Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 36 tahun IV Senin, 22 Februari 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
Asumsi Harga Minyak Turun
BC Lebihi Target
Manajemen Baru Pertamina
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, asumsi makro patokan harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) akan turun menjadi 77 dolar AS per barel...hal. 1
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kinerja Ditjen Beadan Cukai (BC) sesuai dengan kontrak kinerja 2009 telah melebihi target. “Kinerja Bea dan Cukai termasuk dalam 32 Indikator Kinerja Umum...hal. 2
PUSAT Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai struktur manajemen baru PT Pertamina (Persero) dinilai jauh dari kata efisien. Hal itu menandakan pengorganisasian BUMN migas nasional tak disusun...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Lakalantas di Pasuruan
10 Orang Tewas
Suluh Indonesia/ant
BUDAYA BETAWI - Ribuan peserta mengikuti jalan santai pawai Kirab Budaya Cinta Betawi di Jakarta, kemarin. Acara yang diselenggarakan kerjasama dengan berbagai instansi ini diisi dengan berbagai penampilan seni budaya Betawi.
PASURUAN - Kecelakaan tragis melibatkan sebuah truk trailer milik Aquase, sebuah mobil Xenia, sebuah mobil Espass pick up, dan dua sepeda motor menewaskan 10 orang dan empat korban luka berat dan ringan terjadi di Barsari, Gambiran, Prigen, Pasuruan, Sabtu (20/2) malam. Menurut saksi mata, Kusnadi, kecelakaan beruntun itu terjadi ketika truk trailer milik PT Erindo Mandiri meluncur dari arah atas di perbukitan Prigen. ‘’Truk trailer meluncur ke bawah tak terkendali dan akhirnya menabrak mobil Xenia dan mobil pick up Espass serta dua sepeda motor ojek yang dikendarai tiga orang, sehingga semuanya hancur,” katanya. Kusnadi mengatakan, kecelakaan di kawasan pabrik air mineral itu sudah dua kali terjadi yang sebelumnya juga menelan korban jiwa. ‘’Karena itu, saya kira jalan menanjak ke arah pabrik itu hendaknya tidak boleh untuk kendaraan kelas berat dan kendaraan gandeng,” katanya. Ia juga mengatakan, jalan raya Barsari, gambiran yang merupakan jalur wisata tidak layak untuk dilewati truk trailer. Selain kondisi jalannya menurun tajam, kelas jalan juga tidak layak lagi dilewati kendaraan berat. Kusnadi yang juga seorang sopir itu melihat kecelakaan itu terjadi akibat sopir tidak mampu menguasai truk dengan beban yang terlalu berat, apalagi kondisi jalan menurun tajam. (ant)
Semua Fraksi Pansus Century
Diminta Sebutkan Nama JAKARTA - Ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mendukung penyebutan nama-nama orang yang bertanggungjawab atas kasus bailout Bank dalam pendangan akhir. ‘’Silakan buktikan semua, siapa yang bertanggung jawab sebutkan namanya, apa jabatannya,” kata Wiranto saat menerima Tim 9 Angket Century di Kantor DPP Hanura di Jakarta, kemarin. Anggota tim 9 yang hadir menemui Wiranto adalah Bambang Soesatyo, Andi Rahmat, dan Akbar Faisal. Wiranto meminta pemerintah tidak perlu terusik dengan penyebutan ini. Pemerintah juga diminta tidak bersikap superior terkait masalah Bank Century. “Pemer-
intah sekarang seolah-olah merasa superior. Pemerintah tidak perlu superior terhadap rakyat, juga terhadap Dewan Perwakilan Raktyat,” kata mantan Panglima TNI ini. Secara tegas Wiranto menyatakan dirinya juga jajaran partainya akan memenuhi permintaan Tim 9 untuk tetap berkomitmen terhadap kasus Century. Bagi Hanura, sikap dan komitmen terhadap kasus Century tidak perlu diragukan lagi. ‘’Tak ada keraguan, bagi saya mari kita beberkan kebenaran,” imbuhnya. Anggota Pansus Angket Century, Bambang Soesatyo mengatakan jika hasil akhirnya, pansus tanpa menyebut nama, maka sama saja bohong. ‘’Ini
namanya dagelan politik. Pansus harus melahirkan siapa, menujuk hidung siapa yang bertanggung jawab dalam skandal Century,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini. Bambang menegaskan, selain Sri Mulyani dan Boediono yang disebut sebelumnya, Fraksi Golkar juga akan menyebut nama-nama lain yang dianggap bertanggungjawab termasuk Ketua ketua Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak. ‘’Sudah saya katakan bahwa yang bertangung jawab adalah Ketua KSSK Sri Mulyani, aggotanya Boediono, Raden Pardede sebagai sekretaris,’’ kata Bambang. (har)
Anggota Pansus
Terseret L/C Bodong JAKARTA - Kasus letter of credit (L/C) bodong di Bank Century menerpa anggota pansus dari FPKS Misbakhun. Bagi PKS, isu ini dinilai sebagai upaya pengalihan persoalan kasus Bank Century menjelang pandangan akhir pansus yang rumusannya sedang disusun. Karena itu, anggota Pansus dari FPKS Andi Ramhat meminta semua pihak tidak terkecoh dengan taktik dan upaya pengalihan isu semacam ini. ‘’Jangan sampai big fish tidak tertangkap. Kita malah disibukkan dengan isu ikan teri,” katanyadi Jakarta, kemarin. Andi berharap isu tersebut semacam ini tidak perlu dibesar-besarkan. Hingga saat ini, Andi mengaku tidak tahu darimana isu itu muncul. ‘’Ini semacam serangan psikologis ke Tim-9 supaya mentalnya tidak agresif lagi,” katanya. Di internal PKS, Andi menjelaskan telah ada kesepakatan agar Misbkahun tidak merespon atau melakukan klarifikasi secara langsung mengenai persoalan ini. Karena itu, kepada dirinya,
Andi mengatakan, Misbakhun telah menjelaskan bahwa soal L/C diakui oleh yang bersangkutan memang menjadi nasabah Bank Century. Tetapi, itu atas nama perusahaan, PT Selalang Prima Internasional. L/C diajukan ke Bank Century pada tahun 2007 untuk membiayai produksi, perusahaan yang memproduksi biji plastik. Di perusahaan ini, Misbakhun menjadi komisaris. Namun, dalam persoalan ini Misbakhun tidak bertindak sendiri tetapi atas beberapa nama rekan kerjanya di perusahaan tersebut. Andi menampik bahwa L/C yang ada di perusahaan tersebut fiktif. Dia mengatakan persoalannya hanya perusahaan tersebut mengalami gagal bayar. Anggota pansus dari Fraksi Demokrat Achsanul Qosasih membantah anggapan yang menyudutkan partainya dan anggota pansus FPD menjadi dalang di tiap kasus sejumlah pentinggi partai politik lainya. (har)
PKS Kawal Hasil Angket
Masuk Ranah Hukum JAKARTA - Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Anis Matta menegaskan, PKS akan mengawal peralihan kasus skandal Bank Century dari ranah politik ke ranah hukum. ‘’PKS menganggap kasus skandal Century merupakan kasus hukum murni yang masuk ke ranah politik karena skalanya yang sangat besar,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Karena itu, ujarnya, kasus itu harus segera dikembalikan lagi ke ranah hukum setelah Panitia Angket Kasus Bank Century DPR menetapkan semua indikasi pelanggaran yang terdapat di dalamnya. Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, PKS bertanggungjawab secara moral dan politik. Karena itu, idak akan mengorbankan moralitasnya untuk kepentingan jangka pendek. Ia mengatakan, pihaknya menghargai semua lobi politik yang dilakukan berbagai kalangan dari Partai Demokrat. ‘’Tetapi kami akan tetap konsisten menyatakan kebenaran dalam kasus Century, termasuk menyebut semua pelanggaran dan pihak-pihak yang bertanggung jawab, baik institusi maupun pribadi,” tegasnya. PKS menganggap isu reshuffle (perombakan) kabinet yang dihembuskan se-
bagai ancaman, sama sekali tidak etis dan tidak relevan dengan kasus skandal Bank Century. ‘’Itu (isu reshuffle) merupakan inisiatif pribadi elite Demokrat,” katanya. Keberatan
Sebelumnya, Presidium IPW Neta S Pane menyatakan, bergulirnya proses politik di DPR RI merupakan reaksi atas ketidakseriusan polisi mengusut kasus tersebut. Karena itu, kesimpulan panitia angket, sebaiknya tidak merekomendasikan kepada polisi untuk kembali melanjutkan proses hukum terhadap Bank Century. Neta mengemukakan, munculnya panitia angket di DPR RI karena polisi gagal mengusut kasus Bank Century. Jika polisi berhasil mengusut atau mengungkap kasus ini, tidak ada alasan bagi DPR untuk membentuk panitia angket. ‘’Ini menunjukkan kinerja polisi dalam mengungkap kasus Bank Century ini buruk,” katanya. Dia mengatakan, bukan dalam kasus Century saja kinerja polisi tidak memuaskan publik dan parlemen, tetapi juga dalam beberapa kasus korupsi dan kasus perbankan. ‘’Misalnya kasus Rekening 502 dan kasus BLBI, kinerja polisi mengecewakan,” katanya. (nas/son)
Teguhlah Pada Janji ... ! JANJI adalah hutang. Dengan demikian setip janji haruslah dibayar sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif. Apa yang hendak disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga harus dijelaskan makna yang tersirat dari kata janji itu ?. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kepada semua pihak untuk teguh dan konsekuen dalam mewujudkan janji yang telah diucapkan apa pun posisi mereka saat ini. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam puncak acara per-
ingatan Imlek 2561 terkait tema peringatan ‘Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tidak Bisa Menarik Kembali’. ‘’Pesan bijak itu sejatinya bukan hanya bagi umat khonghucu atau etnis Tionghoa, tapi juga saya dan Pak Budi (Ketua Matakinred) sendiri,” kata Presiden.
Kepala Negara menjelaskan kata-kata bijak itu patut diteladani dan menjadi pegangan
setiap orang saat menyampaikan atau mengucapkan janji. ‘’Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, setelah pilkada dan pemilu, mulai 2010, saatnya bagi yang menerima mandat untuk bekerja keras dan mewujudkan apa yang dijanjikan. Kita semua berjanji .Oleh karena itu kita berkewajiban untuk mewujudkannya,’’ kata Presiden. Meski situasi tidak selalu mudah, tidak ada alasan untuk tidak berupaya dalam mewujudkan janji-janji itu. Presiden juga mengingatkan
bahwa dalam setiap kompetisi termasuk pilkada dan pemilu, selalu ada pihak yang kalah dan menang. ‘’Dalam setiap kompetisi, selalu ada yang menang dan ada pula yang kalah. Sebelum kompetisi dilaksanakan biasanya berjanji siap menang siap kalah, dalam kaitan ini menang maupun kalah tetap mulia. Mari kita saling hormati, yang menang ajak yang kalah apap un posisinya, yang kalah mendukung yang menang agar bisa menajalankan tugasnya,” kata Kepala Negara. (har)
K ta
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
2
K ilas Perda Parkir Diabaikan KENDATI Gubernur DKI Jakarta mengancam bakal menindak tegas, pengelola parkir di mall dan hotel tetap memberlakukan tarif yang menyalahi Perda Nomor 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah dan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 48 Tahun 2004 tentang Retribusi dan Parkir. Di beberapa lokasi, tarif parkir dipatok Rp 2000 per jam untuk kendaraan roda empat. Anehnya, tabel tarif parkir diletakkan di belakang pos/loket karcis parkir hanya saat masuk saja. Di pintu keluar tidak ada tabel tarif parkir. Padahal biasanya, tabel tarif parkir diletakan di depan pos/loket parkir baik saat dipintu masuk maupun keluar. Pengelola parkir masih mematok Rp2000 per jam untuk kendaraan roda empat dan Rp1000 per jam untuk kendaraan roda dua. Tarif yang sama juga masih dijumapi di beberapa tempat keramaian. Tarif parkir yang saat ini diterapkan di beberapa pusat perbelanjaan itu menyalahi Perda Nomor 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah dan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 48 Tahun 2004 tentang Retribusi dan Parkir. Berdasarkan perda dan pergub itu, parkir off street atau di luar badan jalan untuk kendaraan roda empat jenis sedang dan minibus dikenai tarif Rp 2.000 untuk satu jam pertama dan Rp 1.000 untuk satu jam berikutnya. Bus dan truk dibebani tarif Rp 2.000 untuk jam pertama dan Rp2.000 untuk jam berikutnya. Aturan tarif parkir sepeda motor Rp500 untuk jam pertama dan Rp500 lagi tiap jam berikutnya. (ant)
Hakim Harus Berani KETUA Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas meminta enam hakim agung terpilih untuk membantu pimpinan Mahkamah Agung (MA) dalam upaya memberantas praktik mafia peradilan sebagai agenda kerja utama. Menurut dia, pemberantasan mafia peradilan harus menjadi agenda utama. Mafia peradilan, menurut dia, telah tumbuh subur dalam lembaga penegak hukum. Pemberantasannya bisa dimulai dari pembuatan mekanisme yang transparasi dalam penanganan kasus sarat kepentingan, seperti ilegal logging dan tindak pidana korupsi. Ia mengingatkan, penanganan kasus korupsi jangan diberikan kepada hakim yang cacat etika dan cacat perilaku. Busyro juga menegaskan, praktik mafia peradilan sudah menjadi penyakit sistemik alias terorganisir. Ada beberapa modus operandi yang dilakukan para mafia hukum. Di antaranya, pertama oknum penegak hokum memperjualbelikan pasal KUHP, agar tersangka dikenai ancaman hukuman ringan atau dibebaskan. Kedua, merekonstruksi dakwaan dengan sengaja dan bertujuan membebaskan terdakwa. Ketiga, oknum hakim sengaja tidak maksimal dalam menggali pembuktian di persidangan. Tujuannya, agar terdakwa dikenai hukuman ringan, bahkan bebas. Ini banyak ditemukan dalam praktik mafia peradlan selama ini. Sebelumnya, Komisi III DPR memilih enam hakim agung yaitu Salman Luthan (nonkarier), Sulthoni Mohdally (karier), H Yulius (karier), H Supandi (karier), Surya Jaya (nonkarier), dan AchmadYamanie (karier). (nas)
Polisi Tangkap Penculik Bayi JAKARTA - Tim gabungan dari Polres Metro Jakbardan Polsek Metro Cengkareng berhasil membekuk pelaku yang diduga menculik bayi berusia tiga tahun, Eka Dewi Lestari, yakni Carini alias Santi (25). Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskominfo) Polda Metro Jaya, kemarin melaporkan tim gabungan menciduk tersangka di wilayah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, malam. Wanita asal Indramayu, Jawa Barat itu, menculik bayi pasangan Ade Suryana dan Anisa tersebut sejak 24 November 2009 silam di Pasar Darurat Kapuk RT 02/12, Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak empat bulan lalu, penyidik tim gabungan sudah memeriksa beberapa saksi dari tetangga korban, serta kedua orang tua Eka Dewi Lestari, bahkan mencari ke terminal bus, stasiun kereta api, tempat tuna wisma hingga menyebar 4.000 lembar foto korban. Setelah berbagai upaya tersebut, akhirnya polisi mendapatkan titik terang dengan mengantongi identitas pelaku penculikan dan menangkapnya melalui penulusuran selama empat bulan. Sementara itu, pelaku men-
gaku kepada penyidik, awalnya tersangka berjalan di sekitar Pasar Darurat, kemudian pelaku mendengar panggilan bayi perempuan kepada dirinya dengan menyebut “mimi, mimi,”. Saat itu juga pelaku berpikiran untuk menculik bayi itu dan membawanya ke daerah Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, selama dua hari, serta memboyongnya ke Indramayu. Pelaku berpura-pura membeli bayi dari salah satu panti asuhan sebesar Rp5 juta, jika ada orang atau tetangga yang menanyakan bayi yang dibawanya, serta tersangka juga mengganti nama bayi menjadi Ayu. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pelaku lain yang menculik Eka Dewi Lestari dan mengungkap potensi penjualan manusia kepada sindikat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya masih mencari keterangan karena pelaku diduga akan menjual korban. (ant)
Suluh Indonesia/ade
BERSIHKAN LUMPUR - Sejumlah warga menyiram dan membersihkan lumpur di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kemarin. Setelah dilanda banjir beberapa waktu lalu warga sibuk membersihkan rumah dan jalan dari tumpukan lumpur dan sampah yang terbawa arus dari sungai Ciliwung.
Pengurus PSSI Bunuh Istri JAKARTA - Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menelan korban. Pelaku, yang menjabat Ketua Komite Keuangan PSSI, Joseph Revo, telah ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Pelaku sudah kami tahan dan diperiksa serta telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edi Pramono di Jakarta, kemarin. Menurut Kapolres, pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung dan tersangka masih mendekam di tahanan Mapolres Jaksel. Ditanya tentang motif pembunuhan tersebut, Kapolres belum memberikan penjelasan
tentang motif pembunuhan karena masih dalam penyelidikan. ‘’Cukup ya, saya masih ada acara,” kata Kapolres. Seperti diberitakan, Maria Reni Widowati, 34, korban penganiayaan suaminya Joseph yang juga ketua komite keuangan PSSI, meninggal akibat penganiayaan di Kompleks Deplu, Jalan Deplu 2 nomor 1, RT 5 RW 3, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2) dini hari. Maria mengalami luka parah di bagian kepala karena dipukul oleh laptop dan dibenturkan ke tempat tidur. Korban sempat dilarikan ke RS Pondok Indah oleh Joseph, namun tidak tertolong. Selan-
jutnya jenazah dibawa ke RSCM untuk divisum. Hasil visum diketahui, Reni menderita luka memar di kepala dan bagian dada. Korban yang memiliki tiga anak, Aldo, Imelda dan Fransisco dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Isak tangis anak dan keluarga Reni mengiringi pemakaman tersebut. Suasana haru menyeruak saat peti jenazah Reni diturunkan ke liang lahat. Emilie, anak kedua korban terus menangis sambil memanggil ‘mama, mama...’. Adik terkecil Reni, Vivin Indrawati sampai pingsan karena tak kuasa menahan
Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan teknologi robot dibandingkan negara lain ASEAN, meskipun jika dibandingkan dengan Jepang atau Korea masih tertinggal jauh. ‘’Perkembangan robotika di Indonesia akhir-akhir ini lumayan pesat. Tapi agar lebih mampu bersaing di dunia dibutuhkan dukungan pemerintah yang lebih kuat tentunya dengan dukungan biaya yang tidak sedikit,” kata
Pakar Mekatronika/Robotika dari UI, Dr Abdul Muis M Eng di Jakarta, kemarin. Menurut dia, dibandingkan dasawarsa lalu sekitar tahun 2000, sangat jarang dijumpai perguruan tinggi yang memiliki perkuliahan yang khusus tentang robot, namun sejak mulai maraknya lomba robot, kini hampir setiap perguruan tinggi terkemuka memiliki tim robot. Ia mengatakan saat ini Jepang masih terdepan dalam
Masalah Keluarga Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Subandi menyatakan motif perbuatan Josef Revo (suami Reni) karena urusan keluarga.
Akan tetapi, Subandi belum merinci urusan keluarga seperti apa yang membuat Josef menganiaya istrinya. ‘’Yang jelas Pak Josef sudah menjadi tersangka,” kata Subandi. Secara terpisah pihak keluarga yang ditemui usai pemakaman mengakui sepertinya ada masalah keluarga dalam kasus tersebut. ‘’Ini pandangan pribadi saya, sepertinya ada masalah keluarga,” ujar Jalu Abimanyu, kakak Reni. Jalu juga tak merinci lebih lanjut pendapatnya itu. Sementara itu, Bambang Priyambodo, kakak tertua Reni mengaku tak tahu menahu soal kondisi keluarga Reni dan Josef. (ant)
Korupsi Pejabat Kemenlu
Harus Segera Dicekal
Suluh Indonesia/sep
NARKOBA - Jajaran Kepolisian Badan Narkotika Nasional menunjukkan barang bukti ekstasi milik dua bandar narkoba Ahwat dan Abun di kantor BNN, Jakarta Timur, kemarin.
Teknologi Robot Tanpa Dukungan Dana DALAM berbagai kontes ilmu pengetahuan dan teknologi di ajang internasional, Indonesia selalu saja mendapatkan berbagai penghargaan. Terakhir, Indonesia kembali mengukir prestasi dalam bidang teknologi robot. Bagaimana dukungan terhadap pengembangan teknologi robot ini ?
kesedihan. Ia harus digendong kerabat ketika ingin menabur bunga ke atas makam. Pihak keluarga lewat kakak kandung Reni, Bambang dan Jalu menyatakan menyerahkan kasus yang menimpa adiknya itu kepada polisi. ‘’Karena ini masalah hukum kami serahkan sepenuhnya ke hukum,” kata Jalu yang sebelumnya sempat menyatakan rasa kecewanya.
dunia robot, namun pengembangan robot untuk generasi mendatang di dunia, diperkirakan akan dipimpin oleh Korea Selatan. ‘’Korea telah membuat robot center yang sangat besar sebagai tempat pengenalan dan sosialisasi teknologi robot. Setiap sekolah di sana juga diundang dan dibiayai untuk melakukan tur studi ke robot center. Sementara China juga tak kalah cepat perkembangan teknologi robotnya,” katanya. Sementara itu teknologi robot di Amerika Serikat juga masih terdepan, di mana riset-riset tentang robot dilakukan dengan dana yang tak terbatas dari militer. Muis, yang meraih gelar master dan doktornya di Keio
University, Jepang, institusi yang memiliki Ohnishi lab dan dikenal sebagai pioner pengembangan teknologi haptics untuk surgery robot, menyatakan ada perbedaan signifikan ketika kembali ke Indonesia, tempat ia terpaksa melakukan riset robotnya dengan perangkat yang murah. ‘’Selama di Keio University, riset yang pernah saya lakukan mengendalikan dua robot mobile manipulator dengan high speed camera, visual tracking, compliant control dan realtime bilateral atau haptics robot,” katanya. Namun di Indonesia, karena robot berbasis “embedded system” (mikrokontroller) yang dirisetnya menggunakan sarana ala kadarn-
ya, maka, hanya dihasilkan kinerja dan presisi yang juga sekedarnya saja, ujarnya. Menurut dia, setidaknya dibutuhkan biaya puluhan kali lipat untuk bisa mendapatkan kinerja sebaik yang pernah dilakukan di Jepang. Sebagai contoh, sensor putaran di Ohnishi lab menggunakan laser dengan presisi 360 / 80000 derajat. Sedangkan sensor putaran yang paling tinggi bisa digunakan di Indonesia hanya 360 / 1500 derajat, ujarnya. Memang di pasaran bisa didapat presisi 360 / 2500 derajat, namun perangkat untuk membacanya tidak bisa dibuat dengan komponen yang tersedia di pasaran Indonesia. (ant)
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengambil inisiatif untuk pencekalan para pejabat di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pembayaran tiket perjalanan dinas. Pencekalan penting dilakukan agar tidak mengganggu proses pengumpulan bukti-bukti. ‘’KPK harus segera menggunakan kewenangan yang dimilikinya sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, pasal 12b, yaitu melakukan pencekalan pejabat yang diduga terlibat korupsi untuk berpergian keluar negeri,” kata Koordinator Divisi Investigasi ICW Agus Sunaryanto di Jakarta, kemarin. Agus mengaku kecewa dengan komitmen penegakan hukum dari pejabat dari Departemen Luar Negeri. Pasalnya, telah berulang kali pejabat di instansi pemerintahan ini berjanji akan menindak pejabatnya yang terlibat kasus korupsi, namun hingga saat ini janji itu tidak juga direalisasikan. ‘’Kemenlu berulang kali menyatakan akan memberikan sanksi terhadap semua aktor yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tagihan biaya tiket
perjalanan dinas di institusinya. Namun hingga saat ini, Kemenlu secara resmi tidak juga mempublikasikan jumlah dan nama-nama yang telah dijatuhkan sanksi sesuai hasil pemeriksaan Injen Kemenlu,” kata Agus. Oleh karena itu, Agus mendesak KPK segera bertindak cepat mengangani persoalan ini. Pasalnya, persoalan korupsi ini telah menjadi persoalan public. Apalagi, jajaran Kemenlu tidak mengambil sikap tegas terhadap jajaran di lingkungannya. Karena Kemenlu hanya memberikan sanksi administratif atau disiplin pegawai negeri berupa penurunan pangkat dan pencopotan jabatan kepada tiga pejabat level menengah sesuai PP 30 Tahun 1980. Sedangkan pajabat tinggi setingkat eselon I dan II yang diduga mendapat aliran dana taktis tiket Diplomat, tidak diberikan sanksi apapun. ‘’Bahkan terindikasi, salah seorang berinisial IC, akan ditempatkan sebagai Dubes di China. Dua pejabat yang diberikan sanksi administratif, kabarnya juga akan ditempatkan ke luar negeri. DHM kabarnya akan ditempatkan sebagai Dubes untuk Kanada,’’ katanya. (nas)
Suluh Indonesia/son
MEDITASI - Instruktur meditasi AS Kobalen bersama muridnya merayakan hari jadi padepokan meditasinya yang ke-7 di Jakarta, kemarin.
Metr politan
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
3
UU Penodaan Agama
Jangan Dicabut
Suluh Indonesia/ade
BERTEMU - Perwakilan inisiator Pansus Bank Century Bambang Susatyo (F-PG), Andi Rahmat (F-PKS), dan Akbar Faisal (F-Hanura) mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto di kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, kemarin.
Hindari Penyakit Berbahaya
Orang Dewasa Perlu Divaksinasi JAKARTA - Vaksinasi bagi orang dewasa penting terutama untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi berbahaya dan menular, agar sistem kekebalan tubuh terbentuk sempurna. Selama ini orang dewasa beranggapan vaksinasi hanya dibutuhkan anak-anak dan bayi, sementara orang dewasa tidak perlu divaksinasi karena sistem kekebalan tubuhnya sudah terbentuk, kata Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dan Perhimpunan Dokter Specialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. Samsuridjal Djauzi Sp di Jakarta, kemarin. Samsuridjal Djauzi kepada
pers ketika berbicara mengenai “Vaksinasi Dewasa dengan tema Cost Vs Investasi” mengatakan, tidak tepat jika dikatakan bahwa sistem kekebalan tubuh orang dewasa sudah terbentuk sempurna sehingga tidak lagi memerlukan vaksinasi. ‘’Orang dewasa sangat memerlukan vaksinasi terutama untuk menghindari dari penyakitpenyakit infeksi berbahaya dan menular,” katanya. Vaksinasi, tidak saja berdampak besar bagi individu dan masyarakat luas, juga berkonstruksi bagi perkembangan sosial dan ekonomi seperti mengurangi kebutuhan biaya pe-
ngobatan dan rumah sakit, dan mengurangi kecacatan permanen, serta mengurangi kejadian penyakit luar biasa (wabah). Hal ini menunjukkan pentingnya vaksinasi secara umum. Di Indonesia, pemberian vaksinasi bagi orang dewasa kurang diperhatikan, karena kurangnya informasi mengenai efektivitas vaksin, belum tersosialisasinya pedoman dengan baik, terbatasnya akses layanan vaksinasi dan biaya vaksinasi yang bervariatif serta belum adanya dukungan pembiayaan asuransi. Untuk itu perlu upaya bersama berbagai pihak agar vak-
Inpres 10/2010 Tak Jamin
Dongkrak Pemberantasan Korupsi JAKARTA - ICW pesimis aparat penegak hukum mampu meningkatkan kinerjanya dalam pemberantasan korupsi walaupun telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2010. ‘’Inpres tersebut hanya untuk mempercepat penuntasan kasus-kasus korupsi ringan namun memperlambat penuntasan kasus-kasus kakap,” kata Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho di Jakarta, kemarin. Inpres No 10 tahun 2010 resmi diterbitkan dan disosialisasikan sebagai hasil dari Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Istana Kepresidenan, Cipanas, beberapa waktu lalu. Dalam Inpres ini, pemberantasan korupsi menjadi salah satu sasaran dalam bidang hukum untuk tahun 2010. Inpres tersebut mewajibkan aparat hukum mengidentifikasi seluruh tunggakan perkara korupsi yang harus segera dise-
lesaikan pada tahun 2010. Tugas ini menjadi tanggung jawab seluruh aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian.
Emerson Yuntho
ICW, menurut Emerson, pesimis atas implementasi Inpres tersebut karena pemerintah hanya mementingkan penuntasan kasus korupsi secara kuantitas. ‘’Untuk kasus-kasus (korupsi) besar, apalagi yang
melibatkan aparat hukum itu sendiri, cenderung diperlambat. Banyak kasus yang melibatkan aparat kejaksaan dan kepolisian tidak ditindak lanjuti,” katanya. ICW mencatat ada 145 tunggakan kasus yang harus diselesaikan tahun ini. ‘’Kasus pengadaan alat komunikasi dan jaringan komunikasi (alkom dan jarkom) menjadi concern kami,” jelasnya. Sementara itu koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, komitmen Kapolri yang telah mencanangkan slogan quick response/quick wins ternyata juga hanya wacana saja. Hal itu tampak jelas karena Polri hanya dapat menyelesaikan kasus kriminal ringan, sedangkan tindak pidana tertentu dan khusus hanya sebagian kecil saja yang tuntas. ‘’Itupun hanya untuk kepentingan pencitraan,’’ ujarnya. (ant)
UNEP Gelar Lokakarya di Bali JAKARTA - Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) akan menyelenggarakan lokakarya Pelaporan Hijau Lingkungan Hidup sebagai Berita, di Nusa Dua, Bali, pada 22-26 Februari 2010. Pejabat di unit pemberitaan UNEP Wambui Munge mengatakan, peserta lokakarya akan berinteraksi aktif dengan para pakar, pejabat, dan tokoh masyarakat sipil untuk membahas berbagai masalah lingkungan seperti keragaman
hayati dan ekonomi berwawasan lingkungan. Lokakarya tersebut diselenggarakan bersamaan dengan dua forum UNEP lainnya, yaitu Pertemuan Istimewa dan Simultan Para Pihak Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm (ExCOP), 22-24 Februari, dan Sesi Khusus ke-11 Dewan Pemerintahan UNEP/Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup Global (GC-UNEP/ GMEF), 24-26 Februari. Para peserta pertemuan
UNEP tersebut meliputi antara lain 100 menteri lingkungan hidup dari berbagai negara, pimpinan badan-badan PBB termasuk Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner, sejumlah ilmuwan, wartawan dari berbagai penjuru dunia, pengusaha, dan tokoh sipil. Topik yang dibahas lingkungan hidup antara lain mengenai nilai ekonomi dan sosial ekosistem serta keragaman hayati, Tahun Internasional Keragaman Hayati. (ant)
sinasi dewasa lebih dapat diakses. Karena itu PAPDI, akan mengadakan latihan vaksinologi bagi para praktisi kesehatan sebagai upaya mempersiapkan tenaga kesehatan, khususnya dokter dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi bagi orang dewasa. Melalui pelatihan itu diharapkan para praktisi kesehatan dapat menerapkan prosedur vaksinasi dan memberikan edukasi yang lebih baik mengenai manfaat vaksinasi kepada masyarakat. (ant)
JAKARTA - Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mencabut peraturan perundangan tentang penodaan agama. ‘’Kalau sampai dicabut, penodaan agama akan bebas terjadi,” kata Ketua Dewan Syura PKNU KH Abdurrahman Chudlori (Mbah Dur) di sela Musyawarah Pimpinan Nasional PKNU di Jakarta, kemarin. PKNU meminta MK mempertimbangkan dengan serius efek lanjutan yang mungkin timbul ketika peraturan itu ditiadakan. Uji materi UU No.1/ PNPS/1965 jo UU No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama diajukan sekelompok LSM yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) karena dinilai diskriminatif dan melanggar HAM. Pada bagian lain, menang-
gapi rencana pemidanaan pelaku nikah siri, Mbah Dur menilai hal itu keliru dan berlebihan. ‘’Menikah itu ibadah, masak orang ibadah dipidana. Itu terbalik namanya,” kata pengasuh Pesantren Tegalrejo Magelang, Jateng tersebut. Dikatakannya, istilah nikah siri tidak ada dalam agama, bahkan mungkin khas Indonesia untuk merujuk pernikahan yang tidak dicatatkan pada Kantor Urusan Agama (KUA). Mbah Dur menolak anggapan bahwa penolakan para kiai terhadap rencana pemidanaan nikah siri karena banyak dari mereka yang menjadi pelaku. ‘’Memang ada yang melakukan, tapi tidak semua. Namun bukan karena itu. Sahnya pernikahan itu tidak tergantung dicatatkan atau tidak di KUA,” katanya. Menurutnya, jika sasaran yang ingin dicapai adalah tertib administrasi maka tidak harus ditempuh dengan me-
ngenakan sanksi pidana. ‘’Sosialisasikan pentingnya pencatatan, kalau perlu bebaskan biaya pencatatan pernikahan,” katanya. Terkait alasan penyalahgunaan praktik nikah siri, menurut Mbah Dur, permasalahannya ada di pelaku, bukan pada pernikahannya. ‘’Pernikahan yang dicatatkan juga tidak sedikit yang disalahgunakan. Itu persoalannya ada pada pelaku, orangnya,” katanya. Tak Perlu Islah Dalam kesempatan tersebut Mbah Dur menyatakan, tidak perlu melakukan rekonsiliasi atau islah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). ‘’Kita kan tidak tukaran, jadi tak perlu islah,” katanya. Diakuinya, kiai PKNU sempat berkumpul dan membahas surat yang ditandatangani deklarator PKB, yakni KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Muchit Muzadi. (ant)
Walhi Dinilai Tak Berkualitas JAKARTA - Mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban menilai tuduhan aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kepada dirinya dan Gubernur Riau Rusli Zainal, yakni terindikasi korupsi dan menerima gratifikasi, sama sekali tidak benar dan tidak ada buktinya. ‘’Tuduhan yang dilakukan Walhi adalah tindakan bodoh yang menunjukkan mereka tidak berkualitas,” katanya di Jakarta, kemarin. Pernyatan tersebut disampaikan MS Ka’ban terkait aksi unjuk rasa dan laporan aktivis Walhi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, bahwa MS Ka’ban dan Rusli Zainal terindikasi korupsi dan menerima gratifikasi
pada pemberian izin konsesi hutan tanaman industri (HTI) di Riau kepada PT Riau Andalan Pulp & Papper (RAPP). Ka’ban mengatakan tuduhan yang disampaikan aktivis Walhi kepada KPK tidak ada bukti-bukti, hanya sekadar bunyi. Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) itu menjelaskan tuduhan dan laporan aktivis Walhi kepada KPK menunjukkan mereka tidak mengerti persoalan. Ia mencontohkan dalam tuduhan itu Walhi tidak bisa membedakan antara hutan lindung dan kawasan lindung. ‘’Seharusnya Walhi malu pada diri sendiri, karena telah berkalikali melakukan tuduhan dan melaporkan kepada lembaga
hukum tapi tidak ada yang terbukti. Walhi masih harus banyak belajar tentang regulasi kehutanan,” katanya. Ka’ban juga mempertanyakan tuduhan gratifikasi, karena ia tidak memiliki saham atau hubungan keluarga dengan pemilik PT RAPP. ‘’Di mana tuduhan gratifikasinya. Kalau ada, tunjukkan buktinya. Jika tidak bisa membuktikan, berarti memfitnah,” ujarnya. Ka’ban mempertimbangkan akan mengajukan upaya hukum yang dinilai mencemarkan nama baiknya. Menurut dia sudah ada sejumlah pengacara yang siap mendampinginya, tapi Ka’ban memberikan kesempatan mereka untuk memperbaiki kekeliruannya. (ant)
Megap litan
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
4
K ilas Situ Berkurang SITU di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami penyusutan seluas 24,5 hektare dari total 75,7 hektare akibat sejumlah aktivitas ilegal. Ketua Forum Pelestarian Situ Kabupaten Bekasi, Wawan Setiawan mengatakan, keberadaan situ di wilayah setempat sudah sangat mengkhawatirkan, karena terus mengalami penyusutan akibat beralih fungsi, dan persoalan sedimentasi. Menurutnya, situ tersebut dapat membawa manfaat bila keberadaannya dikelola dengan baik. Fungsinya antara lain, sebagai pencegah banjir maupun nilai ekonomis bagi warga di sekitarnya melalui dana konpensasi pengelolaan. Di Kabupaten Bekasi, tambahnya ada 13 situ yang terus menyusut. Perubahan situ yang mencolok terutama di Situ Cibeureum, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun. Situ seluas 40 hektar itu tinggal 25,1 hektar karena dipakai untuk pembangunan perumahan. Wawan menjelaskan, letak dan luas awal ke 13 situ tersebut di antaranya Situ Binong Desa Hegar Mukti, Kecamatan Cikarang Timur seluas 17 hektare, Situ Bojong Manggu 17 hektare, Situ Cipalahar, Kecamatan Cibarusah 16 hektare, Situ Abidin, Kecamatan Cibarusah 18 hektare, Situ Bungur, Desa Suka Mukti, Kecamatan Cibarusah 3,7 hektare, Situ Pangadungan, Kecamatan Cibarusah 4 hektare. (ant)
MendonorTakLanggarUU BOGOR - Mantan presiden RI BJ Habibie mengatakan mendonor tidak melanggar undang-undang. “Mendonor tidak melanggar undang-undang, tapi akarnya ada pada budaya dan agama,” ucapnya kepada wartawan usai menghadiri peresmian Gedung Pusat Pengkajian dan Pengembangan Penyantun Kebutaan (P4K), Bank Mata cabang Bogor, kemarin. Ia menjelaskan, di dalam Undangundang dasar diatur jelas keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara. “Mendonor itu adalah hak semua orang, untuk mendapatkan hak ada kewajiban yang harus diberikan,” katanya didampingi sang Istri Ainun Habibie selaku ketua Perhimpunan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI) pusat. Ia menilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang lebih banyak mempengaruhi pemikiran masyarakat. “Di dalam agama dan kebudaan bangsa kita, kalau sudah meninggal harus dikubur secara utuh organ tubuhnya,” katanya. Padahal, dengan mendonorkan organ tersebut, setelah meninggalpun manusia tersebut masih bisa beramal. Banyak keuntungan dari mendonor, selain beramal juga ada banyak orang yang kurang beruntung dapat tertolong. Habibie mengatakan, negara luar seperti di Jeman, setiap jenazah tanpa identitas yang meninggal beberapa organ tubuh yang masih berfungsi didonorkan ke bank organ. Hal serupa juga dilakukan di Singapura, di mana jumlah penderita penyakit mata sangat sedikit disebabkan sudah banyaknya kesadaran warga negaranya yang medonor. “Ada banyak manfaat yang didapat dari pendonoran tersebut, kita bisa menyelamatkan orang lain dan amalan kitapun masih terus ada meski sudah wafat,” ujar BJ Habibie yang masih memikirkan rencana untuk mendonorkan matanya. Sementara itu wakil ketua PPMTI Pusat dr Cahyono menyebutkan sejak 1968 aktivitas pendonoran mata sudah dimulai. Tercatat hingga kini jumlah pendonor mata di Indonesia kurang lebih 38 ribu pendonor, dengan jumlah yang sudah menerima donor sebanyak 900 orang. Jumlah itu relatif kurang, karena pada era tahun 80 an hingga kini Indonesia masih mengimpor dari Srilangka, Belanda dan Amerika. “Karena masih kekurangan pendonor kita masih mengimpor dari luar,” ucapnya. Padahal, kualitas donor dari luar kurang baik dengan adanya jarak waktu pengiriman. “Alangkah lebih baik pendonoran itu langsung dari Indonesia, oleh karena itu sudah saatnya kesadaran untuk mendonor dimasyarakatkan,” ucapnya. (ant)
Ganti Rugi Galuga Belum Dipastikan BOGOR - Wali kota Bogor maupun Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang belum bisa memastikan berapa ganti rugi yang akan diberikan untuk pemilik sawah yang tertimbun longsor sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Galuga. “Upaya yang dilakukan adalah ganti rugi, tapi kita belum memastikan berapa ganti rugi yang diberikan,” kata Wali Kota Bogor, Diani Budiarto kemarin. Belum dipastikannya berapa ganti rugi, karena saat ini status kepemilikan Galuga bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Menurut dia, karena keberadaan lahan TPA Galuga adalah milik Kabupaten Bogor, sehingga pihaknya tidak bisa masuk begitu saja dan harus duduk bersama dengan Pemkab. Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Bogor Indra M Roely menjelaskan bahwa pengkajian ganti rugi menjadi hak kabupaten karena sebagai pemilik lahan yang lebih berwenang. “Di sana kan ada kepemilikan kabupaten juga, pengkajian harus dilakukan oleh kabupaten,” katanya. Ia juga menyebutkan soal kebenaran berapa hektar sawah yang tertimbun longsor belum dipastikan. “Kita belum memastikan berapa luas sawah yang tertimbun tersebut, saat ini sedang dilakukan pengukuran,” katanya. Saat ditinjau ke lokasi TPA Galuga yang terletak di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, timbunan sampah yang menutup sawah masyarakat masih dibiarkan. Terlihat puluhan petak sawah milik warga Desa Galuga tertelak persis dibawah TPA Galuga. Namun dari puluhan petak hanya sebagian kecil yang berada lebih dekat ke gunungan sampah di TPA Galuga yang tertimbun longsor. Salah seorang warga RT08 Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Mak Ros (50) mengatakan, tiga petak sawahnya ikut tertimbun sampah. “Padahal sawahnya baru saja ditanam,” katanya. Menurut Mak Ros, sehari setelah longsor terjadi memang sudah datang lurah, camat, polisi dan pejabat dari dinas terkait membicarakan masalah ganti rugi. “Kata mereka akan diganti rugi tapi belum tahu kapan diberikan,” katanya. (ant)
Suluh Indonesia/bas
PRASASTI - Ketua PPMTI, Hj. Hesti Ainun Habibie, saat menandatangai prasasti Gedung Pusat Pengkajian dan Pengembangan Penyantun Kebutaan (P4K) Kota Bogor, kemarin.
Penambangan Pasir Situ Ceper
Ditolak Warga CIKARANG - Warga Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta kepada pihak berwenang segera menutup kegiatan penambangan pasir sedot (Galian C) Situ Ceper secara sepihak karena dianggap merusak lingkungan. Ketua RT01/RW 01, Desa Sukasari Ali Lukman mengatakan, kegiatan penyedotan pasir yang dimulai sejak Oktober 2009 menyebabkan air tanah berkurang. Warga khawatir jika musim kemarau, bukan saja sumber air bersih yang susah didapat, tapi juga areal persawahan akan kekeringan. “Baru mulai beberapa bulan saja, kami sudah kesulitan air meski sudah menggunakan pompa air. Saya rasa kondisinya akan semakin parah bila musim kemarau tiba,” katanya. Selain itu, PT. Panca Mitra selaku pengelola terkesan tertutup terhadap aktivitas penambangan pasir. Izin penambangan pasir di Situ Ceper
tersebut sudah dikeluarkan sejak 1994, namun tak juga kunjung dilakukan. Sampai pada 2007 dikeluarkan izin baru. “Pada 2008, Direktorat Sumber Daya Air melakukan rehabilitasi dan konservasi Situ Ceper dengan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar,” katanya. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan tanggul dan trotoar mengelilingi situ seluas 7,5 hektar, dengan tujuan untuk menjegah terjadinya penyusutan lahan. “Semula, Situ Ceper luasnya mencapai 12 hektar, tapi terus mengalami menyusutan menjadi 7,5 hektare,” kata Ali. Kebijakan rehabilitasi, berhasil membuat kondisi situ menjadi lebih asri. Warga sekitar kerap menjadikan situ ceper sebagai lokasi tujuan wisata murah pada waktu luang. Kendati demikian, keindahan tersebut terusik dengan aktifitas penambangan pasir sedot. “Pada hari Sabtu (20/2) kemarin, warga sudah mengadakan
pertemuan dan menolak aktivitas penambangan pasir. Jika mau disedot pasirnya kenapa tidak dari dulu sejak izin dikeluarkan pada tahun 1994,” katanya bernada tanya. Secara terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengaku telah menerima keluhan dari warga. “Berdasarkan hasil kajian kami, proyek tersebut sudah mendapat izin dari Pemerintah Daerah dengan sistem swakelola. Pengusaha penambangan pasir sedot berkewajiban untuk menormalisasikan Situ Ceper dengan konspensasi dapat mengambil pasirnya,” katanya. Pemerintah beralasan kekurangan biaya, sehingga untuk melakukan normalisasi situ ceper diserahkan kepada swasta dengan kompensasi pasir hasil pengerukan. “Izin penambangannya akan berakhir pada 2010 ini, dan tidak akan diperpanjang lagi,” katanya. (ant)
Kapolda Jabar
Canangkan Gerakan Sejuta Teman BOGOR - Kapolda Jawa Barat, Irjen.Pol Timur Pradopo, kemarin mencanangkan gerakan Sejuta Teman di Bogor dengan menggelar kegiatan bersepeda santai bersama ribuan masyarakat Kota Bogor. Acara yang diikuti berbagai elemen masyarakat dan komunitas bersepeda, bersama para petinggi TNI, Polri dan Sipil di Bogor itu menempuh jarak sekitar 20 km dengan start dari halaman kantor Balaikota Bogor dan finish di Kebun Raya Bogor.
Kegiatan bersepeda santai bersama Kapolda Jawa Barat itu juga diikuti Danrem 061 Suryakencana Kol. Inf Agus Sutomo, Kapolwil Bogor Kombes Pol Unggung Cahyono, Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat, Kapolresta Bogor AKBP Nugroho Selamet Wibowo, Dandim 0606 Kota Bogor Kol. Mirza Agus dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan. Sepeda santai yang digagas Kapolda Jabar digelar dalam rangka Gerakan Sejuta Teman
sekaligus peresmian Car Free Day di Kota Bogor, dengan lokasi di Jalan Jalak Harupat, Bogor Tengah. Timur Pradopo mengatakan, gerakan sejuta teman merupakan program membangun kemitraan antara polri dan masyarakat. “Semua kegiatan yang berangkat dari media olah raga banyak hal yang bisa dipetik antara lain sportivitas, sehingga dengan sportivitas tidak ada lagi arogansi, dan kesewenangwenangan,” katanya. (bas)
Suluh Indonesia/bas
BERSEPEDA - Kapolda Jawa Barat, Irjen.Pol. Timur Pradopo, saat bersepeda santai bersama jajaran Muspida dan masyarakat Kota Bogor, kemarin.
Tingkat Kebutaan di Indonesia 0,9 Persen BOGOR – Ganguan penglihatan (kebutaan) tampaknya menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia dengan fakta makin menipisnya lapisan ozon. Kebutaan atau kelainan yang terjadi pada kornea mata salah satu penyebabnya yakni faktor infeksi atau kontak langsung sinar matahari yang mengandung ultra violet dengan kornea mata. “Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda), Depkes tahun 2007 diperoleh angka kebutaan di Indonesia sebesar 0,9 persen, dengan angka tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni sebesar 2,6 persen dan terendah di Kalimantan Timur sebesar 0,3 persen,” ungkap Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, saat meresmikan Gedung Pusat Pengkajian dan Pengembangan Penyantun Kebutaan (P4K) Bogor, di Jalan dr. Sumeru, Kota Bogor, kemarin. Kelainan refraksi ditemukan sebanyak 32 persen pada usia sekolah (6-16 tahun) di mana sebanyak 81,9 persen belum mendapatkan koreksi kacamata dan 45,1 persen pada dewasa muda (17-29 tahun) dimana sebanyak 80,2 persen belum mendapatkan
koreksi kaca mata. “Untuk mencegah kebutaan akibat kerusakan pada kornea diperlukan pencakokan kornea mata atau operasi transpalantasi,” terangnya. Sementara itu, Mantan Presiden RI, BJ. Habibie bersama istrinya Ny. Hesti Ainun Habibie yang menjabat Ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI) mengungkapkan, untuk mengatasi masalah kebutaan di Indonesia perlu dukungan dari semua pihak dan pemerintah. “Kesadaran masyarakat untuk mau mendonorkan matanya memang masih sangat sedikit. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Padahal, mendonorkan kornea mata adalah suatu yang dinilai perbuatan ibadah,” kata Mantan Presiden RI ke-3 itu. Untuk menekan angka kebutaan masyarakat Indonesia pemerintah perlu meningkatkan anggarannya termasuk didalamnya anggaran untuk penelitian atau riset. “Kalau pendidikan sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar harus 20 persen, tapi belum seimbang dengan anggaran penelitian dan lapangan kerja,” sarannya. (bas)
Warga Loji Gelar Gerak Jalan Santai BOGOR – Banyak cara dilakukan untuk memperkenalkan program-program pembangunan kepada masyarakat di tingkat pedesaan. Salah satunya dengan menggelar jalan santai keliling kampung, seperti ratusan warga Kampung Loji bersama pihak kelurahan dan BKM (Badan K e s w a d y a a n Masyarakat) Loji, Kota Bogor, kemarin. Gerak jalan yang mengambil start di halaman kantor Kelurahan Loji dan Finish di RW. 10 dengan jarak tempuh 4 kilometer menyusuri 13 RW. di wilayah Kelurahan Loji Kecamatan Bogor Barat. Lurah Loji, Hj. Elly mengatakan, kegiatan ini dalam rangka membangun kebersamaan terutama dalam membangun Kelurahan Loji, sehingga bisa berjalan sinergi antara unsur
LPM,BKM bersama pemerintah Kelurahan. “Momentum ini juga untuk bersilaturahmi sekaligus mengevaluasi program-program pembangunan yang yang telah dilaksanakan, sampai sejauhmana hasilnya telah dilaksanakan,” kata Elly. Dijelaskan, untuk 2010 pembangunan di wilayah Kelurahan Loji tinggal melanjutkan pembangunan sebelumnya. Antara lain program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jalan setapak, dan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan RW.05 ke RW.06 yang banyak di lalui oleh masyarakat. “Seluruhnya rumah yang akan pugar dalam program RTLH berjumlah 20 rumah, dan telah dilaksanakan pada tahun 2009 lalu berjumlah 11 rumah, “ ungkapnya. (bas)
Dinkes Bekasi Gelar Pembinaan Jumantik DINKES Kota Bekasi, Jawa Barat, menyelenggarakan pembinaan juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap RW guna meminimalisir penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada pergantian musim. Kepala Poliklinik Dinkes Kota Bekasi dr Emil mengatakan, sosialisasi terhadap gerakan sadar lingkungan tersebut terus dilakukan serentak di 12 Kecamatan setempat. Suluh Indonesia/ant
TERTANGKAP - KBC Bandara Soekarno Hatta kembali menggagalkan masuknya Shabu seberat 9,56 kg yang dibawa warga negara Iran berinisial MTV yang dikemas di beberapa pajangan dari batu marmer akhir pekan kemarin.
“Salah satunya dengan membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing, khususnya dari genangan air yang raw-
an dijadikan sarang nyamuk,” kata Emil dalam kegiatan pembinaan Jumantik di RW 19 Kelurahan Aren Jaya Bekasi Timur.
Kegiatan itu adalah program rutin dari Dinkes Kota Bekasi setiap akhir pekan dengan melibatkan warga untuk berperan aktif mengantisipasi serangan DBD menjelang pergantian musim. “Dipilihnya RW 19 Kelurahan Aren Jaya ini karena menjadi juara I Bina Lingkungan Keluarga (BLK) se-Kota Bekasi,” katanya. Kegiatan ini, sekaligus untuk memonitor pembinaan yang ter-
arah, serta melihat kesiapan warga untuk mengantisipasi DBD di wilayah masing-masing, karena Kecamatan Bekasi Timur merupakan wilayah paling rawan terhadap DBD sesuai pengalaman pada tahun 2009 lalu. Sementara itu, Ketua RW 19, Heri Wahyudi mengatakan, warga di RW 19 selalu bergotong royong mensukseskan program Bina Lingkungan. “Dengan adanya bina lingkungan terse-
but warga akan sehat sesuai dengan visi Kota Bekasi dengan penghijauan dan K3,” katanya. Untuk mengantisipasi DBD, warga RW19 bergotong royong membersihkan lingkungan dari berbagai hal yang menjadi sumber penyakit selama tiga kali dalam sepekan. “Kami selalu antisipasi dini agar penyakit yang mematikan tersebut tidak tumbuh di wilayah kami,” katanya. (ant)
pini
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
F OKUS Soal Sensitif Bernama Kawin Siri ARA praktisi hukum, ulama, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), dan kalangan akademi memberikan reaksi beragam begitu mendengar Rancangan Undang-Undang Materiil (RUU) Peradilan Agama yang berkaitan dengan pemberian sanksi pidana bagi pelaku kawin siri . Bahkan menjadi bahan polemik berkepanjangan di berbagai media massa. Esensi polemik itu menyangkut bahwa pemerintah tak perlu terlalu jauh mengatur wilayah privasi seseorang. Terlebih hal ini sudah memasuki ranah hak seseorang yang sangat pribadi dan keyakinan dalam menjalankan ibadah. Terlanjur bahwa polemik tersebut sudah menjadi “komoditas pemberitaan”, ternyata ada sisi positif yang dapat dipetik bahwa peran media massa sebagai fungsi edukasi bagi masyarakat terhadap kasus kawin siri semakin tercerahkan. Jadi, tentu, ada hikmahnya. Hal itu dapat dilihat dari komentar Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal Kasim, misalnya. Ia melontarkan pendapat, sebaiknya pemerintah tak mengatur terlalu dalam tentang formalitas perkawinan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Materil Peradilan Agama (HMPA). Negara harusnya hanya melegalkan perkawinan dengan melakukan pencatatan dan tidak terlalu mengatur tentang masalah formalitasnya. Komentar ini sebetulnya senada dengan Sekjen Kementerian Agama, Bahrul Hayat. Katanya, tak ada maksud pemerintah untuk mempidanakan warga muslim yang melakukan nikah siri. Pemerintah juga tak berkeinginan memasuki wilayah privasi seseorang terlalu jauh. Tetapi dalam konteks ini adanya upaya agar setiap warga merasa terlindungi secara administratif. Untuk legalitas pernikahan atau kawin siri, hal itu sudah menjadi wilayah agama dan sah menurut agama. Persoalannya kini bagaimana melindungi hak setiap warga negara. Karena itu harus tercatat secara administratif. Pengaturan formalitas perkawinan yang berlebihan bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk pelanggaran hak asasi. Bisa terjadi bila terdapat pengaturan yang berlebihan maka pemerintah telah mengriminalisasikan banyak orang hanya karena tak mencatat pernikahan yang telah dilakukan. Perkawinan tersebut dinilai bisa dikategorikan termasuk dalam bagian privasi dari seseorang. Untuk itu, pemerintah sebaiknya dapat bersikap pasif dengan tujuan antara lain untuk menghormati nilai-nilai HAM dari warga negaranya. Sebelumnya Kementerian Agama disebut-sebut sudah mempersiapkan pengajuan Rancangan Undang-Undang Materiil Peradilan Agama (HMPA) guna melengkapi Undang-Undang Perkawinan No.1 tahun 1974, sehingga hakim dalam memutus perkara yang berkaitan dengan perkawinan punya pegangan kuat. Dalam RUU itu, seperti disebut telah masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional 2010, terdapat ketentuan pidana antara lain terkait dengan perkawinan siri, perkawinan mut’ah (kontrak), dan menikahkan atau menjadi wali nikah padahal sebetulnya tidak berhak. Para pelaku yang melanggar ketentuan tersebut dapat diancam dengan hukuman berkisar dari enam bulan hingga tiga tahun. Tentang adanya ketentuan ancaman hukuman itulah, umat muslim memberikan tanggapan beragam. Pada draf RUU itu memuat ketentuan pidana (Pasal 143-153), khususnya terkait perkawinan siri, perkawinan mutah, perkawinan kedua, ketiga, dan keempat, serta perceraian yang tanpa dilakukan di muka pengadilan, melakukan perzinahan dan menolak bertanggung jawab, serta menikahkan atau menjadi wali nikah, padahal sebetulnya tidak berhak. Pertanyaannya, apakah nikah siri itu zinah? Bisa bukan karena sah menurut hukum agama. Masalahnya adalah mengapa perkawinan itu tak dicatatkan ke pejabat pencatat nikah. Itu salah siapa ? ***
P
Bang D
el
Semua pihak untuk teguh wujudkan janji
Maksudnya, koalisi toh ...?
5
Nilai Positif-Negatif Pembelokan Sikap Pansus DPR FRAKSI-fraksi Pansus Bank Century di DPR cenderung telah memperlihatkan sikap melunak kepada pemerintah. Jika sebelumnya sikap fraksi keras menyalahkan pemerintahan sekarang, terutama pada pihak Boediono dan Sri Mulyani, kini kesalahan itu ditimpakan kepada lembaga Bank Century. Fenomena ini memperlihatkan taanda-tanda pembelokan tekanan yang tajam apabila dibandingkan dengan sikap-sikap awal. Masih ada waktu sekitar dua minggu untuk melihat bagaimana sikap fraksi-fraksi ini pada sidang paripurna DPR yang akan berlangsung awal bulan Maret. Tetapi adanya pembelokan sikap itu menarik diperhatikan. Kalau dilihat dari nada yang keluar sekarang, keputusan akhir dari Pansus ini kemungkinan akan sama dengan sikap yang diambil sekarang. Secara nasional, sikap ‘’belok kanan’’ dari faksi DPR ini harus dipandang positif. Dengan adanya pembelokan tersebut, paling tidak satu kekhawatiran dari masyarakat telah berkurang. Kekhawatiran itu adalah tertekannya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di awal-awal kekuasannya. Berbagai wacana yang muncul pada awal Pansus ini terbentuk, menggambarkan wacana yang menekan pemerintah. Keinginan untuk mengganti Boediono dan Sri Mulyani yang notabene merupakan kunci penggerak ekonomi Indonesia, merupakan wacana yang sangat dominan. Apabila penggantian tersebut benar-benar terjadi, maka pengaruh sistemiknya bisa berlangsung luas. Pelaku ekonomi internasional yang telah menanam modal di Indonesia akan bersikap goyah. Kegoyahan sikap dari pelaku-pelaku ini, secara langsung akan menggoyahkan sendi dasar perekonomian Indonesia. Investasi asing yang beroperasi di Indonesia mampu memberikan lahan kerja bagi jutaan orang. Terganggunya hal ini, bukan saja sektor ekonomi yang bergoyang tetapi juga sektor sosial, seperti memunculkan banyaknya pengangguran. Buntutnya stabilitas sosial politik menjadi terguncang. Sri Mulyani dan Boediono, diakui atau tidak menjadi ‘’ukuran’’ bagi kacamata asing dalam melakukan operasinya di Indonesia. Kenyamanan Masyarakat Pembelokan sikap dari Pansus Bank Century yang lebih menekankan kesalahan kepada lembaga Bank Century, membantu memulihkan rasa kenyamanan masyarakat dalam bernegara. Persoalan ini penting diperhatikan. Sebab, pemulihan itu akan berpengaruh pada rasa optimis masyarakat terutama dalam memandang kepastian kelanggengan pemerintah. Secara mikro, hal ini membantu perencanaan-perencanaan di tingkat masyarakat. Orang menjadi lebih yakin untuk membuka lahan bisnis, membuka aktivitas sosial, membangun rumah, tidak khawatir dengan meningkatnya harga barang dan seterusnya. Stabilitas pemerintahan memberikan banyak keuntungan di tingkat mikro bagi negara. Akan tetapi, dalam konteks politik, pembelokan sikap ini justru mem-
Oleh : GPB Suka Arjawa Pembelokan sikap dari Pansus Bank Century yang lebih menekankan kesalahan kepada lembaga Bank Century, membantu memulihkan rasa kenyamanan masyarakat dalam bernegara. Persoalan ini penting diperhatikan. Sebab, pemulihan itu akan berpengaruh pada rasa optimis masyarakat terutama dalam memandang kepastian kelanggengan pemerintah.
berikan nilai negatif kepada politisi Indonesia yang duduk di DPR. Fenomena ini juga harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut kualitas, strategi dan kinerja mereka dalam memperhatikan nasib rakyat. Dari sisi kualitas, anggota DPR harus memperhatikan bagaimana akibat dari sikap awal mereka bagi kepentingan masyarakat secara nasional. Karena itu para anggota DPR harus mempunyai pandangan yang jauh ke depan terhadap masalah yang coba dipecahkan. Dengan konteks demikian, Pansus DPR ini bisa dikatakan lengah karena tidak mempunyai konsistensi sikap. Di awal bersikap keras, belum sampai pada titik akhir, tiba-tiba sudah berbelok arah. Mereka kurang jeli mengatur
strategi karena melupakan komposisi induk mereka di dalam pemerintahan. Padahal fraksi-fraksi yang tergabung di dalam pansus tersebut, justru sebagian besar merupakan partai koalisi yang mendukung pemerintah dan terlibat di dalam pemerintahan. Mereka juga lupa dengan budaya politik partaipartai di Indonesia. Koalisi pemerintahan yang terjadi di dalam sistem presidensial adalah sebuah keanehan politik. Koalisi demikian hanya bisa terjadi apabila partaipartai politik di dalam suatu negara, sebagian besar haus akan jabatan pemerintah. Atau berkeinginan besar untuk ikut memerintah. Itulah yang terjadi di Indonesia. Faktanya, sebagian besar partaipartai politik besar di Indonesia
Dalam konteks politik, pembelokan sikap ini justru memberikan nilai negatif kepada politisi Indonesia yang duduk di DPR.
Sikap menyalahkan (mengancam) pemerintah, dengan demikian, tidak ubahnya menepuk air di dulang yang akan mengenai diri sendiri.
Anggota DPR harus memperhatikan sumber daya yang dimilikinya dan mesti menggunakannya dengan cara yang benar.
justru ikut koalisi. Sikap menyalahkan (mengancam) pemerintah, dengan demikian, tidak ubahnya menepuk air di dulang yang akan mengenai diri sendiri. Dalam konteks ini, boleh dikatakan permainan politik yang dilempar pemerintah dengan mengancam memakzulkan menterimenteri partai koalisi yang mbalelo bisa dipandang sebagai permainan yang masuk akal. Demikian juga dengan memainkan kasus pajak yang dimiliki oleh tokohtokoh politik yang ada pada barisan partai koalisi. Kinerja berminggu-minggu di dalam pansus DPR ini seolah-olah menjadi hambar. Artinya, ada kerja yang mungkin lebih penting dikerjakan daripada tarik urat leher yang hanya menjadi tontonan selebritis di media massa elektronik. Anggota DPR harus memperhatikan sumber daya yang dimilikinya dan mesti menggunakannya dengan cara yang benar. Jika sumber daya itu misalnya lebih pantas dipakai untuk mendiskusikan masalah banjir di berbagai kota di Indonesia, maka laju kebijakan akan bisa lebih berkembang. Artinya, kebijakan banjir akan mendorong perusahaan konstruksi untuk membuat konstruksi beton yang lebih berkualitas. Selanjutnya akan mendorong pemerintah daerah memetakan posisi banjir di wilayahnya. Masyarakat akan terdorong mempersiapkan diri dan membuat proposal untuk pembiayaan banjir, sementara perusahan produksi semen siap-siap merancang jumlah kuantitas produksi untuk tahun sekarang dan jasa angkutan juga berancang-ancang mempersiapkan diri. Teori strukturasi sosial memang menekankan bahwa sumber daya tersebut, apabila diperhatikan dengan baik, akan mendukung secara positif berbagai sektor yang berkaitan. Sebaliknya apabila sumber daya itu diabaikan, kehancuran akan berdampak sistemik. Anggota DPR seharusnya memperhatikan sumber daya ini dan jejaring yang terkait agar tidak sia-sia dipilih rakyat. Jika sejak awal sumber daya disia-siakan, jangan harap pembangunan masyarakat bisa berlangsung dengan baik. ***
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
SURAT A NDA Sulit Tutup Kartu Kredit SAYA adalah pemegang kartu kredit dari GE Money. Karena saya sudah tidak bekerja lagi, saya berusaha untuk menutup kartu kredit saya. Namun setiap kali saya menyatakan ingin menutup dengan cara menelepon customer service, selalu disarankan setelah terbit tagihan baru. Bagaimana ini? Padahal yang saya inginkan adalah menutup
semuanya saat ini juga. Semua tagihan juga sudah dibayarkan. Dengan begini bukankah nanti saya akan terus diharuskan membayar bunga? Bagaimana tanggapan GE Money? Inikah model pemerasan dari GE Money kepada nasabahnya? Zulaikha Jl Taman Sulfat, Malang
Kemacetan di Pasar Cibinong KAWASAN Pasar Cibinong di Jalan Raya Bogor merupakan salah satu jalan yang vital bagi warga Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Namun sayangnya, fungsi yang sedemikian strategis itu tak didukung sarana dan prasarana jalan yang memadai/mendukung.
Kemacetan selalu terjadi di jalan yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian Depok dan Bogor. Kemacetan kian parah di jam-jam sibuk seperti jam kantor atau jam pulang sekolah. Keberadaan jalan laying fly-over di dekat pasar Cibinong awalnya memang cukup menolong. Na-
mun lama-kelamaan jalan itu justru dijadikan lokasi bagi para pengemudi angkutan umum untuk ngetem (mencari penumpang) hingga membuat kemacetan kian parah. Selain sikap para pengemudi, terutama pengemudi angkutan umum, kemacetan juga terjadi akibat sikap para pedagang kami lima yang tak mengindahkan aturan. Mereka seenaknya menggelar dagangan di pinggir jalan, hingga mencapai setengah badan jalan. Akibatnya, jalan yang memang sudah sempit, menjadi terasa kian sempit. Polisi pun bukannya tak menyadari masalah ini. Setiap saat
mereka pun sudah berupaya keras mengatur arus lalu lintas di kawasan itu. Namun kondisi hanya membaik saat mereka berada di lokasi. Saat para petugas pergi, lalu lintas pun menjadi kacau kembali. Mungkin satu-satunya jalan agar kemacetan di wilayah itu terurai terletak di tangan para petugas (khususnya petugas satuan polisi pamong praja) sendiri. Jika mereka secara rutin dan disiplin menggelar operasi, niscaya para pedagang akan mau mengikuti aturan. Wantoro Cilangkap-Depok
Kejujuran Mulai Luntur KEJUJURAN mungkin sudah hilang dari sebagian masyarakat kita. Lihat saja beberapa kasus
yang muncul belakangan ini. Mulai dari penjahat kerah putih yang menperdayai para birokrat atau si
birokrat sendiri yang untuk kepentingan dirinya mengambil hak rakyat. Korupsi gencar diberangus tetapi selalu saja ada muncul kasus baru. Seolah tiada habis. Boleh jadi, perilaku seperti itu terjadi karena pola didik yang sungguh keliru sejak awal. Para peserta didik ‘dibiarkan’ berbuat curang. Kerusakan moral berlangsung tanpa disadari selama belasan tahun. Indeks nilai menjadi satu-satunya ukuran untuk melihat suatu keberhasilan. Tak lagi perduli dengan cara apa hasil itu didapat. Kecurangan terbiasa hingga tak terasa merusak moral bangsa. Lebih menyedihkan lagi, para pelaku kecurangan itu bukan saja dilakukan oleh para peserta didik tetapi juga dosen, guru dan bahkan para calon doktor. Seperti marak diberitakan beberapa media, beberapa oknum pendidik itu dengan sadar melakukan plagiat yang merupakan hal paling memalukan
dilakukan oleh seorang pendidik. Kalau terhadap dirinya saja tidak jujur, lantas bagaimana mereka bisa mencetak generasi yang tangguh. Tentu tidak semua. Tetapi kita juga tidak tahu, janganjangan banyak juga jumlahnya. Karena plagiat itu seperti pencuri, tak tak ketahuan sampai kemudian tertangkap basah, melalui bukti otentik yang disodorkan hingga tak bisa lagi mengelak. Kerugian dari plagiat memang tidak sedahsyat korupsi yang jelas-jelas mengambil hakrakyat. Tapi tahukan kita bahwa kebiasaan tiru-meniru itu sama saja dengan merendahkan diri sendiri dan tentu saja merugikan si pembuat asli. Moral yang menjadi taruhan penting. Kalau sudah rusak, sudah membawa bangsa ini menuju kejayaan. Yusuf Sulianto Serpong, Tangerang
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
6
Kandaskan SM Britama
Patriots Juara ABL JAKARTA - Klub Philippine Patriots sukses menjadi juara Asean Basketball League (ABL) 2009/2010 setelah mengandaskan SM Britama 75- 67 pada final game ketiga yang digelar di Britama Arena Sports Mall Jakarta, kemarin. Dengan kemenangan itu Philippine Patriots unggul dengan skor 3-0. Pada pertandingan dua game sebelumnya tim asal Filipina itu mampu unggul dengan skor 78-68 dan 72-53. Dengan hasil ini berhak membawa tropi ABL yang pertama. SM Britama selaku tuan rumah berusaha menekan Philippine Patriots yang dikawal oleh Dixon. Lewat kerjasama yang bagus antar lin akhirnya Rony Gunawan membuka perolehan poin SM Britama dengan lemparan dua angka. Tim lawan tidak mau ketinggal. Lewat lemparan tiga angka Gabriel Freeman giliran klub asal Filipina itu memimpin dalam perolehan poin. Meski demikian tim tuan rumah berusaha untuk bangkit. Koordinasi dua pemain asing yang dimiliki oleh SM Britama yaitu Alexander Hartman dan Nakeia Miller poin demi poin berhasil dikumpulkan. Akhir diquarter pertama ini tuan rumah unggul dengan skor 17-13. Memasuki qurter kedua giliran tim lawan yang terus menekan pertahanan SM Britama. Lewat lemparan tiga angka dari Gabriel Freeman akhirnya mampu menyusul perolehan angka tim tuan rumah dengan skor 19-20. Anak asuh Fictor Roring berusaha bangkit lewat beberapa kali lemparan tiga angka Amin Prihantono. Meski demikian diakhir quarter kedua tim tuan rumah harus mengakui
keunggulan Philippine Patriots dengan skor 31-35. Di quarter ketiga Philippine Patriots langsung meningkatkan tempo pertanndingan. Dalam dua menit awal tim yang asuh oleh Franscisco Louie Alas langsung unggul 42-31. Teringgal sembilan poin Rony Gunawan dan kawankawan berusaha mengejar ketertinggalannya. Lewat tembakan tiga angka Alexander Hartman, SM Britama memperpendek selisih poin hingga skor 45-48. Pada quarter ini sempat terjadi gesekan antar pemain. Namun demikian bisa dituntas oleh kedua tim meski pada saat itu sempat membuat emosi penonton meningkat. Pada quarter ketiga ini SM Britama kembali kalah dengan skor 52-64. Memasuki quarter terakhir Philippine Patriots yang hanya membutuhkan satu kemenangan itu langsung menekan pertahanan SM Britama. Duet pemain asingnya yaitu Gabriel Freeman dan Dixon terus mendominasi dalam mengumpulkan poin. Tertinggal cukup jauh membuat Mario Wuysang dan kawan-kawan berusaha menekan pertahanan lawan. Namun demikian juara IBL itu banyak melakukan kesalahan. Didukung sekitar 2000 penonton semangat tim tuan rumah terus menyala sehingga selisih poin bisa diperpendek menjadi 62-70. Amin Prihantono dan kawan-kawan terus menekan hingga menit-menit akhir. Namun pertahanan yang kuat Philippine Patriots mempersulit tuan menambah pundi-pundi poin. Akhirnya tuan rumah harus mengakui keunggulan tim lawan dengan skor akhir 67-75. (ant)
Titiek Suharto Ketum Perpani JAKARTA - Siti Hediaty Hariyadi atau lebih dikenal dengan Titiek Suharto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB.Perpani) periode 2010-2014 dalam Munas yang berlangsung di Jakarta, kemarin. Dari 23 Pengurus Propinsi (Pengprop) Perpani yang ikut Munas, semuanya memilih wanita kelahiran Semarang, Jateng 1959 itu. Titiek menggantikan Ketua Umum Perpani sebelumnya, Taufik Effendi. Titiek yang kini lebih aktif dalam kegiatan sosial itu sesungguhnya bukan orang asing di lingkungan olahraga Indonesia. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB. PTMSI) periode 1997-2001 namun pada tahun 1999 mengundurkan diri seiring dengan runtuhnya dinasti Suharto. Terpilihnya Titiek Suharto disertai harapan yang cukup tinggi dari para peserta Munas. Ia tak hanya dituntut mampu mengembalikan tradisi medali di Olimpiade juga bisa mempopulerkan olahraga panahan ke seluruh elemen masyarakat Indonesia. ‘’Mudah-mudahan Ibu Titiek mampu menggairahkan kembali pembinaan panahan di tanah air. Karena potensi panahan untuk
berprestasi dunia cukup besar. Buktinya panahan menjadi pembuka medali Indonesia di arena Olimpiade yakni perak pada tahun 1988 di Seoul, Korsel,”kata Ketua Pengprop Perpani DKI, Didiq Affandi. Untuk kembali mencapai prestasi seperti itu, lanjut Didiq tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. PB.Perpani dibawah pimpinan Titiek Suharto tentu harus kerja keras dan itu melibatkan semua pihak khususnya pengurus di level bawah (daerah/cabang/klub). Didiq yakin, di bawah kepemimpinan Titiek Suharto ini Perpani akan mencapai hasil yang lebih maksimal. Sementara itu Titiek sendiri mengaku bersedia menjadi Ketua Umum Perpani ini karena faktor sejarah dimana panahan menjadi pembuka medali bagi Indonesia di Olimpiade Seoul, Korsel 22 tahun lalu. ‘’Sudah 22 tahun panahan kita tak pernah bicara di Olimpiade. Kini tradisi medali itu harus kita ambil dan jika perlu dari perak menjadi emas,,” katanya. Namun sebelum ke sana, menurut Titiek, penajaman prestasi harus bertahap mulai dari SEA Games, Asian Games baru Olimpiade. SEA Games harus mempertahankan juara umum dan Asian Games harus medali emas. (oli)
Nanan Soekarna Pimpin Perbakin JAKARTA- Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Polisi Drs. Nanan Soekarna terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) periode 2010-2014 pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Perbakin di Hotel Century Senayan Jakarta, kemarin. Terpilihnya Nanan memang sedikit mengejutkan karena sebelumnya nama mantan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri itu tidak disebut sebut dalam bursa calon Ketua Umum PB.Perbakin periode mendatang. Terpilihnya Nanan juga memperpanjang tradisi unsur Polri sebagai pucuk pimpinan Perbakin. Ketua Umum PB. Perbakin periode sebelumnya adalah Komjen Polisi Yusuf Mang-
gabarani. Sebelum dipegang Yusuf Manggabarani, Perbakin selalu dipimpin dari kalangan TNI mulai era Mayjen TNI (Purn) Widjoyo Soejono, Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajad, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso sampai Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman. Dalam Munas yang diikuti 30 Pengurus Propinsi (Pengprop) Perbakin itu, Nanan Soekarna mengantongi 23 suara mengungguli dua kandidat lainnya, Anthony Sunaryo (6) dan Yapto Suryosumarno (1). Proses pemilihan Ketua Umum PB.Perbakin ini dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama ternjaring tiga nama calon teratas dari delapan nama yang muncul yakni Anthony Sunaryo dengan 20 suara, Nanan Soekarna (17) dan Yapto Suryosumarno (13). (oli)
Suluh Indonesia/ant
TARIK KAOS - Pemain Arema Indonesia, Chamelo Roman, (tengah) menarik kaos pemain Persebaya Surabaya, Nugroho Mardiyanto (kanan) dalam pertandingan Liga Super di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kemarin. Arema menang 1-0.
Gol Penalti Selamatkan Arema
MALANG - Gol semata wayang Arema Indonesia pada “injury time” dari titik penalti menyelamatkan tim berjuluk “Singo Edan” itu ketika berhadapan dengan musuh bebuyutan Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga Super di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, kemarin malam. malam. Pada pertandingan lain, Persema Malang menggulung Persik Kediri 3-1 dan PSM Makasar unggul tipis 1-0 atas Persiba Balikpapan. Satu-satunya gol dalam 90 menit pertandingan itu lahir dari titik penalti yang diekseku-
si Pierre Njanka pada menit ke91. Hadiah penalti dari wasit Olehadi untuk Arema Indonesia tersebut lahir setelah Anderson Da Silva melakukan pelanggaran terhadap pemain Arema Muhammad Ridhuan di kotak terlarang. Kemenangan tipis 1-0 atas Persebaya Surabaya tersebut semakin mengokohkan posisi Arema Indonesia di puncak klasemen sementara dengan raihan poin 45 dari 21 kali bertanding. Sementara tim tamunya Persebaya Surabaya terpuruk dengan tetap bercokol di urutan
ke-12 dengan raihan poin 25 dari 20 kali bertanding. Sejak “kick off” babak pertama, Arema langsung menyerang, namun serangan demi serangan yang dibangun anak asuh Robert Rene Albert itu selalu kandas karena ketatnya para pemain Persebaya mengawal para pemain Arema Indonesia. Kokohnya pertahanan yang dibangun Anderson Da Silva benar-benar menyulitkan para pemain Arema untuk menjebol gawang “Bajul Ijo” yang dikawal Syaifuddin itu. Persebaya juga menerapkan permainan bertahan dengan
Kualifikasi Futsal Piala Asia 2010
Indonesia Lolos ke Semifinal JAKARTA - Timnas futsal Indonesia lolos ke semifinal kualifikasi zona ASEAN Futsal Asia 2010 setelah menenggelamkan Myanmar dengan skor 7-1. Bermain di Hall Tenis Indoor Jakarta, kemarin sore, Vennard dkk mendominasi permainan di grup A ini. Grup A terdiri atas tiga grup yakni Australia, Myanmar dan Indonesia sementara di grup B bercokol Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Filipina. Dengan hasil ini, Myanmar dipastikan tersingkir dari kualifikasi dengan tanpa kemenangan dari dua kali pertandingan. Sebelumnya Myanmar menyerah 1-6 lawan Australia. Australia akan bertemu Indonesia untuk penentuan juara grup A pada sore hari ini. “Peluang 50:50. Siapa yang paling siap akan memenangkan pertandingan,” kata pelatih timnas Indonesia Robbi Hartono usai pertandingan disinggung timnya melawan Australia di laga terakhir grup B. Dua tim teratas grup A ini akan bermain silang dengan dua tim teratas dari grup B.
Hanya tiga tim yang berhak lolos dari kualifikasi zona ASEAN ini untuk tampil di putaran final futsal Asia 2010 di Uzbekistan. Dalam pertandingan perdana ini, tim Merah Putih agak berhati-hati memulai laga. Pelatih Robby menurunkan kiper Yos Adi, Hairul, Vennard Vonarza, Sayan dan Jefri di awal pertandingan. Gol pertama akhirnya dicetak Denny Handoyo di menit kelima. Setelah gol pertama itu, permainan tim Indonesia mulai berkembang dengan seranganserangan yang tajam ke gawang Myanmar. Selang satu menit kemudian, Denny kembali menggetarkan gawang Myanmar yang dikawal Han Min Htut. Satu gol kembali tercipta lewat kaki Socrates Matulessy penutup babak pertama Babak kedua, Indonesia kembali menekan Myanmar. Dua menit pertandingan, Socrates mencetak gol kedua. Kedudukan berubak 4-0 untuk Indonesia. Myanmar agak kerepotan
menahan laju serangan Indonesia. tiga gol lagi tercipta lewat kaki Jefri Purban menit 29, Sayan Karmadi menit 34 dan Hairul Ohorella menit 35. Sementara Myanmar mendapat gol hiburan di menit 38 lewat kaki Han Naing. Dalam laga ini Indonesia mendapat tiga peluang penalti namun gagal menambah gol. Usai pertandingan, manajer tim Myanmar Yei Htut Tin memuji penampilan tim tuan rumah. “Ini laga yang bagus untuk tim. Kami memang tersingkir dari kualifikasi zona ASEAN ini,” katanya. Sementara manajer tim Indonesia, Darius S menyatakan gembira timnya memenangkan pertandingan perdana. “Kemenangan ini hasil kerja keras tim. Pertandingan seperti ini dapat diteruskan saat menghadapi lawan berikutnya,” katanya. Sedang pelatih Indonesia, Robby, berharap timnya dapat menjadi juara grup sehingga memudahkan untuk merebut tiga tiket putaran final Piala Asia 2010. (ant)
menumpuk beberapa pemain di lini belakang. Strategi tersebut benar-benar efektif sehingga para pemain Arema kesulitan membongkar benteng pertahanan Persebaya Surabaya. Dengan strategi menumpuk pemain di belakang dan sekalikali melakukan serangan balik, lini pertahanan Arema juga kedodoran. Teknik dan kemampuan individu yang dimiliki para pemain Persebaya juga menyulitkan Arema untuk menyarangkan golnya ke gawang Syaifuddin. Memasuki 45 menit babak
kedua, pelatih Persebaya memasukkan Andik Firmansyah yang menggantikan Andi Odank, dan Josh Maquire menggantikan Lucky Wahyu, serta Korinus F menggantikan Ngon A Jam. Masuknya amunisi baru yang juga memiliki “skill” bagus itu semakin menyulitkan posisi Arema Indonesia untuk menerobos jantung pertahanan Persebaya, bahkan Arema sendiri kedodoran dan semakin frustasi karena hingga menjelang berakhirnya pertandingan babak kedua tidak mampu memetik poin. (ant)
Liga Sesalkan Polda Jateng Periksa Wasit JAKARTA - PT Liga Indonesia menyesalkan pihak Polda Jawa Tengah yang memeriksa wasit yang memimpin pertandingan antara PSIS Semarang melawan Mitra Kukar di kompetisi Liga Divisi Utama, Semarang, Jumat lalu. “Sulit bagi kami menerima tindakan itu, karena sudah ada campur tangan yang jauh di sana. Kami sangat menyesalkan tindakan itu,” kata Corporate Secretary PT Liga, Tigor Shalomboboy yang dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin. Seusai pertandingan di Semarang itu, polisi langsung membawa perangkat pertandingan ke Polda. Mereka adalah wasit Dedik Wahyudi (Denpasar) beserta dua asistennya yaitu Fajar Riyadi (Yogyakarta) dan Sutopo (Denpasar) dan Pengawas Pertandingan. Tigor menyatakan, pemeriksaan itu berlebihan dan sulit diterima. Menurut dia, seharusnya polisi tidak langsung menggiring wasit sejak
dari stadion begitu pertandingan usai. Hal itu sangat mencolok dan mengundang perhatian publik “Polisi seharusnya menghormati proses pemeriksaan internal yang dilakukan PSSI terlebih dahulu,” katanya. Ia menegaskan, bukan berarti pihaknya tidak mengakui otoritas polisi dalam persoalan pidana di bidang olah raga, tetapi dalam olah raga ada mekanisme sendiri. Polisi bisa saja memeriksa wasit, tetapi seharusnya dilakukan bukan sesuai pertandingan karena saat pertandingan dan seusai pertandingan itu merupakan otoritas penyelenggara kompetisi. Seharusnya pada hari berikutnya polisi memanggil wasit jika mereka memang punya indikasi kasus suap. Wasit Dedik beserta asistennya dilepaskan Sabtu malam karena polisi gagal menemukan bukti adanya unsur suap. Dalam laga Itu, PSIS menundukkan Mitra Kukar 2-0. (ant)
Rp 5 Miliar Untuk Pentaskan Chris John SEMARANG - Promotor tinju, Zaenal Thayeb, memerlukan dana antara Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar untuk mementaskan pemegang sabuk gelar juara Super Champions, Chris John, di Bali mendatang. “Kita sudah hitung semuanya termasuk untuk membayar kedua petinju, wasit, kemudian tiket pulang-pergi penantangnya, dan lain sebagainya kira-kira antara Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar,” kata Zaenal Thayeb ketika dihubungi dari Semarang, kemarin. Ia mengatakan, bayaran untuk Chris John antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. “Saya sudah bicara dengan manajer sekaligus pelatih Chris John,
Craig Christian bahwa bayaran yang akan diterima Chris John tidak sebesar kalau dia main di Amerika atau Jepang,” katanya. Menurut dia, Craig Christian juga sudah memahami hal itu karena pertarungan di Bali mendatang, tidak semata-mata karena mencari uang tetapi lebih banyak upaya mempromosikan potensi wisata di Bali ke dunia internasional. “Kita juga ingin petinju Indonesia dikenal di dunia internasional,” kata pemilik Sasana Mirah Boxing Camp tersebut. Ketika ditanya soal pelaksanaan pertarungan mendatang, dia mengatakan, pertarungan Chris John melawan penantangnya tidak jadi di-
gelar awal April 2010 tetapi akhirnya mundur hingga 22 Mei 2010. “Saya sudah bicara dengan Toni Priatna (Asisten Manajer Herry’s Gym) soal itu,” katanya menegaskan. Soal tempat, Zaenal Thayeb mengatakan di kawasan Pantai Kuta Kabupaten Badung Bali. “Saya juga ingin mempromosikan wisata Bali kepada dunia internasional,” katanya menegaskan. Ketika ditanya kepastiannya yang menjadi lawan petinju dengan julukan The Dragon tersebut, dia mengatakan, tetap petinju asal Amerika Serikat. “Kita menginginkan lawan Chris John adalah petinju yang
masuk peringkat 10 besar WBA,” katanya menegaskan. Menurut dia, dalam daftar peringkat yang dikeluarkan WBA ternyata hanya ada dua petinju Amerika yang bercokol di 10 besar kelas bulu WBA, yaitu Rocky Juarez (peringkat 6) dan Cornelius Lock (peringkat 10). Kalau untuk Juarez, kata dia, jelas tidak mungkin karena sudah pernah kalah dari Chir John dan yang berpeluang adalah Cornelius Lock. “Tetapi kita tunggu hasil negosiasi penata tanding Chris John di Amerika Serikat, kalau dengan Lock juga tidak bisa maka kita cari alternatif yang lain,” katanya. (ant)
Suluh Indonesia/net
Chris John
lahraga
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
7
Barca Menang 4-0 di Nou Camp MADRID - Penampilan Thierry Henry sesuai target ketika Barcelona mencukur Racing Santander 4-0 di kandang pada pertandingan Sabtu waktu setempat, dan sekaligus menjadikan tim itu memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin. Dengan tidak tampilnya pemain Swedia Zlatan Ibrahimovic, yang cedera enkel, maka pemain asal Prancis Henry membuka kesempatan untuk tampil setelah tiga pertandingan hanya berada di bangku cadangan. Henry mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-29, setelah Andres Iniesta membuka gol bagi Barca di Nou Camp. Rafael Marquez mencetak gol ketiga bagi Barca melalui tendangan bebas melengkung pada menit ke-34, sebelum pemain tengah Thiago turun dari bangku cadangan dan mencetak gol keempat menjelang bubaran pertandingan.
“Kami tampil mantap tapi kurang brilian, kami kehilangan irama permainan,” kata pelatih Barcelona Pep Guardiola. “Untuk bisa meraih gelar, kami butuh bermain sedikit lebih baik dari ini,” tambahnya. Dengan hasil itu maka Barca berada di puncak klasemen dengan mengumpulkan 58 poin dari 23 pertandingan, namun posisi kedua yang diisi Real Madrid bisa terpangkas pada Minggu, ketika tim itu menjamu Villarreal. Sementara itu Sevilla, yang bermain dengan sembilan pemain, melangkah ke posisi empat dengan 42 poin setelah menang 3-1 di Real Mallorca — yang kehilangan rekor kandang sempurna mereka. Dengan kekalahan itu Mallorca merosot ke urutan enam dengan 37 poin, satu poin terpaut di belakang Deportivo Coruna, yang mengalahkan Xerez 2-1 pada Sabtu waktu setempat. (ant)
Dengan Sembilan pemain
Inter Bermain Imbang MILAN - Tim pimpinan klasemen Inter Milan yang hanya bermain dengan sembilan pemain setelah dua pemain belakangnya terkena kartu merah pada babak pertama, mampu bermain imbang 0-0 melawan Sampdoria pada Sabtu waktu setempat. Sementara itu posisi kedua klasemen AS Roma bisa memangkas selisih hingga lima poin jika menang atas Catania pada Minggu, namun Inter masih merasa mampu mengge-
brak leg pertama 16 besar di kandang di Liga Champion menghadapi Chelsea. Walter Samuel menarik Nicola Pozzi dengan tangannya dan langsung diganjar kartu merah oleh wasit pada setengah jam dari jalannya pertandingan babak pertama sebelum Ivan Cordoba mendapat akumulasi kartu kuning karena melanggar striker tersebut pada menit ke-39 Meski mendapatkan keuntungan, Sampdoria tidak mampu mencetak gol. (ant)
Thunder Rusak Debut Mcgrady NEW YORK - Oklahoma City Thunder merusak debut Tracy McGrady di New York dengan merebut kemenangan 121-118 melalui perpanjangan waktu sekaligus mencatat kemenangan kedelapan mereka secara beruntun, Sabtu waktu setempat. Kevin Durant mengantar kemenangan Thunder, mencetak empat angka terakhir pertandingan tersebut dan mengumpulkan total 36 angka untuk membuat Knicks menelan kekalahan keenam mereka beruntun. Pertandingan ini juga menandai pertandingan ke-27 secara beruntun pemain All-
Star itu dengan mencetak 25 angka atau lebih. Rekan setimnya Russell Westbrook menambah 31 angka, saat Thunder menghapus ketinggalan enam angka pada menit terakhir untuk memaksakan perpanjangan waktu, dengan tembakan tiga angka Durant. McGrady, yang dijual ke Knicks oleh Houston Rockets pada Kamis, mencetak 26 angka dan lima assist dalam pertandingan pertama dia sejak Desember lalu. David Lee mencetak 30 angka bagi Knicks dan mantan pemain Boston Celtics, Eddie House, mencetak 24 angka. (ant)
Suluh Indonesia/ap
BEREBUT BOLA - Bintang Chelsea John Terry, berebut bola dengan Wolverhampton Wanderers, Ronald Zubar, dalam pertandingan Liga Inggris di stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Sabtu waktu setempat.
Chelsea Semakin Kokoh
LONDON - Chelsea membuka keunggulan empat angka di puncak klasemen sementara Liga Utama Inggris setelah dua gol Didier Drogba mengilhami kemenangan 2-0 di Wolves dan Everton meraih kemenangan 31 atas Manchester united, Sabtu waktu setempat. Chelsea yang diasuh Carlo Ancelotti itu sering kehilangan angka saat bertanding tandang musim ini, tetapi Drogba yang dalam kondisi prima dengan mencetak enam gol dalam lima pertandingan seja kembali dari Piala Afrika, menjamin The Blues mampu mengambil keuntungan saat Manchester United tergelincir. Dalam pertandingan itu Manchester United tampak lesu setelah kemenangan mereka pertengahan pekan ini melawan AC Milan dan mengalami
Venus Pertahankan Gelar Kejuaraan Dubai DUBAI - Venus Williams berhasil mempertahankan mahkota kejuaraan Dubai dengan mengalahkan Victoria Azarenka dari Belarus 6-3 7-5 di final hari Sabtu waktu setempat. Gelar tersebut merupakan gelar tunggal ke-42 unggulan ketiga dari Amerika itu, sehing-
ga membuatnya lebih unggul dari Justine henin di puncak daftar pemain aktif. “Benar-benar sangat kompetitif,” kata Venus kepada wartawan. “Saya sudah menduga ia bermain habis-habisan dan bermain sangat baik.” “saya menghormati per-
mainnnya. Bahkan meskipun saya unggul di set kdua, ia tetap tidak mau menyerah.” Pertandingan kualitas tinggi terjadi dari awal hingga akhir pertandingan, dengan hanya terjadi satu break di set pertama dan tiga match point diperlukan di set kedua. (ant)
Suluh Indonesia/net
Venus Williams
kekalahan pertama dalam sembilan pertandingan liga. Dimitar Berbatov membuat tim asuhan Sir Alex Ferguson tersebut unggul di menit ke16, ketika ia menguasai bola hasil umpan silang Antonio Valencia sebelum melakukan tembkan jarak dekat yang menaklukkan Tim Howard. Tetapi keunggulan manchester united tidak berjalan lama, saat pemain sayap Rusia, Diniyar Bilyaletdinov menjebol gawang Edwin van der Sar dari tembkan berjarak 25 yard. Manchester United berusaha keras untuk menemukan momentum setkah itu dan tim asuhn David Moyes, Everton, malah unggul di menit ke-76. Gelandang asal Afrika Selatan, Steven Pienaar, memberikan umpan rendah kepada pemain pengganti Dan Gosling,
yang kemudian mencetak gol kduanya pada musim ini. Jack Rodwell menjamin Manchester United mengalami kekalahan keenam dalam pertandingan liga di memnit ke90, ketika ia berhasil melepaskan diri dari penjagaan Jonny Evans dan kemudian melpaskan tembakan ke arah pojok jauh gawang lawan. “Kami benar-benar diklahkan, itulah yang tejadi,” kata ferguson. “Kami mmulai pertandngan cukup baik, tetapi gol mereka membuat semangat mereka dan memberikan insentif kepada mereka. “Ini merupakan hasil yang buruk dan pada saat ini tahun ini kami tidak dapat membiarkan hasil seperti ini.’ Di Molineux, Chelsea berjuang keras di awal-awal pertandingan, dan usaha mer-
ka mendapatkan hasil di menit ke-40. Yuri Zhirkov bkerja sama dengan Michael Ballack dan pemain asal Rusia itu kemudian memberikan umpan silang kepada penyerang Pantai gading, Drogba, yang kemudian menjebol gawang lawan. Drogba menciptakan golnya yang ke-25 musim ini di menit ke-67, ketika pertahanan buruk Christophe Berra membuatnya mampu menerima umpan panjang dari penjaga gawang Petr Cech, dan kemuian menggiring bola arah penjaga gawang Marcus Hahnemann dan kemudian mencetak golnya yang ke-25 musm ini. Arsenal, yang menempati posisi ketiga, hanya ketinggalan dua angka dari Manchester United setelah menang 2-0 dari Sunderland di
Stadion Emirates. Tim asuhan Arsene Wenger itu membuat terobosan di menit ke-27, saat penyerang asal Denmark, Nicklas Bendtner, memanfaatkan umpan silang Emmanuel Eboue untuk mencetak gol pertamanya sejak bulan Oktober. Sunderland kini telah menjalani 11 pertandingan liga tanpa meraih kemenangan. Kapten the Gunners, Cesc Fabregas, mencetak gol melalui tendangan penalti di menit ke-90 setelah pemain Spanyol tersebut dijatuhkan Fraizer Campbell. West Ham timbul semangatnya untuk keluar dari zona degradasi setelah meraih kemenangan 3-0 atas Hull, yang juga terancam degradasi, di Upton Park. (ant)
Kalahkan Tsonga
Benneteau ke Final Tenis Marseille MARSEILLE, - Julien Benneteau maju ke putaran final turnamen tenis Marseille Terbuka setelah mengalahkan rekan senegaranya dari Prancis yang juga penyandang gelar Jo-Wilfried Tsonga 7-6 5-7 7-6, Sabtu waktu setempat. Benneteau, yang belum meraih gelar ATP tahun ini, selanjutnya akan bertemu dengan pemenang pertandingan semifinal antara petenis Prancis Michael Llodra dan petenis Jerman Mischa Zverev untuk menentukan pertandingan final Minggu. Ia dan Tsonga bertanding hampir tiga jam sebelum petenis nomor 39 dunia itu membukukan kemenangan lewat “tiebreak” pada set pertama dan ketiga. “Saya memanfaatkan peluang saya. Banyak kesempatan meraih angka tetapi banyak yang tidak dapat saya raih,” kata Tsonga kepada wartawan. “Saya melakukan terlalu banyak kesalahan. Saya merasa lelah secara fisik, bila tidak ia tidak akan dapat melarikan diri dari serangan saya,” katanya. Unggulan kedua Tsonga kecolongan empat poin pada set pertama sehingga terjadi “tiebreak” yang dimenangi Benneteau 13-11 dalam 17 menit, setelah membuat kedudukan 5-4. Benneteau kemudian mematikan servis lawannya pada awal set kedua tetapi berjuang kembali dan meraih tiga games berurutan dan menyamakan angka ketika bola lawannya melebar ke luar lapangan. Kedua petenis itu samasama melancarkan servis bagus pada set ketiga tetapi Ben-
Suluh Indonesia/net
Julien Benneteau
neteau dapat melepaskan diri dan membuat jarak ketika meraih “match point” ketiga setelah Tsonga sebeleumnya sempat mendapatkan dua “ace”. “Saya gagal sekali pada akhir permainan set kedua dan
saya tidak ingin melakukan hal sama pada set penentuk ketiga. Jadi saya berjuang keras dan akhirnya dapat melakukannya dengan baik melalui tiebreaker,” kata Benneteau (28) kepada wartawan.
Tsonga mengatakan Benneteau kini sudah menjadi petenis favorit menggantikan dirinya di Marseille. “Ia bermain bagus dalam beberapa minggu ini dan kini gilirannya untuk tampil,” kata Tsonga. (ant)
Nasi nal
Suluh Indonesia, Senin 22 Februari 2010
8
Banjir Setinggi 4,5 Meter di Musi Rawas
Suluh Indonesia/ant
TINGALAN DALEM - Sejumlah abdi dalem membawa hajat dalem berupa makanan yang terdiri dari tumpeng, apem, ingkung, dan ketupat menuju masjid Pakualaman saat digelar tingalan dalem (ulang tahun) KGPAA Paku Alam (PA) IX di Puro Pakualaman, Yogyakarta, kemarin.
Polisi Amankan Ribuan Butir Ekstasi PONTIANAK - Petugas Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Pontianak menyita sebanyak 2.414 butir ekstasi jenis diamond dan bintang asal Jakarta dari tangan seorang kurir Rus (35) di Jalan Putri Chandramidi, Pontianak Kota, Kalimantan Barat. Kepala Poltabes Pontianak Komisaris Pol Muhammad Asep Syahrudin di Pontianak, kemarin mengatakan, terungkapnya pengiriman paket ekstasi melalui jasa pengiriman dari Jakarta tujuan Pontianak berkat informasi dari masyarakat.
“Sebelumnya kami mendapat informasi bahwa ada pengiriman ekstasi melalui jasa pengiriman ke alamat kurir yaitu Rus. Berkat informasi itu lalu kami telusuri dan ternyata benar, Sabtu (20/2) pukul 09.30 WIB, ada satu paket mencurigakan dari Jakarta menuju alamat Rus,” kata Asep. Melihat itu, pihak kepolisian melakukan kerja sama dengan jasa pengiriman RPX Domestik untuk mengungkap siapa pemilik barang haram itu. Saat petugas yang menyamar sebagai jasa pengirim dengan membawa sebuah paket lalu
keluarlah ibu tersangka yaitu Tu (57) yang menerima paket tersebut. Kemudian petugas kepolisian langsung mengamankan TU dan masuk kerumah untuk memburu tersangka Rus, saat masuk kerumah tersangka, petugas mendapati tersangka sedang tidur di kamarnya, kata Asep. Saat diamankan, paket itu ternyata berisi 1.573 butir ekstasi warna coklat jenis bintang. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB datang lagi satu pekat serupa dan ditemukan sebanyak 841 butir ekstasi warna abu-abu jenis diamond. (ant)
Lima Jam Sehari
Listrik Padam di Sumut MEDAN - Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN (Persero) Wilayah Sumut berlangsung di hampir seluruh daerah dengan tempo waktu empat hingga lima jam sehari. Misnah, warga Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara kepada Antara di Medan, kemarin mengatakan, pemadaman listrik terjadi setiap hari tanpa mengenal waktu. Pemadaman bisa terjadi pada pagi hari, siang dan malam hari. “Bahkan, sudah pagi pad-
am, malam pun padam lagi,” katanya. Pemadaman itu, kata Misnah, sering berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, mencapai empat hingga lima jam per hari. “(Pemadaman listriknya) terkadang mencapai lima jam,” kata Misnah. Pemadaman listrik dalam waktu lebih lama terjadi di beberapa desa di Kabupaten Dairi yang mencapai hingga enam jam. “Mati lampu disini lebih lama, hampir enam jam,” kata Syarifuddin Siregar, warga Desa Sitinjo,
Kecamatan Sitinjo, Dairi. Syarifuddin Siregar juga mengaku daerahnya sering mengalami pemadaman listrik sampai dua kali dalam satu hari. “Tapi PLN ‘pintar’. Pemadamannya dibuat bergilir. Di sini enam jam, desa lain enam jam,” katanya. Pengakuan yang hampir serupa juga disampaikan Yusna Sari, warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dan Dahlia Nasution, Warga Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. (ant)
MUSI RAWAS - Banjir akibat luapan Sungai Musi yang menimpa Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan mencapai ketinggian 4,5 meter dan menenggelamkan seluruh desa tersebut. “Sampai saat ini air terus naik dan untuk siang ini ketinggian air sudah mencapai 4,5 meter, seluruh rumah dan sarana prasarana umum lainnya turut tenggelam,” kata Kepala Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Husein Rivai, kemarin. Ia mengatakan, desa yang dipimpinnya itu memiliki 520 kepala keluarga (KK), dengan mata pencarian sebagai petani ladang darat dan petani karet, saat ini seluruh areal pertanian dan perkebunan juga turut terendam air. Saat ini penduduk daerah itu juga sebagian terpaksa mengungsi kerumah penduduk lainnya yang terletak di dataran tinggi, karena rumah mereka sudah tidak bisa di diami lagi. Kondisi banjir kali ini kata dia lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya, kendati belum ada korban jiwa yang timbul akibat bencana ini namun telah membuat desa tersebut terisolir menyusul tidak adanya sarana transportasi yang bisa digunakan selain jalur sungai serta terpu-
tusnya jaringan listrik yang dipasok dari Kabupaten Musi Banyu Asin (daerah tetangga Kabupaten Musi Rawas). Sejauh ini kerugian yang ditumbulkan banjir itu belum dapat dihitung mengingat air terus naik, dan potensi hujan masih akan terus terjadi. Dari beberapa laporan warga yang diterimanya sudah ada kerugian akibat matinya sejumlah ternak yang sempat diselamatkan, tetapi tidak bisa di kasih pakan terutama rumput untuk ternak kambing dan sapi namun sejauh ini jumlahnya belum diketahui dengan pasti. Dia menambahkan, untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa pihak Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, sejak Jumat (20/2) sudah mendirikan tenda penanggulangan bencana dan membuka dapur umum. Untuk itu mereka saat ini mebutuhkan bantuan dan perhatian dari Pemkab Musi Rawas serta pihak-pihak lainnya, terutama yang mendesak adalah kebutuhan air bersih untuk minum, bahan makanan dan obat-obatan. Sementara itu Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Evan Saipani menuturkan, saat ini bencana banjir tersebut tengah melanda tujuh desa. (ant)
NTT Terancam Rawan Pangan KUPANG - Masyarakat yang tersebar pada 2.836 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini terancam rawan pangan akibat curah hujan yang tidak menentu pada musim tanam tahun ini. “Curah hujan di NTT pada musim tanam tahun ini tidak menentu dan ini tentunya akan berdampak pada gagal tanam dan gagal panen yang bermuara pada rawan pangan,” kata Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT Drs Petrus Langoday di Kupang, kemarin. Dia mengatakan telah membahas masalah ini bersama instansi terkait secara serius me-
ngenai kemungkinan ancaman rawan pangan, karena peluang gagal tanam dan gagal panen di daerah itu sangat tinggi akibat minimnya curah hujan. Pembahasan menganai ancaman rawan pangan ini agar semua instansi terkait dapat mengambil langkah-langkah antisipasi jika terjadi rawan pangan di provinsi kepulauan itu, kata Petrus Langoday. Ia menambahkan, selama ini banyak pihak masih salah kaprah tentang rawan pangan. Banyak diantaranya yang berpendapat bahwa rawan pangan identik dengan ketiadaan pangan berupa beras.
Padahal di kalangan masyarakat terdapat banyak pangan lokal seperti pisang, umbi-umbian, kacang, ternak piaraan dan masih banyak lagi pangan lain yang dijadikan pangan pokok sesuai karakteristik daerahnya. Selain pangan lokal katanya ada usaha lain yang membentengi kekuatan pangan beras dan pangan lokal seperti usaha pemberdayaan rumput laut dan usaha pemberdayaan lain dengan modal bantuan pemerintah. Dia menjelaskan rawan pangan di NTT disebabkan beberapa hal diantaranya kegagalan tanam dan kegagalan panen.
Hal ini karena kondisi alam dan serangan penyakit. Gagal panen juga disebabkan oleh produksi dan stok pangan, karena masalah produkivitas pertanian rumah tangga yang rendah disebabkan oleh masih diminati usaha tani yang subsistem dari semi komersil menuju ke komersil. Menurut dia, pendekatan yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di NTT, yakni pengembangan pangan untuk ketahanan pangan, dan pendekatan pengembangan pangan untuk peningkatan akses atau pendapatan masyarakat. (ant)