Skip to main content

Edisi 06 November 2009 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 201 tahun III Jumat, 6 November 2009 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Ekspektasi Investor Positif

Perlu, Edukasi Pasar Modal

Siap Tingkatkan Kerja Sama

KASUS cicak versus buaya dalam jangka panjang justru akan berdampak baik terhadap perekonomian dalam negeri. Kasus ini bisa memberikan ekspektasi positif dari investor asing. Demikian...hal. 1

SAMPAI saat ini, masyarakat masih banyak yang belum memahami seluk beluk dipasar modal. Oleh karenanya, edukasi pasar modal sangat diperlukan bagi masyarakat. Pasar saham sesungguhnya dapat...hal. 2

INDONESIA dan Polandia siap meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk ekonomi, karena kerja sama yang sudah terjalin selama ini berjalan dengan baik, kata Ketua DPR Marzuki...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

SBY Minta Ganyang

Mafia Hukum JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan program utama 100 hari kabinetnya, dengan program utama adalah pemberantasan mafia hukum dengan tema GM atau Ganyang Mafia. ‘’Program utama yang pertama adalah pemberantasan mafia hukum,” tegas Presiden saat jumpa pers usai sidang kabinet di ruang sidang kabinet Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Menurut Kepala Negara, mafia hukum adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan merugikan pihak lain, seperti makelar kasus, suap menyuap, pemerasan, jual beli perkara, mengancam saksi, mengancam pihak-pihak lain, serta pungutan yang tidak semestinya. ‘’Mafia ini merusak keadilan dan kepastian hukum dan men-

imbulkan kerugian dan mendatangkan keuntungan yang tidak legal,” katanya. Mafia hukum, lanjutnya, bisa ada dimana saja seperti lembaga kepolisian, kejaksaan, pengadilan, KPK, departemendepartemen, pajak, Bea Cukai, daerah dan lain-lain. ‘’Ini akan kita jadikan prioritas 100 hari untuk membersihkan mafia hukum. Memang tidak semudah yang dibayangkan, tidak sekali tindakan langsung bersih. Tetapi apabila kita gebrak pasti mencapai hasil,” katanya. Presiden juga meminta kepada masyarakat yang sedang atau pernah menjadi korban mafia hukum untuk melaporkan kepada Presiden dengan mengirim surat melalui PO BOX 9949 Jakarta 10.000 dengan kode GM atau Ganyang Mafia.

‘’Tolong cantumkan identitas yang jelas, biar tidak ada fitnah, tetapi nanti akan dirahasiakan. Mari kita bikin sistem kita makin bersih. Bongkar dan berantas sehingga hukum akan tegak dan tidak perlu ada yang jadi korban,” katanya. Pemberantasan mafia hukum merupakan satu dari 15 program utama 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu II dari 45 program yang ditetapkan Presiden dan kabinetnya. ‘’Setelah kami diskusikan, kami tetapkan dalam 100 hari ada 45 program penting, program aksi pembangunan sektoral dan regional. Dari 45 itu kita tetapkan 15 di antaranya merupakan program pilihan, yang lebih mendesak untuk dilaksanakan dalam 100 hari,” kata Presiden Yudhoyono. (nas/son)

Ritonga Mundur, Susno Belum JAKARTA - Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, Wakil Jaksa Agung Ritonga telah mengajukan permohonan pengunduran diri dengan alasan tidak ingin membebani institusi. ‘’Kalau menjadi beban institusi, saya mengajukan pengunduran diri,” kata Hendarman mengutip pernyataan Ritonga di Kantor Presiden di Jakarta, kemarin. Ketika ditanya apakah setelah mengundurkan diri, yang bersangkutan akan diperiksa Hendarman mengatakan, bila Tim-8 akan melakukan pemanggilan, maka ia mempersilahkan namun dari pihak Kejakgung tidak akan memproses lebih lanjut karena yang bersangkutan sudah mengajukan permohonan pengunduran diri. Secara terpisah, Ritonga menyatakan, permohonan pengunduran diri dirinya sama sekali bukan karena ada tekanan dari pihak mana pun. ‘’Bahwa keputusan ini sudah saya rundingkan dan pikirkan dengan keluarga. Inilah yang terbaik dan tujuannya adalah untuk kebaikan institusi. Jadi tidak ada sama sekali desakan dari kalangan internal. Semoga Ke-

jaksaan tetap jaya,” katanya. Secara terpisah, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pengunduran diri Komjen Pol. Susno Duaji dari posisi Kabareskrim hanya dalam rangka verifikasi dari tim delapan. ‘’Pengunduran diri Pak Susno Duaji dalam rangka verifikasi tim delapan tidak untuk yang lain,” tegas Kapolri pada raker dengan Komisi III DPR di Jakarta, kemarin. Sebelumnya Kapolri memperkenalkan Komjen Susno Duaji tanpa menyebutkan jabatannya. ‘’Sebelah kanan saya ini Komjen Susno Duaji. Saya sengaja tak menyebutkan jabatannya,” kata Kapolri. Menurut Kapolri, pengunduran diri Susno Duaji hanya untuk memudahkan tim delapan dalam melakukan verifikasi. Namun, Kapolri tidak menjelaskan apakah setelah selesai verifikasi dari tim-8 Susno Duaji akan kembali sebagai Kabareskrim. Sementara Ketua T-8 Adnan Buyung Nasution menyatakan cukup puas dengan penonaktifan sementara Susno Duaji dari jabatan Kabareskrim Mabes Polri. (son)

T-8 Minta Jaminan Menko JAKARTA - Tim delapan (T8) mengadakan pertemuan dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto untuk meminta jaminan bahwa rekomendasi tim dapat dilaksanakan segera. Demikian diungkapkan salah satu anggota tim delapan Anies Baswedan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jakarta, kemarin. Tim delapan adalah tim independen verifikasi dan proses hukum atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. ‘’Pertemuan dengan Pak Menko pagi tadi, kita minta jaminan apakah rekomendasi bukan hanya dilaksanakan, tetapi segera,” ujarnya. Anies mengatakan Menko Polhukam memberikan jaminan

yang diinginkan oleh tim delapan bahwa rekomendasi mereka akan direspon secara cepat dan positif oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jaminan yang diberikan Djoko Suyanto itu, jelas Anies, akhirnya mengubah sikap beberapa anggota tim delapan yang sebelumnya berkeinginan mengundurkan diri karena merasa rekomendasi mereka tidak direspon oleh Presiden. ‘’Tadi pagi komitmen itu ada, makanya kita lanjutkan tugas ini,” ujarnya. Sebelumnya, beberapa anggota tim delapan yaitu Hikmahanto Juwana, Anies Baswedan, dan Todung Mulya Lubis melontarkan keinginan untuk mundur karena merasa respon mereka tentang penonaktifan Susno

Duaji dan tindakan tegas terhadap Anggodo Widjojo diabaikan oleh pemerintah. Padahal, menurut Anies, tim telah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan rekomendasi tersebut. Meski Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyatakan Susno Duaji telah mengajukan pengunduran diri, namun tim delapan masih meminta ketegasan dari Presiden tentang status nonaktif Susno. Sedangkan mengenai Anggodo, Anies mengakui, meski rasa keadilan masyarakat tercederai setelah pemutan rekaman itu, namun teknis hukum harus dipenuhi Mabes Polri untuk menahan Anggodo. (son)

Kapolri Pastikan Kasus Bibit-Chandra

Bisa Dipertanggungjawabkan JAKARTA - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, penanganan kasus pimpinan nonaktif KPK Bibit-Chandra akan dipertanggungjawabkan dunia akhirat, dan tidak ada rekayasa. ‘’Kami pertanggungjawabkan dunia akhirat, lahir batin tidak ada rekayasa. Kami pastikan tidak ada uang satu sen pun untuk kasus ini,” kata Kapolri saat raker dengan Komisi III DPR di Jakarta, kemarin. Menurut Kapolri, kasus ini bermula dari adanya kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan tersangka ketua nonaktif KPK Antasari Azhar. Dari kasus tersebut, kemudian muncul testimoni dari

Antasari Azhar pada 16 Mei 2009. Testimoni tersebut dilanjutkan dengan adanya laporan polisi (LP). Menurut Kapolri, berdasar LP dan testimoni tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyidikan. Kapolri menjelaskan dari penyidikan yang dilakukan diindikasikan adanya aliran dana sebesar Rp 17,2 milliar ke salah satu perusahaan yang ada hubungan emosional dengan pimpinan KPK. ‘’Kami juga mendapatkan ada aliran dana Rp 6 milliar. Atas kesaksian Ary Muladi dan kami punya buktibukti alirannya,” kata Kapolri. Kapolri menjelaskan, selama ini Ary Muladi mengaku tidak kenal dengan pimpinan KPK,

padahal polisi punya bukti Ary Muladi enam kali datang ke KPK. ‘’Saudara Edi Soemarsono berkali-kali datang ke KPK, bahkan jika datang melalui pintu khusus,” katanya. Atas semua itu, kata Kapolri, penyidik memiliki bukti-buktinya. ‘’Dalam kasus ini kami memeriksa 22 saksi, tiga saksi ahli jadi sudah terpenuhi semua persyaratan,” kata Kapolri. Kapolri juga menjelaskan saat pemeriksaan dan penggeledahan polisi tidak mau melakukannya dengan gaduh. ‘’29 Oktober kami lakukan penahanan karena dinamika yang begitu keras bukan karena dibayar. Ini bisa dibuktikan,” tegas Kapolri. (son)

Suluh Indonesia/ant

MUNDUR - Abdul Hakim Ritonga menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Jaksa Agung demi nama baik institusi Kejaksaan Agung di Jakarta, kemarin.


K ta

Suluh Indonesia, Jumat 6 November 2009

2

Terdakwa Paksa Pemprov

Beli Mobil Damkar

Suluh Indonesia/ade

ANGGODO - Anggodo Widjojo (kiri) adik kandung Komisaris PT Masaro, Anggoro Widjojo, dimintai keterangan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin oleh Adnan Buyung Nasution di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta Pusat, kemarin. Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum atau TPF kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dua pimpinan KPK (nonaktif), kepada Anggodo Widjojo, tokoh sentral dan dominan dalam rekaman percakapan dugaan persekongkolan untuk mengkriminalisasi KPK.

Ketut Pasrah Bila Dihukum JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan menindaklanjuti semua rekomendasi yang dikemukakan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) atau Tim Delapan yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Apapun temuan dan rekomendasi TPF, LPSK akan menindaklanjutinya,” kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai di Jakarta, kemarin. Abdul Haris memaparkan, pihaknya akan menunggu hasil kerja Tim Delapan dan mempersilahkan tim tersebut untuk mendengarkan keterangan I Ktut Sudiharsa apabila diperlukan. Ia mengemukakan telah mendapat kabar bahwa Tim Delapan akan melakukan klarifikasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam rekaman dugaan rekayasa kasus yang menjerat dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. “Kami mendapatkan informasi bahwa semua pihak akan dimintakan keterangannya,” katanya. Untuk itu, LPSK mempersilahkan bila Tim Delapan men-

gundang Ktut yang merupakan salah satu pihak yang ditelepon oleh pengusaha Anggodo Widjojo, yang merupakan tokoh sentral dalam rekaman. Abdul Haris juga mengatakan, Ktut telah menyatakan kesiapannya untuk menghadapi berbagai proses hukum yang kemungkinan akan dihadapi oleh Wakil Ketua LPSK itu. Selanjutnya, ujar dia, pemberian informasi kepada publik atau pihak pers yang menyangkut LPSK akan menjadi kewenangan dari Ketua LPSK. Rekaman yang diduga rekayasa tersebut telah diperdengarkan dan dibuka kepada publik dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Mahkamah Konstitusi, Selasa (3/11). Dalam rekaman tersebut, diketahui bahwa Anggodo, menelepon beberapa orang dan diantaranya diduga adalah Wakil Ketua LPSK I Ktut Sudiharsa. (nas/ant)

Mabes Polri Upayakan

Rekaman Jadi Alat Bukti JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) buka kesempatan untuk bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar transkrip dan rekaman berisi percakapan pengusaha Anggodo Widjojo dengan sejumlah penegak hukum menjadi alat bukti. “Kami upayakan rekaman itu menjadi alat bukti, apakah prosedurnya harus bekerja sama dengan KPK atau melalui penyitaan, itu masih dibahas,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol. Nanan Soekarna di Jakarta Selatan, kemarin. Nanan mengatakan Polri akan membuka kerja sama dengan KPK karena barang bukti rekaman percakapan Anggodo ada di KPK dan sebagai bentuk langkah penyelidikan untuk mengungkap kasus percakapan Anggodo. Mantan Kepala Polda Sumatera Utara itu menyatakan bagaimana caranya yang penting rekaman percakapan Anggodo menjadi barang bukti atau petunjuk untuk memperkarakan adik koruptor Anggoro Widjojo itu. Nanan juga mengungkapkan pihaknya membuka kesempatan kepada para pakar hukum yang memiliki pendapat atau pemikiran lain untuk memberikan masukan terkait rekaman untuk menjerat unsur pasal pidana terhadap Anggodo. “Seandainya dari pakar hukum ada punya pemikiran silahkan masukan ke Mabes Polri,” ujarn-

ya seraya menambahkan Mabes Polri menerima masukan dari pakar hukum karena ingin transparan dalam mengungkap perkara Anggodo. Namun demikian, Nanan mensyaratkan pakar yang memberikan masukan untuk menjerat Anggodo, harus miliki latar belakang sebagai pakar hukum pidana. Jenderal bintang dua itu, menegaskan meski Mabes Polri memiliki pakar hukum, namun pihaknya menerima pendapat dari masyarakat untuk memperkarakan oknum yang terlibat pada rekaman percakapan Anggodo. Hingga saat ini, polisi belum bisa menetapkan tersangka terhadap Anggodo terkait rekaman percakapannya yang diduga untuk merekayasa perkara pimpinan KPK nonaktif, Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto, karena belum menemukan alat bukti yang kuat. Nanan menjelaskan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ada lima alat bukti untuk melengkapi sangkaan, yakni keterangan tersangka, saksi, ahli, surat atau dokumen, serta petunjuk. Penyidik fokus pada enam hal sangkaan yang bisa disangkakan kepada Anggodo, yaitu pencemaran nama baik, penghinaan, upaya percobaan penyuapan dan penyuapannya, tuduhan fitnah, serta ancaman terhadap seseorang. (ant)

JAKARTA - Modus dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran yang dilakukan rekanan Depdagri, Hengky Samuel Daud kepada sejumlah pemerintah daerah (Pemda) adalah dengan cara memaksa. Hal itu terungkap lagi saat mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Mardiyanto bersaksi pada sidang pekara tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin. Dalam sidang yang diketuai majelis hakim Maryana dengan terdakwa Hengky Samue Daud ini, saksi Mardiyanto mengungkapkan, Hengky telah membawa mobil pemadam kebakaran tersebut ke Pemprov Jateng. Padahal, kontrak pembelian belum dibuat dan penawaran belum disetujui. “Tahu-tahu tiga mobil pemadam kebakaran sudah terparkir di halaman kantor gubernur, sebelum kontrak ditandatangani,” kata Mardiyanto. Mantan Mendagri itu juga mengaku, saat itu sempat meminta Hengky untuk memindahkan ketiga mobil pemadam tersebut. Tetapi Hengky tidak melakukannya. Akhirnya, Mardiyanto menyatakan, memerintahkan kepada petugas Satpol PP untuk memindahkannya dari halaman Kantor Gubernur Jateng tersebut. Kepada majelis hakim, Mardiyanto sempat menyatakan kegera-

mannya atas perilaku Hengky yang terlalu agresif dalam menyodorkan mobil damkar yang diperdagangkannya itu. Namun, kader PDIP tersebut mangaku tetap membeli tiga unit mobil pemadam kebakaran itu. Alasannya, untuk memenuhi kebutuhan armada damkar bagi Pemkot Semarang, Pemkab Sragen dan Rembang. Nilainya sekira Rp 2,8 miliar. Hal ini didasarkan kajian tim panitia pengadaan yang menilai layak perusahaan terdakwa itu dalam pengadaan mobil damkar ini. Mardiyanto juga mengakui jika proses pengadaan mobil pemadam kebakaran dilakukan melalui penunjukkan langsung. “Itu dengan penunjukkan langsung, karena ini adalah alat khusus. Pengadaan itu juga berdasarkan surat radiogram yang ditandatangani Dirjen Otonomi Daerah saat itu, Oentarto Sindung Mawardi,” ujar dia. Namun, Mardiyanto mengaku, tidak tahu merek dan spesifikasi yang dicantumkan dalam radiogram tersebut. Senada dengan Mardiyanto, penunjukan langsung itu juga dibenarkan Panitia Pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran di Pemprov Jateng saat itu, Bambang Sri Rejeki. “Dasarnya radiogram yang sudah dikaji di tingkat atasan dan ada penunjukkan langsung,” ujar Bambang. (nas)

Kriminalisasi Bibit-Chandra

Berawal dari Kasus Bank Century JAKARTA - Kasus dugaan korupsi PT Bank Century Tbk diduga kuat terkait dengan rekayasa perkara terhadap dua pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Muna Hamzah. Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Anies Baswedan kepada wartawan di gedung Wantimpres, Jakarta, kemarin. Menurut Anies, tim tersebut membicarakan cukup panjang kasus Bank Century, ketika meminta keterangan dari Bibit dan Chandra bersama tim penasihat hukumnya. Pertemuan itu berlangsung sekitar 2 jam. “Kasus ini berkaitan erat dengan perkara Bibit dan Chandra. Tetapi, belum ada langkah-lang-

kah khusus, melainkan baru pendalaman saja,” ujarnya. Anies mngungkapkan, seorang anggota TPF mempertanyakan kebenaran KPK pernah melakukan penyadapan terhadap petinggi kepolisian. KPK mengakuinya saat melakukan penyadapan, kemudian ada satu nomor yang tersadap. “Kami mempertanyakan, apakah benar ada penyadapan dan bagaimana prosesnya. Jawabannya, ada dan menyadap satu hal yang kemudian tersadap satu hal,” ujar Anies lagi. KPK diketahui melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait dengan Bank Century yang kini berganti nama PT Bank Mutiara sejak Agustus 2008. Kala itu

diketahui dugaan aliran dana dari pengusaha Budi Sampoerna kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol. Susno Duadji. Susno diduga menerima ‘uang kompensasi’ dari Budi Sampoerna, karena sebelumnya memberikan surat penjaminan kepada Bank Century mengenai dana deposan itu. Bank Century pada tahun lalu mengalami gagal kliring, sehingga disuntik pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 6,7 triliun. Penyuntikan dana itu sebanyak empat kali itu dipersoalkan, sebab sebelumnya direncanakan hanya berjumlah Rp 600 miliar. Tetapi untuk kasus ini, KPK menyatakan masih menunggu

hasil audit investigatif BPK. Terkait dengan dugaan keterlibatan rekayasa kasus, TPF menginginkan Susno Duadji berhenti penuh dari jabatannya menyusul dugaan keterlibatan petinggi kepolisian dan kejaksaan itu dalam kasus dugaan rekayasa. Ketua TPF Adnan Buyung Nasution mengatakan, pengunduran diri Susno masih diliputi ketidakjelasan. Menurut dia, apakah dia hanya nonaktif ketika pemeriksaan berlangsung atau hanya sampai bukti lengkap di pengadilan (P21) dalam kasus Bibit dan Chandra. “Apakah dinonaktifkan hanya sampai pemeriksaan saja atau hanya sam-

pai P21. Kalau mau mundur ya harus mundur penuh, tidak setengah-setengah,” ujar dia. TPF juga telah meminta keterangan dari Anggodo Widjojo, pengusaha yang diduga mengatur rekayasa dengan para aparat hukum terhadap Bibit-Chandra. Anggodo merupakan Direktur PT Masaro Radiokom dan adik dari buronan KPK, Anggoro Widjojo. Dalam kesempatan itu, Anggodo meminta dilindungi TPF dalam rangka pemeriksaan terhadap dirinya yang berstatus sebagai saksi. Pengusaha itu mengatakan siap diperiksa kapan pun untuk mengklarifikasi dugaan rekayasa terhadap kasus terhadap dirinya. (nas)

Tjahjo Akui Arahkan Pilih Miranda JAKARTA - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo mengaku mengarahkan anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi IX DPR RI untuk memilih Miranda S.Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004. “Keputusan milih Miranda itu hak saya sebagai Ketua Fraksi,” kata Tjahyo Kumolo setelah diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, kemarin. Tjahyo diperiksa oleh tim penyidik KPK sebagai saksi dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004. Kepada wartawan Tjahyo mengaku meminta semua anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi IX DPR RI untuk memilih Miranda. “Kalau bisa jangan sampai voting. Saya bilang gitu,” kata Tjahyo. Menurut Tjahyo, mekanis-

me seperti itu sudah lumrah dilakukan. Hal yang sama juga dilakukan saat pemilihan pimpinan lembaga-lembaga negara lain seperti Polri dan KPK. Tjahyo beralasan, Fraksi PDI Perjuangan memutuskan memilih Miranda karena menganggap Miranda adalah calon terbaik dari para calon Deputi Gubernur Senior BI yang ada saat itu. “Arahan itu tanggung jawab saya,” kata Tjahyo menegaskan. Meski mengaku mengarahkan pemilihan, dia membantah mengetahui suap dibalik pemilihan tersebut. “Soal ada isu uang, itu bukan kewenangan saya,” katanya. Dia bahkan tidak tahu tentang pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang dihadiri oleh sejumlah politisi PDI Perjuangan dan Miranda Goeltom. “Saya tidak pernah ikut, saya tidak pernah tahu,”

katanya menambahkan. Sebelumnya, mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan, Agus Condro membenarkan ada pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang dihadiri oleh sejumlah politisi PDI Perjuangan dan Miranda Goeltom. KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah Dudhie Makmun Murod, Endin A.J. Soefihara, dan Hamka Yandhu yang pada saat kejadian ketiganya menjabat sebagai anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI. Selain itu, mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Udju Djuhaeri juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus itu, KPK juga telah memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR, antara lain Nurdin Halid, MS. Hidayat, Achmad Hafiz Zawawi,

Tjahyo Kumolo

TM. Nurlif, Baharuddin Aritonang, dan Daniel Tanjung. Sebelumnya, tersangka kasus tersebut, Dudhie Makmun Murod, membantah keterlibatan petinggi PDI Perjuangan, Tjahyo Kumolo dan Emir Moeis, dalam kasus dugaan aliran cek dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indone-

sia pada 2004. “Tidak benar Tjahyo Kumolo dan Emir Moeis memberi perintah kepada saya,” kata politisi PDI Perjuangan itu setelah menjalani pemeriksaan di KPK. Dudhie tidak menjelaskan penyataannya secara rinci. Dia juga menolak menjawab berbagai pertanyaan wartawan terkait kasus itu. (ant)

DKI Buat Daerah Percontohan Pencegahan Kebakaran BANYAKNYA kebakaran di Jakarta, belakangan ini, membuat Gubernur DKI Fauzi Bowo meminta Dinas Pemadam Kebakaran menginventarisasi penyebab kebakaran secara lebih rinci dan menentukan sejumlah daerah sebagai percontohan pencegahan kebakaran. “Bukan hanya disebabkan arus pendek, tapi arus pendeknya seperti apa yang jadi penyebabnya, apakah karena kabelnya tidak standar, instalasinya tidak benar karena tidak sesuai dengan gambar yang diijinkan dari PLN,” kata Gubernur seusai melakukan rapat dengan Dinas Pemadam Kebakaran di Balaikota Jakarta, kemarin. Lebih lanjut, Gubernur meminta agar Dinas Damkar menentukan beberapa titik yang paling rawan kebakaran dan memelihara titik-titik tersebut dengan optimal sebagai proyek percontohan pencegahan ke-

bakaran. “Ini akan kita lakukan dalam dua atau tiga tahun ke depan,” katanya. Selama 2009, hingga 4 November, terjadi sebanyak 736 kebakaran yang menimbulkan kerugian hingga Rp244 miliar dan 39 orang tewas. Rinciannya, sebanyak 198 kebakaran terjadi di Jakarta Barat, 182 kebakaran di Jakarta Selatan, 143 kebakaran di Jakarta Timur, 100 kebakaran di Jakarta Pusat, dan 113 kebakaran di Jakarta Utara. Sebanyak 55 kelurahan merupakan daerah rawan kebakaran yakni 10 kelurahan di Jakarta Utara, 12 kelurahan di

Jakarta Barat, 13 kelurahan di Jakarta Selatan 11 kelurahan di Jakarta Timur dan 9 kelurahan di Jakarta Pusat. Selain banyaknya daerah yang masih berstatus rawan kebakaran, Dinas Damkar DKI juga terkendala kurangnya personil dan peralatan yang tidak mendukung. Fauzi mengakui masih adanya kekurangan tersebut dan mengatakan bahwa personil merupakan faktor utama yang akan dipecahkan. Tidak hanya dengan menambah personil lewat rekrutmen PNS dan kerjasama dengan instansi lain untuk membantu, namun juga mempertimbangkan alternatif seperti “outsourcing”. “Tapi ‘outsourcing’ seperti apa, harus dipikirkan. Tentu tidak sama dengan di Dinas Kebersihan. Harus memiliki kemampuan,” kata Gubernur.

Kepala Dinas Damkar DKI Paimin Napitupulu mengatakan, jumlah personil Dinas Damkar saat ini sebanyak 3.200

orang dan idealnya masih membutuhkan sekitar 3.000 personil lagi. “Tahun 2014 personil kami akan habis.” (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Jumat 6 November 2009

Kejaksaan-Polri Gagal JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Yasseir Thohari (Fraksi Partai Golkar), di Jakarta, Kamis, menyatakan Kejaksaan dan Kepolisian terbukti gagal melakukan reformasi internal. “Atau bahkan tidak melakukan reformasi sama sekali,” katanya kepada ANTARA, mengomentari pengungkapan rekaman ‘kasus kriminalisasi KPK’ di Sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/11) lalu. “Pengungkapan rekaman di MK kemarin ibarat puncak dari ‘gunung es’, memperlihatkan dengan sangat telanjang, bahwa Kejaksaan dan Kepolisian sama sekali tidak

berubah,” katanya. Hajriyanto Thohari menilai percaloan dan makelar hukum masih luar biasa bercokol di kedua penegak hukum di Indonesia. “Bahkan masih ada ‘mafioso’ yang begitu kuat dan berpengaruh yang bisa mengatur-atur hukum di negeri ini,” katanya. Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya selama ini merasakan hal itu, dan baru kemarin MK berhasil membuka fakta kebobrokan hukum di kedua lembaga penegak hukum tersebut berkat ‘adanya’ kasus Bibit-Chandra. “Bayangkan jika tidak ada kasus ‘Bibit-Chandra’. Dan, untung

saja harapan masyarakat sangat tinggi kepada KPK, sehingga sebagai ikon pemberantasan korupsi, komisi ini mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat. Alhamdulillah, kasus ‘kriminalisasi’ yang penuh rekayasa atas pimpinan nonaktif KPK Bibit-Chandra justru bisa menguak kebobrokan aparat penegak hukum kita,” ujarnya. Saat ini, katanya, sesungguhnya sudah sangat terlambat reformasi total harus segera dilakukan. “Tetapi, berapa pun mahal harganya dan siapa pun korbannya, Kejaksaan Agung dan Kepolisian mutlak harus direformasi hari ini. ‘Right

now’. Ini tidak bisa ditawar,” katanya Ia mengingatkan Kepolisian mestinya meniru dan mengikuti keberhasilan TNI dalam melakukan reformasi. “Bahkan bisnis TNI pun sebentar lagi akan selesai dengan tuntas. Polisi harus belajar pada TNI bagaimana melakukan reformasi. Sungguh sangat mengecewakan, dan menggemaskan, ternyata kedua lembaga penegak hukum kita itu (Kepolisian dan Kejaksaan) tidak juga berubah. Betul- betul memalukan,” kata Hajriyanto Thohari, mantan anggota Komisi I DPR RI ini. (ant)

Ketut, Putra Mataram yang Terkena Bola Liar

I Ketut Sudiharsa

Rekaman dugaan rekayasa kriminalisasi terhadap dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah bagai bola api yang liar. Menabrak sana-sini dan melibas tanpa pandang bulu. Termasuk Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa. Siapa sejatinya dia ini? Tidak ada yang istimewa dengan perawakannya yang sedang itu. Pembawaannya pun cukup bersahaja. Selalu senyum dengan orang yang ditemuinya. Tidak ada yang menyangka bahwa dia adalah perwira menengah polisi dengan menyandang pangkat Komisaris Besar (Kombes). Begitulah keseharian dari Wakil Ketua LPSK I Ketut Sudiharsa ini. Namun, yang membuat dirinya menjadi spesial, ketika rekaman dugaan kriminalisasi Bibit-Chandra diputar di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (3/11) lalu. Nama dan suaranya muncul. Bahkan, sempat berbincang beberapa kali dengan Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo yang merupakan tersangka sekaligus buronan KPK terkait kasus dugaan suap pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan (Dephut). Laki-laki berkepala plontos dan berkacamata yang memiliki nama kental berbau Bali itu, ternyata lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 20 November 1956. Masa kecilnya lebih banyak dihabskan di kota kelahirannya itu. Ia baru masuk ke Pulau Jawa, saat menempuh kuliah di Fakultas Hukum Uni-

versitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta dan lulus sebagai sarjana hukum pada 1982. Setelah menempuh sarjana strata satu (S1), ia langsung mendaftarkan diri sebagai perwira muda kepolisian. Selanjutnya, sejumlah pendidikan informal ditempuhnya di institusi penegak hukum tersebut. Di antaranya Pendidikan Kejuruan Reserse (Dikjur Serse) pada 1984. berikutnya, Diktutor Keterampilan Manajemen Selapa (1992), Pelatihan Metodelogi Penelitian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1993 dan Anti Money Laundering/Combating The Financing of Terorism Training Program di Yogyakarta (2005). Di tahun yang sama, ia lulus dari program sarjana strara dua (S2) jurusan kriminologi Universitas Indonesia (UI). Ketut juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan International Anti-money Laundering/Counter-Financing of Terorism Class in FDIC Washington DC USA (2005) dan Studi Banding Pelaksanaan AML di London, Inggris (2007). Sejalan dengan pendidikannya, karirnya juga berjalan cemerlang. Selain itu, sejumlah posisi penting juga pernah diraihnya. Antara lain Pasops

Koserse Polri (1984), Panit Sat Idik Udpal Ditserse Polri (1996), Kasie Anpera Subdis Rapkum Diskum Polri (1993), Pjs Sesdiskum Polda Metro Jaya (1998), Kasubbid Pidana Banhatkum Divbinkum Polri (2000), Pengacara Utama Banhatkum Divbinkum Polri (2004), Analis Senior Direktorat Analis Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) (2005) dan Direktur Hukum dan Regulasi PPATK (2006). Selanjutnya, pada 2008, Ketut menempati kursi sebagai orang nomor dua di LPSK hingga sekarang. Ayah dari Nayaka Baswata, Nayanda Haberti dan Narayana Maydian ini, sehari-hari juga masih disibukan sebagai staf pengajar di Fakultas Hukum (FH) Universitas Bhayangkara (Ubhara) Jaya, Jakarta. Selain itu, juga menjadi instruktur di Pusdik Serse, Selapa dan Sespim Polri. Ketut pun masih aktif sebagai pembicara dan moderator dalam beberapa kegiatan seminar dan lokakarya bertajuk hukum. Ternyata, saat bertugas di PPATK inilah Ketut Sudiharsa kenal dengan Susno Duadji. Di lembaga itu, suami dari AKBP Sri Laksmi Damayanti itu, dekat dengan Susno Duadji yang ketika itu menjabat Wakil Kepala PPATK. Dari sini, karir Susno menanjak dan diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat. Selanjutnya, Susno naik menempati posisi Trunojoyo 3 atau untuk menyebut jabatan Kabareskrim Polri. Sebutan Trunojoyo, karena Mabes Polri itu berada di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hubungan dekat yang pernah terjalin dengan Susno Duadji ini, akhirnya membawa Ketut Sudiharsa terseret dalam rekaman hasil penyadapan yang dilakukan KPK itu. Terdengar jelas sekali, Ketut begitu akrab dengan Anggodo. Bahkan, ia bersedia memenuhi permintaan Anggodo untuk memberikan perlindungan saksi bagi Anggoro Widjojo yang menjadi buronan KPK itu. Anehnya, dalam rekaman tersebut, Ketut meminta percakapan disudahi, karena khawatir perbincangan tersebut sedang disadap KPK. Nasib Ketut, kini di ujung

tanduk dan tinggal menghitung hari. Pasalnya, hasil rapat pleno LPSK yang dipimpin Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai di kantor LPSK, Jakarta, Kamis (5/11) kemarin, mempersilakan TPF kasus Bibit dan Chandra untuk memeriksa Ketut Sudiharsa. “Silakan TPF mengundang untuk mendengarkan Ketut, agar permasalahan menjadi jelas. Apa pun rekomendasi dari TPF, kami akan menindaklanjutinya,” kata dia. Menurut Abdul Haris, pihaknya sendiri sudah meminta Ketut menyusun klarifikasi secara tertulis untuk keperluan selanjutnya, guna menyikapi penyiaran pembicaraannya dengan Anggodo. LPSK akan menunggu hasil Tim yang saat ini sedang menyusun datadata kasus Bibit dan Chandra. “Klarifikasi tersebut adalah keputusan sidang pleno pimpinan LPSK. Ketut sendiri siap di proses secara hukum, kalau memang terbukti terlibat dan bersalah,” tandasnya. nasrudin.jkt@balipost.com

3

Kasus KPK vs Polri

Presiden Diminta Ambil Alih JAKARTA - Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Kamis, mendesak Presiden RI segera mengambil alih permasalahan setelah detil rekaman ‘kriminalisasi KPK’ dibuka melalui Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) Selasa (3/11) lalu. “Dengan detil rekaman yang ada, walaupun Presiden RI sudah membentuk TPF, maka apa pun ini jelas sudah menyangkut sistem penegakan hukum yang secara opini dan sistemik sudah hancur,”

ujarnya kemarin. Karena itu, lanjutnya, melalui hak konstitusionalnya, Presiden SBY harus cepat mengambil alih permasalahan ini. “Sebab, hal ini sudah menyangkut ‘wajah negara’ RI di mata dunia internasional, khususnya sistem hukum kita dan membahayakan dunia investasi,” katanya. Selain itu, Tjahjo Kumolo atas nama Fraksi PDI Perjuangan mendesak Dewan harus secepatnya menggelar rapat konsultasi dengan Presiden.

“Ini penting untuk mendapat kejelasan dan penjelasan yang konkret, tepat serta jelas,” katanya. Ia juga mengharapkan pihak MPR RI melalui ketua-nya Taufiq Kiemas, agar bisa mengundang pimpinan lembaga tinggi negara, seperti DPR RI, MK, DPD RI, MA, BPK dan Presiden RI dalam forum konsultasi lembaga. “Tujuannya untuk mencari titik temu dalam koridor Undang Undang Dasar 1945,” kata Tjahjo Kumolo lagi. (ant)


Megap litan K ilas

Suluh Indonesia, Jumat 6 November 2009

4

Depok Produksi Masal Ikan Hias Botia

Tabung LPG Meledak TIGA orang dalam satu keluarga, yakni Dede (40), Cicih (47), dan Dindin (28), warga Jalan Layung Sari I, RT 03/19, Keluarahan Tanjungsari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kemarin nyaris tewas terpanggang setelah kompor gas di rumah mereka meledak. Beruntung nyawa ketiganya berhasil diselamakan setalah mendapat pertolongan medis di RS PMI, Kota Bogor. Ketiganya tampak mengalami luka bakar di hampir sekujur tubuhnya. Bahkan salah satu korban bernama Cicih, terlihat masih kritis karena di hampir sekujur tubuhnya terlihat melepuh akibat luka bakar yang ia derita. Sementara aparat kepolisian dari Polsek Bogor Selatan, mengaku masih terus melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Ny. Nurasih (56), salah satu tetangga korban mengungkapkan, bahwa musibah yang menimpa keluarga Cicih itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Dimana Dede, yang juga berprofesi sebagai penyalur gas LPG, pagi itu berusaha membetulkan kompor gas di rumahnya yang katanya sering bocor. Dede saat itu dengan dibantu Didin terlihat membetulkan kompor gas yang katanya sering bocor. Sementara Ibu Cici sibuk membakar sampah tidak jauh dari tempat keduanya. Mungkin api dari sampah itu menyambar tabung gas dan meldak. (bas)

KOTA Depok mulai melakukan budidaya ikan hias Botia secara besar-besaran. Nantinya ikan dengan nama ilmiah chromobotia macracanthus ini akan diekspor ke kawasan Eropa. Saat ini yang telah memesan dalam jumlah besar adalah Perancis. “Kami kejar target karena Perancis memesan sebanyak 4.000 ekor tiap bulan. Dan itu dilakukan secara terus-menerus,” kata Kepala Loka Riset Depok, I Wayan Subamia. Pada acara Pilot Project Produksi Masal Benih Botia di Loka Riset Budidaya Ikan hias Air Tawar, Jalan Perikanan, Kecamatan Pancoranmas, Depok, kemarin, Wayan mengatakan, di Indonesia baru lemba-

ga Loka Riset ini yang bisa lakukan pengembangbiakan ikan Botia. Harga jual ikan Botia yang hanya dapat hidup di sungai Kalimantan ini sangat tinggi di Eropa. “Harganya mencapai belasan euro untuk

ukuran lima sentimeter. Sedangkan di Indonesia hanya Rp. 6.000 per ekor,” papar Wayan. Untuk itu pihaknya berusaha memproduksi secara massal ikan botia ini untuk diekspor. Pasalnya, masyarakat Eropa tak menginginkan ikan yang diambil dari alam. Selama ini, petani ikan Botia mengambil ikan dari Sungai Barito, Kalimantan Selatan dan Sungai Batanghari, Jambi. “Mereka tidak mau ikan yang diambil dari alam. Untuk itu kami di sini melakukan budidaya untuk

diekspor ke Eropa,” ungkap Wayan. Dengan adanya budidaya ini, merupakan bukti konkrit memang benar ikan Botia ini tidak diambil dari alam. Upaya penelitian pengembangbiakan ikan Botia sendiri, kata Wayan telah dilakukan sejak 2004 lalu. Dalam penelitian tersebut BRKP bekerjasama dengan peneliti Prancis yang berasal dari Institut de Recherce pour le Developpement (IRD) Prancis. Akan tetapi, produksi secara masal baru berhasil pada Juli lalu. “Kita

baru bisa produksi Juli kemarin,” ujar dia. Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Gellwynn Yusuf mengatakan, selama ini pihaknya terhalang masalah pemasaran. Selain itu, riset semacam ini dinilai kurang memberikan manfaat secara langsung. “Tetapi dengan adanya riset pembudidayaan ikan Botia ini membuktikan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada para petani ikan hias, khususnya ikan Botia,” kata Gellwyn. (rin)

Mayat Wanita Gemparkan Warga Jonggol BOGOR - Sesosok mayat wanita misterius (tanpa identitas), kemarin ditemukan tewas di areal kebun singkong, di Kapung Cijureuy, RT 01/01, Desa Sukaharja, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Jasat wanita paroh baya, dengan tinggi sekitar 150 cm, berambut ikal panjang dan berkulit sawomatang itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Ipah (40), sekitar pukul 10.25 WIB. Ipah mengaku, saat itu sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya, namun tanpa sengaja di semak-semak dia justru melihat sosok mayat wanita misterius yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Pasalnya di sekitar tubuh korban polisi menemukan bercak darah yang diduga berasal dari tubuh korban. “Banyak darah kering di bagian kepala korban,” kata Yunus (40), warga setempat. Guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban, jasat wanita malang itu oleh petugas daro Polsek Jonggol langsung dibawa ke RS. PMI Bogor untuk diautopsi. “Kami masih terus selidiki kasus ini. Tadi di lokasi kami menemukan sebuah batu terdapat bercak darah dan di bagian kepala korban terdapat luka yang diduga akibat hantaman benda tumpul,” ungkap Kapolsek Jonggol, AKP. Aam Hanafi. (bas)

Tawuran, Satu Siswa Tewas Dicelurit BOGOR - Wanda Gunawan (17), siswa kelas 1, SMK PGRI 2 Kota Bogor korban tawuran pelajar, di Kapung Cikirai, RT 01/06, Desa.Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabuapten Bogor pada Rabu sore, akhirnya kemarin malam sekitar 22.00 WIB, meninggal dunia di RS PMI, Kota Bogor. Dari informasi yang didapat dari petugas di RS PMI Bogor, korban tewas karena kehabisan darah akibat luka bacokan senjata tajam di hampir sekujur tubuhnya. ”Lukanya sangat parah dan terus mengeluarkan darah,” kata salah satu perawat di RS PMI. Setelah menjalani berbagai proses untuk keperluan penyelidikan polisi, jenazah Wanda langsung dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya, yakni di Kapung Cibedug Girang, RT 02/03, Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kab Bogor. ”Kami minta polisi mengusut tuntas kematian anak saya ini. Dan si pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tuntut M. Goiri (40), ayah korban. Pihak Satgas Pelajar Kota Bogor mengaku akan terus meningatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi dan mengawasi para pelajar di kotanya, khusunya ada jam-jam rawan tawuran. Dalam sehari, rata-rata sedikitnya terjadi dua sampai tiga kali aksi tawuran antar pelajar di Kota Bogor. ”Kita sudah koordinasi dengan aparat kepolisian di Mapolresta Bogor. Bahkan kami juga telah berencana mengumpulkan semua kepala yang siswanya kerap terlibat dalam aksi tawuran,” tegas Dedi, salah satu angota Satgas Sekolah, Kota Bogor. (bas)

Suluh Indonesia/bas

PENGHARGAAN – Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat, saat menerima Award dari Lembaga Analisis dan Kajian Publik (Labskip), di kantor Balikota Bogor, kemarin.

Anggaran Pendidikan Bekasi

Turun 14 Persen CIKARANG - Sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), menilai pengalokasian anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) setempat sebesar 15 persen terlalu minim. Ketua fraksi Partai Demokrat, Rohim Mintareja, mengatakan anggaran tersebut tidak pro terhadap rakyat mengingat alokasi belanja pegawai mencapai Rp 740 miliar. “Anggaran pendidikan pada tahun 2010 mendatang turun sebesar Rp 14 persen bila dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 29 persen,” katanya. Sementara dalam anggaran belanja pegawai, kata dia, sebagian besarnya diperuntukan bagi biaya perjalanan ke luar daerah, dan alat tulis kantor. “Idealnya anggaran itu digunakan untuk biaya pendidikan, dan perbaikan sarana infrastruktur bagi masyarakat. Sebab, sebagian besar jalan di Kabupaten Bekasi masih mem-

butuhkan perbaikan secara maksimal,” katanya. Sementara itu, Perwakilan fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Zaenal Muttaqien, mengatakan pengajuan anggaran yang disampaikan Bupati Bekasi, Dr H. Sa’duddin MM, telah melenceng dari amanat Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menyarankan alokasi pendidikan di setiap daerah minimal 20 persen. Sementara itu, perwakilan fraksi PDIP, Nabrih, mengkritisi fasilitas pendidikan yang relatif sangat minim di wilayah setempat. “Kami telah meminta agar RAPBD tahun 2010 fokus terhadap bangunan fisik sekolah dan mebeler,” katanya. Menurutnya, ratusan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Bekasi, belum dilengkapi fasilitas meja dan kursi, sehingga kegiatan belajar mengajar dilakukan secara lesehan. “Sekolah tersebut diantaranya, SDN 1 Suka-

Komisi A

Minta Syarat Kelulusan CPNS Direvisi DEPOK - Bagian Kepegawaian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok diminta merevisi persyaratan kelulusan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Depok. Pasalnya salah satu persyaratan yang harus ditempuh adalah tes kemahiran penggunaan komputer. Untuk itu, Komisi A Dewam Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Depok minta syarat tersebut dihapuskan. Demiki-

an dikatakan Qurtifa Wijaya selaku Ketua Komisi A DPRD Kota Depok. “Bagian Kepegawaian sebaiknya merevisi persyaratan kelulusan untuk CPNS 2009,” kata Qurtifa, kemarin. Pernyataan tersebut diungkapkan Qurtifa dan anggota lainnya di hadapan Asisten Administrasi Iskandar Rais, Kabag Kepegawaian Agung Sugiarti dan Subag Umum Nashri. Dalam pertemuan terse-

but, Qurtifa dan anggota Komisi A lainnya menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut. Pasalnya, kebijakan tersebut bukan kebijakan pemerintah pusat. Artinya, tes kemahiran penggunaan komputer hanya dilakukan di derah Depok saja. “Di daerah lain tidak ada tes seperti ini,” kata Qurtifa. Anggota DPRD dari Fraksi PKS ini khawatir itu akan menimbulkan kontroversi yang bersifat

diskriminatif. “Bisa jadi seseorang gagal menjadi CPNS garagara tidak bisa menggunakan komputer,” tandas Qurtifa. Tes kemahiran penggunaan komputer wajib ditempuh setelah CPNS dinyatakan lulus tes tertulis. “Standar kemahiran menggunakan komputer yang akan diujikan tidak jelas, sehingga dikhawatirkan menimbulkan banyak komplain dan protes,” imbuh Qury, sapaan akrab Qurtifa. (rin)

Karawang-Bekasi

Selesaikan Jembatan Penghubung CIKARANG - Dinas Bina Marga Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi diimbau bisa bekerja sama dengan melakukan pertemuan, untuk membahas terbengkalainya pembangunan jembatan rangka baja Batujaya-Cabangbungin yang akan menghubungkan Karawang dengan Bekasi. “Terbengkalainya proyek pembangunan jembatan tersebut hendaknya bisa dipecahkan bersama, antara Dinas Bina Marga Karawang dan Bekasi. Selanjutnya, dilakukan pembagian ke-

wenangan masing-masing pihak,” kata Bupati Karawang, Dadang S Muchtar, saat menerima rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi kemarin. Pembagian kewenangan antara Dinas Bina Marga Karawang dan Bekasi itu bisa dilakukan, setelah inventarisasi masalah termasuk kendala-kendalanya, sehingga pembangunan jembatan Batujaya-Cabangbungin bisa terbengkalai. Belum tersedianya rangka baja dari pemerintah pusat sebagai bahan pembangunan

jembatan Batujaya-Cabangbungin merupakan salah satu kendala mendasar, sehingga pembangunan jembatan itu terbengkalai dalam waktu yang cukup lama. Ia menyarankan pihak terkait segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dan Departemen Pekerjaan Umum mengenai ketersediaan rangka baja. Selain itu, juga mengoordinasikan sisa sebanyak 100 meter rangka baja dari 140 meter rangka baja yang sempat dijanjikan oleh Dinas Bina Marga

Provinsi Jawa Barat dan Departemen Pekerjaan Umum. “Jika masih terdapat kendala, Pemkab Karawang siap menyediakan rangka baja itu melalui dana APBD Karawang,” kata Dadang. Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Karawang, Saleh Effendi mengatakan, rencana pembangunan jembatan rangka baja Batujaya-Cabangbungin itu berawal 2005 lalu, setelah terjadi kesepakatan antara Pemprov Jawa Barat, Pemkab Karawang, dan Pemkab Bekasi. (ant)

manah Kecamatan Sukatani, SDN 4 Sukajadi Kecamatan Sukakarya, dan SDN 2 Karang Bahagia Kecamatan Karang Bahagia,” katanya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Drs, Rusdi, mengaku akan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut. “Di Kabupaten Bekasi terdapat lebih dari 500 kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi. Namun, sebanyak 304 ruang kelas diantaranya sudah kami lengkapi melalui tender,” katanya. Anggaran untuk satu ruang kelas, kata dia, sebesar Rp31 juta dengan jumlah 40 kursi dan 20 meja. Hingga kini pihaknya masih menggelar tender, direncanakan pada akhir tahun ini sudah bisa direalisasikan. “Sementara sisanya sebanyak 196 ruang kelas telah kami ajukan pada RAPBD 2010. Saya targetkan 2010 sudah tidak ada lagi sekolah tanpa kursi meja,” ujar Rusdi. (ant)

14 Instansi dan Lembaga

Terima Award BOGOR –Sebanyak 14 Instansi, Organisasi dan Lembaga Penyiaran menerima penghargaan dari Lembaga Analisis dan Kajian Publik (Labskip), di Kota Bogor. 14 lembaga itu dinilai Labskip sudah cukup baik dalam memberikan pelayanan publik. Acara seremoni berupa peberian Award yang berlangsung di kantor Balaikota Bogor itu dilakukan pada acara diskusi interaktif yang bertajuk “Re Apriesiasi Terhadap Pembangunan Kota Bogor”. Ke-14 pimpinan yang mewakili instansinya untuk menerima Award dari Labskip masing-masing, yakni Walikota Bogor, Polwil Bogor, Korem 061/Suryakencana, Kodim 0606 Kota Bogor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB), Di-

nas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), Radio Sipatahunan dan LPP RRI Bogor. Direktur Labskip, A. Rachman Saleh mengatakan, pemberian Award ini bertujuan untuk menciptakan suasana harmonis diantara masyarakat sehingga instansi yang diberikan penghargaan akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Award ini adalah sebuah apresiasi dan wujud kebersamaan dari kami atas apa yang telah dilakukan lembaga-lebaga itu bagi masyarakat Kota Bogor,” kata Abdul Rachman. Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat, menyambut baik hadirnya Labskip yang telah memberikan keseimbangan pelaksanaan pembangunan di Kota Bogor. “Penghargaan ini selain menjadi kebanggan, tapi juga merupakan tantangan bagi kami untuk berbuat lebih baik dalam memberi pelayanan ke masyarakat,” tegas Ru’yat. (bas)


pini

Suluh Indonesia, Jumat 6 November 2009

F OKUS Keunggulan Perangkat Komunikasi Sosial Modern EKNOLOGI kemunikasi selalu memperlihatkan perkembangannya dan juga keunggulannya dari waktu ke waktu. Kita melihat fenomena itu di dalam struktur politik-hukum akhirakhir ini. Banyak yang yakin bahwa ditangguhkannya penahanan Wakil Ketua nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Cahndra M. Hamzah dari tahanan kepolisian, disebabkan oleh dukungan rakyat melalui facebook, jejaring sosial di dunia maya. Ada seseorang yang memelopori untuk mencari satu juta dukungan kepada petinggi KPK nonaktif tersebut yang dikatakan mendapat perlakuan hukum tidak layak. Hanya dalam waktu kurang dari tiga hari, pendukung itu sudah mencapai 400.000-an. Ini luar biasa. Hanya dengan menjelaskan bagaimana duduk persoalannya, dukungan begitu cepat mengalir. Kita garis bawahi pada kekuatan dunia maya ini di bidang politik dan (gerakan) sosial. Inilah keunggulan dunia dan alat komunikasi modern, bukan alat komunikasi tradisional. Dulu, tahun 1986, kita melihat bagaimana penuhnya jalan-jalan di Filipina yang mendukung Corazon Aquino untuk menggulingkan Presiden Ferdinand Marcos. Jutaan orang di jalan itu berhasil mencapai cita-citanya setelah Marcos benarbenar terguling. Dua belas tahun setelah itu, di negara kita jutaan orang juga mendatangi gedung DPR/MPR yang membuat Presiden Soeharto turun. Tetapi efek sosial dari begitu banyaknya orang datang adalah kotornya jalanan dan membuat macet di mana-mana. Kita tahu, saat itu politik sedang membara sehingga persoalan sosial lain, seperti kemacetan, tidak menjadi perhatian. Akan tetapi, dengan majunya dunia komunikasi sekarang, kita dibuat berpikir dan dipaksa untuk cerdas. Bahwa untuk mencapai cita-cita politik tidak harus lagi dengan cara berhura-hura di jalan raya. Tekanan agar pihak kepolisian menangguhkan penahanan Bibit-Chandra itu, setidak-tidaknya membuktikan bahwa melalui dunia maya kita bisa mencapai cita-cita politik. Malah untuk hal ini, cukup satu orang yang menjadi penggeraknya, menjadi mentornya untuk kemudian menggerakkan ribuan orang lain di dunia maya. Banyak orang bertanya, apa untungnya mempunyai dukungan di dunia maya? Tentu banyak. Solidaritas di dunia ini mempunyai potensi kekuatan yang tinggi. Ambil contoh jika satu orang menyerukan untuk tidak melayani pembelian apa pun yang dilakukan oleh, misalnya anggota kepolisian, maka hampir bisa dipastikan sebagian anggota kepolisan akan mendapat tekanan demikian di mana-mana di Indonesia. Dalam bidang politik, jika partai mau melakukan hal seperti ini, lembaga tersebut akan mampu menggerakkan orang untuk memilih partai yang bersangkutan melalui berbagai kampanye, penjelasan yang logis, rasional dan jujur di facebook. Kejujuran dan kejelasan visi akan membuat orang pergi ke kotak suara, lalu mencontreng partai yang bersangkutan. Cara seperti ini efektif dan murah, tidak perlu mengeluarkan uang dan tidak perlu mengerahkan massa. Sejauh ini baru Partai Golkar yang bercita-cita demikian. Kita tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Dunia maya sering dipandang sebagai dunia yang menciutkan bumi ini. Jarak menjadi sangat tidak ada artinya. Orang bisa berkomunikasi dan sharing ilmu pengetahuan dari belahan bumi mana pun. Konon tantangannya di Indonesia, kekuatan jejaring komputer tersebut hanya ada di kota dan desa yang berdekatan dengan kota. Pernyataan ini kita pandang benar untuk sementara. Tetapi dalam waktu empat atau lima tahun ke depan, hal ini pasti tidak akan terjadi lagi. Pemerintah sudah mulai sekarang menargetkan agar masyarakat di pedesaan pun bisa menikmati internet. Sebagian dari cita-cita itu telah kita lihat sekarang. Jadi, mulai sekarang, terutama generasi muda harus cepat-cepat menguasai ilmu komunikasi ini. Sebab, apa pun lahan praktik dan kerja di masa depan, akan dipengaruhi oleh ilmu tersebut. Pemerintah harus memberikan dorongan kepada hal ini, bukan kembali melihat-lihat dan menekankan praktik masa lalu saja. ***

T

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Konsumen tak Dilindungi HERAN juga dengan para pedagang yang nekat menjual barang busuk ke masyarakat. Saat ini saja setidaknya ada ratusan ayam mati kemarin (tiren) yang berhasil di sita untuk dimusnahkan, karena hendak di jual ke konsumen. Sungguh tragis, mengapa kasus seperti ini berulang dan tanpa penyelesaian. Konsumen sama sekali sulit mendapat perlindungan. Razia yang dilakukan sebenarnya dapat membantu, paling tidak ayam-ayam tiren itu tak jadi diedarkan. Persoalannya, apakah razia bisa dilakukan terus-menerus. Tentu saja tidak. Sebab, membutuhkan tenaga dan biaya yang juga tidak sedikit. Barangkali memang sanksi yang lemah dan tingkat kesadaran yang rendah dari para pelaku. Tempat-tempat pemotongan ayam, pedagang ayam atau pedagang olahan ayam yang nakal

mestinya bisa diberikan sanksi tegas, semisal denda atau kurungan yang membuat mereka kapok. Masalahnya tingkat kesadaran dari pedagang sendiri rendah, sehingga konsumen tak terlindungi. Persoalan ayam bukan saja menyangkut ayam tiren yang dijual dan diselipkan di antara ayam potong segar. Banyak juga ayamayam yang disuntik formalin dan tentu amat mebahayakan kesehatan. Belum lagi cara beternak ayam sendiri yang masih meragukan karena seringnya disuntik hormon, kesehatan menjadi taruhan besar. Saya berharap, ada keseriusan untuk menindak pedagang nakal, dan kejelian kita untuk memilih ayam yang segar dan kalau perlu melaporkan pada pihak berwajib jika kita menemukan kejanggalan. Damayanti Noer Pasar Rebo, Jakarta Timur

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Wakil Jaksa Agung AH Ritonga mundur

Hanya sementara ...

5

Wujud Gerakan Sosial Baru di Indonesia KETEGANGAN antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, tampaknya masih menimbulkan pro dan kontra. Siapa yang dipredikatkan berperilaku lebih minor, masih kontroversial. Di tengah berbagai kecaman kepada pihak kepolisian, tetap juga ada yang menyoroti KPK, misalnya tentang beberapa kasus yang sampai sekarang belum tuntas masalahnya. Malah rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo dengan orang-orang tertentu yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, masih ada yang mempertanyakan keasliannya. Prosedurnya harus diperiksakan kepada ahli agar yakin bahwa rekaman percakapan itu benar-benar asli. Tetapi, lepas dari segala prokontra tersebut ada satu hal fenomenal yang mengikuti peristiwa tersebut, yakni ditangguhkannya penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah (Wakil Ketua nonaktif KPK) dari tahanan pihak kepolisian. Pihak kepolisan mengatakan bahwa pengeluaran Bibit-Chandra dari tahanan kepolisian, tidak ada unsur-unsur pengaruh dari pihak mana pun. Padahal, sepanjang yang terlihat, beberapa hari sebelum mereka berdua dibebaskan kepolisian, muncul berbagai seruan, tuntutan, dari masyarakat luas kepada pihak kepolisian agar dua orang itu dibebaskan. Sebelumnya polisi tidak bersedia, sampai kemudian hal itu dilakukan sehari setelah diperdengarkannya rekaman pembicaraan antara Anggodo Widjojo dengan pihak-pihak tertentu. Identitas yang paling kelihatan beberapa hari sebelum dibebaskannya Bibit-Chandra itu adalah bergelombangnya tuntutan dari masyarakat untuk membebaskan mereka. Gelombang ini diwadahi oleh media perangkat sosial modern seperti unjuk rasa yang dimuat di koran dan televisi, diperdengarkan di radio. Yang paling fenomenal adalah munculnya kesadaran sosial di dunia maya berupa ratusan ribu dukungan dari jejaring sosial, facebook. Nyaris tidak ada dukungan partai politik terhadap fenomena ini, apalagi sampai partai politik yang sengaja membuka konferensi pers untuk membela BibitChandra tersebut. Diakui atau tidak oleh pihak kepolisian, dua hal tersebut, yakni dukungan dari komponen masyarakat yang meluas dan merembet ke mana-mana itu serta diperdengarkannya rekaman Anggodo di Mahkamah Konstitusi, dipercaya ikut memberikan dorongan (bahkan mungkin dorongan terbesar), yang membuat dua pembesar KPK itu dilepas-

Oleh : GPB Suka Arjawa kan dari tahanan kepolisian. Dilihat dari aspek gerakan sosial, fenomena dukungan dengan perantara media massa dan jagat maya tersebut merupakan suatu pembaruan bentuk dan wujud gerakan sosial. Jika sebelumnya gerakan sosial itu di mana-mana merupakan fenomena yang tampak kasat mata dan bisa dirasa oleh panca indra (bau demonstran akan bisa tercium, kulit dan pakaian bisa dicolek, pengunjuk rasa juga bisa dicium sebagai bentuk dukungan), kini fenomena tersebut digantikan melalui gerakan sosial di dunia maya.

ribuan kilometer jauhnya melalui jejaring facebook dan di dalam dukungan itu, mereka masingmasing mengungkapkan argumentasinya. Argumentasi ini justru menambah sifat intelektual dukungan. Sifat keintelektualan itu (bukan nak mula keto menurut leluhur) pada akhirnya mempunyai efek bola salju ganda. Artinya dengan argumentasi itu, orang yang tidak mengerti pada awalnya, bisa dengan semangat menyatakan dukungan, lalu memberikan pesan kepada rekannya yang lain melalui jejarng facebook dengan argumentasi yang

Kini gerakan sosial tidak perlu harus datang ke tempat tertentu, tetapi cukup menyatakan dukungan di dunia maya. Waktu dan ruangan benar-benar dikuasai oleh gerakan modern ini. Orang bisa menyatakan dukungan kepada Bibit-Chandra dari ribuan kilometer jauhnya melalui jejaring facebook dan di dalam dukungan itu, mereka masing-masing mengungkapkan argumentasinya. Jika kecepatan gerakan sosial tradisional tersebut sangat lambat (tidak bisa mengurung ruang dan waktu), kini gerakan sosial tersebut bertindak dengan mengurung dan menumbangkan ruang dan waktu. Dulu penggerak gerakan sosial harus menelepon rekannya dulu sebelum kemudian memobilisasi orang untuk datang secara langsung ke suatu tempat. Kini gerakan sosial tidak perlu harus datang ke tempat tertentu, tetapi cukup menyatakan dukungan di dunia maya. Waktu dan ruangan benar-benar dikuasai oleh gerakan modern ini. Orang bisa menyatakan dukungan kepada Bibit-Chandra dari

kuat. Hanya dalam waktu dua hari, dukungan terhadap BibitChandra di facebook telah mencapai hampir 400.000. Kekuatan Multiganda Bentuk dukungan di dunia maya ini mempunyai kekuatan yang multiganda. Atau bisa dikatakan sebagai dukungan potensial yang suatu saat bisa meledak besar-besaran dan meluas dengan berbagai wujud reaksi. ‘’Arisan’’ yang dilakukan oleh para pendukung di dunia maya itu, dalam waktu singkat bisa mengumpulkan uang yang melimpah. Seribu rupiah dari 400.000 pendukung, akan terkumpul Rp

Bentuk dukungan di dunia maya mempunyai kekuatan yang multiganda.

Dukungan dunia maya sebagai dukungan potensial yang suatu saat bisa meledak besar-besaran dan meluas dengan berbagai wujud reaksi.

Gerakan sosial sekarang telah mempunyai bentuk yang lain. Tidak harus datang teriak-teriak, tetapi sebagai energi potensial, itu akan terkumpul dulu di dunia maya.

400 juta, apalagi Rp 10.000. Jumlah ini cukup untuk menyewa satu pengacara hebat untuk membela Bibit-Chandra. Hanya dalam hitungan jam, bahkan menit uang itu bisa terkumpul melalui transfer menuju bank tertentu. Atau jika misalnya pihak kepolisian yang dihujat dari kasus tersebut, dukungan bisa berlangsung meluas menuju daerah-daerah mengikuti alur ‘’pecah seribu’’. Lembaga dan aparat kepolisian di berbagai tempat bisa menjadi sasaran, bukan dengan melempari temboknya tetapi dengan cara yang lebih ‘’halus’’. Solidaritas para pendukung Bibit-Chandra ini bisa saja akan memboikot atau melarang aparat kepolisian untuk berbelanja di seluruh toko yang dimiliki oleh anggota solidaritas. Jangankan membeli bensin, membeli garam pun aparat kepolisian tidak akan dilayani. Bentuk dukungan paling radikal juga akan bisa terjadi. Ratusan ribu orang itu misalnya, bisa saja akan ‘’arisan’’ ramai-ramai ke Jakarta untuk mengelilingi gedung Mabes Polri, lalu jongkok selama sebulan di sana silih berganti. Belum lagi pendukung yang mempunyai karakter seperti Noordin M. Top. Jadi, gerakan sosial sekarang telah mempunyai bentuk yang lain. Tidak harus datang teriakteriak, tetapi sebagai energi potensial, itu akan terkumpul dulu di dunia maya. Jika diperlukan energi itu akan membuncah mampu mengeluarkan energi besar, mirip dengan patahan sesar tanah yang bisa membuat gempa bumi dahsyat. Dalam kasus KPK-Polri, mereka yang berpotensi besar mampu membuat Bibit-Chandra lepas dari tahanan polisi adalah gerakan rakyat di dunia maya, bukan partai politik. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Penegak Hukum dan Budaya Malu DUGAAN rekayasa kriminalisasi dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, akhirnya terbongkar. Semua ini tak lain dari karena sikap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang berani membuat terobosan bersejarah. Berkat dia inilah skandal terbesar dunia hukum Indonesia, di awal pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbuka terang benderang. Dalam rekaman penyadapan KPK yang diputar itu, terungkap skenario besar (grand design) untuk membubarkan institusi pemberantasan korupsi yang paling disegani itu. Caranya, ternyata tidak langsung merobohkan KPK, melainkan secara bertahap. Pertama-tama melalui kriminalisasi pimpinan lembaga tersebut. Sudah pasti dengan cara ini, selanjutnya para pimpinan KPK dibuat takut dan takkan bisa seenaknya lagi menyelidiki, menyidik dan

menuntut para pelaku korupsi. Tapi bukan berarti dengan diputarnya rekaman itu, semuanya masalah selesai. Kita harus menunggu aksi dari Presiden SBY untuk membersihkan aparat kepolisian yang ikut bermain dalam dugaan rekayasa tersebut. Hal serupa harus pula dilakukan terhadap kejaksaan. Terbukti, Jaksa Agung Hendarman Supandji gagal melakukan reformasi di kalangan internal institusi yang dipimpinnya. Dapat dikatakan, terbongkarnya skandal yang memalukan hukum Indonesia ini, merupakan “gelombang tsunami” ketiga bagi kejaksaan. Sebelumnya lembaga penuntut umum sempat tercoreng dan dibuat malu akibat ulah mantan jaksa Urip Tri Gunawan dalam skandal suap penghentian kasus bantuan likuidasi Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan orang dekat Sjamsul Nursalim, Artalyta Suryani. Selanjutnya, merembet kepada pejabat di Gedung Bundar yang lain. Kini,

sejumlah nama pejabat di Kejaksaan kembali terekam dan ada dugaan pejabat-pejabat itu ada yang terlibat dalam upaya merancang skenario kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Indikasi itu terekam dalam penyadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo bos PT Masaro Radiocom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan. Selain itu, bukti penyadapan yang membicarakan berbagai upaya merancang skenario untuk mengkriminalisasikan pimpinan KPK, khususnya terhadap Chandra. Mestinya dengan kejadian untuk sekian kalinya ini, pimpinan tertinggi Kejaksaan ini harus malu karena selama ini tidak membawa kejaksaan kepada arah yang lebih baik. Tapi seba-

liknya, semakin bobrok dan terus terpuruk. Citra dan kewibawaan kejaksaan tidak berhasil diangkatnya. Sikap serupa yakni mengundurkan diri, juga harus diambil pejabat di bawahnya yang diduga terlibat dalam membuat scenario itu. Mereka ini juga telah mencoreng dan membuat malu kejaksaan. Mereka ini seharusnya juga segera mundur. Namun, yang terlihat malah sebaliknya. Mereka masih terus bertahan di kursinya yang empuk itu. Sama sekali tidak merasa malu dengan borok itu. Sayang sekali, budaya malu sepertinya belum membumi dan tidak meresap di hati sanubari para elit negeri ini. Yang berlaku justru budaya korup dan tidak tahu malu. Ternyata, mereka lebih takut kehilangan kursi empuk dan kekuasaan ketimbang takut dengan Sang Pencipta. Freddy H Situmeang Pasar Rebo, Jakarta Timur

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 3 November 2009

Livoli Jaring Pemain Potensial JAKARTA - Untuk pertama kalinya, kompetisi bola voli nasional Livoli yang mempertandingkan divisi satu dan divisi utama digelar satu atap. Karena pada prinsipnya Livoli ini untuk menjaring pemainpemain potensial. Livoli divisi satu akan dimainkan 15-22 Nopember di GOR Dimyati, Tangerang, Banten dan divisi utama berlangsung 11-17 2010 Januari di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Jatim. Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetisi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP.PBVSI), Hanny Surkaty kemarin mengatakan, Livoli menjadi kawah candradimuka untuk mencari potensi pebola voli baru. Juara dan runner-up divisi satu putra dan putri akan secara otomatis berhak mengikuti ajang divisi utama 2010. Sebaliknya dua tim peringkat terbawah putra dan putri divisi utama akan terdegradasi ke dan hanya diperbolehkan mengikuti ajang divisi satu tahun 2010. Yasin Tofani Sadikin, Marketing Manager Sampoerna Hijau, menambahkan bahwa pihaknya berkeinginan agar Sampoerna Hijau Voli Livoli setiap tahunnya tidak hanya dijadikan event formalitas semata. Ia berharap rangkaian kompetisi ini dapat menjadi ajang pamer bakat dan prestasi di setiap daerah, agar penyeleksian pebolavoli di Indonesia semakin subur dan rajin mengukir prestasi. “Jika melihat animo penonton tahun lalu, kami yakin penyelengaraan Livoli divisi satu di Tangerang dan divisi utama di Banyuwangi tahun ini akan dipadati para pecinta bola voli,”katanya. Hanny Surkatty juga meng-

akui ajang ini merupakan wadah bagi PP.PBVSI untuk mencari bibit-bibit pebolavoli berpotensi dan juga untuk mengetahui sejauh mana konsistensi pembinaan klub-klub peserta di Sampoerna Hijau Voli Livoli 2009 baik di divisi satu dan divisi utama. Yang pasti persaingan di divisi satu akan berlangsung ketat, sedangkan divisi utama layaknya pemanasan jelang Proliga musim depan. “Kami pun sulit memprediksi kekuatan musim ini,”ujar Hanny. Peta kekuatan Livoli divisi satu di kategori putra akan diperebutkan oleh tim-tim kuat seperti Mabes TNI AU, Mabes

TNI AD serta dua tim yang musim lalu terdegradasi dari divisi utama yakni PDAM Sidoarjo dan PDAM Badung, Bali. Di sektor putri dua tim yang terdegradasi dari divisi utama yakni Bahana Bandung dan Yuso DIY akan mencoba kembali masuk ke ’kasta’ divisi utama. Di divisi utama Putra, hadirnya dua pendatang baru Surabaya Samator dan Palembang Bank Sumsel, membuat Livoli divisi utama musim ini layaknya ajang uji coba bagi tim-tim Proliga. “Kami sudah melakukan training camp di Palembang untuk menyambut ajang ini,’’ ujar Abas Akbar Manager tim Palembang Bank Sumsel. (oli)

6


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 6 November 2009

7

West Ham Tinggalkan Zona Degradasi

SuluhIndonesia/ap

BEREBUT BOLA - Pemian Arsenal, Alex Song (kanan) berebut bola dengan pemain AZ Alkmaar, Brett Holman, dalam pertandingan Grup H Liga Champions di Stadion Emirates, London, kemarin. Arsenal menang telak 4-1.

Sevilla dan Lyon Melaju MADRID - Sevilla menjadi klub Spanyol pertama yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions setelah bermain 1-1 dengan VfB Stuttgart dalam pertandingan Grup G, kemarin. Olympique Lyon juga lolos dengan menahan Liverpool 1-1 di Grup E. Sevilla harus merelakan rekor kemenangan 100 persen mereka berakhir di Sanchez Pizjuan, namun hasil imbang cukup untuk meloloskan mereka ke babak kedua dengan masih menyisakan dua pertandingan setelah Unirea Urziceni menahan Glasgow Rangers 1-1 pada pertandingan lainnya. Kapten Jesus Navas lebih

dulu membawa Sevilla memimpin di menit ke-14 sebelum Stuttgart menyamakan melalui Zdravko Kuzmanovic yang tembakannya dibelokkan oleh rekan setimnya, Julian Schieber di menit ke-79. Sevilla memimpin Grup G dengan unggul lima poin atas Urziceni. Namun klub Andalusia ini belum dipastikan bisa menjadi juara grup lantaran masih ada enam poin maksimal yang masih bisa dikejar di pertandingan selanjutnya. “Kami tidak perlu takut pada siapa pun di babak selanjutnya. Kami telah lolos, tetapi target kami belum tercapai karena kami ingin terus mencoba dan finis

STOCKHOLM - Erik Hamren yang mengantar Rosenberg meraih gelar liga Norwegia musim lalu, akan mengambil alih tugas menjadi pelatih Swedia, demikian dikatakan asosiasi sepak bola Swedia, Rabu waktu setempat. Hamren akan menggantikan Lars Lagerbaeck yang mundur pada Oktober setelah Swedia gagal lolos kualifikasi ke Piala Dunia 2010, namun dia akan tetap merangkap sebagai pelatih di Rosenborg hingga 31 Agustus 2010. Asosiasi sepak bola Swedia itu baru pekan lalu berbicara dengan Rosenborg tentang kontrak Hamren (52), namun pembicaraan terhenti. “Setelah pekan lalu tidak mencapai kesepakatan dalam negosiasi, dua tim itu beberapa hari kemudian mencapai kesepakatan tentang Erik Hamren yang akan menjadi pelatih

Swedia,’ katanya. Hamren hingga 31 Agustus tugasnya sebagai pelatih skuad internasional akan dibatasi, namun setelah itu dia akan menjadi pelatih penuh. “Kami sangat bahagia dan bangga bisa merekrut Erik Hamren sebagai pelatih, bagi asosiasi sepak bola Swedia ini merupakan sebuah solusi panjang,” kata presiden tim Lars-Aake Lagrell. Hamren telah melatih Rosenborg sejak Juni 2008 dan kemudian berpindah-pindah klub. “Untuk menjadi pelatih skuad nasional untuk negaranya sendiri merupakan mimpi besar bagi saya, dan saya sangat berterimakasih bahwa Rosenborg telah memberi saya kesempatan,” katanya. Hamren akan membuat penampilan pertamanya bersama Swedia pada pertandingan tandang melawan Italia pada 18 November. (ant)

sebagai juara grup,” ujar pelatih Sevilla, Manolo Jimenez. Stuttgart sendiri masih memiliki peluang untuk menemani Sevilla ke babak kedua karena berada di posisi ketiga dengan hanya berselisih dua poin di belakang Urziceni. “Segalanya ada di tangan kami lagi. Babak pertama buruk, tetapi di babak kedua kami lebih berani dan menunjukkan apa yang bisa kami lakukan. Sekarang kami akan melakukan semua hal sekuat kami untuk mencapai babak 16 besar,” ujar pelatih Stuttgart, Markus Babbel. Di Stade Gerland, Lyon tertinggal dari gol Ryan Babel saat pertandingan masih menyisa-

kan lima menit. Namun klub raksasa Prancis ini memaksakan skor imbang berkat gol pamungkas dari striker Argentina, Lisandro Lopez di dua menit terakhir. Lyon kokoh di puncak Grup E dengan sepuluh poin hasil dari empat kali bermain. Fiorentina yang menang 5-2 atas Debrecen menyusul di posisi kedua dengan sembilan poin. Sementara Liverpool terpuruk di posisi ketiga dengan empat poin dan memerlukan keajaiban untuk bisa lolos ke fase selanjutnya. Pelatih Lyon, Claude Puel menegaskan timnya memang layak merebut tiket ke 16 besar. “Kami tampil gemilang sepan-

jang musim ini. Kami sangat berani hingga akhir untuk bisa menyamakan kedudukan dan lolos malam ini,” tegas mantan pelatih Monaco ini. Benitez yang masa depannya terancam akibat hanya menang sekali dari delapan pertandingan, memuji karakter yang ditunjukkan pemainnya. Ia menolak anggapan bahwa timnya tak lagi memiliki peluang ke babak selanjutnya. “Kami layak menang dan kebobolan gol di menit terakhir benar-benar tidak beruntung. Namun tim menunjukkan karakter dan mereka benar-benar positif,” tandas pelatih Spanyol itu. (adn/afp)

Hamren Akan Latih Swedia

LONDON - Pemain pengganti Zavon Hines menjadi penentu kemenangan 2-1 West Ham United atas Aston Villa dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di Upton Park, kemarin. Gol pamungkas Hines membawa tim besutan pelatih Gianfranco Zola itu beranjak dari zona degradasi. Cedera yang menimpa Carlton Cole membuka kesempatan pada Hines untuk diturunkan sesaat sebelum jeda. Striker asli West Ham itu memberikan pengaruh besar pada pertandingan yang lama didominasi oleh Villa ini. Setelah membantu terciptanya hadiah penalti yang membawa The Hammers unggul lewat Mark Noble, Hines mencetak gol di masa-masa penentuan untuk mencuri tiga poin setelah Ashley Young menyamakan skor bagi tim tamu. West Ham kembali diperkuat oleh Scott Parker, sedangkan Villa kehilangan Carlos Cuellar yang diskors dan James Milner yang cedera. Namun tuan rumah dipaksa merubah komposisi skuadnya saat pertandingan baru berjalan lima menit ketika Herita Ilunga harus digantikan oleh Jonathan Spector. Parker segera menunjukkan kehadirannya sangat berarti dengan menguji kiper Brad Friedel lewat tendangan jarak jauh. Kiper AS itu kemudian memerlukan dua upaya penyelamatan untuk mengantisipasi aksi Noble. Villa yang mengincar kemenangan untuk dapat merangsek ke empat besar, segera berbenah dan kiper West Ham asal Inggris, Robert Green harus berjibaku menyelamatkan sundulan John Carew, tendangan voli dari Stiliyan Petrov sertatembakan dari Gabriel Agbonlahor. Villa benar-benar dominan pada periode ini. Namun The Hammers yang berhak memim-

Inter Menang, Barca Imbang KIEV - Wesley Sneijder mencetak gol secara dramatis untuk memberikan kemenangan 2-1 bagi Inter Milan atas Dynamo Kiev di pertandingan Liga Champions, kemarin. Sebaliknya Barcelona ditahan 0-0 oleh klub Rusia, Rubin Kazan. Kemenangan di Stadion Lobanovskiy membawa Inter naik dari posisi keempat ke urutan teratas Grup F dengan enam poin. Kazan dan Barca samasama mengantongi lima poin di posisi kedua dan ketiga. Kiev menyusul di posisi keempat dengan selisih satu poin. Sneijder menjadi penentu kemenangan Inter dengan mencetak gol di menit ke-89. Tiga menit sebelumnya Diego Milito menyamakan skor untuk klub raksasa Seri A Liga Italia itu, setelah terlebih dulu tertinggal oleh gol Andriy Shevchenko di menit ke-21. “Ini penampilan yang fantastis, dengan hati, emosi, ambisi dan kesatuan,” ungkap pelatih Inter, Jose Mourinho mengenai kemenangan pertama yang diraih timnya dalam delapan pertandingan Liga Champions itu. “Saya telah melakukan kalkulasi secara cepat dan saya rasa sembilan poin akan cukup untuk lolos ke 16 besar. Kami memili-

Erik Hamren

Commonwealth Bank Tournament of Champions

Rezai Lolos ke Semifinal BALI - Petenis Prancis Aravane Rezai menjadi pemain pertama yang lolos ke semifinal “Commonwealth Bank Tournament of Champions” setelah meraih dua kemenangan dari dua pertandingan pertamanya. Pada pertandingan keduanya dalam Grup D melawan Melinda Czink dari Hungaria di Bali International Convention Center Nusa Dua, Bali yang masih sepi penonton, kemarin, Aravane meraih kemenangan dua set langsung 6-3, 7-5 atas petenis peringkat 39 dunia tersebut. Tertinggal 0-2 pada set pertama, petenis peringkat 44 dunia itu membalas melakukan “break” pada game ketiga dan ketujuh untuk memimpin 4-3 atas Melinda setelah petenis Hun-

garia itu melakukan kesalahan ganda. Aravane kemudian memenangi set tersebut setelah kembali melakukan “break” pada game kesembilan setelah melalui tiga “deuce” ketika pengembalian Melinda jatuh di luar bidang lapangan. Melinda yang mengalahkan Aravane di Beijing tahun lalu, bangkit untuk memimpin pada set kedua dan tampak seperti akan memaksakan set penentuan ketika ia unggul 5-1. Namun Aravane yang sudah memenangi pertandingan pertamanya melawan petenis “wildcard” Sabine Lisicki yang menjadi unggulan kedua dalam turnamen berhadiah total 600.000 dolar AS itu, bangkit untuk meyamakan kedudukan 5-5. “Set kedua adalah set yang sulit,

mental saya jatuh dan sulit untuk terus berjuang,” kata Aravane setelah lawannya bermain agresif dengan terus menekan dan maju ke depan net. “Tetapi setelah tertinggal 1-5 saya katakan ‘ok’ saya main tanpa beban, dan ini pertandingan grup, kalau pun saya kalah masih ada peluang untuk maju ke semifinal melalui selisih game, sehingga saya memilih untuk terus berjuang,” kata Aravane. Ia kemudian memenangi dua game terakhir untuk membukukan kemenangan dan meraih satu tempat di semifinal. “Ketika saya mendorong bola lebih keras dan dia menjadi semakin gugup, saya memanfaatkan itu untuk meningkatkan permainan saya untuk memenangi pertandingan,” tambahnya.

Lelah Sementara itu Melinda yang mengatakan bahwa sebenarnya lapangan yang digunakan dalam turnamen tersebut sesuai dengan permainannya, namun ia kehilangan set kedua karena keluar dari pola permainannya akibat lelah. “Saya agak lelah sehingga keluar dari rencana permainan saya,” kata Melinda yang lolos ke turnamen akhir tahun tersebut setelah meraih kemenangan pada turnamen Bell Challenge di Quebec City, Kanada. Ia juga memuji Aravane yang bermain gigih sepanjang pertandingan. Dalam pertandingan pertama Grup D, Aravane bangkit dari ketertinggalan set pertama untuk mengalahkan Sabine Lisicki 1-6, 6-3, 6-4. (ant)

pin sebelum jeda setelah Habib Beye menjatuhkan Hines di kotak penalti. Beye diganjar kartu kuning dan Noble sukses melesakkan gol penalti ke bagian atas gawang Friedel. Mantan kapten West Ham, Nigel Reo-Coker masuk menggantikan Emile Heskey di babak kedua dan ia menerima sambutan yang tidak ramah seperti yang sudah diperkirakan. Namun kebencian suporter tuan rumah segera tertuju pada wasit Steve Bennett setelah ia memberikan hadiah penalti pada Villa karena menganggap Manuel Da Costa melanggar James Collins. Bek West Ham melakukan protes keras, akan tetapi Green memastikan penalti yang diperdebatkan itu tak membahayakan timnya dengan melakukan penyelamatan atas eksekusi Young. Young hanya memerlukan dua menit untuk menebus kesalahannya tersebut. Setelah berhasil merebut bola dari lapangan tengah West Ham, ia menerobos dari sisi sayap kiri sebelum masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan dari jarak 25 meter yang di atas jangkauan Green. Villa terlihat akan memenangkan pertandingan pada periode itu, tetapi West Ham merespons dengan baik. Hines yang tampil impresif hampir mencetak gol dua kali, sebelum pelanggaran terhadap Spector membuat Baye dikeluakran di sisa enam menit. Green harus menghasilkan penyelamatan krusial berikutnya terhadap usaha Young , namun West Ham berhasil memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan di injury time, tepatnya ketika Parker memberikan umpan yang dapat diteruskan menjadi gol kemenangan oleh Hines. (adn/afp)

Wesley Sneijder

ki enam, kami memerlukan tiga lagi. Kondisinyaakan lebih rumit bila imbang atau kalah,” imbuh eks pelatih Chelsea itu. Di markas Kazan, Barcelona dibuat frustasi oleh ketatnya pertahanan tuan rumah. Barca yang kalah 1-2 dari klub Rusia itu pada pertemuan pertama di Nou Camp dua pekan lalu harus puas mendapatkan hasil imbang tanpa gol. Dengan hasil ini, Barca justru dalam posisi tertekan untuk memenangkan dua pertandingan selanjutnya. Sebab andai mereka finis dengan jumlah poin sama, Kazan yang berhak melaju ke babak 16 besar karena unggul rekor head to head menyusul kemenangan di Nou Camp tersebut. Pelatih Kazan, Kurban Berdyev mengaku gembira bisa mendapatkan empat poin dari dua pertemuan dengan sang juara bertahan. “Kami berharap untuk mengulang penampilan kami di Nou Camp dan secara umum kami sukses. Kami juga menciptakan beberapa peluang melawan tim terbaik di dunia ini, sayangnya kami melewatkannya. Bahkan lebih sulit melawan Barcelona di depan pendukung kami,” papar Berdyev. Arsitek Barca, Josep Guardiola juga menunjukkan kepuasan atas satu p o i n y a n g diraihnya. “Saya selalu mengatakan bahwa orangorang Rusia, tim Slavonic adalah tim yang kuat. Rubin bermain dengan sangat baik hari ini. Mereka mengendalikan seluruh pemain kami, sementara serangan balik mereka benar-benar berbahaya,” jelas Guardiola. “Kami terlihat lebih baik di babak pertama, tetapi pada periode berikutnya Kazan memainkan sepakbola kreatif dan harusnya juga bisa menang. Imbang adalah hasil yang baik dalam pertandingan seperti ini, namun sekarang kami perlu memenangkan dua pertandingan tersisa,” tegas Guardiola. (adn/afp)


Nasi nal Pabrik SS Digerebek BANDUNG - Jajaran kepolisian menggerebek sebuah rumah mewah di Jalan Safir Biru Wing II, Kompleks Perumahan Setiabudi Regency, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, kemarin, karena diduga menjadi pabrik sabu-sabu (SS). Penggerebekan itu dilakukan

oleh tim dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Rumah milik warga bernama Her (43) itu terletak di kompleks perumahan elite di kawasan Bandung Utara. Selain itu, polisi juga mengamankan lima penghuni rumah lain yakni Hidayat (sopir), Alay (sopir), Jujuk, Lina (pembantu)

serta Novita, istri dari Her. Dari hasil penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti 403 kilogram (kg) SS. Berdasarkan keterangan, pabrik itu mampu memproduksi 5-6 kg SS/hari dengan nilai Rp 1 miliar per kg. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 06 November 2009 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu