HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
RABU, 2 JANUARI 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 244 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
NTB Songsong 2019 dengan Penuh Optimisme Mataram (Suara NTB) Perayaan malam pergantian tahun di NTB dilaksanakan secara sederhana. Malam pergantian tahun baru dilakukan zikir akbar dan doa bersama di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, Senin (31/12) malam.
(Suara NTB/nas)
DOA BERSAMA - Gubernur saat menghadiri acara zikir akbar dan doa bersama malam pergantian tahun di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur, Senin (31/12) malam.
TO K O H Rumahkan 72 ASN PEMPROV NTB dan Pemda kabupaten/kota merumahkan 72 Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan napi koruptor. Puluhan ASN mantan napi koruptor tersebut mulai 1 Januari 2019 sudah tak diberikan lagi gaji dan hak-hak keuangan lainnya. Asisten I Setda NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH menjelaskan, langkah yang dilakukan Pemprov dan Pemda kabupaten/kota tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Men PANRB dan Kepala BKN tentang pemecatan ASN mantan napi koruptor paling (Suara NTB/dok) lambat 31 Desember 2018. M.Agus Patria ‘’Kita menghormati SKB tiga menteri, tapi juga mengakomodir apa yang menjadi keluhan kawan-kawan ASN. Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R CPNS Dianggap Mundur
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si mengatakan, perayaan tahun baru tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perayaan pergantian tahun di NTB dilaksanakan penuh dengan lantunan zikir dan doa. ‘’Kita merayakan tahun baru dengan sederhana, berdoa dan berzikir. Sehingga kita optimis menyongsong tahun
2019,’’ kata gubernur dikonfirmasi usai zikir akbar dan doa di Halaman Kantor Gubernur, Senin (31/12) malam. Gubernur mengatakan, memperoleh banyak masukan dari masyarakat kaitan dengan perayaan tahun baru. Karena secara psikologis masyarakat masih trauma dengan banyaknya bencana yang melanda seluruh Indone-
sia bukan saja NTB. ‘’Getaran-getaran (gempa) kecil masih juga terasa di tempat kita. Sehingga mereka merasa, jangan-jangan karena lupa pada Yang Maha Kuasa, kurang berdoa. Kemudian gubernur diminta mengimbau masyarakat agar tak merayakan tahun baru dengan pesta dan lainnya.Tapi banyak berzikir
dan berdoa,’’ kata gubernur. Gubernur berharap perayaan pergantian tahun baru yang diisi dengan berdoa dan berzikir dapat menenteramkan masyarakat secara psikologis. Acara doa bersama pada malam pergantian tahun, kata gubernur bukan saja dilakukan umat Islam. Tetapi juga umat lainnya seperti Hindu dan Kristiani. ‘’Saya kira menarik fenomena ini. Semua kompak menundukkan hati kepada Yang Maha Kuasa. Mudahmudahan mendoakan NTB yang lebih baik di masa men-
datang,’’ harapnya. Gubernur mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan tak ada yang berlebihan dari perayaan malam pergantian tahun baru kali ini. Melihat kondisi yang ada, gubernur mengatakan tahun 2019 akan disongsong dengan penuh optimisme. ‘’Yakinlah tahun 2019 kita songsong dengan penuh optimisme. Harus lebih baik dari tahun 2018. Sehingga NTB yang gemilang bukan saja wacana tapi akan menjadi nyata,’’ pungkasnya. (nas)
(Suara NTB/ ari/ars)
RAMAI - Suasana di Gili Trawangan yang tetap ramai dan suasana menyambut tahun baru di kawasan wisata Senggigi, Selasa (1/1) dini hari.
Sambut Tahun Baru 2019
Gili Trawangan Tetap Primadona PERAYAAN tahun baru 2019 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) disambut suka cita oleh masyarakat. Meski pada perayaan kali ini, hiruk pikuk suasana malam tahun baru tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jalan-jalan di KLU sedikit lengang, tidak seramai sebelumnya. Warga lebih memilih berkumpul dengan keluarga atau sahabat. Bakar ikan, ayam, sembari menyalakan musik, menjadi menu berkumpul. Catatan Suara NTB, ada dua hal yang membuat suasana pergantian tahun baru relatif sepi. Pertama, kondisi warga pascagempa membuat warga memilih berdiam diri di rumah. Kedua, adanya isu hoaks akan adanya gempa susulan disertai tsu-
nami, membuat sebagian warga lebih memilih antisipasi. Sewaktu-waktu gempa datang, warga sudah berencana mengevakuasi diri. ‘’Ya, kita lebih baik tidak keluar. Takut isu tsunami. Apalagi tsunami sekarang tidak terjadi karena hanya gempa saja,’’ tutur warga, Jalal, Senin (31/12) malam. Tidak demikian dengan situasi di Gili Trawangan. Animo pengunjung baik domestik dan mancanegara tetap tinggi menyambut tahun baru dan berlibur di Gili Trawangan. Bahkan, mereka sengaja menghabiskan malam tahun baru dengan menikmati keindahan malam di pulau tersebut. Bersambung ke hal 15
Target Pajak Daerah 2018 Terlampaui
KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) mengeluarkan kebijakan bagi CPNS yang lulus seleksi pada tahun 2018. Para pelamar tidak diperbolehkan mengajukan pindah dalam kurun waktu 10 tahun. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri PAN-RB (Permenpan) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018. ‘’Jadi ada persyaratan juga yang ditentukan di dalam formulir SSCN. Sudah langsung diformulir itu termasuk juga terkait dengan 10 tahun itu,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Senin (31/12) malam. Bersambung ke hal 15 H. Fathurahman (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/Bappenda NTB)
Realisasi BBNKB hingga 31 Desember 2018 yang melampaui target.
Mataram (Suara NTB) Gempa beruntun yang mengguncang NTB beberapa bulan lalu tak berdampak terhadap capaian realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2018. Realisasi PKB dan BBNKB hingga Desember di atas 100 persen. ‘’PKB dan BBNKB melampaui target,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si kepada Suara NTB, Senin (31/12). Ia menjelaskan dari Rp362 miliar target PKB tahun 2018, terealisasi 106,9 persen atau Rp387 miliar lebih. Realisasi PKB melebihi target sebesar Rp25 miliar lebih. Hal ini menunjukkan, meskipun NTB dilanda bencana gempa pada tujuh kabupaten/kota, dengan langkah dan strategi yang tepat, gangguan dampak gempa dapat diatasi dengan cepat. ‘’Sehingga sampai akhir tahun, penerimaan pajak kita masih sangat baik bahkan melampaui target,’’ ujar Iswandi. Begitu juga dengan realisasi BBNKB yang menggambarkan kondisi ekonomi daerah. Dari target sebanyak Rp350 miliar pada 2081, Bersambung ke hal 15
Pesta Kecil Malam Tahun Baru, Empati untuk Korban Bencana Perayaan pergantian tahun pada Senin (31/12) malam lalu relatif sepi. Kalaupun ada pesta perayaan, sifatnya kecil dan dihajatkan untuk empati bagi korban gempa di NTB. Memberi support moral kepada korban gempa untuk bangkit. KAWASAN Senggigi, Lombok Barat, salah satu pusat pesta pergantian tahun. Jalan macet dan pengunjung berjejal di sepanjang garis pantai sejak tanggal 31 Desember sampai 1 Januari dinihari adalah pemandangan rutin. Tapi tahun 2018 ini sangat jauh berbeda. Pantauan Suara NTB sejak pukul 22.00 Wita, jalur Lingkar Selatan menuju Ampenan hingga
simpang pasar Kebon Roek ramai namun lancar. Hampir tidak ada upaya rekayasa lalulintas dari aparat dengan pengalihan arus. Aparat pun duduk dan sebagian berdiri mengamati di sudut simpang dan pinggir jalan. Sampai di jalur wisata Senggigi, tikungan makam Batulayar hanya diramaikan aparat dan sedikit pengunjung. Bersambung ke hal 15
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 RITME penanganan kasus korupsi selama tahun 2018 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 diwarnai ketidakpastian. Tidak sedikit kasus korupsi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 yang awalnya gesit di penyelidikan, hilang di tengah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 jalan. Jika akhirnya kasus itu lolos sampai ke penyidi123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 kan, namun tersangka ‘kakap’ atau pejabat penting yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 seharusnya bertanggung jawab, justru tak tersentuh. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Penanganan pencegahan dan pemberantasan kasus 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 korupsi di NTB masih menemui kendala serius. Baik yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 melibatkan level pemerintah daerah, institusi penegak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 hukum, pemerintah desa dan para pengusaha. Ini ditun123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 jukkan sesuai data diperoleh oleh Solidaritas Masyarakat 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 melalui pemantauan berbasis media massa selama ku123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 run waktu Juli 2017 sampai dengan Oktober 2018. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Secara kuantitatif, kasus dugaan korupsi yang pernah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 muncul dan jadi konsumsi publik sebanyak 132 kasus. Rin123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 ciannya, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 19 kasus. Tert123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 inggi dibanding daerah lain, diikuti urutan kedua Kabupaten 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Sumbawa sebanyak 17 kasus, urutan ketiga di tingkat Provin123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 si NTB sebanyak 16 kasus, urutan keempat ditempati Kota 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Mataram sebanyak 15 kasus, urutan kelima ditempati Kabu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 paten Lombok Tengah sebanyak 14 kasus, urutan keenam 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 jumlah kasusnya sama, ditempati Kabupaten Dompu, Kabu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 paten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara masing123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 masing sebanyak 11 kasus. Sementara urutan ketujuh ditem123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 pati oleh Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 6 kasus dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 yang terakhir ditempati oleh Kota Bima sebanyak 3 kasus. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Dari sisi status penanganan kasusnya tercatat seba123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 nyak 39 kasus tahap penyelidikan, 33 kasus tahap 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 penyidikan, 39 kasus sudah diputus. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 Bersambung ke hal 15 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901
Sejumlah Kasus Korupsi Diduga Mengendap
SUARA MATARAM
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
MALAM pergantian tahun masyarakat khususnya di Kecamatan Mataram, lebih memilih merayakan dengan melakukan kegiatan bernilai keagamaan. Seperti dzikir dan doa di masing - masing kelurahan. Pergantian tahun sekaligus sebagai bentuk evaluasi diri. Camat Kota Mataram, Hariadi, S.IP ditemui pada Senin (31/12) mengatakan, perayaan tahun baru di wilayahnya diminta ke masyarakat agar tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Sebagian besar remaja masjid merayakan den(Suara NTB/mhj) gan acara shalawat dan Hariadi dzikir bersama di masjid. “Terutama remaja-remaja masjidnya dan remaja-remaja yang ada di wilayah kita mengadakan shalawatan, dzikir dan doa di akhir tahun,” ujar Hariadi di Pendopo Walikota Mataram. Kegiatan keagamaan seperti saat ini, diharapkan tidak saja digelar sekali setahun. Akan tetapi, masyarakat bisa melaksanakan secara berkala sebagai langkah menanamkan nilai - nilai positif. Hariadi menambahkan, meskipun situasi di Kota Mataram terlihat kondusif, Hariadi mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi dengan menjaga keamanan di setiap kelurahan. Karena, tak dipungkiri gesek-gesekan di masyarakat dapat menimbulkan keributan. Untuk pengamanan sendiri di-back up dari aparat kepolisian, Linmas dan FKDM. “Syukurnya kita ada dua Polsek. Polsek Mataram dan Polsek Pagutan. Jadi kita lebih mudah berkoordinasi,” ucapnya. Terkait peredaran minuman keras tradisional disampaikan mantan Camat Sekarbela ini, masih ditemukan masyarakat berjualan di pinggir jalan. Padahal sebelum Hari Raya Natal, apara kepolisian telah melakukan operasi miras (minuman keras) di wilayah Pagutan. Kemudian, di beberapa titik yang masih jual miras dengan harapan agar tidak jual lagi. “Kita himbau juga, agar mereka tidak jualan miras pada saat malam tahun baru dan seterusnya,” harap Hariadi. Dia mengingatkan masyarakat boleh saja merayakan tahun baru. Tetapi tidak secara berlebihan sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. (mhj)
Kembangkan Perpustakaan Digital SETIAP orang berhak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang layak guna membantu keberlangsungan kehidupannya, seiring dengan masih rendahnya tingkat pengetahuan dan kualitas pendidikan di setiap jenjang dan satuan pendidikan dianggap sebagai salah satu permasalahan dan tantangan saat ini. Selain itu, kata anggota Bapperda DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta dalam pidato pengantar usulan tiga paket Raperda hak inisiatif Dewan pekan kemarin, mengungkapkan, mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keseimbangan dalam memperhatikan input, proses, dan output pendidikan yang di dalamnya terdapat sarana dan prasarana pendidikan. Seperti manajemen dalam layanan khusus yang memiliki tugas untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar yang ditunjang dengan ketersediaan pusat sumber belajar dengan layanan perpustakaan berbasis digital. Dewasa ini, lanjut politisi Gerindra ini, tingkat minat dan kegemaran membaca sangat rendah dan pemanfaatan media komunikasi hiburan tidak mendukung tumbuhnya minat baca masyarakat serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan sangat cepat yang ditandai dengan semakin mudahnya memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dalam hitungan detik. Sehingga, informasi tersebut tidak akan dapat tertampung dalam satu perpustakaan atau pusat dokumentasi dan informasi manapun. Untuk itu, kata anggota Komisi III ini, penerapan teknologi informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi. Diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terautomasi hingga perpustakaan digital. Maka untuk meningkatkan dan membudayakan aktivitas literasi masyarakat. Di mana hal tersebut masih sangat rendah serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju sangat ditentukan oleh tingkat literasi dari masyarakat itu sendiri. Sehingga perlunya dibentuk Peraturan Daerah yang akan menjadi landasan hukum dan pedoman dalam menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan digital di daerah. (fit)
Angka Kemiskinan di Mataram Menurun
Mataram (Suara NTB) Angka kemiskinan di Kota Mataram diklaim menurun di tahun 2018. Penurunannya 0,59 persen dari tahun 2017 lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan pada refleksi akhir tahun pada Senin (31/12) oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, pada angka kemiskinan tahun 2018 kisaran 8,96 persen dari sebelumnya 9,55 persen di tahun 2017. Tren penurunan kemiskinan dari tahun ke tahun ditegaskan Walikota, terus membaik meskipun angkanya di bawah satu persen. Tahun 2010, penduduk miskin 14,44 persen. Mengalami penurunan di tahun 2011 mencapai 1,26 persen menjadi 13.18 persen. Terakhir di 2017 menjadi 9,55 persen. “Angka kemiskinan tahun ini mampu kita tekan kisaran 8,96 persen,” papar Walikota. Dikatakan, tidak banyak daerah bisa menekan kemiskinan di bawah dua digit. Apalagi Kota Mataram yang memang pusat kota. Dan, terpengaruh
oleh harga bahan pokok. Di tahun 2019, Pemkot Mataram akan menekan kembali angka kemiskinan. “Standar mengukur angka kemiskinan berbeda - beda. Ada yang mengukur dari pendapatan per hari Rp10 ribu. Kota Mataram Rp15 ribu per hari. Tapi saya tanya tukang - tukang per hari pendapatannya Rp100 ribu,” katanya memberi contoh. Penurunan angka kemiskinan diikuti oleh tingkat partisipasi tenaga kerja. Sinergitas pemerintah dengan pengusaha mampu menekan dampak buruk. Dan, ini meningkatkan par-
tisipasi angkatan kerja 69,29 persen. Atau, naik 0,09 persen lebih tinggi dari nasional. Demikian pula aspek upah minimun kota di 2019 naik. Upah sebelumnya Rp1,8 juta lebih di 2018 menjadi Rp2.012.000. “Kenaikan ini mempertimbangkan kemajuan ekonomi,” tandasnya. Pada refleksi akhir tahun, Walikota juga membeberkan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Mataram berada posisi 77,84 persen. Dari sisi pengelolaan anggaran juga turut meningkat dari Rp1,42 triliun di
(Suara NTB/cem)
REFLEKSI AKHIR TAHUN - Walikota Mataram H. Ahyar Abduh (tengah) bersama Wakil Walikota H. Mohan Roliskana (kiri) dan Sekda H. Effendi Eko Saswito (kanan) duduk bersama saat konferensi pers refleksi akhir tahun di Pendopo Walikota, Senin (31/12). ya bulan Maret,” tandasnya. 2017 menjadi Rp1,5 triliun. Kembali disampaikan WaNamun demikian, penyerapan anggaran keuangan dan likota, upaya menekan angka fisik data terakhir pada ming- kemiskinan di tahun 2019 digu ketiga bula Desember tere- lakukan melalui by name by alisasi 82,7 keuangan dan 86,42 addres. Artinya, intervensi persen fisik. “Ini belum final. melalui pola pendekatan baKarena, laporan masuk finaln- sis data terpadu. (cem)
(Suara NTB/mhj)
PERGANTIAN TAHUN - Masyarakat menyalakan kembang api tepat pukul 00.00 Wita pada malam pergantian tahun baru di Taman Sangkareang, Selasa (1/1).
Semarak Perayaan Tahun Baru di Mataram Mataram (Suara NTB) Meski dikemas secara sederhana, perayaan pergantian tahun baru di Kota Mataram tetap semarak. Pantauan Suara NTB, sejumlah lokasi dipadati oleh masyarakat. Seperti di eks Pelabuhan Ampenan dan Taman Udayana dan lainnya. Kerumunan warga paling banyak terpantau di Taman Sangkareang. Lokasi ini merupakan tempat hiburan rakyat yang disediakan oleh Pemkot Mataram. Kemeriahan malam pergantian tahun baru tergambar jelas dari antusiasme masyarakat.
Pesta kembang api pun tetap mewarnai pergantian tahun. Sebelum puncak perayaan tahun baru, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Sekretaris Daerah Ir. H. Effendi Eko Saswito,pimpinan OPD, camat dan lurah menggelar dzikir dan doa bersama aula pendopo Walikota. Sekitar pukul 23. 30 wita, Walikota menuju Taman Sangkareang untuk menyapa masyarakat. Walikota menyampaikan, ada banyak aktivitas dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun. Di antaranya, dzikir
dan doa di masjid - masjid. Dia menilai, pergantian tahun sekaligus sebagai bahan introspeksi diri apa yang telah dilakukan pada kurun waktu setahun sebelumnya. “Kita berharap tetap diberikan kesehatan dan keamanan bersama untuk membangun Kota Mataram jadi lebih baik,” harap Walikota. Tak lupa Walikota mengajak masyarakat untuk semangat dan bahu membahu membantu pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. “Terus bersemangat un-
tuk membangun Kota Mataram ini menjadi kota yang lebih baik, yang masyarakat-
nya lebih sejahtera pada waktu yang akan datang,” harapnya. (mhj)
(Suara NTB/ist)
Korban Gempa Tidak Tertarik Konsep Rumah Instan Baja Mataram (Suara NTB) Penanganan pascabencana terus berjalan. Muncul tawaran baru dari pemerintah pusat soal rehabilitasi dan rekonstruksi dengan rumah instan baja (Risba). Konsep Risba ditolak oleh Pemkot Mataram. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H.M. Kemal Islam mengatakan, sebenarnya Pemkot Mataram tidak menolak konsep yang ditawarkan oleh pemerintah pusat, apabila jauh sebelumnya sudah disosialisasi. Rumah instan baja (Risba) merupakan produk baru. Sementara, masyarakat telah menentukan pilihan dua rumah. Yakni, rumah instan sederhana sehat (Risha) dan rumah instan konvensional (Riko). “Sebenarnya ndak menolak sih kalau sejak awal disosialisasikan,” kata Kemal ditemui pada Senin (31/12). Tawaran rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa bumi Lombok oleh Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta. Sejumlah kepala daerah yang terdampak gempa Lombok dipanggil. Kemal menambahkan, konsep Risa dan Riko telah berjalan pembangunannya. Masyarakat telah tertarik dengan dua pola tersebut. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat konsep Risba ditawarkan ke masyarakat, tapi mereka tidak tertarik. “Kita buatkan desainnya, RAB dan segala macam. Tapi masyarakat menarik bagi masyarakat,” tandasnya. Konsep Risba diperuntukkan bagi korban yang rumahnya rusak berat. Sedangkan, rumah rusak kategori berat dan ringan tidak memerlukan desain. Cuma butuh rehab saja. Disinggung soal bantuan bagi korban rumah rusak sedang dan ringan, Kemal memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan
telah mengalokasikan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rp1,5 triliun. Bantuan perbaikan rumah diprediksi minggu pertama bulan Januari akan cair. Tapi ada pola perubahan penyalurannya. Jika sebelumnya dari rekening BNPB ke PPK BPND kota/kabupaten. Saat ini, ke PPK provinsi, baru kemudian provinsi akan menyalurkan ke BPBD kota/ kabupaten. (cem)
H.M. Kemal Islam
I Ketut Sugiarta (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/ist)
SYUKURAN - Pindah kantor dan syukuran KPID NTB, Senin (31/12). Tampak Ketua KPID menyerahkan potongan tumpeng kepada Direktur Radio Global FM Lombok, H.Agus Talino yang hadir pada acara tersebut.
(Suara NTB/dok)
Tidak secara Berlebihan
Halaman 2
Lombok Astoria Hotel pada tanggal 31 Desember 2018 mengadakan perayaan pergantian tahun, dengan tema “ COLOURFUL 90’S “. Memanjakan tamunya dengan bernostalgia ke era 90-an dengan musik di era 90-an. Dengan suguhan Grand Buffe Dinner dan live cooking seafood, Lombok Astoria membangkitkan semangat untuk memulai awal yang baru di tahun yang baru. Perayaan sederhana ini, Lombok Astoria ingin membangkitkan semangat Lombok dalam pariwisata. Memberikan kepercayaan pada masyarakat bahwa Lombok dan pariwisatanya sangat aman dan bangkit di 2019. Semoga di awal yang baru 2019 pariwisata bisa lebih luar biasa lagi.
Cegah Korupsi
Peran Inspektorat akan Diperkuat Mataram (Suara NTB) Terjaringnya Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir dalam operasi tangkap tangan oleh kejaksaan, menjadi pukulan telak bagi Pemkot Mataram. Kasus ini dipastikan akan menjadi pertama dan terakhir. Peran inspektorat akan diperkuat guna mencegah praktik korupsi di birokrasi. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam refleksi akhir tahun pada Senin (31/12) malam, tak bisa menutupi rasa keprihatinannya dan merasa terpukul mendengar peristiwa itu. Akan tetapi, kasus tersebut telah terjadi dan sedang proses hukum. Permasalahan hukum tersebut diserahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum. Dia memastikan tidak akan mengintervensi. “Ini jadi pembelajaran untuk tidak main - main. Kedepan, tidak boleh ada lagi kasus seperti itu,” tegasnya. Untuk menghindari praktik korupsi di birokrasi, peran Insektorat akan diperkuat. Auditor Pengawas Internal Pemerintah (APIP) diminta lebih aktif turun mengingkatkan pimpinan organisasi perangkat daerah. Jika menemukan indikasi penyimpangan agar diingatkan. “Tahun 2019 ini, siapapun jadi Inspektur menggantikan
Inspektur yang sekarang harus lebih aktif dan lebih tajam,” tandasnya. Dalam hal pengawasan anggaran, Pemkot Mataram langsung diawasi oleh lembaga auditor negara. Belum lagi secara formal pengawasan di internal. Audit khusus tetap dilakukan. Walikota menegaskan, telah memiliki komitmen dengan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik korupsi. “Sudah ada komitmen kami dengan aparat penegak hukum,” ujarnya. Terhadap komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, demikian kata dia, Pemkot Mataram telah memulai sejak tahun 2015 lalu. Bahkan, Kota Mataram menjadi pilot proyek di NTB. Peta jalan reformasi birokrasi telah mencapai 90 persen. Semangat menciptakan good goverment dan clean goverment ditindaklanjuti dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah yang dilantik. “Ketika saya lantik jadi pimpinan OPD, mereka menandatangani pakta integritas,” ucapnya. Pakta integritas semestinya jadi pijakan pimpinan OPD untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih tersebut. (cem)
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 3
Menjaga Dua Sukses di Tahun Politik Mataram (Suara NTB) Tahun 2018 menjadi tahun yang cukup berat bagi anggota DPRD Kota Mataram dibanding tahun-tahun sebelumnya. ‘’2018 di akhir-akhir saja sudah terasa berat. Apalagi masuk awal tahun 2019. Apalagi mendekati Bulan April, tentu akan membawa situasi tersendiri,’’ ungkap Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dalam refleksi akhir tahun di Mataram, Senin (31/12/2018). Situasi yang dimaksud adalah, bagaimana DPRD bisa berjalan normal membangun kinerja yang lebih bagus lagi. Seperti diketahui, tahun 2019 merupakan tahun politik yang menuntut kerja-kerja profesional para wakil rakyat yang duduk di parlemen. Nyatanya, sepanjang tahun 2018 lalu, belum ada rapat paripurna yang tertunda karena ke-
hadiran anggota Dewan tidak kourum. Ditengah kesibukan anggota Dewan yang sebagian besar kembali mencalonkan diri, mereka tetap melaksanakan agenda-agenda kedewanan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurut Didi Sumardi, adalah suatu yang realistis manakala terkait pelaksanaan Pemilu legislatif akan berpengaruh kepada anggota Dewan. ‘’Anggota Dewan itu terbelah perhatiannya. Sebagian fokus ke sukses Pileg/ Pilpres. Sebagian adalah bagaimana tugas-tugas di Dewan bisa berjalan dengan baik. Ditengah inilah yang kami lihat menjadi tantangan tersendiri bagaimana menyelamatkan proses kerja-kerja Dewan di tengah kontestasi politik,’’ terangnya. Oleh karena itu, lembaga wakil rakyat ini sangat meng-
harapkan dukungan dari semua elemen masyarakat. Tidak terkecuali kalangan media. ‘’Kami berharap bisa bek-
erja dengan baik, bisa bekerja dengan nyaman, tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengganggu semangat
bekerja,’’ katanya. Untuk itu, orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini mengajak semua pihak membangun me-
kanisme saling mengingatkan. ‘’Sering kami sampaikan dalam banyak kesempatan, tanggung jawab kami adalah bagaimana menjaga dua sukses. Sukses di Dewan. Bagaimana Dewan bisa menjaga ritme dan aktivitasnya berjalan normal. Dan, produktivitasnya paling tidak sama dengan sebelumnya. Kalau bisa meningkat,’’ demikian Didi Sumardi. Di sisi lain, tentu sukses di Pileg dan Pilpres. Sebagai pimpinan, Didi mengaku bisa memaklumi kondisi tersebut. Namun demikian, pihaknya mendorong dan berupaya menciptakan suatu situasi dan kondisi yang memungkinkan bahwa anggota Dewan yang kembali mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif, bisa kembali terpilih. ‘’Saya kira dua sukses ini bisa kita raih dalam waktu bersamaan,’’ cetusnya. Didi Sumardi berkomitmen
mendorong dua sukses itu. Karena bagaimanapun, anggota Dewan juga berkepentingan bagaimana agar tugas-tugas di lembaga legislatif dapat berjalan dengan baik dan produktif. ‘’Kita harus pertahankan prestasi-prestasi yang telah dicapai pada waktuwaktu sebelumnya,’’ imbuhnya. Dia menyebutkan masa bhakti anggota DPRD periode 2014 – 2019 akan berakhir Bulan Agustus mendatang. Target-target Dewan di 2019 terformat dalam dua etape kerja. Dari Januari sampai pertengahan Bulan Agustus. Endingnya, adalah mengantarkan pengambilan sumpah anggota DPRD yang baru. ‘’Agustus akhir sampai Desember, itu menjadi bagian dari DPRD yang baru. Untuk satu tahun ini sudah kami format seperti itu,’’ demikian Didi Sumardi. (fit/*)
SUARA PULAU LOMBOK Warga Pohgading Timur Gelar Ritual ”Tetulak Pesisi”
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Warga Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar ritual budaya tetutak pesisi di Pantai Kerakat Gading, Senin (31/12). Acara diikuti oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. PROSESI acara tetulak pesisi ini digelar sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur warga pada sang Pencipta. Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Pokdarwis Pondok Kerakat Asri, menjelaskan, acara ritual budaya tetulak pesisi ini setiap tahun digelar oleh masyarakat nelayan di Pohgading Timur. Dulu acaranya tutur Asri kecil-kecilan saja. Sebagai pertanda syukur dari para nelayan yang diiringi dengan permohonan doa-doa kepada Yang Maha Kuasa agar dilindungi dari segala macam bahaya.
Kini digelar kembali juga dalam rangka ritual menolak bala. Pilihan cara yang dilakukan semata hanya sebagai alat. Soal kehendak, semuanya katanya merupakan kehendak dari Allah, karenanya dalam rangkaian acaranya, digelar dzikir dan doa bersama. Dalam hal ini, ujarnya, warga membawa dulang atau tempat makan dan mengajak warga zikir dan doa langsung di pinggir pantai. Sebelum dilakukan zikir dan doa, dilakukan pawai dulang. Hal ini sebagai salah satu upaya menarik minat wisatawan
untuk berkunjung. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Muhammad Juhad memberikan apresiasi terhadap pelaksana acara. Menurutnya, apa yang dilakukan ini bias menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim sendiri saat ini terus berusaha untuk mengembangkan destinasi wisata menjadi lebih baik, termasuk Pantai Kerakat Gading yang secara pelan-pelan ditata menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan. NTB pada umumnya dan Lotim pada khususnya memiliki potensi wisata yang sangat indah. Gunung lembah dan pantai dengan fanorama yang luar biasa. Belum lagi adat istiadat serta kebudayaan masyarakat Lotim. Juhad mengharapkan,
Halaman 4
dalam mengembangkan pariwisata tetap harus mempertahankan kearifan lokal dan tidak mudah terpengaruh budaya luar. Kepada para pokdarwis dan para guide diingatkan agar tidak terpengaruh dengan budaya-budaya luar. Begitupun dalam hal berpakaian, tetap harus menggunakan pakaian sesuai adat istiadat. Bahkan disarankan memakai pakaian adat Sasak dalam menyambut para wisatawan. (rus)
BAWA DULANG - Warga Sukamulia Desa Pohgading Timur membawa dulang ke pantai sebagai salah satu rangkaian ritual adat Tetulak Pesisi yang digelar Pokdarwis Pondok Kerakat.
(Suara NTB/rus)
Cegah Perilaku Korup Tidak Otomatis Jadi PPPK JUMLAH honorer di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) lebih dari 4.600 orang. Semua honorer saat ini sedang didata dan mulai berlaku tahun 2019 ini. Nantinya, penempatan honorer sesuai dengan lama kerjanya. Meski telah lahir Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun belum langsung bisa diterapkan di daerah. Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (Suara NTB/dok) (BKPSDM) Lotim, MuhamMuhammad Khaeri mad Khaeri, menegaskan, tidak semua honorer itu bisa langsung secara otomatis menjadi PPPK. Ada proses lanjutan yang secara teknis belum diketahui. Selama tahun 2018, sampai akhir Desember lalu diterangkan Kepala BKPSDM Lotim ini, proses pendataan para honorer dirampungkan. Jumlah honorer disebut cukup banyak. Terbanyak di lingkup Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), yakni para tenaga medis dan tenaga guru. Tidak sedikit dari para honorer itu diangkat oleh SK kepala Dinas dan SK Kepala Sekolah. Saat ini, pemerintah daerah sesuai instruksi Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy telah mendata seluruh honorer. Penempatan honorer itu disesuaikan dengan lama kerja sesuai ketentuan yang berlaku dan menggunakan prinsip berkeadilan dalam penempatan honorer. Semakin lama bekerja maka semakin besar insentif yang akan diberikan oleh pemerintah daerah. Termasuk nantinya dalam pengangkatan PPPK, sudah pasti akan mengedepankan para honorer. Hanya saja tidak bisa serta merta semuanya terangkat. “Kita tetap akan mengedepankan para honorer yang sudahlama mengabdi kepada negara,” janjinya. Ditambahkan, masalah dalam proses evaluasi ditemukan antar para honorer sendiri ditemukan masih terjadi silang pendapat dan saling klaim mengenai lamanya bekerja. Persoalan itu pun menjadi salah satu kendala dalam proses evaluasi. Melihat sudah banyaknya honorer, Pemkab Lotim tidak akan melakukan perekrutan para honorer lagi. (rus)
Mental ASN di Lotim akan Dibina Selong (Suara NTB) Memasuki tahun 2019, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy, MM dan H. Rumaksi Sjamsuddin, SH., mengeluarkan berbagai terobosan baru untuk percepatan pembangunan di daerah ini. Salah satu bagian terpenting yang diperhatikan yakni pencegahan prilaku korupsi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan pembinaan terhadap mental para ASN lingkup Setdakab Lotim. Pembinaan mental ini rencananya akan dimulai pada awal tahun ini yang dilaksanakan setiap hari Jumat dengan kurun waktu satu atau dua kali dalam satu bulan. “Tentu namanya kita manusia, iman itu kadangkadang naik dan kadang-kadang tuH. M. Sukiman Azmy
mah. Nilai kendaraan keseluruhan ditaksir Rp 100 juta lebih. Begitu juga randis kepala desa masuk dalam daftar yang dituntut, karena randis yang digunakan merupakan hasil pengadaan dari APBD Kabupaten Lotim beberapa tahun lalu. Berbeda dengan sekarang bisa melakukan pengadaan sendiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) seperti yang dilakukan untuk pengadaan kendaraan para kepala dusun. Dalam hal ini, ujarnya, batas waktu diberlakukan berbeda, antara lain pengembalian 12 kali dan diberikan kesempatan mencicil, karena kehilangan bukan karena unsur kesengajaan. “Boleh dicicil, aturannya boleh,” ungkapnya. Sedangkan jika ada unsur kelalaian, maka bisa sampai 24 kali. Selain randis, ujarnya, dite-
tuk mengevaluasi kinerja para ASN di Kabupaten Lotim. Apabila ada degradasi penurunan kualitas kadar iman, ujarnya, di samping hari Jumat, kuliah Subuh, dan beberapa agenda pengajian lainnya seperti peringatan hari besar Islam juga akan dilakukan. “Wadah itu untuk kita saling mengingatkan dan menjaga maupun meningkatkan kualitas keimanan kita,” terangnya. Dengan dibekalinya para ASN dengan kualitas ilmu ag-
(Suara NTB/dok)
Dinas Sulit LPJ
Bagikan Beras Aspirasi, Dewan KLU Tuai Polemik Tanjung (Suara NTB) Dana aspirasi yang dibelanjakan dalam bentuk beras pada prinsipnya mendukung stabilitas ketahanan pangan masyarakat. Namun disayangkan, anggota Dewan bertindak sendiri membagikan beras dari aspirasi masyarakat tersebut. Pembagian beras itu pun menuai polemik, tidak hanya di internal anggota dewan Kabupaten Lombok Utara (KLU) tetapi juga menjadi sorotan Bawaslu Lombok Utara.
38 Randis Hilang, TPTGR Minta Dikembalikan Selong (Suara NTB) Sebanyak 38 kendaraan dinas (randis) lingkup Pemkab Lombok Timur (Lotim) diduga hilang oleh pemegangnya. Kendaraankendaraan tersebut tersebar di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk yang dipegang para kepala desa. Kepada para pemegangnya tersebut diminta Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) untuk segera melakukan pengembalian. “Kita sudah sidang beberapa waktu lalu dan meminta kepada pelaku untuk melakukan pengembalian,” terang Inspektur pada Inspektorat Lotim, Drs. Haris, MAP, Senin (31/12). Laporannya, sebagian kendaraan hilang di ru-
run. Pada saat turun itu perlu dilakukan pembinaan. Pada saat naik imannya tentu berbeda. Tanggal muda berbeda dengan tanggal tua,” jelas Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy, Senin, (31/12/2018). Maka dari itu, seyogyanya pembinaan mental ini dimulai dan dilaksanakan pada tanggal tua untuk mengajarkan kepada semua pihak bahwa hidup di dunia memiliki keterbatasan. Maka dari itu pembinaan mental ini juga sebagai wadah un-
ama yang baik. Maka itu dapat menangkal para ASN yang memegang kebijakan di masingmasing OPD untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Menurut teori, kata bupati, praktik tindak pidana korupsi dilakukan oleh seseorang disebabkan adanya peluang, kesempatan, dan keinginan dari seseorang yang tentunya terlepas dari pemahaman agama yang kurang, sehingga menyebabkannya terjerumus. Untuk itu, apabila hal-hal seperti itu bisa dieliminir, maka segala sesuatu yang menyimpang itu dapat dikurangi dan teratasi. “Jadi kita ingin roda pemerintah ini berjalan dengan baik dan bersih sehingga terwujud Lombok Timur yang adil, sejahtera dan aman,” harapnya. (yon)
mukan juga ada indikasi kerugian dugaan penyalahgunaan dana BOS di SMAN 2 Aikmel. Terhadap mantan kepala sekolah ini diminta aturan lebih tegas melakukan pengembalian segera sampai batas waktu maksimal 90 hari. Jika dalam batas waktu yang sudah ditentukan itu tidak mengembalikan, maka pemerintah daerah segera akan melimpahkannya ke aparat penegak hukum (APH). Pihaknya memberikan batas waktu sampai dengan dengan Februari mendatang. Sampai MP TPTGR Lotim ini berencana akan menggelar sidang lagi pada Januari ini. Menurutnya, banyak kasus yang akan disidangkan sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK dan Inspektorat sendiri. (rus)
Salah satu anggota Dewan yang diketahui membagikan sendiri beras dari dana aspirasi tersebut adalah, Artadi, S.Sos. Anggota Fraksi Merah Putih (Partai Gerindra) yang juga Anggota Komisi III DPRD KLU itu, diketahui membagikan beras langsung ke masyarakat. Pembagian beras itu dilakukan pada hari libur, yakni Minggu (30/12). Warga yang disasar adalah konstituennya. Tindakan itu lantas menuai kritik di internal dewan KLU. Bahkan, Badan Pengawas Pemilu Lombok Utara mempertanyakan kebenaran maupun regulasi di DPRD yang membenarkan Dewan membagi sendiri beras aspirasi pascagempa. Ketua Bawaslu KLU, Adi Purmanto, SE., Senin (31/12) meminta kejelasan kepada Dewan KLU perihal nama dewan yang akan membagikan beras dari dana aspirasi berikut volumenya. Ia khawatir beras itu disalahgunakan untuk kepentingan kampanye, mengingat dewan KLU merupakan caleg 2019. “Mohon info dewan yang ada aspirasi beras dari APBD murni yang mau dibagikan akhir tahun ini. Siapa saja?,” kata Adi. Ia meminta agar anggota dewan yang memiliki dana aspirasi untuk pengadaan beras pascagempa dikoordinasikan dengan Bawaslu. Pihaknya tidak menginginkan, lembaga pemantau Pemilu nanti menjadi bulan-bulanan masyarakat atau disalahkan sebagai pengawas karena tidak menjalankan fungsinya. “Kita tanya, apakah itu (beras) benar dari aspirasi atau tidak. Kalau benar biar kami
stop penyalurannya dilakukan oleh dewan. Biar itu menjadi urusan SKPD yang bersangkutan. Tapi kalau itu bukan aspirasi, maka ada indikasi money politics, biar saya tangkap,” tegas Adi. Adi tak menyangkal mendapat informasi bahwa di salah satu dewan yang nyaleg, beras yang dibagikan adalah beras aspirasi yang akan diberikan ke masyarakat. Menurut aturan di UU Pemilu sendiri, banyak dibahas berkaitan dengan praktik bagi-bagi sembako oleh caleg. Rata-rata caleg mendapat hukuman penjara lantaran bagibagi sembako tersebut. “Kami dapatkan info banyak, berkaitan dengan beras ini, sehingga saya menanyakan siapa saja yang dapat beras itu. Dan saya tanyakan apakah harus dewan yang membagikan? Makanya saya tanya aturan maen di aspirasi, apalagi sekarang ini tahun politik, jangan sampai (dewan) sambilan,” tegasnya. Untuk diketahui, setidaknya ada 5 anggota DPRD KLU yang mengusulkan pengadaan beras dari “jatah” dana aspirasi. Mereka antara lain, Artadi dengan nilai Rp 150 juta, Sudirsah Sujanto senilai Rp 150 juta, L. M. Zaki sebesar 100 juta, Abdul Gani dengan nominal Rp 55 juta, serta Meorit Arianto mengalokasikan 2 paket untuk 2 lokasi berbeda, masing-masing dengan nilai Rp 190 juta dan Rp 130 juta. Referensi yang dihimpun koran ini, aksi bagi-bagi beras oleh anggota dewan tidak sesuai dengan konteks kebencanaan. Bahwa, tingkat konsumsi harian masyarakat untuk beras sebesar 400 gram
sehari. Artinya jika dalam 1 KK terdapat 5 orang, maka KK tersebut berhak memperoleh 2 kg sehari. Atau 800 gram sehari jika di 1 KK terdapat 2 orang. Gambaran angka konsumsi itu selanjutnya dijadikan tolok ukur lamanya jumlah hari konsumsi beras secara merata di satu lingkungan sasaran. Sayangnya, Dinsos KLU dalam hal ini tidak mengetahui bagaimana pola pembagian oleh Dewan kepada masyarakat. “Harusnya memang Dinas yang membagikan, Dewan cukup memberi data sasaran by name by address. Kalau begini polanya, Dinas kesulitan bagaimana membuat LPJ (laporan pertanggungjawaban),” kata salah satu ASN di Dinsos. Terhadap praktik bagi-bagi beras Dewan itu, anggota DPRD KLU, Ardianto, SH., termasuk salah satu yang kontra persepsi. Ia menegaskan, di DPRD tidak mengenal istilah aspirasi dewan. Yang ada adalah aspirasi masyarakat yang diusulkan ke pemerintah melalui dewan. Tugas dewan hanya nendorong dan mengusulkan aspirasi sesuai keinginan rakyat. Setelah itu direspons oleh pemerintah atau dinas terkait melalui APBD, maka sepenuhnya hak dan kewajiban SKPD untuk mengeksekusi. “SKPD mengurus dan menyalurkan ke masyarakat penerima sesuai nama, dan tidak ada kewenangan serta campur tangan dewan apalagi bertanda tangan,” tegasnya. Awanya ia tidak percaya adanya anggota dewan yang menyalurkan sendiri beras dari dana aspirasi. Sebab jika ada, maka ia mendukung dew-
an bersangkutan belum paham tupoksinya. “Dari mana pun sumbernya baik aspirasi rakyat melalui dewan atau dianggarkan langsung oleh SKPD, apakah itu beras atau lainnya, tetap kewenangan SKPD menyalurkan langsung ke penerima,” cetusnya lagi. Sementara itu, Sudirsah Sujanto, selaku pengusul beras dari aspirasi masyarakat menegaskan, dirinya tidak terlibat membagikan beras secara langsung. Selaku Wakil Ketua Dewan, ia mengaku tak punya waktu. Lagi pula secara aturan, ia paham bahwa tugas eksekusi tidak berada di tangan dewan. “Saya juga ada aspirasi beras di Dinas Sosial kemarin. Setelah di PHO oleh dinas terkait kemudian diserahkan ke pemerintah desa, dan langsung diterima oleh Kepala Desa di hadapan semua kepala dusun dan Ketua-ketua RT untuk didistribusikan kepada warga by name by address yang sudah diserahkan ke dinas.” Sementara salah satu anggota DPRD KLU Artadi yang dituding membagikan beras aspirasi masyarakat membenarkan dirinya membagikan langsung beras dari aspirasi masyarakat itu. Ia mengklaim dalam pembagiannya didampingi oleh dinas. “Selama dari pihak dinas yang dampingi pada saat penyerahan, saya pikir tidak masalah, yang penting masyarakat penerima betul-betul menerima,” ujarnya membela diri. Selain dinas, Artadi juga mengklaim bahwa pihaknya sudah menyampaikan ke Panwas. “Dinas kita minta ikut dampingi, dan Panwas sudah ke rumah juga,” kilahnya. (ari)
Tak Ada Kembang Api, Masyarakat di Lotim Pilih Buat Acara Rumahan Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) beberapa tahun terakhir ini tidak menyelenggarakan pesta kembang api dalam menyambut perhatian tahun masehi. Bahkan beberapa hari sebelumnya, masyarakat di Lotim diimbau supaya momentum pergantian tahun 2018 dan memasuki 2019 diperingati dengan acara zikir dan doa bersama di masjid. Termasuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang muhasabah dan mempererat silaturahmi bersama keluarga dengan membuat suatu acara di rumah. Langkah ini lebih bernilai ibadah dari pada pergi ke suatu tempat keramaian dan menyalakan kembang api layaknya Majusi yang menyembah api. Seperti pantauan Suara
NTB, Senin, (29/12) malam, di Desa Danger Kecamatan Masbagik, berdasarkan imbauan pemerintah desa setempat baik dalam bentuk surat edaran, baliho, dan imbauan langsung dari speaker masjid. Imbauan supaya masyarakat memperingati pergantian tahun secara sederhana menggelar zikir dan doa bersama di masjid maupun di rumah sangat disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di desa ini melakukan kumpul keluarga dengan diiringi bakar-bakar ayam dan ikan sebagai pelengkap. Momentum inipun, menurut Sadrin, salah satu warga sangat patut diapresiasi. Sebagai orang tua, katanya, sudah semestinya mendidik dan mengajarkan kepada anak-anak muda untuk menghindari per-
ilaku-perilaku hura-hura di dalam memperingati pergantian tahun baru masehi seperti beberapa tahun sebelumnya. Terlebih saat ini, NTB dan Lotim pada khususnya masih dalam situasi diterpa bencana gempa yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Gempa yang terjadi inipun, menurutnya, merupakan peringatan dari sang kuasa atas perbuatan yang dilakukan. Meski demikian, masih terdapat peringatan malam pergantian tahun diiring suara petasan dan terompet. Namun untuk tahun ini sedikitnya tindakan hura-hura dan tidak bermanfaat mulai terpinggirkan. “Dulunya kami setiap pergantian tahun pergi ke pantai dan menginap satu malam. Namun baru sekarang tahun ini diam di rumah bersama keluarga dan membuat
acara sekedarnya. Ternyata ini jauh lebih berkesan dan bermanfaat,”ungkapnya. Diharapkan dengan diawali tahun ini, ke depan setiap pergantian tahun dilaksanakan dengan agenda yang bernuansa Islami dan kekeluargaan daripada harus kelayapan tidak jelas. “Ini perlu dipertahankan,” harapnya. Hal senada disampaikan Muhadar, menurutnya, momentum pergantian masehi harus dijadikan wadah untuk introspeksi diri dan menjalankan kehidupan yang lebih baik di kehidupan berikutnya. Dari pada harus menyalakan kembang api dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar, hal tersebut juga dapat mengganggu ketertiban umum dan rawan menyebabkan kebakaran. Sementara, untuk ditingkat
Kabupaten Lotim, Bupati, H. M. Sukiman Azmy, MM, memipin langsung zikir dan do’an pada malam pergantian tahun bertempat di Masjid Agung Al Mujahidin Selong. Kepada Suara NTB, bupati menegaskan mengacu pada imbauan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, MSc, masyarakat diimbau untuk menghindari hura-hura, meningkatkan amal ibadah di tahun 2019. Untuk itu, apa yang menjadi imbauan gubernur untuk diterapkan oleh pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Lotim. “Memeriahkan tahun baru bukan dengan membunyikan petasan. Yang paling baik itu sesuai dengan seruannya pak gubernur yakni dijadikan ajang muhasabah bahwa umur kita saat ini berkurang,’’ ujarnya. (yon)
(Suara NTB/yon)
BEGIBUNG - Masyarakat di Dusun Danger Utara Desa Danger menikmati malam pergantian tahun secara sederhana bersama keluarga dengan begibung bersama dan meniadakan kembang api.
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Bayar Bonus Atlet Porprov
Loteng Siapkan Rp 1,7 Miliar Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,7 miliar pada APBD tahun 2019 ini untuk membayar bonus atlet peraih medali pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) NTB tahun 2018 lalu. Bonus tersebut nanti akan diberikan pada awal tahun 2019 ini. “Jika tidak ada halangan, kita upayakan Bulan Januari bonus atlet sudah bisa dicairkan,” janji Wabup Loteng, H.L.Pathul Bahri, S.IP., kepada Suara NTB, Senin (31/12/2018). Menurutnya, pembayaran bonus bagi atlet sudah menja(Suara NTB/dok) di komitmen pemerintah daerH. Pathul Bahri ah untuk diserahkan secepatnya. Adanya kabupaten/kota yang memberikan bonus bagi atletnya, Pathul menegaskan itu bukan jadi soal, karena tidak menutup kemungkinan kabupaten/kota sudah lebih dulu menyiapkan anggarannya. Sementara Loteng baru pada APBD 2019 mengalokasikan anggaran untuk bonus atlet. “Tapi yang jelas kita komit untuk berikan bonus bagi para atlet peraih medali di Porpov NTB kemarin. Soal waktu ya karena memang anggaran baru ada tahun 2019,” tandasnya. Terpisah, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si.,menegaskan alokasi anggaran untuk bonus atlet peraih medali Porprov NTB sudah ada tinggal menunggu proses persiapan pencairan anggaran saja. “Total anggaran untuk bonus atlet yang disiapkan di APBD 2019 sebesar Rp 1,7 miliar,” ujarnya. Nantinya sesuai komitmen awal, bagi atlet peraih medali emas akan memperoleh bonus sebesar Rp 25 juta, kemudian peraih medali perak dan perunggu, masing-masing akan memperoleh bonus Rp 15 juta dan Rp 10 juta. ‘’Bonusnya tidak akan diberikan dalam bentuk cash. Tetapi akan ditransfer via rekening bank atlet masing-masing,’’ ujarnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti sebelum pencairan bonus, para atlet diharuskan menyerahkan nomor rekening banknya dan akan ditransfer ke rekening tersebut, sehingga kecurigaankecurigaan yang bisa saja terjadi, bisa diminimalisir dengan pola transfer bank. Mengenai bonus pelatih dan ofisial, Nursiah mengaku masih disiapkan. Pihaknya akan memprioritaskan pembayaran bonus bagi atlet terlebih dahulu, baru kemudian bonus pelatih dan ofisial. Jika memang anggaran yang ada tidak mencukupi untuk membayar bonus pelatih serta ofisial, akan diupayakan pada APBD Loteng berikutnya. Pada gelaran Poprov NTB yang baru lalu, kontingen Loteng berhasil menduduki posisi ke enam dengan mengumpulkan total 117 medali. Masing-masing 25 medali emas, 37 medali perak dan 55 keping medali perunggu. Sehingga total bonus yang bakal dicairkan mencapai sekitar Rp 1,54 miliar. “Secara umum capaian pada Poprov NTB kali ini jauh melampaui target yang sudah ditetapkan,” pungkas Nursiah. (kir)
Liga Askab PSSI Loteng Digelar Maret Praya (Suara NTB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2019 ini akan mulai menggelar kompetisi sepak bola dengan sistem Liga untuk tiga kasta sekaligus, yakni Liga I, Liga II dan Liga III. Rencananya, kompetisi tersebut bakal bergulir mulai Bulan Maret mendatang. Sekretaris Askab PSSI Loteng, Bowo Soesatyo, kepada Suara NTB, Senin (31/12/2018), mengatakan, untuk Liga I nantinya akan diikuti oleh 12 tim. Dengan lokasi pertandingan akan dipusatkan di Praya. Kemudian Liga II akan diikuti sebanyak 24 tim dan dibagi ke dalam tiga zona kabupaten, yakni Zona Utara, Tengah serta Selatan. “Adapun untuk Liga III itu digelar di masing-masing kecamatan di 12 kecamatan. Liga ini diikuti oleh tim-tim yang terdaftar di kecamatan tersebut,” terangnya. Karena sudah mengadopsi sistem liga, ujarnya, maka diberlakukan ketentuan promosi dan degradasi. Di mana tim-tim yang menjadi juara di masing-masing kasta, berhak untuk mendapat promosi ke kasta yang lebih tinggi. Misal, juara Liga III bisa naik ke LIga II. Begitu juga juara Liga II berhak promosi ke LIga I. Kemudian tim yang berada di klasemen bawah di masing-masing liga akan terdegradasi ke liga yang lebih rendah untuk musim kompetisi berikutnya. “Seperti apa format liga profesional yang ada, coba kita terapkan pada kompetisi tahun ini,” ujarnya. Hanya saja untuk format pertandingan, tidak menggunakan sistem kompetisi penuh. Tetapi setengah kompetisi. Karena kalau dengan format kompetisi penuh, butuh waktu panjang serta biaya penyelenggaraan yang tidak sedikit tanpa mengurangi hakekat dari kompetisi itu sendiri. Di mana diharapkan, kompetisi tersebut bisa menjadi ajang pembinaan atlet potensial di daerah ini sekaligus ajang seleksi untuk tim sepak bola Loteng nantinya. “Bagi tim yang ada, kompetisi ini bisa menjadi wahana pembinaan atlet sekaligus ajang pengembangan tim. Supaya ke depan, dengan gelaran kompetisi yang rutin tim yang ada bisa berkembang menjadi tim-tim yang profesional,” terangnya. Adapun untuk tim yang akan bertanding di masing-masing liga, tambah Operastor Liga Askab PSSI Loteng, Irma Jauhari, itu merupakan hasil seleksi kompetisi tahun 2018 lalu. Jadi tim yang ada tidak sekedar ikut. Tetapi sudah diseleksi pada kompetisi tahun sebelumnya. “Untuk timtim yang berlaga di Liga I itu merupakan tim-tim terbaik hasil seleksi kompetisi tahun kemarin,” tandasnya. (kir)
Pemkab Lotim Fokus pada Pemekaran Dusun Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) di bawah kepemimpinan Bupati, H. M. Sukiman Azmy,MM dan Wakil Bupati, H. Rumaksi SJ, SH pada tahun 2019 akan fokus untuk melakukan pemekaran terhadap dusun-dusun yang ada di daerah ini. Sementara untuk pemekaran desa pada tahun depan ditiadakan. Bupati H. M. Sukiman Azmy menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 disebutkan sebuah desa dapat mekar untuk wilayah kabupaten/provinsi NTB minimal jumlah penduduk 2.500 KK. Sehingga mengacu pada itu, bupati menyebut bahwa desa-desa di Lotim masih bisa mekar. Akan tetapi untuk tahun 2019, Pemkab Lotim di bawah kepemimpinannya tidak mengusulkan pemekaran desa kepada Pemerintah Provinsi NTB. Dalam hal ini, tahun 2019, Pemkab Lotim akan fokus memulai pada pemekaran dusun. Di mana menurut bupati, dengan dilakukannya pemekaran dusun merupakan awal daripada proses pemekaran desa. Apabila dusun sudah mekar dan ketika sudah stabil dan jalan selama kurun waktu satu tahun. Maka pada tahun 2020 dibentuk komite pemekaran desa terhadap 254 desa di Lotim yang memiliki potensi untuk dilakukan pemekaran. “Ketika komite sudah terbentuk. Kita buat proposal, penuhi persyaratannya dan kemudian kita ajukan ke gubernur. Di sanalah kita support desa-desa kita yang memenuhi persyaratan untuk mekar sehingga dapat dimekarkan,” ujar bupati. (yon)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Kinerja OPD Loteng Dievaluasi
Sekda: Ini Bisa Jadi Pertimbangan Mutasi Pejabat
Praya (Suara NTB) Kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal dievaluasi menyeluruh pada bulan Januari 2019 ini. Hasil evaluasi kinerja nantinya bisa menjadi salah dasar pertimbangan dalam hal mutasi atau rotasi pejabat, terutama untuk pejabat eselon II dan III. Demikian disampaikan Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, di sela-sela perayaan malam pergantian tahun di Masjid Agung Loteng, Senin (31/12/2018) malam. Nursiah mengaku yang akan dievaluasi ialah kinerja OPD selama setahun terakhir. Dari semua aspek. Mulai dari serapan anggaran, capaian progam dan aspek manajemen lainnya. Dari sana diharapkan bisa tergambar, sudah seperti apa capaian pembangunan
Loteng dan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ada. Hasil evaluasi kinerja OPD itu nantinya, kemudian akan dijadikan bahan pertimbangan oleh kepala daerah dalam membuat kebijakan lebih lanjut terkait pembangunan di daerah ini. Karena tahun 2019, Loteng akan mempedomani RPJMD yang baru, hasil revisi RPJMD sebelumnya. Termasuk menjadi pertimbangan terkait mutasi pejabat di daerah ini.
“Jadi ini (hasil evaluasi kinerja OPD) bisa juga menjadi pertimbangan dalam hal mutasi pejabat lingkup Pemkab Loteng. Karena memang ada rencana untuk mutasi pejabat lingkup Pemkab Loteng pada awal tahun 2019 ini,’’ ujarnya. Disinggung OPD mana saja yang sudah mendapat catatan, Nursiah mengaku belum bisa menyampaikan hal itu, karena evaluasi belum dilakukan. Saat ini, OPD-OPD yang ada masih menuntaskan programprogram yang ada, sehingga
(Suara NTB/dok)
H. M. Nursiah mana OPD yang kinerja baik, sedang maupun buruk belum bisa ditentukan. “Banyak aspek yang nantin-
ya akan dinilai. Sehingga tidak bisa kita kemudian memberikan penilaian hanya dengan pandangan yang nampak saja. Harus ada evaluasi menyeluruh, baru bisa kita memberikan penilaian terhadap kinerja OPD bersangkutan,” tandas Nursiah. Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, mendesak Pemkab Loteng segera melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja OPD-nya. Mengingat, dari hasil evaluasi Komisi II DPRD Loteng ada beberapa OPD yang kinerjanya di bawah standar dan patut mendapat catatan ke depan. “Khusus yang berada di bawah koordinasi Komisi II DPRD Loteng, ada beberapa OPD yang kinerjanya sangat rendah,” ungkapnya. (kir)
Pelaku Kekerasan pada Anak di Lotim Diancam 15 Tahun Penjara
(Suara NTB/kir)
PERGANTIAN TAHUN - ASN Loteng mendatangi Masjid Agung Loteng di malam pergantian tahun, Senin (31/12). Malam pergantian tahun diisi zikir dan doa.
Malam Pergantian Tahun
ASN Padati Masjid Agung Loteng Praya (Suara NTB) Perayaan malam pergantian tahun di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun ini benar-benar berbeda dari perayaan-perayaan sebelum-sebelumnya jauh dari kesan mewah dan semarak. Tidak Nampak ada kegiatan hiburan atau semacamnya. Konsentrasi keramaian justru terlihat di Masjid Agung Loteng. Di mana para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng tampak memadati masjid terbesar di Loteng tersebut untuk menggelar kegiatan ibadah. “Tahun ini perayaan malam pergantian tahun dipusatkan di Masjid Agung Loteng. Diisi dengan kegiatan ibadah. Di mana seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diharuskan untuk ikut sesuai instruksi pimpinan,” ungkap Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Senin (31/ 12/2018) malam. Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., menambahkan, beberapa kegiatan ibadah yang digelar pada malam pergantian tahun kali ini, selain salat berjamaah, ada zikir dan doa supaya Loteng pada khususnya dan NTB pada umum bisa dijauhkan dari segala macam bencana.
“Selain itu, kita juga ada kegiatan khataman Al Qur’an yang diikuti ASN dan masyarakat umum serta kegiatan salat tahajud. Dan, semua kegiatan itu dipusatkan di Masjid Agung Loteng,” tegasnya. Pemkab Loteng berharap dengan kegiatan perayaan malam tahun baru yang lebih menonjolkan kegiatan ibadah, kesan hura-hura setiap pergantian tahun ini perlahan bisa hilang. Sehingga ke depan, kegiatan malam tahun baru dirasakan lebih bermakna, karena diisi dengan kegiatankegiatan ibadah. Sementara itu, pantauan Suara NTB menunjukkan, meski tidak ada kegiatan hiburan, masyarakat Loteng tetap merayaan malam pergantian tahun dengan memadati pusat-pusat keramaian yang ada di daerah ini, seperti di alun-alun Tastura. Konsentrasi masyarakat masih tetap terlihat hingga menjelang tengah malam. “Tapi memang tidak seramai tahun sebelumnya,” ujar Masnun, warga setempat. Ia mengaku bersyukur tidak ada perayaan yang berlebih pada pergantian tahun ini di Loteng. Sehingga Loteng tampak aman dan tenteram.
Walaupun masih ada saja bunyi kembang api, tapi taraf yang wajar. Meski tidak ada perayaan hiburan, aparat Polres Loteng tetap melakukan pengamanan ketat demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan malam tahun baru. Polres Loteng mengerahkan sekitar 561 personel untuk mengawal dan mengamankan perayaan tahun baru kali ini dan tersebar di sejumlah titik pengamanan. Sementara di Pantai Kuta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, malam pergantian tahun tetap diwarnai dengan pesta kembang api. Sejumlah wisatawan, baik mancanegara dan nusantara memadati beberapa kawasan di Pantai Kuta. Salah satu pengunjung asal Mataram Agustin yang menginap di salah satu hotel di Pantai Kuta mengaku menikmati malam pergantian tahun. Selain itu, dirinya bersama keluarga bisa menikmati fasilitas yang dibangun pihak Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) di Pantai Kuta. ‘’Suasananya meriah, walau tidak semewah tahun-tahun sebelumnya,’’ ujarnya pendek. (kir)
Penyandang Disabilitas Wajib Dapat Pelayanan Pendidikan Praya (Suara NTB) Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.L. Pathul Bahri, menegaskan tidak boleh lagi ada dikotomi pelayanan bagi para penyandang disabilitas (cacat,red) di daerah ini. Semua lapisan masyarakat harus mendapat pelayanan yang sama, baik itu yang normal maupun penyandang disabilitas. Terutama lagi dalam hal layanan pendidikan. “Penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Jadi mereka juga wajib mendapat pelayanan pendidikan,” ujar H.L. Pathul Bahri, S.IP., saat perayaan Hari Disabilitas Internasional, di halaman Dinas Sosial Loteng, Senin (31/12/2018). Untuk itu, Pemkab Loteng berkomitmen untuk terus meningkatkan dan memperluas cakupan layanan pendidikan bagi masyarakat berkebutuhan khusus dengan menambah fasilitas layanan pendidikan dan sarana pendukung lainnya. Sehingga kedepan tidak ada lagi penyandang disabilitas di daerah ini yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Bagi penyandang disabilitas yang jaraknya rumahnya
(Suara NTB/kir)
FOTO BERSAMA - Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, (empat dari kiri) berfoto bersama dengan salah seorang penyandang disabilitas pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, Senin (31/12/2018). Pemkab Loteng menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang sama bagi para penyandang disabilitas di daerah ini. dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) diarahkan untuk bersekolah di SLB. Sedangkan bagi yang jarak rumahnya jauh dari SLB, bisa masuk sekolah regular terdekat, karena di sekolah-sekolah regular yang memiliki siswa berkebutuhan khusus juga disiapkan guru pembimbing khususnya. “Prinsipnya semua harus bisa mendapat pendidikan tanpa terkecuali. Bagi penyadang
disabilitas yang tidak bisa bersekolah di SLB dan tetapi disekolah regular, disiapkan guru Pembina tersendiri,” terangnya. Karena bagaimanapun para penyandang disabilitas tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat di daerah ini dan punya hak yang sama untuk mendapat semua jenis pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, khususnya lagi layanan pendidikan. (kir)
Selong (Suara NTB) Para terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini hanya bisa meratapi penyesalannya. Pasalnya, para pelaku terancam 15 tahun penjara dengan terjerat pasal Undang-undang Kekerasan Fisik terhadap Anak di Bawah Umur. Dari empat terduga pelaku, aparat Polres Lotim sudah berhasil menangkap semua pelaku, di antaranya AP (28) alamat Suralaga, MB (23) alamat Suralaga, dan IR (32) alamat Kopang Kabupaten Lombok Tengah dan S (18) alamat Suralaga ditangkap Selasa (1/ 1) setelah menjadi buronan aparat kepolisian. Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SIK, dalam Konferensi Pers di Mapolres Lotim, Senin, (31/12/2018), menjelaskan, pemerkosaan yang dilakukan oleh empat terduga pelaku lantaran dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras). Di mana kejadian itu berawal ketika korban diajak S untuk menonton MTQ, Sabtu (29/ 12) lalu. Namun usai menonton, pelaku kemudian mengajak korban untuk menemaninya me-
nenggak minuman keras bersama tiga orang temannya, yakni AP, MB, dan IR. Hal inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah digagahi beberapa kali secara bergiliran. Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, membenarkan penangkapan terhadap pelaku utama pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ke empat pelaku terancam 15 tahun penjara dengan dijerat undang-undang perlindungan anak. Dalam kasus ini, katanya, tidak ada unsur pembunuhan berencana, karena para pelaku berada pada pengaruh miras. Namun para pelaku disangkakan kekerasan fisik terhadap anak. Sementara Kapolsek Suralaga, Ipda. Nicolas Usman, juga membenarkan penangkapan terhadap pelaku utama pemerkosaan oleh tim gabungan Polsek Suralaga dan Resmob Polres Lotim. Dari informasi yang diterima, pelaku dikenakan timah panas bagian kaki kanan lantaran mencoba melarikan diri dari petugas. Untuk saat ini, pelaku sudah dibawa ke Mapolres Lotim untuk proses hukum lebih lanjut. (yon)
Kasus Kriminalitas 2018 di KLU Meningkat Tanjung (Suara NTB) Polres Lombok Utara berhasil mengungkap kasus-kasus kejahatan sepanjang 2018 lalu sejumlah 188 kasus tindak pidana. Catatan itu lebih banyak dibanding kasus tahun 2017 silam sebanyak 167 tindak pidana. Hal itu disampaikan Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK. MH., dalam gelaran jumpa pers akhir tahun 2018 di Mako Polres Lombok Utara, Senin (31/12). Didampingi jajaran pejabat Polres dan unsur TNI yang hadir, Herman menyebut peningkatan angka tindak pidana patut dikhawatirkan dan dicegah. Ia merinci, tindak pidana sebanyak 188 kasus itu terdiri dari pencurian dengan pemberatan (curat) 17 kasus, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 12 kasus, narkoba 27 kasus dan curas 2 kasus. Modus yang dilakukan antara lain dengan merusak kunci, menghadang di jalan, hingga membongkar atap rumah. Dari kasus tersebut, kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti 10 unit sepeda motor berbagai merk. Adapun pada kasus narkoba, BB yang disita antara lain, sabu 442,24 gram, ganja 1.528,81 gram, ekstasi 4 butir, dan miras 356 botol. Serta terdapat barang - barang pabrik seperti rokok yang menyebabkan pemilik toko merugi antara Rp 7 - 9 juta. “Alhamdulillah dari 188 kasus kita telah mengungkap 119 kasus. Artinya kita bisa selesaikan 63 persen tindak pidana selama 2018,” kata Herman. Ia menegaskan, tindak pidana yang dilakukan pelaku mengalami peningkatan. Persoalan tersebut kata dia, tentu harus diantisipasi. “Karena upaya tindak pidana sifatnya Ultimatum Remedium, yaitu penerapan sanksi pidana yang merupakan sanksi terakhir dalam penegakan hukum,” jelasnya. Khusus pada Operasi Cipta Kondisi bulan Desember 2018 yang dilakukan Polres Lombok Utara, berhasil diamankan 10 kendaraan bermotor hasil curan-
mor dan penggelapan. Kepolisian mempersilakan kepada warga yang merasa kehilangan kendaraan untuk datang ke Polres Lombok Utara mengambil kendaraan secara gratis. Sebagai bukti kepemilikan, pemilik cukup membawa surat-surat kendaraan (STNK/BPKB) untuk selanjutnya dicocokkan nomor mesin dan nomor rangka kendaraan. Selain itu, melalui kegiatan operasi lantas 2018, Polres juga mencatat 60 kejadian yang dilaporkan. Akibat peristiwa itu, mengakibatkan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 31 orang, korban luka-luka 97 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 134.350.000,-. Selama menggelar razia lantas, Polres menemukan sebanyak 2.515 pelanggar. Di mana pelanggaran tanpa SIM 875 pelanggar, tanpa dokumen kendaraan sebanyak 760 pelanggar, dan pelanggaran tanpa kelengkapan kendaraan sebanyak 177 pelanggar. Artinya kata Herman, masih banyak masyarakat Lombok Utara yang melanggar lalu lintas. “Harapan kita masyarakat tambah sadar, patuhi aturan, gunakan helm, lengkapi surat kendaraan dan kelengkapan yang lain,” sebutnya. Kepolisian Lombok Utara telah banyak menggelar kegiatan operasi, antara lain operasi Jaran Gatarin, operasi Keselamatan Gatarin, operasi pekat, operasi Patuh Gatarin, operasi Ketupat, Operasi Antik, operasi Zebra dan operasi Lilin Gatarin ( saat ini sedang dilaksanakan menyambut pergantian tahun). Operasi itu dilaksanakan bersinergi dengan unsur TNI, dan instansi teknis di OPD Pemda Lombok Utara, termasuk pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif 2019. Lakalantas di Lombok Utara turut dipicu oleh kondisi lebar jalan di sepanjang Pemenang hingga Bayan yang masih sempit. Pihaknya berharap, jalan nasional tersebut dapat dilebarkan, sehingga lalu lintas kendaraan bisa menekan angka kecelakaan. (ari)
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Itkab Tagih Ratusan Juta Kerugian dari SKPD Taliwang (Suara NTB) Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mencatat sedikitnya ada sekitar Rp500 juta kerugian negara hasil LHP BPKP di belanja modal. Dua SKPD tersebut, diminta untuk segera melakukan pengembalian kerugian selama 60 hari kedepan. Jika tidak ada pengembalian, maka temuan tersebut akan ditindaklanjuti ke Majelis TPTGR. “Munculnya LHP BPKP tersebut terkait dengan kekurangan spesifikasi barang dan kami sudah bersurat ke dua SKPD dimaksud. Meskipun waktunya masih cukup panjang, tetapi kita minta agar segera jangan mengembalikan jangan sampai ditunda. Karena jika tidak ada progres pengembalian, maka kita akan siapkan metode lain,” sebut Inspektur Inspektorat KSB, Ir. H. Ady Mauluddin M. Si, kepada Suara NTB, Senin (31/12). Dikatakannya, dua SKPD yang menerima catatan tersebut yakni dinas lingkungan hidup (DLH) dengan total temuan mencapai angka Rp250 juta. Temuan itu terkait dengan pemasangan lampu Penerang Jalan Umum (PJU) yang diduga tidak sesuai volume yang dilaporkan sebelumnya. Dinas lainnya yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Pemukiman (PU-PRPP) dengan total temuan sekitar Rp 250 juta. Terhadap dua SKPD tersebut, sisa waktu yang diberikan tinggal satu bulan setengah untuk bisa melakukan pengembalian. Pihaknya juga akan tetap memantau progres pengembalian kerugian negara tersebut. Jika sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak ada juga kejelasan, maka pihak terkait akan menyerahkan kasusnya ke Majelis TPTGR untuk disidang. “Kami masih memberikan waktu tinggal satu bulan setengah untuk mengembalikan uang tersebut. Jika tidak maka temuan itu akan menjadi dakwaan di sidang TPTGR nanti,” ungkapnya. Disinggung mengenai respon dari dua dinas tersebut yakni, kedua dinas ini sudah untuk melakukan pengembalian. Bahkan bupati juga sudah menjamin apa yang menjadi temuan di LHP BPK itu bisa dikembalikan. Selain di dua SKPD tersebut, maka ada yang lainnya yang juga menjadi temuan BPK. Hanya saja dari puluhan SKPD tersebut hanya di dua SKPD ini saja yang dianggap sangat besar. (ils)
Ganti Rugi Lingkar Utara Alas Tuntas Tahun Ini Sumbawa Besar (Suara NTB) Berdasarkan penilaian oleh tim apraisal dari KJPP SIH Wiryadi dan rekan, nilai ganti rugi pembebasan lahan untuk jalan lingkar utara Alas sebesar Rp21,1 Miliar. Pembayaran tahap pertama kepada pemilik lahan telah dilakukan pada 2018. Sisanya akan diupayakan tuntas tahun ini. Atau paling lambat setelah APDB 2020. Sebagaimana disebutkan Kepala Bagian Pertanahan Setda Sumbawa, Abdul Haris, (Suara NTB/dok) anggaran yang telah disiapkan Abdul Haris Pemkab sebesar Rp13,5 Miliar. Dana itu teralokasikan pada APBD Perubahan tahun 2018 sebesar Rp6 Miliar. Serta APBD tahun 2019 sebesar Rp7,5 Miliar. Sehingga masih ada sisa sebesar Rp7,6 Miliar lebih yang nantinya akan diusulkan dalam APBD Perubahan tahun 2019 dan/atau APBD 2020. Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Haris, sesuai dengan berita acara kesepakatan antara pihak pertama Pemkab Sumbawa yang diwakili Sekda Sumbawa dan pihak kedua dari pemilik lahan, pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah untuk jalan linkar utara Alas, dilakukan dalam tiga tahap. Kemudian pembayaran ganti kerugian tahap pertama, oleh pihak kesatu kepada pihak kedua sebesar 28,4 persen. Tahap kedua sebesar 35,5 persen dan tahap ketiga 36,1 persen. Selain itu, lanjut Haris, kedua belah pihak juga sepakat ganti kerugian tahap ketiga setelah peenetapan APBDP 2019 dan/ atau APBD Sumbawa tahun 2020. Pihak kedua juga bersedia menandatangani surat pernyataan pelepasan hak yang dihadapan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa pada saat pembayaran ganti rugi tahap pertama sebesar 28,4 persen. (arn)
Bapenda Selesaikan Pembangunan Sejumlah Pasar Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejumlah pembangunan pasar yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa di tahun 2018 capaiannya cukup bagus. Beberapa pasar di sejumlah tempat berhasil diselesaikan 100 persen. Sekretaris Bapenda Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah kepada Suara NTB menyampaikan, progres pembangunan sarana prasarana perdagangan khususnya pasar yang dikelola Bapenda sampai akhir tahun ini sudah mencapai 100 persen fisik dan 100 persen keuangan. Yakni Pasar Utan, Pasar Brang Biji, Pasar Langam dan Pasar Plampang. Termasuk pematangan lahan untuk persiapan pusat distribusi logistik di Karang Dima yang berlokasi di belakang terminal. “Sejauh ini hasil evaluasi kita cukup bagus. Dan respon masyarakat juga sangat gembira dengan adanya program revitalisasi pasar ini. Artinya sarana prasarana yang memang dibutuhkan sekali oleh para pedagang kita sudah berhasil kita perbaiki. Di sana juga ada nilai tambah didalam kegiatan yang kami rencanakan,” ujarnya. Dijelaskannya, untuk Pasar Utan pihaknya membangun pasar baru karena rencananya pasar lama itu akan difungsikan sebagai taman kecamatan. Sarana prasarana yang dibangun sudah cukup lengkap. Kemudian Pasar Brang Biji sudah digunakan dan difungsikan. Para pedagang sudah menempati semua los Pasar Brang Biji. Pasar Plampang dibangun 14 unit kios dan satu kantor pengelolaan dan sudah langsung digunakan. Selanjutnya Pasar Langam juga sudah dibangun los baru. Kemudian sudah dilengkapi dengan meja pedagang ikan, air bersih serta tempat pembuangan limbah. Selain itu, pihaknya juga sudah membenahi halaman Pasar Brang Bara. Sudah dibangun pagar keliling, halaman parkir dan taman. Termasuk juga ada Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). “Pasar yang kita bangun sudah kami lakukan PHO semuanya. Terakhir Pasar Langam dan Plampang pada tanggal 18 Desember,” terangnya. Terhadap pembangunan pasar ini, kedepannya pihaknya masih akan melakukan perbaikan sejumlah sarana prasarana di dalamnya. Seperti Pasar Utan, yang masih menjadi PR di tahun 2019 yakni pengerjaan lantai, meja pedagang dan juga lahan parkir. Kemudian Pasar Brang Biji juga masih perlu memasang lantai keramik dan meja pedagang. Sementara ini masih menggunakan meja kayu dan peti yang masih terlihat kurang rapi. Begitu juga Pasar Langam, pihaknya sudah mendata para pedagang. Tinggal membagi pedagang yang menempati los baru supaya nantinya tidak rebutan. Sehingga sudah bisa ditempati di awal tahun 2019. Para pedagang pun berterima kasih sudah dilakukannya perbaikan oleh pemerintah. Selanjutnya, Pasar Plampang pihaknya masih perlu menuntaskan revitalisasi terutama membenahi los lama yang sudah tua. Sehingga para pedagang yang masih menumpuk di depan bisa dipindahkan ke dalam. Dengan demikian, halaman depan bisa difungsikan kembali menjadi tempat parkir. Adapun Pasar Brang Bara tinggal menyambung Instalasi air. “Rencananya kedepan kita perbaiki semua,” pungkasnya. (ind)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
(Suara NTB/ist)
DIPROTES - Tulisan landmark “Danau Rawa Taliwang” yang diprotes warganet KSB karena menghilangkan kata “Lebo” yang selama ini menjadi identitas danau tersebut.
Landmark Diprotes, Wabup KSB Bereaksi Taliwang (Suara NTB) Sepekan terakhir, warganet berdebat memprotes landmark “Danau Rawa Taliwang” di sekitar kolam taman wisata alam (TWA) danau Lebo Taliwang. Mereka memprotes keras karena pada tulisan identitas danau kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu tidak disematkan kata “Lebo” yang selama ini menjadi sebutan danau yang terletak antara kecamatan Taliwang dan Seteluk itu. Protes berawal dari postingan seorang warga bernama Indra Irawan, di laman facebook-nya (fb). Indra yang mengunggah foto landmark tulisan “Danau Rawa Taliwang” itu menyertakan keterangan dengan bahasa Taliwang yang jika diartikan menyatakan “jika foto-foto ini dijadikan tempat selfi maka akan tenar Danau Rawa Taliwang”. Dengan begitu kata “Lebo” yang selama ini dikenal oleh masyarakat
KSB perlahan akan hilang. Postingan yang diunggah pada 30 Desember 2018 itu, langsung ditimpali banyak warganet KSB. Rata-rata mereka mengecam penghilangan kata “Lebo” dalam landmark tersebut. Bahkan, Bupati pertama KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM melalui akun resminya yang terverifikasi turut membubuhkan komentarnya. Ia dengan tegas memprotes dengan
menuliskan komentar, ‘Jangan Hilangkan “Lebo”’. Berikutnya ada juga mantan anggota sekaligus Ketua DPRD KSB, H. Amir Ma’ruf Husain, S.PdI yang turut memprotes. Ia menuliskan di kolom komentar “Ini Musibah”. Dan banyak lagi warganet lainnya yang intinya menyatakan tidak rela jika nama “Lebo” yang selama ini menjadi sebutan warga KSB terhadap danau seluas sekitar 1.000 hektar itu dihi-
langkan secara sengaja maupun tidak sengaja. Protes yang terjadi di dunia maya itu ternyata langsung ditanggapi Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST. Alihalih menimpali di kolom komentar untuk meluruskan, Wabup ternyata langsung melakukan klarifikasi ke kantor Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB selaku empunya kegiatan pembuatan landmark di danau Lebo Taliwang itu. Wabup menyampaikan, kondisi di masyarakat KSB yang memprotes tidak adanya kata “Lebo” yang ditempatkan di landmark tersebut. “Alhamdulillah hari Senin kami sudah ketemu kepala BKSDA provinsi. Intinya beliau berko-
mitmen membangun destinasi wisata danau Lebo. Dan soal nama itu, mereka akan segera mengajukan permohonan ke menteri merubahnya menjadi Danau Lebo Taliwang,” terangnya kepada Suara NTB, Selasa (1/1). Wabup mengaku, sangat mengapresiasi sikap kritis masyarakat terkait kesalahan penulisan landmark danau Lebo Taliwang itu. Sebab bagaimana pun sebagai sumber kekayaan alam daerah, danau Lebo menjadi salah satu identitas khas masyarakat KSB dan perlu terus dipertahankan dari generasi ke generasi. “Kita tidak ingin anak cucu kita nanti tidak tahu kalau orang tuanya menyebut danau itu Lebo,” katanya. (bug)
Polisi Amankan Ribuan Dus KSB Tutup Tahun dengan Mutasi Pegawai Miras Ilegal Sumbawa Besar (Suara NTB) Di penghujung tahun 2018, Polres Sumbawa mengamankan ribuan dus minuman keras (miras) tanpa izin dengan berbagai jenis dalam beberapa hari belakangan ini. Sebagai upaya cipta kondisi dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba, Iptu. Faizal Afrihadi, S.H kepada wartawan membenarkan adanya diamankan ribuan dus miras tersebut. Diamankan dari beberapa distributor dan toko, karena peredarannya di Sumbawa tidak mengantongi izin. Selanjutnya dari tiga lokasi diamankan ini akan diproses lanjut. “Dari hasil razia yang kita lakukan, total yang kita amankan itu berjumlah sekitar 1.500 dus dari dua distributor dan satu toko. Dimana peredarannya untuk di Sumbawa itu tidak mendapatkan atau belum mengantongi izin dari pemda sehingga kami amankan,” ujarnya. Pihaknya mengantisipasi adanya peredaran miras menjelang tahun baru karena rawan terjadi tindak kejahatan. Makanya pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan melaksanakan kegiatan cipta kondisi. “Kita mengantisipasi adanya peredaran miras menjelang tahun baru, karena orang kalau minum rawan kejahatan. Banyak hal tindak pidana yang bisa mereka lakukan. Bisa terjadi kecelakaan, kemudian perkelahian itu yang kita antisipasi. Kita menginginkan wilayah kita
(Suara NTB/ind)
MIRAS - Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Faizal Afrihadi menunjukkan miras yang diamankan di penghujung tahun 2018. khususnya Sumbawa, dalam pelaksanaan atau melewati tahun baru aman dan nyaman. Tanpa ada permasalahn yang timbul nantinya,” jelasnya. Diakuinya, para distributor yang mirasnya diamankan memang memiliki izin perdagangan dari pusat. Meskipun demikian tidak serta merta langsung bisa melakukan peredaran, tetapi terlebh dahulu harus meminta izin di wilayah Smbawa. Karena Kabupaten Sumbawa mempunyai Perda tentang pengawasan minuman beralkohol yakni Perda Nomor 7 tahun 2015. Dimana sudah jelas bahwa untuk minuman beralkohol golongan A, harus memiliki izin atau rekomendasi dari Dinas Perdagangan dan Perizinan di Sumbawa. Pihaknya pun dalam melakukan tindakan juga sudah berkoordinasi dengan pihak dimaksud. Dalam hal ini di-
akui bahwa tidak pernah mengeluarkan izin dan menerima adanya yang mengurus izin. “Izin yang mereka kantongi dari pusat. Tetapi tidak serta merta langsung diperbolehkan melakukan peredaran di sini. Seharusnya permisi dulu di wilayah, karena Sumbawa punya perda sendiri. Kami konfirmasi ke pihak perizinan, mereka mengatakan jangankan izin dikeluarkan, orang yang mengurus tidak ada. Berarti ini illegal di Sumbawa. Yang punya Perda yang mengatakan seperti itu, sehingga kita tindaklanjuti ke Tipiring,” tandasnya. Untuk diketahui, kegiatan ini adalah cipta kondisi dalam rangka menyambut natal dan tahun baru dengan sasaran peredaran minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. Kedepannya kegiatan ini akan terus dilakukan. (ind)
2018, Kasus Narkoba dan Pencurian Mendominasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejak Januari hingga Desember 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa sudah menerima 415 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) berbagai kasus. Baik dari penyidik Polres Sumbawa maupun Polres KSB. Dari catatan kasus yang ada, yang paling dominan jumlahnya adalah kasus narkoba dan pencurian. Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohamad Rasyidi, SH menyampaikan, perkara yang masuk ke kejaksaan dari Januari hingga Desember 2018 sebanyak 415 SDP. Yang sudah disidangkan dan mempunyai hu-
kum tetap (inkrah) sebanyak 316 kasus. Terdiri dari pencurian sekitar 128 berkas, narkoba 70 berkas, penganiayaan 35 berkas, perlindungan anak sekitar 32 berkas, pembunuhan 11 bekas, judi 21 berkas dan beberapa kasus lainnya. Sedangkan 99 kasus lainnya, ada yang berkasnya belum dilengkapi dan ada juga yang belum dilimpahkan. “Ada berkas yang masih di penyidik kepolisian. Baik yang dikasih petunjuk belum dikembalikan berkas maupun yang berkasnya belum dilimpahkan,” ujarnya. Dijelaskannya, dari SPDP yang diterima terdapat dua ka-
sus yang paling menonjol yakni kasus pencurian dan narkoba. Bahkan jumlahnya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Yang paling menonjol di sini, pencurian sama narkoba untuk dua wilayah hukum KSB dan Kabupaten Sumbawa,” terangnya. Menonjolnya kasus narkoba ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak. Peran semua lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan dan meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Mengingat saat ini narkoba sudah menyasar berbagai kalangan, termasuk anak-anak. (ind)
Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menutup tahun 2018 dengan mutasi pegawai di lingkungannya. Mutasi pada Senin (31/12), lalu itu melibatkan 78 pejabat eselon II dan III yang dirotasi. Beberapa diantaranya, mendapat promosi jabatan baru. Dari 78 pegawai yang masuk dalam gerbong mutasi akhir tahun itu, 15 diantaranya merupakan pejabat eselon II. Di jajaran eselon Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) ini, ada tiga nama yang menjadi kejutan dan mendapat promosi. Mereka adalah Suhadi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Bappeda Litbang dipercaya menduduki kursi kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP), berikutnya Feriyal diangkat menjadi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sebelumnya menjabat Kabag Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) KSB. Dan terakhir ada nama Kusmayadi ditunujuk menjadi kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di mana sebelumnya di dinas yang sama ia menjabat sebagai sekretaris. Nama Feriyal lebih mengejutkan lagi. Sebab ia mencatatkan sejarah baru bagi birokrasi KSB. Dirinya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan pertama yang dipercaya sebagai kepala SKPD sejak KSB terbentuk pada tahun 2003 silam. Selanjutnya dua pejabat lain yang mendapat promosi naik jabatan ke eselon II adalah, Supiarno dan Slamet. Keduanya dijabatan lamanya sebagai sekretaris dinas dan kini mereka dipercaya menjadi staf ahli bupati. Sisanya pejabat eselon II yang dimutasi hanya mengal-
ami pergeseran. Mereka adalah, drh. Khairul, M.Si sebelumnya menjabat kepala DPPP KSB mengisi kursi kepala Bappeda Litbang, Drs. Tajuddin dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggantikan H. Abdul Malik Nurdin yang dipercaya menempati jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda. Mantan Asisten Pemerintahan (Asisten I) Drs. H. Mukhlis, M.Si dilantik menjadi Kepala Dinas Dikpora. Berikutnya Ir. Irhas R. Rayes, mantan Asisten III dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) menggantikan Ir. H. Muslimin yang digeser menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Selanjutnya, Kadisnakertrans, H. Abdul Hamid dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sementara mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Hirawansyah Atta dilantik menjadi Asisten III. Sedangkan Drs. H. Hamzah dilantik definitif sebagai kepala pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Berikutnya H. Syamsul Kamil mantan staff ahli Bupati dilantik menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus). Sementara itu di jajaran eselon III puluhan wajah baru pejabat mendapat promosi. Bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM usai mengambil sumpah jabatan dalam sambutannya mengakui, jika banyak di antara pejabat yang dipromosi kali ini masuk dalam kategori generasi milenial. Di mana generasi ini menurutnya memiliki kelebihan jika dibanding dengan generasi sebelumnya. (bug)
(Suara NTB/bug)
PELANTIKAN - Bupati HW. Musyafirin menyerahkan petikan SK pelantikan kepada drh. Khairul yang ditunjuk menjadi kepala Bappeda Litbang pada mutasi yang digelar, 31 Desember lalu
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Masih Terkendala, Penanganan Kasus APBDes Kemuning Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat,mengaku masih mengalami kendala dalam penanganan kasus dugaan penyimpangan APBDes di Desa Kemuning. Hal tersebut terjadi, pasalnya hingga saat ini pihak terkait masih membutuhkan keterangan saksi ahli untuk memastikan jumlah kerugian dalam kasus tersebut. Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin SH., SIK kepada Media ini, Selasa (1/1) mengatakan, memang untuk penanganan kasus ini masih ada yang harus dilengkapi supaya kasus ini bisa dilanjutkan. Meskipun sudah ada hasil pemeriksaan khusus (Riksus) dari Inspektorat yang menyebutkan jumlah kerugiannya mencapai angka Rp900 juta. Tetapi untuk menjadikannya kasus sekaligus memastikan jumlah kerugian, masih membutuhkan saksi ahli. Hal ini dilakukan supaya penanganan kasus yang terjadi di tahun 2017 bisa berjalan normal dan tidak terkendala lagi. “Hasil Riksus memang sudah kita dapatkan dari Inspektorat. Tetapi untuk bisa membuktikan hasil riksus itu sebagai kerugian negara belum tentu. Makanya kami masih membutuhkan keterangan saksi ahli,” ungkapnya. Dikatakannya, tim auditor yang akan memberikan keterangan terkait adanya tindak pidana sehingga menimbulkan kerugian negara sampai dengan saat ini juga belum ada. Kendati demikian, pihaknya tetap akan mengupayakan kasus ini bisa naik penyidikan di awal tahun 2019 dan dituntaskan. Bahkan pihaknya dalam waktu dekat juga akan segera bertemu dengan Inspektur guna membahas lebih lanjut terhadap kasus itu. Dengan demikian, pada saat statusnya dinaikan menjadi penyidikan dan penetapan tersangka ada kepastian hukum. Apalagi kasus ini juga merupakan tunggakan di tahun 2018 lalu, sehingga tidak ada alasan lagi kasus ini tidak tuntas. Bahkan apa-apa yang menjadi kendala saat ini juga akan segera dicarikan solusi terbaik. “Kita tetap berupaya maksimal untuk bisa menuntaskan kasus ini. Sehingga di awal tahun 2019 bisa tuntas dan apa yang menjadi kendala selama ini juga akan menjadi atensi,” tukasnya. Ditambahkannya, dalam penanganan kasus ini, penyidik sudah memanggil beberapa orang saksi, Bendahara, TPK Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Bahkan waktu dekat ini juga, penyidik akan segera memanggil TPK lain untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pendalaman. Sehingga dalam penanganan kasus ini nantinya tidak ada yang ditinggalkan. Apalagi, dugaan awal tindak pidana yang sudah terjadi sudah sangat jelas yakni penyalahgunaan kewenangan. Selain itu, indikasi lain yakni penyalahgunaan uang negara yang diberikan ke masing -masing desa tetapi tidak ada laporan pertanggung jawaban dari Kades yang bersangkutan. “Memang indikasi awal tindak pidananya sudah kita kantongi. Tetapi kita masih harus membuktikan dari keterangan saksi ahli, supaya tidak sia-sia kita bekerja,” tandasnya. (ils)
Halaman 7
Pergantian Tahun, Warga Panik karena Hoaks Tsunami Bima (Suara NTB) – Warga Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima panik dengan informasi tsunami pada saat malam pergantian tahun baru 2019, Senin (31/1) malam. Bahkan, warga sempat mengungsi akibat beredarnya isu hoaks tersebut. Kepanikan warga ditambah dengan adanya pemadaman listrik serta guyuran hujan. Warga yang termakan isu tersebut, lari berhamburan keluar rumah serta mengungsi ke tempat yang tinggi. Camat Sanggar Ahmad S.H, dikonfirmasi Suara NTB via telepon, Selasa (1/1) membenarkan adanya kepanikan warga Desa Piong, lantaran termakan isu hoaks, mengenai tsunami hingga mengungsi tersebut. “Iya memang benar. Karena beredarnya informasi
hoaks tentang tsunami,” katanya. Ahmad mengaku warga mendengar kabar air laut yang tidak jauh dari kampung naik ke permukaan yang tidak seperti biasanya. Pihaknya tidak mengetahui siapa oknum yang menyebarkan isu ini dan motifnya. “Informasi pasangnya air laut ini cepat beredar luas hingga menyebabkan kepanikan. Kepanikan warga juga ditambah dengan padamnya aliran listrik,” ujarnya. Karena takut akhirnya warga
keluar rumah dan mengungsi ke tempat yang dianggap aman. Hanya saja, selang beberapa waktu pihak Desa dan Camat berkoordinasi dengan pihak terkait. “Setelah mendapat penjelasan, pihak Desa meminta warga pulang ke rumah. Wargapulangdalamkeadaanwaswas,” katanya. Camat menghimbau masyarakat, terutama yang berada di pesisir pantai untuk tidak cepat mempercayai informasi atau isu yang disebarkan oknum-oknum yang tidak ber-
(Suara NTB/Ist)
MENGUNGSI - Warga Desa Piong Kecamatan Sanggar mengungsi karena panik akibat termakan isu hoaks tsunami saat malam pergantian tahun 2019, Senin (31/12) malam. tanggungjawab. “Kami berharap masyarakat tetap ten-
ang dan tidak mempercayai informasi hoaks,” harapnya. (uki)
Bantuan Pakaian Layak Pakai Masih Menumpuk Taliwang (Suara NTB) Ratusan karung bantuan pakaian layak pakai dari para donatur yang diperuntukkan bagi masyarakat korban gempa hingga saat ini tidak kunjung disalurkan. Akibatnya, kini bantuan tersebut masih menumpuk di kantor BPBD. Bahkan, ada juga yang sudah rusak terkena air dan masalah lainnya. Kepala Pelaksana BPBD kepada Suara NTB, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlogs) Hendra Adiwinata S. Pd, tidak menampik terjadinya penumpukan bantuan khusus pakaian layak pakai tersebut. Hal tersebut bisa terjadi karena pola pendistribusiannya belum dianggap mendesak. Meskipun demikian, pihaknya tetap menyalurkan bantuan tersebut jika ada masyarakat yang membutuhkannya. Karena pada prinsipnya penanganan gempa bumi dianggap berbeda dengan bencana kebakaran dan banjir. Sebab, masyarakat masih bisa dengan mudah mengambil pakaiannya di dalam rumah mereka masing-masing dan tidak ada yang rusak. Sementara untuk bencana banjir dan kebakaran, semuanya rusak termasuk pakaiannya juga. “Memang bantuan pakaian layak pakai masih belum bisa kita salurkan dan saat ini menumpuk di gudang. Hal itu kita lakukan karena masih dianggap tidak terlalu penting,” ungkapnya. Dikatakannya, memang penanganan di bencana gempa bumi berbeda dengan penanganan bencana lainnya. Salah satu contoh saja ketika terjadi bencana kebakaran maka pakaian layak pakai sangat diharapkan masyarakat. Hal ini terjadi karena pakaian yang ada habis terbakar. Tentu bukan maksud menolak bantuan yang diberikan masyarakat, tapi masalah pakaian yang layak pakai belum dianggap penting. Tapi yang jelas, pada saat yang tepat, bantuan yang sudah diserahkan ke BPBD ini akan disalurkan kepada masyarakat. Pihaknya juga menjamin bantuan yang masuk tersebut tetap terdata dengan baik. Sementara untuk bantuan yang rusak, sampai dengan saat ini belum dimusnahkan karena masih dalam tahap pendataan terlebih dahulu. “Khusus bantuan pakaian layak pakai, kita distribusikan untuk tahap selanjutnya karena masih belum dianggap penting saat ini,” tandasnya. (ils)
(Suara NTB/Dok)
TERBENGKALAI - Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi saat meninjau PKM Rastim di Kelurahan Kodo, yang terbengkalai sejak tahun 2009 lalu.
Kota Bima Siapkan Rp5 Miliar untuk ”Convention Hall” Kota Bima (Suara NTB) – Bangunan Puksesmas Rasanae Timur (PKM Rastim) di Kelurahan Kodo yang sejak lama terbengkalai dan bahkan menjadi rumah hantu, kini akan dialihkan jadi bangunan lain. Rencananya, pada 2019 mendatang akan dibangun gedung pertemuan (convention hall). Bangunan itu untuk dimanfaatkan
(Suara NTB/jun)
Dompu (Suara NTB) – Selama 2018, jajaran Polres Dompu mengungkap 980 kasus Tindak Pidana Umum (Tipidum) yang didominasi kejahatan tiga C (Curat, Curas dan Curanmor) dengan total 152 kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibanding tahun 2017 sebanyak 1.036 kasus. Berbeda halnya dengan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, justru terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Kapolres Dompu, AKBP Erwin Suwondo, S. IK, MIK mengatakan, turunnya kasus tipidum tersebut buah kerja keras anggota di lapangan serta proak-
tif masyarakat dalam membantu kepolisian. Meskipun diakui terkadang juga kerap menjadi penghambat karena reaksinya yang berlebihan atas segala bentuk tindak pindana seperti melakukan aksi blokade jalan raya. “Secara umum 2018 ini kejahatan terjadi 980 kasus, ini menurun dibanding tahun 2017 dengan 1.036 kasus,” kata dia saat jumpa pers di Mapolres, Senin (31/12). Meski beberapa jenis kejahatan khususnya Tiga C yang menjadi atensi Polda NTB di wilayah hukumnya itu menurun, namun diakui berbeda dengan tindak pidana penyalah-
dana sebesar Rp5 miliar,” kata Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, Senin (31/1). Menurutnya pembangunan gedung pertemuan tersebut dengan tujuan pemerataan di wilayah Kota Bima. Mengingat satu convention hall yang telah dibangun hanya dinikmati warga Kota Bima bagian barat. “Biar pemerataan kita ban-
gun juga di Timur. Ini merupakan Komitmen Pemerintah di bawah kendali Lutfi-Fery adanya pemerataan di Kota Bima,” kata Politisi PAN ini. Perlu diketahui, Puksesmas yang berada di jalan lintas Bima-Sape tersebeut dibangun pada tahun 2009 silam saat kepemimpinan Walikota Bima, almarhum Nur Latif dengan
menggunakan biaya miliaran rupiah dari APBD dan bantuan Pemerintah Pusat . Terbengkalainya Puskesemas yang kondisinya dipenuhi semak belukar tersebut bahkan membuat sejumlah nama diproses hukum. Mulai dari Kepala Dikes saat itu, PPK, Panitia Pelaksana, Rekanan hingga Kontraktor. (uki)
Lagi, Warga Soro Diciduk Saat Pesta Sabu Dompu (Suara NTB) – Setelah sebelumnya berhasil meringkus jaringan penyalahguna narkotika di pesisir Pantai Soro, Senin (31/12) Pukul 01.00 dini hari, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu kembali menciduk tiga pengguna sabu-sabu. Mereka Ml dan Ar asal Desa Soro serta IS dari Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa. Kanit Opnal Satrenarkoba Polres Dompu, Aiptu Moh Saihun yang memimpin langsung penangkapan tersebut
Kasus Tipidum Turun, Narkotika Meningkat di Dompu
GANJA – Kapolres Dompu, Erwin Suwondo, menunjunjukan barang bukti ganja seberat 7 kilogram yang diamankan tahun 2018 lalu, Senin (31/12).
masyarakat, khususnya di bagian timur Kota Bima. Pemerintah dan DPRD Kota Bima telah menyepakati pembangunan. Bahkan sudah memasukkannya ke dalam APBD tahun anggaran 2019 yang disahkan atau diketok bebeberapa waktu lalu. “Tahun 2019 PKM Rastim akan dibangun convention hall. Sudah dialokasikan
gunaan dan peredaran narkotika jenis sabu, ganja, tramadol dan sebagainya. Yang mana pengungkapan kasusnya tahun 2018 ini meningkat signifikan dari 17 kasus di 2017 menjadi 31 di 2018. Untuk tersangkanya, lanjut Erwin Suwondo, tercatat 45 orang dengan total barang bukti 89 gram sabu dan 7 Kg ganja. Kedua jenis barang haram yang telah menjerat banyak anak muda tersebut sebagian besar didatangkan dari luar menggunakan jasa pengiriman. “Meningkatkan bina waspada sekarang jadi upaya kita menekan peredaran narkotika di sini, kemarin saja itu berkat kerjasama kita dengan anggota di luar yang menginformasikan bahwa ada pengiriman ganja ke Dompu baru kita tindak,” jelas dia. Sementara itu disinggung angka kecelakaan lalu lintas, ia mengaku terjadi peningkatan lima kasus dari 60 kejadian sebelumnya dengan korban meninggal 33 orang, luka berat 13 orang dan luka ringan 80 orang. Sedangkan untuk pelanggaran menurun seiring kegiatan pengamanan dan patroli yang intens dilakukan. “Cuma lakalantas ini yang masih menjadi pekerjaan rumah karena kesadaran masyarakat kita masih rendah dalam menjaga keselamatan,” pungkasnya. (jun/ula)
kepada Suara NTB mengatakan, diciduknya tiga orang jaringan pengguna barang haram ini buah informasi masyarakat tentang maraknya pesta sabu-sabu di rumah tersangka Ml. Oleh tim lantas ditindaklanjuti dengan pengintaian dan penggerebekan. “Beberapa jam pengintaian baru ada dua orang laki-laki masuk ke rumah Ml, sehingga selang 10 menit kemudian anggota melakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap tiga orang itu,” kata dia. Di dalam rumah salah seorang tersangka ini tim mendapati mereka tengah asik menggelar pesta sabu, berikut serakan barang bukti seperti satu buah bong, tiga buah sendok skop,
dua buah tabung kaca, enam buah korek api gas, sebuah gunting dan pisau, 17 gulung plastik transparan berisi sabu, uang tunai Rp1.975.000 serta bukti lain yang dimanfaatkan untuk aksi melawan hukum ini. Berbekal temuan itu, lanjut Moh Saihun, tanpa perlawanan ketiganya langsung digiring ke Mapolres Dompu untuk diproses hukum lebih lanjut, termasuk pengembangan guna membongkar jaringan pemasok sabu ke wilayah Kempo. Dan ditegaskan selama proses penggeledahan tubuh dan rumah para tersangka berlangsung Tim Opsnal disaksikan beberapa orang warga untuk menghindari asumsi lain di masyarakat. “Sekarang ter-
(Suara NTB/Ist)
DIAMANKAN – Tiga tersangka Ml, Ar dan IS saat diamankan berikut barang bukti sabu di Mapolres Dompu, Senin (31/12). sangka bersama barang bukti sudah berada di mapolres un-
tuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (jun)
Isi Jabatan Lowong, HBY Berharap Semangat Baru
(Suara NTB/ula)
AMBIL SUMPAH - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat mengambil sumpah para pejabat struktural lingkup pemerintah Kabupaten Dompu di pendopo Bupati, Senin (31/12). Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin alias HBY menggelar mutasi 260 orang pejabat struktural di penghujung 2018. Sebanyak 260 orang pejabat eselon II, III dan IV yang dimutasi ini juga untuk mengisi jabatan lowong. “Saya sangat berharap, kita mulai tahun 2019 dengan semangat baru. Beberapa hari lalu, saya undang pimpinan OPD adakan evaluasi kinerja kita tahun 2018. Alhamdulillah pencapaian kita, Kita banyak
penghargaan, banyak pengakuan dari pemerintah atasan maupun lembaga non pemerintahan. Ini hasil kerjasama kita semua. Pencapaian ini harus kita jaga. Jika pencapaian ini kita raih dengan kecepatan jalan, tahun depan kita harus dengan berlari, kita berkerja sama lagi untuk persembahkan bagi daerah ngahi rawi pahu ini,” kata Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin usai melantik pejabat struktural lingkup pemda Dompu di pandopo Bupati, Senin (31/12) siang.
H. Bambang juga mengingatkan saat ini masyarakat sedang dalam masa tanam di lahan pertanian. Pejabat dan birokrasi harus menunjukan keberpihakan terhadap masalah yang dihadapi masyarakat. Karena Dinas/ Instansi itu dibentuk untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Begitu juga dengan dua bendungan besar yaitu bendungan Tanju di Manggelewa dan bendungan Mila di Kecamatan Woja sudah rampung dikerjakan. Keberadaan bendungan ini diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi kemajuan bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, H. Bambang mengatakan, jabatan yang dipercayakan saat ini hendaknya dapat diterima dan dijadikan kesempatan untuk mendedikasikan diri kepada masyarakat. Ia pun menyadari, beberapa diantara pejabat merasa tidak pas dengan posisinya saat ini, tapi harus diterima, dimengerti dan dipahami. “Kalau tidak, anda tidak akan bisa menikmati hidup. Saya ini contoh hidup luar biasa. Saya ingin orang Dompu seperti itu. Memang (saya) tidak 100 persen sempurna.
Tapi sudah beri contoh, beri keteladanan. Pasti ada yang salah, karena saya bukan malaikat,” kata H. Bambang. Mutasi pejabat di lingkup pemda Dompu, Senin kemarin dilakukan terhadap tiga orang pejabat tinggi pratama setingkat eselon II, 72 orang pejabat administrator setingkat eselon III, dan 185 pejabat pengawas setingkat eselon IV. Diantara pejabat eselon II yang dimutasi, Tajudin HIR, SH menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, H Moh Syaiun HAZ, SH, MSI menjadi Kasat Pol PP, dan Agus Salim, S.Sos menjadi Sekwan DPRD Dompu. Untuk pejabat administrator diantaranya Kepala Bagian Humas Setda Dompu (M Iksan, S.Sos), Kabag Tata Pemerintahan Setda Dompu (A Chalik, BA), Kabag Kerjasama Setda Dompu (Ardiansyah, SE), Kabag Kesra Setda Dompu (Maujud, S.Sos), Sekretaris Bappeda dan Litbang (M Jufrin, ST, M.Si), Sekretaris Dinas LH (Jani Hartono, SP), Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Ilham, SP), dan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perijinan (Aris Ansyari, ST, MT). (ula)
Rabu, 2 Januari 2019
SUARA NTB
Halaman 8
Prediksi Kriminalitas 2019 Tertolong Penjualan Produk Sembako PENJUALAN produkproduk pabrikan di tahun 2018 banyak yang tak mancapai target. Kecuali beberapa jenis produk pabrikan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Tahun 2018, perjalanan perekonomian tak seperti yang diharapkan. Hal ini dikemukakan Ketua Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) Provinsi NTB, Johni Joe. Tahun 2018, perekonomian dirasa kurang baik dari perspektif distributor. Banyak faktor yang membuatnya demikian. Ekonomi global, nasional, (Suara NTB/bul) hingga daerah. Ditambah Johni Joe lagi bencana gempa yang mengguncang Lombok dan Sumbawa secara beruntun. Penjualan produk non sembako, kata Johni banyak yang tak mencapai target penjualan. Target omzet menurutnya hanya di kisaran 75 persen sampai 85 persen. “Misalnya, obat nyamuk, baterai, minyak angin, atau sejenisnya, agak berat penjualannya. Beda halnya dengan produkproduk pabrikan yang berkaitan dengan sembako,” ujarnya. Ambil saja contoh, di perusahaan yang dipegangnya untuk wilayah NTB, NTT, PT. Indomarco Adi Prima sebagai distributor produk-produk pabrikan Indofood, Johni menyebut penjualan produk masih eksis. Omzet penjualannya juga terlampaui. Terutama penjualan produk pabrikan untuk kebutuhankebutuhan sembako ini permintaannya cukup tinggi pascagempa. Bantuan yang disalurkan kepada korban gempa. Baik oleh pemberi bantuan dari dalam daerah, maupun di luar daerah, umumnya memesan produk pabrikan yang secara praktis dapat disajikan secara cepat. “Produk-produk sembako inilah yang masih tertolong,” ujarnya. Tahun 2018 ada lima jenis produk pabrikan yang paling banyak terjual. Masing-masing mie instan, susu, biskuit, makanan bayi dan minyak goreng. Terutama pascagempa, penyaluran bantuan didominasi produk-produk itu. Air kemasan menjadi yang paling utama. Secara umum, penjualan hingga kini masih tersendat di daerah-daerah yang paling terkena dampak gempa. Misalnya di Kabupaten Lombok Utara, untuk kios-kios kecil, sampai saat ini 70 persen belum bergerak. Persoalannya, sarana prasarana penjualan hancur. Meski demikian, NTB perlahan-lahan mulai bangkit. “Tahun 2018 ini kondisi ekonomi cukup lesu, tetapi masih lebih baik dari tahun 2017 lalu. Dan NTB rasanya sedang terus bergerak bangkit,” imbuhnya. Harapannya, 2019 ini perekonomian akan semakin membaik. Menyusul akan memuncaknya pesta demokrasi dengan pemilihan legislatif dan presiden. Perputaran uang diharapkan akan lebih banyak mengalir ke masyarakat. (bul)
Kejahatan Konvensional Paling Rawan Terjadi Mataram (Suara NTB) – Pencurian menjuarai kejahatan yang paling meresahkan sepanjang tahun 2018 lalu. Total 10 jenis kriminalitas terbagi dalam 3.805 kasus. Pengungkapan pencurian kendaraan bermotor paling buruk. Demikian dicatat Polda NTB merefleksi pemetaan gangguan keamanan sepanjang tahun 2018, seperti dibeberkan Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri, Senin (31/1/ 2018) lalu. “Tahun 2017 sebanyak 4.200 kasus dan tahun 2018 sebanyak 3.805 kasus. Mengalami penurunan,” ungkapnya dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda NTB. Sejumlah kasus itu meliputi pencurian sepeda motor sebagai kasus yang paling sedikit diungkap dari total jumlah kasus, yakni terungkap 184 kasus dari total 1.499 penyelidikan kasus atau hanya 12 persen. Kriminalitas pencurian dengan pemberatan 1.049 kasus. Yang mampu masuk meja penyidikan 374 kasus atau 36 persen. Selanjutnya, pencurian dengan kekerasan sebanyak 274 kasus dan terungkap 91 kasus, atau setara 33 persen. Polda NTB juga mencatat 20
kasus pembunuhan sepanjang 2018, 12 kasus diantaranya dapat diungkap. Kasus yang melebihi target yakni perjudian. Dari 101 kasus masuk penyelidikan, 123 diantaranya terungkap berdasarkan pengembangan dari sejumlah kasus. Persentasenya mencapai 121 persen. Demikian juga dengan kasus pencurian kayu atau illegal logging. Dari 14 kasus yang ditangani, 12 kasus diantaranya dituntaskan atau setara 85,7 persen. “Rata-rata tingkat penyelesaian kasus mencapai 59 persen. Ini yang ditangani Polda NTB dan Polres jajaran. Dari total kriminalitas sebanyak 8.484, diselesaikan 5.003 kasus,” kata Kapolda. Sebanyak 608 pelaku kejahatan tersebut ditangkap. 68 pelaku diantaranya harus sampai diantar ke rumah sakit karena luka tembak. Kasus pencurian cenderung
banyak terjadi pada dini hari atau antara pukul 00.00 sampai pukul 03.00. Sementara kasus curanmor rawan terjadi siang sampai sore hari, antara pukul 12.00 sampai pukul 18.00. “Dari anatomi pola waktu dan tempat, kasus pencurian dengan pencurian motor ini paling rawan terjadi di wilayah perumahan, selanjut pencurian dengan kekerasan rawan terjadi di jalan,” sebutnya. Modus yang dipakai para pelaku pun masih tradisional, seperti mencongkel pintu jendela, atau merusak kunci kontak sepeda motor, dan dengan cara menghadang korban di jalan lalu diancam pakai senjata tajam. Pihaknya memprediksi tahun 2019 juga akan didominasi jenis kejahatan serupa seperti kejahatan konvensional berupa pencurian, judi, penipuan, sengketa tanah, pembunuhan, dan pemalsuan. Kemudian konflik sosial, ancaman terorisme, kejahatan transna-
(Suara NTB/why)
RANGKUMAN - Kapolda NTB, Achmat Juri menyampaikan rangkuman kriminalitas sepanjang tahun 2018, Senin (31/12/2018). sional seperti perdagangan manusia, imigran gelap, kejahatan siber. Serta kejahatan terhadap kekayaan negara seperti korupsi, penyelundupan, illegal logging, dan perusakan lingkungan. “Tahun 2019 ini juga diprediksi ada peningkatan suhu politik dengan adanya manuver atau kegiatan peserta Pileg dan Pilpres, baik melalui media sosial, tim pemenangan, sampai simpatisan,” ucap Juri.
Upaya untuk mengatasinya, sambung dia, dengan meningkatkan peran serta masyarakat, meningkatkan kerjasama antarinstansi, deteksi dini intelijen, operasi terpadu, peran bhabinkamtibmas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Mari fokus pada pemikiran dan upaya konstruktif membangun NTB kembali untuk lebih baik,” tutup Kapolda. (why)
Peserta Pemilu Diminta Cermat Sampaikan LPSDK Mataram (Suara NTB) Sesuai dengan tahapan penyelenggaraan pemilu 2018, penyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) peserta pemilu, mulai dilakukan tanggal 2 Januari. Namun KPU mengingatkan, sebelum mengisi laporan dalam sistem Informasi Dana Kampanye (Sidakam) peserta pemilu diharapkan lebih cermat. Anggota KPU Provinsi NTB, divisi hukum, H. Ilyas Sarbini menyampaikan, peserta pemilu harus lebih cermat dengan memperhatikan norma pelaporan dana kampanye yang mencakup informasi, format pelaporan, bukti-bukti transaksi atau kwitansi pembayaran atau penerimaan, serta norma waktu penyampaian laporan dana kampanye, katanya. Hal itu penting mengingat, ada konsekwensinya jika peserta pemilu tidak memenuhi ketetapan yang sudah ditetapkan. Dalam penyusunan dan penyampaian laporan dana kampanye sesuai regulasi yang berlaku hukumnya wajib bagi setiap peserta Pemilu dan memiliki ancaman sanksi yang berat bagi peserta pemilu yang tidak memenuhinya. “Harapan kita mulai sekarang sudah disiapkan data laporan penerimaan sumbangan dana kampanye dengan lengkap. Sehingga harapan kita bisa disampaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal,” Ilyas Sarbini kepada Suara NTB, Senin (31/12). Peserta pemilu juga harus memperhatikan pembatasan nominasi sumbangan dana kampanye yang boleh diterima, serta dari pihak yang dibolehkan dan dilarang. Disebutkannya, untuk Parpol dan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, sumbangan dana kampanye yang berasal dari perseorangan dibatasi maksimal Rp2,5 miliar. Untuk sumbangan dari kelompok dan badan usaha non pemerintah batas sumbangan Rp2,5 miliar. Sementara untuk calon anggota DPD, sumbangan dari perseorangan dibatasi Rp750 juta. Sedangkan dari kelompok dan badan usaha non pemerintah dibatasi sebesar 1,5 miliar. “Jika Peserta Pemilu yang menerima sumbangan melebihi ketentuan pembatasan sumbangan dana kampanye, maka dilarang menggunakan dana tersebut. Mereka wajib melaporkan kepada KPU. Kemudian mengembalikan sumbangan tersebut ke kas Negara paling lambat 14 (empat belas) hari setelah masa kampanye berakhir,” katanya. Terkait teknis pelaporan dana kampanye tersebut, pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis kepada peserta pemilu, yakni calon anggota DPD dan partai politik. Terkait tata cara pengisian LPSDK. Harapannya peserta pemilu dapat dengan benar memberikan data laporannya ke KPU. “Kami sudah melakukan bintek ke peserta pemilu. Namun peserta pemilu dapat berkonsultasi juga ke helpdesk di KPU Provinsi kalau ada kesulitan,” terang Ilyas. Dalam laporan akhir nanti, KPU akan melakukan audit untuk menelusuri kejujuran peserta pemilu dalam melaporkan dana kampanye mereka. Sebab dalam penerimaan sumbangan dana kampanye, KPU telah memberikan batasan maksimal nominal yang boleh diterima dan juga dari pihak mana saja sumbangan boleh diterima. Audit dana kampanye tersebut akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk memastikan apakah dana kampanye yang mereka gunakan sesuai tidak dengan yang mereka laporkan. (ndi)
(Suara NTB/bul)
PANTAU - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, L Hamdi dan jajaran memantau sekaligus memastikan ketersediaan ikan tercukupi pada saat permintaan melonjak di momen pergantian tahun.
Permintaan Ikan Melonjak di Pergantian Tahun Mataram (Suara NTB) Momentum pergantian tahun menjadi berkah bagi para pedagang ikan. Mereka ketiban “durian runtuh”. Permintaan melonjak tajam pada penghujung, sekaligus awal tahun ini. Fenomena ini sebetulnya hal biasa terjadi tiap pergantian tahun. Para pedagang seperti biasa panen pesanan. Efek lainnya, bermunculan pedagang ikan eceran dadakan. Terutama ikan air tawar. Sore 31 Desember 2018, di sepanjang jalan utama Sayang-Sayang Mataram, di kiri kanan dijumpai kerumunan orang. Nampak antrean pesanan, di tiaptiap titik eceran ikan air tawar. Satu pesanan biasanya lebih dari 1 Kg. Umumnya, untuk acara hajatan di malam pergantian tahun. Permintaan melonjak, ratusan kali lipat dibanding hari – hari biasanya. Soal harga,
sudah menjadi hukum pasar. Rata-rata, para pedagang menaikkan harga. Dari yang biasanya hanya Rp27.000/Kg menjadi Rp30.000/Kg sampai Rp35.000/Kg. Tidak sedikit yang menangkap peluang ini. Meski begitu, pemesan nampaknya tak begitu mempedulikan harga. Yang penting, mereka kebagian. Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si melakukan pemantauan untuk memastikan permintaan dan ketersediaan tercukupi. Bahrun, salah satu pengepul ikan air tawar di Sayang-Sayang Mataram kepada kepala dinas menjelaskan, permintaan sangat tinggi dibandingkan hari biasa. Untuk hari-hari biasa, ia hanya menjual sampai 250 Kg/ hari. Pada momen pergantian tahun ini mampu menjual hingga 4,5 ton. Ikan ia dapatkan dari kelompok-kelompok
pembudidaya langganannya di kawasan utara Lombok Barat dan Lombok Tengah. “Pembelian sangat banyak. Rata-rata untuk panggangan malam tahun baru,” ujarnya. Untuk memenuhi permintaan yang dominan ikan nila, Bahrun juga menawarkan ikan lele. Itupun tetap diminati. Pada momen tahun baru ini, bahkan stok terkuras di kolam-kolam pembudidaya langganannya. Beberapa pedagang pengecer lainnya juga mengakui mengecer ikan air tawar secara dadakan. Mereka telah memprediksi permintaan akan cukup tinggi dari biasanya. Karena itulah, mereka jauh-jauh hari sebelumnya menyediakan modal. “Hari ini saja terjual sampai ratusan kilo,” demikian salah satu dari sekian pengecer dadakan di Sayang-Sayang Mataram.
Tidak saja ikan air tawar, para pedagang pinggir jalan ikan laut bakar juga panen pesanan. Umumnya yang dijual adalah ikan-ikan karang. Banyaknya permintaan ini, bahkan harga juga dinaikan. Dari yang biasanya terjual Rp7.000/ekor untuk ukuran tertentu, di momen pergantian tahun kemarin dijual sampai harga Rp10.000/ekor. Momen pergantian tahun juga menjadi berkah bagi mereka. Meski dengan gelombang tinggi, menurut beberapa pedagang ikan bakar di jalan Lingkar Selatan-Loang Baloq mengatakan mereka tetap mendapatkan stok dari pengusahanya di Ampenan Mataram. Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M.Si sendiri mengatakan, momen-momen seperti inilah yang diharapkan makin menggairahkan budidaya perikanan. Pendapatan petani peri-
kanan dapat terdongkrak dan diharapkan dapat mendukung peningkatan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPP) yang belakangan rata-rata di atas 100 menurut catatan BPS. Secara umum, total produksi ikan budidaya 2018 sekitar 1,1 juta ton. 61,095 ton ikan air tawar, 145,047 ton produksi dari tambak dan 900,858 ton budidaya laut. Sementara produksi penangkapan ikan 173,3 ton. Dinas Kelautan Perikanan sendiri telah mengintervensi melalui pembinaan dan pendampingan proses produksi. Pembinaan cara budidaya yang baik/CBIB, pembinaan akses permodalan, bantuan sarana usaha, bantuan asuransi dan sertifikat tanah nelayan dan pembudidaya ikan dan lain-lain. Sampai saat ini, total jumlah pembudidaya ikan 139.460 orang dan nelayan 68.369 orang. (bul)
Untuk Standarisasi Ekspor
Batan Dorong NTB Miliki Fasilitas Iradiasi Gamma Mataram (Suara NTB) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mendorong Provinsi NTB memiliki fasilitas pendukung untuk memenuhi standar ekspor berbagai komoditas unggulan di daerah ini. Fasilitas berupa perangkat teknologi iradiasi gamma yang dapat dipenuhi sendiri oleh pemerintah daerah, maupun swasta. Hal ini disampaikan Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto di Mataram. Iradiator gamma mampu mengawetkan buah, sayur-mayur, cegah pertunasan kentang, bawang, cegah pertumbuhan serangga dan memperpanjang umur dan masa simpan produk pangan, mengurangi dan menurunkan bakteri patogen dalam komoditas pangan dan lainnya.
Pemanfaatan iradiasi gamma untuk sterilisasi komoditas ekspor, terutama pangan, sayur dan buah dipastikan lebih aman dibanding bahan kimia dengan cara konvensional. Secara nasional, di Indonesia baru tersedia dua fasilitas iradiasi gamma. Diantaranya milik swasta dan milik Batan. “Harga perangkat teknologinya minimal Rp70 miliar. Kalau daerah tidak mampu, bisa komunikasikan dengan pusat untuk menjadi programnya,” kata Djarot. Beberapa daerah sedang intens membangun komunikasi dalam rangka pemenuhan fasiltas pendukung ini. Diantaranya, Sumatera Barat yang tertarik ingin mengawetakan rendang sebagai komoditas
ekspor Indonesia yang berpeluang dikirim ke Australia. Yogja juga intens melakukan komunikasi, terkait rencananya ingin mengawetkan kuliner khasnya, gudeg. Selain itu, pemerintah daerah di Buleleng, Bali juga telah intens melakukan hal yang sama untuk menunjang kemudahan standarisasi buah sebagai komoditas ekspornya. Demikian halnya dengan pemerintah Jawa Timur yang berkeinginan menjadi hub ekspor. Pengawetan komoditas menggunakan teknologi nuklir ini, kata Djarot, pada dasarnya adalah hal lumrah. Bahkan, tanpa disadari untuk menunjang kehidupan seharihari ini, teknologi nuklir telah dimanfaatkan terutama di
sektor kesehatan. “Saya sendiri sehari-hari makan beras yang dikembangkan dengan teknologi nuklir. Sampai sekarang, buktinya tidak ada masalah,” terangnya. Penggunakan teknologi nuklir untuk pengawetan komoditas ini di negara-negara tujuan ekspor bahkan cukup diyakini tingkat keamanannya. Pengawetan dengan teknologi iradiasi gamma menurutnya sangat efektif untuk mematikan lalat buah untuk komoditas buah-buahan. Sementara untuk pangan biasanya untuk pengawetan. “Lalat buah ini paling diperhatikan di luar negeri. Dengan diradiasi, otomatis sudah dapat mematikannya. Rendang, yang biasanya hanya bertahan betah sampai seminggu, bisa
(Suara NTB/bul)
Djarot Sulistio Wisnubroto betah sampai dua tahun setelah diradiasi. Tetapi sangat aman,” terangnya. (bul)
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Refleksi 2018
Denda Tilang Pelanggar Lalu Lintas Capai Rp3,23 Miliar Mataram (Suara NTB) Polda NTB menilang 86 ribu pelanggar lalu lintas selama tahun 2018. Total denda yang dihimpun dari pelanggar lalu lintas mencapai Rp3,23 miliar. Sementara, 1.466 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi dengan korban meninggal dunia 495 orang. Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri menyebut adanya kenaikan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dari tahun 2017 sebanyak 465 orang, naik menjadi 495 orang pada tahun 2018. “Kenaikan angka kecelakaan dan korban meninggal banyak disebabkan masih sangat kurangnya masyarakat menyadari keselamatan berkendara,” ucapnya, Senin (31/12). Polda NTB mencatat, dari 1.466 kasus kecelakaan di tahun 2018, menelan korban jiwa 495 orang, luka berat 278 orang, dan luka ringan 1.578 orang. Sementara di tahun 2017, terjadi 1.458 kasus, 465 korban meninggal dunia, 247 luka berat, dan 1.586 luka ringan. Tak hanya itu, kecelakaan juga menimbulkan kerugian material, Rp2,08 miliar pada tahun 2018, menurun dari tahun 2017 yang sebesar Rp2,10 miliar. Juri menyebutkan, empat faktor yang kerap menyebabkan kecelakaan antara lain faktor manusia, faktor alam dan faktor jalan. Pihak kepolisian, sambung Kapolda, secara rutin memberi pendidikan keselamatan diantaranya dengan menggelar operasi kepolisian secara terpadu di bidang lalu lintas. Seperti operasi keselamatan dan operasi patuh pada masa tiga bulan sebelum hari raya Idul Fitri, serta operasi zebra menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Sejumlah operasi kepolisian tersebut pada tahun 2018 menilang 86.118 pelanggar lalu lintas. Pelanggaran terbanyak diduduki pengendara yang tidak memiliki SIM, selanjutnya STNK kendaraan, dan kelengkapan kendaraan. (why)
Halaman 9
Tahun Baru, Keterisian Hotel hanya 30 Persen Mataram (Suara NTB) – Momen pergantian tahun 2018 ke 2019 menjadi catatan paling buruk bagi pelaku usaha perhotelan. Bisa dibayangkan, keterisian hotel (okupansi) di rata-ratakan hanya mentok 30 persen. Fakta ini berlaku bagi semua hotel. Baik resort maupun city hotel. Pelaku usaha perhotelan tak bisa berbuat banyak dan tidak ada pilihan, selain melakukan efisien di berbagai kegiatan operasional semaksimal mungkin. Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB, I Gusti Lanang Patra. Beberapa hotel di kawasan pariwisata Senggigi, Lombok Barat keterisian hotelnya mengkonfirmasi lesunya bisnis perhotelan. Penghujung tahun rupanya tak juga mendongkrak minat orang melancong ke Lombok dan Sumbawa. Lebih-lebih pascagempa di awal semester II tahun 2018. Stevy, dari Killa Senggigi mengatakan, tingkat ketersian kamar hotel hanya 60 persen. Padahal, hotel juga menyediakan diskon. Meski demikian, masih sangat disyukuri keteresiaanya sebesar itu mengingat
Lombok masih terus dalam tahap pemulihan. “Tahun-tahun sebelumnya nembus 100 persen,” terang Stevy. Hal yang sama dikatakan Mayang Kristi dari Sheraton, dari natal sampai tahun baru, keterisian hotel mencapai 51 persen. Sheraton diketahui belum lama ini kembali launching setelah melakukan dipoles kembali pascagempa. I Gusti Lanang Patra menjelaskan, sungguh keadaannya terjun bebas dibanding tahun sebelumnya. Pergantian tahun pada masa yang sudahsudah, hotel hingga resort over booking. Dampak gempa menurutnya masih cukup berat dirasakan. Tidak saja pengaruh gempa yang terjadi di Pulau Lombok pada Juli dan Agustus 2018 lalu, bencana terakhir yang terjadi di pandegelang Banten baru-baru ini juga turut membuat keinginan berwisata bagi wisatawan domestik tertunda.
(Suara NTB/ist)
Gambaran umum jumlah tamu yang menginap di hotel versi Badan Pusat Statistik Provinsi NTB “Kalau kondisinya begini ya kencangkan ikat pinggang. Efisiensi semua yang bisa diefisiensi,” ujarnya. Karena itu, tidak bisa satu dua pihak bergerak untuk mendukung menor-
malkan keadaan. Semua elemen harus bergerak. Setidaknya mengundang pelaksanaan MICE di Lombok dan Sumbawa agar dampaknya tak berlarut.
“Apalagi Januri-Februari sampe April kencang-kencangnya persiapan Pilpres dan Legislatif. Orang masih terfokus di situ,” demikian Lanang Patra. (bul)
Memasuki 2019, Pasangan Capres/Cawapres Mulai Turun Kampanye dengan Kekuatan Penuh Mataram (Suara NTB) Memasuki tahun 2019, aktivitas kampanye peserta pemilu akan lebih dimasifkan dan lebih gencar lagi, untuk meyakinkan calon pemilih. Mengingat waktu yang dimiliki tak banyak lagi, masa kampanye tinggal tiga bulan lagi. Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Capres/ Cawapres Prabowo SubiantoSandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) di provinsi NTB, Ali Al - Khairi menyatakan, pihaknya mendapatkan arah dan instruksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo Sandi, BPD di daerah harus makin intensifkan dan menggencarkan sosialisasi dan kampanye bagi kemenangan Prabowo-Sandi. Dengan kampanye tersisa tinggal tiga bulan lagi, semua kekuatan dan perangkat pendukung dimiliki Prabowo Sandi akan dipergunakan bagi kerja politik kemenangan. Berbagai strategi pun akan dioptimalkan dan dimasifkan di sisa waktu kampanye tersisa. Misalnya, kampanye teritorial, dan kampanye udara dimiliki PrabowoSandi. “Prinsipnya, memasuki tahun 2019 tim PrabowoSandi
bakal lebif masif bekerja” kata politisi partai Gerindra itu. Baginya, berbagai strategi kampanye sudah dilaksanakan pada kampanye sebelumnya sudah dilakukan evaluasi dan penyempurnaan. Dengan evaluasi dan penyempurnaan tersebut, diharapkan strategi kampanye dan sosialisasi PrabowoSandi memasuki kampanye di tahun 2019 bisa lebih terukur, sistematis dan masif. Selain itu, berbagai kelompok relawan Prabowo-Sandi berasal dari berbagai kelompok masyarakat, dan sudah deklarasikan dukungan, dan
dikolaborasikan dengan kerja kerja politik dari BPD PrabowoSandi di daerah. Dengan sinergitas dan kolaborasi tersebut, ditargetkan strategi sosialisasi dan kampanye bagi kemenangan Prabowo-Sandi bisa lebih efektif dan terukur. “Apa menjadi kekurangan dan kelemahan dari strategi kampanye sebelumnya, sudah kita evaluasi dan perbaiki” terangnya. Koordinasi dan konsolidasi dengan Parpol pengusung akan makin terus ditingkatkan memasuki kampanye di tahun 2019. Apalagi mengingat, pada masa kampanye di tahun 2019, semua
elit - elit Parpol pengusung Prabowo-Sandi akan turun bergerilya untuk kampanye. Misalnya, ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono, Presiden PKS, Shohibul Iman dan elit Parpol lainnya. Dengan turun bergerilya elit - elit Parpol pengusung Prabowo Sandi kedepannya, bakal makin terus mendongkrak elaktabikitas Prabowo Sandi di Pilpres 2019. “Tentu juga akan menambahkan spirit dan semangat parpol koalisi bagi kemenangan Prabowo Sandi di NTB” tandasnya. Ditempat terpisah, Tim Kam-
panye Daerah (TKD) provinsi NTB, Jokowi - Ma’ruf, juga tak mau kalah. Ketua TKD Provinsi NTB, Misbah Mulyadi menegaskan memasuki kampanye di tahun 2019, TKD dan berbagai kelompok relawan pendukung akan makin gencar berkampanye dan sosialisasi bagi kemenangan Jokowi - Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. “Ini sesuai perintah dari TKN Jokowi - Ma’ruf” ucap politisi Partai Golkar NTB tersebut. Dengan sisa waktu kampanye tiga bulan, pihaknya akan lebih bekerja keras melakukan kerja kerja politik bagi kemenangan di Pilpres. Misalnya,
seluruh caleg dari Parpol pengusung Jokowi - Ma’ruf, akan lebih masif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Semua caleg harus turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan menyampaikan program kerja yang sudah dilaksanakan pemerintah, didukung dengan para relawan. “Kerja dari TKD, Caleg Parpol pengusung dan relawan akan dikombinasikan. Sehingga sosialisasi dan kampanye bagi kemenangan Jokowi - Ma’ruf bisa efisien dan efektif” pungkasnya. (ndi)
Aura Positif Ekonomi ”Emas” di 2021 Mataram (Suara NTB) Ekonomi NTB diproyeksikan akan kembali pada masa emasnya di tahun 2021 mendatang. Pergerakan sektor tambang digadang-gadang akan menjadikan pertumbuhan ekonomi daerah ini kembali perkasa. Tahun 2016 lalu, NTB menorehkan sejarah sebagai provinsi dengan ekonomi paling melejit. Pertumbuhannya lebih dari 26 persen. Melampaui ekspektasi. Mengungguli seluruh seluruh provinsi di nusantara ini. NTB saat itu menjadi buah bibir karena kontribusi sektor tambang. Keberadaan tambang emas di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat telah memberi kontribusi yang cukup positif terhadap ekonomi mikro, demikian juga makro. Meski saat ini, aktivitas tambang bergerak lamban di tahap awal fase VII. Setidaknya, banyak pihak menaruh harapan, tambang tetap eksis. Siang di sebuah rumah produksi jaring coconet (serabut kelapa) di Desa Maluk Lokaq, Kecamatan Maluk, nampak aktivitas terlihat padat. Puluhan orang tengah merajut serabut kelapa menjadi jaring. Proses produksi umumnya konvensional. Jaring coconet dari rumah produksi milik Hasan Mahsat ini selanjutnya akan dipasok sebagai bahan perekat reklamasi bertahap lahan hutan pascapenambangan. Rumah produksi jaring coconet ini jaraknya bersebelahan dengan kawasan tambang Batu Hijau yang saat ini dikelola perusahaan tambang nasional, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Setelah mencaplok saham PT. Newmont Nusa Tenggara. Sebanyak 47 orang pekerja terlibat di dalamnya. Umumnya mereka kaum perempuan yang diberdayakan oleh perusahaan tambang melalui PT. Rido Bersama milik Hasan Mahsat. Dari aktivitas ini juga, puluhan pekerja pembuat jaring coconet yang dulunya penganggur kini dapat diselamatkan dari statusnya. Mereka menjadi produktif. “Dulunya ibu-ibu ini, namanya ndak ada kerjaan ya ngerumpi. Sekarang mereka sudah bisa membantu ekonomi keluarga dari upah bulanan yang diterima,” kata Hasan Mahsat kepada Suara NTB. Sampai saat ini, permintan jaring coconet, khusus dari perusahan tambang kembali normal. Setidaknya, dalam sebulan Hasan Mahsat harus memasok 500 rol jaring coconet. Setelah sebelunya masa awal transasisi
PT. AMNT, permintaan sempat menurun dan cukup mempengaruhi pendapatan mereka yang dipekerjakan. Karena itu, Hasan Mahsat sangat mengharap operasional tambang di Batu Hijau tak mengalami kendala. Agar efek tetesnya untuk masyarakat lingkar tambang juga tak terganggu. Keberadaan tambang Batu Hijau secara ekonomis rupanya tak memberi manfaat bagi kawasan-kawasan di sekitar tambang. Mereka yang tinggal ratusan kilometer jaraknya dari pusat tambang, juga turut menikmatinya. I Made Agus Ariana terlihat sedang menotal operasional perusahaannya, CV. Cempaka. Sejak tahun 2000, ia telah membangun kemitraan dengan operator tambang. Saat itu, PT. Newmont Nusa Tenggara. Kerjasama berlanjut hingga kini dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Perusahaan miliknya ini menjadi suplayer beberapa kebutuhan strategis pendukung operasional tambang. Belakangan, ia fokus menjadi supplier perlengkapan dan alat-alat keselamatan kerja. Dari kerjasama dengan operator tambang ini, setidaknya CV. Cempaka telah mempekerjakan 10 karyawan. Namun, pascaperalihan pengelolaan Batu Hijau, ia melakukan efisiensi karyawan. Masa transisi yang dilakukan oleh PT. AMNT berdampak pada menurunnya permintaan. Artinya, fluktuasi operasional tambang Batu Hijau memegang peran penting bagi ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan mereka yang tinggalnya jauh dari area tambang. Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB ini menaruh harapan besar, pada pengembangan area tambang di Dodo Rinti. Apalagi, dengan adanya rencana besar membangun mesin pemurnian (smelter) yang rencananya akan menelan investasi puluhan triliun. “Berkembangnya Dodo Rinti, apalagi dengan rencana pembanguan smelter, sama artinya membangun lebih besar dari apa yang telah dilakukan Newmont dulu. Dengan nilai proyek puluhan triliun yang actionnya 2021 ke atas, tentu jadi angin segar bagi kita semua, tidak saja di NTB. Bahkan di Indonesia,” demikian Agus Ariana. Dari perspektif pengusaha otomotif, peranan tambang tak bisa dinampikkan. Branch Manajer Krida Toyota NTB, Samsuri
Prawiro Hakki menyebut, operasional tambang berkontribusi terhadap peningkatan grafik penjualan kendaraan roda empat di NTB. Saat operasional tambang masih stabil dipegang Newmont, sharenya terhadap pasar otomotif dalam daerah mencapai 15 persen terhadap total penjualan kendaraan produk Toyota dalam setahun. Tiga sumber penting pendukung penjualan dari sektor pertambangan, kata Samsuri. Pertama, permintaan langsung dari perusahaan tambang untuk menunjang seluruh operasionalnya. Kedua, permintaan dari para keryawan tambang yang disebutsebut “tajir”. Ketiga, permintaan kendaraan roda empat dari masyarakat di Pulau Sumbawa. “Permintaan dari masyarakat, terutama yang menyediakan jasa penyewaan dan travel untuk jasa jasa yang menjadi multiplier efek tambang,” jelas Samsuri. Ia tak memungkiri, pascaperalihan dari Newmont ke AMNT, Krida Toyota kehilangan pasar sebesar yang diungkapkan. Kalaupun ada, permintaannya saat ini masih kecil dan sporadis. “Saya juga belum melihat AMNT ekspansif. Tapi kita tau bersama, masa transisi memang seperti ini. Dan saya pikir tidak terus-terusan begini,” ujarnya. Hal besar yang juga ia harapkan, adanya rencana pembangunan smelter oleh PT. AMNT. Baginya, dampaknya akan mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan. Pun secara otomatis akan turut mendongkrak pasar otomotif lebih signifikan. Karena itu, sebagai pengusaha ia juga berharap. PT. AMNT melaksanakan tahapan-tahapan operasional sesuai yang direncanakan agar perekonomian kembali lebih bergairah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Suntono mengemukakan, sumbangan sektor pertambangan dan penggalian dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB tahun 2016 sebesar 22,51 persen dari nilai PDRB lebih dari Rp100 triliun. Sumbangan sektor pertanian, Kehutanan dan perikanan sebesar 21,19 persen. Sumbangan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor tercatat 12,47 persen. Lalu pada tahun 2017, sumbangan sektor Pertanian 21,97 persen (melambat) tetapi berhasil menggeser dominasi sektor pertambangan yang sebelumnya berada di peringkat pertama. Begitu pula dengan sektor perdagangan19,45 persen
juga melambat. Sedangkan sektor perdagangan sebesar 13,22 persen (meningkat). Secara kumulatif triwulan ke III 2017, sumbangan sektor pertanian mencapai 22,57 persen. Sektor pertambangan dan penggalian sebesar 19,60 persen. Sedangkan sektor Perdagangan mencapai 13,35 persen. “Apabila kita bandingkan dengan sumbangan secara kumulatif sampai dengan triwulan ketiga tahun 2018, sektor pertanian sumbangannya mencapai 24,64 persen. Sektor Perdagangan sumbangannya mencapai 14,69 persen (menggusur sektor pertambangan). Sektor pertambangan dan penggalian sumbangannya 12,94 persen (kecenderungannya menurun),” paparnya. Dengan melihat fenomena ini, Suntono mengatakan, kekuatan ekonomi NTB juga sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian ditambah sektor perdagangan. Mengingat kinerja tambang terus merosot. Sebagai sektor lapis kedua, sektor yang mampu menopang ekonomi NTB di antaranya sektor konstruksi, transportasi, juga industri. “Sektor tersebut mampu melevarage ekonomi NTB di masa depan sepanjang dapat dikelola dengan baik. Daya ungkit menjadi lebih kuat ketika pariwisata telah pulih. Karena sektor tersebut memiliki backward dan forward linkages sangat luas,” imbuhnya. Saat ini aktivitas penambangan di Batu Hijau telah memasuki fase VII, kemungkinan produksinya belum optimal. Diperkirakan dalam 1-2 tahun ke depan terjadi peningkatan produksi. “Dengan merosotnya sektor tambang berada pada posisi ketiga dalam struktur ekonomi. Kalau sampai 2021 tidak ada peningkatan produksi tambang, ekonomi kita tidak tumbuh setinggi tahun-tahun sebelumnya. Kecuali melemahnya sektor tambang bisa dikonversi oleh sektor yang lainnya,” demikian Suntono. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Achris Sarwani menjabarkan, perjalanan ekonomi Provinsi NTB sepanjang tahun 2018 ini dihadapkan dengan tekanan yang cukup berat. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Provinsi NTB tahun 2018 tertekan seiring dengan terbatasnya kinerja tambang, yang disebabkan oleh cadangan bijih tembaga yang semakin menurun. Hal tersebut berdampak pada terkontraksinya ekspor luar negeri NTB. Pertumbuhan ekonomi NTB
pada triwulan I dan II 2018 cukup baik. Masing-masing sebesar 4,87% (yoy) dan 7,23% (yoy). Pasca terjadinya bencana gempa, pertumbuhan ekonomi nontambang di triwulan III 2018 mengalami kontraksi sebesar 0,36% (yoy) dan dengan memasukkan tambang, kontraksi menjadi sebesar 13,99% (yoy). “Jadi kontribusi tambang terhadap ekonomi kita tidak bisa dilihat sebelah mata,” ujarnya. Tambang saat ini memiliki kontribusi yang sangat besar (20-24) persen terhadap PDRB), mengingat di sisi lain sektorsektor lainnya belum cukup progresif. Meskipun, saat ini kontribusi sektor tambang menurun (kontribusi di bawah 19 persen terhadap PDRB) karena terjadinya penurunan aktivitas. Tambang memang sedang tak menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi NTB saat ini. Tetapi menurut Achris, inilah momentum besar menggenjot sektor-sektor non tambang. Sampai pada saatnya terjadi di tahun 2021 tambang akan berproduksi sangat bagus di fase VII ini. “2021 masa bagus-bagsunya tambang dan kami yakin akan naik. Pada saatnya, akan terjadi kekuatan besar di NTB, hilirisai jalan, pariwisata jalan, tambang jalan, apalagi diperkuat diperkuat smelter. Pada saat itu semua sedang panen. Sektor industri dan pengolahan bagus, itu artinya kukuatan besar sekali terjadi di NTB,” demikian Achris. Dari data yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariyadi, investasi yang mengucur di NTB dari Januari-September 2018 mencapai Rp13,5 triliun. Terbagi Rp9,9 triliun lebih adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp3,5 miliar lebih adalah penanaman modal asing (PMA). Sebarannya Rp1,43 triliun di Kota Mataram, Rp517,2 miliar di Lombok Utara, Rp1,43 triliun di Lombok Barat, Rp1,29 triliun di Lombok Tengah, Rp385,3 miliar di Lombok Timur, Rp6,1 triliun di Sumbawa Barat, Rp2 triliun di Sumbawa, Rp76,7 miliar di Dompu, Rp64,1 miliar di Bima, dan Rp37,3 miliar di Kota Bima. “Di daerah – daerah dengan nilai investasi terbesar faktanya ada peran tambang. Itulah yang memberi multiflier efek terhadap perekonomian, dia menjadi penopang,” demikian L. Gita. Tidak saja soal nilai investa-
(Suara NTB/bul)
JARING COCONET - Pembuatan jaring coconet untuk reklamasi kawasan pascatambang. Tambang setidaknya telah menghidupkan ekonomi kerakyatan di lingkar tambang. sinya, tambang juga memberi kontribusi terhadap penerimaan negara dari izin-izin investasinya. Menatap ke depan, investasi dari sektor pertambangan diyakini akan semakin besar, menyusul rencana pembanguan smelter di Pulau Sumbawa. “Sudah ada komunikasi dengan kami antara PT. AMNT dan Freeport. Ini menjadi harapan sangat besar kita kedepannya,” demikian L. Gita. Karena itulah, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, pertambangan memiliki peran sangat penting dan kompleks terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah. Melihat data statisiknya, ekonomi NTB tercatat menggembirakan karena kontribusi tambang. “Sekarang ada siklusnya, mereka (PT. AMNT) sedang menggali (memulai fase VII). Proses ini tidak cepat, butuh waktu. Dan saya yakin ekonomi
kita akan segera dipulihkan oleh tambang, Insya Allah,” katanya optimis. Orang nomor satu di NTB ini juga menaruh harapan besar NTB akan semakin baik ketika produksi hasil pertambangan telah membaik. Dan pemerintah daerah komitmen memberikan dukungan untuk itu. Anita Avianty, Head of Corcom PT. AMNT menyebut, menurunnya kinerja tambang dipengaruhi karena proses transisi yang berjalan di internal. Pascapenggantian operasional dari PT. Newmont oleh PT. AMNT. Proses penambangan juga memasuki tahap awal fase VII (penggalian awal). Meski demikian, ekspor konsentrat tetap berjalan dengan mengolah stock pile yang dimiliki. Demikian juga soal rencana pembangunan smelter, Anita mengatakan komitmen perusahaan untuk melakukan pemurnian di dalam negeri. “2023 smelter telah beroperasi,” demikian Anita. (bul)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 10
Pengangkatan Guru Kontrak
Buka Peluang Guru SLB DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB membuka peluang seluas-luasnya bagi guru lulusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) untuk menjadi guru di SLB di NTB. Pasalnya, sampai saat ini guru SLB di NTB masih sangat kurang. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh Suruji, ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan, guru SLB di NTB masih sangat kurang, karena itulah pihaknya membuka peluang bagi siapa saja yang menyelesaikan Pendidikan Luar Biasa (PLB) untuk melamar menjadi guru SLB. “Jika melamar, pasti akan diterima karena sangat kekurangan. Kami siap membuat NTB menjadi provinsi inklusi,” katanya. Oleh karena minimnya guru PLB di SLB yang ada di NTB, maka Provinsi NTB mulai mendeklarasikan penerapan sekolah inklusi sejak tahun 2015 lalu. Ke depan, pihaknya akan tetap melaksanakan program sekolah inklusi. Nantinya target yang akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi NTB yaitu setiap tahunnya menunjuk dua sekolah di kabupaten/kota, baik SMA maupun SMK untuk menjalankan sekolah inklusi. Sekolah inklusi sendiri memungkinkan anak berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah umum. Namun, pelaksanaan sekolah inklusi juga memiliki sejumlah tantangan, karena minimnya guru di sekolah umum yang bisa mengajar siswa berkebutuhan khusus. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan guru SLB, Dinas Dikbud NTB melaksanankan Uji Kompetensi Guru (UKG) Non PNS sebagai guru kontrak daerah pada 18 Desember lalu. Namun, dari jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti UKG pun masih termasuk sangat kurang. Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., ditemui sebelumnya menyampaikan untuk UKG Non PNS SLB hanya 101 orang yang mendaftar, padahal dibutuhkan 150 guru SLB. “Kita masih sangat kekurangan, angka yang mendaftar itu baru untuk ikut UKG, kita belum tahu apakah memenuhi syarat atau tidak dari hasil UKG itu,” ujarnya dalam kesempatan wawancara sebelumnya. (ron)
H. Muh. Suruji
(Suara NTB/dok)
Daerah Tunggu Kebijakan Pusat Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB masih menungu sejumlah kebijakan pemerintah pusat terkait dengan pengelolaan guru. Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB sendiri sudah melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Non PNS sebagai guru kontrak daerah. Namun kepastian pengangkatan masih menunggu sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ir. H. Rosyadi Sayuti, M.Sc, Ph.D., kepada Suara NTB, ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, pihakya sudah menyiapkan ang-
garan untuk membiayai guru non PNS yang memenuhi syarat dalam UKG Non PNS lalu. Namun, pihaknya masih menunggu sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat seper-
ti menunggu hasil tes CPNS. “Berapa yang lulus tes CPNS, nanti itu yang menjadi faktor pengurang dari hasil UKG Non PNS,” ujarnya. Sekda menambahkan, pi-
(Suara NTB/ist)
Rektor UMMAT H. Arsyad Abd. Gani
tif-adaptif sebanyak 5.837 orang, namun yang memenuhi syarat sekitar 500-an orang. Sementara UKG Non PNS produktif dan SLB dilaksanakan bulan Desember 2018 lalu yang diikuti sebanyak 1.132 peserta. Ditargetkan, guru Non PNS yang memenuhi syarat akan memperoleh SK Gubernur pada akhir tahun 2018 lalu. Penempatan bagi mereka akan dilaksanakan pada awal tahun 2018 ini. (ron)
123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 Matangkan Persiapan UNBK 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567 SMKN 1 Mataram tidak mencari waktu 123456789012345678901234567 khusus untuk mempersiapkan siswanya 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 dalam mempersiapkan Ujian Nasional Ber123456789012345678901234567 basis Komputer (UNBK). Pihak sekolah 123456789012345678901234567 akan menggunakan waktu pembelajaran 123456789012345678901234567 efektif untuk menyiapkan siswa saat UNBK. 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 Wakil Kepala SMKN 1 Mataram bidang 123456789012345678901234567 Humas, Drs. Hery Setyono, ditemui di ruang 123456789012345678901234567 kerjanya belum lama ini menjelaskan, pi123456789012345678901234567 haknya sudah mulai menyiapkan diri meng123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 hadapi UNBK. Namun terkait pengayaan, 123456789012345678901234567 pihaknya tidak menyiapkan waktu khusus. 123456789012345678901234567 “Kalau pengayaan kita tidak ada waktu 123456789012345678901234567 khusus, kita selalu gunakan jam efektif un123456789012345678901234567 tuk selipkan materi pengayaan,” ujarnya. 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 Hery menjelaskan, SMKN 1 Mataram 123456789012345678901234567 sudah menyiapkan UNBK. Sudah disiap123456789012345678901234567 kan tiga laboratorium komputer untuk 123456789012345678901234567 UNBK. Pihaknya menunggu ketentuan 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 sesi untuk jadwal UNBK. 123456789012345678901234567 Pada bulan Desember 2018 lalu sudah 123456789012345678901234567 dilakukan simulasi pertama. Sebanyak 204 123456789012345678901234567 siswa kelas XII di SMKN 1 Mataram akan 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 mengikuti UNBK. 123456789012345678901234567 Berdasarkan Prosedur Operasional 123456789012345678901234567 Standar (POS) Penyelenggaran Ujian Na123456789012345678901234567 sional tahun pelajaran 2018/2019 menun123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 jukkan bahwa Jadwal UN Berbasis Kom123456789012345678901234567 puter (UNBK) SMK dilaksanakan pada 25 123456789012345678901234567 Maret sampai dengan 28 Maret 2019. Den123456789012345678901234567 gan mengujikan mata pelajaran Bahasa 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, 123456789012345678901234567 dan Teori Kejuruan. 123456789012345678901234567 Pihak sekolah juga akan melakukan 123456789012345678901234567 sejumlah uji coba atau try out UNBK. Terma123456789012345678901234567 suk uji coba untuk uji kompetensi. Saat ini 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 ada delapan kompetensi keahlian di SMKN 1 123456789012345678901234567 Mataram untuk tahun ajaran 2018/2019. 123456789012345678901234567 Ada penambahan empat kompetensi 123456789012345678901234567 baru yaitu perhotelan, kecantikan kulit dan 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 rambut, tata busana, dan multimedia. Ke 123456789012345678901234567 empat kompetensi keahlian baru itu me123456789012345678901234567 nambah empat kompetensi keahlian sebel123456789012345678901234567 umnya yaitu otomatisasi dan tata kelola 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 perkantoran, bisnis daring dan pemasaran, 123456789012345678901234567 akuntansi dan keuangan lembaga, dan per123456789012345678901234567 bankan dan keuangan mikro. 123456789012345678901234567 Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 SMK, Bidang Pembinaan SMK Dinas Dik123456789012345678901234567 bud NTB, Umar, S.Sos., MM., menjelaskan, 123456789012345678901234567 ada sedikit perbedaan pelaksanaan UN dan 123456789012345678901234567 USBN 2019 dibandingkan pelaksanaan UN 123456789012345678901234567 dan USBN tahun 2018. “Yang beda, UN 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567 SMK lebih maju dan USBN dilaksanakan 123456789012345678901234567 setelah UN,” katanya. (ron) 123456789012345678901234567 123456789012345678901234567
SMKN 1 Mataram Gunakan Jam Efektif
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Mahasiswa Unram dan SNU Korsel yang mengadakan KKN di Puyung pose bersama.
Unram - SNU Korsel Gelar KKN Internasional di Loteng
bisa dilanjutkan pada bulan 26 aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Prinsip kerja dari sistem Desember 2018 selama 10 hari. Ketua Tim KKN dari Unram, pemurnian air ini adalah air hujan Bintang menjelaskan, kegiatan yang akan ditadah lalu saring dengan alat dilakukan pada program KKN ini di filter, kemudian ditampung, sehingantaranya instalasi pemurnian air ga bisa digunakan untuk air minum. Kapasitas air yang bisa ditamhujan, tanggap bencana gempa Lombok di beberapa desa di Kabupaten pung dari instalasi ini mencapai 6000 Lombok Utara (KLU). Selain itu, liter. Tempat penampungan air sendipendidikan dan pengajaran di ri terdiri dari tangki air berukuran YGMC dan SDN 1 Selat terkait tang- 2000 liter. Dari tangki penampungan gap bencana, kebersihan, kesehatan, selanjutnya dihubungkan dengan pipa dan sosialisasi instalasi pemurnian untuk dialiri air sehingga bisa diair hujan. Para murid akan dikenal- gunakan untuk berbagai kebutuhan. Para mahasiswa ini berharap denkan alat-alat dan bahan yang digunakan untuk instalasi, cara meng- gan adaanya sistem pemurnian air hujan bisa menjadi alternatif bagi gunakan, dan perawatannya. Sejak tanggal 26 Desember permasalahan kesulitan air. Meremahasiswa dari SNU dan Unram ka juga berharap sistem ini menjadi telah mulai bekerja memasang in- tawaran untuk solusi air bersih di tengah air permukaan dan air tanah stalasi pemurnian air hujan. Ridwan, mahasiswa Unram yang sudah tercemar dan masyarakat menyampaikan bahwa pemurnian bisa sadar tentang air bersih. Ada banyak pengalaman berkeair hujan didasari hasil penelitian yang menyebutkan san yang mereka rasakan selama bahwa air permu- KKN di YGMC. “Kami bersyukur kaan di wilayah bisa ikut merasakan menjadi santPuyung sudah terce- ri, kami ikut bangun pagi pukul 4 mar oleh sampah ikut Salat Tahajud dan sebagaindan air tanahnya ya meskipun itu berat tetapi lamamengandung zat tim- lama jadi terbiasa dan itu sangat bal yang cukup tinggi membahagiakan” tutur Bintang. Pengalaman yang mengesankan sehingga alternatif yang digunakan ad- juga diceritakan Jihoon Kim dari SNU, jika dirinya terkesan melihat alah air hujan. Menurut WHO, kerjasama para santri yang berair hujan relatif tidak baris membantu mengangkat dan terlalu banyak terce- memindahkan bata secara estafet. juga akan kami gandeng untuk termari, sehingga lebih ‘’Itu sangat unik” tuturnya. (dys) libat dalam berbagai jenis pelayanan di UMMAT,” paparnya. Mulai 2019 seluruh mahasiswa akan disediakan berbagai program yang menarik untuk meningkatkanMataram (Suara NTB) productive skill mahasiswa. Di dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulkampus pihaknya sedang membangun ama (NU) Provinsi NTB bersama satu wadah yang diberi namaCivitas Akademika Universitas Campoong Oxford yang didukung NU (UNU) NTB, menggelar Haul oleh Oxford University sebagai learning KH. Abdurrahman Wahid atau center and self access center bagi para maGus Dur dan wafatnya TGH. Ahhasiswa agar dapat mempraktikkan mad Taqiuddin Mansur, di aula bahasa Inggris secara maksimal. kampus UNU NTB, Senin (31/12/ Sehingga, katanya, diharapkan 2018). Kegiatan doa dan zikir berbegitu mahasiswa kita akan lulus sama juga dirangkaikan dengan dari UMMAT, mereka sudah siap diskusi refleksi akhir tahun 2018. dengan kemampuan bahasa IngDalam sambutannya, Rektor gris yang dibutuhkan untuk studi UNU NTB, Hj. Baiq Mulianah lanjut ke luar negeri. mengatakan, kegiatan tersebut Terakhir, Kepala Kantor Urusan digelar untuk memperkuat tali siInternasional (KUI) UMMAT Dr. laturahim dan juga untuk menLukman, M.Pd., memastikan KUI genang sosok Gus Dur dan TGH. (Suara NTB/dys) UMMAT akan segera membuka Ahmad Taqiuddin Mansur. kelas internasional bagi mahasiswa Pemikiran dan hal-hal baik dari HADIR - Sejumlah komisioner KPU dan Bawaslu NTB hadir pada acara asing untuk belajar di UMMAT. dua tokoh itu diharapkan bisa Haul Gus Dur dan TGH. Ahmad Taqiuddin Mansur, Senin (31/12). Program-program terkait sepermenginspirasi generasi muda saat alah ketua, orang tua, dan guru kita. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti BIPA juga akan disiapkan. Di ini. Selain itu kegiatan juga dige- Banyak yang dihasilkan beliau, dan ti, MSc., PhD., mengatakan, Gus samping itu memang kerjasama lar untulk memberikan ruang re- ini juga jadi motivasi untuk kader Dur dan TGH. Ahmad Taqiuddin UMMAT dengan berbagai kamMansur adalah sosok ulama yang fleksi akhir tahun bagi UNU NTB. muda NU,” kata Winengan. pus-kampus di luar negeri sudah Winengan mengatakan, kegiatan sangat menginspirasi. Diakuinya, “UNU NTB yang sudah berdiri sangat banyak. Diantaranya di sejak 3 tahun lebih, mudah-mudah- itu sangat strategis untuk merefle- tanpa disadari kehidupan berbangTaiwan, Malaysia, Polandia, Ausan kami tetap bisa berbuat dan meng- ksi apa yang sudah terjadi di tahun sa saat ini banyak diwarisi oleh tralia, Brunei Darussalam, USA, abdi untuk NTB dan Indonesia dan 2018 untuk menghadapi tahun 2019. zaman pemerintahan Gus Dur. dan terakhir kemarin dengan dua “Reformasi total itu dimulai di Tahun 2018, papar dia, bencana memberikan keberkahan bagi universitas di China. (ars/*) demi bencana terjadi di Indonesia, zaman Gus Dur, di mana tentara masyarakat,” kata Baiq Mulianah. Sekretaris PBNU NTB, H. Lalu termasuk gempa bumi Lombok yang dulu sangat kuat dan begitu Winengan mengatakan, TGH Ahmad yang terjadi pada Juli-Agustus 2018 hebat dengan dwi tunggalnya bisa Taqiuddin Mansur yang terakhir lalu. “Tahun 2018 bencana demi diselesaikan dengan begitu damai menjabat Ketua PBNU NTB meru- bencana di Indonesia. Gempa ter- ketika Gus Dur jadi Presiden,” kata pakan sosok inspiratif bagi generasi panjang 2018. Saat ini kita berdoa Rosiady. Begitu juga dengan pemmuda NTB, khususnya pemuda NU. untuk Gus Dur dan TGH. Taqiud- bangunan, otonomi daerah, dan de“Dalam perjalanan banyak yang din, juga berdoa agar alam ini ber- sentralisasi yang saat ini ada dan bisa dinikmati, semua pangkalnya diajarkan oleh beliau (TGH Ahmad henti bencana,” katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, ada di zaman Gus Dur. (dys) Taqiduddin Mansur). Beliau ad-
Praya (Suara NTB) Sebanyak 34 mahasiswa dari Seoul National University (SNU) dan Universitas Mataram (Unram) melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Yayasan Generasi Muslim Cendekia Puyung yang dimulai pada 26 Desember 2018 lalu. Kerjasama ini berawal dari tawaran Prof. Jun Seok Hwang dari SNU kepada Prof. Sunarpi dari Unram untuk sama-sama mengirimkan mahasiswanya KKN di YGMC Puyung. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program KKN mahasiswa Unram yang telah dimulai pada bulan Agustus lalu selama 55 hari. Mahasiswa dari SNU yang dipimpin oleh Prof. Jun Seok Hwang sebelumnya direncanakan akan melakukan KKN di YGMC pada Agustus lalu tetapi harus tertunda, karena musibah gempa yang menimpa Lombok, sehingga baru
Pusat Bahasa UMMAT Buka Program Pendukung 1.000 Beasiswa Gubernur ke Luar Negeri Mataram (Suara NTB) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendukung penuh program Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., untuk paket 1000 beasiswa ke luar negeri. Sejumlah program ditawarkan dan membuka kesempatan seluas luasnya kepada mahasiswa NTB. Rektor UMMAT Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd. menuturkan, program itu sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam mendukung dan mewujudkan program Pemprov NTB untuk mengirim 1.000 orang ke luar negeri. Selain itu, untuk support kebutuhan bagi mahasiswa, karyawan dan dosen di civitas UMMAT. “Untuk itu kami telah menggandeng Holmesglen Institute Australia,Oxford University dan International Test Center untuk mewujudkan program pengembangan Bahasa Inggris di UMMAT,” ujarnya. Meretas jalan itu, pihaknya mengadakan berbagai pelatihan yang melibatkan native speakerslangsung untuk membina dosendosen dan mahasiswa. Dengan Oxford University, jajarannya akan membina dalam hal menyiapkanMaterials Development juga English Teacher Training. “Dengan pihak Holmesglen Institute Australia kami kerjasama dalam hal pengembangan English for Spesific Purposes juga dalam hal pengembangan bahasa inggris bagi vocational school atau sekolah kejuruan. Dengan pihak Educational Testing System melaluiInternational Test Center, Ummat sebagai authorized test centermenyiapkan pelayanan tes TOEFL, IELTS, TOAFL dan TOEIC yang dibutuhkan oleh para pencari beasiswa,” papar rektor. Rektor yakin, pusat bahasa UMMAT ke depan dapat
haknya juga masih menunggu kepastian peraturan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Yang lama kita tunggu di pemerintah pusat ini, sekarang dijanjikan PPPK, membuat kita menunggu, padahal anggaran sudah disiapkan,” ujarnya. Dinas Dikbud NTB sendiri sudah melakukan UKG Non PNS bagi guru normatif-adaptif, guru Produtif, dan guru SLB. Peserta UKG Non PNS norma-
menjadi Center of Excellence in Language Services.Lanjutnya, program UMMAT ini karena menyadari tentang persaingan global di era revolusi industri 4.0 yang semakin ketat. Selain itu, tuntutan untukmenyediakan kesempatan dalam bentuk program-programpengembangan/latihan dan menyediakan fasilitas terbaik untuk lulusan agar memiliki daya saing tinggi dan berwawasan global. “Salah satunya mampu menggunakan bahasa Inggris secara nyata di komunitas internasional,” pungkasnya. Kepala Pusat Bahasa UMMAT Asbah, M.Hum menambahkan, untuk memastikan pelayanan yang maksimal dan profesional, Pusat Bahasa UMMAT juga telah bekerjasama dengan berbagai mitra yang concern di bidang layanan dan kajian bahasa seperti FILBA (Forum Institusi Layanan Bahasa) Kemenristekdikti, HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia), ALTI (Asosiasi Linguistik Terapan Indonesia), Badan BahasaKemendikbud RI dan lainnya. ”Dengan Badan Bahasa kami akan menyelenggarakan kegiatan Tes UKBI (Uji Kompetensi Bahasa Indonesia) baik bagi penutur asing maupun bagi berbagai pihak yang membutuhkannya. Berbagai kalangan profesional dan praktisi
UNU NTB Gelar Diskusi Refleksi Akhir Tahun
(Suara NTB/ist)
Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah bersama civitas dan mahasiswa UMMAT beberapa waktu lalu.
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ist)
Kepala Pusat Bahasa UMMAT Asbah Kepala KUI UMMAT Lukman
Jaring Bakat Mahasiswa Lewat Kegiatan Seni dan Olahraga Mataram (Suara NTB) Salah satu cara untuk memfasilitasi sekaligus menjaring minat dan bakat mahasiswa adalah dengan cara mengadakan kegiatan yang terkait dengan hal tersebut. Oleh karena itulah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram belum lama ini bekerja sama dengan Badan Kegiatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Syariah mengelar kegiatan bertajuk Pekan Ilmiah Seni dan Olahraga.
Ketua Panitia Pekan Ilmiah Seni dan Olahraga Dr. Jumarim, M.HI., menjelaskan, kegiatan Pekan Seni dan Olahraga diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 3 jurusan, dalam 13 mata lomba yang berbeda. Nantinya kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki bakat di bidang seni dan olahraga. Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Mutawali, M.Ag, mengingatkan, acara semacam ini seyogyanya harus rutin
dilaksanakan, karena selain untuk pemetaan bakat, juga diharapkan acara ini mampu menjadi ajang silaturahim dalam rangka memperkuat ukhuwah di lembaga UIN Mataram. Pada pagelaran ini, Jurusan Muamalah berhasil mencapai predikat juara umum. Mahasiswa yang menjadi juara di sejumlah cabang yang atau nomor yang diikuti dapat membantu meningkatkan kapasitas lembaga dan mampu mengharumkan nama lembaga. (dys)
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 11
Kerjasama Humas Pemkab Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Sambut Pergantian Tahun, Pemkab Sumbawa Gelar Zikir dan Doa Bersama Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemkab Sumbawa mengisi malam pergantian tahun dengan menggelar zikir dan doa bersama di berbagai tempat. Kegiatan dipusatkan di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Senin (31/ 12) malam. Dihadiri Bupati Sumbawa, segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), para pimpinan OPD, pemuka agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat umum. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyampaikan, zikir dan doa bersama ini pada dasarnya merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Karena sampai saat ini, Sumbawa masih diberikan limpahan rahmat berupa keamanan, rasa nyaman dan perekonomian yang terus berkembang. Dijelaskannya, pemerintahan Husni-Mo sudah ber-
jalan kurang lebih selama dua tahun 10 bulan sejak 17 Februari 2016 lalu. Sudah cukup banyak kemajuan yang dicapai, termasuk telah mampu membangun sebuah pondasi yang baik dalam pemerintahan maupun pembangunan daerah. Sebagai wujud implementasi good governance, seperti perbaikan kualitas pelayanan publik maupun tata kelola keuangan daerah. Tak kalah pentingnya, apresiasi positif dari masyarakat terhadap geliat pembangunan berbagai infrastruktur publik yang mulai dirasakan manfaatnya secara siginifikan. Segala keberhasilan tersebut merupakan kerja kolektif semua pihak. Semangat kebersamaan ini harus selalu dijaga untuk mampu berprestasi menjadikan masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat. Meskipun demikian, pihaknya menyadari masih banyak yang perlu dibenahi, dibangun, dan dikembangkan di tahun
mendatang. Makanya pihaknya bersama seluruh jajaran pemerintah terus melakukan ikhtiar maksimal untuk memajukan dan mensejahterakan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. “Memasuki tahun 2019, mari kita tingkatkan kinerja kita untuk berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan masyarakat di Tana’ Samawa, daerah yang amat kita cintai ini,” jelasnya. Bupati juga menyampaikan, tahun 2019 merupakan tahun politik, yang ditandai dengan Pileg dan Pilpres. Tentunya mengakibatkan situasi sosial politik terasa agak panas akhir-akhir ini. Gejala polarisasi antara dua kubu yang berbeda pilihan politik di pemilu 2019 pun mulai terasa. Untuk itulah Bupati menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, agar mendudukkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya. Bupati juga mengingatkan seluruh ASN di Kabupaten
Sumbawa untuk senantiasa menjaga netralitas serta tidak ikut terbawa arus politik dalam pemilu 2019. Senantiasa berhati-hati serta jangan mudah terpengaruhi untuk terlibat politik praktis, mengingat beratnya sanksi yang akan diterima. Meskipun demikian, ASN tetap mempunyai hak pilih dan tidak boleh golput. “Kita menyadari, menjaga kerukunan dan persatuan antar semua komponen bangsa sangat diperlukan untuk menyukseskan Pilpres dan Pileg 2019, dan juga menciptakan rasa damai dan aman dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat dalam Pilpres dan Pileg kali ini, kita melihat bahwa semakin hari dinamikanya semakin tinggi. Potensi konflik sosial yang sering terjadi biasanya berasal dari isu sara. Dan dari isu sara tersebut, faktor agama merupakan faktor yang lebih dominan menjadi potensi konflik, bila dibandingkan dengan faktor kesukuan atau hal
lainnya. Potensi konflik juga dipertajam dengan keberadaan masyarakat yang mudah diprovokasi dengan adanya berita hoaks dan juga hate speech (ujaran kebencian) yang beredar luas di media sosial,” lanjutnya. Oleh karena itu, Bupati menekankan kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu kunci terciptanya Pilpres serta Pileg yang aman dan damai. Seluruh alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama, diharapkan mampu memberi pencerahan kepada masyarakat untuk terus saling menghargai serta menghormati antar pemeluk agama. Perhatian ini menjadi penting agar semua pihak dapat memahami bahwa apa pun hasil Pilpres dan Pileg nantinya, siapapun yang menang dan siapapun yang kalah, Indonesia harus tetap damai dan harmonis satu sama lain. “Saya berharap kepada para pemuka agama, tokohtokoh ummat, dan para
muballigh, agar dapat terus memantapkan perannya di tengah-tengah masyarakat dan menjadi jembatan serta wadah dalam memelihara toleransi dan kerukunan antar umat beragama sehingga dapat mencegah terjadinya berbagai konflik sosial dalam masyarakat,” harapnya. Sementara Ustad Arifin, Lc dalam taushiyahnya mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum pergantian tahun ini dengan bersyukur kepada Allah SWT. Karena sampai saat ini masih memberikan nikmat umur dan kesempatan untuk menikmati hidup. Ia juga mengajak agar pergantian tahun ini agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan iman dan taqwa. Kemudian ia juga mengajak para orang tua untuk mengawasi anak dan generasi muda, terutama dalam momentum malam pergantian tahun agar diarahkan untuk melakukan kegiatan
yang bermanfaat. “Mari kita manfaatkan pergantian tahun ini dengan hal bermanfaat. Dengan memperbanyak zikir dan doa, dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun,” terangnya. Untuk diketahui, kegiatan zikir dan doa bersama yang dilaksanakan dipimpin langsung Ketua MUI Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag. Kemudian taushiyah oleh Ustad Arifin, Lc. Pelaksanaan kegiatan zikir dan doa bersama ini tidak hanya dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Sumbawa Besar. Tetapi juga dilaksanakan di masjid dan suro yang ada di kecamatan-kecamatan dan desa. Mengingat sebelumnya Bupati Sumbawa juga sudah membuat surat himbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan kegiatan ini. (ind/arn/*)
Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril
Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril saat memberikan sambutan di acara zikir dan doa bersama.
Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril bersalaman dengan jemaah peserta zikir.
Situasi saat pelaksanaan zikir dan doa bersama
Ustad Arifin saat memberikan tausiyah
Ketua MUI Sumbawa didampingi Bupati dan Pejabat FKPD memimpin kegiatan zikir dan doa bersama.
Pelatih Berprestasi Dapat Bonus yang Adil Dompu (Suara NTB) KONI Kabupaten Dompu sudah mengajukan daftar atlet dan pelatih berprestasi untuk mendapatkan bonus seperti yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu. Jika sebelumnya bonus bagi pelatih dibuat sama, hasil pekan olah raga (Porprov) 2018 ini diajukan secara berkeadilan berdasarkan raihan medali. Hal itu disampaikan Ketua umum KONI Kabupaten Dompu, Putra Taufan, SH, MH kepada Suara NTB di kediamannya, pekan lalu. Bonus peraih medali diajukan sebesar Rp15 juta untuk peraih medali emas perorangan dan Rp20 juta peraih medali emas beregu, Rp10 juta untuk peraih medali perak perorangan dan Rp7,5 juta bagi peraih medali perunggu perorangan.
Tidak hanya atlet yang diberikan bonus, tapi juga bagi pelatih berprestasi. Pemberian bonus bagi pelatih tidak diberikan sama seperti pada pelaksanaan Porprov sebelumnya. Saat ini diberikan bonus berdasarkan raihan medali dan pola ini seperti dilakukan pemerintah bagi pelatih berprestasi Asian Games lalu. Besaran bonus bagi pelatih berprestasi ini setengah dari bo-
Meski Terpilih, Arianto Absen di Musprov PASI Mataram (Suara NTB) Terpilihnya Arianto Prametu sebagai Ketua PASI NTB periode 2019-2023 tak saja ditanggapi dengan suka cita oleh pelaku olahraga di NTB. Namun, para pengurus juga lainnya juga mengungkapkan rasa kecewa dengan terpilihnya ketua AFP NTB sebagai pimpinan cabor atletik itu. Rasa kecewa tersebut disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB Demisioner, Nasaruddin kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (1/1). Nasaruddin yang merupakan mantan Pembantu Rektor (PR) III Rektor Universitas Mataram (Unram) itu mengatakan, dirinya kecewa dengan Arianto lantaran ketua PASI terpilih tersebut tidak bisa hadir usai dinyatakan terpilih sebagai ketua PASI NTB di Musprov PASI NTB di Mataram, 29 Desember lalu. “Seharusnya ketua terpilih itu harus hadir di acara Musprov PASI NTB. Hal itu penting untuk mengetahui kesiapan ketua terpilih untuk memimpin cabor atletik,” ucapnya. Menurut Nasaruddin, ketidakhadiran Arianto dalam Musprov PASI NTB belum lama ini mengundang rasa penasaran para pengurus olahraga atletik. Dalam hal ini mereka merasa ragu bila Arianto akan serius memimpin organisasi cabang olahraga atletik. “Kita butuh statemen langsung dari pemimpin terpilih. Apakah dia siap memimpin PASI NTB,” tanyanya. Sementara itu, Arianto Ketua PASI NTB terpilih belum bisa dihubungi. Informasinya Arianto masih berada di luar negeri. Meski Arianto belum bisa dihubungi, namun demikian Arianto telah mengutus Agus Sukmayadi sebagai perwakilan Arianto di Musprov PASI NTB. Agus Sukmayadi yang dikonfirmasi Suara NTB di tempat terpisah membenarkan bila Arianto saat itu berada di luar negeri, dan Agus menegaskan, Arianto siap memimpin Arianto Prametu PASI NTB. (fan) (Suara NTB/ist)
nus atlet dan diakumulasi dari jumlah medali yang diperoleh untuk memberikan keadilan serta sportifitas. “Seperti pelatih panjat tebing yang meraih 11 emas, 7 perak, 3 perunggu, pelatihnya bisa mendapatkan bonus hampir Rp50 juta,” kata Putra Taufan. Setiap kontingen hanya 1 orang pelatih, tapi dalam penyiapan atlet biasanya lebih dari 1 orang. Karenanya, kebijakan soal pelatih ini diberikan kepa-
da masing – masing cabang olah raga (Cabor). Pemberian bonusnya berdasarkan jumlah medali. “Tidak dibuat rata semua pelatih (diberi bonus),” ungkapnya. Jumlah anggaran untuk bonus ini diajukan KONI ke pemerintah daerah (Pemda) sebesar Rp1,5 M. Karena jumlah yang cukup besar, sehingga penganggarannya dilakukan pada APBD 2019. “Itu sangat bergantung dari keputusan pemerintah (menyetujuinya). Tapi kita lihat semangat pemerintah sangat bagus (untuk memberikan bonus),” katanya. Putra Taufan juga berharap, bonus tidak hanya diberikan kepada atlet dan pelatih. Tapi juga diberikan kepada cabor ber-
prestasi dengan meningkatkan fasilitas tempat latihannya. Karena ada beberapa cabor memiliki keterbatasan fasilitas, tapi tetap bisa mendapatkan medali emas saat porprov karena faktor nasib. Ia pun mencontohkan cabor panjat tebing yang hanya memiliki papan lid, sementara papan untuk kecepatan serta papan pendeknya belum ada. Tapi saat Porprov kemarin, setiap nomor itu bisa diraih medali emasnya. Selain itu, Putra Taufan juga berharap di akhir masa jabatan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin bisa membuat hal monumental di bidang olah raga dengan membangun fasilitas keolah ragaan seperti stadion olah raga indor. Karena
untuk kesejahteraan rakyat dan fasilitas gedung pemerintah, sudah dibangun Bupati. “Kita berharap di bidang olah raga ada hal monumental yang dibangun Bupati di akhir masa jabatannya,” ungkapnya. Sebelumnya, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin meminta kepada KONI untuk segera mengajukan nama atlet berdasarkan medali sehingga bisa dihitung kebutuhan anggarannya. Bonus atlet yang sudah dijanjikan saat pelepasan atlet akan ditunaikan. “Ini (Bonus) sudah dijanjikan. Janji itu harus ditunaikan,” kata H Bambang saat penerimaan kontingen Porprov NTB beberapa waktu lalu. (ula)
Sempat Diragukan, Kantor Klaster II Rampung di 2018 Dompu (Suara NTB) Pembangunan gedung perkantoran pemerintah kabupaten (Pemkab) Dompu klaster II jalan Bhayangkara yang sempat dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan, akhirnya rampung dikerjakan tahun 2018. Konstruksi pondasi yang menggunakan bor sedalam tujuh meter sebanyak 53 titik menjadi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Kepala Bagian Pembangunan dan ULP Setda Dompu, Nasrun Hanif, SE, MM kepada Suara NTB di lokasi proyek pembangunan gedung klaster II, Senin (31/12) kemarin mengungkapkan, kekhawatiran tidak dapat diselesaikan hingga akhir masa kontrak 28 Desember 2018 pengerjaan gedung perkantoran laintai 3 klaster II karena konstruksi pondasinya menggunakan sistem bor pail. Sistem ini dipilih karena lebih aman sesuai kondisi tanah di jalan bhayangkara yang bekas persawahan dan sesuai hasil uji lab atas tanah. Pengerjaan bor poil untuk konstruksi pondasi gedung klaster II, kata Nasrun Hanif, hanya satu titik perhari dengan jumlah 53 titik. Sehingga pengerjaannya menghabiskan waktu hingga 1 bulan lebih. Di atas bor poil tujuh meter dilanjutkan pasangan beton dua meter dan konstruksi bangunan. “Pekerjaan ini habis waktu di pondasi, makanya kita khawatir tidak dapat diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya. Nasrun Hanif juga mengungkapkan, gedung bertingkat lantai tiga ini direncanakan untuk tiga organisasi perangkat daerah (OPD) sektor ekonomi. Gedung perkantoran ini
(Suara NTB/ula)
RAMPUNG - Gedung perkantoran Pemda Dompu klaster II di jalan Bhayankara Dompu yang sudah rampung dan tinggal pembersihan, Senin (31/12). masih ada tahap berikutnya, sehingga desainnya ada kelanjutan pembangunannya. “Untuk tahap awal ini, kontraknya senilai Rp10,9 M,” katanya. Untuk tahap kedua direncanakan tahun 2019 dan desainnya bangunan bersamaan dengan desain bangunan tahap awal 2018. Sehingga kelanjutan pembangunan gedung, bisa dilakukan
lebih awal dengan hanya merevisi desain. Apalagi bangunan gedung tahap pertama sudah disiapkan untuk sambungan ke samping kanan hingga gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah. “Target kita, 17 Agustus 2019 sudah diresmikan dua gedung ini,” ungkapnya. (ula)
(Suara NTB/ula)
Putra Taufan
12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Dompu (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Putra Taufan, SH, MH mengaku akan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 membangun komunikasi dengan KONI 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Kota dan Kabupaten Bima untuk menjadi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 tuan rumah pelaksanaan pekan olah raga 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 provinsi (Porprov) ke XI. Jika tiga daerah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 ini berkolaborasi, bisa menjadi tuan ru12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 mah pelaksanaan Porprov. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Putra Taufan mengaku akan memulai ko12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 munikasi ini awal 2019 mendatang, sehing12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 ga bisa menyusun proposal bersama sebagai 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 tuan rumah. “Kita bisa kerjasama untuk 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 ke XI,” kata Putra Taufan kepada Suara 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 NTB, Jumat (28/12). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Ketika menjadi tuan rumah, dikatakan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Putra Taufan, maka akan ada pemerataan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 pembangunan sarana dan prasarana olah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 raga oleh pemerintah Provinsi. Selama ini, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 pelaksanaan Porprov masih dipusatkan di 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Kota Mataram. Padahal daerah – daerah lain 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 bisa menjadi tuan rumah seperti halnya pel12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 aksanaan MTQ dan STQ. Kabupaten Dom12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 pu juga pernah tercatat sebagai tuan rumah 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 pelaksanaan Porprov NTB di tahun 1980an. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 “Saya yakin, ketika tiga daerah ini beker12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 jasama akan bisa menjadi tuan rumah. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Apalagi antara Kota Bima, Kabupaten Bima 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 dan Kabupaten Dompu, mobilitasnya tidak 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 terlalu jauh,” terangnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Ia pun merasa optimis, bisa mewujudkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 sebagai tuan rumah pelaksanaan Porprov 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 mendatang. Terlebih Ketua KONI di Kota 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 dan Kabupaten Bima merupakan pengenda12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 li kekuasaan. Di Kabupaten Bima, Ketua 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 KONI-nya Bupati dan Ketua KONI Kota 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 Bima merupakan wakil Walikota. (ula) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901
Tuan Rumah Porprov XI
KONI Dompu Siap Gandeng Bima dan Kota Bima
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Sejumlah Pejabat Sumbawa Purna Tugas Sumbawa Besar (Suara NTB) Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Drs. H. Muhammading, M.Si pamit setelah mengabdi sebagai ASN selama 33 Tahun 9 Bulan. H. Ading, panggilan akrabnya, mohon maaf kepada seluruh karyawan mulai dari staf hingga pucuk pimpinan di Lingkup Kantor Bupati Sumbawa, atas segala kekurangan dan kekeliruan yang pernah dilakukan selama bertugas. “Sebagai ASN, tentu ada kewajiban untuk memberikan yang terbaik, bekerja yang ter-
baik, dengan niat yang baik Insya Allah kita akan mendapatkan tuntunan dari Sang Pencipta seperti apa kita harus bekerja dan berbuat, dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja kita, agar semua yang kurang baik bisa diperbaiki”. Demikian disampaikan H. Ading di hadapan seluruh peserta apel pagi pada saat menjadi Pembina apel, Senin (31/12) di lapangan Kantor Bupati Sumbawa. H. Ading menceritakan tentang riwayat jabatannya selama mengabdi sebagai ASN, yang dimulai dari Capeg hingga purna tugas, yaitu sebanyak
13 kali dilantik menjadi pejabat dimulai dari pejabat eselon 4 hingga eselon 2. H. Ading berharap agar silaturrahim yang sudah terbina selama ini tetap terjaga, dan tidak pernah putus. Bersamaan dengan Staf Ahli Bupati purna Bhakti juga Kepala Kesbangpoldagri, H. Yahya Adam, BA, Kepala Dinas P2KBP3A Drs. H. Ibrahim, S. Patawari, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Ir. Mustafa. (arn)
Halaman 12
Masyarakat Kurang Partisipatif Laporkan Pelanggaran Pemilu Sumbawa Besar (Suara NTB) Bawaslu Sumbawa menilai, masyarakat dan Parpol masih kurang partisipatif dalam menyampaikanlaporandugaanpelanggaran Pemilu. Sehingga Bawaslu Kabupaten Sumbawa sesuai arahan Bawaslu Provinsi NTB terus melakukan pendekatan dengan menggandeng masyarakat dari unsur pemilihpemula, OKP, tokoh pemuda, tokoh prempuan, tokoh agama dan masyarakat untuk bersama melakukan pengawasan. Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP, didampingi Korbid Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu, Ham-
dan S.Sos I, Senin (31/12), sebagai catatan Bawaslu Sumbawa selama 2018. Hasil pengawasan yang dilakukan Bawaslu Sumbawa tahun 2018 menjadi modal untuk melakukan pemetaan terhadap fokus pengawasan di sisa waktu tahapan Pemilu 2019. Hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Sumbawa dan laporan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran Pemilu selama tahun 2018, Bawaslu telah melakukan registrasi dugaan pelanggaran sebanyak empat kasus dugaan pelanggaran dan delapan hasil pengawasan dan laporan masyarakat yang telah ditindaklanjuti. Namun belum memenu-
hi unsur dugaan pelanggaran dan laporan dari masyarakat tidak memenuhi syarat formil. Sehingga terhadap informasi yang disampaikan, Bawaslu telah melakukan investigasi sesuai dengan Perbawaslu 7 tahun 2018 tentang Tata cara penanganan pelanggaran Pemilu. Beberapa catatan lain Bawaslu Kabupaten Sumbawa dalam selama proses pengawasan di antaranya, mendorong KPU Sumbawa intens mensosialisasikan regulasi tahapan Pemilu kepada masyarakat. Kemudian mendorong peserta Pemilu di Sumbawa dalam menjalankan dan memanfaatkan dengan maksimal sisa waktu tahapan kampanye dengan memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Terhadap tahapan kampanye yang dilakukan Bawaslu Sumbawa, sambungHamdan,masihditemukan APK dan BK yang dipasang oleh peserta Pemilu atau pelaksana kampanye dan tim kampanye pada tempat terlarang. Serta mendorong KPU Kabupaten Sumbawa merevisi lokasi pemasangan APK peserta Pemilu mengacu pada Perbup Sumbawa tahun 2013. “Penguatan penegakan hukum terpadu yaitu Gakkumdusudahbaik.Tapiperlukedepan penegakan hukum terpadu ini
RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
q
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609)
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
komunikasinya diintenskan lagi. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebab publik perlu tahu tentang keberadaan Sentra Gakkumdu di dalam lembaga Bwaslu,” tukas Syamsi. (arn)
HILANG HLG STNK R2 VARIO DR.3014 BW NOKA/NOSIN : MHIJF9119BK543492/ JF91E-1538479 AN.DESSY SAFTINI MANAF HLG D’SKTR DAERAH MONJOK KOTA MATARAM HLG STNK R2 YAMAHA DR.3554 CK NOKA/NOSIN : MH3IKPOODEJ896131/1KP896165 AN.ANGGRAENI HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR.4364 HY NOKA/NOSIN : MH1JBD117FK341983/JBP1E1340035 AN.HJ.SURIANI HLG D’SKTR AMPENAN HLG STNK R2 DR.4311 CL NOKA/NOSIN : MH1JFS112FK021736/JFS1E1021749 AN. RIDWAN SYAH HLG D’SKTR JL.ADI SUCIPTO KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA SUPRA X125 DR.6694BO NOKA/ NOSIN : MH1JB52117K371548/JB52E-1370619 AN.IDA AYU YESI MAYTRIANA HLG D’SKTR JL.SELEPARANG CAKRANEGARA
SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 14
Lomba Mewarnai, Ajang Tumbuhkan Kesadaran Bayar Pajak Sejak Dini Mataram (Suara NTB) Dalam rangka gebyar pajak 2018, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB menggelar lomba mewarnai dan menggambar bagi anak playgroup, TK dan SD. Kegiatan tersebut dengan tujuan menumbuhkan kesadaran bayar pajak kepada anak sejak dini. Kepala Bappenda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si mengatakan kegiatan lomba mewarnai tersebut sangat ramai dan di luar perkiraan banyak orang tua yang mengikutsertakan anaknya. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap anak-anak NTB menjadi generasi yang cerdas. “Kita ingin memanfaatkan media seperti ini (lomba mewarnai) untuk memberikan pendidikan anak sejak dini tentang kesadaran membayar pajak. Dan itu bisa nanti diterapkan orang tua. Ini pentingnya acara seperti ini kita selenggarakan ke depan,” kata Iswandi saat pemberian hadiah kepada para pemenang di Kantor Bappenda NTB, Senin (31/12) siang. Kegiatan lomba mewarnai bagi anak playgroup, TK dan SD ini, kata Iswandi dapat meningkatkan psikomotorik anak. Hasil lomba yang diselenggarakan sangat menggembirakan. Sehingga kegiatan ini akan dilakukan lagi tahun 2019. Dalam lomba mewarnai tersebut, selain anak-anak yang hadir, juga orang tua mereka. Sehingga, satu pekerjaan yang dilaksanakan mendapatkan dua laba. Dimana anak-anak akan lebih dini terlatih diberikan motivasi untuk meningkatkan kemampuan psikomotoriknya. Dan juga orang tua. “Satu pesan saya. Jangan antar anak-anak kita pakai motor yang tak pernah bayar pajak. Kalau pakai mobil atau motor, pastikan sudah bayar pajak,” pintanya. Pada kesempatan tersebut Iswandi menjelaskan pentingnya membayar pajak. Karena lewat membayar pajak, masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan. Seperti pembangunan fasilitas sekolah, rumah sakit dan lainnya bersumber dari pajak. “Mau apa saja untuk menjadikan daerah, negara maju sumber pembiayaan dari pajak. Pajak ini untuk keperluan hidup kita sebagai warga negara. Jangan pernah malas atau pura-pura lupa bayar pajak kendaraan,” ujarnya mengingatkan. Selain untuk membiayai pembangunan, kata Iswandi, pajak kendaraan juga untuk memproteksi pemiliknya. Jika pemilik kendaraan kecelakaan maka akan menerima asuransi dari Jasa Raharja. Agar pemberian santunan Jasa Raharja lancar maka pembayaran pa(Suara NTB/nas) jak harus tepat HADIAH - Penyerahan hadiah lomba mewarnai kepada anak-anak playgroup, waktu. (nas/*) TK dan SD di Mataram, Senin (31/12).
Danrem 162/WB Beri Semangat Petugas Pospam PIMPIN DOA Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani saat memimpin doa bersama di Masjid Assuhada Gebang.
Korem 162/WB Gelar Doa Bersama Sambut Pergantian Tahun Mataram (Suara NTB) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH., M.Han memimpin acara doa bersama, Senin (31/12/2018). Doa untuk keselamatan bersama itu dalam rangka menyambut tahun baru 2019. Kegiatan doa bersama diikuti Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori dan seluruh pimpinan jajaran Korem 162/WB se Garnizun Mataram. Istigosah dan Salat Tasbih berlangsung di Masjid Assuhada Gebang, sementara Umat Hindu di Pura Pasopati Gebang dan umat Kristen Khatolik di Gereja Maria Immaculata Mataram dan di Gereja GBI Rock bagi umat Kristen Protestan. Danrem 162/WB dalam sambutannya menyampaikan, selama tahun 2018 banyak cerita dan cobaan yang dialami bersama. Terutama bencana alam gempa di wilayah NTB. “Selain gempa di NTB, beberapa wilayah juga terkena musibah bencana alam yang sama seperti gempa dan tsunami di Palu, erupsi Gunung Agung Bali dan tsunami di BantenLampung,” sebutnya. Menurutnya, malam pergantian tahun merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat dunia. Namun euforia menyambut pergantian tahun itu terkadang dengan hal-hal negatif. “Mari kita sambut malam pergantian baru dengan hal-hal positif dan bermanfaat untuk bersama seperti memperbanyak doa dan beribadah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga tahun 2019 bangsa Indonesia menjadi lebih aman, damai, sejahtera dan dijauhkan dari segala bencana,” ajaknya. Sementara Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan kegiatan ibadah ini tidak hanya dilakukan di Korem saja, namun seluruh Kodim-Kodim jajaran Korem 162/ WB ikut melaksanakan kegiatan yang sama. “Jadi semua melaksanakan mulai dari Mataram hingga Kodim 1608/Bima,” ungkapnya. Seperti yang disampaikan Danrem 162/WB melalui himbauannya, kata Dahlan, berharap malam pergantian tahun baru 2019 diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan tidak membunyikan kembang api ataupun hiburan-hiburan yang sifatnya menggangu malam pergantian tahun. “Insya Allah semoga di tahun 2019 ini akan tercipta masyarakat NTB bisa bangkit dari keterpurukan menjadi masyarakat yang madani menuju NTB Gemilang,” pungkasnya. (ars/*)
Mataram (Suara NTB) Dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun baru 2019, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han memantau langsung pos pengamanan terpadu di beberapa titik di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Senin (31/12). Pengecekan lokasi untuk memberi semangat personel TNI – Polri yang bertugas. Danrem didampingi Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., dan Kapenrem 162/ WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos. Lokasi-lokasi pos pengamanan yang disambagi Danrem 162/WB antara lain Pospam terpadu Karang Jangkong, Bertais, Kebun Roeq, Mall Epicentrum, Sidak penjualan Kembang Api dan Pospam Senggigi, Narmada Lombok Barat.
Danrem menyampaikan, pemantauan ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada petugas pos pengamanan. Selain itu, untuk melakukan pemantauan secara langsung terhadap objek-objek yang akan dikunjungi oleh masyarakat seperti Mall, tempat-tempat makan ala Barat, jalan-jalan protokol karena tempat-tempat hiburan ditiadakan sehingga perlu pengamanan ektra di lokasi-lokasi tersebut. Dijelaskannya, jumlah personel setiap Pospam baik TNI dan Polri disesuaikan dengan luas wilayah pengamanan pos masing-masing ada yang 5 orang hingga 20 orang per pos. Khusus untuk wilayah Bima maupun kabupaten kota lainnya di NTB, lanjutnya, agar para Dandim terus memantau perkembangan wilayahnya.
(Suara NTB/ars)
FOTO BERSAMA - Danrem 162/ WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani foto bersama personel pos pengamanan tahun baru Jika ada hal-hal yang bersifat menonjol agar segera dilaporkan pada kesempatan pertama. “Tetap semangat dan waspada dengan perkembangan situasi, berbuat terbaik, tulus dan ikhlas,” pesan orang nomor satu tersebut kepada personel pospam.
Selain mengecek Pospam terpadu, Danrem bersama rombongan juga mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Karang Seraya Lingkungan Mataram untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah dan berbagi kepada anak-anak Panti Asuhan. (ars/*)
RAGAM
SUARA NTB Rabu, 2 Januari 2019
Halaman 15
Gelar Silaturahmi, Gubernur Berikan Satpol PP Satgas RR Gelar Lomba Lari Marathon NTB Kantor Baru Menuju NTB Bangkit Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menggelar silaturahmi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB, Senin (31/12) di Pendopo Gubernur. Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan
kantor yang baru kepada Satpol PP NTB yakni eks rumah dinas Sekda di depan Lapangan Sangkareang Kota Mataram. Kepala Satpol PP NTB, Drs. H. Dirjaharta, M. Si mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan wujud sinergitas ke-
Gili Trawangan Tetap Primadona Dari Hal. 1 Andre, pengunjung lokal asal Surabaya, mengakui malam tahun baru adalah malam ketiga ia menginap di Trawangan. Ia dan istri, datang ke Trawangan untuk berlibur dan berbulan madu. Ia sama sekali tidak terpengaruh akan kekhawatiran banyak orang terhadap isu tsunami. ‘’Tsunami banyak diisukan terjadi di Pulau Jawa, akibat letusan (anak) Gunung Krakatau. Mudah-mudahan di sini aman,’’ harapnya. Keramaian malam tahun baru diamini salah seorang pekerja di Wonderland Guest House, Boni Osbourne. Pria berusia 28 tahun itu mengatakan, setiap malam pergantian tahun di Gili Trawangan akan selalu disesaki wisatawan. Mayoritas merupakan wisatawan lokal yang datang dari berbagai penjuru kota di tanah air. Namun, khusus tahun ini dinilai tak seramai tahun-tahun sebelumnya. ‘’Dari Jakarta, Surabaya, Sulawesi, banyaklah pokoknya. Karenamungkinbosanyamalamtahun baruan di kota makanya milih ke pulau,’’ ungkapnya. Di tempatnya bekerja, sebut pria asal Jawa Barat ini, kamarkamar hotel sudah full booking pada H-3 sebelum tahun baru. Wisatawan lebih banyak memesan karena khawatir stok kamar yang disiapkan tidak cukup. ‘’Wisatawan banyak yang booking duluan. Karena banyak tamu terutama lokal tidak dapat kamar. Tahun lalu mereka sampai tidur di pantai,’’ sebutnya. Wonderland Guest Housesendiri menyediakan 12 kamar. Tarif per malam pada kondisi normal sekitar Rp 150 ribu. Namun untuk malam tahun baru ini, harga bisa melonjak menjadi Rp 400 ribu akibat tingginya permintaan. Terhadap situasi pascagempa, menurit Boni, kunjungan ke tiga gili berangsur normal. Khususnya di Gili Trawangan. Ia merasakan sendiri karena setiap harinya melayani tamu. Panggung Ambruk Di tempat terpisah, perayaan tahun baru yang disiapkan Pemda Lombok Utara diwarnai oleh insiden kurang mengenakkan. Di mana panggung utama ambruk. Momen itu terjadi saat peserta Tari Rudat akan mentas menghibur masyarakat. Satu per satu peserta Rudat naik ke panggung. Saat semua peserta terkonsentrasi di bagian tengah panggung, seketika panggung bagian tengah itu roboh. Peserta Rudat maupun penonton seketika kaget. Dari penari Rudat, tidak semuanya oleng. Ada yang masih tegak berdiri.
Akibat peristiwa itu, satu orang diantaranya mengalami luka ringan. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., didampingi Wakil Bupati, Sarifudin, SH. MH., Ketua DPRD KLU, H. Burhan M. Nur, SH., Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK. MH., Sekda KLU, Drs. H. Suardi, MH., serta pejabat OPD, cukup kaget dengan insiden itu. Kendati demikian, dalam sambutannya Najmul mengajak warga untuk menatap 2019 dengan optimis. ‘’Malampergantiantahunini merupakan momentum untuk evaluasi,apayangsudahdilakukan di 2018 dan apa yang akan dilakukan di 2019. Kondisi kita sedang diuji oleh Allah.’’ ‘’Di tahun 2019 ini, kita ingin bangkit, (bekerja) lebih lagi dibanding tahun sebelumnya. Saya yakin semangat kita masih kuat. Momentum ini momentum untuk mempercepat kebangkitan itu,’’ katanya. Sementara Herman Suryono menilai jalannya acara cukup menarik. Ia melihat konsep acara menyambut tahun baru menonjolkan sisi budaya dan religi masyarakat. ‘’Konsep bagus, acara bagus. Memang tadi sepertinya beban terlalu berat sehingga panggung tidak bisa menyangga. Korban satu orang mengalami luka, tetapi sudah ditangani,’’ katanya. Sementara itu, EO acara pergantian tahun baru, Wahid Hasyim, yang dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf. Pihaknya betul-betul tidak menyangka akan terjadi insiden itu, terlebih di acara yang cukup penting. ‘’Ini acara penting dan kami sudah persiapkan. Sejak satu minggu kita siapkan panggung secara maksimal, agar tidak terjadi insiden. Tetapi terjadi juga insiden ini, membuat acara menjadi tidak sempurna, ya itu diluar batas perkiraan kami,” ujarnya. Wahid mengklaim, panggung yang digunakan merupakan panggung terbaik miliknya. Panggung itu bahkan rutin digunakan untuk mengisi acara Pemda dan masyarakat. Bahkan di beberapa kesempatan, panggung yang disiapkan bisa menahan beban sampai 50 orang. ‘’Kenapa kali ini ada kejadian seperti ini, saya katakan ini betul-betul di luar dugaan kami. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudahmudahan di kemudian hari kita bisa persiapkan lebih baik lagi,’’ imbuhnya. (ari)
Pesta Kecil Malam Tahun Baru, Empati untuk Korban Bencana Dari Hal. 1 Dua anjungan look out, masing masing di tikungan makam dan tikungan Pura Batu Bolong hanya beberapa pengunjung, aparat dan pedagang terlihat. Suara NTB kemudian menyusuri Senggigi Beach. Suasana kurang meriah sudah terasa di parkiran. Tidak ada antrean panjang kendaraan. Sepanjang garis pantai lengang. Hiburan lainnya terkonsentasi di hotel, kafe dan bar sepanjang pantai dan jalan raya Senggigi. Itu pun tak terlalu mencolok. Satu satunya yang membuat meriah adalah dentuman musik dari panggung hiburan yang dibuat Hotel Kila. Jelangdetikdetikmenujupukul 00.00 Wita, dipandu vocalis Playlist Band dari panggung, kembang api bersahutan menggelegar di udara. Vocalis memandu pengunjung menyanyikan lagu ‘Viva La Vida’ milik grup band asal London InggrisColdplaymengiringiletusan kembang api. Namun durasi ledakan kembang api dipersingkat. Pesta kecil satu satunya di Senggigi Beach itu berakhir sekitar satu jam kemudian. Direktur Sales dan Marketing Kila Hotel, Aang Sadikin, mengakui paket malam tahun baru yang dijualnya merosot dibanding tahun lalu. Tarif per pengunjung termasuk paket makanan dan minuman, banting harga hingga Rp 500.000, dari harga tahun lalu mencapai Rp 1,5 juta. Sementara pesta kembang api dan panggung hiburan di pinggir pantai Senggigi itu, dipastikannya sudah mendapat izin dari Polsek Senggigi. Acara hiburan itu pun dihajatkan untuk tamu yang reservasi sebelumnya. ‘’Juga sebagai bentuk empati kami kepada korban bencana Lombok dan Sumbawa. Kami sadar, sehingga tidak berlebihan melakukan kegiatan. Toh, kegiatan ini kami niatkan
untuk NTB Bangkit,’’ kata Aang. Manajemen hotelnya sangat patuh pada imbauan pemerintah agar tidak mengadakan pesta atau kegiatan berlebihan. Soal kegiatan religius, sebenarnya jauh hari sudah diterapkan manajemennya. ‘’Pak GM kami bahkan mewajibkan salat berjamaah bagi yang muslim untuk lima waktu,’’ ungkapnya. Pantauan berbeda, meski Senggigi tidak sepadat tahun tahun sebelumnyam, tapi aparat tetap siaga. Selain di simpang, pinggir jalan, juga di pos pengamanan. Kapolsek Senggigi AKP Arjuna Wijaya kepada Suara NTB menuturkan, hanya ada empat hotel yang mengajukan izin untuk kegiatan malam pergantian tahun, berupa panggung musik dan pesta kembang api kecil- kecilan. Ia mengapresiasi karena para pengusaha hotel, bar, restoran, empati dengan kejadian bencana di NTB, termasuk di daerah lain. Kurang meriahnya malam tahun baru juga dirasakan anggotanya yang piket. Mereka lebih ringan dalam kegiatan pengaturan lalu lintas. ‘’Sejak malam sampai pergantian tahun sama sekali tidak ada kemacetan. Memang kendaraan ramai, tapi ramai lancar,’’ ujarnya. Sejauh ini tidak ada laporan kecelakaan lalulintas parah atau pun kejadian kriminalitas mencolok diterimanya. Sehingga kesimpulan Kapolsek, suasana pergantian tahun berlangsung kondusif dan tertib. ‘’Mungkin karena masyarakat memang patuh pada imbauan pemerintah untuk mengurangi kegaiatan pesta dan menjauhi pantai. Mungkin itu ya?. Tapi secara umum situasi memang kondusif,” ujarnya. (ars)
pala daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf. Sinergitas seperti ini merupakan wujud goodwill kepala daerah dalam rangka mengoptimalkan tupoksi Satpol PP NTB. “Mengingat bahwa Satpol PP adalah ujung tombak penegakan Perda/ keputusan dan kebijakan kepala daerah, penyelenggaraan tibum, tranmas dan linmas,” ujarnya, Senin (31/12). Pada kesempatan tersebut, kata Dirjaharta, Gubernur mengingatkan jajaran Satpol PP NTB untuk tetap fokus melaksanakan tupoksi secara profesional dan proporsional. Satu hal yang menggembirakan dalam kegiatan tersebut, Gubernur memutuskan untuk memberikan kantor yang baru kepada Satpol PP NTB, yaitu di eks rumah jabatan Sekda NTB. “Kebijakan pak gubernur ini
sangat strategis dan responsif serta menjawab tantangan dan tuntutan dalam rangka optimalisasi kinerja Satpol PP yang muaranya adalah tercapainya visi dan misi NTB,” katanya. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H Sayuti, M. Sc, Ph.D dan Kepala BPKAD NTB, Drs. H. Supran, MM. Pada kesempatan tersebut gubernur mendengarkan aspirasi dan tanya jawab dengan anggota Satpol PP NTB. Ditambahkan, sebelum kegiatan silaturahmi dengan tiga staf Satpol PP NTB yang purna tugas atau memasuki usia pensiun. Kepada tiga staf yang memasuki purna tugas tersebut, Dirjaharta menyampaikan ucapan terima kasih atas jasa pengabdiannya. Serta dilakukan pemberian cenderamata dan salam perpisahan. (nas/*)
(Suara NTB/ist)
ASPIRASI - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Satpol PP NTB mendengarkan aspirasi dari anggota Satpol PP NTB.
(Suara NTB/ist)
PELEPASAN - Pelepasan tiga staf Satpol PP NTB yang telah memasuki usia pensiun.
Mataram (Suara NTB) Minggu pagi jalan Arya Banjar Getas Makam Loang Baloq Ampenan Kota Mataram dipadati ribuan orang. Mereka datang dari berbagai daerah di NTB untuk mengikuti lomba lari marathon 5 K dan 10 K yang diselenggarakan Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) NTB bekerjasama dengan Komunitas Lombok Cyber. Dansatgas RR NTB Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraha NTB Ir. Hj. Husnanidiati Nurdin melepas para pelari di depan Makam Loang Baloq dengan start dan Finish di Pantai Loang Baloq Ampenan. Dansatgas RR NTB saat diwawancara menyampaikan, kegiatan lari marathon ini selain memperingati Hari Lahir NTB ke 60, juga dalam rangka membangkitkan kembali gairah olaharaga di NTB. Dalam waktu empat hari pendaftaran, para peserta mencapai hampir 2.500 orang. “Ini membuktikan bahwa masyarakat NTB cinta olahraga, hanya event-event seperti ini yang masih kurang,” sebutnya. Dijelaskannya, waktu yang dicapai tercepat untuk peserta 5 K sekitar 14 menit dan 10 K sekitar 24 menit. “Para atlet ini tinggal mengatur dan mengarahkannya untuk menjadi atlet yang berprestasi pada eventevent tingkat daerah maupun nasional bahkan internasional,” ungkap Kolonel Farid yang juga menjabat sebagai Paban V/ Bhakti TNI Mabes TNI. Selain kegiatan ini, lanjutnya, ada empat cabang olahraga yang diselenggarakan yakni Kejuaraan renang sudah dilaksanakan di kolam renang Wira Bhakti Asrama Gebang, hari itu lomba lari marathon 5 K dan 10 K dan pertandingan Tennis juga selesai hari ini di lapangan Tennis Yonif 742/SWY Gebang dan terakhir pertandingan Volly tanggal 3 Januari di Lombok Tengah. “Khusus untuk pertandingan tenis dibagi menjadi tujuh kelas
(Suara NTB/ars)
Dansatgas RR Kol. Farid Makruf saat melepas ribuan peserta lomba lari 5 K dan 10 K. antara lain tunggal putra 10 tahun, tunggal putra 12 tahun, tunggal putra 14 tahun, tunggal putra 16 tahun dan tunggal putra 18 tahun, sedangkan untuk putri ada kelas tunggal putri 12 tahun dan tunggal putri 18 tahun,” paparnya. Mantan Danrem 162/WB tersebut berharap Pemda, KONI dan Ketua PASI yang baru terpilih agar memperbanyak eventevent seperti ini sehingga para pecinta olahraga dan para atlet bisa mamacu diri untuk terus meningkatkan volume latihan. Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olagraga memberikan apresiasi kepada Satgas RR yang sukses menyelenggarakan empat cabang olahraga yang berbeda dengan peserta yang sangat banyak. “Alhamdulillah apa yang dilakukan Dansatgas bersama anggotanya ini memberikan dampak yang positif karena para pesertanya selalu banyak,” kata Kadispora NTB. Menurutnya, dengan banyaknya peserta yang mengikuti setiap cabang olahraga membuktikan masyarakat NTB masih kehausan dengan eventevent olahraga. “Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan dan mensupport bidang olahraga terutama terhadap anak-anak pelajar yang harus mendapat perhatian, untuk yang dewasa akan diberikan
perhatian khusus karena hampir di semua cabang olahraga tidak ada event,” jelasnya. Adapun peraih juara untuk lomba lari 5 K Putra berturut-turut Sutrisno dari Gebang, Rizki dari PPLP, Anasrullah dari Gebang dan untuk Putri diraih oleh Solehah dari Lotim, Iswatun dari Dompu dan Ely Fitrianty dari Lotim. Sedangkan untuk lomba lari 10 K Putra diraih oleh Ridwan dari Sumbawa, Yadin dari Loteng, Abdul Salam dari Kabupaten Bima dan untuk Putri Nurrahma Aulia dari Dompu, Mahdalena Sari dari Kota Bima dan Laela Evi Hidayati dari Lobar. Sementara penyerahan medali pemenang tennis dihadiri petenis putri nomor 1 Indonesia Beatrice Gumulya dan petenis peringkat 7 nasional asal NTB Panji Untung Setiawan dengan juara pertama untuk tunggal Putra 10 tahun I Gusti Gde Satria Prayoga, tunggal Putra 12 tahun I Made Arya Suardhika Armana, tunggal Putra 14 tahun I Gusti Lanang Brahmana Abhimanyu Yusa, tunggal Putra 16 tahun Bhagus Dwi Prasetya, tunggal Putra 18 tahun diraih oleh Dibbyaro Hinomaru, sedangkan untuk tunggal Putri 12 tahun diraih oleh Febyaro Ribby Santara dan Siti Soleha Sasmita keluar sebagai juara pertama pada Tungga Putri 18 tahun. (ars/*)
CPNS Dianggap Mundur Dari Hal. 1 Dikatakan, bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi CPNS 2018, maka tidak boleh mengajukan pindah instansi. Fathurrahman mengatakan, aturan tersebut sudah mengikat. ‘’Tidak boleh pindah instansi selama 10 tahun. Ini surat pernyataan bermaterai. Itu nanti saat pemberkasan. Itu juga menjadi satu bagian dari syarat yang harus dipenuhi ketika mereka untuk proses administrasi memperoleh NIP,’’ ujarnya.
Terkait dengan pengumuman seleksi CPNS lingkup Pemprov NTB dan 10 kabupaten/kota, Fathurrahman mengatakan masih belum keluar. Saat ini baru ada 150 instansi yang sudah keluar pengumuman hasil seleksi CPNS 2018. Ia juga mempertanyakan belum keluarnya pengumuman hasil seleksi CPNS untuk NTB. Padahal pemerintah pusat sudah menjanjikan akan diumumkan sampai akhir Desember 2018. Berkaitan dengan hasil seleksi CPNS 2018, sebanyak 381 pelamar dipastikan lolos men-
jadi PNS Pemprov NTB. Sementara, puluhan formasi yang lowong alias tak terisi. Berdasarkan hasil seleksi kompetensi bidang (SKB) beberapa waktu lalu, dari 433 formasi yang diperolehPemprov tahuninisebanyak 381 formasi yang terisi. Sisanya, 52 formasi dipastikan lowong. Jumlah peserta yang berhak untuk mengikuti SKB pada waktu itu sebanyak 823 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang yang tak hadir tes SKB. Dari hasil simulasi yang dilakukan BKD NTB sesuai Permen-
pan 61/2018, dengan metode integrasi nilai SKD dan SKB terjaring 381 formasi terisi dari 433 formasi. Sehingga ada 52 formasi dipastikan tidak terisi karena tidak ada pelamar. Formasi yang tak terisi tersebut, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik atau guru. Untuk tenaga kesehatan sebanyak 43 formasi. Dengan rincian 37 dokter spesialis ahli pertama, 1 orang doker gigi, sanitarian ahli pertama 1 orang, sanitarian terampil 1 orang, teknis elektromedis ahli pertama 1 orang,
teknisi transfusi darah 2 orang. Kemudian untuk formasi tenaga guru sebanyak 9 orang. Dengan rincian guru Agama Katholik ahli pertama dan guru nautika kapal penangkap ikan ahli pertama 8 orang. Meskipun sebanyak 381 pelamar sudah dipastikan berhasil lolos menjadi PNS Pemprov NTB, namun masih menunggu pengumuman dari Panselnas. Setelah diumumkan, maka akan dilakukan pemberkasan bagi mereka yang lolos jadi PNS Pemprov tahun 2018. (nas)
kan hasil keputusan rapat bersama BKD NTB dan BKDPSDM kabupaten/kota, Pemprov akan bersurat ke Kemen PANRB, Kemendagri dan BKN. Fathurrahman mengatakan, data base BKN perlu diupdate untuk menghindari perlakuan diskriminatif kepada ASN mantan napi koruptor. Selain itu, Pemda belummelakukanpemecatankarena ada mantan ASN napi koruptor yang pindah status kepegawaian. ‘’Seperti Lombok Timur ke Lombok Barat. Ada juga yang belum disampaikan pengadilan putusan itu. Sehingga kita mengam-
bil langkah penundaan eksekusi. Tapi kita tak akan membayar gaji PNS dari Januari sampai adanya putusan MK,’’ katanya. Bagi ASN mantan napi koruptor untuk sementara dirumahkan. Kemudian hak-hak keuangan mereka tak akan dibayarkan sampai menunggu putusan MK. ‘’Kita anggap mereka dirumahkan. Tapi statusnya masih dalam proses. Pada prinsipnya kita provinsi akan menindaklanjuti ketika seluruh persoalan ini selesai. Baik di tingkat MK maupun PTUN yang sedang berproses,’’ tambahnya. (nas)
Rumahkan 72 ASN Dari Hal. 1 Karena sedang ada masalah yang bergulir di MK,’’ kata Agus dikonfirmasi di Mataram, Senin (31/12) malam. Berdasarkan SKB tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian di daerah baik gubernur dan bupati/ walikota diminta memecat dengan tidak hormat ASN yang pernah terlibat kasus korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun, kata Agus, Pemprov belum memecat ASN bersangkutan tetapi merumahkannya sampai keluar putusan MK.
‘’Mereka tak diberhentikan dulu tapi gajinya tak dibayar. Statusnya dirumahkan, mereka istirahat dulu. Sampai ada putusan MK,’’ ujarnya. Jika ada di antara ASN mantan napi koruptor tersebut menduduki jabatan struktural, maka langsung dicopot. Tapi mereka belum dipecat sebagai ASN. Kepala Badan Kepegawaian Daerah(BKD)NTB,Drs.H.Fathurrahman, M. Si mengatakan jumlah ASN mantan napi koruptor yang ada di NTB sebanyak 72 orang. Namun, ia tak merincikan jumlah di masing-masing kabupaten/kota.
UntukPemprovNTB,berdasarkan data base BKN jumlahnya sebanyaktujuhorang.Namunadapenambahan satu orang yang belum masuk data base BKN, yakni mantan KepalaDinasKoperasidanUMKM NTB, H. Budi Subagio. ‘’Prinsipnya, kita provinsi dan kabupaten/kota sepakat menelurkan kesimpulan terhadap solusi yang harus kita lakukan. Bahwa kita tak melaksanakan SKB itu tapi kita minta ditunda pelaksanaannya,’’ kata Fathurrrahman. Ia mengatakan, NTB mengambil langkah seperti yang dilakukan Gorontalo. Berdasar-
Sejumlah Kasus Korupsi Diduga Mengendap Dari Hal. 1 Dari sederet kasus yang pernah ditangani itu, delapan kasus tidak jelas juntrungnya. Somasi membagi dua kriteria. Pertama kasus yang sempat ditangani hingga ke penyelidikan, namun sampai dengan akhir tahun, tidak ada kejelasan apakah dihentikan atau dilanjutkan. Model temuan dua, 12 kasus sudah masuk laporannya, namun belum ditangani. Somasi NTB kemudian mendukung catatan temuannya itu sesuai data. Penyelidikan kasus cabai dikeroyok dua instansi. Untuk pengadaan tahun 2016 senilai Rp2 miliar lebih, diusut Intelijen Kejati NTB dan untuk pengadaan lanjutan tahun 2017, nilainya mencapai Rp3 miliar lebih ditangani Polres Mataram. Toh, dua kasus itu tanpa kepastian dihentikan atau dilanjutkan.
Tahun 2018 lalu, Kejati NTB mengambil alih penanganan proyek Rp5 miliar dua unit dermaga apung di Pantai Kuta dan Pantai Selong Belanak, Lombok Tengah. Sampai penghujung tahun, kasus itu belum jelas nasibnya. Dalam konteks kasus baru, Kejati NTB juga punya catatan dalam kasus merger PT. Bank BPR NTB. Sampai saat ini kasus itu masih jadi perbincangan pegiat antikorupsi karena menganggap ada diskriminasi penganan kasus. Karena sejumlah pejabat kakap di eksekutif dan legislatif tidak disentuh. Apalagi dijadikan tersangka. Direktur Somasi NTB, Dwi Ariesanto mendesak Kejaksaan dan Kepolisian harus mengevaluasi secara menyeluruh atas penanganan kasus korupsi, karena masih banyaknya kasus yang tidak jelas penanganannya dan cenderung digantung.
Sorotan Somasi NTB cukup beralasan jika dilihat tren penanganan kasus di Kejati NTB. Level Kejati NTB hanya dua kasus selama satu tahun diselesaikan di tingkat penyidikan. Kasus itu terkait dugaan korupsi pada Bank NTB senilai Rp6,3 miliar. Dua tersangka ditetapkan, yakni Direktur Bank NTB Cabang Dompu SR dan Sur selaku Direktur PT. Pesona Dompu Mandiri. Dalam kasus ini terduga pelaku kakap lainnya juga lolos, sebagaimana dikeluhkan tim kuasa hukum Sur. Dalam keterangan persnya mendampingi Kajati NTB, Mohamad Dofir beberapa waktu lalu, Aspidsus Ery Ariansyah Harahap, SH beralasan, bahwa sebagian kasus yang disebut raib, masih dalam penyelidikan. Salah satunya terkait kasus Dermaga Apung. Bagaimana dengan pelaku kakap yang lolos? Sebab riwayat penanganan kasus sama pernah
terjadi di Kejati NTB, terkait proyek vertical dryer dan proyek Bumi Sejuta Sapi (BSS). Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam dua kasus itu lolos. Potensi sama terulang pada kasus merger BPR dan kasus Bank NTB. Ery Ariansyah mengatakan bahwa untuk dua kasus itu, penyidik berkesimpulan hanya menemukan bukti perbuatan pidana pada tersangka yang sudah ditetapkan. Sementara aktor penting lainnya sulit ditemukan bukti pendukung. Menurun di Polda Sementara Polda NTB lebih terbuka mengakui ada sisi kekurangan dalam kuantitas penanganan kasus dibanding tahun 2017, sebab terjadi penurunan. Kapolda NTB Irjen Pol. Achmat Juri dalam keterangan pers Sabtu (29/12) mengatakan, tindak pidana korupsi yang ditangani Polda
NTB tahun 2018 sebanyak 39 kasus, sementara pada tahun 2017 sebanyak 43 kasus. ‘’Artinya ada penurunan sebanyak empat kasus,’’ sebut Kapolda. Namun alasan penurunan penanganan kasus tersebut karena pengaruh kebijakan persuasif. Kegiatan dikedepankan selama ini adalah gencarnya sosialisasi antikorupsi yang telah dilakukan Polda NTB dan jajaran dinilai efektif. Kegiatan ini biasa dilakukan dengan safari bersama instansi lain, menyasar pelajar hingga pemerintahan untuk membangun kesadaran masyarakat akan antikorupsi. ‘’Tujuannya, guna menumbuhkan budaya antikorupsi,’’ tegasnya. Sementara data detail penanganan kasus di Ditreskrimsus selama 2018 menangani enam kasus. Dua di antaranya masih penyidikan dan empat kasus sudah tahap dua. (ars)
Target Pajak Daerah 2018 Terlampaui Dari Hal. 1 realisasinya sampai Desember sebesar Rp357 miliar atau 101,9 persen. Realisasi BBNKB melebihi target sekitar Rp7 miliar. ‘’Ini menggambarkan kondisi ekonomi kita sudah pulih. Karena BBNKB ini menggambarkan pembelian kendaraan baru. Di seluruh kabupaten/ kota, hanya tiga wilayah yang capaiannya di bawah 100 persen. Yakni Dompu, Mataram dan Raba. Tapi ternyata di
Tanjung pembelian kendaraan melampaui target,’’ ucapnya. Iswandi mengatakan capaian BBNKB yang melampaui target disebabkan recovery pascagempa yang dilakukan pemerintah daerah dengan cepat. Sehingga pembelian kendaraan baru masih ada. Melihat capaian PKB dan BBNKB tahun 2018, Iswandi optimis target-target 2019 optimis akan tercapai. Dengan langkah-langkan dan terobosan yang dilakukan, ia mengatakan capaian 2019 akan tercapai leb-
ih baik dari tahun 2018. ‘’Dengan layananan yang lebih mudah, cepat, Samsat Delivery, perluasan layanan yang menjangkau desa-desa. Kita akan mengintensifkan layananan Samsat Delivery ini,’’ katanya. Untuk wajib pajak yang menunggak cukup lama, kata Iswandi akan dilakukan imbauan terus menerus kepada masyarakat. Jika tak diindahkan maka akan dilakukan penagihan secara paksa. Namun ia mengatakan kesa-
daran masyarakat semakin meningkat untuk melakukan daftar ulang. Tahun lalu, jumlah kendaraan yang melakukan daftar ulang sebanyak 711 ribu unit. Sedangkan pada 2018, jumlah daftar ulang mencapai 745 ribu kendaraan. ‘’Berarti ada 34 ribu penambahan jumlah daftar ulang. Jadi ini mengalami peningkatan cukup signifikan,’’ jelasnya. Iswandi menambahkan, meningkatnya realisasi PKB dan BBNKB menunjukkan bahwa layanan semakin mudah, cepat,
luas dan merata di semua wilayah. Selain itu penghapusan denda dinilai juga berpengaruh. Meskipun Pemda tak mendapatkan penerimaan dari denda. ‘’Meskipun kita tak mendapat denda, tapi berpengaruh terhadap semakin banyaknya daftar ulang,’’ katanya. Iswandi mengatakan, Bappenda akan menjaga performance yang baik tahun 2018. Tentunya dengan strategi baru sesuai perkembangan atau dinamika masyarakat. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Rabu, 2 Januari 2019
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Teddy Pimpin Cabor Tenis Meja NTB Mataram (Suara NTB) Pengurus cabang olahraga tenis meja NTB menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) NTB di Hotel Golden Palace, Sabtu (29/12) malam lalu. Musyawarah dengan agenda pemilihan ketua cabor itu memilih Teddy Sanyoto sebagai pimpinan PTMSI NTB masa Bhakti 2019-20123. Ketua Harian PTMSI NTB demisioner, Sudarman yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (30/12) membenarkan Musprov PTMSI NTB telah memilih Teddy sebagai ketua PTMSI NTB yang baru menggantikan ketua PTMSI NTB sebelumnya, Surya Jaya Purnama. Musprov tersebut dihadiri oleh 10 perwakilan Pengcab kabupaten/kota dan Ketua Panitia Musprov, Lalu Fatanah. “Teddy Sanyoto terpilih sebagai ketua pengurus cabor tenis meja di Musprov PTMSI NTB di Hotel Golden Palace Mataram kemarin,� ucapnya. Dijelaskannya, dalam musyawarah pilihan ketua PTMSI NTB itu Teddy mendapat dukungan penuh dari sebagian besar peserta rapat
yang memiliki hak suara. Dari 11 suara yang ikut ambil bagian di kontestan ajang demokrasi itu, Teddy meraih delapan suara. Sementara sisanya tiga suara diraih oleh calon lain, H. Sudirman. Pantauan Suara NTB di lokasi, Musprov PTMSI NTB yang berlangsung selama satu hari itu menunjuk Burhanuddin, Ketua PTMSI Kabupaten Lombok Utara (KLU), selaku pimpinan Sidang. Selain itu peserta rapat juga memilih dua orang anggota sidang dari perwakilan pengurus PTMSI Sumbawa Barat dan PT-
MSI Dompu. Musprov tersebut mengusulkan dua figur calon ketua, yakni Teddy Sanyoto yang menjabat sebagai Manajer Hotel Utama Hotel Golden Palace dan H. Sudirman Ketua PTMSI Kota Bima. Hasilnya Teddy meraih delapan suara. Delapan suara yang dikantongi Teddy tersebut dari tujuh Pengcab PTMSI kabupaten dan tambahan satu suara lagi dari perwakilan PTMSI provinsi. Sementara H. Sudirman meraih tiga suara dari PTMSI Kabupaten/ kota. (fan/*)
(Suara NTB/fan)
BERSAMA - Para pengurus cabang PTMSI se-NTB usai melaksanakan Musorprov PTMSI NTB foto bersama dengan ketua terpilih, Teddy Sanyoto di Golden Palace Hotel Lombok.
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257