Skip to main content

Edisi Senin 10 Juni 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 10 JUNI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 73 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

’’Open House’’ TGB dan Wagub Dipadati Warga Selong (Suara NTB) Gubernur NTB periode 2008-2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd dan keluarga besar menggelar open house, Rabu (5/6). Dalam silaturahmi itu, masyarakat memadati kediaman mantan Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut. Pantauan Suara NTB, kegiatan open house dimulai pukul 14.30 Wita. Tampak hadir Ummi Hj. Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, Istri TGB, Hj. Erica Zainul Majdi dan keluarga besar lainnya menyapa dan menyalami masyarakat yang hadir dari seluruh penjuru Pulau Lombok. Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd datang belakangan. Karena terjebak macet di jalur jalan nasional lintas Mataram Labuan Lombok. Wagub bersama suami, H. Khairul Rizal, ST, M.Kom datang sekitar tiga puluh menit setelah open house dimulai. Juru Bicara Keluarga, H. Khairul Rizal, ST, M. Kom yang dikonfirmasi Suara NTB di sela-sela kegiatan mengatakan, open house yang digelar di kediaman pribadi TGB meru-

pakan acara keluarga. Sebelum ke Pancor, Wagub bersama suami menggelar open house di Pendopo Jalan Panjitilar Kota Mataram sejak pukul 08.30-11.30 Wita. ‘’Di sini open house TGB dan keluarga dengan jemaah. Kalau Bu Wagub tadi saja di Pendopo sejak 08.30 - 11.30 Wita. Karena jemaah ini ingin langsung bersalaman langsung dengan TGB. Terlebih ini yang datang dari desa-desa di Pulau Lombok,’’ kata mantan Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) ini. Khairul Rizal mengatakan, warga yang datang di acara open house banyak sekali mencapai ribuan. Bahkan jika waktunya tidak dibatasi bisa sampai dua hari. Kegiatan open house di kediaman TGB dan keluarga besar biasanya dilaksanakan setiap 2 Syawal. Namun pada tahun ini dilaksanakan pada 1 Syawal. Momentum lebaran diharapkan dapat membangun rasa kebersamaan. Kegiatan open house tersebut, untuk membangun rasa kebersamaan keluarga besar TGB selaku pimpinan organisasi terbesar di NTB dengan para jemaah. ‘’Yang paling utama jemaah ingin bertemu langsung dengan tuan guru, bersala-

man, bertemu, bertatap langsung dalam suasana lebaran,’’ katanya. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc juga menggelar open house di Pendopo, Rabu (5/6). Dalam open house tersebut, masyarakat NTB dari berbagai latar belakang suku, agama dan adat istiadat yang berbeda, hadir untuk berjumpa dengan gubernur yang didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc. Bahkan dalam acara tersebut, masyarakat yang hadir terlihat antusias berswafoto bersama orang nomor satu di NTB itu. Gubernur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam acara open house tersebut. Setelah menggelar open house di Pendopo, Gubernur dan Isteri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc. menggelar open house pada hari ketiga lebaran ini, di kediaman pribadi di Villa Matahari, Sumbawa, Jumat (7/6). Dalam open house tersebut masyarakat Sumbawa dari berbagai kalangan datang untuk bersilahturahim dan memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dengan gubernur dan isteri. (nas)

(Suara NTB/nas)

SILATURAHMI - TGB dan keluarga besar bersalaman dengan masyarakat yang memadati kediaman pribadinya di Gelang, Pancor Lombok Timur. Masyarakat dari berbagai penjuru Pulau Lombok datang ke kediaman TGB untuk bersilaturahmi.

Hasil Pre-FS Investor Korea

Pembangunan Jembatan Lombok - Sumbawa Penuhi Kelayakan Teknis Mataram (Suara NTB) Investor asal Korea Selatan yang tergabung dalam Korindo Group telah merampungkan pre-feasibility study (pre-FS) rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok - Sumbawa di Selat Alas. Berdasarkan hasil pre-FS yang dilakukan akhir 2018 lalu, pembangunan jembatan penyeberangan sepanjang 16 Km tersebut layak secara teknis. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa Barat

(KSB), Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si yang dikonfirmasi terkait perkembangan renca-

na investasi pembangunan jembatan penghubung Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini mengatakan pada prinsipnya layak secara teknis. Amry Rahkman yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (9/6) siang menjelaskan bahwa salah satu perusahaan asal Korea yang berada di bawah Korea - Indonesia (Korindo) Group sudah selesai melakukan pre-FS.

Berdasarkan hasil pre-FS, pembangunan jembatan penghubung Lombok - Sumbawa layak secara teknis. ‘’Hasil Pre FS, secara teknis bisa dibangun. Pre FS sudah jadi, dengan satu, dua, tiga alternatif,’’ terang Amry. Ia menjelaskan, hasil preFS tersebut baru bisa menjawab pembangunan jembatan Lombok - Sumbawa dari aspek teknis. Sedangkan untuk aspek ekonomi, harus dikaji lagi di dalam penyusunan FS. ‘’Karena percuma aspek ekonominya, kalau teknis tidak bisa. Secara teknis sudah bisa dibangun. Tapi secara ekonominya nanti diperdalam di FS,’’ jelasnya.

Amry menambahkan, Korindo Group merupakan perwakilan investor Korea yang berada di Indonesia. Setiap investasi yang berasal dari Korea, masuk lewat Korindo Group. Salah satu dari investor Korea yang punya keahlian membangun jembatan antar pulau, sudah turun ke KSB melakukan pre-FS. Pemda KSB memfasilitasi investor dari negeri ginseng tersebut membuat kajian awal soal rencana pembangunan jembatan penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ke Pelabuhan Poto Tano, KSB. Bersambung ke hal 11

TO K O H

OTT Kepala Imigrasi,

KPK Periksa Saksi di Polda NTB Mataram (Suara NTB) Pihak Polda NTB mem-back up penuh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang turun ke NTB. Termasuk soal agenda pemeriksaan saksi- saksi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Imigrasi Mataram, Kurniadie, SH,MH. ‘’Kita sediakan tempat pemeriksaan saksi saksi di Gedung Ditreskrimsus,” kata Direskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Syamsudin Baharuddin belum lama ini. Bersambung ke hal 8

Puncak Arus Balik

Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Poto Tano dan Lembar

Mensinergikan Kekuatan Bersama GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, mengajak semua pihak untuk merefleksikan makna NTB Gemilang di tengah takbir yang dikumandangkan di tengah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Menurutnya, ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang sesuatu yang tidak mudah. Namun, spirit seruan takbir Idul Fitri 1440 H diyakininya bisa memberikan suntikan semangat. Suntikan yang dibutuhkan untuk mensinergikan kekuatan bersama. Bersambung ke hal 11

Taliwang (Suara NTB) Puncak arus balik lebaran tahun 2019 di Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, terjadi pada Minggu (9/6) kemarin. Antrean panjang kendaraan di kedua pelabuhan penyeberangan itu, terjadi sejak pagi hari. Di Pelabuhan Poto tano, pada puncak arus balik ini, jumlah kendaraan dan penumpang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2018.

(Suara NTB/her)

Bahkan kemarin, jumlah kendaraan roda dua yang sudah diberangkatkan dari Pelabuhan Poto Tano meningkat 200 persen dan kendaraan roda empat mencapai 158 persen jika dibandingkan tahun lalu. Akibat padatnya arus lalu lintas, antrean kendaraan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Poto Tano diperkirakan mencapai dua kilometer. ‘’Terjadi lonjakan kendaraan dari Pulau Sumbawa yang akan menyeberang ke Pulau Lombok dan Pulau Jawa sejak beberapa hari yang lalu dan hari ini (kamarin, red) puncaknya. Bersambung ke hal 11

H. Zulkieflimansyah

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/humasntb)

ANTRE - Antrean kendaraan memadati Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur pada arus balik, Minggu (9/6) kemarin. Antrean kendaraan juga terjadi di Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai, Minggu kemarin (atas).

Mengenal Lebih Dekat

H. Rosiady H. Sayuti

Industrialisasi, Program Unggulan Menuju NTB Sejahtera dan Mandiri Tidak mungkin akan ada kemajuan tanpa peningkatan nilai tambah pada produk-produk yang kita miliki. Dan peningkatan nilai tambah itu, tidak akan terjadi tanpa industrialisasi. Dan industrialisasi tak akan ada tanpa teknologi.

GUBERNUR NTB,Dr.H.Zulkieflimansyah saat membuka Kuliah Umum dan Diskusi Penyusunan Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/4-2019) menguraikan hal tersebut dihadapan Sekda NTB bersama seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala BI, BPS, akademisi dan para pemangku amanah pembangunan NTB lainnya. Menurut Bang Zul (sapaan akrab Gubernur NTB yang ekonom tersebut), tanpa industrialiasasi, Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/dok)

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak telah menandatangani surat keputusan No. 15647/M/KP/2019 soal kembalinya Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D sebagai tenaga pendidik di Universitas Mataram (Unram). Menindaklanjuti SK Menristekdikti tersebut, Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH, M.Hum sudah mengeluarkan surat penugasan No. 4135/UN18/ KP/2019 pada 31 Mei 2019. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ils)

Kembali Menjadi Dosen

Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah (paling kanan) bersama Wagub, Hj.Sitti Rohmi Djalilah (tengah) dan Sekda NTB, H.Rosiady H.Sayuti (kiri), dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Plt.Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi (foto kiri).


SUARA MATARAM

SUARA NTB Senin, 10 Juni 2019

Halaman 2

Libur Lebaran

Masyarakat Ramai Berziarah ke Makam Ziarah ke makam bagi masyarakat di Pulau Lombok agaknya menjadi keharusan pada libur lebaran Idul Fitri. Tradisi turun temurun jadi warisan yang dilestarikan hingga saat ini.

SETELAH ditetapkan sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Provinsi NTB, Kelurahan Jempong Baru mulai berbenah. Pembenahan tidak saja dari peningkatan kualitas infrastruktur, melainkan kesiapan sumberdaya manusia dan lainnya. Penangkaran penyu sebagai destinasi akan dikembangkan. Lurah Jempong Baru, Muhammad Yusuf mengapresiasi Pemprov NTB, khususnya Dinas Pariwisata menetapkan wilayahnya sebagai salah satu daerah empat Muhammad Yusuf desa destinasi wisata di NTB. Sebagai daerah destinasi wisata perlu persiapan tidak saja dari peningkatan kualitas infrastruktur, melainkan dari segi kesiapan sumberdaya manusia. Setelah dikeluarkan SK Gubernur NTB, tidak menutup kemungkinan wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara akan berkunjung dan mencari tahu potensi dimiliki di Jempong Baru. Masyarakat menurutnya, perlu dibekali pengetahuan maupun keterampilan lainnya terutama cara menjamu tamu dan pembuatan kerajinan tangan sebagai souvenir. “Masyarakat jangan sampai jadi penonton,” kata dia. Potensi dimiliki di Jempong Baru tidak hanya pantai. Pihaknya memiliki penangkaran penyu yang sedang dikembangkan. Pengembangan penangkaran penyu menurut Yusuf, di Pulau Lombok khususnya di Mataram cukup langka. Ini yang sedang digagas oleh kecamatan sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena melihat potensi cukup besar. “Pak Camat sudah berapa kali melepas anak penyu ke laut,” tandasnya. Kesiapan masyarakat dari sisi keterampilan perlu dibina oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Kelurahan maupun kecamatan tidak memiliki anggaran cukup besar untuk pelatihan dan lainnya. Oleh karenanya sambungnya, Pemkot Mataram diharapkan mengintervensi melalui program – program strategis agar destinasi wisata di Jempong Baru semakin berkembang, sehingga dari sisi perekonomian masyarakat juga meningkat. “Pasti ada dampak dari itu,”demikian kata dia. (cem)

(Suara NTB/cem)

Kembangkan Penangkaran Penyu

(Suara NTB/dok)

Perbaiki Jalan Berlubang DPRD Kota Mataram menginisiasi Raperda tentang Pemeliharaan dan Penertiban Hewan Peliharaan. Ketua Pansus Raperda ini, I Gede Wiska, SPt., kepada Suara NTB belum lama ini mengungkapkan bahwa ini merupakan Raperda baru. Bahkan, daerah lain di Indonesia belum ada yang memiliki Perda. ‘’Memang ini penjabaran undang-undang nomor 8 tahun 2014 tentang jalan,’’ katanya. Tujuan Raperda ini, lanjut Wiska, adalah bagaimana melakukan pemeliharaan jalan. Selama ini jalan-jalan di kota banyak yang rusak tidak semata-mata karena pemanfaatan badan jalan secara wajar. Misalnya ada galian pipa PDAM maupun galian kabel Telkom. Lalu, perbaikan jalan yang dilakukan oleh instansi yang melakukan galian di badan jalan, tidak bisa mulus seperti sediakala. Termasuk yang diatur dalam Raperda ini adalah perawatan penunjang jalan, seperti drainase. ‘’Kadang-kadang ini ada tumpang tindih. Misalnya ini ada jalan nasional berlubang perbaikannya harus menunggu anggaran dari pusat dulu. Tapi demi keselamatan masyarakat Kota Mataram, Pemkot bisa mengeksekusi itu,’’ terang Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini. Tujuannya adalah bagaimana jalan-jalan yang ada di Kota Mataram, begitu mengalami kerusakan, dapat segera diperbaiki. ‘’Seperti sering kita lihat di TV, jadi begitu ada jalan rusak, berlubang, cepat ditangani. Jadi tidak merembet dia,’’ demikian Wiska. Sedangkan yang terjadi di daerah, Pemda cenderung menunggu jalan itu hancur baru kemudian ditutup kembali. Sehingga jalan tersebut mengalami penebalan. Perbaikan jalan ini juga bertujuan supaya tidak membahayakan masyarakat. Yang terjadi selama ini, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, anggaran untuk perawatan jalan, nyaris tidak ada. ‘’Mestinya kan harus ada perbaikan jalan yang menutup semua kerusakan. Di satu ruas jalan itu langsung dihotmix semua misalnya,’’ bebernya. Sebenarnya, sambung Wiska, kondisi ini bisa disiasati seperti yang telah dilakukan Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya, memiliki Satgas khusus jalan rusak dan berlubang. Pengerjaannya bisa juga dipihakketigakan. Sehingga bisa dianggarkan tanpa melalui Perda. ‘’Kita ini bagaimana agar lebih fokus penanganannya, ada Perda yang mengaI Gede Wiska tur,’’ pungkasnya. (fit)

DUA makam di Kota Mataram terpantau ramai dikunjungi para peziarah, yakni makam Syeckh Gaus Abdul Razak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela dan makam Habib Husen bin Umar Mashur di Kelurahan Bintaro Jaya, Kecamatan Ampenan. Masyarakat berdoa dan berzikir di depan makam. Menaburkan bunga dan sebotol air. Lalu, mengusap wajah mereka. Selepas itu, masyarakat biasanya makan bersama menggunakan dulang (nampan). Halimah, warga dusun Lando, Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Lombok Timur datang bersama keluarganya. Ini kali pertama ia memanjat doa dan zikir di Makam Loang Baloq. Tahun sebelumnya, ziarah makam hanya ke pemakaman keluarga saja. Rupanya, Halimah memiliki nazar sehingga berkunjung ke makam Syeckh Gaus Abdul Razak di Kelurahan Tanjung Karang. Nazar itu diharapkan akan terkabul sehingga tahun depannya akan kembali. “Tumben kami datang kemari,” kata dia dengan bahasa Sasak ditemui, Minggu (9/6). Bukan saja Halimah. Peziarah lainnya, Ahmad Rifa’i juga menuturkan hal sama. Pria 50 tahun itu datang bersama rombongan dari Lombok Tengah untuk menunaikan nazarnya. Keikutsertaannya bersama rombongan karena undangan hajatan dari keluarganya. Ia pun menyempatkan diri ikut dan berdoa di atas makam. “Saya jarang ke sini (Makam Loang Baloq),” ucapnya, tetapi ke makam lainnya. Peziarah lainnya ditemui di makam Habib Husen bin Umar Mashur di Kelurahan Bintaro Jaya, Kecamatan Ampenan, Aisyah menuturkan hal berbeda. Ia bersama keluarganya hampir

tiap tahun datang berziarah ke makam para wali untuk memanjatkan doa. Ada nazar secara khusus disampaikan, sehingga ketika nazar itu terpenuhi, ia akan kembali lagi. “Tiap tahun ke sini. Kalau nazar terpenuhi, balik lagi,” ucapnya. Umumnya, doa dipanjatkan peziarah adalah menginginkan kesehatan, murah rezeki serta anak – anak mereka pandai mengaji dan rajin beribadah. Pengakuan itu disampaikan Halimah dan Aisyah. Doa dipanjatkan seputar itu saja. Juru Kunci Syeckh Gaus Abdul Razak, Sabri menuturkan, ziarah makam merupakan tradisi masyarakat di Lombok sebelum puasa maupun selesai lebaran. Masyarakat dari Lombok Timur, Lombok Tengah maupun Lombok Barat datang berdoa sesuai niat ke makam dipercayai sebagai Wali Allah di Loang Baloq. “Setiap tahun pasti ramai,” katanya. Puncak para peziarah memadati lokasi tersebut pada lebaran topat. Selain dibuatkan acara secara khusus oleh Pemkot Mataram, juga masyarakat sendiri datang sebagai bentuk penghormatan kepada ulama. Sabri mengaku, peziarah dari Pulau Jawa, Kalimantan bahkan Sumatera

ks Taman Udayana tersebut. Keinginan pengusaha lokal mengelola MWP dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Mansyur, SH.MH. “Iya, ada pengusaha lokal yang mau mengelola,” kata Mansyur. Namun Pemkot Mataram

juga ada yang datang menggunakan bus. Momennya tidak pada waktu lebaran. Di waktu – waktu tertentu mereka datang bersama rombongan. Sementara itu, ada yang berbeda dari tradisi ziarah di Makam Loang Baloq. Sebagian masyarakat mengikat akar pohon beringin sambil mengucapkan nazar mereka. Setelah nazar mereka terpenuhi akan kembali membuka ikatan tersebut. Salah satunya Lilik Mulyana. Ia mengikat akar pohon beringin sambil mengucapkan nazar dalam hati. Nazarnya sederhana saja. Ia meminta kesehatan dan dipermudahkan bela-

jar mengaji. “Kalau terkabul tahun depan balik lagi buka ikatannya,” kata dia. Tradisi mengikat nazar menggunakan akar beringin dibenarkan oleh Sabri. Juru Kunci Makam Loang Baloq itu tidak tahu betul seluk – beluk tradisi tersebut. Apa yang dilakukan masyarakat sejak dulu dilakukan hingga saat ini. “Kalau asal – usulnya saya ndak tahu. Kakak itu yang tahu betul sejarahnya,” ucapnya. Dulunya, peziarah mengikat plastik di akar beringin. Pengelola makam melarang karena alasan mengganggu. Warga pun cukup mengikat akar beringin sesuai niat mereka. (cem)

Pemudik Jalur Darat Meningkat Mataram (Suara NTB) – Transportasi darat menjadi pilihan alternatif masyarakat untuk kembali beraktivitas ke tempat kerja pascalibur lebaran. Mahalnya harga tiket pesawat membuat transportasi jalur darat meningkat signifikan. Di Terminal Tipe A Mandalika, pada Sabtu (8/6) kendaraan yang melayani antarkota antarprovinsi (AKAP) mencapai 8 bus atau 266 penumpang. Sedangkan, kendaraan yang melayani antarkota dalam provinsi (AKDP) 16 bus atau 285 penumpang. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Bali – NTB, Agung Hartono menyampaikan, untuk AKAP belum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2018 lalu. Tetapi keseluruhan jumlah keberangkatan dan kedatangan sejak tanggal 29 Mei hingga 8 Juni mengalami peningkatan sebanyak 20 persen. “Untuk kedatangan ke Mataram meningkat 15 persen,” kata Agung dikonfirmasi, Minggu (9/6). Transportasi darat diprediksi mengalami peningkatan cukup signifikan. Faktor utamanya adalah harga tiket pesawat yang mahal.

Tak berlakunya tarif atas dan tarif bawah ditentukan oleh pemerintah pusat, sehingga masyarakat memilih bus sebagai alternatif untuk kembali ke daerah asal. Asumsi lainnya kata Agung, jalan tol lintas Jawa sudah tersambung, sehingga waktu temput semakin singkat. Selain itu, kendaraan yang melayani arus mudik maupun arus balik lebih nyaman. “Kalau kendaraan melayani jurusan Dompu dan Bima semua lancar,” katanya. Hari terakhir libur pascalebaran, kata mantan Kadis Perhubungan NTB ini, dipastikan tidak ada penumpukan penumpang. Pihaknya telah menyiapkan armada cadangan untuk mengantisipasi tumpukan penumpang. Antisipasi pernah dilakukan saat H- 2 pemungutan suara pada 17 April lalu. Pihaknya menggunakan bus pariwisata dengan izin insidentil untuk me-

layani penumpang. Sementara, harga tiket bus diakui mengalami peningkatan namun masih bisa dijangkau. “Ada kenaikan, tapi masih bisa dijangkau,” ucapnya. Penumpang yang memilih menggunakan transportasi darat, salah satunya adalah Ridwan. Warga Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Ampenan ini terpaksa menggunakan bus menuju Subang, Purwakarta, Jawa Barat. Tarif pesawat mahal dinilai jadi pemicu. Belum lagi, pengenaan biaya bagasi. “Tiket pesawat mahal. Semuanya di atas Rp 1 juta,” sebutnya. Ridwan yang hendak silaturahmi bersama empat keluarganya tak mampu membayar tiket pesawat. Meski perjalanan menggunakan bus cukup melelahkan, tapi dinilai lebih terjangkau. Penumpang lainnya Kurniati, warga Pringgarata,

(Suara NTB/cem)

MENINGKAT - Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan di ruang tunggu Terminal Tipe A Mandalika, Minggu (9/6). Transportasi darat mengalami peningkatan pada arus mudik tahun ini. Harga tiket mahal serta jalan lintas tol Jawa tersambung menjadi pilihan masyarakat menggunakan bus sebagai transportasi alternatif. Lombok Tengah. Bersama tiga anaknya terpaksa menggunakan bus ke Sukamanda, Kalimantan Tengah. Harga tiket pesawat rata – rata di atas Rp2 juta menyebabkan dirinya tak sanggup. Kurniati

tak mempermasalahkan harus gonta – ganti bus demi sampai di tempatnya mencari nafkah 8 tahun silam. “Ndak apa – apa perjalanan lama. Yang penting bisa balik ke tempat kerja,” kata dia. (cem)

Ditemukan Kelebihan Pembayaran Pengerjaan Proyek RSUD Mataram (Suara NTB) – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB menemukan adanya kekurangan volume atau kelebihan pembayaran yang berpotensi kerugian negara pada pengerjaan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Rekanan diminta mengembalikan kelebihan pembayaran

sebelum 60 hari kerja. Rumah sakit plat merah itu memiliki dua pekerjaan fisik di tahun 2018. Yakni, lanjutan pengerjaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantai V pengerjaan bagian kusen, dinding, keramik dan ornamen lainnya senilai Rp1,2 miliar dengan kontrak Rp1,1 miliar lebih. Pekerjaan lainnya ialah pembangunan gedung rehabil-

Pengusaha Lokal Tertarik Kelola MWP Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram hingga kini belum memutuskan pengelolaan kolam renang Mataram Water Park (MWP). Padahal, pengusaha lokal dikabarkan tertarik mengelola aset yang terletak di Komple-

(Suara NTB/cem)

MENGIKAT AKAR – Peziarah mengikat akar beringin sambil mengucapkan niat mereka. Ikatan ini akan dibuka setelah nazar mereka terkabul. () warga berdoa dan menaburkan bunga di atas Makam Syeckh Gaus Abdul Razak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela. Tradisi ini dilakukan tiap tahun terutama usai lebaran (insert).

sejauh ini, masih belum berpikir untuk menyerahkan pengelolaan aset itu ke pihak ketiga. Pemerintah kata dia, sanggup mengelola sendiri meskipun dalam kondisi keterbatasan. Mansyur mengakui, fasilitas di MWP perlu banyak dibenahi. Seperti tribun penonton, kualitas kolam dan lainnya. Saat ini, sedang dikerjakan kolam kecil sehingga layak digunakan untuk anak – anak. “Sekarang ini masih dipakai latihan oleh atlet renang,” tambahnya. Pengelolaan MWP membenahi anggaran pendapatan dan belanja daerah. Ini jadi konsekuensi pemerintah sementara tidak ada pungutan dari pemanfaatan lokasi tersebut. Untuk pengelolaan diserahkan ke UPTD sedang dikaji karena harus melalui pembentukan per-

aturan daerah. Setelah diresmikan tahun 2010 lalu, kolam renang bernilai miliaran tersebut tidak difungsikan. Lama mangkrak, MWP coba dioperasikan setelah terbentuknya satuan kerja perangkat daerah bernama Dinas Pemuda dan Olahraga di tahun 2017 lalu. Hajatan Pemkot Mataram tertunda dengan insiden tenggelamnya peserta lomba renang tingkat SMP. Praktis, MWP kembali mangkrak selama setahun. Pergantian pimpinan di Dispora dari H. Amran M. Amin ke Mansyur, kolam renang itu kembali difungsikan. Uji coba dengan menyelenggarakan O2SN cabang renang. Dan, kola mini pun diharapkan terus beroperasi. (cem)

itasi medik dan pengembangan rawat jalan. Proyek ini dikerjakan di tahun sama dengan nilai anggaran Rp18,2 miliar dengan nilai kontrak Rp16,7 miliar lebih. Dalam perjalanannya pengerjaan rehabilitasi medik terganggu oleh bencana gempa bumi bulan Juli 2018 lalu. Rekanan sempat menunda pekerjaan dengan pertimbangan teknis. Dari hasil pemeriksaan oleh auditor negara ditemukan kekurangan volume pada pengerjaan proyek tersebut. Potensi kerugian negara mesti dikembalikan senilai Rp49,2 juta lebih. Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman

Mahaputra membenarkan adanya temuan indikasi kerugian negara mencapai Rp49,2 juta itu. Rekanan diminta segera mengembalikan ke kas daerah sebelum 60 hari kerja. “Ya, harus dikembalikan, tidak ada masalah,” timpal dr. Jack, sapaan akrabnya. Rekomendasi dari BPK menurut dia, harus segera ditindaklanjuti. Pihaknya telah berkomunikasi dengan rekanan dan mereka siap mengembalikan. Direktur RSUD menegaskan, pengembalian kerugian negara ke kas daerah akan dikoordinasikan dengan Badan Keuangan Daerah dan Inspektorat. Dipastikan pengembalian itu bisa cepat selesai 60 hari.

“Nanti kita koordinasikan dulu supaya cepat beres,” jawabnya. Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, secara keseluruhan temuan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kota Mataram di tahun 2018 khusus pengerjaan fisik senilai Rp1,3 miliar lebih. Temuan ini berupa kekurangan volume pada 24 pekerjaan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD). Pemkot Mataram akan mengklarifikasi pimpinan organisasi perangkat daerah dan segera meminta menindaklanjuti sebelum 60 hari kerja. “Kita pasti akan tindaklanjuti,” kata dia. (cem)

(Suara NTB/cem)

KELEBIHAN PEMBAYARAN - Gedung rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram. BPK menemukan kelebihan pembayaran senilai Rp49 juta lebih dan diminta segera dikembalikan ke kas daerah sebelum 60 hari kerja.


Senin, 10 Juni 2019

SUARA NTB

Halaman 3


SUARA NTB Senin, 10 Juni 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Tambah Libur, Sanksi Tegas Menanti ASN Malas Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) membentuk tim pengawas yang bertugas untuk memantau tingkat kedisiplinan ASN pascalibur lebaran. Bupati KLU, Dr. Najmul Akhyar, SH. MH., bahkan mengingatkan agar tidak satu pun ASN menambah hari libur usai lebaran. “Saya sudah membuat surat edaran untuk memberitahukan kepada semua ASN supaya tidak ada yang melebihkan liburannya. Dan syukur Alhamdulillah sudah kita bentuk tim pengawas ASN,” katanya beberapa waktu lalu. Najmul menegaskan, tim pengawas ASN terdiri dari lintas OPD meliputi Inspektorat, Satpol PP, Dishub dan lainnya. Tim tersebut dikoordinatori oleh BKD PSDM Kabupaten Lombok Utara. “Tentu di hari pertama masuk, ASN harus masuk. Kemudian besoknya juga kita masuk lakukan apel. Karena itu saya sampaikan tidak boleh ada satupun ASN yang tidak boleh tidak masuk,” tegasnya. Najmul melanjutkan, kalaupun ada ASN yang melanggar aturan kedisiplinan, maka akan diproses sesuai aturan yang ada. ASN yang melebihlebihkan hari libur, diberikan teguran secara bertahap. Bagi ASN yang masih indisipliner, akan dipertimbangkan untuk diberhentikan. “Sekarang ini yang terpenting, tentu yang menjadi perhatian saat ini adalah keharusan memberhentikan pegawai negeri sipil yang melakukan tindak pidana korupsi. Sekecil apapun itu, dan terbukti di pengadilan dapat diberikan sanksi diberhentikan

(Suara NTB/ari)

H. Najmul Akhyar dengan tidak hormat,” pesannya. Najmul menilai, regulasi baru ini sangat memberatkan ASN. Namun langkah pemerintah itu justru dianggap tepat karena bisa mencegah perilaku dan aksi coba-coba korupsi dari oknum pegawai. “Karena ini sangat berat. Dan kita sudah berhentikan beberapa orang, padahal kasusnya sudah lama sekali,” tandasnya. Begitu juga di Lombok Timur (Lotim). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, H. Mu-

hammad Hairi,SIP,MSi., menegaskan ASN yang menambah hari libur usai menikmati libur panjang Idul Fitri dan cuti bersama terancam sanksi. Sanksi yang akan diberikan variatif tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh ASN yang bersangkutan. Dalam hal ini, ujarnya, Pemda Lotim melalui BKPSDM sudah menginformasikan kepada seluruh ASN di Kabupaten Lotim melalui surat edaran supaya tidak menambah hari libur setelah diberikan kesempatan libur lebaran dan cuti bersama. Terlebih pada hari Senin (hari ini, red) yang merupakan awal masuk bagi ASN, pada saat itu kemungkinan akan langsung apel awal bulan yang secara rutin digelar bertempat di halaman kantor bupati Lotim. “Bisa jadi momentum apel itu juga sebagai ajang halal bihalal di kalangan para ASN bersama kepala daerah,” ungkapnya. Untuk mengawasi tingkat kehadiran ASN pasca libur panjang ini, lanjutnya, Pemda Lotim berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ataupun monitoring untuk melihat seperti apa tingkat kehadiran ASN di masing-masing OPD pada hari pertama masuk kerja. Terdapat tim khusus yang akan memonitoring tingkat kehadiran ASN yang terdiri dari BKPSDM, Bagian Organisasi dan Inspektorat. “Paling tidak, yang akan dilakukan berupa uji petik absensi, apakah ada PNS/ ASN yang menambah hari libur. Kalaupun ada, harus disertai dengan alasan yang jelas,”terangnya. (ari/yon)

Lotim Kembangkan Bawang Merah Biji Selong (Suara NTB) Bawang merah adalah salah satu komoditi hortikultura yang menjadi atensi pemerintah. Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadikan komoditi si siung merah ini menjadi pilihan yang akan dikembangkan. Tahun 2019 ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Lotim rencana disalurkan bantuan pengembangan bawang merah dalam bentuk biji untuk areal seluas 50 ha. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian (Distan) Lotim, Safrudin kepada Suara NTB. Dia menjelaskan, pilihan bantuan berupa biji ini, karena dinilai jauh lebih efisien dibandingkan bawang benih yang sudah berbentuk umbi. Varietas bawang merah biji diyakini bisa efisiensi lebih besar. “Tujuan kita memilih bawang biji ini untuk efisiensi,” terang Safrudin. Diterangkan, kalau

umbi biasa butuh dana Rp 25 juta per hektar lahan. Sedangkan bawang merah biji cukup Rp12 juta sampai Rp 15 juta. Di samping itu, ujarnya, dalam proses pengadaannya pun bisa lebih mudah. Di mana, bawang merah dalam bentuk biji ini kalau dikirim tidak makan tempat, berbeda kalau kirim dalam bentuk siung minimal butuh 3 truk kendaraan. Perbedaannya, sambung Safrudin perlakuan awal terhadap bawang merah varietas biji ini lebih lama dibandingkan dalam bentuk umbi yang langsung bisa ditanan. Diperlukan perlakuan khusus karena membutuhkan sentuhan teknologi. Menanam bawang merah biji ini tidak jauh beda dengan menanam padi. “kayak menanam padi caranya,” urainya. Dibutuhkan proses persemaian dulu sampai dua bulan. Lokasi persemaian setidaknya 50 are untuk penanaman

di atas lahan seluas 2 hektar. Setelah dua bulan kemudian baru bisa ditanam dan selama proses persemaian ini ada perlakuan-perlakuan khusus. Bicara soal hasil produksi, dinilai Safrudin sangat bagus. Bahkan kalau menanam kedua juga hasil bagus. Saat ini sudah dilakukan proses pengadaan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 600-800 juta. Distan Lotim pun sudah melakukan verifikasi terhadap Calon Petani dan Calon lahan (CPCL) bawang merah. Dalam hal ini, pihaknya menargetkan pada bulan Juli sampai Agustus mendatang diharapkan sudah bisa dibagikan pada petani yang sawahnya ada irigasi teknis dan memiliki embung, seperti kawasan pertanian di wilayah Lotim bagian selatan. Adapun areal-areal sentra bawang merah di Lotim ini di wilayah Kecamatan Sakra Timur, Labuhan Haji, Pringgabaya danWanasaba. (rus)

Halaman 4


SUARA NTB Senin, 10 Juni 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Lebaran, Momentum Perkuat Kembali Persatuan Pascapemilu Praya (Suara NTB) Perayaan Idul Fitri hendaknya tidak hanya dipandang sebagai perayaan yang bersifat seremoni keagamaannya semata. Tetapi harus bisa menjadi wahana pemersatu antara masyarakat. Terlebih lebaran tahun ini digelar pascapelaksanaan pemilihan umum (pemilu). Sehingga momentum lebaran kali ini harus bisa memperkuat kembali persatuan antara masyarakat yang mungkin merenggang selama gelaran pemilu, lantaran perbedaan pilihan politik. Harapan tersebut disampaikan Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT, saat open house di pendopo Bupati Loteng, Sabtu (8/6). “Bahwa esensi dari lebaran itu ialah bagaimana kita bisa saling memaafkan. Sehingga jalinan silaturahmi bisa kembali terjalin semakin kuat antara masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, perbedaan dalam dialam demokrasi adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi, karena setiap orang punya pandangan serta pilihan masingmasing. Tapi yang paling penting, bagaimana kemudian perbedaan tersebut membuat masyarakat bisa semakin bersatu dan bukan malah terpecah belah. “Jadi mari di momentum lebaran kali ini, semua perbedaan politik kita lebur. Bukan berarti harus pilihannya sama. Tetapi perbedaan bukan untuk dipermasalahkan. Karena gelaran politik sudah usai,” ujarnya. Di Lombok Barat (Lobar), pimpinan daerah memanfaatkan momen Idul Fitri dengan

mengelar open house untuk silaturahmi dengan seluruh masyarakat Lobar. Tahun ini Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) secara serentak menggelar open house, Sabtu (8/6). Kegiatan open house ini pun dihadiri ratusan tamu mulai dari kalangan rakyat biasa hingga pejabat teras Lobar dan DPRD Lobar serta Provinsi. Hadir pula dari kalangan tokoh lintas agama baik dari Islam, Hindu dan Kristen. Di Pendopo Bupati misalnya, masyarakat dari berbagai latar belakang sudah memadati sejak pukul 9 pagi. Kegiatan ini dinilai Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khairatun sebagai momen berkumpul atau bersilaturahmi. Tidak hanya dengan keluarga dan kerabat, tapi juga dengan seluruh masyarakat Lobar. Menurut istri Bupati H. Fauzan Khalid ini, kesibukan suami selaku bupati dan dirinya sebagai Ketua TP-PKK terkadang menjadikan waktu bersilaturahmi menjadi berkurang. Sementara itu, kegiatan

(Suara NTB/kir)

open house tahun ini menjadi yang pertama kali bagi Wakil Bupati Hj. Sumiatun. Digelar di kediamannya di Kecamatan Sekotong, para tamu disuguhi hidangan yang sengaja dibuat olehnya. “Alhamdulillah tahun pertama gelaran open house sangat ramai. Saya harap kegiatan ini dapat semakin mendekatkan kami pada seluruh masyarakat di Lombok Barat. Kebetulan semua hidangan yang ada di sini saya yang masak. Tanpa pakai katering. Karena dari dulu saya hobi masak,” terangnya. Kegiatan yang sama juga digelar Sekda H. Moh. Taufiq di kediamannya di Mataram. Berbeda dari Wakil Bupati, momen open house tahun ini menjadi kali terakhir bagi Sekda H. Moh. Taufiq sebelum memasuki masa pensiun beberapa bulan lagi. Sekda memaknai kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan untuk memajukan Lombok Barat. “Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kita laksanakan, dan ini momentum menjalin silaturrahim untuk kita saling memaafkan antar sesama umat muslim,” katanya. (kir/her)

Gaungkan Kawasan The Mandalika

ITDC Gelar Lebaran ’’On The Beach’’ Praya (Suara NTB) Serangkaian untuk menyemarakkan perayaan hari raya Idul Fitri, PT. Pengembang Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar event Lebaran On The Beach di Kuta Beach Park di kawasan The Mandalika. Event itu digelar mulai tanggal 7 sampai 16 Juni mendatang. Selain untuk menggaungkan kawasan The Mandalika, event tersebut diharapkan bisa menjadi wahana memperkenalkan kesenian dan budaya lokal Lombok Tengah (Loteng). “Event Lebaran on the beach ini memang kita gelar tidak hanya untuk memperkenalkan secara lebih luas lagi kawasan The Mandalika. Tetapi juga bisa menjadi wahana bagi para pelaku seni didaerah ini untuk berekspresi dan berkreasi,” ungkap Kepala General Support The Mandalika I Gusti Lanang Bratasuta, kepada Suara NTB, Minggu (9/6). Ia menjelaskan, event sendiri digelar selama dua jam setiap hari. Mulai pukul 16.00 wita sampai pukul 18.00 wita. Diisi oleh berbagai penampilan dan atraksi seni khas daerah ini, Seperti band akustik, kesenian tradisional gendang beleq, peresean, dan musik genggong. Termasuk tarian tradisional seperti santang, kayak, setta dan tamplek. Untuk memperkaya khasanah pengetahuan tentang kesenian itu sendiri, di setiap penampilan tarian khususnya, diselipkan cerita di balik kesenian tari khas Sasak tersebut. “Respons masyarakat nyata cukup

(Suara NTB/kir)

SENI - Atraksi seni semarakkan kawasan The Mandalika. baik. Terbukti, setiap event digelar selalu ramai disaksikan oleh pengunjung,” terangnya. Yang datang pun tidak hanya wisatawan lokal saja. Tetapi juga wisatawan domestik hingga mancanegara. “Selama dua hari pelaksanaan event ini, rata-rata pengunjung yang datang di Kuta Beach park mencapai sekitar 2.000 orang,” terangnya. Ke depan pihak ITDC berkomitmen untuk memperbanyak eventevent serupa. Dengan begitu kawasan The Mandalika bisa semakin dikenal dan tentunya akan mengundang minat wisatawan untuk datang. Kalau kawasan The Mandalika sudah ramai dikunjungi, hal itu tentunya akan membuka peluang ekonomi masyarakat sekitar. Dan, pada akhirnya akan mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat di lingkar

Lebaran On The Beach ITDC di kawasan The Mandalika pada khususnya dan Loteng pada umumnya. “Muara dari semua event yang kita laksanakan itu demi mendorong pergerakan ekonomi kawasan dan masyarakat di sekitar kawasan. Kalau ekonomi sudah bergerak, masyarakat pula yang akan merasakan manfaatnya,” tegas Brata. Salah seorang pengujung, Ririn, mengaku kagum dengan keindahan alam yang dimiliki kawasan The Mandalika. Ditambah adanya performa kesenian tradisional yang bisa dijadikan sebagai bahan promosi mengenai uniknya kesenian dan budaya di Pulau Lombok khususnya. Ia pun berharap event serupa bisa dipertahankan bahkan diperbanyak lagi intensitasnya. Sehingga wisatawan akan semakin tertarik untuk datang ke kawasan The Mandalika. (kir)

Umat Hindu di Lobar Ramaikan Malam Takbiran Giri Menang (Suara NTB) Umat Muslim di Lombok Barat larut dalam kemeriahan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Warga menyambut kedatangan hari kemenangan dengan menggelar pawai takbiran mengelilingi perkampungan. Ada yang berbeda dan menarik pada pawai takbiran kali ini, di mana warga non Muslim juga ikut memeriahkan pawai takbiran. Keikutsertaan warga non Muslim ini bentuk toleransi antara umat beragama di daerah bermotto patut Patuh Patuh Patju tersebut. Selasa malam itu, ribuan warga Muslim Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB tumpah ruah mengikuti malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Warga dari berbagai usia mengikuti pawai mengelilingi desa sejak Ba’da Isya. Menariknya dari ribuan iring-iringan pawai takbiran itu, bukan hanya umat Muslim yang terlibat pada malam takbir ini. Pawai takbir juga diikuti umat Hindu yang berasal dari Dusun Gandari, Desa Narmada. Mereka terdiri dari sepuluh umat Muslim dan sembilan puluh orang umat Hindu. Menggunakan pakaian adat bali, mereka tampak antusias mengikuti pawai takbiran. Mereka membawakan musik tradisional Bali, Ble Ganjur lengkap dengan iringan Bendera Tunggul, Payung dan Spanduk.”Pengalaman ini luar biasa banget karena bisa ikut serta memeriahkan acara takbiran. Ini juga baru pertama kali untuk warga Dusun Gandari ikut. Jadi, se-

mua anak dan remaja, bahkan ibu-ibu pun ada yang berpartisipasi untuk ikut,” terang Tokoh Pemuda Dusun Gandari, I Ketut Suweca. I Ketut Suweca mengaku partisipasi umat Hindu dalam acara ini disambut baik panitia. Mereka bahkan diberikan barisan depan iringi r i n g a n pawai. ”Pertama datang kami langsung disambut baik banget sama panitia. Langsung diarahkan untuk baris di urutan kedua,” ujarnya. I Ketut Suweca menjelaskan, selain u n t u k menunjukkan toleransi antar umat beragama, dirinya bersama warga dan tokoh masyarakat sengaja ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Desa Narmada menjadi Desa Wisata yang bertemakan toleransi.

(Suara NTB/ist)

TERIMA - Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, menerima kunjungan para OPEN HOUSE - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi istri saat open house di kades se Kecamatan Praya Barat Daya, saat open house, Sabtu (8/6). pendopo, Sabtu (8/6).

Ia juga mengharap Dusun Gandari bisa menjadi contoh kerukunan antar umat beragama untuk menciptakan kedamaian.”Kami berharap bisa tetap ikut memeriahkan acara takbiran di setiap tahunnya, dan selalu saling menghormati satu sama lain,” harapnya. (her)


SUARA NTB Senin, 10 Juni 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

(Suara NTB/ind)

MENERIMA WARGA - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril saat menerima warga di Villa Matahari, kediaman Gubernur di Sumbawa (foto kiri). Gubernur bersalaman dengan warga dalam acara open house (foto kanan).

Gubernur : Ekspektasi Masyarakat Harus Dikelola

Sumbawa Besar (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar open house di kediamannya di Sumbawa, sejak Jumat lalu. Bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab dan masyarakat Sumbawa. Termasuk dengan para relawan yang masih antusias menyambung silaturrahmi. “Tidak harus ada aspirasi yang disampaikan. Kita silaturahmi biasa aja. Selain di Mataram, di sini (Sumbawa) juga harus ada, dan kita sedapat mungkin mengurangi halhal yang bersifat terlalu berat dan serius. Karena ekspektasi masyarakat ini harus dimanage, diatur, dikelola dengan baik. Jangan sampai ekspektasinya berlebihan, misalnya sampai jalan kampung disebut tanggung jawab provinsi. Tapi itu kan resiko dari Pilkada model sekarang, kita mendatangi semua masyarakat,” terang Dr. Zul, ketika ditemui Suara NTB, Sabtu (8/6) di kediamannya di Labuan Sumbawa. Selain itu, perlunya membangun hubungan yang hangat dengan eksekutif yang ada di tingkat Kabupaten. Sebab bagaim-

anapun kadang-kadang banyak masalah di lapangan harus bersinergi dengan Pemkab. “Dan nanti mungkin tanggal 13 Juni saya mulai safari lagi ke Bima, Dompu, KSB, semua itu. Jadi bukan hanya halal bihalal di Sumbawa, tetapi juga di semua tempat. Di Bima nanti mulai tanggal 13 itu ada aspirasi yang kita dengar dari tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga keber-NTB-an itu betulbetul kita rasakan. Pemerintah provinsi bukan seperti kabupaten kesebelas. Tapi Alhamdulillah sejauh ini relasi atau hubungan dengan Bupati/Walikota sangat baik. Jadi bagus lah, masih sinergis,” terangnya. Prioritaskan Wilayah Selatan Gubernur juga menegaskan akan bersinergi dengan Pemk-

ab Sumbawa dalam memprioritaskan penanganan jalan dan jembatan. Khususnya di wilayah selatan Sumbawa. Gubernur mengaku pernah menginap di Batu Rotok kecamatan Batulanteh. Di sana, ia melihat sendiri bagaimana potensi daerah tersebut belum tersentuh. Untuk memaksimalkan potensi itu, dibutuhkan pembangunan akses transportasi. Hanya saja, untuk itu dibutuhkan biaya yang sangat besar. Padahal, wilayah NTB ini bukan hanya wilayah selatan saja. Daerah lain yang jalannya rusak juga cukup banyak. Karenanya, semua akan dibangun secara bertahap.

“Dan kita harus bersinergi dengan kabupaten, karena itu jalan kabupaten.. Jadi nanti kalau kita bantu pun, kita akan bantu lewat kabupaten,” terang Dr. Zul menanggai banyaknya keluhan masyarakat wilayah selatan Sumbawa. Yang jelas, lanjut Dr. Zul, masyarakat menginginkan jalan itu cepat dibenahi. Selain itu, juga jembatan, irigasi, bendungan, dam hingga embung, yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Tapi kita sudah akan prioritaskan memang bagian Selatan itu. Karena kita sudah pernah naik langsung nginap. Merasakan betul potensi ekonominya yang besar kalau ada jalan,” pungkasnya. (arn/ind)

Pilkada Sumbawa 2020

PKS Tidak Buru-buru Tapi akan Teliti Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejumlah figur kandidat Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Sumbawa 2020 muncul di ranah media sosial ataupun di perbincangan politik elit dan masyarakat. Masyarakat pun banyak yang menunggu ke figur mana arah dukungan dan rekomendasi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dilabuhkan. Apalagi, mengingat Dr. Zul panggilan akrabnya, juga dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu untuk PKS di NTB. Termasuk untuk Pilkada serentak 2020. “Jadi kami di PKS itu sendiri tidak buru-buru, tapi betulbetul akan teliti melihat respon masyarakat seperti apa. Jadi nggak boleh hanya karena banyak spanduk, banyak disebut di medsos terus besar kepala, enggak,” tandas Dr. Zul saat ditemui Suara NTB. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya menjadi pemimpin politik. Jika kepemimpinan direduksi hanya sebatas pemimpin politik, maka semua hal akan ditujukan untuk memperbesar kekuasaan semata. Praktik menggadai idealismenya pada pemilik modal pun berpeluang terjadi dan hal itu bukanlah praktik

politik yang baik. “Jadi saya kira pemimpin itu kedepan adalah kerendahan hati dan kesediaan untuk berkorban. Sudah selesai dengan dirinya sendiri, jangan mau perkaya diri kiri kanan,” terangnya. Sebagai Ketua Tim TPPW pemenangan Pemilu untuk PKS, termasuk di dalamnya Pilkada, lanjut Dr. Zul, tentu PKS juga partai yang cukup besar sekarang di NTB ini. Politik sekarang pun tidak harus melulu memakai perasaan. Bisa diprediksi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Di PKS, ujar Dr. Zul, pihaknya memiliki tradisi terkait tahapan yang mesti dilalui. Pertama, ada Pemilu internal, melihat kecendrungan rakyat siapa yang akan didukung. Kemudian setelah itu siapa yang akan didorong oleh PKS itu harus dilihat hasil surveinya seperti apa. “Karena jangan sampai semangat, tau-tau penerimaan dari masyarakat kurang, kita tidak akan memaksa diri. Apalagi sekarang masyarakat itu kan sangat cair, tidak terkotak-kotak oleh sekat partai politik. Tetapi juga pada ketokohan seseorang yang akan menjadi pemimpin,” tukasnya lebih jauh. (arn/ind)

HALAL BIHALAL: Jajaran Manajemen melakukan silaturahim dan halal bi halal dengan Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah dan keluarga.

AMNT Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H untuk Mempererat Silaturahim

Taliwang (Suara NTB) General Manager Operations PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”), Wudi Raharjo didampingi jajaran manajemen senior melakukan silaturahim dan Halal Bihalal bersama para karyawan dan keluarga besar Amman Mineral di Townsite, Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (5/6). Kegiatan ini dilakukan setelah para karyawan dan keluarga besar Amman Mineral selesai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Miftahul Jannah, Townsite. Acara silaturahmi dilanjutkan dengan melakukan halal bihalal kepada warga masyarakat sekitar tambang Batu Hijau. Wudi Raharjo mengatakan, perayaan Idul Fitri merupakan momentum yang paling tepat untuk lebih mempererat tali silaturahim di antara sesama makhluk Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Saya sangat senang dan bangga dapat berkumpul bersama karyawan dan keluarga besar

Amman Mineral dalam acara silaturahim dan Halal Bihalal ini sebagai bentuk kebersamaan dan kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Semoga spirit Idul Fitri ini menjadi momen untuk terus memupuk dan menjaga komitmen kita bersama untuk melaksanakan tugas kita masing-masing sesuai dengan standar operasi Amman Mineral,” katanya. Usai silatutahmi bersama karyawan dan keluarga besar Amman Mineral, Wudi Rahardjo dan jajaran manajemen lainnya melanjutkan kegiatan Halal Bihalal dengan melakukan silaturahmi ke para pemangku kepentingan lainnya, seperti jajaran pemprov NTB yang diterima oleh Gubernur Dr. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, AS, MM. Rombongan selanjutnya melakukan silaturahim dengan Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M dan Bupati Sumbawa, H.M. Husni Jibril, B.Sc. (r)


SUARA NTB Senin, 10 Juni 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Perayaan Idul Fitri 1440 H

Bupati : 2020, Dompu Bakal Keluar dari Daerah Tertinggal Dompu (Suara NTB) Perayaan lebaran Idul Fitri 1440 H di Kabupaten Dompu membawa nuansa yang berbeda dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Dari pawai takbiran menggunakan obor merata di semua wilayah, juga tentang kemajuan pembangunan yang akan mengantarkan Kabupaten Dompu keluar dari daerah tertinggal tahun 2020. Hal itu disampaikan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya di hadapan jamaah salat Ied sebelum salat Idul fitri 1440 H dimulai, Rabu (5/6) pagi. Pada salat Ied yang dipusatkan di lapangan kantor Bupati ini juga dihadiri wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH bersama keluarga. Pelaksanaan shalah Ied ini diimami H. Rifaid M. Saleh, S.Sos dan khatibnya kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Drs. H. Syamsul H. Ilyas, MSI. Di hadapan jamaah salat Idul fitri, Bupati Dompu menyampaikan bahwa pembangunan di Dompu terlah berada di jalur yang benar dan telah memberi hasil yang signifikan. Berdasarkan Peraturan Presiden No 131 tahun 2015 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2015 – 2019, dimana

Kabupaten Dompu menjadi salah satu diantara 122 Kabupaten daerah tertinggal. Pada 2019 ini, pemerintah melalui kementrian PDT Desa dan Transmigrasi RI melakukan evaluasi terhadap pencapaian daerah – daerah tertinggal. Ada 27 indikator indeks daerah tertinggal yang menentukan masuk tidaknya suatu Kabupaten berkategori daerah tertinggal. Meliputi kriteria ekonomi, sumber daya manusia, kemampuan keuangan daerah, kriteria infrastruktur dan aksesibilitas, serta karakteristik daerah. “Merujuk pada progres pencapaian 5 tahun terakhir, maka Dompu adalah salah satu diantara sedikit Kabupaten yang akan dinominasikan untuk terentaskan atau akan keluar dari kategori daerah tertinggal pada periode 2020 – 2024, tentu sebagai sebuah proses pembangunan yang membanggakan,” katanya. Kemajuan pembangunan dan ekonomi di Kabupaten Dompu ini tidak lepas dari keberanian daerah memilih fokus mengembangkan program Sapi, Jagung, dan Rumput Laut (PIJAR). Komoditi jagung yang paling terasa dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi, bahkan

menggerakkan sektor – sektor lain. Pilihan PIJAR untuk dikembangkan berdasarkan potensi daerah yang dimiliki dan dikelola secara tepat serta berkelanjutan. “Bagaimanapun juga, kita memerlukan keberanian melakukan terobosan dan fokus dalam menentuakan prioritas pengembangan. Saya tetap berkeyakinan bahwa pengembangan komoditi Terpijar akan berdampak positif, serta yang paling pokok saya berharap bahwa harga diri masyarakat Dompu akan terangkat seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya. Berdasarkan hasil Susenas BPS tahun 2018, penduduk miskin di Dompu tinggal 12,40 persen atau 28 ribu jiwa, turun 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi catatan luar biasa secara nasional, karena sisa kemiskinan di angka belasan persen. Di sisi lain, kinerja pemerintah daerah di bidang infrastruktur daerah termasuk kategori sangat progresif. Pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan sarana prasarana sosial untuk pendidikan dan kesehatan telah

(Suara NTB/Hms Pemda Dompu)

IDUL FITRI - Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama forum koordinasi pimpinan daerah hendak melakukan pawai obor keliling Kota Dompu di malam takbiran, Selasa (4/6) (foto kiri). Bupati Dompu saat menyampaikan pidato di hadapan jamaah salat Idul fitri 1440 H (foto kanan). relatif semakin baik. Dalam rangka pencapaian hal tersebut tahun ini pemerintah akan melaksanakan proyek revitalisasi ari bersih di wilayah perkotaan. Berbagai kemajuan yang diraih, juga tidak dipungkiri masih banyak pekerjaan yang perlu mendapat perhatian dan dukungan semua pihak. Diantaranya stunting atau balita lahir pendek. Berdasarkan data hasil riset kesehatan tahun 2018, angka stunting Dompu sebesar 33 persen dari 20 ribu bayi. Penyumbang terbesar kasus ini adalah ibu – ibu yang menikah di usia dini 15 – 19 tahun sekitar 42,52 persen, sehingga anak yang akan dilahirkan dalam kondi-

si stunting. Selebihnya karena faktor kondisi gizi buruk yang sebagian besarnya diakibatkan oleh anak ditinggal ibu bekerja menjadi TKW serta disebabkan keluarga yang melahirkan anak terlalu banyak, juga disebabkan oleh lingkungan hidup yang kurang sehat. Begitu juga dengan kasus rabies atau anjing gila yang sudah memakan korban nyawa manusia. Karena virus ini dapat menyebar dari binatang ke manusia dan belum ada obatnya. Karenanya, semua kepala Desa dan masyarakat didorong untuk melakukan upaya eliminasi anjing liar, serta mendorong anjing peliharaan untuk divaksin. “Kalaupun anjing peliharaan itu menunjukan gejala rabies, lang-

sung dieliminasi saja dari pada menyerang manusia,” katanya. Bupati juga mengakui masih harus bekerja lebih keras lagi untuk merespon berbagai masalah sosial di lingkungan masyarakat seperti kasus bunuh diri di kalangan remaja dan pelajar, masalah narkoba, kekerasan dalam rumah tangga serta perceraian. “Kita semua masih harus bekerja lebih keras lagi untuk mengurangi masalah – masalah tersebut yang akan terus timbul dalam kehidupan masyarakat kita,” harapnya. Meskipun terjadi pertumbuhan APBD sebesar 146,87 persen dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pemda Dompu masih dapat mengelolanya dengan relatif sangat baik,

akuntabel dan sistematis. Ini dibuktikan dengan perolehan penghargaan opini WTP selama 5 tahun berturut – turut dari BPK RI. Satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan adalah pengesahan APBD yang tidak pernah tepat waktu dalam 3 tahun terakhir, sehingga kehilangan insentif puluhan milyar. “Saya sangat berharap bahwa kemitraan dan sinergisitas antara Pemda dan DPRD akan lebih baik di masa akan datang, karena bagaimanapun juga eksekutif dan legislatif adalah mitra sejajar sehingga saling harga menghargai adalah hal pertama dan utama yang harus dilakukan,” harapnya. (ula/*)


SUARA NTB

Senin, 10 Juni 2019

Operasi Ketupat Gatarin 2019

Kondusif, Perayaan Idul Fitri di NTB

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menyatakan wilayah NTB aman dan kondusif selama dan pascahari raya Idul Fitri 1440 H. Sejumlah kejahatan dengan kasus menonjol menurun. Polda NTB mengapresiasi peran serta masyarakat yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama menjelaskan bahwa kondisi tersebut tercermin dalam hasil analisa dan evaluasi sementara Operasi Ketupat Gatarin 2019. “Situasi Kamtibmas kewilayahan secara umum cukup kondusif,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (9/6). Meski demikian juga tidak bebas dari tindak kejahatan. Polda NTB mencatat sejak awal dimulainya Operasi Ketupat Gatarin 2019, kejahatan konvensional masih mendominasi gangguan keamanan. Rinciannya, 29 kasus menonjol diantaranya penganiayaan dan kekerasan; 67 kasus kejahatan konvensional berupa pencurian

(Suara NTB/dok)

H. Purnama dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan kekerasan; 15

kasus kecelakaan lalu lintas. “Totalnya dari H-7 lebaran sampai H+3 ini terjadi 111 kasus mulai dari pencurian sampai kecelakaan (lalu lintas). Warga NTB tetap beraktivitas seperti biasa dengan lancar dan aman,” paparnya. Purnama mengatakan, sejumlah personel yang tergabung dalam Satgas Operasi Ketupat Gatarin 2019 masih mengisi pos dan titik pengamanan. Operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri tersebut akan berakhir hari ini, Senin (10/6). “Semua masih di lapangan memberi pengamanan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing,” sebut Purnama. Dalam operasi tersebut,

Polda NTB menerjunkan 327 personel serta didukung Polres jajaran se-NTB sebanyak 1.286 personel. Mereka mengisi 22 pos pengamanan serta 14 pos pelayanan yang tersebar di wilayah NTB. Pun demikian dengan evaluasi pengamanan arus mudik dan arus balik. Sampai H+3 Idul Fitri, tercatat hanya terjadi dua kecelakaan yang mana jatuh korban satu orang meninggal dunia dan satu luka ringan dengan total kerugian materiil Rp1,2 juta. Selanjutnya, sambung dia, Operasi Ketupat yang berakhir akan langsung dilanjutkan dengan pengamanan situasional tradisi Lebaran Topat di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat pertengahan pekan ini. (why)

Dewan Dorong Infrastruktur Pelayanan Dasar Dianggarkan dengan Pola Tahun Jamak Mataram (Suara NTB) Membangunan infrastruktur jalan di Provinsi NTB dalam satu dekade terakhir ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hampir sebagian besar daerah-daerah di wilayah NTB yang terdiri dari dua pulau utama yakni Lombok dan Sumbawa sudah terkoneksi dengan baik dengan adanya membangun jalan. Roda ekonomi pun turut ikut tumbuh di daerah-daerah yang dilintasi pembangunan jalan tersebut. Kemajuan membangun jalan dapat berjalan dengan baik dan cepat tidak lepas dari strategi pembiayan yang diterapkan oleh pemerintah daerah Provinsi NTB yakni dengan pola pembiayaan tahun jamak. Sebagai program prioritas daerah, dengan pola tersebut, pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan mendapatan kepastian hukum karena menjadi amanat Peraturan daerah yang wajib harus dilaksanakan. Diketahui kini Pemprov bersama dengan DPRD NTB tengah membahas rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pemeliharaan dan membangun infrastruktur jalan dengan pola pembiayaan tahun jamak untuk jangka waktu tahun 2019-2020. Tidak tanggung-

(Suara NTB/dok)

Kasdiyono tanggung anggaran yang diusulkan sebesar Rp 1 triliun. Melihat hal tersebut, sejumlah anggota DPRD Provinsi NTB, khususnya yang duduk di Komisi V yang membidangi urusan pendidikan dan kesehatan kemudian mengajukan gagasan agar percepatan membangunan infrastruktur dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga bisa mengadopsi pola pembiayaan tahun

jamak tersebut. Dengan demikian diharapkan percepatan membangunan infrastruktur pelayanan dasar bisa lebih cepat dituntaskan. “Apakah pola penganggaran tahun jamak ini hanya harus diterapkan pada penanganan Infrastruktur jalan saja? Apakah bisa juga diterapkan pasca percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar lainnya,” ujar Wakil Ketua Komisi V, H. MNS. Kasdiyono saat ditemui pekan kemarin. Ditegaskan Kasdiyono bahwa pola pembiayaan dengan tahun jamak ini bisa dilakukan untuk membangunan infrastruktur pelayanan dasar masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan di NTB. Sehingga persoalan di sektor kebutuhan dasar masyarakat selama ini bisa ada terjawab. “Misalnya seperti penyediaan infrastruktur air bersih, rumah kumuh dan lain-lain,” sebut politisi Partai Demokrat ini. Disebutkan Kasdiyono bahwa problem terbesar di NTB saat ini adalah masih berkutat pada peningkatan membangunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada dalam nomor urut buncit dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di NTB. (ndi)

OTT Kepala Imigrasi, KPK Periksa Saksi di Polda NTB Dari Hal. 1 Informasi didapatnya dari tim pemeriksa KPK, akan ada lanjutan pemeriksaan saksi saksi setelah OTT dilakukan. Saksi yang dianggap mendukung penguatan bukti dan sangkaan pada Kepala Imigrasi dan pemberi suap Direktur PT Wisata Bahagia Liliana Hidayat. Pemeriksaan saksi berlangsung tiga hari berturut turut, mulai Jumat (31/5), Sabtu (1/6) hingga Minggu (2/6) lalu. “Sesuai permintaan, KPK meminjam tempat untuk pemeriksaan di Subdit III Tipikor,’’ ujar Direskrimsus. Namun mengenai materi pemeriksaan dan saksi saksi dimaksud, ia tidak bisa sampaikan, dengan alas an bukan kewenangannya. Sebatas menyediakan tempat dan personel yang dibutuhkan. ‘’Kami juga diminta empat orang personel untuk membantu, ya kita berikan sesuai kebutuhan,’’ jelasnya. Mengenai rencana pemeriksaan lanjutan di gedung sama, Direskrimsus belum mengetahui pasti. Namun apapun kebutuhan KPK, akan dipenuhi pihaknya. Termasuk soal memfasilitasi tempat dan bantuan personel.

Kepala Imigrasi Kooperatif Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie, SH.,MH mulai beradaptasi. Tersangka dugaan suap terkait izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) ini kooperatif menjalani proses hukum. ‘’Tentu sebagai warga negara yang baik, Pak Kurniadie sudah sampaikan, akan siap taat pada proses hukum di KPK,’’ kata Imam Sofian, SH.,MH selaku Kuasa Hukum Kurniadie menjawab Suara NTB, Minggu (9/6). Imam Sofian mengaku ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi tersangka dalam proses penyidikan hingga ke proses penuntutan. Meski sudah ditunjuk, diakuinya belum ada komunikasi lebih intens soal materi perkara. ‘’Belum,belum masuk ke materi perkara. Jadi masih bahas yang normatif saja soal teknis advokasi,’’ kata Imam. Jika akhirnya dibahas, pihaknya tidak akan terlalu terbuka, karena berkaitan dengan teknis pembelaan. Hal yang berkaitan dengan keberatan atas OTT itu, akan disampaikan dalam berita acara

saat di Pengadilan Tipikor. ‘’Nanti di pengadilan akan coba kita susun pembelaannya seperti apa. Sekarang belum dulu,’’ tegasnya. Akses bertemu kliennya pun terbatas. Setelah ditetapkan sebagai tersangka tanggal 28 Mei lalu, praktis dilakukan pengamanan ketat. Pihaknya hanya dipertemukan di tempat steril saat pembahasan soal pendampingan. Setelah pertemuan itu, belum ada pembahasan lagi karena instansi menetapkan libur lebaran. Namun setidaknya ia mendapat kabar kliennya dalam kondisi sehat. Saat lebaran pun pihak keluarga mendatangi Rutan KPK untuk membesuk. Mengenai recana pemeriksaan lanjutan Kurniadie sebagai tersangka, Imam mengaku belum mendapat kabar. (ars)

Halaman 8


Senin, 10 Juni 2019

SUARA NTB

Halaman 9

HILANG HLG BPKB R4 VW COMBI DR. 752 NOKA/NOSIN : HH652-853/ BZ195-277 NO.BPKB.3683304P AN.KANWIL DEP SOS PROP.NTB HLG D’SKTR JL.LANGKO HLG TNK R2 YAMAHA NOPOL EA 3591 DC NOKA/ NOSIN : MH32BJJ122139/ 2BJ-121855 AN.SAMSUL BAHARI HLG D’SKTR JL.YOS SUDARSO AMPENAN HLG STNK R2 KAWASAKI DR.4352 CB NOKA/NOSIN : JKAEX250LCDA1936/ E X 2 5 0 L E A 0 1 9 5 1 AN.HERMANSYAH HLG D ‘SKTR JAKARTA SELATAN

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910

HILANG STNK R2 HONDA DR.2647 CJ NOKA : NOSIN/ MH1JH115EK120990 : JFHIE-1120744 AN. L.MUKMIN HLG DSKT RUMAH

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697

HILANG STNK R2 HONDA DR.2931 BU NOKA : NOSIN/ MH1JF7119BK122845 : JK71E-1122257 AN.SANG GEDE ADITYA BHASKARA HLG DSKT CAKRANEGARA

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

HILANG STNK R2 HONDA DR.6429 MC NOKA : NOSIN/ MH117W110GK0605805 : JFW1E – 1612593 AN.MUHSAN HLG DSKTR RUMAH

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919

q

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 10 Juni 2019

Halaman 10

Upacara Hari Kelahiran Pancasila dan Kebangkitan Nasional di Dompu

Wakil Bupati Dorong Persatuan dan Semangat Kerja Aparatur Dompu (Suara NTB) Upacara Hari Kelahiran Pancasila yang dirangkaikan dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional tahun 2019 di Kabupaten Dompu dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Dompu, Arifuddin, SH. Dalam sambutannya, wabup mendorong semangat persatuan warga Kabupaten Dompu, sehingga bisa mewujudkan kemajuan bagi bangsa usai pesta demokrasi. Apresiasi juga disampaikan kepada aparatur dan masyarakat Dompu yang ikut membangun, sehingga berbagai kemajuan bisa dicapai, termasuk opini WTP dari BPK atas laporan keuangan selama 5 tahun berturut – turut. Upacara yang berlangsung di lapangan kantor Bupati Dompu pada Sabtu (1/6/2019) ini berlangsung khidmat dengan komandan upacara, Iptu Sudirman dari Danki Brimob Dompu dan Wakil Ketua DPRD Dompu, Sirajuddin, SH selaku pembaca sejarah Pancasila. Tidak hanya aparatur sipil di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu yang hadir, tapi juga pegawai BUMN/BUMD, tokoh masyarakat serta para veteran Kabupaten Dompu. Wabup juga memberikan apresiasi kepada peserta upacara yang hadir walaupun jelang moment lebaran Idhul Fitri 1440 H. Namun ia ingatkan agar para peserta upacara dari ASN untuk tidak menambah waktu libur lebaran, karena hari pertama dan kedua absensi kehadiran akan dikirim langsung ke Kemenpan RB RI. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada semua lapiran masyarakat Dompu dan seluruh aparatur di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu yang bisa mempertahankan suasana aman dan nyaman, sehingga pembangunan bisa tetap terlaksana. Dukungan semua pihak juga mengantarkan Pemda Dompu atas berbagai prestasi pembangunan yang diraih, termasuk opini

(Suara NTB/humas Dompu)

Wabup Dompu Arifuddin didampingi Forkominda menuju lokasi upacara.

Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan tahun 2018. Opini merupakan kelima kali diraih Pemda Dompu. Wakil Bupati juga membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI untuk Hari Kelahiran Pancasila. Dikatakannya, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun sebagai bangsa masih belum sempurna berhasil merealisasikan niai –nilai pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan, baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antrospologi, dan sosialogis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai – nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai – nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika. Sesuai pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan Hari Kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan. Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai – nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara, sehingga bangsa nusantara yang beragama dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan piagam Jakarta oleh panitia kecil 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. “Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan pancasila secara simultan dan terus menerus,” ungkapnya. Merayakan hari kelahiran pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai leitstars dinamis, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa kedepan. Sebagai energi positif bangsa, pancasila terus memberi-

kan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia. Keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun tamansari kebudayaan yang memungkinkan semua mahluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah tangga kita semua. Untuk itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menimbulkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, kita pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur. Melalui peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan,” kata Plt Kepala BPIP RI, Karyono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati. Terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 yang biasanya diperingati setiap 20 Mei, Wakil Bupati membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. Dikatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks sumpah palapa. Karena masih dalam situasi pascapesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi pilihan yang berbeda – beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti diniatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tidak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial. Tahap pilpres dan pileg tersebut berlangsung lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak pihak termasuk anggota KPPS, bahkan mengorbankan nyawa. Lebih satu abad bangsa Indonesia menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi utomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah rentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia.

“Kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini yaitu persatuan Indonesia. Apalagi peringatan hari kebangkitan nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan,” katanya. Bagi umat Islam, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenti Allah seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadhan kita bisa seperti mahapati Gajah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih. Bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad – abad. Kuncinya ada dalam Dwilingga salin suara berikut ini : Gotong Royong. Bung Karno dalam pidatonya di hadapan BPUPKI menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas dan intinya adalah gotong royong. Bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam asas ekonomi dunia. Bersama negara – negara besar lainnya seperti Tiongkok, AS, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. (ula/*)

(Suara NTB/Humas Dompu)

Petugas upacara pose bersama.

(Suara NTB/Humas Dompu)

(Suara NTB/Humas Dompu)

(Suara NTB/Humas Dompu)

Pengibaran bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Dompu.

Veteran saat mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila.

Wakil Ketua DPRD Dompu, Sirajuddin, SH membaca sejarah lahirnya Pancasila.

(Suara NTB/Humas Dompu)

Wabup Dompu Arifuddin bersama Forkominda.


SUARA NTB

Senin, 10 Juni 2019

Mensinergikan Kekuatan Bersama Dari Hal. 1 Sehingga, hal-hal besar seperti mewujudkan NTB Gemilang, akan terasa kecil. Hal tersebut dikatakan gubernur saat memberi sambutan pada salat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Rabu (5/6). Di hadapan ribuan warga NTB yang menghadiri salat Idul Fitri, gubernur mengawali sambutan dengan memaparkan hal-hal yang ingin diwujudkan melalui tagline NTB Gemilang. Pertama, NTB Gemilang bermakna bahwa NTB menjadi rumah yang nyaman bagi bisnis dan investasi. Pelaku bisnis akan merasa NTB sebagai tempat yang bersahabat bagi iklim bisnis. Dengan demikian, investasi dan usaha-usaha akan berdatangan ke NTB. Hal ini diyakini akan mendorong roda perekonomian NTB. Kedua, NTB Gemilang berarti NTB harus mewujudkan iklim yang nyaman bagi pengunjung atau wisatawan. Diterangkan, Lombok baru saja terpilih sebagai the best halal destination dunia. Sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Predikat terbaik itu menurutnya bukan sebatas teraplikasi dalam hal makanan atau busana saja. “Tapi mudah-mudahan, yang disebut dengan halal destination adalah kerendahan hati, dan kemauan masyarakat NTB untuk hidup di dalam naungan Alquran dan hidayah Allah SWT,” ujarnya. Dr. Zul menyerukan masyarakat NTB harus menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam tidak berlawanan dengan kemajuan. Islam bukanlah agama yang menentang semangat zaman. ‘’Kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang compatible dengan modernitas,’’ katanya. Lewat perwujudan NTB Gemilang, orang bisa melihat penerapan kehidupan beragama Islam yang menginspira-

si, sesuai tuntunan Allah SWT dalam Alquran. Sehingga di NTB, orang melihat the living quran. Quran yang berjalan. “Kita punya seribu masjid di NTB, kita punya seribu masjid di Pulau Lombok. Mudah-mudahan, semua nama Allah yang kita agungkan di masjidmasjid, juga kita agungkan di berbagai tempat di luar masjid,’’ serunya. Cita-cita ketiga sekaligus yang terpenting yang ingin diwujudkan NTB Gemilang, kata gubernur, NTB harus menjadi rumah yang nyaman bagi penduduk NTB sendiri. NTB bukan hanya menyenangkan investasi dan wisatawan. Tetapi NTB Gemilang harus bisa menjamin dan memastikan bahwa rakyatnya harus bahagia. Gubernur menekankan, masyarakat NTB dengan berbagai aktivitas yang akan terjadi di tempat kita tidak boleh jadi penonton. ‘’Kita tidak boleh menari dengan gendang yang ditabuh oleh orang lain. Kita harus meng-upgrade capacity masyarakat kita, perbaiki pendidikan. Mudahmudahan kita mampu menari dengan gendang yang kita tabuh sendiri,’’ ujarnya. Gubernur mengingatkan, upaya mewujudkan NTB yang Gemilang, menghadirkan baldatun tayiibatun warobbun gafur, bukanlah persoalan sederhana. ‘’Tapi pagi ini, di Islamic Center, di tempat yang bersejarah ini, mudah-mudahan apa yang kita ikhtiarkan bisa menjadi nyata,” ujarnya. Meskipun hal-hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, namun gubernur meyakini akan menjadi ringan jika umat Islam di NTB meresapi dan menggaungkan semangat dalam kalimat takbir yang dikumandangkan di hari Idul Fitri. (nas)

Kembali Menjadi Dosen Dari Hal. 1 Dalam surat tersebut, ia meminta Rosiady H. Sayuti untuk melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik pada Program Studi Sosiologi Universitas Mataram terhitung mulai tanggal 10 Juni 2019. ‘’Demikian surat penugasan ini untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebaik-baiknya,’’ bunyi surat tersebut. Surat penugasan tersebut ditembuskan ke Irjen Kemenristekdikti, Dekan Fakultas Pertanian Unram, Ketua Prodi Sosiologi Unram dan PNS yang bersangkutan. Di Unram, jabatan Rosiady adalah Lektor Kepala/ Dosen pada Prodi Sosiologi Unram. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan lelang atau seleksi terbuka jabatan Sekda NTB tak akan dilakukan terburu-buru. Ia mengatakan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Pemprov NTB tersebut kemungkinan akan dilakukan bulan Agustus, September atau Oktober mendatang. Gubernur menjelaskan sampai sekarang surat pemberhentian Sekda dari Presiden belum turun. Pada waktunya nanti, kata orang nomor satu di NTB ini, Pansel untuk menjaring calon-calon Sekda NTB yang baru akan dibentuk. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady

H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mengaku sudah mengajukan surat ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) untuk kembali ke jabatan fungsional sebagai dosen di Universitas Mataram (Unram). Surat kembali ke Unram itu sudah diajukan beberapa waktu lalu. Surat kembali ke jabatan fungsional tersebut paling lambat ke luar 8 Juni 2019. Karena pada tanggal tersebut, Sekda sudah genap berusia 58 tahun. Jika lewat dari umur 58 tahun, maka Sekda tak akan bisa kembali menjadi dosen. Sementara itu, jabatannya sebagai Sekda NTB akan menunggu surat pemberhentian dari Presiden. Sepanjang surat pemberhentian dari Presiden belum keluar maka ia masih menduduki jabatan Sekda. Rosiady dilantik menjadi Sekda NTB oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi pada 1 Juni 2016 lalu. Sebelum menjadi Sekda, Rosiady sempat menduduki beberapa jabatan eselon II. Antara lain Kepala Bappeda NTB, Asisten I Setda NTB dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB. Sebelum menjadi birokrat Pemprov, Rosiady merupakan dosen Universitas Mataram (Unram). (nas)

Halaman 11

Industrialisasi, Program Unggulan Menuju NTB Sejahtera dan Mandiri Dari Hal. 1 mimpi NTB mandiri sejahtera, sangat sulit diwujudkan. ‘’Karenanya, untuk maju, NTB butuh industrialisasi,’’ tegasnya. Industrialisasi, menurut Dr.Zul adalah proses besar untuk terus meningkatkan produksi dan meningkatkan nilai tambahnya. ‘’Jadi yang harus dilakukan adalah memberi nilai tambah pada setiap produk yang akan dipasarkan,’’ tegas Dr. Zul ‘’Ajourney of thousand miles, should be started by a single step...Jalan panjang, selalu harus dimulai dengan langkah pertama,’’ imbuh gubernur. Dijelaskannya, “tidak ada kabupaten, kota, dan provinsi yang akan mampu mencicipi kesejahteraan, kemakmuran, tanpa industrialisasi. Industrialisasi tidak identik dengan pabrik-pabrik besar, tidak identik dengan perusahaan sebesar Newmont,’’ tegas Dr. Zul. Tapi industrialisasi adalah seperti produk pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta aneka produk kerajinan. ‘’Kita olah di sini menjadi barang jadi. Tidak dikirim dan dipasarkan dalam bentuk bahan baku/mentah, ‘’ tutur Dr. Zul. Demikian juga, NTB memiliki madu hutan, harus diolah terlebih dahulu menjadi berbagai macam produk. Ada obat dari madu, ada madu sachet, dll. ‘’Dua atau tiga tahun ke depan, kita tidak boleh lagi membanggakan rumput laut yang tidak diolah, tidak boleh lagi menjual sapi atau kerbau hidup ke luar daerah, semuanya harus diolah di sini,’’ terangnya. “Dua tahun ke depan, kita tidak lagi jual jagung atau gabah ke luar daerah tapi akan punya pabrik penggilingan padi di sini, jagung, begitu juga rumput laut. Insya Allah, tahun depan Bulog akan menghadirkan pabrik penggilingan beras terbesar di NTB.’’ Visi NTB Gemilang terkait Industrialisasi Visi NTB Gemilang merupakan keyakinan dan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengikhtiarkan percepatan dan lompatan pembangunan NTB yang tertata rapi, sebagai hunian yang menyenangkan, masyarakat yang berdaya saing, tangguh dan berbudi luhur. Pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang maksimal. Industrialiasasi bagi pasangan Duo Doktor ( Dr. H.Zulkieflimansyah -Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah) merupakan kunci mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera dan mandiri. Dengan bertumpu pada sektor pertanian, pariwisata dan industrialisasi sebagai sektor unggulan daerah. Indikatornya adalah pertumbuhan industri, dan sasarannya adalah mengembangkan industri olahan dan permesinan. Serta meningkatnya investasi, kerjasama pemerintah dan badan usaha, diikuti kemudahan perizinan dan bermuara pada penurunan tingkat pengangguran terbuka. Jadi industri olahan dan permesinan yang dikembangkan, lebih terfokus pada teknologi/ permesinan yang mendukung pengolahan dan pemberian nilai tambah terhadap berbagai produk dari sektor pertanian, pariwisata dan industri yang potensial, menuju terwujudnya NTB Gemilang Ekonomi. Misalnya mesin-mesin untuk sarana produksi pertanian, seperti traktor, alat angkut, mesin perontok, pengering, pabrik penggilingan dan industri pengolahan lainnya, harus

diproduksi atau di assamble oleh putra-putri NTB di daerah sendiri. Dan sedapat mungkin dikurangi impor dari luar. Di dalam RPJMD Provinsi NTB tahun 2019-2023, sesuai janji kampanye pasangan Zul Rohmi, telah ditetapkan 19 program unggulan dalam mewujudkan misi NTB Sejahtera dan Mandiri, yakni program unggulan NTB Gemilang Ekonomi, pariwisata, pertanian dan industri. Sembilan diantaranya : (1) Science Technology Industrial Park (STIP) Inovatif, (2) NTB Ramah Investasi, (3) UMKM Bersaing, (4) 99 Desa Wisata, (5) Pertanian Lestari, (6) Kampung Unggas, (7) Apartemen Ikan, (8) Revitalisasi BLK, dan (9) Industrialisasi Produk Pertanian dan program-program unggulan lainnya. Dunia Usaha sebagai Aktor Utama. Gubernur menjelaskan bahwa aktor utama dari pembangunan industri tersebut, adalah dunia usaha yang berkembang baik. Karenanya, STIP menurut Dr. Zul merupakan trigger awal tentang industrialisasi di NTB. Industrialisasi adalah proses besar untuk menambah nilai tambah, sehingga membutuhkan inovasi teknologi. Strategi industrialisasi, menurut gubernur, perlu menggunakan pendekatan import substitusional dan pendekatan eksport. Pendekatan import substitusional menurut gubernur, adalah dimulai dari belajar dari negara-negara yang sudah maju. ‘’Kita ambil satu produk teknologinya, kemudian pembelajaran dilakukan dengan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi),’’ ujarnya. Di sinilah perlunya lembaga research daerah harus mampu bekerja sama dengan dunia industri. Selanjutnya, kita akan lebih banyak mengirim atau mengekspor produk-produk kita dalam bentuk barang jadi. ‘’Kita harus memastikan NTB itu sehat, hangat, dan aman untuk investasi dan dunia usaha. Karenanya, tugas pemerintah dan dunia pendidikan adalah menciptakan agar dunia usaha itu nyaman untuk lahirnya industri dan dunia usaha,’’ ujar gubernur. STIP sebagai Model Salah satu program unggulan Pemprov NTB sesuai janji politik Pemerintahan Bang Zul - Umi Rohmi saat ini adalah pada pengembangan taman pendidikan di Science Technology Industrial Park (STIP), yang sebelumnya bernama Agro Edu Wisata. Pengembangan STIP merupakan satu di antara 15 komitmen gubernur yang langsung mendapat perhatian. Gubernur berharap, STIP nantinya tidak hanya berdiri di Pulau Lombok, akan tetapi akan lahir technopark-technopark lainnya yang tersebar di Pulau Sumbawa. Ia menjadi model pembangunan ekonomi dan iklim investasi yang berkembang baik di NTB. STIP juga merupakan salah satu program 100 hari gubernur, dan telah di launching secara resmi pada acara HUT NTB ke60 pada 17 Desember 2018. Sebagai sebuah program unggulan, pengembangan STIP diharapkan akan menjadi rujukan bagi technopark di seluruh Indonesia. STIP dimulai dengan langkah awal pada pengembangan industri permesinan dan pendirian hotel SMK yang nantinya akan langsung dikelola oleh lulusan SMK di NTB. Beberapa target yang mencakup program –program yang

akan dikembangkan pada STIP. Target pertama adalah pada masalah produk, yang ke dua sertifikasi produk, kemudian informasi, wirausaha baru, kerjasama dan bisnis proses, serta tempat belajar dan wisata. Sedangkan program-program yang akan dijalankan pada masing-masing target antara lain adalah, pabrikasi produk permesinan, training/kursus wirausaha, uji pasar produk IKM, bisnis model (hulu hilir), NTB Miniatur, serta Taman Edukasi dan Teknologi. Adapun instansi yang dilibatkan pada pengembangan STIP nantinya adalah Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, SMK Pariwisata, Dinas Perdagangan, serta beberapa OPD serta pihak terkait lainnya. Struktur organisasi yang dilibatkan meliputi direktur, manager umum dan keuangan, Manager edukasi dan wisata. Kemudian manager pengembangan teknologi dan inovasi serta manager kerjasama dan bisnis proses. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D, saat memberi arahan pada Rapat Penyusunan Roadmap Industrialiasasi di Ruang Melati Kantor Gubernur NTB (22/4-2019), menegaskan STIP diarahkan untuk menyediakan permesinan. Diharapkan fokus pada industri yang potensial, tegas Pak Ros (sapaan akrabnya). Sehingga hasilnya tampak nyata. ‘’Contohnya pada hilirisasi sektor pertanian. Jika fokus pada jagung, maka STIP akan fokus menyediakan mesin pengolahan jagung,’’ terangnya. Ia mencontohkan seorang

pengusaha lokal, Ihwam dari Lombok Timur, yang sudah punya workshop pembuatan berbagai mesin seperti mesin pemipil jagung, perontok padi, traktor, dan alsintan lainnya, yang kualitasnya tidak kalah dengan produk daerah lain. Hal seperti itulah, menurut Pak Ros yang bisa dimaksukkan ke dalam roadmap industrialisasi. Jadi fokus kita pada industri alat dan mesin pertanian. ‘’Sehingga ke depan, untuk kebutuhan hilirisasi produk pertanian, peternakan kelautan, mesinnya sudah tersedia,’’ ujarnya. Progam aksi yang sudah disepakati dengan Dirjen Perindustrian adalah pembangunan pabrik pakan mini dengan nilai investasi sebesar Rp5 miliar lebih. Namun yang perlu dipastikan adalah ketersediaan bahan baku, di samping pemasaran. ‘’Jangan sampai karena ketidaksediaan bahan baku, maka mesin/pabrik yang ada, tidak bisa beroperasi,’’ kata Sekda mengingatkan. Untuk merancang hal ini, membutuhkan keterlibatan stakeholder terkait. Misalnya untuk menyusun kebutuhan industri tenun, maka mesin apa yang kita dibutuhkan. Sehingga perlu pelibatan semua pihak yang selama ini terjun di dalamnya. Tentu hal ini harus dimulai dari sektor-sektor unggulan. Karena tidak semua sektor dapat kita sentuh sekaligus. Sementara Kepala BPS NTB mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sensus BPS, 99 persen industri di NTB adalah UMKM dan sisanya industri menengah dan besar. Kontribusi industri masih berkisar 5

persen. Karena itu, pihaknya siap memberikan dukungan data untuk memetakan potensi industri di NTB yang berpeluang untuk dikembangkan dan dituangkan kedalam roadmap. Hal senada diungkapkan Kepala BI, yang mengusulkan pentingnya industrialisasi di sektor pariwisata. Mengingat potensi sektor pariwisata di NTB sangat potensial dalam mewujudkan NTB Gemilang Ekonomi. Perlu Perubahan Mindset Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah sangat setuju dan mendukung dengan apa yang disampaikan gubernur. Karenanya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu melakukan perubahan mindset, dan meninggalkan ego sektoral. Sebab konsep yang disampaikan oleh gubernur adalah konsep besar, yang harus mampu kita jalankan. ‘’Kita harus mampu merencanakan tahun pertahun dari program kerja kita. Semua kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB,’’ jelas Wagub. Untuk mengembangkan industrialisasi, kita harus berangkat dari keadaan riil di daerah kita. ‘’Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani,’’ tutup Hj. Rohmi. (Plt.Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi)

Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Poto Tano dan Lembar Dari Hal. 1 Bahkan semua kapal yang diberangkatkan dari Poto Tano penuh sesak dan diprediksi masih akan terus terjadi hingga malam. Karena masih banyak kendaraan yang belum melakukan perjalanan balik dari Pulau Sumbawa ke Lombok dan sekitarnya,’’ ujar Manager Operasional PT ASDP Cabang Poto Tano, Samiun Akbar SE saat ditemui Suara NTB, Minggu (9/6) kemarin. Dikatakannya, meskipun untuk saat ini sudah ada penumpukan kendaraan menuju ke pulau Lombok dan sekitarnya mencapai dua kilometer, tetapi pihaknya sudah menyiasati dengan merubah jadwal proses bongkar muat kapal. Yakni dari waktu normal 50-40 menit menjadi 30 menit saja untuk bisa mengurai antrean kendaraan. Hanya pola tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, karena faktanya kendaraan masih tetap saja terjadi penumpukan di Pelabuhan Poto Tano. Bahkan 22 kapal roro yang disiapkan di mana kapal yang stand by di dermaga tersisa tinggal dua unit, tetap saja belum mampu mengurai antrean yang terjadi saat ini. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk bisa mempercepat proses bongkar muat supaya antrean kendaraan bisa terurai. Bahkan jika kondisi tidak memungkinkan, kapal yang saat ini sedang stand by juga akan dioperasikan kembali supaya bisa mengurai kemacematan di pelabuhan. ‘’ Karena hari ini puncak arus balik, semua kendaraan yang kita operasikan tetap saja penuh. Namun demikian, kita tetap akan memantau kondisi terkini yang ada di pelabuhan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujarnya. Jika dibandingkan denga tahun 2018 lalu pada musim tahun baru, tahun 2019 ini ada kenaikan jumlah penumpang se-

kitar 100 persen. Kenaikan ini terjadi di golongan tiga (kendaraan umum dan pribadi) dan kendaraan roda dua. Hal ini merupakan dampak dari mahalnya harga tiket pesawat untuk semua rute penerbangan. Sehingga masyarakat mencari alternatif dengan tetap menggunakan kapal laut untuk sampai ke kampung halamannya. Naik 8-10 Persen Sementara itu, penumpang arus balik di pelabuhan penyeberangan Lembar membeludak mulai H+3 lebaran. Total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Lembar ke Padangbai (Bali) dan Surabaya (Jawa Timur) melalui KM. Legundi mencapai 26.119 orang. Jumlah penumpang yang menyeberang di Pelabuhan Lembar mengalami peningkatan rata-rata hingga 8 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan yang tajam terjadi di kendaraan mencapai 12 persen. Peningkatan penumpang ini disebabkan salah satunya harga tiket pesawat yang mahal sehingga pengguna jasa banyak memilih penyeberangan. Pantauan Suara NTB di Pelabuhan Lembar, penumpukan terjadi jalur roda dua. Ratusan penumpang antre menunggu keberangkatan. Di pelataran parkir pelabuhan juga dipenuhi kendaraan roda empat, seperti truk berukuran kecil, sedang dan besar. Penumpukan truk ini terjadi karena pengangkutan penyeberangan memprioritaskan pemudik yang mau menyeberang. Kepala BPTD Wilayah XII Bali NTB, Agung Hartono yang dikonfirmasi mengatakan, penumpang mudik dan arus balik mengalami peningkatan ratarata 8 persen. ‘’Penumpang mudik dan arus balik rata-rata naik 8 persen mulai sejak H-7 sampai sekarang,’’ kata Agung. Berdasarkan data pada BPTD, jumlah penumpang yang

melalui Pelabuhan Lembar ke Padangbai dan Surabaya menggunakan KM Legundi mencapai 30.789 orang meningkat dibandingkan tahun 2019 mencapai 30.555 orang. Kendaraan roda dua mengalami penurunan dari 4.665 unit tahun 2019 (hingga H+3 lebaran) di banding tahun 2018 mencapai 5.090 unit. Sedangkan kendaraan roda empat campuran mengalami peningkatan dengan kisaran 9,7 persen dari 4.412 unit tahun 2018 dan 4.840 unit tahun 2019. Lebih dirincikan perbandingan penumpang penyeberangan Lembar-Padangbai dengan LembarSurabaya, penumpang LembarSurabaya mengalami peningkatan. Penumpang Penyeberangan Lembar-Padangbai mencapai 22.820 orang, kendaraan roda dua 3.134 unit, roda empat campuran 3.820 unit. Sedangkan penumpang KM. Legundi ada tiga kali pelayanan penyeberangan dengan total 3.299 orang atau naik 8 persen, roda dua 369 unit, kendaraan campuran 573 unit. Bahkan kata dia, penumpang kapal legundi mencapai 1.300 orang melebihi kapasitas 1200 orang. GM PT ASDP Yulianto mengatakan,puncak arus balik di Pelabuhan Lembar sudah mulai terjadi sejak Sabtu malam, terutama kendaraan roda dua. Sedangkan pelayanan Lembar-Surabaya belum meningkat karena belum ada pelayanan penyeberangan. Biasanya kata dia peningkatan akan terjadi H+7 lebaran, usai lebaran ketupat. ‘’Peningkatan rata-rata penumpang arus mudik dan balik mencapai 8-10 persen,’’ sebutnya. Per hari kata dia, jumlah pemudik yang berangkat mencapai 400-500 orang termasuk kendaraan. Puncak arus balik kata dia, biasanya terjadi sore atau malam hari. Jika terjadi lonjakan pihaknya memberlakukan ekstra trip, seperti yang dilakukan malam minggu kemarin. (ils/her)

Pembangunan Jembatan Lombok - Sumbawa Penuhi Kelayakan Teknis Dari Hal. 1 Kajian yang dilakukan baru sebatas pre-FS, maka belum diketahui jumlah investasi yang dibutuhkan. Jumlah investasi yang dibutuhkan akan terlihat apabila sudah dilakukan FS. Karena proyek ini akan menghubungkan dua pulau, maka kata Amry, Pemprov NTB punya tanggung jawab untuk menyiapkan anggaran penyusunan FS. ‘’Sekarang apakah di APBD provinsi sudah dianggarkan FS itu, saya belum cek informasinya. Kalau sudah dianggarkan FS-nya, tahun ini bisa jadi. Tahun depan bisa kita jual ke investor,’’ jelasnya. Mantan Kepala Bappeda KSB ini mengatakan, ide mengenai rencana pembangunan jembatan ini untuk meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Lombok dan Sumbawa. Dengan adanya jembatan tersebut, Lombok-Sumbawa bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Sementara saat ini lewat pelabuhan penyeberangan Kayangan - Poto Tano membutuhkan waktu sekitar dua jam. Artinya, waktu tempuh dapat diperpendek. Dengan demikian, pengembangan sektor pariwisata di Pulau Sumbawa juga bisa dipercepat. Ia menyebut dengan waktu tempuh Lombok - Sumbawa di atas dua jam, seperti sekarang, wisatawan akan berpikir menye-

berang ke Pulau Sumbawa. Tetapi, jika pembangunan jembatan ini terealisasi, maka Lombok Sumbawa dapat ditempuh dalam waktu 15 menit. Selain itu, keberadaan jembatan penghubung Lombok Sumbawa diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Lombok dan Sumbawa. Terlebih, jalur tersebut merupakan jalur logistik nasional dari Aceh sampai NTT. ‘’Bisa dibayangkan, jika ada jembatan penghubung sepanjang 16 km, berarti kecepatan arus barang, arus manusia, transportasi sampai ke NTT akan semakin cepat,’’ imbuhnya. Dampak keberadaan jembatan penghubung ini yang akan mematikan penyeberangan Kayangan - Poto Tano. Amry menegaskan penyeberangan Kayangan - Poto Tano tidak akan mati. Menurutnya, banyak obyjk wisata pulau-pulau kecil di KSB dan Kabupaten Sumbawa yang sedang berkembang. Pelabuhan penyeberangan yang ada dapat difungsikan sebagai lokasi sandar kapal-kapal cepat menuju objek wisata yang ada. ‘’Semua potensi, fasilitas yang ada tidak akan hilang. Nanti tinggal alternatif mana penggunaan terbaiknya,’’ tandasnya. Sebelumnya, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.

Sc, M.TP mengatakan jika proyek pembangunan jembatan ini terwujud, konektivitas Pulau Lombok dan Sumbawa akan begitu mudah. Transportasi laut lewat penyeberangan Kayangan - Pototano yang maembutuhkan waktu berjam-jam, dapat dipangkas menjadi 15 menit jika jembatan tersebut terbangun. Jika dilihat dari aspek ekonomi, pembangunan jembatan penghubung Lombok - Sumbawa ini sangat prospek. Pasalnya, saat ini ada puluhan kapal penyeberangan yang bolak-balik Kayangan Pototano tiap hari. Apalagi jika melihat tren pengembangan destinasi wisata. Selain itu, jalan nasional yang ada di Lombok dan Sumbawa merupakan bagian dari jalur logistik nasional. Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP yang dikonfirmasi terpisah mengaku belum mengetahui rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok Sumbawa. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB ini tidak mengetahui sama sekali perkembangan rencana pembangunan jembatan tersebut. Ardhi juga mengaku belum bertemu dengan investor yang berencana akan membangun jembatan sepanjang 16 Km tersebut. ‘’Saya belum tahu. Besok saya tanya teman-teman,’’ujarnyasingkat.(nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 10 Juni 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 10 Juni 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu