Skip to main content

Edisi Rabu 2 Mei 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 242 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu paing, 2 mei 2018

Jawab Kebutuhan Masyarakat

Koster-Ace Dapat Dukungan Luas Warga Karangasem

Bali Post/kmb

KARANGASEM - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, saat acara simakrama dengan warga di Karangasem.

UNTUK kesekian kalinya Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (KosterAce), mendapat dukungan luas dari warga Kabupaten Karangasem. Tiap kegiatan simakrama yang dihadiri Koster-Ace selalu dipadati warga yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Yelyel Koster-Ace pun selalu menggema selama kegiatan berlangsung. Hal. 19 Sangat Realistis

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Rai Mantra: Anggaran Belanja untuk Kesejahteraan Guru Harus Jadi Prioritas

Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

CALON Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan. Cagub yang berpasangan dengan Cawagub I Ketut Sudikerta itu menyadari ketersediaan guru berkompetensi belum merata di seluruh Bali, baik dari sisi jumlah maupun sebarannya. Hal inilah yang menyebabkan kurang meratanya kualitas lulusan peserta didik. Di wilayah tertentu kualitasnya tinggi, sementara di wilayah lainnya cenderung rendah. ‘’Tenaga pendidik atau guru jadi persoalan sentral yang menentukan kualitas pendidikan kita,’’ ujar Rai Mantra di Denpasar, Selasa (1/5) kemarin. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah saru program utama Nawacandra yang diusung pasangan calon Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) dalam Pilgub Bali 2018. Hal. 19 Tenaga Profesional

Polisi Tindak Lanjuti Dua Laporan Warga

#2019GantiPresiden Vs #DiaSibukKerja

Jakarta (Bali Post) – Kasus persekusi yang terjadi di areal car free day (CFD) di Jakarta, Minggu (29/4), kini berlanjut ke ranah hukum. Ada dua laporan yang masuk ke polisi terhadap kasus yang ‘’mempermalukan’’ dua orang; lelaki dan wanita. Ketika itu keduanya memakai baju bertuliskan #DiasibukKerja. Keduanya (secara terpisah) didekati kelompok yang memakai baju #2019GantiPresiden. Bahkan ketika itu kelompok tersebut mengibas-ngibaskan uang disertai ujaran ‘’dibayar

Bandara Ngurah Rai dan LIA Masih Normal

ERUPSI Gunung Agung, Senin (30/4), hanya mengeluarkan abu. Asap putih setinggi 1.500 meter juga berembus dari kawah gunung. Embusan angin ke barat daya menyebabkan abu turun di kawasan Besakih. Ada juga laporan masyarakat di Tejakula, Buleleng yang terpapar abu vulkanik Gunung Agung. Namun, sampai saat ini belum ada laporan abu Gunung Agung mengganggu penerbangan di Bandara Ngurah Rai maupun di Lombok International Airport (LIA) General Manager PT Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardhita, melalui Humas I Nyoman Siang, Selasa (1/5) kemarin menjelaskan, aktivitas bandara secara umum tetap berjalan normal. Hal. 19 Tidak Mengganggu

IBU - Sejumlah pemuda yang memakai T-shirt bertuliskan #2019GantiPresiden bersama seorang ibu yang mengenakan baju bertuliskan #DiaSibukKerja di areal CFD Jakarta, Minggu (29/4).

berapa?’’ Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan sudah ada dua laporan masuk dalam kasus intimidasi terhadap ibu dan anak di area CFD. ‘’Sudah ada dua laporan yang diterima Polda Metro Jaya. Sesuai prosedur, kami akan mengumpulkan bahan keterangan. Semua yang terkait dengan kejadian, kami akan mintai keterangan,’’ ujarnya, Senin (1/5) kemarin. Sementara terkait penggunaan atribut tertentu di jalur Car Free Day, pihaknya tidak mempermasalahkan. ‘’Ada yang pakai atribut Batman, Superman, tidak masalah,’’ katanya. Kendati demikian, ia mengingatkan jangan sampai penggunaan atribut tersebut berujung pada persekusi pada orang lain. Hal. 19 Seni dan Budaya

Prabowo Teken Kontrak Politik dengan Buruh Bali Post/google

Gunung Agung Erupsi Lagi

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menyetujui dan menandatangani 10 poin kontrak politik yang diajukan kaum buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Salah satunya meningkatkan kesejahteraan para buruh. ‘’Saya sepakat apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, siap melaksanakan kebijakan dan program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya pekerja buruh,’’ kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5) kemarin. Prabowo menjelaskan, kesepuluh poin kontrak politik tersebut adalah, pertama, meningkatkan daya beli buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara cabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dia juga sepakat menambah jenis barang dan jasa Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang menjadi dasar upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL, berdasarkan perundingan antara partai, pengusaha dan perwakilan para pekerja. ‘’Kedua, saya juga sepakat merevisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60 persen dari upah,’’ ujarnya. Prabowo juga menegaskan bahwa dukungan kaum buruh terhadap

dirinya sangat penting dalam memenangkan kontestasi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. ‘’Dukungan buruh sangat penting. Saya bangga dan bahagia didukung buruh,’’ kata Prabowo. Ia menilai buruh, petani, nelayan, pedagang kecil dan mayoritas rakyat kecil harus menikmati hasil kemerdekaan. Selama ini yang menikmati hasil kemerdekaan hanya segelintir orang, sehingga tidak dapat dinikmati masyarakat di bawah. ‘’Kekayaan Indonesia hanya dikuasai segelintir orang dan tidak menetes ke bawah. Kita lihat bahwa kekayaan Indonesia lari ke luar negeri dan aset-aset strategis dikuasai pihak asing, rakyat kita mau diapakan,’’ ujarnya. Hal. 19 Peraturan Presiden

Bali Post/ant

ORASI - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden KSPI Said Iqbal berorasi saat aksi Hari Buruh Internasional di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5) kemarin.

Jaksa Cerdas, Pemkot Hebat

’’Wayan Adhyaksa’’, Integrasi Pemkot dan Kejari Denpasar di Bidang Pelayanan Publik

MOU - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan seusai penandatanganan MoU kerja sama di bidang perdata dan tata usaha negara di Gedung Mal Pelayanan Publik Kota Denpasar Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Senin (30/4).

DUA bulan setelah diluncurkan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan layanan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kali ini, layanan yang berada di bawah naungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar turut melengkapi MPP Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Layanan yang dikemas dalam sebuah Wadah Pelayanan Adhyaksa (Wayan Adhyaksa) ini diluncurkan Senin (30/4) didahului penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Gedung Mal Pelayanan Publik Kota Denpasar Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan bersama seluruh jajaran, serta seluruh pimpinan OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar. Usai penandatanganan MoU

tersebut dilaksanakan pengarahan tentang pencegahan korupsi yang rentan terjadi di pemerintahan dan pelayanan publik. Dalam sambutannya, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, dalam mendukung pelaksanaan sistem pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan demokratis, tentunya harus berjalan di ranah aturan yang berlaku. Sehingga untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan hukum, pemerintah memerlukan pertimbangan hukum dari lembaga kejaksaan. ‘’Sebagai pengejawantahan tugas-tugas lembaga Kejaksaan dan tugas pemerintahan, maka Pemkot Denpasar sepakat melaksanakan MoU dengan Kejaksaan Negeri Denpasar di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara,’’ jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejari Denpasar

yang telah berkenan melengkapi MPP Sewaka Dharma Kota Denpasar. ‘’Kami ucapkan selamat bergabung dan terima kasih kepada Kejari Denpasar yang telah membantu dan bekerja sama dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui programnya di Kota Denpasar,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan mengatakan, kerja sama pelayanan publik yang dikemas dalam ‘’Wayan Adhyaksa’’ ini merupakan salah satu upaya memberikan kemudahan serta memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Denpasar. Di mana, layanan ‘’Wayan Adhyaksa’’ ini memberikan tiga kemudahan yang meliputi pelayanan hukum (konsultasi hukum), pengambilan tilang, dan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Hal. 19 Rabu dan Jumat


denpasar

2

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Sehari, DLHK Angkut 32 Meter Kubik Sampah Kiriman Denpasar (Bali Post) Sampah kiriman menjadi persoalan yang rutin dihadapi petugas kebersihan. Tidak terkecuali di Pantai Padanggalak, Denpasar. Kondisi ini menbuat petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar harus berjibaku mengangkut sampah kiriman tersebut. Sampah kiriman ini sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Bukan saja di Pantai Padanggalak, sampah kiriman juga terlihat di Pantai Matahari Terbit, Pantai Sanur hingga Pantai Mertasari. Langkah pembersihan sampah kiriman ini juga mendapat dukungan dari DLHK Provinsi Bali, masyarakat setempat serta para pengunjung pantai yang turut serta memungut sampah plastik. “Kembali kita melakukan pembersihan sampah kiriman di beberapa kawasan pantai di wilayah Sanur yang didominasi sampah plastik dan ranting pohon,” ujar Koordinator Kebersihan DLHK Kota Denpasar Wayan Suartana, belum lama ini. Menurut Suartana, sampah kiriman tersebut diperkirakan terbawa gelombang ombak tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir. Kondisi ombak besar di seputaran Sanur ini membuat sampah kiriman terus bermunculan. “Paginya kita bersihkan, sorenya pasti akan ada lagi sampah kiriman di pesisir pantai,” katanya. Khusus di Pantai Matahari Terbit, kata Suartana, aksi membersihkan sampah kiriman ini telah dilakukan mulai hari Sabtu (28/4) lalu dan terus berlanjut hingga kini. Dengan melibatkan sejumlah personel, langkah ini mampu mengumpulkan sampah kiriman hingga mencapai 4 truk. Satu truk yang digunakan petugas mampu menampung sampah sebanyak 6 meter kubik hingga 8 meter kubik, sehingga dalam sehari pihaknya bisa mengangkut sampah mencapai 32 meter kubik. “Pembersihan sampah ini juga didukung penuh DLHK Provinsi Bali dan masyarakat sekitar serta pengunjung Pantai Sanur yang peduli kebersihan,” ujarnya. Suartana menegaskan, pihaknya terus memantau dan bersiaga untuk mengantisipasi sampah kiriman. Ia berharap, masyarakat meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarang. (kmb12)

Perselisihan Ketenagakerjaan Didominasi Kasus PHK Denpasar (Bali Post) Banyaknya usaha di Denpasar berdampak rawannya muncul kasus perselisihan ketenagakerjaan. Seperti yang terjadi di tahun 2017 lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar menangani 24 kasus perselisihan. Dari jumlah kasus itu, didominasi masalah pemutusan hubungan kerja (PHK). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Anom Suradi mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan May Day di Lapangan Lumintang, Selasa (1/5) kemarin. Menurut Anom Suradi, pihaknya selalu mengadakan pendekatan dengan semua komponen untuk meminimalisasi kasus perselisihan tenaga kerja. “Kita di Denpasar tidak ada gejolak tenaga kerja, karena setiap saat bersama Dewan Pengupahan melakukan komunikasi. Setiap bulan kita cek ke lapangan, kebutuhan hidup, juga mensosialisasikan peraturan menteri yang baru kepada semua komponen,” ujarnya. Anom Suradi menambahkan, kasus perselisihan tenaga kerja di Kota Denpasar tergolong kecil. Pada tahun 2017, ada 24 kasus yang masuk. Namun, sudah berhasil diselesaikan 18 kasus dan hanya enam yang berlanjut. Hal itu

dinilai sah-sah saja karena pihaknya sudah melakukan mediasi dua kali dengan pihakpihak yang berselisih. Karena belum ada kesepakatan, maka kasusnya berlanjut ke Peradilan Industrial. “Secara umum, kasus perselisihan ketenagakerjaan itu dipicu masalah PHK. Mereka merasa perusahaan melakukan pemutusan secara sepihak. Setelah dikomunikasikan dan mereka bisa paham, sekitar 74 persen berhasil ditangani,” katanya. Ditanya terkait peluang kerja di Denpasar, Anom Suradi mengatakan, usaha yang besar memang tidak terlalu banyak. Namun, untuk UKM cukup banyak. “Ini merupakan ciri khas Denpasar yang didominasi home industry,” jelasnya.

Anom Suradi menambahkan, banyaknya industri kecil ini membawa dampak yang baik dalam penyerapan tenaga kerja. Buktinya, saat ini Denpasar hanya mengantongi angka pengangguran sebesar 2,63 persen atau 15.000 orang dari jumlah penduduk Denpasar yang mencapai 800 ribu orang lebih. Ia menegaskan, untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja, pihaknya mulai melakukan kerja sama dengan LPK swasta. Calon tenaga kerja dilatih di LPK ini agar siap kerja. “Pelatihan ini cukup banyak diminati, terutama bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri. Selain itu, secara rutin mengadakan pameran kerja. Minimal setahun dua kali, sehingga bisa dimanfaat-

kan calon tenaga kerja dan perusahaan untuk merekrut tenaga,” tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

”Secara umum, kasus perselisihan ketenagakerjaan itu dipicu masalah PHK. Mereka merasa perusahaan melakukan pemutusan secara sepihak. Setelah dikomunikasikan dan mereka bisa paham, sekitar 74 persen berhasil ditangani.”

Anak Buah Istri Jro Jangol Dituntut 15 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Semiati, terdakwa kasus narkoba yang merupakan anak buah istri Jro Komang Suastika alias Jro Jangol, Luh Ratna Dewi, cukup keblinger mendengar tuntutan jaksa. JPU Gusti Ngurah Wirayoga melalui Jaksa Suryawan, Senin (30/4) lalu, menuntut Semiati dengan pidana penjara selama 15 tahun. Wanita yang mengaku sempat menyetor uang hasil penjualan narkoba kepada Ratna Dewi dan Jro Jangol (dalam persidangan dibantah Jangol dan Dewi red) kaget karena tuntutan yang diberikan justru jauh lebih tinggi dari adik tiri Jro Jangol. Selain tuntutan 15 tahun penjara, Semiati juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Atas tuntutan itu, sejumlah pengunjung sidang

terdengar pakrimik. Penanganan kasus narkoba, termasuk penegakan hukumnya diharapkan tidak tebang pilih. Majelis hakim dan jaksa sebagai penuntut diharapkan bisa membedakan mana kurir, mana yang b e r p e r a n ha ny a seb a g a i pembantu dan yang mana sebagai pelaku utama yang bertindak sebagai pemilik atau sebagai bos. Apa tanggapan kuasa hukumnya? Dikonfirmasi Selasa (1/5) kemarin, Jro Mangku Ahmad Hadiana mengaku terkejut dan tidak menyangka dengan tuntutan yang diterima kliennya. Sehingga, pihak Semiati akan mengajukan pledoi atau pembelaan pekan depan. “Jaksa menuntut Semiati dengan pasal memiliki, menguasai barang narkotika. Ini kan lucu, apalagi di dakwaan jelas disebut pemufakatan,” tandas

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Perselisihan Ketenagakerjaan Didominasi Kasus PHK Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Jro Ahmad Hadiana. Dijelaskan, sebagaimana fakta persidangan yang berlangsung di PN Denpasar, jelas bahwa perkara ini terjadi transaksi jual beli dan disebut bahwa barang itu milik Ratna Dewi. “Itu fakta yang terjadi di persidangan. Bahkan, terungkap soal hasil penjualan dan transaksi hasil penjualan narkoba Rp 13 juta yang diberikan ke terdakwa lainnya,” ujarnya didampingi Made Suardika, kuasa hukum lainnya. Jro Mangku Ahmad Hadiana menduga bahwa Semiati sengaja dijadikan tumbal yang disebut oleh jaksa sebagai pemilik narkoba tersebut. Ini tentu berbeda jauh dengan hasil penyelidikan di Polresta Denpasar yang di-back up Polda Bali dalam menangani perkara ini. Oleh karena itu, dia berharap kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk jeli melihat perkara ini. Yakni, memutus perkara sebagaimana fakta-fakta dan bukti persidangan yang terungkap. Sebelumnya saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa, Semiati menerangkan secara gamblang bahwa di rumah Jro Jangol s e ri ng t e r j a d i t ra ns a ks i narkoba. Bahkan, mereka yang membeli di sana juga difasilitasi ruangan atau kamar untuk mengisap sabusabu lengkap dengan alat isapnya. Sedangkan hasil penjualan narkoba, baik oleh Rahman (suami) mau-

IGA Anom Suradi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar

pun oleh terdakwa sendiri diberikan kepada Luh Ratna Dewi dan juga ke Jro Jangol. Tergantung yang memberikan barang. Jaksa sempat menunjukkan uang hasil penjualan narkoba Rp 13 juta. Semiati mengaku bahwa hasil penjualan yang sudah direkap itu belum sempat disetor, namun dia dan suaminya keburu ditangkap polisi. Secara umum, Semiati yang mengaku tiga bulan di sana, melihat banyak orang yang membeli sabu-sabu di sana. Bahkan, ada yang langsung memakai barang terlarang itu di rumah milik mantan Wakil DPRD Bali itu. Saat ditanya sumber barang bukti oleh majelis hakim dan JPU, terdakwa mengatakan kebanyakan didapat dari Luh Ratna Dewi. Namun, ada juga yang diberikan Jro Jangol. Di samping itu, juga disampaikan sesuai barang bukti yang disita, ada 5 gram sabu-sabu yang dipecah menjadi 30 paket sabu. Sementara kuasa hukumnya, Made Suardika, menanyakan soal asal muasal barang narkoba itu. Terdakwa Semiati mengaku barang yang dipegang suaminya diberikan oleh Jro Jangol. Untuk pembayaran atau setoran uang, Semiati mengaku jika barang diterima dari Jro Jangol maka uang diberikan ke Jro Jangol. “Ya, diberikan ke Pak Jro,” tegas Semiati. (kmb37)

Penyelundup Narkoba ke Lapas Diganjar Enam Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Siti Mariyam, Senin (30/4) lalu, divonis bersalah dan dinyatakan terbukti penyelundupan narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Oleh majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa, Siti Mariyam diganjar hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. Wanita ini sempat menangis mendengar vonis hakim tersebut. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana ketentuan Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Kadek Agus Suparman, dan kawan-kawan, masih menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa. “Saya nyatakan pikir-pikir,” jelas Suparman saat dikonfirmasi, Selasa (1/5) kemarin. Vonis itu sejatinya lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Dewa Arya Lanang Raharja sebelumnya menuntut supaya terdakwa dituntut 7,5 tahun penjara. Namun, majelis hakim tidak sependapat soal lamanya hukuman yang mesti dijalani terdakwa. Sebelumnya, terdakwa mengaku bukanlah sebagai pemilik barang terlarang tersebut. Terdakwa juga tidak kenal dengan yang memberi barang tersebut atas nama Paldi. Namun, barang itu dibawa ke lapas atas suruhan Ricky Wijaya (berkas terpisah - red). “Dan itu sudah diakui oleh Ricky saat menjalani persidangan di pengadilan,” tegas Suparman. (kmb37)

Semarak Peringatan ”May Day” di Kota Denpasar

Jaya Negara Ajak Semua Komponen Saling Menjaga Keakraban dan Keharmonisan

MENINGKATKAN peran pekerja dan pengusaha dalam mewujudkan akselerasi implementasi Padmaksara berbasis Tri Hita Karana guna terciptanya hubungan industrial yang harmonis di Kota Denpasar, yang juga dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar yang bekerja sama dengan para pekerja menggelar kegiatan jalan sehat yang juga dirangkaikan dengan kegiatan apel dan donor darah di Lapangan Lumintang Denpasar, Selasa (1/5) kemarin. Kegiatan jalan sehat ini dibuka Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi dan Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra sekaligus juga menyerahkan penghargaan kepada lima perusahaan terbaik dalam hubungan industrial dan kesejahteraan karyawannya. Selain itu, Plt. Wali Kota Jaya Negara juga berkesempatan ikut serta berjalan santai bersama dengan para pekerja sembari bersenda gurau dengan para pekerja dari semua lapisan ini. Plt. Wali Kota Jaya Negara mengatakan, kegiatan ini merupakan partisipasi antara semua perserikatan pekerja dengan pemerintah yang bersamasama mewujudkan akselerasi

JALAN SEHAT - Plt. Wali Kota Denpasar saat membuka jalan sehat serangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Selasa (1/5) kemarin. implementasi Padmaksara berbasis Tri Hita Karana untuk mewujudkan kebahagiaan Kota Denpasar. Sehingga, dengan kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan rasa kebersamaan yang penuh dengan keakraban antara pekerja, perusahaan dan pemerintah, demi terjaganya keharmonisan. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Denpasar ini dengan penuh persaudaraan dan kebersamaan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan May Day Denpasar Made Sudiatmika mengatakan, kegiatan peringatan May Day tahun 2018 ini memiliki konsep “dari, oleh dan untuk kita semua” guna meningkatkan rasa soladari-

tas, soliditas dan intergritas di antara semua pekerja dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Peringatan May Day ini diikuti 55 perusahaan dengan melibatkan kurang lebih masing-masing 30 orang pekerja dan ditambah dari dinas/instansi dengan jumlah peserta kurang lebih 1.650 orang. Salah satu pekerja yang ikut kegiatan May Day di Kota Denpasar, Putu Yunita dari perusahaan Hatten Wines Bali mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan peringatan May Day ini. Sebab, dirinya bisa bertemu dengan teman-teman pekerja dari seluruh perusahaan dan bisa saling berbagi informasi dan menjalin kerja sama antara perusahaan yang lainnya. (ad043)


BADUNG

Rabu Paing, 2 Mei 2018

3 Desa Tuban dan Kelan Setuju

Reklamasi Perluasan Apron Tunggu Izin Rampung

Bali Post/kmb23

Mangupura (Bali Post) Setelah melakukan sosialisasi dengan dua desa penyangga, yaitu Desa Tuban dan Desa Kelan, Minggu (29/4) lalu, perluasan apron sisi barat Bandara Ngurah Rai terus dikebut. Bahkan, pengerjaan dengan metode reklamasi pun sudah mendapat persetujuan dari kedua desa tersebut. Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan sosialisasi sudah dilakukan dengan warga di Desa Adat Tuban dan Kelan. Pada prinsipnya, masyarakat di dua desa tersebut setuju pengerjaan

dengan metode reklamasi, namun dengan berbagai catatan. Seperti harus sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), tidak boleh berdampak pada tempat ibadah di sana, tidak memcaplok lahan milik desa serta tidak membatasi akses warga Desa Tuban dan Kelan saat upacara melasti. Mengenai dampak yang bisa ditimbulkan, pihak Angkasa Pura I (AP I) juga harus bertanggung jawab jika terjadi abrasi maupun dampak lain terhadap lingkungan. ‘’AP I berkomitmen terhadap dampak yang ditimbulkan, karena kami selaku pelaksana pembangunan fasilitas

di Bandara Ngurah Rai,’’ ujar Arie Ahsanurrohim, Senin (30/4) lalu. Untuk perluasan bandara, kata Arie Ahsanurrohim, ada tiga paket pekerjaan. Yaitu paket satu, perluasan apron sisi barat, paket dua perluasan apron sisi timur dan paket tiga pembangunan gedung VVIP baru. Untuk apron sisi timur, progresnya sudah mencapai 20,7 persen. Pembangunan gedung VVIP baru sudah mencapai 5 persen. Sementara untuk apron sisi barat, progresnya sudah mencapai 1,9 persen, meliputi tahapan pekerjaan persiapan dan juga desain. Persiapan yang dimaksud seperti pembuatan

akses kendaraan material maupun perorangan. Kendati demikian, untuk pekerjaan reklamasi belum dilakukan karena masih menunggu perizinan rampung seluruhnya. ‘’Memang semua progres ini diupayakan bisa selesai pada Agustus 2018. Untuk apron sisi barat, fix menggunakan metode reklamasi seluas enam hektar untuk kebutuhan IMF saja. Usulannya sudah sesuai dengan rencana untuk kebutuhan 3 wide body atau 6 narrow body,’’ terangnya. Sejauh ini, kata Arie Ahsanurrohim, pihak AP I sudah memperoleh izin lokasi dan izin lingkungan dikabarkan

sudah ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan. Namun untuk salinannya, pihaknya belum menerima. ‘’Setelah itu, barulah fokus untuk mengajukan izin pelaksanaan reklamasi. Karena syarat untuk izin reklamasi harus memiliki dua izin tersebut,’’ tegasnya. Untuk sosialisasi lanjutan, kata Arie Ahsanurrohim, pihaknya akan melakukan dengan masyarakat di Desa Adat Kuta. Waktunya diharapkan sesegera mungkin, agar semua pihak yang ada di Bali terinformasi dengan baik. Sehingga tidak ada kesan bahwa Bali atau AP I hanya memanfaatkan mo-

men IMF untuk membangun dengan metode reklamasi. Pihaknya menjamin ini sebagai kepentingan bandara, kepentingan nasional dan juga taruhan untuk pelaksanaan IMF. Sementara itu, Bendesa Adat Kelan Made Sugita mengaku mendukung rencana pengembangan Bandara Ngurah Rai dengan cara reklamasi. Hal tersebut tentunya berdasar atas pertimbangan dampak positif dan negatifnya. ‘’Khusus untuk pembangunan ini, kami mendukung seratus persen tanpa adanya embel-embel. Karena ini demi kepentingan bangsa dan negara, bukan

Digagalkan, Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 4,3 Miliar

Denpasar (Bali Post) -

Petugas Pangkalan TNI-AL (Lanal) Denpasar Lantamal V berhasil menggagalkan penyelundupan 30 ribu bibit (benur) lobster jenis pasir dan mutiara siap ekspor senilai Rp 4,3 miliar lebih, Minggu (29/4) lalu. Puluhan ribu bibit lobster tersebut akhirnya langsung dilepasliarkan di perairan Pulau Serangan.

MENGHADIRI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung Putu Alit Yandinata saat menghadiri karya pamelaspasan Patapakan Ida Batara dan Pratima di Pura Gede Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Senin (30/4).

Hadiri ”Melaspas Patapakan” di Pura Gede Kedampal

Wabup Suiasa Serahkan BKK Rp 600 Juta TAPAKAN Ida Batara dan Pratima di Pura Gede Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani yang baru selesai diperbaiki, bertepatan dengan Purnama Desta, Senin (30/4), diupacarai dengan upacara melaspas yang di-puput Ida Pedanda Geria Lebih Abiansemal. Karya melaspas dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung Putu Alit Yandinata. Kehadiran Wabup Suiasa disambut Sekcam Abiansemal beserta Tripika Kecamatan Abiansemal serta krama pangempon Pura Ratu Gede. Di sana, Wabup Suiasa melakukan persembahyangan bersama, nyumpangan sekar emas (meletakan bunga emas) pada Tapakan dan menyerahkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 600 juta. Manggala Karya Wayan

Bakia melaporkan, perbaikan (ngodak) Tapakan Ida Batara Ratu Gede dimulai dengan upacara ngetus pada 2 Maret 2018 lalu dan bertepatan dengan Purnama Desta ini Ratu Tapakan di-pelaspas. Karya melaspas diawali dengan ngeratep, dilanjutkan melaspas, melasti ke Segara Seseh dan malamnya nunas pasupati di Setra Desa Adat Abiansemal. “Besok (hari ini - red), Ida Batara Tapakan majauman ke Puluk-Puluk Tabanan, Pura Dalem Gede, Pura Sangsi dan Pura Kroya,” terangnya. Atas nama pangempon Pura Gede, Wayan Bakia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan BKK dari Pemkab Badung, sehingga ngodak dan melaspas, pasupati Tapakan Ratu Gede dapat berjalan dengan baik. “Kami pangempon Pura Gede yang berjumlah 42 KK sangat berterima kasih

kepada Pemkab Badung. Ke depan, kami kembali memohon bantuan untuk rencana pembangunan Palinggih Gedong Tapakan, panggungan dan lumbung,” tambahnya. Wabup Suiasa mewakili Pemkab Badung sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan karya melaspas patapakan di Pura Ratu Gede. “Kehadiran kami selaku pemerintah, yakni untuk ikut ngrastitiang semoga karya ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan krama serta memohon agar jagat Badung tetap aman dan masyarakat sejahtera. Adanya bantuan BKK ini sudah menjadi komitmen Pemkab Badung untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus dalam upaya mengembangkan dan melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung,” tegasnya. (ad041)

Penggagalan puluhan ribu bibit lobster dengan nilai fantastis ini berawal setelah tim Intelijen Lanal Denpasar melakukan pengintaian selama tiga bulan. Bahkan untuk dapat membongkar jaringan penyelundupan bibit lobster ini, personel Lanal Denpasar harus masuk ke dalam jaringan para petani dan penampung bibit lobster di daerah Bali dan Lombok (NTB). ‘’Setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan,

tim berhasil menggerebek sebuah vila mewah di Jalan Dewi Saraswati II Nomor 6 Seminyak, Kuta, Badung,’’ kata Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB Oka didampingi Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Kelas I Denpasar Anwar. Selain mengamankan barang bukti puluhan ribu bibit lobster, yakni 15 ribu bibit lobster jenis mutiara senilai

Rp 2,5 miliar dan 15 ribu bibit lobster jenis pasir senilai Rp 1,8 miliar, kata Oka, pihaknya juga mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku sindikat gelap pengekspor bibit lobster tersebut. ‘’Awalnya, kami amankan lima orang. Dua orang berinisial ED dan seorang yang belum diketahui namanya berhasil melarikan diri dengan cara meloncat dari jendela vila lantai II. Tiga orang berhasil ditangkap dan diamankan di Kantor Lanal

Denpasar dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,’’ terangnya. Menurut Oka, ketiga orang yang diamankan itu masingmasing berinisial HAN, RAS dan seorang perempuan berinisial Mar yang tak lain adalah istri dari ED yang melarikan diri. Atas penangkapan itu, petugas menjerat ketiga orang terduga pelaku dengan Peraturan Menteri Nomor 56/ Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran lobster, kepiting dan ranjungan dari wilayah RI sesuai Pasal 7 dan Pasal 8 dengan ancaman pidana maksinal selama enam tahun penjara. (kmb23)

Bali Post/ist

BIBIT LOBSTER - Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB Oka (tengah) mengecek bibit lobster hasil tangkapan.

90,5 Persen Pengidap HIV/AIDS Usia 20-49 Tahun Mangupura (Bali Post) Penemuan kasus HIV dan AIDS di Badung semakin menjadi-jadi. Bahkan, jumlah kasus pengidap penyakit mematikan ini mencapai sebanyak 2.902 kasus. Mirisnya, 90,5 persen kasus ditemukan pada generasi muda usia 20-49 tahun. Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung Ketut Suiasa mengatakan, kasus HIV tercatat mencapai 1.738 kasus dan AIDS 1.164 kasus. Dari kasus tersebut, sebanyak 2.440 orang terjadi pada usia 20-49 tahun. ‘’Itu berarti jika sejak terinfeksi sampai masuk ke kondisi AIDS lamanya lima tahun, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-24 tahun,’’ ujar Suiasa, belum lama ini. Suiasa yang juga Wakil Bupati Badung ini menambahkan, jalur penularan terbesar pada usia muda adalah dari hubungan seksual dan penyalahgunaan napza. Ini tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan Bali Post/dok yang komprehensif tentang HIV dan Ketut Suiasa

demi kepentingan individu dan perusahaan,’’ tegasnya. Hal senada disampaikan Bendesa Adat Tuban Wayan Mendra. Ia menyampaikan, sampai kapan pun akan tetap menyatakan mendukung penuh kegiatan pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai, dengan cara apa pun yang diizinkan oleh pemerintah dan sesuai dengan UUD 1945. Bahkan, dukungan tersebut sudah diberikan sejak dibangunnya Bandara Ngurah Rai di wilayah Tuban di tahun 1930-an. ‘’Kami menyadari, ini semuanya adalah untuk keperluan krama, pemerintah Bali dan kebutuhan nasional,’’ tegasnya. (kmb23)

AIDS yang baru mencapai 21,3 persen. ‘’Hasil ini perlu mendapat perhatian khusus, bagaimana kaum muda dapat mencegah penularan HIV/AIDS,’’ terangnya. Menurut Suiasa, keberadaan Mahasiswa Peduli AIDS harus terus ditingkatkan eksistensinya. Selain itu juga harus didukung oleh semua pihak agar program Mahasiswa Peduli AIDS di perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Badung telah mengambil langkah cepat dengan gencar mensosialisasikan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dapat diakses di seluruh puskesmas, termasuk mengakses pengobatan antiretroviral (ARV). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Gede Putra Suteja mengatakan, selain VCT di seluruh puskesmas, termasuk mengakses pengobatan secara antiretroviral, pihaknya juga menyediakan tenaga di masing-masing desa. Layanan VCT dapat dilakukan di Puskesmas Kuta I, Puskesmas Kuta II, Puskesmas Abiansemal I, Puskesmas Mengwi I dan Puskesmas Kuta Selatan. ‘’VCT dan ARV sudah bisa hampir di seluruh puskesmas di Badung dan di RSUD Mangusada juga,’’ ujarnya. Upaya tersebut, kata Putra Suteja, guna mendekatkan layanan dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), yaitu dengan membentuk puskesmas satelit ARV sehingga pengobatan ARV bisa dilakukan di puskesmas terdekat dengan tempat tinggal ODHA. (kmb27)

Terapkan Bioflok, Badung Tambah Dua BBI

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung sedang menggalakan pembudidayaan ikan dengan teknologi bioflok. Sistem ini diklaim sangat efektif untuk menaikkan produktivitas walau tidak memiliki lahan yang luas untuk pembudidayaan. Sayangnya, jumlah benih yang dihasilkan belum mampu memenuhi kebutuhan. Untuk itu, pemerintah setempat berinisiatif menambah Balai Benih Ikan (BBI). Saat ini, Pemkab Badung memiliki dua BBI di Badung, yakni di Kapal dan Petang. Namun, kedua BBI ini belum bisa memenuhi target lantaran ada perbaikan BBI di Petang selama empat bulan. Target yang baru tercapai 1.135.000 benih ikan dari target 1.300.000 benih atau sekitar 87,31 persen.

Kepala Dinas Perikanan Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, pihaknya akan membangun BBI di Desa Baha, Mengwi. Rencananya, Detail Engineering Design (DED) akan dilaksanakan melalui APBD Perubahan tahun 2018. Sementara, pembangunan fisik pada 2019 mendatang, diperkirakan, dibutuhkan biaya sekitar Rp 30 miliar untuk proyek ini. ‘’Pembangunan BBI penting karena peluang produksi benih ikan di Badung sangat tinggi. Rata-rata, Badung menghasilkan total 3.426.775 benih ikan,’’ ujar Oka Swadiana, Selasa (1/5) kemarin. Angka tersebut, kata Oka Swadiana, 1.350.000 benih ikan di antaranya berasal dari BBI dan 2.076.775 benih, sisanya dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Jenis ikan

yang mendominasi adalah nila, karper, lele, dan koi. Namun, jumlah tersebut belum cukup jika dibandingkan potensi perikanan yang ada. ‘’Hampir setiap kecamatan di Badung berpotensi mengembangkan budi daya ikan. Terutama, Abiansemal, Mengwi dan Petang. Apalagi dengan sistem bioflok tidak dibutuhkan air yang banyak dan lahan yang luas. Karena itu, ke depan dibutuhkan bibit ikan dalam jumlah besar sebagai daya dukungnya,’’ jelasnya. Oka Swadiana mengakui, pihaknya mengusulkan pembangunan BBI yang lebih luas dan representatif di wilayah Desa Baha, Mengwi. Dengan beroperasinya dua BBI lagi, diharapkan kebutuhan benih ikan air tawar di Badung dapat terpenuhi. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Pemprov Bali Raih Penghargaan Pembangunan Daerah 2018

PPD 2018 – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2018 yang diserahkan Presiden Joko Widodo di Jakarta. PEMERINTAH Provinsi Bali meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2018. Bali berhasil memperoleh penghargaan terbaik ketiga PPD 2018 setelah Jatim dan Sumsel yang menempati peringkat I dan II. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo kepada

Gubernur Made Mangku Pastika yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali Drs. Dewa Made Indra, M.Si. pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018 di Ballroom Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4) lalu. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam keterangan persnya kepada media. Lebih jauh Dewa Mahendra menyampaikan, aspek yang dinilai dalam pemberian penghargaan ini adalah dokumen RKPD, RPJMD, LKPJ 2017 dan LKPJ akhir masa jabatan. Selain itu, tim menilai proses pelaksanaan pembangunan dan capaiannya periode 2013-2017. Seluruh bahan yang menjadi aspek penilaian dipresentasikan langsung oleh Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali Wayan Wiasthana Ika Putra. Materi penilaian juga dipertahankan dalam tahap wawancara. Menurut Dewa Mahendra, penghargaan ini cukup bergengsi karena baru pertama kali diselenggarakan. Menurutnya, PPD dapat dijadikan satu indikator bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan telah berjalan dengan baik. Penghargaan ini menambah daftar panjang catatan Pemprov Bali khususnya di bidang perencanaan pembangunan. Sebelumnya pada tahun 2014, Pemprov Bali meraih Anugerah Pangripta Nusantara. Berbagai penghargaan yang diperoleh membuat Bali mengukuhkan diri dalam jajaran provinsi dengan kinerja terbaik. Musrenbangnas Tahun 2018 mengambil tema ‘’Pemerataan Pembanguan untuk Pertumbuhan Berkualitas’’. Acara dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan Musrenbangnas dihadiri pula oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. (ad046)

Kerja Sama Indonesia-India Language Center

Universitas Mahendradatta Kembali Hadirkan Olimpiade Bahasa Inggris VI/2018

OLIMPIADE – Foto bersama finalis Olimpiade Bahasa Inggris V di Kampus A Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali. UNIVERSITAS Mahendradatta bekerja sama dengan Indonesia-India Language Center (IILC) kembali menghadirkan pergelaran Olimpiade Bahasa Inggris VI Tahun 2018 tingkat SMP/SMA/SMK di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Tidak tanggung–tanggung, acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini didukung oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPDRI) khususnya Komite III Bidang Pendidikan dan Pariwisata Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dukungan dari pusat ini tentu menambah bobot para juara English Olimpiade, sehingga akan semakin diperhitungkan di kancah nasional dan internasional. Hal ini disampaikan Ni Luh Cristianawati selaku Chief Committee English Olympiad 2018 di

sela–sela persiapan Olimpiade. ‘’Tujuan pergelaran yang dilaksanakan 2-12 Mei 2018 ini yakni menanamkan suatu pola pikir dan paradigma baru dalam bahasa Inggris untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berwawasan global. Universitas Mahendradatta Bali adalah satu– satunya PTS di Bali yang telah mendapatkan QA (Quality Assurance) dari ASEAN University Network (AUN) yang berbasis di Bangkok, Thailand dan berpengalaman menjadi member COMEP (World Private Educations Associations) yang berbasis di Argentina, Amerika Latin. Ini akan menjadi jembatan emas bagi peserta Olimpiade untuk bisa meraih cita–cita pendidikan internasional. Ini langkah awal, dan terima kasih atas dukungan Universitas Mahendradatta se-

hingga acara Olimpiade ke-6 ini bisa berlangsung,’’ ungkapnya. Adapun tema pergelaran Olimpiade Bahasa Inggris VI/2018 yakni ‘’Bali Youth Generation Are Getting Ready To Face IMF and World Bank Conference In Bali on 2018’’. ‘’Pengangkatan tema ini merupakan suatu bentuk dukungan kepada generasi muda untuk dapat menyiapkan diri menghadapi Dana Moneter Internasional dan Konferensi Bank Dunia di Bali pada tahun 2018 serta dapat menghadapi ketatnya persaingan di dunia internasional. Ditambah telah berjalannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mensyaratkan bagi generasi muda Indonesia untuk berkompetisi, titik fokusnya ada di komunikasi. Maka dari itu penting penguasaan enam bahasa PBB yang di dalamnya termasuk bahasa Inggris. Olimpiade ini tentu dapat memberikan manfaat sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk terus belajar mengenai wawasan internasional,’’ papar Cristi. Jadwal pelaksanaan Olimpiade dimulai dari Kabupaten Jembrana pada 2 Mei 2018 di SMAN 1 Negara. Selanjutnya Kabupaten Buleleng (3 Mei) di SMKN 1 Singaraja, Tabanan (4 Mei) di SMAN 2 Tabanan, Karangasem (5 Mei) di SMPN 2 Amlapura), Klungkung (7 Mei) di SMAN 1 Semarapura, Bangli (8 Mei) di SMPN 2 Bangli, Gianyar (9 Mei) di SMAN 1 Blahbatuh, Badung (11 Mei) di SMP Dharmasastra dan Kota Denpasar (12 Mei) di SMA PGRI 4 Denpasar). (ad034)

Lulusan SMA Dwijendra Denpasar Pemilik Masa Depan Tahun Ini Terima 12 Kelas Siswa Baru

LEPAS - Kepala SMA Dwijendra Denpasar I Made Oka Antara (kiri) melepas 641 lulusan angkatan ke-39. SMA Dwijendra Denpasar kembali melahirkan human capital bagi Bali. Human capital ini berupa SDM Bali berkualitas sebagai pemilik masa depan. Hal itu diungkapkan Kepala SMA Dwijendra Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. saat melepas 641 siswa kelas XII angkatan ke-39, Selasa (1/5) kemarin. Acara pelepasan dilakukan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, ditandai pengalungan insinye oleh Kepala SMA Dwijendra Made Oka Antara didampingi Wakasek Kurikulum Gede Agus Jaya Negara, S.Ag., M.Pd.H., Wakasek Sarpras Ketut Sujana, S.Pd. dan Wakasek Humas Ir. I Putu Iriantono, M.Pd. Acara semakin semarak karena diisi berbagai atraksi seni serta dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra

Jaya, M.Hum., Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dan Ketua Komite Nyoman Subagia, SKM., M.Kes. Made Oka Antara mengungkapkan, siswa SMA Dwijendra yang dilepas adalah pemilik masa depan karena merupakan SDM berdaya saing tinggi. Mereka siap melanjutkan studi ke PT dan siap bekerja. Buktinya, tiap tahun 50 persen alumni SMA Dwijendra diterima di PTN favorit. Ia yakin lulusan SMA Dwijendra yang dipoles dengan pendidikan karakter dan disiplin tinggi akan menjadi insan yang berguna bagi keluarga, masyarakat Bali dan negara. Untuk itu, mereka diminta menunjukkan keunggulan program Dwijendra dalam akademik, nonakademik dan karakter. ‘’Di mana pun kalian diterima, tunjukkan diri sebagai

insan Dwijendra yang berkualitas dan berkarakter,’’ ujarnya. Menurutnya, input awal SMA Dwijendra awalnya biasa-biasa saja. Selama tiga tahun diproses akhirnya menjadi SDM berkualitas. Ini semua berkat perjuangan dan kerja keras guru dan Yayasan Dwijendra yang menyiapkan PBM dan fasilitas berkualitas guna menghasilkan mutu pendidikan bermutu. Oka Antara mengucapkan terima kasih bagi siswanya yang sukses mencetak prestasi demi nama baik SMA Dwijendra dan Yayasan Dwijendra bahkan nama baik Bali di kancah nasional. Pada PPDB 2018 ini SMA Dwijendra Denpasar akan menerima 12 kelas siswa baru. Pendaftaran PPDB sudah dimulai. Siswa yang pertama menentukan pilihan di SMA Dwijendra langsung diterima dan pendaftaran ditutup jika sudah memenuhi kuota. Untuk itu, masyarakat yang ingin anaknya diterima di SMA Dwijendra Denpasar diminta segera bergabung karena sekolah ini setiap tahun selalu menolak calon siswa baru akibat keterbatasan kursi. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya juga merasa bangga atas prestasi yang ditunjukkan anak-anak SMA Dwijendra. Tercatat 60 siswa dan guru pembinannya menerima reward dan piagam yang diserahkan pada Hardiknas hari ini. Ia minta siswa kelas XII yang dilepas bangga menjadi alumni dan bagian dari Yayasan Dwijendra serta memiliki rasa memiliki Dwijendra di mana pun berada. (ad037)

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional

Program ’’Overseas’’ D-4 Manajemen Pariwisata Angkatan 2015 ke Jepang PADA tanggal 17 April 2018 lalu mahasiswa/i D-4 Manajemen Pariwisata angkatan 2015 berkesempatan mengunjungi Osaka, Jepang. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang disediakan oleh Program Studi D-4 Manajemen Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI). Pada semester enam mahasiswa/i D-4 MKP diberikan kesempatan mengunjungi negara lain untuk mengamati secara langsung kondisi pariwisata di sebuah negara. Program ini disebut Overseas Program. Dalam program ini dilakukan beberapa rangkaian acara seperti mengunjungi sejumlah destinasi wisata terkenal sekaligus menyebarkan kuesioner kepada wisatawan di destinasi wisata di Osaka dan kunjungan ke Osaka University For Tourism. Setelah menghabiskan waktu selama tujuh jam di udara, mahasiswa/i D-4 MKP yang didampingi oleh tiga dosen tiba di Narita, Jepang. Sebelum berangkat menuju Osaka pada penerbangan selanjutnya, rombongan overseas tour berwisata ke dua destinasi wisata di Tokyo yaitu Asakusa Temple dan Shibuya. Kedua destinasi wisata ini wajib dikunjungi oleh wisatawan. Di Shibuya, wisatawan dapat menemukan salah satu patung yang terkenal akan kisahnya yaitu Patung Hachiko. Untuk dapat berfoto dengan patung tersebut wisatawan harus mengantre karena begitu banyak yang ingin mengabadikan momen mereka di tempat itu. Dari

SALING TUKAR – Ketua rombongan mahasiswa D-4 Manajemen Pariwisata STPBI dan Osaka University For Tourism saling tukar cenderamata di kampus setempat. Shibuya rombongan bertolak ke Bandara Domestik Narita untuk melanjutkan penerbangan ke Osaka. Pada kesempatan ini, rombongan mengunjungi salah universitas pariwisata yaitu Osaka University For Tourism. Rombongan disambut hangat oleh para dosen dan mahasiswa/i Osaka University For Tourism. Di tempat ini, rombongan mengikuti mata kuliah umum yang disampaikan oleh Astina selaku Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun. Astina menjelaskan tentang kaitan antara pelayanan hospitality di Bali dan budaya Tri Hita Karana yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali. Setelah itu, rombongan mahasiswa/i D-4 MKP STPBI diajarkan tentang gastronomy Jepang, tata cara makan dan minum teh serta tak ketinggalan mendapatkan

sebuah kesempatan yang sangat berharga yaitu menggunakan pakaian tradisional Jepang, Yukata. Selama di Osaka, rombongan mahasiswa/i D-4 MKP menginap di sebuah hostel di Tsuruhashi. Transportasi yang digunakan adalah subway, salah satu jenis transportasi umum yang sering dipakai oleh orang Jepang. Penggunaan subway selama kegiatan overseas di Jepang bermanfaat untuk mengenalkan kepada rombongan tentang budaya dan kebiasaan orang Jepang yang disiplin dan tepat waktu. Budaya masyarakat Jepang yang bersih terlihat di hampir semua destinasi wisata yang dikunjungi oleh rombongan selama enam hari di Osaka. Destinasi wisata di sana sangat rapi, nyaman dan aman yang membuat wisatawan betah berlamalama tinggal di Osaka. (ad040)

Banjar Bukit Buwung Kesiman

’’Macaru, Melaspas lan Mendem Padagingan’’ Bale Kulkul dan Wantilan BANJAR Bukit Buwung, Kesiman, Denpasar melaksanakan upacara Macaru, Melaspas lan Mendem Padagingan Bale Kulkul dan Wantilan, Senin (30/4) lalu. Hadir dalam acara tersebut Panglingsir Puri Kesiman, Wali Kota Denpasar, Ketua DPR Kota Denpasar yang juga tokoh Puri Kesiman, LPD dan Perbekel. Upacara di-puput oleh Ida Pedanda Nabe dari Geria Ujung Kesiman. Rangkaian acara dimulai 18 April dengan matur piuning. Dilanjutkan pada 25 April negteg beras, 26 April nunas tirta pangingsahan serta pada 30 April upacara ngingsah pamelaspas dan mendem padagingan. Pada 1 Mei dilakukan nuur tirta pakuluh, 3 Mei melasti ke segara dan mendak siwi. Tanggal 5 Mei merupakan puncak karya yaitu ngaturang bawa dan maican-ican. Pada 7 Mei upacara panganyar, 8 Mei upacara nyenuk meintar dan ngebat daun nangun ayu ngrebek serta 12 Mei upacara nyegara gunung. Klian Adat Wayan Mudita mengatakan, pembangunan dilakukan untuk perbaikan beberapa bangunan yang rusak dan bocor. Setelah melakukan sangkep, warga Bukit Buwung sepakat membangun dan memperbaiki balai banjar. Setelah pembangunan selesai, dilakukan upacara melaspas, mendem padag-

KULKUL - Warga Banjar Bukit Buwung gotong royong mengangkat kulkul ke Bale Kulkul yang baru di-‘’pelaspas’’. ingan lan ngenteg linggih. Ini sebagai tanggung jawab keturunan warga Banjar Bukit Buwung melanjutkan upacara ngenteg linggih yang dilakukan para luluhurnya tahun 1951. ‘’Dana ada dari krama banjar. Itulah yang membuat kami melanjutkan upacara ngenteg linggih padudusan alit sampai selesai,’’ ujarnya. Untuk pembangunan termasuk prosesi upacaranya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Awalnya dana yang dimiliki krama hanya Rp 165 juta. Upaya penggalian dana dilakukan. Berkat donasi dari tokoh masyarakat, pemerintah, bazar dan lain-lain akhirnya dana terkumpul.

Pembangunan dilakukan bertahap selama dua tahun. Banjar Bukit Buwung tidak terlepas dari banjar lainnya seperti Banjar Ujung, Banjar Kedaton, Banjar Kusumajati, Banjar Ceramcam. Paiketan kelima banjar ini disebut Panca Naya. Warga dari kelima banjar jumlahnya kurang lebih 1.000 KK. Paiketan banjar ini merupakan hubungan kekerabatan yang saling membantu. Jika salah satu banjar memiliki karya, banjar lainnya turut membantu. Begitu juga saat kegiatan upacara melaspas, mendem padagingan dan ngenteg linggih di Banjar Bukit Buwung. (ad036)

Rayakan HUT Ke-30 dan Peringati Hari Kartini

Iwanwar Gelar ’’Workshop’’ Tata Rias Wajah dan Pengantin DALAM rangka merayakan HUT ke-30 dan memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu, Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Workshop Tata Rias Wajah dan Pengantin dengan tema ‘’Menjadikan Iwanwar Perempuan Kreatif, Mandiri dan Bermartabat’’ di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Denpasar, Senin (30/4) lalu. Workshop ini mendatangkan narasumber Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Peserta workshop merupakan anggota Iwanwar di lingkungan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali dan Unwar. Acara dihadiri Ketua Pembina dan Anggota Pembina Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali beserta istri, Pengawas Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali beserta istri, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali beserta Pengurus Yayasan, Rektor Unwar, Wakil Rektor I dan III Unwar, Dekan di lingkungan Unwar, Ketua Pembina dan Ketua Umum Iwanwar, istri mantan Rektor Unwar yaitu Nyonya Japa Winaya dan Nyonya Kuna Winaya, Pengurus Iwanwar serta undangan lainnya. Ketua Umum Iwanwar Nyonya Mirsa Umiyati Widjana mengatakan, Hari Kartini harus dijadikan dan dimaknai sebagai hari untuk menumbuhkan semangat

TUMPENG - Ketua Pembina Iwanwar Nyonya Diah Wisnumurti bersama Ketua Umum Iwanwar Nyonya Mirsa Umiyati Widjana memotong tumpeng perayaan HUT ke-30 Iwanwar sekaligus memperingati Hari Kartini. patriotisme bagi wanita-wanita Indonesia pada umumnya dan wanita Warmadewa khususnya. Sebab, tidak semua mimpi dan citacita mulia Kartini terwujud semasa hidupnya. Menurut Ketua Pembina Iwanwar Nyonya Diah Wisnumurti, di usianya yang ke-30 sejatinya organisasi Iwanwar sudah matang dalam berorganisasi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya organisasi Iwanwar memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap kemajuan Unwar. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengucapkan selamat kepada Iwanwar yang telah berhasil menyelenggarakan event besar. Perayaan HUT ke-30 Iwanwar telah membawa kesempatan bagi wanita-wanita Iwanwar untuk berkontemplasi dan merenung, apakah sudah melanjutkan inspirasi Raden Ajeng Kartini. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berharap di usianya yang ke-30 tahun ini, Iwanwar semakin dewasa, kompak, bersatu, inovatif, kreatif dan bermartabat. (ad039)


daerah

Rabu Paing, 2 Mei 2018

5

Harga Salak Tembus Rp 10 Ribu Per Kg Amlapura (Bali Post) Hasil panen tanaman salak di Kabupaten Karangasem mengalami penurunan cukup signifikan sejak beberapa hari belakangan ini. Hal itu dipicu oleh musim panen raya yang sudah berakhir. Mulai sedikitnya produksi komoditas itu mengakibatkan harga salak semakin melambung yaitu menembus Rp 10 ribu per kilogram.

Bali Post/kmb23

KTR – Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Bandara Ngurah Rai Sosialisasi Bahaya Rokok Mangupura (Bali Post) Untuk memaknai peringatan Hari Tanpa Tembakau Internasional (HTTI), pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali menggencarkan edukasi dan sosialisasi bahaya rokok. Sosialisasi dilakukan kepada para penumpang dan pegawai setempat. Meski demikian, pihak bandara menyediakan tempat khusus untuk merokok yakni empat di terminal domestik dan dua lainnya di terminal internasional. Hal itu untuk menjaga pengguna jasa yang tidak merokok agar tidak terganggu akibat asap rokok. ‘’Menjaga dan melaksanakan komitmen itu tidak mudah, terlebih di samping Perda KTR ada pelayanan kepada penumpang yang juga harus kami jaga. Tetapi kami coba terus menjalankannya beriringan,’’ kata Co-General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto, dalam sosialisasi simpatik Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di bandara setempat, Senin (30/4) lalu. Menurutnya, kampanye simpatik KTR digelar di area terminal menyasar para penumpang dan pengguna jasa bandara serta perkantoran bagi para karyawan. AP I menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

‘’Kami mengharapkan pengguna jasa bandara ikut aktif berperan menjaga lingkungan bandara yang bersih dan bebas dari asap rokok,’’ ujarnya. Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan untuk mengefektifkan hasil kampanye ini pihaknya akan memberlakukan penegakan hukum bagi pelanggar. Rujukannya adalah Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok. ‘’Nanti pelanggar rokok di bandara akan dilakukan sidang tipiring,’’ pungkasnya. Sebelumnya hal itu sudah pernah dilakukan, namun belum optimal. Oleh karena itu, pihaknya akan kembali menegakkan aturan yang ada. ‘’Kami coba mengkaji lagi dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang lain misalnya Pengadilan Negeri atau Dinas Kesehatan. Tipiring bertujuan memberikan efek jera kepada pelanggar,’’ tegasnya. Arie menambahkan, penegakan aturan yang diberlakukan di bandara ini bukan untuk melarang orang merokok, tetapi hanya untuk mengendalikan. Oleh karena itu pihaknya tetap menyediakan tempat khusus bagi perokok. ‘’Prinsipnya asap rokok dari perokok itu yang kami kendalikan agar tak berpengaruh langsung kepada akses penumpang yang tak merokok,’’ tandasnya. (kmb23)

Lahan Sudah Disurvei Pusat

Pembangunan Huntara Pengungsi Belum Ada Kepastian Amlapura (Bali Post) Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berencana membangun hunian sementara (huntara) untuk warga pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Hanya, wacana tersebut belum ada kejelasan hingga sekarang. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Krangasem Made Suama mengatakan, pusat belum memastikan kapan akan membangun huntara, apakah mulai Mei atau akhir tahun 2018. ‘’Bulan kemarin sudah disurvei petugas dari pusat. Lokasi yang dipilih lahan milik Pemprov Bali di Desa Nongan dan Desa Rendang, Kecamatan Rendang,’’ ungkapnya, Selasa (1/5) kemarin. Terkait dengan rencana itu, Pemprov Bali akan menggelar pelatihan tentang huntara oleh di Denpasar pada 3-5 Mei ini. Pelatihan

dihadiri Camat Rendang dan desa tempat pembangunan hunian sementara. Menurut Suama, rencana membangun huntara sebetulnya sudah ada sebelum status Gunung Agung diturunkan. Pusat sudah mengiyakan dan DED-nya sudah dibuat. Pemkab Karangasem sudah mengusulkan peminjaman lahan itu ke Pemprov Bali. Akan tetapi sampai saat ini Pemprov Bali belum memberikan izin. Tanah milik Pemrov Bali yang berlokasi di Desa Nongan luasnya 1,27 hektar, sedangkan di Desa Rendang seluas 86 are. Daerah ini dipilih karena dekat dengan fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, ketersediaan air bersih dan toilet. Proyek pembangunan huntara sebagai upaya antisipasi seandainya status Gunung Agung kembali naik ke level Awas (IV). Saat ini status Gunung Agung berada pada level Siaga (III). (kmb41)

OSN Nasional

Tiga Siswa Buleleng Perkuat Bali

Singaraja (Bali Post) – Tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kabupaten Buleleng terpilih memperkuat kontingen Provinsi Bali dalam laga di tingkat nasional. Ini setelah tim OSN SMP yang dijagokan Buleleng unggul pada mata pelajaran Matematika. Tim OSN Buleleng diperkuat I Putu Wisnu Jaya Wardana, siswa SMPN 4 Singaraja, Ni Putu Dhara Deswita Prabha (SMPN 1 Singaraja) dan Komang Juliantara (SMPN 4 Tejakula). Wisnu Jaya Wardana dan Dhara Deswita lolos pada kategori passing grade, sedangkan Juliantara unggul pada kategori perwakilan provinsi. Juara OSN SMP ditetapkan lewat dua kategori. Pada passing grade, peserta yang lolos adalah yang bisa melampaui standar nilai yang ditetapkan. Sementara kategori perwakilan provinsi adalah peserta yang nilainya terbaik di provinsi. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa, Senin (1/5) kemarin, membenarkan tim OSN SMP Buleleng lolos mewakili Bali ke tingkat nasional. Ia mengapresiasi prestasi siswa tersebut karena tidak saja membanggakan orangtua dan sekolah, tetapi juga

membawa nama baik Buleleng di kancang nasional. Sesuai SK Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidian Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud No.1677/D3/ KP/2018 ditetapkan 19 siswa mewakili Provinsi Bali berlaga di OSN Nasional pada

Juli 2018 mendatang. Buleleng dan Gianyar meloloskan masing-masing tiga siswa terbaiknya. Lima siswa mewakili Kota Denpasar, sedangkan Kabupaten Tabanan, Karangasem, Jembrana dan Klungkung masing-masing menjagokan seorang peserta. (kmb38)

Petani salak asal Banjar Abian Tiing, Desa Amerta Buana, Selat, Ni Nengah Nesa, mengakui produksi salak menurun sejak beberapa hari belakangan ini diakibatkan masa penen raya sudah berakhir. ‘’Panen raya itu terjadi Januari sampai Maret, sehingga saat ini produksi sedikit,’’ ucapnya ditemui, Selasa (1/5) kemarin.

Saat panen raya, Nesa bisa melakukan panen tiga kali dalam seminggu. Kebunnya mampu menghasilkan ratusan kilogram salak yang siap dijual. Namun, sepekan ini dirinya hanya panen sekali. Hasilnya pun hanya puluhan kilogram. ‘’Sekarang buah salak tidak sebaik saat panen raya. Buahnya kecil dan warna kulitnya agak gelap. Saat penen raya buah

salak besar-besar dan bagus,’’ paparnya. Di balik itu, Nesa bisa sedikit tersenyum. Sebab, saat persediaan salak terbatas, harganya melambung. Saat ini harga salak menembus Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. Bandingkan saat panen raya harga salak anjlok hingga Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kilogramnya. Petani pun kesulitan menjual salak karena jumlahnya berlimpah. Menurutnya, pada Agustus hingga Oktober mendatang petani salak di Karangasem akan kembali panen gaduh. Hanya, hasilnya tidak semelimpah panen raya. ‘’Semoga harga jualnya normal,’’ pungkas Nesa. (kmb41)

Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Ikan

Vonis Anjlok, Jaksa Nyatakan Pikir-pikir Denpasar (Bali Post) Vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar atas perkara dugaan korupsi pengadaan kapal ikan dengan terdakwa Fuad Bachtir Bau Agiel dan Suyadi selaku rekanan anjlok alias turun drastis dari tuntutan jaksa. Yang paling banyak turunnya adalah uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara. Dalam sidang yang berlangsung hingga malam, Senin (30/4) lalu, Suyadi yang dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan, oleh majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila hanya divonis empat tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti Rp 255 juta lebih sebagai akibat kerugian keuangan negara. Jika tidak dibayar akan dipidana penjara selama dua tahun. Padahal dalam tuntutan jaksa, Suyadi dibebankan membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 4,5 miliar. Sementara Fuad Bachtir Bau Agiel awalnya dituntut 5,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan dengan membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 3,43 miliar subsider dua tahun 10 bulan. Namun, majelis hakim hanya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar perkara sidang Rp 5 ribu. Terdakwa tidak dibebankan uang penganti kerugian keuangan negara. Atas vonis yang anjlok itu, JPU dari Kejati Bali I Made

Subawa menyatakan pikirpikir alias belum menyatakan menerima atau akan mengajukan upaya hukum banding. Sebelumnya JPU Megawati dkk. menjatuhkan pidana lebih berat pada kedua terdakwa. Dalam sidang terpisah yang dipimpin majelis hakim I Wayan Sukanila, Suyadi dinyatakan terbukti bersalah secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya, yang dapat merugikan keuangan negara. Jaksa dari Kejati Bali menuntut terdakwa hukuman penjara enam tahun dikurangi selama berada di dalam tahanan. Selain itu, Suyadi dituntut membayar denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan serta dibebankan membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 4,5 miliar. Apabila dalam rentan waktu satu bulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap tidak dibayar, harta bendanya dapat disita untuk dilelang. Jika tidak punya harta benda yang cukup, diganti dengan pidana penjara tiga tahun. Tuntutan lebih rendah diberikan pada Fuad. Oleh JPU Megawati dkk., terdakwa dituntut 5,5 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider enam bulan. Dalam surat tuntutannya, terdakwa Fuad dituntut membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 3,43 miliar. Jika tidak mempunyai uang pengganti, diganti dengan pidana kurungan dua tahun 10 bulan. (kmb37)

Bali Post/kmb37

DIGIRING - Fuad Bachtiar Bau Agiel (kiri) digiring oleh petugas kejaksaan usai mendengar vonis hakim di Pengadilan Tipikor Denpasar.

ABG Curi Ayam Aduan Senilai Rp 20 Juta

Denpasar (Bali Post) ABG berinisial PY (16) ditangkap anggota Polsek Denpasar Barat (Denbar), Jumat (27/4) lalu di Buleleng. Pasalnya, residivis ini mencuri lima ayam aduan senilai Rp 20 juta di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian, Denpasar. ‘’Korbannya Komang Wirawan umur 41 tahun. Pelaku mencuri ayam tersebut sekitar bulan Februari lalu,’’ kata Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra, Selasa (1/5) kemarin. Setelah menerima laporan kasus itu, petugas melakukan penyelidikan dan mengarah ke pelaku. Selanjutnya polisi memburu pelaku dan akhirnya dibekuk di rumahnya Banjar Dinas Pengubugan, Buleleng, Jumat sekitar pukul 19.30 Wita. Petugas juga mengamankan penadahnya berinisial GB. Saat diperiksa, pelaku mengaku ayam curian ada dijual, diadu di arena tajen (sabung ayam) dan lepas di tempat kosnya di wilayah Denpasar. ‘’Mungkin karena ayam aduan itu mahal sehingga jadi incaran pencuri. Kami masih mendalami kasus ini karena siapa tahu pelaku beraksi di tempat lain,’’ ujar Aan Saputra. (kmb36)

Bali Post/ist

DITAHAN - Pencuri ayam aduan (tengah) ditahan di Mapolsek Denbar.


OPINI

6

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Penyadaran dan Moksa ALIRAN psikologi konvensional mengajarkan bahwa kelahiran ini pada dasarnya adalah papa lias kesengsaraan. Makanya mengapa begitu bayi lahir, dia langsung menangis. Ya itu karena mereka sudah menghadapi kehidupan yang penuh dengan persaingan. Jika mereka berani dan menang, bayi ini akan tumbuh menjadi anak, remaja, dan orang dewasa. Jika kalah, sang bayi akan mati. Dalam ajaran agama Hindu dikenal dengan samsara yakni manumitis kembali karena gagal menyatu dengan Tuhan. Lahir kembali berarti sebuah hukuman untuk lebih banyak lagi berbuat kebaikan. Ilmu ini juga berlaku bagi tetua kita di Bali. Manusia Bali yang hidup pada zaman dulu adalah hasil seleksi alam. Jika tubuh dan organnya tak siap menghadapi kerasnya alam dan persaingan mereka akan meninggal di tengah jalan. Namun sebaliknya, mereka yang sukses menghadapi rintangan alam akan hidup dengan umur yang panjang. Ini oleh para penekun ilmu spiritual dikatakan sudah menemukan kesadaran alias innernet soal makna kehidupan. Maka dari sini lahirlah ilmu soal makna dan kesadaran hidup bagi kehidupan atau bagaimana memaknai kehidupan. Salah seorang penekun spiritual Dewantoro mengungkapkan saat-saat datangnya kesadaran itu tidaklah terduga. Tak pernah mengambil pola pasti. Kadang ia datang saat saya duduk tafakur di keheningan malam, melihat langit berbintang. Kadang ia datang saat saya duduk santai di bawah pohon mangga. Kadang ia muncul saat saya duduk setengah melamun di angkutan umum. Bagaimanapun prosesnya ia datang, namun kesadaran ini ibarat penerang di tengah kegelapan. Kesadaran yang membuat kita mengerti berbagai perkara yang semula samar. Kesadaran menghubungkan kita dengan kenyataan dan meluruhkan semua ilusi yang tertanam di benak. Pengertian akan kesadaran ini tumbuh seiring pengertian akan diri. Mencermati diri, mengurai lapis demi lapis keberadaan diri, bisa ditemukan keberadaan Sang Aku. Sosok Aku yang dalam bahasa psikologi disebut Id dan Ego inilah yang memiliki free will untuk melakukan apa yang dia mau, sesuai batas kemampuan yang dia miliki. Di balut tubuh eterik dan tubuh ragawi, Sang Aku ini menjalani hari demi hari di bumi ini, hingga tibalah masa dia berpindah ke dimensi lain. Yang unik adalah free will (Ego) ini. Dialah yang membuat manusia bisa memilih jalan mana pun yang dia mau. Suka dan duka dipilih sendiri. Melalui permenungan yang lebih mendalam, bisa ditemukan realitas bahwa Sang Aku ini mengambil pilihan tindakan, berdasarkan berbagai pengaruh: kadang hanya mengikuti insting, kadang mengikuti intuisi yang berakar pada matangnya pengalaman, kadang mengikuti asumsiasumsi yang berakar kuat dalam nalar, kadang mengikuti kalkulasi nalar yang matang. Dalam beberapa kasus, ada pribadi yang Sang Akunya mengikuti bisikan-bisikan dari luar dirinya. Langkah paling dasar untuk bisa mempraktikkan kesadaran yang berfokus pada rasa sejati adalah mengerti apa bedanya berpikir dan merasa. Semakin intensif menyadari keberadaan rasa sejati yang berujung pada kesadaran akan realitas Aku Sejati, maka berubahlah pola hidup kita. Tuntunan itulah yang membuat kita mengerti realitas karena Sang Aku kini memilih bekerja berdasarkan tuntunan dari Sang Aku Sejati (Tuhan). Dalam konteks Hindu dikenal dengan moksa yakni bersatunya atman dengan Brahman. Itulah kesadaran hidup sejatinya. Berbuat baik di dunia guna menyatunya atman.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Surat untuk Bupati Buleleng

Kepada Yth. Bapak Bupati Buleleng, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buleleng. Saya ingin menyampaikan keluhan saya selaku orang tua dan pengguna jalan khususnya trotoar. Sebagai pejalan kaki, tentu trotoar sangat penting agar masyarakat terhindar dari bahaya tertabrak kendaraan ketika berjalan di jalan raya. Namun, apa yang saya alami sore ini, Minggu 29 April 2018, sekitar pukul 16.30 Wita, menjadikan pelajaran kepada semua pejalan kaki di trotoar agar berhati-hati bila tidak mau kecebur ke kali atau parit. Kejadian berawal saat saya berjalan bergandengan tangan dengan anak saya sesaat setelah keluar dari salon tempat anak saya potong rambut di Salon Surya, Jalan Jelantik Gingsir Sukasada, yaitu di depan reservoir. Hanya beberapa saat dari salon tersebut berjalan kaki di atas trotoar sebelah kiri jalan dari arah kota Singaraja untuk pejalan kaki menuju ke arah utara, tiba-tiba beton penutup lubang trotoar jebol ketika anak saya berjalan di atas beton tersebut. Beton yang jebol langsung jatuh ke kali dan kemudian anak saya tercebur juga ke kali tersebut. Anak saya mengalami lukaluka lecet di kakinya. Melalui surat pembaca ini, saya berharap agar dinas terkait segera menindaklanjuti atau memperbaiki trotoartrotoar yang memiliki kondisi rusak, sehingga tidak membahayakan pejalan kaki. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. Jl. Jelantik Gingsir 83 Sukasada, Singaraja

Mengalihkan Kesadaran Menuju Dunia ’’Innernet’’ Tanpa menyadari, begitulah kelahiran ini bagaikan sepotong kayu yang terapung di laut, dia didorong ke sana ke mari tanpa mengetahui apa yang telah terjadi. Begitu juga dengan diri ini tidak sadar didorong oleh satu angan menuju angan yang lain, dan adakah kita menyadari untuk apakah sebenarnya Tuhan memberikan badan, tubuh ini? Kita lahir, tumbuh dewasa, kawin, punya anak, tua, penyakitan lalu mati dan itu pasti terjadi. Sepertinya apa pun yang kita lalukan, dan bagaimanapun kita merawat tubuh ini dengan vitamin penghambat ketuaan, dan memanjakannnya dengan ragam kenikmatan lainnya pada akhirnya akan mati juga.

Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. edengarannya menyedihkan, dan sepintas hidup ini nampak seperti proses perjuangan menuju kematian. Bila demikian halnya, buat apa di antara kita mesti menginginkan banyak hal di dunia ini dan kadang mesti harus bersaing sengit dan bahkan kadang harus saling bermusuhan dan akhirnya mati juga. Bila pertanyaan demikian yang muncul dari batin seseorang, tentu dunia luar bukanlah solusinya, dan itu harus dialihkan arahnya dari dunia luar menuju wilayah innernet tempat kesadaran batin itu berada. Innernet memberikan gambaran bahwa dunia ini bagaikan lautan samsara, laut di mana kita dilahirkan dengan keganasan gelombangnya yang terus-menerus mendorong setiap orang untuk bangkit dari lamunan yang satu menuju angan yang lain, dan tidak berdaya untuk menghentikan dorongan itu sehingga sulit meraih kedamaian yang utuh. Tanpa menyadari arti kelahiran, tentu tubuh yang diberikan Tuhan tidak lebih dari sepotong kayu yang terapung di laut,

K

bergerak ke sana ke mari tanpa tujuan yang pasti. Tubuh ini diberikan Tuhan bukan untuk menikmati indahnya dunia, dan bukan bergerak ke sana ke mari, menjelajahi kenikmatan dunia ini, melainkan untuk menyadari bahwa karunia tubuh ini semestinya digunakan sebagai sampan untuk menyeberangi lautan samsara yang berada di antara kelahiran dan kematian yang silih berganti. Karena itu, janganlah dianggap hidup ini sekadar lahir, lalu menikmatinya dengan selera seenaknya kalau tidak ingin terus berada terombang-ambing di lautan samsara. Dunia luar terkesan memberi harapan bahagia pada masa depan, dan itu adalah kesalahan cara memandang dunia ini. Dunia lautan samsara ini tidak akan memberi kepuasan, itu bagaikan fatamorgana dari kejauhan, dan bila batin kita merasa bosan dengan imingiming hiruk pikuknya dunia luar, ada baiknya seseorang beralih dengan menyelam di kedalaman dunia batin (innernet) dan di sana akan ditemukan kesadaran dan arti dan tujuan hidup yang sesungguhnya. Betapa pun indahnya hidup di dunia ini, ia akan dihadapkan

dengan perpisahan dari orangorang tercinta manakala hadirnya tamu yang tidak diundang yaitu kematian. Sumber penderitaan itu adalah keinginan yang tubuh subur, dan keinginan itu ibarat biji, yang kalau dibiarkan tumbuh ia akan menjadi pohon, dan dari pohon akan muncullah biji lagi, begitu seterusnya bersiklus antara keinginan yang satu dengan angan yang lain tanpa memberi kepuasan apa pun. Tumbuhnya ragam keinginan akan terpintal menjadi ego, dan ego terus mengibarkan kepentingan untuk meraih ketersanjungan diri yang tidak pernah terpuaskan, ibarat babi yang semakin diberi makan, ia nampak semakin rakus melahapnya. Begitulah selama seseorang belum menyadari arti kelahiran ini, dan tidak mengalihkan perhatiannya menuju jalur batin (innernet), ia akan terus didorong ke sana ke mari untuk melakukan kegiatan dengan melewati masa kelahiran menuju kematian berulang. Dari kematian yang satu menuju kelahiran yang baru, di mana sang jiwa harus menunggu untuk mendapat badan baru sesuai karakter yang terbentuk dari karma kelahiran sebelum

ini, dan ini ibarat orang yang berganti baju setelah baju lama ditinggalkan. Begitulah seterusnya ia berproses dalam siklus reinkarnasi, dari satu kelahiran menuju kematian dan dari kematian menuju kelahiran yang baru. Ada kalanya seseorang akan mendapat badan baru yang tidak diharapkan, terlahir cacat karena dalam kelahiran sebelumnya sering menghina atau mengejek orang lain, mem-bully, menyakitinya sehingga orang lain mengalami penderitaan, inilah kerja hukum karma berjalan secara otomatis. Apa pun yang dilakukan seseorang di dunia ini selama ia tidak menyadari mengapa ia lahir, dari mana ia berasal, ke mana ia akan pergi setelah mati, maka hidup demikian tidak lebih dari sepotong kayu yang nyemplung di lautan samsara. Ada tiga jenis penyebab mengapa seseorang mesti lahir kembali (reinkarnasi) ke dunia penjara karma ini. Pertama, karena belum terpuaskan angan, keinginannya di dunia ini di dalam kelahirannya terdahulu, sehingga sisa keinginan yang belum terealisasi itu akan menariknya kembali untuk lahir. Keinginan yang kuat, rekam jejak yang mendominasi itu menyebabkan seseorang tidak bisa menolak untuk tidak lahir kembali walaupun alam kematian yang dimasukinya ternyata sangat damai dan sangat indah. Penyebab kedua, karena seseorang harus menerima hadiah buah karma, menerima akibat dari perbuatan pada masa kelahirannya terdahulu. Setiap karma yang tidak ikhlas pasti berbuah, apakah itu karma baik atau karma buruk, dan hanya karma yang dilakukan

Perempuan dan Calon Pemimpin Bangsa

Isu pendidikan bagi perempuan yang menjadi poros utama perjuangan R.A. Kartini diorientasikan untuk semakin mencerdaskan kaum perempuan di negeri ini. Sebab, perempuan merupakan gerbang awal pendidikan yang sekaligus guru bangsa sepanjang masa. Karenanya, mereka harus pandai di dalam mendidik calon pemimpin bangsa. Hal itu pernah dilontarkan Kartini dalam salah satu suratnya “Dari semenjak dahulu kemajuan perempuan itu menjadi pasal yang amat penting dalam usaha memajukan bangsa. Kecerdasan pikiran penduduk pribumi tiada akan maju dengan pesatnya, bila perempuan itu ketinggalan dalam usaha itu. Perempuan jadi pembawa peradaban.” Dari petikan surat tersebut menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam kemajuan suatu peradaban bangsa. Apalagi, bagi perempuan yang kelak akan menjadi agen awal pendidik generasi bangsa pembawa perubahan. Survei pendidikan yang dilakukan Mayling Oey (2012) pada semua jenjang pendidikan dasar 15 tahun, menyatakan bahwa partisipasi

Oleh Suwanto murid perempuan naik melampaui partisipasi murid laki-laki. Demikian pun untuk pendidikan Madrasah. Sebagaimana hasil penelitian “Rumah Kitab” ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini kini mulai menuai buahnya. Meskipun partisipasi anak perempuan meningkat, akan tetapi ironi yang terjadi ialah kasus dengan perempuan sebagai korban seperti KDRT, pernikahan dini, poligami, dan kekerasan lainnya malah justru menjadi isu serta fenomena yang tak kunjung usai. Harapannya spirit Kartini mampu berefek positif pada meningkatnya perempuan yang bisa menempuh pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kasus diskriminasi gender, subordinasi perempuan, dan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dapat dicegah dan ditangani. Tradisi patriarki sudah waktunya diubah ke arah yang lebih setara dan adil. Karena sudah semestinya masalah eksistensi perempuan

juga menyangkut masalah para lelaki pula. Jadi, keduanya harus saling melengkapi. Jangan sampai tingginya pendidikan kaum perempuan dan diakuinya kesetaraan gender (gender equality) seolah hanyalah menjadi kemenangan semu bagi pihak kaum perempuan. Munculnya kasus seperti Sonya Depari, bullying di sekolahsekolah, tawuran pelajar, hingga kriminal level tinggi yang berujung korban memperingatkan kita untuk segera berbenah dan sadar akan petingnya pendidikan perempuan. Kehadirannya sangat vital bagi ketahanan keluarga. Mengingat, peran ibu sebagai sosok perempuan yang mengurus berbagai hal, temasuk dalam membina anak-anaknya. Masalah dalam keluarga kerap kali muncul karena kurang optimalnya peran perempuan dalam pendidikan keluarga. Padahal, perempuan memiliki peran yang urgen dalam membimbing dan membina perkembangan anak baik intelektual

maupun moralnya. Kalau kita tengok sejarah, masalah emansipasi yang dipahami saat ini berbeda dengan emansipasi yang didengungkan oleh Kartini dulu. Sebab, Kartini tidak pernah membenturkan masalah emansipasi dengan keluarga. Bagi Kartini emansipasi ialah jalan untuk membangun katahanan keluarga agar makin kuat dan kokoh. Berbagai kasus yang menggoyahkan ketahanan keluarga merupakan ujian untuk kita semua untuk segera dicari titik terang solusi penyelesaiannya. Melalui spirit Kartini inilah, semoga menyadarkan kita semua baik kaum laki-laki maupun perempuan bahwa cita-cita mulia Kartini bukanlah terletak pada pengenangan namanya, seremonial, dan atribut budaya semata. Namun, terletak pada keberhasilan mendidik generasi muda yang tangguh dan memiliki kecerdasan emosi, intelegensi dan spritual. Selaras dengan, adagium yang melekat padanya, habis gelap terbitlah terang.

atas dasar cinta kasih saja yang disebut bakti yang tidak menimbulkan akibat. Karma baik hanya menghantar jiwa seseorang untuk menanti di suatu tempat seperti di surga sebelum mendapat badan baru untuk lahir kembali ke dunia. Sedangkan karma buruk akan menghantarkan jiwa seseorang untuk menanti di suatu tempat seperti di neraka sebelum mendapat badan baru yang sesuai untuk lahir kembali ke dunia. Berbeda dengan jiwa yang tidak terikat oleh buah karma baik atau buruk, tidak diikat oleh tali karma, ia hanya bekerja untuk Tuhan, jiwanya akan terbebas dari belenggu tali karma sehingga bisa pergi ke mana saja, dan ini ibarat orang yang memiliki kartu freepass. Inilah yang sesungguhnya disebut moksa, bebas jiwanya pergi setelah kematian tiba, bisa mengunjungi wilayah surga atau ke neraka, ataupun mau lahir kembali ke dunia untuk membantu orang-orang yang sudah siap dibantu. Penyebab ketiga, karena kebodohan (awidya), dan orang-orang demikian diliputi kegelapan, dengan kesadaran yang sangat rendah, belum tahu mana yang benar, mana yang salah, dan sering bertindak seperti halnya binatang, serakah, dan suka menyakiti. Karena itu, bila seseorang ingin terbebas dari siklus kelahiran dan kematian yang tiada henti, maka harus berusaha mengurangi keinginan, ibarat benih pohon, begitulah keinginan itu yang bagaikan biji harus dipanggang atau digoreng agar ia tidak tumbuh bersiklus di dunia penjara karma ini. Penulis, pensiunan Telkom, Tinggal di Bedahulu, Gianyar

POJOK Pemerintah akan bentuk tim khusus sikapi keluhan buruh. - Hasilnya belum tentu proburuh. *** Ribuan buruh demo, tuntut pencabutan Perpres TKA. - Artinya tak pro-buruh. *** Anggota DPR minta pemerintah perhatikan nasib buruh. - Nasib DPR sudah bagus.

Penulis, peneliti di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Paing, 2 Mei 2018

PHDI dan KMHDI Desak Polisi Ungkap Pelaku Pencurian ’’Pratima’’ Tabanan (Bali Post) Kasus pencurian pratima di Pura Luhur Dalem Desa Pakraman Penebel Kelod, Penebel, belum lama ini mendapat atensi langsung Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Imdonesia (KMHDI) di Tabanan dan juga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. Bahkan, perwakilan dari kedua lembaga itu Selasa (1/5) kemarin mendatangi Polres Tabanan. Mereka mendesak agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap siapa pelaku pencurian pratima tersebut. Mereka diterima Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Yana Djaya Widya. Pada pertemuan singkat itu, anggota Humas PHDI Bali I Ketut Bagus Arjana Wira yang mendapatkan perintah Ketua PHDI Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana menanyakan sejauh mana pihak kepolisian telah melakukan pengungkapan kasus pencurian pratima di Pura Luhur Dalem Desa Pakraman Penebel Kelod itu? ‘’Kami diminta menanyakan perkembangan kasus pencurian pratima di Tabanan yang saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap pelaku,’’ ujarnya. Pratima, kata Bagus Arjana Wira, merupakan benda suci yang sangat disakralkan umat Hindu. Pratima itu dipercaya sebagai simbol Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Sangat disayangkan jika sampai terjadi pencurian di areal pura. Kami berharap Polres Tabanan bisa memberikan atensi lebih agar pelakunya bisa segera tertangkap,’’ tegasnya. Bahkan, dirinya meyakini jika pelaku pencurian pratima itu memiliki jaringan. Motivasinya mengoleksi benda-benda antik atau juga faktor kemiskinan. ‘’Apa pun itu motifnya, kami dari PHDI berharap pelaku pencuri ini segera ditangkap,’’ jelasnya. Dikatakan, proses mensakralkan pratima itu tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tak hanya biaya, energi, pikiran dan sumber daya juga diperlukan. Hasil koordinasi ini selanjutnya disampaikannya dan akan dijadikan bahan laporan kepada Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudi-

ana. Harapan PHDI Bali agar tidak terjadi lagi kasus pencurian pratima di daerah lainnya, Wira mengaku akan mendatangi Polda Bali. ‘’Tadi juga kami berkoordinasi dan sama-sama ikut menjaga di daerahnya masing-masing. Sebetulnya, ada konsep makemit atau ronda dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,’’ bebernya. Jika Pura Dalem Desa Pakraman Kelod itu sebagai cagar budaya yang dikendalikan Dinas Kebudayaan, maka pelakunya bisa dikenakan hukuman berlapis tentang Cagar Budaya. ‘’Proses selanjutnya, kami akan koordinasikan lebih lanjut,’’ tegasnya. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Yana Djaya Widya mengatakan, pihaknya menyambut baik apa yang disampaikan perwakilan KMHDI dan PHDI Bali itu. Menyimak atensi itu, kata Kasat Reskrim, hal itu membuktikan kepedulian masyarakat terhadap Tabanan sangat besar. Terkait kasus pencurian pratima itu pelakunya sampai saat ini masih lidik. Bahkan dirinya juga telah membentuk tim baik dari Polsek dan Polres, untuk bisa secepatnya mengungkap pencurian pratima tersebut. Berdasarkan olah TKP, saat kejadian pencurian yang diketahui Minggu (29/4) lalu itu, belum bisa diprediksi berapa orang pelakunya. Yang pasti pelakunya telah melakukan pencurian dengan pemberatan. Salah satu tempat penyimpanan pratima-nya dirusak. ‘’Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,’’ tegas AKP Yana. (kmb28)

Bali Post/kmb28

DATANGI POLRES - KMHDI Tabanan dan PHDI Bali datangi Polres Tabanan diterima Kasat Reskrim.

Dari Bedah Buku ’’Investasi Hati’’ di Universitas Brawijaya

Bupati Eka Promosikan Desa Wisata

UPAYA pemberdayaan ekonomi kerakyatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Faktanya, di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, Tabanan terus mengoptimalkan keberadaan desa yang punya potensi aset terpendam. Salah satunya digulirkan program Desa Wisata. Malah, program ini sudah dijalankan di beberapa desa di Kabupaten Tabanan. Dengan desa wisata, nantinya desa-desa yang ada di Tabanan diyakini bisa berkembang mandiri sekaligus mampu menyejahterakan masyarakat. Hal itu terungkap pada diskusi ‘’Buku Investasi Hati Goes to Campus’’ di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) Malang, Senin (30/4) lalu. Pada acara itu, Bupati Eka mempromosikan keberadaan desa-desa wisata di Tabanan dan upaya-upaya kreatif pemerintahannya dalam memberdayakan seluruh desa. Salah satunya mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ‘’Permodalan masing-masing BUMDes itu kita subsidi Rp 200 juta dari APBD. Tapi pemda itu memiliki saham 49 persen. Misalkan BUMDes itu punya untung Rp 1 miliar, pemda punya hak Rp 490 juta per satu BUMDes, namun uang ini dikembalikan lagi ke BKK desa tersebut. Jadi, antara BUMDes satu dengan lainnya mereka kompetisi. Kalau mau dapat BKK besar untuk membangun desa, mari majukan BUMDes anda. Itu konsepnya,’’ ungkap Bupati Eka. Keberadaan desa wisata, kata Bupati Eka, merupakan salah satu bentuk program Investasi Hati. Investasi hati adalah sebuah konsep pelayanan kepada masyarakat, didasari rasa tulus dan ikhlas melalui kebijakankebijakan yang pro-rakyat. ‘’Bagaimana kita harus tulus melayani rakyat lewat kebijakan-kebijakan

pemerintah sehingga akhirnya derajat masyarakat bisa diangkat. Intinya perjuangan dengan hati,’’ katanya. Roh dari Investasi Hati itu adalah Pancasila, Tri Sakti, dan Tri Hita Karana. ‘’Investasi hati itu, ada investasi hati politik, investasi hati ekonomi dan sosial serta investasi hati agama dan budaya,’’ imbuhnya. Dijelaskan, Investasi Hati Politik melalui kebijakan dan program dengan hati/pro-rakyat alias wong cilik. Investasi ekonomi dan sosial dengan melahirkan keadaan masyarakat yang sejahtera, mandiri, sebagai pelaku dan penikmat kesuksesan pembangunan itu sendiri. Sedangkan investasi hati agama dan budaya adalah menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam perbedaan, karena kedamaian itu mewujudkan kemajuan. Pada kesempatan itu, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pariwisata juga membuka stan pameran. Selain menyajikan informasi daerah tujuan wisata (DTW) di Tabanan, di sana juga dipamerkan produk-produk UMKM yang ada di Tabanan. Jalannya diskusi dan bedah buku yang dibuka secara resmi Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) Malang Yusri Abdillah, M.Si., Ph.D. sangat menarik dan diapresiasi banyak pihak. Bedah buku itu dipandu moderator Dr. Moh Nuh, M.Si., Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FIA-UB Malang. Pada kesempatan itu, Yusri Abbillah mengungkapkan karakter kepemimpinan Bupati Eka. Dikatakan, Bupati Tabanan itu sebagai sosok yang terbuka dan mempunyai inovasi dalam pembangunan khususnya di sektor publik dengan pelayanan sepenuh hati dengan keikhlasan. ‘’Orangnya terbuka, punya inovasi membangun Tabanan. Inti pelayanan di sektor publik dengan motivasi Sepenuh Hati,’’

Bupati Eka presentasi promosikan Desa Wisata di Universitas Brawijaya. ungkapnya. Hadir juga pada acara itu sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan, para akademisi baik dosen maupun mahasiswa. Untuk ‘’Buku Investasi Hati’’ karya Ni Putu Eka Wiyastuti dibedah oleh M.R. Khairul Muluk. Sedangkan buku ‘’Aneka Pendekatan dan Teori Dasar Administrasi Publik’’ yang ditulis Dr. Lely Indah Windarti, yang juga Kepala Unit Laboratorium Perpustakaan dan Arsip FIA-UB Malang itu dibedah M. Chazienul Ulum. Berbagai tanggapan maupun masukan dari berbagai perspektif terkait buku itu yang muncul atas inisiatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut berdatangan dari peserta diskusi. Banyak apresiasi positif mengalir mengingat isi buku itu menguraikan

perjalanan seorang Ni Putu Eka Wiryastuti, hingga akhirnya menjabat bupati dan kemudian memberi pelayanan total kepada masyarakat. Salah satunya Wakil Dekan III FIA-UB Dr. Mohammad Rozikin, M.Si. mengatakan buku investasi hati itu memberikan satu nuansa baru. Misalkan sebuah keputusan yang diambil bersumber dari hati, maka akan menimbulkan kesan berbeda dengan keputusan yang hanya berdasarkan akal sehat. ‘’Kalau orang bertindak, orang berbuat, kalau motivasinya berangkat dari hati dan betul-betul tulus, maka tidak akan merasa berat. Kalau berangkat dari hati, rintangan yang ada pasti jadi ringan. Sehingga hal-hal yang dianggap sulit, dengan hati lapang dan hati ikhlas, maka kesulitan itu akan terselesaikan dengan baik,’’ imbuhnya. (ad042)

Tunggu Perbup Realisasi UPTD Kalibrasi Tabanan (Bali Post) Mengacu aturan pelaksanaan kegiatan kesehatan, untuk bisa mendapatkan akreditasi seluruh layanan kesehatan harus melakukan kalibrasi. Kalibrasi harus dilakukan terhadap alat kesehatan yang dimilikinya. Sayangnya lembaga yang bisa melakukan Kalibrasi di Indonesia itu masih sangat terbatas. Karenanya tahun 2018 ini Tabanan berencana membentuk UPTD Kalibrasi. Tetapi realisasinya sedang menunggu proses pembentukan perbup. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Selasa (1/5) kemarin, mengatakan saat ini proses pembentukan Perbup Kalibrasi itu sedang berjalan. ‘’Jika bisa dituntaskan tahun 2018 ini, maka UPTD akan bisa mulai direalisasikan tahun ini pula,’’ ujar Suratmika. Dalam proses pembentukan UPTD Kalibrasi itu, kata Suratmika, semua persyaratan sudah dipenuhi. Persyaratannya mulai SDM, gedung hingga peralatan. Sehingga pihak Dinkes sudah siap jalan jika perbup itu sudah keluar. Dengan adanya UPTD Kalibrasi ini, kata Suratmika, nantinya sangat membantu layanan kesehatan yang ada di Tabanan utamanya melakukan kalibrasi alat-alat kesehatannya, baik sebagai persyaratan akreditasi maupun dalam hal keamanan prosedur pelayanan bagi masyarakat setiap harinya. Dulu ketika hendak melakukan kalibrasi, pihaknya masih memanggil pihak luar yakni Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya. Dengan adanya UPTD Kalibrasi di Tabanan, maka akan bisa dilakukan pemeriksaan secara mandiri. Hal ini tentu lebih menghemat biaya pengeluaran. Malah ke depannya UPTD ini bisa membuka layanan kalibrasi alat kesehatan bagi layanan kesehatan di luar Tabanan. ‘’Tentu nanti bisa menjadi pemasukan daerah juga. Hanya perlu disusun pola tarif layanannya. Proses itu masih memerlukan waktu,’’ ujar Suratmika. Pemerintah sendiri sangat mendorong daerah-daerah untuk membuat UPTD Kalibrasi. Sebab, lembaga yang khusus menangani hal ini sangat terbatas karena itu tidak mampu memenuhi permintaan seluruh layanan kesehatan. Untuk di Bali Nusra saja, hanya Kupang yang memiliki layanan ini. Jika UPTD Kalibrasi itu sudah beroperasi, kata Suratmika, sebagai tahap awal hanya akan melayani RS pemerintah dan puskesmas saja. Setelah adanya pola tarif, barulah melakukan layanan untuk RS swasta yang ada di Tabanan dan bukan tidak mungkin seluruh Bali. (kmb24)

Kendalikan Populasi Hama Ulat

Munduk Temu Lindungi Populasi Burung Punglor

Keberadaan populasi burung punglor atau juga dikenal Anis Merah di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan itu relatif banyak. Meski burung ini belum termasuk burung yang dilindungi, sejak dini Desa Munduk Temu mengeluarkan aturan pembatasan pengambilan anak burung ini dari alam setiap lima tahun sekali. Alasannya, populasi burung punglor di alam bebas itu berguna untuk mengendalikan populasi hama ulat serta sebagai indikator yang menegaskan lingkungan di sini masih asri dan belum tercemar zat kimia. Bagaimanakah kebijakan strategis aparat Desa Munduk Temu, dalam kaitan melindungi habitat burung punglor itu? PERBEKEL Desa Munduk Temu I Nyoman Wintara, Selasa (1/5) kemarin, mengatakan peraturan ini mulai berlaku sejak tahun 2018. Itu akan kembali diterapkan hingga tahun 2023 lima mendatang. ‘’Mengapa lima tahun sekali, karena dari perkiraan populasi dijaga setiap lima tahun sekali ini, akan ada ribuan anakan burung punglor yang dewasa nantinya bertelur

kembali. Sehingga populasi yang dijaga ini tetap bisa menyeimbangkan jumlah habitat burung itu di alam bebas,’’ ujar Wintara. Secara ekonomi, burung punglor itu, lanjut Wintara, sesungguhnya menjadi salah satu pemasukan petani di Munduk Temu yang sangat menjanjikan. Sebab, satu anakan burung punglor yang belum bisa makan sendiri saja, harganya mencapai Rp 300 ribu per ekor. Jika anakan sudah bisa makan sendiri, harganya lebih mahal mencapai Rp 700 ribu per ekor. Burung punglor itu sangat disukai pencinta burung. Pasalnya, kicauannya sangat merdu. Karena itu, burung itu kerap diikutkan lomba kicau burung, sehingga peminat burung ini masih tinggi. Karena harganya mahal, hal itu membuat masyarakat semangat berburu burung punglor saat masih menjadi anakan di Munduk Temu itu. Inilah yang hendak dikendalikan pihak Desa Munduk Temu. Sebab, bagaimanapun juga, keberadaan burung punglor di alam liar itu sangat membantu menurunkan populasi hama ulat serta sebagai indikator lingkungan tersebut masih alami. ‘’Kami tidak mau burung ini sampai punah. Karenanya kami keluarkan Perdes,’’ ujar Wintara. Perdes tersebut, menurut Wintara, melarang perburuan burung punglor berlaku setiap lima tahun sekali. Tahun 2018 ini petani diharapkan tidak mengambil anakan burung punglor dari sarangnya

di musim bertelur yaitu Maret hingga Mei ini. ‘’Musim burung punglor bertelur adalah Oktober hingga Mei. Tahun 2018 ini dilarang mengambil anakan yang menetas dari Maret hingga Mei. Peraturan kembali berlaku setiap lima tahun lagi dan begitu seterusnya,’’ jelasnya. Bagi pelanggar, lanjut Wintara, akan dipasang fotonya di media sosial desa dinas. Malahan masing-masing desa pakraman di Munduk Temu yaitu Desa Adat Munduk Temu, Desa Adat Kebonjero, dan Desa Adat Anggasari sudah menerapkan sanksi denda Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta bagi pelanggar, dikalikan jumlah burung yang diambil dari alam liar. Selain melarang perburuan burung punglor setiap lima tahun sekali. Kebijakan desa lainnya adalah mendorong petani mulai menerapkan sistem pertanian organik. Sebab, burung punglor itu hanya mampu hidup di daerah yang masih alami. Saat ini, kata Wintara, ada sekitar 14 kelompok tani yang mulai menerapkan pertanian organik secara bertahap. ‘’Memang tidak bisa langsung organik tetapi mulai perlahan. Kami ajak dulu kelompok taninya. Nanti kalau sudah berhasil secara perlahan subak-subak yang ada di Munduk Temu itu diajak,’’ papar Wintara. Ia mengakui untuk menerapkan itu memerlukan waktu dan tidak bisa langsung terlaksana. Namun, langkah pencegahan

dini itu untuk menjaga populasi burung punglor itu mau tidak mau perlu dilakukan. ‘’Tentu kita tidak mau semuanya terlambat nanti. Seperti burung jalak Bali yang dulu banyak ada di Munduk Temu. Tetapi karena terus diburu sekarang sudah tidak ada lagi. Perdes itu sebagai langkah strategis menjaga keberadaan burung punglor ke depannya,’’ ujarnya. (san)

Bali Post/san

Perbekel Munduk Temu I Nyoman Wintara.


KARANGASEM

8

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Erupsi, Asap Gunung Agung Capai 1.500 Meter

Desa Besakih dan Pempatan Terpapar Abu Vulkanik Amlapura (Bali Post) -

Di tengah status Gunung Agung yang sampai detik ini berada di level III (Siaga - red) masih berpotensi terjadinya letusan. Terbukti Senin (30/4) lalu, gunung yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl itu kembali mengalamami erupsi. Bahkan, kepulan asap solfatara yang dikeluarkan gunung tertinggi di Bali itu mencapai ketinggian 1.500 meter. Arah letusannya condong ke barat. Erupsi itu membuat sejumlah dusun di Desa Besakih dan Desa Pempatan terpapar abu vulkanik. Ketua Tim Pemantauan Gunung Agung Rendang, Karangasem, Isyak N. Danak, Selasa (1/5) kemarin mengungkapkan, sebelum terjadinya erupsi lebih dulu ditandai terekamnya beberapa kali gempa-gempa vulkanik dalam dan juga vulkanik dangkal dan sejumlah letupan. Selain merekam gempa, secara visual di puncak gunung itu juga terjadi beberapa kali embusan. ‘’Erupsi terjadi Senin pukul 22.45 Wita. Ketinggian kolom abu berwarna putih dan abu-abu itu mencapai 1.500 meter. Asap mengarah ke barat, sehingga tidak sampai mengganggu penerbangan,’’ ucapnya. Adanya erupsi ini membuat Desa Besakih dan sekitarnya, kata Isyak, terpapar abu vulkanik. ‘’Pas erupsi kita menurunkan petugas untuk mengecek abu di Besakih. Dan di sana memang terpapar abu vulkanik, tapi abunya masih tipis,’’ ujarnya. Sampai saat ini, kata Isyak, status Gunung Agung memang belum diturunkan menjadi Waspada. Alasannya, masih terekam terjadinya gempa-gempa vulkanik dalam. Karena di bawah masih ada tekanan energi. Di samping itu, lubang atau celah di dasar kawah itu masih terbuka, sehingga potensi terjadinya erupsi lagi masih cukup besar. Hanya, pihaknya tidak bisa memas-

tikan kapan kembali terjadi erupsi itu. Yang jelas erupsi kecil masih berpotensi terjadi lagi mengingat aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. ‘’Untuk penurunan status juga belum bisa dipastikan kapan. Sebelumnya memang sempat alat seismograf tidak merekam terjadinya gempa vulkanik. Tapi sekarang gempa vulkanik kembali muncul. Maka dari itu, kita belum bisa memastikan kapan status akan diturunkan. Karena penurunan status tergantung gunungnya. Kita akan terus pantau perkembangannya seperti apa. Kalau misalnya aktivitas gunung menurun nanti pasti akan ada evaluasi oleh tim untuk menurunkan status. Begitu juga sebaliknya kalau aktivitas gunung meningkat signifikan jelas status dinaikkan lagi,’’ ujarnya. Meskipun masyarakat yang bermukim di seputaran Gunung Agung dilihat sudah mulai terbiasa dengan situasi gunung seperti sekarang ini. Akan tetapi, pihaknya tetap mengimbau seluruh warga yang bermukim di seputaran Gunung Agung itu agar selalu waspada. Selain itu, pihaknya juga menyarankan masyarakat agar tidak melakukan pendakian ke puncak. Karena aktivitas Gunung Agung itu belum sepenuhnya normal. ‘’Kita imbau supaya tidak ada

Bali Post/ist

yang mendekat ke puncak. Karena erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu. Tetapi memang ada warga yang tetap saja nekat naik ke puncak. Dan kita tidak bisa berbuat banyak. Terpenting kita sudah mengimbau agar tidak mendekat di radius 4 km,’’ tegas Isyak. Salah seorang warga di Banjar Puregai, Desa Pempa-

Kita imbau supaya tidak ada yang mendekat ke puncak. Karena erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu. Tetapi memang ada warga yang tetap saja nekat naik ke puncak. Dan kita tidak bisa berbuat banyak. Terpenting kita sudah mengimbau agar tidak mendekat di radius 4 km. Isyak N. Danak Ketua Tim Pemantauan Gunung Agung Rendang, Karangasem

Pasebaya Ajak Waspada Gunung Agung kembali erupsi, Senin (30/4) tengah malam lalu. Seperti beberapa kejadian letusan sebelumnya, erupsi terakhir ini Giri Tohlangkir juga nyaris tak menunjukkan tanda-tandanya. Kemudian tiba-tiba saja erupsi. Bahkan, kolom abu cukup tinggi mencapai 1,5 km. ‘’Tidak ada gempa, hanya suara makuwus (menderu),’’ ungkap I Komang Sudirman, Kadus Yeh Kori, Bebandem, Karangasem. Pada saat terjadi letusan pukul 22.45 Wita, warga Banjar Yeh Kori langsung membunyikan kentongan. Meski sempat kaget, kata Sudirman, letusan itu tidak sampai menimbulkan kepanikan. Warga Yeh Kori yang kampungnya mepet dengan radius berbahaya 4 km masih bertahan di rumah masing-masing. Selasa (1/5) kemarin, mereka beraktivitas seperti biasa. ‘’Tidak ada hujan abu di daerah kami. Infonya saat letusan angin mengarah ke barat,’’ jelas Sudirman. Rilis Magma Var menyatakan letusan berdurasi 172 detik dengan amplitudo maksimal yang terekam dalam seismograf di Pos Pengamatan Rendang 23 mm. Berdasarkan informasi relawan Pasebaya Gunung Agung, erupsi disusul hujan abu tipis di lereng barat Gunung Agung seperti di seputaran Pura

Tapsai dan Pura Batu Madeg Besakih. Juga ada hujan abu tipis di wilayah Rendang dan Kubu. Tidak ada letusan susulan. Sepanjang hari kemarin, Gunung Agung kembali terlihat tenang. Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana, mengaku tidak terlalu kaget secara tiba-tiba Gunung Agung erupsi lagi. ‘’Kondisi seperti ini memang sudah diantisipasi sebelumnya sehingga sampai saat ini status Gunung Agung masih di level III, Siaga,’’ katanya. Devi mengingatkan erupsi tidak selalu terjadi pada saat intensitas gempa tinggi. Pihaknya juga minta masyarakat tetap tenang dan mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang melakukan pengamatan selama 24 jam penuh. Seruan serupa disampaikan Ketua Pasebaya Gunung Agung, I Gede Pawana. Pihaknya meminta masyarakat, utamanya masyarakat di lingkar Gunung Agung tetap tenang dan selalu menjaga kewaspadaan. Rekomendasi PVMBG seperti menyangkut radius berbahaya 4 km serta potensi aliran lahar dingin di alur sungai berhilir di Gunung Agung agar selalu diindahkan. (kmb)

Kaum Buruh Ingin Bali Aman

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya

tan, Rendang, I Wayan Wardana, mengatakan, memang di wilayahnya terjadi hujan abu akibat erupsi Gunung Agung yang kembali terjadi Minggu malam. ‘’Paparan abu yang jatuh masih tipis. Dan warga tidak sampai panik akibat hujan abu itu. Sekarang warga tetap beraktivitas seperti biasa,’’ ujar Wardana. (kmb41)

Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura

0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483

Amlapura (Bali Post) – Hari Buruh lahir dari demo besar-besaran kaum buruh di Amerika Serikat tahun 1886 silam. Namun momentum peringatannya tidak selalu identik dengan aksi serupa. Di Karangasem, kaum buruh selalu menempuh cara santun untuk menyelesaikan persoalan, termasuk menyambut peringatan Hari Buruh, Selasa (1/5) kemarin. Tidak ada aksi demo. Pasalnya kaum pekerja di Bumi Tanah Aron

itu berpandangan aksi turun ke jalan tak akan menyelesaikan persoalan. ‘’Tidak demo karena ingin melihat Bali aman. Demo tidak menyelesaikan masalah. Kalau ada masalah kami selalu menyelesaikan secara kekeluargaan,’’ ucap Ketua Serikat Pekerja Pariwisata (SP Par) Karangasem I Ketut Tingal. Tinggal mengakui kehidupan kaum buruh di Karangasem masih kembang-

Digulung Ombak

Mudita Tewas di Pantai Bias Tugel Hidup dan mati seseorang memang tidak ada yang tahu dan bisa meramalkan. Seperti yang dialami I Ketut Mudita (28) asal Banjar Paketan, Desa Sukawana, Kintamani, Bangli. Almarhum awalnya hendak memancing sambil liburan. Namun, Mudita tewas tenggelam akibat digulung ombak saat memancing di Pantai Bias Tugel Dusun Mimba, Desa Padangbai, Manggis, Selasa (1/5) kemarin. Untuk melakukan identifikasi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Manggis I. Bagaimanakah tujuan utama kedatangan keluarga itu ke Pantai Bias Tugel, Desa Padangbai itu?

BERDASARKAN informasi yang diperoleh di lapangan, Selasa kemarin, sekitar pukul 10.00 Wita korban tiba di Pantai Bias Tugel Dusun Mimba, Desa Padangbai, Manggis itu bersama keluarganya. Tujuan melakukan rekreasi sembari memancing. Sekitar pukul 11.15 Wita, korban bersama sejumlah keluarganya asyik memancing di atas batu karang. Namun hanya berselang 10 menit, tiba-tiba ada ombak besar menerjang Mudita. Korban pun diterjang ombang besar itu. Hal itu mengakibatkan korban terjatuh ke laut. Setelah di dalam laut, korban sempat berusaha berenang guna menye-

lamatkan diri. Namun tiba-tiba ombak besar kembali menerjang dan korban menghilang dibawa arus air ke dalam laut. Melihat korban hilang, kerabat korban I Komang Sukarta berteriak untuk meminta pertolongan kepada nelayan dan masyarakat yang kebetulan sedang melaksanakan diving di lokasi. Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Padangbai Iptu I Gede Wiyastra Dwi Putra mengungkapkan, korban datang ke Pantai Bias Tugel bersama dua keluarganya yang terdiri sekitar sepuluh orang. Tujuannya liburan sambil memancing. Setelah dilakukan

kempis. Upah minimum kabupaten (UMP) Rp 2,18 juta dirasakan masih kecil. Belum lagi persoalan upah yang muncul karena dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung, kaum pekerja masih perlu perlindungan dan dukungan agar bisa hidup layak. Namun untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul, kaum buruh yang sudah tergabung pada serikat buruh itu selalu berusaha menempuh jalur

pencarian selama satu jam, kata Iptu Dwi Putra, korban akhirnya ditemukan sudah tak sadarkan diri oleh pemandu diving I Nengah Keneng. Karena saat ditemukan korban sudah tak sadarkan diri, selanjutnya korban dibawa keluar dari laut menuju pinggir pantai depan Hotel Absolut Padangbai menggunakan perahu kecil. ‘’Di pinggir pantai, korban sempat diberikan pertolongan oleh dr. Nisa, salah seorang pemilik Water Work Dive Padangbai. Namun, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Karena tak sadarkan diri, korban akhirnya langsung dilarikan ke Puskesmas Manggis I untuk mendapatkan pertolongan. Dari hasil pemeriksaan dokter jaga dan perawat, korban dinyatakan telah meninggal dunia,’’ ucap Iptu Dwi Putra. Salah seorang dokter yang menangani korban, dr. Karina,

kekeluargaan. Menyelesaikan persoalan melibatkan kedua pihak yaitu pekerja dan pemodal (bipartite), jika mentok persoalan dibahas secara tripartite melibatkan pemerintah. Peringatan Hari Buruh merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan serikat pekerja di Karangasem. Meski baru pertama kali, peringatan tak kalah meriah. Kegiatan sudah dilaksanakan sejak 24 April lalu diawali gotong royong di

depan Sekretariat SP Par di areal Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Karangasem. Selanjutnya Sabtu (29/4) digelar aneka lomba yang dirangkai peresmian sekretariat. Puncak peringatan apel di Lapangan Tanah Aron. Kadisnakertrans Karangasem I Nyoman Suradnya mengaku salut dengan langkah yang ditempuh serikat pekerja Karangasem dalam menyelesaikan persoalan. (kmb) ALMARHUM – Jenazah I Ketut Mudita saat berada di Puskesmas Manggis I. Bali Post/kmb41

menjelaskan korban tiba di puskesmas pukul 11.55 Wita. ‘’Korban meninggal dunia pukul 12.10 Wita. Korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen karena tenggelam ke dalam laut,’’ paparnya. Keponakan korban, I Kadek Linggih, mengatakan dirinya bersama keluarga lainnya datang ke Pantai Bias Tugel hendak liburan dan memancing. Bahkan, maka-

nan dan lainnya telah dipersiapkan untuk kegiatan ini. ‘’Rencana rekreasi itu dilakukan sampai sore hari. Bahkan, sampai membawa betutu untuk makan siang. Tapi sebelum sempat makan sudah ditimpa musibah seperti ini. Jadi, kami sangat sedih,’’ ucapnya sembari menyatakan korban meninggalkan istri dan anak yang masih kecil. (eka)


GIANYAR

Rabu Paing, 2 Mei 2018

80 Wajib Pajak akan Diaudit

Gianyar (Bali Post) Kecurangan dalam pembayaran pajak diduga masih banyak terjadi di Kabupaten Gianyar. Kecurangan tidak hanya dilakukan wajib pajak melainkan juga petugas pemungut pajak. Guna mengantisipasi kebocoran pendapatan dari sektor pajak daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar tahun ini mengagendakan audit terhadap 80 wajib pajak. Kepala BPKAD Kabupaten Gianyar Wayan Ardana menerangkan, dalam pembayaran pajak, pihaknya mempercayakan penghitungan pajak kepada wajib pajak. Di sinilah diuji kejujuran wajib pajak dalam melaku-

kan penyetoran pajak dari hasil usaha. Ardana mengakui masih ada wajib pajak yang nakal. Demikian pula petugas pemungut pajak. ‘’Yang nakal bisa petugas atau wajib pajak. Pasti atas instruksi owner

usaha. Misalnya diminta atur saja gimana,’’ ungkapnya saat ditemui, belum lama ini. Menurutnya, gangguan teknis kerap dijadikan modus menutupi kecurangan dalam pembayaran pajak. ‘’Tetapi mudah-mudahan ti-

dak banyak. Hanya memang masih ada saja yang bermain, kadang alasannya karena mekanik, terutama IT,’’ ucapnya. Diungkapkan Ardana, wajib pajak dengan pembayaran pajak dalam jumlah besar relatif tertib membayar pajak. Hal ini dibuktikan dari pengujian yang dilakukan jajarannya. ‘’Kalau yang sudah besar, takut dia. Karena sekali tercoreng, isi pelang penunggak pajak, kan malu

9

PARIWISATA - Sejumlah wisatawan mancanegara bersepeda di kawasan Ubud. Sektor pariwisata melalui PHR menjadi penyumbang utama PAD Kabupaten Gianyar.

dia. Nah yang agak susah dilakukan penghitungan justru sejenis pondok wisata,’’ ungkapnya. Berbagai upaya pun kini dilakukan guna meminimalisasi kecurangan pembayaran pajak. Tahun ini, pihaknya akan melakukan audit pembayaran pajak terhadap 80 wajib pajak. Di sisi lain, upaya meminimalisasi kecurangan pembayaran pajak ialah dengan penerapan pajak online.

Upaya ini sudah dirancang pada 2017 lalu. Sudah ada 10 jenis pajak yang masuk program pajak online. ‘’Wajib pajak hanya perlu mengakses sistem yang kita bangun. Selanjutnya, kita juga sudah membangun kerja sama dengan sejumlah bank besar untuk pembayaran ini,’’ katanya. Pertengahan Mei ini, pihaknya berencana melaunching sistem pembayaran pajak online dengan meng-

Tarif Denda PDAM Meroket, Warga Mengadu ke Dewan Gianyar (Bali Post) Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Blahbatuh mendatangi Komisi III DPRD Gianyar, Senin (30/4). Warga meminta agar pemberlakuan Surat Edaran PDAM Gianyar nomor PDAM.66/S.Edaran/ III/2018 tentang Kenaikan Tarif Denda PDAM Gianyar, dibatalkan. Warga merasa keberatan lantaran jumlah denda terlalu besar. Ketua Forum Peduli Blahbatuh Made Sudiangga mengungkapkan, pihaknya banyak mendapatkan keluhan masyarakat soal penerapan kebijakan PDAM terkait tarif denda. Karena terus didatangi warga, pihaknya pun memilih mengadukan hal tersebut ke Komisi III DPRD Gianyar. ‘’Saya datang untuk meneruskan aspirasi rakyat yang keberatan dengan kenaikan denda pembayaran rekening PDAM,’’ ungkapnya. Sudiangga mengaku sangat menyayangkan kebijakan PDAM menaikkan tarif denda atas keterlambatan pembayaran tagihan PDAM. Hal ini mengingat pelayanan PDAM Gianyar masih belum optimal. ‘’Kalau terlambat bayar didenda, tapi kalau pelayanan buruk airnya kecrat-kecrit, apakah Dirut PDAM mau mengundurkan diri?’’ tegasnya. Melihat fakta atas pelayanan PDAM Gianyar tersebut, menurutnya, penge-

Bali Post/nik

DATANGI DEWAN - Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Blahbatuh mendatangi Komisi III DPRD Gianyar, Senin (30/4). Warga mengeluhkan soal kenaikan tarif denda PDAM Gianyar. naan tarif denda saat ini akan sangat memberatkan konsumen. ‘’Kami meminta agar surat edaran PDAM itu dikoreksi. Pelayanan PDAM agar ditingkatkan. Kalau dirutnya tidak mampu memimpin, sebaiknya dievaluasi atau diganti,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gianyar Nyoman Artawa Putra mengatakan, pihaknya akan mengkaji dan berkoordinasi dengan PDAM. Dikatakannya, dari Rp 4,5 miliar pendapatan PDAM Gianyar, sebanyak 30 persennya merupakan piutung. Hal itu menyulitkan operasional PDAM. Anggota Komisi III, A.A. Wira

Mantara, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM agar membatalkan pemberlakuan kenaikan denda tersebut. ‘’Kami merasa kaget dengan keluarnya surat edaran tersebut. Semestinya, PDAM sosialisasi dulu ke masyarakat, juga ke DPRD,’’ ujarnya. Apalagi, kata Agung Wira, kajiannya tidak ada sehingga tidak ada dasar menaikkan denda atas keterlambatan pembayaran rekening. ‘’Kami minta PDAM menunda pelaksanannya. Aspirasi dari Forum Peduli Blahbatuh ini kami pakai dasar meminta PDAM untuk melakukan

penundaan. Kami akan sampaikan ke pimpinan, minta Bupati membatalkan surat edaran tersebut,’’ tegasnya. Anggota Komisi III lainnya, Made Wardana, juga sangat menyayangkan pemberlakuan surat edaran tanpa sosialisasi ke masyarakat termasuk dengan Komisi III selaku mitra kerja PDAM. ‘’Selaku mitra kerja, kami malu dengan permasalahan klasik di PDAM Gianyar sejak bertahun-tahun. Terkait buruknya pelayanan, alasannya itu-itu saja. Masalah kerugian PDAM, selalu dibebankan kepada masyarakat. Sedangkan layanan ke masyarakat kurang memuaskan,’’ ungkapnya. Semestinya, kata Wardana, ada regulasi atau evaluasi kinerja PDAM, termasuk kerja sama yang dilakukan PDAM dengan pihak ketiga. Pihaknya menyarankan PDAM melakukan adendum kerja sama dengan PT Bali Bangun Tirta (BBT). ‘’PDAM terus akan mengalami kerugian karena kebocoran mencapai 46 persen. Belum lagi air yang dibeli dari BBT harganya lebih tinggi dibandingkan harga yang dijual ke pelanggan,’’ tegasnya. Untuk diketahui, sesuai SE PDAM Gianyar nomor PDAM.66/S.Edaran/ III/2018, untuk satu rekening yang pembayarannnya melewati tanggal 23 tiap bulannya dikenakan denda Rp 17 ribu. Sebelumnya, dendanya hanya Rp 3 ribu. Sedangkan pelanggan dengan dua rekening yang melewati tanggal 23 dikenakan denda Rp 50 ribu, dari denda sebelumnya yang hanya Rp 7.500. (kmb35)

Berkas Septiyani Segera Dikirim ke Kejari Gianyar (Bali Post) Polisi telah melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan tiga bocah yang dilakukan oleh ibu kandung, Ni Luh Putu Septiyani (33). Berkas kasus tersebut akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan, Selasa (1/5) kemarin. AKP Deni men-

gatakan, kasus Septiyani yang membekap tiga anaknya pada 21 Februari lalu itu sudah rampung. Tersangka yang merupakan guru di Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung tersebut dijerat dengan pasal pembunuhan. Setelah dari Kejari, Septiyani akan dibuatkan dakwaan untuk selanjutnya dilimpahkan untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar. Disinggung soal upaya Septiyani melaporkan suaminya, Putu Muh Diana, kepolisian tetap menghargai upaya

tersebut. ‘’Sudah kami tindak lanjuti. Kami sudah melakukan pemeriksaan,’’ ujarnya. Selain memeriksa Septiyani atas kasus KDRT, AKP Deni mengaku sudah memanggil ulang Putu Muh Diana yang dituding Septiyani sebagai pemicu terjadinya pembunuhan terhadap tiga anak. ‘’Sudah. Tapi masih penyelidikan,’’ jelasnya. Walau ada upaya pelaporan kasus KDRT dari Septiyani, polisi tetap melanjutkan proses kasus pembunuhan ke Kejari. (kmb35)

Polisi Selidiki Kematian Warga Jepang di Ketewel

Gianyar (Bali Post) Seorang warga negara asing (WNA) bernama Tsuyoshi Maeyana ditemukan meninggal dengan kondisi tubuh sudah membusuk di kamar tidurnya di Banjar Gumicik Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Kejadian itu kontan membuat warga setempat geger. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Menurut Kadek Indra, pembantu rumah tangga Tsuyoshi, dia mengaku curiga terhadap kondisi majikannya yang sejak pekan lalu tak berkabar. ‘’Terakhir, saya hubungi itu Rabu lalu. Setelah itu, tidak pernah balas pesan lagi. Ya, ini kok tumben gak dibalas, biasanya langsung dibalas sama dia,’’ ujarnya. Merasa curiga, Indra akhirnya mendatangi tempat tinggal Tsuyoshi pada Selasa (1/5) kemarin sekitar pukul 08.00 Wita. Setiba di rumah bosnya itu, ia pun sempat memanggil-manggil namun tidak ada yang menyahut. ‘’Akhirnya, saya panggil tetangga untuk membantu mengecek ke dalam. Setelah dicek, ternyata dia sudah meninggal,’’

jelasnya. Indra menyebutkan, selama ini tidak pernah melihat korban mengeluhkan sakit atau hal-hal mencurigakan. ‘’Selama ini tidak tahu, tidak pernah dikasih tahu juga. Kalau kerja, dia selama ini seperti penerjemah, translate temanteman asing gitu. Kalaupun kerja, biasanya ada janji baru ke luar, kalau gak, dia di rumah saja,’’ ungkapnya. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta menyatakan, pihaknya sempat kesulitan mengevakuasi jenazah. ‘’Itu anjing hitamnya itu galak, jadi tadi (kemarin - red) agak kesulitan. Mungkin karena dia setia sekali sama majikannya, makanya tadi dia tunggu di dalam sambil menggonggong kalau ada yang masuk,’’ ujarnya. Ditanya apakah ada bekas gigitan anjing pada jasad Tsuyoshi, Pande menegaskan tidak ada. ‘’Gigitan anjing tidak ada saya lihat. Cuma bengkak, merah dan kepalanya sudah membiru mengeluarkan darah. Untuk sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan di TKP,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/nik

EVAKUASI - Proses evakuasi jasad warga Jepang Tsuyoshi Maeyana.

hadirkan sepuluh wajib pajak terbesar di Gianyar. Melalui pembayaran nontunai ini, dipastikan tidak ada uang cash yang dipegang petugas, sehingga pajak bisa langsung masuk kas daerah. ‘’Semoga dengan kemudahan itu, pendapatan dari pajak bisa ditingkatkan semua. Apabila nanti dengan kemudahan ini masih ada yang meragukan, ya...kita turun melakukan pengujian hingga audit,’’ tegasnya. (kmb35)

Gus Gaga Resmi Masuk Demokrat

Gianyar (Bali Post) Ida Bagus Gaga Adi Saputra atau akrab disapa Gus Gaga akhirnya memantapkan diri untuk masuk partai politik. Partai Demokrat menjadi pilihan mantan Sekda Gianyar ini. Hal ini menarik lantaran tudingan masuk parpol besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu menjadi salah satu penyebab dirinya dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dihubungi Selasa (1/5) kemarin, Gus Gaga menjelaskan, selama ini cukup banyak parpol yang mengajaknya bergabung. Karena itulah, bergabung dengan salah satu parpol sudah dipertimbangkannya dengan matang. Gus Gaga mengaku awalnya berharap bisa masuk parpol setelah pilkada, Juni mendatang. ‘’Tetapi rupanya semua partai sekarang sedang memproses pencalegan dan saya sendiri tidak mau menggantung mereka. Semua berharap, menunggu dan mengira saya akan bersama mereka. Kalau terus begini, teman-teman saya seperti digantung dan saya tidak mau begitu,’’ jelasnya. Akhirnya, per 30 April, pihaknya memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat. Gus Gaga pun langsung mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat. Selain menerima KTA, Gus Gaga juga langsung diberikan penugasan sebagai Wakil Ketua Bappilu Demokrat Provinsi Bali. ‘’Saya juga sebenarnya kaget. Tetapi penugasan ini saya apresiasi. Saya berjanji akan melakukan tugas sebaik-baiknya,’’ katanya. Gus Gaga menyebutkan, dengan bergabung ke Partai Demokrat, akan ada pihak yang mengaitngaitkannya dengan pemecatan dirinya sebagai ASN. Dia pun kembali menegaskan bahwa anggapan tersebut tidaklah benar. ‘’Tentu akan ada logika, berarti benar dia Demokrat. Tetapi saya tegaskan, ini opini yang salah,’’ ungkapnya. Dikatakannya, opini yang dulu menyebut dirinya masuk dalam Partai Demokrat tidaklah berdasarkan fakta. Sebab, kala itu dia belum bergabung di Partai Demokrat. ‘’Sama misalnya, ada nama si A. Apakah nama itu saya? Yang terpenting, orang dan namanya harus sama,’’ tegasnya. Dia melanjutkan, justru dengan masuk sebagai anggota Partai Demokrat per 30 April 2018, menjadi bukti bahwa baru saat ini ia masuk parpol secara sah. ‘’Buktinya, saya baru punya KTA kemarin, itu fakta. Karena itu, justru dengan masuk Demokrat kemarin, ya… baru kemarinlah saya benar masuk Demokrat yang sebenarnya. Prosesnya ternyata ada mengajukan permohonan, menandatangani pakta integritas, setelah itu baru bisa mendapat KTA. Kalau dulu kan proses itu tidak pernah saya lalui, justru ditaruh ada nama,’’ ujarnya. Disinggung keinginan maju pileg 2019, Gus Gaga mengaku masih menunggu keputusan partai. Namun, ia berharap bisa maju sebagai calon anggota DPRD Gianyar. ‘’Masih menunggu penugasan partai, apakah akan nyaleg di Gianyar atau provinsi,’’ ungkapnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Sejak 2005 hingga Maret 2018

Jumlah Penderita HIV/AIDS Capai 895 Orang Negara (Bali Post) -

Bali Post/dok

UPTD – Salah satu kantor UPTD di Jembrana. Di kantor inilah soal UN tingkat SD dititip dan dijaga ketat kepolisian.

Dititip di Kantor UPTD

Soal UN Tingkat SD Dijaga Ketat Kepolisian Negara (Bali Post) – Kendati Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) baru dimulai Kamis (3/5) besok, soal-soal ujian sudah datang sejak Senin (30/4) lalu. Kini soal UN tersebut dititip di kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dengan penjagaan ketat dari kepolisian. Dari pengamatan Selasa (1/5) kemarin, di sejumlah kantor UPTD terlihat sejumlah petugas piket, termasuk dari pihak kepolisian. Seperti di UPTD Mendoyo. Soal ujian ini nantinya akan dibagikan ke masing-masing sekolah mulai saat hari pertama UN. Kepala Disdikpora Jembrana I Putu Eka Suarnama membenarkan soal UN sudah datang. Sesuai jadwal, UN untuk SD yang diikuti ribuan siswa ini akan dimulai Kamis berlanjut empat hari kemudian. Suarnama melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dewa Putu Wardana mengatakan, pelaksanaan baru dilakukan pada Kamis, setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dipastikan, keamanan soal ujian itu terjamin. Di beberapa UPTD penjagaan sudah dilakukan. Seperti di UPTD Disdikpora Mendoyo, pengamanan dilakukan melibatkan personel dari Polsek Mendoyo. Kasubag TU UPTD Mendoyo Ni Nyoman Purnamiati menerangkan, pengamanan yang itu dilakukan secara bergilir, berdasarkan jadwal petugas piket. Nantinya akan melibatkan petugas dari kepolisian. Sementara itu, Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Sukasana menjelaskan pengamanan dilakukan secara mobile dengan menerjunkan empat personel. Kompol Sukasana yang sempat turun langsung mengecek ke UPTD menambahkan, pengamanan ini dilakukan untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Selama soal masih disimpan di UPTD, pihaknya berkewajiban melakukan pengamanan demi lancarnya pelaksanaan UN tersebut. Begitu juga saat pendistribusian nanti, dilakukan pengawalan di desa-desa dengan melibatkan petugas Bhabinkamtibmas. ‘’Tadi saya pantau langsung, dan kita kerahkan personel untuk mengamankan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ terangnya. (kmb26)

Jembrana yang merupakan jalur perlintasan antarpulau rentan terjadi penularan HIV/AIDS. Bahkan, tiap tahunnya terus meningkat. Dari data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jembrana, pada tahun 2017 tercatat ada 107 orang yang mengidap HIV. Sedangkan, di tahun 2018 (hingga akhir Maret) ditemukan ada 27 orang yang menderita HIV. Salah satu yang sangat rentan dalam hal penularan HIV/AIDS yakni tempat hiburan malam. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. Hasil mobile Voluntary Conceling Test (VCT) selama sepekan ini, petugas mendapati empat orang positif HIV. Mereka ini kebanyakan bekerja di tempat hiburan malam seperti kafe remang-remang. Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Jembrana dr. I Putu Suasta didampingi Sekretaris KPA dr. I Gusti Bagus Oka Parwata, Selasa (1/5) kemarin mengungkapkan, tim sengaja menyasar dua wilayah yakni di tempat hiburan malam (kafe-red) di Desa Delodberawah, Mendoyo dan Kelurahan Gilimanuk, Melaya. Pihaknya sengaja melakukan pemeriksaan terhadap pelayan kafe. Petugas KPA bersama puskesmas yang mewilayahi bekerja sama dengan para pengelola kafe melakukan VCT. Hasilnya, para pekerja ini dinilai sangat rentan berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan. Di Gilimanuk misalnya, dari 20 pekerja kafe yang dilakukan VCT, diketahui ada 2 orang yang hasil testnya reaktif HIV dan 2 orang sipilis. Begitu pula di Delodberawah, dari 41 pekerja kafe, ada satu orang yang reaktif HIV dan 2 orang sipilis. Dua lokasi yang terdapat hiburan malam ini merupakan populasi kunci komunitas yang berpotensi tinggi dan dengan cepat menularkan Infeksi Menular Seksual (IMS) serta HIV/ AIDS. Seluruh pekerja kafe yang positif HIV/AIDS itu merupakan wanita penjaja seks (WPS) tidak langsung. Mereka ini merupakan orang luar Jembrana. “Yang positif (HIV/AIDS) ini bukan orang Jembrana. Mereka tinggal berpindah-pindah,” terang Suasta. Petugas sengaja datang ke populasi kunci ini karena diyakini mereka tidak mungkin

Sepekan, Dua Warga Digigit Anjing Positif Rabies Negara (Bali Post) – Dalam sepekan, di Kecamatan Melaya terjadi dua kasus gigitan anjing yang positif rabies. Padahal, wilayah ini tidak termasuk merupakan zona merah. Kasus gigitan anjing ini terjadi di Banjar Ambyarsari, Desa Belimbingsari dan Banjar Melaya Pasar, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Informasi yang dihimpun di bagian Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, anjing

Bali Post/olo

PISAH KENAL - Suasana pisah kenal Kapolres Jembrana yang digelar di Mapolres, Selasa (1/5) kemarin.

AKBP Budi Pardamean Resmi Jabat Kapolres Negara (Bali Post) – Setelah bertugas selama 11 bulan 7 hari menjadi Kapolres Jembrana, AKBP Priyanto Priyo Hutomo menempati posisi barunya sebagai Kapolres Gianyar. Sedangkan penggantinya, AKBP Budi Pardamean Saragih, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali mulai bertugas. Pergantian kepemimpinan di Polres Jembrana ini diisi dengan upacara kenal pamit di halaman depan Mapolres Jembrana, Selasa (1/5) pagi. Hadir dalam upacara tersebut Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup Kembang Hartawan, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan jajaran Polres Jembrana. Selain perkenalan, upacara juga diwarnai dengan pedang pora yang diikuti para perwira. Dalam sambutannya, AKBP Priyanto Priyo Hutomo menyampaikan terima kasihnya selama bertugas di Jembrana. Menurutnya, bertugas di Bumi Makepung dinilai sangat berkesan. Apalagi merasakan apa yang disebut manyama braya. ‘’Ungkapan manyama braya bukan hanya ucapan semata, namun sangat saya rasakan karena terdiri dari berbagai suku dan agama,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Budi Perdamaean Saragih mengharapkan seluruh stakeholder yang ada dan juga lapisan masyarakat agar dapat bekerja sama dalam menciptakan situasi kondusif, khususnya di Jembrana. Terlebih ke depan terdapat beberapa agenda yang akan dilaksanakan seperti perayaan ibadah puasa rangkaian Hari Raya Idul Fitri maupun Pilkada Bali 2018 dan Pemilu 2019. Di pihak lain, Bupati Artha menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada AKBP Priyanto Priyo Hutomo sudah berperan aktif dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Jembrana. Menurut Bupati Artha, selama ini ia sudah bekerja keras dalam menjaga Jembrana terutama daerah Gilimanuk yang menjadi pintu masuknya Pulau Bali. ‘’Saya berterima kasih karena AKBP Priyanto Priyo Hutomo sudah bekerja keras dalam menjaga Jembrana sebagai miniaturnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama,’’ terangnya. (kmb26)

akan melakukan VCT. Selain populasi kunci, petugas juga menyasar para warga binaan yang menghuni Rutan Kelas IIB Negara. Di sini, sekitar 40 orang diperiksa, namun ditemukan 1 orang reaktif HIV/AIDS yang berasal dari luar Bali. Dengan demikian, sejak 2005 hingga Maret 2018, secara kumulatif jumlahnya sudah mencapai 895 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana. Dari jumlah itu, yang mengambil ARV untuk penanggulangan HIV hanya 290 orang. Sebagian sudah meninggal dunia lantaran tidak berobat secara teratur. Sedangkan yang berobat rutin masih produktif tetapi tetap berisiko menularkan melalui hubungan seks yang tidak sehat. Menurut Suasta, masyarakat diminta untuk waspada dengan memproteksi diri supaya terhindar dari penularan HIV-AIDS. Saat ini, KPA juga mewajibkan ibu hamil untuk test HIV untuk menyelamatkan bayi dari penularan HIV. (kmb26)

yang menggigit warga di dua desa tersebut merupakan anakan. Anakan ini merupakan anjing lokal Bali yang tidak dikandangkan atau liar. Kejadian pertama terjadi di Banjar Ambyarsari, pada Senin (23/4) lalu. Warga yang digigit anjing positif rabies ini sudah berusia 64 tahun. Terdapat dua gigitan, yakni di paha dan betis kaki kanan. Petugas Keswan Kesmavet saat pengambilan sampel otak anjing dan dibawa ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar, dinyatakan

anjing itu positif rabies. Selanjutnya, kejadian kedua pada Rabu (26/4) lalu. Seorang anak berumur tujuh tahun mengalami gigitan pada betis kanan saat bermain dengan anakan anjing ras Bali milik tetangganya. Setelah menggigit siswi kelas II SD ini, selang empat hari anjing tersebut tiba-tiba sekarat. Pada Minggu (29/4) lalu petugas lantas mengambil sampel dan dari uji lab hasilnya juga positif rabies. Kepala Bidang Keswan Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana

Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka membenarkan adanya dua kejadian itu. Anjing ras Bali itu diliarkan sehingga mudah berinteraksi dengan anjing lainnya. Sementara untuk korban gigitan sudah mendapatkan penanganan. Untuk HPR, dinas melanjutkan eliminasi selektif dan tertarget. Selain itu untuk mengantisipasi supaya tidak meluas, sudah dilakukan vaksinasi massal dari Pemprov Bali di tujuh desa yang masuk zona merah dengan 10.000 dosis. Tujuh desa yang masuk zona merah itu di antaran-

ya Desa Tukadaya dengan 1.143 dosis vaksin, Desa Warnasari dengan 365 dosis vaksin, Desa Batuagung dengan 1.157 dosis vaksin, Desa Penyaringan dengan 352 dosis vaksin, Desa Yeh Sumbul dengan 671 dosis serta Desa Gumbrih 651 dosis dan Desa Panyangan 352 dosis vaksin. Menurutnya, masih ada dua desa yang masuk zona merah belum terpapar vaksinasi, yakni Desa Asahduren dan Kelurahan Dauhwaru. Saat ini masih ada ketersediaan vaksin 2.500 dosis. (kmb26)

Taruh Material di Trotoar, Satpol PP Semprit Pemilik Ruko Negara (Bali Post) Aktivitas pembangunan rumah toko (ruko) di Jalan Ratna, Lingkungan Baler Bale (BB) Agung, Senin (30/4) lalu disemprit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana. Pasalnya, material bangunan ruko yang berada di sisi barat jalan itu ditaruh di atas trotoar. Material berupa pasir dan batu itu juga menjorok ke badan jalan yang merupakan padat lalu lintas. Petugas Satpol PP yang melakukan patroli selanjutnya meminta pihak pemilik maupun pemborong memindahkan material tersebut. Petugas juga sempat mengecek perizinan proyek pembangunan ruko, tetapi pemilik tidak berada

di lokasi. Dari pantauan Selasa (1/5) kemarin terlihat masih tampak material pasir yang memenuhi badan trotoar. Kasatpol PP Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi saat dikonfirmasi mengatakan akan kembali mengecek serta berkoordinasi dengan pihak Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Jembrana terkait perizinan. Sementara pemilik proyek dua ruko tersebut, Wisnu Wardana mengaku pembangunan ruko itu baru sebatas mengurus izin Surat Keterangan Tata Ruang (SKTR) dan izin prinsip. Sedangkan untuk IMB masih dalam proses. (kmb26)

Bali Post/olo

CEK - Sejumlah petugas Satpol PP ketika mengecek proyek pembangunan ruko di Baler Bale (BB) Agung. Petugas memberikan teguran lantaran material bangunan ditaruh di atas trotoar dan badan jalan.


BALI DWIPA

Rabu Paing, 2 Mei 2018

11

103 Warga Tiongkok Ditangkap di Tiga TKP

Bali Post/eka

KEJAHATAN CYBER - Polisi menunjukkan barang bukti beserta terduga pelaku kejahatan cyber di Perumahan Mutiara Abianbase, Badung, Selasa (1/5) kemarin. Sebanyak 103 warga negara Tiongkok dan 11 warga negara Indonesia diamankan tim gabungan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali bersama Satgas CTOC.

Kapolda Yakin Konferensi IMF-WB Untungkan Bali Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan konferensi IMF dan Word Bank (WB) semakin dekat. Segala persiapan dilakukan demi menyukseskan perhelatan tingkat dunia tersebut. Pelaksanaan IMF dan WB tersebut akan menguntungkan Indonesia, khususnya Bali. Apalagi sudah dibahas bantuan yang akan diberikan oleh IMFWB kepada Indonesia dan Bali. Hal tersebut disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose usai upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Bali, Dir. Reskrimum, Dir. Resnarkoba, Kasat Brimob, Kabid Propam, Kapolres Gianyar, Kapolres Jembrana, dan Kapolres Tabanan, di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Senin (30/4) lalu. “Saya baru kembali dari Amerika Serikat mewakili Indonesia untuk menjelaskan kepada stakeholder baik IMF maupun Word Bank berkaitan dengan kesiapan Polda Bali dalam menjaga keamanan ketertiban sebelum pre atau pro atau pra. Pelaksanaannya bukan Oktober tapi dari sekarang kita persiapkan,” tegasnya. Terkait pelaksanaan annual meeting (pertemuan tahunan) secara modernisasi, Kapolda menyampaikan sudah siap dengan program Salak Bali. “Ada

hal yang menggembirakan dan luar biasa, banyak negara atau peserta, mereka tidak hadir saat sepring meeting karena menyiapkan untuk hadir di Bali. Kemudian pendaftaran sampai sekarang sudah luar biasa untuk di Bali, dibandingkan saat annual meeting yang dilaksanakan Oktober tahun lalu di Washington DC,” ungkap Golose. Oleh karena itu, jenderal bintang dua ini mengharapkan agar masyarakat Bali mendukung agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses. Dia menyadari bahwa kepolisian bekerja sama dengan stakeholder dari TNI dan unsur lain tidak bisa melaksanakannya dengan baik apabila tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sedangkan terkait sertijab, pejabat yang diganti yaitu Wakapolda Bali dari Brigjen Pol. I Gede Alit Widana, diserahterimakan kepada Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, mantan Kabinda Bali dan Kapolresta Denpasar serta Direktur Lalu Lintas Polda Bali. Selanjutnya, Brigjen Alit Widana dipercaya menjabat Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Direktur Reserse Narkoba Polda Bali dari Kombes Pol. Muhammad Arief Ramdhani, diserahkan kepada Kombes

Pol. Gunarso. Sedangkan Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Drs. Sang Made Mahendra Jaya diganti oleh Kombes Pol. Andi Fairan yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Kabid Propam Polda Bali dari Kombes Pol. Benny Arjanto diserahterimakan kepada AKBP Radjo Alriadi Harahap. Kasat Brimob Polda Bali Kombes Pol. Laksana, digantikan oleh Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang. Tiga Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) juga dimutasi. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo dimutasi ke Wadir Lantas Polda Bali. Selanjutnya, Kapolres Gianyar dijabat AKBP Priyanto Priyo Hutomo, yang sebelumnya menjabat Kapolres Jembrana. Sedangkan Kapolres Jembrana dijabat AKBP Budi Pardamean Saragih, yang sebelumnya Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. AKBP Marsdianto yang menjabat Kapolres Tabanan dimutasi sebagai Wadir Reskrimsus Polda Kaltara. Ia digantikan AKBP I Made Sinar Subawa, mantan Koorspripim Polda Bali. (kmb36)

Bali Post/ist

SERTIJAB - Sertijab Wakapolda Bali, Dir. Reskrimum, Dir. Resnarkoba, Kasat Brimob, Kabid Propam, Kapolres Gianyar, Kapolres Jembrana dan Kapolres Tabanan, dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Senin (30/4) lalu.

Mangupura (Bali Post) Polda Bali mengungkap kasus cyber fraud (penipuan menggunakan internet) di Perum Graha Mutiara Abianbase, Mengwi, Badung, Jalan Bedahulu XI Denpasar dan Jalan Gatot Subroto I Denpasar, Selasa (1/5) kemarin. Dari tiga TKP tersebut diamankan 114 orang dengan rincian 11 WNI (5 perempuan dan 6 laki-laki) dan 103 WNA Tiongkok (11 perempuan dan 92 laki-laki). Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Anom Wibowo didampingi Wadir AKBP Ruddi Setiawan mengatakan, penyelidikan kasus ini dilakukan tim Reskrimsus, Satgas CTOT dan Sabara Polda Bali sejak dua minggu lalu. Setelah itu dilakukan penggerebekan di tiga TKP tersebut secara bersamaan. Adapun rincian hasil pengungkapannya yaitu di TKP Perum Graha Mutiara Abianbase diamankan 49 orang, terdiri atas 5 WNI (2 perempuan dan 3 laki-laki) dan 44 WN Tiongkok (7 perempuan dan 37 laki-laki). Barang bukti yang disita yakni 51 unit telepon, satu laptop, 43 paspor, lima handphone, dua router, dua printer dan 26 HUB. Di TKP Jalan Bedahulu XI Denpasar, diamankan 32 orang terdiri atas 4 WNI (2 perempuan dan 2 laki-laki) dan 28 WN Tiongkok (3 perempuan dan 25 laki-laki). Barang bukti disita 20 handphone, 13 router, dua lapto dan satu paspor.

TKP Jalan Gatsu I Denpasar diamankan 33 orang terdiri atas 2 WNI (1 perempuan dan 1 laki-laki) dan 31 WN Tiongkok (1 perempuan dan 30 laki-laki). Polisi menyita 28 handphone, tiga router, dua laptop, 38 paspor dan satu unit HUB. ‘’Dalam kurun waktu delapan bulan kami tiga kali melakukan penangkapan di delapan TKP. Dari delapan TKP tersebut diamankan hampir 300 kasus sama,’’ tegasnya. Modusnya mereka datang ke Bali menyalahgunakan visa kunjungan wisata. Mereka datang melalui Bandara Soekarno-Hatta lalu terbang ke Bali. Dari beberapa orang diamankan tersebut ada datang sejak 2015 tetapi bolak-balik Bali-Tiongkok. Selain itu ada datang tahun 2016, terbaru bulan Maret dan April 2018. ‘’Ini saya lihat dari dokumen mereka yaitu paspor,’’ ungkap Anom Wibowo. Untuk 11 WNI yang diamankan perannya sebatas sebagai buruh, tukang cuci dan bersih-bersih. Sedangkan modus pelaku saat beraksi yaitu menggunakan saluran internet mengaku sebagai petugas hukum yang ada di Tiongkok. Dengan kecanggihan alat dimiliki, mereka bisa mengubah nomor mereka gunakan seolaholah dari instansi kepolisian, kehakiman maupun pengadilan di Tingkok, sehingga korbannya langsung percaya. ‘’Setelah intimidasi, mereka

(korban) mengirim sejumlah uang. Satu korban bisa mengirim uang sampai Rp 8 miliar kalau dirupiahkan. Kami apresiasi kepada masyarakat yang menyampaikan hal seperti ini. Kami mengimbau kalau mengontrak rumah jangan asal mengontrakkan saja, cek betul dimanfaatkan untuk apa,’’ tegasnya. Menurut penuturan warga, aktivitas di rumah sangat tertutup. Aktivitas keluar rumah juga jarang. ‘’Paling keluarnya saat subuh dan sore hari. Itu pun naik mobil. Kalau aktivitas di dalam rumah saya tidak tahu. Paling tiga orang kelihatan memasak,’’ kata warga setempat. Selain itu, sejak rumah ini dikontrakkan, jendela dan ventilasi rumah bagian belakang langsung ditutup. ‘’Sama sekali tidak ada cahaya masuk,’’ ungkapnya. Saat sore hari, penghuni rumah tersebut memutar lagulagu Indonesia dan suaranya sangat keras. ‘’Informasinya ada juga di Jalan Bedahulu. Kalau jumlahnya di rumah ini sekitar 40 orang,’’ ungkap warga yang identitasnya minta dirahasiakan ini. Sementara menurut sumber, terungkapnya kasus ini berawal dari salah satu pelaku sakit dan berobat ke dokter. Anehnya orang tersebut hanya bisa bahasa Tiongkok tanpa guide. Dari sana polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya terlacak alamatnya. (kmb36)

Dialokasikan 30 Persen, Hanya 6,6 Persen untuk Urusan Pendidikan

Denpasar (Bali Post) -

Bicara pendidikan, tentu tak bisa lepas dari persoalan anggaran. Sesuai amanat Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan wajib dialokasikan anggaran minimal 20 persen dari APBN dan APBD. Di Bali, alokasi tersebut memang sudah terpenuhi. Namun nyatanya, hanya 6,6 persen yang benar-benar dialokasikan untuk pendidikan dari keseluruhan anggaran tersebut. “Anggaran pendidikan di APBD saat ini sudah 30 p ersen. Namun, dari 30 persen ini hanya 6,6 persen yang urusan pendidikan. Sisanya adalah gaji dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah - red). Ini menjadi pertanyaan ke depan,” ujar anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana saat dikonfirmasi, Selasa (1/5) kemarin. Prediksinya 3 hingga 10 tahun ke depan, pemerintah akan kesulitan mencari anggaran untuk sekolah yang membutuhkan fasilitas gedung dan sarana prasarana. Sebab, alokasi anggaran untuk pendidikan tidak mungkin lagi ditambah menjadi lebih dari 30 persen. Masih ada banyak pos lain di luar pendidikan yang membutuhkan suntikan anggaran APBD. “Bali ada di posisi 19 terkait anggaran urusan pendidikan di Indonesia. Caranya, pertama, naikkan pendapatan sehingga gajinya tetap bisa ditahan, untuk urusan pendidikan bisa membesar. Kedua, mau tidak mau kembali lagi DAK dari pusat untuk memban-

gun sekolah, toilet, dan lainnya. Ini masih jadi problema untuk mengubahnya,” kata anggota Komisi II ini. Menurut Adhi Ardhana, 6,6 persen untuk urusan pendidikan bernilai sekitar Rp 18 miliar. Idealnya, alokasi itu mesti ditingkatkan menjadi sekitar 10 hingga 12 persen dari keseluruhan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD. Sisanya sekitar 8 persen barulah dialokasikan untuk gaji dan BOS. Daerah-daerah di luar Bali seperti Kalimantan Selatan bahkan sudah mengalokasikan 9,8 persen untuk urusan pendidikan saja. “Kemudian di Yogyakarta 9,7 persen, sekarang mungkin sudah 10 persen,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Pansus LKPJ Kepala Daerah di DPRD Bali I Made Budastra mengatakan, Pansus salah satunya juga merekomendasikan kepada gubernur terkait prioritas pendidikan. Salah satunya menyinggung pula soal alokasi urusan pendidikan yang hanya 6,6 persen atau lebih kecil dari alokasi untuk gaji dan BOS dari keseluruhan alokasi anggaran

Bali Post/rin

Bali Post/rin

’’Anggaran pendidikan di APBD saat ini sudah 30 persen. Namun, dari 30 persen ini hanya 6,6 persen yang urusan pendidikan. Sisanya adalah gaji dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah, red). Ini menjadi pertanyaan ke depan.’’

’’Kondisi tersebut mengindikasikan ketidakberpihakan pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bali. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan upaya pembenahan terhadap ketimpangan alokasi tersebut di masa mendatang.”

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana

Ketua Pansus LKPJ Kepala Daerah DPRD Bali I Made Budastra

pendidikan. “Kondisi tersebut mengind i k a s i k a n k e t i d a k b e r p ihakan pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bali. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan upaya pembenahan terhadap ketimpangan alokasi tersebut di masa mendatang,” ujar politisi PDI-P ini. Permasalahan lain yang

mendesak, lanjut Budastra, pemprov harus segera mencari solusi terkait gaji guru. Utamanya gaji guru kontrak di SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi agar bisa dibayarkan secara rutin dan berkelanjutan. “Karena menyangkut urusan perut, kebutuhan pokok, dan keperluan dasar lainnya,” ujarnya. (kmb32)

Hardiknas

Momentum Pembudayaan dan Pemanusiaan PENDIDIKAN adalah transformasi nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan. Karena itu, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hendaknya dimaknai sebagai momentum pembudayaan dan pemanusiaan setiap insan agar mampu menghadapi hidup dan kehidupan bersama dengan segala perbedaan sifat, sikap, pemikiran, etnis, bahasa, agama dan sebagainya. Guru Besar IHDN Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija mengatakan, paradigma pendidikan adalah membuat manusia lebih dewasa dalam mengelola nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Namun, itu belum maksimal dihasilkan oleh lembaga pendidikan. ‘’Lembaga pendidikan baru bisa menghasilkan insan cerdas intelektual, tetapi ma-

sih miskin nilai kemanusiaan dan kebudayaan,’’ ujar Prof. Duija yang mantan Rektor IHDN tersebut. Menyitir pendapat Knouth Liris, “Semasih engkau sanggup untuk belajar maka engkau adalah insan yang belum jadi”, Prof. Duija mengatakan manusia “jadi” tersebut adalah insan yang cerdas, berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Karena itu, kita perlu membangun potensi generasi muda melalui lembaga pendidikan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga cerdas emosional dan spiritual, dengan memperdalam akar nilai budaya Bali. Kemudian, mengintegrasikan dengan sains dan teknologi, sehingga menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Sementara itu, Wakil Rek-

tor I Unhi Prof. Dr. Putu Gelgel menyampaikan, salah satu masalah yang patut mendapat perhatian dalam dunia pendidikan di Tanah Air adalah sel-sel radikalisme telah masuk ke dunia kampus dan sekolah. Kenyataan ini tentu sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI. Kalau ini dibiarkan maka benihbenih intoleran dan sikap radikalisme akan tumbuh subur di dunia pendidikan, baik di sekolah-sekolah maupun di kampus-kampus. Masalah yang lain adalah program pemerintah yang akan menganggarkan kedatangan para dosen dari luar negeri. Kemenristekdikti berencana mengundang atau mendatangkan 200 orang dosen asing. Dosen itu akan mengajar di PTN dan PTS. Untuk

mendatangkan dosen tersebut pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 250 sampai 300 miliyar. ‘’Kan sebaiknya dosendosen senior dan berbobot yang kita miliki (misalnya dosen UI, ITB, UGM, IPB, Undip, dll.) diberikan dana untuk ikut mengajar di PTN dan PTS yang membutuhkan atau atau yang belum maju. Atau dana itu gunakan pula untuk mengingkatkan kualitas dosen-dosen kita,’’ ujar Prof. Gelgel yang mantan Direktur Program Pascasarjana Unhi. Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Teknik Unhi Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. Era globalisasi yang membawa kemajuan teknologi dan lebih-lebih saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan

Bali Post/dok

Bali Post/dok

Bali Post/dok

Prof. Nengah Duija

Prof. Putu Gelgel

Komang Gede Santhyasa

pada global smart digital, SDM Bali harus bertransformasi menuju digital mindset. Pendidikan harus menyiapkan tenaga technograft yang memiliki daya kreatif dan inovatif yang tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus menyesuaikan dengan dinamika yang tengah

terjadi. Penerapan cara lama akan membawa ketertinggalan, sehingga perlu cara baru yang diciptakan dan dimanfaatkan. Contoh, reformasi pendidikan (sekolah) dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran yang mutakhir menjadi keniscayaan pendidikan saat ini. Namun, di sisi lain dalam konteks penelitian (riset) dunia pendidikan tinggi harus mempertemukan ilmu-ilmu

yang berkembang di Barat dan Timur, khususnya nilainilai lokalitas. Bali yang gudangnya nilai-nilai lokalitas ketimuran harus terus digali dan digemakan sehingga ada perspektif budaya lokal yang memperkaya khazanah keilmuan dunia. Idenya, global smart digital suatu keniscayaan dan pendidikan yang berbasis budaya lokal tidak bisa ditinggalkan. (lun)


KLUNGKUNG

12 Memasuki Musim Kemarau

Nusa Penida Rawan Kebakaran Lahan

Semarapura (Bali Post) Memasuki musim kemarau, Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tak hanya dihantui krisis air bersih, tetapi juga kebakaran lahan. Hal tersebut tak lepas dari kondisi wilayahnya yang tergolong tandus. Oleh sebab itu, masyarakat harus waspada. Demikian disampaikan Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta, Selasa (1/5) kemarin. Pejabat asal Lingkungan Pegending, Semarapura Kauh ini mengatakan sesuai pantauannya, rerumputan di wilayah perbukitan di kepulauan the blue paradise island itu sudah mulai gersang dan mengering. “Sekarang cuaca sudah mulai panas. Untuk potensi kebakaran ada di Nusa Penida. Tahun lalu sempat ada di beberapa lokasi. Kami harapkan masyarakat waspada dan jangan membuang api sembarangan,” jelasnya. Di tengah hal tersebut, ketersediaan mobil damkar masih sangat minim. Hanya satu unit, belum sebanding dengan luas wilayah. Bahkan ini hanya bisa untuk penanganan di Nusa Gede. Sementara untuk Nusa Lembongan dan Ceningan, masih “terabaikan”. “Di sana hanya ada satu damkar. Kondisi daerah masuk kepulauan dan terpisah. Seperti di Lembongan, bangunan sudah mulai banyak. Kalau ada kebakaran, kami tidak bisa menjangkau dengan damkar,” katanya. Usulan pengadaan mobil sudah dilakukan setiap tahun. Namun belum dikabulkan. “Usulan sudah sering disampaikan. Sudah setiap tahun. Tapi belum dapat. Karena

seperti itu, kami memaksimalkan sosialisasi pencegahan kebakaran, terutama untuk bangunan-bangunan besar. Sudah diminta harus siapkan avar,” ungkapnya. Sementara itu, untuk potensi kebakaran lahan di Klungkung daratan, imbuh dia tak terlalu tinggi. Jika itu terjadi, tiga unit armada siap dikerahkan. Bahkan jika kekurangan, kabupaten lain siap untuk mem-back up. “Kalau di daratan tidak ada masalah. Hanya di Nusa Penida saja,” tandasnya.

Musibah Kebakaran Sementara musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Klungkung. Setelah si jago merah melahap palinggih di Pura Kawitan Arya Brangsinga, Selasa (1/5) pagi kemarin giliran kamar suci milik warga Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, I Putu Gede Darmayuda, yang menjadi sasaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian yang melanda kamar di lantai dua tersebut berlangsung sekitar pukul 04.30 Wita. Pertama diketahui oleh seorang warga I Nyoman Alit Sawicen (50) dan langsug disampaikan kepada Darmayuda. Mengingat kobaran api semakin besar, penanganan langsung disampaikan ke pemadan kebakaran. Bersama warga, api berhasil dijinakkan setengah jam kemudian dan tidak berlanjut ke ruangan lain. Darmayuda menduga kejadian tersebut akibat dupa yang digunakan sembahyang, Senin (30/4) sekitar pukul 22.00 Wita. Pernyataan itu pun senada dengan yang diutarakan Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Ini dilaporkan ke Polres. Tetapi untuk personel polsek juga turun ke TKP,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/ist

LAHAN - Kebakaran lahan di Kepulauan Nusa Penida tahun lalu. Tahun ini hal serupa berpotensi terjadi lantaran sudah memasuki musim kemarau.

Pencari Batu Sikat di Pantai Watu Klotok

Bertaruh Nyawa Melawan Ganasnya Ombak PENCARI batu sikat

di laut tak semudah yang dibayangkan. Tak sebatas melawan terik matahari yang sangat menyengat. Tetapi juga harus bertaruh nyawa melawan ganasnya gulungan ombak. Batu sikat sangat dikenal. Bisa dijadikan ornamen bangunan. Kerap dipakai untuk memperindah halaman maupun bagian lain. Tampilannya ada hitam mengkilap. Ada pula yang berpaduan dengan warna putih maupun hijau. Tergantung selera masingmasing orang. Batu ini salah satunya ada di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung. Banyak warga yang mencarinya. Menjadi “napas” untuk menyambung hidup. Selasa (1/5) pagi kemarin, suasana di pantai berpasir hitam itu nampak berbeda dengan sebelumnya. Ombaknya besar, bergulunggulung. Terdengar deburan

yang sangat keras. Datang silih berganti. Dari timur, sejumlah warga datang. Mengenakan pakaian sederhana. Hampir seluruhnya mengenakan topi. Ukurannya ada yang besar, menutupi wajah. Menghindarkan dari sinar matahari yang semakin menyengat. Beberapa membawa wadah. Ada berupa karung kecil, bakul anyaman bambu, maupun jaring. Mereka berjalan ke arah barat. Kemudian duduk pada gumbukan krikil dengan berbagai ukuran. Memilih satu per satu. Dimasukkan ke wadah yang dibawa itu. Tidak asal-asalan. Namun, harus sesuai ukuran. Diambil hanya berwarna hitam dan mengkilap. Dikumpulkan sesuai ukuran. Saat panas menyengat, beberapa memasang terpal. Tak terlalu lebar, diikatkan pada tiang kayu yang sudah kering. Tak jauh dari tempat itu, beberapa perempuan juga nampak mencari batu sangat dekat dengan hempasan ombak. Mereka berjajar. Jongkok cukup lama. Terlihat sangat menikmti. Namun, apa yang dilakukan itu masih tergolong biasa. Sangat berbeda dengan

Bali Post/sos

BATU SIKAT - Pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok.

yang dilakukan kaum lakilaki. Membawa jaring, nekat melawan gulungan ombak yang ganas. Beberapa ada yang terhempas. Beberapa kali, hasil yang didapatkan tak sebanding dengan upayanya yang bertaruh nyawa itu. Tak jarang batunya sebagian besar kembali dibuang karena tak layak jual. Salah satu pencari batu sikat Ketut Mudana (40) menuturkan, pekerjaan ini dilakoni puluhan warga. Ada dari Desa Tojan, Gelgel dan Satra. Tak dipungkiri, risikonya cukup tinggi. Ia pun menceritakan, sejak sepekan belakangan harus lebih berhati-hati. Adanya tiga warga yang terseret ombak hingga meregang nyawa di pantai itu saat malukat baru-baru ini masih melekat di ingatannya. “Masih juga ingat dengan itu. Jadi harus benar-benar lihat situasi,” tuturnya. Batu yang didapatkan itu dijual ke pengepul. Harganya tergolong murah. Untuk yang paling kecil, kisaran Rp 15 ribu per rontong. Yang lebih besar, sekitar Rp 10 ribu. “Mencarinya sulit. Kadang sehari bisa dapat dua rontong,” katanya. Belasan tahun mengadu nasib di pantai ini, ia mengaku bersyukur. Belum ada yang terseret ombak. Paling banter, hanya terhempas dan mengalami luka kecil. “Kami percaya, di sini mencari nafkah. Pasti dijauhkan dari hal seperti itu. Kami juga selalu memohon keselamatan,” imbuhnya. Tak jauh berbeda dengan penuturan Ni Nengah Kista (65). Pekerjaan yang dilakoninya ini tak membuahkan hasil banyak. Hanya cukup untuk membeli dua kilo beras. Dipakai pengganjal perut bersama keluarga. Itu tetap disyukuri. “Nyari ini sudah puluhan tahun,” tandasnya. (sos)

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Tunggu Revisi Perda RTRW Provinsi Bali

Kajian Pelabuhan di Pesinggahan Terancam Tertunda

Semarapura (Bali Post) Keinginan Pemkab Klungkung untuk menuntaskan kajian rencana pembangunan pelabuhan segi tiga emas di pesisir Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan tahun ini nampaknya akan tertunda. Pasalnya, hal tersebut harus menunggu hasil revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali 2009-2029 yang kini masih berjalan. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur untuk mendukung transporasi laut ke Kepulauan Nusa Penida ini disebut-sebut telah mendapat dukungan dari masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra, Selasa (1/5) kemarin, mengungkapkan sesuai RTRW yang masih berlaku saat ini, lokasi pelabuhan ada di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Tentu bertolak belakang dengan lokasi yang diinginkan pemkab. “Karena seperti itu, untuk penyusunan kajian, seperti master plan, Detail Engineering Design (DED) dan studi kelayakan menunggu revisi Perda RTRW Provinsi. Sulit rasanya bisa jalan tahun ini,” jelasnya. Guna mendukung pembangunan ini, sejatinya pemkab sudah mempersiapkan lahan seluas 50 are yang berlokasi sebelum Pura Goa lawah. Bahkan, sosialisasi sudah dilaksanakan kepada masyarakat dan mendapat respons positif. Demikian pula dari pemer-

intah desa lantaran dinilai akan mampu menggerakkan perekonomian lokal. Selain di Pesinggahan, pembangunan pelabuhan juga direncanakan di Banjar Sampalan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida. Ini tinggal melaksanakan studi kelayakan. Khusus untuk master plan dan DED sudah rampung. Selain itu ada pula di wilayah Bias Munjul, Desa Lembongan tinggal menyusun master plan dan DED. “Untuk yang belum jalan, akan dilaksanakan tahun ini,” jelas pejabat asal Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan ini. Sesuai perkiraan, pembangunan infrastruktur transportasi laut ini memerlukan anggaran sekitar Rp 155 miliar. Bagi pemkab, itu tergolong fantastis dan sulit terpenuhi dengan APBD. Oleh sebab itu, diusulkan

supaya ada suntikan dana dari pemerintah pusat. “Kami sangat berharap ada dukungan dari pusat. Karena seperti itu, kami akan usulkan permohonan bantuan ke provinsi dan pusat. Kalau dari daerah, sangat sulit,” sebutnya. Mantan Kasatpol PP Klungkung ini sempat menyebutkan pembangunan pelabuhan itu tak hanya penting untuk mendukung sektor pariwisata yang semakin berkembang. Tetapi lebih mendasar dari itu, supaya akses keluar masuk bisa terpusat pada satu pintu. “Dengan pelabuhan segi tiga emas ini, wisatawan yang masuk juga bisa terdata lebih baik,” ucapnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung Wayan Kariana juga sempat memberikan respons positif. Diyakini akan berimbas pada pening-

katan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nusa Penida. “Kalau ada rencana seperti itu dari pemkab, kami sangat mendukung. Jangan hanya sebatas rencana,” ungkapnya. Disampaikan, saat berkunjung ke Nusa Penida, wisatawan masih naik dan turun melalui pelabuhan rakyat. Ini belum sepenuhnya didukung fasilitas yang memadai. Kondisi demikian, sedikitnya akan mempengaruhi kenyamanannya. “Sekarang kan masih basah-basahan. Di beberapa tempat ada yang memakai porter, tapi kan kena biaya tambahan lagi,” terangnya. Melalui itu pula, pendataan jumlah wisatawan yang berkunjung juga bisa lebih mudah. Berbeda dengan saat ini tak diketahui secara pasti lantaran banyaknya pintu masuk. “Jujur kalau data kunjungan kami belum punya. Dengan adanya pelabuhan terpusat, kedatangan akan lebih terpusat. Jadi bisa diketahui kondisi kunjungan,” sebut ketua PHRI yang baru dilantik 23 Oktober 2017 ini. (kmb45)

Dulang Suara di Pilkada

Tim Paslon Sebut Haramkan Aksi Paksaan cara tegas diharamkan. Ketua Koalisi Paslon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta), I Wayan Baru, menegaskan hajatan politik lima tahunan ini harus mampu memberikan pendidikan demokrasi yang baik kepada masyarakat. Jika diwarnai paksaan untuk memilih jagoannya, dinilai akan membawa kemunduran demokrasi. “Kalau itu (paksaan - red) terjadi, berarti demokrasi ini mundur. Bukan maju. Gitu lho,” katanya, Selasa (1/5) kemarin. Lebih lanjut, Ketua DPC Gerindra Klungkung ini menyampaikan paksaan itu juga menunjukkan sebagai upaya untu mengebiri hak pilih seseorang. “Maka dari itu, saya imbau kepada masyarakat, kalau ada yang dipaksa, tolong cepat dilaporkan kepada panwas, dan kepolisian. Itu tradisi yang tidak bagus. Merusak generasi penerus,” ucapnya. Mengharamkan paksaan juga sudah ditekankan kepada tim maupun partai pengusung dan pendukung lainnya. Seluruhnya komitmen untuk menciptakan pilkada Anak Agung Gede Anom

Semarapura (Bali Post) Aksi paksaan untuk memilih salah satu paslon yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung disebut-sebut tengah menghantui pemilih. Namun, hal tersebut ditepis tim masing-masing pasangan calon. Aksi demikian se-

yang elegan, kondusif dan beretika. “Ini sudah menjadi komitmen kami sejak awal,” ungkapnya. Sesuai pengamatannya sejak tahapan pemilihan mulai, pemilih sudah semakin cerdas. Dicontohkan, salah satunya ditunjukkan dalam jalan sehat salam dua jari yang digelar Paslon Suwasta baru-baru ini. “Masyarakat yang datang sangat banyak. Itu artinya masyarakat sudah melihat pemimpin yang kinerjanya sudah terbukti,” imbuh Ketua DPRD Klungkung ini. Ketua Tim Pemenangan Paslon Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia), Anak Agung Gede Anom, pun menegaskan partai pengusung dan pendukung komitmen untuk menjaga situasi tetap damai. Pihaknya tidak pernah memaksa masyarakat untuk memilih. “Kami tidak pernah meminta harus milih ini, harus milih itu. Itu hak masyarakat,” jelasnya. Ditegaskan, da-

lam pertarungan ini, jagoannya lebih mengedepankan program untuk menggaet hati pemilih. “Kita di sini mengedepankan program. Kami juga tegaskan, paslon Bagia ini bukan calon dari Klungkung daratan. Tetapi Kabupaten Klungkung,” tandasnya. (kmb45)

Wayan Baru


EKONOMI

Rabu Paing, 2 Mei 2018

13

Teknologi Ekonomi Digital Ciptakan Hubungan Eksploitatif dan Picu PHK Massal Jakarta (Bali Post) – Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) menyoroti dampak peralihan teknologi ekonomi digital pada pekerja serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal makin sering terjadi akibat dipergunakannya robotisasi sistem digital pada sejumlah sektor seperti perbankan. Sementara mereka yang bekerja di ekosistem ekonomi digital seperti ojek online pun mengalami eksploitasi oleh pemilik aplikator raksasa. ‘’Pemerintah tidak memiliki skema mitigasi dalam menghadapi peralihan teknologi berbentuk robotisasi pada sejumlah sektor industri,’’ kata Ketua Sindikasi Ellena Ekarahendy di sela-sela aksi Hari Buruh Internasional 2018 di Jakarta, Selasa (1/5) kemarin. Ellena mengatakan pemutusan hubungan kerja massal yang terjadi di sektor industri elektronik, perbankan, dan lainnya diikuti oleh pelanggaran prosedur seperti intimidasi dan pesangon yang tidak dibayarkan. Begitu pula dengan pekerja yang bekerja di ekosistem digital seperti pengemudi ojek daring yang tidak lepas dari permasalahan ketenagakerjaan akibat sistem ekonomi digital. ‘’Salah satu yang paling terasa adalah hubungan eksploitatif antara pengemudi ojek daring dengan perusahaan aplikator raksasa. Meskipun berbalut kemitraan, para pengemudi tidak memiliki kuasa menentukan

tarif, sanksi dan aturan lainnya,’’ tuturnya. Karena itu, bersama anggota dan jaringan organisasi yang berhaluan sama, Sindikasi melakukan aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Buruh Internasional 2018. Sindikasi juga mengajak seluruh pekerja media dan industri kreatif baik yang berstatus pekerja tetap, pekerja lepas, pekerja paruh waktu, konsultan, pekerja magang, dan lain-lain untuk bergabung dalam Sindikasi sebagai wadah kolektif perjuangan bersama. (ant) EKSPLOITASI — Ribuan pengemudi ojek online melakukan aksi menuntut keadilan dalam penentuan tarif. Mereka yang bekerja di ekosistem digital ini mengalami hubungan eksploitatif dengan perusahaan aplikator raksasa.

Karangasem Alami Tiga Kali Pertumbuhan Ekonomi Terendah

Mudahkan Akses Masyarakat Bali

Zurich Hadirkan Layanan ’’One Stop Solution’’

Penduduk Miskin Terbanyak di Buleleng

Denpasar (Bali Post) Kabupaten Karangasem merupakan kabupaten dengan pertumbuhan terendah di Bali pada tahun 2016 yaitu 5,92 persen. Karangasem tiga kali mengalami pertumbuhan terendah dibanding kabupaten lainnya yaitu tahun 2012 (5,93 persen), 2015 (6,00 persen), 2016 (5,92 persen). Selain Karangasem, kabupaten yang menduduki pertumbuhan terendah yaitu Jembrana pada tahun 2013, dan Bangli pada tahun 2014. Sementara pertumbuhan tertinggi tahun 2012 dialami Badung yaitu 7,64 persen, tahun 2013 Buleleng yaitu 7,15 persen, tahun 2014 Denpasar 7,00 persen, tahun 2015 Gianyar 6,34 persen, dan tahun 2016 Badung 6,79 persen. Dalam kurun waktu tiga tahun dari tahun 2015, pertumbuhan tertinggi Bali tercatat di tahun 2016 yaitu 6,32 persen dan terendah tahun 2017 yaitu 5,59 persen. Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Azka Subhan memaparkan, struktur ekonomi Bali tahun 2017 dilihat dari struktur Produk Domestik Bruto Daerah (PDRB) dibangun oleh lapangan usaha akomodasi makan dan minum dengan persentase tertinggi yaitu 20 persen. Sementara 14 persen ditopang lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, 10 persen ditopang lapangan usaha konstruksi. Dari tingkat pertumbuhan itu, jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu di Buleleng sejak tahun 2012 hingga tahun 2016 yYaitu 32.960, 40.320, 43.700, 43.430, dengan ratarata 37.550. Kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbanyak lain-

nya adalah Kabupaten Karangasem dengan rata-rata 27.536 sejak tahun 2012–2016, Kabupaten Gianyar 22.768 dengan periode yang sama. ‘’Data kemiskinan terakhir, September 2017 4,14 persen dengan jumlah 176.000 orang. Ini lebih rendah dari September 2016 yaitu 4,15 persen dan lebih rendah dari Maret 2017 4,25 persen,’’ ujarnya. Kabupaten Buleleng yang lebih dominan pada lapangan usaha pertanian nyatanya lebih banyak penduduk miskinnya. Menurutnya, semua lapangan usaha menjanjikan kesejahteraan apabila dikelola dengan baik dan governance. Meski demikian, setiap kabupaten dan kota agar memilih dan mengembangkan sektor-sektor yang potensial di wilayahnya masing-masing. Berkaca dari pengalaman tahun 2017 dengan adanya erupsi Gunung Agung, sangat berpengaruh terhadap lapangan usaha akomodasi makanan dan minuman/pariwisata. Maka lapangan usaha lain harus dikembangkan. Salah satu yang potensi untuk dikembangkan adalah pertanian. ‘’Pertanian merupakan salah satu potensi sumber pertumbuhan baru di Bali. Karena di Bali ada komoditas kakao dan kopi,’’ tandasnya. Dengan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru tersebut dapat mendorong pemerataan pembangunan yang lebih merata. Dengan demikian, gini rasio akan makin rendah atau semakin tidak timpang. Bank Indonesia pun sependapat agar pemprov dan pemkab dan pemkot mendukung upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif yakni merata dan berkelanjutan. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Permudah akses kebutuhan asuransinya secara menyeluruh, grup perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, Zurich, buka kantor pemasaran di Denpasar. Belokasi di Jalan Gatot Subroto Barat, kantor pemasaran Zurich menghadirkan layanan One Stop Solution, di mana seluruh produk dan layanan asuransi umum dan asuransi jiwa berada di satu pintu.

Direktur PT Zurich Insurance Indonesia Wirahadi Suryana menjelaskan, kehadiran kantor pemasaran dengan konsep layanan One Stop Solution di Bali ini bertujuan untuk semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan Zurich. Kantor pemasaran ini merupakan wujud komitmen dari Zurich untuk menghadirkan layanan di mana semua kebutuhan asuransi dapat diakses dengan mudah dan efisien. ‘’Ini sejalan

PERESMIAN - Direktur PT Zurich Insurance Indonesia Wirahadi Suryana (dua kiri) bersama Rosmaylinda Nasution selaku Direktur PT Zurich Topas Life (dua kanan) saat peresmian kantor pemasaran Zurich Indonesia di Denpasar, Bali, Senin (30/4).

dengan nilai-nilai yang kami anut dalam menjalankan bisnis, yaitu mempermudah akses terhadap produk dan layanan asuransi, serta menjadikan nasabah sebagai fokus utama,’’ katanya usai peresmian, Senin (30/4). Sementara itu, Direktur PT Zurich Topas Life Rosmaylinda Nasution menambahkan, kemudahan akses dan efisiensi yang ditawarkan oleh Zurich ini juga diharapkan dapat menarik semakin banyak masyarakat untuk memiliki asuransi. Selain motivasi bisnis, pihaknya berharap kehadiran kantor pemasaran Zurich Indonesia di Bali dapat mendorong masyarakat untuk menikmati asuransi. ‘’Zurich selalu berupaya untuk memahami semua kebutuhan asuransi masyarakat di berbagai fase kehidupannya. Pemahaman ini pula yang mendorong kami untuk memberikan layanan one stop solution,’’ katanya. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki produk asuransi perlu diimbangi dengan keahlian penyedia asuransi yang mumpuni. Riset yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 menunjukkan bahwa penggunaan asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen. Artinya, dari 100 penduduk Indonesia baru 11 orang yang memiliki polis asuransi. ‘’Zurich selalu berupaya untuk memperluas jangkauan edukasi asuransi dan mendorong agar lebih banyak lagi masyarakat yang

menggunakan asuransi. Kami berharap bahwa layanan serta kemudahan yang diberikan oleh Zurich Indonesia dapat membantu untuk mewujudkan komitmen tersebut,’’ harapnya. Perluas Pasar Ritel Ditambahkan Wirahadi Suryana, pembukaan kantor pemasaran di Denpasar juga merupakan upaya Zurich untuk memperluas pasar ke segmen ritel di Indonesia Bagian Tengah. Merujuk pada data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), untuk asuransi umum sendiri hingga saat ini porsi pasar ritelnya masih berada di bawah 20 persen dari total bisnis asuransi umum. Sedangkan untuk Asuransi Jiwa, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat hingga kuartal IV 2017, pertumbuhannya baru mencapai 14,5 persen. Kendati demikian, pertumbuhan sektor ritel diprediksi akan terus tumbuh dengan pesat ke depannya. Sejalan dengan fokus untuk memperluas pasar ke segmen ritel, Zurich melihat bahwa Bali memiliki potensi untuk menjadi wilayah sasaran ekspansi bisnis asuransi. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2015, dari 4,1 juta jiwa penduduk di Bali, baru 20 persen penduduk Bali yang memiliki asuransi. ‘’Masih rendahnya penetrasi asuransi justru menjadikan Bali sebagai daerah dengan potensi bisnis yang menjanjikan,’’ tambahnya. (kmb)

Amerika Serikat Alami Inflasi

Potensial Lemahkan Nilai Tukar Rupiah Beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah nampak melemah. Otoritas keuangan di Indonesia menyebut pelemahan lebih banyak dipicu faktor eksternal. Salah satunya adalah naiknya suku bunga di Amerika Serikat. Jika benar demikian, maka 2018 benarbenar akan menjadi masa krusial bagi rupiah karena Amerika Serikat berdasarkan data per Maret mengalami inflasi sehingga diprediksi akan memicu percepatan kenaikan kembali suku bunga acuannya. Akankah rupiah kian melemah sepanjang tahun 2018?

INDEKS harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, tidak termasuk makanan dan energi, pengukur inflasi utama yang disukai oleh Federal Reserve, naik 1,9 persen dalam 12 bulan hingga Maret, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Senin (30/4). Angka itu hampir menyamai target 2,0 persen The Fed. Sementara itu, laporan data yang sama menunjukkan pendapatan dan belanja pribadi AS masing-masing naik 0,3 persen dan 0,4 persen pada Maret. Dampak dari inflasi tersebut, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama saingannya pada akhir perdagangan Senin (Selasa (1/5) pagi waktu Indonesia. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,31 persen menjadi 91,828 di akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2081 dolar AS dari 1,2123 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3749 dolar AS dari 1,3784 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7529 dolar AS dari 0,7581 dolar AS. Dolar AS dibeli 109,29 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9907 franc Swiss dari 0,9879 franc Swiss, dan meningkat menjadi

1,2841 dolar Kanada dari 1,2834 dolar Kanada Selain berdampak pada penguatan kurs dolar As terhadap mata uang negara lainnya, angka inflasi yang mendekati target Federal Reserve AS tersebut, memberikan sinyal potensial untuk kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat. Meski demikian, para analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tak berubah ketika mereka mengakhiri pertemuan mereka pada Rabu (2/5), tetapi para pengatur suku bunga dapat memberi sinyal bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga pada Juni. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dipastikan akan memberikan dampak kuat pada nilai tukar rupiah. Hal ini dipicu oleh terjadinya aliran modal ke luar dari Indonesia karena investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Amerika Serikat dibandingkan di Indonesia. Suku bunga memang menjadi salah satu acuan bagi investor untuk menanamkan modalnya di sebuah negara. Nilai tukar rupiah tentu saja tidak semata-mata dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Fundamental ekonomi disebut-sebut otoritas keuangan di Indonesia dalam jangka panjang akan menyelamatkan

nilai tukar rupiah. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meyakinkan bahwa fundamental ekonomi masih kuat. ‘’Sebenarnya fundamental itu ada di angka Rp 13.500-Rp 13.600. Tapi kalau situasi dipicu dengan omongan macam-macam, bisa saja dia bergerak sedikit ke sana sedikit ke sini. Tapi sebetulnya tidak ada sesuatu yang membuat dia berubah secara signifikan,’’ ujar Darmin. Optimismes bahwa rupiah masih akan kuat menahan gempuran faktor eksternal disampaikan Presiden Joko Widodo. Lagi-lagi data fundamental ekonomi Indonesia yang dipergunakan sebagai dasar. Bahkan, Jokowi mengatakan tidak takut soal nilai rupiah yang mungkin akan turun hingga 14.000 per dolar AS. Optimisme para pemegang kebijakan di Indonesia wajar disampaikan ke publik. Jika nilai tukar rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor isu itu artinya dampaknya bersifat janka pendek. Yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Seandainya nilai rupiah melemah terus-menerus, dampaknya akan sangat besar. Tidak saja ekonomi melainkan juga bisa menjadi amunisi politik menyerang pemerintahan Jokowi. Apalagi menjelang Pilpres 2019. (nata/ant)

MELEMAH — Seorang petugas sedang menunjukkan lembaran dolar AS. Tahun 2018 akan menjadi tantangan bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS setelah perbaikan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat.


BULELENG

14

Rabu Paing, 2 Mei 2018

SOSOK Batas Danau

DANAU BUYAN, Desa Pancasari belakangan mendapat perhatian serius wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Sukasada. Selain menangani pendangkalan dan pembersihan eceng gondok, yang lebih penting dilakukan adalah mempertegas batas danau dengan tanah milik warga. Anggota DPRD asal Desa Pancasari, Wayan Indrawan, mengatakan batas-batas danau dengan tanah milik warga belakangan ini terkesan tidak jelas. Dia mencontohkan, situasi ini terlihat jelas ketika musim hujan yang memicu luapan air danau. Akibat meluapnya air danau, lahan pertanian di dekat danau ikut terendam. “Kalau musim kemarau, air akan menyusut, akan muncul areal pendangkalan di bibir danau. Sebaliknya kalau air meluap seperti sekarang, lahan milik petani banyak terendam, dan ini seperti tidak jelas mana-mana saja batas danau dengan tanah pertanian,” katanya. Tidak ingin masalah batas ini semakin rancu, politisi PDI Perjuangan ini menawarkan agar instansi terkait di Pemkab Buleleng dan provinsi termasuk lembaga lain yang memiliki kewenangan dalam masalah ini segera melakukan penanganan serius. Paling tidak, pemerintah bisa menetapkan jarak sempadan danau dari lahan pertanian atau bangunan. Diakuinya, penerapan aturan jarak sempadan ini tidak sulit, karena dia sendiri mengetahui kalau sudah ada regulasi-regulasi tentang jarak sempadan danau. Jika ini diterapkan, ke depan, manfaatnya adalah membantu percepatan penanganan ancaman kerusakan lingkungan luapan air danau yang terjadi sekarang ini. “Kalau bisa, jarak sempadan dana ini segera diperjelas dulu dan regulasi yang ada sekarang ini dipakai acuan. Kalau dilakukan penetapan jarak sempadan danau, maka penanganan ancaman kerusakan lingkungan danau seperti sekarang ini akan lebih mudah, sebab sudah jelas di areal danau tidak lagi ada tanah atau bahkan bangunan,” jelasnya. (mud)

MENGADU – Sejumlah nasabah LPD Pakraman Gerokgak mengadu ke DPRD Buleleng, Senin (30/4).

Bali Post/kmb38

Diduga Digunakan Oknum Pengurus

Menempel di Daun, Diduga Debu Vulkanik Singaraja (Bali Post) – Beberapa warga di Buleleng mengaku menemukan debu putih yang menempel di daun tanaman di sekitar rumah mereka. Warga memperkirakan, benda itu adalah debu vulkanik yang diterbangkan angin saat erupsi Gunung Agung, Senin (30/4) malam lalu. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Selasa (1/5) kemarin, dugaan debu vulkanik itu ditemukan Ketut Ardika, warga Dusun Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Debu tersebut ditemukan menempel di daun pohon bekul yang tidak jauh dari rumahnya. Ardika menuturkan, sekitar pukul 07.00 Wita ketika membersihkan pekarangan rumahnya, dia menemukan daun tanaman bekul yang ditanam pada pot di pekarangannya berisi bercak debu putih halus. Karena daun bekul itu hijau dan lembaran daunnya halus, debu putih tipis itu terlihat jelas. “Kebetulan tanaman bekul itu daunnya hijau halus dan karena ada bercak debu putih itu terlihat jelas dan hampir di semua lembar daunnya ada bercak debu putih halus itu. Cuma, di tanaman lain saya tidak temukan,” katanya. Ardika menduga benda itu adalah debu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung pada Senin (30/4) malam lalu. Untuk memastikan informasi erupsi itu, dirinya sempat menghubungi Pasebaya Lingkar Gunung Agung. Alhasil, memang dibenarkan kalau terjadi erupsi dan arah sebaran abunya mengarah ke Buleleng. Selain itu, Ardika pun mengunggah foto daun tanaman yang berisi debu putih halus itu lewat akun facebook (FB) miliknya. Ternyata, rekannya dari Desa Sambangan dan Seririt juga menemukan hal yang sama. Meski demikian, pihaknya tidak berani menyebut kalau temuannya itu sebaran debu vulkanik Gunung Agung. “Dari informasi di-FB memang ada yang menemukan hal yang sama seperi teman dari Sambangan dan Seririt. Tapi apakah ini debu vulkanik Gunung Agung, saya kurang tahu soal itu,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

MENEMPEL - Diduga debu vulkanik ditemukan di daun bekul di pekarangan rumah Ketut Ardika, Selasa (1/5) kemarin.

Tak Bisa Tarik Tabungan, Nasabah LPD Mengadu ke DPRD Singaraja (Bali Post) – Nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Pakraman Gerokgak, Kecamatan Gerokgak tidak bisa menarik simpanan atau diposito sejak tahun 2016. Masalah ini terjadi diduga karena pemakaian dana LPD oleh oknum pengurus dan karyawan LPD setempat. Nasabah pun mengadukan persoalan ini ke DPRD Buleleng, Senin (30/4) lalu sekitar pukul 10.00 wita. Mereka diterima Sekretaris Komisi III DPRD Buleleng Wayan Masdana dan anggota Komisi III Putu Tirta Adnyana. Seorang nasabah Made Surata mengatakan, sejak LPD kolaps, dirinya berusaha mencairkan tabungannya. Namun, tidak membuahkan hasil karena pengurus berdalih tidak ada persediaan kas yang memadai. Menurut Surata, dari informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, oknum pengurus dan karyawan diduga menggunakan dana LPD. Tidak itu saja, muncul indikasi di mana dana sebesar Rp 1,8 miliar yang dihimpun LPD, tetapi keberadaannya tidak bisa dipertagungjawabkan. Atas persoalan itu, lewat rapat (paruman adat - red) 2016 lalu, pengurus dan karyawan LPD berjanji mengembalikan dana nasabah. “Yang jelas ada pengakuan dana digunakan pengu-

rus, tapi jumlahnya kami tidak tahu persis. Ada juga dana yang tidak jelas pertanggungjawabannya. Kami menuntut pengurus mengembalikan dana kami,” jelasnya. Menanggapi pengaduan itu, anggota Komisi III DPRD Buleleng Putu Tirta Adnyana mengatakan, dewan berjanji memfasilitasi keinginan para nasabah. Dalam waktu dekat, dewan akan mengundang instansi terkait termasuk pengurus LPD untuk mendapatkan kejelasan permasalahan yang terjadi. “Semestinya, LPD kalau sudah bermasalah itu kelihatan, sudah harus ada langkah penyelamatan. Bukan dibiarkan sampai nasabah tidak bisa menarik dana seperti sekarang ini,” katanya.

Ketua Tim Inventarisasi LPD Pakraman Gerokgak, Ketut Ngurah Arya, mengatakan berdasarkan pendataan ditemukan indikasi dana nasabah digunakan oleh oknum pengurus dan karyawan. Versi tim inventarisasi, oknum pengurus dan karyawan sudah mengakui menggunakan dana sebesar Rp 1,9 miliar. Selain itu, ditemukan dana sebesar Rp 2 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Diduga, dana sebesar Rp 2 miliar itu digunakan sebagai bancakan. Tim juga mencatat ada kredit macet Rp 300 juta. Sehingga total dana nasabah yang tak bisa ditarik, mencapai Rp 4,2 miliar. Tim sudah berupaya memediasi para nasabah. Pen-

gurus dan karyawan bersedia mengembalikan dana yang mereka gunakan, sehingga nasabah juga bisa mendapat uang mereka kembali. Janji pengembalian ini sudah disepakati dalam surat perjanjian sampai Desember 2018 mendatang. Kalau lewat batas akhir itu dana nasabah tidak kembali, pengurus dan karyawan bersedia menerima sanksi baik dalam pararem awig-awig maupun kasus hukum. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Sekkab Buleleng Desak Putu Rupadi mengatakan, keluhan nasabah LPD Pakraman Gerokgak itu telah diketahuinya. Pada Senin (30/4) lalu, dirinya sudah menemui pengurus dan karyawan LPD untuk mengetahui persoalan yang terjadi. Namun, penelusuran ini belum mendapatkan data terkait dugaan pemakaian dana LPD oleh oknum pengurus atau dana yang tidak bisa dipertangungjawabkan. Keterangan ketua dan karyawan

LPD yang baru, pengurus LPD yang lama sudah diganti sejak November 2017 lalu. Pengurus yang baru ini mengaku tidak tahu dugaan pemakaian dana LPD oleh oknum pengurus atau karyawan. Untuk memastikan dugaan pemakaian dana oleh oknum pengurus dan karyawan, Rupadi menyebut dalam waktu dekat, Inspektorat Daerah ditugaskan untuk melakukan audit di LPD Pakraman Gerokgak. Selain itu, dirinya juga masih berkoordinasi dengan tim Pembina LPD, sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dan dana nasabah bisa dikembalikan. “Sesuai instruksi pimpinan kami dan inspektorat akan turun untuk mencari bukti-bukti persoalan itu. Penelusuran awal memang ada nasabah yang mengeluh tidak bisa menarik dananya. Apakah dana dipakai oknum pengurus atau karyawan, data itu belum kami dapatkan karena pengurus yang lama sudah diganti 2017 lalu,” tegasnya. (kmb38)

Ratusan SD Belum Miliki Perpustakaan Singaraja (Bali Post) – Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) menggulirkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Program ini wajib dijalankan di setiap jenjang pendidikan di daerah. Salah satu penunjang GLS adalah perpustakaan sekolah. Di Buleleng, ada sekitar 127 sekolah belum memiliki perpustakaan sekolah. Tidak ingin GLS terhambat, pihak sekolah terpaksa memfungsikan ruang lain untuk perpustakaan. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, jumlah SD di Buleleng sampai tahun ini tercatat 485. Dari jumlah itu, 358 sekolah memiliki ruang perpustakaan. Rata-rata konstruksi perpustakaan di sekolah ini sudah sangat baik karena baru dibangun atau bangunannya baru selesai direhab. Buku bacaan dan referesensi penunjang lain sudah tergolong lengkap. Sisanya, 127 sekolah belum memiliki perpustakaan. Tidak ingin menghambat GLS yang dicanangkan Kemendikbud, sekolah bersangkutan terpaksa menyiapkan ruang perpustakaan seadanya. Ruang perpustakaan itu dibuat dengan cara menyekat ruang guru. Sebagian ruang guru itu dijadikan perpustakaan sederhana. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Buleleng Gede Suyasa belum lama ini mengakui masih banyak sekolah di daerahnya yang belum dilengkapi ruang perpustakaan. Dia menga-

Bali Post/kmb38

Gede Suyasa

takan, ruang perpustakaan dengan menyekat ruang guru atau ruang kelas tidak

memenuhi syarat. Tetapi karena upaya itu dianggap paling efektif, pihak sekolah diizinkan membuat perpustakaan sementara tersebut. Mengatasi permasalahan ini, pihaknya sudah memetakan sekolah-sekolah yang diprogramkan untuk mendapat bantuan pembangunan ruang perpustakaan. Sesuai hasil pendataan itu, Disdikpora memprogramkan anggaran pembangunan perpustakaan sekolah setiap tahun. Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Ta-

hun ini saja, beberapa sekolah mendapatkan anggaran DAK. Anggaran itu dialokasikan untuk melengkapi sekolah dengan perpustakaan yang representatif. Sementara untuk dukungan lahan, birokrat asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula ini mengatakan, Disdikpora memprogramkan pemanfaatan lahan di areal sekolah yang sekarang

dibangun mes guru. Selama ini, banyak mes guru tidak difungsikan dan bangunannya dibiarkan rusak berat. Bahkan, bangunan itu terkesan mubazir karena tidak difungsikan sama sekali. Daripada tidak difungsikan, mes guru itu akan dijadikan ruang perpustakaan sekolah yang bisa menunjang program GLS di semua sekolah di Bali Utara. (kmb38)

Jumlah SD di Buleleng: 485 nSD Memiliki Perpustakaan nSD Membuat Perpustakaan Sementara

358 unit 127 unit


15

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Roma Siapkan Sambutan untuk The Reds Roma -

Liverpool mencatat dua kesuksesan saat bertandang ke Stadion Olimpico Roma di masa silam. Namun kali ini tuan rumah AS Roma menyiapkan penyambutan untuk menyingkirkan lawannya pada pertandingan kedua babak semifinal Liga Champions, Kamis (3/5) dini hari nanti.

Bali Post/afp

PAWAI JUARA – Barcelona, Selasa (1/5) kemarin memulai proses pawai kemenangan dengan pemain dan staf klub diangkut bus terbuka, keliling kota, awal pekan ini. Tim Katalan itu untuk ke-25 kalinya menjuarai kompetisi Liga Spanyol dengan mengalahkan Deprotivo La Coruna 4-2 pekan lalu.

Liverpool di ambang menuju partai puncak kompetisi Eropa ini sejak 2007 setelah mengemas kemenangan 5-2 atas wakil Italia itu. The Reds akan mempertahankan keunggulan tiga gol pada laga di ibu kota Italia itu. Mantan penyerang Roma Mohamed Salah mencetak dua gol dan membantu penciptaan dua gol lainnya pada pertemuan pertama di Anfield. Namun, dia gol balasan menjelang akhir pertandingan memberi

harapan Roma untuk menciptakan kebangkitan di Stadion Olimpico. Juergen Klopp memburu gelar ke-6 turnamen Eropa bagi the Reds setelah kesuksesannya pada 1977 dan 1984. Bahkan pada 1988 itu Liverpool mampu menundukkan Roma lewat drama adu penalti. Baik Liverpool maupun

Roma sama-sama menempati peringkat ketiga klasemen kompetisi domestik dan berusaha mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Laga di Stadion

Tottenham Perkuat Posisi di Zona Liga Champions London Harry Kane dan Dele Alli menyumbang gol yang membawa Tottenham Hotspur meraup kemenangan 2-0 atas tim papan tengah Watford pada pertandingan Liga Utama Inggris, Selasa (1/5) kemarin. Kemenangan di Stadion Wembley menguatkan posisi the Lilywhite di peringkat ke-4 klasemen. Dengan tiga pertandingan tersisa, Tottenham unggul empat poin atas peringkat ke-5 Chelsea dan tertinggal satu poin dari Liverpool yang memainkan satu pertandingan lebih banyak. Perburuan tiket Liga Champions musim depan kian meningkat yang melibatkan Liverpool, Tottenham dan Chelsea. Dua tiket telah dipastikan milik Manchester City dan Manchester United. Tottenham membuka keunggulan pada menit ke-16 ketika kiper Watford Orestis Karnezis berusaha menguasai bola umpan silang Kieran Trippier. Tetapi bola lepas dari tangkapannya dan Christian Eriksen menyodorkan bola kepada Alli, yang dengan mudah memasukkan bola ke gawang dari jarak dekat. Kane memperbesar keunggulan Spurs pada menit ke48 ketika ia membelokkan umpan silang dari Trippier. Tottenham juga hampir mengemas gol ketiga melalui Jan Vertonghen pada menit ke-68. Bek asal Belgia Vertonghen menyambut tendangan bebas Trippier namun sundulannya mengenai tiang gawang. Sedangkan upaya Kane dinyatakan offside dan tembakan pemain pengganti Moussa Sissoko melambung dari jarak dekat. ‘’Mungkin ini bukan penampilan terbaik namun tujuannya adalah kemenangan...ini mungkin menjadi musim yang sukses jika kami finis di empat besar. Untuk berada di Liga Champions merupakan hal yang besar,’’ kata manajer Spurs Mauricio Pochettino. (afp/ant)

Bali Post/afp

DIJEGAL - Gelandang Tottenham Hotspur Dele Alli (kanan) dijegal bek Watford Craig Cathcart pada pertandingan Liga Utama Inggris, Selasa (1/5) kemarin. Alli menyumbang satu gol saat Tottenham menang 2-0 pada pertandingan di Stadion Wembley, London ini.

Salah Raih Penghargaan FWA Manchester Pemain Liverpool Mohamed Salah terpilih sebagai pemain terbaik versi Asosiasi Penulis Sepak Bola (FWA), sehingga striker asal Mesir itu sudah memperoleh dua penghargaan dalam persepakbolaan Inggris tahun ini. Sebelumnya Salah juga terpilih sebagai pemain terbaik versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) atas prestasinya musim ini, di mana ia telah mencetak total 43 gol di berbagai kompetisi. Pemain berusia 25 tahun itu merupakan pemain asal Afrika pertama yang memenangi penghargaan FWA yang mulai diadakan sejak 1948. Salah mengalahkan pemain Manchester City Kevin De Bruyne dalam pemungutan suara dari 400 anggota FWA, dengan selisih 20 suara. Urutan ketiga ditempati striker Tottenham

Hotspur Harry Kane. ‘’Persaingan terjadi di antara kedua pemain, yang dalam waktu singkat telah mencapai level kelas dunia. Tapi Mo Salah layak menang. Dia juga pemain asal Afrika pertama yang meraih penghargaan ini, dan kami ucapkan selamat atas penampilan hebatnya di musim ini,’’ kata Ketua FWA Patrick Barclay. Salah berperan membantu Liverpool, yang kini peringkat tiga klasemen Liga Inggris, lolos ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Liverpool akan menghadapi AS Roma pada semifinal kedua di Roma, Kamis mendatang, setelah menang 5-2 pada pertemuan pertama di Anfield. Pada laga itu Salah mencetak dua gol dan berperan atas dua gol lainnya. Salah juga akan tampil pada Piala Dunia di Rusia,

Liga Champions vs

Liverpool

Hasil Liga Spanyol Real Betis vs Malaga 2-1 ----------------------------------------------------------------------------------------------Liga Inggris Tottenham Hotspur vs Watford 2-0 ----------------------------------------------------------------------------------------------1. Man City 35 30 3 2 102-26 93 2. Man Utd 35 24 5 6 67-27 77 3. Liverpool 36 20 12 4 80-37 72 4. Tottenham 35 21 8 6 68-31 71 5. Chelsea 35 29 6 9 60-34 66 6. Arsenal 35 17 6 12 67-48 57 7. Burnley 36 14 12 10 35-32 54 8. Everton 36 13 9 14 42-54 48 9. Leicester 34 11 11 12 49-47 44 10.Newcastle 35 11 8 16 35-44 41 11.Bournemouth 36 9 11 16 42-60 38 12.Watford 36 10 8 18 42-62 38 13.Brighton 35 8 13 14 32-47 37 14.Crystal Palace 35 8 11 16 36-54 35 15.West Ham 35 8 11 16 43-67 35 16.Huddersfield 35 9 8 18 27-56 35 17.Swansea 35 8 9 18 27-52 33 18.Southampton 35 6 14 15 35-54 32 19.Stoke 36 6 12 18 32-65 30 20.West Brom 36 5 13 18 30-54 28 Pencetak gol : 31 - Mohamed Salah (Liverpool).

kan Liverpool. Roma yang terakhir kali juara Serie A pada 2001 menyiapkan laga ini dengan menggebuk Chievo 4-1 pekan lalu. Penyerang Edin Dzeko membuktikan ketajamannya sekaligus memberi peringatan pada pemainpemain belakang Liverpool pada laga nanti. Roma memiliki reputasi mentereng setelah men jungkalkan Barcelona di perempatfinal meski menghadapi defisit tiga gol di laga pertama. Bila mereka mampu mengulang prestasi serupa, Di Francesco dipuji strateginya. ‘’Tim ini telah melalui perjalanan yang luar biasa dan tidak ingin behenti sampai di sini. Kami ingin percaya sekali lagi tentang comeback ini,’’ tegasnya. Penyerang Patrik Schick mengingatkan bahwa timnya telah menemukan kelemahan pada strategi permainan Liverpool. ‘’Kami menyaksikan bahwa mereka tidak cukup kuat pertahanannya saat menyerang. Jadi kami punya peluang mencetak tiga gol di laga kandang ini,’’ jelas Schick. ‘’Jadi dalam pandangan saya, kami menuju lapangan tanpa ras gentar, penuh determinasi dan keberanian,’’ lanjutnya. (kamb39/afp)

SUNDUL BOLA - Penyerang AS Roma Edin Dzeko menyundul bola. Roma akan menjamu Liverpool pada pertandingan kedua babak semifinal Liga Champions, Kamis (3/5) dini hari di Stadion Olimpico.

Jadwal Pertandingan Semifinal II Kamis (3/5) dini hari AS Roma

Olimpico ini berlangsung beberapa hari jelang pertandingan antara Liverpool vs Chelsea yang membuat Klopp harus berhati-hati dalam memilih pemain dan memasang strategi. Liverpool terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2005 di Istanbul dengan mengalahkan AC Milan lewat adu penalti. Dua tahun kemudian kedua tim bertemu lagi dan Milan giliran yang menjadi juara di Atgena. ‘’Ada peluang menjadi juara, tapi kami harus menyelesaikan dahulu babak semifinal,’’ jelang penyerang Liverpool Roberto Firmino. Klopp tak diperkuat gelandang Alex Oxlade-Chamberlain yang cedera lutut dan menepi hingga akhir musim. Posisinya akan digantikan Georginio Wijnaldum. Sedangkan gelandang Emre Can dan Adam Lallana pun dalam kondisi tidak bugar akibat cedera punggung dan hamstring. Tuan rumah Roma juga kehilangan pemain kuncinya Kevin Strootman saat memburu final pertama setelah 34 tahun. Pelatih Eusebio Di Francesco akan menggunakan Lorenzo Pellegrini untuk memainkan format 4-3-3 demi merontok-

Penyerang Liverpool Mohamed Salah.

Bali Post/afp

Juni mendatang bersama tim nasional Mesir, yang satu grup dengan Arab Saudi, Uruguay dan tuan rumah Rusia di Grup A. Sementara itu untuk versi sepak bola putri, penghargaan FWA diraih oleh pemain klub putri Chelsea Fan Kirby, yang juga pemenang penghargaan PFA bulan lalu. (afp/ant)


OLAHRAGA

16

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Tiara Diuji di Kejuaraan Downhill Asia

Jakarta (Bali Post) Pembalap downhill andalan Indonesia Tiara Andini Prastika diuji pada Kejuaraan Downhill Asia 2018 di Cebu, Filipina, 2-7 Mei setelah gadis asal Semarang, Jawa Tengah itu dinyatakan sembuh dari cedera. Tiara yang sebelumnya mengalami cedera telunjuk tangan kanan ini menjadi bagian dari enam pembalap Indonesia yang akan bertolak menuju Cebu, Filipina melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam. ‘’Dia (Tiara) sudah sembuh. Maka kami langsung mengirim ke sana meski sebelumnya tidak ikut di TC (training camp) di Melbourne bersama pembalap pelatnas yang lain,’’ kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra, Selasa (1/5) kemarin. Pembalap berusia 22 tahun ini memang memiliki peluang untuk membuat kejutan baik di kejuaraan Asia maupun Asian Games 2018 mengingat memiliki peringkat UCI cukup tinggi yaitu urutan 14 dunia. Pembalap Asia terdekatnya adalah Vipavee Deekaballes asal Thailand yang berada di rangking 21 dunia. Meski baru sembuh, Budi tetap berharap Tiara mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Apalagi akan didukung penuh oleh pembalap putri Indonesia yang lain yaitu Nining Purwaningsih yang saat ini berada di jenjang 52 dunia dan sebelumnya menjalani TC di Australia. ‘’Harapan kami mereka bisa maksimal. Kejuaraan Asia ini juga kami jadikan media untuk melihat kemampuan atlet yang selama ini menjalani pelatnas. Tidak hanya pembalap putri, tapi pembalap putra juga,’’ kata pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu. Untuk sektor putra, Indonesia akan mengandalkan Popo Ario Sejati yang saat ini bertengger di peringkat 81 dunia, Khoiful Mukhib yang berada di urutan 82 dunia, Hildan Afosma Katana pada urutan 125 dunia serta pembalap pelapis Tio Cahyadi. Budi menjelaskan, kejuaraan Asia ini selain untuk menguji kemampuan pembalap Indonesia juga akan digunakan untuk pemetaan kekuatan calon lawan di Asian Games 2018 mengingat banyak pembalap Asia unggulan yang akan bersaing di Cebu. ‘’Mereka akan bersaing dengan pembalap Jepang, Kushima Yuki (peringkat 57 dunia) dan Imoto Hajime (peringkat 68 dunia). Masih banyak lagi seperti pembalap tuan rumah, Thailand maupun Taiwan,’’ kata Budi menegaskan. Cabang balap sepeda disiplin downhill merupakan cabang yang berpeluang mempersembahkan medali bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Untuk itu persiapan terus dilakukan PB ISSI di bawah pimpinan Raja Sapta Oktohari. Begitu juga disiplin road race, BMX maupun track. (ant)

FINAL — Pemain Bali United U-17 Prince Patrick (kiri) menguasai bola ditempel ketat lawannya dari PS Badung pada babak final Piala Soeratin U-17 Rayon Bali di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Selasa (1/5) kemarin.

BU U-17 Wakil Bali ke Regional Gianyar (Bali Post) -

Kesebelasan Bali United (BU) U-17 keluar sebagai juara dalam Piala Soeratin U-17 Rayon Bali setelah di final menaklukkan PS Badung dengan skor 2-0 (2-0) di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (1/5) kemarin. Atas hasil ini, BU berhak mewakili ke Regional Bali Nusra, yang melibatkan tim juara dari Bali, NTB, dan NTT pada Agustus mendatang.

Bali Post/022

HALANG — Pesepak bola PS Badung dihadang lawannya dari Surya Yudha U-17 Banjarnegara, Jateng dalam kaga uji coba di Lapangan Samudra, Kuta, Senin (30/4) lalu.

PS Badung Ditahan Surya Yudha U-17 Banjarnegara

Mangupura (Bali Post) Kesebelasan PS Badung yang menyiapkan diri menuju ke putaran nasional Kompetisi Liga 3 ditahan imbang tamunya Surya Yudha U-17 Banjarnegara, Jateng dengan skor 1-1 dalam latih-tanding di Lapangan Samudra, Kuta, Senin (30/4) lalu. Gol Tim Keris hasil bidikan Angri, sedangkan Surya Yudha dicetak Andi Harjito. Pelatih PS Badung AAK Bramastra mengakui PS Badung masih dalam taraf pembentukan tim, sehingga belum ada agenda uji coba. ‘’Oleh karena ada lawan sparring, maka kami ladeni untuk beruji coba,’’ tutur Gung Bram. Dia mengakui masalah transisi dari penyerangan ke pertahanan atau sebaliknya, asuhannya masih sering terjadi miskomunikasi. Di sisi lain, Manajer Tim Surya Yudha Banjarnegera Hadi Sutrisno mengemukakan, pihaknya memboyong 14 pemain dan seluruhnya kelahiran 2001. ‘’Kami bertandang ke Bali, ingin menjajal tim senior,’’ jelas Hadi Sutrisno. Dikemukakan, skuad ini mengusung bendera Persiku Kudus, dan merebut gelar juara pada Piala Soeratin Rayon Jateng, 2017 lalu. Hadi Sutrisno juga mempersilakan seandainya PS Badung berniat merekrut para pemain Surya Yudha Banjaranegara. (022)

Indonesia Umumkan Skuad Piala Thomas dan Uber

Gol pembuka kemenangan BU dilesakkan bomber Bagus Hendra ketika pertandingan yang dipimpin wasit Putu Widi Asmadi baru bergulir empat menit. Menit ke-12, lagi-lagi sepakan penyerang Bali United Prince Patrick kembali menggetarkan jala PS Badung yang dikawal Gusti Putu Winantara Yasa. Patrick yang sukses menggandakan kemenangan tim-

nya, berkali-kali mendapatkan peluang emas, namun belum mampu menambah gol kemenangan. Memasuki babak kedua, giliran Tim Keris menguasai permainan. Tercatat serangan bertubi-tubi yang dilancarkan pemain PS Badung, seperti Kadek Dimas Satria, Kadek Kenji Wahyu dan Gede Bayu Saputra mampu dihalau defender Bali United yang

main sapu bersih seperti Agus Indra, Riswanda, dan Mega Dhana Yasa. Sampai akhir pertandingan, skor akhir BU tetap unggul 2-0. Pascalaga, pelatih BU Dede Mahatma Darma menyatakan asuhannya mampu merebut gelar juara berkat gol cepat pada babak pertama. ‘’Selebihnya, pada babak kedua kami bermain safe saja, lawan juga tak bisa mencetak gol,’’ katanya.

Selandia Baru Terbuka 2018

Empat Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Putaran Kedua Jakarta (Bali Post) Empat wakil ganda campuran Indonesia berhasil terus melaju dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Selandia Baru Terbuka 2018, usai mereka sukses melalui putaran pertamanya dengan hasil positif, Selasa (1/5) kemarin. Pasangan pertama yang memastikan diri ke putaran kedua adalah Ronald Alexander/Annisa Saufika yang di awal turnamen ini langsung menumbangkan pasangan kuat Korea Selatan Choi Solgyu/Kim Ha Na 21-17, 21-12. Duet Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja menyusul kemudian dengan mengandaskan pasangan Australia Cham Chen/Jennifer Tam dalam pertarungan yang berakhir dengan dengan skor telak 21-6, 21-8. Pasangan ketiga Indonesia

yang lolos ke putaran dua, adalah Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. Dalam perjalanannya, Ricky/Debby harus bermain ketat dengan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Puttita Supajirakul. Bahkan, duet Indonesia ini sempat tertinggal 13-21 di game pembuka. Namun Ricky/Debby kemudian bisa membalas di dua game berikutnya dengan skor 21-13, 21-17. Pasangan Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami akhirnya melengkapi raihan ganda campuran Merah Putih di hari pertama gelaran ini dengan mengempaskan wakil Amerika Serikat Mathew Fogarty/Isabel Zhong 21-10, 21-9. Selain memainkan putaran pembuka, hari pertama kejuaraan Selandia Baru Terbu-

ka 2018 ini juga memainkan pertandingan babak kualifikasi. Di babak kualifikasi, pasangan ganda putra Akbar Bintang Cahyono/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan tunggal putra Vicky Angga Saputra, berhasil menjejakkan kaki di babak utama. Akbar/Reza lolos ke babak utama usai mengalahkan wakil tuan rumah Chan Alan Yun Lung/Niccolo Tagle 2115, 21-6. Sementara Vicky, lolos ke babak utama dengan menumbangkan wakil Australia Anthony Joe 21-15, 21-10. Kedua wakil Indonesia yang bermain dari babak kualifikasi, akan memainkan pertandingan putaran pertama mereka dalam turnamen level Super 300 ini, pada Rabu (2/5). (ant)

Jakarta (Bali Post) Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI), Selasa (1/5) kemarin mengumumkan skuad Indonesia yang akan diturunkan dalam Piala Thomas dan Uber yang dihelat di Bangkok, Thailand pada 20-27 Mei 2018. Skuad Indonesia terdiri dari 20 atlet putra dan putri pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI Cipayung yang masing-masing terbagi dalam empat pemain tunggal dan enam pemain ganda, baik Thomas maupun Uber. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan skuad inilah yang akan memperkuat Indonesia pada Piala Thomas dan Uber di Bangkok nanti yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. ‘’Pemilihan tim sendiri dilihat berdasarkan ranking pemain, penampilannya sejauh ini dan berdasarkan kebutuhan untuk menghadapi lawan, rekor pertandingan,’’ ujar Susy. Jelang pertandingan Piala Thomas dan Uber 2018, tim Indonesia terus melakukan latihan dan persiapan secara intensif. Selain itu, PBSI juga akan mengadakan team building untuk membangun kebersamaan tim. (ant) Skuad Indonesia Piala Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Ihsan Maulana Mustofa 4. Firman Abdul Kholik 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto Piala Uber 1. Fitriani 2. Gregoria Mariska Tunjung 3. Ruselli Hartawan 4. Dinar Dyah Ayustine 5. Greysia Polii 6. Apriyani Rahayu 7. Della Destiara Haris 8. Rizki Amelia Pradipta 9. Ni Ketut Mahadewi Istarani 10. Nitya Krishinda Maheswari

Ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto.

Bali Post/net

Dede Mahatma menerangkan, pihaknya tetap berharap BU dalam melakoni laga regional meladeni tim juara NTB dan NTT, bisa mendapatkan tambahan empat pemain lagi, yang belum dilepas Perseden Denpasar. Mereka adalah Dodik, Wahyu, Mahendra, dan Dek Tri. ‘’Kuartet pemain ini, berniat membela BU, dan mereka belum pernah membela klub lain. Saya kasihan terhadap nasib mereka yang digantung,’’ keluh Dede. Di sisi lain, pelatih PS Badung Budi Harto mengaku heran penampilan A.A. Bagus Riyan dan kawan-kawan jus-

tru tegang pada laga pamunskas ini. ‘’Saya mengamati anak-anak keder, melibat nama besar Bali United, padahal semestinya tak perlu, bertarung normal saja,’’ ungkap Budi Harto. Hasil lainnya, Perseden Denpasar merebut juara III setelah menang atas Perst Tabanan dengan skor 4-2. Empat gol kemenangan Tim Laskar Catur Muka diborong Ronaldo Cevan dengan mengoleksi tiga gol (hattrick), ditambah sebiji gol berkat sepakan Patricio Polycarpus. Sementara dua gol balasan Perst diciptakan Agus Dwi Saputra, dan Indra. (022)

Piala Soeratin U-13 Digulirkan 6 Mei Denpasar (Bali Post) Piala Soeratin U-13 Rayon Bali melibatkan 13 tim, yang dibagi dalam tiga grup, dan mulai digulirkan pada Minggu (6/5) mendatang. Peserta kompetisi ini akan bermain di dua lapangan yakni lapangan Pusaka Kapal serta Debes Tabanan. Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Gede Made Anom Prenatha, di Denpasar, Selasa (1/5) kemarin menjelaskan, untuk Grup A dihuni Perst Tabanan, Damar Cakti, Bali United, dan Putra Tresna Bali. Sedangkan Grup B ditempati PS Badung, Singa FC, SSB Bina Putra, dan SSB Mandala United. Untuk grup C, dihuni SSB Pusaka Kapal, Bali FC, Porba Batubulan, Putra Pemenang Bali, dan SSB Guntur. Anom Prenatha men-

erangkan, untuk babak penyisihan dilakukan sistem setengah kompetisi dan para tim kontestan saling bertemu. Selanjutnya, pada babak semifinal tim juara Grup A meladeni juara Grup C, sedangkan juara Grup B melawan runner-up Grup C, mengingat Grup C melibatkan lima tim peserta. ‘’Kami melakukan pertemuan teknik pada Senin (30/4) lalu, sedangkan pemeriksaan (screening) pemain pada Minggu (29/4) lalu,’’ ujar Anom Prenatha. Menurutnya, Piala Soeratin U-13 Rayon Bali ini memerlukan waktu sepekan dan berakhir sampai dengan Sabtu (12/5) nanti. ‘’Tim juara Soeratin U-13 yang mewakili Bali harus melakoni wilayah regional dulu, meladeni wakil NTB dan NTT,’’ jelasnya. (022)

Gerayev dan Tsatsalashvili Juara Turnamen Catur JAPFA Surakarta (Bali Post) Pecatur AS GM Timur Gerayev dan pecatur putri Georgia WGM Keti Tsatsalashvili meraih juara turnamen internasional JAPFA Grandmaster dan Grandmaster Putri 2018 di Surakarta, Jateng, Selasa (1/5) kemarin. GM Timur memastikan juara setelah memimpin dengan 8,5 poin, sedangkan WGM Keti memimpin di kategori putri dengan mengumpulkan 8,5 poin. Pada pertandingan babak terakhir 11, Selasa kemarin, pecatur AS itu mengalahkan pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto. Posisi kedua ditempati pecatur Tiongkok GM Ma Qun dengan mengumpulkan 8 poin, disusul urutan ketiga pecatur Rusia GM Anton Demchenko yang mengemas 7,5 poin. Sedangkan wakil dari Indonesia FM Novendra Priasmoro berada di posisi kelima dengan 6 poin bersama pecatur Singapura IM Goh Wei Ming Kevin. ‘’Turnamen ini memang berat bagi pecatur Indonesia untuk bisa juara, tapi paling tidak ajang ini untuk menambah rating dan jam terbang pemain,’’ kata kabid binpres PB Percasi Kristianus Liem. Sementara itu di putri, WGM Keti memimpin dengan mengumpulkan 8,5 poin, disusul urutan kedua WGM WGM Frayna Janelle dengan 7,5 poin. Sedangkan pecatur putri Indinesia WIM Chelsie Monica Sihite merebut posisi ketiga dengan 6,5 poin. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Paing, 2 Mei 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Waitress/Cook/Helper untuk Restaurant di Seminyak SMS/WA # 081338384364

B.BP.004.05.18.0000007

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pst Brngkt.Line WA:081375409869&087754689692

B.BP.004.04.18.0001580

!!Dcr 2PRT TglDlm G1,5Jt Lgs Krj 081237903622/087861412911

B.BP.001.05.18.0000023

Dicr Pngws Pryk Lokasi Ubud, Min SMK Teknik Bangunan,Krm CV suryakembarbali@yahoo.com

B.BP.004.04.18.0001509

Karma Group Membutuhkan Staff Promosi dgn Syarat:Bhs Inggris Laki & Wanita Min.SMU, Pengalaman tdk Diutamakan BPJS+Basic Salary+Bonus dari U$25-U$175.Krm Lmrn & CV ke hilarius.habin@karmagroup.com / WA ke : Vila 08123986414

B.BP.154.05.18.0000016

!Bersih Rmh Kost,Pria,Tggl Dlm Rajin,Jujur,Sopan/085238203818 B.BP.001.04.18.0001558

*Frlnce Mktg Deposito Koperasi Byk Relasi Fee 3% 081239011111 B.BP.001.04.18.0001566

Cr Accounting u/Resto di Sanur Wanita Max 35Th,Computer Skill Hub.Ibu Wini 087761524497 B.BP.001.04.18.0001632

Dicari Tenaga Kerja Suami Istri Hub.085333259731 B.BP.001.04.18.0001631

DIJUAL MOBIL

Cr Pembantu u/Villa Jl.Kesambi Gg.Kesambi Indah 22 Kerobokan Hub:081337542061,081381302935

B.BP.001.05.18.0000031

Cr:Karyawan Money Changer (Pria) Hub:08123636456

B.BP.001.05.18.0000006

Dbthkn Sgra:Kepala Cabang BPR Lok.Tabanan Hub.(0361-735699)

B.BP.001.04.18.0001524

Dcr CS,Hub.08123630304 Serius Bw CV Lngsung Interview P.Putu

B.BP.001.05.18.0000012

Dcr Karyawan Pria SMU/sedrajat KTP,SIM C utk Bag Teknis Lapangan fasilitas gaji UMK Bonus Tunjangan Kesehatan termasuk anak istri Lam ke CV Gong Dewata Tlp. 0361-722709/ 03614480750-081246383864

B.BP.001.05.18.0000004

Dcr PRT tdr dlm gaji+bonus Gatsu Barat Hub.0811380786

B.BP.001.05.18.0000026

Dcr Pria/wnt,Cook,Waitriess, Steward,Dishwasher,0361-483868

B.BP.001.04.18.0001431

Dcr Sgr Staf FO&HK,Bs Komputer Ing SMK/Sdrjt, 08113887899

B.BP.004.05.18.0000017

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS,Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7,Dps

B.BP.821.05.18.0000019

Dcr Staff Cook pglm,Waiter/ss SendCV:CangguCafe082340830899 B.BP.166.05.18.0000032

Dibthkan tenaga Pembukuan bs Pajak Lamaran ke Jl.Danau Batur Raya No.49B Hub. 081237705666 atau 777388 B.BP.031.05.18.0000005

BIRO JASA

DicariMarketing,wanita/pria, maks 25th,penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim,kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

OPEL

B.BP.141.05.18.0000011

SUZUKI

Looking for Production Manager Good Skill & English.Sent to hrdumaleopold@gmail.com

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.05.18.0000030

B.BP.001.04.18.0001479

Dcr:Sopir SIM A.Lmrn ke Kantor Akuntan Publik Drs.Sri Marmo Jl.Gunung Muria No.4 Dps

Dijual Rumah di Jl.Taman Griya Tuban Kuta (Dekat Airport) LT 190m2,LB170m2.081311275249TP

B.BP.001.05.18.0000001

Dibutuhkan Segera Therapis Wanita,Diutamakan bisa Massage Manicure,Pedicure.Info Lanjut Hub: 081997619062, Email: info@jazb-beautyspace.com

B.BP.004.05.18.0000018

Rmh Murah diKuta Dekat Bandara L:2,85Are LT2 Hub.081547314416 B.BP.001.04.18.0001626

DIJUAL HOTEL

B.BP.004.05.18.0000021

Hotel Jln.Melasti Legian Kuta Hub:085100888379/081999843755

Dicari Manag.Hotel u.NTT yg Pengalaman Hub.Indra 08123959888

B.BP.001.04.18.0001622

B.BP.001.04.18.0001542

Dicari Sopir Suplier bisa Tinggal dalam Hub.082233669998 B.BP.001.05.18.0000008

B.BP.001.04.18.0001484

Yamaha Bisma Dicari: 1.Sopir, 2.Mekanik,3.GM(S1 Ek) Hubungi:Jln Teuku Umar 142 Dps B.BP.001.04.18.0001618

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Daihatsu Xenia Li Sporty th’ 2009,hitam Hub 081805381010 B.BP.001.05.18.0000003

BIRO JASA

BIRO JASA

FOTO COPY BENGKEL LAS

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

MAZDA

Ovr Krd MazdaCX7 GT Pth AsBali UM40Jt H.085100856999 Bs Tukar B.BP.141.05.18.0000010 TOYOTA

DIJUAL RUKO Banting Hrg Ruko 3Lt Jln Utama Diponegoro Dekat Mall Level 21 3,9M Nego.Hubungi:087860266809 B.BP.001.04.18.0001625

B.BP.001.04.18.0001504

B.BP.004.03.18.0001165

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.08123985172 / 412815 B.BP.001.04.18.0001587

KEHILANGAN BPKB No.D4492225-O DK 7551 EG An.I Gst Made Gede Dwi Pariana B.BP.001.04.18.0001623

BPKBNo.J06364013-ODK-1556-OW An.Hadi Wibowo, 089665417005 B.BP.001.04.18.0001627

BPKBNo.L05763911-ODK2767EN Lestaluhu Dahmaya, 082144380503 B.BP.001.04.18.0001621

Hilang Buku Kir DK 8548 BZ DPR 37790K Putu Rabin 081237537777 B.BP.155.05.18.0000027

Hlg BPKB Mtr DK 7369 GQ No.K. 00458350 An Adrian Herlinanto U B.BP.167.04.18.0001628

Hlg BPKB No.LK0153610-0 DK 4119 VX Hub.087862241474

T.Lexus LX470’83 Htm A/T 5 Spd k-istmw Full Orig Antik KM83Rb Tgn-1 425Jt Nego,081338777777

Djl Cpt Tnh Kav 1A di Antasura Hub.085792285632/081236900179

Kehilangan Buku KIR DK 9887 BV AN Christina Hub.087854797129

B.BP.821.05.18.0000020

B.BP.001.04.18.0001633

B.BP.001.05.18.0000013

SERVICE

SPA

BIRO JASA

Tnh Kav 100m2 Tangguwisia DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.082236881191/081805374433

BU RmhLT300m27KT,5KM,Dpr,Grs Jl.Waturenggong G XIV/4B Panjer 2,1m Nego Hub.085724437898

Dcr cepat PRT jujur bersih tdr dlam Gj 1,7jt Hub.082341168381

Travel Agent Bth Staf Reserv Min 1Th, Bhs Ing+Comp T.287555 ptworldsurfaris@gmail.com

DICARI MOBIL B.BP.001.04.18.0001629

B.BP.001.04.18.0001384

B.BP.001.05.18.0000009

Tnh 13,35Are,Hrg.180Jt/A Nego BahaMengwi,SHM,Hub.0818351789

Dcr Mobil Box 4 roda Th’10-15 Dyna/Canter, Hub.081338324935

B.BP.001.05.18.0000025

DIJUAL TANAH Djl Tnh Lbr 17x90 ada Bgn,Jl. Ry Celuk.Cck Bengkel/Swalayan Hub.081282490413

Jual APV Thn 2005 Warna Coklat Metalik Hub.081338620951

B.BP.001.04.18.0001619

Cr Sopir Canvas SMA UMR Bonus Penj+Tahunn 087860886822 srius

B.BP.001.05.18.0000024

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Blazer DOHC’2001 Hitam AsBali H.55Jt H.087860856999 Pribadi

G.01

Spr,Ksir,Pram.Toko Dapurku Supratman275/081939084292THR,Bns

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL TANAH

B.BP.001.05.18.0000002


BANGLI

18

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Jeruk Rontok Diserang Lalat Emas, Petani Merugi Bangli (Bali Post) -

Petani di Banjar Tiga Kawan Desa Penglumbaran Kecamatan Susut dipusingkan dengan serangan lalat emas yang menyerang tanaman jeruk. Serangan lalat emas menyebabkan buah jeruk membusuk di pohon hingga rontok. Akibatnya, petani merugi.

Bali Post/ina

Penjor Hias Semarakkan Kawasan Kota Bangli

Bangli (Bali Post) Suasana kota Bangli, Selasa (1/5) kemarin, terlihat berbeda dari biasanya. Hal ini lantaran sejumlah penjor hias mulai dipasang di kawasan kota. Penjor hias dengan aneka kreasi ini dipasang dalam rangka memeriahkan HUT ke-814 Kota Bangli yang puncaknya jatuh pada 10 Mei mendatang. Sejumlah penjor hias kemarin sudah terpasang di depan Kantor Bupati Bangli dan di sekeliling Lapangan Kapten Mudita. Penjor dipasang peserta lomba penjor yakni OPD, desa dan sekolah sejak, Senin (30/4). Selain penjor, untuk menyemarakkan HUT, kota Bangli juga penuh spanduk, umbul-umbul dan bendera merah putih. Kabag Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga mengatakan, Sekda selaku Ketua Panitia Permanen Peringatan HUT Kota Bangli telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 09/Pan.HUT.Bgl/2018, tertanggal 23 April 2018. Dalam SE tersebut, panitia mengharapkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memeriahkan HUT Kota Bangli dengan menghias kantor, sekolah, bale banjar, toko dan lain-lain. Hal itu dilaksanakan paling lambat tanggal 4 Mei mendatang. Disampaikan Cok Gaya Dirga, untuk mengawali rangkaian peringatan HUT ke-814 Kota Bangli, pada Senin (30/4), Pemkab dipimpin Bupati Bangli I Made Gianyar telah melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kehen Bangli. Persembahyangan dipuput Jro Gede Kehen. ‘’Tujuan dilaksanakan persembahyangan ini adalah memohon izin dan restu ke hadapan Ida Batara Sakti agar pelaksanaan HUT Kota Bangli yang ke-814 berjalan lancar,’’ jelasnya. Selain itu, sejumlah acara akan dilaksanakan, di antaranya pawai sepeda hias tingkat SD, Gemar Makan Ikan, sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama, jalan santai dan pameran mewarnai tingkat TK se-Bangli, parade pakaian ke pura tingkat remaja dan dewasa, kontes anjing Kintamani, apel peringatan HUT, pembukaan Pesta Kesenian Bali Kabupaten Bangli dan resepsi HUT. (kmb40)

Seperti yang dialami petani jeruk di banjar setempat, Ketut Suputra. Dia mengatakan, serangan lalat emas belakangan ini cukup ganas dan menyerang di hampir seluruh lahan pertanian milik warga. Buah yang sempat dihinggapi lalat emas biasanya akan membusuk dan kemudian rontok selang beberapa hari kemudian. Nengah Birawan, petani jeruk lainnya menjelaskan, ciri-ciri yang mudah ditemukan pada buah jeruk yang diserang lalat emas yakni terdapatnya benjolan pada buah. Di samping itu, warna buah jeruk yang diserang lalat

emas juga akan berubah menjadi kuning layu. ‘’Dampak serangan lalat emas menyebabkan buah jeruk busuk dan rontok,’’ ujarnya, Selasa (1/5) kemarin. Menurut Birawan, serangan lalat emas biasanya mengganas setelah hujan semalaman. Buah yang menjadi sasaran biasanya yang berumur tiga bulan hingga yang jelang matang. Untuk mengatasi serangan lalat emas, petani di wilayah setempat sudah berusaha melakukan penyemprotan. Akan tetapi, serangan lalat emas tidak bisa dihilangkan secara total. Lalat emas

hanya bisa dihilangkan beberapa waktu dan kembali menyerang setelahnya. Diakui Birawan, untuk mengatasi lalat emas dengan penyemprotan, memerlukan biaya cukup tinggi karena menggunakan cukup banyak jenis obat-obatan. Penyemprotan pun harus rutin dilakukan setiap dua pekan sekali. ‘’Selain lalat emas, tanaman jeruk warga di sini juga diserang antrak. Penyakit antrak menyebabkan buah jeruk menguning ketika masih kecil dan tidak bisa membesar. Penyakit ini juga berpotensi besar membuat tanaman jeruk mati,’’ jelasnya. (kmb40)

Bali Post/ina

JERUK - Petani jeruk di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Susut memperlihatkan buah jeruk yang rontok akibat diserang lalat emas.

Semarakkan HUT Ke-814 Kota Bangli

Ratusan Anak Ikuti Karnaval Sepeda Hias

SEPEDA HIAS - Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra melepas peserta karnaval sepeda hias di depan Kantor Bupati Bangli, Selasa (1/5) kemarin.

RATUSAN anak perwakilan sejumlah SD di Kabupaten Bangli, Selasa (1/5) kemarin, ikut ambil bagian menyemarakkan peringatan HUT ke-814 Kota Bangli, dengan mengikuti karnaval sepeda hias. Karnaval sepeda hias yang mengambil start di depan kantor Bupati Bangli tersebut dibuka Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra. Para peserta tampak semangat dan antusias mengikuti karnaval. Mereka berlombalomba menampilkan berbagai macam kreasi pada sepedanya. Ada yang menghias sepeda layaknya kereta kuda, ikan, burung merak dan berbagai bentuk lainnya. Karnaval sepeda hias tahun ini mengambil rute dari depan kantor Bupati Bangli menuju utara, kemudian di depan eks RSUD Bangli menuju Jalan

Kesuma Yudha. Selanjutnya, peserta menuju Jalan Cendra Wasih tembus di Jalan Nusantara. Dari jalan tersebut, peserta kemudian menuju Jalan Merdeka dan di depan Polres Bangli menuju ke barat hingga kembali finish di depan kantor Bupati Bangli. Ketua Panitia Karnaval Sepeda Hias Dewa Astawa mengatakan, total peserta 350 orang. Anak-anak yang menjadi peserta sepeda hias merupakan perwakilan dari SD di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kintamani, Susut, Tembuku dan Bangli. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra yang dalam kesempatan kemarin mewakili Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat para peserta karnaval sepeda hias. Dikatakan Giri

Putra, antusiasme peserta karnaval sepeda hias dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pihaknya pun berencana memberikan rewards kepada para peserta karnaval sepeda hias dalam karnaval berikutnya. ‘’Ke depan kita akan memberikan hadiah kepada peserta hingga 10 besar terbaik. Ini sudah menjadi kebijakan dari Pak Bupati,’’ kata Giri Putra. Salah seorang peserta karnaval sepeda hias, Gede Agus Tonika Putra mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam karnaval. Siswa SD tersebut kemarin tampil dengan sepeda yang dihiasnya menyerupai barong dengan menggunakan bahan alami seperti ijuk dan daun pisang kering. Selain karena mudah didapat, alasan dirinya menggunakan bahan alami karena lebih ramah lingkungan. (ad033)

Pertajam Ilmu ”Kadiatmikan”

Jero Mangku Balian Putih Asal Prancis I Made Richard Garnier Kembali ke Bali

Bali Post/ina

RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Bangli, Senin (30/4).

Dewan Ajukan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Bangli (Bali Post) – DPRD Bangli mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dalam rapat paripurna DPRD Bangli, Senin (30/4). Ranperda tersebut selanjutnya akan dibahas bersama delapan ranperda lainnya yang diajukan eksekutif. Dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata serta Wakil Ketua Nyoman Basma dan Komang Carles, rapat paripurna di kantor DPRD Bangli dihadiri sejumlah anggota dewan. Sementara dari pihak eksekutif, dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar bersama jajaran OPD. Dalam pidato pengantar DPRD Bangli yang disampaikan I Ketut Mastrem disebutkan, sektor pertanian dalam arti luas merupakan lapangan usaha sebagai penyumbang terbesar pembentukan PDRB Kabupaten Bangli. Selama ini, petani telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan pertanian dan pembangunan ekonomi. Petani sebagai pelaku pembangunan pertanian perlu mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan yang merupakan hak dasar setiap orang guna mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Bagi Kabupaten Bangli, perlindungan dan pemberdayaan petani tidak semata-mata berorientasi ekonomi tetapi juga sebagai integrasi dalam melestarikan budaya Bali yang adiluhung yang dijiwai agama Hindu, termasuk di dalamnya melestarikan salah satu warisan budaya yang telah dikenal luas di dunia yaitu Subak. Perlindungan dan pemberdayaan petani bertujuan mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kehidupan yang lebih baik, melindungi petani dari kegagalan panen dan risiko harga serta menyediakan prasarana dan sarana pertanian yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha tani. Di samping itu, tujuannya menumbuhkembangkan kelembagaan pembiayaan pertanian yang melayani kepentingan usaha tani, meningkatkan kemampuan dan kepastian petani serta kelembagaan petani dalam menjalankan usaha tani yang produktif, maju, modern, bernilai tambah, berdaya saing, mempunyai pangsa pasar dan berkelanjutan serta memberikan kepastian hukum bagi terselenggaranya usaha tani. ‘’Harapan kami, ranperda yang kami sampaikan ini mendapat pembahasan yang optimal sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi bagi pelaksanaan tugas utama DPRD dan pemerintah dalam melakukan pengaturan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,’’ kata Mastrem. Selain menyampaikan ranperda inisiatif tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dalam rapat paripurna disampaikan juga hasil rekomendasi rapat Bapemperda. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengungkapkan, dalam masa sidang ini akan dibahas sembilan ranperda. (kmb40)

JERO Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier yang selama ini terkenal sebagai penekun pengobatan hipnoterapi di negara Prancis dan Kanada, kembali datang ke Bali untuk mempertajam ilmu kadiatmikan (kebatinan). Salah satu murid dari penekun spiritual Jero Mangku Teja Kandel ini menjalani ritual untuk meningkatkan kemampuan di Pasraman Wredhi Stuti di Desa Bangbang Kecamatan Tembuku, Bangli, Senin (30/4) lalu. Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier melalui Jero Mangku Pasek Ardana dari Desa Medahan, Gianyar, menuturkan, dirinya sudah menekuni pengobatan hipnoterapi sejak kurang lebih dari sepuluh tahun lalu. Pengobatan yang dilakukannya cukup dikenal di negara-negara maju. Saat ini dia memiliki klinik pengobatan hipnoterapi di Prancis

dan Kanada. Kemampuan dalam melakukan pengobatan hipnoterapi dimilikinya setelah berguru di pasraman milik Jero Mangku Teja. Sebelum berguru di Pasraman Wredhi Stuti, Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier sempat belajar ke Tiongkok, Tibet dan India. ‘’Tapi setelah mendengar di Bali ada tempat belajar yang bagus, Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier langsung tertarik dan belajar di sini,’’ ungkap Jero Mangku Pasek Ardana. Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier yang resmi menjadi murid Jero Mangku Teja melalui prosesi upacara pawintenan sepuluh tahun lalu, mengaku datang kembali ke Bali untuk mempertajam kadiatmikan-nya. Bertepatan dengan Purnamaning Sasih Jiyesta atau Senin lalu, dia menjalani ritual untuk meningkatkan ke-

Bangli (Bali Post) Pelayanan RSU Bangli kembali menuai sorotan masyarakat, menyusul beredarnya postingan di salah satu akun Facebook yang mengeluhkan pelayanan pemberian vaksin JE. Dalam postingan yang ramai dikomentari warga Bangli itu, RSU Bangli dinilai mengecewakan karena baru memberikan kepastian vaksin JE kosong setelah warga mengantre selama berjam-jam. Pemilik akun media sosial itu menuliskan, dirinya antre di RSU Bangli untuk mendapatkan vaksin JE sejak pagi. Awalnya disebutkan dokter belum datang. Namun, setelah ditunggu lama hingga pukul 12.00 wita, pihak RSU Bangli justru mengatakan vaksinnya habis. Hal inilah yang kemudian membuat warga tersebut kecewa. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana, Selasa (1/5) kemarin, tak menampik adanya keluhan tersebut. Menurutnya, lambatnya kepastian terkait ketersediaan vaksin JE dikarenakan pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. RSU Bangli tidak pernah menstok vaksin JE sehingga untuk pemberian vaksin JE RSU harus berkoordinasi

dengan Dinas Kesehatan. ‘’Dari Dinas Kesehatan kabupaten berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi. Jadi siang baru ada kepastian bahwa tidak ada vaksin,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, vaksin JE yang diberikan di RSU Bangli adalah vaksin inaktif. Anakanak yang harus mendapatkan vaksin JE di RSU Bangli adalah yang memiliki riwayat penyakit, salah satunya kejangkejang. Pemberian vaksin dilakukan oleh dokter spesialis anak berdasarkan rujukan puskesmas. Untuk mencegah munculnya keluhan serupa, dr. Sudiana mengatakan pihaknya sudah menyarankan agar puskesmas melakukan koordinasi langsung ke Dinas Kesehatan, apabila ada anak yang harus dirujuk ke RSU untuk mendapatkan vaksin JE. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi menyebutkan, persoalan tersebut sudah diselesaikan. Menurutnya, sesuai petunjuk teknis, anak yang harus diberikan JE di RSU adalah yang memiliki riwayat seperti kejang-kejang. Berbeda dengan pernyataan dr. Sudiana, dr. Nadi mengatakan vaksin JE tersedia di RSU Bangli. (kmb40)

Vaksinasi JE di RSU Bangli Dikeluhkan Warga

mampuan di Pasraman Wredhi Stuti. Dengan ritual tersebut, dirinya ingin ilmu kadiatmikan yang dimilikinya sebagai balian semakin sidhi, sehingga citacita luhurnya untuk mengobati segala jenis penyakit termasuk yang penyakit mematikan bisa tercapai. ‘’Tujuannya sangat mulia. Ingin menolong semua orang. Bahkan Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier ingin bisa mengobati AIDS,’’ jelas Jero Mangku Pasek Ardana. Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier yang menyandang gelar Doktor Ph.D. di California ini kini tengah menyusun sebuah buku biografi yang sekaligus menjelaskan tentang pengobatan hipnoterapi. Ke depan, Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier juga berencana membuka klinik pengobatan hipnoterapi di Bali untuk tujuan membantu

JERO MANGKU - Jero Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier (kiri) berfoto bersama Jero Mangku Teja Kandel, pemilik Pasraman Wredhi Stuti. masyarakat. Sementara itu, Jero Mangku Teja Kandel mengaku bangga dengan kemampuan muridnya tersebut. Dane Jero Mangku Teja Kandel berharap Jero

Mangku Balian Putih I Made Richard Garnier bisa menerapkan ilmu kadiatmikan-nya dengan baik tanpa pamerih sehingga berguna untuk semua orang. (ad036)


19

Rabu Paing, 2 Mei 2018

Saatnya Buruh Tentukan Sikap

Jakarta (Bali Post) Ribuan massa menggelar aksi dalam peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati tiap tanggal 1 Mei atau May Day di sejumlah titik antara lain di depan Istana Negara, di kawasan Silang Monas, di depan Gedung DPRRI, dan di depan Kementerian Tenaga Kerja, Selasa (1/5) kemarin. Sejumlah organisasi buruh mengerahkan massanya turun ke jalan-jalan ibu kota antara lain dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Konfederensi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pe-

kerja Metal Indonesia (FSPMI) dan ormas buruh lainnya. Mereka juga menggelar aksi di depan gedung DPR-RI. Di tengah-tengah massa, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah keluar menemui mereka, bersama Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf yang telah lebih dulu berada di tengah-tengah lautan masa aksi May Day. Selain pimpinan DPR dan pimpinan Komisi DPR itu, tampak tokoh reformasi Amien Rais. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam orasinya mengatakan peringatan ini mengingatkan langsung kaum industri, kapitalis, hingga politisi akan eksistensi buruh. Ini juga sebagai momen bagi para buruh untuk menen-

tukan sikap. ‘’Di May Day buruh tampil menunjukkan eksistensinya bahwa harga diri buruh lebih penting dari industri,’’ kata Fahri dari atas mobil komando di depan pintu gerbang kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dia juga mengingatkan para pelaku industri, kaum kapitalis, dan politisi parpol bahwa harga diri manusia lebih penting daripada uang. ‘’Saya harus juga mengingatkan jika harga diri buruh lebih penting daripada uang,’’ katanya. Kolega Fahri di unsur pimpinan DPR, Fadli Zon juga ikut berorasi. Dia menekankan agar pemerintah tidak membuat berbagai aturan yang lebih berpihak kepada

tenaga kerja asing dibanding tenaga kerja di dalam negeri. Berbagai aturan dibuat yang kian melonggarkan aturan tentang tenaga kerja asing. Puncaknya dikeluarkannya Perpres Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpres No. 20/2018, misalnya, secara gegabah telah menghapus ketentuan mengenai IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing). Meskipun perpres masih mempertahankan ketentuan tentang RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing), namun karena tak ada lagi IMTA, maka tidak ada lagi proses screening atau verifikasi terhadap kebutuhan riil tenaga kerja asing. (kmb4)

Tindak Lanjuti Tuntutan Buruh

Sangat Realistis Dari Hal. 1

Bagaimana tidak? Pasalnya programprogram yang ditawarkan Koster-Ace sangat realistis dan menyentuh kepentingan masyarakat luas khususnya di Karangasem. Mulai dari pendidikan gratis 12 tahun, jaminan kesehatan gratis dengan standar kualitas pelayanan sangat baik, matatah massal, ngaben massal, revitalisasi pasar, pembangunan gedung sekolah, balai banjar serta wantilan desa, peng-hotmix-an jalan desa, air bersih, bedah rumah hingga Rp 50 juta per unit dan sebagainya. Seperti pada Senin (30/4), Koster-Ace yang menghadiri simakrama di tiga lokasi berbeda selalu mendapat sambutan luas dari warga, dan tempat kegiatan dipenuhi warga. Saking banyaknya warga yang hadir, hingga sebagian meluber ke luar tempat acara. Adapun tiga lokasi yang didatangi Koster-Ace adalah Banjar Dinas Cemara Tebel, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Banjar Bangbang Biaung, Desa Duda, Kecamatan Selat dan Desa Talibeng Kecamatan Sidemen. Ketua Tim Pemenangan Koster Ace Kabupaten Karangasem I Gede Dana mengatakan, antusiasme warga membuktikan Koster-Ace adalah pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang paling diharapkan warga Karangasem untuk memimpin Bali ke depan. ‘’Dari aspirasi yang disampaikan warga kepada kami mengapa mereka mendukung Koster-Ace? Karena menurut mereka program-program Koster-Ace sangat

dibutuhkan warga di Karangasem. Misalnya program bedah rumah, kesehatan gratis, pendidikan gratis, bantuan pembangunan pura dan wantilan. Kemudian selama menjadi anggota DPR, Pak Koster sudah banyak memberi bantuan dalam bentuk pembangunan wantilan juga pura dan lainya,’’ terangnya. Alasan lainnya, lanjutnya, karena warga Karangasem menilai Koster-Ace sebagai figur yang sederhana dan merakyat. ‘’Selain programnya sangat realistis bagi masyarakat, kedua tokoh ini selalu tampil apa adanya. Tidak dibuatbuat seperti yang lainnya,’’ imbuhnya. Sementara itu, warga Karangasem Ketut Raka mengatakan, sebagai anggota masyarakat dirinya berharap agar pemimpin Bali ke depan melaksanakan program yang bisa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program yang ditawarkan Koster-Ace sangat riil mampu membantu meringankan beban kehidupan masyarakat kecil seperti dirinya. ‘’Kami sebagai masyarakat kecil hanya butuh pemerintah bisa membantu meringankan beban kehidupan sehari-hari. Seperti pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang dibilang Pak Koster tadi,’’ ungkapnya. Koster-Ace saat simakrama di Desa Talibeng membidik generasi milenial agar diberdayakan untuk mendorong bergeraknya roda perekonomian di pedesaan. ‘’Kita butuh generasi milenial untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk membangun perekonomian desa,’’ ujar Koster. Salah satu gerakan yang akan digagas oleh Koster untuk memberday-

Dari Hal. 1

Lebih lanjut dijelaskan, khusus untuk layanan pengambilan tilang sedianya dilaksanakan setiap hari Rabu dan Jumat. ‘’Kami berterima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah menyediakan tempat yang dapat digunakan sebagai lokasi counter ‘Wayan Adhyaksa’. Ke depan segala upaya untuk memberikan layanan kepada masyarakat akan terus dimaksimalkan, jadi moto kerja sama ini adalah Jaksa Cerdas, Pemkot Hebat,’’ pungkasnya. (ad044)

Peraturan Presiden Dari Hal. 1

Prabowo juga menyoroti kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang dinilainya sebagai kebijakan yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi TKA. Menurutnya, di negara mana pun tidak menerapkan kebijakan sebebas di Indonesia, padahal kondisi di dalam negeri masih banyak rakyat yang membutuhkan pekerjaan. (ant)

akan generasi milenial adalah mencetuskan gagasan satu desa satu produk yang bisa dijadikan unggulan. Nantinya, produk unggulan dari masing-masing desa se-Bali itu akan dipasarkan secara online. Pada titik itulah peran generasi milenial diperlukan. Khusus untuk mengembangkan kemampuan generasi milenial di Karangasem, Koster menggagas membangun universitas negeri akademi komunitas. Pendidikan tingkat lanjut dengan program studi Diploma 1 dan 2 itu nantinya akan difokuskan pada upaya pengembangan dan keterampilan Pemkab Karangasem sesuai kebutuhan pasar. ‘’Program studinya nanti pariwisata, spa, industri kreatif dan macam-macam lainnya yang sesuai dengan kebutuhan Bali,’’ kata Koster. Hal itu dilakukan agar Bali memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan terampil di bidang yang memang diperlukan, utamanya berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat di desa-desa. ‘’Kita punya lahan seluas 10 hektar di Tulamben. Nanti dibangun di sana universitas negerinya itu. Gratis untuk masyarakat, dananya dibiayai APBD Provinsi Bali. Pelatihannya nanti juga ada di sana. Ada asramanya, bukunya ditanggung, semua ditanggung pemerintah,’’ paparnya. Universitas semacam itu sudah dibangun oleh Koster di Jembrana dan Gianyar. Tujuannya supaya masyarakat tidak mampu bisa meneruskan pendidikan ke universitas. (kmb)

Tidak Mengganggu

Rabu dan Jumat Dari Hal. 1

Baik itu pesawat datang maupun pergi. Diakuinya, memang sebelumnya Gunung Agung, Bali sempat mengalami erupsi. Dengan ketinggian debu mencapai 1.500 meter. Akan tetapi hal itu tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan. Baik itu yang menuju maupun dari LIA. ‘’Arah abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke barat

Bali Post/ade

HARI BURUH - Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi melakukan long march memperingati Hari Buruh Sedunia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/5) kemarin.

daya, sehingga jalur penerbangan ke LIA dinyatakan clear,’’ tegasnya. Meski demikian, setiap perkembangan aktivitas Gunung Agung tetap dipantau, untuk memastikan proses penerbangan. ‘’Dengan posko pemantauan aktivitas Gunung Agung, kita terus berkoordinasi. Begitu pula dengan pihak Bandara Ngurah Rai. Komunikasi tetap berjalan.’’

Sementara di Bandara Ngurah Rai juga tak terjadi gangguan. Kondisi penerbangan di Bandara Ngurah Rai masih normal. ‘’Memang ada beberapa yang delay, namun bukan karena dampak erupsi Gunung Agung, tetapi murni karena masalah teknis,’’ kata Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, saat dihubungi Selasa kemarin. (kir/edi)

Istana Bentuk Tim Khusus

Jakarta (Bali Post) – Istana Kepresidenan melalui Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan perwakilan elemen/organisasi buruh/pekerja. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (1/5) kemarin, mengatakan pihaknya bersama Kemenaker akan menyiapkan tim khusus. ‘’Kita bersama-sama Menteri Tenaga Kerja akan menyiapkan tim untuk membaca berbagai

Dari Hal. 1

masukan dari teman-teman semuanya akan dicarikan jalan keluar yang terbaik, yang bijaksana,’’ kata Moeldoko. Dalam momentum Hari Buruh Nasional, ia dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri didampingi Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo menerima para buruh yang mewakili berbagai elemen dan organisasi buruh dan pekerja yang merayakan Hari Buruh atau May Day, 1 Mei 2018, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Moeldoko pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atas nama pemerintah melalui dirinya secara khusus mengucapkan selamat Hari Buruh Nasional. ‘’Pemerintah mengucapkan selamat Hari Buruh Nasional. Pemerintah bersama buruh. Itu komitmen kita,’’ katanya. Moeldoko menyatakan bahwa pemerintah menerima tuntutan organisasi pekerja tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti dalam waktu sesegera mungkin. (ant)

tampak sejumlah orang berkaos #2019GantiPresiden mengintimidasi dengan mengibas-kibaskan beberapa lembar uang kepada seorang pria berkaos #DiaSibukKerja yang melintas di Bundaran Hotel Indonesia saat acara Car Free Day, Minggu, 29 April 2018. Sambil mengibaskan lembaran uang, sejumlah orang berkaos #2019GantiPresiden

meneriakkan ‘’dibayar berapa pak’’. Sementara pria yang diintimidasi bersikukuh mengaku bahwa dia tidak dibayar siapa pun. Dalam cuplikan video lainnya, tampak seorang ibu berkaos #DiaSibukKerja yang sedang berjalan bersama putranya yang menangis, dikerumuni oleh kelompok berkaos #2019GantiPresiden. (ant)

Seni dan Budaya

Ia juga mengajak masyarakat agar acara CFD di Jakarta digunakan sesuai peruntukannya yakni untuk berolahraga dan berekspresi melalui seni dan budaya. Sebelumnya, dalam video yang diposting oleh akun Jakartanicus di situs berbagi Youtube,

Tenaga Profesional Dari Hal. 1

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mencetak tenaga pengajar profesional agar jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan. Terutama pendidikan dasar hingga SLTA. Krisis guru rawan terjadi terutama di wilayah Bali Utara. Juga di wilayah pedesaan. Padahal jumlah peserta didik cukup tinggi. Selain itu wilayah pedesaan menjadi titik yang perlu mendapat perhatian lebih serius di sektor pendidikan. ‘’Kita perlu terus mendorong agar kualitas pendidikan paling tidak di sekolah negeri merata antara wilayah perkotaan dan

pedesaan,’’ imbuh Rai Mantra. Menurut Rai Mantra, peningkatan jumlah tenaga pengajar dapat dilakukan melalui proses rekrutmen berkala sesuai kebutuhan. Sedangkan peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan proses sertifikasi maupun beasiswa khusus guru. Di samping jumlah dan kualitas, Rai Mantra menyadari kesejahteraan guru menjadi persoalan lama yang harus diberi tekanan serius. Padahal jika melihat kom-

posisi anggaran yang tersedia, kesejahteraan yang memadai bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Pasalnya sesuai ketentuan undang-undang, alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen. Baik APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten. ‘’Ini soal manajemen dan tata kelola keuangan. Kesejahteraan guru seharusnya menjadi belanja prioritas sebab guru menjadi kunci kualitas pendidikan,’’ kata Rai Mantra. (kmb)


balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Rabu Paing, 2 Mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418 Struktur Pengurus APDB: aKetua APDB : A.A. Made Rai Arnata (Agung Roy Dekorasi) aWakil Ketua : I Wayan Nuada (Buki Dekorasi) aSekretaris : I Gede Satria Budi Utama (Gede Satria Dekorasi) aWakil Sekretaris : I Wayan Gede Artana (Lobo Dekorasi) aBendahara : I Wayan Suka Wibawa (Manik Berlian Dekorasi) aWakil Bendahara : I Gusti Ngurah Wiranata (Palu Gada Dekorasi)

Menyerap Tenaga Kerja dan Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

PENGURUS APDB - Jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB), Selasa (1/5) kemarin dikukuhkan secara resmi di Wantilan Bali TV.

Hindari Persaingan Tak Sehat dan Tingkatkan Kreativitas

Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali Diresmikan

Denpasar (Bali Post) -

Berawal dari keinginan untuk menyehatkan iklim persaingan dan meningkatkan daya kreativitas usaha penyedia jasa dekorasi di Bali, lahirlah sebuah organisasi yang diberi nama Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB). Selasa (1/5) kemarin APDB yang menghimpun para pengusaha jasa dekorasi di Bali dikukuhkan secara resmi di Wantilan Bali TV. Acara peresmian yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah, pengurus Kadin Bali dan Hipmi Badung. Dari unsur pemerintahan hadir Asisten III Setda Kabupaten Badung dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Asosiasi ini berdiri atas inisiatif dari pemilik Agung Roy Dekorasi, Buki Dekorasi, Gede Satria Dekorasi, Lobo Dekorasi, Manik Berlian Dekorasi, Palu Gada Dekorasi, dan kawankawan. Peresmian asosiasi ini ditandai dengan penekanan tombol oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bali dan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dekorasi mewah bertuliskan APDB dan logo APDB terbuka ketika tombol ditekan. Efek asap panggung juga memenuhi panggung ketika APDB diresmikan. Begitulah seni dekorasi hasil karya anggota APDB. Selain peresmian APDB, juga dilakukan pelantikan pengurus APDB ditandai dengan penyematan pita oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bali. Struktur kepengurusannya terdiri dari Dewan Penasihat ABG Satria Naradha, Ketua A.A. Made Rai Arnata, Wakil Ketua I Wayan Nuada, Sekretaris I Gede Satria Budi Utama, Wakil Sekretaris I Wayan Gede Artana, Bendahara I Wayan Suka Wibawa, Wakil Bendahara I Gusti Ngurah Wiranata.

Ketua APDB A.A. Made Rai Arnata mengatakan, tujuan dibentuknya wadah APDB ini untuk menyatukan kreativitas pengusaha dekorasi Bali supaya bisa berjalan lancar dalam melakukan suatu bisnis. Di samping itu, ia ingin pengusaha dekorasi Bali menjadi panutan dan menjadi yang terdepan untuk pengembangan dekorasi Bali. Sebelumnya, ia telah melakukan rapat-rapat sejak tanggal 25 April dan merancang asosiasi ini agar bisa menaungi pengusaha dekorasi seluruh Bali. “Supaya tidak terjadi kesenjangan masalah harga, supaya tidak terjadi pertengkaran, saling menjatuhkan, dan persaingan yang tidak

sehat,” ujarnya. Jumlah anggotanya saat ini mencapai 124 pengusaha dekorasi Bali. Anggota ini tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. Setelah pelantikan ini juga akan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus dan ketua APDB di masing-masing kabupaten/kota. Wakil Ketua Umum Kadin Bali Ir. I Gusti Ngurah Adnyana mengatakan, sangat mengapresiasi terbentuknya asosiasi ini. Karena pada akhirnya akan terjadi penyerapan tenaga kerja dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali. “Semua lini harus bekerja keras untuk perekonomian di Bali. Masalah yang ada jangan sampai rontok karena persaingan yang tidak sehat di antara kita saja,” ungkapnya. Gabungan pengusaha ini akan menjadi kekuatan yang sangat besar ketika berhadapan dengan pesaing nasional maupun internasional.

Asisten III Setda Kabupaten Badung Tjok Darmawan mengatakan, prospek jasa dekorasi ini sangat luar biasa. Karena Bali merupakan sebuah destinasi. Selain itu budaya Bali dan agama Hindu yang begitu banyak aktivitas keagamaan yang membutuhkan dekorasi. Dengan wadah ini diharapkan pengusaha dekorasi melakukan sinergitas di antara sesama pengusaha atau pihak luar dalam melakukan usahanya. Harapannya dengan asosiasi ini juga diharapkan dapat melakukan pembinaan-pembinaan pada pengusaha dekorasi secara berkesinambungan. “Paling tidak, bisa membina berkenaan dengan pakem budaya kita. Karena dekorasi ini tidak terlepas dari inovasi. Ke depan, inovasi-inovasi yang dilakukan pengusaha dekorasi kita harapkan tidak lepas, menyimpang dari pakem budaya Bali,” harapnya. (kmb42)

Krishna Kanhaiya Dasa

Jajal Festival Jazz Internasional pada Usia 13 Tahun Musik jazz tanah air kini diwarnai dengan kehadiran drummer muda, Krishna Kanhaiya Dasa. Yang mengagumkan, bocah yang terbilang masih belia ini, ternyata sudah menjajal banyak panggung festival jazz. Tidak hanya di Indonesia, festival jazz di berbagai belahan negara pun sudah dihentak oleh bocah 13 tahun ini. Krishna Kanhaiya Dasa yang akrab disapa Kanhaiya nampak sibuk mengotak-atik cymbal pada drum yang ada di studio rumahnya seputaran Tohpati, Denpasar Timur. Sorotan mata bocah ini pun nampak fokus, memasang sejumlah cymbal pada drum warna putih miliknya itu. Kanhaiya merupakan putra kedua dari pasangan I Gede Oka Pramana dan Ni Luh Made Suarini. Terlahir dari keluarga seniman dan pebisnis, mungkin menjadi penyebab bocah bertubuh ku-

rus ini begitu mencintai seni bermain drum. “Ibunya Kanhaiya asal Ubud ini memang kesehariannya berkutat dengan seni, kalau saya memang hobi sekali bermain musik,” ucap I Gede Oka Pramana saat mendampingi putranya latihan drum. Meski usia Kanhaiya baru 13 tahun, namun kecintaanya terhadap musik drum bukanlah hal baru. Ketertarikan memainkan stik drum sudah terlihat, saat cucu dari pemilik Bebek Tepi Sawah Nyoman Sumerta ini berusia 3 tahun. “Awal

tertariknya itu saat melihat pamanya yang tidak lain merupakan adik saya, sedang latihan drum, saat itulah Kanhaiya trus meminta untuk ikut memukul drum dengan stiknya,” jelasnya. Sejak saat itu memainkan alat musik drum sudah menjadi keseharian Kanhaiya kecil. Hingga di usia 8 tahun, bocah kelahiran 2 Juli 2014 ini didaftarkan ikut les di Balawan Musik Training Center. “Selain belajar di sana, Kanhaiya setiap hari bereksperimen di rumah, jadi banyak trik juga yang dia dapatkan secara otodidak,” ujarnya. Tidak butuh waktu lama, Wayan Balawan disebut sudah bisa melihat bakat dari Kanhaiya yang baru menginjak usia 9 tahun. Hal ini dibuktikan dari kemahiran Kanhaiya saat ikut serta memainkan jazz fusion etnik. “Bagi saya orang dewasa yang juga hobi musik, memainkan drum dalam jazz fusion etnik itu masih menjadi sesuatu yang sulit, tapi Kanhaiya saat usia 9 tahun itu bisa memainkan dengan mudah dan terampil,”

katanya. Melihat bakat itu Kanhaiya pun langsung diajak mencoba panggung salah satu festival jazz. Penampilan pertamanya pun langsung mampu memukau para penonton yang hadir. “Saya pernah mengantar Kanhaiya manggung, saat pertama kali tampil di Jakarta, sambutannya sangat meriah, setelah itu saya bebaskan dia didampingi Balawan,“ ucapnya. Menginjak usia 10 tahun, Kanhaiya yang rutin mendampingi Wayan Balawan sudah sukses menjajal berbagai panggung festival jazz di berbagai wilayah di Indonesia. “Hingga usia 11 tahun, Kanhaiya mulai diajak ke festival jazz international, yang berlangsung di Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam serta belahan negara lainnya,“ katanya. Memasuki usia 12 tahun, Drumer muda asal Bali ini mebentuk grup musik Jazz Muda Indonesia. Pembentukan ini dipelo-

pori oleh Indro Hardjodikoro, seorang musisi Indonesia yang dulu juga menjadi basis dari penyanyi almarhum Crisye. Ditambah Younky Natanel sebagai pemain piano, grup musik ini pun melejit dengan tiga orang personel. “Saat itu Indro memang ingin merangkul pemusik muda yang memiliki talenta, dan Kanhaiya personel termuda di antara dua profesional yang betul-betul senior di music jazz,” katanya. Kini tour di berbagai belahan negara pun masih menjadi agenda Kanhaiya. Terakhir ia sempat manggung di Uzbakistan dan Kirgistan. 5 Mei 2018 ini pun Kanhaiya diagendakan untuk tampil di Kuala Lumpur, Malaysia. “Agenda Kanhaiya memang cukup padat, kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung sepenuhnya,” tekannya. Lantas bagaimana dengan pendidikan Kanhaiya. I Gede Oka Pramana mengakui serius menekuni seni akan terbentur dengan pendidikan formal. Dilema ini pun yang sempat menjadi beban bagi ayah dan ibu Kanhaiya. Hingga akhirnya diputuskan Kanhaiya mengikuti pendidikan home schooling. “Pendidikan itu penting, tapi saya juga inggin Kanhaiya total menekuni apa yang dia cintai, sehingga saat dewasa nanti ia bisa berkarier dengan rasa senang, tanpa ada tekanan,“ terangnya. (nik)

TALENTA MUDA Terlihat Krishna Kanhaiya Dasa saat menjajal salah satu panggung festival jazz. Di usianya yang baru 13 tahun, Kanhaiya sudah menjelajahi festival jazz internasional.

WADAH Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Selain itu, semangat jiwa kewirausahaan juga akan semakin tumbuh. Harapan tersebut disampaikan Asisten III Kabupaten Badung Tjok Darmawan saat pengukuhan APBD. Ia mengatakan, pembentukan APDB ini sebagai wujud semangat dan kreativitas dalam mengembangkan kewirausahaan khususnya di bidang dekorasi. “Seorang wirausaha harus cermat melihat peluang pasar dan memanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Berkenaan dengan hal tersebut Pemkab Badung menyambut baik dan mengapresiasi setiap bentuk kegiatan di tengahtengah masyarakat yang berorientasi pada pengembangan produktivitas dan kreativitas di berbagai bidang. Termasuk mendorong kewirausahaan di kalangan generasi muda. Tumbuhnya jiwa wirausaha di generasi muda ini akan semakin memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian daerah, mengingat pertumbuhan angkatan kerja sering kali tidak mampu diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja. Hal ini menunjukkan generasi muda dengan jiwa dan kemampuan wirausaha menjadi salah satu kunci penting dalam mengatasi tantangan pembangunan. “Oleh

karena itu sedini mungkin kita bersama menyiapkan generasi muda tidak hanya sebagai pencari kerja, namun memiliki keinginan menciptakan peluang usaha sebagai wirausaha muda yang mandiri,” ujarnya. Ketua Hipmi Badung A.A. Bgs. Bayu Joni Saputra, S.E., M.M. mengatakan, dengan dilantiknya APDB bertepatan dengan hari buruh akan membawa semangat baru. Menurutnya, hanya dengan menjadi pengusaha, pembangunan bangsa ini dapat dilaksanakan dengan adanya pembayaran pajak. Indonesia saat ini masih kekurangan 1,9 juta penduduk untuk menjadi pengusaha. Joni mencontohkan Singapura yang 6 persen penduduknya telah menjadi pengusaha. Keberadaan pengusaha bisa menjadi sumber pendapatan berupa pajak untuk negara, bisa menciptakan lapangan kerja dan menambah daya saing melalui penyerapan dunia usaha tersebut. Dewan Penasihat APDB ABG Satria Naradha mengatakan, momen ini adalah kebangkitan pengusaha dekorasi Bali dan kebangkitan pengusaha kecil yang ada di Bali. Dengan adanya wadah APDB, para pengusaha dekorasi dapat bersatu, bergandengan tangan untuk memecahkan segala persoalan. Sehingga bisa menjadi pengusaha yang mandiri. “Bisa melakukan dharma bakti kita untuk mewujudkan kesehjahteraan bersama,” ujarnya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 2 Mei 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu