Skip to main content

Edisi Selasa 19 juni 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 284 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Hasto Kristiyanto: Pak Jokowi Bilang, Saya dan Pak Koster Satu Napas Perjuangan Koster-Ace Memiliki Komitmen Kuat Jaga Keindonesiaan Melalui Pancasila

Bali Post/kmb

DISAMBUT WARGA - Wayan Koster, Hasto Kristiyanto dan tokoh PDI Perjuangan lainnya disambut warga saat simakrama di di Desa Tegal Harum dan Tegal Kerta, Kecamatan Denpasar Barat (Denbar), Senin (18/6) kemarin. KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turun langsung ke Bali, memimpin konsolidasi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ikut hadir dalam kampanye Koster di Desa Tegal Harum dan Tegal Kerta, Kecamatan Denpasar Barat (Denbar), Kota Denpasar, Senin (18/6) kemarin, juga memastikan Presiden Joko Widodo yang notabene kader PDI Perjuangan hanya mendukung pasangan Koster-Ace. Hasto Kristiyanto menegaskan, PDI Perjuangan menaruh perhatian khusus di Bali guna memberikan dukungan terhadap pasangan nomor urut 1 Koster-Cok Ace. ‘’Ibu Megawati Soekarnoputri pada lebaran kedua datang ke Bali dan memimpin langsung konsolidasi pemenangan di Bali. Hari ini selaku sekjen partai, saya

ditugaskan untuk berkampanye di Bali. Provinsi Pulau Dewata ini sangat penting, tidak hanya karena Pancasila dibumikan dengan baik, Bali menjadi penyangga kekuatan nasionalis-kebangsaan, dan salah satu daerah konsentrasi kekuatan Soekarnois. Karena itulah Koster-Cok Ace memiliki komitmen kuat untuk menjaga keindonesiaan melalui Pancasila,’’ ujar Hasto Kristiyanto. Lebih lanjut Hasto menegaskan bahwa konsepsi pembangunan Koster-Cok Ace benar-benar ramah lingkungan, dan penuh dengan tradisi kebudayaan serta menjabarkan secara komprehensif konsepsi Tri Hita Karana. ‘’Bali dalam satu-kesatuan kepemimpinan nasional Pak Jokowi, Ibu Megawati dan Koster-Cok Ace, akan menjadikan Bali sebagai Pusat Peradaban dan Kebudayaan Dunia,’’ kata Hasto penuh semangat. Meskipun survei selalu

mengunggulkan Koster-Ace, Hasto Kristiyanto tetap mengingatkan agar seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai tetap bekerja keras, gotong royong, tetap rendah hati, dan terus berjuang bersama rakyat. ‘’Rakyat adalah hakim tertinggi. Kemenangan terjadi karena memenangkan hati rakyat. Mari kita tingkatkan gotong royong kita untuk kemajuan Bali, terlebih Bali merupakan penjaga Pancasila dan NKRI,’’ ucapnya. Yang menarik, Hasto Kristiyanto juga menyindir pihak lain yang mengklaim dukungan dari Jokowi. ‘’Siapa bilang Pak Jokowi bela kubu sebelah. Pak Jokowi itu kader dari Ibu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri). Sama seperti Pak Koster. Probowo (Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto) yang dukung kubu sebelah,’’ tegas Hasto Kristiyanto. Hal. 15 Punya Kedekatan

Gol Lozano Sebabkan Tremor di Meksiko

Moskow – Kemenangan Meksiko 1-0 atas Jerman di Piala Dunia 2018 mengejutkan banyak pihak. Bahkan di Negeri Sombrero, gol tunggal Hirving Lozano sampai-sampai menimbulkan tremor yang tidak disebabkan oleh alam. Bertanding di Rostov Arena, Rostov, pada babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2018, Minggu (17/6) malam, Meksiko unggul lewat gol Lozano pada menit ke-34. Memanfaatkan umpan Javier Hernandez, Lozano menjebol gawang juara bertahan yang dijaga Manuel Neuer. Tidak hanya pendukung Meksiko yang di stadion yang melompat menyambut gol ini. Di Meksiko, warga juga tidak kalah antusias. Bahkan, warga yang melompat gembira di saat bersamaan sampai menimbulkan gempa ringan alias tremor. Pemerintah setempat telah mengonfirmasi kejadian ini. Menurut pemerintah Meksiko, kegembiraan masyarakat telah menyebabkan data seismograf mengindikasikan terjadinya tremor di Meksiko City sesaat setelah Lozano menjebol gawang timnas Jerman. ‘’Kemungkinan karena lompatan hebat di Meksiko saat gol di Piala Dunia. Setidaknya dua sensor di dalam kota mendeteksinya sekitar pukul 11:32,’’ tulis SIMMSA, lembaga yang berada di bawah kendali Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Meksiko. Hal. 15 Layak Menang

Konser Bali Salam 2 Jari Dipadati Puluhan Ribu Warga

Mantra-Kerta Makin Yakin Kemenangan 6,4% akan Terwujud

LAPANGAN Niti Praja Lumintang, Denpasar tak mampu menampung puluhan ribu warga yang menghadiri Konser Bali Salam 2 Jari, Minggu (17/6) malam. Banyak dari mereka yang rela berdesakan atau memilih menyaksikan konser dari Taman Kota Denpasar atau di pinggir jalan dekat lapangan. Konser Bali Salam 2 Jari yang digelar Komunitas Taksu Seni Bali di Denpasar sejak siang hari itu notabene konser pamungkas dari konser yang sebelumnya digelar di Gianyar, Buleleng, Jembrana, Tabanan, Klungkung dan Karangasem. Pada setiap konser, ribuan warga hadir. Bahkan, untuk konser di Denpasar, penonton sampai puluhan ribu orang.

Sederet artis papan atas dan band lokal tampil dalam konser di Lumintang. Di antaranya Joni Agung & Double T, Bintang Feat Lebri Partami, Kis, Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, dan Rajes n Band & Rah Tut XXX. Sejumlah atraksi kesenian Bali juga mengisi rangkaian konser yakni kendang mebarung Lanus, serta lawak Cedil dan Petruk. Salah satu yang spesial dari konser kali ini adalah penampilan musisi nasional asal Bali, Dewa Budjana. Gitaris Band Gigi tersebut rela datang dari Jakarta untuk memberikan dukungan kepada Rai Mantra di Pilgub Bali. Hal. 15 Gedung Konser

KONSER - Foto dari udara yang memperlihatkan puluhan ribu warga memadati Konser Bali Salam 2 Jari di Lapangan Lumintang, Denpasar, Minggu (17/6) malam.

Tolak Reklamasi akan Tetap Bergerak

25 Agustus Hari Penentuan

25 Agustus 2018 adalah hari penetuan nasib Teluk Benoa. Jika izin lingkungan tidak dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga batas akhir itu, maka izin lokasi yang dimiliki investor dipastikan gugur dan tidak dapat diperpanjang kembali. Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) tak putus menggelar aksi penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa yang digagas PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Bulan ini, aksi digelar di perairan Teluk Benoa atas inisiasi massa dari basis Jimbaran. Aksi ditandai dengan penancapan sebuah bendera raksasa, Senin (18/6) kemarin. Massa ForBALI bertolak dari sejumlah titik di sekeliling Teluk Benoa dan Sanur. Mereka menuju sebuah tower yang terbuat dari bambu di Teluk Benoa, tepatnya perairan dekat Jimbaran dan Mumbul. Dua tahun lalu, delapan STT di Bualu juga mengibarkan bendera serupa di tower yang dibuat warga setempat tersebut. Penancapan sekaligus pengibaran bendera yang dilakukan dua minggu jelang pilkada serentak 2018 ini diiringi pula dengan lagu ‘’Bali Tolak Reklamasi’’. Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dalam orasinya mengatakan, aksi ini merupakan penanda bahwa gerakan Bali Tolak Reklamasi setiap bulannya akan terus dikobarkan. Panji-panji perlawanan berupa bendera yang ditancapkan di Teluk Benoa merupakan simbol bahwa Teluk Benoa adalah milik rakyat Bali dan bukan milik investor. ‘’Kita tancapkan bendera, kita katakan kepada dunia bahwa rakyat yang memiliki Teluk Benoa. Tidak untuk TWBI, tidak untuk investor-investor rakus,’’ ujarnya. Gendo menambahkan, aksi di Teluk Benoa ini juga untuk mengatakan kepada penguasa bahwa rakyat tidak gentar. Bahkan terus akan melakukan perlawanan dengan cara-caranya sekalipun tanpa modal apa-apa alias gerakan miskin. ‘’Dua minggu jelang pilkada, kita membuktikan bahwa kita tidak terpengaruh dengan pilkada dan kontestasi politik. Kita akan terus mengobarkan semangat. 25 Agustus 2018 adalah hari penentuan dan kita akan terus bergerak, kita akan terus melawan,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa kini sudah memasuki tahun kelima. Tahun 2018 ini merupakan tahun penentuan karena perpanjangan masa berlaku izin lokasi akan habis pada 25 Agustus mendatang. Jika izin lingkungan tidak dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga batas akhir itu, maka izin lokasi yang dimiliki PT TWBI dipastikan gugur dan tidak dapat diperpanjang kembali. Kendati, peluang investor untuk mereklamasi Teluk Benoa demi kepentingan bisnis baru benar-benar akan tertutup jika Presiden mencabut Perpres No. 51 Tahun 2014. (kmb32)

Bali Post/eka

TOLAK REKLAMASI - Massa ForBALI saat memasang bendera tolak reklamasi di Teluk Benoa, Senin (18/6) kemarin. Ratusan massa yang membawa atribut tolak reklamasi memakai jukung untuk mengibarkan bendera di sebuah tower yang terbuat dari bambu di Teluk Benoa.

Sikapi Bonus Demografi

Suwasta Siapkan ’’Entrepreneur Masuk Desa’’ sebagai Fondasi

Bali Post/rin

SUWASTA - Pasangan calon nomor urut 2, I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta), berada di tengahtengah pendukungnya saat debat Pilkada Klungkung, Senin (18/6) malam.

INDONESIA diprediksi mengalami bonus demografi pada 2020-2030, yakni suatu keadaan jumlah usia produktif jauh lebih banyak pada saat itu. Menyikapi adanya bonus demografi, pasangan calon nomor urut 2, I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta), mengaku sudah menyiapkan strategi yakni ‘’Entrepreneur Masuk Desa’’. Strategi ini diungkapkan pada saat Suwasta mengikuti debat publik kedua Pilkada Klungkung di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Senin (18/6) kemarin. Menurut Suwirta, program ‘’Entrepreneur Masuk Desa’’ sudah dibedah. Dalam hal ini, anak-anak muda di Klungkung akan dikumpul-

kan dalam komunitas sesuai potensinya. Ada komunitas seni, pertanian, bahkan kapal pesiar yang akan disiapkan. Jika terpilih, Suwasta mengaku siap memberangkatkan anak-anak muda yang ingin bekerja di kapal pesiar secara gratis. ‘’Ini bukan program muluk-muluk, tetapi suatu program nyata. Kami sudah menyiapkan program yang merupakan fondasi dari semua program yaitu entrepreneur masuk desa,’’ ujar calon incumbent ini. Suwirta menambahkan, adanya komunitas dalam program ini juga merupakan langkah preventif untuk menangkal narkoba. Ditambah lagi di tahun 2018 ini, Klungkung sudah memiliki

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang sudah disetujui pemerintah pusat. BNNK selanjutnya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian agar kasus narkoba bisa ditangani secara terintegrasi. Di sisi lain, penyaluran atau peredaran narkoba juga akan ditutup dengan adanya pelabuhan segitiga emas. Terutama menutup pintu masuk peredaran narkoba ke daerah-daerah pariwisata. ‘’Kita harus membuat sistem yang baik untuk menangkal narkoba,’’ jelasnya. Dikatakan Suwirta, feasibility study dan detail engineering design pelabuhan segitiga emas saat ini sudah hampir selesai. Nanti-

nya, pelabuhan segitiga emas akan menjadi pelengkap dari semua pelabuhan yang ada di bumi serombotan. Utamanya untuk memastikan jumlah tamu yang masuk ke Nusa Penida dan kembali ke Klungkung. Lebih penting lagi adalah untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Pelabuhan segitiga emas ini akan disinergikan dengan Badan Pengelola yang hanya tinggal diisi dengan SDM saja. Cuaca buruk seperti hujan angin yang tidak memungkinkan untuk penyeberangan laut akan diantisipasi dengan pembangunan helipad di Nusa Penida. ‘’Kemudian untuk mengangkut pasien, kita juga menyiapkan ambulans laut,’’

imbuhnya. Di bidang pendidikan, lanjut Suwirta, diupayakan agar tidak ada lagi kesenjangan antarsekolah dengan menyamakan kualitas sekolah di desa dan kota. Tidak ada lagi sekolah favorit dan tidak favorit. Di Klungkung sekarang juga sudah berjalan pendidikan karakter. Sejak awal menjadi bupati, dirinya sudah meminta agar pendidikan karakter diselipkan di semua mata pelajaran. Baik TK, SD, SMP, maupun SMA. Pihaknya juga akan menuntaskan TK negeri di semua desa. Selain itu menyediakan angkutan siswa gratis di semua kecamatan, dan beasiswa untuk semua siswa miskin. (kmb32)


DENPASAR

2

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

Dishub Tambah 40 Titik LPJU

Bali Post/eka

JALAN - Para pengendara melintas di persimpangan Jalan Gajah Mada-Pulau Sumatera, Denpasar, beberapa waktu lalu. Untuk kenyamanan pengendara dan warga, Pemerintah Kota Denpasar tengah menyiapkan penambahan sejumlah lampu penerangan jalan umum.

FIGUR Dipercaya Rakyat PILKADA serentak 2018 kian dekat. Sejumlah tahapan sudah berjalan dengan aman dan lancar. Sementara aparat keamanan terus menggaungkan pentingnya keamanan dalam pelaksanaan pilkada tersebut dan berbagai upaya antisipasi gangguan kamtibmas telah dilakukan oleh kepolisian bersinergi dengan TNI. Menyambut pesta demokrasi tersebut, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi mengimbau masyarakat Bali agar memanfaatkan momentum pilkada ini sebagai suatu proses demokrasi. Rakyat juga diajak berdoa agar proses tahapan pilkada berjalan aman dan lancar dan pada akhirnya diperoleh pemimpin yang mendapat kepercayaan rakyat. ‘’Sehingga, pemimpin tersebut pada akhirnya mampu menyejahterakan rakyat dan warga Bali,’’ katanya, belum lama ini. Apakah deteksi dini dengan menggerakkan anggota intelijen? ‘’Kita bicara tugas, maka ada fungsi-fungsi. Fungsi operasi termasuk di dalamnya intelijen. Fungsi intelijen salah satu unsurnya mencari data keterangan. Intelijen saya perintahkan mencari data keterangan yang kira-kira mengganggu dan menghambat jalannya pesta demokrasi. Tapi, dia sifatnya hanya mengumpulkan data dan keterangan. Data itu dilaporkan ke komando untuk diambil langkah preventif,’’ ujar mantan Danmen Arhanud 1/F Kodam Jaya ini. Selain itu, dia mengaku sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan kepolisian khususnya para Kapolres. Saat berkunjung ke daerah, pihaknya sudah bertemu dengan Kapolres Klungkung, Gianyar, Buleleng, Karangasem dan Bangli. Pada kesempatan itu ia menyampaikan akan membantu kepolisian dalam melaksanakan tugas tersebut. Terkait pemetaan wilayah rawan konflik, ia mendapat laporan dari para Dandim dan secara substansi tidak ada alias masih aman. Bahkan, ia melihat masyarakat menyambut pesta demokrasi sebagai suatu kegembiraan. ‘’Jadi, substansi dalam kontek kerawanan pilkada tidak ada. Namun, bisa jadi muncul kerawanan bukan terhadap pilkada nya, tapi orang yang memanfaatkan pilkada. Memanfaatkan momen pilkada untuk kepentingannya. Ini ada momen pilkada didomplengi supaya tujuan kelompok tertentu itu bisa tercapai,’’ ujar perwira asal Yogyakarta ini. (rah)

Denpasar (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya memaksimalkan fasilitas penunjang jalan raya. Seperti halnya keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang menjadi faktor penunjang keselamatan dalam berkendara. Tahun ini Dishub Denpasar menambah pemasangan 40 titik LPJU yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Denpasar. Dikonfirmasi Senin (18/6) kemarin, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Denpasar I Nyoman Sustiawan mengatakan, penerangan jalan yang berstatus jalan kota merupakan kewenangan Pemkot Denpasar. Saat ini, dalam upaya menerangi jalan Dishub Kota Denpasar telah memasang dan mengelola LPJU sebanyak 17.666 titik yang tersebar di seluruh jalan dengan status jalan kota. Tahun ini, kata Sustiawan, pihaknya turut akan menambah 40 titik LPJU di empat kecamatan berdasarkan permohonan masyarakat. Ditegaskan, seluruh permohonan telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan survei lapangan. Dari survei tersebut dapat disimpulkan tingkat urgensinya. ‘’Setiap permohonan masyarakat sudan kami terima dan tindaklanjuti. Hasil survei itu yang

menentukan pemasangan titik LPJU yang diperioritaskan dengan melihat urgensinya di lapangan sehingga tepat sasaran dan tepat guna,’’ tegasnya. Terkait dengan LPJU yang sudah ada, kata Sustiawan, Dishub secara rutin melaksanakan pengecekan dan perawatan. Bahkan, Dishub telah memiliki teknisi khusus yang menangani permasalahan LPJU di setiap kecamatan. ‘’Perawatan memang secara rutin dilaksanakan sehingga LPJU sebagai penunjang keamanan dan kenyamanan dalam berkendara dapat berfungsi dengan baik,’’ ungkapnya. Menurut Sustiawan, fasilitas LPJU di Kota Denpasar akan dikelola dengan sistem Smart LPJU. Sehingga pemantauan kondisi LPJU dapat dilaksanakan melalui control room yang dapat memberikan informasi jika terjadi masalah dalam LPJU. ‘’Ke depan, kami rancang LPJU di Kota Denpasar yang berbasis teknologi yang dikenal dengan istilah Smart LPJU, sehingga fasilitas LPJU di Kota Denpasat dapat dirasakan dengan baik dan maksimal dalam menunjang keamanan, kenyamanan serta keselamatan dalam berkendara di jalan raya,’’ tegasnya. (kmb12)

PPDB di Denpasar dilakukan lewat jalur KK miskin, prestasi, penghargaan dan jalur zonasi (UN). Untuk jalur zonasi, jika memilih satu zonasi diberi memilih tiga sekolah. Namun, jika memilih sekolah di luar zonasi, hanya diberi pilihan satu sekolah. Pada PPDB tahun ini dia memprediksi semua sekolah swasta kebagian siswa baru. Pasalnya, dari 14.000 siswa lulusan SD, hanya sekitar 3.700 orang yang diterima di 12 SMP negeri yang ada di Denpasar. Sekolah negeri juga dilarang menerima 36 siswa per kelas. Inilah yang dia sebut pemberdayaan bagi sekolah swasta. (025)

PPDB Jalur Prestasi di SMA Negeri Menuai Kecaman

Di SMAN 3 Denpasar, misalnya, banyak orangtua siswa kecewa prestasi anaknya yang diraih di Universitas Udayana dan SMA negeri ditolak lantaran kompetisi tersebut bukan dilakukan oleh pemerintah. Sementara sekolah lain ada yang meloloskan. Sementara di SMAN 8 Denpasar, calon siswa yang melampirkan piagam duta PKB Kota Denpasar ditolak lantaran pada piagam tidak tercantum juara I, II atau III. Made Sukawan mengaku

sangat kecewa karena persyaratan jalur prestasi yang hanya menerima piagam dari pemerintah dinilainya sangat diskriminatif. ‘’Kasihan SMA negeri yang mengadakan lomba dan siswa yang meraih juara di sana tidak diterima. Di mana keadilan itu?’’ katanya mengkritisi. Kepala Dinas Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardani belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal tersebut karena saat dihubungi via HP, pe-

jabat bersangkutan tidak menjawab. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan menegaskan, pihaknya tidak mau PPDB di SMP negeri mempersulit masyarakat. Hal ini dia instruksikan karena banyak masyarakat yang mengeluh direpotkan oleh KK dan KTP yang harus dilegalisir oleh pejabat berwenang. Ditegaskan, pendaftaran PPDB di

Kota Denpasar tidak usah melampirkan KK dan KTP yang dilegalisir. Cukup hanya dengan menunjukkan fotokopi dan KK aslinya kepada petugas di sekolah. ‘’Kami tak mau mempersulit masyarakat di PPDB,’’ tegasnya. Model seleksi PPDB jalur prestasi untuk SMP negeri di Kota Denpasar dinilai lebih berkeadilan. Jalur prestasi tak harus melampirkan piagam dari ajang yang digelar pemerintah, melainkan dibebaskan. Kedua, seleksi dan jenis kebutuhan prestasi sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. ‘’Pokoknya, jangan mempersulit warga,’’ tegas Gunawan. Gunawan mengatakan,

CELAH hukum atau isu hukum memang menarik untuk dijadikan senjata dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada), khususnya di Bali. Tidak hanya itu, saling bully dan ejekan antarpendukung calon juga kerap mewarnai, khususnya di media sosial. Esensinya tentu berdampak pada proses hukum, yakni adanya saling lapor. Begitu juga dengan dugaan money politics, serangan fajar, dan intrik politik lainnya. Untuk mencegah dan menyelesaikan terjadinya akses pelanggaran hukum itulah pemerintah, khususnya daerah atau wilayah yang menyelenggarakan Pilkada membentuk sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Di sana ada Panwas, Polri dan kejaksaan. Panwas sebagai penyelenggara

pemilu dalam konteks pengawasan, unsur kepolisian selaku penyidik dan kejaksaan selaku penuntut umum. Sehingga jika ada laporan masalah pilkada ke Panwas, Polri dan kejaksaan ada di sana. Soal kejaksaan, sudah jelas juga disebutkan tugas pokok dan pungsinya sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Diuraikan bahwa jaksa adalah sebagai pengacara negara untuk menjalankan fungsi-fungsi jaksa dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Misalnya soal menegakan keadilan, menjaga kewibawaan pemerintah, menyelamatkan kekayaan negara, dan melindungi kepentingan masyarakat. Untuk menjalankan fungsi-fungsinya, jaksa sebagai pengacara negara diberi-

kan tugas pokok dan fungsi oleh UU yakni penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, dan tindakan hukum lainnya. Kasipenkum Humas Kejati Bali Edwin Beslar yang dikonfirmasi soal peran jaksa dalam Pilkada Bali tidak menampik bahwa peran jaksa sebagai penuntut umum. ‘’Tupoksi jelas diatur dalam Pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan,’’ ujar Edwin Beslar, Senin (18/6) kemarin. Soal keberadaan petugas kejaksaan bersama Panwas, manakala ada pilkada ataupun pilpres/pileg adalah sebagai penuntut umum dalam sentra penegakan hukum terpadu. Tiga lembaga berkolaborasi. Ketiga lembaga tersebut jelas tupoksinya masing-masing. Dicontohkan seperti ada dugaan

pelanggaran hukum yang dilaporkan ke Panwas. ‘’Jadi yang menerima laporan tersebut adalah Panwas, kemudian laporan tersebut didiskusikan dan dibuat analisa hukumnya. Apakah masuk ranah administrasi atau pidana. Jika pidana, apakah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana yang ada dalam UU Pemilu. Ini dilakukan sebelum penyidikan,’’ jelas Edwin Beslar. Jika memang terpenuhi unsur-unsur tindak pidana pemilu atau pilkada, kata Edwin Beslar, maka penyidikan dilakukan oleh peyidik kepolisian langsung didampingi oleh jaksa selaku penuntut umum. ‘’Ini dilakukan untuk efisiensi waktu penyidikan agar tidak ada lagi bolak-balik perkara atau P-19 seperti perkara lain,’’ katanya.

Edwin Beslar mengatakan, ada perlakuan khusus dalam tindak pidana Pemilu karena penyidikan tindak pidana pemilu dibatasi oleh waktu yang singkat. Jika ada kasus dan berkas perkara yang dibuat di sentra Penegakam Hukum Terpadu sudah lengkap dan siap, maka dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan. Dalam helatan Pilkada Bali, Humas dan Penkum Kejati Bali yakin bahwa kejaksaan tidak dapat diperalat oleh salah satu paslon. ‘’Sekali lagi, keberadaan anggota kejaksaan di kantor Panwas Pilkada adalah dalam kapasitas sebagai penuntut umum yang ditugaskan pada sentra Penegakan Hukum Terpadu bersama-sama dengan penyidik kepolisian dalam rangka pilkada saat ini,’’ tegasnya. (asa)

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Polsek Denpasar Barat (Denbar), Polresta Denpasar dan Polda Bali menuntaskan perburuan lima tahanan kabur dari Rutan Mapolsek Denbar. Dua tahanan, yakni M. Alfah dan Wilson Kennedy dibekuk di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (15/6). Beberapa hari sebelumnya M. Rifai diciduk di wilayah Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dikonfirmasi Senin (18/6) kemarin, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo membenarkan kedua pelaku ditangkap di Balikpapan. Saat ini mereka dalam perjalanan

ke Bali. ‘’Masih dalam perjalanan ke Bali. Tiket pesawat susah. Mudah-mudahan hari ini (ke marin - red) bisa sampai sehingga bisa rilis besok (hari ini - red),’’ tegasnya. Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, setelah membobol plafon dan terali besi di kamar mandi, Senin (4/6) M. Panzuri Akbar, Muhammad Zubair, M. Rifai, M. Alfah dan Wilson Kennedy langsung berpencar. Tersangka Alfah dan Wilson memilih kabur ke Balikpapan, Kaltim. ‘’Mereka naik kapal laut menuju Balikpapan. Pelaku belum diperiksa karena masih perjalanan ke Bali,’’ kata sumber. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) -

Hari pertama proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 jalur prestasi di SMA negeri, Senin (19/6) kemarin, menuai banyak keluhan dan kecaman. Pasalnya, pihak sekolah tidak seragam menerapkan aturan bahwa piagam yang diakui hanya dari pemerintah.

Jaksa, Polri, dan Panwas Berkolaborasi dalam Gakkumdu

Jaya Negara Serahkan Piala kepada 12 Pemenang Dua Tahanan Kabur Ditangkap di Kaltim Lomba Gender Wayang Stil Kayumas Kaja LOMBA Gender Wayang Stil Kayumas Kaja di Banjar Kayumas Kaja yang berlangsung dua hari dari tanggal 1718 Juni 2018, telah berakhir. Senin (18/6) kemarin panitia melaksanakan pengumuman pemenang lomba yang menetapkan 12 peserta terbaik, sekaligus penyerahan piala serta piagam penghargaan secara langsung oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Keduabelas peserta berpenampilan terbaik tersebut, untuk kategori usia 7-12 tahun juara I diraih Ni Made Indira Anasari Saputra dan Ni Kadek Vinna Callysta Padmarini, juara II diraih I Gede Sandy Wedanatha dan Putu Vigo Yudha Pratama, Juara III yakni Kadek Citra Aprilya Putri dan I Gede Wira Yadnya, Harapan I diraih Putu Indah Aryati dan Komang Wikananda Eka Putra, Harapan II AAN Bagus Satria Wedanta dan I Nyoman Gede Yajamana Swaha serta Harapan III AAN Trisna Adi Putra

dan AAN Lanang Raditya. Sedangkan pada kategori usia 13-15 Tahun, juara I diraih Komang Gilang Kurnyawan dan AA Gede Bagus Mas Weda Ananta, juara II diraih I.B. Surya Natha dan A.A. Putu Yudidharma Nugraha, Juara III diraih I Gusti Putu Agung Arta Nugraha dan I.B. Oka Santika Putra, Harapan I diraih Gde Ivan Valentino Dwi Putra dan I Made Liang Wirajaya, Harapan II diraih I Putu Indra Wira Pratama dan Reva Majesty Sentana Karang serta Harapan III Ni Luh Cahyani Dewi dan I Putu Arya Bijaksara. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi pelaksanaan lomba gender wayang ini, terlebih pelaksanaannya sudah dilakukan untuk kedua kalinya. ‘’Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan berbangga, karena masyarakat Banjar Kayumas Kaja mengada-

kan lomba ini sebagai upaya pelestarian warisan budaya,’’ ujarnya. Jaya Negara menegaskan, kegiatan lomba ini akan terus didukung oleh Pemkot Denpasar, melalui Dinas Kebudayaan dan akan terus menjaring generasi-generasi penerus khususnya dalam seni Gender Wayang. ‘’Ini merupakan suatu bentuk komitmen Pemkot Denpasar di dalam pelestarian budaya serta berperan aktif dalam pelaksanaan regenerasi pemain gender,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Eka Adnyana mengatakan, keberhasilan pelaksanaan lomba ini tak terlepas dari para tokoh seniman gender wayang Banjar Kayumas Kaja yang masih aktif dalam membina bibit baru generasi muda dalam tabuh gender wayang. Lomba ini diikuti 116 peserta dari beberapa wilayah di Provinsi Bali. ‘’Dengan adanya lomba gender wayang ini, diharapkan mampu menumbuhkan

MENYERAHKAN - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menyerahkan piala serta piagam penghargaan kepada pemenang Lomba Gender Wayang Stil Kayumas Kaja di Banjar Kayumas Kaja, Senin (18/6) kemarin. rasa cinta masyarakat terutama para generasi muda terhadap seni gender wayang serta mampu membangkitkan dan melestarikan kesenian ini sesuai dengan visi misi Kota Denpasar, yakni Denpasar Kreatif Berwawasan budaya,’’ ujarnya.

Selain untuk melestarikan seni dan budaya, kata Eka Adnyana kegiatan ini juga untuk menggali potensi para seniman cilik sebagai generasi penerus dalam menjaga serta memelihara kesenian Bali, khususnya tabuh karawitan gender wayang. (ad652)

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : PPDB Jalur Prestasi di SMA Negeri Menuai Kecaman Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


BADUNG

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

3

Sakit, Pemilih Diizinkan Nyoblos di Rumah Mangupura (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kabupaten Badung menerapkan sistem jemput bola untuk menekan jumlah golput dalam Pemilihan Gubernur Bali pada 27 Juni mendatang. Pihak KPU akan menugaskan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi warga yang tengah sakit agar dapat menggunakan hak pilihnya. Ketua KPU Badung A.A. Gede Raka Nakula mengatakan, pemilih yang sakit di rumah maupun yang tengah berbaring di rumah sakit akan diberikan pelayanan kusus oleh KPPS, karena tidak bisa datang ke Tempat Pemungutuan Suara (TPS). “Mereka yang sakit akan dibawakan surat suara oleh KPPS secara langsung. KPPS akan datang bersama saksi pemilih yang sedang sakit di rumahnya. Namun, pihak keluarga yang memiliki sanak famili sakit wajib melapor ke KPPS. Minimal sehari sebelum pemilihan,” ujar Raka Nakula, Senin (18/6) kemarin. Menurut Raka Nakula, warga yang melaporkan keluarganya tengah sakit agar mendapatkan atensi dari KPPS. Batas waktu untuk melakukan pelaporan, sehingga KPPS akan mencari ke rumah warga setelah pukul 12.00 Wita bersama saksi. “Untuk pemilih dari penyandang disabilitas, bisa menyalurkan hak suaranya dengan baik, tapi secara umum mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus,” ujarnya. Raka Nakula mengatakan, pemilih yang berkebutuhan khusus memilih di TPS sesuai alamatnya. Pihak penyelenggara hanya menyiapkan surat suara huruf braille atau template. “Penyandang disabilitas yang tidak bisa mencoblos bisa menunjuk orang yang dipercayainya, asalkan yang dipercayai tidak membocorkan pilihannya,” tegasnya. Raka Nakula menambahkan, KPPS juga mendatangi rumah sakit bersama saksi setelah pukul 12.00 Wita. Bahkan, selama surat suara masih ada, pihaknya akan terus melakukan jemput bola yang dilaksanakan oleh KPPS. “Jika surat suara masih ada, kami akan terus bergerak menjajaki warga,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali di Kabupaten Badung sebanyak 367.348 lembar. Surat suara tersebut disimpan dalam 148 boks. (kmb27)

Bandara Ngurah Rai Bangun Parkir Bertingkat Mangupura (Bali Post) Guna menampung kendaraan yang masuk ke kawasan Bandara Ngurah Rai, manajemen PT Angkasa Pura (AP) I Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai membangun fasilitas parkir bertingkat. Gedung baru ini nantinya memiliki kapasitas hingga 1.100 unit mobil. General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Yanus Suprayogi, tempat

Penjambret Spesialis Nasabah Bank Ditembak

Mangupura (Bali Post) Nasabah BPD Bali Ni Luh Suci (58) dijambret di Jalan Raya Panglan-Penarungan, tepatnya di sebelah timur Pura Dalem Penarungan, Mengwi, Kamis (17/5) lalu. Luh Suci yang merupakan Kepala SDN 2 Penarungan ini disasar penjambret setelah menarik uang di BPD Bali Cabang Beringkit. Pelakunya I Made Keri Saputra alias Kedut (34) berhasil ditangkap di Alfamart Anggungan, Rabu (13/6). Karena berusaha kabur dan melawan petugas, polisi terpaksa menembak kaki kiri pelaku. Waktu itu korban menarik uang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 25.440.000. Sedangkan pelaku mengaku punya utang sekitar Rp 2 miliar karena usahanya bangkrut. “Modusnya, pelaku mengawasi nasabah yang sedang transaksi di bank. Selanjutnya pelaku membuntuti sampai di

Bali Post/ist

DITAHAN - Penjambret spesialis nasabah bank, I Made Keri Saputra alias Kedut, ditahan di Mapolsek Mengwi.

tempat sepi, lalu pelaku menarik tas korban yang sedang mengendarai sepeda motor secara paksa, sehingga korban terjatuh. Tas korban berisi uang tunai Rp 25.440.000,” ungkap Kapolres Badung AKBP Yudit Satriya Hananta, Senin (18/6) kemarin. Kronologinya, lanjut Kapolres asal Buleleng ini, sebelum dijambret korban menarik uang di BPD Bali Cabang Beringkit Rp 25.440.000. Setelah itu korban mengendari sepeda motor meninggalkan bank. Saat melintas di TKP, korban dipepet oleh pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario. Selanjutnya, pelaku menarik tas korban yang diselempangkan di bahu kanan. Korban sempat mempertahankan tas miliknya dan terjadi saling tarik. Akibatnya, korban yang beralamat di Banjar Perang Kelurahan Lukluk Kecamatan Mengwi, Badung ini terjatuh bersama motornya. Saat itulah pelaku membawa kabur tas korban. “Setelah kasus ini dilaporkan ke Polsek Mengwi, anggota kami langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya. Rabu (13/6) pukul 09.00 Wita, pelaku ditangkap di Alfamart Anggungan dan langsung dibawa ke Mapolsek Mengwi. Hasil interogasi, pelaku mengaku baru beraksi empat kali yaitu di Jalan Panglan kerugian Rp 26 juta, di wilayah Banjar Alangkajeng kerugian Rp 20 juta pada Desember 2017, Jalan Raya Sibang kerugian Rp 35 juta pada awal Mei 2018 dan wilayah Petegeh, Bongkasa kerugian Rp 60 juta pada pertengahan Agustus 2017. Terkait pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Vario, helm warna putih, baju kemeja merah motif kotak-kotak, celana jeans warna hitam, HP, dua buku tabungan BPD Bali dan dua tas. “Pelaku merupakan spesialis nasabah BPD Bali di seputaran Mengwi dan Abiansemal. Perbuatan pelaku ini sangat meresahkan nasabah bank. Pelaku berdalih terpaksa menjambret karena dililit utang. Oleh karena itu, hasil jambretan dipakai bayar utang,” tegas Yudit Satriya Hananta. (kmb36)

parkir enam tingkat dengan kapasitas 1.100 mobil ini terletak di sebelah barat tempat parkir mobil bertingkat di terminal internasional. Hal itu terpaksa dilakukan karena sudah tidak ada lagi lahan untuk mengembangkan fasilitas parkir, sehingga pembangunan dilakukan ke atas. Yanus Suprayogi menambahkan, pembangunan gedung parkir bertingkat dengan biaya Rp 250 miliar ini pengerjaannya tidak bisa di rampung-

Mangupura (Bali Post) –

Belasan penduduk pendatang (duktang) terjaring pemeriksaan tim gabungan di Terminal Mengwi, Senin (18/6) dini hari. Dari 14 orang yang terjaring, tim yang terdiri dari Satpol PP Badung, TNI/Polri, Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Badung ini memulangkan 11 orang ke daerah asalnya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, belasan duktang yang dipulangkan lantaran tidak dapat menunjukkan identitas apapun. Mereka juga tidak mampu menyebutkan daerah yang akan dituju. “Kami mengamankan 14 orang pendatang. Dari 14 orang ini, 11 orang langsung dipulangkan karena tidak membawa identitas sama sekali. Mereka juga tidak tahu daerah yang akan dituju,” ujar Suryanegara, Senin (18/6) kemarin. Menurut Suryanegara, dari belasan duktang yang dipulangkan, tiga orang lainnya telah memiliki penjamin, sehingga tidak dipulangkan. Namun, mereka tetap diminta mengurus administrasi kependudukan selama tinggal di Bali. “Ini merupakan hari pertama kami melakukan pemeriksaan arus balik Leba-

Harapkan Masyarakat Bersatu untuk Membangun Desa Sumardika menambahkan, kegiatan Porsenides ini juga bagian upaya dari pihak desa untuk melakukan pelestarian nilai-nilai adat, seni dan budaya yang telah menjadi program prioritas Kabupaten Badung dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Paling penting dalam kegiatan ini adalah sebagai ajang komunikasi, interaksi dan bertemu masyarakat antarbanjar di Desa Mengwitani sehingga akan memunculkan persatuan yang nantinya akan membantu dalam pembangunan di desa. Jika masyarakat sudah bersatu, tentu apapun program yang akan dilaksanakan bisa dilaksanakan dengan baik,” paparnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan Porsenides yang digelar oleh Desa Mengwitani. “Saya melihat masyarakat Mengwitani bersatu untuk membangun desa. Saya minta dengan kegiatan ini krama Desa Mengwitani bisa bermasyarakat untuk mencari prestasi, bukan perpecahan. Saya yakin, jika sudah bersatu membangun desa, gampang mewujudkan pembangunan di segala bidang di desa ini,” ujarnya. Giri Prasta menambahkan, pihaknya juga menargetkan

untuk pembangunan SMP di di Desa Mengwitani sehingga generasi muda di Mengwitani dan Kekeran tidak jauh-jauh mencari sekolah. “Tahun 2019 kami akan membangun sarana olahraga gedung untuk bola voli langsung untuk bulutangkis dan basket, agar generasi kita bisa melakukan kreativitasnya di bidang olah raga. Selain itu, kita juga akan membangun Kantor Desa Mengwitani dan Mengwitani harus ada PAUD dan TK Hindu,” ungkapnya. Sementara itu, Panitia Porsenides Mengwitani Putu Wirnata mengatakan, Porsenides tahun ini diikuti oleh 19 banjar adat dan 11 banjar dinas. Kegiatan ini akan

Yanus Suprayogi menegaskan, pembangunan gedung parkir bertingkat ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi tingginya volume kendaraan yang masuk ke bandara serta mengantisipasi kepadatan tempat parkir. Diakuinya, saat ini kondisi parkir sudah sangat padat, bahkan sudah melebihi kapasitas. Rencananya, apabila masih padat, parkir kendaraan seluruh karyawan akan dipindah. (kmb23)

Satpol PP Pulangkan Belasan Duktang

Bupati Giri Prasta Buka Porsenides Desa Mengwitani DESA Mengwitani, Minggu (17/6) menggelar Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) yang dilaksanakan di Lapangan Pratu Rai Madra, Mengwitani. Acara olahraga dan seni untuk masyarakat Desa Mengwitani tersebut dibuka Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dengan ditandai menghunus sebuah keris. Hadir dalam kegiatan tersebut Wabup Suiasa, anggota DPRD Badung Nyoman Satria, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Perbekel Mengwitani Putu Sumardika, Perbekel Kekeran I Nyoman Suardana, PKK Desa Mengwitani dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Mengwitani dan Kekeran. Perbekel Mengwitani Putu Sumardika mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari program desa yang harus terlaksana selain kegiatan pelayanan publik. “Kegiatan Porsenides ini adalah bagian dari pembinaan masyarakat untuk mendulang prestasi generasi muda, baik dalam bidang olahraga maupun seni. Selain itu, kegiatan ini adalah bagian dari pembentukkan karakter sehingga masyarakat kami mempunyai kecakapan hidup yang baik,” ujarnya.

kan dalam waktu cepat. Penyelesaian parkir tingkat ini tidak bisa mengikuti perhelatan ajang IMF & World Bank Annual Meeting pada Oktober mendatang. Namun, saat perhelatan IMF yang akan dihadiri 15.000 orang dari seluruh dunia tersebut, minimal wujud parkir bertingkat ini sudah terbentuk dan dua tingkat dapat difungsikan. “Target penyelesaiannya masih lama. Namun, yang dikejar selesai sebelum IMF adalah dua tingkat,” ujarnya.

Bali Post/kmb23

ditutup pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang dengan kegiatan parade baleganjur yang diikuti oleh seluruh banjar adat se-Desa Adat Mengwitani. “Anggaran kegiatan ini diambil dari APBDes Mengwitani. Sementara untuk cabang yang dipertandingkan dibagi dua, yakni cabang olah raga meliputi sepak bola mini, bola voli, catur, tenis meja, lari lintas alam dan magala-gala. Sedangkan untuk cabang seni, meliputi masatua Bali, macepat, dharma wacana, membaca sloka, MC bahasa Bali, kidung dewasa, tari Sekar Jepun, Rejang Renteng dan parade baleganjur,” terangnya. (ad656)

PORSENIDES - Bupati Giri Prasta saat membuka Porsenides Desa Mengwitani di Lapangan Pratu Rai Madra, Mengwitani, Minggu (17/6).

ran Tahun 2018. Kegiatan ini dimulai dari pukul 03.0007.30 Wita,” ujarnya. Suryanegara menambahkan, dalam semalam ada sekitar 864 penumpang yang turun di Terminal Mengwi. Mayoritas dari mereka berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan langsung mendapat pemeriksaan setiba di terminal tipe A tersebut guna memastikan kelengkapan identitasnya. “Sidak difokuskan di Terminal Mengwi dulu untuk mengantisipasi adanya penduduk pendatang tanpa identitas yang masuk ke wilayah Kabupaten Badung,” tegasnya. Suryanegara mengatakan, sidak gabungan akan berlanjut hingga Kamis (21/6) mendatang. Sidak dilakukan saat jam-jam kedatangan. “Sidak di Terminal Mengwi kita lakukan sampai Kamis, karena diprediksi pada hari inilah arus balik terjadi,” katanya.

Bali Post/ist

SIDAK - Satpol PP Badung bersama tim gabungan menggelar sidak di Terminal Mengwi. Belasan orang pendatang terpaksa dipulangkan lantaran tidak memiliki identitas dan tujuan yang jelas. Selain melakukan sidak di dalam terminal, kata Suryanegara pihaknya juga sudah menyiapkan upayaupaya untuk mengantisipasi lolosnya duktang tanpa identitas dan tujuan yang jelas masuk ke desa-desa di Badung. Rencananya sidak akan dilakukan mulai awal Juli mendatang dengan melibatkan seluruh aparat Linmas di Kabupaten Badung. “Usai Pilgub, sidak akan dilanjutkan ke desa-desa dengan melibatkan Linmas setempat. Kami berharap tidak ada penduduk tanpa

identitas tinggal di Badung,” katanya. Suryanegara menegaskan, pendataan duktang bukan lantaran Pemkab Badung anti terhadap pendatang. Sidak ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendatang yang tinggal di Gumi Keris mengantongi administrasi kependudukan dan tujuannya jelas. “Kalau tanpa identitas, pasti kami pulangkan. Jadi, silakan urus dulu identitas diri. Ke Badung juga harus punya tujuan dan tempat yang jelas,” katanya mengingatkan. (kmb27)

Ratusan ”Buyer” dan ”Seller” Semarakkan BBTF 2018

Mangupura (Bali Post) Pameran Tour dan Travel Internasional terkemuka di Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 siap digelar. Mengangkat tema “Exploring the Colours of Indonesia”, BBTF 2018 akan digelar dari tanggal 26-30 Juni 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Ketua BBTF 2018 I Ketut Ardana mengatakan, sebanyak 225 buyer dari 48 negara telah terdaftar sebagai peserta BBTF 2018. Sedangkan 230 seller termasuk dari tiga negara baru yang akan berpartisipasi adalah Thailand, Vietnam dan Uni Emirat Arab juga menyatakan kesiapannya untuk menyemarakkan event internasional tersebut. Event ini juga akan diikuti 33 media internasional, 21 media nasional dan 40 industri yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “BBTF 2018 bangga menjadi bagian dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Melalui tema Exploring the Colours of Indonesia, kami percaya pada potensi Indonesia di mana Bali berfungsi sebagai market place,” kata Ardana dalam siaran persnya, Senin (18/6). Menurut Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya, BBTF mewakili spektrum

pariwisata di semua tingkatan. Termasuk sektor perhotelan, agen perjalanan, organisasi pariwisata nasional, konvensi dan biro perjalanan, perusahaan teknologi perjalanan, MICE dan perwakilan perjalanan perusahaan juga sebagai tujuan baru regional. “Tantangan terbesar kami adalah untuk membangun sinergi yang harmonis antara semua entitas, pemerintah daerah dan semua sektor, sehingga menciptakan konsep Indonesia Bergabung,” tegasnya. Pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menetapkan target untuk mendorong Indonesia agar menjadi 30 negara paling top di dunia. Meningkat 12 tingkat di antara semua 141 negara di Travel & Tourism Index Kompetitif oleh World Economic Forum. Untuk itu, tahun ini ada tiga fokus utama untuk Kemenpar, meliputi pariwisata digital, mengembangkan program homestay desa wisata dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara lebih besar. “Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, tentunya Indonesia akan memiliki pengaruh yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat The Travel and

Tourism Competitiveness Index (TTCI),” ujar Arief Yahya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabu paten Badung I Made Badra mengatakan, pihaknya konsisten dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan BBTF. Dukungan itu diwujudkan melalui alokasi anggaran penyelenggaraan dan promosi yang menyentuh angka Rp 7 miliar. “Anggaran itu dialokasikan pada APBD Badung Tahun 2018. Jadi, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Badung yang menetapkan pariwisata sebagai core business,” ujarnya. Tidak sebatas anggaran, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah merancang Gedung Sasana Budaya yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Gedung berkapasitas 15 ribu orang itu diproyeksikan menjadi venue utama pelaksanaan BBTF setiap tahunnya. “Gedung ini nantinya bisa untuk mendukung kegiatan BBTF dengan tidak lagi menyewa lahan, karena lahan ini (Gedung Sasana Budaya - red) sudah kita siapkan dari tahun ini dan akan selesai di tahun 2020 mendatang,” katanya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

SMPN 10 Denpasar Diusulkan Jadi Senator RI Inspeksi Hotel Balquisse Terkait Loker Non-Hindu Sekolah Aman Tingkat Nasional Wedakarna Minta Warga Adat Waspada terhadap Gerakan Ekonomi Radikal

Gelar Workshop Review K-13

SMPN 10 Denpasar selalu peduli terhadap peningkatan mutu gurunya. Senin (18/6) kemarin, semua guru dikumpulkan untuk mengikuti Workshop Penguatan Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan didampingi Kabid Pembinaan SMP A.A. Wiratama, M.Ag. Ketua Panitia Workshop I Nyoman Budiada, S.Pd., M.Pd. melaporkan, workshop diikuti guru PNS, guru kontrak dan guru ekstra guna memberi perbaikan dalam administrasi pendidikan. Acara dengan dana BOS ini berlangsung selama tiga hari menghadirkan narasumber dari LPMP Bali dan instruktur nasional. Workshop bertemakan ‘’Melalui workshop penguatan K-13, SMPN 10 Denpasar meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan tahun ajaran 2018-2019’’. Kepala SMPN 10 Denpasar Drs. I Ketut Sukartha, M.Si. mengungkapkan, Workshop Penguatan K-13 digelar secara rutin dalam rangka menyambut tahun ajaran 20182019. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme guru menuju sekolah bermutu, berkualitas dan berprestasi. Workshop ini relevan dengan model PBM pada K-13 yang menekankan pendekatan siswa aktif mengutamakan sikap dan karakter. Makanya guru wajib mengikuti workshop hingga akhir karena akan dilatih juga dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Peningkatan pembelajaran ini sangat penting sebagai pegangan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Untuk mendapatkan hasil yang baik dimulai dari proses dan perangkat yang baik pula. Setelah dinyatakan sebagai sekolah ramah anak di Denpasar, tahun ini SMPN 10 Denpasar diusulkan ke Kemendikbud menjadi sekolah ramah anak tingkat na-

WORKSHOP – Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan didampingi Kasek Ketut Sukartha saat workshop di SMPN 10 Denpasar. sional. Selain itu, sekolah ini oleh Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud mendapat dana hibah untuk merenovasi gedung. Hal ini diberikan mengingat SMPN 10 Denpasar termasuk sekolah model di Bali. Untuk itu, Sukartha terus berpacu guna menjadikan sekolah yang dipimpinnya berkualitas, bermutu dan berprestasi. Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, review K-13 selayaknya dievaluasi setiap tahun. Ini semua dilakukan guna memberi pelayanan pendidikan berkualitas di Kota Denpasar. Ia salut SMPN 10 Denpasar kini diusulkan menjadi sekolah ramah anak tingkat nasional yang artinya sekolah ini sudah termasuk kategori sekolah aman. Oleh karena itu, semua sekolah negeri di Denpasar mesti memasang papan nama sekolah yang berisi ‘’Sekolah Aman’’. Ini artinya sekolah bebas dari aksi kekerasan. Soal review K-13, ia menegaskan perlu diperhatikan faktor ekster-

nal dan internal. Di antaranya menyangkut memenuhi delapan standar pendidikan nasional dikaitkan dengan tujuan dan kebijakan pendidikan serta fenomena sosial di masyarakat. Untuk memajukan pendidikan perlu kualitas SDM tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. Di sinilah pentingnya peran kasek sebagai manajer mengorganisasi, termasuk menjalankan sistem di satuan pendidikan yang sagilik-seguluk sebayantaka. Gunawan juga mengingatkan pentingnya dana BOS Rp 1 juta per siswa per tahun dikelola secara baik dan benar. Dana BOS kini menjadi sorotan karena model pengelolaannya tak sama dengan keuangan pada umumnya. Dana BOS bersifat khusus karena sekolah yang bukan berbadan hukum menerima hibah dan langsung ditransfer ke rekening sekolah. Prinsip pengelolaannya harus transparan dan akuntabel. (ad654)

SMP PGRI 9 Denpasar Review K-13

Tak Pernah Berhenti Tingkatkan Mutu Guru DI TENGAH-TENGAH libur nasional, guru SMP PGRI 9 Denpasar tetap bersemangat meningkatkan kualitas diri. Senin (18/6) kemarin, guru di SMP PGRI 9 Denpasar dikumpulkan mengikuti Workshop Penguatan dan Review Kurikulum 2013 (K-13). Yang menarik, di sela-sela workshop guru, SMP PGRI 9 Denpasar dikejar masyarakat yang mendaftarkan diri di PPDB 2018. Baru dibuka sehari, sekolah ini sudah merekrut sekitar 80 siswa baru yang langsung membayar biaya sekolah. Tahun ini sekolah di Jalan Gatot Subroto VI.J No.15 atau di depan Kantor Dinas PU Kota Denpasar ini merekrut 240 siswa baru. Workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Kabid Pembinaan SMP A.A. Wiratama, M.Ag. Gunawan mengaku salut

terhadap langkah SMP PGRI 9 Denpasar memanfaatkan libur panjang dan PPDB untuk me-review K-13 secara mandiri. Untuk itu, pada PPDB kali ini pihaknya tetap memberdayakan sekolah swasta. Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. mengungkapkan, workshop review K-13 rutin digelar setiap tahun guna menyiapkan guru SMP PGRI 9 Denpasar jauh lebih siap lagi mengajar untuk mengefektifkan PBM di setiap kelas mulai tahun ajaran baru ini. Hal ini dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan untuk lulusan bermutu dan berkarakter. Dengan demikian semua guru di sekolah yang dipimpinnya benar-benar mengutamakan proses yang bermutu untuk menghasilkan output berdaya saing dan berkarakter. A.A. Ketut Sumitra yang juga panglingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) didampingi Wakasek I Gusti Ngu-

WORKSHOP – Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan didampingi Nengah Madiadnyana, Kepala SMP PGRI 9 Denpasar A.A. Ketut Sumitra dan guru saat Workshop Review K-13.

rah Pada Parnawa, A.A. Istri Hendriyani, I Gusti Ngurah Made Sudarmana, I Komang Wardana, I Made Dana, S.Pd. dan Ni Wayan Rumini menegaskan, pendidikan model kasih sayang tetap menjadi unggulan sekolah ini sesuai visi dan misinya yakni sekolah unggul, beriman, berdaya saing tinggi dan peduli terhadap lingkungan berlandaskan moto ‘’Widya Jaya Jayanthi’’. Wakil Ketua YPLP Provinsi Bali ini menjadikan sekolah adalah tempat belajar menyenangkan. Makanya sekolah wajib membina hubungan baik dengan orangtua siswa dengan PBM berbasiskan penuh kasih sayang. Menurutnya, SMP PGRI 9 Denpasar tak pernah berhenti meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program. Pertama, menggarap SDM guru agar berkualitas lewat workshop dan studi lanjut S-2. Saat ini 7 persen gurunya sudah berkualifikasi S-2. Sekolah ikut memberi dana motivasi dan pinjaman koperasi tanpa bunga untuk studi S-2. Kedua, mutu guru diikuti dengan peningkatan sarana-prasarana pendidikan. Tahun ini dibangun dua ruangan lagi untuk lab komputer menuju sekolah UNBK. Ketiga, para guru diajak studi banding ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Sementara itu, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar I Nengah Madiadnyana memberi apresiasi terhadap workshop K-13 sebagai bukti bahwa sekolah ini terus bergeliat untuk meningkatkan mutu. Saat ini diperlukan guru yang cerdas. Guru yang cerdas berarti guru juga pandai. Ditambah guru yang mau kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas. (ad653)

MARAKNYA kasus lowongan tenaga kerja non–Hindu di kalangan industri di Bali membuat sejumlah kalangan khawatir. Bagaimana tidak, di tengah tantangan bangsa Indonesia yang begitu kompleks karena isu SARA dan radikalisme, tidak dinyana kalangan industri pariwisata yang seharusnya berbasis pada pelayanan dan dipenuhi oleh nilai-nilai budaya yang teduh, kini mulai masuk kategori pemicu kasus SARA di Bali. Salah satunya terkait dibukanya lowongan tenaga kerja non-Hindu. Keprihatinan akan hal ini disampaikan oleh Senator DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat ditemui usai inspeksi ke Balquisse Heritage Hotel di Jimbaran, Badung. Senator Arya Wedakarna (AWK) didampingi I Made Budiarta, S.H. (Bendesa Adat Jimbaran), I Ketut Kayon (Kaling), I Made Kawiandi (Ketua Pemuda Jimbaran Bersatu) dan Felly W. Pangemanan, S.T. (Manajemen Hotel). Dalam pertemuan tersebut, AWK mencari informasi dua arah terkait alasan di balik keluarnya iklan loker non-Hindu yang dianggap melecehkan agama Hindu. Pihak hotel melaporkan telah memecat oknum pembuat iklan yang merupakan warga pendatang secara tidak hormat serta menyampaikan permohonan maaf di hadapan bendesa adat, ormas dan media publik. Terhadap hal ini, Senator Wedakarna mengingatkan warga Bali agar waspada akan adanya gerakan ekonomi radikal yang mencoba mengadu domba umat Hindu dengan pihak lain. ‘’Saya heran masalah tenaga kerja non-Hindu hampir rutin terjadi. Sebelumnya di Hotel Rich Prada Pecatu, sekarang di Hotel Balquisse Jimbaran. Kini baru masuk laporan ada rumah makan Lombok Ijo di kawasan Renon melakukan hal yang sama. Kesannya tidak belajar dari kemarahan umat Hindu. Saya curiga ini ada kaitannya dengan jaringan

DI JIMBARAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Bendesa Adat Jimbaran dan prajuru, manajemen hotel serta Ormas Pemuda Jimbaran Bersatu di Hotel Balquisse Jimbaran. ekonomi liberal oleh beberapa ke- komunitas ekonomi radikal yang lompok pengusaha anti-Pancasila. ingin membenturkan toleransi Seharusnya yang dikedepankan beragama,’’ tegas Senator Arya adalah nilai-nilai Pancasila, toler- Wedakarna. ansi. Jangan sampai cari makan Dalam penjelasannya kepada di Bali tetapi tidak mau merekrut manajemen hotel, ia menyamorang Hindu. Ke depan jika buka paikan bahwa pembuat iklan iklan lowongan, tidak perlu di- lowongan kerja termasuk perucantumkan agama yang direkrut. sahaan bisa dianggap melanggar Cukup diseleksi oleh HRD saja,’’ UU No.13 Tahun 2003 tentang ungkapnya. Ketenagakerjaan dan UU No.40 Ia minta pihak keamanan men- Tahun 2008 tentang Penghapugawasi pergerakan ekonomi yang san Diskriminasi Suku, Ras dan disokong komunitas berbau radi- Agama termasuk UU ITE. ‘’Asosiakal yang kerap mencari masalah si PHRI harus rajin membina anak di Bali. ‘’Bali adalah pendukung buahnya dalam hal legal, aturan Pancasila dan selama ini diang- dan produk perundang–undangan. gap penghalang utama berdirinya Asosiasi harus mengedukasi secara negara agama. Tentu jika ingin rutin. Pihak hotel pun harus mulai mengganti Pancasila dengan ide- memeriksa medsos karyawan. Jika ologi agama, logikanya Bali harus ada postingan yang bersimpati menjadi prioritas sasaran. Dulu terhadap ISIS, HTI, Ganti PresBali dibom fisik, sekarang bom- iden 2019 dan semacamnya, itu nya lewat politik, ekonomi, KB, sudah dikategorikan pengganggu. perguruan tinggi, pariwisata dan Siapa pun berhak bekerja di Bali. perdagangan. Intinya warga Bali Ini NKRI, namun prinsip di mana jangan terbuai. Masyarakat mohon bumi dipijak, di sana langit dijunawasi juga grup-grup WA, medsos jung harus tetap jalankan,’’ ujar dan acara yang diadakan oleh Arya Wedakarna. (ad651)

Minis Design Koleksi Felice Jewellery Hanya Rp 200 Ribu hingga Rp 10 Juta

Minis Design Felice Jewellery. PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Selasa (19/6) ini hingga Jumat (22/6) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan desain terbaru siap menyambut para pencinta berlian di Bali. ‘’Dapatkan Minis Design Diamond yang dipadukan dengan emas putih, kuning, atau pink dengan harga promo mulai Rp 200 ribu hingga Rp 10 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Rizal, saat dikonfirmasi, Senin (18/6) kemarin. Pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Berlianberlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berke-

las. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Rizal menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ia menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat

yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ lanjutnya. Felice Jewellery memang tidak hanya menjual emas dan berlian yang berkualitas. Pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. ‘’Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,’’ jelas Rizal. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (br650)

Diskusi ”Burung Cendrawasih Perekat Budaya Nusantara dan Kerukunan Bangsa’’ BURUNG Cendrawasih yang dijuluki Burung Surga (Bird of Paradise) merupakan burung khas Papua yang dipercaya sebagai titisan bidadari dari surga. Bahkan, oleh masyarakat Papua, burung yang memiliki bulu nan indah dan cantik ini disakralkan dan dijadikan simbol serta status dalam konteks adat setempat. Sementara itu di Bali, burung Cendrawasih yang disebut Manuk Dewata sangat diperlukan pada upacara pitra yadnya atau palebon sebagai sarana pengantar atma ke alam swah loka. Namun, keberadaan Manuk Dewata di Bali saat ini sudah punah, sedangkan di Papua terdesak akibat ulah manusia dan bencana alam. Oleh karenanya, pelestarian terhadap burung ini harus segera dilakukan untuk keberlangsungan adat dan upacara ke depannya. ‘’Saya mengusulkan ke depan Bali dan Papua perlu memiliki Cendrawasih Cultural Park, sehingga mempunyai tempat penangkaran dan pembibitan burung Cendrawasih, ruang studi ornitologis Cendrawasih, museum Cendrawasih, gedung pemutaran film Cendrawasih, gedung Cen-

drawasih dengan fasilitas teknologi terkini dan lainnya,’’ tandas Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua I Wayan Rai S. pada diskusi ‘’Burung Cendrawasih Perekat Budaya Nusantara dan Kerukunan Bangsa’’ yang diselenggarakan Yayasan Sabha Budaya Bali bekerja sama dengan ISBI Tanah Papua di Gedung RRI Denpasar, Senin (18/6) kemarin. Untuk mewujudkan gagasan itu, harus ada sinergi para pakar dari berbagai bidang. Pemprov Bali dan kabupaten/kota juga mesti melakukan kerja sama dengan pemda lainnya di Indonesia dan luar negeri. Hal ini wajib mendapat perhatian dari pemerintah pusat khususnya kementerian terkait agar Bali memiliki penangkaran Cendrawasih mendekati habitat aslinya. Apabila gagasan ini diwujudkan, Pulau Dewata akan memiliki destinasi wisata baru dan unik yang bisa jadi satu-satunya di dunia. ‘’Baik di Tanah Papua maupun di Bali, burung Cendrawasih dipandang sebagai burung suci. Burung surga ini menjadi salah satu media komunikasi, jembatan budaya dan perekat bangsa yang sangat penting,’’ ujar Wayan Rai.

Pembina Yayasan Sabha Budaya Bali Ida Pedanda Gede Putra Bajing mengatakan, burung Cendrawasih yang ada di Papua dan burung ‘’Manuk Dewata’’ yang dikenal di Bali memiliki persamaan, baik dari segi nilai-nilai maupun makna yang terkandung di dalamnya. Salah satunya, di Tanah Papua Burung Cendrawasih sangat disucikan, sedangkan di Bali digunakan sebagai sarana upacara pitra yadnya dan dipercaya sebagai pengantar roh ke surga. ‘’Dari persamaan inilah timbul ide untuk mendiskusikan guna mencari pertimbangan masing-masing daerah, sehingga menghasilkan kesimpulan untuk bisa direalisasikan nantinya,’’ jelasnya. Meskipun Manuk Dewata di Bali sudah punah, untuk keperluan upacara pitra yadnya masih menggunakan burung ini. Sebab, beberapa tokoh dan sulinggih di Bali masih memiliki Manuk Dewata. ‘’Meskipun masih ada, burung Cendrawasih harus segera dilestarikan. Khususnya di Bali, murung Manuk Dewata akan terus diperlukan ke depannya,’’ pungkas Ida Pedanda Gede Putra Bajing. (win)

Bali Post/win

DISKUSI - Suasana diskusi ‘’Burung Cendrawasih Perekat Budaya Nusantara dan Kerukunan Bangsa’’ yang diselenggarakan Yayasan Sabha Budaya Bali bekerja sama dengan ISBI Tanah Papua.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

daerah

5

Hadapi Pilkada Serentak

Polres Klungkung Periksa Peralatan Operasional Semarapura (Bali Post) Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tinggal delapan hari lagi. Persiapan tak hanya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung. Polres juga melakukan pemeriksaan terhadap segala peralatan operasional, Senin (18/6) kemarin. Wakapolres Klungkung Kompol Heri Supriawan yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, pemeriksaan dilakukan pada senjata api laras pendek, laras panjang dan amunisinya serta kendaraan dinas yang digunakan anggota, baik di lingkungan Polres maupun Polsek. ‘’Jumlah kendaraan dinas yang ada di Polres dan Polsek, sepeda motor 237 unit, roda empat 36 unit serta truk dan bus lima unit,’’ jelasnya didampingi Kabag Sumda Kompol Made Sudanta.

Pemeriksaan dilakukan secara teliti, termasuk dari sisi kebersihannya. Hal ini sudah menjadi agenda rutin dengan harapan seluruhnya siap digunakan setiap saat. ‘’Apalagi kami akan melaksanakan pengamanan pemungutan suara terkait pilkada serentak. Tentu harus disiapkan dengan baik, termasuk anggota,’’ tambahnya. Pada kesempatan itu, ada hal menarik yang ditunjukkan oleh perwira satu melati di pundak ini. Dua Bhabikamtibmas diberikan hadiah lantaran kendaraannya paling bersih. (kmb45) PERIKSA - Wakapolres Klungkung Kompol Heri Supriawan (kanan) memeriksa peralatan operasional menjelang pilkada serentak, 27 Juni mendatang.

Pasien RSUP Membeludak Denpasar (Bali Post) Kunjungan pasien membeludak ke RSUP Sanglah, Senin (18/6) kemarin. Ini terlihat dari antrean panjang di Poliklinik dan Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP Sanglah. Bahkan, pasien PJT mengantre hingga di luar gedung, dekat IGD. Beberapa di antaranya berbaring di bed. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna mengatakan, lonjakan kunjungan pasien biasa terjadi setelah libur panjang. RSUP Sanglah hanya mengambil cuti pada tanggal 14 Juni ditambah libur resmi Lebaran pada 15 dan 16 Juni. Dampak libur tersebut terlihat dari jumlah kunjungan pasien saat Poliklinik dan PJT RSUP Sanglah (rawat jalan) kembali buka normal kemarin. PJT menerima 176 pasien. Jumlah ini relatif sama dengan hari biasa sekitar 190 orang. Yang meningkat dibandingkan hari normal adalah pasien poliklinik sebanyak 1.419. ‘’Pada hari biasa kunjungan kurang lebih 1.300,’’ ujar Dewa Kresna. Pada 14-16 Juni, pasien dilayani di IGD. Jumlah pasien yang datang ke IGD selama libur Lebaran sebanyak 455. Jumlah ini relatif sama dengan hari biasanya. Sementara pada 11-13 Juni, jumlah kunjungan pasien ke RSUP Sanglah tercatat 4.221 orang pasien rawat jalan. Jumlah ini relatif sama dengan hari normal sebelum libur Galungan yakni sekitar 1.621 orang per hari. Dari jumlah tersebut, pasien bedah paling banyak yakni 1.001 orang, disusul jantung 449 orang dan penyakit dalam 357 orang. Selain itu, pasien kandungan tercatat 299 orang, mata 258 orang, saraf 128, diabetik 160 orang, rehabilitasi medis 148 orang, anak 194 orang, paru 58 orang, dan anastesi 57 orang. (kmb42)

Pemandu Wisata Tewas Tenggelam

Singaraja (Bali Post) – Seorang pemandu wisata Abdul Haved (26) asal Muncar, Jawa Timur, ditemukan tewas tenggelam di perairan Pulau Menjangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Senin (18/6) kemarin sekitar pukul 15.53 Wita. Korban tenggelam pada kedalaman sekitar 30 meter. Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko mengatakan, sebelum kejadian ini korban mengantarkan delapan wisatawan asal Banyuwangi untuk diving di spot penyelaman Pulau Menjangan. Mereka melaut dengan perahu yang disewakan nelayan setempat. Sampai di spot penyelaman, tiba-tiba masker yang akan digunakan snorkeling jatuh ke laut. Tanpa menggunakan tabung oksigen, korban terjun ke laut untuk mengambil masker. Setelah lama tidak muncul ke atas perahu, nelayan dan rekanrekannya panik. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Pos Polisi Perairan (Pospolair). Tidak berselang lama, anggota Polair tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian. Sekitar pukul 18.15, korban ditemukan di kedalaman sekitar 30 meter dalam kondisi tewas. Korban kemudian dievekuasi ke atas boat dan diperiksa di Puskesmas Gerokgak. ‘’Dari pemeriksaan saksi dan bukti di lokasi, korban sehari-hari menjadi guide dan akan mengantar wisatawan diving di TKP,’’ katanya. (kmb38)

Bali Post/kmb45

Arus Balik, Polisi Antisipasi Penyusup Mangupura (Bali Post) Pengamanan terus dilakukan terkait hari raya Idul Fitri. Kali ini Polres Badung gencar melakukan sweeping selama arus balik. Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyusup yang memanfaatkan arus balik tersebut. ‘’Kami melakukan upaya pencegahan karena upayaupaya menyusup itu pasti ada. Yang jelas kami melakukan tindakan-tindakan untuk memastikan tidak ada

kelompok-kelompok seperti itu (radikal dan teroris - red) masuk ke Bali,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (18/6) kemarin.

Upaya antisipasi yang dimaksud salah satunya dengan melakukan sweeping di Terminal Mengwi, Badung. Personel yang dilibatkan adalah yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung, termasuk anggota Brimob. Polres Badung juga bekerja sama dengan anggota TNI, Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Linmas. Dalam sweeping difokuskan atau sasarannya bahan peledak (handak). ‘’Ini

Inafis Polresta Olah TKP di Alfamidi Denpasar (Bali Post) Minimarket Alfamidi di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, yang buka 24 jam dirampok, Sabtu (16/6) lalu. Setelah menganiaya dan menyekap karyawan, pelaku membawa kabur uang hasil penjualan Rp 64 juta. Terkait kasus itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo memerintahkan tim Inafis melakukan olah TKP. Hasil olah TKP, tim Inafis memperoleh data adanya penganiayaan terhadap Enggar. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang ada saat perampokan terjadi. ‘’Masih pemeriksaan saksi-saksi termasuk kasir dan sopir,’’ ungkap Kombes Hadi Purnomo, Senin (18/6) kemarin. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tidak menggunakan senjata tajam saat kejadian. Pelaku datang ke TKP berpurapura sebagai pembeli. Saat kasir sedang sibuk, pelaku masuk ke dalam kantor dan melakukan aksinya. ‘’Setelah melakukan aksinya dan mengambil uang, pelaku lalu mengambil barang dan membayar di kasir.

Kerugian kurang lebih Rp 64 juta dan ada satu orang yang dianiaya,’’ tegas mantan Kapolres Gianyar ini. Informasi di lapangan, kasus perampokan tersebut terjadi pukul 01.40 Wita. Saat Mohamad Ramadan (19) sedang menjaga kasir, datang seorang laki-laki tak dikenal mengenakan baju dan topi hitam masuk lewat pintu depan. Pelaku masuk ke ruang kantor dan penyimpanan barang di area belakang. Waktu itu, Enggar Tri April Yanto (24) sedang menghitung uang yang ada di brankas. Pelaku nyelonong masuk, lalu mengikat dan menutup mulut korban sehingga tidak bisa berteriak. Pelaku sempat memukul korban dan mengancam dengan pisau. Merasa terancam, korban memilih diam. Selanjutnya pelaku melakban tangan dan kaki mulut korban. Pelaku kemudian mengambil uang tersebut dan langsung pergi. Setelah perampok keluar, Ramadan menolong Enggar. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Kepala Toko Alfa Midi dan diteruskan ke Polsek Denpasar Timur. (kmb36)

Tahanan Polsek Denbar Dipindahkan

Denpasar (Bali Post) Belasan tahanan Polsek Denpasar Barat (Denbar), Senin (18/6) kemarin dipindahkan ke Rutan Polda Bali dan Polresta Denpasar. Hal itu dilakukan karena Rutan Polsek Denbar akan direnovasi pascakaburnya lima tahanan pada Senin (4/6) lalu. Pemindahan tahanan dilakukan pukul 15.00 Wita menggunakan mobil tahanan Polresta Denpasar. Proses pemindahan dikawal anggota bersenjata laras panjang. Pemindahan tahanan dilakukan secara bertahap. Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu mengatakan, pemindahan tahanan ini merupakan upaya renovasi rutan yang dilakukan mulai Selasa (19/6) ini. Rutan direnovasi agar bangunannya lebih kokoh dan para tahanan tidak bisa kabur. ‘’Rencananya atap rutan akan dicor atau dibeton,’’ ungkap mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. Menurut perwira asal Sumatera Utara ini, 16 orang tahanan dipindahkan. Enam tahanan dititipkan ke Polda Bali dan delapan ke Polresta Denpasar. Delapan tersangka ini bergabung dengan dua tahanan perempuan dan lima tahanan kabur yang kini diperiksa di Mapolresta Denpasar. ‘’Jadi, sebelum dipindahkan ke Polda, mereka menjalani tes kesehatan dulu,’’ jelasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

DIPINDAHKAN – Proses pemindahan tahanan Polsek Denbar ke Rutan Polda Bali dan Polresta Denpasar.

dilaksanakan setiap pagi saat kedatangan bus dari Jawa,’’ ungkapnya. Sementara untuk razia penduduk pendatang (duktang), semua wilayah di Polres Badung terutama di koskosan disasar yaitu di wilayah Mengwi, Abiansemal, Kuta Utara dan Petang. Ia berharap masing-masing Polsek meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan pemda setempat untuk melaksanakan

razia duktang bersama TNI, Satpol PP dan pecalang. ‘’Kami juga berharap peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya. Kalau ada orang mencurigakan segera informasikan kepada kami atau kepada Bhabinkamtibas terdekat. Mari kita bersama-sama menjaga Badung dan Bali tetap aman serta kondusif,’’ ujar AKBP Yudith Satriya Hananta. (kmb36)


OPINI

6

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Pemilih yang ”Smart”

TANGGAL 27 Juni mendatang merupakan hari penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang akan menentukan kebijakan di daerahnya lima tahun ke depan. Menjadi penting, karena jika sampai mereka salah menentukan pilihan maka akan berpengaruh pada arah kebijakan di daerahnya lima tahun. Karenanya, masyarakat diharapkan menjadi pemilih yang smart, tidak memilih hanya berdasarkan emosional atau alasan pragmatis. Sebisa mungkin pilkada mendatang melahirkan pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi warganya tanpa menimbulkan masalah (baru). Masalahnya, di Indonesia latah pejabat/ pemimpin baru membawa program baru pula. Karena itu, sebagai pemilih yang smart haruslah lebih fokus program yang ditawarkan para calon pemimpin, bukan janji-janji yang ditebar saat kampanye. Karena kalau berpegang pada program, jelas terukur dan disusun melalui kajian-kajian. Sementara janji-janji, cenderung bersifat spontanitas emosional yang gampang dilupakan. Akhirnya, masyarakat mendapat pemimpin yang tidak sesuai harapan dan kebohongan janji yang tidak bisa ditepati. Ketika telah terpilih pemimpin baru, paling tidak masyarakat telah mengetahui program-program baru yang akan mereka nikmati. Untuk bisa mengetahui program-program para kandidat, sudah tentu kecerdasan dan kejelian para pemilih. Hanya, ini sepertinya tidaklah ideal mengingat jumlah pemilih yang smart dipastikan lebih sedikit dibandingkan mereka yang emosional dan terbius janji-janji kandidat. Di Bali misalnya, jumlah pemilih sesuai data Komisi Pemilihan Umum (KPU) tercatat tiga juta lebih. Dari jumlah ini, sekitar 20 persennya merupakan pemilih pemula. Pemilih pemula ini terkadang belum dipersiapkan tentang pengetahuan (pendidikan) politik secara memadai. Untuk memperoleh jumlah pemilih smart guna menghasilkan pemimpin yang smart dengan program smart-nya pula, pemilih pemula inilah yang seharusnya digarap sejak dini. Jumlah pemilih di Bali mayoritas di perdesaan. Selama ini, ada kesan pemilih di perdesaan lebih bersifat pragmatis dan karena ikatan emosional. Persentase pemilih di perdesaan yang teliti dan smart lebih memerhatikan program kerja kandidat, selama ini dinilai masih kurang atau kecil. Mereka lebih terbius janji-janji para kandidat saat berkampanye di daerah mereka. Ini menjadi sebuah tantangan, bagaimana ke depan masyarakat di perdesaan juga dipersiapkan menjadi pemilih smart. Tentu pendidikan politik harus diarahkan juga menyasar masyarakat perdesaan. Perlu waktu panjang memang untuk mempersiapkan pemilih yang smart. Karena hanya dari pemilih yang smart inilah bisa lahir pemimpin-pemimpin yang smart, mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah. Hanya, pengalaman beberapa kali mengadakan pemilihan umum, para calon pemimpin justru tetap memelihara pemilih yang smart untuk bisa dimanfaatkan mendulang suara. Karena dalam sistem coblos, satu juta pemilih smart tetaplah akan kalah oleh satu juta satu orang pemilih yang tidak smart. Semoga saja Pilkada Bali 27 Juni bisa melahirkan pemimpin yang smart, meski dari sejumlah kecil pemilih smart.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Sebar Guru-guru Berprestasi Penerimaan siswa berbasis zonasi banyak diperdebatkan. Banyak yang protes karena membatasi anak berprestasi masuk di sekolah yang ingin dituju. Jika ingin membangun pemerataan mutu sekolah, mestinya guru-guru berprestasi disebar. Ini tampaknya lebih efektif, karena mereka sudah dapat berbagai tunjangan profesi. Artinya, sekolah bermutu nantinya tidak terkonsentrasi di perkotaan tetapi juga ada di kecamatan. Saya juga berharap pengaturan zonasi ini tetap bisa diimbangi dengan penerimaan siswa berprestasi. Artinya, sekolah harus tetap diberikan kesempatan melakukan penjaringan siswa lewat jalur khusus, dengan mengedepankan berbagai keunggulan sekolah. Ini sesuai dengan pola perguruan tinggi, yang memiliki hak uji mandiri untuk calon mahasisawanya. Bagi kami masyarakat kecil, kemudahan masuk sekolah tentu hal yang sangat diharapkan. Setidaknya, hak-hak anakanak kami mendapatkan pendidikan yang layak bisa kami nikmati. Untuk itu, kami berharap agar pemerintah mencari cara terbaik untuk mengembangkan sekolah bermutu di setiap kecamatan. Ini penting agar mobilitas penduduk hanya untuk mengejar pendidikan bermutu tak sampai menimbulkan beban ekonomi bagi masyarakat kecil. I Gede Sunarta Denpasar, Bali

Jangan Salah Pilih Pemimpin Bali Di luar bidang keyakinan, konon ada tiga macam “salah pilih” yang bisa berakibat fatal, yaitu salah pilih pasangan hidup, salah pilih ideologi, dan salah pilih pemimpin. Salah pilih yang terakhir ini sangat dekat menghantui kita akhir-akhir ini, tak terkecuali bagi kita yang hidup di Bali. Di berbagai daerah telah diselenggarakan berbagai pemilihan kepala daerah tingkat satu maupun tingkat dua, termasuk pemilihan wali kota.

Oleh I Gde Made Sadguna, S.E., MBA., DBA.

P

emilihan Gubernur DKI yang diwarnai dengan kegaduhan yang menjengkelkan dan menakutkan baru saja berakhir. Apa hasilnya? Sepasang gubernur dan wakil gubernur terpilih. Apakah cuma itu? Tidak juga, karena di samping menghasilkan gubernur dan wakil gubernur yang terpilih, Pilkada Jakarta telah pula menghasilkan masyarakat yang terbelah beserta berbagai potensi risiko dan permasalahannya yang mungkin timbul di kemudian hari. Yang ingin saya uraikan dalam tulisan ini adalah kemungkinan salah pilih pemimpin yang berdampak bukan saja tidak teratasinya masalah-masalah pembangunan yang ada dan yang akan ada, melainkan malah timbul berbagai permasahan baru yang seharusnya tidak muncul bila rakyat pemilih tidak melakukan “salah pilih”. Kesalahan macam ini sering disebut dengan istilah “Type I Error” yaitu kesalahan memilih pemimpin yang tidak kompeten dan tidak proper (tidak fit and tidak proper). Dalam kaitan ini, ada seorang negarawan negeri seberang pernah mengatakan bahwa tidak ada pemimpin terpilih yang bodoh, yang ada hanyalah pemilih yang bodoh. Walaupun pemimpin yang terpilih hanya akan berkuasa selama lima tahun, namun dampak dari kesalahan-kesalahan kebijakan dan keputusan yang dibuat selama kurun waktu

lima tahun itu bisa berdampak puluhan tahun ke depan dan penyelesaiannya akan membutuhkan pemimpin yang kualifikasinya jauh lebih tinggi lagi sesuai dengan pernyataan Albert Eistein bahwa diperlukan kecerdasan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah yang diciptakan oleh orang yang memiliki kecerdasan tertentu. Tentu saja bukan hanya kecerdasan yang lebih tinggi yang diperlukan, bahkan sumber daya yang lebih banyak pun mungkin harus dikorbankan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibuat oleh pemimpin yang tidak kompeten dan tidak patut itu. Nah, inilah yang harus benarbenar dipikirkan dan dipertimbangkan oleh setiap pemilih di Bali yang dalam waktu dekat ini segera menyelenggarakan pesta demokrasi untuk memilih gubernur, bupati, dan wali kota. Rasanya tidak terlalu sulit untuk memahami bahwa pemilihan pemimpin yang didasarkan pada pikiran-pikiran dan pertimbangan-pertimbangan yang subjektif dan irasional niscaya akan membawa kita kepada “kesalahan tipe I” yang akan menghasilkan pemimpin yang tidak kompeten dan tidak layak. Tesa ini segera membawa kita kepada kriteria-kriteria yang objektif dan cerdas yang diperlukan untuk dijadikan pegangan dan panduan oleh pemilih agar mereka dapat melakukan kewajibannnya memilih pemimpin yang tepat dengan kompetensi

dan integritas yang sesuai dan sepadan dengan kebutuhan untuk menyelesaikan permasahan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Bali. Diskusi publik dan diskursus terbuka tentang kriteria dimaksud sangat perlu digalang dan digalakkan agar masyarakat pemilih yang tekor pengetahuan dan wawasan politik tidak tersesat memilih pemimpinnya. Dengan tulisan ini, saya bermaksud mengajak para sahabat dan handai taulan yang peduli dengan nasib dan masa depan Bali untuk bersamasama memikirkan dan menggagas kriteria pemimpin Bali yang tepat dan patut mengemban amanah memimpin masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Saya akan memulai diskursus publik ini dengan menyatakan bahwan apa pun kriteria itu, berapa pun banyaknya, hendaknya secara kategoris dapat dikelompokkan ke dalam kategori kriteria “ketepatan (fit)” dan kriteria “kepatutan (proper)”. Secara keseluruhan kriteria tersebut, bila dipenuhi, harus mampu menghasilkan pemimpin yang mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Bali secara tepat, proporsional, efisien, patut, dan tepat waktu. Kriteria yang berkaitan dengan kategori “ketepatan (fit)” misalnya: kecerdasan, wawasan

pengetahuan, pengalaman memimpin, dan track record kinerja di berbagai lembaga di mana dia pernah berkiprah, baik lembaga publik maupun lembaga swasta. Kriteria ini akan merefleksikan kemampuan untuk memahami permasalahan Bali yang sifatnya multifaset dan multidimensi. Boleh dikata apa pun masalahnya, hampir dapat dipastikan masalah itu mempunyai dimensi sakala dan niskala karena para Rsi dan leluhur orang Bali dulu mendesain Bali dengan filosofi Tri Hita Kirana (THK). Artinya, calon pemimpin yang terindikasi tidak memahami THK tidak usah dipilih. Memilih pemimpin yang tidak mampu memahami konsep dan filosofi THK niscaya akan mengakibatkan tidak terselesaikannya permasalahan yang ada dengan baik dan benar, bahkan bukan tidak mungkin si pemimpin itu juga malah menjadi sumber masalah bagi Bali dan masyarakat Bali. Kriteria yang setara pentingnya dengan kriteria “ketepatan (fit)” adalah kriteria yang termasuk dalam kategori kriteria “kepatutan (proper)”. Kriteria ini berkaitan dengan karakter, nilai (value) dan etika yang memengaruhi sikap, pandangan, kebiasaan, dan perilaku si calon pemimpin. Pertanyaan yang relevan untuk diajukan dalam menetapkan kriteria dalam kategori ini misalnya: “apakah sikap, kebiasaan, dan perilaku si calon pemimpin selama ini sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma adat istiadat masyarakat Bali pada umumnya?” Dikaitkan dengan isu-isu strategis yang sedang hangat akhir-akhir ini pemilih bisa mempertanyakan, “Apakah si calon pemimpin pro atau kontra terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dan rencana KSPN Pura Besakih? Berkaitan dengan UU Desa No. 6 Tahun 2014, apakah si calon pemimpin cenderung mendaftarkan desa adat atau desa dinas?” Dan banyak lagi pertanyaan serupa yang bisa dipakai untuk menguji

Jadilah Pemilih Cerdas dan Kritis Pemilih cerdas dan kritis dibutuhkan dalam gelaran pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak, 27 Juni mendatang, demi ikut menjamin peningkatan kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di negeri ini. Momen penting untuk menentukan suksesi kepemimpinan di daerah, baik untuk level provinsi, kabupaten maupun kota, kian mendekat. Melalui pemilihan umum secara langsung, rakyat diberi keleluasaan untuk memutuskan serta menentukan pilihan mereka demi mewujudkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih membahagiakan. Seperti kita ketahui, hajatan akbar demokrasi berupa pilkada secara serentak bakal digelar di 171 daerah -- mencakup 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Inilah momen bagi masyarakat dalam menentukan secara langsung siapa yang akan menjadi pemimpin lokal mereka paling tidak untuk periode lima tahun ke depan. Tentu saja, para pemimpin daerah yang terpilih nanti mesti mampu berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang benar-benar bersih, sebuah pemerintahan yang tegak berdiri hanya untuk meng-

Oleh Djoko Subinarto abdi kepada kepentingan publik, bukan pemerintahan yang sibuk mencari rente dan mengabdi kepada kepentingan segelintir kelompok. Hakikat sejati sebuah kepemimpinan sendiri adalah untuk memecahkan persoalan. To lead is to solve, begitu kata orang Barat. Dengan demikian, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang bisa menjadi pemecah persoalan (problem solver). Sebaliknya, kepemimpinan yang buruk adalah kepemimpinan yang menjadi bagian dari persoalan atau malah ikut memperburuk persoalan yang sudah ada. Oleh sebab itu, siapa pun yang nanti akhirnya berhasil meraih jabatan sebagai gubernur, bupati, maupun wali kota, idealnya mereka harus benarbenar menjadi para pemimpin pemecah persoalan, bukan malah kemudian menjadi bagian dari persoalan atau ikut menambah ruwet persoalan. Boleh jadi para pemimpin yang bisa menjadi pemecah persoalan adalah mereka yang

mampu berpikir dan bertindak di luar tempurung (out of the box). Artinya, mereka adalah sosok-sosok pemimpin yang mampu berpikir dan bertindak secara kreatif dan non-konvensional, bukan sosok-sosok pemimpin yang normatif dan lebih senang basa-basi, janji sana-sini, dan pencitraan diri. Merujuk kepada data daftar penduduk potensial pemilih (DP4) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), ditaksir ada sekurangnya 160.756.143 pemilih pada pilkada serentak tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki berjumlah 80.608.811 orang dan perempuan 80.147.332 orang. Para kandidat, entah itu sebagai calon gubernur, calon bupati, maupun calon wali kota, sudah pasti kepingin merebut simpati dan hati para pemilih. Ajang pemilihan umum memang pada hakikatnya adalah ajang bagaimana menarik simpati dan hati publik. Dalam konteks Pilkada 2018, para pemilih sudah barang tentu perlu waspada. Jangan sampai

mudah terkecoh dan terperdaya oleh tawaran-tawaran yang menggiurkan dari para kandidat peserta pilkada, yang boleh jadi pada ahirnya malah mengecewakan mereka. Faktanya, dari hasil pilkada terdahulu, tidak sedikit pemimpin yang terpilih akhirnya menunjukkan watak aslinya yaitu sebagai pemimpin yang tidak amanah. Buktinya adalah banyaknya kepala daerah yang kemudian terkena jerat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadilah para pemilih yang cerdas dan kritis. Nasib daerah, dan juga nasib negeri ini, sedikit banyak bakal ditentukan oleh tangan para pemilih tatkala mereka memutuskan memberikan suara mereka kepada kandidat pilihan mereka. Pada saat yang sama, dengan menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, kita bakal ikut berkontribusi bagi peningkatan kualitas demokrasi dan terjaminnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di negeri ini.

kriteria pemimpin Bali ke depan. Saya katakan kriteria kepatutan adalah setara pentingnya dengan kriteria ketepatan karena kita tidak ingin memilih pemimpin yang cerdas berpengetahuan luas tetapi berkarakter rajasik dan tamasik serta berperilaku asyura. Begitu juga sebaliknya, kita tidak ingin memilih calon pemimpin yang berkarakter baik dan santun tetapi bodoh, naïf, dan cupet pikirannya. Oleh karena itu, idealnya adalah kita memilih pemimpin yang cerdas dengan pengetahuan luas yang sekaligus juga bijak, santun, berkarakter, dan berintegitas tinggi sehingga mampu menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Bali secara benar dan baik dalam arti efektif, efisien, proporsional dan tepat waktu serta mampu menyelesaikan masalah tanpa menciptakan masalah baru yang lebih besar. Dalam berbagai kesempatan sering saya kemukakan bahwa ketiga pilar THK telah mengalami damage yang serius. Ini terjadi karena masyarakat Bali telah salah memilih pemimpinnya sehingga pemimpin yang dihasilkan tidak mampu memahami permasalahan Bali dan akibat selanjutnya adalah pemimpin itu tidak mampu pula memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan itu. Dengan bekal kriteria-kriteria ketepatan dan kepatutan ini mudah-mudahan masyarakat Bali tidak lagi salah memilih pemimpinnya. Semoga tulisan singkat ini mampu mengundang dan menggugah semeton yang lain untuk menyumbangkan pemikirannya agar kita semua dan masyarakat Bali pada umumnya memperoleh pegangan dan panduan kriteria yang baik dalam memilih pemimpinnya dalam pilkada mendatang ini. Penulis, pengamat ekonomi dan perbankan

POJOK Tanggal 25 Agustus batas akhir penentuan nasib Teluk Benoa. - Penentuan sekala-niskala kehancuran Bali. *** Lolos di Gilimanuk, Satpol PP Badung pulangkan belasan duktang. - Lagu lama. *** Kunjungan ke Nusa Penida meningkat, berkah bagi petani garam. - Pastinya mereka tetap miskin.

Penulis adalah kolumnis dan esais

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

TABANAN

7

SOSOK Tetap Dilayani DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan selama libur cuti bersama tetap melakukan perekaman e-KTP secara offline. Disdukcapil juga tetap terbuka untuk melayani warga yang hendak mencari tanda tangan untuk pengesahan dokumen kependudukan secara terbatas. Kepala Disdukcapil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana mengatakan, selama liburan, kantor tetap buka untuk memberikan pelayanan bagi warga. Pihaknya menyiapkan petugas piket setiap hari untuk memberikan pelayanan untuk mencari tanda tangan pengesahan dokumen kependudukan seperti KK atau akte kelahiran bagi warga yang hendak menyekolahkan anaknya. “Selama libur lebaran kami tetap buka, tapi terbatas mulai pukul 09.00 Witasampai 12.30 Bali Post/bit Wita,” ungkapnya, Senin (18/6) kemarin. Pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meski saat hari libur. Seperti layanan rekaman e-KTP secara offline di empat desa yang ditunjuk. Apalagi saat ini musim mencari sekolah, sehingga warga sangat memerlukan pelayan kependudukan dengan cepat. “Kami berusaha memberikan pelayan terbaik bagi warga,” tandasnya. Ditambahkan, setelah libur selesai, pihaknya kembali membuka layanan seperti biasa sesuai jam kerja kantor. Masyarakat dipersilakan mengurus berbagai dokumen kependudukan termasuk perekaman e-KTP. (bit)

Dispar Dorong Desa Gali Potensi Wisata

Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki keindahan alam yang lengkap dari gunung hingga laut. Setiap desa memiliki potensi sebagai tempat wisata. Dinas Pariwisata (Dispar) mendorong masing-masing desa menggali potensi wisata yang berbeda di daerahnya. Dengan demikian, daya tarik wisata menjadi unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagai langkah awal, digelar festival di masing-masing Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa beberapa waktu lalu mengatakan, meski festival bertema seni dan budaya, tapi setiap festival tentunya memberikan hal unik dan berbeda. Misalkan Festival Art Ulun Danu Beratan yang akan digelar Minggu (24/6), tentunya menawarkan hal berbeda dengan festival yang akan diselenggarakan di DTW Jatuliwih. “Kalau Ulun Danu menonjolkan budaya dan seni yang berkaitan dengan Ulun Danu, maka di DTW Jatiluwih akan menonjolkan seni dan budaya pertanian. Jadi yang diperlihatkan tidak monoton atau sama,” ujarnya. Ia menambahkan, dalam setiap festival hendaknya melibatkan masyarakat. Termasuk juga berbagai sektor usaha yang ada. Hal ini sejalan dengan tujuan menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan. Hal yang sama juga berlaku bagi desa wisata yang ada di Tabanan. Saat ini Tabanan memikiki 14 desa wisata. Tentunya agar tidak monoton, masing-masing desa wisata didorong untuk menawarkan hal yang unik dan berbeda. Misalkan Desa Wisata Nyambu menawarkan trekking pemandangan sawah digabungkan dengan keterlibatan wisatawan dalam memasak makanan khas desa tersebut. Desa Wisata Munduk Temu selain menawarkan pemandangan perkebunan juga mengajak masyarakat untuk ikut serta menanam dan memanen hasil kebun serta disediakannya lokasi untuk swafoto. (kmb24)

Dua Puskesmas Jalani Survei Akreditasi

Tabanan (Bali Post) Tabanan saat ini memiliki 20 puskesmas. Berdasarkan regulasi, dalam melayani pasien BPJS, puskesmas harus terakreditasi sehingga mutu layanannya terjamin serta sesuai SOP. Tabanan telah melakukan akreditasi puskesmas secara bertahap. Tahun 2016 ada empat puskesmas yang menjalani penilaian akreditasi dan 10 puskesmas pada tahun 2017. Sementara enam puskesmas rencananya menjalani proses akreditasi tahun 2018. Dua di antaranya sudah pasti mendapatkan jadwal untuk survei akreditasi. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (18/6) kemarin, mengatakan dua puskesmas yang akan segera menjalani akreditasi adalah Puskesmas Tabanan I dan Puskesmas Selemadeg Timur II. Survei untuk akreditasi yang langsung dilakukan tim dari Kemenkes RI ini akan berlangsung 27 Juni hingga 30 Juni. ‘’Saat survei nanti tim akan melakukan pemotretan atau melihat gambaran nyata dari layanan puskesmas. Nanti hasilnya sesuai dengan kondisi real di puskesmas dan dimasukkan ke dalam salah satu kategori akreditasi yaitu dasar, madya, utama dan paripurna,’’ ujar Suratmika. Saat ini Tabanan sudah memiliki 16 puskesmas yang lolos akreditasi. Rata-rata hasilnya adalah madya. Lanjut Suratmika, hasil ini akan kembali dievaluasi setiap tiga tahun sekali. Tentu saja hasil yang dicapai saat ini tidak boleh turun tetapi harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara untuk empat puskesmas lain yang belum menjalani proses survei akreditasi adalah Puskesmas Baturiti 2, Puskesmas Kediri 3, Puskesmas Penebel 2 dan Puskesmas Marga 2. Puskesmas ini akan menjalani akreditasi tahun 2018. ‘’Semua puskesmas di Tabanan akan terakreditasi di tahun 2018. Empat puskesmas yang belum menjalani survei akan segera menyusul,’’ ujarnya. Dengan terakreditasinya semua puskesmas tahun 2018, dapat dikatakan Tabanan telah memenuhi semua syarat yang ditetapkan pemerintah, bahwa seluruh layanan kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas harus terakreditasi. Puskesmas diberikan waktu hingga tahun 2019. Dalam akreditasi nanti yang dinilai adalah administrasi manajemen Puskesmas, Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Personal (UKP). ‘’Intinya, penilaian utama adalah apa yang dikerjakan oleh puskemas harus tertulis dan apa yang tertulis dikerjakan oleh puskesmas,’’ ujar Suratmika. (kmb24)

Bali Post/ist

DITEMUKAN - Setelah menghilang hampir sepekan, Gusti Kenal akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Menghilang, Gusti Kenal Akhirnya Ditemukan Tabanan (Bali Post) Setelah dilaporkan menghilang sejak Rabu (13/6), akhirnya I Gusti Ngurah Putu Kenal (65), warga Banjar Bugbugan Kelod, Desa Senganan, Penebel, berhasil ditemukan, Senin (18/6) kemarin. Ia ditemukan di sungai kecil di bawah bukit, tepatnya di sebelah barat daya Pura Pucak Bukit Puun. Suasana mistis pun tampak saat korban hendak dibawa ke Puskesmas Penebel. Sebelum Gusti Kenal dinaikkan ke mobil ambulans ada kerabatnya yang mengalami kesurupan. Gusti Kenal tidak diizink-

an dibawa pulang melainkan diminta sembahyang di palinggih yang ada di utara kebun dan menghaturkan guru piduka. Bahkan juga meminta Gusti Kenal dipendak menggunakan gong. Akhirnya warga dan keluarganya membawakan upakara lengkap dengan ulam bebek hidup dan ulam ayam putih. Lengkap dengan membawa gong yang sempat mengelilingi palinggih tersebut sebanyak tiga kali. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan, keberadaan korban pertama kali ditemukan oleh Aiptu Made Suprawan, ang-

gota Reskrim Polsek Penebel dengan warga I Wayan Subur cs (6 orang) sekitar pukul 10.00 Wita. “Korban ditemukan dalam posisi jongkok di sungai kecil yang airnya tengah mengering,” ucapnya. Penemuan Gusti Kenal berawal dari petunjuk keranjang yang digunakan saat menyabit. Keranjang tersebut ditemukan di tengah hutan atau sekitar lima kilometer dari kebun milik Gusti Kenal. Lalu tim pun menyisir di sekitar lokasi yang satu jalur menuju ke Gunung Adeng. Ketika ditemukan, Gusti Kenal sempat lari karena takut melihat banyaknya petugas.

Akhirnya ketika keponakannya mendekati Gusti Kenal dan berusaha menenangkan serta mau minum air yang dibawa warga. Saat ditemukan kondisi korban baik-baik saja. Dia bisa diajak bicara. Bahkan saat ditanya mengapa bisa sampai di lokasi tempat ditemukan, Gusti Kenal mengaku jika dirinya diajak berjalan-jalan dan diberi makan. “Mungkin itu niskala. Tetapi kondisi fisiknya baikbaik saja,” ucapnya. Gusti Kenal selanjutnya dievakuasi dengan ditandu oleh warga maupun Basarnas. Setelah itu ia langsung

mendapat pemeriksaan medis dari Puskesmas 1 Penebel. Dokter mengatakan kondisi Gusti Kenal sehat dan tensi normal, meski perlu dirawat untuk pemulihan. Seperti diketahui, korban diketahui hilang sejak Rabu (13/6) pagi yang awalnya pamitan pergi dari rumah mencari rumput untuk sapi peliharaannya. Hingga akhirnya sampai diketahui hilang karena tidak ada pulang ke rumah. masyarakat Banjar Bugbugan Senganan, Polsek Pebebel, Koramil, BNPB Tabanan, Basarnas dan tim SAR Polda Bali pun sudah ikut mengadakan pencarian. (kmb28)

Libur Panjang, Volume Sampah Turun 40 Persen Tabanan (Bali Post) -

Libur lebaran yang identik dengan warga mudik ataupun berlibur ke luar kota, ternyata berpengaruh terhadap volume sampah yang dibuang ke TPA Mandung. Pada libur panjang kali ini, sampah yang dibuang ke TPA turun hingga 40 persen dari jumlah rata-rata hari normal.

Bali Post/kmb24

SAMPAH - Tampak petugas sedang mengangkut sampah. Selama libur panjang volume sampah yang dibuang ke TPA Mandung turun hingga 40 persen.

Pada hari biasa, sampah yang dibuang ke TPA rata-rata mencapai 331 meter kubik. Kemudian jumlah ini sedikit demi sedikit mengalami penurunan memasuki libur panjang yaitu 314 meter kubik pada Selasa (12/6). Kemudian menurun lagi pada Kamis (14/6) menjadi 304 meter kubik. Pada Jumat (15/6) sebanyak 255 meter kubik, Sabtu (16/6) 257 meter kubik dan pada Minggu (17/6) menjadi 227 meter kubik. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Senin (18/6) kemarin, mengatakan volume sampah yang dibawa ke TPA Mandung mengalami volume terendah pada Minggu (17/6). Adanya penurunan hingga 40 persen ini dimungkinkan karena banyak warga Tabanan yang pergi berlibur ataupun mudik. Sehingga jumlah volume sampah juga berkurang. Selama libur panjang, TPA Mandung tetap beroperasi

seperti biasa. Pengangkutan sampah pun berjalan seperti biasa. “Selama libur ini kami tetap beroperasi dan menugaskan tugas piket untuk mengawasi,” ujarnya. Pemilahan sampah plastik di TPA, lanjut Sukartini, tidak ada masalah selama liburan. Menurutnya, pemulung tetap datang ke TPA untuk memilah sampah plastik. Seperti diketahui, setiap bulannya lewat kerja sama dengan pemulung, sampah plastik yang berhasil dipilah di TPA Mandung setiap bulan mencapai empat ton, kertas mencapai tiga ton dan logam mencapai dua ton. Sampah yang dipilah ini sepenuhnya diberikan kepada pemulung yang memilah untuk nantinya dijual ke pengepul. “Keuntungan sepenuhnya milik pemulung. Manfaat bagi TPA yakni mengurangi tumpukan sampah,” ujar Sukartini. (kmb24)

Kunjungan ke Museum Subak Mulai Stabil Tabanan (Bali Post) Museum Subak di Sanggulan, Tabanan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya kalangan pelajar. Mereka ingin mengetahui tentang sistem persubakan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan. Bahkan memasuki musim liburan saat ini, kunjungan ke Museum Subak meningkat. Sebelumnya angka kunjungan sempat mengalami penurunan drastis sejak tahun 2016. Kepala UPTD Museum Subak Ida Ayu Ratna Pawitrani mengatakan, salah satu indikasi penyebab turunnya tingkat kunjungan dari para pelajar sebelumnya karena adanya kecemasan para guru terkait larangan penggunaan dana BOS untuk kegiatan studi tur. Guru juga tidak berani memungut uang dari siswa sejak adanya tim saber pungli. “Rata-rata naik, tahun kemarin kita kehilan-

gan kunjungan sekitar 1.500 dari anak sekolah. Tahun ini sudah kembali normal,” terangnya. Berdasarkan data, jumlah kunjungan ke Museum Subak sampai Mei 2018 mencapai 2.468 orang, dengan rincian wisatawan domestik 1.987 orang dan wisatawan asing sebanyak 481 orang. “Pada bulan Mei dan Juni kunjungan didominasi domestik,” ucapnya. Di tengah mulai menggeliatnya kunjungan wisatawan ke Museum Subak, perlu ada pembenahan untuk memperindah penampilan museum. Perbaikan juga ditargetkan tahun 2018. Museum Subak memiliki luas areal 6,28 hektar. Lahannya merupakan aset pemerintah provinsi, gedung museum (ruang pameran) dibangun oleh Kementerian PU. Sedangkan Pemkab Tabanan hanya bertugas mengelola museum. (kmb28)

Bali Post/kmb28

MUSEUM - Para pengunjung tengah mendapatkan informasi terkait Museum Subak.


BULELENG

8

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

PPDB

Ramai, Warga Legalisasi KK dan Akta Kelahiran

Singaraja (Bali Post) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 20182019 mensyaratkan calon peserta didik melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran (AK) yang dilegalisasi Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil). Menyusul kebijakan ini, para orangtua dan calon siswa mulai banyak yang melegalisasi KK dan AK lebih awal. Tidak ingin menyulitkan siswa, pelayanan di Disdukcapil Buleleng tetap buka meskipun masih dalam suasana libur cuti bersama Lebaran. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reike Nurhaeni, Senin (18/6) kemarin, mengatakan legalisasi KK dan AK untuk masuk ke jenjang SD dan SMP dilakukan dengan cara kolektif melalui masingmasing kepala sekolah. Kebijakan ini untuk memudahkan para calon siswa melengkapi syarat mencari sekolah dan juga membantu agar tidak terjadi antrean panjang pelayanan di Disdukcapil. Sedangkan legalisasi KK dan AK untuk keperluan masuk ke jenjang

SMA dan SMK, permohonan legalisasinya dilakukan oleh masing-masing calon siswa. “Selama pelayanan di hari libur, kebanyakan legalisasi KK dan AK untuk kepentingan sekolah,” katanya. Menurut Reike, sejak libur cuti bersama pada (18/6) dan berakhir (20/6) ini, pelayanan administrasi kependudukan dibuka di kantor Disdukcapil Jalan Gajah Mada, Singaraja. Selama membuka pelayanan di hari libur cuti bersama dan hasil pelayanan dengan mobil keliling di arena Buleleng Education Expo (BEE) 2018 pada (10/6) sampai (14/6) lalu, ratarata dalam sehari sebanyak 1.500 kartu KK dan AK berhasil dilegalisasi. Selain itu, perekaman dan pencetakan e-KTP dan permohonan Kartu Identitas Anak (KIA) juga banyak yang dilayani petugas yang diatur dengan sistem piket tersebut. “Yang ramai sekarang legalisir KK dan AK untuk mencari SMA dan SMK dan juga permohonan administrasi kependudukan lain juga banyak di hari libur,” jelasnya. (kmb38)

LEGALISASI - Kantor Disdukcapil Buleleng dipadati warga yang hendak melegalisasi KK dan AK pada hari libur panjang.

Warga Lokapaksa Kesulitan Air Bersih

Singaraja (Bali Post) – Sekitar 700 kepala keluarga (KK) warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt kesulitan mendapatkan air bersih. Ini terjadi karena mereka bermukim di wilayah perbukitan dan sumber mata air tergolong minim. Atas kondisi ini, sejak lama warga di desa ini harus membeli air ke pusat desa. Rata-rata harga satu jeriken air isi 30 liter antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000.

Bali Post/ist

NYEMPLUNG – Mobil DK 1822 UI nyemplung ke laut saat digunakan latihan mengemudi di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Sabtu (16/6) lalu.

Belajar Mengemudi, Nyemplung ke Laut Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami Nyoman Adi Witari (46) asal Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Saat belajar mengemudi, ibu rumah tangga ini mengalami kecelakaan out of control (OC), Sabtu (16/6) lalu. Akibatnya, mobil yang digunakan belajar mengemudi nyemplung ke laut. Lakalantas tersebut menghebohkan warga, terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, Witari ditemani anaknya, Putu Surya (20), datang ke kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Sampai di lokasi, Witari mulai latihan mengemudi dengan melintasi siteplan Pelabuhan Celukan Bawang yang berbatasan langsung dengan pantai. Beberapa saat setelah mobil melintas, anaknya menyuruh agar Witari menginjak pedal rem. Namun, tidak sengaja menginjak pedal gas. Seketika mobil melesat ke luar jalan dan nyemplung ke laut dengan kedalaman sekitar satu meter. Kejadian itu membuat warga di sekitar lokasi ramai mendatangi lokasi.

Warga langsung memberi pertolongan untuk menyelamatkan Witari dan anaknya agar keluar dari dalam mobil. Keduanya dalam keadaan sehat setelah berhasil keluar dari dalam mobil. Sementara warga bersama polisi membantu menarik mobil ke daratan menggunakan tali. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas tersebut murni OC karena pengendara belum berpengalaman mengemudi. Pihaknya mengimbau agar warga yang akan belajar mengemudi mencari tempat kursus yang berizin. Hal ini memberikan keselamatan calon pengemudi karena telah diawasi oleh instruktur yang ahli di bidangnya dan menghindari tempat latihan yang kurang sesuai. “Benar terjadi OC dan pemicunya pengemudi masih belajar. Kendaraan saat itu juga dievakuasi oleh anggota kita bersama Tim Basarnas dan warga di sekitar TKP,” jelasnya. (kmb38)

Telepon Penting

DPRD Buleleng Polres Buleleng

Data yang dikumpulkan di lapangan Senin (18/6) kemarin menyebutkan, ratusan warga yang kesulitan air bersih itu tempat tinggalnya menyebar di beberapa dusun. Kondisi paling parah dialami oleh warga Dusun Kembang Sari. Sedangkan di Dusun Pamesan, Banjar Tengah, Jero Agung, Labak Timbul, dan Dusun Bukti Sari, warga yang kesulitan air bersih yang rumahnya berada di perbukitan. Jika musim hujan, warga masih bisa memanfaatkan air untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Sementara untuk memasak dan minum, warga membeli air. Kebutuhan air bersih pun meningkat ketika memasuki musim kering seperti seka-

rang. Karena warga tidak lagi menampung air hujan, sehingga biaya untuk membeli air naik dibandingkan saat musim hujan. Perbekel Desa Lokapaksa I Wayan Ariadi mengakui sekitar 60 persen warganya kesulitan air bersih. Krisis air bersih ini bukan masalah baru, tetapi sudah sejak lama. Dikatakan, tahun 2016 pemerintah desa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membangun satu unit sumur bor dan bak reservoar (penampungan) air untuk mengatasi krisis air bersih. Bak penampungan air minum ini dibangun dengan diameter delapan meter dan tinggi 2,5 meter. Lokasi sumur

bor ini di pinggiran Sungai Pancoran dengan kedalaman 56 meter. Setelah pembangunannya rampung dan air berhasil ditampung, diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk ratusan KK yang tinggal di daerah perbukitan. “Saya menjabat tahun 2015 dan mulai tahun 2016 lalu desa membuat sumur dan bak penampungan. Dari sumur sampai lokasi bak penampungan ketinggiannya mencapai 150 meter. Kami menggunakan pompa untuk menyedot air sekitar lima meter kubik per jam,” katanya. Menurut Ariadi, AD D yang diserap untuk penanganan krisis air bersih mencapai Rp 160 juta. Rin-

ciannya, pembelian dua unit pompa air, jaringan listrik PLN, dan biaya pemeliharaan. Dana yang terbatas itu membuat pemerintah desa belum bisa memberikan subsidi untuk sambungan pipa ke rumah warga. Selain itu, dana untuk listrik pun tidak mencukupi dari anggaran yang disediakan di awal, sehingga desa sekarang menunggu penyusunan perubahan APBDes. Menunggu penambahan jaringan pipa, warga disarankan membentuk kelompok dan menyiapkan sendiri biaya untuk pemasangan jaringan pipa ke rumah penduduk. “Pengoperasiannya belum seratus persen dan target tahun ini beroperasi penuh dan tahun berikutnya kami optimalkan lagi, dan pengelolaannya nanti kami akan menggunakan layanan air minum yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Buleleng,” jelasnya. Sementara itu, Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka mengatakan, penanganan krisis air bersih dengan membangun sumur bor dan bak penampungan oleh desa sudah memberikan hasil positif. Hanya, anggaran belum cukup, sehingga masalah ini harus ditangani dengan bertahap. Selain mengandalkan pengoperasian sumur bor yang dibangun desa, pihaknya berharap krisis air bersih di Lokapaksa dan sekitarnya itu secepatnya tertangani setelah dibangunnya bak penampungan air baku dari Bendungan Titab-Ularan. Bak penampungan ini lokasinya di Desa Lokapaksa. “Mudahmudahan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida segera bisa mengalirkan air baku Bendungan TitabUlaran, sehingga krisis air bersih bisa ditanggulangi,” tegasnya. (kmb38)

Peserta Lelang Jabatan Kepala DLH akan Ikuti Tes Wawancara

Singaraja (Bali Post) – Peserta lelang jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng akan mengikuti tes wawancara yang digelar Pansel Lelang Jabatan yang dipimpin Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Pewawancara terdiri atas lima orang, dua di antaranya akademisi dari Universitas Pendidi-

kan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa, S.H., Senin (18/6) kemarin, mengatakan, tes wawancara ini digelar setelah pansel melakukan seleksi administrasi, Computer Assisted Test (CAT) serta pemaparan visi

dan misi masing-masing peserta. “Setelah libur cuti bersama ini, peserta akan menjalani tes wawancara dan ini tahapan lanjutan sebelum nantinya akan diumumkan siapa peserta peraih nilai tertinggi dan masuk ranking tiga besar,” katanya. Lelang jabatan Kepala DLH dibuka pada 7 sampai

21 Mei 2018. Dua camat masing-masing Camat Sukasada Made Dwi Adnyana, dan Camat Gerokgak Putu Ariadi Pribadi mengikuti kompetisi ini. Sementara tiga pelamar lainnya yakni Dewa Putu Susrama yang kini menjabat Sekretaris Disnakertrans, Ni Made Sukreni yang kini menjabat Sekretaris Dinas Pember-

dayaan Masyarakat (PMD) dan Wayan Narta yang sekarang menjabat Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Buleleng mendaftarkan diri untuk mengikuti lelang jabatan. Pengumuman pejabat yang dinyatakan lolos lelang jabatan akan dilaksanakan paling lambat tanggal 25 Juni 2018 ini. (kmb38)

TUTUP – Libur panjang merupakan kesempatan bagi wisatawan berkunjung ke objek

BULELENG

SMS Pengaduan

Bali Post/ist

3477 22713 22510, 21841

wisata. Namun, ada objek wisata di Buleleng justru

Polsek Tejakula

28541

tutup karena pe-

Polsek Kubutambahan

23012

gawainya libur cuti

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

bersama Idul Fitri

Polsek Sukasada

25791

Polsek Banjar

93347

Polsek Seririt

92450

di eks Pelabuhan

Polsek Busungbiu

92126

Buleleng. Museum

Polsek Gerokgak

92999

tematik pertama di

KP3 Celukan Bawang

92842

Pospol Wisata Lovina

41010

Bali Utara ini tutup

Pospol Pancasari

25755

Siaga Reskrim

27511

Siaga Intel

29973

2018, seperti Museum Soenda Ketjil

sejak libur Galungan, Kuningan, dan libur cuti bersama.


Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

GIANYAR

9

Ikut Pileg, Perbekel Legalisir KK dan AK untuk PPDB dan ASN Harus Mundur

Gianyar (Bali Post) Selain bersiap menghadapi pilkada pada 27 Juni, parpol kini mulai menyiapkan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Pileg 2019 mendatang. Sejumlah perbekel pun mulai digadang-gadang untuk maju merebut kursi DPRD. Terkait hal ini, Panwaslu Gianyar mengingatkan perbekel atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan maju dalam pileg untuk terlebih dahulu mengajukan surat pengunduran diri. Ketua Panwaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengingatkan, ASN atau aparat desa tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Mereka dalam pemilu haruslah netral. ‘’Sanksinya cukup berat kalau mengacu pada UU 10/2018 dan UU ASN 5/2014. Sanksi bisa pemecatan. Seharusnya netral dalam pilkada,’’ katanya. Hartawan mengingatkan, ASN dan aparat desa juga dilarang untuk terlibat dalam DCS Pileg 2019. Bila ada nama yang masuk dalam DCS, yang bersangkutan harus segera mengajukan surat pengunduran diri. ‘’Kalau masuk dia harus langsung mengundurkan diri. Harus mengirim pernyataan pengunduran diri,’’ tegasnya. Hartawan juga mengingatkan bahwa ASN atau aparat desa dilarang mengampanyekan diri untuk maju dalam pemilu. ‘’Apalagi mulai mengampanyekan diri, itu tidak bisa. Setelah ditetapkan sebagai caleg baru bisa mengampanyekan diri,’’ ujarnya sembari menambahkan, pihaknya akan mengawasi ketat dan menelusuri apabila ada dugaan oknum yang terlibat politik praktis ketika masih menjabat sebagai perbekel atau ASN. (kmb35)

Kantor Disdukcapil Diserbu Ribuan Warga

Gianyar (Bali Post) Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar, Senin (18/6) diserbu ribuan siswa beserta orangtuanya. Kedatangan warga adalah untuk melakukan pengesahan Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran (AK) yang akan digunakan untuk mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK.

I Wayan Hartawan

Bali Post/nik

Pantauan siang kemarin, warga yang mencari legalisir KK dan AK antre dan berdesakan. Ni Putu Kusuma yang mengantarkan adiknya mengaku baru mendengar informasi dari salah satu sekolah pada 16 Juni lalu. Dia pun terpaksa harus bergegas melegalisir KK dan AK agar adiknya bisa memenuhi persyaratan PPDB. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Gianyar Putu Gede Bhayangkara mengatakan, membludaknya permohonan legalisir KK dan AK sudah

berlangsung sejak 11 Juni. Disdukcapil yang tetap memberikan pelayanan selama cuti bersama, bisa mengesahkan 3 ribu hingga 5 ribu map per hari, dari pukul 08.00 Wita hingga 14.00 Wita. Menurutnya, hingga pukul 11.00 Wita kemarin sudah masuk 2.600 nomor antrean. Dalam satu map rata-rata berisi 10 lembar dokumen yakni lima lembar foto kopi KK dan lima lembar foto kopi AK. ‘’Sekarang tinggal 2.600 dikali 10, segitulah kami sudah mengeluarkan legalisir,

dengan stempel dan tanda tangan basah dari pimpinan di Disdukcapil, sesuai ketentuan dalam Permendagri,’’ jelasnya. Ditambahkannya, pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan tidak hanya dirinya selaku Kepala Disdukcapil namun juga Sekretaris Dinas beserta tiga orang Kabid di Disdukcapil Gianyar. Sementara dalam memberikan pelayanan, pihaknya menyiagakan 85 petugas dari PNS hingga tenaga honor. Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi

Bali di Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Sucita mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait membludaknya warga dalam mencari legalisir di Disdukcapil Gianyar. ‘’Kondisi ini sudah kami pantau dan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi,’’ katanya. Menangapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Bali memerintahkan seluruh SMA/SMK di Bali khususnya Gianyar untuk menerima formulir pendaftaran siswa dengan KK dan AK yang belum dilegalisir. ‘’Bukan berarti diloloskan, tetapi dibijaksanai, mengingat waktu yang mendesak dalam pendaftaran ini,’’ ucapnya. Ditambahkannya, meski KK dan AK diloloskan, seluruh

Okupansi Hotel di Kisaran 60 Persen

Kuota Jalur Prestasi Hanya 18 Siswa

Persaingan Masuk Suksma Sangat Ketat

Gianyar (Bali Post) Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi dan alasan khusus, Senin (18/6) kemarin, dimanfaatkan calon siswa untuk mendaftar di SMAN 1 Sukawati. Bahkan di hari pertama, puluhan siswa mendaftar meski kuota di sekolah dengan julukan Suksma itu terbatas. Ketua Panitia PPDB di SMAN 1 Sukawati I Made Dharma mengatakan, hingga pukul 14.00 Wita kemarin total 74 yang mendaftar di sekolah yang berlokasi di Desa Sukawati itu. Dari jumlah tersebut, tercatat 70 siswa yang mendaftar dari jalur prestasi. Prestasi juara I, II, III dan harapan yang diajukan para siswa ini pun beragam, mulai dari piagam perorangan sampai juara beregu. ‘’Sesuai juknis, yang diterima ini khusus prestasi juara di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,’’ tegasnya. Namun ada juga orangtua siswa yang mendaftarkan anaknya di Suksma menggunakan piagam penghargaan. Sesuai juknis,

piagam ini pun tidak masuk dalam PPDB jalur prestasi. ‘’Cuma tadi imbauan pimpinan, kalau orangtua siswa memaksa menggunakan piagam penghargaan ya diterima saja. Tapi kami jelaskan bila skor untuk piagam ini nol dalam arti tidak lulus, akhirnya orangtua tersebut mengerti dan batal mendaftar,’’ ujarnya. Diakuinya, seleksi untuk jalur prestasi di SMAN 1 Sukawati akan belangsung ketat. Sebab, kuota untuk jalur ini hanya lima persen atau 18 siswa dari keseluruhan kuota 360 siswa. ‘’Untuk mengisi kuota 18 orang ini, akan diseleksi ketat sesuai skor prestasi. Tetapi sebelum itu, kami masih menunggu pendaftaran besok (hari ini - red),’’ katanya. Selain jalur prestasi, ada juga empat orang siswa yang mendaftar menggunakan jalur alasan khusus yakni pada poin anak pendidik dan tenaga kependidikan. ‘’Kebetulan ada anak pendidik yang mendaftar kita terima. Kalau poin lainnya pada jalur alasan khusus itu belum ada,’’ ungkapnya. (kmb35)

sekolah diimbau untuk menandai map pendaftaran siswa yang belum lengkap tersebut sehingga setelah pendaftaran kelengkapan dapat disusul. ‘’Biar tidak sekarang membludak, makanya nanti setelah ini agar apa yang kurang itu bisa dilengkapi,’’ katanya. Kepala SMAN 1 Sukawati Gusti Made Puja Armaya mengaku sudah menerima instruksi tersebut. Pihaknya pun menyatakan akan menerima pendaftaran meskipun KK dan AK calon peserta didik belum dilegalisir. ‘’Ini juga sudah saya sampaikan ke panitia PPDB di SMAN 1 Sukawati. Sementara PPDB jalur prestasi dan jalur alasan khusus berjalan lancar,’’ ucapnya. (kmb35)

MENDAFTAR - Sejumlah calon peserta didik mendaftar di SMAN 1 Sukawati.

Bali Post/nik

Gianyar (Bali Post) Di masa liburan panjang ini, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar meningkat signifikan. Namun kondisi ini ternyata belum mempengaruhi tingkat hunian atau okupansi hotel di gumi seni ini. ‘’Untuk okupansi hotel masih pada kisaran 60 persen,’’ ucap Ketua PHRI Kabupaten Gianyar Cokorda Ichiro Sukawati, Senin (18/6) kemarin. Bahkan, menurut tokoh Puri Ubud ini, okupansi bulan ini cenderung lebih rendah dari bulan sebelumnya. Wisatawan ratarata hanya berkunjung, bukan menginap di Gianyar. ‘’Mereka memang ramai ke Ubud dan objek wisata lainnya di Gianyar, tapi tinggal di daerah Badung. Kalau untuk stay di Ubud hanya sebagian,’’ ucapnya. Wisatawan Asia khususnya Tiongkok mendominasi hotel, khususnya di wilayah Ubud, selain wisatawan Australia, Amerika dan Eropa lainnya. Cokorda Ichiro pun optimis pada Juli hingga Agustus mendatang akan terjadi lonjakan okupansi. ‘’Belum lagi bulan-bulan itu akan menjelang IMF, jadi kita optimis ada peningkatan,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengatakan, pada pertengahan Juni ini sudah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar. Peningkatannya cukup signifikan yakni hingga menyentuh 70 persen. Kunjungan didominasi wisatawan Tiongkok yang mencapai 40 persen. (kmb35)

Matangkan Persiapan Pilkada

Simulasi Pencoblosan Digelar di Tujuh Kecamatan

SIMULASI - Suasana simulasi di Stage Sidan.

Bali Post/ist

Gianyar (Bali Post) Berbagai persiapan menjelang pilkada pada 27 Juni mendatang terus dimatangkan KPU Kabupaten Gianyar. Salah satunya persiapan berupa simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilgub Bali dan Pilbup Gianyar. Simulasi digelar secara bergilir di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna menjelaskan, simulasi dilaksanakan pada 11 sampai 21 Juni. Pada Senin (18/6) simulasi digelar di Stage Sidan oleh PPK Gianyar dan wantilan Desa Sukawati oleh PPK Sukawati. Diterangkannya, simulasi merupakan pemantapan kembali untuk memperdalam pemahaman

terhadap situasi dan kondisi di TPS pada pra pencoblosan, saat pencoblosan dan pascapencoblosan. ‘’Kita harap penyelenggara memahami teori dan praktik tahapan pemungutan dan penghitungan suara,’’ ujarnya. Pihaknya juga meminta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar H-5 pencoblosan sudah memasang pengumuman di TPS. Selain itu, KPPS diminta mendistribusikan surat undangan memilih atau C6 maksimal H-1 pencoblosan. Sebab, pendistribusian C6 kali ini sedikit berbeda dari pemilu sebelumnya. ‘’Jika H-1 masih ada C6 yang belum terdistribusi, maka harus dikembalikan ke PPS untuk dicatat,’’ jelasnya. C6 diperkirakan dua hingga tiga hari ke depan baru bisa didis-

tribusikan ke masing-masing Ketua KPPS. Pasalnya, C6 saat ini masih dalam proses pencetakan oleh KPU Provinsi Bali. Berbeda dengan pemilu sebelumnya, kali ini C6 sudah langsung mencantumkan nama pemilih, nomor DPT dan nomor KTP sehingga Ketua KPPS tidak perlu lagi susah payah untuk menulisnya secara manual. ‘’Ketua KPPS tinggal tanda tangan, langsung bisa didistribusikan,’’ terangnya. Fungsi KPPS lainnya juga harus dipenuhi seperti melakukan gladi bersih pemungutan dan penghitungan suara. Sementara simulasi di Kecamatan Sukawati, sebagai basis suara terbanyak diselenggarakan menjadi empat sesi. Pelaksanaannya melibatkan anggota PPK, PPS, anggota KPPS dan Linmas per desa. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

SOSOK Bercita-cita Jadi Peneliti REMAJA kelahiran 27 Juni tahun 2000 asal Kelurahan Dauhwaru, Gian Cordana Sanjaya telah menorehkan sejumlah prestasi hingga ke tingkat dunia. Alumni SMPN 1 Negara ini berulang kali menjadi duta Indonesia dalam kompetisi resmi Matematika Internasional IMO. Bahkan tahun 2018 Gian juga mengikuti kompetisi serupa di Rumania. Ini merupakan yang ketiga kalinya terpilih berturut-turut dalam kompetisi serupa. Dua kompetisi sebelumnya di tahun 2016 di Hongkong, putra pasangan Budi Sanjaya dan Ni Ketut Sektasari ini meraih medali perunggu. Selanjutnya tahun 2017 di Brazil merebut medali perak. Bakat remaja berkaca mata ini memang sudah terlihat sejak di bangku SD. Saat itu Gian sudah tiga kali terpilih dalam ajang Indonesia Internasional Mathematics Compettion (IIMC) tahun 2011 di Sanur, Bali dan meraih medali emas. Selain itu, dalam event The Clock Tower School tahun 2012 di Rumania, ia juga meraih medali emas. Atas prestasinya itu, Gian mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat berupa Satya Lencana Wira Karya tahun 2012. Ditanya soal rencana ke depan, Gian mengaku setelah tamat SMA akan melanjutkan kuliah di Universitas Waterloo Kanada mengambil jurusan Computer Science, Fakultas Matematika. Kebetulan Gian yang merupakan putra pertama dari tiga bersaudara ini satu-satunya dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari universitas itu. “Rencanaya Agustus ini saya akan bertolak ke sana (Kanada - red),” katanya, belum lama ini. Remaja asal Jembrana ini bercita-cita menjadi peneliti. Melalui profesi tersebut, ia berharap bisa berkarya menciptakan sesuatu yang dapat memudahkan manusia untuk bekerja. (olo)

Ditunda, Pembangunan Proyek Pipanisasi di Benel

Negara (Bali Post) –

Pembangunan proyek pipanisasi di Bendungan Benel ditunda sementara waktu pascapenolakan dari para pengurus subak yang teraliri air irigasi. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana meminta kepada pihak pelaksana tidak melakukan aktivitas di lapangan sampai akhir Juni ini. Kepala Bidang Pengairan pada Dinas PUPRPKP Jembrana I Wayan Widnyana, Senin (18/6) kemarin, mengatakan supaya tidak bergejolak pengerjaan proyek memang perlu disampaikan ke bawah. Pihaknya juga menyarankan agar ada sosialisasi lebih mendalam kepada subak. Akan tetapi belum ada jawaban dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida. ‘’Untuk pengerjaan, kami suruh tunda sampai Pilgub 27 Juni mendatang.

Gong Kebyar Siswa Bakal Unjuk Gigi di PKB Negara (Bali Post) Gong Kebyar Duta Kabupaten Jembrana yang akan tampil pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XL diuji coba di Stage Ardha Chandra Pura Jagatnatha Negara, Minggu (17/6) malam. Hiburan tari dan tabuh dari para siswasiswi ini mampu menyedot ribuan penonton. Gong kebyar yang akan tampil nantinya yakni Gong Kebyar Anak Karya Budaya Tegal Badeng Barat dan Gong Kebyar Wanita Githa Swara, Kelurahan

Dauhwaru. Sekaa Gong Kebyar Anak Karya Budaya Tegal Badeng Barat menampilkan tari Legong Kuntul yang merupakan tarian Legong klasik menggambarkan keanggunan burung bangau di tengah sawah. Uji coba gong kebyar siswa ini kemudian dilanjutkan dengan tabuh kreasi Dedet Apeteng, tari kreasi Rerejangan dan ditutup dengan fragmentari yang berjudul ‘’Silih-silih Kambing’’. Sementara Sekaa Gong

Kebyar Wanita Githa Swara Kelurahan Dauhwaru menampilkan tabuh Lelambatan dengan judul ‘’Bayu Premana’’, dilanjutkan dengan tabuh kreasi yang berjudul ‘’Baleman Sambuk’’. Disusul dengan tari Nelayan yang menceritakan kehidupan nelayan yang kesehariannya dalam menangkap ikan. penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Githa Swara Kelurahan Dauhwaru ditutup dengan tari kreasi berjudul ‘’Tua-tua Keladi’’. (olo)

Bali Post/olo

TARI – Salah satu penampilan sekaa yang menampilkan tari ‘’Silih-silih Kambing’’. Tarian ini akan ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XL.

Tapi untuk jadwal sudah berjalan. Mobilisasi bahan ke gudang sudah dilakukan,’’ katanya. Widnyana mengakui memang ada beberapa penolakan dari para pengurus subak. Sosialisasi tidak sampai mendetail disampaikan ke bawah. Misalnya tentang pembagian air. Menurutnya ada kebohongan data yang disampaikan oleh subak. Di atas kertas memang disebutkan dari sembilan subak, giliran tiga subak. Namun faktanya di lapangan hampir semua subak itu mendapatkan

aliran air irigasi Bendungan Benel. ‘’Memang tiga subak semuanya teraliri (dialiri air untuk tanaman padi). Tapi sebenarnya enam lainnya juga teraliri, tetapi hanya sebagian-sebagian (luas total subak),’’ terangnya. Untuk itu, luasan lahan yang teraliri melebihi dari yang disampaikan subak. Menurutnya, perlu disampaikan ke bawah lagi, karena dari informasi hanya sebagian yang menolak. Sedangkan sebagian lagi cukup menerima adanya proyek pipanisasi tersebut. Dengan masih cukup panjangnya waktu hingga akhir tahun ini, sosialisasi dilakukan lebih mendalam. Pihaknya masih menunggu informasi dari pihak BWS, agar tidak ada kekeliruan sampai di bawah. Selain itu, pimpinan juga harus ikut menyampaikan ke bawah, sebab pemer-

Bali Post/olo

intah daerah juga sangat berkepentingan dengan proyek untuk penyediaan air bersih. Diberitakan sebelumnya, proyek pipanisasi yang digunakan untuk air minum bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat penolakan dari subak. Intinya, sepuluh subak yang selama ini teraliri air dari bendungan tersebut tetap menolak pembangunan sistem penyediaan air baku dari bendungan yang dibangun tahun 2007 itu. Namun, para klian subak masih memberi ruang komunikasi untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Sementara dari informasi proyek dengan pagu Rp 17,6 miliar ini sudah selesai tender dan akan dikerjakan Rahmat Utama Mulia dengan harga penawaran Rp 14,6 miliar. (kmb26)

Arus Balik, Pemeriksaan KTP di Gilimanuk Diperketat

Negara (Bali Post) Selain kendaraan dan barang yang masuk ke Bali, pemeriksaan identitas di Pos KTP di Terminal Gilimanuk juga diperketat. Bahkan, personel yang dikerahkan dalam proses pemerikaan akan di-back-up petugas dari provinsi dan sejumlah kabupaten terdekat. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jembrana akan berkoordinasi dengan provinsi dan instansi lainnya. Dari pantauan Senin (18/6) kemarin, arus orang yang masuk ke Bali terlihat padat dibanding hari biasanya. Semua orang, baik penumpang kendaraan umum, mobil pribadi maupun sepeda motor dan pejalan kaki diperiksa kelengkapan identitasnya, terutama KTP. Mobil dan sepeda motor pemudik diharuskan masuk ke Terminal Gilimanuk yang merupakan Pos Pemeriksaan KTP. Termasuk juga kendaraan yang sebelumnya diperiksa di Pos II. Begitu juga dengan para penumpang bus. Setelah turun dari kapal, mereka turun di Pos III untuk pemeriksaan barang melalui pos security door yang dijaga Sat Brimob. Selanjutnya para penumpang ini diharuskan berjalan menuju Pos Pemeriksaan KTP yang berjarak sekitar 100 meter. Pemeriksaan difokuskan untuk identitas, terutama KTP. Sedangkan bila kedapatan tidak membawa identitas, maka akan diminta pulang. Kepala Disdukcapil Jembrana I Ketut Wiaspada mengatakan untuk petugas yang berjaga di Gilimanuk masih dilakukan seperti protap yang berlaku selama ini. Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk mem-back-up pemeriksaan di

Bali Post/olo

PEMERIKSAAN - Suasana pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk. Pada arus balik ini Satpol PP Provinsi akan mem-‘’back-up’’ di saat kondisi padat. pintu masuk Bali. ‘’Besok kita koordinasikan dengan provinsi,’’ tandas Wiaspada. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi membenarkan adanya penambahan personel, khususnya Satpol PP di Pos KTP guna mempercepat pemeriksaan. Menurutnya, dalam satu shift ada tambahan empat orang selama arus balik ini, sehingga total ada delapan petugas. ‘’Ya… untuk mempercepat pemeriksaan, karena jumlahnya juga seperti tahun-tahun sebelumnya banyak yang masuk,’’ terang mantan Lurah Gilimanuk ini. Sementara itu, Kepala Bidang Trantib Satpol PP Provinsi Bali, Dewa

Darmadi dikonfirmasi membenarkan akan mem-back-up pemeriksaan KTP di Gilimanuk dalam situasional arus balik ini. Waktunya diambil saat puncak arus balik. Selain dari provinsi juga melibatkan masing-masing satu regu Satpol PP Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan. Selain itu di hari-hari biasa, Satpol PP Provinsi juga menerjunkan tim intelijen guna memantau pemeriksaan di Pos KTP. Di samping di Gilimanuk, Satpol PP Provinsi juga melakukan pemeriksaan KTP di terminal di Badung dan Denpasar. ‘’Tadi (kemarin - red), dalam beberapa jam sudah ada beberapa warga turun di terminal tanpa KTP,’’ terang Darmadi. (kmb26)

Idul Fitri, Puluhan Napi Dapat Remisi Negara (Bali Post) Puluhan narapidana (napi) yang beragama Islam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara menerima remisi hari raya. Sedikitnya 26 napi ini sebelumnya diusulkan karena telah memenuhi persyaratan. ‘’Sebenarnya ada 26 orang yang memohon dan sudah memenuhi syarat, namun yang turun atau disetujui 25 napi,’’ kata Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal. Pengumuman dan penyerahan remisi itu dilakukan saat hari raya Idul Fitri, akhir pekan lalu. Jumlah pengurangan hukuman yang diperoleh para narapidana beragam. Namun tidak ada yang langsung bebas. Paling sedikit jumlahnya 15 hari dan paling banyak 1 bulan 15

hari. Pengurangan masa tahanan itu, menurut Purniawal, merupakan bentuk penghargaan negara kepada napi yang berkelakuan baik selama menjalani pembinaan. Dengan remisi ini diharapkan memotivasi mereka menjadi masyarakat yang baik dan bertanggung jawab. Pihaknya juga berharap menjadi motivasi napi yang lain untuk berkelakuan baik. Dengan demikian mereka juga masuk syarat untuk diusulkan. Sebab, menurutnya, salah satu syarat mutlak mendapat hak-hak napi adalah yang berkelakuan baik. Purniawal didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan I Nyoman Tulus Sedeng, Senin (18/6) kemarin mengatakan, dari total 54 napi di Rutan Negara beragam Islam, yang

memenuhi syarat mendapatkan remisi hari raya ada 25 orang. ‘’Yang 25 disetujui dan kita serahkan, Jumat (15/6). Jumlahnya bervariasi, yang paling rendah setengah bulan,’’ tambahnya. Usai penyerahan remisi itu, para napi ini melaksanakan sholat Idul Fitri yang dipimpin Ustadz H. Husin. Pada hari itu pula pihak Rutan Negara menerapkan layanan kunjungan silaturahmi para keluarga warga binaan. Untuk waktu besuk itu ditentukan dua kali jam besuk, pagi dan siang. ‘’Kalau hari biasa jam besuk hanya sekali. Untuk hari raya kemarin kita buka dua kali, dari pukul 08.30 Bali Post/olo Wita sampai pukul 11.30 Wita dan 13.30 sampai 15.30 Wita,’’ ujarnya. BERSALAMAN - Petugas dari Rutan Negara bersalaman dengan salah satu warga binaan yang mendapatkan remisi hari raya Idul Fitri. (kmb26)


Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

KARANGASEM

11

SOSOK SETELAH dinyatakan lulus sekolah, siswa diminta terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Baik yang akan melanjutkan ke SMP maupun ke SMA/SMK. Pendidikan menjadi mutlak harus ditempuh anak-anak agar memiliki masa depan lebih baik. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika saat datang ke acara pelepasan siswa SMPN 2 Amlapura, Senin (18/6) kemarin. Saat ini, lulusan SD disebutkan ada 7.411 siswa. Sedangkan daya tampung SMP Negeri (185 kelas kali 32 siswa) 5.920 siswa dan SMP swasta di empat sekolah sebanyak 224 siswa. Berarti masih ada 1.267 siswa lulusan SD yang tidak bisa tertampung. Karena itu untuk mengatasi keterbatasan gedung SMP itu Disdikpora tetap akan memberlakukan double shift, sambil melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap. Pihaknya tidak ingin ada satu siswa pun yang putus sekolah. Kalau pun tidak dapat di sekolah negeri, pihaknya tetap mengharapkan para siswa itu melanjutkan ke sekolah swasta atau pendidikan Kejar Paket C. “Lulus SMP bukanlah sebuah akhir. Tetapi, justru awal dari tahapan pendidikan berikutnya yang lebih berat dan penuh tantangan. Tetaplah bersemangat, bersekolah setinggi-tingginya,” tegas Gusti Ngurah Kartika. (gik)

Dijotos Suami, Lapor Polisi

Amlapura (Bali Post) Bermaksud menanyakan perihal pintu rumahnya yang rusak, seorang ibu warga Banjar Kaleran, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, jusru menerima bogem mentah suaminya. Kesal bibirnya nyonyor terkena dua kali pukulan telak dari suaminya, wanita berinisial Ni Made AA (43) akhirnya melaporkan pasangannya itu ke pihak berwajib. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi Minggu (17/6) malam. Informasi yang dihimpun pukul 19.30 Wita, korban yang baru pulang dari rumah rekan kerjanya bingung melihat kondisi rumahnya. Korban mendapatkan pintu kamar tidurnya rusak berat. Penasaran dengan kondisi tersebut, korban lantas bertanya kepada suaminya, I Kadek Su (44). Sayangnya bukan jawaban yang dia dapatkan tetapi justru serangan fisik. Diduga kesal karena korban pergi sampai larut malam, Kadek Su mencoba mencakar muka korban namun luput karena korban sempat menangkis. Perlawanan korban itu akhirnya membuat kesal Kadek Su sehingga kian emosi saja. Gagal dengan serangan pertama, pekerja swasta itu kemudian melancarkan serangan dengan pukulan. Satu kali bogem mentahnya bersarang telak di bibir korban. Suami yang ringan tangan itu memang tidak melanjutkan serangannya setelah pukulannya mendarat di bibir korban. Korban juga tak sampai terhuyung apalagi sampai terjungkal. Meski begitu, aksi kekerasan itu sudah cukup membuat korban harus mendapat perawatan medis. Serangan sang suami itu membuat bibir atas wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu robek dan juga bengkak. Tak terima perlakuan kasar sang suami, korban yang berijazah sarjana hukum itu melaporkan kasus KDRT itu ke Polsek Manggis. Pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan korban. Untuk kepentingan proses hukum serta menguak latar belakang prahara rumah tangga tersebut, polisi juga sudah minta keterangan putri korban. Namun sebelum proses hukum itu dilanjutkan, pihak Polsek Manggis memberikan kesempatan kepada pasangan suami-istri itu menyelesaikan prahara rumah tangga mereka itu secara kekeluargaan. Humas Polres Karangasem AKP Herson Djuanda membenarkan adanya laporan kasus KDRT tersebut. ‘’Suami dilaporkan memukul istrinya. Kasusnya sedang dalam penanganan Polsek Manggis,’’ katanya. (kmb)

Bali Post/kmb

Jangan Putus Sekolah

ARUS BALIK - Pelabuhan Padangbai mulai dibanjiri arus balik.

Padangbai Mulai Dibanjiri Arus Balik Amlapura (Bali Post) -

Mendekati berakhirnya libur panjang Idul Fitri, aktivitas di Pelabuhan Padangbai mulai mengalami peningkatan. Seperti Senin (18/6) kemarin, pintu penyeberangan Bali-Lombok itu mulai dibanjiri arus balik dari Pelabuhan Lembar, Lombok. Meningkatnya jumlah kedatangan penumpang itu sudah terlihat sejak pukul 08.00 Wita. Jika melihat masa libur kantor pemerintah yang berakhir Rabu (21/6) nanti, awal arus balik ini kemungkinan didominasi kalangan karyawan swasta. Arus balik itu masih didomi-

nasi kendaraan roda dua dan truk. Sedangkan kendaraan bus tujuan Jawa masih jarang. ‘’Bongkar muat lancer, sesuai jadwal setiap satu jam sekali,’’ terang Sertu Made Sudana, Babinsa Desa Padangbai, yang ikut membantu pengamanan di Posko Operasi Ketupat Pelabuhan

Padangbai. Di posko yang dibangun di pintu keluar pelabuhan itu, Sertu Made Sudana bersama tiga pesonel Kodim 1623/Karangasem membantu pengamanan yang dikoordinir pihak kepolisian. Di pintu keluar pelabuhan itu, petugas keamanan melakukan pemer-

iksaan kelengkapan identitas diri dan identitas kendaraan serta barang bawaan penumpang. Menurut Sertu Made Sudana, sejauh ini, kondisi keamanan di Pelabuhan Padangbai sangat kondusif. Aktivitas penyeberangan Padangbai-Lembar lancar tidak terjadi antrean. Salah seorang pengendara motor, Ahmad Sukori (35), mengaku balik lebih awal karena tuntutan pekerjaan. Pria asal Lombok Tengah itu mengatakan masa libur

yang diberikan majikannya di Denpasar sudah menjelang habis. ‘’Sudah seminggu ini saya berada di kampung, sekarang kerja keras kembali ke rutinitas,’’ ungkapnya. Pihak kepolisian memaksimalkan kualitas pengamanan untuk mengantisipasi kondisi arus balik yang dipastikan akan semakin meningkat. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada sore sampai malam akhir libur kantor pemerintah. (kmb)

Pelepasan Siswa SMPN 2 Amlapura

Tanamkan Makna Kesetiaan, Tampil Total Penuh Kreativitas SMPN 2 Amlapura melepas 387 siswa kelas IX, dengan penuh kenangan, Senin (18/6) kemarin. Pelepasan siswa berlangsung sangat meriah. Hal itu ditandai penampilan hiburan yang semarak penuh totalitas. Tahun ini, SMPN 2 mengangkat tema “Merpati Tak Pernah Ingkar Janji”. Tema ini memberi pesan kepada siswa, tentang kesetiaan. Kesetiaan terhadap harapan dan citacita, bahwa perjanjian edukasi itu tidak boleh putus di tengah jalan. SMPN 2 Amlapura selama ini tidak hanya unggul dan fokus pada capaian bidang akademis, namun pengembangan mental dan karakter siswa, juga didesain dengan baik. Keduanya dikreasi agar mendapat sentuhan sama sehingga berjalan seimbang di sekolah favorit kebanggaan Kabupaten Karangasem ini. Kepala SMPN 2 Amlapura I Wayan Gede Suastika, S.Pd., M.Si. terlihat amat emosional melepas siswanya. Sebab, selama tiga tahun kebersamaan yang terbangun di sekolah itu memunculkan banyak kenangan, capaian, dan harapan yang sudah terwujud melalui generasi ini. “Dalam berkarya itu kita senantiasa berjuang. Dalam berjuang itu ada tujuan hidup. Setelah meninggalkan

sekolah ini, mulailah fokus pada tujuan hidup kalian,” pinta Suastika. Suastika berpesan, agar para lulusannya menjadi generasi yang selalu bergerak dinamis. Belajar, belajar, dan terus belajar, agar terus berkembang dan bergerak maju, hingga menjadi generasi emas Karangasem. Ini akan membuat SMPN 2 Amlapura selalu bangga, karena dari sekolah ini selalu lahir mutiara-mutiara terpendam bagi Karangasem. “Jadilah lebih hebat dari guru dan kepala sekolah kalian. Kelak, kalian akan jadi generasi harapan Karangasem,” tegasnya. Ketua Komite SMPN 2 Amlapura Ida Bagus Putra Manuaba sangat mengapresiasi capaian prestasi SMPN 2 Amlapura. Prestasi tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional mampu dicapai siswa. Salah satu yang paling membanggakan adalah juara nasional judo oleh Agastya Wardana. Tidak hanya prestasi, dia juga mengapresiasi kreativitas sekolah dalam acara pelepasan siswa itu. Ini penting, agar kreativitas siswa di sekolah terus bertumbuh. Menurutnya, siswa yang kreatif, menjadi cerminan kepala sekolah dan guru-guru yang kreatif dan inovatif. “Setiap tahun, pelepasan siswa selalu tampil inovatif. Ada tema dan

kreasi siswa yang selalu luar biasa,” ujarnya. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika yang juga hadir di tengah-tengah siswa, meminta semua lulusan tidak ada yang putus sekolah. Dia meminta kalau tidak dapat di sekolah negeri, upayakan tetap melanjutkan ke sekolah swasta atau pendidikan Kejar Paket C. Dia menegaskan, lulus SMP bukanlah sebuah akhir. Akan tetapi, justru awal dari tahapan pendidikan berikutnya yang lebih berat dan penuh tantangan. Sehingga, pihaknya berpesan agar semua lulusan selalu siap menghadapi itu. Pelepasan siswa SMPN 2 Amlapura, dihadiri pejabat Disdikpora terkait lainnya, Kepala UPT Disdikpora Provinsi Bali di Karangasem Drs. I Made Puri Suastika, M.Si. dan berbagai undangan dari SMP lainnya di Kota Amlapura. Pelepasan siswa ini, juga diisi pemberian cenderamata kepada pensiunan guru SMPN 2 Amlapura dan penghargaan kepada siswa peraih nilai UN tertinggi di sekolah. Sebelum acara pelepasan siswa diisi penuh dengan aktivitas hiburan. Hiburan pelepasan siswa tahun ini tampil total dengan berbagai kreativitas siswa. Mulai dari dekorasi

Bisa jadi karena warga sudah biasa menghadapi erupsi. Seperti erupsi Rabu (13/6) yang menyemburkan asap membubung setinggi 2.000 meter, ternyata tidak memicu kepanikan warga berlebihan di sekitar Gunung Agung. Malah tumben-tumbennya kepulan asap tebal itu bergerak ke arah barat. Pasebaya mencatat erupsi Gunung Agung selalu terjadi setiap hari raya. Seperti kemarin bertepatan Tilem Sasih Sadha. Kadang juga malam purnama dan kajeng kliwon serta hari-hari besar keagamaan lainnya. Bagaimanakah harapan warga terkait erupsi tersebut?

melaksanakan tugasnya seperti biasa, ada atau tidak erupsi Gunung Agung. Relawan tetap aktif melakukan pengamatan, melaporkan situasi terkini melalui HT (handy talkie - red) dan mengedukasi masyarakat di desa-desa terdampak. ‘’Kami tetap kompak dan siaga melaksanakan tugas kami seperti biasa,’’ tegas Pawana. Melihat situasi demikian, Pawana kembali mengingatkan agar tetap mematuhi arahan Pasebaya yang sejalan dengan rekomendasi PVMBG. Jangan sampai ada yang nekat melakukan pendakian, menyusul informasi dalam waktu dekat akan ada umat yang ngaturang pakelem ke kawah Gunung Agung. Sebab, situasi saat ini Gunung Agung sejatinya belum aman.

PELEPASAN SISWA SMPN 2 - Salah satu acara hiburan di atas panggung pelepasan siswa SMPN 2 Amlapura, ketika Jaya Prana diceritakan menikah dengan Layon Sari. Pada saat itu, pemeran Jaya Prana mencium kening Layon Sari. panggung berbahan kardus. Hal itu menjadi terlihat sangat menarik, penampilan para penari, puisi, penyanyi yang sudah juara nasional, musik akustik, band sekolah hingga drama tari yang mengangkat cerita rakyat Jaya Prana-Layon Sari. Penampilan drama tari dari siswa kelas IX/1 itu tampil atraktif dan menarik. Para pemerannya membawakan cerita perjalanan kisah Jaya Prana dan Layon Sari ini den-

gan sangat baik. Substansi isi ceritanya banyak mengajarkan makna kesetiaan. Drama tari kemudian jadi acara klimaks hiburan di atas panggung itu. Seluruh siswa dan undangan terbius dengan jalan cerita yang dimainkan. Apalagi, dalam adegan pada alur cerita puncak itu menampilkan adegan sangat romantis dari keduanya, utamanya saat Jaya Prana mencium lembut dan penuh perasaan kening Layon Sari. (kmb31/250)

Pasebaya Sebut Erupsi Nyaris Setiap Hari Raya

AQUASCAPE - Stan aquascape milik Gede Glori di lokasi pameran pembangunan peringatan HUT Kota Amlapura.

Aquascape, Penataan Dalam Akuarium

Amlapura (Bali Post) Pameran Pembangunan serangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) Kota Amlapura di Stadion Amlapura menampilkan beragam potensi dan kerativitas masyarakat Bumi Tanah Aron. Seni penataan pemandangan di dalam akuarium atau yang dinamai aquascape menjadi salah satu barang baru yang ternyata cukup banyak peminatnya. Kreativitas seni yang bisa menjadi peluang bisnis itu ditampilkan di dalam sebuah stan di pojok tenggara lokasi pemeran pembangunan. Adalah I Gede Glori (43) yang mencoba memperkenalkan gaya penataan akuarium yang menggunakan tanaman hidup tersebut. ‘’Peminatnya sebenarnya cukup banyak, hanya belum ada komunitasnya,’’ ungkap Blori, Senin (18/6) kemarin. Pria asal Lingkungan Tampuagan Kelurahan Karangasem ini mengatakan, aquascape mirip bonsai, hanya menggunakan media akuarium. Namun berbeda dengan akuarium, aquascape menonjolkan sisi landscape (pemandangan) daripada ikan hiasnya. Aquascape lebih menonjolkan keindahan desain pemandangan bawah air dengan perpaduan tanaman air seperti lumut, anubias serta tanaman hias air lainnya, sehingga ikan-ikan yang dipergunakan kebanyakan mempergunakan ikan yang berukuran kecil. (kmb)

RELAWAN Pasebaya meminta warga tetap tenang, tak terpancing berita hoax. Erupsi pukul 11.05 Wita itu sempat mengagetkan warga Karangasem. Setelah itu, respons warga justru asyik mengabadikan momen tersebut. Tidak hanya warga Kota Amlapura, masyarakat di radius berbahaya pun antusias mengabadikan momen erupsi ini. ‘’Laporan dari teman-teman relawan tidak ada kepanikan. Di Besakih banyak yang justru ambil HP, warga merekam dan mengambil foto. Hujan abu disampaikan relawan terjadi di Songan (Kintamani, Bangli). Sedangkan di Karangasem sementara belum ada,’’ kata Ketua Pasebaya Gunung Agung, I Gede Pawana.

Pawana mengaku sempat sedikit gundah sejak tiga hari lalu. Mengingat setiap purnama, tilem, kajeng kliwon, dan hari-hari besar keagamaan, Gunung Agung selalu menunjukkan aktivitas yang meningkat dengan adanya embusan ini. Pihaknya mengaku sudah sering membuktikan ini. Letusan terakhir ini pun kembali membuktikan prediksinya. Tetapi, terlepas erupsi terjadi saat hari raya atau tidak, bukan persoalan prinsip. Persoalannya adalah erupsi Gunung Agung tetaplah sebuah bencana yang harus diantisipasi. Entah erupsinya berskala kecil atau besar, seluruh relawan dituntut harus selalu siaga. Relawan Pasebaya tetap

Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Agung mencatat kolom abu berwarna kelabu itu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 2 menit 12 detik. Saat ini Gunung Agung berada pada status level III (Siaga - red). PVMBG merekomendasikan agar tidak ada pendakian ke puncak Gunung Agung. Tidak pula melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung. Masyarakat yang bermukim dan berak-

Laporan dari teman-teman relawan tidak ada kepanikan. Di Besakih banyak yang justru ambil HP, warga merekam dan mengambil foto. Hujan abu disampaikan relawan terjadi di Songan (Kintamani, Bangli). Sedangkan di Karangasem sementara belum ada. Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gede Pawana

tivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung, agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi. Terutama pada musim hujan. Jika material erupsi i t u masih terpapar di a r e a puncak. (gik)


KLUNGKUNG

12

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

Dipecat, Tenaga Kontrak Pemkab Terlibat Narkoba

Semarapura (Bali Post) Pemuda asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung, I Putu Adi Gunawan alias Tu Adi, yang terlibat kasus narkoba tak hanya cukup merasakan kehidupan di balik jeruji besi. Namun, pria 20 tahun ini juga harus dipecat sebagai tenaga kontrak di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung yang telah dilakoninya selama 1,5 tahun. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung I Gede Kusumajaya tak menyangka anak buahnya itu terjerumus dalam jeratan barang haram tersebut. Pasalnya, selama bekerja, tidak pernah menunjukkan sikap aneh ataupun mencurigakan.

“Setelah itu (tertangkap -red), kontrak kerjanya langsung diputus. Sudah langsung diproses,” ungkapnya, Senin (18/6) kemarin. Selama bekerja, yang bersangkutan mendapat upah Rp 1,2 juta sampai Rp 1,4 juta per bulan. Jumlah tersebut sudah berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pria berperawakan sedang itu dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung 8 Juni di sebelah utara BRI Unit Selat, Kecamatan Klungkung, berawal adanya informasi dari masyarakat. Sesuai penggeledahan di TKP yang berlangsung sekitar pukul 00.20 Wita, di saku celananya ditemukan sabusabu yang terbungkus klip tergulung plaster bening.

Pengungkapan itu langsung dilanjutkan dengan penggeledahan di rumahnya. Polisi menemukan satu klip sabu-sabu di laci, lengkap dengan peralatan isapnya. Selain itu, juga ditemukan tiga klip sabu pada kantong celana panjang yang tergantung di balik pintu kamar. Secara keseluruhan, berat barang haram tersebut 0,49 gram bruto atau 0,15 gram neto. Atas perbuatannya itu, ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. (kmb45)

PPDB SMA Jalur Prestasi

Jumlah Pendaftar Masih Pincang

Semarapura (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA melalui jalur prestasi dibuka, Senin (18/6) kemarin. Di Kabupaten Klungkung, pada hari pertama ini yang menjadi incaran masih SMAN 1 Semarapura dan SMAN 2 Semarapura. Sementara untuk sekolah lain nyaris tak ada yang melirik. Hal ini menunjukkan jumlah pendaftar masih pincang. Bali Post/sos

DIGELANDANG - Pemuda asal Desa Akah Kecamatan Klungkung, I Putu Adi Gunawan alas Tu Adi, saat digelandang polisi di Mapolres Klungkung.

Ketika Kunjungan ke Nusa Penida Membeludak

Merekahkan Senyum Buruh Angkut Tangga dan Petani Garam SELAMA libur Lebaran, aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung menuju ke Kepulauan Nusa Penida meningkat signifikan. Hal tersebut tak sebatas memberi angin segar untuk pengusaha boat. Namun juga warga yang berprofesi sebagai pengangkut tangga maupun petani garam. Seperti apakah itu? Suasana pelabuhan di pantai berpasir hitam ini, Senin (18/6) pagi kemarin, nampak berbeda dari hari sebelumnya. Sangat ramai. Tempat tunggu seakan tak ada celah. Sesak oleh penumpang yang menunggu giliran. Banyak pula yang duduk di pelataran. Berkumpul dengan keluarga, diselingi obrolan santai. Sesekali juga diselingi tawa. Menghilangkan rasa bosan karena cukup lama menunggu. Banyak yang mengenakan pakaian adat. Sebagai tanda hendak melakukan persembahyangan ke pura. Lengkap membawa sesajen yang terbungkus rapi. Setelah cukup lama menunggu, boat berwarna putih datang dari arah Kepulauan Nusa

Penida. Melaju cukup kencang. Terlihat dari empasan air laut yang keras. Semakin lambat ketika hendak bersandar pada ponton yang cukup panjang. Penumpang yang mendapat giliran pun menyambut dengan riang. Seolah menunjukkan tak sabar lagi menapakkan kaki di kepulauan The Blue Paradise Island itu. Jelang naik, belasan lakilaki berbaju biru langsung mengangkat tangga besi. Menyandarkan pada bibir ponton. Sebagai tempat melintas penumpang supaya tak basah terkena ombak. Saat boat telah penuh itu kembali dibawa ke tempat semula. Mereka pun beristirahat sejenak, menunggu keberangkatan berikutnya. Duduk di pantai, tanpa meghiraukan sinar matahari yang semakin menyengat. Nampak sudah terbiasa dengan hal itu. Salah satunya, Dewa Nyoman Suyasa. Sembari menghadap ke laut, ia pun berbagi cerita. Pekerjaannya itu sudah dilakoni sejak lima tahun lalu. Setelah berhenti menjadi nelayan. Hasil yang lebih menjanjikan, ditambah bebannya tak terlalu berat menjadi alasan. “Kalau dulu jadi nelayan, hasil tak menentu. Jadi beralih ke sini,” tuturnya. Sejak sepekan lalu, diakui penumpang yang menyeberang meningkat signifikan. Rasa lelah tentu bertambah karena harus bekerja lebih lama. Namun, itu tak disesali. Melainkan membuatnya tersenyum merekah. Upah yang diterima bisa lebih besar. Bisa dua kali lipat dari hari biasa. “Untung ada libur panjang. Kami dapat berkah. Lebih menjanjikan daripada nelayan,” katanya. Pekerjaannya itu dilakoni mulai pukul 06.30 wita. Saat ramai, baru pulang sekitar pukul 18.00 wita. Kecipratan

Bali Post/sos

MENYEBERANG - Suasana di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (18/6) kemarin. Warga yang hendak menyeberang ke Nusa Penida sangat ramai.

berkah juga dialami petani garam. Lokasinya hanya beberapa meter di timur pelabuhan. Ni Wayan Kari salah satunya. Diakui, beberapa penumpang ada yang membeli bumbu dapur bercita rasa asin itu. Meski tak begitu banyak, itu menjadi rezeki yang selalu disyukuri. “Ya ada saja yang membeli ke sini. Bisa nambah penghasilan,” ucapnya. Harga jual garam untuk kualitas paling bagus dipatok Rp 20 ribu per kilogram. Tidak ada perubahan dari sebelumnya. Itu tergolong layak dengan dengan upah produksi yang masih menggunakan cara tradisional. “Kalau kualitasnya kurang, lebih murah dari itu,” katanya. Pengawas pelabuhan, Made Suardika, mengatakan lonjakan penumpang terjadi sejak 11 Juni lalu, bertepatan awal mulainya libur Lebaran. Bahkan, dalam sehari, penyeberangan sempat sampai 30 trip, berlangsung sejak pagi hingga petang. “Penumpang sangat banyak. Sampai nambah trip. Banyak juga pamedek. Mereka khusus sembahyang,” jelasnya. Selain keberangkatan, arus balik juga sangat banyak. Di tengah situasi itu, kondisi gelombang masih tergolong baik. “Untungnya ombak dan gelobang normal. Jadinya penyeberangan bisa lancar,” ucapnya. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung sampai Rabu (20/6) besok, bertepatan dengan berakhirnya libur. “Rabu kemungkinan masih banyak yang akan balik dari Nusa Penida,” imbuhnya. (sos)

Sesuai data di SMAN 2 Semarapura, pendaftar telah mencapai 63 orang. Jauh lebih tinggi dari kuota yang hanya 16 orang atau 5 persen dari keselurah yang mencapai 324 orang. Jumlah tersebut tak hanya berasal dari wilayah Klungkung, tetapi juga dari Kecamatan Rendang, Karangasem. Wakasek Kesiswaan I Ketut Langkir menjelaskan, pendaftaran dilakukan secara ketat. “Pendaftar harus melampirkan sertifikat prestasi minimal tingkat kabupaten sampai internasional. Itu ada skornya masing-masing. Sudah ditentukan langsung dari provinsi,” jelasnya. Jika dalam seleksinya nanti terdapat skor yang sama, maka penilaian dilakukan berdasarkan NEM ujian nasional. “Kalau masih ada yang sama, maka dilihat dari nilai mata pelajaran. Pertama matematika, disusul bahasa Inggris, IPA, dan IPS,” terang-

nya. Pendaftaran berlangsung sampai Selasa (19/6) ini dan hasilnya diumumkan 21 Juni mendatang. Pada hari yang sama, juga dilakukan pendaftaran melalui jalur khusus. Di antaranya akibat perpindahan tugas orangtua, anak pendidik dan tenaga kependidikan, bina lingkungan lokal dan inklusi. Kuotanya juga hanya lima persen. “Untuk hari pertama, pendaftaranya baru delapan orang,” katanya. Tak jauh berbeda dengan SMAN 1 Semarapura. Jumlah pendaftar juga cukup banyak. Sampai pukul 11.30 Wita, telah tercatat 71 orang dar jalur prestasi, yang juga berasal dari Karangasem, Denpasar, dan Bangli. Jumah tersebut lebih tinggi pula dari kuota yang hanya 18 orang atau 5 persen dari jumlah keseluruhan yang mencapai 360 orang. “Yang mendaftar cukup banyak. Ini baru hari pertama,”

ungkap Operator Sekolah I Kadek Arta seraya menambahkan, untuk jalur khusus baru 4 orang. Sejumlah pendaftar mengaku ingin mengenyam pendidikan di sekolah itu karena kualitasnya telah diperhitungkan. Mereka juga mendapat dorongan dari orangtua. Berbeda halnya dengan SMAN 1 Dawan. Pendaftaran melalui jalur prestasi masih sangat minim. Jauh di bawah kuota 14 orang. “Masih sangat minim yang mendaftar. Baru satu yang saya lihat,” ungkap Kasek setempat, Made Mardika. Namun, pihaknya optimis tetap mendapat siswa sesuai kuota keseluruhan yang mencapai 288 orang karena masih ada penerimaan dengan sistem zonasi. “Nanti untuk yang tidak dapat di SMAN 1 atau SMAN 2 Semarapura, tentu akan masuk ke sini (SMAN 1 Dawan - red). Tetapi kami berharap sekolah lain tetap menerima sesuai

kuota. Tidak ada penambahan,” katanya. Tak dimungkiri, dalam mencari sekolah, lulusan SMP masih banyak yang perhitungan. Harus favorit dan telah memiliki nama di masyarakat. “Untuk meyakinkan kualitas sekolah, kami telah melakukan perbaikan manajemen. Di sini Uji Kompetensi Guru (UKG) rata-rata paling baik untuk di Klungkung,” imbuhnya. Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Klungkung I Nyoman Ratmaja mengakui SMAN 1 Semarapura dan SMAN 2 Semarapura masih menjadi incaran untuk jalur prestasi. Namun, diakui, sekolah lain seperti SMAN 1 Dawan dan SMAN 1 Banjarangkan tetap ada yang melirik, meski jumlahnya tak banyak. “Memang dua sekolah itu yang masih dicari,” jelasnya. PPDB ini dituntut adanya pemerataan antarsekolah. Hal tersebut diyakini bisa terwujud. “Kuota jalur prestasi sangat kecil. Jadi, setiap sekolah akan tetap dapat siswa sesuai harapan. Karena itu dipengaruhi sistem zonasi. Kuotanya paling besar,” tegasnya. (kmb45)

Krisis Air di Pejukutan dan Sekartaji

2019, Pemkab Usulkan DAK ke Pusat

Semarapura (Bali Post) Krisis air bersih di Desa Pejukutan dan Sekartaji, Kecamatan Nusa Penida yang telah berlangsung bertahun-tahun menjadi atensi Pemkab Klungkung. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, pada 2019, diusulkan permohonan anggaran ke pemerintah pusat yang mencapai Rp 4,8 miliar. Kepala Bidang Cipta Karya Ketut Wirya Santosa menyampaikan hal itu, Senin (18/6) kemarin. Anggaran tersebut, Rp 2,5 miliar untuk mendukung 500 sambungan rumah di Desa Sekartaji dan sisanya di Desa Pejukutan untuk 460 sambungan rumah. Sesuai rencana, air yang dimanfaatkan tetap dari sumber Guyangan, Desa Batukandik dengan debit sampai ratusan liter per detik. “Diusulkan 2019 ke pusat melalui Dana Alokasi Khusus.

Nanti sumber air Guyangan akan dimaksimalkan. Jaringan pendistribusian akan ditambah,” jelasnya. Pemenuhan air bisa saja dengan membangun sumur bor. Namun, untuk di dua wilayah tersebut dirasa cukup sulit. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan. Desa Tanglad sejatinya juga mengalami hal serupa. Namun pada 2019, belum diusulkan adanya penanganan. “Usulan melihat skala prioritas. Untuk di Tanglad akan menyusul,” ucapnya. Penanganan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga dilakukan melalui droping oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klungkung. Seperti berita sebelumnya, tokoh masyarakat Desa Pejukutan I Nyoman Yudiadnyanawan mengungkapkan krisis air bersih sudah menjadi persoalan klasik. Khusus untuk musim kemarau ini sudah membeli sejak

dua bulan lalu. Tak dimungkiri, pengeluaran yang cukup besar, memberatkan masyarakat, terutama yang ekonominya menengah ke bawah. Harganya cukup mahal. Dua ribu liter mencapai Rp 500 ribu. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Bagi masyarakat yang memiliki ternak atau lahan pertanian, kebutuhanya lebih tinggi. “Cukup menambah pen-

geluaran. Sebulan bisa habis Rp 1,5 juta untuk beli air saja,” katanya. Sempat juga disampaikan, krisis air menyebabkan pembangunan fisik, salah satunya akomodasi pariwisata juga terhambat. “Satu sisi sektor pariwisata digenjot semakin berkembang. Tetapi air jadi persoalan. Warga yang punya modal jadi tanggung untuk berbuat karena ini,” keluhnya. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.02

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.03

D3 Frmsi & Prmdis Utk dtmpatkn d Apotk Nusa 2 WA:081916181256

B.BP.001.06.18.0000513

Dbthkn tukang dngn gaji tinggi & kepala tukng(mandor)gaji 7Jt U/Memprbaiki Vila-vila. Jujur, brkepribadian baik & brpgalman CV:asahrd2018@gmail.com Telp:0361-289742

Dcr T.Srabutan Suami Istri u/Ngurus Babi dan di Toko Telp:08123654081 Payangan Gnyr

B.BP.004.06.18.0000634

Dcr Tenaga Administrasi Bw Srt Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77

B.BP.001.06.18.0000423

Dicari Adm.Wanita Max Umur.35 Th (Gaji,UM,THR,BPJS).Bawa CV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung Hub.085921213232

B.BP.001.06.18.0000622

Dcr:1.Kary.Bag.Produksi,Wanita SMA, Max.27Th,Single 2.Driver Pengalaman,Pria,SMA,Max 38Th Gaji UMK Gianyar HP:0818801399

B.BP.001.06.18.0000458

B.BP.001.06.18.0000641

B.BP.004.06.18.0000631

Sri Ayu Salon and Spa Mbthkn Krywti Sgr Hub.081239612227 B.BP.001.06.18.0000576

Dcr Staff Reservation Hub.Jl. Tirta Ening No.1Sanur T.288829 B.BP.153.06.18.0000648

B.BP.154.06.18.0000639

Akunting,Ksir,Auditor,Syrt:Ijzah Akuntansi/Myob 081338344155

B.BP.001.06.18.0000627

B.BP.001.06.18.0000611

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.06.18.0000575

CV Pawisik Jagat Butuh Banyak Sales Hub.081246757777

Vila inSeminyak-Canggu looking for GRO,Sales,Sales Exe,FO(DW), Acct(DW)balisky2017@yahoo.com

Cr waitress pnglmn.Hub.RIB Warung Steak Jl.D.Tamblingan Snr

B.BP.001.06.18.0000531

B.BP.001.06.18.0000573

B.BP.004.06.18.0000574

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA

DIJUAL MOBIL

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTOCOPY

Dcr KaryawanCewek/Cowok,Sopir & Staff Hub.(0361) 4719434

B.BP.001.06.18.0000614

B.BP.001.06.18.0000605

B.BP.001.06.18.0000617

Dcr Peg.Hub Depot Ayumi Jl.Cok A.Tresna 6 Dps 081238507285

B.BP.001.06.18.0000603

Dcr Sgr Staff Operation,SMK/D3 Pariwisata & Sopir Pariwisata SIM B1 Umum,Lam bawa lgs ke PT.Golden Kris Tours,Jl Bypass Ngurah Rai 7 Sanur

B.BP.001.06.18.0000613

Dcr Sopir Laundry SIM A Wil. Kuta,GjUMR,085792097107/769010

Dcr Tng Wnt utk Mengurus Jompo Tgl dlm Gj .2,5Jt, 082146808888

B.BP.001.06.18.0000643

Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service,081246757777

B.BP.001.06.18.0000480

Dcr:Satpam,HK(P/S/M).Puri Asih Hotel.Jln Pantai Kuta 40 Kuta

B.BP.001.06.18.0000607

Dicari Guru SD dan TK yg bs Bhs. Inggris Hub.0811398772 B.BP.001.06.18.0000635

Dcr Staff Laki Kitchen,Helper Resto diKuta/SnrWA:085100433310

Urgently Required Professional Villa Manager for a Luxurious Villa.Send Appl& CV to:gapura. vista@yahoo.com Hurry Up!

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.154.06.18.0000638

B.BP.001.06.18.0000628

B.BP.001.06.18.0000578

Dicari Sgr Waiter/Waitress utk Indian Restaurant,Krm CV ke Jln Pratama No.49X Nusa Dua Phone:082147028646/0361-772275

Griya Santrian Urgently needs Sales Executive,Bartender,Spa Therapist,Waitress,Security (Male&Female)fluent in English have experience 1 year.Send to hrm-griya@santrian.com/bring CV to Jl.D.Tamblingan 47 Sanur

B.BP.166.06.18.0000647

Staff Pembukuan, Lulusan Akuntansi(Tabanan),Pengalaman, Apply to: info@tsbali.com

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum Nikah Hub:085333468877

Dicr Karyawati Untuk WR Makan di Renon.Hubungi:081999564725

Dcr Accounting Fulltime u/Vila ManagementDiCangguCV:sudarsan a_wn@yahoo.com/WA.081238107881

Dcr Kyw u/Arts Lukisan Bhs Ing Telp:08123667044/081999434118

B.BP.001.06.18.0000621

B.BP.001.06.18.0000618

B.BP.001.06.18.0000466

Dicari Kurir, Sopir Hub:(0361)727744,081999436969

Dicari Karyawati, SIM C Hubungi:081246555739 (No SMS)

B.BP.001.06.18.0000616

Dbuthkn Tukang & Kepala Tukang (Mandor) u/mmperbaiki Vila-vila Brkepribadian baik.Gaji Mnarik CV:asahrd2018@gmail.com Tlp.0361-289742

Dbthkan Staff FO L/P Kirimkan Lamran ke Poppies Cottages Jl.Legian Gg.Poppies 1/19 atau Via Email:hr@poppiesbali.com

B.BP.166.06.18.0000649

Dicr Enginering,FO,Cook,CV ke Amor Villa.Telp:0361-8476521

B.BP.001.06.18.0000612

LOWONGAN

*Looking for SPG/SPB for Lillalane Brawa Start Immediately Speak English, Experience, Elegant,CV to:lillalane@lillalane .com 085100222043,03613003483

B.BP.101.06.18.0000642

Persh.Garmen Mencari Segera Merchandiser(D3),Accouting(D3) Sales(D3)Inggris aktif, Berpglm min 3 thn,Dpt Sgr bergabung Hub.089-560-799-5882 Ngurah B.BP.001.06.18.0000524

Req.temporary receptionist up to 6 months.Min D3,single, good English,MS.Office,send CV to hr@dyatmika.org B.BP.803.06.18.0000506

We are looking for buthler.Who has experienced and excelent in English.For Seminyak and Ubud area.Good Salary.Tlp.0361 289742CV:asahrd2018@gmail.com B.BP.001.06.18.0000465

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dijual Xenia XI 1.3 Sporty Silver Th’2010 Hp.081239901544

B.BP.001.06.18.0000640

MITSUBISHI

Dijual Truk Engkel Tahun 2003 Hubungi:081338631985

B.BP.001.06.18.0000604

SUZUKI

Karimun GX’06 Gold Prum.Kopertis Jl.Gutiswa I/8, 08123894908

B.BP.001.06.18.0000637

TOYOTA

Kijang LGX ‘03 1.8 Asli DK SamsatBaru,89Jt,H.08123811345

B.BP.001.06.18.0000625

DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349

B.BP.164.06.18.0000645

DISEWAKAN RUMAH Rmh Baru,4*,3KT+1KP,Carport 3 Mbl,PLN5500,5AC,Jl.P.Batam Dpn Mall21Dps,95Jt/Th-081236526185

B.BP.001.06.18.0000608

DIJUAL TANAH 25A Jl5M,H.1,5M/A blk S.Market Bintang Seminyak,T.08123983111

B.BP.001.06.18.0000572

Sewa Rmh Lt2,Gandapura Tohpati Hub:081339730511 Dijual Tanah di Nyanyi Beach Canggu 800 M2, 081338404444

B.BP.001.06.18.0000626

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.06.18.0000214

Tnh 1A 350Jt Pererenan,2A Dama 1,5A 5A Buduk Hub.082147454248 B.BP.164.06.18.0000644

RUPA-RUPA Dijual Alat Spa Second Masih Seperti Baru Hub.08127770447 / 081333385267 B.BP.004.06.18.0000629

KEHILANGAN BPKB Hilang Nissan Juke DK111RX AN A.A Istri Komala Dewi Hub:085737102021

B.BP.004.06.18.0000623

HlgBPKBNo.G3285388-ODK6841 EW A.N Naomi Norishdya

B.BP.001.06.18.0000606

HlgBPKB:HO2517840-OAN:IWayan Wirata Jl.Gn.Athena, Pds Kelod B.BP.001.06.18.0000646

SHM No.9190 Ls.1200m2 Lok.Kel. Kedonganan,Kuta Badung An.Ni Nym Murniati&Md.Ngr.Ari Antara B.BP.001.06.18.0000602

BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155 B.BP.001.06.18.0000230


BANGLI

14

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

Pemanfaatan Pasar Seni Geopark Tak Jelas

Upaya Disperindag Belum Membuahkan Hasil Bangli (Bali Post) –

Tidak adanya kejelasan pemanfaatan Pasar Seni Geopark di Penelokan, Kintamani, mendapat tanggapan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya. Sudibya mengklaim pihaknya sudah berupaya memanfaatkan Pasar Seni Geopark sesuai fungsinya. Pihaknya mengaku sudah berulang kali meminta pedagang acung untuk menempati bangunan itu, namun belum membuahkan hasil.

Bali Post/ina

Pasar Seni Geopark

‘’Kita tidak pernah membiarkan pasar itu. Kita sudah berupaya meminta pedagang acung menempati bangunan pasar itu, tetapi tidak mau. Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan Perbekel Batur Tengah dan pedagang acung, tetapi mereka tetap menolak menempati tempat itu,’’ kata Sudibya saat dihubungi, Senin (18/6) kemarin. Selain melakukan koordinasi dengan Desa Batur Tengah dan pedagang acung, pihaknya juga sudah sempat berkoordinasi dengan Bagian Ekonomi, BKPAD (Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah) serta Perusda terkait pemanfaatan bangunan pasar tersebut. Sebab sebelumnya sempat ada rencana Perusda memanfaatkan bangunan itu. ‘’Tapi sampai sekarang kita tunggu-tunggu tidak ada kabar,’’ ujarnya. Mengenai kondisi pasar yang kumuh dan kotor, pejabat asal Penglipuran ini menegaskan akan segera membersihkannya. Pihaknya sudah sempat memanfaatkan bagian lantai tiga pasar un-

tuk tempat pameran, namun sepi karena tak banyak tamu yang mau berkunjung ke sana. Sepinya kunjungan dikarenakan pedagang acung yang banyak berjualan di bawah pasar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, keberadaan Pasar Seni Geopark yang dibangun Pemkab Bangli dengan dana miliaran rupiah, belum termanfaatkan optimal. Sejak selesai dibangun 2014 lalu, hanya bagian kios di lantai satu yang sudah dimanfaatkan untuk menampung pedagang. Sementara los di lantai dua dan sebagian lantai tiga pasar tersebut tetap dibiarkan kosong. Akibat tak pernah dirawat, kondisi bangunan pasar kumuh dan beberapa bagian bangunan mulai rusak. Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku sangat kecewa. Dia pun mengaku akan secepatnya memanggil Kepala Disperindag guna mencari solusi atas persoalan tersebut. ‘’Mengecewakan, memprihatinkan, dan secepatnya saya panggil Ka-

disperindag agar memanfaatkan, mengoperasikan gedung itu sesuai peruntukannya,’’ terangnya. Made Gianyar tidak tahu pasti apa yang menjadi kendala Disperindag untuk memanfaatkan bangunan pasar itu. Namun menurutnya, semestinya tidak ada kendala bagi Disperindag dalam memanfaatkan bangunan yang ada. ‘’Masak memanfaatkan gedung yang sudah ada saja gak bisa. Nanti saya panggil Kadisperindag dengan yang terkait menanyakan kendalanya apa,’’ ujarnya. Dijelaskan Made Gianyar, spirit awal dibangunnya Pasar Seni Geopark adalah untuk memecahkan masalah pedagang acung agar tidak lagi berkeliaran di objek wisata Penelokan. Agar pasar itu bisa dimanfaatkan maksimal, Made Gianyar memandang perlu dibentuk pengelola untuk mengatur manajemen pemanfaatan gedung itu serta mengatur hak dan kewajiban yang harus dipenuhi para pedagang. (kmb40)

PPDB SMP

Persyaratan Sistem Zonasi Menuai Keluhan Bangli (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Bangli mulai dibuka Senin (18/6) kemarin. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini perekrutan siswa tidak lagi menggunakan sistem rayon, melainkan zonasi. Dengan demikian, tidak ada lagi istilah favorit karena setiap sekolah sudah ditentukan zonasi siswa yang akan bersekolah di tiap sekolah. Sesuai pedoman umum pelaksanaan PPDB yang disusun Disdikpora, PPDB tahun ini dibuka melalui tiga jalur meliputi jalur prestasi, jalur alasan khusus, dan jalur zonasi. Jalur prestasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi akademis maupun non-akademis yang dibuktikan dengan sertifikat kejuaraan lomba

atau pertandingan. Jalur alasan khusus adalah untuk calon siswa yang orangtuanya pindah domisili karena tugas kedinasan, anak pendidik dan tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah tersebut serta pindah domisili karena terjadi bencana alam atau bencana sosial. Sedangkan jalur zonasi adalah jalur yang dibuka untuk calon peserta didik yang berdomisili di radius zona terdekat dari sekolah berdasarkan KK. Sesuai ketentuan, untuk jalur prestasi dan jalur alasan khusus, jumlah peserta didik yang boleh diterima maksimal 5 persen dari kuota keseluruhan yang diterima sekolah dari luar zonanya. Sedangkan untuk jalur zonasi, sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari seko-

lah paling sedikit 90 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandhi mengatakan, sesuai jadwal, pendaftaran PPDB melalui jalur prestasi dan alasan khusus dibuka hingga Rabu (20/6) besok. Sedangkan untuk jalur zonasi, pendaftarannya dibuka 25-28 Juni mendatang. Dijelaskan Widiana Sandhi, PPDB melalui jalur zonasi diterapkan pertama kali tahun ini. Tahun sebelumnya, siswa baru direkrut berdasarkan rayon. Calon siswa yang bisa mendaftar ke SMPN 1 Bangli hanya dari delapan SD. Sementara dengan jalur zonasi, siswa yang bisa melamar ke SMPN 1 Bangli telah ditentukan hanya dari dua kelurahan yakni Kawan dan Cempaga. ‘’Setiap sekolah

sudah dipetakan zonasinya,’’ ujarnya. Ketentuan jalur zonasi yang mewajibkan calon siswa mengantongi surat domisili paling lambat enam bulan sebelum PPDB, cukup banyak menuai keluhan orangtua siswa. Masalahnya, banyak masyarakat yang lambat mengetahui ketentuan tersebut. Dia menyebutkan, ada banyak anak dari anggota Polri, PNS dan TNI yang berasal dan memiliki KK di Kintamani namun selama ini sudah tinggal dan memiliki rumah di wilayah kota Bangli. Karena tidak memiliki domisili di Bangli, otomatis anak tersebut sulit bisa diterima di SMPN 1 Bangli. ‘’Ini jadi persoalannya. Tindak lanjut dari keluhan ini, kami akan koordinasi dengan Disdikpora,’’ terangnya. (kmb40)

Perajin Suvenir di Abuan

Berusaha Bertahan di Tengah Persaingan Global Bangli (Bali Post) Persaingan yang semakin ketat membuat perajin semakin sulit mengembangkan dan memasarkan hasil karyanya. Kondisi ini diperparah minat masyarakat akan kerajinan yang sangat rendah. Kondisi ini membuat perajin di Bangli, tak terkecuali perajin suvenir di Banjar Serokadan Desa Abuan Kecamatan Susut harus berusaha keras untuk mempertahankan usahanya. Salah seorang perajin suvenir di Serokadan, I Dewa Made Alit, Senin (18/6) kemarin menuturkan, pembuatan suvenir seperti gantungan kunci, ikan-ikanan, pensil, magnet, tempat buah dan yang lainnya, mulai dilakonini sejak tahun 1995. Ketika itu, kerajinannya banyak diekspor ke Maladewa, Mesir, Amerika dan lain-lain. Namun sejak 2014 lalu, orderan mengalami penurunan signifikan. Pada masa jaya dulu, dia mempekerjakan ratusan

pekerja. Namun kini, hanya tinggal puluhan, itu pun sebatas kerabatnya. ‘’Penurunan orderan hingga 50 persen. Hal itu diakibatkan di samping minat masyarakat terhadap kerajinan kian rendah, ketatnya persaingan dari negara luar seperti Thailand, Cina dan negara yang lainnya juga menjadi pemicunya. Sebab, harga kerajinan dari negara tersebut jauh lebih murah ketimbang harga kerajian kita. Di samping itu, juga mungkin disebabkan karena upah tenaga kerja lebih murah, pemerintah juga mensupport serta tenaga kerja di negara tersebut mendapatkan subsidi,’’ ujarnya. Dalam pembuatan suvenir, dia masih memakai cara manual dan kayu lokal yakni albesia. Hanya, harga kayu albesia sekarang dan bahan lainnya sangat mahal sehingga pihaknya hanya bisa mendapatkan keuntungan

PERAJIN - Perajin suvenir di Abuan. yang sedikit. ‘’Kalau untuk bangunan, warga berani mahal karena mereka hanya membeli sekali. Kalau untuk membuat kerajiann seperti ini kan setiap waktu membeli kayunya.

Bali Post/nan

Kadang pemilik kayu menjual kayu gelondongan yang harganya lebih mahal. Jika tidak berani mengambil dengan harga mahal, bisa-bisa tidak dapat kayu,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/nan

SIDAK - Sidak penambangan batu padas ilegal di Tukad Sangsang, Senin (18/6) kemarin.

Satpol PP Sidak Galian C di Sungai Sangsang Petugas Amankan Sejumlah Peralatan Bangli (Bali Post) Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli melakukan sidak galian C berupa penambangan batu padas ilegal di Tukad Sangsang, Banjar Buungan Desa Tiga Kecamatan Susut, Senin (18/6) kemarin. Dari sidak tersebut, petugas mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan pekerja untuk melakukan penggalian. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli I Dewa Agung Suryadarma didampingi Kasi Ops. Ngakan Ketut Astawa usai sidak mengungkapkan, saat sidak pihaknya tidak menemukan pekerja yang beraktivitas. Hal ini diduga akibat informasi sidak sudah bocor. Hanya, pihaknya tetap meyakini kalau sebelum petugas turun ke lokasi, ada pekerja yang melakukan penambangan. ‘’Karena kita tidak menemukan pekerja di lokasi, maka kita langsung mendatangi pemilik penam-

bangan ke rumahnya untuk menanyakan penambangan itu,’’ ujarnya. Guna mendapatkan informasi lebih jelas, pihaknya akan memanggil pemilik penambangan. Pemilik akan dimintai penjelasan karena sebelumnya aktivitas penambangan ilegal tersebut sempat ditutup paksa. ‘’Kita akan panggil pemilik pas masuk kerja pada 21 Juni mendatang. Nanti kita akan minta penjelasan secara detail kenapa mereka berani menambang lagi meski sudah dilarang. Kita akan proses nanti. Namun, sebelum itu kita akan berkoordinasi lebih dulu dengan provinsi, karena kewenangannya ada di provinsi,’’ tegas Suryadarma. Kasi Ops. Ngakan Ketut Astawa menambahkan, pihaknya telah mendatangi rumah pemilik penambangan batu padas ilegal tersebut yakni Ni Wayan Purmani asal Banjar Kayang Desa Kayubi dan Pande Nengah

Gebloh asal Banjar Manuk Desa Susut. Kata Astawa, pemilik membantah telah melanjutkan aktivitas penambangan ilegal. Astawa pun menegaskan, pihaknya tetap akan mencari kejelasan atas persoalan ini. ‘’Kita sita KTP yang bersangkutan agar mereka mau datang ke kantor pada 21 Juni mendatang untuk menggali informasi lebih dalam lagi. Karena sebelumnya sempat kita panggil, namun mereka tidak mau datang ke kantor dengan berbagai alasan,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pada sidak tersebut pihaknya mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan pekerja di antaranya cangkul khusus, sekop, panyong, palu, dan ketel air. ‘’Di lokasi kita temukan tiga titik penambangan. Untuk satu titik penambangan di utara milik Ni Wayan Purnami dan dua titik penambangan di sebelah selatan milik Gebloh,’’ katanya. (kmb41)

Para Jun Yudistira

Bantu Siswa Kurang Mampu dengan Buka Les Gratis

MEMBANTU anak kurang mampu tidak harus bermodalkan materi. Dengan berbagi pengetahuan pun, seseorang bisa membantu sesama yang membutuhkan. Hal ini menjadi prinsip hidup yang selalu dipegang Wayan Juniarta Yasa, relawan asal Desa Susut, Bangli. Pria yang akrab disapa Para Jun Yudistira tersebut selama ini aktif melakukan gerakan sosial yakni membuka les gratis untuk anak kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya.

Ditemui di rumahnya, Senin (18/6) kemarin, pria 40 tahun ini mengaku terjun di kegiatan mengajar les gratis bagi anakanak kurang mampu sejak 2004 lalu. Ketika itu, dia tergerak lantaran prihatin melihat anakanak kurang mampu yang belum bisa membaca, menulis, dan menghitung. ‘’Saat awal-awal saya memberikan les gratis door to door. Keinginan saya yang terpenting anak-anak bisa calistung,’’ tuturnya. Baru pada tahun 2017, dia mulai membuka les gratis bagi anak kurang mampu di rumahnya. Hanya dengan memanfaatkan teras rumahnya sebagai tempat belajar serta spidol, satu buah papan tulis kecil, dirinya berupaya membagikan ilmu pengetahuan kepada 36 anak-anak dengan

metode bermain sambil belajar. Dibantu sejumlah relawan lainnya, anak-anak diajarkan berbagai pengetahuan umum dan keterampilan seperti bahasa Inggris, matematika, nyastra Bali, budi pekerti dan menari. Dalam seminggu kegiatan belajar dilaksanakan tiga kali. ‘’Anak-anak ini ada yang dari Susut, ada yang dari Kebon. Tidak hanya yang kurang mampu, ada beberapa yang ekonominya biasa juga ikut belajar di sini,’’ kata pria yang berprofesi sebagai PNS di Pemkab Bangli itu. Selain berbagi pengetahuan, dalam kegiatan sosialnya dia juga berupaya mengajarkan perilaku hidup bersih. Bagi Para Jun Yudistira, anak-anak kurang mampu secara ekonomi, harus tetap mengurus diri dan

berpenampilan bersih. ‘’Anakanak kurang mampu kan pada umumnya penampilannya kumel. Saya mencoba mengubah cara pola berpikir mereka. Saya ajarkan mereka, walaupun miskin harus bisa mengurus diri,’’ jelasnya. Meski banyak yang memuji, tak jarang aksi sosialnya ini menuai cibiran. Dirinya kerap dicap belog ajum. Bahkan, kegiatan yang dilakukannya sering disangka sebagai upaya politik dalam mencari massa. ‘’Bagi saya itu semua adalah tantangan. Pendidikan adalah cikal bakal kesejahteraan. Dengan kita membagi pengetahuan dengan anak-anak dan pendidikan karakter, maka ke depannya masa depan mereka menjadi lebih cerah,’’ jelasnya. (ina)

Bali Post/ina

GRATIS - Les gratis untuk siswa kurang mampu yang diprakarsai Para Jun Yudistira.


15

Selasa Kliwon, 19 Juni 2018

Golput pada Pilgub Bali 2018 I Wayang Rimpen (57), warga Denpasar, bingung ketika ditanya pasangan calon gubenur (cagub) mana yang akan dicoblos. Sedetik kemudian dengan nada agak sinis, Rimpen yang seharihari berjualan kopi ini menjawab, ‘’Siapa pun gubenurnya, tidak akan banyak perubahan.’’ Saat ditanya lagi, apakah Rimpen akan memilih tidak menggunakan hak pilihnya? Kakek tiga cucu ini tidak memberi jawaban pasti. Apatisme menjadikan pergantian kekuasaan, nampak tak lagi menarik bagi dirinya. Miguel Covarubias dalam bukunya ‘’The Island of Bali’’ (1937), pada bagian yang menceritakan kejatuhan pemerintahan Raja Badung ke tangan Belanda, dengan cerdas memberikan interpretasi atas apatisme warga Bali terhadap kekuasaan. Sejak pertikaian antara Raja Badung dan Belanda yang berhasrat menguasai wilayah Bali Selatan, warga menu-

rut Covarubias memilih tak acuh. ‘’Penduduk sendiri sebagian terbesar tak acuh. Bagi mereka kemenangan satu pihak atau pihak lain berarti semata-mata berubah majikan, seorang lain lagi kepada siapa harus membayar pajak,’’ tulis Covarubias. Kalimat yang ditulis Covarubias seolah-olah ingin memberikan kesimpulan bahwa warga Bali sudah se-

jak lama memiliki kesadaran akan watak lazimnya sebuah kekuasaan yakni kesejahteraan rakyat tidak lebih sebagai jargon belaka. Sebuah apologi bagi bertahtanya seseorang di tampuk kekuasaan. Siapa pun yang berkuasa, pajak tetap dipungut dan penggunaannya seringkali tidak untuk rakyat. Dalam konteks demokrasi modern, kesadaran kritis

rakyat atas kekuasaan akan menjadikan seseorang memilih enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alias menjadi golput. Mereka biasanya akan digolongkan golput secara ideologis. Sementara mereka yang tak datang ke TPS karena masalah tidak terdaftar atau sibuk bekerja dikategorikan golput secara teknis. Data menunjukkan

Debat Pilkada Klungkung

Bali Post/rin

BAGIA - Pasangan calon nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia), saat debat Pilkada Klungkung, Senin (18/6) malam. KPU Kabupaten Klung- ehatan dan kependudukan, kung menggelar debat pub- narkotika, transportasi, adat lik kedua Pilkada Klung- dan budaya, serta seni. kung yang diikuti pasangan Debat yang dipandu Ida calon (paslon) nomor urut 1, Bagus Radendra Suastama Tjokorda Bagus Oka-I Ketut ini diawali dengan segmen Mandia (Bagia), dan paslon penyampaian visi-misi terkait nomor urut 2, I Nyoman tema debat. Calon bupati Suwirta-I Made Kasta (Su- nomor urut 1, Tjokorda Bawasta), di Inna Grand Bali gus Oka, mengawali dengan Beach, Sanur, Denpasar, komitmen paket Bagia yang Senin (18/6) kemarin. Debat akan melanjutkan revolusi dengan slogan Nayaka Nayo- mental Presiden Joko Widodo tama Sankara (Mewujudkan dimulai dari masa kandungan. Pemimpin yang Jujur, Adil Ibu hamil akan diberikan siradan Bijaksana) ini mengang- man rohani dan bimbingan kat tema ‘’Meningkatkan agar melahirkan anak yang Pelayanan dan Kesejahteraan suputra. Mengingat, golden Masyarakat’’. Tema besar age dimulai dari masa kandini antara lain dituangkan ungan hingga usia 10 tahun. dalam subtema pendidikan Di bidang pendidikan, semua dan ketenagakerjaan, kes- sekolah di Klungkung akan

Punya Kedekatan Hasto kemudian mengatakan bahwa Koster mendapat salam dari Jokowi sekaligus menyatakan dukungan terhadap pencalonannya sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023. ‘’Salam untuk Pak Koster dari Pak Jokowi. Pak Jokowi bilang, saya dan Pak Koster adalah satu napas perjuangan,’’ sebut Hasto menirukan ucapan Jokowi. Menurut Hasto, Koster mempunyai kedekatan dengan Jokowi. ‘’Pak Koster-lah pada Pilpers 2014 yang menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Bali, dengan raihan suara yang sangat tinggi,’’ terangnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Wayan Jaman mengatakan pihaknya sangat bahagia atas kehadiran Koster untuk menyapa masyarakatnya. ‘’Kunjungan Bapak kemarin, mencerminkan sebagai pemimpin yang merakyat. Karena ingin mengetahui keadaan masyarakat kami di sini,’’ ujarnya. Pihaknya pun mendoakan agar Koster-Ace terpilih sebagai GubernurWakil Gubernur Bali periode 2018-2023 pada Pilgub Bali,

27 Juni 2018 nanti. ‘’Kami secara tulus berharap agar Bapak bisa sukses dan berhasil terpilih menjadi Gubernur Bali,’’ ucapnya. Dalam kesempatan itu, Wayan Koster mengaku bahwa kampanye pada hari ini sangat istimewa dengan kehadiran Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto. ‘’Tatap muka di tempat ini sangat istimewa, karena sejak kampanye dari bulan Maret, hari ini Pak Hasto bisa hadir di sini. Di Kota Denpasar. Dengan kehadiran beliau kami berharap akan bisa menang di Kota Denpasar,’’ tegasnya. Koster juga memaparkan sejumlah program dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka

Bali, baik itu dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta bidang lainnya. Selain dihadiri Sekjen Hasto Kristiyanto, Koster yang hadir didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali IGN Jaya Negara (Pelaksan Tugas Wali Kota Denpasar), Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Gusti Ngurah Gede (Ketua DPC PDI-P Denpasar), Cokorda Pemecutan (tokoh senior Golkar Bali), anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI Gusti Agung Rai Wirajaya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Denpasar dan sejumlah tokoh masyarakat. (kmb)

Selasa, 19 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya Tiga Bulanan Ditinjau Dari Konsep Weda dan Waisnawa (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Gatra Praja Berita dan Bincang Terkini

10:05 Wita 10:30 Wita 11:05 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Yowana Magz Tim Debat SMAN 2 Semarapura Bali Channel Tourist TV Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mamungkah (1) Berita Siang Klip Bali PT Tiga Pilar Home Shopping Klip Bali Lila Cita Sanggar Tari Agung Semara Dwipa (1) Bali Channel Tourist TV Berita dan Bincang Terkini

16:05 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita

Upakara Dialog Interaktif Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Ista Dewata Pura Agung Sriwijaya Ajeg Bali Ritus Kehidupan Manusia - Nyambutin (1) Lila Cita Calonarang Pura Maospahit Tatasan (4) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel

bat dari penilaian bahwa hidup mereka tidak akan banyak perubahan setelah salah satu calon menang. ‘’Publik secara umum menilai hidup mereka tidak akan berpengaruh penting jika salah satu kandidat menang. Hidup mereka akan normal seperti biasa,’’ kata Anom. Ini sama dengan pendapat Rimpen di awal pembuka tulisan ini. Jika diurutkan lagi sebab-akibatnya, tingginya potensi golput warga Bali juga tidak lepas dari soal janji-janji yang disampaikan oleh kandidat, menurut Anom, normatif-normatif saja. ‘’Visi dan misi dari kandidat tidak jauh berbeda dan cenderung normatif.

Ketika masyarakat umum pemilih ragu atau skeptis dengan keseriusan janjijanji kandidat, di situlah akan terjadi kegamangan atau kurangnya gairah untuk terlibat dan perdebatan isu kampanye di kalangan masyarakat umum,’’ tegas Anom lagi. Masa kampanye pilgub yang panjang juga dapat menjadi faktor lainnya. Rasa cepat bosan dan mudah lupa sebagai perilaku umumnya warga membuat peristiwa politik tidak benar-benar menarik publik. Terlebih lagi, nyaris tidak terjadi perdebatan prinsipil atas isu-isu yang diajukan tim pemenangan. (ata)

Layak Menang

Bagia Sodorkan Revolusi Mental dari Kandungan

dijadikan sekolah favorit. ‘’Kurikulum 2013 perlu ditambahkan tentang Tri Hita Karana, bahasa Bali, seni adat dan budaya,’’ imbuhnya. Tjok Bagus Oka juga sempat menyentil Bali saat ini kekurangan Ketut. Jadi ke depan, Bagia akan melakukan perubahan dalam program Keluarga Berencana (KB), yakni dengan membiarkan hak masyarakat untuk memiliki anak hingga 3 atau 4 orang. Ini juga terkait dengan upaya pelestarian adat dan budaya di Bali. Calon wakil bupati nomor urut 1, I Ketut Mandia, menambahkan upaya pelestarian adat dan budaya akan dimantapkan pula dengan memberi kesempatan setiap desa dan seniman tampil di balai budaya memberi jamuan bagi wisatawan yang datang ke Klungkung. Dalam hal ini, seni, adat dan budaya tidak saja mampu dipertahankan, tetapi seniman juga bisa mendapatkan harga yang pantas. Di bidang transportasi, lanjut Mandia, akan disiapkan infrastruktur di Nusa Penida berupa jalan yang lebih luas. Dengan demikian, Nusa Penida tidak menjadi Ubud atau Kuta kedua karena melonjaknya pariwisata. Bagia juga akan berkoordinasi dengan provinsi agar menambah bus Sarbagita hingga ke Klungkung. (kmb32)

bahwa dalam perhelatan pemilihan Gubernur Bali secara langsung yakni tahun 2008 dan 2013 ada kecenderungan jumlah golput yang meningkat. Tahun 2008 persentase golput mencapai 24,27 persen. Sementara saat Pilgub 2013 golput naik ke angka 26 persen. Mudah-mudahan pada Pilgub 2018, golput tidak akan mengalami peningkatan. Dosen FISIP Universitas Udayana I Made Anom Wiranata menyebutkan salah satu indikasi akan naiknya jumlah golput adalah suasana kampanye yang cenderung adem ayem tidak menggairahkan. Rendahnya kegairahan muncul aki-

Badan itu menegaskan bahwa gempa bukan disebabkan karena faktor alam. ‘’Gempa bumi yang terdeteksi di Mexico City adalah artifisial. Mungkin disebabkan oleh lompatan berbarengan dalam perayaan gol tim nasi-

onal Meksiko di Piala Dunia,’’ lanjut pernyataan itu. Wajar saja bagi para pendukung Meksiko merasa sangat senang. Pasalnya, mereka berhasil meraih kemenangan dari sebuah tim juara bertahan Piala Dunia edisi sebelumnya. Akan tetapi, bila dilihat dari permainan pada pertandingan

tersebut, Meksiko memang layak untuk menang karena mereka tampil sangat luar biasa. ‘’Saya tak tahu apakah ini merupakan kemenangan terbesar dalam sejarah Meksiko, tapi pastinya ini adalah satu di antara yang terbesar. Ini merupakan awal yang bagus, melawan sang juara

bertahan. Ini hasil yang bagus dan menunjukkan kerja keras kami,’’ tutur sang pencetak gol, Lozano. Dengan hasil ini, timnas Meksiko sementara me mimpin klasemen Grup F Piala Dunia 2018 dengan koleksi tiga poin. Sementara timnas Jerman menempati posisi terakhir. (kmb33/afp)

Gedung Konser

Dewa Budjana menghipnotis penonton yang hadir melalui penampilannya bersama Ocha dan Crazy Horse. Dalam kesempatan ini Dewa Budjana secara khusus menyampaikan dua aspirasi kepada Rai Mantra yang juga tampil di panggung. Pertama, jika nanti pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) terpilih agar memperhatikan nasib seniman. Sebagai seniman Dewa Budjana mengaku miris melihat Bali belum mempunyai concert hall (gedung konser) khusus tempat manggung bagi para seniman atau musisi di Bali. ‘’Selama ini musisi di Bali selalu manggung di tempat olahraga seperti di Lapangan Lumintang ini. Jadi kami harapkan Pak Rai Mantra bisa membangun concert hall,’’ tegas Dewa Budjana. Kedua, Dewa Budjana menyampaikan harapan agar gubernur yang terpilih memahami Bali. Baik adat, budaya dan kondisi sosial

Bali. Karena itu figur yang cocok yang memimpin Bali haruslah yang sudah lama tinggal di Bali dan selalu bersentuhan dengan masalah di Bali. ‘’Tentu saya berharap yang nanti terpilih adalah pemimpin yang tinggal di Bali dan peduli dengan adat dan budaya,’’ kata Dewa Budjana. Mendengar aspirasi Dewa Budjana tersebut, Rai Mantra langsung mengapresiasi dan merespons positif. Menurutnya, Bali memang membutuhkan concert hall khusus dalam bangunan atau gedung tertutup. ‘’Untuk tempat konser yang terbuka bisa di Art Center. Tapi kalau tertutup (gedung konser - red) kita pikirkan dan memang perlu dibangun,’’ ujar Rai Mantra. Rai Mantra juga mengapresiasi kehadiran Dewa Budjana. Apalagi rela datang dari Jakarta. Bagi Rai Mantra, seniman selalu ada di hatinya. Seniman selalu bergerak dan bicara dengan hati. Tanpa paksaan, penuh kegembiraan. ‘’Saya kenal dan cinta dengan seniman di Bali, mereka bergerak dengan hati. Saya berharap terap menjaga kreativitas.

Saya juga berharap saya juga ada di hati mereka,’’ kata Rai Mantra. Selain itu, Rai Mantra juga mengajak anak-anak muda bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Bali, 27 Juni mendatang. ‘’Sepuluh hari lagi kita mencoblos. Mari kita semua ke TPS. Kita coblos nomor 2,’’ ajak Rai Mantra. Dia menambahkan, anak muda harus bisa menentukan sikapnya sesuai suara hati nurani, dan jangan sampai mudah terombangambing karena adanya provokasi. ‘’Anak muda harus tentukan sikap. Jangan terombang-ambing. Jangan terprovokasi. Mari pertahankan harkat dan martabat kita. Ingat, anak muda paling intelektual, paling tahu. Anak muda tidak bisa ditekan. Salam 2 Jari,’’ pungkas Rai Mantra. Rai Mantra juga menegaskan komitmen Mantra-Kerta yang pro-artis seniman lokal. Dalam program unggulan Nawacandra, menurutnya, ada program pembangunan taman budaya dan art center di seluruh kabupaten. ‘’Itu dimaksudkan untuk memperluas ruang ekspresi bagi

para seniman lokal dari berbagai aliran seni,’’ tegas Rai Mantra seraya menambahkan, nantinya akan ada event berkelas yang dirancang sedemikian rupa dengan sistem digital yang terintegrasi agar produk seniman Bali tersebar ke berbagai negara dan terkawal dengan baik, terutama dari segi perlindungan hak ciptanya. Rai Mantra mengajak seniman lokal menjadi duta budaya melalui karya mereka. ‘’Sehingga, sebagai masyarakat dunia kita tidak hanya mengonsumsi produk budaya mereka, melainkan menawarkan nilai-nilai lokal Bali kepada masyarakat dunia,’’ tandasnya. ‘’Muara dari semua itu adalah meningkatkan kesejahteraan semua pegiat seni dan kreativitas,’’ tegas Rai Mantra yang merasa terharu dan kagum melihat antusiasme seniman dan massa pada setiap Konser Salam 2 Jari. ‘’Melihat kehadiran warga yang terus membeludak, Mantra-Kerta semakin yakin bahwa kemenangan 6,4% atas calon lain akan benar-benar terwujud. Bahkan lebih,’’ tandasnya. (kmb)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

selasa kliwon, 19 Juni 2018

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Brazil Belajar Banyak dari Swiss Rostov-on-Don – Brazil gagal menang pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2018. Selecao mendapatkan banyak pelajaran usai diimbangi oleh Swiss. Dalam pertandingan yang berlangsung di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Senin (18/6) dini hari kemarin, Brazil dan Swiss bermain imbang 1-1. Coutinho yang membawa Brazil unggul lebih dulu di babak pertama, dengan gol cantiknya. Swiss baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat tandukan Steven Zuber pada menit ke-50. Brazil memegang kendali permainan dalam laga itu. Tim Samba mampu membukukan sebanyak 20 percobaan, sembilan melenceng, dan empat lainnya bisa mencapai sasaran. Swiss bisa tampil lebih efektif. Gol mereka dibukukan hanya dari dua tembakan tepat sasaran ke arah gawang, dengan penguasaan bola lebih sedikit. Coutinho mengakui pertahanan Swiss amat rapat. Pemain Barcelona itu menyatakan banyak hal positif yang dipetik. ‘’Terkadang anda harus bisa menerima bagaimana cara bermain lawan anda. Kami mencoba untuk bermain melewati pertahanan mereka, tapi itu sulit,’’ kata Coutinho. ‘’Meskipun saya pikir kami sudah banyak mendapatkan banyak hal positif, kami akan membawanya ke laga berikutnya,’’ dia menambahkan. Memang, bintang-bintang Brazil seperti Coutinho dan Neymar seperti mati kutu dalam laga kemarin. Ada satu sosok

dari Swiss yang dianggap sebagai kunci mematikan lini serang Brazil, terutama Neymar. Dia adalah Valon Behrami, yang diplot sebagai gelandang bertahan. Mengutip Squawka, catatan statistik Behrami luar biasa bagus. Dalam berduel di lini tengah, dia mencatatkan kemenangan dengan 100 persen. Ada enam tekelnya yang berakhir dengan sukses, serta dua kali melakukan intersep penting. Dari 60 sentuhan terhadap bola, total dia mencatatkan 41 passing sukses. Sebagai pemain yang bertugas sebagai pemutus serangan lawan, catatan tersebut amat bagus. Tak ayal dia disebut sebagai bayangan Neymar selama pertandingan. Pada pertandingan tersebut, Behrami ditarik keluar pada menit 71. Pelatih Swiss Vladimir Petkovic sepertinya tak ingin pemain berusia 33 tahun itu mendapat hukuman tambahan. Karena, pada menit ke-64 sudah diganjar kartu kuning usai

menjegal Neymar. Riskan bagi Petkovic untuk mempertahankan Behrami di lapangan. Meski tampil apik, namun mereka dituntut agar menerapkan permainan keras untuk membendung agresivitas Brazil. Neymar memang sudah menjadi incaran Swiss sejak awal pertandingan. Dia adalah pemain yang paling banyak dilanggar, lebih dari 10 kali oleh pemain Swiss. Hasil tersebut merupakan pertama kalinya bagi Brazil gagal meraih kemenangan di pertandingan pertamanya saat mengikuti ajang Piala Dunia sejak 1978. Pada tahun tersebut, Brazil juga ditahan imbang oleh Timnas Swedia dengan hasil yang sama yakni 1-1. Empat tahun setelahnya, yakni pada gelaran Piala Dunia 1982 hingga 2014, Brazil selalu memenangkan pertandingan perdananya di kompetisi sepak bola empat tahunan tersebut. Sebuah rekor yang cukup fantastis. Namun, sayang semua rekor indah itu telah terpecahkan di Piala Dunia kali ini. Meski begitu, beruntung bagi Selecao tidak menelan kekalahan di laga perdana tersebut. Pasalnya, apabila Brazil kalah, maka rekor mereka yang tak pernah terkalahkan di laga perdana Piala Dunia sejak 1934 akan tercoreng. Kala itu, Brazil harus takluk dari Spanyol dengan skor 1-3. (kmb33/afp)

Balipost/afp

LONCAT Kapten Brazil Marcelo melompat guna menghindari terjangan pemain Swiss saat kedua negara bertemu, Senin(17/6) kemarin.

Kolombia Percaya Diri Hadapi Jepang Moskow – Kolombia yang memiliki pemenang Sepatu Emas 2014 James Rodriguez dan pencetak gol terbanyak Radamel Falcao, sangat percaya diri untuk menghancurkan perlawanan Jepang malam nanti. Ini sebelum Kolombia menghadapi rival Grup H Piala Dunia 2018 yang dianggap lebih kuat, Polan-

Jadwal Pertandingan Selasa, 19 Juni 2018 Kolombia Vs Jepang 20.00 Wita Polandia Vs Senegal 23.00 Wita Rabu, 20 Juni 2018 Rusia Vs Mesir 01.00 Wita

dia dan Senegal. Kolombia berada di peringkat ke-16 FIFA, sementara Jepang di posisi ke61. Catatan sejarah pun ada di pihak Kolombia yang mengalahkan Samurai Biru dengan skor 4-1 di babak penyisihan grup Piala Dunia Brazil 2014. ‘’Kami akan menaklukkan Rusia,’’ posting Falcao di Instagram baru-baru ini bersama unggahan foto para pemain Amerika Selatan itu yang mengenakan dasi di pesawat saat bertolak ke Rusia. Kolombia dengan kostum kerah kuning menarik perhatian para penggemar sepak bola di Brazil empat tahun silam dengan gaya serang dan perayaan gol dengan tarian salsa. Gaya ini membawa Kolombia ke putaran perempatfinal Piala Dunia 2014 atau hasil terbaik Kolombia sepanjang berpartisipasi di pentas Piala Dunia.

Tetapi, Kolombia melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2018 yang tidak baik saat menuju Rusia. Falcao dan rekan-rekannya hanya mencetak 21 gol selama dua tahun. Selama 18 pertandingan kualifikasi Amerika Selatan yang melelahkan, Kolombia hanya meraih tiga poin dari empat pertandingan terakhir untuk meraih tempat keempat. Skuad yang dipimpin oleh pelatih Argentina Jose Pekerman berjanji untuk meningkatkan kekuatan menyerang di Grup H yang sulit sekaligus membuktikan bahwa kiprah Kolombia di Brazil bukan sekadar lewat saja. ‘’Kami harus mengambil inisiatif. Kami adalah tim yang memiliki ciri khas untuk pola permainan. Kami harus memiliki kepercayaan diri untuk terus maju. Tetapi kami juga tidak bisa

kehilangan kekuatan pertahanan,’’ kata gelandang Abel Aguilar, Senin (18/6) kemarin. Sementara itu, pelatih kepala Jepang Akira Nishino mengatakan bulan lalu, mengalahkan Kolombia akan menjadi ‘’keajaiban kecil’’. Nishino memutuskan untuk membawa tim Piala Dunia yang berpengalaman, termasuk tiga pemain dengan lebih dari 100 pertandingan, Yuto Nagatomo, Shinji Okazaki dan kapten Makoto Hasebe. ‘’Kualitas tim Kolombia sudah naik, dan mereka memiliki tinggi badan yang bagus dan atletis,’’ kata Takashi Usami yang bermain di Fortuna Duesseldorf ‘’Kami harus menyesuaikan kualitas pengiriman bola kami,’’ tutupnya. Memang, Samurai Biru harus memiliki strategi yang tepat guna meredam Kolombia. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook