawab di NTB menyebut, gabungan pemodal nasional ini telah telah melakukan riset sejak lama terkait potensi komoditas pertanian dan perkebunan di Provinsi NTB. Termasuk memantau potensi bis(Suara NTB/bul) nis dari fasilitas dan infrastruktur Nanang Supriadi yang berkembang di NTB. Misalnya, Bandara Internasional Lombok, dan akan beroperasinya Pelabuhan Gili Mas yang direncanakan akan beroperasi penuh pada awal tahun 2020 oleh Pelindo III. Para pemodal nasional ini masuk NTB dengan juga membangun fasilitas. Diantaranya gudang kapasitas 1.500 ton di jalan Labuan Lombok, Lombok Timur dan dua gudang kapasitas 1.500 ton + 1.500 ton di Pekat, Kabupaten Dompu. Komoditas yang diincar adalah padi, jagung dan kopi. “Dibutuhkan sebanyak-banyaknya. Pembelian sudah bisa dilakukan sekarang. Tinggal pastikan, dimana barangnya, berapa jumlah barangnya dan bagaimana kualitasnya. Kita akan datangi,” kata Nanang. Owner travel penyelenggara haji dan umroh, ArofahMina cabang NTB ini mengatakan, hadirnya gabungan pemodal nasional ini dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah. NTB telah memiliki brand sebagai provinsi yang mendapatkan penghargaan destinasi wisata halal terbaik. Sejurus dengan itu, provinsi ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Terutama komoditas pertanian. Dengan konsep ekonomi syariah, petani-petani yang selama ini mengandalkan ijon, atau kerap mengakses modal dari rentenir, akan dipangkas. Kelompok petani, atau petani akan disediakan kebutuhan modal untuk berproduksi. Kebutuhan modal dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen disediakan. Pembayaran dilakukan ketika panen. Modal yang dipinjam tidak dikenakan bunga satu sen-pun. “Misalnya minjam Rp10 juta, dikemabalikan Rp10 juta saat panen. Dengan harapan, hasil panennya diberikan kepada kami,” terangnya. Atau dengan pola kedua, petani disediakan gudang. Bagi petani yang telah melakukan panen, namun menunda jual karena alasan harga masih rendah. Sembari menunggu harga komoditas tinggi, komoditinya dapat dititip di gudang – gudang penyimpanannya. Mekanismenya seperti resi gudang. Saat harga dianggap tinggi oleh pemilik komoditas, dan ada keinginan untuk menjualnya, maka disanalah komoditas petani akan dibeli. Sesuai harga yang berlaku saat itu. Harganya mengacu pada harga pasar nasional. “Selama menitipkan hasil komoditasnya, kalau butuh dana, dikasi. Tetap tanpa bunga. Nanti setelah harga jual tinggi, kami beli,” imbuhnya. Gabungan pemodal nasional ini menurut Nanang bertekad mengembangkan ekonomi syariah di NTB. Tidak saja menyediakan modal tanpa bunga, kepada petani, kelompok tani akan diedukasi oleh tim teknis yang disiapkan. Bagaimana pengolahan lahan yang baik, penanaman yang baik, pemeliharaan yang baik, sampai cara pemetikan yang baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil produksi petani. Sehingga nilai jual petani juga lebih baik. Jika selama ini para pemberi ijon masuk hanya saat akan dilakukan panen, berbeda halnya dengan gabungan pemodal yang dimaksud. Petani akan dikawal dari hulu ke hilir. Sehingga celah masuknya praktik ijon dapat dipangkas. “Dalam jangka panjang, targetnya adalah industrialisasi di NTB. Yang penting dijaga sekarang adalah menjaga ketersediaan komoditi secara berkesinambungan. Selama ini kan tidak ada jaminan dari petani menyuplai hasil produksi secara berkelanjutan. Karena sudah dihadang pengijon di tengah jalan. Itulah yang akan dikikis secara pelan-pelan,” demikian Nanang. (bul)
(Suara NTB/bul)
SEMEN - Salah seorang pekerja di gudang semen. Tak peduli ancaman kesehatan, semen-semen yang bocor dikemas kembali secara manual.
Daihatsu Gran Max PU Makin Diminati
(Suara NTB/bul)
GRAN MAX PICK-UP - Made Ferry, pemilik diler Honda Made Ferry Motor, Denpasar Bali berpose di samping unit Daihatsu Gran Max Pick-Up. Mataram (Suara NTB) Pangsa pasar kendaraan niaga Daihatsu Gran Max Pick Up (PU) di Bali terus meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian di semester kedua serta makin masifnya program Daihatsu di Bali. Kepala Wilayah PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Jatim, Bali, dan Nusra, Tunjung Pramusinto, Selasa (8/10) menjelaskan, minat konsumen terhadap Gran Max PU semakin tinggi. Hal itu karena banyak konsumen, terutama pelaku usaha, mulai yakin akan keandalan dan keunggulan Gran Max PU ketimbang mobil pikap lainnya. Buktinya, kata Tunjung, pangsa pasar Gran Max PU saat ini sudah naik. Sebelumnya sepanjang Mei hingga Juli, anjlok hingga di bawah 30%. Kini pangsa pasar sudah berada di angka 31,9%. Hingga akhir tahun, pangsa pasar Gran Max PU diperkirakan bisa tembus di angka 37%, atau naik sekitar 5%. Berdasarkan data registrasi di Kepolisian (Polreg), Daihatsu Gran Max PU masih berada di posisi kedua pasar pick up low di Bali. Posisi pertama masih dipegang Suzuki yang memimpin pasar diangka 68%. Tunjung mengakui, dari tiga wilayah operasi yang ia naungi, hanya di Bali dan NTB, Gran Max PU menempati urutan kedua. Sementara di Jawa Timur dan NTT, Gran Max berada di urutan pertama dengan perolehan pangsa pasar di atas 70%. Malah di NTT, pangsa pasar Gran Max PU mencapai 88,14%. Sepanjang Januari hingga Agustus 2019, rata-rata penjualan mobil pikap tiap bulannya sebesar 770 unit, sedang-
kan periode yang sama tahun lalu rata-rata sebanyak 923 unit per bulan. Dari jumlah itu, Daihatsu Gran Max PU masih memimpin penjualan dengan meraih rata-rata penjualan 457 unit per bulan dengan pangsa pasar 59,41%, posisi kedua dipegang Suzuki Futura dengan rata-rata penjualan 259 unit per bulan dengan pangsa pasar 22,47%, dan tempat ketiga ada Suzuki Carry dengan rata-rata penjualan 31 unit per bulan (4,12%), dan tempat keempat ada Mitsubishi T120SS dengan rata-rata penjualan 19 unit per bulan (2,48%). Keunggulan lain, Tunjung menambahkan, digelar program penjualan untuk menarik konsumen di Bali, seperti uang muka (DP) ringan mulai dari Rp 5 juta. Sebelumnya DP sebesar Rp 12 juta. Made Ferry, pemilik diler sepeda motor Honda “MadeFerry Motor” di Jl Pattimura, Denpasar, Bali. Ia merupakan pengguna Gran Max PU lebih dari 10 tahun lalu. Saat ini Made memiliki empat Gran Max PU yang ia gunakan untuk mengangkut sepeda motor Honda ke konsumen. “Ada beberapa kelebihan Gran Max PU yang membuat saya memilih mobil ini. Gran Max PU lebih lebar dan pendek. Gampang dimodifikasi, sehingga memudahkan untuk mengangkut sepeda motor dengan cepat,” ujar dia. Made menjelaskan, dengan Gran Max PU yang sudah dimodifikasi, proses mengangkut sepeda motor cukup dilakukan satu orang dengan waktu tidak sampai dua menit untuk satu unit sepeda motor. “Saya hanya melihat dari sisi praktisnya,” ujar Made yang mengaku empat unit mobil Gran Max PU-nya set-
iap bulan, dari dua cabang diler yang ia miliki, bisa mengangkut sekitar 450 unit sepeda motor ke konsumen. Sebelumnya, butuh waktu lama dan perlu tenaga beberapa orang untuk menggotong motor naik ke mobil pikap. Kelebihan Gran Max PU juga diakui I Made Kicen, pemilik perusahaanPrisma Elektrika Bali di Jl Pungutan, Denpasar, Bali. Perusahaannya yang bergerak di bidang kelistrikan itu menggunakan Gran Max PU untuk kendaraan operasional sejak 2012. Saat ini Kicen memiliki 9 unit Gran Max PU dan 1 unit Gran Max Boks. Sementara itu, Chief Executive Officer PT Astra International TbkDaihatsu Sales Operation Supranoto mengatakan, Gran Max PU hadir untuk memenuhi permintaan pelaku usaha di Indonesia. Saat ini, Gran Max PU merupakan penyumbang terbesar kedua penjualan Daihatsu di Indonesia. Dari total penjualan ritel Daihatsu sepanjang Januari hingga Agustus 2019 sebanyak 13.696 unit, Gran Max PU meraih penjualan 2.989 unit atau memberi kontribusi 22%. Sigra berada di posisi teratas dengan meraih penjualan 3.795 unit menyumbang 28%. Posisi berikutnya Gran Max Minibus (MB) dan Ayla di angka penjualan sekitar 1.700 unit atau memberi kontribusi 1213%. (bul/*)
Mataram (Suara NTB) Dinas Perindustrian Provinsi NTB akan menghimpun para pegiat kopi. Komoditas perkebunan ingin lebih diangkat. Sekretaris, sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, MM., mengaku sangat tertarik mengangkat kopi lokal ini. Dimana-mana orang selalu menyebut kopi. Membutuhkan kopi. Tidak saja di dalam negeri, pun di mancanegara, kopi menjadi salah satu kebutuhan. NTB memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi. NTB juga memiliki sejarah sebagai penghasil kopi sejak zaman Belanda. Sayangnya, kopi lokal belum menjadi raja di rumahnya sendiri. Kopi – kopi dari luar mengisi kebutuhan para peminum dan penikmat kopi. Bagi Nuryanti, dengan potensi besar ini, Dinas Perindustrian akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk mengawal hulu hilir. Dari aspek hulu (produksi), tentu yang memiliki kewenangan adalah OPD teknis di bidang perkebunan. Bagaimana meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Dinas Perindustrian akan masuk dari aspek hulu (hilirisasi). Bagaimana kopikopi lokal yang telah dihasilkan para petani dapat dinikmati. Nuryanti menyebut rencana teknis mengantarkan kopi-kopi lokal masuk e-catalog. “Siapa yang butuh, tinggal melihat kualitas kopi dan kuantitas yang diinginkan
melalui e-catalog,” ujarnya. Dinas Perindustrian Provinsi NTB merencanakan menghimpun para pegiat kopi lokal untuk dilatih standarisasi. Dari pemetikan, pengolahan, hingga produksi. Menjadikannya kopi jadi siap dinikmati. Ia juga merencanakan konsep ideal membentuk holding kopi yang akan melakukan pendampingan quality kontrol hulu hilir. “Kita punya merek kopi banyak. Tapi volumenya keci,” katanya. Karena itu, 3 K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) produk perlu dilakukan pendampinga. Yang dibutuhkan saat ini adalah luas areal kopi, luas produksi dan jenis kopi yang dikembangkan di NTB. Barulah mengarah pada bagaimana mengemas dan menjualnya. Diketahui, pemerintah pusat tetap memberikan perhatian untuk pengembangan komoditas perkebunan. Tahun 2019 ini NTB mendapat bagian mengembangkan seluas 2.470 hektar untuk beberapa jenisnya yang terdapat di dalam komoditas ini. NTB menetapkan lima komoditas unggulan perkebunan, dari 20 komoditas perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. Lima komoditas ini diantaranya, tembakau, kopi, kakao, jambu mete, cengkeh dan tebu, ditambah tebu sebagai komoditas perkebunan unggulan yang baru dikembangkan. Luas areal perkebunan kopi (robusta dan arabika) 11.941 hektar dikelola sebanyak 14.400 KK. (bul)
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Depositokan Kas Daerah PEMKAB Lombok Timur (Lotim) berupaya terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disadari karena sejauh ini celah fiskal dari komponen PAD hanya 12 persen dari total APBD. Untuk itu, sebelum semua anggaran pendapatan dibelanjakan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lotim mendepositokan kas daerah ke sejumlah perbankan. Dari depisito itu diincar target PAD Rp 17 miliar. Kepala BPKAD Lotim, H. M. Juaini Taofik menjelaskan, total APBD Lotim tahun 2019 Rp 2,9 (Suara NTB/rus) triliun. Sebagian besar bersumH. M. Juaini Taofik ber dari dana perimbangan dan dari PAD hanya Rp 319 miliar. Dana perimbangan yang diturunkan pemeirntah pusat tidak datang sekaligus. Aliran kas untuk dibelanjakan ini pun dilakukan per triwulan. Kesempatan sebelum keseluruhan dibelanjakan ini dimanfaatkan untuk mendepositokan ke sejumlah perbankan. Antara lain ke Bank Bukopin dan Bank BRI. “Aturannya boleh didepositokan di lembaga keuangan yang sehat,” ucapnya. Dari kegiatan deposito ini Lotim bisa dapat bunga 7 persen rata-rata. Seperti dari Bukopin didepositokan Rp 50 miliar. Dari deposito ini per bulan Rp 270 juta. “Ini cara kita untuk bisa dapat PAD,” imbuhnya. Bank BRI sebutnya lebih rendah, namun besarannya cukup signifikan. Dijelaskan, sesuai PP 12 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah peluang mendapatkan PAD ini bisa dilakukan dengan deposito ke lembaga keuangan yang sehat. Komponen pendapatan ini menjadi komponen yang sangat vital. Bentuknya deposit on all (DOA) dan bukan peruntukannya pada profit oriented. ‘’Akan tetapi daripada dana lama menganggur lebih baik didepositokan, sehingga bisa menjadi peluang mendapatkan PAD. Bentuk DOA ini bisa diambil kapan saja. Tidak berjangka waktu. Jadi BPKAD ikut Tingkatkan PAD,” ungkapnya. (rus)
Tunggu Kuota CPNS, Nasib P3K Tidak Jelas Selong (Suara NTB) Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 masih belum pasti. Pasalnya, dari 200 formasi yang diajukan khusus untuk CPNS. Pemkab Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini masih menunggu kuota yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi) (Kemenpan RB). Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/10), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber (Suara NTB/yon) Daya Manusia (BKPSDM) H. Moh. Isa Lotim, H. Moh. Isa, didampingi Kepala Bidang Data dan Formasi, Yulian Ugi Lusianto, menyebut, jika pihaknya mengajukan 500 formasi. Di mana, 200 formasi CPNS dan 300 formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun adanya surat Menpan RB tanggal 1 Oktober 2019, terkait pelaksanaan CPNS tahun 2019 direncanakan penerimaan antara bulan Oktober-November 2019. Selanjutnya pada bulan Desember seleksi administrasi. Sementara pada Januari 2020 dilakukan masa sanggah dan seleksi SKD dan Februari pelaksanaan tes. ‘’Sehingga pada bulan Maret 2019 jadwal pengumuman SKD dan jadwal SKB,’’ terangnya. Untuk itu, sekarang ini pihaknya masih menunggu berapa jumlah kuota yang diberikan dari 200 formasi CPNS yang diusulkan. Sementara untuk rekrutmen P3K dalam surat di tahun 2019 ini tidak ada. Bunyi surat tersebut hanya untuk rekrutmen CPNS, kecuali berbunyi ASN maka di dalamnya terdapat P3K. Dijelaskannya bahwa untuk aturan sementara ini, pemerintah pusat memberikan kuota bahwa untuk rekrutmen CPNS sebanyak 30 persen dan P3K 70 persen. Sementara nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hasil seleksi bulan Maret 2019 lalu, ujarnya, hingga saat ini belum jelas. Meski sudah melakukan pemberkasan, pengangkatannya belum dapat dilakukan. Pasalnya, pemerintah masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) terkait penggajian P3K serta belum dibukanya di Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) terkait pengentriannya. Diakuinya, atas dasar itulah dari awal diterima sampai saat ini P3K yang lulus belum menerima gaji dikarenakan belum dilakukan penetapan formasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait penempatan kerjanya. Sehingga saat ini P3K yang dinyatakan lulus beberapa waktu lalu dinyatakan belum sah diangkat jadi P3K karena untuk NIP juga belum keluar. “Setelah diusulkan ke BKN untuk dikeluarkan NIPnya, barulah BKPSDM Lotim membuat surat keputusan bupati untuk pengangkatannya,” jelasnya. Untuk pemberkasan dan pemenuhan persyaratan terus dilakukan secara bertahap. Saat ini yang belum dilakukan berupa permintaan surat berkelakukan baik, surat keterangan bebas narkoba dan surat keterangan kesehatan jasmani dan rohani. Adapun untuk sumber anggaran penggajian P3K hasil rekrutmen pertama ini sudah tertuang di APBD Lotim sebanyak 73 orang, di antaranya 60 orang guru, 9 penyuluh dan 4 tenaga kesehatan. Untuk P3K tahap I yang diakomodir dosen PTN baru berdasarkan database Kemendikti, guru agama yang databasenya Kemenag RI, penyuluh pertanian bersumber dari Kementerian Pertanian, Tenaga Kesehatan bersumber dari database Kementerian Kesehatan dan kelima untuk tenaga eks kategori II yang masih tersisa. Sedangkan untuk rekrutmen selanjutnya direncanakan bersumber dari APBN dana alokasi umum (DAU). (yon)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Dispar Lotim Paling Rendah Realisasikan Anggaran Selong (Suara NTB) Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim) menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terendah dalam merealisasikan anggarannya dibandingkan dengan seluruh OPD. Dari Rp 12 miliar anggaran Dispar, baru terealisasi sampai akhir September 2019 Rp5 miliar atau baru mencapai 40,66 persen. Kepala Dispar Kabupaten Lotim, Dr. H. Mugni saat dikonfirmasi mengatakan sebagian besar anggaran yang belum terealisasi adalah proyek fisik Dispar. ‘’Realisasi belanja saja yang belum, sedangkan progress fisik sendiri sudah rata-rata 80 persen. Bayarannya sedang diproses,” ungkapnya. Menurut Mugni, kalau semua sudah dicairkan maka serapan anggaran Dispar Lotim diklaim bisa sampai 90-100 persen. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Sumber Daya Manusia selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dispar, Hadi Jayari menambahkan realisasi keuangan memang masih rendah. Akan tetapi katanya, realisasi fisik sudah melampaui target. “Kita tinggal menunggu
pencairan fisik , maka100 paling lambat bulan Desember sudah terlampaui semua,” ucapnya. Keterlambatan ini, katanya, karena paket pekerjaan Dispar rata-rata nilainya Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Sementara para rekanan ini hanya mencairkan uang muka 30 persen Sesuai dengan juklak juknis DAK tahun 2019, dana belasan miliar itu digunakan untuk pembangunan musala, MCK, jalan setapak dan lapak cinderamata. Pembangunan tersebar di Kecamatan Sikur, Sembalun, Pringgabaya, Sambelia, Labuhan Haji dan Jerowaru. Sebelumnya dijelaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Lotim, H. M. Juaini Taofik, dari total Rp 2,6 miliar lebih APBD Lotim terealisasi Rp
(Suara NTB/rus)
OBJEK - Objek wisata Taman Langit di Lotim yang menjadi favorit wisatawan. Sayangnya, realisasi anggaran di Dispar masih rendah, terutama proyek fisik. 1,53 miliar atau 58 persen. Dari 56 OPD se Kabupaten Lotim. Terendah Dispar Lotim dan tertinggi realisasi Kecamatan Keruak yang
Djohan Sjamsu Syaratkan Figur yang Paham Kondisi Daerah
Muhammadiyah Buka Klinik di KLU Klinik Muhammadiyah dilengkapi oleh sumber daya tenaga sejumlah 22 orang, termasuk 4 orang dokter, 6 perawat dan 4 orang bidan. Diakui, alat kesehatan (alkes) Klinik Muhammadiyah belum sepenuhnya lengkap, namun demikian secara bertahap akan dilengkapi. Dalam pelayanannya pun, Djohan Sjamsu menekankan dua aspek pelayanan yakni sosial dan usaha profesional. Manajemen klinik dipesan agar tidak mengabaikan pelayanan kepada warga kurang mampu, senantiasa mengedepankan kesopanan dan keramahtamahan kepada pasien dan keluarganya, serta menjunjung tinggi kode etik kesehatan. “Pelayanan harus yang bagus, apalagi Muhammadiyah menginginkan pelayan kita yang bernuansa islami. Kalau bagus kita berikan pelayanan, itu juga menjadi obat. Dan itu (pelayanan) yang judes-judes, insya Allah, tidak boleh,” tegasnya sembari menekankan akan tetap mengawasi jalannya pelayanan. Sementara itu, Direktur Klinik Muhammadiyah Lombok Utara, dr. Khairul Umam, menyebut keberadaan Klinik Muhammadiyah cukup diatensi oleh publik. Ini terlihat dari tingginya pelamar dari
Rp 2,7 triliun sudah terealisasi Rp 1,7 triliun. Pada akhir September lalu tersisa anggaran pendapatan sebesar Rp 984 miliar lebih. (rus)
Soal Calon Wakil
Pemulihan Kesehatan Pascagempa
Tanjung (Suara NTB) Organisasi Muhammadiyah sangat peduli terhadap keberadaan warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) terdampak gempa. Sejumlah bantuan disalurkan, mulai dari logistik, hunian sementara (huntara), musala, masjid, hingga klinik. Rabu (8/ 10), Muhammadiyah kembali meresmikan klinik yang bisa diakses oleh masyarakat. Klinik Muhammadiyah itu, berdiri di Kampung Lendang Bagian, Dusun Sembaro, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Bangunan beserta perlengkapannya senilai Rp 1,5 miliar, sudah mulai beroperasi. Klinik itu merupakan bantuan dari PWM Muhammadiyah Jawa Tengah, dan berdiri di atas lahan milik Ketua PDM Muhamadiyah Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, yang dihibahkan kepada Muhammadiyah. “Alhamdulillah, apa yang dilakukan Muhamadiyah ini merupakan bentuk pengabdian Muhammadiyah kepada masyarakat kita yang terdampak gempa di Lombok Utara. Mulai besok sudah bisa melayani masyarakat,” kata Djohan Sjamsu.
mampu merealisasikan sampai 84 persen atau Rp 2,2 miliar dari Rp 2,7 miliar anggarannya. Sementara itu dari sisi pendapatan, dari target
staf, perawat, bidan dan dokter. Total 300 orang pelamar mengajukan permohonan, namun dalam seleksinya dipilih 22 orang. “Pendaftar tidak hanya dari NTB, tapi dari Bali dan Jakarta. Seleksi cukup panjang, dan sebagian karyawan non Muslim, ini wujud kebesaran Muhammadiyah yang merangkul semua kalangan,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Klinik Muhammadiyah juga menerima hibah satu unit ambulans dari LAZISMU Jawa Tengah. Sebelum peresmiannya, Klinik juga membuka pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar. Untuk diketahui, kontribusi Muhamadiyah di Lombok Utara datang dari berbagai daerah. LAZISMU Blitar membantu Musala Lekok dan 344 huntara, dan pipa 1,5 km di Desa Rempek, Muhammadiyah Lampung membantu Masjid Permanen di Lokok Bengkok, Muhammadiyah Jatim membantu TK ABA Lekok senilai Rp 1,4 miliar, serta Muhammadiyah Jawa Tengah membantu klinik senilai Rp 1,5 miliar yang harus saja diresmikan. (ari)
(Suara NTB/ari)
PERESMIAN - Peresmian Klinik Muhammadiyah di KLU, Rabu (9/10).
Tanjung (Suara NTB) Peran wakil bupati dalam mendampingi bupati pada satu periode pemerintahan, sangat krusial. Namun kerap kali, paket bupati dan wakil bupati terjebak oleh disharmoni karena berbagai alasan. Hal itu tidak diinginkan H. Djohan Sjamsu, SH., pada pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU), sehingga ia mensyaratkan bakal calon wakil yang mampu, paham kondisi masyarakat dan siap membangun harmoni selama periode pemerintahan. Usai meresmikan Klinik Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (9/10), Djohan Sjamsu kepada wartawan mengakui bersikap selektif dalam memilih calon pendamping di Pilkada 2020. Terlebih lagi, banyak tokoh masyarakat yang secara langsung memintanya maju sebagai penantang petahana, Dr. H. Najmul Akhyar. “Yang paling berat besok, siapapun yang jadi bupati, ada dua hal. Pertama harus menata kembali pemerintahan, karena Anda lihat sendiri bagaimana kondisi sekarang,” ujarnya. Beberapa nama yang dicuatkan menjadi pendamping Djohan, seperti Narsudin, S.Sos (Ketua Komisi III DPRD KLU), ia belum mau berspekulasi. Baginya, figur bakal calon sudah dikantongi beberapa nama. Hanya saja, pihaknya ingin nama yang terbaik dan benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat. Untuk menentukan calon pendamping, Djohan menyatakan sedang menggodok melalui survei. Ia tidak ingin gegabah memutuskan figur, namun tidak disegani oleh masyarakat. Terpenting, kata dia, calon wakil bupati paham terhadap tupoksi dan kewenangannya sebagai wakil bupati nantinya. Sebisa mungkin, antara bupati dan wakil bupati tetap bersinergi satu sama lain, dan membangun komunikasi yang baik demi kemajuan masyarakat dan daerah. “Dan kriteria yang bagus itu, tentu yang bisa memimpin daerah ini, bisa menjalankan pemerintahan dengan baik, dan bisa
(Suara NTB/ari)
H. Djohan Sjamsu bekerjasama dengan bupati, itu yang terpenting,” katanya. “Kaitannya dengan Narsudin, saya sih positif-positif saja. Karena memang kalau ada yang menginginkan pimpinannya menjadi wakil Bupati, itu sah-sah saja itu. Tapi tentunya saya ingin melakukan ini melalui proses survei, bagaimana dia ke depannya jika dia sebagai wakil bupati,” sambungnya. Di samping figur calon wakil, Djohan Sjamsu yang saat ini bermodalkan 3 kursi dari Fraksi PKB di DPRD, masih kekurangan 3 kursi lagi. Memenuhi syarat 6 kursi sebagai pengusung paket calon, PKB terus menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol. Djohan mengusung konsep sama dengan bakal calon lain, bahwa sebisa mungkin, koalisi parpol berisikan banyak parpol. Tidak hanya banyak jumlah, tetapi juga parpolparpol yang mengusung dan mendukungnantipunyavisiyangsama, dan peka terhadap kondisi rakyat khususnya pascagempa. “Kita ingin kembalikan marwah KLU ini seperti awal kita bentuk dulu, yakni percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, itulah keinginan kita dulu memekarkan KLU in,” ujarnya. “Masih banyaknya PR di KLU ini, mendorong saya untuk kembali maju. Dan kalau sudah ada orang yang berani dan mampu bertindak adil membangun KLU ini, saya akan mundur. Tapi inikan belum ada yang berani untuk itu,” tambahnya. (ari)
Tanamkan Kegemaran Membaca pada Peserta Didik
DPK Lotim Minta Kesadaran Kepsek untuk Pengembangan Perpustakaan Selong (Suara NTB) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus melaksanakan program penyuluhan layanan perpustakaan. Rabu (9/10), pelayanan perpustakaan dilaksanakan di SDN 5 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Kegiatan ini dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang layanan perpustakaan dan menanamkan kegemaran membaca khususnya kepada peserta didik sejak usia dini. Rombongan tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim dipimpin langsung, Kepala DPK Lotim H. Marwan. Rombongan disambut Kepala SDN 5 Labuhan Lombok, Fathussabir, S.Pd.SD. Di saat yang bersamaan juga diadakan layanan perpustakaan keliling, di mana para siswa dapat membaca berbagai kole-
ksi buku bacaan yang digemari di usianya. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi layanan perpustakaan dilaksanakan di dalam ruangan kelas dengan jumlah peserta 100 orang. Dalam pembukaan kegiatan ini Sekretaris DPK Lotim, Hamdillah, menyampaikan tentang pentingnya membaca dan bagaimana peran Perpustakaan sekolah mengingat sebelumnya aktif berkecimpung di dunia pendidikan, kondisi sebagian besar perpustakaan sekolah sudah dipahami. Dikatakannya, banyak kondisi perpustakaan sekolah yang tidak dikelola dengan baik, tidak ada tenaga pengelola khusus bahkan untuk membuka ruang perpustakaan sekolah pun terkadang jarang sampai buku-buku menjadi berdebu dan tidak terawat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran pimpinan sekolah ten-
tang peran perpustakaan dalam menunjang kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Kabid Perpustakaan, Muh. Amin Kutbi, S.Sos, menjelakan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan penyuluhan ini dengan harapannya agar layanan perpustakaan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Selama ini mindset masyarakat tentang perpustakaan hanya gudang buku dan tempat pinjam serta membaca buku saja, padahal banyak kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan, apalagi selaras dengan program prioritas nasional saat ini tentang perpustakaan berbasis inklusi sosial. Di mana Perpustakaan bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pelibatan masyarakat seperti pelatihan komputer, kursus memasak, bahasa Inggris ataupun keter-
ampilan tangan. Selain itu, disampaikan pula tentang adanya aplikasi iLotim sebagai layanan Perpustakaan digital Perpustakaan daerah. “Cukup melalui android yang kita miliki bisa membaca buku apa saja yang kita inginkan. Oleh karena itu bisa install aplikasi iLotim di playstore secara gratis, sehingga Perpustakaan ada di genggaman tangan kita,”terangnya. Selanjutnya, untuk materi tujuan dan fungsi Prrpustakaan sekolah disampaikan, Lalu Nasrun, S.IP selaku Kasi Layanan dan Otomasi DPK Lotim. Ia mengajak para siswa untuk enjoy melalui gerak dan lagu terkait membaca. Pada sesi kedua ini, Lalu Nasrun menjelaskan tujuan umum dan khusus dari perpustakaan sekolah dan manfaatnya. Kepala SDN 5 Labuhan Lombok Fathussabir, S.Pd.,
menjelaskan jika sekolah sudah memiliki program literasi sekolah, di mana setiap hari Rabu, peserta didik dan guru secara rutin membaca buku, sehingga harapannya kegemaran membaca meningkat karena baca buku jadi pintar. “Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya,”terangnya. Selanjutnya penyuluhan dilakukan, Andrea Ardi Ananda, S.Hum selaku pustakawan, berbagi ilmu kepada para murid tentang meraih cita-cita melalui gemar membaca. Dikatakannya, ada 3 kemampuan yang harus dimiliki yaitu kemampuan analisis, mengetahui mana yang benar dan tidak serta kemampuan menerapkan bahan bacaan di kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan itu, DPK Lotim juga membagikan sejumlah dorprize menarik kepada
(Suara NTB/ist)
PENYULUHAN - Kegiatan penyuluhan peningkatan gemar membaca dan layanan perpustakaan oleh DPK Lotim di SDN 5 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Rabu (9/10). para murid yang bisa menjawab pertanyaan atau kuis dari para narasumber. Terlihat antusias yang begitu tinggi dari para
murid dalam mengikuti kegiatan ini sehingga terasa begitu meriah walaupun dilaksanakan sederhana. (yon/*)
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Waktu Pengembalian Habis Tak Jamin Menang
(Suara NTB/dok)
Ahmad Samsul Hadi
SEKRETARIS DPD Partai Nasdem Lombok Tengah (Loteng), Ahmad Samsul Hadi, memprediksi persaingan memperebutkan kursi kepala daerah di gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng tahun 2020 mendatang, bakal berlangsung ketat. Alasannya, semua cakal calon kepala daerah yang muncul sekarang ini, punya potensi dan peluang menang hampir sama. “Kita melihat calon-calon kepala daerah yang muncul saat ini tidak ada yang dominan. Semua punya peluang hampir sama. Sehingga kita perkirakan persaingan bakal berlangsung ketat,” ujar Ahmad Samsul Hadi,
kepada wartawan, Rabu (9/10). Meski ada calon incumbent yang maju sekalipun, ujarnya, tidak berpengaruh banyak, karena peta persaingan lebih merata. “Status incumbent, bukan jaminan untuk menang. Karena memang peta persaingan sekarang jauh lebih merata,” tegasnya. Dengan dipastikannya tidak akan majunya Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., karena sudah dua kali menjabat sebagai kepala daerah, maka hanya Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., saja yang berstatus incumbent. Itupun kalau jadi maju di Pilkada Loteng. Pasalnya, meski menjadi partai politik pemenang pemilu di Loteng dengan capaian tujuh kursi di DPRD Loteng, Partai Gerindra yang dipimpin H.L. Pathul Bahri, S.IP., tidak bisa mengusung pasangan calon kepala daerah, karena harus berkoalisi, untuk bisa mengumpulkan syarat minimal 10 kursi. “Sampai sekarang Partai Geridra juga belum jelas, siapa temannya koalisinya. Jadi Partai Gerindra sendiri belum jelas bisa mengusung calon kepala daerah. Itu menandakan, kalau dari peta persaingan parpol masih sama. Begitu pula jika dikaitan dengan figur yang ada, semua punya peluang yang sama. Belum ada yang menonjol atau mendominasi,’’ tambahnya. Disinggung peluang koalisi Partai Nasdem dengan Partai Gerindra, Ahmad mengatakan dalam politik semua serba mungkin. Tapi pihaknya memastikan sampai saat ini antara Partai Nasdem dengan Partai Gerindra belum ada komunikasi apapun terkait Pilkada Loteng tahun 2020 mendatang. “Kalau dengan parpol yang lain komunikasi kita sudah ada. Kecuali dengan Partai Gerindra,” tandasnya. (kir)
Dewan Kritik Pemda Bangun Rumah Sakit Pakai Utang Giri Menang (Suara NTB) Rencana Pemkab Lombok Barat (Lobar) meminjam dana dari perbankan masih menuai pro-kontra di kalangan dewan. Pasalnya, rencana pinjaman ini dinilai terlalu besar, sehingga Pemda harus berhati-hati agar jangan sampai membebani keuangan daerah ke depan. Hal ini disebabkan bunga pinjaman dianggap terlalu tinggi mencapai Rp10 miliar per tahun. Ketua Fraksi PKS DPRD Lobar, Usman menegaskan sikap Fraksi PKS terhadap rencana pinjaman Pemda pada dasarnya PKS tidak anti terhadap pinjaman. Hanya saja, ujarnya, jumlah pinjaman yang akan dilakukan sangat besar, yakni sebesar Rp 150 miliar dengan beban bunga per tahun Rp 10 miliar. “Sehingga kita harus sangat hati-hati jangan sampai pinjaman ini menjadi beban keuangan daerah empat tahun ke depan,” tegas politisi asal Lingsar ini. Sementara dalam KUA-PPAS, ujarnya, sudah dianggarkan Rp 7 miliar untuk pembangunan rumah sakit ditambah Rp 500 juta untuk pengembangan tipe rumah sakit. Yang menjadi catatan pihaknya, DAK yang diberikan ke pemda untuk Rumah Sakit Awet Muda ternyata tidak bisa terserap, sehingga dana tersebut harus dikembalikan ke pusat. Sementara pada rincian pinjaman itu, peruntukannya juga untuk pembangunan rumah sakit. Ia mempertanyakan hal ini, sebab OPD tak mampu eksekusi DAK, namun akan ditutupi pembiayaan melalui piutang. Ia mendorong ke depan agar pemda lebih mengoptimalkan sumber-sumber lain, terutama optimalisasi PAD. Sebab kata dia, kalau ekonomi diproyeksi tumbuh 5 persen seharusnya PAD juga bisa terdongkrak naik, bukan malah sebaliknya mengalami penurunan. “Malah PAD turun,” sorot dia. Diketahui, dalam rincian saat ekspos peminjam dijabarkan, dana pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk RSUD Tripat Lobar dengan dana yang akan diberikan sekitar Rp 112 miliar yang akan dialokasikan untuk pembangunan RSUD Tripat Lobar,agar bisa naik kelas dari tipe C ke tipe B. Selain itu dana tersebut akan dialokasikan untuk Dinas Pariwisata sekitar Rp 6 miliar yang akan diperuntukan untuk penataan kawasan wisata Kerandangan. Kemudian untuk Dinas PUPR Lobar sebesar Rp 16 miliar yang akan diperuntukkan untuk penataan Senggigi sekitar Rp 16 miliar. Yang terakhir permasalahan uang untuk Rumah Sakit Awet Muda Narmada sekitar Rp 12 miliar, yang akan dialokasikan untuk pembangunan gedung Intensif Care Unit (ICU) sekitar Rp 5 miliar. Pengadaan alat kesehatan ICU dan NICU sekitar Rp 5 miliar. Pengadaan generator sekitar Rp 1,3 miliar, pembangunan rumah genset sekitar Rp 814 juta dan pembangunan instalasi Air Limbah (IPAL) sebesar Rp 2 miliar. Sementara itu, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid menyambut baik masukan dari dewan. Menurut dia, masukan dari dewan ini bagus dan objektif. Persoalan bunga yang dianggap terlalu tinggi, menurut dia pihaknya sudah mengecek tiga tempat, namun Bank NTB yang paling murah termasuk dengan Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Namun, perbankan ini milik daerah, maka kalau pun mendapatkan laba, maka kembali juga ke daerah dividennya. Menyoal apalah pemda mampu mengembalikan pinjaman ini atau tidak? Pihaknya sudah menghitung PAD dari tahun ini sampai 2020 hingga 2022. “Sehingga fiskal daerah insya Allah tak akan terganggu,” tegas dia. Apalagi hasil konsultasi dengan Kemendagri, Kemenkeu bahkan kalau dilihat fiskal daerah, mampu meminjam di atas Rp 200 miliar. (her)
Bupati Tegaskan Kerugian Negara Masuk Ranah APH Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid menegaskan kerugian negara yang masih tersisa sebesar Rp 541,8 juta otomatis akan masuk ranah Aparat Penegak Hukum (APH). Langkah ini ditempuh setelah pemda melakukan berbagai langkah untuk menagih, di antaranya penagihan melalui Majelis TPTGR. Namun, sampai batas waktu tanggal 3 Oktober, masih banyak yang belum mengembalikan kerugian negara tersebut. Para penunggak kerugian ini harus siap mempertanggungjawabkan temuan kerugian Negara ini kepada APH. “Kalau saya intinya, kan dia nanti yang bertanggung jawab. Dia (penunggak yang ditanya, apa siap ndak ke APH. Itu kan otomatis (ke APH),” tegasnya ditemui usai Salat Zuhur berjamaah di Masjid Pemda, Rabu (9/10). Bupati menegaskan, otomatis temuan kerugian ini masuk ranah APH, tanpa diserahkan oleh pemda ke APH. Sesuai ketentuan, kata dia, ketika sekian bulan temuan BPK ini tak juga diselesaikan atau ditindaklanjuti, maka secara otomatis masuk ke
APH. Hal ini, ujarnya, bukan kemauan dirinya pribadi, namun aturan yang mengatur demikian. “Tanpa saya serahkan ke APH otomatis sudah masuk, itu peraturannya,” tegas dia. Sementara itu, berdasarkan hasil sidang majelis TPTGR, masih banyak kerugian negara yang belum tertagih. Jumlahnya mencapai Rp 541,8 juta lebih. Temuan kerugian yang masih belum tertagih ini akumulasi dari tahun 2016,2017 dan 2018. Paling banyak berada di mantan
anggota DPRD. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Inspektur pada Inspektorat Lobar M. Ilham mengatakan temuan kerugian yang masih belum tertarih di antaranya tahun 2016 sebanyak Rp 117 juta lebih, tahun 2017 masih tersisa 422 juta lebih dan temuan tahun 2018 tersisa hanya Rp 2,3 juta. “Jadi total kerugian yang belum dikembalikan sampai saat ini Rp 541,8 lebih, ini akumulasi tiga tahun terakhir (2016,2017 dan 2018),” terang Ilham. Hasil sidang TPTGR, ujarn-
ya, seharusnya kerugian sele- menyelesaikan baru bupati sai dikembalikan per tanggal menyerahkan ke KPKNL un3 Oktober. Namun masih ada tuk melakukan penagihan. sisa yang belum tertagih. Sisa Namun demikian terkait langkerugian negara ini semua ada kah selandi dewan dan mantan jutnya ini, dewan. Terhadap para pihak diserahyang belum mengembalikan kan ke kerugian ini, nantinya pihakn- bupati. ya lebih dulu melaporkan ke- (her) pada bupati selaku Pejabat Penyelesaian Kerugian Daerah (PPKD). Majelis TPTGR akan menyerahkan laporan progres pengembalian ini, selanjutnya bupati yang menentukan langkah apa yang akan diambil. Sesuai ketentuan, tahapan selanjutnya bupati akan memberikan waktu lagi selama 30 hari kepada penunggak kerugian untuk mengembalikan. Barulah jika dalam H. Fauzan Khalid tenggat waktu 30 hari, mereka tidak juga (Suara NTB/her)
Bupati Lobar Berharap Kantor BNN Segera Dibangun
(Suara NTB/her)
SEMERAWUT - Akibat proyek pasar dikerjakan berdampak pada kondisi Pasar Sementara Gunungsari yang terlihat semerawut.
Kondisi Lapak Pedagang Semerawut
Proyek Pasar Gunungsari Mulai Dikerjakan
Giri Menang (Suara NTB) Proyek Pasar Gunungsari mulai dibangun sejak sebulan lalu. Progres di lapangan, rangka bangunan tahap I sudah selesai. Saat ini tengah dikerjakan proyek pasar tahap II. Dampak pembangunan proyek ini, para pedagang pun dipindah ke bagian depan pasar. Akibatnya, kondisi lapak pedagang tak beraturan, sehingga begitu memperihatinkan. Kesemerawutan ditambah parkir kendaraan khususnya roda empat di pinggir jalan. Pantauan Suara NTB di lokasi pasar sementara yang berlokasi di belakang Kantor Camat Gunungsari ini, tampak kendaraan diparkir berjejer di pinggir jalan, sehingga menyulitkan warga lalu lalang. Para sopir enggan menempati terminal sementara yang sudah disiapkan, lantaran kondisinya yang dianggap tak layak. Lapak-lapak PKL berjubel di mana-mana dengan kondisi memperihatinkan. Lapak-lapak ini meluber hampir ke jalanan. Menurut Kariman, salah satu pedagang, kondisi ini sudah
berlangsung sejak proyek ini dibangun. Pasalnya, sebelum pembangunan proyek belum ada persiapan, seperti persiapan lahan dan lapak untuk tempat jualan sementara bagi pedagang. Pihak pengelola pasar menyiapkan lapak tidak merata bagi pedagang, sehingga banyak di antara mereka yang mencari dan membuat sendiri lahan serta lapak jualan. Hal ini justru menambah beban mereka, karena mereka mengeluarkan biaya sendiri. “Sudah ada sosialisasi ke pedagang, tapi persiapan tempat ini belum semua. Tapi persiapan lapak ini kebanyakan pedagang keluarkan biaya sendiri,” akunya. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 300-400 ribu untuk membuat lapak. Ada pedagang yag disiapkan lapak dan tempat tidak mengeluarkan biaya, namun lapaknya agak kecil. Namun kata dia lebih banyak membuat lapak sendiri. Untuk relokasi sementara sebenarnya ada lahan di belakang, namun pedagang enggan sebab lokasinya terlalu kedalam. Para pedagang mengeluhkan banyak pedagang dari
luar yang justru diberikan tempat di depan. Sehingga banyak pembeli justru membeli di lapak pedagang luar tersebut. Sementara pedagang di pasar itu ditarik Rp 4 ribu untuk kebersihan dan jaga malam. Sementara itu, Camat Gunungsari, Mudasir mengatakan pihaknya sudah penanganan di pasar sementara. Diakui kondisi pasar ini semerawut. Untuk pengawasan parkir ini petugas perhubungan kurang. Petugas yang ditempatkan hanya ada satu petugas, seharusnya ada petugas ditempatkan di sebelah barat dan timur. Sementara kekuatan Satpol PP di kecamatan hanya dua orang, sehingga hal ini menyulitkan pihaknya. “Pedagang yang keluar jualan di atas pinggir jalan itu,” jelas dia. Ia pun berharap agar tim Satpol PP kabupaten turun sekali seminggu. Diakui pengaturan lapak sudah ditertibkan namun pedagang ini masih saja jualan sampai ke jalan. “Kita berharap penambahan petugas personel perhubungan,” jelas dia. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Semakin meningkatnya penyalahgunaan narkoba saat ini memerlukan atensi khusus dari seluruh lapisan masyarakat. Sebagai bentuk perhatiannya, Pemkab Lombok Barat (Lobar) terus mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB segera membangun Kantor BNN di Lobar. Pemkab Lobar berharap tahun 2020 kantor BNN di Lobar sudah bisa mulai dikerjakan. “Saya sampaikan ke beliau (Kepala BNN, red) Lombok Barat yang akan bangun Kantor BNN. Tetapi mudah-mudahan tahun 2020 Lombok Barat (Lobar) sudah memiliki Kantor BNN. Tapi kalau tidak, kami Insya Allah yang akan membangun. Tetapi saya mohon ada semacam surat dari BNN supaya kami punya pintu masuk untuk menganggarkan untuk membangun Kantor BNN di Lombok Barat,” kata Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat meresmikan Kampung Anti Narkoba di Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Rabu (9/10). Dari data survei BNN NTB tahun 2017, ujarnya, prevalensi keterpaparan narkoba di wilayah NTB sebesar 1,8 persen dari jumlah penduduk Provinsi NTB. Jumlah riilnya mendekati 63.918 orang penyalahguna yang terpapar.Tidak hanya unsur pemerintah saja, komitmen untuk memberantas narkoba juga diwujudkan kelompok pemuda Desa Taman Ayu dengan membentuk Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Taman Ayu. Keseriusan gerakan ini dimulai dengan mencanangkan Desa Taman Ayu sebagai Kampung Anti Narkoba. GPAN merupakan inisiatif yang digagas para pemuda yang beberapa di antaranya adalah mantan pecandu. Gerakan ini bermula dari rasa keprihatinan mereka melihat permasalahan narkoba di lingkungannya. Komitmen pemuda Taman Ayu mendapat apresiasi ting-
gi dari Bupati H. Fauzan Khalid. Diharapkan gerakan ini secara masif dapat diikuti seluruh desa di Lobar, sehingga Lobar bersih dari narkoba. “Alhamdulillah kita semua hadir di acara ini dalam acara jihad melawan narkoba. Saya bangga kepada adikadik yang sudah berinisiatif menyelenggarakan acara ini. Saya baru sekali bertemu dengan Mursidin, ketua gerakan ini tetapi sudah mampu menjadikan acara semeriah ini tentunya adalah karena didukung oleh seluruh masyarakat yang ada di Dusun Bongor ini,” ungkap bupati. Senada dengan bupati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi NTB Nur Rachmat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada organisasi pemuda Desa Taman Ayu itu. Diharapkan kegiatan ini tidak sebatas pada acara seremonial dan pelantikan saja, tapi harus ada kelanjutannya. “Yang jelas setelah kita ada komitmen harus ada kontiyu dan konsisten kita lakukan untuk berantas narkoba,” pesannya. Ketua GPAN Mursidin mengatakan dari terbentuknya GPAN ini menjadi aspirasi dan keperihatinan warga terhadap permasalah narkoba yang ada di Taman Ayu, khususnya Desa Bongor terutama di kalangan para pemuda. “Karena kami juga mantan narkoba juga, saya tau bagaimana sakitnya seorang pemuda. Dan bagaimana cara melepas narkoba itu sangatlah sulit akan tetapi dengan gerakan ini kita ke dusundusun untuk sosialisasi bagaimana bahayanya narkoba. Alhamdulillah semua tanggapan masyarakat terkait dengan program ini sangat positif, dan Insya Allah atas gerakan GPAN ini, habis peresmian ini tiang (saya, red) dan teman-teman akan merehab sembilan orang pecandu,” jelas Mursidin. (her)
Gandeng Martha Tilaar
Pemuda Bilebante Kembangkan Wisata Terapis dan Tanaman Herbal Sebagai salah satu desa wisata di Lombok Tengah (Loteng), Desa Wisata Bilebante Kecamatan Jonggat terus berbenah. Selain mengembangkan pasar pancingan sebagai destinasi desa wisata hijau, pemuda desa setempat juga kini mulai mengembangkan wisata lainnya, yakni wisata terapis kesehatan dan kecantikan dengan menggandeng brand produk kecantikan dan kesehatan terkenal, Sari Ayu Martha Tilaar. “MULAI tahun ini kita ada kerjasama pengembangan wisata terapis dengan Martha Tilaar,” sebut Pembi-
na Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante, Hj. Zaenab, kepada Suara NTB, di kediamannya, Rabu (9/10). Kerjasama ini meliputi pendidikan, pelatihan sekaligus pendampingan bagi tenaga terapis kesehatan dan kecantikan. Untuk tahap awal, katanya, ada sekitar 8 orang tenaga terapis kesehatan dan kecantikan yang dibimbing oleh Martha Tilaar sejak dua bulan terakhir. Dan, saat ini para tenaga terapis tersebut sudah mulai menerima job terapis, baik itu langsung di Sekretariat DWH Bilebante ataupun secara panggilan. Namun, tenaga terapis ini hanya menerima jasa terapis dari kalangan perempuan saja. Karena tenaga terapis yang sudah dilatih, baru dari kalangan perempuan saja. Sedangkan untuk tenaga terapis yang
pria, bulan depan akan mulai dilatih sekitar 20 orang. Selain pendampingan untuk wisata terapis, Martha Tilaar tambah pelaku wisata di Desa Bilebante Abdul Khalik, juga memberikan pendampingan pengembangan tananam herbal berkhasiat obat dan kesehatan. Pengembangan ini sudah mulai dilakukan di lahan percontohan milik warga seluas sekitar 6 are lebih. Nantinya, tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan tersebut akan dikembangkan di masing-masing pekarangan rumah milik warga, sehingga ditargetkan ke depan, Desa Bilebante bisa menjadi desa sentra pengembangan tanaman herbal. “Untuk konsep pengembangan wisata ini, kita yang pertama dan satu-satunya di NTB,” tegasnya. Saat ini total sudah ada 187
(Suara NTB/kir)
TANAMAN HERBAL - Tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan mulai dikembangkan pemuda Desa Bilebante, berkerjasama dengan Martha Tilaar. jenis tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan yang mulai dikembangkan. Bibit tanaman tersebut sebagian besar didatangkan dari luar oleh Martha Tilaar. Adapun tananam herbal yang ada di Loteng, itu disiapkan sendiri oleh pengelola desa wisata. “Target kita bisa mengembangkan sekitar 400 jenis tan-
aman herbal berkhasiat obat dan kesehatan. Namun yang tersedia untuk saat ini baru sekitar 180 jenis tanaman herbal,” ujarnya, seraya menambahkan, tanaman-tanaman herbal ini akan digunakan oleh warga setempat terlebih dahulu. Tapi menutup kemungkinan dikirim ke luar daerah, jika sudah bisa berproduksi secara masal. (kir)
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Proyek IPAL di Sumbawa Masuki Pencairan Tahap Kedua Sumbawa Besar (Suara NTB) Pengerjaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) tahun 2019 di Sumbawa terus berproses. Dari belasan lokasi pengerjaan, progresnya rata-rata di atas 25 persen. Sekarang ini sudah memasuki tahapan penyelesaian administrasi untuk pencairan tahap kedua. Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, Ir. Surya Darmasya mengungkapkan, terkait program IPAL bidang sanitasi tahun 2019, pihaknya telah melakukan peman(Suara NTB/ist) tauan dan monitoring teraSurya Darmasya khir minggu lalau. Rata-rata di setiap lokasi progresnya sudah melebihi penyerapan anggaran. “Artinya anggaran (tahap pertama) sudah 25 persen, tetapi progres fisiknya sudah lebih. Malah ada yang 30 persen. Sehingga sekarang sudah memasuki tahapan penyelesaian administrasi untuk pencairan tahap kedua 45 persen,” imbuhnya. Diakuinya, rata-rata lokasi ada yang sudah menyelesaikan administrasi pencairan tahap kedua. Namun saat diajukan ke bagian keuangan, anggarannya belum tersedia di kas daerah. Kondisi ini sudah hampir dua minggu, sehingga sedikit menghambat proses lanjut pengerjaan. Meskipun demikian, pihaknya menyiasati dengan memberikan arahan kepada KSM supaya pengerjaan tetap berjalan sepanjang item yang dikerjakan tidak memerlukan dana besar. “Jadi kami sarankan untuk ada penggalian yang tidak memerlukan bahan dan anggaran yang cukup besar untuk menunjang itu,” terangnya. Proyek IPAL ini, kata Darmasya, terdapat di 15 lokasi di Sumbawa. Sebelumnya pihaknya sudah memanggil KSM untuk mengevaluasi progres di semua tempat. Karena pihaknya telah membagi tim untuk memantau progres pengerjaan, supaya semua tahapan bisa dilalui sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kemarin masing-masing lokasi melapor progresnya. Rata-rata fisiknya diatas 25 persen. Kalau dari jadwal, tidak terlalu signifikan kekurangannya. Karena ini terkait dengan administrasi keuangan yang belum bisa menunjang. Seharusnya tahap kedua sudah berjalan, namun kondisi anggaran belum ada di kas daerah,” jelasnya. Jika nantinya pencairan tahap kedua sudah berjalan, maka akan dilanjutkan dengan pencairan tahap ketiga sebesar 30 persen. Sehingga diharapkan di akhir November proyek IPAL ini selesai dikerjakan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pihaknya pun akan terus melakukan pemantauan supaya tidak terdapat permasalahan yang akan ditinggalkan di tengah masyarakat. “Sesuai jadwal targetnya akhir November selesai. Kami optimis. Kemarin kita juga langsung membuat berita acara kesepakatan bersama. Dalam rapat, melihat waktu yang tersedia dan tersisa ada hitungannya. Itu tuntas bisa diselesaikan malah pertengahan November,” tandasnya. (ind/arn/*)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Inspektorat KSB Perpanjang Riksus Enam Desa Bermasalah Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memperpanjang Pemeriksaan Khusus (Riksus) enam desa terindikasi bermasalah setelah adanya pengaduan masyarakat. Riksus diperpanjang hingga beberapa pekan supaya permasalahan yang dilaporkan bisa jelas. Sehingga, tidak ada masalah yang ditutup-tutupi. Apalagi, jelang Pilkades di enam desa dimaksud. Inspektur Inspektorat KSB, Ir. H. Ady Mauluddin M. Si kepada Suara NTB, Rabu (9/10) mengakui, waktu Riksus sengaja diperpanjang karena kondisinya masih berproses hingga di tim yang sudah terbentuk. Kendati demikian, pihaknya menargetkan dalam waktu sudah ada hasil dari Riksus tersebut. Adapun enam desa tersebut yakni tiga Desa diantaranya berada di Kecamatan Jereweh, dua Desa di Kecamatan Taliwang, dan satu desa lainnya
berasal dari Kecamatan Brang Rea. Bahkan salah satu desa di Kecamatan Brang Rea, masih ada bukti yang belum diserahkan ke tim Riksus atas pengaduan yang dilayangkan oleh warganya. Pada prinsipnya, Riksus ini sengaja dilakukan untuk memastikan informasi serta pengaduan masyarakat desa yang menduga ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa tersebut. Karena tahap pertama belum tuntas, maka proses perpanjangan harus
dilakukan sehingga ada kesimpulan terkait laporan dimaksud, apakah akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya atau tidak. “Kita belum bisa simpulkan apakah benar telah terjadi pelanggaran di enam desa tersebut atau tidak karena saat ini tim masih berada di lapangan. Ketika sudah ada hasil baru akan kita simpulkan apakah kasusnya akan berlanjut atau tidak,” sebutnya. Dikatakannya, keenam desa tersebut terindikasi masalah lantaran ada dugaan mark up
anggaran terhadap salah satu item pekerjaan yang ada di desa dan tidak sesuai dengan hasil yang ada dilapangan. Selain itu, ada juga anggaran yang masih belum dikembalikan ke daerah meskipun sudah di sidangkan di Majelis TPTGR. Tentu pihaknya sangat mengapresiasi informasi dari masyarakat ini sebagai bukti bahwa masyarakat juga mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Karena jika hanya berdasarkan hasil laporan administrasi serta SPJ terhadap pekerjaan yang ada sudah diterima melaluli sistem Siskeudes serta tidak ada masalah. Selain pelanggaran yang dimaksud, ada lagi laporan terkait penggunaan anggaran yang tidak bisa dibuktikan (laporan fiktif)
sehingga butuh klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jika dikalkulasikan dari total pengaduan tersebut keenam desa ditaksir telah merugikan negara hingga miliaran rupiah. Pihaknya berharap minggu depan sudah bisa tuntas supaya ada kepastian hukum atas laporan pengaduan itu. Apakah akan dilanjutkan ke tahap berikutnya atau dihentikan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami belum bisa simpulkan benar atau salahnya laporan dari masyarakat ini, mengingat tim riksus masih berada di lapangan. Kita juga sengaja melakukan perpanjangan supaya masalahnya bisa jelas tidak sepihak-sepihak agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” pungkasnya. (ils)
Tahun Ini, Sumbawa Usulkan 311 Formasi CPNS Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumbawa telah mengusulkan sebanyak 311 formasi untuk penerimaan CPNS. Sebagian besar usulannya untuk tenaga guru dan kesehatan. Sebagaimana disampaikan Sekretaris BKPP Sumbawa, Arif Hidayat S.STP M.Si, Rabu (9/10) kemarin. Dari usulan formasi tersebut, masih ditunggu berapa kuota yang akan diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Sumbawa. Yang (Suara NTB/ist) jelas seleksi CPNS akan diArif Hidayat umumkan pada akhir Oktober mendatang hingga awal November selama 15 hari. Pendaftaran seleksi pada bulan November. Dilanjutkan pengumuman hasil seleksi administrasi pada Desember mendatang. Berikutnya, pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) pada Januari 2020 dan bagi yang lulus akan diikutkan dalam Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020. Pengumuman hasil dan penetapan NIP serta pengangkatan sebagai CPNS pada April. “Dalam Rakornas sebelumnya, bagi peserta seleksi CPNS tahun 2018 lalu yang lulus SKD, bisa langsung mengikuti SKB pada tahun mendatang. “Artinya, kalau peserta pada 2018 lalu lulus SKD, maka tahun 2020 tidak lagi mengikuti SKD bisa langsung ikuti SKB,”terang Arif. (arn)
Polisi Segera Rekonstruksi Kasus Mayat Gosong di Kelapis Sumbawa Besar (Suara NTB) Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa tengah melengkapi berkas kasus mayat gosong yang ditemukan di lokasi Lahan Kelapis, Kelurahan Brang Biji beberapa waktu lalu. Terhadap kasus dengan dua orang tersangka ini, polisi berencana melakukan rekonstruksi atau reka ulang kejadian dalam waktu dekat. Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi, S.H mengakui masih melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus mayat gosong di Kelapis. Pihaknya juga masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing tersangka. Termasuk tengah menunggu hasil visum saat pertama kali mayat korban ditemukan. Pihaknya juga akan melakukan tahapan rekonstruksi sebelum berkas dikirim ke kejaksaan. “Kami saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi, pendalaman terhadap peran-peran, dan kita lagi menunggu hasil visum ketika pertama kali mayat ditemukan. Nanti ada tahapantahapan yang harus kita lalui, yakni rekonstruksi. Waktu rekonstruksi mudah-mudahan bisa di minggu depan,” ujarnya. Dijelaskannya, dalam kasus pembunuhan perlu dilakukan rekonstruksi. Hal ini untuk mengetahui bagaimana perbuatan, proses korban dibunuh hingga saat pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan cara membakar korban. Setelah semuanya lengkap, pihaknya baru mengirimkan berkas ke kejaksaan untuk diteliti terlebih dahulu. Dalam kasus ini pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka dan saat ini belum ada kendala yang ditemui dalam penanganan kasus. “Jadi kita sedang melengkapi berkas dan segera melakukan rekonstruksi. Setelah itu menyerahkan berkas ke kejaksaan untuk dilakukan penelian lengkap tidaknya untuk dinyatakan P21. Tetapi sejauh ini tidak ada kendala,” sebutnya. Seperti diberitakan, masyarakat digegerkan penemuan mayat dalam kondisi gosong di lokasi lahan Kelapis, Kelurahan Brang Biji pada Jumat (13/9) lalu. Setelah polisi melakukan penyelidikan, korban yang berjenis kelamin perempuan tersebut diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri berinisial AP (18). Kuat dugaan, Ap melakukan aksi ini karena terdorong rasa cemburu. Awalnya AP mengajak korban kemudian menuju sebuah rumah kosong wilayah Kampung Irian, Kelurahan Uma Sima. Di rumah tersebut keduanya sempat cekcok. Lalu, AP mencekik korban hingga meninggal dunia. Karena panik, AP meminta bantuan temannya yang berinisial LH (17) untuk menghilangkan mayat korban. Keduanya kemudian membeli bensin dan karung. Mayat korban dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menuju lokasi lahan Kelapis, Kelurahan Brang Biji menggunakan sepeda motor milik LH. Di lokasi, mayat korban kemudian dibakar dan keduanya langsung meninggalkan lokasi. (ind)
(Suara NTB/ist)
EVALUASI - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah saat memimpin rapat evaluasi penerimaan PBB P2, Rabu (9/10) .
Fluktuatif, Pertumbuhan Penerimaan PBB P2 Dievaluasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Data pertumbuhan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) di Kabupaten Sumbawa dari tahun 2014 sampai dengan per 3 oktober 2019 mengalami fluktuasi. Hal itu terungkap dalam Rapat Evaluasi Pendapatan Daerah, khususnya tentang PBB P2 Tahun 2019, Rabu (9/10) . Evaluasi tersebut dipimpin Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah. Wabup dalam rapat evaluasi yang diikuti para Camat Sekabupaten Sumbawa tersebut, berharap adanya langkah-langkah yang menjadi panduan ber-
sama dalam meningkatkan penerimaan PBB-P2. “Saya berharap dalam diskusi kita ada langkah-langkah dan triktrik yang bisa kita ambil untuk menjadi paduan kita bersama bagaimana meningkatkan penerimaan pajak dalam waktu yang tinggal dua bulan ini,” jelasnya. Sebelumnya, Kepala Bapenda Arif Alamsyah, S.STP., M.Si dalam laporannya menyampaikan, data pertumbuhan penerimaan PBB-P2 dari tahun 2014 sampai dengan per 3 oktober 2019 mengalami fluktuasi. Pada 2017, pertumbuhan dan realisasi PBB-P2 menunjukkan tren yang positif. Bahkan pada
tahun 2018 tercatat sebagai tahun dengan pertumbuhan dan realisasi penerimaan PBB-P2 tertinggi mencapai Rp5.877.400.347 atau tumbuh signifikan sebesar 24,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun Penerimaan PBB-P2 per 3 Oktober 2019 adalah Rp4.736.313.945. Terjadi penurunan sebesar Rp1.141.086.402, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 lalu yang mencapai Rp5.877.400,347. Dari realisasi tersebut, Kecamatan Alas Barat menempati posisi teratas sebagai Kecamatan dengan persentase realisasi tertinggi yakni sebesar 90,39% dari target DHKP (Data
Pilkades Serentak, Polres KSB Mulai Petakan Titik Rawan Taliwang (Suara NTB) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai melakukan pemetaan lokasi rawan terjadi konflik jelang pemilihan Kepala Desa (Kades) serentak di 23 Desa 20 Oktober mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan agar kondusivitas desa yang melaksanakan tetap terjaga. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan nantinya. Wakapolres KSB, Kompol Teuku Ardiansyah, SH, kepada Suara NTB, Rabu (9/10) mengatakan, untuk tahapan pelaksanaan Pilkades di masingmasing desa sudah dimulai sejak akhir bulan September lalu dan dalam waktu dekat akan mulai dilaksanakan kampanye terbuka. Seriring kian dekatnya tahapan akhir Pilkades, pihaknya mengaku sudah mulai melakukan pemetaan lokasi yang dianggap paling rawan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terutama desa yang memiliki calon lebih dari tiga orang. Upaya itu sengaja dilakukan untuk membantu peran Bhabin-
kamtibmas guna menjaga kondusivitas desa. Bahkan dalam pelaksanaan nantinya, jumlah personel yang akan diturunkan sebanyak 16 orang personel. Dari jumlah tersebut, tiga orang akan mengamankan pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan, sementara sisanya bersiaga di kantor desa masing-masing. Sehingga pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa langsung diantisipasi supaya tidak semakin meluas. “Kita sudah mulai melakukan pemetaan lokasi dan anggota untuk mengamankan demokrasi ditingkat desa ini supaya bisa berjalan aman dan lancar. Kita juga akan melakukan patroli sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas desa,” ungkapnya. Dikatakannya, untuk proses pemetaan lokasi sekaligus anggota ini sengaja dilakukan sejak dini untuk menutup riak-riak yang muncul di masyarakat nantinya. Bahkan pihaknya juga mencatat bahwa ada beberapa lokasi yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas terutama desa yang paling banyak calon kepala desanya. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan upaya preventif terlebih dahulu seh-
ingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan jelang pemilihan nantinya pihaknya juga akan melakukan patroli rutin. Tentu yang paling diingat bahwa, proses demokrasi di tingkat desa, bertujuan untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Jangan karena adanya kepentingan golongan tertentu baik yang kalah maupun yang menang sehingga proses demokrasi tersandera. Oleh karenanya di dalam pelaksanaannya diharapkan kepada semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi demokrasi. Sehingga hasil dari pelaksanaan Pilkades ini, murni untuk menyejahterahkan masyarakatnya, tidak ada kepentingan lain dibalik proses Pilkades ini. “Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga Khantibmas dan kondusivitas di desa masing-masing. Kami juga meminta kepada masyarakat yang berbeda pilihan untuk tidak mudah terprovokasi isu yang tidak baik karena akan menggangu serta menimbulkan konflik di masyarakat,” pungkasnya. (ils)
Himpunan Ketetapan Pajak). Sementara 13 kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Lape, Utan, Unter Iwes, Tarano, Moyo Utara, Lopok Plampang, Lenangguar, Ropang, Buer dan Moyo Hilir tingkat realisasi PBB-P2 masih berada di bawah 57%. Bahkan Kecamatan Moyo Hilir realisasinya hanya sebesar 30,12% atau Rp209.857.283 dari potensi penerimaan yang cukup besar (DHKP) yakni Rp696.651.009. Dikatakan Arif, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan PBB-P2. Diantaranya, SPPT bermasalah (Seperti SPPT tidak ada objek, SPPT ganda, dan keberadaan subjek
pajak yang tidak diketahui), tingkat kesadaran wajib pajak, dan Support system teknologi informasi yang belum optimal. Disampaikan pula beberapa upaya yang sudah dilaksanakan oleh Bapenda dalam optimalisasi pengelolaan PBB-P2. Diantaranya, Pemberian penghargaan berupa Umroh Gratis bagi Camat terbaik, Bendahara Khusus PBBP2 (BKP) Kecamatan terbaik, dan Kepala Desa terbaik, Pengalokasian dana BHPRD untuk optimalisasi PBB-P2 di Desa, dan Somentari (Kegiatan Sosialisasi, Menagih, dan Mendata Setiap Hari). (arn)
Cuaca Tidak Menentu, Kasus DBD di KSB Cenderung Meningkat Taliwang (Suara NTB) DinasKesehatan(Dinkes)Sumbawa Barat mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 18 orang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah ditangani. Jumlah ini cenderung meningkat dari tahun 2018 lalu yang mencapai 14 kasus saja. Merebaknya kasus ini terjadi karena anomali cuaca yang tidak lagi menentu seperti tahun sebelumnya. “ Memang faktor cuaca menjadi salah satu penyebab merebaknya kasus ini di tahun 2019. Jumlah itupun masih akan terus meningkat, karena cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, setiap kasus yang muncul sudah kita tangani dengan baik, sehingga tidak kasus menimbulkan korban jiwa,” ujar Kepala Dikes, melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2M), H. Yusfi Khalid S. KM, Kepada Suara NTB. Sebenarnya, kasus DBD di KSB sudah berhasil ditekan. Di tahun 2016, tercatat sekitar 74 kasus, 2017 menjadi 51 kasus dan di tahun 2018 mencapai 14 kasus. Tetapi karena di tahun 2019 cuacanya tidak menentu sehingga mudah bagi nyamuk aedes aegypti untuk bisa berkembang, kasusnya juga diprediksi akan terus meningkat. Kasus ini juga banyak ditemukan di kecamatan Taliwang sekitar 60 persen, sisanya tersebar di tujuh kecamatan yang
lain di KSB. Kendati demikian, pihaknya mengklaim tingkat keparahan kasus ini (sampai meninggal dunia) tidak terjadi di KSB. Karena semua petugas sudah intens turun melakukan upaya penanganan lanjutan jika kasus itu ditemukan. “Kasus DBD ini kita sudah berhasil kita tekan dari tahuntahun sebelumnya. Tetapi karena cuacanya seperti ini, kita khawatir tahun 2019 angka kasusnya akan meningkat di akhir tahun nanti,” ungkapnya. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan baik itu kesehatan badan dan lingkungan. Apalagi musim-musim seperti ini tidak diketahui secara pasti kadang panas kadang juga hujan. Sehingga sangat rawan munculnya DBD yang saat ini sudah terjadi di beberapa daerah. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus (surveylen) untuk melakukan pemantauan jentik sekaligus pemberantasan. Tapi upaya yang paling jitu, yakni kesadaran diri dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan. “Kita sudah siapkan tim dan tenaga pemantau jentik nyamuk di masing-masing Puskesmas untuk terus turun ke masyarakat. Sehingga angka DBD ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat,” tukasnya. (ils)
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Pilkada Dompu
PKB Dikabarkan akan Usung Istri Bupati Dompu (Suara NTB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Dompu dikabarkan akan mengusung Hj. Eri Ariani H. Bambang sebagai calon Bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Dompu tahun 2020 mendatang. Hj. Eri digadang – gadang akan dipasangkan dengan Ketua DPC PKB Dompu, H. M. Amin, S.Pd. Ketua DPC PKB Kabupaten Dompu, H. M. Amin, S.Pd yang dikonfirmasi, Rabu (9/10/2019) kemarin tidak membantah dan tidak mengiyakan informasi tersebut. Namun, H. M. Amin menegaskan, setiap partai memiliki mekanisme tersendiri dalam menjaring bakal calon pemimpin di daerah. Sejauh ini, DPC PKB Kabupaten Dompu belum mendapat instruksi dari DPP untuk melakukan penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati. “Prinsipnya, tergantung saya. Kalau saya maju (mencalonkan diri sebagai calon Bupati atau wakil Bupati), maka partai tidak akan membuka penjaringan bakal calon. Tapi kalau tidak mengusung kader sendiri, maka PKB akan membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan wakil Bupati,” kata H. M. Amin. H. M. Amin mengaku, dirinya akan maju menjadi calon Bupati atau wakil Bupati pada Pilkada Dompu tahun 2020 mendatang tergantung persyaratan pencalonannya. Ketika anggota DPRD dituntut mengundurkan diri bila ingin mencalonkan diri, maka dirinya tidak akan maju. “Kalau hanya cuti, saya akan maju,” tegasnya. H. M. Amin, S.Pd merupakan wakil Ketua DPRD Dompu periode 2019 – 2024. Pada periode sebelumnya, H. M. Amin juga menjadi Wakil Ketua DPRD Dompu. Selain menjadi anggota DPRD Dompu selama 3 periode, H. M. Amin dikenal sebagai seorang pengusaha di Desa Matua Kecamatan Woja. Ia mengelola bisnis sembako, transportasi hingga distributor minyak tanah sejak zaman orde baru. Ketekunan dan kesabarannya berbisnis membuatnya kini dikenal masyarakat luas, tidak hanya di sekitar kota Dompu tapi hingga ke H. M. Amin pelosok. (ula)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
BPJS Nunggak Rp12 Miliar Klaim Rumah Sakit Dompu (Suara NTB) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Dompu, hingga Oktober 2019 ini belum membayar klaim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Tercatat, selama tiga bulan dari Mei-Juli dengan tunggakan yang belum terbayar mencapai Rp12 miliar lebih. Belum adanya suntikan dana pemerintah serta lemahnya kesadaran warga membayar iuran jadi kendala utamanya.
M. Zainuddin
Kepala BPJS Dompu, M Zainuddin kepada wartawan di kantornya, Rabu (9/10) menyebutkan, total Rp12 miliar lebih tunggakan klaim rumah sakit tersebut akumulasi atas beban biaya perawatan peserta BPJS semua katagori selama tiga bulan (MeiJuli). Untuk rawat inapnya saja Rp10 miliar lebih, sedangkan rawat jalan tercatat Rp2 miliar. “Ru-
mah sakit menagih ke kita tapi kan belum ada suntikan dana dari pusat,” ungkapnya. Selain karena belum mendapat suntikan dana pembayaran tunggakan dari pemerintah pusat, persoalan ini muncul karena lemahnya kesadaran peserta BPJS untuk membayar iuran. Dari total 17.000 peserta yang terdaftar hanya sekitar 25 persen dari mereka sadar dan mau membayar. Sedangkan sisanya ada yang sadar tetapi enggan membayar dan ada pula
yang karena memang tak mampu secara ekonomi. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat sistem subsidi silang yang diterapkan di wilayah ini tak berjalan maksimal sesuai harapan. “Di Dompu hanya 25 persen yang mau membayar. Sisanya menunggak semua. Mereka baru mau membayar ketika sudah sakit,” jelasnya. Celah pemalsuan klaim oleh oknum tertentu di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain untuk mengambil keuntungan pribadi sangat mungkin terjadi. Tetapi kekhawatiran tersebut telah diantisipasinya dengan mengaudit bulanan beberapa pasien yang sudah mendapat pelayanan kesehatan sebagai sampel. Selain itu juga dibantu Tim Kendali
Mutu Kendali Biaya (TKMKB) yang sengaja dibentuk untuk penyelesaian setiap kasus-kasus yang dihadapi pasien. Sementara, dalam hal penyelesaian tunggakan, tambah M. Zainuddin, saat ini pihaknya tengah berupaya meminta dana talangan dari bank untuk menutupinya terlebih dahulu. Sehingga beban denda 1 persen dari tunggakan tiap bulannya bisa dialihkan untuk membayar bunga bank yang notabene lebih kecil. “Kita akan bekerjasama dengan bank, nanti bank yang akan membayar ke rumah sakit istilahnya ditalangi dulu. Nanti dari BPJS bayar ke bank beserta bunganya. Karena kami telat ini juga ada dendanya dari rumah sakit,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
Bupati Bima Kembali Lantik 36 Pejabat Struktural gal 9 Oktober 2019 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. Usai pelantikan dan pengambilan sumpah, Bupati mengatakan proses mutasi dan rotasi merupakan hal biasa yang dilakukan dalam suatu organisasi pemerintahan. Hal ini merupakan tuntutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Untuk itu, Ia meminta para
Bima (Suara NTB) Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE kembali melantik dan mengambil sumpah 36 pejabat struktural eselon III dan IV ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, di ruang rapat Bupati, Rabu (9/10). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dihadiri Wakil Bupati Bima, Sekda dan Kepala OPD itu, berdasarkan Keputusan Bupati Bima, Nomor: 821.2/819/07.2/2019 tang-
pejabat yang dilantik dan diambilnya sumpahnya tersebut bisa memberikan motivasi kepada bawahannya nanti agar berkiprah dan mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Bisa bekerja sesuai dengan Tupoksi, yang menjadi tanggungjawab sebagai pejabat negara,” katanya. Bupati menegaskan 36 pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya berdasarkan hasil kinerja, penilaian serta
seleksi secara ketat oleh tim Badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat). “Amanah yang diberikan saat ini tidak terlepas dari kinerja selama ini,” katanya. Khusus pejabat yang mendapatkan promosi jabatan, Bupati meminta tidak bereuforia. Akan tetapi bisa segera menyusun program kerja yang berkualitas, berdasarkan standar pelayanan yang diamanatkan. “Hal ini juga akan
dilakukan penilaian atas kerja dan dedikasi,” katanya. Bupati mengajak juga seluruh pejabat khusunya yang dilantik dan diambil sumpahnya bisa saling bekerjasama. Bergerak cepat dalam mewujudkan berbagai program pembangunan di berbagai lintas sektor. “Saya harapkan juga bisa menjadi teladan. Baik dalam menjalankan tugas, maupun sebagai anggota masyarakat,” harapnya. (uki)
(Suara NTB/ula)
Buka Seleksi Enam JTP, Tiga Dibiarkan Kosong Dompu (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Dompu membuka seleksi untuk pengisian enam Jabatan Tinggi Pratama (JTP). Pengisian ini diduga tidak semata karena kebutuhan organisasi, karena masih ada tiga JTP yang dibiarkan lowong. Enam JTP yang diseleksi yaitu Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum Setda, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara tiga JTP yang lowong dan tidak dimasukan dalam seleksi ini yaitu satu Staf Ahli Bupati, Kepala Bappeda dan Litbang, serta Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Wilayah. Bahkan ketiga jabatan ini sudah lama lowong. Berbeda dengan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang masih dijabat Ir. H. Moh. Syaiful HS, M.Si yang bakal memasuki usia pensiun 1 November 2019 ini. Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Muhammad Iksan, S.ST, MM kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Rabu (9/ 10) membantah ada maksud tertentu sehingga hanya enam JTP yang diisi dari sembilan JTP yang lowong. “Untuk yang satu ini (kenapa belum diseleksi tiga JTP), kami belum dapat informasi soal ini. Mungkin bisa dikonfirmasi langsung ke Bupati atau ke kepala BKD,” terangnya. Namun dipastikan Iksan, pengisian JTP merupakan kebutuhan organisasi di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu. Pimpinan memiliki alasan tersendiri, sehingga proses seleksi JTP dilakukan secara bertahap. “Yang pasti akan diisi semua, hanya waktu,” katanya. Sesuai pengumuman yang dirilisi panitia seleksi JTP yang ditandatangani H Agus Bukhari, SH, MSI selaku ketua pansel, Selasa (8/10) mengungkapkan, pendaftaran dan seleksi administrasi dilakukan hingga 22 Oktober dan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 24 Oktober 2019. Masyarakat diminta memberikan tanggapan atas peserta yang lulus administrasi hingga 26 Oktober. Setelah itu dilanjutkan dengan seleksi kompetensi manajerial dan rekam jejak pada 28 – 30 Oktober, serta seleksi kompetensi bidang pada 4 – 7 November. Pada 11 November dilakukan penetapan hasil akhir seleksi dan pelantikan pejabat hasil seleksi pada 21 November 2019. (ula) Muhammad Iksan (Suara NTB/ula)
(Suara NTB/Uki)
AMBIL SUMPAH - Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri melantik dan mengambil sumpah 36 pejabat struktural eselon III dan IV ruang Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, di ruang rapat Bupati, Rabu (9/10).
Dikes Segera Musnahkan Obat Kedaluwarsa ama dengan pihak ketiga yang sudah disepakati. Namun demikian, mengingat kuncuran dana hanya sekitar Rp80 juta, belum bisa dipastikan apakah pemusnahan tersebut dilakukan total atau tidak. Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dikes Dompu, Abubakar Husain kepada Suara NTB, Rabu (9/10) menyampaikan, agenda pemusnahan obat kedaluwarsa yang sempat terkendala anggaran dan perjanjian kerjasama itu sudah melalui pembahasan internal pihaknya beberapa waktu lalu. Alhasil, disepakati paling lambat akhir bulan ini puluhan karung obat berbagai jenis tersebut sudah dimusnahkan. “Anggaran sudah ada makanya paling telat akhir bulan ini kita musnah-
Dompu (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, memastikan akhir bulan Oktober 2019 ini puluhan karung obat kedaluwarsa yang terkumpul dari sembilan puskesmas akan dimusnahkan. Hal itu menyusul tersedianya anggaran pemusnahan serta perjanjian kerjas-
Dompu (Suara NTB) DPRD Kabupaten Dompu akhirnya memutuskan tiga pimpinan definitif yang diajukan partai politik (parpol) peraih kursi terbanyak. Partai Nasdem Kabupaten Dompu mengajukan Andi Backtiar, A.Md.Par sebagai ketua definitif, Jamaluddin, S.Sos dari partai Gerindra dan H. M. Amin, S.Pd dari PKB yang menjadi pimpinan Dewan. Wakil Ketua sementara DPRD Dompu, H. M. Amin, S.Pd kepada Suara NTB di kantor Dewan, Rabu (9/10) mengatakan, DPRD Dompu telah memutuskan dalam paripurna Dewan untuk pimpinan definitif yang dilangsungkan, Rabu (9/10). Paripurna ini hanya mendengarkan surat dari
partai politik pemilik kursi terbanyak. Karena di DPRD Dompu hasil pemilu 17 April 2019 lalu, peraih kursi terbanyak ada tiga partai yaitu Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan PKB, sehingga ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Sehingga Kursi Ketua menjadi jatah partai Nasdem dan kursi wakil Ketua 1 dari Partai Gerindra, dan wakil Ketua 2 menjadi jatah PKB. Berdasarkan surat dari DPC Partai Nasdem, Andi Bachtiar, A.Md.Par yang merupakan ketua sementara DPRD Dompu langsung menjadi Ketua definitif DPRD Dompu periode 2019 – 2024. Untuk wakil ketua, Jamaluddin, S.Sos (partai Gerindra), dan H. M. Amin, S.Pd (PKB). “Hari ini kita paripurnakan pimpinan definitifnya. Selanjut-
nya akan disurati Gubernur NTB untuk ditetapkan dengan SK Gubernur,” katanya. Pada 14 – 17 Oktober 2019 mendatang, kata M. Amin, anggota DPRD Dompu akan menggelar orientasi di Kota Mataram. Usai orientasi, SK pimpinan definitif ini diharapkan sudah diterbitkan sehingga bisa langsung dikukuhkan. “Setelah orientasi ini baru kita tetapkan tatib Dewan,” ungkapnya. Setelah penetapan Tatib Dewan akan diikuti dengan pemilihan dan penetapan alat kelengkapan Dewan (AKD). Karena banyak tugas – tugas Dewan yang menunggu untuk segera diselesaikan. Sebelum AKD terbentuk, Dewan belum bisa bekerja secara maksimal. (ula)
(Suara NTB/jun)
Dewan Ajukan Tiga Pimpinan Definitif
Abubakar Husain
kan,” kata dia. Berdasarkan kesepakatan bersama juga, lanjut dia, pemusnahan tersebut akan dilakukan pihak ketiga dalam hal ini PT. Pria asal Jawa Timur. Namun berapa besaran obat yang akan dimusnahkan sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki, masih belum ada kepastian. Kalaupun tak bisa total minimal separuh dari obat-obatan kedaluwarsa yang terkumpul puluhan tahun lamanya itu. “Kita lihat sesuai pagu anggaran saja nanti, makanya kita tunggu sekarang kedatangan dari pihak perusahaan,” ujarnya. Disinggung tingkat penampungan obat kedaluwarsa dari sembilan puskesmas dalam setahun terakhir, Abubakar Husain mengaku sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu karena adanya regulasi yang menekankan setiap fasilitas kesehatan tersebut memaksimalkan pemanfaatan obat yang mendekati massa kedaluwarsanya terlebih dahulu. Pengalaman selama ini puskesmas kurang teratur dalam pemanfaatan dan penyimpanan obat sehingga banyak yang ditemukan kedaluwarsa. “Pokoknya kita pergunakan dulu yang mendekati masa kedaluwarsa dan ini terbukti sangat mengurangi resiko obat kedaluwarsa,” pungkasnya. (jun)
Kehadiran KPK di Bima Diwarnai Spekulasi Bima (Suara NTB) KPK mendatangi Kantor Bupati Bima di Desa Godo Kecamatan Woha, Selasa (10/8). Kedatangan lembaga anti rasuah itu sempat memicu spekulasi. Namun, Inspektorat Kabupaten Bima kemudian meluruskan spekulasi yang berkembang. Spekulasi muncul karena terendus kabar ada pejabat penting ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kabar tersebut sempat menyebar di sosial media facebook dan grup WhatsApp. Sementara kabar lain, kedatangan KPK di Bima untuk memintai keterangan Bupati dan Wakil Bupati Bima, terkait tender GOR, pengadaan bibit jagung dan bawang merah, serta yang terakhir supervisi aset-aset yang bermasalah. Menanggapi kabar kedatangan KPK ke Bima, Kepala Inspektorat Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab, MH, mengakuinya. Hanya saja, tidak terkait dengan informasi atau kabar yang tersebar di sosial media. “Tidak ada. KPK datang menghadiri acara Rakor dan Monev Renaksi percepatan pemberantasan korupsi,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (9/10)). Wahab mengaku cukup mengetahui persis kehadiran KPK tersebut, karena yang menyiapkan kegiatan atau acara Rakor dan Monev Renaksi percepatan pemberantasan korupsi adalah Inspektorat. “Kita yang siapkan. Acaranya satu hari kemarin
saja, termasuk di Kota Bima. Hari Rabu ini agendanya di Kabupaten Dompu sampai KSB,” ujarnya. Ia menegaskan, acara rakor yang dilakukan bersama dengan KPK itu, rutin digelar setiap tahun. Yakni mengevaluasi kemajuan dari Renaksi yang telah disusun Pemerintah Daerah. “Rakor seperti ini bukan hanya di Bima saja, tapi di semua daerah Kabupaten/ Kota se Indonesia,” katanya. Sementara lanjutnya, peserta yang mengikuti Rakor itu antara lain, Sekda, Inspektorat, Bappeda, BPKAD, Diskominfo, DPMD, Unit Kerja Pengadaan barang dan Jasa (UKPBJ), Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Elektronik (LPSE) serta ada OPD lainnya. “Saya tegaskan kembali, kedatangan KPK kemarin menghadiri Rakor Renaksi,” tegasnya. Hal yang sama juga disampaikan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. Ia menegaskan kedatangan pihak KPK untuk melakukan kegiatan Rakor Renaksi di wilayah Indonesia termasuk Bima. “Ada dua tim yang dibagi kemarin. Satu tim Kabupaten dan satu timnya di Kota Bima,” ujarnya. Disamping itu Bupati sangat menyayangkan adanya oknum tertentu yang menyebarkan kabar atau informasi terkait OTT terkait kedatangan KPK di Bima yang disebarkan melalui FB dan group WA. “Kabar ini tidak ada, sama sekali tidak benar,” pungkasnya. (uki)
POLHUKAM
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Halaman 8
Pilkada Sumbawa Dampingi Proyek Rp277,78 Miliar
Tensi Politik Udayana Memanas
Tiga Fraksi Tak Dilibatkan Pembagian Pimpinan AKD Mataram (Suara NTB) – Tensi politik jelang pengisian kursi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Provinsi NTB tengah meningkat. Pasalnya fraksi-fraksi di Udayana terbelah menjadi dua gerbong kekuatan politik dalam kepentingan pembagian jatah kursi pimpinan AKD. Dari 19 total kursi pimpinan AKD di Udayana yang diperebutkan, kabarnya telah dibagi habis oleh koalisi enam fraksi yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, PPP, PKS, Demokrat dan PKB. Sementara tiga fraksi lainnya di luar koalisi enam fraksi tersebut, yakni Fraksi Nasdem, PAN dan fraksi Gabungan (PDI-P, PBB dan Hanura) harus gigit jari, tidak kebagian kursi pimpinan AKD. Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (9/10) membenarkan keberadaan koalisi enam partai tersebut dalam rangka pembagian jatah kursi AKD. Mereka bahkan telah melakukan pertemuan untuk membahas bagian atau jatah kursi AKD yang akan diperoleh. “Kita sudah koordinasi sampai tadi malam dengan enam partai itu, dan menyepakati pembagian AKD dilakukan disesuaikan dengan proporsional sesuai dengan perolehan suara dan kursi masing-masing parpol,” ujar Hadrian di ruang Fraksi PKB. Namun demikian, Hadrian enggan membeberkan bagian kursi AKD masing-masing fraksi. Tapi yang pasti pembagiannya dinilai sudah proporsional dan telah disepakati berdasarkan musyawarah dan mufakat antar enam fraksi tersebut, meskipun dalam prosesnya sempat terjadi perdebatan. “Insya Allah PKB tetap di Ketua Bapemperda, karena dua tahun lalu dianggap berhasil. Kita juga sadar diri, PKB hanya enam kursi, ndak bisa ngotot mau ketua komisi, karena komisi kan hanya ada lima, jadi dibagi untuk lima partai itu, dan semua sudah menerima itu,” ungkapnya. Dari informasi yang diproleh Suara NTB, , untuk ketua komisi V diberikan kepada Demokrat, kemudian Komisi IV tetap menjadi milik Golkar, Komisi III diberikan kepada PKS, sedangkan komisi II menjadi hak Gerindra dan komisi I diberikan kepada PPP. Sementara itu untuk Ketua Bapemperda, diberikan kepada PKB dan Ketua Badan Kehormatan (BK) diberikan kepada Golkar. “Kalau semua jadi ketua Komisi kan tidak mungkin, komisi ada lima sementara fraksi ini ada sembilan. Dan koalisi enam partai ini sudah solid sampai pemilihan AKD, karena koalisi ini pembicaraannya bukan ditingkatan fraksi, tapi tingkat pimpinan parpol,” jelasnya. Bagaimana nasib tiga fraksi lainnya? Hadrian menjelaskan bahwa pihaknya telah mencoba mengajak tiga fraksi tersebut untuk ikut mendiskusikan soal AKD tersebut, namun tidak mendapatkan respons. Sehingga enam partai ini kemudian tetap jalan meninggalkan tiga fraksi tersebut untuk merancang pembagian porsi AKD tersebut. Ditempat terpisah anggota fraksi gabungan dari PBB, Junaidi Arif membatah keras bahwa pihaknya pernah diajak berkomunikasi dalam pembagian AKD tersebut. Karena itu iapun sangat menyesalkan jika ada rencana dari fraksi lainnya untuk saling tinggal meninggalkan dalam pembagian AKD tersebut. “Bukan kita tidak mau berkomunikasi, tapi kita tidak diajak bicara,” katanya. Junaidi pun menegaskan, jika pihaknya sengaja ditinggal dan tidak dilibatkan dalam pembagian AKD tersebut. Menurutnya hal itu menjadi awal keretakan dalam tubuh DPRD NTB. Ia sangat menyayangkan jika dari awal DPRD sudah tidak solid, maka ia meyakini hal itu bisa berdampak buruk terhadap kinerja DPRD. “Kalau kita berangkat dari pondasi dewan ini ingin jadi kuat, maka semua parpol diakomodir. Tapi kalau ada kesan saling tinggal meninggalkan apalagi ada indikasi satu kelompok gerbong, maka bisa timbulkan kekecewaan yang khawatirkan berdampak buruk pada DPRD. Sekaranglah momen yang bagus dalam mengawali perjalanan kita lima tahun ke depan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Fraksi Gabungan, Lalu Budi Suryata juga mengingatkan fraksi lainnya untuk berhati-hati dalam proses pembagian AKD. Pasalnya jika sampai tidak memperhatikan fraksi lainnya, maka hal itu bisa menimbulkan goncangan politik yang tidak bisa dipandang remeh. Pasalnya bisa mempengaruhi kinerja DPRD NTB. “Kalau benar ada kesepakatan seperti itu, mereka terkesan gegabah dan mengabaikan kebersamaan itu. Itu sangat menciderai suasana kebersamaan. Kalau mau dibagi habis sama mereka, itu kekeliruan besar. Karena bukan hanya sekarang kebersamaan itu, tapi lima tahun. Karena itu saya sangat menyayangkan pernyataan yang bisa memecah belah dimunculkan. Kami sih santai-santai saja, kalau diakomodir alhamdulillah tidak pun ndak apa-apa. Kalau ditinggalkan itulah risiko politik, kita juga tidak ngotot-ngotot amat. Tapi kita lihat saja dulu,” pungkasnya. (ndi)
Mataram (Suara NTB) – Untuk Pilkada Kabupaten Sumbawa, PDI-P telah memastikan diri membangun koalisi dengan Partai Demokrat. Koalisi kedua partai tersebut disebut sebagai koalisi permanen sejak dulu. Bahkan kini koalisi kedua partai di Sumbawa tersebut akan coba dilanjutkan di daerah lainnya yang juga akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. “Koalisi dengan Demokrat sudah permanen dari sejak dulu. Karena komunikasi kita juga sampai sekarang ini sudah bagus, terus dijalin dengan baik di DPD maupun di DPC,” ujar Sekretaris DPD PDI-P Provinsi NTB, Lalu Budi Suryata, Rabu (9/10) kemarin. Koalisi PDIP-Demokrat itu rencananya tidak hanya akan dijalin di Sumbawa saja, tapi juga di daerah-daerah lainnya yang akan melaksanakan Pilkada. Seperti di Kota Mat-
aram salah satunya yang paling berpotensi dijalin. “Ya kami juga berharap seperti itu, tapi tetap dalam koridor yang sudah ditentukan. Koalisi di Mataram juga kenapa tidak, sangat memungkinkan, terbuka,” tegasnya. Dijelaskan lebih jauh oleh Budi, untuk saat ini PDI-P memang masih konsen pada proses penjaringan bakal calon melalui proses pendaftaran yang sudah dibuka beber-
apa waktu lalu. Dari laporan yang diterimanya dari DPCDPC Tujuh Kabupaten/kota itu, terdapat sudah belasan kandidat telah mendaftarkan diri. “Alhamdulillah pendaftaran sudah berjalan dengan baik di tujuh kabupaten/kota. Kami inventarisir semua, sementara ini belasan calon Bupati maupun wakil Bupati yang sudah mendaftar. Kita akan proses dulu itu,” terangnya. Disampaikan juga, dalam
proses penjaringan tersebut, pihaknya juga tidak menutup ruang bagi masyarakat. Meskipun pendaftaran sudah ditutup, menurutnya tidak tertutup kemungkinan bisa diperpanjang kembali, jika dipandang perlu, namun tentu dengan pertimbangan-pertimbangan khusus. “Masa perpanjangan itu sudah selesai, tapi masih ada ruang, karena ini masih berproses terus. Kritik dan masukan masyarakat kita dengarkan untuk lahirkan pemimpin hebat. Ruang itu terbuka kepada masyarakat, boleh kita perpanjangan lagi masa pendaftaran, tergantung masing-masing wilayah, kami berikan keleluasaan kalau dipandang perlu,
Lalu Budi Suryata tapi dia tetap terbuka, transparan, tidak ada yang ditutupi,” pungkasnya. (ndi)
Dakwaan Suap Rp1,2 Miliar Imigrasi Mataram
Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie menjalani sidang perdana perkara suapRp1,2 miliar penghentian kasus izin tinggal WNA pengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok. KPK membongkar borok Imigrasi Mataram. Selain penerimaan uang dari Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) Liliana Hidayat, Kurniadie juga rutin menerima setoran hasil pungli setiap bulan. Jaksa penuntut umum KPK I Wayan Riana membacakan dakwaannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (9/10). Sidang dipimpin ketua majelis hakim Isnurul Syamsul Arif serta hakim anggota Abadi dan Fathurrauzi. Riana mendakwa Kurniadie menerima uang suap Rp1,2 miliar dari Liliana Hidayat. Uang itu untuk menghentikan penyidikan kasus izin tinggal WNA Singapura, Manikam Katheerasan dan WNA Australia Geoffrey William Bower. Terdakwa Mantan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Mataram Yusriansyah Fazrin menyatakan Geoffrey dan Manikam melanggar pidana. Yakni pasal 122 UU RI No 6/ 2011 tentang Keimigrasian. Dua WNA itu merupakan petinggi PT WBI. Manikam merupakan Manajer T-ierra Group Limited yang berbasis di Singapura, notabene perusahaan yang sahamnya dimilih penuh PT WBI. Sementara Geoffrey perwakilan PT WBI di Australia. Negosiasi dibuka lewat kuasa hukum dua WNA itu, Ainudin dan Antonius Zaremba. Pada 3 Mei, mereka menemui Kurniadie untuk minta tolong penyelesaian kasus. Keputusan belum dibuat. Proses berlarut membuat Manikam dan Geoffrey tak sabaran. Dua WNA yang membantu mengelola Wyndham Sundancer Resort di Sekotong, Lombok Barat itu minta pakai jalan pintas. Rencana pemberian suap
(Suara NTB/why)
KPK Bongkar Setoran Bulanan Hasil Pungli Paspor
(Suara NTB/dok)
KEJARI Mataram mendampingi pelaksanaan 79 proyek di tiga wilayah administrasi yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara. Total nilai proyek yang didampingi senilai Rp277,78 miliar. Kasi Intelijen Kejari Mataram Agus Taufikurrahman menyebutkan, sejumlah proyek tersebut didampingi melalui Tim Pengawal, Pengamanan pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D). “Semuanya ini proyek pembangunan daerah. Memang kebanyakan proyek fisik, tetapi tidak ada yang terkait rehab rekon pascagempa,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (9/10) kemarin. Dia menuturkan bahwa proyek rehab rekon gempa merupakan proyek strategis nasional dengan anggaran yang besar. Pengawalannya langsung dari pusat. Proyek yang di daerah itu pun didampingi setelah permohonannya diterima. “Jadi ini kita kawal berdasarkan permintaan. Itu pun kita telaah dulu. Yang kita terima permohonan untuk pendampingannya itu ada 79 proyek di dua kabupaten dan satu kota,” jelasnya. Pendampingan paling banyak yakni proyek di Kabupaten Lombok Utara dengan 33 pendampingan. Total nilai proyek yang didampingi sebesar Rp94,85 miliar. “Kalau yang di KLU itu proyek paling besar yang didampingi itu proyek Dermaga Gili Trawangan dan Dermaga Gili Meno,” sebut Agus. Sementara Pemkab Lombok Barat mendapat pendampingan untuk 19 proyek senilai Rp83,00 miliar. Nilai proyek paling besar yang didampingi yakni pembangunan Dermaga Senggigi Rp8,74 miliar. Untuk Kota Mataram, kata Agus, TP4D Kejari Mataram mendampingi 27 proyek senilai total Rp99,92 miliar. “Paling besar itu proyek monumen Mataram Metro. Itu progresnya bagus, deviasi plus 2 persen,” jelasnya. Proyek pekerjaan Monumen Mataram Metro dikerjakan dengan nilai proyek Rp11 miliar. Kemudian proyek pengembangan IGD RSUD Kota Mataram sebesar Rp7,6 Agus Taufikurrahman miliar. (why)
(Suara NTB/ndi)
Koalisi Demokrat – PDI Perjuangan Hampir Rampung
Mantan Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie, Rabu (9/ 10) mendengarkan dakwaan suap Rp1,2 miliar terkait penghentian kasus keimigrasian di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.
mulai dibahas. Yusri meminta Liliana mengisi angka di atas kertas kosong. ”Terdakwa Liliana menuliskan angka 350,” sebut jaksa KPK. Kurniadie Terima Jatah Rp800 Juta Yusri pikir-pikir dan meminta Liliana menunggu. Sebab angka itu masih perlu dinegosiasikan lagi dengan Kurniadie. Angka 350 itu ditolak. Kemudian pada 22 Mei 2019, Kurniadie memerintahkan Yusri menggelar perkara kasus Geoffrey dan Manikam dengan melibatkan 12 penyidik dan pengawas dari Kanwil Kemenkumham NTB. Kasus diputuskan naik ke penyidikan. Liliana menyampaikan agar perkaranya tidak dilanjutkan ke persidangan dan meminta sanksinya cukup dideportasi saja. Terdakwa menjanjikan pemberian uang kepada Kurniadie. “Kurniadie menyetujuinya dengan menyebut 500 X 3. Yusriansyah kemudian menyampaikan kepada terdakwa yang artinya Rp500 juta dikali tiga sehingga berjumlah Rp1,5 miliar,” sebut Riana. Menanggapi permintaan Kurniadie, Liliana minta keringanan dengan menulis 500 X 2. Setelah berdiskusi
akhirnya disepakati bahwa terdakwa akan memberi uang sebesar Rp1,2 miliar. 24 Mei 2019, Liliana mulai menyiapkan uang dengan mengambil dari brankas PT WBI sebesar Rp473 juta. Bersama Geoffrey, Liliana juga mengeluarkan uang tunai dari Bank OCBC NISP Mataram sebesar Rp725 juta. Uang tersebut dimasukkan dalam dua kantong kresek hitam. Yusri memberi Liliana instruksi untuk meletakkan kresek hitam berisi uang tersebut di dalam tong sampah di depan ruangan kerja Inteldakim. Yusri mengambil kresek pertama yang berisi Rp473 juta. “Yusri mengambil uang sejumlah Rp300 juta diserahkan kepada saksi Ayyub untuk dibagikan kepada pegawai Inteldakim. Termasuk di dalamnya Rp80 juta untuk bagian Yusri,” kata Riana. Sedangkan sebesar Rp173 juta dibawa Yusri untuk diserahkan kepada Kurniadie sebesar Rp75 juta dan sisanya dibagi kepada pihak Kanwil Kemenkumham NTB dan pihak lainnya.”Pemberian sejumlah Rp75 juta itu melengkapi jatah Kurniadie sebesar Rp800 juta,” sebut Riana. Sisa Rp2 juta yang belum
dibayar. Liliana mengatakan kekurangan itu akan diberikan ketika janji deportasi ditepati pihak imigrasi. Uang Rp2 juta itu akhirnya disetor pada 25 Mei 2019 di Bandara Internasional Lombok, Tanak Awu, Praya, Lombok Tengah. Pemberian itu Kala Geoffrey dan Manikam berangkat menuju Denpasar, Bali. Dari sana, dua WNA itu dipulangkan. Masing-masing, Geoffrey ke Brisbane, Australia dan Manikam ke Singapura. Setoran Rutin Pungli Layanan Paspor Riana membeberkan bahwa terdakwa Kurniadie tidak hanya menerima suap terkait penghentian kasus izin tinggal yang menjerat WNA Singapura, Manikam Katheerasan dan WNA Australia Geoffrey William Bower. Namun juga setoran pungli pelayanan paspor. “Terdakwa menerima uang dari pungutan tidak resmi atas jasa pelayanan masing-masing seksi di Kantor Imigrasi Mataram sejak bulan Januari sampai April 2019 sejumlah Rp359,7 juta,” bebernya. Riana mengatakan, setoran itu masing-masing dari seksi Inteldakim terkait dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
paspor hilang habis berlaku, BAP paspor hilang masih berlaku, dan BAP paspor rusak. Ada pula setoran dari Seksi Statuskim terkait pelayanan perpanjangan izin tinggal. Kemudian pelayanan di Seksi Lantaskim termasuk di Unit Layanan Paspor (ULP) dan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) terkait pelayanan pembuatan paspor. “Dengan cara yang yang terkumpul dari pelayanan dikumpulkan oleh Yusriansyah Fajrin dan I Gede Semarajaya kemudian uang tersebut diberikan kepada Kurniadie melalui transfer dan tunai,” terang Riana. Rinciannya, transfer dari Yusri pada bulan 4 Januari dan 11 Januari sebesar Rp22,4 juta dan Rp38 juta; 8 Februari Rp28,7 juta dan 22 Februari Rp33,1 juta; 1 Maret Rp32 juta, 10 Maret Rp19 juta, 17 Maret Rp48,45 juta, 29 Maret Rp27,35 juta; dan 5 April Rp23,2 juta. “Transfer dari Gede Semarajaya dari sejak Januari sampai Mei 2019 sebesar Rp87,5 juta,” sebut Riana. Sementara terdakwa Yusri juga punya jatah sendiri. Riana merinci Yusri menerima setoran dari BAP paspor hilang habis berlaku, BAP paspor hilang masih berlaku, dan BAP paspor rusak. “Seluruhnya berjumlah Rp125,4 juta sejak Januari sampai Maret 2019,” ungkapnya. Rinciannya, selama bulan Januari Yusri memasukkan Rp85,45 juta ke dalam rekening pribadinya. Sebesar Rp38 juta diantaranya disetor ke Kurniadie. atas arahan Kurniadie juga disetor untuk M Hariyadi Rp5 juta. Sisa di rekeningnya masih Rp42,25 juta. Kemudian, 8 Februari Yusri menerima Rp14,1 juta; 22 Februari Rp16 juta; 1 Maret Rp18 juta; 10 Maret Rp8,15 juta; 17 Maret Rp12,9 juta; dan 29 Maret Rp14 juta. “Bahwa penerimaan uang dari pungutan tidak resmi atas pelayanan itu selain untuk terdakwa sendiri juga dibagikan kepada Kurniadie, dan untuk beberapa pegawai di Kantor Imigrasi Mataram,” terang Riana. (why)
TPPO Arab Saudi Fraksi PDI-P Minta Penyusunan RAPBD Korban PMI Terkatung-katung 2020 Kembali ke RPJMD Lama Sebelum Meninggal
Mataram (Suara NTB) – Fraksi PDI-P mengkrtitisi proses pembahasan RAPBD 2020 Kota Mataram. Pasalnya penyusunan rancangan KUA-PPASS APBD 2020 tersebut dinilai banyak melanggar peraturan perundangundangan yang berlaku. Karena itu fraksi PDI-P kemudian meminta TAPD untuk melakukan perbaikan terhadap dokumen rancangan KUA-PPASS supaya disesuaikan kembali. Ketua fraksi PDI-P, Nyayu Ernawati memaparkan beberapa kejanggalan yang ditemukan pihaknya. Pertama terkait dasar penyusunan KUAPPASS yang tidak jelas. Dari hasil pencermatan Fraksi PDIP, penyusunan KUA-PPASS APBD 2020 didasari pada dokumen RPJMD hasil revisi. Sementara RPJMD hasil revisi tersebut belum resmi menjadi Perda. Sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum. “RPJMD hasil revisi itu belum disahkan menjadi Perda. Sehingga tidak bisa dijadikan rujukan dan acuan dalam penyusunan RAPBD 2020,” ujarnya dalam jumpa pers, Rabu (9/10) kemarin. Karena itu, Fraksi PDIP kemudian meminta pembahasan RAPBD ditunda sampai TAPD
(Suara NTB/ndi)
JUMPA PERS - Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram, didampingi Ketua DPC PDIP Mataram, Made Slamet saat jumpa pers. melakukan perbaikan terhadap dokumen KUA-PPASS untuk disesuaikan dengan peraturan yang berlaku, yakni RPJMD yang lama. Hal itu ditekankan Fraksi PDI-P, karena tidak ingin proses pembahasan RAPBD melenceng dan melanggar peraturan perundang-undangan. “Kita minta ditunda sampai disusun kembali sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, yaitu dokumen RAPBD harus disesuaikan dengan RPJMD yang lama,” tegasnya. Lebih jauh dijabarkan, akibat penyusunan RAPBD yang didasari oleh RPJMD hasil revisi yang belum disahkan men-
jadi perda tersebut telah mempengaruhi struktur belanja yang sangat signifikan dalam RAPBD 2020. Beberapa pos belanja untuk program wajib banyak dipangkas. Seperti pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, anggota fraksi lainnya, I Gede Wiska juga mengungkapkan karena penyusunan RAPBD 2020 mengacu pada RPJMD perubahan, maka terjadi pembengkakan belanja, sehingga membuat RAPBD menjadi difisit Rp 118 milyar. Hal itu terjadi lantaran, terdapat program yang harus dibiayai dengan alokasi anggaran yang sangat besar yakni pembangunan kantor Walikota Mataram yang baru.(ndi)
Mataram (Suara NTB) – Duka pekerja migran Indonesia (PMI) korban meninggal dunia akibat kebakaran di Mekkah Arab Saudi Juni lalu sedikit terbayar. Perekrut PMI akhirnya ditangkap. Mereka, yakni tersangka Hj SA (47) dan HS (50). Dua tersangka memberangkatkan para korban secara tanpa prosedur sehingga ilegal. Kasubdit IV Remaja Anak Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati menjelaskan bahwa modus para tersangka itu dengan memalsukan dokumen. “Keluarga korban diberikan uang, bahasanya itu uang fit. Pemberian uang itu agar korban mau berangkat menjadi PMI,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (9/10) kemarin. Tersangka HS merekrut Ida Rohayani, warga Kelurahan Renteng, Praya, Lombok Tengah pada akhir 2017. Tersangka asal Praya Timur, Lombok Tengah ini diduga memalsukan KTP korban. Kemudian menguruskan dokumen paspor agar korban bisa melawat ke luar negeri sebagai pelancong. “Tersangka memberikan bayaran kepada keluarga korban sebesar Rp5 juta. Setelah itu korban diserahkan ke sponsor di Jakarta. Dari sana diberangkatkan ke Arab Saudi,” paparnya. Modus yang sama juga dipakai tersangka, SA. Wanita asal Praya Barat, Lombok Tengah ini merekrut Siti Nurjanah asal Kelurahan Jago, Praya, Lombok Tengah. Tersangka SA memberi keluarga korban bayaran sebesar Rp2 juta. Korban lalu diberangkatkan ke Arab Saudi via Surabaya. “Mereka bekerja sendiri-sendiri. Kami belum mendapatkan bukti bahwa mereka ini satu jaringan. Tetapi modusnya sama. Mereka ini sudah pandai melakukan tipu daya, karena mereka merekrut (PMI) sudah sejak tahun 1997,” jelasnya. Pujewati menambahkan bahwa para tersangka memakai iming-iming menggiurkan. Mulai dari gaji tinggi sampai bonus beribadah umrah bahkan haji karena ditempatkan di Mekkah. Para korban itu diberangkatkan secara ilegal. Masa berlaku bisa terbatas sehingga membuat mereka melampaui masa tinggal. Selanjutnya, hidup kucing-kucingan dari satu penampungan ke penampungan lain. “Ketika sampai di sana, korban bekerja berpindah-pindah majikan. Mereka bekerja tanpa kontrak,” beber Pujewati. (why)
SUARA NTB
Kamis, 10 Oktober 2019
Halaman 9
Pengentasan Kemiskinan
Eksekutif Diminta Tidak Serampangan Selong (Suara NTB) Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur (Lotim) H. Lalu Hasan Rahman menyoroti Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pada tahun 2023 mendatang yang menargetkan angka kemiskinan tersisa 14 persen dari data saat ini 16,55 persen. Dalam upaya pengentasan kemiskinan, politisi Partai Golkar ini meminta eksekutif tidak serampangan.
(Suara NTB/rus)
Dewan Minta OPD dan PDAM Prioritaskan Kekeringan Tanjung (Suara NTB) Kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di masyarakat Lombok Utara menjadi atensi DPRD. Rabu (8/10), pimpinan DPRD bersama Komisi II dan Komisi III menghadirkan lintas OPD Pemda KLU serta PDAM membahas dampak kekeringan. Wakil Ketua II DPRD KLU, Mariadi, S.Ag., mengungkapkan persoalan kekeringan yang berakibat pada kekurangan air bersih di masyarakat seolah tidak menjadi prioritas eksekutif. Terbukti, hampir setiap tahun musim kemarau masyarakat yang mengalami krisis air bersih tersebar di lima kecamatan. Tahun ini saja terdapat 72 titik kekeringan yang diidentifikasi. “Kami ingin kedepannya leading sektor yang membidangi kekeringan, kurangnya pelayanan air bersih menjadi program prioritas. Di musim kemarau, ini seolah tidak pernah terselesaikan setiap tahunnya,” kata Mariadi. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, kekeringan harus dibahas bersama bersama lintas OPD termasuk Bappeda Lombok Utara. Bahkan pada rapat kemarin, Sekda dihadirkan agar terdapat sinkronisasi perencanaan dan penyelesaian masalah. Menurutnya, dalam penanganan kekeringan ini belum terjalin koordinasi dan integrasi penanganan yang baik antara OPD leading sektor. Akibatnya masih banyak titik dusun yang mengalami kekeringan. “Kita ingin persoalan kekeringan kita ini menjadi skala prioritas untuk jangka panjangnya,” tegasnya. Mariadi tidak hanya menyorot masalah distribusi air terkait pengelolaan jangka pendek, tetapi juga adanya informasi dan laporan di mana masyarakat dibebani biaya air bersih. Ia bahkan menginginkan, OPD tidak menunggu permintaan melainkan distribusi terjadwal. “Tidak perlu lagi Dinsos menunggu surat dari desa kemudian dilayani. Tetapi ada tindakan cepat yang dilakukan Pemda,” tandasnya. Menanggapi hal itu, Dirut PDAM KLU, Raden Waliadin, SE., mengklaim pelayanan air bersih direspon cepat. Koordinasi antar OPD berjalan baik antara PDAM, Dinsos dan BPBD. Armada tangki milik OPD tetap melakukan distribusi air bersih di titik-titik kekeringan. Menjawab isu pembebanan biaya air bersih per tangki di PDAM, Waliadin tak menyangkal. PDAM diklaim sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya berorientasi sosial tetapi juga bisnis. Namun biaya yang dibebankan masyarakat di bawah harga pasar. “Sekarang pun dengan kondisi penurunan debit air kami tetap melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih,” imbuhnya. (ari)
Pembebasan Ruas Jalan Nasional Area Tanjung Belum Rampung Tanjung (Suara NTB) Pemkab Lombok Utara belum sepenuhnya menyelesaikan pembebasan lahan ruas jalan nasional di wilayah Kecamatan Tanjung. Mulai dari titik nol - sebelah timur Jembatan Sokong hingga Universitas NW Lombok Utara Desa Jenggala, Pemkab baru bisa merampungkan ruas jalan sepanjang 50 meter dari timur Jembatan ke perempatan depan SDN 2 Tanjung. Hal itu mencuat dalam sosialisasi pembebasan lahan kedua kepada pemilik lahan, Selasa (8/10). Dalam sosialisasi yang dilakukan Dinas PUPR Lombok Utara itu, diketahui besaran anggaran yang dihabiskan untuk ruas sepanjang 50 meter tersebut senilai Rp 4,5 miliar. “Ini baru tahap sosialisasi, belum ada pembahasan harga ganti rugi. Yang sudah clear dan sudah dibayarkan, dari timur jembatan ke perempatan pertokoan senilai Rp 4,5 miliar,” ujar Kepala Bidang Pertanahan, Dinas PUPR KLU, Pancoriadi. Menurut dia, pembebasan lahan ruas jalan Nasional di KLU dibebankan kepada daerah. Adapun ruas jalan ini dari Pemenang hingga Bayan sepanjang 58,62 km. Untuk mencapai pembebasan secara keseluruhan, butuh waktu bertahun-tahun. Pada tahap awal, Pemda KLU memprioritaskan pelebaran ruas jalan di wilayah ibukota Tanjung. Ruas jalan yang dibebaskan sepanjang 1,6 km dari jembatan Sokong ke UNW. Pada APBD 2019 ini, Pemda KLU mengalokasikan sekitar Rp9 miliar dari jembatan hingga ke perempatan Bank NTB. Dengan terpakainya Rp4,5 miliar, maka masih ada sisa dana Rp4 miliar lebih. Selanjutnya pada tahun 2020 mendatang, Pemda berencana mengalokasikan Rp8 miliar untuk membebaskan tambahan ruas dari titik jalan depan Bank NTB hingga SMP 1 Tanjung. Dan pada 2021, akan dialokasikan tambahan anggaran untuk ruas dari SMP 1 Tanjung hingga UNW. “Ada sekitar 120 warga yang memiliki lahan yang akan dibebaskan sepanjang satu kilometer, mulai dari depan PDAM Tanjung hingga Universitas NW Lombok Utara,” imbuhnya. Pancoriadi berharap, Dinas PU secara kelembagaan dapat menyelesaikan pembebasan sepanjang 1,6 km tersebut melalui pendekatan kekeluargaan. Dinas tidak menginginkan adanya langkah konsinyasi atau pembayaran biaya pembebasan lahan melalui lembaga Pengadilan. “Kita akan lakukan pendekatan berbeda. Nanti kita datangi door to door agar ini tuntas. Pak Kadis tidak ingin pakai cara titip di pengadilan,” pungkasnya. (ari)
sudah dilakukan upaya pengentasan kemiskinan, namun belum maksimal. Dalam melaksanakan RPJM ini, pihaknya menekankan pada seluruh leading sector yang terlibat pada pengentasan kemiskinan ini harus diaktifkan. Apalagi pengentasan kemiskinan tidak bisa satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ‘’Setiap triwulan harus dilakukan rapat koordinasi. Sejauh mana perkembangan dari program pengentasan kemiski-
nan yang dijalankan. Misal pertama dimulai dari perbaikan data. Jangan sampai datanya hanya sesuai keinginan pejabat, dan kita selama ini masih lemah pada data dan inilah yang membuat kita serampangan,” ungkapnya. Seperti kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, ujarnya, harus menyentuh pada hal yang mengarah pada pengentasan kemiskinan. Semisal bIsa jadi dengan memberikan pelatihan peningkatan ekonomi makro atau
Daerah (Bappeda) Lotim, Achmad Dewanto Hadi menjelaskan, dalam mengentaskan kemiskinan ini Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) sudah rapat koordinasi. Program-program pengentasan kemiskinan coba disinergikan dengan provinsi. Menurutnya, sesuai target penurunan kemiskinan Lotim sesuai RPJMD 14 persen. Saat ini masih ada 16,55 persen. Dituturkan, bersama dengan pemerintah provinsi sempat ada kesepakatan target untuk menurunkan angka kemiskinan masingmasing kabupaten. Rapat dengan pemerintah provinsi sebelumnya belum membicarakan kesepakatan target
tersebut. Soal data kemiskinan katanya terus dilakukan upaya perbaikan. Di samping itu, sesuai disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Lotim akan dilakukan pelabelan rumah-rumah warga yang miskin. Apakah akan dalam bentuk stiker atau dicat, katanya sejauh ini belum dibicarakan teknisnya. Namun, persoalan di Lotim, banyak warga miskin yang tidak masuk dalam data kemiskinan. Bersamaan dengan validasi data itulah akan dilakukan label rumah sebagai instrumen supaya masyarakat yang tidak cocok masuk kategori miskin diharapkan ada kesadaran dan kerelaan untuk lepas dari data penerima bantuan kemiskinan. (rus)
Angkut Penumpang Masuk Bandara, Mobil Bak Terbuka Dirazia Praya (Suara NTB) Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng), Rabu (9/10) kemarin, menggelar razia di depan Lombok International Airport (LIA). Dengan target mobil pick up serta truk yang membawa penumpang. Hasilnya, belasan mobil pick up dan truk berhasil dijaring petugas dalam operasi yang melibatkan Satlantas Polres Loteng bersama Polsubsektor bandara serta pihak security LIA tersebut. “Ini operasi gabungan antara Satlantas Polres Loteng, Polsubsektor bandara serta security LIA,” ungkap Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Marully RA.S.H.SIK., kepada Suara NTB, Rabu (9/10) kemarin. Dari kendaraan yang terjaring razia, enam di antara terpaksa diamankan di Satlantas Polres Loteng, karena tidak lengkap surat kendaraannya. Operasi digelar untuk menekan banyaknya mobil pick up yang membawa penumpang masuk ke kawasan bandara. Karena selama ini, sering ditemukan mobil pick up berpenumpang masuk ke kawasan bandara. Padahal secara aturan, mobil pick up tidak diperkenankan membawa penumpang kecuali barang. Rencananya, operasi akan digelar secara rutin setiap hari dengan melibatkan personel dalam jumlah banyak. Tetapi di luar operasi, petugas juga tetap disiagakan. Untuk mengantisipasi jika ada mobil pick up berpenumpang yang datang di saat sedang tidak ada operasi. “Petugas yang ada nantinya
(Suara NTB/kir)
RAZIA - Razia mobil pick up di kawasan Bandara Internasional Lombok akan diperintahkan untuk menindak langsung mobil pick up yang ketahuan membawa penumpang. Diluar jam operasi yang sudah dijadwalkan,” timpalnya. Operasi mobil bak terbuka
tersebut, sebut Marully, sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Khususnya yang melibatkan mobil pick up atau bak terbuka. Karena selama ini banyak juga kasus-kasus
kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil pick up dan memakan korban. Bukan hanya korban luka-luka, tetapi juga korban jiwa. “Sembari razia, kita juga mensosialisasikan tentang ter-
tib berlalu lintas. Harapannya, masyarakat juga bisa sadar dan mau tertib berlalu lintas. Karena dengan tertib berlalu lintas bisa menekan potensi terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas,” timpalnya. (kir)
STIE AMM Mataram akan Bentuk Badan Usaha bagi Alumni Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram akan membentuk badan usaha bagi alumni. Hal tersebut masih dalam proses. Rencana tersebut sebagai kesungguhan STIE AMM Mataram dalam mewujudkan lulusannya untuk menjadi seorang Entrepreneur atau pengusaha. Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., menyampaikan badan usaha bagi alumni itu terkait dengan upaya untuk memenuhi komitmen global dalam mencapai tujuan visi dan misi STIE AMM. Mengingat perkembangan jumlah Perguruan Tinggi yang begitu besar di seluruh Indonesia, yang
menyebabkan setiap tahunnya lulusan Perguruan Tinggi mencari kerja dengan lapangan kerja yang berbanding terbalik dengan kelulusan yang ada. “Oleh karenanya terjadi kekhawatiran apabila lulusan-lulusan tersebut tidak terserap pada dunia kerja. Hal ini merupakan masalah baru bagi perguruan tinggi yang pada akhirnya merupakan suatu kesenjangan bagi perguruan tinggi itu sendiri dengan dunia kerja,” katanya. Oleh karena itu pemerintah telah berusaha untuk menjawabnya seperti penyelenggaraan kegiatan Job Fair dan pengembangan soft skill melalui diklat. Kegiatan itu beberapa waktu yang lalu diselenggara-
kan di kampus STIE AMM Mataram selama dua kali berturutturut oleh pemerintah pusat Jakarta bekerjasama dengan LPK & P2KPN STIE AMM. Umar menyampaikan, untuk menghadapi kesenjangan dimaksud, STIE AMM Mataram telah melakukan langkah-langkah sebagaimana dalam visi yaitu untuk mewujudkan sekolah tinggi yang mempunyai suatu keunggulan serta lulusan yang berdaya saing dan berjiwa mandiri. “Artinya lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan di bidangnya, serta mampu menciptakan lapangan kerja dengan cara berwirausaha sehingga kekhawatiran menjadi pengangguran yang tidak kentara
tidak akan terjadi pada lulusan STIE AMM Mataram. Hal ini terbukti pula dengan antara lain adanya penerimaan penghargaan dari International Council for Small Businees (ICSB) Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2019 lalu,” ujarnya. Selain itu berdasarkan siklus pelajaran yang telah dilalui oleh para mahasiswa maka STIE AMM akan memberikan Ijazah yang nomornya dari Dikti yang didampingi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). SKPI ini menunjukkan bahwa lulusan Sarjana Ekonomi pada STIE AMM dengan SKPI dimaksud akan terlihat keahlian apa yang ada dan dimiliki di bidang ekonomi, sehingga
setiap Sarjana/ lulusan mempunyai keahlian masing-masing secara khusus. “Melalui penyelenggaraan proses pembelajaran kokurikuler yang dirancang dan terus dikembangkan dengan baik, diharapkan lulusan STIE AMM Mataram akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dan competitive di pasar kerja ASEAN maupun Internasional. Seperti halnya dalam Ijazah merekapun telah ditranslet ke dalam Bahasa Inggris termasuk seluruh mata kuliahnya, sehingga negara lain lebih mudah untuk melihat dan membaca keahlian apa yang mereka miliki dari lulusan STIE AMM Mataram,” jelas Umar. (ron)
Pelaku Industri Difasilitasi ”Naik Kelas” Mataram (Suara NTB) Dinas Perindustrian sebagai OPD sentral program industrialiasi yang menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi NTB akan memfasilitasi para pelaku industri naik kelas. Dari pelaku industri non formal, formal, industri kecil, menengah dan industri besar. Program industrialisasi, kata Sekretaris, sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME, merupakan program strategis untuk meningkatkan nilai tambah atas seluruh komoditas lokal untuk meningkatkan pendapatan, menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Pendekatan dilakukan non formal, maupun formal. Nuryanti, baru-baru ini dilantik sebagai Sekretaris Dinas, sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Namun konsep industrialisasinya sangat dipahami. Berbekal konsep pembangunan yang dibuat di Bappeda Provinsi NTB. Soal industrialisasi yang dicanangkan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah,
dalam perencanaan Dinas Perindustrian, tahun 2020 industrialisasi dilakukan lebih massif. Dimulai dengan akan dibangunnya pabrik mini untuk produksi pakan ternak. Rencananya pabrik mini pakan ternak ini akan dibangun di komplek Sains Teknologi Industrialisasi Park (STIP) di Banyumulek, Lombok Barat. Industrialisasi dalam bentuk pengolahan bahan mentah berupa hasil jagung yang melimpah, menjadi pakan ternak ini diharapkan akan merangsang masuknya industri-industri lainnya ke NTB. Kapasitas produksi rencananya 1.000 – 5.000 ton/ minggu. Akan dikelola dan dibisniskan oleh PT. Gerbang NTB Emas. Pasarnya, salah satu sasaran adalah para peternak unggas. Dengan dikembangkannya kampung unggas oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan). Berbicara industrialisasi tidak melulu berbicara soal industri-industri besar, terbangunnya pabrik. Tetapi industrialisasi adalah bagaimana bahan-bahan mentah yang ada
di daerah ini dapat diproduksi menjadi bahan jadi yang dijual dalam bentuk kemasan. Menurut Nuryanti, menggalakkan industrialisasi dapat dilakukan dengan memberdayakan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) non formal yang jumlahnya mencapai 72.113 IKM. Kategori dikatakan non formal misalnya dilihat dari tidak adanya izin usaha. Tidak memiliki sertifikat halal, izin BPOM, PIRT dan lainnya. Sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing. “Quality kontrolnya yang tidak dimiliki. Itulah fokus kita ke depan, kita dampingi. Bekerjasama dengan dinas teknis di kabupaten/kota,” ujarnya. Di NTB terdapat 25 industri besar, 57 industri menengah, dan 13.069 industri kecil. Apa-apa yang menjadi kebutuhan para pelaku industri, itulah yang diintervensi. Masing-masing klasifikasi industri, akan ditreatment berbeda-beda. Misalnya, industri kecil agar naik kelas menjadi industri menengah, akan dibantu peralatan-peralatan produksi. Peningkatan kapasitas dan
kompetensi. Demikian juga dengan industri menengah, juga turut didorong naik kelas menjadi industri besar. “Kalau industri besar, treatmennya soal kebijakankebijakan. Akan kita fasilitasi,” ujarnya. Share industri terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTB, kata Yanti saat ini komposisinya 4,2 persen. Pada tahun 2023 target jangka menengahnya dapat naik menjadi 8 persen. Dinas Perindustrian melaksanakan beberapa kegiatan yang tertuang dalam naskah akademik rencana induk pembangunan industri di NTB. (bul)
Nuryanti
(Suara NTB/bul)
Lalu Hasan Rahman
‘’Upaya mewujudkan target 14 persen ini tidak mungkin bisa diwujudkan kalau upaya-upaya eksekusi anggaran sejauh ini dilakukan secara serampangan,’’ ujarnya kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Diakuinya, berdasarkan analisanya sejauh ini
program yang jauh lebih menyentuh pada pengentasan kemiskinan. Selain itu, pemerintah daerah ini jangan sampai terjebak pada pembangunan infrastruktur saja secara asal tanpa melakukan kajian-kajian mendasar. Anggota DPRD Lotim empat periode ini menilai diperlukan pendekatan kajian secara komprehensif. Infrastruktur yang dibangun harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Lotim sumber pendapatan masyarakatnya 75 persen dari pertanian. Kemiskinan itu juga dari pertanian, sehingga disarankan pemerintah banyak menyentuh sektor pertanian. Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
PENDIDIKAN
Halaman 10
Sikapi Jadwal UN
Pemberian Tambahan Jam Belajar Dipercepat Mataram (Suara NTB) – Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah diumumkan. Jadwal pelaksanaan UNBK tahun 2020 bagi SMK relatif lebih cepat dibandingkan UNBK tahun 2019. Sekolah menyikapinya dengan mempercepat jadwal penambahan jam belajar atau pengayaan. Berdasarkan Surat BSNP nomor 0110/SDAR/BSNP/IX/ 2019 tentang Jadwal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/ 2020, menunjukkan UNBK SMK/MAK akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17, 18, dan 19
Maret tahun 2020. Tanggal tersebut lebih cepat dibandingkan UNBK SMK tahun 2019 yang dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 28 Maret 2019. Kepala SMKN 5 Mataram, Munawar pada Rabu (9/10)
Tawarkan Delapan Visi Pendidikan SALAH satu yang mencuat sebagai kandidat calon Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB adalah Dr. Abdul Kadir. Kepada Suara NTB, Abdul Kadir mengaku siap berkompetisi pada Konferensi XXII PGRI Provinsi NTB yang akan digelar 12-13 Oktober Sabtu-Minggu besok. Konferensi dengan agenda memilih Ketua PGRI NTB itu merupakan agenda lima tahunan. Abdul Kadir digadang-gadang jadi kandidat kuat. Tidak tanggung-tang(Suara NTB/dys) gung, Abdul Kadir mengklaim Abdul Kadir diri telah mengantongi 8 rekomendasi dari pengurus kabupaten dan kota se NTB. Sebagai calon, Abdul Kadir mengaku sejauh ini terus melakukan upaya lobi dan komunikasi dengan para pengurus. Pendekatan emosional dan berbagai pendekatan lainnya terus dilakukan sebagai upaya meraih simpati dan dukungan dari pemilik suara pada konferensi mendatang. Menurutnya, 8 visi pendidikan yang ditawarkan wajib dilaksanakan jika dia terpilih sebagai Ketua PGRI. Bahkan sebutnya, siapapun yang terpilih haruslah bertanggung jawab melaksanakan visi terabut. Visi pertama terkait dengan keanggotaan PGRI harus benar benar by name by addres. Kedua Keuangan PGRI harus jelas siapa yang bayar iuran dan tidak, harus jelas, sehingga bisa tahu sejauhmana kekuatan PGRI sebagai organisasi. Ketiga ialah kepemimpinan organisasi. Kata dia, PGRI harus dipimpin oleh orang yang paham organisasi di semua jenjang kepemimpinan, baik tingkat provinsi kabupaten, cabang, dan ranting. Ke empat gender mindstream. Pihaknya ingin organisasi tidak hanya laki laki perempuan juga berhak badan khusus perempuan akan ditata di semua jenjang kepengurusan. Kelima terkait dengan advokasi bahwa banyak masalah yang dihadapi. Anggota perlu diajak dibantu membangun kemitraan yang baik dan mampu melalukan advokasi “Ke enam kampanye organisasi. Jangan sampai ada anggota PGRI tidak tahu PGRI. Itu salahnya pengurus,” sebutnya. K etujuh membangun Pusat lingkar belajar guru. Membangun profesional guru, agar tahu hak-hak sebagai guru. ‘’Dan ke delapan ialah membangun smart learning center bagi guru,’’ ujarnya. (dys)
mengatakan, SMKN 5 Mataram sudah siap untuk persiapan UNBK tahun 2020. Dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan pengayaan khusus mata pelajaran yang diujikan di UNBK.
“SMKN 5 Mataram sudah siap, dalam waktu dekat akan ada penambahan jam belajar khusus mata pelajaran yang di-UN-kan,” katanya. Selain itu akan ada penambahan satu ruang laboratorium komputer di SMKN 5 Mataram. Sebanyak 240 orang siswa kelas XII di SMKN 5 Mataram akan mengikuti UNBK tahun 2020. Munawar berharap siswa bisa meraih hasil lebih baik pada UNBK
Mataram (Suara NTB) – TK Putra 1 Mataram melaksanakan kegiatan nonton bareng di sekolah, pada Rabu (9/10). Film yang dipilih adalah tentang tokoh kebangsaan yaitu BJ. Habibie. Kegiatan bertujuan untuk mengenalkan audio visual pada pembelajaran anak-anak dan tentang pengenalan layar monitor. Kepala TK Putra 1 Mataram Hj.Yuniarti mengatakan, kegiatan ini berlatar belakang karena maraknya pembahasan film Joker yang dilarang untuk anak-anak. “Jadi untuk menjawab kekhawatiran para orang tua/wali, kami dari KB-TK Putra 1 Mataram menghadirkan Edukasi Nonton Bareng yang bertemakan sains tentang Pesawat yang di dalam Film Kartun tersebut ada sosok almarhum BJ. Habibie,” ujarnya. Selain itu, untuk pengenalan pola asuh di sekolah, kegiatan ini dikemas persis seperti akan nonton di bioskop. Lokasi berada di aula sekolah yang disulap menjadi bioskop mini. Dengan rentetan acara, anakanak memiliki tiket, lalu antre menyerahkan tiket pada penjaga pintu bioskop. Kemudian anak-anak mendapat cemilan jagung sehat non msg. Sebelum pemutaran film dimulai, anakanak mendapat video dokumenter arahan ketika menonton di dalam bioskop. “Jadi selain menonton, anak-anak diajarkan tentang kemandirian, belajar antre, dan tidak berisik di dalam bioskop. Lalu setelah kegiatan menonton, anak-anak juga diarahkan membuang dan me-
munguti sampah bekas makanan tadi untuk dibuang ke tempat sampah. Bioskop mini ini juga memberikan pembelajaran tentang kedisiplinan, bahkan tetap menghargai teman,” jelas Yuniarti. Yuniarti menyampaikan sebenarnya kegiatan ini sangat sederhana, bahkan anak-anak juga bisa menonton di rumah dengan menggunakan layar proyektor yang terkoneksi ke laptop. Namun karena pelaksanaan di sekolah membuat anak-anak lebih bersemangat. Poin utamanya adalah pihaknya ingin mengenalkan konsep kedisiplinan dan memberikan info bahwa jika di sekolah pun bisa menonton sambil belajar. “Harapan pihak sekolah dengan adanya kegiatan ini anak-anak terinpirasi dari tayangan yang ditonton dan mempunyai cita-cita yang tinggi. Karena mereka juga perlu
gat, dan anak diberikan semangat belajar, bila perlu ketemu wali muridnya,” ujarnya. Sementara itu, untuk UNBK SMA/MA sederajat akan dilaksanakan pada 30 Maret, 31 Maret, 1 April, dan 2 April tahun 2020, dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. (ron)
Mataram (Suara NTB) – Supervisi mutu pendidikan perlu dilaksanakan agar pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dapat dilaksanakan dengan optimal. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima, dilaksanakan Bimbingan Teknis Supervisi Mutu bagi Pengawas jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kota Bima bertempat di SMPN 1 Kota Bima, selama tiga hari mulai Minggu (7/10) sampai dengan Rabu (9/10). Pada kesempatan penyampaian materi, salah satu nara-
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Kadis Dikbud M. Hendrayadi bersama Sekretaris Dinas M. Nasrun dan jajaran serta peserta workshop pose bersama. ada di Lombok Barat. “Kita perlu bersinergi dengan OPD lain, seperti Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial terkait siswa penerima PKH,” ujarnya. Ditambahkan Hendra, sekolah-sekolah diharapkan mendukung gerakan sekolah bebas narkoba. “Kami berharap siswa maupun orangtuanya terbebas dari narkoba, pihak sekolah dapat menerapkannya dengan struktur masif yaitu pembiasaan kepada anak bahwa narkoba berbahaya, ini dapat disampaikan ketika apel dan di luar jam pelajaran,” harapnya. Workshop ini merupakan
(Suara NTB/ist)
NONTON BARENG - Suasana usai nonton bareng film bernuansa pendidikan di KB-TK Putra 1 Mataram, Rabu (9/10). kita kenalkan sejarah Indonesia. Banyak anak-anak yang sangat antusias. Bahkan
mereka sangat penasaran tentang pesawat yang ditayangkan dalam film tersebut. Se-
moga kelak ananda memiliki cita-cita seperti Eyang Habibie,” harapnya. (ron)
Peningkatan Mutu Daerah Lewat Supervisi Mutu
HADIR - Kadis Dikbud M. Hendrayadi saat menghadiri Workshop Review Hasil Pendataan SPM belum lama ini.
Selain itu, ujarnya, bermanfaat dalam menentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan pelayanan publik. “Selain itu membantu penilaian kinerja kepala daerah secara lebih akurat dan terukur,” ujarnya dalam pemaparannya. Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lobar Drs. M. Hendrayadi saat menutup kegiatan mengatakan, data itu supaya lebih aktual, terutama terkait guru PNS yang belum mendapat sertifikasi dan pemerataan pemenuhan pelayanan minimal bagi sekolah-sekolah yang
UNBK memang bukan lagi syarat utama kelulusan, tapi pihaknya sudah menyampaikan kepada guru dan kepala sekolah untuk menaikkan nilai UNBK. Karena nilai UNBK juga sebagai indikator keberhasilan sekolah. “Kami sudah sampaikan ke guru dan kepala sekolah, bagaimana menguji hasilnya guru dan kepala sekolah baik kalau tidak nilai UNBK yang baik. Maka saya minta guru tetap berseman-
TK Putra 1 Mataram Ajarkan Sains Lewat Nonton Bareng Film di Sekolah
Dikbud Gelar Workshop Review Hasil Pendataan SPM Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar kegiatan workshop review hasil pendataan standar pelayanan minimal (SPM) Bidang Pendidikan selama dua hari di Hotel Puri Sharon, Jumat 27 September dan Sabtu 28 September 2019 lalu. Kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Dikbud M. Hendrayadi, Sekretaris Dinas dan Kepala Bappeda Dr. H. Baehaqi ini membahas beberapa hal. Di antaranya, integrasi SPM ke dalam dokumen RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2020-2024, Permendikbud No.32 Tahun 2019 tentang SPM Bidang Pendidikan sekaligus tindak lanjut penyusunan program pemenuhan indikator SPM bidang pendidikan, dan penyusunan laporan SPM bidang pendidikan. Workshop ini dibuka Sekretaris Dinas Dikbud Lobar H. Nasrun didampingi narasumber Konsultan SPM Bidang Pendidikan Kemendikbud Esti Fariah dan Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi serta Kasubag Program Erwin Rachman. Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi yang menyampaikan materi terkait integrasi SPM ke dalam dokumen RPJMD 20202024 menyampaikan, hasil dari SPM ini menjadi landasan dan dasar dalam menentukan anggaran kinerja serta alokasi dalam penentuan perimbangan keuangan yang lebih adil dan transparan.
mendatang. “Kami mengharapkan hasilnya lebih baik dibandingkan UNBK yang lalu,” harap Munawar. UNBK SMK tahun 2020 akan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sebelumnya Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Rusman mengatakan, nilai UNBK NTB termasuk relatif rendah.
kelanjutan dari kegiatan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 32 tahun 2018 tentang SPM bidang pendidikan dasar, kesetaraan dan PAUD yang digelar bulan Juni lalu. Kegiatan ini merupakan tahapan ketiga dari empat tahap penerapan SPM, yaitu pengumpulan data, penghitungan kebutuhan pemenuhan pelayanan dasar, penyusunan rencana pemenuhan pelayanan dasar dan tahap terakhir pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar. (her/*)
sumber dan sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan, Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd., mengatakan agar pelaksanaan SPMI dapat dilaksanakan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal perlu diadakan Supervisi Mutu berkelanjutan. “Supervisi mutu pendidikan juga sebagai salah satu bahan perencanaan penyusunan program sekolah maupun program daerah,” ujarnya. Pada saat pengarahan sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Supervisi Mutu itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima, Dr. Ir. H. Syamsuddin, M.S. mengatakan supervisi merupakan salah satu alat yang dipergunakan dalam manajemen modern untuk mengetahui segala permasalahan, dalam rangka perbaikan mutu yang akan dilaksanakan secara terus menerus. “Peningkatan mutu adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan seluruh komponen yang peduli akan pendidikan. Saya berharap dengan adanya supervisi mutu ini pendidikan di Kota Bima akan bisa bersaing dan sejajar dengan kabupaten/kota yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Syamsuddin. Tujuan dari kegiatan Bimbingan Teknis Supervisi Mutu
(Suara NTB/ist)
BIMBINGAN - Bimbingan teknis supervisi mutu pendidikan tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan di Kota Bima, pada Minggu (7/10) sampai dengan Rabu (9/10). adalah menghasilkan satuan pendidikan yang terbina dalam mengimplementasi SPMI dan peningkatan mutu pendidikan yang terintegrasi dengan K13, Penguatan Pendidikan Karakter, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan aspek mutu lainnya dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Juga untuk menyiapkan pengawas sekolah sebagai supervisor yang terampil melakukan supervisi mutu pendidikan yaitu mencatat hasil pengamatan, menganalisis hasil pengamatan, menyampaikan alternatif solusi, menentukan aktivitas pen-
dampingan, dan menyusun laporan hasil pelaksanaan supervisi mutu pendidikan. I Made Murta Astawa, yang juga merupakan Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi mewakili Kepala LPMP NTB memberikan apresiasi dan atensi setinggi-tingginya. Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Bima melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima yang telah mendukung program/ kegiatan yang dilaksanakan oleh LPMP NTB. “Supervisi Mutu adalah proses mengawal peningkatan mutu pendidikan antara LPMP dengan Pengawas,” tutup Made. (ron)
SUARA NTB
Kamis, 10 Oktober 2019
Halaman 11
Biayai Pra-PON
Tarung Derajat Kesulitan Anggaran Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga tarung derajat telah menetapkan sebanyak 20 atlet yang akan ambil bagian di Pra-PON Tarung Derajat di GOR Padjadjaran Bandung, Jawa Barat (Jabar), 19-25 November 2019. Namun, pengurus tarung derajat masih keterbatasan anggaran untuk biaya keberangkatan seluruh atletnya. Sekretaris Umum (Sekum) Dedy Noorcholish yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Rabu (9/10) kemarin membenarkan bahwa pengurus tarung
derajat masih keterbatasan anggaran untuk biaya pengiriman 20 atlet mengikuti ajang prakualifikasi PON. Hal itu dikarenakan bantuan anggaran
dari KONI NTB sangat minim, sementara Pengprov Kodrat NTB tak memiliki anggaran yang cukup membiayai akomodasi dan transportasi atlet,
khususnya atlet di luar Pelatda Mayung NTB. “Kita masih kesulitan anggaran mengirim semau atlet di PraPON, saat ini kami masih mencari anggaran untuk biaya keberangkatan atlet, kita berharap pengacab Kodrat kabupaten/kota yang punya atlet ikut Pra-PON bisa membantu,” ucapnya. Dikatakan Dedy, anggaran
Pra-PON dari KONI NTB hanya untuk biaya akomodasi dan transportasi lima atlet yang ada di Pelatda Mayung NTB. Sementara sisa 15 atlet di luar Pra-PON akan menjadi tanggungjawab pengurus tarung derajat Provinsi, namun demikian Pengprov Kodrat NTB masih keterbatasan anggaran untuk mendanai
(Suara NTB/ist)
Pembersihan Lahan Tiu Suntuk Dimulai Tahun Ini Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mulai melaksanakan land clearing (pembersihan lahan) lokasi pembangunan bendungan Tiu Suntuk, kecamatan Brang Ene. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Permukiman (PUPRPP) KSB, Amar Nurmansyah, MT mengatakan, pemberisihan lahan lolasi pembangunan bendungan yang dibiayai penuh oleh pemerintah pusat itu akan dimulai tahun ini juga. “Kan tendernya sedang jalan di pusat. Jadi kita mulai tahun ini bersihkan lahannya,” katanya. Amar menyebutkan, proses pembersihan lahan bendungan Tiu Suntuk akan dilalukan bertahap. Di tahun ini luas areal yang akan dibersihkan sekitar 40 hektar. Dan pada tahun 2020 mendatang direncanakan 100 hektar. “Bertahap ya. Sampai nanti 263 hektar semua areal bendungan, dibersihkan sesuai kebutuhan pembangunamn,” timpalnya. Untuk memberihkan lahan bendungan tersebut, Pemda KSB sendiri sudah menunjuk pelaksananya. Diungkapkan Amar, penunjukan perusahaan pelaksana digelar melalui mekanisme tender di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP). “Setahu saya sudah ditunjuk. Tapi lebih jelasnya tanya DPMPSP ya,” sebutnya. Dijelaskan Amar, fungsi utama bendungan Tiu Suntuk nantinya merupakan saranan pengendali banjir. Dengan kapasitas tampung air sekitar 65 juta meter kubik, bendungan tersebut akan mampu mereduksi potensi banjir hinga 65 persen. “Fungsi lainnya juga ada seperti untuk irigasi, air bersih dan sumber energi listrik. Dan juga bisa kembangkan untuk hal lainnya,” klaimnya. Terpisah kepala DPMPSP KSB, H. Abdul Hamid, M.Pd membenarkan, jika pihaknya telah menggelar tender pelaksana kegiatan landclearing lokasi bendungan Tiu Suntuk. “Saya lupa perusahaan pemenangnya. Tapi yang jelas sudah kita tender,” sebutnya seraya menambahkan perusahaan pemenang merupakan rekanan lokal. “Perusahaannya lokal. Mereka sekarang tinggal menunggu mulai kerjanya kapan,” sambung H. Hamid. (bug) Amar Nurmansyah
Serap Aspirasi, DPRD akan Buka Aplikasi ASMARA Bima (Suara NTB) – Ketua DPRD sementara Kabupaten Bima, Muhammad Putera Feryandi S.IP mengatakan, pihaknya akan meluncurkan sebuah aplikasi untuk mempermudah menyerap atau menjaring aspirasi serta pengaduan masyarakat. “Kedepan kita luncurkan dan buka aplikasi untuk mempermudah menyerap aspirasi. Namanya Jaring Aspirasi Masyarakat (ASMARA),” katanya kepada Suara NTB. Menurut pria yang akrab disapa Dae Yandi ini, tujuan dari aplikasi Jaring ASMARA itu untuk memudahkan akses masyarakat Kabupaten Bima dalam menyampaikan aspirasi dan keluhan. “Tujuannya untuk menampung, memantau hingga menjaring aspirasi seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” katanya. Peluncuran aplikasi itu lanjutnya, tidak terlepas berkembangnya teknologi pada era digital ini. Masyarakat Kabupaten Bima yang berada dimanapun berada dan kapanpun bisa menyampaikan keluhan dan aspirasi. Selain itu, program kegiatan yang belum dilaksanakan oleh Pemerintah, masyarakat bisa menyampaikan melaui aplikasi ASMARA. Begitu diterima akan ditindaklanjuti secepatnya. “Jadi ke depan masyarakat Kabupaten Bima bisa menyampaikan aspirasi dan keluhan ke Dewan, bisa langsung maupun online,” tandasnya. Selain peluncuran aplikasi, Dae Yandi mengaku anggota DPRD baru, terutama dari kalangan muda akan mendorong untuk pembentukan Peraturan daerah (Perda) tentang Pemuda. “Mewakili kaum muda di DPRD, kedepan kita akan dorong agar Perda Pemuda dibentuk,” katanya. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, Perda tentang Pemuda tersebut pernah dibahas dan dirancang oleh anggota DPRD sebelumnya. Hal itu akan dicek terlebih dahulu. “Kita akan cek dulu. Kalau ada akan kita lanjutkan. Tapi kalaupun belum ada kita dorong dan perjuangkan,” katanya. Dae Yandi menambahkan, Perda Pemuda sangat penting ada. Mengingat peran keterlibatan pemuda saat ini yang begitu kompleks dan lebih cenderung ke arah yang negatif. “Kita ingin melalui Perda ini, Pemuda bisa diberdayakan. Bisa mendapatkan hakhaknya sebagai pemuda,” pungkasnya. (uki)
Muhammad Putera Feryandi
akomodasi dan transportasi sebanyak 15 atlet lainnya. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pengprov Kodrat NTB telah mengeluarkan SK Tim Pra-PON NTB yang akan diperkuat sebanyak 20 atlet. Dari 20 atlet itu terdapat 5 atlet Pelatda Mayung NTB dan sisa 15 atlet lainnya hasil seleksi Pengprov Kodrat NTB mela-
lui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2019. “Yang menjadi kesulitan Pengprov Kodrat NTB saat ini membiayai keberangkatan 15 atlet di luar Pelatda Mayung NTB. Kami berharap kekurangan biaya ini dapat dibantu oleh Pengcab Kodrat kabupaten/Kota di NTB yang punya atlet Pra-PON,” jelasnya. (fan)
1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram (Suara NTB) ti nomor 400 meter gawang 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Atlet senior NTB, Andri- putra yakni 51. 56 detik, se1234567890123456789012345678901212 an gagal mewakili tim In- mentara limit waktu terbaik 1234567890123456789012345678901212 donesia di SEA Games di Andrian 52.13 detik. Itu artin1234567890123456789012345678901212 Manila, Filipina, Desem- ya limit waktu Andrian lebih 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 ber 2019. Peraih medali lambat 0,57 detik dari limit 1234567890123456789012345678901212 emas nomor 400 meter waktu SEA Games 2019. 1234567890123456789012345678901212 gawang di Pekan OlahraGagal mewakili Indonesia di 1234567890123456789012345678901212 ga Nasional (PON) 2016 ini SEA Games 2019, Andrian 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 akan fokus meraih medali yang sebelumnya berlatih di 1234567890123456789012345678901212 PON XX di Papua 2020. Pelatnas PB PASI harus 1234567890123456789012345678901212 Dikonfirmasi Suara NTB, kembali mengikuti Pelatda 1234567890123456789012345678901212 di GOR 17 Desember Turide MayungNTBdiGOR17Desem1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Mataram, Rabu (9/10) sore, ber Turide Mataram dalam 1234567890123456789012345678901212 Andrian masih tampak ber- rangka persiapan mengikuti 1234567890123456789012345678901212 semangat. Maklum Ia telah PON di Papua 2020. 1234567890123456789012345678901212 menyelesaikan program latiDi ajang multi event 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 han pagi harinya. Sementa- olahraga nasional tahun 1234567890123456789012345678901212 ra sore hari itu dia isterahat. 2020 nanti Andrian dipas1234567890123456789012345678901212 “Saya latihan tadi pagi, sore tikan turun di nomor 400 1234567890123456789012345678901212 ini istirahat,” ucapnya meter gawang putra, sebab 1234567890123456789012345678901212 Latihan pagi itu, kata An- dia sudah mengantongi tiket 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 drian, dilakukan dalam rang- PON mengikuti nomor spe1234567890123456789012345678901212 ka persiapan menghadapi sialisnya itu. Namun, selain 1234567890123456789012345678901212 ajang multi event olahraga na- memastikan diri tampil di 1234567890123456789012345678901212 sional di Papua 2020. Mak- nomor spesialisnya itu, An1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 lum Andrian telah mengan- drian juga ingin turun di 400 1234567890123456789012345678901212 tongi tiket mengikuti PON no- meter putra dan estafet 1234567890123456789012345678901212 mor 400 meter gawang. 4x400 meter putra. 1234567890123456789012345678901212 “Persiapan saat ini fokus Untuk mengejar limit di 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 mengikuti PON Papua 2020. dua nomor tambahan itu 1234567890123456789012345678901212 Soalnya saya gagal mengikuti Andrian akan mengikuti 1234567890123456789012345678901212 SEA Games 2019,” ucapnya. Pra-PON atletik di Kejua1234567890123456789012345678901212 Pelari asal Kabupaten raan Panglima Open di Jawa 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 Bima ini mengatakan dirin- Barat (Jabar) bulan Novem1234567890123456789012345678901212 ya gagal mewakili tim atle- ber 2019. Targetnya di sin1234567890123456789012345678901212 tik Indonesia di SEA Games gel event itu untuk mengejar 1234567890123456789012345678901212 2019 lantaran belum bisa tiket PON di dua nomor, 1234567890123456789012345678901212 melampaui limit SEA Games yakni 400 meter dan estafet 1234567890123456789012345678901212 1234567890123456789012345678901212 2019. Limit untuk mengiku- 4x400 meter putra. (fan) 1234567890123456789012345678901212
Gagal ke SEA Games, Andrian Bidik Medali PON
(Suara NTB/fan)
KURNIAWAN - Atlet tarung derajat NTB, Kurniawan (kiri) saat latihan di GOR Turide belum lama ini.
Kurniawan Harus Turunkan Berat Badan
Mataram (Suara NTB) Atlet tarung derajat NTB, Kurniawan akan tampil mewakili NTB di Pra-PON Tarung Derajat yang akan berlangsung di GOR Padjadjaran Bandung, Jawa Barat (Jabar), 19-25 November 2019. Namun peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 masih mengalami masalah di berat badan. Menurut informasi, dia harus menurunkan berat badannya hingga bobotnya mencapai 80 Kilogram agar bisa tampil di kelas 75,1-80 Kg putra pada PraPON 2019. Sementara saat ini berat badan Kurniawan naik mencapai 90 Kilogram. Itu artinya dia harus mampu menurunkan berbadan hingga 10 Kg dalam bulan ini supaya bisa tampil di Pra-PON 2019.
Kurniawan saat ditemui Suara NTB ketika menjalani latihan di Padepokan Silat GOR 17 Desember Turide Mataram Minggu lalu membenarkan bila berat badannya naik hingga 90 Kg. Dia berusaha turunkan berat badan agar bisa ikut di Pra-PON 2019. Sementara itu Pelatih Tarung Derajat NTB, Dedy Noorcholish yang dikonfirmasi Suara NTB di Padepokan Silat GOR 17 Desember membenarkan bila atlet andalan NTB itu masih bermasalah dengan berat badan. Menurut Dedy Kurniawan harus menurunkan berat badannya agar bisa tampil di kelas 75,1-80 Kg putra di Pra-PON 2019. “Kurniawan harus turunkan berat badan agar bisa main di kelasnya,” ucapnya.
Menurut Dedy, berat badan Kurniawan saat ini masih 90 Kilogram, dengan sisa waktu satu bulan lebih ini Kurniawan harus bisa mengembalikan berat badannya. Kalau tidak pihak Kodrat NTB akan mempertimbangkan Kurniawan ikut Pra-PON 2019. Pasalnya kalau dipaksakan turun di kelas 90 Kilogram tidak bisa karena kelas tersebut hanya dipertandingkan secara eksebisi. Sementara itu Kurniawan sebelumnya pernah mengatakan akan komitmen menurunkan berat badannya. Namun sayangnya belum bisa dikonfirmasi, sebab pada latihan di GOR 17 Desember Turide Mataram, Rabu (9/10) kemarin Kurniawan tidak masuk latihan karena masih berada di Sumbawa.(fan)
Dewan Dukung Penutupan Ritel Berizin Kedaluwarsa Taliwang (Suara NTB) Penutupan lima gerai ritel modern oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang terindikasi mengantongi izin kedaluwarsa serta tidak patuh terhadap komitmennya mendapat dukungan dari Komisi II DPRD setempat. Ketua Komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik, SE., ME mengatakan, langkah yang ditempuh pemerintah tersebut telah tepat. Sebab kehadiran toko-toko modern itu selama ini memang perlu dilakukan peninjauan ulang terkait pemberian izinnya berikut soal keseriusannya dalam memenuhi komitmennya. “Sudah pas itu ditutup dulu. Nah kemudian tinjau semua aspeknya sebelum diberi izin lagi,” katanya kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Bagi Komisi II, ada sejumlah alasan mengapa mendukung langkah tegas pemerintah itu. Menurut Aheruddin, manajemen ritel modern yang banyak menempatkan gerainya hampir di seluruh kecamatan itu belum benar-benar secara serius menunjukkan komitmen pemberdayaannya. “Ini yang kami sesalkan. Sisi pemberdayaan mereka tidak kelihatan sama sekali, padahal itu bagian komitmen mereka sehingga diberi izin saat itu,” cetusnya. Ia mencontohkan, sebagai toko dengan manajemen yang sangat modern menjadi kewajiban mereka memberi pendampingan, pembinanaan dan mengakomodir produk-produk hasil kegiatan UMKM lokal. Namun fakta di lapangan, sejak keberadaan mereka sekitar 2 tahun terakhir hal itu tidak pernah terlihat nyata. “Ini contoh riil yang kami lihat di lapangan. Pertama mereka tidak bisa memperlihatkan secara nyata mana itu otlet binaan (OBA) mereka. Kedua silakan cek di tokotoko m e r e k a mana ada local corner yang disedia-
(Suara NTB/ist)
Aheruddin Sidik kan untuk produk lokal kita. Dan ketiga yang seharusnya lebih awal mereka laksanakan pembinaan kepada UMKM kita nyaris tidak pernah kami lihat kegiatannya,” beber politisi PKP Indonesia ini. Belum lagi lanjut Aheruddin, dana pemberdayaan masyarakatnya atau CSR perusahaan. Selama ini nyaris tidak pernah terlihat disalurkan secara langsung ke masyarakat. Padahal sebagai perusahaan yang memiliki banyak gerai, keuntungan dari aktivitas ritel modern itu sangat tinggi di KSB. “Kami bicara bukan soal perusahaan ritel A atau ritel B. Tapi umumnya CSR mereka belum nyata dirasakan masyarakat kita,” tegasnya. Karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Aher ini, pihaknya menggaris bawahi pemerintah konsisten dengan aturan yang telah dibuat. Memastikan setiap ritel toko modern memenuhi ketentuan aturan yang ada berikut perjanjian komitmen yang telah disanggupinya. “Harus tegas, kalau tidak bisa menenuhinya ya tutup saja sekalian. Jangan berikan izin baru lagi,” tandasnya. Sementara itu kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, H. Abdul Hamid, M.Pd menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan perpanjangan izin bagi 5 ritel toko modern yang ditutup paksa tersebut, sebelum melengkapi seluruh persyaratan dan komitmennya. “Untuk syarat izinnya mereka sudah urus. Tapi sampai komitmen pemberdayaan
dan CSR mereka belum dipenuhi atau minimal menunjukkan awal kesungguhannya akan menjalankan, kami tidak akan terbitkan izinnya,” kata Abdul Hamid tegas. Menurut dia, soal komitmen pemberdayaan dan CSR dibuat atas persetujuan manajemen toko modern sendiri saat akan diberikan izin pertama kalinya. “Janji mereka kan segera mulai setelah dapat izin. Tapi faktanya sampai mereka mau perpanjang izin komitmen-komitmen itu tidak mereka laksanakan juga,” tukasnya. (bug)
SUARA NTB
Kamis, 10 Oktober 2019
Segel Papan Reklame
ASA Dukung Tindakan Tegas Pemerintah Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Jasa Advertising (ASA) Mataram mendukung tindakan tegas pemerintah menyegel papan reklame bahkan membekukan izin anggotanya yang menunggak pajak. Langkah ini dinilai dapat membuat jera pengusaha periklanan. Ketua ASA Kota Mataram, Firadz Fariska tidak mempermasalahkan tindakan tegas pemerintah.. Sebab, pihaknya tetap berkoordinasi untuk menertibkan pengusaha reklame yang menunggak pajak. Persoalan ini dinilai bukan masalah baru, tetapi menjadi permasalahan lama yang sejak kini belum rampung. “Kita mendukung penuh pemerintah,” ungkap Firadz dikonfirmasi, Rabu (9/10). Anggotanya kata Firadz, sebenarnya bukan tidak mau membayar pajak. Melainkan mereka menunggu nominal angka dari pajak yang dikeluarkan. Dengan sistem dan pengenaan pajak yang baru menyebabkan pengusaha reklame harus menunggu berapa besaran pajak dibayarkan. Bukan berarti lamanya membayar itu tidak mau membayar. Dia memahami Badan Keuangan Daerah (BKD) memiliki pekerjaan tidak saja fokus terhadap reklame, tetapi tugas lainnya yang perlu diselesaikan. Konteksnya terhadap dua reklame disegel di perempatan Karang Jangkong dan depan Mataram Mall adalah
reklame sejak lama berdiri. Dan, itu milik salah satu pengusaha yang langsung terintegrasi dengan tokonya dan tidak menjadi anggota ASA, sehingga tidak bisa diintervensi. “Mungkin saya belum jadi pengusaha reklame. Reklame itu sudah berdiri,” ujarnya. Pembekuan izin juga jadi langkah tepat. Titik reklame itu bisa dipergunakan bagi pengusaha reklame lain yang taat membayar kewajiban kepada pemerintah. Di satu sisi, ia juga meminta pemerintah tidak saja fokus pada penarikan pajak. Dengan sistem baru, Pemkot Mataram juga harus memberikan kemudahan kepada pengusaha mempercepat pengurusan izin. Kepala Bidang Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menyampaikan, empat titik pemasangan stiker sebagai sanksi sosial bagi pengusaha reklame telah dipasang pekan kemarin. Dua di antaranya langsung menindaklanjuti dengan membayar lunas tunggakan pajak. Namun, dua lainnya hingga pekan ini belum menindaklanjuti sama sekali. Tunggakan pajak mencapai belasan juta. Sikap tak kooperatifnya pengusaha berimbas terhadap usaha mereka. Amrin mengaku, surat untuk membekukan izin usaha telah diajukan ke pimpinannya untuk dikirim ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. DPMPTSP
akan menindaklanjuti tidak melayani perpanjangan izin bagi dua pengusaha tersebut. “Hari ini suratnya sudah dinaikkan ke meja pimpinan. Rekomendasinya membekukan izin dua pengusaha itu,” tegasnya. (cem)
Halaman 12
HILANG
HILANG
HLG STNK R2 HONDA DR.6561 CC NOKA : MH1JFD217DK417572/NOSIN : JFD2E-141825 AN.ZOHRIAH HLG D’SKTR AMPENAN KOTA MATARAM
HLG STNK R2 SUZUKI DR.5424 LL NOKA/NOSIN : BG414-RH-218176/G415TH218175 AN.ASSAZALI SIBAWAIHI HLG DSKTR KOTA MATARAM
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008
HILANG HLG BPKB R2 HONDA DR.5627 MJ NOKA : MHIJM3118JK695913/NOSIN : JM31E-1693378 AN.NI MADE DWI LARASANTI HLG D’SKTR JL.BRAWIJAYA GG.SARASUTA NO.11 KR SRAYA CAKRANEGARA KOTA MATARAM
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Kamis, 10 Oktober 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Serius Tata Objek Wisata PEMPROV NTB menargetkan 4,5 juta wisatawan kunjungan ke NTB tahun 2020 mendatang. Target pencapaian yang berani dilakukan oleh pemerintah daerah di tengah kondisi daerah yang sedang dalam proses pemulihan pascagempa. Dalam mencapai target kunjungan yang tidak kecil ini, tentu banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah, terutama infrastruktur pariwisata. Terlebih, akibat dampak gempa yang terjadi tahun 2018 lalu, sejumlah objek wisata yang menjadi destinasi favorit dunia harus dibangun lagi dari awal. Selain itu, destinasi wisata utama yang menjadi jualan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata harus dibenahi dan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Jangan sampai permasalahan yang terjadi sekarang ini, misalnya masalah kebersihan di objek wisata yang masih menjadi pekerjaan rumah. Belum lagi, sarana dan prasarana pariwisata, seperti toilet dan akses jalan yang masih dikeluhkan wisatawan. Memang, kalau melihat target kunjungan yang mencapai 4,5 juta wisatawan tahun 2020 mendatang oleh pemda cukup realistis. Belum lagi, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi prioritas pemerintah, khususnya pemerintah pusat melalui Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) segera diselesaikan. Terutama, pembangunan lahan kawasan yang nantinya menjadi lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP. Jika ini tuntas, maka tahun 2021 mendatang, pelaksanaan MotoGP di KEK Mandalika akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB, khususnya dan Indonesia umumnya. Bagaimana tidak, pecinta MotoGP dari beberapa negara di ASEAN, Australia dan negaranegara lain di dunia akan datang menonton. Untuk itu, seperti disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., mulai dari sekarang, persiapan mendatangkan wisatawan dalam jumlah sedikit ini harus dari sekarang dilakukan. Terutama, dari sektor kebersihan, infastruktur, keamanan dan masalah lainnya. Dalam rapat koordinasi pariwisata, Rabu (9/10) wagub menyebut, kunci paling penting dalam mengembangkan pariwisata adalah sinergitas antara pemda dan stakeholders masing-masing sesuai tupoksinya. Ada tugas pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan masing-masing pihak untuk memberikan kontribusi terbaik. Selama ini harus diakui, ada kesan jika pengembangan pariwisata antara provinsi dan kabupaten/kota masih jalan sendirisendiri. Termasuk, dalam pengembangan atau penataan objek wisata di kabupaten/kota yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi terkadang tidak melakukan koordinasi. Akibatnya, pembangunan sarana dan prasarana wisata sering dipermasalahkan oleh kabupaten, sehingga menjadi kendala di lapangan. Melihat peluang pengembangan pariwisata yang cukup besar di masa mendatang dan besarnya perhatian pemerintah pusat ke NTB, maka semua pihak di NTB harus bersatu padu membangun pariwisata. Artinya, pembangunan pariwisata jangan diserahkan ke provinsi atau pusat semata, sementara kabupaten dan kota cenderung pasif mengembangkan objek wisata yang dimiliki. Sebagai contoh, masalah kebersihan dan keberadaan toilet di tempat wisata. Pemerintah kabupaten/kota harus mengalokasikan anggaran untuk penataan ini di APBD-nya masing-masing. Jika nanti dana tidak mencukupi, barulah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar objek wisata dibantu penataannya, sehingga menjadi destinasi favorit kelas dunia. Inilah yang menjadi perhatian serius dalam menata objek wisata di NTB. Jangan sampai target mendatangkan 4,5 juta wisatawan ke NTB tahun 2020 mendatang hanya omong kosong belaka, sementara upaya untuk mencapai target tidak dilakukan dengan serius. Kerjasama dengan banyak pihak harus terus dilakukan, termasuk dengan masyarakat sekitar agar wisata yang berlimpah juga dinikmati oleh mereka. (*)
OPINI
Halaman 14
Pengembangan Listrik Energi Terbarukan di NTB Oleh : RIBUT LUPIYANTO EBAGIAN wilayah Pulau Jawa beberapa waktu lalu mengalami pemadaman listrik massal dan lama tepatnya pada Minggu (4/8). Publik bereaksi keras lantaran tidak bisa beraktivitas seharian. Berhentinya pasokan listrik ini membuat layanan publik terganggu. Fenomena seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi di luar Jawa termasuk NTB. Dunia kelistrikan nasional masih terus mengalami sengkarut pengelolaan. Mulai dari kerugian, korupsi, kerusakan, layanan minimalis, dan lainnya. Tantangan kelistrikan ke depan semakin berat. Ketersediaan bahan baku energi semakin terbatas, sedangkan permintaan terus melonjak. Solusi dan komitmen telah ditetapkan pemerintah yaitu penyediaan pembangkir listrik bersumber energi baru dan terbarukan (EBT). Permasalahan Kelistrikan Tragedi pemadaman listrik yang lama diungkapkan PLN karena terjadi black out atau gangguan di sejumlah transmisi. Gangguan sisi transmisi terjadi di Ungaran dan Pemalang 50 kV serta transmisi SUTET 500 kV. Sedangkan lamanya penanganan disebabkan adanya titik panas saat pendistribusian listrik ke Jakarta dan sekitarnya. Gangguan terdapat pada satu transmisi di arah Cibinong ke Gandul. Energi listrik mempunyai peranan vital dan strategis. Vital terkait hajat hidup orang banyak dan stategis karena menunjang pembangunan nasional. Konsekuensinya, listrik mesti diwujudkan secara andal, aman dan ramah lingkungan. Andal dengan jaminan kontinuitas, serta aman terhadap manusia dan lingkungan. Permasalahan ketenagalistrikan banyak sekali, antara lain ambivalensi regulasi, keterbatasan dana, BPP yang lebih tinggi daripada harga jual, ketidakpastian pasokan sumber energi primer (BBM, gas, batubara), dominasi penggunaan BBM sebagai sumber energi primer, pertumbuhan demand yang lebih tinggi dibanding supply, tantangan geografis, permasalahan pemanfaatan dan lain-lain. Proyeksi kebutuhan listrik pada tahun 2019 mencapai 59.863 MW. Di sisi lain, pemerintah mencanang-
Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA) kan proyek 35.000 MW. Jika proyek tersebut terealisasi, maka akan terpasang 88.585 MW. Kondisi nantinya akan ada sekitar 40 persen kapasitas listrik yang menganggur, Data PLN (2017) menyebutkan bahwa saat ini pelanggan listrik terbagi 34 golongan. Antara lain terdiri dari rumah tangga ada tujuh golongan, bisnis tujuh golongan, golongan sosial sebanyak tujuh golongan, golongan industri tujuh golongan, dan publik ada enam golongan. Jumlah total pelanggan listrik sampai Agustus 2017 mencapai 66 juta pelanggan. Angka ini meningkat dari 50 juta pada tahun 2012. PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp 4,2 triliun. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu perusahaan rugi Rp 6,49 triliun. Laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan, peningkatan kinerja operasi dan keuangan, serta efisiensi. Upaya Pengembangan Upaya PLN masih belum mampu menyelesaikan masalah listrik. Banyak wilayah yang bahkan masih belum tersentuh listrik. Wilayah yang sudah terpasang jaringan juga tidak sedikit yang mesti setiap hari merasakan pemadaman bergilir. Kondisi faktual kelistrikan ini membutuhkan upaya yang cepat dan solutif. Energi terbarukan menjadi solusi yang harus segera direalisasikan. Pemerintah telah berkomitmen dalam Paris Agreement Lewat Capaian Target EBT (energi baru terbarukan) 2025. Komitmen komposisi EBT untuk bauran energi tahun 2025 sebesar 23%, akan dipenuhi melalui PLTA 10,4%, dan PLTP dan EBT lainnya sebesar 12,6%. Untuk memenuhi tercapainya Bauran Energi 23% sesuai dengan kebijakan energi nasional di tahun 2025, Pemerintah telah menerbitkan beberapa kebijakan antara lain: Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Lalu, Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Peru-
RADIO
sahaan Listrik Negara (Persero), serta Kepmen ESDM No. 39 K/20/MEM/ 2019 tentang Pengesahan RUPTL PLN 2019-2028. Melalui RUPTL 2019-2028 PT PLN (Persero), Kementerian ESDM telah menginstruksikan PLN agar terus mendorong pengembangan energi terbarukan. Dalam RUPTL terbaru ini, target penambahan pembangkit listrik dari energi terbarukan hingga 2028 adalah 16.765 MW. Sebanyak 36 pembangkit energi baru terbarukan berkapasitas total 837 MW rencananya akan beroperasi komersial atau commercial operation date (COD) tahun 2019 ini. Pembangkit tersebut terdiri dari 28 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas total 726 MW, 1 pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas 72 MW, 5 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 35 MW, serta 1 pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) dan 1 pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) berkapasitas masingmasing 0,8 MW dan 3,5 MW. Wanhar (2019) mengemukakan bahwa peluang Pengembangan EBT di Indonesia masih terbuka lebar. Beberapa kondisi yang memperlihatkan peluang tersebut antara lain: pertama, rasio elektrifikasi di daerah Timur Indonesia masih bisa ditingkatkan. Kedua, harga solar panel yang akan semakin kompetitif. Ketiga, pembangunan PLTB skala kecil yang cocok untuk daerah kepulauan. Keempat, feedstock (untuk biomass/biogas) masih melimpah di beberapa daerah. Kelima, keterlibatan masyarakat dalam penyediaan feedstock Keenam, penerapan teknologi mesin diesel dengan bahan bakar nabati (BBN). Pengembangan EBT juga menghadapi beberapa tantangan. Seperti BPP di beberapa wilayah Indonesia yang sudah relatif rendah, sehingga harga keekonomian pembangkit EBT umumnya di atas BPP. Beberapa daerah memiliki install capacity yang kecil sehingga pembangkit EBT intermittent (PLTS dan PLTB) hanya mendapatkan porsi/kuota MW yang kecil. PLN mesti menyisihkan angga-
rannya guna pengembangan energi alternatif untuk listrik. Dalam skala nasional, PLN mesti ikut mendukung dan mengupayakan terwujudnya pembangkit tenaga nuklir yang terus mengalami polemik. Energi alternatif ramah lingkungan juga mesti banyak diciptakan terutama di wilayah potensial dan yang sudah terjangkau instalasi listrik PLN. Sumber energi tersebut misalnya mikrohidro, angin, gelombang, bioetanol, panas matahari, panas bumi dan lainnya. Kompleksitas permasalahan mesti diurai secara sistematis dan berkelanjutan. Kebutuhan listrik ke depan mesti dijamin dengan pengembangan listrik berbasis EBT yang masif. Satu tantangan terbesar yang sudah lama diimpikan namun belum terealisasikan adalah pengembangan listrik bertenaga nuklir yang berskala besar, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
POJOK Toilet dan sampah jadi PR pariwisata NTB Masalah klasik yang lamban menemukan solusi
*** Parkir liar di Mataram masih marak Butuh tindakan tegas
***
RAGAM
SUARA NTB Kamis, 10 Oktober 2019
Toilet dan Sampah Jadi PR Pariwisata NTB Dari Hal. 1 Untuk itu, ia mengajak Pemda, baik provinsi dan kabupaten/kota serta stakeholders lainnya harus terdepan untuk masalah kebersihan di destinasi wisata. Wagub mengaku sering ditertawakan oleh orang karena mengurus kebersihan kaitannya dengan bank sampah. Ada yang mempertanyakan itu sebenarnya tugas Gubernur/ Wakil Gubernur atau Bupati. Orang nomor dua di NTB ini menjelaskan masalah lingkungan, sekarang dan ke depannya akan menjadi isu global. ‘’Kalau ‘’surga’’ yang kita tempati ini (NTB, red) kita abaikan kebersihannya. Buang sampah sembarangan, kali-kali isinya sampah seperti sekarang. Kemudian pantai di beberapa tempat kotor. Kalau kita biarkan. Seindah apapun NTB ini tak akan ada yang mau datang. Kalau lingkungannya rusak, banyak sampah plastik,’’ katanya mengingatkan. Wagub memberikan contoh seperti di negara tetangga Australia. Seperti destinasi wisata di Perth Australia, mampu menarik orang untuk berkunjung meskipun jualannya hanya tempat yang ada bebatuan saja. Namun di sana, toiletnya bersih dan harum. Meskipun tempatnya jauh, tetapi ada saja wisatawan yang datang. ‘’Begitu masuk toilet, bersih, harum, aksesnya bagus. Orang nyaman, padahal yang dinikmati hanya batu-batu,’’ kata Wagub. Untuk itu, ia menekankan agar masalah kebersihan di destinasi wisata, harus menjadi perhatian kabupaten/ kota. Ia mengatakan, penataan destinasi wisata merupakan tugas kabupaten/kota.
Tugas provinsi adalah melakukan promosi, mengupayakan pembukaan penerbangan langsung (direct flight). ‘’Jangan ada pikiran, destinasi itu tugas provinsi. Itu tugas kabupaten/ kota. Sehingga tak boleh lagi ke depan, toilet diurusin provinsi,’’ tegasnya. Rohmi mengatakan, toilet yang bersih dan destinasi yang bebas dari sampah harus bisa diwujudkan. Ia yakin, pasti ada cara yang bisa dilakukan kabupaten/kota untuk memanage destinasi wisata apabila ada kemauan. ‘’Kadang-kadang kita malu menunjukkan kekurangan kita. Ini jadi tanggung jawab kita semua,’’ katanya. Apabila masalah kebersihan di destinasi wisata bisa dibenahi. Wagub optimis target angka kunjungan wisatawan tahun 2020 sebesar 4,5 juta orang bukan mimpi. Tetapi dapat diwujudkan dan NTB bisa mencapai target tersebut. Untuk itu, ia meminta Pemda kabupaten/kota dan stakeholders terkait lainnya bergerak dengan kecepatan yang sama. Dalam Rakor tersebut diharapkan ada rumusanrumusan yang konstrukstif untuk pengembangan sektor pariwisata NTB ke depan. ‘’Setiap kabupaten/kota petakan destinasi. Yakinkan semua destinasi aman, bersih, nyaman. Nanti provinsi men-support, apalagi pusat juga. Kemudian ada peran Asita, GIPI. Insya Allah, 4,5 juta wisatawan dapat dicapai dengan baik,’’ tandasnya. (nas)
KPK Periksa Aset Bermasalah Dari Hal. 1 Entitas yang dilibatkan seperti Inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). ‘’Benar ada tim turun. Sebelumnya kami sudah uji coba di Pulau Lombok. Ternyata hasilnya positif,’’ kata Koordinator Wilayah V KPK, Dzakiyul Fikri kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Pola pemeriksaan dan supervisi di Pulau Sumbawa sama dengan penerapan sebelumnya. Dilibatkan juga Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemda setempat, baik Bupati maupun Walikota. Agar punya kesamaan persepsi tentang aset bermasalah, retribusi dan pajak yang macet dan merugikan daerah. ‘’Alhamdulillah, dalam proses ini, kami didukung Pemda dan APH setempat,’’ pujinya. Pola penanganan dan pemeriksaan aset di Pemprov NTB maupun kabupaten/kota di Pulau Lombok sebelumnya, diawali dengan pendataan aset aset bermasalah. Seperti Pemprov NTB yang mengungkap soal lahan 45 hektar di Gili Trawangan namun tidak maksimal dikelola pihak ketiga dan cenderung merugikan daerah. Selain itu dipaparkan juga soal pajak dan retribusi hotel hingga restoran yang macet mencapai miliaran rupiah. Masalah itu diungkapkan Pemda Lombok Barat. Pola atensinya pun sama, dengan merekomendasikan penyelesaian administrasi dan pidana. Selain dari Pemprov NTB, sengkarut masalah aset juga diterima dari Inspektorat atau Pemda kabupaten dan kota di NTB. Laporan dan masukan ini menjadi catatannya, seperti aset bergerak maupun aset tidak bergerak.
Selain di Sekretarit DPRD NTB soal aset berupa tiga mobil yang masih dikuasai mantan anggota dewan, banyak ditemukan pengemplang aset lainnya di tingkat kabupaten dan kota. Aset berupa motor, rumah dan dalam bentuk lain dikuasai oknum pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk para mantan anggota parlemen. Seharusnya, kata Fikri, aset itu dikembalikan ke Pemda tanpa harus diminta. KPK melihat ada sikap tidak kooperatif, sehingga akan jadi atensi diawali dengan permintaan data kepada masing masing Pemda. ‘’Nanti setelah peroleh data itu, kami akan klarifikasi. Kalau ada kesengajaan dia membawa, kalau tidak ada itikad baik, kita lihat unsur pidananya,’’ jelas Fikri. Selain soal aset, rekapitulasi pajak dan retribusi juga sedang jadi atensi karena masih banyak yang macet di tingkat pengusaha. Baik itu di pajak retribusi hotel, restoran, maupun tempat hiburan. Penerimaan ini harus dimaksimalkan untuk capaian target pemda. Dalam upaya ini, sekali lagi disampaikannya KPK tidak berjalan sendiri. Menggandeng Inspektorat untuk suplai data dan informasi aset dan retribusi macet. Selain itu Kejaksaan Tinggi NTB dengan kewenangan non litigasi dan litigasi. Tidak menutup kemungkinan, KPK juga akan merekomendasikan kepada Pidsus Kejati NTB untuk temuan temuan kasus pajak dan aset daerah. (ars)
NTB Diadopsi Nasional Dari Hal. 1 Saat paparan di hadapan Presiden RI Joko Widodo Selasa (8/10) lalu, jendral TNI bintang empat itu merekomendasikan pola- pola relokasi yang pernah dilakukan pascagempa di NTB ditiru. Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik mengutip penjelasan Kepala BNPB, bahwa proses relokasi melibatkan unsur TNI dan Polri, sebagaimana dilakukan pemerintah saat menangani bencana gempa di Lombok dan Sumbawa, sebagaimana arahan Wakil Presiden (Wapres) RI H. Jusuf Kalla. ‘’Sesuai dengan arahan Bapak Wapres juga pada saat rapat yang lalu di Kantor Wapres, supaya polanya mengikuti pola yang dilakukan NTB, yaitu melibatkan unsur TNI dan Polri,’’ kata Ahsanul Khalik Rabu (9/10) mengutip penjelasan Doni Monardo. Selain pola sinergitas dengan TNI Polri, Ahsanul Khalik juga menjelaskan at-
ensi nasional setelah mencermati penanganan pascagempa di NTB. Dimana dalam perjalanan kerja masa transisi rehab rekon, pola penanganan dampak gempa dibagi dalam kategori rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Dengan dasar ini kemudian ditentukan distribusi anggaran pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) untuk berbagai tipe disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sebelum pembangunan, diawali dengan seleksi dan tanda tangan Pakta Integritas kepada Aplikator, ditindaklanjuti dengan pembentukan Pokmas. Dalam perjalanan pekerjaan, diawasi fasilitator Sipil dan TNI. Pada kesempatan sama, Kepala BNPB juga melaporan terkait perkembangan penanganan bencana di Sulawesi Tengah, Maluku, termasuk di NTB untuk fase rehab rekon. (ars)
Halaman 15
Kajati Keluarkan Sprintgas Penyelidikan Bank Sampah Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Tinggi NTB mulai membuka penyelidikan kasus dana hibah bank sampah, ditandai dengan diterbitkan surat perintah tugas (sprintgas) penyelidikan. Sprintgas dikeluarkan sesuai disposisi Kajati NTB Arif, SH.,MM. Menurut juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH,MH, sprintgas tersebut dikeluarkan setelah melalui telaah dokumen pelapor dana bank sampah. Dari kajian awal, memenuhi syarat untuk dilakukan penyelidikan awal dengan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (Puldata Pulbaket). ‘’Surat perintah tugas sudah terbit, jadi kami sudah bisa
mulai penyelidikan awal,’’ katanya ditemui di ruangannya, Rabu (9/10). Penyelidikan awal akan dilakukan tim Intelijen Kejati NTB setelah mendapat disposisi Kajati NTB. Setelah terbit surat tugas, langkah awal adalah pembentukan tim dilanjutkan dengan pemanggilan saksi saksi. ‘’Pekan depan, kami sudah mulai pemanggilan saksi-saksi,’’ ujarnya. Demi kerahasiaan penyelidikan, Dedi enggan menyebut siapa saksi di tahap awal yang akan dipanggil. ‘’Intinya saksi saksi yang terkait dengan penggunaan dana hibah itu,’’ ujarnya. Para saksi sudah dilakukan pemetaan awal peran sesuai
tugas dan fungsinya dalam pengerjaan proyek untuk mendukung program Zero Waste Pemprov NTB itu. Direktur Pt. Bank Sampah Bintang Sejahtera, Syawaluddin sebelumnya membantah ada masalah pada penggunaan dana hibah Rp1,5 miliar untuk kelompok masyarakat pengelola sampah. Terkait penggunaan dana Rp1,5 miliar tahun 2018 itu, sudah disalurkan ke 50 kelompok bank sampah se Pulau Lombok. Bahkan program diklaim berjalan hingga tahun 2019 untuk ekspansi kelompok ke Pulau Sumbawa. Demi memastikan bantuan sudah clear, pihaknya juga
sudah diperiksa Inspektorat Provinsi NTB. Dalam proses audit, tim Inspektorat yang turun ke lapangan didampingi langsung manajemen Bank Sampah. Satu per satu kelompok penerima disasar dan dimintai keterangan hingga tuntas ke kelompok penerima. Dalam proses audit ini, rupanya Inspektorat menyasar bantuan tahun 2019. Nilai anggaran yang disalurkan mencapai Rp2,5 miliar. Pada kesempatan tersebut Syawaluddin mengklarifikasi tudingan indikasi masalah dengan modus bantuan fiktif, sebagaimana laporan Mohammad Fihiruddin. Ditegaskannya, item bantu-
an peralatan, sarana dan prasana, termasuk dana pembinaan sudah tersalurkan sesuai mekanisme dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB. Program pembinaan ke seluruh kelompok ini masih terus berjalan. Dipastikan Syawaluddin, Bank Sampah bahkan hingga kini berkembang. Dia juga menyarankan agar klarifikasi langsung kepada para ketua kelompok agar mendapatkan informasi detail soal bantuan yang disalurkan. Di tingkat masyarakat saat ini, sambung dia, kesadaran dan kemampuan pengolahan sampah sudah berkembang melalui komunitas Bank Sampah. (ars)
BPBD NTB Perbaiki Talud Jalan Jebol di Pusuk
Mataram (Suara NTB) Perbaikan talud jalan yang jebol di Pusuk Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan diperbaiki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. BPBD sedang mengajukan anggaran sebesar Rp600 juta yang bersumber dari belanja tidak terduga untuk memperbaiki talud jalan jebol yang mendapatkan perhatian banyak pihak tersebut. Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi Rabu (9/
10) siang mengatakan sudah melapor ke Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si. Gubernur memerintahkan agar perbaikan talud jalan yang jebol di wilayah Pusuk KLU tersebut segera dikerjakan. “Kita ajukan sesuai prosedur pengajuan biaya tak terduga. Dari hitungan Dinas PU (dibutuhkan) hampir Rp600 juta. Saya lapor ke pak Gubernur. Pak Gubernur bilang kerjakan saja segera,” kata Khalik. Tetapi tentu, kata Khalik, pengerjaan perbaikan talud
jalan yang jebol akibat bencana itu harus memenuhi prosedur administratif dan regulatif dengan baik. Supaya tidak menjadi permasalahan di kemudian hari. “Maka harus ajukan dulu ke Pak Sekda soal anggarannya. Kalau Pak Sekda sudah ACC (setuju), walaupun nanti duitnya belakangan. Kita bisa kerjakan,” imbuhnya. Khalik mengatakan jangan sampai BPBD mengerjakan sesuatu akibat bencana. Tetapi menjadi bencana bagi BPBD di kemudian hari. Seh-
ingga prosedur administrasi dan regulasi akan dipenuhi dengan baik sebelum melakukan perbaikan di lapangan. “Saya nunggu jawaban dari Pak Sekda. Kita hanya butuh Rp600 juta. Nanti akan diperkuat taludnya sama pengerukan,” tandas Khalik. Terpisah, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM menjelaskan perbaikan talud jalan yang jebol di Pusuk KLU ditangani BPBD NTB. Karena talud tersebut rusak akibat bencana alam. Bupati KLU
sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa talud jalan tersebut rusak akibat bencana alam. Surat rekomendasi inilah yang akan menjadi dasar untuk pengajuan anggaran dana tak terduga untuk memperbaikinya. Termasuk juga menunjuk rekanan yang akan melakukan perbaikan talud tersebut. “Bukan Dinas PU yang menangani penanganan daruratnya. Sudah ada koordinasi, tadi pagi rapat dengan BPBD. Data teknis sudah kita kasih ke BPBD,” tandasnya. (nas)
Lima Calon Sekda Jalani Tes Kesehatan, Kejiwaan dan Bebas Narkoba Dari Hal. 1 Sebanyak lima peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagai calon Sekda NTB oleh Pansel JPT Madya Pemprov NTB. Kelimanya adalah Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si, Kepala Distanbun NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si, Kepala Bappenda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dan Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP. Ke lima peserta yang lulus
seleksi administrasi tersebut sesuai dengan hasil seleksi yang dilakukan Pansel JPT Madya. Pansel telah mengumumkan ke lima peserta yang lulus seleksi administrasi sesuai pengumuman No.821.2-1/1472/BKD/ 2019 tanggal 8 Oktober 2019. Setelah menjalani tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba, selanjutnya pada Kamis dan Jumat, 10-12 Oktober, ke lima calon Sekda akan mengikuti tes uji kompetensi manajerial/psikologi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD)
Provinsi NTB. Sesuai jadwal yang telah disusun Pansel, penulisan makalah pada 15 Oktober. Presentasi dan wawancara pada 16-17 Oktober. Selain itu, penelusuran rekam jejak dilakukan sejak 8 - 17 Oktober. Dan penetapan hasil seleksi pada 18 Oktober. Selanjutnya penyampaian laporan Pansel kepada Gubernur pada 19 Oktober 2019. Dalam seleksi Calon Sekda NTB, Pansel telah membuat instrumen penilaian. Pertama, penilaian persyaratan administratif dengan bobot 20 persen.
Pansel melihat kepangkatan pelamar calon Sekda. Jika pangkatnya pembina utama (IV/ e) skornya 30, pembina utama madya (IV/d) skornya 20 dan pembina utama muda (IV/c) skornya 10. Kemudian dalam instrumen penilaian ini juga dilihat pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Untuk yang sudah Diklatpim I skornya 20 persen dan Diklatpim II/Fungsional Utama skornya 15. Sementara jika dilihat pendidikan, untuk doktor skornya 20, magister 15 dan sarjana 10.
Pansel juga akan melihat riwayat jabatan calon Sekda. Apabila pernah menduduki 3 jabatan struktural eselon II maka skornya 20, jabatan fungsional tingkat utama 5-9 tahun skornya 15 dan jabatan fungsional tingkat utama 2-4 tahun, skornya 10. Kedua, instrumen penilaiannya adalah penulisan makalah bobotnya 20 persen. Ketiga, tes kompetensi manajerial/psikologi/assessmen bobotnya 25 persen. Dan terakhir, presentasi dan wawancara bobotnya 35 persen. (nas)
OPD Terus Berbenah dalam Pengawalan Inspektorat Dari Hal. 1 Pihak Dinas PUPR terus berupaya mengintensifkan pengawasan internal dan menanamkan integritas kepada seluruh ASN. ‘’Keterbukaan ke publik, pendistribusian pekerjaan merata sampai bawah. Kemudian tentu integritas ini sangat penting ditanamkan ke semua pegawai. Kemudian sistem pengawasan internal yang diintensifkan,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (9/10) siang. Untuk pencegahan korupsi, Azhar mengatakan, banyak hal yang dilakukan. Antara lain saling kontrol satu sama lain. Kemudian menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sehingga semua yang dilakukan berjalan sesuai apa yang ditetapkan. Untuk kanal pengaduan, Azhar mengatakan sudah disiapkan sejak lama. Bagi masyarakat yang mempunyai pengaduan dapat melaporkan langsung ke website pu.go.id. Masyarakat juga bisa menyampaikan lewat SMS Center Pemprov NTB dan aplikasi NTB Care. ‘’Kita memang untuk pengaduan begitu, kita harus respons cepat,’’ katanya. Disinggung mengenai wilayah yang berpeluang terjadi pungli, Azhar mengatakan, semua transaksi berpeluang. Tetapi peluang-peluang terjadinya pungli dapat diminimalisir dengan membuat aplikasi. Sehingga pihak berkepentingan tidak saling bersentuhan. Ke depan pihaknya berharap Inspektorat terus melakukan pendampingan terkait Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Azhar menambahkan, berkat
upaya pengawasan internal dan eksternal yang dilakukan, Dinas PUPR sudah menjadi percontohan di Indonesia untuk pengerjaan proyek PRIM di tingkat nasional. Bahkan sekarang, NTB dipercaya Bank Dunia untuk program Indonesia Tourism Development Project (ITDP). ‘’Bahkan DAK Fisik sudah pakai sistemnya Dinas PU, yaitu reimburse. Karena pengawasan internal dan eksternal cukup ketat. Sehingga kualitas pekerjaan, alhamdulillah bagus,’’ tandasnya. Dikes Fasilitasi Keluhan Pembenahan juga dilakukan Dinas Kesehatan. “Dari SPI itu mereka melihat apa yang kita kerjakan selama ini. Sejauh mana kita mendeteksi kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP dan apa yang kita lakukan untuk pencegahan,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH, kepada Suara NTB, Rabu (9/10) di Mataram. Diterangkan Dewi, sampai saat ini Dikes NTB merupakan OPD teknis yang hanya memiliki dua pelayanan publik, yaitu untuk penerbitan izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikerjakan secara daring. ‘’Karena itu kami tidak punya petugas khusus,’’ ujarnya. Sampai saat ini Dikes NTB memanfaatkan situs daring yang dimiliki Dikes NTB dan NTB Care yang disediakan Pemprov NTB untuk mengakomodir laporan masyarakat. Hal itu terutama menyangkut laporan masyarakat atas dugaan salah prosedur, maladministrasi, ataupun kemungkinan gratifikasi di beberapa lembaga yang berhubungan dengan Dikes NTB. Dikes NTB sendiri selalu me-
neruskan dan berusaha memfasilitasi keluhan yang diterima baik melalui situs dari Dikes NTB maupun NTB Care dengan langsung menelusuri ke lembaga terkait. ‘’Yang paling risiko gratifikasi adalah di pelayanan publik langsung. Karean itu wilayah bebas korupsi dimulai dari rumah sakit. Pengendalian kita seperti itu,’’ ujar Dewi. Ditegaskan Dewi, Dikes NTB serta seluruh stakeholder maupun lembaga yang berhubungan dengan kesehatan telah menerapkan dan berusaha menjalankan Zona Integritas. Karena itu, pengaduan masyarakat yang merasa diragukan oleh tindakan tertentu menjadi atensi tersendiri. ‘’Seluruh aduan itu kita bantu untuk menyelesaikan,’’ ujarnya. Walaupun begitu, dengan diterapkannya sistem daring pengaduan yang diterima Dikes NTB disebut berkurang pesat hingga 99 persen pada satu tahun terakhir. ‘’Hasil survei dahulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Di sisi kesehatan, hal-hal yang kira-kira mengarah ke gratifikasi (juga) sudah diatur Kemenkes, mana yang boleh dan mana yang tidak,’’ ujar Dewi. Selain itu, peran Aparan Pengawas Intern Pemerintah (APIP) seperti Inspektorat NTB dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) disebut sangat membantu untuk mewujudkan integritas. ‘’Kalau kita ada tender-tender yang bisa kita konsultasikan dengan TP4D. Kalau ada masalahmasalah yang ingin kita tanyakan kita akan bertanya pada Inspektorat,’’ ujar Dewi. Diterangkannya, sampai saat ini Dikes NTB selalu melibatkan Inspektorat, sekaligus menerima
beberapa pelatihan dan sosialisasi yang menunjang pemahaman tentang pentingnya integritas. “Kalau ada masalah apa yang kita ragu, kita (selalu) konsultasikan ke Inspektorat selaku APIP. Karena amanah dan tanggungjawabnya ke sana,” pungkasnya. Terus Perbaiki Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berkontribusi untuk penilaian persepsi pencegahan korupsi. Jauh sebelum Survei Penilaian Integritas (SPI), RSUP sudah ditetapkan jadi percontohan Zona Integritas (ZI) kemudian meningkat menjadi zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK). ‘’Kanal pengaduan jika ada indikasi tindak pidana korupsi sudah kita buka, termasuk melalui SMS Center. Ruang ruang pengaduan dan tata cara sudah disiapkan manajemen sehingga mudah diakses masyarakat,’’ kata Kepala Sub Bagian Humas RSUP NTB, Solikin, SKM kepada Suara NTB, Rabu (9/10). Pihaknya sangat menyambut baik ketika sejumlah OPD lainnya menjadi sasaran SPI Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan jauh sebelumnya perangkat perangkat antikorupsi sudah disiapkan sebagaimana disebutkan, sebagai ruang pengaduan masyarakat untuk evaluasi dan perbaikan internal. Ia optimis dengan pencapaian pada ZI dan WBK sebelumnya, RSUP NTB akan naik menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Selama ini Inspektorat Provinsi NTB terus melakukan pendampingan untuk tercapainya tujuan
WBBM demi pelayanan terbaik untuk masyarakat. Berbagai cara, seperti asistensi, catatan perbaikan setiap monitoring dan evaluasi (Monev). Hasil Monev itu ditindaklanjuti dengan perbaikan jika berkaitan dengan pelayanan. ‘’Jadi manajemen terus ikhtiar bersama Inspektorat demi memenuhi ekspektasi publik sesuai rekomendasi Inspektorat, sejumlah langkah dilakukan,bahkanmengarahpada terobosan,’’ katanya. Disebutkan Solikin, seperti menambah loket antrian khusus untuk penyandang disibalitas, khusus untuk lansia, bahkan disediakan klinik khusus. RSUP juga menuju rumah sakit ramah anak, dengan menempatkan anak anak di pojok bermain, sehingga mengurangi kesan rumah sakit. Disediakan juga rumah singgah untuk pasien jauh di luar Pulau Lombok, khususnya yang tidak mampu. Rumah singgah untuk tinggalsementarauntukpendamping yang membawa pasien. Salah satu rekomendasi Inspektorat adalah pelayanan dan akses cepat dengan adaptasi ke teknologi informasi. Ini juga sudah dilakukan dengan membuka pendaftaran online, bisa lewat website untuk peserta BPJS. Hanya tinggal verifikasi, begitu masuk ke RUSP, tidak lagi antre. “Kami memangkas durasi antrean, sehingga pasien tidak terlalu lama antre,” ujarnya. Aplikasi RSUP NTB dapat diunduh pada play store. Dengan akses aplikasi itu, keluarga atau calon pasien dapat mengakses informasi tentang bad management system. “Di sana bisa diakses informasi berapa jumlah kamar yang tersedia. Jadi sekarang kita usahakan semua berbasis internet,” pungkasnya. (nas/bay/ars)
Dana RTG Mengendap Rp381 Miliar Dari Hal. 1 Duit sudah di daerah tapi belum digunakan,’’ kata Harmensyah dikonfirmasi usai rakor Percepatan Pembangunan dan Perbaikan Rumah Rusak Akibat Bencana Gempa Bumi di NTB, di Mataram, Rabu (9/10) siang. Ia menyebutkan, total dana yang sudah ditransfer pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan rumah korban gempa di NTB sudah mencapai Rp5,2 triliun. Namun masih ada dana yang masih men-
gendap di rekening masyarakat sekitar Rp381 miliar. ‘’Ada Rp381 miliar masih ada di rekening masyarakat yang mengendap. Harus digunakan, jangan diendapkan,’’ katanya. Ia juga meminta Pemda agar segera menyampaikan hasil verifikasi dan validasi data tambahan masyarakat yang akan menerima bantuan pembangunan dan perbaikan RTG. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi kemudian di-SK-kan oleh bupati/walikota. Agar masyarakat segera
mendapatkan dana bantuan. ‘’Sebenarnya di awal-awal (tahun) pendataan itu harus selesai. Ini sudah di akhir (tahun) masih pendataan. Ini yang perlu dilakukan percepatan,’’ katanya. Penggunaan dana bantuan harus selesai 25 Desember mendatang. Sehingga, BNPB meminta data-data anomali dan data tambahan harus selesai verifikasi dan validasinya dalam seminggu. ‘’Kita turunkan Inspektorat mengecek. Dan bersama daer-
ah melakukan konfirmasi terhadap pendataan itu. Supaya langsung divalidasi, langsung disahkan bupati. Kami ingin masyarakat segera dapat rumah. Jangan lewat tahun lagi,’’ harapnya. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengatakan sebenarnya dana sebesar Rp381 miliar tersebut bukan mengendap. Tetapi, ada data anomali yang diperintahkan oleh Sestama BNPB agar segera ditarik ke rekening BPBD.
Kemudian ditransfer ke data yang berhak menerimanya yang sudah direview oleh Inspektur Utama (Irtama) BNPB. ‘’Yang data anomali dan punya catatan dari Irtama BNPB, ndak boleh. Kabupaten/kota sudah mengajukan data anomali ke BNPB. Kemudian dari situ ada catatan-catan dari BNPB. Terhadap yang diberikan itu, tidak boleh dieksekusi. Tetapi terhadap yang ada catatannya dan duitnya ada di daerah, silakan itu dieksekusi,’’ jelas Khalik. (nas)
Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG Dari Hal. 1 Penetapan tersangka tinggal menunggu waktu. Apabila ditemukan dua alat bukti, maka Polda akan segera menetapkan tersangka. Termasuk juga, kata Azas, pihaknya sedang memburu aplikator yang mengerjakan pembangunan RTG di Desa Jero. Karena pembangunan
RTG belum selesai, aplikatornya sudah kabur. ‘’Uangnya sudah diambil, (dia) kabur. Itu dalam pengejaran,’’ ungkapnya. Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama Tim Pengendali Kegiatan (TPK) sudah melakukan identifikasi ap-
likator nakal. Datanya sudah disampaikan ke aparat penegak hukum dalam hal ini Polda NTB. ‘’Tadi, dari Polda menjelaskan lima kasus sedang dilakukan penyelidikan. Saya malah minta ke Polda segera saja ada tersangkanya,’’ kata Khalik. Ia menyebut kasus aplikator nakal ini ada di Lombok Utara, Lombok Barat, Lom-
bok Timur dan Sumbawa. Namun, untuk kasus aplikator nakal yang ada di Sumbawa sudah selesai. 47 unit RTG yang sempat ditinggalkan aplikator PT. HMP kini sudah diselesaikan. ‘’Tinggal yang ada ini di KLU, Lotim dan Lobar. Yang bawa kabur itu sudah DPO. Bahkan ada di Lombok Utara, dia hampir 700 KK, tapi be-
lum selesai bangunannya, orangnya hilang,’’ kata Khalik. Dari 700 unit RTG tersebut, kata Khalik ada yang sudah jadi. Tetapi ia tak menyebutkan jumlahnya. Terhadap RTG belum jadi yang ditinggalkan aplikator, ada yang difasilitasi oleh fasilitator untuk diselesaikan pengerjaannya menggunakan sisa material yang ada. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Kamis, 10 Oktober 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Aruna ’’Seaview Restaurant’’
Tempat Kongko Pilihan Keluarga
Giri Menang (Suara NTB) – Setelah sempat tutup selama beberapa waktu, Aruna Senggigi Resort dan Convention kembali membuka Aruna Seaview Restaurant yang selama ini menjadi ikon tempat makan dengan nuansa pinggir pantai andalan. Menghadirkan beberapa menu baru, restoran tersebut membawa semangat untuk menjadi tempat pilihan, tidak hanya bagi keluarga, namun bagi generasi muda yang mencari pengalaman baru. Direktur Teknis Aruna Senggigi, Linggom Siahaan, menerangkan bahwa Aruna Seaview Restaurant dikenal sebagai fasilitas restoran milih Hotel Graha Senggigi. Hadir dengan bangunan yang lebih baru, Aruna Seaview Restaurant berusaha menjawab keinginan pelanggan yang mencari lokasi untuk menghabiskan waktu untuk bercengkrama sembari makan di pinggir pantai. “Pelanggan rata-rata menanyakan Aruna punya pantai tidak ya. Padahal sebenarnya kita punya pantai,” ujarnya ketika ditemui di acara peluncuran ulang Aruna Seaview Restaurant, Selasa (8/10). Linggom menerangkan pilihan makanan yang ditawarkan Aruna Seaview Restaurant terangkum dalam pilihan-pilihan menu yang baru.
“Kita menyediakan pilihan-pilihan menu yang diminati oleh market (pasar), kemudian secara pelayanan juga kita cenderung lebih lite (cepat),” ujar Linggom. Untuk itu Aruna Seaview Restaurant berusaha memfasilitasi kebutuhan keluarga maupun generasi muda dengan menghadirkan beberapa paket menu seperti Indonesia Breakfast, American Brakfast untuk sarapan pagi yang dimulai sejak pukul 07.00-10.00 Wita. Paket tersebut dibandrol mulai dari Rp68 ribu saja. Selain itu, ditawarkan juga menu tradisional seperti pecel, tahu gimbal, dan berabgai jenis sup dan kudapan yang dapat memenuhi selera nusantara. Harga yang dipatok berkisar antara Rp35 ribu sampai dengan Rp85 ribu. Ada juga
paket Chinese Food yang bisa menjadi pilihan lainnya. Sedangkan untuk minuman, disediakan berbagai jenis teh, kopi, smoothies, jus, mocktail, dan lain-lain yang dibandrol dari mulai Rp28 ribu. “Anak-anak muda, pasanganpasangan muda, yang biasanya mencari tempat nongkrong dan butuh makanan lebih fresh dan lite kita coba fasilitasi di sini,” ujar Linggom. Untuk menikmati matahari terbenam, Aruna Seaview Restaurant juga menyediakan paket lunch yang dimulai pada pukul 12.00-17.00 Wita. “Itu untuk yang mau makan siang, sekedar minum, jajan sore menikmati sunset,” sambugnya. Senada dengan itu General Manager (GM) Aruna Senggigi, Weni Kristanti, menerangkan pi-
haknya sangat memiliki semangat yang tinggi untuk menjadikan Aruna Seaview Restaurant sebagai salah satu pilihan masyarakat dari berbagai kalangan. “Aruna Seaview Restaurant ini sempat berjaya ketika Aruna masih menjadi Graha Hotel. Spirit (semangat) ini yang akan kita angkat kembali salah satunya dengan menghadirkan menu-menu andalan,” ujarnya ketika ditemui di tengah-tengah kegiatan. Terkait usaha menyasar pasar generasi muda, Weni menerangkan pihaknya telah menyiapkan Aruna Seaview Restaurant menjadi lokasi kongko yang menarik dengan harga yang kompetitif. “Karena itu kita menghadirkan pilihan menu dengan range harga yang bersahabat, mulai dari Rp30 ribu,” ujarnya. Diterangkan Weni dengan suasana yang nyaman khas tepi pantai, Aruna Seaview Restaurant dapat memberikan pengalaman yang berada diluar kebiasaan yang ditawarkan di tempat lain. Selain itu, setiap Sabtu malam dihadirkan juga pertunjukkan musik yang menemani kegiatan barbeque yang ditawarkan dengan harga bersahabat. “Setiap hari Sabtu kita ada life music. Juga ada paket Rp98 ribu untuk all you can eat,” pungkasnya. (bay)
Kafilah Tuan Rumah Dominasi Babak Final
MTQ Dongkrak Penghasilan Pedagang Kecil Giri Menang (Suara NTB) – Antusiasme masyarakat Lombok Barat selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII sangat tinggi. Hal ini terliat kehadiran warga selama perhelatan MTQ ini begitu tinggi. Hampir setiap malam, mulai dari pembukaan hingga malam final (Selasa malam red), warga memadati lapangan becingah untuk menonton penampilan para qori’ dan qoriah dari 10 kabupaten/kota. Banyaknya warga yang menyaksikan MTQ ini membawa manfaat tersendiri bagi para
pedagang kecil yang berjualan di lokasi tersebut. Semenjak MTQ digelar, penghasilan pedagang meningkat. Tak itu saja, kehadiran warga ini juga menjadi penyemangat bagi qori’ dan qoriah yang bertanding. Pada babak final, tuan rumah mampu menjadi finalis disemua mata lomba. Pantauan Koran ini pada malam final di lapangan Bencingah Selasa kemarin, warga tampak memadati areal lapangan. Ribuan warga menonton penampilan para qori’ dan qoriah cabang tilawatil qur’an.
Tunggakan Klaim BPJS di RSUD Tripat Tembus Rp10 Miliar Giri Menang (Suara NTB) – Tunggakan piutang klaim BPJS di RSUD Tripat Lombok Barat (Lobar) menembus angka Rp10 miliar lebih. Kondisi ini menyebabkan pihak rumah sakit kebingungan untuk membiayai pelayanan terhadap pasien. Piutang klaim BPJS, sejak empat bulan terakhir (Mei-Agustus). Dirut RSUD Tripat, drg Arbain Ishak mengaku kalau klaim yang belum dibayar mencapai Rp10 miliar lebih. “Hampir Rp10 miliar klaim belum dibayar ini,” tegas dia. Rinciannya, klaim untuk bulan Mei sebesar Rp Rp3,7 miliar lebih, bulan Juni Rp3,1 miliar lebih, bulan Juli Rp4 miliar lebih dan Agustus Rp4,1 miliar lebih. Pihaknya sudah mengajukan klaim ke BPJS, termasuk klaim bulan Agustus. Bahkan sebagian pengusulan bulan September sudah disiapkan. Sementara itu, dari pihak BPJS Kesehatan mengatakan, pihak BPJS kesehatan tidak pernah terlambat dalam membayar klaim BPJS yang diajukan oleh mitra, dalam hal ini pihak rumah sakit Tripat Gerung. Jarak waktu pembayaran klaimnya setelah diajukan paling lama 15 hari setelah berkas yang diajukan lengkap. “Kalau klaim pembayaran lebih dari 15 hari, kami di BPJS yang kena denda,” ujar I Wayan Mastika, Kepala Kantor Cabang BPJS Lobar, melalui Humas BPJS Mataram. Saat ini pihak rumah sakit sudah mengajukan berkas klaim hanya sampai bulan Juli. Untuk bulan Mei-Juni sudah dibayarkan beberapa waktu lalu. Untuk pembayaran klaim bulan Juli sekarang dalam proses antrian pembayaran. “Kalau yang kami terima hanya baru sampai bulan Juli, bagaimana mau dibayarkan bulan yang lain,” ungkapnya. Untuk pembayaran klaim, pihak BPJS memiliki sistem SCF (Dana Talangan dari pihak Bank). Untuk di RS Gerung sudah mengikuti program SCF melalui bank BRI. Tujuan agar operasional rumah sakit tidak terganggu ketika dana dari BPJS belum siap. ‘’Klaim bulan Mei-Juni sudah dibayarkan melalui SCF,” katanya. Untuk bulan Juli, sekarang ini masih diproses karena pihak BPJS baru menerima pengajuan dari pihak rumah sakit. Menurut dia ada keterlambatan dari pihak rumah sakit mengajukan klaim. Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj Nurul Adha mengatakan akan melakukan kajian khusus terhadap kerugian yang dialami oleh pihak RSUD Tripat. Dari informasi yang diterima, kerugian yang diderita oleh pihak rumah sakit karena dana bansos sudah habis, dan ada tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan sampai saat ini sekitar Rp10 miliar. Hj Nurul Adha menuturkan, dari hasil pendalaman materi yang sudah dilakukan di tingkat bawah, pihaknya menyangsikan kalau pembayaran klaim BPJS karena kesalahan BPJS kesehatan. Karena dari hasil imformasi yang diterima dari sejumlah Puskesmas yang ada di Lobar, Puskesmas mengaku mereka tidak ada yang pernah telat dibayarkan klaimnya oleh pihak BPJS. “Saya tanya ke puskesmas, mereka ngaku tidak pernah telat dibayarkan klaimnya,” tuturnya. Dari informasi ini, pihaknya menduga ada masalah yang ada di manajemen rumah sakit Tripat ini, karena sekelas Puskesmas saja tidak pernah telat dibayarkan klaimnya, asalkan klaim diajukan setiap bulan tepat waktu. Karena sekarang ini semuanya sudah online, mau pengajuan klaim sudah online juga. “Masak pegawai di puskesmas, lebih hebat dari pada rumah sakit,” tegasnya. Pihaknya akan mencari tahu kenapa pembayaran klaim ini sering terlambat, dengan meminta klarifikasi ke pihak BPJS. Kalau masalahnya karena pihak rumah sakit yang terlambat dalam mengajukan klaim, maka kesalahan ada di pihak rumah sakit, kenapa mereka lambat dalam mengajukan klaim. Karena dari Puskesmas bisa cepat atau normal tidak ada keterlambatannya. “Ada manajemen yang salah di pihak rumah sakit, ini yang harus kita dalami,” tegasnya. (her)
Disamping menonton, warga juga menyerbu PKL dan stand-stand yang disiapkan di lokasi. Para pedagang kecil pun mengaku MTQ in membawa berkah bagi mereka. karena semenjak MTQ digelar, penghasilan mereka naik signifikan. Seperti penjual jajanan tradisional, biasanya ia memperoleh hasil penjulan hanya puluhan ribu namun naik
menjadi ratusan ribu hingga jutaan. “Kami sangat bersyukur MTQ ini menambah penghasilan kami,”tutur salah seorang pedagang saat ditemui. Di lokasi ini beragam pedahang berjualan, mulai dari makanan, mimuman, pernak-pernik, pakaian, arena bermain hingga masing-masing pemda membuat masing-masing stand. (her)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Amaq Kasman Ikhlaskan Rumahnya Dirobohkan untuk Jalan Desa Praya (Suara NTB) Pembukaan jalan baru sepanjang 1.450 meter terus berlangsung. Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Kodim 1620/Loteng masih bekerja bersama masyarakat setempat. Berbagai harapan mencuat dari masyarakat setempat setelah akses itu dibuka. Salah satunya dari Amaq Kasman yang bangunan rumahnya tergusur terkena pembukaan jalan desa. Pembukaan jalan baru itu untuk menghubungkan antara Dusun Suren dan Dusun Embung Karung Desa Montong Gamang. Tidak hanya mengambil lahan persawahan, namun juga melalui satu unit rumah dengan dapur milik Amaq Kasman (73) warga Dusun Suren Desa Montong Gamang. Amaq Kasman, Rabu (9/10) menyampaikan, ia dan keluarganya ikhlas membongkar rumahnya yang berukuran 7 x 8 meter dan dapur 4 x 6 meter untuk dijadikan jalan baru. “Insha Allah saya ikhlas
(Suara NTB/penrem)
MEMBUAT - Amaq Kasman (sarung) bersama anggota Satgas dan warga bahu membahu membuat jalan baru di desa setempat. membongkar rumah dan menyerahkan tanahnya untuk pembangunan jalan baru, semoga bisa menjadi amal jariah,” ungkapnya. Terkait pembukaan jalan baru tersebut, Amaq Kasman meminta kompensasi pembangunan kamar mandi dan MCK di samping rumah anaknya. Kepala Desa Montong Gamang H.M. Amin Abdullah menguatkan penyampaian Amaq Kasman. “Ya, Amaq Kasman
memang betul memberikan tanahnya untuk digunakan sebagai jalan dengan membongkar rumah miliknya,” ungkap Kades didampingi Babinsa Serka Basri Hariwanto. Amaq Kasman hanya meminta untuk dibuatkan MCK sebagai pengganti bangunan rumah miliknya. Pihaknya juga sudah menyetujui sesuai permintaan. “Semoga semuanya berjalan aman dan lancar,” tandasnya. (ars/*)