Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 196 | BaliPost.com

Page 1

196 | 21 - 27 Agustus 2017

Bali Dikepung Sampah

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lBagaimanakah Memaknai Kemerdekaan? 6 BALI SEPEKAN lRumah Terbakar, Kerugian Rp 150 Juta 7 LAPORAN UTAMA l Bali Dikepung Sampah 8 l Jangan Pakai Manajemen “Bersemi” 9 l Pemilahan Sampah Belum Membudaya 10

POLITIK l Perkokoh Nasionalisme, Perkuat Multikultur 16 l Kearifan Lokal Ajarkan Keharmonisan 17 KIPRAH l Sunk In The Sea

Menggabungkan Beberapa Genre Musik 18

MANCANEGARA l Pemilu Berdarah Kenya 20

LENSA l Janur 26

OLAHRAGA l Antara Ibu dan Olahragawan PENDIDIKAN l Pancasila Bisa Diajarkan

27

di Semua Pelajaran 32

PARIWISATA l Berburu Turis Hingga ke Luar Negeri 38

TRADISI l “Usaba Sumbu” Dipilih Remaja

Siapkan Sarana Sumbu 39

DAERAH l Warga Protes Pembangunan Vila 22 KESEHATAN l Peningkatan Kualitas Pelayanan

Kesehatan Jiwa di Puskesmas 24

PROPERTI l DPRKP Badung Bangun Ratusan

Rumah untuk RTS 40

TAKSU l Nyoman Resten

Teruskan Seni Membuat ”Bade” 41

21 - 27 Agustus 2017

3


DARI PEMBACA

Sebaiknya P4 Dihidupkan Lagi H

asil poling sebuah media (Bali Post) menyebutkan, hampir semua siswa SMA di Bali menginginkan mereka diajarkan pelajaran Pancasila secara khusus. Meski poling itu diadakan setelah ramai-ramai orang membicarakan adanya bahaya radikalisme dan semakin redupnya pemahaman terhadap Pancasila di kalangan masyarakat, namun harapan tersebut perlu disikapi dan ditindaklanjuti. Hanya saja, menurut pendapat penulis surat ini, di kalangan siswa-siswi SMA itu tak perlu dilakukan secara khusus (kurikulum monolitik) melainkan cukup dengan pengintegrasian (integrated curriculum) ke beberapa mata pelajaran tertentu yang terkait atau ada kemiripan dengan materi Pancasila. Jika diperlakukan secara eksplisit, khawatir siswa-siswi bebannya akan bertambah dan akan menjadi overload. Guna mengimbangi yang terintegrasi itu perlu kiranya penataran-penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dihidupkan lagi. Dikatakan demikian karena penataran P4 pernah mengalami kejayaannya di era Orde Baru, dan yang diberikan penataran bukan hanya siswa-mahasiswa, tapi juga pegawai, PNS, organisasi, LSM, termasuk para wartawan. Seandainya penataran P4 setuju dihidupkan (direvitalisasi) lagi, maka yang perlu mendapat perbaikan adalah teknis penyajian atau penyampaiannya yang tidak terkesan indoktrinasi dan otorisasi. Secara esensial, mereka (para siswa) perlu mendapat gambaran, misalnya, tentang 36 butir Pancasila. Seperti pada sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) terurai sebanyak 4 butir yaitu; (1) Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, (2) Hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup, (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, dan (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

21 - 27 Agustus 2017

4


Bali Berpotensi Darurat Sampah PERDEBATAN dan wacana soal penanganan sampah di Bali telah bergulir begitu lama. Bahkan, hingga tahun ini tercatat ada 60 lebih investor yang sempat menawarkan kerjasama dengan pemerintah daerah Bali termasuk kabupten/ kota dalam penanganan sampah. Namun, realisasi atas penanganan sampah hingga kini tak menujukkan hasil yang efektif. Sampah justru terus menggunung di TPA Suwung. Bahkan, kini ada kekhawatiran tumpukan sampah ini bisa menjadi ancaman serius bagi Bali. Bali darurat sampah diyakini sangat mungkin terjadi. Bahkan jika gas metana sampai terbakar dan aroma busuk terus mengotori udara, sanitasi lingkungan Bali pun dikhwatirkan akan berdampak buruk bagi kehidupan dan bisnis di Bali. Menyikapi fakta ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan efektivitas penanganan sampah di Bali melibatkan investor. Jajak dilakukan di seluruh Bali dimaksudkan untuk mencari solusi mengatasi sampah. Berdasarkan tabulasi terhadap jawaban responden, hanya sebagian kecil responden yang yakin, bahwa kehadiran investor dalam penanganan sampah akan membantu Bali, mengatasi masalah sampah. Hanya 32,35 persen responden yang merasa yakin bahwa sampah di Bali bisa ditangani jika investor melakukan investasi dalam

bidang ini. Mereka menilai, investasi pengelolaan sampah memerlukan modal besar di tengah rendahnya kesadaran masyarakat Bali mengelola sampah. Sementara itu, 61,67 persen responden secara tegas mengatakan Bali tak akan bisa keluar dari problem sampah jika hanya mengandalkan investor. Mereka bahkan mengaku ragu dengan komitmen para investor mengingat sampai saat ini tak satu pun investor yang benar-benar merealisasikan proyeknya. Bahkan, kuat dugaan pemilik modal yang menawarkan kerjasama di bidang sampah hanya menjual proposal dengan harapan bisa mengeruk keuntungan besar di Bali. Responden kelompok ini malah menawarkan agar kabupaten/kota di Bali melakukan investasi secara patungan untuk membuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Kabupaten/kota hendaknya melakukan perubahan cara pandang dalam menyikapi problem sampah di Bali. Sampah jangan dianggap masalah sepele. Tanpa dukungan modal dan kebijakan dari pemerintah daerah, Bali berpotensi darurat sampah dengat risiko fatal bagi lingkungan dan manusianya. Selebihnya, 5,98 persen responden yang tak memberikan jawaban pasti atas masalah sampah ini. Mereka mengaku tak tahu persis beban Bali terkait dengan pengelolaan sampah. Sampai saat ini

mereka justru mengaku tak melihat tak ada masalah serius dalam kebijakan pengelolaan sampah. Terkait dengan ada atau tuidaknya investor dalam pengelolaan sampah, mereka mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Efektif atau tidak tergantung pada komitmen dan menajemen bisnis pemilik modal. l Dira Arsana Tidak Tahu 5,98 %

Tidak Yakin 61,67 % Yakin 32,35 %

Yakinkah anda, investor yang menawarkan solusi penanganan sampah di Bali bisa membantu Bali mengatasi sampah? 21 - 27 Agustus 2017

5

5


OPINI

Bagaimanakah Memaknai Kemerdekaan?

B

angsa Indonesia sebenatar lagi akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-72. Peringatan hari ulang tahun untuk sebuah negara besar seperti Indonesia, seharusnya tidak hanya dimaknai sebatas ritual belaka, terutama oleh kalangan muda. Akan tetapi harus dimaknai sebagai upaya pemahaman sejarah perjuangan bangsa, dan merupakan bagian dari usaha untuk menempatkan bangsa dalam konteks zaman yang terus berubah. Selain itu, peringatan hari ulang tahun kemerdekaan juga harus dapat dimaknai sebagai buah sejarah dan puncak perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia, yang penuh berliku. Hal ini penting dipahami oleh generasi muda Indonesia, sebab Indonesia yang merupakan negara agraris dianggap selamanya bercorak masyarakat petani yang berbasis politik religious yang bersifat statis dan diam. Padahal di akhir tahun 1960-an dan di awal tahun 1970-an, intelektual ortodok dalam studi-studi pembangunan telah tersingkirkan, karena kegagalan analisisnya terhadap politik agragris di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Petani pedesaan dianggap sebagai masyarakat yang stagnan dan pasif. Padahal revolusi dan kekuatan besar dalam menentukan arah perubahan dapat pula bersumber dari masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, teori modernisasi dapat dikatakan gagal dalam memahami revolusi dan realitas politik petani yang menganggap petani sebagai masyarakat yang terbelakang (Robert H. Bates, 1987). Berangkat dari gambaran teoritik tersebut, generasi muda Indonesia harus memiliki kemampuan reflektif dan rasional dalam memahami dinamika perubahan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan ini yang diraih dengan penuh perjuangan oleh para pendahulu kita. Generasi muda juga harus tetap memiliki komitmen dan apresiasi yang tinggi terhadap idiomatik ‘’rasa’’ yang di era modernisasi ini sering terlibat dalam ketegangan kultural dengan komunitas yang mengukuhi idiomatik ‘’rasio’’. Hal ini terjadi karena kehidupan bangsa Indonesia sampai saat ini masih diwarnai oleh tradisi yang banyak diliputi oleh mitos dan sistem

6

Oleh I Ketut Suda

upacara. Artinya, dalam perjalanan hidupnya masyarakat Indonesia banyak bergantung pada rangkaian hubungan bermacammacam sistem sosial dan nilai-nilai kehidupan menuju pada suatu drajat tinggi yang terpola (Soelaiman, 1998:4). Dengan mengacu pada uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa betapapun kuatnya pengaruh modernisasi menerpa kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi nilai-nilai tradisi masih sangat kuat, bahkan sangat sulit ditinggalkan. Bukan hanya itu, dalam konteks ini tradisi juga dianggap sesuatu yang pokok dan memiliki daya dorong yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Di sinilah letak ketidakberlakuan teori Comte tentang tiga tahap perkembangan alam pikiran manusia bagi masyarakat Indonesia. Menurut Comte, arah perkembangan pemikiran manusia itu linier, akan tetapi di Indonesia tumpang tindih di antara tiga tahap tersebut (teologis, metafisik, dan positif). Bagi generasi muda Indonesia, dalam memaknai hari kemerdekaan yang sangat bersejarah ini, perlu melacak lebih jauh tentang bagian-bagian budaya dan peran nilai-nilai tradisi tersebut, guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Selain itu, perlu juga dilakukan analisis berbagai konsep tentang manusia Indonesia, terutama dalam perspektif budaya, sejarah, atau sudut arkeologi local genius, agama, dan lain-lain. Sebab dalam perkembangan pembangunan di Indonesia, semua hal yang berbau tradisi, adat, budaya, dan agama tidak dapat diabaikan, mengingat bangsa Indonesia berdasarkan fakta sejarah memang merupakan negara yang sangat multikultur. Hal ini penting dipahami oleh generasi muda Indonesia ke depan, sebab menurut Jaques Derrida dalam bukunya ‘’Politic of Frienship’’ (1977), bahwa masyarakat politik selalu bersifat paradoks dalam arti, setiap masyarakat politik melalui konstitusi dan undang-undang negara yang dibuat berupaya mempersatukan berbagai komunitas berbeda dalam satu kesatuan politik. Namun, di sisi lain ditariknya komunitas

komunal ke dalam kesatuan masyarakat yang lebih luas, yakni negara berakibat ikatan-ikatan komunitas tradisional menjadi melonggar, bahkan cenderung terputus. Dengan demikian secara ringkas dapat dikatakan bahwa sebuah masyarakat politik pada esensinya dapat mempersatukan dan sekaligus menceraiberaikan (Ujan dalam Sarwiji (ed.), 2009:ix). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa paradoks seperti ini, dialami berbagai masyarakat politik termasuk Indonesia. Akibat tekanan konstitusi dan hukum sebagai standar umum budaya publik, maka ikatanikatan tradisional yang umumnya berbasis etnoreligius pada masyarakat tradisional cenderung merenggang. Akibat lainnya, kebutuhan akan identitas serta pengakuan publik terhadap identitas masyarakat tradisional, tampaknya ikut terancam ketika kekhususan warga negara tergerus oleh perlakuan yang sama dengan mengabaikan ruang perbedaan yang seharusnya mendapat perhatian. Hal inilah yang mesti dipahami oleh setiap generasi muda Indonesia dalam upaya memaknai peringat ulang tahun kemerdekaan yang dilakukan setiap tanggal 17 Agustus oleh pemerintah Republik Indonesia. Selain itu, generasi muda Indonesia juga harus bangga memiliki empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab keempat pilar kebangsaan ini, dapat mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Hal penting lainnya yang harus dipahami oleh generasi muda dalam memaknai hari kemerdekaan adalah bahwa kesadaran kebangsaan yang mengkristal telah lahir dari rasa senasib dan sepenanggungan akibat penjajahan, yang telah berhasil membentuk wawasan kebangsaan sebagaimana tertuang dalam isi sumpah pemuda tahun 1928, yakni bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yakni Indonesia. Semua ini harus diresapi, dipahami dan kemudian harus diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh setiap manusia Indonesia. Penulis adalah Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana, UNHI Dnpasar.

21 - 27 Agustus 2017

6


BALI SEPEKAN

Rumah Terbakar, Kerugian Rp 150 Juta WARGA digegerkan dengan kebakaran yang melanda rumah I Wayan Miarta (50) di Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Senin (7/8). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja kerugian material yang ditimbulkan hingga Rp 150 juta. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Informasi dihimpun, saat kejadian di rumah itu hanya ada Ni Wayan Mariati. Sekitar pukul 08.30 Wita, perempuan 47 tahun ini mendengar suara barang terbakar dari dalam rumah. Dia pun melakukan pengecekan. Alangkah terkejutnya

dia, karena melihat asap mengepul dari atap di atas bangunan bale daja. Api dengan cepat membesar. Terlebih di dalam bangunan bale daja itu merupakan tempat menyimpan kerajinan berbahan kayu jati. Mariati kemudian memanggil kerabatnya untuk menghubungi pemadam kebakaran. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta menyatakan, dari hasil olah TKP diketahui kebakaran berawal dari korsleting listrik. Sementara itu, Humas PLN Bali Gusti Ngurah Putra menyatakan kebakaran tersebut menjadi tanggung jawab pelanggan. l Manik

MBP/nik

Garam Langka

KELANGKAAN garam di Kabupaten Klungkung semakin menjadi-jadi. Atas kondisi ini, sejumlah pedagang di Pasar Galiran rela menunggu sejak subuh untuk mendapatkan jatah dari distributor. Pengorbanan tersebut hanya terbayarkan dua kilogram per hari. Salah seorang pedagang, Ni Kadek Sangu, menuturkan kelangkaan garam mulai terjadi lebih dari dua bulan lalu. Secara perlahan, kondisinya semakin parah. Untuk mendapatkannya, pedagang harus bersusah payah. Sebagian besar ada yang harus begadang sejak pukul 02.00 Wita untuk mendapatkan jatah dari distributor yang datang setiap hari. “Sekarang garam benar-benar sulit. Harus begadang biar dapat jatah dari distributor,” tuturnya, Senin (7/8). Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan I Wayan Ardiasa membenarkan kelangkaan garam masih terjadi di pasaran. Itu terungkap saat melaksanaan pemantauan rutin. l Sosiawan

“Pick-up” Adu Jangkrik dengan Truk SEBUAH mobil pick-up terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan pasir di jalan Kintamani–Payangan, tepatnya di Banjar Paket Desa Kintamani, Senin (7/8). Akibat kejadian itu, penumpang pick-up yang terdiri dari tiga orang mengalami luka parah hingga harus dirawat di rumah sakit. Mobil pick-up nopol DK 8692 PP dikemudikan I Kadek Suarsana (21), warga Banjar Tabu Desa Songan A, Kintamani dan ditumpangi istrinya, Ni Komang Ayu

Triutami (20), serta anak perempuannya, Velisia Olia (2). Sementara truk bermuatan pasir bernopol DK 8160 PP dikemudikan I Gede Cani (24), warga Banjar Bantas Desa Songan B, Kintamani. Peristiwa yang terjadi pukul 08.30 wita itu bermula saat mobil Carry pickup yang dikemudikan Kadek Suarsana datang dari arah selatan menuju Kintamani. Setibanya di lokasi kejadian, datang truk yang dikemudikan Cani dari arah berlawa-

nan. Diduga karena sopir truk mengambil haluan terlalu ke kanan, kecelakaan pun tak terhindarkan. Kedua kendaraan itu berbenturan keras hingga mengakibatkan kepala pick-up penyok dan menjepit tubuh Suarsana beserta istri dan anaknya. Kanit Laka Sat Lantas Polres Bangli Iptu Made Sumardika seizin Kasat Lantas AKP Gusti Agung Udayani Addi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. l Swasrina 21 - 27 Agustus 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Bali Dikepung Sampah

S

ampah merupakan permasalahan krusial bagi Bali yang menggantungkan sumber pendapatan asli daerahnya dari sektor pariwisata. Meskipun Bali terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budayanya yang tiada duanya di dunia, namun Pulau Seribu Pura ini sangat potensial ditinggalkan wisatawan jika gagal mengelola sampah yang dihasilkan oleh penduduknya. Betapa tidak, produksi sampah saat ini mencapai 11.030 meter kubik per hari. Jika problematika sampah ini tidak secepatnya tertangani, maka “kematian” pariwisata Bali tinggal menghitung hari. Peringatan itu dilontarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Drs. Gede Suarjana, M.Si. dalam diskusi “Problematika Sampah di Bali dan Penanganannya” yang digelar Bali Post bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, belum lama ini. Suarjana menegaskan, ada tiga persoalan fundamental yang mengancam pengembangan sektor kepariwisataan di Bali dari segi lingkungan. Tentunya, hal itu harus secepatnya dituntaskan jika tidak ingin Bali ditinggalkan wisatawan. Pertama, masalah sampah yang notabene merupakan main isu yang sangat luar biasa. Kedua, sanitasi lingkungan yang buruk dan yang ketiga adalah kemacetan lalu lintas. Khusus mengenai sampah, Bali saat ini menghasilkan sampah yang sangat besar, yakni sekitar 11.030 meter kubik per hari yang terdiri dari sampah perkotaan dan perdesaan. Sampah perkotaan jauh lebih besar dibandingkan sampah perdesaan yakni mencapai 8.330 meter kubik per hari. Dari jumlah itu, 71 persen merupakan sampah organik dan 29 persen lagi merupakan sampah anorganik. Menurut Suarjana, 10 persen dari sampah anorganik atau hampir 249,9 meter kubik per hari merupakan sampah plastik. Selain merusak estetika, sampah plastik juga cukup lama terdegradasi oleh tanah apabila dita-

8

Dr. I Made Sudarma, M.S.

MBP/eka

nam. Namun bila dibakar, sampah plastik menghasilkan zat racun dioxide. Itu sebabnya, sampah merupakan satu dari tiga masalah fundamental yang harus diselesaikan karena menyangkut pandangan wisatawan terhadap Bali. “Sistem kita selama ini buangangkut-TPA, hanya itu saja. Sebenarnya, penyelesaian sampah yang terbaik adalah dengan model 3R, yakni reduce, reuse dan recycle,” jelasnya. Suarjana meyakini, ketika sampah diselesaikan di rumah tangga dengan model 3R maka residu yang terbuang ke TPA hanya tinggal 13 persen. Salah satunya dengan mengubah sampah organik menjadi kompos. Tak Hanya Darat Suarjana menambahkan, sampah kini tidak hanya menjadi permasalahan di darat. Dari hasil pemantauan di Tukad Rangda, Tukad Balian, dan Tukad Mati, rata-rata ada 6 sampai 8 meter kubik sampah yang masuk ke sungai-sungai itu per hari. Pada saat hari libur, produksi sampah yang bisa lebih banyak lagi. “Dampaknya terhadap terumbu karang, itu 12 sampai 15 persen terjadi kerusakan. Kemudian kerusakan pada mangrove, padang lamun dan sebagainya,” katanya memaparkan. Keprihatinan terhadap tingginya produksi sampah di Bali juga dilontarkan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud Dr. I Made Sudarma, M.S. Dikatakan, volume sampah yang masuk ke TPA Regional Sarbagita (TPA Suwung) terus meningkat setiap bulannya. Padahal, semakin sedikit sampah yang dibawa, maka biaya transportasi akan lebih murah.

Drs. Gede Suarjana, M.Si

MBP/eka

Terutama lagi, TPA tidak akan cepat penuh sehingga pemerintah tidak perlu buruburu mencari lahan TPA baru. Apalagi, saat ini sangat sulit mencari lahan baru di Bali untuk tempat pemrosesan akhir sampah. Teknologi apapun yang masuk ke TPA harus menghasilkan produk yang laku di pasaran. Sebab kalau tidak laku, akan sulit mencari biaya produksi agar teknologi itu bisa berjalan sustainable.“Ujung-ujungnya karena sampah ini barang buangan, kata kunci untuk sustainable itu harus disubsidi,” imbuhnya. Menurut Sudarma, TPA Suwung kini sedang disorot tajam oleh pemerintah pusat. Mengingat, Bali akan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF dan World Bank di tahun 2018. Pemerintah pusat menginginkan TPA Suwung menjadi eco park yang hijau pada Agustus tahun depan. Dari 32,46 hektar luas TPA Suwung, 22,46 hektar akan dijadikan sanitary landfill. Sedangkan 10 hektar sisanya untuk Waste to Energi. “Kalau mau dihijaukan untuk menjadi sanitary landfill, itu menjadi tanggung jawab pemerintah Sarbagita,” jelasnya. Sudarma berpendapat, sampah yang ada sekarang lebih baik disinergikan untuk waste to energy. Apalagi sudah ada 62 investor yang ingin melamar untuk proyek itu, utamanya mengubah sampah menjadi listrik. Sejauh ini, investor bersedia membebaskan tipping fee kalau listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah dibeli dengan harga lebih dari 20 sen. Padahal, kemampuan PLN saat ini hanya 6 sen. l Sumatika, Rindra Devita

21 - 27 Agustus 2017

8


Jangan Pakai Manajemen “Bersemi” UPAYA Badung dalam menangani sampah plastik sudah mulai membuahkan hasil. Inovasi Gojek Sampah Plastik (Gotik) yang digagas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat, bahkan meraih penghargaan Inagara Award 2017. Kini, inovasi yang berhasil mengurangi hotspot timbulan sampah plastik di Badung itu telah direplikasi oleh 27 kabupaten lain di Indonesia. “Hotspot tumpukan sampah berkurang, makanya kami berani sebutkan tahun 2021 Badung bebas timbulan sampah plastik. Dari awalnya 120 hotspot, sekarang hanya menjadi 75 hotspot dalam setahun. Jadi berkurang sekali,” ujar Kepala DLHK Kabupaten Badung, Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si dalam Diskusi Penanganan Sampah di Bali dan Penanganannya. Diskusi kerja sama Bali Post dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini digelar di Gedung Fakultas Pertanian, Unud Sudirman, Selasa (8/8). Eka Merthawan menegaskan tidak memakai manajemen bersemi alias bersemangat seminggu. Namun, menerapkan manajemen bisnis, manajemen birokrasi, dan manajemen volunteer. Pihaknya menyadari kelemahan dalam penanganan sampah selama ini adalah tidak adanya konsistensi dan integrasi. Disamping hanya sibuk berkutat pada wacana belaka. “Sampah di Bali belum tertangani maksimal karena aturan, perdebatan, dan segala macam sifatnya hanya wacana, bukan eksekusi. Padahal, pariwisata Bali beresiko dan goyah. Sedikit saja ada isu sampah, wisatawan mendarat di Bali tapi tidurnya di Lombok atau di Banyuwangi. Bali akan ditinggalkan,” imbuhnya. Menurut Eka Merthawan, investasi pada sampah masih sangat minim. Begitu juga jasa pengangkutan sampah sehingga Pemda dan jaringannya masih belum optimal. Oleh karena itu, jasa pengangkutan sampah kedepan harus mendapat gelontoran dana yang besar. Sebab, ini sangat berpengaruh pada proses eksekusi sampah khususnya sampah anorganik seperti plastik. “Berikutnya, penanganan sampah sifatnya harus jelas. Kami sudah membuatkan sistem yang bisa direplikasi yakni Gotik, Gojek Sampah Plastik. Kami door to door service, harus dijemput. Kalau masyarakat disuruh membawa saja, tidak akan mungkin dia mau,” jelasnya.

MBP/ist

Kepala DLHK Badung Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si., menerima Inagara Award dari Kepala LAN RI Dr. Adi Suryanto, M.Si. didampingi Menteri PAN dan RB Dr.H. Asman Abnur dan Menteri ESDM RI Ignasius Jonan di Auditorium Kantor LAN RI Jakarta, Senin (7/8).

Eka Merthawan menambahkan, jaringan Gotik masih harus diperbanyak untuk menuju nol timbulan sampah plastik. Kendati, volume sampah plastik sudah bisa ditekan hingga 100 sampai 150 kg dari total produksi 700 kg per hari sejak ada Gotik setahun silam. Dalam hal ini, bukan Pemkab Badung yang membeli sampah plastik itu. Pihaknya hanya menyediakan petugas untuk menjemput sampah ke rumah tangga. Selanjutnya, sampah plastik serta sampah anorganik lainnya diserahkan kepada bank sampah untuk dibeli. “Kami sudah aplikasikan itu, dan terbukti 27 kabupaten sudah mereplikasi resmi. Sekarang untuk Bali, kami coba tawarkan. Kalau mau, kami siap menjadi mentor untuk semua kabupaten, tidak dibayar,” terangnya. Dia berendapat, masalah sampah yang luar biasa harus ditangani dengan luar biasa pula. Sistem door to door yang diterapkan dalam program Gotik adalah service paling manjur. “Tidak bisa menangani sampah dengan biasa-biasa saja harus dijemput. Kita beli langsung dengan tunai, dengan begitu akan lebih mudah. Kelemahan kita tidak ada konsistensi,” sebutnya. Ditambahkan, pengolahan sampah oleh

BUMDes juga telah dilakukan di Desa Seminyak, Kecamatan Kuta. Bahkan, upaya memerangi sampah ini telah dimasukan dalam perarem atau aturan desa setempat. “Kami telah membuat proyek percontohan pengelolaan sampah oleh BUMDes bekerjasama dengan Desa Seminyak. Sampah yang dihasilkan dari hotel, restoran dan masyarakat setempat wajib dikelola oleh TPST Seminyak Clean,” ucapnya. Menurutnya, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Seminyak Clean sepenuhnya dikelola oleh Desa Adat Seminyak, secara profesional. Keberadaan tempat pengolahan sampah ini juga bernaung di bawah Awig-awig desa adat setempat. “Sampah sepenuhnya dikelola oleh desa adat. Krama Desa Seminyak, jasa hotel, restoran, perdagangan semua tunduk dengan awig-awig yang telah disepakati,” tegasnya. Seperti diketahui, pelaksanaan program Gotik di tahun 2018, telah siap menyasar hotel bintang lima dan ITDC Nusa Dua dan RSUD Mangusada Badung. Diharapkan dengan program Gotik ini bisa mengoptimalkan sampah plastik tidak dibuang ke TPA, sehingga Badung menjadi kabupaten bebas timbulan sampah plastik tahun 2021. l Rindra Devita, Parwata 21 - 27 Agustus 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Pemilahan Sampah Belum Membudaya

10

K

ota Denpasar saat ini menjadi penyumbang sampah terbesar di TPA Suwung. Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, jumlah sampah yang dikirim ke TPA kurang lebih 3.000 meter kubik atau setara dengan 800 ton per hari. Kendati, sudah diupayakan adanya pemilahan lewat bank sampah. “Kuncinya ada di tingkat rumah tangga, ini yang terpenting dalam memilah sampah organik dan anorganik. Ini yang mahal karena belum membudaya. Sudah dilaksanakan tapi belum maksimal,� ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, Ketut Adi Wiguna. Menurut Adi Wiguna, pemerintah, swasta dan semua komponen masyarakat harus saling mendukung untuk mendapatkan hasil maksimal dalam-

21 - 27 Agustus 2017

10


pengelolaan sampah. Dalam hal ini, Pemkot Denpasar sudah mengeluarkan regulasi tentang penanganan sampah berbasis masyarakat. Ibu Kota Provinsi Bali ini juga telah memiliki 73 bank sampah ber-SK wali kota untuk memilah sampah anorganik. Kemudian, ada pembentukan kelompokkelompok swakelola dalam pengelolaan sampah organik. “Pemilahan sampah anorganik di bank sampah, bagaimana mengajak masyarakat mengubah perilakunya, mindset-nya bahwa sampah bisa menjadi uang sehingga bernilai ekonomis. Kami di Denpasar menargetkan bebas sampah plastik tahun 2019,” imbuhnya. Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D. memaparkan beberapa alternatif pengelolaan sampah di TPA Suwung. Selain diolah menjadi kompos, biogas, atau didaur ulang, sampah juga

bisa dikelola menggunakan mesin yang berbasiskan panas air (super critical water temperature). “Teknologi yang digunakan adalah teknologi panas, menggunakan air yang dipanaskan sampai sekitar 1.600 derajat celcius sehingga sampah itu, apa saja (organik dan anorganik, red) masuk saja ke situ, diolah kemudian akan menjadi arang briket. Anggaplah 100 ton sampah bisa menjadi briket sekitar 25 ton, mengurangi hingga seperempat,” jelasnya. Selain arang, lanjut Wirawan, pengolahan ini juga menghasilkan solar dari sampah plastik sekitar 10.000 liter. Kalau proses dilanjutkan lagi, arang akan menjadi abu putih dan volumenya hanya sepertiga ratus volume sampah awal. Abu ini bisa digunakan untuk bahan semen, keramik, atau dibuang begitu saja sebagai pupuk di lahan pertanian. Kemudian panas juga bisa menghasilkan listrik.

“Ada juga air murni (H2O) yang dihasilkan, jadi tidak perlu disterilkan lagi. Memang kemudian timbul masalah rasa di situ, kita minum air dari sampah. Ini masih dalam tahap penelitian yang kita kerja samakan dengan pihak Jepang dan JICA,” imbuhnya. Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud Dr. I Made Sudarma, M.S., mengatakan, teknologi apapun yang masuk ke TPA Suwung harus menghasilkan produk yang laku di pasaran. Sebab kalau tidak laku, akan sulit mencari biaya produksi agar teknologi itu bisa berjalan sustainable. Walaupun memang, sampah bisa diolah menjadi produk seperti kompos, air, bio diesel, listrik, bahkan aspal. “Ujung-ujungnya karena sampah ini barang buangan, kata kunci untuk sustainable itu harus disubsidi,” imbuhnya. l Rindra Devita

Sampah makin menggunung di TPA Suwung. Kota Denpasar saat ini menjadi penyumbang sampah terbesar di TPA Suwung.

21 - 27 Agustus 2017

11


AKTIVITAS PIB - Politeknik Internasional Bali (PIB) menjalin kerja sama dengan Osaka University of Tourism, Senin (7/8). Perjanjian kerja sama PIB dengan Osaka University of Tourism ditandatangani oleh Direktur PIB Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D. dan Direktur Eksekutif Osaka University of Tourism Mr. Tetsuya Otsuka. STIKOM BALI - Stikom Bali bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan The 5th International Conference on Information Technology for Cyber and IT Service Managemengt atau CITSM 2017. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari dari tanggal 8-10 Agustus. Konferensi tersebut dibuka Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada Selasa (8/8). UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar upacara pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dibuka, Selasa (8/8) di Lapangan Lagoon Nusa Dua. KKN ini dibuka secara resmi oleh Camat Kuta Selatan I Made Widiana. Tema KKN kali ini adalah ‘’Bhaskara Pramananing Bhuwana’’ -- matahari sebagai sumber kehidupan di alam semesta. STIKES BALI - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehtan (Stikes) Bali dipercaya pemerintah Indonesia dan dunia sebagai tuan rumah penyelenggara babak 16 besar lomba debat bahasa Inggris SMA sedunia atau World School Debting Championship (WSDC) 2017, Selasa (8/8). WSDC 2017 diikuti 52 negara, di mana babak penyisihan sudah dilakukan sejak seminggu lalu di sejumlah SMA dan SMK di Bali.

12

21- 27 Agustus 2017


21- 27 Agustus 2017

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

BSVF - Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya memuji pertumbuhan pariwisata Bali yang mencapai 23 persen dan menyebut Sanur sebagai model terbaik pariwisata berbasis komunitas. Arief Yahya mengatakan hal tersebut saat membuka BritAma Sanur Village Festival (BSVF) XII/2017, Rabu (9/8). Pembukaan festival ditandai dengan menghunus keris yang dilakukan Arief Yahya bersama Direktur Konsumer PT BRI (Persero) Tbk., Randi Anto, Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara dan Ketua Umum BSVF XII/2017 Ida Bagus Gde Sidharta Putra.

MEDITERRANEAN - Kampus Mediterranean Bali kembali melebarkan kontribusinya dalam usaha mengedukasi masyarakat melalui program pelatihan perhotelan dan kapal pesiar. Kampus Mediterranean Bali ditunjuk sebagai pengelola program pelatihan singkat kapal pesiar Cruise Line Fast Track Program di kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) di Pulau Batam, Kepulauan Riau oleh CTI Group Worldwide Service Inc–USA.

MBP/ist

MBP/ist

BPR PADMA - Menindaklanjuti program dari POJK, PT BPR Padma bekerja sama dengan KKN Unud mengadakan edukasi dan literasi perbankan yang sesuai dengan POJK No. 76/ POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/Masyarakat. Lewat kegiatan ini, lembaga keuangan diharapkan mampu memberikan informasi secara menyeluruh dan pemahaman untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan lembaga keuangan perbankan.

14

21 - 27 Agustus 2017

FIB UNUD - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melepas calon wisudawan ke-122, Kamis (3/8). Sebanyak 44 calon wisudawan dilepas, yaitu 2 orang dari S-2 Kajian Budaya, 4 dari Prodi Sastra Indonesia, 3 dari Prodi Sastra Bali, 1 dari Prodi Sastra Jawa Kuno, 22 dari Prodi Sastra Inggris, 2 dari Prodi Arkeologi, 1 dari Prodi Sejarah, 2 dari Prodi Antropologi dan 7 dari Prodi Sastra Jepang.

MBP/ist


MBP/ist

RESES - Ketua DPP PDI Perjuangan selaku anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. bersama Ketua DPD PDI-P Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. yang akrab disapa KBS (Koster Bali Satu) yang juga anggota Komisi X DPR-RI di sela-sela masa reses kembali turun ke bawah untuk memperkuat kelembagaan serta memperjuangkan nasib petani atau subak di Bali. Kali ini duet KBS-Urip atau KORI (Koster-Urip) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Seni Asih Giri Prasta menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan (alat mesin pertanian) Rp 1,161 miliar serta bantuan 4.760 bibit buah untuk Desa Punggul, Desa Darmasaba, dan Desa Kuum.

MBP/ist

MBP/ist

SEKAWAN JAYA SEJAHTERA Dunia perkoperasian di Bali semakin berwarna dengan hadirnya Koperasi Sekawan Jaya Sejahtera. Koperasi simpan-pinjam yang beralamat di Jalan Raya Sesetan 335, Denpasar ini di-grand opening, Senin (7/8). Menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Koperasi Sekawan Jaya Sejahtera menarik lantaran menerima anggota tanpa memandang suku, ras dan agama. Demikian dikatakan Bendahara Koperasi Sekawan Jaya Sejahtera Alit Winarsa, S.E.

RPKB FM - Menyusul telah keluarnya izin resmi Penyelenggaran Penyiaran (IPP) Radio Publik Kabupaten Bangli oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI per Mei lalu, Radio Pemerintah Kabupaten Bangli (RPKB) FM kini mengudara dengan durasi waktu lebih lama. Tak hanya itu, program acara yang disiarkan RPKB FM pun dirancang lebih variatif. Hal ini diungkapkan Kabag Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga, Rabu (9/8).

PUNGUT SAMPAH - Dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI, berbagai aktivitas dilakukan oleh masyarakat Kota Denpasar. Mulai dari mengadakan perlombaan, menghias rumah dengan berbagai pernak-pernik merah putih, kerja bakti hingga memungut sampah serentak. Seperti Minggu (6/8), Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur dan Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat menggelar kerja bakti dan pungut sampah serentak di lingkungan masing-masing.

MBP/ist

21 - 27 Agustus 2017

15


POLITIK

Perkokoh Nasionalisme, Perkuat Multikultur

R

adikalisme telah menyebar ke berbagai daerah dan kalangan, tak terkecuali di lembaga pendidikan. Hal ini sangat disayangkan mengingat sesungguhnya sudah sejak lama komponen bangsa ini geram dengan radikalisme. Untuk itu, perlu kembali dilakukan penguatan nasionalisme dari berbagai pendekatan khususnya budaya dan kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam budaya harus dimaknai dengan baik dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu terungkap dalam diskusi budaya HUT ke-69 Bali Post bertemakan ‘’Memaknai Nilainilai Kearifan Lokal dalam Membangkitkan Nasionalisme’’. Diskusi yang dihadiri lima guru besar itu merupakan kerjasama Bali Post dengan ISI Denpasar. Rektor ISI Denpasar Prof. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. menjelaskan, bangsa Indonesia telah lama terjerumus dalam cara berpikir logosentris yang hanya menganggap ilmu dan pengetahuan (iptek) sebagai tulang punggung pembangunan semesta. Iptek penting untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan lahiriah. Namun dalam tatanan kehidupan bersama, berbangsa dan bernegara juga diperlukan penguatan jiwa dan sensibilitas terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keindahan agar masyarakat bisa hidup rukun dan saling memahami. ‘’Di sinilah pembangunan budaya diperlukan. Secara individu, budaya dapat melatih kecerdasan logika, etika, kepekaan emosional, estetika dan mengembangkan daya kreatif,’’ jelasnya. Diungkapkannya, ketika penerapan sains modern tidak mampu menata masalah sosial yang sangat kompleks, akhirnya budaya dengan segala manifestasinya memiliki peluang sebagai obat mujarab untuk memperkuat nasionalisme. Dalam hal penguatan nasionalisme, ada beberapa konsep pembangunan budaya yang ditawarkannya. Pertama, penguatan paham multikultur. Multikulturalisme harus menjadi budaya dan paradigma berpikir masyarakat di mana keragaman tetap dipelihara. Beberapa upaya memperkuat multikultur adalah menjadikan

16

Radikalisme telah menyebar ke berbagai daerah dan kalangan termasuk lembaga pendidikan. Hal ini jelas sangat merugikan sehingga saat ini persatuan Indonesia coba dikembalikan ke hakikatnya. I Ketut Widnya Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama

kerja sama dan kolaborasi sebagai sebuah kebutuhan setiap komunitas. Kedua, memaknai sejarah dan warisan budaya. Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau sedangkan warisan budaya merupakan sumber nilai yang sangat berguna membangun karakter bangsa. Gerakan ini haruslah dimulai sejak dini. Ketiga, pengembangan industri budaya di mana pangkalnya adalah industri kreatif dan muaranya kesejahteraan masyarakat. Keempat, diplomasi budaya. Menurutnya, salah satu modal strategis yang dimiliki Indonesia khususnya Bali berupa keunikan dan keragaman budaya yang telah teruji aktual sepanjang zaman. Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA., M.Phil., Ph.D. menjelaskan, nilai-nilai na-

Budaya dengan segala manifestasinya memiliki peluang sebagai obat mujarab untuk memperkuat nasionalisme. I Gede Arya Sugiartha Rektor ISI Denpasar

sionalisme dicerai beraikan dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Radikalisme telah menyebar ke berbagai daerah dan kalangan termasuk lembaga pendidikan. Hal ini jelas sangat merugikan sehingga saat ini persatuan Indonesia coba dikembalikan ke hakikatnya. Diakuinya, ada beberapa upaya yang terbilang terlambat seperti penerbitan Perppu pembubaran ormas. Namun jika semua komponen punya komitmen kuat menumbuhkan rasa nasionalisme terutama lewat pendekatan budaya, pihaknya optimis keutuhan NKRI dapat terjaga. ‘’Terlebih lagi kita di Bali. Agama, terutama Hindu adalah sumber ajaran nasionalisme, cinta tanah air, cinta lingkungan, dan seterusnya. Agama juga sumber nilai-nilai, moralitas dan etika. Ada nilai-nilai khusus tentang kebangsaan. Nilai-nilai inilah yang harus kita rawat,’’ katanya. l Dedy

21 - 27 Agustus 2017

16


Kearifan Lokal Ajarkan Keharmonisan RASA nasionalisme dan keberagaman menarik didiskusikan ketika bangsa kita diterpa erosi nasionalisme, terutama erosi terhadap empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Demikian juga pada saat menurunnya rasa militansi dan jati diri bangsa. Lalu adakah nilai-nilai kearifan lokal Bali bisa dimaknai untuk memperkokoh nasionalisme dan keberagaman? Direktur Program Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Putu Gelgel mengatakan, revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam memperkokoh nasionalisme dan keberagaman penting dilakukan. Pandangan itu disampaikan saat diskusi budaya serangkaian HUT ke-69 Bali Post di Kampus ISI Denpasar. Diskusi ini digelar Bali Post bekerja sama dengan ISI Denpasar. Prof. Gelgel menyampaikan, Indonesia pernah dijadikan model dalam kehidupan kerukunan antarumat be-

ragama oleh masyarakat internasional. Namun sekarang banyak konflik terjadi justru dipicu oleh persoalan-persoalan agama. Memang tidak mudah mengurai penyebab terjadinya kekerasan dan ketidakrukunan antaragama ini. Tetapi kondisi ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Harus dicari jalan keluarnya. Setidaknya kita masih memiliki kearifan lokal yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. ‘’Tidak mustahil kalau dalam kearifan lokal itu kita temukan mutiara-mutiara terpendam yang dapat memberi kontribusi dalam mengantisipasi kekerasan atas nama agama dan menciptakan kerukunan antarumat beragama di negeri tercinta ini,’’ ujarnya. Lanjut Prof. Gelgel, dalam kehidupan masyarakat Bali terdapat seperangkat kearifan lokal yang sangat potensial dimaknai dalam memelihara dan menjaga kerukunan dan perdamaian antara-

agama. Di antaranya Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha, Hukum Karma Phala, Desa Kala Patra, Tat Twan Asi, dan Rwa Bhineda. Tri Hirta Karana merupakan suatu konsep keselarasan dalam kehidupan masyarakat Bali yang terdiri atas parahyangan, palemahan dan pawongan. Konsepsi Tri Hita Karana tidak saja diterapkan dalam kehidupan desa adat, tetapi juga telah melembaga dalam unit-unit kesatuan hidup dan penghidupan lainnya, termasuk dalam menjaga keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat Hindu senantiasa menginginkan hubungan yang harmonis antara pikiran, perkataan, dan perbuatan yang dikonsepsikan dalam ajaran Tri Kaya Parisuda. Dengan adanya pikiran yang baik akan timbul perkataan yang baik sehingga mewujudkan perbuatan yang baik. l Subrata

Indonesia pernah dijadikan model dalam kehidupan kerukunan antarumat beragama oleh masyarakat internasional. Namun, sekarang banyak konflik terjadi justru dipicu oleh persoalan-persoalan agama. Memang tidak mudah mengurai penyebab terjadinya kekerasan dan ketidakrukunan antaragama ini. I Putu Gelgel Direktur Program Pascasarjana Unhi

21 - 27 Agustus 2017

17

17


KIPRAH

Sunk In The Sea

M

Menggabungkan Beberapa Genre Musik

emenuhi kebutuhan pendengar yang disesuaikan dengan selera penikmat musik adalah salah satu langkah alternatif yang harus dilakukan oleh musisi, penyanyi maupun band agar karyanya bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat. Salah satunya adalah menggabungkan semua genre musik ke dalam sebuah karya. Hal inilah yang dilakukan Sunk In The Sea band dalam berkarya untuk menarik semua kalangan penikmat musik di Bali. Mengusung genre alternative rock, Band yang terbentuk sejak 14 Desember 2013 ini menggabungkan beberapa genre musik di dalamnya. Seperti, genre influence A Day To Remember, ColdPlay, The All American Reject, Green Day, Blink 182, One Ok Rock dan menggabungkan unsur musik modern rock, pop yang kental, sedikit sentuhan

18

21- 27 Agustus 2017

pop punk dan beberapa breakdown metalcore. “Konsep awal mereka membuat band selain demi menyalurkan hobi, mereka ingin membuat musik yang mudah didengar oleh masyarakat luas dan mengikuti selera pendengar tanpa menghilangkan ciri khas bermusik mereka,” ujar Manager Sunk In The Sea, Agung Satya. Terbentunya band ini merupakan sebuah kesepakatan antara Reza (vocal) dan Cokka (drum) di sebuah cafe dan bergabunglah Cokwi (bass) dan Po (guitar). Sempat beberapa kali gonta-ganti personel, hingga akhirnya berakhir di formasi awal lagi. Panggung demi panggung mulai dirambah oleh Sunk In The Sea, dari yang awalnya hanya sebatas bazaar dan pensi di sekolah sendiri demi menambah jam terbang, lalu mulai merambah panggung-panggung besar sekelas Soundrenaline 2016, Granat, Sounsations dan

panggung lainnya. Selama berkarir, mereka sudah mengeluarkan lima single, yaitu Far To Hold, I Met Her At The Rockshow, Few Steps Away, Burry dan Fuck That Girl yang bisa secara gratis diunduh di Soundclod. Saat ini, mereka juga sedang menggarap debut albumnya. “Mereka menciptakan lagulagu yang emosinya bervariasi. Lirik-lirik yang ditulis mereka pun tidak jauh-jauh dari kegelisahan sehari-hari yang ringan dan bahasanya mudah dipahami,” ujar Agung Satya. Dengan albumnya nanti, Sunk In The Sea berharap bisa menjadi batu loncatan mereka untuk mulai masuk ke industri musik Indonesia maupun internasional dan dapat menyuguhkan lagu-lagu yang bisa dinikmati semua kalangan di berbagai macam kondisi hati. l Winatha


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

SMAPAN - Selasa (8/8), SMAN 8 Denpasar (Smapan) genap berusia 11 tahun. Sekolah paling bungsu di Kota Denpasar ini dibidani 11 tahun yang lalu oleh SMAN 1 Denpasar untuk menjadi sekolah mandiri. Tepat tanggal 8 Agustus 2008, sekolah ini resmi berdiri di kawasan Peguyangan. Perayaan puncak HUT ke-11 Smapan, Selasa kemarin digelar secara sederhana namun penuh makna.

SENATOR WEDAKARNA - Maria Lumen B. Isleta yang merupakan Duta Besar Negara Filipina untuk Indonesia menyambut baik rencana kunjungan kerja Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ke Filipina. Terlebih kunjungan tersebut tidak hanya direncanakan untuk kunjungan dinas saja, namun juga rencana penganugerahan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang dinobatkan sebagai tokoh berpengaruh di Asia–Afrika.

MBP/ist

SMANSA - Keluarga besar SMAN 1 Denpasar (Smansa), Selasa (8/8) merayakan HUT ke-57. Perayaan HUT dilakukan secara sederhana di aula sekolah setempat. Hadir dalam acara itu Bendahara Komite A.A. Anom Masta, S.E., Kepala UPT Denpasar Dewa Ayu Eka Karini, guru dan Kepala Smansa. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd. serta penyerahan piala dan hadiah bagi para pemenang serangkaian berbagai lomba.

MBP/ist

STPBI - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi dan implementasi Panduan Publikasi Ilmiah Tahun 2017, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual mengadakan Sosialisasi Publikasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI), Denpasar, Senin (7/8).

21- 27 Agustus 2017

19


MANCANEGARA

K

enya melangsungkan pemilu presiden di bawah penjagaan ketat pekan lalu. Mantan Presiden AS Barack Obama, yang ayahnya lahir di Kenya, mendesak para pemimpin menghormati “kehendak rakyat”. Persaingan ketat berlangsung antara Presiden saat ini, Uhuru Kenyatta dari kelompok etnis Kikuyu, dan pesaing terkuatnya, Raila Odinga dari kelompok etnis Luo. Dari 19 juta pemilih terdaftar, ribuan orang sudah terlihat menunggu di tempat-tempat pemungutan suara sejak malam sebelumnya, agar dapat cepat memberi suara. Lebih 150.000 aparat keamanan dikerahkan untuk menjamin pemungutan suara yang lancar dan tenang. Kenya berpenduduk 48 juta orang, setengah penduduknya berusia di bawah 35 tahun. Warga Kenya berharap, pemilu kali ini akan berlangsung damai dan cepat berlalu, sehingga mereka

20

21- 27 Agustus 2017

kembali ke situasi dan kehidupan yang normal. Tahun 2007, kekerasan etnis pasca pemilihan menewaskan 1.200 orang. Pada Pemilu tahun 2013, Uhuru Kenyatta, putra Presiden pertama Kenya pasca era kolonial Jomo Kenyatta, menang tipis dengan sekitar 300.000 suara. Pesaingnya Raila Odinga ketika itu mengklaim terjadinya manipulai dalam pemungutan suara, namun dalam proses pengadilan yang panjang, Mahkamah Kenya akhirnya mengukuhkan kemenangan Uhuru Kenyatta yang berasal dari kelompok etnis Kikuyu. Para pengamat memperkirakan, hasil perhitungan suara akan sangat ketat dan pihak yang kalah kemungkinan besar mengajukan gugatan ke pengadilan. Banyak warga Kenya khawatir, persaingan ketat itu bisa bermuara lagi pada kerusuhan luas, seperti tahun 2007. “Tampaknya hampir tak terelakkan,

bahwa siapa pun yang kalah akan menggugat hasil pemilu. Pertanyaannya bukan, apakah mereka akan menerima hasil pemilu, melainkan apakah yang akan mereka lakukan, jika mereka tidak menerimanya,” kata Nic Cheeseman, profesor politik Afrika di Universitas Birmingham Inggris kepada kantor berita AFP. Ketegangan memuncak pekan lalu, ketika koordinator teknologi komunikasi di komisi pemilu Chris Msando ditemukan tewas disiksa di sebuah hutan di luar Ibu Kota Kenya, Nairobi. Mantan Presiden AS Barack Obama, yang ayahnya lahir di Kenya, meminta warga Kenya untuk menolak kekerasan dan memastikan proses pemilihan berlangsung damai. “Saya mendesak semua warga Kenya untuk bekerja dalam pemilu dan setelah itu, secara damai dan kredibel memperkuat kepercayaan pada konstitusi baru Anda dan pada masa depan negara Anda,” kata Obama


dalam sebuah pernyataan. “Saya mendesak para pemimpin Kenya untuk menolak kekerasan dan hasutan. Hormatilah kehendak rakyat,” kata Obama selanjutnya. Meski banyak pihak mendesak agar pemilu dilaksakan secara damai namun kekerasan tetap terjadi. Tujuh orang meninggal dunia dalam peristiwa yang berkaitan dengan pemilihan umum di Kenya. Segenap warga Kenya kala itu sedang menunggu hasil pemilihan presiden. Polisi menewaskan empat orang di Mathare, di sebelah timur Ibu Kota Kenya, Nairobi, saat mereka berusaha membubarkan pemrotes Oposisi. Para pengunjuk rasa itu bereaksi atas pernyataan dari calon presiden Raila Odinga, yang menuduh pemilihan umum tersebut telah dicurangi. Odinga menuduh sistem pemungutan suara diretas dan data dimanipulasi sehingga menguntungkan calon petahana, Presiden Uhuru Kenyatta. Pernyataan itu menyulut protes rusuh di kubunya yang meliputi Mathare, Dagoretti, Kisumu dan Teluk Homa, sementara polisi berhadapan dengan pemrotes guna memadamkan bentrokan. Menurut polisi, mereka yang tewas terlibat dalam kejahatan yang meliputi perampokan warga atas nama protes hasil pemungutan suara yang jadi sengketa. Kaum muda telah menghalangi satu bagian jalan utama yang melalui Mathare dengan ban yang dibakar dan menaruh batu di jalan raya. “Kami takkan membiarkan siapa pun memanipulasi hasil pemungutan suara,” demikian teriakan para pemuda tersebut. “Ini tidak adil dan kami meminta komisi

pemilihan umum mengumumkan hasil yang benar. Kami bahkan siap mengulangi pemungutan suara,” kata salah seorang dari mereka. Warga menuduh polisi menggunakan gas air mata terhadap mereka dan membunuh pemrotes yang melancarkan hak demokrasi mereka. Ketegangan tetap tinggi di daerah tersebut pada Rabu malam, saat warga berikrar akan melancarkan protes lagi selama Odinga mempermasalahkan hasil pemilihan umum. Komisi pemilihan umum Kenya, IEBC, mengumumkan hasil penghitungan cepat kemarin (9/8). Tepatnya, sekitar pukul

02.00 dini hari waktu setempat. Berdasar penghitungan balot yang masuk dari 95 persen tempat pemungutan suara (TPS), Presiden Uhuru Kenyatta unggul. Hasil yang belum final itu langsung memantik protes. ”Hasil penghitungan itu palsu. Penipuan. Tidak bisa dipercaya,” tegas Raila Odinga, rival Kenyatta dalam perebutan kursi presiden, dalam jumpa pers setelah pengumuman hasil sementara IEBC. Di hadapan para pendukungnya, tokoh 72 tahun itu menyatakan bahwa hasil pemilu 2017 adalah rekayasa. Dalam jumpa pers secara terpisah, Kalonzo Musyoka yang berpasangan dengan Odinga dalam pilpres menyebutkan bahwa massa pendukungnya akan berunjuk rasa. Dalam situs resminya, IEBC melaporkan bahwa Kenyatta memperoleh 54,3 persen suara. Sementara itu, Odinga mendapatkan 45 persen suara. Bersamaan dengan itu, Odinga mengunggah hasil penghitungan suara versi partainya, Orange Democratic Movement, lewat Twitter. Odinga mengantongi 8,1 juta suara dan Kenyatta hanya 7,2 juta suara. Perbedaan hasil penghitungan suara tersebut ditanggapi santai IEBC. ”Hasil penghitungan suara belum final. Wajar terjadi perbedaan,” kata juru bicara IEBC. SEmoga semua pihak bisa menerima hasil pemilu dengan lapang dada. l Gugiek Savindra 21- 27 Agustus 2017

21


DAERAH

MBP/mud

Warga Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula keberatan dengan pembangunan vila yang diduga belum berizin dan terindikasi melanggar sempadan pantai.

Warga Protes Pembangunan Vila

P

royek pembangunan vila di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula mengundang reaksi warga dan kelompok nelayan di desa setempat. Selain karena diduga tidak mengantongi izin, lokasi vila yang dibangun pemodal dari luar daerah itu diduga melanggar Perda tentang Sempadan Pantai. Tak hanya itu, legalitas tanah yang akan dijadikan jalan masuk itu dipertanyakan karena masih berstastus tanah negara (TN). Salah seorang warga yang keberatan, Gede Sumendra, warga Banjar Dinas Kawanan Desa Tejakula. Dia resmi mengadukan persoalan itu kepada DPRD Buleleng melalui surat No. 045.2/04/2017 tanggal 30 Maret 2017. Sesuai isi surat itu, dia keberatan atas pembangunan vila di Banjar Dinas Suka Darma, Desa Tejakula. Alasan keberatannya karena bangunan vila tersebut diduga belum dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lokasi bangunannya melanggar Perda Sempadan Pantai. Menyusul pengaduan warga tersebut, Komisi I DPRD Buleleng, Senin (7/8) melakukan peninjauan ke lokasi proyek pembangunan vila di Buleleng Timur tersebut. Rombongan dipimpin Ketua Komisi I Putu Mangku Mertayasa, ber-

22

21- 27 Agustus 2017

sama anggotanya seperti Dewa Putu Tjakra, Dewa Sugiarto, Gusti Komang Suwastika. Di lokasi proyek, rombongan dewan diterima aparat kecamatan, aparat desa, dan kelompok nelayan. Melalui sebuah diskusi serius, dewan kemudian menyerap aspirasi di lapangan untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait di Pemkab Buleleng. Ketua Komisi I Putu Mangku Mertayasa mengatakan, setelah mendiskusikan persoalan yang terjadi, proyek pembangunan vila tersebut melanggar aturan sempadan pantai. Selain itu, lahan yang konon sudah dibeli oleh pemilik vila untuk jalan masuk legalitasnya patut dipertanyakan. Pasalnya, dari penjelasan warga di lapangan, lahan jalan itu merupakan TN. Sementara penelusuran di lapangan ternyata tanah itu dibeli oleh pemilik vila dari warga yang saat itu menunjukkan bukti Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) atas tanah yang sudah ditata tersebut. Selain itu, akibat penataan lahan untuk jalan masuk itu, nelayan dikhawatirkan kehilangan tempat untuk menambatkan perahu. Atas dugaan pelanggaran ini, politisi PDI Perjuangan asal Desa Banjar, Kecamatan Banjar mendesak agar proyek

pembangunan dan penataan lahan yang diduga masih berstatus TN dihentikan untuk sementara. Selain itu, Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu agar tidak memproses penerbitan izin sebelum legalitas tanah tersebut dinyatakan jelas. “Proyek vila ini jelas melanggar Perda Sempadan Pantai karena lahannya dekat pantai dan tanah untuk jalan ini juga di daratan pantai. Anehnya sudah ada SPPT ketika pemilik vila membeli tanah tersebut. Proyek harus dihentikan dan izin ditunda dan kami akan koordinasikan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah untuk meminta penjelasan status tanah tersebut,� jelasnya. Hal senada diungkapkan anggota Komisi I, Dewa Putu Tjakra. Dia mengatakan, karena masih terjadi persoalan di lapangan maka perusahaan harus menghentikan pekerjaannya. Selain itu, instansi terkait diminta menindaklanjuti keberatan warga dan jika secara regulasi melanggar, maka proyek itu harus ditutup. Sebaliknya kalau memenuhi syarat mendapat izin, pihaknya mendorong instansi memfasilitasi perusahaan untuk melengkapi segala perizinan yang diperlukan. l Mudiarta


Gelombang Tinggi, Nelayan Beralih Profesi PARA nelayan di Kabupaten Tabanan menghentikan sementara aktivitas melautnya akibat cuaca buruk. Mereka lebih memilih mengisi hari dengan memperbaiki alat tangkap ataupun ada pula yang bertani.”Rencananya kami dari DPC HNSI Tabanan akan melaksanakan service mesin tempel di Yeh Gangga,” beber Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, Ketut Arsana Yasa di Tabanan Senin (7/8). Dikatakannya gelombang tinggi diprediksi hanya terjadi dalam beberapa hari ke depan, untuk kemudian memasuki musim panen lobster dan ikan lemuru. “Saya sudah instruksikan pada kelompok nelayan, bahwa satu minggu ke depan cuaca untuk kegiatan melaut menangkap ikan tidak bagus, andaikata dipaksakan melaut hendaknya jangan melebihi dari satu mil laut karena sangat berisiko, karena gelombang tinggi dan angin kencang,” tuturnya. Ia menerangkan, saat ini gelombang tinggi di wilayah pantai selatan Tabanan

bisa mencapai 2,8 - 3 meter disertai angin kencang dengan rata-rata kecepatan mencapai 22 - 30 meter/jam. Imbuhnya, kondisi tersebut sangat berisiko karena berpotensi untuk menenggelamkan jukung (perahu kecil) nelayan. Jelas Arsana, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bulan ini harusnya kondisi cuaca dalam situasi normal dan sangat baik untuk melaut, karena dibarengi juga dengan musim panen. Namun kenyataannya cuaca tidak bisa ditebak. Harapannya, setelah satu minggu ke depan kondisi cuaca sudah normal, sehingga aktivitas nelayan baik di Yeh Gangga maupun di pantai lainnya bisa kembali melaut seperti biasa. “Padahal saat ini merupakan musim panen untuk jenis tangkapan ikan Lemuru, Tongkol, Layur dan Lobster. Biasanya untuk jenis ikan Lemuru, Tongkol, Layur dicari nelayan pada malam hari, sedangkan siangnya nelayan memburu Lobster yang pada bulan-bulan ini jumlahnya mengalami lonjakan karena sudah selesai

masa bertelur,” ujarnya. Sementara itu, perkembangan terbaru terkait usulan revisi nelayan Yeh Gangga untuk Permen KP No 56/ 2016 menyangkut Lobster yang boleh ditangkap berat minimal 200 gram kepada Menko Maritim untuk kemudian diteruskan ke Menteri Kelautan dan Perikanan, kini aspirasi tersebut sedang diperjuangkan. Bahkan Menko Maritim sudah berjanji kepada nelayan Lobster Yeh Gangga akan mengawal aspirasi tersebut, karena beranggapan poros maritim yang terdiri dari nelayan pasisir harus hidup dan maju berkembang. “Mudahan-mudahan usulan revisi kebijakan tersebut membuahkan hasil baik. Sebab, cenderung merugikan nelayan dan Indonesia, karena hanya Indonesia yang memberlakukan ketentuan tersebut, sedangkan negara tetangga masih mematok 100 gram ke atas untuk tangkapan Lobster,” tandasnya. l Puspadewi Sejumlah perahu nelayan bersandar karena tidak ada aktivitas melaut.

21- 27 Agustus 2017

23


K E S E H ATA N

Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas

K

ejadian Pasung kembali ditemukan dan sempat diberitakan lagi di beberapa media di Bali. Di mana seorang penderita gangguan jiwa berat, yang dalam istilah medisnya termasuk dalam kategori penyakit skizofrenia, telah ditemukan dipasung dengan dirantai dan dikurung di dalam ruangan yang tak layak disebut kamar tidur. Melihat pemandangan gambar yang disebarkan di media massa dan juga sosial media, penderita skizofrenia tersebut diperlakukan bahkan lebih buruk dari ‘Si Cleo’, seekor anjing peliharaan salah satu rekan kerja kami yang mendapat perlakuan lebih beruntung. Bali yang sangat dikenal sebagai destinasi pariwisata yang sangat terkenal di dunia sebagai pulau surga dan pulaunya para Dewa, ironisnya terdapat sekelompok penderita gangguan jiwa yang terpasung. Perlakuan tidak manusiawi terhadap orang dengan gangguan jiwa merupakan akibat dari kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan untuk gangguan jiwa di samping ketidakmampuan serta ketidaktahuan keluarga pasien sendiri mengenai tata cara merawat pasien dengan gangguan jiwa. Namun, jika ditelusuri lebih mendalam, fenomena pasung tampaknya bukan hanya disebabkan oleh ketidakmampuan finansial keluarga dan rendahnya pendidikan anggota keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi ini didukung dengan beberapa penemuan pemasungan yang tidak hanya dipraktikkan oleh keluarga yang tidak mampu menjangkau biaya pengobatan, tetapi juga oleh keluarga yang cukup mampu dan berpendidikan. Meskipun zaman sudah begitu modern saat ini, dan rata-rata tingkat

24

21- 27 Agustus 2017

pendidikan masyarakat sudah relatif tinggi, namun pemahaman masyarakat mengenai masalah gangguan jiwa masih sangatlah minim. Di masyarakat, hanya gangguan jiwa yang berat seperti skizofrenia dan psikosis yang dianggap sebagai gangguan jiwa serius dan harus dibawa ke rumah sakit atau psikiater. Sedangkan gangguan jiwa ringan masih banyak yang terabaikan. Dalam sebuah penelitian yang penulis lakukan di tahun 2015, cukup banyak ditemukan gangguan jiwa ringan yang terselubung di masyarakat. Contohnya kasus insomnia (gangguan tidur berkepanjangan), psikosomatis (sakit fisik yang disebabkan oleh masalah kejiwaan/psikologis yang terganggu), dan juga penderita depresi ringan. Kerapkali masyarakat yang memiliki beban psikologis cenderung menyimpan dalam waktu yang cukup lama dan kemudian baru mencari pengobatan ketika keluhannya sudah semakin berat. Gangguan jiwa dalam keluarga seringkali dianggap sebagai ‘aib’ dan harus ditutupi karena masih banyak masyarakat yang memberikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa. Seringkali keluarga pasien menyembunyikan kejadian gangguan jiwa dengan memasung atau mengurung di dalam ruangan, yang pada akhirnya menimbulkan masalah lain yaitu keterlambatan pengobatan medis. Stigma dan diskriminasi juga menimbulkan ketakutan bagi masyarakat untuk memeriksakan diri ke psikiater ketika mengalami masalah kejiwaan ringan. Aspek kepercayaan dan budaya juga erat kaitannya dengan masalah gangguan jiwa. Di Bali, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh black

magic, guna-guna, ataupun kepercayaan adanya salahang betara atau hukuman dari Leluhur. Kepercayaan yang masih begitu kuat ini juga merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keterlambatan pasien mencari pengobatan medis ke rumah sakit. Bahkan penderita gangguan jiwa yang telah berobat sekalipun, karena merasa bosan minum obat dan juga karena dorongan dari keluarga, akhirnya menjalani pengobatan alternatif seperti berobat ke dukun ataupun melukat ke berbagai pura di Bali. Terkadang aktivitas pengobatan tradisional ini melarang pasien untuk melanjutkan obat dari psikiater sebagai konsekuensinya, pasien bisa kambuh lagi dan mengamuk membahayakan orang lain yang kemudian berujung kembali pada pemasungan. Ketidakpatuhan minum obat ini juga menyebabkan dosis obat yang diperlukan selanjutnya menjadi lebih besar dan waktu pemulihannya akan menjadi lebih lama. Di sisi lain, kurangnya perhatian pemerintah dan juga pemangku kebijakan lokal terhadap masalah gangguan jiwa ini, menjadi faktor utama mengapa layanan kesehatan jiwa tidak tersedia secara optimal bagi masyarakat. Permasalahan gangguan jiwa dipandang sebagai isu yang tidak ‘seksi’


untuk diperhatikan dibandingkan dengan penyakit lain seperti wabah rabies, meningitis suis, influenza, HIV/AIDS, kanker maupun masalah lain yang dampaknya dianggap lebih fatal. Kurang menariknya masalah gangguan jiwa untuk diprioritaskan menyebabkan masih kurangnya alokasi anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk pembiayaan program kesehatan jiwa di masyarakat. Kurangnya jumlah Psikiater juga menjadi masalah lain yang menyebabkan kesenjangan ketersediaan pelayanan bagi pasien gangguan jiwa di daerah. Data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa: jumlah spesialis dan perawat psikiatri di Indonesia masih belum mampu memenuhi kuota minimal yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Saat ini, di Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta jiwa baru memiliki sekitar 451 psikolog klinis (0,15 per 100.000 penduduk), 773 psikiater (0,32 per 100.000 penduduk), dan perawat jiwa 6.500 orang (2 per 100.000 penduduk). Angka ini masih jauh di bawah anjuran WHO. Sejak tahun 2001, Indonesia telah mengadopsi integrasi pelayanan kesehatan jiwa di layanan primer sebagaimana yang telah

disarankan dalam program WHO. Integrasi tersebut diawali dengan terbentuknya undangundang kesehatan jiwa yang mencakup pelayanan kesehatan dari level primer, sekunder maupun tersier. Namun belum semua puskesmas di daerah mampu menerapkan undang undang tersebut. Banyak kendala yang dihadapi dalam implementasi undang-undang kesehatan jiwa di puskesmas. Seperti yang dilaporkan dalam beberapa penelitian, di mana kesulitan yang dihadapi biasanya dikeluhkan oleh puskesmas terkait dengan penyediaan fasilitas seperti ruang pemeriksaan yang lebih private, obat-obatan, sumber daya manusia, maupun peran serta masyarakat sebagai konsumen dari program. Terlepas dari keterbatasan tersebut, beberapa puskesmas di Bali mulai berupaya mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa yang dapat diakses oleh warga setempat. Seperti Puskesmas II Abiansemal yang telah lama menjadi pusat pelayanan kesehatan jiwa untuk wilayah Kabupaten Badung dan sekitarnya karena merupakan puskesmas yang bekerjasama dengan program pendidikan dokter spesialis Psikiatri Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar. Di puskesmas tersebut, setiap seminggu sekali, dibuka pelayanan kesehatan jiwa yang melayani konsultasi dan pengambilan obat untuk pasien yang menderita gangguan jiwa kronis seperti skizofrenia ataupun depresi. Kegiatan pelayanan ini bekerjasama dengan bagian psikiatri RSUP Sanglah, sehingga setiap minggu para dokter yang sedang menjalani pendidikan di bagian psikiatri ditugaskan untuk memberikan pelayanan ke puskesmas tersebut. Puskesmas lainnya di Denpasar yang sudah cukup aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa adalah Puskesmas II Denpasar Timur, di mana puskesmas tersebut membuka layanan konsultasi dan skrining gangguan jiwa seminggu sekali. Puskesmas juga melakukan penemuan kasus/skrining aktif dan penyuluhan kesehatan dengan melibatkan para kader yang sudah dilatih untuk menemukan gangguan jiwa ringan maupun kasus pemasungan di wilayah kerjanya. Selain itu, dokter dan pemegang program kesehatan jiwa juga melakukan kunjungan rumah minimal sebulan sekali jika ada pasien yang tidak mengambil obat ke puskesmas maupun jika ada pasien yang memerlukan obat injeksi. Dengan menerapkan metode ini, cukup banyak kasus gangguan jiwa yang ditemukan dan dapat diberikan terapi secara berkesinambungan. Pemberdayaan puskesmas dalam menyelenggarakan kesehatan jiwa akan sangat

membantu dalam mendekatkan pelayanan kepada pasien, khususnya pasien-pasien di wilayah pedesaan yang jauh dari rumah sakit. Berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh badah kesehatan dunia yaitu WHO, pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas akan lebih efektif jika bisa dilaksanakan secara optimal. Pelayanan kesehatan dengan pendekatan holistik, meliputi pencegahan, maintenance pengobatan dan rehabilitasi sangat memungkinkan untuk diterapkan di level pelayanan primer. Adanya perbedaan atau ‘gap’ yang sangat besar antara prevalensi gangguan jiwa di masyarakat dibandingkan dengan ketersediaan pengobatan. Untuk itu, penyediaan pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer dapat meningkatkan akses pengobatan tanpa menjauhkan pasien dari keluarga. Perawatan kesehatan jiwa di layanan primer diharapkan mampu menurunkan stigma dan diskriminasi serta pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Penderita gangguan jiwa sangat rentan mengalami tindak kekerasan dan penelantaran di masyarakat. Penanganan kesehatan jiwa di layanan primer juga akan dapat meningkatkan hasil terapi yang lebih baik karena kemungkinan besar kasus dapat didiagnosis, ditangani dan dirujuk lebih dini sehingga mendapat penanganan yang segera jika kasusnya memerlukan penanganan psikiater. Dengan lebih dekatnya akses pelayanan, maka biaya perjalanan untuk menuju rumah sakit atau klinik tertentu yang jauh dari masyarakat pedesaan juga bisa ditekan. Optimalisasi program kesehatan jiwa di pelayanan primer akan terjadi apabila ada kerjasama dan timbal balik antara pelayanan di level lainnya seperti pelayanan sekunder dan tersier serta keluarga dan masyarakat sekitarnya. Upaya preventif dan promotif perlu digalakkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental masyarakat.Peran serta aktif dari masyarakat akan menjadi faktor pelindung utama bagi anggota masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatan mentalnya. Puskesmas bukan merupakan rumah sakit tetapi garda terdepan dalam menjaga masyarakat sehat tetap sehat. l dr. Putu Aryani, MIH1 Dr. dr. Cok. Bagus Jaya Lesmana, Sp.KJ(K)2 1. Staf dosen Bagian ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2. Staff Dosen Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar 21- 27 Agustus 2017

25


LENSA

JANUR

Salah seorang pedagang merapikan janur di Parkiran Pasar Badung, Denpasar. Tidak sedikit para pedagang mendatangkannya dari luar pulau untuk memenuhi tingginya kebutuhan janur di Bali.

MBP/eka

26

21 - 27 Agustus 2017


OLAHRAGA

Antara Ibu dan Olahragawan

M

antan petenis nomor satu dunia Serena Williams diyakini akan menghadapi masa-masa sulit saat kembali ke lapangan usai melahirkan. Dukungan keluarga, amat diperlukan bila ingin mewujudkan mimpi menjadi juara lagi di lapangan tenis. Peringatan itu dilontarkan Kim Clijster. Mantan petenis top Belgia dengan label ‘Mother of all Comebacks’ itu punya pengalaman serupa. Ia menjadi juara Grand Slam AS Terbuka 2009, 18 bulan usai melahirkan anak pertama. Clijsters menikmati masa-masa keemasan setelah menjadi ibu. Tiga gelar Grand Slam berhasil diraih sebelum memutuskan pensiun pada usia 29 tahun. Namun kondisi unik dihadapi Williams. Peraih trofi 23 Grand Slam itu akan menghadapi jalan lebih terjal bila ingin mengikuti kompetisi Tour lagi. “Setiap pemain berbeda masalahnya, setiap kehamilan juga begitu. Demikian pula dengan melahirkan, pasti berbeda situasinya,” ungkap Clisjters yang kini berusia 34 tahun. “Jadi sangat sulit untuk membuat komentar tentang seberapa cepat dia (Williams) bisa kembali,” lanjut Clijters yang kini ditunjuk menjadi duta turnamen WTA Finals di Singapura Oktober mendatang. “Anda pasti menemukan jalan keluarnya, khususnya bagi perempuan yang baru saja menjadi ibu. Saya juga mendapat bantuan. Suami saya bisa menemani saya dalam saat mengikuti Tour. Jadi saya tidak bisa bermain tenis bila keluarga saya tidak mendukung,” katanya sambil mengingatkan tentang peran seorang olahragawan atau ibu bagi perempuan atlet. Williams dalam kondisi hamil saat menjuarai Grand Slam Australia Terbuka Januari lalu. Ia memberi isyarat kuat akan kembali bermain tenis tahun depan. Diperkirakan, ia akan melahirkan saat Grand Slam AS Terbuka yang dimulai akhir Agustus ini. Kehamilannya menjadi perbincangan publik setelah dia mengunggah pesan “20 pekan” di jejaring sosial Snapchat April lalu. Petenis Belarus Victoria Azarenka kembali bermain Juni lalu setelah melahirkan. Mantan petenis nomor satu dunia dan juara dua grand slam, mencapai babak 16 besar di Wimbledon lalu. Azarenka melakukan itu di usianya yang ke-28. Clijster berusia 26 tahun saat menjadi ibu dan juga petenis aktif. Sebaliknya Williams akan berumur 36 tahun bulan depan. Seperti diketahui, petenis AS memiliki kemampuan untuk melewati batas-batas. Salah satunya adalah berusaha melewati rekor 24 juara grand slam yang dimiliki Margaret Court. Clijsters menyebut itulah kelebihan Williams yang membuatnya menjadi petenis hebat. Kondisi serupa juga bakal dialami Maria Sharapova yang berusaha comeback usai menjalani hukuman larangan bertanding akibat penggunaan obat terlarang. Namun pada kasus Sharapova, petenis Rusia itu akan mendapat beban mental lebih berat. “Tak peduli seberapa berat anda berlatih, bila anda sudah bertanding, intensitas, fokus dan tekanan-tekanan lainnya, berpengaruh terhadap tubuh anda,” jelas Clijsters kepada AFP. l Yudi Winanto

MBP/instragram

Petenis AS Serena Williams.

21 - 27 Agustus 2017

27


OLAHRAGA

Mimpi Anak Muda Haiti

SUKSES pembalap Team Sky Chris Froome mempertahankan gelar juara Tour de France Juli lalu berimbas pada rekan setimnya. Salah satu yang menikmati keuntungan itu adalah Michal Kwiatkowski yang oleh Team Sky diperpanjang kontraknya hingga tiga musim ke depan. Pembalap Polandia berusia 27 tahun itu dinilai sebagai kunci pengubah perlombaan sebelum Froome menjadi juara untuk keempat kalinya di balapan legendaris itu di Prancis. Ia mau berkorban demi Froome bisa memenangi etape pegunungan dengan aksinya membuka jalan atau melakukan aksi melepaskan diri dari rombongan besar. Penampilan impresif etape demi etape itu dipuji oleh team principal Dave Brailsford sebagai strategi “Super Domestique.” Tidak hanya di balapan Prancis, Kwiatkowski melanjutkan penampilan apiknya musim ini dengan menjuarai balapan satu hari di Strade-Bianche, Milan-San Remo dan Clasica San Sebastian. “Saya mendapat dukungan penuh dari tim sepanjang dua musim terakhir, tahun lalu saat saya menghadapi masa-masa sulit dan tahun ini yang merupakan musim terbaik,” ujar pembalap dengan julukan Flowerman itu. “Saya yakin, dimasa-masa mendatang saya bisa memenangi banyak seri,” lanjut pembalap kelahiran 2 Juni 1990 di Chiemza, Polandia. Froome pun melontarkan pujian setelah Kwiatkowski mendapatkan kontrak terbaru. Dia dinilai layak mendapatkan penghargaan itu karena kontribusinya bagi tim. “Kwiato menjalani musim yang hebat. Dia jelas meraih kemenangan hebat untuk dirinya sendiri. Namun menurut penilaian saya, penampilan dia di Tour de France melambangkan jati dirinya dan apa yang disumbangkan untuk Team Sky,” ujar Froome. “Dan sebagai pembalap, dia seorang yang mempunyai banyak peran dan tidak egois,” tambah pembalap Inggris itu seperti dilaporkan AFP.

ANAK muda Haiti mengidolakan sosok Skal Labissiere dan berharap bisa menjadi bintang-bintang NBA seperti LeBron James, Stephen Curry atau pun James Harden. Bayang-bayang kesuksesan pemain berusia 21 tahun itu ada di benak mereka yang memeras keringat, berlatih di sebuah pusat kebugaran ibukota Port-au-Prince. Namun siapa sangka, jika Skal harus mengalami masa-masa sulit sebelum menjadi pemain bola basket ternama seperti saat ini. Pemuda bertubuh jangkung itu adalah salah satu korban bencana gempa bumi hebat tujuh tahun lalu. Ia pindah ke AS dan masuk tim bola basket college sebelum beralih sebagai pemain pro bersama klub kompetisi NBA Sacramento Kings. “Ini sebuah anugerah dan suka cita tersendiri bisa pulang dan berbagi pengalaman dengan anak-anak muda disini,” jelas Labissiere yang kembali ke Port-au-Prince untuk menggelar latihan bersama dengan anak-anak muda. “Tujuh tahun lalu, saya tidak pernah bermimpi menjadi seperti sekarang ini,” lanjut pemuda bertinggi badan 2,11 m itu. Dia tak bisa melupakan kejadian buruk saat rumahnya rubuh akibat gempa yang meluluhlantakan Haiti pada 12 Januari 2010. Labissiere bersama ibu dan saudarasaudara terperangkap di bawah reruntuhan. Kakinya mengalami luka dan membuatnya tak bisa jalan selama beberapa pekan. Keberuntungan berpihak padanya saat mantan pebolabasket nasional Pierre Valmera mengetahui potensinya. Meski kakinya masih belum sembuh benar, Valmera membawanya ke AS untuk membantu mengembangkan bakatnya. Valmera merupakan salah satu pendiri yayasan POWERforward International yang bermarkas di Boston. Lembaga nir laba ini khusus membantu anak-anak muda Haiti melanjutkan pendidikan di AS dengan belajar di sekolah-sekolah swasta dengan bea siswa bola basket. MBP/instagram “Akhirnya banyak pintu terbuka bagi Pemain klub bola orang-orang seperti Skal setelah dia basket NBA Sacramento berhasil mencapai NBA,” kata Michael Kings, Skal Labissiere. Alphonse, salah satu anak muda yang ingin mengikuti kesuksesan Labissiere. Alphonse yang bertinggi badan 2,06m, masuk timnas dan akan mewakili Haiti pada pertandingan internasional. Dia bersama sembilan rekannya menjalani pelatihan selama beberapa pekan di Texas, AS pada Agustus ini. “Jika kami merawat anak-anak muda sekarang, mereka yang ganti merawat negara ini di kemudian hari,” ungkap Direktur Federasi Bola Basket Haiti Patrick Washington kepada AFP. Presiden Federasi Henry Jean menambahkan lembaganya mencari anak-anak muda berbakat dan Power Forward membantu mengembangkan potensi mereka dengan belajar dan mencari klub di luar negeri. “Saya bilang pada mereka, banggalah menjadi warga Haiti,” kata Labissiere memberi dukungan mental pada. “Jangan biarkan orang lain bilang ini yang bisa kamu lakukan, ini tidak. Ini adalah mimpimu, tak seorang pun bisa merenggutnya dari tanganmu.”

l Yudi Winanto

l Yudi Winanto

MBP/teamsky.com

Pembalap sepeda Polandia Michal Kwiatkowski dari Team Sky.

Ganjaran bagi Pembalap yang Tak Egois

28

21 - 27 Agustus 2017


A KT I V I TA S

MBP/ist

FT UNHI - Dua program studi yang ada di Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT Unhi) yaitu Prodi Teknik Sipil dan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) telah diakreditasi oleh BAN-PT dengan predikat B. Perolehan ini bertepatan dengan HUT ke-24 FT Unhi pada bulan Juli. Dekan FT Unhi Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan, perolehan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh civitas FT Unhi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam mempersiapkan akreditasi kedua prodi.

PEMKOT DENPASAR - Pelayanan publik yang berkualitas di setiap pemerintah daerah menjadi dambaan masyarakat dalam prosesi pelayanan yang baik. Pemkot Denpasar salah satu pemerintah daerah di Indonesia dengan penerapan pelayanan publik yang diarahkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dalam moto Sewaka Dharma yakni melayani adalah kewajiban.

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kembali melaksanakan roadshow sosialisasi bantuan dana Pajak Hotel dan Restoran (PHR) ke enam kabupaten penerima. Setelah melaksanakan roadshow pertama di Jembrana, kini roadshow kedua dilaksanakan di Kabupaten Bangli. Acara tersebut dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Purwa, Desa Adat Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, Kamis (3/8).

UNMAS DENPASAR - Kampus Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar setiap tahun menjadi kampus idola anak muda di Bali. Jumlah mahasiswa barunya terus mengalami peningkatan. Ini dibuktikan peserta yang mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Gelombang I dan II tahun 2017 menembus angka 4.100 orang. Tingginya peminat masuk Unmas Denpasar karena dikenal sebagai kampus berkualitas dan menjanjikan masa depan.

MBP/ist

21 - 27 Agustus 2017

29


OLAHRAGA

Petenis PON Merasa Tamat Kariernya BALI menerjunkan kuartet petenis pada PON XIX Jabar 2016 lalu. Mereka adalah Kadek Agus Satria Winaya Putra alias Bombom, Gede Falliyawan Eka Putra, Nyoman Suma Indrawan (Buleleng), dan Bagas Krisna Murti (Badung). Kini, kariernya mereka hampir pasti tamat, sebab tak pernah lagi berlaga pada event kejurnas, karena terbentur biaya. Bombom dan Gede Falliyawan pun hanya bisa turun pada turnamen lokal Bali Open Tennis Tournament 2017, di Lapangan Tenis Werdhapura, Sanur, 5-8 Agustus lalu, dengan mengusung bendera Griya Santrian. ‘’Pasca PON kami hampr tak pernah turun lagi, pada event berlevel nasional,’’ sebut Bombom. Padahal usianya baru 20 tahun, dan seorang petenis bisa berkarier sampai denganumur 27 tahun. ‘’Kami mau turun lagi di Porprov Bali XIII, di Gianyar, peraturan usia atlet yang turun 18 tahun,’’ tutur Bombom, yang lahir di Singaraja, 12 April 1997 ini. Akibatnya, praktis Bombom, Suma Indrawan, dan Gede Falliyawan hanya menjadi rekan latih-tanding (sparring-partner) pada skuad Porprov Buleleng. Sementara tim pelatih dipercayakan kepada Kadek Eddy Hariyana (ayah Bombom), dan Putu Yasa (ayah Gede Falliyawan). Bombom menerangkan, jika dirinya ikut kejurnas ke luar Bali, harus siap merogoh kocek dalam-dalam. ‘’Kami tak punya donatur maupun sponsor yang membiayai. Selain itu, hadiah bagi petenis juara tak seberapa dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Kejurnas hanya menentukan Peringkat Nasional Pelti (PNP), hingga memudahkan petenis jika ingin merebut tiket PON,’’ sebut putra kedua pasangan Kadek Eddy Hariyana dan Luh Sudarnika ini. Bombom mengenang masa kecilnya yang masih turun pada kelompok umur (KU), sering mengikuti berbagai turnamen ke luar Bali atas biaya sendiri. ‘’Yang mengeluarkan biaya ayah saya dan Om Akun,’’ terangnya. Oleh sebab itu, dirinya menyayangkan jusyru di saat umurnya 20 tahun, malah senantiasa

absen di kejurnas. Yang membanggakan, dirinya diterima menjadi pegawai Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Buleleng, serta kuliah di FE Universitas Panji Sakti Singaraja. Bombom diangkat pegawai honorer usai menyumbang 3 emas, di nomor tunggal, ganda, dan beregu, pada Porprov Bali XII/2015 , di Buleleng. ‘’Astungkara, kami bersyukur usai menyumbang emas, langsung diterima menjad pegawai di Lingkungan Pemkab Buleleng,’’ cetus Bombom. Hanya, dirinya mempertanyakan pembatasan usia Porprov, mengingat Porprov XIII 2017, dan Porprov Bali XIV/2019. ‘’Sedangkan PON XX di Papua 2020 mendatang, belum ada kejelasan tentang batasan usia atlet,’’ kilah dia. Prestasi tim PON Bali, melaju sampai babak delapan besar, pada hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia, setelah dikandaskan tim Papua. ‘’Papua diperkuat petenis Jateng dan Jatim. Saya dikalahkan Iqbal Anshori yang direkrut dari Jateng,’’ ungkap dia. Di sisi lain, Gede Fallliyawan juga mengakui, kariernya hampir tamat. ‘’Kesibukan saya kuliah di FH Universitas Panji Sakti , dan bekerja di Kominfo Sandi Pemkab Buleleng,’’ terang dia. Padahal, dirinya masih ingin eksis sebagai petenis bukan pelatih. ‘’Umur petenis kalau 20 tahun kan sedang memasuki zaman keemasan dan kejayaan. Kenyataannya, karier kami hampir pasti mati dana tak pernah tampil lagi di kancah nasional,’’ kekuh dia. Meskipun Bombom dan Gede Falliyawan sama-sama berasal dari Buleleng, namun klub mereka berbeda. Bombom meruapakan binaan dari Generation Singaraja Tennis Club (Gestc), sedangkan Falliyawan bergabung di Mandiri Tennis Club. l Daniel Fajry

MBP/nel

Kadek Agus Satria Winaya Putra alias Bombom (kiri) bersama Gede Falliyawan Eka Putra, merasa kariernya sebagai atlet tamat.

30

21 - 27 Agustus 2017


A KT I V I TA S

MBP/ist

PEMKAB KARANGASEM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem kembali mendapat penghargaan Adipura yang merupakan penghargaan prestasi puncak berskala nasional dicapai berkat hasil kerja keras sebuah tim yang kompak, baik di jajaran Pemkab Karangasem maupun berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat yang tidak pernah berhenti. Penghargaan diberikan atas kinerja kabupaten dan kota dalam pengelolaan lingkungan hidup perkotaan selama periode 2016-2017.

GUBERNUR BALI - Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan otonomi dan kewenangan penuh untuk mengelola secara langsung sumber daya manusia dan sumber anggaran serta menempati posisi sangat strategis dalam tatanan sistem pemerintahan. Oleh karena itu, adanya kegiatan program Rembug Desa sangat diharapkan mampu membangkitkan semangat atau spirit masyarakat untuk membangun desa secara bergotong royong. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, Jumat (4/8).

MBP/ist

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Beberapa waktu lalu saat diundang dalam acara Kompetisi Baris-berbaris yang diadakan Purnawirawan Paskibraka Indonesia Bali (PPI), Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dititipi aspirasi terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap sejumlah program PPI, termasuk tidak adanya Paskibraka tingkat Kota Denpasar. Tidak lama setelah Senator Arya Wedakarna mengeluarkan rekomendasi resmi, sinyal positif pun disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, yakni diresponsnya permintaan DPD-RI agar pemerintah di Bali memberikan perhatian terhadap kegiatan PPI termasuk diadakannya Paskibraka Kota Denpasar mulai 2017.

FISIP UNR - Ada yang menarik dalam Yudisium Sarjana Strata 1 Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai (FISIP UNR) di aula kampus setempat, Rabu (9/8). Tiga orang lulusan terbaik dari 54 calon wisudawan yang mengikuti yudisium, seluruhnya perempuan. Mereka adalah Dewa Ayu Trisnawati (IPK 3,92), Yuliana Nirum (IPK 3,89) dan Ni Kadek Ulandari (IPK 3,81).

MBP/ist

21 - 27 Agustus 2017

31


PENDIDIKAN

Pancasila Bisa Diajarkan di Semua Pelajaran

H

asil poling Bali Post menunjukkan hampir semua siswa SMA menginginkan mereka diajarkan pelajaran Pancasila secara khusus, tidak lagi menjadi bagian mata pelajaran PPKn. Hal ini direspons positif oleh sejumlah pengamaat pendidikan. Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) SMA Kota Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. mengungkapkan, jika memasukkan mata pelajaran Pancasila ke dalam kurikulum sangat tak mungkin karena kurikulum pendidikan menengah saat ini sudah padat pelajaran. Apalagi dengan prinsip belajar tuntas dan kontekstual, materi Pancasila ini bisa diajarkan oleh semua guru dengan gaya berbeda di semua mata pelajaran. Bagi dia, bukan materi yang diutamakan, namun perlunya guru menjadi contoh dan panutan, termasuk kepala sekolah sendiri dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila dan bela negara. Bahkan, dia melihat 36 butir P4 zaman Soeharto dulu masih relevan diterapkan. Pengamat pendidikan yang juga Koordinator Kopertisv VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. juga mendukung penerapan Pancsila lewat panutan guru dan kepala sekolah. Caranya dengan menyisipkan materi Pancasila dan bela negara di semua mata pela-

A KT I V I TA S

MBP/ist

LOMBA VLOG - Dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dalam rangkaian kegiatan acara Sanur Village Festival, Dinas Pariwisata Kota Denpasar melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar akan menyelenggarakan lomba Vlog. Periode pendaftaran 7-12 Agustus dan penjurian 18 Agustus 2017 di Denpasar Art Space (DAS), Gedung Merdeka, Jalan Surapati No. 7 Denpasar.

32

21 - 27 Agustus 2017

MBP/sumatika

Penanaman nilai-nilai Pancasila dan kesadaran bela negara bisa disisipkan lewat semua jenis kegiatan yang diikuti siswa.

jaran. ‘’Ini wajib dilakukan guru karena tak ada alasan nilai–nilai Pancasila tak terkandung dalam mata pelajarannya,’’ ujarnya. Siapa bilang di mata pelajaran Matematika tak ada nilainilai Pancasila. Mengajak siswa bermusyawarah, menghargai pendapat orang lain bahkan menemukan jawaban atas permasalahan adalah wujud aplikasi Pancasila. Juga di mata pelajaran lainnya. Ia sepakat kurikulum saat ini sudah padat dengan materi pelajaran, namun lima menit sebelum mengajar guru bisa memberi transformasi soal Pancasila dan bela negara. Yang terbaik, kata dia, semua guru menjadi contoh dan panutan dalam tugas sehari-harinya. Misalnya, datang ke sekolah tepat waktu, menjadi panutan dalam disiplin kerja dan seterusnya. Bahkan, Dasi Astwa meminta para kepala sekolah juga turun ke kelas-kelas memberi transormasi nilai-nilai Pancasila, sekalipun dalam waktu singkat. Mereka harus memgisi jam kosong agar tak ada istilah siswa pulang lebih awal. Kepala sekolah juga harus paling awal datang dari guru dan siswa serta memberi contoh sembahyang lebih awal. ‘’Nah, maukah guru dan kepala sekolah berubah?’’ ujarnya. Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengajak para guru dan kepala sekolah untuk mau dan berani menjadi panutan transformasi nilai-nilai pendidikan karakter, Pancasila dan bela negara. Mereka harus berani memulai, tak lagi seperti sekarang sehabis mengajar dianggap pekerjaan sudah selesai. Rektor IKIP PRI Bali ini mengusulkan guru bisa mengambil materi Pancasila dan bela negara lewat berbagai geguritan Bali yang dikenal sarat dengan nilai-nilai Pancasila. Geguritan ini harus dikampanyekan karena mengandung semua nilai kebenaran humanis, wiring teken panagara (bela negara) dan Pamcasila. Ia mencontohkan geguritan Mahabrata, Ramayana, Tri Kaya Parisudha dan lain-lain. ‘’Kami sudah sejak awal mengisi calon guru agar bisa membawakan geguritan,’’ tegasnya. l Sueca


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Investasi hati yang selalu digaungkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti rupanya menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Kabupaten Tabanan kini memiliki Panti Sosial Werdha Shanti, yang merupakan satu dari sembilan program inovatif dari Dinas Sosial Kabupaten Tabanan. Tidak hanya itu, peresmian Panthi Werdha Shanti ini diikuti dengan peluncuran program Kampung Investasi Hati. Panti Sosial Werdha Shanti yang berlokasi di Rumah Dinas Pemkab Tabanan, Wanasara, Desa Bongan ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Eka, Rabu (9/8).

UNMAR - Sejak dikeluarkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang difokuskan pada organisasi massa anti-Pancasila oleh Presiden Joko Widodo, pro dan kontra mewarnai media sosial kita. Untuk memudahkan mengingat maka perppu ini kemudian secara singkat dikenal dengan Perppu Ormas Anti-Pancasila. Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Mahendradatta (Unmar) menggelar seminar dengan tema ‘’Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dari Sudut Pandang Nasionalisme Indonesia’’.

MBP/ist

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Trofi Adipura sebagai penghargaan dari pemerintah pusat kepada kota yang telah mampu mengelola kebersihan lingkungan kembali diraih Kota Denpasar. Tahun ini, perolehan Trofi Adipura untuk keempat kalinya diraih Kota Denpasar dalam kategori kota besar yang diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo, Kamis (3/8), diterima Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ketut Wisada di Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebersihan RI, Jakarta.

BUPATI TABANAN - Rasa persaudaraan dan gotong-royong yang kuat didasari rasa memiliki yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Adat Sekartaji, Sesandan, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Hal itu ditunjukkannya saat menghadiri prosesi upacara Pamelaspasan Wantilan, Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha, Desa Adat Sekartaji di Wantilan Desa Adat Sekartaji, Sesandan, Minggu (6/8).

MBP/ist

21 - 27 Agustus 2017

33


A KT I V I TA S BUPATI TABANAN – Bupati Tabanan yang juga kader PDI Perjuangan, Ni Putu Eka Wiryastuti, kembali melakukan aksi sosial di tengah masyarakat. Bersama jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Bupati Eka pada Senin (7/8) menggelar kegiatan Peduli Kasih kepada para pemangku desa pakraman se-Kabupaten Tabanan. Kegiatan tersebut berupa pembagian asuransi jiwa dan kecelakaan kepada 1.040 pemangku desa pakraman se-Kabupaten Tabanan.

KOTA NEGARA - Event Jembrana Festival yang merupakan serangkaian kegiatan menyambut HUT ke-122 Kota Negara digelar. Tahun ini, J-Fest II mengusung tema “Kertaning Gumi Makepung” yang berarti Menuju Jembrana Sejahtera. Melalui tema ini sekaligus menggambarkan berbagai upaya yang tengah dirancang Pemkab Jembrana guna mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya melalui serangkaian kebijakan, program maupun pembangunan yang tengah dijalankan. Seluruh agenda sudah disusun dan terjadwal selama dua bulan penuh. MBP/ist

MBP/ist

WABUP BADUNG - Taman Ayun Barong Festival Regeneration Superstar 2017 akhirnya dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sabtu (5/8), dengan getakan tapel barong. Hadir mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Panglisingsir Puri Mengwi A.A. Gde Agung, Konsulat Meksiko, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadisbud I.B. Anom Bhasma, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Forkompinda dan masyarakat umum.

34

21 - 27 Agustus 2017

BULFEST - Masyarakat Bali sebagian besar memiliki keterampilan meracik lawar. Di Buleleng kebiasaan ngelawar terjaga dengan baik hingga tradisi ini tetap lestari. Hal ini dikuatkan lagi dengan upaya pemerintah daerah membentengi tradisi ngelawar sangat baik dengan rutin menggelar lomba ngelawar pada pergelaran Buleleng Festival (Bulfest) setiap tahun. Dalam Bulfest “The Power of Buleleng” di hari ketiga Jumat (4/8), lomba ngelawar ayam dan babi kembali dilaksanakan.

MBP/ist


MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA – Senator RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta generasi muda Bali khususnya di Jembrana agar tidak melupakan peran perjuangan leluhur, khususnya kalangan nasionalis dalam mempertahankan ideologi Pancasila, terutama pada zaman perjuangan Bung Karno. Salah satunya membendung pengaruh komunisme (PKI) di Bali dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, yang pernah melahirkan seorang pemimpin massa yang hebat, yakni Shri Wedastera Suyasa yang menjadi ikon politik Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali.

MBP/ist

MBP/ist

KABUPATEN TABANAN - Prestasi kembali diraih Kabupaten Tabanan menyusul dua penghargaan yang diperoleh di awal bulan kemerdekaan tahun ini. Prestasi pertama yang berhasil diraih kabupaten berjuluk ‘’Lumbung Beras Bali’’ ini adalah penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan penghargaan kedua penobatan bagi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai salah satu dari 27 Kepala Daerah Inovatif (KDI) yang diserahkan Koran Sindo (Seputar Indonesia).

STIKES WIRA MEDIKA - Komitmen besar pengelola Stikes Wira Medika Bali dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya adalah dengan menetapkan seluruh tujuan kegiatan berbasis mutu. Tidak ada nilai tawar-menawar yang bisa menurunkan standar pengelolaan selain mutu. Implementasinya, salah satunya dengan mengadakan Pelatihan Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi Akademik dan Nonakademik dan mencetak tenaga atau SDM calon auditor internal.

PHDI - Setelah mendapat penolakan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, wakil rakyat dan PHDI Buleleng, beserta PHDI dan lembaga Hindu di Kabupaten Jembrana dan Tabanan, kini giliran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali menindaklanjuti penenolakan rencana pembangunan megaproyek Jawa Bali Crossing yang rencananya membangun tower setinggi 375 meter untuk Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan hutan Segara Rupek, Gerokgak, Buleleng.

MBP/ist

21 - 27 Agustus 2017

35


AKTIVITAS

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Dayu Sudikerta beserta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Ida Ayu Made Gayatri menyambut kedatangan tim verifikasi pelaksanaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tingkat Nasional di Banjar Adat Pagutan, Desa Pakraman, Banjarangkan, Senin (7/8).

MBP/ist

DPRD KARANGASEM - Dalam rapat kerja (raker) gabungan komisi, Selasa (8/8), DPRD Karangasem minta Dinas Pariwisata Karangasem melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemungutan retribusi aktivitas pariwisata. Pengawasan menjadi hal penting bukan hanya untuk mencegah kebocoran PAD tapi juga melindungi para petugas pungut agar tidak terjerumus aktivitas yang melanggar hukum.

MBP/ist

STPBI - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) semakin mengukuhkan lembaganya sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Selain memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk melaksanakan on the job training ke lima negara yaitu Amerika Serikat, Jepang, Australia, Malaysia dan Spanyol, para pelajar yang memutuskan berkuliah di STPBI juga difasilitasi dengan laboratorium praktik berstandar internasional. Pada Selasa (8/8), bertempat di Auditorium STPBI diadakan kuliah umum dengan pembicara dari Osaka University of Tourism, Mr. Tetsuya Otsuka.

36

21- 27 Agustus 2017

MBP/ist

GERAK JALAN - Gerak jalan menjadi kegiatan favorit setiap kali perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Lomba serupa tak hanya digelar di wilayah kota dengan difasilitasi pemerintah. Organinasi non-pemerintah juga banyak ikut ambil peran. Menyambut HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Minggu (6/8) mereka menggelar lomba gerak jalan yang mendapat apresiasi sangat positif dari masyarakat Sibetan.


21- 27 Agustus 2017

37


PA R I W I S ATA

Berburu Turis Hingga ke Luar Negeri

K

ehadiran wisatawan ke Bali, beberapa dekade terakhir terus meningkat. Bahkan, kehadiran wisatawan baik asing maupun nusantara melebihi jumlah penduduk Bali yang diperkirakan mencapai 4 juta jiwa. Tak cukup segitu, guna menjaring lebih banyak lagi pasar mancanegara, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung, berburu wisatawan hingga ke Luar Negeri (LN). Tak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontor untuk kegiatan promosi BPPD mencapai miliaran rupiah dari APBD. Lembaga yang “digawangi” sejumlah stakeholder pariwisata ini diharapkan mampu menggaet jutaan wisatawan datang ke gumi keris Badung. Untuk diketahui pada tahun 2016, BPPD Badung mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 3 miliar. Kemudian naik menjadi Rp 4,5 miliar pada Tahun 2017. Pada Tahun 2018, BPPD Badung kembali mengusulkan kenaikan anggaran menjadi Rp 6 miliar. Ketua BPPD Badung, I Gusti Ngurah Ray Suryawijaya, tak menyangkal BPPD Badung mendapat suntikan dana dari Pemkab Badung. Pun demikian, pihaknya menyebut dana yang dikelola tersebut

38

21 - 27 Agustus 2017

sangat sedikit untuk mempromosikan pariwisata Badung di seluruh dunia. “Kalau itu di dolarkan masuk sedikit. Kalau negara lain dana promosinya sudah triliunan,” ujarnya. Dana Rp 4,5 miliar yang dikelola pada Tahun 2017 itu diantaranya digunakan untuk promosi pariwisata, networking dan riset. Dalam hal promosi, pihaknya juga tetap menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dinas Pariwisata Daerah Badung, komponen dan industri pariwisata. “Dana itu kami gunakan untuk promosi, riset dan networking,” katanya. Dia pun mengklaim dengan dana yang minim tersebut, selama ini pihaknya sudah sukses mempromosikan pariwisata gumi keris ke sejumlah pasar potensial di dunia. Ada beberapa realisasi program kerja promosi BPPD Badung 2017, meliputi ITB Berlin 2017 dan Eropa Sales Mission pada Maret, Cina Sales Mission, Arabian Travel Market 2017 dan Uni Emirat Arab Sales Mission di Bulan April. Kemudian ada gebyar wisata nusantara Jakarta bulan Mei, Korea Selatan Sales Mission di bulan Juni, dan Bali dan Beyond Travel Fair 2017 dan Australia New Zealand Mission India Sales Mission pada Juli. Selain itu BPPD Badung juga punya

program kerja berupa promosi Nusantara pada bulan September, ITB Singapura di Oktober dan Word Travel Market London di bulan November. “Agenda kita lumayan padat. Walaupun dana sedikit, tapi kita kaya fungsi. Dan hasilnya cukup bagus. Dari hasil evaluasi, promosi kita sudah berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelasnya. Untuk promosi ke India yang barubaru ini dilakukan, pihaknya bahkan menargetkan 2,5 juta turis India akan datang ke Badung. Dari promosi yang dilakukan ke India, pihaknya optimis target itu akan tercapai. “Kita promosi kemarin ke India. India kita sasar karena punya pasar potensial. India itu populasi penduduknya padat nomor dua setelah Cina. India juga punya kemiripan dengan Bali, jadi kami sudah yakinkan mereka agar datang ke Badung,” terangnya. Hal senada juga disampaikan Kepala Diparda Badung I Made Badra. Kata dia, promosi pariwisata BPPD selalu bersinergi dengan Diparda dan pihak Kementerian dan Industri Pariwisata. “Iya, BPPD Badung kelola dana sendiri, dan kita (Diparda) juga punya dana promosi sendiri. Jadi ini kolaborasi,” pungkasnya. l Parwata


TRADISI

“Usaba Sumbu�

Dipilih Remaja Siapkan Sarana Sumbu

A

ci Usaba Sumbu di Desa Pakraman Timbrah, Karangasem, dilaksanakan tiap sasih kasa (tilem) dengan dua tahapan upakara, yaitu Usaba Kaja dan Usaba Kelod. Tahun ini Usaba Sumbu Kaja dilaksanakan pada Rabu (19/7) lalu. Sementara, untuk Usaba Sumbu Kelod pada Sabtu (22/7), sebelum kasineb atau panyimpenan pada Minggu (23/7). Dalam pelaksanaan Aci Usaba Sumbu, pihak desa memilih lima remaja putri untuk menyiapkan sarana sumbu (tiang dari bambu lengkap dengan hiasan), tiga Sumbu untuk Usaba Kaja dan dua Sumbu untuk Usaba Kelod. Usaba Sumbu Kaja ditujukan kepada Ida Batara Mutar Jagat dan Ida Batara Mayun dengan mendirikan tiga sumbu sebagai simbol Buana Agung (gunung) di Pura Panti Kaler. Sedangkan Usaba Sumbu Kelod ditujukan untuk Ida Batara Sri Rambut Sedana dengan mendirikan dua buah sumbu di depan Pura Bale Agung Sumbu didirikan di depan palinggih Ida Batara Sri Rambut Sedana atau di depan Bale Agung. Upacara ini di-puput buyut. Uniknya, saat Usaba Sumbu Kaja maupun Usaba Kelod, setiap kepala keluarga menghaturkan babi guling sebagai wujud terima kasih dan syukur warga atas limpahan karunia Ida Batara, berupa hasil bumi dan ternak. Sehingga, dapat dipastikan setiap pelaksanaan usaba warga setempat menghaturkan ribuan babi guling.

Melasti Serangkaian Usaba Sumbu di Desa Pakraman Timbrah, pralingga Ida Batara kairing melasti ke Pasih Kelod, Desa Bugbug, Minggu (16/7) lalu. Pralingga Ida Batara melasti kaiiring ratusan krama berjalan kaki sejauh sekitar tujuh kilometer. Melasti menjadi rangkaian awal pelaksanaan Usaba

MBP/gik

Iring-iringan melasti saat memargi dari Desa Timbrah menuju Pasih Kelod Desa Bugbug.

Sumbu di desa tua ini, untuk menyucikan seluruh pralingga Ida Batara. Sebelum rangkaian melasti dimulai, truna adat nedunang pralingga Ida Batara Pajenengan ke Pura Bale Agung sekitar pukul 09.00 wita. Setelah itu, masing-masing krama pemaksan ngias pralingga Ida Batara di setiap maksan atau pura panti, antara lain di Pura Panti Kaler, Panti Tengah dan Panti Kelod Kangin. Melasti tahun ini mengambil rute berbeda dari tahun sebelumnya. Klian Desa Pakraman Timbrah, Wayan Sukerta, mengatakan melasti tahun ini dilakukan di Pantai Pasih Kelod. Beda dengan melasti tahuntahun sebelumnya yang dilakukan di Pantai Pasir Putih. Iring-iringan melasti, kairing Prabagus, Taksu, Pragaluh, Prawayah, Truna Adat, dan Pamundut dari masingmasing Pura Panti. Seluruh jempana ini tedun dari masing-masing pura linggih Ida Batara di Desa Pakraman Timbrah.

Antara lain, dari Pura Puseh ada satu jempana linggih Ida Batara Puseh. Pura Wayah ada satu buah jempana linggih Ida Batara Wayah. Pura Panti Kaler ada enam jempana linggih Ida Batara Muter jagat, Ida Batara Muter Anom, Ida Batara Mahyun, Ida Batara Bangun Sakti, Ida Batara Gedong Baas dan Ida Batara Nganten Tenganan. Pura Panti Tengah ada lima jempana linggih Ida Batara Gede Beten Bingin, Ida Batara Nganten Bungaya, Ida Batara Nganten Bukit, Ida Batara Maspait dan Ida Batara Nganten Saren. Pura Panti Kelod Kangin ada empat jempana linggih Ida Batara Gede Bagus Aeng, Ida Batara Ketut, Ida Batara Nganten Kelod Kangin dan Ida Batara Nganten Kusamba. Sedangkan, lainnya berupa empar Arca linggih Ida Batara Gunung Agung, Ida Batara Sakenan, Ida Batara Guliang dan Ida Batara Tunggujalan. l Bagiarta 21 - 27 Agustus 2017

39


PROPERTI

DPRKP Badung Bangun Ratusan Rumah untuk RTS

D

inas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Badung segera merealisasikan program bantuan sosial rumah swadaya bagi raturan Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setidaknya pihaknya akan membangun rumah baru sebanyak 625 unit dengan anggaran Rp 55 juta per unit. Kepala DPRKP Badung A.A. Ngurah Bayu Kumara mengatakan hal itu, Rabu (9/8). Menurut Bayu Kumara, pihaknya telah usai melakukan verifikasi terhadap RTS di Gumi Keris. Berdasarkan data terakhir, jumlah RTS di Gumi Keris mencapai 8.034 RTS. ‘’Ada tiga ribu RTS yang diusulkan, namun semuanya itu belum tentu memenuhi kriteria,’’ ujarnya. Bayu Kumara menambahkan, kriteria RTS yang memperoleh program seribu rumah tersebut adalah tidak memiliki rumah atau kondisi rumah rusak berat, penghasilan di bawah UMR dan yang bersangkutan merupakan penduduk Badung. ‘’Jadi, tidak semua yang diusulkan oleh kecamatan lolos verifikasi,’’ tegasnya. Bayu Kumara mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala desa

40

21 - 27 Agustus 2017

terkait kriteria penerima, termasuk bentuk bantuan yang akan diberikan. Sebab terdapat perubahan teknis pemberian hibah yang awalnya diberikan dalam bentuk rumah kini ditetapkan dalam bentuk dana. ‘’Rencananya kami mengumpulkan para kepala desa untuk sosialisasi program tersebut. Kami akan memberikan dalam bentuk uang yang akan ditransfer kepada penerima, karena kalau diberikan rumah kok ruwet jadinya,’’ jelasnya. Kendati demikian, Bayu Kumara menegaskan akan memberikan rambu-rambu dalam merealisasikan program tersebut. Bentuk bangunan akan didesain sesuai dengan program pemerintah, sehingga bentuknya sama. ‘’Nanti format rumahnya akan diseragamkan dan tetap akan kami awasi pembangunannya. Nanti kami akan memberikan pemahaman kepada kepala desa mengenai hal itu. Mengenai dana akan ditransfer 100 persen ke rekening penerima,’’ paparnya. Disebutkan, satu unit rumah dalam program tersebut dianggarkan Rp 55 juta. Total dana yang akan dihabiskan untuk merealisasikan 625 rumah ini mencapai Rp 34,375 miliar yang telah dialokasikan

pada anggaran induk APBD Badung 2017. ‘’Kami harapkan program tersebut bisa terealisasi mulai bulan depan. Ini untuk di instansi kami saja. Untuk program serupa yang ditangani Dinas Sosial, beda lagi. Kalau tidak salah per unit Rp 30 juta,’’ kata Bayu Kumara. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Badung tahun 2017 akan membangun 1.675 unit rumah dalam tiga kategori, yaitu rusak berat (dibangun rumah baru), rusak sedang dan rusak ringan. Total anggaran yang disediakan untuk progam ini mendekati Rp 60 miliar. Ada dua organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab atas kegiatan yang dulunya dikenal dengan bedah rumah ini, yaitu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Dinas Sosial. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman mengambil dua kegiatan yaitu bantuan sosial rumah swadaya untuk rusak berat dan rusak ringan. Sedangkan untuk kerusakan sedang menjadi tanggung jawab Dinas Sosial. lParwata


TA K S U

Nyoman Resten

Teruskan Seni Membuat ”Bade”

K

abupaten Gianyar memang gudangnya seniman-seniman yang andal dan piawai. Salah satunya, Nyoman Resten, seorang seniman tua yang memiliki kemampuan seni luar biasa dan serba bisa. Bakat dan kecintaan terhadap dunia seni, seniman kelahiran Desa Bedulu, Gianyar ini telah muncul sejak masih kecil. Dia belajar seni secara otodidak. Bagi Nyoman Resten, berkesenian merupakan panggilan jiwa dan jalan hidupnya untuk melestariakan seni dan budaya Bali. Sejak kecil tertanam tekad yang kuat dalam dirinya untuk bisa menguasai berbagai jenis kesenian Bali. Terjun ke dunia seni diawalinya dengan belajar membuat gelungan di Banjar Puaya, Sukawati. Setelah menguasai dan mam-

pu membuat gelungan secara baik, Nyoman Resten kembali belajar seni ukir patung. Seni ukir patung ini ia pelajari dari seorang guru seni di Desa Sumampan dan Tengkulak, Gianyar. Didorong keinginan besar menguasai seni Bali yang lain, Nyoman Resten akhirnya kembali belajar seni ukir bale Bali hingga ke Buleleng. Setelah menguasai seni ukir, Nyoman Resten kembali belajar membuat bade (untuk upacara ngaben). Ia belajar secara otodidak. Berkat kemapuan dan bakat seninya, membuat bade ia kuasai dengan cepat. Di usia senjanya, Nyoman Resten masih terlihat enerjik melakoni aktivitas seni di rumahnya di Banjar Mas Desa Bedulu, Gianyar. Bersama sang anak dan warga, tangan-tangan Nyoman Resten���� masih terlihat terampil dan cekatan membuat bade, lembu dan sarana pengabenan lain-

nya. Kata lelah seolah tidak ada dalam dirinya saat melakoni aktivitas berkesenian. Membuat sarana upacara pitra yadnya ini menjadi kebanggaan baginya. Tidak banyak seniman Bali yang menekuni bidang seni ini. ‘’Selain bisa menyalurkan hobi dalam berkesenian, juga sebagai media untuk ngayah dan beryadnya kepada masyarakat, ‘’ jelasnya. Nyoman Resten menuturkan, permintaan pertama membuat bade datang dari tempat kelahirannya yakni Desa Pekaraman Bedulu untuk kegiatan pitra yadnya di desa. Permintaan desa tersebut ia sanggupi karena hal itu dianggapnya sebagai sebuah kebanggaan dan kepercayaan dari masyarakat. Berbekal kemampuan dan keterampilan seni yang dimilikinya, ia lakoni profesi membuat bade, lembu dan sarana upakara lainya dengan semangat ngayah. Meski baru pertama kali dilakukan, hasilnya mampu diterima dengan baik oleh masyarakat desa setempat. Sejak saat itu semangat Nyoman Resten semakin terpompa untuk terus berkreasi dalam melahirkan karya seni terbaik. Permintaan membuat bade pun terus mengalir dan datang dari berbagai daerah di Bali. Meski tidak pernah terbersit dalam dirinya sebelumnya, hal itu diyakininya sebagai buah karma dari semanagat ngayah yang dilakoninya untuk masyarakat. Nyoman Resten terbilang seniman yang tidak pernah pelit dengan ilmunya. Ia selalu membagi ilmu dan keterampilan seni pembuatan bade kepada siapa pun yang datang dan ingin belajar kepadanya. Hingga kini puluhan seniman ia lahirkan dari didikannya. Mereka tersebar di seluruh Bali. Tidak hanya itu, kemampuannya dalam pembuatan bade sudah diteruskan oleh salah satunya putranya. Hal ini membuat Nyoman Resten bangga dan tidak cemas tentang masa depan seninya. Kemampuan seninya itu diteruskan oleh generasi penerus sehingga pembuatan bade bisa tetap ajeg. l Yana/bali tv 21 - 27 Agustus 2017

41


A KT I V I TA S PUSPAYOGA - Langkah Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam menggulirkan program reformasi total koperasi mendapatkan apresiasi dari negara lain. Program tersebut sangat tepat untuk mengembalikan citra koperasi pada posisi sebenarnya. Gebrakan Menteri Puspayoga dalam melakukan reformasi total koperasi ini mendapat apresiasi dari gerakan koperasi di negara lain, serta menjadi inspirasi bagi Timor Leste untuk melakukan hal sama di negara tetangga tersebut. Demikian dikatakan pengamat koperasi Suroto, di Jakarta, Rabu (9/8).

MBP/ist GOTIK BADUNG - Inovasi gojek sampah plastik (Gotik) Badung mendapat apresiasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Jakarta dan diberikan kehormatan untuk mengisi pameran inovasi yang diadakan di Kampus PPLPN LAN dari tanggal 3 hingga 4 Agustus. Setelah diseleksi ketat oleh tim LAN RI terhadap inovasi dari alumni LAN RI Diklat PIM I dan Diklat PIM II, inovasi Gotik menjadi finalis bersama tiga inovasi lainnya.

ARYA WEDAKARNA - Senator RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang juga anggota Komite III Bidang Budaya, Pendidikan, Ekonomi Kreatif dan Kesra memuji acara Festival Menanga yang digagas oleh pemerintah desa di Karangasem. Festival yang baru diadakan pada tahun 2017 ini, diisi oleh sejumlah atraksi seni budaya, pawai dan tentunya pameran ekonomi kreatif baik kuliner, kerajinan tangan, kreasi anak muda serta hasil produk desa.

MBP/ist

LEVEL 21 MALL - Mengiringi musim panas dan bulan Agustus yang bergelora, Level 21 Mall akan menggugah gairah pengunjung dengan memberikan promosi spesial dari para tenant yang berpartisipasi dengan potongan harga 70% ditambah 17%. Program yang menarik! Bukan hanya itu, selain bekerja sama dengan berbagai public transportation untuk memudahkan pengunjung menuju atau selepas berbelanja di Level 21 Mall, kesulitan parkir tidak akan menjadi kendala lagi karena fasilitas tambahan istimewa ‘’Free Valet Service’’.

42

21 - 27 Agustus 2017


A KT I V I TA S

MBP/ist

DPRD KARANGASEM - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan Komisi IV DPRD Karangasem ke SDN 3 Antiga, Kecamatan Manggis, Jumat (4/8), menemukan kenyataan yang mengejutkan. Terbatasnya gedung memaksa pihak sekolah menyulap emperan mes guru menjadi bilik belajar. Ruang kelas darurat itu dijadikan tempat belajar mengajar untuk 11 siswa kelas III.

MBP/ist

UNTAB - Tes seleksi penerimaan mahasiswa baru (Sipenmaru) gelombang II Universitas Tabanan (Untab) diadakan 6 Agustus lalu diikuti 184 orang. Menurut Rektor Universitas Tabanan I Gede Made Rusdianta didampingi Ketua Panitia Sipenmaru I Gusti Ketut Adnya Wibawa yang juga Pembantu Rektor (PR) III, mahasiswa baru termasuk gelombang I berjumlah 325 orang dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi (FE) 205 orang, Fakultas Hukum (FH) 113 orang dan FP 7 orang.

MBP/ist

BUPATI GIANYAR - Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata membuka lomba gerak jalan putri MBP/ist

BUPATI JEMBRANA - Bagi sebagian masyarakat, kegiatan arisan selama ini masih dipandang negatif. Arisan dicap sekadar kumpul-kumpul, foya-foya, bahkan pamer kekayaan sehingga terbilang tidak produktif. Kekeliruan tersebut dicoba ditepis Bupati Jembrana I Putu Artha lewat serangkaian kegiatan arisan pejabat yang rutin digelar tiap bulan. Hal itu diungkapkan usai menyerahkan paket sembako kepada warga miskin, Minggu (6/8).

tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar dan pawai kebangsaan anak TK Kabupaten Gianyar, serangkaian peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Rabu (9/8). Pada kesempatan itu, Bupati Agung Bharata mengajak seluruh peserta untuk berlomba dengan menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan, sportivitas yang tinggi dan memaknai arti nasionalisme. 21 - 27 Agustus 2017

43


A KT I V I TA S STIMI HANDAYANI - Sebagai wujud rasa syukur dan angayubagia kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dirasakan berkenaan dengan berbagai kemajuan dalam berbagai bidang yang diraih dan dicapai beberapa waktu terakhir ini, maka Keluarga Besar Yayasan Handayani dan STIMI Handayani (Sekolah Tinggi Manajemen yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Handayani) memutuskan melaksanakan tirtayatra ke beberapa pura di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

BUPATI BULELENG - Setelah berlangsung enam hari, Buleleng Festival (Bulfest) ‘’The Power of Buleleng’’ ditutup Minggu (6/8). Selain menghibur masyarakat dengan pementasan sejumlah kesenian tradisional dan musik modern, event rintisan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ini berhasil menggeliatkan perekonomian. Hal ini terbukti dengan transkasi dari ratusan stan yang dibuka dalam areal pameran selama Bulfest lebih dari Rp 2,4 miliar.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Puluhan regu lomba gerak jalan kembali meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Kabupaten Klungkung, Rabu (9/8). Ini khusus dikuti kategori putri organisasi wanita/desa, Organsasi Perangkat Daerah (OPD) dan umum. Acara yang sangat semarak tersebut dilepas langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wabup I Made Kasta di depan Pendopo Puri Agung Klungkung, Jalan Untung Surapati.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Klungkung, Jumat (4/8). Didampingi ibu negara, kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta ini dalam rangka meresmikan Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia di Museum Nyoman Gunarsa, Dusun Banda, Desa Takmung, Banjarangkan. Ia yang diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, disambut antusias puluhan ribu masyarakat.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

44

21 - 27 Agustus 2017


MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka kegiatan Lomba Mancing Air Deras Sekaa Teruna Pertapa, Banjar Pande, Desa Sempidi di Sungai Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Minggu (6/8). Lomba mancing yang melibatkan ribuan penggemar mancing mania ini ditandai dengan penebaran ikan lele oleh Bupati Giri Prasta. Hadir mendampingi Bupati, yakni Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kabag Umum Nyoman Suardana, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Lurah Sempidi, Bendesa Adat Sempidi dan Kwanji serta tokoh masyarakat setempat.

MBP/ist

DLHK BADUNG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan berhasil meraih Inovasi Administrasi Negara (Inagara) Award Pemimpin Perubahan Terbaik 2017, yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Jakarta, serangkaian HUT ke-60 LAN RI di Auditorium Kantor LAN RI Jakarta, Senin (7/8). Acara tersebut langsung dihadiri oleh Menteri PAN dan RB Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., Menteri ESDM RI Ignasius Jonan, Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

MBP/ist

STIKOM BALI - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) Stikom Bali atau beken dikenal dengan nama Stikom Bali, Sabtu (5/8) ini melaksanakan Wisuda XX bertempat di BNDCC Nusa Dua, Badung. Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan menerangkan, kali ini diwisuda 238 orang yang terdiri atas 234 Sarjana Komputer (S.Kom.) dan empat orang Ahli Madya Komputer (A.Md. Kom.). Dari 234 sarjana tersebut, 77 orang lulusan Program Studi Sistem Komputer (SK) dan 157 dari Program Studi Sistem Inforamsi (SI). Sementara empat orang lulusan D-3 Program Studi Manajemen Informatika (MI).

MBP/ist

BULFEST - Setelah dibuka Rabu (2/8), Buleleng Festival (Bulfest) “The Power of Buleleng� Kamis (3/8) diisi dengan kegiatan lomba kreativitas anak. Ratusan anakanak dari Taman Kanak-kanak, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan siswa SD mengikuti lomba dipusatkan di halaman rumah dinas Bupati dan gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)selaku koordinator kegiatan ini membagi kategori lomba menjadi lomba mewarnai tingkat TK, dan PAUD, lomba menggambar tingkat SD, dan lomba bercerita Bahasa Indonesia. 21 - 27 Agustus 2017

45


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

DPRD JEMBRANA - Keinginan para wakil rakyat yang ada di DPRD Kabupaten Jembrana agar sekolah-sekolah swasta lebih diberdayakan relatif sama dengan sekolah negeri, ternyata mendapat angin segar dari pihak eksekutif. Pasalnya, pihak eksekutif memastikan akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Hal itu terungkap saat sidang paripurna dengan agenda jawaban Bupati Jembrana terkait pemandangan umum Fraksi DPRD, Kamis (3/8).

MBP/ist

MLC - Mediterranean Language Centre (MLC) merupakan salah satu unit Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) yang didirikan sejak tahun 2012 di bawah naungan Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Mediterranean Bali. MLC pada awalnya difungsikan untuk membantu memberikan kursus bahasa Inggris tambahan kepada mahasiswa-mahasiswi Mediterranean Bali selama perkuliahan sekaligus membantu alumni untuk memperdalam bahasa Inggris dan skill perhotelan guna mempersiapkan diri bekerja ke kapal pesiar internasional.

46

21 - 27 Agustus 2017

TATAP MUKA - Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menghadiri acara tatap muka serta penyerahan alat mesin pertanian (alsintan) oleh Drs. I Made Urip, M.Si. yang juga anggota DPR-RI Komisi IV dari Fraksi PDI-P bertempat di Wantilan Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (9/8). Pada kesempatan tersebut juga turut hadir anggota DPR-RI Komisi X I Wayan Koster, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya, Ketua Ganti Bali Komang Suardita, Ketua Ganti Badung Nyoman Bagiana, Perbekel Punggul Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul Nyoman Murjana dan anggota DPRD Badung I Gede Suardika.

MBP/ist

PITRA YADNYA - Upacara pitra yadnya atau palebon Ida Ayu Nyoman Swati yang dilaksanakan di Geria Cemara Mataram, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 44, Kelurahan Monjok, Kamis (3/8), berlangsung khidmat. Ida Ayu Nyoman Swati meninggal pada 30 Desember 2016 silam. Yajemana Karya Ida Wayan Sebali ditemui di sela-sela upacara palebon menjelaskan, Kamis kemarin merupakan puncak upacara palebon.


MBP/ist

PEMKAB GIANYAR - Pemkab Gianyar ngaturang bhakti panganyaran serangkaian Karya Padudusan di Pura

MBP/ist

Pusering Jagat, Pejeng, Tampaksiring, Selasa (8/8). Bhakti

AITBI - Asosiasi Ilmuwan Ternak Babi Indonesia (AIT-

panganyaran tersebut di-puput Ida Pedanda Wayahan Bun

BI) menggelar Seminar dan Lokakarya Nasional III pada

dari Geriya Sanur, Pejeng. Puncak karya di Pura Puser-

4-5 Agustus. Seminar dan Lokakarya III ini membahas

ing Jagat berlangsung sehari sebelumnya dan di-puput Ida

tentang potensi dan pengembangan ternak babi sebagai

Pedanda Gede Singapadu. Prosesi nganyarin dimulai pukul

komoditas unggulan ekspor nasional. Dalam kegiatan

09.00 Wita, melibatkan warga Banjar Pande dan Banjar

tersebut hadir Dirjen PKH Kementerian Pertanian I Ketut

Puseh Desa Pakraman Jero Kuta, Pejeng.

Diarmita sebagai keynote speaker.

FK UNWAR - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FK Unwar) kembali melaksanakan Kompetisi Dokter Kecil Warmadewa (KDKW) 2017, Sabtu (5/8). Tahun ini merupakan KDKW ke-4 dengan jumlah peserta 54 tim dari kabupaten/kota di Bali. Jumlah ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 30 tim. Masing-masing tim terdiri atas tiga siswa.

KABUPATEN JEMBRANA - Kabupaten Jembrana sukses menyabet penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional. Penghargaan yang cukup bergengsi bagi lingkungan ini diserahkan langsung Presiden Joko Widodo dalam serangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup, Rabu (2/8), di Jakarta. Penghargaan diberikan untuk Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Banjar Mekarsari, Perancak Jembrana yang meraih kalpataru kategori penyelamat lingkungan serta SMPN 2 Negara yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun 2017.

21 - 27 Agustus 2017

47


A KT I V I TA S

MBP/ist

DPRD JEMBRANA - Guna memacu semangat belajar para siswa SMAN 1 Negara, Ketua DPRD Jembrana I MBP/ist

KABUPATEN BANGLI - Untuk kedua kalinya, Kabupaten Bangli berhasil meraih Trofi Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan itu diterima langsung Bupati Bangli I Made Gianyar dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8). Sebelum tiba di kantor Bupati Bangli, trofi Adipura diarak keliling kota Bangli oleh Bupati Bangli I Made Gianyar serta para pejabat, seluruh pegawai dan ratusan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dengan diiringi baleganjur, Kamis (3/8).

Ketut Sugiasa, Selasa (8/8) menyerahkan bantuan tiga unit laptop kepada tiga kelas terbaik di SMAN favorit itu. Bantuan laptop diberikan kepada juara 1 lomba kebersihan kelas dari kelas X, kelas XI dan kelas XII. Sugiasa memberikan bantuan laptop kepada SMAN 1 Negara, selain sebagai Ketua DPRD Jembrana juga karena alumni Smansa angkatan tahun 1985.

MBP/ist

MBP/ist

FH UNR - Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) menggelar bakti sosial di Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (5/8). Sebanyak 350 mahasiswa semester II, IV dan VI serta 50 dosen dilibatkan. Bakti sosial yang dilakukan berupa bersih-bersih di lingkungan Desa Penglipuran serta penanaman pohon langka seperti tanaman majagau, naga sari, katu lampa, badung dan mundeh.

48

21 - 27 Agustus 2017

BANK BRI - Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan pariwisata Sanur yang mengangkat keanekaragaman kegiatan dan kearifan lokal warga setempat, Bank BRI untuk ketujuh kalinya berpartisipasi dan tahun ini mendukung penuh event BritAma Sanur Village Festival (BSVF) XII Tahun 2017. Sebagai bentuk dukungan tahun ini, Bank BRI mengoptimalkan kerja sama dengan BSVF dengan memberikan berbagai penawaran menarik bagi pengunjung BSVF. Salah satunya adalah memfasilitasi pengunjung BSVF 2017 melakukan transaksi nontunai.


MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Prestasi bagus yang ditunjukkan oleh Kota Denpasar dalam berbagai hal membuat jadi rujukan untuk dijadikan tempat belajar, terutama dalam pelayanan publik yang berbasis informasi teknologi (IT). Kantor Pemerintah Kota Denpasar kerap dijadikan tempat belajar untuk Pendidikan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim). Seperti Selasa (8/8), Diklatpim IV Kejaksaan seluruh Indonesia mengunjungi Pemerintah Kota Denpasar untuk belajar area perubahan (branch marking) dengan memfokuskan pada tiga bidang yaitu pengembangan IT, pengembangan pariwisata dan pengembangan SDM.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara Nyekah massal di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (9/8). Turut hadir pada kesempatan itu, Sekcam Petang I Gede Sudarwita, Perbekel Getasan, Bendesa dan seluruh masyarakat Desa Getasan. Bupati Giri Prasta dalam dharma wacananya menyambut dan memberikan apresiasi karena masyarakat Desa Getasan sudah mampu melaksanakan rangkaian upacara Nyekah massal.

MBP/ist MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 RI di Kabupaten Klungkung berlangsung semarak. Selasa (8/8), terisi dengan lomba gerak jalan kategori umum putra. Acara yang diikuti ribuan peserta yang tergabung dalam 81 regu ini dilepas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Wabup I Made Kasta di Jalan Untung Surapati, depan Puri Agung Klungkung. Dengan menempuh jarak 17 kilometer, seluruh peserta diharapkan mampu menanamkan pejuang yang nantinya berdampak pada pembangunan daerah.

WALI KOTA DENPASAR - Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkot Denpasar yang diwujudkan dalam satu kawasan gedung pelayanan Graha Sewaka Dharma, Lumintang mendapat apresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Tahun sebelumnya pelaksanaan prosesi pelayanan ditinjau langsung KPK RI serta direkam khusus lewat screening video dan disebar ke seluruh Indonesia. Peninjauan tahun ini dilanjutkan melihat inovasi Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara yang didukung penuh DPRD Denpasar dalam satu sistem Teknologi Informasi di Damamaya Denpasar Cyber Monitor. 21 - 27 Agustus 2017

49


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

WABUP GIANYAR - Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi penyelenggaraan Porseni Batubulan, Sukawati, yang berlangsung secara berkesinambungan. Politisi PDI Perjuangan ini juga membakar semangat ratusan pemuda khususnya para peserta agar terus berpacu meningkatkan prestasi yang diimbangi pelestarian budaya. Pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini mengatakan, Porseni Batubulan 2017 merupakan penyelenggaraan ke-39.

PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung menggelar rapat bersama Bappeda Provinsi Bali, Selasa (8/8). Rapat khusus mengevaluasi Ranperda perubahan RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021 dan RPJPD Kabupaten Badung Tahun 2005-2025. Acara yang dilaksanakan di Ruang Cempaka Bappeda Provinsi Bali itu dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Bali Ir. Putu Astawa beserta jajaran, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Asisten Pembangunan Setda Badung I Dewa Gede Apramana, Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya, serta pimpinan OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

MBP/ist

UNDWI DENPASAR - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (PADRI) terus memberi penguatan bagi dosen Indonesia agar mampu menghasilkan artikel di jurnal bereputasi internasional. Senin (7/8), DPP ADRI mempercayakan Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar sebagai tuan rumah pelatihan Directory of Open Acess Journals (DOAJ) Ambassador Training.

50

21 - 27 Agustus 2017

MBP/ist

BPPD DENPASAR - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Denpasar dan Minikino menyelenggarakan kompetisi vlog bagi pelajar SMA/SMK. Batas waktu penyerahan vlog, 7-12 Agustus 2017. Tema lomba mengenai Kota Denpasar sebagai destinasi wisata. Juara I akan mendapatkan hadiah Rp 1.500.000, juara II Rp 1.250.000 dan juara III Rp 1.000.000.


196 | 21 - 27 Agustus 2017

Bali Dikepung Sampah

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 196 | BaliPost.com by e-Paper KMB - Issuu