Skip to main content

Edisi 11 September 2012 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Selasa, 11 September 2012

No. 170 tahun VI

Pengemban Pengamal Pancasila

Ketua DPRD Pemalang

Dijadikan Tersangka Toriq Rencanakan

Lakukan Bom Bunuh Diri JAKARTA - M, Toriq, pria yang diduga sebagai pemilik bahan peledak di Jalan Teratai 7 Rt 02/04 Tambora, Jakbar yang menyerahkan diri ke Polsek Tambora merencanakan akan melakukan aksi bom bunuh diri hari ini (kemarin), di empat tempat terpisah di Jakarta. Keempat tempat tersebut yakni Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, pos polisi di Salemba, Jakarta Pusat, kantor Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, serta komunitas masyarakat Budha. Rencana tersebut menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol. Boy Rafli Amar, dilakukan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan temuan barang bukti bom rakitan yang sebelumnya ditemukan pihak Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, serta berdasarkan hasil penyidikan Densus 88 Anti teror Mabes Polri terhadap tersangka Toriq. ‘’’Bom bunuh diri itu dipersiapkan M. Torik untuk dilakukan hari ini,” terang Boy di Jakarta, kemarin. Adanya rencana pengoboman terhadap simbol-simbol Polri dan pengeboman terhadap komunitas Budha menurut Boy kare-

na adanya kekecewaan pria beranak satu tersebut terhadap perhatian pemerintah yang kurang peduli terhadap konflik rohingnya di Myanmar. Ini terkait isu Rohingnya di Myanmar yang menurut mereka hal-hal membuat tidak adil warga muslim,” papar Boy. Berdasarkan pengakuan dari Toriq jelas Boy, rencananya dalam menjalankan aksinya Toriq akan menjadi” pengantin” atau eksekutor sendiri. Untuk melancarkan aksinya, Toriq kata Boy, bahkan sudah membuat surat wasiat yang diperuntukan kepada ibu, istri, anak, sahabat sera tetangga-tetangnya.yang berisi permintaan maaf serta terimakasih kepada keluarganya yang telah mendampinginya selama hidupnya.” Prinsipnya ingin masuk surga untuk mendapat ridho Allah,” tandasnya. Berdasarkan hasil penyidikan, Toriq imbuh Boy, merupakan salah satu pria yang diduga kabur usai adanya ledakan di sebuah rumah petak, di Depok. Saat ini kata Boy, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Toriq serta beberapa orang lain yang menjadi korban ledakan. (wnd)

SEMARANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana melakukan rehabilitasi ketergantungan narkoba terhadap Ketua DPRD Pemalang Waluyo AT yang ditangkap di rumah dinasnya pada Kamis (6/9) malam. ‘’Tersangka WAT akan direhabilitasi di Jakarta, namun hal tersebut menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut karena berdasarkan barang bukti pada saat penangkapan, yang bersangkutan merupakan pemakai,” kata Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto di Semarang, kemarin. Hal tersebut diungkapkan Benny saat menggelar jumpa pers di kantor BNN Provinsi Jawa Tengah terkait dengan penangkapan anggota jaringan peredaran gelap narkoba Kampung Ambon-Baturaden. Dalam jumpa pers BNN hanya menghadirkan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu yakni DS dan BSR serta sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan dari para tersangka antara lain berupa sabu seberat 28 gram, uang tunai Rp10,9 juta, empat unit telepon seluler berbagai merek, tiga kartu ATM, enam buku tabungan, dan bukti transfer uang ke beberapa rekening. Kepala BNN Jateng Soetarmono menjelaskan, penangkapan tiga tersangka penyalahguna narkoba jenis sabu itu bermula saat pihaknya menerima informasi tentang adanya pengiriman sabu oleh DS dari Jakarta ke Pemalang melalui kereta api. ‘’Setelah sampai di Pemalang, DS kemudian bertemu tersangka BSR di sebuah hotel di kawasan Baturaden,” ujarnya. Pada saat DS dan BSR ditangkap oleh petugas BNN, kata dia, tiba-tiba ada pesan singkat dari WAT di telepon seluler BSR yang memberitahu bahwa dirinya telah menransfer uang Rp2 juta untuk membeli sabu seberat dua gram. Menurut dia, dalam pesan singkat tersebut, tersangka WAT juga menyebutkan bahwa yang mengambil sabu adalah sopirnya dengan mengendarai mobil dinas berpelat merah G 9505 AM. ‘’Dari pesan singkat tersebut, kami kemudian melakukan penggeledahan di rumah dinas tersangka WAT di Jalan Ahmad Yani Selatan Nomor 60 Pemalang, namun hanya menemukan peralatan untuk memakai sabu,’’ katanya. (ant)

12 Parpol

Gagal Ikut Pemilu

Polisi Buru

DPO Kasus Century JAKARTA - Penyidik Mabes Polri terus memburu tiga orang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) terkait dugaan kasus pencucian uang dana Bank Century yang mengalir ke Yayasan Fatmawati melalui PT Graha Nusa Utama (GNU). ‘’Kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, termasuk Interpol,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin. Boy mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari tiga orang DPO terkait dugaan kasus penyelewengan aset Yayasan Fatmawati tersebut, yakni UM, FE dan SF. Sementara itu, pengacara Yayasan Fatmawati, Andreas Doni mengharapkan penyidik Mabes Polri mampu menangkap para tersangka pencucian uang itu. ‘’Kita berharap kasus Yayasan Fatmawati segera terungkap dengan tuntas,” ujar Doni. Penyidik kepolisian menduga ketiga orang buronan itu, menerima dana Bank Century melalui PT GNU bersama para tersangka lainnya, seperti SAR, TK, Robert Tantular dan oknum pengelola Yayasan Famawati. Tersangka SAR diduga mendapatkan dana dari hasil kejahatan pencucian uang Bank Century sebesar Rp40 miliar dan terpidana Robert Tantular Rp83 miliar, tersangka TK mencapai Rp59 miliar, serta Yayasan Fatmawati sekitar Rp20 miliar. Secara terpisah, anggota Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR, Hendrawan Supratikno mengatakan kehadiran mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam rapat Timwas Century akan mengorek keterangan yang saat itu menjadi Wapres tidak dilibatkan dalam rapat pengambilan keputusan dilakukan bailout sebesar Rp 6,7 trilun yang demikian penting tersebut. ‘’Kita juga ingin tahu, kenapa KPK tidak pernah mengundang JK untuk meminta kesaksian Century. Kenapa JK tidak dilibatkan dalam pembahasan masalah yang demikian krusial itu,” kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Politisi dari PDI Perjuangan ini meyakini kehadiran Antasari Azhar dan Jusuf Kalla di DPR akan menghidupkan kembali kasus Century yang sudah mati suri. Kasus Century akan semarak bahkan bisa meledak bila kedua tokoh itu hadir di DPR, karena rakyat menunggu keterangan dua orang ini,” kata Hendrawan. (har)

JAKARTA - KPU menyatakan sebanyak 12 partai politik dinyatakan gagal lolos sebagai peserta Pemilu 2014 karena tidak menyerahkan 17 jenis berkas yang ditentukan. ‘’Dari 46 parpol yang mendaftar, sebanyak 12 parpol dinyatakan gagal sebagai peserta pemilu karena tidak melengkapi berkas-berkas yang diminta,” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, kemarin. Husni mengatakan, 12 partai tersebut tidak menyerahkan 17 jenis berkas yang diminta oleh KPU. Partai-partai yang dinyatakan tidak lolos adalah

PPI, PIS, PPB, Pelopor, Republikku Indonesia, Partai Islam, PAR, Merdeka, Patriot, Barnas, PPNUI, dan PIB. ‘’Parpol yang dinyatakan sudah memberikan 17 jenis berkas, diberikan waktu hingga 29 September untuk melengkapi berkas-berkas yang kurang,’’ katanya. Jika partai-partai tersebut, lanjut dia, tidak melengkapi berkas hingga 29 September, maka otomatis partai tersebut dinyatakan gugur sebagai peserta pemilu. Begitu juga dengan partai yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen di

tingkat kabupaten dan provinsi, dan tidak menyerahkan surat pernyataan, maka otomatis akan dinyatakan gugur sebagai peserta pemilu. Awasi Verifikasi Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo mengungkapkan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengawasi langsung kinerja Panwaslu di kabupaten/kota karena tingkat ketidaksesuaian proses verifikasi parpol seringkali terjadi. ‘’Tapi, pengawasan tidak akan dilakukan ke semua daerah. Kami hanya mengambil sam-

pling saja di beberapa daerah yang dinilai tidak sesuai dalam melakukan proses verifikasi factual,” katanya. Menurutnya, tim khusus Komisi II DPR ini sekaligus akan memastikan apakah parpol-parpol di daerah memiliki dokumen fisik persyaratan yang diajukan KPU. Sebab, banyak kasus sebelumnya terjadi, dimana KPU meloloskan parpol tertentu, padahal masih ada kekurangan persyaratan meskipun hanya sedikit saja. Oleh karena itu, harus dipastikan apakah KPU benar-benar adil dalam menjalankan proses

verifikasi. Komisi II, kata Ganjar, masih mengkhawatirkan terjadinya praktik pragmatis transaksional oleh penyelenggara Pemilu dengan parpol-parpol tertentu. Selain itu, pengawasan di tingkat kabuten/kota masih sering terjadi kesalahpahaman terkait regulasi verifikasi faktual. Sementara itu, peneliti dari Perludem, August Mellaz menduga, partai politik di parlemen berupaya melakukan intervensi terhadap proses verifikasi faktual yang dijalankan KPU, melalui penggunaan kewenangan pengawasan. (har/son)

Polisi Tangkap

Enam Teroris

Suluh Indonesia/ant

TIBA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Boediono berjalan menuju ruang tunggu VVIP sesaat setelah mendarat menggunakan pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

AMBON - Sedikitnya enam oknum yang diduga terlibat kegiatan terorisme, ditangkap polisi pada Minggu (9/9) malam di sejumlah kawasan di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. ‘’Keenam tersangka tersebut adalah S, U, J, A, B dan P ditangkap di kawasan Gunung Malintang, Galunggung dan Kebun Cengkih,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae di Ambon, kemarin. Penangkapan enam tersangka itu juga disertai barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis MK - 3 dan FNC ( bukan SS- 1), tujuh magazine, 3.000 butir peluru, satu granat, satu pelontar granat dan satu buku panduan membuat bom. Mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif di bekas kantor Densus 88 Polda Maluku di kawasan Tantui, kecamatan Sirimau. Kabid Humas belum bersedia memastikan keenam tersangka tersebut memiliki jaringan dengan peneror bom di Solo atau tidak. ‘’Pengembangan penyidikan masih dilakukan secara intensif. Bila hasilnya telah siap, maka akan disampaikan kepada rekan-rekan (wartawan),” tandasnya. Dia mengimbau masyarakat agar mewaspadai orang yang berada di permukiman bila tidak jelas identitasnya. ‘’Sekiranya memiliki gerakgerik mencurigakan tolong laporkan ke pos aparat keamanan terdekat,’’ katanya. (ant)

Ideologi Kebencian Lahirkan Terorisme PENYEBARAN ideologi kebencian oleh kelompok-kelompok tertentu dari kalangan Islam yang eksklusif selama ini justru melahirkan gerakan terorisme, yang sulit terdeteksi oleh aparat keamanan. Seperti penafsiran ‘jihad’ yang ditafsirkan semaunya yang kemudian menjadi bibitbibit radikalisme. Cendikiawan muslim Azyumardi Azzra dalam dialog Pilar Negara di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, kemarin mengatakan, dirinya tidak sependapat kalau bibit radikalisme itu akibat kemiskinan di kalangan Islam. Sebab, faktanya banyak umat Islam yang miskin, tapi memiliki iman yang kuat justru

mereka menjadi muslim yang taat, sabar, tawakkal dan menjauhi kriminalisasi. Kenyataannya, kata mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatlloh (UIN) Jakarta ini yang menjadi korban sebagai ‘pengantin’ terorisme itu adalah anak-anak muda berusia 17-20-an tahun. Mereka it-

ulah korban ustadz yang menafsirkan jihad semaunya sendiri. Padahal ustadz itu pasti menolak jika diminta untuk membawa bom untuk diledakkannya sendiri. Azyumardi mengatakan yang diajarkan oleh ustadz di pesantren atau kelompok pengajian yang eksklusif dan itu cukup dominan di negeri ini. Ditambah lagi dengan tidak hadirnya negara dalam penegakan terkait radikalisme berbungkus agama tersebut, maka makin menyuburkan gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Sementara itu, Ketua Pansus RUU Anti Pendanaan Ter-

orisme, Adang Daradjatun mengatakan pansus akan mencoba membatasi aliran dana teroris melalui UU. ‘’Saya harap dalam dua kali masa sidang RUU ini bisa selesai. Kami berupaya mempercepatnya karena ada beban psikologis,” kata mantan Wakil Kapolri ini. RUU Anti Pendanaan Terorisme juga akan melindungi perorangan atau korporat yang dituduh memberikan dana bagi teroris, sehingga rekening mereka tak serta-merta langsung dapat ditutup dan memberi ruang untuk membela diri di pengadilan. Ada tiga pendekatan yang mendasari penyusunan UU

Anti Pendanaan Terorisme, yaitu pendekatan folosofis, sosial, dan yuridis. Dari segi filosofis, pemerintah wajib menjaga keamanan, segi sosial mencari tahu segala peristiwa yang berhubungan dengan terorisme, dan segi yuridis perlu batasan soal pendanaan terorisme yang dilakukan oleh per orangan atau korporasi. Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin mengingatkan untuk mengatasi masalah terorisme yang kembali marak tidak bisa disikapi dengan kebijakan yang sporadis, parsial, dan sesaat. Negara harus menerapkan konsep penanggulangan yang holistik. (har)


K ta

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

2

K ilas Barang Sitaan Terbakar PERISTIWA kebakaran melanda gudang milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur, di Jalan Tipar Cakung RT 01/09, Kelurahan Cakungbarat, Jakarta Timur, sekitar pukul 14.30. Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang sitaan hasil penertiban selama ini ludes terbakar. Kasiops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur, Idris DN mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi di lapangan yang dialihfungsikan sebagai gudang penyimpanan barang hasil sitaan Satpol PP Jakarta Timur. Dalam waktu singkat api membakar sejumlah spanduk, reklame hingga gerobak yang berada di lokasi. Dikatakan Idris, untuk memadamkan api sebanyak 14 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran di antaranya, 11 unit dari Sudin Damkar Jakarta Timur, dan tiga lainnya merupakan mobil bantuan dari Sudin Damkar Jakarta Utara. Belum diketahui penyebab kebakaran. (ant)

Jangan Tergiur Politik Uang KETUA KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar, menyerukan agar masyarakat tidak tergiur dengan politik uang yang ditawarkan pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. KPU mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan politik uang. Pilihlah pemimpin secara cerdas, jangan terpengaruh oleh politik uang dan isu-isu yang menghasut. Dia mengakui menjelang pilkada putaran kedua ini, banyak beredar isu-isu yang sifatnya menghasut. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh. KPU, lanjutnya, siap menyelenggarakan pilkada putaran kedua. Saat ini KPU sedang disibukkan dengan distribusi logistik yang sudah berada di tingkat kecamatan. “Menjelang pilkada putaran kedua ini, memang ada terjadi pelanggaran yang sifatnya administratif seperti pemasangan alat peraga. Namun setelah diberi teguran, semua tim pasangan calon menaatinya. Pilkada putaran kedua akan digelar pada 20 September. Pilkada itu diikuti dua pasangan calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko widodo (Jokowi)Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (ant)

Penumpang Terlantar KESAL lantaran ada belasan mobil baru tanpa trayek (bodong) beroperasi di wilayahnya, ratusan sopir angkutan kota (angkot) M08 jurusan Tanahabang-Kota melakukan aksi mogok beroperasi. Akibatnya, penumpang yang biasa menggunakan jasa angkutan menjadi terlantar. Yanti (22) mengatakan, sudah sekitar satu jam dirinya nunggu angkot M08, tidak ada yang lewat. Ternyata lagi pada mogok operasi. Akibat tidak beroperasinya angkot M08, wanita yang tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara ini mengaku terlambat masuk kerja. Kini, ia pun terpaksa harus menggunakan jasa ojek agar bisa naik angkutan umum dari kawasan Harmoni pada saat pulang kerja nanti. Yanti mengaku, harus merogoh kocek yang lebih besar karena mogoknya angkot tersebut. Ia pun berharap, aksi mogok yang dilakukan para sopir tidak berlangsung lama. Salah satu sopir angkot M08, Yanto (30), mengungkapkan, aksi mogok yang dilakukan lantara para sopir kesal karena adanya mobil bodong tanpa trayek yang beroperasi di wilayahnya. (kmb)

Suluh Indonesia/ant

BEBAS 3 in 1 - Sejumlah kendaraan pribadi roda empat melintas di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, kemarin. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari ini meniadakan jalur 3 in 1 yakni aturan mengenai jumlah penumpang minimal tiga orang dalam satu kendaraan di Jalan Hayam Wuruk - Gajah Mada.

Metromini Ugal-Ugalan

Dua Wanita Tewas Ditabrak JAKARTA - Kecelakaan lalulintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat. Dua wanita Merian Dani (19) dan Ade Supriyanti (20) yang berboncengan mengendarai Yamaha Mio E 6529 ZI tewas setelah tertabrak Metromini B 82 bernomor polisi B 7218 NP, di Jalan Daan Mogot, kemarinsekitar pukul 13.30 WIB. Saat ini, Tri Anggoro (22) sopir dan Sudirman (25) kondektur metromini trayek Grogol-

Kapuk tersebut sudah diamankan di Unit Laka Lantas Jabar. Sebelum kejadian, kedua korban yang berboncengan melintas di jalur protokol menuju Grogol sembari ngobrol sehingga membuat laju sepeda motor tidak stabil. Karena kurang konsentrasi akhirnya sepeda motor yang dikendarai Merian Dani oleng lalu menabrak separator busway sehingga membuat kedua wanita itu terpental masuk jalur bus Transjakarta.

Naasnya, di saat bersamaan melaju sebuah Metromini B 82 yang dikemudikan Tri Anggoro dengan kecepatan tinggi. Karena jaraknya yang sudah terlalu dekat, sopir metromini tersebut tidak sempat mengerem sehingga menabrak kedua korban hingga tewas di tempat. ‘’Sepeda motor korban oleng lalu menabrak separator busway dan terpental masuk jalur busway yang kemudian ditabrak mobil kami yang saat itu menerobos jalur busway untuk menghin-

Lalin Kota Lancar JAKARTA - Kebijakan pencabutan 3 in 1 di kawasan Kota, Jakarta Barat, terbukti efektif meminimalisir kemacetan lalu lintas (lalin). Bahkan arus lalu lintas di jalur alternarif lebih lancar dari sebelumnya. Uji coba sendiri akan dilakukan selama satu bulan ke depan, jika berhasil kebijakan pencabutan 3 in 1 akan diterapkan secara permanen. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan uji coba Senin (10/9) pagi, di Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Pintu Besar Selatan, arus lalu lintas lebih lancar. “Jalur 3 in 1 yang dihapuskannya tetap lancar, sementara jalur alternatif juga lebih lancar,” ujar Pristono, kemarin. Dengan kebijakan ini, ke-

Rp 85 Juta Lenyap gawai SPBU atas nama Wawan Kurniawan dan Suprapto, dirampok saat tengah mengendarai motor menuju Bank Mandiri di Jalan Cipinang Jaya, Jatinegara, Jakarta Timur. Waktu itu keduanya hendak menyetor uang hasil penjualan SPBU ke bank tersebut. Berjarak 20 meter dari Bank Mandiri, keduanya tiba-tiba dipepet dua orang yang juga menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit (tak diketahui nomor polisinya). Salah satu pelaku yang dibonceng mengeluarkan sebilah pedang dan mengayunkannya ke lengan kedua korban hingga jatuh tersungkur. Pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa uang sebesar Rp85 juta. Sementara, saksi-saksi di lapangan telah dibawa ke Polres Meto Jakarta Timur untuk dimintai keterangan. (ant)

Siswa Diliburkan Suluh Indonesia/ant

RAYAKAN LEBARAN BETAWI - Kesenian Reog Ponorogo menyambut kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat menghadiri Perayaan Lebaran Betawi 2012 di Lapangan Djabesman, Jakarta, kemarin.

Menjadi Ajang Kampanye Pilkada

Dalam acara tersebut, Nara menegaskan, warga asli Jakarta dipersilakan ke luar jika tidak memilih orang Betawi pada putaran kedua Pilkada DKI JAkarta. ‘’Saya ingatkan kepada orang Betawi, tidak ada pilihan lain, selain satu untuk semua. Tanggal 20 September, silakan keluar dari Jakarta jika tak pilih orang Betawi,” tegasnya. Ia pun menjelaskan soal pa-

pan reklame Lebaran Betawi 2012 yang menampilkan foto Fauzi Bowo beserta logo Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. ‘’Foke saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Bamus Betawi,” jelasnya. Pemprov DKI, lanjut Nara, bekerja sama dengan masyarakat Betawi untuk melestarikan budaya masyarakat

cepatan kendaraan sepanjang Jalan Majapahit hingga Kota mencapai 24,91 kilometer per jam. Sementara pada jalur alternatif satu kecepatan kendaraan hanya 22,2 kilometer per jam, sedangkan saat tidak diberlakukan 3 in 1 bertambah menjadi 30,1 kilometer per jam. Begitu pun di jalur alternatif kedua kecepatan kendaraan juga meningkat dari 20,8 km per jam menjadi 24,8 km perjam. Dikatakan Pristono, sebagian besar masyarakat telah mengetahui kebijakan ini. Sebab satu minggu sebelum penerapan, banyak media massa telah menginformasikannya. “Sejak minggu kemarin sudah diberitakan media, jadi masyarakat sudah banyak yang tahu,” ujarnya. Untuk uji coba kali ini, pihaknya menerjunkan 50 petugas. Mereka disiagakan untuk mengamankan parkir tepi jalan. (kmb)

Sekolah Disegel

Lebaran Betawi

ACARA kebudayaan “Lebaran Betawi” yang digelar di Lapangan Eks Djabesmen, Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin pagi diwarnai ajang kampanye pasangan nomor urut satu Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).

penyebab kecelakaan sedang kami selidiki. Saat ini, jasad korban sudah dibawa ke RSUD Tangerang untuk keperluan otopsi. Sedangkan sopir serta kondekturnya sudah kami amankan,” tandas Sularno. Sudah lazim terjadi bahw asopir angkutan massal ini melakukan ugal-ugalan di jalan karena menguber setoran. Jalan yang padat menyebabkan sering kali angkutan kota di DKI Jakarta mengalami kecelakaan. (kmb)

3 in 1 Dihapus,

SPBU Dirampok JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat tengah memburu pelaku perampokan terhadap dua pegawai SPBU di Jalan Cipinang Jaya, Jatinegara, Jakarta Timur. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, AKBP Dian Perri di Jakarta, kemarin memastikan, total uang yang dirampas dua perampok di Jatinegara, Jakarta Timur, mencapai Rp85 juta. Pihak Kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan sekaligus memburu pelaku. ‘’Informasi yang kita dapat, pelaku membawa uang Rp 85 juta. Itu hasil penjualan BBM di SPBU,” ujar Dian Perri. Menurut Dian, peristiwa itu kini masih dalam proses penyelidikan, dan aparat kepolisian belum bisa mengidentifikasi pelaku berasal dari kelompok mana. Dian berharap pihaknya mendapatkan data maksimal dari saksi-saksi terperiksa guna mengungkap kasus yang meresahkan warga tersebut. Sebelumnya diberitakan, pada pukul 10.15 WIB, dua pe-

dari macet,” terang Sudirman, kemarin. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Sularno menggatakan berdasarkan KTP kedua korban Merian Dani merupakan warga Kampung Gunung RT 03/08, Kelurahan Durikosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Sedangkan rekannya yaitu Ade Supriyanti, warga Dusun Manis RT 02/01, Kelurahan Peusing, Jalaksan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. ‘’Soal

asli serta budaya lainnya yang ada di Ibukota. ‘’Siapa pun Gubernurnya, Bang Fauzi tetap Ketua Dewan Pembina Bamus. Kami berharap lima tahun ke depan masih bang Fauzi (Gubernurnya),” cetusnya. Nara mengungkapkan, kegiatan Lebaran Betawi telah dilaksanakan sejak lima tahun silam. Sehingga, apabila ada sejumlah pihak yang mempermasalahkan acara kebudayaan masyarakat Betawi, maka coba dipikir dua kali. ‘’Bagi orang yang sekadar berwacana dan menjual pepesan kosong, tolong dipikir lagi jika diterima di Jakarta,” ungkapnya. Sementara itu, incumbent

Gubernur DKI, Fauzi Bowo mengaku tidak percaya orang Betawi tidak kompak. ‘’Tetapi kalau memang ada yang nekad, kasih tahu saya. Nanti saya cabut KTP-nya,” tuturnya. Selama lima tahun memimpin Jakarta, menurut Foke, sudah banyak yang telah dikerjakan dan manfaatnya dirasakan oleh warga Ibukota. Berdasarkan perolehan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2007 sampai 2012 menunjukkan warga semakin makmur. Pendapatan perkapita warga Jakarta pada tahun 2007 sekitar 6.000 dollar AS. Tapi, lima tahun kemudian naik menjadi

10 ribu dollar AS. ‘’APBD DKI 2007 sekitar Rp17 triliun dan saat saya hendak mengakhiri jabatan naik menjadi Rp41,6 triliun,” tambahnya. Sebelumnya, pasangan cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri undangan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Untung S Rajab. Pertemuan tersebut terkait dengan komitmen kedua pasangan untuk menjaga Pilkada DKI Jakarta berjalan tertib dan aman. Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini sendiri akan digelar 20 September mendatang. (ant)

JAKARTA - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di MTs dan SMK Yayasan Pendidikan Pondok Kaya Pembangunan (PKP), Jalan Kelapadua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, kemarin mendadak terhenti akibat ulah massa yang merobohkan pagar tembok sekolah setinggi dua meter dan panjang 50 meter. Tak hanya itu, puluhan massa yang mengaku keluarga ahli waris pemilik lahan tempat sekolah itu juga menyegel sekitar 12 pintu MTs. Akibatnya, sekitar 500 siswa yang tengah mengikuti KBM panik dan diungsikan ke masjid yang ada di areal sekolah. Bahkan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar hingga Selasa (11/9) hari ini. Boris Korius Malau, salah satu kuasa hukum ahli waris, mengatakan, lahan seluas 20.020 meter di Jl Kelapadua Wetan RT 01/08, Kelapadu-

aWetan, Ciracas, Jakarta Timur, diakui sebagai milik kliennya, Siman bin Buntun (Alm) sejak tahun 1950 dengan bukti kepemilikan Girik C nomor 119, Persil 24, Blok D.II. ‘’Pada tahun 2006, lahan tersebut dikuasai Pemprov DKI dan di atasnya didirikan bangunan MTs dan SMK. Selain itu juga terdapat sarana dan prasarana pendukung sekolah, seperti masjid, panjat tebing, lapangan olahraga dan sebagainya,” ujar Boris di sela-sela aksi pembongkaran tembok tersebut. Lahan seluas 20.020 meter persegi ini dimiliki oleh tujuh ahli waris Siman bin Buntun (Alm). Masing-masing adalah, Nali bin Siman, Amat bin Siman, Amani binti Siman, Anah binti Siman, Lamin bin Siman. Kemudian Rojali bin M Nolah bin Siman (Alm) dan Rimpen binti Kuplik (Alm). Akibat penyerobotan lahan tersebut, mereka mengalami kerugian materi senilai Rp 45 miliar. Karenanya mereka menuntut agar diberikan ganti rugi. (kmb)


Metr politan

3

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

KPU-Bawaslu-DKPP

Teken Kode Etik JAKARTA - Sebanyak tiga lembaga penyelenggara Pemilu yakni KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), menandatangani peraturan bersama tentang kode etik penyelenggara pemilu di Jakarta, kemarin. Penandatanganan kode etik tersebut dihadiri Ketua KPU, Husni Kamil Manik, Ketua Bawaslu, Muhammad, dan Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie. ‘’Kode etik penting untuk ditandatangani bersama agar penyelenggaraan pemilu berlangsung tertib,” ujar Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie. Kode etik itu, kata Jimly, merupakan rancangan baru setelah melakukan konsultasi dengan DPR dan Pemerintah. ‘’Setelah 14 tahun reformasi ini, Indonesia mengalami banyak sekali perubahan termasuk terjadinya krisis

norma. Untuk itu diperlukan kode etik,’’ katanya. Jimly mengatakan inti dari kode etik tersebut adalah penyelenggara pemilu tidak boleh berpihak. Sedangkan yang lainnya adalah soal integritas. ‘’Intinya bagaimana penyelenggara pemilu bisa dipercaya,” tegas dia. Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan kode etik diperlukan agar pelaksaan pemilu bisa berlangsung tertib. ‘’Bagi KPU, kode etik bukan hal yang asing. Namun, sekarang bedanya penegaknya berstatus permanen,” ucap Husni. Husni mengatakan KPU tidak main-main dalam penyelenggaraan pemilu, karena akan berpengaruh terhadap kredibilitas KPU secara kelembagaan. ‘’Sepanjang satu periode, KPU telah memecat empat anggota KPU provinsi yang bekerja tidak sesuai dengan kode etik,” katanya. (ant)

Atasi Terorisme Suluh Indonesia/ant

TUNTUT KUOTA PEREMPUAN - Pengunjuk rasa dari sejumlah aliansi perempuan melakukan aksi di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jakarta, kemarin. Massa meminta KPU tegas untuk menegakkan aturan kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dalam kepengurusan partai.

Sinkronkan Program

Kontra Radikal Terorisme JAKARTA - Wakil Presiden Boediono memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan semua pihak seperti instansi pemerintah dan masyarakat sipil mensinkronkan Program Nasional Kontra Radikal Terorisme dalam upaya untuk mengatasi serta menanggulangi radikalisme. ‘’Saya setuju program ini dibahas bersama di tingkat menteri dan kita simpulkan nanti apa yang bisa kita kerjakan bersama, tak bisa jika hanya BNPT yang menjalankan. Mari kita

menyatukan dan mensinkronkan langkah-langkah untuk program ini,” katanyasaat memimpin rapat Rapat tentang Program Nasional Kontra Radikal Terorisme di kantor Wapres Jakarta, kemarin. Dikatakan Wapres, rapat tersebut bukan reaksi atas kejadian yang terakhir di Depok atau Solo tapi program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sudah dirancang sejak beberapa waktu lalu. Mengingat pentingnya pro-

gram ini, Wapres menharapkan kementerian dan lembaga pemerintah lain, di luar BNPT, turut berkoordinasi dan mendukung program ini. Ditegaskan Wapres Boediono, pemerintah memang memerlukan program yang utuh untuk mengatasi radikalisasi. Apa yang dilakukan masing-masing instansi sejauh ini terasa tidak cukup karena belum ada rencana aksi bersama yang terkoordinasi dengan sasaran bersama yang jelas. ‘’Oleh sebab itu cetak biru pro-

gram deradikalisasi ini harus benar-benar tajam mencapai sasaran,” kata Wapres. Wapres juga meminta BNPT menimbang masukan dari para menteri dan pejabat-pejabat lain yang hadir dan menajamkan cetak biru program itu. ‘’Saya minta BNPT menajamkan rencana aksi yang lebih detail,” tutur Wapres. Wapres berpesan jangan sampai program nasional ini memunculkan nuansa bahwa pemerintah kembali ingin mengontrol semuanya. ‘’Pro-

gram ini harus sedemikian rupa agar semua pihak nyaman melaksanakannya. Pemerintah tidak berniat kembali ke zaman sebelum reformasi. Sensitifitas seperti ini perlu dimasukkan dalam perumusan, apa yang bisa diterima dan dapat berjalan dalam di negara kita yang demokratis,” kata Boediono. Untuk diketahui, belakangan ini aksi terorisme telah meresahkan masyarakat. Bahkan sebulan terakhir ini, pelaku dan aksi terorisme meresahkan masyarakat. (ant)

Secara Menyeluruh JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, masalah terorisme yang kini muncul kembali tak bisa disikapi dengan kebijakan yang sporadis, parsial dan sesaat, tetapi harus menyeluruh. ‘’Negara harus menerapkan konsepsi penanggulangannya yang utuh menyeluruh, terencanaterstruktur dan dilakukan massal dengan mengintegrasikannya ke dalam program pembangunan kita,” katanya di Jakarta, kemarin. Lukman yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP mengemukakan, aksi-aksi teror yang muncul belakangan ini tak bisa hanya ditimpakan karena alasan agama semata. ‘’Benar bahwa adanya pemahaman ajaran agama tertentu bisa menjadi faktor yang memotivasi lahirnya aksi-aksi kekerasan, tapi itu bukan satu-

satunya faktor penyebab,” katanya. Karena itu, kata dia, kebijakan sertifikasi bagi pemuka agama, misalnya, merupakan kebijakan yang salah sasaran karena terlalu menyederhanakan masalah. Tindakan intoleran, antikeragaman, menolak dialog dan memaksakan kehendak dengan kekerasan, sebagaimana yang dilakukan para teroris itu, disebabkan karena faktor-faktor yang kompleks yang saling terkait. Pendidikan terbatas, ekonomi buruk, ketimpangan sosial, kekecewaan politik, pudarnya nilai-nilai budaya dan banyak lainnya telah menjadikan mereka frustasi sehingga terjebak mengambil jalan pintas untuk menyelesaikannya dengan kekerasan. “Sistem data kependudukan kita lemah,’’ katanya. (ant)

KI LAWANG PENDEKAR DARI GUNUNG CIREMAI

Ki Lawang yang merupakan pendekar dari gunung Ciremai dengan keahliannya siap memberikan kekebalan, kejantanan dan persugihan. Disamping itu Ki Lawang juga membuka konsultasi spiritual healing yang meliputi: ramal, hipnoterapi, susuk, buka aura, problema rumah tangga,

harmonisasi rumah tangga, karier, kedudukan atau jabatan dan ruwatan. Ki Lawang sudah menekuni profesinya sebagai paranormal sejak masih kecil tepatnya sejak duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar. Ki Lawang pun berasal dari keluarga kesepuhan yang sudah

tiga turunan memawarisi keahlihan paranormal secara turun temurun dan Ki Lawang merupakan keturunan kesepuhan yang ke empat yang menyandang ilmu ini. Saat ini Ki Lawang ikut ke anggotaan Forum Komunikasi Paranormal dan Pengobatan Alternatif Indonesia (FKPPAI), sebuah perkumpulan yang mewadahi paranormal sebagai profesi yang profesional. Ki Lawang berkisah bahwa, suatu hari pernah didatangi oleh pasien yang menginginkan pesugihan seperti beliau tuturkan sebagai berikut “ Saya pernah menolong orang susah, orang tersebut mau minta pesugihan, tapi saya melarang, akan tetapi orang tersebut tetap ngotot mau pesugihan,

sehingga saya tetap melayani orang tersebut dan Alhamdulilah pesugihan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan, sampai sekarang hidupnya lebih dari cukup bahkan bisa dikatakan makmur” Saat ini Ki Lawang membuka praktek dan bisa ditemui di Kampung Pabuaran Rt 005/003 Jatirangon kecamatan Jatisampurna Bekasi. Dengan motto “Kekuatan Hati Dapat Mengalahkan Segalanya Yakin dan Optimis Pasti Ada Solusi dan Jalan Keluar”. Ki Lawang siap memberikan solusi terhadap permasalahan permasalahan anda. Segera hubungi Ki Lawang atau datang langsung pada alamat yang tertera di bawah ini:

Alamat : Kampung Pabuaran RT.005 RW.003 Kelurahan Jatirangon Kec. Jatisampurna. Bekasi Telepone : 082125543191/083897820558 C.004522-Adv


Megap litan

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

4

L intas PNS Tangsel Dirazia MARAKNYA oknum PNS maupun tenaga honorer di Kota Tangsel yang berkeliaran saat jam kerja diakui Sat Pol PP Kota Tangsel. Tak hanya di pasar tradisional, oknum PNS kerap terlihat membolos di sejumlah pusat perbelanjaan. Kabid Operasional Satpol PP Tangsel, Ponco Budi Santoso, kemarin mengatakan, sudah ada banyak laporan yang masuk mengenai oknum PNS membolos saat jam kerja. Lebih lanjut Ponco mengatakan laporan mengenai adanya PNS bolos ini tak hanya dari warga, melainkan juga dari sejumlah sejumlah SKPD sendiri. Hal tersebut membuktikan sebagai abdi masyarakat, PNS tersebut masih minim kedisiplinan. Untuk itu, Ponco mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggelar razia PNS. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar PNS menjadi contoh baik bagi masyarakat. Untuk melaksanakannya menurut Ponco diperlukan koordinasi dengan instansi lain untuk menggelar razia kedisplinan ini. (nov)

Polisi Bogor Gelar Razia APARAT kepolisian di wilayah Bogor terus melakukan razia gabungan baik yang dilakukan di jalan raya, maupun ke sejumlah rumah singgah sperti kos-kosan, kontarkan dan lainnya guna mengantisipasi sekaligus mempersempit ruang gerak teroris yang diduga akan masuk ke wilayah Bogor. Kapolres Bogor, AKBP Hilman, di Mapolres Bogor Kota, kemarin mengatakan, polisi telah melakukan langkah-langkah dan antisipasi, guna mencegah masuknya teroris ke wilayah Bogor. Contohnya, pada Minggu pagi kemarin, anggota kami di Polsek Bogor Barat, Polsek Tanah Sareal dibantu aparat TNI dari Koramil Bogor Barat langsung turun melakukan razia gabungan dengan cara menutup semua akses jalan masuk/keluar kota Bogor. Razia dengan target semua kendaraan itu dilakukan di Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Raya Semplak dan titik lainnya. Dalam razia petugas selain memeriksa identitas juga bawaannya. (bas)

Gelar Seni dan Budaya SUA ratus pelajar yang berasal dari SMA Kota Bogor terlibat dalam perlombaan seni dan budaya bernama Scout In Culture di Balaikota Bogor, kemarin. Ratusan pelajar yang mengikuti lomba Rampak Puisi, Lomba Aksara sunda, Pupuh sunda dan Lomba Biantara Sunda tersebut merupakan anggota Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor (DKC). Kegiatan Scout In Culture merupakan wadah kegiatan anggota pramuka Penegak dan Pandega yang bertujuan untuk mempelajari dan melestarikan kebudayaan sunda yang kini mulai terpinggirkan. Ketua Sangga Kerja Kwartir Gerakan Pramuka Kota Bogor Firman Taufik mengatakan, pihaknya berharap dengan kegiatan ini akan terbentuk para anggota pramuka yang lebih mencintai dan lebih mengenal kebudayaan sunda, sehingga seluruh anggota pramuka akan mampu melestarikan kebudayaan sunda. Para peserta yang terlibat kata Firman, diharapkan menjadi ajang pembelajaran. (him)

Suluh Indonesia/ade

SUNGAI CISANE - Sejumlah orang memanfaatkan air Sungai Cisadane untuk mencuci dan mandi di Sungai Cisadane yang airnya mengalami penyurutan di kawasan BSD City, Serpong, Tangerang, kemarin. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan debit air Sungai Cisadane menurun drastis.

Warga Situ Ilir Bogor

Kesulitan Air Bersih BOGOR - Sejak bulan puasa (Agustus) hingga saat ini warga di Desa Situ Ilir, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kesulitan mendapatkan air bersih. ‘’Sumur yang ada kering, sudah sejak bulan puasa. Kalau mau air bersih kami terpaksa beli air galon atau ke Sungai Cigamean,” kata Entat (35) warga Kampung Bantar Karet, Desa Situ Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, kemarin.

Menurut Entat, warga kesulitan air bersih untuk keperluan masak, minum, mencuci dan mandi. Air sumur yang mereka miliki mengering sejak dua bulan terakhir. ‘’Kalaupun ada air sumurnya sedikit jumlahnya itupun keruh warnanya,” kata wanita berkerudung tersebut. Selama kesulitan air, Entat terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk membeli air galon yang se galonnya dijual dari Rp4.000 hingga Rp12.000 un-

tuk air mineral produksi salah satu pabrik ternama. Menurut Entat, ada sekitar 10 rumah lebih di kampungnya yang sumurnya kering. Kebanyakan lanjut, Entat kekeringan dialami warga di kampung sebelah kampungnya yakni Kampung Rawa Desa Situ Ilir. Anis (30) salah satu warga Kampung Rawa mengatakan, hampir satu RT rumah warga kesulitan air bersih. ‘’Kalau

mau ambil air terpaksa ke Sungai Cigamean, letaknya jauh banget 1 kilo meter dari rumah harus jalan kaki,” kata ibu dua anak tersebut. Anis mengaku, sejak kesulitan air ia terpaksa menghemat menggunakan air, untuk mandi hanya sekali sehari. Bahkan kadang ia tidak mandi. Kekeringan yang dialami warga, menurut Anis, sejak hujan jarang turun mulai Ramadhan.

Sementara itu, pantauan di Desa Situ Ilir, puluhan warga terlihat menaruh puluhan ember di pinggir jalan di depan rumahnya. Menurut warga mereka sudah dua hari ini menunggu bantuan kiriman air dari pihak penyedia air curah yang menjanjikan air bersih. ‘’Katanya ada yang ngirim air untuk warga, jadi kami menunggu kiriman lumayan buat stok di rumah,” kata Anis. (ant)

Pemkab Bogor Dirikan

Terkait Bom Beji

Posko Korban Gempa

Saksi Masih Diperiksa Intensif

BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama Muspida dan masyarakat setempat terus melakukan penanganan kepada para korban pasca gempa bumi berkekuatan 4,8 SR yang melanda Bogor, pada Minggu pukul 01.26 WIB lalu. Saat ini, BPBD telah mendirikan posko bagi para korban yang rumahnya mengalami rusak ringan hingga rusak berat. Bahkan beberapa korban lainnya ada yang mengungsi sementara di rumah tetangga atau sanak keluarga setempat yang tidak terkena dampak gempa. Logistik dan tenda segera dikirim dari BPBD Bogor. Tim Reaksi Cepat BNPB telah di lokasi sejak tadi pagi. Pendataan dan verifikasi kerusa-

kan masih dilakukan di lapangan dan akan disampaikan kemudian,”kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkatnya. Dari hasil pendataan sementara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 341 rumah di Kabupaten Bogor rusak. “Di Bogor total 341 rumah rusak yaitu terdiri 54 rumah rusak berat 69 rusak sedang dan 213 rusak ringan,”jelasnya. Lebih lanjut, lokasi kerusakan sendiri katanya terjadi di Kecamatan Pamijahan, tepatnya di Desa Cibunian dan Desa Purwabakti. Dirinya merinci, kerusakan yang terjadi di Desa Cibunian yakni 28 rusak berat, 61 rusak ringan. (him)

Pejabat Bekasi

Wajib Tes Kesehatan BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mewajibkan seluruh pejabat tingkat eselon II di lingkup pemerintahan setempat melakukan pengecekan kesehatan secara rutin enam bulan sekali. ‘’Kami ingin agar para pejabat tersebut selalu dalam kondisi fit dalam memberikan layanan kepada warganya,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, kemarin. Menurut dia, pelaksanaan tes kesehatan itu akan dilakukan secara berkala di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi bekerja sama berkerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi. ‘’Sekitar 30 lebih pejabat eselon II atau setingkat kepala

dinas akan diperiksa kesehatannya mulai tahun ini,” katanya. Sekretaris BKD Kota Bekasi, Nellyana Koesman, mengatakan program pengecekan kesehatan itu baru pertama kali dilakukan. Tujuannya, untuk meningkatkan mutu kesehatan individu pejabat dan sebagai kontrol kesehatan. Program itu juga akan bermanfaat untuk meninjau kemampuan pejabat untuk melayani masyarakat berdasarkan segi kesehatannya. ‘’Jangan sampai ada lagi pejabat yang sakit-sakitan tapi tetap memaksakan diri bekerja. Itu bisa menggangu stabilitas pelayanan publik,” katanya. (ant)

KORAN GRATIS TERBESAR PERTAMA DI INDONESIA

SMS IKLAN BARIS 0811 3898 000 Rp. 50.000,10 Baris, 10 kali muat/sebulan G.09-Promo

Suluh Indonesia/ant

TERORIS - Polisi membawa barang bukti dari rumah tempat persembunyian para teroris di Beji Depok M Thoriq di Kampung Warung Jambu, Desa Susukan, Bojonggede, Bogor, Jabar, kemarin.

DEPOK - Penjagaan ketat masih dilakukan petugas kepolisian di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, terkait ledakan bom yang terjadi pada beberapa waktu lalu, di Jl Nusantara Raya No.63, Beji, Depok, Jawa Barat. Sementara itu, Markas Kepolisian Resort Depok masih memintai keterangan kepada para saksi mata terkait peristiwa tersebut hingga, kemarin. Menurut Kepala Bagian Humas Mapolres Depok, AIPTU Bagus Suwardikata, para saksi yang kata amankan merupakan orang-orang yang menempati rumah tepat di belakang lokasi terjadinya ledakan. ‘’Ke-empat saksi masih satu keluarga dengan Nano Triawan (63), pemilik kontrakan tersebut, yakni Taufik (30), Wulandari (27) dan Bagus Kuncoro (19). Selain dari keluarga Nano, pihaknya juga telah memintai keterangan dari para saksi lainnya yang merupakan warga sekitar dan kebetulan ada saat kejadian. Salah satunya seorang pemilik warung bernama Fajaruddin (27), Ketua RT 004/013 Arifin (38) beserta Nurhasanah istrinya (38) dan pemilik bangunan (kontrakan) Lukman Paris.

Serta Ketua RW 13, Saman Karim (49). ‘’Dari keterangan sementara, Fajarudin dan Bagus melihat dua orang telah berlari meninggalkan rumah sesaat terjadi ledakan, salah satunya mengenakan kaos dan satunya menggunakan jaket berwarna hitam,“ ujarnya. Wulandari dan ayahnya Nano Setiawan, berserta kakak dan adiknya masih menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi di Mapolres Depok. ‘’Saksi lainnya sudah kami pulangkan pada Minggu malam. Untuk keluarga Nano dan anak-anaknya, Masih diperiksa secara intensif di Mapolres Depok,’’ katanya. Ditempat berbeda, Aparat kepolisian Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali mendatangi salah satu rumah yang dijadikan sarang terduga teroris di kampung Warung Jambu, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin. Polisi berhasil menemukan bahan peledak di rumah tak bernomor tersebut yang diduga milik Muhammad Thorik yang telah menyerahkan diri. (jif)

Indocement Komitmen

Bantu Kesehatan Masyarakat Sekitar Pabrik PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk menyatakan komitmennya untuk terus membantu kesehatan masyarakat di sekitar pabrik, termasuk desadesa di Citeureup, Kabupaten Bogor. Manajer Divisi Urusan Publik dan Internal Korporasi Indocement Alexander Frans di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jabar mengatakan, sudah menjadi tugas kami melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memberikan bantuan kesehatan, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial budaya,

agama dan keamanan. Dalam kaitan tersebut, katanya, bantuan kesehatan bagi warga Kampung Kamurang, Desa/Kecamatan Citeureup yang sempat mengalami gangguan akibat asap hitam akibat penguapan batu bara, telah dilaksanakan pengobatan massal. ‘’Pada 1 September 2012, bekerja sama dengan Puskes-

mas setempat kita lakukan pengobatan massal cuma-cuma, dan akan terus diagendakan secara periodik,” katanya. Ia juga menjelaskan, pada Jumat (7/9) telah dilakukan pertemuan antara tokoh masyarakat, agama dan pemuda Kampung Kamurang dengan wakil manajemen di pabrik Citeureup guna memaparkan kondisi sebenarnya. Dalam pertemuan yang dimoderatori Kepala Departemen Komunikasi Korporasi Indocement Aldo Yuliardy itu, kata dia, juga hadir puluhan media massa, selain tokoh

masyarakat, pemuda dan agama dari Kamurang. Mengenai keluhan masyarakat Kamurang atas beberapa hal terkait operasional perusahaan yang berdampak ke masyarakat, khususnya sepekan menjelang Lebaran 2012, pihaknya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam, serta mohon maaf kepada masyarakat yang terganggu kenyamanannya. ‘’Atas kondisi itu, perusahaan telah melakukan langkah untuk mengatasi keluhan tersebut,” ujarnya. Menurut Alexander Frans, pada dasarnya perusahaan se-

lalu berupaya menjaga dan memenuhi segala ketentuan yang berlaku. ‘’Namun dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi hal-hal di luar kendali perusahaan, antara lain musim kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kekeringan kemudian menerbangkan debu lebih banyak ketimbang biasanya, sehingga mengganggu penanganan batu bara maupun debu jalan,” katanya. Untuk menangani hal tersebut, kata dia, perusahaan telah melakukan penutupan timbunan batu bara di gudang penyimpanan. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

F OKUS Mengkritisi Uji Kompetensi Guru ROGRAM sertifikasi guru merupakan amanat Undang-undang tentang Guru dan Dosen. Tujuannya, mendongkrak mutu dan derajat kesejahteraan guru. Namun, implementasi program sertifikasi ini masih menyisakan banyak masalah. Minimal ada satu pertanyaan yang pantas direnungkan kalangan guru, dicamkan asesor, juga komponen penanggung jawab dunia pendidikan lainnya: Apakah sertifikasi sungguh sudah dijalankan sesuai amanat undang-undang? Sebetulnya, profesi guru memikul tugas berat. Hanya saja selama ini cenderung dikesankan hanya sebagai pengajar di kelas. Padahal, guru sejatinya pun seorang pembimbing dan administratur kelas. Namun, fungsinya sebagai pengajar saja masih menyisakan masalah di lingkungan profesi guru. Sebagai pengajar, ada beberapa kompetensi yang harus bercermin dalam diri tiap guru. Guru harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan perilaku profesional dalam menjalankan tugasnya mengajar di kelas. Guru harus mampu membangun interaksi positif dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Kompetensi ini harus didukung sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Kenyataannya justru masih ada guru yang belum menjalankan tugas profesionalnya itu. Pengetahuan, keterampilan, dan perilaku profesional mereka ini masih jauh panggang dari api. Misalnya, guru di pelosok perdesaan yang terisolir. Pengetahuan, keterampilan, dan perilakunya ratarata tertinggal jauh guru di perkotaan. Akses informasi mereka masih terbatas, kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan tak seluas guru di perkotaan, juga perilaku profesional mereka belum sesuai harapan. Tetapi, kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan perilaku profesional guru juga tak jarang diberitakan muncul di lingkungan lembaga pendidikan di perkotaan. Padahal, guru di perkotaan jauh lebih mudah mengembangkan mutu profesionalitasnya, baik pengetahuan, keterampilan, maupun perilakunya. Akses dan fasilitas untuk mengembangkan mutu profesionalitas tugasnya jauh lebih baik. Ada tengara kurangnya mutu profesional sementara guru itu disebabkan derajat kesejahteraannya masih minim. Hal ini lebih khusus berkaitan dengan minimnya mutu pengetahuan dan keterampilannya. Akibatnya, mereka tidak dapat mengerjakan tugasnya secara utuh. Mereka terpaksa harus menjalankan pekerjaan lain di luar tugas utama sebagai guru untuk menafkahi keluarganya. Hal ini jelas menyita waktu sehari-harinya, sehingga kesempatan mereka membaca dan menulis amat sedikit. Guru di perkotaan yang sibuk mencari nafkah tambahan pun mungkin saja amat terbatas waktunya mengakses informasi melalui sarana teknologi canggih. Faktor mutu lulusan pendidikan keguruan juga bisa menyiasakan masalah. Ada sementara lembaga pendidikan keguruan yang asal mencetak lulusan. Mereka terkesan belum cukup dibekali etika yang mumpuni. Proses kuliah bisa jadi lebih menonjolkan kuantitas dibandingkan kualitas hasil. Apalagi semua perguruan tinggi, termasuk lembaga pendidikan keguruan dikejar-kejar target merekrut mahasiswa sebanyakbanyaknya akibat mengemukanya sentimen komersialisasi pendidikan. Program sertifikasi memang menjadi tawaran bagus untuk memperbaiki mutu dan kesejahteraan guru. Guru yang lolos uji sertifikasi atau akreditasi tentu akan memperoleh tunjangan profesi yang lumayan besar. Derajat kesejahteraan mereka tentu akan lebih baik dibandingkan tanpa bekal sertifikat profesi. Namun, apakah guru yang bersertifikasi itu otomatis bermutu kemampuan profesionalnya. Ini terutama jika dikaji lagi mutu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku moral profesionalnya. Di sini, uji kompetensi yang dilakukan kalangan asesor perlu mendapat sorotan kritis. Uji sertifikasi yang dikawal kalangan asesor jangan sampai dicemari kepentingan asal meluluskan guru di luar standar kompetensi yang diamanatkan aturan main. ***

P

Bang D

el

Polisi buru DPO kasus Bank Century

5

Akreditasi Setengah Hati ? DI saat seluruh program studi (prodi) bersemangat melakukan kegiatan akreditasi sebagai wujud persyaratan mutlak dalam meluluskan alumninya, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) justru mengakui mulai mengalami kesulitan dalam memproses akreditasi prodi yang mencapai angka ribuan di seluruh Indonesia. Kesulitan dikarenakan minimnya jumlah asesor dan tidak sinergisnya persoalan pendanaan dari pemerintah terkait kegiatan akreditasi. Pemerintah sudah sejak tahun lalu menegaskan, akreditasi menjadi persyaratan mutlak untuk mengeluarkan ijazah bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi. Keadaan seperti itu tentu saja menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Selama ini masyarakat hanya memahami, nilai akreditasi suatu prodi di perguruan tinggi (PT) penting. Predikat akreditasi secara langsung memperlihatkan kredibilitas suatu prodi dalam meluluskan peserta didiknya. Akreditasi prodi bahkan kini sudah menjadi syarat utama selain ijazah dan transkrip nilai mahasiswa ketika yang bersangkutan melamar suatu pekerjaan. Dengan kondisi seperti itu, masyarakat dan para lulusan PT hanya memiliki satu pemahaman bahwa akreditasi saat ini penting dan mutlak. Sedangkan bagi pengampu kepentingan di tingkat prodi, fakultas, hingga universitas, akreditasi tentu saja menjadi keharusan yang dilaksanakan dalam kurun waktu setidaknya lima tahun. Akreditasi menjadi cerminan evaluasi pengelolaan prodi, fakultas, dan universitas dalam hal manajerial institusi. Tidak mengherankan jika saat ini pengelola institusi tersebut sudah mulai serius mempersiapkan akreditasi untuk mencapai nilai optimal. Bahkan, tidak sedikit yang mempersiapkan akreditasi dua hingga setahun sebelum masa berlaku akreditasi usai. Hal ini tentunya untuk menghindari habis masa berlaku akreditasi yang nantinya justru merugikan peserta didik karena tidak menerima ijazah. Sayangnya, perhatian serius pengelola mulai dari tingkat prodi, fakultas, dan universitas sepertinya tidak direspons optimal. Pemerintah dan Dikti sebagai regulator pendidikan tinggi di Indonesia malah masih terkesan tidak serius. Pemerintah cenderung lebih menekankan pada persyaratan akreditasi yang harus dilalui sebuah prodi, semata-mata untuk embel-embel mengeluarkan ijazah. Padahal esensi penting dari akreditasi justru terletak pada kemampuan para pengelola di tingkat prodi, fakultas, dan universitas melakukan sinergi terhadap kegiatan tri dharma PT. Kemampuan staf pendidik dalam hal ini dosen, pengawai, dan mahasiswa sangat penting untuk dapat mewujudkan proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Masih ditambah dengan peran serta pihak-pihak ketiga dalam hal ini alumni, orangtua mahasiswa, dan lem-

Oleh : I Gusti Ngurah Parthama* Sayangnya, perhatian serius pengelola mulai dari tingkat prodi, fakultas, dan universitas sepertinya tidak direspons optimal. Pemerintah dan Dikti sebagai regulator pendidikan tinggi di Indonesia malah masih terkesan tidak serius. Pemerintah cenderung lebih menekankan pada persyaratan akreditasi yang harus dilalui sebuah prodi, semata-mata untuk embel-embel mengeluarkan ijazah. baga-lembaga terkait yang turut berperan dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi. Esensi Dasar Akreditasi Esensi dasar inilah yang acap dilupakan oleh pemerintah dan Dikti melalui BAN-PT. Akreditasi PT tidak semata-mata melaporkan kegiatan-kegiatan yang terlaksana selama lima tahun. Akreditasi juga tidak hanya mencatat kegiatankegiatan tri dharma PT yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa. Namun, lebih dari itu. Akreditasi memiliki peran penting dalam pengembangan dan pengoptimalan potensi yang dimiliki oleh suatu prodi. Dalam kurun lima tahun setidaknya suatu prodi harus mampu berubah. Tidak berjalan stagnan pada posisi yang sama seperti pada akreditasi sebelumnya. Dalam rentang lima tahun, suatu prodi paling tidak mampu meningkatkan peringkat akreditasinya, dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan tri dharma PT. Pengembanganpengembangan prodi tentunya akan berlangsung secara terusmenerus dan itu menjadi syarat utama. Pasalnya, tanpa pengembangan maka suatu prodi jelas akan ditinggal calon mahasiswa. Prodi tanpa pengembangan hanya akan berjalan di tempat dan tidak bergerak maju mengikuti kemajuan zaman. Optimalisasi prodi turut menentukan arah prodi bergerak. Dengan melihat kekuatan dan kesempatan yang ada maka suatu prodi dapat mencanangkan target dalam kurun

lima tahun ke depan. Mereka dapat menentukan apakah prodi telah memasuki persaingan di tingkat nasional, regional, maupun internasional dalam kegiatan-kegiatan tri dharma PT yang diikuti para dosen dan mahasiswanya. Parameter penilaian pun sesungguhnya sudah begitu jelas. BAN PT sebagai pelaksana kegiatan akreditasi nasional telah menggariskan sejumlah standar yang harus dicapai oleh prodi untuk memperoleh predikat tertentu. Standar-standar tersebut jelas disusun dengan tujuan tertentu seperti visi dan misi prodi hingga pada standar kerja sama dengan institusi lain. Dengan tujuh standar penilaian yang telah ditetapkan BAN PT, proses akreditasi sesungguhnya telah memiliki pedoman jelas. Pedoman tersebut akan mengarahkan suatu prodi pada pencapaian target tertentu. Dengan begitu, subjektivitas penilaian seperti pelaksanaan proses-proses akreditasi pada tahun-tahun sebelumnya jelas sudah tidak ada lagi. Penilaian lebih bersifat objektif dan konstruktif untuk turut serta membantu pengembangan potensi yang dimiliki suatu prodi. Hanya, sangat disayangkan apabila hal-hal yang sudah diatur sedemikian rupa itu harus berjalan timpang. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 92 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3.124 perguruan tinggi swasta (PTS). Jumlah yang fantastis untuk dapat menjadikan manusia-manusia Indonesia bersaing di level pendidikan tinggi. Apalagi jika dirinci, terdapat tidak

kurang dari 16.755 prodi di seluruh Indonesia. Bisa dibayangkan bagaimana BAN PT harus mengelola sumber daya manusia untuk dapat melakukan proses akreditasi. Dengan jumlah asesor minimal, ada banyak pekerjaan yang menanti mereka mengingat begitu tingginya antusiasme pengelola prodi untuk melaksanakan akreditasi. Apalagi saat akreditasi sudah dipatok sebagai persyaratan utama oleh pemerintah. Jelas tidak ada jalan bagi pengelola prodi, fakultas, dan universitas untuk mengelak dari kegiatan akreditasi. Pembenahan Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya pemerintah dan Dikti sebagai regulator pendidikan tinggi berbenah. Memang, saat ini pemerintah telah mensyaratkan akreditasi sebagai syarat utama dikeluarkannya ijazah seorang wisudawan. Namun, pertanyaan paling mendasar, sudahkah pemerintah dan Dikti mengupayakan bantuan untuk mewujudkan persyaratan mutlak tersebut? Semisal, dengan penambahan personel asesor yang menstabilkan rasio antara asesor dengan jumlah prodi yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga tidak ada kesan kurangnya asesor menyebabkan laporan akreditasi suatu prodi terkatung-katung berbulan-bulan. Begitu juga dengan pendanaan bagi kegiatan akreditasi. Proses akreditasi tentunya bukan hal mudah. Seorang asesor harus melakukan penilaian laporan dan kunjungan ke prodi yang hendak diakreditasi. Dengan wilayah Indonesia yang luas, dukungan pendanaan sangat penting bagi asesor untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal. Selain itu, perlu dipikirkan alternatif jalan keluar untuk kegiatan akreditasi saat ini. Lembaga setingkat prodi yang telah memiliki predikat terbaik hendaknya diberi peran dalam membantu pengembangan prodi lain yang masih belum optimal. Setidaknya para pengelola prodi yang telah mengantongi nilai maksimal dalam akreditasi mempunyai pengalaman dalam hal manajerial institusi dan pembuatan laporan akreditasi. Model pendampingan tentunya akan lebih efektif dan memudahkan suatu prodi untuk bisa meniru dan memodifikasi sukses yang telah diraih prodi-prodi lainnya. Dengan begitu, kegiatan akreditasi dapat berjalan secara sinergis antara pemerintah pusat dan pengelola pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. *Penulis, dosen dan mantan pelaksana tugas (plt.) Ketua Jurusan Sastra Inggris, Universitas Udayana

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

Sudah kabur baru dicari ...

SURAT A NDA Perilaku Pengendara Tak Disiplin MELIHAT prilaku para pengendara sepeda motor ataupun mobil pribadi dan angkutan umum semuanya rata-rata melakukan pelanggaran terhadap rambu-rambu yang berlaku. Bagaikan negeri yang tak memiliki peraturan Jakrta semakin tak beres menjalani pola kehidupannya. Pertanyaannya, apakah peraturan tersebut diberlakukan kalau pagi dan sore saja. Larangan jalur cepat bagi motor ini sering juga dilakukan razia, namun kelihatannya memang karena pengendara yang bandel, mereka nekat lagi memasuki jalur cepat. Sebab, meski razia dilakukan, sebentar hilang, tapi kemudian penyakit ini muncul lagi. Rupanya memang kesadaran dari bikers belum ada. Yang sering memprihatinkan, kecelakaan selalu menyalahkan kendaraan yang lebih besar. Mobil dengan motor, orang cenderung

mobil disalahkan. Motor dan sepeda, motor disalahkan dan seterusnya. Padahal tidak selamanya demikian. Kecelakaan banyak disebabkan oleh keteledoran kita sendiri. Saya juga melihat, pemindahan jalur yang tidak diimbangi dengan penertiban di sepanjang jalur lambat justru memindahkan kemacetan. Di beberapa titik seperti Pangkalan Asem (Suprapto) ojek-ojek yang mangkal seenaknya makin membuat jalur tambah macet. Begitu juga di Jalan Ahmad Yani yang akan berbelok ke Casablanca. Mikrolet dan metromini dengan seenaknya saja berhenti mencari penumpang. Kalau memang mau membaut Jakarta lancar jangan setengah-setengah menegakkan aturan. Kusnanto Rawasari, Jakarta

Ranjau Paku Masih Memakan korban RANJAU paku apakah sudah menjadi hal yang lumrah sehingga dari tahun ke tahun tak ada penanganan yang berarti. Kita seringkali melihat dan mendengar bagaimana para pengendara, terutama sepeda motor yang sering menjadi korban ranjau paku. Tetapi anehnya, tak juga bisa ditindak para pelakunya. Beberapa razia memang dilakukan, dan terbukti paku atau alat lain yag digunakan untuk menjebak korbannya dalam jumlah yang mencengangkan. Untuk satu ruas di Gatsu saja, konon, bisa dikumpulkan hingga tiga kiloan. Bisa dibayangkan betapa meratanya ranjau-ranjau itu bertebaran. Ada berbagai macam cara untuk melancarkan aksi menebar ranjau paku di jalan. Memang aparat sulit sekali menangkap para pelaku karena tidak punya bukti. Mereka han-

ya bisa ditanggap jika tertangkap tangan saja. Dan, bisa diduga penebar ranjau itu pasti ada kaitannya dengan para penambal ban pinggir jalan. Hampir bisa dipastikan, ketika pengendara terkena ranjau, takkan jauh dari sana akan ada penambal ban. Apakah ini tidak mencurigakan. Untuk mengatasi, menurut saya, tertibkan saja para penambal-penambal itu beroperasi. Perlakukan mereka layaknya pedagang kaki lima yang mengganggu ketertiban karena beroperasi di trotoar. Tanpa penambal pun rasanya pengendara justru lebih aman. Terbukti keberadaan mereka justru membuat kegelisahan. Jangan para penambal ban itu menjadi musuh masyarakat. Bayu Sanyata Margonda, Depok

Melestarikan Kekayaan Seni Budaya Kita INDONESIA adalah negara besar dengan keragaman budayanya. Maka, kewajiban bagi kita untuk memelihara itu jangan sampai direbut negara lain. Kita prihatin atas perlakuan negara tetangga yang sering mengakui karya seni budaya Indonesia sebagai seni dan budaya negeri mereka. Sekali lagi ini mencerminkan betapa berharganya budaya bangsa Indonesia, sampai-sampai negara lain berkeinginan menyertakannya dalam hasil budaya mereka. Sebuah tindakan yang memalukan, seperti tidak memiliki identitas sebagai sebuah negara. Kita patut marah. Tetapi harus juga introspeksi. Mengapa negara tetangga kita itu seringkali melakukan hal-hal tak etis dan berulang-ulang untuk sebuah karya anak bangsa. Ketidaktegasan barangkali yang membuat

mereka nekat melakukannya sampai kesekian kali. Kita semua tentu berandil dalam memelihara hasil budaya yang merupakan produk berkehidupan yang tercipta dari proses ratusan tahun lalu. Kalau tibatiba kemudian direbut tentu kita wajib mempertahankannya. Kita harus memiliki ketegasan dalam memelihara dan menjaga. Jangan sampai mereka kembali melakukan hal serupa tanpa rasa malu. Kalau mereka bisa nekat mencuri, mengapa kita tidak nekat untuk mempertahankan hasil karya kita sendiri. Pemerintah harus mengambil sikap tegas dan garis merah agar semua hasil budaya kita begitu saja dilarikan dari bumi Indonesia. Yusman Djafar Kebagusan, Pasar Minggu

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

fax ke (021) 53670771,

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Kuswandi, Petrus, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rina Ratna, Tangsel : Novi Revolusiana, Iklan : Emiliana, Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

6

Technical Delegate

Tegur Pelatih Jakarta PEKANBARU - Salah seorang pelatih dari tim cabang olahraga polo air DKI Jakarta ditegur Technical Delegate Venue Polo Air, Andreas Legawa, karena menggunakan alat pengeras suara untuk mengarahkan timnya saat bertanding melawan Jawa Barat, kemarin. “Terpaksa kami tegur, karena dia menggunakan pakaian seragam pelatih dan identitas sebagai pelatih,” kata Andreas setelah menegur pelatih tersebut. Pelatih tim polo air DKI Jakarta itu kemudian meng-

ganti bajunya dan melepas kartu identitas yang menggantung di lehernya. Namun pelatih tersebut tetap tidak berhenti mengarahkan timnya yang sedang berlaga di kolam renang dengan menggunakan alat pengeras suara. Sedangkan pelatih tim polo air Jawa Barat mengarahkan timnya tidak dengan alat pengeras suara. Sementara suara pelatih tim DKI Jakarta cukup besar. “Jangan disentuh, ganggu aja,” kata pelatih DKI Jakarta. Pengarahan yang dilakukan pelatih DKI Jakarta di-

lakukan pada babak pertama hingga kedua. Saat babak pertama skor sementara tim polo air Jawa Barat melawan DKI Jakarta 1-5, dan pada babak kedua skor sementara 3-10. Kemudian pada babak ketiga hingga keempat, pelatih tersebut mengarahkan timnya tidak dengan alat pengeras suara. Alat pengeras tersebut digunakan kembali oleh pendukung dari DKI Jakarta. Pada babak ketiga skor sementara 5-16, sedang babak keempat tim DKI Jakarta berhasil menaklukkan Jawa Barat dengan skor 5-23. (ant)

Suluh Indonesia/ant

EMAS LONCAT INDAH JAKARTA - Atlet loncat indah DKI Jakarta Linadini Yasmin dan Sari Ambarwati melakukan lompatan pada final nomor synchro menara putri PON XVIII di stadion Aquatik, Komplek Olahraga Rumbai, Riau, kemarin. DKI Jakarta berhasil meraih emas dengan total nilai 256, 65, Jatim Perak dan Sumsel perunggu.

Menanti Kemegahan

Upacara Pembukaan PON XVIII PEKANBARU - Stadion Utama Riau, sehari menjelang upacara pembukaan PON XVIII, memang belum sepenuhnya rapi. Di beberapa sudut kawasan, para pekerja terlihat masih memoles gerbang masuk, merapikan pelataran utama stadion di sekitar Tugu Lancang Kuning dan menuntaskan pekerjaan-pekerjaan finishing. Namun ketidaksempurnaan persiapan itu tampaknya tak bakal banyak mengurangi kemegahan upacara pembukaan PON 2012 pada Selasa (11/9) di salah satu stadion termegah di Indonesia itu. Upacara pembukaan bertajuk “Air dan Peradaban” itu diyakini akan menjadi upacara pembukaan pesta olahraga multicabang nasional yang termegah dalam sejarah PON, bahkan bisa disejajarkan dengan upacara pembukaan SEA Games di Palembang 2011 lalu. “Kami berlatih sangat keras demi pertunjukan upacara pembukaan yang spektakuler,” kata Ketua Tim Pengawas dan Pengarah Upacara KONI Pusat, Dasril Anwar, di Pekanbaru, kemarin. Senin petang, lebih dari 5.000 tim pendukung acara, mengikuti gladi bersih upacara pembukaan. Mereka menampilkan tarian kolosal, senam “Riau Bangkit”, atraksi marching band, dan zapin dalam kilatan tata cahaya dan kanvas elektrik yang megah. Teknologi tata cahaya berdaya 130 watt telah diuji coba pada gladi terakhir dan siap digunakan dalam upacara pembukaan PON XVIII/2012. Project Director Upacara Pembukaan dan Penutupan PON XVIII/2012 Riau Markus Kumesan menyatakan pihaknya melibatkan ahli tata cahaya dari Jerman dan Singapura untuk memastikan tata cahaya berfungsi baik. Keandalan tata cahaya itu, kata Markus, amat penting untuk mendukung kesempurnaan rangkaian pertunjukan upacara yang akan banyak mengeksplorasi khasanah budaya Melayu Riau serta tari-tarian dari berbagai daerah di Nusantara. Tata cahaya upacara pembu-

Suluh Indonesia/ant

TINJAU STADION - Kapolri Jenderal Timur Pradopo (kiri) dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono meninjau persiapan pembukaan PON XVIII di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, belum lama ini. Pengamanan upacara pembukaan PON XVIII pada 11 September bakal diperketat karena akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perwakilan dari negara tetangga.

kaan PON Riau juga menggunakan teknologi kanvas elektrik seperti digunakan pada upacara pembukanan SEA Games 2011 di Palembang. Melihat persiapan yang telah dilakukan, Markus yakin upacara pembukaan akan berlangsung meriah dan megah. “Kami hanya butuh polesan-polesan kecil saja, dan saya yakin secara teknis tak akan ada hambatan berarti,” katanya. Tradisi air yang tumbuh di empat sungai —Siak, Kampar, Indragiri, Rokan— yang membelah Riau menjadi nafas utama tari kolosal dengan koreografer Deddy Puja Indra. Dalam tarian itu lapangan utama Stadion akan dicipta menjadi gelombang-sungai yang saling berhempasan, laksana gelombang bono, gelombang legendaris yang biasanya hanya muncul di muara sungai Kampar. Lagu daerah Riau, Lancang Kuning juga juga bakal diperdengarkan dalam seremoni pembukaan PON VXIII. Sebanyak 500 siswa telah dipersiapkan Deddy untuk bisa menari bersama-sama dengan iringin-

gan lagu tersebut. Selain, khasanah Melayu Riau, harmoni nusantara juga akan dipertunjukkan dalam fragmen taritarian dari sejumlah daerah yang mewakili kebudayaan Indonesia yang begitu beragam. “Indonesia timur ada Pakarena dan Indonesia tengah akan diwakili oleh tari bali,” kata koreografer yang juga menggarap tarian pembukaan SEA Games 2011 itu. Deddy mengaku sudah puas dengan performa para penarinya. Dia optimistis bisa tampil sempurna pada pembukaan PON nanti. Dalam pagelaran itu nantinya akan menampilkan pahlawan Riau Tuanku Tambusai yang muncul dari gelombang empat sungai. Tambusai, yang oleh Kolonial Belanda dijuluki “Harimau Padri dari Rokan” itu, dijadikan sebagai salah satu ikon tarian kolosal, karena jasanya dalam melawan penjajah Belanda. Demi memberi kejutan pada penonton upacara pembukaan, panitia masih merahasiakan penyulut kaldron api PON yang akan menyala selama PON

berlangsung. “Sekarang masih dirahasiakan, kami baru akan mempublikasikan lima menit sebelum acara pembukaan,” kata Dasril. Sempat disebut-sebut Zamri Bachtiar, mantan atlet binagara Riau, yang akan menjadi penyulut kaldron itu. Namun kepastiannya masih belum diumumkan. Zarmi merupakan atlet yang masuk dalam 100 atlet legendaris Indonesia. Dia telah lima kali membela Indonesia di SEA Games, dan berhasil menyumbangkan medali Perak. Sebelumnya muncul pula nama Amrizal Amir, yang menjadi calon kuat untuk penyulut api PON, pada acara pembukaan PON XVIII pada Selasa itu. Dasril mengatakan sesaat setelah kaldron menyala, ratusan tembakan kembang api akan diluncurkan ke langit Pekanbaru. “Kami akan membuat langit Pekanbaru menjadi biru, kuning dan merah,” katanya. Pesta kembang api akan menjadi puncak acara pembukaan yang megah, bahkan lebih besar dari kembang api perayaan National Day Singapura. (ant)

DKI Jakarta Optimis

Raih Tiga Emas Bridge PEKANBARU - Kontingen DKI Jakarta optimistis mampu meraih tiga dari lima medali emas yang disediakan cabang bridge pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau karena diperkuat atlet-atlet terbaik. “Target kami pada PON kali ini tiga emas,” ujar pelatih kepala tim bridge DKI Jakarta WD Karamoy di Pekanbaru, kemarin. Medali emas pertama diharapkan datang dari nomor pasangan campuran Taufik Gautama Asbi-Lusje Olha Bojoh, Robert Parasian Tobing-Julita Grace Joice Tueje, dan pasangan Leslie Gontha-Conny Eufke Sumampouw. Sejauh ini Taufik-

Lusje terus memimpin perburuan medali. Hingga ronde ke-11 yang sudah memainkan 33 papan kemarin sore, pasangan suami istri yang juga peraih medali emas SEA Games 2011 itu berhasil mengumpulkan total 336 match point (MP) dan mengungguli 21 pasangan lain. Posisi kedua dan ketiga untuk sementara ditempati pasangan Bill Mondigir-Elvita Lasut dari Sulawesi Utara dengan perolehan 306 MP dan pasangan M Apin Nur-Riantini dari Jawa Barat dengan 303 MP. Pertandingan nomor pasangan campuran akan berlangsung hingga Selasa siang ini. Nomor yang diikuti 22 pasan-

gan dari 11 provinsi ini dilaksanakan 21 ronde yang secara keseluruhan memainkan 63 papan. Medali emas kedua diharapkan datang dari nomor pasangan putri, dimana DKI Jakarta menurunkan dua pasangan terbaiknya yakni Lusje Bojoh-Julita Tueje dan Conny Sumampouw-Irne Korengkeng. “Saingan terberat kami adalah pasangan Jateng Kristina Wahyu Murniati-Suci Amita Dewi,” tegasnya. Medali berikutnya diharapkan datang dari nomor beregu putri. Selain Lusje-Julita dan ConnyIrne, untuk nomor beregu putri DKI Jakarta juga mengandalkan pasangan Mardiah-Syarifah Nina T.

“Saingan kami di nomor ini juga Jateng yang akhir-akhir ini terus menunjukkan permainan yang semakin menanjak,” ujarnya. Ditanya soal peluang di nomor pasangan putra dan beregu putra, Karamoy menilai kekuatan semua provinsi relatif berimbang. Namun untuk nomor pasangan putra, DKI Jakarta yang menurunkan Taufik AsbiRobert Tobing, Franky KarwurJemmy Boyke Bojoh, dan Leslie Gontha-Memed Hendrawan lebih mewaspadai Sulawesi Utara yang diperkuat pebridge senior Henky Lasut dan Eddy Manoppo yang selalu difavoritkan keluar sebagai juara. (ant)

PICKUP POINT

Baca dan Dapatkan Harian Suluh Indonesia - Bisnis Jakarta Pada Lokasi Di Bawah Ini

HOTEL

TRANSJAKARTA -

Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor

1 2 3 4 5 6 7 8

: Kota – Blok M : Harmoni – Pulo Gadung : Kali Deres – Pasar Baru : Pulo Gadung – Dukuh Atas : Ancol – Kampung Melayu : Halimun – Ragunan : Kp. Melayu – Kp. Rambutan : Harmoni – Lebak Bulus

SPBU PERTAMINA -

SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU

34.115.10, Arteri Panjang 34.132.09, Rawamangun 34.106.05, Let.Jend. Soeprapto 34.135.05, Kramat Jati 34.138.06, Kampung Rambutan 34.131.02, Matraman 34.111.03, KS. Tubun 34.129.02, Gatot Subroto 31.129.03, HR. Rasuna Said 34.125.07, Cilandak KKO 34.154.15, Jl. RE Martadinata, Ciputat 34.164.02, Jl. Margonda Raya, Depok 34.124.10, Karang Tengah 34.165.12, Jl. Raya Limo, Depok 34.165.03, Cinere Raya 34.114.01, Jl. Raya Jelambar 34.113.01, Jl. Raya Jembatan Besi 34.144.03, Jl. Raya Pluit Selatan 34.144.01, Jl. Raya Pluit Selatan 34.124.07, Jl. Raya Terogong, Jak-Sel

RESTORAN & CAFE Hertz Chiken, HR. Rasuna Said Bumbu Desa, Jl. Suryo, Senopati The Bondies, Jl. Ampera Raya D’Cost Seafood, Jl. Kemang Raya Black Canyon Coffee, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Gatot Subroto Sari Ratu, Jl. Raya Barito Suryo Cafe & Steak, Jl. Warung Buncit Suryo Café & Steak, Pasar Raya Grande Gumati Café, Jl. Paledang Bogor De-leuid, Jl. Padjajaran Bogor Restoran Kawasan Puncak Bogor -

RUMAH SAKIT RS. PAD Gatot Subroto RS. Bhineka Bakti Husada RS. Islam Jakarta RS. Dharmais, Jakarta RS. Siloam Hospital Cikarang RS. Harapan Keluarga Cikarang RS. Hasana Medica Cikarang Hotel Ambara

-

Hotel Grand Mahakam Hotel Batavia Hotel Manhattan Hotel Paninsula Hotel Ibis Hotel Santika Hotel Kartika Chandra Hotel Crown Hotel Century Park Hotel Sultan Hotel Mulia Hotel Le Meridien Hotel Sahid Hotel Grand Hyatt Hotel Millennium Hotel Arya Duta Hotel Nikko Hotel Saripan Pacifik Hotel Papaho Bogor TRADE CENTER

-

Blok M Plaza Mall Cilandak Depok Town Square Cilandak Town Square Plaza Setia Budi Bogor Trade Mall Pusat Grosir Bogor Plaza Depok Mall Depok Pamulang Square OFFICE BUILDING

-

BCA RMK, Jl. Raya Kedoya Plaza Sudirman, Jl. Jend. Sudirman FIF Finance, Jl. Raya Kedoya FIF Finance, Jl. Padjajaran Bogor Bank Mandiri, Jl. H. Juanda Bogor Bank BTN, Jl. Pengadilan Bogor Bank BTN, Jl. Bojong Gede Kantor Telkom, Jl. Padjajaran Bogor Kimia Farma, Jl. H. Juanda Bogor Green Lake View, Ciputat Kantor Pos , Ciputat Plaza Telkom, Ciputat TEMPAT UMUM

-

Stasiun Kereta Api Bogor Pertokoan Tas Tajur, Bogor Taman Matahari, Bogor Taman Safari, Bogor


7

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

DIREKTORI SULUH INDONESIA - BISNIS JAKARTA BOGOR

Casablanca Sentul city Lt 126 Lb 53 Harga 675 Juta 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

Taman Yunani Sentul City Lt 214 Lb 102 Harga 1.075 Milyar 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

Casablanca Sentul city Lt 145 Lb 53 Harga 825 Juta 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

Equator Sentul city Lt 210 Lb 91 Harga 1.1 Milyar 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

Bukit Golf Hijau Sentul City Lt 266 Lb 312 Harga 2 Milyar 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

Taman Yunani Sentul City Lt 208 Lb 81 Harga 1.050 Milyar 0812 8478 6869 Pin BB. 22B47BB2

BOGOR JUAL RUMAH - 2 lantai - 4 kamar tidur + Ac 2 - 2 kamar mandi Luas tanah 190 M Luas Bangunan 250 M Listrik 2200 watt Line Tlp aktf SHM - AJB Garasi mobil 2 unit Garasi motor 1 unit HUB : 0818955214, 081383720020

KADIN BOGOR

BOGOR

KADIN BOGOR

KADIN BOGOR

JAKARTA DIJUAL TANAH Jl. Raya Kemang, Pabuaran, Cibinong Pinggir Jalan. Luas : 1398 m2 SHM : Rp. 475rb/m2 Hubungi :

Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua Lt. Semi Basement Blok C 022-023-031-032 Telp. (021) 6491352 Jln. Mangga Dua Raya Jakarta Utara Tanah Abang Bukit Blok E Lt. 2 Los C8 No. 1&12

0812 8036 0394 0857 1966 5075

Pertokoan Lindeteves Trade Center Lt. 2 Blok A2 No. 1F Jakarta Kota Telp. : (021) 62320048 Fax. (021) 62308659 Email : cvmtm.gasket@gmail.com

JAKARTA UJIAN PERSAMAAN/KONVERSI KELAS KARYAWAN DLL.

SUZUKI INDOMOBIL Promo cuci Gudang

Terima Pendaftaran Siswa Baru Program: Paket B/C, Akta-4 D3, S1.S2,S3

Unit Ready Stock

Jurusan : Ekonomi, Hukum, Teknik, Pendidikan, Fisip, Komputer, Pertanian, Peternakan, Psikologi, Kesehatan, Sekretaris, dll

Discont Up To 30Jt Proses Mudah & Cepat BELI MOBIL SUZUKI SEKARANG, SUDAH DAPAT CASH BACK

AGUS. W

Hub : 085255564971 SEPTEMBER CERIA DR SUZUKI ESTILO DP 12Jt’an SLASH DP 17Jt’an SWIFT DP 24Jt’an APV DP 15,7Jt’an PICK UP DP 12Jt’an Sx4 DP 26Jt’an ULTARA DP 37Jt’an (Nik 2011 A/T) Data Bisa Cepat & Dibantu More Info: 021 99955548 / 085691008775 Pin BB : 238EBECE RADIT

021.9482.1848 0856.9000.621 Pin BB. 29F2FABB

SUZUKI INDOMOBIL

SUZUKI INDOMOBIL

Promo cuci Gudang

SUZUKI PREMER CARD

Unit Ready Stock SPLASH CASH BACK 17JUTA ESTILO CASH BACK 25JUTA SWIFT CASH BACK 12JUTA PICK UP CASH BACK 4JUTA

Untuk Info Lebih Lanjut Hub: HENDRA 087875808026 Pin BB 25F1F4FC

Pasang Iklan

Pesan Sekarang Dapat Promo Poket Terjangkau & Diskon sampai dengan 25Jt Tdp 25Jt’an * Bisa Tuker Tambah

Hub: A.JAYADI Hp. 021-91362130 / 08158002742 Email: jaya2herdank@yahoo.com

Hub: RAMDANI Hp: 085781746590 Esia: (021) 97327501 Email: daihatsudepok@gmail.com

Lowongan, Otomotif, Properti & Peluang Emas Ukuran 2 x 50 mmk

BW Rp. 200.000 FC Rp. 300.000

Hub : 021-5357602

Pasang Iklan Baris

CEPAT LAKU Hanya

Rp. 50.000 (10 Baris - 10x Tayang) Hubungi

(0251) 8401018 (021) 5357602 G.21-Dir


Nasi nal

Suluh Indonesia, Selasa 11 September 2012

8

Dua Warga Denpasar

Tewas Minum Arak DENPASAR - Dua warga Kota Denpasar tewas yang diduga akibat minum arak secara berlebihan. Seorang korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Senin dini hari, sedangkan seorang lainnya tewas di lokasi kejadian di Jalan Tukad Bilok, Denpasar. Kepala Sub-Bagian Humas

RSUP Sanglah, dr Kadek Nariyantha mengaku, pihaknya masih melakukan pemeriksaan atas tewasnya dua warga tersebut. ‘’Saya belum mengetahui penyebabnya. Nanti dicek terlebih dahulu,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah dr Dudut Rustyadi mengatakan, jenazah korban masih dititipkan di kamar mayat. ‘’Kami be-

lum melakukan autopsi kepada jenazah korban karena masih menunggu persetujuan pihak keluarga,” ujarnya. Saat ini salah seorang korban yang lainnya masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit terbesar di Bali itu. Satu korban harus menjalani cuci darah akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. (kmb)

Ketua PDIP Jabar

Resmi Mengundurkan Diri BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudy Harsa Tanaya, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. ‘’Pada hari ini, tertanggal 10 September 2012, saya Haji Rudy Harsa Tanaya menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPD partai,” kata Rudy saat membacakan surat pengunduran dirinya, di Kantor DPD PDIP Jabar, Kota Bandung, kemarin. Ia mengatakan, pengunduran dirinya sebagai Ketua DPD

partai dilakukan demi kepentingan partai dan kemajuan partai. ‘’Seharusnya, jabatannya saya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar berakhir pada Februari 2015. Namun demi kepentingan dan kemajuan partai, saya menyatakan mundur dari jabatan saya,” kata dia. Dalam surat pengunduran dirinya tersebut, juga diutarakan alasan lain yang membuat Rudy mundur sebagai Ketua DPD PDIP Jabar, yakni berkurangnya kepercayaan dari pengurus DPP. ‘’Menyadari bahwa salah satu alasan

konsekuensi perjuangan adalah pengorbanan demi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi partai, maka karena alasan berkurangnya kepercayaan DPP PDIP maka saya mengundurkan diri sebagai Ketua DPD,” ujarnya. Dikatakannya, dengan pengunduran dirinya maka selanjutnya ia menyerahkan amanah segenap cabang partai di Jawa Barat serta mandat konferda PDI Perjuangan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. (ant)

Suluh Indonesia/ant

LIBATKAN PETUGAS BANDARA - Polresta Banda Aceh memperlihatkan empat tersangka bersama puluhan bal ganja kering saat gelar perkara di Banda Aceh, kemarin. Sebanyak 40 kg ganja kering yang akan diselundupkan ke Jakarta itu, berhasil diamankan polisi.

Kemilau Sumatera

Promosi Wisata dan Budaya Jambi SEKJEN (Plt) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara mengatakan, Provinsi Jambi sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan Kemilau Sumatera kali ini dapat mempromosikan potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki agar lebih dikenal masyarakat luas serta dapat menarik lebih banyak lagi kunjungan wisatawan di masa mendatang. ‘’Event Kemilau Sumatera yang dipadukan dengan Pekan Pesona Budaya Jambi 2012 menjadi pintu masuk untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif serta budaya Jambi agar lebih dikenal masyarakat luas sehingga mendorong kunjungan wisatawan ke sana,” kata Ukus Kuswara dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kemarin ten-

tang persiapan acara Kemilau digali dan dipromosikan sehSumatera dan Pekan Pesona ingga menarik wisatawan unBudaya Jambi 2012 yang akan tuk mengunjungi. ‘’Provinsi digelar di Kota Jambi selama Jambi menyimpan banyak potensi pariwisata lima hari dari dan budaya tanggal 11 seperti obyek hingga 16 OkTaman Bumi tober mendaMerangin dan tang. Situs Candi Hadir dalam Muaro Jambi acara tersebut bila selesai antara lain Gudikembangkan bernur Jambi nanti akan berHasan Basri kelas dunia,” Agus, Direkkata Ukus. tur Promosi Sementara Pariwisata itu Gubernur Dalam Negeri Hasan Basri M. Faried, KaAgus mengatasubdit PromoUkus Kuswara kan, meskipun si Wilayah Jambi memiliki Sumatera, Raseno Arya, Kadispar Didi potensi pariwisata yang besar Wurjanto, dan sejumlah pe- namun harus diakui tertinggal dibandingkan dengan provinjabat Pemprov Jambi. Ukus mengatakan, potensi si tetangga seperti Sumatera pariwisata Jambi perlu terus Barat , Riau, dan Sumatera Se-

BUNDA NORMA SERING DIDATANGI PEJABAT

Suluh Indonesia/ant

JEMBATAN DARURAT - Pengendara melintasi jembatan darurat di kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kemarin. Jembatan tersebut sebelumnya ambruk diterjang banjir bandang.

DPRD Bali Usul

SUDAH menjadi rahasia umum ilmu spiritual Dayak sangat manjur untuk masalah percintaan, juga bisnis. Salah satu tokoh yang menguasai kesaktian khas Dayak, adalah Bunda Norma yang mewarisi kemampuan sang ayah, suku Dayak Hulu S u n g a i Mahakam. Selain masalah percintaan, Bunda Norma s e r i n g didatangi orang penting yang ingin naik pangkat dan para pembisnis kelas atas. Untuk

Penggunaan Istilah Desa Adat DENPASAR - Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya mengusulkan penggunaan istilah desa adat untuk menggantikan istilah desa pakraman dalam upaya reinvestasi kekhususan budaya oleh pemerintah pusat kepada pemeritah daerah di Pulau Dewata itu. ‘’Sangat sulit jika membawa istilah desa pakraman ke pusat. Dan jika menggunakan istilah otonomi khusus, pusat sudah alergi,” katanya saat menemui perwakilan Forum Perjuangan Hak Bali (FPHB) di Denpasar, kemarin. Ketua FPHB Anak Agung Sudiana saat beraudiensi dengan pimpinan DPRD Bali itu mendesak pemerintah pusat merevisi Unddang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah

Tingkat I Bali, NTB, NTT. Mereka ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi, Wakil Ketua DPRD Ida Bagus Putu Sukarta, dan Ketua Komisi I DPRD Made Arjaya. Sekretaris FPHB Ngurah Karyadi menyampaikan maksud dari revisi UU itu agar masyarakat Pulau Dewata bisa mendapatkan kontribusi yang lebih untuk perlindungan budaya dari hasil pariwisata yang telah dihasilkan. ‘’Sungguh ironis di tengah hujan dolar dari industri pariwisata di Bali, namun masyarakat kita kian terpinggirkan dan banyak yang bertransmigrasi. Devisa yang dihasilkan Bali selama ini belum direinvestasi untuk perlindungan budaya. Memang sekarang masyarakat Bali masih

bisa menanggung, tetapi makin hari akan makin memberatkan padahal industri pariwisata sangat tergantung dari budaya,” katanya. Menurut Arjaya, mau tidak mau untuk memuluskan perjuangan revisi UU ke DPR dan pemerintah pusat, nomenklatur desa adat harus dikembalikan. ‘’Dalam UUD 1945, berbagai UU, Perpu, dan peraturan lainnya semua memakai istilah desa adat. Permasalahannya di Bali nomenklaturnya berbeda, karena menggunakan istilah desa pakraman, perjuangan ke pusat akan sulit jika bertahan memakai nama desa pakraman,” katanya. Terkait revisi UU, ia sepakat bahwa hal itu dimaksudkan bukan untuk mengubah “akta kelahiran Provinsi Bali. (kmb)

latan karena terkendala oleh instrastruktur jalan. ‘’Dalam dua tahun belakangan ini kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan peningkatan kapasitas bandara. Tahun ini jalan-jalan menuju obyek wisata mulai baik dan bandara Jambi sudah dapat diterbangi pesawat berbadan lebar sehingga sangat mendukung pengembangan pariwisata,” katanya. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus berharap dengan adanya kegiatan Kemilau Sumatera dan Pekan Pesona Budaya Jambi 2012 potensi pariwisata dan budaya Jambi akan lebih dikenal masyarakat luas dan mendorong minat wisatawan berkunjung ke Jambi. Kemilau Sumatera dan Pekan Pesona Budaya Jambi 2012 akan menampilkan sejumlah atraksi seni budaya dan ekonomi kreatif. (son)

Bunda Norma

yang satu ini Bunda Norma Menolak untuk menyebutkan nama orang-orang yang dimaksud. “Pernah datang seorang yang ternyata tokoh pejabat penting, mengutarakan maksudnya agar tembus proyek-nya. Tadinya Bunda tidak percaya didatangi orang sepenting ini. Dengan segenap daya cipta, Bunda memohon kepada Tuhan agar tercapai apa yang beliau inginkan Alhamdulillah, beberapa hari kemudian beliau menelpon dan memberitakan bahwa proyeknya tembus dan sukses besar,” kenang wanita keibuan yang membahasakan ‘Bunda’ kesemua orang yang ditemuinya. Bunda Norma juga dikenal sebagai “penjaga” konser-

konser artis band ternama, sehingga sering keliling Indonesia mendampingi tur konser.Bunda Norma juga siap memberikan Susuk Pemikat, dan Susuk Kharisma, untuk bisnis dan percintaan banyak sekali yang membuktikan: Pemuda bisa dapat pacar cantik, wanita 40 tahun dapat suami, dan seorang pria paruh baya yang ditinggal mati istrinya bisa dapat pasangan lagi. “Kesaktian Dayak ini adalah titipan Yang Maha Kuasa. Dan dengan kehendak-Nya, masalah karir, jabatan dan percintaan 99% pasti bisa tuntas. Sedangkan bagi yang terkena santet, bisa bebas hanya 5 menit,”unjarnya.(nm)

Alamat praktek: jalan Kodau gang Mushola RT.04 RW.13 No.54, Jati Makmur, Pondok Gede. Telpon 021-91584169, 081311326629


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook