127 |29 Februari - 6 Maret 2016
Sampah Jadi Masalah
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI z Reklamasi Teluk Benoa Mematikan Ekonomi Rakyat 6 BALI SEPEKAN zTruk Angkut Rusak, Sampah Menumpuk 7 LAPORAN UTAMA zSampah Jadi Masalah 8
zBank Sampah 11 POLITIK zKelola Kekuasaan dengan Nurani 16 zInovasi Jangan Sarat Kepentingan 17 PENDIDIKAN z Perangi Sampah Plastik
DAERAH z Sumur Bor Menuai Keluhan
Petani Kesulitan Air Irigasi 22
LENSA z Megah 26
OLAHRAGA z Demi Kebenaran 28 LINGKUNGAN z Krisis ABT Mengancam 36
Mulai Bangku Sekolah 18
MANCANEGARA z Sengketa Laut Cina Selatan Berlanjut 20
PARIWISATA z Paket Nyepi di Bali Tak Lagi Berseri PROPERTI z Sektor Properti Diprediksi
38
Segera Bangkit 42
29 Februari - 6 Maret 2016
3
DARI PEMBACA
Kajian Amdal Tak Perlu Dilanjutkan S
aya secara pribadi mendukung KPA yang dikatakan oleh Bendesa Seraya Nyoman Matal untuk mengimbau seluruh desa adat bersikap menolak reklamasi Teluk Benoa dengan kedok revitalisasi. Saya juga memberikan apresiasi kepada desa adat se-wilayah Badung dan se-Kota Denpasar yang telah mengeluarkan sikap secara kelembagaan untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa sekali pun tidak mendapat respons dari DPRD Bali. Saya mohon kepada seluruh desa adat berjuang terus untuk membatalkan kajian Amdal yang rencananya akan dibahas akhir bulan Februari 2016. Saya berharap rencana reklamasi Teluk Banoa tidak dilanjutkan oleh investor demi kelestarian pulau Bali yang kita cintai untuk anak, cucu kita dimasa yang akan datang. Selamat berjuang. Saya sebagai warga Bali sangat mendukung perajuangan desa adat Bali dan tokoh-tokoh Bali yang bergerak menyelamatkan Bali tanpa pamerih. Mari lakukan perjuangan sampai tuntas, sehingga pihak-pihak yang selama ini mengabaikan aspirasi desa adat dan aspirasi krama Bali segera sadar, bahwa mereka tak bisa hidup hanya dengan bersandarkan pada uang. I Nyoman Wisna Paksebali, Klungkung
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Agus Toni. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
29 Februari - 6 Maret 2016
4
Politisi Bali Belum Mandiri AGENDA politik di negeri ini tak pernah surut. Pergolakan politik dan permufakatan politik juga kerap dilakukan dengan kedok membela kepentingan publik. Namun, sering kali kesepakatan politik yang terjadi di luar nalar dan kepentingan rakyat. Bahkan, sikap partai politik direaksi publik dengan melakukan demo, sindiran dan pemboikotan. Sinisme publik ternyata tak cukup membuat politisi peka terhadap aspirasi rakyat. Pandangan ini juga mengemuka ketika krama desa adat di Bali ramairamai menyuarakan aspirasi terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa. Bahkan sejumlah responden menuding politisi Bali belum mandiri karena takut pada elite partainya. Pandangan ini mengemuka saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait partisipasi politisi dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Merujuk hasil jajak pendapat Pusat Data Bali Post, ada 60,46 persen responden yang mengaku krama adat di Bali nyaris tanpa pengawalan dari politisi di Bali saat menentang reklamasi. Para wakil rakyat di Bali bahkan tak datang melihat krama Bali menentang penolakan reklamasi Teluk Benoa. Responden menilai politisi Bali belum berani beda sikap dengan kekuasaan untuk membela kepentingan rakyat. Belum ada politisi Bali yang mandiri dan secara tegas menyuarakan aspirasi krama Bali menentang investasi dengan menguruk laut. Sementara itu, terkait dengan partisipasi politisi dalam menentang reklamasi ini, 38,24 persen responden meyakini sudah ada sikap ke arah itu. Partisipasi politisi secara terbuka memang diakui masih minim. Namun melihat sedemikian masifnya penolakan reklamasi di sejumlah desa adat, responden yakin peran serta politisi di wilayah–wilayah yang menolak reklamasi sudah ikut terakumulasi. Responden meyakini banyak politisi Bali yang sebenarnya menolak reklamasi, namun tak berani bersuara karena ada perintah ‘’atasan’’. Budaya politik yang takut pada atasan politik bukan pada rakyat, mestinya didobrak agar politisi Bali benar-benar mandiri. Bukan menjadi kaki tangan elite politik. Sementara itu, 1,30 persen responden tidak memberikan sikap terkait hal ini. Responden kelompok ini mengatakan sikap
politisi saat ini sulit diprediksi. Jangankan membela rakyat, loyal kepada partainya saja mereka kadang tak pasti. Buktinya, kata responden, banyak politisi yang menjadi kutu loncat untuk memperjuangkan kepentingan pribadinya. z Dira Arsana
29 Februari - 6 Maret 2016
5
5
OPINI
Reklamasi Teluk Benoa Mematikan Ekonomi Rakyat
R
eklamasi Teluk Benoa merupakan wacana yang sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat Bali yang berpotensi dapat memecah belah rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Bali. Terbukti sudah banyaknya suara-suara dari para sulinggih, tokoh adat dan budaya, tokoh politik dan para pakar perguruan tinggi (para akademisi), juga para generasi muda (baik mahasiswa, sekaa teruna-teruni) maupun organisasi sosial lainnya, yang secara tegas dan jelas menolak reklamasi yang merupakan megaproyek (proyek murcusuar) di Bali. Sejalan dengan hal tersebut, desa adat juga menolak kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang diajukan pemrakarsa reklamasi Teluk Benoa dianggap tidak layak untuk dijadikan dasar pertimbangan untuk menentukan nasib reklamasi Teluk Benoa. Kajian terhadap amdal tersebut dinilai tidak fair, dangkal dan mengabaikan sistem pengelolaan pesisir secara terpadu (pandangan Akademisi Kelautan Ketut Sudiarta, Bali Post, Minggu, 31 Januari 2016). Perjuangan penolakan reklamasi terhadap Teluk Benoa jangan dianggap sepele oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Juga termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Pusat, karena kondisi reklamasi yang dipaksakan sama jahatnya dengan sifat dan karakteristik Kolonialisme terhadap Bali. Dengan memperhatikan dan mengkaji perkembangan wacana reklamasi Teluk Benoa sampai saat ini sepertinya ada gejala-gejala kelompok masyarakat yang pro terhadap reklamasi dan kelompok masyarakat yang kontra terhadap reklamasi. Kondisi seperti ini merupakan ranah yang sangat potensial dimasuki paham kolonialisme, sehingga akan mempercepat runtuhnya dinasti Bali. Pengembangan segmen ekonomi rakyat di Bali belakangan ini semakin banyak tumbuh dan berkembang di setiap jengkal di wilayah Bali yang jumlahnya ribuan lebih, baik yang berusaha di sektor industri pariwisata (kerajinan kayu, kerajinan perak, kerajinan besi dan kerajinan industri kreatif) dan sektor kuliner juga termasuk sektor jasa pariwisata. Dengan memperhatikan
6
One Product (OVOP). Terkait dengan hal tersebut, di mana para nelayan dan masyarakat yang hidup di kondisi tersebut, maka Bali sebenarnya pesisir pantai sudah menjadikan pantai dan hidup bertahan dengan kekuatan ekonomi laut sebagai mata pencaharian (kehidupan rakyat. Oleh sebab itu, pengembangan seg- ekonomi) yang turun-temurun dari nenek men bisnis ekonomi rakyat membutuhkan moyangnya. Maka dari itu kita sebagai anak pendekatan yang integratif (integrative bangsa sangat mengenal semboyan yang approach) tidak bisa secara parsial ataupun sangat merakyat yaitu Nenek Moyangku sektoral. Bagi Bali pendekatan tersebut Seorang Pelaut. Dengan demikian potensi sangat krusial, apalagi akan adanya wacana ekonomi kelautan sangat menjanjikan Reklamasi Teluk Benoa akan memberikan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera dampak terhadap pertumbuhan dan perkem- ke depan. Untuk itu peran pemerintah dan bangan ekonomi rakyat. Secara karakter- legislatif seharusnya menjaga dan melindistik segmen bisnis ekonomi rakyat dapat ungi pantai dan laut di wilayahnya, bukan GLNDML PHODOXL WRSRJUDÂż membiarkan dicaplok oleh para investor .DMLDQ GDUL DVSHN WRSRJUDÂż SHQJHP- dengan istilah Papa Minta Rezeki. bangan ekonomi rakyat baik dari sektor Dikaji dari sisi kebudayaan maka Bali pariwisata maupun dari sektor nonpariwisata memiliki budaya Hindu. Budaya ini berkemtidak bisa bergerak secara bisnis ekonomi bang berkat perkembangan agama Hindu sendiri-sendiri, melainkan harus bisa bek- sejak dahulu kala. Jadi jika berbicara Bali erja sama saling tolong-menolong, gotong- dan masyarakat Bali (krama Bali) maka royong dengan berasaskan kekeluargaan. tidak mungkin lepas dari pemahaman aspek Dengan demikian kehidupan bisnis ekonomi budaya dan agama Hindu. Dengan demikian rakyat di daratan dengan kehidupan bisnis homogenitas ini penting diperhatikan mengekonomi di pesisir laut (pesisir pantai) harus ingat sepanjang sejarah kebudayaan telah bergerak secara seimbang (harmonis) dengan mempu menghasilkan situasi yang kondusif falsafah Tri Hita Karana. Sejalan dengan hal bagi pengembangan ekonomi rakyat di Bali. tersebut, apabila wacana reklamasi Teluk Dengan latar belakang itulah sesungguhnya Benoa tidak ditolak maka akan berdampak yang menjadi dasar bertumbuhnya industri buruk, bahkan mematikan kehidupan bisnis pariwisata di Bali. Oleh sebab itu dapat dikataekonomi para nelayan maupun masyarakat kan bahwa industri pariwisata Bali mendunia, yang berada di pinggiran sepanjang pantai terutama berkat kebudayaan yang kondusif Teluk Benoa. Ini berarti dengan adanya yang berlandaskan pada agama Hindu. reklamasi akan mematikan ekonomi rakyat Berdasarkan kajian tersebut reklamasi dan menghidupkan ekonomi konglomerat Teluk Benoa sudah tidak dapat diterima, (ekonomi kapitalisme). bahkan harus ditolak oleh masyarakat Bali Kajian dari aspek potensi ekonomi ber- karena sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai dasarkan struktur Produk Domestik Regional dan prinsip-prinsip falsafah Tri Hita Karana. Bruto (PDRB) tampak komposisinya yang Di samping itu dari aspek demokrasi dominan diisi oleh sektor perdagangan, ekonomi, masyarakat ekonomi wong hotel dan restoran, sektor pertanian, sektor cilik (ekonomi rakyat) tidak akan pernah jasa, sektor pengangkutan dan transportasi, menikmati keadilan ekonomi maupun keasektor properti dan yang belum terjamah dilan sosial bagi hajat hidup orang banyak. adalah sektor kelautan yang memiliki potensi Ini berarti apa yang menjadi amanat dan cukup besar. Maka dari itu, sektor kelautan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar sudah saatnya untuk menyusun master plan Republik Indonesia 1945 sudah mati karena ekonomi kelautan (ekonomi rakyat pesisir dicaplok oleh para investor (kapitalisme). laut) agar pengembangan ekonomi rakyat Dengan demikian reklamasi Teluk Benoa GL SHVLVLU SDQWDL PHODOXL VWUDWHJL LQWHQVLÂżNDVL mematikan ekonomi rakyat, maka dari itu atau jika diterjemahkan lebih operasional harus ditolak dan Peraturan Presiden No. 51 dapat menjadi konsep strategi One Village Tahun 2014 harus dicabut. Oleh Bambang Gede Kiswardi
29 Februari - 6 Maret 2016
6
BALI SEPEKAN
Truk Angkut Rusak, Sampah Menumpuk
MBP/san
SEJAK delapan tahun secara swadaya menangani sampah, Desa Pandak Gede Kediri mengalami masalah yang cukup vital. Fasilitas utama dalam hal ini truk angkut sampah yang mereka miliki mengalami kerusakan. Akibatnya, dalam empat hari terakhir pelayanan angkut sampah tidak berjalan maksimal sehingga terjadi penumpukan sampah di depan rumah penduduk. Hal ini tentu menganggu pemandangan, terlebih desa
Pandak Gede termasuk salah satu desa yang menjadi jalur pariwisata menuju DTW Tanah Lot. Perbekel Pandak Gede, I Gede Putu Suci Arta, Senin (15/2) mengatakan kerusakan truk sampah yang dimiliki desanya kerap terjadi. “Setiap bulan ada saja kerusakan, sehingga pengangkutan sampah tidak bisa dilakukan maksimal,� ujar Suci Arta. z Wira Sanjiwani
Pam Swakarsa Warga Keluhkan Pelayanan LPD Dioptimalkan MARAKNYA masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal khususnya pencurian, mendapat sorotan kalangan DPRD Gianyar. Polres Gianyar diharapkan meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan kerja sama dengan pecalang sebagai Pam Swakarsa di setiap desa. Ketua Komisi IV Putu Gede Pebriantara, Senin (15/2), menyampaikan, pihaknya berharap aparat kepolisian lebih maksimal dalam menekan angka kriminalitas. Polisi juga harus bergerak cepat mengungkap sejumlah kasus pencurian yang semakin marak terjadi dalam beberapa hari terakhir. ‘’Kita harap polisi lebih maksimal melakukan pengamanan guna mengantisipasi bahaya kriminal yang ada, seperti pencurian dan lainnya. Apalagi beberapa hari kemarin, banyak sekali pencurian yang meresahkan warga,’’ ucapnya. Beberapa aksi pencurian cukup menonjol terjadi sejak awal 2016 seperti sejumlah aksi bobol rumah hingga curanmor yang marak terjadi di seputaran Sukawati dan Ubud. Warga yang geram dengan aksi pencurian, mulai langsung menghakimi pelaku bila tepergok seperti yang terjadi di Banjar Laplapan, Ubud beberapa waktu lalu. z Manik Astajaya
LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) Desa Gerokgak, diprotes warganya. Protes disampaikan para nasabah lantaran mereka tidak bisa menarik tabungannya di LPD. Sayangnya, pihak LPD tidak memberikan penjelesan terperinci dan komprehensif. Konon dari akumulasi nilai tabungan warga selama setahun terakhir ini sudah mencapai angka miliaran rupiah. Kegagalan menarik itu membuat masyarakat mesti bersabar. Banyak pihak mensinyalir manajemen LPD tak sehat. Warga setempat Made Pastra mengungkapkan nilai tabungannya di LPD
Gerokgak yang dikumpulkan selama bertahun-tahun sudah mencapai Rp 37 juta. Ia terpaksa gigit jari soalnya ketika dia perlu, uang berikut bunga tabungan tidak dapat ditarik. Pastra mengaku sudah beberapa kali mendatangi LPD. Dikatakan, petugas LPD selalu berkilah tanpa penjelasan masuk akal. Dikonfirmasi terpisah, Ketua LPD Desa Gerokgak, Komang Agus Putra Jaya, justru membantah menyangkut keluhan dan tudingan warga itu. Menyangkut kesulitan menarik tabungan di LPD Gerokgak, dinilai hal itu tidak benar. z Dewa Kusuma
Pemerintah Diminta Tangani Sumur Bor PENGGUNAAN sumur bor oleh sejumlah usaha peternakan ayam dituding petani sebagai salah satu penyebab menipisnya pasokan air di saluran irigasi. Kondisi ini menjadi sorotan kalangan DPRD Bangli. Supaya petani tak semakin dirugikan, pemerintah pun diminta segera membuatkan regulasi penggunaan sumur bor. Ketua Komisi II DPRD Bangli I Nengah Sugiman, Senin (15/2) menjelaskan, belakangan ini persoalan petani sudah cukup banyak. Jika ditambah dengan maraknya pembuatan sumur bor yang berdampak pada mengecilnya debit air di saluran irigasi, secara otomatis beban yang dipikul akan semakin berat pula. ‘’Kasihan petani
kalau seperti ini,’’ ujarnya, didampingi anggota Komisi II I Wayan Jamin. Supaya petani tak semakin dirugikan, pemerintah perlu segera membuatkan regulasi untuk pembuatan sumur bor sebeOXP WHUMDGL NRQĂ€LN DQWDUD SHWDQL GHQJDQ pengusaha. Dengan hal ini, perkembangan sektor petanian akan tetap terjaga. ‘’Kalau usaha itu kan wajar, tapi ini harus dibuatkan regulasi. Jangan sampai sektor peternakan saja yang diuntungkan. Tapi pertanian malah dirugikan. Ini perlu mendapat sikap serius dari pemerintah. Biar tidak gara-gara seperti ini terjadi NRQĂ€LN ´ WHJDV 6XJLPDQ z Sosiawan 29 Februari - 6 Maret 2016
7
7
LAPORAN UTAMA
Sampah Jadi Masalah
S
ampah, salah satu masalah di Bali. Karenanya harus ada gerakan untuk menanganinya. Edukasi terhadap masyarakat dalam penanganan sampah, hal yang sangat penting. Bukan sekadar memindahkan dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA). Bukan! Itu hanya langkah jangka pendek. Yang diperlukan adalah kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah dan tidak mencemari lingkungan. Pascahari raya Galungan, produksi sampah di Bali paling. Hampir dua kali lipat dari harihari biasa. Di mana-mana itu terjadi. Akibatnya sampah menumpuk. Tak hanya di pinggir jalan, juga di alur sungai. Penumpukan sampah yang tak terangkut diakui DKP Denpasar. Alasanya, mereka kewalahan, karena produksi sampah di luar prediksinya. Demikian pula di Badung. Sampah malah mengoroti sebagian besar pantai di daerah pariwisata itu. Pantai yang padat dengan wisatawan diserbu sampah kiriman. Bahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung memberlakukan darurat sampah lantaran lonjakan sampah yang terhempas ke daratan terutama di Pantai Kuta dan Legian. Kepala DKP Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, volume sampah mencapai 125 ton per hari. Atas kondisi itu diputuskan status darurat sampah untuk kedua kawasan pantai tersebut. “Kami berlakukan darurat sampah karena setiap harinya 125 ton sampah terkumpul. Jika esok hari volume sampah di bawah 100 ton, status darurat sampah baru kami cabut,” ujar Eka Merthawan, pekan lalu. Di TPA Suwung, juga tak luput dari masalah. Bau yang menyengat menjadi keluhan warga. Bahkan warga mengancam akan menutup TPA tersebut, bila pemerintah tak segera melakukan penanganan. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang dilantik Rabu 17 Februari 2016, langsung merespons. Bahkan masalah tersebut sudah sempat dibicarakan dengan Bupati Badung Giri Prasta saat pelantikan. Ia mengakui, sampah masih menjadi masalah krusial bagi Denpasar. Rai Mantra pun mengakui jika Denpasar sudah kewalahan menangani sampah terutama di TPA Suwung. Karenanya, dalam program 100 hari jabatannya ini, ia akan menggarap perbaikan pelayanan publik serta penanganan sampah, termasuk keluhan-keluhan warga agar
8
bisa langsung ditangani masing-masing SKPD. “Penanganan sampah akan menjadi skala prioritas kami ke depan. Beberapa hari ini saya juga sempat membaca koran terkait masalah sampah ini. Dan tadi pagi (kemarin-red), saat pelantikan pas ketemu Pak Giri Prasta (Bupati Badung-red), kami sempat mendiskusikan hal ini,” ujar Rai Mantra. Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara mengungkapkan persoalan TPA Suwung harus dibahas bersama. Terutama, soal pengolahan sampah yang dilakukan PT NOEI. “Karena tidak mampu melakukan apa yang tertuang dalam perjanjian, maka harus segera dicabut. Berbeda kalau mereka sudah bekerja,” katanya. Sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar menuding munculnya protes masyarakat sebagai akibat ketidakberdayaan PT NOEI dalam mengolah sampah. Karena itu, Dewan meminta agar Gubernur Bali dan juga PT Sarbagita segera turun tangan. ‘’Saya kira wajar masyarakat menyampaikan ancaman seperti itu. Mengingat, tidak adanya jaminan higienitas di sekitar kawasan TPA. Saya pun kalau tinggal di sekitar itu pasti akan menyampaikan hal serupa. Mengingat, masyarakat sekitarnya sangat merasakan pencemaran sampah plastik dan polusi udara. Belum lagi kemungkinan wabah penyakit maupun kondisi air sumur yang tak layak minum,’’ kata anggota Komisi IV DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada. Sementara itu, Pemprov Bali menyatakan akan segera memutus kerja sama dengan PT NOEI terkait pengelolaan sampah di TPA Suwung, Denpasar. Pasalnya, PT NOEI disebut telah melanggar aturan dan komitmen. Pemutusan kerja sama saat ini sedang berproses, paling lama enam bulan ke depan sudah tuntas dilakukan. “Kami di provinsi sudah jelas mencabut, empat kabupaten Sarbagita itu sudah oke,” ujar Sekda Provinsi Bali, Cokorda Pemayun di Denpasar, pekan lalu. Menanggapi keluhan warga sekitar karena bau tak sedap sampah, Pemayun meminta warga bersabar. Pihaknya juga cukup kecewa dengan apa yang dilakukan PT NOEI. Sebab, energi listrik yang dijanjikan dari pengelolaan sampah di TPA Suwung tak kunjung terealisasi. “PT NOEI yang kita percayakan untuk menyelesaikan, sampai saat ini belum memenuhi apa yang dia janjikan dalam MoU itu,” jelasnya. z Asmara/Rindra
29 Februari - 6 Maret 2016
8
MBP/dok
Petugas kebersihan menaikkan sampah yang sebelumnya meluber ke jalan.
29 Februari - 6 Maret 2016
9
9
LAPORAN UTAMA
10
29 Februari - 6 Maret 2016
10
Bank Sampah
P
endirian bank sampah, salah satu solusi atasi sampah plastik. Di Tabanan, Denpasar, Badung, Gianyar termasuk Bangli telah membentu lembaga tersebut. Ada dari pribadi ada pula dari ibu-ibu PKK. Bahkan di Tabanan ada komunitasnya yang mau membeli sampah plastik. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan bank sampah, ada yang langsung dijual kembali. Namun tak sedikit yang diolah menjadi barang kerajinan. Di Bangli misalnya. Bank Sampah di Desa Taman Bali Bangli mengolah sampah plastik menjadi barang kerajinan. Pemilik Bank Sampah, I Wayan Sutirka, pekan lalu ,menuturkan kerajinan berbahan baku barang bekas, utamanya dari sampah plastik sangat diminati oleh konsumen asing. Permintaannya pun mencapai 50 buah setiap harinya. Namun, terbatasnya pengrajin membuat permintaan itu tak bisa dipenuhi. “Permintaan kerajinan sangat banyak. Sampai datang dari luar negeri. Tapi karena pengrajin terbatas, kami tidak bisa penuhi per-
Sampah menggunung di TPA Suwung MBP/eka
mintaan itu,” ujarnya. Lanjutnya, usaha kerajinan ini sesungguhnya sangat menjanjikan. Selain mendapat penghasilan, masyarakat juga akan mendapatkan keterampilan. Untuk memenuhi permintaan pesanan, sebut Sutirka kerja sama dengan sekolah maupun masyarakat akan diperluas. “Kami akan komunikasikan hal ini dengan beberapa sekolah yang lain. Kami juga siap memberikan pembinaan,” tuturnya. Sementara itu, kata Sutirka kondisi berbeda justru terjadi pada jumlah nasabah di bank sampah yang meningkat hingga 20 persen. Sebelumnya, nasabah didominasi oleh masyarakat maupun sekolah yang ada di Kecamatan Bangli saja. Namun kini telah berkembang ke daerah lain, seperti Kecamatan Tembuku. “Jumlah nasabah semakin meningkat. Itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik semakin meningkat,” pungkasnya. z Farendra
MBP/wan
Menteri Koperasi dan UMKM AA Puspayoga mengamati kerajinan berbahan sampah plastik yang dipamerkan di Shankara, bulan lalu. 29 Februari - 6 Maret 2016
11
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
GEDUNG BARU - SMP PGRI 2 Denpasar yang akrab disebut Grisda selalu melakukan terobosan untuk memberi pelayanan pendidikan bermutu kepada masyarakat. Saat ini SMP PGRI 2 Denpasar di Jl. Meduri sedang membangun gedung baru berlantai empat. Gedung baru senilai Rp 900 juta tersebut lantai I dipakai untuk lab MIPA, lantai II untuk perpustakan dan lantai III dan IV untuk empat ruang kelas baru. Dengan demikian sekolah ini kini memiliki 34 ruang kelas baru. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda didampingi para wakasek, Selasa (16/2), langsung memantau pelaksanaan proyek secara swadaya tersebut. Dia mengungkapkan dengan tambahan empat RKB ini dipastikan mulai tahun ajaran baru ini 2016-2017 semua siswanya masuk pagi.
BERUNTUNG - Program Rejeki BNI Taplus (RBT) benar-benar membawa keberuntungan bagi Ni Putu Prima Septiani, salah satu nasabah setia BNI yang tinggal di daerah Tonja, Denpasar Utara. Nasabah BNI sejak 2003 tersebut beruntung mendapatkan satu unit Vespa Piaggio Primavera 150 3V ie dari Program Rejeki BNI Taplus. Bertempat di banking hall BNI Kantor Cabang Denpasar, Selasa (16/2), Anak Agung Gede Putra selaku Pemimpin Konsumer Banking BNI Kantor Wilayah Denpasar menyerahkan secara langsung hadiah undian Rejeki BNI Taplus berupa Vespa Piaggio Primavera 150 3V ie dengan disaksikan seluruh nasabah yang sedang bertransaksi. Rejeki BNI Taplus merupakan program tahunan BNI yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah BNI Taplus. Program undian adalah program pemberian hadiah bagi nasabah tabungan yang melakukan transaksi e-Banking maupun menambah saldo dengan sistem undian berdasarkan jumlah poin transaksi dan saldo.
PRASASTI - Penjabat Wali Kota Denpasar Drs. A.A. Gde Geriya, M.H., Jumat (5/2), meresmikan Gedung baru PT BPR Bank Kertiawan berlantai tiga di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No. 88, diwarnai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita bunga oleh Kepala Kantor Regional 8 Otoritas Jasa Keuangan Bali dan Nusa Tenggara. Dengan demikian, secara resmi PT BPR Bank Kertiawan telah beroperasi di wilayah Banjar Kesambi, Desa Pakraman Kesiman, Denpasar Timur. Komisaris Utama BPR Bank Kertiawan I Wayan Murja, S.E., M.M. didampingi Direktur Utama BPR Bank Kertiawan Emic Dwi Setyawati GS, S.E., MBA. melaporkan, proses perpindahan Bank BPR Kertiawan dari Gianyar ke Denpasar menghadapi perjalanan cukup panjang dengan berbagai proses perpindahan kantor seperti halnya harus mengikuti pemenuhan modal setor sebesar Rp 14 miliar untuk dapat beroperasi di zona 1 (satu) Denpasar, pemenuhan rasio kecukupan modal minimum (CAR) minimal 12% selama 6 bulan berturut-turut, di samping harus membuka Kantor Cabang yang baru di Gianyar sebagai induk dari Kantor Kas Ubud yang telah ada, sehingga memerlukan waktu hampir satu tahun untuk memenuhi segala persyaratan dan legalitas yang diperlukan.
MBP/ist
12
29 Februari - 6 Maret 2016
MBP/ist
WISUDA - Undiknas University kembali mencetak human capital yang memiliki kemampuan, keterampilan dan kapasitas intelektual berdaya saing tinggi. Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA., Rabu (17/2), mewisuda 310 sarjana S-1 dan S-2. Wisuda juga dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-47 Undiknas University. Sarjana yang diwisuda masing-masing 95 orang dari Program Studi Manajemen, Akuntansi (106), Ilmu Administrasi Negara (7), Ilmu Komunikasi (14), Ilmu Hukum (19) Program Studi Teknik Sipil (1), Teknik Elektro (2), 48 wisudawan dari Program Studi Magister Manajemen dan 18 wisudawan dari Program Magister Administrasi Publik. Yang membanggakan, untuk kali pertama dua lulusan MM meraih gelar akademik MBA (Master of Business Administration). Kedua lulusan itu adalah Andi Tenri Angka, S.S., IPK 3,95, TOEFL 560 dan Ni Luh Rai Ayu Riscahyani, S.E. dengan IPK 3,96 dan TOEFL 550. Dengan bertambahnya lulusan yang diwisuda pada periode Februari ini, maka jumlah keseluruhan alumni Undiknas sejak berdiri 47 tahun yang lalu hingga hari ini sebanyak 20.241 alumni.
MBP/ist
MBP/ist
TERUMBU KARANG - Masalah banjir di kawasan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak disikapi sangat serius. Pemkab Buleleng melakukan koordinasi melibatkan Balai Jalan Pelaksana Jalan Nasional VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Acara itu dihadiri langsung Kepala Balai Sayful Anwar, Kasi Pelaksanaan Jalan Nusaksi, Satker Jalan Nasional Nikmatullah, Pejabat Pembuat Komitmen Wayan Sutama, Kasi Op Balai Sungai Sudana, dan jajaran lainnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. mengatakan hal itu usai melaksanakan rapat bersama pihak balai di Denpasar, Senin (15/2). Dalam jumpa Pers di Buleleng, Bupati Suradnyana memaparkan, rapat membahas masalah banjir di Pemuteran bercampur lumpur. Jika hal itu dialirkan ke laut maka dikhawatirkan dapat merusak ekosistem lingkungan bawah laut.
WARGA MISKIN - Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., dalam sehari memberikan bantuan paket sembako, bedah rumah, dan pelayanan kesehatan kepada lima warga yang kurang mampu. Kelima warga tersebut berasal dari Lingkungan Sangket, Kelurahan Sangket, Kecamatan Sukasada, dan Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Senin (15/2). Lokasi pertama yang dikunjungi Wabup Sutjidra adalah Lingkungan Sangket, Kelurahan Sangket, Sukasada. Di sini, Wabup Sutjidra harus berjalan kaki sejauh 700 neter guna menemui tiga warga yaitu Kopang Merta Bami (51) Komang Agus Parwata (15), dan Kopang Seruni (81). Kopang Merta Bami merupakan lansia yang hanya tinggal di pondok yang tidak layak ditempati. Dia menghuni tanah warisan keluarganya. Sedangkan Komang Agus Parwata yang bertetangga dengan Kopang Merta Bami merupakan anak yatim piatu. Dia putus sekolah dan tinggal sendiri di rumahnya.
MBP/ist
SEMINAR - Undiknas University Denpasar menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kekerasan Seksual pada Anak�, Senin (15/2). Seminar diikuti 100 mahasiswa, menampilkan pembicara mantan Dirjen HAM yang juga Ketua Dewan Guru Besar UI Prof. Harkristuti Harkrisnowo, M.A., Ph.D., dosen FH Undiknas yang juga Ketua Perdiknas Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., Dr. I Made Wirya Darma, S.H., M.H. dan Ketua AAI Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. Di sela-sela seminar, Undiknas juga menggelar workshop pelatihan penyusunan buku bagi dosen Undiknas. Sementara seminar dimoderatori Dekan FH Undiknas Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H. Ketua Panitia Seminar Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.Si. mengungkapkan, seminar diikuti mahasiswa dari Undiknas dan tujuh PT di luar Undiknas yakni Undip, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Mahatmajaya, Universitas Islam Sumut, Universitas Surabaya, Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta dan Undwi.
MBP/ist
LPD - DPD-RI menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dengan bangkrutnya LPD Tegaljadi di Kecamatan Marga, Tabanan, dengan turun langsung ke masyarakat. Kehadiran sosok pemimpin muda Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III ini disambut oleh ratusan warga Desa Tegaljadi, termasuk pejabat desa dinas, bendesa adat, pengurus LPD dan juga nasabah LPD yang dirugikan. Dalam kesempatan itu Gusti Wedakarna mendapat penjelasan tentang kronologis dari kebangkrutan LPD hingga mencapai hampir Rp 1 miliar, sehingga dapat dicarikan titik temu. 29 Februari - 6 Maret 2016
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
HUT - Serangkaian HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII, jajaran Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Padanggalak, Kesiman, Senin (15/2) . Aksi kebersihan ini dikoordinir Unmas Denpasar diisi dengan membersihkan sampah plastik sepanjang pantai dan penanaman pohon penghijauan. Acara yang bersinergi dengan masyarakat ini juga dihadiri Klian Adat Banjar Kedaton Kesiman A.A. Gede Yudana Putra, S.E. dan Ketua Tim Penataan Kawasan Padanggalak I Wayan Sukra. Rektor Unmas Denpasar Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. mengungkapkan rasa syukurnya karena Unmas tahun ini menempati ranking ke-44 perguruan tinggi (PT) terbaik dari 3.230 PTN dan PTS di Indonesia. Bahkan, Unmas menempati posisi PT terbaik nomor satu di Bali, NTB dan NTT, serta mampu menyalip Unud dan Undiksha. Prestasi ini, katanya, berkat kerja keras dan keseriusan jajaran Unmas Denpasar menjalankan Tri Dharma PT secara seimbang dan berkualitas.
MBP/ist
PAPUA - Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua tak pernah berhenti untuk menggapai prestasi dan eksistensinya dalam bidang pendidikan seni. ISBI Tanah Papua yang telah berusia setahun pun tak ingin ketinggalan untuk mengikuti ajang pameran bertaraf nasional dalam rangka Rakernas Kemenristekdikti Puspiktek di Serpong, Tangerang yang berlangsung dari tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2016. Keikutsertaan ISBI Tanah Papua ini atas undangan langsung dari Sekjen sekaligus sebagai Ketua Panitia Rakernas Prof. Dr. Ainun Naim melalui Rektor ISBI Tanah Papua Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. Rektor Rai menyatakan, mandat yang diberikan ISBI Tanah Papua adalah suatu kehormatan, maka dari itu pihaknya merancang konsep materi untuk pameran. Dalam pameran ISBI Tanah Papua membawa konsep yaitu menampilkan potensi lokal dengan arah industri kreatif.
MBP/ist MBP/ist
DONOR DARAH - Komunitas Peduli Bali menggelar Valentine Blood Donation ke-18 dengan tema “Bakti Kasih Kepada Sesama” di Legian Beach Hotel, Sabtu (13/2). Komunitas Peduli Bali merupakan kumpulan dari organisasi/lembaga dengan berbagai karakteristik yang berbeda namun memiliki kepedulian terhadap Bali. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Peduli Bali antara lain Aliansi Tokoh Masyarakat Bali (ATMB), Parasparos, INTI Bali, Forum Studi Majapahit, STPBI, Kuta Executive Club, Komunitas Gema Perdamaian, Yayasan Sapta Darma, PT Paramitha Auto Graha (PAG), Forum Pembaca Craddha, Bali Wedding Association (BWA), Bali Villa Association (BVA), Denpasar Children Center, Yayasan Puteri Bali, Art of Living, Yayasan Sasana Budhi Dharma, MoVe VIP Bali, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Bike to Work Community dan lainnya.
14
29 Februari - 6 Maret 2016
BERUBAH STATUS - Mapindo berubah status dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata (PPLP) menjadi Akademi Komunitas Mapindo. Pada Senin (15/2) kemarin, Koordinator Kopertis Wilayah VIII menyerahkan izin penyelenggaraan Akademi Komunitas Mapindo di aula Mapindo. Selain dilakukan serah terima izin penyelenggaraan, juga dilakukan workshop sistem penjaminan mutu. Ketua Yayasan STIE Triatma Mulya, Dr. I Ketut Putra Suarthana, M.M., menjelaskan, program D-1, dan D-2 Mapindo sebelumnya merupakan Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Pariwisata 33/3 GDQ OXOXVDQQ\D PHQGDSDWNDQ VHUWL¿NDW WDQGD NHOXOXsan. “Dulu di bawah Kementerian Tenaga Kerja,” imbuhnya. Namun kini pihaknya mengajukan diri untuk menjadi sebuah akademi di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. “Jadi lulusannya nanti dapat ijazah,” ujarnya.
MBP/ist
KUNJUNGAN - Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono melakukan kunjungan ke Kantor Regional Telkomsel Bali Nusra, Jumat (5/2) lalu. Gilarsi disambut GM Sales Regional Bali Nusra Ihsan, GM ICT Operation Regional Bali Nusra Danny A Triawan serta jajaran manajemen Telkomsel Bali Nusra. Kunjungan ini merupakan ajang silaturahmi dalam rangka mempererat hubungan baik yang telah terjalin selama ini sekaligus untuk memperkuat sinergi bisnis antara sesama perusahaan milik Indonesia. Selama ini, kerja sama yang terjalin antara PT Pos Indonesia dengan Telkomsel Regional Bali dan Nusa Tenggara (NTB & NTT) yakni terkait dengan penyediaan warehouse dan distribusi produk, baik berupa pengiriman kartu prabayar, kartu ganti maupun voucher 多VLN $GDSXQ MXPODK GLVWULbusi kartu prabayar di Regional Bali dan Nusa Tenggara per bulannya rata-rata mencapai lebih dari 100.000 kartu, sedangkan jumlah distribusi voucher 多VLN SHU EXODQQ\D UDWD rata mencapai lebih dari 25.000 voucher.
MBP/ist
SEMINAR - Sebanyak 38 guru terdiri dari guru SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Gianyar mengikuti Seminar PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Kegiatan ini diselenggarakan sejak Rabu (17/2) dan dijadwal berakhir Rabu (23/2) mendatang. Seminar dilaksanakan di ruang rapat SMK Negeri 1 Mas, Ubud, dimulai pukul 8.30 Wita. Acara pembukaan Seminar PTK selain dihadiri peserta dan panitia, tampak juga hadir Korwas dan anggota, Ketua Tim Penilai dan anggota, perwakilan PGRI Kabupaten Gianyar serta dihadiri oleh Kabid Tendik Disdikpora Gianyar mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Gianyar. Ketua Panitia I Ketut Jiwa, S.Pd. mengatakan, tujuan seminar ini untuk memenuhi salah satu persyaratan bagi guru yang akan naik pangkat ke IV/b. Pelaksanaannya dilakukan tanggal 17, 18, 22 dan 23 Februari 2016. Peserta yang kali ini ikut Seminar PTK terdiri dari 10 orang guru SD, 2 orang guru SMP, 7 orang guru SMA dan 18 orang SMK.
MBP/ist
MBP/ist
SERTIJAB - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar periode 2016-2021 I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara yang terpilih pada pilkada serentak beberapa waktu lalu, resmi dilantik Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (17/2) di gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali. Setelah prosesi pelantikan, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara langsung melanjutkan pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pj. Wali Kota Denpasar sebelumnya A.A. Gede Geriya di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar. Sertijab dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD, kades/lurah, bendesa adat dan tokoh puri serta tokoh masyarakat Kota Denpasar.
RAKOR - Dalam rangka koordinasi program pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menggelar rakor, Senin (15/2), bertempat di Ruang Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala. Rakor dibuka Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI diwakili Direktur Kesehatan Hewan I Ketut Diatmika didampingi Pj. Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka dan dihadiri Kadis Pertenakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Putu Sumantra, Kadis Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya, FAO, Emergency Centre For Transboundary Animal Diseases Indonesia, instansi yang menangani urusan peternakan kabupaten/kota se-Bali, Kepala Balai Besar Veterinery yang mewilayahi Bali, NTB dan NTT serta Kepala Balai Karantina kelas I Denpasar. 29 Februari - 6 Maret 2016
15
POLITIK
Kelola Kekuasaan dengan Nurani
P
roses penjang tahapan Pilkada serentak di enam kabupaten/kota di Bali mengantarkan sejumlah politisi Bali mencapai puncak kekuasaan politik. Predikat sebagai bupati, wakil bupati termasuk wali kota dan wakil wali kota kini melekat pada pemenang. Kini, Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem memulai babak baru pengelolaan kekuasaan. Babak baru kekuasaan politik ini pun akan menjadi penentu nasib Bali ke depan. Jika para pejabat politik ini tak memiliki integritas dan komitmen yang utuh dalam menjaga Bali, keniscayaan Bali menuju kehancuran akan makin nyata. Sebaliknya, jika mereka memiliki mentalitas positif dan aspiratif serta mengerti Bali, harapan adanya perbaikan dan penguatan dalam mengawal alam Bali, manusia Bali termasuk budaya Bali akan terbuka. Pandangan ini dilontarkan anggota DPR RI Nyoman Dhamantra dan pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka menyikapi pengelolaan kekuasan di Bali. Dhamantra mengatakan babak baru pengelolaan kekuasaan di Bali saat Bali krisis dan dijadikan sasaran tembak investasi
16
harus dikawal rakyat. Kekuasaan jangan dibiarkan liar tanpa kontrol. ‘’Krama Bali harus mengawal pengelolaan kekuasaan Bali lima tahun ke depan. Krama Bali harus berani menentang penyalahgunaan kekuasaan politik,’’ ujarnya. Ia mengingatkan, modernisasi cara pikir dan cara mengelola kekuasaan tetap harus dalam bingkai ajaran Hindu. ‘’Bali harus dibangun tanpa meninggalkan budaya Bali yang dijiwai ajaran Hindu. Pemimpin Bali harus memiliki kesadaran dan dedikasi untuk melayani warganya,’’ ujarnya. Menurutnya pendekatan ekonomi yang didasari hak mengelola kekuasaan patut dievaluasi. ‘’Babak baru kekuasaan politik ini harus dimaknai sebagai kembangkitan Bali menyuarakan hak-haknya di tingkat nasional. Bali berhak menuntut, karena pengayoman terhadap kearifan lokal diamanatkan Undang-undang Dasar,’’ tegasnya. Viraguna Bagoes Oka juga mengingatkan agar babak baru pengelolaan kekuasaan politik di Bali dijadikan momentum menata daya tahan dan daya saing ekonomi krama Bali. Keterpinggiran krama Bali akibat percepatan investasi yang tak diimbangin profesionalisme
Pemimpin agar menjadi agen perubahan yang positif bagi Bali. Dalam konteks ini, pemimpin harus tetap ingat pada rakyatnya bukan kepada pihak-pihak yang menyukseskan dirinya sebagai penguasa. tenaga lokal, hanya menyisakan masalah bagi Bali. Ia mengingatkan pemimpin agar menjadi agen perubahan yang positif bagi Bali. Dalam konteks ini, pemimpin harus tetap pada investasi hitam di Bali, menurutnya juga patut dijadikan bahan kajian oleh pemimpin baru, apakah hal itu layak dilakukan atau tidak. ‘’Pemimpin Bali hendaknya cakap mengelola kekuasan politik dan cerdas dalam mengambil terobosan ekonomi,’’ sarannya. Viraguna mengingatkan ledakan penduduk di Bali baik akibat pertumbuhan penduduk alami karena kelahiran termasuk akibat tingginya migrasi urban, akan menjadi ancaman serius bagi Bali. Di tengah ketidakberdayaan Bali mengatur pengelolaan wilayahnya, Bali hanya akan makin sarat beban. ‘’Beban kependudukan berpotensi menjadi tantangan serius bagi Bali dalam menjaga budaya dan kearifan lokalnya. Jika ini terjadi, kehancuran Bali akan makin nyata,’’ ujarnya. z Rindra
29 Februari - 6 Maret 2016
16
Inovasi Jangan Sarat Kepentingan DALAM Arthasastra dan kitab-kitab Hindu lainnya tentang kepemimpinan dan kekuasaan dinyatakan bahwa pemimpin mesti menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan kebenaran dan mensejahterakan masyarakat. Tanpa janji pun kewajiban itu sudah ada, apalagi jika hal itu dinyatakan dalam bentuk janji. Maka hal itu menjadi betul-betul mengikat sebagai kewajiban, yang dengan demikian adalah dosa jika diingkari, karena kekuasaan adalah tanggung jawab sekala dan niskala. Pandangan ini diungkapkan pengamat politik Dr. IB. Radendra Suastama, S.H., M.H., Dikatakannya, pemimpin bukan hanya sekadar menjalankan janji, tetapi memiliki inovasi-inovasi kreatif (bukan destruktif) dalam menjalankan tugasnya. Inovasi bermotif kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Selain itu, pemimpin juga harus berani tidak populer, dalam arti, jangan takut pada gerbong atau kelompok tertentu jika itu memang harus dilakukan. -DQJDQ GLDWXU LQYHVWRU \DQJ KDQ\D SURÂżW oriented, tapi berpihaklah pada rakyat.
“Walaupun ada orang/kelompok yang mengklaim telah berjasa mendukung kita menjadi pemimpin, tapi kalau permintaan mereka menyimpang dan mengkhianati rakyat / mengkhianati keadilan/kebenaran, maka pemimpin harus siap tidak populer di mata mereka itu / orang-orang semacam itu. Yang penting publik luas mendukung kita dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, maka tidak usah takut dengan tekanan,� ucapnya serasa mengingatkan para bupati/wali kota terpilih. Hal senada juga diungkap oleh I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., LL.M. Penguasa yang merupakan pilihan masyarakat hendaknya menepati janji-janji yang disampaikan dalam masa kampanye. Dalam menjalankan roda pemerintahan daerah, pemimpin hendaknya profesional dan sesuai dengan asas pemerintahan yang baik, bersih dari korupsi dan tidak melakukan nepotisme. Dikatakannya, dalam mengambil kebijakan. z Winata
Pemimpin bukan hanya sekadar menjalankan janji, tetapi memiliki inovasi-inovasi kreatif (bukan destruktif) dalam menjalankan tugasnya. Inovasi bermotif kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Dr. IB. Radendra Suastama, S.H., M.H. Pengamat Politik 29 Februari - 6 Maret 2016
17
17
PENDIDIKAN
Kesadaran generasi muda Bali untuk peduli terhadap lingkungan harus digelorakan sejak di bangku sekolah melalui kurikulum Lingkungan Hidup.
Perangi Sampah Plastik Mulai
K
egemaran masyarakat Bali menggunakan plastik untuk berbagai keperluan dinilai sangat mengkhawatirkan. Tumpukan sampah plastik terlihat menggunung di mana-mana. Di buang begitu saja tanpa disertai dengan upaya pemilahan. Kondisi ini jelas akan berdampak serius bagi lingkungan lantaran sampah plastik tidak bisa diurai oleh mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Di samping sangat potensial menghancurkan kesuburan tanah, bahan-bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam plastik itu juga bisa mengancam kesehatan manusia. Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. Mengingatkan, sudah saatnya masyarakat Bali bijaksana mengelola sampah plastik. Bahkan, bila mungkin mengurangi pemanfaatannya dan menggantikannya dengan bahan-bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Menurut pria bermata sipit ini, kesadaran untuk bijaksana mengelola sampah plastik itu idealnya sudah harus digelorakan kepada manusia Bali sejak duduk di bangku
18
29 Februari - 6 Maret 2016
sekolah. Dengan begitu, kesadaran mengelola sampah plastik itu akan menjelma menjadi sebuah gaya hidup yang terus terbawa hingga anak-anak itu dewasa. �Kesadaran inilah yang coba saya tanamkan kepada segenap siswa SMPN 4 Denpasar. Sejak 2004 lalu, kami sudah mentradisikan proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik khususnya sampah plastik sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah. Tentunya, kebiasaan ini akan mengurangi beban berat yang dipikul lingkungan,� kata Dhania kepada majalah Bali Post, belum lama ini. Selain membiasakan siswa memilah jenis sampah, kata dia, pihaknya juga mendidik siswa agar mampu mengolah sampah jadi barang berharga. Untuk sampah organik seperti daun-daunan, pihaknya membangun bak penampungan khusus yang difungsikan untuk memproses sampah organik itu jadi kompos. Sedangkan sampah plastik dipilah lagi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai jenis barang kerajinan. “Pihak sekolah mewajibkan para siswa membuat kerajinan tangan
berbahan baku sampah plastik. Dengan pola ini, para siswa juga terbiasa mendaur ulang sampah plastik yang jika dibuang begitu saja akan menjadi beban polutan yang sangat berat bagi lingkungan menjadi benda-benda berharga yang bernilai ekonomis,� tegasnya. Hal senada juga dilontarkan juga dilontarkan anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada. Menurut politisi Nasdem ini, Bali sebagai destinasi pariwisata terkenal di dunia masih menghadapi berbagai persoalan serius. Salah atunya menyangkut masalah sampah. Permasalahan sampah yang masih menghantui berbagai titik di kawasan pariwisata, pantai, sudut-sudut kota dan tempat umum lainnya ibarat bom waktu yang bisa mencoreng citra Bali. Panglisir Puri Peguyangan, Denpasar ini juga sepakat jika kesadaran hidup bersih, menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan wajib ditanamkan sejak dini termasuk di dunia pendidikan. “Revolusi pendidikan dan lingkungan sangat urgen dilakukan di Indonesia khususnya di Bali. Untuk Bali, saya sarankan
Dana Penelitian Rendah
Indonesia Terkebelakang di Bidang Riset DANA penelitian di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yakni hanya 0,09 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bila dibandingkan dengan negara tetangga, persentase itu terbilang sangat rendah. Sebagai contoh dana riset di Singapura sudah mencapai 2 persen dari PDB, sedangkan di Malaysia 1 persen. Dirjen Sumberdaya Iptek dan Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D menegaskan hal itu, belum lama ini. Rendahnya dana penelitian atau riset juga diakui Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD., KEMD. Kendala utama ini menyebabkan Indonesia menjadi terbelakang di bidang riset. Sejumlah ahli riset atau ilmuwan malah sampai hijrah ke negara lain yang bisa memberi dana lebih untuk riset sekaligus gaji besar. “Memang kalau membandingkan negara-negara lain, jangan deh dengan Eropa, dengan ASEAN saja persentase dana riset di Indonesia tergolong tidak kecil, tapi amat kecil. Di sini penghargaan terhadap riset juga kecil,” ujarnya.
Di Universitas Udayana sendiri, lanjut Suastika, dana riset kini sudah meningkat dari 5 persen menjadi 10 persen. Kendati idealnya, sebuah universitas minimal menganggarkan 20 persen dari income-nya untuk riset. Namun, pihaknya tidak mau menaikkan anggaran tibatiba agar para peneliti atau dosen tidak terkejut sehingga dana itu akhirnya tidak terpakai dengan baik. “Jadi, itu harus ada suatu kontinuitas di dalam riset. Sekarang kita pelajari di mana persoalannya, mau nggak dosen-dosen meneliti. Dana bukan satu-satunya persoalan, tapi motivasi juga harus dikuatkan. Kami di Udayana meningkatkan dana tapi juga tidak henti-hentinya memotivasi mereka,” jelasnya. Suastika menegaskan, dana yang disiapkan universitas sejatinya hanya untuk memicu dosen khususnya dosen muda melakukan penelitian. Bila mau, para peneliti bisa mendapatkan banyak sumber dana di luar universitas. Tidak saja dari pemerintah pusat, tapi juga melalui konsorsium atau kerjasama dengan pihak lain. z Rindra
Bali Post/dok
Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD., KEMD.
Bangku Sekolah agar secepatnya diterapkan kurikulum Lingkungan Hidup agar kesadaran serta kepedulian terhadap permasalahan sampah dan lingkungan tertanam kuat sejak dini. Sudah saatnya pemerintah menggelorakan kesadaran peduli lingkungan ini melalui kurikulum pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK,” katanya menyarankan. Menurut Widiada, upaya memasukkan kurikulum pelajaran lingkungan ke sekolah dapat dikemas melalui berbagai cara. Pertama, hal itu bisa dilakukan melalui pemberian pengetahuan data dan perbandingan negara maju dengan negara miskin terkait kebersihan lingkungan. &RQWRKQ\D GHQJDQ PHPXWDUNDQ ¿OP GRNXPHQWDVL GHQJDQ IDNWD EDKZD sungai-sungai di negara maju bersih, indah dan ada banyak ikan, tapi di negara miskin sungainya kotor, jorok dan tidak ada ikan. Data di negara maju menunjukkan kesehatan penduduk bagus dengan usia harapan hidup panjang tapi di negara kotor usia harapan hidupnya lebih pendek dan sering sakit-sakitan. Di sisi lain, pendapatan perkapita di negara bersih lebih tinggi dan masyarakatnya lebih sejahtera ketimbang di negara kotor. “Dengan memberikan gambaran seperti itu, maka para siswa sebagai generasi penerus bangsa akan terketuk kesadarannya. Para siswa juga dibiasakan diajak membersihkan lingkungan sekitarnya termasuk di luar sekolah. Perang terhadap sampah khususnya sampah plastik ini harus digelorakan sejak generasi penerus kita duduk di bangku sekolah,” tegasnya. z Sumatika 29 Februari - 6 Maret 2016
19
MANCANEGARA
Sengketa Laut Cina Selatan Berlanjut
20
29 Februari - 6 Maret 2016
M
iliter Tiongkok diketahui telah mengerahkan sistem rudal canggih ke pulau sengketa di Laut Cina Selatan. Pentagon Amerika Serikat (AS) mengaku tengah memantau erat hal itu. Gambar dari ImageSat International, menunjukkan dua baterai sistem rudal dikerahkan Tiongkok ke Woody Island, bagian dari Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan. Woody Island juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam. Juru bicara Pentagon, Bill Urban, memastikan AS memantau pengerahan rudal canggih oleh Beijing tersebut.�Meskipun saya tidak bisa mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan intelijen, kami memantau ini sangat erat,� katanya. Laporan pengerahan rudal oleh Tiongkok itu muncul di saat Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin ASEAN melakukan pertemuan puncak di California. Pada konferensi pers setelah pertemuan puncak itu, Obama mengatakan bahwa dia dan para pemimpin ASEAN membahas halhal untuk meredakan ketegangan di Laut Cina Selatan. Semua pihak setuju bahwa setiap sengketa wilayah harus diselesaikan secara damai dan melalui proses hukum. Menurut data citra satelit, rudal Tiongkok tiba di Woody Island selama seminggu terakhir. Sebelum rudal tiba, pantai di pulau sengketa itu telah diskosongkan sejak 3 Februari 2016. $6 PDVLK EHUXVDKD PHQJNRQ¿UPDVL akurasi foto citra satelit itu. Dari foto citra satelit, rudal canggih yang dikerahkan Tiongkok diduga jenis rudal HQ-9. Rudal itu mampu melesat sejauh 200 km dan bisa membahayakan pesawat terbang baik sipil atau militer yang berada di dekatnya. Meski demikian, Tiongkok belum PHQJNRQ¿UPDVL ODSRUDQ SHQJHUDKDQ rudal canggih itu. Tiongkok selama ini mengklaim hampir 90 persen kawasan Laut Cina Selatan. Namun, Malaysia, Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan juga sama-sama mengklaim sebagian wilayah kaya itu. Tiongkok menyerang balik AS dan sekutunya di Asia. Beijing sendiri WLGDN SHUQDK VHFDUD UHVPL PHQJRQ¿Umasi pengiriman tersebut. Tiongkok lewat harian Global Times menyebut AS punya motif tersembunyi dengan menyatakan China mengirim peluncur rudal tersebut. Menurut salah satu sumber Kementerian Pertahanan Tiongkok, mereka sudah mengirim sistem per-
tahanan maritim dan udara di kepulauan tersebut beberapa tahun lalu dan bukan akhir pekan lalu seperti yang dituduhkan AS. “Sensasi yang dilakukan oleh media-media Barat adalah murni pengulangan teori ‘Ancaman Tiongkok’ yang sudah usang,� tulis Global Times. Insiden ini merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya telah beberapa kali pulau sengketa ini menjadi topik pembicaraan. Laut Cina Selatan memang luas. Wilayah laut tersebut membentang dari membentang dari Singapura yang diawali dari Selat Malaka sampai ke Selat Taiwan. Wilayah ini pun menjadi rebutan dari beberapa negara yang dekat dengannya. Tercatat beberapa Negara seperti Tiongkok, Malaysia, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam dan Taiwan, saling tukar klaim atas wilayah laut tersebut. Dengan dalihnya masing-masing negara, mereka mengakui sebagian dari Laut Cina Selatan sebagai bagian dari teritorialnya. Tiongkok menjadi negara yang paling bernafsu memiliki kekuasaan atas wilayah Laut Cina Selatan. Kekayaan alam yang dikandung oleh Laut Cina Selatan, menjadi penyebab utama perebutan wilayah ini.
Menurut Kementerian Sumber Daya dan Pertambangan Tiongkok, diperkirakan kandungan minyak mentah yang berada di Laut Cina Selatan mencapai 17,7 miliar ton. Ini jauh lebih besar dibandingkan cadangan minyak di Kuwait yang mencapai 13 miliar ton. Namun catatan lain menyebutkan cadangan minyak di wilayah Laut China Selatan hanya mencapai 7,5 miliar barel atau 1,1 ton barel. Selain cadangan minyak dan gas bumi, wilayah perairan Laut Cina Selatan amatlah penting. Siapa pun yang menguasainya tentunya akan menjadi memiliki keuntungan besar. Sebagai salah satu perairan paling sibuk di dunia, tentunya membawa keuntungan bagi negara-negara yang wilayah lautnya dilewati. Dengan statusnya yang banyak diklaim oleh beberapa negara, wilayah laut ini pun sangat strategis untuk dijaga keamanannya. Laut Cina Selatan jelas juga sangat penting bagi kestabilan ekonomi dan politik global. 7DN NXUDQJ SHUWHQWDQJDQ GDQ NRQĂ€LN \DQJ WHUMDGL PHOLEDWNDQ NRQĂ€LN VHQMDWD 3HQ\HOHVDLDQ NRQĂ€LN LQL VDQJDW SHQWLQJ XQWXN dilakukan. z Gugiek Savindra
29 Februari - 6 Maret 2016
21
DAERAH
Sumur Bor Menuai Keluhan
Petani Kesulitan Air Irigasi
P
enggunaan sumur bor untuk menyedot ari bawah tanah di Bangli, menuai keluhan. Petani di Subak Pengiangan Kawan Desa Pengiangan, Kecamatan Susut mengeluhkan maraknya penggunaan sumur bor oleh usaha peternakan ayam. Sumur bor dituding sebagai salah satu penyebab utama menipisnya pasokan air di saluran irigasi selama beberapa bulan belakangan. Agar tak semakin parah, pemerintah pun diharapkan segera bersikap. Salah seorang petani, I Nengah Landra menuturkan, biasanya memasuki Februari, lahan persawahan sudah ditanami padi. Bahkan, pemeliharaannya sudah menginjak ke penyiangan. Berbeda dengan musim saat ini, petani yang melakukan pengolahan lahan baru segelintir. Sementara itu sisanya lahan lainnya masih terbengkalai. ‘’Harusnya ini sudah tanam padi. Malah harusnya sudah ada yang menyiangi. Nah, beda dengan sekarang. Lahannya masih ada nganggur,’’ ujarnya. Lanjut dia, belum diolahnya lahan ini sebagai imbas air di saluran irigasi seret sejak tiga bulan lalu. Meskipun intesitas hujan cukup tinggi, hal tersebut sama sekali tak membantu. Tanah tetap saja keras hingga sangat sulit dibajak dengan traktor. Supaya mendapatkan penghasilan, dia
22
29 Februari - 6 Maret 2016
terpaksa harus mencangkul sendiri. ‘’Biar pun tanah keras, saya tetap mencangkul. Biar bisa ditanami palawija lain. Untuk menyambung hidup,’’ ucapnya didampingi anaknya I Wayan Suweta. Disinggung penyebab menurunnya debit air, petani beruban ini menduga karena maraknya aksi pembuatan sumur bor oleh sejumlah pengusaha ayam di bagian hulu. ‘’Sejak usaha ayam marak, air mulai berangsur surut. Sumur bor sangat marak,’’ ujarnya seraya berharap hal tersebut perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal senada juga disampaikan petani lainnya, I Nyoman Tanggap. Ketersediaan air yang semakin menipis mengakibatkan lahan pertaniannya sering tak menghasilkan. Mengatasi persoalan itu, petani telah berupaya melakukan penanaman padi dengan sistem gilir. Petani yang usianya memasuki kepala enam ini menambahkan, persoalan air juga melanda Subak Pengiangan Kangin yang berada di timur Subak Pengiangan Kawan. ‘’Air seret juga terjadi di subak lain. Ini benar-benar mencekik,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kabid Pengolahan, Pemasaran dan Sarana-prasarana Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Bangli I Dewa Putu Sugiarta mengatakan, untuk memastikan penyebab seretnya air di salu-
ran irigasi tersebut, perlu ada kajian secara mendalam. Ia pun tak berani memastikan bahwa itu akibat maraknya aksi pembuatan sumur bor. Sementara itu, kalangan DPRD Bangli meminta pemerintah segera membuatkan regulasi penggunaan sumur bor. Ketua Komisi II DPRD Bangli I Nengah Sugiman menjelaskan, belakangan ini persoalan petani sudah cukup banyak. Jika ditambah dengan maraknya pembuatan sumur bor yang berdampak pada mengecilnya debit air di saluran irigasi, secara otomatis beban yang dipikul akan semakin berat pula. ‘’Kasihan petani kalau seperti ini,’’ ujarnya, didampingi anggota Komisi II I Wayan Jamin. Supaya petani tak semakin dirugikan, pemerintah perlu segera membuatkan regulasi untuk pembuatan sumur bor sebeOXP WHUMDGL NRQĂ€LN DQWDUD SHWDQL GHQJDQ pengusaha. Dengan hal ini, perkembangan sektor petanian akan tetap terjaga. ‘’Kalau usaha itu kan wajar, tapi ini harus dibuatkan regulasi. Jangan sampai sektor peternakan saja yang diuntungkan. Tapi pertanian malah dirugikan. Ini perlu mendapat sikap serius dari pemerintah. Biar WLGDN JDUD JDUD VHSHUWL LQL WHUMDGL NRQĂ€LN ´ tegas Sugiman. z Sosiawan
Krama Subak Protes Alih Fungsi Lahan ALIH fungsi lahan pertanian bukan saja terjadi di kawasan perkotaan. Kini, sejumlah lahan sawah mulai digerus dengan kawasan permukiman. Kondisi ini bukan saja terjadi di Denpasar. Ancaman terhadap areal persawahan juga mengancam kawasan Bali Barat, Jembrana. Karena beberapa subak mulai terancam akan alih fungsi lahan sawah petani. Krama Subak Tegal Berkis Desa Kaliakah Kecamatan Negara protes terhadap adanya alih fungsi lahan yang ada di subak sebelah utara Pura Dalem Banyubiru Negara. Beberapa krama subak, belum lama ini mengatakan, seluas 80 are lahan kini dikuasai pengembang dan sudah dikaveling-kaveling. Bahkan papan informasi pengkavelingan juga sudah dipasang. Kaveling yang ditawarkan, di antaranya luas 3 are sebanyak 12 kaveling, 2 are 6 kaveling dan 4 are 1 kaveling. Lokasi tersebut ada di pinggir jalan sebelah barat. Kini papan itu sudah dirobohkan krama subak. “Sawah masih produktif sudah diratakan pengembang. Katanya sudah pegang rekomendasi alih fungsi. Kenapa kok bisa?” kata anggota subak Ketut Suasana. Prajuru dan krama subak katanya me-
mang tidak punya hak untuk melarang orang menjual sawah tapi karena kewajiban untuk menjaga warisan leluhur Bali yaitu subak. “Silakan jual sawah tapi tetap difungsikan untuk sawah. Kalau sawah dijual kepada pengembang untuk dikaveling dijadikan pemukiman bagaimana subak Tegal Berkis 10 tahun lagi?” katanya. Pihaknya khawatir jika kavelingan di wilayah subak itu dibuka akan menjadi ancaman bagi sawah lainnya apalagi irigasi sampai tersumbat. Sawah akan tercemar limbah sampah dan limbah rumah tangga. “Kavelingan akan menjamur seperti di beberapa wilayah subak lainnya,” katanya didampingi Klian Subak Tegal Berkis Ketut Budiasa dan Klian Subak Baluk Komang Suartama. Subak yang sudah ‘’diserang’’ perumahan di antaranya di wilayah Baluk sejak tahun 2000. Kini luas subak masih ada 59,64 hektar. Ketut Budiasa membenarkan kalau krama subaknya banyak yang tidak setuju kalau ada alih fungsi lahan di subak Tegal Berkis. “Sejak awal transaksi proses jual beli kami tidak tahu. Kami tahunya ketika sudah ada pemagaran. Sehingga ini menjadi ancaman kelestar-
ian subak ke depan,” tandasnya. Sementara Perbekel Kaliakah Negara Made Bagiarta membenarkan ada protes krama subak Tegal Berkis Kaliakah sejak dua bulan lalu. “Dari pemerataan lahan sudah ada riak-riak. Kalau kami dari Desa tidak pernah ada pemberitahuan ada pengkavelingan lahan di sana. Setelah ada protes baru pihak pengembang datang. Namun, kami di desa bukan kewenangan memberikan atau tidak izin pengkavelingan,” jelas Bagiarta. Menurutnya pihaknya menyampaikan ke pengembang kalau pengembang harus memiliki izin terlebih dahulu. “Kami sudah sampaikan juga kalau ada protes krama subak. Namun, menurut pihak pengembang katanya sudah mengantongi rekomendasi tetapi kami tidak pernah lihat. Sementara ini proyek tersebut belum jalan dan distop. Dan perlu dicek juga dari segi tata ruangnya. Kami sudah sempat turun bersama camat,” tandasnya. Di sisi lain pihak pengembang yang berusaha dihubungi di ponsel yang tercantum sesuai di papan proyek tidak diangkat. z Witari 29 Februari - 6 Maret 2016
23
K E S E H ATA N
Hipotensi Bukan Anemia
H
ipotensi merupakan istilah medis untuk kondisi medis dengan ciri, tekanan darah rendah, denyut nadi kurang dari 100, tanpa disertai sesak napas baik sewaktu istirahat maupun sewaktu bekerja. Tekanan darah dikatakan rendah jika pada pengukuran dengan alat tensimeter didapatkan nilai di bawah normal, yaitu tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg (sering bernilai 90 mmHg, bahkan ada yang serendah 70 mmHg). Di samping tekanan darahnya yang rendah, frekuensi denyut nadinya juga lambat yaitu kurang
24
29 Februari - 6 Maret 2016
dari 70 kali per menit, biasanya berkisar 60 kali per menit. Tekanan darah rendah yang disertai dengan denyut jantung yang cepat, menandakan tubuh dalam kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi. Sementara tekanan darah rendah yang disertai dengan sesak napas sewaktu istirahat atau bekerja (jalan) menandakan suatu kondisi kelemahan pada jantung. Karena gejala-gejala yang ditimbulkan sangat mirip dengan gejala anemia, maka kondisi hipotensi sering disalahpahami sebagai kondisi yang sama dengan kondisi anemia oleh
orang awam. Bahkan pemahaman di kalangan paramedis maupun medis juga sering kabur. Hal ini dapat dilihat dengan terapi medis yang mereka berikan, umumnya berupa vitamin penambah darah. Dan di kalangan orang awam, sering disikapi dengan memakan makanan dengan kandungan garam tinggi (telur asin, ikan asin, pindang) dan daging kambing. Berdasarkan pada pengalaman klinis dan praktik pijat, terapi medis yang saya lakukan, dibuatlah sebuah hipotesis bahwa, lemahnya sistem saraf otonom adalah penyebab dasar kondisi hipotensi. Sistem
Setidaknya Masturbasi Lebih Baik daripada Seks Bebas MASTURBASI adalah salah satu bentuk aktivitas seksual yang dilakukan mandiri (sendiri). Meskipun masturbasi memberikan pengaruh tidak baik terhadap beberapa orang, dan menimbulkan ketagihan, namun setidaknya masturbasi lebih baik daripada seks bebas. “Ketika masturbasi itu tidak merugikan orang lain, itu jauh lebih bagus daripada seks bebas,� demikian diungkapkan dr. AA. Sri Wahyuni, Sp.KJ., Kepala Bagian/SMF Psikiatri RSUP Sanglah, Jumat (22/1). Masturbasi juga wajar dilakukan jika tidak mengganggu fungsi sosialnya dan tidak menimbulkan adiksi/ketagihan. dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked., M.Biomed., dokter dan dosen bagian andrologi dan seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, juga mengatakan hal serupa. Dikatakan, aktivitas (hubungan) seksual yang rutin dan bertanggung jawab dapat membantu menjaga kualitas hidup seseorang. “Rutin di sini bukan setiap hari/jam tetapi teratur setiap 3-4 hari atau 2-3 kali seminggu,� jelasnya. Penelitian juga membuktikan puasa/pantang seksual menimbulkan banyak masalah kesehatan. Jika masturbasi dilakukan dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab pastilah membawa kebaikan. Namun, jika masturbasi yang berlebihan tidak sehat dan bersama orang lain (bukan pasangan) tentu saja tidak sehat. z Cittamaya
saraf otonom menjadi lemah dan diikuti dengan munculnya gejala hipotensi terjadi akibat otak sebagai pusat saraf otonom, kurang istirahat. Otak dibuat kurang istirahat dan lelah berharihari oleh rangsangan berupa berita nyeri yang dikirim secara kontinu oleh bagian tubuh lainnya. Khususnya bagian tubuh sekitar tulang belakang. Otak yang capek dan kelelahan ini akan tampil dalam bentuk keluhan kualitas tidur jelek, yaitu saat bangun pagi selalu merasakan masih kekurangan tidur. z I Gusti Ketut Sudana, dokter Puskesmas Baturiti 29 Februari - 6 Maret 2016
25
LENSA
MEGAH Deretan penjor megah dan mewah menghiasi sepanjang jalan wilayah Canggu, Kuta. Warga membuat penjor dengan aneka hiasan dalam rangka memeriahkan hari raya Galungan. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan penjor seperti ini mencapai jutan rupiah. Banyak yang menyoroti pembuatan penjor secara jor-joran. Karena dinilai dana yang cukup lumayan itu sebenarnya bisa disisihkan untuk membantu krama yang kurang beruntung. Sebab, penjor masih bisa dibuat sederhana tanpa mengurangi makna GDQ 多ORVR多Q\D
MBP/eka
26
29 Februari - 6 Maret 2016
OLAHRAGA
MBP/ap
Petinju Filipina Manny Pacquiao.
Demi Kebenaran
P
etinju legendaris Filipina Manny Pacquiao tak lagi didukung oleh perusahaan peralatan olahraga Nike. Ini berkaitan pernyataan dan penolakannya atas perkawinan sesama jenis. Nike dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi pada atlet yang disponsori bila bertindak atau mengeluarkan penyataan yang bernada diskriminasi. Karena perusahaan itu memang menolak adanya diskriminasi dalam olahraga. “Apapun keputusan Nike itu keputusan perusahaan itu dan saya menghargai hal
28
29 Februari - 6 Maret 2016
itu dan dukungannya kepada saya hanya sebatas kostum yang saya pakai untuk bertarung saja,” ujar atlet yang juga politisi itu dalam wawancara dengan The Associated Press. “Kontrak kami telah berhenti selain sponsor pertandingan.” tambahnya. Promotor Bob Arum menyesalkan pernyataan Pacquiao. Tapi petinju Filipina itu mempunyai alasan bahwa dia tidak membenci orang lain namun hanya tindakannya. Untuk sikap seperti itu, dia bangga karena berani melontarkan kebenaran yang diyakini. “Akan menjadi lebih berbahaya bila
kita menyembunyikan kebenaran itu,” kata Pacquiao yang didukung senator oposisi Juan Ponce Enrile. Petinju berusia 37 tahun itu tengah mempersiapkan diri menghadapi pertarungan melawan Timothy Bradley pada 9 April di Las Vegas. Ini menjadi pertemuan ketiga bagi kedua petinju setelah Pacquiao kalah di laga pertama dan kehilangan sabuk kelaas welter WBO, 2009 silam. Tiga tahun kemudian Pacquiao berhasil membalas kekalahan itu dan merampas kembali sabuk WBO-nya dari tangan Bradley. z Yudi Winanto
Kisah Tersembunyi POPULARITAS Jesse Owens tak terbatahkan. Sebagai atlet kulit hitam, ia mematahkan mitos dengan meraih medali emas di Olimpiade. Ia menjadi kebanggaan AS dalam memerangi disriminasi tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Film karya sutradara Stephen Hopkins, mengungkap derita batin Owen jelang Olimpiade 1936 di Berlin, Jerman. Aktor Stephan James dipilih untuk memerankan atlet kelahiran September 1913 itu. Hopkins berharap Hollywood menyadari tentang begitu banyaknya kisah-kisah tersembunyi tentang orang-orang hebat yang diluar ‘mainstream’ kulit putih, laporan The Associated Press.
'DODP ÂżOP LQL GLJDPEDUNDQ EDJDLPDna Owen dari mahasiswa menjadi juara Olimpiade serta debat Komite Olimpiade AS atas partisipasi mereka di Olimpiade Berlin 1936 itu 'DODP ÂżOP \DQJ QDVNDKQ\D GLJDUDS -RH Shrapnel dan Anna Waterhouse, diungkapkan pula hubungan Owen dan istrinya, pelatih serta rival-rivalnya. Namun, tak lupa disisipkan bagaimana pemerintah Nazi Jerman berusaha membuktikan teori tentang keunggulan ras Arya lewat kompetisi olahraga di Olimpiade. Film berdurasi 135 menit ini, juga mengungkap hubungan persahabatan antara Owen dan rivalnya Carl “Luzâ€? Long dari Jerman. Owen mengalahkan
Luz di nomor lompat jauh. Padahal Luz yang diperankan David Kross dianggap sebagai simbol kehebatan dan kesempurQDDQ UDV $U\D NDUHQD ÂżVLN GDQ SUHVWDVLQ\D menjuarai lompat jauh. Luz menolak pencitraan semacam itu dan memilih berteman dengan Owen yang berbeda warna kulit. Di podium, Luz memeluk Owen usai pengalungan medali. Dan tali persahabatan itu terus dipertahankan hingga hingga Luz meninggal pada Perang Dunia II. Luz pula yang memberi nasehat teknis sebelum Owen melakukan lompatan dan meraih medali emas di stadion Olimpiade Berlin itu. z Yudi Winanto
MBP/ap
$NWRU 6WHSKDQ -DPHV PHPHUDQNDQ VRVRN DWOHW OHJHQGDULV $6 -HVVH 2ZHQV GDODP ¿OP ³5DFH´ DUDKDQ VXWUDGDUD 6WHSHQ +RSNLQV SURGXNVL )RFXV )HDWXUHV 29 Februari - 6 Maret 2016
29
OLAHRAGA
Sinyal Hengkang MUSIM kompetisi Liga Utama Inggris belum usai, namun pembahasan musim depan mulai memanas setelah bursa transfer pemain usai akhir Januari lalu. Salah satunya melibatkan dua klub top Chelsea serta pemimpin kompetisi Liga Prancis Paris Saint Germain (PSG). Penyerang karismatik PSG Zlatan Ibrahimovic diketahui berkali-kali menolak pinangan klub Arsenal. Pemain asal Swedia itu juga dibidik David Beckham yang berniat mendirikan klub di kompetisi Liga AS (MLS). Namun tiba-tiba Ibra, demikian panggilannya, mengaku, berniat pindah ke Inggris musim depan. Ia tidak menyebutkan klub yang akan dituju, tapi itu sudah cukup untuk memberi keterkejutan publik, sama seperti kepindahan pelatih Bayern Munich Pep Guardiola ke Manchester City musim depan. Kini juara bertahan Liga Inggris Chelsea juga dihinggapi persalan serupa. Ini menyangkut gelandang serang Eden Hazard. Pemain Terbaik dua musim kompetisi lalu, tiba-tiba menurun drastis penampilannya sepanjang musim 2015/2016. Media Inggris menyebut isu kepindahan ke PSG menjadi salah satu alasannya seODLQ NRQĂ€LNQ\D GHQJDQ -RVH 0RXULQKR GL awal musim yang membuatnya tak betah bermukim di London. Sejak Guus Hiddink menggantikan posisi Mourinho di kursi pelatih, suasana baru tercipta di Stamford Bridge. Tim tampil lebih dinamis terutama di sektor lini depan. Pemain bintang seperti Diego Costa, Oscar, Cesc Fabregas bahkan Pedro Rodriguez pun mulai mengkilat penampilannya. Padahal sebelumnya mereka tidak seperti itu semasa Mourinho berkuasa. Misteri masih menyelimuti Hazard hingga kompetisi mendekati fase akhir, namun dia tetap dalam bayang-bayang. Ini bertolak belakang dengan kinerjanya selama ini. Hazard dinobatkan sebagai pemain Terbaik oleh rekan-rekan setim dan juga wartawan Inggris pada 2014-2015. Kala itu pemain timnas Belgia menyumbang 19 gol dan dinilai sebagai pemain yang paling memukau penampilannya di Stamford Bridge hingga the Blues menggaet gelar juara kompetisi dan Piala Liga. Dia juga disebut-sebut sebagai pesaing
30
29 Februari - 6 Maret 2016
Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) menjadi pemain terbaik dunia. Ironinya, pemain berusia 25 tahun itu tidak menjanjikan performanya musim ini. Hazard hanya mencetak 1 gol musim ini, itu pun dari titik penalti pada pertandingan Piala FA melawan MK Dons. Jelang laga melawan PSG di pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Hazard membuat pernyataan kontroversial saat diwawancarai koran Prancis Le Parisien. “Sulit untuk menolak
tawaran PSG atau klub lain yang mempunyai potensi menjuarai Liga Champions,� ungkap pemain yang lima tahun membela klub Prancis Lille itu, laporan The Associated Press. Dan kekalahan Chelsea 1-2 pada laga di stadion Parc des Princes itu, Hiddink menarik Hazard dan menggantikannya dengan Oscar. Hazard dinilai bermain dibawah standarnya dan barangkali sinyal atas keinginannya untuk segera hengkang dari klub kaya Inggris itu. z Yudi Winanto
MBP/ap
Gelandang Chelsea Eden Hazard.
Putu Juniartha Wibawa/Made Vandim Sanjaya Putra
Tak Mau Sesumbar di PON CABANG olahraga bola pantai Bali sukses merebut medali perak pada PON XVIII/2012 di Riau. Penyumbangnya adalah pasangan Putu Juniartha Wibawa/ Wayan Indrawan. Juniartha masih ber-
tahan pada PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat, September mendatang, namun berduet dengan Made Vandim Sanjaya Putra. Juniartha/Vandim lolos ke PON 2016
VHWHODK PHQHPEXV EDEDN VHPLÂżQDO SDGD hajatan Pra-PON di Stadion Deltras Sidoarjo, 2-5 September 2015 lalu. Sayangnya, pada perebutan juara ketiga, mereka menyerah atas tim Jatim 2 (Rendy/Yaya). Penyebabnya, Juniartha mengalami cedera otot punggung, sehingga harus dilarikan ke RS Sidoarjo. Rendy/Yaya adalah penghuni pelatnas yang diproyeksikan turun pada Asian Games (AG) 2018 di Indonesia. Juniartha menilai kans merebut medali di PON 2016 cukup terbuka, tetapi dirinya tidak mau sesumbar. ‘’Pada PON Riau dulu, kami optimis dapat emas, ternyata kebagian perak. Doakan semoga kami pulang membawa medali dari Bandung,’’ kata pebola voli pantai kelahiran 14 Juni 1992 ini di Denpasar pekan lalu. Tim tangguh yang menjadi pesaing Bali diperkirakan seputar DIY, Jatim, NTB, dan DKI Jakarta. Cedera otot punggungnya berangsurangsur pulih. Kondisi ini membuat Juniartha dan Vandim bisa berlatih tiap hari GL 3DQWDL 0HUWDVDUL 6DQXU GLVHOLQJL ÂżWQHV GDQ SHQJJHQMRWDQ ÂżVLN GL SDQWDL $JDU persiapan menuju PON makin matang, mereka berharap mendapat kesempatan mengikuti lebih banyak uji coba ke luar daerah. Sementara itu, Vandim terbilang belum lama menekuni voli pantai. Pemuda kelahiran Januari 1995 ini berkecimpung di voli pantai sejak duduk di bangku SMPN 9 Denpasar, tanpa meninggalkan voli indoor. Ketika masuk SMAN 7 Denpasar, ia merangkap sebagai pemain voli indoor dan pantai berlaga pada Porsenijar. Pelatih voli pantai Bali Nyoman Sudiantarayana mengagendakan menurunkan asuhannya pada event Indonesia Open Seri I di Payaman (Sumbar), Seri II di Probolinggo (Jatim), dan Seri III di Jabar. Selain itu, masih ada test event di Bandung dan Trenggalek (Jatim). Pria yang akrab disapa Mangkok ini berharap Indonesia Open mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Juniartah/ Vandim dan mencapai puncak penampilan pada PON Jabar. Ia menyebut kekuatan tim Bali berimbang dengan Jatim, DIY, dan NTB dalam perburuan medali nanti.
MBP/nel
Made Vandim Sanjaya Putra (kiri) dan Putu Juniartha Wibawa.
z Daniel Fajry 29 Februari - 6 Maret 2016
31
OLAHRAGA
Ni Putu Archisya Anandari Wandhira
Geluti Dansa, Silat, dan Nyanyi NI Putu Archisya Anandari Wandhira sangat berbakat di bidang olahraga. Dia piawai memainkan pencak silat dan dansa plus mengukir sederet prestasi. Gadis remaja ini juga menggeluti kegiatan bernyanyi untuk mengisi waktu luang demi memenuhi hobinya di dunia tarik suara. Ia mengikuti jejak sang ibu Ni Made Suparmi dan ayahnya I Wayan Mariana
Wandhira, mantan pesilat nasional yang pada masa jayanya kerap mengharumkan nama Bali dan Indonesia baik di event nasional maupun internasional. Menggeluti pencak silat sejak masih duduk di kelas V SD, banyak prestasi yang sudah ditorehkan dara murah senyum ini. Bagaimana tidak, dalam setiap kejuaraan daerah yang diikuti, Archisya selalu meraih juara satu. Hasil teranyar
MBP/ist
32
29 Februari - 6 Maret 2016
diukirnya saat Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Bali 2015. Dia sukses menyabet medali emas di kelas F (49-52 kg) putri. Pada cabor dansa, Wandhira merebut medali perak di nomor jive couple dalam Porprov Bali 2015 di Buleleng dan menempati peringkat empat besar kategori standar dari 19 peserta saat Pra-PON di Jawa Barat. Belum mampu menyabet emas di Porprov dan Pra-PON memotivasinya berjuang keras pada PON 2016 PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat, September mendatang. Putri sulung ini berharap bisa memberikan yang terbaik berupa medali untuk Bali pada PON 2016. Untuk merealisasikan target tersebut, dia bersama atlet PON lainnya menimba ilmu dansa di Yogyakarta selama dua pekan dilatih oleh pelatih nasional Dedy Ratmoyo. “Saya menggeluti dua cabor, silat dan dansa. Saya enjoy menjalaninya karena senang. Saya juga melakukan aktivitas nyanyi untuk memenuhi hobi dan mengisi waktu senggang agar selalu ada kegiatan,” ungkapnya di Denpasar pekan lalu. Meski menjalani tiga aktivitas sekaligus, siswi kelas II SMPN 9 Denpasar ini tidak merasa kesulitan. Justru sebaliknya, dia sangat menikmati hobinya. Apalagi kedua orang tuanya mensuport. Dukungan ini membuatnya semakin semangat dan percaya diri menjalani semuanya. “Kedua orangtua saya mendukung apa yang saya kerjakan selama itu positif. Mereka selalu membimbing saya agar menjalani dengan baik, tekun, dan semangat. Tanpa pengorbaan dan perjuangan, apa yang dilakukan tidak akan menghasilkan prestasi. Jadi, harus dijalani dengan sepenuh hati tanpa beban,” paparnya. Sementara di bidang olah vokal, Wandhira sudah menelorkan dua album. Yang pertama album anak-anak berisi enam lagu, yaitu ‘’Malajah Ngigel Bali’’, ‘’Sayang Ibu dan Ayah’’, ‘’Meli Baju Kebaya’’, ‘’Melali ke Pasih Sanur’’, ‘’Magending Dangdut’’, ‘’Ke Sekolah’’, dan ‘’Ogoh-ogoh’’. Sekarang ia merilis single remaja berjudul ‘’Bintang-bintang’’ yang sempat dinyanyikannya di Bali TV. z Eka Parananda
MBP/ist
HARI PERTAMA – Sehari setelah dilantik, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara langsung tancap gas melaksanakan tugas kepemerintahan dan kemasyarakatan di Kota Denpasar. Hari pertama bertugas, Kamis (18/2), Wali Kota Rai Mantra bersama Jaya Negara menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh pimpinan SKPD, camat, kades dan lurah se-Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Rakor juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan kelompok ahli Kota Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra meminta seluruh SKPD di Pemkot Denpasar dapat melakukan integrasi dan evaluasi program yang melibatkan kelompok ahli dalam meningkatkan program kerja dan diselaraskan dengan visi-misi Padmaksara, langkah baru Dharmanegara demi Denpasar lewat keberlanjutan program-program pembangunan.
MBP/ist
PAW - Yayasan Mahendradatta menyelenggarakan acara Pelepasan Rektor Universitas Mahendradatta Dr. IGA Diah Werhi Srikandi WS menjadi anggota DPRD Bali (PAW) di mana Dr. Diah Werdhi telah dilantik pada 7 Januari 2016 silam. Acara pelepasan secara sederhana digelar di Kampus Pusat Unmar yang dihadiri para anggota Yayasan Unmar dan fungsionaris Rektor Unmar, pejabat fakultas dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa dan staf di lingkungan Yayasan dan Rektorat. Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Mahendradatta Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.Sos., S.H., M.H. menyatakan kebahagiaannya karena sejarah menghendaki dua rektor PTS tertua di Bali ini menjadi pejabat negara.
MBP/ist
MBP/ist
MUSRENBANG - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten tahun 2017 Kecamatan Kuta Utara, dilaksanakan Selasa (16/2) kemarin di ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Utara. Musrenbang dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda dan Litbang Badung I Wayan Suambara dan dihadiri anggota DPRD Badung dan DPR-RI asal Kuta Utara, Kepala SKPD, perbekel/lurah, LPM, BPD, PKK serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Kuta Utara. Suambara dalam pengarahannya menyampaikan, Musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun ini sebagai kewajiban konstitusional dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
RAKOR SAR - Kantor SAR Kelas A Denpasar harus mampu meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan potensi SAR terkait penanganan kecelakaan penerbangan, pelayanan dan kondisi-kondisi bencana yang membahayakan jiwa manusia. Oleh karena itu, SAR Denpasar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) SAR Provinsi Bali tahun 2016 dan dibuka Direktur Bidang Operasi Badan SAR Nasional Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus, S.H., Rabu (17/2). Rakor tersebut merupakan rangkaian menyambut Hari Jadi Badan SAR Nasional yang ke-44 pada 28 Februari 2016 dan dilaksanakan dua hari. Kegiatan tersebut mengusung tema “Efektivitas Pengerahan dan Pengendalian Operasi SAR: Urgensi Koordinasi SAR dalam Keberhasilan Penyelenggaraan Operasi SAR�. 29 Februari - 6 Maret 2016
33
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
TEMU WIRASA - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bali berharap sumber daya manusia (SDM) masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan formal. Selain itu peningkatan SDM juga melalui diskusi atau seminar dan lainnya. Sebab, harus memiliki wawasan yang terbuka, terutama untuk perkembangan perekonomian saat ini. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Kerja Sama Lembaga Perekreditan Desa (BKS LPD) Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. saat temu wirasa dengan Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. dan Ketua LP LPD Bali I Nyoman Armaya serta beberapa ketua LPD lainnya, Rabu (17/2). Cendikiawan menjelaskan, kerja sama dalam rangka penguatan SDM krama Bali akan dijadikan agenda BKS LPD. Pemikiran-pemikiran untuk memberdayakan LPD akan diakomodasi secara selektif. Pihaknya juga ingin menjadikan LPD sebagai pilar pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis adat.
SERTIJAB - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Badung, Rabu (17/2), sekaligus menjadi akhir dari masa jabatan Penjabat Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka. Usai upacara serah terima memori jabatan (sertijab) kepada Bupati/Wakil Bupati Badung periode 2016-2021, penjabat asal Buleleng ini pun meninggalkan Gedung Puspem Badung diantarkan Sekretaris Daearah (Sekda) Badung Kompyang R. Swandika dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Suasana haru dan hangat mewarnai acara pelepasan tersebut. Seluruh jajaran SKPD turut mengantarkan Yudha Saka berserta istri hingga ke mobil. Bahkan, Sekda Badung Kompyang Swandika secara spontan memerintahkan Kabag Humas A.A. Gede Raka Yuda membukakan pintu kendaraan pribadi yang telah siaga di depan lobi gedung setempat. Segenap kepala SKPD dengan dipimpin langsung Sekda Badung secara bergantian memeluk hangat penjabat bupati dan mengantarkan hingga masuk ke mobil pribadinya.
MBP/ist
SIDAK - Komisi IV DPRD Badung menggelar sidak ke RSUD Mangusada Badung, Senin (15/2). Dalam sidak tersebut, dewan menemukan banyak pasien rawat inap dititip di ruang observasi lantaran kamar rawat inap penuh. Kendati demikian, Komisi IV menilai pelayanan RSUD Mangusada secara umum sudah cukup baik. Semakin baiknya pelayanan rumah sakit pelat merah ini, bahkan diakui langsung oleh sejumlah pasien saat rombongan Komisi IV bertatap muka dengan sejumlah pasien yang dirawat di rumah sakit itu. Ketua Komisi IV AAN Ketut Agus Nadi Putra didampingi para anggotanya mengaku cukup puas melihat pelayanan RSUD Mangusada Badung. Menurutnya, pelayanan rumah sakit di Kapal, Mengwi itu sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selain karena ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai, mental petugas medis di RS itu juga sudah cukup baik.
34
29 Februari - 6 Maret 2016
MBP/ist
GRAND OPENING - Setelah hadir di beberapa kota seperti Medan, Bandung, dan Surabaya, TOTO Kitchen semakin melebarkan sayapnya dengan meresmikan cabang terbarunya di Bali yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat, No. 165 Denpasar. Dalam grand opening TOTO Kitchens, Selasa (16/2), perusahaan yang bergerak di bidang interior dapur ini meresmikan showroom pertamanya di Bali sekaligus memperkenalkan beberapa desain dapur rancangannya. Peresmian Showroom TOTO Kitchen tersebut juga turut dihadiri Direktur Utama PT Mitra Adika Lestari Victor Layata dan Presiden Direktur PT Surya TOTO Indonesia Tbk +DQDÂż $WPDGLUHGMD 'DODP VDEXWDQQ\D +DQDÂż PHQJDWDkan bahwa dengan hadirnya TOTO Kitchen di Bali diharapkan mampu menjadikan dapur tidak sekadar tempat untuk memasak, namun ruangan tempat berkumpul keluarga.
MBP/ist
UKK - SMKN 1 Tampaksiring, Gianyar yang berdiri tahun 2005 ini memiliki lima jurusan yakni Multimedia, Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Usaha Perjalanan Wisata (Guiding) dan Kecantikan Kulit, dengan jumlah siswa 867 orang dan diampu oleh 110 personel tenaga didik yang terdiri dari 87 guru dan 23 tata usaha. Dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), SMKN 1 Tampaksiring melaksanakan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) di Hotel Inna Sindu Beach, Sanur dari tanggal 15 hingga 18 Februari 2016. UKK ini dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs. I Dewa Putu Mantra, M.Pd., Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Made Jigra Diatmika, S.H., Komite Sekolah Kabupaten Gianyar I Wayan Martono, BK.Tek., Pengawas SMA/SMK Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana, S.Pd., M.Pd. dan I Made Rindra, S.Pd.
MBP/ist
PENGHARGAAN - Dalam pelaksanaan UN lima tahun terakhir yaitu tahun 2010-2015, SMAN 1 Tabanan diberikan penghargaan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhir Desember 2015 dan masuk dalam 15 besar. Dengan pencapaian ini, bersama 503 sekolah lainnya dari SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, SMAN 1 Tabanan yang diwakili Kepala Sekolah Drs. I Made Jiwa, M.Pd. menghadiri undangan Presiden Jokowi untuk menerima penghargaan sebagai sekolah berintegritas. Sehubungan dengan penghargaan dari Presiden Jokowi ini, SMAN 1 Tabanan menerima kedatangan perwakilan Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Elsi Eka Rahmawati, Sabtu (13/2).
MBP/ist
JUARA I - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Yoga Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar berhasil meraih juara I se-Bali kategori umum dalam Lomba Yoga Asanas yang digelar IHDN Denpasar, 13-14 Februari 2016. Duta Unhi yang dinamakan Tim Yoga Marga Rahayu tersebut diperkuat Eka Widyaningsih, Tuntun Lettitiany, Septa Sukma Wardhani, Mia Kusuma Dewi, Agung Kade Marini dan Nyoman Dessi. Lomba ini diikuti 16 peserta se-Bali. Atas keberhasilan itu, Tim Yoga Unhi berhak atas piala dan piagam. Piala yang berhasil diraih tersebut, Kamis (18/2) diserahkan Pembina UKM Yoga Unhi Dr. I Gusti Bagus Wirawan, M.Si. kepada Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A. didampingi WR I Unhi Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. dan Wakil Rektor II Prof. Dr. Ida Ayu Yadnyawati, M.Pd. di aula Gedung Rektorat Unhi. Hadir pula dalam acara itu Pembina II UKM Yoga Unhi Sang Ayu Made Yuliari, S.Ag., M.Si., dosen dan para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Yoga.
MBP/ist
ASEA UNINET - Universitas Udayana (Unud) menggelar 6FLHQWL多F DQG 3OHQDU\ 0HHWLQJV $6($1 (XURSHDQ 8QLYHUVLW\ 1HWZRUNV (ASEA Uninet) 2016 di Gedung IPD, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Senin (15/2). Pertemuan internasional yang berlangsung tiga hari ini dibuka Asisten II Setda Provinsi Bali Ketut Wija mewakili Gubernur. Sementara sebagai NH\QRWH VSHHFK Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD., KEMD. mengatakan agenda pertemuan dua tahunan ASEA Uninet diawali dengan konferensi internasional berupa pertemuan ilmiah. Agenda ini baru pertama kali dilakukan atas prakarsa Unud. Sedikitnya ada 67 buah karya tulis ilmiah oleh peneliti dari 8 negara, yaitu Austria, Filipina, Indonesia, Inggris, Laos, Thailand, dan Vietnam. Karya tulis yang disajikan dalam konferensi ini dibagi dalam 5 kelompok. 29 Februari - 6 Maret 2016
35
LINGKUNGAN
36
29 Februari - 6 Maret 2016
Krisis ABT Mengancam
M
usim hujan memang mulai mengguyur hampir seluruh Bali. Saat musim hujan ini, air malah meluap ke manamana bahkan di beberapa titik menimbulkan banjir. Jika sudah hujan begini, banyak yang berkata, tetap lebih baik musim panas karena masih bisa bebas beraktivitas. Jika air sudah meluap begini, jarang yang ingat mereka tidak bisa mendapatkan air saat musim kering/panas sehingga membiarkan begitu saja air berlimpah lewat. Air hujan begitu saja lewat karena tidak adanya resapan ke dalam tanah. Hal ini pula yang menyebabkan volume air begitu besar di jalanan sehingga tak mampu tertampung gorong-gorong yang ada. Sebab, halaman rumah warga terutama di perkotaan, saat ini hamper tidak menysakan sedikit pun ruang resapan. Semua halaman sudah dipaving agar halus dan bersih. Padahal, sebagian air hujan itu sebenarnya masih bisa ditampung dan diresapkan ke bumi/tanah dengan pembuatan lubang/sumur resapan (biopori). Selain berfungsi menampung/meresapkan air, lubang biopori ini juga bisa dimanfaatkan untuk menampung sampah organik untuk diolah menjadi kompos. Sedikitnya resapan air yang masuk ke tanah, membuat tidak ada penambahan VLJQL多NDQ SDGD YROXPH DLU EDZDK WDQDK (ABT). Sementara penyedotan ABT, terus dilakukan secara masif saat musim panas. Maklum, pasokan air bersih oleh pihak PDAM pada saat musim kering juga krisis hingga memacu masyarakat untuk membuat sumur bor untuk menyedot ABT. Hal ini paling banyak ditemui di daerah Denpasar Selatan dan Badung Selatan. Belum lagi beberapa perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) ditengarai juga ikut berlomba menyedot ABT, makin krisis lah kondisi ABT di wilayah ini. Bahkan, inisiator dan Penasihat Program Yayasan Institute for Development Economic and Planning (IDEP) Bali, Florence Cattin menyatakan jika Bali tengah mengalami krisis air bersih. Dari hasil penelitian yang dilakukan lembaganya sejak tahun
2012, bahwa Bali mengalami krisis dan penurunan kualitas air bersih. Cadangan ABTdi Bali tinggal 20 persen saja. Bila tak ada mitigasi, 5 tahun lagi akan terjadi krisis air bersih, kualitas air minum terus menurun dan akan terjadi bencana ekologis di Bali. Kondisi ini sebenarnya sudah mulai terjadi dan dirasakan terutama di daerah Bali Selatan. Permukaan ABT dari sumur bor-sumur bor milik warga telah menurun, sehingga warga di sejumlah kawasan harus menambah kedalam pipa penyedot ABT. Jika tidak, ABT yang mereka dambakan tidak bisa naik karena ujung pipa mereka tidak menyentuh atau masuk sampai permukaan ABT. Bahkan, eksploitasi ABT terus menerus telah menyebabkan air laut masuk ke darat melalui dalam tanah (interusi). Akibatnya, air sumur beberapa warga di Denpasar Selatan terutama dekat pesisir sudah mulai dirasakan sedikit keasinan. Beberapa yang sudah terdeteksi antara lain di kawasan Sanur, Kuta, Jimbaran, Kedongan, Nusa Dua. Sementara di wilayah Bali utara yang terdeteksi adalah di kawasan wisata Pantai Lovina Singaraja. Menyadari ancaman ini, beberapa daerah mulai menyusun Perda tentang ABT. Salah satunya Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung. Pemprov Bali bahkan telah memiliki aturan tentang penyedotan ABT melalui Perda No. 4 tahun 1994 sebagai perubahan atas Perda No. 15 Tahun 1988. Bahwa, penyedotan ABT untuk usaha komersiil wajib mendapatkan izin dari pemerintah. Bahkan, saat ini ketentuan tentang tarifnya sudah diatur. Sayang, dalam penerapan atau pelaksanaannya masih belum maksimal. Masih banyak penyedot ABT yang lolos dari pengawasan/ pantauan sehingga leluasa menyedot ABT, tanpa kena sanksi atau denda/biaya apa pun. Jika ini terus dibiarkan, krisis ABT dan air bersih dipastikan mengancam Bali. Interusi air laut yang tak bisa dikembalikan lagi bakalan melanda Bali. z Sugiarta/dari berbagai sumber 29 Februari - 6 Maret 2016
37
PARIWISATA Peminat paket Nyepi di Bali mulai redup. Terlebih Nyepi tahun ini dilarang keras “dijual” pihak penyedia akomodasi wisata seperti hotel maupun vila.
Paket Nyepi di Bali Tak Lagi Berseri 38
29 Februari - 6 Maret 2016
HARI raya Nyepi merupakan hari Tahun Baru Çaka bagi pemeluk agama Hindu di Bali. Bagi wisatawan tentulah menjadikan momen tersebut yang paling berbeda, di mana ketenangan serta kedamian bisa anda rasakan, sehari tanpa polusi, udara lebih segar akan memberikan sentuhan relaksasi serta refreshing dalan nuansa beda. Namun sayang, bumbu-bumbu hiburan saat Perayaan Nyepi Çaka 1938 pada 9 Maret 2016 dilarang keras “dijual” pihak penyedia akomodasi wisata seperti hotel maupun vila. Larangan ini merupakan hasil keputusan bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali. Bagaimana sikap Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung atas seruan tersebut? Kepala PHRI Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyatakan mendukung seruan meniadakan aktivitas apapun saat hari raya Nyepi. Bahkan anggota PHRI, kata dia, sejak Paket Nyepi lagi ngetren, hotelhotel sudah menaati apa yang dilarang saat pelaksanaan Nyepi, seperti hiburan musik, nyala lampu, atau kegiatan yang membikin gaduh lingkungan sekitar. Makanya, pelarangan ini dinilai bukan hal baru.
“Hotel-hotel itu sudah paham kok. Catur Brata Panyepian yakni amati geni (pantang menyalakan api), amati karya (menghentikan aktivitas kerja) amati lelanguan (menghentikan kesenangan) dan amati lelungaan (pantang bepergian). Jadi tidak masalah kami sepakat. Kami pun juga menyerukan hal itu kepada anggota PHRI, khususnya yang ada di Badung,” tegas pria berkacamata tersebut. Terkait paket Nyepi yang dulu ngetren ditawarkan pihak hotel, belakangan geliatnya berkurang. Malah cenderung lesu. Suryawijaya menyebut, paket Nyepi tak lagi laku. Karena wisatawan merasa tak bisa melakukan aktivitas apapun, untuk sekadar jalan-jalan pun tak bisa. Ini lah yang menyebabkan, paket Nyepi mulai ditinggalkan. Sekarang malah wisatawan memilih meninggalkan Bali menjelang Nyepi. Kebanyakan memilih tujuan ke Gili Trawangan, Lombok. “Trennya begitu, sehari sebelum Nyepi, wisatawan meninggalkan Bali. Setelah Nyepi kembali lagi. Jadi sekarang sudah tidak laku lagi
(paket Nyepi, red),” katanya. Saat Paket Nyepi sedang booming pun begitu, sebetulnya yang ditawarkan adalah rangkaian Nyepi, seperti melasti, tawur kasanga, pangrupukan. “Kalau Nyepi-nya sendiri tidak. Apa yang mau ditawarkan, karena memang aktivitas wisatawan harus dibatasi. Yang dijual itu karena sebelumnya ada upacara melasti, tawur kasanga, dan pangrupukan. Saat pangrupukan juga ada ogoh-ogoh. Itu paket Nyepi sebetulnya,” ungkap Suryawijaya sembari kembali menegaskan bila tren Paket Nyepi sekarang justru tak banyak laku. Pria yang tinggal di Dalung, Kuta Utara, menambahkan kalau pun memang ada wisatawan yang datang secara khusus, lebih banyak karena ingin meraVDNDQ 1\HSL 'DQ LWX WLGDN VLJQL¿NDQ tingkat kunjungannya. Dari data PHRI, paling dominan wisawasan yang menyukai Paket Nyepi adalah wisatawan asal Tiongkok. Mereka sangata memanfaatkan kehenigan malam/silent day untuk meditasi.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Basma, menegaskan agar pihak hotel tidak menyalakan lampu berlebihan, melaksanakan aktivitas yang mengganggu Catur Brata Panyepian, dan tidak keluar dari areal hotel. Dia juga mengingatkan kepada pihak hotel jika nantinya ada penghuni hotel yang sakit maka menginformasikan kepada pecalang dan desa adat setempat untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Seperti yang terlihat di sejumlah perhotelan di Pulau Dewata terlihat memasang dan menawarkan paket harga untuk menikmati Nyepi di Bali, bahkan penjualan paket tersebut tidak hanya di pajang di depan hotel tetapi gencar dilakukan di sejumlah media dan jejaring internet. Paket yang ditawarkan setiap hotel tersebut bermacam-macam dari harga Rp 350 ribu hingga jutaan rupiah dengan berbagai kegiatan menarik lainnya di dalam hotel tersebut. z Parwata 29 Februari - 6 Maret 2016
39
EKONOMI
Pasar Seni Guwang, Sajikan Aneka Suvenir yang Khas
B
elum memiliki oleh-oleh yang khas, datang saja ke Pasar Seni Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pasar seni yang dikelola masyarakat setempat itu menyajikan berbagai jenis suvenir dari yang ukuran kecil hingga besar. Pusat oleh-oleh merupakan kerajinan masyarakat Bali itu terletak di Banjar Tegal, Desa Guwang, tepatnya di Jalan Raya Guwang atau sekitar 15 Km ke arah Timur Laut dari Kota Denpasar. Pasar ini didirikan oleh masyarakat Desa Guwang pada 2001 dengan tujuan untuk memasarkan hasil kerajinan masyarakat Desa Guwang yang terkenal dengan kerajinan patung, lukis, perak dan garmen. “Namun, perkembangan kemudian tak hanya memajang karya patung tetapi berbagai suvenir lainnya,” kata Kepala Pasar Seni Guwang Ir. Made Benson. Dalam sehari-harinya, Pasar Seni Guwang selalu ramai dengan turis domestik dan mancanegara. Hal itu karena didukung dengan areal parkir yang luas, keramahan para pedagangnya yang masih mengedepankan budaya ketimuran. Berbagai eneka suvenir memiliki harga yang relatif terjangkau. Bahkan, tawar-menawar menjadi hal biasa, bahkan sebuah budaya yang disenangi wisatawan. Fasilitas yang
40
29 Februari - 6 Maret 2016
ada tergolong lengkap. Di sebelah kanan berjejer pedagang sovenir dengan aneka jenis bentuk dan bahan. Sementara di sebelah selatan berjejer pedagang makanan, snack dan minuman juga aneka buah lokal yang sangat diminati wisatawan. Nah, sebelum masuk pasar di sebelah kiri terdapat fasilitas seperti ATM, toilet dan bale bengong untuk menunggu saudara yang atau kerabat yang sedang berbelanja. Kalau di dalam pasar, merupakan pusat dari pada Pasar Seni Guwang. Di sana ada empat blok yang ditempati ratusan pedagang dengan menjajakan jenis suvenir yang sama dengan yang diluar. Diantaranya patung, lukisan, baju, asbak, burung-burungan, blangkon, gelang, kalung, cincin, tas, boneka kayu dan lainnya. Sedangkan bangunan pada lantai II khusus kantor kepala pasar dan staf serta LPD. Benson mengatakan, sejak berdiri berdiri 2001 pasar ini memang menjajakan kerajinan patung masyarakat Guwang yang kebanyakan berprofesi sebagai pematung. Mereka mengumpulkan karnya, lalu menjualnya di pasar ini. “Setehun kemudian perkembangannya begitu pesat, sehingga ada kerajinan lain juga. Termasuk juga pedagangnya juga ada dari daerah lain,” paparnya. Dulu, cerita Bensol, ia dan semua pengu-
rusnya tak henti-henti melakukan promosi. Baik kepada para guide, agent dan juga ke hotel serta objek wisata. Ia juga sering mendatangi event seperti Pesta Kesenian Bali, juga festival lainnya untuk m,enyebarkan brosur. Disamping itu juiga berpromosi lewat internet. Walau hal itu hanya berlaku di Bali saja, namun hasilnya cukup dirasakan pada tahun kedua. Menurut lelaki berlatar belakang insinyur itu respon sangat bagus, sehingga wisatawan mulai berdatangan. Mula-mula diramaikan wisatawan domestik, setelah itu wisatawan asing seperti dari Cina, Eropa dan lainnya. “Dalam setahun ramainya GXD NDOL \DLWX VDDW OLEXUDQ +DUL 5D\D ,GXO¿WUL dan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru,” jelasnya. Dalam sehari, lanjutnya ada rata rata kunjungan 15 bus yang isisnya sekitar 30 orang. Sementara pegawai yang ada sebanyak 7 orang staff. Hasil bersih dari pengelolaan pasar dibagi dua antara Desa Adat Guwang dan Pemerintah Kabupaten Gianyar. “Penghasilan Pasar Seni ini digunakan untuk pembangunan desa juga untuk biaya menggelar upacara,” imbuhnya. zBudarsana LAPORAN
Sumita, Desa Perajin Ukir di Gianyar
Mengekspor Ukiran Bale DESA Sumita, Kabupaten Gianyar terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan ukir berbahan kayu. Hasil imajinasi masyarakat di sana cukup tinggi, sehingga cipta karya ukirnya menjadi beda dan sangat khas. Motif ukirannya juga tergolong unik dan kekarangan (gaya relief) lebih kecil. Jenis bun-bunannya lembut dan hidup. Maka jangan heran, kalau masyarakat lokal, luar daerah Bali maupun luar negeri mengalir datang untuk memesannya. Kekhasan itu juga tampak dari jenisnya bun-bunannya yang merupakan warisan dari para leluhur di desa itu. Di antaranya berwujud karang Cina, pungel, dan karang pandil. “Dalam mengukir, kami sebagai tukang ukir sama seperti seorang pelukis. Kami juga menuangkan imajinasi dan ekspresi, sehingga mampu menyulap benda mati menjadi benda yang indah, bahkan mampu memiliki jiwa. Karena itu, tukang ukir yang ada di Desa Sumita itu semuanya memiliki jiwa seni, bukan sebagai pekerja asal-asalan,” ungkap Putu Suyadnyana, salah seorang perajin ukir di Desa Sumita. Mengukir memerlukan sebuah kesabaran dan ketekunan, sehingga dapat menghasilkan karya seni yang kental. Jenis ukiran itu khusus dibuat untuk bangunan dengan stiil tradisional Bali. Ada yang berupa pintu seperti pintu gebyog, gedong, loji, dan bale dangin. Termasuk juga bangunan suci seperi merajan (sanggah) atau pura. Beragai dari bangunan itu semuanya dilengkapi dengan ukiran tradisional mulai dari saka, lambang, cengawang, kencut, tungeh, limas dan lainnya. “Keunikan dari ukiran Desa Sumita itu adanya keselarasan antara gaya ukiran dengan bentuk, sehingga kalau dilihat dari jauh keliatan tak terlalu kecil dan dari dekat tidak tampak terlalu besar,” ucapnya. Selain jenis bun-bunan ukiran pintu merupakan kombinasi dengan tokoh pewayangan baik berwujud tokoh dalam Epos Ramayana seperti Sugriwa - Subali ataupun Mahaberata seperti gambar tokoh Panca Pandawa. Sementara bahannya merupakan kayu pilihan dengan jenis kayu jati yang khusus didatangkan dari luar Pulau Dewata. Ada pula yang berbahan dari kayu ketewel (nangka) dan cempaka khusus untuk bahan pintu. Kalau untuk ukiran yang lainnya bisa dari
Pekerjaan mengukir masyarakat Desa Sumita menjadi atraksi wisata unik bagi wisatawan.
bahan kayu marbau, bingkrae, kamper dan lainnya. Desa Sumita yang terdiri dari 6 banjar yaitu Banjar Mulung, Banjar Sema, Banjar Pande Tengah, Banjar Siih dan Banjar Melayang dengan jumlah penduduk sekitar 480 KK itu sekitar 99 persen yang berprofesi sebagai perajin ukir. Kegiatan mengukir di Desa Sumita mulai booming sejak 1990-an. Anak-anak, remaja, orang tua baik yang pria ataupun wanita hampir semuanya bisa melakoni pekerjaan seni itu. Bahkan mereka melakukan sebagai mata pencaharian. “Dari 99 persen yang berprofesi sebagai perajin ukir itu, sekitar 80 persen merupakan pekerjaan pokok dan sisanya sebagai kegiatan sambilana yang sebagai pegawai negeri sipil, pekerja hotel dan petani,” papar ayah dari dua putra itu. Menariknya, dalam melakukan kegiatan mengukir mereka belajar secara otodidak, ada juga yang berdasar keturunan juga ada yang belajar melalui sekolah seni. Walau demikian, tetapi hasil ukirnya hampir sama seakan berada pada satu ruh yang indah. “Sekali lagi, dari hasil mengukir itu sangat membantu perekonomian masyarakat Desa Sumita, baik untuk mempertahankan hidup ataupun untuk sekolah anak-anak mereka,” tegasnya.
Bagi masyarakat Bali pekerjaan mengukir memang menjadi hal yang biasa, tetapi hal itu akan berbeda kalau dipandang dari kacamata turis. Mereka melihat masyarakat mengukir sebagai sebuah atraksi seni. Bahkan, kegiatan mengukir itu menjadi atraksi tersendiri ketika sedang melakukan jalan-jalan ataupun bersepeda yang rutenya melewati Desa Sumita. Disamping, suasana alam pedesaan menjadi daya tarik, sehingga hampir setiap hari ada saja wisatawan yang melakukan aktivitas wisata di sana. Apalagi, desa tersebut sedang menata relief candi, sebuah peninggalan pada jaman kerajaan yang terletak diujung selatan desa tersebut. Serta adanya sebuah akomudasi sebagai tempat tinggal bagi para turis, jika sedang menikmati suasana dengan dalam waktu yang lama. “Potensi yang ada sangat mendukung Desa Sumita menjadi desa wisata di Kabupaten Gianyar. Desa ini nantinya diharapakan bisa menjadi atraksi wisata alternatif,” harap seorang warga desa di sana. z Budarsna LAPORAN
29 Februari - 6 Maret 2016
41
PROPERTI
Sektor Properti Diprediksi Segera Bangkit
S
ekitar dua tahun lebih perekonomian Indonesia mengalami tekanan yang cukup berat bagi semua sektor, termasuk sektor riil properti. Kini saatnya kurva akan kembali berbalik arah naik ke atas dengan keluarnya kebijakan ekonomi paket 10 oleh pemerintah, salah satunya membuka kran investasi kepemilikan asing 100 % dengan batasan kapital di angka Rp 10 miliar. Kebijakan tersebut, menurut CEO GNP Group John Sadewa, akan mendorong masuk dana investasi asing kembali ke Indonesia, setelah sekian lama hengkang menuju negaranya masingmasing. Terutama, mengejar dolar Amerika karena dianggap lebih menjanjikan dan lebih stabil. “Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pasar global, dimana beberapa negara di Eropa dan juga Asia mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, Indonesia bisa terlihat menarik walaupun belum maksimal,� tegasnya. Namun, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk dilirik kembali oleh kalan-
42
29 Februari - 6 Maret 2016
gan investor asing. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diangka 4,5 % secara perlahan namun pasti akan mendorong pemerintah selaku pemegang kebijakan fiskal ekonomi dan Bank Indonesia selaku steakholder utama kebijakan moneter, akan memperbaharui lagi kebijakan yang lebih longgar. “Misalnya suku bunga BI berpotensi besar untuk diturunkan sampai d iangka 6,5 % sampai akhir tahun ini,� ujar pengamat properti asal Petang, Badung ini. Sektor properti, lanjutnya, termasuk sector primadona yang apabila didukung dengan kebijakan yang tepat, akan cepat bisa memulihkan perekonomian. Pasalnya, sektor ini bersinergi dengan ratusan industri lainnya, termasuk perbankan dan penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak karena padat karya. Selain itu, mampu menampung tenaga kerja dengan berbagai tingkatan pendidikan dan keahlian. Kepemilikan investasi asing 100 % dan wacana kepemilikan properti oleh
DVLQJ \DQJ PDVLK EHOXP ÂżQDO VDDW LQL memberi harapan baru bagi para pelaku industri properti, khususnya di daerah pariwisata karena memiliki daya tarik yang lebih kuat. Dengan demikian, potensi ekonomi yang ada di sekitar daerah properti lebih banyak dan lebih bervariasi. Investor sudah mulai berhitung-hitung untuk mengakuisisi lahan yang potensial untuk dikembangkan, baik sebagai residensial maupun perkantoran dan ruko. Khusus di Bali, sektor properti perhotelan akan tumbuh melambat karena telah terjadi over suplay kamar yang menyebabkan persaingan tarif hotel tidak sehat. Ia berharap, kebijakan ekonomi jilid 10 ini akan berdampak lebih spontan dibandingkan kebijakan sebelumnya. Di samping disebabkan oleh faktor jenuh, investor telah wait and see cukup panjang, sehingga tahun ini diharapkan investor mulai action kembali seperti tahun 2012 dan 2013 lalu. z Kerta Negara
AKTIVITAS
MBP/ist
YOUTH PARK - Pemerintah Kota Denpasar pada tahun ini akan berencana membangun sebuah taman Youth Park atau taman untuk kegiatan kepemudaan di Kota Denpasar. Taman yang rencananya dibangun di Taman Kota Lumintang ini, konsep pembangunannya telah masuk dalam sayembara Denpasar Youth Park yang dilaksanakan Pemkot Denpasar bekerja sama dengan Himpunan Pemuda Kreatif Kota Denpasar. Pelaksanaan sayembara telah dimulai dari 20 Januari lalu dan Senin (15/2) masuk dalam tahap penjurian bertempat di Warung Bendega Denpasar. Terdapat puluhan karya desain arsitektur Denpasar Youth Park dengan melibatkan juri dari kalangan komunitas arsitek, pemerKDWL EXGD\D PHGLD NHSHPXGDDQ YLGHRJUDÂż GDQ XQVXU NRPXQLWDV kepemudaan di Denpasar.
MBP/ist
CSR - Bank BRI sebagai bank terpercaya pilihan rakyat Indonesia dengan core business UMKM menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan UMKM di Bali dengan menyerahkan bantuan CSR kepada 6 UMKM di Kabupaten Bangli. Penyerahan bantuan CSR tersebut diselenggarakan serangkaian kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Puspayoga di Pasar Pengotan, Bangli, Sabtu (13/2). Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Dewa Putu Oka Maharjana mengatakan, bantuan CSR kepada 6 UMKM di Bangli ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha para pelaku UMKM, sehingga nantinya dapat berkembang menjadi usaha menengah. Besarnya bantuan CSR yang diberikan oleh BRI senilai Rp 34.400.000.
MBP/ist
MBP/ist
UNDIAN - Sebagai wujud apresiasi terhadap pengunjung, Batur Natural Hot Spring menggelar penarikan undian berhadiah, Jumat (12/2). Acara penarikan undian yang diselenggarakan untuk pertama kalinya tersebut dihadiri ratusan pengunjung setia Batur Natural Hot Spring. Selain memberikan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride, dalam acara kemarin, tempat wisata pemandian air panas alami yang berlokasi di Toya Bungkah, Desa Batur itu juga memberikan sejumlah hadiah lainnya berupa kulkas, TV LED, sepeda gunung, serta ratusan hadiah hiburan. Operational Manager Batur Natural Hot Spring Nengah Suryadi didampingi Ketua Panitia Acara Nyoman Widiada menjelaskan, acara penarikan undian periode I tahun 2016 ini digelar sebagai wujud apresiasi Batur Natural Hot Spring terhadap para pengunjung yang selama ini telah setia berlibur di tempat wisata pemandian air panas alami ini. Acara ini juga sebagai promo hari raya Galungan dan Kuningan.
DILANTIK - Pasangan Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Komang Gede Sanjaya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Selasa (17/2). Proses pelantikan dilakukan di Gedung Wiswa Sabha, areal Kantor Gubernur Bali, bersama lima pasangan kepala daerah dari kabupaten/kota lainnya. Usai pelantikan, keduanya menjalani proses serah terima jabatan dari Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada. Proses ini ditandai dengan penyerahan memori jabatan dari Penjabat Bupati di ruang pertemuan utama Kantor Bupati Tabanan. Acara itu dihadiri ratusan undangan. Mereka adalah jajaran DPRD Kabupaten Tabanan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa, pimpinan SKPD seperti kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, dan camat. Hadir juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama serta para tokoh masyarakat di antaranya Cokorda Anglurah Tabanan, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP), Forum Perbekel se-Kabupaten Tabanan, para pemuka agama, dan sejumlah elemen masyarakat.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 29 Februari - 6 Maret 2016
43
TRADISI
Manggala Karya Ketut Wardana bersama Bendesa Pakraman Apuan Ketut Cakra dan Penyarikan Karya Made Cendoarsa.
MBP/ist
44
29 Februari - 6 Maret 2016
Prosesi ’’Ngunya’’ Ida Batara Natar Sari
’’Nyuryaning Umat ka Jaba Kuta’’ Jelang Pujawali SRADA lan bakti umat Hindu terpancar dari semangat ngiring dan mundut tapakan Ida Batara Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Apuan, Baturiti, Tabanan pada prosesi ngunya atau melancaran ke ‘’jaba kuta’’. Tepat mulai hari raya Galungan, Rabu (10/2) lalu, tapakan Ida Batara Nawa Sanga yang berstana di pura kahyangan jagat itu kairing lunga malancaran nyuryaning umat di wilayah Kabupaten Tabanan dan Badung. Kali ini Ida Batara malancaran di sisi kauh (barat), pada periode berikutnya tiga tahun mendatang di sisi kangin (timur). Tradisi unik ini dilangsungkan secara rutin setiap tiga tahun sekali menjelang pujawali agung (karya gede) di pura sungsungan jagat ini. Prosesi malancaran ini menghabiskan waktu cukup lama, abulan pitung dina (42 hari). Manggala Karya Ketut Wardana, Penyarikan Karya Made Cendoarsa, Penyarikan Natar Sari Wayan Subandi, dan Bendesa Pakraman Apuan Ketut Cakra menyampaikan, sebulan sebelum melancaran, Ida Batara katangiang pada 25 Desember 2015 lalu dilanjutkan dengan upacara nebes. Selanjutnya, prerai Ida Batara Nawa Sanga kaodak (dicat ulang), demikian juga kampuh dan badongnya diperbaiki. Tepat pada Panampahan Galungan, Selasa (9/2), digelar upacara ngeratep. Pagi hari pada hari Galungan itu, umat panyungsung sudah berada di Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari untuk persiapan ngalungaang Ida Batara. Sekitar pukul 10.00 Wita, Ida Batara kairing malancaran dimulai dari wilayah Banjar Pakraman Apuan, Banjar Jelantik, Banjar Kalibubuk dan Banjar Tampakkarang. Lanjut kairing menuju jogan Ida Batara di Pura Pucak Padangdawa. Di Pura ini, Ida Batara ngayasa kerthi tengah malam. Keesokan harinya Ida Batara kairing malancaran ke Pura-pura di sekitar Pura Pucak Padangdawa, seperti Pura Bakungan, dan selanjutnya marerepan di Pura Bukit Kembar Pacung. Keesokan harinya Ida Batara menuju Pura Anyar Baturiti, Pura Tegal Baas, dan marerep di Pura Bale Agung Sandan. Dari Pura ini, Ida Batara kairing malancaran ke Pura Pucak Tinggah Angseri, Desa Pakraman Tegeh, Kambangan, lanjut desa-desa di Kecamatan Marga seperti Susut, Pinge, Baru, Raden, Bayan, dan Tua. Lanjut ke Palian, Punjuan, Mojan. Tepat pada hari raya Kuningan Ida Batara menuju Pura Bukit Gede. Begitu seterusnya sampai ke desa-desa atau beberapa pura di Kabupaten Tabanan dan Badung. Tradisi itu berakhir tiga hari menjelang pujawali yang puncaknya 26 Maret mendatang. Uniknya, selama prosesi itu umat ngiring Ida Batara berjalan kaki. Umat yang ngiring Ida Batara digilir dengan sistem ririgan, tapi ada yang sampai ngiring selama sebulan. Terutama Pamangku Gede Kahyangan Jagat Luhur Natar
Sari, umumnya tidak pernah pulang selama prosesi itu. Pura-pura yang kasimpangan termasuk desa pakraman yang dilintasi sudah baku manut uger-uger. Ada sekitar 108 pura yang dituju dalam prosesi itu. Selama prosesi itu Ida Batara kairing masucian di Beji Natar Sari Pucak Padangdawa, Beji Pura Pucak Tinggah Angseri dan di Pura Sada Kapal. Di Pura Sada Ida Batara masucian dan napak pertiwi, terakhir melasti di Segara Batubolong. Di samping itu Ida tedun napak pertiwi ngyasa kerthi karya di jogan Ida di Pura Luhur Pucak Padangdawa dan di Pura Luhur Pucak Bukit Gede Poyan. Tiga hari menjelang pujawali ageng di Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Ida Batara kairing masucian ke Segara Batubolong Canggu. Pada prosesi ini biasanya sejumlah tapakan Ratu Gede (barong) menyertai. Budal dari segara, simpang arosan di Pura Puseh Desa Tua. Dari sini, sore harinya Ida Batara kapendak untuk menuju budal ke jogan Ida Batara di Kahyangan Jagat Natar Sari. Mulai saat itu Tapakan Ratu Gede (Barong) yang menjadi sungsungan umat Hindu di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli dan Jembrana rawuh ke Pura Natar Sari, dan terbanyak rawuh pada puncak pujawali. Bahkan, ada satu dua, Tapakan Ratu Gede rawuh saat umanis karya. Pada saat pujawali di Pura Natar Sari, tengah malam digelar upacara panyejeg buwana atau terkenal dengan ‘’katuran’’ Sesuhunan Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari yakni Ida Batara Sakti Nawa Sanga dan semua Tapakan Ratu Gede diturunkan dari Bale Paruman, Bale Tiang Sanga dan Bale Pemayasan. Semuanya napak pertiwi membentuk lingkaran. Para panyungsung silih berganti mundut tapakan Ida Batara selama upacara katuran berlangsung. Waktunya sekitar dua jam. Dalam prosesi itu para pemangku ngiyas tapakan Ida Batara satu per satu dengan rangkaian bunga, kemudian memercikkan tirtha. Selanjutnya banten panyejeg bhuana katur ring Ida sesuhunan sami. Banten tersebut diletakkan di tengah-tengah. Setelah katuran selesai Ida Tapakan Ratu Gede kembali distanakan di Bale Paruman. Selanjutnya umat melakukan persembahyangan bersama. Pamangku Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Jro Mangku Ketut Mastrum sempat menyampaikan, sekitar 108 tirtha ditambah 45 tirtha panyaksi tapakan, kamargiang dalam pelaksanaan upakara panyejeg bhuana atau katuran tersebut. Dalam upacara ini umat memohon karahayuan bhuana agung lan bhuana alit. Pada rerahinan Tumpek Krulut, Hyang Siwa Pasupati (Ida Sang Hyang Widi Wasa---Tuhan Yang Mahakuasa), menurunkan anugerah. z Subrata
29 Februari - 6 Maret 2016
45
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
DILANTIK - I Putu Artha dan I Made Kembang Hartawan yang baru saja (16 Februari 2016) mengakhiri jabatannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2011-2016, Rabu (17/2) dilantik kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jembrana untuk periode 2016-2021 oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali. Pelantikan yang dilakukan serentak bersama empat bupati dan wakil bupati serta satu wali kota dan wakil wali kota berlangsung sederhana dan khidmat, disaksikan sejumlah pejabat di antaranya dari Kementerian Dalam Negeri, DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati se-Bali.
DILANTIK - I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Drs. I Ketut Suiasa, S.H. secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung periode tahun 2016-2021. Pelantikan dilakukan Gubernur Bali Made Mangku Pastika atas nama Presiden RI di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/2). Pada pelantikan tersebut, Nyoman Giri Prasta didampingi istri Ny. Seni Giri Prasta dan Ketut Suiasa didampingi istri Ny. Kristiani Suiasa. Pelantikan dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakil Gubernur Bali serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota. Setelah dilantik, Bupati Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa mengikuti serah terima memori jabatan dalam rapat paripurna istimewa di DPRD Badung yang dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Acara juga dihadiri Kajati Bali bersama Aspidsus, mantan Penjabat Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka, Sekkab Badung Kompyang R. Swandika, kepala satuan perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Badung. Hadir pula seluruh pimpinan dan anggota DPRD Badung bersama ratusan undangan lainnya.
MBP/ist
MBP/ist
PENGARAHAN - Tugas hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Drs. I Ketut Suiasa, S.H. langsung memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemkab Badung pada apel paripurna bersama di lapangan Puspem Badung, Kamis (18/2). Apel tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, para kepala SKPD serta pegawai Pemkab Badung. Mengawali sambutannya, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi yang setinggitingginya kepada jajaran pegawai Pemkab Badung yang telah berperan dalam menyukseskan Pilkada Badung pada Desember 2015 lalu yang telah berjalan dengan baik dan lancar.
RDP - Sikap saling sandera antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar terkait sejumlah izin pengembangan Rumah Sakit Mata Indera Bali Mandara, ditanggapi santai oleh Komite III DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Hal ini terekam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD-RI Bidang Kesehatan di RS Mata Bali Mandara. DPD-RI menghadirkan pihak Kepala Dinas Kesehatan Bali, jajaran Pemkot Denpasar. Dalam rapat kurang lebih selama dua jam itu, akhirnya disampaikan kesimpulan oleh DPD-RI. Tampak Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS saat meninjau perluasan proyek RS Indera didampingi Kadis Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. dan Dirut RS Indera dr. Made Yuniti.
46
29 Februari - 6 Maret 2016
MBP/ist
MBP/ist
JALAN SEHAT - Sekitar 300 dosen dan mahasiswa mengikuti jalan sehat HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII, Selasa (16/2) kemarin. Jalan sehat langsung dilepas Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. didampingi Ketua Panitia HUT Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. Jalan sehat menempuh jarak sekitar 8 km dengan start di depan Kantor Kopertis VIII, menuju Jl. Padma, Jl. Seroja, Jl. Gatsu, Jl. Terungguli dan kembali ¿QLVK di Kopertis VIII. Usai jalan sehat para peserta juga mengikuti aksi donor darah yang bersinergis dengan Unit Tranfusi Darah PMI Bali. Ketua Panitia HUT yang juga Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. mengungkapkan jalan sehat ini sekaligus dipakai momen untuk saling menguatkan soliditas dan solidaritas sebagai warga bagian dari Kopertis Wilayah VIII.
JUARA - Mengawali tahun 2016, Stikom Bali kembali menunjukkan prestasinya. Setelah di pengujung tahun 2015 dua alumninya menjuarai Denpasar Festival Creative, di awal tahun 2016 ini seorang mahasiswa Stikom Bali angkatan 2015 I Wayan Dharmana dinobatkan sebagai juara pertama lomba PRELOH SURJUDPPLQJ tingkat nasional dalam ajang Coris ICT Award yang digelar di STMIK Amikom Yogyakarta, 6 Februari 2016. Dharmana yang menampilkan karyanya yaitu aplikasi Taman Nusa oleh para juri dinilai memenuhi kriteria sebagai aplikasi yang unik dan mudah digunakan. Berdasarkan kriteria tersebut, Dharmana memang mampu menghasilkan aplikasi Taman Nusa dengan XVHU LQWHUIDFH (UI) atau tampilan yang menarik serta memberikan XVHU H[SHULHQFH (UX) yang menawan. Dharmana menjelaskan, aplikasi Taman Nusa berbasis android ini adalah sebuah aplikasi yang menggambarkan Bali sebagai sebuah taman mini Indonesia. Di dalamnya tidak hanya budaya Bali melainkan budaya dari seluruh Indonesia.
MBP/ist
MBP/ist
FILOSOFI - Ada pepatah bijaksana leluhur orang Bali untuk mengingatkan pentingnya VZDGKDUPD sebagai pemimpin masyarakat yakni selesaikan dulu masalah rumah tangga, masalah domestik dan masalah keluarga sebelum berani memimpin orang lain, apalagi memimpin masyarakat. Filosopi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini di Bali, bahwa nilai–nilai kepemimpinan leluhur harus senantiasa diamalkan untuk menjadi teladan bagi ZDULK-nya. Sebagaimana yang dilakoni oleh leluhur Ida Batara Dalem Benculuk Tegeh Kori bahwa kemandirian dan sifat berdikari itu adalah mutlak. Demikian diungkapkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Sekretaris Jenderal Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori).
PENDAFTARAN - Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMK TI Global (sekolah berbasis komputer) membuka pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2016-2017 bertepatan dengan Hari Valentine, 14 Februari. “Kami pertama kali menyebarkan semacam brosur dalam kaitannya dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2016-2017,” kata Kepala SMK TI Global Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., Minggu (14/2). Brosur tersebut disebar di beberapa daerah yaitu Denpasar, Badung, Tabanan, dan beberapa daerah Gianyar. SMK TI Global yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Shanti adalah pusat teknologi informasi di Denpasar memiliki lima jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), Teknik Komputer Jaringan, Animasi, Desain Komunikasi Visual (DKV). 29 Februari - 6 Maret 2016
47
AKTIVITAS
MBP/ist
MUSRENBANG - Sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, wilayah Kuta patut dijaga mutu kawasannya, sehingga tetap diminati para wisatawan. Pemerintah Kabupaten Badung selalu berupaya memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan. Dari sisi kenyamanan sangat berkaitan dengan infrastruktur yang ada. Untuk itu Pemkab Badung sangat mendukung upaya dari Kecamatan Kuta untuk meningkatkan mutu infrastruktur di kawasan Kuta seperti perbaikan jalan, drainase, jalan lingkungan, sekolah, kesehatan serta fasilitas publik lainnya. Kebutuhan infrastuktur wajib dipenuhi semaksimal mungkin sehingga masyarakat dan para wisatawan merasa nyaman berkunjung ke kawasan Kuta. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bappeda Litbang Badung I Wayan Suambara saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten tahun 2017 di Kecamatan Kuta, Senin (15/2), di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta. Musrenbang Kuta dihadiri anggota DPRD Badung asal Kuta, kepala SKPD, para lurah, bendesa adat, LPM se-Kuta, PKK serta tokoh masyarakat.
MBP/ist
KUNKER - Komite III DPD-RI Bidang Kesra Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan kunjungan ke industri sablon di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan. Kunker DPD-RI ini atas aspirasi yang disampaikan oleh Wayan Sugita ke DPD-RI terkait dengan keluhan warga di sekitar industri sablon tentang sejumlah hal, yakni adanya polusi limbah di air sekitar warga, polusi bau di dekat Pura Tirta Empul Taman Pancing, serta adanya indikasi sejumlah industri sablon yang ilegal tidak berizin di Denpasar Selatan. Kehadiran DPD-RI di lapangan untuk sidak didampingi Kadis LH Denpasar, Satpol PP Denpasar, Camat Denpasar Selatan, perbekel setempat. Begitu juga diadakan tindak lanjut pertemuan di Kantor Wali Kota Denpasar, acara RDP difasilitasi Asisten I Pemkot dan dihadiri langsung Asosiasi Pengrajin Batik Sablon (APBB) Denpasar dan pihak terkait. Dalam hal ini Gusti Wedakarna menyatakan keprihatinannya terkait pengelolaan limbah di Denpasar.
48
29 Februari - 6 Maret 2016
MBP/ist
SARJANA - IKIP PGRI Bali melepas 114 sarjana, Rabu (17/2). Pelepasan sarjana dilakukan secara bergiliran oleh para dekan di lingkungan IKIP PGRI Bali. Dekan FPBS Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum. melepas 84 sarjana masing-masing 30 orang dari Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 36 orang bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, 11 sarjana Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan 7 orang Prodi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Drs. Nyoman Waga, M.Si. melepas lima sarjana, Dekan FPOK Dr. Drs. I Wayan Adnyana, M.M., M.Erg. melepas 19 sarjana, Dekan FIPS Drs. Dewa Made Alit, M.Pd. melepas lima sarjana, Dekan FPMIPA Dra. Ni Nyoman Parniti, M.M. melepas seorang sarjana. Ketua Panitia Drs. Nyoman Astawan, M.Hum. menjelaskan, para sarjana yang dilepas kali ini rata-rata menempuh pendidikan 10,2 semester. Sedangkan raihan IPK rata-rata mencapai 3,20. Lulusan peraih prestasi pemuncak diraih Ni Komang Yuliani (3,63) dengan predikat pujian. LPD - Penyatuan persepsi pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dengan tetap merujuk Perda dan Pergub kembali digaungkan pengelola LPD se-Kabupaten Buleleng. Langkah ini menyusul komitmen serupa yang sebelumnya telah digulirkan di Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung. Pengelola LPD se-Kabupaten Buleleng menegaskan pengelolaan LPD berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2012 dan Pergub No. 11 Tahun 2013 terbukti membuat LPD berjalan lancar. Berdasarkan pertimbangan ini, mereka menegaskan agar payung pengeloaan LPD tak diutak-atik. Penyatuan komitmen pengelola LPD se-Kabupaten Buleleng dicapai saat dilakukan pertemuan di kantor LPD Desa Adat Ambengan, Sukasada, Jumat (12/2). Rapat gabungan LPS LPD Kabupaten Buleleng melibatkan perwakilan desa adat ini mencapai titik temu agar pengelolaan LPD tetap mengacu Pergub dan Perda No. 4/2012.
MBP/ist
MBP/ist
USULAN - Perjuangan penggantian UU No. 64 Tahun 1958 tentang Provinsi Dati I Bali, NTB dan NTT terus bergulir. Dari kamar DPD-RI di Senayan, dukungan atas inisiatif Provinsi Bali untuk mengajukan usulan penggantian UU Dati I Provinsi Bali terus diperjuangkan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Tahap demi tahap telah berjalan, salah satunya dengan pertemuan Gusti Wedakarna dengan H.E Ho Lat Seng (President Of Legislative Assembly Of Macau) di Provinsi Macau, Republik Rakyat Tiongkok. Dari kunjungan selama empat hari di Cina itu, Gusti Wedakarna melalui Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) secara khusus menyampaikan ketertarikannya dengan One China Two System kepada Macau sebagai daerah otonomi.
BANTUAN - Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan acara ngaben sang ibunda, Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada, Senin (15/2) kemarin menyempatkan diri menjenguk Ni Made Lembuk (85), warga miskin asal Banjar Taman Sari, Desa Pandak Gede, Kediri, yang tinggal di bekas kandang sapi. Sugiada diterima langsung oleh Lembuk dan anak semata wayangnya I Wayan Nastra (45) yang mengalami keterbelakangan mental. Saat itu Lembuk baru saja selesai PHQMDODQL ¿VLRWHUDSL GL %568' 7DEDQDQ XQWXN NDNLQ\D \DQJ SDWDK karena mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Penjabat Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan bersama staf, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan, dan Perbekel Pandak Gede, I Gede Putu Suciarta. Sugiada menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako. Selain itu, dia menyampaikan soal alternatif bantuan selanjutnya bagi Lembuk. Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan Dinas Sosial, ada dua alternatif bantuan yang disiapkan untuk Lembuk.
MBP/ist
UNDIAN - Penarikan undian tabungan Harmoni Plus dari PT BPR Nusamba Group berlangsung meriah di Gedung UKM Center Amlapura, Sabtu (13/2). Hadiah utama berupa sebuah mobil Toyota Innova itu disabet nasabah BPR Nusamba Kubutambahan, Buleleng, Luh Pantiasih-Nyoman Sukeliarsa dari Bungkulan. Dirut PT BPR Nusamba Ketut Wirama dan Ketua Pokja Tabungan Harmoni Plus Ketut Komplit menyampaikan, penarikan hadiah terkait HUT ke-26 BPR itu termasuk periode ke-8. Pengundian hadiah itu rutin tiap tahun sekitar Februari. ‘’Tahun depan hadiah utama direncanakan ditingkatkan dari sebuah mobil Innova tipe J ke G,’’ ujar Ketut Komplit. Wirama dan Komplit mengatakan, penarikan hadiah di depan nasabah sebagai ucapan terima kasih kepada para nasabahnya yang telah memberikan kepercayaan kepada BPR Nusamba untuk mengelola dana ataupun mencari modal. Pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan, kinerja dalam melaksanakan fungsi intermediasi.
MBP/ist
BANTUAN - Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali, Kamis (18/2), merealisasikan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada Subak Pulagan berupa 5 ekor sapi dan renovasi kandang. Bantuan tersebut diserahkan langsung Maswar Purnama (CEO Bank Mandiri) selaku Ketua Bidang IV Kesejahteraan dan Kebersamaan BMPD Provinsi Bali dan disaksikan Dewi Setyowati, Ketua BMPD Bali, beserta jajaran pimpinan perbankan. Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama program Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang telah memberikan bantuan teknis berupa teknik budi daya pertanian secara organik berbasis MA-11 hingga berhasil mencapai Rekor MURI atas penanaman serentak seluas 10 hektar (ha) serta peningkatan produktivitas dari sebelumnya 5,5 ton/ha full organik menjadi 7,8 ton/ha semi-organik.
29 Februari - 6 Maret 2016
49
EKONOMI
Produksi Nasional Kopi Naik
K
asus “kopi sianida” Wayan Mirna, memang cukup menghebohkan pemberitaan sejumlah media masa utamanya media elektronik. Tetapi bukan kasus itu yang membuat minuman yang aslinya terasa pahit itu menjadi popular di masyarakat. Jauh sebelum itu budaya ngopi memang sudah umum ditemukan di masyarakat dalam berbagai acara. Bahkan, warung-warung kopi lumrah dan jamak ditemui hampir di berbagai pelosok desa. Karena ketenaran kopi pula yang membuat bangsa ini sempat dijajah oleh Belanda. Sejalan dengan kemampuan ekonomi masyarakat, budaya ngopi ini seakan menjadi trend. Bahkan, kini bermunculan wisata ngopi dengan
50
29 Februari - 6 Maret 2016
berbagai kekhasan dan keunikan yang ditampilkan. Kondisi ini cukup mendongkrak produksi kopi nasional dari yang sebelumnya sempat stagnan. Meskipun, kenaikannya tidaklah terlalu signifikan. Produksi kopi nasional hanya naik satu persen pada 2015. Produksi kopi di Tanah Air itu stagnan yakni hanya sekitar 500 ribu ton pada tahun lalu. ‘’Kenaikannya hanya satu persen saja,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pertemuan Pengembangan Kopi Nasional di Mahan Agung, Bandarlampung, Sabtu (13/2). Ia menyebutkan, produktivitas kopi di Tanah Air hanya sekitar 600 hingga 700 ribu ton per tahun. Dibandingkan dengan Vietnam, produksi kopi Negara itu mencapai di atas 2 ton per tahun.
Padahal, Vietnam belajar budi daya tanaman kopi dari Indonesia. Jusuf Kalla mengatakan, Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air. Produksi kopi Provinsi Lampung sekitar 100 ribu ton per tahun. Sementara Bali juga termasuk penghasil kopi ternama d tanah air. Bahkan produksi kopi Arabika dan robusta petani di Kintamani, Bangli cukup diperhitungkan di kancah internasional. Hanya saja, ekspor kopi saat ini masih didominasi Negara Brazil. Takjarang Negara ini berani membuang berton-ton kopinya ke tengah laut hanya untuk menjaga harga pasaran internasional. z Sugiarta