Skip to main content

Majalah balipost edisi 109

Page 1

109 |12 - 18 Oktober 2015

Hentikan, Merusak Bali RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI Pariwisata dan Dinamika Keseimbangan 6 BALI SEPEKAN Perkebunan Pulukan Tandus 7 LAPORAN UTAMA Naker Lokal Terpental 8

Hentikan,Merusak Bali 10 POLITIK MK Loloskan Calon Tunggal 16 Bersaing Tanpa Kompetensi 17 PENDIDIKAN Menyelamatkan Bahasa Ibu

Manusia Bali 18

MANCANEGARA Penembakan Brutal di Kampus 20 DAERAH Seluruh Usaha

Galian C Sebudi Ilegal 22

LENSA Air Terjun 26

OLAHRAGA Pelatnas Tanpa Pemain Bintang 27 LINGKUNGAN Bukit Pulaki, Incaran

Pencari Batu Akik 36

PEMERINTAHAN Bonus untuk Kemenangan

Atlet Badung di Porprov 38

TRADISI ’’Siat Tipat’’ di Padang Luwih

Ungkapan Rasa Syukur atas Panen Berlimpah 48

12 - 18 Oktober 2015

3


DARI PEMBACA

Kamus Bahasa Bali Saya mendapat telepon dari keluarga saya yang menanyakan nama katakata Bahasa Bali tentang buah yang kini sudah punah keberadaaanya. Kontan saya tidak percaya pada diri sendiri mengapa saya sampai tidak tahu nama kata-kata tersebut. Langsung saya mengambil kamus Bahasa Bali zaman Gubernur Ida Bagus Oka yang pernah gencar menerbitkan buku sastra seperti Mahabrata, Ramayana dan sebagainya. Saya kecewa karena kata-kata itu tidak ada. Karena miskinnya informasi saya apakah sekarang Pemda Bali sudah menerbitkan Kamus Bahasa Bali yang lengkap dan akurat sehingga bisa didapatkan kata-kata yang kuno dan bendanya sudah tidak ada sekarang (seperti beruk, kau, sangkal, pulu)? Sehingga, kata-kata tersebut tidak punah begitu saja. Apalagi dengan terjangan globalisasi seperti sekarang ini Bahasa Bali hanya menunggu waktu untuk disepikan. Barangkal sebuah Kamus Bahasa Bali sangat diperlukan di samping sebagai perbendaharaan kata-kata juga museum kata-kata yang sudah masuk ‘liang kubur’. Nyoman Manda Br. Teges Gianyar

Bahasa Bali Tak Mungkin Punah Saya berpendapat, BB tak akan mungkin mengalami degradasi apalagi punah. Sebagaimana kita ketahui bersama, BB tetap dan akan terus dipakai oleh warga Bali sebagai sarana komunikasi dan alat untuk menyatakan pendapat. Kalau toh sekarang ini terlihat siswa/mahasiswa kurang tertarik pada BB, itu hanya persoalan minat dan pilihan. Gejala bahwa BB tidak akan punah bisa dilihat dari penggunaannya, seperti dalam kegiatan “interaktif” di radio maupun di televisi. Pemandu acara sudah nyata-nyata menggunakan pengantar bahasa Indonesia malah pendengar/pemirsanya yang beralih menggunakan BB walau tidak sepenuhnya alias campur-campur dengan bahasa Indonesia. Hanya saja, yang perlu kita renungkan bersama, bahwa penggunaan BB tersebut janganlah hanya satu pilihan yakni BB halus bahkan super halus yang terkadang sulit dimengerti maknanya. Tampaknya kita perlu memberikan toleransi penggunaan BB yang tergolong sedang-sedang alias BB kategori madya. Dan, perlu pula dicegah agar jangan sampai generasi penerus kita doyan menggunakan BB berskala nista (bahasa kasar). Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

12 - 18 Oktober 2015

4


Rabies Makin Liar ANCAMAN rabies di Bali makin mengerikan. Kegagalan Bali merealisasikan target bebas rabies 2015 membuat korban gigitan anjing bertaruh nyawa. Kini, Bali pun nyaris ‘’darurat rabies’’. Tercatat 159 penduduk Bali telah menjadi korban rabies sejak 2008. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 78,80 persen responden menilai penanganan rabies di Bali gagal. Pemerintah pun dituding tidak tegas dalam mengimplementasikan penindakan terhadap rabies. Langkah eliminasi anjing yang dilakukan dengan biaya APBD juga tak efektif. Kuat kecenderungan birokrat masih mengedepankan administrasi pengelolaan anggaran dibandingkan melakukan langkah cepat dan efektif mencegah korban meninggal akibat gigitan anjing. Cara–cara pemerintah dalam menyediakan stok VAR juga membuktikan tidak ada pendekatan prioritas dan strategis dalam menekan korban jiwa akibat gigitan anjing. Terbatasnya stok VAR telah membuat korban gigitan anjing bertaruh nyawa. Di lain pihak, tingginya kasus

gigitan anjing di Bali juga tak membuat pemerintah melakukan langkah-langkah edukasi yang efektif terhadap masyarakat dalam memelihara anjing dan mengatasi kasus gigitan anjing. Sementara itu, 20,34 persen responden mengaku sudah melihat upaya-upaya strategis pemerintah untuk menekan rabies. Langkah eliminasi yang dilakukan juga telah menyasar daerah-daerah rawan dan dinyatakan positif terpapar rabies. Selain itu, imbauan agar masyarakat mengikat anjing peliharaannya juga telah dilakukan. Tingginya korban jiwa akibat rabies, menurut responden, tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga harus akomodatif dan melakukan pencegahan dengan tidak meliarkan anjing peliharaan. Responden juga mengakui, tingginya populasi anjing di Bali menjadi kendala tersendiri dalam menekan kasus gigitan anjing. Di sisi lain, responden menilai Perda Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies belum efektif untuk menekan kasus rabies. Sementara 0,86 persen responden tidak memberikan respons terkait hal ini. Responden kelompok ini hanya berharap pemerintah melakukan langkah-langkah

yang efektif untuk menekan rabies di Bali. Jika memungkinkan, menurut responden, stok VAR harus disiapkan di tiap puskesmas. Dengan cara ini, korban gigitan anjing dapat penanganan yang tepat. Dira Arsana

12 - 18 Oktober 2015

5

5


OPINI

Pariwisata dan Dinamika Keseimbangan LEDAKAN penduduk semu akibat kunjungan wisatawan (domestik maupun mancanengara) terhadap suatu destinasi wisata seharusnya menjadi titik berangkat aktor-aktor (terutama masyarakat lokal) untuk meningkatkan indeks kesejahteraan kumulatifnya. Dengan apa? Revolusi mental. Dengan perubahan cara berpikir masyarakat melalui jiwa entrepreneurship yang inovatif tetapi berkarakter culturaledukatif. Sehingga memungkinkan terciptanya dinamika keseimbangan antara dikotomi “Revolusi Industri” vs “Revolusi Mental”. Namun, apakah revolusi mental telah berakikat inklusif maupun eksklusif pada sektor pariwisata? Sektor yang paling tangguh dan anti-tumbang. Sektor yang terus berdinamika meski diterjang pusaran perilaku subjek-subjek bernafaskan dendam, kekerasan, bahkan kebiadaban. Data menunjukkan bahwa walaupun Mesir diguncang kegaduhan politik Arab Spring tahun 2011, orang tetap berwisata untuk mengunjungi piramida, pesona Cleopatra, termasuk rekam jejak Firaun. Dinamika konflik antara Israel dan Palestina yang bersifat interpersonal dan intrapersonal di jalur Gaza. Tetapi, pergerakan manusia tetap eksis di Yerusalem untuk wisata ziarah agama di Masjid Al-Aqsa (Muslim), Gereja Makam Kudus (Kristen) dan Tembok Ratapan (Yahudi). Dikatakan bahwa ada tensi tinggi di kawasan Asia Timur antara Korea Selatan, Cina, Taiwan dan Jepang. Faktanya, kawula muda tetap saling mengujungi satu sama lain. Bersenang-senang (leisure), memoles diri lewat operasi kecantikan (medical tourism), hingga wisata yang terberi karena perluasan keluarga hasil dari nikah campur (visiting friends or relatives). Pertanyaannya, masihkah negara setengah hati untuk membangun masalah klasik pariwisata nasional di bidang sumber daya manusia dan infrastruktur? Wacana revolusi mental merupakan manisfestasi yang ditangkap rumah transisi atas sejarah, sumber daya potensial negara, dan problematika mentallitas bangsa.

6

Oleh Adhitia Pahlawan Putra

Kendati demikian, dalam perkembangannya wacana ini menuju ke arah krisis legitimasi bahkan dibelokkan sampai ke krisis “finansialisasi”. Bagaimana tidak, bila diamati perjalanan revolusi mental bagaikan Raflesia Arnoldi. Indahnya ditinjau dari sudut pandang tetapi aromanya memancarkan kesadaran, agar berbagai kalangan menjadi barisan pengawal. Andaikata istilah itu tidak diterima maka buatlah benteng kokoh sebagai pertahanan, beri palang di hadapan, di samping kiri dan kanan begitu pula di belakang. Sehingga, insan Nusantara tidak dapat memberi kritikan. Namun, membatasi hal yang demikian hanya terjadi di Pyongyang melalui filosofi chaju (menolak intervensi di bidang politik), charip (mandiri di bidang ekonomi), dan chawi (siap melawan dengan postur mumpuni pertahanan dan kemanan). Inilah trisula maut identitas negerinya untuk melindungi jebakan politisasi, kompromi, dan hegemoni. Trijuche tersebut diproklamirkan oleh Kim Il Sung, pemimpin dikta-kharismator Korea Utara pada tahun 1972. Padahal

ide itu lebih dulu digaungkan oleh Bung Karno (the founding father) pada tahun 1963. Pidatonya yang berjudul Trisakti memiliki keunggulan komparatif karena selain politik yang berdaulat dan ekonomi berdikari, unsur berkepribadian secara budaya adalah kunci untuk membangun peradaban Indonesia yang hakiki. Apa artinya, Trisakti memiliki makna persuasif bahwa budaya menjadi sumber daya potensial untuk menarik dan mempengaruhi aktor individu, negara, maupun non negara. Inilah soft power yang harus dipegang karena nilainya yang tak terhingga. Bukan dengan hard power yang memberikan rasa cemas melalui ide senjata nuklir dan penggunaan kekerasan fisik-psikologis. Dengan demikian, melalui budidaya soft power rasa kekitaan dari Papua (first sunrise) sampai ke Aceh (first sunset) akan menyinari heterogenitas keindonesiaan dengan segala isinya. Meskipun begitu, sejak era orde lama, orde baru, reformasi dan post-reformasi pencapaian yang baik memang layak diberikan apresiasi, tetapi yang kurang baik dan buruk harus diberi sanksi dan ditata kembali. Produk hukum dari teater terbuka (DPR) pada kepemimpinan Pemerintahan terdahulu sudah sepatutnya ditinjau kembali. Pada pasal 7, industri pariwisata; destinasi pariwisata; pemasaran; dan kelembagaan pariwisata adalah empat konstruksi pembangunan kepariwisataan. Dengan hanya berfokus pada empat aspek itu, tanpa meninjau domain penentu yaitu kebudayaan sebagai sumber daya ekonomi pariwisata maka perwujudan dan penyelenggaraan pembangunan dan kegiatan perdagangan jasa wisata sulit diselaraskan dengan asas-asas dan tujuannya (Ida Bagus Wiyasa Putra:2015). Narasi pun timbul karena pasal tersebut masih malu-malu untuk berbicara secara eksplisit. Penulis, mahasiswa Pascasarjana Kajian Pariwisata, Universitas Udayana, alumnus Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya

12 - 18 Oktober 2015

6


BALI SEPEKAN

Ambulans Klinik BBMC Meledak di Garasi PULUHAN warga dikejutkan dengan terbakarnya mobil ambulans di Klinik BBMC di Jalan Raya Batubulan, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Sukawati, Minggu (27/9). Bahkan saat kebakaran sempat terjadi ledakan pada mobil Mazda E 2000 DK 1221 DJ tersebut. Meski tidak memakan korban jiwa, terbakarnya mobil ambulans yang diperkirakan akibat korsleting ini juga menghanguskan atap garasi, sehingga total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kebakaran ini bermula saat sopir I Wayan Kartana memanaskan mobil

tersebut di garasi Klinik BBMC pada Minggu pagi sekitar pukul 07.15 wita. “Setelah hidup selama lima menit terdengar suara percikan api di posisi aki,“ ucapnya saat diperiksa polisi. Mendengar suara ledakan, Kartana asal Banjar Pengambang Desa Batubulan ini langsung mematikan mobil dan berlari keluar untuk mengambil selang dari keran air. “Saat saya mengambil selang inilah, sempat terdengar suara ledakan. Pas saya kembali ke lokasi mobil terbakar, api sudah merembet hingga ke atap garasi,“ bebernya. Manik Astajaya

Taman di Perbatasan Banyak Mati KONDISI taman di perbatasan Bangli-Buleleng sangat memprihatinkan dan terkesan tak terurus. Bahkan beberapa tanaman yang berada di dalam pot ini sudah ada yang mati. Berdasarkan pantauan belum lama ini, taman yang berada di lingkungan cukup sepi ini terlihat minim perhatian. Sedikitnya terdapat 15 tanaman yang mati. Beberapa tanaman daunnya menguning karena tak pernah disiram. Kadis Tata Kota Bangli Ida Ayu Yudi Sutha, Minggu (27/9) tidak menampik taman di perbatasan ini kondisinya memprihatinkan. Namun, ia menjelaskan hal ini karena kekurangan air sebagai

akibat musim kemarau. “Daerah taman ini memang sulit air. Apalagi sekarang musim kemarau,” katanya. Lanjut Yudi Sutha, pemeliharaan taman ini sesungguhnya sudah diserahkkan pada UPTD Kintamani. Ia juga mengakui, keringnya taman tidak hanya terjadi di Kintamani, juga terjadi pada taman pintu masuk BangliKarangasem. Agar tidak terus berlanjut, upaya penyiraman juga sudah dilakukan. Karena dihadapkan dengan cuaca ekstrem, pihaknya juga keteteran merawat taman yang berada di lingkungan kota, terutama yang berada di sekitar Kantor Bupati. Sosiawan

MBP/olo

Perkebunan Pulukan Tandus PERKEBUAN Pulukan di Kecamatan Pekutatan kini sebagian lahannya tidak produktif dan tandus. Pascapemotongan pohon kelapa, masyarakat sekitar perkebunan sudah tidak bisa menikmati hasil apalagi kondisinya sudah tandus. Sebagian besar lahan perkebunan aset provinsi itu kini dikelola pihak ketiga untuk perkebunan karet. Anggota DPRD Jembrana asal Pangyangan I Nyoman Sudiasa, belum lama ini mengatakan kondisi perkebunan saat ini lebih memprihatinkan dibanding dulu. Dewan yang akrab disapa Dadap ini sejak kecil tinggal di sekitar perkebunan. Dadap mengaku prihatin dengan kondisi lahan yang dulu rindang ditumbuhi pohon kelapa, beralih menjadi lahan tidak produktif. Sebelumnya, masyarakat sekitar perkebunan mendapat imbas positif dari hasil perkebunan kelapa. Perkebunan Pulukan seluas 1.132 hektar yang wilayahnya mencakup beberapa desa di Pekutatan ini merupakan peninggalan Hindia Belanda. Sejumlah bangunan kantor arsitektur Eropa masih berdiri hingga saat ini. Surya Dharma

Pengembangan Pantai Kelecung Terhambat Infrastruktur TABANAN memiliki banyak tempat yang berpotensi sebagai daerah tujuan wisata. Sayangnya, akibat rusaknya infrastruktur dalam hal ini jalan, membuat upaya pengembangan menjadi terhambat. Salah satunya Pantai Kelecung di Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur. Pemandangannya masih alami alias belum tersentuh tangan manusia. Menariknya lagi, pantai ini merupakan tem-

pat bertelurnya penyu. Melihat potensi ini, pihak Desa Tegal Mengkeb berencana mengembangkan Pantai Kelecung sebagai tempat wisata. Akan tetapi, upaya ini terhambat fasilitas jalan. ‘’Akses jalan ke pantai rusak parah sehingga sulit dilalui,’’ ujar Perbekel Tegal Mengkeb I Dewa Made Widarma, Minggu (27/9). Untuk mencapai pantai harus menempuh

jalan berlubang-lubang sekitar satu kilometer dari Desa Pakraman Tegal Mengkeb Kelod. Jalan rusak inilah yang menyebabkan tidak banyak pengunjung yang mendatangi Pantai Kelecung. Di sisi lain, pihak desa telah memberikan perlindungan agar kawasan pantai ini tetap terjaga, salah satunya dengan melarang pembangunan vila dan hotel. Wira Sajiwani 12 - 18 Oktober 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Naker Lokal Terpental

B

ali bak madu. Banyak semut yang datang. Tujuannya hanya untuk menghisap, tanpa pernah memperhatikan sarangnya. Bali! Inilah yang menjadi kekhawatiran. Bali akan ditinggalkan setelah mengalami kerusakan parah. Demikian pula Bali. Ajeg Bali adalah konsep, untuk mempertahankan Bali. Tri Hita Karana adalah satu-satunya solusi untuk membuat Bali ini tetap ajeg. Ajeg dalam artian bisa memberikan kesejahteraan kepada penghuninya, tanpa menimbulkan kerusakan alam, tanpa merusak budaya dan keharmonisan hubungan antarsesama. Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengungkapkan, ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata seharusnya mampu menyejahterakan masyarakat. Namun, nyatanya pertumbuhan yang terjadi justru menimbulkan kesenjangan, akibat pertumbuhan yang pesat hanya terjadi di Bali Selatan. Sedangkan Bali bagian Utara, Timur dan Barat hanya menikmati ampas dan sampah dari industri tersebut. “Seharusnya kalau pariwisata berakar ke bawah, maka masyarakat kita tidak perlu khawatir tidak menikmati. Tapi saat ini justru sebaliknya perekonomian yang tumbuh di atas 5% ini tidak dinikmati oleh masyarakat Bali. Mereka terpental dalam menghadapi persaingan dengan naker luar,� ujarnya. Tak hanya pendapatan yang tidak merata, pembangunan infrastruktur, utamanya jalan juga tak dinikmati secara berkeadilan. Artinya, banyak jalan di Bali yang mengalami kerusakan. Itu mendakan pariwisata belum memberikan keadilan kepada masyarakat secara luas. Sehingga tak salah, banyak warga menanami jalan dengan pohon pisang lantaran kerusakannya tak kunjung diperbaiki. Jalan-jalan ini umumnya berada di desa. Namun kabupaten yang bertanggung jawab atas kerusakan masih saja memandang sebelah mata. Wakil Ketua Umum Kadin Bali Wayan Mahardika mengatakan, pemerintah kabupaten bisa jadi gengsi untuk menyerahkan penanganan jalan di desa kepada pemerintah provinsi. Kalau memang memungkinkan, Mahardika menyarankan agar jalan-jalan kabupaten yang sudah membutuhkan penanganan digeser saja statusnya menjadi jalan provinsi. Demikian juga jalan provinsi yang rusak bisa diganti statusnya menjadi jalan nasional. Dengan demikian, perbaikan bisa cepat dilakukan oleh pemilik dana yang lebih besar. Mahardika juga menyoroti koordinasi yang kurang baik antara pemerintah dengan perusahaan air, listrik, dan telekomunikasi. Seringkali, jalan yang sudah bagus harus dibongkar lagi

8

untuk keperluan pemasangan kabel atau pipa. Perbaikan jalan setelah proyek rampung memang dilakukan. Namun, perbaikan itu kerap tidak sesuai dengan spec yang disyaratkan pemerintah. Kabid Praswil Bapeda Bali Putu Naning Djayaningsih mengatakan, kerusakan jalan di kabupaten/kota sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Mengingat, dana dari pemerintah provinsi saja tidak mungkin mencukupi untuk membantu seluruh kabupaten dalam hal penanganan jalan. “Ada keterbatasan dari sisi kita, tapi kita juga membantu kabupaten selama kemampuan keuangan kita mencukupi melalui mekanisme yang ada. Misalnya melalui Bantuan Keuangan Khusus. Di pusat, pada akhirnya kita diberikan satu arahan bahwa kabupaten itu boleh mengusulkan sejumlah anggaran untuk perbaikan jalan dengan total biaya Rp 100 miliar untuk tahun 2016,� ujarnya. Naning menambahkan, seluruh kabupaten saat ini sudah mengusulkan ruas-ruas jalan terkait dengan prioritas yang ingin mereka tangani di kabupatennya masing-masing. Sementara pihaknya berkoordinasi lebih lanjut ke pemerintah pusat agar apa yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten sesuai dengan prioritas jalannya itu. Naning mengatakan, pemerintah provinsi saat ini merancang program penyeimbangan pembangunan. Yakni dengan menciptakan konektivitas baru dari Bali Selatan ke Utara, atau pun ke Barat dan ke Timur. Beberapa daerah diharapkan bisa tumbuh dengan adanya konektivitas yang salah satunya berupa pembangunan jalan tol. Naning melanjutkan, di samping memperbaiki ruas jalan eksisting, ada juga beberapa alternatif dengan membuat trase baru ke utara atau mengalihkan status jalan kabupaten atau jalan provinsi di sekitar itu menjadi jalan nasional, sehingga pusat bisa masuk dan bisa melakukan perbaikan. Termasuk bisa membuka akses ke utara. Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Perhubungan A.A. Ngurah Kakarsana menegaskan, Bali dengan leading sector pariwisata mesti didukung infrastruktur yang baik. Kesan pertama harus didapat dari airport sebagai pintu gerbang Pulau Dewata, lalu berlanjut ke jalan. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa membuat satu perencanaan yang tepat terkait infrastruktur ini. Rindra Kemacetan lalu lintas di Denpasar, menurunkan citra Bali dalam bidang kenyamanan.

12 - 18 Oktober 2015

8


12 - 18 Oktober 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Hentikan, Merusak Bali

J

umlah migran yang menetap di Bali setiap tahunnya mencapai 61.209 orang. Data ini sesuai sensus 2010. Angka ini sudah hampir menyamai jumlah migran yang setiap tahunnya datang ke Jakarta. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Wayan Windia pun mengkhawatirkan, pola ini akan membawa Bali pada kehancuran seperti halnya Majapahit. “Jauh sebelum ini waktu Perang Dunia II, ada Jenderal Housopher yang meminta Jepang agar jangan menyerang Hawaii. Ia menyarankan Jepang untuk mengusir Hawaii dengan antropogeografis. Caranya dengan mengirim sebanyak-banyaknya orang Jepang masuk ke Hawaii, berdagang segala macam, lalu kuasai Hawaii itu. Tapi Jepang tidak mau dan akhirnya kalah,” ujarnya. Pendekatan antropogeografis ini, kata Windia, sedang diterapkan di Bali seiring perkembangan sektor pariwisata. Bisa dilihat dari peningkatan migran di Denpasar sebesar 4%, atau di Badung sebesar 5%. Padahal di dunia sekalipun tidak ada peningkatan jumlah migran sampai sebesar itu. “Jadi KSPN dan reklamasi, proses penghancuran Bali nyegara gunung, jantungnya dikuasai dengan migran, titik sakralnya dikuasai dengan investasi. Kita bukan peramal, tapi kita dalam proses jalan lurus menuju kehancuran Bali. Tidak ada jalan lain, tidak ada jalan kembali kecuali kita menghentikan,” tegasnya. Windia menyarankan pemerintah agar lebih mengutamakan pembinaan desa adat atau mendorong wisatawan untuk datang ke agrowisata dan subak. Dengan catatan, tidak boleh ada pembangunan hotel di sana. Wisatawan bisa menginap di-

Para perajin Bali, kini semakin kesulitan order, menyusul sepinya permintaan para pembeli dari luar negeri.

10

5 - 11 Oktober 2015

10


rumah-rumah penduduk. Apalagi saat ini, 1.000 hektar sawah sudah hilang di Bali. Sedangkan yang rusak sudah berlipat-lipat dari jumlah hilangnya sawah itu. Karena sawah berkurang, jumlah petani juga berkurang hingga 10 ribu. Meningkatkan penduduk pendatang juga menjadi perhatian Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. Ia mengibaratkan Bali sebagai gula-gula. “Artinya kalau makin tinggi yang datang itu menunjukkan bahwa kecenderungan pembangunan di Bali itu makin pesat, sehingga orang-orang yang datang itu semakin banyak,” ujar akademisi Universitas Udayana ini, pekan lalu. Ia menambahkan, sejatinya ada hubungan positif antara pendatang dengan perkembangan ekonomi di wilayah yang didatanginya. Semakin banyak penduduk yang datang, maka perkembangan ekonomi juga akan naik. Pasalnya, SDM yang datang umumnya adalah SDM yang produktif. “Kehadiran para migran ini juga sangat terkait dengan investasi. Di mana investasi dilakukan, di situ ada peluang kerja, penduduk akan datang juga ke situ. Di sisi lain, investasi akan muncul lagi di situ karena peluang-peluang lain akan muncul seperti pasar, dan lain-lain,” imbuhnya. Tetapi di sisi lain, kata Murjana Yasa, kehadiran para pendatang juga membawa problem tersendiri. Problemnya adalah persoalan-persoalan yang terkait dengan persaingan mencari pekerjaan di daerah itu. Belum lagi ancaman alih fungsi lahan untuk keperluan rumah-rumah tinggal para pendatang. “Kemudian yang kedua adalah aspek-aspek lain, sosial budaya, kriminalitas, dan lainnya biasanya meningkat karena orang yang datang tidak selalu mendapatkan pekerjaan. Mereka akhirnya menganggur dan menimbulkan kerawanan sosial, termasuk gesekan lain,” paparnya. Khusus di Bali, lanjut Murjana Yasa, pengendalian penduduk pendatang saat ini penting untuk dilakukan. Urbanisasi tercatat cukup tinggi, sehingga menyebabkan ketimpangan pembangunan. Apalagi di daerah-daerah perkotaan yang memiliki banyak simpul ekonomi. Di antaranya pusat pariwisata dan pusat ekonomi seperti pasar tradisional dan pasar malam. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan lebih mengutamakan penduduk lokal untuk terlibat dalam simpul ekonomi itu, serta membangun desa untuk menekan

urbanisasi. “Kedua, banyak dari pendatang itu yang tinggal di pemukiman kumuh yang menyebabkan persoalan baru di daerah perkotaan. Seharusnya diterapkan secara tegas untuk tidak membolehkan adanya pendirian rumah tidak layak huni sesuai undang-undang. Faktor pengendali lain adalah tertib administrasi secara ketat dan lain-lain, dengan menerapkan peraturan yang berlaku,” jelasnya. Apa yang disampaikan Windia maupun Murjanayasa ada korelasinya dengan perkembangan jumlah penduduk di Denpasar dan Badung. Badung menjadi pilihan utama penduduk pendatang untuk bermukim. Bahkan, masyarakat pendatang yang hadir tak lagi antar kabupaten di Bali melainkan di luar Bali. Berdasarkan angka proyeksi, laju pertumbuhan penduduk Badung di 2015 mencapai 2,27%, dengan total jumlah penduduk 616.400 jiwa. Kepala Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Badung I Nyoman Soka membenarkan, jika penduduk pendatang di kabupaten terkaya itu dominan dari luar Bali. Mereka dominan bermukim di Kuta dan Kuta Selatan. “Pertumbuhan penduduk di Badung sesungguhnya sudah jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dulu pertumbuhan pendatang bisa mencapai 4% lebih, namun kini sudah bisa ditekan menjadi sekitar 2%,” ujar Nyoman Soka. Tingginya jumlah urban tidak dipungkiri menggerogoti ekonomi masyarakat lokal. Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Bali, Prof. Dr. Ketut Rahyuda, MSIE. berpendapat, pertumbuhan ekonomi yang meningkat seharusnya pula dapat dinikmati oleh masyarakat lokal. Namun, tak begitu adanya, pertumbuhan ekonomi Bali yang rata-rata di atas 6% dominan dinikmati orang luar. “Ini karena tingginya pertumbuhan investasi di Bali yang selama ini masih dikuasi investor dari luar Bali dan asing. Untuk itu, pemeritah harus meningkatkan sektor riil,” ucapnya. Dikatakan, Bali yang mengandalkan sektor jasa juga memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetisi tinggi, di samping harus mau bekerja keras. Sebab, mereka yang memiliki kemampuan biasa saja akan tersisihkan dalam mencari lapangan pekerjaan. Selain Badung, Denpasar yang menjadi kota metropolitan juga

KSPN dan reklamasi, proses penghancuran Bali nyegara gunung, jantungnya dikuasai dengan migran, titik sakralnya dikuasai dengan investasi. Kita bukan peramal, tapi kita dalam proses jalan lurus menuju kehancuran Bali. Tidak ada jalan lain, tidak ada jalan kembali kecuali kita menghentikan.

Prof. Dr. Wayan Windia Guru Besar Unud tak lepas dari bidikan investor dan kaum urban. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 2014, jumlah penduduk di kota ini mencapai 846.200 jiwa. Ini artinya, kepadatan penduduk di Denpasar mencapai 6.622 jiwa per kilometer persegi. Namun, setelah dilakukan up date data di pusat, penduduk Denpasar pada 2014 tercatat 632.460 jiwa. Kepala Dinas Kependudukan dan Catata Sipil Kota Denpasar I Nyoman Gede Narendra, Rabu (30/9) menyatakan, pertumbuhan penduduk masih tetap ada. Namun, kemungkinan besarannya sudah mulai menurun. Karena berdasarkan data BPS, tingkat pertumbuhan penduduk di Denpasar mencapai 4 persen. “Mungkin sekarang hanya 3,5 persen saja,” katanya. Ketua Komisi IV DPRD Bali Drs. Gede Kusuma Putra, Ak., MBA., M.M., Rabu (30/9), menekankan pentingnya tertib administrasi. Boleh saja para pendatang datang ke Bali. Namun harus jelas siapa penjaminnya, di mana tempat tinggalnya, apa usaha atau aktivitasnya mesti didata dengan baik. Sepanjang memiliki usaha yang jelas, kehadiran pendatang sebetulnya memiliki manfaat bagi Bali. Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. “Tapi jangan sebaliknya, pendataan pendatang dipakai ajang yang tidak benar. Misalnya ada sidak lalu pendatang dimintai uang dan segala macam, kacau nanti. Saya pikir wajar sekali orang datang ke Bali, ibaratnya gula di sini banyak, semut datang karena tingkat perekonomian Bali, daya beli relatif di atas rata-rata nasional. Wajar mereka datang dianggap di sini ada perputaran uang cukup bagus,” ujarnya. Rindra 12 - 18 Oktober 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

PERESMIAN TAMAN - Acara peresmian Taman Kota Ciung Wanara Gianyar digelar Senin (28/9) malam yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat. Sejak sore, masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa memadati lokasi kegiatan untuk melihat dari dekat hasil penataan taman kota setelah direnovasi. Acara peresmian diawali pementasan tari Pucuk yang menjadi maskot Kabupaten Gianyar dan kemudian dilanjutkan pementasan fragmentari Kala Rau. Fragmentari ini mengisahkan ďŹ losoďŹ patung-patung yang ada di Taman Kota Ciung Wanara. Penarinya adalah para siswa SMK Negeri 3 Sukawati. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian oleh Sekda Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra dengan memotong pita dan menekan tombol sirene.

MBP/ist

PEMBEKALAN FT UNUD - Dalam rangka meningkatkan kemandirian dalam menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lulusan dari Fakultas Teknik Universitas Udayana (FT Unud), Rabu (23/9) diberikan pembekalan dalam bidang kewirausahaan. Kegiatan ini serangkaian dengan yudisium bersama lulusan Fakultas Teknik Unud periode September 2015 di kampus setempat. Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D. berharap semoga lulusan tersebut nantinya bisa diserap oleh lapangan kerja, baik nasional maupun global. Selain itu, pihaknya mengharapkan supaya lulusan ini tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

MBP/ist

JADI DUTA RI - Siswa SMAN 3 Denpasar (Trisma) Ni Nyoman Sintya Agniswari AP (kelas XII-MIA2) dipercaya menjadi duta RI di kejuaraan renang Asia di Bangkok, 1-4 Oktober. Dia tercatat sebagai satu-satunya atlet renang Bali yang dipanggil pelatnas untuk persiapan ke Bangkok. Sintya akan turun di nomor 50m putri, 100m putri dan 200m putri gaya bebas. Prestasi renangnya dimulai sejak duduk di SD Cipta Darma, lanjut ke SMPN 1 Denpasar dan kini membela Trisma. Di Porjar Kota Denpasar 2015, Sintya suskes meraih dua emas di nomor 50m dan 100m gaya bebas. Dia memang dikenal sebagai spesialis di nomor gaya bebas. Di Porsenijar Provinsi Bali juga meraih tiga emas masing-masing di 50m, 100m gaya bebas dan di estafet di gaya ganti. Prestasi ini berlanjut di Porprov Bali belum lama ini.

12

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

PRESTASI TRISMA - Siswa SMAN 3 Denpasar (Trisma) meraih prestasi internasional. I Made Arya Wibawa Dwiputra Artana sukses meraih medali perunggu di Asia PaciďŹ c Conference of Young Scientists 2015 (APCYS) di Kuala lumpur, Malaysia, 6-11 September lalu. Hebatnya, Arya meraih Special Award Computer Science Category dalam bidang innovatin in environmental protection (inovasi penyelamatan lingkungan). Arya salah satu dari sembilan siswa duta RI di ajang itu, bahkan satu-satunya wakil dari Bali. Saat itu dia memaparkan tentang produk software pendeteksi kadar besi dalam air. Software ciptaannya sangat penting untuk mendeteksi keamanan kandungan logam besi pada air minum milik warga yang dikonsumsi. Termasuk kandungan air sumur dan PDAM.


MBP/ist

MBP/ist

HUT SMKN 1 - SMKN 1 Denpasar, Kamis (24/9), merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53. Perayaan hari jadi SMK yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto, Ubung itu dilaksanakan secara sederhana di halaman sekolah setempat. Namun, kesederhanaan itu tidak mengurangi makna perayaan HUT. Berbagai acara digelar untuk memeriahkan perayaan HUT selama 7 hari sekaligus mengisi hari jeda (habis ujian tengah semester/UTS), meliputi Olimpiade Kimia, Fisika, Matematika, lomba ngulat tipat, yoga, musikalisasi bahasa Bali, lagu pop Bali, kendang tunggal, matembang, busana adat ke pura, melukis, tari kontemporer, debat bahasa Indonesia, English Quis Contest, KIR, lomba mading, cerdas cermat PKN, futsal, basket, senam gembira, jalan sehat dan lomba kebersihan kelas.

HUT SMK PGRI 5 - Puncak HUT ke-11 SMK PGRI 5 Denpasar diperingati secara meriah, Sabtu (26/9) lalu. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka didampingi Ketua Komite Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd. dan Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Kadisdikpora Kota Denpasar Ir. I.G.N. Eddy Mulya, S.E., M.Si. Di usia ke-11, Ni Ketut Nuka memberikan reward kepada siswa dan guru yang sukses di berbagai lomba. Di usia 11 tahun ini, dia mengatakan SMK PGRI 5 Denpasar semakin dewasa mencetak SDM berkompeten di bidangnya, berwawasan luas, bermental tangguh, berkepribadian teguh, ramah dan cinta damai. Semua ini bisa tercapai berkat kerjasama semua pihak.

MBP/ist

DUKUNGAN SENATOR - Gerakan Satyagraha Sukla yang digagas tokoh Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III makin mendapat dukungan umat Hindu. Salah satu buktinya makin banyaknya produk yang diproduksi umat Hindu menggunakan logo ‘’Sukla’’. Dalam agama Hindu, Sukla berarti bersih dan suci, sehingga dengan logo produk Sukla maka kesucian bagi umat Hindu akan semakin terjamin. Demikian diungkapkan Ketua Umum Gerakan Satyagraha Sukla Widi Adnyana di selasela Festival Ajengan Sukla Hindu II yang berlangsung dua hari di Pelataran Museum Bali. Merupakan sebuah kehormatan bahwa Festival Sukla Hindu II langsung dibuka Senator DPD-RI Gusti Wedakarna yang mendukung penuh panitia bisa melaksanakan acara ini dengan konsisten.

MBP/ist

BICARA DI STIKOM - Mr. Prem Rawat, seorang aktivis kemanusiaan dan perdamaian dunia, tampil di Stikom Bali untuk berbicara dalam seminar on peace education yang digelar Stikom Bali bekerja sama dengan Prem Rawat Foundation. Dengan kata-kata bijaknya tentang perdamaian, Prem Rawat mampu menghipnotis sekitar 200 peserta yang terdiri dari para dosen dan mahasiwa Stikom Bali dan perguruan tinggi lain, para pegiat kemanusiaan, serta ekspatriat di Bali. ”Esensi perdamaian itu ada di dalam hati,” kata Prem Rawat. Prem Rawat yang tiba di Bali menggunakan pesawat jet pribadinya dari Australia, dalam seminar ini menekankan bahwa esensi dari perdamaian sebenarnya ada di dalam hati masing-masing orang.

12 - 18 Oktober 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

GELAR - Fotografer senior Bali D.Tjandra Kirana F, RFS.T, F.BPS, F.SCC, Hon.FPVS, A.RPS, PSA*, A.LFCN, A.FPSI*, A.NPS, E.FPSI pada Senin (21/9) telah menerima gelar Honorary Fellow of Photovivo Singapore. Gelar itu diserahkan Zheng De Xiong, Ketua Xia Fu Photo Club (Tiongkok). Gelar ini diberikan kepada D. Tjandra karena dedikasinya di dunia fotografi, baik nasional dan international. Setelah berkecimpung 50 tahun di bidang fotografi, D.Tjandra Kirana telah menerbitkan buku yang berjudul “Jiwa Cahaya” yang ditulis Hardiman. Nampak D.Tjandra Kirana (duduk ) berfoto bersama dengan Steven Yee - Ketua PVS (Singapore ), Zheng De Xiong , Ketua Xia Pu Photo Club (Tiongkok) dan Tan Sio Lay yang juga menerima gelar Hon.FPVS.

SALURKAN KUR - Singkatnya waktu yang diberikan pemerintah kepada Bank BRI sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) makin memicu semangat Bank BRI menyalurkan KUR ke masyarakat. Kerja keras Bank BRI, salah satunya dengan program gerebek pasar membuahkan hasil yang menggembirakan. Dalam waktu satu bulan, BRI Wilayah Bali Nusa Tenggara telah mampu menyalurkan KUR Mikro kepada debitur KUR ke-15.000. Penyaluran KUR Mikro kepada Debitur KUR ke-15.000 tersebut secara simbolis dilaksanakan di Pasar Umum Gianyar pada Rabu (23/9) dihadiri Pemimpin Wilayah BRI Denpasar yang membawahi Bali Nusa Tenggara Widodo Januarso beserta Wakil Pempimpin Wilayah Bidang Bisnis BRI Denpasar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, Camat Gianyar, Kepala Pasar Umum Gianyar, dan debitur KUR Mikro ke15.000 (Ni Nyoman Wati dan Luh Ketut Sri Budiastini).

MBP/ist

MBP/ist

KREATOR DIGITAL - Telkomsel mengajak lebih banyak lagi anak muda Indonesia untuk terlibat menjadi kreator digital. Melalui kampanye LOOP Kreatif Project (KePo) yang pertama kali dicanangkan tahun lalu, kini Telkomsel kembali menghadirkan berbagai keseruan dan mengulas habis hal-hal menarik seputar mobile video, digital music, dan digital writing sebagai ajang mengembangkan kreativitas dan inovasi anak muda dalam menciptakan konten kreatif dan positif melalui kanal digital. Di Bali, kampanye LOOP KePo yang diikuti ratusan pelajar diselenggarakan sejak Agustus hingga September 2015 di empat sekolah, yakni SMAN 5 Denpasar, SMAN 1 Kuta Utara, SMAN 1 Gianyar, dan SMAN 1 Singaraja.

14

12 - 18 Oktober 2015

SEMARAK - Suasana semarak terlihat jelas dalam acara The Lovina Bali Resort 3rd Anniversary yang dimeriahkan berbagai kegiatan menyambut rangkaian ulang tahun untuk ketiga kalinya. Mengusung tema ‘’Always Together’’, kegiatan sosial berupa pemberian bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR), gerakan beach clean up dan donor darah diikuti seluruh staf pegawai setempat. Kegiatan dihadiri langsung General Manager The Lovina Bali Resort Kadek Dwi Dharmawijaya, beserta dukungan dari owner Mr. Rob Stahl dan Mr. Leigh Reaby. Sebagai salah satu resort ternama di Bali Utara dan berdiri di kawasan strategis pariwisata Jalan Mas Lovina, ke depan akan berkomitmen lebih dan berkontribusi banyak kepada masyarakat sekitar melalui program CSR. Nampak dalam foto General Manager The Lovina Bali Resort Kadek Dwi Dharmawijaya memberikan bingkisan CSR.


MBP/ist

BELAJAR - Puluhan pelajar dari SD No. 19 Pemecutan, Denpasar Barat, Sabtu (26/9) mendapatkan kesempatan belajar tentang kapal ikan dari Jepang. Kesempatan anakanak tingkat SD dapat belajar tentang alat-alat yang ada di kapal dengan kapasitas 439 ton tersebut tak lepas dari peran PT Harini Gemasamudera. PT ini juga sebagai agen penyalur tenaga kerja di kapal-kapal ikan, termasuk di Kapal Shokufu Maru 18. Owner sekaligus sebagai presiden PT Usufuku Honten, Sotaro Usui, didampingi penerjemah dengan detail menceritakan tentang kapal Shokufu Maru 18 tersebut. Bahkan dari ujung depan hingga ujung belakang dan di bagian tengah dan dak juga dijelaskan tentang kapal longline tuna tersebut.

KUNJUNGAN - Rasa haru seperti tak terbendung ketika puluhan staf Montigo Resorts Seminyak mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Wana Sraya, Rabu (30/9). Tak sedikit yang matanya berkaca-kaca ketika berbincang dengan para lansia penghuni panti. Beberapa di antaranya membantu memandikan orang tua yang tergolek lemah di ranjang. Sebagian lagi memilih untuk membersihkan panti dengan alatalat kebersihan yang langsung dibawa dari resort. Resident Manager Montigo Resorts Seminyak Helena Ketaren mengatakan, perusahaannya memiliki core value atau nilai-nilai yang dipegang teguh tentang melayani. Sebelum benar-benar melayani tamu resort, para staf di Montigo terlebih dahulu diajak untuk membantu lansia penghuni panti sosial.

MBP/ist

BANTUAN BI - Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya menyaksikan penyerahan bantuan sosial dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Dewi Setyawati kepada Kepala Pasar Sindu dan Kepala Pasar Agung, Peninjoan, Jumat (25/9) di Pasar Sindu, Sanur, Denpasar Selatan. Melihat perkembangan pasar tradisional di Kota Denpasar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Dewi Setyawati memberikan apresiasi dan melibatkan dana sosial BI dalam ikut serta memberdayakan ekonomi dengan sinergitas revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar.

MBP/ist

MBP/ist

YUDISIUM MIPA UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar Yudisium ke-23 Program Studi Biologi Fakuktas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Kegiatan yudisium untuk delapan lulusan dari Prodi Biologi tersebut mengambil lokasi di Pura Gunung Kawi, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Rabu (30/9). Dari peserta tersebut predikat cumlaude diraih Ni Made Sri Dwijastuti dengan IPK 3,72. Rangkaian acara Yudisium ke-23 Prodi Biologi Fakultas MIPA Unhi ini diawali dengan upacara sembahyang bersama di Pura Gunung Kawi. Hingga dilanjutkan prosesi yudisium untuk delapan lulusan. Adapun delapan lulusan dari Prodi Biologi tersebut sudah berhasil meraih nilai sangat memuaskan seperti I Made Ardana, Agus Candra Surasmaya, I Made Ngurah Widiartha, I Gusti Lanang Agung Yoga Santika, Ni Made Ari Trisnawati, Gusti Ayu Purnami dan Anak Agung Gde Anom. 12 - 18 Oktober 2015

15


POLITIK

MK Loloskan Calon Tunggal

M

ahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi soal calon tunggal dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. MK mengabulkan daerah dengan calon tunggal untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak pertama pada 9 Desember 2015. Langkah ini pun segara direspons KPU. Selain soal calon tunggal, MK juga merevisi aturan terkait calon independen. Putusan MK ini diambil pada sidangnya, Selasa (29/9) lalu. “Mahkamah menyatakan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta. Dalam pertimbangannya, hakim konstitusi menilai bahwa undang-undang mengamanatkan pilkada sebagai pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih kepala daerah secara langsung dan demokratis. Selain soal calon tunggal, MK juga merevisi aturan terkait dengan calon independen. MK memutuskan bahwa calon independen hanya mengumpulkan KTP sejumlah

16

persentase yang ditetapkna undang-undang dikalikan dengan jumlah pemilih, bukan jumlah penduduk seperti amanat Undang-undang Pilkada. Terkait dengan keputusan tersebut, Komisi II DPR segera merevisi undangundang tentang pemilihan kepala daerah (UU Pilkada) setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan meringankan persyaratan calon peserta pemilihan kepala daerah mulai tahun 2017. “Kita ikuti saja putusan MK,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy. Ia mengatakan Komisi II DPR akan terlebih dulu mempelajari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menjadi masukan untuk merevisi UU Pilkada. “Sebelum putusan MK, Komisi II DPR-RI sudah menyuarakan untuk merevisi UU Pilkada tersebut menyusul banyaknya kekurangan dalam UU yang sudah beberapa kali revisi itu,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu. Di lain pihak, KPU mengatakan siap menjalankan putusan MK. ‘’Daerah dengan calon tunggal juga akan segera menggelar pilkada 9 Desember mendatang. Sebelumnya ada tiga daerah

yang pilkadanya ditunda hingga 2017. Ketiga daerah itu adalah Kabupaten Blitara (Jawa Timur), Tasikmalaya (Jawa Barat) dan Kabupaten Timur Tengah Utara (NTT). Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan rapat pleno KPU memutuskan akan menjalankan putusan MK tersebut. ‘’Kami meyakini putusan MK ini tak akan mengganggu tahapan pilkada berikutnya,’’ jelasnya. Teknis pemilihan, katanya, akan mengggunakan mekanisme setuju dan tidak setuju. Hardianto Sebelum putusan MK, Komisi II DPR-RI sudah menyuarakan untuk merevisi UU Pilkada menyusul banyaknya kekurangan dalam UU yang sudah beberapa kali revisi itu. Ketua Komisi II DPR Lukman Edy

12 - 18 Oktober 2015

16


Bersaing Tanpa Kompetensi BALI sebagai destinasi pariwisata dunia menyediakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Sayangnya, peluang tersebut banyak direbut penduduk pendatang. Akibatnya, krama Bali banyak yang menjadi pengangguran, dan akhirnya memilih bertransmigrasi. Grand scenario untuk mengatasi masalah ini perlu dirancang. Jika dicermati, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bali pada Februari 2015 mencapai 1,37 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2014 sebesar 1,90 persen. Angka ini stagnan dibanding Februari 2014. Sedangkan jumlah angkatan kerja di Provinsi Bali Februari 2015 mencapai 2.458.784 orang, bertambah sebanyak 142.026 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2014 (2.316.758 orang). Angkatan kerja bertambah 48.362 orang dibanding angkatan kerja Februari 2014 yang mencapai 2.410.422 orang. Wakil Ketua Pertimbangan Kadin Bali Wayan Jondra dan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Bali I Gusti Ngurah Adnyana memaparkan tingginya peran penduduk pendatang dalam mengisi peluang kerja yang

tersedia di Bali tidak terlepas dari kelengahan pemerintah dengan tidak memberikan sebuah rambu-rambu dalam menyerap tenaga kerja. “Penyerapan tenaga kerja Bali masih kecil. Untuk itu perlu grand scenario. Kita tidak bisa mempekerjakan orang Bali karena KTP-nya Bali, tetapi harus dengan syarat tertentu. Misalnya, memahami budaya Bali yang ditentukan dalam sertifikasi dengan keunggulan,” ujar Jondra . Menyiasati pemerintah harus menyiapkan badan sertifikasi yang lebih spesifik dengan mencantumkan kriteria budaya dan pemahaman terhadap konsep Tri Hita Karana. “Kita harus ada sertifikasi yang menggaransi mereka. Misalnya, paham budaya, mengimplementasikan Tri Hita Karana. Inilah pentingnya harus ada grand scenario yang didukung oleh semua pemangku kepentingan, eksekutif maupun legislatif,”

terangnya. Gusti Ngurah Adnyana berharap pemeritah daerah Bali segera bergerak menyiapkan peraturan yang dapat membentengi tenaga kerja lokal dari serbuan naker luar. Terlebih, menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita sudah menghadapi MEA, karena itu harus bekerja keras. Kebutuhan dari tenaga kerja kita harusnya sudah disertifikasi di masing-masing bidang,” katanya. Ditambahkan, lembaga pendidikan pun kini bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha agar memahami betul kebutuhan dunia industri, sehingga mata kuliah atau silabus bisa dikaitkan dengan kebutuhan SDM. Dodok

Penyerapan tenaga kerja Bali masih kecil. Untuk itu perlu grand scenario. Kita tidak bisa mempekerjakan orang Bali karena KTP-nya Bali, tetapi harus dengan syarat tertentu. Misalnya, memahami budaya Bali yang ditentukan dalam sertifikasi dengan keunggulan.

Jondra

17


PENDIDIKAN

Menyelamatkan Bahasa Ibu Manusia Bali

P

entingnya keberadaan penyuluh Bahasa dan Sastra Bali di masingmasing desa pakraman akhirnya disepakati. Kesepakatan serupa juga ditujukan untuk penempatan penyuluh Agama Hindu dan tenaga guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di masing-masing desa pakraman. Tentunya, kebijakan ini dinilai merupakan langkah yang konstruktif, terstruktur dan tersistematisasi dalam upaya menyelamatkan eksistensi bahasa ibu manusia Bali tersebut, yang kini sangat terancam lantaran jumlah penuturnya makin menyusut. Kesepakatan penting keberadaan penyuluh Bahasa dan Sastra Bali di setiap desa pakraman itu dicapai dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Bali dengan lembaga dan instansi terkait belum lama ini. Hadir dalam rapat tersebut unsur dari MUDP, PHDI Bali, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bali, Kadis Kebudayaan Bali, perwakilan dari Universitas Udayana, Unhi, IHDN, Undiksha, IKIP PGRI Bali, Bappeda, Aliansi Peduli Bahasa Bali dan sejumlah lembaga lainnya. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Gede Kusuma Putra, mengatakan, kesepakatan ini untuk menjaga Bali ke depan. “Terutama untuk memberikan edukasi kepada generasi muda. Kita bersama memiliki kepentingan yang sama demi kelestarian Bahasa Bali ini,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. Kusuma Putra menambahkan, memang masih ada hal yang perlu dibicarakan. Utamanya, terkait jumlah penyuluh yang ditempatkan di setiap desa pakraman, apakah akan disamakan atau dipilah-pilah. Pasalnya, masing-masing desa pakraman tidak sama satu dengan yang lain. Baik dari segi jumlah penduduk maupun luasan wilayahnya. “Selain kesepakatan mengenai perlunya ada penyuluh agama Hindu, penyuluh Bahasa dan Sastra Bali serta tenaga guru PAUD. Rapat juga memandang perlu revisi Perda Nomor 3 Tahun 1992 tentang Bahasa dan Sastra Bali. Dalam revisi nanti akan dimasukkan pasal yang mewajibkan setiap sekolah di Bali dari jenjang sekolah

18

12 - 18 Oktober 2015

MBP/yudi karnaedi

PENYELAMATAN – Suasana rapat kerja antara Komisi IV DPRD Bali dengan lembaga dan instansi terkait upaya penyelamatan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, belum lama ini.

dasar sampai perguruan tinggi mengajarkan Bahasa dan Sastra Bali,” tegasnya. Terkait revisi Perda ini, Kadis Kebudayaan Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, semua komponen masyarakat harus duduk bersama untuk mengkaji. “Bagaimana rumusan revisi tersebut nantinya, tentunya perlu dirumuskan bersama-sama,” jelasnya. Menurunnya, minat generasi muda Bali, untuk mendalami Bahasa dan Sastra Bali memang menjadi keprihatinan banyak pihak. Kasi Pengkajian dan Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Nyoman Budiarta saat melakukan pembinaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali di Wantilan Pemkab Karangasem, beberapa waktu lalu, mengaku sedang berupaya melakukan pembinaan keliling Bali. Sejumlah kabupaten/kota sudah didatangi, untuk membangun kembali bahasa, aksara dan sastra Bali ini. “Karangasem kami harapkan bisa turut serta dalam upaya kami membangun ini. Pelan-pelan kami benahi, agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya. Budiarta menambahkan, pihaknya menggandeng Badan Pembina Bahasa, Aksara dan Sastra Bali guna melakukan pembinaan

dan penyuluhan ke setiap kabupaten/kota di Bali. Pihaknya ingin menyikapi isu-isu yang berkembang terhadap perkembangan bahasa Bali. Terutama, terkait masa depan bahasa Bali yang disebut banyak pihak tinggal menunggu kepunahan. Pihaknya menyadari perkembangan zaman secara perlahan telah membunuh Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Situasi itu, menurutnya tidak terlepas dari anggapan sebagian besar masyarakat jika mendalami Bahasa, Aksara dan Sastra Bali tidak lagi menghasilkan atau menguntungkan. Anggapan itu, menurut pada fakta bahwa para penekun Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, justru terpuruk. “Kami berupaya meluruskan anggapan tersebut, agar tidak semakin menyudutkan Bahasa, Aksara dan Satra Bali ke jurang kepunahan. Padahal, Bahasa, Aksara dan Sastra Bali ini sejatinya yang selama ini membuat Bali menarik dan menghasilkan banyak dolar. Sebab, Bahasa, Aksara dan Sastra Bali merupakan roh dari budaya, sehingga membuat budaya itu memilik daya tarik yang luar biasa di tengah perkembangan pariwisata Bali,” tegasnya. Rindra Devita/Bagiarta


Tenaga Pendidik Terlalu Fokus pada Nilai Akademik KETERLIBATAN civitas sekolah dan kampus pada peredaran narkoba semakin marak, baik sebagai pengguna atau pengedar. Pihak sekolah baik dosen maupun guru terlalu berorientasi pada nilai akademik bukan kepada nilai emosional, sosial, spiritual dan fisiknya. “Selalu berorientasi pada intelligence, padahal lima hal itu harus terkait. Jadi, empat nilai penting ini kurang mendapat perhatian. Hanya mengandalkan kepada intelligence, lulus atau tidak,” papar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., belum lama ini. Suastawa menegaskan, pengaruh narkoba tidak mengenal batas desa, kelurahan dan kota serta bisa memasuki semua lini. Baik sekolah swasta maupun negeri, semua bisa dimasuki. Masuknya pengaruh narkoba ke dalam lingkungan

pelajar/mahasiswa diakui bukan dikarenakan pihak sekolah ataupun kurikulum yang salah dalam pendidikan, namun memang karena usia muda sangat rawan terhadap pengaruh narkoba. “Sesuai dengan data prevalensi yang ada, usia 10-59 tahun yang merupakan usia produktif, pada usia tersebutlah rawan terhadap pengaruh narkoba. Terlebih pada saat SLTA yang usianya antara 16-19 tahun dan perguruan tinggi yang usianya 19-23 tahun, ini merupakan masa-masa di mana seseorang mengalami emosional yang labil, masih dalam pencarian jati diri, identitas diri sehingga mudah dipengaruhi. Artinya, dari data yang ada, umur itu adalah umur yang rentan dan rawan serta mudah dipengaruhi oleh para pengedar dan pelaku narkoba ini,” ujarnya. Suastawa menambahkan, orang-orang

yang diincar biasanya adalah mereka yang berasal dari keluarga yang mapan, kurang pengawasan dari keluarga/orang tua, sehingga mudah terkena pengaruh narkoba. Ditegaskan, agar pengaruh narkoba tidak masuk ke sekolah ataupun pada diri sendiri dengan cara membentengi diri masing-masing di sekolah, lingkungan bekerja, lingkungan sosial agar kita bisa memproteksi diri terhadap narkoba. “Tentunya bagaimana caranya? Bisa dengan membuka situs online cara penanggulangan narkoba, mendengar atau membaca dari media massa yang sudah digiatkan dengan BNN tentang informasi-informasi penanggulangan narkoba. Yang lebih penting lagi, adalah bagaimana diri sendiri dan hidup kita anti kepada narkoba,” tegasnya. Kerta Negara

Bali Post/dok

NARKOBA - Suasana penyuluhan tentang bahaya narkoba yang digelar BNNP Bali di salah satu sekolah di Denpasar. 12 - 18 Oktober 2015

19


MANCANEGARA

Penembakan

Brutal di Kampus

I

nsiden penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS), yang menewaskan setidaknya 13 orang. Dilaporkan pelakunya bukan mahasiswa dari Universitas Umpqua di Oregon. Peristiwa ini pun kembali menambah catatan hitam kasus penembakan brutal di AS. Kortney Moore, salah seorang saksi mengatakan, ketika sedang menulis di kelas, tepatnya di Lorong Snyder, terdengar suara tembakan, lalu peluru masuk melalui jendela dan menghantam tepat di kepala dosennya. Moore mengatakan, pelaku langsung meminta semua orang berbaring di lantai. Secara perlahan ia memerintahkan semua orang di kelas untuk bangun satu per satu dan menyebutkan agama masing-masing. Menurut saksi, bagi orang yang mengatakan beragama Kristen akan langsung ditembak di kepala. Namun bagi yang

mengatakan beragama selain Kristen akan ditembak di kaki. Polisi Oregon mendapat panggilan darurat ketika ada telepon yang mengatakan satu perempuan tertembak dan mengalami luka parah. Kemudian saat polisi akan berangkat ke lokasi, dilaporkan pelaku masih memegang senjata dan berada di dalam lokasi kejadian. Kemudian terdapat telepon darurat lain yang mengatakan, “Pelaku berada di luar suatu ruangan dan terus menembakkan peluru ke arah pintu tersebut.” Lalu petugas kepolisian yang sampai di lokasi meneriakkan, “Pelaku telah dilumpuhkan”. Sherif Wilayah Douglas, John Hanlin, mengatakan ketika sampai di lokasi, tepatnya dalam gedung universitas, salah satu petugas berusaha melumpuhkan pelaku dan sempat terjadi adu tembak. “Pelaku penembakan berhasil

dilumpuhkan beberapa saat kemudian,” tegasnya. Berbagai media AS sudah mengidentifikasi nama pelaku sebagai Chris Harper Mercer, pria berumur 26 tahun. Motif penembakan di Umpqua Community College ini belum diketahui. Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama memberikan pernyataan belasungkawa terhadap insiden penembakan brutal itu. Ia berjanji akan memberikan kontrol lebih ketat terhadap peredaran senjata api di AS. Obama juga mengatakan, AS merupakan negara maju pertama yang sering mengalami insiden penembakan masal. Dia menuturkan, setiap ada tragedi penembakan massal, doa dan rasa prihatin tidak cukup. Hal itu tidak dapat mencegah penembakan. “Banyak keluarga AS, ibu, ayah dan anak yang hidupnya berubah selamanya. Ada juga masyarakat yang mendadak diserang rasa kesedihan dan para orangtua yang ketakutan karena bisa saja sanak saudara mereka yang menjadi korbannya,” ujar Obama. “AS akan membantu dengan doa dan cinta kepada semua orang yang berduka. Bagaimanapun, tanpa tahu mengapa, hal seperti ini menjadi rutinitas. Saya berdiri di sini untuk memberikan pernyataan seperti ini, menjadi rutinitas. Hal yang ironis kita menjadi kebal sedikit demi sedikit terhadap kasus seperti ini,” tutupnya. Obama dan Wakil Presiden Joe Biden juga terus mendorong agar aturan itu segera dibuat, namun prosesnya selalu terhambat di kongres. Melihat hal ini, tentu kongres akan berpikir ulang tentang hal itu. Gugiek Savindra

20

12 - 18 Oktober 2015


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

WISUDA MONARCH - Monarch Bali, Pusat Pelatihan Perhotelan dan Kapal Pesiar, Sabtu (26/9) mewisuda 965 lulusannya di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur. Ketua Panitia Wisuda I Made Bobi Asmara, S.E., CHT. melaporkan para wisudawan ini berasal dari Kampus Monarch di lima kabupaten yakni Monarch Dalung (Badung), Monarch Gianyar, Monarch Singaraja, Monarch Candidasa (Karangasem), dan Monarch Negara. Para wisudawan telah menyelesaikan program basik level 1 tahun dengan jurusan food and beverage service, culinary dan house keeping. Sebanyak 21 orang lulusan tidak bisa menghadiri wisuda karena sudah berangkat ke kapal pesiar.

WISUDA IHDN - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Wisuda XX di Hotel Aston Denpasar, Selasa (29/9). Pada wisuda periode kedua tahun ini, IHDN wisuda 615 wisudawan. Para wisudawan ini diharapkan mampu mengisi kekurangan SDM terutama guru agama Hindu seluruh Indonesia. “Wisuda tahun ini dilakukan dua kali yaitu bulan Mei dan September. Pada wisuda XX ini, 615 wisudawan itu terdiri dari tiga fakultas, termasuk program studi doktor,� kata Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Dengan jumlah alumni 8.000, Duija berharap SDM Hindu di Indonesia tidak ada lagi persoalan.

MBP/ist

YUDISIUM PPS UNUD - Program Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) melepas dan meyudisium 254 calon wisudawan, Rabu (23/9) lalu. Yudisium ini merupakan yang ke79 periode ketiga tahun 2015. Ketua Panitia Yudisium Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. mengatakan, dari 254 calon wisudawan ini, 28 orang dari Program Doktor dan 225 dari Program Magister. Direktur Pascasarjana Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) dalam sambutannya mengatakan, yudisium ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa dan pengelola melakukan evaluasi. Apa yang sudah dihasilkan merupakan hasil kerja sama semua pihak. Nampak dalam foto Direktur Pascasarjana Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) bersama para peraih IPK tertinggi dari Program Magister dan Program Doktor saat Yudisium ke-79 periode ketiga 2015. 12 - 18 Oktober 2015

21


DAERAH

Seluruh Usaha Galian C Sebudi Ilegal

S

eluruh usaha galian C di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, saat ini tak lagi mengatongi izin. Namun, meski tergolong ilegal, puluhan titik lokasi galian masih beroperasi mengeruk kaki Gunung Agung hingga kini. Ironisnya, tidak ada satu pun lembaga terkait yang berani melakukan upaya penertiban. Dilihat dari data izin usaha pertambangan galian C Karangasem, hasil pendataan Bagian Ekonomi Pemkab Karangasem, sejak tahun 2014 hingga kini, izin galian C hanya diterbitkan untuk lokasi galian di Kecamatan Bebandem dan Kubu. Dari 36 izin yang diterbitkan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), hanya dua di antaranya berada di Kecamatan Bebandem. Yakni atas nama I Nengah Birit dengan no-

22

12 - 18 Oktober 2015

mor izin 16/KPPT/2014 seluas satu hektar. Kedua atas nama I Gusti Made Tusan (PT Dharma Bhuana Karya) dengan nomor izin 01/KPPT/2015 tertanggal 15 Januari 2015. Sementara 34 izin lainnya tersebar untuk sejumlah lokasi galian di Kecamatan Kubu. Seperti di Desa Tulamben (Banjar Dinas Batudawa Kelod), Baturinggit (Banjar Dinas Baturinggit Kelod), Sukadana (Banjar Dinas Mekar Sari, Lebah, Tigaron, Bukit, Nsu,) dan Tianyar (Banjar Dinas Dharma Winangun). Lokasi galian masing-masing seluas satu hektar. Izin untuk lokasi galian di Desa Sebudi, terakhir dikeluarkan KPPT Karangasem pada 12 Juli 2012 sampai dengan 12 Juli 2013 atas nama I Ketut Wirata. Meski sudah tak lagi mengeluarkan izin, pantauan di Desa Sebudi belum lama ini,

aktivitas galian dengan mengeruk kaki Gunung Agung tersebut masih berlangsung. Setiap hari, ribuan truk hilir-mudik mengangkut pasir hasil galian. Begitu juga dengan aktivitas mesin dan alat berat yang meraung-raung sepanjang hari mengeruk permukaan bumi. Meski sudah melewati batas pengerukan hingga 500 meter, namun pengerukan tetap berlangsung hingga kini sudah mencapai kedalaman 700 meter. Penjabat Perbekel Desa Sebudi I Gusti Ngurah Dyumatsna mengatakan saat ini ada sekitar 34 titik lokasi galian C di desa setempat. Sementara pihaknya tentu tidak bisa berbuat banyak, karena usaha galian C menjadi wewenang pemerintah daerah. Kepala KPPT Karangasem I Ketut Sumarta mengakui pihaknya sudah tidak menerbitkan izin lokasi galian di Kecama-


Jangan Pura-pura Tidak Tahu

BERAT - Puluhan alat berat masih beroperasi di lokasi galian C Desa Sebudi. Meski sudah tidak ada izin, namun tidak ada instansi yang berani melakukan penertiban.

tan Selat (Desa Sebudi). Demikian juga di Kecamatan Rendang, karena sudah tidak memenuhi syarat ketinggian maksimal 500 meter, sebagaimana diatur dalam Perda RTRW Kabupaten Nomor 17 Tahun 2012. “Kalau sudah tak memenuhi syarat, tentu izin tak bisa dikeluarkan. Kalau sekarang timbul pertanyaan kenapa masih beroperasi, soal itu mohon jangan tanya saya. Tugas saya hanya di perizinan,” katanya. Kasat Pol PP Karangasem Iwan Suparta mengaku belum mengetahui informasi masih beroperasinya pusat galian C di Desa Sebudi. Pihaknya menegaskan bakal mengecek kembali lokasi galian di Desa Sebudi, sebelum mengambil langkahlangkah berikutnya sebagaimana diatur dalam perda. Selain itu, juga berkoodinasi dengan instansi terkait lainnya, seperti KPPT Karangasem. “Kami akan cek dulu ke lokasi, kalau memang demikian (masih beroperasi tanpa izin) tentu kami akan ambil tindakan tegas,” kata Iwan.

PEMKAB Karangasem dinilai tak tegas dalam menyikapi maraknya galian C ilegal. Anggota DPRD Karangasem I Gede Dana menilai ada yang kacau di antara instansi terkait di dalamnya. Semestinya bila sudah melanggar perda, apalagi jelas-jelas ilegal, tidak ada alasan bagi pihak terkait tidak berani melakukan penertiban. Ketua Fraksi PDI-P Karangasem ini meminta eksekutif tidak menjadikan perda yang ada seperti macan ompong. Sebab, aturan dimuat untuk ditegakkan, bukan untuk dilanggar. Ia mengaku sangat menyayangkan kondisi ini. Apalagi, situasi seperti ini di Karangasem sudah terjadi bertahun-tahun, tanpa ada yang berani bergerak menegakkan perda. “Logikanya kan sederhana saja. Kalau ilegal, maka wajib ditertibkan, bukan dibiarkan,” ujarnya. Politisi muda asal Desa Datah ini mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang membuat instansi yang berwenang seperti Satpol PP tidak berani melakukan tindakan tegas. “Satpol PP itu kan ada atasannya, kalau atasannya bilang jangan (melakukan penertiban), pasti tidak berani bergerak,” katanya. Tidak hanya soal penegakan perda, menurutnya, Pemkab mesti mampu berpikir jauh ke depan, memikirkan masa depan masyarakat setempat. Kalau misalnya pusat galian C itu ditutup, maka pemerintah daerah harus membuka lapangan kerja baru. Sehingga tidak menambah jumlah pengangguran di Karangasem. Sejauh ini, ia tidak melihat Pemkab melakukan upaya-upaya seperti itu. Sementara saat ini galian C ilegal tersebut terus beroperasi, meski sudah melebihi batas maksimal kedalaman galian 500 meter. Jika ini dibiarkan, tentu hal ini akan makin memperburuk kondisi lingkungan sekitarnya. Pihaknya berharap Bupati Karangasem ke depan bisa memberikan solusi ideal atas persoalan lingkungan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Tokoh masyarakat Karangasem Nyoman Sadra belum lama ini menilai aktivitas pertambangan galian C di Karangasem kini sudah tidak mengindahkan aturan yang ada. Menurutnya, galian C hanya mewariskan kerusakan lingkungan, yang tidak mudah dipulihkan kembali. Ia mendorong agar Karangasem lebih serius mengembangkan pariwisata, yang sudah digagas dengan konsep pariwisata spiritual. Bukan mengeruk kaki Gunung Agung secara terus-menerus. “Kalau Karangasem mau maju (pariwisata), sebaiknya tutup seluruh aktivitas pertambangan galian C,” kata Sadra saat menghadiri lokakarya di Amlapura, belum lama ini. Bagiarta

Bagiarta 12 - 18 Oktober 2015

23


A KT I V I TA S

MBP/ist

KUNKER - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. bersama Kadis Perikanan Tabanan I Made Subagia di sela-sela kunjungan kerjanya di daerah pemilihan (dapil) Bali sempat meninjau Kelompok Tani Ikan Pangkung Bacang di Desa Belimbing Pupuan. Peninjauan yang dilakukan salah satu anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI ini untuk mengawasi dan memantau sejauh mana tingkat keberhasilan program di sektor pertanian dalam arti luas, yang bisa terserap di masyarakat. Menurut wakil rakyat empat periode ini, kelompok tani ikan seperti ini telah tersebar di seluruh pelosok desa di Bali. Karena itu, Made Urip yang selama ini dikenal sebagai sosok memperjuangkan sektor petani dan selalu rajin turun ke subak-subak, serta aktif berdialog dengan krama subak.

MBP/ist

WISUDA STIKES BINA USADA - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali tahun akademik 2014/2015 kembali meluluskan 101 mahaswisa/mahasiwi kesehatan. Mereka diwisuda dan diangkat sumpahnya, Rabu (23/9) di Puri Saron Hotels, Seminyak. Dari 101 yang diwisuda dan disematkan tanda lulus, 43 orang di antaranya lulusan ahli madia kebidanan atau setara D-3, sebanyak 28 orang dinyatakan lulus dan wisuda sarjana keperawatan (S-1) dan profesi ners sebanyak 30 orang. Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr Ir. Putu Santika, M.M. mengatakan sejak Stikes Bina Usada Bali didirikan 1 Agustus 2007, sekolah ini sudah mewisuda enam angkatan dengan jumlah tamatan 530 mahasiswa.

MBP/ist

MAPAMIT - Setelah mengadakan Jamuan Makan Malam (Royal Dinner) di Istana Mancawarna Tampaksiring, Gianyar, Bali, keluarga besar Puri Tegeh Kori menggelar upacara Mapamit sebagai rangkaian dari acara Pawiwahan Pradana Puri. Putri Puri Tegeh Kori I Gusti Ayu Dewi Wastu Manggala Marhaen Wedasteraputri Suyasa, S.S., M.H. dipersunting oleh Komang Yogi Marthana (Jro Pasek Pagan) dalam sebuah acara ritual yang sederhana namun khidmat. Acara mapamit dilangsungkan di Puri Tegeh Kori Jembrana ring Badung dan dihadiri 250 orang kerabat. Demikian diungkapkan I.A. Widyawati (Penyarikan Karya) bahwa manusa yadnya ini diselenggarakan atas perkenan panglingsir puri. Nampak dalam foto Ratu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi Ida Shri Bhagawan Nabe Wira Kerti dan Ratu Biang Gusti Ayu Suwitry menyaksikan penyerahan pratima Sri Krisna kepada mempelai di Puri Tegeh Kori.

24

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

WISUDA UNUD - Universitas Udayana (Unud) menggelar upacara Wisuda ke-114 di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Jumat (25/9). Jumlah wisudawan yang dilepas oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. tercatat 1.097 orang dengan rincian 28 orang dari Program Studi Doktor/S-3, Program Studi Magister/S-2 (204 orang), PPDS1 (31), Profesi (125), Program Sarjana (S-1) dan D-4 (576) dan 133 orang wisudawan dari Program Diploma (D-2 dan D-3). Dengan begitu, total alumni Unud sampai saat ini berjumlah 72.957 orang. Pada kesempatan itu juga ditetapkan nama-nama wisudawan sebagai lulusan terbaik pada masing-masing program studi (PS).


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PENGHARGAAN UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar memberikan penghargaan bagi seniman tua di sela-sela Utsawa Bali Sani ke-6, Selasa (29/9) malam. Tercatat 10 seniman yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Gianyar menerima penghargaan tersebut. Masing-masing enam seniman tari yakni A.A. Gde Bagus Mandera Erawan, Cokorda Istri Ratih Iryani, I Made Jimat, Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A., Anak Agung Gede Oka Dalem, dan Anak Agung Sri Utari. Empat lagi merupakan seniman tabuh yakni I Wayan Kumpul, Cokorda Alit Hendrawan, I Ketut Lateg (Mangku Nataran) dan I Nyoman Sueta.

YUDISIUM FE UNHI - Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) Denpasar meyudisium 94 orang sarjana (S1) -- 47 orang dari Prodi Manajemen dan 47 dari Prodi Akuntansi -- Jumat (25/9) di Hotel Nikki Denpasar. Pada yudisium periode II tahun 2015 itu tercatat tiga orang lulus dengan predikat cumlaude yaitu I Wayan Sukrawan (IPK 3,63), IB Putu Purnama Putra (3,58), dan I Wayan Suparsa Yasa (3,51). Ketiganya dari Prodi Manajemen. Selebihnya lulus dengan predikat sangat memuaskan. Menariknya, dalam acara yudisium tersebut FE Unhi mendatangkan motivator entrepreneur I Nyoman Londen. Kehadiran motivator nasional yang memiliki ikon ‘’salam gigih’’ itu diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para yudisium, bagaimana memacu diri agar bisa mencapai kesuksesan.

MBP/ist

MBP/ist

BAKSOS FE UNR - Bakti Sosial (Baksos) Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai (FE UNR) dilaksanakan, Minggu (27/9) lalu, di Banjar Saba Penatih. Ini merupakan rangkaian pelaksanaan Pelepasan dan Yudisium Sarjana Ekonomi sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa ekonomi Jurusan Manajemen semester I dan III, ditambah para sarjana yang telah dilepas dan diyudisium, BEM serta para dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai. Di hadapan peserta baksos, Drs. I Made Santosa, M.Si. selaku Dekan dalam sambutannya menyatakan, kegiatan ini berkaitan dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga kegiatan ini wajib dilakukan.

SOSIALISASI UNWAR - Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Selasa (29/9) mengumpulkan semua dosennya untuk diberikan sosialisasi soal peraturan studi lanjut. Pengarahan diberikan Sekpel Kopertis VIII Dr. Slamet Sholeh, M.Sc. Kabiro Umum dan Keuangan Unwar I Made Wijaya, S.IP. melaporkan saat ini 97 dosen Unwar yang akan dan sedang melanjutkan studi baik ke S-2 dan S-3. Mereka perlu diberikan pemahaman soal aturan baru Dikti yang mengatur soal studi lanjut agar mereka nyaman belajar dan bisa menembus beasiswa Dikti. Termasuk tidak melanggar peraturan, karena bisa dikenakan sanksi mengembalikan dana beasiswa. 12 - 18 Oktober 2015

25


LENSA

AIR TERJUN Seorang wisatawan mancanegara menyusuri alur sungai air terjun Nungnung di Plaga, Badung Utara. Untuk mencapai lokasi air terjun tersebut, para pengunjung harus menempuh ratusan tangga menuju dasar lembah.

MBP/Eka


OLAHRAGA

Pebolabasket putri A Candace Parker (tengah) saat menghadapi timnas Kanada di turnamen Opals World Challenge.

Pelatnas Tanpa Pemain Bintang

U

sai menyelesaikan kompetisi reguler WNBA, Elena Delle Donne, Candace Parker dan Sue Bird memulai proses pemusatan latihan bersama timnas AS di Eropa. Rencana mereka bersama anggota tim lainnya menuju Benua Biru itu untuk melakoni sejumlah pertandingan persahabatan sebabagai persiapan tampil di Brazil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. “Senang rasanya bisa berkumpul kembali, kami memiliki waktu terbatas dan disibukkan dengan jadwal masingmasing,” jelas Bird tentang pelatnas yang berlangsung kurang dari 10 hari itu. “Hanya sedikit waktu kami bisa berkumpul dan berlatih bersama-sama selama setahun ini. Jadi kami perlu pemusatan latihan itu.” Skuad AS nantinya akan diperkuat Stefanie Dolson, Candice Dupree, Angel McCoughtry, Danielle Robinson, Courtney Vandersloot dan Tina Charles. Brittney Griner baru bisa bergabung dengan skuad arahan pelatih Geno Auriemma, setelah menyelesaikan masa hukuman larangan bermain yang dijatuhkan

USA Basketball akibat kekerasan rumah tangga. Grinner setidaknya absen dalam 20 persen masa pemusatan latihan sebelum bergabung dengan rekan-rekannya di Eropa. “USA Basketball tidak akan memaafkan apa pun bentuk kekerasan,” ungkap CEO timnas Jim Tooley. “Brittney menerima tanggung jawab atas tindakannya dan memenuhi perintah pengadilan untuk menghadiri pertemuan konseling tentang kekerasan domestik. Dia juga menerima hukuman larangan bermain 6 kali dari WNBA.” Pemain senior UConn Breanna Stewart juga akan bergabung teman-temannya di Eropa. Stewart tercatat tiga kali meraih penghargaan Final Four itu akan memperkuat timnas AS yang memenangkan Kejuaraan Dunia FIBA pada musim gugur lalu. AS untuk sementara tidak diperkuat lima anggota utamanya yang anggota timnas yang memenangkan medali emas di Olimpiade London 2012. Maya Moore, Seimone Augustus, Lindsay Whalen, Syl-

via Fowles dan Tamika Catchings tak ikut rombongan ke Eropa karena menjalani putaran akhir WNBA Finals. Alhasil, pelatnas di Eropa nanti tanpa diperkuat sejumlah pemain bintang. “Inilah salah satu contoh hambatan itu. Kami mempunyai waktu 10 hari untuk berlatih dan memainkan sejumlah pertandingan. Tetapi kami kehilangan sejumlah pemain yang tampil di WNBA Finals. Ini artinya sejumlah pemain terbaik kami tidak mengikuti pelatnas,” jelas pelatih Auriemma tentang kondisi timnya. Timnas AS yang memenangkan lima medali emas Olimpiade, akan menjalani pelatnas di Spanyol, Italia dan Rep. Ceko dari 2 hingga 10 Oktober. Rencananya mereka akan memainkan empat pertandingan sebelum balik ke AS dan berkumpul lagi sebelum kompetisi WNBA dimulai kembali. Untungnya AS telah lebih dahulu mengamankan tiket ke Olimpiade Rio 2016, laporan Associated Press. yudi winanto 12 - 18 Oktober 2015

27


OLAHRAGA

Hadiah Terbaik Ultah

DIKENAL sebagai pembalap termuda dalam sejarah Formula 1, Maxx Verstappen menerima hadiah terbaik di ulang tahun ke-18 pada 30 September lalu yakni surat izin mengemudi (SIM). Uniknya, pembalap Belanda yang membela tim Toro Rosso itu telah 14 kali mengikuti balapan F1. Kendati menghadapi urusan serupa yakni keselamatan dan kecepatan, namun persoalan berkendara di sirkuit dan jalan raya jelas berbeda persoalannya. Dua arena itu pun memiliki SIM berbeda. Verstappen yang telah mendapatkan SIM Super untuk bisa mengikuti balapan

F1, harus melewati usia 18 tahun bila ingin berkendara secara legal di jalan raya. Maka ia pun bersuka cita saat menyelesaikan ujian mengemudi usai merayakan ulang tahun ke-18. Pembalap yang juga memiliki kewarganegaraan Belgia itu, mengunggah ungkapan hatinya di media sosial. “Luar biasa rasanya berusia 18 tahun dan mempunyai SIM,” katanya. “Akhirnya saya boleh mengemudikan mobil sendiri di jalan. Ini sebuah kebebasan, amat mengesankan,” tambahnya yang juga mengungkapkan perasaan leganya bisa melalui tes itu.

Ia mengakui agak grogi menghadapi ujian itu. Namun pengalaman menghadapi segala tekanan saat mebalap, membuatnya tenang dan melalui ujian itu dengan tenang. Pembalap Prancis Romain Grosjean yang meninggalkan Lotus dan bergabung dengan Haas untuk musim depan, menanggapi kado ultah Verstappen. “Selamat ulang tahun @Max33Verstappen! Akhirnya kamu sekarang boleh mengendarai mobil,” ujar Grosjean seperti dikutip media Daily Mail. yudi winanto

Pembalap tim Formula 1 Toro Rosso Max Verstappen.

28

12 - 18 Oktober 2015


Pelatih asal Brazil Luiz Felipe Scolari.

Menuntaskan Kewajiban LUIZ Felipe Scolari menghapus aib setelah meninggalkan Portugal 2005. Pelatih asal Brazil yang membawa tim Selecao Eropa itu menjadi runner-up pada Piala Eropa 2004, akhirnya membayar utangnya pada petugas pajak. Scolari menyelesaikan utangnya senilai 3 juta euro (3,4 juta dolar AS) untuk pajak penghasilan yang menjadi tanggungannya semasa melatih timnas Portugal pada 2003 hingga 2007. Seperti diungkapkan Unit Penyelidikan Kriminal di kantor Kejaksaan Portugal, Scolari sepakat untuk membayar

kewajibannya serta bunganya itu. Tidak disebutkan kapan proses pembayaran tersebut. Namun dijelaskan bahwa kasus penyelidikan terhadap dia ditutup setelah pembayaran itu tuntas. Kantor Scolari di Brazil tidak memberikan keterangan seputar kasus tersebut. Kasus penggelapan pajak itu mencuat pada Mei 2014, Scolari yang membawa Portugal menempati peringkat ke-4 pada Piala Dunia 2006, membantah melakukan tindakan ilegal itu. Dia memastikan bahwa sepanjang bekerja dan menjabat pelatih timnas Portugal,

telah menunaikan tugasnya membayar pajak, demikian pula di klub atau negara lain. Pelatih dengan panggilan Big Phil dikenal karena keberhasilannya membawa Brazil menjadi juara Pada Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang. Namun, dia pula yang membawa tim pemegang lima troďŹ Piala Dunia, mengalami hal terburuk dalam sejarah yakni kalah 1-7 atas di semiďŹ nal Piala Dunia 2014 di negerinya sendiri, laporan Reuters. yudi winanto 12 - 18 Oktober 2015

29


OLAHRAGA

Andreoli Mirko

Demi Balap Rela Putus Sekolah ATLET balap motor Andreoli Mirko sukses merebut dua keping medali emas dan satu perak untuk Kota Denpasar pada ajang Porprov Bali XII/2015 di Buleleng. Emas diraih di kelas 110 cc perorangan dan beregu bersama Jeny Saputra, serta kelas 125 cc berpasangan dengan Jeny Saputra. Mirko kini menyiapkan diri terjun pada Pra-PON kategori U-19 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 3-5 November mendatang. Ia tidak berlatih di Bali karena tidak ada sirkuit. Mirko harus menempa diri di Sirkuit Selagalas, Lombok (NTB), di bawah Koordinator Putu Trisna Jamrud. ‘’Untuk sekadar lolos PON minimal harus tembus peringkat 16 besar, tetapi saya punya target masuk lima besar,’’ tuturnya di Denpasar pekan lalu. Pembalap road-race (jalan raya) kelahiran Denpasar, 26 Mei 1999 ini mulai menggeluti olahraga balap motor sejak duduk di bangku kelas V SDN 12 Sanur. Ia resmi turun berlomba pada 2011 mengikuti Kejurnas Region III (Bali, NTB, NTT) kategori pemula di Sirkuit GWK, Pecatu, Badung. Mirko merebut juara dua kelas 125 cc standar dan juara tiga kelas 110 standar. Atas prestasi yang diukirnya, Mirko bergabung dengan klub Rosiana Racing Team. Putra tunggal pasangan Abel Andreoli (Italia) dan Luh Rediasih ini dilatih pemilik klub Ngurah Adiwijaya dan mekanik Ari Seriawan. Hasil gemilang ditorehkan pada 2014 dengan mengawinkan gelar juara Region II kelompok pemula kelas 110 cc dan 125 cc. Mirko tertarik menonton balap motor di GWK dan Jalan Kargo sejak kecil. Pada 2008, ia sempat mengikuti balapan liar. Sang paman yang mantan pembalap Suparsana kemudian mengajarinya teknik menggeber motor sambil berlatih slalom. Awalnya dia tidak direstui oleh ibunya menggeluti balap motor. Akan tetapi bakatnya yang menonjol ditopang beberapa prestasi membuat hati sang mama luluh dan akhirnya mengizinkannya. Setamat SD, Mirko dihadapkan pada dua pilihan antara melanjutkan ke SMP atau fokus balapan. ‘’Saya memutuskan konsentrasi pada balap motor,’’ terangnya. Konsekuensinya, ia tidak meneruskan pendidikan. Ada keinginan mengikuti program Kejar Paket, namun jadwal latihan dan balap yang padat mengurungkan niatnya. Ajang balap motor, menurutnya, sangat memacu adrenalin. Puas rasanya jika mampu menyalip pembalap di depannya. ‘’Selain itu, pembalap juga perlu mekanik andal untuk menseting motor agar larinya kencang,’’ kata Mirko. MBP/nel

30

12 - 18 Oktober 2015

Daniel Fajry


Piala Presiden 2015

Bali United Dijegal Arema TAMPIL di kandang sendiri dan di depan puluhan ribu fans yang memadati Stadion Wayan Dipta, Gianyar, ternyata tidak cukup bagi Bali United Pusam untuk bisa mengalahkan Arema Cronus Malang. Bali United menyerah dengan skor 2-3 sehingga gagal melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2015. Tim berjuluk Serdadu Tridatu terjegal karena kalah agregat 3-5. Bali United tersisih bersama Pusamania Borneo FC, PSM Makasasar, dan Persebaya United yang di laga terakhir mengusung nama Bonek FC. Sementara Arema melaju ke empat besar mendampingi Persib Bandung, Mitra Kukar Tenggarong, dan Sriwijaya FC Palembang. Persib mengatasi Borneo FC dengan skor total 5-4, Mitra Kukar menyingkirkan PSM (2-2), dan Sriwijaya FC menang WO atas Bonek FC yang tidak mau melanjutkan pertandingan. Bali United sebetulnya cukup optimis akan bisa membalikkan ketinggalan 1-2 yang diderita di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada pertemuan pertama. Kans itu terbuka setelah tim asuhan Indra Sjafri sempat memimpin 1-0 berkat gol Bayu Gatra. Arema mampu mengejar

lewat gol Cristian Conzales, tetapi publik tuan rumah kembali bergelora setelah Lerby membuat gol kedua Bali United ke gawang Kadek Wardana. Namun, keunggulan ini sirna oleh gol kedua dan hattrick Gonzales gol ke gawang Ngurah Komang Arya di babak kedua. Faktor pengalaman dan kematangan tim menjadi kendala Bali United. Ini terjadi lantaran skuad Indra Sjafri dihuni sebagian besar pemain muda. Meski didukung kesiapan fisik dan kecepatan, pada akhirnya pengalaman yang berbicara di lapangan di tengah-tengah besarnya tekanan untuk menang. Sebaliknya, kedua hal itu menjadi keunggulan Arema. Pemain klub langganan juara ini tetap bermain konsisten saat tertinggal. Terlebih lagi Gonzales yang mandul dalam tiga pertandingan penyisihan grup, justru sukses membuat tiga gol ke gawang Bali United. Pelatih Bali United, Indra Sjafri, tidak menyalahkan pemainnya atas kegagalan ini, melainkan akan melakukan evaluasi dan menata tim agar lebih baik lagi. Ia memuji kemampuan skuadnya yang berintikan pemain-pemain muda bisa

mengimbangi permainan Arema yang diperkuat sejumah pemain nasional dan tiga legiun asing. ‘’Kami melihat para pemain lokal sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami akan terus memberikan porsi sebesar-besarnya untuk pemain lokal,” katanya. Indra Sjafri tidak lupa memberikan selamat kepada Arema yang memang lebih diunggulkan melaju ke semifinal. Ia menilai permainan tim Singo Edan sangat baik, sehingga mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan dalam laga penentuan. Arema selanjutnya bertemu Sriwijaya FC, sedangkan Persib ditantang Mitra Kukar pada pertandingan semifinal. Arema menjadi tuan rumah terlebih dahulu di Stadion Kanjuruhan pada 3 Oktober. Pada pertarungan kedua pekan berikutnya giliran Arema dijamu Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring. Sementara Mitra Kukar kedatangan Persib di Stadion Aji Imbut Tenggarong pada 4 Oktober dan menjadi tamu tim Maung Bandung dalam laga kedua di Stadion Si Jalak Harupat seminggu kemudian. Mawa

MBP/wan

Pemain Bali United Pusam (merah) terhenti di babak delapan besar Piala Presiden 2015. 12 - 18 Oktober 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

YUDISIUM PASCASARJANA UNHI - Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar meyudisium lulusan Program Magister, Selasa (29/9) di Hotel Nikki Denpasar. Pada yudisium periode September 2015 ini, Program Pascasarjana Unhi mengantarkan 69 mahasiswa Magister (S-2) meraih gelar magister dan 7 orang mahasiswa Program Doktor (S-3) meraih gelar doktor. Dengan demikian, Pascasarjana Unhi sampai saat ini sudah menamatkan 25 doktor dan 1.670 magister. Membanggakan, dari 69 lulusan Magister yang dilepas kemarin, 10 orang tercatat lulus dengan predikat cumlaude, sisanya sangat memuaskan.

PUNIA SRIPARTHA - Diawali melaksanakan persembahyangan bersama, Group BPR Sripartha Pusaka (BPR Sripartha, BPR ASHI, BPR Pusaka, BPR TISH dan ANTENK), Boby 76, Kop. Mustika, PT Partha Sedana, Omadream dan Pura Ibu Pasek Gelgel Br. Ujung-Bindu Kesiman, Senin (28/9), mapunia di Pura Dalem Penataran/Penyatusan Dalem, Desa Adat Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar. Punia tersebut terkait prosesi pelaksanaan upacara Karya Mamungkah dan Balik Sumpah Uttama yang puncak upacaranya berlangsung Rabu (11/11) mendatang bertepatan Tilem Kalima. Namun semua kegiatan upakara sudah dimulai Senin (28/9) lalu.

MBP/ist

DUTA BADUNG - Tiga sekolah duta Kabupaten Badung yakni SMK Widya Mandala Badung, SMPN 2 Kuta Utara dan SDN 2 Kerobokan Kelod mengikuti lomba Pelaksana Terbaik Program Penanggulangan Kanker Tarpadu Paripurna (PKTP) tingkat Provinsi Bali tahun 2015. Penilaian oleh Tim Penilai Provinsi Bali dilakukan Rabu (30/9) yang dipusatkan di SMPN 2 Kuta Utara. Kedatangan Tim Provinsi diterima langsung Penjabat (Pj) Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. bersama Plt. Ketua TP PKK Badung Ny. Harry Yudha Saka, Ketua DWP Badung Ny. Kompyang R. Swandika, WHDI Badung, YKI Cabang Badung serta Tim Pembina PKTP Kabupaten Badung.

32

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

TANAM POHON - PT Indonesia Power dan Kodam IX/ Udayana mengadakan aksi bersama menanam 1.000 pohon manggrove di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar. Penanaman untuk kesekian kalinya oleh PT Indonesia Power bertujuan meningkatkan kelestarian lingkungan pesisir. Lestarinya pohon mangrove sehingga bisa berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Di antaranya penanggulangan abrasi, pelestarian keanekaragaman hayati, penyerapan carbon (Co2). Penanaman 1.000 pohon mangrove berkaitan peringatan hari ulang tahun PT Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Bali yang ke-20, yang jatuh pada 3 Oktober 2015 dan peringatan HUT ke-70 TNI pada 5 Oktober 2015.


MBP/ist

IKUT KOMPETISI ASC - Mahasiswa Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata (PPLP) Dhyana Pura mengikuti ASEAN Skill Competition (ASC). ASC adalah suatu kompetisi yang dilakukan antara negara di ASEAN. Kompetisi ini mencakup banyak bidang keahlian dan salah satunya bidang perhotelan yaitu Food & Beverage Service dan Food Production/Cook. Untuk itu pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali melakukan seleksi daerah untuk mendapatkan kandidat/ peserta yang akan disiapkan untuk mewakili Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 16 – 18 September 2015 di Balai Pelatihan Kerja (BLK) Denpasar, papar Direktur PPLP Dhyana Pura I Gede Agus Mertayasa, S.E., M.M. PPLP Dhyana Pura ikut berpartisipasi dalam keahlian F&B service dan kitchen/cook. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa lembaga pelatihan kerja (LPK) terkemuka di Bali.

MBP/ist

PEMBUKAAN MIH UNDIKNAS - Program Pascasarjana (PPS) Undiknas tahun ini memiliki tiga program studi, yakni Undiknas Business School (MM), Magister Ilmu Publik (MAP) dan teranyar Magister Ilmu Hukum (MIH). Pembukaan MIH Undiknas ditandai dengan penyerahan SK Dikti dari Direktur Akademik dan Sistem Informasi Undiknas Dr. Sri Subawa kepada Rektor sekaligus Direkrut PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. pada acara welcoming student PPS Undiknas, Jumat (25/9) malam. Welcoming student ditandai dengan pengenaan jas almamater PPS Undiknas. Acara juga dihadiri Dr. Ni Made Sunariani, Wakil Rektor Prof. Dr. Nyoman Budiana, Prof. I.B. Raka Suardana, Dr. AAN Oka Suryadinatha, Dr. Nyoman Sri Subawa, Direktur Marketing dan Kerja Sama Dr. I.B. Teddy Priathara dan Dr. Ni Putu Nina Eka Lestari.

MBP/ist MBP/ist

SELEKSI PPS UNWAR - Seleksi calon mahasiswa baru Porgram Pascasarjana (PPS) Unwar semester ganjil dilaksanakan serentak, Sabtu (25/9) malam lalu. Ketua Penmaru yang juga Wakil Direktur I PPS Unwar (bidang akademik dan mahasiswa) Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. menjelaskan, seleksi diikuti 106 peserta. Masing-masing angkatan ke-9 Magister Manajemen (MM) diikuti 38 orang, angkatan ke-8 Magister Ilmu Hukum (MIH) diikuti 35 orang, Magister Linguistik angkatan ke-5 diikuti 26 orang dan 7 orang untuk Magister Administrasi Publik (MAP). Alumni Unwar yang belum sempat mengikuti seleksi, dikatakan Prof. Wayan Runa, masih diberi kesempatan mengikuti seleksi sebelum perkuliahan dimulai, 7 Oktober 2015.

DENGAR ASPIRASI - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menunjukkan jiwa negarawannya, yakni dengan rajin mendatangi komunitas masyarakat Bali untuk mendengar aspirasi dari rakyat. Salah satunya, kehadiran Senator Wedakarna di acara bakti sosial Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Dalam kegiatan yang diadakan di dekat PSMTI di kawasan Sudirman itu, Senator Wedakarna disambut oleh Ketua Panitia dan juga sesepuh dan pengurus dari PSMTI Provinsi Bali. Selanjutnya, diajak berkeliling meninjau stan sembako, stan kuliner, stan pemeriksaan gigi, kegiatan donor darah serta meninjau Sekretariat PSMTI, juga menyaksikan tarian dari remaja Tionghoa. Apresiasi pun disampaikan oleh Senator Wedakarna terhadap acara yang diadakan. 12 - 18 Oktober 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR PUKAT UNMAR - Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali dipimpin IGA Kade Komala Sari, S.H., M.H. bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar seminar yang bertajuk “Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Perangkat Desa di Era Revolusi Mental Pascapemberlakuan Undangundang Desa di Mana Desa sebagai Subjek Hukum”. Acara ini dihadiri langsung Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (Rektor Universitas Mahendradatta), pimpinan SKPD, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Bangli. Acara yang berlangsung di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli itu dibuka langsung Penjabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. Hadir sebagai pembicara Kajari Bangli, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bangli dan Prof. Dr. Made Subawa, S.H., M.S. (pakar hukum).

HUT SMPN 1 PETANG - Puncak peringatan HUT ke-35 SMPN 1 Petang pada Senin (28/9) berlangsung semarak. Peringatan hari jadi sekolah favorit penyandang status Sekolah Standar Nasional (SSN) ini juga ditandai dengan peluncuran tari Saraswati Kartika Shanti yang ditetapkan sebagai tari kebesaran atau maskot SMPN 1 Petang. Tarian yang ditarikan enam orang penari ini komposisi gerak tarinya ditata dengan sangat artistik oleh IGN Gede Dharma Widnyana, S. Sn. dan Ni Luh Putu Sugi Lestari Sedana, penata tabuh IGN Alit Supariawan, S.Sn. dan I Made Oka Sedana serta konsep dan ide cerita dan Kepala SMPN 1 Petang Ni Made Serigati, S.Pd., M.M.Pd. Saraswati Kartika Shanti berarti dengan suasana sejuk dan dalam keadaan damai menuntut ilmu di SMPN 1 Petang, lahirlah bintang-bintang yang bersinar cemerlang, ibarat bunga teratai yang mekar tetap memberi warna yang indah dan bau yang harum mewangi.

MBP/ist

MBP/ist

HADIRI PAWIWAHAN - Panglingsir Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Bali, Ratu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, berkesempatan hadir di Puri Anom Tabanan dalam acara Manusa Yadnya Pawiwawahan IGN Bagus Dharmawan, S.T. (putra Drs. IGN Gede Djaja Santika dan Desak Made Chandrawan) dengan Sagung Revina Sari, S.H. (putri dari IGN Alit Wijaya, S.H. dengan Yulian Na’u ). Dalam kesempatan itu, Shri Gusti Arya Wedakarna bernostagia dengan keluarga besar Puri Anom mengingat Puri Anom dikenal sebagai puri yang gigih berjuang untuk membela NKRI dan Nasionalisme Indonesia. Apalagi pada zaman Bung Karno, Kota Tabanan adalah basis dari banteng–banteng ketaton PNI yang gagah berani berjuang untuk menegakkan kedaulatan Tri Sakti. Demikian diungkap oleh Ratu Shri Gusti Wedakarna di sela–sela diterima oleh keluarga Puri Anom.

UJIAN TERBUKA - Program Pascasarjana Unud kembali menggelar ujian terbuka program doktor di aula Gedung Pascasarjana. Dalam ujian tersebut, promovendus Drs. I Ketut Putra Suarthana, M.M. berhasil mempertahankan hasil kajian disertasinya dengan judul ‘’Dampak Partisipasi dalam Pengelolaan Desa Wisata terhadap Sosial Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi, Kajian Komperatif antara Desa Wisata Bedulu, Bali, dan Pentingsari, Yogyakarta’’ di hadapan tim penguji. Putra Suarthana dinyatakan berhasil lulus dengan predikat sangat memuaskan. Hal itu terungkap dalam sidang badan perwakilan pascasarjana pada ujian terbuka yang diketuai Ketua Program Studi Pascasarjana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) didampingi promotor Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., kopromotor Dr. I Nyoman Madiun, M.Sc. serta beberapa penyanggah, Rabu (30/9).

34

12 - 18 Oktober 2015


MBP/ist

MBP/ist

SMPN 3 DINILAI - SMPN 3 Denpasar tampil allout ketika dinilai sebagai duta Kota Denpasar pada lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Provinsi Bali, Rabu (23/9). Ketua Tim Penilai Nyonya Ayu Pastika langsung memawancarai siswa SMPN 3 Denpasar soal penanggulangan kanker. Siswa SMPN 3 Denpasar saat itu menampilkan stan dengan tema ‘’Bebas Rokok’’. , Ayu Pastika sempat menanyakan apakah ada guru SMPN 3 Denpasar yang merokok di sekolah dan di luar sekolah. Pertanyaan itu dijawab lugas oleh siswa SMPN 3 Denpasar dengan ‘’tidak’’. Sebab, kepala sekolah, kata siswa, selain melarang siswa merokok juga berlaku bagi gurunya. Ini yang menyebabkan SMPN 3 Denpasar bebas dari rokok. Termasuk tidak menyiapkan ruang bagi perokok.

UNDWI PRORAKYAT - Program pengabdian masyarakat Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar selalu prorakyat. Programnya selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Ini dibuktikan Universitas Dwijendra melalui LPPM Undwi, Minggu (27/9)menyerakan bedah rumah dua KK miskin di Besakih, Karangasem. Dua bedah rumah diserahkan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati,S.H., M.Hum. kepada keluarga I Wayan Galing dan Ketut Muderati asal Dusun Kidoling Kreteg, Besakih. Penyerahan kunci rumah disaksikan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya, Wakil Camat Rendang, Perbekel Desa Besakih I Wayan Benya, Klian Dinas Kidoling Kreteg I Wayan Yasa. Acara juga dihadiri para dekan, pimpinan unit, tim pembangunan dan BEM Undwi. Rektor Putu Dyatmikawati mengungkapkan agenda ini masih serangkaian HUT ke-63 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar juga diisi dengan penyuluhan hukum, penyuluhan pertanian dan agama Hindu serta penanaman pohon upakara di sekitar pura.

MBP/ist

PENUTUPAN UBS - Sebagaimana Utsawa Bali Sani (UBS) tahun-tahun sebelumnya, penutupan UBS ke-6 Universitas Hindu Indonesia (Unhi) kali ini, di samping diisi dengan penyerahan piala kepada para pemenang lomba dan panyineban karya di Pura Maha Widya Mandhira, juga akan dimeriahkan pagelaran calonarang dengan mengambil lakon “Ngeseng Bingin”, Kamis (1/10). Calonarang kali ini di samping melibatkan mahasiswa dan keluarga besar Unhi juga diperkuat oleh para seniman senior di antaranya Prof. Dr. I Wayan Dibia (sebagai penari Jauk Manis), Made Djimat (sebagai Madri), A.A. Serama Semadi (sebagai Rangda Putih), Nym. Candri (sebagai Condong), Sang Tut Sandyasa (sebagai Penasar), Cok. Raka Tisnu (sebagai Pandung) dan beberapa seniman senior lainnya. Para mahasiswa dan alumnus Unhi juga ikut berperan dalam pementasan ini sebagai Telek/Jauk Telek, sisia dan bangke-bangkean. Demikian juga pemenang lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal juga ikut serta dalam pementasan ini.

MBP/ist

TERHIPNOTIS - Ribuan masyarakat Gianyar terhipnotis menyaksikan lomba pementasan seni yang melibatkan elemen masyarakat dan mahasiswa KKN dari Unversitas Hindu Indonesia (Unhi). Kondisi tersebut tampak pada pembukaan Utsawa Bali Sani Unhi ke-6 dengan tema “Tirta Amerta Utamam”, Rabu (23/9). Acara yang berlangsung di jaba Pura Penataran Sasih ini juga sebagai rangkaian penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 30 September mendatang. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A, mengatakan pembukaan Utsawa Bali Sani Unhi ke-6 kali ini, diiringi dengan rangkaian penutupan KKN Unhi di Kecamatan Tampaksiring yang dimulai sejak Juli hingga 30 September 2015 mendatang. 12 - 18 Oktober 2015

35


LINGKUNGAN

Bukit Pulaki, Incaran Pencari Batu Akik

K

awasan perbukitan di Desa Pulaki, Kecamatan Gerokgak, beberapa bulan terakhir ini menjadi sasaran para penggali batu. Situasi ini tidak bisa dihindari, menyusul demam batu akik merebak belakangan ini. Apalagi, batu di kawasan ini dikenal di kalangan kolektor batu mulia memiliki nilai ekonomi tinggi. Mencegah jangan sampai penggalian bertambah semakin marak, upaya pengendalian penting dilakukan. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, tampak sejumlah bekas penggalian yang telah ditinggalkan oleh penggalinnya. Di sekitar galian itu juga ditemukan pohon yang tumbang. Pohon yang tumbang memiliki diameter sekitar 10 cm dan batangnya sudah mengering. Diperkirakan, kawasan bukit di Buleleng barat ini sudah digali sejauh ini sekitar

satu hektar dengan lokasi pengambilan batu yang menyebar di sejumlah titik. Batu yang banyak terdapat di sekitar Bukit Pulaki antara lain batu panca warna, batu badar besi, batu merah putih, kecubung tangi, hijau tabur, dan batu hijau. Sejumlah masyarakat Banyupoh mengaku khawatir dengan maraknya aktivitas penggalian batu di kawasan Bukit Pulaki. Warga pun berharap pihak terkait segara melakukan upaya pengendalian, sehingga ancaman kerusakan bukit itu bisa dicegah. Apalagi, menjelang musim hujan sekitar November atau Desember, bisa saja di desanya akan terjadi banjir atau bencana tanah longsor. “Kami ingin hutan tetap lestari dan tidak ada ancaman terjadi longsoran. Untuk itu, penggalian itu agar dikendalikan secepatnya,” kata seorang warga. Perbekel Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak I Putu Sukerata saat dimintai

Kawasan Bukit Pulaki, Kecamatan Gerokgak belakangan ini marak ditemukan penggalian batu yang dilakukan oleh sekelompok orang. Mencegah bertambah parah, warga berharap penggalian batu tersebut segara dikendalikan.

36

12 - 18 Oktober 2015

konfirmasi kemarin mengakui jika belakangan ini marak penggalian batu yang menyasar perbukitan di desanya. Meski terkesan mengancam lingkungan perbukitan, dia sendiri memaklumi aktivitas penggalian batu tersebut. Pasalnya, dengan penggalian bisa memberikan penghasilan secara ekonomi bagi masyarakat. Terlebih karena terpuruknya usaha budidaya pertanian anggur dan budidaya perikanan ikan nener, sehingga perekonomian di desanya bisa kembali bergeliat dengan hasil menggali bongkahan batu di sekitar perbukitan. “Memang ada penggalian itu, dan kami memaklumi, karena itu bisa membangkitkan ekonomi semenjak sektor pertanian dan perikanan di desa hasilnya mersot,” katanya. Menurut Sukerata, sejak terjadi penggalian itu ada pihak yang memprotes karena dikhawatirkan akan merusak lingkungan bukit. Bahkan, jika dibiarkan akan menimbulkan bencana tanah longsor. Untuk mencegah hal itu, para penggali diingatkan untuk tidak terlalu dalam saat menggali batu di sekitar bukit. Selain itu, upaya penghijauan pun terus digagalkan, sehingga kesan bukti gundul akan bisa teratasi. “Ada sisi positifnya setelah ada penggalian itu, dimana bukit seolah terjaga dari pencurian atau penebangan pohon,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH) Kantor Sumberkima, Kecamatan Gerokgak Ketut Askara mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak pernah mengizinkan aktivitas penggalian batu di sekitar kawasan Bukit Pulaki. Bahkan, KRPH sempat menerbitkan surat larangan penggalian. Namun, larangan itu rupanya tidak mampu mengendalikan penggalian. Dia sendiri mengaku sudah pernah mengecek dan menemukan bekas penggalian batu tersebut. “Saat kita mengadakan patroli, kami tidak menemukan satu pun penggali batu, namun bekas penggaliannya ada,” tegasnya. Mudiarta


BLH Temukan Gangguan Estetika di Bukit Banyupoh Petugas BLH Buleleng menelusuri kawasan bukit di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, yang menjadi incaran para pencari batu mulia.

BADAN Lingkungan Hidup (BLH) Buleleng melakukan penelusuran ke lokasi pengambilan batu di kawasan bukit Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Hasilnya, BLH tidak menemukan dampak kerusakan lingkungan terhadap aktivitas tersebut. Meski demikian, BLH menyatakan dampak pengambilan batu tersebut telah menimbulkan adanya gangguan dari sudut estetika di kawasan hutan negara di Buleleng Barat tersebut. Kepala BLH Buleleng Drh. Nyoman Surya Temaja mengatakan, tim yang diturunkan kemarin menyasar dua lokasi pengambilan batu yakni delapan lokasi di Desa Banyupoh, dan satu lokasi lagi di Bukit Gondol RT/02 Dusun Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak. Lokasi di Desa Banyupoh ini tim menemukan ada delapan lokasi yang disasar oleh warga pencari batu. Lokasi ini yakni Pangkung Kesambi, Pangkung Jai, Pangkung Ketumahang, Pangkung Kelik, Pangkung Jarak, Pangkung Teep, Pangkung Blatung, dan Pangkung Api. Khusus untuk untuk delapan lokasi ini akses masuknya melalui bendungan di Desa Gerokgak kearah selatan dengan menempuh perjalanan dua hingga tiga jam berjalan kaki. Sementara itu, di Bukit Gondol, tim menemukan hanya satu lokasi pengambilan batu. Lokasi ini sudah sampai pada kawasan palinggih. Di lokasi ini tim menemukan sebuah papan plang larangan dan aktifitas pengambilan batu di lokasi ini telah dihentikan cukup lama oleh pemerintah desa dan pihak desa pakaraman setempat. Bahkan, dari keterangan yang berhasil dikumpulkan, tim menemukan kalau aktivitas pengembalian batu ini mulai terjadi sejak

tahun 1960-an silam. “Tim sudah melakukan penelusuran dan paling banyak lokasinya di Desa Banyupoh. Tim juga menemukan pencari batu rata-rata jumlahnya dua hingga tiga orang setiap hari. Mereka mengambil bongkahan batu dengan alat seperti pacul, linggis, dan betel,” katanya. Tidak hanya mengecek lokasi pengambilan batu, lanjut Surya, tim yang diturunkannya itu juga menelusuri terkait keberadaan status hukum kawasan yang disasar para pencari batu tersebut. Dari dokumen yang ditemukan, lokasi pengambilan batu tersebut statusnya masuk kawasan hutan tanah negara. Sementara itu terkait temuan adanya indikasi kerusakan lingkungan dan dampak terhadap daerah di bawahnya, tim tidak menemukan hal tersebut. Demikian pula kekhawatiran kalau menimbulkan dampak akan terjadi tanah longsor ketika hujan, tim memastikan kekhatiran itu tidak akan terjadi. Hal ini karena dari tekstur tanah di kawasan ini merupakan batu padas keras. Meski demikian, akibat pengambilan batu tersebut mulai memunculkan adanya gangguan dari sudut estetika di kawasan hutan. “Tanahnya keras dan tidak mungkin akan ada erosi apalagi longsor, dampak kepada pemukiman juga tidak mungkin karena lokasinya jauh dari permukiman. Namun yang kita temukan dari perwajahan (estetika) kawasan hutan itu mulai ada gangguan karena terlihat bopeng,” katanya. Atas hasil penelusuran tim tersebut, Surya menyatakan secepatnya akan mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan pihak Resor Polisi Hutan (RPH) dan Kesatuan Pengelolaaan Hutan (KPH) Bali Barat. Hal ini dilakukan karena lembaga ini secara regulasi diberikan hak dan wewenang dalam

mengawasi kawasan hutan negara. Tindakan ini apakah nantinya akan menutup pengambilan batu tersebut atau mengendalikan, maka itu diserahkan sepenuhnya kepada RPH dan KPH Bali Barat. “Kita akan koordinasi dengan RPH dan KPH karena lembaga ini diberikan berwenang melakukan pengawasan termasuk mengambil tindakan untuk mengendalikan aktifitas pengambilan batu di kawasan tersebut,” tegasnya. Perbekel Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak I Putu Sukerata mengatakan, lokasi pencaria batu ini tidak sampai satu hektar seperti diinformasikan sebelumnya. Sebaliknya, dia menyatakan satu lokasi itu luasnya tidak lebih dari satu are. Di lokasi ini warganya juga tidak melakukan secara besar-besaran hingga merusak kawasan hutan. Warga mencari bongkahan batu menggunakan peralatan yang sederhana. Pengambilan batu oleh warga lokal ini pun diklaim telah memberikan dampak positif, tidak hanya memberikan pekerjaan kepada warganya, namun sejak warga sering masuk hutan tindakan perambahan hutan dan kasus pencuria kayu di hutan mulai bisa ditangani. Padahal, sebelum pengambilan batu ini marak, hutan di desanya itu kondisinya rusak akibat tindakan pencurian kayu oleh orang tidak bertanggung jawab. “Sejak ada warga masuk hutan untuk mengambil bongkahan batu tersebut, hutan menjadi terjaga dan tidak lagi ada kasus pencurian kayu. Dampak lain warga kami bisa mendapatkan hasil dari penjualan batu tersebut. Ekonomi di desa juga menggeliat setelah budidaya anggur dan benih ikan nener terpuruk,” imbuhnya. Mudiarta 12 - 18 Oktober 2015

37


PEMERINTAHAN

Bonus untuk Kemenangan Atlet Badung di Porprov PEMERINTAH Kabupaten Badung memberikan penghargaan berupa bonus/uang tali kasih kepada para atlet, pelatih dan official yang berprestasi pada ajang Porprov Bali XII tahun 2015. Bonus diserahkan oleh Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. di ruang Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan, Mangupraja Mandala, Rabu (30/9) lalu. Acara penyerahan bonus yang dirangkaikan dengan pembubaran Kontingen Badung pada Porprov Bali XII tahun 2015 tersebut, dihadiri Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, istri Pj. Bupati, istri Sekda Kompyang Swandika, Ketua Umum KONI Badung Putu Raka Arnaya, Ketua Kontingen Badung I Nyoman Sukirta dan seluruh SKPD Kabupaten Badung. Dalam sambutannya, Pj. Bupati Yudha Saka menyampaikan kontingan Badung telah berhasil menjadi kontingan terbaik sekaligus mentradisikan juara umum pada Porprov Bali XII tahun 2015 di Singaraja. Ini berarti telah tercipta budaya unggulan di bidang olahraga selain budaya unggulan lain

yang telah diraih Kabupaten Badung. “Patut kita bersyukur, keberhasilan ini merupakan hasil dari suatu proses perjuangan yang tidak mudah, panjang dan sangat melelahkan, betapa gigihnya para pelatih dan official serta ketatnya perjuangan para atlet untuk mempertahankan juara umum untuk keenam kalinya,” jelasnya. Ditambahkan, prestasi yang diraih ini sudah menjadi prestise bagi daerah, maka Yudha Saka minta kepada KONI Badung segera merancang strategi dan program kerja yang tepat untuk menyongsong Porprov Bali XIII tahun 2017. “KONI agar segera melakukan evaluasi terhadap cabang olahraga yang mengalami penurunan pretasi. Selanjutnya dicarikan solusi yang memadai untuk mengatasi permasalahan pada masing-masing cabang. Kepada pengurus cabang olahraga kami minta lebih intens lagi memberikan pendampingan kepada para atlet dan pelatih, sehingga benar- benar mampu menjadi fasilitator dan katalisator dalam melaksanakan pembinaan. Untuk para atlet dan pelatih kami harap tidak cepat berpuas diri, teruslah berlatih,

Pj. Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. bersama Sekda Kompyang R. Swandika, Ketua Umum KONI Badung Putu Raka Arnaya dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta saat menyerahkan bonus kepada para atlet, pelatih dan official yang berprestasi pada ajang Porprov Bali XII tahun 2015 di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

38

12 - 18 Oktober 2015

berlatih dan berlatih. Tanamkan terus spirit patriot atlet dengan semboyan “Badung Datang untuk menang”. Sehingga akan menambah keyakinan meraih kemenangan dengan cara-cara yang benar dan martabat,” tegasnya. Ketua Umum KONI Badung Putu Raka Arnaya mengatakan, pada ajang Porprov XII tahun ini, kontingan Badung untuk keenam kalinya secara berturut-turut kembali berhasil menduduki singasana juara umum dengan perolehan total medali 143 emas, 107 perak dan 98 perunggu. Jika melihat pada pelaksanaan Porprov Bali XI di Denpasar, kontingen Badung hanya memperoleh medali 132 emas, 86 perak dan 96 perunggu. Telah terjadi peningkatan medali emas pada Porprov Bali XII 2015, ini berarti pembinaan olahraga di Badung berjalan cukup baik. Meski demikian, KONI besama dengan pengkab cabang olahraga akan melakukan evaluasi terhadap caborcabor yang kontribusi medalinya belum memenuhi harapan dan cabor yang sama sekali belum mampu merebut medali, dalam rangka mempersipkan diri menghadapi Porprov Bali XIII tahun 2017 nanti. Ditambahkan, jumlah atlet peraih medali medali emas perorangan sebanyak 83 orang, beregu 275 orang. Peraih medali perak perorangan 67 orang, beregu 177 orang. Peraih medali perunggu perorangan 68 orang, beregu 119 orang. Jumlah pelatih dan official keseluruhan, manager 28 orang, official 72 orang dan pelatih 100 orang. Pemkab Badung besama dengan KONI Badung melalui surat keputusan Ketua Umum KONI Badung telah menetapkan berupa uang tali kasih/penghargaan kepada atlet, pelatih dan official yang berperestasi pada Porprov Bali XII 2015. Untuk atlet peraih emas nomor perorangan ditetapkan uang tali kasih sebesar Rp 45 juta per orang, untuk atlet peraih perak Rp 22,5 juta per orang dan peraih perunggu sebesar Rp. 10 juta per orang. Sementara bonus untuk beregu disesuaikan dengan jumlah atlet dalam regu tersebut. (adv)


PARIWISATA

Menyeret Pertumbuhan Pariwisata Bali Keluar Sarbagita

P

emerataan hasil pembangunan sektor pariwisata keluar dari kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung dan Gianyar) menjadi solusi mengatasi kesenjangan sosial di Bali. Pasalnya, sektor yang menjadi lokomotif perekonomian Pulau Dewata dan dibangga-banggakan justru menyisakan kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Pertumbuhan yang terjadi hanya dinikmati sekolompok kecil masyarakat mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali belum inklusif. Pembangunan inklusif adalah pembangunan yang berkualitas, yaitu pembangunan yang memperhitungkan pertumbuhan (pro-growth), penyerapan tenaga kerja (pro-job), mengurangi kemiskinan (propoor) dan memperhatikan lingkungan (pro-environment). Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata seharusnya mampu menyejahterakan masyarakat. Namun, nyatanya pertumbuhan yang terjadi justru menimbulkan kesenjangan, akibat pertumbuhan yang pesat hanya terjadi di Bali Selatan. Sedangkan Bali bagian Utara, Timur dan Barat hanya menikmati ampas dan sampah dari industri tersebut. “Seharusnya kalau pariwisata berakar ke bawah maka masyarakat kita tidak perlu khawatir tidak menikmati. Tapi saat ini justru sebaliknya perekonomian yang tumbuh di atas 5% ini tidak dinikmati oleh masyarakat Bali,” ujarnya. Menurutnya, minimnya dampak pariwisata yang dirasakan masyarakat lokal Bali akan berdampak pada kesenjangan sosial yang bisa memengaruhi investasi di Bali. Terlebih, banyak sektor terutama pariwisata yang sudah dimiliki oleh pengusaha luar Pulau Dewata ini. “Kami harapkan mereka (investor - red) ikut peduli kepetingan Bali dan manusianya. Karena apa pun investasi mereka, jika masyarakat Bali tidak puas akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga investasi juga tidak bisa

bertahan di Bali,” terangnya. Dikatakan, banyak kawasan di luar Bali Selatan yang memiliki potensi pariwisata dan dapat dikemas guna menarik kehadiran investor. Sayangnya, aturan tata ruang pemerintah setempat melarang adanya pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. “Padahal disana masih bisa dibangun, sehingga pada saat ada investor masuk kesana tidak bisa dibangun. Karena tata ruang tidak memenuhi, sehingga pariwisata yang menjadi tumpuan di Bali hanya fokus di Bali Selatan,” katanya. Kendati demikian, dia menegaskan ide mengembangkan pariwisata ke arah Utara, Timur dan Barat Bali tidak dilakukan di kawasan penyangga, sehingga pariwisata yang berkembang tidak menimbulkan kerusakan alam dan lingkungan. “Yang terpenting adalah daerah penyangga tetap dijaga keberadaannya, yang dibangun di daerah-daerah yang tidak produktif menjadi daerah pariwisata yang baru,” tegasnya. Kendati demikian, menurut Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. Sudjana Budhi, tidak mudah mengimplementasikan gagasan tersebut menjadi aksi yang dapat diwujudkan dengan mudah hanya dengan political will pengusaha, tanpa mempersiapkan dengan matang infrastruktur penunjang, tourism culture dan dukungan partisipasi masyarakat yang dapat memahami bahwa tourism adalah bisnis melayani agar tamu yang datang merasakan bahwa mereka seperti berada di rumah dan lingkungan masyarakat mereka sendiri. “Ketika kita berusahan membangun pemerataan terhadap dukungan society tourism culture pada kawasan Bali Utara, Barat dan Timur, maka menjadi pertanyaan besar bahwa tourism culture masih jauh dari kondisi ideal yang diharapkan,” tuturnya. Meski tidak dapat dinyatakan bahwa gagasan itu adalah muskil, bahwa rancangan pengembangan pariwisata harus

dipersiapkan secara dini oleh pemerintah kabupaten di luar Sarbagita, termasuk di dalamnya kesiapan pengusaha, masyarakat dan segenap komponen desa adat untuk bergerak dalam arah yang sama tentang kehadiran investor, pola kerja sama yang dilaksanakan, agar kegiatan pariwisata selalu berkaitan dengan dukungan masyarakat yang akan menerima benefit sehubungan dengan kehadiran pariwisata. “Melalui persiapan yang matang tentang kerangka hubungan peran partisipasi masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah, kiranya dapat dijadikan blue print kawasan investasi yang dapat ditawarkan kepada calon investor,” pungkasnya. (Parwata)

Objek Wisata Lovina menjadi salah satu tujuan wisatawan di Bali Utara. Destinasi ini memiliki potensi yang luar biasa untuk mendatangkan wisatawan dengan menyuguhkan pertunjukan dolpin. 12 - 18 Oktober 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

PARTISIPASI DAIKIN - AC Daikin berpartisipasi di acara Festival Agribisnis 2015 dari 18-21 September 2015, berlokasi di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Acara ini dibuka langsung Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Acara diselenggarakan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, bertujuan memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat Bali terhadap buah-buahan lokal, sehingga konsumsi meningkat. Pada akhirnya meningkatkan penjualan buah lokal Bali ini. Tenda pameran dipenuhi puluhan peserta dari 9 kabupaten di Bali dan dihadiri 4.000 pengunjung, dihibur berbagai acara seperti konser musik artis lokal Bali, lomba gebogan, lomba makan buah, lomba mewarnai bagi anak-anak, lomba jalan sehat dan lainnya. Nampak dalam fotoAnny Suswati yang keluar sebagai pemenang hadiah utama AC Daikin 1PK (STM25JV) dengan freon R32 yang lebih ramah lingkungan dan lebih cepat dingin.

MBP/ist

ESTETIKA - Bali memiliki sejumlah teks yang memuat teori dan konsep-konsep estetika atau keindahan. Bali juga telah mewujudkan keindahan itu lewat keindahan alam maupun keindahan buatan, atau seni yang telah diakui kualitasnya. Demikian IBG Agastia ketika menyajikan makalah dalam seminar nasional yang diselenggarakan Galeri Nasional Jakarta bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) di Denpasar, Minggu lalu. “Oleh karenanya, keindahan Bali harus tetap dijaga dan dimekarkan,” katanya. Tampak dalam foto IBG Agastia (kiri) menyajikan makalah didampingi moderator.

MBP/ist

SEMINAR - Pasemetonan Puri Agung Gelogor Denpasar, Minggu (20/9) mengadakan Seminar ‘’Mengungkap Kaluwuran Puri Agung Gelogor Denpasar’’. Seminar berlangsung sehari di Hotel Puri Ayu, diikuti lebih dari 150 orang. Seminar dibuka Penjabat (Pj.) Wali Kota Denpasar dan dihadiri Ida Cokorda Pemecutan XI, para panglingsir puri sejebag Badung (Denpasar) dan Tabanan serta para panglingsir geria. Seminar ini menjadi istimewa dengan kehadiran Yang Mulia Raja Alam Pagarruyung Sultan Haji Muhammad Taufik Thaib, S.H. dari Istano Silinduang Bulan, Sumatera Barat. Nampak dalam foto Ida Cokorda Pemecutan dan Daulat Raja Pagarruyung foto bersama Panitia Seminar ‘’Mengungkap Kaluwuran Puri Agung Gelogor Denpasar’’, Minggu (20/9) lalu.

40

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

ANUGERAH - Dalam rangka memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berjasa dalam pelestarian cagar budaya dan pengembangan permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal ini Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman memberikan anugerah penghargaan kepada masyarakat, pengelola museum dan pemerintah daerah yang telah berjasa melestarikan cagar budaya dan mengembangkan permuseuman. Bali mendapatkan kehormatan lantaran Museum ARMA Ubud masuk kategori Museum Swasta Terbaik. Terkait hal ini, pendiri sekaligus pemilik ARMA Museum Anak Agung Rai mengatakan, penghargaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan. Hal itu menunjukkan bahwa kerja keras selama ini membuahkan hasil yang diapresiasi berbagai kalangan.


MBP/ist

ATMA WEDANA - Tepat bulan purnama tiga tahun lalu yakni 30 September 2012, seorang anak bangsa dari Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III berhasil mengadakan upacara Atma Wedana korban G 30 September 1965 di Monumen Bajrashandi. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (Dharma Adyaksa PHDI Pusat), diikuti oleh ribuan umat dari seluruh Bali. Kehadiran Sukmawati Soekarno Putri (mewakili keluarga Bung Karno) dan kehadiran Amelia Yani (mewakili keluarga Pahlawan Revolusi Jenderal A.Yani) seakan menjadi penguat bahwa upacara dari Bali menjadi solusi secara budaya telah direstui oleh warih pahlawan Indonesia. Nampak dalam foto Iriana Joko Widodo (Ibu Negara RI), Sukmawati Soekarno Putri (Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme), Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center), di Bandung, Jawa Barat.

MBP/ist

TRADISI F-KES UNHI - Sudah menjadi tradisi, Yudisium Fakultas Kesehatan (F-Kes) Program Studi Ayurweda Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dilaksanakan di Pura-pura. F-Kes Ayurweda Unhi menggelar yudisium di Pura Tirta Empul Mertasari Sanur, Sabtu (26/9). Itu sebagai ungkapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menganugerahkan rahmat-Nya berupa ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh yudisiawan-yudisiawati diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik di masyarakat. Dekan Fakultas Kesehatan Unhi Ir. Nyoman Prastika, M.Si. menyampaikan, yudisium di pura tersebut untuk mendapatkan tirtha utama yang ada di laut (konsep pemuteran Mandara Giri).

MBP/ist

MBP/ist

ARISAN LESTARI - Arisan Lestari yang merupakan komunitas bagi para wanita aktif dan mandiri di Bali kembali digelar. Mengambil tema Fashion Stunning with Modern Batik, arisan ini diikuti oleh lebih dari 350 anggota dan telah diselenggarakan Sabtu, 26 September di Harris Hotel Sunset Road Kuta. Seperti event arisan sebelumnya, pengocokan arisan didahului oleh game sederhana namun fun, yang kali ini adalah menjadi fashion stylist bertemakan batik. Bak fashion stylist professional, 5 peserta arisan ditantang untuk mendandani para model yang telah disediakan dengan wardrobe batik dan aksesoris yang telah disediakan.

PENILAIAN GRSSI-B- Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali melakukan penilaian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung, Rabu (23/9). GRSSI-B 2015 memotivasi rumah sakit yang ada di Bali untuk meningkatkan kualitas SDM, pelayanan, alat, dan sarana medis demi menekan kasus kematian pada ibu dan bayi. Ketua Panitia Lomba GRSSI-B dr. Gusti Ngurah Sudiana mengungkapkan, RSUD Klungkung terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi, dengan meningkatkan kualitas pelayanan sarana dan prasarana lewat dukungan pemerintah pusat dan daerah. 12 - 18 Oktober 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/may

PAMERAN EKONOMI KREATIF - Kreativitas mahasiswa di Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali setiap tahun makin berkembang, terutama di era globalisasi, di mana generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan bersaing di dunia global. Apalagi dengan adanya MEA yang mulai dibuka pada akhir Desember 2015 ini, juga akan menjadi tantangan yang serius untuk negara, terutama negara-negara di ASEAN. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mahendradatta ingin memberikan suatu wadah bagi mahasiswa untuk merealisasikan pemikiran-pemikiran kreatif mereka dengan menggelar acara ‘’Pameran Ekonomi Kreatif Mahasiswa Unmar 2015’’. Nampak dalam foto Rektor Unmar Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M. bersama Ketua Yayasan Universitas Mahendradatta Bali berkeliling meninjau Pameran Ekonomi Kreatif Mahasiswa Unmar 2015 di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar.

GATHERING BFI - PT BFI Finance Indonesia Tbk. Regional 7 melaksanakan gathering dengan mitra kerja yaitu showroomshowroom mobil bekas selama 3 hari 2 malam mulai dari tanggal 17-19 September. Diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan masingmasing showroom yang ada di Regional 7 yang mencakup wilayah Jatim, Bali, NTB dan NTT. Kadek Tirtayasa, Regional Manager 7 PT BFI Finance Indonesia Tbk. mengatakan, “Kegiatan gathering ini merupakan bentuk apresiasi bagi showroom-showroom yang telah memberikan kontribusi optimal kepada kita,” ujarnya, Jumat (25/9). Pada hari pertama gathering, peserta disambut dengan barbeque seafood dinner di Kedonganan, dilanjutkan pada hari kedua yaitu menikmati Wakaloka Land Cruise, selanjutnya menginap di Pan Pacific Hotel dan Pan Pacific Nirwana Bali Resort, di hari ketiga dilanjutkan dengan driving range golf di Pan Pacific Nirwana Bali Golf, shopping di Krisna Sunset dan Factory Outlet.

MBP/ist

MBP/ist

BONUS PORPROV - Pj. Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. bersama Sekda Kompyang R. Swandika, Ketua Umum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta menyerahkan bonus kepada para atlet, pelatih dan official yang berprestasi pada ajang Porprov Bali XII tahun 2015 di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Rabu (30/9). Dalam sambutannya, Pj. Bupati Yudha Saka menyampaikan, kontingen Badung telah berhasil menjadi kontingan terbaik sekaligus mentradisikan juara umum pada Porprov Bali XII tahun 2015 di Singaraja. Ini berarti telah tercipta budaya unggulan di bidang olahraga selain budaya unggulan lain yang telah diraih Kabupaten Badung.

AUDIENSI INKINDO - Sejumlah pengurus Inkindo Bali menindaklanjuti keluhan dan persoalan anggota terkait pemeriksaan/ audit kontrak jasa konsultasi dengan melakukan audiensi ke BPK pada 22 September 2015. Delegasi DPP Inkindo Bali berjumlah 7 orang dipimpin Ketua DPP Inkindo Bali yang sekaligus sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bali Ketut Gupta diterima langsung Kepala Perwakilan BPK Bali Arman Syifa beserta jajarannya di Kantor Perwakilan BPK Bali. Nampak dalam foto jajaran Inkindo Bali dan BPK usai penyerahan buku ketentuan Billing Rate Tahun 2015 Inkindo, buletin Suara Inkindo dan Direktori serta hasil karya anggota Inkindo Bali.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.


MBP/ist

MBP/ist

PENGUATAN SMP PGRI 5 - Jajaran SMP PGRI 5 Denpasar terus melakukan penguatan terhadap mutu pendidikan sekolah tersebut. Pada Jumat (25/9), semua guru dikumpulkan untuk mengikuti workshop review kurikulum dan persiapan administrasi mengajar. Workshop dibuka Kadisdkpora IGN Eddy Mulya didampingi Kabid Dikdas I Made Raka. Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.Pd. mengatakan, workshop ini sebagai langkah maju SMP PGRI 5 Denpasar untuk memberi pelayanan terbaik kepada siswa dan masyarakat. Sebagai sekolah unggulan, PGRI sekolah yang dipimpinnya harus terus inovatif dan kreatif melakukan perbaikan menuju kesempurnaan. Nampak dalam foto Kadiskdpora IGN Eddy Mulya merayakan ultah ke-47 usai membuka workshop di SMP PGRI 5 Denpasar.

BEDAH BUKU - Dalam memperingati Dies Natalis Universitas Udayana (Unud) yang ke-53, Pusat Kajian Bali Unud menggelar acara bedah buku ‘’Geger Nusantara: Terungkapnya Misteri Gajah Mada dan Terbentuknya Nusantara’’ karya Iwan Pranajaya dan Surya Majapahit di Ruang Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Rabu (23/9). Acara yang dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika ini menampilkan pembahas Prof. Dr. AA Bagus Wirawan, S.U., Dr. Putu Sendratari dan Drs. IGN Tara Wiguna, dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa dan pejabat terkait. Ketua Panitia Seminar yang juga Ketua Pusat Kajian Bali Prof. Dr. Phill. I Ketut Ardhana, M.A. mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengkritisi sejauh mana ilmu arkeologi ini berkembang dan bagaimana pemerhati arkeologi di masyarakat merespons.

MBP/ist

RAPAT DAS - Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Saba menyepakati susunan pengurus dan Anggaran Dasar dan AngMBP/ist

garan Rumah Tangga (AD/ART) di aula Kantor Camat Seririt,

SOSIALISASI DANA DESA - Kementerian Keuangan RI secara maraton melakukan sosialisasi penggunaan dana desa ke seluruh kabupaten/kota. Sosialisasi di Kabupaten Tabanan berlangsung Jumat (25/9). Acara sosialisasi di Kantor Bupati Tabanan dihadiri Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan anggota Komisi XI DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya. Sementara dari pihak kabupaten datang Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada, Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa, seluruh kepala satuan kerja, dan para perbekel/kepala desa yang mendapatkan kewenangan untuk mengelola dana desa yang bersumber dari APBN tersebut. Bambang mengakui sampai sejauh ini penyaluran dana desa masih belum optimal. Hal itu beberapa di antaranya disebabkan oleh belum siapnya desa membuat program yang dituangkan ke dalam APBDes.

Rabu (23/9). Setelah tahapan ini dilalui, forum mulai menggulirkan dua program aksi prioritas yang disepakati. Rapat diikuti perwakilan dari masing-masing kelomok kerja (pokja) Forum DAS Saba dan anggota Badan Eksekutif DAS Saba. Selain itu, rapat juga dihadiri peneliti Dr. I Wayan Budiasa, Sp.MP. dari Universitas Udayana (Unud), Perwakilan Institut Pertanian Bogor (IPB) pimpinan Prof. Dr. Budi Indra Setiawan dan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Jepang yang dipimpin Prof. Dr. Jumpei Kubota. Nampak dalam foto Dr. I Made Budiasa, Sp.MP. dari Universitas Udayana (Unud) (paling kiri) saat menghadiri rapat menetapan pengurus Forum DAS Saba dan AD/ART. 12 - 18 Oktober 2015

43


PROPERTI

MBP/ist

Pengembang Terancam Gulung Tikar

A

da kekhawatiran jika nilai tukar dolar Amerika terus melejit apalagi menembus Rp 15 ribu, maka bisnis properti akan suram. Bahkan, diprediksi banyak pengembang gulung tikar alias bangkrut. Dalam kondisi tersebut, hanya pengembang yang finansialnya kokoh mampu bertahan dari badai ekstenal tersebut. Kondisi tersebut akan membuat banyak pengembang berhenti produksi, menunda penjualan atau diskon harga besar-besaran. Pengurus DPD-REI Bali I Made Ariyana mengatakan, jika dolar di atas Rp 15.000 maka ekonomi makro akan terganggu. Selain itu, akan menggoyang beberapa bank nasional. Jika hal itu terjadi, pengembang yang pakai dana di bank tersebut tentu mengalami masalah. “Pada prinsipnya, dampak yang paling besar akan dirasakan oleh pengembang yang bermain di segmen menengah ke atas,” tegasnya. Direktur PT Ariyana Property ini menyampaikan, di Bali hampir 80% pengembang di segmen atas. Kondisi

44

12 - 18 Oktober 2015

ini membawa dampak cukup mengkhawatirkan. “Jika bermain di menengah ke bawah, masih tertolong dengan cara sedikit memakai komponen impor,” ujar Ariyana. Hal serupa diungkapkan Ir. Made Suardana, arsitek yang juga pengembang ini. Menurutnya, kemungkinan pengembang gulung tikar sangat besar. Penyebabnya, melambatnya perekonomian nasional dan juga internasional. “Ini kan masalah efek domino. Di Bali sangat lambat daya beli masyarakat. Mereka berpikir untuk investasi pasti melihat kondisi ekonomi nasional,” tegasnya. Untuk menyiasati kondisi tersebut, para pengembang terus berupaya melakukan terobosan-terobosan supaya bisa saja jalan usahanya. “Ada uang muka bisa dicicil 10 kali bahkan ada lebih. Segala cara ditempuh. Tapi masih juga buyer lambat datangnya. Diberikan bonus, sampai discount yang besar dikasi. Nah itu upaya-upaya yang kita lakukan,” ujar Suardana. Menurutnya, di wilayah lain seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya juga

sama. Sekarang pengembang harus kuat-kuatan modal, minimal bisa membeli lahan tanpa pinjaman atau utang bank. Jika modalnya dari pinjaman bank, semakin mempercepat proses stresnya. Di tengah situasi seperti ini, ia berharap pemerintah membantu pengembang untuk sedikit melonggarkan atau meringankan masalah pajak dan lainnya. Selain itu, kebijakan perizinan yang meringankan pengembang, juga sangat besar pengaruhnya. “Paling tidak proses urus izinnya dipermudah dan cepat. Apalagi saat ini syarat kita menjual rumah dengan legalitas komplit,” ucap Suardana. Di tengah situasi sulitnya mencari pembeli dan selektifnya pilihan, segala legalitas perizinan diharapkan dipermudah. Kondisi ini, harapnya, harus segera berakhir minimal 3 bulan ke depan. “Kalau tidak, pengembang yang modalnya dari bank akan terdesak bayar bunga. Sekarang istilahnya sudah kena flu, jangan sampai kena stroke,” pintanya. kerta negara


AKTIVITAS

MBP/ist

DIES NATALIS UNUD - Memasuki usia ke-53 Universitas Udayana (Unud) telah banyak memberikan kontribusi untuk pembangunan Bali. Ke depan, universitas ini berupaya meningkatkan perannya dalam pembangunan dalam arti luas. Karena itu, dalam dies natalisnya yang ke-53, Unud mengusung tema ‘’Kembangkan Prestasi untuk Membangun Negeri’’. Tema ini memberi arti bahwa Unud terus berupaya untuk mengembangkan diri, dalam rangka menuju kualitas internasional yang juga menjadi cita-cita perguruan tinggi. Hal ini disampaikan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika dalam dies natalis ke-53, Selasa (29/9). Kegiatan yang dihadiri seluruh jajaran guru besar di lingkungan Unud, juga diisi orasi ilmiah dari Staf Ahli Menteri Riset dan PT Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng.

MBP/ist

RESEPSI PAWIWAHAN - Keluarga besar Shri Wedastera Suyasa (Puri Ageng Tegeh Kori Bali) menggelar acara resepsi makan malam Istana (Royal Dinner) di Istana Mancawarna Tampaksiring untuk menyongsong karya pawiwahan putri Puri Tegeh Kori yakni I Gusti Ayu Dewi Wastu Manggala Marhaen Wedasteraputri Suyasa, S.S., M.H. dengan I Komang Yogi Marthana (Jero Pasek Pagan Sumerta Kauh, Denpasar). Acara yang dihadiri ratusan undangan secara terbatas ini dipersembahkan atas perkenan Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS. Demikian diungkap Ida Ayu Widyawati (Penyarikan Karya) di Tampaksiring.

MBP/ist

MBP/ist

DOA BERSAMA - Menjelang putusan hakim yang mengadili perkara Bupati Lombok Barat nonaktif H. Zaini Arony di Pengadilan Tipikor, Bali, 30 September 2015, ribuan tuan guru bersama warga Lombok Barat yang datang dari berbagai penjuru desa menggelar doa bersama, Sabtu (26/9), di Restoran Ujung Landasan. Alim ulama dan masyarakat Lobar berharap keadilan ditegakkan. Tema doa bersama itu bertajuk “Sebuah Keadilan yang Kami Harapkan Untukmu Lombok Baratku”, dihadiri ribuan warga, mulai dari tokoh agama (tuan guru), tokoh masyarakat, kalangan pendidik, santri, dan elemen masyarakat lainnya.

TUAN RUMAH PKTP - SMA Dwijendra dipercaya menjadi tuan rumah penilaian Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Tingkat Provinsi Bali untuk duta Kota Denpasar, Rabu (23/9). Bahkan, SMA Dwijendra tercatat satu-satunya SMA swasta yang menjadi duta lomba PKTP di Bali. Tiga sekolah duta Kota Denpasar pada lomba PKTP, Rabu lalu yakni SDN 1 Pemecutan, SMPN 3 Denpasar dan SMA Dwijendra Denpasar. Tim disambut langsung Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Griya, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua Yayasan Dwijendra MS Chandra Jaya, Kadiskes Denpasar dr. Sri Armini beserta jajaran serta tokoh masyarakat. Di ajang itu, SMA Dwijendra menampilkan berbagai kreativitas dalam upaya penanggulangan kanker bagi remaja sejak dini. 12 - 18 Oktober 2015

45


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

TALKSHOW ARSITEKTUR UNUD - Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana menggelar talkshow Sabha Arsitektur Bali di Auditorium Wicwakarma FT Unud, Sabtu (26/9). Acara ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-50 Jurusan Arsitektur dan Fakultas Teknik. Berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Arsitektur Unud (IAA) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali, talkshow mengupas topik terkait implementasi Perda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Ketua Panitia Ir. Nengah Keddy Setiada, M.T., IAI. mengatakan, Perda tentang Arsitektur Bangunan Gedung pada intinya bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal, sebagai suatu identitas di bidang kearsitekturan di Bali. Nampak dalam foto Rektor Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. membuka talkshow “Sabha Arsitektur Bali” dengan memukul gong.

YUDISIUM FH UNR - Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) kembali menggelar yudisium untuk para mahasiswanya yang akan diwisuda. Sebanyak 67 orang calon wisudawan dari Fakultas Hukum diyudisium di aula kampus setempat, Sabtu (26/9). Yudisium dihadiri Ketua Yayasan Jagadhita, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Aditanaya, M.Si. serta para dosen di lingku-ngan UNR. Dekan FH UNR I Dewa Ayu Yus Andayani, S.H., M.H. dalam sambutannya mengungkapkan yudisium ini merupakan rangkaian dari kegiatan wisuda yang akan digelar dalam waktu dekat. Upacara yudisium ini merupakan wujud nyata dari keberhasilan para mahasiswa telah menyelesaikan jenjang pendidikannya di FH UNR. Sukses hari ini merupakan jalan menuju keberhasilan yang lebih baik di kemudian hari.

MBP/ist

YUDISIUM FISIP UNR - Sebanyak 59 calon wisudawan Jurusan Ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Ngurah Rai (Fisip UNR), Jumat (25/9) dilakukan pengukuhan yakni yudisium dan pelepasan sarjana strata di aula kampus yang beralamat di Jalan Padma, Penatih, Denpasar. Di hadapan para undangan, Dekan Fisip Universitas Ngurah Rai Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. didampingi Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Administrasi Negara seklaigus Ketua Panitia Drs. I Wayan Astawa, S.H., M.AP. mengatakan acara yudisium ini merupakan pertanggungjawaban fakultas kepada pihak rektor maupun masyarakat, agar para calon wisudawan ini dapat diwisuda 20 Oktober mendatang.

46

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

YUDISIUM FPAS UNHI - Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar meyudisium lulusan sarjana pendidikan, Sabtu (26/9), di ballroom Hotel Nikki Denpasar. Dalam yudisium ke-5 tersebut, FPAS Unhi melepas 177 orang sarjana. Terdiri dari 19 orang dari Prodi Seni Tari, 11 orang Prodi Karawitan, 2 orang Prodi Seni Rupa, dan 145 orang dari Prodi Pendidikan Agama Hindu. IPK tertinggi 3,98 predikat cumlaude diraih I Gusti Ngurah Panji Jaya Kusuma dari Prodi Pendidikan Agama. Yudisium kali ini bertema ‘’Melalui Yudisium Ke-5 Kita Tunjukkan Mutu/Prestasi Kelulusan Menghadapi Persaingan Dalam Dunia Keilmuan dan Pasar Kerja’’.


MBP/ist

JENGUK DEKAN - Serangkaian memperingati HUT ke-50 Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik Unud (BKFT Unud ke-50) yang jatuh pada 1 Oktober 2015, berbagai kegiatan telah digelar. Setelah melakukan bakti sosial ke panti asuhan beberapa hari lalu, Fakultas Teknik Unud juga menjenguk mantan dekan. Pada Rabu (30/9), FT Unud menjenguk Dekan Fakultas Teknik Unud periode 1971-1975 Ir. Made Selat di kediamannya di Jalan Kecubung, Denpasar. Ketua Panitia BKFT Unud Ke-50 Dr. IBG Wirawibawa M, M.T. mengatakan memperingati BKFT ke-50 tahun, FT Unud telah melakukan baksos dilanjutkan dengan kegiatan jalan santai pada Minggu, 27 September lalu. Jalan santai tersebut dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD. diawali dengan pelepasan balon serta mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin.

MBP/ist

BAKSOS BKFT UNUD - Berbagai kegiatan serangkaian HUT ke-50 Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik (BKFT) Unud. Pada Kamis (24/9) digelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Panti Asuhan Dharmajati dan Tatwan Asi. Program awal ini yang melibatkan para dosen, pegawai, dharma wanita dan mahasiswa tersebut dipimpin Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D. didampingi Ketua Panitia BKFT 50 Tahun Unud Dr. Ir. IBG Wirawibawa M, M.T. Acara dilanjutkan dengan kegiatan Sabha Arsitektur memperingati 50 tahun Jurusan Arsitektur FT Unud, Sabtu (26/9). Jurusan Arsitektur mempunyai kelahiran yang sama dengan Fakultas Teknik Unud. Demikian Ketua Jurusan Arsitektur FT Unud Ir. I Made Suarya, M.T. didampingi Ketua Panitia Ir. Nengah Keddy Setiada, M.T.

MBP/ist MBP/ist

BAKSOS FT UNUD - Alumni Fakultas Teknik (FT) Unud angkatan 1986 kembali melakukan aksi bakti sosial. Alumni yang dikenal dengan sebutan Banjar 86 ini secara rutin melakukan aksi sosial sejak terbentuknya ikatan alumni ini, September 2015 lalu. Dua kegiatan sosial yang dilakukan para alumni FT Unud 86 ini, yakni membantu ngaben massal di Buleleng dan mengunjungi panti jumpo di Biuang, Kesiman Kertalangu. Ketua Alumni FT Unud 86 I Made Swastayasa, Senin (28/9) mengatakan ikatan alumni ini baru menggelar kegiatan sosial. Kegiatan sosial yang dilaksanakan ini bertujuan menjalankan program Banjar Sipil 86, terkait dengan ulang tahun ke-50 BKFT (Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik) Universitas Udayana, 2 Oktober 2015.

YUDISIUM FT UNHI - Sesuai dengan visi Fakultas Teknik (FT) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, untuk menghasilkan lulusan yang religius, profesional, memiliki kompotensi tinggi, berwawasan luas dan mandiri dalam menghadapi perkembangan iptek dengan berlandaskan dharma. Karena sangat disadari bahwa lulusan dengan kompetensi yang bermutu, profesional dan siap bersaing di dunia kerja hanya bisa dihasilkan oleh lembaga yang baik. Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik Unhi I Wayan Muka, S.T., M.T. dalam sambutannya pada acara Yudisium periode II tahun 2015 Fakultas Teknik Unhi, Senin (21/9). Pada yudisium tersebut dilepas enam orang lulusan, tiga di antaranya berasal dari Program Studi Teknik Sipil dan tiga orang lulusan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. 12 - 18 Oktober 2015

47


TRADISI

’’Siat Tipat’’ di Padang Luwih

Ungkapan Rasa Syukur atas Panen Berlimpah SEJUMLAH desa pekraman di Kabupaten Badung juga memiliki tradisi siat tipat (perang ketupat). Siat tipat tidak hanya dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kapal. Ritual mengucap rasa syukur atas karunia Sang Pencipta ini juga diselenggarakan masyarakat Desa Adat Padang Luwih, Dalung. Perang ketupat yang diikuti oleh enam banjar adat itu dipusatkan di Pura Desa lan Puseh setempat, Jl. Raya Padang Luwih, Senin (28/9) lalu bertepatan dengan Purnama Kapat. Bendesa Adat Padang Luwih I Gusti Ketut Suparta menyampaikan, tradisi tahunan yang berlangsung di depan Pura Desa ini diselenggarakan sebagai ucapan rasa syukur masyarakat akan hasil panen yang melimpah. Tradisi yang diselenggarakan setiap rahina Purnama Kapat ini melibatkan setidaknya ratusan kepala keluarga. “Ini sudah tradisi turun-temurun

untuk mengucapkan puji syukur kapada Tuhan, karena hasil panen melimpah. Sebab, masyarakat di sini (Padang Luwih – red) dahulunya dominan berprofesi sebagai petani,” ujarnya. Dikatakannya, enam banjar adat yang terlibat dalam prosesi perang ketupat adalah Banjar Tegal Jaya, Banjar Celuk, Banjar Jeroan, Banjar Pendem, Banjar Gaji, dan Banjar Kwanji. Banjar tersebut terdiri dari 530 KK dengan jumlah warga 2.433 jiwa. “Yang dominan ikut adalah kalangan pemuda, kami prajuru desa mengawasi saja,” katanya. Tradisi perang ketupat diawali persembahyangan bersama di Pura Desa, Desa Adat Padang Luwih, dilanjutkan dengan makan bersama. “Sebelumnya ada kegiatan makan bersama dan sembahyang bersama. Ini ditujukan untuk Sang Hyang Rare Angon,” ucapnya.

Warga yang turut dalam tradisi tersebut, kata Gusti Suparta, dibagi dua kelompok, yakni di sebelah utara dan sebelah selatan Pura Desa. Pembagian kelompok ini berdasarakan letak banjar masing-masing. “Setelah dibagi dua kelompok, mereka (warga – red) saling lempar ketupat layaknya perang. Warga mulai berkumpul pukul 15.00 Wita sambil membawa sesajen berupa salaran yang isinya ketupat bantal. Setelah itu baru prosesi perang ketupat,” tuturnya. Kendati tradisi tersebut masih dipertahankan hingga kini, luas sawah di Desa Padang Luwih mulai menyusut. “Sawah masih sedikit, tidak seperti dulu. Dalung Permai itu kan dulunya wilayah Padang Luwih, sekarang tradisinya saja yang tetap kita jaga,” pungkasnya. par

MBP/eka

SIAT TIPAT - Krama Desa Adat Padang Luwih melaksanakan tradisi “siat tipat” di depan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Senin (28/9) lalu. Tradisi turun-temurun yang digelar tiap Purnama Sasih Kapat ini merupakan ungkapan rasa syukur krama kepada Tuhan atas melimpahnya hasil panen.

48

12 - 18 Oktober 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

SEMINAR KEGAWATDARURATAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Graha Asih mengadakan seminar kegawatdaruratan medik, Sabtu (26/9), bertempat di ruang pertemuan RSU Graha Asih, Badung. Seminar itu diikuti 75 orang peserta dari bidan yang bertugas di puskesmas di lingkungan Kuta Selatan, Kuta Induk, dan bidan-bidan praktik swasta yang berada di sekitar Kuta. Direktur RSU Graha Asih dr. I Made Supartayasa mengatakan, seminar ini dilakukan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati pada 12 Oktober 2015. RSU Graha Asih bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Badung menyajikan seminar yang berhubungan dengan kegawatdaruratan di bidang obgin, kegawatdaruratan medik, perdarahan pascapersalinan.

MBP/ist

RAPAT DANA HIBAH - Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. bersama Sekda Badung Kompyang R. Swandika melakukan rapat bersama unsur pimpinan di DPRD Badung untuk mencari titik temu dalam pencairan dana hibah untuk masyarakat Badung. Dalam rapat yang digelar di ruang Ketua DPRD Badung, hadir Wakil Ketua DPDR Badung I Made Sunarta beserta unsur pimpinan seperti Ketua Komisi III Nyoman Satria, Ketua Komisi II Nyoman Dirgayusa serta pimpinan fraksi-fraksi. Dalam rapat tersebut, Penjabat Bupati memberikan penjelasan normatif terkait dengan prosedur pencairan hibah yang difasilitasi oleh Dewan. Langkah eksekutif tersebut sebagai wujud responsif dalam upaya mencari solusi terbaik terkait penanganan persoalan khususnya pencairan hibah.

MBP/ist

MBP/ist

HUT PERBARINDO - Perayaan HUT ke-31 Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali yang dipusatkan pada Car Free Day (CFD) Kabupaten Gianyar berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dari berbagai golongan memadati acara tersebut yang diisi dengan jalan santai berhadiah bekerja sama dengan Pemkab Gianyar, berlangsung di seputaran Taman Kota Ciung Wanara Gianyar, Minggu (27/9). Mengambil rute sepanjang Jalan By-pass Darma Giri, dengan start dan ďŹ nis di Taman Kota Ciung Wanara, Gianyar. Ketua Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan, dipilihnya CFD Kabupaten Gianyar, karena kegiatan setiap Minggu pagi tersebut selalu ramai, sehingga efektif untuk sosialisasi.

PERESMIAN KLINIK - Masih adanya daerah di Kabupaten Tabanan yang kekurangan dan jauh dari layanan kesehatan, menjadi latar belakang dibangunnya Klinik Kasih Ibu Bajera. Klinik yang membuka perawatan rawat inap dan rawat jalan ini, diresmikan Jumat (25/9). Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan dr. Gede Ngurah Buana, M.Kes. memaparkan, Klinik Kasih Ibu Bajera yang berlokasi di Desa Brembeng, Selemadeg, dilengkapi 14 tempat tidur yang terdiri atas kelas III, II, I dan VIP. Untuk layanan polikliniknya dibuka layanan penyakit dalam, anak, dan obgyn. Selain pelayanan poliklinik, Klinik Kasih Ibu Bajera juga membuka layanan IRD 24 jam dan layanan bersalin. Dilengkapi pula dengan fasilitas penunjang berupa pemeriksaan rontgen dan laboratorium. 12 - 18 Oktober 2015

49


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

KERJA SAMA TELKOMSEL - Dalam upaya mempercepat terwujudnya ekosistem digital berbasis device, network, dan application (DNA), Telkomsel bekerja sama dengan iTube sebagai mitra device menyediakan paket bundling iPhone dan iPad Telkomsel 4G LTE di iTube Store yang berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 149B Denpasar. iTube Store merupakan gerai yang menyediakan produk-produk resmi Apple sekaligus layanan Telkomsel 4G LTE. Di iTube Store, pelanggan dapat membeli berbagai jenis iPhone dan iPad sekaligus mengaktifkan paket data Telkomsel 4G LTE. Manager Telkomsel Branch Denpasar Mohammad Ardip mengatakan Telkomsel menyediakan pilihan paket bundling smartphone dan komputer tablet dilengkapi layanan Telkomsel 4G LTE berkualitas.

BURSA KERJA PNB - Politeknik Negeri Bali (PNB), Rabu (30/9) menggelar Job Fair (bursa kerja) bertempat di gedung Widya Padma kampus setempat. Kegiatan rutin tahunan ini juga serangkaian dengan Dies Natalis ke-28 PNB. Ketua Panitia Job Fair Ida Bagus Gede Widiantara menuturkan, kegiatan rutin tahunan ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mendukung perluasan penyerapan tenaga kerja. Dalam hal ini PNB sebagai lembaga pendidikan vokasi yang merupakan penyedia tenaga terampil, profesional dan berdaya saing internasional turut memfasilitasi lulusan agar terserap di dunia kerja. Bursa kerja tahun ini didukung oleh 15 perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan, pengawetan makanan, hotel, perbankan, dan didukung salah satu unit pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P3M).

MBP/ist

KOMPETISI FUTSAL - BRI Junio Bali Futsal Championship 2015 adalah kompetisi futsal yang diselenggarakan oleh Bank BRI bersama Disdikpora dan KONI Provinsi Bali. Kompetisi diawali dengan babak penyisihan di 9 kabupaten di wilayah Bali, mulai tanggal 23 Agustus 2015, dan babak final akan digelar di Kota Denpasar pada 24 Oktober 2015. Kompetisi ini diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Bali. Keterlibatan Bank BRI dalam kompetisi ini adalah selain untuk mencari bibit-bibit pemain futsal profesional yang berasal dari siswa SMP, juga untuk menciptakan budaya gemar menabung sejak usia dini.

50

12 - 18 Oktober 2015

MBP/ist

DIALOG EKONOMI KADIN - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani mengatakan permasalahan ekonomi Indonesia saat ini kompleks. Mulai dari penurunan ekspor, defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan. “Kondisi ini lemah dan rentan terhadap nilai tukar,” papar Rosan dalam silaturahmi dan dialog ekonomi antarpelaku usaha nasional dan daerah di The Trans Resort Bali, Sabtu (26/9) lalu. Langkah awal yang perlu dilaksanakan menjaga tingkat inflasi menjadi rendah dan stabil, sehingga iklim perekonomian kondusif. Nampak Ketua Umum Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra berjabat tangan dengan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook