Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 130 | balipost.com

Page 1

130 |21 - 27 Maret 2016

’’Mabuug-Buugan’’ Komitmen Jaga Lingkungan

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI zSanur, Pariwisata dan Aksi Tolak Reklamasi 6 BALI SEPEKAN zRibuan Umat Hindu Gelar “Melasti” 7 LAPORAN UTAMA zJeritan Desa Adat Pesisir 8 z’’Mabuug-Buugan’’ Komitmen Jaga Lingkungan 10

zLogika yang Salah Reklamasi Atasi Bahaya Tsunami 11 POLITIK z’’Kanibalisme’’ Membayangi Industri Lokal 16 zDeparpolisasi, Pergeseran Selera Politik 17 KIPRAH REMAJA z Indah dan Krisma,

LENSA z ”MELASTI” 26

PENDIDIKAN z ”Reward” Guru

di Daerah Terpencil Terganjal 27

LINGKUNGAN z Mengelola Sampah Plastik

Jadi Sumber Energi 36

Ke Belanda Berkat Limbah Kulit Kakao 18

MANCANEGARA z Fenomena Langka Dunia 20 DAERAH z Musibah di Selat Bali

KMP Rafelia II Tenggelam, Lima Orang Tewas 22

PARIWISATA z Menata Sangeh di Tengah Isu Rabies PROPERTI z DIRE, Momen Kebangkitan

38

Bisnis Properti 42

21 - 27 Maret 2016

3


DARI PEMBACA

Menjaga dan Menata Pariwisata Nusa Penida A

ktivitas pariwisata di Nusa Penida akhir-akhir ini semakin menggeliat. Kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara kian membanjiri pulau kecil dengan satu kecamatan ini. Kehadiran pamedek yang berasal dari berbagai kabupaten di Bali dalam rangkaian tirtayatra ke Pura-pura Sad Kahyangan di Nusa Penida pun ikut mewarnai suasana kepariwisataan Nusa Penida. Dampaknya adalah transportasi laut dan darat kian ramai, tempat-tempat akomodasi pariwisata pun banyak bermunculan. Itu semua tidak terlepas dari upaya Pemkab Klungkung melakukan promosi besar-besaran melalui Nusa Penida Festival I dan II sejak dua tahun yang lalu. Pelaku pariwisata, para pelancong, dan anak-anak muda lokal pun punya andil besar dalam menguak dan menyebar luaskan potensi keindahan alam Nusa Penida yang tersembunyi karena minimnya akses dan kualitas jalan serta sulitnya medan dengan cara memposting dan mengunggahnya lewat FB, twitter, website, whatshap, dan media sosial lainnya. Potensi alam Nusa Penida dengan bukit-bukit berbaris dan lembah-lembahnya yang indah, pantai dan tebing-tebing terjal dengan pulau-pulau kecil serta belahan tebing yang terpisah di dekatnya yang menakjubkan (di kawasan timur, barat dan selatan Nusa Penida). Beberapa tebing terjal memunculkan sumber mata air di bawahnya, mengalirkan air tawar yang jernih ke laut selatan. Di pantai utara terlihat hamparan budi daya rumput laut warna-warni (alga hijau, merah, coklat, dan pirang) ketika air laut tenang dan surut yang memesona. Ketika cuaca cerah dari atas bukit terlihat pemandangan laut biru mengelilingi pulau. Memandang jauh ke utara terlihat daratan Bali dengan Gunung Agungnya yang berdiri megah, memandang ke arah timur terlihat daratan Lombok dengan Gunung Rinjaninya yang tampak samar-samar. Yang tidak kalah menariknya adalah pohon-pohon besar yang tumbuh sejak lama di tepi jalan di beberapa ruas jalan di Nusa Penida, hendaknya menjadi perhatian khusus pemerintah dan masyarakat untuk melestarikannya. Pohonpohon besar tersebut menambah keasrian dan keunikan kawasan Nusa Penida yang telah ditetapkan sebagai daerah kunjungan wisata, baik wisata alam dan wisata spiritual. Hal ini penting karena belakangan ini ada kecenderungan oknum atau sekelompok masyarakat ingin menebang pohon di tepi jalan dengan dalih menata lingkungannya agar tampak bersih dan terang/tidak gelap, agar tidak seram/angker. Drs. I Komang Sudiana, M.M. Kelian Br. Adat Mentigi, Desa Batununggul, Nusa Penida

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Agus Toni. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

21 - 27 Maret 2016

4


Mendesain Majelis Rakyat Bali PERJUANGAN krama Bali menjaga wilayah adatnya bangkit. Otoritas adat bergerak dan melakukan perlawanan terhadap investasi tak ramah lingkungan. Tokoh adat dan krama adat di Bali bergerak melakukan penolakan. Sayangnya, reaksi publik yang didasari spirit menjaga Bali dari ancaman investasi yang tak berpihak pada budaya dan alam Bali, nyaris tanpa pengawalan. Lembaga umat, birokrat dan wakil rakyat Bali nyaris tanpa suara membela kepentingan krama Bali. Menyikapi lemahnya keberpihakan lembaga umat, wakil rakyat dan eksekutif terhadap perjuangan desa adat di Bali, usulan membentuk Majelis Rakyat Bali (MRB) pun disuarakan. Majelis ini diharapkan mampu menjadi media dan ruang aspirasi yang bisa menyalurkan perjuangan dan perlawanan krama Bali menjaga wilayahnya. Mejelis ini dinilai sebagai salah satu strategi untuk melawan ancaman investasi yang berpotensi memecah belah kedaulatan krama Bali di tanah Bali. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Pusat Data Majalah Bali Post terkait dengan usulan ini, tercatat 75,40 persen responden menyatakan dukungannya. Responden berpandangan Majelis Rakyat Bali bisa menjadi wadah yang efektif untuk menyalurkan aspirasi krama Bali. Majelis ini juga bisa menjadi partner lembaga umat yang selama ini

lebih banyak diam ketika krama Bali berjuang. Bahkan, pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon ini, responden berharap tokoh-tokoh Bali segera melakukan pematangan dan membuat format mejelis lembaga ini. Tokoh Bali yang terakomodasi mestinya punya integritas dan masih bisa diteladani umat. Responden mengingatkan majelis ini jangan dijadikan lembaga yang punya kepentingan politik praktis. Diingatkan agar mejelis ini benar-benar bisa menjadi pengayom desa pakraman tanpa harus dikendalikan kepentingan kekuasaan. Selebihnya, 22,26 persen responden mengatakan Majelis Rakyat Bali mestinya menjadi pilihan terakhir untuk dibentuk jika lembaga umat Hindu benar-benar tak berdaya mengatasi persoalan umat. Mestinya tokoh-tokoh Bali yang memiliki integritas tinggi menjaga Bali dengan lebih dulu memberdayakan desa pakraman. Masalahnya, kekuatan desa pakraman dalam melawan tantangan dan pengaruh negatif terhadap budaya Bali masih sangat kuat. Usulan pembentukan Majelis Rakyat Bali ini tidak masalah ditindaklanjuti sepanjang masyarakat Bali menghendaki. Akan tetapi, bila majelis ini dibentuk jangan sampai ada benturan kepentingan dengan lembaga adat lainnya. Sementara itu, 2,34 persen responden tak memberikan respons. Mereka hanya

berharap komponen masyarakat Bali bersatu melawan perusakan lingkungan yang berpotensi berimbas pada merginalisasi budaya Bali. Bali diharapkan mengoptimalkan peran desa pakraman untuk melawan kebijakan politis dan pendekatan ekonomis yang berpotensi merusak Bali. z Dira Arsana

21 - 27 Maret 2016

5

5


OPINI

Sanur, Pariwisata dan Aksi Tolak Reklamasi

R

encana reklamasi Teluk Benoa telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Megaproyek ini cenderung berisiko dan berpotensi memicu disharmonisasi dan keberlangsungan lingkungan serta perikehidupan budaya Bali. Sebagaimana setiap pembangunan yang diharapkan mampu memberikan kesejahteraan masyarakat dan meminimalisir kerusakan lingkungan, ternyata pada tahap awal rencana ini PHQJKDGLUNDQ NRQĂ€LN GDQ NHNKDZDWLUDQ dampak yang akan ditimbulkan baik secara sekala maupun niskala. Membangun pariwisata di Bali pada hakikatnya adalah suatu proses yang harus mengaitkan banyak unsur seperti religi, budaya, alam dan lingkungan hidup. Pada tataran sosial budaya, krisis oleh pemaksaan kehendak dari investor yang begitu kuat PHPLFX NRQĂ€LN \DQJ GDSDW PHPSHQJDUXKL sendi pariwisata itu sendiri. Di sisi lain pembangunan pariwisata tidak lagi bersifat fungsional menyiapkan sarana dan prasarana, tapi juga mengekspresikan posisi dan identitas. Maka tidaklah berlebihan bila pariwisata yang berkembang melampaui daya dukung alam dan budayanya adalah realitas semu seperti sebentuk tubuh tanpa aura. Lantas mau dibawa ke mana wajah parisata Bali sebagai akibat hadirnya kontradiktif penyediaan ruang yang memaksakan ini? Pariwisata global yang dibangun di atas iklim persaingan yang tinggi antardestinasi mendorong strategi untuk menciptakan pariwisata yang memiliki keunikan dan kekhasan, memuati prestise, status dan kelas. Pariwisata bukan PHPSURGXNVL SURGXN DUWLÂżVLDO PHODLQNDQ dikonstruksi secara sosial budaya dan daya dukung alam. Dinamika pariwisata Bali terus berkembang, budaya dan lingkunganlah sebagai penopangnya. Penyelamatan lingkungan harus benar-benar menjadi aktualisasikan diri. Masa depan pariwisata Bali dengan dalih kebutuhan tingkat hunian dan sarananya tidak hanya tertuju pada eksploitasi alam, melainkan inovasi yang tetap berakar pada kekuatan luhur dan penyelamatan alam. Memang tanpa disadari, kemajuan

6

Oleh Ida Bagus Gede Sidharta Putra

pariwisata telah membawa pada perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat serta dampak pergeseran kualitas lingkungan hidup. Namun, juga menghadirkan dampak buruk terhadap lingkungan. Adanya pulau-pulau ciptaan atas reklamasi Teluk Benoa kelak akan mengakibatkan proses sedimentasi atau pendangkalan. Ini karena material sedimen dari sungaisungai yang bermuara ke Teluk Benoa terhalang oleh pulau-pulau baru itu. Arus laut jelas bakal berubah dan mempengaruhi ekosistem yang selama ini telah terbangun alami di perairan teluk. Masih melekat dalam ingatan reklamasi Pulau Serangan telah mengempas pantai di sekitarnya dengan abrasi yang sedemikian rupa, termasuk Sanur telah menjadi korbannya. Menjaga Sanur yang Luhur Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat yang menaungi 27 banjar di Desa Sanur Kaja, Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kauh, Desa Adat Sanur, Desa Adat Intaran dan Desa Adat Penyaringan, sepakat menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dengan alasan revitalisasi maupun kedok apapun. Penolakan ini selaras dengan semangat para penglingsir saat mendirikan yayasan pada 1966 di antaranya mengantisipasi perkembangan pariwisata dengan tetap memegang tegus potensi seni, budaya, adat, tradisi dan kelestaraian lingkungan hidup. Sanur sebagai destinasi pariwisata dengan keagungan seni budaya, sejak awal telah memiliki kesadaran lingkungan, lentur menghadapi gesekan budaya asing, dan arif menghadapi perubahan. Ketenangan dan kedamaian wilayah Sanur saat ini juga karena sendi-sendi yang telah dibangun para pendahulu tersebut. Blunder yang telah dibuat dan harus diselesaikan oleh pemerintah saat ini adalah membatalkan perizinan pembangunan Teluk Benoa dan Presiden membatalkan Perpres No.51 tahun 2014 dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai wilayah konservasi

sekaligus menjaga kesuciannya. Sudah menjadi kewajiban para generasi penerus untuk mempertahankan niat luhur para pendiri untuk menjaga keluhuran Sanur dengan kemampuan yang ada sampai kapanpun. Kelestarian adat, seni, budaya dan lingkungan telah menjadi harga mati yang tak dapat ditawar lagi demi terjaganya keajegan Sanur. Percepatan pembangunan yang tak terkendali akan menghadirkan banyak risiko. Oleh karena itu yayasan ini berupaya ikut memberikan pertimbangan kepada Pemkot Denpasar terhadap investasi yang akan masuk Sanur. Kini bisa dirasakan hotel dan restoran di Sanur yang banyak dimiliki orang lokal tetap eksis dan lingkungan terjaga dengan baik. Nuansa Bali masih sangat terasa di Sanur, tidak seperti pusat pariwisata lain yang lebih berisik. Tak berlebihan jika segenap pengurus YPS ingin berada di garda depan untuk menggapai tujuan menyejahterakan warga di antaranya melalui kepedulian melestarikan lingkungan dan bukan justru merusaknya. YPS didukung tokoh banjar, desa, sesepuh adat dan para ida pedanda di Sanur tidak mau hal yang menimpa Sanur akibat reklamasi Pulau Serangan terulang kembali, apalagi di kawasan Teluk Benoa yang secara niskala adalah kawasan suci. Yayasan bersama warga Sanur akan selalu PHQMXQMXQJ WLQJJL NHVHLPEDQJDQ GDUL ÂżORVRÂż VHJDUD JXQXQJ desa kala patra, hingga Tri Hita Karana. Setahun lalu, tokoh spritual Bali Ida Pedanda Gede Made Gunung mengajak semua pihak untuk kembali berpikir jernih dan merenungkan apa yang selama ini telah diperbuat. Berbagai program pembangunan yang lebih banyak berdampak pada perusakan alam kiranya segera dilakukan evaluasi, jangan memaksakan kehendak, terlebih hanya membela kepentingan investor. Keselamatan alam Bali dari kehancuran pada generasi mendatang perlu dipikirkan. “Untuk menyelamatkan Bali masyarakat harus berani berbuat,â€? kata Ida Pedanda Gede Made Gunung. Penulis adalah Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, alumnus Maryville University, St. Louis, AS.

21 - 27 Maret 2016

6


BALI SEPEKAN

Ribuan Umat Hindu Gelar “Melasti” RANGKAIAN pelaksanaan Tawur Kasanga dan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1938, diawali dengan upacara melasti. Kegiatan melasti ini dilakukan oleh masing-masing desa adat/pakraman sebagai simbol menyucikan alam semesta dan juga diri sendiri yang bertempat di laut dan juga sumber air lainnya. Serangkaian melasti ini, sejumlah pantai di Denpasar pun dipadati ribuan umat Hindu, Minggu (6/3). Beberapa titik melasti di Denpasar, di antaranya Pantai Padanggalak, Matahari Terbit, Inna Grand Bali Beach (Pantai Sanur), Sindu, Segara, sampai di Mertasari.

Suasana ramai sudah terlihat sejak subuh, terutama di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur. Umat Hindu yang melasti di pantai ini berasal dari desa adat yang ada di Denpasar Utara, seperti Peguyangan, Penguyangan Kangin, Bekul, Peraupan, serta sejumlah desa adat lainnya. Beberapa pratima dari masing-masing Pura Khayangan Tiga di desa pakraman di Denpasar mulai memasuki pantai sejak subuh. Bendesa Desa Adat Intaran, Sanur, A.A. Kompyang Raka, mengatakan kegiatan melasti ini secara rutin digelar menjelang Nyepi. z Asmara Putera

MBP/wan

Kendaraan Keluar Bali Meningkat 100 Persen

Senderan Tukad Mati Ambrol

RATUSAN kendaraan roda dua, Minggu (6/3) memadati loket pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Sebagian besar penumpang kapal ini merupakan warga pendatang yang pulang kampung memanfaatkan libur selama pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali. Pihak ASDP Gilimanuk menyebutkan jumlah kendaraan yang keluar Bali kemarin naik mencapai 100 persen dibanding hari normal. Kendaraan yang datang ke Gilimanuk sudah sejak pagi hari. Bahkan di antaranya datang berkelompok dan bersamaan sehingga diputuskan membuka tiga loket tiket kendaraan dari biasanya satu atau dua loket. Sejumlah pengguna kapal ini

PEMKAB Badung melayangkan surat kepada Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS-BP). Surat ini guna menindaklanjuti ambrolnya senderan Tukad Mati di samping Pura Dalem Penataran Desa Adat Legian. Menurut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, pihak Balai secara lisan telah menyanggupi untuk melakukan perbaikan. “Setelah saya cek, ternyata cukup parah. Makanya kami minta kepada Balai untuk segera ditindaklanjuti selaku pemilik kewenangan,” ujar Suiasa saat meninjau proyek, Sabtu (5/3). Pemkab Badung, kata Suiasa, akan terus berupaya mendorong pihak Balai Wilayah Sungai BaliPenida sehingga kerusakan yang terjadi tidak semakin parah. “Saya akan dorong terus itu, sehingga efek kelanjutan dari pada jebolnya senderan itu tidak melebar,” tegasnya. Wabup Suiasa menilai perlu ada penguatan dinding Tukad Mati. Sebab, dilihat dari struktur yang ada sekarang, sudah tidak layak. “Secara teknis dan struktur, senderan itu ternyata sudah tidak layak untuk sekarang ini. Kami akan ubah struktur dinding pakai beton bertulang. Sekalian akan menata kawasan sepanjang Tukad Mati,” tegasnya lagi. z Parwata

mengaku sedikit khawatir dengan kapal tenggelam akhir pekan lalu. Tetapi, mereka memberanikan diri pulang kampung naik kapal lantaran hanya itu transportasi yang paling murah. Salah satu pengendara motor, Wardoyo (35), mengaku sengaja berangkat pagi dari Denpasar untuk pulang ke kampung ke Jember, Jawa Timur. Ia memperkirakan sampai di Gilimanuk pagi hari, saat kondisi matahari tidak terlalu terik, sehingga sampai di kampung halamannya siang. Ia pun pulkam tidak sendiri, melainkan bersama-sama dengan teman-teman. z Surya Dharma

Kondisi Mes Guru Memprihatinkan FASILITAS tenaga pendidik berupa mes di dua Sekolah Dasar Negeri di Desa Satra, Kintamani terbilang tak layak huni. Pasalnya, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. Atas kondisi ini, perbaikan pun diharapkan segera dilakukan. Salah satu guru, Ni Ketut Ramini, Minggu (6/3) menuturkan, sekolah tempatnya mengajar yakni SDN 2 Satra memiiki tiga unit mes. Dua unit ditempati guru yang salah satunya ditempati dirinya dan satu unit mes lagi digunakan sekolah Taman Kanak-kanak. Akan tetapi, kondisi mes yang ditempati guru ini kondisinya sudah memprihatinkan.

Atapnya sudah banyak bocor, bahkan sudah ada yang lepas. Maka tak heran, saat hujan, air bisa masuk ke kamarnya. Kondisi mess SDN 3 Satra yang lokasinya bersebelahan dengan SDN 2 Satra juga tak kalah memprihatinkan. Dari empat unit, dua unit tidak ada yang menempati. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bangli I Nyoman Suteja menjelaskan, tahun ini belum ada program perbaikan mes. Anggaran yang ada masih diprioritaskan untuk perbaikan ruang kelas belajar dan laboratorium. z Sosiawan

21 - 27 Maret 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

Jeritan Desa Adat Pesisir

K

rama Bali ibarat anak ayam kehilangan induk. Mereka berjuang sendirian dalam menyelamatkan lingkungan Bali utamanya dalam menolak rencana reklamasi. Pimpinan eksekutif dan wakil rakyat Bali sudah menyerahkan sepenuhnya kewenangan itu kepada pemerintah pusat. Namun, krama Bali tak menyerah. Bahkan mereka semakin bersatu padu menyelamatkan Bali dari kerakusan investor. Terbukti sudah tercatat 26 desa adat di Bali yang sepakat menolak reklamasi. Ini merupakan gerakan yang luar biasa untuk menjaga keajegan tanah Bali. Koordinator ForBALI Wayan ‘Gendo’ Suardana mengatakan gerakan yang massif ini, harusnya disikapi oleh pemerintah dan wakil rakyat. Tidak ada pilihan bagi pemeritah, kecuali menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. Caranya, Presiden Jokowi segera mencabut Perpres 51 tahun 2014. “Sampai hari ini sudah ada 26 desa adat di Bali yang menyatakan penolakan.

Dari jumlah itu, 13 di Badung, delapan di Denpasar, dua di Gianyar yakni Desa Lebih dan Ketewel, terakhir tiga desa adat di Karangasam,“ bebernya. Gendo melanjutkan penolakan ini tentu saja harus dilihat pemerintah sebagai peringatan, bahwasanya kebijakan mereka benar-benar ditentang oleh rakyat. Apalagi Desa Pakraman Lebih adalah desa pakraman yang mengalami trauma abrasi akibat reklamasi Pulau Serangan 1994. “Mereka telah menyaksikan sendiri, bagaimana abrasi terus merongrong pesisir. Tentunya Desa Pakraman Lebih tidak mau seperti keledai. Oleh karena itu pemikiran iniharus diapresiasi sebagai suara rakyat, suara yang murni, suara yang tidak bisa dikekang dan diabaikan,” tandasnya, pekan lalu. Sementara itu, mengawali Tahun Baru Çaka 1938, ribuan masyarakat Desa Adat Lebih, Gianyar melakukan aksi tolak reklamasi Teluk Benoa, Kamis (10/3). Penolakan Desa Adat Lebih menambah panjang deretan yang menolak reklamasi menjadi 26 desa adat. Pendeklarasi penolakan reklamasi di desa Lebih, diawali dengan persembahyang bersama di Pura Dalem Desa Pakraman Lebih, Kamis siang. Selajutnya ribuan masyarakat berkumpul di Balai Banjar Lebih Beten Kelod. Diringi baleganjur, ribuan masyarakat kemudian berjalan kaki ke selatan menyeberangi jalan bypass I.B Mantra menuju Pantai Lebih. Setiba di pantai ribuan warga Desa Adat Lebih berdiri diatas batu penahan ombak, diiringi teriakan menolak reklamasi Teluk Benoa.

Bendesa Pakraman Lebih I Wayan Wisma dalam orasinya mengungkapkan bahwa sudah puluhan hektar sawah di Desa Pakraman Lebih yang tergerus abrasi. Paling parah terjadi pascareklamasi Pulau Serangan. “Berdasarkan catatan pekaseh, tahun 1960, Desa Pakraman Lebih memiliki luas 86 hektar. Tetapi semenjak reklamasi Pulau Serangan pada 1994, terjadi abrasi besar-besaran di pesisir desa kami. Sampai saat ini luas Desa Pakraman Lebih hanya 16 hektar,“ ungkapnya. Dari kondisi ini warganya pun kahwatir, bila reklamasi Teluk Benoa dengan rencana luas 700 hektar itu terealisasi, maka seluruh Desa Pakraman Lebih bisa habis karena abrasi. “Maka melalui aksi ini kami sangat memohon kepada pemerintah agar mau mendengar jeritan kami. Bapak Gubernur tolong perjuangkan nasib Desa Pakrmaan yang ada di pesisir. Bapak Presiden tolong cabut Perpres 51/2014,“ pekiknya. Ia juga mengatakan bila pemerintah memang ingin membangun pariwisata, hendaknnya dilakukan secara merata di kabupaten lain. Sebab dari kondisi saat ini wilayah Denpasar dan Badung sudah padat dengan akomodasi pariwisata. “Bali ada 8 kabupaten dan satu kota. Tetapi saat ini kesannya pembangunan pariwisata di Badung dan Kodya saja. Yang kami ketahui Kabupaten Bangli, Karangasem, Buleleng dan Jembrana belum tersentuh, malahan hanya disusui oleh program bantuan keuangan khusus,“ tandasnya. z Manik

Ribuan masyarakat Desa Adat Lebih saat aksi tolak reklamasi di Pantai Lebih, Kamis (10/3). MBP/nik

8

21 - 27 Maret 2016

8


Abrasi mengganas di Pantai Lebih Gianyar. Fotodiambil dari udara enam tahun lalu. 21 - 27 Maret 2016

9

MBP/dok

9


LAPORAN UTAMA

’’Mabuug-Buugan’’ Komitmen Jaga Lingkungan

K

rama Kedonganan menggelar tradisi mabuugbuugan, sehari setelah hari raya Nyepi. Tradisi lama itu, kembali dihidupkan. Hal ini menyusul semakin massifnya upaya merusak lingkungan di kawasan mangrove. Tradisi lama yang dibangkitkan kembali itu disambut antusias kalangan generasi muda setempat. Mereka pun terjun ke mangrove di Teluk benoa untuk melumuri tubuh mereka dengan lumpur. Ketua Karang Taruna Eka Chanti I Wayan Yustisia Semarariana ditemui di sela-sela acara memaparkan kegiatan ini dibangkitkan kembali tahun lalu setelah sempat vakum. Untuk kali ini, pesertanya yang umumnya para pemuda jauh lebih banyak dari sebelumnya. Ada 800 orang pemuda ikut dalam tradisi ini. Kegiatan ini Kata Yustisia juga untuk mendekatkan pemuda agar cinta kepada alam dan lingkungannya. Dengan begitu mereka akan bersama-sama peduli menjaga lingkungan agar tetap lestari dan tidak berubah. Dia berharap tradisi ini terus berlanjut karena nilai hisWRULV GDQ ¿ORVR¿VQ\D DGD .LWD EHUKDUDS NRQWLQXLWDV HNVLVtensi tradisi ini bisa menjadi ikon Desa Adat Kedonganan. “Mabuug-buugan berasal dari kata ‘buug’ yang berarti tanah atau lumpur. Ini juga sebagai makna agar kita selalu dekat dengan alam. Jangan memusuhi alam, apalagi merusak alam,” papar bagian Humas Made Sudarsana. Sebagai generasi penerus, pihaknya mencoba membangkitkan kembali kevakuman tradisi nenek moyang yang bertujuan menetralisir hal buruk tersebut. Senada dengan Yustisia, dia juga berharap tidak ada reklamasi karena akan berdampak pada tradisi ini. Sebab jika reklamasi terjadi tentu kawasan tempat mereka mencari lumpur sebagai media akan hilang. Bendesa Adat Kedongonan Ketut Puja menyampaikan apresiasi akan kegiatan yang dilakukan pemuda kedonganan dalam menjaga warisan nenek moyangnya. Sebab tradisi ini sudah ada sejak zaman dulu dan dilakukan secara turuntemurun. Hal ini, Kata Puja, juga bertujuan membersihkan bhuana agung dan bhuana alit serangkaian hari raya Nyepi. Dia berharap tradisi ini bisa terus lestari bahkan dikemas sebagai atraksi budaya dalam pengembangan pariwisata. Terkait kekhawatiran hilangnya tradisi ini seperti dikhawatirkan para pemuda, Puja juga memaklumi kekhawatiran tersebut. Namun, desa adat telah bersikap menolak reklamasi. “Sikap kami di desa adat sudah jelas, menolak reklamasi karena mengancam tradisi dan juga kawasan suci,” pungkasnya. z Edy

10

21 - 27 Maret 2016

10


Logika yang Salah

Reklamasi Atasi Bahaya Tsunami

Tradisi “mabuugbuugan” yang digelar pemuda Kedonganan, Badung.

BALI bagian selatan rendah tersapu gelombang tsunami. Oleh karena itu, membentengi Bali dengan reklamasi Teluk Benoa adalah satu solusi. Demikian penegasan para pengamat dan para pejabat yang proreklamasi. Namun, itu dibantah oleh ahli lingkungan. Katanya, tanah hasil reklamasi tak mempunyai pondasi yang kuat. Sehingga tidak akan mampu menahan gelombang tsunami. Satusatunya yang ampuh untuk mencegahnya adalah hutan mangrove. Eko Teguh, dosen dari UPN Yogyakarta, tim ahli yang bergabung dalam ForBALI mengatakan tindakan reklamasi melawan logika pendukung investor yang menyatakan bahwa reklamasi merupakan satu-satunya cara mengatasi masalah rusaknya ekologi, sidementasi, rendahnya kualitas sungai di kawasan Teluk Benoa. ‘’Seharusnya bukan dengan reklamasi, tetapi perbaiki aliran DAS-nya, perbaiki dan diperluas lagi kawasan hutan mangrovenya. Hanya dengan cara itu. Bukan malah menguruknya sekalian,” katanya ketika dialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia juga meluruskan logika salah bahwa reklamasi dapat menjadi cara untuk mengatasi bahaya tsunami. Menurutnya, pada dasarnya lahan reklamasi dan infrastrukturnya tidak tahan gempa. Dan biasanya tsunami didahului oleh gempa. “Jadi kalau ada tsunami, semua bangunan rontok dulu oleh gempa, baru terjangan tsunami. Lalu di mana logika mereka,” kata Eko Teguh. Anggota Tim 9 PHDI Ida Padanda Panji Sogata mengingatkan kepada pemerintah pusat bahwa rakyat Bali sangat memegang erat konsep kesucian alam lingkungan yaitu Gunung dan Laut. Oleh karena itu, apabila laut direklamasi, maka mau tak mau akan menyerempet kepada nilai-nilai agama. “Nah, kalau Teluk Benoa dihancurkan, kami prihatin. Sebab, ada keyakinan alam kena musibah. Karena itu, laut selalu kami sucikan, seperti upacara melasti, habis labuhan ngaben, setelah larung ke laut,” kata Ida Padanda Sogata. Ia Padanda Sogata juga mengingatkan tentang pentingnya keputusan dari para bendesa adat yang membawa aspirasi rakyat dari desa adat yang dipimpinnya. Dalam pertemuan tersebut, terdapat 23 bendesa adat yang mayoritas berada di pesisir selatan Badung dan Denpasar menyatakan sikap penolakannya. “Sebenarnya bendesa adat ini memiliki otoritas penuh di desanya. Dia yang tahu. Kalau tidak diajak, tidak diberi tahu, begini jadinya,” kata Pedanda Sogata. Tim ahli ForBALI Wayan Windia mengatakan

dirinya lebih mengedepankan persoalan ini pada asas patut atau tidak patut dibandingkan soal melanggar hukum atau tidak. “Karena reklamasi akan mengubah tetuah orang Bali,” katanya. Soal kejenuhan pembangunan hotel dan fasilitas wisata modern juga dikeluhkan tim ahli Wayan Merta dari Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua, Bali. Menurutnya, dari kajiannya, hingga tahun 2015, ada sekitar 950 ribu kamar penginapan di wilayah Badung, dan jumlah itu hingga saat ini diyakininya bertambah karena masih belum ada yang tercatat. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku pimpinan rapat mengaku senang dengan kepedulian masyarakat Bali dalam menjaga lingkungannya. ’’Senang saya melihat kepedulian masyarakat Bali terhadap lingkungannya. Saya berharap dari dulu orang Bali seperti ini. Tapi di sini saya belum bisa beri sikap apa pun, dan kita merasa belum ada situasi yang memaksa kita harus memberi sikap.’’ Dia mengatakan, kehadiran seluruh komponen yang memenuhi undangannya itu menunjukkan masih banyak orang Bali yang ternyata peduli pada lingkungannya. “Senang saya melihat kepedulian masyarakat Bali terhadap lingkungannya. Saya berharap dari dulu orang Bali seperti ini,” kata Menteri Susi. Menurutnya, persoalan reklamasi sebetulnya bukan hanya persoalan di Bali, tetapi juga di Jakarta. Bahkan reklamasi di Ibu Kota sudah dilaksanakan tanpa prosedur yang seharusnya dipenuhi. Susi mengatakan sebagai pejabat publik yang dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menduduki Menteri Kelautan dan Perikanan, sebetulnya belum waktunya bagi dirinya untuk menggelar forum diskusi, tetapi karena saking ramainya hiruk-pikuk penolakan, dirinya berinisiatif untuk menerima semua masukan dan pandangan untuk bisa melaporkan kepada Presiden. Ketua Umum Ikabana RI Eko Sriyanto Galgendhu mengatakan akan terus menggerakkan forum forum seperti ini di kementerian lainnya, agar gaung penolakan reklamasi Teluk Benoa terus terdengar hingga diperhatikan Presiden Joko Widodo. “Meski kami di luar Bali, tetapi kami memiliki keterikatan dan kepentingan dengan masyarakat Bali. Kami akan terus bersama-sama berjuang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, hingga Perpres Nomor 51 Tahun 2014 dicabut Presiden Jokowi,” tegasnya. z Hardianto 21 - 27 Maret 2016

MBP/edy

11


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

AJS RAPTOR - Berkendara nyaman dengan motor gagah dan trendi? Untuk yang satu ini, AJS Raptor menjadi satu pilihan yang tepat. Dengan penampilan yang macho, motor keluaran pabrik asal Inggris ini memang kian diminati, tak terkecuali di Bali. Alasan lainnya, si kuda besi yang satu ini enak dikendarai dan tidak panas dan mudah bermanuver di tengah situasi lalu lintas yang padat. Dengan harga di bawah Rp 50 juta (on the road), makin banyak penggemar motor yang melirik AJS Raptor juga dua “saudara�-nya, Spyder dan Bobber.

SARASEHAN - Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Batari Dewi Danu yang berstana di Pura Ulundanu Batur di Songan, Sulinggih Pasemetonan Agung Pemecutan telah melaksanakan upacara GuruBendu Piduka, Minggu (31/1) lalu. Upacara guna memohon keselamatan dan petunjuk dalam mengamalkan tugas kewajiban mengayomi umat dan sebagai langkah awal, bersama Pasemetonan Puri Agung Pemecutan, Puri Agung Gelogor dan Puri Agung Jero Kuta Jambe Merik sepakat dan telah melaksanakan Sarasehan Kajang Kawitan Ksatria Mahottama Pasemetonan Agung Pemecutan, Pratisentana Ida Batara Sri Nararya Damar dan Ida Batara Sri Nararya Kenceng dan Pameran Raja Purana Silsilah Ratu Badung, Minggu (28/2) di Ruang Pemecutan, Hotel Puri Ayu Denpasar.

UKN - Smart, professional, dan touch the feeling menggambarkan suasana Uji Kompetensi Nasional (UKN) para mahasiswa Pansophia Singaraja yang menghadirkan tiga orang Penguji Nasional di bawah koordinasi Dr. Nurmawati Napitupulu, M.Pd. dari LSK Nasional Bidang Perhotelan, di hotel Sunari Lovina Singaraja, Kamis-Sabtu, 3-5 Maret 2016 ODOX .HWXD /HPEDJD 6HUWLÂżNDVL .RPSHWHQVL 3HUKRtelan Nurmawati Napitupulu yang disapa Nurma tersebut mengatakan, sebanyak 75 orang peserta uji kompetensi Pansophia di tahun 2016 ini yang paling spektakuler dan membanggakan. Sebab, jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain di seluruh Indonesia. MBP/ist

AWAK - PT Jasa Raharja (Persero) mengadakan pendidikan dan pelatihan pada awak kendaraan angkutan umum, Kamis (3/3) di Harris Hotel, Sunset Road. PT Jasa Raharja (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanatkan untuk mengelola program asuransi sosial. Ia berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, agar manfaat santunan yang diberikan kepada korban/ahli waris korban kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas jalan dapat dirasakan meningkat. Dr. Ir. Sulistianingtias, M.M., AAI-K., CRMP., Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Bali, mengatakan pendidikan dan pelatihan awak kendaraan angkutan umum ini merupakan program kerja Divisi Pencegahan dan Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) Tahun 2016.

12

21 - 27 Maret 2016


MBP/ist MBP/ist

LUNCURKAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank dengan jaringan terbesar dan tersebar selalu mendukung proJUDP SURJUDP SHPHULQWDK VDODK VDWXQ\D ¿QDQFLDO LQFOXVLRQ %XNWL Q\DWD %DQN %5, GDODP PHQGXNXQJ ¿QDQFLDO LQFOXWLRQ GHQJDQ PHOXQFXUNDQ OD\DQDQ %5,/LQN \DLWX OD\DQDQ NHXDQJDQ WDQSD NDQWRU QLUNDQWRU 6HWHODK PHQMDQJNDX ZLOD\DK ZLOD\DK SHORVRN GL EHUEDJDL GDHUDK GL ,QGRQHVLD .DPLV bertempat di Wantilan Desa Trunyan, BRI meresmikan dan PHPSHUNHQDONDQ %5,/LQN NHSDGD PDV\DUDNDW GL 'HVD 7UXQ\DQ .LQWDPDQL %DQJOL GDQ VHNLWDUQ\D .HEHUDGDDQ %5,/LQN di Desa Trunyan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati %DQJOL , 0DGH *LDQ\DU 6 + 0 +XP EHUVDPD 3HPLPSLQ :LOD\DK %5, 'HQSDVDU 0 )DQNDU 8PUDQ

PGC -LND PDKDVLVZD ODLQ PHQMDODQL ..1 FDORQ GRNWHU )DNXOWDV .HGRNWHUDQ GDQ ,OPX .HVHKDWDQ ).,. 8QZDU ZDMLE PHQMDODQL 3UH *UDGXDWH &RXUVH 3*& DWDX SHQGLGLNDQ SUD GRNWHU 6HEDQ\DN PDKDVLVZD ).,. 8QZDU yang menjalani pendidikan profesi diterjunkan selama tiga PLQJJX XQWXN PHQJJDUDS 'HVD %XNLDQ 3D\DQJDQ *LDQ\DU OHZDW 3*& 0HUHND GLWHUMXQNDQ VHMDN )HEUXDUL ODOX GDQ EHUDNKLU SDGD 6DEWX 3HQXWXSDQ 3*& GLWDQGDL GHQJDQ SHQ\HUDKDQ PDKDVLVZD GDUL .DGHV %XNLDQ 0DGH <XQLDUWD NHSDGD 'HNDQ ).,. 8QZDU GU ,* $QRP 0XUGKDQD 6S ). $FDUD SHQXWXSDQ 3*& MXJD GLKDGLUL 5HNWRU 8QZDU 3URI 'HZD 3XWX :LGMDQD 6HNUHWDULV <D\DVDQ .HVHMDKWHUDDQ .RUSUL 3URYLQVL %DOL 0DGH -RKQ\ 6DQJHU %7 6 + 0 + SHUZDNLODQ FDPDW VHUWD XQVXU 7ULSLND 3D\DQJDQ VHUWD PDV\DUDNDW %XNLDQ

MBP/ist

MBP/ist

UNDIAN &RFR *URXS PHQ\HOHQJJDUDNDQ XQGLDQ EHODQMD EHUKDGLDK NH GL &RFRPDUW 7HERQJNDQJ 8EXG 6DEWX PDODP 7LGDN WDQJJXQJ WDQJJXQJ VDWX XQLW PRELO $\OD disiapkan untuk pemenang utama, dalam pengundian yang UXWLQ GLVHOHQJDUDNDQ VHWLDS WDKXQ LQL +DGLDQ XWDPD EHUXSD VDWX XQLW PRELO $\OD GLPHQDQJNDQ ROHK , :D\DQ $OLW 6XNDPLU DODPDW %DQMDU .HGDPSDO %ODKNLXK %DGXQJ

NYEPI - 7HUNDLW GHQJDQ SHODNVDQDDQ 1\HSL 7DKXQ %DUX dDND \DQJ DNDQ EHUODQJVXQJ SDGD 0DUHW GL seluruh Indonesia, dan juga bertepatan dengan adanya fenomena gerhana matahari pada saat yang sama, anggota .RPLWH ,,, '3' 5, \DQJ PHPELGDQJL $JDPD %XGD\D GDQ .HVHMDKWHUDDQ 5DN\DW 'U 6KUL , *XVWL 1JXUDK $U\D :HGDNDUQD 0:6 ,,, PHQJDNX WHODK PHPRQLWRU SHUVLDSDQ 1\HSL GL VHOXUXK ,QGRQHVLD 0HQXUXWQ\D VHEDJLDQ EHVDU ZLOD\DK GL ,QGRQHVLD WHODK VLDS PHODNVDNDQ 1\HSL GHQJDQ EDLN 1DPXQ ada permasalahan di Bali yang dianggap potensial menyulut LVX 6$5$ \DNQL WHUNDLW GHQJDQ NRQWURYHUVL DNDQ DGDQ\D SHUEHGDDQ NHSXWXVDQ SHPHULQWDK GDHUDK GDQ )RUXP .HUXNXQDQ 8PDW %HUDJDPD ).8% GL VHMXPODK NDEXSDWHQ WHUNDLW GHQJDQ VDODW JHUKDQD \DQJ GLODNXNDQ ROHK XPDW ,VODP 21 - 27 Maret 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

SEMINAR - Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP Par–SPSI) Kabupaten Badung menggelar seminar “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki di Segala Bidang, Indonesia Maju dan Jaya” di Gedung SPSI Bali, Jl. Gurita, Denpasar, Senin (7/3). Seminar untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia ini diikuti 80 orang anggota PC FSP Par–SPSI Badung yang seluruhnya perempuan. Dua narasumber dihadirkan untuk memberikan materi, yakni Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari, S.E., MM. dan Ketua LSM Bali Sruti Dr. Luh Riniti Rahayu.

GERHANA - Sejumlah sulinggih dan tokoh Hindu membahas peristiwa gerhana matahari total yang akan terjadi pada 9 Maret 2016, bertepatan dengan hari raya Nyepi, di Geria Tegeh Tunjuk, Tabanan, Minggu (28/2) lalu. Gerhana merupakan hari yang sangat khusus bagi umat Hindu di India maupun di Bali, sebagaimana telah disuratkan dalam kitab-kitab sucinya. Dalam diskusi tersebut, IBG Agastia menjelaskan sistem giotisha (ilmu astronomi Hindu) yang menyebabkan terjadinya gerhana matahari dan bulan (surya graha dan candra graha) termasuk terjadinya purnama dan tilem.

MBP/ist

SILATURAHMI - Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, spiritnya untuk menata kembali tatanan otonomi daerah yang hakikatnya adalah hierarki dengan fungsi koordinasi, pembinaan dan pengawasan oleh pemerintah di atasnya. Dalam paradigma otonomi daerah, bupati/wali kota mempunyai peran sangat strategis dalam pengembangan kehidupan demokrasi yang berkeadilan, pemerataan kesejahteraan masyarakat serta pemeliharaan hubungan yang serasi antarpemerintah daerah. Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat acara silaturahmi bersama Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa serta Pimpinan DPRD Kabupaten Badung mengaku menaruh harapan yang besar kepada para bupati termasuk tentunya dengan Bupati dan Wakil Bupati Badung Giriasa untuk dapat mengoptimalkan segenap potensi daerah.

14

21 - 27 Maret 2016

MBP/ist

BANTU - Banyak cara dapat dilakukan untuk membantu masyarakat tidak mampu dan kurang beruntung. Seperti yang dilakukan dua artis pop Bali Wayan Maliasa Adnyana bersama Shanti Dewi yang lebih dikenal dengan duo Legu Gembrong menyalurkan bingkisan kepada para lansia dan penyandang cacat di wilayah Kecamatan Selat, Karangasem. Bingkisan disalurkan sebanyak 40 paket bertepatan dengan HUT Sekaa Truna-Truni (STT) Sila Dharma Laksana, Banjar Siladumi, Desa Peringsari, Selat.


MBP/ist

MBP/ist

JUMANTIK - Dinas Kesehatan Kota Denpasar membagikan sembako kepada jumantik dan koordinator jumantik se-Kota Denpasar, serta petugas fogging fokus di Gedung Sewaka Dharma, Senin (7/3) . Sembako yang dibagikan berjumlah 482, 431 di antaranya untuk jumantik, 43 untuk koordinator jumantik, dan 8 untuk petugas fogging fokus. Sembako yang berisi beras, gula pasir, kopi, minyak goring, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Denpasar.

ATLET - Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Badung menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan di Kabupaten Badung. Selain prestasi akademis, sekolah di Badung juga mesti mampu mencetak anak didik yang memiliki kecakapan hidup, termasuk berhasil dalam melahirkan bibitbibit atlet yang juga berprestasi pada bidangnya masingmasing. Hal ini diungkapkan Bupati Badung saat menerima Kadek Ariel Apriyana, siswa kelas V SD Alam Kudus, yang berhasil menjadi duta bangsa sebagai atlet sepak bola yang akan mewakili Indonesia pada ajang Kejuaraan Sepak Bola Internasional Usia Dini di Barcelona, Spanyol, Jumat (4/3) lalu, di Puspem Badung.

MBP/ist

MBP/ist

PRESTASI - Dua siswa SMA Negeri 1 Ubud, Anak Agung Gede Hari Wishnawa asal Banjar Tengah Kauh Peliatan dan I Dewa Gde Anom Segara Giri asal Banjar Padang Tegal Tengah Ubud, terpilih menjadi wakil Bali pada Jenesis 2 dan Japanese-Language Program for High School Students. Prestasi Anak Agung Gede Hari Wishnawa dalam bidang Bahasa Jepang yaitu prestasi dalam lomba shouGRX NDOLJUD多 -HSDQJ GL 67,%$ 6DUDZDWL 'HQSDVDU EHUKDsil meraih juara 1, Juara 1 juga diraihnya dalam bidang lomba menulis Kana di Udayana serta juara 2 Kana CUP di Undiksha.

GENERASI - Salah satu wakil rakyat yang sangat peduli dengan generasi muda penerus bangsa Drs. I Made Urip, M.Si. mendadak menemui para pengurus Sekaa Teruna dan Teruna (STT) se-Kecamatan Penebel yang dipusatkan di Nami Rasa, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (6/3) lalu. Kehadiran Anggota Komisi IV DPR-RI itu sekaligus sebagai agenda reses Anggota DPRD Tabanan I Wayan Widnyana, S.Sos yang sengaja ingin bertemu langsung dengan seluruh muda-mudi banjar se-Kecamatan Penebel yang sedang mempersiapkan agenda perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1938 mendatang. 21 - 27 Maret 2016

15


POLITIK

’’Kanibalisme’’ Membayangi Industri Lokal

D

EGRADASI terhadap Bali dalam segala sektor menguat. Ancaman tak saja datang dari jalur politik, regulasi dan dePRJUD¿ 7HNDQDQ WHUKDGDS %DOL MXJD PHQguat di sektor ekonomi. Menyikapi hal ini Bali harus bergerak cepat menyelamatkan daya tahan ekonominya. Keterpurukan ekonomi yang membuat berbagai sektor mengalami kelesuan hendaknya disikapi dengan langkah cerdas dan langkah luar biasa. Hal ini penting dijadikan agenda, mengingat tahun 2016 ekonomi dan bisnis di Bali tetap rawan. Walaupun ada harapan dibanding daerah lain di Indonesia yang masih mengalami pelambatan (akibat pengaruh regional) namun ini tetap belum menjamin terjadinya penguatan ekonomi. Laju ekonomi Bali memang sedikit memberikan harapan untuk bisa tumbuh sedikit di atas 5% dibanding tahun 2015 sekitar 4,7-4,8% , namun, harapan ini juga dibayangi ancaman serius yakni menguatnya ‘’kanibalisme’’ atas industri lokal Bali. Pandangan ini dilontarkan pengamat Ekonomi Viraguna Bagoes Oka. Kepada Majalah Bali Post, ia mengatakan ruang adanya harapan bagi pertumbuan ekonomi Bali dimungkinkan antara lain karena Bali yang unik masih menjadi tujuan destinasi wisata dunia. Unsur budaya dan magisnya kharisma

Bali tetap menjadi karakteristik yang mendukung ketahanan ekonomi Bali. Ia mengatakan walaupun properti dan investasi ¿[HG DVVHW mengalami kelesuan drastis dalam enam bulan terakhir yang hingga kini masih berlangsung, tapi daya tarik investor spekulan dan investor pemburu prestise masih melihat Bali sebagai tujuan terbaik untuk usaha spekulasi dan prestise tersebut. Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali memang akan dirasakan. Ia mengingatkan di sektor lembaga keuangan dan perbankan pada umumnya mereka saat ini sedang mengenyampingkan tujuan pertumbuhan, namun lebih memprioritaskan untuk menjaga likuiditas dan tingkat kualitas portfolio kreditnya. Ini dilakukan akibat menguatnya ancaman dan meningkatnya potensi kredit macet akibat usaha masyarakat yang besar potensi gagal bayar. Ini akan berdampak pada terjadi ancaman peningkatan NPL(kredit macet) yang besar di tahun 2016 ini . Ia mengatakan Kredit Usaha Menengah ke bawah akan menghadapi ancaman besar kegagalan di tengah gencar masuknya investor-investor asing lewat (MEA) dan kemudahan 35 paket yang baru diluncurkan pemerintah untuk lebih mudahnya kepemilikan saham oleh asing di Indonesia. Ini juga akan menjadi ancaman bila tidak dilindungi secara “local wisGRP SULQFLSOH” oleh pemerintah provinsi. Ini juga akan membuka ruang terjadinya “kanibalisme” besar-besaran terhadap industri lokal oleh investor asing. ‘’Dengan

demikian pertumbuhan ekonomi Bali yang meningkat akan bersifat semu karena tidak dibarengi dengan pemerataan dan keberpihakan terhadap ekonomi golongan lemah,’’ ujar Viraguna. Ekonom Unhi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. berharap lembaga keuangan yang ada di Bali memberikan keriangatan kredit kepada pengusaha lokal dalam mendukung daya tahan ekonomi Bali. Langkah ini bisa dikoordinasikan dengan berbagai elemen. Langkah lain yang bisa ditempuh adalah adanya keberpihakan dalam bentuk kebijakan politik dengan memberikan ruang kepada pengusaha lokal Bali untuk berkembang di Bali. 7HUHERVDQ ODLQ \DQJ ELVD GLODNXNDQ adalah dengan membentuk konsersium pengusaha lokal Bali. Konsersium ini diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun daya saing pengusaha lokal baik dari sisi permodalan, relasi dan cakupan ruang usaha yang bisa digarap. Untuk itulah, penting bagi semua pelaku ekonomi Bali untuk melakukan langkah luar bisa dan bersatu dalam mengelola peluang dan potensi ekonomi yang ada. z Dira Arsana

Kredit Usaha Menengah ke bawah akan menghadapi ancaman besar kegagalan di tengah gencar masuknya investor-investor asing lewat (MEA) dan kemudahan 35 paket yang baru diluncurkan pemerintah untuk lebih mudahnya kepemilikan saham oleh asing di Indonesia.

Viraguna Bagoes Oka

16

21 - 27 Maret 2016

16


Deparpolisasi, Pergeseran Selera Politik DOMINASI dan kekuasaan elite partai cenderung membuat publik melakukan koreksi pilihan. Figur pimpinan partai yang merasa diri paling hebat dan berhak menentukan nasib kadernya kini mulai ditinggalkan. Elit parpol mestinya mencermati pergeseran selera politik publik dan melakukan manajemen profesionalisme dalam mengelola partai. Fenomena terjadinya pergeseran selara politik menguat saat ini. Antusiasme masyarakat menjadi relawan pendukung calon perseorangan (independen) dalam pilkada serentak mendapat perhatian serius pimpinan partai politik. Setidaknya, Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengakui dalam membangun proses demokrasi, partai politik sebagai pilarnya demokrasi memiliki kekurangan yang memang perlu diperbaiki. â&#x20AC;&#x153;Kurang lebihnya partai politik itu, ya harus kita perbaiki bersamaVDPD ´ NDWD =XONLĂ&#x20AC;L +DVDQ \DQJ MXJD Ketua MPR itu. Munculnya isu deparpolisasi terkait dengan tingginya masyarakat yang menjadi relawan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi calon petahana dalam pilkada serentak yang akan digelar 2017 mendatang patut diapresiasi. Dukungan dari relawan disebut-sebut sudah melampaui jumlah syarat dukungan masyarakat yang ditetapkan. Ahok yang berharap diusung PDI Perjuangan akhirnya memilih mundur dan cenderung memilih jalur independen. Langkah Ahok itu mendapat perhatian Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menganggap relawan yang kini sedang dibangun Ahok untuk menjadi alat perjuangan politiknya bisa menjadi indikasi gembosnya kepercayaan rakyat terhadap partai politik alias deparpolisasi. 6HEHQDUQ\D PHQXUXW =XONLĂ&#x20AC;L GL HUD

reformasi ini siapapun dapat meraih kekuasaan apapun yang semua itu sangat tergantung dari perjuangan masing-masing. Hanya memang untuk capres dan cawapres, UUD 1945 sebagai konstitusi telah mengikat hanya bisa diajukan oleh partai politik, tetapi untuk calon kepala daerah, UUD 1945 tidak mensyarakatkan harus diusung parpol. Zulkifli mengatakan bangsa Indonesia telah membuat konsensus yang memilih demokrasi dalam menata sistem keta-

tanegaraannya. Selain itu juga telah disepakati bahwa partai politik merupakan pilar dalam menjalankan proses demokrasi. Oleh karena itu, dalam menentukan pemimpinnya baik di tingkat daerah maupun nasional, pilihan itu yang perlu diperjuangkan. â&#x20AC;&#x153;Jadi saya mengajak gunakanlah yang sudah sama-sama kita sepakati,â&#x20AC;? katanya. .HQGDWL GHPLNLDQ =XONLĂ&#x20AC;L WLGDN DOergi dengan adanya calon independen, karena pada akhirnya siapapun yang dipercaya menjadi pemimpin karena dipilih oleh rakyat. â&#x20AC;&#x153;UUD itu, intinya kedaulatan ada di tangan rakyat. Jadi untuk mendapat semua itu, sangat terJDQWXQJ GDUL UDN\DW ´ NDWD =XONLĂ&#x20AC;L z Hardianto

21 - 27 Maret 2016

17

17


KIPRAH REMAJA

Indah dan Krisma di sela-sela persiapan keberangkatannya ke Belanda sebagai duta Indonesia di ajang bergengsi International Enviromen Sustainability Project Olympiad (INESPO). MBP/astra prayoga

Ke Belanda Berkat Limbah

S

eorang anak kos Putu Sri Indah Cahyani, dalam waktu dekat ini akan terbang ke Negeri Kincir Angin, Belanda berkat prestasinya di bidang karya tulis. Indah, begitu dia sering dipanggil teman-temannya di SMAN 3 Denpasar, terpilih menjadi duta Indonesia di ajang bergengsi International Enviromen Sustainability Project Olympiad (INESPO), akhir Mei mendatang. Sosok anak kampung yang berasal dari Banjar Sema, Payangan, Gianyar ini memiliki hobi membaca. Kesukaannya membaca bacaan bernuansa sains berbuah manis. Dia sukses memanfaatkan limbah kakao (Throbroma cacao) menjadi superkapasitor. Superkapasitor sendiri dapat digunakan untuk men-charger gadget dalam waktu relatif singkat. Tak kalah penting, Indonesia tercatat sebagai produser kakao terbesar ketiga di dunia sehingga makin memantapkan langkah siswi kelas XII MIPA 5 SMAN 3 Denpasar ini untuk meneliti. Apalagi, sam-

18

21 - 27 Maret 2016

pai saat ini limbah kakao terbuang begitu saja dan menggunung di daerah penghasil kakao yang otomatis menambah volume sampah. ”Potensi kulit kakao memiliki kandungan selulosa tinggi yang dapat digunakan sebagai material superkapasitor,’’ ujar Indah mengawali penuturannya tentang temuannya yang meloloskan dirinya pada kompetisi Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) bidang teknologi. Remaja kelahiran Gianyar, 31 Maret 1998 ini, merupakan sulung dari tiga bersaudara pasangan Wayan Darya Suparta, M.T. dan Ni Wayan Trisna Dewi. Alumni SMPN 1 Payangan, Gianyar ini menceritakan suka duka sebagai anak kos. Bersyukur punya hobi baca dan tempat kos tak begitu jauh dari sekolah, membuat Indah lebih banyak menghabiskan waktunya membaca di perpustakaan sekolah. Bercita-cita menjadi peneliti, Indah menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraihnya. ”Jangankan lolos mewakili Indonesia,

berkompetisi di tingkat daerah saja saya pesimis bisa menang. Belum lagi saya termasuk pendatang baru di kancah olimpiade sains ini,” katanya. Indah menyadari keberhasilan ini berkat dukungan banyak orang. Mulai dari kedua orangtua dan adik-adiknya, bapak ibu guru maupun teman-temannya di kelas XII MIPA 5 SMAN 3 Denpasar. Ada kebanggaan yang luar biasa dirasakan Indah, tatkala Bali masuk tiga besar dan karyanya lolos menjadi kandidat untuk mewakili Indonesia di kancah internasional. Sambil bergurau Indah menampik nasib anak kos tak seperti yang banyak dituangkan dalam lagu. Tergantung pribadi masing-masing. Justru, Indah sendiri merasa tertantang untuk berprestasi. Apalagi, dia punya banyak waktu untuk belajar. Termasuk membaca. Rupanya, keberangkatan Indah ke Belanda tidak sendiri. Dia berangkat bersama Ni Ketut Ayu Krisma Dewi, teman satu tim yang juga teman satu kelasnya.


Menumbuhkan Etos Ilmiah BIDANG penelitian tampaknya mendapat porsi perhatian yang cukup besar dalam pengembangan pendidikan di SMAN 3 Denpasar. Berbagai prestasi membanggakan, baik tingkat lokal Bali, nasional bahkan internasional, telah dicetak oleh peneliti-peneliti muda dari sekolah favorit yang berjuluk Trisma ini. “Ya, kami memang menanamkan budaya meneliti secara intensif kepada siswa-siswa di sini,” kata Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. kepada Majalah Bali Post, belum lama ini. Suyastra menegaskan, penelitian merupakan wahana yang sangat strategis guna melatih siswa mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis. Tak kalah pentingnya, penelitian juga penting untuk mengasah dan menumbuhkan etos ilmiah di kalangan siswa. Dengan begitu, siswa tidak hanya memerankan diri sebagai konsumen ilmu pengetahuan semata, tapi juga mampu menjadi produsen atau penghasil pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan. “Melalui

penelitian dan karya ilmiah yang telah ditulis para siswa ini, kami berharap bisa menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat. Ini juga sebagai pembuktian bahwa masa remaja itu tidak identik dengan kegiatan hura-hura, tapi juga sarat dengan aktivitas bernuansa ilmiah,” tegasnya. Manfaat strategis lainnya dari penelitian yang dilakoni para siswa, kata Suyastra, aktivitas penelitian secara otomatis akan melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif, melatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber atau referensi dan meningkatkan keterampilan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis. “Muaranya, tentu saja aktivitas penelitian ini akan memperluas cakrawala ilmu pengetahuan para siswa. Makanya, kami di SMAN 3 Denpasar sangat mendorong para siswa untuk menekuni penelitian secara serius,” tegasnya. z Sumatika

Bali Post/dok

Drs. Ketut Suyastra, M.Pd

Kulit Kakao Kekompakan keduanya patut dicontoh. Sama-sama suka menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah untuk membaca dan terakhir sama-sama kompak tertarik meneliti tentang kulit kakao. Ni Ketut Ayu Krisma Dewi yang sering dipanggil Ayu atau Krisma, merupakan bungsu empat saudara pasangan I Ketut Adiyasa dan Ni Ketut Santri. Krisma sendiri merupakan pindahan Kota Makepung, Jembrana. Menurut remaja kelahiran Negara, 25 Juli 1998. Ada keinginan untuk lebih mandiri dan mendapatkan sekolah yang sarat kompetisi, dia pun memutuskan pindah ke SMAN 3 Denpasar ketika menginjak kelas XI. ‘’Bersyukur tak sia-sia saya pergi jauh-jauh ke Denpasar dari Negara pindah sekolah. Setidaknya, ada kebanggaan dengan prestasi yang saya raih ini. Tapi bukannya sombong lho,’’ katanya sambil tersenyum. Jika Indah baru pertamakali menggeluti karya tulis, namun tak demikian dengan Krisma. Dia pernah memenangkan lomba

karya tulis di kota kelahirannya. Hanya saja di bidang humaniora. Persoalan yang diangkat tentang multikulturisme di Bumi Makepung, Jembrana. Menambahkan pendapat Indah, Krisma secara rinci menjelaskan manfaat kulit kakao tersebut. Di era komunikasi digital yang makin canggih ini, diperlukan alat penyimpan energi yang memiliki cara kerja seperti baterai. Hanya saja, kapasitas energi yang dapat disimpan lebih besar dan lebih lama. Termasuk sangat aman digunakan. Sebelumnya sudah ada yang membuat superkapasitor, namun menggunakan bahan kimia yang tentu saja tidak bersahabat dengan lingkungan. Lagi pula, di Indonesia bahan kimia tersebut sulit didapat. Kulit kakao yang selama ini menjadi limbah, dibakar pada suhu 1.200 derajat celsius untuk mendapatkan karbon. Karbon tersebut nantinya sebagai elektroda pada superkapasitor tersebut. ”Saya dan Indah sama-sama dari jauh dan membuktikan jika

banyak membaca itu sangat banyak manfaatnya. Membacalah sebelum membaca itu dilarang,’’ imbuh Krisma yang tertarik menggeluti profesi dokter sambil tertawa. Menjelang keberangkatannya ke Belanda, persiapanpun jauh-jauh telah dilakukan. Termasuk di karantina di Jakarta yang mengharuskan kedua siswi tersebut menempuh ujian sekolah susulan. Disadari Indah dan Krisma, jika perjuangan itu butuh pengorbanan. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, Tuhan pasti memberikan hasil terbaik. ”Keberhasilan ini keberhasilan bersama, yang diharapkan menginspirasi siswa lainnya untuk banyak membaca. Yakinlah jika membaca itu justru banyak untungnya dan tidak ada ruginya, ketimbang melakukan aktivitas yang tidak ada manfaatnya. Perubahanpun akan terjadi dari membaca. Ayo membaca!’’ kata Indah dan Krisma kompak sambil tersenyum. z Astra Prayoga 21 - 27 Maret 2016

19


MANCANEGARA

Fenomena Langka Dunia

T

angggal 9 Maret 2016 menjadi salah satu hari yang paling banyak dibicarakan oleh orang-orang Indonesia tahun ini. Di hari ini, telah terjadi peristiwa alam yang menakjubkan, yaitu Gerhana Matahari Total. Beragam upacara dan acara telah dilakukan, termasuk daerah-daerah yang bahkan tidak dilalui peristiwa ini. Terlepas dari itu, menarik untuk menyimak bagaimana Gerhana Matahari dipahami oleh peradaban-peradaban kuno di dunia. Masyarakat Viking menyebut gerhana dengan Ragnarok alias apocalypse alias kiamat. Fenomena ini diaggap terjadi karena dua serigala bernama Skoll dan Hati yang mengejar-ngejar Matahari dan Bulan. Jika salah satu benda langit

20

21 - 27 Maret 2016

itu tertangkap, maka gerhana akan terjadi. Manusia di Bumi harus menyelamatkannya, dengan cara membuat kebisingan sebanyak mungkin untuk menakut-nakuti dua serigala itu. Meskipun ritual menyembah Matahari adalah hal lazim, sangat sedikit informasi yang dapat digali dari masyarakat Mesir Kuno tentang fenomena ini, bahkan mereka hampir tak mengenal istilah gerhana. Meski demikian, ada beberapa ahli yang mencoba berteori, Gerhana Matahari bagi masyarakat Mesir Kuno adalah sebuah tanda kejahatan. Orang-orang Maya Kuno menyebut Gerhana Matahari dengan “chi’ ibal kin” alias “memakan Matahari”. Tapi sayang, apa pandangan masyarakat Maya tentang

fenomena ini tidak bisa digali lebih lanjut menyusul aksi penghancuran terhadap catatan-catatan Suku Maya tahun 1600-an oleh para misionaris Eropa yang datang ke daratan Amerika. Meski demikian, sekelompok ilmuan pada 2013 menemukan bahwa kalender astronomi masyarakat Maya Kuno berhasil memprediksi dengan akurat Gerhana Matahari pada 1991. Dalam mitologi Hindu, Gerhana Matahari diidentikkan dengan dipenggalnya kepala Kala Rau oleh Batara Wisnu karena meminum nektar para Dewa. Kepala Kala Rau yang dipenggal akhirnya melayang ke langit, menelan Matahari dan menyebabkan gerhana. Masyarakat Yunani Kuno mempercayai Gerhana Matahari sebagai pertanda buruk, para dewa sedang marah, dan awal bencana


dan kehancuran. Catatan tentang fenomena ini berhasil ditemukan di Homerâ&#x20AC;&#x2122;s Oddysey, yang berbunyi: â&#x20AC;&#x153;Matahari telah musnah dari surga, dan kabut yang jahat telah menyebar luas di dunia.â&#x20AC;? Pada masyarakat Cina Kuno, Gerhana Matahari juga dianggap sebagai pertanda buruk. Orang-orang mengira fenomena ini terjadi karena Matahari ditelan oleh naga. Untuk menghentikannya, orang-orang harus berteriak, membunyikan drum, dan menyalakan meriam api supaya naga takut lalu pergi dan memuntahkan kembali Matahari. Lalu bagaimana Gerhana Matahari menurut kaca mata peradaban modern? Selama beberapa abad terakhir, telah terjadi lebih dari empat kali gerhana matahari total dan tidak satu pun yang mengakibatkan dunia berakhir. Tentunya ini sebagai bukti bahwa tidak ada alasan untuk percaya dengan mitos-mitos yang tersebut di atas. Meski demikian, para doomsayer (pembuat ramalan tentang masa depan dan kiamat) masih berpikir bahwa gerhana harus dilihat sebagai tanda peringatan dari kebesaran Yang Maha Kuasa. Dalam sebuah wawancara dengan Bob Oâ&#x20AC;&#x2122;Dell, cofounder Root Source, mengatakan bahwa fenomena ini sebagai pesan Tuhan untuk seluruh penduduk Bumi. Setidaknya dua kali setahun, orbit bulan akan melintas antara matahari dan bumi sehingga posisi bulan berada tepat antara bumi dan matahari, sehingga bulan menutupi matahari, kalau dilihat dari bumi. Jika yang tertutup hanya sebagian, terjadilah gerhana parsial. Jika bulan menutup seluruh matahari, yang terjadi adalah gerhana matahari total. Gerhana total terakhir terjadi Maret 2015, dan bisa disaksikan di bagian Norwegia yang dekat ke Kutub Utara. Aneh Gerhana matahari ternyata membawa pengaruh pada perilaku satwa. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di penangkaran hewan Cibinong Science Center(CSC), Cibinong, Jawa Barat. Dari hasil pengamatan, beberapa satwa menunjukkan perilaku abnormal seperti terkena tipuan malam. â&#x20AC;&#x153;Satwa-satwa yang kami amati di antaranya kelompok mamalia kecil, kelompok burung paruh bengkok, serta binatang melata atau herpetofauna,â&#x20AC;? ujar Hari Sutrisno, Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI. Menurut Hari, penelitian ini didasari oleh penelitian sebelumnya yang pernah ada

bahwa GMT mempengaruhi perilaku satwa. â&#x20AC;&#x153;Ini merupakan momen sangat langka, yang sebelumnya di Indonesia terjadi pada tahun 1983,â&#x20AC;? imbuh Hari. Dirinya menjelaskan, secara umum respon satwa-satwa memang menunjukkan perilaku seolah-olah sudah senja atau malam. â&#x20AC;&#x153;Kemungkinan besar bagi wilayah yang mengalami penurunan intensiWDV FDKD\D VHFDUD VLJQLÂżNDQ DNDQ PHQXQMXNkan hasil yang lebih positif,â&#x20AC;? jelas Hari. Untuk kelompok mamalia, kukang dianggap memberikan respons paling positif. â&#x20AC;&#x153;Hewan nokturnal yang aktif di malam hari ini tadinya pada pukul 05.00 WIB sebelum ada cahaya matahari masih aktif, kemudian mulai tidur saat matahari terbit. Namun beberapa menit saat gerhana matahari total, intensitas cahaya berkurang dan kukang bangun lagi dan melakukan aktivitas,â&#x20AC;? jelas Wartika Rosa Farida dari Laboratorium Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar Pusat Penelitian Biologi LIPI. Begitu juga dengan babi. Pada saat matahari terbit, babi bergerak dan melakukan aktivitas seperti makan. â&#x20AC;&#x153;Namun pada saat gerhana, aktivitas babi mulai menurun dan mereka mulai tidur seakan-akan sudah mulai malam,â&#x20AC;? imbuh Rosa. Selain kukang dan babi, tim mamalia juga mengamati beberapa hewan lainnya seperti landak raya, landak jawa, landak sumatera, jelarang (bajing besar), bajing tiga warna dan oposum layang. â&#x20AC;&#x153;Namun satwa-satwa ini tidak terlalu terpengaruh dan tidak mengalami perubahan perilaku \DQJ VLJQLÂżNDQ ´ WXWXU 5RVD 6HKLQJJD

timnya berasumsi bahwa hewan nokturnal cenderung memberikan respon yang lebih besar terhadap perubahan intensitas cahaya sehingga berperilaku abnormal. Sementara itu, tim peneliti kelompok burung mengamati beberapa jenis seperti nuri bayan, kakaktua govini, betet jawa, dan nuri kepala hitam. â&#x20AC;&#x153;Burung yang menunjukkan UHVSRQ SDOLQJ VLJQLÂżNDQ DGDODK EHWHW MDZD Pada saat cahaya redup, mereka langsung tidur seperti aktivitas menjelang pagi atau menjelang senja,â&#x20AC;? jelas Rini Rahmatika, peneliti burung Pusat Penelitian Biologi LIPI. Kakaktua juga menunjukkan respon yang hampir sama. â&#x20AC;&#x153;Sejenak mereka berkoloni dan mengurangi aktivitas,â&#x20AC;? sambung Rini. Berbeda dengan kelompok mamalia dan burung, kelompok hewan melata diduga tidak terpengaruh sama sekali oleh fenomena tersebut. Beberapa hewan yang diamati yaitu kura-kura brazil, kura-kura ambon, kura-kura sulawesi, kura-kura papua, biawak, phyton timor, serta viper hijau. â&#x20AC;&#x153;Untuk kelompok reptil, mereka biasanya dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Namun karena tidak ada perubahan respon yang VLJQLÂżNDQ VHODPD *07 NDPL DVXPVLNDQ reptil tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan cahaya karena perubahan cahaya yang terjadi juga tidak terlalu tinggi,â&#x20AC;? jelas Evy Arida, peneliti herpetofauna Pusat Penelitian Biologi LIPI. Kita tampaknya harus menunggu lagi untuk mendapat kesempatan menyaksikan fenomena serupa. z Gugiek Savindra 21 - 27 Maret 2016

21


DAERAH

Korban Kapal Rafelia II 5 Gusti Made Suana 5 Puji Purwono 5 Tia Agus Miharja 5 Masruroh 5 M Ramlan

Detik-detik Tenggelamnya Rafelia II z Pukul 12.30 kapal berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk. z Pukul 12.45 nakhoda komunikasi dengan STT Ketapang diindikasi kemiringan sudah 10 derajat. z Pukul 12.50 nakhoda meminta izin untuk mendarat. z Pukul 13.09 WIB Kapal Refelia II tenggelam.

Musibah di Selat Bali

KMP Rafelia II Tenggelam, Lima

M

usibah bisa datang kapan dan di mana saja. Di laut, di udara, apalagi di darat. Musibah terbaru yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia II terjadi di laut, sesaat akan melakukan sandar di Pelabuhan Ketapang. Saat berada di selat Bali, kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu, tenggelam. Sedikitnya lima orang tewas dalam peristiwa menyedihkan ini. Kapal ini berangkat dari Gilimanuk menuju Ketapang, Jumat (4/3) siang. Diduga, insiden ini dipicu kapal dalam kondisi bocor. Kapal milik PT Dharma Bahari Utama

22

21 - 27 Maret 2016

ini berlayar dari Pelabuhan LCM Gilimanuk sekitar pukul 12.30 WIB. Saat kejadian, cuaca sangat bersahabat. Bahkan, nyaris tak ada gelombang. Petaka muncul ketika kapal yang dinakhodai Bambang Adi ini berlayar sekitar 30 menit. Kapal mendadak miring tajam ke kiri. Tak berselang lama, air laut mulai masuk. Dalam kondisi kritis, nakhoda kapal menghubungi sentral traffic control (STC) Pelabuhan Ketapang. Nakhoda diperintahkan segera merapat ke pesisir terdekat. Kala itu posisi kapal hanya berjarak sekitar 250 meter dari bibir Pantai Bulusan, dekat Dermaga LCM Ketapang. Upaya nakhoda menyelamatkan kapal

ternyata sia-sia. Kapal makin miring, lalu terbalik. Hanya dalam hitungan 10 menit, badan kapal hanyut ditelan permukaan air laut. Melihat kapal mulai tenggelam, sejumlah nelayan yang santai di pantai bergegas meluncur ke tengah, memberikan pertolongan. Tim Satpolair Banyuwangi dan TNI-AL juga bergerak ke lokasi. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Penumpang yang panik melompat ke laut dan dievakuasi. Setelah itu, badan kapal tak terlihat lagi. Seluruh korban selamat ditampung di aula ASDP Ketapang. Seluruh korban tewas tenggelamnya ka-


MBP/ant

Syahbandar akan Gelar “Pakelem”

pal Rafelia II akhirnya berhasil ditemukan. Tim penyelamat menemukan korban terakhir di dalam kapal. Jenazah yang terakhir ditemukan tersebut adalah Gusti Made Suana. Ia ditemukan tim penyelam sekitar pukul 10.55 WIB, Minggu (6/2). Pihak kepolisian menyatakan, jumlah penumpang kapal tersebut sebanyak 81 orang. Jumlah itu terdiri atas 60 penumpang, 14 anak buah kapal (ABK), 4 orang kadet, 1 petugas kantin, dan 1 RI¿FH ER\. Kapal itu juga mengangkut 18 truk sedang, 2 truk besar, 1 pikap, 4 tronton, dan 4 kendaraan kecil. Dari 81 jumlah penumpang, 76 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat melalui pencarian sejak hari tenggelamnya kapal, sedangkan lima lainnya hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal.

TERJADINYA beberapa kali insiden di Selat Bali baik kapal kandas, angin puting beliung, dan Jumat (4/3) lalu kapal tenggelam membuat Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Gilimanuk I Nyoman Daelon Wirawan prihatin. Pejabat yang juga penekun spiritual ini, Minggu (6/3) mengatakan pihaknya merencanakan akan melakukan upacara pakelem di Selat Bali. Pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan ASDP, Gapasdap, APP Syahbandar Ketapang Gilimanuk sehingga bisa bersamasama melaksanakannya. “Minimal kita ngaturang suksma kepada Dewa Baruna dan Ratu Pantai Selatan agar penyeberangan ini dijaga dan semua yang melakukan kegiatan utamanya stakeholder operator pemilik kapal bersama-sama dengan instansi terkait di pelabuhan penyeberangan selamat dan agar selalu dalam bimbingannya. Serta diberi jalan yang benar sehingga bisa mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” jelas Daelon. Pihaknya juga mengharapkan kepedulian para pengusaha kapal di Selat Bali agar menyisihkan rezekinya lewat CSR untuk menjaga keseimbangan alam. “Sejak lama saya sudah usulkan namun tidak pernah terlaksana,” katanya mengingatkan.

z Budi Wiryanto

z Witari

Orang Tewas

21 - 27 Maret 2016

23


K E S E H ATA N

Mual dan Muntah Saat Hamil, Gunakan Jahe dan Akupressur

M

ual dan muntah ringan sampai berat sering terjadi di awal kehamilan. Kejadian ini dialami sekitar 80% wanita hamil. Sebenarnya ini bukan hal normal. Bila tubuh siap menerima kehamilan, seharusnya gejala mual dan muntah tidak perlu terjadi. Meski demikian, ada pandangan di tengah masyarakat mual dan muntah adalah suatu hal biasa di awal kehamilan. Bahkan, kadang kondisi ini bisa dijadikan pertanda kalau seorang wanita itu telah hamil. Muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu istilah medisnya hiperemesisgravidarum. Mual dan muntah berat dapat menyebabkan ibu dan bayi yang dikandungnya itu mengalami kekurangan nutrisi. Selain itu bisa juga berdampak buruk pada pertumbuhan bayi. Hingga saat ini penyebab hiperemesisgravidarum belum diketahui secara pasti. Beberapa teori yang dianggap sebagai penyebab hiperemesisgravidarum adalah masalah hormonal, gangguan saluran cerna, konsumsi makanan tinggi lemak, sebelum kehamilan dan kondisi psikologis. Muntah adalah rasa tidak nyaman. Penurunan nafsu makan bisa menyertai penderita hiperemesis. Hal itu jelas menyebabkan terganggunya asupan kalori dan cairan. Jika dibiarkan, maka bisa menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, penurunan status nutrisi dan elektrolit. Sementara gejala hiperemesisgravidarum berlangsung sampai trimester

24

21 - 27 Maret 2016

ketiga meningkatkan resiko berat lahir rendah. Malnutrisi berat pada kehamilan dapat menyebabkan abortusspontan, efek teratogenik,perkembangan neurologis yang buruk dan kelahiran prematur. 'HÂżVLHQVL WKLDPLQH .HNXUDQJDQ YLWDmin B1) telah dilaporkan pada 60% penGHULWD KLSHUHPHVLVJUDYLGDUXP 'HÂżVLHQVL thiamin dapat menyebabkan gejala beriEHUL \DQJ PHQFDNXS IDWLJXH NHOHODKDQ mental), hilang nafsu makan, emosi tidak stabil, gangguan tidur, dan rasa tidak nyaman pada perut. Hiperemesis juga dapat menyebabkan peningkatan ringan enzim OLYHU VDPSDL [ EDWDV DWDV \DQJ NHPEDOL normal ketika hiperemesisgravidarum berhasil diobati. Pemberian cairan dan elektrolit merupakan pengobatan lini pertama untuk hiperemesisgravidarum. Tujuanya mengatasi dehidrasi pada penderita. Mengatasi muntah itu penderita dapat diberi obat-obatan anti muntah sesuai anjuran dokter.Selain itu dukungan psikologis dari tim medis atau pun keluarga, penting untuk membantu kesembuhan pasien. Pengaturan pola makan dan perubahan gaya hidup adalah pendekatan lini pertama pada wanita yang menderita mual dan muntah. Pendekatan ini meliputi makan dalam jumlah kecil dan sering, hindari perut kosong, hindari makanan ND\D OHPDN GDQ SHGDV EDKNDQ PHPEDXL atau memasak makanan jenis ini), makan dry crackers sebelum bangun tidur di pagi hari, dan makanan mengandung protein tinggi sebelum istirahat di malam hari.

Pendekatan terbaru dalam penanganan mual dan muntah adalah menggunakan obat alami dan alternatif. Jahe sangat populer sebagai terapi alternative untuk pengobatan berbagai jenis mual dan muntah. Sedikit sekali data yang dapat menjelaskan seberapa dosis yang tepat untuk pengobatan mual dan muntah itu. Tetapi biasanya jahe diberikan dalam dosis 1-2 gram/hari secara oral,dalam [ SHPEHULDQ VHODPD WLJD PLQJJX Jahe efektif mengurangi gejala mual dan muntah. Alasannya, jahe itu mengandung vitamin b6. Beberapa laporan efek samping menyebutkan jahe dapat menyebabkan sendawa, kembung, buang gas dan meninggalkan rasa tidak enak di mulut. Penggunaan jahe memang harus hati -hati pada wanita yang mengalami perdarahan atau menggunakan aspirin karena dapat meningkatkan resiko perdarahan. Terapi akupressur teknik sederhana juga dapat mengurangi gejala mual dan muntah. Akupressur adalah stimulasi dengan menekan titik tertentu, yang disebut titik akupuntur. Titik paling sering ditekan untuk mengatasi mual dan muntah adalah SHULFDUGLXP 3 DWDX WLWLN QHLJXDQ yang terletak tiga jari di atas pergelangan tangan di sisi bagian dalam lengan bawah. Keuntungan akupressur mengobati mual dan muntah tidak ada risiko terhadap janin.`Di sisi lain, akupressur profesional harus dilakukan hanya di bawah pengawasan mereka yang terlatih. z dr. Riza Firman Satria


21 Bayi Lahir dari PMTCT PEMERINTAH menggelar program PMTCT (Prevention of Mother To Child Transmission) dalam upaya menekan angka infeksi virus HIV dari ibu positif ke bayi yang dikandungnya. Kabupaten Tabanan sendiri untuk program PMTCT sudah bisa dilakukan di VCT Pelangi BRSUD Tabanan, malah sudah berjalan sejak tahun 2012. Selama rentang waktu tiga tahun itu sudah ada 32 ibu hamil positif HIV menjalani program ini. Dari 32 ibu hamil, 21 di antaranya melahirkan. Hebatnya lagi, delapan bayi sudah dinyatakan negatif HIV. Ketua Tim Penanggulangan HIV/ AIDS RSUD Tabanan dr. Ni Nyoman Tri Darmayanti mengatakan dari data komulatif sejak tahun 2012, tercatat 32 ibu hamil menjalani program PMTCT. Komposisinya, tiga di antaranya mengalami keguguran dan satu tidak melanjutkan program. Alasannya, merasa tidak nyaman dengan terapi ARV yang diberikan.

Dalam tiga tahun tersebut 21 bayi lahir dari program PMTCT dimana 8 sudah dinyatakan negatif sementara 13 bayi lainnya masih menunggu, sebab usianya harus telah mencapai 18 bulan, baru bisa menjalani tes HIV. “Bayi bisa diketahui negatif atau tidak saat usianya 18 bulan,” ujar Tri. Lanjutnya, saat ini tugas screening ibu hamil positif HIV di Tabanan tidak saja berpusat di VCT Pelangi BRSUD Tabanan saja. Tetapi screening bisa dilakukan di setiap puskesmas. Disarankan, di masing masing Puskesmas setiap ibu hamil melakukan tes HIV. “Jadi kasus saat ini lebih banyak terjaring di Puskesmas. Sementara di VCT Pelangi selain screening juga menangani yang hendak terapi saja,” jelas Tri. Program PMTCT sendiri juga menjadi jawaban bagi pasangan HIV yang ingin mendapatkan keturunan bebas HIV. Untuk itu diperlukan keterlibatan pasangan

suami istri dengan baik. Virus HIV harus sama sama mencapa level tidak terdeteksi, sehingga pasutri memerlukan terapi ARV. Jika CD4 atau sel pertahanan tubuh memenuhi syarat dan virus HIV sudah tidak terdeteksi barulah dilakukan pembuahan dengan melihat waktu subur ibu. Lanjut Tri selama ini pasangan HIV, hanya salah satunya positif bisa berhubungan. Namun, syaratnya harus memakai kondom. “Jika ingin punya anak, saat waktu subur ibu, kondom ini dilepas sehingga pembuahan bisa terjadi,” ujarnya. Bahkan program PMTCT bisa dilakukan bagi suami yang positif dan istri yang negatif. “Jika semua prosedur dilalui dengan baik dan taat, istri yang negatif HIV bisa mengandung dan tidak terjangkit HIV dari suaminya yang positif. Saat ini ada satu kasus seperti ini sedang ditangani di VCT Pelangi,” jelas Tri Darmayanti. z Wira Sanjiwani

dr. Ni Nyoman Tri Darmayanti 21 - 27 Maret 2016

25


LENSA

â&#x20AC;?MELASTIâ&#x20AC;? Umat Hindu di Desa Ungasan menggelar prosesi melasti di Pantai Melasti, Ungasan, Minggu (6/3). Prosesi melasti ini serangkaian hari raya Nyepi yang juga dilaksanakan umat Hindu di berbagai daerah di Bali. Umat dengan membawa pratima menuju pantai atau sumber-sumber air lainnya, sebagai simbolis untuk membersihkan bhuana alit (diri) dan bhuana agung (alam semesta).

BPM/edi


PENDIDIKAN

”Reward” Guru di Daerah Terpencil Terganjal

P

ersoalan dunia pendidikan seakan tidak kunjung selesai. Meski dana yang digelontorkan pemerintah makin besar, namun persoalan tetap saja terjadi. Berbagai persoalan seperti sarana prasarana, maupun keberadaan guru yang kurang dan tidak merata tetap saja terjadi. Hal inilah menjadi sorotan Ketua Komisi IV Made Dirga saat melakukan pertemuan dengan Kadisdikmudora Tabanan Putu Santika, belum lama ini. Dirga mengakui selama ini pengaduan terkait pemerataan dan minimnya tenaga guru masih kerap muncul khususnya di wilayah terpencil seperti Pupuan, Selemadeg dan Baturiti. Bahkan, yang lebih memprihatinkan lagi ada informasi bahwa ada seorang Kepala Sekolah merangkap menjadi tenaga adminstrasi. “Dalam rapat kerja masalah pemerataan guru ini akan kita tekankan, yang penting standarisasi dulu. Jangan banyak kebijakan. Kalau kebijakan banyak, guru terus kurang saja, diangkat seribu masih saja kurang,” ujarnya mengkritisi. Politisi asal Sudimara ini juga menyarankan Disdik bisa meniru terobosan Diskes yang berencana memberikan reward (penghargaan-red) khusus bagi tenaga pengajar di daerah terpencil. “Jika memang aturan memungkinkan, ada baiknya jika ada reward khusus bagi tenaga pengajar di daerah terpencil. Jika mereka sejahtera di daerah itu, otomatis tidak akan mau pindah,”

katanya menyarankan. Terkait saran Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, Putu Santika mengatakan rencana pemberian reward bagi tenaga pengajar khususnya di daerah terpencil sudah diusulkan. “Tapi yang perlu diingat kasus di Disdik berbeda dengan Diskes. Kalau dokter jumlahnya sedikit, sementara guru luar biasa banyaknya. Yang jelas bisa menguras APBD,” kilahnya. Tidak hanya itu saja, pemberian reward bagi tenaga pengajar di daerah terpencil juga terganjal kajian pemerintah pusat yang menyatakan bahwa di wilayah Kabup a t e n Ta b a n an tidak ada daerah yang masuk kategori terpencil. “Sesuai aturan dari p u s a t , Ta banan tidak masuk daerah terpencil. Tapi jika ada keinginan pemerintah daerah, itu tidak masalah,” jelasnya. Disinggung tentang masalah pemerataan guru yang terus muncul, Putu Santika mengakui kekurangan guru tida hanya terjadi di wilayah Pupuan, Selemadeg Barat dan Baturiti. Pasalnya, di Kecamatan Tabanan yang masuk daerah perkotaan belum seluruhnya bisa memenuhi standar pemenuhan guru yakni enam guru kelas, satu guru penjas, satu guru agama dan satu kepala sekolah. “Buktinya masih ada satu sekolah hanya ada lima sampai enam guru saja,” pungkasnya. z Dewi Puspa 21 - 27 Maret 2016

27


OLAHRAGA

MBP/ap

*XDUG /RV $QJHOHV &OLSSHUV %ODNH *ULIÂżQ EHUKDUDS PDVXN WLPQDV EROD EDVNHW $6 XQWXN 2OLPSLDGH 5LR GH -DQHLUR

Ulah Sendiri

M

impi Blake Griffin memperkuat timnas AS untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil, sedikit terganggu. Ini akibat ulahnya sendiri yang menonjok staf klub Los Angeles Clippers awal akhir Januari lalu. Akibat perkelahian di sebuah restora di Toronto itu, Clippers menjatuhkan hukuman tak boleh bermain dalam 4 pertandingan dan menjadi pemain cadangan di lima pertandingan. Total dia menanggung denda 859.442 dolar AS. Akibat perkelahian itu dia juga mengalami cedera patah tulang pada tangannya. Ini menambah daftar cederanya setelah absen sejak 26 Desember akibat luka

28

21 - 27 Maret 2016

robek pada otot tangannya. Pelatih timnas AS Jerry Colangelo menolak membicaraNDQ VWDWXV *ULIÂżQ PDVXN WLPQ\D Âł6D\D WLGDN SXQ\D KDN XQWXN PHQJDGLOL *ULIÂżQ atas kasus yang menimpanya,â&#x20AC;? ungkap Colangelo kepada The Associated Press. Dia menegaskan seleksi pemain timnas didasarkan pada penampilannya sepaQMDQJ PXVLP LQL NRQGLVL ÂżVLN WHUDNKLU serta rekor sebelumnya. Seleksi terhadap 12 anggota timnas dilakukan pada 26-28 Juni. Selanjutanya tim akan menjalani pelatihan di Las Vegas pada 17 Juli dan puncaknya adalah pertandingan untuk seleksi akhir. Timnas akan memainkan pertandingan ekshibisi Los Angeles, San Francisco, Chicago dan Houston sebelum

berangkat ke Rio. Sementara status Monty Williams sebegai asisten pelatih juga tidak menentu menyusul kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa istrinya bulan lalu. Akibat insiden itu Williams yang juga menjabat asisten pelatih klub Oklahoma City Thunder, menjadi orang tua tunggal terhadap keempat anak-anaknya yang masih kecil. Colangelo yang menghadiri penguburan Ingrid Williams, memilih untuk tidak mendiskusikan tugas di Olimpiade GHQJDQ :LOOLDPV Âł6D\D WLGDN \DNLQ DSD yang akand ia lakukan selanjutnya,â&#x20AC;? tegas Colangelo. z Yudi Winanto


Tetap Dipercaya SEDERET sponsor meninggalkan Maria Sharapova setelah petenis Rusia mengumumkan bahwa dirinya gagal dalam tes obat terlarang pada grand slam Australia Terbuka Januari lalu. Namun mantan petenis nomor satu dunia itu, masih bersyukur karena masih mendapat kepercayaan dari Head, produsen raket asal Austria. Dalam keterangan persnya, Head bahkan berjanji akan memperpanjang kerja

sama sponsor dengan Sharapova. CEO Head, John Eliasch menjelaskan Sharapova telah mengakui kesalahannya karena menggunakan obat terlarang. Namun sejauh ini tidak ditemukan bukti bahwa obat tersebut dengan sengaja digunakan untuk meningkatkan penampilannya atau mendapatkan keuntungan secara tidak adil. “Kami bangga mendukung Maria sekarang ini dan dimasa mendatang serta

MBP/ap

kami ingin memperpanjang kontraknya,” jelas Eliasch yang perusahaannya telah mengikat kerjasama dengan Sharapova sejak 2011. eputusan Head ini amat bertolak belakang dengan sponsor lainnya yang memilih mengundurkan diri. Produsen peralatan olahraga Nike, perusahaan jam TAG Heur dan pabrk mobil sport Porche juga langsung angkat kaki setelah Sharapova mengumumkan hasil tes obat terlarang pertengahan Maret lalu. Tahun lalu saja, Sharapova yang menduduki ranking1 dunia WTA selama 21 pekan, mengumpulkan uang mencapai 29,5 juta dolar AS yang sebagian besar didapat dari hasil keringatnya di lapangan pertandingan. Sementara total hadiah yang dikumpulkan setelah memenangi 35 turnamen adalah 36 juta dolar, laporan The Associated Press. Sharapova mengakui dirinya mengkonsumsi meldonium selama 10 tahun untuk menjaga kesehatannya dari berbagai penyakit. Hanya saja dirinya teledor tidak mengecek sebuah email yang dirim badan anti obat terlarang dunia WADA pada akhir Desember lalu yang memuat daftar baru obat-obat yang dilarang. Sehingga ketika mengikuti Australia Terbuka, sampelnya terbukti mengandung zat terlarang itu. Dengan keputusan itu, dia menunggu keputusan lebih lanjut. Besar kemungkinan akan menghadapi hukuman berat termasuk larangan membela timnas Rusia di Olimpiade di Rio de Janeiro, Brazil, Agustus mendatang. Menurut Eliasch, pihaknya meyakini Sharapova tidak pernah menggunakan obat yang dilarang WADA atau zat -zat ilegal sepanjang kariernya. Keteledorannya dinilai masih dalam katagori kejujuran yang keliru. Maka atas pertimbangan itu, Head masih memberikan kepercayaan padanya. “Kejujuran dan keberanian yang diperlihatkan saat mengumumkan dan mengakui kesalahannya, amat terpuji,” puji Eliasch pada kejujuran Sharapova saat menggelar konferensi pers terkait hasil tes obat terlarang itu. “Maria mungkin saja melakukan sebuah kekeliruan dan dia mendapatkan manfaat dari keragu-raguannya,” tambah Eliasch.

Petenis Rusia Maria Sharapova gagal dalam uji obat terlarang setelah sampelnya mengandung zat meldonium.

z Yudi Winanto 21 - 27 Maret 2016

29


OLAHRAGA

Pilihan Sulit DUA event besar akan digelar pada musim panas ini yakni Copa America yang genap ke-100 tahun di AS dan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Bila Copa America dilaksanakan pada Juni sedangkan Olimpiade pada Agustus. Tak ada pesepak bola yang tak ingin absen di event tersebut. Meski untuk yang katagori senior atau profesional dibatasi di event Olimpiade. Tak terkicuali Neymar. Penyerang Barcelona itu berharap bisa tampil di dua event tersebut terlebih Olimpiade nanti digelar di kampung halamannya sendiri. Sayangnya, klubnya Barcelona tidak mengizinkan dan hanya membolehkan satu event saja. Bahkan pelatih timnas Brazil Dunga mengharapkan Neymar tampil di Olimpiade saja. Denga dan stafnya berada di Barcelona untuk merundingkan turnamen mana yang akan dipilih untuk Neymar. Keputusan akan diambil setelah mendengar keterangan dari pihak Barca dan keputusan kedu a

belah pihak. “Jika saya harus memilih antara Copa America dan Olimiade, saya lebih senang melihat Neymar tampil di Olimipade,” jelas Dunga saat diwawancarai stasiun televisi Brazil

Esporte Interativo. Sebelumnya Neymar telah mengungkapkan keinginannya untuk tampil di Copa America dan Olimpiade. Tapi Barca meminta untuk memilih salah satu saja. “Terserah pada mereka untuk memutuskan apa yang harus dilakukan,” ungkap,” Gilmar Rinaldi, staf sepak bola Brazil kepada The Associated Press. “Kami akan berbicara dengan pemain bersangkutan dan pelatih (Luis Enrique) untuk mendengar rencananya mereka,” tambahnya. Sejauh ini, Barca tidak pernah memberikan izin pada pemainnya untuk tampil di Olimpiade. Di event ini tim diperbolehkan diperkuat pemain diatas usia 23 tahun dan jumlahnya hanya tiga saja. Dunga punya argumen mengapa Neymar diperlukan di Olimpiade. Karena sejauh ini Brazil belum pernah menggaet medali emas di event ini meski pemain-pemain hebatnya tersebar di sleuruh penjuru dunia. Rekan setimnya Neymar, Lionel Messi telah melontarkan keinginannya untuk tampil di Copa America bersama timnas Argentina dibandingkan di Olimpiade. Padahal Messi pernah membawa tim Tango merebut medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Sementara untuk pertandLQJDQ NXDOL¿NDVL 3LDOD 'XQia 2018, Dunga kali ini tidak menyertakan bek Real Madrid Marcelo di timnya. Bek Real Madrid itu baru saja sembuh dari cedera otot itu dan dinilai tidak layak pertandingan melawan Uruguay pada 26 Maret mendatang dan menghadapi tuan rumah Paraguay tiga hari kemudian. z Yudi Winanto

Penyerang Barcelona Neymar berharap bisa tampil di dua event besar yang melibatkan negaranya, Brazil yakni Copa America dan Olimpiade.

30

21 - 27 Maret 2016


Pencak Silat Bali

Gerakan dan Kostumnya Ditiru Daerah Lain PENCAK silat nomor seni Bali langgangan menjadi juara umum dalam ajang di Tanah Air utamanya Pekan Olahraga Nasional (PON). Prestasi ini membawa tim silat Bali selalu menjadi unggulan di kancah nasional. Posisi ini sangat menguntungkan kontingen Pulau Dewata, namun di sisi lain merugikan atlet silat itu sendiri. Pesilat Bali kini â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;dimata-mataiâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; oleh provinsi lain terutama pesaing di semua ajang yang diikuti. Gerakan dan jurus pesilat Bali ditiru melalui rekaman video. Tidak hanya sampai di situ, kostum kebesaran para pendekar Pulau Dewata tidak luput dari incaran daerah lain. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Kami kaget, pesilat Sulsel yang meraih perak ternyata berseragam khas Bali. Udeng mereka juga berwarna prada,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; jelas I Made Dwi Surya Adnyana, salah satu pesilat nomor seni, di Denpasar pekan lalu. Gerakan dan kostum bisa saja sama, namun pesilat Bali tetap memiliki kekhasan. Yang membedakan adalah penghayatan, karakter kejiwaan, dan taksu. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Gerakan

dasar di Pra-PON bakal kami tampilkan GL DMDQJ 321 1DPXQ NDPL PRGLÂżNDVL sedikit, ditambah mematangkan tingkat kesulitan. Kami akan menyajikan gerakan seolah-olah bertarung benaran,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; kata pesilat kelahiran Bangli, 2 Februari 1988, ini. Surya Adnyana yang berpasangan dengan I Made Sukma Satriana sukses memboyong medali emas pada Pra-PON Wilayah III (DKI, Bali, Sulut, Sulsel, Papua Barat, Papua, Sultra, Sulteng, Gorontalo, Malut, Maluku, dan Sulbar) di Gorontalo, 24-30 November 215 lalu. Perak direbut Anjas AR Yordan/Akbar (Sulsel), dan perunggu diraih Andika Ardiansyah/Aang Ega Ivanto (Sulteng). Pada PON XVII/2008 di Kaltim dan XVIII/2012 di Riau, Surya Adnyana yang berduet dengan Ari Sudana mendapatkan medali perak. Sementara Sukma Satriana yang berpasangan dengan Bandem Dananjaya mendulang medali emas pada ASEAN School Games 2012 di Surabaya.

Surya Adnyana dan Sukma Satriana bertekad menyabet medali emas pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, September mendatang. Keduanya optimis, tetapi ada syaratanya. Mereka harus menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) yang digelar KONI Bali selama 45 hari atau satu setengah bulan ditambah TC yang diputar IPSI Bali paling tidak dua bulan. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Semoga kami dapat emas walaupun persaingan ketat,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ujar Dwi, suami pesilat ganda Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari. Pada PON 2016, Surya Adnyana/ Sukma Satriana berlaga bersama 10 ganda terbaik di Indonesia. Mereka adalah tiga wakil wilayah III, tiga utusan wilayah II, tiga peringkat teratas wilayah I, pesilat tuan rumah Jabar, dan peraih medali emas SEA Games asal DKI yang otomatis lolos PON. Surya Adnyana dan Sukma Satriana berlatih di Ranting Lalang Bhuana, Bajar Temen, Susut, Bangli, ditangani pelatih Wayan Selamat. z Daniel Fajry

MBP/nel

I Made Sukma Satriana (kiri) dan I Made Dwi Surya Adnyana. 21 - 27 Maret 2016

31


OLAHRAGA

Piala Gubernur Kaltim

Munculkan Juara Baru MEMPERTAHANKAN gelar juara lebih sulit daripada merebutnya. Ini berlaku di semua cabang olahraga (cabor). Dalam dua turnamen sepak bola nasional yang dihelat tahun lalu, tim juara selalu berbeda. Piala Presiden dimenangkan Persib Bandung, sedangkan Piala Jenderal Sudirman diboyong Mitra Kukar Tenggarong (Kaltim). Kejuaraan memperebutkan Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2016 juga menampilkan juara baru menyusul lolosnya Madura United GDQ 3XVDPDQLD %RUQHR )& 3%)& NH ÂżQDO Siapa pun pemenangnya adalah sejarah bagi kedua tim. Persib absen dalam kejuaraan ini setelah menjadi runner-up di bawah Arema Cronus Malang dalam Bali Island Cup II di Stadion Dipta, Gianyar, sedangkan Mitra Kukar tersingkir di babak penyisihan. Hadirnya Madura United di laga pamungkas merupakan kejutan besar, mengingat persiapan tim yang terbilang sangat pendek sebelum berangkat ke Kalimantan Timur.

Mereka hanya berlatih intensif selama tiga pekan, sehingga tidak memasang target tinggi di turnamen PGK. Belum lagi Madura United berada di grup berat karena harus berseteru melawan Mitra Kukar, PS TNI, dan Sriwijaya FC. Namun, meski tidak diunggulkan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan justru tidak terkalahkan selama babak penyisihan grup dan menempati peringkat teratas. Klub berjuluk Sape Kerap itu sukses mempermalukan Mitra Kukar 3-0, Sriwijaya FC 2-1, dan bermain imbang 1-1 melawan PS TNI. Sementara pada laga semifinal dengan format trofeo di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Rabu (9/3) malam, tim asuhan Gomes de Oliviera ini menang adu penalti masing-masing 4-3 atas Persiba Balikpapan 4-3 dan 4-1 atas tim unggulan Arema Cronus. Sementara Pusamania Borneo FC meOHQJJDQJ NH EDEDN ÂżQDO VHWHODK PHQJDWDVL perlawanan Surabaya United 3-0 dan me-

mupus ambisi Sriwijaya FC melalui drama DGX SHQDOWL SDGD VHPLÂżQDO GL 6WDGLRQ 6HJLUL Samarinda, Kamis (10/3). PBFC yang dibesut Basri Badusalam mengumpulkan poin 5 disusul Sriwijaya FC (3) dan Surabaya United. Keberhasilan Pusamania Borneo FC menembus partai puncak juga sebuah kejutan sekaligus penyelamat bagi wakil tuan rumah yang berkiprah di ajang PGK 2016. Tiga kesebelasan Kaltim lainnya, yakni Mitra Kukar, Tim PON Kaltim, dan Persiba Balikpapan, yang diharapkan mampu berbicara banyak, tersisih di babak penyisihan. 3HUWDQGLQJDQ ÂżQDO 0DGXUD 8QLWHG NRQWUD Pusamania Borneo FC diputar di Stadion Utama, Palaran, Samarinda, pada 14 Maret. Sehari sebelumnya (13/3), digelar perebutan juara ketiga mempertemukan Arema Cronus dengan Sriwijaya FC. z Mawa

MPB/ant

'XD SHPDLQ 0DGXUD 8QLWHG NLUL PHQJHMDU VWULNHU $UHPD &URQXV &ULVWLDQ *RQ]DOHV SDGD SHUWDQGLQJDQ VHPLÂżQDO 3LDOD *XEHUQXU Kaltim.

32

21 - 27 Maret 2016


ADVERTORIAL

Yoga Festival MELIHAT tren yoga ini, MNC Channels, sebagai salah satu unit bisnis MNC Group yang bergerak dalam bidang penyedia dan distribusi konten saluran televisi berbayar telah memiliki 23 saluran yang tayang di Indovision, Okevision, Top TV, Play Media, kembali mengadakan event yoga. MNC Channels untuk kedua kalinya kembali menghadirkan acara Yoga Festival bagi para pecinta olah raga yoga di Indonesia. Setelah sukses pada event “JAKARTA YOGA FESTIVAL’’ sebelumnya di 2015, dimana MNC Channels menyelenggarakan sebuah acara yoga dengan kemasan sangat special dan menjanjikan pengalaman berbeda bagi para pecinta yoga di Indonesia. Kini dengan tajuk “YOGA FESTIVAL”, mnc Channels akan melaksanakannya di 4 Kota, yaitu Jakarta, Bandung, Bali, dan Jogjakarta. “Yoga Festival” kali ini tentu akan menyajikan

suasana yang berbeda–beda di tiap kotanya, dimulai pada sore hari pukul 15.00 WIB hingga malam hari dan akan membuka 3 kelas yoga yang berbeda di tiap Kotanya. Di Jakarta event “Yoga Festival 2016” sudah dilaksanakan pada 30 Januari 2016. Kali ini “Yoga Festival 2016” yang akan diadakan di 2 kota berbeda secara bersamaan, Bandung dan Bali, akan berlangsung pada Sabtu, 27 Februari 2016. Di Bandung Yogis akan dipandu oleh instuktur seperti Yanti Warso, Zilvia Martha dan Andreas Riyan. Serta dimeriahkan oleh The Groove. Untuk di Bali para Yogis akan dipandu oleh instruktur Yudhi Widyantoro, Penyogastar & DJ Wizznu dan Jitendra. Serta dimeriahkan oleh DJ Echa. Selain itu para peserta juga akan mendapatkan Yoga pack yang berisi: yoga shirt, head band, exclusive yoga mat bag serta produk sponsor.

21 - 27 Maret 2016

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

WISUDA - Universitas Udayana (Unud) menyelenggarakan Wisuda ke-116, Jumat (4/3) kemarin. Pada wisuda kali ini Unud melepas 999 wisudawan yang terdiri dari 2 orang Diploma-3, 16 orang Diploma-4, 676 orang S-1, 18 orang Profesi Dokter Hewan, 27 orang Profesi Dokter, 34 orang Dokter Spesialis, 148 orang Magister dan 24 orang Doktor. Dengan demikian keseluruhan wisudawan Unud sampai hari ini berjumlah 75.071 orang. Rektor Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., mengatakan pada akhir 2015 telah diberlakukan perdagangan bebas di wilayah ASEAN, yang lebih dikenal dengan nama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga seharusnya negara ASEAN bisa maju bersama dan mampu bersaing dengan negara lainnya dalam menghadapi tantangan dunia global secara bersama-sama.

MBP/ist

AKREDITASI - Undiksha merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN) terbesar di Bali yang mayoritas mengampu bidang kependidikan. Saat ini Undiksha sedang gencar menggenjot semua potensi yang dimilikinya dengan memberdayakan berbagai sumber daya yang dimilikinya. Upaya tersebut dilakukan dengan target utama bahwa pada tahun 2018 atau paling lambat 2019 Undiksha telah berhasil meraih nilai akreditasi A atau unggul (Permendiknas 87/2014). Target akreditasi institusi unggul tersebut kiranya tidak berlebihan, karena posisi akreditasi program studi (prodi) yang ada di Undiksha saat ini, bahwa dari 53 prodi yang ada adalah 35 prodi lama dan 17 prodi baru dibuka.

MBP/ist

MBP/ist

NYEPI - Hari Suci Nyepi hendaknya dimaknai bukan semata-mata perayaan untuk peringatan pengulangan kalender secara rutin periode tahunan. Namun yang terpenting, bagaimana memaknai hakikat dari perayaan Nyepi sebagai pergantian Tahun Baru Ă&#x2021;aka 1938 ini merupakan kesempatan untuk memurnikan tubuh dan pikiran. Sekaligus, momentum membangun penyadaran diri. Hal ini penting, mengingat perayaan Nyepi kali ini akan dibarengi dengan gerhana matahari total (GMT, 9 Maret). Bupati Giri Prasta mengajak segenap masyarakat dan krama Badung senantiasa menjaga keharmonisan, toleransi dengan sesama.

KUNJUNGAN - Keberadaan Universitas Udayana (Unud) sebagai perguruan tinggi terbesar di Bali menarik perhatian Tottori Daigakko untuk bekerjasama. Hal itu terungkap dalam kunjungan tiga mahasiswa Tottori ke Unud belum lama ini. Mereka diterima Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Prof. Dr. Suastra yang didampingi Prof. Dr. Putu Rumawan Salain. Sedangkan tiga mahasiswa jepang itu adalah Yasushi Kameoka dari Fakultas Pertanian, Ayaka Morizane dari Farmasi serta Momoyo Yokoyama dari Ilmu Regional. Mereka didampingi Joji Sugimoto serta penglingsir Pasemetonan Denpasar-Fukuoka I Gusti Kompyang Pujawan.

34

21 - 27 Maret 2016


MBP/ist

RESMIKAN - Sun Life Financial Indonesia (Sun Life), Kamis (3/3) meresmikan empat kantor di Denpasar, yaitu Agency Recruitment and Development Center (ARDC) di Jalan Raya Puputan, Renon, kantor pemasaran konvensional Brighter Gen pertamanya di Jalan Tukad Batanghari, kantor pemasaran syariah di Jalan Suli, dan kantor pemasaran konvensional di Jalan Merdeka. Sampai saat ini, Sun Life sudah memiliki 106 kantor pemasaran konvensional dan 49 kantor pemasaran syariah yang tersebar di 63 kota di seluruh Indonesia. Peresmian kantor baru ini dibuka oleh Kevin Strain, Presiden Sun Life Financial Asia, dan Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia.

MBP/ist

SEMINAR - “BE outstanding because good is not enough”. Itulah kutipan yang terus ditegaskan oleh Alex P. Chandra kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Desain Bali dan New Media dalam seminar motivasi yang bertajuk “Be Smart in Entrepreneurship”. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dies natalis ke XIII STD Bali dan New Media. STD Bali sengaja memilih Alex P. Chandra sebagai pembicara karena beliau adalah pengusaha yang sarat prestasi dan sukses dalam membangun usahanya dari nol sejak 16 tahun yang lalu. Seminar ini diharapkan dapat merangsang dan menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi peserta.

MBP/ist

MBP/ist

PELATIHAN - Stikes Bali bekerja sama dengan Indonesia Holistic Care Assotiation (IHCA) mengadakan pelatihan kesehatan ibu dan pemijatan bayi (baby spa). Pelatihan diikuti 30 dosen Stikes Bali, perawat dan bidan di Klinik Tulus Ayu di Karangasem dan Tulus Ayu di Batanghari milik Stikes Bali. Pelatihan dibuka Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. menampilkan pembicara dari IHCA, Kusmini S, M.Kep., Sp.Kep.An., Melyana Nurul W.S.SiT., M.Kes., C.SBP. dan dr. Bagus Made Dwi Aryana dari RUSP Sanglah, Denpasar.

PEMBANGUNAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara melakukan langkah cepat dalam pelaksanaan prosesi pembangunan di Kota Denpasar. Berbagai program yang telah dituangkan dalam visi dan misi Padmaksara delapan langkah baru Dharmanegara yang meliputi kota cerdas, dan peningkatan daya saing masyarakat Kota Denpasar harus segera terealisasi secara baik dan melakukan percepatan program oleh masing-masing SKPD. Reaksi cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat telah dilakukan Wali Kota Rai Mantra dengan memanfaatkan teknologi aplikasi android. 21 - 27 Maret 2016

35


LINGKUNGAN

36

21 - 27 Maret 2016


Mengelola Sampah Plastik Jadi Sumber Energi

P

eringatan sampah utamanya sampah plastik sebagai ancaman terhadap lingkungan, entah sudah berapa kali disampaikan. Bahkan, sampah plastik ini disebutkan menjadi ancaman pariwisata Bali. Tentu saja hal ini tak lepas dari pemandangan sampah plastik yang bertebaran di mana-mana. Bertebaran dan menumpuknya sampah plastik ini, tak lepas dari perilaku masyarakat sendiri yang masih membuang sampah sembarangan dan tak kunjung berubah untuk sekadar memilah sampah organik dan anorganik. Kepala Badan Lingkungan HBidup (BLH) Bali Gede Suarjana menyebut sampah plastik atau anorganik sebagai momok yang sangat menakutkan. Pasalnya, bila dibakar menghasilkan dioxin dan mengganggu kesehatan masyarakat. Kalau dibiarkan, merusak estetika dan proses degradasinya memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Persoalan sampah plastik ini muncul karena hampir setiap orang dalam aktivitasnya seharihari tidak bisa dilepaskan dari yang namanya bahan plastik. Plastik telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini karena kelebihan yang dimilikinya. Antara lain, ringan dan kuat, tahan terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, serta sifat insulasinya yang cukup baik. Sifat-sifat bahan plastik inilah yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnya untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kemasan makanan, alat-alat rumah tangga, mainan anak, elektronik sampai dengan komponen otomotif. Peningkatan penggunaan bahan plastik ini mengakibatkan peningkatan produksi sampah plastik dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, konsumsi plastik di Indonesia mencapai 10 kg per kapita per tahun, sehingga dapat diprediksikan sebesar itulah sampah plastik yang dihasilkan. Pembuangan di TPA bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi, meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada. Perlu

adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh pemerintah kota atau daerah setempat. Untuk memudahkan pengelolaan sampah plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat. Mengingat kandungan energi yang tinggi dari bahan plastik, maka potensi pemanfaatannya sebagai salah satu sumber energi memiliki prospek yang cukup bagus di masa mendatang. Dari sini bisa didapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu mengurangi problem sampah dan juga menghasilkan energi yang bisa digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Beberapa teknologi bisa digunakan untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar, di antaranya konversi ke bahan bakar padat dengan mencacah sampah plastik dan kemudian membriketnya untuk nantinya menjadi bahan bakar briket untuk pembakaran di tungkutungku industri. Sampah plastik juga bisa donversi ke bahan bakar cair. Dengan menggunakan prinsip pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500 derajat C sehingga fasenya akan berubah menjadi gas dan kemudian akan terjadi proses perengkahan (cracking). Setelah itu, didinginkan kembali dan bisa mendapatkan bahan bakar cair setara dengan bensin dan solar. Sampah plastik juga dikonversi ke bahan bakar gas dengan WHNQRORJL JDVLÂżNDVL 6DPSDK SODVWLN GLSDQDVNDQ pada suhu yang sangat tinggi mencapai 900 derajat C dengan prinsip oksidasi parsial sehingga akan dihasilkan gas hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri. Tentu saja semua ini hanya efektif dapat dilaksanakan jika dari hulunya yakni sumber sampah sudah dilakukan pemilahan, mana sampah plastic dan mana sampah organik. z Rindra/Sugiarta 21 - 27 Maret 2016

37


PARIWISATA

MBP/dok

Menata Sangeh di Tengah Isu Rabies su rabies masih menjadi momok bagi Bali. Sebab, masih terjadi kasus kematian akibat rabies. Terakhir, seorang bocah di Koripan, Banjarangkan, Klungkung, meninggal karena rabies setelah digigit anjing. Isu rabies ini juga membayangi Objek Taman Wisata Alam Sangeh yang mengandalkan pemandangan gerombolan ratusan kera. Maklum, rabies disebutkan bisa menular lewat gigitan monyet atau kera karena kera merupakan salah satu hewan penular/pembawa rabies (HPR). Sangeh sendiri merupakan objek wisata alam yang sudah terkenal sejak dulu. Tempat wisata ini mengandalkan satwa dan hutan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Objek wisata Sangeh memiliki luas keseluruhan 13,969 hektar, di sebelah utara dibatasi sawah, sebelah barat dibatasi sungai Yeh Penet, di sebelah selatan dan timur dibatasi dengan perkampungan Banjar Batusari. Hutan yang ditumbuhi sekitar 6.443 pohon pala (difterocarpus tri nervis), sekitar 27 jenis pohon lain seperti gamal, harbesia, pule, beringin, juga ada 22 jenis tumbuhan bawah seperti “ket-ket”, “lempeni” dan “gunggung” ini, memliki luas 10,8 hektar. Hutan ini dihuni oleh hewan di

I

38

21 - 27 Maret 2016

antaranya 2 jenis hewan mamalia seperti kera dan musang, 8 jenis apes seperti burung jelatik dan tekukur, 3 jenis hewan antropoda seperti ular dan 2 jenis ampibi. Objek wisata ini juga memiliki 4 pura, seperti Pura Bukitsari yang terletak di paling barat hutan, Pura Melanting terletak di tengah hutan, Pura Tirta berada di depan lokasi hutan dan Pura Anyar terletak di depan pintu masuk menuju hutan. Semua pura ini di-sungsung oleh Krama Adat Sangeh, kecuali Pura Anyar khusus di-sungsung oleh warga Banjar Batusari. Untuk menjaga kelestarian satwa dan hutan, dibangun kandang untuk tempat isolasi kera jika ada yang nakal atupun sakit dan dibangun lab sebagai tempat untuk mengobati kera yang sakit. Dengan adanya isu rabies, wajar bila wisatawan merasa takut dengan ulah kera yang berjumlah sekitar 700 ekor di Objek Taman Wisata Alam Sangeh. Namun hal itu dulu. Sekarang, hal ini hampir tidak pernah terjadi. Pasalnya, objek wisata yang terletak di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, sekitar 25 Km Utara Kota Denpasar ini kini betul-betul ditata secara apik. Baik menyangkut keamanan,

kebersihan dan penataan ruang. Meskipun objek wisata ini masih tetap dikelola oleh pihak Desa Adat Sangeh, namun secara teknis pengelolaannya dilakukan oleh orangorang yang sudah berpengalaman di bidang pariwisata. Pengelola Objek Taman Wisata Alam Sangeh sekarang ini berjumlah 20 orang yang dipilih berdasarkan testing. Desa Adat Sangeh yang terdiri dari 5 banjar seperti Banjar Batursari, Banjar Brahmana, Banjar Sibang, Banjar Pemijian dan Banjar Muluk Babi, memilih masing-masing 4 orang wakilnya. Namun sebagai pengawas teknis, tetap dilakukan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali. “Kalau dulu yang dominan berperan adalah Hansip dengan klian-klian banjar. Tetapi mulai 1 April 2003, objek ini dikelola oleh orang yang khusus dipilih. Sudah tentunya mengetahui tentang pariwisata,” kata Manajer Pengelola, I Made Sumohan (35). Penjaga yang berjumlah 20 orang itu, lanjut tamatan BPLP ini, bertugas menjaga kebersihan, keamanan wisatawan, penertiban pedagang dan Polaroid untuk kenang-kenangan. Para penjaga ini tersebar di lingkungan hutan Sangeh. z Parwata


MBP/ist

PARADE - Pemerintah Kabupaten Badung amat konsen mendorong masyarakat Badung untuk terus menjaga adat dan budaya daerahnya. Hal ini dilakukan karena pemerintah bersama masyarakat menyadari bahwa daya tarik dan pesona wisata yang dimiliki Badung bukan semata-mata karena bentang alamnya yang indah namun karena terjaganya seni dan budaya yang adiluhung. Berbagai parade dan festival seni budaya terus dikembangkan sehingga tetap terjaga dengan Ajeg, salah satunya yang setiap tahun secara rutin digelar oleh masyarakat Desa Adat Kuta yakni parade ogoh-ogoh serangkaian upacara pengerupuk menjelang perayaan Nyepi.

MBP/ist

DANA - Cukup tingginya alokasi dana desa di Kabupaten Badung, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif Badung. Hal ini bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi konsep dan janji pasangan Bupati Nyoman Giri Prasta dan wakilnya ketut Suiasa (Giriasa) untuk mewujudkan pembangunan dari desa. Namun, ada beberapa masukan dari kalangan Dewan terkait besarnya alokasi dana desa untuk tahun ini. Misalnya para perbekel yang memperoleh dana tersebut, bisa menggunakan dana itu ke program-program pemberdayaan masyarakat, bukan lebih banyak ke dalam infrastuktur berskala besar. Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Minggu (6/3) mengatakan, setiap tahun alokasi dana desa terus mengalami peningkatan.

MBP/ist

KUNJUNGAN - Silih berganti para diplomat asing menyambangi Istana Mancawarna Tampaksiring. Tujuannya tidak lain untuk bertemu dengan satuâ&#x20AC;&#x201C;satunya putra Bali yang memiliki akses besar di tataran internasional khususnya dibidang politik dan kemanusiaan yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Tak terhitung, puluhan Duta Besar, Presiden Asing, Raja Ratu dari Kerajaan Sahabat dan sejumlah Ketua Organisasi Internasional telah menyambangi Istana Mancawarna Tampaksiring yang dikenal sebagai basis Sukarnoisme di Bali. Termasuk salah satunya kunjungan diplomat negara pecahan Uni Soviet yang terkuat saat ini yakni Kazakhstan. Hadir lengkap bersama keluarga, Askhat T. Orazbay menyampaikan rasa salutnya atas penerimaan dari tuan rumah dan pihaknya berjanji untuk meningkatkan kerjasama antara Bali dan negerinya.

MBP/ist

PENGAMANAN - Ribuan personel gabungan sudah dipersiapkan untuk pengamanan rangkaian perayaan hari raya Nyepi Tahun Ă&#x2021;aka 1938 di Kabupaten Gianyar. Meski demikian, Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata tetap mengimbau seluruh komponen untuk bersama-sama menjaga kerukunan sehingga situasi wilayah bisa tetap kondusif. Dalam pertemuan menyambut hari raya Nyepi di Balai Budaya Gianyar, Kamis (3/3), Agung Bharata mengatakan, toleransi dan komunikasi yang intens sangat dibutuhkan oleh semua forum dan seluruh umat beragama. Terlebih, dalam pelaksanaan Nyepi tahun ini umat Islam akan melaksanakan salat gerhana matahari. 21 - 27 Maret 2016

39


AKTIVITAS

MBP/ist

NYEPI - Tahun Baru Ă&#x2021;aka 1938 sebentar lagi akan datang, dan tahun Ă&#x2021;aka 1937 akan berlalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian perayaan menyambut Tahun Baru Ă&#x2021;aka 1938 yang juga disebut Hari Suci Nyepi, diawali dengan sejumlah ritual keagamaan, di antaranya melasti, pacaruan tawur kesanga, pangerupukan, sipeng hingga ngembak geni. Bupati Jembrana I Putu Artha, saat memantau ritual melasti di lima kecamatan di Jembrana bersama Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Minggu (6/3), mengharapkan pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Jembrana berjalan dengan aman dan lancar.

MBP/ist

PROMOSI - Dua hari penuh, 23-24 Februari yang lalu, industri pariwisata Bali berpromosi bersama demi menggaet grup-grup korporasi Australia untuk melaksanakan rapat mereka di Bali. Dalam ajang promosi bertajuk â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Australia Incentive Meetings Expoâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; atau disingkat AIME, stan pameran besutan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali gencar menyasar para pembuat keputusan agar menyelenggarakan event mereka di Bali, dengan menampilkan berbagai pilihan akomodasi seperti Nusa 'XD %HDFK +RWHO 6RÂżWHO 0HOLD %DOL VHUWD IDVLOLWDV NRQJUHV GXQLD yang dimiliki BNDCC.

MBP/ist MBP/ist

SIDANG - Dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, sesuai dengan Perda No. 3 Tahun 2000 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum di Kota Denpasar, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar menggelar sidang yustitia kebersihan terhadap pelanggar di Balai Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (3/3). Sidang Yustitia dipimpin hakim tunggal Achmad Peten Sili, S.H., M.H. didampingi panitera pengganti Ketut Adiun, S.H. dan .DGHN +HQGUD 3 6 + VHEDJDL VWDI SLGDQD

DUTA - SD Saraswati 1 dan SD Saraswati 2 Denpasar selangkah lebih maju. Sebanyak 10 siswa kedua sekolah ini terpilih sebagai duta Bali dalam pertukaran budaya Bali-Jepang. Peserta dilepas secara sederhana, Sabtu (5/3), diawali dengan penampilan tari para peserta. Kesepuluh siswa tersebut masing-masing lima siswa dari SD Saraswati 1 Denpasar yakni I Ketut Veda Suputra, Luh Made Ratna Nirmala Smaradewi, Anak Agung Istri Dwi Sarasmita Dewi, I Gede Krisna Kusuma Yuda dan Kadek Jovian Krisnantara. Sedangkan dari SD Saraswati 2 Denpasar masing-masing Ida Ayu Nadya Arlista, Anak Agung Istri Emilia Mayori, Ni Putu Devi Maheswari, Ni Putu Amrita Dhyana Putri dan Ni Putu Saraswati Putri Pranata.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

21 - 27 Maret 2016


MBP/ist

KAMPANYE - Pemkab Gianyar bersama TNI, Polri serta berbagai elemen masyarakat beberapa waktu lalu telah melaksanakan pertemuan sinergitas dalam mengampanyekan ‘’Stop Sampah Plastik.’’ Berbagai upaya program pengurangan sampah plastik pun dilaksanakan. Dalam apel bulanan yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Gianyar, Senin (7/3) lalu, Bupati Anak Agung Gde Agung Bharata menyampaikan komitmen bersama sesuai hasil pertemuan lalu tersebut. Menurutnya, program tersebut dalam rangka mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik terutama saat berbelanja

MBP/ist

DUTA - Yayasan PR Saraswati Denpasar memberi apresiasi luar biasa atas ditunjukkannya 10 siswa SD Saraswati 1 dan SD Saraswati 2 Denpasar yang terpilih sebagai duta Bali dalam pertukaran budaya Bali- Jepang. Senin (7/3), peserta didampingi kepala sekolah dan guru pendamping pamitan dengan yayasan. Mereka diterima Pejabat Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Sekretaris Drs. Dewa Sukanada, Bendahara dr. Susila dan Ketua Dewan Pembina Yayasan IGB Yudhara. Saat itu Bagus Ketut Lodji menyerahkan bonus Rp 6 juta untuk mendukung program pertukaran budaya Bali-Jepang tersebut.

MBP/ist

RESES - Dalam masa reses yang pertama kali sejak dilantik tanggal 7 Januari 2016 sebagai PAW DPRD Provinsi Bali, Dr. I Gst Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (Fraksi PDI Perjuangan) melaksanakan reses anggota dewan yang dijadwalkan pada media Februari – Maret 2016. Dr. Diah Werdhi Srikandi menyasar lima kecamatan se-Kabupaten Jembrana untuk memberikan informasi seputar program-program yang telah dilaksanakan DPRD Provinsi khususnya Komisi III yang dibidanginya. Tujuan dari reses ini adalah turun ke masyarakat guna menyerap aspirasi masyarakat Jembrana.

MBP/ist

SIMULASI - Penanganan bencana membutuhkan kesiapan yang matang. Terlebih di lokasi seperti rumah sakit yang penuh dengan pasien. Guna melatih kesiapan itu, RSUD Karangasem menggelar simulasi penanganan bencana yang dipusatkan di gedung Wijaya Kusuma RSUD Karangasem, Jumat (4/3). Dengan simulasi ini, petugas setidaknya tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. 21 - 27 Maret 2016

41


PROPERTI

DIRE, Momen Kebangkitan Bisnis Properti LESUNYA perekonomian global sangat dirasakan bisnis properti, termasuk di Bali. Pemerintah pun berupaya menggairahkan kembali bisnis padat karya dan padat modal ini dengan mengeluarkan berbagai terobosan. Salah satunya, instrument Dana Investasi Real Estate (DIRE) yang dinilai bakal membawa angin segar bagi bisnis properti. Salah satunya dengan adanya UU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang telah disahkan, akhir Februari lalu. UU ini diharapkan bisa mengatasi masalah pembiayaan pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat Indonesia, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Di negara lain, instrumen DIRE atau yang biasa disebut juga dengan Real Estate Investment Trusts telah menjadi salah satu instrumen yang semakin dipenghitungkan terkait sumber dana murah masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Instrumen seperti DIRE di Malaysia dinilai telah berhasil mengumpulkan hingga Rp 100 triliun dari kapitalisasi pasar Malaysia. Selain Malaysia, negara tetangga lainnya seperti di Singapura dengan instrumen yang serupa juga berhasil mengumpulkan hingga Rp 600 triliun atau 19 persen dari kapitalisasi pasar Singapura. “Di Indonesia sendiri saat ini masih Rp 500 miliar dan itu angka yang sangat kecil melihat potensi besar pasar properti Tanah Air,” katanya. Dengan adanya instrumen DIRE, diperkirakan pasar properti nasional paling tidak dapat menyamai Malaysia bahkan lebih besar. Mengingat, masih banyak wilayah-wilayah lain di Indonesia selain Jakarta dan kawasan sekitarnya. Munculnya DIRE juga harus menjadi momen bagi kebangkitan pasar properti Indonesia untuk memberikan stimulus dana segar bagi para pengembang local. Sebab, saat ini den-

gan bunga kredit perbankan berkisar antara 12-13 persen. “Kondisi ini pula yang membuat banyak pengembang lokal mencari dana pinjaman luar negeri dengan bunga 2-3 persen, meskipun dalam bentuk dolar Amerika Serikat,” katanya. Dengan DIRE maka dana murah yang terkumpul akan menjadi salah satu daya saing ketika pasar asing menyerbu Indonesia dengan modal kapital yang luar biasa. Ali Tranghanda mengatakan, turunnya “BI rate” atau suku bunga acuan (BI Rate) ke level 7 persen seharusnya dapat memicu penurunan suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Menurut dia, setiap penurunan 1 persen suku bunga KPR dinilai akan meningkatkan potensi pasar KPR sebesar 4 persen hingga 5 persen. Dengan penurunan yang ada dari 7,5 persen menjadi saat ini 7 persen, dimungkinkan suku bunga KPR juga bisa turun menjadi hanya satu digit. Jika suku bunga KPR menjadi satu digit maka berarti akan

ada potensi peningkatan pangsa pasar KPR 10 - 25 persen pada tahun 2016. Meski secara nasional instrumen DIRE ini bisa membawa angin segar bagi bisnis properti, tidak demikian halnya di Bali karena permasalahan Bali tidak akan sama dengan daerah lain. Pengamat sekaligus pebisnis properti Gede Semadi menyebutkan, hal ini karena harga tanah di Pulau Dewata jauh lebih mahal dari daerah lain di Indonesia. Di pihak lain, ketika pengembang ingin membuat hunian bertingkat berupa rumah susun untuk mengatasi mahalnya harga lahan ini, terbentur dengan aturan ketinggian bangunan. “Misalnya, pekerja pariwisata di Badung Selatan dengan penghasilan di bawah Rp 6 juta belum mampu membeli hunian di wilayah tersebut. Saat penghasilannya dikumpulkan, uang muka harga rumah keburu tinggi,” ujar Semadi. z Sugiarta/Kertanegara

MBP/ist

42

21 - 27 Maret 2016


MBP/ist

Perubahan PPNBM Percepat Bangkitkan Bisnis Properti K E B I JA K A N e k o n o m i g l o b a l yang diperkirakan akan berpengaruh negatif terhadap kinerja ekonomi Indonesia di kwartal pertama tahun 2016, telah berlalu. Sinyal negatif itu telah reda sehingga geliat pertumbuhan ekonomi yang sudah nampak membaik akan bisa terus berlanjut di kwartal kedua dan seterusnya. Ketentuan pengenaan PPNBM (pajak pertambahan nilai barang mewah) yang telah disahkan oleh pemerintah, akan menjadi stimulus penting untuk kebangkitan kembali pasar properti menengah dan mewah di Bali, termasuk juga Indonesia secara umum. â&#x20AC;&#x153;Hal ini dapat dilihat dari naiknya harga rupiah terhadap dolar Amerika. Selain itu, peningkatan arus modal asing masuk ke Indonesia melalui pasar modal di bursa efek Jakarta,â&#x20AC;? kata pengamat properti

I Wayan Sukarja. Kondisi ini, kata Sukarja, jika disikapi dengan kebijakan pemerintah mempercepat proses belanja pembangunan dan infrastruktur, bisa memberikan efek yang jauh lebih cepat untuk pemulihan ekonomi secara umum dan khususnya sektor properti. Undang-undang ketentuan ambang batas pengenaan pajak mewah atas properti yang semula ditentukan berdasarkan luasan, kini diubah berdasarkan ketetentuan ambang batas harga jual, dapat menarik minat pembeli dan investor. Pasalnya, harga properti di Bali termasuk katagori masih cukup murah dibandingkan dengan negara lain. â&#x20AC;&#x153;Properti mewah dan town house dengan harga jual di bawah Rp 20 miliar tidak dikenakan PPNBM 20% yang semula diten-

tukan berdasarkan luasan bangunan 350 meter persegi. Untuk apertemen, kondominium dan town house dengan status strata tittle yang semula ditentukan dengan luasan 150 meter persegi, kini sudah diubah dengan harga jual di atas Rp 10 miliar baru dikenakan pajak PPNBM,â&#x20AC;? ujarnya. Kondisi harga properti di Bali ratarata di bawah ketentuan harga dimaksud. Kondisi ini akan menarik minat konsumen dengan kantong tebal dan investor, baik lokal maupun asing. Mereka akan segera berebut mendapatkan properti yang diinginkannya. Tentunya, lokasi properti yang stretegis akan tetap memiliki daya pikat lebih dibandingkan properti dengan lokasi yang kurang bagus dan prospektif. z Kertanegara 21 - 27 Maret 2016

43


TRADISI

MBP/bit

Salah satu penampilan Tektekan di Kediri.

“Tektekan”

Menetralisir Aura Negatif

P

angerupukan menjelang hari raya Nyepi identik dengan pengarakan ogoh-ogoh. Namun berbeda di wilayah Desa Adat Kediri Tabanan. Desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Tabanan ini menampilkan tradisi kesenian yang disakralkan yakni Tektekan. Ritual Tektekan tersebut awalnya hanya dilakukan untuk tolak bala. Namun seiring dengan perjalanan waktu, Tektekan justru menjadi tradisi warga Desa Adat Kediri. Tahun ini Tektekan kembali digelar selama dua minggu oleh warga tujuh banjar di Desa Kediri yang terbagi dalam dua grup, setiap dua hari sekali sejak tanggal 23 Februari hingga tanggal 8 Maret 2016 (malam pangerupukan). Tektekan itu digelar berkeliling desa. Pada malam pangerupukan, ketujuh banjar menampilkan kebolehannya di depan Pura Puseh. “Tektekan dilaksanakan hingga menjelang Nyepi, mulai pukul 20.00 wita hingga pukul 23.00 wita,” kata seorang warga Desa Banjar Sema, Desa Kediri, Ngurah Manik (30), belum lama ini. Pun, Tektekan yang ditampilkan masing-masing banjar di Desa Adat Kediri tersebut tidaklah sama dengan Tektekan yang ada di wilayah lain yang diperuntukkan sebagai hiburan. Pasalnya, Tektekan ini tidak boleh dimainkan sembarangan.

44

21 - 27 Maret 2016

Hanya boleh dimainkan saat tertentu saja. Konon Tektekan hanya boleh dimainkan jika kondisi desa setempat tengah mengalami bencana misalnya saja paceklik ataupun gerubug. Itulah mengapa tradisi ini sangat dinanti oleh masyarakat luar sebagai hiburan. Tetapi sangat dihindari dan tidak diharapkan oleh masyarakat desa adat Kediri karena berarti bencana sedang terjadi. Bendesa Adat Kediri, A.A. Ngurah Panji mengatakan, Tektekan digelar bertujuan sebagai penakluk merana dan menetralisir aura negatif yang terjadi di desa. Kapan awal tradisi ini muncul tidak banyak yang tahu. “Ini tradisi turun temurun yang berfungsi tolak bala dan nangluk merana,” ujarnya. Atraksi Tektekan ini sejak empat tahun lalu ditampilkan rutin setiap tahun menjelang Hari Raya Nyepi. Salah seorang pamangku setempat ketika ditanya terkait tradisi Tektekan ini juga tidak mengetahui secara jelas. “Sejarah pasti tradisi ini tidak ada yang tahu. Dari cerita orang tua, warga sudah mewarisi tradisi ini turun temurun. Munculnya Tektekan tidak pernah bisa diprediksi, biasanya diawali oleh keadaan gering atau gerubug yang terjadi di desa,” ujarnya. Ia menceritakan, awalnya Tektekan

hanya dilakukan oleh anak-anak. Jika Tektekan itu istilahnya nadi, barulah dilakukan orang dewasa termasuk orangtua, laki, perempuan semua ikut terlibat. Awalnya, Tektekan ini menggunakan alat tradisi kulkul bambu dan okokan, sejenis alat musik tradisional yang juga merupakan kalungnya sapi yang diperoleh dengan meminjam dari luar desa. “Jika dilihat secara tradisi, tektekan dimainkan menggunakan alat berupa kulkul bambu dan okokan. Namun seiring perkembangan zaman ada juga yang menggunakan tambahan alat berupa bedug,” ujarnya. Wayan Sudana (34) warga Banjar Sema, pembuat dan tukang servis okokan mengatakan, jika menjelang Nyepi akan banyak warga di Desa Kediri yang menservis okokan. Bahkan juga ada yang membeli baru. Okokan itu merupakan instrumen yang dimainkan dalam Tektekan. “Rata-rata setiap keluarga punya dua atau sepasang okokan,” jelasnya. Kayu yang digunakan untuk membuat okokan adalah jenis teep, camplung dan blalu. Kerusakan yang ada pada okokan biasanya pecah atau bolong. Ukuran okokan yang digunakan untuk kegiatan Tektekan, panjangnya mencapai 90 centimeter dan lebar 30 centimeter. z Dewi Puspawati


Nyepi dan Gerhana Matahari

Mohon Keselamatan Alam Bali HARI raya Nyepi yang dibarengi dengan gerhana matahari jarang terjadi, seperti Nyepi pada Tahun Baru Çaka 1938 (Rabu, 9 Maret 2016 lalu). Karena itu umat Hindu mesti melaksanakan persembahyangan kepada Dewa Surya, sebab gerhana matahari dikhawatirkan dapat memberi vibrasi terhadap kondisi alam. “Gerhana matahari saat Nyepi ini sangat jarang terjadi. Karena itu perlu dilakukan persembahyangan kepada Dewa Surya untuk memohon keselamatan dari berbagai ancaman terhadap alam,’’ ucap Ida Pedanda Gunung. Persembahyangan itu sangat baik dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Nyepi yakni dalam rangkaian Pangerupukan. “Jadi,

saat Pangerupukan itu semua umat Hindu di Bali bisa melaksanakan persembahyangan kepada Dewa Surya, memohon keselamatan untuk alam Bali, baik itu bhuana agung maupun bhuana alit,“ terangnya. Selain melalui persembahyangan, menjaga alam Bali harus diimbangi dengan tindakan nyata. “Masyarakat harus tetap komit, menjaga alam Bali dengan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,“ tegasnya. Akademisi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Drs. I Gusti Ketut Widana, M.Si. mengingatkan bhakti dalam konteks Nyepi tidak boleh lagi berhenti di tingkatan ritual saja, tetapi kosong dari aksi spiritual dan behavioral. Aksi spiritual dimaksud dapat dilakukan dengan mematuhi dan

melaksanakan Catur Brata Panyepian. Ia berharap perubahan tingkah laku beragama yang tidak hanya berhenti dan dianggap selesai sebatas sajian ritual, tetapi harus terus bergerak ke dalam tataran kehidupan sosial. Jika ritual caru/tawur menjelang Nyepi, secara idealitik konsepsi ditujukan untuk mengharmoniskan alam, maka dalam tatanan realitas kontekstual menjadi keharusan untuk diwujudkan ke dalam bentuk aksi menyepikan diri dari segala aktivitas merusak bhuana, mulai dari bhuana agung (alam) dari segala bentuk eksploitasi seperti reklamasi. z Manik, Dira

Menteri Agama Puji Umat Hindu ALUNAN gambelan dan tembang-tembang berbahasa Jawa menghadirkan suasana religius. Ribuan umat Hindu dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memenuhi halaman Wisnu Mandala di sisi timur Candi Prambanan--tempat diselenggarakannya Tawur Agung Kesanga, serangkaian hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1938, Selasa (8/3) lalu. Upacara itu berlangsung khusyuk. Semangat dan antusiasme umat Hindu melaksanakan ritual itu sangat tinggi, meski tanpa dihadiri Presiden RI. Upacara ini dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Puspayoga. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin memuji umat Hindu yang menempatkan kesadaran akan keberagaman dalam bingkai persatuan sebagai tema besar perayaan Nyepi Çaka 1938. Tema Nyepi 2016 yakni ‘’Keberagaman Perekat Persatuan’’, menurut Lukman, sangat penting dan relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Diperlukan ikatan persaudaraan yang kokoh di tengah merawat kekayaan keberagaman bumi Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. ‘’Saya mengharapkan tema ini menginspirasi dan benar-benar menjadi pedoman umat Hindu dalam merawat keberagaman di Indonesia. Tampaknya Nyepi tahun ini begitu istimewa karena alam pun ikut melakoni amati geni,’’ tutur Lukman Hakim. Pujian serupa juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tema ‘’Keberagaman Perekat Persatuan’’, menurut Ganjar, menunjukkan keinginan umat meneguhkan kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia dalam menggalang persatuan. ‘’Inilah ke-Indonesia-an kita yang harus terus dirawat, karena telah teruji oleh perjalanan sejarah bangsa dalam mempersatukan keberagaman sebagai satu bangsa dan wujud kesyukuran kita,’’ katanya. Upacara tawur agung di-puput tiga sulinggih yang merepresentasikan Tri Sadaka yakni Ida Pedanda Gede Dwaja Tembuku Manuaba dari Geria Punia Manuaba Kuwum, Mengwi, Badung, Ida Pedanda Gede Panji Sogata dari Jakarta dan Romo Rsi Bahudanda Sajiwa Telabah dari Klaten, Jawa Tengah. Selain ketiga sulinggih yang

mapuja di Bale Pawedan, sejumlah sulinggih dan pamangku dari Bali, DIY dan Jateng juga turut hadir. Rangkaian tawur diisi dengan mengarak gunungan dan ogohogoh berbentuk raksasa yang membawa gergaji mesin melambangkan perusakan alam, terutama penebangan hutan. Upacara Tawur Agung ditutup dengan persembahyangan bersama seluruh umat Hindu yang hadir Candi Prambanan. (kmb)

MBP/kmb

Suasana upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Selasa (8/3) lalu. 21 - 27 Maret 2016

45


AKTIVITAS

MBP/ist

NEPAL - Setelah melakukan kunjungan ke Provinsi NTB, rombongan delegasi Pemerintah Tinggi Nepal melakukan kunjungan di Kabupaten Badung. Rombongan yang berjumlah tujuh orang yang dipimpin Direktur Bidang KB Miksa diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Kantor KBKS Putu Rianingsih, Kabag Tapem A.A. MBP/ist

PEMKOT - Untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan saat malam Pangerupukan, Sekaa Teruna dan komunitas masyarakat Kota Denpasar yang melakukan prosesi pengarakan ogoh-ogoh diminta tidak menggunakan iringan musik dari sound system. Hal ini di samping tidak sesuai dengan kaedah budaya Bali yang religious, juga rentan dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif dan dapat menimbulkan gesekan antar warga. Permintaan ini disampaikan orang nomor satu di Pemkot Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ketika ditemui di kediamannya, Minggu (6/3).

Ngr. Yuda Darma dan instansi terkait bertempat di Ruang Nayaka Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Kamis (3/3). Ketua rombongan Miksa menyampaikan maksud dan tujuannya melakukan kunjungan ke Kabupaten Badung untuk mendengar secara langsung bagaimana komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB).

MBP/ist

MBP/ist

PAWAI - Menyambut hari raya Nyepi Tahun Ă&#x2021;aka 1938, Widiatmika School (TK, SD dan SMP) di Jalan Kembar Kampus Unud, Jimbaran, Badung, menggelar parade budaya dan pawai ogohogoh melibatkan seluruh siswa, Senin (7/3). Agenda tahunan ini bertujuan untuk melestasikan dan pengenalan budaya lokal sejak dini. Menurut Ketua Yayasan Widiatmika Drs. I Nyoman Sudiatma, M.Pd., kegiatan tersebut merupakan program yayasan sesuai visi dan misinya, termasuk visi dan misi sekolah. Selain berprestasi bidang akademik, juga non akamdeik dan berwawasan multi kultur.

PMI - Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya membuka Musyawarah Kerja PMI 2016 dan serah terima hasil bulan dana PMI Tabanan 2014 di Aula Markas PMI Kabupaten Tabanan, Jumat (4/3). Hadir Wakil Ketua I PMI Provinsi Bali Lanang Rudiartha, Asisten I Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Yatna Nadi selaku Ketua Panitia, SKPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, dan perwakilan unsur Muspida Tabanan. Sanjaya menyatakan, bulan dana PMI telah mampu mencapai target sehingga patut disyukuri.

46

21 - 27 Maret 2016


MBP/ist

MBP/ist

KUKUHKAN- Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali mengukuhkan guru besar atas nama Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si., Sabtu (5/3). Wakil Rektor (WR) III Unhi ini dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Sosial Budaya Pertanian di aula Gedung Rektorat Unhi. Prof. Dewi Yuliana menyelesaikan program doktornya tanggal 7 Agustus 2010 dan diangkat sebagai guru besar terhitung mulai 1 Desember 2015. Dalam pengukuhan guru besar itu, Prof. Dewi Yuliana membawakan orasi ilmiah berjudul ‘’Pertanian sebagai Entitas Budaya dan sosial’’. Kajian ini, kata Prof. Dewi Yuliana, menarik diangkat lebih lanjut karena terkait bidang sosial dan budaya pertanian.

DUKUNGAN - Tidak banyak yang tahu bahwa di Pilkada Karangasem 2015 silam, ada sosok penting yang mendukung kemenangan Cabup–Cawabup MasDipa, yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sebagai tokoh sentral PNI Marhaenisme Bali, Gusti Wedakarna mengerahkan potensi kader PNI dan Sukarnois di Karangasem untuk memenangkan paket MasDipa. Hal ini ia lakukan karena mengingat betapa pentingnya komunikasi politik yang cair untuk bisa menjadi pemimpin. Itu diakuinya saat hadir di Karangasem dan akhirnya ia buka suara tentang dukungan dari dirinya kepada kandidat di Pilkada Karangasem 2015 lalu.

MBP/ist

MOU - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asia Global, Senin (7/3). Tujuan pelaksanaan kerjasama tersebut adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa STPBI-SPB yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan di luar Bali dalam bidang Event Management(konferensi dan kongres). Selain itu, kerjasama tersebut juga akan terkait dengan berbagai kegiatan yang nantinya akan menyangkut dengan pengadaan seminar bersama maupun melakukan kegiatan pendidikan bersama. Penandantanganan tersebut dilakukan oleh Ketua STPBI, Drs. I Gusti Made Sudjana, M.M., CHT., CHA didampingi dengan PUKET IV di Bidang Humas dan Kerjasama, Drs. I Nyoman Urbanus, M.Sc.

MBP/ist

MOU - Untuk mewujudkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan desa, Pemerintah Kabupaten Badung melakukan penandatanganan Kerjasama (MoU) dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali terkait dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Puspem Badung, Jumat (4/3). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos bersama Kepala BPKP Perwakilan Bali Sudiro, Ak. MM. Setelah penandatanganan MoU, Bupati Giri Prasta menyerahkan secara simbolis dana desa, yang bersumber dari ADD dan penyisihan bagi hasi pajak daerah dan retrebusi daerah kepada Desa se-Kabupaten Badung. 21 - 27 Maret 2016

47


HIBURAN

Album Kedua Motifora

Selain Cinta, Juga Bertemakan Sosial etelah sukses dengan album pertamanya yang berjudul LDR, kini band Motifora akan segera luncurkan album kedua. Pada album kedua ini temanya tidak jauh berbeda dengan album pertama, yaitu tentang kisah cinta. Namun, pada album kedua ini juga menampilkan lagu yang bertemakan tentang sosial, agama dan kehidupan sehari-hari dengan musik yang agak nge-beat. “Di album pertama kami, lagunya kebanyakan cinta-cinta yang galau, dan hanya isi 4 lagu Bali dan 4 lagu Indone-

S 48

21 - 27 Maret 2016

sia. Pada album kedua nanti juga masih dominan bertemakan cinta, tetapi ada juga yang bertemakan sosial, agama dan kehidupan sehari-hari,” terang Tunick, vokalis Motifora beberapa waktu lalu. Band yang terbentuk pada 17 April 2015 dan di perkuat oleh Tunick (vocal + gitar), Rheno (lead gitar), Ery (bass), Anna (drum) mengaku tidak mengalami kesulitan yang EHJLWX VLJQL¿NDQ GDODP SHQJJDUDSDQ DOEXP keduanya ini. Meskipun demikian, Tunick mengatakan ada beban yang mereka hadapi dalam pembuatan album kedua tersebut agar bisa mengimbangi kualitas lagu-lagu

di album pertama. “Jadi, entah bisa atau tidak mengimbangi album pertama, yang terpenting kita tetap masih berkarya, melakukan dan memberikan yang terbaik dan astungkara akan diterima dengan baik juga,” ujarnya. Tunick berharap agar band Motifora setelah diluncurkannya album kedua nanti bisa diterima oleh masyarakat pecinta lagu Bali dan mampu menelurkan hits-hits baru seperti pada album pertama. z Winata


Karenina Anderson

Kembali Terjun ke Dunia Film AKTRIS sekaligus model cantik Karenina Anderson akan kembali ke dunia akting setelah vakum cukup lama. Aktris 33 tahun ini akan kembali membintangi ¿OP ³%D\DQJ´ VHWHODK WHUDNKLU NDOL EHUPDLQ ¿OP ³-RPEOR´ GL WDKXQ VLODP .DUHQD WHUODOX VLEXN GHQJDQ SHNHUMDDQQ\D sebagai model, ibu dua anak ini lantas vakum cukup lama dari dunia akting. Diakui ROHK .DUHQLQD GLULQ\D VDQJDW PHULQGXNDQ GXQLD KLEXUDQ \DQJ PHPEHVDUNDQ QDPDQ\D LWX ³$NX SLQJLQ ELNLQ VHVXDWX \DQJ EDUX .DQ GXOX GLNHQDO sebagai model, sekarang gali lagi DNWLQJQ\D ´ WXWXU .DUHQLQD EHOXP lama ini. Selain itu, kembali ke dunia akting Karenina juga memiliki perjanjian

NKXVXV GHQJDQ VXDPLQ\D VRDO XUXVDQ ZDNWX DQWDUD NHUMD GDQ NHOXDUJD ³3URVHV V\XWLQJ HQJJDN PDNDQ ZDNWX EDQ\DN sebulan sampai tiga bulan kan setelah itu bisa fokus di ruPDK -DGL k a n

JDN WHUXV WHUXVDQ ´ SXQJNDVQ\D 6HPHQWDUD LWX ³%D\DQJ´ DNDQ PHQFHULWDNDQ SDVDQJDQ VXDPL LVWUL \DQJ WDN mengetahui jika masing-masing adalah DJHQ LQWHOLMHQ PLULS ¿OP ³0U 0UV 6PLWK´ \DQJ GLELQWDQJL $QJHOLQD -ROLH GDQ %UDG 3LWW )LOP DUDKDQ VXWUDGDUD 5LFR 0LFKDHO LQL MXJD DNDQ GLELQWDQJL ROHK )DX]L %DDGLOD Wulan Guritno, dan Cecep Arif Rahman. z Ipik Tanoyo

21 - 27 Maret 2016

49


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

BANTUAN - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, mendapakan program CSR Bantuan Mahasiswa Berprestasi (BMB) dari Lippo Group, sebesar Rp 150 Juta. Penerima BMB merupakan mahasiswa-mahasiswi berprestasi, XWDPDQ\D \DQJ PHQJDODPL NHVXOLWDQ VHFDUD ¿QDQVLDO /LSSR Group turut berperan membantu mahasiswa berpestasi di sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai Rp 1,5 miliar.

SEMINAR- Dalam rangka menciptakan regenerasi berkelanjutan terhadap insan-insan penerbangan, dirgantara, kebandaran dan penerbangan, SMK Penerbangan Cakra Nusantara mengadakan seminar kedirgantaraan dengan tema berkarir di dunia penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan pendapatan di atas rata-rata di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ratusan siswa-siswi SMP se-Bali membanjiri seminar tersebut. Seminar kedirgantaraan ini merupakan kegiatan yang mengembirakan bagi siswa-siswi SMP se-Bali’. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya yang datang berbondong- bondong ke Hotel Puri Ayu Denpasar untuk hadir demi mendapat informasi yang berharga guna menyongsong masa depan di era MEA.

MBP/ist

MBP/ist

SAMPAH - Kota Denpasar sebagai kota metropolitan memiliki segudang permasalahan, di antaranya penanggulangan sampah. Permasalahan sampah merupakan persoalan rumit yang perlu tindakan serius untuk mengatasinya. Untuk memaksimalkan semua sistem penanggulangan sampah di Kota Denpasar, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengadakan tatap muka khusus dengan para kades/lurah se-Kota Denpasar untuk membahas tentang penanggulangan sampah berbasis lingkungan, Jumat (4/2). Pertemuan juga dihadiri oleh SKPD terkait dan Camat.

SAMPAH - Pemkab Gianyar bersama TNI dan Polri serta sejumlah elemen masyarakat melaksanakan pertemuan sinergitas di ruang rapat Polres Gianyar, Kamis (3/3). Pertemuan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui upaya mengurangi sampah plastik. Acara kampanye ‘‘Stop Sampah Plastik” itu dihadiri kalangan DPRD Kabupaten Gianyar, kejaksaan, TNI, perwakilan BI, Ketua MMDP Kabupaten Gianyar, Ketua FKUB Kabupaten Gianyar, Kepala Pasar se-Kabupaten Gianyar, pejabat terkait di lingkungan Pemkab Gianyar, ketua organisasi, asosiasi, yayasan, perusahaan, dan perbankan.

50

21 - 27 Maret 2016


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 130 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu