Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 124 | balipost.com

Page 1

124 |1 - 7 Februari 2016

LPD Harus Ambil Terobosan

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI z Mencari Bentuk Kultural Kearifan Lokal 6 BALI SEPEKAN zPohon Tumbang dan Longsor di Penebel 7 LAPORAN UTAMA zLPD Harus Ambil Terobosan 8

zLPD Harus Dipayungi Hukum Adat 10 zPosisi LP LPD Mesti Diperjelas 11 POLITIK zKasus Korupsi Mulai Membelit Krama Bali 16 zMenuntut Sikap Tim 9 PHDI 17 PENDIDIKAN z UN Berintegritas Jangan Sebatas Wacana 18 MANCANEGARA z Polusi Udara Makin Mengancam 20

KESEHATAN z Kekakuan Otot

Timbulkan Gangguan Tidur 24

LENSA z Sampah Kiriman 26

OLAHRAGA z Tugas Baru

Setelah Pensiun 27

PARIWISATA z Pariwisata Bali

Dibayangi Teror Bom 38

LIFESTYLE z Pesona ”Colorfull”

Gaya Bali 42

HIBURAN z Emoni Bali

Bangkitkan ’’Gending Rare’’ 45 PROPERTI z Pengembang

Sasar Pasar Ekspatriat 46 TRADISI z Di Desa Adat Asak DAERAH z Wana Wisata Menjangan Tak Terurus 22

Jaga Keseimbangan Alam Melalui ’’Usaba Kaulu’’ 48 1 - 7 Februari 2016

3


DARI PEMBACA

Bersatu Menjaga Pertiwi Bali G

erakan untuk menjaga pertiwi Bali dari berbagai upaya–upaya penghancuran berkendok investasi harus dilakukan secara bersama-sama. Semua elemen harus bangkit dan melakukan perlawanan. Seperti yang dilakukan elemen masyarakat Kuta, Badung, Bali. Sebagai masyarakat yang telah menikmati perkembangan pariwisata alam dan investasi, langkah komponen masyarakat Kuta menolak reklamasi ini patut diapresiasi. Secara pribadi saya sangat salut atas perjuangan ini. Dengan tersuarakannya aspirasi komponen masyarakat Kuta ini, saya jadi semakin bangga pada bangkitnya kesadaran krama Bali menjaga tanah kelahiranya. Mari kita selamatkan pertiwi Bali demi generasi muda, generasi penerus Bali ke depan. Kita jangan menikmati keuntungan ekonomi namun generasi berikutnya menuai bencana. Sekali lagi, kepada semua komponen yang telah bergerak melakukan pengawalan terhadap tanah Bali saya sampaikan salut semoga perjuangan ini akhirnya memberikan kita kedamaian (jagadhita) di Tanah Bali. Semoga pemimpin kita dan lembaga umat kita juga segera tergerak nuraninya untuk mendengarkan aspirasi rakyat Bali. Kadek Wija Somadinata Badung, Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Agus Toni. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

1 - 7 Februari 2016

4


Investasi Rakus, Problem Ekonomi Krama Bali PEREKONOMIAN Bali yang dijadikan barometer nasional dinilai belum bisa dijadikan rujukan terkait dengan tingkat kesejahteraan krama Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali bahkan dinilai semu, karena hanya sebagian kecil krama Bali yang menjadi penikmatnya. Bahkan, kemajuan ekonomi yang dimotori sektor pariwisata ini juga rawan terkoreksi akibat gangguan stabilitas dan krisis ekonomi global. Untuk itu, ke depan, krama Bali diingatkan agar membangun sistem ekonomi mandiri berbasiskan kekuatan adat. Pembangunan ekonomi yang dilandasi kearifan lokal pun diyakini akan lebih efektif mengatasi problem ekonomi krama Bali. Pandangan itu teruangkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara ini, sebagian besar krama Bali mengaku belum melihat ada terobosan khusus yang dilakukan pemerintah kabupaten/ kota di Bali untuk membangun ekonomi kerakyatan. Tercatat 54,45 persen responden menilai program ekonomi kerakyatan sebatas wacana sehingga kebijakan yang digulirkan belum mampu membuat krama Bali mandiri dalam mengelola potensi yang ada. Pemerintah dinilai lebih fokus menggarap ekonomi berbasis investasi yang memberikan keleluasaan kepada pemodal atau investor untuk mengelola Bali. Pendekatan pengelolaan ekonomi Bali dengan menjual

potensi Bali kepada pihak luar ini diyakini akan mempercepat kehancuran Bali. Responden berharap pembanguna investasi dengan menomorsatukan pemodal asing dan luar ini harus diimbangi dengan kebijakan pembangunan ekonomi berbasis adat. Dengan cara ini, otoritas desa adat harus jelas dalam pengelolaan potensi Bali. Sementara itu, 43,03 persen responden mengaku sudah melihat ada upaya-upaya pemerintah daerah membangun perekonomian Bali berbasis adat dan budaya lokal. Pemerintah juga menggulirkan berbagai program yang memberikan ruang kepada krama Bali ikut bersaing merebut peluang yang ada. Salah satunya dengan adanya kredit tanpa agunan bagi pengusaha kecil di Bali yang ingin mandiri. Namun, responden kelompok ini juga mengaku belum melihat ada terobosan yang sifatnya mendasar dalam menjadikan krama Bali mandiri dalam pengelolaan potensi ekonomi. Di lain pihak, ada 2,52 persen responden yang tak memberikan respons atas pertanyaan apakah pemerintah telah mendorong terjadinya penguatan ekonomi berbasis adat di Bali? Mereka umumnya juga mengaku belum tahu model ekonomi kerakyatan berbasis adat yang akan dirujuk. Namun, mereka mengingatkan ke depan agar ada terobosan yang efektif dalam kebijakan ekonomi termasuk dalam pembangunan ekonomi dengan memberikan otoritas kepada desa pakraman. Kebijakan ini

diharapkan bisa memposisikan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai otoritas keuangan yang pengelolaanya bernafaskan budaya Bali. Penguasa Bali haruslah memberi ruang proteksi kepada penguasaha lokal untuk bisa bersaing. Proteksi bukan berarti melarang persaingan melainkan membuat rambu-rambu yang memberikan peluang lebih besara kepada krama Bali memenangkan persaingan. z Dira Arsana

1 - 7 Februari 2016

5

5


OPINI

Mencari Bentuk Kultural Kearifan Lokal

T

eknologi yang berkembang sangat pesat telah menyebabkan transformasi (perubahan bentuk) kultural dunia. Penerapan teknologi saat ini pada dasarnya sangat eksploratif dan eksploitatif. Hal itu bisa menjadikan lingkungan (palemahan) dunia berubah total, dan manusia tidak kuat untuk melakukan antisipasi. Contoh aktual adalah kasus lumpur Lapindo di Jawa Timur, kasus Freeport di Papua, atau kasus proyek-proyek pertambangan di Armenia. Manusia pada dasarnya adalah mahluk teritorial. Kalau teritori-nya berubah, maka “bentuk” (watak, sifat, dll.) dari manusia yang hidup di sana juga akan berubah. Kini, kesadaran dunia mulai muncul, yakni untuk mencari bentuk kultural berbagai kearifan lokal. Untuk itulah, akhir tahun lalu, International Centre for the Study of Preservation and Restoration of Cultural Property (ICCROM) yang berpusat di Roma (Italia) bekerja sama dengan Cultural Heritage Administration (CHA) of Korea, mengadakan forum diskusi untuk membahas Traditional Knowledge System (TKS). Sujeong Lee (Korea) mengatakan bahwa yang termasuk dalam TKS diantaranya adalah filsafat (ilmu), teknik, keterampilan pengrajin (termasuk pengrajin), tentang bagaimana menggunakan suatu alat. Sintesis antara traditional knowledge dan management system, akan dapat menghasilkan suatu heritage (warisan/ pusaka) benda (tangible). Sementara itu TKS adalah bagian dari intangible heritage (warisan/pusaka tak benda), yang diwariskan melalui proses transmisi oleh umat manusia. Itulah pentingnya memelihara kemampuan umat manusia, yang memiliki kinerja untuk mentransmisikan pengetahuan tradisional untuk generasi mendatang. Sebagai Ketua Pusat Penelitian Subak Univ. Udayana, saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan pengetahuan tradisional tentang sistem subak di Bali, yang sudah menjadi warisan budaya dunia (WBD). Tidak banyak bangsa-bangsa di dunia yang memiliki sistem TKS, yang mampu diperankan sebagai media untuk menyukseskan program pemerintah. Hanya Sistem Guti di Nepal yang setara dengan sistem subak, yang memiliki tujuan yang

6

Oleh Wayan Windia

sama dengan tujuan-tujuan pembangunan nasional negaranya. Sementara itu subak telah membuktikan dirinya : (i) mampu mendukung program swasembada pangan yang dicapai pada tahun 1984, (ii) sebagai bamper kebudayaan (Bali), dan (iii) bisa juga diperankan untuk mendukung kegiatan pariwisata, yang kini berkembang. Saya yakin bahwa kalau subak di Bali lenyap ditelan zaman, maka Bali, Indonesia, dan Dunia, akan kehilangan sebuah TKS yang sejatinya bisa ditransformasikan. Sambutan peserta diskusi yang hadir hampir dari seluruh dunia, menyatakan kekagumannya pada organisasi subak yang memiliki TKS yang sangat mumpuni. Tidak banyak suatu sistem seperti halnya subak, yang memiliki TKS yang berperan dalam berbagai fungsi. Namun sangat disayangkan di dalam negeri-nya sendiri, sistem subak tidak mendapatkan perhatian yang sepadan agar subak tetap eksis. Tidak ada yang hirau tentang kekhawatiran kita pada sistem subak. Khususnya berkait dengan pajak PBB yang membubung, tidak ada jaminan bahwa subak mendapatkan air irigasi (karena diambil sektor lainnya), dan tidak ada jaminan harga produk pertanian (padi) bisa menguntungkan petani.

Di samping lembaga subak, maka Bali memiliki berbagai TKS lainnya yang sangat perlu dilestarikan. Sementara itu, kita juga tahu bahwa kini sembilan tari Bali telah diakui oleh UNESCO sebagai WBD. Kita dapat pastikan bahwa di samping subak, PDND WDUL %DOL PHPLOLNL ¿OVDIDW \DQJ PXPpuni, yang bisa dijadikan sebagai pegangan dan keteladanan hidup masyarakat di masa depan. Teknologi yang kini berkembang membuat manusia menjadi “kering”, dan tersisih dari kehidupan kultural-nya. Itulah sebabnya sangat perlu ada : (i) hamparan hijau dan bunyi gemericik air dari sistem subak; (ii) bunyi gamelan dan gerak tari dari berbagai tarian Bali; dan (iii) hamparan karya-karya klassik yang terpampang di museum-museum. Naisbitt menyatakan bahwa saat ini di negara-negara maju, semakin banyak orang-orang datang dan berkunjung ke museum. Karena di museum mereka dapat merenung, dan mengeksplorasi kejiwaannya, agar seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Itulah pentingnya eksistensi TKS dalam dunia yang kini berkembang sangat terknologis. Saya kira, pihak ICCROM (lembaga yang dibentuk oleh UNESCO pada tahun 1965) sudah mulai menyadari dan mengambil langkah strategis. Berbagai kerjasama telah dilaksanakan, agar segera ada domumen yang dapat diperasionalisasikan oleh lembaga publik. Patut dicatat bahwa bentuk kultural bisa dibagi dalam tiga wujud. Yakni nilai-nilai, sistem sosial, dan artefak/kebendaan. Bisa saja nilai-nilai itu melekat dalam suatu sistem sosial (seperti halnya subak) atau melekat pada artefak/kebendaan (seperti misalnya sarkopogus). Namun yang paling penting adalah agar manusia menyadari pentingnya nilai-nilai tradisional dalam kehidupan modern-nya. Jangan dikira bahwa nilai-nilai pada lembaga tradisional itu adalah hal yang kuno. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam lembaga tradisional (seperti halnya pada subak) masih tetap relevan sebagai refrensi/panutan/keteladanan dalam sebuah kehidupan modern. Penulis adalah Ketua Pusat Penelitian Subak Univ. Udayana.

1 - 7 Februari 2016

6


BALI SEPEKAN

Terminal dan Pasar Semrawut

Dikhawatirkan, Tak Dapat Adipura LOMBA Adipura kembali digelar tahun ini. Penilaian tahap pertama akan berlangsung pada awal Februari. Namun sayang, Kabupaten Bangli masih memiliki tantangan berat dalam menghadapi ajang bergengsi itu. Terminal dan pasar yang masuk dalam poin penilaian, masih tak bisa lepas dari sejumlah persoalan pelik. Dikhawatirkan, kegagalan meraih WURÂż WDKXQ ODOX WHUXODQJ NHPEDOL Kepala Dinas Tata Kota Bangli Ida Ayu Yudi Sutha, Selasa (19/1) menjelaskan, persiapan menghadapi penilaian

terus digenjot. ‘’Awal bulan depan penilaian Adipura tahap pertama mulai. Kami harus mempersiapkan diri,’’ katanya. Dikatakannya, persoalan yang cukup berat adalah kondisi terminal. Terminal menjadi perhatian serius karena sekarang masih difungsikan sebagai pasar. Sejak 2012 lalu atau setelah Pasar Kidul terbakar, pangkalan angkutan umum terpaksa dipindah. Selain itu, kondisi pasar juga belum sepenuhnya memberikan rasa nyaman untuk pengunjung. z Sosiawan

Layanan PDAM Tak Maksimal

13 Desa Andalkan SPAM Pedesaan LAYANAN PDAM Karangasem kepada 30 ribu pelanggannya, sebagian besar sudah tak memuaskan. Meski pelanggan di seluruh kecamatan kecewa, namun mereka tetap membayar tagihan. Namun, ada 13 desa di Karangasem yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan air, karena warga di 13 desa ini mengandalkan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Pedesaan. Kepala Dinas PU Karangasem Nyoman Sutirtayasa mengatakan, dari 75 desa dan tiga kelurahan di Karangasem, 13 desa di antaranya mengandalkan SPAM Pedesaan itu, di antaranya Desa Sebudi, Amerta

Buana, Sidemen, Tangkup, Sibetan, Bungaya, Bugbug, Gegelang, Budakeling, Datah, Bunutan, Dukuh, dan Ban. Ketiga belas desa itu dikatakan tidak mengalami kesulitan air bersih, di saat layanan PDAM dalam setahun terakhir distribusinya tidak lancar alias kecrat-kecrit. “Selain layanan PDAM dan SPAM Pedesaan, di Karangasem juga ada 58 kelompok layanan air bersih,� kata Sutirtayasa saat memaparkan program penyediaan air bersih di Karangasem di Gedung UKM Center Karangasem, Senin (18/1) lalu. z Bagiarta

Pensiunan BUMN Bantai Istri Sirinya PEMBUNUHAN sadis terjadi di tempat kos Jalan Sidakarya No. 169 Denpasar Selatan, Selasa (19/1). Purwantini alias Titin asal Banyuwangi, Jawa Timur, dibantai hingga tewas oleh suami sirinya, I Made Kanta (57), yang beralamat di Jalan Nusa Kambangan XXVIII, Denpasar. Usai membunuh korban, pensiunan pegawai PLN ini menyerahkan diri ke Polresta Denpasar. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang bulat tergeletak bersimbah darah di lantai kamar. “Pelaku mengaku korban itu istrinya. Tetapi informasi di TKP, korban istri sirinya. Kami masih dalami status hubungan mereka,� kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nanang Prihasmoko saat ditemui di TKP. z Kertanegara

Pohon Tumbang dan Longsor di Penebel HUJAN deras disertai angin yang melanda wilayah Penebel, Selasa (19/1), menyebabkan sebuah pohon mahoni berdiameter 40 cm tumbang ke jalan. Pohon besar tersebut menutupi seluruh badan jalan, tepatnya di Desa Buruan, sehingga lalu lintas macet total selama satu jam. Selain itu, di tempat terpisah, terjadi longsor pada sebuah tebing setinggi 10 meter dan sepanjang 10 meter di Banjar Ubung, Penebel. Kejadian ini berlangsung, Senin (18/1) malam. Longsoran tanah menutupi jalan jurusan Penebel-Babahan dan putusnya sambungan kabel PLN. Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, daerah Penebel diguyur hujan

deras disertai angin kencang sejak siang. Akibatnya, pohon mahoni yang sudah keropos tersebut tumbang sekitar pukul 15.15 wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga sekitar kemudian menghubungi Polsek Penebel. Petugas dari Polsek Penebel segera menghubungi BPBD Tabanan. Empat personel BPBD Tabanan dibantu enam petugas dari Polsek Penebel dan Koramil Penebel serta masyarakat lalu mengevakuasi batang pohon tersebut. Dalam waktu satu jam lebih seluruhnya bisa dituntaskan, sehingga lalu lintas kembali lancar. z Wira Sanjiwani

MBP/san

1 - 7 Februari 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

LPD Harus Ambil Terobosan

L

embaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali diawali tahun 1984. Penggagasnya adalah Gubernur kala itu, Ida Bagus Mantra. Pendirian LPD yang menjamur di Bali akhirnya diperkuat dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 2 Tahun 1998. Kini LPD di Bali berjumlah 1.433 unit. Bahkan asetnya pada tahun 2014 telah mencapai Rp 14,2 triliun. Sungguh potensi yang luar biasa untuk memberi andil dalam penguatan ekonomi Bali. Pertanyaannya, sudahkah LPD menjadi pendorong terwujudnya kemandirian ekonomi krama Bali? Awal pendirian LPD bertujuan meningkatan ekonomi di desa yang masih terfokus pada bidang pertanian. Namun, sejalan dengan perubahan peradaban pengembangan ekonomi, peran LPD harus ikut menyesuaikan. Asalkan tidak menghilangkan esensi dari tujuan LPD, sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Ketua Yayasan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngr. Gede Sadiaratha, S.E., M.M., mengatakan, pemberdayaan LPD sebagai lembaga keuangan adat sangat memungkinkan membuka akses terbangunnya SDM krama Bali yang mandiri dan berdaya saing. Setidaknya, LPD bisa melakukan terobosan dengan memosisikan diri sebagai lembaga yang siap menjadi fasilitator untuk kepentingan penguatan profesi dan keterampilan generasi muda Bali. ‘’LPD jangan fokus mengejar keuntungan, tetapi harus melakukan terobosan yang bisa membuat SDM dan sistem ekonomi pedesaan bangkit. Regulasi yang selama ini mengadopsi sistem perbankan harus dikoreksi,’’ ujar akademisi Unhi tersebut. Ia juga meminta legislatif dan Pemprov Bali mengoreksi perda yang selama ini mewajibkan LPD menyetorkan 5 persen keuntungannya untuk kepentingan pembinaan. Dana–dana ini harus segera dikoreksi dan dikembalikan ke desa adat. Dengan demikian, penyisihan

8

keuntungan LPD untuk pembangunan desa adat lebih besar. ‘’LPD harus melakukan terobosan nyata. Dana-dana yang terkumpul jangan ditabungkan melainkan harus dikembalikan ke masyarakat. Caranya, akses peminjaman kredit masyarakat adat ke LPD juga harus dipermudah dan bunganya diperingan,’’ sarannya. Selain itu, dalam konteks pemberdayaan LPD, ia meminta perbekel menaruh dana pembangunan desa atau Alokasi Dana Desa (ADD) di LPD. Dengan tambahan modal dana desa ini, LPD bisa melakukan pengembangan usaha di pedesaan secara lebih kompetitif. Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra mengatakan, LPD sebagai aset penting Bali, tidak bisa dikelola secara individual. LPD harus menjadi inspirator serta memfasilitasi ruang gerak generasi muda Bali dan pelaku ekonomi sebagai komitmen nyata mendukung langkah luar biasa membangun daya saing SDM krama Bali. Ia mengatakan pengelolaan LPD harus sinergitas. Artinya, karena LPD ruang lingkup kerjaanya di desa adat, tentunya secara struktur desa adat, pengurus LPD dan pengawas atau prajuru adat harus bersatu padu membangun LPD itu. Ketiga unsur tersebut, kata Ketut Madra, harus memiliki konsep dan visi yang sama dalam mengembangkan LPD. ‘’LPD juga harus benar-benar menciptakan suatu produk yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat adatnya, baik produk kredit, tabungan dan lainnya,” ungkapnya. Segala jenis produk layanan yang diluncurkan harus berkiblat pada kepentingan masyarakat adat itu sendiri, sehingga manfaat yang dirasakan oleh masyarakat adat juga benar-benar menjadi motivasi berkembangannya LPD. Ia mengatakan walaupun pada awalnya kelahiran LPD berangkat dari kearifan lokal untuk menyangga adat dan budaya masyarakat Bali, pada kenyataannya LPD berperan dalam

mengatasi permasalahan bangsa di tingkat desa. Seperti, membuka akses sumber dana yang lebih mudah bagi masyarakat pedesaan sehingga mereka bisa berdaya secara ekonomi mencapai kesejahteraan. Tidak hanya akses sumber dana, LPD juga membantu mengatasi masalah fundamental masyarakat pedesaan, yakni pendidikan dan kesehatan. “Banyak LPD di Bali kini yang mengembangkan usahanya tidak saja dari aspek ekonomi semata tetapi juga berperan memberdayakan masyarakat melalui produk-produk inovatif dalam mendorong pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya. Dalam bidang pendidikan misalnya, sejumlah LPD di Bali memberikan produk dana pendidikan bagi masyarakat desa. Produk ini merupakan upaya mendidik masyarakat menyiapkan biaya pendidikan anak-anaknya yang kian hari kian mahal. Dengan begitu, tidak sampai terjadi angka putus sekolah di desa. Produk ini di luar program pemberian santunan pendidikan secara rutin bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Dalam bidang kesehatan, sejumlah LPD di Bali juga membuat produk dana kesehatan bagi masyarakat desa. Produkproduk serupa terus pula dikembangkan untuk mengatasi persoalan-persoalan lain yang dihadapi masyarakat pedesaan,” katanya. Oleh karena itu, keberadaan LPD merupakan aset dan potensi bangsa yang sangat penting untuk dipertahankan. Mempertahankan LPD tidak hanya berarti menjamin terjaganya adat, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Bali, tetapi juga memperkokoh pembangunan dan kemandirian bangsa Indonesia. “Yang dibutuhkan bukan semata-mata upaya untuk tetap mempertahankan LPD, tetapi juga komitmen dan kebijakan yang sungguhsungguh untuk makin memperkuat posisi LPD. Dengan begitu, LPD akan semakin mampu memaksimalkan perannya dalam pembangunan bangsa,” tegasnya. z Parwata

1 - 7 Februari 2016

8


MBP/dok

Krama Bali sedang membuat sarana upacara. Kini banyak warga yang membeli sarana upacara dan telah menjadi peluang bisnis. LPD bisa mengambil peran dalam meningkatkan keterampilan warga membuat sarana upacara melalui pelatihan.

1 - 7 Februari 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

LPD Harus Dipayungi Hukum Adat

T

erbitnya UU No. 1/2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memancing perdebatan terkait pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Ada yang khawatir LPD menjadi objek periksa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga struktur pengelolaan LPD harus diubah. Di lain pihak ada yang tetap berpegang pada spirit bahwa LPD adalah milik adat sehingga keberadaannya cukup diatur dengan awig-awig atau perarem adat. Silang pendapat penyikapan terhadap pengelolaan LPD ini pun diakui oleh Bendesa Pakraman Panjer Prof. Dr. I Nyoman Budiana, pekan lalu. Ia mengatakan, beda persepsi terkait terbitnya UU No. 1/2013 ini harus segera diurai. ‘’Sepanjang semua elemen masyarakat termasuk lembagalembaga yang terkait dengan pengelolaan LPD tidak duduk bersama, beda persepsi ini sulit dicairkan,’’ ujarnya. Untuk itu harus ada ruang dialog yang terbuka untuk menjadikan LPD benar-benar milik otoritas adat. Guru Besar Undiknas University ini mengatakan saat ini pengelolaan LPD memang sedang menjadi prioritas strategis yang harus diselesaikan. Pengaturan LPD pascaterbitnya UU No. 1/2013 harus tetap berbasis adat. LPD tak harus melebur diri atau berubah wujud menjadi lembaga perbankan. ‘’Kami lebih condong agar LPD dikelola adat dengan payung hukum adat dalam hal ini awig-awig. Untuk itulah kami di Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) mendesak dilakukan revisi terhadap Perda No. 4 tahun 2012 dan Peraturan Gubernur No. 11 tahun 2013 tentang operasional Lembaga Perkreditan Desa. Kami tegaskan, kami ingin LPD itu tetap menjadi otoritas adat sehingga

10

yang mendesak dilakukan adalah pengaturan LPD dengan hukum adat. Kewenangan ini sudah menjadi pengecualian dalam UU No 1/2013 sehingga LPD bukanlah objek periksa OJK,’’ tegasnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menegaskan tidak ambil bagian dalam mengawasi Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Hal ini, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Aturan ini mengakui LPD sebagai lembaga milik desa pakraman yang diatur berdasarkan hukum adat sebagaimana ditegaskan dalam Bab XIII pasal 39 angka (3). Kalau sesuai dengan UndangUndang Nomor 1 tahun 2013 mengamanatkan pada OJK untuk melakukan pengawasan LKM, sedangkan LPD dikecualikan dari undang-undang setempat, sehingga LPD tidak di bawah pengawasan kami, tegas Kepala Kantor OJK Bali, Zulmi, pekan lalu. Menurutnya, OJK Bali menghormati amanah undang-undang, tetapi pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan pengurus LPD. Karena bukan pengawasan dari wilayah OJK, tentunya harus hormati undang-undang, tetapi kami tetap komunikasi dan bekerja sama dengan baik dengan para pengurus LPD, ucapnya. Badan Kerjasama Lembaga Perekreditan Desa (BKS LPD) Bali mereaksi Ketua BKS LPD Propinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si, mengatakan, sebagai lembaga keuangan, LPD sudah dipayungi hukum adat yakni awig-awig. ‘’Hanya desa pakraman yang sudah punya awig-awig yang memiliki LPD,’’ ujarnya. Untuk itu, wacana merevisi payung hukum LPD baik itu Perda ataupun pergub yang digulirkan di

tingkat legislatif, bukanlah langkah strategis untuk membenahi LPD. Justru pemikiran-pemikiran konstruktif untuk memberdayakan LPD lebih nyata di tengah krama adat perlu dirumuskan bersama. Terkait dengan dana pemberdayaan yang mencapai 5 persen, ia mengatakan dana itu masih sangat diperlukan. Pihaknya mengatakan penggunaan dana itu dipertanggungjawabkan secara rutin dan disampaikan kepada Gubernur Bali dan anggota BKS. Pos dana ini, menurutnya digunakan untuk pelatihan, operasional, pendidikan termasuk kegiatan sosial. ‘’Dana ini disalurkan melalui rekening yang dikelola Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD di BPD Bali,’’ tegasnya. Ia mengatakan, baru mengelola dana ini dalam dua tahun terakhir pascarevisi Perda. Namun, ia enggan menyebutkan besaran dana yang terkumpul dari penyisihan 5 persen keuntungan LPD. Ia mengatakan pos dan pemberdayaan LPD bagi pengurus termasuk pengelola LPD di Bali masih sangat diperlukan. ‘’Jangan berasumsi dengan dana pemberdayaan ini BKS bisa melakukan apa saja. Ada aturan mainnya. Aturan itu disepakati anggota BKS,’’ ujarnya. Terkait dengan desakan agar LPD memfasilitasi kegiatan-kegiatan pelatihan profesi bagi krama adat, ia bernjanji akan menjabarkan hal itu. Kerja sama dalam rangka penguatan SDM krama Bali akan dijadikan agenda BKS LPD. ‘’Pemikiran-pemikiran untuk memberdayakan LPD kami akan akomodasi secara selektif. Kami juga ingin menjadikan LPD sebagai pilar pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis adat,’’ tegasnya. z Dira/Parwata

1 - 7 Februari 2016

10


Posisi LP LPD Mesti Diperjelas SETORAN dana pembinaan sebanyak 5 Persen dari keuntungan LPD kini mendapat sorotan. Sejumlah anggota DPRD Bali menilai setoran itu tidak perlu dilakukan. Solusinya, gaji para pengurus Lembaga Pembina (LP) LPD dianggarkan melalui APBD. Sebab membina LPD adalah tugas pemerintah. Sementara LP LPD menilai setoran itu masih relevan. Sebab dana itu tak hanya untuk pembinaan juga berfungsi untuk kegiatan sosial. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta pekan lalu, menyatakan, LP LPD sebenarnya sudah bergerak, sudah berjalan, cuma lembaga ini perlu diperjelas kelembagaannya. Apakah dia lembaga semacam komisioner atau lembaga lain. Apapun lembaganya, jika lembaga itu diadakan oleh gubernur, berarti harus digaji dari APBD. ‘’Selama ini kan dia ber-SK gubernur tapi digaji dari setoran 5 persen keuntungan LPD,” ujarnya. Parta menambahkan, kelembagaan LP LPD perlu diperjelas agar nantinya bisa memperjelas fungsi lembaga itu sendiri. Apakah berfungsi pembinaan, pencegahan atau audit. Selain itu, juga diperlukan adanya transparansi penggunaan anggaran. Mengingat, 5 persen dari keuntungan LPD yang saat ini asetnya sudah mencapai Rp 14 triliun pastilah bukan angka yang kecil. “Untuk transparansi memang tidak ada keharusan menyetor penggunaan anggaran ke dewan karena proses pembentukannya tidak melalui dewan. Justru karena kondisinya seperti itulah akhirnya beberapa LPD tidak menyetor lagi 5 persen itu,” jelasnya. Parta melanjutkan, tak sedikit LPD juga mengurangi setoran dengan membuat dua laporan untuk memperkecil laba. Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, pihaknya menginginkan LP LPD ke depan dibiayai dari APBD saja. Terlebih, fungsi pembinaan LPD sejatinya merupakan fungsi pemerintah sehingga pemerintahlah yang harus menyiapkan dananya. Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry sepakat bila Perda itu direvisi untuk menghapus setoran tersebut. Namun, bukan berarti penghapusan ini juga sekaligus membubarkan LP LPD. “LP LPD kalau masih dibutuhkan tidak mesti dibubarkan, cuma anggaran operasionalnya dalam pembinaan atau diklat diambil dari APBD dan pembentukannya melibatkan MUDP atau MMDP,” ujarnya. Menurut Sugawa, setoran 5 persen keuntungan LPD selama ini sudah berjalan

cukup baik. Hanya saja, perlu dilakukan audit dalam rangka transparansi. Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M. mengatakan, pemanfaatan dana pembinaan LPD harus jelas. Dana pembinan yang disetorkan masingmasing LPD selayaknya dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas manajemen, SDM, peningkatan kapasitas prajuru desa yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan dan pengawasan. Dengan demikian dana pembinaan itu akan bermanfaat pada pengembangan LPD. Selain itu wawasan pengurus LPD harus terus dikembangkan, sehingga memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di desanya. Harapannya, LPD bisa menjadi pendorong dalam pengembangan UMKM di desa. Dari data Biro Ekbang, saat ini ada 1.433 LPD di seluruh Bali dengan total aset Rp 14 triliun. LPD pun telah menyerap 7.640 tenaga kerja untuk menjalankan operasional LPD. Terdapat 15% dari total seluruh LPD yakni 220 yang berada pada kondisi tidak baik atau tidak berjalan dengan baik. Untuk mengatasi kekhawatiran ini Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menambahkan, revisi Perda LPD akan menjadi salah satu Perda inisiatif Dewan. Menurutnya perlu ada penyesuaian istilah-istilah yang bisa mengundang permasalahan. Misalnya, kredit atau deposito yang mirip dengan istilah bank, termasuk tentang penamaan LPD berikut kepanjangannya karena ada istilah kredit di dalamnya. Ketua Badan Kerja sama-Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Nyoman Cendikiawan sebelumnya sempat memaparkan jumlah aset yang dimiliki LPD di seluruh Bali hingga akhir November 2015 mencapai Rp 14,2 triliun. Di Bali, saat ini ada 1.433 unit LPD. Dari jumlah itu sekitar 100 LPD yang bermasalah. Adapun sebanyak 10 unit LPD mengelola aset di atas Rp 200 miliar, sedangkan sisanya rata-rata memiliki aset Rp 50 miliar. Saat ini, LPD merupakan lembaga keuangan desa yang berada di bawah naungan desa adat dan diatur dalam Peraturan Daerah No. 4 tahun 2012 dan Peraturan Gubernur No. 11 tahun 2013 tentang operasional Lembaga Perkreditan Desa. Lembaga ini diatur pula dalam awig-awig atau aturan desa adat. z Rindra

LPD di Bali Bali Jumlah LPD di Bali sebanyak 1.433 unit. Ada sekitar 100 LPD yang bermasalah. Aset yang dimiliki LPD di seluruh Bali hingga akhir November 2015 mencapai Rp 14,2 triliun. Sebanyak 10 unit LPD mengelola aset di atas Rp 200 miliar, sedangkan sisanya rata-rata memiliki aset Rp 50 miliar. LPD di Bali tahun 2014 berhasil membukukan aset mencapai Rp 12,56 triliun atau meningkat dibandingkan 2013, senilai Rp 10,20 triliun. Perda No. 4/2012 tentang LPD Pasal 22 (1) Pembagian keuntungan bersih LPD pada akhir tahun pembukuan ditetapkan sebagai berikut: a. Cadangan Modal 60% (enam puluh persen); b. Dana Pembangunan Desa 20% (dua puluh persen); c. Jasa Produksi 10% (sepuluh persen); d. Dana Pemberdayaan 5% (lima persen); dan e. Dana Sosial 5% (lima persen). 2) Penyetoran dan penggunaan keuntungan Dana Pemberdayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d ditetapkan dengan Peraturan Gubernur dengan pertimbangan MUDP. 1 - 7 Februari 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

LATIHAN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Managemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar, Sabtu (16/1) dan Minggu (17/1) lalu. LKMM dipusatkan di Ruang Teater Unwar. Kegiatan ini diikuti oleh 72 orang peserta yang merupakan mahasiswa semester I dan III, baik dari Jurusan Ilmu Pemerintahan maupun Jurusan Ilmu Administrasi, juga merupakan anggota kepengurusan BEM, DPM, HMJ IA dan HMJ IP Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Made Ayu Artika Wulandari dan Windhu Darma Jaya dari Jurusan Ilmu Pemerintahan terpilih sebagai peserta terbaik.

DONATUR - Menjadi donatur tetap di 20 panti asuhan merupakan komitmen yang terus dipenuhi BPR Lestari. Mengawali tahun 2016, BPR Lestari kembali merangkul 20 panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan dalam tahun yang baru. Selama dua hari, 14 dan 15 Januari 2016, segenap tim manajemen dan karyawan BPR Lestari turun langsung membagikan 4 ton beras kepada 20 panti asuhan binaan BPR Lestari. Panti Tat Twam Asi, Pantu Elisama, Panti Eben Haeser, Panti Guna Tuna Rungu Wicara, Panti Asuhan Widya Asih IV, Panti Laroyba Foundation PP Bali Insani, Panti Kemala Bhayangkari, Panti Senang Hati, Panti Semaraputra, Yayasan Kupu-Kupu, Panti Asuhan Kesayang Ikang Papa Erlangga, Panti Kristen Baith, Panti Benih Harapan, Panti Asuhan Sidi Astu, Putra Wiliam Booth Bala Keselamatan, Panti Sunya Giri, Panti Guna Kertha Wiweka, Panti KH Mas Manshuri I dan Panti YPAC merupakan 20 panti binaan BPR Lestari yang turut merasakan manfaat pemberian 4 ton beras.

LAKIP - Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) untuk Pemkab Karangasem tahun 2015 masuk katagori B dengan meraih nilai 60,67. Nilai itu termasuk terbaik kedua di Bali setelah Badung dengan nilai BB poin 75,89. Penghargaan Lakip itu diterima Pj. Bupati Karangasem IB Ngurah Arda, didampingi Kabag Organisasi Setda Karangasem Nengah Sutama Ariawan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/1) lalu. Kabag Organisasi Setda Sutama Ariawan mengatakan, Karangasem merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Bali yang mendapatkan nilai CC plus. Pada 2013, Karangasem masih jauh di bawah dengan nilai 51,17 pada tahun 2013. Tahun 2014 naik menjadi 56,86. Kinerja terus dibenahi dan akuntabilitas kinerjanya naik ke peringkat B dengan nilai 60,67 tahun 2015.

MBP/ist

MBP/ist

12

1 - 7 Februari 2016

DISIPLIN - Untuk meningkatkan disiplin, semangat bela negara dan pengabdian kepada masyarakat, Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Bali melaksanakan upacara bendera, Senin (18/1). Ketua Yayasan Usadha Teknik Bali Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn. mengatakan pihaknya juga telah mencanangkan sejak 17 Agustus 2015 lalu untuk melaksanakan upacara bendera setiap tanggal 17. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengundang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali untuk menjadi pembina upacara, karena pihaknya ingin mengawali tahun 2016 dengan membentengi diri dari pengaruh narkoba.


MBP/ist

PARIPURNA - Apel paripurna setiap bulan memiliki makna dan esensi yang mendalam bagi segenap aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Ini dalam upaya membangun jiwa corsa semangat kebersamaan serta memantapkan spirit kebanggaan dan kehormatan selaku aparatur yang merupakan abdi masyarakat dan abdi negara. Dalam konteks itu pula, apel merupakan media konsolidasi internal sekaligus evaluasi guna peningkatan kualitas kinerja dalam rangka menyongsong tantangan tugas tahun 2016 yang dinamikanya akan semakin berat dan kompleks. Hal tersebut diungkapkan Penjabat (Pj.) Bupati Badung I Nyoman Harry Yudha Saka saat memimpin apel paripurna di Lapangan Pusat Pemerintahan (PUspem) Kabupaten Badung, Senin (18/1).

MBP/ist

CSR - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mewujudkan peran aktifnya terhadap kemajuan masyarakat dengan kembali melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, Hino memberikan empat unit bus tipe R260 dan FB 130 kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan. Acara serah terima dilakukan di Balai Pendidikan dan Transportasi Darat (BPPTD) Bali, Gianyar, Kamis (14/1). Dalam kesempatan tersebut, hadir Presiden Direktur HMSI Hiroo Kayanoki, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Hotma P Simanjuntak, Kepala BPPTD Bali Subroto beserta jajarannya.

MBP/ist

DIRGANTARA - Generasi muda Bali yang bercita-cita bekerja di industri penerbangan atau kedirgantaraan, kini tidak perlu bingung mencari sekolah yang tepat. Di Bali kini sudah ada SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang merupakan SMK penerbangan pertama, pelopor dan satu-satunya di Bali. SMK yang didirikan Yayasan Pendidikan Cakra Cemerlang Internasional dengan Akta Pendirian Nomor 06, Notaris Ida Ayu Putu Suryatini, S.H., M.Kn. dan SK Kemenkumham AHU–03738-50-10-2014 ini menawarkan sejumlah keunggulan. Menurut Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ida Bagus Made Putra, S. Sos., M. Pd.H., Jumat (15/1), SMK Penerbangan Cakra Nusantara adalah SMK Penerbangan pertama di Bali yang menggunakan desain pengajaran link and match sejak kelas I.

MBP/ist

BEDAH DESA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mulai menggulirkan Program Bedah Desa yang dicetuskannya sendiri. Didampingi SKPD terkait, Bupati Suwirta akan membedah satu per satu desa di Kabupaten Klungkung. Lokasi pertama yang dibedah adalah Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida. Pencanangan Program Bedah Desa untuk menginventarisasi segala permasalahan dan data-data di desa. Permasalahan yang digali meliputi aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, potensi, dan pembangunan. Petualangan Bupati Suwirta di Desa Suana, Jumat (15/1) lalu, diawali dari memantau wilayah pesisir di Dusun Semaya. 1 - 7 Februari 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

RAKOR - Pascabom di kawasan Thamrin Jakarta yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Pemerintah Pusat memberikan instruksi kepada jajaran pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan instruksi tersebut, Sekretaris Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan para camat se-Badung, Kasat Pol. PP, Kesbang Pol. Linmas, Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Jumat (15/1) di Ruang Rapat Sekda Badung. Pada kesempatan tersebut, Sekda Kompyang R. Swandika mengimbau kepada para camat untuk selalu berkoordinasi dengan tripika dan kominda, jika ada hal-hal yang mencurigakan segera ambil langkah-langkah pencegahan. Untuk objek-objek vital mulai dari kawasan Puspem Badung kemudian sarana publik, objek wisata, keramaian umum, mall dan tempat keramaian lainnya supaya dipantau penuh.

DOKTOR - Di usianya yang tergolong muda (27 tahun), Gede Yoga Kharisma Pradana, S.Sos., M.Si. berhasil meraih gelar doktor pada Program Doktor Prodi Kajian Budaya, Program Pascasarjana, Universitas Udayana (Unud). Gede Yoga mempertahankan disertasi berjudul “Tradisi Makotek di Desa Munggu, Badung pada Era Global� di hadapan promotor, kopromotor, penyanggah dan undangan akademik, Senin (18/1) di aula Gedung Pascasarjana Unud. Predikat kelulusannya pun mengagumkan. Ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Dengan demikian, Yoga yang dosen Unhi Denpasar itu tercatat sebagai lulusan doktor ke-510 di lingkungan Pascasarjana Unud dan lulusan doktor ke-167 di Program Doktor Kajian Budaya Unud.

14

1 - 7 Februari 2016

MBP/ist

PERTEMUAN - Sekitar 60 pimpinan dan utusan BUMN di Bali memenuhi undangan dari Komite III DPD-RI bidang Kesra, di Ruang Pertemuan Kantor Taspen Niti Mandala, Renon. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, dibahas sejumlah agenda yang terkait pemberdayaan BUMN di Bali, khususnya dalam hal meningkatkan kepedulian dalam penyaluran komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. Dan sudah seharusnya CSR di Bali memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, peduli pendidikan dan juga mengerti kebutuhan sosial budaya masyarakat setempat. Nampak dalam foto Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Iskandar Jaya (Kepala Taspen Perwakilan Bali) sebagai tuan rumah saat RDP bersama Forum BUMN Bali di Kantor Taspen.

MBP/ist

LOMBA - Semarak dan sumringah. Itulah kesan yang kuat ditemui pada lomba busana casual endek dan lomba essay soal hukum yang digelar Fakutas Hukum Universitas Dwijendra (FH Undwi) Denpasar di Gedung Sadhu Gocara, Minggu (17/1). Lomba digelar serangkaian HUT ke-63 Yayasan Dwijendra Denpasar dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. didampingi Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya. Dekan FH Undwi Dr. Anak Agung Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H. menjelaskan, lomba diikuti siswa SMA/SMK se-Bali, mahasiswa PTN dan PTS se-Bali dan masyarakat umum. Tujuanya untuk melestarikan busana endek di kalangan generasi muda. Apalagi Denpasar dikenal sangat concern melestarikan dan mengembangkan endek sebagai salah satu ciri khas kota pusaka dunia. Nampak dalam foto Rektor Putu Dyatmikawati didampingi A.A. Sagung Ngurah Indradewi dan M.S. Chandra Jaya saat membuka lomba busana endek dan essay.


MBP/ist MBP/ist

APRESIASI - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung memberi apresiasi kepada umat beragama yang selama ini telah menunjukkan kerukunan dan harmoni yang sangat baik sehingga tidak mudah diprovokasi oleh isu yang sesat dan tidak bertanggung jawab. Hal ini penting sebagai bagian dari ketertiban Kamtibmas Kabupaten Badung yang merupakan modal membangun Badung yang damai dan sejahtera, Demikian disampaikan Ketua FKUB Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Jumat (15/1). Lebih lanjut disampaikan, menyikapi serangan teroris yang terjadi di Jakarta, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung mengeluarkan surat seruan.

LOMBA - Serangkaian HUT ke-63 Yayasan Dwijendra Denpasar, Jumat (15/1) digelar lomba dharma gita tingkat SMASMK dan masyarakat umum se-Bali. Lomba meliputi palawakya, macepat dan kekawin. Lomba dibuka Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya diwakili Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. didampingi Ketua Pembina Yayasan Dwijendra dr. Ketut Karlota. Acara juga dihadiri para dekan dan pimpinan unit di lingkungan Undwi, BEM Undwi dan pengurus OSIS di lingkungan Yayasan Dwijendra. Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Rektor Putu Dyatmikawati, Chandra Jaya memberi apresiasi atas ide panitia untuk menggelar lomba yang bernuansa keagamaan. Nampak dalam foto Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati didampingi dr. Ketut Karlota membuka lomba Dharma Gita di Gedung Sadhu Gocara.

MBP/ist MBP/ist

BAKTI SOSIAL - Memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari, Rumah Sakit (RS) BaliMed bekerja sama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengadakan bakti sosial pada Minggu (17/1) di Balai Banjar Padangsambian, Denpasar. Kegiatan tersebut berupa pemeriksaan kesehatan anak dan bayi, pemberian edukasi gizi (MPASI), pembagian vitamin dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di Posyandu Banjar Padangsambian, Posyandu Banjar Minggir dan Posyandu Banjar Anyar. Ka. Div. Pemasaran dan Hubungan Pelanggan RS BaliMed Made Adi Krisna Dwipayana, S.E., M.Par. mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian RS BaliMed terhadap status kesehatan, khususnya gizi anak-anak di Kelurahan Padangsambian.

APRESIASI - Kolaborasi Yayasan Bali Wastu Lestari Pemkot Denpasar dan Yayasan Unilever memberikan apresiasi kepada bank sampah di Bali dan lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan bank sampah. Pemberian apresiasi dilakukan oleh Sekda Kota Denpasar, perwakilan Yayasan Unilever dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (15/1). Lembaga Pendidikan yang mendapatkan apresiasi adalah SMAN 1 Denpasar, SMPN 1 Denpasar dan SDN 1 Peguyangan. Lima besar bank sampah terbaik adalah Garuda Wastu Lestari, Peken Mesari, Wirasatya, Abukasa dan Kamsud Asri. Ketua Panitia Acara Ni Wayan Riawati, S.E., M.Si. mengatakan, sejak 5 Oktober 2012 langkah kecil terus mencatatkan kerja nyata yang menunjukkan bahwa program Green dan Clean 2015 dapat berjalan dengan baik. 1 - 7 Februari 2016

15


POLITIK

Kasus Korupsi Mulai Membelit Krama Bali

P

engadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Denpasar, adalah satu-satunya pengadilan yang khusus menangani pidana korupsi. Berdasarkan catatan Bali Post dan data dari PN Denpasar, sudah ada ratusan warga Bali yang diadili di pengadilan yang diresmikan 14 Februari 2012 itu. Dari seratusan warga Bali yang terlibat pidana korupsi, yang pertama divonis di pengadilan ini adalah kasus korupsi dana parkir Rp 276 Juta, dengan terpidana I Ketut Supir, Ketua Yayasan Widya Suara, sebagai mengelola parkir Pasar Sukawati, Gianyar. Dia divonis 1,5 tahun penjara. Kedua adalah kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Desak Putu Ari Padmini (38), terdakwa kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Dia divonis pertengahan tahun 2012. Setelah dua kasus tersebut, kejaksaan terus mengirim perkara korupsi yang datang dari berbagai daerah termasuk provinsi yakni soal kasus di lingkungan perhubungan, yakni marka jalan. Masuk tahun 2013, perkara korupsi meningkat dibandingkan tahun 2012. Dari data yang diberikan Panitera Muda Hukum PN Denpasar, Putu Sudika, Jumat (15/1)lalu, pada tahun 2013 Pengadilan Tipikor terima 25 perkara. Setiap tahunnya perkara korupsi yang melibatkan orang Bali, masuk pengadilan terus meningkat. Di tahun 2014, terdapat perkara korupsi 34 kasus dan di tahun 2015 diterima 52 kasus korupsi. Dari data tersebut, orang Bali masih mendominasi masuk kursi panas pengadilan tipikor. Dari total 111 kasus korupsi tahun 2013 sampai 2015, hampir 90% keterlibatan orang Bali. Hanya dua perkara korupsi yang nihil terdakwanya orang Bali, yakni kasus pemerasan dengan terdakwa Bupati Lombok Barat dan kasus asuransi PT Adhi Karya. Sisanya semua melibatkan orang Bali, walau ada juga terdakwanya melibatkan pihak luar. Misalnya, kasus Prona Kintamani, Prona

16

Jembrana, Pipanisasi Karangasem, Jembatan Lemukih, Marka Jalan dan korupsi pengadaan lahan untuk BP3TKI di Jalan Danau Tempe. Sedangkan dari profesi, mereka yang melakukan korupsi melibatkan pejabat teras, mantan pejabat, bahkan sampai rektor. Tidak hanya orang Bali yang berpendidikan tinggi dan pernah menjabat di pemerintahan, buruh dan petani pun ada yang terseret karena terlibat bantuan korupsi dana bansos dari pemerintah. Mereka biasanya yang terseret harus pidana karena jabatan yang melekat seperti menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) yang bisa dijabat oleh pimpinan instansi yang mendapatkan dana, atau juga mereka yang menjabat PPK (pejabat pembuat komitmen). Sedangkan di tingkat nasional, walau belum terbukti setidaknya ada dua orang yang tersangkut kasus korupsi. Pertama adalah Jro Wacik dan kedua adalah dari Made Meregawa Unud. Berdasarkan data yang ada, pelaku korupsi mulai dari kepala desa, camat, mantan bupati yang dipenjara karena kasus korupsi, sedangkan di provinsi setingkat kadis, dan di pusat setingkat menteri. Praktisi hukum Ketut Kesuma S.H., membeberkan mengapa krama Bali banyak korupsi. Pertama, karena hilangnya nilaikejujuran dan budaya malu. “Ya, sudah tidak punya malu,” katanya serius. Ditambahkan, kehidupan yang sudah komsumtif, dengan gaya hidup seperti sekarang pada umumnya masyarakat akan mencari uang dengan segala cara. Sehingga hal-hal yang bertentangan dengan norma agama dilanggar untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakain komsumtif. “Misal, anak mau HP, istri mau jalan-jalan keluar negeri. Perkawinan atau ulang tahun yang mewah. Atau memiliki selingkuhan. Kalau dihitung dangan gajinya nggak mungkin cukup untuk memenuhinya. Caranya hanya dengan korupsi,” sebut Kesuma.

Reklamasi Teluk Benoa masih menjadi perdebatan di Bali. Penolakan yang bergema di mana-mana belum juga disikapi Tim 9 Parisadha Hindu Dharma (PHDI) Bali. Sejumlah tokoh bahkan menyarankan Tim 9 PHDI agar me-nonaktif-kan diri dan mengembalikan mandat ke Sabha Pandita PHDI.

z Miasa

1 - 7 Februari 2016

16


MBP/edi

Demo warga Desa Adat Kuta menolak reklamasi Teluk Benoa. Mereka menyuarakan agar semua komponen menjaga pertiwi Bali.

Menuntut Sikap Tim 9 PHDI HARAPAN sekaligus desakan kepada Tim 9 ini disuarakan mengingat tugas tim yang diketuai Ida Mpu Jaya Acharyananda untuk membuat rekomendasi status kawasan suci Teluk Benoa (KSTB) tak kunjung tuntas. ‘’Kami berharap jika tak mengundurkan diri, paling lama akhir Januari 2016 ini semestinya sudah ada rekomendasi tentang status KSTB,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., MBA bersama pengelingsir “Love Bali Forum” Ir. Anak Agung Suryawan Wiranata, M.Sc., Ph.D. di Denpasar. Mereka menegaskan sampai saat ini sudah cukup banyak masukan dan bahan yang komprehensif tentang itu. Selain hasil Pasamuhan Sabha Walaka bulan Oktober 2015, juga ada Rekomendasi FGD (Focus Group Discussion) Sulinggih dan Pamangku bulan Desember 2015. “Kami benar-benar prihatin melihat para Sulinggih di Tim 9, menjadi sasaran kritik dan kesalahpahaman umat Hindu, karena setelah saya amati, kok tidak relevan menugaskan Sulinggih melakukan kajian menyangkut status Kawasan Teluk Benoa,” ujarnya. Dari AD/ART PHDI yang dipelajarin-

ya, kajian-kajian merupakan tugas Sabha Walaka. Kalau Sabha Pandita merasa masukan Sabha Walaka tentang KSTB belum memadai, mestinya tugaskan Sabha Walaka memperdalam dan memperluas kajian, bukannya membentuk Tim Sulinggih. Kini, Tim 9 Sulinggih akhirnya menjadi bahan perbincangan yang kadang kurang sedap didengar lantaran lamban mengagendakan sesuatu yang dikerjakan terkait tugasnya. “Lebih baik kembalikan mandat itu ke Sabha Pandita melalui Dharma Adhyaksa. Tugaskan Sabha Walaka mengerjakannya, dan bila masukan Sabha Walaka sudah memadai, langsung putuskan. Umat Hindu sudah menunggu. Mereka merasa tidak punya orangtua menyangkut perjuangan suci membela Kawasan Suci Teluk Benoa. Memang sudah ada Rekomendasi Sulinggih dan Pamangku di FGD Love Bali Forum dkk., bahwa Teluk Benoa itu Kawasan Suci. Demikian pula sabha Walaka telah memutuskan bahwa Teluk Benoa merupakan kawasan suci,” lanjut pria yang akrab disapa Gusde ini. Hal senada juga dilontarkan Ir. Made Suryawan, M.M. dari Yayasan Paras Paros. Menurutnya, usulannya ini didasari rasa cinta terhadap Sulinggih dan keseluruhan jagat Bali yang punya keunikan tersendiri dari nilai-nilai ke-Hindu-an. Terutama agar para Sulinggih di Tim 9 tidak terus-terusan menjadi perbincangan negatif dan dihujani kritik pedas. “Misalnya, ada isu tentang praktik suap karena negeri kita ini sangat korup, dan mumpung itu belum menjadi wacana masif, sebaiknya Tim 9 menyerahkan mandat

ke Dharma Adhyaksa, lalu non aktif dan dibubarkan. Saya menduga, semakin lama dibiarkan mengambang, beban Sulinggih Tim 9 semakin berat,” ujar Suryawan. Menurutnya, ada kesan tidak transparan dan tertutup terkait bagaimana program kerja Tim 9, apa yang dikerjakan, kapan dan berapa lama. Umat yang ingin membantu dan mendukung tidak punya celah dan informasi sehingga tidak bisa memberi masukan. Seperti diketahui, sejak ‘’Tim 9’’ dibentuk dalam Pasamuhan Sabha Pandita PHDI di Jakarta bulan Oktober 2015 sampai Januari 2016 ini belum ada progres dari yang diagendakan oleh Tim 9 Sulinggih tersebut. Sebelumnya, Ketua Tim 9 PHDI, Ida Mpu Jaya Acharyananda menegaskan Tim 9 masih memiliki waktu yang panjang sampai 22 Februari 2016 untuk mendalami masalah Teluk Benoa. Namun, pihaknya tetap mengerti terkait desakan masyarakat agar Tim 9 segera bersikap. Justru itulah Tim 9 tidak mau sampai mengorbankan salah satu masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra. “Kan kita ingin berada di tengah-tengah, oleh sebab itu kita sebagai Parisadha apalagi sulinggih kan harus jernih berpikirnya. Tidak boleh memihak kemanamana, yang dipihak itu adalah kebenaran sastra agama,” ujarnya, 12 Januari lalu. Ida Mpu menjanjikan setelah tanggal 15 Januari sudah bisa memberikan pernyataan terkait Teluk Benoa. Tentu saja setelah Tim 9 berhasil bertemu dan memperoleh data komprehensif dari pemerintah, khususnya Gubernur Bali. z Rindra 1 - 7 Februari 2016

17

17


PENDIDIKAN

UN Berintegritas Jangan Sebatas Wacana

P

ara kepala SMA dan SMK di Denpasar bertekad menjalankan Ujian Nasional (UN) secara berintegritas. Hal itu dilakukan sesuai dengan program pemerintah yang mengutamakan kejujuran dalam pelaksanaan UN. Pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. berharap komitmen itu jangan hanya sebatas wacana. Namun, implementasinya dulu yang harus dijalankan, baik dalam metode UN yang berbasis komputer maupun sistem tulis. Sebab, dalam hal ini tetap unsurnya adalah manusia. Dalam sistem UN berbasis komputer atau computer based test (CBT), celah untuk kongkalikong juga tetap bisa terjadi. Sebelumnya, kata Rumawan Salain, pelaksanaan UN menggunakan sistem manual atau tulis. Ketika sistem ini dilakukan, tidak dipungkiri masih terjadi kecurangan yang dilakukan oleh masingmasing sekolah. Untuk itu, munculah keinginan pemerintah memotong ketidakjujuran tersebut dengan menerapkan UN CBT. “Dengan menggunakan komputer

18

1 - 7 Februari 2016

itu, pemerintah berharap aksesbilitas dan kejujuran itu bisa lebih dijamin. Sepengetahuan saya, tidak semua sekolah di Bali menggunakan sistem komputer dalam pelaksanaan UN. Ada beberapa SMA/ SMK, termasuk di Singaraja dan Denpasar masih menggunakan sistem tulis. Yang terpenting sekarang, bagaimana mengimplementasikan kedua model itu (sistem komputer dan tulis-red) dengan mengedepankan integritas atau kejujuran,� tegas guru besar Fakultas Teknik Universitas Udayana ini kepada Bali Post, belum lama ini. Menurut Rumawan Salain, sejak dulu sudah terjadi ketidakjujuran dalam pelaksanaan UN. Namun, banyak sekolah di Bali yang mendapatkan posisi terbaik di tingkat nasional. Sementara, di balik itu banyak juga sekolah yang menyimpan angka ketidakjujuran. �Dalam pemerintahan sekarang ini pun ketidakjujuran masih ada. Bahkan, beberapa sekolah favorit di Bali masih dianggap melakukan kecurangan,� ujarnya. Mengurangi kecurangan itu, maka

pemerintah mencoba menggunakan sistem komputer dalam pelaksanaan UN. Namun, dengan menggunakan metode ini, pasti juga akan ada celah melakukan kecurangan. Selain itu, pastinya suatu saat juga akan ada hambatan lain seperti adanya aksi pembobolan oleh hacker. Jika ingin tegas, kata dia, pemerintah harusnya menyediakan reward dan punishment. Kalau ada sekolah yang tidak jujur, maka semuanya jangan diluluskan. Kalau ada oknum yang berbuat ketidakjujuran, maka harus ditindak. â€?Nah, selama ini kan tidak ada prosesnya kalau ada yang berbuat tidak jujur. Belum pernah terjadi yang seperti itu,â€? katanya menyesalkan. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, sedikitnya ada 27 sekolah (SMA/SMK) di Bali menyatakan siap melaksanakan UN CBT. Dikatakan, sekolah yang siap menjalankan UN berbasis komputer ini difasilitasi oleh pusat. Pihak pusat melakukan pengecekan ke lapangan. “Proses kalau sekolah sudah menyatakan siap melaksanakan UN berbasis komputer, maka tidak ditenderkan. Ini sudah jauh hari dicermati. Kalau menggunakan kertas, maka pemerintah di pusat yang melakukan tender,â€? jelasnya. Menurut Kusuma Wardhani, penentuan 27 sekolah yang siap UN CBT sudah dilakukan oleh pusat. Sebab, perencanaan tersebut terjadi di seluruh Indonesia. Nah, khusus untuk sekolah yang siap menjalankan UN berbasis komputer, pihak pusat hanya melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah saja. “Kalau yang menggunakan kertas harus melakukan tender. Terkait sekolah yang dinyatakan siap, pemerintah pusat VXGDK PHODNXNDQ YHULÂżNDVL 6HWHODK GLYHULÂżNDVL DGD 60$ 60. \DQJ GLQLODL layak karena sudah memenuhi syarat dan kriteria yang ditentukan,â€? tegasnya. z Pramana Wijaya


Kondisi anak-anak di Bukit Abah, Desa Besan yang harus rela jalan kaki sekitar tiga kilometer menyusuri jalan rusak dan berdebu untuk bisa tetap sekolah. Bali Post/sri wiadnyana

Jalan Kaki Tiga Kilometer demi Pendidikan TIDAK semua anak-anak di Klungkung ternyata bisa mengenyam pendidikan dengan mudah. Seperti yang dialami anak anak yang tinggal di Bukit Abah, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Ada sebagian dari mereka harus siap berjuang dengan jalan kaki menyusuri jalan di perbukitan yang jaraknya sampai tiga kilometer untuk masuk sekolah. Seperti dialami, I Kadek Nopriana (11) asal Dusun Kanginan, Desa Besan. Siswa kelas V SD ini bersama tujuh rekannya terpaksa harus berjalan kaki menyusuri Bukit Abah menuju sekolahnya. Tak sedikit rasa lelah terlihat diraut wajah mereka, kendati keringat terlihat mengucur dari dahi dan membasahi seragam sekolah yang mereka kenakan. Terik panasnya matahari dan debu yang bertebangan juga tidak menyurutkan langkah Kadek Nopriana bersama rekannya untuk menuntut ilmu. Belum lagi sampai di rumah mereka harus membantu orangtua untuk mengiris nira. Karena sebagian dari orang tua mereka bekerja sebagai pengerajin arak Apa yang dilakukan Nopriana merupakan hal yang biasa dilakukan anak anak di Bukit Abah. Mereka sudah terbiasa

berjalan kaki menyelusuri bukit untuk dapat menuntut ilmu. Bahkan, sebagian besar dari mereka terpaksa bersekolah hingga ke wilayah Kabupaten Karangsem, yaitu di SD-SMP Satu Atap 7 Gegelang, Manggis. “Kalau sekolah ke bawah (Desa Besan-red) jalannya sangat jauh. Jadi, lebih dekat ke SD 7 Gegelang,” ujar Kadek Nopriana polos. Setiap harinya, siswa kelas V SD ini harus berjalan sejauh tiga kilometer menaiki dan menuruni bukit untuk dapat menuntut ilmu. Selain harus berjalan jauh, ia dan rekan-rekannya juga mengeluhkan kondisi jalanan yang sering mereka lalui. Karena kondisi jalan di Bukit Abah banyak yang berlubang dan rusak. “Kalau tidak ada hujan seperti sekarang, jalannya jadi banyak debu. Kalau hujan, malah jadi becek,” keluh Nopriana dan teman-temannya. Meskipun setiap hari harus melalui perjalanan jauh dan kondisi jalan yang rusak, tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus menuntut ilmu sampai jenjang tertinggi. Bahkan, Nopriana memiliki cita-cita sangat tinggi yakni menjadi presiden. “Cita-cita saya mau jadi presiden biar bisa buat sekolah dekat dari rumah,” ujar Nopriana sambil tertawa bersama rekan-rekannya.

Sementara itu, Perbekel Besan I Made Suryata tidak menampik kalau sebagian besar anak anak yang tinggal di Bukit Abah bersekolah di wilayah Karangasem yakni SDN dan SMP Satu Atap 7 Gegelang. Hal ini terjadi karena lokasi sekolah yang ada di Besan cukup jauh berada di bawah. Sehingga untuk mencari sekolah terdekat mereka terpaksa sekolah di Karangasem. “Sebenarnya, di Desa Kami di Besan ada sekolah. Namun, lokasinya jauh dan lebih dekat ke SDN 7 Gegelang, Manggis, Karangasem,” ujar Suryata. Suryata juga mengakui kondisi jalan menuju Bukit Abah banyak yang rusak dan berlubang. Tapi kondisi jalan rusak di Bukit Abah akan segera diperbaiki tahun 2016 ini. Perbaikan jalan ini dilakukan tidak hanya dilakukan untuk memudahkan mobilitas bagi masyarakat, namun juga untuk mengembangkan potensi Bukit Abah sebagai daerah pariwisata karena memilki pemandangan alam yang indah. “Sesuai dengan program Bapak Bupati, jalan di Bukit Abah rencananya akan diperbaiki di tahun 2016 ini. Mudahmudahan, perbaikan jalan ini segera terwujud,” katanya penuh harap. z Sri Wiadnyana 1 - 7 Februari 2016

19


MANCANEGARA

Polusi Udara Makin Mengancam

W

ujudnya tak terlihat. Ia menyatu bersama tiap helai udara, hidup bersanding dengan miliaran manusia. Namun, layaknya pembunuh misterius, polusi bisa tiba-tiba mematikan. Kalau selama ini polusi dianggap sekadar pencemaran udara biasa, itu salah besar. Sebab, World Health Organization (WHO) telah menyebutnya sebagai pembunuh terbesar dunia. Tahun 2012 saja, polusi udara menewaskan sekitar tujuh juta orang. Itu membuktikan, ia lebih berbahaya ketimbang pola makan buruk, tekanan darah tinggi, bahkan rokok. Polusi juga jadi penyebab umum penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan pernapasan kronik. Menariknya, polusi udara ternyata tak hanya terdapat di jalanan penuh asap knalpot kendaraan. Data WHO menyebut, 3,3 juta orang meninggal karena polusi udara dalam ruangan. Berdasarkan sebuah studi terbaru, polusi udara bisa menyebabkan sekitar 3,3 juta orang mengalami kematian dini setiap tahunnya. Menurut peneliti dalam Jurnal

20

1 - 7 Februari 2016

Nature, polusi udara berasal dari berbagai macam sumber. Mulai dari perapian untuk menghangatkan rumah, api memasak, polusi dari pertanian, hingga asap dari pembangkit listrik tenaga batubara. Jos Lelieveld, seorang ilmuwan atmosfer dari Institut Max Planck di Jerman mengungkapkan, paparan polusi udara seperti partikel kecil yang beracun dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, dan masalah kesehatan lainnya. “Stroke dan serangan jantung bertanggung jawab untuk sekitar 75 persen kematian terkait polusi udara dan sekitar 25 persen terkait dengan penyakit pernapasan serta kanker paru-paru,� ujar Jos. Sementara itu, dalam studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Health Perspectives mengungkapkan, jenis polusi bisa berupa bahan kimia berbahaya seperti arsenik, selenium, dan merkuri. JIka terhirup, partikel tersebut sulit dikeluarkan dari dalam tubuh karena ukurannya sangat kecil, sehingga lama mengendap di paru-paru dan aliran darah seseorang. Para ilmuwan juga menyebut polusi

udara mengancam kesehatan masyarakat di perkotaan. Mereka memperkirakan, sekitar 2 juta orang di perkotaan mengalami kematian dini karena polusi udara. Sekitar 75 persen kematian itu terjadi di wilayah Asia. Korban polusi udara tertinggi yaitu di Tiongkok dengan sekitar 1,4 juta kematian per tahunnya. Kemudan di India sekitar 645.000 jiwa, dan Pakistan dengan 110.000 jiwa dan sekitar 55.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Data itu mengejutkan, karena selama ini polusi udara dalam ruangan kurang diperhatikan. Padahal, polusi di dalam ruangan bisa timbul karena aktivitas sepele sehari-hari. Flavia Bustero, Asisten Direktur Masalah Keluarga, Perempuan, dan Kesehatan Anak WHO menuturkan, polusi dalam ruangan sebagian besar disebabkan proses memasak. Asap akibat memasak dari batu bara atau kayu bakar, ternyata tak baik bagi kesehatan. Memasak dengan api terbuka di dapur, menurut situs resmi WHO, sama seperti menyulut 400 rokok sekaligus. Diperkirakan, saat ini ada 2,9 miliar orang dari total populasi di seluruh dunia yang masih memasak dengan


Lima Negara dengan polusi tertinggi 1. Amerika Serikat (AS) Negara berjuluk negeri Paman Sam ini menjadi negara maju dengan tingkat polusi tertinggi sekitar 5,4 miliar ton per tahunnya. Hal itu disebabkan oleh sebagai negara adikuasa yang dapat memengaruhi perekonomian dunia, menuntut AS untuk semakin memajukan industri negaranya. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan denda polusi di AS terhadap para industri yang melanggarnya terbilang rendah, yaitu sekitar USD25 ribu. Nominal yang tentu sangat terjangkau bagi para kalangan industri besar kelas kakap. 2. Tiongkok Tiongkok termasuk negara maju di Asia dengan kadar polusi yang juga tinggi. Sebab, tidak sedikit industri di belahan dunia melakukan investasi di negeri Tirai Bambu tersebut. Banyak pakar memprediksi, pada tahun 2020 mendatang, Tiongkok dapat mencara itu. Mayoritas merupakan masyarakat di dunia menengah. Kata Bustero, wanita dan anak-anak di negara miskin dan berkembang banyak menghabiskan waktu bernapas dalam rumah yang mengandung asap dan jelaga dari batu bara serta kayu bakar. Polusi jalanan Sedangkan polusi luar ruangan, banyak disebabkan asap kendaraan, pembangkit listrik, serta emisi industri. Akibatnya pada kesehatan sedikit berbeda dengan polusi dalam ruangan. Menurut Maria Neira, Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat, Lingkungan dan Sosial, risiko yang ditimbulkan polusi udara saat ini jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Terutama, andilnya dalam memicu jantung dan stroke. Hasil penelitian badan penelitian kanker WHO, udara dunia yang dihirup saat ini telah tercampur zat penyebab kanker. Namun, jumlah polusi udara satu negara dengan negara lain tak bisa digeneralisasi. Perkiraan paparan masyarakat terhadap polusi udara luar ruangan harus dipetakan lebih dulu dengan data global. Yang jelas, polusi udara luar ruangan meningkat pesat terutama di negara padat penduduk seperti Tiongkok dan India. Itu mengingatkan kasus kabut asap yang membekap Tiongkok sejak awal tahun ini. Langit yang seharusnya biru jadi abuabu pekat. Gedung-gedung pencakar langit

jelma sebagai negara terkuat di Asia menandingi AS dalam hal ekonomi dan teknologi. Tercatat, tingkat polusi gas di negara ini bisa mencapai 8,2 miliar ton setiap tahunnya. Memiliki penduduk kurang lebih 1,3 miliar jiwa tentu berimbas pada penghasilan polusi dari bahan bakar dengan level tinggi.

ton CO2. Polusi yang dihasilkan negara Matahari Terbit itu berasal dari berbagai industri, perkotaan dan besarnya jumlah alat transportasi umum.Namun, hingga saat ini pemerintah Jepang sedang giat-giatnya berupaya mengurangi polusi demi memelihara keseimbangan hidup para penduduknya.

3. Rusia Tingkat polusi di negara berjuluk Beruang Merah ini terbilang cukup tinggi yakni mencapai 1,7 miliar ton gas per tahun. Polusi tersebut meliputi 500 ton tembaga dan nikel, dua juta sulfur oksida yang dilepaskan ke udara. Kondisi inilah yang membuat kualitas hidup para pekerja di pabrik mengalami penurunan drastis imbas dari tingginya angka polusi tersebut.

5. Korea Selatan Sumber utama dari polusi di Korea Selatan ialah penyebaran minyak mentah sisa aktivitas industrial. Hal inilah yang menjadi pemicu pencemaran udara di negeri Ginseng. Bicara angka, level polusi udara di Korea Selatan telah menembus angka 563 juta ton per tahunnya. Kendati berbagai upaya mengurangi polusi sudah dilakukan pemerintah Korsel, namun tak dipungkiri polusi masih menjadi masalah utama yang didominasi dari emisi kendaraan dan asap industri.

4. Jepang Jepang tercatat menghasilkan polusi cukup tinggi di dunia yakni sekitar 1,2 miliar jadi tak terlihat. Disinyalir, kabut asap itu mengandung nitrogen oksida dan karbon monoksida yang disebar pabrik. Sumbernya, apa lagi jika bukan pembuatan barangbarang murah. Beberapa abad lalu Beijing hanya memiliki satu juta kendaraan. Sekarang, jumlahnya lima kali lipat yang membawa asap knalpot dan membuat jalanan macet. Warga Cina pun selalu mengenakan masker di luar rumah. Menangani masalah polusi udara di Cina tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi tampaknya hanya membuat pemerintah semakin sakit kepala. Lantaran sudah menjadi masalah dunia, masing-masing negara punya cara berbeda dalam penanggulangan polusi. Tiongkok, mencoba menggunakan pesawat nirawak membebaskan diri dari polusi tebal. Pesawat itu akan menyemprotkan cairan kimia yang akan membekukan partikel polutan di udara. Jika sudah beku, partikel polutan ini akan jatuh sendiri ke tanah. Cara itu disebut-sebut lebih murah dibanding upaya Tiongkok sebelumnya. Yakni, menggunakan pesawat untuk menyemprotkan cairan peluruh polusi. Ma Yongsheng, direktur perusahaan tersebut mengatakan, drone jenis parafoil dengan sayap paragliding mampu membawa 700 kilogram bahan kimia peluruh polusi. Itu tiga kali lebih banyak dibanding biasa. Cina juga memindahkan sebagian pabriknya dari Beijing. Pembangkit listrik dari batu bara

juga mulai dikurangi dan beralih ke gas. Cina saat ini memimpin dunia dalam produksi energi terbarukan dengan investasi besar pada energi matahari, angin, dan air. Energi terbarukan memasok 10 persen nasional dan diharapkan meningkatkan hingga 16 persen pada 2020. Semua dilakukan untuk menjadikan langit Cina biru kembali. Upaya berbeda dilakukan Paris, yang memberlakukan sistem ganjil-genap untuk meminimalisasi jumlah kendaraan yang berseliweran di jalanan. Pihak berwenang mengerahkan 700 polisi untuk mengawasi dan menilang kendaraan bernomor pelat genap yang beroperasi pada jadwal kendaraan bernomor pelat ganjil. Menariknya, upaya itu berhasil. Sementara itu, Dr Carlos Dora, ahli kesehatan masyarakat WHO meminta pemerintah di seluruh dunia menyusun kebijakan mengurangi polusi udara, demi mengurangi dampak negatif manusia atas perubahan iklim. “Polusi udara merupakan produk sampingan dari kebijakan tidak berkelanjutan di sektor transportasi, energi, pengelolaan limbah, dan industri,� katanya. Polusi udara diperkirakan akan membunuh lebih dari 6,5 juta jiwa di seluruh dunia pada 2050, dua kali lebih banyak dari jumlah kematian akibat polusi udara pada saat ini.Tindakan nyata perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini. z Gugiek Savindra 1 - 7 Februari 2016

21


DAERAH

Wana Wisata Menjangan Tak Terurus

K

awasan Wana Wisata Menjangan di wilayah Purasana, Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang makin memprihatinkan. Tempat wisata alam di atas lahan seluas 13 hektar itu bertahun-tahun tak terurus. Akibatnya, sejumlah fasilitas umum hancur. Jumlah menjangan juga makin berkurang. Dari awalnya puluhan ekor, kini hanya tinggal 10 ekor menjangan di dalam kandang. Kesan tak terurus sudah terasa sejak memasuki Desa Nawa Kerti. Akses jalan sepanjang sekitar tujuh kilometer hancur. Sedangkan di sekitar lokasi fasilitas umum seperti dua unit bangunan yang dimanfaatkan untuk toilet, kondisinya sangat hancur. Atapnya jebol, genteng berjatuhan hingga bangunan utama itu nyaris ambruk. Sekitar 20 meter dari fasilitas umum ini, kandang

22

1 - 7 Februari 2016

menjangan seluas sekitar 10 x 10 meter itu juga nampak kumuh tak terawat. Begitu juga dengan hewan menjangan yang ada di dalamnya. Tubuh kawanan menjangan yang berjumlah sekitar 10 ekor di dalam kandang nampak kurus, bulu badannya rontok. Tidak ada nampak makanan di dalam kandang. Petugas juga tidak ada. Kabarnya, sudah banyak menjangan mati karena tak ada yang merawat. Seorang wisatawan lokal, Andi, mengaku prihatin melihat kondisi wana wisata ini. Padahal, bila tempat ini serius dikembangkan tidak akan kalah jauh dengan objek wisata Bedugul. Sebab, hawa di sekitarnya sangat sejuk dipenuhi dengan ribuan pohon pinus dan berbagai jenis pepohonan lainnya. “Terakhir saya lihat jumlah menjangannya ada 19 ekor. Tadi saya hitung, tinggal 10

ekor,� kata Andi. Ia meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi Wana Wisata Menjangan ini. Kalau memang sudah tidak mampu mengelola, sebaiknya papan Wana Wisata Menjangan yang dipasang Dinas Kehutanan dan Perkebunan dicabut dan menjangan di dalam kandang dilepas agar tidak mati siasia di dalam kandang. Plh. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Wayan Budiarsa saat dimintai NRQ¿UPDVL SHULKDO QDVLE ZDQD ZLVDWD LQL tak menampik kondisinya saat ini. Wana Wisata Menjangan ini tak terurus karena status lahannya yang masih berstatus quo. Awalnya, lahan seluas 13 hektar itu menjadi aset Puri Karangasem. Tetapi, setelah Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem melakukan penghijauan di lokasi dan men-


Di Gilimanuk, WNA Melenggang Tanpa Pemeriksaan

Kondisi menjangan di dalam kandang sangat memprihatinkan. MBP/bagiarta

jadi Wana Wisata Menjangan, pemerintah sempat menawarkan ganti rugi sebesar Rp 3 juta per hektar. Namun, pihak Puri Karangasem menolaknya. Di sisi lain, pihak Puri Karangasem juga tidak punya bukti-bukti kepemilikan aset yang sah terhadap asetnya itu. Sehingga, Pemkab Karangasem saat itu bergerak cepat mengajukan permohonan ke BPN, sejak beberapa tahun lalu. Permohonannya sudah masuk, tetapi sudah sejauh mana prosesnya belum diketahui. Terhadap persoalan ini, pihaknya sudah diminta Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi untuk mengecek permohonan itu di BPN. Sebab, Wana Wisata Menjangan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi baru pariwisata di Karangasem. Selama ini, status aset yang belum jelas membuat proses penganggaran di dinas terkait tidak memungkinkan. Setelah mengetahui masalah ini, Sekda Adnya Mulyadi juga meminta Dinas PU Karangasem mengecek kondisi akses jalannya. Bila memungkinkan dilakukan perbaikan tahun ini, Sekda Adnya Mulyadi meminta langkah itu dilakukan untuk memperbaiki kondisi Wana Wisata Menjangan ini. z Bagiarta

ORANG asing kerap melenggang bebas di Pelabuhan Gilimanuk dan tanpa pemeriksaan. Sejumlah petugas di Gilimanuk, Rabu (20/1) lalu, mengatakan pihaknya merasa kesulitan jika memeriksa wisatawan asing yang lewat karena tidak memiliki kewenangan. “Kalau mereka menggunakan kendaraan yang kami periksa tentu surat-surat kendaraannya saja. Karena pemeriksaan KTP bagi pendatang/penumpang sudah ada dari pemkab. Kalau imigrasi memang tidak ada di sini sehingga tidak ada pemeriksaan,” jelasnya. Menurut seorang tukang ojek di Gilimanuk, selalu ada orang asing yang lewat Pelabuhan Gilimanuk setiap harinya. Banyak yang tidak menggunakan kendaraan dan hanya menjadi penumpang kapal biasa. Ada juga yang setelah turun dari kapal berjalan kaki sampai ke terminal dan menumpang angkot atau bus. “Mereka saja tidak pernah diperiksa. Apa dijamin mereka juga berniat baik ke Bali dan bagaimana kalau mereka juga penyusup, apakah tidak menjadi bumerang,” katanya. Bahkan tukang ojek ini menyayangkan. Tukang ojek selalu menjadi kambing hitam jika ada pendatang yang tanpa KTP lolos di Gilimanuk. “Tidak semua tukang ojek seperti itu. Jika ingin tertib, pemerintah juga harus tertib dan jeli, semua harus diperiksa,” jelasnya. Sementara itu Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo didampingi Dandim 1617/Jembrana Lekol Inf. Sansan Iskandar, GLNRQ¿UPDVL PHQJDWDNDQ NDQWRU ,PLJUDVL GLGLULNDQ GL SLQWX masuk antar negara. Jadi semua sudah diperiksa di bandara. Karena di Gilimanuk merupakan pintu masuk antar provinsi dimungkinkan tidak ada. Namun, kewaspadaan perlu juga ditingkatkan dengan melakukan pengawasan. “Kami harapkan agar keamanan tetap terjaga. Kami di Bali Barat berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan,” jelas Djoni Widodo. z Witari

MBP/witarix

Orang asing yang melalui Pelabuhan Gilimanuk melenggang dengan santai tanpa pemeriksaan. 1 - 7 Februari 2016

23


K E S E H ATA N

Kekakuan Otot Timbulkan

K

ekakuan otot-otot di sekitar belakang leher dan punggung menyebabkan hidung mampet, beringus saat berhadapan dengan udara dingin atau setelah kehujanan. “Jika kondisi tersebut disertai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau terbangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali, selalu merasakan kurang tidur saat bangun pagi, dalam istilah medis, itu dikenal dengan istilah rhinitis vasomotor psikogenik,” kata dr. I Gusti Ketut Sudana, dokter Puskesmas Baturiti, belum lama ini. Kondisi tersebut diawali dengan beban psikoemosional energi negatif yang menimbulkan kekakuan otot pada tubuh terutama bagian aksial tubuh (leher dan

punggung). Beban emosional energi negatif tersebut yaitu perasaan kecewa, sedih, marah, benci, dendam dan sakit hati. Sedangkan cuaca dingin dan hujan dikatakan hanya sebagai pencetus. “Buktinya kalau otot kita tidak kaku dan cukup lentur, walau kita berada dalam suhu dingin dan kehujanan, kita tidak akan menderita pilek dan bersin-bersin,” jelasnya. Sementara itu, begadang, melakukan kegiatan di depan komputer atau di belakang kemudi sebagai faktor pemberat kekakuan otot, dan pencetus gejala sakit. Mengingat kekakuan otot sebagai penyebab langsung dari kemunculan gejala sakit, maka untuk mengatasi kekakuan otot merupakan cara yang rasional untuk

memperoleh kesembuhan. Metode penghilang kekakuan otot yang paling cepat adalah dengan teknik pijat terapi medis. Kekakuan otot juga dapat dikurangi atau diringankan dengan meminum obatobatan relaksan otot dan antidepresi, namun obat-obatan tersebut hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Cara lain mengatasi kekakuan otot adalah dengan melakukan senam peregangan otot atau senam yoga. Namun cara ini butuh waktu dan semangat dalam menjalankannya. “Dan yang paling penting adalah menata hati, jangan biarkan diri dikuasai kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dendam dan sakit hati,” imbuhnya. z Citta Maya

30 Alat Bantu Gerak Tiap Bulan SUBBAGIAN Orthotik-Prostetik Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah menerima permintaan 25-30 alat bantu gerak per bulannya. Alat bantu yang dibuat ada dua jenis yaitu prothesa, alat bantu gerak untuk bagian tubuh yang hilang misalnya kaki palsu, tangan palsu, jari palsu, dll. Sedangkan orthesa, alat bantu gerak untuk bagian tubuhnya masih ada, misalnya, sepatu koreksi, log leg brace, korset, collar, tongkat, Lumbo Sacral Orthosis, dll. “Kalau sepatu koreksi, permintaan kebanyakan sih dari anak-anak,” ujar Komang Arya Sedana Arta, Am.OP., ahli orthotik prostetik RSUP Sanglah, belum lama ini. Sepatu koreksi berfungsi untuk mengoreksi bentuk kaki, seperti mengalami ÀDW foot, angkle bermasalah, dll. Per bulan, pihaknya bisa membuat 3-4 pasang sepatu koreksi. Arya membutuhkan 5 jam untuk membuat sepatu koreksi. Korset berfungsi untuk memperkuat pinggang. Log leg brace, alat bantu untuk penguat di kaki. Collar untuk penyangga leher. Dari sekian alat bantu gerak, Arya mengatakan, pembuatan log leg brace paling susah karena membutuhkan kesesuaian ukuran dengan penderita. “Kalau kaki palsu lebih mudah, tapi di Bali jarang permintaan kaki palsu,” tukasnya. Diakui, permintaan alat bantu gerak prothesa lebih sedikit dibandingkan alat bantu gerak orthesa. “Di Bali lebih jarang permintaan orthesa, kalau di Jawa banyak,” imbuhnya. Dokter Luh Kamiati, Sp.RM., Kepala Instalasi Rehab Medik (RM) RSUP Sanglah, mengatakan permintaan orthotic memang lebih banyak. “Prothesa lebih jarang, mungkin karena keuangan, tetapi sekarang kan ditanggung,” ujarnya. RM RSUP Sanglah memiliki dua tenaga ahli pembuat orthotic dan prostetik, dan tiga tukang pembantu. Pada intinya pelayanan

24

1 - 7 Februari 2016

rehabilitasi medik mempunyai misi mencegah kecacatan. Ada beberapa subbagian untuk mencegah kecacatan tersebut yaitu ¿VLRWHUDSL XQWXN PHQJHPEDOLNDQ IXQJVL WXEXK WHUXWDPD PRWRULN kasar, terapi okupasi untuk mengembalikan fungsi motorik halus, terapi speech untuk membantu menghisap, menelan, berbicara, terapi psikologi untuk terapi kelainan perilaku. z Citta Maya

MBP/maya

Komang Arya Sedana Arta, Am.OP., ahli orthotik prostetik RSUP Sanglah, menunjukkan sepatu koreksi, salah satu alat bantu gerak untuk mencegah kecacatan.


Gangguan Tidur

MBP/ist

KERJA SAMA - Universitas Warmadewa (Unwar) dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) memperkuat kerja sama internasional dengan Maharishi 8QLYHUVLW\ RI 0DQDJHPHQW 080 )DLU¿HOG ,RZD $6 +DVLO NXQMXQJDQ 8QZDU GDQ \D\DVDQ 2NWREHU ODOX NH 080 6HQLQ GLEDODV ROHK 080 GHQJDQ NHGDWDQJDQ 'U :LOOLDP *ROGVWHLQ GDQ 'U 7KLPPDLDK NH 8QZDU 0HUHND GLWHULPD .HWXD <D\DVDQ .HVHMDKWUDDQ .RUSUL 3URYLQVL %DOL 'U $ $ *HGH 2ND :LVQXPXUWKL 0 6L EHUVDPD 6HNUHWDULV 0DGH -RKQQ\ 6DQJHU % 7 6 + 0 + GDQ 5HNWRU 8QZDU 3URI 'HZD 3XWX :LGMDQD VHUWD .HWXD <D\DVDQ *OREDO 5DPUDM , :D\DQ 6XWLVQD :LVQXPXUWKL PHQHJDVNDQ 0R8 \DQJ VXGDK GLWDQGDQJDQL 8QZDU GDQ 080 GL $6 DNDQ EHUPDNQD MLND GLODQMXWNDQ GHQJDQ EHUEDJDL NHJLDWDQ 1 - 7 Februari 2016

25


LENSA

SAMPAH KIRIMAN Nampak wisatawan mancanegara beristirahat di sekitar sampah kiriman di Pantai Kuta, Badung, belum lama ini. Memasuki musim penghujan, wilayah Badung, terutama pesisir pantai harus bersiap menghadapi sampah kiriman. MBP/eka

26

1 - 7 Februari 2016


OLAHRAGA

Tugas Baru Setelah Pensiun

A

ustralia akhirnya kehilangan salah satu petenis terbaiknya : Lleyton Hewitt. Petenis berusia 34 tahun itu mengakhiri penampilannya di grand slam Australia Terbuka setelah dikalahkan rivalnya dari Spanyol David Ferrer. 3HPLOLN GXD WURÂż JUDQG VODP PHQ\HUDK WLJD VHW ODQJVXQJ GL lapangan Rod Laver Arena setelah ditundukkan 2-6, 4-6, 4-6. Namun ia tidak begitu saja menyerahkan pertandingan pada Ferrer. Ia berlari ke segala penjuru lapangan, mengumpat hakim garis dan wasit sebelum mengakui kekalahan atas lawannya yang berperingkat 8 dunia itu. â&#x20AC;&#x153;Saya beruntung bisa mengakhiri karier disini,â&#x20AC;? kata Hewitt usai pertandingan. Ia mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan lapangan sambil melambaikan tangan pada fansnya. Ketiga anakanaknya Mia, Cruz dan Ava, hasil pernikahan dengan aktri Bec Cartwright , mendampingi pahlawan keluarga itu mengakhiri penampilan di grand slam pembuka musim ini, 18 tahun setelah ia memulai kariernya. Namun sepanjang karier itu, ia tetap tidak mengubah gayanya, terutama topi yang selalu dipasang menghadap ke belakang. Bahkan legenda tenis AS Andre Agassi pun mengenang aksi +HZLWW SDGD SHUWHPXDQ SHUWDPDQ\D GL SHUWDQGLQJDQ VHPLÂżQDO turnamen Adelaide International. Ia meremehkan lawannya yang kala itu berusia 16 tahun dan penampilannya lebih seperti tukang pungut bola dibandingkan petenis yang memiliki masa depan. â&#x20AC;&#x153;Saya tak menganggapnya sebagai lawan yang sepadan. Saya yakin dia akan tersingkir dengan mudah,â&#x20AC;? kata Agassi yang menempati peringkat satu dunia saat itu. Dua jam kemudian, Agassi setengah tak percaya saat dirinya menyerah dua set langsung 6-7, 6-7 atas anak muda yang tak gampang menyerah dan mengejar bola seperti tak memiliki rasa lelah. Australia mendapatkan penerus jejak Pat Cash atau Patrick Rafter dalam diri Hewitt. Itu dimulai saat pemuda kelahiran Adelaide itu memimpin tim Davis Australia menjadi juara pada 1999. Dua tahun kemudian, ia mengalahkan Pete Sampras untuk menjuarai AS Terbuka dan David Nalbandian menjadi korban EHULNXWQ\D GL ÂżQDO :LPEOHGRQ +HZLWW PHQMDGL SHWHQLV WHUPXGD \DQJ PHQMDGL QRPRU VDWX GXQLD GDODP XVLD WDKXQ ,D Q\DULV PHQDPEDK NROHNVL WURÂż JUDQG VODP VHWHODK PHQFDSDL partai puncak sebelum ditundukkan Roger Federer di AS TerEXND GDQ 0DUDW 6DÂżQ $XVWUDOLD 7HUEXND 'LD WHUFDWDW SHNDQ PHPHJDQJ WDPSXN QRPRU VDWX GXQLD meski tak memiliki banyak senjata pamungkas. Kesederhanaannya adalah pukulan dari garis belakang yang mengantarkannya sebagai petenis pertama dengan strategi seperti itu yang menMXDUDL WXUQDPHQ ODSDQJDQ UXPSXW :LPEOHGRQ Petenis yang pernah empat tahun menjalin asmara dengan Kim Clijsters, dikenal dengan teriakannya : â&#x20AC;&#x2DC;Câ&#x20AC;&#x2122;mon!â&#x20AC;&#x2122;. Dan kata itu memakan korban : Juan Ignacio Chela pada Australia Terbuka .DUHQD PHUDVD GLUHPHKNDQ GDQ HPRVL &KHOD PHOXGDKLQ\D dan komisi disiplin mengganjarnya dengan hukuman denda. Saat dunia tenis diguncang dengan isu pengaturan skor

pertandingan seperti yang dilaporkan BBC dan BuzzFeed, Hewitt menolak semua tudingan keterlibatan dirinya. Ia tahu cara bagaimana menjaga reputasi dan sportivitas. â&#x20AC;&#x153;Tidak mungkin saya terlibat dengan kegiatan seperti itu,â&#x20AC;? tegas Hewitt seperti diungkapkan pada Associated Press. Hewitt tidak sepenuhnya pensiun setelah tersingkir di putaran kedua Australia Terbuka lalu. Dunia tenis yang membesarkannya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Tugas lain kini menanti yakni menjadi kapten tim Davis menghadapi AS Maret mendatang. z Yudi Winanto

MBP/ap

Petenis veteran Australia Lleyton Hewitt menyampaikan salam perpisahan setelah dikalahkan David Ferrer dari Spanyol di putaran kedua Australia Terbuka. 1 - 7 Februari 2016

27


OLAHRAGA

MBP/ap

Bintang Claveland Cavaliers LeBron James

Seleksi Timnas BINTANG Cleveland Cavaliers LeBron James dan Carmelo Anthony (New York Knicks) semakin dekat tampil di Olimpiade untuk keempat kalinya. Sementara bintang musim ini Stephen Curry (Golden State Warriors) barangkali akan mendapat tiket debut di Rio de Janeiro mendatang. Tiga bintang kompetisi NBA masuk dalam deretan 30 pemain yang akan menjalani seleksi timnas. Skuad Dream Team tengah memburu medali emas untuk ketiga kalinya berturut-turut di Rio mendatang. Rencananya skuad yang berisikan 12 pemain itu akan terbentuk pada musim panas mendatang setelah serangkaian latihan, pertadingan persahabatan dan seleksi dilakukan. Kalau pun James dan Anthony tampil di Rio nanti, maka keduanya menjadi atlet pertama AS yang tampil empat kali di Olimpiade. Selain ketiga pemain diatas, kandidat yang akan menjalani seleksi adalah Kevin Durant dan Russell Westbrook (OklaKRPD &LW\ &KULV 3DXO %ODNH *ULIÂżQ GDQ 'H$QGUH -RUGDQ

28

1 - 7 Februari 2016

(Clippers); Kawhi Leonard dan LaMarcus Aldridge (San Antonio); Klay Thompson, Draymond Green, Andre Iguodala dan Harrison Barnes (Golden State); Kyrie Irving dan Kevin Love (Cleveland); Dwight Howard dan James Harden (Houston); Anthony Davis (New Orleans); Paul George (Indiana); DeMarcus Cousins dan Rudy Gay (Sacramento); John Wall dan Bradley Beal (Washington); Jimmy Butler (Chicago); Mike Conley (Memphis); DeMar DeRozan (Toronto); Andre Drummond (Detroit); Kenneth Faried (Denver) serta Gordon Hayward (Utah). Pelatih timnas AS Jerry Congalo mengatakan bahwa mengulang keberhasilan meraih medali emas memang tidak mudah. Namun dengan memiliki 30 pemain yang memiliki talenta, pihaknya optimis bisa memenuhi target emas itu. Sementara Kobe Bryant yang rencananya akan pensiun akhir musim, memutuskan tak mengikuti seleksi timnas. Padahal bintang LA Lakers telah dua kali membela timnas di Olimpiade, laporan Associated Press. z Yudi Winanto


Terapi Sinar Matahari TOULOUSE sebagai salah satu dari 10 kota yang dipersiapkan menjadi tuan rumah turnamen Piala Eropa Juni mendatang, ingin memberikan terbaik. Salah satunya adalah dengan menyediakan rumput terbaik di lapangan Stadion Toulouse. Rumput di stadion tersebut pernah dikeluhkan pelatih klub Paris Saint Germain Laurent Blanc karena tidak normal pertumbuhannya sepanjang musim dingin.

Untuk mendapatkan rumput yang ideal dan layak digunakan untuk turnamen yang melibatkan 24 negara di Eropa itu, rumput harus mendapatkan banyak sinar matahari setidaknya selama tiga bulan. Terapi ini akan dilakukan di stadion yang dibangun pada 1938 untuk Piala Dunia itu. â&#x20AC;&#x153;Kami akan berusaha keras memberikan yang lapangan terbaik bagi klub-klub dan juga untuk persiapan Piala Eropa 2016,â&#x20AC;? jelas Wali Kota Toulouse Jean-Luc Moudenc.

Tim yang nantinya menggunakan stadion Kota Pink itu adalah juara bertahan Spanyol. La Furia Roja akan memainkan pertandingan melawan Rep. Ceko pada 13 Juni. Empat hari kemudian juara Piala Dunia 1938 Italia meladeni Swedia. Laga Rusia vs Wales pada 20 Juni juga dilakukan di tempat ini serta satu pertandingan lagi di babak 16 besar, laporan Associated Press. z Yudi Winanto

MBP/ap

Stadion Toulouse yang akan digunakan untuk pergelaran Piala Eropa pada musim panas nanti. 1 - 7 Februari 2016

29


OLAHRAGA

Porlasi Bali Bidik Lima Emas di PON CABANG olahraga selancar angin selalu menjadi andalan Bali dalam tiap penyelenggaraan Pekan Olahraga nasional (PON). Hal serupa tampaknya akan terulang pada PON 2016 di Bandung, Jawa Barat. Ini karena Porlasi Bali meloloskan lima peselancar ke ajang nasionl empat tahunan itu, yaitu Gusti Made Oka Sulaksana, Gede Subagiasa, Nyoman Suartana, Gusti Ayu Candra Pertiwi Sulaksana, serta Gusti Gopala Sulaksana. Kelima atlet itu melaju lewat ajang Pra-PON di Pantai Balongan, Indramayu, Jabar, Oktober lalu, dengan memperoleh enam medali emas. Sayangnya, di nomor hobby cat 16, Bali yang menurunkan pelatih Wayan Sujana dan Nyoman Diarta, gagal merebut tiket PON. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Di nomor ini atlet Bali hanya menduduki peringkat enam, sedangkan yang mendapat tiket PON masuk lima besar,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ujar Sujana di Denpasar pekan lalu. Hasil itu membuat Sujana gusar, sebab sebelumnya cabor selancar selalu meloloskan atlet peringkat enam besar ke PON. Akan tetapi ia tidak bisa berkutik atau memprotes, sebab hal itu sudah dikuatkan dengan SK dari PB Porlasi. Nomor hobby cat 16 memperebutkan dua emas di PON. Dengan absennya wakil Bali, gelar juara diprediksi menjadi milik peselancar tuan rumah Jabar atau DKI Jakarta. Perjuangan atlet Bali makin berat mengingat tiap kelas tidak lagi melombakan tiga kategori, yakni maraton, trapezoid, dan slalom di PON 2016. Slalom dihapus, sehingga hanya dua nomor yang dilombakan di Jabar. Kendati demikian, Sujana berani mebidik minimal lima emas, bahkan berpeluang memborong tujuh emas asal angin berembus kencang di Pantai Balongan nanti. Pesaing Bali datang dari Jabar, DKI, Sulsel, dan Jatim. Andalan atlet Bali adalah nomor RS One dan RS X. Dari kedua nomor ini, Sujana menargetkan empat emas. Di RS One turun Komang Suartana dan Gusti Ayu Candra Pertiwi Sulaksana, sedangkan di RS X berlaga I Gusti Made Oka Sulaksana. Sementara Gede Subagiasa berlomba di mistral one design, dan Gusti Gopala Sulaksana bersaing di big techno U-17. Sebelum berlaga di PON, mereka diagendakan mengikuti Kejuaraan Dunia di Thailand pada April mendatang. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi minta SHODWLK PHQJJHQMRW HNVWUD ÂżVLN DWOHW VHODQFDU VHEDE cabor ini mengandalkan kondisi alam. Jika angin lemah, otomatis atlet bertumpu pada kayuhan manual menggunakan tangan. Bertolak belakang dengan cabor selam yang mendambakan tiupan angin lemah. z Daniel Fajry

30

1 - 7 Februari 2016


MBP/nel

Nyoman Suartana

MBP/nel

MBP/nel

Gede Subagiasa

Gusti Ayu Candra Pertiwi Sulaksana 1 - 7 Februari 2016

31


OLAHRAGA

Piala Jenderal Sudirman

Arema Ikut Jadi Korban PERSIB Bandung tersingkir di babak penyisihan turnamen sepak bola Piala Jenderal Sudirman. Angkat kopornya Tim Maung Bandung yang diunggulkan menjadi juara ternyata bukan akhir dari kejutan yang terjadi dalam ajang ini. Tim favorit lainnya Arema Cronus Malang juga ikut menjadi korban sengitnya persaingan tim-tim peserta. Persib semula diprediksi kembali menjadi juara seperti pada Piala Presiden. Namun, apa daya tim asuhan pelatih Jajang Nurjaman ini terjerembab di posisi juru kunci klasemen akhir di grupnya setelah hanya memetik satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan termasuk dari tim kuda hitam PS TNI. Tidak adanya Persib di babak delapan menempatkan Arema sebagai kandidat juara Piala Jenderal Sudirman. Tim Singo Edan membuktikan itu dengan menjadi juara grup babak penyisihan dan babak delapan besar sekaligus membawanya PHODMX NH VHPLÂżQDO Predikat tidak terkalahkan di penyisihan dan delapan besar menempatkan

Arema sebagai favorit saat menghadapi 0LWUD .XNDU 7HQJJDURQJ GL VHPLÂżQDO Klub asuhan Joko Susilo ini menyerah SDGD VHPLÂżQDO SHUWDPD GL 7HQJJDrong. Mereka diperkirakan bisa memukul balik Mitra Kukar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada partai kedua. Namun, di luar dugaan Ahmad Bustomi dan kawankawan cuma mampu unggul 2-1 meski mendominasi permainan dan memiliki banyak peluang mencetak gol. Agregat imbang 3-3 tidak pelak membawa pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti untuk menentukan pemenang. Dalam drama ini, Arema takluk 2-3. Ini adalah kegagalan kedua Arema setelah dihentikan Sriwijaya FC Palembang GL VHPLÂżQDO 3LDOD 3UHVLGHQ 3DGDKDO VHEHlumnya Arema sangat superior dengan menyapu tiga gelar juara dalam turnamen yang diikutinya. Gelar juara Piala Jenderal Sudirman akhirnya diperebutkan Mitra Kukar dan Semen Padang pada final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 24 Januari. Semen Padang lolos juga lewat adu

penalti dengan mengalahkan Pusamania Borneo FC 4-2. Kedua tim berbagi angka agregat 4-4 setelah sama-sama menang 2-0 di kandang sendiri. Piala Sudirman diarak sejauh 300 km dari Purbalingga, Jawa Tengah, ke Jakarta. Menurut Panglima TNI Jenderal *DWRW 1XUPDQW\R GLDUDNQ\D WURÂż PHUXpakan salah satu bentuk penghargaan kepada Panglima Besar Jenderal Sudirman dan sebagai tonggak semangat pemuda ,QGRQHVLD 0RPHQ ÂżQDO WXUQDPHQ \DQJ digagas oleh TNI ini juga sebagai puncak peringatakan HUT ke-100 Jenderal Sudirman. Di sisi lain, manajemen Persib Bandung mengangkat Dejan Antonic sebagai pelatih mulai Rabu (20/1). Dejan dianggap paling pas menempati pos pelatih Maung Bandung yang ditinggalkan Jajang Nurjaman yang mengambil program kepelatihan di Milan, Italia. Pria berkebangsaan Serbia tersebut terakhir membesut Pelita Bandung Raya. z Mawa

MBP/ant

6WULNHU &ULVWLDQ *RQ]DOHV WHQJDK JDJDO PHPEDZD $UHPD &URQXV ORORV NH ÂżQDO 3LDOD -HQGHUDO 6XGLUPDQ

32

1 - 7 Februari 2016


D E S A PA K R A M A N

Panjer Intensifkan Pengawasan Duktang SEPEKAN terakhir ini, masyarakat Bali kembali diresahkan oleh adanya ancaman teror bom dari anggota radikal (ISIS). Kepanikan masyarakat makin mencuat lantaran ancaman yang mengatakan anggota ISIS sudah memasuki wilayah Bali itu beredar luas lewat pesan berantai dan media-media. Menyikapi hal itu, Desa Pakraman Panjer yang masyarakatnya heterogen dan multikultur dengan jumlah penduduk 17 ribu lebih akan mengintensifkan kewaspadaan terhadap kemungkinan menyelinapnya para teroris ke wilayah mereka. Caranya, dengan lebih memperketat lagi pengawasan dan menertibkan kantong-kantong penduduk pendatang (duktang). Bendesa Pakraman Panjer Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., menegaskan hal itu. Menurut guru besar Undiknas University ini, Bali tampaknya masih menjadi sasaran teroris untuk melakukan aksinya, sehingga realita ini wajib disikapi secara serius oleh segenap komponen masyarakat Bali pada umumnya dan masyarakat Panjer pada khusunya. Wujud penyikapan yang paling tepat adalah dengan jalan meningkatkan lagi kewaspadaan dan menutup rapat-rapat setiap celah yang potensial disusupi oleh para teroris untuk mempersiapkan dan menyusun rencana, termasuk melaksanakan aksi terorismenya. Dikatakannya, ancaman tidak hanya datang dari teroris, tetapi juga datang dari ancaman lain, seperti tindakan kriminal. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar banjar-banjar yang ada di Desa Pakraman Panjer bersinergi dengan Desa Dinas untuk mengintensifkan pengawasannya terhadap kantong-kantong penduduk pendatang yang ada di wilayahnya dengan menggelar operasi kependudukan secara rutin. “Dalam konteks ini, kami tidak pernah antipenduduk pendatang. Hanya, ada rambu-rambu yang wajib ditaati oleh mereka jika ingin menjadi bagian dari masyarakat. Ada persyaratan administrasi yang wajib mereka taati. Dengan kata lain, keberadaan mereka di wilayah kami harus tercatat secara jelas,” tegas Budiana seraya mengingatkan. Budiana yang juga Wakil Rektor

Universitas Pendidikan Nasional ini menegaskan, Panjer telah menjelma menjadi kawasan yang multikultur dan heterogen. Beragam etnis, agama ras dan budaya tumbuh dan berkembang serta hidup berdampingan. Mau tidak mau atau suka tidak suka, krama asli Panjer pun mesti berinteraksi dengan mereka. Sebaran penduduk pendatang itu hampir merata di sembilan banjar pakraman Panjer yang ada. “Tidak jarang ada sejumlah penduduk pendatang yang menetap secara diam-diam tanpa melaporkan diri ke aparat berwenang. Pendatang jenis ini bisa dikategorikan sebagai pendatang liar atau kucing-kucingan, sehingga wajib untuk ditertibkan. Secara rutin, kami mengagendakan penertiban penduduk secara berkala. Ini upaya kami untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan di wilayah Panjer,” ujarnya. Ia mengingatkan, sikap reaktif itu tidak bisa diterjemahkan bahwa pihaknya menolak kehadiran pendatang. Langkah itu ditempuh semata-mata untuk menciptakan suasana kondusif di wawengkon

Desa Pakraman Panjer. Sebab, tidak tertutup kemungkinan, ada pendatang menjadikan Panjer sebagai target melakukan aksi kejahatan, tempat persembunyian maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang melanggar hukum. Selain menggelar penertiban secara rutin, untuk mengantisipasi isu-isu teror ke Bali, Desa Pakraman Panjer agar tidak kasep tangkis, mulai minggu depan akan mengintensifkan lagi pengawasan dan penertiban di masing-masing banjar. Selain melibatkan aparat keamanan desa yaitu pecalang, juga akan melibatkan Babinkamtibnas dan Babinsa. “Itu kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam bidang keamanan dari ancaman ISIS. Selain melibatkan pecalang, kami juga akan melibatkan Babinkamtibnas dan Babinsa. Dengan demikian, astungkarakami dapat menangangi ancaman teroris sebaik-baiknya demi keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat Panjer yang heterogen dan multikultur di Bali,” imbuhnya. z Winata

Bendesa Desa Pakraman Panjer Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si. 1 - 7 Februari 2016

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

KLARIFIKASI - Atas dasar aspirasi dari masyarakat Hindu di Indonesia terkait dengan berdirinya hotel syariah di Kuta, akhirnya membuat Komite III DPD-RI Bidang Agama dan Pariwisata Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III turun tangan. Tampak hadir I Gusti Anom Gumanti (DPRD Badung), Ni Luh Gede Sri Mediastuti (DPRD Badung), Cok Darmawan (Kadisparda Badung), I Gede Rai Wijaya (Camat Badung), I Wayan Dariana (Lurah Kuta), I Ketut Soma (Satpol PP), Wayan Suarsa (Jero Bendesa Kuta), I Gusti Agung Rai Surya Wijaya (Ketua PHRI Badung), Jero Mangku Wayan Suteja (ISDPHI/Bali Villa Association), Nafsin (Direktur Hotel Bayt Kaboki), H. Moh. Anwar (MUI Kuta) dan sejumlah pejabat terkait. pemilik +RWHO %D\W .DERNL 1DIVLQ PHQJNODUL¿NDVL WLGDN SHUQDK menggunakan label syariah pada hotelnya, dan itu adalah murni pendapat dari salah seorang manajernya.

MBP/ist

HUT - Puncak HUT ke-39 SMAN 3 Denpasar alias Trisma, Minggu (17/1), dilakukan secara sederhana namun berkarakter. Puncak HUT diawali dengan persembahyangan bersama, pementasan tari kebesaran Trismaya dan gelar budaya. Yang istimewa, puncak HUT dihadiri Nyonya Bintang Pusayoga, mantan kasek dan pengurus komite. Atraksi budaya ini mendapat apresiasi luar biasa dari istri Menteri Koperasi dan UKM Nyonya Bintang Puspayoga karena digarap, ditata dan dilakoni oleh siswa. Makanya, dia menyebut Trisma saat ini tampil luar biasa di akademik dan seni budaya. Saat itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa dan guru berprestasi dan pemenang lomba intern dan siswa SMP se-Bali. Nampak dalam foto Nyonya Bintang Puspayoga bersama Kasek Ketut Suyastra, IB Putu Bintana dan pengurus komite di puncak HUT ke-39 Trisma.

MBP/ist

LAPAROSKOPI - Sebagai rumah sakit swasta yang melayani BPJS, RSU Kasih Ibu Tabanan terus mengembangkan pelayanannya sehingga mampu menjadi RS rujukan Bali Barat. Salah satu layanan terbarunya adalah bedah laparoskopi karena telah memiliki alat dan SDM yang lengkap. Beberapa waktu lalu, tim bedah RSU Kasih Ibu Tabanan berhasil melaksanakan operasi bedah digestiv menggunakan teknik laparoskopi. Dokter Bedah Digestiv RSU Kasih Ibu Tabanan dr. Wayan Agus Murcahya, Sp.B.(K) BD, memaparkan, bedah laparoskopi adalah teknik pembedahan invasif minimal menggunakan alat laparoskopi. Keunggulan dari bedah ini, yakni tidak diperlukan sayatan besar, kerusakan pada jaringan tubuh dapat diminimalisir, mencegah perlengketan usus, mengurangi rasa nyeri pascaoperasi, penyembuhan luka yang lebih cepat, dan waktu pemulihan pasien lebih singkat dibandingkan dengan operasi teknik konvensional.

34

1 - 7 Februari 2016

MBP/ist

UJIAN TERBUKA - Program Pascasarjana Universitas Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar ujian terbuka promosi doktor ilmu agama terhadap Ni Komang Sutriyanti S.Ag., M.Pd.H., Senin (18/1). Hasil ujian yang berlangsung sekitar dua jam itu, Komang Sutriyanti memperoleh nilai dengan predikat sangat memuaskan, sekaligus berhak menyandang gelar doktor ke-18. Wanita kelahiran Bukit Batu, 12 September 1983 ini mengambil disertasi dengan judul “Penumbuhkembangan Karakter dalam Keluarga Hindu di Desa Bayunggede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli”.


MBP/ist MBP/ist

KUNKER - Kabupaten Gianyar berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari tahun 2009-2013 mencapai 20.800 jiwa. Laju pertumbuhan ekonomi Gianyar masih stabil di kisaran 6-7 persen, dengan kondisi pengangguran tahun 2014 sebesar 1,43 persen dan tingkat kemiskinan 4,27 persen. Pelbagai capaian positif itu tak terlepas dari selarasnya kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Bali dalam menopang program Gianyar bersih, alami, giat, berbudaya, sejahtera (BAGUS). Hal itu disampikan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata saat menerima kunjungan kerja Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Kabupaten Gianyar tahun 2016 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (19/1). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, Forkompinda Gianyar, jajaran pejabat Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar.

TERTINGGI - Keberhasilan Pemkab Badung dalam mengimplementasikan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP), mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat. Hasil evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badung tahun 2015, Kemen-PAN RB memberikan nilai 75,89 dengan kategori BB (sangat baik). Nilai ini meningkat dibandingkan AKIP Badung tahun 2014 dengan nilai 69,12 dengan kategori B Gemuk. Jika menggunakan kreteria lama, nilai 75.89 sebenarnya adalah A. Dengan nilai tersebut, Badung menjadi peraih nilai AKIP tertinggi se-Provinsi Bali, NTB dan NTT. Laporan hasil evaluasi AKIP diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi RI Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., diterima Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. dalam acara Forum Koordinasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Penyerahan LAKIP kabupaten/kota se Provinsi Bali, NTB, NTT di Gedung Wiswa Shaba Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/1) lalu.

MBP/ist

UNDIAN - PT HARDYS Retailindo bekerja sama dengan PT Idola Insani, Sabtu (19/12) lalu, mengadakan penarikan undian berhadiah yang mengambil tema ‘’Cressida +RNL %HUVDPD +DUG\V¶¶ GL &HPSDND 5RRP +HDG 2I¿FH Grup Hardys Holdings, Jl. Tukad Pakerisan No. 100X, Panjer. Program ini menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio, empat unit TV LED Changhong 32 inci, 5 unit smartphone Oppo Seri 7, sembilan unit tablet Evercroos Seri 7 serta sembilan unit sepeda gunung. Penarikan undian dilakukan secara transparan oleh Koordinator Sales Cressidda Bapak Herwin, dengan disaksikan Notaris, wakil Dinas Sosial Provinsi Bali, Korwas PPNS Polda Bali, serta Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali.

MBP/ist

HUT - Puncak peringatan HUT ke-13 Nirmala Group ditandai dengan memberikan sejumlah penghargaan kepada karyawan yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Selain itu juga diberikan beberapa door prize dengan hadiah utama sebuah sepeda motor. Puncak peringatan HUT ke-13 Nirmala Group dilakukan di Nirmala Convention Center Denpasar, Sabtu (16/1) malam. Presiden Direktur Nirmala Group Made Sujana di hadapan karyawan dan jajaran pimpinan semua divisi mengatakan, Nirmala Group sejak berdiri 13 tahun silam tumbuh secara perlahan. Banyak tantangan dihadapi dalam berbagai persoalan. Di tahun 2015, tantangan terberat perusahaan yakni persoalan ekonomi yang makin kompetitif. 1 - 7 Februari 2016

35


EKONOMI

Suasana pasar tradisional Payangan Gianyar.

Pasar Tradisional Payangan

Destinasi Unik Tempat Wisatawan Mengenal Hasil Bumi

B

agi masyarakat Bali, melihat aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Payangan mungkin menjadi hal yang biasa. Tetapi, beda halnya dengan orang asing khususnya wisatawan mancanegara. Mereka sangat kagum dengan budaya belanja secara tradisional. Dan yang paling berkesan, wisatawan asing bisa mengenal dan belajar tentang berbagai hasil bumi yang dijual masyarakat Payangan. “Banyak wisatawan yang ke pasar Payangan hanya melihat-lihat hasil kebun petani,” kata Kepala Pasar I Wayan Ekajaya. Pasar Tradisional Payangan terletak di Kota Kecamatan Payangan, Gianyar, atau sekitar 35 KM dari Kota Denpasar. Sebagai jalur pariwisata ke Kintamani ataupun Ubud, Pasar Payangan memang menjadi tempat wisata alternatif. Wisatawan biasanya singgah setelah melakukan perjalanan jauh dari Kintamani ataupun dari Ubud. Mereka bisa mengenal nama-nama buah juga nama-nama sayur. “Wisatawan bisa melihat berbagai hal di sini. Bayangkan saja, mereka bisa makan potongan

36

1 - 7 Februari 2016

buah tetapi tidak mengenal buahnya. Terlebih pohon dan tempat tumbuhnya. Nah, di sinilah mereka belajar lewat guide yang mengantarnya,” jelasnya. Menurut Ekajaya, dalam sehari ada sekitar 10 samai dengan 15 orang wisatawan yang biasa jalan-jalan ke Pasar Payangan. Ada yang sengaja datang ke pasar, ada juga yang berkunjung karena kebetulan melewati pasar tesebut. “Para guide sudah menjadikan Pasar Payangan sebagai tujuan, karena setiap piodalan di Pura Melanting, pura pasar itu banyak sekali guide yang menghaturkan punia (sumbangan tulus iklas kepada sesuwunan),” tegas olahragawan ini. Kalau dibandingkan dengan pasar tradisional lain, Pasar Payangan mungkin tak jauh beda. Pasar ini menjual sandang dan pangan seperti menyajikan berbagai hasil bumi di antaranya beras, sayur mayur, dan buah-buahan. Menjual jual berbagai jenis daging, seperti daging sapi, babi, kambing, ayam dan beraneka ikan. “Pasar payangan utamanya menjual sembako untuk keperluan sehari-hari,” ucapnya.

Ada juga yang menjual beragam makanan ringan, seperti daluman, cendol, dan jaja tradisional. Pasar ini juga menjual busana sehari-hari, sekolah dan busana adat untuk ke pura atau busana kundangan. Pasar Payangan mulai dibuka dari jam 04.00 wita hingga pukul 16.00 wita. Kemudian dilanjutkan dengan pasar senggol hingga pukul 00.00 wita bahkan sampai pagi hingga pasar dibuka kembali. Selain masyarakat Payangan, orang asing juga biasa berbelanja di pasar ini. Mereka adalah orang asing yang sudah lama tinggal di Payangan. Sebab, belakangan ini banyak tumbuh akomudasi seperti halnya di Ubud. Para pegawai hitel yang biasa membeli untuk disiapkan kepada para tamunya. Karena Pasar Payangan menjadi pasar terbaik, buktinya berbagai penghargaan diraihnya, diantaranya sebagai juara dalam lomba pembinaan pasar sekabupaten Gianyar (2011, 2009, 2010) dan sebagai juara harapan II pada lomba pengelola pasar se-Kabupaten Gianyar (2007). z Budarsana


Batu Bata Tulikup Diekspor ke Eropa TAK hanya kesenian Bali yang dihargai oleh masyarakat asing. Hasil kerajinan berupa batu bata olahan masyarakat Desa Tulikup, Gianyar pun menjadi kebanggaan mereka. Buktinya, batu bata merah khas desa tersebut sering dipesan masyarakat asing untuk membuat bangunannya. Berberapa di antaranya dikirim ke Amerika, India dan Eropa. Hasil karya batu bata masyarakat Tulikup ini memang beda. Batu bata ini biasanya khusus digunakan untuk mem-

buat bangunan, seperti palinggih (pura) dan rumah stil Bali tradisional. Bentuknya bisa saja sama dengan bata biasa, tetapi kehalusan bahan dan kepadatannya pasti beda. Karena itu batu bata khas Tulikup harganya tergolong mahal. Bagi masyarakat Tulikup tradisi membuat batu bata merupakan warisan nenek moyangnya. Ada yang menjadikan pekerjaan pokok karena tidak memiliki lahan persawahan yang digarap, ada pula yang menjadikan sebagai pekerjaan sambilan. Guru, TNI dan juga karyawan swasta yang biasa membuat batu bata setelah datang dari pekerjaan pokoknya. Tanah yang menjadi bahan utama, merupakan asli desa tersebut. Jenis tanah desa tersebut memang luar biasa, halus dan mengandung warna merah. Namun, belakangan kemudian tanah pekarangan mereka sudah semakin menipis bahkan habis. Karena itu mereka mendatangkan dari desa atau daerah lain. Walau tanahnya kurang bagus, namun masyarakat di sana mengolahnya dengan lebih teliti. Campurannya, juga sangat diperhatikan sehingga hasilnya menjadi baik. â&#x20AC;&#x153;Jika mendatangkan tanah dari daerah lain, kami mengolahnya lebih teliti dan intensif. Yaitu melakukan penghalusan

bahan berulang-ulang sehingga hasilnya menjadi sangat halus,â&#x20AC;? kata salah satu pekerja batu bata di Desa Tulikup. Bendesa Adat Desa Pekraman Tulikup Kelod Ir. I Ketut Wita Wiradnyana mengatakan, potensi desa Tulikup yang kaya akan seni budaya serta kerajinan akan didorong menjadi desa wisata. Pihaknya bersama pemerintah akan membangun sinergi untuk membangun instrumen penunjang dengan membangkitkan areal Puri Tulikup, pasar senggol kuliner dan pasar desa adat. Atraksi wisata seperti berjalan dan track sepeda di areal persawahan akan dibangun. Hal itu sangat memungkinkan karena akumudasi berupa vila sudah menjamur di sana. Selain itu kesenian joged bumbung yang terkenal tahun 58, gong kebyar merupakan murid Gde Manik Almarhum masih asri hingga kini. â&#x20AC;&#x153;Kami juga memiliki Sanghyang Jaran yang masih lestari hingga kini. Nah, menbuat batu bata itu menjadi atraksi wisata uniknya,â&#x20AC;? ucap Wita Wiradnyana. z Budarsana LAPORAN

1 - 7 Februari 2016

37


PARIWISATA

Pariwisata Bali Dibayangi Teror Bom

P

eristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah Thamrin berdampak negatif terhadap industri pariwisata di Indonesia, khususnya Bali. Teror ini pun kini mengancam Pulau Dewata yang membuat situasi keamanan di dalam negeri tidak kondusif, sehingga menimbulkan ketakutan dari para wisatawan mancanegara (wisman). Terbukti, dengan adanya surat teror bom di Buleleng pun mampu mengguncang pariwisata Bali, bahkan hingga anjlok. Pasalnya, banyak wisatawan asing yang membatalkan kedatangannya ke Pulau Dewata. Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Badung mengeluarkan imbauan agar pengamanan di hotel-hotel yang ada di Badung dan Bali secara umum diperketat. Sebelum terjadi ledakan di Jakarta, pihaknya saat menyambut tahun Natal dan Tahun Baru sudah mewantiwanti meningkatkan keamanan jangan sampai terjadi sesuatu di Bali. “Ternyata terjadi di Jakarta. Untuk itu mari kita waspada selalu terhadap kelompok radikal dan ekstrem,” pinta Ketua PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya. Menurut dia mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus memperketat pengamanan bukan saja tanggungjawab pihak kepolisian. Tapi adalah tanggungjawab bersama. “Jadi mari kita waspadai selalu. Mari kita jaga bali secara bersama-sama,” ajaknya. Selama ini, imbuh Suryawijaya, PHRI Badung dengan Polda Bali telah melakukan kerjasama

terutama berkenaan dengan peningkatan kemampuan security di masing-masing hotel. Tenaga keamanan disertifikasi kelayakannya. “SMP (sistem manajegem pengamanan) kami sudah kerjasama dengan Polda Bali,” tegasnya. Dengan insiden yang terjadi di Jakarta kemarin, Suryawijaya kembali menegaskan agar seluruh pelaku pariwisata, khususnya anggota PHRI, meningkatkan pengamanan. Ditambahkan, Bali punya pengalaman karena juga pernah diguncang bom Bali. Yakni pada tahun 2002 dan tahun 2005. Dampak dari bom Bali itu amat dirasakan masyarakat, terutama dari kalangan pelaku pariwisata. Nah sejak peristiwa memilukan itu, kata dia, mengenai keamanan harga mati. Berkaca pada ledakan yang terjadi adalah di tempat umum, pihaknya juga mengimbau semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan. Karena masalah keamanan bukan saja tugas aparat kepolisian, tapi tugas bersama. Pengamanan Khusus Pariwisata Wakil rakyak di DPRD Badung mengusulkan dibentuknya badan khusus pengamanan pariwisata. Sebab, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, mengatakan, hampir 70 persen pendapatan Badung bersumber dari sektor pariwisata. Untuk itu, bagimana upaya mempertahankan destinasi ini dengan menciptakan keamanan. “Harus ada lembaga khusus yang dibuat pemerintah untuk ikut mengamankan pariwisata, sehingga membuat turis itu merasa nyaman berwisata

Pantai Kuta yang dikenal hingga ke mancanegara menjadi fokus pengamanan dari teror bom.

38

1 - 7 Februari 2016

di Bali, khususnya Badung,” ungkap Parwata, belum lama ini. Menurutnya, badan keamanan yang dibentuk oleh pemerintah ini nantinya akan memperkuat pengamanan yang telah ada, yakni dari pihak kepolisian dan desa melalui pecalang. Dia berharap, lembaga yang dibentuk untuk memperkuat pengamanan pariwisata di Badung membuat wisatawan merasa aman dan nyaman. “Lembaga ini nantinya memperkuat sistem keamanan yang sudah ada. Inilah inisiatif yang harus dibuat, karena belum ada aturanya,” tegasnya. Pemerintah Kabupaten Badung juga telah merancang penambahan kamera CCTV (Closed Circuit Television) yang akan dipasang pada kawasan strategis, seperti kawasan pariwisata Kuta. Saat ini, pemkab melalui Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkoninfo) telah memasang kamera CCTV pada 16 titik, dengan sebanyak 17 unit kamera yang dipasang pada persimpanganpersimpangan jalan. “Untuk tahun ini pemasangan akan ditambah pada 79 titik. Dengan jumlah kamera CCTV sebanyak 100 unit. Untuk sementara pemasangan kamera pemantau memang kita pusatkan di Kuta,” tegasnya. Jaringan CCTV tersebut, kata dia akan terkoneksi dengan pihak kepolisian. Pemasangan CCTV ini diharapkan semakin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Kuta. z Parwata


Renovasi Meru Tumpang Sebelas di Pura Hulun Danu Batur PANGEMPON Pura Hulun Danu Batur Songan, Kintamani akan melakukan renovasi total palinggih Meru Tumpang Sebelas yang ada di utamaning mandala pura setempat. Renovasi ini diharapkan rampung menjelang piodalan Panca Wali Krama yang rencananya digelar, Oktober mendatang. Sebagai langkah awal persiapan renovasi, panglingsir (padulu) dan tokoh masyarakat dan jero mangku di Pura Hulun Danu Batur Songan telah melakukan parum (pertemuan). Menurut Perbekel Songan B Jero Lanang, S.E., renovasi meru tumpang sebelas sebagai linggih Ida Batari Dewi Danu – sumber amerta jagat - tahun ini akan dilakukan secara total. Pemugaran akan diawali dengan matur piuning. ‘’Kami sebagai krama pangempon berharap dukungan umat Hindu untuk merampungkan renovasi meru ini sebelum piodalan Panca Wali Krama. Partisipasi pemerintah dan komponen masyarakat sangat kami harapkan,’’ ujarnya. Dijelaskannya, sesuai perhitungan dewasa dan waktu, Karya Panca Wali Krama dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Tahun ini akan dilakukan Okteber mendatang. Rangkain karya akan dipublikasikan secara terbuka kepada umat, sehingga penyelenggaraan karya tahun ini bisa dikelola umat Hindu secara kolektif. Untuk itulah, kami warga 33 banjar dinas di Songan berharap bisa merampungkan renovasi meru tumpang sebalas ini sesuai rencana. Dijelaskanya, meru tumpang sebelas ini sempat direnovasi sekitar 40 tahun lalu. Kini kondisinya sudah lapuk dan sejumlah kayunya sudah lepas. Bahkan atap meru dari ijuk sudah sangat tipis. Umat yang hendak berpartisipasi mendukung pemugaran meru ini bisa menyalurkan bantuannya ke rekening BCA Cabang Denpasar No. 040-3966000 atas nama Dompet Punia Pura Bali Post. Dana punia juga bisa langsung disalurkan ke Bali Post Jalan Kepundung 67A Denpasar. ‘’Sebagai pangemong, kami sangat berharap partisipasi umat bisa memperlancar proses renovasi,’’ jelasnya. z Dira Arsana

Palinggih meru tumpang sebelas linggih Ida Batari Dewi Danu di utamaning mandala Pura Hulun Danu Batur Songan.

Meru/F/Wed

1 - 7 Februari 2016

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

TRY OUT - Menjadi program rutin tahunan, SMP Dharma Wiweka Denpasar, Minggu (17/1), menggelar try out kelas VI Sekolah Dasar (SD). Di luar dugaan, pesertanya sekitar 1.060 siswa yang berasal dari 19 SD di Denpasar. Roh dari kegiatan tersebut adalah pemberdayaan kebersamaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. â&#x20AC;&#x153;Dengan kebersamaan tersebut, sekolah swasta seperti SMP Dharma Wiweka sangat berperan dalam memajukan pendidikan,â&#x20AC;? ucap Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. di sela-sela kegiatan try out tersebut. Di balik itu, tambah Mariana, jelas yang amat mendasar dan utama yakni untuk menghadapi persaingan. Nampak dalam foto Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana (paling kanan) bersama pengurus Yayasan Dharma Wiweka di sela-sela kegiatan try out.

KUNKER - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Kamis (14/1), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jembrana. Kedatangan MenPAN-RB yang melintasi Pelabuhan Gilimanuk disambut Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakilnya I Made Kembang Hartawan, termasuk Kapolres Jembrana AKBP Joni Widodo, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Sansan Iskandar, dan Kajari Negara Anton Delianto. Di Pemkab Jembrana, Menteri Yuddy bertatap muka dengan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab. Dalam pengarahannya Menteri memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jembrana yang mencapai nilai memuaskan dan boleh dibilang berprestasi.

MBP/ist

MBP/ist

KELOLA - Program Pascasarjana Undiknas kini mengelola tiga program studi. Dua telah meraih akreditasi A yakni Prodi Magister Manajemen (MM) dan Prodi Magister Administrasi Publik (MAP). Sedangkan Prodi Magister Ilmu Hukum kali ini memasuki angkatan pertama. Sejak meraih akreditasi A, jumlah mahasiswa baru PPS Undiknas tahun ini naik tajam. Prodi MM untuk angkatan ke-44 menerima 45 mahasiswa (dua kelas), MAP pada angkatan ke-26 menerima enam mahasiswa dan Magister Ilmu Hukum untuk angkatan pertama menerima 10 mahasiswa. Welcome student dan kuliah perdana mahasiswa baru dilakukan Direktur PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA., Jumat (15/1) malam. Wakil Direktur Dr. AAN Eddy Suryadinata Gorda, S.E., M.M. mengatakan mereka ditargetkan paling cepat menyelesaikan studi dalam waktu kuliah 16 bulan dengan beban 48 SKS. Mahasiswa MM aktif saat ini mencapai 314 orang dan MAP sebanyak 86 orang.

40

1 - 7 Februari 2016

APRESIASI - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengapresiasai pelayanan publik yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 28 produk layanan, Pemkab Badung termasuk dalam zona kuning dengan predikat kepatuhan sedang. Penghargaan tersebut diserahkan Kepala ORI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab kepada Penjabat Bupati (PJ) Badung, I Nyoman Harry Yudha Saka, di ruang setempat, Kamis (14/1). Harry Yudha Saka, didampingi oleh Asisten I, IB Yoga Segara, Asisten III IGN Oka Darmawan, Inspektur Putu Suryaniti, Kabag Keuangan Kt Gd Suyasa, Kabag Hukum Komang Budi Argawa dan Kabag Humas, A.A. Gede Raka Yuda. Pejabat asal Buleleng ini mengatakan, pemerintah menyambut baik kunjungan ORI Provinsi Bali di Badung.


MBP/ist MBP/ist

INISIATIF - Belum tuntasnya sejumlah masalah di Kabupaten Gianyar yang mencuat pada 2015 membuat Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III turun tangan. Hal ini terekam saat anggota Komite III DPD-RI yang membidangi kesra hadir di Kantor Mapolres Gianyar. Disambut oleh AKBP Rahman (Kapolres Gianyar), Bupati Gianyar dan Asisten I Pemkab Gianyar beserta jajaran, Shri Gusti Wedakarna langsung berinisiatif menyelesaikan sejumlah permasalahan terkait dengan hukum dan kesra. Di antaranya tindak lanjut penodaan simbol Hindu pada perkawinan sejenis di Sayan Ubud, kasus LC Subak Getas, kasus gugatan hukum Puri Tampaksiring dan Istana Kepresidenan RI di Tampaksiring dan sejumlah kasus domestik lainnya.

MELASPAS - Warga Banjar Pakraman Pemeregan, Denpasar, pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wariga (16/1) sejak pagi dini hari serentak mengenakan pakaian adat ke pura bernuansa putih. Sebab, warga sedang melaksanakan prosesi upacara melaspas, macaru, nubung padagingan lan pujawali ring Parhyangan Ratu Gede Bhagawan Penyarikan Bale Banjar Pemeregan. Upacara ini dihadiri dan disaksikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar IGN Bagus Mataram. Pada kesempatan tersebut, Sekda Rai Iswara sekaligus nubung padagingan serta ngaturang punia. Hadir juga dalam kesempatan itu Camat Denpasar Barat I.B. Joni Ariwibawa serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Nampak dalam foto Sekda Rai Iswara nubung pedagingan serta ngaturang punia pada upacara melaspas, macaru, nubung padagingan lan pujawali ring Parhyangan Ratu Gede Bhagawan Penyarikan Bale Banjar Pemeregan.

MBP/ist

TAMU ISTIMEWA - Klinik Sadajiwa yang berlokasi di Banjar Pasekan, Desa Sembung, Mengwi, Badung, belum lama ini kedatangan tamu istimewa dari Jepang. Mereka adalah delapan orang dari Medical Management Planning Group (MMPG) yang berpusat di Tokyo. MMPG ingin melihat langsung klinik lantaran terkesan dengan presentasi Founder dan CEO Klinik Sadajiwa dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. pada acara Longstay and Migration Fair di Jepang. â&#x20AC;&#x153;Mereka melihat secara langsung kondisi di Sadajiwa mulai dari program yang ada kemudian fasilitasnya. Terutama program interaksi sosial dengan masyarakat dan program spiritual karena itu yang dianggap kelebihan daripada Bali ini,â&#x20AC;? ujar Wiryana Patra Jaya, Kamis (14/1). Nampak dalam foto Founder dan CEO Klinik Sadajiwa dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. saat menerima kunjungan Medical Management Planning Group (MMPG) yang berpusat di Tokyo, Jepang.

MBP/ist

SANTUNAN - Begitu mendapat laporan dari Kadis Sosial bahwa ada permohonan bantuan biaya operasi patah tulang dari pasangan suami-istri miskin yang tak ditanggung JKBM dari Tianyar, Kubu, Karangasem, Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda turun langsung menjenguk dan memberikan santunan uang Rp 10 juta untuk Komang Dewi Alias Putri (5). Anak dari pasangan suami-istri Nengah Wage (43) - Made Suwati (47) itu tengah dirawat di Ruang Angsoka 302 RSUP Sanglah, Jumat (15/1). Santunan itu dimaksudkan meringankan beban derita keluarga kurang mampu itu. Putri membutuhkan biaya operasi karena mengalami patah tulang paha kanannya. Penyerahan santunan oleh Pj Bupati didampingi Kadis Sosial Karangasem I Made Sosiawan dan Kabag Humas Protokol I Made Supartha. Nengah Wage menerima dengan haru. 1 - 7 Februari 2016

41


LIFESTYLE

Pesona â&#x20AC;?Colorfullâ&#x20AC;? Gaya Bali

M

engangumi pesona keindahan budaya Bali, khususnya busana adat Bali dengan corak dan k e r agamannya. Ada kain songket

dengan aneka motif dipadukan kain prada yang sengaja dirancang begitu menawan. Untuk busana Bali pria, seperti destar (ikat kepala), kain wastra (kamen), saput, kemeja dan jas. Begitu juga busana untuk perempuannya, yang dimulai dari gelung (sanggul), kain wastra, kebaya yang menonjolkan keaggunan perempuan Bali, obi dan dilengkapi beragam ornamen perhiasan yang cantik dan keren. Gaya ini cocok juga untuk kepentingan acara pemotretan atau acara pagelaran fashion berpasangan. Untuk keseluruhan penampilan Jegeg Bagus Bali Tahun 2015 ini, tim fashion dari Tu t D e We d d i n g sengaja memilihkan rancangan yang colorfull, untuk menunjang keindahannya, tanpa menghilangkan unsur dari busana adat tradisional Bali dengan cita rasa budayanya. Penampilan keseluruhan pun semakin memesona dengan tata rias yang dioleskan oleh Tut De. z Sri Ardhini

42

1 - 7 Februari 2016


Hageng Pribadi

Dari Bartender ke Barista MENJADI barista dan menekuni dunia kopi tidak pernah dibayangkan Hageng Pribadi. Pria yang akrab disapa Hagi ini awalnya bekerja sebagai bartender. Namun, komplain dari sang ibu karena Hagi sering pulang pagi, membuat ia banting stir menjadi barista. Ternyata ia menemukan passion di dunia kopi. Prestasinya pun lumayan. Ia menjadi juara I Cup Taster yang diadakan Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) di ajang Indonesia “Cup Taster Championship” (ICTC) 2015. Sebagai juara I, Hagi berhak mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2016 di Shanghai, Tiongkok. “Saya lulus kuliah di Akademi Pariwisata Patria Wisata, Jakarta tahun 2004. Setelah lulus, kerja jadi bartender. Biasanya kerja sore, pulang pagi. Ibu saya komplin, kok kerjanya kayak gini. Pulang-pulang bau alkohol. Saya pun mikir, apa ya pekerjaan yang cocok. Akhirnya mencoba jadi barista,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 8 Juni 1983 ini. Perubahan dari bartender ke barista ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hagi yang biasa pulang pagi dan tidur sampai siang, sering terlambat masuk ke tempat kerja di Caswells, Jakarta. Dari tiga calon barista, ia paling sering terlambat. Hukumannya, disuruh mencoba espresso. Minum espresso berkalikali membuat putra pasangan Dampit Wijaya-Lusy Widyastuti ini jatuh cinta kepada kopi. Pria yang hobi main musik ini mulai menemukan hasrat pada kopi. Dulu ia minum kopi campur susu dan tahunya hanya minum saja. Tetapi, sejak kena hukuman itu, Hagi mulai mencari referensi apa saja kandungan dalam kopi. Artikel dari berbagai media termasuk internet ia baca untuk menambah pengetahuannya. “Tiap Selasa dan Jumat pagi ada tes cupping (uji citarasa). Para calon barista dites untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka. Pernah suatu ketika, saya diajak teman pergi sampai malam padahal

besok paginya tes. Saat tes, saya degdegan karena takut salah. Kami disuruh mengetes single origin. Tidak boleh salah. Dua jam yang sangat menyiksa. Saya pun mulai mengubah mindset dan mendalami kopi. Ada karakter spesial yang saya temukan dalam kopi,” kenangnya. Tahun 2012, Hagi liburan ke Bali. Ia punya saudara yang tinggal di Bali. Makin lama uangnya makin menipis.

Ia pun melamar di Anomali Cafe, Seminyak. Kemampuannya sebagai barista menjadi modal untuk melamar di Anomali. Hagi pun diterima. Mulailah ja berkarier sebagai barista di kafe yang punya tagline Kopi Asli Indonesia ini. Pengetahuannya tentang kopi terus meningkat. Suami Asni Yuniati dan ayah dari Gabriel Jaden Pribadi ini makin paham tiap single origin memiliki karakter yang berbeda. Indonesia memiliki banyak potensi. Di Bali sendiri ada kopi Kintamani yang memiliki kualitas paling bagus. Kecintaan Hagi kepada kopi membuatnya mendapat kesempatan ikut Q-grader class yang diadakan Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Jakarta tahun 2014. Ia pun memiliki sertifikat QGrader. Sertifikat ini diberikan kepada barista yang sudah lulus uji citarasa kopi arabika. “Saat merasakan kopi, ada kolaborasi antara hidung sebagai indra penciuman dan lidah sebagai indra pengecap. Kolaborasi inilah yang saya gunakan ketika menilai citarasa kopi. Selain itu, harus konsentrasi. Jangan sampai pikiran mempengaruhi rasa,” ujarnya. Kemampuan Hagi untuk menguji citarasa kopi ini dites di ajang Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) 2015 yang diselenggarakan ISCA. Di tingkat Provinsi Bali, kejuaraan dilaksanakan Mei 2015 di Nusa Dua. Hagi menjadi juara II. Peserta yang dikirim ke Jakarta adalah juara 1 dan 2. Minum kopi baginya sangat spesial. Sensasi after taste yang ia rasakan paling mengesankan. Setelah selesai minum kopi, ada rasa yang tertinggal di mulut, bisa berupa rasa senang ataupun rasa sedih. Karena itulah ia paham bahwa kebiasaan minum kopi bukan hanya sekadar lifestyle atau ikut-ikutan tetapi harus dinikmati. z Ngurah Budi

1 - 7 Februari 2016

43


AKTIVITAS

MBP/ist

MURI - Museum Rekor Indonesia (MURI) hampir setahun yang lalu tepatnya Jumat, 10 April 2015 telah meresmikan Lingga Siwa Mahadewa tertinggi di dunia (setinggi 6 meter) dan ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia. Lingga Siwa Mahadewa tersebut berada pada areal Purohita Pura di Desa Unggahan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng, Bali. Tugu yang menjulang tinggi merupakan lambang laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif serta melambangkan pagi hari. Di bagian lain di Purohita Pura terdapat pelataran Goa Hiranya Garbha (rahim emas) sebagai Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin serta melambangkan malam hari. Lingga dan Yoni melambangkan kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi dari masa prasejarah.

MBP/ist

SEMINAR - MKKS Kota Denpasar mengadakan seminar bedah SKL UN TP 2015/2016 berkerja sama dengan Penerbit Duta dan Ganesha Operation, Minggu (17/1) lalu. Seminar yang bertempat di LPMP Provinsi Bali tersebut, diikuti lebih dari 200 guru mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris se-Kota Denpasar. Tampil sebagai narasumber per mata pelajaran yang juga pakar pendidikan dari DKI Jakarta yang diketuai Dr. Sri Sulastri, M.M. Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Denpasar Made Raka, S.E., M.Si., Ak., mengatakan menuju UN berintegritas, bukan hanya siswa yang harus bersiap, guru pun harus mengembangkan kemampuannya. Menurut Made Raka, kegiatan MKKS SMP Kota Denpasar yang berkerjasama dengan Penerbit Duta & GO merupakan terobosan yang luar biasa. Raka pun mengapresiasi semua komponen masyarakat yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

MBP/ist

MBP/ist

KERJA SAMA - Sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemprov Bali, STIKI Indonesia berkomitmen menjalankan setiap langkah kerja sama dengan inovasi yang berbasis pada teknologi informatika. Sistem dan pengembangan media informasi berbasis pada web mulai digalakkan dan dikembangkan oleh Pemprov Bali dalam menjamin langkah-langkah setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menginformasikan setiap kegiatan yang dilakukan untuk diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen Pemprov Bali untuk melayani masyarakat di setiap sendi-sendi pemerintahan yang ada. Nampak dalam foto Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik I Komang Mustika, S.Sos., M.Si. bersama I Dewa Made Baskara Joni, M.Kom, (LPPM STIKI) dalam acara pelatihan SKPD tentang peningkatan kompetensi teknis di Bapeda Bali.

44

1 - 7 Februari 2016

MERIAH - Gebyar Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Pakraman Sukahet, Sidemen, Karangasem, digelar Minggu (17/1), dalam acara yang meriah. Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nengah Mendra, S.E. menyampaikan, LPD itu sudah masuk LPD papan atas di Karangasem. Gebyar kemarin dirangkaikan dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus LPD tahun buku 2015 serta pengundian hadiah periode VI. Hadiah utama sebuah sepeda motor scoopy diraih nasabah Jero Mangku Pande Buda dari Banjar Sukahet, sementara mesin cuci diraih Ida Pedanda Gde Purwa Gotama dari Geria Wanasari. Juga diundi berbagai hadiah hiburan lainnya seperti sepeda gunung, springbed serta sejumlah kompor gas. Gebyar LPD dimeriahkan penyanyi desa setempat, juga AA Raka Sidan, pelawak Sengap dkk serta Gek Diah 3G.


HIBURAN

Emoni Bali mengedepankan kolaborasi musik modern dengan musik etnik atau tradisional. Grup band ini mencari konsep musik, mulai dari eksplorasi gender, suling dan akhirnya berjodoh menggunakan rindik.

Emoni Bali Bangkitkan ’’Gending Rare’’

E

moni Bali adalah grup band yang mengedepankan kolaborasi musik modern dan musik etnik atau tradisional (rindik). Terbentuk secara resmi pada 11 Januari 2011, Emoni sudah menelorkan dua album. Album pertama “Harmoni Nada Cinta” dengan 4 lagu berbahasa Indonesia dan album kedua bertema “Gending Rare”. Personel terdiri dari Gung De (vokal+gitar), Gung BJ (vokal+kajon), Eka (gitar), Gus Yogi (bass), Deny dan Gung Wah (suling), Dony dan Gung Edi (rindik). Setelah terbentuk, hampir enam bulan grup band ini mencari konsep musik, mulai dari eksplorasi gender, suling dan akhirnya berjodoh menggunakan rindik. “Perjalanan karier kami dimulai dari menjadi sekaa gong di Fakultas Teknik Unud, kemudian membuat beberapa musik kolaborasi dengan teman-teman band pop dan akhirnya memberanikan diri berdiri sendiri dengan nama Emoni (Ethnic Harmony Bali),” jelas Gung De.

Dengan peluncuran album kedua yang bertemakan “Gending Rare”, Emoni Bali membangkitkan kembali gending rare dengan musik kolaborasi antara musik modern dan musik tradisional di era seperti sekarang ini. Memang, ini bukan kali pertama gending rare dibawakan penyanyi dewasa dengan balutan musik modern. Sejumlah penyanyi pop Bali pernah memasukkan gending rare ke dalam album rekaman mereka, namun hanya satu lagu sebagai penyegar. Berbeda dengan Emoni Bali, yang mengangkat delapan lagu secara utuh ke dalam satu album rekaman dengan format CD audio. Delapan lagu tersebut di antaranya ‘’Ratu Anom’’, ‘’Goak Maling’’, ‘’Meongmeong’’, ‘’Jenggot Ubat’’, ‘’Pulsinoge’’, ‘’Ketut Garing’’, ‘’Made Cenik’’ dan ‘’Mejangeran’’. Semua lagu tersebut dibawakan oleh Emoni Bali dengan nuansa dan aransemen baru yang memadukan unsur musik modern dan tradisional. Di tangan Emoni, lagu anak-anak yang banyak dikenal masyarakat Bali menjadi beda rasa.

Lagu anak-anak tersebut menjadi tidak terkesan kekanak-kanakan, tanpa kehilangan nuansanya sebagai gending rare. Bagi Emoni Bali, mengangkat gending rare ke dalam album “Ning Ning Cening” dimaksudkan agar konsep budaya lisan yang telah mengakar kuat lewat bentuk permainan dan lagu-lagu mampu didokumentasikan dengan cara berbeda untuk diterima dengan baik kepada masyarakat di masa ini. Selama lima tahun berkarya, Emoni Bali tidak hanya manggung di Bali, namun pada tahun 2012 lalu band etnik ini sudah pernah manggung di Jakarta dan di Lombok pada tahun 2013. “Pada saat ini kami sedang menyiapkan materi lagu untuk album ketiga. Single-nya berjudul ‘’Selamat Pagi’’ dan sudah dirilis pas tepat 5 tahun Emoni tanggal 11 Januari 2016 lalu dalam bentuk klip recording session,” lanjutnya. z Winata 1 - 7 Februari 2016

45


PROPERTI

Pengembang Sasar Pasar Ekspatriat

I

ndustri properti di Indonesia terutama Bali, selama dua tahun terakhir ini tampaknya mengalami kelesuan. Hal tersebut disebabkan menurunnya sektor ekonomi secara nasional dan juga global. Selain itu, daya beli masyarakat juga rendah sehingga serapan produksi pengembang ikut menurun. Di sisi lain, persedian pengemban cukup banyak karena sebelumnya tren kenaikan properti di Bali cukup bagus. Bahkan, tren kenaikan itu terus terjadi setiap bulannya. â&#x20AC;&#x153;Kondisi tren yang terus menanjak memberikan efek ikut-ikutan di masyarakat, dimana sangat banyak pemain amatir yang ikut turun ke pasar properti dengan modal nekat. Termasuk pedagang warung nasi ikut jadi pengembang properti,â&#x20AC;? kata praktisi properti Johm Sadewa. Hal ini, lanjut John, menyebabkan pengembang resmi yang bernaung di bawah REI dan APERSI terkena imbas. Pasalnya, tiba-tiba stok hunian banyak dan tidak terkontrol karena banyak pelaku amatir serta gelap ikut melakukan kegiatan properti. Meski kini sudah mulai sedikit merangkak QDLN WDSL EHOXP EHUGDPSDN VLJQLLÂżNDQ GL sektor property. Hal ini menyebabkan angka penjualan rendah dan berakibat langsung pada operasional perusahaan. Di sisi lain, likuidasi sangat ketat. Ditambah bunga bank yang masih tinggi, menyebabkan pelaku properti mengalami kesulitan. Baik itu pengembang resmi maupun pengembang amatir, mengalami hal

46

1 - 7 Februari 2016

yang sama. â&#x20AC;&#x153;Tahun 2016 ini perlu disikapi dengan hati-hati oleh pengembang karena PHUXSDNDQ IDVH NULWLV UHVHVL VHEHOXP JUDÂżN naik kembali yang masih membutuhkan waktu 6 bulan atau bahkan sampai akhir tahun,â&#x20AC;? tegasnya. Para pengembang perlu menerapkan strategi-strategi jitunya agar bisa tetap eksis dan bertahan, baik di sisi perencanaan, produksi dan marketingnya. Pada saat pasar lokal dan domestik masih belum pulih, peluang yang bisa digarap yaitu pasar ekspatriat dan Eropa. Pengembang mestinya bisa mengakses pasar Eropa karena merupakan peluang yang bagus, mengingat nilai tukar rupiah dengan mata uang Eropa. Terlebih lagi, dengan telah dibukanya pasar Masyarakat Ekonomi Asean. Ini merupakan peluang di tengah lesunya pemasaran local. â&#x20AC;&#x153;Nilai rupiah rendah terhadap dolar dan Euro menyebabkan harga properti di Bali terkesan murah dan sangat terjangkau oleh daya beli mereka. Namun, lagi-lagi soal kepemilikan asing masih jadi hambatan yang perlu dicarikan solusi. Salah satunya misalnya dengan menjalin kerja sama dengan PMA (penanaman modal asing) sehingga tidak melanggar undang-undang,â&#x20AC;? ungkap John. Khusus untuk properti di Bali, lanjutnya, mengalami kendala tersendiri karena faktor mahalnya harga tanah sebagai bahan baku pokok industri ini. Program sejuta rumah, bantuan subsidi uang muka dan FLPP, tidak bisa diterapkan di Bali. Masyarakat kelas

menengah yang ingin memiliki properti harus siap membeli properti yang berada jauh dari pusat kota dan industri yang harganya masih terjangkau. Namun, harus tetap perlu waspada membeli property. Sebaiknya hanya kepada perusahaan properti resmi untuk menghindari masalah di kemudian KDUL .HMHODVDQ VHUWLÂżNDW SHUXQWXNDQ ODKDQ dan hal lain yang berkaitan dengan properti itu sendiri, mesti mendapat perhatian. Sementara itu, pengurus DPD REI Bali I Gede Suardita menegaskan, tahun ini diprediksi situasinya sama dengan tahun lalu. Justru, regulasi pemerintah dan perbankan sekarang semakin ketat dan sepertinya kurang pro pengusaha properti. â&#x20AC;&#x153;Yang jelas, pengusaha properti bisa bertahan tahun ini hasil seleksi alam. Tahun ini, kualitas dan komitmennya lebih bisa dipertanggungjawabkan,â&#x20AC;? ucapnya. Oleh karena itu, kata Suardita, paling tidak pengembang bisa bertahan dulu dan menggarap proyek yang ada. Untuk ekspansi, ia menyarankan jangan dulu, kecuali yang digarap rumah murah yang harganya Rp 500 juta ke bawah. â&#x20AC;&#x153;Kebutuhan rumah sangat banyak, tapi dengan harga sekarang, kebanyakan masyarakat tidak bisa beli. Jika proses kredit rumah tidak dipermudah maka warga yang ingin memiliki rumah sebatas angan-angan saja, karena harga rumah kian tak terkejar oleh kemampuan konsumen,â&#x20AC;? tegas Suardita. z Kertanegara


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

GEBRAKAN - DPRD Karangasem mengawali tahun ini dengan sejumlah kegiatan dan gebrakan. Komisi I DPRD Karangasem diketuai Komang Sudanta mendatangi Bagian Organisasi Setdakab Karangasem belum lama ini, guna menanyakan kenapa Rumah Sakit Pratama (RSP) di Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, belum juga dioperasikan. Padahal, kata Sudanta sudah lama warga di kecamatan tandus itu menanti sebuah rumah sakit, guna meringankan beban dari segi jarak dan biaya jika ada warga setempat yang jatuh sakit. Gedung RSP lengkap dengan rumah dinas dokter sudah dibangun dua tahun lalu dengan anggaran lebih dari Rp 15 miliar. Nampak dalam foto Ketua Pansus I Wayan Tama dan anggota melobi Asisten I Sekda Ketut Wage Saputra usai rapat Pansus.

SEMINAR - Serangkaian HUT ke-63 Yayasan Dwijendra Denpasar, Civitas Akademika Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar menggelar Seminar â&#x20AC;&#x153;Hukum Agraria: Tanah untuk Kesejahteraan Rakyatâ&#x20AC;?. Seminar menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala BPN-RI Ferry Mursyidan Baldan. Saat itu Menteri disambut Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya beserta pengurus dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikati, S.H., M.Hum. beserta wakil rektor di Gedung Sadhu Gocara, Jumat (15/1). Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya mengacungkan jempol kepada Undwi Denpasar yang selama setahun berhasil mendatangkan dua menteri ke Undwi. Kedatangan Menteri Agraria bicara soal pertanahan juga untuk meningkatkan iklim akademik kampus, sekaligus bukti peran serta kampus menyelesaikan masalah bangsa. Nampak dalam foto Rektor Putu Dyatmikwati menyerahkan buku hasil karyanya kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

MBP/ist

DUKUNGAN - Sudah rahasia umum bahwa pascabom Jakarta, Bali kembali menjadi target teroris Islamic State (IS/ISIS). Bali sebagai pulau pariwisata, ternyata terus menjadi target sekelompok fundamentalis agama yang ingin mendirikan kekhalifaan Indonesia. Maka dari itu manunggalnya TNI, Polri dan rakyat harus menjadi modal dasar melawan segala bentuk gerakan anti Pancasila di tanah air. Sebagai wujud dukungan pada TNI dalam mengamankan ideologi Pancasila, maka Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyempatkan diri berkomunikasi dengan Mayjen Setyo Sularso, Panglima Kodam IX/Udayana, dan jajarannya di Markas Kodam. Kehadiran Senator termuda dari Bali ini juga untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat khususnya hubungan sipil dan militer terutama dalam kehidupan toleransi.

MBP/ist

TENANG - Pasca-aksi keji kelompok teroris yang melakukan aksi pengeboman di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, warga di Pulau Bali diharapkan tetap tenang, hati-hati dan waspada. Selain itu, warga Bali juga diminta tetap beraktivitas seperti biasa, namun mengurangi keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, terutama hindari ikut-ikutan dalam aksi demo agar terhindar dari marabahaya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Denpasar Made Muliawan Arya, Jumat (15/1). Pria berbadan kekar yang dikenal murah senyum itu juga meminta seluruh warga Bali menghindari tempat-tempat keramaian ataupun terlibat dalam aksi pengerahan massa.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 1 - 7 Februari 2016

47


TRADISI

MBP/gik

Teruna Adat saat bersama-sama menebas sapi yang dilepas dari Pura Patokan.

Di Desa Adat Asak

Jaga Keseimbangan Alam Melalui ’’Usaba Kaulu’’ TRADISI ritual yang diwariskan leluhur, hingga kini tetap lestari di sejumlah desa di Bali. Demikian halnya di Desa Adat Asak, Pertima, Karangasem. Salah satu desa tua di Karangasem ini memiliki tradisi yang tetap terjaga dan dilestarikan yaitu Usaba Kaulu. Seperti saat Usaba Kaulu, Kamis (14/1) lalu, teruna adat setempat menggelar tradisi ritual pacaruan agung dengan sarana caru berupa seekor sapi. Pelaksanaan ritual itu selain unik, juga cukup menegangkan. Pasalnya, setelah diupacarai, sapi itu dilepas kemudian dikejar lalu ditebas seluruh sinoman teruna adat. Di sepanjang jalan desa adat, berdiri batang pohon pisang terbalik, lengkap dengan hiasan reringgitan, lamak memanjang dan banten pajegan. Bendesa Adat Asak Jero Dukuh Ketut Suta menyampaikan, ritual ini murni dilaksanakan sepenuhnya oleh teruna adat. Persiapan ritual sudah dilakukan sejak dua minggu sebelum acara puncak dengan mempersiapkan sarana caru berupa sapi jantan. Sapi itu lantas diserahkan kepada panyarikan teruna dan ditempatkan di areal Pura Patokan Truna dan setiap hari dimandikan di Beji Yeh Inem. Setiap malam, sapi itu dijaga oleh sinoman teruna (makemit). Tiba saat puncak ritual, pinanggal ping 6 Sasih Kaulu nuju Beteng, sapi yang

48

1 - 7 Februari 2016

dijadikan sarana caru ini dihias memakai wastra putih kuning. Di dahi matorek pamor lambang Suastika. Sebelum puncak ritual berlangsung, sapi itu diupacarai. Demikian juga seluruh sinoman teruna adat melakukan persembahyangan. “Sebelum puncak ritual panyarikan teruna mengumumkan aturan main nyepegin sapi. Kalau nyepegin di depan banjar adat, teruna dikenakan denda Rp 250 ribu. Kalau sudah di palemahan desa adat denda Rp 150 ribu,” kata bendesa. Sapi ini lantas diarak mengelilingi Pura Patokan berbentuk palinggih kecil di areal Banjar Adat Kanginan. Palinggih ini dilambangkan sebagai lingga Dewa Siwa. “Tebasan pertama diberikan kesempatan kepada teruna yang paling kelih, sebagai tanda mingetin sapi,” kata Wayan Segara, Prajuru Baga Parhyangan Desa Asak Asak. Setelah itu, barulah sapi itu dilepas keluar Pura Patokan. Seluruh sinoman teruna berupaya menebasnya agar jatuh. Sapi dalam keadaan terluka terus dikejar keliling desa. Darah yang tercecer di areal desa adat itulah dimaksudkan sebagai pertanda pacaruan agung telah dilaksanakan. Di mana pun nantinya sapi itu mati, dipercaya akan membawa kesuburan dan berkah. Pada proses ini, teruna adat paling dilarang menebas bagian ekor dan kepala

sapi. Karena kalau ekor sapi terpotong, maka sapi itu dinilai sudah cacat. Teruna adat yang berani melakukannya akan dikenakan sanksi ganti rugi, seharga sapi itu. Pada pelaksanaannya kali ini, sapi sudah “menyerah” masih di areal desa, tepat di depan rumah warga di sebelah barat pusat desa. Di tempat itu juga sapi ini dipotongpotong dan dibawa ke Pura Patokan. Prosesi selesai, warga setempat mulai melaksanakan persembahyangan di sejumlah pura setempat. Bendesa Asak menambahkan, prosesi selanjutnya akan dilanjutkan keesokan harinya. Warga setempat menyebutnya dengan istilah wewayonan, di mana seluruh sinoman teruna adat, deha dan perangkat desa adat mengolah daging sapi itu menjadi sarana upacara dan sisanya untuk magibung bersama. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan nyomia bhuta kala agar tercipta keseimbangan alam di Desa Adat Asak pada khususnya dan jagat Bali pada umumnya. Arah lari sapi ini pun mempunyai makna tersendiri. Bila lari ke arah timur, pertanda kesuburan dan kemakmuran, selatan tanda kebijaksanaan, timur cahaya terang terhindar dari segala bahaya dan ke arah barat pertanda buruk, berupa kegelapan. zBagiarta


Mandiri dan Jujur PELAKSANAAN Usaba Kaulu dibebankan langsung kepada teruna adat. Dengan demikian, desa adat ingin melatih warga menjadi mandiri sejak dini atau teruna. Bahkan, di saat bersamaan teruna adat juga diajarkan bertindak jujur. Teruna adat di Desa Adat Asak berjumlah 110 orang. Mereka semua adalah para remaja yang belum menikah. Lebih dari 80 persen di antaranya tinggal merantau keluar desa ikut orangtua maupun bekerja. Dari jumlah itu, ada enam klian dan satu panyarikan. Mereka yang bertindak sebagai klian, antara lain I Nyoman Udi Antara, I Nengah Suadika, I Nyoman Wira Atmaja, Ketut Udi Antara, I Wayan Wendra, dan Kadek Agus Heriawan. Sedangkan sebagai panyarikan I Gede Mahaputra. Masing-masing klian punya peran berbeda-beda. Salah satu Klian Teruna Adat Kadek

Agus Heriawan ditemui usai ritual pacaruan agung mengatakan, saat mempersiapkan ritual Usaba Kaulu, mereka membeli sapi seharga Rp 16,7 juta dengan kas teruna adat. Kas teruna adat ini diperoleh dari bakat-bakatan (denda) teruna adat dan hasil mengolah lahan pelaba pura seluas lima hektar dari sekitar 70 hektar lahan di Desa Adat Asak. Dari uang yang terkumpul inilah dipakai membiayai pelaksanaan usaba. â&#x20AC;&#x153;Jadi, sejak masuk teruna adat kita sudah diajarkan mandiri. Sehingga setelah beranjak dewasa (menikah) tidak lagi menyusahkan orangtua,â&#x20AC;? katanya. Demikian juga saat wewayonan (sehari setelah puncak ritual), usai menyelesaikan tugas mengolah daging sapi itu, seluruh teruna adat meketis (matirta) khusus saat melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Patokan. Saat maketis itu, teruna

adat harus berkata jujur, ketika ditanya apakah ikut menebas sapi saat ritual berlangsung atau tidak. Sebab, teruna yang ikut menebas dikenakan denda Rp 150 ribu. Pada kesempatan itu, tidak ada satu pun teruna adat yang berani berbohong. Karena bila berbohong, mereka percaya teruna adat yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi secara niskala dari leluhur di Desa Adat Asak. Jujur dan mandiri menjadi dua aspek yang harus ditanamkan sejak dini, karena keduanya akan membuat masa tua nantinya menjadi lebih mudah dijalani. Penanaman dua aspek ini pula yang membuat teruna adat di Desa Asak berbakti kepada orangtua dan jarang terlibat masalah ketika memutuskan merantau ke luar kota mencari pekerjaan berbaur dengan krama Bali lainnya. z Bagiarta

MBP/gik

Teruna Adat sembahyang bersama sebelum melaksanakan puncak ritual pacaruan agung.

1 - 7 Februari 2016

49


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

DHARMA WACANA - Pada Jumat (15/1) lalu, pelataran Desa Pakraman Banjar Glogor, Pemecutan, Denpasar tampak ramai dipadati para krama banjar. Para krama banjar berkumpul hendak menyimak dharma wacana yang dibawakan oleh Ida Pedanda Gede Giri Dwija Guna. Dharma wacana ini diadakan serangkaian perayaan Tumpek Uduh yang diperingati Sabtu (16/1). Dharma wacana ini digelar dengan mengusung tema ‘’Implementasi Yadnya dalam Memahami Ajaran Tri Hita Karana dalam Kaitannya dengan Tumpek Uduh’’. Dharma wacana ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan BPR Lestari Mebanjar bekerja sama dengan banjar atau desa adat untuk meningkatkan pemahaman krama banjar terhadap ajaran agama Hindu.

BAKTI SOSIAL - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti Denpasar menggelar bakti sosial bersih pantai dan penanaman pohon di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Sabtu (16/1). Bakti sosial itu diikuti sejumlah pimpinan kampus serta ratusan mahasiwa dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Bisnis. Para pimpinan kampus yang tampak hadir di antaranya Pembantu Ketua I M. Noor, S.Sos., M.Si., Pembantu Ketua III Drs. I Gede Putu Yasa, M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Drs. I Made Yunita, M.AP. dan Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis I Wayan Sugiartana, S.T., M.M. Terkait penanaman pohon, Stispol Wira Bhakti bekerja sama dengan Gerakan Kembali ke Desa Provinsi Bali yang menyumbang 200 pohon cemara laut dan waru laut untuk ditanam di Pantai Mertasari.

MBP/ist

DIES NATALIS - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., diwakili Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, mengatakan Undiksha Singaraja memiliki potensi dan berkomitmen kuat mencetak lulusan yang berperan dalam pembangunan Nasional, khususnya pendidikan di Bali Utara. Sejumlah undangan hadir diantaranya, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo, Kepala PN Singaraja Saifudin Zuhri, S.H., M.Hum., Ketua Panitia Dies Natalis Undiksha XXIII I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par., Humas Undiksha Agus Supradnyan, dosen di lingkup Undiksha dan Muspida Pemkab Buleleng.

50

1 - 7 Februari 2016

MBP/ist

TRADISI - Sudah menjadi tradisi setiap tahun mahasiswa FE Unmas Denpasar memberi penguatan sofskill dan kompetensi jiwa kewirausahaan dengan menggelar Business Day. Business Day, Sabtu (16/1), dibuka Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., didampingi Dekan FE Unmas Dr.I Wayan Sujana, M.M. Menu yang dihadirkan benar-benar dibuat mandiri oleh mahasiswa. Ada yang ngebet sate, buat jajan dan sebagainya. Suasananya pun seperti peken atau pasar tradisional, di mana lokasi busisness day juga padat lalu lintasnya. Hal itu dibenarkan Ketua Panitia Business Day yang juga WD III FE Unmas Ni Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M., karena mahasiswa memang dihadapkan pada suasana pasar yang sebenarnya, namun sarat penguatan sofskill.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 124 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu