Skip to main content

Edisi Kamis 03 Januari 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

KAMIS, 3 JANUARI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 245 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Gubernur Instruksikan Percepatan Tender Proyek 2019 Mataram (Suara NTB) Mencegah pekerjaan proyek yang menumpuk di akhir tahun, Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, SE.M.Sc, segera akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB. Gubernur menginstruksikan tender proyek pembangunan 2019 dipercepat. Kepala Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa (APP dan LPBJ)

Setda NTB, Ir. Swahip, MT mengatakan, pekerjaan proyek di akhir tahun memang sesuatu yang tak diinginkan.

‘’Makanya ada Instruksi Gubernur tentang percepatan tender 2019. Ada Instruksi Gubernur tiap tahun untuk percepatan pengadaan barang dan jasa,’’ jelas Swahip dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu (2/1). Ia mengatakan, Instruksi Gubernur tersebut sudah diajukan untuk ditandatangani. Poin Instruksi Gubernur mengenai percepatan tender

proyek 2019 itu meminta seluruh OPD untuk mempercepat meng-input Rencana Umum Pengadaan (RUP) ke Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Kemudian mempercepat penandatanganan SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pejabat pengadaan, pejabat penerima hasil pekerjaan masing-masing OPD. Selanjutnya, mempercepat penyusunan dokumen tender. ‘’Karena dokumen tender ada enam persyaratan. Antara lain kerangka acuan kerja, HPS, gambar kalau pekerjaan konstruksi, foto copy

1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345

’’

DPA, draf kontrak, menginput RUP ke SiRUP,’’ jelasnya. Dalam Instruksi Gubernur itu juga ada batas pengajuan tender ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Untuk pengadaan barang dan jasa konstruksi kata Swahip maksimum Mei 2019. ‘’Tapi kalau belum ada gambar desainnya dan dikerjakan 2018 juga, maksimum batas pengajuan lelang sampai bulan Juni 2019. Sehingga memungkinkan untuk waktu pelaksanaan konstruksinya di lapangan, tidak terburuburu,’’ katanya. Bersambung ke hal 15

Makanya ada Instruksi Gubernur tentang percepatan tender 2019. Ada Instruksi Gubernur tiap tahun untuk percepatan pengadaan barang dan jasa Swahip

(Suara NTB/dok)

HBY Masih Yakin Jagung Bawa Kesejahteraan Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) menyampaikan apresiasinya atas semangat petani Dompu dalam menanam jagung yang dinilainya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Semangat petani ini harus dikawal pemerintah daerah melalui dinas teknis. Dengan memastikan ketersediaan kebutuhan pupuk dan obat-obatan lainnya. Hal itu disampaikan H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB sesaat setelah meninjau tanaman jagung petani di Kecamatan Manggelewa, Selasa (1/1) lalu. Hamparan tanaman jagung petani yang sedang tumbuh subur. Kondisi ini hampir merata di seluruh wilayah tadah hujan.

TO K O H Tunggu Rekomendasi Mendagri

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/ist)

JAGUNG - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin berpose dengan foto udara di tengah hamparan jagung petani pada masa tanam musim hujan 2018 di Manggelewa Dompu, Selasa (1/1) lalu.

Baru Dibayar Rp190 Juta, Sisa Rp6,9 Miliar H. Rosiady H. Sayuti (Suara NTB/nas)

Tindak Kemenag NTB ATAS temuan dugaan maladministrasi pada pembelian buku untuk ribuan madrasah se NTB, Ombudsman NTB merekomendasikan harus ada tindakan tegas Menteri Agama terhadap Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB. Harapannya, agar kasus serupa tidak terulang dan menjadi preseden buruk tata kelola pendidikan agama khususnya di NTB. Penanganan maladministrasi itu diketahui sudah dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Namun beberapa poin rekomendasi belum bisa disampaikan. Hanya inti yang dijelaskan Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim, SH.,MH terkait LHP tersebut. Bersambung Adhar Hakim ke hal 15 (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) Total kerugian daerah yang dibayar penunggak per 31 Desember 2018 lalu, baru Rp 190 juta. Setoran bersumber dari rekanan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penunggak pascadiadili Majelis Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) beberapa waktu lalu. Jumlah setoran itu terkumpul dari cicilan pengembalian kerugian daerah oleh penunggak yang dipanggil dan disidang satu per satu Selasa 25 Desember 2018 lalu. Sidang dipimpin Ketua Majelis

(Suara NTB/ars)

H. Azhar

Hakim TPTGR Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H.Sayuti, M.Sc., P.hD, didampingi Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH.MH dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Drs. H. Supran. ‘’Jadi cukup besar manfaatnya sidang majelis kemarin. Setoran masuk per 31 Desember mencapai Rp 190.977.117,’’ sebut Kepala Sekretariat TPTGR Drs. H. Azhar, MM kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (1/2). Bersambung ke hal 15

Kadin akan Talangi Pembangunan Huntap Korban Gempa Mataram (Suara NTB) Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Ir. H. L. Herry Prihatin membantah kewenangan Kadisn NTB ditarik Kadin Pusat kaitan dengan percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) korban gempa NTB. Bahkan, untuk percepatan penyediaan Huntap korban gempa, Herry mengatakan Kadin akan menalanginya. ‘’Artinya, kita bangunkan dulu bangunan itu sesuai ketentuan teknisnya yang disetujui Kementerian PUPR. Baru masyarakat membayar,’’ kata Herry kepada Suara NTB, Rabu (2/1). Ia menjelaskan, Kadin akan membantu pemerintah dalam upaya percepatan penyediaan Huntap korban gempa tanpa menunggu dana bencana dari pemerintah pu-

sat. Kadin akan menggerakkan anggotanya, para kontraktor yang bergerak dalam jasa konstruksi membangun Huntap bagi korban gempa. Jika dana talangan untuk membangun Huntap tersebut masih berada di angka ratusan miliar, maka akan ditangani Kadin NTB. Tetapi jika dana talangannya berada di atas Rp1 triliun maka Kadin Pusat yang akan masuk. ‘’Tapi tetap saja nanti anggota Kadin di daerah yang kerja. Kita memfungsikan teman-teman di daerah bekerja. Bersambung ke hal 15

H. L. Herry Prihatin

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 NTB akan meningkatkan porsi anggaran untuk miti1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 gasi bencana. Selain itu, sebagai daerah yang rawan tsu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 nami, Pemprov NTB akan mengusulkan ke Badan Na1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menam1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 bah alat deteksi tsunami. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ‘’Kita sudah punya alarm tsunami dan sebagainya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Cuma kita tambah, BPBD menganggap itu masih kurang,’’ 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu (2/1) siang. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Bersambung ke hal 15 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 (Suara NTB/ist) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ALAT DETEKSI - Alat deteksi tsunami berupa sirine 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 satu satunya hanya ada di Ampenan, Kota Mataram. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012

NTB akan Tambah Alat Deteksi Tsunami

Pascadiadili TPTGR

(Suara NTB/dok)

HINGGA 31 Desember 2018, sebanyak 40 pejabat eselon III dan IV Pemprov NTB memasuki usia pensiun. Sementara itu, mutasi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih menunggu rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mengatakan, Pemprov masih menunggu rekomendasi Mendagri untuk pengisian empat jabatan eselon II. Empat jabatan eselon II yang akan diisi adalah Biro Kerjasama, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Asisten II dan Kepala BPKAD. Asisten II dan Kepala BPKAD NTB saat ini sedang dalam proses usulan penerbitan SK Presiden. Bersambung ke hal 15

‘’Ini merupakan hamparan harapan rakyat Dompu. Saya minta dinas teknis untuk mengawal, jangan sampai ada masalah dan kita tidak hadir memberikan solusi,’’ pesan Bambang. Ia pun menyampaikan, hamparan luas tanaman jagung di Kabupaten Dompu yang terus berkembang menunjukan bahwa petani jagung sudah mandiri. Namun perluasan area tanam ini harus diikuti dengan peningkatan produktivitas agar lahan tutupan negara tidak dijadikan ladang jagung. Termasuk mengupayakan industri pengolahan hasil dalam daerah, sehingga harga jagung tetap stabil. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

SUARA MATARAM

Halaman 2

DPRD Kota Mataram Gelar Paripurna Pengajuan 5 Paket Raperda Mataram (Suara NTB) – DPRD Kota Mataram mengawali tahun 2019 dengan menggelar rapat paripurna pengajuan lima paket raperda, Rabu (2/1) kemarin. Dari lima paket raperda yang diajukan, tiga raperda merupakan raperda hak inisiatif DPRD Kota Mataram dan dua raperda lainnya merupakan raperda perubahan yang diajukan oleh eksekutif. Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi dua wakil ketua, H. Muhtar, SH., dan I Wayan Sugiartha. Hadir pula Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, berikut sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkot Mataram. Anggota DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos., yang membacakan pidato penyampaian 3 paket raperda hak inisiatif Dewan, mengungkapkan : 1. Raperda tentang Sistem Keamanan Lingkungan Sistem Keamanan Lingkungan merupakan teknik atau cara mengelola keamanan lingkungan oleh masyarakat secara baik, benar dan bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga untuk menciptakan keamanan lingkungan dalam kehidupan masyarakat tidak

hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah bersama pihak Kepolisian, tetapi juga menjadi tanggungjawab pribadi, kelompok dan seluruh warga masyarakat. Selain menciptakan keamanan dan ketertiban dalam lingkungan, juga dapat mempererat rasa persatuan, persaudaraan dan membentuk nilai-nilai kegotong-royongan dalam mewujudkan masyarakat yang maju, religius dan berbudaya, serta indah, bersih, agamis, damai, aman dan harmonis (IBADAH), sehingga pengelolaan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan perlu diatur dengan Peraturan Daerah. 2. Raperda tentang Pemberdayaan Koperasi Pelaksanaan pemberdayaan Koperasi sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan iklim usaha, pembinaan dan pengembangan usaha Koperasi, sehingga mampu memperkuat dirinya menjadi usaha kuat, tangguh dan mandiri serta dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Selain itu, Koperasi juga sebagai soko guru kegiatan ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, potensi dan peran yang strategis dalam meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan perekonomian daerah yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, menopang ketaha-

Sepi Pengunjung AKTIvITAS pengunjung merayakan tahun baru di eks Pelabuhan Ampenan, relatif sepi. Salah satu faktornya, imbauan dari pemerintah tentang antisipasi gelombang pasang. Lurah Ampenan Tengah Hasbullah mengakui, aktivitas masyarakat sepi merayakan pergantian tahun baru di eks Pelabuhan Ampenan. Sebagian warga memilih menggelar pengajian dan doa di masjid. Selain itu, masyarakat juga mengikuti imbauan dikeluarkan oleh pemerintah terkait (Suara NTB/cem) antisipasi cuaca buruk. Hasbullah “Kan ada imbauan dari Pak Gubernur. Itu yang buat sepi,” kata Hasbullah, Rabu (2/1). Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kata dia, ketinggian gelombang mencapai dua meter. Meski demikian, nelayan ada yang memilih absen dan tetap melaut. Dijelaskan Hasbullah, ada dua tipe nelayan di Ampenan. Nelayan yang melaut sampai ke tengah laut. Dan, nelayan menangkap ikan di perairan Senggigi dan Lembar. “Kalau nelayan kita yang melaut di pinggir saja,” ucapnya. Berbeda halnya nelayan yang menangkap ikan sampai ke perairan Flores. Mereka memilih absen melaut demi keselamatan. Selama absen menangkap ikan, nelayan ada yang beralih profesi dan sebagian memilih memperbaiki alat tangkap mereka. Terkait pemberdayaan bagi nelayan dikatakan Hasbullah, kelurahan tak memiliki anggaran. Program pemberdayaan ada di instansi teknis. “Kalau di kita (kelurahan) tidak ada. Biasanya programnya di kelurahan,” timpalnya. Siklus gelombang pasang mulai Desember hingga Maret diminta masyarakat tetap berhati - hati. Jika gelombang pasang diharapkan agar tidak melaut dulu. (cem)

(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi dua wakil ketua, H. Muhtar, SH., dan I Wayan Sugiartha, membuka rapat paripurna pengajuan 5 paket raperda. Dari lima paket raperda ini, tiga merupakan raperda hak inisiatif Dewan dan dua raperda perubahan dari eksekutif. nan ekonomi serta meningkat- kan sebagai upaya yang di- tuk mendukung implementakan kesejahteraan masyarakat. lakukan untuk meningkatkan si Undang-Undang Nomor 43 untuk memberikan kepastian pengelolaan perpustakaan Tahun 2007 tentang Perpushukum dan penciptaan iklim us- dalam bentuk elektronik den- takaan dan Peraturan Pemeraha yang kondusif agar mampu gan memanfaatkan kemajuan intah Nomor 24 tahun 2014 memberikan kesempatan se- ilmu pengetahuan dan tentang Pelaksanaan Undangluas-luasnya bagi Koperasi, per- teknologi informasi saat ini. Undang Nomor 43 Tahun 2007 lunya membentuk Peraturan Selain itu, pentingnya perpus- tentang Perpustakaan, perlu Daerah yang akan dijadikan se- takaan digital adalah untuk dibentuk Peraturan Daerah bagai pedoman dalam melaku- meningkatkan kecerdasan tentang Pengembangan Perkan pemberdayaan dan perlind- masyarakat dengan menum- pustakaan Berbasis Digital. Sementara itu Walikota ungan Koperasi oleh Pemerintah buhkan budaya gemar memDaerah, dunia usaha dan pihak baca melalui pengembangan Mataram, H. Ahyar Abduh serta pendayagunaan perpus- sebagai wujud komitmen terkait lainnya. takaan sebagai sumber infor- Pemkot Mataram dalam masi, dan untuk mewujudkan menyusun produk hukum, 3. Raperda tentang masyarakat yang maju sangat maka pada kesempatan ini Pengembangan ditentukan oleh tingkat litera- diajukan 2 (dua) buah RaperPerpustakaan Berbasis si dari masyarakat itu sendi- da untuk dibahas. Raperda Digital Pengembangan perpusta- ri. Berdasarkan pertimban- dimaksud yaitu : kaan berbasis digital merupa- gan tersebut di atas serta un1. Raperda tentang

(Suara NTB/fit)

Misban Ratmaji

inginan Disdag ini. Bank NTB syariah diharapkan memberikan saldo awal kepada para pedagang untuk top up kartu. ‘’Nanti kan seterusnya uang itu masuk ke Bank NTB Syariah,’’ cetusnya. Misban memberikan gambaran bahwa bank swasta sekalipun memberikan saldo awal gratis bagi nasabah yang berbentuk lembaga seperti yayasan dan lain sebagainya yang nominalnya hingga Rp500 ribu. Sehingga, hal yang sama diharapkan Misban juga dilakukan oleh bank NTB Syariah. Untuk pemberlakuan e-retribusi ini, lanjut politisi PKPI ini, memang dibutuhkan identitas yang jelas. ‘’Kita perlu data pedagang pasar yang lengkap,’’ sebutnya. Selanjutnya, system eretribusi ini, bank yang menciptakan. Toh nantinya para pedagang akan melakukan isi ulang kartu, jika menggunakan kartu seperti ATM dan sejenisnya, di bank NTB Syariah. Misban mengkritisi rencana Disdag menganggarkan pemberlakuan e-retribusi yang arahnya untuk mensubsidi saldo awal bagi para pedagang pasar tradisional. ‘’Sebenarnya kan ndak perlu. Sistem itu bagaimana Bank NTB Syariah membuat system langsung memotong saldo yang ada di kartu milik para pedagang untuk membayar retri-

(Suara NTB/ist)

Anggota DPRD Kota Mataram tetap bersemangat mengikuti rapat paripurna di tengah kesibukan mereka di tahun paolitik ini. Perubahan Atas Perda Nomor 10Tahun2016tentangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Mataram Tahun 2016-2021. 2. Raperda tentang

Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 16 Tahun 2016 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Mataram Kepada Badan Usaha Milik Daerah. (fit/*)

Walikota Trauma Janji Program Pemerintah Pusat Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengaku trauma dengan janji - janji program dari pemerintah pusat. Pasalnya, program yang dijanjikan tak terealisasi. “Saya ini sudah trauma dijanji - janji,” kata Walikota saat menyampaikan usulan Raperda di DPRD Kota Mataram, Rabu (2/1) kemarin. Sebagai contoh pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sampah yang bakal diolah menjadi sumber energi terbarukan tak terealisasi. Untuk membeli mesin pengolahan sampah butuh anggaran Rp100 miliar - Rp200 miliar. Menindaklanjuti program itu, kata Walikota, Pemkot Ma-

taram telah menyediakan lahan. Akan tetapi, tidak terealisasi sampai sekarang. Demikian pula, program lain yang hingga kini juga belum terealisasi. “Lahan sudah ada tapi ndak ada tindaklanjut,” ucapnya. Baru - baru ini disampaikan Walikota, pemerintah pusat juga akan membuat instalasi pengelolaan air limbah di

Kota Mataram. Program tersebut kerjasama dengan Asean Development Bank (ADB). ADB memberikan bantuan sekitar Rp1 triliun. Walaupun diberikan anggaran besar, Walikota tidak mau bersenang dulu. Dia ingin memastikan apakah program itu terealisasi atau tidak. “Jangan hanya wacana - wacana saja,”

kritiknya. Deputi dari Kementerian PUPR berkunjung ke Mataram dan memastikan bahwa program tersebut terealisasi. “Saya sampaikan kalau hanya datang mengirim konsultan saya ndak mau. Tapi datang deputinya ke sini menyampaikan program itu,” tambahnya. Untuk pemanfaatan Ipal nanti akan dibentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk mengelola. Artinya, jika proyek itu berjalan tidak ada lagi bakteri e- coli di sungai. “Ke depannya, sudah tidak ada lagi warga buang kotoran ke sungai,” tegasnya. (cem)

(Suara NTB/ist)

H. Ahyar Abduh

Warga Mengeluh Terlalu Lama Tinggal di Tenda Mataram (Suara NTB) Lima bulan tinggal di tenda pengungsian cukup melelahkan bagi masyarakat. Kondisi cuaca seperti saat ini, membuat mereka takut. Ketidaknyamanan tinggal di tenda disampaikan Ayuman, warga Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais.

Tawarkan ke Bank ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., menyayangkan tertundanya pemberlakuan e-retribusi dengan alasan tidak adanya anggaran. Seharusnya, Disdag (Dinas Perdagangan) Kota Mataram tidak perlu menyiapkan banyak anggaran untuk dapat memberlakukan layanan e-retribusi ini. Disdag diharapkan berinovasi dengan menggandeng bank sebagai fasilitator. ‘’Kita bekerjasama dengan bank, membuka rekening untuk sekedar top up Rp50 ribu. Bank lain kan gratis kalau buka-buka itu,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (2/1) kemarin. Untuk itu dia berharap Bank NTB Syariah dapat menjembataninya ke-

Anggota DPRD Kota Mataram Abdul Malik, S.Sos., menyampaikan pidato pengajuan tiga paketr rapaerda hak inisiatif Dewan.

busi harian,’’ terang anggota dewan dari dapil Ampenan ini. Misban mengatakan, pemberlakuan e-retribusi sebetulnya cukup sederhana. Tinggal bagaimana Disdag menyampaikan hajatan itu kepada Bank NTB Syariah. Rencana pemberlakuan e-retribusi ini, sambung Misban sudah pernah disosialisasikan kepada anggota Dewan. Bahkan, Disdag ikut serta dalam kunjungan kerja pansus terkait hal tersebut ke Denpasar beberapa waktu lalu. Di Denpasar, pemberlakuan e-retribusi, Pemda tidak menganggarkan secara khusus. ‘’Sekarang di Mataram, kenapa harus menggunakan anggaran pemerintah daerah,’’ tanyanya. Oleh karena itu, Misban menyarankan Disdag Kota Mataram mengundang sejumlah bank untuk membahas rencana pemberlakuan e-retribusi ini. ‘’Nanti sampaikan di sana, Disdag itu maunya seperti apa,’’ katanya. Kemudian diwujudkan dalam bentuk kerjasama tertulis. Disdag juga harus memberikan gambaran berapa potensi calon nasabah yang notabene adalah pedagang pasar tradisional. ‘’Saran saya, Disdag membuat proposal kepada bank tertentu tentang program ini. Tawarkan dulu ke Bank NTB Syariah. Kalau Bank NTB Syariah ndak sanggup, tawarkan ke bank swasta,’’ demikian pasar. (fit)

Cuaca ekstrem saat ini yakni hujan lebat disertai angin kencang membuatnya takut. “Walaupun air ndak tapi takut kita datang angin nanti,” keluh Ayuman ditemui Rabu (2/1). Ayuman adalah salah satu dari korban gempa bumi yang rumahnya hancur diguncang gempa Juli 2018 lalu. Kini, rumahnya sedang proses pembangunan. Karena jauh dari sanak keluarga, ia bersama anak serta istrinya memilih tinggal di tenda pengungsian. Lahan dijadikan tempat pengungsian pun menumpang milik warga. Kepala Lingkungan Pengempel Indah, Sudi Sudarsana mengaku, masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di bawah tenda pengungsian. Karena, rumahnya sedang proses pembangunan. Sebaliknya, warga yang rumahnya rampung memilih pindah. “Sebagian yang belum jadi tetap tenda. Yang rumahnya rampung mereka sudah pindah,” tuturnya. Pembangunan rumah instan sederhana sehat maupun rumah instan konvensional terkendala cuaca. Secara progres rumah yang jadi 10 sampai 60 persen. Dia bersyukur, masyarakat yang memilih Risa dan Riko telah membentuk Pokmas. “Semua sudah masuk, semua yang dikerjakan ini di bawah Pokmas,” ungkap Sudi. Percepatan pembangunan Risa dan Riko diharapkan bisa dilakukan oleh aplikator. Pemerintah menargetkan Bulan Maret mendatang semua harus selesai. Sudi menambahkan, sebenarnya bukan hanya tempat tinggal yang dikeluhkan oleh

(Suara NTB/mhj)

BANGUN PONDASI - Warga di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais bergotong royong membangun pondasi. Kondisi cuaca seperti saat ini membuat masyarakat tak betah tinggal di tenda. masyarakat. Termasuk kehilangan pekerjaan. Per- paikan ke Pemkot Mataram. kekhawatiran masyarakat masalahan itu telah disam- Diharapkan, ada solusi. (cem)

Surat Izin Pengisian Jabatan akan Kedaluwarsa Mataram (Suara NTB) Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan harus bergerak cepat. Surat izin pengisian jabatan yang dikeluarkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara akan kedaluwarsa. Batas berlakunya izin mutasi tersebut selama enam bulan. Pemkot Mataram memiliki waktu sampai Bulan Januari 2019. Dikonfirmasi pada Senin (31/12/2018), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram Baiq Nelly

Kusumawati mengatakan, Baperjakat telah mulai bekerja mempersiapkan administrasi pengisian jabatan. Dan, menggelar rapat untuk melihat jabatan - jabatan kosong. “Kalau yang rolling eselon II tinggal menerima dari PPK,” kata Nelly. Beda dengan eselon III dan IV kata Nelly, BKPSDM sedang mempersiapkan data untuk mengisi jabatan kosong. Termasuk melihat rekam jejak, kompetensi dan administasinya. Secara keseluruhan jumlah pejabat eselon III dan IV

lowong belum diketahui. Sebab, banyak pejabat yang pindah ke provinsi. “Terutama eselon IV yang banyak,” sebutnya. Nelly mengakui, izin penempatan pejabat memiliki batas waktu. Izin itu dipastikan berlaku sampai Januari. Kemungkinan kata dia, Bulan Januari ini telah dilakukan pengisian jabatan. “Ada masa kedaluwarsanya kalau rolling pejabat,” tambahnya. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh juga mastikan Bulan Januari akan melakukan perombakan pejabat. Dia tak

menginginkan saat perombakan tersebut pejabat kerasak - kerusuk. Sebab, siapapun yang ditempatkan disesuaikan dengan kompentensinya. “Jadi jangan kerasak kerusuk minta ditempatkan di sini dan di situ. Semuanya saya tahu kok,” tegasnya. Secara kualitas semua pejabat di Kota Mataram, baik semua. Disampaikan Walikota, bila perlu semua dipilih menempati posisi strategis. Tetapi, ini tidak bisa asal memilih saja. Pihaknya tetap mengikuti aturan yang berlaku. (cem)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Selama 2018, Kiriman Uang TKI Mencapai Rp1,22 Triliun

AKTIVITAS penumpang di Terminal Mandalika, relatif sepi. Meskipun libur panjang telah berakhir. Koordinator Terminal Mandalika Muhammad Junaidi mengatakan, dari luar akivitas di terminal memang ramai. Tapi tak diimbangi oleh jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan antar kabupaten dalam provinsi dan angkutan antar provinsi. “Kelihatannya aja ramai. Yang ramai yang nganter saja. Tapi beMuhammad Junaidi rangkat cuman satu,” kata Junaidi ditemui Rabu (2/1). Diakui, jumlah penumpang jumlah penumpang pada libur panjang relatif sepi. Jumlah ini semakin menurun saat libur tahun baru kemarin. Tak dijelaskan jumlah penurunan penumpang oleh Junaidi. Tetapi, ini sangat berdampak dan benar - benar dirasakan. “Penumpang sepi. Ndak kayak dulu,” ucapnya. Terkait keamanan terutama aksi premanisme maupun percaloan disampaikan, tidak pernah ada kasus yang sampai merugikan calon penumpang. Pihaknya mengantisipasi berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pascapengalihan pengelolaan terminal dari Pemkot Mataram ke pemerintah pusat. Kata Junaidi, kebersihan dan keamanan jadi prioritas. Walaupun secara keseluruhan belum tertata secara maksimal. Sebagai terminal tipe A, pihaknya secara bertahap menata Terminal Mandalika sehingga penumpang lebih aman dan nyaman. “Sejak pengalihan ke kementerian, kita digaris bawahi masalah kebersihan dan keamanan,” pungkasnya. (mhj)

Mataram (Suara NTB) Uang palsu (upal) beredar di Provinsi NTB sangat sedikit. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun 2018 jumlah uang palsu yang ditemukan hanya 1.784 lembar. Jika dinominalkan jumlahnya setara dengan Rp131.500.000. “Ini adalah data temuan uang palsu selama 12 bulan sejak tanggal 2 Januari sampai dengan 31 Desember 2018,” kata Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ocky Ganesia. Dibandingkan data temuan upal tahun 2017 yang mencapai 3.244 lembar atau jika dinominalkan setara Rp234.374.000. Artinya mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dari sisi lembar uang palsu, penurunan mencapai 45%, sementara secara nominal turun sebesar 43%. Temuan upal tersebut mayoritas merupakan pengaduan dari masyarakat. Laporan temuan upal dari masyarakat menunjukkan jika kewaspadaan masyarakat semakin tinggi. Selain dari masyarakat, upal juga diperoleh dari temuan Bank Umum dan Kepolisian. Kata Ocky, berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memberantas peredaran upal di Provinsi NTB. Salah satunya adalah melalui sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur) kepada masyarakat maupun kasir bank, kasir retailer, kasir supermarket, SPBU, kantor pos dan sebagainya. Termasuk sosialisasi dengan target audiens pelajar dan mahasiswa. Sosialisasi juga diberikan kepada aparat penegak hukum, yaitu Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. “Dengan metode yang sederhana masyarakat diajari cara mengenali uang rupiah asli, sehingga dapat dengan mudah mengenali uang rupiah palsu. Cukup dengan menggunakan metode “3 D” yaitu dilihat, diraba dan diterawang, masyarakat dapat mengenali uang rupiah asli. Metode ini sangat sederhana dan tidak memerlukan alat bantu,” jelas Ocky. Upaya lain yang dilakukan oleh Bank Indonesia juga dengan cara penerbitan uang baru. Sebagaimana diketahui uang rupiah emisi tahun 2016 yang resmi beredar sejak 19 Desember 2016 memiliki tingkat pengamanan (security feature) yang canggih. Unsur pengaman ini sejalan dengan perkembangan teknologi pengamanan uang yang mutakhir dan sulit untuk dipalsukan. (bul)

PAD Kota Mataram Tak Tercapai Mataram (Suara NTB) Badan Keuangan Daerah Kota Mataram perlu kerja keras menggali potensi pendapatan dari sejumlah sektor. Pendapatan asli daerah tahun 2018, tidak tercapai. Target PAD tahun 2018 sebesar Rp386 miliar. Kemudian mengalami perubahan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan sebesar Rp354 miliar. Perubahan tersebut dipicu kondisi pascabencana. Sementara, capaian PAD sampai akhir Desember terealisasi Rp313 miliar lebih. H. M. Syakirin Hukmi mengklarifikasi target PAD sebenarnya Rp354 miliar. posisi ini setelah mengalami perubahan dari target awal Rp386 miliar. Namun demikian, Syakirin enggan menjelaskan detail potensi PAD mana saja yang terpenuhi atau tidak. “Saya dipanggil Pak Sekda. Nanti ketemu di Kantor Dewan saja,” kilah Syakirin. Permintaan untuk menjelaskan runut permasalahan sehingga potensi daerah tak tercapai urung. Syakirin tak hadir dalam rapat paripurna penyampaian tiga raperda hak inisiatif dewan dan dua raperda yang diajukan oleh Pemkot Mataram. Suara NTB, kembali berusaha menemui usai rapat bersama Sekretarias Daerah. Lagi, Syakirin enggan berkomentar. Walikota Mataram H. Ahyar Abduh pada refleksi akhir tahun, Senin (31/12/2018) menyebutkan, pendapatan asli daerah yang terserap sampai tanggap 27 Desember baru 90 persen. Dari target Rp386 miliar, terealisasi Rp313,29 miliar lebih. “Insya Allah, akan tercapai karena masih terus berjalan,” kata Walikota. Pencapaian target PAD ini akan terus dikejar. Sejumlah potensi akan dimaksimalkan agar bisa mencapai 100 persen. “Kalau PAD ini penting,” ujarnya. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. H.M. Zaini menjelaskan, target PAD tak tercapai akibat bencana alam. Akan tetapi, diminta Badan Keuangan Daerah melakukan inovasi untuk menarik PAD. Salah satu inovasi diminta wakil rakyat dengan menggunakan tapping box. “Sekarang kita tidak tahu bagaimana perkembangannya,” kata Zaini. Dia melihat, perekonomian di Mataram semakin menggeliat. Peluang itu harus dilihat oleh Pemkot Mataram. BKD harus mengejar tunggakan PAD yang belum tercapai. (cem)

(Suara NTB/bul)

Kiriman uang oleh TKI ini, tujuannya tersebar ke seluruh kabupaten/ kota dengan porsi yang beragam. Tertinggi tujuan pengiriman ke Kabupaten Lombok Timur sebesar 23,33 persen, Lombok Tengah 22,17 persen, Kabupaten Sumbawa 10,77 persen, Lombok Barat 10,13 persen, Kabupaten

Suntono

Sumbawa Barat 9,91 persen, Kota Mataram 9,40 persen, Kabupaten Bima 5,07 persen, Kabupaten Dompu 3,94 persen, Lombok Utara 3,67 persen dan Kota Bima 1,60 persen. “Kiriman ini terhitung sejak Januari 2018 sampai dengan November 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Suntono di kantornya, Rabu (2/1) kemarin. Masih menurut Suntono, dengan kiriman uang dari TKI yang masuk ke NTB, tercatat sumbernya dari beberapa negara penempatan. Kiriman tertinggi dari TKI yang bekerja di Saudi Arabia porsinya 53,71 persen, Uni Emirat Arab 4,43 persen, Malaysia 3,31 persen, Kuwait 1,13 per-

sen, Jepang 1,39 persen, Qatar 0,38 persen dan negara-negara lain 35,07 persen. Jika dikelola dengan baik, remitansi TKI sebesar ini dampaknya tak kecil terhadap perekonomian daerah. Kalau saja, keluarga TKI, maupun purna TKI memanfaatkannya pada hal-hal yang bersifat produktif. Sayangnya, tidak sedikit pula yang mengarahkan kiriman TKI untuk kebutuhankebutuhan konsumtif, membeli perabot rumah tangga, kendaraan, ponsel mewah atau sejenisnya. Jarang yang mengembangkannya menjadi modal usaha. Akibatnya, tingkat strata sosial masyarakat tetap saja tak berubah signifikan. Karena itulah, pentingnya dilakukan pemberdayaan untuk membantu. Agar jangan sampai mereka yang menjadi TKI selama berstatus buruh migran. “Keluar masuk negara orang menjadi TKI. Mereka bisa berdayakan agar terampil, memanfaatkan hasil yang didapatkan di luar negeri menjadi modal usaha. Mereka sudah punya modal besar untuk diarahkan,” demikian Suntono. (bul)

100 Persen Desa di NTB Sudah Tersambung Listrik Mataram (Suara NTB) PT. PLN (Pesero) Wilayah NTB mengklaim Rasio Elektrifikasi (perbandingan antara jumlah penduduk yang telah mendapat akses listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah) telah 100 persen. Menyusul teralirinya listrik bagi Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu yang berada di Kabupaten Bima. “Sebelum tahun berganti (20182019), 100 persen desa di NTB telah berhasil teraliri listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka. Untuk Desa Sarae Ruma, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 3,86 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 1,64 kms, dan 2 Gardu Distribusi berkapasitas 100 kilo Volt

Ampere (kVA) dan 160 kVA dengan nilai investasi Rp1,4miliar. Sementara untuk Desa Pusu, JTM yang dibangun sepanjang 4,73 kms, JTR sepanjang 1,69 kms dan 2 gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dan 100 kVA dengan nilai investasi Rp1,8 miliar. Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk dua desa ini sebesar Rp3,2 miliar. Seluruh dana yang digunakan untuk pembangunan listrik desa ini berasal dari anggaran PLN. Desa Sarae Ruma memiliki total 171 kepala keluarga (KK) dan Desa Pusu 170 KK. Pada tahap awal, sebanyak 24 kepala keluarga di Desa Sarae ruma dan 37 KK di Desa Pusu telah berhasil dialiri listrik dan menjadi pelanggan PLN. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Hadirnya listrik diharap-

kan dapat memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat di dua desa tersebut. Seperti munculnya usaha-usaha pengolahan hasil perikanan dan pertanian. “Karena itu, kehadiran listrik PLN ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu,” ujar Rudi. Dengan teralirinya seluruh desa di NTB, selanjutnya melalui program listrik desa, PLN menurutnya akan terus mengalirkan listrik hingga dusundusun yang belum tersambung. Pada tahun 2019, PLN menargetkan dapat menerangi 44 dusun terpencil di NTB. Hingga Bulan No-

vember 2018, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 91,3 persen. PLN menargetkan rasio elektrifikasi di NTB meningkat menjadi 97,5 persen pada tahun 2019 dan 100 persen pada tahun 2020. “Ke depan mungkin akan ada pemekaran desa baru, kami komitmen untuk melistriki desa-desa baru dan dusun yang belum terlistriki,” ujar Rudi. Tentang RE ini, lanjut Taufiq Dwi Nurcahyo Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB akan terus bergerak selama ada pertumbuhan penduduk dan penambahan KK. (bul) JARINGAN LISTRIK - Upaya menyambung jaringan listrik PLN ke desa-desa terpencil

(Suara NTB/ist)

Tahun 2018, Upal Terdeteksi Rp131,5 Juta

Mataram (Suara NTB) Selama tahun 2018, jumlah kiriman uang TKI yang tercatat dari bank dan kantor POS masuk ke NTB sebesar Rp1,22 triliun. Besaran kiriman para buruh migran ini tercatat menurun Rp340 miliar dibandingkan tahun 2017 lalu sebanyak Rp1,56 triliun.

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/mhj)

Tak Ada Lonjakan Penumpang

SOSIALISASI Sosialisasi Cikur oleh Kasir Bank Indonesia di sebuah kesempatan.

Halaman 3

Minimalisir Kasus TKI, Saatnya NTB Miliki BLK Luar Negeri Mataram (Suara NTB) NTB termasuk daerah dengan langganan kasus TKI setiap tahun. Hal ini seyogiyanya dapat diminimalisir bila daerah sudah memiliki Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) untuk menempa para calon TKI agar mereka lebih diperhitungkan. Kasus TKI di luar negeri, umumnya muncul karena mereka berangkat secara tidak prosedural, dan tidak memiliki keterampilan khusus. Akibatnya, keterbatasan ini menjadi persoalan ketika mereka telah sampai di negara tujuannya. Yang proseduralpun, umumnya masih sering dijumpai berkasus. Nyatanya, dalam setahun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB menangani lebih dari 2.500-an TKI yang dideportasi dari berbagai negara penempatan. Belum terhitung yang tidak resmi. Demikian juga yang diberangkatkan secara resmi, dalam setahun mencapai 30 ribu TKI, bahkan lebih, belum terhitung yang berangkat unprosedural. Karena itulah, menurut Sekretaris Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Drs. H. Mustain, SS, BLK LN menjadi solusi untuk meminimalisir persoalan-persoalan TKI yang umumnya terus terjadi. Seperti diketahui, pemerintah Provinsi NTB di kepemimpian Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Rohmi sangat fokus terhadap isu buruh migran. Daerah juga berkomitmen untuk terus meminimalisir persoalan-persoalan terkait TKI. H. Mustain mengatakan, semangat pemimpin daerah terhadap isu buruh migran ini berhubungan erat dengan amanat undang-undang nomor 18 tahun 2018 tentang ketenagakerjaan. Lebih-lebih, Perda Nomor 1 2016 juga me-

H. Mustain (Suara NTB/bul)

wajibkan daerah punya BLK LN. Untuk menjawab amanah undang-Undang dan Perda dimaksud, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB telah merancang dan mengajukan agar daerah yang dikenal sebagai lumbung TKI di Indonesia ini, memiliki BLK LN. “Butuh anggaran di bawah Rp50 miliar untuk membangun fasilitas dan sarana prasarana pendukungnya,” ujarnya. Tetapi tidak mesti penuh. Bisa saja secara bertahap dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki saat ini untuk melaksanakan kegiatankegiatan pelatihan. Misalnya, gedung di komplek Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) NTB. H. Mustain juga mengatakan, beberapa Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS) juga telah terbangun komunikasi dengan Disnakertrans NTB untuk penyediaan gedung tempat pelatihan. Lanjut H. Mustain, selama ini, kegiatan pelatihan yang dilakukan PPTKIS biasanya menggunakan fasilitas yang ada di luar NTB. (bul)

Lobar Kecewa Jatah Beras Cadangan Pangan Minim Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengaku kecewa dengan pemberian jatah beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB. Pemberian tersebut dirasakan oleh Pemkab Lobar kurang adil. Pasalnya, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, H. Moh. Nadjib, jumlah yang diberikan kepada pihaknya jauh lebih kecil dari Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Timur, bahkan Kabupaten Lombok Utara. Padahal, Lobar menjadi daerah terparah terdampak gempa. Berdasarkan surat dari Dinas Ketahanan Pangan NTB, beras yang merupakan Cadangan Pangan Pemerintah itu totalnya berjumlah 139 ton. Lombok Barat hanya memperoleh 12 ton, sedangkan Kabupaten Sumbawa dijatahkan 15 ton, Lombok Timur memper-

oleh 25 ton, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dijatahkan 10 ton, Lombok Tengah 7 ton dan Mataram hanya memperoleh 5 ton saja. Terbesar adalah Kabupaten Lombok Utara yang diberikan beras sebanyak 65 ton atau 46 persen dari total cadangan itu. Kalau dampak bencana gempa menjadi dasar penetapan, kata Nadjib, mestinya Lombok Barat harus mendapat jatah beras paling banyak. “Total rumah rusak di NTB, kita yang terbanyak, yaitu 72.222 rumah,” ujar Nadjib saat dihubungi di kantornya, Rabu (2/1). Menurutnya, total rumah rusak di NTB versi BPBD NTB adalah 216.519 rumah. Rumah rusak di Lobar mencapai 33,3 persennya. “Kalau KLU (Lombok Utara, red) kan hanya 49.853 atau 23,8 persen dari total rumah rusak di NTB? Band-

ingkan dengan Lombok Barat, jauh kan?” tanyanya. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan terkait pembagian jatah beras Cadangan Pangan Pemerintah dari provinsi ditetapkan oleh BPBD. Bahkan, katanya, pihak BPBD yang mengetahui secara detail terkait hal tersebut. Menurutnya, sesuai rekomendasi dari BPBD terdapat 7 kabupaten/kota yang diberikan beras tersebut. “Ada 7 kabupaten/kota yang didiskusikan beras Cadangan Pangan Pemerintah ini,” jelasnya dalam surat rekomendasi tersebut. Dalam hal ini, acuan pengalokasian beras per daerah , salah satunya memperhatikan jumlah penduduk yang terdampak gempa. Ia enggan mengomentari lebih jauh soal kekecewaan Pemkab Lobar terkait minimnya jatah beras tersebut. (her/bul)

(Suara NTB/her)

CEK - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Kalak BPBD Lobar H. M. Nadjib saat mengecek bahan kebutuhan pokok di gudang BPBD beberapa waktu lalu.


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Pemkab Lotim Tak Mampu Bayar Honorer Sesuai UMK

Berkas Guru Honorer Masih Tahap Verifikasi PEMKAB Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah melakukan penertiban terhadap tenaga guru honorer yang ada di daerah ini. Di mana prosesnya saat ini masih dalam tahap verifikasi berkas oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim sejak diserahkan oleh para guru beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, (Suara NTB/yon) Yulian Ugi Lusianto, dikonfirYulian Ugi Lusianto masi Suara NTB, Rabu (2/1). Adapun, katanya, dalam proses verifikasi yang dilakukan ini untuk mencocokkan nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, tahun lulus pada ijazah terakhir. Selain itu mengetahui jabatan, tempat tugas serta menghitung masa kerja sesuai SK yang ada dan mengelompokkan SK-SK sebelumnya dari para tenaga honorer yang ada di Kabupaten Lotim. “Kita masih verifikasi berkasnya,” terangnya. Dalam tahap verifikasi berkas ini, Ugi-sapaan akrabnya mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah guru yang menyerahkan berkasnya. Jumlah itu dapat diketahui setelah proses verifikasi tuntas. Terlebih data berkas yang dilakukan verifikasi bercampur antara tenaga pendidik dan non kependidikan. Setelah proses verifikasi ini nantinya akan diserahkan langsung kepada bupati selaku pemangku kebijakan. “Insya Allah, berkasnya sudah masuk ke mejanya beliau (bupati,red) bulan ini,”ujarnya optimis. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lotim, Lalu Suandi, S.Sos mengatakan, untuk mempercepat proses evaluasi ini. Ribuan guru honorer diketahui sudah mengumpulkan berkasnya ke BKPSDM Lotim untuk dilihat masa kerjanya dan selanjutnya diklasifikasikan. Untuk masa kerja 1-5 tahun akan diberikan SK bupati, masa kerja 6-10 tahun akan dibentuk kelompok kerja, dan 10 tahun keatas akan mendapat perjanjian kerja yang SK-nya merupakan SK bupati. Jumlah guru honorer yang ada di Kabupaten Lotim sampai saat ini lebih dari 4.000 guru yang diminta untuk menyerahkan berkasnya, untuk kemudian dilakukan evaluasi oleh BKPSDM. Sementara untuk posisi Dikbud yakni memberikan data dan memanfaatkan tenaga yang nantinya akan ditetapkan. Dalam proses evaluasi ini, mantan Kadishub Lotim ini berharap tidak ada guru honorer yang dinonjobkan, terlebih hingga saat ini Lotim masih masih kekurangan ribuan guru PNS. (yon)

(Suara NTB/rus)

TERLIHAT SEPI - Kursi para wakil rakyat terlihat banyak yang kosong saat prosesi pelantikan M. Izharuddin menjadi Wakil Ketua DPRD Lotim menggantikan Daeng M. Ikhsan, Rabu (2/1).

Pergantian Wakil Ketua DPRD hanya Dihadiri 17 Anggota Selong (Suara NTB) Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Daeng M. Ikhsan diganti sebagai Wakil Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) oleh M. Izharuddin, Rabu (2/1). Prosesi pelantikan terlihat sepi dari kehadiran para anggota dewan. Terlihat di kursi para wakil rakyat ini hanya terhitung sebanyak 17 orang. Ketua DPRD Lotim, Raden Rahadian Soedjono yang dikonfirmasi mengatakan keputusan Gubernur terkait nama pengganti Daeng M. Ikhsan sebagai pimpinan dewan ini diakui mendadak dan ditandatangani tanggal 31 Desember 2018 lalu. Untuk itu, pimpinan dewan lang-

sung menindaklanjuti dengan menggelar Badan Musyawarah (Bamus) dan menetapkan waktu pelantikan Rabu kemarin. Dijelaskan, usulan nama M. Izharuddin sebagai pengganti ini sudah cukup lama sekitar empat bulan yang lalu. Proses pergantian, ujarnya cukup lama di Pemprov NTB, karena Surat Keputusan sesuai aturan harus dari Gubernur. Mengenai pergantian ini katanya normal-normal saja. Sifatnya hanya roling pimpinan. Soal ketidakhadiran para wakil rakyat lainnya, katanya tidak harus menunggu quorum baru dimulai sidang. “Rekan yang tak hadir mungkin karena kegiatan

lain, di samping itu juga kan karena bertepatan dengan tahun baru,” kilah Ketua DPRD Lotim. Sementara itu, M. Izharuddin, mengaku, keputusan penempatan dirinya sebagai pimpinan dewan Lotim ini sudah cukup lama. Prosesnya beberapa bulan yang lalu. Prinsip semua tidak ada yang dadakan, karena semua sudah terencana dengan baik. Posisi Wakil Ketua ini dipercayakan kepada Izharuddin yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura. Di mana sudah sesuai dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura. Hanura saat ini katanya sudah tidak ada lagi dualisme kepengurusan. (rus)

Kejari Percepat Penanganan Dugaan Kasus PKH Selong (Suara NTB) Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu kasus yang masih berjalan hingga tahun 2019 ini. Dalam kasus yang menyeret salah satu koordinator kabupaten (korkab) PKH Lotim FT, Kejari Lotim sudah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi baik yang berasal dari kelompok penerima manfaat (KPM) maupun internal PKH itu sendiri. Kepada Suara NTB, Rabu (2/ 1), Kasi Tindak Pidana Khusus

(Pidsus) pada Kejari Lotim, Wasita Triantara, menjelaskan, kasus dugaan tipikor dana bantuan PKH terus berlanjut. Pasalnya, kasus tersebut saat ini sudah bergulir pada tahap penyidik sejak dilaporkan. Sejumlah saksi yang sudah diperiksa berasal dari Dinas Sosial Lotim dan penerima manfaat PKH itu sendiri. Namun sampai saat ini, kasus dugaan tipikor ratusan uang negara yang dihajatkan untuk warga miskin di Kabupaten Lotim itu belum ada penetapan tersangka. Namun beberapa pihak sudah dimintai keterangan

Halaman 4

dalam kasus yang masuk ke meja Kejari Lotim tahun 2018 ini lalu. “Masih dalam tahap penyidikan. Saksi yang kita periksa sudah cukup banyak,” klaimnya. Dalam kasus PKH ini, lanjutnya, FT diduga memungut uang yang seharusnya diterima oleh masyarakat tahun 20172018 dana tahap satu dan dua. Dugaan praktik korupsi terhadap dana bantuan PKH oleh FT dilakukan pada saat dirinya menjabat sebagai pendamping PKH di wilayah Kecamatan Montong Gading tahun 2017 lalu. Dana yang ditilep menca-

pai ratusan juta rupiah dari yang seharusnya dibagikan ke KPM yang tergabung dalam sembilan kelompok yang terdapat di wilayah tersebut. Akan tetapi hingga memasuki tahun 2018, dana tersebut tidak kunjung dicairkan oleh yang bersangkutan. Sementara, pendamping PKH tersebut naik jabatan menjadi salah satu korkab di Kabupaten Lotim. Kondisi inipun membuat masyarakat geram dan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejari Lotim. (yon)

Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) sedang proses evaluasi terhadap seluruh honorer. Di mana, jumlah honorer di Lotim ini mencapai 4.600 orang. Mengingat banyaknya jumlah honorer tersebut, Pemkab Lotim tidak mampu membayar gaji bulanannya sesuai standar upah Minimum Kabupaten (UMK). Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin, mengaku, UMK Rp 2,012 juta per bulan terlalu tinggi. Pemerintah daerah Kabupaten Lotim belum mampu membayar, karena ketidakmampuan anggaran daerah. Apakah dibayar Rp 750 ribu per bulan lagi, wabup mengaku pihaknya masih menganalisa. Menurutnya, dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membayar gaji honorer, sehingga Pemkab Lotim ini berpikir panjang untuk mengangkat honorer lagi. Membayar gaji honorer ini, katanya, tidak cukup dengan Al Fatihah, kecuali tenaga honorer mau. Sekarang ini, ujarnya, Pemkab Lotim sedang mengevaluasi honorer guna menerapkan sistem penggajian secara berkeadilan. Evaluasi honorer ini dilakukan guna memastikan semua honorer dapat menerima penghasilan sesuai dengan masa kerja. Semakin lama masa kerjanya, maka semakin tinggi pendapatan yang akan diberikan. Prinsip anggaran untuk para honorer sudah dipersiap-

(Suara NTB/rus)

H. Rumaksi Sjamsuddin kan. Data jumlah penerima ini pun sudah dikantongi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim. Penerapan hasil evaluasi ini pun katanya masih memerlukan waktu untuk dilaksanakan. “Jangan ente kira kita bisa kerjakan dalam satu hari,” demikian paparnya. (rus)

Pemda Lotim Tertibkan Aset di Masyarakat (Suara NTB/yon)

Wasita Triantara

Polemik ”Beras Aspirasi”

Ketua Dewan Persilakan Bawaslu Bertindak Tanjung (Suara NTB) Praktik bagi-bagi “beras aspirasi” oleh anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat tanggapan dari pimpinan Dewan. Ketua DPRD KLU, H. Burhan M. Nur., Rabu (2/1), tegas bahwa Dewan seharusnya paham tugas pokok dan fungsinya. Tupoksi anggota DPRD yang melekat ada pada 3 item, yakni penganggaran (budgeting), legislasi (membuat perda) dan controlling (pengawasan). Jika anggota Dewan bertindak di luar itu, terutama di momen kampanye, maka Burhan mempersilakan kepada lembaga pengawas pemilu untuk bertindak sesuai kewenangannya. “Saya tidak ingin berandai- andai, kalau bisa riil saja. Turun langsung mengecek, jika tidak sesuai dengan aturan yang ada, silakan Bawaslu menindak. Kan bawaslu punya kapasitas dan wewenang terhadap hal itu, paling tidak memanggil atau meminta keterangan anggota dewan bersangkutan seandainya ada dianggap sebagai pelanggaran pemilu,” papar Burhan. Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Lombok Utara ini memahami, di setiap pengadaan program dilakukan oleh eksekutif (OPD). Proses distribusinya ke masyarakat pun dilakukan OPD terkait dengan tetap mengacu pada data calon penerima aspirasi yang disodorkan oleh Dewan. Ia tegas, dalam pengadaan beras aspirasi ini pun, dilakukan oleh Dinas Sosial. DPRD pada kapasitasnya hanya mengusulkan anggaran sesuai hasil dari penyerapan aspirasi yang dilakukan di masyarakat. “Artinya pengadaan beras ini dianggarkan oleh anggota DPRD secara unum, kemudian dia mengarahkan (dinas) secara langsung ke masyarakat korban gempa,” sambungnya. Burhan dalam hal ini tidak ingin mempertajam polemik di internal dewan perihal boleh tidaknya dewan membagi-bagi beras secara langsung. Sebaliknya ia mempercayakan kepada Bawaslu Lombok Utara untuk bekerja sesuai kewenangannya. Burhan sempat mempertanyakan apakah dalam pembagian beras tersebut terdapat atribut partai? Sebab jika terdapat atribut partai pada kantung beras, atau terdapat bahas ajakan untuk memilih dewan tersebut pada Pileg nanti, maka sudah dipastikan anggota dewan bersangkutan melakukan pelanggaran. “Saya menilai positif saja, oknum anggota dewan ini memberikan beras tersebut dengan kapasitas dia sebagai anggota DPRD. Sepanjang tidak ada atribut partai, saya rasa sahsah saja,” klaimnya. Burhan berharap, seluruh anggota DPRD Lombok Utara lebih memahami kembali apa saja tugas pokok dan fungsinya. Menghindari hal serupa tidak terjadi lagi, ia mengimbau agar anggota dewan yang mengusulkan aspirasi sebatas mengontrol distribusi yang dilakukan dinas. “Sebaiknya kembali kepada diri pribadi anggota dewan itu, jika sudah yakin akan memberikan aspirasinya kepada masyarakat tentu sosialisasi segala macam pasti sudah diberikan. Saya kira masyarakat pasti tau barang ini dari siapa atau aspirasi siapa,” demikian Burhan. (ari)

Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) di awal tahun 2019 memperjelas sejumlah aset yang dimiliki oleh pemerintah. Pasalnya dari 21 kecamatan di Lotim, masih terdapat aset-aset milik Pemkab Lotim yang dikuasai oleh masyarakat berdasarkan inventarisasi yang dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Lotim. Maka dari itu, sejumlah aset milik Pemkab Lotim terutama yang jelas bukti-bukti sertifikatnya ditertibkan dan secepatnya dapat dikuasai kembali oleh pemerintah daerah sebagaimana mestinya. Dalam pengambilan kembali aset milik pemerintah ini, Pemkab Lotim menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas dalam menertibkan dan memasangkan plang kepemilikan aset. “Kita melakukan penertiban terhadap aset-aset dan tanah Pemda yang dikuasasi atau dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kita memegang bukti kepemilikan yang sah,” kata Pelaksana Harian Kasat Pol PP Lotim, Drs. Salmun Rahman, Rabu (2/1). Dalam proses penertiban ini, pihaknya sebelumnya terlebih dahulu mengimbau kepada oknum masyarakat untuk mengosongkan atau pindah dari aset milik Pemkab Lotim yang ditempatinya. Terutama yang sudah membangun rumah maupun berbagai jenis bangunan lainnya. Apabila masyarakat bersikeras mengklaim jika lahan tersebut miliknya, maka Pemda Lotim mempersilakannya untuk mengajukan keberatan yang tentunya dengan menunjukkan bukti-bukti kepemilikannya. “Persoalan sudah ada bangunan, jika itu memang lahan milik Pemda maka tetap kita tertibkan, tegakkan, dan amankan aset milik pemerintah daerah,”tegasnya. Sementara dari catatan BPKAD Lotim yang ditandatangani Kepala BPKAD Lotim, Hj. Baiq Miftahul Wasli,SE,MSi, ditemukan aset atau barang milik daerah yang dikuasai oleh pihak lain secara tidak sah. Di mana tanah atau bangunan tersebut sudah bersertifikat atas nama Pemkab Lotim. Dari temuan lapangan, aset milik

Pemkab Lotim itu sudah dijadikan sebagai tempat pembangunan rumah pribadi, pemagaran atau penembokan tanah yang diklaim, bahkan ada yang sudah menjualnya terhadap pihak lain. Terkait persoalan inipun, Pemkab Lotim sudah melakukan upaya persuasif kepada pihak yang bersangkutan untuk mencegah berlanjutnya penguasaan, berupa teguran lisan dan tertulis hingga pemasangan plang aset daerah sebagai penegasan status kepemilikan. Apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, maka akan menjadi preseden buruk aset daerah yang ada ditempat lain. Adapun sejumlah aset atau barang milik daerah yang ditertibkan lantaran dikuasai oleh pihak lain di antaranya, tanah SDN 3 Bebidas dengan luas 5.178 m2 yang terletak di Dasan Lendang Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba. Status tanah ini berdasarkan putusan pengadilan merupakan milik dari Pemkab Lotim dan tanah rumah dinas SDN 5 Rensing seluas 2.617 m2 terletak di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat, bukti kepemilikan Pemda yakni sertifikat nomor 1 tahun 1985. Fakta di lapangan, rumah dinas dibongkar dan pada lahan tersebut dibangun rumah pribadi, Harmaen, Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Sakra Barat sejak April 2018. Selanjutnya, tanah Bumi Perkemahan Pramuka seluas 10.000 m2 yang terletak di jalan raya Saleh Sungkar Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Bukti kepemilikan Pemda yakni sertifikat nomor 35 tahun 1998. Fakta di lapangan bahwa sebagian besar tanah tersebut sudah dibangun rumah pribadi oleh warga. Pemerintah beberapa kali berusaha mendirikan plang, namun ditolak oleh warga dan hingga saat ini bangunan terus bertambah. Selain itu, tanah eks pasar buah Pringgabaya, seluas 1.250 m2 yang terletak di Jalan Raya Saleh Sungkar Labuan Lombok Pringgabaya, bukti kepemilikan Pemda KIB Setda/perolehan 1980, saat ini sudah dibangun rumah pribadi oleh warga dan sudah diingatkan agar tidak melanjutkan pembangunannya. (yon)

Salmun Rahman (Suara NTB/yon)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Halaman 5

Bukan Pegawai Lobar PEMKAB Lombok Barat (Lobar) melalui Bagian Humas dan Protokol Setda Lobar mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut terduga pelaku penipuan inisial SM yang ditangkap Polres Mataram adalah salah seorang ASN yang bekerja di Pemkab Lobar. “Setelah diselidiki dengan data, klarifikasi ke beberapa SKPD dan Badan Kepegawaian Daerah PSDM Lombak Barat, adalah tidak benar yang bersangkutan atas nama Slamet Mulyono adalah pegawai, baik ASN maupun tenaga kontrak daerah di lingkungan Pemkab Lobar,” tegas Ka(Suara NTB/ist) bag Humas dan Protokol SetH. Saepul Ahkam Mahfudz da Lobar H. Saepul Ahkam Mahfudz, Rabu (2/1). Ahkam menegaskan yang bersangkutan masih disidik, karena beredar juga pengakuan yang bersangkutan adalah pegawai di Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, namun juga sedang didalami oleh penyidik. Diberitakan sebelumnya, Oknum berinisial SM alias YK alias ER (40) menyamar sebagai perwira polisi berpangkat AKP. Pelaku menipu korbannya sampai Rp120 juta dengan dalih kelulusan pegawai BNN. Selain itu, pelaku juga memeras relawan gempa Lombok. Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo menerangkan bahwa pelaku pun mengaku sebagai anggota Polres Mataram, yang pangkatnya sama dengannya.”Dia mengaku sebagai Kanit Buser Polres Mataram, tapi kan dia gadungan,” ucapnya dikonfirmasi Senin kemarin. (her)

Tangani Rumah Kumuh

Kadis Perkim Tantang Anggota DPRD Alokasikan Dana Pokir Giri Menang (Suara NTB) Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) H. Lalu Winengan menantang kalangan DPRD agar mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) untuk penanganan rumah kumuh yang tersisa masih banyak di Lobar. Total rumah kumuh yang ada mencapai 6.314 unit, dengan kemampuan per tahun yang bisa ditangani rata-rata 1.200 unit. Sementara tahun 2019 ini, ujarnya, pihaknya menargetkan membangun sebanyak 1.500 unit. Bahkan ia menargetkan sebelum berakhir masa jabatan Bupati H. Fauzan Khalid bersama Wabup Hj. Sumiatun nanti, penanganan rumah kumuh di Lobar bisa tuntas. “Penanganan rumah kumuh itu ini akan selesai sebelum masa jabatan pak bupati dan Hj. Sumiatun berakhir lima tahun ke depan,” kata Winengan. Lebih jauh kata dia, penanganan rumah kumuh itu ini berasal dari anggaran APBD kabupaten, provinsi dan DAK. Sedangkan komitmen dari pengembang membantu pemda menangani rumah kumuh, tahun ini dialihkan bantuan dari pengembang untuk penanganan rumah kumuh. Pihaknya juga berharap agar dewan mengalokasikan pokir untuk penanganan rumah kumuh. Sementara itu anggota DPRD Dapil Kediri - Labuapi Hj. Nurul Adha , menegaskan, dirinya tiap tahun mengalokasikan pokir untuk penanganan rumah kumuh. “Alhamdulillah saya sudah menganggarkan. Tiap tahun selalu ada,” jelasnya. Ia sendiri berkomitmen mengalokasikan pokir untuk rumah kumuh, sebab diakui bahwa rumah kumuh menjadi salah satu persoalan di Lobar yang menyebabkan kemiskinan. (her)

(Suara NTB/her)

H. Lalu Winengan

(Suara NTB/ist)

Hj. Nurul Adha

Struktur OPD Loteng Bakal Direvisi Praya (Suara NTB) Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakalan kembali berubah. Saat ini Pemkab Loteng tengah mengodok struktur OPD yang baru dan diharapkan bisa diterapkan paling lambat tahun 2020 mendatang. Demikian diungkapkan Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (2/1). Menurutnya, perubahan terhadap struktur OPD Loteng tersebut tidak terlalu signifikan. Dalam arti, perubahan dilakukan tidak menyeluruh. Hanya di beberapa OPD saja dan, sifatnya hanya penyesuaian-penyesuaian kecil saja terhadap penempatan struktur kelembagaan yang sudah ada. Setelah itu disesuaikan dengan nomenklatur serta struktur kelembagaan di tingkat pusat. Mengingat, ada beberapa struktur kelembagaan yang peran dan tugasnya terkesan tumpang tindih, sehingga harus adanya penyesuaian. Supaya tidak ada lagi tumpang tindih peran dan tugasnya. Dengan begitu, diharapkan kerja-kerja OPD lingkup Pemkab Loteng bisa benar-benar optimal. Ia menjelaskan, beberapa OPD yang kemungkinan bakal direvisi struktur kelembagaan di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Di mana bidang kebudayaan bakal ditarik menjadi bagian di Dinas Pendidikan, sehingga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Adapun bidang kebudayan yang ada di Disparbud, akan diganti dengan bidang ekonomi kreatif. Kemudian bidang cipta karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kemungkinan akan ditarik masuk ke Dinas Perumahan dan Kawasaan Permukiman (Disperkim) atau mungkin sebaliknya. Bidang keciptakaryaan yang ada di Diskperkim bakal ditarik masuk ke Dinas PUPR, sehingga urusan keciptakaryaan sepenuhnya ditangani oleh satu OPD. Di lingkup Sekratariat Daerah (Sekda) juga kemungkinan akan ada perubahan. Misalnya, beberapa fungsi yang ditangani Bagain Humas dan Protokol akan ditarik masuk ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan bagian lainnya. “Tapi ini masih rancangan. Artinya, masih ada kemungkinan berubah,” tegasnya. Mantan Kabag Administrasi Pemerintaha Umum (APU) Setda Loteng ini menegaskan, revisi terkait struktur kelembagaan di beberapa OPD lingkup Pemkab Loteng, memang harus dilakukan. Selain untuk penyesuaian nomenklatur yang ada. Juga karena ada beberapa regulasi di tingkat pusat yang mengalami perubahan. (kir)

(Suara NTB/ist)

RUMAH - Pembangunan rumah korban gempa Lingsar yang sudah selesai. Pembangunan terus dilanjutkan, khususnya di rumah warga yang jadi korban gempa.

Sebagian Besar Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Mengendap di Rekening Giri Menang (suara NTB) Bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa yang sudah diterima Pemkab Lombok Barat (Lobar) mencapai hampir Rp 400 miliar. Anggaran ini sudah masuk ke rekening BPBD dan korban gempa. Dari total anggaran itu, baru sebagian dapat dicairkan oleh kelompok masyarakat (pokmas). Sisanya sebagian besar masih mengendap di rekening kelompok. Hingga penghujung 2018, sekitar 45 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sudah seratus persen selesai dan siap huni. “Pokoknya dana yang sudah diproses dari pusat itu sudah dicairkan kepada rakyat sebesar Rp 400 miliar. Dan semua dalam proses pembangunan,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Per-

mukiman (Disperkim) Lobar, H. Lalu Winengan, Rabu (2/1). Menurutnya dana bantuan itu mengendap di pokmas akibat masih dalam proses oleh pokmas. Apalagi beberapa pokmas tidak hanya memilih

model Risha, namun juga bangunan Rumah Instan Sederhana Konvensional (Riko).”Kalau yang RIKO ini harus buat pondasi,” ujarnya. Ia menilai jika dibandingkan kabupaten dan daerah lain,

penanganan bantuan rumah di Lobar terbilang paling cepat. Sejauh ini untuk Risha sudah terbangun sekitar 45 unit. Kemudian sebanyak 30 unit Riko tengah dalam proses pembangunan pondasi di kawasan Desa Selat Narmada. Terkait dengan transparansi penganggaran oleh pokmas, Winengan memastikan pihaknya tidak bisa mengintervensi, sebab pihaknya hanya bertugas memvalidasi. Selain itu, pendampingan melalui fasilitator. Sedangkan untuk pengawasan menjadi ranah pihak kepolisian, TNI

termasuk masyarakat.”Kalau sudah di pokmas itu kewenangan pokmas,” imbuhnya. Pihaknyapun tidak berani memastikan pengerjaan pembangunan bantuan rumah bagi seluruh korban rampung Maret 2019 mendatang sesuai dengan target Wapres Drs. H. M. Jusuf Kalla. Terlebih lagi beberapa kendala yang dihadapi, mulai dari ketersediaan aplikator untuk pembuatan panel hingga keterbatasan tukang. Bagaimana tidak sisa tukang yang tersedia di Lobar hanya sekitar 400 orang. (her)

Anggaran Rapat di Hotel DPRD Loteng Dihapus Praya (Suara NTB) Mulai tahun 2019 ini seluruh kegiatan rapat-rapat terutama rapat pembahasan anggaran oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) tidak lagi diselenggarakan di hotel. Pasalnya, anggaran rapat di hotel tahun ini sudah dihapus seluruhnya. Alasannya, semua kegiatan nantinya akan dipusatkan pelaksanaannya di gedung DPRD Loteng yang baru. Sekretaris DPRD Loteng, R. Mulyatno Junaidi, saat ditemui Suara NTB, di ruang ker-

janya, Rabu (2/1) menegaskan langkah penghapusan anggaran rapat di hotel sebagai salah satu upaya penghematan anggaran daerah. Tidak hanya itu, ujarnya, merupakan salah satu upaya mengoptimalkan keberadaan gedung DPRD Loteng yang baru. ‘’Karena sayang kalau kemudian gedung yang dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, justru tidak dioptimalkan fungsinya,’’ ujarnya. Supaya gedung yang baru, ujarnya, benar-benar nyaman dan representatif untuk rapat-

rapat besar, interior ruang rapat yang ada bakal ditata sebagus mungkin. Bahkan bila perlu penataan dan layanannya yang ada layaknya hotel berbintang, karena itu berkaitan dengan prestise daerah. “Nanti ketika ada kunjungan dari anggota Dewan dari daerah lain, kita juga tidak merasa canggung. Paling tidak ada kebanggaan bagi daerah,” terangnya, seraya menambahkan, anggaran penataan interior ruang rapat sendiri sudah disiapkan pada APBD Loteng tahun 2019 ini. (kir)

Januari Ini, Dewan Loteng Tempati Gedung Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) berencana segera menempati gedung yang baru di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah awal tahun ini. Itu artinya, diharapkan semua kegiatan DPRD Loteng sudah bisa dilaksanakan di gedung yang baru tersebut. Demikian ditegaskan Sekretaris DPRD Loteng, R. Mulyatno Junaidi, kepada Suara NTB, Rabu (2/1). Hanya saja, ujarnya, rencana tersebut bisa saja molor, karena tergantung penyelesaian oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng. Mengingat, sampai saat ini Dinas PUPR Loteng belum melakukan serah terima pemanfaatan aset ke Sekretariat DPRD Loteng.

“Jadi kalau belum ada serah terima dari Dinas PUPR, gedung baru tersebut belum bisa kita tempati,” sebutnya. Hanya saja, untuk anggaran operasional gedung DPRD Loteng yang baru sudah disiapkan pada ABPD Loteng tahun 2019, terhitung sejak bulan Januari. Misalkan untuk listrik, sudah dialokasikan sebesar Rp 10 juta per bulan. Begitu juga untuk operasional yang lain. Termasuk untuk penataan interior gedung, anggarannya juga sudah dipersiapkan. “Intinya, kalau dari sisi kami di Sekretariat DPRD Loteng sudah siap menempati gedung baru tersebut. Tinggal menunggu proses serah terima saja,” tambah Mulyatno. Bahkan, untuk rapat paripurna pertama masa sidang tahun 2019, direncanakan digedung yang

baru tersebut. Disinggung rencana pemanfaatan gedung DPRD Loteng yang lama, mantan Staf Ahli Bupati Loteng ini, menegaskan tetap akan digunakan. Di mana rencananya akan ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan menempati gedung DPRD Loteng lama. Namun belum dipastikan OPD mana saja. “Informasi awal Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Loteng yang akan menempati gedung DPRD Loteng lama. Tapi itu masih bisa berubah. Namun yang jelas, gedung DPRD Loteng yang lama tetap akan digunakan. Meski sudah tidak lagi digunakan oleh anggota DPRD Loteng,” terangnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

GEDUNG BARU - Tampilan gedung DPRD Loteng yang baru di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah. Rencananya, bulan Januari ini, gedung baru akan mulai digunakan menggantikan gedung lama.

(Suara NTB/kir)

DILANTIK - Anggota PPK Loteng tambahan yang dilantik, Rabu (2/1).

Jelang Pileg

KPU Loteng Tambah 24 PPK Baru Praya (Suara NTB) Sebanyak 24 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang baru, Rabu (2/1), dilantik. PPK tersebut merupakan PPK tambahan untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, April 2019 mendatang. Dengan begitu, total PPK di masingmasing kecamatan di Loteng sekarang berjumlah 5 orang. “Awalnya ada 3 orang PPK di masing-masing kecamatan. Tapi ada tambahan 2 orang PPK baru. Sehingga di masing-masing kecamatan jumlah PPK-nya sebanyak 5 orang,” ungkap Ketua KPU Loteng, Ari Wahyudi, saat melantik PPK tambahan di kantor KPU Loteng. Penambahan anggota PPK dimaksudkan untuk mengoptimalkan kerja-kerja PPK saat gelaran Pemilu legislatif dan pemilihan presiden mendatang. Mengingat, bebas tugas PPK mendatang cukup berat, karena harus mengawal proses pemilu legislatif dan pemilihan presiden sekaligus, sehingga butuh penambahan anggota PPK. Pihaknya pun berharap, di antara anggota PPK yang baru

tersebut tidak ada yang menjadi titipan partai politik, karena PPK sebagai bagian dari penyelenggara pemilu harus bebas dari muatan politik. Apalagi sampai menjadi bagian dari partai politik. Karena bagaimanapun juga, sukses tidaknya penyelenggaraan pemilu mendatang sangat tergantung dari penyelenggaranya. “Carut marut kegiatan pemilu adalah tergantung dari penyelenggara pemilu. Karenanya penyelenggaranya harus jujur dan adil serta bebas dari kepentingan politik,” tegasnya. Untuk itu, pihaknya menekankan kepada para penyelenggaran pemilu di daerah ini hingga ke level yang paling bawah harus bekerja secara jujul dan adil. Supaya hasil penyelengaran pemilu di daerah ini benar-benar berkualitas sesuai apa diharapkan semua pihak. “Pesta demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia sebagai operatornya adalah KPU. Jadi dalam bekerja KPU harus independen. Dan, pemilu pada tahun 2019 adalah pemilu serentak pertama yang dilaksanakan di Indonesia,” ujarnya. (kir)


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

KSB Kembali Terima Rp8,6 Miliar Dana Rehab/Rekon

BPBD Minta Reboisasi Wilayah Hutan di Hulu Sungai Dompu (Suara NTB) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M. Hasan mengakui wilayah ini masih terus dihantui bencana alam banjir. Bahkan berpotensi lebih parah dari 2018 lalu. Dalam rangka pengurangan resiko bencana tersebut ia meminta DLHK NTB melalui unit pelaksana teknis di daerah mengupayakan langkah reboisasi hutan, khususnya di sekitar kawasan hulu sungai. Langkah itu dirasa efektif menekan ancaman benca banjir disamping program normalisasi sungai dan penguatan tanggul. “Reboisasi ini saya rasa efektif karena akan mengurangi volume air yang masuk ke sungai sehingga tidak terjadi banjir,” kata dia, Rabu (2/1). Mengingat wilayah hulu beberapa daerah aliran sungai berada di perbatasan Dompu dan Bima disarankan agar penghijauan disinergikan. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dirugikan di tengah pengembangan program jagung saat ini. Terpenting, lanjut Imran M. Hasan, bagaimana DAS sepajang 35 Km di wilayah barat Bima yang muaranya ke DAS Laju di Dompu tidak sampai menimbulkan kerugian yang besar, apalagi melahirkan korban jiwa akibat bencana banjir. “Ini yang perlu diperhatikan oleh instansi terkait, kalau kita kan tidak punya anggaran khusus untuk program reboisasi ini,” jelasnya. Berdasarkan hasil pantauan BMKG bencana banjir masih jadi ancaman serius diwilayah ini, terutama Bulan JanuariMaret 2019 kedepan. Kondisi cuaca ekstrem tersebut hampir merata terjadi di semua wilayah di NTB. Karenanya, masyarakat baik yang menetap di bantaran sungai, daerah ketinggian maupun pesisir pantai agar senantiasa menaruh kewaspadan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Sesuai data BMKG itu ya kita harapkan masyarakat tetap waspada, terutama terhadap banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,” pungkasnya. (jun)

2019, APBD Kota Bima Rp800 Miliar Kota Bima (Suara NTB) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima tahun 2019 yang disahkan beberapa waktu lalu sebesar Rp800 miliar. Dari jumlah itu, sebesar Rp12,5 miliar dialokasikan untuk pengembangan usaha kerakyatan. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH kepada wartawan belum lama ini. Kata dia, anggaran sebesar Rp12,5 miliar tersebut diperuntukkan untuk menciptakan wirausaha baru serta lapangan kerja baru. “Seperti bantuan usaha bakulan dan pemberdayaan (Suara NTB/Uki) ekonomi kerakyatan,” katanya. Syamsurih Menurutnya, besaran anggaran untuk pemberdayaan tersebut sejalan dengan vismisi Walikota Bima yang memprioritaskan pemberdayaan, menciptakan lapangan kerja baru serta pengusaha baru berbasis ekonomi kerakyatan. “Kita berharap melalui pemberdayaan ini meningkatkan kesehjateraan warga,” katanya. Diakuinya, anggaran sebesar Rp800 miliar tersebut selain belanja aparatur dan pemberdayaan. Peruntukannya juga memenuhi program unggulan yang menjadi visi-misi Walikota dan Wakil Walikota. “Program unggulan yang akan dilakukan diantaranya. Yakni pemberian insentif RT-RW se-Kota Bima yang mencapai Rp5 miliar dan pertanggungan BPJS sekitar 33 ribu warga miskin sebesar Rp8 miliar,” katanya. Tidak hanya itu, juga dialokasikan pembangunan Masjid Raya Al-Muwahiddin Bima yang mencapai sebesar Rp10 miliar. Serta pembangunan Masjid An-Nur Latief di halaman kantor Walikota Bima yang mencapai sebesar Rp5 miliar. “Termasuk juga pengadaan lima unit ambulans lima unit dan penataan pasar lama melalui dana APBN sebesar Rp1,4 miliar,” ujarnya. Syamsurih menambahkan anggaran yang tertuang dalam ABPD tersebut juga tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan serta pembangunan infrastruktur lainnya yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat. (uki)

(Suara NTB/ist)

BARANG BUKTI – Terduga pelaku penganiayaan (foto kiri), SR alias Opes (40) warga Dusun Besi Bora, Desa Beru Kecamatan Jereweh, yang diamankan bersama barang bukti (foto kanan).

Rebutan Pemandu Lagu, Seorang Pria Nyaris Tewas

Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumbawa Barat, mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan di Kecamatan Maluk. Terduga pelaku yang diketahui berinisial SR alias Opes (40) warga Dusun Besi Bora, Desa Beru Kecamatan Jereweh tidak bisa berkutik setelah polisi mendapatkan rekaman dari kamera pengintai yang terpasang. Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin SH, SIK kepada Suara NTB, Rabu (2/1) membenarkan adanya pengungkapan terhadap pelaku dalam kasus penganiayaan tersebut. Bahkan saat ini kondisi korban S alias Din juga sudah berangsur pulih setelah pundak kiri dan kepala korban tertebas parang. Sementara, tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres untuk dilakukan ke proses selanjutnya. Barang bukti berupa sebilah parang dan server kam-

era pengintai (CCTV) di TKP juga sudah diamankan. Kasus ini juga tetap menjadi atensi pihak terkait, sehingga tidak ada lagi kejadian hal yang sama. “Tersangka ini sudah kita tahan untuk proses selanjutnya. Kami juga tetap mengatensi masalah ini untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. Dia mengatakan, kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat kaitannya dengan penemuan seorang laki-laki di pinggir jalan Maluk yang berlu-

muran darah. Merasa ada yang janggal dalam kasus tersebut, akhirnya masyarakat melaporkan kepada petugas Pos Pam. Mendapatkan laporan itu, para petugas kemudian melakukan olah TKP dan langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa terselamatkan meskipun sebagian tubuh korban mengalami luka sobek yang cukup dalam. Ditemukan, ada sekitar tiga cidera serius yang dialami yak-

ni luka sobek di bagian pundak sebelah kiri, luka sobek di bagian lengan sebelah kiri dan kepala sebelah kiri yang mencapai 50 jahitan. Setelah memastikan kondisi korban selamat, pihak terkait langsung melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “Ada tiga luka sobek yang kita temukan di badan korban dengan kondisi luka yang cukup parah. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan setelah ditangani secara intensif di RSUD Asy Syifa,” sebutnya. Dijelaskannya, kasus ini berawal dari cekcok antara korban dan pelaku di salah satu tempat hiburan malam di Kecamatan Maluk. Informasinya cekcok itu terjadi karena berebut pemandu lagu yang bertugas melayani para pengunjung

tempat hiburan tersebut. Pelaku yang marah dengan sikap korban ini, akhirnya pulang. Ternyata, kepulangan pelaku ini bukan tanpa misi kembali. Pelaku justru menunggu korban pulang dari kafe. Setelah melihat korban keluar dari tempat tersebut, pelaku yang sudah terbawa emosi langsung menyerang korban dengan sebilah parang yang telah disiapkan. Setelah korban tidak berdaya, pelaku langsung pergi meninggalkan tubuh koran yang telah bersimbah darah. “Informasinya kasus ini berawal dari rebutan partner song (pemandu lagu) di salah satu kafe di Kecamatan Maluk. Karena tidak terima dengan gelagat korban, akhirnya tersangka ini langsung menghujamkan parang yang sudah disiapkan,” tandasnya. (ils)

Malam Pergantian Tahun, Bandar Sabu Dompu Diringkus Polisi Dompu (Suara NTB) – Keberadaan bandar sabusabu di Dompu akhirnya terungkap di malam pergantian tahun 2018, Senin (31/12). Ia Sr (43) warga Lingkungan Potu Kelurahan Potu. Dari tangannya berhasil disita barang bukti sabu beserta alat timbang yang menguatkan statusnya sebagai bandar barang haram ini. Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Adhar, S. Sos., melalui Kasubag Humas Iptu Sabri, SH., kepada wartawan mengatakan, tertangkapnya biang peredaran sabu oleh Tim Resmobda Polda NTB tersebut buah pengembangan kasus atas tertangkapnya salah seorang pengguna inisial Jf (23), tak lama setelah melakukan transaksi sabu di rumah Sr. Dalam penangkapan Jf supir asal Desa Nowa Kecamatan Woja itu polisi mendapati dua poket sabu yang diakuinya baru saja dibeli dari Sr seharga Rp300 ribu. Lantas anggota langsung mendatangi kediaman sang bandar

(Suara NTB/Ist)

DIRINGKUS – Sr (43) terduga bandar sabu yang berhasil diringkus Tim Resmobda Polda NTB, Rabu (2/1). untuk proses penggeledahan. “Dalam penggeledahan didapatkan tiga poket sabu,” kata dia dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (2/1). Tak hanya itu, di rumah Sr

pun banyak ditemukan barang bukti lain yang menguatkan dugaan bahwa pria ini merupakan bandar sabu-sabu, diantaranya satu alat timbang, 24 klip kosong, lima poket

Soal Jembatan di Boke, Wabup Minta Pemdes Bersurat Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima merespon keluhan warga Desa Boke Kecamatan Sape yang selama ini terpaksa menyeberang sungai, karena jembatan penghubung rusak dan belum dibangun kembali. Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd mengaku telah mengetahui adanya persoalan itu. Bahkan Ia sudah meminta Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kecamatan agar segera melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Daerah dan DPRD. “Saya meminta Pemdes dan Kecamatan untuk mengambil data yang valid agar bisa bersurat ke Bupati dan DPRD,” katanya, Rabu (2/1). Dahlan menegaskan permintaan warga setempat yakni agar segera dibuatkan jembatan penghubung serta membuka jalan tani tetap direspon oleh pihaknya, sepanjang memenuhi prosedur. “Tetap direspon apalagi menyangkut obyek vital petani. Nanti saya juga akan perintahkan OPD teknis untuk meninjau langsung lokasinya,” ujarnya. Seperti diketahui, saat musim penghujan petani di Desa Boke Kecamatan Sape harus bertaruh nyawa menyeberang derasnya arus sungai menuju lahan pertanian karena tidak

ada jembatan penghubung. Bahkan potret perjuangan petani di Desa setempat sudah berjalan sejak satu tahun terakhir. Saat jembatan yang berada di belakang Desa tersebut mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. “Padahal jembatan ini digunakan oleh petani untuk ke sawah dan kebun. Tapi hingga saat ini belum juga diperbaiki,” kata warga setempat, Irfan, Minggu (30/12). Irfan mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Karena menurutnya jembatan tersebut merupakan akses penghubung alternatif memudahkan petani yang memiliki lahan atau area pertanian di belakang Desa. “Hanya saja ketika musim penghujan tiba, seolah menjadi ancaman karena petani harus melintas sungai yang deras menuju ke lahan miliknya,” katanya. Atas persoalan tersebut, Ia mengaku masyarakat sudah mengeluhkan dan mendesak pembangunan jembatan tersebut. Hanya saja sampai saat ini belum ada respon dari Pemerintah ter-

kait. “Sudah kita keluhkan dan mendesak agar jembatan ini dibangun. Tapi belum juga ada respon,” katanya. Ia berharap Pemerintah segera membangun jembatan alternatif agar memudahkan akses lintas para petani. Apalagi saat tiba masa panen nanti yang beban dan medan yang ditempuh cukup berat dan sulit. “Tidak mungkin memikul beban hasil pertanian yang mencapai ratusan kilo, karena jaraknya cukup jauh dari Desa. Satusatunya adalah membangun j e m batan,” pungkasnya. (uki)

Dahlan M. Noer

sabu siap edar dengan harga Rp850 ribu yang beratnya bervariasi. Tak terkecuali empat buah HP, satu unit motor, dua buah sendok sabu, uang tunai Rp1.05 ribu serta bukti pen-

guat lainnya. Berbekal temuan tersebut Tim Resmobda Polda NTB langsung menggiring para tersangka dan menyerahkannya ke Satresnarkoba Polres Dompu untuk diproses lebih lanjut. Dan ditegaskan Sabri, dalam penggeldahan rumah Sr tim disaksikan langsung beberapa orang warga sekitar. “Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke Satnarkoba untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya. Sementara itu, disinggung sejauhmana keterlibatan salah seorang tersangka lain yang ikut diamankan dalam operasi tersebut, ia belum mengetahuinya secara pasti, terlebih melimpahkan semuanya ke Satnarkoba, tetapi jawaban serupa juga disampaikan Kanit Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu, Aiptu Moh Saihun saat dikonfirmasi Suara NTB. “Saya tidak tahu jalan ceritanya coba dikonfirmasi sama penyidik saja,” tandasnya. (jun)

Bencana Alam di Dompu Telan Kerugian Rp3 Miliar

(Suara NTB/uki)

Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, (KSB) kembali mendapatkan anggaran sekitar Rp8,6 miliar untuk percepatan penanganan 346 rumah rusak berat di tahap pertama. Masuknya anggaran ini diharapkan mempercepat penanganan rumah rusak berat supaya tuntas di Februari mendatang. Bahkan dana penanganan rumah rusak berat di tahap pertama semuanya sudah selesai ditransfer, yang mencapai angka Rp109 ,31 miliar. “Alhamdulillah dana rehab/rekon tahap pertama untuk 346 rumah rusak berat sudah selesai ditransfer semua tinggal Pokmas melanjutkan sisa pekerjaannya yang belum tuntas. Sementara dana untuk rumah rusak sedang dan ringan di tahap pertama juga sudah terserap maksimal tinggal menunggu SPJ saja. Tentu kita juga berharap agar Pokmas bisa terus mempercepat pekerjaannya, sehingga rumah rusak bisa ditempati segera,” ujar Kepala BPBD KSB Ir. Lalu Muhammad Azhar, MM, kepada Suara NTB, Rabu (2/1). Dikatakannya, meskipun anggarannya sudah semua ditransfer, yang menjadi kendala saat ini yakni masih minimnya tenaga fasilitator. Bahkan jika dirincikan jumlah fasilitator yang tersedia saat ini hanya sekitar 70-80 orang dari jumlah yang dibutuhkan saat ini sekitar 200 orang untuk menangani sekitar 16.000 rumah rusak. Kekurangan para tenaga fasilitator juga terdampak untuk tahap pencairan dana tahap kedua. Dimana untuk saat ini dari total anggaran Rp64 miliar, masih belum bisa dieksekusi. Ini terjadi karena anggarannya masih ada di rekening penerima belum dialihkan ke rekening Pokmas, karena belum ada persetujuan dari fasilitator. Meskipun demikian, pihaknya tetap mendorong agar Pokmas bisa segera mencairkan anggaran yang sudah tersedia untuk dibelanjakan. “Meskipun fasilitator kita masih terbatas, tetapi kita tetap akan mendorong Pokmas bisa mencairkan anggarannya sesegera mungkin. Jika kita menunggu sampai fasilitator ini lengkap tidak akan ada pembangunan nanti,” imbuhnya. Ditambahkannya, selain percepatan pembangunan rumah yang rusak berat, pihaknya juga tetap menghimbau agar SPJ penggunaan anggaran bisa segera disiapkan. Karena sampai dengan saat inj belum ada satupun Pokmas yang menyerahkan SPJ-nya paling lambat tanggal 31 Januari sudah diserahkan. Untuk itu, pihaknya sangat berharap supaya ASN yang diminta mengawasi dana bencana bisa segera melakukan pendampingan kepada Pokmas. Hal itu dilakukan supaya SPJ ini bisa segera dirampungkan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Dana rehab/rekon tahap pertama semuanya sudah ditransfer. Makanya kita minta supaya SPJnya juga bisa segera dibuat agar tidak menumpuk di kemudian hari sekaligus menekan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tukasnya. (ils)

Dompu (Suara NTB) – Intensitas bencana alam di Dompu sepanjang tahun 2018 kemarin diakui menurun jika dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun demikian, dampak kerusakan yang diakibatkan dari total kejadian tersebut telah menelan kerugian cukup besar, yakni sekitar Rp3 Miliar. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M. Hasan mengungkapkan, serangkaian bencana alam telah melanda Dompu sepanjang tahun 2018. Sejumlah bencana menimbulkan kerugian yang cukup besar, yakni banjir di daerah aliran sungai Laju dan Baka pada Maret 2018. Selain itu, banjir yang menerjang Desa Soro di akhir tahun kemarin. Sementara, akibat tanah longsor dan angin puting beliung tidak berdampak signifikan. “Kalau saya lihat kerugian dari sekian bencana alam di 2018 itu sekitar Rp3 Miliar, paling besar akibat banjir di Soro, Sungai Laju dan Baka,” kata di kepada Suara NTB di kantornya, Selasa (2/1). Kerugian cukup besar itu timbul menyusul bencana banjir telah merusak infrastruktur jalan, jembatan, bendungan sumber mata air bersih di wilayah Kemudi serta beberapa fasilitas umum lainnya. Sementara, untuk kerusakan rumah rata-rata ringan

dan sudah tuntas ditangani. Atas kerusakan yang telah berdampak dan mengancam pertumbuhan ekonomi masyarakat ini, pihaknya sudah berupaya meminta bantuan ke pemerintah pusat. Namun, dari Rp8,5 Miliar anggaran yang diusulkan hanya Rp2,5 Miliar yang disetujui. Itupun alokasinya untuk pengurangan resiko banjir di DAS Laju dengan pemasangan tanggul. “Anggaran itu khususnya untuk pemasangan tanggul di Soriwono yang lain belum ada. Kalau rumah tidak ada tunggakan yang harus kita perbaiki tahun ini kecuali infrastruktur jalan dan jembatan di Kempo, termasuk DAM Mangge Kalo,” ungkapnya. Imran M. Hasan menegaskan, dari rentetan bencana alam sepanjang tahun 2018 kemarin, jika dibanding dampak kerusakan dari tahun sebelumnya baik segi sosial, ekonomi dan sebagainya dipastikan menurun. Tetapi, tingkat bencana banjirnya memang lebih besar. Namun dampaknya bisa diminimalisir dengan program normalisasi dan pemasangan tanggul yang sudah dilakukan di beberapa titik. “Kenapa menurun dampak kerusakan walaupun besar banjirnya karena kita sudah minimalisir sebelumnya dengan normalisasi, cuma perlu dilanjutkan termasuk untuk penguatan tebing,” harapnya. (jun)


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

ASN Generasi Milenial Diyakini Berkinerja Baik Taliwang (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Abdul Azis, MH menyatakan optimisme terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik pada mutasi baru-baru ini memiliki kinerja baik. Meski didominasi wajahwajah baru yang disebut bupati sebagai generasi milenial, bagi Sekda, mereka yang mendapatkan promosi pada sejumlah jabatan stategis itu telah melalui seleksi ketat sesuai ketentuan yang berlaku. “Selain karena kepangkatan. Tentu kita (Suara NTB/bug) melihat kinerja mereka juga H. Abdul Azis pada jabatan sebelumnya. Dan mereka yang diberi kepercayaan hari ini kami nilai bagus semua,” klaimnya kepada wartawan, Rabu (2/1). Menurut Sekda, momen mutasi dipenghujung tahun 2018 lalu merupakan tonggak peralihan generasi di birokrasi KSB. Dengan memberi tanggung jawab lebih besar kepada para ASN generasi milenial itu, Pemda KSB sudah mengawali estafet kepemimpinan birokrasi daerah dari generasi tua ke generasi muda. “Ini sudah waktunya, kami yang tua-tua ini digantikan oleh mereka yang muda-muda. Kalau kami kan sebentar lagi masuk masa pensiun,” sebutnya. Sekda mengakui, tantangan kerja birokrasi di tahun-tahun mendatang akan semakin berat dan kompleks. Sebagai abdi negara, ASN dituntut memiliki kinerja cepat sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melayani masyarakat. Dan sebagai generasi muda birokrasi, mereka yang hari ini diberi tanggung jawab diharap mampu menghadapi tantangan tersebut. “Mereka sekarang sudah didukung teknologi. Jadi saya kira mereka sebenarnya dapat lebih mudah bekerja,” timpalnya. Meski percaya dengan kinerja para ASN belia ini, Sekda menyatakan, dirinya selaku pempimpin birokrasi di KSB akan terus memberikan pengarahan. Demikian pula oleh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di tempat kerja masing-masing para ASN muda tersebut. “Mungkin ada tugas-tugas yang belum benar-benar mereka kuasai akan kita bimbing. Dan pesan saya juga kepada mereka terusnya bekerja sebaik mungkin,” harapnya. Untuk diketahui, dari 78 pejabat eselon II dan III yang dimutasi awal pekan ini, hampir 80 persen pegawai dijajaran eselon III merupakan pegawai promosi. Mereka seluruhnya menempati jabatan kepala bidang (Kabid) di sejumlah SKPD termasuk mengisi jabatan sekretaris dinas. (bug)

Belum Tuntas, 18 Kasus Naker PT AMNT Diarahkan ke PHI Taliwang (Suara NTB) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyebutkan, 18 kasus tenaga kerja PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang tidak kunjung tuntas akan diarahkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Hal tersebut dilakukan, pasalnya tahapan mediasi dan Bipartit tidak kunjung memberikan hasil yang baik. Kepala Dinas Nakertrans KSB melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan (Hiwas), Tohiruddin SH, kepada Suara NTB, Rabu (2/1) mengatakan, memang untuk 18 kasus tersebut tetap ditindak ke proses selanjutnya. Karena mediasi yang dilakukan sebanyak tiga kali itu, tidak kunjung memberikan hasil yang memuaskan. Makanya proses lanjutan dari perkara itu akan diarahkan ke PHI agar bisa diselesaikan. Apalagi, kasus 18 orang Naker yang di PHK ini sangat spesial, karena mereka di PHK lantaran tidak memiliki posisi di perusahaan itu. Sehingga nama mereka tidak masuk dalam chart sebagai pegawai baru di perusahaan baru. Padahal karyawan tidak pernah mengambil program RTK yang sudah dilaksanakan perusahaan. “Kami sudah berupaya maksimal untuk melakukan mediasi terhadap 18 kasus naker ini. Tetapi tidak ada hasil yang baik, makanya kita bawah kasus ini ke PHI,” ungkapnya. Dia mengatakan, sebenarnya masalah ini bisa tuntas di tahap mediasi, tetapi karena pihak perusahaan dan Naker bersikukuh dengan pendirian masing-masing akhirnya tidak kunjung tuntas. Bahkan sebelum diputuskan kasus ini dibawah ke PHI, Pemkab sudah memberikan anjuran kepada pihak perusahaan. Anjuran tersebut salah satunya meminta perusahaan agar bisa merekrut kembali para karyawan yang di PHK itu. Meskipun tidak di jabatan yang sama, minimal mereka kembali bekerja sudah dianggap baik. Opsi itu sengaja dianjurkan agar bisa menekan angka pengangguran. Selain masalah itu, selama proses penyelesaian kasus ini di PHI maka upah harus tetap jalan tidak boleh tidak. “Kita sebenarnya sudah mengeluarkan anjuran, tetapi karena perusahaan bersikukuh dengan keputusan terdahulu akhirnya tidak memberikan hasil. Tapi yang jelas kita sudah berupaya mencari jalan keluar, tinggal menunggu proses selanjutnya,” tandasnya. (ils)

ETS America Percayakan UTS Selenggarakan Tes TOEFL ITP Resmi Sumbawa Besar (Suara NTB) The Indonesian International Education Foundation (IIEF) sebagai perwakilan resmi ETS America yang berhak menyelenggarakan tes TOEFL di seluruh dunia memercayakan Pusat Bahasa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyelenggarakan tes TOEFL berskala internasional secara mandiri setiap bulannya. Hal ini menjadi pintu utama bagi akademisi dan masyarakat umum untuk mendapatkan sertifikat tes TOEFL ITP sebagai syarat utama mendapatkan beasiswa dalam maupun luar negeri. “Kita merasa sebagai salah satu universitas di Pulau Sumbawa pantas memberikan kesempatan yang sama kepada akademisi dan masyarakat untuk belajar di luar negeri,” ungkap KUPT Pusat Bahasa UTS, Yana Karisma, Rabu (2/1). Yana mengungkapkan, selain TOEFL ITP itu sendiri, Pusat Bahasa juga menyediakan TOEFL Prepration yang memberikan pembekalan minimal selama dua bulan yang dibimbing langsung oleh dosen Bahasa Inggris UTS berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri. Selain itu, diajarkan trik dan strategi memecahkan soal TOEFL. Sedangkan untuk menguji kemampuan mengerjakan soal, juga ada TOEFL Prediction. Lebih jauh, kerja sama tersebut jika dilihat dari tujuannya juga untuk mempercepat kemajuan SDM Sumbawa. Sebab jika dilihat dari segi kemampuan, masyarakat Sumbawa tidak kalah dari masyarakat Eropa umumnya. “Tes TOEFL ini kita adakan bukan hanya untuk civitas akademik UTS, tetapi ini juga kita adakan untuk membantu program NTB ke depan, untuk bisa mem-boosting kemajuan SDM kita, saya sudah buktikan sendiri bahwa tenaga dan kemampuan kita tidak kalah saing dengan orang-orang di Eropa sana. Satu kekurangan kita, kesempatan saja. Nah, tes TOEFL ini hadir untuk memberikan kesempatan itu,” ungkap dosen yang baru menyelesaikan studi Magister di Lund University Swedia ini. Menurutnya, apa yang tengah dilakukan Pusat Bahasa UTS dalam memfasilitasi akademisi untuk mendapatkan sertifikat TOEFL juga untuk menyukseskan program 1000 beasiswa untuk masyarakat NTB dari Gubernur NTB. Ketika ditanyai mengenai penyelenggaraan, Ia mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan pengadaan tes sendiri tidak tertutup kemungkinan untuk diadakan lebih dari satu kali dalam satu bulan, tergantung dari animo masyarakat Sumbawa. “Tetapi tidak tertutup kemungkinan jika dilihat dari animo masyarakat itu besar khususnya dari kalangan akademisi, kita bisa buat itu jadi 2 kali dalam satu bulan,” tutupnya. Sebagai tambahan informasi, setelah melakukan tes pertama 22 Desember 2018 lalu, 26 Januari 2019 mendatang juga akan dilakukan tes TOEFL ITP yang dibuka untuk masyarakat umum. (arn)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Dua Jembatan Rusak di Orong Telu Butuh Perbaikan Sumbawa Besar (Suara NTB) Kondisi dua jembatan limpas di wilayah Kecamatan Orong Telu yakni Tampoak Renok dan Brang Punik cukup memprihatinkan. Jembatan satu-satunya akses ke kecamatan setempat ini, rusak berat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kondisi ini mengganggu mobilitas masyarakat, sehingga mendesak untuk dilakukan perbaikan. Camat Orong Telu, Darwin, S.Sos yang dikonfirmasi, Rabu (2/1) kemarin membenarkan adanya kerusakan dua jembatan dimaksud. Disebutkan, Jembatan limpas Tampoak Renok jebol akibat hantaman luapan air banjir yang terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Sedangkan Jembatan Brang Punik bagian tengahnya patah dan nyaris roboh akibat baniir beberapa hari yang lalu. “Jembatan limpas Tampoak Renok jebol. Sementara Jembatan Brang Punik patah, bagian tengahnya turun. Bagian bawah ada batu yang menyangga, sehingga tidak bisa jatuh seluruhnya,” ujarnya. Menurutnya, sebelumnya pihaknya sudah pernah memasukkan laporan terkait kondisi Jembatan Tampoak Renok pada tanggal 19 Desember 2017 lalu kepada Bupati, tembusannya kepada Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Sumbawa. Karena saat itu kondisinya juga cukup memprihatinkan. Selanjutnya pasca jebol, pihaknya kembali melaporkan pada tanggal 21 Desember 2018. Namun belum ada upaya perbaikan yang dilakukan. Sedangkan terhadap kerusakan jembatan Brang Punik diakuinya pihaknya akan segera memasukkan laporan. Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk perbaikan yang bersifat sementara supaya bisa dilalui oleh masyarakat. Untuk sementara, jembatan sudah bisa dilalui baik oleh roda dua maupun roda empat.

Meskipun demikian, pihaknya khawatir jika kedua jembatan tidak dilakukan penanganan lebih lanjut maka akan semakin parah. Apalagi saat ini di wilayah setempat hujan terus turun. Untuk itu, pihaknya berharap instansi terkait segera turun untuk melakukan perbaikan. “Harapan kami supaya segera ditangani perbaikan jembatan. Karena jembatan tersebut satu-satunya jalan menuju Orong Telu. Apalagi saat ini musim penghujan, dikhawatirkan akan semakin parah jika terus diterjang air,” tukasnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Drs. Zainal Abidin mengakui belum menerima laporan terkait kerusakan jembatan setempat. Setelah adanya laporan, maka nantinya akan ada SK Bupati terkait tanggap darurat. “Belum ada laporannya. Sampai tadi belum melihat surat (laporan). Ketika laporan masuk paling kita membuat surat SK bupati kalau dianggap tanggap darurat. Nantinya kemungkinan diusulkan anggarannya,” terangnya. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk melakukan rehab jembatan. Dalam hal ini pihaknya berkoordinasi dan mengusulkan ke instansi terkait. “BPBD kan tidak ada anggaran untuk rehab. Tidak tahu PU ada tidak dianggarkan itu. Kita hanya bisa mengusulkan ke instansi terkait. Instansi terkait nanti yang akan menangani,” jelasnya. Sedangkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa,

(Suara NTB/Ist)

JEMBATAN RUSAK - Inilah kondisi jembatan Tampoak Renok yang rusak wilayah Desa Senawang kecamatan Orong Telu. Lalu Suharmaji Kertawijaya yang dikonfirmasi mengakui, terkait penanganan tanggap darurat dilakukan pihak BPBD.

Parpol Laporkan Dana Kampanye ke KPU Sumbawa

(Suara NTB/arn)

LAPORAN - Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbawa, Berlian Rayes saat menyerahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diterima oleh Ketua KPU Sumbawa. Sumbwa Besar (Suara NTB) Parpol peserta Pemilu 2019 wajib menyerahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). Mereka diberikan waktu hingga Rabu (2/1). Seperti disampaikan Komisioner KPU Sumbawa, Sudirman S.IP didampiingi Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin, Parpol diberikan waktu hingga pukul 18.00. Hingga siang hari kemarin, sudah ada tiga Parpol yang telah menyerahkan LPSDK. Yakni Partai Golkar, PKB dan Gerindra. LPSDK ini berisi catatan transaksi penerimaan laporan awal dana kampanye terhitung mulai 23 September hingga 1 Januari. “Penyerahan LPSDK ini wajib sifatnya. Sebab dari LPSDK itulah tergambar sumber pendanaan kampanye secara jelas. Dana sumbangan bisa berasal dari perseorangan, badan usaha non pemer-

intah atau dari parpolnya sendiri,” terangnya. Setelah diserahkan, maka KPU Sumbawa akan mengumumkannya ke publik melalui website KPU. Agar jelas, publik mengetahui sumber pendanaan kampanye dapat dipertanggungjawabkan. “Nanti masyarakat yang menilai seperti apa sumbangan yang dikelola perserta pemilu,” tukas Lahmuddin. Bawaslu Sumbawa juga mengimbau kepada partai politik Dan Tim Kampanye Paslon Presiden dan Wakil Presiden peserta Pemilu 2019 agar segera menyampaikan LPSDK. Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Sumbawa Hamdan, S.Sos.I menegaskan sesuai tahapan, penyerahan LPSDK akan berakhir pada 02 Januari 2019.”Hari ini terakhir. Kami

dari Bawaslu akan melakukan pengawasan terhadap semua laporan yang masuk,” katanya. Posisi Bawaslu melakukan pengawasan penyerahan baik jadwal tahapan maupun kelengkapan dokumen LPSDK. “Jika terjadi ketidak lengkapan kami hanya mencatat. Soal apakah itu terjadi pelanggaran, akan menjadi tugas kantor Akuntan Publik (KAP) untuk menilai apakah patut atau tidak patut,” katanya. Yang pasti, kata Hamdan, dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, Peserta Pemilu akan mendapatkan sanksi pidana dalam hal pelanggaran pelaporan sumbangan dana kampanye. “Pelaporan sumbangan dana kampanye Sudah diatur dalam UU 7 tahun 2017 pasal 526 sampai 528 tentang jenis pelanggaran dan sanksinya.” Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbawa, Berlian Rayes, S.Ag, saat penyerahan LPSDK ke KPU Sumbawa, menyatakan, pihaknya bersyukur telah meenyerahkan laporan ini sebagai sslaah satu persyaratan peserta pemilu. Pihaknya ingin tertib administrasi dan memenuhi ketentuan peraturan yag diterapkan KPU. “Sehingga kami berharap semua caleg Partai Golkar Sumbawa tidak lagi ragu ragu dalam menyiapkan dirinya dan bisa fokus memenangkan Pemilu di Sumbawa. Kami berterima kasih kepada teman teman KPU yang telah bekerja profesional dan berintegritas,” pungkas Anggota DPRD Sumbawa ini. (arn)

Lantik PPK, KPU Sumbawa Tekankan Profesionalisme Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa resmi melantik anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) seKabupaten Sumbawa, Rabu (2/1). Pelantikan ini seabagi penambahan anggota yang sudah ada, sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 31 tahun 2018. KPU Sumbawa pun menekankan kepada anggota PPK yang baru dilantik untuk mengedepankan kepada penyelenggara Pemilu untuk bersikap jujur dan adil. Serta profesional yang amanah. Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag menyampaikan, pelantikan PPK pada

putusan MK ini memiliki penambahan jumlah anggota. Dari sebelumnya yang hanya tiga orang berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017, menjadi 5 orang di setiap Kecamatan sesuai putusan MK dimaksud. “Jumlah PPK sesuai UU No 7 tahun 2017 jumlah PPK hanya 3 orang. Tapi setelah adanya usulan review, MK kemudian mengembalikan dan memerintahkan agar jumlah PPK dikembalikan seperti lazimnya menjadi 5 orang,” terangnya. Menurut Syukri, penambahan anggota ini dirasakan sangat tepat. Bila melihat beban tugas dan tanggung jawab yang akan diemban pada Pemi-

lu 2019. Harapannya, para anggota PPK yang baru dilantik berkomitmen menjadi penyelenggara yang jujur, adil, professional yang amanah. Sehingga beban yang ada dipundaknya bisa dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Apalagi pelaksanaan pemilu 2019 yang memiliki waktu relatif singkat, pihaknya akan segera memberikan pemahaman kepada PPK tentang amanat yang akan diemban. “Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Nanti teman teman akan kita Bimtek mereka sehingga punya pemahaman paripurna atas amanah yang mereka emban,” tukasnya. (arn)

Sedangkan pihaknya melakukan penanganan untuk rehab rekon. “Untuk tanggap darurat itu ada di BPBD. Nanti setelah

di BPBD masuk usulan apakah itu menjadi jembatan konvensional, itu yang dilakukan rehab rekon,” tandasnya. (ind)

BPKD KSB Sebut PAD 10 Persen Bisa Dicapai Taliwang (Suara NTB) Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nurdin Rahman, SE menyatakan, target 10 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari keseluruhan postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bisa tercapai. “Kalau misalnya ditarget 10 persen, kami lihat PAD kita masih bisa mencapainya kok bahkan tahun 2019 ini,” kata Nurdin kepada Suara NTB. Menurut dia, di luar pendapatan sektor tambang sumber-sumber PAD yang dikelola daerah saat ini sebenarnya bisa menyumbang sampai Rp 100 miliar setiap tahunnya. Hanya saja persoalannya, pengoptimalan pengelolaan sumbersumber PAD oleh sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) teknis yang belum berjalan. “Persoalannya di situ. Kalau saja mau dicambuk (dipacu) SKPD-nya saya yakin bisa sampai Rp 100 miliar atau 10 persen dari postur APBD kita yang hari ini di kisaran 1 T (triliun),” cetusnya. Pemda KSB sendiri, pada tahun 2018 lalu telah mengarahkan seluruh SKPD pengelola sumber PAD untuk melakukan optimalisasi penerimaan. Caranya mengidentifikasi sumber-sumber PAD dan selanjutnya menyusun payung hukumnya agar bisa mulai ditarik pajak/ retribusinya. N u r d i n menyebutkan, hal lain yang membuat SKPD belum bisa mengoptimalisasi sumbersumber PAD karena program yang diarahkan untuk itu

Nurdin Rahman

masih secara parsial dan tidak fokus pada satu kegiatan saja. Seharusnya kata dia, SKPD harus memiliki fokus pengembangan potensi sumber PAD yang kemudian dieksekusi dalam 1 kali program anggaran kegiatan. Dengan begitu, sumber PAD tersebut dapat kelihatan langsung menghasilkan secara optimal. “Misalnya sektor pariwisata. Ada satu obyek wisata yang dilihat dinas teknis bagus dan bisa mengasilkan PAD. Ya fokus saja anggaran kegiatannya 1 tahun berjalan di situ. Tahun kemudian pasti akan kelihatan hasilnya. Jangan seperti sekarang dicicil,” sindirnya. Sebelumnya terkait masih minimnya realisasi PAD ini, sempat disindir oleh sekretaris Komisi II DPRD, Abidin Nasar, SP., MPM. Menurut dia, kisaran 6 persen PAD yang ditargetkan pemerintah di APBD 2019 ini masih sangat minim. Ia pun menantang pemerintah agar pada tahun 2020 mendatang mampu menaikkan target tersebut hingga 10 persen sehingga pembiayaan program pemerintah KSB tidak terlalu banyak bergantu pada dana transfer pemerintah pus a t . (bug)


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Tak Sampaikan LPSDK

Peserta Pemilu Tidak akan Ditetapkan Keterpilihannya Mataram (Suara NTB) KPU Provinsi NTB memberikan waktu hanya satu hari bagi peserta pemilu 2019 untuk menyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK)-nya, sampai pada pukul 18:00 Wita, Rabu (2/1) kemarin. Jika lewat dari ketentuan waktu tersebut, maka laporannya tidak akan diterima. Pantauan Suara NTB di Kantor KPU Provinsi NTB, sampai pukul 14:00 Wita, dari 16 partai politik peserta pemilu, baru tujuh parpol yang sudah menyerahkan LPSDK-nya. Sementara untuk calon anggota DPD, dari 27 calon, baru 15 orang (Suara NTB/dok) yang sudah menyampaikan H. Ilyas Sarbini dan dari timses pasangan capres/cawapres belum menyerahkan. Anggota KPU Provinsi NTB divisi Hukum, H. Ilyas Sarbini yang ditemui Suara NTB, menyampaikan bahwa pihaknya hanya memberikan waktu kepada peserta pemilu untuk menyampaikan LPSDK-nya sampai pukul, 18:00 Wita. Jika lewat dari ketentuan batas waktu tersebut, maka akan ditolak. “Tetapi akan ada tindaklanjutnya, kita akan klarifikasi dulu apa penyebabnya dia terlambat atau tidak menyerahkan. Kalau umpamanya alasannya bisa dipahami atau tidak. Tetapi kita berharap mudahan semua bisa masuk,” katanya. Setelah diserahkan, KPU akan langsung mengumumkan kepada publik daftar penerima sumbangan dana kampanye peserta pemilu tersebut sehari setelah dilaporkan. “Besok (hari ini) langsung kita umumkan, seandainya ada yang telat, maka partai mana saja yang sudah tepat waktu menyerahkan dan tidak. Laporannya juga kita sampaikan ke Bawaslu dan ke KPU RI,” ujarnya. LPSD tersebut kemudian akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik, untuk menelusuri tingkat kepatuhan peserta pemilu. Namun audit akan dilakukan pada akhir nanti setelah penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). “Akan diaudit dulu nanti oleh akuntan publik untuk dinilai apakah sudah patuh aturan atau tidak. Kalau ada item yang tidak mereka patuhi nanti akan kita lacak kembali, apa akibatnya kalau item itu tidak dipatuhi. Misalnya mereka menerima sumbangan dana kampanye melampaui ambang batas, maka apa sanksinya, apakah ketentuan pidana, atau administrasi,” jelasnya. Adapun ancaman sanksi yang akan diberikan bagi peserta pemilu yang tidak menyerahakn LPPDK tersebut yakni keterpilihan tidak akan ditetapkan. “Kalau dia tidak melaporkan maka tidak akan ditetapkan kalau dia terpilih. Kalau di LADK dulu kepesertaannya dibatalkan,” pungkasnya. (ndi)

Anggota PPK Tambahan Dilantik Serentak Mataram (Suara NTB) Sebanyak 132 orang Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2019 dilantik secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-NTB, Rabu (2/1). Anggota PPK yang dilantik tersebut tersebar di 116 kecamatan se NTB, sehingga masing-masing kecamatan terdapat dua orang anggota yang dilantik. Pelantikan dua anggota PPK tambahan tersebut merupakan konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap judicial review undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang memutuskan jumlah anggota PPK menjadi lima orang dari sebelumnya hanya tiga orang. Sehingga harus direkrut lagi dua orang tambahan. Anggota KPU Provinsi NTB, divisi sosialisasi dan partisipasi, Yan Marili menyampaikan pelantikan dua anggota PPK tambahan tersebut telah melewati proses rekrutmen dari lima orang cadangan. “Pelantikannya serentak dilakukan hari ini,” katanya. Lebih jauh dijelaskan Yan Marli, pertimbangan penambahan jumlah anggota PPK tersebut karena pertimbangan faktor perbedaan dan keragaman alam geografis Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur, yang terdiri dari ribuan pulau dan pegunungan dengan tingkat kesulitan daya jangkau yang beragam. “Ada daerah pemilihan yang bergantung pada cuaca, ada yang tidak dapat ditempuh melalui jalan darat, dan masih ada daerah pemilihan yang hanya bisa ditempuh melalui jalan kaki,” katanya. Karena itulan MK menilai jumlah PPK sebanyak tiga orang dapat mengancam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil. Karena dengan jumlah anggota PPK yang berkurang menjadi tiga orang dan dengan penambahan tugas serta perubahan sistem pemilu, akan sangat sulit mewujudkan prinsip penyelenggaraan pemilu yang profesional, akuntabel, efektif, dan efisien. “Dalam pertimbangan putusan, MK menyinggung tugas, fungsi, dan wewenang PPK. MK menilai, tugas dan kewajiban PPK berkaitan langsung dengan pemenuhan kedaulatan rakyat, yakni memfasilitasi pemilih untuk terdaftar di dalam daftar pemilih, memastikan suara pemilih tak terdistorsi melalui proses rekapitulasi suara, dan sosialisasi pemilu,” jelasnya. MK menggambarkan rumitnya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Kerumitan ini harus ditanggapi dengan manajemen pemilu yang baik dan benar. MK juga menilai pengurangan jumlah anggota PPK oleh pembentuk UU Pemilu menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap UU Pilkada. Pasalnya, di UU Pilkada, jumlah anggota PPK adalah lima orang. (ndi)

POLHUKAM

Halaman 8

Sektor Pelayanan Publik Rawan Pungli Mataram (Suara NTB) Tim Saber Pungli Provinsi NTB memilih langkah pencegahan diutamakan pada tahun 2019 ini. Beberapa sektor yang masih dipelototi yakni pelayanan publik. Mulai dari sektor perhubungan sampai pendidikan. “Masih banyak (rawan pungli), hampir semua, di polisi sendiri juga masih ada laporan terutama di pengurusan SIM, orang banyak ngeluh saat ujian praktik,” ungkap Ketua Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi NTB, Kombes Pol Agus Salim ditemui awal pekan lalu. Untuk laporan pungli di-

maksud, kata dia, tim wajib menindaklanjuti meskipun belakangan pembuktiannya perlu lebih mendalam di penyelidikan. Sektor perhubungan menurut pantauan tim masih rawan, khususnya di pelabuhan. “Misalnya yang mau masuk kapal antre, yang mau masuk duluan, bayar dulu. Seperti-

seperti itu,” ucap Agus. Sementara di sektor pendidikan, sambung dia, masih berkutat di dugaan penyimpangan dana BOS dan pungutan tidak sesuai ketentuan terhadap siswa. Menanggapi kerawanan pungli di sejumlah sektor tersebut, Agus mengatakan pihaknya lebih memilih pence-

gahan sebagai langkah terbaik. Yakni dengan memperbaiki sistem. “Langkah yang terbaik pencegahan, cuma tadi kita mau laksanakan kekuatan personel kita kalah banyak. Biaya pencegahan cuma cukup sampai 12 kali saja, padahal itu (pencegahan) tidak cukup sekali. Harus ada kontinuitas,” paparnya. Menurutnya, persoalan pungli juga salah satunya tentang merubah mental. Kemudian penindakan melalui operasi tangkap tangan ter-

hadap pungli yang sangat meresahkan. “Ini misalnya apakah masuk ke korupsi atau hanya pemerasan saja. Misalnya juga dengan nilainya, ya sudah kita kembalikan uangnya, melalui inspektorat pejabatnya disanksi administrasi,” jelasnya. Dalam hal sanksi administrasi sesuai dengan PP 53/ 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Jangan sampai misalnya hanya karena Rp300 ribu, nilai penyidikan besar, sanksi tidak sesuai,” tutup Agus. (why)

(Suara NTB/ist)

PEMADAMAN - Proses pemadaman api yang membakar gudang dan toko Sukses Crown di Mayura, Cakranegara, Mataram, Rabu (2/1) dini hari.

Gudang Toko Mainan Terbakar Mataram (Suara NTB) Gudang toko kembang api, Sukses Crown berkobar Rabu (2/ 1) dini hari. Kebakaran melahap lima kompleks ruko yang ditempati toko di Jalan Selaparang, Mayura, Selaparang, Mataram ini. Tidak ada korban jiwa. Berdasarkan kesaksian karyawan toko, Evi (20) awal mula kebakaran ketika dia mencurigai suara letupan dari

bagian gudang kembang api. “Pertamanya kecil, selang waktu ada letusan lagi,” ucapnya. Letupan semakin membesar, kali ini turut disertai api. Pantas saja api cepat merambat sebab gudang berisi bahan mudah terbakar. Saksi Evi kemudian memanggil karyawan lainnya. Mereka mulai berusaha memadamkan api dengan peralatan sederhana. Bukannya pad-

am, api malah kembali makin besar dan mulai merambat ke area yang lebih luas. Masyarakat sekitar yang terbangun karena mendengar teriakan minta tolong karyawan turut membantu. Tapi tetap tak berdaya. Kapolsek Cakranegara, Kompol Muslih yang mendengar laporan langsung menerjunkan personel untuk mengamankan lokasi. Termasuk me-

minta bantuan dua unit mobil water canon Polda NTB. “Itu gudang kembang api sehingga api cepat membakar ke bagian-bagian lain,” ucapnya. Api baru bisa dipadamkan dengan bantuan 10 mobil pemadam dari Unit Damkar Kota Mataram dan Lombok Barat. Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam turut memimpin upaya pemadaman dan pen-

gamanan lokasi. Dia mengatakan kerugian belum dapat ditaksir. Sebab pemilik gudang sedang di luar daerah. “Nanti setelah olah TKP baru bisa diperkirakan seperti apa penyebabnya. Korban jiwa nihil,” ungkapnya. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, olah TKP nantinya juga akan melibatkan tim Laboratorium Forensik. (why)

Penindakan Narkoba PAN Angkat Eva Meningkat Zainora Jadi Ketua DPC Lombok Timur Mataram (Suara NTB) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi NTB menetapkan Eva Zainora sebagai Ketua DPC Kabupaten Lombok Timur yang kosong pascaditinggalkan oleh Ridwan Bajri karena meninggal dunia belum lama ini. Penetapan Eva Zainora selaku Ketua DPC Lombok Timur melalui rapat pleno di DPW PAN NTB, Senin (31/12) lalu. Ia akan menjabat hingga berakhir kepengurusan pada tahun 2020 mendatang. Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar yang dikonfirmasi membenarkan bahwa DPW PAN NTB telah menggelar rapat pleno pengisian Ketua DPC PAN Lombok Timur, dan sudah menunjuk Eva Zainora sebagai Ketua. Menurut Muazzim, penunjukan Eva Zainora sebagai ketua agar tidak terlalu lama terjadi kekosongan posisi ketua DPC PAN Lotim pascameninggalnya Ridwan Bajri. Pasalnya,

dalam waktu dekat juga pemilu akan segera digelar sehingga perlu ada kepengurusan. “Mengingat kerja politik kian padat untuk persiapan pemilu. Sehingga kekosongan ketua PAN Lotim harus kita isi,” katanya, Kamis (2/1). Dikonfirmasi terpisah, Eva Zainora memastikan dirinya akan melanjutkan kepemimpinan periode kepengurusan DPC PAN Lombok Timur dinakhodai Ridwan Bajri periode 2015 - 2020. “Saya akan melanjutkan hingga berakhir kepemimpinan almarhum (Ridwan Bajri, red) sebagai ketua PAN Lotim” ungkapnya. Ia akan berbuat semaksimal mungkin untuk melanjutkan apa yang sudah ditorehkan PAN Lotim di bawah kepemimpinan almarhum Ridwan Bajri akan dipertahankan bahkan ditingkatkan pada Pemilu 2019 mendatang. Sebagai ketua PAN Lotim baru, dirinya sedang memper-

siapkan agenda konsolidasi dan pembekalan bagi seluruh caleg PAN untuk DPRD Lombok Timur. Dijadwalkan kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 19 Januari mendatang. “Selain pembekalan bagi caleg, kita juga persiapkan pelatihan bagi saksi PAN baik di Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden,” ungkapnya. Meski dirinya menjabat sebagai ketua PAN Lotim di tengah makin dekatnya suksesi Pemilu 2019 pada tanggal 17 April 2019, namun, dengan kekompakan dan kesolidan dari seluruh jajaran kader dan pengurus PAN di Lotim pihaknya optimis berbagai target sudah dicanangkan PAN Lotim di bawah kepemimpinan Ridwan Bajri akan bisa dicapai. “Target PAN di Pileg 2019 adalah sebanyak 6 kursi. Target itu diharapkan meningkat satu kursi dari raihan kursi capaian PAN 5 kursi di Pileg 2014 lalu,” pungkasnya. (ndi)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 Peserta pemilu diminta ju- menunjukkan seberapa bekepada Suara NTB, Kamis (2/ dan pengeluaran dana kamMataram (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 Badan Pengawas Pemi- 1) kemarin. “Bawaslu tidak panye. Sebab Bawaslu bany- jur dalam menyampaikan sar dukungan publik ter12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 lu (Bawaslu) Provinsi NTB hanya akan mengawasi admin- ak melihat baliho yang dibuat laporan dana kampanyenya. hadap parpol itu,” katanya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 “Dan juga supaya Sebab, laporan dana kamberjanji akan melakukan istrasi saja, tetapi kita akan para caleg. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 “Kita lihat hampir masing- panye tersebut menjadi salah masyarakat pemilih itu investigasi terhadap Lapo- telisik subtansialnya, apakah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 ran Penerimaan Sumban- dana yang dilaporkan wajar masing caleg punya baliho, tapi satu ukuran dari kualitas mengetahui seberapa besar 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 cost politik dari masing-masapakah itu muncul tidak di- penyelenggaraan pemilu. gan Dana Kampanye (LPS- dan tidak wajar,” tegasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 “Harapan kita parpol ini ing parpol yang dikeluarkan. Ia menyebutkan salah satu laporkan dana kampanyenya. DK) peserta pemilu 2018 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 ke KPU yang nominalnya item yang akan dipelototi yak- Kalau ada temuan ketidakwa- jujur, jangan sampai berang- Dana kampanye itu legal, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 ni terkait dana untuk pembua- jaran maka kita akan lakukan gapan laporan dana kam- boleh, jadi jangan ditutup-tudinilai tidak wajar. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 Hal itu disampaikan tan Alat Peraga Kampanye investigasi, dari mana saja panye hanya sebagai pe- tupi, kan masyarakat juga 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 anggota Bawaslu Provinsi (APK), apakah dilaporkan sumber dana kampanye, itu lengkap administrasi. Tetapi yang sumbang ke parpol,” 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 ini harus dimaknai untuk pungkasnya. (ndi) NTB divisi data, Suhardi atau tidak dalam penerimaan harus jelas,” tegasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890

Bawaslu akan Investigasi Laporan Dana Kampanye Tak Wajar

Mataram (Suara NTB) Penindakan kasus narkoba sepanjang tahun 2018 meningkat. Sebanyak 734 kasus narkoba diungkap. Peningkatan penanganan kasus seiring semakin tingginya operasi dan penggerebekan. “Hal ini dipengaruhi meningkatnya kegiatan kepolisian,” kata Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri, Senin lalu. Pada tahun 2017, kasus narkoba yang terungkap mencapai 586 kasus. Beberapa kasus menonjol antara lain, tersangka penyelundup sabu asal Perancis, DF. Pada 21 September 2018, bule Perancis itu ditangkap di LIA dengan barang bukti sabu seberat 2,47 kg atau setara Rp31 miliar. Dia diongkos 5.000 euro atau setara Rp86 juta. Lalu pasangan laki-laki dan perempuan, AM dan SN masing-masing menyelundupkan sabu ke Lombok lewat dubur dan kemaluannya. Total barang bukti yang diamankan BNNP NTB 19 Juli 2018 lalu yakni sabu seberat 400 gram. Tiga tersangka ini mencoba memasukkan narkoba ke Lombok lewat bandara.

Ada pula duo warga Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam MR dan MI memboyong sekitar 3 ons sabu atau setara 361,66 gram, tertangkap 4 April 2018 lalu. Mereka menyimpannya di selangkangan untuk mengelabui pemeriksaan. Modus yang sama dipraktikkan tersangka IW yang membawa 68 gram sabu. Pria yang juga asal Aceh itu diupah bosnya per pengiriman sebesar Rp10 juta. Persis seperti dua tersangka sebelumnya MR dan MI meski mereka berbeda jaringan. Kapolda menyebutkan, barang bukti narkoba yang disita berupa 4,44 kg sabu, 43,02 kg ganja, 209 butir ekstasi, MDPV 2,7 kg, kosmetik berbahaya 162 gram, kokain 0,71 gram, mushroom 110 gram, obat keras daftar G 4.356 butir, dan miras 23.939 botol. Ditresnarkoba Polda NTB mengungkap paling banyak dengan 155 kasus, disusul Polres Mataram dengan 121 kasus, Polres Lombok Tengah 110 kasus, dan Polres Lombok Timur 70 kasus. (why)

(Suara NTB/ist)

PEMUSNAHAN - Pemusnahan barang bukti narkoba


SUARA NTB

Kamis, 3 Januari 2019

Halaman 9

Kirab Pelantikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Istana Negara, 19 September 2018

Refleksi Kepemimpinan Zul - Rohmi

Buka Sekat Birokrasi, Perkuat Sinergi dengan Kabupaten/Kota Masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah, SE, M. Sc - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) berjalan 100 hari lebih. Meskipun baru menjabat beberapa bulan, sejumlah gebrakan telah dilakukan pasangan Zul - Rohmi. GEBRAKAN itu, salah satu diantaranya membuka komunikasi langsung dengan warga lewat acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi. Kegiatan ini mampu membuka sekat-sekat birokrasi antara pemimpin dengan masyarakat. Masyarakat dapat secara langsung bertemu dengan Gubernur dan Wagub menyampaikan aspirasinya tiap hari Jumat pagi. Kemudian pengiriman puluhan anak muda NTB kuliah ke luar negeri. Hingga upaya percepatan pengentasan kemiskinan dengan melakukan roadshow ke kabupaten/kota kaitan dengan pengembangan pariwisata. Mulai Jumat, 12 Oktober 2018, acara perdana Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi menarik perhatian masyarakat. Masyarakat banyak yang datang ke halaman Kantor Gubernur yang punya masalah kaitan dengan pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi lainnya. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc membuka pintu pendopo dan Kantor Gubernur selebar-lebarnya setiap hari Jumat bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, ide, gagasan, keluhan, saran dan masukan secara langsung. Acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi dijadikan

agenda penyampaian langsung segala keluhan, kritik, saran atau masukan warga NTB terkait setiap persoalan/ masalah segala bidang kehidupan. Gubernur mengatakan program Jumpa Bang Zul - Umi Rohmi akan dijadikan kebiasaan dan semangat baru pada pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023. Untuk memaknai dengan segenap perasaan bahwa menjadi pemimpin di NTB adalah pelayan masyarakat. “Kami ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat tentunya dengan aturan yang berlaku di tempat kita. Untuk itu saya menyediakan waktu khusus bersama masyarakat NTB untuk berkumpul bersapa, sarapan pagi bersama kami, mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat NTB,” ujarnya waktu itu. Dalam perjalanannya, kegiatan Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi dapat melahirkan suatu kebijakan. Misalnya, penggunaan kain tenun dua minggu sekali bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB. Awal mula kebijakan ini, masyarakat atau perajin tenun menyampaikan pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, perlunya OPD menggalak-

kan penggunaan produk lokal. Pasalnya, pascagempa yang meluluhlantakkan tujuh kabupaten/kota di NTB, pasar produk kerajinan menjadi lesu akibat turunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB. Gubernur meresmikan penggunaan kain tenun sebagai seragam ASN, 18 Desember 2018. Kebijakan ini diharapkan dapat diikuti Pemda kabupaten/kota sebagai upaya menggairahkan kerajinan tenun NTB. Salah satu program Gubernur dan Wakil Gubernur yang mendapatkan perhatian dari banyak pihak adalah pengiriman anak muda NTB belajar ke luar negeri. Gubernur mengatakan banyak orang yang bertanya kenapa gubernur mengirim anak-anak muda NTB kuliah ke luar negeri. Apakah pengiriman anakanak NTB karena kualitas perguruan tinggi dalam negeri tidak bagus. Gubernur mengatakan kualitas pendidikan di dalam negeri tidak kalah dengan luar negeri. ‘’Tapi minimal dengan mengirim anak-anak ke luar negeri. Biasanya kebanggaan kepada NKRI memuncak dan menggelora di dalam sanubari kita. Sehingga ketika kembali ke luar negeri, kita punya kepercayaan diri yang tinggi,’’ jelasnya. Jika 1.000 anak NTB punya pengalaman internasional, ketika kembali ke Jakarta mereka akan menduduki jabatan-jabatan strategis di kementerian/lembaga dan DPR RI. Ia membayangkan dalam

10 - 20 tahun mendatang, siapapun Presidennya, anak-anak muda NTB menduduki jabatan eselon I di kementerian. Gubernur juga menjelaskan alasan dikirimnya anak muda NTB kuliah ke Polandia dan Ceko. Ia mengatakan Dubes Indonesia untuk Polandia dan Dubes Indonesia untuk Ceko sangat proaktif menjelaskan situasi negara tersebut. Di samping itun kualitas pendidikan di sana juga tak kalah dengan negara Eropa lainnya. April tahun 2019, akan banyak anak-anak muda NTB yang akan dikirim kuliah ke Turki. Kebetulan Dubes Indonesia untuk Turki juga merupakan putra daerah NTB, L. M. Ikbal. “Dengan 1.000 orang kita kirim ke luar negeri. Akan luar biasa dampaknya bagi NTB,” katanya. Selain membuka ruang yang luas dengan masyarakat, Zul Rohmi juga semakin memperkuat sinergi dengan Pemda kabupaten/kota. Untuk sinergi program pengentasan kemiskinan, pengembangan sektor pariwisata dan upaya mewujudkan NTB bebas sampah 2023, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendatangi bupati/walikota. Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini melakukan roadshow ke kabupaten/kota kaitan dengan sinergitas pengembangan sektor pariwisata. Dalam kepemimpinan Zul - Rohmi, akan dibentuk desa wisata sesuai potensi daerah masing-masing. Wagub mengawali roadshow ke kabupaten/kota mulai dari Pulau

Lombok. Setelah itu, roadshow dilanjutkan ke kabupaten/kota yang ada di Pulau Sumbawa. Masalah kondisi lingkungan selalu menjadi sorotan, karena berpengaruh besar terhadap kesehatan dan lainnya. Bahkan pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke 60, tanggal 17 Desember 2018 lalu, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram membersihkan Sungai Jangkuk dari sampah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di Pemprov NTB dan Kota Mataram diberikan lokasi untuk membersihkan sampah dan mendapat penilaian. Upaya yang dilakukan pasangan duo doktor ini ingin memberikan contoh pada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah ke sungai. Hal lain yang juga menjadi program unggulan untuk diwujudkan adalah Science, Technology, Industrial Park (STIP) Banyumulek Lombok Barat. STIP merupakan salah satu program prioritas yang akan dianggarkan dalam RAPBD 2019. Namun, alokasi anggaran untuk pembangunan STIP Banyumulek tak akan dilakukan sekaligus melihat keterbatasan fiskal daerah. Menurut Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, MSc., PhD., pembangunan STIP secara bertahap. Di tahun 2019, Pemprov NTB mengganggarkan sekitar Rp30-40 miliar untuk memulai. Sementara desain untuk kebutuhan anggaran pembangunan STIP Banyumulek sekitar

Rp300 miliar dan diharapkan ada anggaran pusat yang turun yang bisa berasal dari LIPI atauKemenristekdikti. Selain menyerap aspirasi masyarakat secara langsung melalui Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi, pasangan ini juga memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat NTB memberikan masukan atau pengaduan terkait kinerja gubernur, wakil gubernur hingga bupati/walikota di NTB melalui aplikasi NTB Care. Di NTB Care inilah, masyarakat bisa menyuarakan seperti apa kondisi lingkungan dan tindakan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Apakah pembangunan yang dilaksanakan langsung menyentuh kepentingan masyarakat atau belum disentuh sama sekali. Nantinya, OPD yang bertanggung jawab pada permasalahan yang dihadapi langsung turun tangan untuk mengatasinya. Jika masalah yang diadukan berkaitan dengan kewenangan provinsi, gubernur meminta untuk segera ditindaklanjuti. Begitu juga jika aduan yang disampaikan jadi kewenangan kabupaten/kota akan diteruskan untuk ditindaklanjuti. Gebrakan lain yang dilakukan adalah kembali menggairahkan kunjungan wisatawan ke daerah ini pascagempa. Harus diakui, pascagempa beruntun yang terjadi beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Banyak wisatawan yang sebelumnya sudah berniat ke NTB harus membatalkan kunjunga-

nnya, karena takut terjadi gempa. Untuk itu, dalam upaya membangkitkan kembali jumlah wisatawan ke NTB, Gubernur NTB bersama Kepala Dinas Pariwisata H. Lalu Moh. Faozal langsung mendatangi Menteri Pariwisata Arief Yahya. Termasuk mendatangi pimpinan Lion Group, AirAsia untuk terus memperbanyak penerbangan ke NTB. Meski di satu sisi, maskapai ikut merasakan pengaruh sepinya penumpang dari dan ke NTB, mereka tetap komit membantu konektivitas NTB ke daerah lain tetap terjaga. Bahkan, pada bulan Maret 2019 ini, maskapai AirAsia akan kembali membuka rute Lombok-Perth Australia yang telah dihentikan pelayanannya oleh Jetstar tahun 2014 silam. Terakhir, pada tanggal 29 Desember 2018, Gubernur NTB bersama jajaran meluncurkan Calendar of Event tahun 2019 di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Acara yang didukung penuh Kementerian Pariwisata ini diharapkan mampu memulihkan angka kunjungan wisatawan ke NTB. Bahkan, pada tahun 2019 ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 4 juta kunjungan wisatawan, baik lokal dan mancanegara ke NTB. Kita berharap, gebrakan Gubernur NTB ini selain mampu memulihkan pariwisata NTB, juga memulihkan perekonomian masyarakat di berbagai bidang dan sektor yang terdampak akibat bencana yang melanda. (nas)

Program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi

Gubernur NTB bersama Walikota Mataram, Wakil Walikota Mataram bersih-bersih Sungai Jangkuk

Wagub NTB dalam kegiatan bersih-bersih Sungai Jangkuk

Gubernur NTB menerima aspirasi warga Kuta, Pujut, Lombok Tengah

Gubernur NTB menghadiri kegiatan keagamaan Umat Hindu di Desa Jagaraga, Lombok Barat

Gubernur NTB bersama mahasiswa penerima beasiswa ke Polandia

Wagub NTB menggelar Rakor tentang pariwisata dengan Pemkab Lombok Timur

Gubernur NTB menerima DIPA dari Presiden Joko Widodo

Gubernur NTB dan Wagub NTB menyambut kunjungan Presiden H.Joko Widodo terkait penanganan pascagempa

Wagub NTB menandatangani MoU dengan investor Selangor yang berinvestasi di NTB

Wagub NTB dalam acara penyerahan LHP

Gubernur NTB meresmikan penggunaan tenun khas NTB sebagai pakaian dinas


PENDIDIKAN

SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Halaman 10

Belum Ada Komunikasi

Fauzan (Suara NTB/dok)

Awal Masuk, Dikbud Minta Sekolah Efektifkan Kegiatan Pembelajaran Mataram (Suara NTB) – SMA dan SMK sudah mulai masuk sekolah kembali seusai libur semester ganjil pada Rabu (2/1). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PK-PLK) Lobar-Mataram meminta kepada sekolah agar langsung mengefektifkan kegiatan pembelajaran. Kepala UPTD Layanan Dikmen dan PK-PLK Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., Rabu (2/1) mengatakan pihaknya meminta kepala sekolah untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran, karena hari efektif belajar semester genap lebih pendek dari semester ganjil. “Pembagian tugas dan jadwal pembelajaran seharusnya sudah selesai sebelum libur semester,” ujarnya. Ia juga meminta kepada kepala sekolah untuk segera menyelesaikan laporan BPP dan BOS tahun 2018 sebelum tanggal 10 Januari 2019. “Kepala sekolah diminta untuk segera menyelesaikan laporan,” ujar mantan Kepala SMAN 5 Mataram ini. Selain itu, pihaknya juga meminta kepala sekolah agar selalu memperbarui data sekolah melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodikdasmen). Di tahun 2019 ini juga akan dilaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pihaknya meyakini semua sekolah di Mataram tetap bisa melaksanakan UNBK. Rosyidin mengakui masih ada sekolah yang mengalami kekurangan peralatan UNBK. Bantuan peralatan tetap akan ada, walaupun belum bisa mencukupi semua kebutuhan. “Resource sharing juga masih diperlukan,” katanya. Terkait dengan uji coba atau try out untuk persiapan UNBK, menurut Rosyidin sudah menjadi program rutin sekolah. Nantinya sekolah yang akan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Sementara itu, Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., dihubungi Rabu (2/1) menyampaikan pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya sudah berjalan efektif. Pembelajaran dilaksanakan sampai dengan jam pelajaran terakhir. “Pembelajaran sampai jam terakhir, karena jadwal sudah ada, guru-gurunya sudah aktif hadir, tidak ada alasan untuk tidak belajar efektif,” ujarnya. (ron)

Dikbud Masih Berupaya Penuhi Sapras Sekolah di KLU Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tinggal menghitung bulan. Persiapan terus dikebut pemerintah, khususnya bagi sekolah-sekolah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kepala Seksi SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Umar S.Sos., mengungkapkan pihaknya terus berupaya memenuhi seluruh kebutuhan sarana dan prasarana sekolah di KLU. Apalagi semua sekolah di KLU baik negeri dan swasta disepakati akan melaksanakan UNBK. Pemerintah pun kini tengah mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan UNBK di SMK negeri dan swasta, seperti kekurangan komputer, ruang belajar dan lainnya. “Semua SMK sudah siap Pak, Insya Allah,” ungkap Umar. Senada Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan KhususPendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PK-PLK) KLU, Dr. Lalu Basuki Rahman, menerangkan jika pihaknya siap melakukan UNBK dengan segala konsekuensinya. “UNBK semua SMA/SMK negeri dan swasta,” kata Basuki. Selain itu, ujarnya, secara umum memang sarpras UNBK rusak karena gempa. Tapi beberapa SMA SMK telah mendapat bantuan komputer, seperti SMAN 1 Pemenang yang telah mendapatkan bantuan 20 unit komputer. “Sarpras sedang diupayakan oleh Kabid SMA dan Kabid SMK Dikbud NTB,” ujarnya. Sementara bagi sekolah-sekolah yang tidak punya sarpras UNBK disebabkan rusak oleh gempa akan dibantu agar tetap melaksanakan UNBK. Pihaknya optimis dapat menggelar UNBK sesuai rencana tanpa kendala. Guruguru di KLU kini didorong terus mendampingi siswa di kelas dan mempersiapkan siswa secara kurikuler tuntas baik dengan tatap muka atau modul. (dys)

(Suara NTB/ron)

TINJAU - Kepala SMPN 5 Mataram, H. Muhammad Ali saat meninjau persiapan kelas seusai rehabilitasi gedung sekolah. Masih adanya rehabilitasi gedung membuat pembelajaran di hari pertama seusai libur semester ganjil belum bisa berjalan efektif di SMPN 5 Mataram.

Hari Pertama, Banyak Sekolah Belum Efektif Belajar

Mataram (Suara NTB) – Belum semua sekolah melaksanakan pembelajaran secara efektif di hari pertama masuk sekolah seusai libur semester ganjil, Rabu (2/1). Seperti ada sekolah yang masih menyelesaikan rehabilitasi sekolah pascagempa, atau aktivitas lainnya, sehingga pembelajaran belum bisa dimulai secara efektif. Seperti di SMPN 5 Mataram yang masih menyelesaikan rehabilitasi bangunan sekolah, sehingga siswa kelas VII dan VIII dipulangkan pada pukul 10.00 Wita. Kepala SMPN 5 Mataram, H. Muhammad Ali, mengatakan pada Rabu kemarin masih ada sejumlah pengerjaan rehabilitasi seperti pengecatan ruang kelas, perbaikan plafon, penggantian genting, dan sejumlah rehabilitasi pascagempa. “Karena ruangan belum siap,

meja kursi di sejumlah ruangan masih di luar kelas, kelas VII dan VIII kita pulangkan pukul 10.00,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/1). Sementara itu, untuk kegiatan sekolah pada Kamis (3/ 1) hari ini, ia meyakini pembelajaran sudah mulai dilaksanakan dengan normal. Namun, karena ada sejumlah ruangan yang belum siap ditempati, maka pihakya terpaksa melaksanakan double shift atau masuk pagi dan siang.

Nantinya kelas VII akan masuk siang. Sementara kelas VIII dan IX masuk pagi. “Besok (hari ini) juga akan diberikan surat dan edaran bagi orang tua siswa kelas 7 yang akan masuk siang selama satu bulan,” ujarnya. Ali menjelaskan, kebijakan masuk pagi dan siang diambil, karena rehabilitasi bangunan sekolah masih dilaksanakan. Rehabilitasi yang dilaksanakan saat libur semester masih belum cukup waktu karena ada

sejumlah alasan. “Hambatan juga ada, seperti hujan yang kadang turun, ada libur juga, kadang ada kendala dari tukang juga,” jelasnya. Namun demikian, ia menekankan pembelajaran sudah bisa efektif mulai hari ini. Ia merencanakan pembelajaran normal sudah bisa dilaksanakan. Selain itu pihaknya akan menyiapkan pengayaan bagi siswa kelas XI yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Pengayaan akan fokus pada mata pelajaran yang diujikan di UN yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan IPA. “Kita juga mencoba mempersiapkan server dan jaringannya untuk UN Berbasis Komputer, tapi kepastian pelaksanaan UNBK masih

belum pasti,” pungkas Ali. Terpisah, di SMAN 9 Mataram juga belum memulai pembelajaran secara efektif. Kepala SMAN 9 Mataram, Rubiyanto, S.Pd., M.Pd., ditemui di Mataram, Rabu (2/1) mengatakan pembelajaran efektif belum dimulai di SMAN 9 Mataram. Pihaknya masih menyelesaikan ujian perbaikan bagi siswa yang nilainya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). “Supaya mereka ketika naik kelas tidak terlalu berat,” katanya. Pelaksanaan ujian perbaikan ini akan dilaksanakan sampai Sabtu (5/1) nanti. Dengan begitu pada Senin (7/1) pembelajaran baru bisa dilaksanakan sesuai jadwal. (ron)

Diikuti Dua Kandidat, Unram Gelar Pemilu Raya BEM

(Suara NTB/ist)

PEMAHAMAN - Mahasiswa UIN Mataram sedang memberi pemahaman pentingnya pendidikan lewat permainan pada anak anak Sekotong.

Sekotong Jadi Pusat Mengajar Mahasiswa UIN Mataram

Mataram (Suara NTB) Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lobar terpilih sebagai pusat mengajar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Gerakan mengajar anak-anak di Sekotong merupakan program mahasiswa FITK UIN Mataram. Supriadin, penanggung jawab kegiatan menyebut dinamika mahasiswa adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk karakter mahasiswa . Dinamika ini dap-

at berjalan bersamaan dengan agenda-agenda lain kampus. Kegiatan mengajar ini dilaksanakan selama 3 hari. Konsepnya ialah belajar sambil bermain menjadi salah satu metode yang digunakan. “Alhamdulillah dapat melaksanakan pembinaan khusus pada desa-desa yang paling membutuhkan,” ujarnya. Dikatakan, sambutan dan dukungan masyarakat luas sangat luar biasa pada program ini. Tentunya sangat membang-

gakan bagi elemen mahasiswa dapat memberi dan berbagi ilmu pada mahasiswa. “Alhamdulillah tiga hari kami di Sekotong. Luar biasa sambutan masyarakat. Dan target kami kemarin bukan hanya anak anak. Melainkan juga para pemuda dusun setempat juga diberikan pemahaman bagaimana pentingnya pendidikan. Begitupun juga pada para orang tua juga diberi pemahaman yang sama,’’ ujarnya. (dys)

SLBN 2 Mataram Harapkan Dapat Tambahan Guru Mataram (Suara NTB) – Kekurangan guru dan sarana di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. SLBN 2 Mataram yang merupakan sekolah negeri baru juga berharap mendapatkan tambahan guru baru dari hasil tes CPNS yang lalu untuk memenuhi kebutuhan guru. Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna, M.Pd., ditemui di Mataram, Rabu (2/1) mengatakan pihaknya mengharapkan mendapatkan tambahan guru berstatus PNS dari hasil tes CPNS yang lalu. “Kami harapkan ada tambahan guru dari tes CPNS kemarin,” katanya. SLBN 2 Mataram sebelumnya bernama SLB Dharma Wanita Provinsi NTB. Dengan diubahnya status ini, maka ada sejumlah hak yang bisa

diminta, seperti penambahan tenaga kependidikan, baik guru maupun tenaga tata usaha. Sebelumnya Winarna juga mengatakan, pihaknya masih sangat kekurangan guru SLB untuk mengajar di SLBN 2 Mataram. Saat ini proses pembelajaran masih belum efektif, karena perbandingan guru dan siswa belum ideal. Winarna juga mengatakan akan ada relokasi SLBN 2 Mataram ke lokasi yang lebih luas. “Awalnya dijanjikan di lokasi BKMM, tapi kami belum tahu kepastiannya ke depan nanti,” kata Winarna. Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan KhususPendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Dikbud NTB, H. Saiful Islam, M. Pd., menjelaskan, dengan diubahnya SLB Dharma Wanita menjadi SLBN

2 Mataram, akan ada sejumlah dukungan untuk perbaikan SLB. Peningkatan itu, kata Saiful antara lain penambahan guru dan penambahan lahan. Direncanakan pembangunan SLBN 2 Mataram dilakukan pada lahan yang terletak di belakang Makam Pahlawan, Majeluk, Kota Mataram. “Insya Allah kita akan bangun di belakang Makam Pahlawan,” katanya. Saiful mengakui, jumlah SLB di NTB masih sangat kurang. Saat ini ada sebanyak 40 SLB negeri dan swasta di NTB. Pada tahun depan pihaknya akan membangun SLB di Sakra, Lombok Timur dari dana APBN. Juga akan dibangun di beberapa tempat, seperti di Selebung, Mantang, dan di Pulau Sumbawa, “Semoga kami dapat anggaran lewat APBD,” harapnya. (ron)

Mataram (Suara NTB) Kamis (3/1) ini akan jadi hari yang bersejarah dalam dunia kemahasiswaan Universitas Mataram (Unram). Dua kandidat calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram periode 2019 akan memperebutkan suara mahasiswa Unram. Dua paslon yang bertarung ialah Zaki Akbar – Hudian Yusuf berada di nomor urut 1 dan paslon nomor 2 M. Amri Akbar – M. Muhtaf Mandele. Keduanya diusung oleh berbagai unsur UKM di Unram. Wakil Rektor 3 Unram, Dr. Muhammad Natsir, SH., M.Hum., menjelaskan berbagai tahapan telah dilaksanakan. Mulai dari proses pendaftaran, verifikasi bakal calon, penetapan calon, hingga debat kandidat yang digelar seminggu lalu. “Kita sudah gelar debat kandidat di auditorium. Debatnya serius, “ ungkap Natsir. Sementara pencoblosan akan dilaksanakan Kamis ini di seluruh fakultas dan diikuti semua mahasiswa Unram. Mekanisme pencoblosan satu mahasiswa satu suara (one man one vote). Pemilihan dilakukan secara langsung dan bebas. “ Tidak ada istilah perwakilan. TPS nya setiap fakultas dan Prodi,” katanya menjelaskan. Sementara menjawab adanya tudingan adanya salah satu paslon yang ditengarai ditunggangi partai politik tertentu, Natsir tak mengetahui pasti adanya tuduhan itu. Termasuk tak mengetahui adanya partai politik yang turut bermain dalam Pemilu Raya BEM unram.

“Saya tak mendengar itu. Saya ingatkan tidak ada unsur campur tangan manapun. Tidak boleh ada intervensi luar,” imbuhnya. Pihaknya pun mengingatkan kepada mahasiswa Unram agar tetap menjaga independensi dalam mengikuti Pemilu Raya BEM. Tak sepantasnya ada partai politik ikut terlibat melakukan intervensi pada proses pemilihan. Begitu juga mahasiswa tak pantas jika mau ditunggangi kepentingan partai politik tertentu. “Jangan pilih, mahasiswa harus independen ciri mereka adalah intelektual, kecerdasan. Kalau diintervensi oleh orang luar hilang identitas kemahasiswaannya, “ sambungnya. Gerakan politik mahasiswa merupakan gerakan politik moral, bukan politik praktis. Maka tidak layak kata Natsir, calon pemimpin BEM ditunggangi kepentingan politik praktis. Natsir pun meminta agar mahasiswa tak memilih calon yang ditengarai ditunggangi kekuatan luar partai politik. “Pembelajaran penting ialah demokrasi ala kampus. Pembelajaran demokrasi tanpa uang,” ujarnya. (dys)

H. Muhammad Natsir

(Suara NTB/dok)

DINAS Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum mendapatkan kepastian terkait kekhususan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di KLU, sebagai salah satu daerah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) mewacanakan akan memberikan kekhususan baik dalam pelaksanaan maupun tingkat kesulitan soal UN. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dikpora KLU, Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan pihak Kemendikbud belum melakukan komunikasi terkait kekhususan yang akan diberikan ke KLU saat UN nanti. “Belum ada komunikasi,” jawabnya saat dihubungi Suara NTB, Rabu (2/1). Sebelumnya, Fauzan mengatakan sekolah-sekolah di KLU, khususnya pada jenjang SMP tidak melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK) pada UN tahun ajaran 2018/ 2019 pada tahun 2019 nanti. Sekolah-sekolah itu akan melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Keputusan itu diambil karena fasilitas UNBK di sekolah mengalami kerusakan, karena gempa bumi. Dampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok pada Juli dan Agustus lalu mengakibatkan kerusakan di banyak tempat, termasuk sekolah-sekolah. Sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami kerusakan yang berdampak juga pada kerusakan fasilitas UNBK. Dengan kenyataan itu, dipastikan sekolah di KLU tidak bisa melaksanakan UNBK dan akan melaksanakan UNKP. Pihaknya sudah bersurat ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) meminta supaya tahun 2019 ini, KLU diperkenankan tidak menggunakan UNBK. “Alhamdulillah sudah dijawab oleh BSNP yang mengatakan permintaan tersebut dipenuhi, bahkan BSNP mengatakan akan memberikan kebijakan khusus untuk Lombok Utara,” katanya. Pascagempa bumi lalu, tak kurang dari 986 rombongan belajar pada jenjang SD dan 252 pada rombongan belajar jenjang SMP di KLU mengalami kerusakan. Selain itu, sebanyak 23.882 siswa SD dan 7.304 siswa SMP terdampak bencana gempa bumi di KLU. Rata-rata kerusakan yang dialami sekolah di KLU merupakan kerusakan berat. Fauzan menekankan, alasan pihaknya meminta pada UN nanti KLU tidak melaksanakan UNBK karena semua fasilitas UNBK sudah mengalami kerusakan karena gempa. Ia menyebutkan total 34 SMP di KLU mengalami kerusakan karena gempa bumi. (ron)


Halaman 11

SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Tarung Derajat Usulkan Tujuh Atlet Ikut Pelatda Mataram (Suara NTB) Cabang olahraga tarung derajat mengusulkan sebanyak tujuh atlet yang menghuni Pelatda Mayung tahun 2019. Sebanyak tujuh atlet itu merupakan atlet peraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018. Selain itu, mereka juga pernah menorehkan prestasi di level nasional. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Kodrat NTB, Dedy Noor Cholish yang dikonfirmasi Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Rabu (2/1) kemarin mengatakan sebanyak tujuh atlet tarung derajat yang diusulkan masuk Pelatda NTB tahun 2018 bukan atlet biasa. Namun tujuh atlet atlet itu pernah mendulang medali emas, perak dan perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jabar tahun 2016. “Tujuh atlet yang kami usulkan ini punya prestasi nasional. Mereka pernah meraih medali emas, perak dan perunggu PON 2016,” ucapnya. Lanjutnya, nama ketujuh atlet yang diusulkan masuk Pelatda NTB tahun 2019 adalah Kurniawan, Murdani, M. Yamin, Munawir, Rina Selviana, Novi Jayanti dan Ririn Sulastri. Ketujuh atlet itu merupakan peraih medali emas Porprov NTB 2018. Selain mengusulkan tujuh nama atlet, pengurus tarung derajat juga mengusulkan tiga nama pelatih untuk menghuni Pelatda NTB tahun 2019. Mereka adalah Abdul Khair, Imran dan juga Dedy Noor Cholish. Pihak Pengprov Kodrat NTB mengusulkan nama-nama atlet dan pelatih tersebut berdasarkan hasil prestasi yang telah diukir atlet selama tiga tahun belakangan ini. Maklum sebanyak tujuh atlet tersebut memiliki prestasi gemilang di level regional hingga event nasional. Begitu juga dengan tiga pelatih tersebut mempunyai kiprah yang baik dalam mencetak atlet berprestasi. Sementara itu usulan tujuh atlet dan tiga pelatih tersebut telah disampaikan oleh Dedy melalui surat resmi Pengprov Kodrat NTB yang ditandatangani oleh pimpinan cabor. Usulan tujuh atlet dan tiga pelatih itu berdasarkan hasil keputusan bersama pihak Pengprov Kodrat NTB.(fan)

Dedy Noor Cholish (Suara NTB/fan)

Kualitas Pelatda Harus Ditingkatkan Mataram (Suara NTB) Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI NTB, Wibowo Budisantoso mengatakan Pemusatan Latihan Atlet Daerah (Pelatda) Mayung NTB/2018 sudah berakhir tanggal 27 Desember 2018.Untuk itu Pelatda tahun 2019 harus berlanjut dan kualitasnya harus meningkat bila ingin target NTB meraih medali 17 emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Demikian disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI NTB kepada Suara NTB, di Sekretariat KONI NTB di Jln. Bung Hatta Mataram, Rabu (2/1) kemarin. “Kualitas Pelatda tak boleh diturunkan. Harus ditingkatkan,” ucapnya. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Wibowo terkait soal keberlanjutan Pelatda Mayung NTB dalam rangka menghadapi Pra-PON di tahun 2019. Dan target NTB meraih target 17 medali emas di PON XX Papua tahun 2020. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pelatda Mayung 2018 sudah berakhir 27 Desember 2018. Setelah Pelatda resmi dibubarkan, puluhan atlet penghuni Pelatda tahun 2018 telah dikembalikan ke masing-

masing cabor provinsi dan KONI kabupaten/kota di NTB. Menurut Wibowo, kepulangan atlet Pelatda Mayung NTB ke kabupaten/kota tak boleh dibiarkan berkepanjangan. Sebab, hal itu akan mengganggu persiapan atlet dalam rangka menghadapi Pra-PON 2019 dan PON di tahun 2020. Wibowo berharap para atlet yang sudah menjalani Pelatda selama dua tahun penuh itu harus kembali berlatih di Mataram agar kondisi fisik atlet tetap terjaga. Dalam hal ini bila atlet berada di kabupaten/kota cukup lama maka hal itu akan menggangu persiapan atlet NTB menghadapi Pra-PON tahun 2019. Pasalnya selama berada di daerah program latihan atlet tak bisa terarah. Sebab kabupaten/kota masih keterbatasan

(Suara NTB/fan)

MENEMBAK - Atlet Pelatda Mayung NTB, Bima Putra Budi Kusuma Wardana fokus latihan di Lapangan Menembak SMA Saraswati Mataram di tahun 2018. Diharapkan Pelatda Mayung kembali berlanjut di tahun 2019. tenaga ahli untuk melatih atlet. Solusi terbaiknya adalah mengembalikan atlet dan pelatih di Pelatda NTB yang dipusatkan di GOR 17 Desember Turide Mataram. Diharapkan Pelatda tahun 2019 dap-

Arif akan Bela NTB di PON Mataram (Suara NTB) Pengprov Pelti NTB akan mendatangkan Arif Rahman untuk memperkuat tim tenis NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua Tahun 2020. Atlet peraih medali perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 itu akan bergabung latihan dengan tim tenis NTB bulan Februari 2019. Ketua Pengprov Pelti NTB, Jamaluddin Malady yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Rabu (2/12) kemarin mengatakan rencana kedatangan Arif Rahman ke NTB sedang dalam tahapan proses mutasi. Saat ini pihak Pelti NTB sedang merampungkan persyaratan kepindahan atlet asal NTB yang pernah menyumbang medali perak provinsi Kaltim di PON XIX/2016. “Kita sedang mengurus proses kepindahan Arif Rahman ke NTB. Target kami surat muta-

si Arif ke NTB dapat rampung bulan Januari, setelah Remi pindah ke NTB Arif akan kita usulkan masuk Pelatda NTB tahun 2019,” ucapnya. Dikatakan Jamal, rencana kepindahan Arif ke NTB sudah pasti. Pasalnya atlet berdarah Kabupaten Bima itu sudah mengatakan siap untuk membela tim tenis NTB di PON XX/2020. Tinggal saat ini pihak pengurus cabor tenis NTB menyelesaikan proses mutasi Arif ke NTB. Menurut Jamal, pihak Pelti NTB sangat senang sekali Arif bisa memperkuat tim tenis NTB di PON 2020. Pasalnya kepindahan Arif ke NTB tidak memiliki persyaratan yang rumit. Dalam hal ini Arif tak mengajukan persyaratan khusus untuk membela NTB di PON. Berbeda dengan Christopher Rungkat yang sebelumnya in-

gin pindah ke NTB dengan mengajukan syarat uang sebesar Rp1 Miliar untuk biaya pembinaan atau mengikuti turnamen internasional. “Kepindahan Arif ke NTB tidak memberatkan Pelti NTB. Jadi kami senang menerima Arif bergabung dengan atlet NTB,” jelasnya. Lanjutnya, kedatangan Arif ke NTB nantinya bakal menambah kekuatan tim tenis NTB dalam menghadapi PON. Pasalnya selain Arif Rahman, Pelti NTB juga punya atlet unggulan, Panji Untung Setiawan, Dito yang dapat memperkuat NTB di PON 2020. Ketiga atlet nasional itu kata Jamal tak perlu mengikuti Pra-PON karena akan lolos secara otomatis ke PON. Maklum ketiga atlet itu punya peringkat di level nasional, sehingga sudah dipastikan lolos PON XX/2020. (fan)

at dilaksanakan mulai awal tahun 2019, sehingga para atlet dapat meningkatkan kon-

disi daya tahan dan teknik untuk menghadapi ajang multi event regional NTB. (fan)

KONI Lobar Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Mataram (Suara NTB) Kontingen olahraga Kabupaten Lombok Barat merebut 32 medali emas, 39 perak dan 40 perunggu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X 2018. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lobar menjanjikan bonus untuk para peraih medali tersebut. Ketua Harian KONI Lobar, Baharuddin yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Rabu (2/12) kemarin mengatakan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Lobar telah menyiapkan bonus untuk para atlet peraih medali Porprov NTB X di Mataram, 9-17 Desember 2018. Namun, terkait kapan pencairan bonus atlet Lobar belum dapat dibeberkan lantaran pihaknya masih membicarakan secara serius soal bonus atlet itu. “Bonus atlet Lobar sedang disiapkan. Diupayakan akan dicairkan segera,” ucapnya. Burhanuddin belum dapat

membeberkan pencairan bonus atlet Lobar. Meski demikian, kabar soal nilai bonus atlet Lobar sudah sampai ke telinga atlet dan pelatih Lobar. Menurut Informasi yang diterima Suara NTB bonus untuk atlet peraih medali emas Porprov NTB sebesar Rp7.5 juta, sementara itu peraih medali perak Rp1,5 juta dan perunggu Rp1 juta. “Besar nominal bonus yang akan diterima atlet Lobar ini sudah disepakati di internal pengurus KONILobar.Namunpencairannya belum bisa dipastikan,” ucap PengurusKONILobaryangenggandisebut namanya di koran. Perbedaan bonus atlet peraih medali emas dengan peraih medali perak dinilai sangat mencolok. Diharapkan KONI Lobar bersama Pemda Lobar dapat menaikan nominal bonus untuk peraih medali perak dan perunggu sehingga para atlet peraih medali perak dan perunggu tidak kecewa.(fan)


SUARA NTB

Kamis, 3 Januari 2019

Jurusan KPI UMMAT

Zaki Abdillah Tanjung (Suara NTB) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), memiliki satu jurusan yang mulai digandrungi mahasiswa dalam hal penanaman dan pengembangan ilmu keagamaan. Jurusan itu banyak diakses mahasiswa asal

Halaman 12

Gratis Sampai Tamat, Berpeluang Magang ke Australia

NTB, Bali, hingga NTT. Jurusan dimaksud adalah Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT. Saat ini tercatat jumlah mahasiswa keseluruhannya mencapai 230 orang dari semester I hingga semester VII. Semester VII adalah semester mahasiswa paling senior, karena jurusan ini baru dibuka sejak 2015 lalu. Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), FKIP UMMAT Dr. Zaki Abdillah, kepada Suara NTB, Rabu (2/1) mengungkapkan, sejak dibuka tahun 2015, animo mahasiswa mengakses prodi ini cukup tinggi. Mahasiswa peminat ada yang berasal dari Bali, bahkan Nusa Tenggara Timur. Untuk lingkup NTB sendiri, persentase

mahasiswa dari Lombok dan Sumbawa hampir berimbang masing-masing 50 persen. “Prodi KPI di UMMAT ini gratis, dari semester I sampai selesai. Mahasiswa dibiayai oleh Asian Moeslem Charity Foundation (AMCF) Abu Dhabi,” katanya. Prodi yang menggratiskan mahasiswa dari semua biaya membuat prodi ini sangat diminati. Untuk berkuliah di sini, mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya SPP. Asrama mahasiswa juga disiapkan. Dimana asrama mahasiswa dipisah. Bagi mahasiswa putra, asramanya di Kampus UMMAT.

Sedangkan asrama mahasiswa putri disiapkan di Pagutan. Zaki menegaskan, mahasiswa hanya perlu memikirkan biaya untuk kebutuhan konsumsinya sehati-hari, serta iuran seadanya untuk keperluan merawat kebersihan asrama secara bergiliran. “Di Indonesia, Muhammadiyah pusat telah bekerjasama untuk membuka Prodi KPI di 19 Pondok. Kita di UMMAT dipercaya untuk menerima mahasiswa dari Bali Nusra,” jelasnya. Zaki menambahkan, mahasiswa Prodi KPI paling senior saat ini masih duduk di semester 7. Di semester VII dan VIII ini, maha-

siswa dikirim mengikuti dakwah personal ke wilayah pelosok. Pembagiannya satu mahasiswa berdakwah di satu desa. “Dakwah mahasiswa ini sebagai KKN dan PKL mereka. Nanti kampus juga akan memberikan pesangon 500 ribu per bulan kepada mahasiswa. Semester VII ini sudah kita kirim 36 orang mahasiswa, se Lombok dulu,” jelasnya. Sekilas profil Prodi KPI pada FKIP-UMMAT,bahwaselaingratis,KPIberupayauntukmelahirkan da’i - da’i, penyiar, bahkan jurnalis. Prodi KPI ini juga ingin memberi banyak kontribusi untuk pro-

gram sosial umat. Di mana, mahasiswa PKL dan KKN diminta untuk menyerap program sosial yang diinginkan masyarakat desa tempatnya berdakwah. Bagi masyarakat yang menginginkan (misalnya), program sunatan massal, maka KPI akan menyiapkan tenaga. Tentunya mahasiswa PKL dan KKN harus menyerahkan proposal kegiatan sosial masyarakat, mencakup jumlah sasaran dan perkiraan biaya. “Siapapun yang tidak miliki biaya, kita siap tampung. Sebab selain KPI, kita juga punya program Ma’had dari semester I dan semester II dan ditempa sampai semester IV. Mahasiswa bisa mondok dan mendapat pelajaran bahasa Arab dan keagamaan,” papar Zaki. Menjadi potensi ke depannya, apabila mahasiswa dianggap berprestasi, maka kampus menyiapkan langkah pengembangan potensi sumber daya manusia. Mahasiswa bisa diajukan untuk memperoleh beasiswa ke Saudi, Dubai, dan praktik magang di Australia. “Konsep Muhammadiyah adalah menonjolkan aspek sosial. Muhammadiyah pusat sudah punya tanah di Australia, di Melbourne seluas 40 ha untuk tempat praktik,” tandasnya. (ari)

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti

MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

HLG STNK R2 DR.4353 BS NOKA/NOSIN : MH314D0004AK944469/ 14D944598 AN.SAPARUDIN MERK YAMAHA MIO HLG D’SKTR WILAYAH CAKRANEGARA HLG STNK R4 SUZUKI BALENO DR.1063 XC NOKA/NOSIN : MHDESY416WJ114179/ G16BID614179 AN.IDA KETUT CATRANAYA HLG D’SKTR JL.CANDI PAWON ABIAN TUBUH MENUJU LOMBOK UTARA HLG STNK R2 YAMAHA MIO SOUL DR.5497 CD NOKA/NOSIN : MH31KD003DK451906/1KD452322 AN.SYACHRUL M.ALI,SH HLG D’SKTR LEMBAR MENUJU GERUNG HLG STNK R2 YAMAHA MIO SOUL DR.5360 BQ NOKA/NOSIN : MH314D0031K765780/1-4D765844 AN.M.JAOSI HLG D’SKTR JL.RAYA LABUAPI

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SALON

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

LOWONGAN

q

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910

HLG BPKB R2 HONDA DR.2669 CK NOKA/NOSIN :MH1JFK117EK227083/ JFK1E-1224143 AN.M.ISTAK A.GANI HLG D’SKTR KANTOR SAMSAT POLDA NTB JL.MAJAPAHIT KOTA MATARAM

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

RUPA-RUPA

HILANG

DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 3 Januari 2019

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

Mitigasi Bencana Harus Diperbanyak BENCANA tidak mengenal waktu dan tempat. Bencana selalu mengancam setiap saat. Bencana gempa yang terjadi beberapa bulan lalu menggambarkan bagaimana NTB tidak bebas dari bencana. Belum lagi, bencana berupa tanah longsor, gelombang pasang, tsunami, angin topan yang selalu mengancam setiap saat. Selain itu, kejadian tsunami di Selat Sunda akhir Desember 2018 lalu cukup membuat masyarakat di seluruh Indonesia takut ke pantai. Apalagi, tsunami yang melanda tiba-tiba datang dan menyebabkan lebih dari 400 jiwa meninggal dunia serta ribuan warga terluka. Hal ini membuat masyarakat trauma terhadap ancaman bencana yang terjadi, termasuk di NTB. Kita masih ingat saat gempa dengan magnitudo 7,0 tanggal 5 Agustus 2018 lalu. Gempa yang terjadi pada pukul 19.55 Wita waktu itu membuat masyarakat NTB panik dan berusaha mencari tempat pengungsian yang lebih aman. Belum lagi ada peringatan tsunami dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) waktu itu membuat masyarakat yang berada di pesisir pantai berusaha menjauhi pantai. Meski akhirnya peringatan tsunami dicabut beberapa menit kemudian, masyarakat masih mengungsi, karena khawatir menjadi korban. Adanya alat deteksi tsunami yang dipasang di pantai tidak berfungsi, karena banyak alat-alat yang dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Melihat kondisi ini, pemerintah tidak boleh berdiam diri dengan apa yang terjadi di lapangan. Pemerintah melalui kebijakan yang dimiliki harus terus memberikan jaminan atau rasa aman pada masyarakat dari bencana. Setidaknya, melalui alat deteksi terhadap kemungkinan terjadinya gempa, pemerintah mesti memberikan informasi pada masyarakat, sehingga kepanikan hingga kemungkinan jatuhnya korban jiwa bisa diminimalisir. Kita tidak ingin, kasus tsunami di Selat Sunda terulang kembali. Bencana yang datang tanpa banyak orang yang menyadari ini telah menyebabkan banyak korban jiwa. Untuk itu, pemerintah, baik pusat dan daerah harus bahu membahu memberikan informasi pada masyarakat terhadap berbagai kemungkinan datangnya bencana. Mitigasi bencana adalah suatu hal yang sangat penting dilakukan. Masyarakat harus diberikan pemahaman bagaimana cara mengatasi bencana, termasuk segera mengungsi ketika mendengar adanya peringatan dari pendeteksi bencana (early warning system), khususnya tsunami. Sekarang ini, kita patut memberikan apresiasi pada langkah cepat Pemprov NTB yang akan meningkatkan porsi anggaran untuk mitigasi bencana. Selain itu, seperti disampaikan Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, MSc., PhD., sebagai daerah yang rawan tsunami, Pemprov NTB akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menambah alat deteksi tsunami. Di mana, alat deteksi atau alarm tsunami yang ada di NTB sudah ada, dinilai masih kurang. Apalagi hampir seluruh bagian dari NTB ini rawan terjadinya tsunami. Jika mencermati dampak dari bencana yang terjadi, alangkah baiknya Pemprov NTB mengalokasikan dana untuk mengadakan alat deteksi tsunami sendiri. Meski harganya cukup mahal, tidak sebanding dengan ribuan jiwa yang diselamatkan dengan keberadaan dari alat ini sendiri. Untuk itu, pemerintah daerah harus berani berkorban untuk mengadakan alat pendeteksi bencana yang akan menyelamatkan banyak orang. Namun, yang paling penting dalam hal ini adalah bagaimana pemerintah lebih banyak berperan melakukan mitigasi bencana pada masyarakat. Dalam arti, ketika terjadi gempa apa yang harus dilakukan, sehingga tidak menimbulkan banyak korban. Begitu juga, ketika terjadi tsunami atau bencana lainnya, masyarakat harus diberikan pemahaman terkait apa yang harus dilakukan. Jangan sampai hanya pengadaan alat pendeteksi bencana, tapi masyarakat tidak diberikan pemahaman cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa. (*)

OPINI

Halaman 14

Lingkungan dan Dilema Membangun Sektor Pertanian EMBANGUNAN dan lingkungan ibarat dua sisi mata uang yang saling berlawanan. Realitas yang kita amati menunjukkan bahwa pembangunan terkadang mengorbankan lingkungan yang seharusnya dijaga kelestariannya. Sebagai contoh ketika iklim investasi semakin membaik dikarenakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan, investasi yang semakin meningkat berimbas terhadap lahanlahan pertanian yang tadinya produktif harus dikorbankan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur, perumahan, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Atau ketika suatu komoditas pertanian tertentu dianggap berhasil mengangkat kehidupan perekonomian masyarakat, imbasnya masyarakat berbondongbondong untuk membuka lahan baru tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Dilema Membangun Sektor Pertanian Kita tentunya patut berbangga dengan begitu geliatnya pembangunan di Nusa Tenggara Barat yang mampu mewujudkan perekonomian NTB yang semakin maju, pariwisata yang semakin menunjukkan eksistensinya, infrastruktur yang terus bertambah, industri yang terus tumbuh, investasi yang terus meningkat serta sarana dan prasarana yang semakin membaik. Semua itu tidak lain dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat NTB yang lebih makmur dan sejahtera. Keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB ditunjukkan oleh angka kemiskinan yang mengalami penurunan sangat signifikan dalam 10 tahun terakhir yaitu sekitar 9 persen atau rata-rata hampir 1 persen per tahun. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah tidaklah sia-sia. Akan tetapi di sisi lain, berbagai program pembangunan terkadang tidak selalu memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan. Di sektor pertanian misalnya, yang merupakan mayoritas mata penca-

Oleh: M. Ikhsany Rusyda (ASN di BPS Provinsi NTB) harian penduduk Nusa Tenggara Barat, program pembangunan seharusnya tidak hanya sebatas untuk menaikkan derajat hidup petani atau mengangkat mereka dari jurang kemiskinan, akan tetapi juga tetap perlu memperhatikan sejauh mana pengaruhnya terhadap kelestarian lingkungan. Karena jika melihat realitas yang ada, cukup banyak lahan yang tadinya penuh pepohonan tergerus oleh pengembangan komoditi pertanian yang memiliki nilai jual lebih menjanjikan atau dengan sebab pembangunan infrastruktur. Seharusnya ekstensifikasi lahan pertanian atau alih fungsi lahan pertanian dapat lebih dikontrol, agar lahan yang seharusnya dijaga kelestariannya, tidak menjadi korban pembukaan lahan pertanian yang baru atau pembangunan sarana fisik. Dengan semakin banyak lahan dan pepohonan yang menjadi korban, dikhawatirkan dapat memberikan dampak yang lebih buruk bagi masyarakat, seperti terjadinya banjir, kekeringan, tanah longsor dan sebagainya. Meskipun bencana tersebut bisa terjadi dengan sebab faktor alamiah, akan tetapi kerusakan lingkungan akan memperparah keadaan yang dialami oleh masyarakat. Suka atau tidak, data BPS menunjukkan adanya peningkatan kejadian bencana di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 yang belum lama ini dirilis oleh BPS, tercatat adanya peningkatan jumlah desa yang mengalami bencana banjir dalam beberapa tahun terakhir yaitu dari 286 desa menurut hasil Podes 2014 menjadi 363 desa pada tahun 2018. Jumlah desa yang mengalami kekeringan mengalami peningkatan dari 70 desa menjadi 121 desa. Demikian juga dengan jumlah desa yang mengalami bencana tanah longsor meningkat dari 46 desa menjadi 91 desa. Fakta lainnya adalah data Podes 2018 juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah desa yang mengalami pencemaran air, pencemaran tanah dan pencemaran udara. Bahkan jumlah desa yang mengalami pencemaran air meningkat lebih dari

RADIO

dua kali lipat dari 122 desa menjadi 282 desa. Tentunya kondisi ini cukup memprihatinkan. Perlu diketahui bahwa kondisi lingkungan yang buruk dapat menyulitkan atau menghambat program pengentasan kemiskinan. Apalagi masyarakat NTB yang sebagian besar menggantungkan mata pencahariannya dari lahan pertanian, maka lingkungan yang sehat menjadi syarat agar lahan pertanian menjadi produktif. Pembangunan yang Ramah Lingkungan Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan mulai tahun 2016 hingga tahun 2030, lingkungan menjadi fokus perhatian dan menjadi pilar pembangunan berkelanjutan yang tidak terpisahkan dengan pilar lainnya seperti pilar ekonomi dan sosial. Dalam SDGs, bentuk pembangunan ekonomi yang boleh kembangkan adalah yang mampu menjamin kelestarian lingkungan tetap terjaga atau yang mampu memperbaiki kembali lingkungan yang telah rusak. Di antara tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menguraikan tentang lingkungan adalah tujuan ke 12 mengenai produksi dan konsumsi, tujuan ke 13 mengenai perubahan iklim, tujuan ke 14 mengenai kehidupan di air dan tujuan ke 15 mengenai kehidupan di daratan. Selain itu, tujuan yang juga sangat berkaitan dengan lingkungan adalah tujuan ke 6 mengenai air bersih dan sanitasi, tujuan ke 7 mengenai energi, tujuan ke 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur dan tujuan ke 11 mengenai kota dan permukiman. Perhatian terhadap lingkungan sebagaimana ditunjukkan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) menunjukkan bahwa persoalan lingkungan harus menjadi landasan dalam berbagai program pembangunan. Pembangunan yang dilaksanakan tidak semata-mata mengejar peningkatan kesejahteraan rakyat akan tetapi juga haruslah ramah lingkungan. Itulah mengapa ekonomi

hijau atau ekonomi yang ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Tentunya kita tidak ingin, segala bentuk pencapaian positif yang telah diraih oleh Nusa Tenggara Barat ternodai oleh kondisi lingkungan yang semakin rusak. Jangan sampai capaiancapaian positif yang sudah diraih selama ini hanya menjadi euforia sesaat. Karena bisa jadi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan justru membalikkan keadaan masyarakat kepada kondisi yang lebih buruk. Untuk itu, berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah perlu selalu dilandaskan pada analisis dampak terhadap lingkungan. Tidak hanya program pemerintah, aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat juga harus berlandaskan analisis dampak terhadap lingkungan. Dengan demikian kelestarian lingkungan akan tetap terjaga dana masyarakat dapat hidup dalam kesejahteraan yang lebih sempurna.

POJOK Gubernur instruksikan percepatan tender proyek 2019 Cegah proyek menumpuk di akhir tahun

*** PAD Kota Mataram tak tercapai Butuh kerja cerdas dan kerja keras

***


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 3 Januari 2019

NU Gelar Refleksi Akhir Tahun, Belajar dari Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiudin Mansur Mataram (Suara NTB) Keluarga Besar NU Provinsi NTB bersama Civitas Akademika Universitas NU (UNU) NTB, menggelar Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan wafatnya TGH Ahmad Taqiuddin Mansur, Senin, 31 Desember 2018 di aula kampus UNU NTB di Mataram. Kegiatan doa dan zikir bersama juga dirangkaikan dengan diskusi refleksi akhir tahun 2018. Dalam sambutannya, Rektor UNU NTB, Hj Baiq Muliana mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat tali silahrurahim dan juga untuk mengenang sosok Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur. Pemikiran dan hal-hal baik dari dua tokoh itu diharapkan bisa menginspirasi generasi muda saat ini. Selain itu kegiatan juga digelar untulk memberikan ruang refleksi akhir tahun bagi UNU NTB. “UNU NTB yang sudah berdiri sejak 3 tahun lebih, mudahmudahan kami tetap bisa berbuat dan mengabdi untuk NTB dan Indonesia dan memberikan keberkahan bagi masyarakat,” kata Baiq Muliana. Sekretaris PWNU NTB, H Lalu Winengan mengatakan, TGH Ahmad Taqiuddin Mansur yang terakhir menjabat Ketua PWNU NTB merupakan sosok inspiratif bagi generasi muda NTB, khususnya pemuda NU. “Dalam perjalanan banyak yang diajarkan oleh beliau (TGH Ahmad Taqiduddin Mansur). Beliau adalah Ketua, Orangtua, dan Guru kita. Banyak yang di-

(Suara NTB/nas)

REFLEKSI - Keluarga Besar NU Provinsi NTB bersama Civitas Akademika Universitas NU (UNU) NTB, menggelar Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan wafatnya TGH Ahmad Taqiuddin Mansur, Senin, 31 Desember 2018 di Aula Kampus UNU NTB di Mataram. hasilkan beliau, dan ini juga jadi motivasi untuk kader muda NU,” kata Winengan. Winengan mengatakan, kegiatan itu sangat startegis untuk merefleksi apa yang sudah terjadi di tahun 2018 untuk menghadapi tahun 2019. Tahun 2018, bencana demi bencana terjadi di Indonesia, termasuk Gempa Bumi Lombok yang terjadi pada Juli-Agustus 2018 lalu. Menurut Winengan, moment doa dan zikir bersama itu menjadi moment untuk sama-sama memanjatkan doa agar alam bisa bersahabat dan tidak lagi ada bencana ke depannya. “Tahun 2018 bencana demi bencana di Indonesia. Gempa terpanjang 2018. Saat ini kita berdoa untuk Gus Dur dan TGH Taqiuddin, juga berdoa agar alam ini berhenti bencana,” katanya. Selain berdoa, Winengan juga berharap semua masyarakat untuk menginstro-

Baru Dibayar 190 Juta, Sisa Rp 6,9 Miliar Dari Hal. 1 Azhar membagi dua istilah dan setoran yang dimaksud. Pertama dari beban kerugian daerah kepada rekanan sesuai temuan reguler Inspektorat, disebut dengan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Nilai setoran mencapai Rp 64.423.443. Dua, terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada OPD,disebutdenganTuntutanPerbedaharaan (TP). Nilai setoran mencapai Rp 126.553.673. Rincian berdasarkan data diperoleh Suara NTB, setoran untuk TGR bersumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 4,6 juta, Dinas Kelautan dan Perikanan Rp 35,6 juta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPDes Dukcapil) Rp 8,8 juta. Terakhir dari Bappenda NTB Rp 15,2 juta. Sedangkan setoran untuk TP sesuai temuan BPK, hanya dari dua instansi. Yakni Setwan DPRD NTB menyetor Rp 24 Juta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan setoran terbany-

ak mencapai Rp 102,4 juta. Sebenarnya dari jumlah setoran ini belum seberapa dibanding akumulasi kerugian daerah, baik untuk TP maupun TGR. Sebab sisanya mencapai miliaran rupiah. Disebutkan Azhar, untuk TGR sisanya masih mencapai Rp 2.446.681.938 dan untuk TP sisanya mencapai Rp 4.490.747.478. Jadi, tersisa akumulasi kerugian daerah yang belum disetor mencapai Rp 6.937.429.000. ‘’Namun kami melihat ada itikad baik dari rekanan dan OPD untuk mencicil temuan kerugian daerah itu,’’ katanya. Selanjutnya, para pihak yang tercatat dalam temuan diberikan kesempatan sampai Februari 2019 untuk upaya penyelesaian. Tim TPTGR pun tidak henti hentinya mengingatkan para penunggak untuk segera melakukan penyetoran agar segera tuntas. ‘’Bagi kami lebih cepat lebih baik. Tidak harus menunggu sampai Februari,’’ sarannya. (ars)

Tindak Kemenag NTB Dari Hal. 1 Yaitu meminta Menteri Agama melalui Kementerian Agama RI agar segera mengambil tindakan tegas dan langkah pembinaan terhadap Kakanwil Kemenag NTB. ‘’Intinya, Menteri Agama melalui Kemenag agar ambil tindakan cepat dan tegas terkait dengan dana BOS, khususnya dalam hal pembelian buku bagi madrasah se NTB. Ini agar tidak jadi preseden buruk dikemudian hari. Sebab ini berpotensi merugikan madrasah kedepan,’’ kata Adhar kepada Suara NTB, Rabu (2/1) kemarin. Adhar Hakim sebelumnya mengaku sudah menyerahkan LHP kepada tim tujuh di Ombudsman RI yang salah satunya membawahi masalah di lingkup Kementerian Agama. Namun setelah mengirim LHP, masih ada beberapa poin perbaikan materi. Perbaikan terkait penguatan metodologi, penyamaan persepsi dasar hukum dari dugaan maladministrasi. ‘’Selanjutnya akhir Januari, kita akan panggil Kementerian Agama atas LHP yang kami kirimkan tersebut. Pemanggilan melalui OJK pusat dan kami akan langsung serahkan LHP nya untuk ditindaklanjuti,’’ sebut Adhar. ‘’Sebab atasan Kakanwil langsung ke Kementerian. Itu pula yang menjadi alasan kami koordinasi dengan (Ombudsman) pusat. Jika soal dinas, kami akan ke Gubernur NTB,’’ sambungnya. Mengenai materi atau poin dalam rekomendasi, belum bisa disampaikannya secara lengkap karena berkaitan dengan SOP, sebelum LHP itu diserahkan ke terlapor. Pihaknya mengupayakan penyelesaian kasus ini secepatnya. Paling tidak akhir Januari 2019 mendatang, penyerahan LHP sudah dilakukan dan segera ditindaklanjuti dengan pemanggilan pejabat Kementerian Agama RI. Tahapannya, Kementerian

Agama RI akan dipanggil dahulu oleh Ombudsman RI di Jakarta setelah pihaknya memberikan LHP. ‘’Jadi kami panggil untuk kami berikan langsung LHP itu untuk ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. Sebelum menyimpulkan dalam LHP, Ombudsman NTB sebelumnya mendapat tambahan bukti dugaan maladministrasi pengadaan buku madrasah bersumber dari dana BOS tahun 2018. Mulai dari bukti transfer pembelian buku, sampai rekaman percakapan indikasi pemaksaan ke satu perusahaan tertentu. Investigasi Ombudsman menemukan dugaan penyalahgunaan prosedur dalam bentuk penunjukan satu perusahaan tertentu. Pengadaan buku ke 2.256 madrasah seNTB dengan total anggaran Rp200 miliar. Distribusi pembelian buku seperti buku umum K13 diduga hanya dilakukan satu rekanan, yakni PT AK yang notabene bukan distributor atau penerbit. Ombudsman juga menemukan indikasi paksaan kepada madrasah untuk membeli buku dari perusahaan tersebut. Bagi sekolah yang tidak berkenan maka pencairan dana BOS termin kedua akan dihambat. Pencairannya mensyaratkan adanya kuitansi pembelian dari rekanan yang ditunjuk itu. Kasus dugaan maladministrasi ini terungkap karena sejumlah madrasah mengeluh, baik yang swasta maupun negeri. Buku yang dibeli sebagian belum diperlukan. Contohnya buku K-13, karena sebagian juga madrasah pada zonasi tertentu masih ada yang menggunakan buku KTSP. Adhar mengatakan sebelumnya, indikasi maladministrasi berbanding lurus dengan indikasi korupsi. Kasus tersebut kini juga tengah diselidiki Polda NTB, khususnya mengenai pengelolaan dana BOS. (ars)

speksi diri, dan memperbanyak beristigfar. Lebih banyak saling mendoakan dan saling memaafkan sesama umat manusia. “Tahun politik ini jangan tambah panas. Kita beda pilihan saja sudah saling mengkafirkan. Ini yang tidak boleh. Kita harus lebih banyak istigfar, saling memaafkan, agar bumi ini tidak lagi bergetar,” kata Winengan. Mengutip ayat Al Quran, Winengan mengatakan, Allah SWT tidak akan pernah menggetarkan bumi jika baginda Rasulullah Muhammad SAW masih hidup.Namun jika Rasulullah sudah tiada, maka umat harus banyak istigfar. Banyak minta ampunan, dan banyak saling memaafkan. “Ini yang harus dilakukan. Kita perbanyak istigfar dan saling memaafkan,” katanya. Winengan mengungkapkan, kegiatan doa dan zikir bersama untuk Haul Gus Dur dan wafatnya TGH Ahmad Taqiuddin Mansur sangat banyak undangan yang hadir. Hal ini menunjukan kecintaan pada Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur.

“Acara ini banyak senior yang turun gunung karena cinta pada NU, pada Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur. Karena beliau banyak sahabat banyak teman,” katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Provinsi NTB, H Rosiady H Sayuti. Dalam sambutannya, Sekda Rosiady mengatakan, Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur adalah sosok ulama yang sangat menginspirasi. Rosiady mengungkapkan, tanpa disadari kehidupan berbangsa saat ini banyak diwarisi oleh zaman pemerintahan Gud Dur. “Reformasi total itu dimulai di zaman Gus Dur, dimana tentara yang dulu sangat kuat dan begitu hebat dengan dwi tunggalnya bisa diselesaikan dengan begitu damai ketika Gus Dur jadi Presiden,” kata Rosiady. Begitu juga dengan pembangunan, otonomi daerah, dan desentralisasi yang saat ini ada dan bisa dinikmati, semua pangkalnya ada di zaman Gusdur. “Menurut saya beliau jenius, pemikiran beliau memembus batas. Sesuatu yang belum terpikir,” kata Sekda. (nas)

Halaman 15

Kemenag Dompu Perlu Benahi Madrasah Swasta Dompu (Suara NTB) Kementerian Agama di Kabupaten Dompu berhasil mensejajarkan madrasah (sekolah) Negeri dengan sekolah umum lainnya. Tingginya minat anak bersekolah di madrasah dengan kualitas guru dan siswanya menjadi bukti. Namun, Kementerian Agama di Kabupaten Dompu masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terhadap pendidikan di madrasah swasta yang masih memprihatinkan. MTs Babul Jannah Dusun Selaparan Desa Matua Kecamatan Woja salah satu madrasah yang kondisinya cukup memprihatinkan. Tiga ruang kelasnya ukuran sekitar 4 x 5 meter masih berlantaikan tanah dengan dinding pasangan bata sebagian dan asbes sebagian sudah bolong. Atap sengnya seolah akan roboh. Kondisi ini sudah bertahun – tahun lamanya, sehingga saat tidak digunakan untuk sekolah sering menjadi tempat istrahatnya tenak sapi dan kambing. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Drs. H. Syamsul Ilyas kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (2/1/2019) kemarin mengungkapkan, keputusan madrasah yang memperoleh alokasi pembangunan sarana prasarana bukan diputuskan oleh Kementerian Agama di tingkat Kabupaten/Kota, tapi oleh kantor wilayah dan pusat. Pihaknya hanya melanjutkan usulan madrasah, ketika ada proposal pembangunan sarana prasarananya. Namun beberapa waktu lalu, H. Syamsul mengungkapkan, tim dari Kanwil Kemenag

(Suara NTB/ula)

MEMPRIHATINKAN - MTs Babul Jannah Dusun Selaparang Desa Matua Kecamatan Woja dengan kondisi gedung yang cukup memprihatinkan. NTB turun meninjau sarana prasarana di madrasah swasta. Karena tahun 2019 ini, surat berharga syariah negara (SBSN) akan diarahkan juga di bidang pendidikan dari sebelumnya hanya untuk Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan. “Kita berharap ini juga diarahkan untuk madrasah swasta,” katanya. Tidak hanya sarana prasarana, tapi juga terkait dengan nasib dan kesejahteraan gurunya. Selama ini, proses pembinaan tetap dilakukan terhadap guru dan mengawasi proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Ketiga guru diperhatikan nasib dan kesejahteraannya, maka profesionalisme guru bisa digenjot. Ia pun mencontohkan di madrasah Negeri yang dulu memiliki jargon, lebih baik

madrasah, madrasah lebih baik. Karena anak – anak tidak hanya didik untuk ilmu pengetahuan umum, tapi juga ilmu agama. Saat ini, jargonnya madrasah hebat, hebat, hebat, bermartabat. “Di madrasah negeri, iya (bisa mewujudkan jargon). Karena gurunya dijamin (nasib dan kesejahteraannya),” ungkapnya. Selain itu, H. Syamsul juga mengakui masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait penegrian madrasah. Ditargetkan ada 3 madrasah bisa dinegerikan dan salah satu madrasah yang lengkap berkasnya MI Baiturrahim Kempo. “PR kita penegrian madrasah. Selama ini terkendala kepemilikan tanah. Tapi MI Baiturrahim Kempo sudah lengkap berkasnya,” ungkapnya. (ula)

Tunggu Rekomendasi Mendagri Dari Hal. 1 Kedua pejabat yang menjadi Asisten II dan Kepala BPKAD beralih menjadi widyaiswara utama. ‘’Sekarang yang sedang kita tunggu mengisi eselon II. Kalau kapannya tergantung Pak Gubernur. Kami hanya diperintah mempersiapkan. Kalau mutasi

sebelum 19 Maret maka harus izin Mendagri,’’ kata Sekda di Mataram, Rabu (2/1) siang. Sekda menjelaskan, proses pengusulan penerbitan SK Presiden untuk dua pejabat Pemprov NTB menjadi widyaiswara dilakukan sejak Desember 2018. Jika SK Presiden keluar maka kedua jabatan eselon II

itu otomatis akan kosong. Terkait dengan pengisian 40 jabatan eselon III dan IV yang lowong karena pejabatnya pensiun, Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ini mengatakan akan segera diisi. Sekda menambahkan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefli-

mansyah, SE, M. Sc telah memerintahkan BKD untuk mendesain pengisian jabatan eselon III dan IV tersebut. Baperjakat diminta memperhatikan aspirasi dari kepala dinas. Rosiady mengatakan, untuk pengisian jabatan eselon III dan IV, Gubernur memberikan kewenangan kepada kepala dinas

mengusulkan kepada Baperjakat pejabat yang diinginkan. ‘’Kemudian terakhir nanti diskresi pimpinan (gubernur). Tapi aspirasi pimpinan OPD menjadi pertimbangan Baperjakat,’’ jelasnya. Ditambahkan, Baperjakat akan mulai bekerja untuk pengisian jabatan eselon III dan IV yang lowong. (nas)

Kadin akan Talangi Pembangunan Huntap Korban Gempa Dari Hal. 1 Tapi dengan cara yang cepat, harus standby dana,’’ katanya. Ia mengatakan, jika menunggu dana bantuan bencana dari pusat cair kemudian membangun Huntap maka akan lama. ‘’Kalau dana bencana itu muter-muter di tempat. Ndak bisa dengan dana itu. Menggunakan dana talangan karena kita usulkan dalam bentuk proyek gotong royong,’’ imbuhnya. Ditanya jumlah dana talangan yang akan disiapkan Kadin, Herry tak menyebutkan secara pasti. Namun ia mengatakan dana talangan tersebut akan disesuaikan dengan jumlah Huntap yang akan dibangun. Jumlah rumah warga yang hancur akibat gempa beberapa bulan lalu di NTB lebih dari 70 ribu unit. Jika 50 ribu unit yang

dikerjakan oleh pengusaha yang berada di bawah Kadin. Maka membutuhkan dana talangan yang cukup besar. Sehingga tak mungkin dihandle oleh Kadin NTB saja. Tetapi Kadin Pusat perlu turun tangan. ‘’Karena Kadin Pusat juga diberikan tugas oleh Presiden,’’ katanya. Herry mengatakan, Januari ini pengusaha jasa konstruksi yang berada di bawah Kadin NTB akan mulai masuk mengerjakan pembangunan Huntap. Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan anggota Kadin NTB. ‘’Kita lagi siap-siap cari teman-teman yang mau kerja,’’ ucapnya. Awalnya, ada 1.000 pengusaha jasa konstruksi dlibatkan dalam pembangunan huntap korban gempa NTB. Tetapi, dengan dipaksakannya pembangunan Rumah Instan

Sederhana (Risha) beberapa waktu lalu, sehingga banyak pengusaha yang tidak mau. ‘’Karena dipaksanakan bangun Risha. Sedangkan Risha itu perlu modal masing-masing kontraktor punya cetakan. Cetakannya satu unit harganya Rp200 juta. Itu banyak yang ndak mau,’’ jelasnya. Ia menambahkan, Kadin tetap komit untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan Huntap korban gempa. Selama ini, kata Herry pemerintah tak satu garis, antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. ‘’Itu yang membuat lama juga,’’ katanya. Disinggung mengenai jenis rumah yang akan dibangun, Herry mengatakan dari semua model rumah tahan gempa sebenarnya sama saja. Namun jika rumah instan baja (Risba) dianggap lebih cepat pembangunannya dan sesuai aturan, maka itu

yang akan dibangun. ‘’Yang penting masyarakat bisa segera memiliki rumah,’’ tandasnya. Terkait dengan pencairan dana bantuan bencana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Mohammad Rum, MT menyebutkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mentransfer dana pembangunan huntap sebesar Rp2,6 triliun lebih. Dari jumlah tersebut sebesar Rp1,47 triliun dana Huntap telah ditransfer dari BPBD ke masyarakat. Sisa dana Huntap yang masih berada di BPBD kabupaten/kota terdampak bencana gempa sebesar Rp1,18 triliun. Jumlah penerima dana huntap sebanyak 58.333 KK. Dengan rincian rusak berat 37.543 KK, rusak sedang 7.547 KK dan rusak ringan 13.243 KK. Rum menyebutkan Pokmas

yang sudah terbentuk pada Desember lalu sebanyak 1.802 Pokmas dengan jumlah anggota 21.863 KK. Sedangkan Pokmas yang sudah mendapatkan SK kepala daerah sebanyak 1.197 Pokmas dengan jumlah anggota 14.012 KK. Sementara itu, rekening Pokmas yang terbentuk sebanyak 1.056 Pokmas atau 13.878 KK. Rekening Pokmas yang sudah terisi baru 476 Pokmas dengan jumlah anggota 7.019 KK. Jumlah masyarakat yang berminat bangun Risha sebanyak 4.212 unit, Rika 5.897 unit, Riko 5.119 unit dan RCI 40 unit. Ia menyebutkan sebanyak 3.186 unit huntap sedang proses pembangunan dan ada juga yang sudah jadi. Dengan rincian Risha 1.714 unit, Rika 565 unit, Riko 850 unit, RCI 8 unit dan pembangunan secara individu 51 unit. (nas)

Gubernur Instruksikan Percepatan Tender Proyek 2019 Dari Hal. 1 Mengenai paket pekerjaan 2018, Swahip mengatakan hanya dua paket yang gagal kontrak. Dua paket proyek dengan nilai sekitar Rp8 miliar itu berada di BPBD NTB. Yakni proyek pengadaan bibit dengan pagu Rp5 miliar dan pembangunan embung dengan pagu Rp3 miliar.

Diharapkan, kejadian gagal tender dan pengerjaan pekerjaan yang menumpuk akhir tahun tak terjadi di 2019. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada OPD dalam penginputan RUP ke SiRUP. Ia mengatakan, seharusnya pada awal Januari ini penginputan RUP ke SiRUP sudah mulai dilakukan OPD. Dika-

takan penayangan RUP ke SiRUP merupakan keharusan sebelum pelaksanaan tender. Menyinggung belum adanya OPD yang menginput RUP 2019, Swahip belum mengetahui kendalanya. Apakah ada perubahan aplikasi pengadaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). ‘’Kami belum diinformasikan oleh LPSE,’’ katanya.

Mengenai jumlah paket pengadaan barang dan jasa 2019, Swahip mengatakan belum mengetahui. Jumlahnya akan diketahui setelah dilakukan penginputan RUP ke SiRUP. Diketahui, APBD NTB 2019 ditetapkan sebesar Rp5,2 triliun lebih. Jika melihat tahun anggaran sebelumnya, APBD NTB 2019 turun signifikan sekitar Rp500 miliar leb-

ih. Tahun 2018, APBD NTB mencapai Rp5,7 miliar lebih. APBD NTB 2019 sebesar Rp5,2 triliun terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,6 triliun, dana perimbangan sebesar Rp3,4 triliun, pendapatan daerah yang sah sebesar Rp86,3miliar. Kemudian belanja daerah ditargetkan sebesar Rp5,2 triliun. (nas)

HBY Masih Yakin Jagung Bawa Kesejahteraan Dari Hal. 1 Areal tanaman jagung masa tanam musim hujan Oktober 2018 – Maret 2019 di Kabupaten Dompu ditargetkan seluas 76.689 ha. Hingga 31 Desember 2018, realisasi luas area tanaman jagung berdasarkan data di Dinas Per-

tanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu baru mencapai 33.161 ha. Kendati belum setengahnya dari target luas area tanam, pada Januari – Maret 2019 target tersebut diharapkan bisa dipenuhi. Sebab, potensi lahannya mencapai 82.934 ha berdasarkan pem-

bagian status lahan di Kabupaten Dompu. Diantaranya, lahan sawah irigasi seluas 17.490 ha, sawah tadah hujan seluas 25.906 ha, serta lahan bukan sawah 129.969 ha. Luas dataran Kabupaten Dompu 233.455 ha dan 120.728 ha (51,93 %) diantaranya lahan di luar ka-

wasan hutan. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP yang dihubungi, Rabu (2/1) kemarin mengungkapkan, komitmen pihaknya untuk mendampingi petani dalam budidaya tanaman palawija dan jagung. Keluhan soal keterbatasan

pupuk juga sudah diantisipasi dengan mengupayakan pupuk subsidi lebih banyak dari tahun – tahun sebelumnya. ‘’Alokasi pupuk subsidi kita tahun (2019) ini sama seperti tahun (2018) lalu. Ada 16 ribu lebih ton alokasi pupuk untuk Dompu,’’ sebut Ilham. (ula)

NTB akan Tambah Alat Deteksi Tsunami Dari Hal. 1 Ex Officio Kepala BPBD NTB ini mengatakan, Pemprov akan mendukung penambahan alat deteksi tsunami, di Lombok dan Sumbawa. Pemprov berharap ada bantuan dari BNPB untuk alat deteksi tsunami. Sekda mengatakan, NTB merupakan daerah yang rawan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus, kekeringan dan tsunami. ‘’Artinya kita harus memberikan porsi anggaran yang lebih terkait mitigasi bencana. Jadi membuat masyarakat sadar bencana, yang selama ini kurang diperhatikan,’’ katanya.

Menurut Sekda, NTB dianggap berhasil dalam mitigasi bencana banjir di Bima dan Kota Bima. Meskipun banjir bandang menerjang dua kabupaten ujung timur NTB tersebut, tetapi nyaris tak ada korban meninggal. ‘’Artinya proses pelatihan, penyadaran masyarakat di Bima terkait bencana sudah bagus,’’ ujarnya. Mitigasi bencana seperti Bima harus dilakukan juga di kawasan-kawasan pesisir yang rawan tsuunami di NTB. Selain menambah alat deteksi tsunami, menurutnya mitigasi bencana ke depannya harus lebih massif dilakukan. Sebelumnya diberitakan,

NTB tergolong rawan bencana, salah satunya bencana tsunami. Ironisnya, alat deteksi berupa sirine satu satunya hanya di Ampenan, Kota Mataram. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram mendorong pemerintah daerah di NTB untuk memperbanyak sirene yang disebut Early Warning System (EWS). Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto membenarkan perangkat EWS sangat terbatas di NTB. Di NTB baru ada satu unit , terdapat di Ampenan. Sedangkan sembilan kabupaten/kota belum ada ter-

pasang satu pun. Saat ini alat deteksi di Ampenan terus dilakukan perawatan. Setiap hari dilakukan uji suara, agar ketika dibutuhkan, dipastikan dapat berfungsi dengan baik. NTB saat ini panjang pantainya mencapai 2.333 kilometer. Terbentang dari Ampenan, Kota Mataram hingga Kecamatan Sape, Kabupaten Bima di Pulau Sumbawa. Selain itu, NTB terdiri dari 10 kabupaten/kota dan memiliki 278 pulau kecil. Baik garis pantai maupun pulau pulau kecil itu rawan gempa dan berpotensi tsunami. Dalam catatan sejarah BMKG, Pulau Sumbawa per-

nah dilanda tsunami pada 1920. Desa Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, dan Desa Awang, serta Kuta di Kabupaten Lombok Tengah juga pernah diterjang tsunami pada 19 Agustus 1977. Gelombang ganas air laut itu memporak-porandakan pemukiman diawali dengan gempa bumi berkekuatan 8,0 SR yang berpusat di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana air bah laut tersebut menghantam Sumba dengan ketinggian 15 meter dan menewaskan 316 orang serta menghancurkan ribuan bangunan. Sedangkan di NTB, sebanyak 198 orang meninggal dunia. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 3 Januari 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Dikpora Agendakan Pemetaan Potensi Guru Tingkatkan Mutu Pendidikan Taliwang (Suara NTB) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs. Muklhis, M.Si akan melakukan pemetaan potensi guru. Langkah ini diambil Muhklis, setelah kembali dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Ia menyatakan, dalam meningkatkan mutu pendidikan banyak hal yang harus disentuh. Namun Mukhlis bersyukur untuk di KSB ini beberapa bagian tersebut saat ini sudah tercukupi termasuk pemenuhan infrastruktur pendidikan. ‘’Nah sekarang sumber daya manusianya (SDM) yang akan saya coba benahi. Kalau infastruktur alhamdulillah sudah bagus,’’ katanya di ruang kerjanya, Rabu (2/1). Mukhlis sebenarnya bukan orang baru di Dinas Dikpora. Sebelum menjabat Asisten Pemerintahan (Asisten I) Setda KSB sekitar 2 tahun, ia pernah menahkodai dinas yang mengurusi kegiatan pendidikan itu. Menurutnya, saat ini fokus pembehanan harus lebih banyak ke SDM pendidikan dan guru menjadi salah satu ujung tombaknya. Pemetaan potensi guru,

(Suara NTB/bug)

Mukhlis kata Mukhlis sangat diperlukan. Dengan data-data pemetaan itu, maka Dinas Dikpora dapat mendistribusikan secara merata tenaga pendidik ke sekolahsekolah sehingga mutu sekolah menjadi setara. ‘’Tujuan kita semua sekolah merata pelayanannya. Tidak lagi ada istilah sekolah A itu bagus karena tenaga pengajarnya bagus dan sekolah B tidak bagus. Kita ingin semuanya bagus,’’ cetusnya. Secara garis besar, lanjut dia, tanggung jawab tugas di bidang pendidikan lebih berat. Dilihat dari anggaran yang

dikelola saja sampai 20 persen dari APBD sesuai amanat undang-undang. “Dan persoalan pendidikan itu kompleks. Tidak sekedar urusan kegiatan belajar mengajar. Tapi insyaallah saya siap dengan tugas baru ini lagi,” janjinya. Selain soal guru, Mukhlis juga mengungkapkan, akan mengoptimalkan fungsi pengawas. Mulai dari pengawasan kegiatan pendidikan hingga pelaksanaan program-program oleh sekolah yang dianggarkan pemerintah. “Ada beberapa program kegiatan yang ditangani langsung oleh sekolah. Ini juga perlu kita awasi supaya sesuai aturan untuk menghindari persoalan di kemudian hari,” tegasnya. Terakhir ia menyampaikan, ada agenda besar yang segera dihadapi dunia pendidikan KSB yakni mempersiapkan siswa jelang ujian nasional (UN) tahun 2019. Terkait hal ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan seluruh sekolah untuk mengetahui sejauh mana sekolah telah mempersiapkan diri. “Saya hari ini akan kumpulkan semua staf dinas. Akan saya tanyakan soal persiapan itu sebelum turun ke sekolah,” imbuhnya. (bug)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook