HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SELASA, 8 OKTOBER 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 174 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Respons Survei KPK
(Suara NTB/ars)
Pemprov Perbaiki Perangkat Antikorupsi
Ibnu Salim
Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB terus melakukan perbaikan perangat perangkat yang bisa mendukung pencegahan potensi tindak pidana korupsi. Langkah ini untuk merespons hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2019 yang sedang berlangsung. Di mana untuk tahun 2018, hasil SPI, NTB masuk urutan enam besar daerah berintegritas. Menurut Inspektur Provinsi NTB Ibnu Salim, SH.,M.Si, perbaikan perangkat antikorupsi di sejumlah sektor pelayanan publik dengan terus beradaptasi dengan sistem teknologi informasi demi transparansi. Seperti dalam manajemen pengelolaan pemerintah dengan e-planning dan e-budgeting. Bersambung ke hal 15
Kejagung Periksa Pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc menghadiri 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 acara Panggung Prajurit yang diinisiasi oleh Polda NTB di Taman 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sangkareang Mataram, Minggu (6/10) malam. Gubernur pada 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kesempatan itu, memuji solidnya TNI dan Polri di NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ‘’Malam ini, kita menjadi saksi bahwa Polda NTB dalam 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 rangka merayakan hari jadi TNI ke 74, mungkin tidak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 bisa memberikan uang yang banyak. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Solidnya TNI dan Polri di NTB
Mataram (Suara NTB) Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi NTB. Pemeriksaan itu terkait beredarnya bibit jagung diduga palsu tahun 2017 yang merugikan petani. Pemanggilan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir.H. Husnul Fauzi, M.Si, sebelumnya. Pemanggilan dilakukan pada Rabu (2/10) pekan lalu. Surat dilayangkan langsung
kepada Kepala BPSB, H. Wardi, SP. Bersamaan dengan Wardi, diperiksa juga koordi-
di wilayah NTB tahun 2017. Namun ia enggan merinci materi pemeriksaan dan item temuan terkait bibit jagung Hibrida berbagai varitas tersebut. ‘’Pemeriksaannya seputar temuan (bibit, red) saja. Semua sudah dijelaskan ke penyidik. Datadata juga sudah diberikan,’’ ujarnya. Bersambung ke hal 15
Talud Diperbaiki, Pemprov Perlebar Jalan Gunungsari - Pemenang 2020 Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB memastikan perbaikan talud jalan yang jebol di Pusuk, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan segera dilakukan. Karena talud tersebut rusak akibat bencana alam, maka sedang diurus surat pernyataan Bupati KLU untuk keperluan administrasi dalam penentuan rekanan yang akan mengerjakan. Selain memperbaiki talud jalan yang jebol tahun ini. Pemprov juga
TO K O H Pemprov Rem Belanja
H. Iswandi
nator pengawasan BPSB Akhmad Suhandi, SP. Pemeriksaan itu dibenar-
kan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) BPSB NTB, Maisin, S,ST. ‘’Pak Kepala Balai sudah dipanggil, didampingi koordinator pengawasan. Jadi diklarifikasi seputar teknis pengawasan bibit jagung itu,’’ kata Maisin kepada Suara NTB, Senin (7/10). Wardi dan Akhmad Suhandi diklarifikasi seputar temuan bibit jagung Hibrida
sudah merencanakan akan memperlebar akses jalan dari Gunungsari Lombok Barat (Lobar) - Pemenang KLU. Pemprov sudah merencanakan pelebaran jalan itu lewat program percepatan perbaikan infrastruktur jalan tahun anggaran 2020 medatang. Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM menjelaskan, biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan talud jalan di Pusuk KLU sekitar Rp600 juta. Bersambung ke hal 15
PEMPROV NTB mengambil kebijakan mengerem belanja dan mengurangi belanja perjalanan dinas pada triwulan IV 2019. Hal ini dilakukan agar bantuan belanja ke kabupaten/kota yang kurang salur tahun 2019 tidak semakin membesar. Di sisi yang lain, Pemprov meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik agar melakukan monitoring dan evaluasi kepada kontraktor atau rekanan. Kontraktor didesak mempercepat penyelesaian pekerjaannya supaya dana dari pemerintah pusat dapat segera diusulkan untuk dicairkan. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R
Tiga Daerah Terancam Banjir Bandang (Suara NTB/ist)
TINJAU - Pejabat Dinas PUPR NTB meninjau talud jalan di Pusuk KLU yang jebol. Pemprov akan segera memperbaiki talud jalan tersebut dalam waktu dekat.
GENAP setahun Bank NTB konversi dari konvensional ke syariah penuh. Catatan setahun pascakonversi, kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) melaju positif. Itulah y a n g
(Suara NTB/bul)
(Suara NTB/dok)
H. Kukuh Raharjo
disyukuri bersama. Halaman pelataran Kantor Pusat Bank NTB Syariah Sabtu pagi (6/ 10) terlihat ramai. Insan Bank NTB Syariah di Pulau Lombok berkumpul di sana. Mereka bershawalat dan berzikir. Mensyukuri setahun konversi ke syariah penuh, dengan pencapaian bank cukup menggembirakan. Seluruh direksi, komisaris dan karyawan Bank NTB Syariah mengge-
lar doa bersama. Mengungkapkan ucapan syukur kepada Allah, Tuhan YME atas kinerja bank yang cukup positif. Shalawat dan zikir, dipandu langsung Haddad Alwi. Bersambung ke hal 15
Haddad Alwi
(Suara NTB/bul)
Madani Mukarom
SEKITAR 150 hektare luas hutan Pesugulan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terindikasi dirambah masyarakat. Kondisi hutan lindung tersebut kini sudah ‘’botak’’. Setidaknya tiga daerah terancam kena banjir bandang akibat perambahan hutan lindung tersebut. ‘’Suela, Aikmel dan Masbagik terancam banjir bandang akibat (perambahan) ini. Sudah mulai direboisasi mulai tahun ini. Tiga kecamatan yang terancam di sekitar itu. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
Suasana zikir dan bershalawat bersama
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kemiskinan di Kota Mataram Meningkat Siap Sukseskan Pilkada SETIAP kelurahan di Kota Mataram siap menjalankan agenda seperti pembentukan KPPS, Linmas dan memperbaharui jumlah DPTsebelum Pilkada tahun 2020 mendatang. Akan tetapi, menurut Lurah Gomong, L. Husni Bardin, terkait persiapan Pilkada tahun 2020 mendatang, kelurahan Gomong belum mendapat perintah dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Mataram untuk menyiapkan segala sesuatu dalam menyambut Pilkada Kota Mataram. Akan tetapi lanjut Husni, sampai saat ini kelurahan siap menerima instruksi dari KPUD Kota Mataram yang berkaitan dengan Pilkada mendatang. “Kita belum mendapat petunjuk dari KPU apa yang akan dipersiapkan oleh kelurahan, biasanya kan kita persiapkan untuk TPK, KPPS, Linmas. Nanti bagaimana pelaksanaannya, ini belum dibahas,” jelasnya, Senin (7/10). Pada Pilpres kemarin ujar Husni, ada peleburan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kelurahan Gomong. Ia beranggapan apakah nanti, jumlah TPS di kelurahan gomong akan tetap berjumlah 13 TPS atau tidak. “Kemarin kan jumlahnya 13 TPS. Itu mungkin kita belum dengar, apakah akan ada pengurangan TPS atau penambahan, ini kita belum dapat informasi dari KPU tentang itu. Masalah yang lain itu biasa untuk mempersiapkan kegiatan kita untuk pemilu kita akan sosialisasi dulu di kecamatan,” katanya. Saat ini lanjut Husni, kelurahan belum mendapat petunjuk dari KPUD Kota Mataram. Akan tetapi, kelurahan Gomong telah mendapat informasi terkait akan dilakukan pendataan ulang jumlah DPT. “Pendataan DPT akan ada, apakah nanti pakai data yang kemarin atau pakai Pilpres kemarin, cuma kita belum dapat instruksi dari atas,” jelasnya. Husni pun siap, jika KPUD Kota Mataram menginstruksikan untuk mendata kembali. Kelurahan akan melakukan koordinasi ke semua staf kelurahan dan masyarakat Gomong. “Semoga saja ada pendataan ulang. Kalau dapat, mungkin baru kita data nanti. Karena kan jumlah DPT itu kadang bisa bertambah dan berkurang. Tapi untuk saat ini, belum dapat informasi yang jelas,” tandasLalu Husni Bardin nya. (viq)
Mataram (Suara NTB) Jumlah penduduk miskin di Kota Mataram diprediksi meningkat. Dari jumlah penduduk miskin tahun 2019 ini sebanyak 8,6 persen, angka kemiskinan diperkirakan mencapai 9,3 persen per Februari 2020 mendatang. Kepala Bappeda Kota Mataram, Amiruddin mengatakan, dari data Bappeda Kota Mataram hingga akhir tahun 2019 ini, diprediksi mencapai 9,3 persen jumlah warga miskin. Peningkatan itu lanjut Amir, dikarenakan kondisi perekonomian Kota Mataram sampai sekarang tidak mengalami peningkatan atau menetap. “Ini kan kota jasa. Diperlukan jasa untuk pendapatannya,” katanya kepada Suara NTB, Senin (7/10). Sebelumnya, kenaikkan ini
dilihat Amir, karena ada kenaikan standar dari pendapatan per kapita Kota Mataram. Dari Rp12 juta per tahun itu naik menjadi Rp13 juta. “Dilihat di data statistik, ada kenaikan untuk pendapatan per kapita kita, tapi justru memang sekarang kelesuan hunian atau hotel ini turun juga. Itulah penyebabnya juga,” katanya. Dari data yang dihimpun Bapedda Kota Mataram kata Amir, laju pendapatan hotel di Mataram dulunya capai 9 koma sekian. Namun, saat ini,
menurun jadi 4 koma sekian. “Luar biasa kan,” paparnya. Amir menyebutkan, Pemkot Mataram dan seluruh jajarannya jangan berharap bisa
”
menaikkan PAD dari hotel dan restauran pada tahun 2019 ini. “Karena sedang lesu. Kita jangan berharap banyak-banyaklah dari itu untuk meningkatkan PAD. Ini kan berpengaruh juga terhadap ekonomi kita. Karena pendatapan kita banyak dari hotel dari restoran dan sektor akomodasi lainnya,” katanya. (viq)
Perekonomian Kota Mataram sampai sekarang tidak mengalami peningkatan atau menetap. Ini kota jasa, diperlukan jasa untuk pendapatannya
H. Amiruddin (Suara NTB/viq)
SEDOT AIR - Dua orang petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram mengambil air menggunakan mesim pompa penyedot air di saluran depan Kompleks Perkantoran di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempon Baru, belum lama ini. Selanjutnya mobil tangki ini menyiram tanaman di taman-taman Kota Mataram. Debit air berkurang pada musim kemarau saat ini. Namun demikian, lahan pertanian di Kota Mataram tak terganggu. Dinas Pertanian menyiasati dengan sumur bor.
(Suara NTB/viq)
(Suara NTB/cem)
Kantor Walikota Sudah Urgen PEMBAHASAN rencana anggaran pada APBD Kota Mataram tahun anggaran 2020 terus bergulir di DPRD Kota Mataram. Banggar (badan anggaran) terus mengintensifkan pembahasan di internal Dewan. Salah satu yang menjadi pemikiran Banggar adalah dipangkasnya anggaran pada sektor pelayanan dasar masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan. Anggota Banggar DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., dalam rapat Banggar DPRD Kota Mataram, Senin (7/10) mengungkapkan, jumlah warga Mataram yang tidak memiliki kartu BPJS cukup banyak. Kebutuhan anggaran untuk membiayai pelayanan kesehatan warga tersebut, tidak kurang dari Rp600 juta setiap bulan. ‘’Jadi kalau dikalkulasikan selama setahun, maka Dinas Kesehatan mengeluarkan anggaran tidak kurang dari Rp6 miliar setahun,’’ ujarnya. Pelayanan kesehatan, lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini, adalah pelayanan yang sangat mendasar. Apalagi kondisi pascagempa, recovery belum bisa tuntas seratus persen ditambah persoalan pada pelayanan dasar yang memang belum terpenuhi. Untuk bisa mengakomodir pelayanan dasar masyarakat, baik eksekutif maupun legislatif harus legowo manakala ada beberapa keinginan yang nantinya terpaksa harus ditunda. ‘’Termasuk pembangunan gedung Graha DPRD Kota Mataram,’’ cetusnya. Sedangkan terkait rencana pembangunan Kantor Walikota Mataram di lingkar selatan, politisi Gerindra ini melihat hal itu justru harus segera dilakukan. ‘’Kalau kantor Walikota ini saya lihat sudah urgen untuk pelayanan kepada masyarakat,’’ imbuhnya. Agar program prioritas di Kota Mataram dapat berjalan dengan baik, Muhtar mengajak eksekutif bernegosiasi. Apalagi pembangunan Kantor Walikota Mataram direncanakan bertahap dengan pola pembayaran tahun jamak. Dia menyarankan supaya pembahasan KUA PPAS cepat tuntas, Banggar perlu segera bertemu dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). ‘’Karena kalau kita tunda, ini membutuhkan waktu semakin lama untuk bisa menuntaskanya. Nanti setelah bertemu TAPD barulah kita sesuaikan anggaran di tiap-tiap OPD. Mungkin bisa kita bahas per item supaya cepat tuntas,’’ demikian wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini. (fit) H. Muhtar (Suara NTB/fit)
Kenaikan UMK Pemkot Pinjam Rp118 Miliar Mataram akan Dikaji untuk Bangun Rumah Sakit
Mataram (Suara NTB) Kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kota Mataram tahun 2020 mendatang belum dapat dipastikan. Akan tetapi, Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram akan mengkaji terlebih dahulu kondisi ekonomi dan laju inflasi Kota Mataram. “Kita akan lihat dulu kondisi ekonomi kita, tingkat inflasi. Tetapi ada nanti itu keputusannya setelah kita rapat dengan asosiasi SPSI Aspindo, dengan Dewan pengupah juga,” kata Hariadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Senin (7/10). Menurutnya, Pemkot Mataram tetap menginginkan yang terbaik bagi karyawan dan perusahaan di Mataram. Jika UMK kota Mataram naik, tidak ada yang dirugikan. Namun, kenaikkan UMK itu, lanjut Hariadi, pasti semua menginginkannya. “Kita menginginkan yang terbaik untuk perusahaan dan karyawan kita. Jadi fasilitator, tidak ada yang dirugikan dalam hal ini, baik itu perusahaan atau pun karyawan,” katanya. Disnaker Kota Mataram akan mencari jalan tengah. Melihat kondisi ekonomi Kota Mataram saat ini, Hariadi akan mempertimbangkannya terlebih dahulu. “Kita akan melihat laju pertumbuhan ekonomi. Itu yang akan kita lihat terlebih dahulu, juga tingkat inflasi yang ada di Kota Mataram. Kita juga kan tidak bisa tidak melihat dampak dari bencana kemarin. Kan banyak faktor yang mempengaruhi. Kita akan kaji semua,” jelasnya. Intinya, kata Hariadi, Pemkot Mataram tidak ingin ada karyawan di Mataram diPHK atau ada perusahaan yang merugikan karyawannya. Di satu sisi, katanya melanjutkan, Pemkot Mataram tidak akan merugikan perusa-
(Suara NTB/dok)
Hariadi haan-perusahaan yang ada di Mataram. “Maka perlu melihat faktor ekonomi juga mempengaruhi pasang surutnya perkembangan pengusaha di kota Mataram saat ini. Tapi alhamdulillah kemarin dari laju inflasi kita bagus. Ini kabar bagus,” katanya. Pembahasan kenaikan UMK ini akan melibatkan beberapa pihak. Disnaker Kota Mataram akan mengundang baik dari Dewan Pengupahan, akademisi, Pemerintah kota, Asosiasi Aspindo, dan semua organisasi untuk perusahaan dan untuk pekerja akan diundang. “Semua pihak kita undang untuk bisa menentukan UMK ini,” jelasnya. “Ini perlu dikaji masak dan dalam-dalam, sehingga kota mengeluarkan kebijakan itu, tidak merugikan kedua belah pihak,” lanjutnya. “Alangkah bagusnya kalau bisa naik. Satu sisi untuk mensejahterakan masyarakat, satu sisi juga perusahan tidak terlalu dibebani,” tutupnya. (viq)
Dana Rehab – Rekon Korban Gempa di Mataram Ditambah Rp32 Miliar Mataram (Suara NTB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan tambahan anggaran Rp32 miliar kepada Pemkot Mataram untuk penyelesaian rehab – rekon korban gempa. Bantuan telah ditransfer ke rekening kelompok masyarakat. Anggaran tambahan dari pemerintah pusat ini merupakan hasil validasi data yang diusulkan melalui surat keputusan (SK) Walikota Mataram yang ke VIII, IX dan X. Pemer-
intah pusat kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzaki dikonfirmasi Senin (7/10), memberikan tambahan anggaran Rp 32 miliar lebih untuk rehab – rekon pascagempa bumi tahun 2018 lalu. Pencairan dana dilaksanakan secara bertahap. Kemarin, pencairan untuk SK tahap VIII. Dan, akan disusul untuk tahap IX dan X. “Kalau transfer kita sudah ke rekening.
Pencairan kita bagi di tiga Koramil,” kata Muzaki. Hasil validasi BNPB menemukan anomali data sekitar 87 unit rumah yang nilainya sekitar Rp2 miliar. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan validasi ke lapangan. Anomali data itu kaitannya dengan ada beberapa dicurigai kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan ganda. Kedua, dicurigai menggunakan dua KTP padahal satu keluarga. Validasi anomali data harus
dilakukan untuk menghindari temuan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Inspektorat. “Misalnya, suaminya sudah dapat, lagi istrinya dapat,” terangnya. BPBD telah mentransfer bantuan ke rekening kelompok masyarakat. Diharapkan, masa transisi tanggap darurat 25 Desember mendatang rumah rusak baik kategori berat, sedang dan ringan telah rampung. (cem)
Mataram (Suara NTB) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram bersama Badan Anggaran DPRD Kota Mataram mengkonsultasikan rencanca pinjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp118 miliar. Terhadap pinjaman selama lima tahun ini, Pemkot Mataram harus membayar bunga Rp47,2 miliar. Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra ditemui Senin (7/10) menyampaikan, rencana pinjaman ke perusahaan di bawah Kementerian Keuangan telah dikonsultasikan bersama Direktur PT. SMI di Jakarta bersama Banggar DPRD Kota Mataram. Prinsipnya, Banggar menyetujui peminjaman dana untuk penambahan ruang rawat inap tersebut. Tinggal melengkapi persyaratan serta permohonan dari Walikota Mataram dan disetujui oleh Dewan. “Prinsipnya tidak ada masalah. Banggar menyetujui kok,” katanya. Dokter Jack, sapaan akrab
Direktur RSUD ini menambahkan, dana yang dipinjam ke PT. SMI sekitar Rp118 miliar. Bunga harus dibayarkan setiap tahunnya 8 persen atau sekitar Rp9,4 miliar. Jika dikalkulasikan selama lima tahun bunga pinjaman yang harus disetor ke perusahaan plat merah itu sekitar Rp47,2 miliar. Pengembalian pinjaman itu bisa menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima setiap tahunnya antara Rp15 miliar sampai Rp25 miliar. Selanjutnya, bantuan dana kesehatan lainnya, dana insentif daerah serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Di tahap awal pembayaran membebankan APBD. “Yang jelas bunganya lebih rendah dibandingkan dengan bunga bank,” pungkasnya. Menurutnya, pinjaman itu harus dilakukan. Jika membangun secara bertahap tidak bisa terintegrasi. Apalagi kondisi lahan dimiliki terbatas jika dibandingkan dengan RSUD NTB yang memiliki luas lahan mencapai 40 hektar.
Justru dikhawatirkan bila pembangunan bertahap akan merusak dan kondisi bangunan tidak sesuai yang diinginkan. Pola ini juga dilakukan oleh Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. PT. SMI cukup memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Dampak dari pinjaman tentu pada subsidi diterima oleh rumah sakit. Hal ini tidak akan mengganggu program maupun pos anggaran lainnya. Pihaknya telah mensimulasikan dan dinilai masih aman. “Iya, subsidi ke rumah sakit saja dikurangi. Tapi tidak ada masalah,” ucapnya. Di satu sisi, lahan perluasan gedung rumah sakit terkendala. Salah satu pemilik lahan tidak mau menjual lahannya dengan alasan tidak sesuai dengan harga. Keengganan pemilik itu dinilai tidak masalah dan nantinya Kejaksaan yang akan membantu menyelesaikan. Sebab, rumah sakit menjalankan fungsi social, bukan kepentingan bisnis. (cem)
Penyaluran BPNT Dievaluasi Kota Mataram. “Verifikasi Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial mengeval- data melalui muskel. Ini yang uasi penyaluran bantuan tidak diserahkan dokumenpangan non tunai (BPNT). nya,” kata Asna dikonfirmasi, Evaluasi ini untuk menga- Senin (7/10). Berdasarkan basis data terkomodir masyarakat yang belum terdata sebagai pen- padu terdapat 43 ribu masyarakat kategori miskin. Seerima bantuan. Kepala Dinas Sosial Kota mentara, jatah BPNT yang diMataram, Baiq Asnayati terima sebelumnya 23 ribu kemenyampaikan, pemerintah pala keluarga (KK) turun menpusat memberikan jatah jadi 21 ribu KK. Satu kepala penerima BPNT. Rata – rata keluarga mendapatkan bantuan kelurahan telah melaksan- berupa beras dan telur senilai akan musyawarah kelurah- Rp110 ribu. Tetapi pencairan an, tetapi dokumen penduku- bantuan baru 85 persen. Artinng sebagai syarat pengusu- ya, 15 persen penerima sama sekali belum lan penerima belum diserahmencairkan. kan ke dinas. Kondisi Pihaknya hanya menini disamdapatkan validasi data paikan oleh dari penerima bantuan bank peniuran jaminan kesehayalur dan tan nasional. Pemerincoba dicek tah pusat menonaktifdi lapankan 6.057 jiwa penerima gan. KemuPBI di Kota Mataram. ngkinan Warga yang memenuhi syarat akan diusulkan kembali sebagai penerima bantuan yang dianggarkan melalui APBD Baiq Asnayati (Suara NTB/cem)
penerima BPNT tidak mencairkan ada yang telah meninggal, pindah atau lainnya. Disos bersama kelurahan akan menelusuri. “Data riilnya belum ada berapa yang sudah meninggal atau pindah,” ucapnya. Sebagian penerima sambung Asna, telah pindah ke daerah lain. Kondisi semestinya dilaporkan oleh kelurahan untuk direkap dan ajukan kembali. Mekanisme penggantian penerima melalui musyawarah kelurahan. Kelurahan ada yang melaksanakan muskel tapi tidak menyerahkan persyaratan administrasinya seperti berita acara. Petugas di kelurahan telah dilatih untuk menginput perubahan usulan penerima bantuan. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada tindaklanjut. “Pegawai di kelurahan kita latih memasukkan dalam aplikasi. Selanjutnya kita validasi kembali,” tandasnya. Bantuan pangan ini terus berjalan karena merupakan program dari Kementerian Sosial dan telah dianggarkan melalui APBN. Dan, diharapkan jatah diterima Kota Mataram terus bertambah. (cem)
EKONOMI DAN BISNIS
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
Halaman 3
Kekeringan Ancam Budidaya Ikan Air Tawar (Suara NTB/ist)
OMG - Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan.
Telkomsel Hadirkan Paket OMG!
Pelanggan Makin Suka-suka Mengakses Youtube dan Sosial Media Mataram (Suara NTB) Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!), paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlahaplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan. Terdapat kuota data yang secara khusus dapat digunakan pelanggan prabayar Telkomsel untuk bebas berselancar dalam mengakses aplikasi seperti YouTube, Facebook, Instagram, MAXstream, HOOQ, VIU, iFlix, Klik Film, BeIN Sports, serta Nickelodeon Play tanpa biaya tambahan. Paket Kuota Data OMG! Ini sudah dapat dinikmati pelanggan prabayar Telkomsel mulai tanggal 7 Oktober 2019. Vice President Brand and Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana dalam keterangan tertulisnya kepada Suara NTB Senin (7/10) kemarin mengemukakan, Telkomsel senantiasa menguatkan komitmennya sebagai digital telco company yang mengedepankan prinsip customer-centric, di mana layanan dan produk yang dihadirkan sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan. “Untuk itu, Pakat Kuota Data OMG! Kami hadirkan sebagai solusi atas semakin tingginya minat pelanggan yang semakin kuat dalam mengadopsi layanan digital dalam kesehariannya, seperti aplikasi streaming video streaming dan sosial media,” ujarnya. Nirwan lebih lanjut menambahkan, pada semester 1 2019, layanan digital services Telkomsel tumbuh sekitar 31% dan pelanggan data tumbuh sekitar 17% dibandingkan tahun lalu. Sehingga kami senantiasa meningkatkan pengalaman pelanggan menggunakan internet secara bebas sesuai keinginan pelanggan dengan dukungan jaringan broadband Telkomsel yang menjangkau sekitar 97% wilayah populasi seluruh Indonesia. Paket Kuota Data OMG! juga memberikan keleluasaan bagi pelanggan Telkomsel untuk menikmati kuota datanya selama 24 jam di seluruh jaringan Telkomsel. Hal tersebut karena akses terhadap sejumlah aplikasi seperti YouTube, Instagram, dan Facebook akan mendahulukan penggunaan Kuota Data OMG! dibandingkan dengan kuota data utama lain yang dimiliki oleh pelanggan. Ada berbagai cara yang disediakan oleh Telkomsel bagi pelanggan untuk mendapatkan Kuota Data OMG!. Aktivasi paket ini dapat dilakukan dengan mudah oleh pelanggan di antaranya pembelian melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat di download di Google Playstore dan Appstore atau cukup dengan akses langsung UMB *363#. Informasi mengenai keunggulan paket ini secara lengkap dapat dilihat di laman www.telkomsel.com/omg “Hadirnya Kuota OMG! diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel yang didominasi oleh data user. Menjadi keharusan bagi Telkomsel untuk senantiasa hadir menginspirasi masyarakat dalam pemanfaatan akses teknologi terdepan yang diwujudkan melalui keunggulan produk dan layanan digital terdepan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat sehingga mempercepat terbentuknya masyarakat digital Indonesia yang akan menjadi penggerak terwujudnya ekosistem digital secara berkesinambungan di seluruh penjuru negeri,” tutup Nirwan. (bul)
Mataram (Suara NTB) Kemarau panjang dan menyusutnya mata air tidak saja mempengaruhi pertanian secara langsung. Budidaya perikanan air tawar keberlangsungannya juga terancam. Dampak kekeringan inipun pernah dibahas bersama dengan pihak terkait, kata Kepala Bidang Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. Sasi Rustandi, M. Si. Ia tidak menampikkan fakta lapangan terjadinya kekeringan yang mengakibatkan budidaya ikan air tawar saat ini terganggu. Ia bahkan menyebut ketersediaan air untuk budidaya air tawar ini berada pada level paling bawah. Secara keseluruhan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB belum memiliki dampak kekeringan terhadap keberlangsungan budidaya ikan air tawar. Sebab kewenangan sepenuhnya, ada di kabupaten/kota. Akibat kekeringan yang mengakibatkan susutnya debit air untuk wilayah utara Pulau Lombok, kelompok petani di Lombok Utara bahkan menolak bantuan dari Balai Besar
Budidaya Air Tawar Sukabumi untuk mengembangkan mina padi seluas 7 hektar di Tanjung. Balai Besar Budidaya Air Tawar ini telah menyiapkan seluruh bantuan sarana dan prasarana untuk pengembangan mina padi. Dari pembuatan konstruksi keliling sawah milik petani, dibantu benih padi, hingga bibit ikan. Jumlah bibit ikan yang akan ditebar rencananya minimal sebanyak 200 ribu ekor. Mina padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar. Dengan demikian konsep ini meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menja-
di sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus. Mina padi menghasilkan dua komoditas sekaligus. “Kelompok tani di Lombok Utara menolak tawaran program mina padi. Karena kekeringan. Khawatir ketersediaan air. Kalau airnya tercukupi, sudah jalan program ini,” kata Sasi di ruang kerjanya, didampingi Munadi dari bagian Humas. Selain kekeringan yang diakibatkan perubahan iklim yang ekstrem, berdasarkan informasi yang diterima, jumlah mata air berkurang drastis. Berdasarkan hasil pertemuan dengan Dinas PU dan Balai Wilayah Sungai (BWS), diperkirakan ketersediaan air makin kritis akibat indikasi terjadinya perambahan hutan.
Dikeluhkan, Harga Pakan Ikan Air Tawar Naik Setiap Minggu Mataram (Suara NTB) Harga ikan air tawar terus naik. Bahkan mencapai Rp35.000 sekilo. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga pakan yang terjadi setiap pekan. Para pembudidaya dan pengecer ikan mengalami tekanan. Diantaranya, faktor kekeringan dan naiknya harga pakan ini. Seperti diungkapkan Hamdan, salah satu pembudidaya ikan air tawar di Sigerongan, Lombok Barat. Berkurangnya debit air mempengaruhi budidaya ikan air tawar. Dampak kekeringan dirasakan para pembudidaya. Secara otomatis akanmengurangi perkembangan ikan karena sirkulasi air yang terbatas. Hasil panen menjadi tak sesuai waktu yang biasanya. Bobot ikan juga tak bisa maksimal akibat suhu air yang tidak segar. “Sementara ini saya juga jual kolam ikan saya untuk recovery kembali. Lampu sorot laser pemecah awan membuat hujan juga ndak turun-turun,” demikian Hamdan. Pedagang ikan iir tawar terbesar di SayangSayang Kota Mataram, Bahrun juga menyebut soal kekeringan panjang yang mempengaruhi pasokan ikan dari pembudidaya dalam tiga bulan terakhir. Ikan-ikan yang dipasok dari Lombok Barat umumnya berbobot rendah. Karena kekurangan air, bobot yang diharapkan tak bisa tercapai. “Ndak ada ikan besar sekarang. Kecil-kecil aja,” akunya. Sementara ini, pasokan ikan yang diterima dari Lombok Bar-
(Suara NTB/bul)
IKAN - Bahrun menjaring ikan air tawar yang dibudidayakan untuk dijual. at bekurang. Untungnya, Lombok tengah bagian utara masih menopang pasokan. Bahrun kemudian mengemukakan tantangan paling besar yang dihadapi para pembudidaya ikan air tawar saat ini kenaikan harga pakan yang terjadi terus menerus. “Setiap minggu terjadi kenaikan Rp10.000,” sebutnya. Para pembudidaya ikan air tawar mengandalkan pakan dari pabrikan. Harga sebelumnya Rp302.000/kwintal sekarang menjadi Rp490.000/kwintal. Untuk menyiasati harga pakan ini, Bahrun sebelumnya telah mengambil inisiatif membuat pakan sendiri. Namun kalah jauh perbandingannya. Ikan dengan pakan pabrikan dalam dua bulan dapat dipanen, sementara ikan yang
diberikan pakan dari hasil produksinya bisa panen hingga 7 bulan. “Kandungan campurannya pakan pabrikan ini yang bikin perkembangan ikan cepat sekali. itu rahasia yang belum kita dapat. Dari pada nunggu tujuh bulan, rugi jauh. Pakai pakan pabrikan saja,” ujarnya. Permintaan ikan relatif stabil, dalam sehari ia bisa menjual hingga 250 Kg minimal. Harga jual, ia pertahankan Rp30.000/Kg. Margin yang didapatnya sangat kecil. Di pasaran, harga biasanya akan beda. Salah satu pangsa pasar ikan air tawar adalah rumah makan, restoran dan lapak. Harapannya, harga pakan ini dapat dicarikan solusi agar nilai jual ikan air tawar tak mengalami kenaikan terus menerus. (bul)
Karena itu, seluruh stakeholders memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air. Sasi Rustandi tak terlalu jauh membahas teknis terkait lingkungan. Yang jelas, beberapa faktor terjadinya kekeringan dan dampak kemarau panjang juga mengkhawatirkan keberlangsungan budidaya ikan air tawar. Dinas Kelautan dan Perikanan saat ini tengah menyiapkan alternatif bagi usaha budidaya perikanan air tawar. Misalnya dengan teknologi bioflok. Bioflok bisa diartikan sebagai gumpalan (flok) dari berbagai campuran heterogen mikroba (plankton, protozoa, fungi), partikel, polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air. Tak membutuhkan air dalam jumlah besar pada teknologi ini. Wadahnya hanya butuh bak/penampung sebagai tempat pemeliharaan. Bioflok biasanya digunakan
(Suara NTB/bul)
Sasi Rustandi untuk budidaya lele. Tetapi dapat dikembangkan untuk budidaya ikan nila, maupun udang vaname. “Kita sedang berupaya mengembangkan teknologi bioflok ini untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan air yang terbatas,” demikian Sasi. (bul)
Tata Kelola Kopi Masih Setengah Hati Mataram (Suara NTB) NTB memiliki sejarah panjang sebagai provinsi penghasil kopi. Namun hingga kini, nama kopi NTB belum juga familiar di level nasional. Tata kelola sektor perkebunan nampaknya masih menjadi PR besar. Berbicara kopi adalah berbicara potensi besar NTB. Jika saja pemerintah serius mengelola komoditas perkebunan ini, tak perlu ada pilihan masyarakat NTB bekerja di luar negeri. Berdiskusi dengan para pegiat kopi dari hulu ke hilir, Qwadru Putro Wicaksono dan H. Yudistira Capriyadi. Dalam tiga tahun terakhir, Qwadru mendalami ilmu tentang kopi. Dari teori hingga terjun ke lapangan, titik-titik perkebunan kopi di NTB telah dijajalnya. Dari ujung barat, hingga ujung timur. Banyak fakta ia temukan. Qwadru dan H. Yudistira saat ini telah membuka kedai kopi, Wangi-Wangi De Ngupi di Paradiso, Kota Mataram. Rencananya, akan membuka outlet penjualan khusus kopi. Permintaanpun cukup banyak masuk, dari dalam negeri, hingga mancanegara. Namun ia belum sanggup mengekspose kopi NTB. Masih banyakPRbesaryangharusdibenahi. Terutama dari aspek hulu. Qwadru telah manciptakan beragam rasa kopi pilihan. Bahan baku murni kopi lokal. “Sayangnya, bahan baku kopi kita sangat terbatas. Kamitidakberanimenerimapesanan yang masuk,” kata Qwadru. Satu contoh kecil yang ditemui di lapangan. Kualitas kopi NTB dipengaruhi cara panen yang tidak sesuai standar. Petani melakukan
panen sekaligus. Padahal, panen yang baik adalah memilih buah kopi cherry (berwarna merah) untuk menjaga kualitas rasa. “Tapi cara panennya di perut (panen sekaligus) buahnya. Itulah yang menyebabkan kualitas rasa kopi menjadi rusak. Harganya juga rendah. Tapi petani melakukannya, karena sudah terjerat ijon,” ungkap Qwadru dan H. Yudistira. Permintaan kopi kopi NTB yang cukup tinggi seyogiyanya jadi peluang besar bagi daerah ini. Namun faktanya, lahan kopi terus menyusut. Salah satu contoh dikemukakan, kebun kopi Belanda yang ada di Oi Bura, di Kecamatan Tambora. Dari salah satu literatur, saat penjajahan Belanda, kebun kopi di Oi Bura mencapai 48.000 hektar di satu titik. Saat ini tersisa hanya sekitar 3.000 hektar. Jika pemerintah daerah serius menggarap perkebunan kopi ini, Oi Bura menurutnya bisa dijadikan musem, wisata kebun kopi. Apalagi di sana masih ada peninggalan alat-alat produksi kopi milik belanda. Terlepas dari itu, pemerintah masih memiliki PR besar untuk terus mengedukasi petani. Jika memungkinkan, NTB potensial menjadi provinsi kopi. Asal pemerintah daerah serius. Pasarnya sangat terbuka lebar. Namun pemerintah masih setengah hati. Salah satu bukti konkrit adalah hotel, restoran, bahkan pemerintah daerah sendiri masih menyuguhkan kopi dari luar NTB. Kenapa tidak menyuguhkan kopi lokal, jika pemerintah ingin memunculkan kearifan lokal sendiri. (bul)
(Suara NTB/ist)
DISKUSI - Qwadru bersama Kapolres Kabupaten Bima, diskusi bersama Petani Kopi dibawah pohon kopi di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima
Penyandang Disabilitas Dilatih Manfaatkan Limbah Plastik
(Suara NTB/bul)
DIKLAT - Para penyandang disabilitas mengikuti Diklat memanfaatkan limbah plastik Mataram (Suara NTB) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB melatih 60 orang penyandang disabilitas berasal dari sepuluh kabupaten/kota. Mereka yang umumnya memiliki keterbatasan fisik ini dilatih produktif dengan memanfaatkan limbah plastik. Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di Balai Diklat Koperasi dan UKM selama empat hari. Melibatkan tenaga pengajar dari Widyaiswara Balai Diklat Koperasi dan UKM dan wadah penyandang disabilitas, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi NTB.
Ketua HWDI Provinsi NTB, Sri Sukarni menerangkan, para penyandang disabilitas yang dilatih umumnya adalah wirausaha. Dari menjahit, dagang , ada service elektronik , pijat dan usaha lainnya. Diklat dimulai Senin (7/10) kemarin, harapannya para penyandang disabilitas akan mendapatkan pengetahuan menjadi wirausaha dengan menguasai hulu hilir. “Ada beberapa persoalan yang dihadapi. Manajemen wirausaha, permodalan dan pemasaran. Kalau soal hasil karya, saya berani yakinkan, para penyandang dis-
abilitas produk yang dibuatnya jauh lebih baik dan teliti,” ujarnya. HWDI mengharapkan para penyandang disabilitas mendapat bekal yang utuh tentang kewirausahaan. Manajemen pengelolaan keuangan dan manajemen usaha yang lebih baik. Ketua Pelaksana Diklat, Baiq. Mardiana menjelaskan, Diklat kepada para penyandang disabilitas untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, etos kerja dan keterampilan untuk pengolahan limbah plastik. Membekali pengetahuan prospek pasar dan pemasaran. Mengetahui proses pengolahan limbah plastik, meningkatkan kapasitas usaha dan dapat mengelola secara efektif kegiatan usahanya. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. L. Saswadi, MM menyebut Diklat memanfaatkan limbah plastik ini salah satunya untuk mendukung program zero waste yang menjadi program unggulan pemerintah daerah. “Tidak hanya memanfaatkan limbah plastik. Para penyandang disabilitas di dorong lebih produktif dengan menjadi wirausaha,” kata kepala dinas. Limbah plastik yang tadinya tidak bernilai, diolah menjadi bahan bernilai jual. Sehingga para
penyandang disabilitas mendapatkan sumber penghasilan. Negara, kata kepala dinas, memberikan perlindungan dan hak yang sama kepada setiap warga negara. Salah satu bagian penting dari Diklat ini untuk menjembatani para penyandang disabilitas mendapatkan modal. Bagi mereka yang telah memiliki keterampilan dan telah berproduksi. Dinas Koperasi dan UMKM melibatkan para konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) memfasilitasi kebutuhan modal ke lembaga pembiayaan. Selain itu, ke depan para penyandang disabilitas juga akan difasilitasi mendapatkan bantuan peralatan, sesuai yang dibutuhkan. Dinas Koperasi dan UMKM bekerjasama dengan dinas teknis terkait, Dinas Perindustrian. Dari aspek pemasaran, bekerjasama dengan Dinas Perdagangan. L. Saswadi juga mengatakan akan memfasilitasi para penyandang disabilitas mengikuti pameran. “Agar jangan sekedar bisa memproduksi, tapi kesulitas aspek pasar. Sia-sia juga kalau diajarkan membuat produk tapi ujung-ujungnya hanya jadi pajangan. Itu target jangka panjangnya,” demikian L. Saswadi. (bul)
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Polemik Efisiensi Perjalanan Dinas
Dewan Boikot Paripurna KUAPPAS 2020 Tanjung (Suara NTB) Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) memutuskan untuk memboikot jadwal paripurna pengantar nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) RAPBD 2020. Paripurna yang sedianya dimulai Senin (7/10) pukul 10.00 WITA, namun tidak satu pun anggota Dewan yang bersedia hadir di ruang sidang. Kondisi sepinya ruang sidang, terlihat hingga sore di mana sejumlah anggota dewan mulai meninggalkan kantor DPRD. Informasi yang dihimpun koran ini, sejumlah ketua fraksi menyatakan protes keras kepada TAPD. Menurut mereka, baru kali ini anggaran DPRD dirasionalisasi di sepanjang sejarah terbentuknya lembaga legislatif Lombok Utara. “Semua fraksi minta diubah, karena memang terlalu jauh pengurangannya, sampai Rp 6 miliar, dari Rp 24 miliar ke Rp18 miliar,” ujar Ketua Fraksi PKB, Ada Malik, SIP. Dikuatkan Ketua Fraksi Golkar, Raden Nyakradi, ang-
gota Fraksi Golkar hingga sore pukul 14.12 WITA, belum bersedia menghadiri sidang paripurna. Diakuinya, pada sidang pagi pukul 10.00 WITA, termasuk anggota Fraksi Golkar tidak satu pun yang masuk setelah mengetahui pengurangan anggaran operasional untuk DPRD tersebut. “Secara kelembagaan, anggaran DPRD dua tahun terakhir hampir Rp 24 miliar, itu dipangkas menjadi Rp18 miliar. Kawan-kawan ini kebingungan dengan agenda kerja
dewan, khususnya di Bapem Perda,” ujar Nyakradi. Selaku Ketua Bapem Perda, Nyakradi juga membayangkan tupoksi pembahasan Perda tidak berjan maksimal. Apalagi, wacana pembahasan raperda tahun 2020 mendatang cukup banyak, 27 raperda. “Itu pun kita belum memasukkan Raperda Pertanggungjawaban APBD yang harus dibahas. Jadi ada kekhawatiran pembahasan raperda tidak bisa maksimal,” tandasnya. Unsur Pimpinan DPRD,
Mariadi, S.Ag., yang ditemui enggan berkomentar. Ia secara singkat menyebut, apa yang disuarakan oleh Anggota DPRD secara politis sangat wajar. Sementara, Ketua Banmus DPRD KLU, Ikhwanudin, S.Ag., berpendapat molornya paripurna penyampaian Nota KUA PPAS RAPBD 2020 bisa berdampak luas. Banmus setidaknya harus menyesuaikan jadwal masa sidang ketiga 2019. Sedianya, penyampaian Nota dilakukan KUA PPAS RAPBD pada tanggal 7 Oktober, dilanjutkan dengan pandangan umum Fraksi dan jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum fraksi secara berurutan pada Selasa dan Rabu. Setelah itu, DPRD melakukan pembahasan RAPBD 2020 dengan membentuk Pansus. “Secara otomatis Banmus
harus menjadwalkan ulang melalui paripurna. Tapi tidak mudah mengumpulkan anggota Banmus apalagi tanggal 10 Oktober ini kawan-kawan sudah mulai reses,” tandasnya. Terpisah, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dikonfirmasi mengenai rasionalisasi anggaran DPRD KLU itu, membela diri. Usai rapat TAPD antara Sekda, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD dan Kepala Bapenda, di ruang Bappeda Lombok Utara, TAPD memberi klarifikasi. “Tidak ada yang berkurang, yang berkurang hanya berkenaan dengan biaya hotel. Mereka (Dewan, red) salah paham,” tegas Ketua TAPD sekaligus Sekda KLU, Drs. H. Suardi, MH., usai rapat. Wakil Ketua TAPD, Heryanto, SP., menguatkan mispersepsi anggota DPRD terletak pada pe-
mahaman melihat gelondongan nominal yang terkesan berkurang cukup banyak. Kepada Suara NTB, Heryanto mengadu data perbandingan anggaran DPRD tiga tahun terakhir. Hery merinci, pada APBD tahun 2018, anggaran DPRD KLU sebesar Rp 23,85 miliar lebih, terdiri dari Belanja Tidak Langsung (BTL) Rp 2,28 miliar lebih dan Belanja Langsung (BL), Rp 21,569 miliar lebih. Selanjutnya pada APBD tahun 2019, anggaran DPRD sejumlah Rp 24 miliar lebih, terdiri dari BTL Rp 2,87 miliar lebih dan BL Rp 21,563 miliar lebih. Sedangkan pada KUA PPAS RAPBD 2020 (yang diboikot), anggaran DPRD Rp 20,95 miliar lebih, terdiri dari Rp 2,87 miliar lebih BTL dan Rp 18,072 miliar lebih BL. “Pengurangan ini terjadi karena penyesuaian standar
harga. Jadi tidak mengganggu volume perjalanan dinas mereka,” tegas Heryanto. Pada komposisi KUA PPAS, TAPD menghitung biaya perjalanan dinas DPRD khususnya pada komponen biaya hotel. Sebelumnya, unsur anggota DPRD dipatok biaya hotel per malam Rp 1,49 juta lebih, dan pimpinan DPRD di atas Rp 1,5 juta. Hery membandingkan, dengan alokasi sebesar itu, biaya hotel para pejabat dewan dikurangi, sehingga TAPD menemukan efisiensi sekali perjalanan dinas 30 anggota DPRD sebesar Rp 27 juta lebih. “Setelah kami hitung, efisiensi dari biaya hotel anggota Dewan (27 orang) sebesar Rp 2,6 miliar lebih, dan dari 3 unsur pimpinan DPRD efisiensinya Rp 1,38 miliar lebih. Angka ini sesungguhnya yang berkurang,” pungkasnya. (ari)
Kontraktor Dermaga Trawangan dan Meno Diminta Tambah Tenaga
(Suara NTB/dok)
PDAM Tambah Air Baku KEMARAU panjang yang berlangsung cukup ekstrem membuat debit air baku PDAM Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkurang. Namun demikian, PDAM berupaya maksimal agar sumber air baku di tempat lain mendukung ketersediaan pasokan. Direktur PDAM KLU, Raden Waliadin, SE., Senin (7/10), mengungkapkan pascagempa lalu, banyak sumber air yang kering dan hilang. Misalnya, keringnya mata air Prabu (Senaru). Kondisi itu membuat PDAM harus mencari alternatif sumber air, dengan mengalihkan pengambilan sumber air di mata air Lokok Beriri. “Pengadaan pipa sudah kita lakukan, tinggal pemasangan. Itu mengambil dari mata air Lokok Beriri ke IPA Senaru yang sebelumnya IPA Lokok Prabu,” ujar Waliadin. PDAM, kata dia, sudah mencapai kata sepakat dengan warga 4 dusun melalui Kepala Dusunnya. Pertemuan itu difasilitasi oleh Camat Bayan. PDAM hanya akan mengambil tumpahan air yang tidak digunakan oleh masyarakat 4 dusun tersebut untuk menambah debit air untuk melayani warga di Kecamatan Bayan. Pascagempa tahun 2018 lalu, Waliadin mengaku jalannya usaha PDAM cukup berat. Awal setelah gempa, PDAM tidak bisa memaksakan masyarakat yang tidak membayar, karena tidaknya adanya distribusi air secara lancar ke rumah-rumah warga. Sementara, infrastruktur perpipaan juga banyak yang rusak. Hingga setahun berlalu, PDAM bisa kembali berjalan secara normal. Saat ini saja, tercatat jumlah pelanggan PDAM mendekati angka 17.000 pelanggan. “Kita maksimalkan, warga yang dilewati pipa air PDAM menjadi pelanggan. Kita hanya belum bisa menyentuh calon pelanggan yang masih menggunakan Pamsimas dan PAMDes,” sambungnya. Ia menjelaskan di musim kemarau sekarang ini terjadi pengurangan jumlah debit air di semua sumber mata air yang ada. Volume berkurangnya itu mencapai 30 persen, sehingga, PDAM mensiasatinya dengan mengubah sistem pembagian, karena konsumen yang berada di wilayah pegunungan maksimal dilayani pada malam hari agar masyarakat terlayani secara merata. Pihaknya berharap semua konsumen sudah bisa terlayani. Sebab PDAM berprinsip, penambahan air baku akan ikut menjaga tersedianya suplai dalam jumlah cukup. “Ketika penambahan air baku sudah bisa mencapai sekitar 90 persen maka semua bisa terlayani. Mesin pompa sekarang semua beroperasi nonstop dan itulah bentuk pelayanan yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tandasnya. (ari) Raden Waliadin
Tiga Oknum Aplikator Diduga Bawa Kabur Dana RTG Selong (Suara NTB) Sebanyak tiga oknum aplikator diduga membawa kabur dana bantuan gempa untuk pembangunan rumah tahan gempa (RTG) senilai Rp 1,5 miliar. Tiga aplikator tersebut telah mengerjakan sekitar 40 unit Rumah Cetak Indonesia (RCI), namun tidak rampung sampai sekarang. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Purnama Hady di Selong, Senin (7/10). Dari pengalaman tiga aplikator nakal tersebut, BPBD pun sudah mengubah metode pembayaran ke aplikator. Harus jelas progresnya dulu baru dibayarkan. Diketahui mekanisme pencairan dana dulu 50 persen dari total Rp 50 juta per kepala keluarga (KK) korban gempa, sehingga dana tersisa di rekening kelompok masyarakat masing-masing warga Rp 25 juta. Sisa inilah coba diarahkan untuk melanjutkan pembangunan secara sederhana. Sisa anggaran yang dibawa kabur ini diakui tidak bisa merampungkan bangunan dan diminta pertanggungjawabannya. Pengalaman ada aplikator yang membawa kabur dana tersebut membuat BPBD melakukan perubahan pola pembayaran. BPBD memastikan tidak akan membayar kalau tidak sesuai dengan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) yang sudah jelas. Di mana dalam pasal pembayaran, rumah akandibayar setelah uang masuk ke rekenig anggota pokmas. Hal ini dilakukan agar masyarakat korban gempa ini tidak dirugikan. Adanya perubahan pola ini diakui berimbas pada kegiatan pembangunan RTG oleh aplikator yang tidak punya modal. RTG yang dibangun ditemukan mangkrak. Jumlah aplikator yang membangun RTG 135. “Hanya 5 sampai 6 aplikator saja yang tidak ada modal,” ucapnya. Aplikator yang tidak punya modal inilah yang disebut menjadi satu kendala penuntasan pembangunan RTG. Diakuinya, dari 10.226 rumah yang rusak berat sudah mulai ditangani 82 persen. Yakni 8.446 unit rumah dan sebanyak 5.525 sudah rampung pengerjaannya. Sisanya 2.777 sedang dalam proses. “Sedang dikerjakan ini ada yang sudah sampai atap, tembok dan lainnya,” imbuhnya. Mengenai dana, pemerintah pusat sudah mentransfer Rp 40 miliar dari 308 miliar kekurangan sebelumnya. Terakhir dari semua usulan tersisa sekitar Rp 260 miliar yang belum masuk ke rekening BPBD Lotim. Selanjutnya dana Rp 40 miliar ini akan ditransfer ke rekening Pokmas yang progres pembangunannya sudah jelas dan sudah berkontrak dengan aplikator. (rus)
Tanjung (Suara NTB) Tim percepatan pembangunan infrastruktur daerah, turun memantau dua proyek Dermaga di Gili Trawangan dan Gili Meno, Senin (7/10). Proyek tersebut dimonitor sebagaimana masa pelaksanaan proyek menyisakan waktu sekitar dua bulan lagi. Usai monitoring proyek, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU, Ir. H. Hermanto, mengakui tinjauan lapangan menyasar lokasi dermaga Gili Trawangan dan Gili Meno. Tidak hanya itu, pihaknya juga meninjau proses perakitan material dermaga di salah satu bangunan samping kantor Camat Tanjung milik kontraktor yang mengerjakan dermaga Gili Meno. Dari hasil tinjauan lapangan, Hermanto menyebut dua saran yang diberikan kepada kontraktor pelaksana. Pertama, mempercepat proses pengerjaan mengingat limit waktu yang berakhir pada pertengahan Desember 2019. Kedua, menjamin tidak berkurangnya material di tengah dinamika material sehubungan dengan tingginya permintaan pascagempa. “Kita melakukan monitoring biasa, mengingatkan saja kepada pelaksana agar mempercepat proses mengingat waktu lagi 2 bulanan. Saran kita, supaya tambah tenaga dan materaial harus sudah terdrop segera ke Gili,” kata
MONITORING Monitoring dermaga Trawangan dan Meno serta pengecekan penampungan material di samping kantor Camat Pemenang, Senin (7/10).
(Suara NTBist)
Hermanto. Hermanto menyebut, kedua proyek tersebut didanai dari APBN. Untuk dermaga Gili Trawangan, dananya mencapai Rp 16 miliar dan dermaga Gili Meno, sekitar Rp 6 miliar. Sebagai penerima manfaat, Asisten II berharap Pemda KLU dapat memanfaatkan
kedua dermaga pada awal 2020 mendatang, sehingga progres pelaksanaan oleh kontraktor ikut menentukan pemanfaatan sekaligus recovery sektor wisata di Lombok Utara. “Sehingga kita tidak hanya memantau lewat kapal tongkang ya saja, kita juga lihat perakitan material di samp-
ing Kantor Camat Pemenang. Harapannya material yang sudah dirakit, segera dikirim ke Meno,” imbuhnya. Ia menambahkan, dari progres lapangan diketahui bahwa sejumlah material sudah dirakit dan siap kirim. Khusus untuk dermaga Gili Meno, pekerja lapangan menginfor-
masikan bahwa tanggal 20 Oktober mendatang akan dilakukan pemasangan tiang pancang. “Harapan kita semua program pusat ini berjalan lancar, dan lebih penting lagi, tidak menimbulkan masalah hukum karena kurang spek dan sebagainya,” tandasnya. (ari)
Tiga Warga Kemarau Panjang, Ketersediaan Air Bendungan Pandanduri Terus Menyusut Wamena Asal Lotim Selong (Suara NTB) Ketersediaan air di Bendungan Pandanduri terus mengalami penyusutan akibat tidak pernah turunnya hujan. Kondisi ini disebabkan musim kemarau yang masih terus berlanjut. Menyusut air di Bendungan Pandanduri membuat proses pelayanan terhadap saluran irigasi persawahan bahkan pengolahan air bersih terganggu. Pantauan Suara NTB, hingga awal bulan Oktober ini. Ketersediaan air di Bendungan Pandanduri begitu memprihatinkan. Dasar bendungan saat ini mengering bahkan beberapa bagian bendungan dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi ini dikarenakan dikarenakan kemarau panjang yang mengakibatkan sumbersumber air maupun tidak adanya air hujan yang turun. Bahkan, pintu air di bendungan ini beberapa bulan belakangan ini tidak pernah dibuka untuk pemenuhan kebutuhan saluran irigasi persawahan masyarakat. Sementara kondisi air yang menyusut dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk meraup ikan, terutama yang hobi menancing. “Sudah lama tidak dibuka untuk pintu air ini. Penyusutan air terjadi sejak musim kemarau dan terus menyusut setiap harinya,” ujar Inaq Sumiati, yang setiap hari berjualan di Bendungan Pandanduri. Selain untuk saluran irigasi, menyusutnya air di bendungan yang terdapat di antara wilayah Kecamatan Sakra dan Terara berpengaruh terhadap pengolahan air bersih yang dibangun oleh PDAM Lotim untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah selatan. Pasalnya, saat ini sekitar 1.000 masyarakat sudah dapat dilayani oleh pengolahan air bersih bendungan raksasa tersebut. Plt. Direktur Utama (Dirut) PDAM Lotim, H. Musta’an, menjelaskan, keberadaan Bendungan Pandanduri menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah selatan terlebih beroperasi pengolahan air bersih Bendungan Pandanduri untuk layak diminum. Di mana sarana prasarana pendukung berupa pipa sudah dibangun oleh BWS hingga ke lokasi pengolahan yang bertem-
Dipulangkan
(Suara NTB/yon)
KONDISI - Inilah kondisi ketersediaan air di Bendungan Pandanduri yang mengalami penyusutan terus menerus pada musim kemarau tahun ini. pat di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat, beserta jaringan. Sedangkan untuk saluran yang masuk ke pelanggan-pelanggan PDAM mulai masuk hingga 1000 lebih pelanggan. Untuk Instalasi Pengolahan Air Lengkap (IPAL) sudah dimasukkan dalam komponen mesin pengolahan, ditampung dan disaring untuk pemisahan serta diberikan bahan kimia hingga menjadi air bersih untuk layak dikonsumsi. Pengolahan air Bendungan Pandanduri menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Lotim bagian selatan. Untuk itu penyempurnaan-penyempurnaan terus dilakukan dengan proses pengaliran air Bendungan Pandanduri yang sudah diolah ini menyasar dua kecamatan yang sangat rawan krisis air bersih yakni kecamatan Keruak dan Jerowaru. Adapun air yang diambil dari Bendungan Pandanduri 50 liter per detik dengan lokasi pengambilan pada posisi terendah. Hal ini sebagaimana perhitungan dari BWS, sehingga tidak ada istilah kekurangan air meski terjadi musim kemarau dan air Bendungan Pandanduri menyusut. “Jadi sudah ada penghitungan dari BWS, meskipun terjadi musim kemarau, ketersediaan air yang kita olah menjadi air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ungkapnya. Bahkan pengambilan air di Bendungan Pandanduri ini dipastikan tidak akan menyebabkan kekurangan air pada bendungan raksasa itu, terutama untuk mengairi areal persawahan masya-
rakat. Dengan dilakukannya pengolahan air Bendungan Pandanduri menjadi air bersih, maka PDAM meyakini jika pelanggan air PDAM untuk di wilayah selatan akan bertambah mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Sebelumnya, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., menegaskan jika keberadaan bendungan tersebut diharapkan lebih difokuskan kepada saluran irigasi untuk memenuhi ketersediaan air lahan pertanian masyarakat. Menurutnya, air di Bendungan Pandanduri apabila musim mengalami penyusutan. Maka ketika air di Bendungan Pandanduri ini diolah menjadi air minum dan irigasi. Maka akan cepat habis sementara kebutuhan air banyak. Maka dari itu, untuk air minum harus fokus pada alam seperti mencari sumber mata air yang manajemen pengelolaan air itu disempurnakan. Di samping itu, ketika masih terdapat instalasi air minum, maka khusus untuk melayani wilayah di sekeliling bendungan tersebut dan bukan untuk di daerah selatan seperti di Jerowaru, Keruak dan Sakra Timur. Bupati memastikan apabila dilayani ke wilayah selatan, ketersediaan air di bendungan ini akan cepat habis. Disebutkan bupati, pengelolaan Bendungan Pandanduri merupakan penanganan pusat. Pemerintah daerah hanya dapat mengkoordinasikan pengelolaannya. “Alangkah baiknya jika air Bendungan Pandanduri fokus pada saluran irigasi,” sarannya. (yon)
Selong (Suara NTB) Sebanyak tiga warga Wamena Papua asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (6/10) dipulangkan. Pemulangan ini menyusul konflik yang terjadi di wilayah tersebut untuk menjaga keselamatan dari warga menyusul terjadinya kerusuhan yang merenggut banyak korban. Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lotim, H. Ahmat, pemulangan warga Wamena asal Lotim dilakukan pada pukul 11:50 wita, Senin. Tiga warga ini diterbangkan langsung menggunakan pesawat Garuda menuju Lombok Internasional Airport (LIA). Pemulangan ini dijemput langsung oleh pejabat dari Dinas Sosial. “Siang ini, (kemarin, red) sekitar pukul 11:50 wita sebanyak tiga orang di Wamena asal Lotim berangkat pulang menggunakan Garuda. Tadi sekitar jam 11:00 wita sudah di bandara,” ujarnya, kepada Suara NTB. Tiga warga Lotim yang dipulangkan ini sebelumnya berada di tenda pengungsian. Adapun untuk warga yang masih berada di Wamena, Papua, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov NTB maupun Provinsi Papua untuk dipastikan jumlah warga Lotim yang masih berada di Wamena dan bersedia dipulangkan. “Koordinasi terus kita lakukan,” terangnya. Sedangkan untuk jaminan hidup masyarakat yang kembali dipulangkan ke tanah kelahirannya ini. Pemerintah sudah semestinya untuk memberikan bantuan, baik secara moril maupun materil. Artinya, proses trauma healing akan dilakukan untuk membangun kembali psikologi masyarakat yang sebelumnya terganggu dalam kerusuhan di Wamena. Termasuk pada prinsipnya memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. (yon)
(Suara NTB/ist)
DIPULANGKAN - Tiga warga Wamena asal Lotim (tengah) saat berada di bandara bersiap untuk dipulangkan ke Lotim pascakerusuhan di Wamena, Senin (6/10).
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB Empat Pimpinan DPRD Loteng Dilantik
Kinerja Harus Lebih Baik dari Sebelumnya
(Suara NTB/kir)
SUMPAH - Pimpinan DPRD Loteng yang baru diambil sumpah jabatannya oleh Ketua PN Praya.
(Suara NTB/kir)
ANGKAT PALU - Pimpinan DPRD Loteng yang baru mengangkat palu bersama dengan Sekretaris DPRD Loteng, tanda dilantiknya pimpinan DPRD Loteng yang baru.
(Suara NTB/kir)
FOTO BERSAMA - Pimpinan DPRD Loteng berserta istri berfoto bersama dengan Wabup Loteng dan anggota Forkopimda Loteng usai pelantikan, Senin (7/10).
Pilkada Loteng
PKS Mengerucut ke Dua Nama Praya (Suara NTB) Siapa figur yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2020, mulai mengerucut. Dari semula ada empat nama yang masuk nominasi, kini sudah mengerucut hanya dua nama, yakni H. Ahmad Supli serta H.L. Suryade. PKS pun kini tinggal menunggu kepastian koalisi, sebelum kemudian menetapkan satu nama yang akan diusung di Pilkada Loteng mendatang. “Dalam bulan-bulan ini kita targetkan sudah ada nama yang akan diusung oleh PKS di (Suara NTB/dok) Pilkada Loteng mendatang,” Ahmad Supli aku Wakil Ketua DPD PKS Loteng, H. Ahmad Supli, S.H., kepada Suara NTB, Senin (7/10). Sebelumnya, dari kader PKS ada juga nama Yek Agil serta TGH. Patompo Adnan LC. Namun kini tinggal menyisakan dua nama saja, sehingga PKS tinggal fokus menjalani komunikasi dengan partai politik (parpol) yang akan menjadi mitra koalisi nantinya, karena hal itu akan sangat berpengaruh terhadap posisi kader PKS nantinya. Meski demikian, untuk saat ini PKS masih berupaya supaya bisa menjadi nomor 1 dan tentunya harus mencari parpol yang bersedia untuk mengusung nomor 2. Dan, sudah ada beberapa parpol yang cukup intensif berkomunikasi dengan PKS. Di antaranya Partai Demokrat yang rencananya akan mengusung Ketua DPC-nya langsung, Ahmad Ziadi. Kemudian Partai Golkar dengan beberapa bakal calon, seperti H. Ahmad Puaddi dan Ferdian Elmiansyah. Termasuk dengan Partai Gerindra yang bakal mengusung Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., juga sudah diajak komunikasi. Selain dengan parpol, PKS juga sudah membuka komunikasi dengan beberapa birokrat Loteng yang berencana maju di Pilkada Loteng mendatang. Tapi yang paling intensif baru dengan dua sosok, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H. L. Putria serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun. “Untuk kandidat dari kalangan birokrat, ada dua nama yang masuk radar PKS. H.L. Putria serta H. Masrun,” ujarnya. Keduanya sudah diminta berkomunikasi dengan parpol yang memiliki kursi di DPRD sebagai syaratnya. (kir)
Praya (Suara NTB) Empat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) definitif periode 2019-2024, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Senin (7/10). Pelantikan dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri (PN) Praya, Putu Agus Wiranata, S.H., disaksikan Wakil Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, dalam rapat paripurna DPRD Loteng. Ke empat pimpinan DPRD Loteng dilantik masing-masing Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., dari Partai Gerindra. Kemudian Wakil Ketua DPRD Loteng, H.L. Ahmad Rumiawan, S.Sos., dari Partai Golkar, Wakil Ketua DPRD Loteng, H. L. Sarjana, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta H.M. Mayuki, S.Ag., Wakil Ketua DPRD Loteng dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Itu artinya, masa tugas pimpinan DPRD Loteng sementara sebelumnya, yakni M. Tauhid serta H. L. Kelan, S.Pd., resmi berakhir. “Pelantikan pimpinan DPRD Loteng yang baru ini bukanlah akhir. Tapi awal dari sebuah pengabdian,” ujar Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., saat memberikan sambutan. Menurutnya, menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, karena ada tanggung jawab besar yang harus dipikul. Terlebih dengan kondisi masyarakat Loteng saat ini yang sudah mulai terbuka dan punya banyak aspirasi serta tuntutan. Hal ini tentunya menjadi tugas bagi para pemimpin di daerah ini, termasuk pimpinan DPRD Loteng untuk menjawabnya. Terpisah, Ketua DPRD Loteng M. Tauhid, S.IP., mengaku kalau beban tanggung jawab yang bakal dipikul pihaknya ke depan tidaklah ringan di tengah kemajuan pembangunan di daerah ini. Hal ini, tentunya tuntutan dan aspirasi masyarakat semakin banyak dan, pastinya masyarakat sangat berharap aspirasi dan tuntutan tersebut bisa terjawab. Sebagai pimpinan DPRD Loteng yang baru, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong kinerja DPRD Loteng, terutama dalam hal disiplin yang diakui masih harus terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang. Karena disiplin juga sangat menentukan hasil dan kinerja DPRD Loteng ke depan. “Komitmen kami, pimpinan DPRD Loteng yang baru berupaya harus lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Utamanya terkait disiplin, harus terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” tegasnya. Selain itu kinerja DPRD Loteng juga harus lebih baik. Supaya apa yang menjadi amanah masyarakat bisa terpenuhi. Tidak kalah penting, ujarnya, sinergisitas dan harmoninasi dengan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Apa yang baik selama ini harus ditingkatkan. Dan, apa yang kurang harus bisa diperbaiki. Karena pemerintah daerah dengan legislatif adalah dua elemen penting pembangunan di daerah ini, sehingga kalau ingin pembangunan bisa berhasil, sinergisitas antara eksekutif dengan legislatif harus dijaga dengan baik. (kir/*)
(Suara NTB/kir)
PIMPIN - Ketua PN Praya, Putu Agus Wiranata, S.H., memimpin pengambilan sumpah jabatan pimpinan DPRD Loteng yang baru.
(Suara NTB/kir)
RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Loteng dengan agenda pelantikan pimpinan DPRD Loteng yang baru.
(Suara NTB/kir)
KETERANGAN - Ketua DPRD Loteng yang baru, M. Tauhid, S.IP., memberikan keterangan pers usai dilantik, Senin (7/10).
Tangani Sampah di Kawasan Senggigi
Lobar Kekurangan Armada dan Petugas Kebersihan Giri Menang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) tak menampik pernyataan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait kawasan wisata Sengiggi yang kotor akibat sampah yang dibuang di jalan raya. Sampah-sampah ini disebabkan musim semi, sehingga banyak daun berguguran. “Terkait kebersihan Senggigi, seperti apa disampaikan Bu Dirjen, kita tidak menampik. Kita tidak bisa memungkiri, memang betul kotor,” aku Kepala DLH Lobar, Budi Darmajaya, Senin (7/10). Diperparah lagi, ujarnya, sejumlah oknum pengusaha di kawasan itu membuang sampah sembarangan. Sementara kemampuan untuk mengangkut sampah sangat terbatas, sehingga masih ada sisasisa sampah yang belum diangkut. Untuk pengangkutan sampah ini, DLH mengalami kendala kekurangan kendaraan armada. Dari 18 unit kendaraan yang ada hanya 12 unit yang bisa dioperasikan sisanya enam unit kondisinya tak bisa dioperasikan. Menurutnya, yang menjadi sorotan Dirjen ,yakni sampah yang ada di pinggir jalan raya dan tempattempat yang tak layak dibuang sampah alias TPS ilegal. Sebelum mencuat kritikan Dirjen ini pihaknya sudah melakukan upaya-upaya penanganan sampah di kawasan Seng-
gigi. Pihaknya bersama Kecamatan Batulayar, lima kepala desa dan lembaga-lembaga peduli kebersihan seperti Pokdarwis, LOC dan LCC serta masyarakat bergerak menangani sampah, baik di darat dan pantai. Pihaknya melakukan gotong royong di Senggigi, membersihkan sampah di Kali Kerandangan dan Kali Meninting. Dalam beberapa kegiatan ini dihadiri juga oleh DLH Provinsi. Menurut dia, kegiatan gotongroyong semacam ini tidak bisa dilaksanakan sekali-dua kali, namun terus menerus secara berkesinambungan. Untuk penanganan sampah yang ada di jalan raya ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kecamatan dengan mengundang para kepala desa, lembaga dan pengusaha serta masyarakat. Terkait pelibatan pengusaha ini harus lebih ditingkatkan, karena mereka juga menyumbang sampah di kawasan wisata ini. Menurut mantan Kepala Di-
(Suara NTB/her)
BERSIHKAN - Wisatawan asing ikut dalam sebuah komunitas membersihkan sampah plastik di Pantai Senggigi belum lama ini. nas Komunikasi dan Informatika ini, penanganan masalah sampah di kawasan Senggigi tidak bisa instan diselesaikan, namun bertahap. Sebab masalah sampah di kawasan ini kompleks dipicu sejumlah oknum pengusaha yang membuang sampah sembarangan dan di TPS ilegal. Pihaknya pun sudah menutup TPS ilegal ini, karena di samping tak ada izin DLH. Karena itulah, pihaknya mengimbau kepada pengusaha baik pengelola hotel, restoran agar berkoordinasi dengan DLH
Anggaran Pilkada Loteng Kemungkinan Bertambah Praya (Suara NTB) Angin segar didapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng), terkait pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng memberi sinyal bakal menambah alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Loteng tahun 2020 mendatang, sehingga pelaksanaan Pilkada Loteng bisa berjalan lancar. “Kalau memang harus ditambah, kenapa tidak,” ujar Ket-
ua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., kepada wartawan, disinggung terkait pendanaan Pilkada Loteng, usai acara pelantikan pimpinan DPRD Loteng yang baru, Senin (7/10). Sejauh ini pihaknya belum memperoleh gambaran berapa besaran anggaran Pilkada Loteng. Pasalnya, Pemkab Loteng sampai saat ini belum mengajukan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang di dalamnya juga mengatur alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Loteng.
“Prinsipnya Pilkada Loteng harus berjalan sukses. Soal anggaran, kalau memang kurang kita tambah. Tentunya dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan kemauan daerah serta prinsip-prinsip efisiensi anggaran,” tegasnya. Karena kalau bicara anggaran, pasti akan kurang. Tidak akan pernah cukup. Karena memang banyak hal yang harus dibiayai, sehingga harus efisien dalam mengalokasikan dan menggunakan anggaran daerah. Supaya dengan dana yang terbatas,
bisa mengakomodir semua program yang sudah direncanakan. Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng, Ahmad Fuad Fahruddin mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran Pilkada Loteng sebesar Rp 35 miliar lebih. Namun dari hasil pembahasan dengan TAPD Loteng, anggaran yang disetujui hanya sekitar Rp 28 miliar. Alokasi anggaran tersebut diakui sangat minimal, sehingga KPU Loteng berharap bisa ditambah supaya kekurangan anggaran tidak terlalu besar. Karena
dengan kondisi alokasi anggaran tersebut, akan banyak kegiatan yang harus dipangkas anggarannya, sehingga dikhawatirkan bisa berdampak pada kurang maksimalnya hasil kegiatan tersebut. “Kalau bicara anggaran pilkada dengan daerah lain, Loteng memang paling besar. Tapi tidak sebanding dengan beban yang ada,” sebutnya. Karena dari tujuh kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak tahun depan, jumlah pemilih Loteng yang paling banyak dan berimplikasi pada besarnya kebutuhan pilkadanya. (kir)
untuk membuang sampah langsung ke TPA regional. Diakui ada beberapa kendala untuk penanganan sampah termasuk di kawasan Senggigi. Di antaranya armada angkutan sampah yang masih terbatas. Jumlah armada saat ini 18 unit, namun dari jumlah ini hanya 12 unit yang beroperasi, sedangkan sisanya rusak. “Armada angkutan sampah yang ada 18 unit, itupun tidak bisa dipakai
semua karena 12 yang bisa dipakai sedangkan 6 unit rusak, kondisinya hidup segan mati tak mau,” aku Budi. Namun demikian keterbatasan armada ini bukan alasan tak maksimal menangani sampah. Pihaknya tetap memaksimalkan armada yang ada dengan menambah intensitas pengangkutan. Untuk di Senggigi, pihaknya menyiapkan dua unit. (her)
Dokter Gigi RSUD Tripat Selalu Masuk saat Jam Kerja Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah dokter gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat mengklarifikasi tuduhan dokter gigi yang sering kosong saat jam kerja. Para dokter gigi yang bertugas di RSUD Tripat menegaskan selalu masuk pada saat jam kerja di rumah sakit. “Pemberitaan tentang dokter gigi sering kosong, tidak ada pada jam kerja tersebut tidak benar,” tegas drg. Farida pada Suara NTB akhir pekan kemarin.
Menurutnya, di rumah sakit ada lima dokter gigi, khusus yang melayani di Poli Gigi ada tiga dokter Selama jam kerja mereka selalu masuk kantor, tidak pernah absen apalagi dianggap selalu kosong pada saat jam kerja. Di tempat yang sama, Direktur Rumah Sakit Tripat drg. Arbain Ishak juga membantah jika dokter gigi tidak pernah masuk kantor selama jam kerja. “Dokter kami selalu masuk saat jam kerja,” Kata dokter Arbain meluruskan informasi tersebut. (her)
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Undova Indonesia Gelar Wisuda Angkatan VII 2019 Universitas Cordova (Undova) Indonesia kembali menggelar acara wisuda program sarjana Strata Satu (S1). Di mana memasuki wisuda tahun ke VII-nya, universitas satu-satunya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu berhasil menamatkan 88 mahasiswa dari seluruh program studinya. KEGIATAN wisuda Undova Indonesia KSB tepatnya digelar, Minggu, 6 Oktober 2019 di gedung Al Hamrah, auditorium Undova. Acara tersebut bagi civitas akademika Undova sangat berkesan terutama oleh para mahasiwa yang diwisuda. Pasalnya momen peresmian mereka menuntaskan jejang pertama studi pendidikan tingginya, disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM serta seluruh tamu undangan yang hadir di momen membahagiakan itu. Rektor Undova Indonesia, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang baru dilantik. Sekaligus berpesan agar selepas dari kampus, para mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu yang telah dipelajarinya selama di kampus sebaik mungkin. “Ten-
tu kami juga berharap selepas dari sini, anda bisa menjaga nama baik civitas kampus di tengah masyarakat,” katanya. Menurut KH. Zulkifli, perjalanan pengabdian kampus Undova sebagai lembaga pendidikan di KSB tidak sekedar disokong oleh kemampuan pengelolaan internal kampus. Tetapi juga dari banyaknya daya dukung di luar civitas kampus selama ini. “Lewat kesempatan ini kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami. Sehingga hajat kampus memberikan konstribusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khsusnya untuk warga KSB dan umumnya NTB bisa kami jalankan. Dan khususnya kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke kami,” timpal Kyai Zul sapaan akrabnya. Mantan bupati pertama KSB ini menyatakan, Undova Indone-
sia sangat menyadari perannya sebagai sebagai salah satu lembaga stategis dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Karena itu ke depan pihaknya akan menyusun pola-pola pendidikan terbaik menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Dalam kesempatan itu, Kyai Zul memaparkan, jalinan kerja sama yang tengah dirintis kampus bersama Pemda setempat. Di mana antara Undova dengan Pemda KSB saat ini sedang menyusun program kerja sama pendidikan jenjang S1 khusus bagi ASN serta aparatur desa. “Kepercayaan (Pemda) ini tentu akan banyak membantu kami. Dan kami akan secara sungguhsungguh mejalankan program tersebut sehinga kualitas pegawai Pemda nanti semakin bagus,” cetusnya. Selain kepada Pemda KSB, Kyai Zul juga berterima kasih kepada Pemprov NTB. Menurutnya tawaran gubernur
(Suara NTB/ist)
WISUDA - Rektor Undova Indonesia Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM memindahkan tali toga salah seorang wisudawan (foto kiri). Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Rektor Undova Indonesia, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM bersama para mahasiswa lulusan terbaik dari masing-masing fakultas di Undova (foto kanan). mengalokasikam 100 beasiswa S2 ke luar negeri bagi lulusan jurusan pertambangan Undova, merupakan sebuah kebanggaan bagi civitas kampus. “Masih ada sekitar 55 kuota yang kosong. Mudah-mudahan yang diwisuda hari ini bisa ada yang lolos mengisinya,” paparnya. Sementara itu, kehadiran gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dalam acara wisuda Undova Indonesia sekaligus didaulat menyampaikan orasi ilmiah. Dalam pidatonya orang nomor
satu di NTB itu memberi memotivasi para wisudawan untuk berani menatap masa depan lebih baik dan penuh keoptimisian. “Yang akan menentukan nasib kalian di masa yang akan datang adalah diri kalian sendiri. Dan hari ini kalian sudah punya awal tepat dengan menyelesaikan studi S1. Tapi harus terus mengasah diri tidak cukup sampai di sini,” cetus gubernur seraya menyampaikan ucapan selamat. Selain gubernur, bupati KSB,
HW. Musyafirin, turut pula menyampaikan selamat kepada para wisudawan. Bupati berharap, terhadap ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah agar juga bisa didedikasikan dalam bentuk pengabdian di tengah masyarakat. “Pemerintah juga berterima kasih kepada kampus. Karena kehadirannya turut andil meningkatkam IPM KSB,” sebutnya. Terkait dukungan Pemda KSB, bupati menjelaskan, kerja sama pendidikan khusus
bagi ASN dan apartur desa tidak semata untuk kepentingan kampus. Pemda KSB di sisi lain juga mendapat keuntungan karena lewat program tersebut cita-cita daerah meningkatkan kualitas aparaturnya dapat tercapai. “Kami ingin punya pegawai yang handal di segala aspek. Dan tanpa dukungan pendidikan tentu tidak bisa. Makanya kerjasama dengan Undova ini, bagi kami adalah jalannya,” imbuh bupati. (bug/*)
Tidak Dapat Anggaran, Kondisi Mesin Desalinasi Memprihatinkan Taliwang (Suara NTB) – Kondisi Mesin Desalinasi (penyulingan air laut) di desa Poto Tano bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) pada tahun 2013 lalu semakin memprihatinkan. Hal tersebut terjadi lantaran hingga kini belum ada penanganan khusus yang dilakukan oleh Pemerintah dengan alibi terbatasnya anggaran. Pantauan Suara NTB di lapangan, kondisi mesin saat ini sudah tidak terawat lagi, meskipun barangnya belum ada yang hilang karena dijaga oleh petugas. Debu yang menutupi panel tata surya yang digunakan untuk tenaga pembangkit kondisinya semakin usang karena tidak dibersihkan. Di bagian dalam gudang ini juga debu hampir menutupi mesin penyedot air laut untuk bisa diolah menjadi air layak konsumsi. Mangkraknya mesin bantuan ini tentu sangat disayangkan terjadi, karena masyarakat terpaksa harus membeli air untuk konsumsi dengan harga yang lebih mahal yang datang dari Alas dan Mapin, Kabupaten Sumbawa. Padahal, jika mesin tersebut mampu menghasilkan secara maksimal, akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Karena tidak lagi harus membeli dengan harga yang mahal, semen-
(Suara NTB/ils)
MANGKRAK - Nampak mesin Desalinasi di Desa Poto Tano yang sudah lama mangkrak karena mengalami kerusakan panel tata surya. Mesin yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1,6 miliar dari total tiga lokasi pembangunan tersebut saat ini sangat memprihatinkan. tara uang dari pembelian air bisa berguna untuk meningkatkan pendapatan bagi kelompok usaha yang mengelola bantuan tersebut. Kades Desa Poto Tano, M. Nur Hasan kepada Suara NTB, Senin (7/10) mengatakan, mangkraknya bantuan mesin penyulingan air laut ini tentu sangat disayangkan oleh masyarakat karena mesin tersebut hanya mampu bertahan satu tahun. Terkait masalah ini pihaknya sudah menyuarakan ke Pemerintah untuk bisa segera dilakukan perbaikan tetapi hingga kini belum direspon terhadap usulan dimaksud dengan alasan tidak ada angga-
ran. Padahal di desa Poto Tano sendiri meripakan desa langganan kekeringan tiap tahunnya tanpa ada solusi yang baik terhadap keluhan tersebut. Maka dari itu, pihaknya sangat berharap supaya mesin Penyuling itu bisa diperbaiki segera sehingga masyarakat tidak lagi merasa kesulitan. Karena jujur saja air dari Perumda tidak bisa digunakan karena air yang macet masyarakat harus membeli air galon untuk kebutuhan memasak sehari-hari. “Kami minta supaya mesin ini bisa segera diperbaiki supaya bisa kita gunakan. Jika pemerintah tidak punya anggaran, bilang saja karena kami sudah sangat siap untuk
mengintervensinya melalui APBDes,” tukasnya. Sementara, Kepala Dinas Kalautan Perikanan (Dislutkan) melalui Kabid Sumber Daya Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PSDKP) Iwan Irawan S.Pt., M.Si, mengatakan, mesin ini memang dihajatkan untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di desa Poto Tano dalam hal air bersih. Bahkan di periode awal, pihaknya sudah membantu untuk menyiapkan galon sekitar 200 buah untuk membantu masyarakat. Setelah beroperasi selama satu tahun, panel surya sebagai listrik mesin tersebut rusak dan hingga saat ini belum ada penanganan lanjutan. Pihaknya juga sudah mencoba melakukan perbaikan dengan mengganti listrik yang bersumber dari tenaga surya ke PLN sekitar 2200 watt. Tapi upaya tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal, lantaran mesin dimaksud membutuhkan tenaga listrik sampai dengan 5500 watt dan hingga saat ini belum bisa ditangani. Persoalan minimnya anggaran jadi alasan sehingga belum bisa mesin tersebut belum bisa diperbaiki. Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar mesin Desalinasi tersebut kembali beroperasi karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat Poto Tano. (ils)
Suara Dispussip Sumbawa
Dispussip Sumbawa Gelar Penilaian Pengelolaan Perpustakaan Desa Sumbawa Besar (Suara NTB) Perpustakaan desa mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Namun desa belum mengelola dengan baik serta menyosialisasikan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Untuk itulah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa melaksanakan lomba pengelolaan perpustakaan desa. Saat ini, Dispussip setempat juga sedang melakukan penilaian terkait lomba dimaksud. Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni mengakui sedang dilakukannya penilaian dalam rangka lomba pengelolaan perpustakaan desa. Lomba ini dimaksudkan supaya ada persaingan antar desa untuk mengelola perpustakaan dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan
minat baca dan menggugah semangat masyarakat untuk datang ke perpustakaan. “Lomba pengelolaan perpustakaan desa, hari ini (Senin,red) penilaiannya sampai sepuluh hari kedepan. Lomba ini dimaksudkan supaya ada persaingan antar desa untuk mengelola perpustakaan dengan baik. Kalau tidak ada persaingan antar desa, dia mati suri. Itu kalau dikelola dengan baik, akan lebih meningkatkan minat baca masyarakat dan masyarakat mau datang ke perpustakaan desa,” ujarnya. Dijelaskannya, pengelolaan perpustakaan ini bukan saja sekedar menyimpan buku di perpustakaan. Tetapi juga dengan adanya pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan buku dan membaca. Seperti melaksanakan lomba bercerita dan lomba pidato di desa. Hal itu juga termasuk dalam keg-
(Suara NTB/ist)
Irin Wahyu Indarni iatan perpustakaan. Karena kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat. “Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat. Kemudian meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap
apa yang dibaca,” terangnya. Adapun lomba pengelolaan perpustakaan desa ini, berjenjang ke tingkat provinsi. Pihaknya berharap desa mengelola perpustkaannya dengan baik. Sehingga nantinya ada keterwakilan Sumbawa untuk bisa bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di tingkat provinsi. “Harapan kita desa mampu mengelola perpustakaannya dengan professional. Pastinya ada administrasi surat menyurat. Buku itu pinjam pakai oleh masyarakat jelas. Masyarakat yang menjadi anggota juga punya kartu anggota. Jadi bisa dilihat siapa yang pinjam, sehingga buku tidak hilang dan bertahan lama di perpustkaan sebagai bahan bacaan banyak orang. Mudahmudahan desa mampu untuk itu, karena kita akan bersaing nanti di tingkat provinsi,” harapnya. (ind/arn/*)
Maksimalkan RPH, KSB Kurangi Pengiriman Daging Gelondongan Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan (Tanbunnak) Sumbawa Barat, akan menyiapkan regulasi khusus untuk membatasi proses pengiriman daging secara gelondongan ke luar daerah melainkan sudah dalam bentuk daging. Hal ini sengaja dilakukan untuk bisa memaksimalkan keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) yang sudah lama tidak digunakan. Kepala Dinas Tanbunnak KSB Suhadi SP., M.Si kepada Suara NTB mengatakan, setelah dilakukan pemotongan daging perdana di RPH Poto
Tano setelah lama tidak digunakan, saat ini sangat disyukuri sudah memberikan hasil yang menggembirakan. Hal ini tentu sangat diapresiasi karena keberadaan bangunan tersebut akhirnya bisa memberikan manfaat. Bahkan sampai dengan saat ini sudah puluhan sapi yang sudah dipotong untuk dikirimkan ke luar daerah dalam bentuk daging beku. Tekad kuat Pemerintah supaya RPH ini bisa kembali beroperasi karena potensi untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sangat menjanjikan. Dimana un-
tuk satu hewan saja akan dikenakan biaya sekitar Rp35 per ekornya dan itu sudah sangat menjanjikan. Karena pada prinsipnya, pembangunan RPH tersebut lebih kepada penyediaan daging beku yang akan dikirimkan ke luar daerah tidak lagi dalam bentuk hewan (daging gelondongan). Pihaknya juga akan terus membangun kordinasi dengan para pengusaha baik itu di KSB maupun di pulau Lombok. Sehingga daging yang berasal dari RPH Poto Tano langsung bisa diterima dan tidak lagi menganggur di ruang penyimpangan. “Kami optimis
RPH ini akan memberikan manfaat lebih kepada daerah dalam PAD. Kami juga akan ikuti dengan Perda yang saat ini sedang kita godok agar RPH ini bisa semakin maksimal,” sebutnya. Dikatakannya, ada beberapa alasan selain meningkatkan PAD dari RPH tersebut salah satunya hanya RPH Poto Tano yang memiliki sertifikasi halal dan izin pengiriman daging keluar daerah. Maka dari itu pihaknya sangat berkomitmen untuk memaksimalkan RPH ini dengan harapan bisa memberikan hasil yang baik. (ils)
(Suara NTB/ist)
ISTISQA - Salat Istisqa di Halaman Mesjid Nurul Agung Sumbawa. Atas perintah Bupati Sumbawa, salat untuk meminta hujan ini digelar serentak di seluruh kecamatan se-kabupaten Sumbawa, Senin (7/10).
Bupati Sumbawa Perintahkan Salat Istisqa’ Serentak Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa menginstruksikan pelaksanaan Salat Istisqa’ serentak di seluruh kecamatan se-kabupaten Sumbawa, Senin (7/ 10). Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, bersama seluruh Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa beserta jajaran, melaksanakan Salat Istisqa’ berjamaah, di Halaman Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar. Seiring dengan panjangnya musim kemarau, kekeringan dan kebakaran yang melanda Kabupaten Sumbawa, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Bupati menyampaikan, musim kemarau telah cukup
lama melanda di Sumbawa. Termasuk daerah-daerah lain di Indonesia, salah satunya prihatin dengan musibah kekeringan dan kabut asap, yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia. Kemarau panjang dan karhutla menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Jika tidak ramah terhadap alam, alampun tidak akan ramah terhadap manusia. “Sang Khaliq-pun, penguasa alam semesta akan murka jika kita tidak mengelola alam ini dengan bijak,” paparnya. Melalui kesempatan itu pula, Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk ramah terhadap lingkungan. Bijak dalam memanfaatkan apa yang telah Allah anugerahkan. Dengan tidak melakukan pembalakan
liar ataupun membakar hutan. “Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini, dapat menjadi suluh introspeksi, untuk menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah SWT”, pungkas H. Husni. Ustad H. Joni Sutarman, Lc, selaku khatib, mengutip salah satu firman Allah yang artinya, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasa bagi mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Khotib juga mengajak segenap jamaah untuk mempertebal iman dan takwa kepada Allah, dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya. (arn)
Tidak Kunjung Ditransfer
Utang Pemerintah ke Toko Bangunan Membengkak Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), belum mendapatkan kepastian waktu terkait penyaluran sisa dana Gempa sebesar Rp123 Miliar dari Pemerintah Pusat ke daerah. Lambatnya transfer anggaran ini mengakibatkan percepatan penanganan pasca gempa di KSB terhambat. Parahnya lagi, saat ini utang Pemerintah ke toko bangunan terus membengkak dari nilai awal Rp70 miliar menjadi Rp123 Miliar. Hal ini tentu sangat disayangkan karena akan menjadikan para pemilik toko bangunan merugi lantaran sudah tidak ada lagi barang untuk diperjualbelikan sedangkan barang yang digunakan tidak kunjung terbayar. “Utang kami (Pemerintah) di toko bangunan saat ini mencapai angka Rp123 miliar, itu terjadi karena anggaran sisa penanganan gempa tidak kunjung ditransfer. Kami sebenarnya dilema, di satu sisi kita diminta untuk mempercepat pembangunan, tetapi di sisi yang lain anggarannya tidak kunjung diberikan. Makanya jalan tengah yang kita tempuh
yakni dengan cara berutang ke sejumlah toko bangunan demi mempercepat proses tersebut. Maka dari itu kami sangat berharap supaya anggaran sisa untuk penanganan pasca gempa ini segera ditransfer supaya tidak muncul masalah lagi,” ujar Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM kepada wartawan, Senin (7/10). Dikatakannya, permasalahan anggaran yang belum maksimal ini sudah sangat sering disuarakan ke Kementerian terkait, tetapi faktanya sampai dengan saat ini belum ada realisasinya. Kondisi ini kembali diperparah dengan semakin banyaknya toko bangunan yang mengeluhkan pembayaran barang yang macet. Jika kondisi ini terus terjadi, dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru di kemudian hari nantinya. Kendati demikian, pihaknya optimis dana sisa tersebut tetap akan terbayar sesuai dengan usulan Pemkab ke Pemerintah pusat. Hanya saja untuk sementara ini masih dalam proses penyalurannya saja. Karena bencana yang terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir sangat tinggi sehingga Pemerintah harus berpikir untuk menye-
suaikan pembiayaan dengan anggaran yang tersedia saat ini. Dirinya juga sangat bersyukur dengan pola berutang ke toko bangunan sudah tidak ada lagi masyarakat KSB yang tinggal di tenda darurat. Hal ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan Kabupaten lain yang juga terdampak gempa bumi. Bahkan Sumbawa Barat juga mendapatkan predikat sebagai kabupaten tercepat dalam penanganan pasca gempa meskipun saat ini progres untuk penanganannya sedikit molor. Upaya penagihan sisa anggaran tersebut juga akan terus dilakukan dengan harapan sisa anggaran itu bisa segera ditransfer supaya penanganan pasca gempa bisa segera tuntas. Karena jika sampai molor lagi, dikhawatirkan utang di rekanan (toko bangunan) juga akan semakin tinggi nantinya. “Kami sangat berharap supaya anggaran sisa penanganan gempa bisa segera ditransfer demi percepatan penanganan rumah pasca gempa. Kami juga akan terus berupaya menagih anggaran dimaksud, supaya kita dianggap tetap bekerja untuk mempercepat penanganan gempa yang terjadi di KSB,” pungkasnya. (ils)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
Dompu (Suara NTB) Hj. Eri Ariani H. Bambang, istri Bupati Dompu bakal maju mencalonkan diri pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu tahun 2020. Ia pun telah mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon di Partai Nasdem Kabupaten Dompu. Kendati sudah ramai disebut bakal berpasangan dengan H. Ichtiar, SH (Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu), Hj. Eri mengaku belum memutuskan pasangan Sahlan dan akan maju sebagai calon Bupati atau wakil Bupati. Kepada Suara NTB saat dihubungi, Senin (7/10) mengakui ada rencana maju pada Pilkada Dompu tahun 2020 mendatang. “Minta doanya saja. Mudah – mudahan ndak ada halangan. Ya, Insya Allah ke arah situ (maju pada Pilkada Dompu),” kata Hj. Eri Ariani. Terkait pasangan yang disebut – sebut bakal berpasangan dengan H. Ichtiar, dikatakan Hj. Eri, belum bisa mengomentarinya. Namun ia mengapresiasi keinginan beberapa kalangan untuk berpasangan dengan dirinya sebagai calon Bupati atau wakil Bupati. “Saya berterima kasih banyak yang ingin berpasangan dengannya. Apa saya sebagai wakil atau menjadi Bupati. Saya sih berterimakasih. Saya diperhitungkan oleh warga Dompu, saya pun bersyukur. Mudah – mudahan dengan kepercayaan dan dukungan itu, insya Allah kalau tidak ada halangan (akan maju di Pilkada Dompu). Kita hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menjadi penentu,” katanya. Sebelumnya, Sekretaris Partai Nasdem Kabupaten Dompu, Sahlan yang ditemui di kantor sekretariat partai mengungkapkan ada beberapa bakal calon Bupati dan bakal calon wakil Bupati yang mengambil formulir pendaftaran. Diantaranya, Hj. Eri Ariani H. Bambang yang mengambil formulir pada Minggu (6/10). Namun Hj. Eri Ariani tidak mengambil sendiri formulirnya, tapi diambil oleh tim H. Ichtiar. “Diambil oleh timnya H. Ichtiar,” katanya. Karena diambil pihak lain, Sahlan mengaku, langsung menghubungi Hj. Eri Ariani untuk memastikan istri Bupati Dompu ini maju pada Pilkada Dompu mendatang. Dalam komunikasi tersebut, Hj. Eri membenarkan rencananya maju di Pilkada Dompu tahun 2020. “Beliau sepertinya akan berpasangan dengan H. Ichtiar, tapi belum ada kepastian siapa yang menjadi calon Bupati dan calon wakilnya. Keduanya siap di posisi sebagai calon Bupati atau calon wakil,” ungkap Sahlan. Selain Hj. Eri Ariani H. Bambang, ada beberapa tokoh yang mengambil formulir di DPC Partai Nasdem Kabupaten Dompu. Diantaranya pasangan Abdul Kader Jaelani (kader PAN dan pengusaha) – Hj Nurlaela Chaerunnisa, SE (kader PKB), H. Ichtiar, SH (Kepala Dinas Dikpora), Ilham Yahyu, S.Pd (Ketua Partai Berkarya), Arifin Abubakar (Kepala Desa Riwo), Drs Irfan Bustanuddin, MM (Asisten 3 Setda Pati Jawa Tengah). H Yuhasmin Ismail, S.AP, MSI (pensiunan dan pengusaha), Arifuddin, SH (wakil Bupati Dompu), H Syaifurrahman Salman, SE, MSI (mantan Bupati Dompu), Drs H Syamsuddin MK (pensiunan dan kader Partai Berkarya), H Mulyadi Jaya, SH, MH (pensiunan dan kader Partai Nasdem), dan Drs H M Amin, MM (ASN Kementrian Agama dan pemilik Yayasan Al Amin Dompu). “Yang baru mengembalikan formulir pendaftaran baru H. Syaifurrahman Salman. Dibawa oleh timnya tadi (Senin, 7/10/2019) pagi,” katanya. (ula)
(Suara NTB/ula)
Istri Bupati Dompu Bakal Maju di Pilkada 2020
BPOM Telusuri Kasus Tawon Liar Pemicu Kematian Warga Dompu (Suara NTB) BPOM masih melakukan penelusuran obat tradisional Tawon Liar yang mengorbankan warga Dompu beberapa waktu lalu. Obat yang tidak memiliki izin edar ini diduga diedarkan oleh sales di kios dan rumah, sehingga masih terputus jaringan peredarannya. Kepala BPOM Kota Bima, Yogi Abaso Mataram, S.Si.Apt kepada Suara NTB di Dompu, Senin (7/10/2019) kemarin mengaku masih menelusuri informasi terkait penjualan obat tradisional Tawon Liar yang diduga jadi pemicu kematian beberapa waktu Dompu. Penelusuran ini sudah berlangsung sepekan lebih untuk mencari informasi penjual utamanya, cara penjualan dan bahan campurannya. “Kami belum lakukan sidak terbuka. Kalau lakukan secara terbuka, justru akan menutup informasi yang lebih besar,” terangnya. Saat ini, lanjut Yogi, pihaknya baru mendapatkan informasi penjual kecil – kecilan dan sedang dihubung – hubungkan dengan penjual di daerah lain. Karena sejauh ini, informasinya penjual membelinya dari sales. Sehingga masih terputus informasinya dengan pengedar dan pemproduksi. “Agak sulit kita tindak karena penjual kecil. Rata – rata mereka tidak tahu (Tawon Liar tidak miliki izin),” ungkapnya. Berdasarkan informasi awal dari barang bukti (BB) Tawon Liar kapsul yang ditemukan, obat tradisional tersebut memiliki komposisi kandungan berupa parasetamol dan kafein. Kafein ini ndak bisa dikonsumsi oleh penderita hiper tensi, gagal jantung. Karena itu merupakan bahan kimia obat yang berbahaya,” katanya. Ia pun berharap, upaya pihaknya mensosialisasikan cara pendistribusian obat ke Puskesmas akan dapat membantu dalam mengedukasi masyarakat soal penggunaan jamu dan obat – obatan yang bisa dikonsumsi dan tidak. Karena obat dan jamu sekarang bisa dicek legalitasnya melalui situs BPOM. “Kami sudah meminta ke puskesmas supaya menjadi penerus informasi. Karena puskesmas itu menjadi garda terdepan di masyarakat,” harapnya. Terkait 4 orang warga Dompu yang meninggal dan 2 orang dirawat intensif di RSUD Dompu atas dugaan penyalahgunaan Tawon Liar Kapsul, Yogi mengatakan, itu perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena penyebab utama meninggalnya orang tersebut belum bisa dipastikan karena jamu Tawon Liar atau karena obat lain. (ula)
Halaman 7
Masa Tunggu di Pelabuhan Badas (1)
Antrean Panjang, Kerap Jadi Keluhan Pengguna
Masa tunggu kapal bongkar muat atau dwelling time yang cukup lama di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, kerap menjadi keluhan. Terutama saat panen jagung, masa tunggu bisa mencapai belasan hari. Kondisi ini terjadi karena jumlah kapal yang nyandar di dermaga pelabuhan setempat melebihi kapasitas tampung. Seperti apa solusinya? ANTREAN panjang kapal berjejer di Pelabuhan Badas. Akibat jumlah kapal yang nyandar melebihi daya tampung dermaga yang ada. Belum lagi dengan keberadaan kapal penumpang rute Badas Surabaya yang baru beroperasi diprediksi akan turut menambah antrean di Pelabuhan. Chip Officer salah satu kapal di Pelabuhan Badas, Trimuji, mengakui lamanya proses sandar tergantung antrean kapal. Tentunya jika ada banyak kapal, maka harus menunggu antrean yang sudah diatur. Seperti halnya dirinya yang sudah antre selama seminggu, baru mendapat giliran untuk muat barang. Kebetulan, pihaknya memuat beras bulog yang rencananya akan dibawa ke NTT. “Untuk nyandar tergantung antrean kapal. Kita kalau pas di sini lagi banyak kapal, ikut antrean yang diatur pihak sini. Kemarin kita satu minggu ngantre, baru bisa memuat. Saat ini untuk muatan hari keempat. Saya angkut beras Bulog rencana mau dibawa ke NTT,” sebut Trimuji saat ditemui Suara NTB di Pelabuhan Badas belum lama ini. Biasanya, antrean panjang terjadi saat musim panen jagung seperti saat ini. Panjangnya antrean karena banyak kapal yang masuk. Namun jika kapal sepi, maka antrean tidak akan terlalu lama. “Musim panen jagung begini antrean panjang. Kalau waktu sepi kapal kita langsung sandar. Tergantung kapal yang masuk ke sini. Kalau sudah banyak kapal yang masuk, otomatis antrean panjang. Kemarin sempat keluar karena ada kapal penumpang. Apalagi kalau Swarna (kapal penumpang yang melayani rute Badas
(Suara NTB/ist)
ANTREAN - Suasana antrean kapal di Pelabuhan Badas Sumbawa yang kerap memakan waktu terlalu lama untuk bongkar muat. Surabaya) sudah mulai aktif di sini, tambah lama lagi antrean,” tandasnya. Kondisi inipun diakui Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas, H. Anwar M. Terutama di musim panen jagung, yang antre mencapai 10 sampai 16 kapal. Jadi masyarakat juga perlu tahu kenapa sampai terjadi antrean, karena jumlah yang mampu ditampung oleh dermaga kami dengan jumlah kunjungan jauh lebih banyak. Kapasitas kemampuan dermaga hanya bisa menampung empat kapal sekali nyandar. Kalaupun kapal kelima bisa masuk, itupun kapal kecil. Jika jumlah kapal yang masuk ada banyak, maka membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu giliran. Terlebih jika kapal yang masuk adalah kapal pengangkut semen dan pupuk, maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan proses bongkar. “Kapasitas kemampuan dermaga kami untuk disandari, hanya empat kapal. Sementara kapal yang masuk umpamanya sepuluh di antrean kolam di luar, tentu yang enamnya kan antre. Kemarin kan hanya musim jagung. Apalagi yang masuk ini kapal yang mau bongkar pupuk dan semen. Kalau dua kapal ini masuk itu bisa seminggu bahkan bisa sepuluh hari. Kalau proses bongkarnya cukup lama,” terangnya.
H. Anwar M (Suara NTB/ist)
Diakuinya, selama ini pihaknya bersama instansi serta pihak terkait di Pelabuhan rutin melaksanakan rapat Pusat Pelayanan Terpadu (P2T) setiap minggu. Guna mengatur proses dan waktu sandar, serta antrean masing-masing kapal. “Kita rapat setiap minggu untuk P2T. Seluruh pihak terkait diundang. Kita urut kapal yang ada di kolam, kapal bongkar muat, kapal mana penggantinya, kapal mana yang masuk. Supaya antrean lancar dan teratur. Maunya kami sekali masuk bisa sepuluh kapal, karena semakin lancar semakin bagus,” harapnya. Anwar memaparkan, waktu kapal melakukan bongkar tergantung jenis angkutannya. Jika kapal penumpang prosesnya lebih cepat. Sedangkan untuk kapal pengangkut aspal membutuhkan waktu bongkar
12 jam. Sedangkan kapal pengangkut semen dan pupuk memakan waktu hingga seminggu bahkan lebih. “Jadi setiap kapal itu jeda waktu bongkar tergantung mau bongkar apa,” sebutnya. Sementara yang memuat barang dari pelabuhan prosesnya lebih cepat. Jika yang dimuat sedikit, maka waktunya akan cepat. Tetapi jika muatannya banyak maksimal waktunya lima hari. Sepertinya halnya untuk jagung normalnya rata-rata maksimal lima hari perkapal. “Kalau jagung rata-rata maksimal lima hari per kapal,” tambahnya. Saat ini, lanjutnya, sudah mulai beroperasi kapal long distance ferry rute Badas-Surabaya. Dengan masuknya kapal ini, maka tiga kapal harus keluar terlebih dahulu. Karena kapal ini merupakan kapal penumpang, yang harus diprioritaskan. Tentunya dengan masuknya kapal ini, akan menambah antrean di Pelabuhan. “Yang lagi kami pikirkan sekarang, kondisi saat ini saja sudah pesat, ditambah dengan masuknya long distance fery melayani penumpang dari Pelabuhan Badas Sumbawa ke Tanjung Perak Surabaya Pulang Pergi (PP). Artinya menambah antrean di sini. Karena di dalam aturan, kapal penumpang itu prioritas. Sehingga apabila prioritas masuk, ada kapal yang sedang melakukan bongkar muat, mundur dulu. Antre kami ke-
marin bisa sampai belasan hari. Kapal ini masuk, tiga kapal keluar dulu. Tentu akan menambah antrean kapal,” tukasnya. Makanya, untuk mengurai lamanya antrean, perlu dilakukan penambahan fasilitas di pelabuhan. Seperti halnya dermaga diperpanjang supaya daya tampung melebihi empat kapal. Kemudian di sebelah utara Pelabuhan perlu diupayakan pengerukan untuk tempat bersandar kapal. Jika hal ini terwujud maka antrean kapal yang cukup lama saat musim panen jagung akan terurai. “Jadi tidak ada jalan lain lagi, ada dua yang harus ditingkatkan di Pelabuhan untuk mengurai antrean panjang di kolam antrean Pelabuhan Badas. Pertama penambahan fasilitas dermaga. Kedua di utara Pelabuhan, dermaga bisa disandari tetapi harus dilakukan pengerukan. Kalau itu terwujud, sangat banyak membantu kelancaran antrean,” jelasnya. Terhadap penambahan fasilitas ini membutuhkan biaya yang sangat banyak. Penambahan fasilitas tersebut anggarannya diperkirakan mencapai ratusan miliar dan membutuhkan anggaran APBN. Hal ini pun sudah sering disampaikan. Hanya di Indonesia ada sekitar 460 pelabuhan yang meminta fasilitas serta pengembangan yang sama. (ind/arn)
77 Korban Kerusuhan Wamena Diusulkan Dapat Jadup Bima (Suara NTB) – Sebanyak 77 warga Bima yang menjadi korban kerusuhan Wamena Papua kini semuanya sudah tiba di Bima. Mereka nantinya akan diusulkan untuk mendapatkan jaminan hidup ke Kementerian Sosial (Kemensos). Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM mengaku sebanyak 50 korban kerusuhan Wamena Papua telah sampai dengan selamat di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima pada Minggu (6/10). “Kloter pertama tiba Minggu sore kemarin, ada sebanyak 50 orang, mereka langsung disambut oleh ibu Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, di Bandara Bima,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin (7/10). Sementara kloter kedua lanjutnya, ada sebanyak 27 orang. Mereka tiba di Bandara SMS Bima pada Senin (7/10) siang. Setelah tiba langsung dibawa ke alamatnya masing-masing. “Dalam rombongan kloter dua ini juga ada tiga warga Kabupaten Dompu. Ketiganya dijemput oleh pihak Dinsos Dompu,” katanya. Ia mengaku pemulangan 77 korban
kerusuhan tersebut, tidak terlepas peranan dan andil Bupati Bima, karena sejak awal terjadinya kerusuhan menggalang bantuan ke berbagai pihak untuk biaya pemulangan. “Alhamdulillah kerja keras dan upaya ibu Bupati memulangkan semua warganya dari Wamena terwujud,” katanya. Sirajuddin mengaku, langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bima yakni melakukan trauma healing, khususnya kepada anak-anak yang menjadi korban kerusuhan. “Trauma healing ini tujuannya untuk mengembalikan psikoligis anakanak yang sempat menjadi korban kerusuhan,” katanya. Tidak hanya itu, Sirajuddin menambahkan, sebanyak 77 warga Bima yang menjadi korban kerusuhan tersebut akan diusulkan untuk mendapat-
(Suara NTB/Uki)
PENYAMBUTAN - Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Sirajuddin menyambut 27 warga Bima yang menjadi korban kerusuhan Wamena Papua, di Bandara SMS Bima, Senin (7/10). kan jaminan hidup dari Kemensos. “Jaminan hidup ini akan kita usulkan
secepatnya. Saat ini dalam validasi data,” pungkasnya. (uki)
KP3 Tak Berfungsi, Picu Kelangkaan Pupuk Subsidi Pemkab Dompu Bantu Pemulangan Bima (Suara NTB) – Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bima, M. Aminurlah SE menilai kelangkaan pupuk subsidi dan rawannya penjualan pupuk secara paketan karena tidak berfungsinya pengawasan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Penilaian tersebut disampaikan Aminurlah didampingi anggota Komisi II, M. Natsir dan Rafidin S.Sos, saat hearing dengan puluhan Pemuda Peduli Petani dalam menyikapi kelangkaan dan rawannya penjualan pupuk secara paketan, di kantor DPRD setempat, Senin (7/10). Ia mengaku, apabila KP3 berfungsi, yakni melaksanakan tugas mengawasi penyaluran pupuk dari distributor ke pengecer sampai ke masyarakat persoalan tersebut tidak akan bermunculan. “KP3 ini tidak hanya dibentuk di tingkat daerah. Tingkat kecamatan sampai desa pun ada. Peran mereka harus optimal,” katanya. Tidak berfungsinya peran KP3 tersebut, Aminurlah mengaku
(Suara NTB/Uki)
AUDIENSI - Pemuda Peduli petani saat audiensi dengan Ketua DPRD sementara Kabupaten Bima, M. Aminurlah anggota DPRD M. Natsir dan Rafidin S.Sos di kantor DPRD setempat, Senin (7/10). akan berkoordinasi dengan Sekda maupun Kepala Daerah. Apalagi persoalan kelangkaan pupuk ini kerap terjadi setiap tahun. “Nanti kami akan sampaikan ke Sekda dan Bupati Bima agar serius membahas masalah pupuk ini,” katanya. Sementara Komsi II DRPD Kabupaten Bima, M. Natsir menilai kelanggkan pupuk yang sering terjadi di Kabupaten
Bima, salahsatu pemicunya karena penggunaan pupuk yang berlebihan. “Penggunaan pupuk petani kita overdosis. Melebihi kapasitas,” katanya. Berdasarkan ketentuan lanjutnya, petani yang memiliki lahan satu hektar menggunakan pupuk hanya 200 kilogram. Namun di lapangan yang sering ditemukan melebihi jumlah tersebut. “Penggunaan pupuk berlebi-
han ini membuat stok pupuk bagi petani lain berkurang. Saya kira disinilah perannya KP3 ini agar menekan penggunaan pupuk berlebihan,” katanya. Natsir menambahkan, berdasarkan pengakuan pengecer, pupuk subsidi tetap tersedia hanya saja stoknya sedikit. Pemicunya karena ada satu desa yang menjadi wilayah pengecer bagi petani desa lainnya “Rekomendasi kita bertemu dengan distributor dan pengecer pupuk kemarin meminta agar semua Desa memiliki pengecer. Memastikan kebutuhan pupuk tetap ada,” katanya. Selain itu, pada saat pertemuan itu juga, Natsir mengaku pihak Komisi II meminta Distributor dan Pengecer tidak lagi menjual pupuk secara paketan melebihi HET. Yakni yang sudah disubsidi oleh pemerintah dan nonsubsidi. “Bila ke depan ditemukan maka akan dicabut izin operasionalnya. Semua komitmen ini disetujui oleh Distributor dan Pengecer,” pungkasnya. (uki)
Tiga Pengungsi Wamena
Dompu (Suara NTB) – Berdasarkan data hasil identifikasi petugas Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB yang diterjunkan ke lokasi pengungsian korban kerusuhan Wemena, Papua, tercatat tiga orang warga berasal dari Desa Oo Kabupaten Dompu. Mereka Kasmin, Sukardin dan M. Irwansyah. Ketiganya saat ini dalam proses pemulangan dan dipastikan tiba di Bandara Udara Sultan Muhammad Salahudin Bima hari ini (kemarin). Sekretaris Dinsos Dompu, Abdul Haris, SH., kepada Suara NTB, Senin (7/ 10) menyampaikan, atas informasi yang disampaikan Dinsos NTB tersebut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin melalui pihaknya langsung menindaklanjutinya dengan memfasilitasi kepulangan mereka. Mulai dari biaya transportasi hingga keperluan lain yang dibutuhkan selama dalam perjalanan. “Atas informasi itu Bupati melalui kita sudah memberikan bantuan biaya transportasi untuk pemulangan mereka,” ungkapnya. Ketiga perantau yang diketahui sudah cukup lama menetap di Wamena
tersebut, dipastikannya dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan, jika tak ditemui kendala dalam proses pemulangan mereka akan tiba dan dijemput hari ini di Banadara Udara Sultan Muhammad Salahudin Bima. Belum bisa dipastikan apakah hanya tiga orang ini saja warga asal Dompu yang menjadi korban kerusuhan di Papua. Kalaupun ditemukan data baru pihaknya berkomitmen tetap akan memfasilitasi pemulangan mereka. “Kalau dari laporannya itukan hannya tiga orang, tapi jika masih ditemukan warga dompu lainnya kita pasti siap membantu biar mereka bisa pulang dengan selamat ke kampung halaman masing-masing,” jelasnya. Sementara temuan Suara NTB di lapangan, meski proses pemulangan para pengungsi telah difasilitasi pemerintah daerah. Namun tanpak sekelompok warga asal Desa Oo sibuk melakukan penggalangan dana untuk ikut membantu proses pemulangan mereka di Simpang Tiga Makodim 1614/Dompu. (jun)
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
Beri Kesempatan Perempuan Jadi Sekda WAKIL rakyat di DPRD Provinsi NTB mendorong agar figur perempuan diberikan kesempatan untuk duduk di posisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Dorongan itu disampaikan lantaran dari sejumlah pendaftar calon Sekda, salah satunya adalah perempuan yakni Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih. Wakil rakyat yang mendukung Baiq Eva untuk menjadi orang nomor satu dalam lingkup ASN Pemprov NTB tersebut adalah, Nauvar F Farinduan. Menurut(Suara NTB/ndi) nya, sosok figur perempuan Nauvar F Farinduan sangat penting diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sekda tersebut. “Kalau kita berikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi jabatan Sekda itu, pertama kita berikan ruang dan kesempatan kepada keterwakilan gender. Kalau kita berikan kesempatan kepada perempuan, tidak tertutup kemungkinan porsi kinerja yang diberikan bisa lebih baik,” katanya, Senin (7/10). Lebih lanjut disampaikan oleh Politisi Partai Gerindra itu, secara kualitas dan kapasitas, Baiq Eva sudah tidak bisa diragukan lagi. Karena pengalaman dan rekam jejak karirnya menjadi seorang birokrat, telah banyak menduduki berbagai jabatan strategis. Tidak hanya itu, figur Baiq Eva juga relatif bersih, tidak pernah tersandung isu miring terkait dugaan penyelewengan. Selain alasan itu, lanjut wakil rakyat asal Dapil II (LobarKLU) tersebut, mengapa ia mendukung Baiq Eva Untu diberikan kepercayaan menjadi Sekda. Karena ia juga merupakan putri daerah yang berasal dari Kabupaten Lombok Barat. Menurut Farin, selama ini tidak pernah ada pejabat Sekda yang berada dari Lombok Berat. Maka dengan tampilnya Baiq Eva menjadi calon Sekda maka dia bisa mewakili orang Lombok Berat untuk pertama kalinya duduk menjadi Sekda. “Tidak ada salahnya juga memandang dan melirik figur Sekda dari Lobar. Karena selama ini juga tidak pernah ada Sekda dari Lobar. Selama ini Lobar selalu termarjinalkan, makanya pada kesempatan ini cobalah berikan ruang kepada figur dari Lobar,” pungkasnya. (ndi)
POLHUKAM
Halaman 8
Pilkada 2020, Puluhan Figur Mendaftar di Nasdem Mataram (Suara NTB) – Sejak membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah di tujuh kabupaten/ kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020 di Provinsi NTB. Partai Nasdem punya peminat yang cukup tinggi. Sampai saat ini tercatat sudah puluhan orang mengambil formulir pendaftaran. Sekretaris DPW Nasdem Provinsi NTB, Multazam yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (7/10) menerangkan bahwa dari laporan yang telah dia terima dari masing-masing DPD tujuh kabupaten/kota tersebut, Nasdem memiliki banyak peminat, yang dibuktikan dengan tingginya antusiasme figur-figur yang bakal maju sudah mengambil formulir pendaftaran Nasdem. “Pendaftaran di masing-masing DPD kabupaten/kota sudah dimulai sejak tanggal 23 Septem-
ber sampai tanggal 23 Oktober. Menurut laporan yang kami terima, Alhamdulillah Nasdem ramai pendaftar. Misalnya di Kabupaten Sumbawa sudah 10 orang yang mendaftar, KLU dan Loteng juga sudah banyak. Pada intinya rata-rata sudah banyak yang Daftar,” katanya. Dikatakan Multazam, ia memprediksi tingginya peminat figur kandidat bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Nasdem tidak lepas dari kebijakan politik Nasdem yang tidak membebankan biaya pendafta-
ran. Begitu juga, Nasdem menegaskan diri memutuskan dukungan kepada salah satu figur tanpa ada mahar politik. “Karena kita tidak pungut biaya pendaftaran, dan tanpa mahar politik. Sehingga alhamdulillah masyarakat memiliki kepercayaan cukup tinggi kepada Nasdem,” kata anggota DPRD Provinsi NTB tersebut. Setelah proses pendaftaran dilakukan, Nasdem kemudian melanjutkannya kepada tahapan seleksi yang akan diplenokan pada masing-masing
tingkatan. Pleno pertama akan dilakukan oleh masing-masing DPD, baru kemudian akan dibawa ke pleno tingkat DPW. Selanjutnya akan disampaikan ke DPP untuk melakukan pleno terakhir, yakni memutuskan siapa yang akan diusung oleh Nasdem. “Kita memang menyerahkan banyak kewenangan kepada panitia pendaftaran di DPD. Karena tentu yang paling paham dan tahu keadaan politik di daerah yang akan menggelar Pilkada itu, tentu adalah DPD-nya. Kita hanya akan melakukan pleno untuk menyerahkannya ke DPP saja, meskipun kita diberikan wewenang juga untuk menambah dua calon,” jelasnya. Ketika ditanya terkait den-
gan peluang bagi kader sendiri yang mau maju. Multazam menegaskan bahwa Nasdem juga tentu memberikan prioritas kepada kadernya untuk maju. Namun demikian, kader sekalipun harus tetap mengikuti mekanisme yang ada, yakni harus mendaftar. Sampai sejauh ini, ia belum menerima informasi siapa saja kader yang siap ikut bertarung pada Pilkada serentak 2020. “Kalau kader, dari tujuh kabupaten/kota ini, baru Kabupaten Dompu saja yang sudah pasti kader Nasdem yang akan maju, siapa orangnya, belum bisa kita sebutkan. Nah untuk daerah lain belum ada informasinya. Tapi dari informasi yang sudah daftar tadi, kader belum ada yang daftar,” katanya. (ndi)
Tunggakan Sudah Selesai TUNGGAKAN kerugian negara SPPD DPRD Lobar 2018 akhirnya lunas terbayar. Sebanyak 44 anggota dan mantan anggota dewan menyetor Rp535,07 juta. Sementara dari OPD Lombok Barat sebesar Rp149,80 juta. Kasi Intelijen Kejari Mataram Agus Taufikurrahman menjelaskan bahwa tunggakan tahun 2018 itu baru diselesaikan pada Oktober 2019 ini. “Mereka datang ke sini membawa bukti setoran pengembalian, sudah semua,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (7/10). Penagihan tunggakan (Suara NTB/why) SPPD itu, imbuh dia, dikoorAgus Taufikurrahman dinasikan dengan tim Tuntuan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Lombok Barat. RPTGR mencatat penagihan tunggakan sampai tahun 2017. Sementara Kejari Mataram khusus tahun 2018. “Itu sudah dilunasi semua, termasuk yang OPD-OPD. Mereka kita panggil. Mereka baru datang memenuhi panggilan setelah menyetor pelunasan. Akhirnya selesai,” ujarnya. Agus merinci, tunggakan SPPD DPRD Lombok Barat tertagih sebesar Rp535,07 juta dari 44 anggota dan mantan anggota DPRD. Kemudian 17 orang staf Sekretariat DPRD Lombok Barat menyetor Rp40,486 juta. Untuk OPD Lombok Barat, Agus menyebutkan total tagihan yang dibayarkan sebesar Rp149,804 juta. “Itu tunggakan macam-macam, ada yang kelebihan bayar tunjangan, kemudian kelebihan pembayaran proyek,” paparnya. Rinciannya, Dikpora Lombok Barat mengembalikan Rp4 juta dari kelebihan pembayaran tunjangan pegawai, begitu juga dengan Dinas LHK Lombok Barat. besarnya Rp9,75 juta. Dinas Pariwisata Lombok Barat menyetor tunggakan sebesar Rp61,509 juta dari kelebihan pembayaran proyek penataan Gunung Sasak. Dinas Perdagangan Lombok Barat melunasi pengembalian kelebihan pembayaran proyek Pasar Lembar, Kecamatan Lembar sebesar Rp74,55 juta. (why)
OTT SNVT PP Provinsi NTB
Uang Setoran untuk Tersangka Mataram (Suara NTB) – Penyidik belum menemukan bukti Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Kementerian (SNVT PP) PUPR Provinsi NTB Bulera punya setoran ke atasan. Duit hasil memalak kontraktor proyek Rusun di Sumbawa sebesar Rp100 juta belum mampir ke mana-mana. Kapolres Mataram AKBP H. Syaiful Alam mengatakan bukti yang didapat penyidik sampai saat ini masih mengarah pada uang setoran proyek Rusun untuk keperluan tersangka sendiri. “Tersangka sebagai pimpinan, (pegawai) yang lainnya tidak tahu ada komitmen dengan (kontraktor) yang dapat proyek di tahun 2019 ini,” paparnya, Senin (7/10) kemarin. Hasil itu mencuat dari pemeriksaan enam saksi yang intensif dimintai keterangan sepanjang pekan lalu. Mereka antara lain para kepala seksi dan pegawai lingkup SNVT PP NTB dan kontraktor korban dugaan pemerasan. “Belum ditemukan ada setoran kemana-mana. Uangnya masih ada pada tersangka. uang ini masih untuk dirinya sendiri. Kalau misalnya ada untuk orang lain, kita belum dapat bukti,” jelas Alam. Untuk mencari bukti terkait indikasi setoran serupa untuk tujuh proyek rusun lainnya, penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya. “Saksi dari kontraktor lain yang mendapat proyek di tahun 2019 ini masih akan kita periksa,” tandasnya. Kasus itu sebelumnya terungkap dari operasi tangkap tangan pada Rabu (25/9). Tersangka Kepala SNVT PP NTB Bulera diamankan dengan barang bukti uang tunai Rp100 juta. Uang tunai tersebut diduga sebagai setoran yang diminta tersangka kepada kontraktor. Dalihnya, untuk kelancaran pencairan termin pembayaran progres pelaksanaan proyek. Uang diminta dari CV JU yang mengerjakan proyek pembangunan Rusun Ponpes AlKahfi di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Proyek itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp3,49 miliar. (why)
(Suara NTB/why)
DITANGKAP - Tersangka Muksin, residivis yang sudah berulang kali masuk penjara (tengah) dalam pengawasan aparat Polres Mataram. Tersangka ditangkap lagi karena diduga mencuri motor di kawasan Gomong, Mataram.
Tiga Kali Masuk Bui, Muksin Belum Jera
Mataram (Suara NTB) – Pemilik motor wajib mewaspadai jika alpa mencabut kunci kontak dari sepeda motor. Hal itu memancing pelaku pencurian untuk beraksi. Seperti yang diderita Sofyan, korban pencurian motor di Jalan Kecubung, Gomong, Mataram. Korban masuk ke kamar kos dengan meninggalkan motor terparkir lengkap dengan kuncinya yang masih nyantol. Residivis curanmor, Muksin
(41) tidak menyiakan waktu dan kesempatan. “Pelaku melihat kunci motor masih ada di motor kemudian diam-diam membawa kabur motor korban tersebut,” ungkap Kapolres Mataram AKBP H Syaiful Alam, Senin (7/10). Korbannya yang masih mahasiswa ini baru sadar ketika bangun pada pagi harinya. Sementara motor Honda Scoopy bernopol EA 5097 SN kepunyaannya sudah raib
diperkirakan Jumat (27/9) petang. Sehari berselang, polisi mendapat informasi akan adanya transaksi gadai sepeda motor di wilayah Cakranegara, Mataram. “Setelah dipastikan bahwa benar itu motor hasil curian, pelaku ini kita tangkap. Waktu itu dia sedang mau menggadai motor itu,” terangnya. Tersangka Muksin bukan orang baru bagi aparat kepolisian. Muksin sekurangnya tiga kali masuk
Pilkada Loteng
Buka Pendaftaran Calon, PPP Tak Paksakan Kader Mataram (Suara NTB) – Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri menegaskan, bahwa tujuh DPC kabupaten kota yang akan menggelar Pilkada di NTB dipastikan sudah membentuk desk Pilkada. Namun, yang sudah mulai lansung membuka pendaftaran bakal calon hanya DPC PPP Loteng saja. Sementara enam DPC lainnya masih belum mulai membuka pendaftaran. “Desk Pilkada sudah terbentuk semua di DPC dan sudah siap buka penjaringan, kita minta langsung buka penjaringan. Tetapi hanya DPC Loteng sudah buka penjaringan. Enam DPC yang belum sedang finalisasi persiapan bagi pembukaan penjaringan,” ujar Akri, Senin (7/10). Dikatakan Akri, pihaknya secara teknis menyerahkan kepada masing-masing DPC kabupaten kota jadwal bagi pembukaan penjaringan. Sehingga pembukaan penjaringan tidak berlangsung secara serentak di semua DPC kabupaten/kota. Namun dia menegaskan, sesuai arahan dan instruksi DPP, bahwa DPC kabupaten/ kota akan menggelar Pilkada harus membuka penjaringan. Dalam penjaringan itu baik kader maupun non kader dipersilahkan daftar. “Soal waktu penjaringan, disesuaikan dengan kesiapan DPC.
(Suara NTB/dok)
Muhammad Akri Tetapi prinsipnya, DPC harus buka penjaringan,” tandasnya. Terkait apakah dirinya akan daftar di bursa penjaringan di Pilkada Loteng. Akri mengungkapkan, hingga saat ini dirinya belum memutuskan apakah daftar atau tidak dalam bursa penjaringan PPP di Pilkada Loteng. Pasalnya, keharusan anggota DPRD mundur, jika maju di Pilkada membuat dirinya dilema. Sehingga ia belum berani memberikan kepastian apakah akan mendaftar atau tidak. Jika pun nanti, lanjutnya, Ia tak maju di Pilkada Loteng. Partainya tak bakal memaksakan kader jika tak siap ber-
tarung di Pilkada. “Tentu itu semua dikembalikan kepada kader. Apakah mereka siap atau tidak,” tegasnya. Sementara itu, dari pantauan DPW, bahwa dalam sepekan sudah penjaringan bakal calon Bupati dan bakal calon wakil Bupati di Pilkada Lombok Tengah dibuka. Sudah ada dua figur telah mengambil formulir pendaftaran di parpol berlambang ka’bah tersebut. Mereka adalah mantan wakil Bupati Loteng, Lalu Norman Suzana dan mantan kadis PU NTB, Dwi Sugianto. Sementara itu, sejumlah figur lainnya juga sudah memberikan konfirmasi kepada pihaknya untuk segera mengambil formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah di PPP. Hanya saja, dia memilih belum mau mengungkapkan namanama figur yang sudah memberikan konfirmasi untuk mengambil formulir pendaftaran. Penjaringan balon kada di PPP Loteng relatif cukup lama yakni dua bulan. Dengan relatif lama pembukaan penjaringan, membuat figur kemungkinan tak mau terburu-buru daftar. Pihaknya optimis raihan enam kursi PPP di DPRD Loteng, akan membuat parpol berciri khas warna hijau itu akan banyak dilirik figur balon kada mau bertarung di Pilkada Loteng. (ndi)
jeruji besi karena terbukti mencuri, yakni pada tahun 2010, 2013, dan 2017 lalu. “Dari catatan kepolisian juga pelaku ini masuk daftar pencarian. Di Polres Mataram ada, ada juga di Polsek Mataram dan Polsek Cakranegara. Totalnya ada enam kasus yang diduga dia pelakunya,” paparnya. Alam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika memarkir kendaraan.
Contohnya dengan memastikan kunci motor sudah tercabut. Ditambah juga dengan kunci ganda. Selain itu, masyarakat yang hendak membeli motor bekas juga diimbau waspada untuk tidak teriming dengan harga miring. “Pastikan bahwa motor yang akan dibeli itu punya kelengkapan surat-surat, baik itu STNK, BPKB. Sesuaikan dengan nama penjualnya,” tandasnya. (why)
Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir Mataram (Suara NTB) – Kejari Bima mengumpulkan bukti-bukti tambahan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat peraga edukatif (APE) TK/PAUD Kota Bima tahun 2018. Pengadaan alat itu diduga tidak sesuai kebutuhan masingmasing penerima. Namun, proyek tetap jalan terus. Kasi Pidsus Kejari Bima Wayan Suryawan mengatakan, pihaknya sedang memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti dokumen. Salah satunya dokumen terkait perencanaan dan pencairan anggaran. “Kita masih mengumpulkan bukti dokumen terkait anggaran. Ini kan sumbernya dana hibah dari pusat ke APBD,” ujarnya Senin (7/10) ditemui di Mataram. Dia mengatakan, jaksa penyidik mendalami penggunaan anggaran itu juga dengan memeriksa penerima hibah. Antara lain 93 TK/ PAUD swasta dan 30 TK/ PAUD negeri. “Kebutuhannya masing-masing PAUD ini kan tidak sama. Kita dalami apakah pengadaannya ini sesuai dengan yang dibutuhkan mereka atau tidak,” jelasnya. Wayan mengatakan pemeriksaan saksi dari pihak TK/ PAUD akan mulai digeber lagi bulan ini. Mengingat banyaknya saksi yang akan diperiksa, maka penyidikan masih akan memerlukan waktu. Proyek pengadaan APE TK/PAUD menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Penerima hibah itu dalam bentuk barang
(Suara NTB/dok)
Wayan Suryawan yang disediakan produsen. Itemnya antara lain permainan puzzle, permainan balok susun, lambang bilangan, balok pasangan, dan balok alfabet. Dari penyidikan sementara, APE untuk TK/ PAUD sudah semua disalurkan ke lembaga pendidikan penerima. Indikasi awal, pengadaan APE itu tidak sesuai dengan kebutuhan. Alat peraga itu diduga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pengadaan APE TK/PAUD itu menggunakan APBD Kota Bima tahun 2018 yang sumbernya dari hibah pemerintah pusat. Total anggarannya Rp3,7 miliar yang dibagi pengadaan APE-nya untuk 94 TK/PAUD negeri dan swasta. Rinciannya, Rp1,9 miliar untuk TK/PAUD negeri dan Rp1,8 miliar untuk TK/PAUD swasta. (why)
SUARA NTB
Selasa, 8 Oktober 2019
SMAN 6 Mataram Tambah Jam Belajar untuk UN Mataram (Suara NTB) – SMAN 6 Mataram melaksanakan sejumlah program untuk mengupayakan peningkatan nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2020. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah dengan menambah jam belajar bagi siswa untuk mata pelajaran yang diujikan di UNBK. Tambahan jam belajar itu akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. Kepala SMAN 6 Mataram, Sunoto mengatakan, pihaknya akan menambah jam belajar untuk mata pelajaran yang diujikan di UNBK. “Kami akan mulai di Bulan November. Juga merencanakan try out atau uji coba untuk mata pelajaraan UN,” ujarnya. Selain itu, sekolah juga mengadakan workshop tentang pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penyusunan soal HOTS. Sunoto juga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Ruang Guru untuk menambah khazanah pengetahuan siswa melalui pembelajaran dan latihan soal online. Sunoto juga menyampakan, SMAN 6 Mataram menambah akses jaringan WiFi untuk mendukung akses internet bagi guru dalam setiap kelas, sehingga setiap guru bisa menambah sumber belajar dari berbagai tempat. “Kami juga menyiapkan kecukupan sarana UNBK,” katanya. Sebelumnya, Sunoto menyampaikan UNBK tahun 2020 nanti hampir pasti SMAN 6 Mataram aman dari sisi peralatan. Di samping karena adanya kerja sama peralatan dengan SMPN 12 Mataram, pihaknya secara mandiri setiap tahun menambah komputer. “Insya Allah untuk UNBK tahun 2020 SMAN 6 Mataram aman dari sisi peralatan,” katanya. Selain itu, ia juga menyampaikan pada tahun ini SMAN 6 Mataram mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 20 unit komputer. Pada UNBK tahun 2019 lalu SMAN 6 Mataram melakukan resource sharing atau berbagi sumber daya UNBK dengan SMPN 12 Mataram. Berdasarkan Surat BSNP nomor 0110/SDAR/BSNP/IX/ 2019 tentang Jadwal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/ 2020, menunjukkan bahwa UNBK SMK/MAK akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17, 18, dan 19 Maret tahun 2020 dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sedangkan untuk jadwal UNBK SMA/MA sederajat akan dilaksanakan pada 30 Maret, 31 Maret, 1 April, dan 2 April tahun 2020, dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. (ron)
Halaman 9
Distribusikan Air Bersih ke Daerah Terdampak Kekeringan Macet Giri Menang (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat sampai saat ini belum memiliki kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. BPBD hanya memiliki dua kendaraan pick-up untuk menengangkut tandon kapasitas 5.000 liter. Akibatnya, pendistribusian air bersih menjadi macet sejak dua pekan terakhir. Pihak BPBD pun hanya bisa menunggu bantuan dari BPBD provinsi. “Pendistribusian air bersih saat ini masih terkendala kendaraan tangki, sejak tanggal 23 september (dua pekan) kami tidak bisa distribusikan air,” jelas Kasi Logistik BPBD Lobar, Tohri kemarin. Pihaknya tidak bisa menyalurkan air sejak tanggal 23 September lalu, sudah memasuki dua pekan. Terakhir pihaknya mendistribusikan air dari bantuan dana CSR. Diakui, khusus untuk BPBD sampai saat ini belum memiliki kendaraan tangki. Bahkan sejak dinas ini berdiri sampai sekarang, tidak ada kendaraan khusus tangki tersebut. Hal ini disebabkan tidak ada anggaran daerah untuk membeli kendaraan. “Kita sudah minta ke Jakarta tapi belum ada,” ujar dia. Pihaknya mendapatkan informasi, dari pihak BRI akan memberikan bantuan mobil tangki satu unit untuk penanganan kekeringan. Selama ini untuk pe-
nanganan kekeringan, pihaknya hanya mengandalkan dua unit kendaraan pickup. Selebihnya pihaknya meminjam ke BPBD provinsi. Untuk menangani daerah-daerah yang terdampak kekeringan, sudah ada pembagian tugas. Pihaknya berkoordinasi dengan OPD lain seperti Dinsos dan Damkar. Termasuk juga dengan PMI dan PDAM. Kedepan ia berharap agar semua tangki yang ada dikoordinir oleh BPBD agar pendistribusian air bisa menyasar titik kekeringan. Seajuh ini kendaraan tangki ini ada di OPD masing-masing, seperti Dinsos, satu unit, Damkar satu unit PMI dan PDAM masing-masing satu unit. Sementara melihat dampak bencana kekeringan yang melanda wilayah Lombok Barat tahun ini kian parah. Berdasarkan data BPBD daerah yang terkena kekeringan bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai saat ini, terdata 27 desa di tujuh kecamatan terkena dampak kekeringan dengan jumlah titik 78 dusun.
Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu mencapai 24 desa, enam kecamatan dan titik 71 dusun. ”Lebih parah kali ini, karena daerah yang ndak pernah minta distrisbusi air malah minta sekarang ini. Ada 78 dusun, 27 desa dan tujuh kecamatan yang terkena, lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” aku Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Lobar, Tohri kemarin. Diakuinya, kekeringan saat ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, ada tujuh kecamatan terkena kekeringan diantaranya sekotong, Lembar, kuripan, Gerung, Batulayar, Gunungsari dan Lingsar. Daerah lingsar yang sebelumnya tak pernah dilanda kekeringan malah dilanda krisis air sehingga harus disuplai air bersih. Dengan kian parahnya kekeringan yang melanda Lobar, pihaknya mendapat tambahan dana untuk penanganan suplai air. Pada APBD-P, pihaknya mendapatkan dana Rp 6 juta untuk pembelian air. Ada juga bantuan dari BRI berupa air dengan total sebanyak 50 tangki. (her)
(Suara NTB/ist)
AIR - BPBD Lobar saat mendistribusikan air ke daerah terdampak kekeringan.
Amira Zanzabila Balita dari Keluarga Miskin Butuh Uluran Tangan Giri Menang (Suara NTB) – Amira Zanzabila Islami, balita berusia 11 bulan asal Dusun Karang Bucu Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi divonis mengidap penyakit berat. Anak dari pasangan Rizki Noviani (21) dan M. Izul Islam (19) yang tergolong keluarga miskin ini didiagnosa mengidap penyakit kerusakan hati atau Atresia Belier. Pasangan ini tergolong menikah dini, karena saat menikah usia mereka di bawah umur. Orang tua balita malang ini pun telah
melakukan berbagai upaya mengobati anaknya agar bisa sembuh. Termasuk dengan berutang dan menjual perabotan yang dimiliki. Saat ini Amira, membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk meringankan beban orang tuanya. Karena balita yang memiliki saudara kembar ini tak memiliki BPJS untuk membiayai pengobatan di rumah sakit. Senin (7/10) kemarin, Istri Bupati yang juga ketua TP PKK dan Lembaga koordinasi kesejahteraan sosial (LKKS) Lo-
bar Hj Khairatun Fauzan Khalid menjenguk Amira yang tengah dirawat di ruang Irna Anak kelas III RSUD Kota Mataram. Khaeratun melihat langsung kondisi Amira dan memberikan santunan kepada orang tuanya. Saat ditemui, kondisi Amira masih lemah. Perutnya terlihat membuncit diduga akibat penyakit yang dideritanya. Ibu dari Amira, Rizki Noviani (21) menuturkan Amira bersama saudara kembarnya Rizki Salsanbila Amara lahir pada Bulan Oktober 2018 lalu. Keduanya dilahir-
kan dengan cara operasi sesar. Saat dilahirkan kondisi keduanya normal dan sehat. Namun keanehan terlihat pada Amira saat usia dua minggu. Terlihat ada perubahan pada tubuhnya. Namun ia tak tahu apa yang dialami anaknya tersebut. Warga sekitar menyarankan agar Amira dijemur dibawah terik matahari pagi, karena mereka beranggapan kondisi Amira akibat efek dari lahir kembar. Kemudian di usia 5 bulan, perut Amira membesar sehingga ia dan suaminya memutuskan membawa anaknya itu ke petugas medis di desa setempat. Setelah beberapa lama, ia pun kembali membawa anaknya ke dokter spesialis. ”Setelah diperiksa dokter, anak saya divonis terkena penyakit kerusakan hati. Dan
Gelar FGD Undang Stakeholder ABCGM, Dispar Bangun Kolaborasi Perkuat Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Lombok Barat melaui Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) menggelar Forum Group Discusion (FGD) III. FGD yang membahas kolaborasi pembangunan pariwisata berkelanjutan ini menghadirkan para unsur atau Stakeholder penthahelix terkait. Seperti Akademisi, Binis, Community, Government dan Media (ABCGM). Dalam pembangunan parwisata berkelanjutan yang dilakukan Pemda Lobar, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah namun unsurunsur terkait juga ikut terlibat. FGD ini diwarnai masukan dan saran dari unsur ABCGM kepada Pemda, terkait bagaimana kolabo(Suara NTB/her) rasi ke depan. Hadir pada kesempatan itu, akademisi dari Unram, Kepala Dinas Parwisata Lobar, Ispan Junaidi didampingi Sekdis pihak PHRI mewakili pengusaha, pelaku wisata mewakili komunitas dan sejumlah pejabat mewakili Government serta beberapa media. “FGD yang digelar ini dalam rangka membahas bagaimana format kolaborasi selama ini dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan,” kata Kadis Pariwisata Ispan Junaidi, M.Ed didampingi Sekdis L. Ahmad Satriadi dan para Kabid membuka FGD tersebut. Ispan menjelaskan awal mula pariwisata berkelanjutan ini di tahun 2016 lalu. Selain Pangenda(Suara NTB/her) ran, Lobar juga diberikan status Sustainable Tourism Observatory Para stakeholder penthahelix terdiri dari ABCGM yang diundang (STO). Dari 50 kabupaten yang ma- dalam FGD III FTKP Lobar suk Sustainable Toursim Developmembangun semua desa, namun dan 65 persen untuk pelaku wisament (STD), Lobar salah satu yang perlu satu desa yang bisa dibawa ta dalam hal ini masyarakat. masuk STO dan terdaftar resmi di ke tingkat nasional dan menjadi “Ternyata hal inilah yang menjalembaga PBB di Madrid Spanyol. model bagi desa lain. Pihaknya di model,” ujar dia. Dalam kesempatan itu, Bupati Sedangkan bentuk kolaborasi saat ini tengah fokus mempersiapH. Fauzan Khalid yang menerima kan beberapa desa, seperti Kuri- pemerintah salah satunya, MoU penetapan ini dari Wakil presiden Bupati dengan Gubernur dan Dispan dan Giri Sasak. dan sejumlah menteri di hadapan Ada empat aspek manajemen par dengan Dinas LHK untuk puluhan negara dan rektor Undestinasi parwisata berkelanjutan mengelola hutan sebagai destinasi ram. Bupati saat itu kata dia yakni tata kelola, ekonomi, sosial wisata. Persoalan yang ditemukan memiliki beban yang berat budaya dan lingkungan. Dari em- di lapangan kata dia, sering kali pebagaimana membangun pariwipat aspek ini menjadi 41 kriteria. mangku kepentingan mementingsata berkelanjutan. Dalam prosDari 41 kriteria ini ada 104 indika- kan ego sektoral dan single fighter esnya, setelah 2016 sampai 2019 tor yang dinilai di Sesaot dalam dalam melaksanakan kebijakan. ini digelar Indonesia Sustainable Regulasi masih lemah sehingajang Ista tersebut. Menurut dia Tourism Award (ISTA). untuk menuju 104 indikator ini ga butuh perda. Perlu diketahui “Dan alhamdulillah kita dapat sangat berat karena untuk menu- kata dia, Lobar salah satu daeryang terbaik, juara I di Indonesia. ju ini tidak bisa dilakukan sendiri ah di Indonesia yang memiliki Yakni Desa Sesaot,” katanya. Upoleh Pemda namun semua unsur Perda Pariwisata berkelanjutan. aya Pemda melalui Dispar dalam Ia menambahkan, bagaimana terkait ABCGM ikut terlibat. membangun pariwisata berlanjuKalau dilihat dari manfaat em- kolaborasi stakeholder penthahetan di Desa Sesaot membuahkan pat aspek tersebut, seperti lix inilah yang juga diteliti dalam hasil. Menurut dia ikhtiar untuk dikembangkan di wisata Desa distertasi S3-nya. Dalam diskusi merubah bagaimana masyarakat Buwun Sejati sudah ada 400 or- itu, ada beberapa stakeholders ini tidak mudah dan butuh waktu. ang yang bekerja. Lalu dibuatkan yang memberikan masukan tenSehingga pihaknya membuat satu Perda tentang pembagian retri- tang bagaimana ke depan kolabodesa dulu sebagai model. businya, di mana 10 persen desa, rasi yang perlu diperkuat antar Sebab tidak mungkin pihaknya 10 persen kabupaten, 15 provinsi semua unsur terkait. (her/*)
menyarankan agar dibawa langsung ke Bali,” ujar dia. Beberapa kali ia membawa anaknya berobat namun tak ada perubahan. Ia waktu itu tidak mampu membawa anaknya berobat ke Bali karena tak ada biaya. Jangankan untuk biaya kata dia, kebutuhan sehari-hari terkadang tak mampu dipenuhi. Selama mengalami penyakit ini, anaknya sudah lima kali bolak balik rumah sakit untuk dirawat inap. Sekali sebulan, anaknya harus menjalani cuci darah. “Ini sudah yang terakhir kami bawa ke rumah sakit kota, dibantu beberapa lembaga kemanusiaan,” terang dia. M. Izul Islam (19), ayah Amira mengaku istrinya melahirkan dua anaknya dengan cara operasi karena saat itu mengalami insiden keracunan kandungan. Sehingga harus dipaksa sesar pada usia delapan bulan. Praktis semenjak anaknya sakit ia tak pernah bekerja. Ia sendiri sebagai pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan. Sebelum anaknya sakit, hasil jualannya Rp400 ribu. Namun semenjak sakit, penghasilannya tidak ada. Sementara untuk biaya kebutuhan sehari-hari, ia menghabiskan lebih dari Rp500
(Suara NTB/her)
JENGUK - Ketua TP PKK Lobar Hj Khaeratun saat menjenguk Amira balita asal Bagik Polak yang didiagnosa penyakit berat ribu. Lantas dari mana dapat uang? Menurut dia, ia menjual semua dagangannya dan pertamini miliknya. “Tapi sudah habis untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari” imbuh dia. Sementara itu Ketua TP PKK Hj Khaeratun mengatakan, pihaknya akan membantu dan memfasilitasi penanganan Amira. Karena kondisi orang tuanya tergolong kurang mampu. Pihaknya akan memfasilitasi bantuan berkoordinasi dengan Baznas Kabupat-
en dan Provinsi serta BPJS. Hal ini kata dia, menjadi pembelajaran bagi generasi muda saat ini agar memperhatikan jangan menikah usia dini. “Karena ini dampak dari pernikahan dini,” jelas dia. Pihaknya pun terus turun melakukan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan. Ke depan pihaknya akan lebih giat lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan mendorong desa-desa lebih memperhatikan program pendewasaan pernikahan dini. (her)
Malam ”Panggung Prajurit”, Wujud Kekuatan Soliditas TNI – Polri bagai Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana banyak memberikan masukan kepada Korem 162/WB, terutama menjelang Pileg dan Pilpres. Karena NTB dianggap rawan secara nasional, namun ternyata NTB daerah teraman secara nasional. Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana dalam sambutannya menyampaikan kehadiran seluruh Prajurit TNI dan Polri bersama masyarakat NTB malam itu, agar dapat merasakan bagaimana TNI di NTB telah mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. Acara Panggung Prajurit diselenggarakan, menurut pejabat tinggi Polri pangkat bintang dua tersebut, sebagai apresiasi dan bangga kepada prajurit. Selain itu, sebagai bentuk sinergitas dan soliditas TNI Polri serta Pemda. Sinergitas dalam rangka menjaga Kamtibmas di wilayah NTB agar tetap kondusif menuju NTB gemilang. Pada kesempatan sama, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memberikan apresiasi atas kebersamaan, sinergitas dan soliditas TNI Polri di NTB. “Kita tahu banyak pejabat yang memiliki pangkat tinggi dan gelar yang banyak, namun salah satu kekurangannya yakni Ketidakmampuan manusia untuk mencari sahabat sejati,” terang Gubernur. Malam itu, lanjutnya, bersama menjadi saksi bahwa Kapolda NTB dalam merayakan HUT TNI ke 74, memberikan ketulusan dan persau(Suara NTB/penrem) PANGGUNG PRAJURIT - Ribuan anggota TNI dan Polri berbaur dengan daraan untuk semua demasyarakat di Lapangan Sangkareang Mataram. Acara bertema “Panggung ngan menggelar Panggung Prajurit. (ars/*) Prajurit” itu jadi puncak peringatan HUT TNI. Mataram (Suara NTB) Puncak peringatan HUT ke 74 TNI Sabtu (5/10) menjadi milik para prajurit. Minggu (6/10) malam lalu, mereka disediakan panggung untuk merayakan HUT TNI, bahkan gabungan prajurit TNI dan Polri yang dipersembahkan secara khusus oleh Polda NTB. Sabtu malam lalu, seluruh jajaran TNI baik darat, laut dan udara bersama Polda NTB menggelar panggung Prajurit yang dihadiri Gunernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., Forkopimda NTB, instansi jajaran TNI, Polda dan Pemda NTB serta ribuan masyarakat. Mereka memadati Lapangan Sankareang. Di atas panggung, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han
dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat NTB yang telah mendukung semua program TNI, sehingga bisa berjalan sesuai harapan. “Malam ini, jajaran TNI dan Polda NTB menggelar panggung Prajurit sebagai wujud sinergitas TNI Polri bersama seluruh komponen masyarakat NTB memeriahkan peringatan HUT TNI ke 74 tahun,” kata Danrem. Prajurit TNI, kata Danrem, memberikan pengormatan kepada Kapolda NTB atas inisiasinya menggelar panggung prajurit tersebut. “Kepada seluruh jajaran TNI di NTB lakukan yang terbaik untuk bersinergi dengan Polda dan jajaran,” tegasnya. Menurutnya, sejak masuk se-
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
PENDIDIKAN
Halaman 10
CPNS STAHN Gde Pudja Laksanakan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS Mataram (Suara NTB) – Salah seorang Calon Pegawai Negari Sipil (CPNS) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram yang merupakan Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VI, I Made Ardika Yasa. SP., S.Pd.H., M.Pd.H., melaksanakan kegiatan aktualisasi nilainilai dasar PNS melalui kegiatan pengabdian masyarakat di PAUD Dewi Ratih, Cakranegara Selatan Baru, Kota Mataram. Kegiatan itu dilaksanakan sejak Sabtu (5/10) sampai dengan Senin (7/10). Pengabdian masyarakat mandiri ini digelar dalam rangka kegiatan aktualisasi nilainilai dasar PNS peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III angkatan VI Kementerian Agama. Dalam kegiatan aktualisasi tersebut, Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS angkatan VI, I Made Ardika Yasa. SP., S.Pd.H., M.Pd.H., dimentori oleh I Gede Sumarda Cakra, S.H., M.H., dan sebagai coach atau pembimbing yaitu Dr. H.
Japar, M.Pd. Kegiatan ini berjudul Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Mandiri Prodi PGPAUD pada Sekolah Binaan STAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan itu diikuti peserta didik PAUD Dewi Ratih yang didampingi orang tua mereka. pengabdian masyarakat itu berupa penyampaian materi dan praktik. Materinya yaitu membuat canang dan kuangen, penyampaian materi Dharma Gita, praktik Dharma Gita, kegiatan lomba, dan penyampaian materi dan praktik tentang Alat Permainan Edukatif (APE). Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan pada Sabtu (5/10). Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Made Arini, S.Ag.,M.Pd., dalam sambutannya sekaligus penyerahan peserta pelatihan dasar CPNS, mengatakan, kegiatan ini merupakan tahap akhir dalam proses Latsar. Sesuai dengan tujuan pelaksanaan Latsar, diperun-
(Suara NTB/ron)
FOTO BERSAMA - Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS angkatan VI, I Made Ardika Yasa berfoto bersama dengan Kabag AUAK STAHN Gde Pudja Mataram, I Gede Sumarda Cakra, Ketua Prodi PG-PAUD STAHN Gde Pudja Mataram, Ni Made Arini, Kepala PAUD Dewi Ratih, Sri Yuni Susilawati dan peserta didik serta orang tua peserta didik PAUD Dewi Ratih. tukkan kepada calon PNS. “Di mana di sini diharapkan kepada calon PNS, dapat melakukan program aktualisasi, di mana program ini berkenaan dengan tri dharma
perguruan tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat. Dalam hal ini pengabdian masyarakat mandiri. Karena Ardika merupakan dosen PG PAUD, maka sekolah sasaran
adalah PAUD,” ujarnya. Kepala PAUD Dewi Ratih, Sri Yuni Susilawati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadi tempat pengabdian
masyarakat dalam rangkan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS. Ia mengharapkan materi yang disampaikan akan berguna bagi anak-anak di PAUD Dewi Ratih ke depan. Sementara itu, Kabag AUAK STAHN Gde Pudja Mataram, I Gede Sumarda Cakra, S.H., M.H., yang mewakili Ketua STAHN Gde Pudja, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan seleksi menjadi CPNS sulit dan murni. Setelah lulus dari proses seleksi, didaftarkan untuk mengikuti Latsar. Sumarda Cakra menjelaskan, Ardika merupakan calon dosen STAHN melakukan pengabdian mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendongkrak kapasitas dosen. “Kaitan dengan proses ini, wajib dia harus melakukannya pengabdian. Diaktulisasikan pengabdian dari tulisan itu dengan turun lapangan. Setelah selesai, kembali ke balai Diklat, di sana akan diuji. Sinkronkan teori diperoleh di Balai Diklat dengan
apa yang dilakukan atau aktualisasi di lapangan,” jelasnya. Sumarda Cakra berharap Ardika dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik. Setelah mengajukan proposal, turun ke lapangan dalam bentuk kegiatan pengabdian, nantinya Ardika balik lagi ke Balai Diklat dan akan mengikuti ujian pada 17 Oktober mendatang. Ardika akan diuji oleh penguji di Balai Diklat. Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VI, I Made Ardika Yasa. SP., S.Pd.H., M.Pd.H., mengatakan, sebelum melaksanakan aktualisasi, peserta Latsar membuat rancangan aktualisasi. “Rancangan aktualisasi saya, kebetulan saya dosen Prodi PG-PAUD, membuat terkait optimalisasi pengabdian masyarakat mandiri. Harapannya semoga aktulisasi ini terlaksana dengan maksimal, sehingga nilainilai dasar CPNS itu terlaksana sesuai dengan prinsip dasar Aparatur Sipil Negara (ASN),” harapnya. (ron/*)
Tidak Lulus Ujian Penguatan
Jadi Sekolah Mutu DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menunjuk SMPN 7 Mataram (Spenju) menjadi Sekolah Mutu. Penunjukan SMPN 7 Mataram sesuai dengan keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama nomor 1450/D3/KP/2019. Melalui LPMP, sekolah ini jadi sekolah model satu-satunya di Mataram. Kepala SMPN 7 Mataram H. (Suara NTB/dok) H. Muhammad Sibawaih Muhammad Sibawaih mengaku bersyukur sekolahnya dipercaya menjadi Sekolah Mutu. Sudah 4 tahun SMPN 7 Mataram menjadi sekolah model dan sejak surat keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama nomor 1450/D3/KP/2019, SMPN 7 Mataram menjadi Sekolah Mutu. “Hanya SMPN 7 Mataram menjadi satu-satunya di Kota Mataram ditunjuk menjadi Sekolah Mutu,” kata Kepala SMPN 7 Mataram H. Muhamad Sibawaih. Sibawaih mengatakan, SMPN 7 Mataram dipilih menjadi Sekolah Mutu, karena 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) sudah bisa terpenuhi. Adapun 8 SNP yang sudah dijalankan SMPN 7 Mataram, yakni, Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses Pendidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan dan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. “Alhamdulillah 8 SNP SMPN 7 Mataram dianggap sudah terpenuhi, sehingga menjadi Sekolah Mutu,” katanya. Bukan hanya itu, karena kerja sama dan kegigihan semua pihak di SMPN 7 Mataram, baik dari siswa hingga guru dan pegawai, praktisi sekolahnya berhasil memenuhi 8 kriteria yang menjadi SNP. Kendati sudah terpenuhi 8 SNP tersebut, Sibawaih menyadari jika masih ada yang harus diperbaiki. Tujuannya agar perjalanan Sekolah Mutu yang dijalankan bisa terlaksana dengan maksimal. “Kami tetap akan memperbaikinya, selama masih ada yang kurang,” ujarnya. (dys)
Kepsek Kembali Jadi Guru Biasa Mataram (Suara NTB) – Penguatan kepala SMA/SMK akan dilaksanakan pada awal bulan November mendatang. Penguatan kepala sekolah (kepsek) itu diperuntukkan bagi kepsek yang saat ini menjabat dan belum pernah ikut Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), atau ikut Diklat tapi tidak memenuhi ketentuan. Nantinya bagi kepsek yang tidak lulus dalam ujian di penguatan akan kembali menjadi guru biasa. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Rusman pada akhir pekan lalu mengatakan, dalam penguatan kepala sekolah itu, akan ada ujian akhirnya. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 9 November nanti. “Apakah setelah dilakukan penguatan yang bersangkutan sudah memenuhi kemampuan men-
jadi kepala sekolah, ada juga yang nanti dianggap belum,” ujar Rusman. Bagi kepsek yang belum dianggap mampu menjadi kepsek diberikan kesempatan untuk dua kali lagi ikut dalam penguatan. Rusman menegaskan, jika dua kali ikut penguatan dan ternyata tidak memenuhi ketentuan, maka akan menjadi guru biasa lagi. “Ka-
Beri Pemahaman ’’Guiding’’
Siswa Program Keahlian UPW Gelar Promosi Wisata Selong (Suara NTB) Program keahlian Usaha Perjalanan Wisata (UPW) SMKN 1 Sikur melakukan pengenalan wisata kepada siswa-siswi kelas X ke Gili Kondo Lombok Timur akhir pekan kemarin.
Kegiatan yang diikuti oleh semua siswa jurusan UPW sebanyak 40 siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Lombok dan memberikan pemahaman guiding. Ahmad Apandi Ketua Pro-
SMPN 1 Labuapi Borong Prestasi Tingkat Provinsi hingga Nasional Giri Menang (Suara NTB) – SMPN 1 Labuapi Lombok Barat (Lobar) meraih banyak prestasi di tingkat provinsi, baik di bidang olahraga, lingkungan dan kesehatan. Sekolah yang dipimpin H. Nurdin ini masuk delapan besar predikat sekolah sehat tingkat nasional. Sebelumnya SMPN 1 Labuapi berhasil juara I tingkat provinsi, sehingga mewakili NTB di ajang lomba sekolah sehat tingkat nasional. Di ajang O2SN, siswa sekolah ini berhasil meraih delapan besar. Di bidang lingkungan, SMP ini dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata. Kepala SMPN 1 Labuapi Nurdin mengatakan, bahwa sejumah prestasi nasional diraih sekolahnya, di mana tahun lalu berhasil masuk 10 besar predikat sekolah sehat tingkat nasional. “Kami berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, seperti lomba sekolah sehat, lomba O2SN, begitu juga level provinsi,”kata Nurdin. Di bidang lingkungan kata dia, sekolahnya dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi. prestasi ini diraih dua kali berturut-turut. Pihaknya masih menunggu kepastian dari provinsi terkait sekolahnya akan mewakili nasional pada lomba tersebut. Wakil Kepala Sekolah, Lilik Fadilah menambahkan, sejumlah siswa berhasil meraih prestasi baik tingkat provinsi dan nasional di bidang olahraga. Di antaranya olahraga bulu tangkis dan silat. Untuk bulu tangkis tahun ini
siswanya atas nama Rani Cahyani berhasil masuk delapan besar lomba O2SN tingkat nasional. Rani ini sering kali menjuarai level provinsi, baik untuk tingkat pemula dan remaja, sehingga beberapa kali mewakili NTB di tingkat nasional. “Terakhir ia mewakili NTB pada ajang O2SN tingkat nasional di Semarang, dan dia dapat peringkat delapan besar nasional,” jelas dia. Setelah dari Semarang, ia sering kali ikut turnamen dan berhasil juara. Pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2018 lalu, SMPN 1 Labuapi masuk peringkat delapan besar. Pihaknya tetap mempertahankan standar kelayakan sekolah yang berpredikat sehat tersebut. Sekolah sehat ini juga terus dikembangkan sampai saat ini. Begitu pula di bidang kesehatan lainnya, pihaknya terus menggalakkan aksi bergizi bersinergi dengan UNICEF. “Bahkan UNICEF sudah merekomendasikan kami, SMP 1 Labuapi sebagai pilot projectnya,”jelas dia. Untuk itu, segala macam kegiatan UNICEF mulai dari aksi bergizi, pelatihan fasilitator dan pengembangan kantin sehat melibatkan sekolah ini. Termasuk juga, kata dia, rancangan kurikulum aksi bergizi. Pihak UNICEF melakukan survei di SMPN 1 Labuapi. Seperti apa kurikulum ini, kata dia, semua disurvei dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 1 Labuapi. Kurikulum aksi bergizi ini akan diterapkan di tingkat nasional. Termasuk, Kemenkes survei di SMPN 1 Labuapi untuk penerapan kurikulum tentang literasi aksi bergizi. Penerapan aksi bergizi di SMPN 1 Labuapi,
lau dua kali ikut penguatan ternyata tidak kuat-kuat juga maka dengan terpaksa harus menjadi guru,” ujar Rusman. Penguatan kepsek itu khusus untuk kepala sekolah yang saat ini menjabat dan belum pernah ikut Diklat atau ikut Diklat tapi tidak memenuhi ketentuan itu, maka akan diikutkan penguatan kepsek. Pelaksana penguatan
jelas dia, dimasukkan dalam kurikulum atau pelajaran. Di mana dalam jadwal pelajaran, ada satu jam pelajaran khusus aksi bergizi. “Di jam pertama
di setiap hari Rabu, kemudian latihan fisik pada jam pertama hari Sabtu diadakan senam dan makan buah bersama,”jelas dia. (her/*)
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Kepala SMPN 1 Labuapi H. Nurdin bersama Rani Cahyani dan Nadila yang berprestasi di level provinsi dan nasional.
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Wakasek Lilik Fadilah bersama anak-anak berprestasi.
gram Keahlian UPW SMKN 1 Sikur, menyebut bahwa kegiatan ini juga bertujuan melatih siswa untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bersama native speaker di lokasi wisata. “Sehingga ke depan mereka dapat menjadi pelaku pariwisata domestik maupun internasional,” jelasnya. Di samping itu juga kata Apandi, kegiatan ini diharapkan sebagai sarana untuk promosi pariwisata daerah. Artinya siswa-siswi ini akan menambah viral destinasi wisata yang dikunjungi melalui akun media sosial masing-masing. Dari perjalanan ini pula banyak catatan yang diperoleh pihak sekolah sebagai bahan koreksi dan masukan kepada pemerintah. Misalnya terkait dengan perbaikan sarana prasarana di sekitar tempat pariwisata. “Kami berharap agar pemerintah lebih serius untuk mengelola destinasi wisata Gili Kondo dengan memenuhi fadilitas dasar seperti air tawar, toilet dan penambahan berugak,” imbuhnya. (dys)
kepsek itu yaitu Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat). Ketika kepala SMA/SMK mengikuti penguatan kepsek, tidak otomatis menjadi calon kepsek. Rusman berharap penguatan yang dilaksanakan oleh Ummat bisa berjalan dengan baik, objektif, dan menjamin kualitas kepala sekolah yang dihasilkan. (ron)
(Suara NTB/dok)
H. Rusman
Pendirian Fisipol Gagal Terwujud Mataram (Suara NTB) Rencana Universitas Mataram (Unram) mendirikan fakultas baru yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) menemui jalan buntu. Moratorium pendirian fakultas dan prodi untuk rumpun keilmuan tertentu menjadi alasan gagalnya Fisipol terwujud. Padahal sebelumnya, Tim Visitasi Direktorat Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi telah mengunjungi Unram, pada 26 Oktober 2018 lalu. Kunjungan tersebut dalam rangka untuk mengevaluasi dan verifikasi lapangan persiapan pembentukan Fisipol. Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., yang sangat berharap Unram dapat memiliki fakultas dengan rumpun ilmu sosial harus bersabar. Penggabungan program studi di bawah rektor seperti Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, dan Prodi Hubungan Internasional harus menunggu dicabutnya moratorium oleh Kemenristek Dikti. Selama ini ketiga Program Studi Sosiologi, Program Studi Hubungan Internasional, dan Program Studi Ilmu Komunikasi masih berada di bawah rektor. Harapan selanjutnya ke depan Universitas Mataram dapat memiliki fakultas yang arahnya ke
bidang sosial dan humaniora. “Jadi memang ada kebijakan nasional pendirian fakultas itu dimoratorium dan kita diminta efisiensi mencari rumpun keilmuan terdekat, kalau bisa digabung,” ungkapnya. Keinginan semua civitas akademika Unram dan tentunya masyarakat NTB memiliki Fisipol tidak bisa dipaksakan selama masih ada moratorium tersebut. Selain itu, Dewan Pengawas Unram juga telah berikhtiar menanyakan perihal perkembangan pengusulan fakultas baru ke menteri, namun tidak membuahkan hasil. Moratorium tersebut hingga kini belum dicabut. “Pak Dewan Pengawas juga sudah menanyakan ke menteri tapi masih senyum-senyum katanya saat ditanya pak menteri waktu dewan pengawas menanyakan,” kata Husni. Dijelaskannya lagi, pihak kementerian saat ini meminta agar perguruan tinggi melakukan efisiensi terhadap semua anggaran. Apalagi untuk membiayai pendirian sebuah fakultas. Namun adanya berbagai rintangan-rintangan tersebut diharapkan kelak bisa berubah, sehingga harapan berdirinya Fisipol bisa terlaksana. “Tetap kita berikhtiar mudahan saja ada perubahan kebijakan,” kata Husni. (dys)
Selasa, 8 Oktober 2019
12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012
Profil Olahraga
Calon Atlet Karate Berprestasi PRESTASI sungguh membanggakan diraih salah satu pelajar Kota Mataram. Dialah Dhaffi Arsyadi Suseno. Dhaffi panggilan akrabnya telah meraih segudang prestasi dalam bidang karate. Siswa SDN 19 Cakranegara ini patut berbangga hati. Di usianya yang masih belia telah mampu mencatatkan namanya dalam berbagai juara pada beragam ajang yang diikutinya. Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini, menyebut bangga dengan apa yang telah dihasilkan anak didiknya itu. Dituturkan Sri Hartini, bahwa (Suara NTB/ist) Dhaffi merupakan aset berharDhaffi Arsyadi Suseno ga bagi daerah dalam bidang olahraga. Dialah calon atlet karate potensial yang dimiliki Kota Mataram saat ini. Tidak salah Sri Hartini menyebut demikian. Sederet prestasi membanggakan mulai dari juara III pada ajang Karate Open Turnamen Kapolres Lombok Timur Cup 1 Tahun 2019. Ajang ini dalam rangka HUT Lombok Timur ke124. Selain itu, Dhaffi menyabet juara II pada ajang Karate 2019 Open Turnament Pelajar se-NTB. Di ajang ini Dhaffi turun di kategori perorangan usia dini putra. Tidak sampai di sana, prestasi diraih di kejuaraan karate terbuka dalam rangka HUT ke 62 Kodam Udayana yang digelar di GOR Prajaraksaka Denpasar pada Juni 2019 lalu. Dhaffi pada ajang ini meraih juara III pada ketegori Putra Usia Dini. Dengan berbagai raihan itu, Sri Hartini optimis siswanya itu akan mampu bersinar menjadi calon atlet berprestasi di masa mendatang. Dikatakannya bahwa perhatian pada siswa berprestasi seperti ini harus diberikan semua pihak tidak saja sekolah, melainkan semua pihak. Pemerintah harus memberikan fokus perhatian pelajar calon atlet yang bisa mengharumkan nama daerah. (dys)
SUARA NTB
Halaman 11
Berkurang, Atlet Atletik Asal NTB di SEA Games
Mataram (Suara NTB) Keterwakilan atlet atletik asal NTB yang membela Indonesia di SEA Games 2019 dipastikan berkurang bila dibanding SEA Games sebelumnya. Pihak Pengurus Besar (PB) PASI NTB memastikan akan menurunkan satu atlet saja asal NTB di multi event olahraga tingkat Asia Tenggara itu. “Dari NTB ada satu atlet yang akan mewakili Indonesia di SEA Games, yakni Safwaturahman. Sementara Lalu Muhammad Zohri, Andrian dan Sudirman Hadi tidak ikut,” ucap Direktur Pelatnas Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Mustara Musa ketika menghadiri acara Identifikasi Atlet Program Kemenpora di Dompu belum lam ini. Mustara Musa yang saat itu
didampingi Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin di Pendopo Bupati Dompu menjelaskan bahwa pihak PASI sudah menetapkan sebanyak 35 atlet yang akan mewakili Indonesia di SEA Games 2019. Puluhan atlet itu dipastikan akan turun di 34 nomor pertandingan atletik. Dari puluhan atlet itu, Safwaturahman menjadi satu-satunya atlet asal NTB yang ikut serta di event itu. Atlet asal
Sumbawa itu akan turun di nomor lompat jauh putra. Sementara tiga atlet NTB lainnya yang saat ini berlatih di Pelatnas PB PASI, seperti Lalu Muhammad Zohri, Sudirman Hadi dan Andrian tidak diturunkan. Pihak PB PASI tidak menurunkan tiga atlet terbaik asal NTB itu dengan alasan belum lolos limit dan alasan lainnya pihak PB PASI ingin mendorong atlet-atlet muda ber-
(Suara NTB/ist)
MIRACLE DANCERS - Tim Miracle Dancers NTB saat menjalani latihan di Camp Miracle Dancers Cemara, Mataram, belum lama ini. Latihan itu dalam rangka persiapan mewakili Indonesia di Kejuaraan Asia Dancers di Manila, Filipina, 16 Februari 2020.
Miracle Dancers Wakili Indonesia di Level Asia Mataram (Suara NTB) Tim Miracle Dancers terpilih mewakili Indonesia di kejuaraan internasional tahun 2020 mendatang. Tim yang bermarkas di Mataram ini akan berlaga di Kejuaraan Asia Dancer di Manila Filipina, 16 Februari tahun depan. Koordinator Tim Miracle Dancers, Muhammad Satria yang diwawancara Suara NTB di Mataram, Minggu (6/10) mengatakan tim dancer NTB mendapat kesempatan mewakili Indonesia di level Asia Tenggara bukan tanpa alasan. Mereka telah melalui proses seleksi yang ketat untuk bisa mewakili Indonesia di event itu. “Seleksi dikuti 120 tim dari sejumlah Negara di Asia. Seleksi dilakukan lewat video. Kita mengirim video dan tim kami
masuk 15 top Asia,” jelasnya. Dikatakannya, pada seleksi yang melibatkan ratusan tim di seluruh Asia, terdapat lima tim dari Indonesia. Dan NTB masuk 15 besar mewakili Indonesia di grand final di Kejuaraan Asia yang akan berlangsung di Manila Filipina, 16 Februari 2020. Di kejuaraan Asia di Manila nantinya akan melibatkan 15 tim dari kurang lebih tujuh Negara Asia. Diantaranya dari Filipina, Jepang, Korea, Singapura dan Indonesia diwakili tim dari NTB. “Bagi tim yang juara di level Asia akan tampil di Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Sandiogo California tahun 2020,” jelasnya. Sebelum tampil di kejuaraan level Asia, tim Miracle Dancers asal NTB tengah
Empat Warga Asal Sumbawa Kembali Dipulangkan dari Wamena Sumbawa Besar (Suara NTB) Empat warga asal Sumbawa kembali dipulangkan pasca kerusuhan di Wamena, Papua. Keempat orang ini terdiri dari dua orang dewasa, satu pelajar dan satu balita. Dengan demikian, tercatat sudah 11 warga asal Sumbawa yang dipulangkan. Karena sebelumnya tujuh orang lainnya sudah terlebih dahulu tiba di Sumbawa. Keempat warga yang didampingi keluarganya ini, diterima Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc di ruang rapatnya Senin (7/10) kemarin. Didampingi Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, M.M, Kepala Dinas Sosial, Ir. Ahmad Yani serta Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Mirajuddin, S.T. Mereka masing-masing Dedet Irawan, yang bekerja sebagai perawat kontrak di Tolikara. Kemudian Reka Novia Rengganis dan anak balitanya Atha Mazida Shopia serta adiknya Khairunisa Islami yang sebelumnya tinggal di asrama Kodim Wamena. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc mengakui sangat bersyukur dan bahagia bisa membantu pemulangan warga asal Sumbawa yang berada di Wamena. Dimana sebelumnya dirinya intens berkomunikasi termasuk memandu perjalanannya terkait proses evakuasi. Bahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dandim Wamena saat itu. Sehingga warga yang ada bisa dievakuasi ke Jayapura dan dipulangkan menggunakan pesawat. “Pertama kita bersyukur. Sebagai kepala pemerintah di Kabupaten Sumbawa ini saya bahagia dan bangga bisa membantu pemulangan warga Sumbawa yang ada di
Wamena,” ujarnya. Dijelaskan Bupati, rombongan pertama 7 orang awalnya dievakuasi dari Wamena ke Jayapura. Kemudian dari Jayapura pihaknya menanggung biaya tiket untuk diterbangkan menuju Bali. Dari Bali menuju Lombok dan selanjutnya ke Sumbawa. Sedangkan rombongan kedua empat orang setelah dievakuasi dari Wamena ke Jayapura, langsung diterbangkan ke Ujung Pandang Makasar. Dari Ujung Pandang kemudian menuju Lombok dan selanjutnya pulang ke Sumbawa. Dengan demikian, sudah ada 11 warga asal Sumbawa yang dipulangkan. “Dari Lombok tadi malam mereka (4 orang) sampai di Sumbawa melalui kendaraan darat yang diantar oleh pemerintah provinsi. Mereka dijemput di Bandara terus diantar sampai ke Sumbawa. Ini syukur Alhamdulillah jadi 11 orang,” kata Bupati. Sedangkan lima orang yang tersisa, lanjut Bupati, mereka sudah berketetapan hati untuk tetap berada di Wamena. Pihaknya pun sudah mengingatkan agar mereka berhatihati dan menjaga diri. Jika ada kondisi tidak memungkin-
olahraga level Asia Tenggara lantaran limit waktunya di nomor 400 meter belum melampaui limit ke SEA Games 2019. “Andrian tidak kami kirim di SEA Games karena limit waktunya belum masuk. Dan kita juga punya atlet muda yang akan mewakili Indonesia di nomor tersebut,” jelasnya. Untuk diketahui keterwakilan atlet atletik asal NTB di SEA Games 2019 berkurang bila dibanding SEA games sebelumnya. Dimana pada SEA Games 2017 sedikitnya terdapat lima atlet asal NTB yang mewakili Indonesia, yakni Fadlin, Iswandi, Safwaturahman, Andrian dan Ridwan. (fan)
Tim Pra-PON Seni Gerak Berambisi Rebut Tiket PON
Hadapi Pra-PON, Pencak Silat Jaring Tiga Atlet Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga pencak silat melaksanakan Seleksi Atlet Pra-PON di Padepokan Silat GOR 17 Desember Turide Mataram, 5-6 Oktober lalu. Seleksi yang melibatkan enam atlet unggulan NTB itu telah memilih tiga atlet yang akan mewakili tim Pra-PON NTB di kelas B putra, B putri dan C putri. Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Pencak silat Seluruh Indonesia (IPSI) NTB, Tajudin yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin (7/10) mengatakan Seleksi yang di gelar oleh pihak IPSI NTB di Mataram belum lama ini untuk menetapkan dua atlet putra dan satu atlet putri yang akan mewajili NTB di kelas B putra, B putri dan C putra di Pra-PON Pencak Silat tahun 2019. Pihak IPSI NTB hanya mencari tiga atlet saja, karena memang Pra-PON Pencak Silat yang akan berlangsung di Jakarta, 12-17 November 2019 batal mempertandingkan kelas A putra dan A putri. Sementara itu pihak IPSI NTB sudah menetapkan satu atlet di kelas A putri, satu atlet kelas A putra, satu atlet kelas B putra dan satu atlet B putri lewat hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018. “Mereka merupakan atlet peraih medali emas di kelas A putra, kelas A putri, juara kelas B putra dan kelas B putri di Porprov 2019. Keempat atlet itu kita pertandingan untuk memiliki yang terbaik di kelas B putra, B putri,” jelasnya. Selanjutnya di kelas C putra juga dilakukan seleksi kembali, hal ini dikarena pihak IPSI NTB ingin menguji kembali kualitas atlet NTB yang akan diturunkan di kelas C putra pada Pra-PON 2019. Lewat seleksi yang berlangsung selama dua hari itu, pihak IPSI NTB telah memilih tiga atlet terbaik yang akan memperkuat tim silat NTB di kelas B putra, B putri dan C putra, yakni Muhammad Abim (Kota Bima) mewakili kelas B putra, Roni Pasarani asal Lobar di kelas C putra. Selanjutnya di kelas B putri Aina diwakili atlet asal Lombok Timur (Lotim). Ditambahkannya, pihak IPSI NTB hanya mengambil tiga atlet saja pada seleksi atlet Pra-PON yang berlangsung di Padepokan Silat GOR. Sementara untuk kelas lain, seperti kelas C putri, D putra, D putri, E putra dan kelas lainnya sudah diseleksi lewat Porprov NTB 2019. Selanjutnya dalam waktu dekat ini pihak IPSI NTB akan segera merampungkan SK Tim PraPON NTB yang akan mewakili NTB di Pra-PON 2019. (fan)
prestasi di event itu. “Lalu Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi tidak ikut karena kami ingin mendorong atletatlet pendatang baru untuk berprestasi di level SEA Games, kalau Zohri dan Sudirman akan kita dorong di kejuaraan dunia yang levelnya lebih tinggi dari SEA Games,” jelasnya. Selanjutnya, atlet spesialis lari 400 meter gawang andalan NTB, Andrian yang selalu mewakili tim atletik Indonesia di SEA Games sebelumnya juga dipastikan absen di SEA Games di Manila, Filipina awal Desember 2019. Atlet asal Kabupaten Bima itu tak dapat tampil di multi event
(Suara NTB/ist)
DIPULANGKAN - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril didampingi Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri saat menerima empat warga asal Sumbawa yang dipulangkan dari Wamena. kan agar bisa kembali ke Kodim untuk mengungsi. “Sekarang mereka masih di Kodim Wamena sana. Mohon
doa dari sahabat Sumbawa, mudah-mudahan mereka tetap aman dan selamat,” pungkasnya.(ind)
fokus menjalani latihan di Sanggar Tari Modern Miracle Dancers di Cemara Mataram. Tim Miracle Dancers rencananya akan menampilkan tari modern dengan tema gempa bumi di event itu. “Tema dancer kita nanti akan membawa tema gempa bumi yang terjadi di Indonesia khususnya di NTB. Kita ingin ceritakan apa yang dirasakan Indonesia akibat gempa itu,” jelasnya. Sayangnya, keberangkatan tim dancers miracle NTB mengikuti event tim Asia masih terkendala dana. Mereka membutuhkan dana sekitar Rp200 juta untuk biaya keberangkatan tim dancernya. Saat ini, mereka butuh dukungan dana dari pihak sponsor untuk mendanai keberangkatan mereka mengikuti event tersebut. “Kendala kita saat ini soal dana. Kita masih mencari pihak sponsor untuk biaya keberangkatan tim kita ke Kejuaraan Asia. Saat ini kita sedang buat proposal untuk bantuan dana kepada pihak sponsor,” jelasnya. (fan)
Mataram (Suara NTB) Meski belum punya pengalaman di level nasional, namun tim seni gerak tarung derajat NTB punya rasa optimis yang tinggi menatap ajang prakualifikasi PON. Mereka pun berambisi meraih tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) XX2020 di Pra-PON Tarung Derajat di Jawa Barat (Jabar) bulan November 2019. Atlet tarung derajat NTB, M. Sulton Drajat yang diwawancara Suara NTB di sela-sela menjalani latihan di Markas Tarung Derajat Pengcab Kodrat Dompu belum lama ini mengatakan bahwa tampil di Pra-PON 2019 memang cukup berat. Pasalnya tim seni gerak Dompu belum berpengalaman tampil di event nasional. Namun dengan mengandalkan pemusatan latihan selama 10 bulan yang sudah dilakukan, dirinya yakin tim seni gerak NTB bakal mampu bersaing memperebutkan tiket PON/2020 di Pra-PON Jabar 2019. “Tim seni gerak Dompu sudah latihan selama sebulan. Kami punya target lolos PON 2020,” ucapnya. Target meraih tiket PON bagi Sulton cukup beralasan sebab persiapan mereka sudah cukup maksimal menghadapi event itu. Terutama dari kekompakan tim sudah hampir siap. “Tim kita sudah siap. Kekompakan tim seni gerak kami sudah 80 persen kompak. Dengan sisa waktu sebulan lagi kami yakin
kekompakan tim bisa lebih mantap lagi,” jelasnya. Sulton sendiri mengaku akan tampil di tiga nomor seni gerak di Pra-PON 2019, diantaranya nomor beregu campuran (dua putra dan dua putri), serangan dua arah (tiga putra) dan berpasangan putra. Di tiga nomor itu Arya yakin bisa meraih tiket PON minimal satu tiket di nomor berpasangan putra. “ Dari tiga nomor seni gerak yang kita ikuti, minimal kami upayakan bisa membawa pulang satu tiket. Khususnya di nomor berpasangan putra sudah siaap tampil maksimal,” jelasnya. Lanjutnya, meski memiliki peluang meraih satu tiket PON, bukan berarti nomor lain tidak berpeluang. Namun Sulton berharap dari tiga nomor yang diikut diharapkan bisa membawa minimal satu tiket, dan kalau bisa tiga tiket sekaligus. Lanjutnya, untuk bisa meraih tiket PON, tim seni gerak putra harus mampu meraih peringkat minimal lima besar. Pasalnya dari puluhan atlet asal 34 provinsi hanya lima tim terbaik yang dapat meraih tiket lolos PON 2020. Dari puluhan provinsi yang ikut di event itu, Sulton menilai ada empat provinsi yang berpengalaman juara di level nasional adalah Aceh, Jabar, DKI Jakarta dan Kaltim. “Mereka lawan kuat kami di Pra-PON nanti. Dan kami siap bersaing,” jelasnya. (fan)
(Suara NTB/fan)
SENI GERAK - Tim tarung derajat seni gerak berpose bersama usai menjalani latihan di Arena Latihan Tarung Derajat Pencab Kodrat Dompu, Kamis (4/10).
SUARA NTB
Selasa, 8 Oktober 2019
Pengalokasian Dana Kelurahan Jadi Beban Anggaran Daerah Mataram (Suara NTB) – Pemerintah daerah memiliki kewajiban mengalokasikan anggaran lima persen dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebagai pendamping dana kelurahan. Anggaran pendamping ini dinilai membebankan daerah. Struktur APBD Kota Mataram di tahun 2020 sekitar Rp1,5 triliun. Dari total anggaran itu ada kewajiban untuk menyiapkan dana kelurahan sekitar Rp69 miliar lebih. Dana alokasi umum (DAU) tambahan, kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Ir. H. Amiruddin dikonfirmasi, Senin (7/10) yang diterima di 2020 mengalami penurunan dari Rp18,5 miliar di tahun 2019 menjadi Rp17,5 miliar. “Tahun depan turun. Dari Rp 18,5 miliar DAU tambahan menjadi Rp17,5 miliar,”sebut Amir. Ketentuan pola pengalokasian anggaran ke masing – masing kelurahan belum ada kepastian dari pemerintah pusat. Sesuai petunjuk awal pemerintah daerah diminta mengalokasikan lima persen dari total APBD. Amir menginginkan bahwa dana kelurahan dibagi secara proporsional dengan mempertimbangkan luas wilayah, kepadatan penduduk, jumlah masyarakat miskin serta prestasi dimiliki oleh kelurahan. Tetapi belum ada finalisasi karena harus dilakukan pembahasan kembali bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Pengalokasian anggaran secara proporsional sebenarnya pernah dilakukan setelah menerima DAU tambahan Rp18,5 miliar. Kementerian Keuangan mengeluarkan surat edaran sehingga, meminta dana kelurahan dibagi rata. Satu kelurahan akhirnya mengelola Rp370 juta. “Mau kita bahas lagi dengan TAPD,” tandasnya. Jika dikalkulasi lima persen dari total APBD Kota Mataram, setidaknya dana kelurahan perlu disiapkan sekitar Rp69 miliar. Peruntukannya telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2019. Dana kelurahan dimanfaatkan untuk peningkatan sarana – prasarana lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Mekanisme penggunaan anggaran pun harus melalui musyawarah kelurahan. Amir menegaskan, dengan alokasi anggaran cukup besar bagi kelurahan tentu membebankan daerah. Kenaikannya dana dikelola cukup signifikan dari Rp150 juta per tahun menjadi Rp1,5 miliar. “Ini cukup menyita anggaran. Sekarang cukup berat. Tetapi memang kita harus menjalankan ketentuan,” tandasnya. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menambahkan, penggunaan dana kelurahan dari APBD masih perlu dibahas kembali di luar DAU tambahan sekitar Rp17,5 miliar tahun 2020 mendatang. Bappeda selaku perencana nanti akan memformulasikan seperti apa penggunaan anggaran tersebut. Termasuk menyusun petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. “Nanti Bappeda yang formulasikan,” tambahnya. Dengan tambahan anggaran secara otomatis kelurahan bisa leluasa mengeksekusi program kelurahan. Artinya, program yang tidak bisa diintervensi oleh instansi teknis bisa dikerjakan melalui dana kelurahan. Garis besarnya tetap mengacu pada dua item yakni pemberdayaan masyarakat serta peningkatan sarana – prasarana. (cem)
HILANG HLG STNK R2 YAMAHA MIO NO POL DR.2198 HV NOKA : MH3SE8810FJ053238/NOSIN : E3R2E0055-50 AN.IDRIS SARDI HLG D’SKTR JL.RAYA SENGGIGI KEC.BATU LAYAR HLG STNK R2 HONDA NOPOL EA 2702 XH NOKA : MHIJF131X9K125211/NOSIN : JE13E0124147 AN : ANAZURHAINI HLG D’SKTR LING.PERUMAHAN GRIYA SERUNI
HILANG HLG STNK R2 YAMAHA DR.6109 BG NOKA : MH34D70028J855A71/NOSIN : 4D7-855487 AN.DENI PURNAWAN HLG D’SKTR JL.A.A GDE NGURAH ABIAN TUBUH CAKRANEGARA
Halaman 12
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.5363 ML NOKA :MHIJM312JK158837/NOSIN : JM31E2155477 AN.ROSDIANA HLG D’SKTR PASAR NARMADA JL.AHMAD YANI
DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008
HLG STNK R2 HONDA NOPOL W.4671 JK NOKA : MHIJFK111EK069601/NOSIN : JFK1E1070164 AN.MUHAMMAD BACHRUL ARIFHLGD’SKTRJL.UDAYANA KOTA MATARAM
DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP
HLG STNK R2 HONDA DR.6859 CB NOKA : MHIJF8115CK651667/NOSIN : JF81E-1648631 AN.MURDI HLG D’SKTR PASAR SINDU
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
q
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 8 Oktober 2019
RUKO - VILA - KOST
DIJUAL Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033
500.000
Halaman 13
OPINI
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 PEMKOT Mataram harus lebih kreatif dalam melahirkan in12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 ovasi yang berkontribusi menurunkan angka kemiskinan. Kare12345678901234567890123456789012123456 na, Pemkot Mataram menargetkan tren penurunan angka ke12345678901234567890123456789012123456 miskinan, menunjukkan grafik menanjak. Yang terjadi justru se12345678901234567890123456789012123456 baliknya. Angka kemiskinan per Februari 2020 mendatang 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 diprediksi berada pada angka 9,3 persen dari angka kemiski12345678901234567890123456789012123456 nan tahun 2018 yang tercatat 8,6 persen. 12345678901234567890123456789012123456 Hal ini sebetulnya tidak sejalan dengan klaim Pemkot Ma12345678901234567890123456789012123456 taram yang mengatakan bahwa penurunan angka kemiski12345678901234567890123456789012123456 nan di Kota Mataram melambat. Artinya, walaupun melam12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 bat, seharusnya angka kemiskinan tetap turun meskipun 12345678901234567890123456789012123456 sedikit. Menyikapi kondisi yang berbalik 180 derajat diband12345678901234567890123456789012123456 ingkan kondisi sebelum gempa di tahun 2018 lalu, perlu 12345678901234567890123456789012123456 program-program inovatif. 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 Misalnya, peningkatan investasi perlu didorong agar selaras 12345678901234567890123456789012123456 dengan pertumbuhan tenaga kerja. Regulasi perlu diperkuat 12345678901234567890123456789012123456 agar tak menyulitkan pengusaha. Wakil Walikota Mataram, 12345678901234567890123456789012123456 H.Mohan Roliskana mengakui, di tahun 2018 penurunan angka 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 kemiskinan melambat yakni sekitar 0,26 persen atau di bawah 12345678901234567890123456789012123456 satu persen sesuai target dari Pemerintah Provinsi NTB. 12345678901234567890123456789012123456 Salah satu faktor pelambatan adalah akibat kebencanaan. 12345678901234567890123456789012123456 Sehingga mempengaruhi alokasi anggaran untuk pengentasan 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 kemiskinan. Saat itu, pemerintah memfokuskan pada rehabili12345678901234567890123456789012123456 tasi dan rekontruksi pasca bencana. Data Badan Pusat Statistik 12345678901234567890123456789012123456 menyebutkan angka penduduk miskin mencapai 34 ribu jiwa 12345678901234567890123456789012123456 lebih berasal dari kelurahan. 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 Pemkot Mataram tetap berupaya mereduksi tingkat ke12345678901234567890123456789012123456 miskinan dengan mengurangi tingkat ketergantungan 12345678901234567890123456789012123456 masyarakat pada bantuan diberikan oleh pemerintah. Pen12345678901234567890123456789012123456 gentasan kemiskinan menggunakan basis data terpadu. Pola 12345678901234567890123456789012123456 intervensi melalui empat klaster. Yakni, peningkatan kualitas 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 sarana – prasarana, pendidikan dan kesehatan, serta pen12345678901234567890123456789012123456 ingkatan sumber daya manusia. 12345678901234567890123456789012123456 Masing – masing klaster ini terdistribusi ke dalam program 12345678901234567890123456789012123456 organisasi perangkat daerah yang arahnya mengerucut pada 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 pengentasan kemiskinan. Apalagi, Mataram merupakan ba12345678901234567890123456789012123456 rometer pertumbuhan ekonomi di NTB. Peningkatan ekonomi 12345678901234567890123456789012123456 perlu didorong. Salah satu caranya adalah mengundang pen12345678901234567890123456789012123456 gusaha banyak berinvestasi di Kota Mataram. Untuk menarik 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 investor perlu ada regulasi berupa peraturan daerah maupun 12345678901234567890123456789012123456 peraturan walikota secara terbuka memberikan kesempatan 12345678901234567890123456789012123456 dan kepastian soal aturan. Sehingga, mengarah pada iklim 12345678901234567890123456789012123456 investasi yang positif. 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 Jika investasi tumbuh akan sejalan dengan peningkatan ten12345678901234567890123456789012123456 aga kerja. Tenaga kerja banyak terserap di sektor informal ber12345678901234567890123456789012123456 dampak pada pengurangan angka pengangguran dan kemiski12345678901234567890123456789012123456 nan. Yang paling penting saat ini, bagaimana memastikan in12345678901234567890123456789012123456 vestor tertarik berinvestasi di Kota Mataram. Artinya, harus ada 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 garansi bagi investor. Pemkot harus ramah terhadap investor, 12345678901234567890123456789012123456 birokrasi tidak berbelit – belit, tidak ada tindakan quratif dan lain 12345678901234567890123456789012123456 sebagainya. Disamping itu, pendidikan vokasi untuk peningka12345678901234567890123456789012123456 tan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan. Karena ini me12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 miliki prospek menghasilkan tenaga kerja siap pakai yang me12345678901234567890123456789012123456 miliki spesialisasi tertentu. 12345678901234567890123456789012123456 Pada APBD 2019, Pemkot Mataram mengalokasi anggaran 12345678901234567890123456789012123456 Rp164 miliar untuk pengentasan kemiskinan. Seharusnya be12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 sarnya anggaran ini berbanding lurus dengan menurunnya an12345678901234567890123456789012123456 gka kemiskinan. Oleh karena itu, harus disiapkan data yang 12345678901234567890123456789012123456 akurat agar program pengentasan kemiskinan ini tepat sasa12345678901234567890123456789012123456 ran. Sehingga, penduduk miskin perkotaan bisa turun satu digit. 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 Untuk turun satu digit, bukan perkara mudah. Meskipun di 12345678901234567890123456789012123456 tahun – tahun sebelumnya pernah mengalami turun sampai 12345678901234567890123456789012123456 satu persen lebih. Anggaran ini difokuskan untuk empat klaster. 12345678901234567890123456789012123456 Diantaranya, peningkatan infrastruktur, kesehatan dan pendidi12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 kan serta sosial. Diprioritaskan terutama kawasan yang terdam12345678901234567890123456789012123456 pak gempa pada tahun 2018 lalu. Sumber anggaran penanggu12345678901234567890123456789012123456 langan kemiskinan di Kota Mataram,lebih banyak diambil dari 12345678901234567890123456789012123456 anggaran pemerintah pusat. (*) 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456 12345678901234567890123456789012123456
Inovasi Turunkan Kemiskinan
Melihat Semangat Gotong Royong TMMD di Desa Montong Gamang Praya (Suara NTB) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 di Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) masih terus berjalan. Senin (7/10), warga Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang turun langsung membantu Satgas TMMD. Mereka menggali tanah yang akan dijadikan jembatan penghubung jalan raya sepanjang 1.450 meter di Dusun Embung Karong desa setempat. Terlihat Kepala Desa Montong Gamang H. M. Amin Abdullah bersama Babinsa Serka B.Hariwanto dan Bhabinkamtibmas Aipda M.Nasib ikut memegang cangkul dan skop. Anggota TNI/Polri ini memberikan motivasi kepada anggota Satgas dan masyarakat yang ikut bergotong royong. Menurut H. M. Amin Abdullah, program fisik TMMD ke 106 di desanya sangat berdampak positif bagi masyarakat terutama para petani. “Jalan yang sedang dibuka ini sepanjang 1.450 meter dengan pembuatan tiga buah jembatan dan lima buah gorong-gorong,” ujarnya. Adapun luas lahan pertanian yang bisa memanfaatkan jalan baru, sambung Amin sekitar 50 hektar. Pembangunan itu sangat membantu petani pada saat pengangkutan bibit maupun pupuk dan distribusi hasil pertanian. Senada dengan Kepala Desa, Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol, program TMMD tidak hanya menyelesaikan sasaran fisik, namun juga menggugah masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang sempat memudar oleh perkembangan zaman. “Mari kita sukseskan TMMD ini dengan semangat gotong royong untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama,” pungkasnya. (ars/*)
(Suara NTB/Penrem)
GALI TANAH - Anggota Satgas TMMD bersama warga menggali tanah untuk jembatan penghubung jalan desa.
Halaman 14
Arah Baru Pengelolaan Laut Berkelanjutan Oleh: Sahabuddin, S.Kel., M.Si AUTAN dengan segala potensi didalamnya adalah anugerah dari Tuhan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari rasa syukur atas kemurahan dan kemahakuasaan-Nya, kita wajib menjaga dan memanfaatkan semua itu dengan bijaksana.Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar didunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 pulau, dengan jumlah yang besar ini mengindikasikan pula kekayaan biodiversity yang dimiliki. Indonesia dengan panjang pantai 81.000 km bisa dikatakan negara yang memiliki lautan luas dan beragam eksositem terumbu karangnya dikawasan Asia fasifik, yang merupakan salah satu kekayaan sumberdaya hayati laut yang sangat potensial karena merupakan ekosistem yang paling subur diperairan laut. Pemanfaatan sumberdaya lautan dewasa ini semakin intensif, bahkan cenderung merusak lingkungan dimana umumnya kerusakan ekosistem termasukterumbu karangdi sebabkan oleh dua faktor utama yaitu akibat kegiatan manusia dan akibat alam. Kedua penyebab tersebut kelihatannya sangat sulit untuk dihindarkan. Banyak ilmuan melihat bahwa penyebab utama kerusakan ekosistem di laut adalah kegiatan manusia (Anthropogenic impact) misalnya melalui tangkap lebih (Over-exploitation) terhadap hasil laut, dan melakukan kegiatan destructive fishing yang merupakan aktivitas penangkapan ikan dengan metode yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan laut beserta terumbu karang dan organisme hidup lain di dalamnya. Tak bisa dimungkiri, terumbu karang di lautan merupakan ekosistem yang memiliki tingkat kesuburan yang paling tinggi, sehingga sangat wajar apabila organisme yang ada dilautan paling banyak dijumpai pada daerah terumbu tersebut. Indonesia merupakan satu dari enam negara bersama Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, yang terletak dalam segitiga karang dunia (coral triangle), dengan tingkat keanekaragaman hayati terumbu karang tertinggi di dunia. Namun sangat disayangkan tutupan terumbu karang telah mengalami kerusakan secara masif. Berdasarkan fakta dilapangan hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dirilis pada tahun 2017, hanya 6,39 persen terumbu karang dalam kondisi sangat baik. Sementara itu, terumbu karang yang dalam kondisi baik sebesar 23,40 persen, kondisi cukup baik sebesar 35,06 persen, dan kondisi buruk sebesar 35,15 persen. Hasil ini diambil dari 108 lokasi dan 1064 stasiun di seluruh perairan Indonesia. Kemudian pada tahun 2018 LIPIkembali meriliskondisi terumbu karang Indonesia. Mirisnya, hanya 6,56 persen (70 site) dari 1.067 site yang kondisinya sangat baik.Artinya kondisi sebagian besar lainnya terancam semakin buruk. Penyebab dan dampak Uraian sebelumnya mengindikasikan bahwa aktivitasdestructive fishing menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem terumbu karang. Beberapa aktivitas tersebut adalah pengeboman ikan, pembiusan, dan penggunaan alat tangkap berupa perangkap yang dipasang pada daerah terumbu (bubu). Dari ketiganya, pengeboman ikan memiliki dampak yang sangat besar kerusakannya ter-
(Dosen Universitas Muhammadiyah Parepare, Sulawesi Selatan) hadap terumbu karang. Menurut Ramono (2000), satu bom ukuran botol bir dapat menghancurkan terumbu karang dalam radius 5 meter. Senada dengan itu, Samran (2005) mengemukakan, kegiatan pemboman dapat menghancurkan terumbu karang pada area yang luas, dapat mematikan anak-anak/bibit ikan serta organisme lain yang bukan menjadi sasaran penangkapan, memutuskan rantai makanan di dalam ekosistem laut. Selain itu struktur terumbu karang yang telah rusak juga tidak bisa lagi menjalankan peranannya sebagai pencegah terjadinya abrasi pantai serta pelindung fisik pantai. Kegiatan destruktif lain yang merusak ekosistemadalah pembiusan yang dilakukan untuk aktivitas menangkap ikan dengan menggunakan bahan beracun (sianida) yang merupakan bahan kimia Carbon-Nitrogen yang dapat bergabung dengan senyawa organik maupun non organik. Penggunaan sianida dengan konsentrasi yang tinggi akan menyebabkan terumbu karang menjadi memutih dan mati. Kemudian, perangkap (bubu) menyebabkan terumbu karang akan terbongkar karena dijadikan sebagai pemberat untuk menghindari hanyutnya bubu yang terpasang. Dampaknya kelihatan sangat kecil terhadap kerusakan terumbu karang, namun hal ini tidak bisa dianggap sepele karena pemasangan bubu secara berpindah-pindah akan menyebabkan dampak yang lebih luas. Motif Destructive Fishing Aktivitasdestructive fishingyang dilakukan oleh masyarakat tidaklah muncul begitu saja. Menurut Sahabuddin (2007) faktor umum dan utamanya kebutuhan ekonomi-kemiskinan (45 persen), faktor penegak hukum (43 persen), frustasi (5 persen) dan faktor ikut-ikutan (7 persen). Kebutuhan ekonomi-kemiskinanmenjadi pemicu kuat masyarakat melakukan kegiatan destructive fishing. Tak bisa dimungkiri rata-rata masyarakat di pesisir khususnya kepulauan memilikitaraf ekonomi yang lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat daratan pada umumnya. Hal ini karena masyarakat daratan lebih memiliki kemudahan dalam memanfaatkan dan mengakses sumberdaya yang ada. Dari penegakan hukum,sangat disayangkan penegak hukum yang bertugas tidak bisa bertindak tegas. Biasanya saat menemukan kegiatan pengrusakan bakal diselesaikan ditempat (berdamai), bukan ke ranah pengadilan, sehingga pelaku tidak mendapatkan efek jera dan cenderung mengulangi pelanggaran yang sama. Sementara itu, faktor frustasi yang dialami masyarakat karena tidak mendapatkan ikan saat melaut dan faktor ikut-ikutan dalam kegiatan destructive fishing memiliki persentase yang sangat kecil.. Implementasi Sasi Selama ini telah banyak langkah yang ditempuh oleh pemerintah dan stakeholders dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya laut. Pemerintah telah berusaha membuat berbagai aturan, kebijakan dan larangan penggunaan sarana dan prasarana yang merusak dalam mengeksploitasi sumber daya yang ada. Namun , itu semua belum mampu
menjawab dan menanggulangi permasalahan-permasalahan intinya. Solusi konkret yang menjadi hasil pengamatan penulis adalah perlunya pembentukan kearifan lokal (Sasi) bagi wilayah yang memiliki pesisir laut di indonesia tanpa terkecuali’. Sasi lebih dikenal sebagai bentuk kearifan lokal (hukum yang dibuat dan disepakati secara bersama didalam masyarakat dalam melindungi wilayahnya). Dengan kearifan lokal yang dibentuk oleh masyarakat dalam melindungi wilayahnya masing-masing, maka ada pengakuan hak dan pelimpahan tanggungjawab serta kepastian hukum pengelolaan wilayah kepada masyarakat pesisir. Kelebihannya adalah 1) adanya rasa tanggungjawab untuk menjaga karena aturan dibuat secara bersama, 2) masing-masing dapat bertindak sebagai (voluntary complience) sebagai ketaatan sukarela untuk mengawasi wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, timbulnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan 3) peningkatan efektifitas penegakan hukum terhadap pelanggaran yang menjadi hukum yang telah diatur didalam masyarakat. Sasi merupakan upaya pelestarian demi menjaga mutu dan populasi sumberdaya hayati (hewani maupun nabati) alam tersebut. Peraturan-peraturan dalam pelaksanaan larangan ini juga menyangkut pengaturan hubungan manusia dengan alam dan antarmanusia dalam wilayah yang dikenakan larangan itu sendiri. Sasi juga merupakan suatu upaya untuk memelihara tata-krama hidup bermasyarakat, termasuk upaya ke arah pemerataan pembagian atau pendapatan dari hasil sumberdaya alam sekitar. Saat ini, sasi memang lebih cenderung bersifat hukum adat bukan tradisi, dimana sasi digunakan sebagai cara mengambil kebijakan dalam pengambilan hasil laut dan pertanian. Namun, secara umum, sasi berlaku di masyarakat sebagai bentuk etika tradisional. Berbagai studi, penelitian dan pemberitaan media beberapa waktu terakhir telah mengungkap praktik-praktik kearifan lokal yang ternyata berjalan efektif dan berhasil menjaga persediaan perikanan dan praktik konservasi laut yang stabil, sehingga keseimbangan antara mata pencaharian dan lingkungan dapat tercapai. Berbagai praktik konservasi dengan menerapkan sasi yang telah dilakukan berbagai daerah misalnya secara luas oleh masyarakat di Kepulauan Maluku, yakni di Pulau Buru, Seram, Ambon, Lease, Watubela, Banda, Key, Aru, dan Kepulauan Barat Daya. Tidak hanya itu, tradisi sasi juga dapat ditemukan di pulau kaimana, Papua Barat dimana sasi diperuntukkan dalam kegiatan penangkapan ikan serta Raja ampat dalam memanfaatkan sumberdaya teripang. Sebagaimana dipahami, dalam beradaptasi dengan lingkungan, masyarakat memperoleh dan mengembangkan suatu kearifan yang berwujud pengetahuan atau ide, norma adat, nilai budaya, aktivitas, dan peralatan sebagai hasil abstraksi mengelola lingkungan. Dimana seringkali pengetahuan mereka tentang lingkungan setempat dijadikan pedoman yang akurat dalam
mengembangkan kehidupan di lingkungan pemukimannya. Dalam pendekatan kebudayaan ini, penguatan modal sosial, seperti pranata sosial budaya, kearifan lokal, dan norma-norma yang terkait dengan pelestarian lingkungan hidup penting menjadi basis yang utama. Seperti kita ketahui, adanya krisis ekonomi dewasa ini, masyarakat yang menerapkan kearifan lokal dan menjaga keseimbangan lingkungannya tidak begitu merasakan adanya krisis ekonomi dan tidak merasa terpukul seperti halnya masyarakat yang hidupnya sangat dipengaruhi oleh kehidupan modern. Maka dari itu, kearifan lokal penting untuk dilestarikan dalam suatu masyarakat guna menjaga keseimbangan sekaligus dapat melestarikan lingkungannya. Pada akhirnya, ekosistem pesisir khususnya terumbu karang yang secara nasional maupun internasional memiliki daya tarik tersendiri karena selalu menjadi isu lingkungan yang selalu hangat untuk dibicarakan baik pengelolaan maupun pemanfaatannya. Namun, disisi lain pengrusakan ekosistem ini hampir tidak bisa dihentikan karena adanya berbagai faktor penyebab yang selama ini belum bisa ditanggulangi. Maka penerapan sasi dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia. Terlebih, UU No.1/2004 tentang Perikanan juga mengakui dan mengakomodir pengelolaan perikanan harus mempertimbangkan hukum adat dan peran serta masyarakat. Jika kesadaran tersebut dapat ditingkatkan, maka hal itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar dalam pengelolaan ekosistem pesisir khususnya ekosistem terumbu karang.
POJOK Kejagung periksa pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB Usut hingga tuntas
*** Kemiskinan di Kota Mataram meningkat
Butuh solusi tepat untuk menekannya
***
Menyongsong Loka Sabha PHDI NTB 2019
ICHI NTB Merajut Pemikiran, Rumuskan Gagasan Mataram (Suara NTB)Menyongsong Lokasabha PHDI NTB 2019, sekitar November nanti, ICHI NTB menggelar diskusi lanjutan di Hotel Bidari Jl. Bangau Cakranegara, Mataram, Minggu (6/10). Diskusi kali ini merumuskan gagasan-gagasan yang mengemuka pada diskusi publik di STAH Negeri Gde Pudja Mataram awal September lalu. Tema yang diusung ICHI NTB di dalam diskusi kemarin adalah ‘’Merajut Pemikiran dan Melangkah Bersama Menuju Lokasabha PHDI NTB 2019’’. Topiknya mengerucut pada lima persoalan pokok, masing-masing mengenai, upaya penggalian dana untuk menunjang kegiatan pembinaan umat, perlunya data base keumatan yang valid, rumusan program pembinaan umat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu. Membangun sinergitas antar lembaga/ormas dan komponen umat Hindu yang ada di legislatif maupun di birokrasi, dan tersedianya Sekretariat Administrasi PHDI NTB yang tertib, rapi dan akuntabel. ‘’Hasil dari rumusan ini nanti akan diserahkan kepada PHDI NTB untuk dijadikan bahan di dalam menyusun program kerja,’’ jelas Ketua DPR ICHI NTB, Dr. Ir. I Gst. Lanang Media, M. Si., dalam pengantar diskusinya. Terkait masalah penggalian dana, Ketua PHDI Propinsi NTB, Drs. I Gde Mandra, M.Si, memaparkan bahwa selama kepengurusannya sumber dana
operasional PHDI NTB di antaranya diperoleh dari hasil pengajuan proposal ke Pemda, Bank Bali, banjar-banjar PNS Hindu, bantuan dana dari Dirjen Bimas Hindu sebesar Rp. 50.000.000 dan bantuan dana dari Gubernur Bali I Wayan Koster. Menyinggung soal Badan Dharma Dana Daerah (BDDD) PHDI NTB, Gde Mandra mengatakan, tidak aktif. ‘’Ya, kita tidak aktifkan karena imagenya kurang baik, umat sering mempertanyakan masalah pengelolaan dana punya dari umat,’’ sebut Mandra. Di dalam diskusi kemarin, berkembang agar BDDD PHDI NTB dihidupkan kembali. I Made Sri Wirdiata dari Badan Penyiaran Hindu (BPH) PHDI NTB, memberikan masukan bahwa BDDD bisa dalam bentuk yayasan yang dibentuk oleh PHDI NTB. ‘’ Yayasan ini nantinya yang akan mengelola dana punya umat,’’ katanya. Terkait dengan penggalian dana PHDI, tokoh masyarakat dan pengusaha sukses Ir. I Wayan Karioke memberikan pandangan, bagaimana agar PHDI memiliki terobosan-terobosan pencarian dana pada berbagai sektor usaha yang lebih besar. ‘’Sedapat mungkin PHDI jangan membebani umat, tetapi kita berfikir bagaimana lembaga atau organisasi Hindu dapat bermanfaat bagi umat,’’ harapnya. Terkait dengan data base keumatan, Ketua PHDI Gde Mandra menyebutkan, sesuai dengan data tahun
FOTO BERSAMA - Pengurus ICHI NTB, foto bersama usai diskusi, Minggu (6/10) 2018, jumlah umat Hindu NTB sekitar 169.000 jiwa. Sementara tempat suci sekitar 444 pura, organisasi umat sekitar 400 banjar dan pasraman sekitar 53. Data ini diharapkan dapat divalidasi secara periodik setiap tahunnya. ‘’Validasi data keumatan ini penting, karena berdasarkan data umat ini bisa dijadikan dasar di dalam pembinaan umat,’’ kata Ketua ICHI NTB I Gst. Lanang Media. Di sisi lain, yang tidak kalah penting menjadi fokus pemikiran adalah masalah
pembinaan SDM Hindu, Media menyebutnya dengan istilah Jana Kertih. ‘’Ini penting sebagai bentuk komitmen PHDI di dalam peningkatan SDM umat, dan program ini sangat relevan dengan kondisi sekarang,’’ kata Media. Sementara tokoh Hindu NTB, dr. I Komang Gerudug, sangat mengapresiasi munculnya pemikiran-pemikiran brilian dari para intelektual Hindu NTB. Keberadaan PHDI perlu terus diperkuat sebagai lembaga membangun umat. (r)
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 8 Oktober 2019
Pemprov akan Bentuk Pasukan Khusus Bersihkan Sampah Destinasi Wisata Prioritas Mataram (Suara NTB) Kebersihan kawasan wisata unggulan NTB seperti Senggigi masih menjadi sorotan Pemerintah Pusat. Untuk itu, Pemprov melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan segera membentuk pasukan khusus yang akan membersihkan sampah di destinasi-destinasi wisata prioritas yang ada di daerah ini. “Nanti akan ada petugas khusus. Nanti yang memantau OPD-OPD,” kata Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi Senin (7/10). Ia menjelaskan kebersihan destinasi wisata akan menjadi prioritas. Nantinya akan dipetakan lokasi yang dibersihkan, dunia usaha yang akan menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk kebersihan destinasi wisata dan OPD yang akan melakukan pemantauan. Dikatakan, saat ini sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di masing-masing destinasi wisata yang berada di bawah pembinaan Dinas Pariwisata. Komunitas yang ada di daerah wisata akan dimaksimalkan menjadi petugas atau pasukan khusus yang membersihkan sampah di destinasi wisata. Madani mengatakan keberadaan pasukan khusus ini nantinya akan dipadukan dengan bank sampah yang ada di masing-masing desa. Sehingga persoalan sampah di destinasi wisata dapat teratasi. “Kayak Senggigi, Trawangan, Sesaot. Kebersihan semua destinasi wisata dijadikan prioritas dan harus bersih,” tandas Madani. Madani menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemantauan khusus kebersihan destinasi wisata prioritas nasional seperti KEK Mandalika. Nantinya, Dinas LHK akan berkoordinasi dengan ITDC sebagai pengelola kawasan, siapa pengelola masalah sampah di sana. Pembentukan pasukan khusus membersihkan sampah di destinasi wisata ini akan segera dibentuk. Madani mengatakan bulan depan pihaknya akan memetakan wilayah-wilayah yang akan dijaga kebersihannya. Termasuk pembagian tugas kepada OPDOPD yang bertanggungjawab ikut melakukan pemantauan. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rossa Vivien Ratnawati mengaku sedih melihat sampah yang masih berserakan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat (Lobar). Ia berkunjung ke NTB dalam rangka meluncurkan gerakan nasional pilah sampah dari rumah di Monumen Bumi Gora Taman Udayana Kota Mataram, Minggu (6/10) pagi. Sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, ia mengaku menginap di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi. Karena melihat sampah yang masih dibuang sembarangan di daerah tujuan wisatatawan domestik dan internasional tersebut. “Saya sedih, kemarin saya menginap di Senggigi. Di lapangan (kawasan Senggigi) itu, (sampah) botol plastiknya, aduh, masih banyak. Ibu Wagub, Pak Kadis LHK Provinsi, tolong diajak Lombok Barat. Ayo kita bersih-bersih,” kata Rossa. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmudin Tura, pimpina OPD lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Rossa mengatakan semua orang akan senang apabila provinsi NTB bersih. Jika NTB tidak bersih, maka akan berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung ke Lombok dan Sumbawa. “Karena NTB ini daerah wisata. Kalau nggak bersih, nggak ada turis datang ke sini,” katanya. (nas)
Kejagung Periksa Pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB Dari Hal. 1 Instansinya sangat kooperatif mendukung penyelidikan Kejagung, dibuktikan dengan dipenuhinya panggilan sebagai saksi. Sebagai lembaga pemerintah yang melakukan pengawasan bibit, pihaknya berusaha objektif merespons laporan terkait masalah bibit, termasuk memberikan keterangan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) jika diusut. ‘’Kita sangat terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Kan kami ini instansi pelayanan publik juga,’’ tandasnya. Terkait kasus bibit 2017 itu, bahkan ada rencana penyidik Jampidsus Kejagung turun langsung ke NTB untuk klarifikasi dan meminta data. Menurut informasi, penyidik masih membutuhkan data dan dokumen asli terkait temuan bibit yang disebut sebut merugikan negara Rp25 miliar itu. Soal temuan bibit diduga bermasalah bersumber dari Kementerian Pertanian RI, informasi sebelumnya luput dari pemeriksaan BPSB NTB. Karena pihak distributor bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB mengkalim sudah diperiksa BPSB Jawa Timur. Terkait informasi itu, Maisin mengklarifikasi, bahwa tidak ada hubungan dan hirarki dengan Balai di Jawa Timur sebab punya kewenangan masing-masing. Ditegaskan, dari sisi regulasi,
semua jenis bibit yang masuk ke NTB idealnya harus diperiksa pihaknya. Tapi ketika luput pemeriksaan, pihaknya berhadap ada laporan masyarakat sebagai dasar tindak lanjut pemeriksaan laboratorium. Jika ditemukan bibit tersebut bermasalah, bahkan palsu, maka akan direkomendasikan ditarik atau diminta diganti. ‘’Ada dua rekomendasi, layak dan tidak layak. Nah, ketika tidak layak, bisa kita tegur atau peringatkan agar diganti atau ditarik,’’ paparnya. Apakah dalam kasus bibit 2017 direkomendasikan ditarik? Maisin lagi lagi enggan menjelaskan. Karena sudah berkaitan dengan teknis bidang pengawasan. Terlepas dari itu, penyelidikan sudah bergulir di Kejagung. Pihaknya tinggal menunggu kebutuhan data dan dokumen sesuai permintaan penyidik untuk dipenuhi. Data pada sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), nilai total anggaran pengadaan benih jagung Hibrida mencapai Rp 170 miliar. Dengan luas areal 11,3 juta hektar. Dua daerah yang dapatbantuaninihanyaProvinsi NTB dan Provinsi Lampung melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan di ke dua provinsi penerima bantuan. (ars)
Talud Diperbaiki, Pemprov Perlebar Jalan Gunungsari - Pemenang 2020 Dari Hal. 1 Karena nilainya di atas Rp200 juta dan rusak akibat bencana maka akan ditunjuk rekanan yang akan mengerjakan. ‘’Itu (rusak) karena bencana alam. Kalau akibat bencana alam, ada proses. Kita mau tunjuk rekanan. Kalau di atas Rp200 juta, ada pernyataan bencana alam dari bupati. Itu yang sedang kita urus,’’ terang Azhar dikonfirmasi Suara NTB, Senin (7/10). Biasanya, infrastruktur yang rusak akibat bencana, penanganannya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, karena talud yang jebol itu infrastruktur ke-PU-an, maka Dinas PUPR yang akan menangani dengan berkoordinasi dengan BPBD NTB. Ia menjelaskan, Dinas PUPR dan BPBD NTB sudah turun ke lapangan, Senin (7/10) siang. Penanganannya sedang dirumuskan. Karena talud yang rusak lokasinya sangat terjal dan dalam. Penanganannya akan dilakukan darurat dulu.
‘’Kalau penanganan darurat kita butuh Rp600 juta. Ada konsep bronjong atau talud. Kalau talud, ambrol sedikit bawahnya, maka semuanya akan ikut ambrol. Kalau permanennya kita pakai beton, tinggi 10 meter. Tapi itu nanti permanen. Yang penting sekarang ini lalu lintas aman dulu,’’ terangnya. Mantan Kepala Pelaksana BPBD NTB ini menyebutkan, talud yang rusak sekitar 7-10 meter. Azhar menjelaskan pelebaran jalan jalur Pusuk tersebut sudah masuk program percepatan 2020. Sebenarnya, jalan arteri dari Kota Mataram maupun Lombok Barat menuju KLU adalah jalan nasional lewat Senggigi. Namun, masyarakat lebih banyak memilih jalur Pusuk karena lebih dekat dan cepat ke KLU. ‘’Pelebaran jalan dari Gunungsari sampai Pemenang tahun 2020. Insya Allah enam meter pengerasan jalannya nanti,’’ tandas Azhar. (nas)
Halaman 15
Disos NTB Siapkan Trauma Healing untuk Warga yang Dipulangkan dari Papua Mataram (Suara NTB) Pemulangan warga NTB yang menjadi pengugsi akibat kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawiyaja, Papua disebut masih membutuhkan penanganan khusus. Hal tersebut mengingat kemungkinan trauma yang dialami, terutama pengaruh kerusuhan tersebut terhadap mental anak-anak. Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah menerangkan pihaknya akan memberikan trauma healing bagi para pengungsi yang telah berhasil dipulangkan ke daerah masing-masing. “Nanti akan difokuskan di Bima,” ujarnya ke-
tika dikonfirmasi, Sabtu (5/10). Menurut Wismaningsih, sebagian besar masyarakat NTB yang dipulangkan dari Wamena adalah warga Bima. Program itu sendiri akan dilaksanakan dengan dukungan dari pemerintah kabupaten setempat. Terkait warga lainnya seperti yang berasal dari Lombok Tengah dan Lombok Timur, Wismaningsih menerangkan pihaknya tidak melakukan kegiatan serupa dikarenakan jumlah pengungsi yang cukup kecil. Walaupun begitu, Disos NTB tetap akan melakukan pengawasan terutama terkait perkembangan psikologis warga yang dipulangkan.
Melalui kegiatan trauma healing tersebut, Wismaningsih mengharapkan potensi trauma psikis terhadap anak-anak yang ikut dipulangkan bisa diatasi. Sehingga mereka kedepannya bisa menghilangkan gambaran kerusuhan yang terjadi dan pulih dari kejadian-kejadian yang mungkin dialami atau dilihat selama terjadi kerusuhan. Sampai saat ini Pemprov NTB bersama pihak lainnya telah berhasil memulangkan sebanyak 62 orang warga NTB yang menjadi pengungsi akibat kerusuhan tersebut. Di antaranya delapan orang warga Lombok Tengah dan Lombok
Solidnya TNI dan Polri di NTB Dari Hal. 1 Kapolda mungkin tidak bisa memberikan harta yang melimpah. Tapi Alhamdulillah dari tutur katanya, dari pancaran wajahnya, Kapolda NTB malam ini memberikan ketulusan persaudaraannya buat TNI dan kita semua,’’ ujar Dr.Zul. Gubernur menuturkan bahwa banyak pejabat yang memiliki pangkat tinggi dan gelar yang banyak namun salah satu kekurangannya yakni ketidakmampuan manusia untuk mencari sahabat sejati. Namun, acara ini membuktikan sinergi antara TNI dan Polri sangat erat dan soliditas antara keduanya masih sangat tinggi. Gubernur menambahkan, NTB adalah provinsi yang mencita-citakan NTB yang Gemilang. NTB Gemilang mensyaratkan menjadi daerah yang aman bagi orang yang berkunjung ke provinsi ini. NTB yang Gemilang pada saat yang sama mensyaratkan keba-
hagiaan warganya. ‘’TNI Polri di tempat ini belum terlihat memiliki harta yang melimpah, namun mereka siap menawarkan persaudaraan yang sejati untuk kita semua. Selamat menikmati Panggung Prajurit, mudah-mudahan kita tetap solid demi NTB Gemilang di masa yang akan datang,’’ ujarnya. Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana, MM menjelaskan bahwa acara Panggung Prajurit diselenggarakan ini sebagai apresiasi dan kebanggaannya dan jajaran kepada prajurit dan juga sebagai bentuk sinergi dan soliditas TNI Polri dan Pemda beserta segenap komponen masyarakat NTB. Dengan harapan, Kamtibmas di wilayah ini tetap terjaga sehingga proses pembangunan terus berjalan menuju NTB yang gemilang. ‘’KehadiranseluruhPrajuritTNI dan Polri bersama masyarakat NTB malam ini dapat merasakan bagaimanaTNIdiNTBtelahmengabdikan diri kepada masyarakat, bangsadannegara,sepertiyangkita
ketahui bersama bahwa saat gempa menimpa NTB tahu lalu. TNI hadir dan tampil mulai tanggap darurat sampai dengan tahap rehab rekon seperti sekarang ini,’’ ungkap jenderal bintang dua ini. Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penghormatan kepada Kapolda NTB atas inisiasinya menggelar Panggung Prajurit beserta jajaran sembari langsung memimpin penghormatan kepada Kapolda NTB yang sedang duduk bersama Forkopimda NTB. ‘’Kepada seluruh jajaran TNI di NTB lakukan yang terbaik untuk bersinergi dengan Polda dan jajaran,’’ tegasnya. Danrem menambahkan, sejak masuk Kapolda NTB (Irjen Pol Nana Sudjana red) banyak memberikan masukan kepada Korem terutama menjelang Pileg dan Pilpres karena NTB dianggap rawan secara nasional. Dan yang patut disyukuri bahwa ternyata NTB daerah teraman secara nasional. (r)
Timur dipulangkan pada Jumat (4/10). Kemudian pada Sabtu (5/ 10) sebanyak empat orang warga Sumbawa turut dipulangkan. 50 warga NTB asal Kabupaten Bima juga dipulangkan langsung ke Bandara Sultan Salahudin pada Minggu (6/10) pagi. Seluruh warga tersebut telah dipulangkan ke daerah masing-masing dan diterima oleh pihak keluarga. Selain 62 warga NTB yang berhasil dipulangkan melalui tiga kloter penerbangan, sebanyak 30orang warga lainnya juga telah berhasil pulang secara mandiri. Sampai saat ini total warga NTB yang pulang dari Papua adalah 92 orang. Hari Senin (7/10) juga direncakaan
ada 27 orang warga Bima yang dipulangkan dan 10 orang lainnya masih menunggu giliran karena baru keluar dari Wamena. Total warga NTB yang bersedia dipulangkan mencapai 105 orang. Sedangkan 55 orang warga NTB yang berada di Papua menolak pulang dengan alasan dalam keadaan aman. Mereka adalah petugas negara yang di antaranya berprofesi sebagai TNI, Polri dan ASN di Wamena. Selain itu, warga NTB yang menolak pulang adalah orang-orang yang ikut membantu dalam proses pengamanan dan pemulangan warga NTB yang berada di Wamena. (bay)
Tiga Daerah Terancam Banjir Bandang Dari Hal. 1 Suela terutama yang paling berdampingan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Senin (7/10). Ke tiga daerah itu, kata Madani lokasinya paling dekat dengan hutan yang sudah rusak tersebut. Akibat rusaknya hutan di sana, otomatis sumber mata air juga akan berkurang. Ke depan, kata mantan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat ini, pihaknya mendorong masyarakat yang berada di sekitar hutan melakukan kemitraan. ‘’Masyarakat diberikan pemahaman. Dia bisa mengelola, memanfaatkan hutan tapi tidak merusak kawasan hutan,’’ katanya. Pascaperusakan tenda petugas di hutan Pesugulan beberapa hari lalu. Madani
mengatakan kondisinya terus dipantau. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polda NTB. ‘’Sekarang, infonya ada ibuibu naik bawa anak-anak ke sana. Kita koordinasi dengan Polda dan Polres. Karena ini tidak bisa satu, dua hari selesai,’’ katanya. Sebelumnya, kata Madani petugas sudah melakukan upaya preventif. Petugas juga membantu masyarakat membawa barang-barang mereka yang melakukan perladangan liar di sana untuk turun dari kawasan hutan Pesugulan. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan masyarakat yang melakukan perladangan liar di sana. Jumlah lahan yang dirambah masyarakat sekitar 150 hektar. Jika dikalikan 1.500 bibit pohon untuk satu hektare. Maka dibutuhkan bibit sebanyak 225 ribu bibit pohon untuk mengembalikan kondisi hutan Pesugulan. (nas)
Insan Bank NTB Syariah Bershalawat dan Zikir Dari Hal. 1 Pada 4 September 2018 lalu, Bank NTB resmi konversi dari konvensional ke syariah penuh sesuai izin konversi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara sistem, konversi penuh dilakukan pada 24 September 2018. Konversi ini di dukung oleh seluruh pihak. Eksekutif dan legislatif, OJK, Bank Indonesia, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Bank NTB ad-
alah satu-satunya BPD di Indonesia yang melakukan konversi di Indonesia atas kesadaran penuh masyarakat NTB. Memasuki satu tahun konversi, seperti yang dikemukakan Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo, kinerja bank ditutup dengan aset Rp9,2 trliun, pembiayan tumbuh sekitar 9,8 persen. Tahun 2018 pembiayaan BPD ini Rp4,8 triliun, naik menjadi Rp5,3 triliun pada September 2019. Deposi-
to berupa tabungan, deposito dan giro juga mengalami pertumbuhan dan diyakini dapat mencapai target yang dicanangkan dalam RPP. ‘’Alhamdulillah, setahun kita menutup kinerja cukup bagus. Inilah ungkapan rasa syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa,’’ kata H. Kukuh mengucap rasa syukurnya. Hampir 500-an insan Bank NTB Syariah berkumpul dan berdoa bersama. Dengan harapan, ke depan, perjalanan bank
akan lebih baik dan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat NTB. Setahun konversi, Bank NTB Syariah dibawah pimpinan H. Kukuh Raharjo bergerak lebih cepat. Sejumlah terobosan dilakukan untuk pengembangan bisnis bank. H. Kukuh Rahardjo pada RUPS Luar Biasa Agustus 2018 lalu oleh pemilik saham sepakat mengangkatnya menakhodai Bank NTB Syariah. Dianggap paling unggul dari beberapa
calon lainnya yang diusulkan. H. Kukuh Raharjo lahir 24 November 1968 lulusan S1 UPN Veteran Yogyakarta, Fakultas Pertanian, tahun 1991 dan S2 IPB Bogor, Program Profesi Pengembangan UMKM tahun 2004. Berkarir di BNI sejak 1992 - 2011, BNI Syariah 2011 - 2017, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Bisnis. Dari tangan dinginnya, kinerja Bank NTB Syariah semakin menunjukkan trend yang cukup positif. (bul/*)
Pemprov Rem Belanja Dari Hal. 1 ‘’Jadi, target kita adalah di triwulan IV mengupayakan ada Silpa yang cukup untuk dapat menutup sejumlah kewajiban kita ke kabupate/kota,’’ kata Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si dikonfirmasi usai rapat pimpinan (Rapim) di Kantor Gubernur, Senin (7/10) siang. Ia menjelaskan alasan diremnya belanja pada triwulan IV. Karena sejak APBD Perubahan 2019 sudah ada warning berkaitan dengan kewajiban Pemprov NTB kepada kabupaten/kota yang berpotensi kurang salur dan harus menjadi perhatian. Supaya, kewajiban Pemprov NTB ke kabupaten/kota jangan bertambah banyak yang kurang salur. ‘’Tapi ini jalan keluarnya sudah. Yaitu dengan berupaya melampaui pendapatan dan penghematan. Penghematan misalnya, perjalanan dinas 10 kali, dikurangi menjadi dua kali,’’ kata Kepala Bappenda NTB ini. Pada triwulan IV ini, kata Iswandi diharapkan banyak penghematan belanja yang dilakukan. Supaya Silpa APBD 2019 menjadi besar. Dari sisi pendapatan, kata Iswandi progresnya meningkat dibandingkan tahun lalu. Sekarang, realisasi pendapatan sudah mencapai 72 persen. Sementara tahun lalu, pada bulan yang sama realisasinya 66 persen. “Pendapatan, kinerjanya membaik,” ucapnya. Iswandi meminta seluruh OPD yang mengelola DAK Fisik agar melakukan monitoring dan evaluasi kepada kontraktor. Kontraktor didesak segera menyelesaikan pekerjaannya.
Pasalnya, pencairan DAK Fisik dari pemerintah pusat saat ini menggunakan pola reimburse. Artinya, Pemprov harus menalangi dulu pembayaran pekerjaan DAK Fisik sebelum dibayar oleh pemerintah pusat. “Semua OPD yang mempunyai DAK harus mempercepat laporan dan monitoring pelaksanaan kegiatan di lapangan,” katanya. Jangan sampai, kata Iswandi per 31 Desember baru diganti dana talangan yang digunakan untuk membayar proyek DAK Fisik. Karena Pemprov membutuhkan banyak uang untuk membayar tagihan belanja yang lain. Sampai 30 September 2019, pemerintah pusat sudah mencairkan DAK Fisik untuk Pemprov NTB sebesar 22,33 persen atau Rp102,03 miliar dari pagu Rp457,02 miliar. Namun, Iswandi mengatakan dana yang dikeluarkan dari APBD NTB untuk pembayaran proyek DAK Fisik sudah mencapai Rp170 miliar. Artinya, kata Iswandi, Pemprov mendelay pembayaran kegiatan lain yang dananya bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya untuk menutupi sejumlah belanja DAK Fisik. Untuk itu, Pemprov mendesak semua kontraktor yang mengerjakan proyek DAK Fisik harus cepat bekerja. “Supaya cepat kita mengajukan proses pencairan (ke pemerintah pusat). Penekanan kepada OPD pengelola DAK, bagaimana supaya rekanan yang bekerja benar-benar punya modal yang cukup. Supaya jangan dia minta talangan. Kita minta OPD memonitor, mengawasi, di lapangan untuk dia mempercepat pengerjaan.
Jangan menunggu sampai akhir tahun,” tegasnya. Paket proyek DAK Fisik untuk Pemprov NTB tahun 2019 tersebar di sejumlah OPD. Antara lain belanja modal peralatan dan mesin alat kedokteran/kesehatan di RSUP NTB dengan pagu Rp2,5 miliar lebih dan belanja modal peralatan dan mesin-alat kedokteran/kesehatan Rp10,6 miliar. Kemudian di Dinas Kesehatan, yakni pengadaan bangunan gedung Kantor Bidang SDK dengan pagu Rp1,9 miliar lebih dan Pengadaan PMT Ibu Hamil KEK (DAK penugasan) dengan pagu Rp7,1 miliar. Kemudian belanja pengadaan alat laboratorium IPA lainnya di Dinas Dikbud dengan pagu Rp10,3 miliar lebih. Dan pembangunan jalan setapak/ jalur sepeda desa wisata Sembalun Lombok Timur dengan pagu Rp400 juta. Kemudian Dinas Kelautan dan Perikanan empat paket proyek. Yakni Tambat perahu di Pulau-Pulau Kecil Kawasan Sumbawa-Sumbawa Barat senilai Rp815 juta, Turap PPI Sape Rp400 juta, Pembangunan Talud PP Labuhan Lombok Rp400 juta dan perlengkapan pengawas dengan pagu Rp1,1 miliar. Selanjutnya paket proyek DAK Fisik Dinas PUPR NTB, yakni Rehabilitasi jaringan irigasi Kalimantong I Rp3 miliar, Pembangunan jalan Huu - Parado Rp19,1 miliar lebih, Pembangunan jalan Bajo-Sampungu Rp13 miliar, pembangunan jalan Kiwu-Sampungu Rp13 miliar lebih, Pembangunan/peningkatan jalan Tumpang Sari (Mat-
aram), Jalan Soekarno Hatta Gerung Rp9 miliar. Kemudian pengawasan teknis peningkatan jalan Pulau Sumbawa II Rp300 juta, rehabilitasi saluran irigasi DI Santong Rp7,1 miliar, rehabilitasi saluran irigasi DI Belanting Rp3 miliar lebih, rehabilitasi saluran irigasi DI Rutus Rp4,8 miliar lebih, rehabilitasi saluran irigasi DI Maronggek Kompleks Rp5,6 miliar lebih. Kemudian pengawasan teknis peningkatan jalan Pulau Sumbawa III dengan pagu Rp300 juta, Pengawasan teknis peningkatan jalan Pulau Sumbawa I dengan pagu Rp500 juta, Pengawasan teknis peningkatan jalan Pulau Lombok dengan pagu Rp300 juta, Jasa Konsultansi pengawasan rehabilitasi saluran irigasi DI Santong dengan pagu Rp270 juta, Jasa Konsultansi pengawasan rehabilitasi saluran irigasi DI Belanting dengan pagu Rp150 juta, Jasa Konsultansi pengawasan rehabilitasi saluran irigasi DI Rutus Rp200 juta dan Jasa Konsultansi pengawasan rehabilitasi saluran irigasi DI Maronggek Kompleks dengan pagu Rp220 juta. Kemudian Dinas Pariwisata, yakni penataan lansekap Sarae Nduha Desa Doropeti Kecamatan Pekat Dompu Rp2 miliar, Pembangunan hiker’s shelter Desa Sembalun Rp1 miliar. RSJ Mutiara Sukma satu paket, yakni renovasi gedung instalasi rawat jalan/poliklinik dewasa dan anak Rp8,6 miliar. Total alokasi DAK Fisik untuk Pemprov dan 10 Pemda kabupaten/kota di NTB pada 2019 sebesar Rp2,56 triliun lebih. Dengan rincian, Pemprov NTB Rp457,02
miliar, Lombok Barat Rp321,35 miliar, Lombok Tengah Rp224,23 miliar, Lombok Timur Rp294,16 miliar. Selanjutnya, Bima Rp225,94 miliar, Sumbawa Rp274,83 miliar, Dompu Rp194,82 miliar, Sumbawa Barat Rp143,57 miliar, Lombok Utara Rp260,19 miliar, Kota Mataram Rp97,65 miliar dan Kota Bima Rp71,51 miliar. Penyaluran DAK Fisik tahap I dari Kemenkeu sebesar 25 persen, paling cepat bulan Februari dan paling lambat bulan Agustus. Untuk tahap II sebesar 45 persen, paling cepat bulan April dan paling lambat bulan Oktober. Dan tahap III paling cepat bulan September dan paling lambat bulan Desember sebesar selisih antara jumlah dana yang telah disalurkan sampai dengan tahap II dengan nilai rencana kebutuhan untuk penyelesaian kegiatan. Persyaratan yang harus dipenuhi Pemda agar DAK Fisik tahap I dapat dicairkan dari Kemenkeu adalah Perda APBD tahun berjalan. Kemudian laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan DAK Fisik 2018 yang telah direview Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau inspektorat. Selain itu, harus ada rencana kegiatan yang telah disetujui oleh kementerian/lembaga terkait. Serta daftar kontrak kegiatan. Sedangkan untuk pencairan DAK Fisik tahap II, Pemda harus menyampaikan laporan realisasi dana yang menunjukkan paling sedikit 75 persen dari dana yang telah diterima di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dan capaian output kegiatan DAK Fisik Tahap I yang telah direview APIP. (nas)
Pemprov Perbaiki Perangkat Antikorupsi Dari Hal. 1 Selain itu, di sektor lain seperti Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) dan perizinan yang berbasis online, termasuk pajak online, sistem pengaduan secara online, juga whistle blower system. ‘’Perangakat perangkat anti korupsi yang sudah berjalan dan sedang kita tingkatkan perbaiki yang belum optimal,’’ kata Ibnu Salim kepada Suara NTB, Senin (7/10). Ia bersyukur, upaya pendampingan untuk penerapan Zona Integritas (ZI) diikuti dengan kepatuhan tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang ditetapkan sebagai percontohan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan
Melayani (WBBM). Zona itu dibagi- bagi dan dilakukan pendampingan oleh masing-masing Inspektur Bantuan (Irban). ‘’Alhamdulillah memang sudah bagus dan harus dipertahankan. Sistem pelayanan kita harus terus diperbaiki. Seperti rumah sakit kita sudah bagus. Kalau ada yang masih kurang senyum, kita dorong perbaiki lagi. Termasuk sektor pelayanan publik lainnya. Tutup peluang atau celah percaloan, pungli, karena ini yang jadi penilaian KPK,’’ ujarnya. Ini juga berlaku pada semua OPD yang sedang dilakukan penilaian, seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Dinas Perhubungan, Unit Layanan Pengadaan (ULP), Dinas Kesehatan, termasuk Rumah Sakit
Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma dan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda). Inspektur berharap rekomendasi perbaikan dalam catatan SPI KPK tahun 2018 jadi rujukan OPD untuk optimalisasi. Apalagi penilaian ini dilakukan secara ketat, melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB atas rekomendasi KPK dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Jadi itu cara mereka memetakan dan mengetahui presepsi korupsi masyarakat terhadap pemerintah daerah itu seperti apa. Semua dilakukan dengan insidentil, tidak ada pra kondisi. Alhamdulillah, untuk tingkat provinsi, kita di NTB urutan ke enam, untuk tingkat kementerian lembaga, kita urutan ke
tujuh dengan nilai 73,’’ ujarnya. Mengenai penilaian SPI KPK tahun 2019, ia optimis akan terus meningkat, seiring dengan perbaikan layanan di pemerintahan. ‘’Saya kira realistis kalau poinnya naik menjadi 80 persen bisa kita capai,’’ ujarnya. Sementara Inspektur Bantuan Khusus (Irbansus) Inspektorat NTB, Drs. Samsuddar, M.Ak menjelaskan, penilaian SPI tahun 2019 sedang berlangsung di NTB. Prosesnya benar-benar berjalan independen tanpa melibatkan pihaknya. Penentuan OPD yang jadi objek penilaian pun ditentukan oleh KPK dan ditindaklanjuti oleh survei BPS. Sementara, untuk instrument penilaian, menggunakan responden internal dan eksternal, dengan bobot penilaian in-
ternal 85,45 persen dan eksternal 72,31 persen. ‘’Dan Alhamdulillah, kita pada posisi 73,13 persen,’’ ujarnya. Dijelaskan, penilaian internal berkaitan dengan budaya organisasi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), sistem antikorupsi hingga pengelolaan anggaran. ‘’Itu yang ditanya kepada pegawai. Termasuk bagaimana transpransi dan sistem antikorupsi,’’ jelasnya. Komentar-komentar dari internal memberikan nilai yang bagus sesuai dengan kondisi riil pengelolaan pemerintahan di NTB, karena sudah diawali dengan penguatan integritas. Sementara penilaian eksternal diakuinya masih ada catatancatatan. Sehingga pihaknya terus mendorong optimalisasi. (ars/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Selasa, 8 Oktober 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Ucapan Syukur dan Terimakasih H. Rachmat Hidayat, SH
SELURUH anggota DPR, DPD dan MPR hasil Pemilu 2019, telah dilantik dalam Sidang Paripurna Pengambilan Sumpah di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, pada Selasa 1 Oktober 2019 yang lalu. Acara pelantikan 575 ang-
gota DPR itu dihadiri Presiden Ir. H.Joko Widodo dan pejabat tinggi negara. Dari 575 anggota DPR, DPD dan MPR hasil Pemilu yang dilantik, salah seorang diantaranya adalah H.Rachmat Hidayat, SH. H.Rachmat adalah legislator dan politikus senior PDIP di NTB. H.Rachmat ad-
alah Ketua DPD PDIP NTB (2011-sampai sekarang). Sejak 1986, suami dari Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra.Hj.Putu Selly Andayani, M.Si ini, sudah mengabdi menjadi legislator. Politisi gaek kelahiran Rumbuk, Lombok Timur tahun 1952 ini, menjadi AnggotaDPRDKabupatenLombok Timur (1986-1994) dan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB (1999-2009). Pada masa kerja 20092014, H. Rachmat memulai kiprahnya di Senayan, sebagai wakil rakyat NTB di DPR RI. Duduk di Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral. Pada Pemilu berikutnya, di periode 2014-2019, H. Rachmat bertugas di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Kini pada Pemilu tahun 2019, politisi yang dikenal vocal itu kembali terpilih mewakili masyarakat NTB dari
Dapil NTB 2. ‘’Rasa syukur kepada Allah SAW, Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terimakasih saya sampaikan kepada masyarakat NTB. Kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, khususnya yang di Pulau Lombok yang kembali memberi kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai wakil mereka di DPR RI,’’ ujarnya kepada Suara NTB, Senin (7/10) kemarin. Pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia, khususnya NTB sudah berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Menurut Rachmat ini, tidak lepas dari peran maksimal aparat keamanan yaitu Polri dan TNI serta aparat terkait lainnya. ‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolda NTB serta jajarannya hingga tingkat desa. Ucapan terimaksih juga saya sampaikan kepada Bapak Danrem beserta jajarannya hingga di tingkat
desa dan jajaran Forkopimda. Peran besar aparat keamanan, menjadikan pelaksanaan Pemilu berjalan aman, tertib dan lancar,’’ puji Rachmat. Ucapan terimakasih juga disampaikan Rachmat kepada penyelenggara Pemilu di NTB, mulai dari KPU, Bawaslu hingga penyelenggaran Pemilu pada tingkat desa. ‘’Peran penyelenggaranPemilu sangat penting dan berat. Penyelenggaraan Pemilu di NTB dari tingkat provinsi hingga paling bawah (desa), sudah berjalan dengan baik,’’ katanya. ''Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada para cendekiawan, akademisi. Juga kepada para wartawan baik media
cetak, elektonik dan online. Tidak lupa juga ucapan terimakasih kepada para buruh, nelayan dan seeluruh rakyat hingga yang tinggal di lereng-lereng gunung.'' Pujian dan ucapan terimaksih secara khusus disampaikan Rachmat Hidayat kepada seluruh jajaran PDI PERJUANGAN NTB. ‘’Terimakasih yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya
kepada seluruh jajaran PDI PERJUANGAN NTB yang telah bekerja keras dan maksimal dalam Pemilu 2019. Terimaksih yang tak terhingga kepada PDI PERJUANGAN, mulai dari tingkat DPD, DPC ranting, anak ranting. Semoga kerja keras dan pengorbanannya untuk partai, mendapat imbalan setimpal dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa,’’ ujar Rachmat. (*)
H.Rachmat Hidayat, SH bersama Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, Dr.Effendi M.S. Simbolon. H.Rachmat Hidayat, SH foto bersama dengan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI usai pelantikan, Selasa (1/10) yang lalu. (Suara NTB/ist)
MTQ XXVIII di Lobar
Panggung bagi Siswa Kreatif Giri Menang (Suara NTB) – MTQ tingkat provinsi yang dilaksanakan di Lombok Barat (Lobar) tahun ini bisa dikatakan panggung bagi semua kalangan. Bazar, Pameran, Pagelaran Seni sampai Pedagang Kaki Lima (PKL) turut meramaikan event dua tahunan ini. Tak terkecuali siswa-siswa kreatif dari berbagai sekolah di Lobar juga turut mengambil andil mendukung dan menyuguhkan pementasan yang koreografis dan memukau. Dari malam ta’aruf, lalu saat pawai ta’aruf hingga ke malam pembukaan MTQ XXVIII Tingkat Provinsi NTB terlihat banyak sekali perwakilan dari sekolah-sekolah se-Lobar mengutus para muridnya untuk turun menyemarakkan acara MTQ ke28 ini, dari grup drumband, grup kasidah hingga kelompok tari. Salah satunya yang menyita per-
hatian adalah penampilan tari Rudat Tradisional Lombok yang dipertunjukkan oleh siswa-siswa dari MTS Negeri 1 Lobar. Berhasil tampil memukau di malam pembukaan MTQ XXVIII di arena utama lapangan kantor bupati. Pimpinan MTSN 1 Lobar, Niqmatul Islami yang ditemui seusai tampil mengakui kalau murid-muridnya sudah bersiapsiap dari sebelumnya untuk tampil di malam pembukaan, diakuinya tari Rudat Tradisional besutannya juga diundang tampil saat MTQ Nasional ke-26 di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Mataram, tiga tahun lalu. “Ekskul ini aktif dari sejak 2015 dan beranggotan siswa dari kelas 7 dan 8,” ungkap kepala MTSN 1 Lobar yang sebelumnya bernama MTSN Model Kuripan ini. “Alhamdulillah
(Suara NTB/her)
PANGGUNG ANAK - MTQ di Lobar menjadi panggung anak-anak kreatif, salah satunya penampilan anak-anak SMP dan MTS ini. kami sudah tampil di banyak acara, termasuk di MTQ Nasional kemarin (2016). Dan tentunya merupakan suatu kebanggaan sakarang bisa ikut tampil di acara MTQ ini,” tambah Islami. Selain tari Rudat
Tradisional MTSN 1 Lobar yang menjadi penampilan pembuka di malam pembukaan, ada juga penampilan tari Selubung Illahi dari SMPN 2 Labuapi dan paduan suara dari SMPN 3 Labuapi. (her)