16 HALAMAN
NOMOR 285 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Wujudkan Kemenangan 6,4% di Pilgub Bali
Cegah Kecurangan, Mantra-Kerta Siapkan 12.600 Saksi
KOMPAK - Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), kompak tampil di tengah-tengah peserta santiaji saksi di Denpasar, Selasa (19/6) kemarin.
PASANGAN calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), menyiapkan 12.600 saksi untuk mengawal perolehan suara dan mencegah kecurangan, terutama untuk mengawal angka kemenangan 6,4% pada Pilgub Bali, 27 Juni mendatang. Ribuan saksi tersebut akan disebar di 6.301 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Bali, termasuk di wilayah Buleleng yang selama ini diklaim sebagai basis PDI-P. Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) -– koalisi parpol pengusul dan pendukung MantraKerta -- Ida Bagus Oka Gunastawa dan tokoh senior Partai Golkar Nyoman Sugawa Korry di tempat terpisah, Selasa (19/6) kemarin. Di sela-sela pembekalan saksi MantraKerta Kota Denpasar di GOR Ngurah Rai Denpasar, Gus Oka menegaskan, KRB ingin memastikan hak demokrasi rakyat tersalurkan tanpa intimidasi. ‘’Untuk itu kami serius menyiapkan ribuan saksi demi mengawal suara dan mencegah terjadinya kecurangan,’’ kata Gus Oka. Ketua DPW NasDem Bali itu mengungkapkan, secara maraton KRB melakukan pembekalan saksi. Ribuan saksi diberikan rambu-rambu dan strategi mengawal suara. Termasuk menghadapi intimidasi di lapangan. Hal. 15 Mengawal Suara
Kesabaran, Kunci Kemenangan Inggris
Talk Show Pemimpin Ideal Menurut Generasi Milenial
Awalnya ’’Swing Voter’’, Kini Mantap Memilih Koster-Ace
DIALOG - Koster-Ace saat berdialog dengan ratusan kaum milenial Kota Denpasar, Senin (18/6). Mereka yang sebagian besar mahasiswa siap memenangkan Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni mendatang.
Moskow – Pelatih Tim Nasional Inggris Gareth Southgate mengaku dirinya sangat senang Inggris bisa meraih kemenangan pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2018. Ia menilai kesabaran para penggawa Timnas Inggris yang membawa mereka meraih kemenangan pada laga Selasa (19/6) dini hari. Terus melakukan serangan dengan sabar hingga menit akhir menjadi kunci kemenangan Timnas Inggris pada laga perdana mereka tersebut. Southage mengaku dirinya sangat puas dengan kinerja seluruh pemain. ‘’Saya senang dengan cara kami terus bermain meskipun waktu sudah hampir habis, kami tetap sabar, kami tidak hanya membuang bola ke dalam kotak penalti. Kami pantas menang,’’ ujar Southgate. Southgate juga mengatakan dirinya akan sangat sulit untuk memberi nilai individu. Karena baginya setiap pertandingan adalah penampilan kolektif. Secara keseluruhan ia sangat puas dengan kerja keras seluruh pemainnya. Ia juga berharap penampilan timnya bisa terus mengalami peningkatan di ajang Piala Dunia 2018. Kapten Inggris Harry Kane mencetak dua gol termasuk satu gol penentu kemenangan menjelang pertandingan usai, ketika ia memimpin timnya untuk menang 2-1 atas Tunisia. Kane membawa Inggris memimpin pada menit ke-11 pada pertandingan di Grup G, ketika kiper Tunisia Mouez Hassen hanya dapat menepis tandukan keras dari John Stones ke kaki sang penyerang. Inggris berjanji untuk memulai perjalanan dengan sepak bola menyerang dan mereka mengoyak-ngoyak Tunisia sebelum dan setelah gol pembukaan Kane, menciptakan serangkaian peluang namun harus menelan kecewa akibat minimnya ketenangan di depan gawang. Mereka harus membayarnya ketika negara Afrika Utara itu mendapat hadiah penalti sebelum turun minum. Bek Inggris Kyle Walker melayangkan lengannya dan mengenai wajah Fakhreddine Ben Youssef, dan wasit asal Kolombia Wilmar Roldan menunjuk titik putih. Setelah turun minum, Inggris kesulitan untuk mempertahankan intensitas seperti pada babak pertama dan Tunisia terlihat lebih nyaman ketika mereka meredam serangan lawannya sampai Kane membukukan gol penentu kemenangan. Dari tendangan sudut Kieran Trippier, bola kemudian disundul Harry Maguire yang terarah kepada Kane, dan ia dengan cerdik memasukkannya untuk memastikan kemenangan Inggris. Sementara itu, Harry Kane memuji kemenangan 2-1 mereka atas Tunisia sebagai ”hal besar” setelah ia menanduk gol keduanya pada fase akhir pertandingan. ”Ini adalah hal besar. Saya begitu bangga terhadap para pemain. Kami akan terus melaju. Kami banyak berbicara mengenai kebersamaan dan kami memiliki ikatan yang kuat bersama-sama,” kata Kane. (kmb33/afp)
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), berdialog ringan dengan ratusan kaum milenial Kota Denpasar. Tak kurang dari 300 kaum muda anak kuliahan hadir pada Talk Show ‘’Pemimpin Ideal Menurut Generasi Milenial’’ di Garden Group, Jalan Tukad Balian, Denpasar, Senin (18/6). Mereka yang hadir sebagian besar dari kalangan mahasiswa, yang sangat ingin mengetahui visi-misi pasangan ini dalam membangun Bali ke depan. Pada awal dialog, Koster menceritakan masa kecilnya yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berjuang untuk hidup, dengan tekad yang kuat bisa melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sempat men-
jadi PNS di Balitbang Depdikbud, dan menjadi dosen, akhirya Koster terjun ke dunia politik melalui PDI Perjuangan. Tiga periode Koster dipercaya mewakili Bali di DPR-RI, kini dirinya bertarung untuk berebut kursi Bali-1. Kisah hidup politisi yang telah melahirkan sejumlah kebijakan nasional ini, didengar dengan tekun oleh peserta. Dari pelajaran hidupnya tersebut, Koster menilai pentingnya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Bali utamanya generasi muda agar memiliki kompetensi dan daya saing dalam menyongsong globalisasi. Salah satunya melalui dunia pendidikan. Hal itu bertujuan agar orang Bali tidak lantas menjadi penonton di rumahnya sendiri, justru mampu menjadi tuan di rumahnya sendiri.
Menurut Koster, sejatinya manusia Bali secara genetik memiliki keunggulan alami utamanya dalam hal jati diri, integritas dan kreativitas. ‘’Orang Bali dikenal punya karakter dan integritas yang kuat. Dikenal ulet, jujur dan nature-nya juga adalah undagi atau kreatif,’’ terangnya. Maka itu pihaknya telah merancang program pendidikan yang bersifat menyeluruh. Dimulai dari wajib belajar 12 tahun, sehingga nantinya generasi muda Bali minimal berpendidikan SMA/ SMK. Kemudian membangun lebih banyak lagi sekolah unggulan semacam SMA Bali Mandara di beberapa kabupaten. ‘’Ke depan akan saya bangun semacam SMA Bali Mandara di Karangasem dan Jembrana,’’ sebutnya. Hal. 15 Kampus Terbaik
BI Segera Naikkan Suku Bunga Acuan
Jakarta (Bali Post) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berencana menerbitkan kebijakan lanjutan pada akhir Juni 2018, yang dapat berupa kenaikan suku bunga acuan, dan pelonggaran pinjaman bagi masyarakat untuk memiliki aset rumah (loan to value/LTV). Sebelumnya BI sudah menaikkan dua kali suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate ke 4,75 persen. Perry menekankan bank sentral akan konsisten menerapkan kebijakan antisipatif (preemptive), dan yang bersifat lebih mendahului (ahead of the curve) untuk menghadapi tekanan terhadap stabilitas akibat kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Bank Sentral AS) dan arah kebijakan Bank Sentral Eropa, Europan Central Bank. ‘’BI siap menempuh kebijakan lanjutan yang pre-emptive, front loading, dan ahead of the curve. Kebijakan lanjutan dapat berupa kenaikan suku bunga yang disertai dengan relaksasi kebijakan LTV untuk mendorong sektor perumahan,’’ ujarnya, Selasa (19/6) kemarin. Selain itu, bank sentral tetap
mengoptimalkan intervensi ganda di pasar surat berharga negara dan valas, kemudian menjaga likuiditas tetap longgar, dan juga menerapkan komunikasi yang intensif. Perry meyakini ekonomi Indonesia, khususnya pasar aset keuangan akan tetap kuat dan menarik bagi investor domestik dan asing. Bank sentral tahun ini sudah menaikkan dua kali suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate ke 4,75 persen, untuk mengurangi tekanan pasar keuangan global terhadap nilai tukar rupiah. Tekanan eksternal itu timbul akibat normalisasi kebijakan moneter AS dan juga perbaikan data ekonomi AS yang membalikkan modal asing yang telah masuk ke Indonesia. BI kini menerapkan kebijakan moneter yang mengarah ke pengetatan (bias ketat) dan berjanji untuk mengoptimalkan ruang kenaikan suku bunga acuan, tetapi tetap secara terukur dan bergantung pada perkembangan data ekonomi terakhir. (ant)
PPDB Jalur Prestasi Membingungkan
Aturan Berubah, Ada yang Sampai Merobek Piagam PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi SMA dan SMK negeri ditutup Selasa (19/6) kemarin. Sama seperti hari pertama sejumlah calon peserta didik baru kecewa karena sertifikat yang dibawanya tak diakui oleh Disdik Provinsi Bali. Saking kecewanya, di SMAN 3 Denpasar sampai ada calon siswa yang merobek piagam juara I lomba di Trisma. Di sisi lain, guru petugas di tempat pendaftaran mengaku bingung menafsirkan aturan sertifikat di jalur prestasi. Menjelang deadline pukul 14.00 Wita, muncul ketentuan baru dari Disdik Bali bahwa sertifikat dari Unud bisa diterima asal diteken rektornya. Sedangkan sehari sebelumnya semua jenis piagam di luar SKPD dianggap tidak sah. Yang aneh, masih di SMAN 3 Denpasar, sertifikat dari Kemen-
terian ESDM lomba jangle dan jurnalistik tak berisi stempel, tetap lolos dan disahkan oleh petugas Disdik Bali. Lucunya lagi sertifikat tertera lomba untuk wilayah Denpasar dimasukkan ke kelas juara nasional. Tak hanya siswa yang bingung, guru juga bingung menafsirkan aturan PPDB jalur ini. Hal ini diakui guru di SMAN 3, SMAN 7, SMAN 8 dan SMAN 1 Denpasar. Kepala Smansa Made Rida mengaku banyak calon siswa yang ngambul lantaran tak diterima di jalur prestasi. Sementara para guru mengaku kecewa tak adanya peran sekolah dalam menentukan kelulusan siswa berprestasi. Hal ini bertentangan dengan konsep Manajemen Berbasis Sekolah. Apalagi setelah direkap semua data diserahkan ke Disdik dan pihak Disdik yang mengumumkan kelulusannya.
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. meminta Disdik lebih awal mengumumkan kelulusan di sekolah negeri. Dengan juknis saat ini, semua sekolah swasta merasa ‘’tersandera’’ karena calon siswa yang ke swasta belum menentukan sikap menunggu di negeri. Sementara pengumuman di negeri sangat sempit dengan jadwal MOS. ‘’Kan lebih baik diumumkan awal Juni, pertengahan Juni sekolah swasta sudah punya kepastian calon siswa,’’ tegasnya. Menjawab masalah itu, Sekretaris Disdik Bali Mety Utami, S.KM., M.Si. berjanji memperbaiki kasus sertifikat setingkat Denpasar dimasukkan juara nasional. Kedua, dia menegaskan bahwa piagam yang dikeluarkan oleh Unud tetap diakui asalkan penyelenggaranya lembaga,
bukan organisasi kemahasiswaan. Sementara soal keluhan tak adanya peran sekolah penentu kelulusan, Mety Utami menjelaskan, mereka sebenarnya sudah diajak mendiskusikan soal juknis PPDB bersama Ombudsman dan DPRD, namun tak pernah ada usulan soal itu. Dia heran mengapa baru diungkapkan pentingnya piagam lomba sekolah. Namun, dia menyadari model PPDB pasti perlu disempurnakan. Soal membeludaknya masyarakat mengurus surat-surat ke Catatan Sipil untuk kelengkapan PPDB yang mengharuskan dilegalisir oleh pejabat berwenang, Mety Utami menegaskan, secara nasional aturannya memang demikian. Namun di Bali, dia menginstruksikan jajarannya tetap menerima fotokopi kartu KK dan lain-lain asalkan disodorkan aslinya. (025)
TIA Optimis PPDB Berjalan Lancar Denpasar (Bali Post) Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 jalur prestasi dan alasan khusus tingkat SMA negeri di Bali dibuka selama dua hari. Mulai dari Senin (18/6) dan berakhir Selasa (19/6) kemarin. Jalur prestasi dan alasan khusus ini merupakan dua dari empat jalur yang dibuka pada PPDB tahun 2018/2019. Dua jalur lainnya, yaitu jalur keluarga miskin dan jalur zonasi. Kadisdik Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.H. menjelaskan calon peserta didik yang dapat mengikuti jalur prestasi adalah calon peserta didik yang memiliki sertifikat prestasi juara tingkat kabupaten/kota dan provinsi maksimal tiga tahun terakhir dan dibuktikan dengan tes sesuai dengan prestasi yang dimiliki di sekolah masing-masing penerimaan.
Sedangkan siswa yang mempunyai prestasi di tingkat internasional dan juara nasional wajib diterima. Daya tampung jalur ini dibatasi sejumlah maksimal 20% dari total daya tampung sekolah dan khusus untuk calon peserta didik SMA di luar zonasi dibatasi sejumlah maksimal 5% dari total daya tampung jalur prestasi. ‘’Piagam prestasi yang disertakan dikeluarkan oleh instansi pemerintah, baik piagam prestasi akademik maupun nonakademik,’’ ujar Kusuma Wardhani, Selasa (19/6) kemarin. Sementara untuk jalur alasan khusus berlaku bagi siswa yang orangtuanya sedang melaksanakan tugas negara (TNI, Porli dan lainnya) di Bali dengan menunjukkan surat keterangan perpindahan tugas orangtua. Hal. 15 Kartu Keluarga
DENPASAR
2
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
FIGUR Pemilih Pemula Bertambah KPU Provinsi Bali menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019 sebanyak 3.038.877 pemilih di kantor setempat, Selasa (19/6) kemarin. Jumlah DPS ini tercatat lebih banyak bila dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 sebanyak 2.982.201 pemilih. Pasalnya, ada penambahan jumlah pemilih pemula sebanyak 56.676 orang. “Menurut saya memang logikanya bertambah, kan tidak mungkin berkurang. Penambahan itu tentu belum final sifatnya. Jadi, ini masih dalam proses,” ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dikonfirmasi seusai Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPS untuk Pemilu 2019. Ia menambahkan, DPS merupakan mekanisme awal untuk memiliki data yang lebih akurat. Data pemilih tidak ditetapkan begitu saja, tapi sudah melalui proses cek dan ricek. Hal itu dilakukan untuk menghindari masalah seperti pemilih yang tertukar di Tabanan dan Bangli. Pascapenetapan DPS, KPU kabupaten/kota selanjutnya mengumumkan ke desa-desa, kelurahan, atau tempat-tempat strategis. “Ditempel di papan-papan pengumuman, kemudian dilakukan sosialisasi juga. Harapan kita, ini mendapat perhatian dan ada masukan dari masyarakat karena sekali lagi daftar pemilih ini sangat penting. Apalagi nanti pemilunya adalah pilpres dan pileg,” jelasnya. Ia juga mengimbau kepada partai politik untuk turut memperhatikan daftar pemilih. Jangan sampai ada anggota partai atau simpatisannya yang belakangan baru diketahui tidak masuk dalam daftar pemilih. Tanpa ada pemilih, tentu tidak akan ada pemilu. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses ini sampai melahirkan data yang akurat. Upaya sosialisasi tidak saja dilakukan dengan cara terjun langsung ke masyarakat dan berkoordinasi dengan aparat desa/kelurahan setempat. Tapi juga melalui media cetak dan elektronik. “Ini tahapan yang sangat penting, bahkan Ketua KPU-RI hadir untuk memastikan tahapan (penetapan DPS red) sudah berjalan,” tegasnya. (rin)
Aniaya Pelanggan, PSK Asal Tanzania Ditangkap
KERIBUTAN terjadi di kamar salah satu hotel di Jalan Popies 2 Gang Ronta, Kuta, Badung, Minggu (17/6). Seorang wanita berinisial CBM (25), warga negara Tanzania, yang diduga jadi PSK dan memukul kepala pelanggannya, MA (41), warga negara Mesir, menggunakan botol. Pemicunya, pelaku minta bayaran lebih dari kesepakatan awal. Sebelumnya, antara pelaku dan korban kenal di wilayah Kuta. Pelaku bersedia melayani korban dengan bayaran Rp 250 ribu. Selanjutnya pelaku mengajak korban ke hotel tempatnya menginap atau TKP untuk melakukan hubungan seks. Setibanya di dalam kamar, korban langsung menyerahkan uang Rp 250 ribu pukul 22.00 Wita. Namun pelaku menolak dan malah minta bayaran Rp 850 ribu. Karena pelaku melanggar kesepakatan, korban menolak. Hal itu membuat pelaku marahmarah, lalu mengambil satu botol bir dan langsung dipakai memukul kepala korban hingga luka parah. Selanjutnya pelaku membuka pintu kamar dan meninggalkan korban sendirian di dalam kamar. “Saat kabur, pelaku terekam CCTV. Korban sempat mengejar pelaku tapi cuma sampai di teras kamar,” kata sumber. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra langsung ke TKP. Korban langsung dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya petugas memburu pelaku. Akhirnya, Senin (18/6) pukul 10.00 Wita pelaku ditangkap saat balik ke TKP. Kanitreskrim Iptu Aan Saputra seizin Kapolsek Kompol Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi membenarkan mengungkap kasus ini. “Kami akan koordinasi dengan pihak Imigrasi agar pelaku dideportasi. Kami pikir pelaku menjual dirinya di negara Indonesia dan melakukan tindak pidana,” ujar Aan Saputra. Mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini menduga banyak turis asing di Bali nyambi jadi PSK. Namun mereka khusus melayani WNA. “Nanti diselidiki dulu dan kami akan menindak mereka,” tegasnya. (rah)
Permohonan Legalisir KK Masih Tinggi rangkaian cuti bersama, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor: 061/516/Org, pelayanan publik yang ditangani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Denpasar, namun pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tetap berlangsung. “Kita tetap memberikan pelayanan yang optimal, khususnya bagi para siswa SMA yang akan melengkapi
pendaftaran dengan legalisir kartu KK, bahkan kami akan tetap melayani hingga tuntas,” ungkap Plt. Kadisdukcapil Denpasar Anak Agung Istri Agung, Selasa (19/6) kemarin. Istri Agung menambahkan, pihaknya sudah melakukan langkah optimal untuk memberikan pelayanan legalisir KK. Meminimalisasi terjadinya antrean panjang, pihaknya juga
mengeluarkan kebijakan bahwa layanan masyarakat khususnya terkait dengan legalisir kartu KK akan dilakukan secara maksimal, meskipun lewaas dari pukul 12.00 Wita. “Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada setiap masyarakat yang akan melakukan legalisir kartu KK,’’ tambahnya. Terkait dengan pelayanan publik di Kota Denpasar pada
tingkat kecamatan khususnya pengambilan e-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA), pihaknya tetap memberikan pelayanan dengan baik. “Kami selalu memonitoring pelaksanaan pelayanan. Meskipun dalam kondisi cuti bersama, namun segala bentuk pelayanan khususnya pengambilan e-KTP dan KIA akan tetap dilayani,’’ ujar Camat Denpasar Barat Anak Agung Ngurah Made Wijaya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) – Kasus eksekusi terhadap lahan sengketa di Kampung Bugis, Kelurahan Serangan telah terjadi awal Januari 2017. Sampai saat ini beberapa warga masih menempati tempat penampungan sementara. Oleh karena itu, mereka berharap ada kepastian tempat tinggal yang akan ditempati secara permanen.
Budiarta, A.Md.Par., S.Sos. mengungkapkan, kasus hukum yang membelit warga Kampung Bugis, Serangan mesti mendapat penanganan serius dari Pemkot Denpasar. Karena, bagaimanapun mereka juga warga Denpasar. Pemerintah harus mencari solusi secepatnya terhadap warga yang tergusur tersebut. Paling tidak, kata dia Pemkot Denpasar harus duduk bersama terlebih dahulu dengan warga dalam mencari solusi yang tepat. Apakah melalui cara transmigrasi atau mencari tempat di areal terdekat.
Misalnya dengan melakukan pendekatan dengan BTID, agar ke-36 KK tersebut bisa mendapatkan tempat tinggal. Lurah Serangan I Wayan Karma, S.IP., M.H. menyatakan tidak memiliki lahan untuk merelokasi 36 KK yang terkena penggusuran akibat kasus hukum yang membelitnya tersebut. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) – Permohonan legalisir Kartu Keluarga (KK) yang dilakukan para calon siswa baru untuk jenjang pendidikan SMA/SMK negeri masih tetap tinggi. Mengingat fotokopi KK yang dilegalisir merupakan salah satu persyaratan untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang pendidikan SMA/SMK. Meskipun masih dalam
Warga Kampung Bugis Berharap BTID Realisasikan MoU
Kepala Lingkungan Kampung Bugis, Serangan, Muhadi, mengungkapkan harapan warga agar ada kepastian terkait penyediaan lahan. Sampai saat ini belum ada kejelasan di mana mereka akan tinggal. “Kami sangat berharap ada kejelasan soal lahan yang bisa kami tempati,” ujar Muhadi, belum lama ini.
Menurut Muhadi, sebenarnya sudah ada MoU dengan BTID terkait penambahan lahan permukiman seluas 6,5 hektar. Bila itu bisa terwujud, maka lahan tersebut bisa dijadikan tempat tinggal warganya. “Kami sangat berharap BTID bisa segera merealisasikan MoU yang sudah disetujui itu,” katanya. Seperti diketahui, kasus
sengketa lahan di Kampung Bugis menimbulkan dampak sosial bagi warga setempat. Pasalnya, warga yang tergusur dari tempat tinggalnya hingga kini tidak mempunyai rumah lagi. Untuk sementara mereka tinggal di tempat penampungan. Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Denpasar dari Fraksi Gerindra I Ketut
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Wedakarna Terima Cawagub Bali Jaya Negara ’’Ngaturang Bhakti Pujawali’’ di Pura Luhur Uluwatu di Perpustakaan Bung Karno, Renon
Ratusan Ribu Pendukung AWK Tunggu Komando Menangkan Calon Gubernur Bali ADA yang istimewa di Gedung Perpustakaan Agung Bung Karno, Niti Mandala Renon, yakni pertemuan salah satu Calon Wakil Gubernur Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace dengan tokoh karismatik Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendatta Wedasteraputra Suyasa III. Pertemuan ini menjadi sangat strategis, karena jelang pencoblosan Pemilihan Gubernur Bali 2018, semua kandidat berlomba-lomba untuk menggandeng tokoh-tokoh Bali untuk bisa bersinergi dalam mendulang dukungan. Apalagi dalam sejarah pemilu di Bali, keberadaan sosok Arya Wedakarna atau yang akrab disapa dengan AWK ini menjadi sosok fenomenal karena luasnya pengaruh Wedakarna, khususnya di kalangan adat, intelektual Hindu, kaum tradisional, kaum perempuan, pengusaha Hindu serta generasi muda. Dalam sejarah Pemilu Bali, pada 2014 AWK saat itu menjadi juara Pemilu DPD-RI 2014 di Provinsi Bali dengan 178.934 suara. Demikian yang terekam saat pertemuan tertutup antara Gusti Wedakarna dengan Cok Ace di lantai Perpustakaan Agung Bung Karno. ‘’Saya ingatkan kepada seluruh masyarakat Bali agar cerdas memilih Calon
Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Memilih gubernur adalah urusan ideologi, bukan sekadar memilih figur. Kita harus banyak pertimbangan, dan khusus Bali pilihlah Gubernur Bali yang pro terhadap desa adat, pro terhadap budaya dan seni Hindu Bali, ahli pariwisata dan yang terpenting bisa selaras dengan visi Tri Sakti Presiden Joko Widodo. Ini penting agar Bali berdaulat segera terwujud,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang Ketua DPP PNI Marhaenisme ini. Terkait dengan hasil pertemuan dengan Cok Ace, pihaknya menyambut baik atas inisiatif pertemuan dimaksud. ‘’Sampai hari ini, kandidat cagub/cawagub yang datang, yang matur dan yang sowan kepada kami adalah kandidat dari PDI Perjuangan. Kemarin saya terima Bapak Dr. I Wayan Koster di kantor saya di Istana Mancawarna Tampaksiring dan menyusul Dr. Cok Ace di Perpustakaan Bung Karno, Renon ini. Saya apresiasi, komunikasi kandidat dari PDI-P ini sangat baik dan beliau-beliau tidak sombong. Salah satu ciri dari seorang politisi yang hebat itu bisa cair dalam komunikasinya. Bayangkan saja, Pak Koster itu senior, DPR-RI tiga periode dan ketua partai terbesar di Bali,
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Rampung, Kajian Santunan untuk Lansia Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
PERTEMUAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Cawagub PDI Perjuangan Dr. Ir. Tjokorda Oka Sukawati (Cok Ace) di Perpustakaan Agung Bung Karno, Renon. tapi datang ke tempat saya dan dengan sopan matur. Begitu juga Cok Ace yang mantan Bupati Gianyar dan Ketum PHRI Bali, tapi beliau mau datang dan menyampaikan keinginan apa adanya. Saya suka kandidat yang tahu tata krama,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang President The Sukarno Center ini. Ia pun mengingatkan bahwa pilihan rakyat di Pilgub Bali ini sangat berpengaruh pada masa depan Indonesia dan juga eksistensi pemerintahan Jokowi di 2019. ‘’Bali ini akan tetap jadi sasaran radikalisme, dan jika ingin gerakan radikal ini hancur di Indonesia, maka harus dukung penuh Joko Widodo. Ini selaras, dan jangan pilih calon gubernur yang didukung partai-partai pendukung ormas agama radikal, partai yang ingin Indonesia bubar dan partai yang ketua umumnya mengeluar-
kan perpres terkait reklamasi. Saya minta renungkan baikbaik, pilih dengan logika, bukan sekadar suryak siu. Bali walau minoritas, tapi suara dari Bali itu sangat memengaruhi Nusantara,’’ pungkas Arya Wedakarna yang juga Tim Pemenangan Jokowi Dua Periode dari Front Marhaenis. Dalam sejarah Bali, Dr. Arya Wedakarna dan Dr. Cok Ace dikenal sebagai Deklarator Piagam Tantular pada tahun 2015 dalam pertemuan di Bank Indonesia Denpasar yang diupasaksi oleh Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Sabha Pandita, PHRI dan para tokoh Hindu Bali yang menolak ide Desa Syariah dan Wisata Syariah di Bali yang dianggap melanggar Perda Bali No. 2/2012 tentang Kepariwisataan Bali yang dijiwai nilai-nilai agama Hindu. (ad690)
RANGKAIAN puncak pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Badung pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (19/6) kemarin, berjalan dengan lancar. Pura yang terletak di ujung selatan Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Khayangan sebagai penyangga sembilan mata angin di Pulau Bali. Dalam puncak pujawali tersebut, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara hadir di tengah ribuan pamedek dari berbagai daerah guna melakukan persembahyangan di Pura Luhur Uluwatu. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Kabag Kesra Kota Denpasar Raka Purwantara. Pangempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Pangelingsir Puri Jro Kuta IGN Jaka Pratidnya yang kerap dipanggil Turah Joko mengatakan, acara diawali dengan prosesi nedunang Ida Batara Dewa Agung Sakti dari Pura Pererepan Desa Adat Pecatu yang selanjutnya menuju Pura Luhur Uluwatu. Kemudian dilanjutkan prosesi ngaturang pujawali Ida Batara ring Luhur Pura Uluwatu yang di-puput oleh Ida Pedanda Geria Sibang dan Ida Pedanda Geria Tegal Sari. Turah Joko menambahkan, setelah pujawali dilaksanakan, sekitar pukul 20.00 Wita Ida Batara Dewa Agung Sakti mawali ke Pererepan Payogan masing-masing yang berada di Desa Adat Pecatu. Pada hari Rabu sampai dengan hari Jumat akan dilanjutkan dengan bhakti panganyar yang dilaksanakan Kecamatan Kuta Utara pada Rabu (20/6), dilanjutkan Kecamatan Kuta pada Kamis (21/6), dan pada Jumat (22/6) yang juga merupakan panyineban karya dilaksanakan oleh Kecamatan
PUJAWALI - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat mengikuti dan menerima cihna bhakti pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (19/6) kemarin. Kuta Selatan. Prosesi panyineban Ida Batara dimulai pukul 09.00 Wita, setelah itu dilanjutkan dengan upacara pengilen-ilen dan pedatenga. ‘’Dengan melakukan sradha bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari kebencanaan serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,’’ ujar Turah Joko. Turah Joko menambahkan, Puri Agung Jro Kuta dan Puri Agung Jambe Celagigendong Denpasar memperoleh tugas mangempon Pura Luhur Uluwatu sampai kini. Sedangkan warga Desa Pakraman Pecatu yang terdiri dari Banjar Kauh, Banjar Tengah dan Banjar Kangin berstatus sebagai pangemong. Ketiga banjar ini mendapat tugas yang digilir setiap enam bulan sekali. Sebelum melaksanakan pujawali di pura setempat, pihak desa adat dan kedua puri pangempon pura melakukan koordinasi terkait pelaksanaan upacara, serta penyiapan sarana dan prasarana untuk kelengkapan upacara.
Bendesa Pakraman Pecatu I Made Sumerta dalam kesempatan itu turut mengimbau kepada masyarakat dan penyedia jasa pariwisata terkait pelaksanaan pujawali. Di mana sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Bali tentu diharapkan para wisatawan untuk menyesuaikan dengan menggunakan pakaian adat madya selama pelaksanaan pujawali. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh pihak khususya wisatawan untuk menaati aturan selama pelaksanaan pujawali hingga panyineban,’’ imbaunya. Sementara itu, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana. ‘’Dengan pelaksanaan pujawali ini, mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,’’ ungkap Jaya Negara. (ad689)
BADUNG
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
3
SOSOK Pelestarian Budaya BANYAK waktu siswa yang terbuang percuma saat libur kenaikan kelas. Padahal waktu kosong ini dapat diisi dengan kegiatan positif yang mengarah pada pelestarian budaya. Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra mengatakan, libur sekolah yang cukup panjang semestinya diisi dengan kegiatan yang mendidik untuk para siswa di Kabupaten Badung. “Saat libur sekolah, siswa kami harapkan menggunakannya untuk hal-hal yang positif, seperti mengikuti program pasraman,” ujar politisi asal Jero Kelodan Kerobokan ini, Selasa (19/6) kemarin. Ia berharap peran tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Program pasraman kilat untuk siswa SD dan SMP penting bagi generasi muda. “Kegiatan semacam ini selain memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa, juga bisa melestarikan tradisi dan budaya kita di Bali. Dulu kegiatan pasraman kilat rutin dilakukan oleh sekolah, dan kami harapkan itu terus berlanjut. Jadi, tradisi dan budaya yang telah diwariskan dapat tetap ajeg,” katanya. Di zaman milenial ini, kata dia anak-anak jarang mau dan bisa membuat klatkat, sanggah cucuk, tamas maupun sarana untuk upacara adat agama. Hal ini yang perlu dikembalikan lagi. Jangan biarkan anak-anak berpikir benda-benda tersebut yang bisa hanyalah orangtua dan tinggal membeli saja. “Dengan program pasraman kilat ini, siswa akan lebih berinteraksi dengan kegiatan ekstrakulikuler. Tidak hanya liburan dengan bermain game online saja,” tegasnya. (par)
Keramba Rusak, Kelompok Nelayan Wana Sari Tak Berproduksi Mangupura (Bali Post) Sejak Desember 2017, produksi kepiting bakau di Tuban tepatnya di Kampung Kepiting berkurang, bahkan nyaris tidak ada. Hal itu lantaran keramba Kelompok Nelayan Wana Sari di Kampung Kepiting rusak diterjang banjir. Sampai saat ini keramba tersebut belum diperbaiki, karena terganjal biaya yang cukup tinggi. Ketua Kelompok Nelayan Wana Sari Made Sumasa mengatakan, keramba kelompok nelayan yang dipimpinnya rusak akibat diterjang banjir. Selain itu, debit air yang tinggi dan meningkatnya volume sampah membuat keramba yang terbuat dari jaring dan bambu itu terdorong dan rebah. Akibat rusaknya keramba tersebut, Kelompok Nelayan Wana Sari tidak berproduksi. “Saat ini aktivitas nelayan yang tergabung di kelompok kami masih vakum karena semua keramba rusak akibat banjir,” kata Sumasa, belum lama ini. Sumasa menambahkan, kerusakan keramba itu membuat pihaknya tidak mampu memenuhi pasokan kepiting untuk keperluan warung makan di Kampung Kepiting dengan lancar. Untuk itu, Sumasa mengaku terpaksa memasok kepiting dari Kalimantan dan Sulawesi. “Dalam waktu dua bulan ke depan kami akan memperbaiki keramba secara total. Sementara pasokan kepiting kami datangkan dari daerah Kalimantan dan Sulawesi, sembari menunggu perbaikan,” tegasya. Sebelum banjir, kata Sumasa, panen kepiting bisa mencapai 30 kilogram per hari atau sekitar 100 ekor. “Panennya tidak boleh lebih, tidak boleh kurang. Pembatasan panen itu untuk menjaga kesinambungan stok di keramba agar kepiting selalu tersedia setiap hari,” tegasnya. Menurut Sumasa, Kelompok Nelayan Wana Sari terdiri dari 35 orang nelayan dan memiliki lima keramba. Setiap hari panen dilakukan secara bergiliran di masing-masing keramba. Bibit kepiting berukuran 100 gram dibudidayakan selama empat hingga enam bulan. Setelah enam bulan dengan berat 350 gram, barulah kepiting itu dipanen. “Panennya diseleksi. Kepiting yang ukurannya 350 gram baru bisa di panen. Di bawah itu tidak kita panen dan masih tetap dipelihara,” katanya. (kmb42)
Pujawali di Pura Luhur Uluwatu
Ida Batara ”Nyejer” hingga Jumat Lusa Mangupura (Bali Post) -
Bertepatan dengan Anggara Kasih Medangsia, Selasa (19/6) kemarin puncak pujawali digelar di Pura Luhur Uluwatu. Serangkaian pujawali ini, Ida Batara akan nyejer selama tiga hari dan masineb pada Jumat (22/6). Rangkaian puncak pujawali kemarin diawali dengan prosesi mundut Ida Batara dari Pura Parerepan, Pecatu. Prosesi patirtan ini di-puput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Putra Dalem (Geria Dalem Sibang) dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa (Geria Sari Denpasar). Patirtan yang berlangsung setiap enam bulan ini memiliki makna sama dengan hari kelahiran atau kapan pura dibangun. Tujuan dari digelarnya pujawali, tentu untuk
memohon keselamatan kepada Ida Hyang Widhi Wasa atau Ida Ista Dewata yang malinggih di Pura Luhur Uluwatu untuk keselamatan umat di dunia dan Bali pada khususnya. Setelah pujawali akan dilakukan prosesi nganyarin oleh masing-masing kecamatan di Badung. Selama Ida Batara nyejer tiga hari, umat yang akan melakukan persembahyangan juga dilayani selama 24 jam oleh Paiketan Pamangku Desa Pecatu
Mangupura (Bali Post) -
Program santunan untuk warga lanjut usia (lansia) yang dicanangkan Pemkab Badung, tinggal menunggu petunjuk Bupati Nyoman Giri Prasta. Saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) bersama Dinas Sosial telah merampungkan kajian terkait program tersebut. Kepala Dinas Sosial Badung I Ketut Sudarsana mengatakan, pihaknya tinggal menunggu data riil penerima yang telah melewati proses verifikasi. “Kami tinggal memasukkan data riil yang potensial dan nonpotensial, karena hasil kajian sudah rampung,” ujar Sudar-
sana, Selasa (19/6) kemarin. Menurut Sudarsana, kajian dan konsep yang telah melewati proses verifikasi tersebut akan disodorkan ke meja Bupati Badung guna dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup). Lansia yang berhak menerima santunan
Bali Post/
Jelang IMF Annual Meeting
Dinas PUPR Ganti 600 Titik LPJ tersebut sudah memasuki proses kontrak. Oka Permana mengatakan, penggantian sebanyak 600 titik LPJ ini rencananya juga untuk mendukung pelaksanaan IMF Annual Meeting. Untuk itu, pengerjaannya nanti diharapkan bisa rampung sebelum pelaksanaan IMF Annual Meeting, bulan Oktober ini. “Yang diganti sebanyak 600 titik. Targetnya sebelum IMF sudah rampung,” ujarnya. Menurut Oka Permana, LPJ yang dipasang nanti akan menggunakam lampu LED dan menggunakan lis-
dan kahyangan jagat se-Bali. Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku pangempon Pura Uluwatu I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya mengimbau kepada pamedek agar senantiasa tertib saat melakukan persembahyangan. Pria yang akrab dipanggil Turah Joko ini juga mengharapkan para pamedek yang tangkil agar mengikuti aturan yang sudah disiapkan oleh petugas, guna mandukung kelancaran prosesi pujawali. “Saat ini sudah diterapkan penggunaan kar-
tu, sehingga ketertiban umat untuk melakukan persembahyangan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Turah Joko juga meminta para pamedek agar selalu menjaga kebersihan, terutama sampah plastik. Apalagi di Pura Uluwatu yang didukung oleh Desa Adat Pecatu sudah mencanangkan untuk bebas dari sampah plastik. Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta. Ia mengimbau para pamedek agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan dan kesucian kawasan pura. Seusai melakukan persembahyangan, pamedek diharapkannya agar mem-
bawa sisa-sisa sarana upakara yang telah terpakai atau membuang pada tempat sampah yang telah disediakan. Mengingat pujawali di Pura Luhur Uluwatu berbarengan dengan libur nasional, kata Sumerta, kunjungan ke Uluwatu tentu akan membeludak. Untuk itu, pihak Desa Adat Pecatu sudah melakukan koordinasi dengan badan pengelola dan pemandu wisata demi kenyamanan wisatawan. Karena berkaitan dengan adanya piodalan, tentu akses wisatawan akan terbatas. Sementara masalah parkir akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. (kmb23)
yang berstatus nonpensiunan PNS, TNI/Polri dan veteran,” jelasnya. Terkait nominal yang akan diberikan, kata mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Badung ini, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Badung yang akan dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Sesuai data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung, terdapat 13 ribuan Lansia yang berusia 72
tahun ke atas. Tapi data itu belum potensial, karena belum dilakukan verifikasi siapa saja yang berhak,” tegasnya. Seperti bantuan sosial lainnya, kata Sudarsana santunan untuk Lansia juga akan diberikan melalui rekening BPD Bali yang ditransfer kepada rekening penerima. “Setelah libur ini akan diajukan ke pimpinan. Namun kami terlebih dahulu akan melakukan perampungan data dan sebagainya,” ujarnya. (kmb27)
Rampung, Kajian Santunan untuk Lansia
LPJ - Sepanjang By-pass Ngurah Rai, Jimbaran dan Nusa Dua terlihat gelap saat malam hari. Kondisi ini akibat LPJ banyak yang mati.
Mangupura (Bali Post) Lampu Penerangan Jalan (LPJ) di sepanjang By-pass Ngurah Rai, Jimbaran dan Nusa Dua, sudah banyak yang mati selama setahun lebih. Bahkan kondisi ini sering dikeluhkan warga karena kondisi jalan menjadi gelap saat malam hari. Dikonfirmasi Selasa (19/6) kemarin, Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Badung Sang Nyoman Oka Permana membenarkan kondisi tersebut. Namun, katanya, semua lampu penerangan jalan itu rencananya akan diganti pada tahun anggaran ini. Bahkan, saat ini rencana
Bali Post/kmb23
trik sebagai sumber energi. Berbeda dengan perangkat sebelumnya yang menggunakan solar cell. Penggantian jenis lampu ini dengan menggunakan listrik, berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya. “Perawatan lampu yang menggunakan solar cell ternyata biaya perawatannya lebih mahal. Nanti seluruhnya menggunakan lampu jenis LED dan menggunakan listrik bukan solar cell,” katanya. Untuk LPJ di sepanjang By-pass Ngurah Rai, kata Oka Permana, yang diganti hanya lampunya. Sementara untuk tiangnya masih tetap menggunakan yang sama
karena kondisinya masih bagus. Sedangkan untuk LPJ di Jalan Pratama dan Siligita akan dipasang tiang baru. Pada lokasi itu belum ada tiang, karena selama ini lampunya numpang pada tiang PLN. Oka Permana menambahkan, perbaikan LPJ ini tidak hanya di By-pass Ngurah Rai, tetapi juga pada titik lainnya. Ada sekitar 10 ruas jalan yang akan dilakukan perbaikan. Nantinya akan ada perbaikan mulai dari Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara hingga ke Petang. “Tahun ini fokus kami di Kuta Selatan,” tegasnya. (kmb23)
adalah mereka yang berusia 72 tahun ke atas dan yang bukan pensiunan PNS, TNI/ Polri dan veteran. “Verifikasi ini akan menyangkut penganggaran dan berapa besaran santunan per bulan yang akan diberikan. Penerimanya adalah para Lansia
4 A K T I V I T A S
daerah
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Lulusan SMK Harus Malu jika Sampai Nganggur SMK PGRI 3 Denpasar Diserbu Calon Siswa Baru
Denpasar (Bali Post) –
Pendaftaran calon siswa baru jalur prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 untuk SMA dan SMK negeri di Bali dimulai Senin lalu hingga Selasa (19/6) kemarin. Sejumlah sekolah swasta favorit diserbu calon siswa baru.
S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
DAFTAR KEMBALI - Calon siswa baru mendaftar kembali di SMK PGRI 3 Denpasar.
Bali Post/025
Di SMK PGRI 3 Denpasar tercatat 1.200 pelamar atau terbanyak di antara sekolah swasta yang dipilih masyarakat. Saat ini sudah 600 yang menentukan pilihan tetap di Jurusan Tata Boga, sedangkan untuk Jurusan AP masih lowong lagi 150 orang. Di SMA Dwijendra tercatat 800 pelamar dan yang sudah memastikan pilihan tetap 150 orang. Demkian juga di SMA Santo Yoseph dan Harapan. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. sudah berpengalaman mengelola jumlah siswa yang banyak termasuk peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Baginya, mengelola siswa terbanyak di Bali gampang-gampang susah. Mudahnya karena didukung siswa penuh disiplin, memiliki etos kerja dan semangat belajar yang tinggi terutama menguasai kompetensi diri. Menurutnya, diperlukan persepsi dan tindakan yang sama untuk menjadikan SMK PGRI 3 Denpasar berdaya saing tinggi dan memenangkan dunia kerja. Sekolah ini dikelola secara sungguh-sungguh, sehingga mampu mencetak lulusan siap kerja, siap berwirausaha dan siap melanjutkan
disingkat BWM. Siap kerja dan berwirausaha kini menjadi fokus di SMK PGRI 3 Denpasar untuk menunjukkan jati diri bukan pencetak pengangguran. Hasil tracer study 2017 menunjukkan 80 persen lulusannya bekerja, 5 persen berwirausaha dan sisanya melanjutkan studi. ‘’Malu dong kalau lulusan SMK menjadi pengangguran,’’ ujar Madiadnyana. Untuk mencegah angka pengangguran, pihaknya menguatkan kompetensi siswa dengan fasilitas lab lengkap agar benar-benar link and match dengan dunia usaha. Hal ini bisa dilihat saat dunia industri mengevaluasi hasil karya siswa dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Sebagian besar memuji siswa sekolah ini sebagai naker siap kerja. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar ini menambahkan, SDM yang dicetak di SMK PGRI 3 Denpasar benar-benar bisa dilepas di tingkat nasional. Hal ini karena didukung oleh SDM guru yang berpengalaman dan fasilitas lab yang lengkap. Karenanya wajar sekolah ini mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai penyelenggara uji sertifikasi secara mandiri. (025)
Realisasi Konsumsi BBM
Libur Lebaran
Okupansi di Kuta dan Legian 90 Persen Gasoline Naik Signifikan, Gasoil Menurun Denpasar (Bali Post) Juli dan Agustus nanti merupakan bulan peak season (musim puncak). Tidak hanya wisatawan asing, wisatawan lokal juga datang ke Bali. Apalagi Juni tahun ini ada hari raya Lebaran. Okupansi hotel khususnya di kawasan Kuta dan Legian, Badung, cukup tinggi yaitu 90 persen. Ketua Kuta Executive Club Kahar Salamun mengatakan, Lebaran tahun ini lebih ramai daripada tahun sebelumnya, karena libur Idul Fitri kali ini lebih panjang. Banyaknya wisatawan yang berkunjung membuat okupansi hotel mencapai 90 persen. Pada hari normal hanya mencapai 60-75 persen. Tingginya tingkat hunian hotel ini juga karena menjelang Juli dan Agustus yang merupakan peak season. Turis dari
Australia dan Eropa banyak yang berlibur ke Bali. ‘’Okupansi kami mulai naik tanggal 11 Juni dan puncaknya 13 Juni hingga 90 persen. Hari ini okupansi masih bagus, tapi besok sudah mulai turun karena kantor-kantor mulai buka dan sebagian besar tamu mulai balik. Namun, tak lama lagi kami akan menyambut peak season,’’ ungkapnya, Senin (18/6) lalu. Menurutnya, libur Lebaran selalu memberi berkah bagi hotel. Hampir setiap Idul Fitri, okupansi hotel naik. Ditambah kedatangan turis Australia dan Eropa yang mencapai 75–80 persen. Pada periode yang sama yaitu Juni sampai Juli juga merupakan libur sekolah, meski dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap okupansi hotel di Legian dan Kuta. Kahar Salamun mengaku mera-
sakan suasana yang berbeda dalam lima tahun terakhir. Meski JuliAgustus merupakan peak season, okupansinya tidak seperti lima tahun lalu yang selalu di atas 90 persen. Ini karena di kawasan Legian dan Kuta khususnya terjadi over supply kamar. ‘’Over supply berdampak pada pengurangan okupansi, ditambah pengurangan average room rate (harga rata-rata kamar) karena kompetisi. Karena over supply kamar terjadi penurunan harga,’’ ungkapnya. Dikatakannya, dulu over supply terjadi pada hotel bintang 3 dan 4, sedangkan sekarang hotel bintang 5 pun sama karena adanya penambahan kamar hotel bintang 5. Selain itu, rumah atau apartemen bisa disewakan dengan harga lebih murah. (kmb42)
Usaha Telur Asin Berdayakan Peternak Lokal
BUKAN dari kalangan keluarga pengusaha atau orang berpendidikan bisnis, namun mencoba peruntungan di bisnis. Ini dilakukan Ida Bagus Indra Jaya Abadi (27) dan istrinya. Bahkan, bisnis yang dipilihnya bukanlah bisnis yang banyak digandrungi anak muda seusianya, melainkan usaha telur asin. Usaha ini dipilih lantaran ia melihat potensi di wilayah tempat tinggalnya di Tabanan. Di sana banyak peternak bebek skala kecil. ‘’Awalnya sih karena kami suka telur asin. Kami akhirnya sadar bahwa di wilayah tempat tinggal kami banyak peternak. Kami ingin saling berbagi dengan mereka. Kami beli telur dari mereka dan mendapatkan penghasilan,’’ tutur Indra Jaya Abadi ditemui saat pelatihan sertifikasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM, belum lama ini. Ia memulai bisnis tahun 2015. Pertama kali membuat telur asin dicobanya dengan media air dan garam. Telur direndam, tetapi hasilnya kurang memuaskan karena teksturnya tidak bagus dan baunya amis, meskipun rasanya enak. Setelah melihat cara pembuatannya di internet, selanjutnya dicoba membuat telur asin dari tanah liat dan ditambahkan garam. Dari segi tekstur, hasilnya lebih bagus daripada menggunakan media air. Sebutir telur asin dijual Rp 3.000.
Bali Post/may
Telur asin yang dijual oleh Ida Bagus Indra Jaya Abadi. Keuntungan dari satu butir telur hanya Rp 500, karena harga telur bebek berkisar Rp 2.500-Rp 2.800. Meskipun harga telur bebek mentah berfluktuasi, ia tidak bisa menaikkan harga, sebab masih baru di bisnis ini. Masih dalam proses mencari pelanggan, sehingga harga telur asin sembisa mungkin tidak dinaikkan. Mengingat keuntungan per butirnya yang tidak terlalu besar, Indra Jaya Abadi menyiasati dengan pembelian minimal 10 biji. Per 10 butir dibungkus dengan kemasan seadanya. Per 30 butir dikemas dengan kotak mika. Ia merasa sangat lemah dalam hal kemasan. Oleh karena itu, ketika ada pelatihan terkait pengemasan dan pelabelan
dari Kemenkop dan UKM, dirinya sangat bersemangat mengikutinya. Pada awal memulai, telur asin hanya laku terjual 5-7 krat per hari. Namun, setelah berjalan tiga tahun, ia bisa menjual minimal 10 krat per hari atau 300 butir telur. Kini, setelah memiliki langganan tetap, ia mampu menjual 10 krat per hari. Keuntungan bersih yang diperolehnya Rp 5 juta sampai Rp 7 juta per bulan. ‘’Sekarang nitip di warung dalam sehari pasti habis,’’ ungkapnya. Semula orderannya hanya datang dari teman-teman, tetapi kini sudah mempunyai langganan kantor-kantor dinas dan warungwarung. (may)
Denpasar (Bali Post) Realisasi konsumsi BBM selama libur Lebaran tahun 2018 meningkat cukup signifikan untuk produk gasoline (pertalite, pertamax, pertamax turbo) dan menurun untuk produk gasoil (solar, dexlite, pertamina dex). Unit Manager Communication and CSR MOR V Rifky Rakhman Yusuf, Selasa (19/6) kemarin mengatakan, konsumsi BBM dan elpiji selama Lebaran 2018 menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Terhitung 30 Mei – 17 Juni 2018, produk gasoline mengalami kenaikan rata-rata 9 persen dibandingkan kondisi normal. Produk gasoil pada periode yang sama menunjukkan tren penurunan sekitar 8 persen dibandingkan situasi normal. Hal ini terutama disebabkan tidak beroperasinya kendaraan besar dan sektor industri selama libur Lebaran. Sementara produk elpiji khususnya bright gas (5,5 kg dan 12 kg) mengalami peningkatan konsumsi 17 persen dari konsumsi normal. Pertamina juga menyalurkan tambahan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 11 persen dari kondisi normal. Dengan kenaikan konsumsi itu, penyaluran elpiji berjalan normal serta stok di agen dan pangkalan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Satgas Lebaran yang bertugas mengawasi distribusi dan penyaluarn BBM dan elpiji masih tetap berjalan. ‘’Saat ini kami masih menjalankan tugas (satgas) untuk memantau stok dan distribusi bahan bakar dan elpiji hingga H+ 15 Lebaran. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan
Bali Post/kmb42
BBM – Satgas Pertamina mengawasi distribusi dan menyalurkan BBM selama arus mudik dan arus balik Lebaran. libur Lebaran dengan nyaman dan aman,’’ ujar Rifky. Pertamina kini mengantisipasi arus balik Lebaran dengan menyediakan fasilitas alternatif penyaluran BBM dan elpiji. Antisipasi ini dilakukan sejak H+1 Lebaran dan diprediksi puncaknya pada 20-23 Juni. Pertamina dalam hal ini menyiapkan strategi guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dengan menyiapkan 10 kios pertamax di setaip rest area tol dan satu kios tambahan di Pelabuhan Ketapang. Kios pertamax menyediakan bahan bakar pertamax dan pertamina dex demi kelancaran perjalanan para pemudik. Kios pertamax yang dimulai 5 Juni 2018 ternyata sangat membantu masyarakat yang melakukan
Ribuan Wisatawan Nikmati Perilaku Kera di Sangeh
Ketahui Penyebab Hemoroid Oleh dr. I Nyoman Anggha Shaputra Irawan, S.Ked. HEMOROID atau dalam keseharian sering kita sebut wasir atau ambeien menjadi masalah kesehatan yang sangat umum terjadi pada masyarakat. Hemoroid merupakan pembengkakan dan peradangan pembuluh darah di sekitar anus dan bagian rectum bawah. Beberapa gejala klinis yang sering tampak pada penderita penyakit ini antara lain dubur mengalami perdarahan terutama setelah buang air besar, nyeri di sekitar anus dan rectum terutama saat permukaannya terkena gesekan. Iritasi dan gatal–gatal, hal ini biasanya
disebabkan oleh sulitnya menjaga kebersihan di daerah yang nyeri, serta tonjolan atau benjolan di anus yang terkadang bisa masuk dengan sendirinya atau harus dimasukkan kembali secara perlahan. Tingginya angka kejadian hemoroid disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Pertama, kesulitan saat membuang air besar akibat tinja yang keras. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan berserat. Kedua, kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tinja menjadi keras sehingga seseorang akan cenderung mengejan untuk mengeluarkan tinja tersebut dan duduk yang terlalu lama. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik yang
ringan seperti berolahraga karena dapat melemaskan dan mengurangi ketegangan otot. Usia tua juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit hemoroid. Ini terjadi karena pada usia tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh. Selain itu, otot sfingter menjadi tipis dan kaku. Pada wanita hamil juga meningkatkan risiko terjadinya hemoroid karena dipengaruhi oleh perubahan hormonal, peningkatan tekanan ruang di dalam perut yang diakibatkan oleh tumor dan hubungan seksual per anal. Untuk mengurangi angka kejadian akibat penyakit ini diharapkan dapat menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan hemoroid.
perjalanan mudik. Tiap harinya konsumsi di kios yang disiapkan meningkat. Terhitung 8-17 Juni 2018, penjualan BBM di kios pertamax mencapai 96.156 liter untuk produk pertamax dan 11.413 liter untuk produk Pertamina dex. Menurut Rifky, Pertamina juga menyediakan motor dan mobil storage untuk mengamankan ketersediaan BBM. Sementara untuk pasokan elpiji, Pertamina MOR V menyiapkan 2.583 pangkalan siaga dan 273 agen siaga dalam mengantisipasi permintaan elpiji yang tersebar di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Pangkalan siaga ini disiapkan sebagai antisipasi jika banyak pangkalan atau penjual elpiji yang tutup saat libur Lebaran. (kmb42)
Wisatawan di Objek Wisata Alam Sangeh. Mangupura (Bali Post) – Perilaku lucu segerombolan kera di Objek Wisata Alam Sangeh masih menjadi primadona bagi wisatawan terutama domestik. Terbukti, pada libur panjang Idul Fitri 1439 H yang serangkaian libur kenaikan kelas, objek wisata yang terletak di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung ini dikunjungi ribuan wisatawan. Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh Made Sumohon mengatakan, wisatawan yang menyaksikan tingkah laku lucu satwa liar
Bali Post/dok
ini rata-rata sekitar 150 orang per hari. Namun, Juni ini lonjakannya lumayan tinggi kurang lebih 500 pengunjung setiap harinya. ‘’Lonjakan kunjungan wisatawan domestik khususnya sudah terlihat saat H-2 Lebaran hingga sekarang. Ratarata 500 orang pengunjung yang datang setiap harinya,’’ ujarnya, Selasa (19/6) kemarin. Kunjungan didominasi oleh wisatawan dari Pulau Jawa. Biasanya paket tur yang melintasi Sangeh sebelumnya telah berkunjung ke
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Ubud, Gianyar, diakhiri menikmati sunset di Tanah Lot, Tabanan. ‘’Turis asing juga ada tetapi jumlahnya sama seperti hari-hari sebelumnya sekitar 100 orang per hari,’’ katanya. Wisatawan yang datang sangat tertarik dengan keberadaan kawanan kera yang berada di sekitaran Objek Wisata Alam Sangeh. Terlebih para pengunjung bisa melakukan interaksi dengan memberi makanan seperti kacang dan pisang. Tingkat kunjungan kali ini jauh membaik ketimbang saat Gunung Agung mengalami erupsi pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, penurunan hampir 90 persen, sehingga membuat para pengelola mati kutu. ‘’Saat erupsi Gunung Agung dapat dihitung dengan jari (jumlah kunjungan wisatawan - red). Pokoknya betul-betul sepi,’’ tuturnya seraya berharap anjloknya kunjungan wisatawan tidak terjadi lagi. Harga tiket masuk yang ditawarkan oleh pengelola Objek Wisata Alam Sangeh untuk tamu domestik dewasa Rp 10 ribu dan anak-anak Rp 5 ribu per orang. Sementara wisatawan asing dewasa dikenakan Rp 15 ribu dan anak-anak Rp 10 ribu per orang. (kmb27)
daerah
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
5 Pujawali di Pura Kahyangan Kedaton
Hujan, ’’Mapeed’’ dan Rejang Renteng Tetap Digelar
Bali Post/kmb28
REJANG RENTENG - PKK se-Desa Kukuh ngayah menari Rejang Renteng di Pura Kahyangan Kedaton, Marga, Tabanan, Selasa (19/6) kemarin.
peed PKK Banjar Tegal, PKK Banjar Denuma, PKK Banjar Batanwani dan PKK Banjar Dalem Kerti. Krama Banjar Batanwani dan krama Banjar Tegal ngiring patapakan barong dan rangda. ‘’Ada 12 banjar adat. Mapeed dibagi tiga palet karena pujawali di Pura Kahyangan Kedaton harus selesai saat matahari terbenam. Ada pantangan menggunakan lampu di pura,’’ ungkap Sugianto. Yang menarik kali ini, persembahan tari Rejang Renteng pertama kali digelar secara massal. Meski diguyur hujan, sekitar 600 penari tetap bersemangat ngayah, sehingga mendapat apresiasi aparat desa setempat. Begitu pula mapeed pantang ditiadakan. Para pangayah menjunjung gebogan dan nyungsung tapakan barong. Tidak ketinggalan tradisi ngrebeg yang paling dinanti anak-anak dan orang tua. Para pemangku ikut basah kuyup mamendet hingga persembahan tari kincang-kincung sebagai pamungkas pujawali. (kmb28)
Pileg 2019
Figur
KPU Denpasar Cemaskan Tenaga KPPS
Keseragaman Kriteria Prestasi PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 dibuka melalui empat jalur. Salah satunya jalur prestasi. Jalur ini memberi kesempatan kepada siswa berprestasi untuk bisa bersekolah di sekolah yang diinginkan. Tetapi syarat piagam prestasi yang dimiliki harus dikeluarkan oleh instansi pemerintah. Jadi, perbedaan kriteria prestasi dan pengakuan piagam prestasi calon siswa antara yang diterapkan di satu sekolah dan sekolah lainnya sampai batas tertentu berbeda-beda. Hal ini wajar dan sangat mungkin terjadi karena perbedaan persepsi tentang pengakuan kelayakan prestasi tersebut. Terlepas dari kewajaran kemungkinan perbedaan persepsi itu, perlu disadari bahwa apa yang diselenggarakan pemerintah belum tentu bermutu. Dengan kata lain, event atau kompetisi yang diselenggarakan pihak swasta belum tentu tidak berkualitas. ‘’Walaupun diadakan pemerintah jika misalnya tim jurinya bisa disogok atau bisa diajak kolusi, belum tentu yang menjadi juara adalah yang benar pantas jadi juara. Demikian pula walaupun diadakan pihak swasta/privat/nonpemerintah, tetapi jika penyelenggaraanya profesional, jujur dan berintegritas, produknya bisa jadi lebih bagus dan bermutu,’’ tandas pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Selasa (19/6) kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, jika ingin ada keseragaman kriteria piagam prestasi, harus ada regulasi dari yang berwenang (misalnya pergub) yang dijadikan acuan. Apalagi jika mensyaratkan harus dari pemerintah. ‘’Artinya, sekolahlah sekarang yang harus menetapkan sendiri dengan jelas dan konsisten kriteria apa yang akan diterapkan. Ini tentu sesuai kebutuhan sekolah bersangkutan tentang siswa berprestasi yang bagaimana yang mereka butuhkan. Asalkan kriterianya tidak terbuka, sehingga tidak ‘dimainkan’ oleh siapa yang mendaftar,’’ tegas pria yang berprofesi sebagai advokat dan akademisi ini. (win)
Denpasar (Bali Post) –
Sejumlah persiapan mulai dilakukan menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. KPU Denpasar telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Namun, jajaran KPU Denpasar mencemaskan tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipastikan membengkak. Direncanakan ada sedikitnya 1.625 buah TPS yang tersebar di 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar. Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan mengatakan, DPS Pemilihan Umum 2019 sudah ditetapkan dalam rapat pleno terbuka. Rapat pleno diadakan setelah data di masing-masing kecamatan valid. ‘’Kami plenokan DPS pemili-
han umum tahun depan bersama semua komisioner KPU,’’ ujarnya dikonfirmasi, Senin (18/6) lalu. Menurut John, ada perubahan yang mendasar yang terjadi bila dibandingkan dengan pemilu periode 2014 lalu, teru-
tama soal jumlah TPS. Tahun depan dalam satu TPS jumlah pemilihnya berkisar pada angka 250 orang, sedangkan sebelumnya bisa mencapai 400 orang per TPS. ‘’Dampaknya, jumlah tenaga KPPS juga membengkak dua kali lipat
Semarapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Klungkung tahun ini mendapatkan jatah merekrut ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, formasi yang akan direkrut, yang dikabarkan turun bulan ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat. ‘’Belum turun,’’ ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung I Komang Susana dikonfirmsi, Selasa (19/6) kemarin. Pria asal Desa Pikat Kecamatan Dawan ini mengaku belum berkomunikasi lebih lanjut soal perekrutan itu. Setelah libur Lebaran, pihaknya segera memastikan-
nya. ‘’Mungkin karena libur, jadi belum ada informasi untuk itu,’’ katanya. Sesuai informasi awal yang disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali, meneruskan informasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), jatah CPNS untuk Klungkung hanya 148 orang. Formasi itu terdiri atas bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Perekrutan akan menyesuaikan dengan jumlah pegawai yang pensiun dan meninggal dunia. Angka tersebut sejatinya masih sangat jauh dari kebutuhan yang mencapai 1.800 orang. Itu mengacu pada
analisis beban kerja (ABK) dan jabatan dari masingmasing Organisasi Perangkat Daerah. ‘’Mengingat masih sangat jauh dari usulan awal, kami tetap berupaya mengusulkan adanya tambahan. Minimal bisa untuk melengkapi Rumah Sakit Pratama Nusa Penida sebanyak 68 orang. Dalam pengusulan, tentu tetap disampaikan alasan yang kuat,’’ jelasnya. Diberitakan sebelumnya, usulan CPNS pernah dilakukan pada April 2017. Hanya, tak ada tindak lanjut dari pusat. Sejatinya perekrutan sangat penting untuk menunjang kinerja pemerintahan lantaran terdapat ratusan pegawai pensiun sejak 2011 dan
daripada Pileg 2014. Inilah yang menjadi kekhawatirannya mengingat untuk satu TPS minimal ada tujuh orang petugas KPPS. Dalam satu banjar sebagian besar akan ada dua sampai tiga TPS mengingat jumlah pemilih di Denpasar cukup besar. ‘’Melihat ketentuan yang ada, saya yakin setiap banjar ada penambahan TPS. Ini artinya kami harus merekrut lebih banyak petugas KPPS dan ini yang menjadi kecemasan saya,’’ ungkapnya. John Darmawan menyebut-
kan, pada pleno yang dilakukan tercatat jumlah pemilih pada DPS pileg nanti mencapai 413.222 orang. Jumlah ini terdiri atas pemilih laki-laki 206.358 orang dan pemilih perempuan 206.864 orang. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 1.625 TPS. Pemilih terbanyak di Kecamatan Denpasar Barat yakni 119.472 orang, disusul Denpasar Utara 105.701 orang, Denpasar Selatan 105.071 orang dan Denpasar Timur 74.095 pemilih. (kmb12)
Formasi Perekrutan CPNS Belum Jelas
Bali Post/win
Pelaku Curanmor Spesialis Rumah Kos Dibekuk Denpasar (Bali Post) Kasus curanmor yang selama ini terjadi di rumah kos di wilayah Denpasar Barat (Denbar) dan Denpasar Selatan (Densel) berhasil diungkap tim 1 Unit Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Bali. Pelakunya adalah Oktavianus Umbu Rebu Ibi Roni, dibekuk di tempat kosnya di salah satu gang Jalan Mahendradatta, Denbar. Petugas mengamankan barang
Tabanan (Bali Post) Kegiatan mapeed, ngrebeg dan kincang-kincung serangkaian pujawali di Pura Kahyangan Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, sudah menjadi tradisi dan prosesinya ditunggu-tunggu. Selasa (19/6) kemarin, meski diguyur hujan, PKK se-Desa Kukuh tetap bersemangat ngayah menari Rejang Renteng. Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto mengatakan, mapeed dibagi tiga palet (tahap). Tahap pertama dimulai pukul 13.00 Wita oleh PKK Banjar Menalun, PKK Banjar Lodalang, PKK Banjar Amerta Sari dan PKK Banjar Mekar Sari. Krama Banjar Lodalang juga ngiring patapakan barong dan rangda. Tahap kedua pukul 14.00, peed dari PKK Banjar Tengah, PKK Banjar Munggal, PKK Banjar Pande dan PKK Banjar Tatag. Mapeed ini juga ngiring patapakan Barong Landung oleh krama Banjar Munggal dan Barong Ket dari Banjar Tengah. Tahap ketiga pukul 15.00,
bukti tiga sepeda motor hasil curian, Senin (18/6) lalu. Sumber di Mapolda Bali, Selasa (19/6) kemarin mengatakan, penangkapan maling asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berdasarkan hasil penyelidikan laporan kasus curamor di wilayah Densel pada 24 April lalu. Selanjutnya tim 1 Unit Jatanras Direskrimum dipimpin Kanit Kompol Adiguna menyelidikinya. ‘’Pe-
nyelidikan dilakukan sekitar Jalan Mahendradatta karena ada informasi ada dua pemuda menuntun sepeda motor,’’ ungkap sumber tersebut. Selanjutnya polisi bergerak ke sana dan melihat dua pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan membawa sepeda motor masuk ke salah satu gang di Jalan Mahendradatta. Waktu itu mereka mendorong motor Honda BeAT. Ternyata
salah satu pria merupakan target operasi Tim Jatanras yaitu Oktavianus, sehingga langsung ditangkap. Saat diinterogasi, pelaku mengaku mencuri motor seorang diri. Mayoritas pencurian dilakukannya di parkiran rumah kos. Dalam sehari ia bisa mencuri dua unit motor dan langsung dibawa ke tempat kosnya di seputaran Sanglah. TKP yang menjadi sasaran-
Diduga Selingkuh, Digerebek Suami di Tempat Kos
Bali Post/ist
KETERANGAN - Terlapor saat dimintai keterangan di Mapolsek Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Wajah pasrah tampak menghiasi Ni Ketut A asal Senganan, Penebel usai digerebek suaminya, I Nyoman Pur (43), bersama polisi di sebuah rumah kos di Jalan Rajawali, Banjar Subamia, Kelong, Tabanan, Selasa (19/6) dini hari kemarin. Ia dilaporkan tengah bersama selingkuhannya, Kadek OP, asal Pengastulan, Buleleng, yang diduga masih berondong. Informasi yang berhasil dihimpun, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelumnya suami A melapor ke Polsek Tabanan yang mengatakan istrinya kabur dari rumah sejak Rabu (13/6) lalu tanpa sepengetahuan pelapor. Nyoman Pur kemudian melakukan penyelidikan dan mengetahui kalau istrinya mengontrak kamar kos di Jalan Rajawali bersama OP. Pelapor minta polisi menemaninya untuk menggerebek istrinya di kamar kontrakan. Saat digerebek Ketut A yang membuka pintu, sedangkan OP yang berprofesi sebagai karyawan bengkel tengah tiduran. Keduanya masih mengenakan pakaian lengkap. Selanjutnya keduanya dibawa ke Mapolsek Tabanan untuk dimintai keterangan. Kapolsek Tabanan Kompol Gede Made Surya Atmaja saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut. Kedua terlapor kini masih dimintai keterangan. (kmb28)
nya yakni rumah kos di Jalan Pulau Sebatik dan Jalan Tukad Banyusari Gang VI, Densel. Terkait kasus ini diamankan barang bukti tiga unit motor curian yaitu dua Honda BeAT dan satu Yamaha Jupiter serta HP. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan membenarkan adanya penangkapan pelaku curanmor tersebut. (kmb36)
belum tertutupi. ‘’Sesuai data, 989 orang yang pensiun. Selama belum adanya penambahan, penyelesaian tugas memaksimalkan tenaga yang ada. Klungkung terakhir melakukan perekrutan CPNS tahun 2011. Sudah cukup lama,’’ tandasnya. (kmb45)
I Komang Susana
Bali Post/kmb45
OPINI
6
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Yang Tepat Literasi Banjar KEMENDIKBUD kini giat mengembangkan program literasi kampung atau literasi desa. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca, membuat pemuda kian beraktivitas serta brwawasan luas. Namun di Bali kondisinya beda. Paling pas dibuat literasi banjar, bukan literasi kampung. Di luar Bali peran Karang Taruna yang ada di tiap desa bisa dikatakan aktif, sementara di Bali peran itu digantikan oleh sekaa teruna yang berbasis di banjar. Nah, jika kita membuat program literasi kampung agak melenceng, bukan berarti salah. Sasaran anak muda ada di banjar, merekalah yang dijadikan sasaran utama. Kedua, beberapa kali mahasiswa KKN di Bali membuat perpustakaan desa, tetap saja tak jalan — kalau tak mau disebut gagal. Pasalnya, karena aktivitas sosial dan akademik warga di Bali ada di balai banjar. Makanya perpustakaan banjar jauh lebih efektif dibandingkan di desa. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar pernah berkata agar pemerintah daerah mengembangkan kampung literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Saat ini, program kampung literasi sudah diterapkan pada 42 daerah di Indonesia dan ke depan harus terus dikembangkan untuk mendorong minat baca masyarakat. Konsep kampung literasi tumbuh dari masyarakat sebagai subjek sekaligus objek dengan mendirikan sarana pendukung di setiap desa. Ia juga mengatakan literasi kampung ini juga dilakukan untuk pengentasan buta aksara terutama masyarakat yang tinggal di daerah terisolasi. Namun di Bali nyaris tak lagi ada angka buta aksara. Di sisi lain, kampung literasi atau banjar literasi semuanya positif. Kita ingin membangun intelektualitas masyarakat yang dimulai dari masyarakat desa. Selain itu, kita mengedukasi masyarakat kalau mau baca buku harus ke perpustakaan. Selama ini, masyarakat dipaksa ke perpustakaan daerah di perkotaan, sehingga tak efisien. Dengan lirerasi kampung dan banjar mereka cukup datang ke banjar. Nah, soal manajemennya diserahkan pada STT banjar setempat. Anggota STT harus mau menjadi relawan yang bertugas di perpustakaan banjar setiap hari. Jika tidak sama dengan omong kosong perpustakaan ada, buku ada, namun warga pembaca tak ada. Ini disebabkan perpustakaan tutup terus karena tak ada orang yang menjaga. Jadikan literasi banjar ini barang hidup. Masyarakat bisa membaca dan meminjam buku kapan saja, tanpa membayar sepeser pun. Dengan adanya taman bacaan, masyarakat menjadi dekat dengan buku. Tak hanya anak-anak, pemuda dan orangtua pun ikut membaca buku di banjar atau desa. Dampaknya, anak-anak pun berani mempunyai cita-cita setinggi langit. Literasi banjar ini akan dirasakan manfaatnya ketika musim libur panjang seperti sekarang. Anak usia sekolah yang biasanya duduk di bangku sekolah, kini lebih banyak tidur dan main HP. Nah, kehadiran literasi banjar dinilai sangat efektif untuk mempertahankan cara belajarnya. Boleh mereka membaca fiksi, akademis dan lain-lain. Pokoknya membaca dan terus membaca.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Tak Perlu Banyak Janji Berjanji menjadi strategi para kandidat dalam menarik massa pendukung. Ada banyak hal dijanjikan mulai dari program hingga bantuan pembangunan fisik. Janji saat kampanye, seperti pada janji-janji sebelumnya, saya khawatirkan hanya sebagian kecil yang terpenuhi. Biasanya setelah menjabat, gubernur akan terjebak aturan birokrasi sehingga roda pemerintahan akan berjalan rutinitas alias biasa-biasa saja. Jika merujuk janji kampanye yang disampaikan kandidat, rasanya sangat mudah membuat penduduk Bali ini sejahtera. Semua sektor mendapat perhatian dan cara penanganan masalahnya. Faktanya, sudah berulang kali gubernur berganti tetap saja pengelolaan birokrasi secara rutinitas masih terjadi. Selama ini, pembangunan tetap saja berbasis proyek. Legislatif juga tetap sibuk jalan-jalan dan studi banding. Di lain pihak, eksekutif sibuk menghadiri acara seremonial, menerima tamu, dan mengurus pajak. Untuk itu, ke depan, saya berharap kandidat tak perlu banyak berjanji. Gubernur harus berani melakukan pola pengelolaan pemerintahan yang berbasis kepentingan publik. Dengarkan apa yang diperlukan rakyat lalu bantu. Jika perlu, siapkan dana khusus untuk penanganan masalahmasalah sosial budaya yang memadai yang selama ini menjadi beban dan ditanggung krama Bali. I Dewa Sudarsana Gianyar, Bali
Desa Literasi, Membangun SDM Berkelanjutan Kebijakan-kebijakan ideal menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Nyatanya, gerakan ini hanya dilakukan oleh sekolah. Dukungan nyata masyarakat dan keluarga belum ada. Untuk menumbuhkan dukungan masyarakat terhadap GLS yang juga menjadi bagian GLN (Gerakan Literasi Nasional), sejak 2016 pemerintah mencanangkan Gerakan Kampung Literasi, dengan pendirian kampung literasi di 31 kabupaten di Indonesia.
K
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
ampung Literasi dalam tulisan ini disebut Desa Literasi adalah kegiatan literasi yang terjadi di tengahtengah desa atau kampung, terintegrasi dengan program-program sosial yang ada, baik dari pemerintah maupun swadaya masyarakat. Esai ini bermaksud menjelaskan perbedaan GLS dan Desa Literasi. Desa Literasi melibatkan seluruh lapisan masyarakat di suatu desa, tempat program ini diselenggarakan. Kegiatan ini didasari oleh kesadaran bahwa khazanah pengetahuan desa di Indonesia pada umumnya hanya tersimpan dalam ingatan sosial yang berbasis tradisi lisan. Mobilitas informasi yang tidak terbendung hingga ke desa-desa, akibat adanya Revolusi Industri IV, menyebabkan tergusurnya khazanah pengetahuan lokal yang tersimpan dalam ingatan sosial. Maka, desa-desa di Indonesia akan mengalami kehilangan khazanah pengetahuan asli yang sangat kaya. Desa Literasi didasari oleh adanya kesadaran bahwa Revolusi Industri IV akan menghapus semua ingatan sosial mengenai khazanah pengetahuan lokal, melalui arus deras tiada terbendung mobilitas informasi global. Untuk itu, Desa Literasi dimulai dari kegiatan “menulis” atau “mencatat” ingatan yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Aspek kelokalan,
lokalitas atau kedekatan antara masyarakat dan materi-materi literasi merupakan pokok yang sangat penting dalam Desa Literasi. Adanya unsur kedekatan atau lokalitas antara pembaca dan materi pustaka, berdampak kepada semakin tingginya daya tarik bacaan tersebut yang juga dapat menjadikan kegiatan membaca lebih bermakna dan fungsional. Adanya rasa asing antara pembaca dan materi dalam buku yang dibaca menyebabkan rasa bosan dan terjadinya perjuangan keras si pembaca hanya untuk bertahan dalam aktivitas tersebut, sementara isi bacaan tidak bermakna. Keadaan ini memberi pengalaman buruk bagi pembaca. Namun, GLS atau GLN rupanya tidak sejak awal didukung oleh materi atau pustaka yang relevan. Karena itu, dari aspek pustaka, beberapa hambatan GLS: (1) buku-buku di perpustakaan sangat terbatas karena sudah sejak lama perpustakaan sekolah mati suri; (2) buku-buku yang tersedia kurang menarik bagi siswa karena termasuk barang lama. Karena itu, Desa Literasi berangkat dari titik yang lebih awal, yakni menulis khazanah pengetahuan lokal (desa) yang sampai saat ini masih tersisa atau ada dalam ingatan sosial. Kegiatan menulis atau mencatat ingatan ini adalah kegiatan sosial yang melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat sehingga memiliki jangkauan yang luas, yang dilakukan oleh siapa
saja yang mau, secara amatir namun alamiah dan autentik. Melibatkan anggota masyarakat secara luas dalam mencatat ingatan ini tentu tidak mudah karena merupakan lompatan dari lisan ke tulis. Hal ini juga tidak bisa dilakukan secara cepat. Maka yang menjadi motor-motor kegiatan mencatat ingatan dalam hal ini adalah para siswa yang ada di desa tersebut, para cendekia, tokoh masyarakat, dan tentu siapa saja yang memiliki kemampuan dan rasa peduli terhadap adanya ancaman kehilangan khazanah pengetahuan lokal. Karena itu, Desa Literasi adalah gerakan sosial yang dimulai dengan menggali dan mencatat ingatan secara berkelanjutan. Hasilnya berupa dokumen-dokumen tertulis mengenai ingatan sosial yang berisi khazanah pengetahuan, berbagai tipe atau format tulisan, sesuai dengan ekspresiekspresi warga desa yang mencatatnya. Bagi suatu bangsa yang tidak hidup dalam tradisi keberaksaraan yang sesungguhnya yang mana pendidikan modern tidak sanggup berkontribusi signifikan dalam mengubah bangsa orality menjadi literate, menyelenggarakan kesadaran mencatat ingatan sosial, mungkin sebagai sebuah perubahan sosial yang harus dipaksakan. Namun, hal ini harus dianggap sebagai pilihan dalam pembangunan desa yang diberi perioritas sama penting dengan fisik atau
administrasi kependudukan, kesehatan, atau agraria. Produk awal Desa Literasi adalah catatancatatan masyarakat tentang ingatan sosial yang berisi khazanah pengetahuan lokal, yang berupa dokumen-dokumen tertulis. Dokumen-dokumen ini kelak akan menjadi masa silam dan mata rantai sejarah atau dinamika sosial desa bagi generasi yang akan datang. Orientasi Desa Literasi memang pada mula perintisannya adalah memasuki lapisan-lapisan ingatan sosial masa silam namun sejatinya, dokumentasi atau catatan ingatan ini sangat bermanfaat bagi masa depan penduduk di desa bersangkutan. Dokumen-dokumen ini yang bertumbuh karena penduduk desa sudah mampu menjalani kehidupan beraksara atau literasi secara alamiah, akan menjadi rujukan atau sumber pengetahuan lokal yang memiliki kekayaan nilai, penalaran, ideologi, prinsip, teknologi, ekologi, kosmologi, dan lain sebagainya, sebagaimana konsep memandang dunia masyarakat bahwa dunia mereka adalah desa tempat mereka lahir dan hidup. Maka Desa Literasi dengan program rintisan dengan mencatat ingatan sosial akan menjadi sumber yang kaya bagi penyusunan buku-buku lokal. Buku-buku yang dihasilkan oleh para penulis amatir di desa tersebut. Buku-buku yang kaya dengan pengetahuan lokal. Buku-buku ini dicetak atau diterbitkan dengan biaya pembangunan desa dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Buku-buku tersebut dibagikan kepada masyarakat desa untuk dijadikan buku bacaan bersama di keluarga. Di dalam pustaka-pustaka tersebut, masyarakat desa menjumpai kehidupannya sendiri yang pasti memberi pengalaman tekstual yang sangat menarik. Hal ini akan mengubah pan-
Manusia dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Di awal abad ke-21 ini, perkembangan jumlah manusia penghuni bumi sudah mencapai lebih dari 7 miliar individu, lebih dari 250 juta di antaranya berada di bumi nusantara, dan sekitar 4 juta individu menghuni Pulau Dewata. Jumlah tersebut akan terus berkembang di abad-abad berikutnya, dan dari semua itu tidak ada satu pun manusia yang sama. Karena kodrat manusia memang demikian; berkembang biak tak terbatas dan berbeda satu sama lain walau dalam satu suku bangsa, atau ras yang sama, atau satu klan, atau satu sapinda, atau satu gotra, atau satu pravara, atau dalam penganut agama yang sama, atau dalam kelompok jenis kelamin yang sama, atau dalam golongan darah yang sama, dan atau dalam satu saudara kandung, dan bahkan dengan saudara kembar sekalipun. Walau manusia berbeda satu sama lain, tapi kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidupnya sama, yakni sama-sama butuh pangan, sandang, papan (PSP), dan juga sama-sama butuh generasi penerus (keturunan) agar tidak terjadi putus generasi alias tidak camput digaris leluhurnya. PSP dan keturunan itulah ke-
Oleh I Wayan Sariasa butuhan dasar manusia (butsarman), yang material dasarnya diciptakan, berada transitif di luar diri manusia, yang dalam pandangan ilmu fisika disebut sebagai sumber daya alam (SDA). Ini sebagai bekal hidup yang menjadi “hak” bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya. Hak bakal hidup (SDA) dimaksud dalam Bhagwad-Gita (BG) Sloka III.10 disebut dengan khamaduk yang menurut terjemahan Nyoman S. Pendit diartikan sebagai sapi perahan yang menjadi hak manusia untuk diperah guna memenuhi butsarman itu sendiri. Dalam BG dimaksud, untuk memerah SDA yang tersedia tersebut dilakukan melalui perbuatan yang bernilai Karma Yoga dengan penguasaan iptek yang bernilai Jnana Yoga. Nilai perbuatan dimaksud (karma yoga dan jnana yoga) harus dipahami sebagai sumber tatwa, etika dan cara (TEC) untuk dapat saling memperkuat dalam upaya memenuhi butsarman yang terus meningkat baik kuantitas mau-
pun kualitas dihadapkan pada keberadaan hak SDA yang tidak tak terbatas, dan akan semakin terbatas seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman. Dalam ajaran Tri Hita Karana (THK), keberadaan hak SDA di suatu wilayah hidup baik dalam konteks regional maupun nasional, di mana manusia yang hidup berkembang biak tak terbatas di wilayah tersebut wajib menjaga kelestarian hak SDA dimaksud, mengelolanya untuk dimanfaatkan nilai gunanya melalui suatu perbuatan yang dilandasi dengan TEC tersebut di atas. Jika ada manusia atau kelompok manusia lain di luar wilayah dimaksud mau mengganggu dan berusaha menguasainya, maka setiap manusia yang berhubungan hidup dengan wilayah dimaksud wajib membela dan mempertahankannya dengan perjuangan lahir batin hingga titik darah penghabisan atau dalam religiusitas perjuangan orang Bali disebut dengan puputan. Di Bali, religi puputan dimak-
sud tidak sekadar pikiran dan atau kata-kata dalam keyakinan, tapi sejarah telah mencatat sebagai perjuangan nyata membela hak SDA yang disediakan dalam wilayah hidup di Bali. Seperti misalnya Perang Puputan yang menyejarah pada masa prakemerdekaan, antara lain: Perang Puputan Jagaraga tahun 1849, Perang Puputan Badung tahun 1906, Perang Puputan Klungkung tahun 1908. Juga Perang Puputan pascakemerdekaan seperti Perang Puputan Margarana tahun 1946. Pertimbangan utama perang puputan, selain mempertahankan hak SDA di suatu wilayah hidup, juga dikenang menyejarah sebagai perjuangan yang religius terhormat dan dengan begitu diyakini akan terantarkan masuk surga. Jika didalami, nilai Perang Puputan dimaksud sepertinya bernilai sama dengan religiusitas mati syahid yang diyakini di tataran penganut Muslim. Puputan dan atau mati syahid itu adalah maut dalam perjuangan di jalan Tuhan, membela kebenaran, mempertahankan hak SDA anugerah Tuhan di suatu wilayah hidup.
dangan masyarakat terhadap buku, yang mana tidak ada buku mengenai desa mereka. Karena itu, buku adalah barang asing. Bangsa-bangsa literasi di dunia dibangun di atas fondasi literasi yang berbasis pengetahuan lokal yang dikerjakan oleh warga, sehingga buku atau pustaka tidak terasa asing karena buku-buku yang dibaca mengenai kehidupan yang dialami sehari-hari. Kelak, barulah mereka mengembangkan materi literasi dengan membaca buku-buku yang memuat materimateri dari luar. Bahwa rintisan Desa Literasi dimulai dari mencatat ingatan sosial untuk menyelamatkan dari ancaman lupa karena desakan informasi baru atau asing dalam mobilitas tidak terkendali ketika umat manusia di dunia memasuki Revolusi Industri IV. Karena ini program pembangunan nonfisik, maka hasilnya tidak bisa tampak segera. Karena itu, perlu komitmen sosial untuk secara konsisten melakukannya terintegrasi dalam kehidupan di desa. Dikaitkan dengan pembangunan nasional, Desa Literasi memiliki nilai strategis karena sejalan dengan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan bangsa literasi. Namun, masih belum ada kepala desa di Bali atau di Indonesia yang mengembangkan program pembangunan Desa Literasi. Atas dasar itu, rintisan Desa Literasi dilakukan di Desa Batungsel (mengingat sejak 2008 telah dikembangkan perpustakaan publik di tengah desa dengan dana dan pengelolaan swadaya), Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Motor gerakan ini adalah empat dosen dan keseluruhan dana yang diajukan dibiayai oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Undiksha. Penulis, dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja
POJOK Perang dagang AS dan Cina akan kacaukan ekonomi dunia. - Sudah kacau semakin kacau *** Penerimaan siswa jalur prestasi membingungkan, siswa robek piagam. - Benang kusut pendidikan. *** Jalanan dan pasar di Bali masih sepi. - Sepi ditinggal duktang.
Penulis, pemerhati budaya Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
7
DTW Ulun Danu Beratan Siapkan Daya Tarik Wisata Baru Tabanan (Bali Post) Ketika berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan, yang menjadi daya tarik adalah pemandangan danau dan pura. Agar tidak monoton, DTW Ulun Danu Beratan saat ini menyiapkan daya tarik baru, salah satunya taman bunga dan lokasi untuk swafoto. Manajer DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika, Selasa (19/6) kemarin mengatakan, dalam menyiapkan daya tarik baru ini pihaknya menata lahan di sebelah utara Pura Ulun Danu. Penataan lahan seluas 60 are ini menghabiskan dana pengembangan DTW sebanyak Rp 500 juta dan sudah bisa dinikmati wisatawan saat Festival Art Ulun Danu Beratan, Minggu (24/6). Lanjut Mustika, lahan yang ditata awalnya berupa rawa dan sering banjir. Pihaknya kemudian melakukan penataan sehingga lahan ini nantinya bisa digunakan sebagai tempat outbound ataupun aktivitas lain dan juga bisa sebagai tempat
pamedek melakukan persembahyangan di Ulun Danu. ‘’Dulu tempat tersebut rawarawa dan sering banjir. Jadi tanah-tanah bekas bawaan banjir kita keruk dan lahan yang berbentuk rawa kita uruk hingga padat,’’ ujar Mustika. Dengan penataan ini, selain memberikan daya tarik baru juga menghindari banjir serta pendangkalan danau. Di sini dibangun taman bunga seluas empat are, serta museum Pura Ulun Danu berbentuk telur yang merupakan bantuan dari Kementerian Pariwisata. ‘’Museum juga nantinya bisa digunakan untuk selfi,’’ ujar Mustika. Pihak manajemen menargetkan akan ada kenaikan setidaknya 4.000 kunjungan per hari. Tanda-tanda peningkatan ini sudah mulai terlihat sebelum acara pra festival. Kunjungan rata-rata 1.500 per hari dan saat ini sudah mulai meningkat menjadi 2.000 hingga 2.500 orang per hari. (kmb24)
Bali Post/kmb24
BARU - Lokasi yang akan dijadikan daya tarik wisata baru di DTW Ulun Danu Beratan.
Antisipasi Pemilih Pemula Tercecer
Disdukcapil Tetap Layani Suket Saat Pencoblosan
Tabanan (Bali Post) -
Bali Post/kmb28
PPDB - Para pendaftar tengah mendapatkan informasi terkait sejumlah syarat atau berkas yang harus dilengkapi dalam PPDB jalur prestasi.
Syarat Pendaftaran PPDB Jalur Prestasi Dinilai Rumit
Tabanan (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 20182019 lewat jalur prestasi yang dibuka selama dua hari sejak Senin (18/6), dinilai rumit. Pasalnya, tidak semua piagam penghargaan yang dimiliki calon peserta didik baru bisa diakui oleh panitia. Berdasarkan hasil pantauan pendaftaran PPDB jalur prestasi dan jalur khusus di SMAN 1 Tabanan, Selasa (19/6) siang kemarin, mereka yang sebelumnya lulus verifikasi berkas pendaftaran dipanggil ulang lantaran piagam penghargaan (prestasi) sebagai lampiran syarat untuk jalur ini tidak sesuai dengan kriteria yang telah diputuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Misalnya, meski pendaftar memiliki prestasi tingkat nasional, piagam yang disetor ke panitia bukan yang dikeluarkan atau ditandatangani oleh pemerintah dalam hal ini Disdik Provinsi, Bupati dan KONI, maka dianggap tidak memenuhi kriteria. Seperti diakui salah satu orangtua pendaftar yang putrinya mengantongi prestasi kejuaraan nasional perisai diri mengaku dalam pendaftaran jalur prestasi memang sedikit rumit. Meski demikian dirinya tetap mendorong putrinya agar tidak patah semangat. “Kalau tidak dapat di sekolah sini, kami coba daftar lewat jalur zonasi, tetapi tadi dari panitia meminta kami untuk mengecek kembali kemungkinan ada piagam penghargaan yang mungkin bisa memenuhi kriteria untuk dibawa mendaftar kembali,” terangnya. Hal senada juga disampaikan salah seorang panitia pendaftaran yang mengatakan hal ini kemungkinan karena aturan penerimaan jalur prestasi tahun ini ditentukan oleh Disdik Provinsi, sehingga pemahaman terkait aturan tersebut masih beragam, terkait menentukan piagam prestasi mana yang dianggap memenuhi kriteria ataupun tidak. “Mungkin pemahaman aturan yang kurang, jadi sedikit rumit,” ucap panitia yang tidak mau disebutkan namanya. Sementara itu SMAN 1 Tabanan tahun ini memiliki kuota siswa sebanyak 396 orang dengan 11 kelas, tiap kelas masingmasing 36 siswa. Dari total kuota tersebut, maka untuk jalur prestasi yang ditentukan hanya lima persen. Artinya, SMAN 1 Tabanan hanya menerima 19 siswa jalur prestasi, begitupun untuk jalur khusus bagi anak TNI/Polri maupun pejabat negara yang dimutasi di wilayah tersebut, dan anak guru yang memang mengajar di sekolah tersebut. Sedangkan untuk jalur miskin minimal 20 persen, dan sisanya barulah dari zonasi. Kepala SMAN 1 Tabanan I Made Jiwa mengatakan, selama dua hari dibuka, jumlah pendaftar untuk jalur prestasi sebanyak 97 orang, sementara jalur khusus sebanyak tujuh orang. “Karena ini sifatnya online, maka data pendaftar ini akan masuk ke database provinsi. Provinsi lah yang akan menentukan siapa saja yang memenuhi ketentuan dan ditetapkan berhasil masuk ke SMAN 1 Tabanan lewat jalur prestasi. Pengumumannya tanggal 21 Juni,” ucapnya. (kmb28)
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali hanya dalam hitungan hari. Sejumlah tahapan Pilgub telah dilaksanakan KPU Tabanan. Tidak hanya KPU, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan juga terus memberikan layanan terbaiknya. Salah satunya mencegah agar tidak ada pemilih pemula yang tercecer atau tidak menggunakan hak pilihnya saat hari pencoblosan tiba. “Saat pencoblosan kami tetap membuka layanan penerbitan surat keterangan (Suket) di seluruh kecamatan dan kantor Disdukcapil,” ujar Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana didampingi Sekdis I Made Kristiadi saat ditemui di kantor Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Selasa (19/6) kemarin. Tidak hanya layanan penerbitan Suket bagi pemilih pemula yang belum melakukan perekaman, juga mengantisipasi kemungkinan adanya pemilih yang Suket nya hilang. “Karena e-KTP ataupun Suket ini sangat penting sebagai syarat untuk melakukan pencoblosan. Jadi kami ingin memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkannya, agar hak pilih mereka tidak hilang,” terangnya. Meski demikian, penggantian Suket yang hilang sebe-
lumnya dilakukan kroscek terlebih dahulu ke database, apakah yang bersangkutan sudah benar-benar melakukan perekaman atau belum. “Jika memang benar sudah terekam, tinggal kita terbitkan Suket yang baru,” ucapnya. Layanan penerbitan Suket ini, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan tiap kecamatan. “Kami sudah memohon bantuan fasilitasi dari camat untuk bisa menerbitkan Suket, sehingga langsung bersifat legal,” terangnya. Layanan penerbitan Suket di hari H pencoblosan Pilgub hanya dibuka mulai pukul 07.00 Wita sampai dengan pukul 13.00 Wita. Terkait prediksi adanya 6.000 pemilih pemula yang berusia 17 tahun saat hari H, sebelumnya sudah gencar dilakukan perekaman dengan sistem jemput bola. (kmb28)
Bali Post/kmb28
LAYANAN - Disdukcapil melalukan layanan keliling di Desa Sembung Gede, Kerambitan, Selasa (19/6) kemarin. Desa Sembung merupakan salah satu dari empat desa yang menjadi pilot project program GISA di Tabanan.
Realisasi RAT Koperasi Baru 71 Persen Tabanan (Bali Post) Koperasi wajib melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tahun 2018 ini koperasi primer diberikan waktu pelaksanaan RAT hingga Maret. Sedangkan koperasi sekunder diberikan waktu RAT hingga Juli. Meski waktu RAT bagi koperasi primer sudah lewat, capaian RAT tidak melebihi tahun lalu. Hal ini disampaikan Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan Ni Nyoman Yudiani, beberapa waktu lalu. Data per Mei 2018 me-
nyebut realisasi RAT koperasi primer di Tabanan baru mencapai 71 persen. Tahun lalu realisasi RAT mencapai 83 persen. Agar pencapaian setidaknya sama dengan yang lalu, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan terus mendorong kalangan koperasi segera menggelar RAT. “Lebih baik terlambat menggelar RAT, daripada tidak sama sekali,” ujarnya. Pihaknya juga berharap koperasi yang telah melaksanakan RAT melaporkan hal yang sebenarnya ke di-
nas. “Jangan sampai laporannya rekayasa. Sebenarnya tidak RAT, namun mengirim laporan ke dinas bahwa sudah menggelar RAT. Kasus seperti itu pernah terjadi, dan kami pasti menemukannya sesuai dengan tugas kami sebagai pengawas,” ujarnya. Selain RAT, target legalitas sejumlah koperasi di Kabupaten Tabanan juga belum mencapai 100 persen. Menurut Yudiani legalitas koperasi ini sangat penting, karena menunjukkan sejauh mana kepatuhan koperasi terhadap aturan, khusus-
nya menyangkut izin usaha simpan pinjam koperasi. Berdasarkan data, dari 457 koperasi yang wajib mempunyai izin usaha simpan pinjam, baru 225 koperasi yang sudah mengantongi izin usaha simpan pinjam atau 54 persen. Diharapkan koperasi yang belum mengantongi izin segera mengurus karena pemerintah pusat sudah memberikan warning agar semua koperasi mengantongi izin usaha simpan pinjam pada tahun ini. Bila tidak, akan dikenakan sank-
si tegas. Sementara itu, pengajuan izin usaha simpan pinjam mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Tabanan, tidak lagi difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, tapi sudah ditangani oleh OPD yang membidangi perizinan. Meski tidak lagi menangani perizinan koperasi simpan pinjam, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan masih tergabung sebagai anggota tim dan berkewajiban memberikan pendampingan. (kmb24)
Jadi Kawasan Nikosake
Desa Munduk Temu Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Bali Post/kmb24
SAMPAH - Salah satu kegiatan di Desa Munduk Temu yang mengajak masyarakat menyukseskan program Nikosake dengan Lisa (Lihat Sampah Ambil). Kegiatan ini melibatkan anak-anak setiap hari libur.
Tabanan (Bali Post)Tabanan saat ini sedang mengembangkan agribisnis berbasis kearifan local dan pariwisata di kawasan Nikosake (nira, kopi, salak dan kelapa). Saat ini sedang disusun materi, perincian dan perencanaan program untuk pembentukkan Perda. Setelah melakukan Focus Group Discussion (FGD) selama dua kali, lima desa yang masuk dalam kawasan Nikosake diharapkan mengetahui potensinya dan membuat program serta desain yang jelas serta mendetail. Salah satu desa yang masuk dalam kawasan Nikosake adalah Desa Munduk Temu Pupuan. Dalam persiapan melaksanakan program ini, pihak desa mengajak masyarakat untuk sama-sama menyukseskannya. Perbekel Munduk Temu I
Nyoman Wintara, Selasa (19/6) kemarin, mengatakan Desa Munduk Temu saat ini sedang menyiapkan sarana pendukung untuk program kawasan wisata Nikosake. Salah satunya membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyambutprogram ini. Salah satunya menjaga ekosistem alam dan kebersihan lingkungan. Pihak desa dinas bekerja sama dengan desa adat telah membuat pararem mengenai sampah. ‘’Jadi, di desa sudah kami tumbuhkan kesadaran memilah sampah organik dan nonorganik dalam hal ini sampah plastik. Sudah kami kerja samakan juga dengan pihak ketiga untuk pengambilan sampah plastik ini,’’ jelas Wintara. Warga yang membuang
sampah sembarangan akan dikenakan denda, terutama warga yang tinggal di Desa Pakraman Munduk Temu dikenakan denda Rp 250 ribu dan Desa Pakraman Kebon Jero Rp 100 ribu. Sementara desa dinas, sanksi yang diberikan berupa sanksi sosial. Foto pelaku yang membuang sampah sembarangan akan di-upload di medsos milik desa. Di samping sanksi dan pemilahan sampah, pihak desa juga menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan pada anak-anak dengan program Lisa (Lihat Sampah Ambil) yang dilaksanakan setiap hari libur. Selain sampah, dalam menjaga ekosistem Desa Munduk Temu juga mengeluarkan aturan untuk menjaga populasi burung Punglor. Aturan berupa pembatasan pengam-
bilan anak burung ini dari alam setiap lima tahun sekali. Aturan ini berlaku mulai tahun 2018. Persiapan lain yang sedang dalam proses pelaksanaan adalah penataan sungai serta penataan kebun buah, seperti salak gula pasir milik petani sehingga nanti bisa dijadikan lokasi wisatawan melakukan swafoto maupun melakukan aktivitas petik buah secara langsung. Desa Munduk Temu memiliki perkebunan seluas 1.200 hektar. Selain salak gula pasir, produk perkebunan yang menjadi andalan Desa Munduk Temu adalah kopi. Dalam pengembangan kawasan wisata Nikosake, pihaknya menyiapkan aktivitas petani kopi mulai dari pembibitan, panen dan mengolah kopi
hingga siap saji sebagai daya tarik wisatawan. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, beberapa waktu lalu mengatakan dalam membuat program kerja yang akan dilakukan dalam membangun kawasan Nikosake sebagai kawasan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata meliputi empat aspek, yaitu penguatan kebijakan, penguatan SDM, mekanisme penguatan produsen- konsumen-pemasaran dan penguatan infrastruktut. ‘’Prinsip dari program action plan tourism model ini adalah memberdayakan petani dan masyakarat setempat untuk melakukan aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya,’’ ujar Wiratmaja. (kmb24)
BULELENG
8
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Bupati Siapkan Plt. Direksi PD Pasar Singaraja (Bali Post) – Perekrutan Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng terganjal libur cuti bersama Idul Fitri 2018. Sementara, ketiga direksi masing-masing Direktur Utama Putu Gede Satwikayadnya, Direktur Operasional Made Agus Yudi Arsana, dan Direktur Keuangan Dewa Ketut Anom, jabatannya berakhir Sabtu (23/6) mendatang. Terkait dengan itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) akan menunjuk pelaksana tugas (plt). Bali Post/kmb38 Ditemui Selasa Putu Agus Suradnyana (19/6) kemarin, Bupati PAS mengatakan, proses perekrutan itu akan dilanjutkan setelah libur cuti bersama, Senin (25/6). Menunggu direksi definitif dan menghindari kekosongan jabatan dalam waktu lama, Bupati akan menunjuk plt. Bupati mengatakan, posisi direksi bisa diisi sementara oleh Badan Pengawas (BP) PD Pasar. Dari struktur organsiasi, salah satu anggota Badan Pengawas di antaranya Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekkab Buleleng. “Sampai rekrutmen selesai, bisa saja saya tugaskan Ekbang dulu di sana (PD Pasar), sehingga tidak ada kekosongan jabatan,” katanya. Terkait direksi, kata Bupati, pemerintah daerah menginginkan orang yang sudah berpengalaman, baik dalam manajemen kepemimpinan maupun manajemen keuangan. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Buleleng dalam merevitalisasi pasar yang ada. “Saya cari yang mau bekerja keras, kreatif, dan kaya pengalaman manajemen kepemimpinan, pengalaman mengelola keuangan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Direksi PD Pasar masa bakti tahun 2014-2018 berakhir 23 Juni 2018. Proses pergantian sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak April 2018 lalu. Hanya, pergantian itu terhambat SK struktur Badan Pengawas (BP). Susunan BP itu masih menggunakan nama pejabat lingkup Pemkab Buleleng. Sekarang, susunan BP itu akan memakai jabatan, sehingga tidak terikat dengan nama pejabatnya ketika pindah jabatan ataupun pensiun. Setelah struktur BP diubah, usulan pergantian kembali tertunda karena bertepatan dengan libur cuti bersama Idul Fitri. (kmb38)
Bali Post/ist
VALIDASI – Kepala Dinas Sosial Gede Komang melakukan monitoring dan evaluasi validasi tambahan kuota PKM PKH 2018 Selasa (19/6) kemarin.
Dinsos Validasi Tambahan Kuota KPM PKH Singaraja (Bali Post) – Kementerian Sosial RI menambah kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) 2018. Tidak tanggung-tanggung, Kemensos menambah jatah 13.169 KPM PKH di Bali Utara. Menyusul tambahan kuota itu, Dinas Sosial Buleleng mulai melakukan validasi terhadap KPM tambahan tersebut. Merealisasikan tambahan kuota KPM itu pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 24,8 miliar. Menyusul tambahan kuota tersebut, Pemkab Buleleng diwajibkan menambah alokasi dana pendamping. Saat ini, dana pendamping yang baru dialokasikan 2,5 persen. Persentase dana pendamping ini belum ideal karena diwajibkan lima persen dari total dana PKH yang direalisasikan pemerintah pusat. Kepala Dinas Sosial Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si., Selasa (19/6) kemarin, mengatakan validasi ini penting dilakukan untuk memastikan dokumen administrasi dan syarat yang harus dipenuhi PKM. Selain itu, memvalidasi data, sejak seminggu, pihaknya juga mensosialisasikan terkait teknis realisasi PKH sesuai tambahan kuota yang disetujui Kemensos RI. “Setelah sosialisasi, kami melakukan validasi data agar bagaimana KPM yang kami usulkan sesuai kuota tambahan itu benar-benar real dan memenuhi syarat dan dokumen administrasi,” katanya. Menurut Gede Komang, dari hasil validasi kuota tambahan KPM PKH 2018 ini paling banyak direalisasikan di Kecamatan Gerokgak sebanyak 2.926 KPM. Selain itu, Kecamatan Tejakula 1.111 KPM, Kubutambahan 1.902, Sawan 1.176, Sukasada 1.261, Buleleng 1.001, Banjar 1.500, Seririt 1.821 dan paling sedikit direalisasikan di Kecamatan Busungbiu 471 KPM. “Hasil validasi memang di Gerokgak tertinggi dan kecamatan lain merata dan hanya di Busungbiu yang paling sedikit,” jelasnya. Birokrat yang dikenal seniman Wayang Wong ini menambahkan, jumlah keluarga miskin di daerahnya tercatat 49.231 KK. Data itu sesuai hasil verifikasi dan validasi Kemensos 2015. Dengan tambahan kuota KPM PKH di Buleleng terserap oleh 30.427 KK. (kmb38)
Bali Post/mud
WISMAN – Kunjungan wisatawan ke Eks Pelabuhan Buleleng belakangan semakin ramai.
Eks Pelabuhan Buleleng
Ditata Bertahap, Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan EKS Pelabuhan Buleleng di Kelurahan Kampung Tinggi, Singaraja mulai banyak dikunjungi wisatawan. Perkembangan positif ini tidak lepas dari upaya pemerintah daerah melakukan penataan dan penambahan beberapa fasilitas pendukung. Alhasil, objek wisata di jantung Kota Singaraja ini tertata rapi dan bersih dari sampah. Eks Pelabuhan Buleleng memiliki luas 1.000 meter persegi. Di sini, pengunjung bisa menikmati keindahan laut dengan ombak tenang, gedung peninggalan penjajah Belanda, Tugu Yuda Mandala, jembatan tua, Museum Tematik Soenda Ketjil, dan sebuah Kelenteng Tua Ling Guwan Kiong. Kawasan ini juga dilengkapi dengan restoran terapung di tengah
laut dan belasan stan pedagang aneka kuliner dan minuman. Setiap hari, rata-rata ada 100 orang wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Eks Pelabuhan Buleleng. Sedangkan wisatawan domestik (wisdom) jauh lebih ramai. Terlebih pada musim libur hari raya atau setiap akhir pekan, pengunjung memilih objek wisata ini untuk piknik bersama keluarga dan kerabat. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Objek Daya Tarik Wisata Eks Pelabuhan Buleleng Ketut Arsana Selasa (19/6) kemarin, mengatakan, sejak dibuka menjadi objek wisata, pengunjung mulai menunjukkan peningkatan. Data terakhir menunjukkan setiap hari ada 100 atau bahkan lebih wisman
dari berbagai negara mengunjungi Eks Pelabuhan Buleleng. Setiap kunjungannya, wisman bertahan di objek ini antara satu sampai dua jam. Selain ditemani pemandu wisata, wisman juga kebanyakan datang sendiri untuk menikmati suasana objek wisata yang identik dengan wisata sejarah tersebut. “Kunjungan mulai ramai dan waktu wisman keliling di objek ini juga lumayan, paling lama dua jam. Kelihatannya, wisman mulai tertarik untuk mengunjungi tempat ini,” katanya. Menurut Arsana, sampai sekarang, wisman yang berkunjung ke objek ini belum dipungut retribusi. Ini karena selain tahap sosialisasi dan promosi, pemerintah daerah masih terus menyempurnakan dan menata objek agar
memberikan kepuasan bagi wisatawan. Selain itu, regulasi untuk memungut rertribusi sampai tahun ini belum juga disusun. Meski demikian, setelah tahapan itu dicapai dan regulasi disusun, pemerintah daerah akan memungut retribusi dari pengunjung ke objek Eks Pelabuhan Buleleng. “Saat ini, wisman dan wisdom yang berkunjung masih gratis. Pemerintah belum menerbitkan kebijakan memungut retribusi dari wisatawan yang berkunjung, mungkin nanti setelah ada perdanya baru akan dipungut retribusi,” jelasnya. Saat ini, pihak UPT Pengelola Objek Daya Tarik Wisata Eks Pelabuhan Buleleng memiliki sumber pendapatan dari objek ini. Penghasilan itu
seperti penyewaan gedung Mr. Goesti Ketut Pudja, retribusi stan restoran terapung, penyewaan tempat pedagang kaki lima (PKL), dan penyewaan lokasi arena permainan anakanak. Seluruh item pemasukan ini dipungut oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Selain itu, pemasukan yang juga disumbangkan ke kas daerah dari pengelolaan objek ini adalah parkir kendaraan roda dua dan mobil. Pemasukan parkir ini disetor ke Dinas Perhubungan (Dishub) dan diteruskan ke Kas Daerah. “Semua pendapatan yang dari objek ini disetor ke Kas Daerah. Kami pengelola bekerja bagaimana aset ini terjaga dan targetnya bisa menyumbangkan PAD,” jelasnya. (mud)
Atasi Krisis Air Bersih
BPBD Siapkan Mobil Tangki Singaraja (Bali Post) –
Krisis air bersih yang dialami warga di beberapa desa di Buleleng mulai disikapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Membantu warga mendapatkan air bersih, BPBD menyiagakan mobil tangki. Selain itu, mobil tangki milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng pun disiagakan untuk melayani permintaan air bersih. Itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Made Subur, S.H. di selasela uji coba pengoperasian kapal rescue di Pantai Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Selasa (19/6) kemarin. Subur mengatakan, wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih cukup banyak. Desadesa ini berada di perbukitan seperti di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, Seririt, Busungbiu, dan Kecamatan Gerokgak. Warga kesulitan mendapatkan air pada musim kemarau ini karena debit air yang dikelola di desa tidak mencukupi kebutuhan semua warga. Wilayah yang rawan krisis air bersih itu karena tidak memiliki sumber mata air baku atau lokasi sumur bor. Sementara itu, pada awal musim kemarau tahun ini, dirinya mengaku sudah mendapat laporan kesulitan air bersih seperti di Sawan Kecamatan
Sawan, Desa Tampekan Kecamatan Kubutambahan, Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt, dan beberapa desa lain. “Kami sudah melakukan koordinasi bersama PDAM dan instansi terkait untuk melakukan siaga kekeringan dengan menyiagakan mobil tangki. Saat ini sudah ada beberapa desa yang melapor kesulitan air bersih dan pada intinya BPBD siap memasok air bersih dengan mobil tangki kapan pun diperlukan,” katanya. Menurut birokrat penghobi motor trail ini, layanan air bersih sepenuhnya dikelola oleh pemerintah desa atau kelurahan. Artinya, setiap pasokan air tangki di suatu wilayah, maka aparat terbawah ditugaskan untuk mengatur pendistribusian kepada warga. Manajemen ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang atau pembagian air tangki yang tidak merata. Untuk itu, dalam pendistribusian
Bali Post/kmb38
AIR – Memasuki musim kemarau, BPBD bersama PDAM Buleleng menyiagakan mobil tangki untuk memasok air bersih ke beberapa desa yang kesulitan air bersih. air tangki, aparat terbawah dipersilakan untuk mengatur termasuk menentukan jatah pengambilan air bersih agar pembagiannya merata. Subur menambahkan, selain menyiagakan armada mobil tangki air bersih, BPBD juga menyiapkan puluhan tandon air. Nantinya, tandon akan dipinjamkan kepada desa
yang kemudian rutin diisi air bersih, sehingga setiap saat warga yang memerlukan air bersih cukup mengambil di lokasi tandon air yang sudah dipasang. Di samping memudahkan pengisian, bantuan tandon air juga membantu desa atau kelurahan yang memerlukan bantuan air tangki namun di wilayah bersangku-
tan tidak memiliki bak penampungan air. Seperti diberitakan sebelumnya, memasuki musim kemarau tahun ini, warga di beberapa desa di Buleleng mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya terjadi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Di desa ini sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) warga kesulitan air bersih. (kmb38)
Masih Sepi, Arus Balik di PPI Sangsit
SEPI – Aktivitas pelayaran kapal ikan dari Sapekan, Madura ke PPI Sangsit masih sepi.
Bali Post/kmb38
Singaraja (Bali Post) – Arus balik para pemudik dari Sapekan, Madura, Jawa Timur (Jatim) melalui Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Sangsit, Kecamatan Sawan hingga Selasa (19/6) kemarin, masih sepi. Selain karena masih dalam suasana libur Lebaran, kapal pengangkut ikan dari Sapekan tidak berani melaut menyusul angin kencang sejak Kamis (14/6) lalu. Diperkirakan Rabu (20/6) ini, beberapa kapal ikan akan berlayar menuju PPI. Pantauan Bali Post di lapangan, dermaga PPI tampak sepi dan hanya terlihat warga setempat yang memancing ikan dari atas dermaga. Gedung PPI juga tampak sepi dan nyaris tidak ada aktivitas seperti layaknya di pelabuhan pada umumnya. Meskipun tidak ada aktivitas bongkar muat kapal di PPI, jajaran Polsek Sawan, Polair, dan
TNI AL tampak berjaga-jaga di Pos Pengamanan Lebaran 2018. Personel ini akan memeriksa dokumen kapal, identitas ABK dan penumpang, termasuk barang bawaan pemudik setelah tiba di PPI Sangsit. Salah seorang warga, Jamaludin yang ditemui di PPI mengatakan, sehari sebelum Lebaran dirinya mendapat informasi dari menantunya di Sapekan yang mengabarkan hampir semua kapal tidak berani berlayar karena cuaca buruk. Angin kencang masih terjadi. Cuaca yang tidak bersahabat itu membuat kapal ikan tidak berani belayar ke PPI sampai enam hari Lebaran. ‘’Sekarang, cuaca sudah mulai normal, namun kapal belum juga ada yang sandar di PPI dan kemungkinan mulai besok (Rabu, 20/6 -red) ada kapal yang sandar,” katanya.
Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnawa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian, TNI-AL, dan Syahbandar Pelabuhan Kelas III akan mengawasi setiap kedatangan kapal di PPI. Pengawasan ketat ini meliputi pemeriksaan KTP atau identitas lain bagi pemudik yang ikut menumpang kapal ikan. Pemeriksaan ini mengantisipasi masuknya penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas. Selain itu, dokumen kapal dan barang yang diangkut juga akan diawasi dengan ketat sebelum nantinya dilakukan bongkar muat. “Belum ada kapal yang masuk dan kami tetap siaga dan sesuai protap setiap kedatangan kapal akan diperiksa untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” katanya. (kmb38)
GIANYAR
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
9
SOSOK Siap Gelar Sidak Duktang MEMASUKI arus balik lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar kini bersiap untuk ancang-ancang melakukan inspeksi mendadak penduduk pendatang (sidak duktang). Paling cepat sidak ini akan dilakukan beberapa minggu setelah arus balik. “Dalam waktu dekat pastinya kita harus menggelar sidak duktang dengan menggandeng instansi terkait,’’ ucap Kasatpol PP Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Agusnawa, Selasa (19/6) kemarin. Dikatakan Agusnawa, sidak ini akan menyasar kelengkapan identitas warga yang masuk wilayah Gianyar, meliputi KTP beserta surat-suraat kependudukan lainya. “Kita tidak ingin kecolongan dengan kejadian yang tidak diinginkan, jadi setiap penduduk yang tinggal di Gianyar harus jelas,’’ tegasnya. Diakui, sidak akan lebih dominan menyasar kawasan Kecamatan Sukawati, karena sebelumnya di kawasan tersebut terpantau padat duktang. Kawasan lain di Kabupaten Gianyar dipastikan juga tidak akan luput dari penyisiran petugas. “Semua kita akan cek, demi menjaga Gianyar tetap kondusif,’’ terangnya. Dikatakan, langkah ini juga sebagai antisipasi, sebab beberapa bulan ke depan Kabuapten Gianyar akan menerima kunjungan delegasi yang tergabung dalam International Monetary Fund (IMF) World Bank (WB) Group 2018. “Jadi kita berupaya mengawal kegiatan ini sedini mungkin,’’ ucapnya. Sebagai langkah awal, pejabat asal Puri Peliatan Ubud ini sedang berjaga di Pelabuhan Padangbai bersama sejumlah personel Satpol PP Gianyar. Tujuannya untuk menjaring penduduk yang masuk ke Bali lewat jalur laut. “Sebagai wilayah timur Bali, Satpol PP Gianyar ditugaskan untuk membantu penjaringan warga yang masuk ke Bali lewat pelabuhan,’’ tandasnya. (kmb35)
Saat Libur Panjang
Pasar Seni Sukawati Kini Tak Seramai Dulu
Gianyar (Bali Post) Mengisi hari libur pascahari suci Idul Fitri, ratusan wisatawan domestik nampak memadati Pasar Seni Sukawati pada Selasa (19/6) kemarin. Di pasar seni itu mereka nampak membeli baju, lukisan serta berbagai produk kerajinan. Kondisi ini pun langsung berdampak pada padatnya arus lalu lintas pada ruas jalan seputaran pasar tersebut. Namun, ramainya Pasar Seni Sukawati kini tetap tidak seramai ketika masa jaya-jayanya. Sementara itu, seorang pedagang di Pasar Seni Sukawati, Nyoman Lodri, mengatakan sejak seminggu terakhir kunjungan ke Pasar Seni Sukawati memang meningkat dari hari biasa. Kunjungan ini pun didominasi wisatawan domestik. “Ya lumayan ramai kunjungannya, mungkin ini karena libur lebaran,’’ ucapnya.
Namun, bagi wanita yang sudah berjualan di Pasar Seni Sukawati sejak 1990-an ini, kunjungan tersebut tidak sebanding saat Pasar Seni Sukawati pada masa jayanya. “Kalau dibandingkan dulu ya... jauh sekali perbandingannya, tapi kita syukuri saja ini sudah ada yang belanja, malahan kalau hari biasa lebih sepi lagi,’’
ucapnya. Sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara, menurut wanita 59 tahun ini, masih terpantau sepi. Dikatakan, kunjungan wisatawan tersebut dominan diarahkan ke sejumlah toko oleh-oleh yang dibuka di wilayah Gianyar dan Denpasar. “Jadi saat hari biasa bisa
tidak dapat jualan, karena wisatawan sudah diarahkan ke pasar oleh-oleh,’’ keluhnya. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan solusi terkait kondisi ini, terlebih di Pasar Seni Sukawati ada ribuan pedagang yang menggantungkan hidupnya. Meski tidak bisa pulih seperti masa jayanya, ia berharap kondisi para pedagang sedikit lebih baik. Di sisi lain, padatnya kunjungan wisatawan langsung berdampak pada terhambatnya arus lalu lintas. Bahkan untuk parkir kendaraan di pinggir jalan pun sudah memanjang
hingga di depan Polsek Sukawati. Sejumlah aparat kepolisian nampak sibuk mengatur arus kendaraan, terutama di persimpangan antara Pasar Seni dan Pasar Umum Sukawati. Hasan, seorang pengunjung asal Yogyakarta, mengaku sejak Minggu kemarin sudah berlibur di Bali. Sebelum pulang ia pun sengaja mengajak keluarganya berburu berbagai produk kerajinan di Pasar Seni Sukawati. “Mumpung libur saya ajak keluarga ke sini, dan di pasar ini banyak sekali produk kesenian yang saya suka,’’ ucapnya. (kmb35)
BPBD Keluhkan Anggaran Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang
Bali Post/ist
CERDAS CERMAT - Suasana lomba cerdas cermat personel satuan lalu lintas di Mapolres Gianyar.
Serangkaian Hari Bhayangkara
Personel Satlantas Ikuti Lomba Cerdas Cermat
Gianyar (Bali Post) Serangkaian Hari Bhayangkara ke-72, polisi menggelar lomba cerdas cermat di internal Polres Gianyar. Lomba yang diikuti jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres dan Polsek ini dilakukan untuk mengukur kemampuan personel. “Tujuan kita sekaligus juga untuk mengukur keterampilan dan kemampuan, karena pada lomba ini juga ada lomba mengisi buku tilang,’’ ujar Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Ayu Agung Udayani Addhi, Selasa (19/6) kemarin. Dikatakannya, melalui lomba ini pihaknya juga secara tidak langsung mengetahui kemampuan personel.
Setelah lomba ini, personel Satlantas Polres dan masing-masing Polsek juga diberi pengarahan. “Jadi secara tidak langsung kita memberi pengawasan dan pembinaan juga, sehingga di lapangan bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya pengguna jalan,’’ katanya. Adapun tiga satuan peraih nilai tertinggi, seperti Satlantas Polsek Sukawati dengan nilai 690, Satlantas Polres Gianyar 600 dan Satlantas Polsek Blahbatuh dengan nilai 500. “Secara tidak langsung dalam lomba ini yang meraih nilai tertinggi langsung ditetapkan sebagai juara,’’ ucapnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Sepanjang tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar sudah tidak memberi pelayanan pemangkasan pohon rawan tumbang. Hal ini terjadi lantaran pemangkasan pada anggaran pra bencana yang diajukan pada APBD induk 2018. Sementara untuk APBD perubahan 2018, juga belum ada kejelasan terkait anggaran untuk pelayanan tersebut. “Kita belum tahu, apa pada APBD perubahan nanti bisa diberikan anggaran untuk pemangkasan pohon rawan tumbang, masih menunggu intruksi pimpinan,’’ ucap Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Selasa (19/6) kemarin.
Diungkapkan, pada APBD Induk 2018, anggaran yang dialokasikan untuk pemangkasan pohon rawan tumbang rencananya mencapai Rp 80 juta per tahun, namun anggaran tersebut terhapus oleh rasionalisasi. Lantas berapa anggaran yang dibutuhkan melalui APBD Perubahan 2018, pejabat asal Kecamatan Sukawati ini mengaku belum memperkirakan hal tersebut. “Kecil pun anggaran itu, asalkan tercantum pasti bisa kami kelola, tapi kalau anggarannya tidak ada, kan itu yang berat. Bagaimana kami mempertanggungjawabkan tugas, kalau keuangannya tidak jelas,’’ keluhnya. Dikatakan, anggaran untuk kegiatan pemangkasan pohon rawan tumbang dinilai
Bali Post/kmb35
EVAKUASI - Petugas BPBD Gianyar melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Kelurahan Gianyar, Selasa (19/6) kemarin.
ebagai salah satu agenda penting. Sebab, itu merupakan pencegahan dari bencana pohon tumbang. “Sampai sekarang pun banyak kami mendapat permintaan pemangkasan pohon rawan tumbang, tetapi saya ucapkan maaf kami tidak bisa melayani,’’ ungkapnya. Dikatakan, pihaknya hanya bisa menunggu bila pohon tersebut sudah tumbang, barulah BPBD Gianyar bisa melakukan tugas evakuasi. Ia pun bersyukur hingga saat ini belum ada pohon tumbang sampai memakan korban jiwa, meski bencana pohon tumbang di Ubud beberapa waktu lalu menimbulkan korban luka-luka. “Saya pribadi sangat berharap semoga tidak ada bencana pohon tumbang atau bencana apapun yang memicu korban jiwa,’’ harapnya. Berdasarkan data BPBD, agenda pemangkasan pohon pada 2016 sebanyak 89 kali dan pada 2017 ini sebanyak 110 kali. Dengan banyaknya pemangkasan pohon tersebut, dipastikan sudah efektif untuk meminimalisir potensi bencana pohon tumbang. “Buktinya, sesuai data yang ada, pemangkasan pohon ini efektif mengurangi terjadinya bencana pohon tumbang,” ujarnya. Berdasarkan data BPBD Gianyar yang ada pada 2016, data pohon tumbang sebanyak 154. Sementara pada 2017 kejadian pohon tumbang turun signifikan menjadi 89 kali. Ada pun pohon yang dipangkas oleh BPBD adalah yang berpotensi bencana. Misalnya pohon besar di pura yang rawan menimpa palinggih pura. Begitu juga pohon besar di pinggir jalan yang berpotensi tumbang, atau dahan pohon yang berpeluang patah juga menjadi perhatian untuk dipangkas. (kmb35)
Modus Pembobolan ”Counter” HP di Sukawati
Libatkan Anak-anak yang Dicekoki Minuman Keras Orangtua nampaknya harus benar-benar mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Pasalnya, para residivis dapat saja memanfaatkan anak-anak melakukan tindakan kriminalitas. Seperti yang terjadi di Sukawati, Gianyar. Sejumlah anak diajak bersekongkol membobol counter HP setelah sebelumnya dicekoki minuman keras. Muh Lisin alias Benjo otak pencurian hanya bisa merintih kesakitan setelah kaki kanannya ditembak timah panas oleh aparat Polsek Sukawati pada Senin (18/6), saat hendak melarikan diri. Pria 21 tahun asal Jawa ini diketahui telah melakukan sejumah aksi pencurian. Ironisnya, dalam setiap aksinya pelaku melibatkan sejumlah anakanak yang masih dibawah umur. Kapolsek Sukawati Kompol Putu Pande Sugiharta menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi masyarakat adanya
gerak-gerik mencurigakan, yakni sejumlah anak laki-laki mondarmandir pada salah satu toko di Jalan Raya Celuk pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. “Awalnya ada sekitar empat anak yang terlihat mondar-mandir di sana,“ ucapnya. Selanjutnya, polisi yang dipimpin Panit I Reskrim Polsek Sukawati Ipda Komang Sudarsana bergegas mendatangi TKP. Di lokasi itu polisi langsung menangkap sejumlah anak yang mencurigakan itu. “Selain anak-anak, polisi juga langsung menangkap Benjo yang merupakan otak pencurian,’’ ucap Kapolsek Sukawati didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Winangun. Diketahui pelaku beserta sejumlah bocah yang masih di bawah umur ini melakukan aksi pencurian di counter HP Murti Cell, yang berada di Jalan Raya Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. “Di lokasi itu polisi sudah mendapati atap counter HP jebol. Kemungkinan pelaku mencoba masuk dengan membobol atap,“ jelasnya. Menjalani proses interogasi di
Mapolsek Sukawati, Benjo mengakui perbuatannya melakukan aksi pencurian HP di counter tersebut. Berdasarkan pengembangan, Kapolsek mengatakan ada belasan aksi pencurian yang telah dilakukan pelaku. “Menurut keterangan saksi, pelaku juga melakukan aksi pencurian pada belasan tempat lainnya di wilayah Sukawati,“ beber perwira melati satu dipundaknya ini. Sejumlah anak lainnya hanya dibawa ke Mapolsek Sukawati untuk menjalani proses pemeriksaan. Mereka pun mengaku baru seminggu kenal dengan Benjo. “Mereka baru kenal dengan Benjo, jadi awalnya dikasi rokok gratis, trus dikasi minuman beralkohol, bila sudah sedikti mabuk mereka pun diajak untuk beraksi,’’ ujarnya. Dalam setiap aksinya para bocah ini ditugaskan untuk berjaga-jaga di depan TKP pencurian, sementara Banjo yang bertugas sebagai pemetik masuk ke TKP. “Jadi anak-anak ini main ikut saja, tanpa mereka mengerti itu adalah aksi pencurian dan sudah melanggar hukum,’’ ungkapnya. Kompol Sugiharta mengatakan
total ada sekitar tujuh anak asal Kecamatan Sukawati yang terlibat dalam aksi ini. Namun, karena masih di bawah umur mereka hanya dikenakan wajib lapor. Sementara pelaku Benjo ditahan di Mapolsek Sukawati. “Pelaku kami pasangkan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP serta Pasal 363 ayat I ke 5 KUHP jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Sementara anakanak yang masih di bawah umur ini kami siapkan perlindungan anak,’’ tandasnya. Sementara itu sejumlah orangtua anak yang datang ke Mapolsek Sukawati, Selasa siang kemarin, mengaku terkejut saat menerima informasi bahwa anak mereka melakukan pelanggaran hukum. Bahkan hampir setiap orangtua dari anak-anak ini mengaku baru tahu bila buah hati mereka bergaul dengan Benjo yang merupakan residivis kasus pencurian. “ Memang akhirakhir ini anak saya kerap keluar malam, ngakunya hanya main game di rumah teman sebayanya, tapi tidak menduga malah seperti ini,“ ucap orangtua anak yang namanya enggan disebutkan. (kmb35)
Bali Post/kmb35
BENJO - Terlihat polisi saat menunjukkan pelaku Benjo dengan barang bukti HP curian, Selasa (19/6) kemarin.
JEMBRANA
10 SOSOK
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Alasan Khusus via ”Online” TAHAPAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai bergulir. Pada PPDB tahun ini,juga dibuka jalur alasan khusus di seluruh jenjang satuan pendidikan dari pendidikan dasar hingga SMA. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jembrana I Putu Prapta Arya, Selasa (19/6) kemarin mengatakan, pada PPDB satuan pendidikan SMA memang ada penerapan jalur alasan khusus. Namun, semua jalur pendaftaran termasuk jalur khusus ini menerapkan sistem online. Sehingga pihak panitia pendaftaran di sekolah hanya bertugas memverifikasi dokumen kelengkapan pendaftaran saja. Selanjutnya para siswa bisa melihat ranking dan hasilnya di website secara online. Berdasarkan Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Nomor 422.1/35799/BPTEKDIK/DISDIK tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Bali Tahun 2018/2019 dinyatakan jalur Khusus ini terdiri dari tiga kategori pendaftar, yakni siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua bagi anakanak ASN, TNI, Polri, BUMN dan BUMD, anak pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah, siswa dari wilayah banjar adat yang memiliki ikatan perjanjian dengan sekolah terkait pemanfaatan aset banjar adat serta siswa inklusi. Jumlah yang diterima sesuai dengan ketentuan, yakni maksimal 5 persen dari total kuota peneriman melalui jalur perpindahan tugas orangtua. Sementara pendaftaran dari anak tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta anak inklusi disesuaikan dengan kriteria yang telah ditetapkan dari provinsi. Sementara untuk jalur bina lingkungan lokal diberlakukan pada sekolah-sekolah tertentu. “Selain pendaftaran secara online, pengumumannya juga secara online,” tandas pejabat asal Menega, Dauhwaru ini. Untuk jalur alasan khusus kuotanya 5 persen, prestasi 5 persen dihitung dari bobot sertifikat kejuaraan baik akademik maupun non akademik yang dimiliki, 20 persennya untuk jalur siswa miskin dibuktikan salah satunya dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar), sedangkan untuk jalur zonasi kuotanya 50 % dan siswa boleh mendaftar di tiga sekolah. Prapta yang juga Kepala SMAN 1 Negara ini juga mengimbau jumlah siswa yang diterima di masing-masing satuan pendidikan tidak boleh melebihi 36 per kelas. (olo)
Waspada, Penyeberangan di Selat Bali
Negara (Bali Post) –
Kondisi gelombang di Perairan Selat Bali bagian utara dan selatan termasuk penyeberangan Gilimanuk-Ketapang belakangan kurang bersahabat. Kecepatan angin disertai tinggi gelombang mengakibatkan kapal terguncang mengikuti gelombang laut. Hal ini pula dirasakan penumpang KMP Agung Wilis I yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Selasa (19/6) siang. Kapal yang penuh muatan kendaraan pribadi ini sejak dari Ketapang hingga mendekati Pelabuhan Gilimanuk mengalami guncangan akibat gelombang tinggi. Cuaca di jalur penyeberangan sepanjang tujuh mil menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali tidak seperti biasa dengan arus yang tenang. Sejak pagi hingga siang kemarin, kendati cuaca cerah namun gelom-
bang cukup tinggi disertai angin kencang. Sehingga kapal yang penuh penumpang itu terguncang beberapa kali selama perjalanan. Nakhoda kapal beberapa kali memperingatkan para penumpang untuk tidak bersandar di pagar pembatas pinggir kapal. Atas situasi itu, tak sedikit penumpang yang mengaku was-was, apalagi guncangan dirasa cukup keras. Sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) juga terlihat berjaga-jaga di pinggir kapal. “Guncangannya cukup keras, tapi untungnya tidak ada masalah sampai di
Pelabuhan Gilimanuk,” tandas Siswanto, pengemudi asal Solo, Jawa Tengah. Informasi cuaca dari Kantor Klimatologi Kelas II, adanya peringatan dini waspada angin kecang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Selat Bali. Di Selat Bali bagian utara diketahui angin timur-tenggara 6-15 knot dengan tinggi gelombang 0.25-1.5 meter. Sedangkan Selat Bali bagian selatan, angin timur - tenggara 6-20 knot dengan tinggi gelombang 0.753.0 meter dan Samudera Hindia Selatan Bali angin timur-tenggara 15-25 knot,
dengan tinggi gelombang 2.53.5 meter. Selain guncangan, salah seorang penumpang juga kebingungan lantaran kehilangan dompet di atas kapal. Belum diketahui apakah dompet warna merah milik salah satu penumpang itu terjatuh atau memang diambil orang lain. Untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, Badan Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pos Jembrana (Basarnas), melakukan patroli di perairan Selat Bali. Koordinator Basarnas Jembrana Komang Sudiarsa mengatakan, tim dari SAR standby di Gilimanuk selama arus mudik dan arus balik ini. Tim SAR kemarin juga melakukan patroli rutin di sekitar perairan Gilimanuk baik menggunakan rubber boat maupun jet ski. Menurutnya saat patroli ke-
marin kecepatan angin antara 3-5 knot. General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk Elvi Yoza dikonfirmasi mengatakan, untuk penyeberangan ASDP selalu berkoordinasi dengan BMKG maupun Syahbandar. Menurutnya cuaca terutama posisi gelombang yang terjadi kemarin tidak masalah untuk kapal berlayar. Sehingga penyeberangan tetap dilakukan. Pihaknya juga membenarkan adanya salah seorang penumpang di KMP Agung Wilis I yang kehilangan dompet. “Ya hilang di kapal atau di mana, kalau di kapal kita (milik ASDP) ada (petugas pengamanan),” terangnya. Untuk kapal swasta termasuk Agung Wilis I, menurutnya juga ada petugas di pelabuhan. (kmb26)
Debit Air Menurun, Perlu Diteliti, Banyak Penyu Sejumlah Sawah Kekeringan dan Lumba-lumba Mati Terdampar
Negara (Bali Post) Sejumlah sawah mengalami kekeringan akibat bendungan irigasi di Kecamatan Mendoyo Jembrana debit airnya menurun. Sawah yang mengalami kekeringan itu di Subak Babakan, Mendoyo dan subak Lanyah, Mendoyo, yang terletak di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Penurunan debit air yang sudah berlangsung sejak sebulan ini, terjadi di Bendungan Yeh Mekecir, yang mengairi sekitar 100 hektar sawah di Subak Babakan. Untuk Subak Lanyah, Mendoyo, para petani mengandalkan sumber air dari Bendungan Sebual, yang mengairi lebih dari 120 hektar sawah.
Penurunan debit air di kedua bendungan tersebut sudah tidak bisa lagi naik ke saluran irigasi maupun sawah petani di kedua subak itu. Akibatnya, sawah yang sudah ditanami padi sebagian sudah mengering, sebagian lagi masih bertahan lantaran ditopang pengairan dari sumur pompa oleh krama subak. Informasi Selasa (19/6) kemarin, hektaran sawah di Subak Babakan Mendoyo dan subak Lanyah Mendoyo, yang hanya dipisahkan Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tampak kering. Saluran irigasi, yang mengairi persubakan itu, semuanya tampak kering. Di Bendungan Yeh Mekecir dan Bendung Sebual, batas
air di bawah rata- rata batas maksimum. Nyoman Werden, salah seorang petani di Subak Layah, mengatakan di hulu sudah tidak ada air, sehingga sawah kekeringan. Menurut petani asal Banjar Sebual, Dangin Tukadaya ini, kekeringan yang melanda sawahnya dampak dari kemarau. Diakui ada beberapa sawah yang bertahan karena mengandalkan bantuan air dari sumur pompa/ bor. Tentunya dengan biaya tambahan untuk menaikkan air ke sawah. Menurutnya jika sampai sebulan hujan tidak kunjung turun, dipastikan tanaman padi akan mati dan petani merugi. (kmb)
Negara (Bali Post) – Sebulan terakhir, di pesisir Jembrana sering ditemukan sejumlah hewan laut yang terdampar dan mati. Teranyar pada Senin (18/6) pagi ditemukan bangkai lumbalumba terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Sebelumnya di sepanjang garis pantai Jembrana dari Gilimanuk hingga Pekutatan ditemukan hingga belasan ekor penyu mati terdampar. Kondisi ini mengundang keprihatinan
dari kelompok pemerhati satwa terutama penyu. Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Perancak, Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan banyaknya hewan termasuk penyu yang ditemukan mati terdampar di pantai. Kondisi itu tentu mengundang pertanyaan beberapa pihak. Apalagi dalam waktu sebulan sudah ada 11 ekor penyu yang ditemukan mati. Semuanya jenis Penyu Lekang dan mayoritas betina. Menurut Anom, pe-
nyebab matinya peyu-penyu tersebut belum diketahui secara pasti. Dan pihaknya berharap pihak-pihak yang berkepentingan bisa melakukan penelitian. “Bisa karena habitat yang rusak, perburuan liar ataupun bisa juga karena tersangkut di jaring nelayan,” terangnya, Selasa (19/6) kemarin. Hal tersebut juga berlaku pada hewan laut lainnya yang ditemukan mati. Termasuk lumba-lumba jenis hidung botol belum lama ini. Dari informasi
lumba-lumba itu memiliki panjang sekitar 1,7 meter dan berat sekitar 70 kilogram. Saat ditemukan oleh warga, sudah dalam kondisi membusuk. Salah satu juru arah Banjar Tembles, Ngurah Sudarsana mengatakan warga berinisiatif untuk menimbun bangkai lumba-lumba itu. Diperkirakan lumba-lumba ini terdampar ke pinggir karena terbawa arus pasang. Pihaknya juga tidak mengetahui pasti penyebab kematian lumba-lumba itu. (kmb26)
Mendekati Masa Tenang
APK Ditertibkan, ASN Diingatkan Netralitas
Negara (Bali Post) Sebelum pemungutan suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali pada Rabu (27/6) mendatang, tahapan pilkada akan memasuki masa tenang yang dimulai Minggu (24/6) mendatang. Saat itu, selain tidak ada aktivitas kampanye dari para kandidat juga seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) harus diturunkan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jembrana I Pande Made Ady Muliawan, Selasa (19/6) kemarin. Panwaslu juga mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk menjunjung netralitas. Pande mengatakan tahapan masa tenang akan bergu-
lir selama tiga hari sebelum pemungutan suara, yakni mulai 24 Juni hingga 26 Juni mendatang. “APK masing-masing pasangan calon agar semua diturunkan. Semua pihak ikut menurunkan,” tandas Pande. Saat ini, terlihat ratusan APK masih terpasang di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Sebagian besar yang terpasang itu sebelumnya disediakan oleh pihak penyelenggara pemilihan kepala daerah. Berbagai jenis APK baik baliho, spanduk dan umbul-umbul sudah semuanya terpasang dan diserahkan ke masing-masing tim pemenangan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Sehingga diharapkan pada masa tenang nanti, seluruh APK yang terpasang hingga ke desa-desa itu agar
diturunkan. Pande juga meminta netralitas yang wajib dijaga dan dilakukan kalangan ASN. Menurutnya, netralitas itu juga berlaku di seluruh kabupaten dan kota yang akan berkontribusi dalam Pilgub Bali 27 Juni nanti. Imbauan netral itu juga ditujukan bagi kepala desa atau perbekel berikut pejabat BUMD dan BUMN. Potensi kecurangan bisa muncul lewat intimidasi dan intervensi pada ASN, perbekel dan pejabat lain guna memilih salah satu calon. Menjelang pemungutan suara yang berlangsung pekan depan, potensi itu bisa saja terjadi. Termasuk saat masa tenang. Karena itu, pihaknya mengingatkan kembali untuk mengusung netralitas kepada ASN. (kmb26)
Bali Post/kmb26
DITURUNKAN - Sejumlah APK Pilgub Bali saat memasuki masa tenang nanti harus diturunkan.
Bali Post/kmb26
MATI – Salah satu hewan laut yang mati terdampar di Pantai Tembles beberapa waktu lalu.
Urai Kemacetan, Pemeriksaan Pos II Digeser
Negara (Bali Post) – Membludaknya kendaraan pemudik yang masuk ke Bali, mengharuskan Pos II yang berada di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk digeser lebih jauh. Tepatnya di jalan keluar antara Taman Patung Siwa dan Terminal Gilimanuk atau Pos Pemeriksan KTP. Sejak Selasa (19/6) kemarin tenda peneduh para petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP telah dipasang di tengah jalan tersebut. Semua kendaraan roda dua yang keluar dari pelabuhan diperiksa di lokasi tersebut baik surat-surat, kendaraan maupun barang. Sementara kendaraan kecil (KK) atau mobil serta bus umum diarahkan masuk ke Terminal Gilimanuk. Di sini petugas gabungan melakukan pemeriksaan untuk KK yang masuk. Kabag Ops. Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, digesernya pos II yang sebelumnya berada di areal
Bali Post/kmb26
DIGESER– Pos II untuk pemeriksaan barang dan suratsurat kendaraan yang masuk ke Bali digeser di samping areal Patung Siwa. Hal tersebut untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan yang masuk ke Bali. Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai kemacetan di dalam pelabuhan. Sebab, selama arus balik ini kendaraan yang masuk atau bongkaran dari kapal akan lebih banyak. Sementara pemeriksaan lebih diperketat dan membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Agar tidak mengganggu di dalam areal pelabuhan karena juga semakin padat,” terangnya. Menurut dia, dari jumlah 400 personel yang dikerahkan di Gilimanuk, kini dibagi masingmasing 200 orang di pintu masuk dan pintu keluar. Pasalnya, arus kenda-
raan yang keluar dan masuk juga sama-sama padat. Di pintu masuk pelabuhan menuju keluar Bali, didominasi KK wisatawan domestik yang usai berlibur di Bali. Sedangkan di pintu keluar pelabuhan para pemudik yang kembali ke Pulau Bali. “Untuk truk kita arahkan lurus langsung, sedangkan sepeda motor di pos II yang digeser. Dan KK masuk ke Terminal Gilimanuk,” terangnya. Sehingga pemeriksaan dilakukan secara bersamasama atau terpadu sesuai tupoksi masing-masing. Misalnya, untuk Satpol PP pemeriksaan KTP, kepolisian dan TNI surat-surat kelengkapan berkendara serta barang bawaan. Dari pengamatan, kemarin arus yang masuk ke Bali mulai padat. Sejumlah kapal yang bersandar dipenuhi kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4). Sementara untuk truk masih belum terlihat padat. (kmb26)
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Karangasem
11
Taman Ujung Pilihan Favorit Wisatawan Lokal Amlapura (Bali Post) Tingkat kunjungan wisatawan lokal ke Karangasem, disebutsebut sangat minim. Secara kuantitas masih kalah jauh dibandingkan wisatawan asing. Di tengah kondisi seperti itu, Taman Ujung menjadi yang terdepan sebagai favorit wisatawan lokal. Namun, sejauh ini, pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem belum memiliki data valid tentang kunjungan wisatawan lokal ke objek-objek wisata di Karangasem. Menyangkut daya tarik Taman Ujung bagi warga Bali itu di antaranya terpantau dari tingkat kunjungan selama libur Idul Fitri ini. Sampai Selasa (19/6) kemarin, objek wisata di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem itu masih didatangi pengunjung dari berbagai kabupaten di Bali. ‘’Dulu sudah pernah bersama teman-teman satu tempat kerja ke Taman Ujung ini. Sekarang, kami bersama keluarga,’’ ujar Gusti Ayu Okta (38), pengunjung asal Petang, Badung. Ibu dua anak itu mengaku sengaja berwisata ke Karangasem untuk mengunjungi Taman Ujung ini. Menurutnya, Taman Ujung lumayan cocok untuk tempat rekreasi keluarga, meskipun fasilitas untuk wisata keluarga masih minim. Taman Ujung dinilai pantas sebagai tempat rekreasi keluarga. Alasannya, arealnya luas sehingga memungkinkan anak-anak untuk bermain. Penilaian senada dilontarkan I Wayan Adiguna (30). Kemarin, bapak satu anak ini sengaja datang ke Taman Ujung jauh-jauh dari Denpasar bersama anak-istrinya. Sehabis dari objek wisata peninggalan Kerajaan Karangasem itu, karyawan swasta ini mengaku akan mampir di objek wisata baru di Yeh Malet, Manggis yaitu Danau Yeh Malet. ‘’Saya baca di media katanya di sana (Danau Yeh Malet juga bagus),’’ ungkapnya. Di Karangasem, belakangan muncul banyak objek wisata alternatif seperti rumah pohon di wilayah Padangkerta dan Bukit Asah di Bugbug, Kecamatan Karangasem. Objek-objek wisata alternatif itu juga cukup menarik minat wisatawan lokal. Namun, secara umum kunjungan wisatawan ke Karangasem, masih didominasi wisatawan asing. Dikatakan, objek wisata di Karangasem ini belum mampu maksimal menarik minat wisatawan lokal. Hal itu dilontarkan Sekretaris PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa. ‘’Kami belum mampu menarik wisatawan lebih optimal, selain karena belum ada objek yang benar-benar representatif untuk wisata keluarga, PHRI Karangasem juga masih dihadapkan pada kendala infrastruktur, terutama infrastruktur jalan,’’ ujarnya seraya menambahkan wisatawan asing yang datang ke Karangasem masih didominasi penghobi wisata bawah laut, seperti diving dan snorkeling. (kmb)
WISATAWAN LOKAL - Objek wisata Taman Ujung cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal, Selasa (19/6) kemarin.
Antisipasi Bencana Gunung Agung
DPR-RI Soroti Penanganan Ternak Warga
Amlapura (Bali Post) Pemerintah diharapkan sudah membuat formula terkait evakuasi hewan ternak peliharaan para warga. Sebelumnya, penanganan bencana erupsi Gunung Agung, persoalan ternak itu banyak menghambat proses evakuasi pengungsi. Bahkan, peternak banyak mengalami kerugian, karena tidak mendapatkan penanganan yang pasti. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi VIII Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), I Gusti Agung Putri Astrid, mengatakan hal itu ketika mendatangi Posko Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung di Desa Duda Timur, Selasa (19/6) kemarin. “Persoalan hewan ternak warga ini harus mendapatkan atensi secara khusus. Karena, ketika proses evakuasi benar benar harus dipikirkan segala sesuatunya,” pinta I Gusti Agung Putri Astrid seraya menegaskan, pihaknya sudah menyampaikannya secara langsung kepada Ketua BNPB Pusat. Selain sorotan penanganan ternak warga, pihaknya angkat topi dengan langkah warga membentuk Pasebaya Gunung Agung. Ini membuat penanganan bencana itu benar-benar mengedepankan peran aktif masyarakat setempat. Namun, bagaimanapun tetap harus ada dukungan penuh dari pemerintah daerah, pusat, relawan luar daerah, maupun pengusaha di daerah bersangkutan. “Dalam mengatasi ben-
cana, masyarakat tidak saja mengandalkan pemerintah. Hal itu terkait keterbatasan penganggaran maupun sumber daya manusia (SDM),” tegasnya. Melihat sentralnya peran Pasebaya, pihaknya berjanji akan meneruskan dan berkoordinasi dengan lembaga terkait. Khususnya atas masukan dan saran panjang lebar yang disampaikan Pasebaya Gunung Agung mengenai dukungan alat-alat komunikasi, listrik dan juga jaringan internet. Karena ketiga hal tersebut yang menjadi keperluan utama dalam hal mengedukasi dan juga penyebaran info terkini perkembangan Gunung Agung. Menurutnya, Pasebaya Gunung Agung pertama kali yang membentuk relawan bencana terpadu yang terbentuk langsung dari warga yang terdampak. Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gede Pawana didampingi Sekretaris I Wayan Suara menyampaikan, pembentukan Pasebaya ini atas kesadaran masyarakat sendiri yang sebelumnya bergerak tanpa arah. Sehingga pihaknya
Bali Post/kmb
Arus Balik Masih Sepi
Pengamanan di Padangbai Diperketat Amlapura (Bali Post) Pintu masuk Bali di Pelabuhan Padangbai menjadi prioritas pengamanan pihak kepolisian pada arus balik ini. Puluhan personel polisi tetap disiagakan memantau pergerakan arus penumpang baik yang keluar maupun yang masuk pelabuhan, meskipun sejauh ini arus balik masih minim. Pantauan Selasa (19/6) kemarin, pihak kepolisian dibantu personel TNI diterjunkan untuk menjaga setiap sudut pelabuhan. Guna mengantisipasi gangguan keamanan di pelabuhan maupun di Bali secara umum, Polres Karangasem yang disokong Polda Bali juga menerjunkan personel dengan senjata laras panjang. Setiap penumpang baik penumpang pejalan kaki maupun penumpang kendaran yang baru turun dari kapal wajib melewati posko
pengamanan di pintu keluar pelabuhan. Di sana, tim gabungan memeriksa satu per satu kendaraan maupun penumpang yang baru turun dari kapal. Petugas memeriksa surat-surat kendaraan dan identitas penumpang serta membuka bagasi mobil untuk memeriksa barang bawaan. Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk kegiatan tersebut. Selain itu, pengamanan juga dilengkapi enam kamera CCTV yang dikoneksikan dengan layar monitor untuk memantau situasi pelabuhan. Kepala Posko Pengamanan Pelabuhan Padangbai, Iptu I Made Wirnawan, mengatakan sampai saat ini, pengamanan di Pelabuhan Padangbai tetap diperketat. Semua penumpang yang tiba di pelabuhan diperiksa secara saksama. Fokus pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan. ‘’Penga-
manan berlangsung 24 jam penuh. Sejauh ini, belum ditemukan pelanggaran baik menyangkut orang maupun barang bawaan,’’ ucapnya. Manajer Operasional PT ASDP Padangbai, I Wayan Rosta, mengatakan selama arus mudik terhitung sejak H-10 terjadi peningkatan penumpang. Penumpang yang menyeberang dari Padangbai-Lembar, Lombok sebesar 2,3 persen dibanding tahun lalu. Arus mudik 2017, Pelabuhan Padangbai menyeberangkan 57.216 penumpang sedangkan tahun ini 58.535 penumpang. Kendaraan roda empat juga naik 9 persen, bus 3 persen, dan truk naik 10 persen. Sedangkan sepeda motor relatif sama. ‘’Untuk arus balik, hari ini (kemarin -red), relatif masih sepi. Kepadatan mungkin baru terjadi dalam satu atau dua hari ke depan,’’ katanya. (kmb)
DATANG KE POSKO - Anggota DPR-RI Putri Astrid saat datang ke Posko Pasebaya di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. membantu wadah tersebut yang setiap saat melaporkan kepada masyarakat. ‘’Relawan Pasebaya yang tersebar di 28 desa lingkar Gunung Agung itu selalu memberikan informasi terbaru. Pasebaya mengirimkan visual Gunung Agung melalui grup whatsapp. Selain itu, kami mendapatkan laporan keadaan pengungsi baik mereka yang kekurangan logistik dan sejenisnya. Bahkan, Pasebaya juga memberikan makanan hewan kera ketika hewan itu mencoba merusak perkebunan warga di lereng Gunung Agung. Upaya itu untuk mencegah kera merusak dan turun ke perladangan warga,’’ tegas Gede Pawana.
Pasebaya dideklarasikan 17 November 2017 lalu, bertujuan memberikan informasi kepada warga, khususnya di 28 desa. Melalui informasi yang diterima warga di wilayah terpapar, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana erupsi Gunung Agung. Melalui jejaring Pasebaya, informasi mengenai Gunung Agung lebih akurat dan terkini dengan dukungan 727 relawan aktif di lapangan. Di samping jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi dengan aplikasi Whatsapp. Kami sadar ini merupakan misi kemanusiaan,” tegas Pawana. (gik)
Bali Post/kmb
MAKSIMALKAN PENGAMANAN - Arus balik masih sepi, namun pihak keamanan tetap memaksimalkan pengamanan di Pelabuhan Padangbai.
Drama Tari Jayaprana-Layonsari
Tampil Lebih Menarik dengan Gaya Kekinian Selalu ada yang spesial setiap pelepasan siswa di SMPN 2 Amlapura. Kesan keberadaan sekolah ini memiliki ikon sastra sangatlah kuat. Maka, setiap momen seperti ini acaranya penuh kreativitas dan filosofi yang dalam. Dari seluruh acara hiburan yang padat dari pagi sampai siang, Senin (18/6) lalu, drama tari Jayaprana dan Layonsari, paling menarik perhatian siswa dan hadirin. Apalagi kisah cerita rakyat Bali ini, ditampilkan dengan apik oleh pemerannya. Karena itu, tidak ayal, pementasannya pun menjadi lebih menarik bagi remaja, karena tampil dengan gaya kekinian.
Bali Post/gik
UNGKAPKAN CINTA - Salah satu adegan ketika Jayaprana mengungkapkan cintanya pada Layonsari.
MENONTON drama tari ini memori benar-benar hanyut terbawa pada suasana zaman tempo doeloe. Ratusan siswa yang awalnya ribut tak keruan, seketika fokus pada panggung yang di atasnya dipertunjukkan drama tari. Mereka tak menyangka teman-teman sekolah mempersembahkan karya drama tari ini dengan totalitas. Sejak awal memasuki alur cerita, tak ada rasa cang-
gung para pemainnya. Dialog yang grogi atau ekspresi yang tak sesuai alur cerita, nyaris tidak ditemukan sama sekali. Semuanya skenario mengalir, layaknya peristiwa yang terjadi zaman itu. “Padahal, persiapannya kurang dari sebulan,” kata Kepala SMPN 2 Amlapura I Wayan Gede Suastika, S.Pd., M.Si. bangga dengan garapannya itu. Pemeran utama, kedua tokoh Jayaprana dan Lay-
onsari, tampil bak sepasang kekasih yang mampu menampilkan cerita dengan romantisme yang kental. Pemeran Layonsari, Karen, benar-benar mampu tampil total di setiap adegannya. Tak ada kesan bahwa dia masih anak-anak dalam perannya itu. Senang, sedih, menangis, hingga adegan bunuh diri, sebagai lambang kesetiaannya pada Jayaprana, mampu ia perankan dengan amat baik kalau enggan disebut sempurna. Begitu pula dengan pemeran Jayaprana, sang raja, permaisuri, mahapatih, dan pengawal hingga pemeran pendukung lainnya juga memainkan perannya dengan baik. “Daripada aku menikah denganmu, lebih baik aku mati,” begitu akhir dialog Layonsari kepada sang Raja yang hendak mempersuntingnya sebagai permaisuri raja, setelah kekasihnya Jayaprana, diceritakan terbunuh oleh Mahapatih atas perintah
sang Raja. Cerita Jayaprana dan Layonsari, yang dijadikan tema drama tari itu memang menjadi legenda hingga sekarang. Dari cerita inilah, muncul kisah-kisah inspiratif tentang kesetiaan sebuah hubungan, tanggung jawab dalam menjalankan tugas maupun harmonisasi dalam hidup. Akan tetapi, yang membuatnya menarik bagi remaja, adalah pendekatan pada dialognya. Sebab, di dalam alur cerita ini, diselipkan dialog film remaja yang sedang viral, yakni ‘‘Dilan 1990’’. Dialog tersebut diselipkan dalam adegan ketika Jayaprana ditugaskan sang Raja pergi ke tengah hutan, melaksanakan tugas bersama Maha Patih, sebelum akhirnya dia dibunuh. “Jangan rindu, berat. Biar aku saja,” ucap pemeran Jayaprana, Agus Lanang Buda Sastrawan, kepada Layonsari yang tengah dirundung kesedihan mendalam, karena
harus ditinggal tugas setelah menikah. Kepala SMPN 2 Amlapura tampak sangat puas dengan penampilan anak-anak kelas IX/1 ini. Tidak hanya puas melihat penampilan pemerannya, tetapi juga respons anak-anak dan undangan lainnya. Cerita JayapranaLayonsari ini, menurutnya sangat relevan ditampilkan, karena sejalan dengan tema pelepasan siswa, yang mengutif ungkapan filsafat burung merpati, yakni “Merpati Tak Pernah Ingkar Janji”. “Di dalam cerita ini, ada pelajaran penting tentang kesetiaan, tanggung jawab, romantisme, tantangan, godaan, kebersamaan, harmoni hidup, dan kebebasan. Semoga anak-anakku dapat edukasi dan inspirasi, seperti merpati yang tak pernah ingkar janji,’’ ujar Suastika. Untuk gawean yang akan datang, ia ingin pemerannya guru-guru. (gik)
KLUNGKUNG
12
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Di Masa Tenang Pilkada
Siapkan Operasi untuk Antisipasi Serangan Fajar Semarapura (Bali Post) Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tinggal sepekan lagi. Polres Klungkung terus memantapkan persiapan pengamanan. Ratusan personel akan diturunkan ke empat kecamatan. Polisi juga turun langsung untuk mengantisifasi serangan fajar yang rawan terjadi di masa tenang yang berlangsung 24 sampai 26 Juni. Kabag Ops Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika, Selasa (19/6) kemarin, mengatakan sejak awal tahapan pilkada berlangsung, pengamanan terus menjadi atensi. Khusus untuk masa tenang, setidaknya akan dikerahkan 421 personel kepolisian dan di pemungutan suara sebanyak 552 anggota. Personel itu termasuk petugas yang di-BKO-kan Polda Bali. “Untuk operasi saat masa tenang, tak hanya memastikan keamanan. Tetapi juga antisifasi serangan fajar yang rawan di hari tenang. Persiapan sudah kami lakukan,” jelasnya. Selain itu, polres juga telah memetakan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kategori rawan satu, sesuai informasi yang diterima dari intelijen ada di 345 TPS. Rinciannya, Kecamatan Klungkung 102, Nusa Penida 106, Dawan 63 dan Banjarangkan 74. “Di sini berpotensi ada penyalahgunaan e-KTP maupun penggiringan kalangan lansia untuk memilih salah satu paslon, termasuk money politics,” ungkapnya. Pihaknya juga telah memetakan yang masuk rawan dua. Yakni ada di lima TPS yang merupakan tempat pemilihan oleh para paslon dan tokoh politik. “Ini juga berpotensi timbul gesekan, Jadinya masuk rawan dua. Pola pengamanannya dua
polisi, dua linmas setiap TPS. Kalau rawan satu, satu polisi dua linmas,” terang mantan Kapolsek Nusa Penida itu. Mengantisifasi munculnya gejolak, sebelumnya pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Masyarakat sudah diedukasi untuk bisa berpikir cerdas dalam menentukan pilihan pada ajang demokrasi lima tahunan ini. “Sosalisasi sudah kami lakukan sejak awal tahapan berjalan. Ada patroli, satgas tindak, preventif dan preemtif,” sebutnya. Ketua Panwaslu Klungkung I Komang Artawan menambahkan, menjelang pemilihan, pengawasan akan terus diperketat. Pola ini juga sudah disampaikan kepada bawahannya. “Pengawas tempat pemungutan suara sudah dibimtek. Tentu kami terus perkuat di internal. Harus melakukan pengawasan melekat,” tegasnya. Sejauh ini, katanya, belum ada indikasi kecurangan yang ditemukan. Termasuk aksi intimidasi untuk memilih salah satu pasangan calon. Namun demikian, itu perlu diwaspadai. Jika itu terjadi, masyarakat bersangkutan diminta langsung melaporkan. “Kami baru menerima laporan dari tim paslon Suwasta di salah satu desa. Ini segera kami telusuri,” jelasnya. Partai pengusung dan pendukung masing-masing pasangan calon juga harus turut andil dalam menciptakan pilkada bebas pelanggaran. Pesta demokrasi ini harus semakin mencerdaskan masyarakat. “Ini sudah sering kami sampaikan. Termasuk kepada paslon melalui LO,” kata mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung ini. (kmb45)
Bali Post/kmn45
ARAHAN - Kabag Ops. Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika, Selasa (19/6) kemarin memberikan arahan kepada personelnya dalam pengamanan pilkada serentak yang akan berlangsung pekan depan.
Jalan Lingkar Nusa Penida
Sudah Dipelajari, Bagia Yakin Bisa Terwujud Semarapura (Bali Post) Wacana pembangunan jalan lingkar Nusa Penida, Kabupaten Klungkung telah muncul beberapa tahun lalu. Namun faktanya hingga kini belum terealisasi. Pemkab Klungkung beberapa kali mengusulkan ke pemerintah pusat. Namun, belum membuahkan hasil. Hingga kini, rencana itu masih menjadi impian belaka. Rupanya, program bidang insfrastruktur ini menjadi atensi pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pilkada serentak, Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia). Menggunakan jurus satu jalur, rencana jalan lingkar itu diyakini bisa terwujud jika dipercaya memimpin lima tahun ke depan. “Itu harus dikawal ke pusat. Dan harus terealisasi. Ini sudah kami pelajari. Sudah melakukan persiapan sehingga yakin itu bisa selesai,” tegas Tjokorda Bagus Oka, Selasa (19/6) kemarin. Mantan dosen Fakultas MIPA Universitas Udayana ini menyatakan sesuai data mewujudkan jalan itu, perlu ada pembebasan lahan 60 hektar dengan asumsi jalan yang dibangun sepanjang 30 kilomenter dengan lebar 20
meter yang melintasi Desa Sakti, Bungamekar, Batumadeg, Batukandik dan Sekartaji. Anggaran yang diperlukan mencapai Rp 60 miliar. Selain itu, pembangunan fisik sekitar Rp 400 miliar. Jika melihat postur APBD Klungkung yang tergolong kecil, tentu cukup sulit mewujudkannya. “Karena itu, kami bersinergi dengan provinsi dan pusat. Supaya dapat anggaran, pembebasan lahan yang harus diselesaikan dulu. Jangan sampai anggaran ada, lahan tidak siap,” katanya. Perkembangan pariwisata di wilayah kepulauan itu beberapa tahun belakangan semakin pesat. Menurutnya, jalan lingkar ini sangat penting. Di samping memberikan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan, juga untuk memeratakan pembangunan. Tidak hanya berkumpul dalam satu lokus. “Tentu dengan infrastruktur yang mendukung, banyak dampaknya. Manfaatnya akan dirasakan beberapa tahun ke depan,” ujarnya. Peningkatan jalan eksisting juga turut menjadi perhatiannya. Dinilai saat ini belum sepenuhnya mantap. “Kalau itu sudah bagus, akan dilanjutkan dengan pelebaran jalan,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/kmb45
PASLON - Paslon Bupati Klungkung nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia.
Bali Post/kmb45
PASAR – Suasana Blok A Pasar Semarapura yang akan dibangun ulang Pemkab Klungkung. Rencananya pembangunan ini tuntas Desember 2018.
Anggaran Tak Mendukung
Ditunda, Pembangunan Eskalator Blok A Pasar Semarapura Semarapura (Bali Post) Pembangunan ulang Blok A Pasar Semarapura yang direncanakan Pemkab Klungkung tahun ini terancam tersendat. Pemerintah diprediksi tidak bisa menuntaskan seratus persen sesuai rencana awal, khususnya dalam pengerjaan eskalator. Kendalanya, setelah ada penyesuaian ternyata anggaran yang dialokasikan tidak mendukung. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa, Selasa (19/6) kemarin menjelaskan, sesuai rencana awal, pembangunan pasar yang berlokasi di sebelah timur Kertha Gosa ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 11 miliar. Namun setelah dilakukan pembahasan mendalam terhadap Detail Engineering Design (DED), yang diperlukan tak hanya sebatas bangunan lengkap dengan eskalator. Tetapi juga smook-
ing area, akses penyandang disabilitas, ruang menyusui maupun toilet khusus pria dan wanita. Secara keseluruhan, anggaran yang diperlukan sekitar Rp 14 miliar. “Saat perencanaan awal, tidak masuk secara detail. Setelah ada penyesuaian, perlu tambahan beberapa fasilitas itu. Jadi anggaran yang diperlukan bertambah. Ini juga mengacu pada harga bahan,” jelas Ardiasa. Atas kondisi itu, menurut
pejabat asal Jembrana ini, pembangunan akan mengacu pada skala prioritas. Pengisian eskcalator kemungkinan dianggarkan pada 2019. “Memang sesuai rencana awal, itu harus tuntas tahun ini. Tetapi karena anggaran belum memadai, eskalator bisa belakangan. Akan diselesaikan dulu yang prioritas. Nanti kan ada tangga besar juga,” sebutnya. Jikapun anggaran mencukupi, pemasangan escalator juga diyakini sulit terealisasi ta-
hun ini. Pasalnya, pemesanan membutuhkan waktu cukup lama. “Informasinya butuh waktu tiga bulanan,” sambung dia. Diakui pula, lelang pembangunan pasar berlantai dua ini belum masuk ke Unit Lelang Pengadaan (ULP). Ditargetkan, penyampaian dokumennya, Kamis (21/6) besok. “Semestinya 16 Juni kemarin sudah serah terima perencanaan. Karena libur, tidak bisa. Ini secepatnya kami sampaikan,” terang Ardiasa seraya berharap tidak terjadi gagal tender. Di bagian lain, Kepala Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klungkung Anak Agung Lesmana
mengaku siap memproses pelelangan jika seluruh dokumen sudah diterima. Menurutnya, jika melihat dari sisi perencanaan yang sudah digodok secara mendetail, optimis bisa lolos. “Rencana pembangunan ini kan sudah mengakomodir banyak aspek. Sudah mendapat masukan juga dari konsultan,” imbuhnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan pasar yang segera dibongkar tidak lagi dihuni pedagang. Seluruhnya sudah pindah ke tempat sementara yang telah disiapkan pemerintah. Mereka akan dipindahkan kembali setelah bangunan selesai yang diperkirakan pada Desember 2018 nanti. (kmb45)
Pilkada di Depan Mata
Suwasta Minta Haramkan Golput Semarapura (Bali Post) Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung terus berjalan. Pasangan calon (paslon) terus gencar melakukan simakrama ke masyarakat maupun kampanye terbuka. Mereka menjual segudang program untuk mendulang suara. Debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung juga telah dilalui hingga dua putaran. Saling adu argumen dan menunjukkan “kesaktian”. Hal ini juga memantik perhatian masyarakat. Beragam komentar disampaikan melalui media sosial. Waktu pemilihan tinggal sepekan lagi. Sudah di depan mata. Paslon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) tetap meyakinkan masyarakat untuk tidak golput. “Di sisa waktu ini (kampanye - red), tentu saya berharap bagi masyarakat semakin mantap menentukan pilihannya karena ke depan ini tetap ada potensi gangguan, intimidasi termasuk money politics,” ung-
yang milih. Tetapi kita yang tidak memilih,” jelasnya. Sejak dimulainya tahapan kampanye, diakui secara umum sikap masyarakat menunjukkan trend positif untuk mendukung jalannya pilkada ini. Bahkan, tak sedikit yang berani menyatakan langsung dukungannya. Hal tersebut diharapkan bisa berjalan secara konsiten. “Saya lihat di awal, empat tahun menjadi bupati, saya tidak sadar bahwa komunikasi secara personal atau dengan teman-teman yang memiliki peran penting, beBali Post/kmb45
SIMULASI - Paslon Suwasta simulasi pencoblosan saat kampanye terbuka di Lapangan Puputan Klungkung. Diharapkan, pemilih nantinya tidak golput. kap Cabup Suwirta, Selasa (19/6) kemarin. Cabup asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini menegaskan pada hajatan politik lima tahunan ini, pemilih harus tetap mengedepankan kecerdasan. Harus mengharamkan golput.
“Yang belum menentukan pilihan, jangan sampai tidak menentukan. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan menimbulkan masalah baru. Ya, kalau baik hasil Pilkada ini, tentu kebaikan yang diterima. Tetapi kalau buruk, jangan salahkan orang
lum sempat masuk ke sana. Tetapi saat tahapan pilkada, mereka memberikan respons positif. Ada sampai datang ke rumah,” ceritanya. Paslon yang diusung Partai Gerindra, Golkar, Demokrat dan NasDem ini juga kembali menegaskan pemilihan ini harus bebas dari politik uang. Masyarakat diharapkan tak terpengaruh dengan aksi-aksi demikian, termasuk intimidasi. “Dari awal, kami tegaskan menolak politik uang. Pemilihan ini harus bisa mencerdaskan masyarakat,” tandas Suwirta. (kmb45)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir: S1/sdrjt, wnt, max. 30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max. 27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max. 35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub .lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Dcr Kyw u/Arts Lukisan Bhs Ing Telp:08123667044/081999434118 B.BP.001.06.18.0000617
Dcr Spr&Resv.berpglmn u/Travel Agent Hub.08123677300(Sopir) 087752467568(Reservasi Hotel) B.BP.001.06.18.0000678
Dcr T.Srabutan Suami Istri u/Ngurus Babi dan di Toko Telp:08123654081 Payangan Gnyr B.BP.004.06.18.0000634
B.BP.001.06.18.0000609
Dicari Sgr Waiter/Waitress utk Indian Restaurant,Krm CV ke Jln Pratama No.49X Nusa Dua Phone:082147028646/0361-772275 B.BP.001.06.18.0000616
Dicari Tukang Potong,Penjahit, T.Serabutan Sgr H:081236440745
B.BP.154.06.18.0000682
B.BP.001.06.18.0000667
Dcr Tenaga Bongkar Muat,Sopir & PRT(Gatsu Brt)H.082146010008
Dicr Enginering,FO,Cook,CV ke Amor Villa.Telp:0361-8476521
B.BP.164.06.18.0000684
Waitress / Cook buat Restaurant di Seminyak SMS / WA : 081338384364 B.BP.004.06.18.0000632
Dbthkan Staff FO L/P Kirimkan Lamran ke Poppies Cottages Jl.Legian Gg.Poppies 1/19 atau Via Email:hr@poppiesbali.com
B.BP.154.06.18.0000639
BIRO JASA
Dicari PRT, untuk Batubulan TinggalDalam,Gusti 08123806901
B.BP.001.06.18.0000685
Koki / Cooker / Ahli Masak (Tabanan),Hub.Dewi 0818343077
B.BP.004.06.18.0000674
Kuta Townhouse Apartments Looking for Maintenance&Waitress Call 082144450099 for Interview Email:hrd@kutatownhouses.com
B.BP.004.06.18.0000676
B.BP.004.06.18.0000675
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.06.18.0000575
CV Pawisik Jagat Butuh Banyak Sales Hub.081246757777
B.BP.004.06.18.0000574
SERVICE
RUPA - RUPA
BIRO JASA
FOTO COPY
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.06.18.0000680
Dicari Adm.Wanita Max Umur.35 Th (Gaji,UM,THR,BPJS).Bawa CV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung Hub.085921213232 B.BP.001.06.18.0000622
G.03
LOWONGAN
B.BP.001.06.18.0000688
Dibthkan Tenaga Pria,1 Spr Pariwisata,2 Airport Rep dan 1 Operator utk Perusahaan Transport di Bandara Hub.08174704844
Dicari Cleaning Service Jln. Petitenget Hub:082210090909
Dcr PRT Wnt Tggl dlm Max.35Th Gj.1.8 S.Siur Kuta,081239232035
Sales/Marketing,(Produk Food/ Drink),Pengalaman, Apply to: info@tsbali.com
Admin Partime u/butik Seminyak Bs.Inggris Max.35 Gj.1-1,5jt/bln 2 x seminggu Hp.Diana 08123932061
B.BP.001.06.18.0000618
Dcr Tng Gudang u/Cargo, Max. 30Th,Rjin&Brtnggung Jwab,Pglmn tdk Dutmkan Srius Bwa Lam ke Rim Cargo/Hubungi 0811392013
B.BP.004.06.18.0000677
Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service,081246757777 B.BP.001.06.18.0000480
Dicr Sopir Pribadi yg Ulet&Bertanggungjawab.Hub:08123802028 B.BP.001.06.18.0000670
Sopir/Driver, Pengalaman, Hub.Dewi 081236222509 B.BP.004.06.18.0000630
Diperlukan 3 Guide, Berbahasa Prancis Hp:087761177972
Dicari Sgr Sopir Bujang Tidak Merokok,Makan Dalam,Tidur Luar Gaji 2,2Jt Hub:085101978435
PT.DirgahayuDicariSatpam&Waker Hub.08123804025&08123809006
B.BP.001.06.18.0000659
B.BP.001.06.18.0000683
B.BP.001.06.18.0000671
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
We are looking for Butler staff/housekeeping staff who can prepare breakfast.Who has Experienced and excelent in English. Seminyak and Ubud area.High Salary. Tlp.(0361) 289742CV:asahrd2018@gmail.com B.BP.001.06.18.0000610
DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki, Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349 B.BP.164.06.18.0000645
DISEWAKAN RUMAH 5KT,1RK,1RT,1KP,Grs,Hub082340 741861,Perum Dosen-Manguntur B.BP.001.06.18.0000556
DIJUAL TANAH Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.06.18.0000214
DICARI TANAH Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud untuk Di-develop/Dijual Kembali, Budget 10-20 Milyar Hub:Purnama 085881515449 B.BP.821.06.18.0000681
ARSITEKTUR CV.Yoga Design&Arsitek:Gbr Bgn +IMB,SIUP,SITU/HO,081338146376 B.BP.001.06.18.0000686
RUPA-RUPA Dijual Alat Spa Second Masih Seperti Baru Hub.08127770447 / 081333385267 B.BP.004.06.18.0000629
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.06.18.0000687
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.06.18.0000571
KEHILANGAN
Hlg 6 BPKB:5 BPKB kndraan Spm, 1 BPKB Mobil,1 Lmbar Krtu KK, an I Wayan Sudiana,Karangasem B.BP.001.06.18.0000663
BANGLI
14
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Harga Anjlok
Petani Pilih Biarkan Tomat Busuk di Pohon Bangli (Bali Post) Harga buah tomat sejak beberapa hari belakangan ini anjlok. Atas kondisi itu, sejumlah petani tomat di Kintamani lebih memilih “menelantarkan” buah tomat yang sudah layak panen di pohonnya ketimbang di petik untuk dijual. Selain harga tomat, harga bawang merah juga menurun. Petani tomat dan bawang di Banjar Dalem, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Ni Luh Artini, Selasa (19/6) kemarin, mengatakan harga tomat mulai jeblok sekitar dua pekan terakhir. Kata dia, sebelumnya harga tomat kisaran Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kilogramnya. Namun kini, harga tomat jeblok kisaran Rp 500 sampai Rp 1.000. Petani yang memiliki tanaman tomat pun memilih membiarkan buah tomat mereka di pohonnya. Bahkan buah tomat yang sudah merah, sampai mem-
busuk di pohonnya lantaran tidak dipetik. “Banyak petani yang memilih membiarkan tomat yang sudah layak panen di pohonnya tidak dipetik lantaran harganya jeblok. Karena ongkos petik dengan harga jual tidak sesuai. Kalau untuk tanaman tomat milik saya tinggal panen lagi dua kali. Biarpun harganya anjlok tapi tetap saya petik untuk dijual, ketimbang dibiarkan membusuk di pohon, kan kasihan. Meski hasil penjualan sedikit, yang penting ada pemasukan,” tegasnya. Selain harga tomat yang jeblok, kata Artini harga bawang sejak beberapa hari lalu juga turun. Kata dia, pada saat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan harga bawang tembus harga Rp 20 ribu per kg. Dan untuk saat ini harga bawang turun menjadi Rp 15 per kg. “Kalau Galungan kebutuhan bawang
Jumlah Siswa Lebihi Daya Tampung
SMPN 1 Kintamani Terpaksa Terapkan ”Double Shift” Bangli (Bali Post) SMPN 1 Kintamani dalam tahun ajaran baru ini akan kembali menerapkan kegiatan belajar double shift (kelas pagi sore). Hal itu terpaksa dilakukan lantaran jumlah siswa yang wajib ditampung di sekolah tersebut melebihi kapasitas jumlah ruangan kelas yang ada. Mengacu zonasi PPDB tahun ini, siswa lulusan SD yang wajib diterima SMPN 1 Kintamani berasal dari 11 SD di empat desa yang ada di sekitarnya, yakni Batur Utara, Batur Selatan, Batur Tengah dan Kintamani. Kepala SMPN 1 Kintamani I Wayan Ariana, Selasa (19/6) kemarin mengungkapkan, sesuai jumlah ruang kelas yang ada, idealnya SMPN 1 Kintamani hanya bisa menerima siswa baru sebanyak 288 orang. Akan tetapi, dalam PPDB tahun ini pihaknya membuka kuota penerimaan siswa baru sebanyak 356 orang (13 kelas). Kuota yang dibuka itu disesuaikan dengan jumlah lulusan SD dari empat desa yang masuk dalam zona SMPN 1 Kintamani. “Kalau kita harus kelas pagi semua, tidak bisa. Kita hanya bisa menerima 9 kelas. Kalau paksakan menerima segitu, ke mana dibawa lulusan SD lainnya yang di dalam zona. Mengacu wajib belajar 9 tahun kan tidak boleh menolak murid. Sehingga kita terapkan double shift,” jelasnya. Diakui Ariana, sesuai arahan Disdikpora, sekolah tidak dibolehkan melaksanakan kegiatan belajar double shift. Akan tetapi, SMPN 1 Kintamani tidak bisa mematuhi arahan itu sepenuhnya mengingat jumlah siswa yang harus ditampung cukup banyak. Dia menyebutkan pada tahun ajaran terakhir jumlah siswa yang dimiliki SMPN 1 Kintamani sebanyak 1.226 orang yang dibagi ke dalam 37 rombongan belajar (rombel). Sementara kapasitas ruangan kelas yang dimiliki sebanyak 25 kelas. Menurutnya, untuk mengurangi beban kapasitas SMPN 1 Kintamani, pemerintah perlu membuatkan unit sekolah baru di sekitar Penelokan. Terkait hal itu Ariana mengaku pihaknya sudah sempat menyampaikan usulan tersebut ke Disdikpora dua tahun lalu. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada realisasi. “Sebelum ada unit sekolah baru, kita tetap tampung siswa dengan konsekuensi double shift. Kalau tidak demikian, ke mana siswa disuruh sekolah?” ujarnya. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kabid Dikdas Disdikpora Nengah Danta Haryana mengatakan dibolehkannya SMPN 1 Kintamani menerapkan double shift karena beberapa pertimbangan. Pertama karena adanya edaran dari Kemdikbud bahwa Pemkab/Pemkot agar mengoptimalkan daya tampung dalam rangka penuntasan wajar 9 tahun. Kedua sesuai Standar Pelayanan Minimal ( SPM), Permendikbud 23/2013, siswa SMP maksimal bersekolah 6 km dari tempat tinggal. “Berdasarkan analisis, siswa SD yang tamat tahun ini 3.709. Sementara SMP yang ada 31 (termasuk swasta). Jika dibagi rata maka tiap sekolah dapat 120 orang. Hanya saja penyebaran sekolah belum merata, sehingga penumpukan siswa terjadi di wilayah Kintamani kota,” jelasnya. Disinggung mengenai usulan pembuatan sekolah baru untuk mengurangi beban kapasitas SMPN 1 Kintamani, Danta mengatakan pihaknya sudah mengajukan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) ke pusat sejak setahun lalu. Sejauh ini lahan sudah disiapkan di wilayah Penelokan yang merupakan duwe laba Pura Batur. Menurut Danta, karena lokasinya strategis sekolah tersebut nantinya bisa menampung siswa dari 4 penjuru, yakni timur (Desa Kedisan, Buahan, Terunyan), Selatan (Suter, Abang Songan, Abangdinding), Barat (Desa Sekardadi), dan Utara (Sebagian Desa Batur). (kmb40)
meningkat. Sehingga harga pun ikut melonjak. Tapi karena sekarang ini sudah tidak ada hari raya, makanya harga bawang turun,” ujarnya. Selain karena tidak ada upacara, jelas Artini hari raya Idul Fitri juga dinilai sangat mempengaruhi harga bawang. Pasalnya, sebagian besar warga Muslim yang tinggal di Bali mudik atau pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Kondisi itu jelas membuat permintaan bawang turun. “Idul Fitri juga sangat berpengaruh terhadap turunnya harga bawang. Karena ribuan warga Islam meninggalkan Bali. Mengingat, sebagian besar warga Islam yang tinggal di Bali membuka usaha makan yang kesehariannya memakai bumbu dapur, salah satunya bawang merah. Jika mudik, jelas mereka tidak membeli bawang untuk bisnisnya,” katanya Artini. (kmb41)
Enggan Ngantor di Pasar Seni Geopark
Disparbud ”Lawan” Perintah Bupati Bangli (Bali Post) –
Bupati Bangli I Made Gianyar pernah menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli untuk pindah kantor ke Pasar Seni Geopark, Kintamani. Tujuannya untuk memperbaiki dan memajukan pariwisata di Kintamani. Namun, kenyataannya pegawai di Disparbud terkesan ogah melaksanakan instruksi itu secara penuh. Disparbud hanya ngantor di Kintamani selama beberapa bulan. Tidak adanya fasilitas air dan listrik di Pasar Seni Geopark dijadikan alasan untuk kembali berkantor di tempat semula. Adanya perintah Bupati agar Disparbud pindah kantor ke Kintamani itu muncul setelah adanya kunjungan kerja Gubernur Bali ke Bangli sekitar 2016 lalu. Perintah pindah kantor itu dikeluarkan Bupati untuk memaksimalkan penataan dan pengembangan objek wisata Kintamani. Diwawancara terkait hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengakui bahwa dirinya memang pernah memerintahkan Disparbud untuk pindah kantor ke Kintamani. Dia
dengan tujuan,” kata Gianyar beberapa hari lalu. Menurutnya, jika saja Disparbud melaksanakan perintahnya, maka upaya memajukan pariwisata Kintamani bisa dilakukan dengan maksimal. Tak hanya itu bangunan Pasar Seni Geopark yang selama ini terkesan terbengkalai, juga bisa dimanfaatkan dengan baik. Lantaran perintahnya tak dilaksanakan secara penuh, Gianyar pun mengaku akan segera memanggil Kepala Disparbud. Dirinya bakal mem-
gawai yang bertugas di sana, tugasnya memantau langsung ke lapangan seperti pos-pos retribusi yang ada,” jelasnya. Ditanya soal alasan Disparbud ogah ngantor di Kintamani, Dewa Bakti menyebutkan karena tidak tersedianya listrik dan air. Pegawai diakuinya sulit bekerja dengan komputer karena tidak ada listrik. Di samping itu pihaknya juga kembali ngantor ke Bangli karena untuk memudahkan koordinasi dan melaksanakan tugas lainnya. “Daerah tujuan wisata kan banyak juga di Kecamatan Bangli. Pas mendapat piket, di saat bersamaan ada pegawai yang juga harus melaksanakan urusan lain di bidang kebudayaan dan daerah tujuan wisata lainnya. Sehingga kembali lagi,” ujarnya. (kmb40)
Bupati Made Gianyar Pasang Patok Jalan yang Bakal Di-”hotmix” MENUNTASKAN program hotmix masuk desa di Kabupaten Bangli, Bupati I Made Gianyar didampingi Kepala Dinas PUPRKP Bangli I Wayan Lawe, dan Kabag Protokol Bangli Cok Bagus Gede Gaya Dirga, Senin (18/6) memasang sejumlah patok (kayu pancang) sebagai tahap awal pembangunan infrastruktur jalan (hotmix) di sejumlah jalan kabupaten yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Kintamani. Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, adapun jalan kabupaten yang dipasangi patok, di antarannya jalan Dausa menuju Panti di Desa Bantang, Kintamani dengan panjang jalan 900 meter, jalan Telabah menuju Abuan Pujung di Desa Abuan Kintamani dengan panjang jalan mencapai 3 km, jalan Sekardadi menuju Penyebeh dengan panjang jalan mencapai 3,2 km dan jalan Sekardadi
ABU VULKANIK - Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama menunjukkan daun tanaman yang terkena abu vulkanik. abu. Bunga-bunga cabai dan duriannya gugur. Kalau saat hujan abu dulu, sampai buahnya rontok, ” jelasnya. Tak hanya itu, paparan abu vulkanik, juga diakuinya sudah berdampak pada terganggunya kesehatan pernapasan warga. Merta mengatakan banyak warga
menjelaskan bahwa perintah agar Disparbud pindah kantor merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Bali. “Sambutan Pak Gubernur yang sangat rasional untuk diikuti, bahwa Dinas Pariwisata selayaknya bekerja di daerah wisata sehingga bisa mengetahui dan memecahkan masalah yang ada. Bupati secepatnya mengikuti dan memerintahkan agar dinas Pariwisata berkantor di Kintamani. Tapi rupanya kurang kontrol kok pelaksanaannya tidak sesuai
inta Disparbud untuk kembali berkantor di Kintamani. “Ya harus dilaksanakan sampai Pariwisata Kintamani baik. Malu kita, tidak bisa berubah ke arah kemajuan. Malu kita tidak bisa bekerja sesuai bidang tugas dengan baik,” kata Gianyar. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Selasa (19/6) kemarin, Sekretaris Disparbud Bangli Dewa Gede Bakti mengatakan perintah Bupati agar Disparbud pindah kantor ke Kintamani sudah dilaksanakannya. Di Pasar Seni Geopark pihaknya mengaku sempat berkantor selama kurang lebih setahunan. Hanya saja tidak semua pegawai bisa berkantor di sana. Dalam sehari hanya beberapa pegawai yang ditugaskan ngantor di Pasar Seni Geopark secara bergilir. “Pe-
Tuntaskan Program ’’Hotmix’’ Masuk Desa
Abu Vulkanik Ganggu Tanaman dan Kesehatan Warga Bangli (Bali Post) Semburan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung di Karangasem beberapa hari lalu, menyebar hingga ke wilayah Bangli. Berdasarkan informasi sebaran abu dengan intensitas kecil itu dirasakan oleh warga di wilayah Desa Tiga Susut. Tak hanya berdampak pada tanaman, paparan abu juga mulai berdampak pada terganggunya kesehatan pernapasan warga. Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama saat dikonfirmasi, Selasa (19/6) kemarin, membenarkan hal itu. Dia mengunkapkan hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis sudah dirasakan sejak seminggu lalu. Terakhir kali, hujan abu dirasakan sekitar dua hari lalu. “Yang dua hari lalu lumayan keras,” ujarnya. Dia menyebut, wilayah desanya yang terkena paparan abu vulkanik yakni di Desa Tiga ke utara, seperti Kayuambua, Malet. Diakuinya paparan abu sudah berdampak pada tanaman milik warga. Bagian bunga pada tanaman cabai dan durian milik warga banyak yang berguguran akibat terkena abu. “Semua tanaman, daunnya jadi berwarna putih karena kena
Bali Post/kmb41
Tomat - Petani membiarkan buah tomat di pohon lantaran harganya anjlok.
di desanya yang kini mulai terserang penyakit pilek, termasuk dirinya. Terkait kondisi itu pihaknya mengaku akan segera menyampaikannya ke puskesmas. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk nantinya bisa diteruskan ke kabupaten. (kmb40)
dengan panjang jalan mencapai 965 meter di Desa Sekardadi, Kintamani. Jelas dia, selain Gerakan Membangun Desa Sistem Gotong Royong (Gerbangdessigot), Gerbang Gita Santi dan Pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) yang besar ke desa, hotmix masuk desa merupakan program Pemkab Bangli yang sangat diminati oleh masyarakat. Terbukti, semenjak menerapkan kebijakan hotmix masuk desa, dimana semua jalan-jalan kabupaten yang ada di desa di-hotmix, panjang keseluruhan jalan kabupaten di Bangli yang sebelumnya hanya 700 Km lebih, kini bertambah menjadi 905 Km, atau mengalami penambahan hampir 200 Km. “Ini dikarenakan banyak desa yang mengusulkan perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten,” ujarnya. Pejabat asal Bunutin Kintamani itu menambahkan,
meskipun APBD yang dimiliki Kabupaten Bangli tidak besar, akan tetapi pihaknya menargetkan, pada tahun 2020 seluruh jalan kabupaten yang menghubungkan desa-desa dan banjar-banjar di Kabupaten Bangli semuanya sudah di-hotmix. Setelah itu, baru anggaran akan difokuskan untuk pelebaran badan jalan, pada jalan yang menghubungkan kabupaten. Dengan telah dipasangnya patok jalan yang bakal dihotmix, pihaknya meminta masyarakat sedikit untuk bersabar. Menurutnya, setelah patok ini dipasang, dalam waktu dekat pengerjaan jalan akan dimulai. Karena proses pelelangan proyek sudah dilakukan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan pemenang juga sudah ditetapkan. Jadi, kini tinggal dikerjakan mulai dari tahapan pembersihan dan perataan
Pasang Patok- Bupati I Made Gianyar saat memasang patok (kayu pancang) di jalan yang bakal di-’’hotmix’’. badan jalan. Karena, proses pengerjaan akan memakan waktu lebih panjang jika ada tanah labil pada bahu jalan. Karena sebelum dikerjakan lebih dulu harus dilakukan penyenderan supaya jalan
tidak amblas. “Kalau untuk hotmix, tidak memerlukan waktu lama. Paling dua sampai empat minggu jalan sudah jadi. Maka dari itu, kita minta masyarakat sedikit bersabar,” pinta Gianyar. (ad693)
15
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
Soal Pelantikan Pj. Gubernur Jabar
Demokrat Setuju Pansus Hak Angket, Golkar Tidak Jakarta (Bali Post) – Dilantiknya Irjen Pol. M. Iriawan sebagai Pj. Gubernur Jawa Barat menuai protes sejumlah fraksi di DPR. Bahkan, sejumlah fraksi mengusulkan pembentukan pansus hak angket. Usul tersebut disambut positif Fraksi Demokrat. Sementara Golkar menolak. Sedangkan PPP memilih langkah untuk memanggil Mendagri dalam rapat dengar pendapat. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Didik Mukrianto menilai pelantikan Irjen Pol. M. Iriawan sebagai Pj. Gubernur Jawa Barat telah melanggar konstitusi, sehingga fraksinya
mendorong DPR membentuk Panitia Khusus Hak Angket untuk mengoreksi kebijakan tersebut. ‘’DPR harus menjadi penyeimbang dan pengawas jalannya pemerintahan, kami berpandangan saat yang tepat bagi Fraksi Demokrat DPR-RI dan DPR-RI menggunakan hak angket mengingatkan dan mengoreksi pemerintah agar tidak terkoreksi oleh rakyat dan sejarah,’’ kata Didik, Selasa (19/6) kemarin. Menurutnya, ada hal yang cukup serius yang harus disikapi dan dilakukan koreksi terhadap pemerintah karena diindikasikan melakukan pelanggaran terhadap
undang-undang. ‘’Setidaktidaknya ada indikasi pelanggaran terhadap tiga undangundang yaitu UU Nomor 5 Tahun 2104 tentang Aparatur Sipil Negara, UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah,’’ ujarnya. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya secara tegas menolak usulan pembentuk hak angket dan hal itu tidak perlu disikapi secara berlebihan. ‘’Jangan terlalu berlebihan menanggapinya soal penunjukan Komjen Iriawan sebagai Penjabat
Jokowi Dijadwalkan Lepas Pawai PKB Denpasar (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melepas pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (23/6) mendatang. Rencananya ada dua menteri yang akan mendampingi Presiden saat itu, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. ‘’Beliau memang sudah dijadwalkan akan hadir ke Bali, salah satu agendanya adalah hadir di pawai Pesta Kesenian Bali,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Selasa (19/6) kemarin. Ia menambahkan, pelepas-
an pawai nantinya ditandai dengan pembentangan anak panah yang selanjutnya disusul keluarnya simbolis api berupa tarian api dari ISI Denpasar. Ini disesuaikan dengan tema PKB ‘’Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan’’. Tarian api lalu disambung dengan tari Çiwa Nata Raja dan gamelan Ketug Gumi dari ISI Denpasar, lalu diikuti barisan 16 peserta. Diawali barisan kontingen Pemprov Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Buleleng, Badung, Karangasem, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Marching Band Universitas Udayana, ISBI Papua, Sanggar Basundari Jepang, Forum Sunda Kecil, Konsulat Jepang, dan
Marching Band Universitas Warmadewa. ‘’Pak Presiden juga sudah kita siapkan kendaraan hias. Perancangnya namanya Alit dari Desa Bona, Gianyar. Nanti mobil hiasnya tanggal 20 malam sudah standby di Dinas Kebudayaan untuk dipasang properti. Tanggal 21 malam sudah clear. Tanggal 22 pagi saat geladi sudah dicek Paspampres,’’ paparnya. Menurut Beratha, Presiden hanya dijadwalkan melepas pawai. Sedangkan pembukaan PKB Ke-40 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar akan dihadiri salah satu dari dua menteri yang mendampingi Presiden saat pawai. (kmb32)
Gubernur Jawa Barat, apalagi dengan mengusulkan hak angket,’’ kata Ace di Jakarta, Selasa kemarin. Dia mengatakan, Partai Golkar menilai bahwa penunjukan tersebut merupakan kewenangan pemerintah dan diyakini kebijakan itu sudah dikaji dari aspek perundangundangan yang berlaku. Menurutnya, kalau tidak puas dengan kebijakan tersebut, maka Komisi II DPR bisa memanggil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menjelaskan alasan kebijakan penunjukan tersebut. ‘’Kalau soal perwira kepolisian menduduki jabatan di luar tugas kepolisian, sejauh
PROSES pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 jalur prestasi dan alasan khusus tingkat SMA negeri di Bali dibuka selama dua hari. Mulai dari Senin (18/6) dan berakhir Selasa (19/6). Hari pertama proses PPDB ini menuai banyak keluhan. Pasalnya pihak sekolah tidak seragam menerapkan aturan soal piagam penghargaan bagi calon siswa baru melalui jalur prestasi. Bagaimana tanggapan dari Kawan Global terkait hal ini? Berikut rangkuman acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (19/6) kemarin. Setiap tahun ajaran baru, PPDB selalu saja dapat kecaman dan ada keluhan. Sebagai masyarakat sekaligus orangtua murid, Ayu di Petang sempat juga mengeluh meskipun keluhan dialami saat PPDB tahun lalu. Ia berharap ada keseragaman dari semua penyelenggara pendidikan, agar tidak menimbulkan kerancuan di kalangan masyarakat. Intinya adalah semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak, demikian Made Bimasena di Gianyar. Jangan ada pilih kasih. Ketidakadilan ini harus diselesaikan, mulai dari pembenahan mental para pendidik. Melihat banyaknya jalur yang bisa ditempuh dalam
PPDB, Werdha di Gianyar juga dibuat bingung. Idealnya adalah bagaimana tiap satuan pendidikan punya mutu yang sama, tak ada sekolah favorit dan tidak favorit. Cukup satu jalur saja yang ditempuh, hendaknya ke depan ada satu sistem saja meskipun siswa yang diterima kurang bagus awalnya tetapi out put-nya menjadi bagus atau berkualitas. Sepertinya tiap tahun PPDB ruwet dan ruwet, demikian Febri di Denpasar. Kalau dulu penerimaan murid baru tak ada masalah karena sistemnya hanya ada satu jalur yaitu menggunakan NEM. Ia sangat heran dengan sistem pendidikan di negara kita. Dengan
banyaknya jalur ini ia justru khawatir akan terjadi celah penyalahgunaan. Untuk jalur miskin ia mengusulkan agar dibuat sekolah khusus bagi siswa miskin, tidak ada biaya masuk ke sekolah ini. Fera di Tabanan berharap semua dibuat simpel. Mencari sekolah mestinya tidak malah memusingkan kepala, bila perlu semua digratiskan. Sebagai orangtua, Arya di Denpasar berpendapat, tujuan menyekolahkan anak agar ia bisa mandiri nantinya. Untuk urusan sekolah, ia cenderung tidak memaksakan anak mau bersekolah di mana saja, di swasta juga tak kalah bagusnya dengan sekolah negeri. (sikha)
Kampus Terbaik
Tak hanya itu, ia juga akan memberikan beasiswa pendidikan S-1 sampai S3- yang akan bekerja sama dengan sejumlah kampus terbaik di Indonesia. ‘’Beasiswanya akan dianggarkan dari APBD Provinsi,’’ ujarnya. Selain itu, Koster pula akan mengembangkan program pendidikan yang seirama dengan potensi serta keunggulan alami yang secara turun-temurun dimiliki oleh orang Bali. ‘’Potensi alami itu akan membuat SDM kita unggul secara khusus di bidang pariwisata, pengobatan tradisional dan aristektur. Termasuk juga industri kreatif. Karena kemampuan undagi atau kreatif itu tadi. Nanti kita kembangkan itu,’’ terangnya. Agar keunggulan di bidang tersebut mampu melahirkan SDM yang mempunyai nilai kompentensi dan daya saing, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah kampus serta membangun akademi komunitas sesuai potensi yang ada. ‘’Kita juga akan bangun rumah desain dan inkubator industri kreatif khusus untuk generasi milenial yang memang minatnya condong ke sana,’’ ujarnya.
Khusus untuk industri kreatif, pihaknya akan membantu mulai dari regulasi, mewadahi dalam organisasi yang dibutuhkan hingga pemasaran produknya. ‘’Kita juga ingin generasi milenial Bali menjadi wirausaha di bidang industri kreatif hingga mampu menyerap tenaga kerja,’’ tandasnya. Dengan itu semua, Koster berharap SDM Bali utamanya generasi muda ke depan akan menjadi tuan di rumah sendiri. ‘’Kita tidak bisa menolak persaingan global yang sudah di depan mata. Tapi kita dengan kualitas kompetensi dan daya saing, kita akan mampu menjadi tuan di rumah sendiri,’’ tutupnya. Pemaparan ini ternyata bisa menggugah kaum milenial. Komang Putra (22), misalnya, mahasiswa Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengaku sangat kagum dengan program terobosan Koster-Ace di bidang pendidikan. Salah satunya adalah program beasiswa pendidikan dari S-1 hingga S-3. ‘’Di Bali belum pernah ada (sebelumnya). Untuk daerah lain sudah ada, misalnya Sorong. Karena saya punya teman yang satu kampus dari sana. Program Pak Koster sangat luar biasa,’’ ungkapnya. Sebagai mahasiswa asal
Bali yang menempuh pendidikan di luar daerah, lajang asal Klungkung ini sangat mendukung program tersebut. ‘’Saya sebetulnya belum menentukan pilihan, orang seperti saya sering disebut swing voters. Tapi begitu berdialog dan tahu program Pak Koster, saya langsung termotivasi, dan mantap hati mencoblos nomor urut 1 tanggal 27 Juni (2018) nanti,’’ tegasnya. Sementara Andy Sabda Pramana (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) asal Bajar Kelod, Renon, Denpasar, mengucapkan terima kasih atas bantuan wantilan serta seperangkat gamelan yang diberikan Koster ketika masih duduk sebagai anggota Komisi X DPR-RI. ‘’Beliau (Wayan Koster) membantu wantilan dan gamelan di banjar kami. Akhirnya kami generasi muda bisa berlatih megambel. Beliau belum menjadi gubernur sudah membantu generasi muda,’’ ungkapnya disambut tepuk tangan ratusan generasi muda yang hadir. Hebatnya, usai acara tersebut, ratusan kaum milenial yang hadir secara spontan meneriakkan yel-yel Salam Satu Jalur untuk menyiratkan sebagai bentuk dukungan terhadap Koster-Ace. (kmb)
kemarin. Dia menilai forum di Komisi II DPR tersebut lebih adil sehingga tidak terlalu dominan nuansa politiknya. Menurutnya, apabila penjelasan Mendagri sudah jelas maka persoalan dianggap selesai. ‘’Sebaliknya jika persoalan dianggap tidak selesai maka bisa diambil langkah lanjutan,’’ ujarnya. Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat tidak melanggar undang-undang. ‘’Enggak ada
SINAR BANGUN - Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (19/6) kemarin. Hingga kemarin masih puluhan penumpang belum ditemukan.
apa-apa yang penting tidak melanggar undang-undang. Dulu itu kan orang curiga, belum-belum curiga. Kan enggak mungkin dong saya mengusulkan orang kemudian menjerumuskan Pak Presiden, kan gak mungkin. Saya sesuai aturan dan UU karena nama yang saya usulkan saya kirim kepada Pak Presiden,’’ kata Mendagri Tjahjo Kumolo, di Bandung, Senin lalu. Tjahjo mengatakan tidak ada pertimbangan khusus terkait dipilihnya M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, terlebih latar belakang Iriawan dari kepolisian. (ant)
Bali Post/ant
Mengawal Suara
WARUNG GLOBAL
PPDB Jangan Timbulkan Ketidakadilan
ini sudah banyak contohnya, misalnya Ronny Sompie menjadi Dirjen Imigrasi di Kementerian Hukum & HAM,’’ ujarnya. Sementara itu, PPP lebih memilih langkah memanggil Menteri Dalam Negeri melalui forum rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPR daripada ikut menggulirkan hak angket terkait pelantikan Irjen Pol. M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. ‘’PPP lebih memilih menggunakan forum Komisi II DPR untuk memanggil Mendagri dimintai penjelasan,’’ kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi di Jakarta, Selasa
Sistem yang disiapkan KRB menutup segala celah adanya suara yang ‘’menguap’’. Prinsipnya, satu suara itu mahal, harus dikawal serius. Apalagi survei terakhir menunjukkan Mantra-Kerta unggul atas pasangan lawan. Mantra-Kerta unggul pada kisaran 6,4 persen. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan publik yang terus menguat. Kepercayaan ini pada akhirnya harus dikawal sampai akhir. Sementara itu, Cagub Rai Mantra mengatakan, tekad ribuan saksi yang diberi santiaji tentu sudah bulat mengawal Mantra-Kerta, selain mengawal, tentu bersamasama memenangkan pertarungan. ‘’Mari bergandeng tangan dan berjuang bersama,’’ kata Rai Mantra. Kepada para saksi, Rai Mantra juga mengimbau agar mereka tidak sungkansungkan minta penjelasan kepada tim koalisi jika ada informasi yang belum dipa-
hami. Sehingga permasalahan di tingkat saksi bisa diselesaikan dengan segera. ‘’Ini hal yang perlu diketahui secara jelas sebagai kunci sukses. Saksi agar menerima masukan dan informasi dari ahlinya agar bisa mengawal suara dengan baik,’’ kata Rai Mantra. Paradigma Buleleng Sementara itu, paradigma para pemilih di wilayah Buleleng yang notabene menjadi basis PDI-P pelan-pelan mulai bergeser. Penilaian itu dilontarkan politisi senior Partai Golkar asal Buleleng Nyoman Sugawa Korry saat ditemui di tengah-tengah kegiatan jalan sehat di Singaraja, Selasa (19/6) kemarin. Menurut pria asal Banyuatis ini, kondisi ini diketahui saat dirinya bersama seluruh relawan Mantra-Kerta menggelar acara jalan sehat. ‘’Persiapannya sangat singkat. Undangannya juga hanya melalui grup WA, telepon, atau SMS. Semua merasa peduli dengan Mantra-Kerta. Akhirnya semua terlibat. Peserta
membeludak, ribuan orang. Informasi acara disampaikan secara berantai karena semua peduli dengan Mantra-Kerta. Semua lapisan umur datang. Ibu-ibu bisa goyang poco-poco. Begitu juga dengan pemilih milenial. Semua berjalan sangat cepat,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali itu. Menurut Sugawa Korry, semua peserta datang dari Buleleng. Tidak ada peserta datang dari luar Buleleng. ‘’Ini berbeda dengan yang lain. Semua orang didatangkan dari seluruh pelosok Bali. Kalau kami, persiapannya sangat singkat, undangan sederhana, tetapi semua orang datang dengan antusias yang tinggi,’’ ujarnya. Kondisi ini memperlihatkan jika pendukung MantraKerta di Buleleng itu datang dengan hati nurani. Mereka datang dengan kesadaran penuh, siapa yang seharusnya memimpin Bali. Bahkan beberapa tokoh senior seperti Arga Pynatih, dan bahkan beberapa sesepuh asal PDI-P juga datang mengikuti acara jalan sehat. ‘’Kita mengede-
pankan politik gembira, santun, politik yang sehat, tidak mengganggu lalu lintas, tidak hura-hura dan sebagainya. Kita ajak masyarakat untuk berjalan sehat, bergoyang poco-poco,’’ ujarnya. Menurut Sekretaris DPD Golkar Bali ini, di Buleleng sudah terjadi pergeseran paradigma. ‘’Belajar dari pengalaman dua kali pilgub yakni tahun 2008 lalu. Saat itu Golkar melawan PDI-P yaitu Made Mangku Pastika yang saat ini masih menjadi Gubernur Bali. Orang Buleleng sangat solid mendukung putra daerahnya. Asal gubernur orang Buleleng, pasti dukung. Waktu itu sebagai tim lawan, kami sangat sulit masuk. Di wilayah Desa Banjar, misalnya. Sangat sulit. Kini semua sudah cair. Mereka tahu siapa yang harus mereka pilih, sekalipun salah satu cagubnya orang Buleleng,’’ ujarnya. Fakta lain juga membuktikan, orang Buleleng sudah mampu melihat figur yang mereka pilih. Dirinya yakin, Mantra-Kerta bisa menang di Buleleng. (kmb)
Kartu Keluarga
Jalur alasan khusus ini dibatasi hanya sejumlah maksimal 5% dari daya tampung jalur alasan khusus masingmasing sekolah di kabupaten/ kota di Bali. ‘’Kedua jalur ini (jalur prestasi dan alasan khusus) harus menyertakan Kartu Keluarga (KK) yang telah dilegalisir oleh pihak berwenang yang dikeluarkan per 31 Desember 2017,’’ tandasnya. Selain itu, PPDB 2018 juga membuka jalur keluarga miskin dan inklusi pada 22 Juni hingga 25 Juni dan diumumkan pada 28 Juni. Calon peserta didik yang dapat mengikuti jalur ini hanya dikhususkan bagi calon peser-
ta didik yang memiliki Kartu Keluarga (KK) sesuai dengan KK pada daerah kabupaten/ kota lokasi pilihan sekolah per 31 Desember 2017 yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Miskin dari kepala dusun/klian dinas/bendesa pakraman/kepala desa/perbekal/lurah dan/atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/Kartu Indonesia Sehat (KIS)/Kartu Indonesia Pintar (KIP)/Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/Kartu Harapan Sejahtera (KHS). Dokumen pendukung administrasi keluarga miskin akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum dinyatakan diterima dalam pendaftaran PPDB tahun ini. Selain itu juga akan dilakukan pembuktian dengan kunjungan rumah (home visit)
dan jika ditemukan ketidaksesuaian dengan status keluarga miskin, maka tidak dapat dinyatakan lulus pada penerimaan. Khusus untuk calon peserta didik inklusi, tidak ada syarat terkait dokumen administrasi keluarga miskin, selama syarat ketentuan fisik terpenuhi maka dapat langsung diterima. ‘’Jalur ini tidak memakai persentase, karena lebih diutamakan,’’ tukas Wardhani. Sementara itu, untuk jalur zonasi akan dibuka pada 29 Juni hingga 2 Juli. Pada jalur zonasi siswa bisa memilih maksimal tiga sekolah yang berada di lingkungan wilayahnya berdasarkan KK. ‘’Tujuan jalur zonasi ini agar tidak ada kasta-kasta di dalam sekolah. Siswa bisa sekolah di mana pun sesuai
dengan KK-nya,’’ tegasnya. Proses PPDB tahun pelajaran 2018/2019 diyakini bisa berjalan sesuai dengan harapan dan tidak menimbulkan kisruh di masyarakat. Apalagi, proses PPDB jalur zonasi yang menyertakan KK sudah memasuki masa transisi, sehingga masyarakat lebih paham dari tahun sebelumnya. ‘’Kalau pada tahun 2017 itu aturannya memang mepet, tetapi untuk tahun ini kan aturannya sudah jelas. Karena ini sudah sistem dan masyarakat seharusnya sudah siap dengan sistem zonasi ini. Saya optimis proses pendaftaran PPDB tahun ini tidak menimbulkan kisruh seperti tahun lalu. Apalagi aturannya sudah jelas sesuai Permendikbud 14 Tahun 2027,’’ pungkasnya. (win)
RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI
Rabu Umanis, 20 Juni 2018
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Lukaku Persembahkan Gol untuk Ibundanya Moskow –
Belgia mengawali kiprah mereka di Grup G Piala Dunia 2018 Rusia dengan hasil memuaskan. Bertanding di Fisht Stadium, Setan Merah menundukkan Panama dengan skor telak 3-0. Bintang Napoli Dries Mertens membuka keunggulan bagi Belgia setelah tendangan kerasnya berhasil mengoyak gawang Panama pada menit ke-47. Namun, Romelu Lukaku adalah aktor utama yang memastikan kemenangan untuk Belgia berkat dua gol yang dicetaknya pada menit ke-69 dan ke-75. Usai mencetak gol, Lukaku
tampak melakukan selebrasi yang unik. Dengan berlari kecil, penyerang berusia 25 tahun itu membuat kode lewat jemarinya berbentuk huruf A sambil melempar kecupan. Kode A tersebut ternyata ditujukan kepada sang ibunda yang bernama Adolphine Lukaku. Usai melesakkan gol keduanya, Lukaku kembali melakukan selebrasi yang di-
tujukan untuk ibunya. Kali ini, ia berlari mendekati kamera di belakang gawang Panama, sambil melepas kecupan yang ditujukan pada sang ibu. Selebrasi kecupan tersebut ditujukan Lukaku kepada ibunya sebagai wujud syukur. Ia menyebut jika segala prestasi dan perjalanannya hingga ke tangga teratas sebagai pesepak bola andal tak lepas dari kerja
keras sang ibu yang senantiasa merawatnya sejak kecil. ‘’Ibu saya selalu berdoa setiap hari sepanjang waktu untuk keberhasilan kami, anak-anaknya, terutama saya. Torehan yang saya dapat saat ini semua berkat tangannya,’’ ungkap bomber bertubuh gempal itu. Lukaku bercerita bagaimana miskinnya ia dan keluarganya saat kecil. Lukaku tak segan bercerita ibunya yang suka berutang roti, sehingga tukang roti tahu bahwa kehidupan Lukaku sangat miskin. ‘’Bahkan, ada waktu ibu
saya harus berutang roti dari toko roti di jalan. Tukang roti mengenal saya dan adik lelaki saya. Jadi, mereka akan membiarkan ibu saya mengambil sepotong roti di hari Senin dan membayarnya pada hari Jumat,’’ ujar Lukaku. ‘’Saya tahu persis apa yang harus saya lakukan. Saya tidak bisa melihat ibu saya hidup seperti itu. Saya pernah mengatakan kepada ibu bahwa suatu hari semua akan berubah. Sekarang kami baikbaik saja. Anda tak perlu khawatir lagi,’’ katanya.
Kementerian Koperasi-Polda Bali Gelar Bali Open 2018 Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-72 dan Hari Koperasi tahun 2018, Polda Bali bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Provinsi Bali (Pengprov PTMSI Bali) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja Bali Open 2018. Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk menyaring bibit-bibit baru yang memiliki potensi dalam bidang tenis meja. Terkait digelarnya Kejurnas Tenis Meja Bali Open 2018, Ketua Panitia Pelaksana Ida Bagus Toni Astawa, S.E. bersama timnya melakukan audiensi ke Polda Bali, Selasa (19/6) kemarin. Audiensi tersebut diterima Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Dir. Reskrimsus Kombes Pol. Anom Wibowo, Kabid Humas Kombes Pol.
Hengky Widjaja dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo. Dalam pertemuan itu, Toni Astawa menyampaikan Kejurnas Tenis Meja tersebut akan diselenggarakan mulai tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2018 di GOR Lila Bhuana Denpasar. Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan beberapa nomor, yaitu Tunggal Putra Junior Nasional, Tunggal Putri Junior Nasional, Tunggal Putra Kadet se-Bali, Tunggal Putri Kadet se-Bali, Tunggal Putra Pemula se-Bali dan Tunggal Putri Pemula se-Bali. Yang tidak kalah menarik adalah dipertandingkannya kategori Ganda 100 Plus. Di mana, kategori Ganda 100 Plus adalah peserta dari masyarakat umum secara nasional yang jumlah umur keduanya lebih dari 100 tahun dan pasangan ganda tersebut salah satunya tidak boleh atlet profesional (noneks PON dan eks Porprov).
Bali post/ist
AUDIENSI - Panitia Kejurnas Tenis Meja Bali Open 2018 saat audiensi ke Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Kategori Ganda 100 Plus diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri pada Bali Open 2018 kali ini. Selain itu, perhelatan kali ini juga mempertandingkan kategori bagi kalangan jurnalis dan anggota gerakan koperasi. ‘’Yang akan dinilai dalam kejuaraan yaitu pemain paling sportif dan busana terbaik. Total hadiah dalam kejuaraan ini
mencapai Rp 165 juta,’’ ungkap Toni Astawa. Sementara itu, Irjen Golose menyampaikan tenis meja merupakan olahraga semua usia. Selain itu olahraga ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. ‘’Olahraga ini (tenis meja) dapat mencegah penyakit alzheimer (penurunan daya ingat), pengapuran sendi lutut, meningkatkan refleks dan
masih banyak manfaat bagi kesehatan lainnya,’’ ucapnya. Golose berharap dengan diselenggarakannya kejuaraan nasional ini dapat menyaring bibit-bibit baru yang memiliki potensi dalam bidang tenis meja. Bibit-bibit baru ini diharapkan mampu membawa nama Bali menjuarai PON maupun kejuaraan tingkat nasional lainnya. (kmb36)
A p a yang dikatakan Lukaku agar tak khawatir lagi dengan kehidupannya dan sang ibu, memang benar. Striker 25 tahun saat ini jadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Premier League. Menurut laporan Mirror, Lukaku menerima gaji dari MU sebesar £250 ribu, atau Rp 4,6 miliar per pekannya. (kmb33/afp)
Balipost/afp
Romelu Lukaku