Skip to main content

Edisi 05 Februari 2010 : Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 25 tahun IV Jumat, 5 Februari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

BI Pertahankan Bunga Acuan

Ekspor Gas Bakal Dibatasi

DPR Dukung Pertamina

RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) kemarin, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 6,5 persen. Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi...hal. 1

ADANYA fakta defisit pasokan gas bumi bagi kebutuhan industri maupun pembangkit listrik membuat pemerintah meninjau ulang kebijakan ekspor gas bumi. Berbekal Instruksi Presiden (Inpres) dijadikan acuan...hal. 2

KOMISI VIIDPR mendukung langkah PT Pertamina (Persero) menjadi operator pengembangan gasdi Blok Cepu yang berlokasi di perbatasan Jawa Tenngah dan Jawa Timur. Ketua Komisi VII DPR Teuku Rifkyi...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Orang Dekat Sabarno

Divonis 15 Tahun

Suluh Indonesia/sep

PANSUS - Pimpinan Pansus Century Gayus Lumbuun terlihat mengekspresikan sikapnya dalam rapat konsultasi dengan KPK di gedung MPR/DPR Jakarta, kemarin. Rapat konsultasi membahas langkah dan penyelidikan kasus Bank Century.

JAKARTA - Terdakwa Hengky Samuel Daud divonis 15 tahun penjara. Rekanan sekaligus orang dekat mantan Mendagri Hari Sabarno itu dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah melakukan korupsi dalam pengadaan mobil pemadam kebarakan yang merugikan negara lebih dari Rp 82 miliar. Demikian putusan majelis hakim yang diketuai Maryana di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Selain pidana badan, majelis hakim juga menghukum terdakwa Hengky untuk membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Ia masih diwajibkan membayar uang pengganti Rp 82 miliar dikurangi nilai 29 unit damkar yg disita. Jika dalam sebulan sejak putusan berkekuatan hukum tak membayar uang pengganti korupsi, harta bendanya disita atau dipidana selama tiga tahun penjara. Vonis ini lebih berat ketimbang tuntutan JPU Agus Salim yang mengajukan tuntutan 10 tahun penjara. Sedangkan untuk membayar denda serta uang pengganti korupsi hampir sama seperti yang dijatuhkan majelis hakim. Terdakwa dianggap secara sah dan bersamasama melawan hukum dan melakukan korupsi dengan memperkaya diri sendiri dan orang lain serta korporasi, yaitu telah memberi uang kepada para pejabat pusat dan daerah, antara lain mantan Dirjen Otda Depdagri Oentarto SM, mantan Mendagri Hari Sabarno serta sejumlah kepala daerah. (nas)

Pansus Putar Rekaman JAKARTA - Pansus Century mendapatkan temuan baru dari rekaman pembicaraan rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperdengarkan dalam rapat internal pansus di Gedung MPR/DPR Jakarta, kemarin. Dari rekaman itu, pansus mendapati bahwa suasana dalam pembicaraan rapat tersebut dilakukan dalam semangat untuk menyelamatkan Bank Century. Anggota Pansus Misbhakun mengatakan tidak ada pembahasan bank lain untuk diselamatkan. Rekaman menunjukkan bahwa terdengar kalau ada perdebatan perubahan soal Capital Adequancy

Ratio (CAR) dari 8 persen menjadi positif saja. Di rapat itu, tim teknis dari pengawasan perbankan BI antara lain mantan Direktur Pengawas Perbankan BI Zainal Abidin menyatakan tidak setuju mengubah PBI, karena Bank Century memang sudah bobrok. Namun, Misbakhun mengaku kecewa karena perdebatan panjang soal perubahan CAR yang dilakukan dalam rapat RDG BI tersebut akhirnya memutuskan perubahan PBI. Anggota pansus Bambang Soesatyo mengatakan ada perbadaan antara yang disampaikan pejabat BI dalam pemeriksaan pansus dengan hasil re-

kaman yang diperdengarkan. Karena beberapa pejabat membantah kalau dalam rapat RDG itu tidak hanya membahas soal Bank Century saja tetapi soal perbankan secara umum. ‘’Yang didengarkan sebaliknya, kalau rapat tersebut khusus untuk membicarakan Bank Century saja. Dengan demikian, jajaran pejabat BI yang telah diperiksa pansus telah melakukan kebohongan publik,” ujarnya. Bambang mengatakan, rekaman tersebut jelas menunjukkan bahwa perubahan PBI hanya diperuntukkan untuk penyelamatan Bank Century saja. (har)

Koalisi Parpol

Bangun Pemerintahan Bersih JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan koalisi yang dijalin sejumlah parpol dengan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah untuk membangun pemerintahan yang bersih. ‘’Koalisi antara parpol-parpol yang ada dengan Presiden SBY adalah koalisi dengan komitmen Indonesia ke depan yang didasari pemerintahan yang bersih,” kata Jakarta, kemarin. Pernyataan Idrus Marham tersebut disampaikan setelah sebelumnya Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsudin memperingatkan parpol-parpol koalisi dalam pansus Hak Angket Bank Century untuk kembali pada kesepakatan koalisi. Menurut Idrus, dengan komitmen membangun pemerintahan yang bersih maka jangan sampai (pemerintahan ini) dicederai oleh hal-hal yang tidak baik. ‘’Pansus Bank Century ini se-

buah reaksi atas dugaan pelanggaran hukum. Golkar bersikap keras karena ini merupakan komitmen dan konsistensi PG membangun pemerintahan yang bersih,” kata Idrus. Menurut Idrus, hal itulah yang terus dilakukan Partai Golkar untuk menjaga komitmen dan visi Indonesia ke depan dengan pemerintahan yang bersih. Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, koalisi pendukung pemerintah hingga saat masih utuh meski tak menutup kemungkinan adanya perbedaan pendapat. Muhaimin berharap partai-partai anggota koalisi tetap konsisten mendukung kesatuan yang ada di pemerintahan, dan PKB tetap komit dan konsisten. ‘’Kalau tidak mau bersama dalam kekuatan, silakan pamit,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu. (son)

Maret, Century Diparipurnakan JAKARTA - Pansus akan menyampaikan laporan akhir investigasinya atas skandal Bank Century dan pengambilan keputusan melalui rapat paripurna DPR pada 2 Maret mendatang. Wakil Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century Gayus Lumbuun di Gedung DPR Jakarta, kemarin mengatakan, setelah laporan akan dilakukan pengambilan keputusan sebagai sikap resmi DPR. ‘’Mekanisme pegambilan keputusan tersebut baru akan disepakati dalam rapat paripurna,” katanya. Menurut Gayus, sebelumnya Pansus akan melakukan rapat penyampaian pandangan dari masing-masing fraksi tentang kesimpulan dan rekomendasi. Setelah itu, kata dia, akan dibentuk tim kecil untuk menyusun laporan dan rekomendasi Panitia Angket. ‘’Laporan dan rekomendasi tersebut kemudian dibahas dalam rapat pleno Panitia Angket untuk dibuat laporan akhir,” katanya. Laporan akhir Panitia Angket ini, katanya, yang nantinya akan disampaikan pada rapat paripuna untuk

ditetapkan menjadi keputusan DPR. Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century Idrus Marham optimistis Panitia Angket bisa menyelesaikan tugasnya secara tepat waktu. Menurut dia, tugas-tugas Pansus bisa selesai meskipun sampai saat ini baru membahas tiga dari empat tema yang disepakati untuk dibahas. Ketiga tema yang telah dibahas itu adalah, soal merger, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), dan proses pemberian bailout. Sedangkan satu tema yang belum dibahas adalah aliran dana. Menurut Idrus, tema aliran dana ini belum dibahas karena data-datanya belum lengkap sehingga Panitia Angket meminta bantuan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menerbitkan keputusan melakukan penyalinan terhadap data-data yang diperlukan. ‘’Kami optimis semua data yang dibutuhkan bisa segera diperoleh, sehingga kasus Century bisa segera disimpulkan,” kata Idrus. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

2

Tersangka Judi

Akan Dijerat Pidana Pencucian Uang

Suluh Indonesia/ant

SISTEM SATU ARAH - Kemacetan lalu lintas akibat pemberlakuan sistem satu arah di Jalan H Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta, kemarin. Pemberlakuan sistem satu arah di tiga titik jalan, yakni Jalan Jatibaru, Jalan Fachrudin dan Jalan Terusan Cideng semula bertujuan untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas.

Obama Datang, Gubernur Cuek JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tidak melakukan persiapan khusus untuk menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dijadwalkan datang ke Indonesia pada Maret. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bahkan mengatakan Pemprov DKI tidak melakukan persiapan apa-apa untuk menyambut kedatangan Presiden Obama, Ibu Negara Michelle Obama, dan kedua putrinya Sasha dan Malia. “Apa yang harus dipersiapkan? Tidak perlu persiapan khusus,” kata Fauzi di Balaikota Jakarta, kemarin. Presiden Obama beserta keluarga direncanakan untuk melakukan kunjungan selama beberapa hari di Jakarta dan akan mengunjungi beberapa tempat termasuk bekas sekolahnya di SD Menteng 01, Jakarta Pusat. Namun sementara bekas sekolahnya tersebut menyiapkan beberapa atraksi penyambutan bagi orang nomor satu di AS itu,

Fauzi Bowo

Gubernur DKI menyebut pihaknya tidak melakukan persiapan untuk tambahan pengamanan karena sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat. “Saya kira tidak perlu lagi persiapan khusus. Saya kira (Jakarta) sudah siap menerima tamu negara, kita gak pernah ‘keder’ selama ini,” katanya. Pengamanan yang akan diberikan bagi kunjungan rombongan keluarga Presiden AS itu

disebut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar adalah berbentuk pengamanan negara yang terdiri atas Satgas Mabes Polri dan Polda Metro Jaya sebagai salah satu bagiannya. Selain itu, keamanan akan melibatkan Pasukan Pengamanan Presiden dan pasukan dari pengamanan Presiden AS “Secret Service”. Obama memiliki hubungan khusus dengan Jakarta karena pernah tinggal selama beberapa tahun di Menteng, Jakarta Pusat, pada 1960-an dan sempat bersekolah di SD setempat. Selain kunjungan nostalgia itu, Obama mengunjungi Indonesia atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempererat hubungan kedua negara pada kerja sama Pasifik-Raya, khususnya Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. (ant)

JAKARTA - Dua aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bendera, Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun mangkir karena tidak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. “Klien kami tidak memenuhi panggilan polisi karena ada pelanggaran pada surat pemanggilan itu,” kata juru bicara aktifis Bendera Saor Siagian di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin. Siagian menuturkan, hanya tim advokat aktifis Bendera yang mendatangi Polda Metro Jaya guna memprotes terkait dengan pemanggilan kliennya itu. Lebih lanjut pengacara itu menyatakan, polisi sudah melanggar Undang-Undang (UU) terkait pemanggilan dan penetapan tersangka terhadap Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun. Siagian juga menjelaskan, pemanggilan dan penetapan tersangka terhadap kliennya tidak

Mantan Pejabat Dephub

Dari 14 Korban Sodomi Babe

Enam Diketahui

Djoni Anwir Algamar

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mejatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap mantan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ditjen Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan (Dephub), Djoni Anwir Algamar dalam kasus suap proyek pengadaan patroli di Departemen Perhubungan pada 2008. “Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata ketua majelis hakim Jupriadi ketika membacakan putusan di Jakarta, kemarin. Dalam kasus itu, majelis hakim juga menghukum mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Operasional pada Direktorat KPLP Departemen Perhubungan, Tansean Parlindungan Malau dengan dua tahun enam bulan penjara. Kedua orang itu juga harus membayar denda masing-masing Rp100 juta subsider tiga bulan penjara. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan tim penuntut umum

JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya baru memastikan enam identitas anak yang menjadi korban mutilasi Baekuni alias Babe (49) dari jumlah korban sementara 14 orang. “Baru enam korban yang ditemukan (diketahui identitasnya),” kata Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Jakarta, kemarin. Nico mengatakan identitas enam orang korban mutilasi itu tersebar di wilayah Purworejo, Magelang (Jawa Tengah) sebanyak satu korban, Kuningan (Jawa Barat) dua korban, Pulo Gadung dan Cakung (Jakarta Timur) satu korban. Identitas keenam korban

memasang iklan di internet lalu mengundang orang uang bergabung dengan lebih dulu meminta alamat surat elektronik dan nomor telepon seluler. Setelah orang itu menjadi peserta judi maka kedua bandar itu akan menyediakan kamar di internet sebagai lokasi judi untuk bertaruh dengan para pemain lainnya. Transaksi antara bandar dan petaruh dilakukan dengan menggunakan transaksi bank lewat telepon (phone banking). “Dalam judi ini, kepercayaan antara bandar dan pemain sangat dibutuhkan,” kata Saud. Kedua tersangka mengaku telah 2,5 tahun menjalankan aktivitas judi dengan keuntungan bersih rata-rata satu milliar per bulan. Aktivitas judi ini berlangsung siang dan malam dengan hanya istirahat selama empat jam. Pada siang hari, aktivitas judi dikendalikan oleh Suhardi sedangkan di malam hari oleh Doli. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti antara lain uang tunai Rp680 juta, dua lembar rekap judi, komputer, laptop, 29 buku tabungan, sembilan kartu kredit, 12 KTP dan 10 slip setoran bank. Pekan lalu, Polri juga menggerebek lokasi judi di Tangerang dan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan tersangka19 orang. (ant)

Aktifis Bendera Mangkir

Divonis Tiga Tahun yang menginginkan hukuman lima tahun penjara untuk Algamar dan empat tahun penjara untuk Malau. Tim penuntut umum dalam surat dakwaan menguraikan, kedua orang itu diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pengusaha yaitu Deddy Suwarsono dari PT Bina Mina Karya Perkasa, Suratno Ramli dari PT Febrite Fiberglass, Kresna Santosa dari PT Proskuneo Kadarusman, dari Chandra, Johanes Achmar, dan Lies Kurniawati dari PT Sarana Fiberindo Marina, dan Budi Suchaeri dari PT Carita Boat Indonesia. Secara keseluruhan, keduanya diduga telah menerima Rp147,5 juta dan 1.500 dolar AS dari Dedy Suwarsono, Rp37,5 juta dan dua ribu dolar AS dari Suratno Ramli, Rp47,5 juta dan dua ribu dolar AS dari Kresna Santosa, Rp40 juta dan dua ribu dolar AS dari Chandra, Johanes Achmar, dan Lies Kurniawari, kemudian sebesar Rp32,5 juta dan dua ribu dolar AS dari Budi Suchaeri. Pemberian itu diduga sebagai akibat perbuatan Algamar dan Malau dalam merekayasa proyek, sehingga para pengusaha itu bisa menjadi rekanan. Pada Maret 2008, Malau memerintahkan pengumuman rekanan pemenang proyek yang sudah dimanipulasi. “Terdakwa II memerintahkan kepada panitia pengadaan untuk mengatur sekenario pemenang lelang agar seolah-olah proses pengadaan dilakukan sesuai prosedur,” ungkap tim penuntut umum dalam surat dakwaan. (ant)

JAKARTA - Mabes Polri akan menjerat para tersangka kasus judi via internet dengan UU No 15 tahun 2002 tentang pencucian uang selain dengan pasal 303 KUHP tentang judi. Direktur I Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis, mengatakan, unsur pencucian uang terjadi karena para tersangka berusaha mengaburkan uang hasil judi. “Uang dari judi yang berada di salah satu bank lalu ditransfer ke rekening di bank lain. Tindakan ini sudah termasuk pencucian uang,” katanya. Ia mengatakan, dengan tambahan jeratan itu maka para tersangka bisa mendapatkan vonis hakim lebih berat dibandingkan dengan jika hanya menggunakan KUHP. Sebelumnya, Polri menggerebek lokasi judi di Penjaringan, Jakarta Utara, 2 Pebruari 2009 yang menggunakan jasa internet sebagai media judi. Polisi telah menahan dua tersangka yakni Suhardi dan Dolli sebagai tersangka karena menjadi penyelenggara judi. Namun polisi tidak berhasil menangkap para petaruh karena mereka menggunakan nama samaran selain sulit dilacak tempat tinggalnya. Untuk mencari calon petaruh judi, kedua tersangka

Babe, yakni Irwan Imran di Purweorejo tahun 1999, Ardi (Magelang/2004), Aris dan Teguh (Kuningan/1998 dan 2004), Arif (Pulogadung/2009) dan Ardiansyah (Cakung/ 2010). Nico menuturkan polisi berusaha mencari terus informasi tentang korban lainnya maupun identitas korbannya Babe termasuk meminta keterangan dari pihak keluarga korban yang kehilangan anaknya. “Tim fokus mencari korban lainnya karena Babe tidak mungkin tidak berhubungan seksual dalam satu tahun,” ujarnya. Pendalaman polisi berdasarkan pengakuan tersangka, periksa tempat kejadian perkara (TKP), cek laporan polisi, periksa identitas korban, keterangan orang tua dan memeriksa tempat penguburannya. (ant)

mendasar karena tidak mencantumkan uraian alasannya sesuai dengan Pasal 112 UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Polisi hanya mencantum pasal dugaan pelanggarannya,” ujarnya. Tim advokat aktifis Bendera menuturkan, protes keras kepada polisi disampaikan pada pemanggilan pertama, sedangkan pemanggilan kedua dan ketiga tergantung dengan sikap dari hasil diskusinya. Siagian juga menyebutkan, pemanggilan kliennya melanggar Pasal 41 ayat (1) UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Surat Edaran (SE) -006/A/JA/11/2004 tentang Mempercepat Proses Penanganan Perkara Korupsi seIndonesia. “Seharusnya polisi naikkan dulu kasus korupsinya, kemudian pencemarannya,” tegas Siagian mengatakan.

Polda Metro Jaya memanggil dua aktifis Bendera, Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun dengan status tersangka terkait dugaan pencemaran nama baik, fitnah dan penghinaan terhadap pejabat negara dalam kasus aliran dana Bank Century, kemarin. Sebelumnya, sejumlah menteri melaporkan dua aktivis lembaga swadaya masyarakat yakni Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun, terkait fitnah, pencemaran nama baik, dan penghinaan dalam kasus aliran dana Bank Century ke Polda Metro Jaya, Selasa (1/12). Sejumlah pejabat negara yang melaporkan tuduhan fitnah itu yakni Hatta Radjasa (Menteri Koordinator Perekonomian), Djoko Suyanto (Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan), Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga).

Selain itu, turut melaporkan hal yang sama Rizal Mallarangeng (politikus), Choel Mallarangeng (politikus) dan Edie Baskoro (pengurus Partai Demokrat), serta Hartati Murdaya (pengusaha). Kedua aktifis itu menggelar konferensi pers, Senin (30/11), dengan memberi keterangan tentang adanya indikasi sejumlah pejabat negara yang menerima aliran dana dari Bank Century. Sebelumnya, Kordinator Bendera yang juga menjadi tersangka Mustar mengemukakan tidak akan membuka sumber data aliran Century yang mereka miliki. Dalam konferensi persnya, Selasa, Bendera menyerukan agar data yang mereka miliki diadu dengan data aliran Century yang sebenarnya. “Data penyelewengan dana yang kita beberkan harusnya dibandingkan dengan data fakta yang sebenarnya,” jelas Mustar. (ant)

RALAT ATAS PENGUMUMAN PT. TOBA BUMI ENERGI (”Perseroan”) Sehubungan dengan PENGUMUMAN yang telah dimuat di surat kabar SULUH INDONESIA pada hari/tanggal : SELASA/2 FEBRUARI 2010, dengan ini Perseroan melakukan RALAT atas teks pada PENGUMUMAN dimaksud, sebagai berikut :

PT TOBA BUMI ENERGI (“Perseroan”) RENCANA PENGAMBILALIHAN Untuk memenuhi ketentuan Pasal 127 ayat 2 undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”), dengan ini Direksi Perseroan dan PT Toba Sejahtra mengumumkan bahwa : Kepemilikan saham dalam Perseroan yang dimiliki oleh PT Prima Vita Utama sebanyak 1,500 saham seri B akan dialihkan secara langsung kepada PT Toba Sejahtra. Pengalihan atas saham-saham tersebut akan dilaksanakan setelah diperolehnya persetujuan dari para pemenang saham Perseroan dan berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dimaksud dalam Anggaran Dasar Perseroan dan UU PT. Perseroan adalah pemegang saham pengendali dari PT Indomining, sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia. Maka terhitung mulai hari ini, kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan rencana pengambilalihan saham-saham Perseroan tersebut dapat mengajukan keberatan secara tertulis berikut bukti-bukti yang sah kepada Direksi Perseroan, beralamat di :

PT TOBA BUMI ENERGI Wisma Barito Pacific lantai 4A, Jalan Let.Jen. S. Parman kav.62-63, Jakarta 11410

Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal Pengumuman ini, dengan lewatnya waktu tersebut tidak ada lagi keberatan yang akan dilayani. Demikian pengumuman ini disampaikan.

Jakarta, 2 Februari 2010

Direksi Perseroan

Direksi PT Toba Sejahtra U.003217-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

3

Sejumlah Ranting Tolak

Pencalonan Mega

Suluh Indonesia/sep

PANSUS CENTURY - Ketua Pansus Angket Bank Century DPR Idrus Markham (kiri) berdiskusi dengan anggota Pansus Ade Komarudin di tengah berlangsung rapat dengan agenda mendengarkan rekaman rapat Dewan Gubernur BI di Gedung DPR Jakarta, kemarin.

KPU Tak Berhak Tolak Panwas Pilkada JAKARTA - Anggota Bawaslu Wahidah Suaib mengatakan, KPU tidak memiliki hak untuk menolak atau tidak mengakui Panwas Pilkada 2010 yang sudah dilantik. ‘’KPU tidak punya kewenangan untuk tidak mengakui panwas. Tidak ada pasal yang mengatur kewenangan lembaga lain untuk melantik panwas,’’ katanya di Jakarta, Kamis. Ia menegaskan, pengangkatan panwas pilkada telah sesuai prosedur yang disepakati yaitu surat edaran bersama (SEB) antara Bawaslu dan KPU, sehingga pengangkatan tersebut sah. Bawaslu, katanya, mengangkat panwas pemilu 2009 sebagai panwas pilkada karena

KPU setempat belum menyelesaikan perekrutan hingga 9 Desember 2009 dan calon yang telah diajukan ke Bawaslu tidak memenuhi syarat untuk diuji kelayakan dan kepatutan. Langkah Bawaslu tersebut, lanjut dia, telah sesuai dengan ketentuan dalam SEB yang menyebutkan, untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir Agustus 2010, jika KPU provinsi dan kabupaten/kota belum melakukan seleksi panwas, maka Bawaslu mengangkat panwas pemilu 2009 sebagai panwas pilkada. Poin selanjutnya menyebutkan, jika Bawaslu menilai calon anggota panwas hasil perekrutan yang dilakukan KPU tidak

memenuhi syarat, maka Bawaslu dapat menggantinya dari panwas pilpres. Wahidah membantah jika Bawaslu dianggap mencaricari alasan untuk tidak meloloskan calon panwas yang diajukan KPU, sehingga dapat mengangkat panwas yang lama. ‘’Kenyataannya calon panwas itu tidak memenuhi syarat administrasi. Misalnya di Sulut itu ada dua calon yang tidak memenuhi syarat,” katanya. Ia mengatakan, calon panwas wajib menyertakan hasil tes kesehatan yang dilakukan di rumah sakit, bukan puskesmas, sebagai salah satu syarat pencalonan. Bawaslu, katanya, punya hak untuk memeriksa

Penghormatan Simbol Negara

Harus Dirumuskan Kembali JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan pihak yang berwenang seharusnya dapat merumuskan kembali dasar hukum yang dapat menjamin penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Usai pembukaan rapim Kementerian Luar Negeri di Istana Negara Jakarta, kemarin, Julian menegaskan penghinaan simbol negara, utamanya Kepala Negara, tidak dapat dibiarkan terjadi tanpa pertanggungjawaban di dalam negara hukum seperti Indonesia. ‘’Mungkin kami kira pihak-pihak yang memiliki otoritas di dalam rumusan mengenai bagaimana penghormatan terhadap simbol-simbol negara untuk meninjau kembali, apakah perlu melihat dasar hukum yang sekarang dipakai,” tuturnya. Pasal ancaman pidana dari penghinaan Kepala Negara dalam KUHP yang telah di-

cabut oleh Mahkamah Konstitusi, menurut Julian, bukan berarti penghinaan kepada simbol-simbol negara dapat dilakukan secara leluasa.

Julian Aldrin Pasha

Ia menilai sejak dasar hukum yang melindungi kehormatan simbol-simbol negara dicabut, maka masyarakat yang tidak memperhatikan dan memedulikan etika beranggapan dapat

melakukan apa saja dengan simbol-simbol negara tersebut. Julian mengatakan seharusnya pranata-pranata politik dan simbol-simbol negara tetap memiliki jaminan dasar hukum untuk dilindungi. ‘’Ini negara hukum, jadi tidak boleh kita biarkan ada sesuatu yang sifatnya berlebihan atau menghina Kepala Negara, kemudian kita biarkan tanpa konsekuensi atau pertanggungjawaban,” ujarnya. Julian berharap pihak yang memiliki otoritas seperti penegak hukum dapat mempelajari kembali rumusan penghormatan atau sikap yang layak ditujukan kepada simbol-simbol negara seperti Kepala Negara. Meski demikian, menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berencana untuk mengambil langkah hukum terhadap aksi-aksi unjuk rasa yang dinilai melecehkan dirinya. (har)

Gratifikasi Sudah Tradisi JAKARTA - KPK dan BPK menemukan dugaan pemberian gratifikasi dalam berbagai bentuk kepada seluruh pejabat di seluruh Indonesia. ‘’Kami membicarakan masalah laporan BPK secara umum, ada gratifikasi se-Indonesia,” kata Wakil Ketua KPK Haryono setelah bertemu dengan beberapa anggota BPK di gedung KPK, Jakarta, kemarin. Haryono menjelaskan, ada dua pokok bahasan dalam pertemuan antara KPK dan BPK. Kedua instansi itu membahas

temuan tentang imbalan kepada pejabat daerah dari sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan temuan honor pejabat di luar gaji resmi. Haryono mengatakan, imbalan dari BPD yang diterima pejabat daerah harus dikembalikan karena itu merupakan uang negara. ‘’Itu bukan uang pejabat, harus dikembalikan,” tegas Haryono. Menurut Haryono, KPK dan BPK mendiskusikan mekanisme pengelolaan keuangan negara, termasuk pemberian

hukuman jika ada pelanggaran. ‘’KPK dan BPK akan mengkaji aturan kembali agar ada sanksi,” katanya. Anggota BPK, Sapta Amal menegaskan, BPK telah melakukan penelitian awal tentang pemberian berbagai imbalan kepada pejabat negara di daerah. Penelitian itu dilakukan dengan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. ‘’Perwakilan BPK di daerah juga mulai mencermati pemda,” kata Sapta. (son)

kelengkapan administrasi tersebut. ‘’Kami punya data calon panwas yang tidak memenuhi syarat, jadi tidak mengada-ada,” katanya. Ia mencontohkan, di 11 kabupaten/kota di Sumut, sebagian besar calon panwas yang diajukan ke Bawaslu setelah diperiksa tidak memenuhi syarat administrasi yakni dokumen hasil pemeriksaan kesehatan berasal dari puskesmas. Ketika ditanya tentang adanya peninjauan ulang pengangkatan panwas, Wahidah menuturkan peninjauan itu khusus untuk pengangkatan panwas di daerah tertentu saja. (son)

JAKARTA - Ketua DPP PDIP Guruh Soekarnoputra mengatakan, massa akar rumput menginginkan perubahan sehingga sejumlah ranting menolak SK DPP No.435/2009 yang mengarahkan pencalonan tunggal Megawati pada kongres mendatang. ‘’Massa akar rumput kebanyakan ingin perubahan, tetapi mereka dari kelompok status quo mendorong Mega untuk terus tampil, padahal Mega sudah rasan-rasan, sudah capek,” kata Guruh di Jakarta, kemarin. Guruh yang didampingi dua orang penasehat politiknya mengakui, secara formal posisi status quo lebih kuat tetapi secara informal kelompok arus perubahan lebih kuat apalagi didukung sebagian besar massa akar rumput. ‘’Kondisi yang terjadi di PDI Perjuangan saat ini, mirip seperti Soeharto yang terus didorong maju untuk ketujuh kalinya, walaupun beliau sudah mengisyaratkan untuk mundur,” katanya.

Ia menjelaskan, Surat Keputusan (SK) DPP No 435/KPTS/ DPP/XI/2009 tentang pedoman pencalonan nama ketua umum melalui pelaksanaan rapat Pengurus Anak Cabang (PAC), Konfercab, Konferda dan Kongres III PDI-P itu harus dicabut karena bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDIP. ‘’Saya mendapat laporan, banyak PAC yang ditekan untuk hanya mengusulkan Mega, bahkan ada Konfercab yang dilakukan di provinsi dengan berita acara yang sudah disiapkan dengan calon tunggal Megawati,” katanya yang tetap bertekad untuk maju sebagai calon Ketua Umum PDI Perjuangan. Puan Maharani Ketika ditanya kemungkinan rekayasa itu untuk memuluskan langkah Puan Maharani menggantikan Megawati, Guruh mengatakan, adalah sebuah kesalahan besar atau

blunder jika Puan Maharani menggantikan Megawati karena menghadapi Pemilihan Presiden 2014 faktor wanita menjadi sulit bersaing di Indonesia. ‘’Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menerima wanita sebagai presiden,” katanya. Bahkan Guruh mengatakan popularitasnya akan bisa mengalahkan Puan Maharani. ‘’Kalau Puan itu binti Taufiq Kiemas, tetapi Guruh itu bin Soekarno,” tegas putra bungsu Soekarno itu. Kalau keinginan untuk membuat perubahan di PDIP itu tidak terwujud, Guruh mengisyaratkan akan membuat partai baru. ‘’Partai itu hanyalah alat untuk mencapai tujuan kalau alatnya rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi, ya harus diganti,” katanya. Sementara itu, Aji Barata yang mendampingi Guruh, mengatakan, sudah banyak pengurus ranting yang datang ke kediaman Guruh untuk menyatakan dukungan. (ant)

Diplomat Diminta Tarik Investor JAKARTA - Para diplomat Indonesia yang bertugas di berbagai belahan dunia diminta profaktif mengundang investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan 118 diplomat Indonesia di Istana Negara Jakarta, kemarin. Pada pembukaan rapim Kementerian Luar Negeri dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri itu, Presiden mengatakan, para diplomat yang terdiri atas duta besar, konsulat jenderal, konsulat, dan kuasa usaha itu, diharapk ikut menyukseskan target pertumbuhan ekonomi

sebesar 7 persen pada 2014. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut dibutuhkan investasi modal besar-besaran mencapai Rp 2.000 triliun per tahun, sedangkan sumber daya dalam negeri hanya mencapai setengahnya. ‘’Yang bisa kita mobilisasi dari sumber dalam negeri, pemerintah atau swasta, tapi setelah kita hitung total dari kemampuan dalam negeri tidak lebih dari separuhnya,” kata Presiden. Untuk itu, Kepala Negara meminta para perwakilan Indonesia di luar negeri untuk aktif mencari mitra asing yang mau bekerjasama dan menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut Presiden, mitra

tersebut bisa berasal dari negara di belahan dunia mana saja seperti Timur Tengah, China, Eropa, atau Amerika. ‘’Saya minta saudara aktif dan proaktif untuk mendapatkan sumber investasi itu,” ujarnya. Presiden juga meminta para diplomat untuk gigih melihat peluang eskpor perdagangan Indonesia di setiap negara tempat mereka bertugas. Selain itu, para diplomat juga diminta terus menerus mempromosikan pariwisata Indonesia. Kepala Negara juga berharap para perwakilan Indonesia di luar negeri mencari peluang kerjasama dalam bidang ketahanan energi, pangan, dan air. (har)


Megap litan

Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

4

K ilas Jumat Bersepeda WALIKOTA Bogor, Diani Budiarto mengimbau kepada seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk kembali menggelar “Jumat bike to work” atau menggunakan sepeda tiap Jumat. Dengan demikian, setiap hari Jumat seluruh pegawai yang memiliki kendaraan untuk menggunakan sepeda. Hal ini dikarenakan makin meningkatnya jumlah emisi disebabkan banyaknya jumlah kendaraan serta padatnya intensitas angkot di Kota Bogor yang memicu perubahan iklim. Suhu udara di kota Bogor tidak lagi sebagus tahun-tahun sebelumnya, kota yang dikenal sebagai Kota Hujan kini jarang diguyur hujan. Kegiatan Jumat Bike To Work tahun lalu pernah digelar di Kota Bogor, tapi kini sudah tidak terdengar lagi. Karena itu walikota kembali mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh pegawainya untuk mencanangkan hari Jumat sebagai hari “back to nature” dengan menggunakan sepeda untuk beraktifitas. Kegiatan ini juga bertujuan mengurangi emisi di Kota Bogor, dan mengembalikan keasrian Bogor seperti sedia kala. Diani mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan terhadap perubahan iklim di antaranya program shift angkutan kota adalah salah satu faktor untuk mengurangi peningkatan jumlah emisi yang dihasilkan kendaraan. Selain itu, pengalihan angkot dari BBM menjadi BBG akan terus digalakan dan secepatnya direalisasikan. (ant)

Pengendara Keluhkan

Pelebaran Jalan Margonda DEPOK - Para pengguna Jalan Raya Margonda mulai mengeluhkan adanya gangguan selama pelebaran dilakukan. Hingga kini proyek tersebut belum juga selesai dikerjakan. Pasalnya, proyek galian kabel yang tengah dilakukan PLN dan Telkom di tengah Jalan Raya Margonda menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan lantaran adanya tumpukan tanah sisa proyek penggalian kabel PLN dan Telkom. Tumpukan tanah tersebut dikhawatirkan dapat mencelakai pengguna jalan. “Bila proyek galian itu tidak segera dirapikan, dikhawatirkan memakan korban jiwa. Saya beberapa kali mau menambrak gundukan tersebut. Kalau pada siang hari masih kelihatan tapi bila malam hari, gundukan itu sama sekali tak kelihatan,” kata Ilyas (40), warga Pancoran Mas, kemarin. Dia mempertanyakan, kenapa proyek pelebaran jalan yang dibiayai dana APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Kota Depok itu tak bersamaan selesainya. “Saya khawatir bila gundukan itu tak dirapikan, akan mencederai pengguna jalan,” kata dia. Keluhan senada juga dikatakan Dedi (27), sopir angkutan kota (angkot), yang biasa melintas di Jalan Margonda Raya. Menurutnya, bila ada kemacetan mereka selalu disalahkan. Padahal, kemacetan juga diakibatkan banyaknya gundukan proyek Telkom dan PLN yang terdapat di sepanjang Jalan Margonda. “Sepanjang jalan masih terdapat gundukan beton proyek Telkom dan PLN yang belum dibongkar dan hal inilah yang membuat kemacetan kendaraan,” ucapnya. Meski sudah dilakukan pelebaran, namun tetap saja kemacetan tak dapat dikurangi. Ironisnya, sebagian badan jalan juga dipakai menjadi areal parkir liar. Akibatnya, para pengguna jalan yang datang dari arah Jakarta maupun sebaliknya, terpaksa mengurangi kecepatan kendaraannya guna menghindari kecelakaan. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Abdul Gofar Hasan mengatakan, pada saat Komisi C melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek pelebaran Jalan Margonda, pihaknya sudah minta ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Depok untuk dilakukan koordinasi dengan pihak Telkom dan PLN agar gundukan beton proyek galian milik Telkom dan PLN itu segera dibongkar dan dirapikan. “Tampaknya pihak DPU Kota Depok cuek masalah ini, karena proyek pelebaran jalan sudah satu bulan lebih selesai tapi hingga kini belum dirapikan. Jangan sampai ada korban jiwa akibat gundukan beton itu, baru dilakukan pembongkaran,” imbuhnya. Dikatakan anggota DPRD dari Fraksi PKS itu, penataan tata ruang di sepanjang Jalan Margonda dinilai tidak rapi. Sebab, meski pelebaran jalan sudah dilakukan namun ruang parkir kendaraan yang berbelanja di pertokoan di Jalan Margonda tidak tersedia. “Aneh memang, pelebaran jalan dilakukan tapi tidak ada lagi area parkir dan bagi pengguna jalan kaki,” tandasnya. (rin)

Garuda Indonesia

Bidik Wisatawan Muslim BOGOR – Bisnis perjalanan wisata umat Muslim baik ke mancanegara maupun dalam negri tampaknya masih menjadi incaran pengelola maskapai penerbagan nasional Garuda Indonesia. Bahkan untuk mengait konsumen dari sektor ini, kemarin pihak Garuda Indonesia melalui Manager Sales & Marketingnya, Dedi Irawan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum Komonitas Penyelenggara Wisata Muslim (KPWM), H. Syarman Syarif yang disaksikan langsung Wakil Walikota, Bogor H. Achmad Ru’yat, bertempat di Hotel Salak, Bogor. Ketua KPWM, Syarman Syarif menjelaskan, KPWM dibentuk dari 15 biro perjalanan wisata yang ada di Jakarta dan Bogor. “Kerjasama yang kami lakukan dengan Garuda Indonesia ini untuk menggarap pasar wisata muslim seperti haji dan umrah yang memang sangat menjajikan,” kata dia. Syarman mengaku, dengan telah ditandatanganinya nota kerjasama antara pihak Garuda dengan KPWM ini maka diharapkan akan menciptakan produk perjalanan wisata muslim yang amanah dan profesional. “Program-program perjalanan wisata yang kami garap diharapkan akan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi calon wisatawan muslim yang ingin melakukan perjalanan wisata baik dalam Negeri maupun luar Negeri bersama maskapai Garuda,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Dedi Irawan, dimana kata dia, pengembangan wisata muslim selama ini kurang digarap secara serius, padahal, sangat potensial untuk dikembangkan. “Kita menyambut gembira KPWM yang menggandeng Garuda Indonesia yang akan menggarap dengan serius,” imbuhnya. Sementara itu Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat berharap, dengan adanya kerjasama anatara KPWM dengan pihak Garuda Indonesia ini diharapkan juga bisa ikut berperan dalam menyebarluaskan informasi tentang potensi wisata yang ada di Kota Bogor. “Kami berharap dengan adanya promosi dan informasi dari pihak Garuda dan KPWM akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bogor. Sebab dari data kunjungan wisata di tahun 2009 lalu jumlah kunjungan wisatawan nusantara berjumlah 2.729.672 orang, sedangkan wisatawan mancanegara berjumlah 146.888 orang. Jika dibandingkan dengan kunjungan tahun 2008 lalu mengalami peningkatan yang signifikan. Namun sanyangnya jumlah wisatawan nusantara yang datang ke Kota Bogor tahun 2008 hanya berjumlah 2.249 orang, dan wisatawan mancanegara berjumlah 144.114 orang,” ungkap Ru’yat. (bas)

Suluh Indonesia/ant

PENELANTARAN ANAK - Diana (2 kiri), ibu yang menelantarkan tiga anaknya, menggendong salah satu putranya Farel (2), didampingi Sekjen Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait (kanan), di Polres Metro Kota Tangerang, Banten, kemarin.

Pengguna Narkoba di Depok

Penelantar Tiga Balita

Cenderung Naik

Terancam Aspek Pidana

DEPOK - Ratusan kilogram daun ganja kering, shabu dan heroin kemarin dimusnahkan jajaran Polres Metro Depok di lapangan parkir eks Gedung Goro, Jalan Raya Margonda, Depok. Ratusan kilogram barang haram yang terdiri dari 228 kilogram ganja, 32 gram sabu-sabu, dan 63,5 gram heroin adalah hasil razia yang dilakukan jajaran Polres Depok selama November 2009 hingga Januari 2010 yang didapat dari 75 orang tersangka. “Ini adalah hasil tangkapan jajaran kami dari sejumlah pelaku di sejumlah titik yang sering kali menjadi langganan peredaran narkoba. Barang haram jenis shabu dan heroin kita tangkap dari tersangka berinisial SH, pada 25 Desember 2009, TKP-nya Kelu-

rahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji Depok. Dari tangan mereka kita menyita shabu seberat 32 gram, dan heroin 63,5 gram,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Saidal Mursalin kemarin. Sedangkan ganja didapat dari tersangka MR dan E. Saat dilakukan pengembangan tertangkaplah SP MR dan E pada 20 November 2009 di Cijantung Jakarta Timur, SP ditangkap pada 26 November di Sukaraja Bogor. “Penangkapan ketiganya dilakukan dengan metode under cover buying (penyamaran),” jelasnya. Tingkat pengguna narkoba di Depok meningkat 0,2 persen per tahun. Untuk itu pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk me-

nekan angka peredaran narkoba. “Bayangkan saja, hanya dari bulan November 2009 hingga Januari 2010, kita sudah tangkap 75 tersangka,” tandasnya. Dengan gambalang Kapolres mengungkapkam, trend pengedar narkoba saat ini banyak berasal dari Depok. Berdasarkan fakta di lapangan, terbukti dari lebih banyaknya pengedar dari Depok daripada jumlah pemakai. Wilayah titik edar ganja di Depok, katanya adalah Kecamatan Beji, Cimanggis, dan Bojong Gede. “Kita akan lihat apakah memang Depok sudah menjadi daerah distribusi, karena memang pengedar banyak dari Depok, biasanya pemasok datang dari luar,” pungkas Kapolres. (rin)

Aktivis Lingkungan

Gelar Aksi Bersepeda Keliling Bogor BOGOR – Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Diskusi Perubahan Iklim (Climate Change Group Discusion) di Bogor, kemarin menggelar aksi damai dengan cara bersepeda santai keliling Kota Bogor untuk menyambut digelarnya Konferensi Internasional negara-negara Muslim yang rencananya akan digelar di Kota Bogor pada 1-2 Meret mendatang. Aksi damai itu menempuh jarak sekitar 17 km dengan mengambil start dari depan Kampus IPB Dramaga dan finish di kawasan Tugu Kujang, di Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Muhammad Hamimi (46), selaku pelopor sekaligus ketua aksi itu

mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan kegembiraan warga Bogor dalam menyambut para tamu negara yang akan mengikuti ajang Konferensi Internasional Negara Islam di Bogor. “Aksi ini juga sebagai wujud kepedulian dan kecintaan kami terhadap Kota Bogor,” ujarnya. Ia menjelaskan, komunitas diskusi yang ia ketuai itu berhasil terbentuk melalui jejaring sosial facebook yang dibuat para aktivis lingkungan di Bogor beberapa bulan lalu. Walikota Bogor, Diani Budiarto, yang datang secara langsung melepas aksi bersepeda santai itu mengatakan, dirinya sangat menyambut baik aksi

damai yang dilakukan komunitas diskusi perubahan iklim di kotanya. “Ini merupakan langkah yang cukup bagus untuk mengajak masyarakat dalam menyikapi persoalan lingkungan,” sambut walikota. Konferensi Internasional Negara Muslim yang akan dilakukan di Kota Bogor pada 1 dan 2 Maret itu dipastikan akan diikuti 350 peserta (delegasi) dari 30 negara muslim di dunia. Dalam konferensi itu selain membahas isu-isu internasional yang dihadapi oleh sejumlah organisasi dan Negara Islam di dunia saat ini juga akan membahas isu global peran negara Islam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. (bas)

Suluh Indonesia/bas

BERSEPEDA – Walikota Bogor, Diani Budiarto saat melepas aksi bersepeda santai keliling Bogor yang dilakukan para aktifis lingkungan di kotanya, kemarin.

TANGERANG - Polisi masih mempertimbangkan aspek pidana terhadap pelaku yang menelantarkan tiga anaknya yang masih balita di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, karena faktor kemanusiaan. “Faktor kemanusian perlu diutamakan, karena seorang ibu meninggalkan tiga anaknya untuk mencari nafkah,” kata Kapolresta Metro Tangerang, Kombes Maruli CC Simanjuntak kemarin. Pernyataan Kapolresta itu terkait Diana (23) dan suaminya Derry (25) mengurung anaknya masing-masing Farel (2,1), Rafal (3,2) dan Putri Aprilia (9 bulan) di tempat kontrakan dalam kondisi terkunci selama empat hari. Kedua pasangan itu meninggalkan ketiga anaknya di rumah kontrakan milik Ny. H. Gultom di jalan Pulo Indah, Asri III RT 02/ 04 Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Petugas Polsek Cipondoh mengejar pasangan suami istri itu karena selama empat hari ketiga balita itu tanpa diberi makan dan minum, sehingga kondisinya memprihatinkan. Namun Diana akhirnya menemui anaknya ke tempat penitipan di Yayasan Darma Indonesia yang memiliki Pondok Pesant-

ren Nurul Huda di Jjalan KH Hasyim Azhari gang Kancil RT 03/05 Kelurahan Narogtog, Kecamatan Pinang, Tangerang. Menurut Maruli, dari keterangan Diana mengurung ketiga balitanya dengan alasan mencari nafkah, bukan disengaja. Kapolres menilai saat itu kondisi pelaku tidak dalam keadaan normal. Situasi dan kondisi pelaku dalam keadaan terguncang karena tidak memiliki uang sementara kebutuhan ketiga anaknya harus dipenuhi, maka panik untuk mencari jalan keluar terbaik. Walau demikian, pihaknya terus memburu Derry (25) yang disebut sebagai suami Diana ke beberapa lokasi yang dicurigai setelah mendapatkan keterangan para tetangga. Suami Diana dapat diancam dengan Undang Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, menghilang sejak beberapa hari dan tak memberikan uang belanja kepada istrinya. Sementara itu, Sekjen Komisi Nasional (Komnas) Pelindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menemui tiga balita yang ditelantarkan kedua orangtuanya di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, di Mapolresta Metro Tangerang. (ant)

Pemkab Tangerang Dituding

Abaikan Pasar Cikupa TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, dinilai tidak serius menangani Pasar Cikupa sehingga semrawut padahal berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kabupaten Serang. “Sejak pasar tradisional Cikupa berdiri hingga saat ini belum pernah ada penertiban dan malahan lebih terlihat semrawut, seolah tidak serius mengurus,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang, Moch Eko Riyadi kemarin. Menurut dia, jika Pemkab Tangerang serius tentu akan menata pasar tersebut bukan sebaliknya membiarkan begitu saja tidak ada penertiban baik menyangkut pedagang maupun kondisi sampah yang menumpuk. Bahkan dalam pasar itu tampak becek, pada bagian depan terlihat tumpukan sampah yang tidak diangkut selama beberapa hari. Dia mengatakan alasan Pasar Cikupa tidak diurus karena selama ini dikelola pihak aparat desa

setempat agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan. Namun kenyataan pasar tradisional itu kumuh, sampah berserakan dan pada bagian tertentu tampak digenangi air sehingga menyebabkan pengunjung mengeluh karena tidak bersih. Para pengunjung bila mendatangi pasar itu akan merasakan aroma tak sedap akibat sampah beberapa hari dibiarkan berserakan. Menyangkut restribusi pasar itu, hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu saja sehingga tak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat. Dia menyarankan Bupati Tangerang melakukan penataan kembali terhadap Pasar Cikupa agar tampak bersih dan memberikan kontribusi terhadap PAD. Sementara itu, Bupati Tangerang, H. Ismet Iskandar saat dihubungi terpisah membantah pihaknya tak serius menanggani pasar Cikupa karena ada pihak lain yang mengurus yakni Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kerta Raharja. (ant)

Curah Hujan di Bogor masih Normal STASIUN Klimatologi Darmaga Bogor, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, selama bulan Februari 2010 curah hujan di wilayah Bogor mencapai 300 hingga 450 milimeter. Kondisi ini, menurut Staf Analisa Stasiun Klimatologi Darmaga BMKG, Agus Theodory tergolong normal. “Curah hujan di Bogor untuk bulan Februari dari 300 milimeter hingga 450 milimeter, masih dalam kategori normal,” katanya kepada ANTARA di

Bogor, kemarin. Saat ini Bogor masih memasuki puncak musim penghujan yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut yang cukup hangat dan dipen-

garuhi oleh angin Barat yang saat ini sedang bertiup di atas Bogor. Cuaca ini cukup baik, karena kelembaban udara di Bogor cukup tinggi yakni dari 80 persen hingga 95 persen. “Kelembaban cukup tinggi, sehingga suhu udara pun menjadi dingin, yakni maksimum 31 derajat dan minimum 22 derajat celcius,” katanya. Peluang hujan di wilayah

Bogor merata di seluruh wilayah dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat. “Untuk hujan lebat sifatnya temporer saja, dan tidak selamanya. Hujan terjadi mulai siang dan sore hari,” katanya. BMKG juga memprakirakan selama satu minggu ke depan tak ada cuaca ekstrim, jika pun ada peluang hujan ekstrim curahnya hanya 40 hingga 60 milimeter. Kondisi cukup baik untuk

lingkungan karena masa penyuburan. Hanya saja ia mengingatkan karena kelembaban udara dan suhu yang rendah memungkinkan penyebaran penyakit seperti DBD akan terjadi. Karena itu BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan memperhatikan sanitasi untuk terhindar dari penyakit musim penghujan. (ant)


pini F OKUS Lanjutkan Langkah Setelah 100 Hari Pertama EMULAI langkah pada 100 hari pertama pemerintahan dengan baik merupakan satu hal yang penting, namun yang lebih penting adalah langkah selanjutnya dalam lima tahun mendatang. Bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, walaupun target program kerja 100 hari pertama kabinet baru tercapai 93 persen, namun penting baginya untuk mempersiapkan dan kemudian melaksanakan program lanjutan hingga akhir masa kerjanya 2014 mendatang. Istana Kepresidenan di Cipanas, Cianjur, dipilih sebagai lokasi pembahasan dan rencana implementasi langkah-langkah pemerintah setelah selesainya 100 hari pertama kabinet Indonesia Bersatu II memulai kerjanya. Di Istana yang dibangun pada 1740 oleh seorang tuan tanah Belanda bernama Van Heots itu, Presiden Yudhoyono mengumpulkan seluruh menteri kabinet, pejabat setingkat menteri, seluruh gubernur se-Indonesia untuk bersamasama membahas pelaksanaan rencana kerja jangka menengah. Dalam rapat itu, menurut Presiden, juga dijelaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 supaya dipahami arah tujuan, agenda dan program lima tahun mendatang. Penyusunan RPJMN merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sesuai Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam aturan itu, RPJMN ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. Secara umum, perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan dilakukan termasuk di bidang ilmu, teknologi, dan daya saing perekonomian. Kepala Negara meminta agar evaluasi dan capaian kerja selama 100 hari pertama disampaikan kepada masyarakat sekaligus menjawab kritikan sejumlah pihak bahwa pemerintah tidak berhasil melakukan apapun selama 100 hari pertama kerja kabinet. Kepala Negara mengatakan pelaksanaan program 100 hari pemerintah diukur dengan tiga capaian sehingga tingkat keberhasilannya dapat diukur. Tiga capaian tersebut masing-masing di bidang percepatan pelayanan, mengatasi sumbatan, dan pembuatan instrumen kebijakan yang mendorong pelaksanaan pembangunan. Sebagai langkah lanjutan setelah 100 hari pertama kerja kabinet, Presiden menyatakan akan mengeluarkan Instruksi Presiden yang isinya implementasi hasil rapat kerja dan evaluasi program 100 hari pertama dalam program pemerintah selanjutnya hingga 2014 mendatang dilandasi RPJMN yang telah disusun. Kepala Negara mengatakan, dalam tiga bulan mendatang, pencapaian kerja sesuai Inpres yang nanti diterbitkan akan dievaluasi. Presiden meminta kepada para gubernur agar bersama bupati mengadakan rapat kerja serupa untuk sinkronisasi program pembangunan di kabupaten/kota dengan provinsi sehingga target pembangunan nasional dan daerah bisa tercapai secara bersama. Sementara pada anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Kepala Negara meminta adanya saran dan masukan dalam bidang ketatanegaraan, pemerintahan, dan sejumlah bidang lainnya yang penting yang juga dibahas dalam rapat kerja tersebut beserta tindak lanjutnya. Presiden mengatakan dari hasil rapat kerja tersebut telah dapat ditetapkan masing-masing tanggung jawab setiap pihak dalam pelaksanaan program pasca-100 hari pertama kabinet. Pasca-100 hari pertama kerja pemerintah, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan agar pemerintah berjalan secara efektif dan mencapai tujuan lima tahun ke depan. Yang pertama mengelola sumber daya manusia, kemudian mengelola organisasi dan ketiga mengelola keuangan secara efektif karena keterbatasan anggaran. Bila ini tidak dibenahi maka sulit bila kita berharap tujuan-tujuan pembangunan akan tercapai.

M

Bang D

el

Pansus putar rekaman rapat dewan gubernur BI

Tak ada suara Anggodo ...

Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

5

Pemerintah yang Berhura-hura ISU publik yang kini sedang mengemuka adalah tentang kehidupan-kenegaraan kita yang cenderung berhura-hura. Sorotan publik mulai memanas tatkala para menteri mendapatkan jatah mobil mewah. Kini publik mulai terkesima dengan adanya rencana untuk membeli pesawat kepresidenan. Apa yang kini terjadi dalam alam-pikir elite politik kita? Harus diakui bahwa ekonomi dunia belum sepenuhnya membaik. Bahkan banyak para ahli yang masih berbicara tentang suasana krisis ekonomi. Namun para pemimpin kenegaraan dan elite politik kita, justru sudah mulai neko-neko dengan berbagai keputusan yang bernuansa hurahura. Para menteri mendapatkan mobil baru yang nilainya lebih mahal dibandingkan dengan mobil dinas Perdana Menteri Malaysia, Jepang dan Inggris. Padahal kondisi ekonomi negara mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan negara kita. Selanjutnya pemerintah berencana membeli pesawat kepresidenan. Padahal tidak banyak negara di dunia yang memiliki pesawat kepresidenan, meskipun mereka lebih maju dan lebih kaya dibandingkan dengan negara kita. Sementara itu, Kementrrian Kelautan dan Perikanan membeli kapal mewah. Kalangan pers melaporkan bahwa kapal seperti itu justru hanya dimiliki oleh beberapa gelintir orang di dunia. Kemudian muncul lagi keputusan kontroversial untuk menaikkan gajih para pejabat negara. Padahal banyak wacana yang menyatakan bahwa takehome pay dari pejabat negara, pasti sudah sangat besar. Sebetulnya apa yang terjadi di balik keputusan politik yang kontroversial dan tidak populer itu? Mensekneg Sudi Silalahi mengatakan alasan bahwa jauh lebih mahal kalau kita menyewa pesawat dibandingkan dengan membeli pesawat. Tetapi kalau harus menyewa, uang sewanya toh masuk ke kas perusahaan dalam negeri, yang merupakan aset nasional. Toh selama ini tidak ada kendala bagi Presiden dan rombongan untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dan juga berbagai negara di seluruh dunia. Di samping itu, coba pikirkan, berapa kalikah Presiden akan menggunakan pesawat itu dalam setahun? Pemeliharaannya jelas sangat mahal. Dikemukakan juga alasan bahwa keputusan yang kini dilaksanakan sudah disetujui oleh DPR periode sebelumnya. Tetapi, kalau pemerintah memiliki kepekaan politik, dan komitmen untuk berorientasi pada rakyat miskin, maka dengan mudah pemerintah dapat membatalkan keputusan itu. Secara empirik, cukup banyak keputusan yang telah disepakati se-

Oleh : Wayan Windia*

Dalam suasana zaman globalisasi yang materialistis, pragmatis, dan sangat teknologis, diperlukan kemunculan seorang pemimpin puncak yang mampu membangkitkan aura kesederhanaan, kemudian membuat kebijakan yang prorakyat.

Tampaknya kini rakyat Indonesia sangat memerlukan pemimpin yang berkarakter kuat, cerdas dan sederhana.

belumnya, kemudian dibatalkan oleh pemerintah berikutnya. Masalahnya adalah, masih adakah kepekaan dan komitmen pada rakyat, dalam alam pikir para pemimpin kita? Semua hal itu mungkin terjadi,

karena manusia saat ini sedang Kapankah kemunculan tokoh dalam suasana pengaruh global- pemimpin seperti itu akan terjadi? Pada isasi. Teknologi dan alat komuni- zaman kaliyuga seperti sekarang ini, kasi telah memengaruhi otak dan mungkin akan sangat sulit terjadi. pola pikir manusia. Manusia yang tidak tahan terhadap tekanan arus global, dengan cepat bisa menjadi pragmatis. Dengan demikian, tidak heran kalau manusia yang sedang mendapat kesempatan memerinKalau pemerintah memiliki tah, lalu membuat berbagai kepukepekaan politik, dan komitmen untuk tusan yang kontroversial. Harga diri manusia, dan karisma seorang berorientasi pada rakyat miskin, maka dengan pemimpin, sering hanya diukur mudah pemerintah dapat membatalkan keputusan dan dibanding-bandingkan denitu. Secara empirik, cukup banyak keputusan yang gan berbagai balutan materi yang dalam pribadi seseorang. telah disepakati sebelumnya, kemudian dibatalkan melekat Oleh karenanya, dalam suasaoleh pemerintah berikutnya. Masalahnya adalah, na zaman globalisasi yang materimasih adakah kepekaan dan komitmen pada rakyat, alistis, pragmatis, dan sangat diperlukan kemuncudalam alam pikir para pemimpin kita? Semua hal teknologis, lan seorang pemimpin puncak itu mungkin terjadi, karena manusia saat ini seyang mampu membangkitkan aura dang dalam suasana pengaruh globalisasi. Teknolo- kesederhanaan. Kemudian membuat kebijakan yang pro-rakyat. gi dan alat komunikasi telah memengaruhi otak Kita yakin bahwa rakyat dan dan pola pikir manusia. Manusia yang tidak tahan pemimpin di bawahnya pasti akan mengikutinya. Rakyat kita pasti terhadap tekanan arus global, dengan cepat bisa tidak neko-neko. Mereka juga menjadi pragmatis. Dengan demikian, tidak heran masih dibalut dengan budaya pakalau manusia yang sedang mendapat kesempatan ternalistik. Tampaknya kini rakyat Indonesia sangat memerlukan memerintah, lalu membuat berbagai keputusan pemimpin yang berkarakter kuat, yang kontroversial. cerdas dan sederhana. Mungkin seperti halnya Bung Hatta, Mahatma Gandhi atau Nelson Mandela. Atau bahkan mungkin seperti Ho Chi Min, yang oleh rakyatnya dipuja sebagai Paman Ho. Tetapi kapankah kemunculan tokoh pemimpin seperti itu akan terjadi? Pada zaman kaliyuga seperti sekarang ini, mungkin akan sangat sulit terjadi. Mungkin dibutuhkan sebuah era, di mana ketidakpuasan publik sudah maksimal. Hal itu disebabkan pemerintah dan para elite politik sudah ‘’buta dan tuli’’. Permainan uang dalam politik terjadi di mana-mana dan pada setiap level struktur pemerintahan. Bahkan dalam meraih jabatan politik, dan dalam meraih jabatan di birokrasi. Uang sudah menjadi dewa. Pada saat seperti itulah rakyat akan muak dan berontak. * Penulis, seorang kolumnis

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Beras Mahal, Rakyat ‘Tercekik’ SEBAGAI rakyat kecil, saya terus terang sangt terbebani dengan harga beras yang saat ini melonjak begitu tinggi. Dan yang sangat mengherankan mengapa harga beras termurah yang paling bisa dinikmati rakyat kecil justru mengalami kenaikan paling besar. Sementara, harga beras yang paling mahal paling sedikit mengalami kenaikan. Padahal, mereka itu sudah mampu. Saya cuma menduga-duga apakah ini karena permintaan akan beras murah paling banyak sehingga kenaikannya paling spektakular, sementara beras paling mahal sedikit permintaannya. Yang pasti saat ini saya yakin banyak para rumah tangga yang terbebani dengan harga beras yang melonjak ini. Mestinya pemerintah bisa

bertindak cepat mengatasi kenaikan harga yang jelas-jelas sudah merugikan masyarakat. Operasi beras mesti gencar dan merata dilakukan agar para spekulan beras tidak sembarangan menyimpan dan menaik-naikkan harga. Rakyat sudah sudah jangan lagi dibuat susah. Lagi pula, saya yakin kenaikan beras ini tidak dinikmati oleh para petani melainkan pedagang dan spekulan. Rakyat mungkin bisa bertoleransi jika kenaikan beras ini bisa dinikmati petani, karena mereka bagian terbesar dari rakyat ini. Tetapi, nyatanya para petani justru kesulitan juga. Mungkin benar juga pepatah yang mengatakan tikus mati di lumbung sendiri. Petani menjual hasilnya pada pedagang, tengkulang-tekulang

besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain. Untuk sekolah, biaya kesehatan dan sebagainya. Tetapi, mereka sendiri akhirnya harus membeli lebih mahal beras

yang mereka hasilkan sendiri. Sungguh ironis bukan? Bayu Sanyata Margonda, Depok

Larangan Membawa Binatang dan Kreatifitas Mahasiswa RUNING TEX salah satu stasiun televise memberitakan polisi akan melarang demonstran membawa binatang. Mungkin banyak orang yang mengkaitkan larangan polisi itu dengan ‘keluhan’ Presiden SBY atas ulah demonstran yang membawa kerbau saat berunjuk rasa terkait 100 hari pemerintahan SBY belum lama ini. Apapun alasan polisi dalam mengeluarkan larangan tadi, yang pasti hal itu akan membatasi ekspresi para demonstran.

Seperti yang sudah-sudah, para demonstran, terutama para mahasiswa, kerap membawa simbol – simbol saat turun ke jalan, salah satunya yakni binatang. Belum lama ini misalnya ada sekelompok pengunjuk rasa yang menyerahkan seekor kura-kura ke KPK. Tentu semua tahu, para pengunjuk rasa itu sedang mengkritisi kinerja KPK yang menurut mereka sangat lamban, seperti jalannya kura-kura. Binatang lain yang kerap diba-

wa para pengunjuk rasa yaitu tikus. Siapaun tahu apa makna binatang itu jika dikaitkan dengan unjuk rasa tentang pemberantasan korupsi. Dengan adanya larangan membawa binatang saat berunjuk rasa, para masasiswa dituntut lebih kre-

atif lagi. Ke depan mereka bisa membawa patung tikus, patung kura – kura atau patung kerbau. ‘Barang’ -nya berbeda tapi makna yang disampaikan sama. Barudin Palumang , Tangsel

Tumpukan Tanah Sisa SELAMA pelebaran Jalan Margonda Raya, di sejulah titik tumpukan tanah sisa proyek penggalian kabel PLN dan Telkom masih dibiarkan. Tumpukan tanah tersebut tentunya dapat mencelakai pengguna jalan. Bila proyek galian itu tidak segera dirapikan, bisa memakan korban jiwa. Saya beberapa kali mau menambrak gundukan tersebut. Kalau pada siang hari masih kelihatan tapi bila malam hari, gundukan itu sama sekali tak kelihatan. Kena-

pa proyek pelebaran jalan yang dibiayai dana APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Kota Depok itu tidak bersamaan selesainya. Selain itu, gundukan tanah tersebut juga sering menjadi penyebab kemacetan. Meski sudah dilakukan pelebaran tetap saja kemacetan tak dapat dikurangi. Sebagian badan jalan juga dipakai areal parkir liar. Ilyas Pancoran Mas Depok

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga PSSI Harus Direvolusi JAKARTA - Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI pada periode pertama kepengurusan Nurdin Halid, Yusuf Rizal, mengatakan bahwa PSSI harus direvolusi jika menginginkan adanya perubahan dalam persepakbolaan nasional. Kemorosotan prestasi sepakbola Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini merupakan bukti ketidakmampuan PSSI dalam mengelola potensi yang ada dalam persepakbolaan kita. Yusuf Rizal yang juga Presiden Indonesia Sport Warch (ISW) itu menilai permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menggelar Kongres sepakbola Indonesia di Malang, Jatim sebagai tamparan amat keras bagi PSSI. ‘’Pak Nurdin sudah mengakui secara terbuka bahwa dia gagal memimpin PSSI. Prestasi semakin merosot selama kepemimpinannya. Semestinya, pengakuan itu harus dipertegas lagi oleh Nurdin bahwa dia siap mundur tanpa harus menunggu desakan dari masyarakat,”kata Yusuf Rizal di

Jakarta, kemarin. Dia tak sependapat jika ada yang menyebut pernyataan Presiden SBY itu sebagai bentuk intervensi kepada PSSI sehingga dikhawatirkan mengundang kecaman dari FIFA. ‘’Justru kita harus bersyukur olahraga dalam hal ini sepakbola yang memang digandrungi masyarakat mendapat perhatian luar biasa dari seorang Kepala Negara. Dan semestinya ini disikapi positif oleh PSSI,”tandas mantan wartawan olahraga dari harian terkemuka di Yogyakarta ini. Dikatakan, revolusi di PSSI itu tak hanya menyangkut pembinaan prestasi juga orang-orang berada dalam struktur kepengurusan. Ada kelompok pengurus di PSSI seolah-olah ingin membangun prestasi namun justru menghancurkan sepakbola nasional dan indikasinya sudah jelas yakni adanya praktek mafia wasit, mafia pertandingan serta order untuk tim juara di Liga Indonesia. “PSSI memang sudah saatnya direformasi agar terjadi perubahan, sesuai dengan tantangan dan kemajuan dunia

sepak bola,” papar Yusuf Rizal yang juga ketua LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) ini. Banyak Pengganti Nurdin Yusuf Rizal yang juga penggagas liga sepakbola anak-anak (Liga Campina) pada awal tahun 2000-an itu menegaskan sesungguhnya banyak figur yang siap menggantikan Nurdin Halid. “Banyak yang sanggup memimpin PSSI. Masak penduduk Indonesia ini kan lebih dari 220 juta tak ada yang sanggup memimpin PSSI,” ujar mantan Direktur Blora Center ini. Lebih jauh dia mengatakan, melihat adanya kegelisahan ini, KONI dan Menegpora agar ikut mengambil langkah-langkah strategis dan nyata untuk menyelamatkan dunia sepak bola dari kemunduran dan berkomunikasi dengan FIFA “Saya akan menggalang keinginan Pengprop-Pengprop, suporter dan pecinta sepak bola di seluruh Tanah Air yang memiliki kepedulian terhadap masa depan sepak bola agar terjadi reformasi atau revolusi di tubuh PSSI,” katanya. (oli)

Sanksi Ernest Jemeriah Berakhir 2012 JAKARTA - Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalomboboy mengatakan sanksi larangan bermain di Indonesia bagi Ernest Jeremiah baru berakhir pada 2012 mendatang. “Hukuman bagi Ernest selama tiga tahun. Dia tidak boleh mengikuti seluruh kompetisi yang digelar di Indonesia,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, kemarin. Mantan pemain Persipura Jayapura ini dikabarkan akan dikontrak oleh klub Persija Jakarta guna memperkuat tim pada putaran kedua Liga Super 2009/2010.

Namun menurut Tigor, dengan belum berakhirnya masa hukuman secara otomatis pemain asal Nigeria itu tidak bisa terjun pada kompetisi sepak bola Indonesia. “Hingga saat ini ada dua pemain asing yang masih terkena hukuman larangan bermain di Indonesia dan sanksinya belum berakhir,” katanya. Pemain yang mendapatkan sanksi selain Ernest Jeremiah adalah mantan pemain Arema Malanga Emille Bertrand Mbamba. Ia menambahkan, meski ada isu bahwa Ernest Jeremiah akan

dikontrak Persija, pihaknya tidak mengetahui dengan pasti karena hingga saat ini belum didaftarkan ke PT Liga Indonesia. “Hingga saat ini belum ada pemain atas nama Ernest Jeremiah yang didaftarkan ke PT Liga,” katanya. Tigor menambahkan, sanksi yang diterima oleh Ernest Jeremiah adalah sanksi personal bukan klub. Dengan demikian klub tidak boleh mengajukan banding. Ernest dinilai sebagai pemicu aksi mogok main saat final Copa Indonesia 2009 lalu. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

7

Fabiano Menangkan Sevilla

Suluh Indonesia/ap

BEREBUT BOLA - Pemain Sevilla, Diego Perotti (kiri) dan pemain Getafe, Daniel Parejo, berebut bola dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala Raja, kemarin.

MADRID - Sundulan Luis Fabiano dan gol bunuh diri Mario Alvarez memberi Sevilla kemenangan 2-0 atas Getafe dalam pertemuan pertama semifinal Piala Raja, Rabu watu setempat. Getafe, yang kalah dari Sevilla pada final 2007, mengawali pertandingan dengan cemerlang di Sanchez Pizjuan yang diguyur hujan. Penyerang Manu del Moral duakali mendekat tetapi yang pertama dielakkan oleh kiper tuan rumah Andres Palop dan kemudian oleh tantangan pada saat yang tepat dari Adriano Correia. Tim tamu merasa semua itu terlalu mudah untuk mengendalikan penguasaan bola dan pelatih Sevilla Manolo Jimenez mengganti penyerang Alvaro Negredo dengan pemain tengah Ndri Romaric setelah bermain setengah jam. Kendati dikeluhkan fans tuan rumah, perubahan itu tampaknya memiliki efek yang di-

inginkan dan kiper Getafe Oscar Ustari harus berada dalam kondisi terbaiknya untuk menepis tendangan voli jarak dekat Fabiano pada menit ke-41. Striker Brazil itu membobol gawang pada tambahan waktu babak pertama, menyorongkan umpan silang Adriano melewati Ustari, dan melaju ke bangku cadangan tempat ia mengenakan sombrero hitam untuk menghormati klub presiden Jose Maria del Nido itu. Laju yang buruk dari pemain sayap Jesus Navas mengantar gol kedua bagi tim tuan rumah saat waktu tersisa 10 menit. Pemain nasional Spanyol itu melaju ke area penalti dan tendangan rendahnya memantul mengenai Alvarez yang malang sehingga masuk ke gawang. Atletico Madrid menjamu Racing Santander pada pertandingan pertemuan pertama babak empat besar mereka, Kamis. (ant)

Henin Mendapat Wild Card Untuk Indian Wells INDIAN WELLS - “Runnerup” Australia Terbuka Justine Henin mendapat wild card untuk mengikuti turnamen lapangan keras ATP dan WTA BNP Paribas Terbuka di Indian Well, Maret mendatang. Mantan peringkat satu dunia dari Belgia, tujuh kali juara turnamen utama itu, memenan-

gi turnamen tersebut pada 2004. Ia akan tampil untuk pertama kalinya di Indian Wells sejak 2006. Henin pensiun pada Mei 2008, tetapi sudah bermain dalam dua turnamen sejak kembali ke WTA Tour pada Januari. Ia mencapai final di Brisbane, dan kalah di final Aus-

tralia Terbuka dari petenis Amerika Serena Williams. Mantan juara lainnya yang turun di Indian Wells termasuk petenis Swiss Roger Federer, juara bertahan Rafael Nadal dan Novak Djokovic. Pada bagian putri termasuk Maria Sharapova, Kim Clijsters dan juara bertahan Vera Zvonareva.

Turnamen tersebut akan berlangsung 8-21 Maret. Nadal, yang terpaksa keluar dari Australia Terbuka karena cedera lutut, akan kehilangan turnamen bulan ini di Rotterdam, tetapi mungkin fit untuk Piala Davis Spanyol melawan Swiss pada 5-7 Maret dan untuk Indian Wells. (ant)

Piala FA

Hatrik Defoe Menangkan Spurs LONDON - Hatrik yang dihasilkan Jermain Defoe menghantarkan Tottenham Hotspur ke putaran kelima kompetisi Piala FA Inggris, Rabu waktu setempat, setelah klub liga utama Inggris itu mengalahkan Leeds 3-1 pada laga tandang pertandingan kedua putaran keempat. Leeds, yang melaju mulus dalam kompetisi “tier tiga” sepak bola Inggris, sebelumnya mengalahkan Manchester United di Old Trafford pada putaran sebelumnya dan bermain imbang 2-2 di White Hart Lane. Namun laju mereka yang bagus dalam kompetisi itu terhenti ketika tim tangguh dari London datang dan mendominasi sejak awal pertandingan, sebelum maju pada laga tandang di Bolton Wanderers pada 13 Februari. Spurs melakukan gebrakan tetapi Defoe, akibat buruknya penyelesaian akhir dan handalnya penjaga gawang Casper Ankergren, gagal memanfaatkan banyak peluang pada permainan awal. Striker Inggris itu akhirnya menemukan targetnya pada menit ke-37 ketika menerima umpan pendek dari David Bentley dan melakukan tembakan

keras yang tidak dapat dijinakkan Ankergren. Gol itu meningkatkan irama permainan Leeds sampai akhirnya menjelang akhir babak pertama menyamakan kedudukan ketika tembakan voli Jermaine Beckford ditahan Heurelho Gomes dan Luciano Becchio menyelesaikannya dengan baik. Spurs melanjutkan tekanan mereka pada babak kedua dan Ankergren harus melakukan penyelamatan menakjubkan ketika menahan serangan lawan dan Defoe pada menit ke68 menjebol pertahanannya namun wasit menyatakan pemain itu dalam posisi “offside”. Lima menit kemudian, Defoe mendapat peluang ketika menerima b o l a d a r i Bentley dan ia menyelesaikan tugasnya dengan baik. Akhirnya Beckford menyamakan kedudukan untuk Leed tetapi Defoe kembali beraksi dan lahirlah golnya yang ketiga malam itu dan yang ke-20 dalam musim ini. (ant)

Justine Henin

Mayweather Setuju Bertarung Lawan Mosley

Floyd Mayweather Jr (kiri) dan Shane Mosley (kanan)

Jermain Defoe

NEW YORK - Floyd Mayweather Jr., yang rencananya bertarung lawan Manny Pacquiao jadi berantakan bulan lalu karena ketidasepahaman tentang pemeriksaan darah, akan bertanding lawan Shane Mosley pada 1 Mei, kata promotor tinju kemarin. Kedua petinju itu sama-sama setuju dengan pemeriksaan obat terlarang model Olimpiade, yang merupakan penghalang sehingga gagalnya pertandingan antara Mayweather dan Manny Pacquiao, kata Mayweather Promotions dalam pernyataannya. “Ini untuk kepentingan para penonton dan kami meminta agar secepatnya diadakan pertarungan melawan Shane,” kata juara dunia enam kali Mayweather dalam pernyataannya. “Saya sudah menyatakan ketika saya kembali menekuni olahraga ini bahwa saya hanya menginginkan pertandingan yang bagus. Saya kira Shane adalah salah satu petinju terbaik tapi pada 1 Mei nanti ia masih belum terlalu bagus untuk mengalahkan saya,” katanya.

Mayweather (40-0) yang berusia 32, mundur dari tinju pada 2008 tetapi tampil lagi September lalu dan dengan mudah menang angka atas Juan Manuel Marquez setelah 18 bulan absen di atas ring. Mosley yang berusia 38 tahun bertarung terakhir kali pada Januari 2009 ketika menghentikan Antonio Margarito pada ronde kesembilan dan berhak atas sabuk kelas welter dunia untuk ketiga kalinya. “Saya selalu ingin bertarung lawan Floyd dan sekarang impian saya jadi kenyataan,” kata Mosley, “Saya siap melawannya dan pada 1 Mei akan saya tunjukkan bahwa saya lah yang terkuat, tercepat dan terbaik dibanding dia. Saya tidak memiliki masalah untuk mengalahkannya.” Juara lima kali Mosley (46-5) menandatangani kontrak pertandingan Jumat lalu dan laga itu akan diadakan di Las Vegas. Petinju Filipina Pacquiao akan mempertahankan gelar juara kelas welter WBO melawan petinju Ghana Joshua Clottey di Stadium di Dallas pada 13 Maret. (ant)

Alonso Tercepat Bersama Ferrari SPANYOL - Fernando Alonso menimbulkan kebanggaan bagi pendukung Spanyol pada Formula Satu (F1) Rabu waktu setempat ketika ia tampil sebagai pembalap tercepat dalam debut latihan emosional bersama Ferrari. Pebalap juara dunia dua kali itu, yang mendapat sambutan hangat dari sekitar 36.000 penonton di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, menampilkan dirinya sebagai pembalap yang paling awal difavoritkan meraih gelar juara musim ini. “Tidak, saya belum berpikir ke arah itu, karena ini baru hari pertama,” kata mantan pebalap Renault itu. Jalanan menunju sirkuit menjadi macet total pagi itu ketika para pendukung ingin menyaksikan penampilan pahl-

awan mereka itu untuk pertama kali menjajal kendaraan F1. Alonso, yang menggantikan pebalap Finland Kimi Raikkonen sebagai rekan setim pebalap Brazil Massa dalam tim Italia itu, dengan cepat membuat jarak dengan pebalap lainnya dalam latihan (test) itu. Waktu latihan belum dapat jadi patokan, karena tangki bahan bakar diisi dua kali lipat dari yang seharusnya karena adanya larangan mengisi bahan bakar selama berlomba musim ini dan beberapa kendaraan menghkawatirkan tentang bobot kendaraan mereka dibanding biasanya. Sebagai hasilnya, Alonso diperingati agar tidak terlalu banyak mengharapkan sesuatu dari Ferrari ketika perlombaan di Bahrain pada 14 Maret.

“Saya kira kami tercepat dalam tiga hari ini dan hal ini harus dikaitkan dengan aturan tentang isi bahan bakar tapi perlombaan akan semakin kompetitif,” katanya. “Tapi sebelum berkompetisi kami ini meyakinkan seberapa jauh kekuatan dalam mengitari lintasan agar dapat mempelajari kekuatan kendaraan mengikuti semua balapan musim ini,” kata Alonso. “Bagi saya, priopitasnya adalah bagaimana dapat membalap dengan nyaman dan menyenangkan,” katanya. “Banyak yang harus dipelajari dan ditemukan. Kami menginginkan kendaraan ini kuat sampai ke Barcelona (putaran pertama di Eropa musim ini, Mei). Kami harus mengamati penampilan kendaraan kami,”

kata Alonso. Ia mengaku hari pertama di Ferrari merupakan momen yang “amat emosional”, apalagi setelah menyelesaikan 127 putaran—paling banyak dibanding semua pebalap yang tampil. “Saya merasa amat enak dalam kendaraan itu, terima kasih pada Felipe yang membantu dalam dua hari ini,” kata juara 2005 dan 2006 itu, “Saya kira ini merupakan bantuan yang luar biasa karena saya tidak kehilangan waktu dengan mobil baru itu.” “Saya hanya harus memusatkan perhatian pada kendaraan karena Felipe sudah membuat kendaraaan itu melaju dengan baik di pagi hari. Saya mendapat informasi dari dia dan dia amat menolong,” katanya. (ant)

Fernando Alonso


Suluh Indonesia, Jumat 5 Februari 2010

8


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 05 Februari 2010 : Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu