Skip to main content

Edisi Kamis 12 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Golkar Tak Masalahkan Nonpartai

dari 10 nama bakal calon wapres, sudah dikerucutkan menjadi lima tokoh. ‘’Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa (purnawirawan) TNI-Polri. Semuanya bisa,’’ ujar Jokowi menjelaskan latar belakang bakal calon wapres pilihannya. Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan partainya mempercayakan kepada Joko Widodo untuk menentukan siapa bakal calon wakil presiden, termasuk apabila memilih dari kalangan nonpartai politik. ‘’Kami mendukung sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden,’’ kata Bambang, Rabu kemarin. Hal. 15 Beri Kepercayaan

maksimal,’’ imbuhnya. Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps memuji mental para pemainnya yang bisa mengalahkan Belgia. ‘’Itu luar biasa. Saya sangat senang dengan para pemain, kami menunjukkan karakter dan mental yang bagus. Pertandingan itu sangat sulit bagi kami. Kami bekerja sangat keras,’’ ujar Deschamps. Deschamps juga mengakui Les Bleus memiliki sedikit keuntungan dalam serangan balik. Pencapaian Prancis ke final disebut Deschamps sebagai jasa dari semua pihak. Prancis kini berpeluang mengulang sejarah pada 1998, keluar sebagai juara saat menjadi tuan rumah. Deschamps pun meminta Prancis kini bisa memenangi final kembali. Prancis sebelumnya gagal menjadi juara Piala Eropa 2016 setelah kalah 0-1 dari Portugal. Pada saat itu, Les Blues takluk akibat gol Eder pada menit ke-109. (kmb33/ afp)

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo meminta segenap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar dapat membuang budaya koruptif saat bekerja. ‘’Saya instruksikan seluruh jajaran Kepolisian RI untuk terus tingkatkan kinerjanya yaitu membuang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7) kemarin. Presiden menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-72 yang dihadiri juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta para pejabat Polri.

Prancis Hentikan Generasi Emas Belgia St Petersburg – Prancis melangkah ke final Piala Dunia 2018 setelah di laga semifinal di St. Petersburg, Rabu (11/7) dini hari kemarin, mengalahkan Belgia 1-0. Gol kemenangan Prancis dicetak Samuel Umtiti di menit ke-51 melalui sundulan kepala, setelah Prancis mendapatkan tendangan sudut. Pertandingan Prancis-Belgia, yang sama-sama diunggulkan ini berjalan ketat. Dua tim bertabur bintang ini saling serang sejak menit pertama. Namun, Prancis secara taktik lebih cerdik dengan mematikan bintang-bintang Belgia seperti Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, dan Eden Hazard. Belgia yang antara lain dikenal piawai dalam serangan balik tak berdaya melewati barisan pertahanan Prancis yang sangat rapi. Belgia juga terlalu sering kehilangan bola dan tak leluasa menciptakan peluang di kotak penalti lawan. Pelatih Belgia Roberto Martinez mengatakan bahwa pertandingan berjalan imbang, namun bola mati akhirnya menentukan pemenang. ‘’Yang membedakan adalah bola mati. Pertandingan berlangsung ketat dan akhirnya ditentukan oleh keberuntungan di depan gawang. Tim Belgia bermain brilian dan saya tak bisa lagi meminta mereka bermain lebih baik lagi,’’ kata Martinez. ‘’Harus dipahami akan ada tim yang menang dan tim yang kalah. Kami sudah bermain

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Jokowi Minta Polisi Buang Budaya Koruptif

Jokowi Godok Lima Nama Cawapres Jakarta (Bali Post) – Nama–nama cawapres yang sudah dikantongi Jokowi masih menjadi teka-teki. Banyak nama yang beredar, baik yang diungkap partai politik maupun pengamat. Namun, Jokowi tetap bergeming. Dia tak mau ungkap siapa calon wakil yang mendampinginya pada Pilpres 2019. Ia menyatakan masih mempertimbangkan tokoh yang akan menjadi pasangannya sebagai bakal calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019. ‘’Biar matang dulu. Nanti kalau sudah matang, kami sampaikan pada saat yang tepat,’’ kata Jokowi ditemui di Istana Negara, Rabu (11/7) kemarin. Presiden menjelaskan komunikasi pun terus dilakukan kepada sejumlah partai politik koalisi dalam pemilihan tokoh calon wakil presiden. Selain itu, Jokowi mengungkapkan

16 HALAMAN

NOMOR 307 TAHUN KE 70

Joko Widodo

Bali Post/ant

Instruksi selanjutnya adalah Polri diminta melakukan perbaikan dari kelemahan internal terutama penegakan hukum harus transparan. ‘’Kedepankan langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani persoalan sosial, tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas,’’ tegas Presiden. Dengan meningkatkan soliditas (kekompakan) dan profesionalisme, Presiden menilai Polri dapat menjadi institusi yang dipercaya masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus pengayom masyarakat. ‘’Dirgahayu kepolisian, terus tegakkanlah Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa, selamat bertugas,’’ kata Presiden. Dalam acara tersebut, Presiden menganugerahkan

tanda kehormatan bintang Bhayangkara Nararya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 54 TK tahun 2018 tertanggal 29 Juni 2018 dan Keppres 55 TK tahun 2018 tertanggal 9 Juli 2018 kepada empat orang anggota Polri. Penghargaan itu pertama diberikan kepada Brigjen (Pol) Teddy Minahasa yang berdinas di Propam Polri. Teddy diketahui adalah lulusan terbaik Lemhanas angkatan 2017. Kedua, Kombes Suhendri yang merupakan Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa Direktorat Pembinaan dan Pelatihan (Kakorbintarsis) Lemdiklat Polri. Ketiga kepada Ipda Setiawan Heri Karyadi yang bertugas di Intelijen Keamanan Polres Surabaya dan keempat kepada AKP Adarias Hisaje yang ditempatkan di Bapolresta Kepulauan Yapen Polda Papua. (ant)

Berdampak Buruk bagi Bali

Kebijakan Bebas Visa Perlu Dikaji Ulang PEMERINTAHAN Joko Widodo memiliki target ambisius dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yakni sebanyak 20 juta orang tahun 2019. Salah satu langkah Jokowi mewujudkan target tersebut adalah menerapkan kebijakan bebas visa bagi 167 negara. Namun, kebijakan yang ditetapkan tahun 2016 tersebut dinilai berdampak buruk bagi Bali yakni berkembangnya mass tourism. Munculnya kejahatan internasional, pekerja asing ilegal, sampai ancaman bahaya infiltrasi ideologi juga dipicu oleh kebijakan bebas visa. Pemerintah diminta segera mengkaji ulang kebijakan bebas visa, demi menjaga kualitas pariwisata dan juga keamanan Bali. Demikian disampaikan Ketua Bidang Kajian Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Institut Lembang Sembilan Drs. Dewa Rai Budiasa di selasela Talkshow Merah Putih di Bali TV, beberapa waktu lalu. Kata dia, kemudahan bagi

warga asing berkunjung ke Bali tidak selamanya berdampak baik. Memang wisatawan akan berbondongbondong mengunjungi Bali. Namun mereka yang datang bisa saja secara kualitas yang diukur dari jumlah uang dibelanjakan dan lama tinggal sangatlah kurang. Artinya daya beli wisatawan yang jumlahnya banyak tersebut sangat rendah. Sejumlah dampak negatif telah dirasakan pelaku pariwisata. ‘’Salah satu contoh adalah munculnya kasus di mana ada turis yang kabur begitu saja, tidak membayar setelah menginap di sebuah hotel,’’ kata Rai Budiasa. Menurutnya, mass tourism saat ini telah menjadikan pariwisata Bali pariwisata murahan. Ada semacam pola yang berkembang di dunia pariwisata, kata Rai Budiasa, yakni ketika sebuah destinasi wisata dipenuhi oleh wisatawan yang berkualitas rendah, maka wisatawan yang memiliki daya beli tinggi akan enggan berkunjung lagi. Pariwisata

Bali diingatkan akan bahaya yang terjadi jika wisatawan dari Cina terlalu membanjiri, karena wisatawan dari Eropa bisa saja tidak lagi akan menganggap Bali sebagai tujuan wisata favorit. ‘’Saya pikir, kebijakan bebas visa perlu ditinjau kembali atau setidak-tidaknya dilakukan verifikasi terhadap negara yang berpotensi sebagai penyumbang wisatawan berkualitas untuk diberikan bebas visa. Jadi tidak disamaratakan,’’ katanya. Ia juga mengatakan ada bahaya lain dari kebijakan bebas visa. Di antaranya sulit terdeteksinya wisatawan ke Bali yang menggunakan bebas visa wisatawan untuk bekerja secara ilegal di Bali. Termasuk juga ancaman berupa penyusupan ideologi, kejahatan narkoba, kejahatan perbankan dan kejahatan-kejahatan lainnya. ‘’Akhir-akhir ini sudah nampak kejahatan-kejahatan serupa dilakukan oleh orang asing di Bali,’’ tegas Rai Budiasa. (kmb14)

Diantar Petani, Nelayan, dan Masyarakat Adat

Manumudhita Mendaftar sebagai Calon DPD

PENDAFTARAN calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI Dapil Bali telah ditutup Rabu (11/7) kemarin pukul 24.00 Wita. Salah satu tokoh yang mendaftar kemarin adalah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung ini tiba sekitar pukul 15.00 Wita. Ia diantar puluhan petani, nelayan dan masyarakat adat yang mendukungnya. Para nelayan yang mengantar Manumudhita antara lain berasal dari Pengulon, Buleleng dan Tanjung Benoa, Badung. Sementara petani yang ikut mengantar datang dari Penebel, Tabanan. Unsur petani, nelayan dan masyarakat adat ini sesuai dengan konsep yang diusung Manumudhita dalam pencalonannya sebagai anggota DPD, yakni memperkuat lembaga tradisional Bali seperti subak, desa MENDAFTAR - KPU Provinsi Bali menerima pendaftaran Manumud- adat, dan bendega. ‘’Subak, desa adat, dan bendega sebagai kekuatan Bali hita sebagai calon anggota DPD-RI Dapil Bali.

untuk melanjutkan pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan juga religius,’’ ujarnya disela-sela pendaftaran. Manumudhita sebelumnya dikenal gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat Bali di pesisir. Saat masih menjadi Kepala Dinas Perikanan di tahun 1994, Kabupaten Badung bisa menerbitkan Perda No.18 Tahun 1994 tentang Bea Pangkal. Perda itu mampu melindungi tempat-tempat nelayan melaksanakan aktivitas. Tahun 2011, Manumudhita diminta menjadi Ketua HNSI Bali dan terus aktif mengadvokasi masyarakat pesisir. Hingga puncaknya pada 2017 lalu, ia berhasil mendorong legislatif di DPRD Bali untuk membahas dan menetapkan Perda tentang Bendega. Jika terpilih menjadi anggota DPD-RI, pengabdiannya akan diperluas untuk memperjuangkan hakhak masyarakat Bali. Hal. 15 Kesejahteraan Bali

Bali Post/dok

NGURAH RAI - Antrean wisatawan asing di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Ditutup Semalam, 22 Tokoh Daftar DPD Denpasar (Bali Post) Dari 23 bakal calon yang berhak mendaftar sebagai calon anggota DPD-RI, I Gde Putu Satwika Yadnya menyatakan mundur dari pencalonan. Dengan demikian, hanya 22 tokoh yang mendaftar sebagai calon anggota DPD-RI Dapil Bali sejak pendaftaran dibuka Senin (9/7) hingga Rabu (11/7) pukul 24.00 Wita kemarin. Mayoritas bakal calon mendaftarkan diri pada hari terakhir kemarin. Salah satunya adalah incumbent A.A. Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat. Uniknya, Cok Rat datang berjalan kaki ke KPU Bali bersama para pendukungnya diiringi Geguntangan. Bakal calon lainnya yang mendaftar kemarin adalah Ni Made Suastini, I Nyoman Sukrayasa, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, Ngurah Su-

giarta, I Nengah Manumudhita, Gusti Ngurah Harta, I Gusti Made Ngurah, H. Bambang Santoso, I Wayan Adnyana, Gede Lanang Darma Wiweka, Ida Bagus Ketut Purbanegara, dan Bagus Made Wirajaya. Sebelumnya, di hari pertama Senin (9/7) lalu, total ada lima pendaftar yakni A.A. Gde Agung, Arya Wedakarna, Gede Ngurah Ambara Putra, I Nengah Wiratha, dan Ketut Putra Ismaya Jaya. Sedangkan di hari kedua, Selasa (10/7), ada Ketut Suwardiana, Ni Made Ayu Sriwathi, Dewa Made Suamba Negara, dan Made Mangku Pastika. Komisioner KPU Bali Ni Wayan Widiastini mengatakan, bakal calon yang mendaftar sudah memenuhi dokumen syarat pendaftaran bakal calon. Dokumen ini memang harus ada dan memenuhi syarat. (kmb32)


DENPASAR

2

Kamis Pon, 12 Juli 2018

FIGUR Kisruh PPDB KISRUH Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya di tingkat SMA negeri di Bali setiap tahun terus terjadi. Penerapan sistem zonasi dianggap sebagai penyebab utamanya. Pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Rabu (11/7) kemarin mengungkapkan, kisruh PPDB yang kembali terjadi tahun ini menunjukkan adanya inkonsistensi antara ketentuan dan kenyataan. Masalah tidak akan muncul jika semua pihak konsisten dan tidak ada kecurigaan akan terjadinya pelanggaran atau permainan. Selain itu, kisruh sistem zonasi juga disebabkan tidak adanya penjelasan lengkap oleh petugas terkait sehingga menimbulkan mispersepsi. Apabila kisruh PPDB terus terulang setiap tahun ajaran baru, dipastikan akan dapat menurunkan kualitas dan daya saing generasi muda Bali. Hal tersebut tentu menjadi persoalan yang sangat serius. ‘’Kita akan bisa jadi pecundang dari daerah, bahkan negara lainnya jika persoalan ini tidak bisa dituntaskan,’’ kata pria yang berprofesi sebagai advokat ini. (win)

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Kamis, 12 Juli 2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Dramatari Wayang Wong Ramayana “ Hanoman Duta”: SMK Negeri 4 Bangli Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Seni Pertunjukan Barongan: Dinas Parwisata Kota Batu, Jawa Timur Pukul : 14.00 Wita. Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Tari dan Tabuh Tingkat Perguruan Tinggi Non Seni, Duta Kabupaten Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Gamelan Ciwa Nada: Sanggar Manika Santhi, K elurahan Tonja, Duta Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Tari dan Gamelan Inovatif:

Sanggar Seni Tripitaka, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Arja: Sanggar Bangsing Bhuwana Sari Bali, Br. Sayan Baleran Desa Werdi Bhuana Kecamatan Mengwi, Badung. Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra. Kegiatan : Parade Lagu Daerah Bali Anak-anak dan Remaja: 1. Sanggar Eka Mahardika, Duta KabupatenBadung 2. Group Band Gana Swara, Amlapura, Duta Kabupaten Karangasem 3. Sanggar Bali Hati, Desa Kramas, KecamatanBlahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar

Tak Mudah Menjiwai Karakter Topeng Denpasar (Bali Post) Parade Topeng Panca Klasik di ajang PKB ke-40 masih berlanjut di Kalangan Ratna Kanda Taman Budaya Bali, Rabu (11/7) kemarin. Sebelumnya, telah tampil Sanggar Seni Citta Wistara duta Karangasem, Sanggar Samgraha Budaya duta Buleleng, dan Sekaa Topeng Gurnita Kanti duta Denpasar. Sementara kemarin giliran Sekaa Shanti Werdi Gita. Penampilan Duta Kabupaten Tabanan ini menjadi menarik dengan kehadiran penari topeng termuda di sekaa tersebut. Dialah I Made Adi Wiguna, yang juga putra seniman I Wayan Juana Adi Saputra alias Dadong Rerod. Adi Wiguna yang berusia 18 tahun ini membawakan tiga tarian sekaligus yakni topeng Keras, topeng Tua dan topeng Arsawijaya. ‘’Kalau saya sudah tertarik dengan topeng dari dulu waktu awal belajar menari,’’ ujarnya yang mulai menari sejak TK ini. Topeng Jauk adalah tari topeng pertama yang dikuasainya. Baru kemudian mempelajari topeng Keras, topeng Tua, dan topeng lainnya. Adi mengaku lebih banyak berlatih mandiri, di samping dilatih langsung oleh sang ayah. Banyak kesulitan selama berlatih, terutama soal penjiwaan karena setiap penari topeng harus tahu bagaimana karakter masing-masing topeng. ‘’Misalkan topeng Keras, kerasnya agak manis atau keras banget. Seperti tadi, saya menjiwainya tidak terlalu keras tapi agak manis. Kalau topeng Tua, saya menjiwainya sedikit sulit karena umur saya masih muda,’’ kata mahasiswa ISI Denpasar ini. Ia juga harus mengendalikan setiap gerakan agar bisa merefleksikan seorang lelaki tua. Sebagai contoh, berjalan agak pelan dan ada semacam tekanan pada gerakan tertentu. Memperhatikan gerak-gerik orang tua saja tidak cukup. Sebab, tari topeng Tua juga memiliki pakem yang harus dipatuhi antara lain pedum karang, agem kanan, dan agem kiri. Menurut Adi, tari topeng memang lebih banyak dibawakan untuk yadnya di pura. Alasan inilah yang mendorongnya mau terus menekuni kesenian tradisional itu. ‘’Kalau menurut saya, lebih baik kita ke tradisi karena ini budaya kita. Kita harus melestarikannya. Boleh saja nari kontemporer tapi ini jangan dilupakan,’’ katanya. (kmb32)

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : Komite Sekolah Harus Transparan

Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

LOMBA - Suasana lomba defile jajaran Polda Bali dan TNI dalam memeriahkan apel Hari Bhayangkara ke-72.

Bali Post/rah

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-72

Ubah Mental Dilayani Jadi Melayani Denpasar (Bali Post) Polda Bali bersama jajarannya, didukung TNI dan instansi terkait menggelar apel memperingati Hari Bhayangkara ke-72 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Rabu (11/7) kemarin. Pada peringatan tahun ini, segenap anggota Polda Bali diingatkan agar mengubah mental yang awalnya ingin dilayani menjadi pelayan masyarakat. Pada apel tersebut, tiga anggota Polda Bali, di antaranya AKP Djoko Hariadi, Kasat Resnarkoba Polres Badung dianugerahi

tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan ini diberikan kepada anggota kepolisian karena dinilai berjasa besar, memiliki keberanian, kebijaksanaan dan kemampuan serta ketabahan melampaui panggilan kewajiban yang harus disumbangkannya. Selain itu tidak pernah cacat dalam tugasnya menjadi anggota Polri. Apel kali ini juga dimeriahkan lomba defile pasukan dan kendaraan operasional. Usai apel, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard

Golose menjelaskan, dalam amanatnya Presiden Joko Widodo mengakui dan memberikan apresiasi kepada kepolisian terutama karena mampu mengamankan pelaksanaan pilkada serentak 2018. Presiden juga menyampaikan, Indonesia masuk sepuluh negara teraman di dunia. Selain itu, kepolisian mendapatkan apresiasi dalam upaya pemberantasan dan penanggulangan terorisme. Ini merupakan prestasi luar biasa untuk di Bali. ‘’Semenjak saya menjadi Kapolda, sudah membuat satuan tugas

CTOC, di mana dari sepuluh (penindakan-red) kejahatan transnasional, itu sudah melaksanakannya,’’ ujarnya. Terkait peringatan Hari Bhayangkara tahun ini, Kapolda mengingatkan segenap anggotanya agar mengubah mental yang awalnya ingin dilayani, agar bisa menjadi pelayan masyarakat. Sesuai amanat Presiden, polisi harus menjadi Rastra Sewakottama yang artinya polisi sebagai abdi utama nusa dan bangsa. Selain itu, sesuai perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, anggota kepolisian harus lebih profesional, modern dan

terpercaya bagi masyarakat. ‘’Minimal kita sudah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ini dibuktikan hasil penelitian Universitas Indonesia dan Universitas Udayana, di mana kepuasan masyarakat Pulau Dewata terhadap kinerja Kepolisian Daerah Bali amat sangat dipercaya,’’ kata Golose. Kepercayaan tersebut disebabkan keseriusan Polda dalam mengungkap kejahatan dunia cyber crime tahun 2017 dan saat ini bekerja sama dengan negara lain yang masuk hingga dalam peradilan atau ekstradisi. (kmb36)

egis, seperti RS Wangaya senilai Rp 13 miliar, Diskes (Rp 20 miliar), Dinas PUPR (Rp 36 miliar) serta Disdikpora sebesar Rp 49 miliar. Silpa yang cukup tinggi ini sangat disayangkan, ketika masih ada yang harus bisa digarap. Misalnya saja, sejumlah jalan di LC belum ditangani dengan baik. Demikian pula keberadaan sekolah banyak yang perlu diperbaiki, bisa memanfaatkan dana yang ada. ‘’Kasihan dana yang ada cukup banyak, namun kondisi infrastruktur perlu perbaikan,’’ katanya. Terhadap sorotan ini, Asis-

ten III Setda Kota Denpasar Edy Mulya mengaku sepakat dengan apa yang menjadi koreksi pihak Banggar. Untuk itu, pihaknya akan lebih meningkatkan manajemen perencanaan serta meningkatkan kualitas SDM secara menyeluruh. Selain itu, tingginya silpa tahun anggaran 2017 tidak terlepas dari adanya efisiensi serta memperhatikan efektivitas. (kmb12)

Banggar Soroti Silpa di Sejumlah OPD

Denpasar (Bali Post) –

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2017 yang terjadi di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) disoroti Badan Anggaran (Banggar) DPRD Denpasar. Terlebih, OPD yang memiliki silpa tinggi tersebut masih memiliki potensi yang belum digarap maksimal. Karena itu, ke depan diharapkan mulai dari perencanaan hingga realisasi benar-benar dilakukan dengan baik. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja Banggar dengan Tim Anggaran Pemkot Denpasar, Rabu (11/7) kemarin, di ruang sidang utama DPRD setempat. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Wayan Mariayana Mandira didampingi Asisten III Edy Mulya tersebut membahas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017. Salah satu anggota Banggar A.A. Susruta Ngurah Putra menyampaikan apre-

siasi terhadap kinerja Pemkot Denpasar dalam mengelola keuangan daerah. Terlebih, dengan menerapkan sistem akuntansi pemerintah dan berpedoman pada Permendagri No. 13 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemkot Denpasar telah berhasil meraih opini WTP sebanyak enam kali

berturut-turut. Meski demikian, masih ada yang perlu mendapat perhatian semua pihak, terutama masalah silpa yang cukup tinggi. Secara keseluruhan, silpa 2017 mencapai Rp 325,45 miliar lebih. Ironisnya, kata Susruta, silpa justru terjadi pada OPD yang cukup strat-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Kamar Mesin Penuh Air, Olah TKP Ditunda

Bali Post/025

MPLS - Kepala SMPN 7 Denpasar Titik Wahyani bersama Agung Wiratama dan siswa memegang tabloid ‘‘Wiyata Mandala’’ sebagai materi MPLS di SMPN 7 Denpasar.

’’Wiyata Mandala’’ Jadi Literatur MPLS SMPN 7 Denpasar Denpasar ( Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 7 Denpasar berjalan semarak namun penuh literasi. Sekolah memberi penekanan pada MPLS dengan muatan meningkatkan minat baca di kalangan siswa. Kepala SMPN 7 Denpasar Dra. Titik Wahyani, M.M., Rabu (11/7) kemarin mengungkapkan, 234 siswa yang mengikuti MPLS, wajib membaca koran, buku dan sumber bacaan lainnya di kelas. Tabloid Wiyata Mandala, Bali Post, dan Denpost dijadikan acuan sumber bacaan. Para guru di kelas memantau mereka untuk membaca cepat, membedakan puisi dengan cerpen serta karya tulis lainnya. Setelah 15 menit literasi, barulah siswa diajak mengikuti materi MPLS di aula. Kasek Titik Wahyani mengungkapkan, MPLS tahun ini menjadi ajang meningkat-

kan minat baca siswa. Minat baca ini penting dijaga agar anak-anak tak malas belajar. Bahkan, orang pintar karena duluan dan banyak membaca sumber bacaan. Makanya selama MPLS berlangsung HP siswa ditahan sekolah. Kedua, orangtua siswa dilarang menunggu anaknya sampai MPLS berakhir. Siswa diajarkan kemandiriannya dalam segala hal. Mandiri membersihkan kelas, menyiapkan buku pelajaran dan tak boleh manja dengan menyuruh orangtua menunggu di sekolah. Di sela-sela MPLS, siswa diajak olahraga riang gembira agar mereka senang dan nyaman di sekolah. Soal prestasi, Titik Wahyani didampingi Wakasek, Dra. Ni Nyoman Suci, M.Pd., Made Asmara, S.Pd, Drs. I Wayan Widastra, M.Pd.H. mengatakan, anak-anak SMPN 7 Denpasar menembus ranking 7 terbaik di Bali dalam perolehan nilai

rata-rata UN 2018 serta rutin menggelar gebyar budaya. Gebyar budaya ini menjadi tradisi sejak delapan tahun dia memimpin sekolah ini. Dia mendukung sepenuhnya program pengurus OSIS karena agenda ini mampu mengangkat citra positif sekolah serta didukung orangtua siswa. Kabid Pembinaan SMP Disdipora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag., saat meninjau MPLS di sekolah ini sangat mendukung program literasi SMPN 7 Denpasar yang menggugah minat baca anak muda. Program ini sangat unik dan memanfaatkan koran Bali Post dan Wiyata Mandala sebagai media pembelajaran. Makanya sangat tepat sekolah ini membuat pojok baca di tiap kelas. Sebab guru saat ini bukan lagi satu-satunya menjadi sumber belajar dan sumber informasi bagi siswa. (025)

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar, Rabu (11/7) kemarin, rencananya melakukan olah TKP di kamar mesin Kapal KM Cilacap Jaya Karya di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Namun akibat kamar mesin kapal dipenuhi air, olah TKP terpaksa ditunda. ‘’Rencananya hari ini (kemarin - red) kami melakukan pemeriksaan di kamar mesin. Karena penuh air, ya… harus disedot dulu,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan. Menurut Kompol Arta, proses penyedotan air memakan waktu lama. Padahal pihaknya ingin secepatnya melakukan olah TKP di kamar mesin tersebut. ‘’Kami masih menunggu sampai kering,’’ tegasnya. Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, saat

ini labfor masih melakukan pemerikaan. ‘’Seperti saya sampaikan saat di TKP, kita akan melakukan ini (pemeriksaan labfor - red). Nanti akan saya sampaikan hasilnya,’’ ujarnya. Terkait pemeriksaan saksi yang merupakan salah satu alat bukti, dia menegaskan, hal itu tetap harus didukung dengan keterangan ahli. Sebab, sesuai ketentuan hukum acara pidana, minimal ada dua alat bukti yang sah. Keterangan ahli dikeluarkan dengan surat oleh labfor berdasarkan pemeriksaan signifikan di TKP. Sebelumnya, banyaknya kapal ikan nyandar di Pelabuhan Benoa bukan tanpa sebab. Faktor utamanya adalah lama keluarnya (Surat Izin Penangkapan Ikan) dari Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Akibatnya, banyak kapal di Pelabuhan Benoa tidak bisa berlayar. (kmb36)

Bali Post/rah

TKP - Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta (tengah) mendatangi TKP, Rabu (11/7) kemarin.


BADUNG

Kamis Pon, 12 Juli 2018

3

Bandara Ngurah Rai akan Dipasangi Gerbang Imigrasi Otomatis Mangupura (Bali Post) -

Berkaitan dengan pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting yang akan digelar di Nusa Dua, Oktober mendatang, berbagai persiapan terus digenjot. Jumlah delegasi yang akan hadir diperkirakan mencapai 15.000 orang. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian khusus dalam hal pengurusan keimigrasian. Dengan banyaknya delegasi yang akan ke Bali, pihak Imigrasi terutama Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai diharapkan bisa merespons dari sejak kedatangan mereka di Bandara Ngurah Rai. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Bali

Maryoto Sumadi MS di sela-sela sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) Next Generation, Selasa (10/7). Sebagai bentuk kesiapan dalam menyambut pelaksanaan IMF ini, kata Maryoto Sumadi, pihaknya sudah membentuk tim dan bekerja

sama dengan pihak Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai. Dalam hal ini pihaknya akan melakukan pemasangan autogate atau gerbang imigrasi otomatis di kawasan Bandara Ngurah Rai. Dengan autogate ini, diharapkan saat tiba di Bandara Ngurah Rai, para delegasi tidak

Siswa Baru Ikuti MPLS, Seragam Gratis Masih Proses

Mangupura (Bali Post) – Siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dinyatakan lulus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, pemberian seragam gratis yang dicanangkan Pemkab Badung masih berproses. Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Made Mandi mengatakan, pemberian seragam gratis untuk SD dan SMP negeri se-Kabupaten Badung ini masih menunggu data final jumlah siswa di masing-masing sekolah. ‘’Tahun ini kembali kami berikan seragam gratis. Namun, saat ini masih menunggu data final jumlah siswa di masing-masing sekolah,’’ ujar Mandi, Rabu (11/7) kemarin. Menurut Mandi, perhatian Pemkab Badung terhadap dunia pendidikan sangat besar. Salah satunya pemberian dana personel yaitu melalui pemberian pakaian seragam gratis untuk siswa kelas I SD negeri dan siswa kelas VII SMP negeri se-Kabupaten Badung. ‘’Seragam yang diberikan untuk siswa SMP negeri, yakni seragam putih biru, pekaian endek, pakaian pramuka, pakaian olahraga, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang serta tas,’’ terangnya. Sementara itu, siswa SD negeri

mendapat seragam merah putih, endek, olahraga, pramuka, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang dan tas. Total pagu anggaran untuk semua pengadaan pakaian gratis ini yakni untuk SMP negeri digelontor anggaran Rp 13.586.001.000 dan untuk anggaran pakaian SD negeri Rp 11.521.943.400. ‘’Kami menunggu jumlah final siswa dari masing-masing sekolah, berapa jumlah laki-laki dan perempuan. Karena sekarang masih dalam pelaksanaan PLS. Kemungkinan jumlah siswa bertambah,’’ ujarnya. Selain itu, para siswa juga diberikan ongkos jahit pakaian. Sebab, selain pakaian olahraga, siswa diberikan berupa kain. Kemudian mereka diberikan ongkos untuk menjahit pakaian sesuai dengan ukurannya. Biaya yang diberikan untuk ongkos jahit yakni per satu stel Rp 100 ribu. Sementara masing-masing siswa mendapat tiga stel pakaian berupa kain, sehingga per siswa mendapat ongkos jahit Rp 300 ribu untuk tiga stel pakaian. ‘’Sesungguhnya pengadaan sudah dilakukan. Jadwal sudah berlangsung, tapi masih ada waktu dari pelaksanaan. Namun, ongkos jahit pakaian tidak serta-merta diberikan bersamaan. Karena ini juga sesuai aturan, yakni harus ada daftar penerima yang bersangkutan dan baru kita berikan,’’ tegasnya. (kmb27)

KISRUH Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 berbuntut pada rencana membangun sekolah baru. Saat ini bahkan telah disepakati pembangunan dua Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) baru di Kabupaten Badung pada tahun 2019 mendatang. Selain itu, direncanakan pula pembangunan SMA baru di Kota Denpasar. ‘’Opsi menambah sekolah kan memang kebutuhannya di perkotaan. Di Denpasar dan Badung memang harus dibangun sekolah baru,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta seusai mengikuti rapat bersama Dinas Pendidikan dan kepala SMA/SMK negeri di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (11/7) kemarin. Parta mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah menyiapkan anggaran untuk membangun gedung sekolah baru di Mumbul dan Sedang. Sementara Denpasar masih menunggu giliran. Pihaknya segera akan menyampaikan usulan pembangunan sekolah baru tersebut kepada gubernur terpilih. ‘’Kami rencananya akan sampaikan hal itu kepada gubernur baru agar membangun sekolah baru di Tohpati, yang dulu kita usulkan jadi SLB. Lahannya itu kan sangat luas, bisa kita bangun untuk SMAN 9 di Denpasar,’’ jelas Politisi PDI-P ini. Terkait PPDB, Parta mengingatkan calon siswa baru yang sudah diterima di SMA/ SMK negeri dan swasta untuk tidak lagi ikut mendaftar di PPDB tahap kedua.

Sekaa Gong Dharma Laksana Duta Badung Tampil Memukau

BERSAMA - Bupati Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster foto bersama dengan Sekaa Gong Dharma Laksana, Banjar Peken, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. diciptakan oleh I Ketut Marya. Para penari spontan menari diiringi gamelan kebyar. Sebagai penata tari A.A. Gede Agung Rahma Putra, pembina tabuh I Wayan Widia, I Wayan Pradnya Pitala dan I Kadek Loking Arsana. Penampilan ketiga dari Sekaa Gong Dharma Laksana membawakan tari kreasi ‘’Giri Jaya Wisesa’’. Garapan ini terinspirasi dari seorang pemimpin yang melaksanakan program pemerintahan, dengan menerjemahkan lima sifat yang tercermin dalam tokoh pewayangan yaitu Panca Pandawa. Garapan tari kreasi ini disusun apik tanpa meninggalkan pakem-pakem tradisi. Penata tari Ida Bagus Yudistira dan I Made Nova Antara. Penata Tabuh I Wayan Widia, penata gerong Desak Made Suartilaksmi dan ide garapan Listibiya Kabupaten Badung. Penampilan pamungkas dengan Sendratari ‘’Gugurnya Senopati Salya’’.

pada September mendatang. Untuk autogate ini, kata Maryoto Sumadi, nantinya akan dipasang sebanyak lima unit di Kedatangan Internasional dan 10 unit untuk di Keberangkatan Internasional. Selain itu, juga akan dilakukan penambahan peralatan komputer untuk konter yang manual. Sementara untuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan memberikan pelayanan di bandara, pihak Imigrasi sudah menyiapkan pegawai

Bali Post/kmb23

baru sebanyak 150 orang. ‘’Dari sisi jumlah SDM, kita tidak masalah. Saat ini tinggal menambah perangkat infrastrukturnya. Kita juga sudah minta Kakanim untuk berkoordinasi terus dengan pihak AP I,’’ tegasnya. Dengan penambahan autogate ini, Maryoto Sumadi berharap pengurusan keimigrasian di bandara bisa lebih cepat. Dari satu autogate, diharapka bisa melakukan pelayanan secepatnya sehingga tidak terjadi antrean. (kmb23)

DPRD dan Disdik Bali Sepakati Bangun Dua SMAN Baru di Badung

Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XL-2018

SEKAA Gong Dharma Laksana, Banjar Peken, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan sebagai duta Kabupaten Badung pada Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) XL tahun 2018, Selasa (10/7) malam, tampil sangat memukau. Setiap tabuh, tarian maupun fragmentari yang dibawakan selalu mendapat sambutan yang meriah dari ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar. Penampilan duta Badung ini mendapat support khusus dengan hadirnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Sekda I Wayan Adi Arnawa, masingmasing bersama istri. Hadir pula Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster bersama istri. Penampilan duta Kabupaten Badung mabarung dengan Sanggar Seni Manik Uttara Singaraja, duta Kabupaten Buleleng. Penampilan pertama, Sekaa Gong Dharma Laksana membawakan Tabuh Pat Lelambatan ‘’Janggana Layang’’. Tabuh ini terinspirasi dari layangan Janggan yang telah diketahui oleh semua lapisan masyarakat Bali serta bagan dari terciptanya sebuah komposisi Tabuh Pat. Sebagai penata tabuh I Wayan Widia dan I Kadek Loking Arsana, penata gerak I Wayan Pradnya Pitala. Suguhan kedua, ditampilkan tari Kebyar Terompong yakni sebuah tarian yang memadukan unsur gerak tari dan permainan gamelan. Tarian yang tergolong tari tradisi ini

harus mengantre untuk mengurus keimigrasian. ‘’Selain autogate, kami juga akan menyiapkan konter khusus bagi delegasi dan anggotanya. Dengan begitu, mereka bisa diberikan pelayanan khusus, sehingga tidak ikut berbaur dengan penumpang lain,’’ ujarnya. Menurut Maryoto Sumadi, seluruh peralatan elektronik untuk autogate itu sudah tiba. Diperkirakan Agustus mendatang sudah dilakukan pemasangan dan diharapkan sudah bisa diujicobakan

Sendratari ini menceritakan ksatria yang bertempur dengan hati mendua akan mudah dihancurkan musuh. Prabhu Salya yang raganya dikuasai Korawa, walaupun hatinya ada pada Pandawa, dia berperang membela Korawa yang selama ini telah memberikan kedudukan dan kemuliaan. Namun, Salya tak rela melihat kehancuran Pandawa yang sebagian adalah darah dagingnya sendiri. Berperang dengan hati mendua, Raja Madra yang semula bernama Nara Kesuma dan memiliki kesaktian Chandrabirawa ini, akhirnya gugur di tangan Yudistira yang dimasuki arwah Detya Kala Darma yang menuntut balas atas kematiannya oleh perbuatan Salya. Sebagai penata tari I Ketut Gede Narmada dan I Gede Parwata, penata tabuh I Wayan Widia, I Wayan Pradnya Pitala dan I Kadek Loking Arsana, serta penata gerong Desak Made Suartilaksmi. (ad618)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, penambahan rombongan belajar (rombel) di beberapa sekolah untuk menampung siswa yang tercecer masih dalam batas toleransi. Yakni, tidak melebihi 12 rombel seperti ketentuan dalam Permendikbud. Khusus untuk di Badung, memang butuh solusi berupa penambahan sekolah baru. Di tengah padatnya konsentrasi penduduk di Badung, permasalahan keterbatasan jumlah sekolah ini telah mencuat sejak tiga tahun lalu. Sementara di Denpasar, beberapa sekolah negeri telah berbagi agar jumlah siswa di setiap rombel tidak melebihi 36 orang. ‘’Kaitannya dengan swasta, kita sudah bentengi kalau ada anak yang bersekolah di negeri ternyata sudah terdaftar di swasta, siswa yang bersangkutan sudah menandatangani surat dan otomatis gugur,’’ ujarnya. Ia meminta sekolah swasta agar mau menerima kembali siswa yang sempat ingin pindah ke negeri. Mengingat sistem yang berbeda antara negeri dan swasta, pihak sekolah agar berinisiatif untuk melakukan pengecekan. Seperti salah satu sekolah negeri di Kuta meminta nama-nama siswa yang sudah diterima di sekolah swasta. Dengan begitu, sekolah tersebut bisa lebih mudah menggugurkan pendaftar yang sudah diterima di sekolah swasta. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali

Umar Ibnu Alkhatab juga mengaku akan mengambil sampel nama-nama siswa yang terdaftar di sekolah swasta, di samping meminta sekolah swasta turut aktif menyampaikan ke Ombudsman atau Dinas Pendidikan. Penambahan rombel di beberapa sekolah tentu berdampak pada ketersediaan ruang kelas. Sebab, ada beberapa sekolah yang akhirnya memanfaatkan laboratorium sebagai kelas. Hal ini diharapkan tidak mengurangi kualitas proses belajar mengajar. ‘’Jangan sampai karena kelasnya di laboratorium jadi malas-malasan. Standar harus dijaga karena sifatnya kan sesaat. Kalau sudah ada anggaran, ada ruangan baru tentu lebih bagus lagi,’’ ujarnya. Mengenai rencana pembangunan sekolah baru di Badung, Umar Ibnu Alkhatab mengaku setuju. Namun untuk di Denpasar, perlu dilihat lagi apakah hanya perlu menambah rombel sebelum memikirkan sekolah baru. Peran sekolah swasta juga jangan dikesampingkan. Kendati begitu, sekolah swasta tetap harus berpegang pada aturan main. Salah satunya, tidak menerima siswa lebih dari 12 rombel. ‘’Kita berharap sekolah swasta meningkatkan kualitas supaya bisa menampung siswa yang tercecer. Selain BOS, Pemprov ke depan perlu memikirkan insentif pada swasta agar bisa meningkatkan kualitasnya. Seperti meningkatkan kualitas guru, menambah jumlah guru dan sarana laboratorium,’’ tegasnya. (rin)

2019, Optimis Pendapatan Badung Capai Rp 10 Triliun Bupati Giri Prasta Beri Penjelasan terhadap Sembilan Ranperda

BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta, Rabu (11/7) kemarin memberikan penjelasan terhadap sembilan rancangan peraturan daerah (ranperda) di hadapan rapat paripurna DPRD Badung yang dipimpin Ketua DPRD Putu Parwata didampingi dua wakilnya, Nyoman Karyana dan Made Sunarta. Kesembilan ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksnaaan APBD Tahun 2017, Ranperda Kebijakan Umum Perubahan APBD Badung 2018, Ranperda Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD 2018, serta Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2017 tentang APBD Badung 2018. Lima ranperda lainnya berupa Rancangan Kebijakan Umum APBD Badung 2019, Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Badung 2019, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2005 tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Mangu Giri Sedana, serta Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 22 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Satu lagi, Bupati Badung juga memberikan pemandangan umum terhadap Ranperda inisiatif DPRD tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Selain Bupati Giri Prasta, rapat paripurna tersebut juga dihadiri Wabup Ketut Suiasa, Sekkab Badung Wayan Adi Arnawa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Badung. Acara juga dihadiri direksi perusahaan daerah serta segenap anggota DPRD Badung.

Usai memberikan paparan di hadapan rapat paripurna, Bupati Giri Prasta menyatakan sangat optimis pendapatan yang dirancang Rp 10 triliun lebih dapat tercapai. ‘’Kami optimis pendapatan daerah Rp 10 triliun pada 2019 bisa tercapai,’’ tegasnya didampingi Wabup Ketut Suiasa. Menurut Bupati Giri Prasta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan asumsi, sementara program merupakan komitmen. Karena itu, pihaknya di Badung melakukan kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Untuk memenuhi target yang telah ditetapkan, ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini, pihaknya betulbetul melakukan langkah inovasi terhadap potensi Pajak Hotel dan Restoran (PHR). ‘’Kami tak hanya menerapkan self asessment, tetapi berusaha mengoptimalkan titipan wisatawan, selanjutnya masuk APBD dan digunakan untuk meningkatkan kebahagiaan krama Badung,’’ tegasnya. Dengan pendapatan yang tinggi ini, tegasnya, Pemkab Badung akan mampu meringankan pribadi krama Badung. Misalnya di sektor pendidikan, kesehatan, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain beban pribadi krama, ujar Bupati Giri Prasta, Pemkab Badung juga berusaha meringankan tugas-tugas komunal krama Badung. Dia mencontohkan peson-peson, iuran pembangunan pura, wantilan atau yang lainnya, biaya upacara dan upakara. ‘’Ini harus kami tuntaskan sehingga krama tak lagi harus mengeluarkan biaya untuk kepentingan

MENYERAHKAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan ranperda kepada Ketua DPRD Putu Parwata seusai sidang paripurna, Rabu (11/7) kemarin. pribadi maupun komunal,’’ katanya. Karena dana-dananya dikelola masyarakat, dia menegaskan, perekonomian di masyarakat pun akan menggeliat. ‘’Setelah perekonomian meningkat, kami berupaya menolkan angka kemiskinan,’’ katanya. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga menanggapi soal riak-riak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Banyak calon siswa yang tidak tertampung khususnya di SMA/SMK negeri karena kewenangannya kini ada di provinsi. Saat ini pihaknya melakukan diskresi. Sesuai Permendiknas, kewenangan SMA dan SMK ada di provinsi. Namun berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 ada program wajib belajar (wajar) 12 tahun. Menurut Bupati Giri Prasta, tiap orang atau lembaga tak mungkin mampu menyelesaikan semua masalah. Namun, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Karena itu, Pemkab Badung sudah

melaksanakan detail engineering design (DED) untuk pembangunan dua gedung SMA. Pembangunan akan dilakukan secara multiyears yakni satu di Abiansemal dan satu SMA di Kuta Selatan. Setelah selesai dan dilengkapi dengan mebelair, gedung SMA ini akan dihibahkan ke provinsi untuk selanjutnya menampung calon siswa baru khususnya di Badung. Tak hanya itu, Pemkab Badung juga menyiapkan beasiswa S-1 dan S-2 di dalam negeri. Yang lebih fantastis, Pemkab Badung memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Saat ini Pemkab Badung sudah merekrut 20 calon mahasiswa untuk kuliah di luar negeri. Setiap mahasiswa dibiayai atau mendapat beasiswa Rp 500 juta sampai Rp 1,9 miliar per tahun. Setelah tamat, mahasiswa tersebut diwajibkan untuk membangun Badung. ‘’Ini semua demi kesejahteraan Badung,’’ katanya. (ad619)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Dewan Badung Jelaskan Ranperda Inisiatif tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan PENDIDIKAN adalah permasalahan besar yang menyangkut nasib dan masa depan bangsa dan negara. Karena itu, tuntutan reformasi bidang politik, ekonomi, sosial dan HAM tidak akan membuahkan hasil yang baik tanpa pembenahan dalam sistem pendidikan. Demikian disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Nyoman Oka Widyanta dalam memberikan penjelasan terhadap Ranperda (Inisiatif) tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan pada Rapat Paripurna DPRD Badung, Rabu (11/7) kemarin. Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi wakilnya, I Made Sunarta dan I Nyoman Karyana. Hadir Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa. Lebih lanjut Oka Widyanta menjelaskan, pendidikan saat ini lebih cenderung menghasilkan orang-orang pandai dan cerdas. ‘’Tetapi kurang pandai dan cerdas dalam perasaan,’’ katanya. Oleh karena itu, menurut Ketua Bapenperda DPRD Badung ini, terjadilah hal-hal yang kerap kali menyimpang seperti tawuran antarsesama pelajar, tanpa melihat lebih mendalam tentang proses yang terjadi di dalamnya. ‘’Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sebagai proses tentu harus ada yang dilalui. Penilaian pendidikan tidak hanya dilihat

PENJELASAN - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Nyoman Oka Widyanta memberikan penjelasan terhadap Ranperda (Inisiatif) tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan pada Rapat Paripurna DPRD Badung. dari ranah kognitif saja, tapi penting melihatnya dari ranah afektif dan psikomotor,’’ jelas Oka Widyanta. Pembuatan ranperda inisiatif tersebut sesuai dengan Propemperda yang telah dituangkan dalam Keputusan DPRD Badung Nomor 51/2017 serta telah dituangkan dalam Kesepakatan Bersama Nomor 4.429/2017 dan Nomor 06/2017 tentang Program Pembentukan Perda Badung. Juga sesuai Undang-undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara itu, Bupati Nyoman Giri Prasta mengatakan, sesuai Pasal 12 ayat (1) huruf a UU 23/2014, pendidikan adalah urusan pemerintah wajib yang berkaitan

dengan pelayanan dasar. ‘’Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Badung memandang perlu menetapkan peraturan daerah tentang pendidikan sebagai komitmen untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat Badung,’’ ujarnya. Menurut Giri Prasta, perlu dilakukan penyesuaian terhadap Perda No.5 Tahun 2008 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, karena tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Bupati Badung menyetujui ranperda tersebut menjadi perda. ‘’Dapat menyetujui untuk ditetapkan menjadi perda dalam masa persidangan ini,’’ tegas Bupati Giri Prasta. (ad616)

Kamis Pon, 12 Juli 2018

PT Harini Gema Samudera Ajak Siswa SMKN 2 Negara Kunjungi Kapal Ikan Shofuku Maru 18

PT Harini Gema Samudera sebagai agen penyalur tenaga kerja di kapal-kapal ikan, kembali mengundang siswa SMKN 2 Negara untuk mengunjungi kapal ikan dari Jepang, Shofuku Maru 18, Rabu (11/7) kemarin. Sebanyak 24 siswa dari jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) ini mendapatkan kesempatan belajar tentang kapal ikan asal Jepang. Bertempat di Pelabuhan Benoa, mereka belajar tentang alat-alat yang ada di kapal longline tuna dengan panjang 60 meter dan berat lebih dari 120 ton. Menurut Maekawa Wataru, selaku Fishing Master dari kapal Shofuku Maru 18, pihaknya senang sekali melihat para peserta yang sangat antusias. Mereka begitu serius dapat melihat seluruh kapal. Dari seluruh siswa yang datang, pihaknya berharap ada yang berminat bekerja di kapal tersebut. Kunjungan oleh siswa ini, kata Maekawa, bertujuan meningkatkan hubungan persahabatan antara Indoneaia dan Jepang. Sebelumnya, program serupa sudah dilaksanakan. ‘’Ini sebagai program pembinaan generasi muda agar tahu sistem kerja di kapal ikan,’’ katanya. Dijelaskannya, sebelumnya kapal ini berangkat dari Jepang dan bersandar di Pelabuhan Benoa. Zona operasinya di sekitar lautan Jawa, Samudera Hindia Selatan, hingga kawasan Australia untuk mencari bluefin tuna dan mebachi tuna. ‘’Kapal ini sekitar tujuh bulan berlayar dan akan kembali ke pelabuhan Jepang,’’ ujarnya. Dipaparkannya, awak kapal

KUNJUNGAN - Puluhan siswa SMKN 2 Negara bersama guru dan kru kapal ikan dari Jepang, Shofuku Maru 18, berfoto bersama usai melakukan kunjungan. ini terdiri atas awak Jepang dan bekal mereka saat terjun di dunia Indonesia. Dari 25 ABK, 17 orang kerja,’’ ujarnya. di antaranya orang Indonesia. MeSelama ini sudah ratusan bahkan lalui kunjungan ini, diharapkan ribuan kapal Jepang yang datang ke siswa SMKN 2 Negara nantinya Pelabuhan Benoa. Namun, kapal bisa mengetahui siapa saja yang Shofuku Maru 18 satu-satunya bekerja di dalam kapal, seperti di yang memperkenalkan kepada anak bagian mesin, dapur dan nakhoda. bangsa terkait apa saja yang ada ‘’Anak-anak ini mesti paham. Kami di kapal. ‘’Oleh karenanya, kami berharap nantinya anak-anak Indo- sangat berterima kasih pada owner nesia juga gigih dalam hal nelayan, kapal Jepang ini,’’ pungkasnya. karena potensinya sangat besar,’’ Dikatakannya, kebutuhan unucap Maekawa. tuk kru kapal ikan masih cukup Perwakilan dari PT Harini Gema banyak. Bahkan, di Jepang saat Samudera, Fey Yahya, menam- ini masih memerlukan tenaga kerja bahkan melalui kunjungan ini, dari Indonesia. Jumlah kebutuhan pihaknya berharap bisa menambah kru untuk kapal ikan dalam satu pengetahuan siswa kelas XI SMKN tahun bisa mencapai seribu lebih. 2 Negara. ‘’Kebetulan kunjungan ‘’Kita berharap ini bisa menjadi ini dilakukan di atas kapal ikan peluang bagi generasi muda yang Jepang. Memang tujuan kita me- akan mencari pekerjaan,’’ tandas nambah wawasan siswa, sebagai Fey Yahya. (ad620)

Serah Terima Izin Kemenristekdikti Akademi Kesehatan Bintang Persada SMP PGRI 1 Denpasar Rekrut 415 Siswa Baru

PENANTIAN panjang Yayasan Bintang Persada berbuah manis dengan diterbitkannya SK Kemenristekdikti Nomor 461/KPT/I/2018 tentang Izin Pendirian Akademi Kesehatan Bintang Persada oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. ‘’Selamat bertugas dan sukses untuk Akademi Kesehatan Bintang Persada,’’ ungkap Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. Drs. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam acara penyerahan SK secara resmi kepada Ketua Yayasan Bintang Persada. Akademi Kesehatan Bintang Persada membuka Prodi Diploma 3 Farmasi dengan kompetensi unggulan di bidang farmasi (obat kimia), pelayanan jaminan kesehatan dan obat herbal, serta satu-satunya di bidang pelayanan kecantikan dan kosmetik (beauty care). Peluang kerja lulusan D-3 Farmasi sangat luas yaitu di rumah sakit, puskesmas, apotek, toko obat, BPOM, industri obat herbal dan kosmetik, spa dan beauty clinic, laboratorium kesehatan serta distributor alat kesehatan sebagai medical representative. Berlokasi di Jalan Gatot Subroto Barat No.466A, Denpasar, Akademi Kesehatan Bintang Persada memiliki gedung sendiri dengan sarana-prasarana lengkap. Penyelenggaraan pendidikan didukung penuh oleh Yayasan Bintang Persada yang telah menaungi pendidikan dasar dan menengah (PG, TK, SD, SMP dan SMK) sejak tahun 2004 serta

MPLS Perkuat Pendidikan Karakter

SK - Penyerahan SK Kemenristekdikti oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa (kiri) kepada Ketua Yayasan Bintang Persada I Gusti Made Aryasa Susantia didampingi Direktur Akademi Kesehatan Bintang Persada Ni L. Gd. Mona Monika. sudah berkembang di Tabanan dan di Denpasar. Dukungan pendanaan dan tenaga pendidik/ dosen lulusan terbaik perguruan tinggi dalam negeri yang sudah tidak perlu diragukan lagi. ‘’Bersama dengan Dosen Senior Farmasi Universitas Udayana Dr.rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.Apt. sebagai konsultan Akademi Kesehatan Bintang Persada, harapan kami dua tahun lagi Prodi D-3 Farmasi sudah terakreditasi minimal dengan nilai B,’’ ujar Dasi Astawa. Pendaftaran mahasiswa baru Prodi Diploma D-3 Farmasi dibuka untuk kelas reguler dan karyawan dengan biaya paling

murah dan terjangkau. Untuk calon mahasiswa yang terkendala dana, tersedia beasiswa hingga 25% dari total mahasiswa. Pendaftaran Gelombang I dimulai 3 Juli 2018 sampai kuota terpenuhi. ‘’Khusus untuk penerimaan gelombang I, kami memberikan spesial harga yang sangat murah dan berbagai keringanan lainnya. Kami harapkan calon mahasiswa tidak menyianyiakan kesempatan ini,’’ papar Ketua Yayasan Bintang Persada I Gusti Made Aryasa Susantia, S.P. didampingi Direktur Akademi Kesehatan Bintang Persada Ni L. Gd. Mona Monika, M.Sc. (ad597)

SMP Sapta Andika Tampil Luar Biasa, Terima 420 Siswa Disdikpora Menyebut Sekolah Berkualitas

DI KAWASAN Monang-Maning masyarakat mengenal adanya sekolah kembar yakni SMPN 7 Denpasar dan adiknya, SMP Sapta Andika. Sekolah ini tiap tahun tampil luar biasa. Pada PPDB 2018, SMP Sapta Andika menerima 420 siswa baru. Para siswa baru sejak Senin (9/7) lalu menjalani MPLS. Pelaksanaan MPLS, Rabu (11/7) kemarin dipantau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. dan Pembina SMP Sapta Andika yang juga Kepala SMPN 7 Denpasar Dra. Titik Wahyani. Kepala SMP Sapta Andika Drs. I Wayan Sutarjana menjelaskan, pihaknya banyak menolak calon siswa baru karena keterbatasan ruang belajar maksimal untuk 11 kelas. Mereka yang dipilih ini adalah hasil seleksi dari 760 lebih pelamar. Untuk itu, dia minta maaf tidak bisa menampung semua animo masyarakat. Sekolah ini dikejar masyarakat karena mutu dan 90 persen SDM gurunya dari SMPN 7 Denpasar. Hal ini dibenarkan Dra. Titik Wahyani bahwa semua wakasek di SMPN 7 Denpasar menjadi pembina di SMP Sapta Andika. Kedua belah pihak diuntungkan untuk membantu menyiapkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Ketua Yayasan Sapta Andika Wayan Sariada mengacungkan jempol atas kepemimpinan Wayan Sutarjana yang sukses mengantarkan sekolah ini sebagai sekolah favorit dalam waktu singkat. Kali

SAPTA ANDIKA - Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Kasek Wayan Sutarjana berfoto bersama dengan siswa baru di MPLS SMP Sapta Andika. ini yayasan sudah mampu membeli dan membangun gedung baru di selatan sekolah pusat. Wayan Sutarjana menambahkan, MPLS di sekolah ini penuh dengan muatan pendidikan karakter. Yang utama adalah siswa diajak mengenal lingkungan sekolah baik fasilitas, gedung, SDM guru dan pegawai maupun segala jenis ekstra. Para siswa juga diajak secara swadaya membuat taman kelas. Jika tahun lalu setiap siswa membawa satu tanaman pot, kali ini hanya diwajibkan menyumbang tanaman per kelas. Peserta MPLS juga dihibur oleh pengurus OSIS baik lewat game maupun bernyanyi bersama. Para siswa baru pun dibudayakan menerapkan 5-S (salam, sapa, sopan, santun dan senyum) serta

taat tertib sekolah dan beretika. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama mengaku bangga SMP Sapta Andika Denpasar mampu menampilkan diri sebagai sekolah berkualitas, sehingga dikejar oleh masyarakat. Di kawasan Monang-Maning ada tiga sekolah yang dilirik warga yakni SMPN 7, SMP PGRI 1 dan SMP Sapta Andika. Ketiga sekolah ini memberi kontribusi besar kepada Kota Denpasar dalam menyukseskan wajib belajar 9 tahun dan pendidikan berkualitas. Dia juga bangga karena MPLS di sekolah ini berjalan sesuai juknis dan taat asas. Dikatakan demikian karena semua program MPLS berjalan tertib tanpa ada kekerasan dan praktik perpeloncoan. (ad613)

SMP PGRI 1 Denpasar yang akrab disebut Grissa tahun inin sukses merekrut siswa baru melebihi angka 400, tepatnya 415 orang. Jumlah yang mendaftar kembali sebenarnya 425, namun 10 siswa saat sedang MPLS pindah ke Badung. Meski demikian, sekolah ini sudah mencapai target penerimaan PPDB. Sejak Senin (9/7) lalu para siswa baru menjalani MPLS. Pelaksanaan MPLS, Rabu (11/7) kemarin dipantau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. dan Pembina SMP PGRI 1 yang juga Kepala SMPN 7 Denpasar Dra. Titik Wahyani. Ketua Panitia MPLS Pande Kadek Asmariningsih, S.Si. mengungkapkan, MPLS di sekolah ini penuh dengan muatan pendidikan karakter. Yang utama adalah siswa diajak mengenal lingkungan sekolah, baik fasilitas, gedung, SDM guru dan pegawai maupun segala jenis ekstra. Para siswa baru juga dibudayakan untuk menerapkan 5-S (salam, sapa, sopan, santun dan senyum) serta taat tertib sekolah dan beretika. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama mengaku bangga MPLS di SMP PGRI 1 Denpasar berjalan sesuai juknis dan taat asas. Dikatakan demikian karena semua rombongan belajar di sekolah ini diisi maksimal 36 siswa. Sekolah swasta tetap diberlakukan maksimal tiap rombel 36 siswa, sedangkan jumlah rombelnya tak dibatasi. Membanjirnya siswa baru di sekolah ini menunjukkan Grissa dicintai oleh masyarakat Denpasar khususnya warga Perumnas MonangManing. Selain karena berkualitas,

MPLS – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Titik Wahyani, wakasek dan siswa baru mengacungkan yel-yel saat meninjau MPLS di SMP PGRI 1 Denpasar. masyarakat percaya dengan sekolah ini karena mutu SDM gurunya dan sudah terbukti berprestasi. Sekolah yang dipimpin Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M. ini juga dikenal sebagai sekolah unggulan YPLP Kota PGRI Denpasar. Lulusannya banyak diterima di sekolah negeri dan sukses menjadi atlet berprestasi. Koordinator Wakasek Drs. Made Adnyana Putra didampingi Wakasek Komang Budiarta dan Gusti Nyoman Oka Wiratma, Ni Made Kerti dan KTU Ketut Suardana Artawan menegaskan, sekolahnya mengedepankan MPLS yang jujur dan bertanggung jawab alias berintegritas. Ia bangga karena kehadiran peserta MPLS 100 persen hingga Rabu kemarin. SMP PGRI 1 Denpasar tiap tahun memberikan bonus bagi siswa yang berprestasi sebagai bentuk reward guna memo-

tivasi siswa lain. Soal prestasi tak perlu diragukan. Siswa SMP PGRI 1 rutin meraih juara nasional di silat, juara musik dan gerak jalan serta prestasi akademik. Di Wali Kota Cup 2018, cabang sport dance mendapat enam medali emas, 7 perak dan 4 perunggu. Tahun lalu di Porsenijar dua emas diraih di silat, satu emas di dansa, 5 perak, 8 perunggu. Di akademis, anak-anak SMP PGRI 1 Denpasar merebut juara II storry telling se-Bali. SMP PGRI 1 Denpasar juga menjadi juara umum MTQ serta Widiasih Utami meraih juara nasional dan internasional bidang fashion show ambasador. Guru Grissa Ni Nyoman Ardiani, M.Pd. menyabet juara III Olimpiade Guru Nasional (OGN) Kota Denpasar dan Ni Pande Kadek Astariningsih, S.Si. menjadi juara I guru berprestasi di OGN 2017. (ad612)

Yayasan Dwijendra Lantik Sejumlah Pejabat

Utamakan yang Berkarakter dan Berintegritas Demi Dwijendra Jaya YAYASAN Dwijendra Denpasar tak pernah berhenti melakukan revitalisasi kelembagaan dan SDM di lingkungan Yayasan Dwijendra. Rabu (11/7) kemarin, Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. melantik dan mengambil sumpah Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. serta sejumlah pejabat di tingkat SMP, SMA dan SMK. Usai dikukuhkan sebagai rektor, Putu Dyatmikawati langsung melantik pejabat wakil rektor di lingkungan Undwi. WR I dan Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) tetap dipegang Dr. Putu Gde Putu Eri Suardana, M.Erg., WR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan WR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. Saat itu juga dilantik Drs. Wayan Kotaniarta, S.H., M.H. sebagai Dekan Fikom dan Wakil Dekan Drs. A.A. Gede Bagus, M.Si. serta pejabat di tingkat kasi dan kabag. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar M.S. Chandra Jaya menegaskan, pelantikan ini adalah awal dari tugas baru. Mereka yang dipilih adalah yang berintegritas dan memiliki karakter kuat membawa Dwijendra semakin jaya. Dikatakannya, jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sebagai hadiah. Untuk itu diperlukan pengorbanan demi kemajuan lembaga. Jabatan harus dipertanggungjawabkan secara baik. Jabatan merupakan kepercay-

PEJABAT - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya bersama Rektor Undwi Putu Dyatmikawati dan pejabat baru yang dilantik. aan yang harus dijalankan sepenuh hati, bersemangat, ikhlas dan jujur. Jujur yang dimaksud adalah bisa bekerja sama dan mengemban moto Dwijendra ‘’Manyamabraya, rahayu kapanggih’’. Dikatakannya, semua pejabat yang dilantik adalah sah karena dilantik oleh ketua yayasan yang sah. Sekalipun hanya ada calon rektor tunggal, tetap diproses sesuai administrasi dan statuta. Untuk itu, dia minta para SDM di Dwijendra bersaing dalam menunjukkan kinerja terbaik untuk disiapkan menjadi kader pemimpin. ‘’Kalau statuta mensyaratkan calon rektor minimal lektor kepala, ya… kita harus ikuti. Yayasan setuju memilih SDM terbaiknya,’’ ujarnya.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

M.S. Chandra Jaya mengharapkan pejabat yang dilantik memberi kontribusi kepemimpinan yang profesional demi kemajuan lembaga. Pejabat ini bisa melanjutkan program pejabat sebelumnya dan terus berinovasi berdasarkan keikhlasan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, jujur, bersemangat dan berintegritas. Inilah yang diperlukan dalam menghadapi tantangan masa depan. Dia juga mengajak para pejabat baru yang dilantik untuk terus meningkatkan komitmen dan kerja besar guna menumbuhkembangkan keberadaan unit-unit di lingkungan Yayasan Dwijendra. Dengan demikian Dwijendra semakin jaya dan jaya. (ad614)


Kamis Pon, 12 Juli 2018

Info seremonial

5

Senator Kunjungi Pura Padma Bhuwana Nusantara, Kalimantan Utara

Siswa Baru Dwijendra Jalani ”Sisya Upanayana’’

Membentuk Insan yang Bakti dan Menghormati Guru Shri Arya Wedakarna Minta Kisruh Biaya Pendidikan di Unud Diselesaikan Internal

SETELAH menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Yayasan Dwijendra selalu mewajibkan siswanya yang beragama Hindu mengikuti upacara sisya upanayana. Upacara ini bagian dari pembentukan insan yang berbudi luhur yang sekarang disebut pendidikan karakter. Ketua Panitia yang juga Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. melaporkan, upacara sisya upanayana, Rabu (11/7) kemarin diikuti TK Dwijendra sebanyak 30 siswa, SD Dwijendra diikuti 28 siswa, SMP Dwijendra sebanyak 290 siswa, SMA Dwijendra 432 orang dan SMK Dwijendra sebanyak 110 siswa. Upacara sisya upanayana di-puput Ida Pedanda Putra Sidemen dari Geria Sidemen, Desa Taman, Abiansemal, Badung. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. saat memberikan dharma wecananya merasa gembira karena semua warga sekolah Dwijendra mengikuti upacara secara tertib dan menyukseskan program yayasan. Upacara ini dilakukan setiap siswa yang beragama Hindu sebelum menuntut ilmu pengetahuan (dulu disebut Weda dan lontar). Hal ini dilakukan untuk penyucian diri, hati dan pikiran melalui upakara Pawintenan Saraswati agar lancar menjalani hak dan kewajiban aguron–guron. Menurut M.S. Chandra Jaya, upacara secara sekala dan niskala inilah yang membuat semua insan dan lulusan Dwijendra menjadi SDM yang cerdas secara intelektual, sosial, spiritual dan emosional. Mereka akan menjadi panutan di

SISYA UPANAYANA - Siswa di Dwijendra saat mengikuti upacara sisya upanayana. keluarga dan ke depan dalam hidup bermasyarakat. Makanya saat upacara ini berlangsung seorang guru atau acharya meletakkan telapak tangannya di ubun-ubun anak. Ini sesuai dengan makna upanayana yaitu ‘’upa’’ berarti dekat dan ‘’nayan’’ berarti membawa. Artinya, mendekatkan anak kepada guru. Di sinilah orangtua siswa secara ikhlas menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada acarya (guru). Dijelaskannya, upanayana berasal dari bahasa Sansekertha yang artinya perkenalan yang dilakukan secara spriritual melalui pendekatan ritual dan fisikal. Untuk itu dia sepakat MPLS menekankan pada pengenalan karakteristik kehidupan belajar baik secara spiritual, psikologis dan akademik. Sisya upanayana

lebih mengutamakan pemahaman spiritual, maka dalam penerapannya lebih memprioritaskan pemahaman ajaran agama Hindu melalui pendekatan kerohanian. Dengan demikian SDM Dwijendra menjadi insan yang berbakti dan menghormati catur guru. Acarya akan memberikan tiga benang yajnopavita sebagai simbol Tri Rna yakni utang pada para rsi (Rsi Rna), kepada leluhur (Pitra Rna) dan Deva Rna (kepada Hyang Widhi). Dalam kitab Sathapatha Brahmana juga disebutkan acarya meletakkan tangannya di ubunubun siswanya sebagai simbol persatuan dan pencurahan seluruh personalitinya kepada muridmuridnya. Setelah itu barulah diajarkan mantra Sawitri untuk menjadikannya sebagai seorang brahmana. (025)

Seniman Gangsar Berpulang Mangupura (Bali Post) – Kabar duka datang dari dunia hiburan Bali. Seniman drama gong I Gusti Mungkreg asal Banjar Bindu, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, yang memerankan lakon sebagai Gangsar, berpulang pukul 11.30 Wita di RSUD Mangusada, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (11/7) kemarin. Seniman fenomenal di Bali itu meninggal dunia di usia 74 tahun. Semasa hidupnya, almarhum yang tampil duet dengan Gingsir dalam serial drama gong ini menjalani perawatan, karena mengeluh sakit pada bagian bahu, sehingga susah

bergerak. “Sejak kemarin (Selasa, 10/7) pukul tujuh malam kami bawa ke rumah sakit (RSUD Mangusadared), karena ajik (ayah) mengeluh sakit,” kata Gusti Ayu Rusmani, salah satu anaknya. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama I Gusti Ketut Lodri (75), empat orang anak yaitu Gusti Ayu Rumasni (53), Gusti Ayu Mastrini (50), Gusti Ayu Yudiani (47) dan Gusti Ayu Nuryati (45) serta empat orang cucu dan dua kumpi. Berdasarkan informasi, upacara palebon/pengabenan diputuskan pada 20 Juli 2018. Sementara jenazah almarhum disemayamkan di RSUD Mangusada. (kmb27)

KONI Bali Tak Keluarkan SKM Atlet Cricket yang Hengkang Denpasar (Bali Ppst) KONI Bali berjanji tak mengeluarkan Surat Keputusan Mutasi (SKM) bagi pemain cricket Bali yang hengkang membela Papua dan provinsi lainnya. Alasannya, KONI Bali ikut berperan membesarkan atlet cricket Bali dalam hal memberikan uang pembinaan. Hal itu ditegaskan Ketua umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Selasa (10/7) kemarin. Ia mengaku kaget menyaksikan pemain cricket Bali membela Papua pada Kejurnas Cricket Senior 2018 di Lapangan Kampus Unud, Bukit, Jimbaran, Badung, pada 29 Juni sampai 7 Juli lalu. ‘’Saat menghadiri pembukaan, saya kaget melihat nama-nama pemain Bali di tim Papua,’’ tuturnya. Pemain cricket Bali bukan hanya hijrah ke Bumi Cendrawasih, tetapi juga ke provinsi lainnya. ‘’Kasakkusuk dan kabar selentingan pemain cricket Bali mutasi ke daerah lain sudah saya dengar sejak lama persisnya ketika di Jakarta. Mereka terbukti benar-benar pindah baru saya tahu di kejurnas,’’ jelasnya. Suwandi tak sudi melepas pemain cricket Bali, baik yang inti maupun pelapisnya, sebab KONI Bali ikut berperan membesarkan mereka hingga menjadi pemain.

Selama ini bantuan yang diberikan KONI Bali lancar-lancar saja. Untuk itu, pihaknya minta para atlet tersebut tetap mengibarkan bendera Bali, baik di kancah kejurnas dan PON XX/2020 di Papua. ‘’Kami akan panggil atlet dan pengurus Pengprov PCI Bali guna menanyakan apa motivasinya pindah ke daerah lain,’’ tegasnya. (022)

Ketut Suwandi

Bali Post/-22

RIBUT–RIBUT aksi mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang memprotes terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) akhirnya ditanggapi oleh Senator RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang anggota Komite III Bidang Pendidikan Tinggi DPD-RI, ditemui di sela-sela pertemuan Komite III di Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara. Dalam pandangan Senator Arya Wedakarna (AWK), permasalahan di Unud ini bisa diselesaikan secara internal dan diplomasi serta dapat segera dituntaskan agar tidak melebar. ‘’Saya menghargai upaya mahasiswa Unud untuk memasang baliho dan berdemonstrasi terkait keberatan mereka terhadap biaya kuliah. Itu wajar dan itu hak mahasiswa, karena Unud adalah lembaga milik negara di bawah Kemenristekdikti. Meski begitu, mahasiswa juga harus memahami bahwa nama baik kampus dipertaruhkan jika aksi ini melebar dan dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Saya rasa ada saluran yang tersumbat dan komunikasi yang tidak sinkron. Di satu sisi saya kritik juga kebijakan terkait UKT dan SPI di Unud. Seharusnya biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri bisa lebih murah dibandingkan di PTS. Jangan lupa Unud didirikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962 bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan untuk menjadikan PTN sebagai industri pendidikan. Saya minta segera diselesaikan masalah ini secara internal,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini.

TARAKAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (dua dari kiri) usai acara Lembaga Negara DPD-RI di Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara. Lalu, apa tindakan yang akan selama di Kalimantan Utara, Senadiambil oleh dirinya sebagai Sena- tor AWK juga menyambangi Pura tor RI terhadap kasus ini? ‘’Tentu Agung Giri Jagatnatha di Tarakan, kami memiliki pandangan terhadap Kaltara, serta bertemu dengan kinerja Unud dan pejabatnya. Ini sejumlah umat Hindu dan penakan jadi bahan evaluasi kami un- gurus PHDI setempat. ‘’Pura ini tuk kepemimpinan berikutnya. Kita telah ditetapkan oleh PHDI sebagai akan monitor semua terutama agar Padma Bhuwana Nusantara. Pura masalah ini bisa diselesaikan dengan ini menjadi pura dan simbol Hindu bijak. Di sini kepemimpinan Unud yang paling utara di Indonesia, tapi akan diuji bahwa memimpin PTN sayang selama ini minim perhatian sangat sulit dan penuh dinamika. dari pemerintah pusat. Saya minta Saya rasa ada pola komunikasi yang PHDI dan pangempon pura segera kurang sehat sehingga muncul ma- mengajukan bantuan ke Presiden salah ini. Nanti jika dianggap perlu, dan Menteri Agama, karena merebut saya selaku Komite III akan turun ke anggaran APBN adalah hak umat Unud. Urusan DPD-RI tentu dengan Hindu. Saya akan bantu memberiKementerian Ristekdikti. Kita lihat kan rekomendasi dan semoga bernanti,’’ papar Gusti Wedakarna. manfaat bagi umat Hindu di provinsi Selain membahas tentang dunia termuda di Indonesia ini,’’ ujar Shri pendidikan tinggi dan kesehatan, Arya Wedakarna. (ad611)

Pembebasan Lahan Belum Tuntas

Pelebaran Simpang Jimbaran Ditunda Mangupura (Bali Post) Pelebaran jalan di utara Simpang Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, akhirnya ditunda tahun ini. Hal ini akibat tidak ada kesepakatan harga untuk pembebasan lahan milik warga yang terkena pelebaran. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) VIII Nyoman Yasmara, rencana pengerjaan proyek pelebaran ini sebelumnya merupakan satu paket dengan proyek underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Pengerjaannya diharapkan selesai berbarengan pada Agustus atau September

mendatang. ‘’Namun, karena lahan belum siap, sampai sekarang kami belum bisa melakukan pekerjaan,’’ ujarnya, Senin (9/7) lalu. Oleh karena tidak ada kesepakatan pembebasan lahan warga, pihaknya akan mengurangi lingkup pekerjaan. Dalam artian akan dilakukan pemotongan kontrak atau tidak jadi dikerjakan, karena lahan belum siap. Kemungkinan pelebaran itu baru bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang setelah adanya kesepakan dengan pemilik lahan. Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan

Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Rai Twistyanti Raharja mengungkapkan, dana yang telah disiapkan untuk proyek itu terpaksa dikembalikan ke Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran). Hal ini diakibatkan adanya dua kendala dalam upaya pembebasan lahan untuk proyek. Pertama, pemilik lahan belum sepakat dengan nilai harga lahan. Kedua, sudah lewat tahun anggaran. Dikatakannya, warga tetap tidak setuju dengan penawaran harga maksimal dari tim appraisal yang ditawarkan, yaitu senilai Rp 10 juta per meter persegi atau Rp 1 miliar per are. Warga meminta

Anggota Disbintalad Tirtayatra di Bali

Denpasar (Bali Post)Dalam rangka pembinaan kehidupan prajurit yang profesional, ada tiga hal harus diseimbangkan yaitu jasmani, rohani dan intelektual. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, mulai Rabu (11/7) kemarin, perwakilan anggota Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Darat (Disbintalad) melaksanakan tirtayatra ke sejumlah pura di Provinsi Bali. Kasubdisbinrohinbud Disbintalad Kolonel Caj. I Wayan Santa, S.Ag., M.Si. saat membacakan sambutan Kepala Disbintalad Brigjen TNI Abdul Karim di Pura Agung Jagatnatha mengatakan, tirtayatra ini merupakan salah satu realisasi dari program kerja Disbintalad tahun 2018. Provinsi Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan tirtayatra karena memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi dalam peningkatan sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Kegiatan ini mengusung tema ‘Jadikan tirtayatra sebagai sumber peningkatan kualitas diri dalam menghadapi era globalisasi’,” ujarnya. Sejalan dengan tema tersebut, diharapkan para prajurit TNI-AD memiliki keimanan dan ketakwaan serta

kualitas diri yang mantap. Dengan demikian dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, konsekuen, konsisten dan tulus ikhlas, mengingat betapa mendasarnya sasaran yang ingin dicapai. Kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri atas perwira, PNS Golongaan III dari jajaran Disbintalad, termasuk perwakilan dari jajaran Bintal masingmasing Kodam se-Indonesia. Khusus dalam acara pembukaan di Pura Agung Jagatnatha juga diikuti oleh para prajurit dan PNS beragama Hindu jajaran Garnizun Denpasar yang berjumlah sekitar 350 orang. “Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 11 sampai 13 Juli 2018. Selain di Pura Agung Jagatnatha, kami melaksanakan tirtayatra ke Pura Erjeruk, Pura Goa Lawah, Pura Dalem Ped, Pura Goa Giri Putri, Pura Puncak Mundi dan Pura Segara Penida. Penutupan akan dilaksanakan di Pura Goa Lawah,” ungkapnya. Hadir pada acara pembukaan Kabintaldam IX/ Udayana Kolonel Arm. I Made Sukarwa dan Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda sekaligus memberikan dharma wacana. (kmb36)

agar pemerintah bersedia membayar seperti harga yang ditawarkan untuk lahan di Tuban, yakni Rp 20 juta per meter persegi atau Rp 2 miliar per are. Pada tahap pembebasan lahan, tim PPTK belum berhasil karena pemilik lahan bersikukuh tidak sepakat dengan harga yang ditetapkan oleh tim appraisal. Pihaknya juga sempat memproses melalui Pengadilan Negeri Denpasar. Akibat berlarutnya waktu akhirnya tahun anggaran 2017 pun lewat. ‘’Jadi, untuk proyek tersebut akan disiapkan pada anggaran perubahan 2018,’’ pungkasnya. (kmb23)

Korupsi Dana Santunan Kematian

Dituntut Lima Tahun, Terdakwa Minta Keringanan

Denpasar (Bali Post) Indah Suryaningsih, terdakwa kasus dugaan korupsi santunan dana kematian di Kabupaten Jembrana dituntut pidana penjara selama lima tahun. Atas tuntutan tersebut, wanita yang sempat pingsan saat sidang beberapa waktu lalu itu minta keringanan hukuman. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (11/7) kemarin, Indah melalui tim kuasa hukumnya menyampaikan permohonan maaf dan juga minta dihukum seringan-ringannya. Di hadapan majelis hakim pimpinna Ni Made Sukereni, terdakwa sudah mengakui perbuatannya. Wanita 48 tahun yang sebelumnya menjadi staf Seksi Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana itu juga minta agar pidana denda dihapuskan. Pasalnya, dia dibebankan membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian negara sebesar Rp 239 juta. ‘’Inti pembelaannya memohon keringanan hukuman,’’ kata Desi Purnani, salah satu tim kuasa hukum terdakwa. Dalam dugaan korupsi dana kematin itu, terdakwa tidak sendirian melakukannya sebagaimana yang disampaikan JPU dalam dakwaan sebelumnya. Selain penjara, terdakwa dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Jika uang pengganti kerugian negara tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama dua tahun. Atas permintaan keringanan hukuman itu, JPU dari Kejari Jembrana menyatakan tetap pada tuntutannya. (kmb37)

Pentas Pertuni Badung di PKB Ke-40

Menabuh Dalam Kegelapan, Menari Dalam Kebisuan DECAK kagum penonton mewarnai pementasan Sekaa Gong Jepun Putih, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Badung di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (9/7) lalu. Banyak yang tidak percaya saat mengetahui seluruh anggota sekaa adalah penyandang tunanetra. Apalagi aksi mereka di atas panggung tidak jauh berbeda dibandingkan orang normal lainnya. Tabuh kreasi ‘’Purwa Pascima’’ mengawali penampilan Sekaa Gong Jepun Putih. Kendati menabuh dalam ‘’kegelapan’’, tabuh karya maestro gamelan Bali I Wayan Berata(alm) ini tetap mengalun dengan indah. Bahkan terdengar lebih tajam menusuk sanubari, lantaran ditabuh dengan penuh perasaan. Dari 25 penabuh yang terlibat, dua di antaranya adalah perempuan yang kebagian menabuh calung. Selama tabuh ini dimainkan, penonton terus datang memadati Kalangan Angsoka. Gemuruh tepuk tangan mengapresiasi penampilan sekaa gong yang baru pertama kali tampil di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) itu. Tanpa banyak basa-basi, pertunjukan kedua langsung disuguhkan

kepada penonton. Kali ini berupa tari Puspanjali berkolaborasi dengan penyandang disabilitas tunarungu. Penonton semakin terkesima lantaran tari untuk menghormati tamu ini dibawakan dalam kebisuan. Ketujuh penari hanya mengandalkan isyarat dari seorang pelatih yang berdiri di depan panggung. Sebagai pamungkas, Sekaa Gong Jepun Putih dibantu Sanggar Seni Guntur Madu mengiringi pentas Topeng Tugek Carangsari yang mengangkat cerita tentang Sang Bang Manik Angkeran. Ketua Pertuni Kabupaten Badung A.A. Ngurah Mayun Juliawan mengatakan, Sekaa Gong Jepun Putih dibentuk tahun 2015. Untuk tampil di PKB, latihan dilakukan rutin dua kali dalam sebulan. Segala sarana-prasarana untuk latihan difasilitasi oleh Puri Agung Petang. Hampir tidak ada kesulitan yang dihadapi saat menabuh, kecuali bicara masalah dana. Untuk yang satu ini disiasati dengan cara swadaya melalui iuran rutin anggota. ‘’Walaupun tidak sempurna seperti orang normal, kami termotivasi untuk ngajegang dan ngawerdiang budaya Bali agar tidak musnah dan

hilang digerus zaman,’’ ujarnya. Kendati baru kali pertama tampil di PKB, Mayun mengaku sudah sering pentas sebelumnya antara lain memeriahkan Festival Malam Kesenian Budaya Pemkab Badung, Hari Disabilitas Internasional dan mengisi acara sosialisasi KPU. Pelatih tari Ni Made Wulan Meriantini mengakui agak sulit melatih penari tunarungu. Bukan hanya menyangkut komunikasi dengan isyarat tetapi juga soal menjaga mood penari. Sebab, kalau dipaksa menari saat tidak mood, mereka bisa ngambul alias tak mau menari. ‘’Paling lama melatih satu tarian enam bulan, paling cepat tiga bulan mereka sudah hapal,’’ katanya. Menurut Wulan, para penari juga menguasai tari Sekar Jempiring, Condong, Legong, Oleg, Kupu-kupu Tarum dan Manuk Rawa. Awalnya mereka diberikan contoh gerakan tari secara utuh. Setelah dua bulan umumnya sudah hapal sehingga bisa dipandu hanya dengan menggunakan isyarat tangan. (rin)

DISABILITAS - Penampilan penari penyandang disabilitas di PKB.

Bali Post/eka


OPINI

6

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menanamkan Kepekaan Sosial Sejak Dini BANYAK contoh soal bagaimana kepedulian sosial itu mestinya dibangun sejak usia dini. Yang paling gampang adalah bagaimana kita melihat pola perilaku seorang anak didik di Sekolah Dasar atau bahkan yang lebih dini lagi: di PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini. Bagaimana rasa setia kawan itu dibangun dalam pola informal, semisal dalam permaianan. Bagaimana mereka menjalin sebuah keakraban, sikap menghargai, mengetengahkan rasa solidaritas, kesatuan dan sebagainya. Ini sejatinya merupakan hal alami, namun jangan lupa hal ini juga mesti dibina, dipupuk, serta diarahkan. Karena ada juga sikap serta sifat dasar manusia yang merupakan kebalikan dari hal itu. Jika ini diperkenalkan kepada anak-anak usia dini, maka akan lebih mudah bagi kita para guru, para orangtua, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan sebagainya dalam membentuknya apabila mereka sudah berada pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Akan banyak gangguan, godaan, cobaan, halangan, rintangan, dan semacamnya yang akan ada mengiringi pertambahan usia mereka dengan segala problematikanya. Akan tetapi, sama seperti dalam pembangunan sikap serta budi pekerti, hal itu mesti diperkenalkan sejak awal. Sehingga nantinya mereka sudah punya sikap dasar bagaimana berada di lingkungan komunitas yang baru, yang heterogen ataupun dalam lingkungan yang memerlukan daya adaptasi yang tinggi. Kelenturan mereka ini akan bisa diandalkan apabila modal dasarnya kuat. Modal sosialnya memadai dalam mereka berinteraksi di kemudian hari. Maka jangan heran kalau tipe-tipe orang semacam ini akan lebih lentur dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan. Tidak grasa-grusu dan lebih tenang dalam mengambil keputusan. Terlebih lagi, mereka ini punya pola pikir ke depan dengan meletakkan kepentingan yang lebih besar. Mereka lebih bisa menilai serta merasakan problema yang sifatnya individual maupun komunal. Akan tetapi, ini pun bukan harga mati bahwa mereka akan lulus ujian kehidupan dengan mudah. Seperti dikatakan tadi, mereka ini cuma punya modal dasar yang kuat. Tentu saja yang juga sangat penting bagaimana dalam perjalanan mereka ke depan. Apakah punya tambahan pelajaran yang bisa memperkuat modal dasar itu atau sebaliknya. Inilah yang kita namakan bagaimana mempersiapkan generasi muda yang lebih punya wawasan. Tidak hanya wawasan sosial-kultural tetapi juga bagaimana ritualnya. Ini penting, sebab bagaimanapun juga fondasi moral serta agama itu penting. Percuma kalau pintar dalam ilmu serta teknologi kalau iman serta kemampuan agamanya kurang. Begitu juga sebaliknya. Ini saling melengkapi. Ini modal yang berguna manakala generasi muda ini menapaki hidup yang sebenarnya. Hidup dalam bermasyarakat. Hidup dalam bernegara dan berkebangsaan. Persoalan-persoalan yang dihadapinya akan lebih dulu dicerna secara bijaksana sebelum mengambil keputusan. Apalagi kalau kemudian dia menjadi seorang pemimpin. Akan semakin kompleks permasalahannya kalau kita tarik garis ke ranah kebangsaan. Rasa cinta tanah air itu memerlukan fondasi modal dasar yang kuat. Sepeti itu tadi yang semestinya ditanamkan sejak kecil. Rasa setia kawan, welas asih, persatuan, mencintai sesama dan sebagainya. Kalau dia menjadi pemimpin kelak, maka masyarakat pun akan menghormatinya dan mencintainya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permasalahan Kami Sudah Ditangani Saya, Jessy The Wirianto, selaku Direktur Keuangan PT Banyu Anugerah Lestari, ingin memberikan klarifikasi terkait surat pembaca saya yang saya kirimkan sebelumnya dan tayang pada tanggal 10 Juli 2018 mengenai pembayaran pekerjaan saya yang tidak kunjung terbayar selama 66 hari. Bersama surat pembaca ini saya ingin memberikan klarifikasi bahwa akhirnya setelah ada komunikasi lebih lanjut dengan Direksi PDAM Kabupaten Buleleng, permasalahan kami sudah terselesaikan dan kami akan menerima pembayaran dalam minggu ini. Permasalahan yang terjadi adalah masalah miskomunikasi antara kami dengan pihak PDAM Kabupaten Buleleng terkait dokumen administrasi pekerjaan. Saya pribadi ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan pernyataan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan PDAM yang begitu cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi ini. Saya harap ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi kedua belah pihak sehingga tidak menimbulkan kesalapahaman di kemudian hari. Atas perhatian dan kesediaan Bali Post untuk menayangkan hal ini, saya sampaikan banyak terima kasih. Jessy The Wirianto

Perjuangan Mempertahankan Hidup, Bukan untuk Merobeknya Penyelamatan anak-anak yang terjebak di gua Tham Luang, Provinsi Chiang Rai, Thailand telah berhasil. Hari Selasa lewat tim penyelamat telah mampu mengevakuasi 12 anak remaja dan seorang pelatih yang terjebak di dalam gua. Operasi ini secara tidak terduga dilakukan jauh lebih awal dari perkiraan penyelamatan yang diprediksi akan berlangsng berbulan-bulan. Proses lebih awal ini dilakukan karena diperkirakan akan terjadi hujan lebat yang dikhawatirkan menambah volume air di dalam gua sehingga semua anak itu tenggelam. Di samping itu, kapasitas oksigen di dalam gua juga dikhawatirkan berkurang sehingga akan mengancam keselamatan nyawa anakanak yang terjebak. Itulah yang membuat pemerintah Thailand melakukan tindakan penyelamatan lebih awal dan sampai saat ini berlangsung sukses.

Oleh I Nyoman Suarjaya

F

enomena ini benarbenar harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat di negara lain. Betapa pikiran harus dipusatkan untuk menyelamatkan nyawa warga negara karena bagaimanapun ini merupakan tugas dari pemerintah yang mengelola negara. Secara filosofis, negara dibentuk untuk melindungi warga, dan dari sini dapat dikatakan sebagai melindungi segala keselamatan jiwa dari warganya. Negara dibentuk dengan perjanjian antara warga dan negara untuk saling melindungi. Ide dan praktik wajib militer muncul dari sini. Rakyat harus melindungi keutuhan negaranya. Ini merupakan contoh dari perlindungan warga kepada negara. Dari sisi negara, penyelamatan terhadap ancaman kehidupan warga, merupakan tugas negara. Penyelamatan oleh pemerintah Thailand terhadap anak-anak yang terjebak itu, merupakan contohnya. Indonesia juga pernah melakukan hal yang sama untuk TKI yang

hampir dihukum gantung di Arab Saudi. Apa yang terjadi di Thailand adalah inspirasi bagi negaranegara lain, terutama dalam mencari solusi dan percepatan penanganan pada keselamatan jiwa manusia. Di Thailand kesederhanaan dan tanggung jawab merupakan salah satu jawaban terhadap solusi masalah yang pelik ini. Akan tetapi, kesederhanaan itu dilipatgandakan dan dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan dan budaya masyarakat setempat. Thailand misalnya tidak mempunyai pasukan penyelaman khusus seperti yang dimiliki oleh negara Amerika Serikat. Akan tetapi, mereka mempunyai pasukan angkatan laut (SEAL) yang mempunyai keterampilan pada bidang penyelaman. Maka, demi memaksimalkan hasil, yang dilakukan adalah dengan mencari data akurat tentang cuaca dan kemungkinan hujan deras serta memaksimalkan para penyelam itu. Data tentang perkiraan cuaca telah didapatkan dengan pasti bahwa wilayah terowongan akan terkena hujan lebat. Tindakan

yang dilakukan adalah dengan memperbanyak personel penyelam angkatan laut Thailand (SEAL) untuk terlibat dalam penyelamatan. Dalam berita yang muncul di media massa, untuk mengawal anak-anak yang tidak biasa berenang dan menyelam itu, dilakukan oleh dua personel. Anak-anak itu dikawal, dibimbing, dan dituntun untuk melewati lorong-lorong air gelap pekat, sempit sepanjang empat kilometer sampai keluar gua. Dengan cara seperti ini, mereka mampu diselamatkan. Ini merupakan tindakan yang sederhana, yaitu melipatgandakan jumlah penyelamat dengan cara mendampingi korban dengan personel yang lebih banyak. Memang ada seorang miliuner yang menjanjikan untuk melakukan pertolongan dan hendak membuatkan kapal selam mini. Tetapi jasa mulia seorang miliuner roket dari Amerika Serikat ini baru akan dapat diwujudkan dalam waktu beberapa bulan mendatang. Pada saat yang sama, ancaman bencana alam yang lebih besar, yaitu hujan dan banjir yang segera mampu me-

nutup gua secara keseluruhan, akan segera menjadi kenyataan. Maka, tindakan sederhana seperti itulah yang mampu memberikan kesemalatan, minimal kepada delapan anak-anak tersebut. Tentu saja juga ada dukungan yang lain, seperti dorongan seluruh masyarakat Thailand, doa, support semangat seperti memasang baliho di jalan-jalan raya tentang kepulangan anakanak tersebut, sampai dengan pesan-pesan dari orang tua dan sanak terdekat keluarga mereka. Dilihat dari sisi filosofi, mereka telah berhasil berjuang keras demi menghargai sebuah kehidupan. Meski telah kehilangan satu anggota tim penyelamat karena kehabisan oksigen saat melakukan penyelamatan awal, tetapi upaya untuk menyelamatkan sebanyak 13 kehidupan lainnya luar biasa perjuangannya. Nilainilai filosofis yang sering muncul di masyarakat memberikan pesan bahwa satu kehidupan mampu memberikan sejuta ide juga semiliar harapan. Apalagi tiga belas kehidupan yang masih mudaremaja. Mantan pemain tim nasional Jerman dan mantan pelatih tim nasional Jerman, Rudy Voeller, pernah menyatakan filosofi kehidupan yang tidak ada duanya, tidak bisa diukur oleh apa pun, termasuk Piala Dunia. Ketika Andreas Escobar ditembak penjahat Kolombia, Voeller mengatakan bahwa Piala Dunia itu tidak ada artinya dibanding dengan kehidupan seorang itu sendiri. Escobar adalah pemain belakang tim nasional Kolombia yang melakukan bunuh diri ke gawangnya sehingga timnya kalah dari Amerika Serikat di Piala Dunia 1994. Itu yang membuat anggota jaringan kejahatan Kolombia

Catatan Kecil Pilkada Damai

Gelaran politik akbar di Indonesia yang disebut pemilihan kepala daerah (pilkada) telah usai. Pilkada tahun ini cukup banyak menyedot perhatian dan partisipasi masyarakat. Bahkan, pilkada tahun ini memiliki tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi. Meskipun sempat menghangat beberapa saat dengan pelbagai isu yang berembus, namun secara umum pilkada tahun ini telah terselenggara dengan cukup sukses dan damai. Kesuksesan tersebut tentu berkat banyak pihak. Namun, seperti kata pepatah tiada gading yang tak retak. Ada beberapa catatan kecil yang perlu menjadi perhatian bersama terkait pilkada tersebut. Salah satunya adalah masalah klasik yang rutin menaikkan tensi pilkada, yaitu persebaran hoax dan ujaran kebencian di dunia maya. Kedua hal tersebut menjadi konsekuensi logis dari kemudahan yang ditawarkan oleh dunia maya. Selain memberikan kemudahan dan terobosan pada proses demokrasi, dunia maya juga memberikan tantangan melalui hilangnya sekat-sekat formal yang melekat pada pola komunikasi konvensional. Dengan adanya kemudahan dalam mengeluarkan aspirasi melalui dunia maya, menjadikan pilkada tahun ini menuai

Oleh Thoriq Tri Prabowo, SIP., M.IP. banyak komentar masyarakat. Adanya kebebasan berekspresi tersebut sayangnya sering disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang kemudian berakhir pada polemik. Masyarakat pada era ini sangat kritis, bahkan bisa dikatakan menjadi pengamat dari para kandidat calon kepala daerah (cakada) baik yang mereka dukung ataupun sebaliknya. Tidak heran jika dalam dunia maya terdapat banyak blok, baik pihak pendukung maupun pihak yang kontras dengan preferensi politik masyarakat. Semua gerak-gerik para cakada seakan mengalahkan artis papan atas yang selalu menarik untuk diikuti perkembangannya. Adanya dua blok, yaitu blok pendukung dan oposisi tersebut tentu sedikit banyak akan memicu friksi di masyarakat terutama di kalangan akar rumput. Fenomena tersebut sayangnya sering dimanfaatkan oleh oknum politisi dan tim sukses (timses) cakada untuk memperkuat fanatisme pemilihnya. Oknum timses terkadang justru menggunakan hoax dan ujaran kebencian sebagai bahan bakar kampanye untuk memenang-

kan cakada yang mereka usung. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hoax dan ujaran kebencian sering dijadikan bahan untuk mengalahkan lawan politik di arena yang disediakan. Alih-alih mengkritisi visi dan misi, kedua tindakan haram tersebut justru cenderung menyerang personal cakada lainnya. Sebut saja isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang saban hari diproduksi, baik secara serampangan ataupun secara sistematis dan terorganisasi oleh oknum politisi nakal. Isu tersebut tanpa disadari akan memicu perpecahan di tengahtengah masyarakat, bahkan sampai pilkada usai. Isu yang lebih serius justru terjadi pascapilkada, pasalnya dampak dari kampanye hitam melalui persebaran hoax dan ujaran kebencian baru akan terasa. Elite politik tidak akan merasakan betapa beratnya konflik karena perbedaan preferensi politik di akar rumput. Namun, diakui atau tidak blokblok sebelum pilkada tersebut jika dibiarkan akan menjadi awal disintegrasi bangsa. Untuk itu, dari pelbagai elemen secara serius harus melakukan rekon-

siliasi nasional pasca-pilkada secara serentak. Hal ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan sebelum konflik lantaran perbedaan preferensi politik ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak sehatnya proses demokrasi akibat ulah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab harus lekas diredakan dampaknya, yaitu dengan cara menyatukan visi dan melunturkan ego. Menyebarkan pesan perdamaian dan mengajak sesama masyarakat untuk berkontribusi aktif membangun bangsa tanpa memandang latar belakang ialah satu langkah konkret yang bisa dilakukan untuk memulai proses rekonsiliasi. Proses penyatuan visi tersebut akan sangat efektif apabila dilakukan secara masif melalui dunia maya. Dengan demikian, bangsa ini akan tetap bersatu tanpa memandang siapa yang menang dan siapa yang kalah dalam gelaran pilkada. Siapa pun yang memimpin bangsa ini dengan niat dan tindakan yang baik harus didukung, dan siapa pun yang bermakud memecah belah harus dilawan. Demikian adalah catatan kecil dari pilkada damai yang telah dilaksanakan pada tahun ini.

menembaknya diduga karena jaringan ini kalah taruhan. Jadi, hidup itu luar biasa bergunanya yang harus dilindungi. Karena demikian penghargaan terhadap kehidupan, dokter tertantang untuk mempelajari dan menelurkan berbagai spesialis yang sangat spesifik, demi mempertahankan kehidupan tersebut. Tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh pemerintah Thailand tidak lain demi mempertahankan kehidupan itu, dan mesti dilakukan dengan cara apa pun. Dan setidaknya sampai 13 orang yang berhasil diselamatkan, menggunakan kesederhanaan yang maksimal. Dan kemudian berhasil. Tentu saja fenomena ini sangat bertolak belakang dengan tindakan dan sikap para teroris yang demikian tidak menghargai kehidupan itu. Mereka melakukan pembunuhan secara keji, bukan saja kepada orang lain tetapi juga pada dirinya sendiri. Bahkan, kasus yang terjadi di Indonesia, justru dengan anggota keluarganya sendiri. Anggota keluarga itu, malah keluarga inti yang masih tumbuh kembang. Dua keluarga telah melakukan tindakan pengeboman bunuh diri dengan melibatkan anak-anaknya sendiri. Inilah problem yang harus dipikirkan oleh Indonesia. Pengeboman itu bukan saja mengguncang akan tetapi akan memberikan pesan negatif kepada generasi yang akan datang. Karena itulah, perjuangan yang dilakukan oleh para penyelam Thailand untuk membebaskan anak-anak yang masih remaja tersebut, mampu memberikan inspirasi kepada siapa pun di dunia ini agar benarbenar menghargai kehidupan, bukan malah merobek-robeknya.

POJOK Presiden Jokowi minta polisi buang budaya koruptif. - Revolusi mental. *** Petaka bagi pariwisata Bali, bebas visa agar ditinjau ulang. - Kejar target. *** Berdasarkan hasil survei, Indonesia masuk 10 negara teraman di dunia. - Aman dan masih terkendali.

Penulis, dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Upacara ’’Melasti’’ Ida Batara Kahyangan Jagat Natar Sari

MELASTI – Prosesi melasti Ida Batara Kahyangan Jagat Natar Sari di Segara Batu Bolong, Rabu (11/7) kemarin.

Pasokan DOC Tidak Stabil Tabanan (Bali Post) Setelah pakan ternak untuk ayam tidak boleh lagi mengandung Antibiotic Growth Promoters (AGP), peternak ayam di Tabanan kembali dihadapkan dengan permasalahan baru yaitu mulai tidak stabilnya pasokan day old chicken (DOC). Akibatnya, banyak peternak yang harus menunggu sampai beberapa bulan untuk bisa kembali berternak ayam pascamelakukan panen. Salah satu peternak ayam pedaging dari Penebel, Dewi Trisna, mengatakan saat ini pasokan DOC dari perusahaan pemasok kurang stabil. Ini bisa dilihat dari pengalamannya sebagai peternak ayam. Setelah melakukan panen, pihaknya harus menunggu kurang lebih selama sebulan untuk bisa mendapatkan DOC dan kembali berternak. “Kenapa kurang stabil, saya juga tidak tahu pasti. Terkadang lancar pasokannya, kadang-kadang harus menunggu sampai sebulan baru bisa kembali beternak setelah panen,” ujar Dewi Trisna, Rabu (11/7) kemarin. Tidak stabilnya pasokan DOC ini membuat harga ayam pedaging di pasaran meningkat. Selain itu, meningkatnya harga ayam juga karena peternak membutuhkan waktu lebih lama dalam memanen ayam pedagingnya, mengingat pemerintah melarang pakan mengandung AGP. Kedua hal ini menyebabkan stok ayam

atau panen ayam yang dilakukan peternak menjadi menurun yang kemudian memengaruhi harga jualnya di pasaran. Mengatasi lamanya waktu pemeliharaan ayam agar bobot ayam ideal dan siap panen, kata Dewi Trisna, sejumlah peternak telah mengambil langkah alternatif untuk bisa menggemukkan ayamnya. Salah satu cara yang ditempuh, menggunakan makanan herbal atau jamu. “Saya sendiri memberikan makanan tambahan berupa jamu yang merupakan campuran kunyit dan temulawak,” katanya dan menambahkan, langkah ini berhasil menggemukkan ayam ke bobot ideal selama 35 hari pemeliharaan. Dengan upaya tersebut, Dewi Trisna mengakui berdampak pada membengkaknya biaya produksi. Namun, ia menilai upaya alternatif ini menjadi pilihan yang aman bagi peternak agar ternak ayamnya mencapai berat yang ideal. “Langkah ini aman karena tidak akan menimbulkan efek berbahaya pada kesehatan saat dikonsumsi nantinya,” tegasnya. Menurut Dewi Trisna, saat ini harga ayam di tingkat peternak mengalami lonjakan. Rata-rata dijual di atas Rp 20 ribu per kilogram di kandang, bahkan lebih tergantung kualitas ayam. Harga ini sudah memberi keuntungan bagi peternak. (kmb24)

Bali Post/08

Tabanan(Bali Post) Upacara melasti serangkaian pujawali di Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari Apuan berlangsung di Segara Batu Bolong, Canggu, Badung, Rabu (11/7) kemarin. Ida Sesuhunan Nawa Sanga Kahyangan Jagat Natar Sari kasarengin Tapakan Ratu Gede kairing masucian ke segara tersebut pagi hari menjelang siang. Manggala Karya Ketut Wardana dan Pemangku Kahyangan Jagat Natar Sari Ketut Mastrum menyampaikan, sehari sebelumnya, Selasa (10/7), Sesuhunan Natar Sari kairing ke Pura Pucak Padangdawa untuk mengikuti prosesi Tapak Pertiwi, nyasakertha pada tengah malam. Rabu kemarin, dari Pura Pucak Padangdawa,

Ida Batara Natar Sari kairing melasti ke Segara Batu Bolong, kasarengin Ida Batara yang berstana di Pura Ratu Masmeketel Katiklantang Gianyar, Tapakan Ratu Gede Banjar Baru, Tabanan, Tapakan Ratu Gede Punjuan, Tabanan, Tapakan Ratu Gede Bunyuh, Tabanan, Tapakan Ratu Gede Tangeb, Badung, Tapakan Ratu Gede Cacab, Tabanan, dan Tapakan Ratu Gede Pemanis, Tabanan. Usai melasti, Ida Batara kairing simpang ring Pura Puseh Desa Adat Tua Marga. Dari pura ini Ida Batara kapendak menuju Kahyangan Jagat Natar Sari. Sementara itu, puncak karya berlangsung pada Tumpek Krulut, Sabtu (14/7) mendatang. Pujawali kasineb, Selasa (17/6) mendatang. (08)

Anggaran Terbatas, Program Perpustakaan Digital Terancam Mandek

Tabanan (Bali Post) -

Program perpustakaan digital yang merupakan program terobosan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan, kini terancam mandek lantaran keterbatasan anggaran. Kendati begitu, program ini saat ini masih berjalan, bahkan peminatnya cukup tinggi. Dikonfirmasi Rabu (11/7) kemarin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan I Wayan Kotio mengatakan, program yang diluncurkan sejak April 2018 ini mendapat respons yang cukup positif dari masyarakat. Sayangnya, program ini dikhawatirkan mandek jika Pemkab Tabanan tidak mengucurkan dana untuk pembelian buku digital tersebut. Selama ini buku digital yang terdapat pada e-perpustakaan Tabanan merupakan pinjaman dari pihak ketiga dengan masa pinjaman hanya tiga bulan. Dari data yang dihimpun, untuk tahun 2018, anggaran pemerintah untuk pengadaan buku hanya Rp 51 juta. Anggaran tersebut sudah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 11 juta. “Saat ini masih berjalan tapi akan segera berakhir kerja samanya karena buku digitalnya dapat pinjaman dari pihak ketiga,” kata Kotio. Dengan berakhirnya masa pinjaman, secara otomatis 2.800 koleksi per-

pustakaan digital akan ditarik karena sifatnya hanya meminjam. Menurut Kotio, pihaknya sudah mengajukan anggaran Rp 150 juta untuk pembelian buku digital yang diperuntukkan bagi e-perpustakaan tersebut. “Rencananya akan kita beli secara bertahap dan anggarannya sudah diusulkan. Kalau hanya mengandalkan dari anggaran di Dinas Perpustakaan, tentu tidak punya dana,” jelasnya. Kotio mengatakan, untuk saat ini sudah memiliki aplikasinya dan tinggal memasukkan koleksi bukunya saja. Ia berharap agar anggaran Rp 150 juta tersebut disetujui dan digunakan untuk pembelian e-book sesuai anggaran yang dikeluarkan. “Kalau sudah ada anggaran, tentu kita lakukan pengadaan. Jumlahnya nanti tergantung dengan anggaran yang disetuju,” katanya dan menambahkan, pihaknya juga akan menambah koleksi 400 buku fisik. Kotio menambahkan, pihaknya juga telah melakukan penyebaran kuisioner

sebagai tolok ukur koleksi buku apa yang menjadi kebutuhan pembaca di Kabupaten Tabanan. “Hasilnya, pembaca lebih meminati buku-buku sains, buku agama, dan novel. Nantinya, pengadaan akan kami sesuaikan dengan minat pembaca,” tegasnya. Seperti diketahui, perpustakaan digital merupakan terobosan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan minat baca. Selain meningkatkan minat baca melalui aplikasi online, instansi ini juga secara intensif menggelar layanan perpustakaan keliling yang langsung menyasar masyarakat. Salah satunya adalah membuka perpustakaan mobil

keliling setiap Minggu di Lapangan Dangin Carik. Selain itu, perpustakaan juga senantiasa memperbarui koleksi buku fisiknya. Untuk tahun 2018 ini, ada penambahan 213 judul buku baru. Dengan penambahan ini, maka koleksi perpustakaan daerah menjadi 2.913 judul buku dengan total 8.526 eksemplar. (kmb28/kmb24)

I Wayan Kotio

Berhasil Terapkan Mindi Kodal

Tabanan Usulkan Bantuan ke Pusat

Bali Post/ist

MINDI KODAL – Penerapan Mindi Kodal di daerah Jatiluwih.

Tabanan (Bali Post) Sejumlah petani di Tabanan, baik dalam bentuk kelompok maupun individu, menerapkan Mina Padi Kolam Dalam (Mindi Kodal) di lahan pertaniannya. Mindi Kodal adalah teknik pemeliharaan ikan yang dibarengi dengan penanaman padi dalam satu lahan. Teknik ini sudah berhasil diujicobakan di Kediri dan Penebel. Keberhasilan ini ditindaklanjuti oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan dengan mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Jika disetujui, dua kelom-

pok tani di Pejaten, Kediri dan Jatiluwih, Penebel akan mendapatkan bantuan program Mindi Kodal dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Made Subagia mengatakan, proposal bantuan tersebut sudah diterima dan dikaji oleh pemerintah pusat. Jika disetujui maka dua kelompok tani akan mendapatkan bantuan dalam hal pembuatan Mindi Kodal masing-masing seluas lima hektar. Bantuan itu berupa benih, pakan, obat-obatan, pengaman hama biologis dan dana untuk pem-

buatan saluran. ‘’Jika sudah disetujui, maka tahun 2018 ini, bantuan bisa direalisasikan,’’ ujar Subagia, Rabu (11/7) kemarin. Salah satu pelaku Mindi Kodal adalah petani di Jatiluwih, Wayan Semarajaya. Ia menerapkan teknik ini sejak tahun 2017 di lahan seluas lima are. Meski luasan lahan untuk menanam padi menjadi berkurang karena terpakai untuk membuat kolam ikan, namun produksi padi yang dihasilkan tidak berkurang. ‘’Lahan untuk tanam padi memang berkurang karena untuk saluran kolam ikan-

nya. Tapi, produksi padi justru meningkat,’’ ujarnya. Meski lahan untuk menanam padi berkurang, Semaraja mengaku justru mendapatkan 3,5 kuintal beras merah. ‘’Sebelum dibuatkan kolam di sekeliling lahan, untuk luasan lima are biasanya hanya mendapat dua kuintal beras merah,’’ jelasnya. Menurut Semarajaya, peningkatan produksi beras ini karena kotoran ikan menjadi pupuk organik yang menyuburkan dan keberadaan ikan yang menurunkan serangan hama tikus serta gulma. Keuntungan ini membuat

dirinya berkeinginan untuk menerapkan Mindi Kodal di lahan pertanian yang dimilikinya. ‘’Saya punya 50 are dan yang menerapkan Mindi Kodal hanya lima are. Pembuatannya memang masih swadaya. Untuk lima are, total dana yang dikeluarkan untuk membuat kolam adalah Rp 2,5 juta,’’ jelasnya. Semarajaya berharap keberhasilan ini bisa menarik pemerintah pusat untuk memberikan bantuan kepada petani, sehingga penerapan Mindi Kodal bisa diaplikasikan di lahan yang lebih luas. (kmb24)


BULELENG

8 Tiga Calon Kadis LH Kantongi Rekomendasi KASN Singaraja (Bali Post) – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan tiga calon pejabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Ketiga nama itu yakni Putu Ariyadi Pribadi sekarang menjabat Camat Gerokgak, Made Dwi Adnyana sebagai Camat Sukasada, dan Dewa Putu Susrama sekarang menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng. Ketiga pejabat ini pada seleksi lelang jabatan masuk ranking terbaik dari dua peserta lain yang ikut lelang jabatan. Sesuai rekomendasi KASN No.B-1364/KASN7/2018 tanggal 6 Juli 2018 poin tiga disebutkan berdasarkan hasil seleksi terbuka dan sesuai UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 115 ayat (4) Pejabat Pembina Kepegawaian memilih 1 (satu) nama calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang terpilih dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk ditetapkan dan dilantik sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Dengan terbitnya rekomendasi itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mau tidak mau harus memilih satu dari tiga calon pejabat yang masuk ranking tiga besar itu. Isu di lapangan berkembang, pilihan Bupati cenderung mengarah pada Putu Ariyadi Pribadi. Ini sulit dibantahkan karena dari tahapan seleksi, Ariyadi Pribadi itu disebutsebut meraih nilai tertinggi dibandingkan dua pesaingnya yakni Made Dwi Adnyana dan Dewa Putu Susrama. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, S.H. mengatakan, Bupati sebelumnya mengajukan tiga nama peserta lelang yang masuk ranking tiga besar untuk diberikan rekomendasi oleh KASN. Setelah berproses, KASN telah merekomendasikan ketiga nama peserta lelang tersebut. Alasannya, ketiga pelamar itu mendapat nilai riil dari semua tahapan seleksi baik dilakukan oleh pansel maupun hasil assessment BKN Kanreg X Denpasar. “Ketiga nama nama yang diajukan itu sudah dapat rekomendasi KASN. Ketiganya dinyatakan lulus berdasarkan hasil semua tahapan seleksi lelang jabatan beberapa waktu lalu itu,” katanya. Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng itu menambahkan, rekomendasi KASN itu sudah dikantongi. Selanjutnya, kewenangan Bupati menentukan pilihannya. Bupati dalam waktu dekat ini memilih satu dari tiga pejabat yang lolos seleksi tersebut. Satu nama yang dipilih itu selanjutkan akan dilantik menduduki jabatan Kepala Dinas LH yang sekarang ini lowong. “Tinggal Pak Bupati yang akan memilih. Dan kalau sudah turun siapa nama yang dipilih, maka pansel melakukan proses yang terakhir yakni pelantikan sebagai pejabat definitif,” jelasnya. (kmb38)

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Pasca-PPDB

Disdikpora Siapkan Posko DO Singaraja (Bali Post) –

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP di Buleleng berjalan nyaris tanpa permasalahan berarti. Sekolah negeri dan swasta di jenjang ini telah menerima siswa baru sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Calon siswa jenjang SD dan SMP secara serentak telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (9/7) lalu. Pasca-PPDB, sekarang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng sedang mengumpulkan lulusan SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Upaya ini dilakukan dengan cara membentuk Posko Drop Out (DO) yang dikoordinir masing-masing Unit Pelaksana Pendidkan (UPP) di setiap kecamatan. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa di ruang kerjanya, Rabu (11/7) kemarin, mengatakan kebijakan membuka Posko DO itu sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) No. 14 Tahun 2018. Di mana pemerintah pusat menugaskan Disdikpora untuk menyalurkan lulusan SD yang tidak melanjutkan ke sekolah yang masih kekurangan siswa

baru. Selain itu, sekolah yang melebihi daya tampung, akan didata kembali untuk selanjutnya disalurkan ke sekolah terdekat yang jumlah rombongan belajarnya (rombelnya) di bawah jumlah yang sudah ditetapkan. “Astungkara PPDB berjalan lancar dan hampir 90 persen menggunakan jalur zonasi. Pekerjaan kita sekarang adalah mendata sekolah yang kelebihan siswa untuk dialihkan ke sekolah yang masih kurang siswa. Hal yang sama juga kami lakukan bagi lulusan SD yang tidak melanjutkan. Mereka kami arahkan, jika hendak bersekolah maka akan ditampung di sekolah terdekat,” katanya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Sekkab Buleleng itu menambahkan, para kepala sekolah ditugaskan untuk me-

laporkan sekolah yang kelebihan daya tampung ke Posko DO di masing-masing kecamatan. Demikian juga lulusan SD yang tidak melanjutkan itu wajib didata oleh sekolah dan melaporkan ke Posko DO. Pendataan ini berlangsung sampai 31 Juli 2018. Dan siswa yang terdata tersebut akan disebarkan ke sekolah terdekat yang masih kekurangan siswa baru. “Pendataan sedang berproses. Kami pastikan akhir bulan ini, data yang masuk akan langsung dialihkan ke sekolah yang bisa menampung anak-anak itu. Kalau ada persoalan ketidakmampuan biaya perlengkapan sekolah sehingga anak harus DO, kami akan fasilitasi anakanak tersebut untuk mendapatkan bantuan seperti yang dilakukan pada tahun ajaran terdahulu,” jelasnya. Dua belas sekolah minim siswa. Sementara pada hasil PPDB jenjang SD itu ditemukan 12 sekolah yang terpaksa menerima siswa dalam jumlah minim. Belasan SD itu malah menerima siswa kelas I SD rata-rata lima anak. Ini terjadi karena pola zonasi PPDB tahun ajaran 2018/2019, ini

berjalan baik, sehingga siswa mendapat sekolah baru berdasarkan jarak rumah tinggal dengan lokasi sekolah. Atas kondisi itu birokrat asal Desa

Tejakula itu dalam waktu dekat ini akan melakukan kajian. Kemungkinan Disdikpora akan melakukan regrouping. (kmb38)

Pendataan sedang berproses. Kami pastikan akhir bulan ini, data yang masuk akan langsung dialihkan ke sekolah yang bisa menampung anak-anak itu. Kalau ada persoalan ketidakmampuan biaya perlengkapan sekolah sehingga anak harus DO, kami akan fasilitasi anak-anak tersebut untuk mendapatkan bantuan seperti yang dilakukan pada tahun ajaran terdahulu. Gede Suyasa Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng

Rebut Kursi Direksi PD Pasar Buleleng

Dua Kandidat ’’Incumbent’’ Bersaing Singaraja (Bali Post) – Panitia Seleksi (Pansel) perekrutan Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng membuka pendaftaran mulai Senin hingga Jumat (13/7) minggu ini. Sejak pendaftaran itu dibuka, Rabu (11/7) kemarin, tercatat dua orang Direksi incumbent telah mendaftarkan diri. Mereka yang akan ikut seleksi itu masing-masing Made Agus Yudi Arsana, sebelumnya menjabat Direktur Operasional (Dirops) dan Dewa Ketut Anom, selaku Direktur Keuangan (Dirkeu) PD Pasar Buleleng. Keduanya termotivasi ikut seleksi karena memiliki pengalaman dalam manajerial perusahaan daerah selama lima tahun. Syarat pengalaman yang diwajibkan pada seleksi itu menjadi kriteria sangat berat yang sulit

dipenuhi pelamar yang belum pernah menjabat Direksi PD Pasar Buleleng. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekkab Buleleng, Ni Made Rousmini, mengatakan dalam lima hari ke depan pansel yang diketuai Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. akan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tertarik ikut seleksi. Hanya, peluang ini sepertinya kurang diminati. Hal itu terbukti, sejak pendaftaran dibuka, pelamar di luar incumbent belum ada yang tertarik mendaftar. Konon, disebabkan persyaratan sangat berat, selain kriteria umum setiap pelamar wajib memenuhi beberapa syarat khusus di antaranya memiliki pengalaman manajerial perusahaan daerah selama lima tahun. Syarat lainnya umur pela-

mar diatur minimal 35 tahun dan maksimal 55 tahun saat pendaftaran. Syarat batasan umur ini mengacu pasal 57 Peraturan Pemerintah (PP) No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Acuan ini juga menepis kesan di masyarakat kalau jabatan direksi itu sering diberikan kepada mantan pejabat yang sudah memasuki usia pensiun. ‘’Kami tetap beri kesempatan kepada masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut seleksi. Karena ada syarat khusus yang sulit dipenuhi, sehingga kami baru menerima pelamar incumbent,’’ katanya. Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng ini menambahkan, minimnya pelamar dari umum, membuat

pansel harus mempersiapkan langkah untuk memperpanjang masa pendaftaran. Kalau sampai batas akhir pendaftaran, pelamar belum mencapai kuota minimal tiga orang, pansel akan memperpanjang masa pendaftaran empat hari ke depan. ‘’Semoga saja nanti lebih banyak yang mendaftar. Sebab, seleksi ini dilakukan secara transparan. Dan kalau lebih banyak yang mendaftar akan lebih bagus untuk mencari tiga orang direksi yang memiliki kemampuan di bidangnya,’’ katanya. Di sisi lain, birokrat asal Desa Panji, Sukasada ini menambahkan, untuk menguji kemampuan pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, pansel melibatkan dua orang penguji independen yang merupakan dosen di Universitas Pendidi-

kan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Dalam seleksi ini, pelamar diwajibkan membuat kertas kerja (makalah - red) yang berisikan visi, misi, dan menawarkan terobosan yang akan dijalankan untuk mengembangkan PD Pasar Buleleng. ‘’Tidak ada tes tulis, tapi materi tesnya itu adalah membuat kertas kerja kemudian mempresentasikan kepada penguji. Mengapa materi lebih banyak menyangkut kemampuan manajerial dan terobosan mengembangkan perusahaan, karena memang pimpinan (Bupati - red) menginginkan direksi itu memiliki keahlian manajemen kepemimpinan, manajemen keuangan, dan mau bekerja keras memajukan perusahaaan sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD),’’ jelasnya. (kmb38)

Stop Narkoba

Agar Generasi Emas Tak Terpotong Semua sekolah sejak Senin (9/7) lalu menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Mengisi MPLS ini, pihak sekolah tidak melulu memberikan materi pengenalan sekolah yang sudah lazim. Namun, ada materi lain seperti memberikan pemahaman kepada siswa baru terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Momen ini pun dimanfaatkan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng mendatangi sekolah untuk menggelar kampanye “Stop Narkoba”. Bagaimanakah langkah-langkah efektif dan riil mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Buleleng khususnya? SEPERTI yang dilakukan Sekolah Laboratorium (Lab) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Rabu (11/7) kemarin yakni ratusan siswa baru jenjang SMP di sekolah swasta terkenal ini antusias mengikuti materi sosialisasi bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Materi ini dipresentasikan Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa didampingi Kepala Seksi (Kasi) P2M Sairul Huda. AKBP Gede Astawa menegaskan, berdasarkan data yang dirilis Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, disebutkan bahwa pengaruh penyalahgunaan narkoba itu sudah marak di mana-mana. Bahkan sudah merambah kalangan pelajar. Syukurnya, di Buleleng penyalahgunaan barang haram di kalangan pelajar itu masih belum mengarah pada kondisi yang berat. Meski demikian, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh apalagi sebelah mata. Karena itu, solusinya, kalangan siswa itu sangat perlu dibentengi dengan baik terkait penyalahgunaan narkoba. Upaya itu sangat strategis

agar anak-anak itu tidak menjadi korban dan juga pelaku kejahatan narkoba. Cara yang dilakukan BNNK adalah memberikan pemaha m a n lewat sosialisasi terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Bahaya narkoba itu berdampak sangat kompleks. Narkoba tidak saja mengganggu kesehatan, malah berujung pada kematian. Implikasi lainnya akibat kecanduan narkoba sangat parah. Karena itu, wajib dilakukan gerakan stop narkoba. Hanya dengan cara itulah, keluarga dan juga masa depan generasi emas itu tidak terpotong. “Ini komitmen jajaran BBNK bahwa di mana pun, siapa pun wajib kami sasar untuk diedukasi agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak terjadi. Karena itu, musim MPLS ini menjadi pilihan strategis kami sasar sekolah untuk membekali siswa baru terkait pemahaman bahaya narkoba utamanya dampak buruknya untuk kesehatan dan masa depan mereka,” katanya. Di sisi lain, AKBP Astawa

mengatakan, agar terhindar dari pengaruh kejahatan narkoba, tidak cukup dengan ceramah saja. Karena itu, pihaknya senantiasa membangun kesadaran dan kepedulian siswa berpartisipasi memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Partisipasi penyebaran informasi itu dilakukan baik di lingkungan keluarga ataupun di tempat umum, terkait gerakan wajib menghindari praktik buruk penyalahgunaan narkoba itu. Semakin

b a n y a k p i ha k y a n g b e r partisipasi untuk sharing bahaya narkoba itu sendiri, maka program pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba oleh BNNK berjalan optimal. “Setelah ceramah, kami ajak anak-anak berpartisiapsi dengan cara apa pun. Solusinya dimulai dari lingkungan terkecil, sehingga kalau pergerakan kita sudah kuat, maka pengaruh buruk narkoba itu bisa kita atasi dengan baik dan optimal,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

STOP NARKOBA – Kampanye stop narkoba digalakkan jajaran BNNK Buleleng dengan memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Rabu (11/7) kemarin.


GIANYAR

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Pengadaan Seragam Siswa

Bali Post/ist

PASAR MURAH - Sejumlah warga usai berbelanja di pasar murah yang dibuka di Pasar Seni Sukawati.

Pasar Murah Jadi Agenda Rutin

Gianyar (Bali Post) Disperindag Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Bulog menggelar pasar murah di Pasar Umum Gianyar pada Selasa (10/7) dan Pasar Umum Sukawati, Rabu (11/7) kemarin. Kegiatan ini tidak lagi dilaksanakan jelang hari raya melainkan menjadi agenda rutin yang bertujuan menjaga harga pangan di pasaran tetap stabil. Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Gianyar Ni Wayan Adnyaningsih mengungkapkan, beberapa kebutuhan pokok disediakan di pasar murah. Rata-rata harga barang di pasar murah lebih murah Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kg atau per liter dibandingkan harga di pasaran. Di pasar murah, beras premium 5 kg dijual seharga Rp 50.000, minyak goreng Rp 12.300 per liter, gula pasir Rp 11.000 per kg, tepung terigu Rp 7.000 per kg dan kebutuhan pokok lainnya. Pantauan di lapangan, pasar murah yang dibuka pukul 08.00 Wita menggunakan kendaraan roda empat sudah ramai diserbu pengunjung pasar Sukawati. Kebanyakan yang dibeli berupa beras dan minyak goreng. Dalam hitungan dua jam, barang dagangan ludes dibeli pengunjung pasar. Gusti Ayu Kartika, salah satu pembeli di pasar murah Sukawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah. ‘’Kami berharap pasar murah rutin dilaksanakan. Selain membantu warga ekonomi pas-pasan, juga untuk menjaga harga stabil di pasaran agar tidak melonjak naik,’’ ungkapnya. (kmb35)

9

Komite Sekolah Harus Transparan

Gianyar (Bali Post) Pengadaan seragam sekolah menjadi perhatian khusus kalangan DPRD Gianyar. Pasalnya, sampai saat ini masih ada komite sekolah yang belum melakukan pengadaan seragam lantaran khawatir menjadi temuan atau dianggap pungli. Anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Rabu (11/7) kemarin, mengaku sangat menyayangkan jika pengadaan seragam sekolah tidak bisa segera dilaksanakan. Kekhawatiran akan munculnya masalah seharusnya bisa dicegah apabila komite sekolah punya komitmen mengedepankan transparansi dalam pengadaan seragam. ‘’Jadi, saya harapkan komite sekolah segera melakukan penunjukan panitia pengadaan seragam sekolah. Saya minta jangan sampai pihak sekolah dan komite takut mengambil langkah karena ini penting untuk urusan seragam sekolah,’’ ucapnya. Pebriantara mengingatkan para guru dan kepala sekolah jangan sampai terlibat dalam pengadaan seragam siswa. Hal ini harus diserahkan sepenuhnya ke komite. ‘’Kalau guru ikut mengoordinator pengadaan seragam, nanti takutnya dianggap pungli, sehingga lebih baik sekarang diserahkan kepada komite,’’ katanya. Soal transparansi, Pebriantara menyebutkan, komite harus terbuka mengenai tahapan pengadaan seragam kepada seluruh orangtua siswa. Komite harus membeberkan terkait harga dan tem-

pat membeli seragam sekolah. ‘’Jangan sampai pengadaan seragam seperti ini digunakan untuk tempat mencari untung. Apalagi siswa kurang mampu kini merata di seluruh sekolah, jangan sampai mereka terbebani,’’ tegasnya. (kmb35)

Turunkan Angka Pengangguran

Disnaker Rancang Pengembangan Sektor Kerja

Gianyar (Bali Post) Dari data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gianyar, saat ini terdapat 3.100 orang angkatan kerja yang belum bekerja alias menganggur. Guna menekan angka pengangguran, Pemkab Gianyar tengah merancang strategi agar sektor kerja lebih bervariasi dan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Kepala Disnaker Gianyar A.A. Dalem Jagaditha, Rabu (11/7) kemarin, menyampaikan usia penduduk yang menganggur bervariasi mulai dari yang baru lulus sekolah hingga mendekati usia 60 tahun. Namun secara umum, pengganguran didominasi lulusan sekolah. ‘’Pengangguran ini tersebar di tujuh kecamatan,’’ katanya. Diungkapkannya, persentase pengangguran di Kabupaten Gianyar menunjukkan tren penurunan tiap tahunnya. Tahun lalu angka pengangguran 1,02 persen. Pemkab Gianyar pun terus berupaya menurunkan angka pengangguran melalui berbagai program. Pemkab memiliki ekspektasi tinggi terhadap potensi sumber daya profesional di Kabupaten Gianyar. Maka dari itu, pihaknya ingin mendorong para instruktur pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memiliki daya saing sehingga dapat mentransfer dengan baik ilmu yang mereka miliki kepada para calon

tenaga kerja. ‘’Syaratnya, mereka harus memiliki sertifikasi,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, saat ini arah dan minat dunia kerja di Kabupaten Gianyar masih didominasi oleh sektor pariwisata. Diikuti bidang lainnya seperti olah saji, industri, pertanian, dan lainnya. Disnaker Gianyar sedang berupaya mendesain pengembangan agar sektor kerja tidak hanya bertumpu pada titik pariwisata. Sektor industri pun kini berusaha didorong lewat pemberdayaan masyarakat secara merata. ‘’Namun sekali lagi, pemda memiliki keterbatasan. Selebihnya, pelaku swasta yang berperan penting menentukan bidang mana ingin digeluti. Kami sebatas memberi izin dan koordinasi melalui pelatihanpelatihan ini,’’ jelasnya. Di sisi lain, progres kerja Kabupaten Gianyar menunjukkan adanya peningkatan angkatan kerja diikuti meningkatnya daya serap tenaga kerja. Hal tersebut sangat positif dalam kaitannya bersaing di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ‘’Kita tinggal menggenjot dan berusaha terus menurunkan persentase pengangguran. Begitu juga masyarakat yang berwirausaha mandiri, mereka mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian,’’ tegasnya. (kmb35)

Tingkatkan Minat dan Budaya Membaca

Dispusar Gianyar Gelar ’’Workshop’’ Perpustakaan

KEPALA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Gianyar Dewa Gede Putra Amarta membuka Workshop Perpustakaan di UPT Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Rabu (11/7) kemarin. Workshop Perpustakaan diikuti 50 peserta yang berasal dari pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan SMP se-Kabupaten Gianyar. Kabid Deposit Pengembangan dan Pengolahan Perpustakaan Dispusar Gianyar Ni Made Seriasih menyampaikan, workshop dilaksanakan selama dua hari yakni 11 dan 12 Juli. Peserta diberikan pengetahuan dan praktik pengelolaan perpustakaan dan pengelolaan bahan pustaka man-

ual maupun berbasis teknologi informasi. Pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi menggunakan program Perpuseru hasil kerja sama Dispusar Gianyar bersama Perpustakaan nasional dan Coca-Cola Foundation. Melalui workshop ini, peserta diharapkan mendapatkan pemahaman dalam pengelolaan perpustakaan secara teori dan praktik. Seriasih menambahkan, di Gianyar saat ini terdapat 447 perpustkaan, terdiri dari 369 perpustakaan sekolah, 70 perpustakaan desa/kelurahan, 5 perpustakaan instansi pemerintah, serta 3 perpustakaan keliling. Dari jumlah tersebut, terdapat

893.426 judul buku dengan jumlah kunjungan 312.126 orang per bulan. Kepala Dispusar Gianyar Dewa Gede Putra Amarta berharap melalui workshop ini perpustakaan dapat dikelola lebih profesional agar pengunjung merasa senang, nyaman, dan rutin datang ke perpustakaan. Untuk itu diperlukan adanya standar koleksi, sarana dan prasarana, layanan, SDM, penyelenggaraan serta pengelolaan perpustakaan. Meningkatnya kualitas layanan perpustakaan dapat meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat menuju peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia. Peserta workshop I Wayan

Purnayasa dari Desa Batubulan menyambut baik pelaksanaan workshop, karena sangat bermanfaat dalam peningkatan pengelolaan perpustakaan. Ke depan, selain adanya peningkatan pengetahuan pengelola perpustakaan diharapkan dapat lebih difasilitasi peningkatan koleksi buku perpustakaan yang ada. Workshop menghadirkan narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Dra. Gusti Ayu Komang Suryati, dengan materi Pengolahan Bahan Pustaka, Drs. I Wayan Tunjung dengan materi Pengantar Perpustakaan, dan Drs. Rosbaedi dengan materi Pengantar Klasifikasi Perpustakaan. (ad610)

WORKSHOP - Suasana pembukaan Workshop Perpustakaan yang digelar di UPT Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Rabu (11/7) kemarin.


JEMBRANA

10

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Buka-Tutup Negara (Bali Post) –

Jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk sempat terjadi penutupan selama dua jam, Selasa (10/7) sore. Menyusul kondisi cuaca di Selat Bali belakangan ini kurang bersahabat, yakni gelombang tinggi. Jalur penyeberangan yang berjarak kurang lebih tujuh mil ini berpotensi terjadinya buka-tutup. Dengan kondisi seperti ini, faktor keselamatan kapal dan penumpang menjadi prioritas saat melakukan penyeberangan.

Pemkab Jajaki Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Jepang BUPATI Jembrana I Putu Artha beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke negeri Sakura pada 2-5 Juli 2018 untuk menjajaki kerja sama di bidang ketenagakerjaan, terutama tenaga kesehatan. Kedatangan Bupati Artha yang turut didampingi Asisten I Setda Kabupaten Jembrana I Made Wisarjita serta Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Ni Nengah Wartini juga untuk melihat secara dekat

kondisi tenaga magang Jembrana yang tengah berada di Jepang serta potensi kerja sama yang bisa diterapkan di Jembrana. Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari Osaka Care Cooperatif, lembaga yang bergerak di bidang pemberian jasa dan pengelolaan manula di Jepang. Di Osaka, Bupati Artha mengadakan pertemuan dengan Yasuhide Nakayama, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR Jepang. Selanjutnya Bupati

Bali Post/ist

PERTEMUAN - Bupati Jembrana I Putu Artha saat melakukan pertemuan dengan Yasuhide Nakayama, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR Jepang, belum lama ini.

Artha juga sempat bertemu dengan Wali Kota Akitakata Kazuyoshi Hamada membahas hal-hal terkait kesehatan dan ketenagakerjaan. Sementara di akhir kunjungan, Bupati Artha dan rombongan melakukan monitoring pemegang asal Jembrana di salah satu industri pengelasan di Hirosima. “Pemerintah Jepang sangat terbuka dan siap bekerja sama di sektor kerja lainnya. Kita juga gembira karena mendapat permintaan 100 orang tenaga magang dengan kualifikasi perawat untuk bisa ditempatkan di sana,” terang Artha. Kepada warga Jembrana yang saat ini magang di Jepang, ia berpesan agar menjaga etos kerja dan tetap semangat mengikuti kontrak kerja program pemagangan dan jangan kabur menjadi tenaga ilegal. “Ilmu dan pengalaman kerja selama di Jepang agar bisa diaplikasikan sesampainya tiba di Indonesia. Sehingga pulang membawa hasil dan mampu menjadi entrepreneur,” pesan Artha saat itu. Saat ini tercatat 60 orang warga Jembrana mengikuti program pemagangan di Jepang. Mereka tersebar di beberapa kota, dan bekerja di sektor pertanian, peternakan maupun industri. (ad615)

Bali Post/sos

Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Nyoman Suryantha, Rabu (11/7) kemarin mengatakan kondisi cuaca yang terjadi di Selat Bali sulit diprediksi sehingga sewaktuwaktu bisa terjadi penundaan penyeberangan. “Kami prioritaskan untuk keselamatan. Begitu kondisi cuaca tidak memungkinkan, tentunya untuk sementara ditutup. Seperti kemarin (sempat tutup pada Selasa sore) karena kondisi cuaca di Ketapang,” kata Suryantha. Angin kencang disertai gelombang tinggi yang terjadi saat itu mengakibatkan penutupan pelabuhan selama beberapa jam. Sejatinya, tambah Suryantha penutupan itu karena kondisi di Pelabuhan Ketapang tidak memungkinkan untuk bongkar muat. Dengan demikian, Pelabuhan Gilimanuk sempat ditutup mulai pukul 16.45 Wita dan dibuka kembali pada pukul

18.30 Wita. “Memang cuaca buruk di sana (Ketapang), tapi juga berimbas ke Gilimanuk. Kita tidak bisa memaksakan dengan cuaca seperti itu,” tambahnya. Dengan kondisi cuaca perairan yang seperti itu, kapal mau tidak mau harus mengikuti arahan dari Syahbandar. Para nakhoda juga diimbau untuk mewaspadai cuaca yang tidak menentu saat ini. Buka-tutup pelabuhan, menurutnya mutlak dilakukan untuk keselamatan pengguna jasa. Sementara dari informasi yang dihimpun dari BMKG, saat penutupan pelabuhan itu angin cukup berhembus kencang dengan kecepatan 14 knot dan maksimum tercatat hingga 20 knot, bahkan lebih. Selain itu, tinggi gelombang di Selat Bali antara 0,5-3 meter. Pada Rabu kemarin kecepatan angin masih hingga 20 knot dan tinggi gelombang antara 0,25-3 meter. (kmb26)

Bupati Artha Sampaikan LPJ Pelaksanaan APBD 2017 BUPATI Jembrana I Putu Artha menghadiri Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana masa persidangan III tahun sidang 2017/2018 yang dilaksanakan pada Rabu (11/7) di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. Dalam sidang tersebut Bupati Artha menyampaikan penjelasan terhadap rancangan peraturan daerah tentang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD Kabupaten Jembrana tahun anggaran 2017 yang disampaikan dalam 3 bagian, yakni pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Hadir dalam persidangan tersebut pimpinan serta anggota DPRD Jembrana, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jembrana. Dalam laporannya, Bupati Artha menyampaikan pada tahun anggaran 2017, secara keseluruhan pendapatan daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 1.186.843.211.312 atau mencapai 98,77% dari target sebesar Rp 1.201.592.435.477. Dengan rincian, pada PAD ditargetkan sebesar Rp 119.758.101.825, terealisasi

sebesar Rp 121.342.475.323 atau mencapai 101,32%. Realisasi PAD lebih besar dari target sebesar Rp 1.584.373.498. Selanjutnya pada dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 745.201.854.461, terealisasi sebesar Rp 727.758.128.281 atau mencapai 97,66%. Realisasi dana perimbangan lebih kecil dari target sebesar Rp 17.443.726.180. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 336.632.479.190, yang terealisasi sebesar Rp 337.742.607.707 atau mencapai 100,33%. Realisasi lainlain pendapatan daerah yang sah lebih besar dari target sebesar Rp 1.110.128.517. Selanjutnya mengenai belanja daerah sampai akhir tahun anggaran 2017 terealisasi sebesar Rp 1.038.782.383.713 atau 81,86% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp 1.268.899.677.988. Kemudian pada belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung terealisasi sebesar Rp 495.845.592.823 atau 85,99% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp 576.610.313.901. Lalu pada belanja langsung terealisasi sebesar Rp 542.936.790.890 atau mencapai 78,43% dari anggaran sebesar Rp 692.289.364.086. Kemudian pada pem-

Bali Post/ist

JABAT TANGAN – Bupati Jembrana I Putu Artha berjabat tangan dengan Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Wardana saat penyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD Kabupaten Jembrana tahun anggaran 2017. biayaan daerah yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah. Pada penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 83.289.948.667 dan terealisasi sebesar Rp 79.834.879.194 atau 95,85%. Sedangkan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 15.982.706.156 dan terealisasi sebesar Rp 7.900.000.000 atau 49,43%. Berdasarkan uraian tersebut, Bupati Artha mengatakan bahwa masih terdapat beberapa capaian yang belum maksimal, khususnya

pada komponen belanja. “Hal ini tentunya menjadi catatan penting dan referensi yang sangat berharga bagi kami untuk lebih memperhatikan proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran di waktu yang akan datang. Ke depan, dalam menyusun perencanaan tahunan, selain memperhatikan dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah, kami juga akan lebih berhati-hati dan memperhatikan berbagai dinamika dan kondisi yang mungkin terjadi,” kata Artha. (ad617)

Sekolah Kembalikan Uang ”Punia”

Orangtua Siswa Justru Menolak Demi Kegiatan Keagamaan Negara (Bali Post) – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana telah mengingatkan kepada sekolah negeri yang diduga melakukan pungutan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Peringatan itu salah satunya ditujukan kepada SMPN 3 Negara. Sekolah ini disebut-sebut melakukan pungutan terhadap orangtua siswa yang baru. Terkait hal itu, pihak sekolah membantah keras adanya pungutan. Memang diakui ada beberapa orangtua siswa yang membayar lebih, namun tentunya itu berupa dana punia. Bahkan, uang punia itu telah disepakati berdasarkan hasil pertemuan antara orangtua siswa, komite dan pihak sekolah pada 7 Juli

lalu. Uang punia itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan keagamaan di sekolah. Menyikapi peringatan Disdikpora Jembrana itu, pihak sekolah pun langsung mengumpulkan kembali orangtua siswa, komite dan guru untuk menggelar pertemuan, Rabu (11/7) kemarin. Hal ini dibenarkan Kepala SMPN 3 Negara I Gusti Komang Arnawa didampingi Ketua Komite Putu Arya Widiantara. Ia mengatakan pertemuan itu dimaksudkan untuk mengembalikan uang punia dari orangtua siswa. Ini dilakukan supaya tidak ada persoalan ke depannya. Menurutnya, dana punia itu disepakati untuk kegiatan upacara atau piodalan di sekolah. Diakui, sekolah yang dipimpin-

Bali Post/olo

PERTEMUAN –Para orangtua siswa, komite dan guru SMPN 3 Negara ketika melakukan pertemuan, Rabu (11/7) kemarin.

nya memang menerima dana BOS Pendamping dari Pemkab Jembrana yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Akan tetapi, dana itu dirasa tidak cukup. Sebab, SMPN 3 Negara memiliki dua lokasi sekolah. Gedung sekolah ada di sebelah timur dan barat. Masing-masing memiliki palinggih. Karena berada di dua lokasi, tentunya biaya upacara keagamaan lebih besar. Satu kali piodalan, untuk sarana upakara membutuhkan rata-rata Rp 3 juta. Sementara dalam setahun upacara keagamaan itu sebanyak empat kali. Di sisi lain, BOS pendamping sebanyak Rp 5 juta. Berdasarkan pertimbangan tersebut pihak sekolah bersama komite kemudian membuka dana punia bagi umat Hindu sedharma, khususnya bagi siswa kelas VII. Tetapi sifatnya tidak mengikat. Sementara itu, dalam pertemuan kemarin dan pihak sekolah sepakat untuk mengembalikan punia itu, ternyata disikapi berbeda oleh para orangtua siswa. Mereka justru menolak untuk dikembalikan. Pasalnya mereka ikhlas memberikan kelebihan biaya antara Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu itu demi keperluan kegiatan keagamaan di sekolah. “Kami sangat ikhlas karena untuk keperluan piodalan. Ini (kesepakatan) pun sudah melalui rapat komite pada 7 Juli lalu. Kami heran kok ini dikatakan pungutan,” ujar Ketut Suardana,

salah satu orangtua siswa. Ia menjelaskan, keputusan untuk pembelian seragam senilai Rp 938 ribu sudah melalui rapat komite dengan sekolah. Sedangkan untuk dana punia itu sejatinya bersifat sukarela. Para orangtua siswa melalui rapat itu sepakat memberikan punia itu secara sukarela. Faktanya ada beberapa orangtua siswa membayar Rp 950 ribu hingga Rp 1,1 juta berdasarkan kerelaan. Dana kesepakatan untuk seragam ini pun, menurutnya, juga paling kecil dibandingkan sekolah negeri lainnya di wilayah zonasi yang sama. Hal serupa juga diungkapkan Gede Guna Astawa, orangtua siswa lainnya. Ia juga mengaku ikhlas. Ia justru kecewa ketika dana punia itu dikembalikan. Apalagi dana itu untuk kegiatan keagamaan di sekolah. Terutama saat piodalan, rahinan purnama tilem, Saraswati, termasuk upanayana bagi siswa baru. “Saya pun kaget, baru kemarin rapat kok rapat lagi,” terang Astawa. Tak hanya itu, Gusti Komang Budiasa asal Baler Bale Agung juga mengatakan hal serupa. Ia ikhlas adanya punia sukarela itu. Apalagi, hal ini kesepakatan dari rapat komite yang dihadiri 95 persen orangtua. “Kita sudah sepakati secara forum. Termasuk seragam itu juga sudah sesuai dengan peraturan. Kami mengikuti untuk kemajuan sekolah,” tandasnya. (kmb26)

Bali Post/olo

GOTONG ROYONG – Warga bersama TNI terlihat semangat bergotong royong dalam program TMMD di Desa Delod Berawah, Rabu (11/7) kemarin.

TMMD di Delod Berawah

Warga dan TNI Bergotong Royong Bangun Jalan Rabat Negara (Bali Post) – Hari pertama pelaksanaan TMMD ke-102 Kodim 1617/Jembrana di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Rabu (11/7) kemarin cukup disambut antusias masyarakat. Di beberapa titik sasaran terlihat kerja sama TNI dan masyarakat bahu-membahu mengerjakan jalan dengan harapan pekerjaan selesai tepat pada waktu. Pengerjaan sasaran pembuatan jalan rabat beton penghubung Desa Delod Berawah dan Yeh Kuning itu terus digenjot. Seperti yang terlihat di lokasi TMMD Kodim 1617/Jembrana itu, tampak anggota Kodim dan pasukan gabungan bersama warga masyarakat mengerjakan pembangunan jalan rabat di tepi pantai. Material bebatuan yang sudah ada

mulai ditata dan digelar di sepanjang jalan yang merupakan titik 0, tepatnya di sebelah patung Putri Duyung. Jalan Rabat beton yang akan dibangun ini sepanjang 800 m dengan lebar 4 m. Dan SSK TMMD Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf. M. Zaenul Eksan menyambut baik antusias masyarakat yang begitu semangat dalam pembangunan jalan tersebut. “Antusias itu terlihat karena begitu tinggi partisipasi dari warga setempat dalam setiap kegiatan,” tandas Kapten Zaenul. Direncanakan pengerjaan bisa rampung dalam waktu sebulan ke depan. Selain pengerjaan fisik, juga dilakukan sejumlah kegiatan non fisik seperti penyuluhan HIV/AIDS dan lain-lain. (kmb26)


Kamis Pon, 12 Juli 2018

KARANGASEM

Pelayanan ’’Goes To Banjar’’ Sasar Kecamatan Selat

GOES TO BANJAR - Bupati Mas Sumatri memantau kegiatan Pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ di Kantor Camat Selat. WARGA Karangasem dari wilayah Dauh Bukit tumpah ruah di Kantor Camat Selat, Rabu (11/7) kemarin. Kedatangan mereka adalah untuk mendapatkan pelayanan kegiatan ‘’Goes To Banjar’’ yang dilaksanakan Pemkab Karangasem. Kegiatan “Pelayanan Terpadu Goes To Banjar” ini merupakan acara yang kedua kalinya setelah bulan Mei lalu dilaksanakan di Kecamatan Sidemen. Sebanyak 157 jenis pelayanan diberikan pada kegiatan yang bersifat terpadu tersebut. Pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ itu melibatkan 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sembilan kementerian. Pelayanan yang diberikan di antaranya administrasi kependudukan seperti kartu keluarga, KTP dan akta kelahiran, pelayanan perizinan dan

nonperizinan dan SIM keliling. Juga ada pelayanan kesehatan gratis dan pojok baca. Bupati IGA Mas Sumatri pada kesempatan itu melakukan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah, Kartu Karangasem Sehat (KKS), Kartu Karangasem Cerdas (KKC), dan kartu JKN-KIS. Selain memberikan berbagai jenis pelayanan tersebut, juga ada kegiatan pasar murah dan penyerahan bantuan kepada pengungsi Gunung Agung. Sampai berakhirnya acara, pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ dikunjungi 2.142 warga mulai dari anak-anak hingga orang tua. Pemkab Karangasem menerjunkan 113 personel termasuk unsur kepolisian dari Sat. Lantas Polres Karangasem dan pegawai kantor-kantor kementerian. Bupati Mas Sumatri me-

ngatakan, pelayanan “Goes To Banjar” itu adalah program pelayanan yang bersifat terpadu. Pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ itu sesungguhnya merupakan implementasi visi-misi pemerintah daerah yang tertuang di dalam Nawa Satya Dharma. ‘’Kegiatan ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan seperti pengurusan akta, BPJS, KTP, perizinan dan masih banyak lainnya,’’ jelasnya. Kegiatan Pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ itu bersifat kontinu dan akan dilaksanakan di semua kecamatan. Sasaran kegiatan itu untuk mempercepat proses kesejahteraan masyarakat dengan mendekatkan pelayanan. Pelayanan ‘’Goes To Banjar’’ itu bersifat integral dengan program Mal Pelayanan Publik (MPP) di Gedung UKM Center. Dalam upaya memberikan kemudahan kepada masyarakat, menurut Bupati, Pemkab Karangasem juga sudah membuka layanan kegawatdaruratan gratis. Sedangkan program KKS dan KKC akan dilengkapi jika masih ada kekurangan fasilitas yang diberikan provinsi maupun pusat. Dengan fasilitas tambahan yang dialokasikan oleh pemerintah kabupaten ini, diharapkan masyarakat memiliki kemampuan bersaing dengan daerah lain di Bali. ‘’Walau PAD Karangasem relatif kecil, namun masyarakat harus makmur. Upaya itu adalah salah satu strategi kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,’’ tegasnya. (ad622)

11

Orangtua Risau Jelang Tahun Ajaran Baru

Anaknya Hendak Diikutkan Upacara ’’Pawintenan’’ Amlapura (Bali Post) -

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2018/2019, siswa SMP dan SMA/SMK akan diikutkan dalam upacara pawintenan. Rencana ini membuat risau para orangtua siswa. Sebab, upacara pawintenan biasanya dilakukan bagi mereka yang hendak menapak jalan kepemangkuan atau ekajati. Selain itu, setelah pawintenan, biasanya juga harus mengikuti sesana dan linggih sebagai orang suci. Upacara pawintenan massal ini rencananya akan digelar Jumat (13/7) besok di Taman Budaya Candra Buana, Amlapura. Sebagaimana isi surat Disdikpora Karangasem nomor 005/2430/Set/ Disdikpora tertanggal 10 Juli. Prosesi pawintenan massal ini diselenggarakan untuk menguatkan slogan ‘’Karangasem The Spirit of Bali’’. Rencananya akan dimulai pukul 06.30 Wita. Para undangan/siswa diminta membawa sarana persembahyangan, seperti canang, dupa, selain itu karawista, benang tridatu, dan banten peras ayaban. Beberapa orangtua siswa SMP, Rabu (11/7) kemarin, kepada Harian Bali Post mengaku risau dengan rencana ini. Alasannya, proses pawintenan lengkap dengan rerajahan dan sarana lainnya itu tidak tepat jika dilakukan pada siswa. Sebab, sesuai sastra dan ajaran agama, siapa pun yang mawinten, selanjutnya harus mampu nganutin sesana dan linggih sebagai orang suci.

‘’Kenapa tidak ngelisin saja. Jangan pawintenan. Kalau ngelisin (pembersihan) masih bisa diterima. Kalau pawintenan rasanya terlalu tinggi, karena siswa itu masih dalam tahap brahmacari. Apa artinya, kalau setelah pawintenan, siswa masih berkata kasar, kebutkebutan di jalan, dan lelaku tak patut lainnya. Ini bahaya,’’ kata salah satu orangtua siswa SMP yang menolak namanya ditulis. Kabarnya, upacara pawintenan massal itu akan dilaksanakan juga untuk memperoleh rekor MURI proses pawintenan dengan jumlah terbanyak. Sesuai data lampiran surat Disdikpora Karangasem, rencananya ada 1.000 siswa SMP yang akan hadir. Demikian juga siswa SMA/SMK, sesuai surat yang diteken KUPT Disdikpora Provinsi Bali Drs. I Made Puri Suastika, M.Si. tertanggal 6 Juli lalu, juga diminta menyiapkan 1.000 siswa. Ada sekolah yang diminta hadirkan ratusan siswa, khususnya yang sekolahnya dekat. Ada pula yang hanya diwakili lima siswa,

khususnya sekolah dari luar Kecamatan Karangasem. ‘’Sisya Upanayana’’ Sejalan dengan surat Disdikpora Karangasem, pihak PHDI Karangasem saat dikonfirmasi Rabu (11/7) kemarin, membenarkan adanya rencana pawintenan massal ini. Ketua PHDI Karangasem Wayan Astika meluruskan pawintenan yang dimaksud bukan pawintenan kepemangkuan. Melainkan pawintenan kepada siswa baru yang dikenal dengan nama sisya upanayana. Ini, menurutnya, biasa dilakukan setelah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah. Upacara sisya upanayana itu, menurutnya, bermakna penobatan dimulainya calon siswa menjadi siswa. Intinya, sebuah upaya penyucian ditandai natab banten, agar siswa siap menerima ilmu pengetahuan yang lebih dikenal dengan pawintenan saraswati. Kegiatan sisya upanayana ini tidak hanya diikuti oleh murid, termasuk gurunya agar keduanya siap belajar maupun

mengajar. Sakramen sisya upanayana ini dilakukan dengan memberikan karawista kepada murid. Ini sebagai simbol penajaman pikiran dan juga diberikan benang upawita sebagai simbol meninggalkan sifat-sifat buruk, yaitu benang warna merah dan benang warna putih untuk menumbuhkan sifat baik dan kedewataan dalam diri. ‘’Upacara pawintenan sisya upanayana ini memiliki dua tujuan yaitu, membersihkan diri dan mempertajam pikiran dan untuk memperhalus budi pekerti, berbicara sopan dan berperilaku yang baik,’’ kata Astika. Dengan pikiran yang tajam, siswa akan mampu lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan atau proses aguron-guron di sekolah. Sehingga dengan sisya upanayana ini diharapkan siswa akan memiliki kecerdasan intelektual, sosial, spiritual, dan kecerdasan emosional. Menjadi teladan bagi masyarakat. Dengan dua tujuan tersebut, maka kegiatan pawintenan kepada siswa saat akan mulai belajar, menurutnya, sangat tepat dilakukan. ‘’Jadi, sisya upanayana ini dalam ajaran agama Hindu, artinya penyucian kepada siswa yang baru akan memulai belajar ilmu pengetahuan,’’ tegasnya. (kmb31)

Siswa Diminta Selalu Dibekali APD

Menjelang tahun ajaran baru, siswa di kawasan rawan bencana diminta selalu membekali diri dengan alat perlindungan diri (APD). Sebab, aktivitas Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan dengan ditandai letusanletusan kecil. APD diperlukan agar siswa selalu siap menghadapi ancaman bencana, yang bisa terjadi kapan saja. Bagaimanakah upaya efektif dan cerdas lainnya yang harus dilakukan dalam mengantisipasi segala sesuatunya terkait erupsi Gunung Agung?

KETUA Pasebaya Gunung Agung, I Gede Pawana, mengatakan hal itu saat melakukan edukasi mitigasi bencana ke SMPN 3 Selat, Rabu (11/7) kemarin. Di hadapan ratusan siswa setempat, Pawana meminta agar siswa selalu waspada dan siaga menghadapi ancaman erupsi gunung api. Menurutnya, SMPN 3 Selat ini termasuk dalam kawasan rawan bencana karena ada di wilayah Desa Duda Utara, Kecamatan Selat. ‘’Kita ini ada di kaki Gunung Agung. Karena itu, anak-anak harus selalu waspada dari bahaya. Upaya itu penting, dalam upaya mencegah terjadi korban

jiwa jika muncul kemungkinan terburuk,’’ kata Pawana. Tidak hanya masyarakat umum, menurutnya, siswa pun harus dibekali dengan cara-cara antisipasi yang baik. Hal itu menjadi keharusan, agar tahu apa yang wajib dilakukan ketika dalam bahaya erupsi. Kalangan guru setempat juga diminta agar terus mengikuti informasi perkembangan aktivitas Gunung Agung. Guru-guru juga harus ikut dalam upaya mitigasi bencana itu. Guru khususnya harus aktif memberikan pemahaman kepada siswa dan lingkungan sekitarnya, agar tidak mudah panik dan cermat

menyikapi dampak bencana. Langkah mitigasi itu perlu terus diperkuat, untuk menekan adanya korban jiwa. Mengingat kondisi gunung api yang masih aktif, kemungkinan meletus bisa terjadi kapan saja. Siapa pun tidak bisa memprediksi kapan terjadi letusan itu lagi. Untuk mempermudah menjelaskan kepada siswa, Pawana juga menggunakan sarana video bagaimana upaya-upaya efektif yang harus dilakukan dalam kaitan mitigasi bencana gunung api. ‘’Siswa keluar rumah atau saat ke sekolah, mesti dilengkapi alat perlindungan diri

(APD) sehingga mereka terhindar dari abu vulkanik. Dalam situasi genting, ancaman abu vulkanik harus diantisipasi dengan cepat,’’ tegasnya seraya menyebutkan ada 1.221 relawan yang selalu siaga selama 24 jam melakukan pemantauan di seluruh pos di kaki Gunung Agung. Kepala SMPN 3 Selat I Nengah Sikiarta mengatakan pihaknya selama ini juga kerap memberikan upaya mitigasi. Dengan langkah terobosan Pasebaya ini, pihaknya berharap sistem mitigasi yang dibangun semakin kuat dan melekat kepada seluruh warga sekolah. (gik)

Bali Post/gik

MITIGASI BENCANA - Ketua Pasebaya I Gede Pawana saat memberikan mitigasi bencana Gunung Agung, Rabu kemarin.


KLUNGKUNG

12

Hari Ketujuh, Pendaftaran Bacaleg Nihil Parpol Tunggu Rekomendasi Semarapura (Bali Post) Memasuki hari ketujuh, partai politik (parpol) belum ada mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. Beberapa beralasan masih mempersiapkan berkas maupun menunggu rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ketua KPU Klungkung I Made Kariada, Rabu (11/7) kemarin mengatakan, pendaftaran tetap dibuka sampai 17 Juli mendatang. Tidak ada kebijakan perpanjangan. “Sampai sekarang belum ada yang mendaftar. Batasnya tetap seperti ketentuan awal. Tanggal 17 net. Lewat itu, outside,” tegasnya. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menyebutkan sejumlah bakal calon masih melengkapi persyaratan, seperti keterangan sehat, surat keterangan catatan kepolisian hingga keterangan dari pengadilan yang menyatakan tidak pernah menjadi terpi-

dana. “Kami sudah imbau supaya secepatnya bisa mendaftar. Supaya tidak numplek di jelang-jelang akhir,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Klungkung I Ketut Sukma Sucita mengatakan, pendaftaran akan dilaksanakan 16 Juli. “Kami manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan berkas,” ungkapnya. Politikus asal Desa Kamasan, Klungkung ini mengatakan sederet nama yang akan maju pada hajatan politik lima tahunan itu sudah diusulkan ke DPP. Jumlahnya melebihi kuota di DPRD yang mencapai 30 kursi. Mereka tak hanya berasal dari kader partai, namun juga kalangan profesional. Kini, tengah menunggu rekomendasi. “Untuk rekomendasi masih proses di Jakarta. Kita hanya mengusulkan saja nama dan persyaratan lainnya. Hasil akhir ada di DPP,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPC

Partai Gerindra Klungkung I Wayan Baru mengatakan, sesuai rencana, pendaftaran akan dilakukan pada hari terakhir. “Masih nunggu suratsurat selesai. Rekomendasi dari DPP juga belum turun,” ungkapnya. Partai berlambang kepala garuda ini juga mengusulkan nama melebihi kuota kursi. Itu termasuk dari fraksi yang masih menjabat saat ini. Sebagai partai besar, PDIP juga belum menentukan jadwal pasti untuk itu. Ketua DPC Klungkung Anak Agung Gede Anom mengaku menunggu perintah DPP dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD). “Seluruh daerah masih menunggu,” ucapnya. Demikian juga halnya dengan Partai Hanura. Sekretaris DPC Klungkung I Nyoman Suastika menyebut beberapa nama yang diusulkan masih melengkapi persyaratan. “Kalau sudah lengkap, kami sampaikan ke DPD. Cukup dari sana saja dapat rekomendasi,” pungkasnya. (kmb45)

Bantuan Pangan Non-Tunai

Realisasi Makin Dekat, E-Warong Belum Ada Semarapura (Bali Post) -

Pendistribusian Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang digelontorkan pemerintah pusat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Klungkung nampaknya belum bisa dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga Rabu (11/7) kemarin, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung masih berkutat dengan verifikasi data. Selain itu, penunjukan Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) juga belum dilakukan. Kabid Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Wellem Supriyono Ayal mengatakan, sesuai basis data terpadu (BDT), kuota bantuan tersebut mencapai 8.260 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 59 desa/ kelurahan. “Ini diverifikasi lagi. Tinggal lagi tiga desa saja. Ada di Nusa Penida. Untuk yang di Klungkung daratan sudah selesai,” jelasnya. Penyaluran bantuan berupa telor dan beras senilai 110 ribu per bulan ini bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Namun, fasilitas berupa e-Warong yang menjadi tempat

MPLS di SMPN 1 Banjarangkan

Haramkan Perpeloncoan, Kedepankan Pendidikan Karakter MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP telah berlangsung. Di Kabupaten Klungkung, kegiatan tahunan ini dilarang keras diwarnai perpeloncoan. Sekolah didorong mengedepankan pendidikan karakter terhadap peserta didik. Tak hanya itu, sekolah pun harus mampu menjadi rumah kedua untuk mereka. Suasana di SMPN 1 Banjarangkan, Rabu (11/7) kemarin nampak berbeda. Ratusan anak mengenakan seragam merah putih. Sebagai tanda menjadi siswa baru. Mereka tak hanya berasal dari Banjarangkan, namun juga wilayah Gianyar perbatasan. Berbaris rapi di lapangan yang berada di tengah-tengah. Meregangkan badan dengan olahraga ringan. Diiringi musik bernuansa semangat, dipandu guru. Gerakannya tak hanya ke kanan atau ke kiri. Juga melingkar diiringi hentakan. Tawa riang pun terpancar dari wajahnya. Pemandangan itu berlangsung sekitar sepuluh menit. Mereka langsung menuju kelas.

Tak lupa salim dengan guruguru yang menyaksikan. Tak lupa juga mengucapkan salam dan menunjukkan senyuman. Nampak sopan dan santun. Kasek setempat, Nengah Suradnya, mengatakan kegiata ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Suasana diciptakan senyaman mungkin. Tidak ada yang namanya perpeloncoan. Apalagi menggunakan pernakpernik, seperti topi krucut dari kertas atau pita rambut dengan tali rafia warna-warni. Waktu pelaksanaannya pun tidak pagipagi buta. Mulai dari pukul 07.30 sampai 12.30 Wita. “Tidak ada yang namanya pelonco-peloncoan. Semua berjalan seperti biasa. Siswa diperkenalkan hal-hal berkaitan dengan sekolah,” jelasnya didampingi Ketua Panitia Nengah Ramin. Menurutnya, kegiatan ini tak sebatas seremonial. Tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang berkarakter. Siswa dididik untuk terbiasa menumbuhkan sikap kekeluargaan. Memiliki sikap sopan dan santun, baik bersama

temannya maupun tenaga pendidik. “Sekolah harus bisa menjadi rumah kedua untuk mereka. Jadi harus ciptakan kenyamanan,” katanya. Tak hanya itu, menghindari stigma negatif, kegiatan yang ditutup hari ini sebelumnya sudah disampaikan kepada komite. Pemerintah desa pun dilibatkan untuk memberikan arahan kepada peserta didik itu. “Siswa juga diajak bersihbersih ke pura Kentel Gumi sekaligus sembahyang. Itu juga bagian dari pendidikan karakter. Bentuk penerapan Tri Hita Karana,” imbuhnya. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Suastana mengatakan, pendidikan karakter harus ditanamkan kepada siswa sejak awal mengenyam pendidikan. MPLS ini bukan untuk memberatkan dengan memberikan segudang tugas. “Namanya juga pengenalan lingkungan sekolah, yang diberitahu harus berkaitan dengan sekolah. Prestasinya apa, programnya apa, itu yang disampaikan,” tegasnya. (sos)

Kamis Pon, 12 Juli 2018

pengambilan belum ditentukan. Sebelumnya, sempat ditargetkan program nasional tersebut sudah berjalan pada bulan ini. Ayal pun terkesan pesimis terhadap hal tersebut. Ia justru berdalih sesuai surat keputusan (SK) menteri realisasinya pada Agustus. “Itu ada mekanismenya. Biar lambat, asal selamat,” ucapnya. Transaksi pengambilan bantuan ini menggunakan kartu khusus. Sebelumnya, sempat dikhawatirkan terganggu dengan jaringan yang tidak optimal. Namun, berdasarkan hasil survei langsung bersama bank, itu tidak jadi persoalan. “Jaringan bagus. Hanya di Desa Sekartaji, di pusatnya saja yang kurang bagus. Tetapi tak jauh dari sana, bagus. Nanti e-Warongnya bisa menyesuaikan,” imbuhnya. Untuk diketahui, BPNT ditangani langsung Kementerian Sosial. Tujuannya untuk mengurangi pengeluaran masyarakat yang berpenghasilan rendah. (kmb45)

Putra Klungkung Lolos Seleksi Paskibraka Nasional GENERASI muda Kabupaten Klungkung semakin menunjukkan taringnya untuk mengharumkan nama daerah. Tak hanya melalui bidang olahraga, salah satunya renang. Namun juga melalui keikutsertaan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang. Ia adalah seorang siswa kelas XI SMAN 1 Semarapura, Sang Putu Hendra Aditya Jyoti (16). Sebelum berangkat ke Jakarta mengikuti karantina selama sebulan, siswa asal Desa Akah Kecamatan Klungkung ini pamitan dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di ruang kerjanya, Rabu (11/7) kemarin. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudpora Kabupaten Klungkung Wayan Suarta yang turut mendampingi

mengatakan, Jyoti lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional setelah mengikuti seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi beberapa waktu lalu. “Ini perlu perjuangan,” katanya. Bupati Suwirta pun mengaku bangga terhadap capaian generasi muda ini. Ia pun berharap masa-masa karantina dapat diikuti dengan baik dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Klungkung. “Tetap semangat dan bawa nama Klungkung. Gaungkan Gema Santi sebagai jati diri,” katanya. Selain itu, Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini juga memberikan selamat. Menurutnya, banyak siswa-siswi, baik dari Kabupaten Klungkung maupun dari kabupaten lain yang memiliki kemampuan, tetapi belum beruntung lolos ke nasional sebagai anggota Paskibraka. “Syukuri karena

Bali Post/ist

BERPAMITAN - Sang Putu Hendra Aditya Jyoti berpamitan kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (11/7) kemarin, sebelum melenggang ke Jakarta mengikuti karantina Paskibraka. banyak orang yang juga memiliki kemampuan tetapi belum beruntung,” ungkapnya. Sementara itu, Jyoti mengatakan untuk lolos perlu mengikuti serangkaian tahapan. Mulai dari psikotes, PBB, Smapta dan kesenian

daerah. Keikutsertaannya dalam ajang itu karena ingin menambah wawasan. “Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat,” ujar putra dari pasangan Sang Ketut Sweta dan Ni Ketut Sukerti ini. (ad621)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 12 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari karyawan utk Showroom Mobil di Panjer T.081239991643

B.BP.001.07.18.0000608

Semadi Putra:Cari Kary Admin Tinggal dalam Hub.0811388912

B.BP.001.07.18.0000465

!Dcr PRT/Jga Ank tgl dlm,G1.8jt Lgs Kj 081237903622 / 087861412911

B.BP.001.07.18.0000584

*Modern Gallery in Berawa looking for Young,Smart & Energic Floor Manager,Accounting & Engineering Staff, Send CV to: sudarsana_wn@yahoo.com

B.BP.166.07.18.0000606

Dcr Adm online,Sales,Sopir bisa matic,B1,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps

B.BP.004.06.18.0001086

Dcr SMK,D3,S1 Akuntansi,Jujur& Bekerja Keras Hub. 081246868853

B.BP.001.07.18.0000574

Dcri Stf Acc u/Trvel Unud Jimbaran.Krm CV fadjarlontoh1@gmail.com

Cr karyawati u/Produksi Kue, Tng Srabutan Sim C 08123836575

B.BP.001.07.18.0000599

Dcr 1 org S1 Teknik Sipil,Baru Tamat,Lam WA ke:081238032984 B.BP.001.07.18.0000577

Dcr 5supir Pariwisata bs Inggris Hub:MerrysTravel 0361235700 B.BP.004.07.18.0000473

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj Min 80Rb / Hr,Kos + U.Mkn,Makmur Abadi Bangunan Jl.T.Umar Brt888 B.BP.004.07.18.0000542

Dcr sopir pariwisata Hub. 081999040400 B.BP.154.07.18.0000591

SERVICE

RUPA-RUPA

We are looking of Butler / HouseKeeping who can speak English, hard worker & have experience(at least 1 year). High Salary. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.07.18.0000238

Cr Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500rb, T.487612/488315 dijmpt

B.BP.001.07.18.0000598

B.BP.001.07.18.0000609

Dcr Sopir Brpengalman Utk Kntr Yayasan Hub: 085238316633 Jmbrn

Dcr: SPG Toko & Admin Gaji UMR + BPJS. Hub.081803698168

Cr karyawati Toko & Produksi Kue di Tuban Hub.081246361068

Part time bookeeper for Boutiq Ubud&Seminyak for stock takes & admin, 08123932061 English

B.BP.001.07.18.0000607

Cari Sopir Hubungi Jl.Sekar Tunjung XII B/123AA Tlp.467605

B.BP.001.07.18.0000593

B.BP.004.07.18.0000588

Dcr CS bisa sopir Sim A. Bawa lamaran P.Moyo 08123886787 Putu

Dcr T.Sopir Jl.Nusa Kambangan No.7(Pak Oles)Hub.08123963394

B.BP.001.07.18.0000583

Teknisi Listrik / Mekanik (Tabanan), pengalaman Hub.Dewi 081236222509

Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi,081339505678

Dcr Staf Villa Cwk bs msk,bs bhs Inggris Pglmn 08113977273

B.BP.154.07.18.0000596

B.BP.001.07.18.0000517

Dcari Sopir Pickup Hub.Jl Sida Karya 157 Perum Calista A12A

B.BP.001.07.18.0000581

B.BP.001.07.18.0000600

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

B.BP.004.07.18.0000590

G.01

B.BP.004.07.18.0000458

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

B.BP.004.07.18.0000589

B.BP.821.07.18.0000594

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA 081375409869 & 087754689692

B.BP.004.07.18.0000408

Sekuriti pabrik (Tabanan), pengalaman, Hub.Dewi 081236222509

Informasi pasang iklan Telepon

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com G.05

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com G.06

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

DIJUAL MOBIL HONDA

Mbl H.CRV 2003,Hitam,Mulus, Lengkp Hub:085738309363 Klk B.BP.001.07.18.0000573 JEEP

Mini Cooper S th’2015 4 Pintu,Mulus Hub.08123932822 B.BP.141.07.18.0000602 MERCEDEZ

Mercedez CLA th’2016 / 2017 AMG KM 5000rb Hub.081238116467

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dibthkan secepatnya Gardener Villa. Rajin & berpengalaman. Gaji menarik. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Swift GT’14 Merah 155+Fortuner 12 TRD 280jt BsTT, 085100856999

G.03

B.BP.141.07.18.0000601

B.BP.001.07.18.0000515

B.BP.001.07.18.0000516

Dicari Karyawan Enggenering, Lam.dibawa ke Rosani Hotel, Jl.Melasti gag Lebak Bene,Kuta. 0361-761042/082147231199

B.BP.001.07.18.0000505

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub:087702912473 B.BP.001.07.18.0000352

Dibutuhkan SPG,Area BTDCNusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533

B.BP.001.07.18.0000086

Dibutuhkan Segera Barberman, Max 35thn,Berpengalaman, Gaji + Bonus + Uang Makan Hub:08977256314/087862224488 B.BP.001.07.18.0000582

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

FOTOCOPY

New Restaurant in Sanur kindly looking for potential candidate: Waiter/Waitress Cook Barista Asst Manager. Send your CV to:mangotaru1@gmail.com ph.081339710771

B.BP.004.07.18.0000605

SPG SPB Toko Home Art. Carrefour Sunset Road Hub.08175171190(WA)

B.BP.031.07.18.0000592

B.BP.001.07.18.0000585

DIJUAL MOTOR HONDA

Scoopy Merah Hitam / Vario Merah Thn’2014 Hub.08972148012 BU

B.BP.001.07.18.0000569

DIJUAL RUMAH Djl rmh Lt.2 Perum Maja Huma Residen Renon H.085100888379

B.BP.004.07.18.0000595

DISEWAKAN RUMAH

Dibthkan Staff Tukang / Kepala Tukang brpglmn & jujur. Gaji memuaskan. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

G.02

TOYOTA

Avanza’07 Silver AsBali Type S HP.085238918514, 085338424789

B.BP.141.07.18.0000603 MITSUBISHI

Pajero Sp Dakar ’14 putih trwt 43rb km,svc rutin,mulus, Dex nego serius 08121001662 B.BP.031.07.18.0000570 SUZUKI

Dijual APV Pick Up 2011 Hitam Mulus Hub.081916280012 B.BP.001.07.18.0000578

Dijual Murah Splash Manual 2013 Hub.082237816776 B.BP.004.07.18.0000586

Dswkn Rmh L.205m2,3Kmt,3Kmd Jl.Gunung Lumut Gang Drupadi No.11 Padang Sambian Kelod,Dps Hrg 80Jt Prthn Bisa Nego Hub:087861358681/087762262027 B.BP.004.07.18.0000328

Rmh 3K.Tdr Jl.Tukad Petanu Gg Perkutut H:08174763427/483656

B.BP.001.07.18.0000571

KOST Dibeli Kos-Kosan area Denpasar Selatan Hub.081338329742 (WA) B.BP.001.07.18.0000567

DIJUAL TANAH Dijual Tanah Kav Lok.Jl.Tukad Balian,dll Hub.0811398086 B.BP.001.07.18.0000298

Murah Tanah 38 Are Jl.By Pass Ngurah Rai,Lebar 24mtr 2,2M/A Dekat Airport Hub.085100490645 B.BP.001.07.18.0000580

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.07.18.0000043

DIJUAL RUKO Dijual Ruko di Pemenang Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.18.0000122


BANGLI

14 Tampil di PKB, Bangli Libatkan Sejumlah Seniman Luar Bangli (Bali Post) Dalam hajatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XL tahun ini, duta Kabupaten Bangli tidak hanya diperkuat peserta dari Bangli, namun juga melibatkan sejumlah seniman dari luar daerah, khususnya seniman yang tergabung dalam sanggar. Pada PKB tahun ini, Bangli hanya mengikuti 14 materi dari 25 materi/program kesenian yang dilombakan. Dikonfirmasi, Rabu (11/7) kemarin, Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Nyoman Wiradana mengungkapkan, seniman dari luar itu kebetulan tergabung dalam anggota sanggar. Jika tergabung dalam sanggar, pihaknya tidak melarang karena Bali Post/kmb41 memang mereka I Nyoman Wiradana bagian dari anggota

sanggar. Sebaliknya jika sekaa di banjar, pihaknya tidak mengizinkan melibatkan seniman dari luar Bangli. â&#x20AC;&#x153;Karena mereka menjadi anggota sanggar, tidak masalah dan berhak ikut. Misalnya, saya dari Bangli dan memiliki teman dari Klungkung kemudian ikut sanggar di sana, tidak masalah karena menjadi anggota sanggar. Termasuk berapa orang yang dari luar Bangli kita kurang tahu. Yang jelas, mereka merupakan anggota sanggar,â&#x20AC;? ujarnya. Semasih bisa melibatkan seniman dari kabupaten sendiri, kata Wiradana, pihaknya pasti lebih mengutamakan seniman dari Bangli. Kebetulan sanggar yang ikut dan ditunjuk ada anggotanya dari luar Bangli, namun itu tidak menjadi permasalahan karena tidak ada larangan suatu daerah melibatkan seniman dari luar. (kmb41)

Kamis Pon, 12 Juli 2018

Jalan di Kayupadi Rusak

Petani Terpaksa Jual Hasil Panen dengan Harga Murah Bangli (Bali Post) -

Masyarakat di Dusun Kayupadi, Desa Songan, Kintamani sangat menantikan janji Pemkab Bangli untuk segera memperbaiki kerusakan jalan yang ada di dusun setempat. Pasalnya, kerusakan infrastruktur jalan di wilayah yang berada di balik bukit itu sangat memengaruhi harga kebutuhan masyarakat setempat. Akibat jalan rusak, harga hasil pertanian yang dijual petani pun menjadi lebih rendah dari harga normal. Dikonfirmasi, Rabu (11/7) kemarin, Kepala Dusun Kayupadi Komang Berata mengatakan, total panjang badan jalan yang rusak mencapai tiga kilometer. Satu kilometer di antaranya kondisinya rusak parah, 1,5 kilometer rusak ringan dan 500 meter lainnya jalan belum dikeraskan alias masih berupa jalan tanah. Jalan yang kon-

disinya rusak parah dan rusak ringan merupakan penghubung Banjar Kayupadi menuju Desa Pinggan. Sementara jalan yang belum dikeraskan merupakan jalur menuju pusat Desa Songan yang sudah ada sejak tahun 1990-an. Menurut Berata, jalan dari Kayupadi menuju Pinggan terakhir kali mendapat pengas-

palan dari pemerintah pada tahun 2005 lalu. Setelah itu sama sekali tidak pernah mendapat pemeliharaan. Sebagaimana kabar yang didapatnya, jalur tersebut akan mendapat prioritas perbaikan tahun ini. Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya. â&#x20AC;&#x153;Mengenai jalan yang belum dikeraskan itu sudah beberapa kali diukur

Dinas PU. Tahun 2018 sempat diukur, 2017 dan 2016 juga pernah diukur. Tapi tak ada realisasi perbaikan,â&#x20AC;? ujarnya. Lantaran tak ada realisasi, masyarakat pun merasa hanya diberi harapan palsu. Berata mengatakan, masyarakat selama ini sangat mengharapkan kerusakan infrastruktur jalan tersebut bisa segera ditangani pemerintah. Pasalnya, kerusakan jalan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena jalan rusak, harga hasil pertanian yang dijual petani menjadi lebih rendah dari harga normal. (kmb40)


15

Mahfud MD Paling Pas Dampingi Jokowi Jakarta (Bali Post) –

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi menilai calon wakil presiden dari kalangan non-partai politik cocok mendampingi Joko Widodo di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Tujuannya menjaga soliditas partai koalisi. ‘’Menurut saya lebih baik wakilnya dari non-partai, itu lebih baik untuk menjaga soliditas koalisi. Saya berharap parpol tidak perlu memasukkan kadernya menjadi wapres,’’ kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/7) kemarin. Dia menilai hal itu lebih baik dan akan membangun sebuah situasi yang mendukung kebersamaan di antara partai koalisi yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Terkait nama cawapres, Taufiqulhadi menilai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD adalah sosok yang tepat karena dekat dengan berbagai pihak. Menurutnya, Partai NasDem tidak mempersoalkan jika calon wakil presiden (cawapres) pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya adalah Mahfud MD.

‘’Beliau itu adalah seorang guru besar tata negara, pernah menjadi Ketua MK, dekat dengan berbagai pihak seperti kaum modernis dan kaum Islam tradisional, menurut saya cukup baik,’’ ujarnya. Taufiqulhadi mengatakan berdasarkan hasil survei berbagai lembaga, elektabilitas Mahfud MD cukup memuaskan sehingga diyakini dapat meningkatkan elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Karena itu dia menyarankan agar setiap parpol pendukung Jokowi di Pilpres 2019 tidak menyodorkan kader masingmasing sebagai cawapres

karena diyakini akan membangun sebuah situasi yang mendukung kebersamaan. ‘’Sebaiknya jangan terlalu berhasrat menempatkan kadernya menjadi cawapres, lebih baik berikan saja ke nonpartai,’’ katanya. Sementara itu, terkait partai-partai yang sudah mengusulkan kadernya sebagai cawapres seperti Golkar, Taufiqulhadi meyakini mereka tidak akan meninggalkan koalisi. Dia meyakini Golkar tidak akan mengubah sikapnya apabila Jokowi memilih cawapres dari non-parpol. (ant)

Mahfud MD

Bali Post/dok

Jusuf Kalla Jadi Saksi Meringankan kemarin. Menurut Kalla, Suryadharma Ali sudah memberlakukan dana operasional menteri (DOM) dengan tepat sesuai dengan peraturan menteri keuangan yang berlaku saat itu. ‘’Saya melihat ini untuk menteri dan pejabat sederajat mendapatkan gaji Rp 19 juta, karena itu dalam menjalankan tugasnya pemerintah memberikan dana operasional sebanyak Rp 120 juta yang sejak 2006 diatur di Peraturan Menteri Keuangan, yang kemudian diperbaiki dalam PMK Nomor 28, yang memberikan keleluasaan untuk menggunakan dana operasional menteri,’’

jelas Kalla. Jusuf Kalla menjelaskan, pertimbangan pemerintah menetapkan dana operasional menteri tersebut adalah penggunaan lumpsump sebesr 80 persen oleh menteri, kemudian 20 persen sisanya untuk anggaran yang dipertanggungjawabkan. Penggunaan dana operasional menteri tersebut sebelumnya diatur dalam PMK Nomor 3/PMK 06.2006. Namun kemudian peraturan menteri tersebut direvisi menjadi PMK No. 268/PMK.05/2014. Sehingga, menurut Wapres Kalla, PMK Nomor 3 Tahun 2006 secara otomatis tidak berlaku. ‘’Ya (PMK) Nomor 3/2006

memang dibutuhkan pertanggungjawaban, namun keluarnya PMK yang baru berarti mencabut PMK nomor 3 itu. Sehingga tidak perlu ada pertanggungjawaban rinci lagi, sehingga yang (PMK) 2006 itu tidak berlaku lagi setelah keluarnya PMK yang baru,’’ jelas Jusuf Kalla. Dalam perkara ini, Suryadharma terbukti melakukan sejumlah tindak pidana korupsi yaitu pertama menunjuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selama 20102013 sekaligus pendamping amirul hajj (pemimpin rombongan haji) yang tidak kompeten yaitu istrinya, Wardatul Asriya, anak, menantu,

ajudan, pegawai pribadi, sopir, sopir istri hingga pendukung istrinya. Suryadharma juga menggunakan Dana Operasional Menteri (DOM) hingga Rp 1,821 miliar untuk kepentingan pribadi yang tidak sesuai dengan asas dan tujuan penggunaan DOM seperti untuk pengobatan anak, pengurusan visa, tiket pesawat, pelayanan bandara, transportasi dan akomodasi Suryadharma, keluarga dan ajudan ke Australia dan Singapura hingga membayar pajak pribadi tahun 2011, langganan TV kabel, internet, perpanjangan STNK Mercedes Benz serta pengurusan paspor cucu.(ant)

politik dan lembaga lainnya,’’ jelasnya. Di samping memperkuat peranan lembaga tradisional Bali, Manumudhita juga akan mengusulkan perimbangan keuangan dari pusat ke daerah yang lebih adil melalui perubahan terhadap undangundang yang ada. Selain itu, akan berupaya mengurangi kesenjangan pembangunan antarkabupaten di Bali karena potensi yang ada tidak sama di setiap daerah dan pembagian

pendanaan yang belum adil dengan mendorong perubahan peraturan-peraturan yang sudah ada. Dokumen syarat pendaftaran bakal calon dan dokumen syarat bakal calon yang dibawa Manumudhita kemarin, diterima langsung Komisioner KPU Provinsi Bali Ni Wayan Widiastini. (kmb32)

Kesejahteraan Bali ‘’Penguatan subak, desa adat dan bendega, melalui perubahan peraturan agar memihak kepada penguatan lembaga ini. Kalau lembaga ini kuat maka Bali akan lestari dan apa pun pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik, termasuk pembangunan pariwisata yang berkelanjutan untuk menuju kesejahteraan Bali dalam bingkai NKRI,’’

paparnya. Manumudhita mengaku termotivasi mencalonkan diri lantaran DPD-RI sebetulnya lembaga yang ideal dan strategis untuk menyampaikan ideide, gagasan, dan pengalaman yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat. Namun, peran DPD selama ini masih belum maksimal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Bali, baik di daerah maupun di pusat. Menurutnya, saluran aspirasi masyarakat

Bali melalui partai politik, eksekutif, dan DPD-RI perlu dimaksimalkan sinerginya, sehingga mampu memberikan manfaat yang maksimal pula bagi pembangunan di Bali dan NKRI. ‘’Saya juga ingin memberikan kesadaran politik kepada masyarakat tentang peranan strategis DPD-RI, sebagai penyalur aspirasi masyarakat Bali secara individu maupun kelompok yang aspirasinya belum tersalurkan melalui partai

Kamis, 12 Juli 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Melaspas dan Caru Rsi Gana (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Agrobisnis

09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

12:30 Wita

Budidaya Anggur Laut dan Terumbu Karang Healthy Life Ajeg Bali Tradisi Mepeed di Ubud Taksu NyomanSelamet,Selamatkan Seni Topeng Bali Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Melaspas dan Caru Rsi Gana (2) Berita Siang

13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita

Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Kidung Interaktif Bali Channel Tourist TV DW TV Dunia kita Nangun Yadnya Karya Mamungkah Agung, Nguntap Nuntun, Ngenteg Linggih, Mendem Padagingan ring Pura Khayangan Dalem, Desa Pakraman Apuan 17:30 Wita Taman Sari

Petani akan Makin Semangat

BERBAGAI produk pertanian Tabanan telah memasuki pasar ekspor. Dua di antaranya; manggis dan beras merah cendana. Ekspor beras merah cendana sebanyak 10 ton ke Amerika Serikat mendapat apresiasi dari pengopini Warung Global. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (11/7) kemarin.

Kasus Mantan Menag

Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi saksi meringankan di persidangan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dana haji dengan terdakwa mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. ‘’Jadi ya… memang begitu PMK-nya (peraturan menteri keuangan), dengan 80 persen dan lumpsump yang fleksibel dan diskresi. Artinya itu sangat tergantung pemakai atau menteri saja,’’ kata Wapres Jusuf Kalla usai bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/7)

WARUNG GLOBAL

18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

TK Negeri Pembina Rendang (3) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Interaktif Dedy Susanto Talkshow Merah Putih Pariwisata, Antara Berkah dan Musibah Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel

Bu Fera di Tabanan mengaku bangga karena Tabanan sudah bisa mengekspor beras merah cendana. Ini membuktikan pertanian yang dikelola dengan baik akan mampu memberikan kesejahteraan lebih bagi petani. Suardana di Tabanan mengatakan, ini langkah luar biasa kalau bisa memenuhi permintaan pasar dan mengekspor. Dengan adanya permintaan ini, mudah-mudahan kehidupan para petani di daerah penghasil beras merah bisa sejahtera dan generasi muda menjadi bergairah dan bersemangat menggeluti bidang pertanian. Werda di Tegallalang juga mengatakan bagus untuk peluang ke depannya. Salah satu keluhan petani saat panen yakni pasar. Petani di Tabanan harus berkoordinasi dengan instansi terkait agar permintaan beras merah cendana bisa terpenuhi supaya Ameri ka tidak beralih

membeli ke daerah lain. Dinas Pertanian agar men-support, tidak hanya memberikan pembinaan saja. Hasilnya supaya betul-betul menyentuh petani dan tidak dimanfaatkan oknum tertentu. Murna di Denpasar menyatakan, keberhasilan panen padi beras merah cendana tersebut sudah selayaknya dapat dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Perlu diupayakan peningkatan luas areal tanam padi untuk meningkatkan produksi padi, sehingga produksi beras pun akan meningkat. Ardana di Gianyar menegaskan, pemerintah agar mendukung pertanian dengan memberikan subsidi pupuk bagi para petani, sehingga tersedia dengan harga yang memadai. Mengingat pupuk merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi produksi beras. (dikha)

Beri Kepercayaan Dia menilai kandidat dari non-parpol ada nama Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Jenderal (Purn) Moeldoko, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Komjen Pol. Syafruddin, dan Jenderal Polisi Budi Gunawan. ‘’Bagi Golkar, kami percayakan

sepenuhnya pada Jokowi untuk memimpin negara ini sekali lagi dan memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk menentukan wakilnya,’’ ujarnya. Namun, Bambang menegaskan bahwa Golkar tetap berdoa agar Jokowi memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres. (ant)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Pon, 12 Juli 2018

”Anti-Football’’ Sulitkan Belgia Saint Petersburg – Hasil mengecewakan terpaksa harus diterima oleh Tim Nasional Belgia usai takluk 0-1 dari Prancis di laga semifinal Piala Dunia 2018, Rabu (11/7) dini hari kemarin. Kekalahan tersebut tentu membuat para pemain The Red Devils – julukan Timnas Belgia – sangat kecewa.

Bali Post/afp

TANGKAP - Kiper Belgia Thibaut Courtois menangkap bola dari terjangan Kylan Mbappe.

Ronaldo Resmi ke Juve

Madrid – Real Madrid menyepakati transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus. Selasa (10/7) waktu Spanyol, Madrid menyepakati transfer Ronaldo ke Juve. Kepindahannya tinggal merampungkan tes medis, dan diperkenalkan ke publik Turin. Madrid sejauh ini belum menyebut berapa harga yang disepakati untuk melepas Ronaldo ke Juve. Namun manajemen Juve mengungkapkan detail transfer sang megabintangnya tersebut melalui situs resmi mereka, Rabu (11/7) kemarin. ‘’Juventus mengumumkan kesepakatan dengan Real Madrid mengenai transfer Cristiano Ronaldo Dos

Cristiano Ronaldo

Santos Aveiro. Kesepakatan dicapai dengan harga 100 juta euro (atau sekitar Rp 1,6 triliun), dibayarkan dalam dua tahun finansial,’’ tulis pernyataan resmi Juve. ‘’Selain itu, manajemen Juventus juga harus membayar kontribusi solidaritas sesuai aturan FIFA sebesar 12 juta euro (atau sekitar Rp 201 miliar). Juventus dan Ronaldo telah menandatangani kontrak berdurasi empat musim, sampai 30 Juni 2022,’’ tutup pernyataan resmi Juve tersebut. Harga Ronaldo masih separuh dari harga Neymar. Paris Saint-Germain (PSG) membeli pesepakbola Brazil itu dari Barcelona pada musim pa-

Bali Post/afp

nas 2017 dengan harga yang jauh lebih mahal. Neymar dibeli PSG dari Barca seharga 222 juta euro. Harga Ronaldo juga masih di bawah Philippe Coutinho saat dibeli Barca dari Liverpool, Januari lalu seharga 160 juta euro. Harga Ronaldo saat dilepas Madrid ke Juve sama ketika Barca mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Saat itu, Blaugrana juga merogoh kocek 105 juta euro. Meski begitu, harga Ronaldo menjadi yang termahal di Liga Italia. Setelah memastikan diri pindah ke Turin, Ronaldo mengucapkan selamat tinggal bagi El Real melalui sebuah surat, berikut isinya:

‘’Tahun-tahun di Real Madrid, dan di Kota Madrid, mungkin adalah tahun-tahun paling membahagiakan dalam hidup saya. Saya berterima kasih sebesar-besarnya untuk klub ini, para suporter dan untuk kota ini. Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka semua untuk cinta dan kasih sayang yang saya terima,’’ tulis Ronaldo. ‘’Namun, saya yakin bahwa sudah datang waktunya untuk memulai babak baru dalam hidup saya dan itulah kenapa saya meminta klub untuk menerima transfer. Saya merasa seperti itu dan saya minta semua orang, terutama penggemar kami, untuk memahami saya.’’ ‘’Sembilan tahun ini adalah sembilan tahun yang luar biasa. Sembilan tahun yang unik. Itu adalah waktu yang menyenangkan bagi saya, tapi juga berat karena tuntutan di Real Madrid sangat besar, tapi saya tak akan pernah lupa bahwa saya menikmati sepak bola di sini dengan cara yang unik.’’ ‘’Saya memiliki rekan-rekan setim yang luar biasa di atas lapangan dan di ruang ganti. Saya merasakan kehangatan dari suporter yang luar biasa dan bersama-sama kita telah memenangi tiga gelar Liga Champions secara beruntun dan empat gelar Liga Champions dalam lima tahun. Dan bersama mereka juga, di level individu, saya mendapatkan kepuasan karena meraih empat Ballon d’Or dan tiga Sepatu Emas. Semuanya terjadi selama saya berada di klub besar dan luar biasa ini.’’ ‘’Real Madrid telah menaklukkan hati saya, dan juga hati keluarga saya, dan itulah kenapa saya ingin berterima kasih: terima kasih kepada klub, presiden, para direktur, kolega-kolega saya, semua teknisi, dokter, fisioterapis, dan para pekerja luar biasa yang membuat semuanya berjalan dan mereka yang menjaga setiap detail tanpa kenal lelah.’’ ‘’Sekali lagi terima kasih untuk fans kami dan terima kasih juga untuk sepak bola Spanyol. Selama sembilan tahun ini, ada pemain-pemain hebat di hadapan saya. Respek dan pengakuan saya untuk mereka semua.’’ ‘’Saya sudah banyak merenung dan saya tahu bahwa sudah datang waktunya untuk sebuah era baru. Saya akan pergi, tapi kostum ini, lambang klub ini, dan Santiago Bernabeu akan selalu terasa sebagai milik saya, di mana pun saya berada.’’ ‘’Terima kasih kepada semuanya dan, tentu saja, seperti yang saya katakan untuk pertama kalinya di stadion kami sembilan tahun lalu: Hala Madrid!’’ (kmb33)

Bahkan, kiper Belgia Thibaut Courtois mengaku sangat geram dengan strategi permainan yang diterapkan pelatih Prancis Didier Deschamps kepada Les Bleus – julukan Timnas Prancis. Pasalnya, menurut Courtois, strategi anti-football (anti-sepak bola) yang digunakan Prancis menjadi penyebab gagalnya Belgia meraih kemenangan di laga semifinal tersebut. Prancis memang memainkan strategi menunggu ketimbang tampil menyerang di laga tersebut. Alhasil, Paul Pogba dan kawan-kawan lebih banyak diserang ketimbang melakukan serangan yang bertubi-tubi. Karena bermain bertahan itulah yang membuat Belgia gagal untuk menciptakan satu gol pun di laga tersebut. ‘’Prancis memainkan strategi antifootball. Itu memang hak mereka untuk bermain dengan cara seperti itu, terlebih lagi karena mereka tahu bahwa kami sulit untuk menghadapi taktik seperti itu. Akan tetapi, permainan seperti itu tidak menyenangkan untuk disaksikan,’’ ungkap Courtois. ‘’Permainan yang mereka mainkan tidak lebih baik dari kami. Mereka memang bertahan dengan sangat baik, namun hanya sebatas itu saja. Hasil pertandingan ditentukan oleh detail kecil laga,’’ sambung pemain Chelsea itu. Memang di awal pertandingan, Prancis masih ber-

Prancis Lolos ke Final

Macron Tersenyum Lebar St Petersburg – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan langsung laga tim nasional negaranya melawan Belgia pada Semifinal Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg Stadium, Rusia. Saat timnya menjebol gawang lawan, Macron pun tersenyum lebar. Gol pertama untuk Prancis dicetak oleh Samuel Umtiti di menit ke-51 pada laga yang berlangsung Selasa (10/7) malam waktu setempat atau Rabu (11/7) dini hari kemarin. Umtiti mencetak gol setelah menyundul bola dari sepak pojok yang ditendang rekannya, Griezmann. Setelah gol tercipta, tampak Macron yang mengenakan stelan jas hitam tersenyum

BERSORAK - Presiden Prancis Emmanuel Macron bersorak gembira ketika Prancis mencetak gol ke gawang Belgia di semifinal Piala Dunia 2018. Prancis lolos ke final setelah menang 1-0

Pogba Dedikasikan Kemenangan untuk Remaja Thailand St Petersburg – Gelandang Timnas Prancis, Paul Pogba, mendedikasikan kemenangan timnya atas Belgia untuk para pesepakbola muda yang berhasil diselamatkan setelah 18 hari terjebak di dalam gua di Thailand. Prancis melaju ke final setelah menang 1-0 atas Belgia dalam semifinal, Rabu (11/7) dini hari kemarin. Gol penentu kemenangan Prancis dilesakkan Samuel Umtiti pada menit ke-51. Para pemain Prancis pun segera mengungkapkan kebahagiaan mereka setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Lewat media sosial Instagram, Pogba mengunggah foto 12 foto anak-anak Thailand yang berusia 11-17 tahun itu. Bocahbocah Thailand ini terjebak di dalam gua Tham Luang di Provinsi Chiangrai bersama pelatih mereka yang berusia 25 tahun sejak 23 Juni lalu. Dia juga menyertakan komentar bersama foto itu yang isinya, ‘’Kemenangan

ini untuk para pahlawan hari ini. Kerja bagus anak-anak. Kalian begitu tangguh. #thaicaverescue #chiangrai.’’ Ke-12 remaja itu kini bisa menyaksikan Prancis di partai puncak. Sebelumnya FIFA berjanji akan membawa mereka ke Rusia untuk menyaksikan laga final andai bisa diselamatkan. Gelandang Manchester United juga mengungkapkan timnya masih harus bekerja keras menghadapi final. ‘’Ini hebat namun belum selesai,’’ begitu dia menulis di medsos. Pemain depan Prancis, Kylian Mbappe, mengunggah beberapa foto aksi dalam pertandingan melawan Belgia itu dan menulis, ‘’Mimpi yang luar biasa’’. Bek Raphael Varane lebih sederhana. Dia mengunggah foto dirinya sendiri disertai tulisan, ‘’En finale’’ (Final). Sementara bek Lucas Hernandez juga mengekspresikan kegembiraaannya dengan menulis, ‘’Tujuan...Finaalllllllll!!’’ (kmb33/afp)

main menyerang. Prancis membuat 19 percobaan mencetak gol, lima di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Belgia cuma membuat sembilan percobaan dan tiga yang mengarah ke gawang. Setelah Umtiti mencetak gol pada menit ke-51, Tim Ayam Jantan kemudian memilih bertahan. Sementara Belgia berusaha mati-matian untuk menyamakan kedudukan. Mereka mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Dries Mertens, Yannick Ferreira-Carrasco, dan Michy Batshuayi. Akan tetapi, Belgia gagal menembus gawang Prancis yang dikawal oleh Hugo Lloris. Alhasil, mereka harus merelakan satu tempat di final menjadi milik lawannya itu. ‘’Kami harus memberikan banyak pujian terkait cara bertahan Prancis, sekalipun mereka harus membuat para pemain menyerangnya juga bertahan sangat dalam dan memperlihatkan respek kepada kami. Kami tak bisa menemukan sedikit pun keajaiban di depan gawang atau keberuntungan,’’ ujar pelatih Belgia Roberto Martinez. Meski kalah di semifinal Piala Dunia 2018, Belgia masih memiliki kesempatan satu kali lagi untuk bermain dan bersaing memperebutkan gelar juara ketiga kompetisi sepak bola antardunia paling prestisius tersebut. (kmb33/afp)

Paul Pogba

Bali Post/afp

lebar. Dia lalu bersalaman dengan orangorang di sebelahnya. Macron memang sudah berencana untuk menonton pertandingan setelah timnasnya mengalahkan Uruguay. Dia bahkan telah memesan tempat untuk menonton. Menjadi tuan rumah Piala Dunia rupanya dimanfaatkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berdiplomasi. Putin pun bisa melakukan pertemuan dengan tamu-tamu internasionalnya di luar pertandingan. Macron memang sudah berencana untuk menonton pertandingan setelah timnasnya mengalahkan Uruguay. Dia bahkan telah memesan tempat untuk menonton. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 12 Juli 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu