Skip to main content

Edisi Senin 7 Oktober 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 7 OKTOBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 173 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dirjen PSLB3 Kementerian LHK Sedih

Sampah Berserakan di Kawasan Wisata Senggigi

(Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rossa Vivien Ratnawati mengaku sedih melihat sampah yang masih berserakan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat (Lobar). Hal itu disampaikan Rossa saat peluncuran gerakan nasional pilah sampah dari rumah di Monumen Bumi Gora Taman Udayana Kota Mataram, Minggu (6/10) pagi.

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Jumlah dana desa (DD) untuk NTB tahun 2020 menda1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 tang naik menjadi Rp1,23 triliun. Tahun 2019, DD untuk 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 delapan kabupaten di NTB sebesar Rp1,18 triliun. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 an Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Duk1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 capil) NTB, Dr. H. Ashari, SH, MH yang dikonfirmasi Suara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 NTB, Minggu (6/10) siang membenarkan peroleh DD untuk 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 NTB tahun 2020 meningkat dibandingkan tahun 2019. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123

PELUNCURAN - Peluncuran gerakan nasional pilah sampah dari rumah di Kota Mataram oleh Dirjen PSLB3 Kementerian LHK, Rossa Vivien Ratnawati dan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Minggu (6/10).

Sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, Rossa menginap di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi. Ia melihat sampah masih dibuang sembarangan di daerah destinasi wisata domestik dan internasional tersebut. ‘’Saya sedih, kemarin saya menginap di Senggigi. Di lapangan (kawasan Senggigi) itu, (sampah) botol plastiknya, aduh, masih banyak. Ibu Wagub, Pak Kadis LHK Provinsi, tolong diajak Lombok Barat. Ayo kita bersih-bersih,’’

ujar Rossa pada peluncuran gerakan pilah sampah dari rumah di Mataram, Minggu (6/10). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmudin Tura, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Bersambung ke hal 11

DD untuk NTB Naik Jadi Rp1,23 Triliun

PEMULANGAN Suasana pemulangan warga NTB dari Papua.

(Suara NTB/disosntb)

TO K O H Jangan Mudah Terprovokasi

62 Warga NTB Telah Dipulangkan dari Papua Mataram (Suara NTB) Sebanyak 62 orang warga NTB yang menjadi pengungsi akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah dipulangkan dari Papua. Sebanyak delapan orang warga NTB yang berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah, dipulangkan

(Suara NTB/ist)

KO M E N TTAA R BNPB Transfer Rp466 Miliar PEMERINTAH pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menambah dana rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB. Nilai transfer mencapai Rp466 miliar, untuk kabupaten dan kota yang sudah menyelesaikan data anomali rumah rusak akibat gempa. Daerah yang akan mendapat dana transfer tambahan itu, adalah Kota Mataram Rp32.060.000.000, Sumbawa Besar dengan nilai Rp18.850.000.000, Bersambung ke hal 11

H. Ahsanul Ahsanul Khalik Khalik H.

Jumat (4/10). Kemudian, pada Sabtu (5/ 10) malam, sebanyak empat orang warga NTB asal Sumbawa, juga telah sampai di Bandara Internasional Lombok (BIL) dan langsung diterima pihak keluarga. Selanjutnya, Minggu (6/10) pagi, sebanyak 50 warga NTB asal Kabu-

paten Bima sudah tiba di Bandara Sultan Salahudin Bima pukul 07.45 Wita. Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah menjelaskan sudah tiga kloter pemulangan warga NTB dari Papua. Setelah kloter pertama sebanyak delapan warga NTB tiba

Warga Bongkar Tenda Petugas di Hutan Pesugulan Mataram (Suara NTB) Konflik hutan lindung Pesugulan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan warga kembali memanas pascapenertiban. Situasi gaduh setelah warga memaksa masuk ke dalam kawasan PKTI Pesugulan, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur Jumat (4/10) dan berlanjut

Sabtu (5/10) lalu. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Jumat sekitar pukul 08.30 Wita, petugas sedang piket di kawasan hutan bekas perladangan liar warga itu. Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan massa sekitar 60 orang masuk ke dalam kawasan. Mereka dominan ibuibu dan sebagian anak-anak.

Kelompok masyarakat tersebut menerobos masuk kawasan hutan Pesugulan untuk mengambil barang dan sisa panen. Bersambung ke hal 11 BONGKAR - Warga yang didominasi para ibu saat membongkar paksa tenda pos penjaga kawasan hutan Pesugulan.

(Suara NTB/ist_tngr)

PEMPROV NTB mengharapkan semua permasalahan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dapat terselesaikan dengan baik. Dengan tetap mengedepankan semangat musyawarah dan kebersamaan. Masyarakat diminta jangan mudah terprovokasi kaitan dengan persoalan lahan yang ada di KEK Mandalika. Bersambung H.L. Gita Ariadi ke hal 11

Jumat (4/10) lalu, kloter kedua pemulangan warga NTB asal Sumbawa sebanyak 4 orang sudah tiba di Bandara Internasional Lombok, Sabtu (5/10) pukul 20.05 Wita. Empat warga tersebut diantar oleh Kabid Linjamsos Dinas Sosial NTB dan langsung diterima pihak keluarga.

Empat orang warga NTB asal Sumbawa yang dipulangkan dari Papua tersebut terdiri dari remaja dan anakanak. Mereka adalah Reka Novia Rengganis (29), Khairunisa Islami (13), Sofia (3) dan Adet Iriawan (25). Mereka dipulangkan ke NTB Bersambung ke hal 11

Aset Pemprov Wanprestasi Senilai Rp1,6 Triliun Mataram (Suara NTB) Aset Pemprov NTB senilai Rp1,6 triliun berupa lahan terungkap sedang bermasalah. Pemprov meminta kepada Kejaksaan Tinggi NTB melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk menangani penyelesaian aset tersebut. Diketahui luas aset yang didampingi Datun mencapai 65 hektar, salah satunya seluas 45 hektar di Gili Trawangan. Aset di sejumlah titik tersebut bermasalah akibat wanprestasi setelah dikelola pihak ketiga. Dijelaskan juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH,MH, pihak Pemprov NTB melalui bidang aset telah meminta legal opinion (LO) atau pendapat hukum kepada Datun. Hasilnya, perlu penanganan khusus melalui pendekatan non litigasi. Bersambung ke hal 11


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 PKL Masih Boleh Berjualan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 SELAMA proses 12345678901234567890123456789012 penataan trotoar di 12345678901234567890123456789012 Jalan Pejanggik, Mat12345678901234567890123456789012 aram, para Pedagang 12345678901234567890123456789012 Kaki Lima (PKL) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 masih bisa berjualan, 12345678901234567890123456789012 selama tidak meng12345678901234567890123456789012 ganggu proses pena12345678901234567890123456789012 taan tersebut. Lurah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Cakranegara Barat, I 12345678901234567890123456789012 Wayan Suwira men12345678901234567890123456789012 yampaikan, selama 12345678901234567890123456789012 proses pengerjaan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 rekonstruksi trotoar, 12345678901234567890123456789012 sampai saat ini belum 12345678901234567890123456789012 ada PKL yang dipin12345678901234567890123456789012 dah dari jalan Pejang12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 gik ke lokasi lain. Kare12345678901234567890123456789012 na selama ini, kelura12345678901234567890123456789012 han Cakranegara 12345678901234567890123456789012 Barat belum mengin12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 formasikan ke para 12345678901234567890123456789012 PKL untuk pemindahI Wayan Suwira 12345678901234567890123456789012 an tersebut. 12345678901234567890123456789012 “Iya memang sampai saat ini (proses pengerjaan 12345678901234567890123456789012 trotoar) kami belum infokan ke para PKL. Ini kan masih 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 semrawut, akan tetapi kita akan segera infokan agar 12345678901234567890123456789012 bisa ditata ulang akhir tahun ini,” katanya saat 12345678901234567890123456789012 dihubungi Suara NTB, Minggu (6/10). 12345678901234567890123456789012 Ke depan, para PKL di jalan Pejanggik Mataram 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 khususnya yang masuk di wilayah kelurahan 12345678901234567890123456789012 Cakranegara Barat ditargetkan bisa ditata akhir tahun 12345678901234567890123456789012 mendatang. Ia menilai, PKL di jalan Pejanggik terke12345678901234567890123456789012 san semrawut. “Kita sudah berencana melakukan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 koordinasi dengan Disdag (Dinas Perdanganan) Kota 12345678901234567890123456789012 Mataram agar tidak lagi berjualan di samping trotoar 12345678901234567890123456789012 (jalan Pejanggik) itu,” ungkap Suwira. 12345678901234567890123456789012 Namun, pada proses rekonstruksi trotoar ini, jelas 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Suwira, Pemkot Mataram telah berupaya dalam wak12345678901234567890123456789012 tu dekat ini, proses pengerjaannya harus selesai sam12345678901234567890123456789012 pai Desember 2019 nanti. “Jadi, PKL ini nantinya kita 12345678901234567890123456789012 wajibkan untuk pindah. Tapi kan kita sedang menung12345678901234567890123456789012 gu proses pengerjaan trotoar ini selesai dulu. Baru 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 nanti leading sector merapikan ini, dalam hal ini Dis12345678901234567890123456789012 dag Kota Mataram,” kata Suwira. 12345678901234567890123456789012 Dia berharap, selama proses pengerjaan rekon12345678901234567890123456789012 struksi trotoar di jalan Pejanggik ini, para PKL tidak 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mengganggu proses pengerjaan. “Selama tidak 12345678901234567890123456789012 mengganggu masih boleh berjualan. Kita harap 12345678901234567890123456789012 juga dengan kondisi yang semrawut ini, para PKL 12345678901234567890123456789012 kita bisa menyesuaikan diri di lapangan sampai 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 akhir 2019 ini,” kata dia. (viq) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Masih Ada ’’Mafia’’ 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 PEMBAHASAN RAPBD menjadi agenda rutin set12345678901234567890123456789012 iap tahun. Namun menurut anggota Banggar (Badan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Anggaran) DPRD Kota Mataram, IGB Hari Sudana 12345678901234567890123456789012 Putra, SE., yang menjadi masalah adalah upaya pen12345678901234567890123456789012 ingkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) jangan han12345678901234567890123456789012 ya teoritis belaka. Pasalnya, dewan sudah sering 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 menyarankan supaya eksekutif melakukan telaah ter12345678901234567890123456789012 hadap saran membentuk PD (perusahaan daerah) 12345678901234567890123456789012 pasar dan parkir. Sayangnya, saran saran dari dewan 12345678901234567890123456789012 justru banyak yang tidak dilaksanakan. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Padahal, lanjut Gus Arik, sapaan akrabnya, daerah 12345678901234567890123456789012 daerah yang telah membentuk PD pasar dan PD parkir, 12345678901234567890123456789012 mampu mendulang PAD dengan nilai yang signifi12345678901234567890123456789012 kan. “Kalau kita mengacu pada kota kota besar, pe12345678901234567890123456789012 merintah itu tidak boleh dikalahkan oleh hal hal ber12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 bau premanisme,” ujarnya dalam rapat banggar baru12345678901234567890123456789012 baru ini. Oleh karena itu, OPD yang mengelola PAD 12345678901234567890123456789012 harus didorong bagaimana melakukan inovasi agar 12345678901234567890123456789012 mampu mendongkrak PAD Kota Mataram. Banggar, 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 kata dia mendorong PAD Kota Mataram mencapai set12345678901234567890123456789012 engah triliun rupiah. “Bahkan Rp 1 triliun,” cetusnya. 12345678901234567890123456789012 PAD senilai stengah triliun rupiah atau bahkan Rp1 12345678901234567890123456789012 triliun bukan hal yang mustahil di Kota Mataram. Hal 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ini mengacu pada perkembangan Kota Mataram yang 12345678901234567890123456789012 begitu pesat. “Salah satu indikatornya, banyak PKL 12345678901234567890123456789012 yang belum dimaksimalkan,” ungkap politisi Partai 12345678901234567890123456789012 Demokrat ini. Bahkan, dia mensinyalir di salah satu 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 OPD lingkup Pemkot Mataram, masih ada ‘’mafia’’. 12345678901234567890123456789012 Anggota Dewan dari dapil Cakranegara ini men12345678901234567890123456789012 contohkan parkir di salah pusat perbelanjaan terna12345678901234567890123456789012 ma di Kota Mataram mampu meraup Rp2 juta sehari. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ‘’Tapi yang disetor ke kas daerah hanya Rp170 ribu. 12345678901234567890123456789012 Sisanya ke mana,’’ tanyanya. Demikian pula dengan 12345678901234567890123456789012 sektor pariwisata di Kota Mataram, menurut dia, masih 12345678901234567890123456789012 ada harapan. Hanya saja, Pemkot Mataram belum 12345678901234567890123456789012 serius mengelolanya. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ‘’Masyarakat Mataram 12345678901234567890123456789012 membeli ikan di Kebon Roek. 12345678901234567890123456789012 Tapi setiap week end, kita 12345678901234567890123456789012 mengajak keluarga makan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 ikan bakar di Nipah, 12345678901234567890123456789012 Lombok Utara,’’ sesalnya. 12345678901234567890123456789012 Seharusnya, potensi ini 12345678901234567890123456789012 dapat dikelola dengan 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 baik oleh Pemkot 12345678901234567890123456789012 Mataram dengan 12345678901234567890123456789012 melibatkan 12345678901234567890123456789012 masyarakat. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Wisata kuliner 12345678901234567890123456789012 dianggap 12345678901234567890123456789012 sebagai salah 12345678901234567890123456789012 satu turunan 12345678901234567890123456789012 sektor 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pariwisata 12345678901234567890123456789012 yang 12345678901234567890123456789012 cukup 12345678901234567890123456789012 men12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 janji12345678901234567890123456789012 kan. 12345678901234567890123456789012 (fit) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 IGB Hari Sudana Putra 12345678901234567890123456789012

SUARA MATARAM

Halaman 2

Musim Kemarau

Petani di Mataram Tak Kekurangan Air Mataram (Suara NTB) Hasil panen petani di kota Mataram per tahun capai 30 ribu ton. Hal itu dikarenakan, petani di Mataram tetap mananam padi. Musim kemarau yang dikeluhkan petani di beberapa daerah di Lombok agaknya tidak berdampak pada petani di kota Mataram. “Belum ada dampak kekeringan kepada petani. Petani kita ya aman-aman saja. kita kan punya program sumur irigasi dangkal,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli kepada Suara NTB, Minggu (6/10). Distan Kota Mataram sudah

mengantisipasi pasokan air bagi para petani di Mataram. Terlihat, dari realisasi hasil panen petani, sampai bulan ini belum didata. Akan tetapi, data harian hasil petani terus berjalan. “Sekitar 30 ribu ton target. Yang tercapai sampai saat ini, sekitar 60-70 persen. Kare-

na tidak ada hal yang signifikan yang dapat menghambat proses produksi,” imbuhnya. Untuk meningkatkan hasil produsi, Mutawalli menilai, petani di Mataram telah diberikan pelatihan teknologi untuk menambah jumlah hasil panen padi. Teknologi yang digunakan, mampu men-

Munasif pun, sampai saat ini tidak menggunakan mesin dalam produksi padi. Cara konvensional masih diterapkan Munasif. Seperti menanam padi, ia masih menggunkan sistem konvensional seperti menggaji para pekerja paruh hari. Selain pada saat menanam padi, saat panen pun Munasif masih menggunakan tenaga manusia dengan cara konvensional. “Ya masih dengan cara tradisional (konvensional), karena lebih makmur,” demikian kata dia. (viq)

Pemkot Berencana Beli Mesin Penghancur Sampah

(Suara NTB/viq)

(Suara NTB/dok)

ingkatkan hasi produksi. “Karena menggunakan alat untuk mesin pertanian. Upah nanam upah manen, kita bantu pakai mesin. Kasarnya seperti itu,” tandasnya. Salah satu petani asal Jempong Baru yang kerap disapa Munasif mengatakan, dari hasil panen tahun ini di area seluas 25 are, pihaknya mencapai 4 ton lebih. Ia selalu menanam padi walaupun musim kering melanda daerah di NTB. “Karena Mataram tidak kekurangan air, kami selalu tanam padi,” katanya.

(Suara NTB/cem)

HIDROPONIK - Warga di lingkungan Pejeruk Abian, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, memanfaatkan tembok gang sebagai tempat bercocok tanam. Teknologi hidroponik ini membantu memenuhi kebutuhan sayur - sayuran. Teknologi ini juga pada gilirannya dapat menekan laju inflasi akibat mahalnya harga cabai di pasaran.

STIE AMM Mataram Gelar Wisuda Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram menggelar wisuda pada Sabtu (6/10) di Hotel Lombok Raya, Mataram. Kegiatan tersebut merupakan Wisuda ke-13 Program Sarjana (S.1) dan Wisuda ke-46 Program Diploma Tiga (D.3). Sebanyak 260 orang diwisuda dalam kesempatan tersebut. Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., dalam pidatonya menyampaikan sebanyak 260 orang wisudawan terdiri dari Program S.1 Manajemen 113 Orang, Program S.1 Akuntansi 103 Orang, Program D.3 Keuangan dan Perbankan 14 Orang, dan Program D.3 Akuntansi 30 Orang. Dengan begitu sampai dengan saat ini STIE AMM Mataram telah menghasilkan alumni sebanyak 5.580 orang. Umar mengatakan, pihaknya telah melakukan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik, agar para peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri mereka untuk memiliki pengetahuan, serta keterampilan yang diperlukan bagi bangsa, negara, dan masyarakat NTB pada khususnya. Ia mengatakan, bahwa tiga dari Program Studi yang ada pada STIE AMM Mataram ber-Akreditasi/ Klasifikasi B. Saat ini sedang dipersiapkan untuk menjadi Akreditasi A. Upaya-upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan STIE AMM Mataram telah dilakukan melalui kegiatan antara lain meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan seperti mencukupkan koleksi perpustakaan, peningkatan kualitas tempat belajar praktikum. “Kami membangun lahan parkir empat lantai, di sisi lain juga terdapat penambahan jumlah tempat praktik usaha (inkubator bisnis), ruang untuk peningkatan soft skill mahasiswa dan ruang serba guna untuk kegiatan ilmiah lainnya seperti: seminar, workshop/lokakarya, diskusi, dan lain sebagainya,” jelasnya. Selain itu pihaknya menugasbelajarkan empat orang dosen pada program S3 (Doktor) di sejumlah perguruan tinggi ternama. STIE AMM juga meningkatkan ketersediaan sistem informasi yang digunakan dalam proses pembelajaran dan mengakses data dan informasi dalam bentuk bandwidth dengan rasio bandwidth per mahasiswa yang memadai, hardware, software, e-learning, dan on-line journal/library. Pengembangan sistem informasi untuk administrasi akademik dan non akademik yang mencakup hardware dan software. STIE AMM juga meningkatkan berbagai kerjasama untuk memajukan kualitas pendidikan, output dan outcome-nya. Kerja sama diawali dengan perguruan tinggi di Malaysia seperti Universiti Tun Abdul Razak (Unirazak) Kuala Lumpur, Malaysia. Kerjasama kedua dengan KUPTM (Kolej University Poly-Tech Mara) Kuala Lumpur juga masih dalam bentuk kesepakatan, yang rencananya akan ditingkatkan dalam bentuk MOU (Memo-

(Suara NTB/ron)

WISUDA - Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., saat mewisuda salah seorang wisudawan terbaik STIE AMM dalam kegiatan wisuda, Sabtu (6/10). randum Of Understanding). Dalam melatih dan mempersiapkan para lulusan untuk dapat mandiri dan membuka lapangan kerja, maka sejak tahun 2018 sampai dengan 2019, mahasiswa STIE AMM telah berhasil mendapatkan dana hibah oleh Ristekdikti melalui Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dengan nilai total dana hibah yang diterima sebesar Rp52 juta rupiah. Selain itu, demi mendukung kelancaran mahasiswa STIE AMM dalam menempuh pendidikannya, maka selama tahun 2019 telah diberikan bantuan kepada 28 orang mahasiswa penerima beasiswa. STIE AMM Mataram meningkatkan keterampilan calon lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Keterampilan yang dimaksud adalah yang tercakup di dalam kegiatan Ko-Korikuler yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa STIE AMM Mataram, melalui lembaga yang telah dibentuk yang terdiri dari Lembaga Pusat Karir (LPK) dan Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktifitas Nasional (P2KPN) terdiri dari 4 unit pusat kegiatan yaitu Unit Pusat Kewirausahaan, Unit Pusat Karir, Unit Tax Center bekerjasama dengan Kanwil Ditjen Pajak Nusa Tenggara, Unit English Speaking zone. Kepala Lembaga Layanana Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wiyalah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan memberikan motivasi kepada mereka. “Kalian telah masuk ke era revolusi industri 4.0. Kalian sudah melampaui Perguruan tinggi. Pasti tidak ada yang menganggur kalau kalian mencermati lingkungan,” ujarnya. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwansyah dalam sambutannya mengatakan, momentum wisuda merupakan momentum membahagiakan bagi STIE AMM, wisudawan, dan orang tua wisudawan. Wisuda sebagai tolok ukur keberhasilan lembaga dan wisudawan. “Jadikan tantangan sebagai peluang ke depan. NTB memiliki visi NTB Gemilang. NTB yang kita impikan NTB yang sejahtera lahir dan batin. Kita harus bersiap menghadapi berbagai peluang ke depan. Kami berpesan agar STIE AMM terus mencetak kader pembangunan,” harap Ridwansyah. (ron/*)

Mataram (Suara NTB) Pemerintah Kota Mataram terus melakukan upaya dalam mengurangi jumlah sampah. Salah satu rencananya yakni mendatangkan mesin penghancur sampah. Mesin tersebut rencananya akan ditempatkan di Kelurahan Bintaro. Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura mengatakan, rencana Pemkot mengadakan mesin tersebut akan dikaji terlebih dahulu. Nantinya, apakah mesin tersebut mampu mengurangi jumlah sampah dan tidak menambah polusi di Mataram. “Kemarin ada presentasi dari Komnas (komisi nasional) Sampah asal Mataram. Dia mempresentasikan bagaimana mengatasi jumlah sampah. Salah satu dengan menggunakan alat atau mesin incineration ini,” katanya, Minggu (6/ 10) saat dihubungi Suara NTB. Komnas sampah ini kata Mahmuddin, sudah dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya telah di bangun di tiga tempat yaitu di Kabupaten Sidoarjo, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Sebelumnya kita akan minta dokumen dan hasil laboratorium terutama terkait masalah asap yang dikeluarkan mesin ini. Katanya sih bukan lagi asap yang dikelurkan, akan tetapi

uap. Untuk menyakinkan (Pemkot dan masyarakat), minimal kita harus studi banding dulu. Untuk menyiapkan peralatan itu, minimal kita paham alurnya,” jelasnya. Dalam studi banding nanti kata Mahmuddin, akan menyiapkan dokumen dan datadata yang dibutuhkan untuk mengadakan mesin incineration tersebut. “Setelah itu baru kita akan lihat hasilnya. Kayak apa dulu hasilnya, baru akan bisa kita bangun di Mataram,” katanya. Dari hasil presentasi Komnas Sampah itu, kata Mahmuddin, mesin incineration ini bisa menghancurkan sampah sebanyak 7 ton per jam. Jika mesin beroperasi selama sepuluh jam per hari, maka, mesin incineration dapat mengurangi sampah sebanyak 70 ton per hari. “Kalau beroperasi 10 jam sehari, bisa sampai 70 ton per hari. Tapi kan, kita tak boleh bersasumsi dulu. Sampah yang akan dihancurkan mesin ini sampah yang sudah dipilah (residu),” katanya. Rencana pengadaan mesin incineration ini lanjut Mahmuddin, Pemkot Mataram belum membutuhkan anggaran dari APBD. Mahmuddin akan melihat apakah proyek pengadaan mesin ini efektif mengurangi sampah atau tidak di Mataram. “Jika hasilnya bagus, kita Pemkot harus bisa membeli mesin ini,” tandasnya. (viq)


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

Halaman 3

Jakarta, 03/10 (ANTARA) -

Presiden Joko Widodo menjelaskan pemerintah berfokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM) di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024. “Untuk persiapan imple-

(Antara/Bayu Prasetyo)

mentasi APBN tahun depan, 2020, ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Bahwa 2020 program tahun pertama pada periode pembangunan RPJMN 20202024 yang kita fokuskan kepada pembangunan sumber daya manusia secara

besar-besaran,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan Sidang Kabinet Paripurna bertopik “Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020” di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Menurut Jokowi, hal itu

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki ruangan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (3/10/2019).

Jakarta, 04/10 (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak bosan-bosannya mengingatkan berbagai pihak tentang visi misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan Indonesia sebagai perwujudan dari poros maritim dunia. Dalam melaksanakan visi tersebut, Menteri Susi juga menegaskan bahwa sumber daya alam kelautan dan perikanan nasional tidak boleh sampai dieksploitasi berlebihan. Namun, lanjutnya, anugerah dari Tuhan kepada bangsa Indonesia itu harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai amanah konstitusi. Perjuangan untuk mengendalikan eksploitasi sumber daya laut tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi Menteri Susi juga berupaya membuka mata dunia internasional. Ketika memberi kuliah umum di New York University, Senin (23/9), Susi menyatakan bahwa penangkapan ikan secara ilegal harus dijadikan sebagai kejahatan lintas negara yang terorganisir karena melibatkan banyak kewarganegaraan. Indonesia, ujar dia, terus berupaya menggalang dukungan negara-negara lain untuk membentuk

komunitas yang menyetujui menjadikan kejahatan perikanan ini sebagai transnational organized crime. Ia mengatakan kapal yang ditangkap umumnya memiliki anak buah kapal (ABK) atau kru dari berbagai negara. Ada yang dari Indonesia, Peru, Myanmar, dan lainnya. Menurut dia, kebanyakan kapal pelaku penangkapan ikan ilegal itu beroperasi secara global, di mana mereka tidak hanya menangkap ikan di satu negara, tetapi juga di berbagai negara. Oleh karena itu, ujar dia, menggalang dukungan untuk menjadikan kejahatan perikanan sebagai transnational organized crime menjadi penting. Namun, Menteri Susi menyebutkan bahwa hingga saat ini baru sekitar 16 negara yang menyatakan dukungan. “Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lagi dukungan negara lainnya agar kebijakan pemberantasan transnational organized crime di industri perikanan dapat diperkuat,” katanya.

Mataram, 03/10 (ANTARA) Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat di provinsi itu untuk mempersiapkan diri dalam menyongsong kemajuan industri pariwasata seiring mulai meningkatnya kunjungan wisatawan pascaperistiwa gempa bumi yang terjadi pada 2018. “Ayo optimistis, kita songsong masa depan sambil terus menyiapkan diri untuk tidak

jadi penonton,” kata gubernur di Mataram, Kamis. Zulkieflimansyah mengatakan, pascadilanda gempa bumi pada 2018, pariwisata di NTB mulai pulih. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTB. Gubernur NTB merujuk data yang dihimpun Imigrasi Bandara Internasional Lombok (BIL), terlihat adanya peningkatan jumlah

(Antara foto/M N Kanwa)

Satgas 115 Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing dengan rincian empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam di Perairan Batam, Kepulauan Riau. Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Menteri Susi juga mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai delegasi RI untuk menghadiri High Level Panel for a Sustainable Ocea Economy di Sidang Umum PBB ke-74 di Markas Besar PBB, 23 September. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan bahwa saat ini, laut global tengah menghadapi berbagai tantangan seperti penangkapan ikan secara ilegal dan dampak perubahan iklim, padahal lau-

tan juga berpotensi sebagai sumber kesejahteraan dunia. “Bagi Indonesia, kita tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan laut kita bersama,” katanya. Ia mendorong seluruh negara berkoalisi, baik di tingkat regional maupun global dalam rangka mewujudkan laut yang lebih sehat dan produktif. Jusuf Kalla juga mengutarakan harapannya agar koalisi antarnegara yang terbentuk dapat melakukan kebijakan kongkret

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah (tengah).

wisatawan asal Australia yang sangat mengesankan. “Senang melihat laporan bahwa pariwisata kita Alhamdulillah sudah menggeliat on the right track,” katanya. Gubernur menyampaikan, pada bulan Agustus - September 2019, angka kunjungan wistawan ke NTB sudah bisa lebih tinggi dibandingkan dengan angka kunjungan pada bulan Agustus - September 2018. “Agustus September 2019 ini sdh lebih banyak dari Agustus September tahun 2018,” ungkapnya. Ia menambahkan, angka kujungan wisatawan yang paling melonjak tajam dari Australia, yang mencapai 425 persen. Dengan perbandingan angka kunjungan wisatawan Australia pada tahun 2018 (Januari - September) sebesar 2.633 orang, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 13.814 orang. “Wisatawan dari Australia bahkan melonjak sampai 425 persen,” ucap Bang Zul, sapaan akrabnya. Ia juga menjelaskan, bahwa persoalan memajukan industri pariwisata, tidak hanya semata

menata atau mendandani destinasi wisata saja. Namun persoalan yang lebih mendasar, yakni infrastruktur sebagai akses untuk menuju lokasi sangat penting untuk dibangun. Karena seindah apapun destinasi yang dimiliki kalau akses untuk menuju kesana susah, maka wisatawan enggan untuk mengunjunginya. “Ini menjelaskan bahwa masalah memajukan pariwisata itu bukan semata persoalan mendandani pantai dan gunung. Tapi akses dan kemudahan menuju lokasi sangat penting! Untuk tak menyebutkannya paling penting,” jelasnya. Salah satu contoh kongkretnya dengan adanya ‘direct flight’ dari Perth, Australia ke Lombok, telah membuat lonjakan angka kunjungan dari Australia ke NTB. Hanya dengan satu direct flight saja, sudah memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap industri pariwisata di NTB. Karena itu, ia membayangkan jika infrastruktur dan direct flight ke NTB terus ditingkatkan, maka akan begitu besar dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB. “Direct flight dari Perth Australia ke Lombok membuat lonjakan pariwisata dari Australia ke Lombok jadi luar biasa! Bayangkan kalau ada direct flight dari Melbourne dan Sydney ke Lombok akan lebih ramai lagi daerah kita ini,” ujarnya. Untuk itu, Bang Zul mengajak masyarakat NTB untuk tetap optimistis, dan mempersiapkan diri dalam menyongsong kemajuan industri pariwasata. “Tentunya, dengan peningkatan SDM generasi muda yang ada di NTB, agar tidak jadi penonton di daerah sendiri,” katanya.

KESDM Peduli bagi rumah tangga tidak mampu yang saat ini masih terus berjalan,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi. Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) merupakan terobosan pemerintah dalam menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita dan termasuk dalam daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), yang jumlahnya mencapai sekitar 2.000 desa di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2019, Rp328 miliar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi ini, yang meliputi pemasangan baru dan pengawasan program untuk pemasangan tahun-tahun sebelumnya. Anggaran untuk Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

tersebut mengambil porsi 6,4 persen dari seluruh anggaran Kementerian ESDM 2019 yang mencapai Rp5,15 triliun. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 50 persen porsi APBN Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat. Ditargetkan, pada akhir 2019 nanti akan terpasang 107.877 unit lampu tenaga surya hemat energi baru di 22 provinsi di Indonesia, di mana NTT dan Papua menjadi penerima terbanyak. Dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia, rasio elektrifikasi kedua provinsi tersebut adalah yang terendah, NTT masih 72 persen dan Papua 94 persen. Dengan tambahan pemasangan di tahun 2019, maka total dari 2017-2019 akan terpasang 360.429 unit lampu tenaga surya di seluruh Indonesia. Adapun rincian masing-masing provinsi penerima Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi tahun 2019 sebagai berikut: Sumatera Utara (2.740 unit);

Sumatera Barat (2.178); Jambi (4.606); Bengkulu (3.038); Lampung (4.272); Jawa Timur (1.367); Nusa Tenggara Barat (1.907); Nusa Tenggara Timur (20.934); Kalimantan Barat (4.492); Kalimantan Tengah (5.413), Kalimantan Selatan (3.136); Kalimantan Timur (3.618); Kalimantan Utara (4.553); Sulawesi Tengah (4.278); Sulawesi Selatan (3.136); Sulawesi Tenggara (4.618); Sulawesi Barat (3.930); Gorontalo (1.533); Maluku (4.639); Maluku Utara (6.100); Papua (13.320); dan Papua Barat (3.842). Paket lampu tenaga surya ini dibagikan kepada penerima manfaat yang berada di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau terdepan atau jauh dari jangkauan PLN.

Hak laut Tak hanya itu, ia juga menginginkan ada hak laut (ocean rights) bagi laut lepas karena jika 71 persen dari planet bumi adalah laut, 61 persennya merupakan laut lepas. Dalam kunjungannya ke

(ANTARA/Nur Imansyah)

Jakarta, 05/10 (ANTARA) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan bahwa kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua menjadi target prioritas Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) tahun 2019. Pemerintah sendiri, berdasarkan data yang dihimpun Antara di Jakarta, Sabtu, terus meningkatkan akses listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Kementerian ESDM mencatat hingga Juli 2019 rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,81 persen yang terdiri dari listrik PLN 94,97 persen, non-PLN 3,47 persen. dan sisanya dari lampu tenaga surya hemat energi 0,37 persen. “Kami akan terus menerangi Indonesia dari pinggiran, di mana daerah 3T yang sulit dijangkau aliran listrik PLN masih menjadi prioritas, di samping memberikan bantuan pasang baru gratis dari

untuk mewujudkan ekonomi kelautan yang berkelanjutan. Indonesia, ujar dia, juga menyampaikan berbagai prioritas Indonesia untuk mengelola laut secara berkelanjutan, antara lain berkomitmen untuk memberantas penangkapan ikan ilegal dan kejahatan perikanan terorganisir transnasional. Indonesia sebagai contoh Di dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

Foto udara kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/8/2019). Guna memperkuat sistem kelistrikan Lombok sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik, PLN wilayah NTB telah mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) diantaranya PLTS Sengkol, PLTS Selong dan PLTS Pringgabaya masing-masing berkapasitas 5 megawatt (MW).

dilakukan tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya telah berjalan. Presiden Jokowi mengarahkan agar reformasi pemerataan kualitas pendidikan menjadi fondasi dalam peningkatan kualitas SDM tersebut, serta program latihan kewirausahaan, “entrepreneurship’ yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disi-

nergikan. Selain itu terkait upayaupaya peningkatan investasi dan perdagangan, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah telah membahasnya pada beberapa pekan terakhir. Dia berharap dapat segera menuntaskan upayaupaya peningkatan investasi dan perdagangan antara lain seperti perbaikan perizinan, insentif, dan ketenagakerjaan.

mengapresiasi berbagai kebijakan dan kinerja yang ditunjukkan oleh sektor perikanan nasional, terutama saat kondisi ekonomi dunia masih alami ketidakpastian global. Menurut Luhut di Jakarta, Rabu (2/10), bahwa sektor perikanan merupakan salah satu penyumbang terbesar PDB nasional. “Potensi kelautan yang kita miliki sampai 1,2 triliun dolar per tahun, yang potensinya itu belum dieksploitasi secara maksimal,” katanya. Menko Luhut juga mengapresiasi berbagai program terkait sektor perikanan seperti Satu Juta Nelayan Berdaulat, digitalisasi dalam sektor perikanan, dan penindakan kapal penangkapan ikan secara ilegal. Penindakan tersebut, lanjutnya, diperlukan karena bangsa Indonesia harus tegas menegakkan ketentuan regulasi atau peraturan yang berlaku. Sinergi Tidak hanya di luar negeri, secara domestik, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak terkait dalam rangka mencegah intrusi atau masuknya kapal ikan asing yang berasal dari sejumlah negara tetangga. “Saya akan berkoordinasi dengan Kepala Staf TNI Angka-

tan Laut dan Kepala Bakamla untuk melakukan operasi pemantauan yang lebih intensif dan ketat di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 711 untuk mencegah intrusi kapal perikanan asing ilegal,” kata Menteri Susi di Jakarta, Senin. Sebagaimana diketahui, Menteri Susi yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas 115 menyebutkan pada September 2019, Satgas 115 melakukan analisis terhadap potensi intrusi kapal perikanan asing di WPP 711 yang berada di Laut Natuna Utara. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan data yang bersumber antara lain dari Automatic Identification System (AIS), Vessel Monitoring System (VMS), dan Citra Radar COSMO-Skymed dari Balai Riset dan Observasi Laut KKP. Berdasarkan data KKP, selama 2019 dari Januari hingga 12 September 2019, KKP telah berhasil menangkap 49 kapal ikan asing, yang terdiri dari 18 kapal Vietnam, 19 kapal Malaysia, 11 kapal Filipina, dan 1 kapal Panama. Dengan keberhasilan Indonesia dalam menangkap banyak kapal ikan asing, diharapkan hal tersebut juga bisa membuka mata berbagai pihak di mancanegara tentang bahayanya tindak kejahatan pencurian ikan.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

Pemdes Diingatkan Tak Resah Atas Riksus Inspektorat

Optimis Dominasi Juara

Dermaga Kayu Ketapang Raya

Dishub Janjikan Pembangunan Dermaga Rp2,5 Miliar Selong (Suara NTB) Aktivitas transportasi antar pulau dari Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ke sejumlah pulau sejauh ini masih menggunakan dermaga kayu. Melihat hal itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjanjikan akan membangunkan dermaga senilai Rp 2,5 miliar. “Sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi nanti,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lotim, Muhammad Zaini akhir pekan kemarin Disampaikan, DAK afirmasi ini sudah ditetapkan titiknya di Ketapang Raya. Hal ini melihat masyarakat Desa Ketapang Raya ini sangat membutuhkan dermaga permanen. Dilihat aktivitas nelayan dan transportasi antarpulau cukup ramai dari Desa Ketapang Raya. Karenanya, tidak saja dermaga labuh, para nelayan di Desa Ketapang Raya ini juga dinilai perlu mendapatkan bantuan perahu. Diakui selama dua tahun terakhir ini Kabupaten Lombok Timur mengalami dua kali kegagalan dalam mengeksekusi DAK pengadaan kapal perintis. Yakni DAK senilai Rp 900 juta untuk pengadaan dua unit kapal perintis tahun 2018 dan 2019. “Ini sangat memalukan Lotim,” ucap Zaini. Tidak diinginkan itu kembali terulang. Lotim rencana kembali akan memperoleh DAK pengadaan kapal perintis senilai Rp 1,5 milair. Disebut ada tiga unit kapal masingmasing senilai Rp 500 juta. Akan tetapi, mengingat adanya kapal yang mangkrak, Zaini mengaku tidak ingin gunakan anggaran negara secara mubazir. “Saya tidak mau memubazirkan anggaran negara,” papar mantan Kadis Pemuda dan Olahraga Lotim ini menegaskan. Rencana pengadaan tiga unit kapal ini akan coba diubah usulannya sesuai dengan keinginan nelayan. Kapal berbahan fiber ini bagi nelayan-nelayan di Lotim ini dinilai kurang tepat. Salah satu pertimbangannya operasional yang terlalu besar, sehingga Zaini mengusulkan perubahan dari dana Rp 1,5 miliar itu tidak untuk tiga kapal akan tetapi bisa menjadi 10 unit kapal kecil. “Satu kapal kan bisa dengan Rp 150 juta, tidak mahal dan dengan demikian akan lebih banyak nanti warga yang akan menerima manfaat,” ucapnya. Rencana perubahan usulan ini akan coba diajukan usulannya ke Bupati dan diteruskan ke Kementerian Perhubungan. Kepala Desa Ketapang Raya, Sayyid Zulkifli menyambut baik rencana Dishub yang akan memberikan dermaga dan kapal untuk para nelayan. Disebut, desa yang juga mulai mengembangkan objek wisata ini sangat membutuhkan dermaga tersebut. Disebut, dermaga itu nantinya akan menjadi dermaga raykat yang akan digunakan untuk tambat labuh kapal para perahur-perahu nelayan ke pulau-pulau kecil. Kehadiran dermaga ini dinilai akan sangat besar sekali manfaatnya. “Dwi fungsi dermaga ini nantinya bagi nelayan,” ungkapnya. Fungsi pertama sebagai tempat labuh nelayan sepulang menangkap ikan, dan kedua akan menjadi tempat menaikkan para wisatawan yang akan berkeliling perairan dan mengunjungi tempat-tempat wisata indah. Sejauh ini para nelayan ini masih menggunakan dermaga kayu yang terbuat dari bambu. Demaga ini, harapnya, bantuan senilai Rp 2,5 miliar ini bisa segera terwujud. Menurut Kades Ketapang Raya dua periode ini, pilihan tempat pembangunan dermaga di Ketapang Raya ini sangat tepat tidak ada gelombang. “Kita tidak seperti di Tanjung Luar, di Ketapang Raya ini tidak ada ombak besar,” demikian tuturnya. (rus)

(Suara NTB/rus)

DERMAGA KAYU - Kepala Dinas Perbubungan Muhammad Zaini dan Kepala Desa Ketapang Raya berdiri di dermaga kayu yang sehari-hari digunakan nelayan sebagai tempat labuh dan menaikkan para penumpang untuk transportasi antar pulau.

Selong (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengingatkan kepada pemerintah desa (pemdes) agar tidak resah atas pemeriksaan khusus (riksus) yang dilakukan oleh Inspektorat. Pasalnya, riksus yang dilakukan itu untuk mencegah kepala desa terjerat dalam kasus hukum.

(Suara NTB/yon)

PELAKSANAAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII tingkat Provinsi NTB yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sudah tiga hari berjalan. Terdapat 52 anggota kafilah yang dikirim oleh Pemkab Lotim dalam ajang ini dengan harapan mendominasi juara pada setiap cabang yang di lombakan. Sekda Lotim, H. Rohman Farly, Sabtu (5/10), menjelaskan jika dari awal pelaksanaan seleksi MTQ di tingkat kabupaten dilakukan cukup baik, sehingga diharapkan menjadi langkah (Suara NTB/ yon) awal yang baik baik dari segi H. Rohman Farly kemampuan maupun mental. Untuk itu, keharmonisan dan kerjasama di antara seluruh elemen menjadi penting, baik pelatih maupun ofisial. Dikatakan Sekda, MTQ merupakan salah satu sarana peningkatan SDM. Kafilah Lotim tidak saja menjadi duta daerah melainkan juga duta agama. Tugas yang diemban ini tidak sesederhana mengikuti dan memenangkan lomba. Kesuksesan bukan segalanya, namun penerapan nilai luhur Alquran dalam kehidupan sehari-sehari menjadi kunci utamanya, sehingga terbentuk insan pembangunan yang berkeadilan dan kesejahteraan. Kondisi ini ke depan akan melahirkan Lotim yang adil, sejahtera dan aman sebagai amanat RPJMD 2018-2013, bukan saja sebagai selogan namun terwujud secara nyata. Adapun 52 orang kafilah dari 8 cabang dan 25 golongan. (yon)

Halaman 4

Kepala Dinas PMD Lotim, Hj. Baiq Miftahul Wasly, mengaku sangat miris melihat adanya beberapa kades yang harus berhadapan dengan hukum sampai di penjara gara-gara penggunaan anggaran desa. Sehingga selaku pembinaan kepala desa, dirinya tidak ingin kepala desa yang lain mengalami hal yang Hj. Baiq Miftahul Wasly

sama. Atas dasar itulah secara rutin dilakukan pemeriksaan reguler bahkan pemeriksaan khusus yang dilakukan langsung oleh Inspektorat. “Jujur, saya pribadi sangat prihatin melihat saudara-saudara kita terjerat kasus hukum gara-gara pengelolaan anggaran desa,”

ujarnya, akhir pekan lalu. Maka dari itu, keberadaan Inspektorat yang turun ke desa-desa untuk melakukan pemeriksaan khusus merupakan niatan baik dari pemerintah daerah untuk membackup pemerintah desa supaya dana yang dikelola sesuatu peruntukannya. Pemeriksaan khusus yang dilakukan karena saat ini banyak masyarakat yang langsung melapor ke APH, sehingga desa-desa yang pengelolaan anggarannya dilakukan riksus yang dilaporkan oleh masyarakat ke APH. “Langkah ini untuk meng-

hindari atensi dari APH sementara pemerintah ada lembaga auditor internal,” jelasnya. Selain itu, pemerintah daerah juga sudah menjalin MoU bersama APH baik Kejaksaan maupun kepolisian. Sehingga setiap laporan yang masuk, APH tidak serta merta turun melakukan penyelidikan melainkan mendahulukan pemeriksaan internal oleh Inspektorat. Di mana dalam tahap riksus ini masih terdapat ruang pembinaan dan tidak semestinya laporan-laporan masyarakat masuk ke ranah hukum. (yon)

Tertunda Satu Tahun

Dinsos Lotim Kembali Cairkan Bantuan KPM PKH Selong (Suara NTB) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali melakukan pencairan dana bantuan terhadap Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Pencairan ini dilakukan setelah pencairan pada tahun sebelumnya tertunda. Kepada Suara NTB, Sabtu (6/10), Kepala Dinas Sosial Lotim, H. Ahmat, mengatakan, bagi KPM yang pencairannya tertunda sudah semestinya dana yang diterimanya digandakan antara pencairan tahun lalu dan tahun ini. Sementara untuk saat ini terdapat sekitar 1.500 keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) Lotim digraduasi atau mundur selaku penerima, karena merasa sudah mampu. Masyarakat yang graduasi ini kemudian digantikan oleh masyarakat yang katagori miskin layak mendapat bantuan tersebut. Maka betul-betul dalam basis data terpadu (BDT) itu masyarakat yang benar-benar miskin yang mendapat bantuan tersebut. Ditegaskan H. Ahmat, semakin banyak bantuan dari pemerintah pusat diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan. Bukan memperbanyak jumlah masyarakat miskin.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat yang perekonomiannya cukup baik agar secara bijak memundurkan diri di samping pendamping PKH benar-benar melakukan verifikasi, sehingga target 2023 angka kemiskinan di bawah angka 13 persen dari 14 persen saat ini. Pemkab Lotim melalui Dinas Sosial melakukan pengajuan perombakan data KPM PKH untuk menyesuaikan kembali KPM PKH tepat sasaran dan menghilangkan prinsip suka-suka yang dilakukan oleh kepala dusun maupun kepala desa. Sehingga data-data KPM sesuai dengan kriteria yang betul-betul miskin karena tujuan pemerintah dalam PKH ini untuk membantu masyarakat miskin dan mengatasi kemiskinan. Salah satunya dilihat dari penghasilan, tempat tinggal dan kriteria-kriteria lainnya. H. Ahmat menambahkan, perombakan data dapat dilakukan dan tidak mesti menunggu pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang di-update lima tahun sekali, sehingga tidak dapat dilakukan perbaikan data karena berasal dari data pusat. Alasanalasan ini menurutnya merupakan alasan klasik. Sementara dalam kurun waktu linma tahun itupun terjadi perubahan perekonomian masyarakat. (yon)

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN - Kepala Dinas Sosial Lotim, H. Ahmat saat menyerahkan bantuan PKH kepada KPM yang pencairannya tertunda selama satu tahun, Sabtu (6/10).

Demokrat Deklarasikan Najmul sebagai Bakal Calon Bupati Tanjung (Suara NTB) Partai Demokrat Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi mendeklarasikan Ketua DPC Demokrat Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., sebagai bakal calon bupati pada Pilkada 2020 mendatang. Dengan demikian, DPC Demokrat Lombok Utara tidak membuka pendaftaran bagi bakal calon lain dari non kader. Deklarasi untuk mengusung Najmul disampaikan Sekretaris DPC Demokrat Lombok Utara, H. Burhan M. Nur, SH., usai melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Partai Demokrat Kedua tahun 2019, di Tanjung, Sabtu (5/10). Selain mengusung Ketua DPC sebagai calon Bupati petahana, Demokrat KLU juga menghasilkan 6 poin kesepakatan Rakercab. Di antaranya, membangun komunikasi politik antar partai dalam rangka pembentukan koalisi untuk memenangkan Najmul Akhyar. Selanjutnya, melaksanakan konsolidasi internal, melalui pembentukan dan pengukuhan anak cabang, PAC, ranting dan anak ranting di seluruh kecamatan dan desa. Ke empat, Pembentukan organisasi sayap Partai Demokrat meliputi, Srikandi Demokrat Cabang Lombok Utara, Satgas Rajawali Lombok Utara, dan barisan massa Demokrat Lombok Utara. Memberikan pemahan politik kader melalui pelatihan baik yang dilakukan oleh DPC, DPD dan DPP maupun organisasi yang rel-

evan. Terlibat aktif dalam penanggulangan kemiskinan, peningkatan pemberdayaan Ekonomi melalui WUB, peningkatan produktivitas pertani dan pangan adalah dua poin kelima dan keenam. Terakhir, optimalisasi peran Partai Demokrat KLU untuk mengarahkan pokok-pokok pikiran (pokir) legislatif pada kegiatan masyarakat yang strategis. “Dalam rakercab ini, kami deklarasikan pak Ketua (DPC, Najmul Ahyar) secara resmi sebagai bakal calon bupati. Dengan itu, kami tidak membuka pendaftaran penjaringan bakal calon,” ujar Burhan. Wakil Ketua I DPRD KLU itu juga menegaskan, hasil kesepakatan rakercab yang memutuskan untuk mengusung Najmul Akhyar selanjutnya diproses sesuai mekanisme partai. DPC dalam hal ini akan menyampaikan ke DPD untuk diteruskan ke DPP, dengan harapan mendapat respons cepat dari DPP. Implikasi dari deklarasi itu, Burhan mengisyaratkan pihaknya di DPC akan menjalin komunikasi politik untuk membangun koalisi dengan partai lain. Demokrat tidak menutup pintu bagi partai manapun yang akan terlibat memenangkan Najmul untuk kedua kalinya. “Demokrat sudah memiliki 4 kursi, secara persyaratan kita tinggal membutuhkan 2 kursi lagi. Kami pastikan akan mengajak sebanyak-banyaknya partai lain untuk berkoalisi dengan Demokrat,” jelasnya.(ari)

(Suara NTB/ari)

PASANG- Anggota LLAJ KLU turun memasang rambu-rambu di jalur yang rawan rusak di ruas jalan Pusuk, Minggu (6/10).

Jalur Pusuk Terancam Amblas, Pemprov Diminta Tanggap Tanjung (Suara NTB) Jalan nasional di jalur hutan Pusuk, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terancam amblas. Musim hujan mendatang, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi karena di satu titik jalur, material talud bahu jalan terkikis akibat longsoran. Kondisi jalan di jalur Pusuk itu pun cukup ramai diperbincangkan di group-group WhatssApp dan Facebook, Minggu (6/ 10). Bahkan tidak sedikit pengguna WhatsApp mencantumkan kondisi jalur Pusuk pada status WA mereka. Di tataran pejabat dan politisi Lombok Utara sendiri, jalur Pusuk cukup ramai dikritisi. Pejabat OPD terkait lingkup Pemprov NTB dinilai lamban bersikap atas kondisi jalur yang setiap hari ramai dilalui masyarakat lintas kabupaten itu. “Bisa tidak, kita minta bantuan DPRD Provinsi yang dari KLU untuk menyuarakan hal ini. Saya sudah lelah sampaikan ini ke Kepala Bappeda Provinsi dan sudah minta teman-teman Dinas PU Kabupaten agar berkoordinasi dengan PU Provinsi. Kiranya pendekatan politis lebih mum-

puni,” kata Kepala Bappeda KLU, Heryanto, SP. Kepala Bappeda khawatir, jika kondisi jalan tersebut tidak segera ditangani oleh provinsi, maka jalur utama ini akan putus. Betapa tidak, pada ruas jalan yang berada di atas jurang itu sudah tidak mempunyai tanggul penahan bahu jalan. Bahu jalan sendiri terlihat menggantung karena material penahannya sudah terkikis akibat hujan sebelumnya. Heryanto bahkan berinisiatif untuk melakukan komunikasi dengan pejabat provinsi. Sayangnya, menurut tim perencanaan provinsi, anggaran untuk tahun ini tidak tersedia. Penanganan oleh provinsi yang memungkinkan untuk tahun ini hanya pemasangan rambu. Sedangkan penanganan fisik, baik drainase, guardrail, maupun talud penahan longsor akan dianggarkan tahun 2020 oleh PU sesuai hasil Musrenbang Provinsi tahun 2019. Tokoh masyarakat sekaligus Ketua DPC Nasdem Lombok Utara, Datu Rahdin Jayawangsa, ikut menyuarakan perbaikan bahkan pelebaran jalur jalan Pusuk seharusnya menjadi prioritas Pemprov

NTB. Sebab ruas jalur jalan Pusuk, satu-satunya jalur yang tidak berubah sejak peninggalan zaman Jepang. “Seharusnya itu sudah tanggung jawab mereka, daerah tidak wajib untuk bersurat (mengingatkan provinsi). Andaipun berusrat, (maka) bukan surat permohonan tapi surat protes tembusan ke pusat dan DPRD Provinsi,” tegasnya. Sementara itu, Asisten II Setda KLU, sekaligus Ketua Forum LLAJ KLU, Ir. H. Hermanto, menguatkan kondisi jalan jalur Pusuk perlu intervensi secepatnya. Selaku pejabat dengan tupoksi pengamanan jalan, maka dirinya langsung bertindak. Minggu pagi (kemarin), Hermanto bersama LLAJ Dishub turun ke lokasi untuk mengamankan ruas jalan yang terancam amblas. Tim LLAJ dan kepolisian langsung memasang Garis Polisi pada satu jalur sehingga ruas jalan di trik tersebut hanya bisa dilewati satu jalur saja. “Tindakan yang kita lakukan adalah turun ke lokasi untuk membuat rambu-rambu, dipasangi police line dan ruas jalan direkayasa menjadi satu jalur,” imbuh Hermanto. (ari)


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Terindikasi Telantarkan Lahan Bantu Pemda Lobar BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Lombok Barat tahun ini menyalurkan Rp 1,1 miliar lebih zakat yang dihimpun dari para ASN di Lobar. Zakat ini salurkan kepada penerima di 10 kecamatan dengan menyasar 600 lebih warga. Selain menyalurkan Zakat kepada warga miskin, Baznas juga membantu pemda menangani rumah kumuh. Sejauh ini baznas sudah membangun puluhan unit rumah kumuh dari dana zakat. Kepada wartawan Ketua Baznas Lobar, TGH. Mukhlis (Suara NTB/her) Ibrahim mengatakan, piTGH. Mukhlis Ibrahim haknya bergerak menyalurkan mulai tanggal 26 September lalu. Pihaknya menyisir warga mulai dari Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Lingsar, Narmada, Kediri dan Labuapi. Rencananya Senin (hari ini, red) penyaluran akan dilakukan di Kuripan, Gerung, Lembar dan Sekotong. “Jumlah dana yang kita salurkan mencapai Rp 1,1 miliar lebih, itu sasarannya kurang lebih 600 warga terdiri dari fakir miskin, mualaf,” jelasnya, akhir pekan kemarin. Untuk mualaf, masing-masing desa dua orang. Pihaknya juga menyasar, masjid, musala. Untuk masjid diberikan Rp5 juta dan musala Rp 2,5 juta. Kemudian, pihaknya menyasar TPQ dan beasiswa S1, S2 dan S3. Baznas juga kata dia menyasar warga sakit, artinya warga sakit yang butuh bantuan dana akan diberikan tanpa mengenal waktu. Kalau ada surat masuk dari warga, maka langsung diberikan karena mereka dalam kondisi emergency menyangkut keselamatan nyawa. Penyaluran dana ini, kata dia, sudah memasuki tahap II, selanjutnya tahap berikutnya pada bulan Desember. Selain menyalurkan dana, pihaknya juga membantu pemda membangun rumah kumuh. Pihaknya sudah membangun rumah kumuh di Lembar sebanyak 30 unit beserta jamban, selain lembar pihaknya juga membangun 25 unit rumah kumuh di kecamatan lain di antaranya Gerung, Kuripan, Kediri, Lingsar dan Narmada. Di mana per unit rumah kumuh dana bantuannya Rp 20 juta. Sebelumnya pihaknya bekerjasama dengan LAZ DASI, membangun dua unit rumah kumuh di Langko dan Sekotong 34 unit termasuk jambannya. Termasuk di Sesela dibangun 34 unit rumah kumuh dan jamban. Ia menyebut, total keseluruhan rumah kumuh yang sejauh ini sudah dibangun sebanyak 125 unit. (her)

Tangani Dampak Kekeringan

PDAM Praya Tambah 250 Tangki Air Bersih Praya (Suara NTB) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Praya telah menyiapkan sekitar 250 tangki air bersih tambahan, untuk membantu mengurangi dampak kekeringan yang masih berlangsung di daerah ini. Air bersih tersebut akan disalurkan secara bergiliran ke daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan, terutama ke bagian selatan. “Kita sudah ada kesepakatan kerjasama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Loteng untuk tambahan 250 tangki air bersih. Dengan kapasitas sekitar 1 juta liter air bersih,” terang Direktur Umum PDAM Praya, H. Nursahim, kepada Suara NTB, Sabtu (5/10). Air bersih sudah mulai disalurkan awal bulan ini dengan sasaran di 10 kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Loteng, kecuali Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara. Karena hanya dua kecamatan itu saja yang tidak terkena dampak kekeriangan. Selebihnya, kecamatan di Loteng mengalami kekeringan, meski tidak di semua desa. “Kalau untuk wilayah Loteng bagian selatan, bisa dikatakan hampir semua wilayahnya terkena dampak kekeriangan. Sehingga memang jadi fokus penanganan. Dan, semua bantuan air bersih tersebut gratis. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya. Cukup mengajukan permintaan kepada PDAM Praya atau melalui BPBD Loteng,’’ ujarnya. Selain air bersih bantuan, PDAM Praya juga tetap menyiapkan bantuan air bersih khususnya bagi pelanggan PDAM Praya yang tidak memperoleh layanan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Di mana para pelanggan nantinya akan dilayani dengan mobil tangki milik PDAM Praya. Nursahim menjelaskan, saat ini pihaknya bisa melakukan droping air bersih ke daerah-daerah sasaran bisa sampai empat sampai lima kali. Tergantung jarak tempuh daerah sasaran. Pihaknya pun mengerahkan semua armada yang dimiliki untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Disinggung kondisi debit air yang ada sekarang ini, Sahim mengaku dari waktu ke waktu terus menurun. Pun demikian, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat, pelanggaran PDAM Praya supaya bisa tetap menikmati layanan air bersih. Walaupun tidak seperti saat kondisi debit normal. (kir)

Tambang Liar di Sekotong Kembali Telan Korban Giri Menang (Suara NTB) Aktivitas pertambangan liar di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali menelan korban. Setelah sekitar awal 2018 lalu tujuh penambang liar menjadi korban, kembali satu penambang tewas di lokasi Piling Dusun Selodong Desa Buwun Mas. Penambang yang diketahui inisial I (22), warga Dusun Mulejati Desa Sekotong Tengah ini diduga meninggal akibat terjatuh dari ke dasar lubang sedalam 90 meter. Korban yang terjatuh saat menggali ini, diduga kehabisan oksigen saat di dasar lubang. L. Bambang, salah satu warga menerangkan, kejadian naas itu terjadi hari Sabtu (5/10) pukul 16.00 Wita. Berawal saat korban bersama tiga rekannya menggali pada posisi di pertengahan lubang. Lubang yang memiliki kedalaman 90 meter ini telah lama ditinggal oleh pemiliknya. Sesaat sebelum kejadian, korban terus melakukan penggalian. Sementara, rekan-rekannya istirahat makan. Selang beberapa saat kemudian, kayu yang dipakai pijakan korban menggali patah hingga korban pun terjatuh ke dasar lubang. Rekan-rekannya pun tak mampu menolong karena kondisi lubang yang begitu dalam dan mengandung belerang, sehingga mengakibatkan sulit bernafas. Akibat terbatasnya peralatan untuk mengevaluasi korban dari dalam lubang, ujarnya, ditambah tidak ada alat oksigen mengakibatkan korban sulit bernapas. Korban berhasil dievakuasi dari lubang oleh rekannya sekitar pukul 19.00 Wita. Diduga akibat terlalu lama di dalam lubang, korban pun diketahui telah meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi dari dalam lubang, korban pun dibawa pulang oleh keluarga ke rumah duka. Korban dibawa ke rumah duka menggunakan kendaraan. Petugas Babinsa Desa Sekotong Tengah Sertu Asikin yang langsung gerak cepat melihat korban membenarkan adanya warga yang meninggal di lokasi tambang tersebut. Informasi yang diperolehnya, kejadian itu sekitar pukul 16.00 sore. Korban diduga meninggal akibat terjatuh ke dasar jurang saat menggali lubang. Korban berhasil diangkat dari dasar lubang lubang oleh rekan-rekan nya. “Pihak keluarga langsung yang mengevakuasi korban ke rumah,” jelas dia. Ia mengaku langsung ke rumah duka sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap warga serta pada desa binaannya. Menurutnya, kejadian harus menjadi pelajaran untuk pemerintah bahwa mengatasi ini harus ada solusi yang bisa membuat warga maju dan sejahtera. Sementara itu Kades Sekotong Tengah, L Sarappudin mengakui warganya meninggal diduga akibat jatuh ke dasar lubang. Nyawa korban tak tergolong akibat tidak ada oksigen. ”Korban dimakamkan setelah Zuhur,” jelas dia. (her)

Investor Diduga Perjualbelikan Izin

Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Barat (Lobar) ada 13 investor terindikasi menelantarkan lahan akibat tak serius membangun, padahal sudah mendapatkan izin Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU). Dari belasan investor nakal ini, ada yang sudah mendapatkan HGB, HGU dan IMB, namun tak dimanfaatkan sampai saat ini. Banyak juga oknum investor bermain di tanah. Di mana setelah mendapatkan izin lahan, investor ini diduga memperjual-belikan izin tersebut. Hal ini disampaikan Kabid Penanaman Modal pada DPMPTSP Lobar A Tony Suryawirawan akhir pekan kemarin. Dikatakan, berdasarkan data yang dimilikinya ada 13 perusahaan, yang HBG dan HGU tidak dimanfaatkan. Belasan investor ini banyak yang terindikasi bermain di tanah. Artinya, investor sekadar mengurus izin peruntukan, namun begitu mendapatkan izin nanti izin peruntukan ini diperjualbelikan. Terkadang juga, ujarnya, di antara investor ini, di awal-awal mengurus izin sangat patuh. Akan tetapi begitu mendapatkan izin mereka tak kunjung merealisasikannya. Menurut dia, dari belasan investor yang terindikasi telantar lahan ini ada yang sudah memiliki HGU dan HGB.

Investor nakal ini hanya sekadar mematangkan lahan saja untuk mengusulkan perpanjangan HGU dan HGB. Ada pula investor yang sudah mengurus izin sampai mengajukan IMB dan Amdal hanya untuk membangun kantor. Seperti halnya investor di kawasan Sekotong, sekedar membangun galeri dan kantor. Sementara investor ini sudah memiliki Amdal. Bahkan setelah dicek investor ini, dari awal PMDN namun ternyata sahamnya sudah PMA. Lahan yang paling banyak tidak digarap serius oleh investor berada di kawasan wisata, seperti Sekotong dan Senggigi. Penyebab investor ini tak serius, kata dia, kemungkinan beberapa faktor. Kebanyakan faktor penyebabnya internal, pemegang

saham perusahaan. Terkadang pemegang saham, satu orang mengundurkan diri, sehingga mereka mencari pemodal lain. Kadang-kadang mereka tidak punya tanah. Begitu izin prinsip penanaman modal diurus di pusat, belum tentu investor ini memiliki tanah. Akan tetapi, di izin prinsip dicantumkan sekian hektar. Tapi begitu mendapatkan izin prinsip baru investor ini mencari tanah. “Sampai di daerah, tanah itu tak semudah yang mereka bayangkan untuk membebaskannya,” jelas dia. Langkah pihak DMPTSP, beberapa kali melakukan fasilitasi investor. Dari beberapa kali fasilitasi tersebut, investor menuntut pemda membangun jaringan PDAM, air bersih, telekomunikasi dan

Puluhan ”Bikers”Adu Cepat Praya (Suara NTB) Sebanyak 96 bikers se-Pulau Lombok ambil bagian pada Lomba Balap Sepeda BMX dan MTB Cross, yang digelar Independent Bikers Comunity (IBC) Lombok Tengah (Loteng) di Sirkuit Sepeda Lapangan PSLT Praya Sabtu (5/10) dan Minggu (6/10). Event yang melombakan dua kelas, BMX Cross dan MTB Cross digelar untuk menyemarakkan HUT Loteng yang ke 74 tahun 2019 ini. Selain diharapkan bisa menumbuhkan minat olahraga sepeda di daerah ini, event tersebut juga diharapkan bisa menjadi ajang penyaluran minat serta bakat para calon-calon atlet balap sepeda Loteng masa depan. Tidak kalah penting, event tersebut bisa sebagai wadah beraktivitas para pemuda di daerah ini pada khususnya, sehingga tidak terjerumus pada kegiatan yang negatif. Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahragaa (Dispora) Loteng, L. Dipta, kegiatan serupa ke depan perlu untuk diperbanyak. Karena sangat postif dampaknya. Bisa sebagai wahana penyaluran hobi, minat serta bakat sekaligus wahana pembinaan bagi calon atlet sepeda di daerah ini. “Pemuda-pemuda kita khususnya, butuh event-event seperti ini. Sebagai tempat menyalurkan bakat dan hobi. Supaya tidak terjerumus melakukan halhal negatif. Seperti penyalahgunaan narkoba ataupun hal negatif lainya,” sebut L. Dipta. Karena selama ini banyak pemuda di daerah ini yang terlibat penyalahgunaan narkoba, karena tidak banyak event yang bisa menjadi ajang penyalur hobinya. Terutama hobi balap sepeda. “Kegiatan seperti ini sangatlah tepat untuk

(Suara NTB/kir)

ADU CEPAT - Dua bikers tengah adu cepat pada ajang Lombo Sepeda BMX dan MTB cross di Sirkuit Sepeda Lapangan PSLT Praya, Sabtu dan Minggu (6/10). merangkul pemuda agar terhindar dari bahaya narkoba yang menyesatkan,” ujarnya. M. Hariadi, selaku panitia penyelenggara mengatakan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti event tersebut cukup tinggi, terbukti dari banyak bikers yang ambil bagian dan tidak hanya berasal dari Loteng saja. Tetapi dari beberapa daerah di luar Loteng. Perhatian masyarakat ter-

hadap event tersebut juga cukup tinggi. hal itu bisa dilihat dari tingginya antuasisme masyarakat untuk menonton ajang adu cepat para bikers tersebut. Dengan kata lain, perhatian masyarakat terhadap dunia olahraga sepeda juga cukup tinggi. “Event ini kita maksudkan juga sebagai sarana menyeleksi bakat-bakat bikers untuk bisa diterjunkan di ajang Porprov NTB tahun 2021 mendatang,” pungkasnya. (kir)

BPKAD Segera Kosongkan Lahan Aset Jagaraga Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat segera mengeksekusi tanah aset daerah di Dusun Tegal Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan. Pemda melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah membuat surat permohonan pengosongan lahan. Surat ini akan dikirim pekan ini kepada desa dan warga yang masih menempati lahan tersebut. Sementara itu di lapangan, masih terjadi penolakan, karena warga merasa sudah membeli lahan tersebut. Seperti disampaikan oleh Saeful, warga yang menempati lahan itu sejak 4 tahun lamanya menolak rencana Pemda melakukan eksekusi terhadap lahan aset yang sudah ditempati warga sejak 5-6 tahun lalu. Penolakan ini cukup beralasan karena warga mengaku sudah membayar lahan tersebut dengan harga bervariasi. Ada yang membayar Rp 20 juta per are hingga di atas itu. Kini warga menuntut keadilan dari pemda, sebab mereka tak tahu lagi kemana akan pindah jika lahan itu dieksekusi. Belum lagi mereka tak punya uang untuk membeli tanah. Ia mengaku punya bukti kuitansi, namun masih ada di pengadilan sebagai barang bukti kasus aset. Ia mengetahui jika lahan tersebut milik pemda, namun ia berani membeli lahan itu, karena atas dasar adanya SK pelepasan lahan saat itu. Karena telah membeli lahan itu, ia akan tetap bertahan di lokasi lahan tersebut sebab di atas lahan itu ia sudah membangun rumah dan membuat usaha. Ia menolak kalau lahan itu diek-

(Suara NTB/her)

EKSEKUSI - Lahan aset di Desa Jagaraga ini akan segera dieksekusi Pemda Lobar. sekusi, karena ia sendiri sudah membeli lahan tersebut. “Kami menolak dieksekusi,”kata dia. Sementara itu, Kepala Dusun Tegal Bahrun lebih memilih menyerahkan masalah ini sepenuhnya ke pemda, sebab lahan ini memang milik pemda. Hanya saja diakui lahan ini telah dibeli oleh warga. Ada belasan orang sudah mengkavling lahan itu, di mana ada 7 KK yang sudah membangun di lokasi itu. Lebih jauh kata dia, proses jual-beli lahan ini panjang sekali yang berlangsung sekitar tahun 2014-2015 lalu. Namun secara garis besar ia menuturkan bahwa, warga berani membeli lahan karena adanya proses dari bawah di mana warga membuat usulan proposal permohonan agar lahan ini dibebaskan untuk warga. Selang beberapa bulan usulan warga itu masuk, lalu tim pun turun melakukan pengukuran tanah itu. Pengukuran dilakukan tanpa pemberitahuan ke dirinya. Ia dan warga pun bertanya-tanya, apakah usulan warga diterima atau tidak. “Ternyata sudah ada SK (pelepasan tanah red), itu kata kades

saat itu. Akhirnya masyarakat berbondong-bondong membeli tanah itu,” jelas dia. Sementara itu kepala Desa Jagaraga Mukarram mengaku sudah menerima informasi secara lisan terkait rencana pengosongan lahan tersebut. “Saya ditelepon oleh orang Aset (BPKAD, red), bahwa mereka akan mengirim surat permohonan pengosongan lahan,” jelas dia. Terkait rencana ini kata dia, desa belum turun sosialisasi. ia berharap agar tidak ada gejolak sebeb sebelumnya pernah dilakukan pemasangan plang namun ditolak oleh warga. Pihaknya pun akan berusaha membahasakan ke warga sebab ada beberapa warga yang masih posisi menolak. Kepala Bidang Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan, L Gde Ramadhan Ayub mengaku tengah mempersiapkan surat permohonan pengosongan lahan. “Kita tengah siapkan surat permintaan pengosongan lahan, Pekan depan (pekan ini red) sudah kita kirim suratnya ke desa dan warga,”jelas dia. (her)

jalan namun investor ini tidak serius membangun. Pihaknya juga memfasilitasi kendala yang dihadapi investor, misalnya masalah imigrasi. Pihaknya akan menghadirkan imigrasi. Termasuk jika kendala di lahan, maka pihaknya menghadirkan BPN langsung. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPN agar melakukan langkah tegas terhadap investor tersebut. Sesuai perpres, HGU dan HGB ini memiliki jangka waktu masa berlaku hingga 20-25 tahun. Dan dapat diperpanjang lagi. Dalam hal penertiban dan pengusulan lahan terindikasi terlantar ini, pihaknya dilibatkan oleh BPN sebagai anggota. Penentuan lahan yang telantar ini ditetapkan pusat. Sedangkan lahanlahan saat ini masih berstatus terindikasi telantar. Tim BPN kata dia akan turun apakah betul lahan itu terindikasi telantar atau tidak. Untuk menindak investor ini, pihaknya hanya bisa berkoordinasi dan bersurat ke BPN memberitahu bahwa investor-investor

(Suara NTB/her)

A Tony Suryawirawan ini tak serius membangun. “Kami akan bersurat ke BPN,” tegas dia. Di samping itu, pihaknya juga banyak mengusulkan pencabutan izin prinsip lantaran tak terdeteksi di Lobar. Izin-izin yang diterbitkan oleh pusat ini, banyak yang tak ditemukan oleh dinas, sehingga harus dicabut. Misalnya dari keberadaan tercatat di Sekotong, setelah dicek tidak ditemukan. (her)

Sambut MotoGP

Pemda Diminta Fokus Siapkan SDM Praya (Suara NTB) Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah, dalam menyambut pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Terlebih akan digelarnya event balap dunia MotoGP di kawasan ini tahun 2021 mendatang. “Penyiapan SDM itu yang paling penting untuk saat ini. Dan, peran itu paling besar ada di tangan pemerintah daerah,” ungkap Koordinator Lesa-Demarkasi, Hasan Masat, dalam dialog publik tentang pengembangan KEK Mandalika yang digelar Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) NTB, di D’Max Hotel Praya, Sabtu (5/10). Pemerintah daerah sekarang tidak harus lagi memikirkan soal penyiapan infrastruktur dasar, karena sudah ditangani oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika. Dan, pemerintah pusat juga sudah berkomitmen mendukung penyiapan infrastruktur pendukung di luar kawasan dan tinggal penyiapan SDM yang jadi fokus pemerintah daerah. Hal itu, katanya, penting dilakukan untuk memastikan SDM di daerah ini benar-benar siap menghadapi pengembangan KEK Mandalika dan tidak menjadi penonton di daerah sendiri. “Gelaran MotoGP sudah di depan mata. Tapi kami lihat, proses penyiapan SDM di daerah belum begitu terlihat,” tandasnya. Selain itu, penyiapan regulasi yangbisamemastikansumberdaya

alam atau hasil produksi daerah bisa terserap juga belum ada. Misalnya, untuk telur produksi dalam daerah apakah sudah ada kepastian bisa diserap nantinya. Termasukhasilproduksidaerahyanglain. Karena untuk bisa memastikan produksi itu terserap, harus diperkuat juga dengan regulasi. “Selama ini banyak produksi luar yang masuk memenuhi pasarpasar yang ada di kawasan The Mandalika. Dan, hanya beberapa produksi daerah saja yang sudah terserap. Agar bisa maksimal, maka harus didukung dengan kesiapan regulasi,” tegasnya. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putria, menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas SDM masyarakat di daerah ini. Penyiapan SDM dilakukan melalui berbagai program yang sudah disiapkan oleh pemerintah. “Soal peningkatan kualitas SDM masyarakat jelas jadi prioritas. Di samping penyiapan infrastruktur pendukung lainnya,” tegasnya. Pun demikian, masyarakat secara mandiri juga diharapkan bisa menyiapkan diri. Tidak kemudian hanya bergantung dari pemerintah daerah saja. Karena tidak akan maksimal penyiapan SDM tanpa keaktifan masyarakat itu sendiri. “Pemerintah sudah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti SMK pariwisata maupun Poltekpar Lombok dan banyak fasilitas lainya. Tinggal sekarang masyarakat bisa menangkap peluang yang ada tersebut,” pungkas Putria. (kir)

Pemda Tarik Paksa Randis dari Mantan Pimpinan Dewan Giri Menang (Suara NTB) – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berhasil menarik paksa sembilan unit kendaraan dinas (randis) jenis roda empat dari para mantan pimpinan DPRD Lobar. Kendaraan beragam merk ini ditarik dari mantan dewan periode 2009-2014 dan 2014-2019. Kabid Pengamanan, Pemindahtanganan dan Penatausahaan, L Gde Ramadhan Ayub ditemui akhir pekan kemarin, mengatakan sembilan unit yang ditarik dari mantan pimpinan dewan di antaranya tujuh unit jenis sedan merk Altis dan Chevrolet ditambah lagu dua unit jenis Touring. Namun satu lagi randis jenis sedan yang belum ditarik dari pimpinan dewan aktif saat ini. Untuk randis roda dua jenis Vario sebagian besar sudah ditarik. Randis ini pun sudah disebar ke OPD-OPD untuk kendaraan operasional. Sedangkan randis roda dua jenis Supra-X tahun 2006, sejauh ini sebagian berhasil ditarik. Pihaknya pun ikut turun menarik randis ini hingga ke KLU. Untuk mengangkut randis ini, pihaknya membawa truk. Sementara sebagan lagi belum ditarik, karena dewan lama juga agak kesulitan dihubungi. Sebagian randis ini juga dibawa oleh mantan pegawai di

KLU, sebelum mekar dengan Lobar. Namun demikian phaknya akan terus mencari karena hal ini menjadi atensi KPK. Di mana pihaknya memberikan laporan secara berkala. Apakah nantinya randis ini bisa dilelang, khususnya kepada mantan pejabat seperti mantan pimpinan dewan? menurut dia hal ini kebijakan pimpinan. Ketika pimpinan ada kebijakan lelang, maka didaftarkan ke KPKNL untuk lelang terbuka. Mekanisme lelang ini harus terbuka, tidak bisa langsung dibeli oleh perorangan, seperti halnya lelang khusus kepada mantan pimpinan tidak memungkinkan dari sisi mekanisme aturan. Karena mengacu Permendagri Nomor 84 tahun 2012 kata dia, bahwa randis dapat dimungkinkan penjualan langsung kepada pejabat negara. Dan dewan daerah kata dia tidak termasuk pejabat negara. Sejauh ini semua randis yang bisa dipakai langsung didsitribusikan kepada OPD untuk operasional. Bagaimana dengan randis yang hilang? Menurut dia, nantinya ganti rugi randis hilang ini akan disidangkan oleh TPTGR. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan NJKB (Nilai jual kendaraan bermotor). Persoalan ini akan dibahas pekan ini. (her)

(Suara NTB/her)

RANDIS - Randis yang berhasil ditarik BPKAD dari para mantan pimpinan DPRD Lobar.


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Suara Dispussip Sumbawa

Dispussip Sumbawa Butuh Tambahan Mobil Perpuskel Sumbawa Besar (Suara NTB) Keberadaan perpustakaan keliling (Perpuskel) dihajatkan untuk mendekatkan bahan bacaan atau buku kepada masyarakat. Layanan ini terus dilakukan, termasuk oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa. Meskipun armada (mobil Perpuskel) yang tersedia saat ini masihlah kurang untuk menyasar seluruh wilayah. Perpuskel ini merupakan bagian dari pelayanan perpustakaan umum yang mengunjungi pembaca menggunakan kendaraan baik ke sekolah maupun desa. Kabupaten Sumbawa sendiri, terdapat dua unit mobil Perpuskel yang beroperasi. Tetapi dengan jum-

lah 24 kecamatan yang terdiri dari ratusan desa/kelurahan, masih sangatlah kurang. Makanya, dinas setempat masih membutuhkan tambahan mobil untuk memaksimalkan layanannya. Karena layanan ini salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat. “Kita masih membutuhkan tambahan mobil Perpuskel. Karena yang sudah tersedia baru dua unit. Pengadaannya juga sudah lama. Dan kami masih kurang kalau dilihat dari wilayah 24 kecamatan dengan ratusan jumlah desa dan kelurahan. Kalau mau dicover dengan dua kendaraan itu tidak mungkin,” kata Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, Ir.

Irin Wahyu Indarni. Menurutnya, untuk memaksimalkan layanan, pihaknya membutuhkan paling tidak 6 kendaraan Perpuskel. Sedangkan yang ada sekarang baru dua unit. Berarti dibutuhkan lagi tambahan empat unit. Hal ini akan coba diusulkan baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. “Jadi kita membutuhkan paling tidak 6 kendaraan saja. Ini kita masih dua, itupun sudah tua. Butuh tambahan 4 yang baru. Barangkali nanti kita minta melalui APBD maupun pusat (APBN),” terangnya. Selain mengoptimalkan Perpuskel, kata Irin, pihaknya juga terus berupaya men-

ingkatkan kunjungan ke Dispussip. Berdasarkan data, sejak Januari hingga September 2019, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 33.913. Kunjungan didominasi oleh mahasiswa dengan jumlah 13.481, diikuti pelajar 10.170, umum 6.122, pegawai 4.121 dan TNI/ Polri 19. Perbandingan kunjungan per-

bulannya fluktuatif atau naik turun. Tetapi dari data jumlahnya cukup tinggi. “Untuk kunjungan naik turun. Tapi ratarata cukup tinggi. Biasanya pada saat mendekati ujian serta MID Semester dan lainnya banyak kunjungannya. Yang paling banyak kunjungannya ma-

Irin Wahyu Indarni

hasiswa kemudian pelajar,” ungkapnya. Adapun untuk meningkatkan minat baca, pihaknya juga melaksanaan berbagai kegiatan lomba. Diantaranya, lomba penulisan sejarah lokal dan pengolaan arsip OPD. Tahun ini pihaknya juga bekerjasama dengan lembaga Bahasa Inggris untuk melaksanakan lomba pidato, cerdas cermat, dan bercerita menggunakan bahasa inggris. Kedepannya, pihaknya juga akan membangun Taman Literasi sebagai tempat untuk berekreasi sambil membaca. Upaya ini dimungkinkannya dapat meningkatkan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sumbawa. “Itu kemungkinan men-

ingkatkan untuk kunjungan ke Dispussip,” harapnya. Di sisi lain, lanjutnya, pihaknya juga sangat berharap peran dari BUMN dapat memberikan bantuan kepada Dispussip melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satunya untuk peningkatan gemar membaca melalui perbaikanperbaikan pelayanan serta fasilitas pendukung. “Kita harapkan BUMNBUMN yang ada di Kabupaten Sumbawa melirik pegembangan perpustakaan untuk masyarakat Sumbawa. Menyumbangkan CSR-nya untuk meningkatkan gemar membaca melalui perbaikan pelayanan, tempat dan lokasi,” pungkasnya. (ind/arn/*)

(Suara NTB/ist)

Siap Gelar Pilkada

KPU Sumbawa akan Uji Publik Data Pemilih Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2020. KPU pun mulai melaksanakan sejumlah tahapan Pilkada 2020. Salah satunya berencana melakukan uji publik data pemilih. Untuk meminimalisir kesalahan dalam pendataan daftar pemilih di Pilkada 2020. Sebagaimana disampaikan Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) KPU Sumbawa, M. Kaniti didampingi Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin, audit dan auji publik pemilih ini dirasa penting. Untuk pemukhtahirkan data pemilih yang berkualitas. Dimana pada priode Pemilu sebelumnya, upaya seperti ini belum pernah dilakukan. “Uji publik ini penting dilakukan. Karena Petugas Pemutakhiran Data pemilih (PPDP) dapat menyediakan data pemilih yang benar-benar bersih, berkualitas serta mencegah adanya pemilih ganda dan pemilih tidak dikenal,” terangnya. Selain itu, rencana uji publik data pemilih juga merupakan pembelajaran KPU Sumbawa dari hasil temuan Bawaslu yang kerap kali muncul di Pemilu sebelumnya. Pada pemilihan sebelumnya PPDP hanya mencatat nama dan alamat pemilih sesuai data yang diturunkan KPU yang berasal dari DP4. “Ini datanya hanya mendatangi warga, ditanya kepala keluarga berdasarkan KK. Tidak pernah uji publik, benar atau tidak ada orangnya, benar tidak orangnya warga setempat. Sehingga banyak sekali temuan Bawaslu terkait data pemilih ganda, pemilih tidak ditemukan maupun meninggal dunia masih muncul kembali di TPS maupun DPT,” cetus Kaniti. Masalah inilah yang nantinya akan dituntaskan di lapangan. Sehingga uji pulik ini akan melibatkan RT/RW, mantan petugas PPDP bahkan sampai pengawas lapangan nantinya. Supaya nanti waktu rekap tingkat desa ataupun Kabupaten tidak ada lagi masalah yang muncul. Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan menambahkan, Pilkada ini juga akan diawali dengan dengan penetapan syarat minimum dukungan bagi calon perseorangan. Yang akan ditetapkan pada 26 oktober 2019. Penetapan syarat dukungan minimum ini nantinya akan diumumkan selama 14 hari melalui media. Penyerahan syarat dukungan terhitung dari 11 Desember 2019 hingga 5 Maret 2020. Sedangkan untuk perekrutan tenaga baik ditingkat Kecamatan maupun Desa akan dilakukan pada awal tahun 2020. Diharapkan masyarakat menudukung penuh pelaksanaan Pilkada, sehingga dapat berjalan tertib, lancar dan sukses. (arn)

Pencarian Bakat di Sumbawa Libatkan Ratusan Pelajar SumbawaBesar(SuaraNTB)Kementerian Pemuda dan Olah Raga melalui Asisten Deputi (Asdep) Pembibitan dan Iptek Olahraga melakukan program identifikasi bakat atlet atletik di Sumbawa. Mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung diutus sebagai koordinator program dimaksud. Sebanyak 270 pelajar dites identifikasi di GOR Mampis Rungan. Suryo Agung, menyebutkan, untuk tahun ini, pelaksanaan program terbagi di sekitar 20 titik, terbanyak di cabang olahraga atletik dengan delapan titik. (Suara NTB/ist) Dari jumlah itu, sebanyak lima Suryo Agung titik berada di NTB. Dua titik di pulau Lombok dan tiga titik di pulau Sumbawa. Untuk pulau Sumbawa, titik pertama di Kabupaten Bima, titik kedua di Kota Bima dan titik tiga Kabupaten Sumbawa (meliputi Sumbawa dan KSB). NTB dipilih karena diketahui sebagai lumbung atletik. Apalagi dengan munculnya nama sprinter Zohri yang kini menjadi andalan Indonesia diberbagai ajang atletik dunia. Termasuk sejumlah sprinter lainnya dari NTB. Sebelum tes identifikasi, dilakukan dilakukan bimbingan teknis bagi 20 guru olahraga (10 guru dari Sumbawa dan 5 dari KSB. Untuk membantu suksesnya program ini secara teknis. Sementara pelaksanaan tes identifikasi dilaksanakan Sabtu lalu. Sebanyak 270 peserta dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), 230 dari Kabupaten Sumbawa dan 40 dari KSB dilakukan tes pencarian bibit atlet. Kabid Olahraga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, Sartono S.E, M.Si menambahkan, secara umum, pemanduan bakat merupakan proses pencarian bibit atlet yang memiliki sejumlah instrumen dalam tes. Seperti tinggi badan, berat badan, dan loncat tegak, guna mendeteksi bakat calon atlet pada beberapa cabang olahraga tetapi belum spesifik pada nomor pertandingan. Sementara itu, identifikasi bakat disusun berdasarkan instrumen tes yang dikhususkan pada satu cabang olahraga, dalam hal ini bulu tangkis. Tujuan identifikasi bakat cabang olahraga, menciptakan sistem jangka panjang yang sesuai prinsip pembangunan perkembangan atlet jangka panjang. Serta menemukan atlet sedini mungkin untuk dikembangkan agar berprestasi. Sehingga dari tes tersebut, akan lahir beberapa pelajar yang berpotensi dibina di cabang olahraga atletik. (arn)

Tunggakan BPJS di RSUD Asy Syifa Taliwang Capai Rp3 Miliar Taliwang (Suara NTB) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Taliwang, dr. Carlof menyebutkan bahwa tunggakan BPJS sampai dengan saat ini mencapai angka Rp3 miliar terhitung dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2019. Munculnya tunggakan ini tentu sangat disayangkan terjadi, karena dikhawatirkan mengganggu proses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kendati demikian, saat ini pihaknya mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi salah satunya dengan melakukan pinjaman ke pihak lain. “Terhitung sudah tiga bulan BPJS menunggak pembayaran sejak terakhir diba-

yar di awal bulan Mei lalu. Kita juga tidak tahu secara pasti apa menjadi kendala di BPJSnya sehingga mereka tetap telat membayar. Meski demikian, kita juga akan tetap menyurati mereka dan berkordinasi supaya tetap melakukan pembayaran. Karena jika tidak segera kita juga yang akan kelimpungan nanti dan pelayanan yang akan kita berikan juga ter-

ganggu,” ungkapnya kepada Suara NTB, Sabtu (5/9). Dikatakannya, kendati masih ada tunggakan yang dilakukan BPJS, pihaknya tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa ada perbedaan. Karena akan sangat tidak mengenakan jika hal ini (tunggakan) menjadi pemicu tidak maksimalnya pelayanan.

Untuk itu pihaknya sangat berharap pihak BPJS segera melunasi tunggakan itu karena jumlahnya juga cukup besar. Jika tidak, maka RSUD juga akan kelabakan untuk menutupi pembiayaan dari BPJS. Dampak buruk lain yakni pelayanan medis yang tidak maksimal kepada masyarakat. Tentu permasalahan ini tidak hanya terjadi di KSB melainkan di seluruh wilayah, maka dari itu pihaknya tetap berharap supaya tunggakan ini bisa segera terbayar. Pihaknya juga mengaku sudah memiliki opsi lain den-

gan melakukan pinjaman ke Perbankan untuk menutupi pembiayaan tersebut jika tidak ada solusi tetapi pihaknya masih optimis BPJS akan segera melunasi tanggung jawabnya dengan baik. “Kita tetap berfikir positif bahwa management akan segera membayarkan tunggakan. Jika sampai molor hingga bulan Oktober tidak juga melakukan pembayaran, bisa jadi para peserta BPJS ini akan kita pertimbangkan,” tukasnya. Ia menambahkan, Pemerintah juga sudah menjamin akan membantu jika kondisinya sudah semakin kritis. (ils)

Dandim 1628 SB Dianugerahi Gelar ”Bija Kalanis Mekal Tana Kamutar” Taliwang (Suara NTB) Dandim 1628 Letkol CZI Eddy Oswaronto ST, mendapatkan gelar kehormatan dari Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Anorawi, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Penyematan gelar kehormatan tersebut, diserahkan langsung oleh pemangku adat LATS Anorawi, Dr. KH. Zulkifli Muhadli SH, MM, sebelum pelaksanaan HUT TNI ke 74 di Halaman Graha Fitrah (GF). Pengurus LATS Anorawi KSB Agus Irawan Syahmi kepada Suara NTB, Sabtu (5/9) mengatakan, pemberian gelar tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan bagi orang-orang pilihan yang sudah bertanggung jawab menjaga keamanan. Gelar Bija Kalanis Samawa ini memiliki makna, sebagai putra pilihan yang memiliki kompetensi, pengetahuan luas, dan memiliki andil dalam pembangunan daerah terutama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di KSB. Tentu dengan pemberian gelar tersebut, sebagai Lembaga adat berkepentingan supaya persoalan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan bagi masyarakat harus segera dilaksanakan dengan baik. Maka sudah suatu keharusan LATS untuk segera mengambil suatu kebijakan untuk memberikan gelar tersebut. “Ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah den-

(Suara NTB/ist)

GELAR ADAT – Penyerahan piagam gelar adat kepada Dandim 1628 SB oleh Bupati KSB, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM. gan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Anorawi untuk membangun daerah ini (Sumbawa Barat),” ungkapnya. Sementara itu, Dandim 1628 SB Letkol CZI Eddy Oswaronto ST, setelah mendapat gelar kehormatan mengatakan, mendapat gelar kehormatan ini merupakan salah satu kebahagiaan baginya sekaligus juga

menjadi beban amanah. Dimana dalam konteks ini diharapkan silaturrahmi tetap terjaga, baik yang sifatnya lahiriah maupun batiniah. Sebagai penjaga keamanan masyarakat, pihaknya berkomitmen meluruskan niat tersebut dan bersedia memberikan jiwa dan raga demi masyarakat KSB. Bahkan untuk mendap-

Rp5 Miliar Aset Pemerintah Diusulkan untuk Dihapus Taliwang (Suara NTB) Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Kabupaten Sumbawa Barat, menyebutkan sedikitnya sekitar Rp5 miliar aset Pemerintah setempat diusulkan untuk dihapus di tahun 2019. Aset-aset yang akan dihapus didominasi barang tidak layak pakai yang terhitung sejak tahun 2013 lalu hingga pengadaan tahun 2018. Kepala BPAD, Muhammad Yusuf S. Ip kepada Suara NTB, Sabtu (5/9) mengatakan, miliaran aset yang diusulkan dihapus ini tersebut rata-rata didominasi barang yang rusak akibat pemakaian sebut saja kendaraan dinas dan alat kelengkapan kantor lainnya. Bahkan terhadap usulan tersebut, pihaknya sudah bersurat dua kali ke KPKNL Bima untuk segera melakukan penghapusan terhadap aset ini. Hanya saja sampai dengan saat ini pihak KPKNL masih belum memberikan respon terhadap usulan itu. Bisa jadi

molornya penghapusan ini terjadi keterbatasan tenaga karena mencakup pulau Sumbawa. Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya agar aset tersebut tetap dihapus, jika tidak dikhawatirkan tetap menjadi penilaian oleh BPKP. Selain itu, aset ini juga membuat kumuh wilayah perkantoran, karena rata-rata sudah tidak ada lagi yang bisa digunakan hanya membuat kotor saja. “Aset yang saat ini tercatat, sengaja kita usulkan untuk dihapus supaya tidak lagi muncul saat diaudit. Kita juga tidak memiliki kewajiban lagi untuk tetap menjaga aset yang sudah rusak tersebut,” ungkapnya. Dikatakannya, selain hibah, pihaknya juga mencatat ada sekitar Rp2 miliar aset yang telah rusak, bahkan nilai penyusutannya jika dihitung lagi sudah tidak lagi bernilai. Sehingga akan lebih memiliki manfaat dan nilai jika dihapus dan dimusnahkan. Kalaupun ada yang masih bisa di-

gunakan tetapi dianggap tidak layak, maka akan dihibahkan untuk panti asuhan dan ke pondok pesantren supaya bisa dimanfaatkan lagi. Penghapusan aset ini sengaja dilakukan, sehingga saat diaudit BPK tidak lagi muncul dan menjadi temuan nantinya. Apalagi setiap audit dari tim BPK aset-aset yang tidak memiliki manfaat ini menjadi penyumbang terbanyak dari temuan tim BPK. Karena pertimbangan tersebut, maka solusi terbaik dengan dilakukan penghapusa aset. Pihaknya juga menjamin tidak ada lagi aset yang tercecer karena sudah terhimpun semua dalam sistem aset. “Banyak faktor sehingga aset-aset ini kita hapus selain karena kewenangan, barangbarang tersebut juga sudah rusak dan tidak layak pakai. Kita juga menjamin sudah tidak ada lagi aset yang tercecer, baik itu yang hilang maupun masalah yang lain,” tandasnya. (ils)

atkan gelar adat, dirinya mengaku baru kali ini dirasakan setelah sebelumnya bertugas di daerah lainnya. Untuk itu, pihaknya sangat berterima kasih dengan Pemerintah karena memberikan gelar kehormatan baginya dan instansi yang dipimpinnya. Tentu kedepannya, dirinya mengaku akan bersinergi se-

cara lebih aktif dan membantu pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di KSB. “Silaturrahmi harus tetap dijaga karena dengan silaturrahmi semua potensi daerah bisa terekspose sekaligus mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ada,” pungkasnya. (ils)

Inspektorat Sumbawa Periksa Dana BOS 2019 Sumbawa Besar (Suara NTB)Inspektorat Sumbawa baru saja merampungkan pemeriksaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019. Terbagi dalam lima tim dengan mengambil sampel 15 sekolah mewakili semua wilayah di Sumbawa. Gambaran sementara, masih ditemuinya kesalahan adminsitrasi yang mesti segara diperbaiki. Sebagaimana disampaikan Kepala Inspektorat Sumbawa,Drs. H. Baharuddin M.M, pemeriksaan ini sifatnya pembinaan. Agar dana BOS dikelola sesuai aturan dan petunjuk teknis yang berlaku. Sehingga pengelolaan dana BOS sesuai hajatnya untuk meringankan biaya pendidikan dan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan. Sebab, biasanya masih ditemukan kesalahan administrasi. Seperti dalam pembuatan laporan SPJ penggunaan dana BOS, laporan pajak dan lainnya. “Kesalahan yang sifatnya

(Suara NTB/ist)

H. Baharuddin adminitrasif inilah yang mestinya harus diperbaiki. Kesalahan sekecil apapun jangan sampai terjadi. Agar BOS bisa terkelola dengan baik,” tukas H. Bahar. (arn)


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

TNT Tetapkan Tiga Kawasan Zona Tradisional Dompu (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (TNT) Kabupaten Dompu, telah menetapkan ratusan hektar wilayah pengelolaannya sebagai kawasan zona tradisional. Penetapan itu bertujuan memberi ruang warga sekitar untuk bisa tetap mengambil manfaat atas Hasil Hutan Bukan Kayu atau HHBK. Seperti misalnya di Desa Kawinda Toi, Sori Tatanga dan Tolokalo. Humas TNT, Dedi Aminudin kepada Suara NTB di kantornya akhir pe(Suara NTB/jun) kan kemarin menjelaskan, Dedi Aminudin penetapan tiga wilayah zona tradisional tersebut selain untuk mendukung kegiatan masyarakat di dalam kawasan yang memang sudah berlangsung secara turun temurun, juga bertujuan mengalihkan ketergantungan mereka pada hasil hutan kayu. Seperti misalnya perburuan liar hewan yang tidak dilindungi, mencari madu, mengelola kebun kopi dan potensi-potensi lain yang tak kalah menjadi bagi peningkatan perekonomian mereka. “Tetapi dalam pengelolaan ini harus ada perjanjian kerjasama atau PKS-nya dulu dengan TNT,” ungkapnya. Dari tiga kawasan zona tradisional yang sudah ditetapkan, lanjut dia, baru dua desa bersedia membangun kemitraan. Diantaranya Desa Kawinda Toi dengan potensi alam andalan berupa madu hutan di area seluas 767,51 hektar. Kemudian 250 Ha di Sori Tatanga yang kaya akan kopi, rotan, kunyit, cabai hutan, ubi hutan, tali keta dan madu. Sedangkan di Tolokalo dengan potensi hasil hutan bukan kayunya yang tak jauh berbeda dari beberapa wilayah tersebut belum digodok untuk terbentuknya kelompok kemitraan. “Target kita izin dua wilayah itu bisa segera tuntas tahun ini, kalau tidak paling lambat 2020 nanti,” harapnya. Ditambahkan Dedi Aminudin, kendati sudah ada ruang terbuka untuk pemanfaatan HHBK di wilayah pengelolaan taman nasional tambora, tidak berarti masyarakat bisa seenaknya menggarap semua potensi alam yang ada. Sepenuhnya akan tetap dikontrol untuk memastikan keberlangsungan ekosistimnya. “Kalau hewan yang dilindungi seperti rusa jelas tidak bisa diburu oleh masyarakat. Kecuali yang tidak dilindungi saja, itupun kita kontrol kapan mereka bisa berburu ke dalam kawasan,” pungkasnya. (jun)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

BPN Targetkan Sertifikat Lahan Pelabuhan Kilo Tuntas Sebulan Dompu (Suara NTB) Permohonan penyatuan sertifikat lahan untuk pelabuhan Nusantara Kilo telah diterima Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kendati lahan tersebut hasil pengadaan yang diketuai BPN sebagai panitia pengadaan tanah, penyatuan sertifikat lahan tetap harus diukur kembali. Kepala BPN Kabupaten Dompu, Agus Bangun Raharjo kepada Suara NTB di Kempo, Minggu (6/10) membenarkan bahwa permohonan penyatuan sertifikat lahan untuk pelabuhan Nusantara Kilo sudah diajukan pemerintah daerah (Pemda) Dompu. Karena lahan yang disatukan sertifikat jumlahnya di atas 10 Ha, dan bukan menjadi kewenangan BPN Kabupaten, sehingga harus didaftarkan juga ke Kanwil BPN Provinsi NTB. “Kalau kurang 10 ha, itu baru menjadi kewenangan kami. Ini luas lahannya di atas 10 ha, dalam hal ini 30 ha. Jadi itu kewenangan Kanwil BPN

Provinsi,” terangnya. Sesuai luas areal yang akan disatukan sertifikatnya di atas 10 ha dan menjadi kewenangan Kanwil, Agus mengatakan, pihaknya mendorong Pemda untuk mendaftarkan juga ke Kanwil BPN Provinsi NTB. Pemda juga telah mendaftarkan ke Kanwil dan dibuktikan dengan lampiran pembayaran biaya atas pengukuran penyatuan sertifikat di Kanwil BPN Provinsi NTB pada 30 September 2019. “Semua persyaratannya sudah dilengkapi, tinggal pengukuran saja,” katanya. Kendati lahan hasil pengadaan Pemda Dompu yang panitiannya diketuai Kanwil BPN

Provinsi NTB, dikatakan Agus, tetap harus diukur kembali. Karena tidak bisa hasil pengukuran bidang kecil, dijadikan patokan untuk sertifikat tanah yang lebih besar. “Harus tetap diukur dengan penunjukan batas – batas tanah,” ungkapnya. Kendati masih banyak kesibukan menyelesaikan program prona, Agus berjanji, akan segera menyelesaikan sertifikat tanah untuk pelabuhan Nusantara Kilo dalam 1 – 2 bulan ini. Sehingga pemerintah daerah (Pemda) bisa segera menghibahkannya ke pemerintah pusat agar bisa dianggarkan pembangunan fisik pelabuhan.

“Sekarang kita masih banyak kerjaan. Tapi kita akan segera menyelesaikan (pengukuran dan sertifikatnya) dalam 1 – 2 bulan ini,” janjinya. Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Tata Pemerintahan Setda Dompu, A Halik, BA menyampaikan akan menyelesaikan proses administrasi terkait permohonan seritifikat tanah pelabuhan Nusantara Kilo. Namun pendaftaran sertifikat tanah ini sudah disampaikan ke BPN Kabupaten Dompu sejak pekan lalu, tapi karena kewenangan sehingga diminta untuk disampaikan juga ke Kanwil BPN provinsi NTB. Sertifikat lahan ini menjadi syarat yang harus segera diselesaikan pemda agar bisa diprogramkan terkait rencana pembangunan pelabuhan Nusantara di Kementrian Perhubungan. Karena penyiapan

(Suara NTB/ula)

Agus Bangun Raharjo lahan menjadi kewajiban Pemda dan pembangunan fisik dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan RI. (ula)

KPU KSB Kesulitan Tambah Honor Badan Adhoc Pilkada Serentak Taliwang (Suara NTB) Rencana KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk menaikkan honor petugas badan Adhoc pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang sulit terealisasi. Kondisi ini disebabkan anggaran yang disediakan Pemda KSB membiayai Pilkada tidak termasuk mengakomodir rencana penambahan tersebut. Sebelumnya, KPU KSB mengusulkan anggaran pembiayaan Pilkada kepada Pemda setempat sebesar Rp15,5 miliar. Dana sebesar itu termasuk (Suara NTB/ist) untuk membiayai pnambahan Denny Saputra honor petugas badan Adhoc KPU mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa, hingga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Namun berdasarkan finalisasi NaskahPerjanjianHibahDaerah(NPHD)yangditetapkanolehPemda KSB, KPU hanya diberi anggaran sebesar Rp13,5 miliar. “Dengan nilai itu (Rp13,5 miliar) tentu kami tidak bisa menaikkan honor badan Adhoc kami,” terang ketua KPU KSB, Denny Saputra, S.Pd. Ia menjelaskan, sebelum penetapan NPHD pihaknya sempat menegosiasikan harapan kenaikan honor badan Adhoc itu kepada pemerintah. Bahkan KPU menurunkan usulan anggarannya dari semula Rp15,5 miliar menjadi Rp14 miliar. Dengan asumsi tetap mempertahankan rencana kenaikan honor badan Adhoc. Namun Pemda akhir tetap memfinalkan di angka Rp13,5 miliar. “Pemda kan sejak awal bilang bisanya Rp13,5 miliar. Kita kemudian minta tambah Rp500 juta karena akan tambah hohor PPK sampai KPPS. Tapi Pemda tetap bertahan. Jadi kami tidak punya pilihan untuk naikkan honor badan Adhoc kami,” urainya. Soal kenaikan honor badan Adhoc KPU itu diakui, Denny bukan semata usulan pihaknya. Namun hal tersebut berdasarkan arahan KPU pusat. Di mana KPU pusat telah bersurat ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan harga standar baru mengenai pembiayaan kegiatan Pemilu. “Memang usulan KPU itu belum final karena belum ada persetuan Kemenkeu. Tapi kalau akhirmya disetujui dan kami diminta mengikutinya, maka dengan anggaran yang ada tentu akan sulit dapat kami penuhi,” cetusnya. Ia memaparkan, rencana kenaikan honor petugas badan Adhoc berdasarkan usulan KPU pusat berkisar Rp100 hingga Rp200 ribu dari nilai honor pelaksanaan Pemilu terakhir. Sementara dalam rencana anggaran Pilkada yang disusun KPU KSB, untuk pembayaran honor PPK, PPS dan KPPS mencapai Rp4 miliar. “Artinya kalau nanti disetujui harga baru biaya Pemilu oleh Kemenkeu, kami tidak mungkin mengurangi anggaran kegiatan lain untuk menambah honor PPK sampai KPPS. Karena hitungan kami, naik Rp100 ribu saja maka kami butuh anggaran Rp1 miliar dari Rp13,5 miliar itu,” urai Deny. “Kalau Rp13,5 miliar itu kami yakin bisa melaksanakan kegiatan Pilkada sejak tahapan awal sampai akhir. Tapi ya tadi. Misalnya ada kebijakan kenaikan honor badan Adhoc pasti tidak bisa kami penuhi. Karena tidak mungkin dong memangkas anggaran tahapan Pilkada yang lain untuk menutupinya,” tambah Deny. (bug)

Jaring Bacabup, Gerindra dan Demokrat Tunggu PO Dompu (Suara NTB) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Demokrat hingga saat ini belum juga membuka penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Dompu untuk Pilkada Dompu tahun 2020. Kendati belum membuka pendaftaran, Gerindra miliki wacara untuk menggelar konvensi dalam memilih calon Pemimpin Dompu ke depan. Ketua Partai Gerindra Kabupaten Dompu, Kurnia Ramadhan, SE kepada Suara NTB, Sabtu (5/10) mengaku, hingga kini pihaknya belum mendapat perintah dari DPP partai untuk menjaring bakal calon Bupati dan wakil Bupati dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 mendatang. Kendati belum membuka pendaftaran secara resmi, sejumlah tokoh sudah mulai membangun komunikasi di tingkat DPC, DPD hingga DPP. “Ada juga yang memahami sistem organisasi dengan membangun komunikasi dari DPC. Ada juga yang langsung ke DPP. Padahal organisasi itu harus dimulai dari bawah,” katanya. Kendati mengeluhkan polakomunikasiyangdilakukanbakalcalon,Kurniaengganmenyebutkan tokoh – tokoh yang melakukan pendekatan terhadap partai Gerindra. “Intinya sudah banyak. Yang pasti, sebelum kita buka secara resmi nanti, kita akan melakukan komunikasi pra pendaftaran,” terangnya. Komunikasi pra pendaftaran ini dilakukan dengan mengundang sejumlah tokoh untuk menyampaikan visi misi dan rencananya membangun daerah ke depan. Pola sejenis konvensi ini sekaligus untuk mengetahui komitmennya dalam membangun daerah, tentu akan diikuti dengan survei untuk melihat elektabilitas masing – masing bakal calon. Selain Partai Gerindra, Partai Demokrat juga sedang menunggu peraturan organisasi (PO) sebagai rujukan dalam penjaringan bakal calon kepala daerah. “Kalau sudah ada PO, kita akan langsung bergerak dan membukanya ke publik,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Dompu, Ismul Rahmadin, S.Pd.I. (ula)

(Suara NTB/dok)

STABIL – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok khususnya bumbu dapur stabil di Dompu, Minggu (6/10).

Harga Bapok di Dompu Stabil Dompu (Suara NTB) – Harga sejumlah kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) khususnya bumbu dapur di Dompu, stabil dalam sebulan terakhir ini. Seperti misalnya Cabai Rawit, dari lonjakan harga sebelumnya mencapai Rp80 ribu/Kg kini hanya berkisar Rp30 ribu/Kg. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas lain ditengah panen raya petani saat ini. Salah seorang pedagang di

Pasar Induk, Nurjanah kepada Suara NTB menyampaikan, tak ada gejolak harga cukup berarti yang dihadapinya, hampir semua jenis bumbu dapur normal mulai pasokan stoknya dari luar daerah sampai harga per kilogramnya. “Sudah normal semua sekarang, stoknya tersedia dan harga juga aman,” ungkapnya, Minggu (6/10). Untuk cabai rawit misalnya, dari lonjakan harga Rp80

ribu/Kg kini hanya Rp30 ribu/ Kg. Demikian pula halnya Cabai Kriting dari harga per Agustus kemarin kisaran Rp65-Rp70 ribu/Kg. Sementara, bawang putih dari Rp40 ribu/Kg saat ini paling tinggi dijual pedagang Rp25 ribu/Kg. Kemudian Bawang Merah yang sebelumnya tembus Rp25 ribu/Kg turun signifikan sampai Rp8000/Kg. “Bawang merah ini sama dengan tomat

Risa, Kampung Bawang dengan Potensi Melimpah Bima (Suara NTB) – Desa Risa, Kecamatan Woha selama ini lebih dikenal sebagai Desa yang rawan terjadinya konflik atau perang antar kampung. Namun siapa sangka, desa ini menyimpan potensi berbagai sektor yang sangat melimpah. Mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga pariwisata. Sayangnya potensi sangat melimpah, yang diharapkan akan menjadi kantongkantong Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun PAD tersebut, belum dikelola maksimal ataupun dioptimalkan dengan baik. Potensi sektor pertanian, warga setempat menggarap lahannya tidak mengenal batas musim. Entah musim hujan dan kemarau, mereka tetap menanam tanaman seperti bawang merah, padi, jagung, kedelai, kacang hijau hingga tomat. Hasil-hasil pertanian itupun dijual secara langsung kepada pengepul ataupun ke tengkulak. Sehingga harganya gampang sekali dimonopoli, dengan alasan hasil produksi yang melimpah karena tengah masa panen. Warga setempat, Idham, mengatakan hamparan areal pertanian di Desa Risa cukup luas. Bahkan terbesar di wilayah Kecamatan Woha. Area pertanian itu untuk menggarap atau menanam berbagai tanaman dan sayuran. ”Ada jagung, padi, kacang hijau, serta sayur-sayuran juga,” katanya kepada Suara NTB. Selain itu lanjutnya, yang menjadi tanaman pertanian andalan warga setempat adalah bawang merah. Diakuinya tanaman bawang merah yang ditanam tidak mengenal batas musim. Baik kemarau maupun musim hujan. Bahkan saat ini Desa Risa

(Suara NTB/Uki)

POTENSI BAWANG - Area kampung bawang merah di Desa Risa yang menyimpan potensi bawang melimpah. dikenal kampung bawang. “Saat musim kemarau sekarang saja warga tetap menanamnya. Dalam setahun bisa 3 sampai 4 kali tanam. Begitupun dengan jagung dan padi,” katanya. Sementara dari sektor peternakkan juga tidak kalah. Bahkan hampir semua warga setempat memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing. Proses budidaya dan pengembangannyapun masih bersifaf tradisional. Warga setempat yang memiliki hewan ternak pada musim hujan memilih untuk melepas ke gunung-gunung. Sementara pada musim kemarau hewan ternak diliarkan begitu saja, tanpa ada pengawasan. Untuk potensi alam, Desa Risa memiliki Mbaju Kalate, air terjun yang berada di wilayah bagian barat Desa. Potensi tersebut sangat bagus untuk mengembangkan sektor pariwsata. Namun sayangnya, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Akses jalan menuju destinasi wisata air ter-

jun di Mbaju Kalate belum diperbaiki. Padahal memasuki musim hujan nanti banyak pengunjung dari luar Desa yang berdatangan. Idham menambahkan dari potensi air terjun itu, para pemuda dan masyarakat setempat bisa mendapatkan penghasilan sampingan, disamping berternak dan bertani. Yakni menjadi tukang parkir ataupun membuka usaha makanan. “Meskipun wisata musiman tapi lumayan omzetnya. Angkanya bisa sampai jutaan rupiah perminggu. Itupun dari hasil parkir,” katanya. Tidak hanya itu Ia menegaskan persoalan konflik yang melekat dan sering terjadi di Desa Risa lantaran hanya dipicu oleh kenalan remaja, dari sekolah hingga merambat ke kampung-kampung. “Kalau soal lapangan kerja dan pengangguran bukan menjadi pemicu konflik. Karena di Desa Risa, hanya orang malas ke sawah dan ladang saja yang tidak ingin sejahtera “ pungkasnya. (uki)

yang sekarang hanya berani kita jual Rp3000/Kg,” ujarnya. Stabilnya harga sejumlah kebutuhan bahan pokok tersebut, lanjut Nurjanah, tidak lain karena sebagian besar petani beberapa komoditas pertanian itu tengah dalam masa panen. Sehingga stok yang masuk ke Pasar Induk cukuplah besar. Bahkan dari petani lokal mulai ada yang memasoknya ke tingkat pasaran.

Kondisi ini diharap terus dipertahankan agar pedagang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat tiap bulannya. “Pembeli Alhamdulillah masih lancar-lancar saja, tidak ada yang sampai terpaksa kita keringkan meski banjir cabainya. Sehari kadang bisa 50-80 Kg terjual habis karena kebetulan saat ini ada pelanggan-pelanggan baru,” pungkasnya. (jun)

HUT TNI Ke-74 , Kasat Lantas Pimpin Upacara Bawah Laut Bima (Suara NTB) – Ada yang berbeda peringatan HUT ke-74 TNI tahun 2019 di Kabupaten Bima. Perayaan upacaranya yakni digelar di bawah laut perairan Sangiang Kabupaten Bima Sabtu, (5/10). Bahkan upacara di bawah laut itu bukan dipimpin oleh prajurit TNI dari Kodim 1608 Bima. Namun perwira Kepolisian, yakni Iptu Agus Pujianto, S. Pd yang merupakan Kasat Lantas Polres Bima. Agus mengaku upacara HUT ke-74 TNI, digelar dengan kedalaman 20 meter dari permukaan laut di wilayah perairan Sangiang, Pantai Natu Desa Poja Kecamatan Sape Kabupaten Bima. “Ada belasan anggota TNI/Polri yang ikut dalam upacara peringatan HUT ke-74 ini kemarin,” katanya. Ia menjelaskan, keikutsertaan pihaknya dalam momentum

itu, bisa memberikan contoh kepada TNI dan Polri daerah lain, agar selalu saling menjaga rasa persaudaraan yang kokoh demi menjaga persatuan NKRI. “Kita ingin bisa saling menguatkan. Persaudaraan TNI/Polri yang kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI,” katanya. Menurut Agus, usai upacara, juga dibentangkan spanduk ucapan selamat HUT ke-74 TNI. Pada saat pembentangan spanduk di dasar laut itu mereka dihadapkan dengan tantangan arus yang cukup deras. “Namun dengan semangat kebersamaan semuanya terlaksana dengan baik. Pembentangan spanduk bisa dilakukan,” katanya. Ia berharap usia TNI yang memasuki 74 tahun ini, bisa tetap sukses dan jaya. Serta tetap solid bersama Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI. (uki)

(Suara NTB/Ist)

BAWAH LAUT - Pembentangan spanduk HUT ke-74 TNI di bawah laut perairan Sangiang Kabupaten Bima, Sabtu (5/10).


SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

Kasus Bibit Bawang Bima Tahun 2016

Penyidik Minta Kerjasama Inspektorat Soal LHP Mataram (Suara NTB) Polda NTB menyelidiki dugaan penyimpangan pengadaan bibit bawang Bima tahun 2016. Kerugian negara diduga mencapai Rp2,3 miliar dari total anggaran Rp40 miliar. Penyidik meminta Inspektorat kooperatif bekerjasama. Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin menegaskan bahwa sampai saat ini, belum ada tembusan surat dari Inspektorat perihal progres pengembalian temuan kerugian negara. Meskipun batas (Suara NTB/dok) waktu pengembalian sudah Syamsuddin Baharudin habis. “Semacam LHP lah. Itu kan dari pusat dikasihkan ke Inspektorat di daerah. Itu yang kita minta,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Penyidik Subdit III Tipikor menerima informasi bahwa audit Itjen Kementerian Pertanian menemukan indikasi kerugian negara Rp 2,3 miliar. Temuan itu diserahkan ke Inspektorat Kabupaten Bima untuk ditindaklanjuti. Apabila tidak kunjung diserahkan, maka penyidik akan turun untuk berkoordinasi dengan APIP Kabupaten Bima tersebut. LHP itu akan dijadikan bukti permulaan untuk meneruskan proses penyelidikan. ”Temuan kerugian negaranya kan sudah ada. Itu yang kita cek, kita verifikasi. Itu kan bukti dokumen. Itu terus kita minta ke Inspektorat,” jelasnya. Sejauh ini, penyidik sudah mengklarifikasi 26 kelompok tani di 13 kecamatan Kabupaten Bima. Mereka antara lain yang menerima pembagian bibit bawang merah tahun 2016. Klarifikasi itu terkait pembagian bibit disesuaikan dengan pengajuan calon penerima calon lokasi (CPCL). Pengadaan bibit bawang tahun 2016 di Kabupaten Bima dibiayai APBN dengan penyaluran dua tahap. Tahap pertama dengan pagu anggaran Rp26,06 miliar dimenangi PT LB dengan kontrak RP24,34 miliar. Sementara pada tahap kedua, PT QPI menyalurkan bibit dengan kontrak Rp16,11 miliar dari pagu anggaran Rp16,17 miliar. (why)

POLHUKAM

Halaman 8

PPP Ingin Wajah Baru Tampil di Pilkada Mataram Mataram (Suara NTB) – Dari sejumlah figur kandidat bakal calon yang sudah muncul ke permukaan di Pilwakot Mataram 2020, dinilai masih didominasi oleh wajah lama. Karena itu, PPP kemudian berinisiatif mendorong tampilnya wajah baru dalam kepemimpinan Kota Mataram ke depan. Karena itu, pihaknya berupaya menggalang koalisi mendorong wajah baru di Pilkada 2020 mendatang ini. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPW PPP NTB, H. Muzihir. Menurutnya, Mataram membutuhkan sosok pemimpin baru, jika ingin melihat ada perubahan dalam pembangunan di Ibukota Provinsi NTB tersebut. “Mataram ini begitu-begitu saja dari dulu. Dia tumbuh dengan sendirinya, tidak ada hal yang baru dalam wajah Mataram telah dibuat oleh kebijakan

pemerintah yang sekarang ini. Karena itu perlu ada figur alternatif,” katanya. Ia mencontohkan pada persoalan akut Kota Mataram yakni soal sampah dan banjir. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum melihat ada terobosan kebijakan yang diambil untuk mengatasi masalah sampah dan banjir oleh pemerintah Kota. Muzihir menginginkan kehadiran kepemimpinan

di Kota ini seperti di Surabaya, yang telah memberikan wajah baru oleh sentuhan kebijakan Walikotanya. “Paling penting bagi masyarakat di kota itu adalah hidup aman dan nyaman, tapi bagaimana mau aman dan nyaman kalau masyarakat dihantui terus oleh masalah bajir pada saat musim hujan, dan sampah yang membuat kota ini tidak

(Suara NTB/dok)

ini,” ujar anggota DPRD Provinsi NTB dari dapil Mataram tersebut. (ndi)

H. Muzihir (Suara NTB/dok)

Penandatanganan NPHD Tuntas, Tujuh Daerah Siap Laksanakan Pilkada

Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja Perumahan Dompu Mangkir Mataram (Suara NTB) Kejati NTB berulang kali menjadwalkan pemeriksaan dua tersangka korupsi kredit modal kerja perumahan Subsidi Dompu tahun 2018. Para tersangka tersebut belum tuntas diperiksa. Jaksa memakai opsi panggil paksa. Kepala Kejati NTB Arif menerangkan, berkas perkara dua tersangka itu masih kurang keterangan tersangka dari hasil penelitian kelengkapan berkas. Sebabnya, satu tersangka mangkir setiap panggilan pemeriksaan. “Sudah tiga kali kita panggil. Tetapi, tidak hadir-hadir. Kita upayakan panggil paksa dia,” ujarnya dikonfirmasi akhir pekan lalu. Dia mengatakan jaksa penyidik Pidsus menjadwalkan kembali pemanggilan para tersangka. alasan ketidakhadiran tersangka dalam rangka pemeriksaan sedang dipertimbangkan. Dalam hal penempuhan mekanisme panggilan paksa. “Saya inginnya berkas segera dilimpahkan,” tegasnya. Dalam kasus itu, jaksa penyidik Pidsus Kejati NTB sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka yakni mantan Pimpinan Bank NTB Cabang Dompu, Syarifudin Ramdan dan Direktur PT Pesona Dompu Mandiri, Surahman. Para tersangka diduga melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pemberian kredit modal kerja dari Bank NTB Cabang Dompu kepada PT PDM senilai Rp6,3 miliar. Nilai tersebut merupakan besaran kredit yang sudah dikucurkan dari total Rp10 miliar. Modus korupsi diduga dengan mengabaikan prosedur operasional standar seperti kelayakan calon debitur berupa manipulasi dokumen persyaratan. Sementara debitur memberikan hak tanggungan diduga yang bukan merupakan miliknya. kerugian negara pada kasus tersebut mencapai Rp6,2 miliar. Kredit itu diduga dicairkan dengan cara tidak sehat. Angka kerugian itu muncul dari lima bentuk transaksi yang mengalir secara bertahap ke pihak debitur, mulai dari pencairan Rp 3 miliar, Rp 1,5 miliar, Rp 1 miliar, Rp 500 juta, hingga Rp 200 juta. Arif (why)

pernah bersih,” jelasnya. Sampai saat ini, PPP masih menjajaki figur-figur yang dinilai pantas dan layak untuk didorong tampil maju bertarung di Pilkada Mataram 2020. Muzihir juga tidak menampik untuk mendorong kehadiran kepemimpinan perempuan ke depan di Mataram. Menurutnya Mataram memiliki banyak figur perempuan yang memiliki kapasitas untuk memimpin Mataram ke depan. “Sampai sekarang kita belum melihat ada yang pas, tapi kita terus mencari, sampai pada saatnya pasti kita putuskan siapa yang akan kita usung. Kita lihat dulu sekarang

(Suara NTB/ars)

PIDATO - Danrem 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat membacakan pidato Panglima TNI pada HUT ke 74 TNI di halaman Kantor Gubernur NTB.

Panglima Sampaikan Empat Instruksi pada HUT Ke 74 TNI Mataram (Suara NTB) Peringatan HUT ke 74 TNI tahun 2019 yang berlangsung sederhana, khidmat dan meriah di halaman Kantor Gubernur NTB Sabtu (5/10). Kegiatan diikuti seluruh personel TNI baik AD, AL dan AU, personel Polri serta PNS jajaran TNI. Bertindak Inspektur Upacara Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. Danrem membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. TNI sebagai alat negara memiliki tugas yang tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis. Menghadapi kompleksitas ancaman, menurut Danrem, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebija-

kan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang meliputi pembangunan kekuatan. Adapun beberapa penekanan Panglima TNI sebagai pedoman bagi seluruh Prajurit dan PNS TNI yakni Pertama, perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, tingkatkan soliditas TNI, pegang teguh nilai-nilai Keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika. Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks. Keempat, sikapi berb-

agai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif, dan Kelima, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini. Usai menggelar upacara peringatan HUT TNI, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah oleh para stake holder NTB kepada para pemenang lomba media dalam pemberitaan tentang TNI di wilayah Provinsi NTB baik online, cetak maupun elektronik; lomba terbaik aplikator/Pokmas/fasilitator/, lomba OPD yang bekerjasama dengan TNI, lomba desa/lurah/ kecamatan dan Kabupaten/ Kota terbaik, lomba Babinsa/ Koramil/Kodim dan lomba Babinkamtibmas/Polsek dan Polres terbaik. (ars/*)

Mataram (Suara NTB) KPU di tujuh daerah kabupaten/kota di NTB yang akan menggelar Pilkada serentak 2020, telah menuntaskan proses penganggaran untuk pembiayaan pelaksanaan Pilkada bersamA pemerintah daerah setempat. Penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah dilakukan tepat waktu sesuai tenggat yang diberikan oleh KPU RI, tanggal 1 Oktober lalu. Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hal tersebut membenarkan bahwa penandatangan NPHD sudah tuntas dilakukan oleh KPU dengan Pemda di tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada 2020. “Alhamdulillah semua daerah sudah selesai penandatangan NPHD, semua sudah clear soal anggaran. Kita sudah selesaikan sesuai dengan target yang diberikan oleh KPU pusat,” ujar Suhardi. Adapun rincian kebutuhan pembiayaan Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB tersebut, yang tertera dalam NPHD masing-masing yakni untuk Kabupaten Bima sebesar Rp24,6 miliar. KLU Rp16,2 miliar, Sumbawa Rp25 miliar, Loteng Rp28 miliar, KSB Rp13,5 miliar, Mataram Rp25 miliar dan Dompu Rp15 miliar. Dengan telah tuntasnya penandatangan NPHD di tujuh daerah tersebut, NTB tercatat sebagai daerah pertama yang menuntaskan kejelasan untuk pembiayaan Pilkada. Pasalnya di sejum-

lah daerah masih ada yang belum selesai. “Alhamdulillah NTB menjadi Provinsi pertama yang menuntaskan seratus persen penandatangan NPHD, dan ini patut kita syukuri,” katanya. Dengan sudah tuntasnya penandatangan NPHD tersebut, maka tujuh daerah itu sudah bisa dikatakan sangat siap untuk melaksanakan Pilkada. Pasalnya dengan adanya kejelasan anggaran, pembiayaan untuk pelaksanaan tahapantahapan Pilkada sudah bisa dimulai dari sekarang. “Kalau sudah NPHD ditandatangani, maka itu artinya kita sudah siap untuk melaksanakan Pilkada. Karena dari sisi anggaran sudah tersedia, sehingga tahapan-tahapan Pilkada sudah bisa mulai dilaksanakan oleh teman-teman KPU,” katanya. Terakhir disampaikan Suhardi pada Pilkada serentak 2020 tersebut, pihaknya telah meningkatkan besaran honorarium bagi petugas penyelenggara adhoc, seperti KPPS. Peningkatan honorarium tersebut merupakan salah satu rekomendasi dari hasil evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. “Kemarin sudah ada surat dari KPU pusat, terkait menaikkan standar honorarium KPPS, karena belajar dari pengalaman kemarin. Tapi nilainya tidak sampai mengalami pembengkakan anggaran. Karena Pilkada 2020 ini kan relatif lebih sederhana dari Pemilu,” pungkasnya. (ndi)

Pilkada KLU

Galang Koalisi Gemuk, Gerindra Jajaki PKB dan PPP Mataram (Suara NTB) Partai Gerindra terus bergerak menginisiasi pertemuan dalam rangka menjajaki dan mencari format koalisi parpol

lain di Pilkada KLU. Dalam satu kesempatan pertemuan dengan dua parpol berbasis nadhiyin yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra mencoba menyamakan dan menyatukan persepsi untuk mencari format koalisi di Pilkada serentak 2020 mendatang. “PKB dan PPP kita coba rangkul untuk bergabung,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto pekan kemarin. Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah, Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri, dan ketua DPC PPP KLU, Narsuddin. Sebelumnya, Partai Gerindra juga sudah menginisiasi pertemuan dengan dua parpol lainnya terkait mencari format koalisi ideal di Pilkada KLU. Yakni Partai NasDem dan PAN. Parpol berlambang kepala garuda itu kembali bermanuver dengan mengajak PKB dan PPP. Sudirsah mengatakan, Partai Gerindra sedang coba rancang ada kemungkinan koalisi lima parpol di Pilkada KLU. Yakni Partai Gerindra, PAN, NasDem, PKB dan PPP. Dengan jumlah Anggota DPRD KLU sebanyak 30 orang, Maka dengan kemungkinan koalisi lima parpol itu jika terwujud, bisa mengantongi raihan 15 kursi. Dengan begitu, koalisi lima Parpol itu bisa jadi kekuatan politik cukup kuat untuk memenangkan kontestasi di Pilkada KLU. “Saya

(Suara NTB/ndi)

DISKUSI - Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, saat diskusi bersama dalam satu kesempatan dengan Sekretaris DPW PPP, M. Akri dan Sekretaris DPW PKB, Akhdiansyah, dalam rangka membahas rancangan koalisi Pilkada 2020. kira ini bisa jadi koalisi penyeimbang di Pilkada KLU,” ucap Anggota DPRD NTB tersebut. Dia tak menepis, jika koalisi sedang coba dirancang Partai Gerindra dengan parpol lainnya, sebagai upaya dan langkah untuk mengimbangi manuver politik dibangun dan jajaki Partai Demokrat dan calon petahana, Najmul Ahyar di Pilkada KLU. Seperti diketahui, Partai Demokrat berkeinginan jajaki koalisi gemuk untuk dukung dan usung calon petahana, Najmul Ahyar di Soal siapa nanti figur akan diusung di Pilkada KLU dari koalisi parpol tersebut, sangat tergantung dari proses di internal masing—masing parpol dan kemudian dikomunikasikan dan disepakati di antara parpol tersebut. Sehingga ditemu-

kan kesepakatan dan kesepahaman terkait siapa figur akan diusung di Pilkada. “Silahkan saja, jika koalisi sedang coba kita rancang ini dinilai sebagai koalisi penyeimbang,” ujarnya. Demikian juga dengan PPP, yang memastikan tak mau membatasi diri dengan parpol tertentu dalam menjajaki dan menjalin kemungkinan koalisi di Pilkada KLU. Parpol berlambang ka’bah itu juga menjajaki dan menjalin komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan PKB. Berbagai opsi dan strategi politik terus dipertimbangkan PPP terkait Pilkada KLU. Meski PPP menyodorkan kadernya yakni ketua DPC PPP Narsuddin sebagai figur pendampingi Najmul Akhyar di Pilkada KLU, tetapi PPP juga mengantisipasi segala ke-

mungkinan situasi politik berkembang. Termasuk jika nanti kader PPP tidak dilirik Najmul di Pilkada. “Karena itu kita coba berkomunikasi juga dengan Partai Gerindra dan PKB,” terang sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri. Begitu juga dengan PKB. Parpol yang didirikan mantan Presiden Abdurahman Wahid itu pada prinsipnya, sangat terbuka bagi semua parpol maupun kandidat yang berkeinginan membuka komunikasi politik di Pilkada KLU. Meski PKB sudah final menetapkan Ketua DPC PKB KLU, Djohan Sjamsu sebagai calon Bupati di Pilkada KLU. “PKB tetap dukung calon mitra koalisi untuk mengusung paslon di Pilkada KLU,” tandas sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah. (ndi)


SUARA NTB

Senin, 7 Oktober 2019

Unram Galakkan Dosen Lakukan Inovasi Teknologi Mataram (Suara NTB) Wakil Rektor bidang Akademik Agusdin SE., MBA., DBA menjelaskan bahwa Unram telah serius dan tekun dalam menggalakkan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk seminar, konferensi dan sejenisnya dan juga mendorong pada semua dosen untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah. Hal itu disampaikan Agusdin saat menghadiri seminar nasional yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Semnas Saintek) 2019 dengan tajuk “Teknologi dan Rekayasa Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan dalam Menghadapi Era Industri 4.0” akhir pekan kemarin. Dijelaskannya bahwa pi-

haknya dalam waktu dekat akan membentuk Center Work Management dan Education Management, sehingga nanti semua karya ilmiah mahasiswa maupun dosen akan kita bentuk SOP. “Sehingga bisa ditangani oleh dosen yang telah memiliki track record dalam publikasi nasional maupun internasional,” terang Agusdin. Lebih jauh Agusdin menerangkan bahwa Unram telah melakukankontesInovasiuntukmengeksplor karya-karya inovasi hasil riset dosen maupun mahasiswa Unram yang kemudian terjaring 30 karya inovasi dan 10 di antaranya merupakan karya terbaik yang mendapatkan penghargaan langsung dari Rektor Unram. Agusdin menjelaskan bahwa suatu karya maupun produk inovasi ini tidak akan disebut

produk inovasi jika tidak memiliki nilai tambah atau marketable product. ‘’Jika suatu produk yang dihasilkan oleh dosen itu memberikan nilai tambah ekonomi dan membawa dampak sosial bagi masyarakat, maka produk itu sudah bisa dikatakan produk inovasi,” tutur Agusdin. Agusdin mengungkapkan bahwa saat ini Unram telah memiliki Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi (Kubinov) yang dapat menjadi jembatan antara hasil riset ilmiah dosen atau mahasiswa Unram dengan stakeholder yang memahamikebutuhanindustri,sehinggadiharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi baik skala daerah maupun nasional. Ketua panitia seminar, Dr. Emmy Yuanita, S.Si., M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan Semnas Saintek merupakan agenda

tahunan yang digelar oleh LPPM Unram yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi para peniliti dan pakar agar mereka bisa berbagi informasi serta gagasan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. (dys)

Halaman 9

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR.4415 CJ NOKA : MH1JFH110EK056227/ NOSIN : JFHIE – 1056093 AN.SYAHRIL HLG DSKTR JL.KHAHARUDIN KOTA MATARAM

DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

q

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 7 Oktober 2019

Halaman 10

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

NPHD Diteken

Walikota Berharap Pilkada Berjalan Baik dan Berkualitas Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram bersama Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk pembiayaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram 2020 mendatang. Anggaran cukup besar diharapkan dapat menghasilkan Pilkada berkualitas dan berjalan baik. Penandatangan ini dihadiri oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Sekreta-

ris Daerah Dr. H. Effendi Eko Saswito, Ketua KPU M. Husni Abidin, Ketua Bawaslu Hasan Basri. Walikota mengatakan, anggaran direalisasikan bagi pelaksana pemilu telah sesuai dengan standar dan prinsip-prinsip ditetapkan oleh Pemkot Mataram. Prinsip itu adalah mengedepankan efisiensi dan efektivitas. Anggaran cukup besar diberikan ke KPU dan Bawaslu diyakini pemanfaatannya dapat menghasil Pilkada Kota Mataram yang berjalan dengan baik, jujur dan adil serta mewujudkan Pilkada

yang berkualitas dan bermartabat. “Karena itu inilah kita menunjukkan agar KPU dan Bawaslu bisa bekerja dan kita semua bekerja dengan benar dan sebenar-benarnya,” kata Walikota pekan kemarin. Ketua Bawaslu mengapresiasi dukungan anggaran dari Pemkot Mataram dalam proses pengawasan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 mendatang. Dengan anggaran itu, Bawaslu siap melaksanakan proses tahapan Pilkada. Mulai dari proses kegiatan maupun pertanggungjawaban. Dia juga mengharapkan aparatur sipil negara dan masyarakat turut membantu

mensukseskan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mataram. Husni menambahkan, penandatanganan NPHD ini merupakan peletakan pertama tahapan Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Pengalokasian anggaran pelaksanaan Pilkada dinilai adalah dukungan terbaik dari Pemkot Mataram. Bagaimanapun juga KPU adalah penyelenggara pemilu. “Kami bersyukur anggaran Pemilu telah ditetapkan Rp 25 miliar,” sebutnya Husni. Sebagai penyelenggara, KPU akan melaksanakan Pilkada dengan penuh tang-

gungjawab. Tahapan akan dimulai dari tahapan sosialisasi hingga proses rekrutmen lembaga adhoc. Tugas KPU sambungnya, akan mengawal hingga proses pelantikan Walikota dan W a k i l Walikota terpilih di 2 0 2 1 mendaWalikota Mataram,H.Ahyar Abduh memberikan pengarahan tang. usai penyerahan NPHD untuk pelaksanaan Pilkada serentak (cem/*) 2020 mendatang kepada KPU dan Bawaslu Kota Mataram.

Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh menyaksikan penandatanganan NPHD oleh Ketua KPU Kota Mataram, M.Husni Abidin di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram.

Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh menyaksikan penandatangan NPHD oleh Ketua Ketua Bawaslu, Hasan Basri di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram.

Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh menandatangani NPHD untuk dana Pilkada kepada Bawaslu dan KPU Kota Mataram.

Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh (tengah) bersama Ketua KPU,M.Husni Abidin dan Ketua Bawaslu Hasan Basri foto bersama usai penandatangan NPHD.

Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh menyerahkan NPHD ke Ketua KPU, M.Husni Abidin. KPU mendapatkan bantuan dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang sebesar Rp 25 miliar.

Walikota Mataram,H.Ahyar Abduh menyerahkan NPHD ke Ketua Bawaslu Hasan Basri. Bawaslu mendapatkan bantuan dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang sebesar Rp 8,6 miliar.

Luncurkan Aplikasi SIPPAMAN

Korban Kekerasan Bisa Melapor Secara Online Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Perempuan dan Perlindungan Anak telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak Mentaram (SIPPAMAN). Aplikasi yang mengedepankan kearifan lokal ini mendorong masyarakat berani melaporkan kasus kekerasaan dialami secara online. Sosialisasi telah dilaksanakan di enam kecamatan di Kota Mataram. Tokoh masyarakat, pemuda, agama serta para kader dan aparat kepolisian juga jadi sasaran. Selain itu, mitra kerja DP3A seperti puskesmas dan Kantor Urusan Agama juga dilibatkan pada sosialisasi tersebut. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany mengungkapkan, sosialisasi ini salah satu upaya mengenalkan sistem informasi kepada masyarakat terkait pelaporan, pengaduan maupun konseling berbasis teknologi informasi. Latar belakang pelaporan secara online dibentuk berawal dari beberapa kasus ditemukan di lapangan. Rupanya tren kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak meningkat. Di tahun 2017 terdapat 17 kasus kekerasaan. Kemudian meningkat di 2018 menjadi 33 kasus. “Kekerasaan itu korbannya didominasi oleh perempuan dan anak. Laki – laki dewasa tidak ada,” papar Dewi. Kekerasaan dialami oleh perempuan maupun anak dulunya tabu untuk dilaporkan. Hal ini disebabkan oleh faktor budaya. Konteksnya saat ini, persoalan demikian

tidak bisa ditutup – tutupi lagi. Karena berkaitan dengan hak asasi manusia. Perlindungan terhadap korban kekerasaan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dunia usaha, masyarakat dan media massa memiliki peran. Apalagi undang – undang perlindungan perempuan dan anak telah dijadikan lembaran negara dan wajib diketahui oleh semua pihak. Kaitannya dengan pengaduaan berbasis online sambung Dewi, korban maupun keluarga korban dapat melaporkan kasus dialami menggunakan smartphone atau telepone pintar. Data masuk dirahasiakan. Petugas P2TP2A akan menindaklanjuti laporan tersebut untuk dicarikan solusi atau pendampingan. “Aplikasi memudahkan masyarakat melaporkan kejadian. Yang penting berani dan tidak takut pada suaminya,” terangnya. SIPPAMAN juga menyediakan kolom konsultasi. Ke depan aplikasi diharapkan dapat mempermudah

masyarakat mengakses informasi dan melaporkan kejadian dialami. Aplikasi yang masuk dalam proyek perubahan dirancang dengan mengedepankan kearifan lokal. Dalam penanganan kasus kekerasaan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Perlu juga sinergi dengan stakeholder lain seperti dunia usaha, masyarakat dan media massa. Sinergitas perlu dibangun karena masing – masing stakeholder sesuai undang – undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak khususnya pasal 23 memiliki peran masing – masing. Fokus terhadap Puskesmas dan Kemenag pada penanganan pascapengaduan. Artinya, ketika ada korban kekerasaan perlu secara penanganan secara medis. Sementara, penanganan oleh Kemenag pada mediasi bila ada perselisihan pada kasus penelantaran anak. “Jika ada orangtuanya tidak mau ngurus buah hatinya. Kemenag yang memediasi,” kata Dewi. (cem/*)

Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany memberikan penjelasan pada peluncuran aplikasi SiPPAMAN kepada tokoh agama, masyarakat, pemuda serta kader di Kecamatan Cakranegara belum lama ini.

Pelaku Usaha Didorong Promosikan Produk Lewat Teknologi Informasi Mataram (Suara NTB) Memasuki revolusi ekonomi 4.0 pelaku usaha di Kota Mataram, didorong memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produk atau hasil olahan. Pola ini akan lebih mempermudah promosi hingga meningkatkan penjualan. Pada temu agribisnis bersama kelompok usaha, Kepala Dinas Pertania Kota Mataram, Ir. H. Muttawali menyampaikan, di era serba teknologi saat ini, pelaku usaha dituntut untuk menyesuaikan diri. Persaingan bisnis semakin ketat perlu inovasi serta strategi pemasaran untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya adalah, memanfaatakan teknologi informasi untuk menjual hasil olahan. Dia memperhatikan produk olahan seperti pisang goreng, nasi lindung dan lain sebagainya telah dijual secara online. Hal ini mempermudah pelaku us-

aha serta pelanggan untuk lebih cepat mendapatkan hasil olahan diminati. “Saya biasanya iseng buka aplikasi di HP. Pisang goreng dijual bahkan nasi lindung. Ini semakin mudah. Dan, ibu – ibu perlu mengikuti itu. Kan ada facebook, instagram dan WhatsApp,” kata Muttawali. Dia mencatat, jumlah kelompok usaha di Kota Mataram 165. Jika satu kelompok beranggotakan 10 orang dengan rata – rata penghasilan Rp 1 juta, maka omzet yang dihasilkan akan tinggi. Artinya, perputaran uang sangat tinggi di tingkat pelaku usaha di bawah. Dinas Pertanian tiap tahun berupaya mendukung kelompok usaha dalam mengembangkan bisnis mereka. Diantaranya, memberikan pelatihan kepada pelaku usaha di Kota Mataram. Tujuannya adalah membuka wawasan kelompok usaha agrobisnis. Yang paling penting adalah, mendorong pelaku usaha mengurus izin untuk menjamin higienis dan sertifikasi halal

produk. Hal Ini akan meyakinkan konsumen bahwa produk olahan aman dikonsumsi. Dampaknya adalah, produk

olahan lebih mudah diterima di retail – retail modern. Termasuk memasarkan ke instansi – instansi. (cem/*)

Kadis Pertanian Kota Mataram, H. Muttawali memberikan arahan kepada kelompok usaha agribisnis agar memanfaatkan media sosial untuk menjual produk olahan mereka.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kota Mataram memberikan arahan kepada kelompok usaha hortikultura. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat dioptimalkan untuk memasarkan produk mereka.


RAGAM

SUARA NTB Senin, 7 Oktober 2019

Disnakertrans NTB Segera Bahas Kenaikan UMP Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menyusun jadwal pertemuan tripartit antara pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti kabar naiknya Upah Minimun Provinsi (UMP) pada 2020 mendatang. ‘’Itu nanti dibahas. Sekarang belum ada keputusan dari mereka. Ada perwakilan perusahaan, perwakilan serikat pekerja juga,’’ ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. M. Agus Patria saat dikonfirmasi, Sabtu (5/10) di Mataram. Kenaikan UMP di NTB disebut akan menyesuaikan dengan hasil pertemuan tersebut. Diterangkan Agus, pihaknya menjadwalkan pertemuan tersebut dapat terlaksana sebelum akhir Oktober 2019. ‘’Akhir Oktober harus sudah mulai dibahas sampai penetapannya nanti akhir Desember,’’ ujarnya. Beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan dalam kenaikan UMP adalah tingkat kebutuhan dasar pekerja dan tingkat inflasi. Ditegaskan Agus, seluruh keputusan nantinya akan bergantung pada hasil pertemuan tersebut. Agus sendiri tidak memungkiri bahwa ada kemungkinan kenaikan. ‘’Mungkin perusahaan ingin (UMP) tetap tapi pekerja ingin (UMP) naik. Kita pemerintah akan melihat kalaupun harus naik, naiknya berapa disesuaikan dengan kebutuhan,’’ ujarnya. Menurut Agus, pihak perusahaan tidak perlu merasa khawatir terhadap kemungkinan kenaikan UMP. Dicontohkannya seperti yang terjadi di NTB pascagempa, dimana banyak perusahaan tidak dapat membayar penuh gaji pekerja dengan besaran yang sesuai aturan yang berlaku. ‘’Kalau perusahaan tidak mampu, dia bisa bersurat kepada kita. Jadi tidak mungkin kita paksakan harus UMP kalau memang tidak mampu,’’ ujar Agus. Langkah tersebut dinilai menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan, mengingat kapabilitas perusahaan yang tidak mampu membayar upah sesuai UMP dibenarkan secara hukum selama memberikan pemberitahuan. Hasil dari pertemuan itu disebut Agus akan mulai berlaku pada awal tahun 2020. ‘’Kalau ada kenaikan awal tahun (2020) sudah berlaku. Kita melihat perusahaan sanggup tidak. Semua harus diakomodir dan dipertimbangkan,’’ ujarnya. Kenaikan UMP pada 2020 sendiri diperkirakan mencapai 8 persen. Hal tersebut mengikuti rata-rata pertumbuhan ekonomi di setiap provinsi sebesar lima persen dan inflasi tahunan yang berada pada kisaran tiga persen. Perhitungan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Walaupun begitu, beberapa pihak menuntut agar dasar kenaikan UMP tidak dirujuk dari PP No 78 tahun 2015, melainkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dengan begitu, pertimbangan kenaikan UMP akan ditentukan berdasarkan survei kebutuhan layak hidup (KHL) yang terjadi di pasar kemudian dijadikan bahan diskusi di tingkat dewan pengupahan daerah di masingmasing kabupaten/kota. (bay)

Jangan Mudah Terprovokasi Dari Hal. 1 ‘’Berharap apapun permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan tetap mengedepankan semangat musyawarah dan jangan meninggalkan sisa-sisa permasalahan baru,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (6/ 10) siang. Hal ini merespons ditetapkannya warga sebagai tersangka yang melakukan pemagaran lahan di lokasi pembangunan sirkuit MotoGP, akhir September lalu. Gita mengatakan, semangat musyawarah dan kebersamaan sangat dibutuhkan ke depan. Guna menuntaskan dan percepatan pembangunan sarana dan prasarana strategis di dalam dan di luar KEK Mandalika. ‘’Masyarakat jangan mudah diprovokasi. Bila ada aspirasi disampaikan dengan cara dan mekanisme yang baik,’’ harapnya. Pasalnya, kata Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini, Pemkab Lombok Tengah dan Pemprov NTB selaku Dewan Kawasan KEK Mandalika

akan memfasilitasi penyelesaian setiap permasalahan dengan sebaik-baiknya bersama ITDC. Sebelumnya, puluhan warga Dusun Ujung Lauk Desa Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng), Minggu (29/9), melakukan pemagaran lahan eks jalan desa yang akan menjadi lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di dalam KEK Mandalika. Pemagaran dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga atas sikap pihak Indonesia ITDC selaku pengelola kawasan yang tak kunjung mau menyelesaikan persoalan lahan. Anggota BPD Desa Kuta Alus Darmian, mengaku pemagaran lahan itu sebagai puncak kekecewan warga terhadap pihak ITDC, selaku pengelola KEK Mandalika yang terkesan kurang peduli terhadap aspirasi warga. Di mana warga meminta agar lahan tersebut segera diselesaikan pembayarannya. Buntut dari pemagaran lahan yang menjadi lokasi pembangunan sirkuit tersebut, Polres Lombok Tengah sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. (nas)

BNPB Transfer Rp466 Miliar Dari Hal. 1 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) senilai Rp119.521. 093.053, serta Lombok Timur senilai Rp296.550.000.000. sehingga total nilai dana transfer Rp466 miliar lebih. Jumlah ini masih berpeluang bertambah, selama pemerintah Kabupaten/Kota bisa secepatnya memperbaiki data sesuai kondisi lapangan dengan persyaratan yang ditentukan. Mengenai anggarannya, tinggal tunggu transfer. ‘’Tinggal menunggu transfer dananya dari pusat, karena dari BNPB usulan sudah masuk ke Dirjen Anggaran,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik ditemui Sabtu (5/10). Daerah yang sudah dicatat itu sebelumnya berhasil menuntaskan data anomali korban gempa. Data anomali dimaksud, terkait temuan kesalahan sasaran penyaluran anggaran, termasuk korban yang luput dari pendataan petugas. Rekapitulasi data itu dilakukan divalidasi sehingga mucul jumlah riil penerima bantuan, baik untuk rumah rusak berat, ringan dan sedang. Data itu kemudian dikirim ke BNPB untuk dilakukan review. Hanya tinggal dua daerah yang belum dipastikan dana transfer tambahan, yakni Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). ‘’Untuk KLU dan Loteng sedang di review oleh Irtama

BNPB,’’ sebutnya. Terkait mekanisme penyaluran dana tambahan dari Kementerian Keuangan via BNPB, dijelaskan Ahsanul Khalik, prosesnya tidak lepas dari anggaran yang ditarik BPBD kabupaten/kota akibat kekeliruan sesuai data anomali. Dana yang ditarik BPBD disalurkan kembali ke korban gempa setelah ditambah BNPB jika ada kekurangan. “Misalnya daerah ajukan Rp 200 miliar, dana yang sebelumnya dia tarik Rp20 miliar. Berarti tinggal ditambah Rp180 miliar dari pusat,’’ sebutnya. Sementara Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, rehab rekon pascagempa menunjukkan progres menggembirakan. Rumah yang sudah jadi lebih banyak, sehingga dalam beberapa pekan sebelumnya ia bersama BPBD NTB safari dengan beberapa kepala daerah untuk beri kunci rumah jadi kepada penerima bantuan. Mengenai kendala, diakuinya soal material, terutama semen. Selain kurang, harganya meroket. Situasi ini dipicu tingginya permintaan untuk proyek lainnya. Mengenai anggaran untuk validasi data anomali diperkirakan jumlahnya mencapai Rp1 triliun untuk tujuh kabupaten dan kota terdampak. (ars)

Halaman 11

Penting, Teknologi dalam Membangun Daya Saing Industri Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri The 5th Hamzanwadi International Conference On Technology and Education (HICTE) 2019 di Mataram, Sabtu (5/ 10). Kegiatan ini mengusung tema meningkatkan pendidikan dan kapasitas riset dengan teknologi dan pengetahuan berbasis komputer melalui sinergi lokal-global di Era Industri 4.0. Kegiatan tersebut juga dihadiri Dr. Trudy Sweeney dari Flinders University of Australia, Dr. L. Sivarama Khrisna dari India, Dr. Mechooke Chodoung dari Thailand, Assoc. Prof. Ts. Dr. Wan Mohd Khairul Wan Mohammad Zin dari Malaysia dan Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph. D, Kepala Asosiasi Pendidikan Tinggi Indonesia di bidang informatika dan komputer. Mereka menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Gubernur NTB selaku keynote speaker dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya teknologi dalam membangun daya saing industri. Katanya, daya saing dimaknai sebagai kemampuan

suatu negara, kemampuan suatu bangsa atau suatu wilayah untuk menghasilkan barang dan jasa yang menjadi standar pasar internasional. ‘’Untuk membuat standar pasar internasional sangatlah tidak mudah. Kita perlu menemukan proses baru. Kita perlu menemukan cara baru untuk merealisasikan hal tersebut,’’ katanya. Semua teknologi sangat penting. Karena itu, harus sangat berhati-hati dalam mengidentifikasi apa yang dimaksudkan dengan teknologi. Karena proses akumulasi teknologi sangat berbeda antara negara maju dan negara berkembang. Ia berharap, konferensi ini bisa menjadi salah satu langkah positif dalam mendorong perkembangan industrialisasi di NTB. ‘’Semoga dengan mengundang beberapa nama besar ke konferensi internasional ini, tidak hanya sebatas melakukan penelitian tetapi juga merupakan sinyal bagi industri untuk datang ke NTB, untuk datang ke Indonesia dan berinvestasi di daerah kami sehingga peningkatan kapasitas kemampuan teknologi dalam informasi teknologi dapat menyenangkan di daerah kami,’’ harap gubernur.

FOTO BERSAMA - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, foto bersama dengan para narasumber dalam The 5th Hamzanwadi International Conference On Technology and Education (HICTE) 2019 di Mataram, Sabtu (5/10). Wakil Gubernur (Wagub) NTBDr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd selaku Rektor Universitas Hamzanwadi dalam sambutannya menyam-

Sampah Berserakan di Kawasan Wisata Senggigi Dari Hal. 1 Rossa mengatakan, semua orang akan senang apabila Provinsi NTB bersih. Jika NTB tidak bersih, maka akan berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung ke Lombok dan Sumbawa. ‘’Karena NTB ini daerah wisata. Kalau nggak bersih, nggak ada turis datang ke sini,’’ katanya. Ia mengungkapkan, Kota Mataram ditunjuk sebagai kota ke tiga di Indonesia untuk melakukan gerakan nasional pilah sampah. Disebutkan, setiap orang menghasilkan sampah sekitar 0,7 Kg per hari. Artinya, dalam satu tahun jumlah produksi sampah di Indonesia sekitar 65,8 juta ton. Rossa mengajak masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik. Apabila masuk ke restoran atau rumah makan, masyarakat diminta jangan menggunakan sedotan. Karena sampah plastik jenis sedotan ini cukup banyak di Indonesia. Ia menyebutkan, sampah sedotan plastik sebanyak 93 juta sedotan sehari. Apabila sedotan plastik tersebut dijejer, maka panjangnya bisa dari Jakarta sampai Meksiko. Ia juga mengajak masyarakat apabila membeli makanan jangan menggunakan stereofoam. ‘’Kurangi sampah plastik. Karena sampah plastik terurai di lingkungan itu ribuan

tahun. Ndak seperti daun. Ndak seperti makanan sisa, cepat terurai di lingkungan. Kalau plastik, nggak cepat,’’ ujarnya. Ia berharap NTB yang merupakan daerah wisata agar terus dapat menjaga kebersihan daerahnya. Rossa mengatakan, gerakan untuk menjadikan NTB bersih sangat luar biasa dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB melalui program NTB Zero Waste. ‘’Tapi mereka tidak akan bisa bekerja jika masyarakatnya tidak memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan,’’ ungkapnya. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dan bersinergi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat NTB khususnya Kota Mataram yang begitu antusias dalam gerakan nasional pilah sampah pada hari ini. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan bahwa NTB merupakan tempat indah yang selalu dikunjungi oleh wisatawan. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk pandai dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk dalam hal memilah sampah yang dimulai dari rumah. Wagub mengatakan kunci

keberhasilan program NTB Zero Waste adalah kesungguhan, tekad dan kesadaran dari masyarakat dalam hal menjaga kebersihan. ‘’Tempat kita ini indah, tapi kalau kita lengah keindahan itu akan sirna, akan hilang. Di antaranya adalah kalau kita tidak peduli dengan sampah,’’ katanya. Wagub menyinggung soal kebersihan laut dan sungai yang ada di NTB dari sampah plastik. Dikarenakan sampah plastik tersebut dapat mengakibatkan manusia terkena risiko terpapar mikroplastik dari ikan yang dikonsumsi. Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab dan kebutuhan seluruh masyarakat. ‘’Kebutuhan kita untuk NTB ini agar tetap indah, semakin asri dan lestari, itu kebutuhan kita semua,’’ katanya. Ia berharap, anak-anak muda NTB dapat menjadi pionir dan garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk pandai dalam mengelola sampah agar menjadi sumber daya dan hal yang bermanfaat. ‘’Kita tunjukan pada Indonesia, bahwa NTB ini bisa pilah sampah dari rumah, kelola sampah dengan baik, mengubah sampah yang dulunya musibah menjadi sumber daya,’’ tandasnya. (nas)

Aset Pemprov Wanprestasi Senilai Rp1,6 Triliun Dari Hal. 1 Setelah mendapat gambaran melalui LO, akhirnya pendampingan ditindaklanjuti dengan penyerahan Surat Kuasa Khusus (SKK). SKK menurut Dedi Irawan, sebagai dasar hukum untuk bertindak selama pendampingan. ‘’Saat ini SKK nya sedang dalam proses,’’ ujarnya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Ditambahkan Dedi, lahan 65 hektar tersebut hanya sebagian dari aset yang sedang ditangani. Dalam catatannya, ada aset senilai Rp9 miliar sudah dalam proses penanganan setelah SKK diterbitkan Pemprov NTB. Bersamaan dengan itu, saat ini tim Datun juga sedang mendampingi penyelesaian lahan Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) senilai Rp28 Miliar. Masalah aset daerah tidak hanya jadi atensi Kejaksaan

Tinggi NTB. Penyelesaian aset Pemprov tersebut juga menjadi dorongan Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun) mendorong peran Kejati NTB untuk membantu penyelesaian seluruh aset bermasalah di provinsi, kabupaten dan kota. Melalui video conference Kamis (3/10) Plt. Jam Datun Tarmizi, SH,MH memberikan arahan dan penekanan soal pemulihan aset daerah dan melaporkan setiap perkembangan penanganan. Video conference diikuti langsung Kajati NTB Arif, SH.,MM, Jam Datun menekankan kepada Bidang Datun agar proaktif menjalin kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya penyelamatan aset negara atau daerah. karena tidak hanya jadi atensi internal Adhyaksa, tapi masalah sama juga menjadi perhatian

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Datun agar proaktif dan tetap berkoordinasi dengan KPK. Karena ada program memaksimalkan pendapatan daerah yang bersentuhan dengan aset,’’ ujarnya. Meski KPK tidak punya instrumen kewenangan Datun, namun Jam Datun mengapresiasi KPK yang telah mendorong Pemda untuk memberikan Kuasa Khusus pada Kejaksaan dalam upaya penyelamatan aset daerah. Saat video conference itu, Kajati NTB menyampaikan sejumlah masalah. Salah satunya masih ada beberapa Pemerintah Daerah yang belum menyerahkan data data aset bermasalah. Namun saat ini untuk tahun 2019 Kejati NTB sudah berhasil menyelamatkan Aset Daerah senilai Rp 9 Miliar dan yang sedang dalam proses sebesar Rp28 miliar. (ars)

Warga Bongkar Tenda Petugas di Hutan Pesugulan Dari Hal. 1 Padahal kawasan itu sudah ditutup untuk masyarakat sejak penertiban beberapa waktu lalu. Tim gabungan personel TNGR, polisi dan TNI berusaha melakukan pendekatan persuasif. Warga diberi kesempatan mengambil barang-barang dan sisa panen yang belum diambil. Namun hingga siang masyarakat masih bertahan menduduki kawasan. Bahkan semakin siang sekitar pukul 14.00 Wita, warga mulai bertindak mengarah ke anarkis. Warga membongkar paksa tenda yang dijadikan pos penjagaan oleh tim gabungan. Petugas tetap bertahan dan meminta warga meninggalkan kawasan dengan cara baik baik. ‘’Namun tidak berhasil. Mereka menjawab dengan teriakan provokatif. Malah sebaliknya mereka meminta petugas keluar dari kawasan hutan Pesugulan karena menurut mereka kawasan itu adalah

tanah adat,” demikian penjelasan Plt. Kepala Balai TNGR Ir. Ari Subiantoro, Minggu (6/10). TNGR kemudian berkoordinasi dengan Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur, pihak Camat dengan mendatangi massa. Namun kelompok masyarakat tersebut tetap bertahan dan menginap di kawasan hutan Pesugulan. Namun demikian, kelompok masyarakat tersebut juga kembali melanjutkan aksinya. Pukul 09.45 Wita kelompok ibu - ibu berjumlah sekitar 60 orang mulai berdatangan ke kawasan hutan Pesugulan dan bergabung bersama kelompok masyarakat yang telah bermalam sebelumnya. Warga semakin anarkis. Merusak spanduk larangan masuk lokasi PKTI Hutan Pesugulan yang telah dipasang di pintu masuk. Mereka juga membongkar pondok dan tenda terpal yang ditempati petugas. Barang- barang bongkaran dimasukkan secara bergantian oleh ibu-ibu ke mobil TNGR dan

berharap penjagaan dibubarkan. Aksi massa semakin tak terkendali, bahkan sempat memaksa akan menurunkan bendera merah putih, namun berhasil dicegah petugas. Kelompok masyarakat itu akhirnya bersedia dialog ketika ditemui Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II, Benediktus Rio Wibawanto. Kepada warga, disarankan agar masalah itu dikomunikasikan dengan baik tanpa aksi anarkis. Kedua, massa diberikan kesempatan menyampaikan keluhannya pada Senin (7/10) di Kantor Bupati Lombok Timur. Menurut Ari, hingga saat ini kelompok masyarakat masih tetap bertahan di dalam kawasan hutan Pesugulan. “Demikian juga petugas, tanpa lelah mulai kembali membangun tenda darurat, memperbaiki jaringan listrik dan air, tetap melakukan penjagaan dan pengamanan kawasan hutan Pesugulan,” ujarnya. (ars)

paikan salam hangat dan terima masih kepada para pemateri yang berkesempatan hadir untuk berbagi pengalaman tentang pendidikan dan teknologi. ‘’Saya sangat berterima kasih kepada Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan MLS, P.Hd, Dr. Trudy-Ann Sweeny, Dr. L. Sivarama Krisna, Dr. Vijay Kumar Dr. Mechoke Chodoung and Dr. Wan Mohd. Khairul yang akan membagikan pandangannya mengenai teknologi dan pendidikan,’’ ucapnya. Rohmi juga menjelaskan, pentingnya teknologi dalam pendidikan. Dengan kemajuan teknologi yang sangat

cepat akan sangat cepat mengalahkan sistem pendidikan yang ketinggalan zaman. Rohmi juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenristekdikti yang telah mempercayakan konferensi tersebut kepada Universitas Hamzanwadi, dan seluruh pemateri dan peserta yang hadir dalam acara tersebut. Rohmi sangat optimis bahwa konferensi tersebut akan menuntun pada perubahan yang positif, menciptakan kesadaran untuk menghasilkan pengajaran yang efektif dan kolaboratif bagi pendidikan NTB di masa depan. (r)

62 Warga NTB Telah Dipulangkan dari Papua Dari Hal. 1 menggunakan pesawat komersil dari Jayapura - Makassar Denpasar - Lombok. Sedangkan, Minggu (6/10) pukul 07.45 Wita, kata Wismaningsih, rombongan pengungsi asal NTB tujuan Bima dipulangkan menggunakan pesawat komersil Lion Air dengan nomor penerbangan JT 795. Rombongan besar pada pemulangan pengungsi ke NTB kali ini berjumlah 50 orang, seluruhnya berasal dari Kabupaten Bima. ‘’Proses pemulangan para pengungsi ini terbilang lancar karena perhatian yang begitu besar dari Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerinrah Provinsi NTB, dan seluruh elemen masyarakat Bima di Jayapura,’’ kata Wismaningsih. Dan yang tidak kalah perannya ketika proses mengurus tiket, boarding pass, bagasi hingga memastikan pengungsi masuk pesawat dengan barang bawaannya adalah para petugas di Bandara, yaitu Iksan, Yusman, dan Iwan. Mereka, kata Wismaningsih, adalah putra-putra NTB yang ditugaskan oleh kesatuannya di Bandara Sentani. ‘’Alhamdulillah mereka hadir dan bertugas untuk NTB walaupun tidak di Wilayah NTB,’’ katanya. Pada saat yang sama, ada rombongan pengungsi dari provinsi lain sebanyak 20 orang yang ketinggalan pesawat. Karena kelalaian saat check in. Padahal sudah lebih awal berada di Bandara Sentani. Wismaningsih menambahkan, kemudahan dan kelancaran proses pemulangan pengungsi asal NTB ini juga merupakan peran penting dari Yonif 751 Sentani yang

mengerahkan sejumlah armada pengangkutan. Dari posko ke bandara. Begitu pula peran personel Yonif 751, Muhammad Nur dan Muhammad Sidik, putra-putra NTB yang penuh kerelaan dalam mengurus pengungsi. Kemudian mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan Tim dari Dinas Sosial NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Bima. Sebelum pemulangan 62 warga NTB dari Papua dengan tiga kali penerbangan, sebanyak 30 orang lainnya sudah pulang secara mandiri dan dijemput keluarga. Sehingga total warga NTB yang pulang dari Papua sebanyak 92 orang. Total warga NTB yang mau pulang sebanyak 105 orang. Sedangkan 55 orang warga NTB di Papua tidak pulang, karena dalam keadaan aman. Mereka adalah petugas negara, ada yang berprofesi sebagai TNI, Polri dan ASN di Wamena, Papua. Mereka merupakan orang-orang yang ikut membantu dalam proses pengamanan dan pemulangan warga NTB di sana. Rencananya, Senin (7/10) hari ini sebanyak 27 warga NTB akan kembali dipulangkan dari Papua. Mereka akan langsung ke Kabupaten Bima. Dan diperkirakan sekitar 10 orang menunggu giliran untuk dipulangkan, karena baru turun dari Wamena. Wismaningsih memastikan semua warga NTB di Wamena, Papua, dalam kondisi baik dan sehat. Untuk itu, Pemprov menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan Yonif 571, yang telah sangat baik dalam melayani warga NTB yang ada di Papua. (nas)

DD untuk NTB Naik Jadi Rp1,23 Triliun Dari Hal. 1 Ia mengatakan, penggunaan DD diharapkan mendukung program prioritas daerah seperti pembangunan bidang kesehatan, lingkungan dan pendidikan. ‘’Prioritasnya untuk program kesehatan, lingkungan, pendidikan. Yang jelas penggunaannya sesuai dengan program prioritas daerah,’’ katanya. Ashari mengharapkan, para bupati membuat Perbup terkait persentase DD untuk penyertaan modal di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia mencontohkan seperti Lombok Barat (Lobar) telah membentuk regulasi yang mengatur minimal 10 persen DD untuk BUMDes. Dimana, BUMDes memiliki salah satu unit usaha bank sampah. Apabila semua kabupaten membuat kebijakan seperti ini, Ashari yakin NTB zero waste 2023 akan terwujud. ‘’Kalau Lombok Barat telah diatur 10 persen dari DD untuk BUMDes. Di Lombok Timur seperti Desa Dasan Lekong mengalokasikan Rp300 juta untuk penanganan sampah. Sudah ada sejumlah surat edaran yang kita buat untuk para bupati,’’ kata mantan Penjabat

Bupati Lombok Utara ini. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mempublikasikan dana transfer daerah dan dana desa yang dialokasikan dalam APBN 2020. Untuk NTB, DD yang diperoleh pada 2020 sebesar Rp1,23 triliun lebih. Dari alokasi sebesar itu, Lombok Timur dan Lombok Tengah yang mendapatkan DD paling besar. Masingmasing memperoleh DD sebesar Rp316,38 miliar dan Rp209,21 miliar. Kemudian Bima Rp189,45 miliar. Selanjutnya, Lombok Barat Rp161,72 miliar, Sumbawa Rp148,33 miliar, Dompu Rp72,22 miliar, Lombok Utara Rp71,44 miliar dan Sumbawa Barat Rp62,57 miliar. Diketahui, pada 2019, DD untuk delapan kabupaten di NTB sebesar Rp1,18 triliun. Dengan rincian, Lombok Barat Rp31,12 miliar, Lombok Tengah Rp38,64 miliar, Lombok Timur Rp61,47 miliar, Bima Rp37,12 miliar, Sumbawa Rp28,81 miliar, Dompu Rp14,16 miliar, Sumbawa Barat Rp12,08 miliar dan Lombok Utara Rp12,87 miliar. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 7 Oktober 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901

Mobil DFSK

”Sporty” dan Kemewahan yang Terjangkau

Mataram (Suara NTB) DFSK benar - benar menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin merasakan spesifikasi mobil Sporty Utility Vehicle (SUV) namun dengan harga terjangkau. Bayangkan, untuk kelas terendah SUV Glory 560 bisa dibawa pulang dengan harga Rp209 jutaan. Sementara type lain, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam antara Rp450 juta sampai Rp500 juta. Suara NTB pun berkesempatan mencoba SUV Glory 560. Dimensi sporty tidak saja di bagian bodi. Begitu masuk ke kemudi, tiga kesan sekaligus untuk interior yang nyaman, mewah dan sporty. Mobil DFSK benar - benar futuristik, beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam industri otomotif. Di dalam kemudi, fitur - fitur sudah elektrik. Salah satunya parking brake, tidak lagi menggunakan tuas yang mekanisme kerjanya manual. Tapi DFSK sudah menerapkan lock system karena rem parkir akan terkunci sendiri ketika engine off. Ketika on, juga otomatis unlock.

Suara NTB mencoba sejumlah mobil SUV Matic, namun berbeda saat meluncur dengan SUV Glory 560. Akselerasi ketika pedal gas diinjak, saat melaju di jalan hotmix sampai saat menikung, semua terasa nyaman tanpa hentakan yang mengganggu. Interior lain juga sangat mendukung kenyamanan, seperti audio yang bisa diatur menggema di bagian depan, tengah atau belakang. Ditemani Eka Saraswita, Sales Supervisor DFSK Mataram, memaparkan berbagi keunggulan lain. “Kenyamanan lain, mobil ini lebih kedap suara. Jadi suara bising dari kendaraan lain, lebih bisa diredam,” ujarnya. Ida Bagus Hinduyasa, salah seorang peminat dunia otomotif hadir langsung saat launching Kamis (26/9) lalu. Ia melihat dan memberikan penilaian langsung untuk SUV Glory. “Fiturnya sangat bagus, jadi sudah ter-update semua,” ujarnya. Ia melihat perbedaannya pada model yang futuristic, seperti kamera dan standar safety untuk airbag system, auto power window dan beberapa fitur yang menurutnya unggul. “Kalau pakai ini, tidak perlu lagi variasi,

(Suara NTB/ist)

N. Dwi Nurtanto, Regional Sales Manager PT Sokonindo Automobile (kiri), Ardi Wirja Ang, Direktur Utama PT Cakraniaga Kencana (kedua kiri), Rifin Tan, Deputy Sales Head PT Sokonindo Automobile (kedua kanan), dan Randi Ang, Direktur PT Cakraniaga Kencana (kanan) saat acara pembukaan diler DFSK Mataram, Kamis (26/9). (Suara NTB/ist)

sudah komplit,” ujarnya. Manajemen Dealer DFSK Mataram juga memberi kesempatan masyarakat test drive, merasakan ekspektasi langsung DFSK mengaspal. “Saya coba SUV Glory untuk kelas 1.500 CC. Saya lihat, fitur canggih dengan interior mewah. Jauh dibanding kompetitor lain di kelas yang sama,” tutur Ikliludin, salah seorang pekerja swasta yang berkesempatan mencoba. Begitu masuk ruang kemudi, kesan mewah begitu terasa. Desain interior terlhiat ‘gagah’. “Tarikannya ringan dan senyap. Suara mesin nyaris tidak terdengar. Mobil ini sangat memanjakan pengendaranya dan sangat

Wartawan Suara NTB Haris Mahtul foto bersama Sales Supervisor DFSK Mataram Eka Saraswita dengan unit SUV Glory 560 di Kantor Harian Suara NTB.

nyamandikendarai,”kataIkliludin. Dealer di Mataram Perusahaan otomotif Tiongkok, DongFeng Motor Group (DFM) hadir saat ekonomi masyarakat Lombok terus bertumbuh dengan ditopang dari perkembangan infrastruktur dan sektor pariwisata. Lewat diluncurkannya DFSK, menjawab ekspektasi masyarakat tentang kebutuhan mobilitas masyarakat NTB umumnya, khususnya di kota Mataram sebagai pusat perekonomian. Saat ini dealer DFSK Mataram sudah melayani penjualan seluruh unit yaitu DFSK Glory 580, DFSK Glory 560 dan DFSK Super Cab dengan harga on the road (OTR) Mataram. Pelayanan prima memang jadi prioritas Dealer DFSK Mataram. Sebagaimana disampaikan Deputy Sales Head PT Sokonindo Automobile, Rifin Tan, Ardi Wirja Ang, Direktur Utama PT. Cakraniaga Kencana, Randi Ang, Direktur PT. Cakraniaga Kencana dan Dwi Nurtanto, Sales Area Manajer PT. Sokonindo Automobile. Dealer yang dioperasikan PT Cakraniaga Kencana, mengutamakan kepuasan pelanggan ketika menjalankan bisnis otomotif. Dealer termuda DFSK ini menawarkan one stop service bagi

Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia

Komitmen Jadi Pionir ”NTB Zero Waste” Mulai dari Diri Sendiri Mataram (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB bekerjasama dengan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) NTB memperingati Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia di arena Car Free Day depan kantor Diskominfotik NTB, Minggu (6/10) pagi. Pada kegiatan tersebut, 100 anggota HAKLI NTB berkomitmen menjadi pionir zero waste yang dimulai dari diri sendiri. Ketua HAKLI NTB, Ali Wardana, S.KM., M.Si mengatakan pihaknya mendukung penuh program Pemprov NTB dalam rangka kebersihan lingkungan. Yakni terus berkomitmen mengkampanyekan NTB bebas sampah atau zero waste. Menurut Kepala Bapelkes NTB ini, peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2019 merupakan upaya mengingatkan semua warga. Agar menyadari peran kesehatan lingkungan yang cukup besar

dalam mewujudkan lingkungan yang sehat sebagai salah satu faktor untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Perubahan iklim merupakan fenomena yang mulai dirasakan oleh masyarakat global, termasuk Indonesia. “Kami meminta Wagub, untuk menjadi pioner pertama untuk memotivasi kami menjadi pioner zero waste, mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita,” kata Ali. Pada peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia Tahun 2019 di NTB, dilakukan penandatangan komitmen bersama 100 anggota HAKLI NTB menjadi pionir zero waste mulai dari diri sendiri. Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd menjadi orang pertama yang membubuhkan tandatangan. Wagub mengajak seluruh masyarakat untuk mau menjadi pionir kebersihan, mewujudkan NTB zero waste mulai

(Suara NTB/nas)

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menandatangani komitmen bersama 100 anggota HAKLI NTB menjadi pionir zero waste mulai dari diri sendiri.

(Suara NTB/nas)

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi, anggota HAKLI dan pejabat Dikes NTB foto bersama usai penandatangan komitmen bersama 100 anggota HAKLI NTB menjadi pionir zero waste mulai dari diri sendiri di arena Car Free Day Udayana, Minggu (6/10) pagi.

dari sekarang. Serta harus dimulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terkecil, yakni memilah sampah dari rumah tangga. Dikatakan, betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah untuk diolah agar terbebas dari bencana atau penyakit. Ia mengatakan stunting bukan saja diakibatkan oleh kekurangan gizi, namun 70 persen diakibatkan oleh persoalan lingkungan. “Maka dari itulah kebersihan sudah menjadi kebutuhan kita, bahkan kewajiban yang harus kita wujudkan di NTB,” tegasnya. “Sampah ini kalau kita pandai memperlakukannya dengan cara mengelola dan memilahnya akan menjadi sumberdaya. Sampah ini tidak menjadi jijik dan dapat

Pembeli pertama DFSK Glory 560, H. M. Suhaily Sukri (kedua kiri) dan pembeli pertama DFSK Super Cab, Siti Zuraida Basyiroh (kedua kanan) saat penyerahan kunci secara simbolis oleh Direktur Utama PT Cakraniaga Kencana, Ardi Wirja Ang (paling kiri) dan Deputy Sales Head PT Sokonindo Automobile, Rifin Tan (paling kanan), di diler DFSK Mataram, Kamis (26/9).

meminimalisir bencana dengan nilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang,” ujarnya. Wagub menambahkan, mulai tahun 2020, Kota Mataram tidak boleh lagi mengangkut sampah yang tidak terpilah ke TPA Regional Kebon Kongok. Untuk itu, Pemkot Mataram harus terus mengkampanyekan agar warganya memilah sampah. “Kalau dibawa tanpa dipilah maka TPA Kebon Kongok akan menolak sampah tersebut, ini sudah menjadi komitmen bersama”, tegasnya. Wagub mengatakan masih tersisa waktu tiga bulan bagi Pemkot Mataram untuk mengajak dan mengkampanyekan pemilahan sampah. Agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah tangga. (nas/*)

para pelanggannya yang membutuhkan solusi mobilitas, mulai dari penjualan unit kendaraan DFSK, layanan purna jual, hingga penyediaan suku cadang untuk mempercepat pelayanan. Keseriusan PT Cakraniaga Kencana berbisnis ditunjukkan dengan membangun dealer DFSK Mataram di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dan bangunan seluas 900 meter persegi di Jalan Sandubaya No.29, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, NTB. Lokasi di pusat kota ini menjanjikan jangkauan yang baik untuk masyarakat di Kota Mataram. Soal urusan layanan purna jual, dealer DFSK Mataram memiliki ruang servis lengkap dengan 2 (dua) stal, dan telah

(Suara NTB/zul)

Wartawan Suara NTB Haris Mahtul saat test drive SUV Glory 560. dilengkapi post lift stall. Sehingga agai part mobil mulai dari fast memudahkan bagi teknisi moving hingga slow moving. Konmelakukan pengecekan dengan sumen pun tak perlu khawatir hasil yang lebih akurat. Tak hanya ketika mengalami masalah denlayanan pengecekan mobil, DFSK gan kendaraan, tak perlu menungMataram telah dilengkapi gudang gu lama untuk ketersediaan suku suku cadang yang memuat berb- cadang. (ars/*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 7 Oktober 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu