20 HALAMAN
NOMOR 310 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (141 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat wage, 8 Juli 2016
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Portugal ke Final
Lyon Cristiano Ronaldo mendapat julukan baru sebagai ‘’sang Pembantai Naga’’ setelah mengantarkan Portugal merontokkan Wales 2-0 pada pertandingan semifinal Piala Eropa 2016, Kamis (7/7) kemarin. Striker Real Madrid itu mencetak satu gol dan satu assist yang memberi peluang tim berjuluk Selecao itu meraih trofi pertama. Pada pertandingan si Stade de Lyon itu, Ronaldo memenangi duel udara lima menit setelah babak kedua dimulai dan mencetak gol lewat sundulan kepala. Tiga menit kemudian tembakan penyerang Real Madrid itu dibelokkan Nani yang membuat Wales menelan gol kedua. Dua gol tanpa balas itu mengantarkan Portugal ke final Piala Eropa dan menanti pemenang antara Prancis vs Jerman yang bertemu, Jumat dini hari. Final akan digelar di Stade de France, Senin (11/7) dini hari mendatang. Pertandingan ini mempertemukan Ronaldo dan rekan seklubnya di Real Madrid Gareth Bale (Wales). Sepanjang turnamen ini berjalan, kedua pemain kunci klub Liga Spanyol itu tidak pernah bertegur sapa. Tetapi di akhir pertandingan kemarin, Ronaldo memeluk sahabatnya itu setelah Portugal memastikan kemenangan. ‘’Tim melaksanakan tugas dengan luar biasa untuk mencapai final. Saya berharap, anda akan menyaksikan saya menitikkan air mata bahagia,’’ ungkap Ronaldo seusai pertandingan. Hal. 19 Pujian Bale
Ketua KPU Meninggal
Jakarta (Bali Post) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan karena mengalami infeksi yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, Kamis (7/7) malam kemarin, mengatakan selama ini Husni tidak menunjukkan tandatanda kesakitan atau mengalami penurunan kondisi kesehatan. ‘’Selama ini saya dan teman-teman tidak melihat beliau sakit, hanya memang beberapa kali menjalani terapi pijat kesehatan. Ada infeksi yang sudah menyebar di tubuhnya, untuk lebih jelasnya saya belum tahu karena belum bertemu dengan pihak keluarga,’’kata Hadar dalam perjalanannya ke RSPP. Husni menjalani perawatan di RSP Pertamina pada Kamis pagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter RS pada pukul 21.10 WIB. Husni meninggalkan satu orang istri bernama Endang Mulyani dan tiga orang anak. Husni lahir di Medan, Sumatera Utara pada 18 Juli 1975 dan pernah menjabat sebagai anggota KPU di Sumatera Barat selama dua periode yakni 2003-2008 dan 2008-2013. Husni aktif dalam berbagai kegiatan politik dan berpengalaman sebagai pemantau pemilu sejak lulus kuliah di Universitas Andalas. (ant)
JULUKAN BARU - Cristiano Ronaldo berpelukan dengan Gareth Bale usai pertandingan. Ronaldo yang mendapat julukan baru sebagai ‘’sang Pembantai Naga’’ telah mengantarkan Portugal merontokkan Wales 2-0 pada pertandingan semifinal Piala Eropa 2016, Kamis (7/7) kemarin. Bali Post/ap
Mantan Ketua RT dan Pedagang Bakso NUR ROHMAN diduga pelaku bom bunuh diri di Solo. Ia adalah mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) 01/Rukun Warga (RW) 12, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. ‘’Saya belum mengerti secara pasti, tetapi kalau dugaan itu benar, datanya seperti itu yang ada di kelurahan,’’ kata Lurah Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Pemerintah Kota Surakarta, Singgih Bagijono, di Solo. Dia mengatakan terduga Nur Rohman sehari-hari berjualan bakso keliling bersepeda motor. Namun, dia terus menghilang sejak adanya peristiwa bom Thamrin, Jakarta, pada 14 Januari 2016, dan ditemukan bom rakitan di Sangkrah. Dikatakannya, sebelum pergi dari Kelurahan Sangkrah, Nur Rohman yang beristrikan Siti Aminah asal Cianjur, Jawa Barat, terlebih dahulu pamit ke warga sekaligus mengundurkan diri dari jabatan Ketua RT
01. Namun warga tidak mengetahui perginya ke mana. ‘’Saya tidak mengerti perginya Nur Rohman ke mana karena juga tidak memberi tahu. Tetapi istrinya dengan dua anaknya bernama Akhlaf Farman Fidai (5) dan Qois Ailan Fida (3) tinggal di Sangkrah,’’ kata Singgih. Ketika ditanya apakah dari pihak aparat keamanan sudah menghubungi istri terduga pelaku bom bunuh diri tersebut, Singgih mengatakan bahwa sudah dilakukan, bahkan sudah diminta mengecek jenazah terduga Nur Rohman. (ant)
Sempat Ditangkap di Bekasi
Nur Rohman Melarikan Diri dan Bawa Tiga Bom Jakarta (Bali Post) – Pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polres Kota Surakarta, Selasa (5/7) pagi, diduga dilakukan oleh Nur Rohman (31), warga Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. ‘’Pelaku teror bom bunuh diri di depan Pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) diduga dilakukan oleh Nur Rohman, warga Sangkrah, Solo,’’ kata Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Selasa lalu. Menurut Kapolri, yang bersangkutan diduga masuk kelompok Abu Musaf yang ditangkap di Bekasi. Pada waktu itu, dilakukan penangkapan sebelum pergantian tahun baru bersama Andika dan Ali. Kemudian berkembang menjadi tujuh orang. Namun, kata Kapolri, yang bersangkutan saat penangkapan bisa melarikan diri dan diduga membawa tiga bom. ‘’Yang bersangkutan waktu penangkapan melarikan diri dengan membawa bom. Yang bersangkutan
BUNUH DIRI - Polisi membawa kantong berisi jenazah pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (5/7). Selanjutnya, jenazah pelaku bom bunuh diri tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diidentifikasi.
terakhir terdeteksi di wilayah Jatim, dan setelah itu, cukup lama tidak terdeteksi lagi,’’ katanya. Aparat kepolisian kehilangan jejak gerak yang bersangkutan. Target yang dilakukan mereka yakni petugas kepolisian termasuk Polresta Surakarta. ‘’Polisi terakhir mendeteksi mereka akan melakukan teror di Polresta Surakarta dan kantor polisi lainnya termasuk Polsek, tetapi belum tahu kapan dilakukan,’’ katanya. Hal. 19 Apel Pagi
Bali Post/ant
Tahanan KPK Dijenguk Keluarga
Kakak Saipul Jamil Dibawakan Lontong
Bali Post/ant
SAIPUL JAMIL - Terpidana kasus pencabulan anak, Saiful Jamil, bersama narapidana dan tahanan lainnya bersiap menunaikkan salat Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah berjamaah di Lapangan Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/7).
Jakarta (Bali Post) Dua puluh tujuh tahanan yang ditahan di Rumah Tahanan kelas I Jakarta Timur cabang gedung KPK dan cabang Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur, Jakarta Selatan dikunjungi keluarga saat hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah. ‘’Hanya bawa lontong dan sayur,’’ kata istri Samsul Hidayatullah di gedung KPK Jakarta, Rabu (6/7). Samsul adalah kakak Saipul
Jamil yang menjadi tersangka kasus pemberian suap kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi untuk mengurangi masa hukuman Saipul Jamil dalam perkara asusila. Namun istri Samsul tidak berkomentar banyak mengenai momen pertama kalinya Samsul merayakan hari raya Lebaran di tahanan. Hal. 19 Pemberi Suap
Bali Post/ant
HAMBALANG - Warga binaan terkait kasus korupsi proyek Hambalang, Andi Mallarangeng (kedua kanan), menjawab pertanyaan wartawan usai melaksanakan salat Id di Lapas Kelas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/7).
Bali Pulau Terfavorit
Turis Tiongkok Kalahkan Jepang
Pariwisata Bali Tak Banyak Untung Wisatawan Jepang, nomor dua terbesar ke Bali setelah Austalia. Itu telah berlangsung bertahun-tahun. Namun kini sudah dikalahkan Tiongkok. Wisatawan asal negeri tirai bambu itu bahkan makin mendekati jumlah wisatawan Australia. Badan Pusat Statistik Bali mencatat, untuk periode Januari-Mei 2016 sebanyak 1.865.773 wisatawan ke Bali. Paling banyak adalah Australia. Jumlahnya 23,06 persen. Kedua adalah Tiongkok dengan jumlah 20,69 persen. Sementara Jepang 4,89 persen. Namun lama tinggal wisatawan Tiongkok masih rendah serta pengeluaran yang tidak terlalu besar, sehingga tidak banyak memberikan keuntungan untuk Bali.
KEPALA Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung I GN Surya Wijaya mengakui tingginya tingkat kunjungan turis Tiongkok ke Indonesia, terutama Bali, merupakan salah satu program Kementerian Pariwisata guna mencapai target 20 juta wisatawan di akhir 2019. ‘’Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, Kementerian Pariwisata melakukan promosi besar-besaran untuk mengejar volume 20 juta akhir 2019, dan memang market yang disasar lebih banyak Tiongkok,’’ ujar Surya Wijaya, Kamis (7/7) kemarin. Tiongkok, kata Surya Wijaya, memiliki pangsa pasar luar biasa. Sebab, dari 1,2 miliar penduduk hampir 20 persen yang melakukan perjalanan wisata setiap tahunya. Namun mereka yang berpenghasilan tinggi lebih banyak berlibur ke Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Sementara Indonesia, khususnya Bali, menjadi sasaran kelas menengah ke bawah. Hal. 19 15 Persen
Bali Post/wan
SWAFOTO - Sejumlah wisatawan Asia melakukan swafoto di salah satu objek wisata di Bali.
BALI menjadi pulau favorit wisatawan Tiongkok. Pulau Bali pun meraih penghargaan Island Destination of the Year melawan Pulau Tahiti dan Mauritius. Ajang ini diselenggarakan oleh dua buah majalah wisata terkemuka Cina yakni TravelWeekly dan Events. Bali mendapat penilaian tertinggi dari dewan juri yang beranggotakan para pakar dan pengamat industri pariwisata di Negeri Tirai Bambu itu. Penghargaan kepada Bali tentu saja disambut hangat dan dipandang sebagai pengakuan masyarakat internasional kepada Bali. Penghargaan ini tidak terlepas dari keramahtamahan dan adat istiadat masyarakat Bali yang menjadi daya tarik tersendiri. Hal. 19 Posisi Kedua
denpasar
2
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Tuntutan Berkali-kali Ngadat
Hakim Pertanyakan Kasus Ganja Gitaris Geisha
Denpasar (Bali Post) Kasus ganja yang melibatkan gitaris band Geisha Roby Satria dan empat temannya, memang menarik perhatian publik. Berkembang rumor, ada keistimewaan pada empat rekan Roby, karena tidak dilakukan penahanan. Selain itu, tuntutan untuk empat terdakwa yakni Via Permata Suci, Ariadya Oktavianus, Crhistian Halim dan Willy Saputra juga berkali-kali ngadat. Padahal terdakwa beberapa kali hadir, namun sidang tidak dilanjutkan karena jaksa penuntut tidak nampak. Tak pelak, kondisi ini menjadi pertanyaan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila. Anggota majelis hakim pun mempertanyakan sikap jaksa yang beberapa kali menunda agenda tuntutan empat terdakwa jaringan gitaris band Geisha itu. ‘’Ya, kami juga mempertanyakan. Kami di majelis kan selalu berkoordinasi, dan tadi (saat jadwal sidang terakhir) mempertanyakan, mengapa tuntutan dari jaksa tidak dilakukan. Apa alasannya, kami juga belum tahu,’’ ucap salah seorang majelis hakim, Made Sukereni. Saat disinggung soal penahanan, Sukereni mengaku majelis hakim hanya menerima berkas, memeriksa dan mengadili. Ketua majelis hakim Wayan Sukanila juga sempat menanyakan ke kuasa hukum terdakwa, mengapa tidak sidang. Saat jadwal sidang terakhir, jaksa penuntut umum (JPU) Peggy Ellen Bawengan tidak tampak di ruang persidangan. Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar Ketut Maha Agung yang dimintai konfirmasi, Senin (4/7), mengatakan sudah mempersiapkan tuntutan untuk empat terdakwa. ‘’Sudah, sudah, kita sudah siapkan minggu depan,’’ ucap Maha Agung. Sebelumnya, 23 Mei lalu gitarais Band Geisha Roby divonis bersalah oleh hakim. Namun, empat terdakwa (dalam berkas terpisah) yakni Via Permata Suci, Ariadya Oktavianus, Crhistian Halim dan Willy Saputra belum dilakukan penuntutan. Sejak ditangani polisi, yang bersangkutan tidak ditahan. Pun saat sidang, tidak dilakukan penahanan secara fisik. Sekarang, agenda tuntutan dalam kasus narkoba itu berkali-kali ditunda. Kasus ganja ini sendiri sudah bergulir sejak 2015 lalu. Alasan pertama penundaan sidang oleh JPU adalah tuntutannya belum siap. Alasan penundaan kedua, karena Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) diganti. Majelis hakim mengaku masih memahami alasan tersebut. Namun, pembatalan ketiga yang tanpa alasan, membuat majelis hakim heran. (kmb37)
denpasar
& Sekitarnya
Jaksa Diminta Masuk Karja Tepat Waktu JALANAN di Denpasar lengang. Aktivitas perkantoran menurun. Termasuk di sejumlah perkantoran seperti kejaksaan dan pengadilan, tampak lengang sejak Senin (4/7) lalu. Maklum, staf baik dari kejaksaan maupun pengadilan sedang libur Idul Fitri. Tak pelak, aktivitas persidangan pun libur dalam sepekan. Kasus-kasus yang sedang dalam proses persidangan bakal normal kembali mulai pekan depan, yakni 11 Juli mendatang. Kasipenkum Humas Kejati Bali Ashari Kurniawan, Senin (4/7) mengatakan, untuk menghindari molornya pelayanan publik, pihak kejaksaan meminta supaya staf atau pegawai di korps Adhyaksa setelah libur hari raya nanti bekerja tepat waktu. Jika Senin mendatang masih ada pegawai atau jaksa yang malas atau tidak masuk tanpa keterangan, pihak kejaksaan akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan. Menurut Ashari, Senin mendatang jaksa dan staf harus aktif bekerja karena ada persiapan persidangan. ‘’Semua pegawai sudah harus aktif usai libur bersama. Tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas, akan dikenai sanksi,’’ ucap Ashari. Aturan tegas untuk seluruh pegawai dan jaksa di lingkungan kejaksaan tersebut terkait dengan bulan disiplin yang telah diterapkan sejak 27 Juni 2016 lalu. (asa) Jadwal PKB, Jumat, 8 Juli 2016 Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Kesenian Rekontruksi Sang Hyang Deling oleh Sanggar Sang Hyang Deling Banjar Belong Abang Desa Songan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dolanan Anak–anak oleh Sanggar Praja Kerti Duta Kabupaten Buleleng
Bali Post/eka
LIBURAN - Sejumlah wisatawan domestik (wisdom) menuju ke perahu usai berkunjung di Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Badung. Pada musim liburan seperti libur Lebaran sekarang ini, sejumlah objek wisata di Badung Selatan seperti Pulau Penyu, banyak dikunjungi wisatawan yang sebagian besar adalah wisdom.
Dorong Transparansi
Diskes Bali akan Buat Sistem Ketersediaan Kamar RS
Denpasar (Bali Post) Masalah transparansi kamar rumah sakit (RS) perlu dilakukan perbaikan sistem. Hal itu lantaran pasien dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau daerah kerap tidak mendapatkan kamar sesuai hak kelas kamarnya. Masyarakat dengan hak kelas I, karena penuh terpaksa naik kelas dengan tambahan biaya atau turun ke kelas kamar yang lebih rendah. Hal itu tentu saja merugikan masyarakat. Dari data pengaduan konsumen, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali setiap tahun menerima 70 pengaduan. ‘’Rumah sakit pun sering tidak transparan karena sering konsumen dibuat pusing tujuh keliling ketika mau berobat di RS di Bali,’’ kata Direktur YLPK Bali I Putu Armaya, Senin (4/7). Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali sempat melakukan
Waktu : 19.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja oleh Listibiya Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar Waktu : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Wayang Ramayana oleh Listibiya Provinsi Bali Waktu : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari dan Karawitan Kontemporer Inovatif oleh Sanggar Kobagi Banjar Pujung Kaja Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Topik : pdam diminta sisakan air untuk petani Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
masyarakat dapat mengawasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional,’’ ujarnya. Ditanya terkait gambaran rencana sistem transparansi tersebut, Suarjaya mengatakan telah ada perencanaan. ‘’Nanti ya, ada planning-nya, tunggu saja nanti. Ada kerja sama dengan kabupaten juga,’’ ungkapnya. Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan
Pascabom Bunuh Diri di Surakarta
Kodim dan Polresta Tingkatkan Patroli Denpasar (Bali Post) Terkait bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Selasa (5/7) lalu, Kodim 1611/ Badung langsung menggelar kekuatan untuk mengantisipasi jangan sampai hal seperti itu terjadi di Bali, khususnya di wilayah Kodim Badung. Selain berkoordinasi dengan pasukan elite TNI, Kodim juga meningkatkan patroli dan meningkatkan pengamanan di markasmarkas di pelosok desa. ‘’Siaga 1 yang sifatnya antisipasi. Personel siaga dari satuan tempur Yonif 900/ Raider, Kavaleri, Yonzipur, dan satuan kewilayahan,’’ tegas Dandim 1611/Badung Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa, Kamis (7/7) kemarin. Dandim mengatakan, terkait aksi teroris di Surakarta dan tren di dunia, justru para teroris memanfaatkan momen hari raya umat Islam untuk melancarkan aksinya. Oleh karena itu, Bali turut meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, Bali
Waktu : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca oleh Sekaa Gong Kencana Wiguna Banjar Kehen Desa Kesiman Petilan Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar Waktu : 17.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ksirarnawa Kegiatan : Parade Joged Bumbung oleh Sekaa Joged Madu Bratha Kusuma Banjar Umadwi Desa Padangsambian Kelod Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar
uji coba sistem pengecekan ketersediaan kamar di RSUP Sanglah, namun hingga kini belum berjalan. Untuk meningkatkan transparansi akan ketersediaan kamar di RS, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan masih diupayakan sistemnya, termasuk menampung keluhan yang muncul. ‘’Kami sedang upayakan juga cara agar
sebagai destinasi wisata. ‘’Saya sudah perintahkan personel siaga di tiap-tiap satuan dan aktif berpatroli. Aparat keamanan harus aktif mengamankan wilayah dan turut memastikan wisatawan aman serta nyaman saat berlibur di Bali,’’ ujarnya. Ditanya soal ancaman teroris terhadap Bali, menurut Leo, pasti ada. Pasalnya, begitu banyak manusia atau turis datang ke Pulau Dewata ini. Oleh karenanya TNI khususnya Kodim 1611/ Badung telah melakukan antisipasi aktif dan bersinergi dengan masyarakat, kepolisian dan pemerintah daerah. Ia berharap adanya saling tukar informasi dan saling mendukung. ‘’Bila sinergitas tidak berjalan dengan baik, itulah celah yang mungkin akan dimanfaatkan para pelaku teror,’’ ucapnya. Ia berharap masyarakat, pacalang, TNI, Polri, Pemda dan Satpol PP harus bahu-membahu. Bila aparat
keamanan dan masyarakat solid maka tidak ada celah lagi bagi teroris melakukan aksi jahatnya. ‘’Semoga Bali tetap aman dan kondusif, sehingga krama Bali termasuk wisawatan tenang dan nyaman,’’ kata Leo. Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard menegaskan, setelah kasus bom bunuh diri terjadi di Surakarta, upaya antisipasi telah dilakukan Polresta. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan BNPT, Satgas Bali, NTB dan NTT. ‘’Penyelidikan tetap kita laksanakan terkait aksi terorisme tersebut,’’ ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Reinhard, pihaknya mengerahkan anggotanya untuk patroli di wilayah Denpasar, pos keamanan bandara, Benoa dan Ubung. ‘’Sampai saat ini masih kondusif. Masyarakat Bali harus andil dalam menjaga keamanan,’’ tandas mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (kmb36)
BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Ni Putu Nina Nuryati, belum lama ini mengungkapkan, pasien yang dirawat sesuai hak kelasnya tidak akan dikenakan sharing biaya, kecuali naik kelas. Jika kamar sesuai kelasnya tidak tersedia, pasien dapat dititipkan di kamar yang kelasnya satu tingkat lebih tinggi dengan tidak dikenai tambahan biaya. ‘’Kecuali, naik kelas atas permintaan pasien,’’ tandasnya. Pasien yang dititip tersebut nantinya bisa dikembalikan ke kamar sesuai haknya atau bisa dicarikan kamar sesuai dengan haknya di RS lain yang tersedia dan sesuai dengan
tipe RS tersebut. Tentunya sesuai dengan SOP, RS tempat perawatan mengontak RS yang akan dituju. ‘’Misalnya dirawat di RSUD Wangaya (RS tipe B), maka dicarikan kamar di RSUD Badung atau Siloam yang juga RS tipe B,’’ jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat yang menemui kendala dapat menyampaikan ke loket BPJS Center di masing-masing rumah sakit. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Lagi, Belanja Hibah Dipertanyakan
Denpasar (Bali Post) – Belanja hibah atau bansos sejak beberapa tahun terakhir ini terus menjadi perhatian para wakil rakyat. Menyusul, adanya aturan yang mengharuskan dana bansos hanya bisa diberikan kepada lembaga atau organisasi yang berbadan hukum. Bahkan, persoalan dana hibah/bansos kembali mengemuka dalam rapat kerja antara DPRD Denpasar dengan tim APBD Pemkot Denpasar dalam pembahasan KUA (kebijakan umum anggaran) dan PPAS (prioritas plapon anggaran sementara) APBD Perubahan 2016, belum lama ini. Pada kesempatan itu, setidaknya ada tujuh pertanyaan yang diajukan dewan kepada tim APBD Pemkot yang dibacakan Ketua DPRD yang sekaligus Ketua Badan Anggaran I Gusti Ngurah Gede. Salah satunya yakni persoalan besaran dana hibah/ bansos pada APBD Perubahan dan mekanisme pencairannya. ‘’Pada KUA dan PPAS APBD Perubahan 2016 dana hibah dirancang Rp 53 miliar lebih, meningkat Rp 19 miliar dibandingkan APBD Induk. Bagaimana tata cara pencairannya,’’ ujar Gusti Ngurah Gede. Terhadap pertanyaan itu, Asisten III Setda kota Den-
pasar IGN Eddy Mulya mengatakan, belanja hibah pada KUA dan PPAS memang dirancang Rp 53 miliar lebih, bertambah Rp 19 miliar dari induk 2016. Terkait dengan pencairannya, untuk belanja hibah tentu melihat Permendagri No. 14/2016 tentang Hibah/Bansos. Pada Permendagri tersebut, sudah disebutkan tata cara, pola, evaluasi, pelaporan dan sebagainya. Sebagai tindak lanjutnya, telah keluar pula pergub terbaru yang mengacu pada Permendagri di atas. Kemudian, pergub ini akan dijadikan alat pijak untuk melakukan tata cara dan tata kelola dana hibah. Pergub ini telah disosialisasikan dan telah berlangsung beberapa minggu lalu. ‘’Kita di sini (Pemkot) telah menyiapkan draf peraturan wali kota yang mengacu pada pergub dan Permendagri. Untuk apa dan siapa, sudah disiapkan dan akan diatur dalam perwali,’’ ujar Eddy Mulya. Seperti diberitakan sebelumnya, adanya ketentuan yang mengatur tentang penerima dana hibah atau bantuan sosial (bansos) harus berbadan hukum, mendapat reaksi dari jajaran DPRD Denpasar. Mereka merasa dirugikan dengan peraturan tersebut. (kmb12)
Kasus Paedofilia Warga Australia
Berpura-pura Baik, Diduga Ada Jaringannya
SIDANG kasus dugaan paedofilia dengan terdakwa Robert Andrew Fiddes Ellis, Kamis (30/6) lalu sudah bisa dilanjutkan. Sebelumnya, sidang sempat ngadat karena saat itu terdakwa belum didampingi kuasa hukum dan penerjemah. Namun Kamis akhir bulan lalu, dakwaan sudah dibacakan. Bahkan, jaksa penuntut umum (JPU) langsung menghadirkan lima saksi korban. Segala dalil perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sudah dibacakan oleh JPU Purwanti Murtiasih di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila. Sidang berlangsung tertutup karena perkara ini masuk asusila yang korbannya masih anak-anak (di bawah umur). Namun, informasi yang didapat, bahwa dalam dakwaan banyak mengungkap fakta perbuatan terdakwa yang saat ini harus dibuktikan di muka persidangan. Salah satu yang mengemuka
seperti diakui pemerhati anak dan kuasa hukum terdakwa yakni adanya fakta terdakwa memandikan korban. Namun, masih ada bantahan pihak terdakwa, bahwa terdakwa Robert memang memandikan korban, namun tidak sampai melakukan pelecehan seksual. Namun, hal itu dibantah oleh saksi dan juga dalam BAP. Salah satunya adalah keterangan korban Ni Ketut So dan Ni Kadek Pe. Sebagaimana dakwaan jaksa, mereka beberapa kali diajak dan dimandikan di rumah terdakwa di Banjar Nyampuan, Selemadeg Timur, Tabanan. Dan di akhir pertemuan, selalu diberikan uang. Misalnya pernah mereka diberi uang Rp 100 ribu. Pada tahun 2015, kembali diulang dan para korban dimandikan dengan menggunakan shower. Saat menyabuni korban itulah terdakwa diduga kembali melakukan pelecehan seksual. Saat itulah korban sempat menangis. Sedangkan saat itu korban nginap dan uang
baru diberikan keesokan harinya. Di lain waktu tahun 2015, terdakwa kembali menjemput saksi korban. Korban silih berganti dimandikan dengan cara menyiram dengan shower, lalu disabuni seperti biasa. Kesempatan itu lagi-lagi dimanfaatkan terdakwa untuk melakukan pelecehan seksual. Lagi-lagi saat itu Kadek Pe dan Ketut So diajak menginap. Namun kali ini, uang jajan yang diberikan keesokan harinya bertambah, yakni menjadi Rp 250 ribu per orang. Dalam perkara ini, terdakwa diancam pidana Pasal 76e jo Pasal 82 ayat 1 UU RI. No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI. No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat I KUHP dalam dakwaan pertama. Sedangkan dakwaan kedua, diancam dalam Pasal 290 ayat 2 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Pihak kuasa hukum terdakwa,
Benny, mengatakan kliennya membantah melakukan pelecehan seksual saat memandikan korban. Karena itu, pihaknya masih menunggu persidangan berikutnya yakni pembuktian dalam pemeriksaan saksi-saksi termasuk ahli. Kasus ini bermula dari Robert Andrew Fiddes Ellis asal Australia ke Bali dan berkenalan dengan Nyoman Sn. Terdakwa beberapa kali diajak ke kampung Sn di Karangasem dan di sanalah banyak berkenalan dengan anakanak. Kala itu, terdakwa membelikan anak-anak makanan, es krim, baju, sandal dan lainnya. Atas kondisi itu, banyak anak di sana mengatakan turis ini orang baik. Wi yang sehari-hari bekerja di Denpasar pun kembali memperkenalkan teman-temannya, bahkan pada anak-anak yang berjualan di Pantai Kuta yang juga berasal dari Karangasem. Untuk menarik perhatian korbannya, mereka diajak bermain, makan, beli tas
sekolah dan sepatu. Bahkan juga sepeda, menyetel film anak-anak di kos terdakwa dan sejumlah uang yang jumlahnya bervariasi. Antara 2014-2015, saksi korban bermain ke kos terdakwa di Jalan Mataram Gang Tunjung, Kuta, maupun saat pindah ke Banjar Nyampuan, Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan. Di sanalah diduga pelecehan seksual itu dilakukan terdakwa. Siti Sapurah alias Ipung dari P2TP2A Denpasar mengatakan, ada yang aneh dalam kasus ini. Pihaknya berharap pihak kepolisian menindaklanjuti dan mendalami kasus ini. Dia menduga adanya jaringan paedofilia internasional terlibat dalam kasus ini. ‘’Saya ingin aparat kepolisian mengusut kasus ini tidak sampai di sini saja, tolong kembangkan. Saya hanya menduga ada jaringan paedofilia internasional terlibat di kasus ini. Kemungkinan besar ada pelaku-pelaku lain dan germo,’’ ucap Ipung. (asa)
BADUNG
Jumat Wage, 8 Juli 2016
3
Dua Oknum Polisi Diduga Memeras Disel Terpisah
Ditargetkan, KUA dan PPAS 2017 Rampung 29 Juli
Mangupura (bali Post) – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) mulai dibahas kalangan legislatif di Badung. Bahkan, dewan menargetkan pembahasan KUA PPAS Tahun 2017 sudah selesai dan ketok palu pada rapat paripurna yang dijadwalkan pada 29 Juli 2016 mendatang. Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Karyana mengatakan, agenda pembahasan KUA PPAS menjadi salah satu prioritas dalam kelender kerja dewan bulan Juli. Agenda pembahasan akan dimulai pada 11 Juli, yakni rapat intern Banggar (Badan Anggaran) untuk membahas persiapan pembahasan. Disusul hari berikutnya, agenda rapat pembahasan antara legislatif dan eksekutif. ‘’Hari berikutnya lagi (13 Juli) masuk pada rapat lebih spesifik lagi, yakni antara komisi dengan SKPD terkait. Ini merupakan pendalaman atas KUA PPAS,’’ ungkap Wayan Karyana saat dimintai konfirmasi, Kamis (7/7) kemarin. Menurutnya, pembahasan KUA PPAS akan dikebut sehingga pembahasannya bisa selesai tepat waktu. Sayangnya, politisi asal Nusa Dua itu tak banyak berkomentar mengenai catatan-catatan penting apa yang bakal disampaikan dalam agenda pembahasan nanti. ‘’Setelah selesai pembahasan, nanti akan dibawa pada sidang paripurna. Terkait hal-hal yang krusial, tunggu sidang yang dijadwalkan 20 Juli,’’ kelitnya. Selain menjadwalkan melakukan pembahasan bersama eksekutif, dewan juga mengagendakan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah dalam rangka konsultasi. Usai kunker, rapat pembahasan dilanjutkan kembali pada 26 Juli. Agendanya, rapat dilakukan bersama pihak eksekutif. KUA dan PPAS Tahun 2017 diserahkan oleh Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara, S.H. kepada Pimpinan Dewan, Senin (27/6). Adapun besaran pendapatan daerah pada rancangan plafon anggaran sementara APBD Tahun Anggaran 2017 dirancang Rp 4.289.149.468.160,67 atau meningkat Rp 455.668.916.507,21 (11,89 persen) dari APBD induk dalam tahun anggaran 2016 dengan pendapatan sebesar Rp 3.833.480.551.563,46. Sedangakan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), pada rancangan prioritas plafon anggaran sementara APBD Tahun 2017 dirancang Rp 3.518.142.639.150,03 atau meningkat Rp 580 miliarar lebih atau sekitar 19,75 persen dari APBD induk Tahun Anggaran 2016 dengan nilai sebesar Rp 2.938.005.742.142,82. (kmb27)
Terminal Mengwi Antisipasi Arus Balik Mangupura (Bali Post) – Tak seperti kebanyakan terminal lainnya yang dipenuhi pemudik saat Lebaran, Terminal Mengwi justru sepi peminat. Tak banyak aktivitas bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) yang tampak di terminal tipe A itu. Jumlah bus yang bertengger di pelataran terminal bisa dihitung dengan jari tangan. Terminal ini justru mengantisipasi lonjakan arus balik setelah Lebaran. Kondisi itu diakui Kepala UPT Terminal Mengwi I Gusti Bagus Murdiarsa. Tak seperti di Terminal Ubung, Denpasar, Terminal Mengwi pada arus mudik Lebaran tahun ini relatif sepi. Meski begitu, aparat gabungan tetap bersiaga 24 jam di dalam terminal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Sampai sekarang belum ada lonjakan penumpang, malah sejak H-5 dan H-4 itu sudah agak sepi. Sebab, kebanyakan arus mudik dari Terminal Ubung,’’ aku Kepala UPT Terminal Mengwi, I Gusti Bagus Murdiarsa. Pihaknya menduga lonjakan penumpang justru pada saat arus balik Lebaran. Artinya, saat para pekerja dari luar Bali kembali ke tempat kerja masing-masing di kawasan Badung maupun Denpasar. Pengalaman tahun kemarin, arus balik mulai terasa ada peningkatan pada H+4. ‘’Kalau saya perkirakan, lima hari setelah Lebaran (H+4) mulai berdatangan arus balik,’’ ucapnya. Walau pada arus mudik tidak menonjol peningkatannya, namun Posko Lebaran tetap dijaga aparat keamanan bersiaga 24 jam. Di antaranya meliputi personel kepolisian, TNI, Dishubkominfo, Jasa Raharja, Kesehatan, Satpol PP, BPBD dan unsur terkait. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Badung K. Ngurah Sutharma sebelumnya mengakui, adanya dualisme fungsi terminal yakni di Terminal Ubung dengan Mengwi, memberikan peluang bagi AKAP untuk berbuat curang. ‘’Perilaku itu harus ditindak tegas sehingga tidak merugikan angkutan umum yang beroperasi di Terminal Mengwi,’’ ungkapnya. Kondisi tersebut, katanya, memerlukan tindakan tegas pemerintah. ‘’Artinya, sekarang ada dua kaki yang berpijak, ada di Ubung dan Mengwi. Kalau pemerintah tegas, tidak akan ada masalah. Tapi kalau masih seperti sekarang modelnya, AKAP masih diloloskan ke Ubung, menurunkan penumpang di jalan, jelas akan mematikan kami,’’ keluhnya. Dengan pengambilalihan Terminal Mengwi oleh pemerintah pusat, diharapkan permasalahan yang dihadapi saat ini dapat teratasi. ‘’Mudah-mudahan saat diambil alih oleh pusat, Terminal Mengwi lebih baik lagi. Apalagi, masuknya Sarbagita ke terminal perlu diperhatikan juga agar sama-sama jalan,’’ harapnya seraya menyebutkan ada 70 unit kendaraan umum yang bergatung pada Terminal Mengwi. (kmb27)
Baki Post/kmb23
PANTAI PANDAWA - Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Kamis (7/7) kemarin. Libur Lebaran dan juga cuti bersama, sejumlah objek wisata di Bali ramai dikunjungi wisatawan utamanya wisatawan domestik.
Mangupura (Bali Post) Setelah ditetapkan sebagai tersangka, oknum anggota Intelkam Polda Bali Bripda DAS (21) disel terpisah dengan Bripda EP (22). Tujuannya, supaya mereka tidak bisa koordinasi terkait kasus yang sedang dihadapi itu. Apalagi, perbuatan mereka itu mencoreng citra Polda Bali. Menurut Kabid Propam Polda Bali Kombes Beny Arjanto, Kamis (7/7) kemarin, dalam kasus tersebut, penyidik Dit. Reskrimum berhak melakukan penahanan. Sedangkan terkait dugaan pelanggaran disiplin, Bid. Propam tidak bisa melakukan penahanan. ‘’Selesai sidang disiplin, baru Bid. Propam bisa melakukan penahanan. Saat ini yang bersangkutan ditahan dalam kasus pidana umum,’’ tegasnya. Saat ini, lanjut Beny, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Selain itu, dikuatkan dengan saksi-saksi. ‘’Saya rasa penyidik sudah mengantongi minimal dua alat bukti sehingga melakukan penahanan,’ ujar mantan Kapolres Buleleng ini. Mengantisipasi kasus serupa tidak terulang lagi, Beny mengimbau masyarakat supaya tidak takut melapor. Jika ada oknum polisi yang melakukan pemerasan atau tindak pidana lain, secepatnya dilaporkan dan akan ditindaklanjuti jajaran Bid. Propam. ‘’Tetapi jangan sampai fitnah, harus ada fakta atau bukti, pasti kita atensi,’’ ungkap perwira melati tiga di pundak ini. Seperti diberitakan, penyidit Direktorat Reskrimum Polda Bali memproses kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum anggota Direktorat Intelkam Polda, Bripda DAS dan Bripda EP. Dari alat bukti yang dikumpulkan, penyidik menetapkan kedua oknum polisi itu sebagai tersangka dan langsung ditahan. Mereka ditangkap karena diduga melakukan pemerasan terhadap pelaku kasus narkoba yang diamankan di seputaran Circle-K di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat. Gl yang diduga pengedar ganja ditangkap saat berada di dalam mobil X-Over bersama dua temannya, Mk dan Sw. Hasil negosiasi, diduga pelaku minta Rp 70 juta pada mereka, tetapi disanggupi Rp 40 juta. Setelah deal, Mk diajak menarik uang di ATM BCA Jalan Teuku Umar Barat Rp 5,8 juta sebagai uang muka. (kmb36)
Buru Geng Motor Anarkis
Polresta Intensifkan Pemeriksaan Saksi
Mangupura (Bali Post) Walau pihak kepolisian saat ini fokus pada pengamanan Lebaran dan antisipasi aksi teroris, penyelidikan kasus pengeroyokan yang pelakunya diduga geng motor terus dilakukan tim Resmob Polresta Denpasar. Hingga saat ini, pemeriksaan saksi-saksi diintensifkan untuk melacak pelaku. ‘’Anggota Resmob sedang difokuskan pengamanan di Kuta. Biasanya setelah Lebaran kunjungan turis ke Kuta membeludak. Tapi, kami atur strategi agar penyelidikan kasus itu (geng motor - red) tetap jalan,’’ tegas Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard, Kamis (7/7) kemarin. Hingga saat ini, katanya, hasil penyelidikan belum ada titik terang terkait pelaku. Namun, upaya pelacakan terus dilakukan dan diharapkan akan ter-
ungkap dari keterangan saksisaksi. Penyidik telah memeriksa saksi-saksi, di antaranya teman-teman korban, warga di sekitar TKP dan saksi lain yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. ‘’Untuk sementara, kita masih proses identifikasi (pelaku - red). Untuk motifnya, diduga spontanitas tetapi mengarah ke anarkis dan harus kita usut tuntas agar tidak berkembang,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta Utara ini.
Ratusan Wisatawan Padati Sangeh Mangupura (Bali Post) – Libur panjang serangkaian perayaan Lebaran, dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat dengan berekreasi di sejumlah objek wisata, seperti Objek Wisata Alam Sangeh. Sejak pukul 09.00 wita, puluhan kendaraan roda dua maupun empat tampak memasuki objek wisata yang terletak di Jalan Raya Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung tersebut. ‘’Jumlah pengunjung ke sini (Sangeh) sejak dua hari lalu cukup ramai. Mereka yang ingin menyaksikan satwa kera rata-rata mencapai 500 orang per hari. Dibandingkan hari-hari biasa, hanya mencapai 200 orang,’’ kata Ketua Pengelola Objek Wisata Alam Sangeh Made Sumoho, Kamis (7/7) kemarin. Selain masyarakat lokal, katanya, sejumlah bus pariwisata yang mengangkut ratusan wisatawan domestik juga mengunjungi objek wisata yang telah dikenal hingga ke mancanegara ini. ‘’Saya amati, sejak dua hari lalu memang yang datang kebanyakan masyarakat Cina dari Jakarta. Kalau asing ada sekita 150 orang setiap harinya, mereka dari Amerika dan Eropa,’’ jelasnya. Menurutnya, dengan adanya akses jalan tembus ke Bedugul, juga membawa pengaruh ramainya kunjungan. Terlebih, penataan objek wisata Sangeh sudah sangat bagus dengan areal parkir yang luas. Pemasukan dari tiket masuk dialokasikan untuk pemeliharaan satwa monyet dan pemeliharaan kebersihan di sekitar Sangeh. ‘’Malah sekarang kami berencana membuat track menuju sungai, karena ada banyak permintaan wisatawan yang melakukan yoga di dekat sungai,’’ sebutnya. Dia mengakui, dulu ada kesan tidak aman jika berkunjung ke Sangeh karena monyet sering menggigit pengunjung. Namun sekarang, kesan itu tidak ada lagi karena sudah ada petugas sebanyak 17 orang, khusus yang bertanggung jawab terkait keselamatan pengunjung. Objek wisata Sangeh sempat dihilangkan dari paket tur oleh agen perjalanan lantaran pengelolanya dinilai kurang memberi jaminan kenyamanan. Namun belakangan, mereka mulai memasukkan kembali objek wisata alam tersebut ke dalam paket turnya. (kmb27)
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Gede Redastra mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi di sekitar TKP. Proses penyelidikan sedang berlangsung dan ia berharap bagi warga yang melihat kejadian itu segera menginformasikan ke Polsek. ‘’Anggota kami sedang bekerja di lapangan. Mudah-mudahan cepat terungkap,’’ ujarnya. Sebelumnya, aksi gerombolan
orang diduga geng motor semakin meresahkan masyarakat, bahkan anarkis. Selain mengeroyok Kadek Parta (21) dan Gede Adi Gunawan (20) di Jalan Padang Luwih, Kuta Utara, kasus serupa juga terjadi di Denpasar dan korbannya pelajar serta mahasiswa. Jumlah semua korban tujuh orang dan tiga dirawat intensif di rumah sakit. Kadek Pande Dwipayana (16) dan I Gusti Agung Gede Ari Krisna (19) dikeroyok di simpang Jalan Raya PuputanJalan Tukad Balian, Renon, Senin (4/7) lalu. Sedangkan di Jalan Semilajati, Denpasar, Minggu (3/7) lalu, korbannya tiga orang yaitu Kadek Yudha Cahyadi Putra alias Yudha,
Kadek Krisna alias Wewek dan Boby Widiantara alias Boby. Untuk menangani geng motor yang kian meresahkan dan anarkis ini, pihak TNI siap membantu kepolisian. Bahkan, Dandim 1611/Badung Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa mengaku prihatin. Ia pun tidak ingin kejadian di Bandung, Jawa Barat (prajurit Kopassus dibunuh geng motor) terjadi di Bali. ‘’Jika diminta bantuan oleh kepolisian, kami siap menindak geng motor anarkis. Tujuannya supaya tidak makin parah. Enggak ada kompromi. Kalau diimbau secara baikbaik tidak bisa, ya… kita akan tindak tegas,’’ tegas Letkol Leo, belum lama ini. (kmb36)
Pastikan Masyarakat Peroleh Pelayanan Kesehatan
Wabup Suiasa Sidak RSUD Mangusada
MEMASTIKAN pelayanan kesehatan di Kabupaten Badung tidak berhenti saat cuti bersama, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Senin (4/7) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada Badung. Dalam sidak tersebut, Wabup asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengunjungi sejumlah ruangan emergency di rumah sakit tersebut. Ketika baru sampai di lobi rumah sakit, Suiasa diterima langsung oleh Dirut RSUD Mangusada Badung dr. Agus Bintang Suryadhi dan sejumlah pejabat di RSUD termegah di Badung tersebut. Wabub Suiasa mengatakan, kedatangannya ke rumah sakit pemerintah ini untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarat Kabupaten Badung tidak ikut terganggu dalam adanya cuti bersama ini. ‘’Hal ini dilakukan demi terpenuhi dan terjaganya kondisi masyarakat yang membutuhkan perawatan dan pelayanan. Setelah saya kunjungi, pelayanan di RSUD Mangusada tetap berjalan normal. Saya berterima kasih kepada para pegawai, tenaga medis, perawat, bidan dan para dokter yang berkenan melaksanakan tugas di hari libur ini. Semoga masyarakat sehat dan sejahtera selalu,’’ ujarnya. Setelah mengunjungi dan melihat situasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mangusada, Suiasa juga mengunjungi Public Safety Center (PSC) 119 RSUD Man-
PELAYANAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa didampingi Dirut RSUD Mangusada Badung Agus Bintang Suryadhi saat meninjau pelayanan IGD RSUD Mangusada saat libur cuti bersama. gusada. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa mendapatkan penjelasan terkait PSC 119 dari Agus Bintang Suryadhi dan melihat secara langsung aplikasi penanganan kegawatdaruratan yang terhubung dengan Kemenkes RI serta ke seluruh jaringan PSC di Indonesia. Dalam kunjungannya meninjau PSC 119 RSUD Mangusada, Wabup Suiasa mengatakan, adanya PSC
119 RSUD Mangusada ini berarti telah mendukung program pemerintah untuk ikut mewujudkan Smart City di Kabupaten Badung. ‘’Hal ini perlu disosialisasikan ke masyarakat agar masyarakat tahu kita juga punya pelayanan seperti saat ini dan masyaratkan pun semakin mudah dalam menjangkau pelayanan rumah sakit milik pemerintah,’’ ungkapnya. (ad149)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
FT Unwar Gelar Pengabdian Masyarakat di Lombok
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Isi Kegiatan Liburan
Tanam Pohon dan Tirtayatra di Tujuh Pura Gema INTI Bali Bersama Sekolah CHIS Gelar Festival Budaya
PUNIA - Dekan FT Unwar Prof. Wayan Runa saat menyerahkan punia kepada pemangku Pura Penataran Agung Rinjani saat melakukan pengabdian dan tirtayatra ke Lombok. FAKULTAS Teknik Universitas Saat itu, Dekan FT Unwar Prof. Warmadewa (FT Unwar) Denpasar Dr. I Wayan Runa, M.T. bersama dikenal sebagai fakultas yang kon- dosen dan mahasiswa melakukan sisten dan kontinu menyelanggara- penanaman pohon. Penanaman pokan Tri Dharma Perguruan Tinggi hon ini merupakan bentuk kepedusecara seimbang dan berkualitas. lian FT Unwar terhadap kondisi Program pengabdian masyarakat- lingkungan yang mengalami degranya dikenal pro-rakyat atau meny- dasi akibat ulah manusia. entuh kepentingan rakyat banyak. Menurut Dekan FT Unwar Prof. Bahkan, program pengabdian I Wayan Runa, kegiatan pengabmasyarakat FT Unwar tak hanya di dian kepada masyarakat ini meruBali melainkan juga di luar Bali. pakan kegiatan rutin tahunan FT Sebanyak 46 dosen dan ma- Unwar sebagai implementasi dari hasiswa FT Unwar mengadakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengabdian kepada masyarakat juga bentuk kepedulian terhadap di Lombok, Nusa Tenggara Barat kondisi lingkungan yang akhirpada 3 - 5 Juli 2016. Program akhir ini mengalami penurunan. pengabdian kepada masyarakat Kegiatan pengabdian ini juga dipusatkan di Pura Penataran dirangkaikan dengan tirtayatra FT Agung Rinjani. Unwar yang dilaksanakan di Lom-
bok mulai tanggal 3 - 5 Juli 2016. Bagi dia, kawasan Gunung Rinjani selain sebagai kawasan suci juga kawasan lindung. Gunung Rinjani ini tak bisa dilepaskan dari umat Hindu di Bali. Makanya, dia setuju kawasan ini harus terus terjaga kesucian dan kelestarian alamnya. Untuk itu, keluarga besar FT Unwar Denpasar menjadikan kawasan Gunung Rinjani ini sebagai sasaran program pengabdian masyarakat. Selain melaksanakan penanaman pohon, dosen dan mahasiswa FT Unwar juga melaksanakan aksi bersih-bersih dan memberikan bantuan berupa punia dan jeding kepada pengurus Pura Penataran Agung Rinjani dalam rangka peningkatan pembangunan kawasan pura. Di program ini, dia memperoleh banyak manfaat yakni manfaat akademik yakni belajar soal penyebab kerusakan lingkungan, manfaat sosial edukatif yakni peduli dengan lingkungan dan langsung beraksi menanam pohon serta manfaat spiritual yakni matirtayatra ke sejumlah pura. Sebanyak tujuh pura yang menjadi kunjungan dalam kegiatan tirtayatra antara lain Pura Suranadi, Taman Narmada, Lingsar, Gunung Pengsong, Batu Bolong, Kapurusan dan Penataran Agung Rinjani. Dengan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat dan tirtayatra di Lombok, Wayan Runa berharap mampu memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kondisi lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta meningkatkan sradha bhakti kepada Tuhan. (ad220)
IHDN Ikuti Parade Gong Kebyar Dewasa Berkualitas dalam Kesederhanaan
IHDN Denpasar sukses memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Kamis (7/7) malam. Sekaa Gong Ratna Saraswati di kampus bernapaskan Hindu ini menjadi Duta Provinsi Bali dalam Parade Gong Kebyar Dewasa berhadapan dengan Sekaa Gong Kebyar Duta Kabupaten Bangli. Ada empat garapan yang ditampilkan, melibatkan 150 mahasiswa S-1 hingga S-3 serta alumni IHDN. ‘’Kita sudah persiapan intensif untuk garapan ini dari Januari. Untuk ajang bergengsi PKB, ini baru pertama kalinya, tetapi untuk Mahalango kita juga sering tampil dan tim ini juga dua tahun yang lalu sempat mewakili Indonesia untuk festival di Bulgaria, Eropa,’’ ujar Ketua Sekaa Gong Kebyar IHDN I Gusti Ngurah Pertu Agung. Menurut Pertu, tiga dari empat garapan merupakan ciptaan baru. Masing-masing tabuh dua lelambatan Mungkah Lawang ciptaan I Wayan Darya, tari kreasi Sangara Bumi dengan penata tari I Wayan Juana Adi Saputra serta fragmentari Katundung Dewi Sita dengan penata tari I Wayan Juana Adi Saputra dan Dewa Ketut Wisnawa serta penata tabuh I Wayan Darya dan I Wayan Deddy Sumantra. ‘’Garapan yang sekarang adalah 80 persen baru, kecuali satu tari yang diwajibkan oleh panitia provinsi yakni tari kreasi Gurnita Wira Rebana. Tari ini merupakan garapan dari Festival Tari Baris tahun 1982. Jadi kita tampilkan kembali dengan warna aslinya,’’ jelasnya. Pertu menambahkan, seluruh garapan merujuk pada tema Karang Awak yang diartikan
FESTIVAL BUDAYA - Sejumlah siswa membawakan tarian dari Yunan pada seremonial penutupan festival budaya di Sekolah CHIS Denpasar, Rabu (6/7). bisa diikuti oleh lebih banyak daya orang lain. ‘’Kami berharap siswa. ‘’Kami berharap kerja kepada siswa-siswi CHIS, generasi sama ini bisa terus dilaksanakan muda Indonesia untuk dapat terus secara rutin. Selain itu, juga agar menjadi pemimpin-pemimpin bisa diagendakan sesuai dengan tangguh sehingga menjadi genkalender pendidikan,’’ harapnya. erasi muda Indonesia yang dapat Sekretaris Gema INTI Bali diandalkan,’’ katanya. Surya Perbawa Untung pada Wakil Konsulat RRT Dong kesempatan itu menambahkan, Zhe yang hadir pada seremonial kegiatan ini merupakan program penutupan festival budaya ini meoriginal yang diinisiasi oleh gen- nyampaikan terima kasih kepada erasi muda Indonesia bekerja rombongan dari Yunan yang susama dengan Konsulat Jenderal dah bersedia meluangkan waktu RRT. Pengenalan adat budaya untuk memberikan pelatihan. luar, menurutnya, bisa membuat Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda menjadi pribadi- para siswa nantinya lebih mengepribadi yang lebih besar. Jika kita nal budaya Tiongkok dengan baik. tidak bisa menghargai adat dan ‘’Semoga pada masa mendatang budaya kita sendiri, maka kita bisa belajar lebih banyak budaya juga tidak bisa menghargai bu- Tiongkok,’’ katanya. (ad221)
SMK Dwijendra Denpasar Tempati Gedung Baru Senilai Rp 11 M di Peguyangan Tahun Ini Terima Empat Kelas Siswa Baru
MEMUKAU - Penampilan seniman-seniman IHDN Denpasar yang memukau penonton PKB ke-38, Kamis (7/7) kemarin. sebagai mengisi diri berkualitas memaknai bahwa garapan ini dalam kesederhanaan. adalah sesuatu yang holistik Rektor IHDN Denpasar Prof. dalam konsep bagaimana kita Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. menuangkan tatwanya dalam mengatakan, Karang Awak dalam aspek spiritual, kemudian dari geguritan Salampah Laku karya aspek material kita menggunakan Ida Pedanda Made Sidemen sebet- instrumen secukupnya dan juga ulnya berangkat dari kekhawati- dari aspek estetikanya kita meran tentang bagaimana kondisi menuhi persyaratan,’’ jelasnya. masyarakat modern sekarang. Menurut Duija, IHDN sebetulMasyarakat banyak sekali kehil- nya menjabarkan tiga visi yakni angan momentum dan jati diri ke- visi agama, visi pengetahuan tika tidak mampu meraih sesuatu dan visi budaya. Jadi, IHDN yang dianggap modern itu. ‘’Oleh telah mengimplementasikan karena itu, satu-satunya jalan bagaimana memperkokoh dan bagi Ida adalah bagaimana kita mempertahankan agama dan membangun kualitas diri melalui kebudayaan Bali dalam aspek karang awak ini, karang awake yang substansif. Tidak hanya tandurin, begitu sebenarnya. Jadi berbicara soal estetika, tetapi kita memperkuat jati diri, dari juga membangun spirit estetika kualitas diri itu kita bisa mem- itu sehingga memiliki payung bangun meritokrasi,’’ ujarnya. yang jelas. ‘’Harapan kita bahwa Duija menambahkan, kon- belajar di IHDN itu tidak hanya sep sederhana tetapi memiliki belajar agama, tetapi kita juga kualitas yang sangat luar biasa belajar ilmu pengetahuan. Juga itulah yang kemudian dimaknai yang penting adalah IHDN terdeIHDN dalam pementasan gong pan dalam mengawal bagaimana kebyar. Pihaknya mewanti-wanti peradaban dan kebudayaan Bali agar tidak perlu terlalu banyak ini bisa tidak kehilangan spirit, properti, tetapi kualitas garapan tidak kehilangan roh, tetapi jusini yang paling penting dimaknai tru memperkokoh roh itu sendiri, sebagai jabaran dari tema Karang sehingga kebudayaan ini tidak Awak. ‘’Strukturnya ada, esteti- cepat terkikis oleh modernisasi,’’ kanya ada dan bagaimana kita tandasnya. (ad150)
Liburan, Sejumlah Objek Wisata Diserbu Pengunjung
Amlapura (Bali Post) – Liburan beberapa hari terkait Idul Fitri, sejumlah objek wisata di Karangasem diserbu pengunjung. Seperti tampak di Taman Tirtagangga, objek wisata Taman Soekasada Oejoeng (TSO) dan Besakih. Dari pantauan di Tirtagangga dan TSO, Kamis (7/7) kemarin, pengunjung didominasi wisatawan lokal dari luar Karangasem seperti Denpasar. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Namun, karena kedua objek itu sudah terkenal dan menjadi kunjungan wisatawan mancanegara, pengunjung kalangan turis asing juga banyak. Para penjaga objek wisata setempat mengatakan, sejak dua hari lalu diakui ada peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Kunjungan tiap hari mencapai lebih dari 300 orang. Peningkatan kunjungan tak sampai menyebabkan kemacetan. Namun untuk di Tirtagangga, tempat parkir yang terbatas menyebabkan sebagian kendaraan pengunjung harus parkir di badan jalan. Sementara itu, petugas polisi melakukan penjagaan.
DALAM rangka mengisi kegiatan liburan awal tahun pelajaran 2016/2017, Gema INTI Bali bekerja sama dengan Yunan Overseas Cultural & Education Center menggelar Festival Budaya di Sekolah CHIS Denpasar. Festival Budaya yang digelar selama enam hari dari tanggal 1 - 7 Juli ini didukung oleh PINTI Bali, Gema INTI Bali, Konsulat Jenderal RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan Sekolah CHIS Denpasar. Kegiatan yang merupakan pertukaran budaya ini diikuti oleh 40 peserta dari siswa-siswi SD, SMP dan SMA CHIS serta beberapa sekolah lainnya yang ada di Kota Denpasar. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi tiga aktivitas yaitu kungfu, menyanyi dan menari. Menurut Dra. Maria Hari Suryawati, M.Pd. yang mewakili Ketua Yayasan Sekolah CHIS, pertukaran budaya ini merupakan kegiatan pertama dengan tujuan untuk mengenalkan budaya Yunan, mempraktikkan dan mementaskannya. Pada kegiatan ini, seluruh peserta belajar sesuai dengan jenis aktivitas yang dipilihnya. Untuk memperlihatkan hasil belajarnya selama enam hari, seluruh peserta mementaskannya pada acara seremonial penutupan kegiatan, Rabu (6/7). Sejak awal berdiri, Sekolah CHIS Denpasar sudah bekerja sama dengan pemerintah RRT terutama dalam pengadaan tenaga pengajar maupun kurikulum pembelajaran. Untuk ke depan, pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa diagendakan seiring dengan kalender pendidikan, supaya
Sekretaris Disbudpar Karangasem Made Sosiawan mengatakan, pihak pengelola objek wisata sudah melakukan antipasi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Pasalnya, sudah rutin setiap liburan, jumlah pengunjung dipastikan meningkat signifikan. Sementara dari pantauan, ada tiga objek wisata yakni Taman Tirtagangga, TSO dan Besakih yang
ramai pengunjung. Sejumlah objek wisata pantai juga ramai dikunjungi, namun tidak seramai di tiga objek wisata terkenal itu. Di rumah pohon di Batudawa Kaja, Desa Tulamben juga terjadi peningkatan pengunjung, terutama Rabu (6/7) dan Kamis (7/7) kemarin. Seperti di objek wisata lainnya, kunjungan ke rumah pohon juga didominasi wisatawan lokal. (013)
SMK Dwijendra Denpasar mulai tahun ajaran baru ini sudah menempati gedung baru. Gedung baru berlantai tiga di-pelaspas alit, Kamis (7/7) kemarin, dipuput Jero Mangku Eri Suardana diikuti semua guru dan karyawan SMK Dwijendra Denpasar. Acara juga dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya bersama Sekretaris Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., Bendara Luh Beji, B.A., Pembina dr. Ketut Karlota dan Pengawas I Made Karmajaya, S.Si. dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Usai melakukan persembahyangan bersama, para pengurus yayasan langsung meninjau fasilitas gedung dan rencana pembangunan ke depan. Kepala SMK Dwijendra Denpasar I Ketut Widia, M.Si. melaporkan, gedung baru berlantai tiga ini dilengkapi 30 ruangan, terdiri dari 23 ruang belajar, ruang guru, administrasi, perpustakaan dan sejumlah lab. Gedung ini berdiri di atas lahan 25 are berada di Jalan Suradipa, Peguyangan. Biaya pembangunan dan kelengkapan fasilititas ruangan dan lab diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 11 miliar. Dia mengharapkan pembangunan gedung dan fisik sudah tuntas tahun ini sehingga bisa diadakan upacara pamelaspas agung, macaru dan mendem padagingan. Makanya, upacara pamelapas kali ini tingkatannya alit agar semua sarana gedung bisa dimanfaatkan. Widia menambahkan, yang membuat dirinya bahagai karena pada tahun ajaran baru di gedung baru ini jumlah siswa barunya meningkat tajam. Tahun ini, SMK Dwijendra menerima empat kelas siswa baru masing-masing untuk tiga jurusn yakni Akuntansi, Teknik Jaringan dan yang terbaru Jasa Boga. Dengan demikian, semua siswa kelas I, II dan III SMK Dwijendra akan masuk pagi. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya tampak tersenyum manis karena target pembangunan gedung baru SMK Dwijendra Denpasar di Jl. Suradipa, Peguyangan sesuai rencana. Tinggal sekarang gedung ini dilengkapi dengan pertamanan, kolam yang sejuk dan lapangan basket. Dia menegaskan, yayasan terus men-
dukung program pengembangan SMK Dwijendra Denpasar untuk memberi akses seluas-luasnya bagi masyarakat Peguyangan mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Bagi dia, respons masyarakat Peguyangan dan sekitarnya terhadap sekolah ini sudah sangat luar biasa. Ini dibuktikan jumlah siswa barunya mencapai empat kelas. Ini merupakan tantangan bagi SMK Dwijendra Denpasar dan yayasan untuk memberi pelayanan terbaik dan berkualitas guna mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Kebanggaan kedua, katanya, keberadaan SMK Dwijendra ini ikut memberi dampak ekonomis bagi warga sekitar, baik dengan cara membuka usaha baru maupun dengan mengontrakkan rumah. Secara umum, katanya, perekonomian kawasan ini akan makin cepat mengalami kemajuan. Sekretaris Yayasan Ir. Wayan Abdinegara, M.Si. menambahkan, SMK Dwijendra terbukti sukses menyiapkan lulusan yang siap kerja. Ini dibuktikan semua lulusan SMK Dwiendra yang tamat tahun ini sudah bekerja alias tidak menganggur. Untuk itu, dia harapkan sejumlah event dipusatkan di lokasi baru ini untuk memperkenalkan eksistensi SMK Dwijendra. (ad219)
GEDUNG BARU - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya bersama pengurus, Rektor Putu Dyatmikawati dan Kasek Ketut Widia di sela-sela upacara pamelaspas alit gedung baru SMK Dwijendra di Peguyangan.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Jumat Wage, 8 Juli 2016
5
Tak Kantongi SK Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah Tak Bisa Naik Pengkat Bangli (Bali Post) -
Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata mengaku prihatin dengan nasib pengawas sekolah di Bangli. Pasalnya, di tengah beban berat yang diembannya, kenaikan pangkat mereka masih terhambat. Penyebabnya bukan karena tak mampu menyusun karya tulis, namun justru karena
NM Kutha Parwata
mereka belum mengantongi Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional yang menjadi kewajiban Badan Kepegawaian Daerah (BKD). ‘’Ini tentu sangat memprihatinkan, sebab pengawas sekolah memegang peran penting,’’ ujar Kutha Parwata, Kamis (7/7) kemarin. Untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya akan segera menyusun agenda kerja untuk membahas permasalahan yang dihadapi para pengawas sekolah di Bangli. Dalam kesempatan itu, Kutha Parwata juga meminta data lengkap pengawas sekolah di Bangli kepada Korwas Dikpora Bangli melalui Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bangli Nyoman Suteja membenarkan jika kenaikan pangkat para pengawas sekolah di Bangli masih terhambat belum dimilikinya SK Jabatan Fungsional. ‘’Kami telah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak BKD Bangli. Namun hingga saat ini, SK Jabatan Fungsional tersebut belum juga keluar,’’ ujarnya. Suteja menambahkan, berbagai persyaratan yang diminta oleh BKD untuk penerbitan SK tersebut sesungguhnya sudah dipenuhi oleh para pengawas sekolah. ‘’Inilah yang tak bisa kami pahami. Jika di kabupaten lain menerbitan SK Jabatan Fungsional Pengawas sekolah cukup lancar, namun di Bangli kok seperti ini,’’ tegas Suteja. Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ka-
bupaten Bangli A.A. Ketut Jelantik, M.Pd. mengakui permasalahan SK Jabatan Fungsional bagi pengawas sekolah di Bangli menjadi penghambat utama tertundanya kenaikan pangkat para pengawas. ‘’Persyaratan yang diminta sesungguhnya sudah terpenuhi, namun toh hingga saat ini SK Jafung tersebut belum terbit. Bahkan, saat ini kami juga dihadapkan dengan Sertifikat Calon Pengawas (Cawas), yang kemungkinan akan menjadi penghambat lain,’’ tegasnya. Pihaknya berharap permasalahan ini bisa dicarikan jalan keluar. Sebab, tertundanya kenaikan pangkat para pengawas di Bangli akan berdampak kurang baik bagi motivasi kerja pengawas sekolah. ‘’Kami berharap instansi terkait ikut mencarikan solusi terbaik, sehingga nasib para pengawas di Bangli tak terobang-ambing,’’ harapnya. (kmb)
Pascakebakaran di Area PKB
Trauma, Pedagang Tak Berjualan Lagi
KEBAKARAN yang meludeskan Pasar Malam Banjar Kedaton, Denpasar, Jumat (1/7) lalu, berdampak pada sepinya aktivitas pedagang. Khususnya di area wantilan banjar yang tidak terkena rembetan api. Hanya tampak beberapa pedagang makanan dan aksesoris yang masih bertahan mencari nafkah di area itu. Sebagian besar pedagang lebih memilih untuk tidak berjualan lagi. ‘’Takut mereka, trauma. Jadi, mereka bukan disuruh berhenti, tetapi memang tidak melanjutkan berdagang,’’ ujar salah seorang pedagang di
areal Banjar Kedaton, Ahmad Yani, saat ditemui beberapa waktu lalu. Menurut Ahmad Yani, pedagang yang tidak terkena imbas kebakaran sempat tidak mau berjualan setelah musibah itu terjadi. Namun, para pecalang meyakinkan agar mereka berdagang seperti biasa karena Pesta Kesenian Bali (PKB) belum selesai. ‘’Katanya belum bubar yang di Art Center, jadi bisa dilanjutkan. Saya ikut-ikutan juga. Tapi ada yang trauma, ada yang enggak enak jualan lagi karena tementemennya jadi korban. Kalau yang kena kebakaran, banyak
yang enggak jualan karena habis modal,’’ tuturnya. Ahmad Yani mengaku heran, karena peristiwa kebakaran terjadi begitu cepat. Jangankan mengambil seluruh barang dagangan, satu kodi pakaian saja tidak bisa diselamatkan. Selain itu, ada banyak pedagang yang tidur di stan menunggui dagangan mereka. Beruntung, mereka segera dibangunkan sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kendati saat ini sepi pedagang, lanjut pria asal Lumajang, Jawa Timur ini, tidak demikian dengan pembeli. Pasalnya, pihak banjar tetap membuka
areal tersebut untuk parkir pengunjung PKB. Sementara itu, pihak banjar bersama sekaa teruna telah melakukan pembersihan di areal bekas kebakaran. Mereka utamanya membersihkan pecahan-pecahan kaca serta sisa-sisa kayu yang sekiranya bisa membahayakan. ‘’Sebentar akan dilakukan pacaruan,’’ ujar prajuru Banjar Kedaton, Agung Anom. Setelah dilakukan upacara pacaruan, lanjut Agung, areal pasar malam akan dimanfaatkan untuk parkir saja. Hal tersebut dilakukan supaya pelaksanaan PKB tetap lancar. (rin)
Banyuwangi (Bali Post) Lebaran tahun ini tak bisa d iraya kan oleh KN (35) asal Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, dengan tenang. Pria ini dibekuk tim buser Polsek Srono, Banyuwangi setelah membobol brankas gudang distributor elpiji di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Pelaku berhasil menggasak dua laptop dan televisi. Sayangnya, tiga pelaku lagi berhasil kabur. Kasus pembobolan ini ter-
ungkap berkat kerja keras polisi. Begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak cepat. ‘’Begitu kejadian, Rabu (6/7) dini hari, kita langsung memburu pelaku. Hasilnya, satu pelaku kita tangkap beberapa jam kemudian,’’ kata Kapolsek Srono AKP Ali Masduki, Kamis (7/7) kemarin. Perwira ini menjelaskan, pelaku beraksi bersama ketiga temannya, sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka masuk dengan melompat pagar, lalu mencongkel jendela. Kondisi sepi, membuat pelaku dengan
mudah beraksi. Selain laptop, para pelaku berhasil membongkar brankas berisi uang tunai Rp 120 juta. Kejadian ini diketahui pemilik gudang, Bambang Suhermanto (41), asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono saat hendak membuka gudang. ‘’Hasil olah TKP, kita menemukan indikasi identitas pelaku. Akhirnya kita kembangkan, dan pelaku berhasil ditangkap,’’ kata Kapolsek. Dari tangan pelaku, beberapa barang bukti masih ditemukan utuh. Dari keja-
dian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp 140 juta. Kini, polisi masih memburu ketiga pelaku lain. Penyidik juga terus mengembangkan kasus ini, terutama membongkar jaringan penadah aksi pencurian tersebut. Selain barang curian, polisi mengamankan alat yang digunakan pelaku untuk beraksi. Menurut Kapolsek, pelaku nekat beraksi memanfaatkan momen malam Lebaran, sehingga pemilik gudang pulang ke rumahnya. Kondisi gudang juga sepi. (kmb30)
PANTAI menjadi favorit warga Banyuwangi mengisi libur Lebaran. Salah satu yang menjadi idola adalah jasa perahu wisata di pesisir Grand Watudodol, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Seperti terlihat Kamis (7/7) kemarin. Wisata menyusuri Selat Bali diserbu wisatawan untuk menikmati keindahan laut. Meski masih suasana Lebaran, warga yang berkunjung ke pantai terlihat membeludak. Naik sekitar 100 persen dibandingkan hari biasa atau libur akhir pekan. Mereka kebanyakan mencari suasana pesisir dengan menaiki jasa perahu. Ombak Selat Bali yang sedikit mengganas tak menyurutkan niat para wisatawan lokal ini menaiki perahu. Apalagi, tarif yang dibandrol sangat murah, hanya Rp 5.000 per orang. ‘’Kita hanya bayar Rp 5.000, lalu diajak menyusuri Selat Bali,’’ kata Dewi, wisatawan asal Malang, Jatim. Dia bersama keluarga sengaja mampir ke pesisir di utara Banyuwangi tersebut untuk menikmati panorama Selat Bali. Sebelum menaiki perahu, mereka menyantap hidangan sambil lesehan di bibir pantai. Menurut Dewi, pesisir di barat Selat Bali ini sangat indah. Dari kejauhan, deretan kapal feri tampak berlayar, lalu hutan Pulau Menjangan terlihat menghijau. ‘’Ini baru pertama kali kami ke sini, ternyata sangat indah, udaranya juga tak terlalu panas,’’ jelasnya. Hal senada diungkapkan Sujai, wisatawan asal Wongorejo, Banyuwangi. Dia bersama keluarga mampir ke pesisir ini untuk melepas penat setelah berkeliling ke rumah saudara. ‘’Ini saatnya berkumpul, akhirnya kita pilih pantai,’’ jelasnya. Menyusuri Selat Bali dengan perahu, katanya, menjadi pengalaman yang unik. Sebab,
pemandangannya indah. Salah satu pengelola perahu wisata, Rusdi, mengatakan memasuki libur Lebaran, peminat jasa perahu wisatawa terus membeludak. Namun, karena cuaca tak bersahabat, jasa perahu baru dibuka setelah tengah hari.
‘’Saat pagi, ombaknya ganas. Berbahaya bagi pelayaran,’’ jelasnya. Selama berlayar, para wisatawan diwajibkan menggunakan jaket pelampung. Satu perahu juga dibatasi maksimal enam orang. Pengunjung diprediksi akan terus membeludak saat akhir pe-
kan nanti. Pemilik jasa perahu juga berancang-ancang menaikkan tarif menjadi Rp 10.000 per orang. Sayangnya, tiket masuk ke wisata pantai Grand Watudodol ini dikeluhkan terlalu mahal, per orang ditarik Rp 10.000, belum tiket parkir kendaraan. (udi)
Pembobol Brankas Gudang Distributor Elpiji Dibekuk
Liburan, Grand Watudodol Diserbu Wisatawan
Bali Post/udi
LIBUR LEBARAN - Anak-anak menikmati ombak di pesisir Grand Watudodol Banyuwangi mengisi libur Lebaran, Kamis (7/7) kemarin.
Bali Post/olo
FESTIVAL – Puluhan kelompok mengikuti Festival Ngotek Sahur untuk memperebutkan Piala Kapolres Jembrana.
Perebutkan Piala Kapolres
Festival Ngotek Sahur Diikuti 80 Kelompok
Negara (Bali Post) Festival Ngotek Sahur di Loloan diikuti puluhan kelompok. Festival ini digelar untuk memperebutkan Piala Kapolres Jembrana. Irama musik sahur atau ngotek ini dilombakan untuk kesekian kalinya. Alunan musik yang dibawakan guna membangunkan umat muslim hendak berpuasa. Festival diawali patroli Polres Jembrana dengan disertai membawakan irama musik sahur, menggunakan alat rebana oleh anggota
polisi. 80 kelompok termasuk kategori anak-anak dan dewasa, berkompetisi membunyikan irama sahur. Pawai festival melintasi areal kota Negara dan kembali ke Loloan Barat. Ragam pakaian, penampilan dan kreasi musik ditunjukkan peserta. Festival dihadiri Waka Polres Jembrana Kompol A.A. Rai Laba serta Staf Ahli Pemkab Jembrana Putu Cahyadi. Ngotek ini biasanya hanya dilakukan di saat bulan Ramadan. Ngotek lebih sering dilakukan anak-anak dan
dan kalangan remaja. Alat yang digunakan meliputi kentongan, botol minuman mineral ukuran besar, jeriken dan rebana. Ketua Festival Musik Sahur Khalid Asauri mengatakan dari 80 kelompok yang mengikuti, terdiri 35 kategori anak-anak dan sisanya dewasa. Festival ini memperebutkan Piala Kapolres Jembrana. Dari penilaian, menurutnya, terkait nada atau irama, suara atau bunyi serta kerapian atau keseragaman. (kmb26)
Bali Post (Bali Post) Hari raya Lebaran menjadi momen istimewa bagi masyarakat adat suku Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Pada H+1 Lebaran, Kamis (7/7) kemarin, mereka menggelar ritual barong ider bumi. Tradisi turun-temurun ini bertujuan menolak balak atau pagebluk. Upacara barong ider bumi diawali dengan arak-arakan barong khas Using, sekitar pukul 14.00 WIB. Selama arak-arakan, tokoh adat menyebar beras kuning berisi uang logam. Sesaji ini sebagai simbol kemakmuran. Selama arak-arakan, lebih dari enam barong turun ke jalan. Mereka menari diiringi gemelan khas suku Using. Di belakang barong, barisan sesepuh adat membawa sejumlah sesaji. Iring-iringan ini melintasi jalan protokol desa, lalu berhenti di perbatasan di desa bagian barat dan timur. Di tempat ini digelar ritual. Deretan buah pisang dipajang di pinggir jalan. Buah ini juga simbol kemakmuran. Ritual diakhiri dengan selamatan nasi tumpeng di sepanjang jalan. Warga setempat duduk rapi sambil menghadap tumpeng masing-masing. Setelah tokoh adat memimpin doa, tumpeng disantap beramai-ramai. Tak hanya warga setempat, sejumlah wisatawan juga ikut menyatap tumpeng tersebut. Tumpeng yang dibuat warga Desa Kemiren ini lauknya sedikit berbeda. Mereka menyebutnya pecel pitik. Bahannya, ayam kampung panggang, dicampur parutan kelapa dibakar. Rasanya gurih, bercampur pedasnya sambal. Tokoh adat Kemiren, Serad (76), menuturkan ritual barong ider bumi adalah warisan leluhur. Menurut sejarah, dahulu ketika Desa Kemiren muncul, warga setempat terserang pagebluk alias wabah penyakit. Banyak warga mati mendadak. Akhirnya, sesepuh desa mendapatkan wangsit agar menggelar ritual barong ider bumi. ‘’Sejak saat itulah pagebluk hilang. Karena itu, sampai sekarang ritual ini terus dilaksanakan,’’
katanya. Pria ini menjelaskan, tradisi ini selalu digelar setiap H+1 Lebaran. Berdasarkan sejarah, ritual ini sudah ada sejak 500 tahun lalu. Meski cukup kuno, warga setempat tak berani meninggalkan tradisi tersebut. Ditambahkan, barong yang diarak berkeliling desa sebagai simbol menghilangkan pengaruh buruk bagi desa. Lalu, tumpeng pecel pitik bermakna kerja keras warga agar membuah-
kan hasil yang baik. ‘’Kami tidak akan pernah meninggalkan ritual ini. Sebab, khawatir akan terjadi pagebluk, banyak penyakit dan gagal panen,’’ jelasnya. Ritual ini juga masuk salah satu kalender pariwisata Pembak Banyuwangi. Keunikan tradisi ini menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun asing. Setiap tahun, sejumlah wisatawan selalu hadir mengikuti ritual ini. (kmb30)
Usir ’’Pagebluk’’, Desa Kemiren Gelar Barong Ider Bumi
Bali Postr/udi
BARONG - Warga mengarak barong dalam ritual ider bumi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Kamis (7/7) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Memburu Dana Infrastruktur PENGAMPUNAN pajak kini menjadi salah satu terobosan dalam menyediakan dana pembangunan. Langkah ini, walaupun telah mendapat persetujuan DPR-RI, dalam bentuk UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty, namun rakyat di negeri ini belum banyak yang paham. Pemahaman paling umum adalah pengampunan pajak adalah negara memberikan pengampunan kepada para pengemplang pajak. Pemahaman lainnya adalah negara memberikan ruang kepada pemilik modal untuk menarik uangnya di luar negeri lalu dibawa ke dalam negeri tanpa pengenaan pajak. Ini baru dua asumsi publik. Namun, di sisi lain ada juga pemahaman bahwa langkah ini adalah cara instan untuk mendapat dana segar untuk menutupi kekurangan anggaran belanja negara. Terlebih, kini dana segar untuk pembangunan infrastruktur belum tertutupi dari pengumpulan pajak. Realisasi target pajak yang terkumpul meleset. Ekonomi yang lesu menjadi pemicu tak tercapainya target pajak. Namun, patut juga dipahami publik selama ini pajak diakui sebagai sumber kehidupan dan pundi-pundi keuangan bagi negara. Dengan pajak negara membiayai pelaksanaan pembangunan bagi masyarakat. Dengan penghasilan pajak yang begitu besar tentu kita sebagai rakyat punya angan-angan dapat hidup dengan penyediaan jasa layanan pemerintah yang nyaman dan kesejahteraan yang tercukupi bukan? Namun, dengan konsep yang seideal mungkin tersebut kita harus bangun dari mimpi dan melihat kenyataan pahitnya hidup di negeri pajak ini. Faktanya, hingga kini pembiayaan pembangunan dari pajak belum membuat rakyat dari negeri ini merasakan dampak pembangunan yang adil. Pembangunan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Itu baru pengelolaan pajak dalam konteks pembangunan. Fakta bahwa pengelolaan dan pemungutan pajak banyak penyimpangan juga patut menjadi catatan buruk di negeri ini. Korupsi Gayus Tambunan, yang membuat Ditjen Pajak mendapat sorotan negatif juga harus dibenahi. Kasus penggelapan pajak oleh orang pajak itu sendiri juga harus dibenahi dengan melakukan pembenahan tata kelola. Jadi, pengelolaan pajak tak mesti hanya menambah objek pajak dan aturan main, tetapi membangun kejujuran pengumpul pajak juga harus dilakukan. Selama ini upaya–upaya persuasif dalam penarikan pajak negara juga belum begitu optimal. Di negeri ini ternyata masih ada banyak pengusaha yang menunggak pajak. Masalah ini malah menjadi kasus menahun. Kini, ketika pemerintah dengan sigap menaikkan tarif pajak atau dengan memperluas jangkauan objek pajak, tentu kita melakukan apresiasi. Terobosan pemerintah ini tetap harus didukung sepanjang orientasinya untuk pemerataan pembangunan infrastruktur. Pajak jangan dijadikan beban publik namun setelah terkumpul menjadi objek birokrat untuk menumpuk kekayaan. Pengelolaan pajak yang salah arah dan dijadikan bagian dari penghasilan birokrat itulah yang mesti dibenahi. Fakta bahwa ada daerah yang justru terus-menerus menaikkan pajak kendaraan, namun pajak yang terkumpul tak dikembalikan kepada fasilitas publik dan pembangunan jalan juga masih ada. Pajak kendaraan bermotor yang terkumpul justru dialokasikan untuk membangun gedung, memfasilitasi studi banding dan membuat kebijakan-kebijakan politis yang hanya bermuara pada kepentingan kekuasaan. Yang lebih ironis adalah pajak yang besar diarahkan untuk kesejahteraan pegawai. Ini akan menjadi ironis bagi rakyat. Rakyatlah yang harus menanggung berbagai beban jenis dan tarif pajak tersebut. Pajak-pajak yang kehadirannya semakin mencekik ini telah dibebankan kepada seluruh rakyat tanpa memandang apakah rakyat tersebut mampu membayarnya. Apakah rakyat tersebut tercukupi kebutuhannya ataukah tidak. Semua itu bukan masalah bagi pemerintah. Ini yang juga harus dipahami pemerintah. Kembali pada UU Pengampunan Pajak, langkah cepat harus dilakukan pemerintah. Setidaknya, sosialisasi atas UU ini harus segera dilakukan. Pemerintah harus membangun pemahaman yang utuh atas UU ini. Ini penting dijelaskan, agar publik tidak berasumsi bahwa UU ini hanya menguntungkan pemilik modal yang selama ini telah menaruh dananya di luar negeri. Jika pemahaman ini makim subur, maka publik akan berasumsi bahwa dalam pengelolaan pajak negara telah memberlakukan kebijakan yang tidak adil. Ketika banyak penunggak pajak harus menjalani upaya paksa agar membayar pajak, kini malah ada pengemplang pajak yang diberikan pengampunan. Inilah yang harus diluruskan, dan buat rakyat satu pemahaman. Penegasan Presiden bahwa tax amnesty bukan upaya pengampunan terhadap pelaku tindak kejahatan keuangan, belum bisa menjawab keraguan publik. Harus ditegaskan bahwa pengampunan pajak bertujuan menarik dana warga Indonesia yang disimpan di luar negeri, terutama di negara suaka pajak atau tax haven. Dengan begitu, modal pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air menjadi bertambah.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Buat Partai Demokrat Sebagai orang Bali, sebenarnya saya prihatin atas penangkapan Putu Sudiartana oleh KPK, terlebih kini sepupunya ikut terseret. Namun, sebagai krama Bali saya juga berhak menuntut kepada Partai Demokrat agar mengirimkan wakil rakyat yang aktif di Senayan, bukan wakil rakyat yang dipenjara karena terjerat korupsi. Untuk itu, Partai Demokrat Bali harus bertanggung jawab atas hal ini. Jangan biarkan aspirasi krama Bali (terutama yang memilih partai atau kader Demokrat pada pileg) tak tersalurkan. Ketua DPD Partai Demokrat Bali harus menjelaskan kepada publik, apa langkah yang dilakukan untuk mengelola suara konstituennya. Nasib kader Demokrat yang masuk bui karena korupsi juga merupakan bentuk kesalahan Demokrat dalam mencermati kualitas kader. Mohon kepada Partai Demokrat jangan asal rekrut orang, sehingga akhirnya membuat citra partai ini terpuruk. Putu Yogi Kesuma Badung, Bali
Sengkarut Persoalan ’’Tax Amnesty’’ Pemerintahan Jokowi memerlukan tambahan dana dalam mendukung kebijakan perekonomiannya. Pemerintahan Jokowi menitiksentralkan pembangunan pada infrastruktur, guna menunjang kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan kebijakan untuk tambahan pendapatan negara, yaitu salah satunya dengan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).
Oleh I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H. engampunan pajak merupakan pemberian fasilitas perpajakan berupa pembebasan dalam periode atau tenggang waktu tertentu dari pengenaan, pemeriksaan, pengusutan dan penuntutan atas harta kekayaan atau penghasilan yang sebelumnya tidak atau belum sepenuhnya dikenakan pajak yang dilandasi oleh adanya pengakuan kesalahan dari wajib pajak dengan menyesali kesalahan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan. Adapun sebenarnya pengampunan pajak merupakan program kebijakan fiskal negara, yang bertujuan meningkatkan pendapatan negara dalam ‘’jangka pendek’’. Di samping merupakan jalan pintas untuk pendapatan negara, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak (tujuan jangka menengah). Untuk jangka panjang pengampunan pajak memiliki manfaat untuk peningkatan investasi. Pengampunan pajak bukanlah kali pertama dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah pernah melaksanakan kebijakan tersebut pada tahun 1964 (berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 5 Tahun 1964) dan tahun 1984 (melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1984 tentang Pengampunan Pajak). Ada pun pelaksanaan kebijakan tersebut pada tahun itu tidak memberikan dampak signifikan bagi pendapatan negara. Oleh karena berkaca pada sejarah pengampunan pajak, apakah pelaksanaan pengampunan pajak akan berhasil? Kita berharap sepenuhnya kebijakan ini dapat memberikan tambahan pendapatan negara. Namun, melihat dari pelaksanaan sebelumnya terdapat beberapa persoalan, pelaksanaan
P
pengampunan pajak di antaranya: Pertama, adanya pelanggaran asas kedudukan yang sama dalam hukum (equality before the law), hal ini dikarenakan kebijakan pengampunan pajak tidak berlaku bagi wajib pajak yang sedang dalam pemeriksaan atau penyidikan. Keadaan ini memberikan rasa ketidakadilan bagi wajib pajak yang sedang diperiksa, mengingat pengampunan pajak hanya diberikan kepada wajib pajak yang tidak diperiksa, atau ‘’kebetulan’’ tidak sedang diperiksa. Kedua, menimbulkan ketidakadilan dalam pembayaran pajak. Dilihat dari sisi wajib pajak, pelaksanaan kebijakan ini menimbulkan kecemburuan atau ketidakadilan di antara pembayar pajak, di mana adanya perbedaan pembayaran pajak antara wajib pajak yang diberikan pengampunan dengan wajib pajak yang taat bayar pajak. Ada pun perlakuan yang tidak adil tersebut, berdasarkan penelitian Spicer dan Becker akan menyebabkan berkurangnya jumlah pajak yang dibayarkan. Di mana semakin besar rasa ketidakadilan, makin besar pula pajak yang tidak dibayarkan. Di samping itu juga perlakuan ‘’khusus’’ bagi wajib pajak (yang tidak membayar) akan memperlebar jarak kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, karena yang dijadikan ‘’target sasaran’’ pengampunan pajak adalah ‘’kaum konglomerat’’ pemilik uang/kekayaan di luar negeri. Ketiga, pengampunan pajak yang diberikan harus memiliki jangka waktu, apabila tidak ada jangka waktu yang jelas maka tidak ada ‘’tekanan’’ bagi wajib pajak yang mengemplang untuk melakukan pengampunan. Perlu Adanya jangka waktu adalah untuk mendorong masyarakat yang belum
bayar pajak untuk melunasi kewajiban dengan konsekuensi diberikan tarif pengampunan. Adapun dengan adanya jangka waktu tidak ada kesempatan menunda-nunda pelaksanaan pembayaran. Sebagai contoh negara Argentina mengalami kegagalan dalam pelaksanaan pengapunan pajak pada tahun 1987, dikarenakan Argentina melaksanakan pengampunan pajak beberapa kali sehingga menimbulkan moral hazard bagi wajib pajak. Banyak wajib pajak yang tidak menggunakan kebijakan, karena menunggu kebijakan pengampunan yang lebih menguntungkan dengan keyakinan akan ada lagi kebijakan pengampunan pajak. Hal ini sama dengan India yang melakukan kebijakan tax amnesty sebanyak enam kali. Keempat, aturan pengampunan pajak berpotensi menabrak aturan lainnya. Dalam arti aturan pengampunan pajak akan meniadakan fungsi aturan lain yang berkaitan dengan bidang perpajakan di samping undang-undang lainnya, seperti UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU Pencucian Uang. Adapun akibatnya memberikan ‘’fasilitas karpet merah’’ kepada pelaku kejahatan (khususnya pencucian uang dan korupsi). Di mana dalam RUU dicantumkan bahwa pihak yang mengajukan pengampunan akan dilakukan proses pengampunan ‘’tanpa melihat asal-usul harta’’ (tidak dilakukan penyaringan halal/haramnya uang). Sehingga berpotensi menyuburkan korupsi dan melegalkan uang haram. Kelima, ruang transaksional sangat tinggi yang tercermin dari pengelolaan yang diserahkan kepada satgas, karena sistem pengawasan, transparansi, dan akuntabilitasnya tidak ada. Justru ruang ini akan menjadi proses transak-
sional yang legal dengan memanipulasi perhitungan uang tebusan dan lain sebagainya. Sehingga membuka potensi korupsi oleh pelaksana kebijakan. Sebenarnya pemerintah Indonesia perlu meniru Irlandia dalam melaksanakan kebijakan pengampunan pajak, di mana kebijakan ini ditindaklanjuti dengan penambahan auditor pajak sebagai upaya untuk peningkatan kepatuhan pajak, di samping juga adanya publikasi pelaksanaan tax amnesty beserta para penunggak pajaknya. Keenam, adanya ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah, di satu sisi menghendaki perampasan aset yang berasal dari tindak pidana dengan pengampunan pajak. Adapun akibatnya adalah banyak aset kejahatan diluar negeri yang dibawa pulang dengan kebijakan pengampunan pajak menjadi bersih. Ketujuh, aturan pengampunan pajak akan mengabaikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang efisien, efektif, ekonomis, transparan dan bertanggung jawab dengan rasa keadilan dan kepatuhan. Kedelapan, jumlah uang muka dalam RUU Pengampunan Pajak ini sangat kecil dan tidak berdampak pada peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak. Tercatat uang tebusan hanya 3 persen, 5 persen, dan 8 persen. Seharusnya tanpa sanksi pidana, uang tebusan di atas 25 persen. Ini dinilai sebagai kebijakan akal-akalan yang berpotensi menguntungkan kelompok tertentu di saat dalam negeri membutuhkan uang segar untuk pembiayaan infrastruktur. Bahwa diharapkan RUU Pengampunan Pajak yang diusulkan pemerintah dan telah disetujui DPR (legislatif) untuk segera disosialisasi dan ditindaklanjuti dengan keseriusan pelaksanaan, baik SDM maupun sarana-prasarananya, sehingga persoalan yang ada mampu diatasi. Semoga kebijakan yang telah diambil memberikan manfaat bagi kita semua, tidak hanya dalam hal penyerapan pendapatan, namun juga mampu dalam hal penegakan hukum.
Suara Publik Menilik Komitmen Pengurangan Emisi Karbon Dalam Nawa Cita AKHIR tahun 2015 lalu menjadi momentum aksi global dalam memerangi perubahan iklim melalui Conference of the Parties (COP) 21 di Paris. Dalam pidatonya di pertemuan yang melahirkan Perjanjian Paris tersebut, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paruparu dunia, Indonesia telah memilih untuk menjadi bagian dari solusi. Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030, dalam skema business as usual dan sebesar 41 persen, apabila menerima dukungan dana internasional. Pada tahun yang sama, pemerintah telah merancang untuk memperbesar pasokan listrik sebanyak 35 GW di tahun 2019, sebagai janji pembangunan Nawa Cita kepemerintahan Jokowi-JK. Guna mencapai target dalam kurun waktu lima tahun tersebut, energi berbasis batu bara ditingkatkan sebagai pembangkit listrik utama yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional, dengan rencana awal sebanyak 60 persen pada 2019. Menurut Rencana Kerja Pemerintah tahun 2016, pemilihan batu bara sebagai prioritas energi nasional terkait dengan menurunnya produksi minyak bumi dari tahun ke tahun, hingga mencapai 794 MBOPD pada 2014; kenaikan impor BBM untuk menyeimbangi konsumsi dan tingginya harga gas dalam negeri. Terdapat kontradiksi antara komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dengan rencana aksi pembangunan. Batu bara adalah penyumbang utama emisi
Oleh Lilis Suryani karbon (gas utama dalam gas rumah kaca) untuk sektor energi di Indonesia. Sektor energi sendiri merupakan sektor penyumbang gas emisi rumah kaca terbesar kedua (40%) setelah pertanian dan kehutanan (45%). Data Sign Smart Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan pembangkit listrik, yang terutama bersumber dari batu bara menyumbang sepertiga (200 juta ton CO2) dari total emisi sektor energi pada tahun 2014. Angka tersebut meningkat hampir empat kali lipat dari tahun 2000. Dengan kecenderungan peningkatan emisi karbon ditambah rencana pemerintah menggunakan sumber energi tenaga batu bara secara besar-besaran, jumlah emisi karbon akan berlipat ganda. Kontribusi Nasional yang Diniatkan (Intended Nationally Determined Contributions (INDC)) yang disampaikan Indonesia di COP 21 Paris memproyeksikan emisi sektor energi Indonesia akan mencapai 1,4 gigaton setara CO2 pada 2030. PLN memprediksi permintaan listrik akan terus bertambah mencapai 8,8 persen antara tahun 2014 hingga 2020. Memang krisis energi merupakan permasalahan penting bagi Indonesia. Data World Bank menunjukkan pada 2012 masih terdapat empat persen penduduk atau setara dengan 10 juta jiwa yang belum memiliki akses terhadap listrik. Belum lagi pemadaman listrik yang masih sering terjadi, bahkan
di kota-kota besar. Melalui revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025, PLN telah menurunkan rencana penggunaan batu bara dari nilai awal 60 persen menjadi 50 persen. Sebagai komparasi, batu bara masih mendominasi hampir separuh sumber energi nasional (47,5%) pada 2014. Keputusan PLN untuk mengurangi target penggunaan batu bara tidak terlepas dari alasan ekonomis: produksi batu bara berkurang dikarenakan harga yang semakin melemah. Hal ini berpengaruh positif terhadap upaya menghadapi perubahan iklim. Setidaknya, pengurangan sebesar 10 persen tersebut berimbas pada jumlah emisi karbon yang dapat dihindari. Akan tetapi, dengan tetap menggantungkan pemenuhan permintaan listrik pada batu bara, Indonesia masih berada pada tahap awal untuk menuju penggunaan energi rendah karbon. Saat ini hanya sekitar 11 persen sumber energi Indonesia berasal dari energi bersih dan terbarukan (EBT). Lebih dari pada itu, pemerintah memasang target yang relatif rendah untuk implementasi EBT pada 2030, yaitu hanya sebesar 23 persen. Sebagai negara dengan predikat penghasil emisi gas rumah kaca keenam terbesar di dunia, komitmen Indonesia untuk mengatasi pemanasan global menjadi sangat krusial. Ambisi pembangunan adalah awal yang baik. Namun, tanpa mengarah ke kebijakan yang pro-lingkungan, keberlanjutan pembangunan akan sulit dicapai. Penulis, alumnus Fakultas Geografi UGM
Penulis, calon jaksa di Kejaksaan Negeri Larantuka, NTT
POJOK PDAM diminta sisakan air untuk petani. - Petani selalu jadi korban. *** Turis Tiongkok tak banyak untungkan Bali. - Dampak pariwisata untuk Bali *** Pascabom Surakarta, Gilimanuk dipasangi X-ray. - Pengebom tunggu lengahnya petugas.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (141rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
RUMAH POHON Sejumlah wisatawan menikmati suasana alam di objek wisata rumah pohon di Kubu, Karangasem. Meski tergolong objek wisata baru, namun pada liburan ini, banyak dikunjungi wisatawan . www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Bali Post/eka
Jumat Wage, 8 Juli 2016
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Sempat Diguyur Hujan Pengembangan EBT Diharapkan Tak Salah Sasaran
Denpasar (Bali Post) Bali telah ditetapkan sebagai pilot project Center of Excellence Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagai pusat keunggulan energi bersih Indonesia, Bali akan menjadi kanal penghubung bagi kesiapan nasional dalam mewujudkan sistem energi yang berdasarkan pada sumber energi bersih dan berkelanjutan. Terkait hal ini, Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.,KEMD., meminta agar pengembangan EBT tidak salah sasaran. Seperti yang terjadi di Nusa Penida, pembangkit listrik tenaga angin di sana kini mangkrak akibat dari kurang kuatnya angin untuk menjalankan alat tersebut. “Perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu terhadap lokasi–lokasi yang akan dibangun sebagai sumber EBT,” ujarnya saat melakukan audiensi dengan Gubernur di rumah jabatan Gubernur, Selasa (5/7) lalu. Suastika menambahkan, masalah yang paling penting dan mendesak juga menyangkut sampah. Per harinya, sampah yang dihasilkan mencapai 1.500 ton. Produksi sampah yang terbilang tinggi ini harus segera dikelola agar menghasilkan energi. Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan, Kementerian ESDM sudah meninjau lokasi di Pekutatan, Jembrana untuk mengembangkan EBT dari sampah. Tidak hanya sampah, di lokasi tersebut juga akan dikembangkan energi surya, arus laut, dan angin. “Nanti di sana akan kumpulkan orang-orang yang akan belajar dan mengembangkan energi terbarukan dan Unud saya rasa bisa juga ikut di dalamnya. Apalagi itu anggarannya sangat besar. Jadi, saya pikir pemerintah pusat itu sudah sangat concern dengan Bali untuk energi baru terbarukan tersebut,” ujarnya. Pastika mengharapkan Universitas Udayana mengambil peran penting dalam pengembangan EBT tersebut. Minimal, sudah menggunakan energi terbarukan di gedung-gedungnya. Ke depan, pihaknya juga menginginkan adanya Peraturan Daerah yang mengatur setiap bangunan publik agar menggunakan sekian persen dari EBT. Di sisi lain, pembentukan suatu wadah seperti badan atau dinas tersendiri yang menangani EBT secara khusus juga dinilai perlu dilakukan dalam waktu dekat. (kmb32)
Bibit Tembakau Busuk Batang Singaraja (Bali Post) –
Pada awal musim tanam tembakau tahun ini, petani mulai mengeluhkan cuaca yang merugikan usaha tani mereka. Hujan yang turun beberapa minggu terakhir ini mengakibatkan bibit tembakau yang baru ditanam busuk batang hingga gagal tumbuh. Dari seluruh areal budi daya tembakau di daerah ini tingkat kematian bibit akibat hujan deras sekitar 25 persen. Pantauan di lapangan Kamis (7/7) kemarin menyebutkan, sejak awal Juni hingga bulan ini sebagian besar petani telah menanam bibit tembakau. Saat bersamaan hujan sempat mengguyur wilayah Buleleng hingga beberapa minggu. Air hujan yang membasahi lahan terlalu berlebihan itu membuat bibit tembakau yang telanjur ditanam mengalami busuk pada batang. Selain itu, jamur mulai menyerang hingga bibit akhirnya mati. Atas kondisi ini, petani di Bali Utara waswas jika budi daya yang mereka geluti terancam gagal. Namun beruntung, menginjak di awal bulan ini hujan mulai reda, sehingga tidak terjadi penambahan bibit yang gagal tumbuh. Meski demikian, akibat hujan deras itu, bibit yang mati mencapai 25 persen dari total lahan budi daya tembakau tahun ini. Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) B a l i A g un g A d n y a n a y a ng juga menggeluti budi daya tembakau mengakui dampak hujan deras membuat bibit gagal tumbuh. Saat itu, dia juga mengaku waswas jika hujan terus melanda, maka bibit yang sudah ditanam itu akan mati, sehingga dipastikan akan menimbulkan kerugian. Namun saat ini, intensitas hujan mulai
menurun, sehingga kematian bibit ini bisa dikendalikan. Sebenarnya pada awal penanaman bibit, lahan memerlukan pasokan air. Namun karena hujan deras hingga lahan tergenang air hujan berlebihan sehingga batang bibit busuk. Selain itu, jamur mulai menyerang karena kelembaban lahan bertambah, sehingga bibit menjadi mati. “Waktu itu saya waswas kalau hujan terus-menerus bisa saja akan lebih banyak lagi bibit yang mati. Syukur sekarang, hujan sudah reda dan bibit yang masih utuh itu bisa tumbuh normal,” katanya. Di sisi lain, Agung mengatakan, bibit tanaman yang mati akibat dilanda hujan tersebut saat ini mulai diganti dengan penanaman bibit yang baru. Dia kemudian kembali menanam bibit yang baru dengan memanfaatkan cadangan bibit yang masih tersedia. Untuk mengganti bibit yang mati tersebut, Agung terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos buruh tanam. Penggantian bibit yang baru ini harus dilakukan dengan teliti. Biasanya petani menggunakan bibit pengganti yang lebih tinggi dari biasanya sehingga ketinggiannya sama dengan bibit yang sudah ditanam sebelumnya. “Kalau cadangan
Bawa Narkoba, Oknum Pemangku Ditangkap Denpasar (Bali Post) Anggota Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar menangkap pengguna sabu-sabu (SS) berinisial AP (28) di Jalan Buluh Indah, Denpasar, Sabtu (2/7) lalu. Selain mengaku kerja jadi tukang tato, tersangka saat diperiksa penyidik mengatakan dirinya ditunjuk sebagai pemangku di keluarga besarnya. “Tersangka mengaku pekerjaan sehari-hari tukang tato. Selain itu, dia mengaku sebagai pemangku di lingkungan keluarga besarnya. Hasil pemeriksaan tersangka sebatas pemakai sejak 6 bulan lalu, alasannya ikut-ikutan teman dan juga agar kuat begadang,” ucap Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo, Kamis (7/7) kemarin. Tersangka AP, lebih lanjut Ganefo menegaskan, ditangkap pukul 16.00 wita. Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan anggota di lapangan. Saat berada di TKP, tersangka langsung ditangkap karena informasi usai transaksi. Saat dilakukan penggeledahan, di saku kiri celananya ditemukan satu paket SS. Saat diinterogasi, tersangka yang beralamat di Jalan Buana Raya, Padangsambian ini, mengaku barang terlarang itu miliknya. “Masih kami kembangkan asal sabu-sabu tersebut. Apalagi tersangka mengaku sudah enam bulan nyabu. Itu berarti sudah punya jaringan,” ujar Ganefo. Selain itu, polisi juga menangkap sopir taksi, PA (35),
Bali Post/kmb
KASUS NARKOBA - Sat. Resnarkoba Denpasar merilis penangkapan kasus narkoba awal bulan ini. asal Jembrana di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Denpasar Timur, Jumat (1/7) lalu. Tersangka ditangkap pukul 16.00 wita karena membawa satu paket SS. Bahkan, barang bukti itu ditemukan dalam genggaman tangan kanannya. “Pengakuan tersangka nyabu biar kuat nyopir taksi. Dia pakai sabu-sabu sejak enam bulan lalu,” kata mantan Kapolsek Kuta ini. Polisi juga menggerebek rumah pengguna sekaligus pengedar narkoba, DL (39), di Jalan Gunung Himalaya, Denpasar Barat, Sabtu lalu. Polisi menyisir rumah tersangka pukul 22.00 wita dan disita barang bukti tiga paket SS dan bong. Tak hanya itu, pedagang sayur keliling, HEP (32), juga digerebek di kamar kosnya di Jalan Pidada 9, Ubung. Setelah menangkap tersangka, petugas menggeledah kamar tersebut dan diamankan satu paket SS beserta alat isap. “Tersangka ini berperan sebagai pengedar dan pemakai. Dia adalah residivis kasus narkoba dan ditangkap tahun 2014 dan bebas tahun
2015,” tandas Ganefo. Residivis kasus pembunuhan, MM (34) ditangkap di Jalan Diponegoro, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Sabtu lalu. Dia diciduk karena menyimpan satu paket SS di saku celananya. Kepada petugas, MM mengaku pernah dipenjara terkait kasus pembunuhan tahun 2009 divonis 3 tahun penjara. Dia bebas dari LP Kerobokan tahun 2011. “Padahal tersangka sudah kerja di bengkel kapal. Dia malah konsumsi narkoba,” ujarnya. Pada Senin (4/7) lalu, polisi menangkap JO (34) di rumahnya di Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Terkait kasus itu, petugas mengamankan satu paket SS dan tersangka mengaku mengonsumsi barang terlarang itu sejak tujuh bulan lalu. Penangkapan pengguna narkoba juga dilakukan di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Selasa (5/7) lalu. NJ (41) bekerja sebagai satpam diciduk di tempat tinggalnya pukul 00.30 wita. Polisi menyita dua paket SS dan saat ini tersangka mendekam di Rutan Polresta. (kmb36)
mengeluarkan peraturan, baik berupa pergub atau perda yang mengatur tentang harga terendah untuk kamar hotel berbintang,” katanya. Dikatakan, Bali dengan pariwisata yang meningkat, harus dipikirkan memberikan yang lebih berkualitas kepada wisatawan. Pariwisata Bali yang didukung budaya Bali, sesuai Tri Hita Karana harus mampu menjaga kualitas sektor ini. Mewujudkan ini, bisa dilakukan dengan memberikan limit terendah harga dari kamar hotel berbintang. Misalnya saja, kata dia, untuk hotel berbintang lima harga kamar terendah sekitar Rp 1,3 juta. Sedangkan untuk kamar hotel berbintang empat, minimal seharga Rp 750 ribu,
kemudian hotel bintang tiga Rp 500 ribu dan seterusnya. Dengan demikian, kualitas dan nilai hotel bisa disesuaikan. Dikatakan, membangun kualitas pariwisata, tentu harus didukung oleh infrastruktur dan objek wisata yang ada. Kadin mendorong pariwisata berkualitas harus didukung dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah. “Bila sudah ada perdanya, harus bersama-sama menaatinya. Setelah perda, tentu tindak lanjutnya yakni pengawasan. Kalau sudah perda tentu ada sanksi. Artinya, bila ada yang melanggar, manajemen hotel bisa diperingatkan dan diberikan sanksi, sampai izin operasi ditutup atau kelas bintangnya diturunkan,” katanya. (kmb12)
Pemda Diminta Keluarkan Perda Harga Kamar Hotel Berbintang
Denpasar (Bali Post) – Perkembangan sektor pariwisata di Bali cukup pesat dan bila dibiarkan akan menimbulkan dampak kurang baik bagi pembangunan daerah. Sementara di sisi lain, Bali mengharapkan adanya peningkatan kualitas sektor pariwisata yang lebih baik. Karena itu, salah satu yang bisa dilakukan pemerintah dalam mewujudkan keinginan agar pariwisata Bali lebih berkualitas yakni peraturan daerah (perda) tentang harga kamar terendah untuk hotel berbintang. Usulan ini disampaikan Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., Senin (4/7) lalu di Warung Kopi Bali 63, Denpasar. “Pemerintah Provinsi Bali harus
7
Bali Post/mud
BIBIT - Akibat hujan deras belakangan ini, bibit tembakau yang telanjur ditanam mengalami busuk batang hingga menimbulkan gagal tumbuh. Petani mulai melakukan pergantian bibit baru untuk mencegah kerugian yang lebih banyak. bibit memang sudah disiapkan, tetapi untuk menanam harus keluarkan biaya tambahan. Jangan sampai terlalu kecil, bibit pengganti saya pakai yang tingginya sama dengan bibit yang sudah ditanam sebelumnya,” tegas Agung. Untuk diketahui, tahun 2016 ini areal lahan budi daya tembakau Virginia seluas 525
hektar. Dari areal tersebut, areal tembakau Virginia tercatat seluas 400 hektar. Selain itu, ada 100 hektar areal budi daya tembakau Virginia Krosok. Sedangkan lahan 25 hektar lahan yang dijadikan uji coba penanaman bibit tembakau Rajangan Hitam. Areal budi daya ini tersebar di Kecamatan Buleleng meliputi Desa Bak-
tiseraga, Pemaron, Anturan, dan Desa Tukadmungga. Kecamatan Sukasada masing-masing di Desa Panji, Panji Anom, dan Desa Tegalinggah. Wilayah Kecamatan Sawan terdapat di Desa Bebetin dan Desa Bontihing. Kecamatan Seririt di Desa Patemon, Kecamatan Grokgak budi daya tembakau ada di Desa Patas. (kmb38)
”Karya Mamukur Baligia” di Geria Taman Terapkan Dresta Kuno UPACARA mamukur massal dengan tingkatan baligia di Geria Taman Keniten, Banjar Pegubugan Desa Pakraman Duda Selat, Karangasem benar-benar unik karena menggunakan pakem dan dresta kuno. Karya mamukur ini sedikit berbeda dibandingkan dengan karya serupa di daerah lainnya. Di antaranya karya ini mengajegkan pakem kuno dan menganut karma yoga. Artinya dilaksanakan dengan konsep bekerja bersama-sama. Dikatakan kuno juga karena aed karya sejak awal berupa upacara matur puining hingga puncak karya memerlukan waktu hampir delapan bulan. Selama delapan bulan juga warga menerakan karma yoga bekerja bersama-sama mulai dari membuka lahan berupa hutan untuk disulap menjadi tempat upacara (payadnyan) yang bernilai sakral. Dikatakan unik juga karena semua biaya upacara ditanggung bersama dan Geria Taman Keniten sebagai pamucuk sementara pangiring mapunia semampunya. Namun, menurut Ketua Panitia Karya Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si., pihak
geria tak boleh menggratiskan para pengiring karena manut ajaran agama yang memiliki rena atau utang diberi kesempatan membayar sesuai kemampuan. Makanya ada yang menyumbang seratus ribu rupiah atau berupa sarana upacara sebagai bentuk wujud bahwa karya ini milik bersama. Dengan demikian, tujuan karya untuk membantu warga kurang mampu tercapai dan umat mampu ngalinggihan pitara di merajan masingmasing. ‘’Konsep kebersamaan ini sudah dijalankan sejak dulu oleh para leluhur geria untuk mengikat pasemetonan geria dengan sisya, antarsesama pakraman dan ngajegang dresta Bali,’’ ujarnya. Upacara baligia kali ini diikuti 14 puspa lingga duwe pasemetonan geria dan 78 pangiring. Mereka datang dari sekitar warga Selat Duda seperti Pagubugan, Taman, Jangu, Muncan, hingga Pesangkan. Upacara mamukur baligia ini dilaksanakan sepeninggal ayanda Ida Bagus Ngurah, Ida Bagus Oka beserta keluarga geria lainnya Ida Ayu Taman, Ida Bagus Taman, Ida Ayu
Bali Post/sue
PAYADNYAN - Ketua Panitia Karya Baligia Ida Bagus Ngurah dan Ida Pedanda Gede Ngenjung Taman di depan payadnyan yang megah. Dangin, I.B. Kaler, I.B. Puja, diikuti pragusti dan warga. Sebagai yajamana karya Ida Pedanda Gede Putu Ngenjung dibantu Ida Pedanda Gede Ngenjung Taman. Ida Bagus Ngurah yang juga Kepala SMAN 8 Denpasar ini berterima kasih dengan semangat kebersamaaan warga dan pangiring nyanggra karya hingga tuntas. Upacara di-
awali dengan nunas dewasa ayu 9 Januari lalu, nuasen peyadnyan (22/4), Rhsigana dan mlaspas payadnyana (4/7), ngangget don bingin (6/4), ngajum pangiring (30/7), ngingsah beras dan mapepada (1/8), dan puncak karya (3/8). Dilanjutkan nganyut ke segara keesokan harinya, maajar-ajar pada 12 Agustus, dan 17 Agustus ngalinggihan. (sue)
BANGLI
8
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Sebulan Menghilang, Rangkep Belum Ditemukan Bangli (Bali Post)I Wayan Rangkep (30), warga Desa Manikliyu, Kintamani dilaporkan menghilang secara misterius sebulan lalu. Sejak dinyatakan hilang, pihak keluarga bersama warga sudah berulang kali melakukan upaya pencarian. Akan tetapi, sampai saat ini pria berstatus bujang tersebut belum juga berhasil ditemukan. Perbekel Desa Manikliyu I Ketut Garis saat ditemui, Kamis (7/7) kemarin mengatakan Rangkep yang kesehariannya bekerja sebagai petani dan buruh, terakhir kali diketahui berada di rumah temannya di Pondokan Selau sekitar Juni lalu untuk bertamu. Akan tetapi, saat temannya masuk kamar tiba-tiba Rangkep sudah menghilang. ‘’Sempat dilakukan pencarian saat itu, tapi tidak ditemukan,’’ terangnya. Sejak dinyatakan menghilang, pihak keluarga dibantu warga sudah beberapa kali melakukan upaya pencarian di sekitar wilayah desa. Bahkan karena Rangkep diyakini disembunyikan wong samar, upaya pencarian juga dilakukan dengan melibatkan orang pintar. ‘’Sudah belasan paranormal yang dimintai petunjuk tidak juga ketemu sampai sekarang. Warga juga sudah melaporkan hal ini ke Polsek Kintamani,’’ terangnya. Karena selama hampir dua minggu Rangkep tak juga ditemukan, warga terpaksa menghentikan upaya pencarian. Saat ini warga masih menunggu kesepakatan keluarga besar korban, apakah pencarian masih akan dilanjutkan atau tidak. Garis mengatakan, sepengetahuannya selama ini Rangkep tidak pernah memiliki persoalan. Kesehariannya Rangkep sangat pendiam dan tertutup. Rangkep menghilang dari desanya tanpa membawa kendaraan dan handphone. Sementara itu, Kapolsek Kintamani Kompol drh. Komang Tresna Arbawa Manik, saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Dikatakannya, sejak Rangkep dinyatakan menghilang, berbagai upaya pencarian sudah sempat dilakukan pihaknya, termasuk menyebarkan foto korban. Akan tetapi sampai sekarang yang bersangkutan belum ditemukan. Rangkep cukup sulit ditemukan, karena yang bersangkutan pergi tidak membawa HP. (kmb40)
Warga Bayung Cerik Berharap Pemerintah Bangun Jembatan
Bangli (Bali Post) Warga Desa Bayung Cerik, Kintamani, selama ini sangat berharap pemerintah daerah dapat membangun jembatan penghubung menuju Banjar Seming, Desa Kerta, Kabupaten Gianyar. Terlebih badan jalan menuju jembatan tersebut sudah terbentuk sejak hampir dua tahun terakhir. Warga meyakini dengan dibangunnya jembatan penghubung tersebut, ekonomi warga setempat yang mayoritas digerakkan sektor pertanian akan lebih lancar dan menggeliat. Perbekel Bayung Cerik Wayan Kumpul saat ditemui, Kamis (7/7) kemarin mengatakan keinginan warga Bayung Cerik agar jembatan penghubung ke wilayah Gianyar ini dapat segera dibangun sangat besar. Badan jembatan yang perlu dibangun dari wilayah Banjar Adat Sekunjeng menuju Banjar Seming, Desa Kerta yakni sepanjang 10 meter dengan ketinggian hampir 25 meter. Menurutnya, jika jembatan itu bisa dibangun, warga Bayung Cerik yang sebagian besar bekerja sebagai petani jeruk tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen. Warga yang ingin memasarkan hasil kebunnya ke Denpasar juga tidak lagi harus memutar jauh ke Kintamani. ‘’Warga kami sangat berharap jembatan tembus ini segera dibangun. Sayangnya karena membutuhkan dana besar, kami dari desa tidak mampu membiayainya sehingga kami sangat berharap pembangunan jembatan ini bisa dibantu pemerintah,’’ jelasnya. Ditambahkan Kelian Adat Bayung Cerik Nyoman Suteja, selama ini pemasaran hasil kebun petani hanya dilakukan di wilayah Kintamani dengan mendatangkan pengepul jeruk. Jika saja jembatan tersebut dibangun, maka warga bisa memasarkan jeruk dan hasil pertanian lainnya langsung ke luar wilayah Kintamani. ‘’Kalau jembatan ini terbentuk, warga akan mengirit perjalanan hampir 35 kilometer. Kalau sudah ada jembatan, warga bisa menuju Denpasar hanya dengan waktu tempuh sejam. Selama ini kalau warga mau ke Denpasar harus memutar, dan itu membutuhkan waktu hampir dua kali lipat,’’ imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/ kmb45
PENELOKAN - Jumlah kunjungan wisatawan saat libur Lebaran, Kamis (7/7) kemarin membeludak. Akibatnya, lalu lintas kawasan tersebut menjadi krodit. Lahan parkir yang tersedia juga tak mampu menampung banyaknya kendaraan.
Dipadati Wisatawan
Objek Wisata Penelokan Kekurangan Tempat Parkir
Bangli (Bali Post) -
Bertepatan dengan libur Lebaran, jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kabupaten Bangli, salah satunya di kawasan Penelokan, Kintamani, Kamis (7/7) kemarin membeludak. Kondisi ini mengakibatkan lahan parkir tak sanggup menampung kendaraan yang didominasi roda empat. Sebagai buntutnya, sejumlah pengunjung pun terpaksa parkir di bahu jalan hingga mengakibatkan kekroditan lalu lintas. Berdasarkan pantauan, kunjungan ke objek wisata andalan bumi Bhukti Mukti Bhakti ini mulai ramai sekitar pukul 11.00 Wita. Pengunjung yang datang tak hanya domestik, namun juga mancanegara. Mereka tampak penasaran dengan keindahan yang dipancarkan Danau dan Gunung Batur. Lahan parkir yang terbilang sempit, mengakibatkan sejumlah
kendaraan roda empat terpaksa parkir di bahu jalan jalur Penelokan-Batur. Walau pun Polantas sudah turun, kekroditan lalu lintas tak dapat dihindarkan. Kondisi itu diperparah dengan aksi sejumlah calo penyeberangan ke objek wisata Terunyan, Kintamani. Kendaraan yang niatnya hanya melintas biasa langsung dicegat begitu saja tanpa memikirkan kendaraan yang
ada di belakanganya. Sejumlah pengunjung pun mengeluhkan kondisi tersebut. Saat dikonfirmasi, Kabid Bina Objek Disbudpar Bangli I Wayan Bona mengungkapkan, saat liburan ini jumlah kunjungan ditaksir meningkat di kisaran 30 persen. Untuk data riilnya, pihaknya mengaku belum bisa menyampaikannya. ‘’Kalau dilihat, kunjungan
ke objek wisata yang menjadi andalan daerah meningkat 25 sampai 30 persen. Untuk angka pastinya belum kami rekap,’’ terangnya. Dikonfirmasi mengenai lahan parkir, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangli Gde Artha mengatakan, saat hari libur ini tidak ada penambahan. Penampungan kendaraan tetap mengandalkan area parkir depan Pasar Seni Geopark, lahan penampungan pasar tumpah yang berada di belakang Pasar Seni geopark dan Museum Gunung Api Batur. ‘’Lokasi parkir tetap itu saja.
Harga Membaik
Petani di Belantih akan Kembali Tanam Kopi Bangli (Bali Post) Sejumlah petani jeruk di wilayah Desa Belantih, Kintamani kini berniat kembali menanam kopi. Hal itu menyusul membaiknya harga biji kopi di tingkat petani. Perbekel Desa Belantih I Nengah Wardana, belum lama ini mengungkapkan, harga biji kopi pada musim panen saat ini yang mencapai Rp 7.800 per kilogramnya tergolong bagus jika dibandingkan harga sebelumnya. Pada musim panen tahun lalu, harga biji kopi petik merah hanya laku dijual petani Rp 6 ribu per kilogram. ‘’Selama empat tahun terakhir, baru sekarang harganya yang paling bagus,’’ terangnya. M enurut Wa rd a na , y a ng m en jadi salah satu penyebab membaiknya harga kopi saat ini karena kehadiran Perusda pengolah kopi di Desa Mengani yang membeli langsung biji kopi petani. Selain itu juga disebabkan produksi kopi petani di wilayah Kintamani yang sudah mulai berkurang. Wardana mengatakan, berkurangnya produksi kopi terjadi lantaran pada tahun 2014 lalu, hampir 70 persen petani kopi di desanya memilih membabat tanaman kopi lantaran harganya merosot. ‘’Dulu tahun 2014 lalu, waktu harganya jatuh Rp 3-4 ribu per kilogramnya banyak petani termasuk saya yang memilih memotong tanaman kopinya. Pada waktu itu petani beralih
KOPI - Tanaman kopi di Kintamani menanam jeruk,’’ jelasnya. Kini dengan membaiknya harga kopi, dirinya dan sejumlah petani di desanya kembali berniat menanam kopi. Untuk rencananya, Wardana mengaku sudah meminta instansi terkait untuk menyediakan bibit unggul dan pendampingan. Di samping karena harganya yang mulai membaik,
Bali Post/ina
petani di Belantih memilih kembali beralih menanam kopi karena harga dan pemasaran jeruk saat ini yang mulai lesu. ‘’Pemasaran jeruk sekarang lesu. Untuk menanam jeruk juga butuh biaya tinggi. Belum lagi penyakitnya sekarang yang bertambah banyak,’’ imbuhnya. (kmb40)
Tidak ada penambahan lagi,’’ jelasnya. Kekroditan saat hari libur ini dikatakan sudah mulai berkurang, seiring adanya larangan terhadap truk pengangkut pasir untuk melintas dari lereng Gunung Batur ke kawasan Penelokan. Kondisi itu juga menyebabkan jumlah pengunjung yang turun ke lereng Gunung Batur menjadi lebih banyak. ‘’Dulu kan truk pengakut pasir itu bikin krodit. Sekarang itu tidak ada, jadinya lebih kondusif. Ini akan terus kami pantau bersama Polri dan TNI,’’ tandas mantan Kabag Hukum Setda Bangli ini. (kmb45)
Tabrak Mobil Parkir, Pelajar Tewas Bangli (Bali Post) Kecelakaan yang menewaskan pelajar terjadi di jalur Gianyar-Bangli, tepatnya di Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli, Kamis (7/7) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Informasi yang dihimpun, korban bernama I Gede Pasek Suprapta, pelajar SMK asal Banjar Sidan Kelod, Desa Sidan, Gianyar. Tanpa menggunakan helm, ia yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 7522 KT diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga tak terkendali. Buntutnya, sepeda motor tersebut menabrak mobil yang sedang parkir. Ia menderita luka yang sangat serius. Darah segar keluar dari kepala dan telinga. Remaja ini langsung dilarikan ke RSU Bangli. Namun meninggal dunia di tengah perjalanan. Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian maut tersebut. Dijelaskan, itu bermula saat korban dengan mengendarai sepeda motor datang dari arah selatan. Setelah sampai di TKP, korban menabrak mobil Mitsubishi Colt T 120 SS yang diparkir Sang Ketut Sukerta, di sebelah barat badan jalan arah ke utara jalur Gianyar– Bangli. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui tidak memakai helm. ‘’Itu diduga karena kurang hati-hati. Motornya menabrak mobil yang parkir. Korban menderita CKB, meninggal saat perjalanan ke RSU Bangli,’’ jelasnya. (kmb45)
Anak-anak di Penelokan Belajar Mandiri
Jadi Tukang Tato Temporer Demi Bekal Sekolah
Bali Post/sos
TAWARKAN JASA - Sejumlah anak menawarkan jasa cat kuku di kawasan wisata Penelokan. Mereka juga mahir dalam membuat tato temporer. Hasil yang didapat digunakan untuk bekal sekolah.
RAMAINYA kunjungan wisatawan ke kawasan Kintamani, khususnya Penelokan membawa berkah tersendiri bagi warga. Tak hanya dimanfaatkan oleh orang dewasa untuk berjualan suvenir, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah pun turut mengais rejeki sebagai tukang tato temporer. Bagaimanakah aktivitas mereka setiap hari? Kawasan Penelokan telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit. Di samping bisa menikmati segarnya angin pegunungan, wisatawan juga dapat menyaksikan eksotisnya pemandangan Danau dan Gunung Batur. Dari kejauhan terlihat jelas kawah bekas letusan Gunung Batur. Di bagian lereng juga dipercantik dengan balutan lahar berwarna hitam. Di tengah ramainya wisatawan di kawasan Pe-
nelokan, sejumlah anak lalulalang sembari membawa buku seperti album foto. Mereka adalah tukang tato temporer. Di mana ada orang berkumpul, mereka langsung mendekat. Tak peduli sengatan matahari, dengan hanya mengenakan topi seadanya mereka merayu wisatawan agar mau ditato. Tak jarang tawaran itu mendapat penolakan. Diabaikan sudah hal biasa bagi anak-anak itu. Namun tak nampak raut menyerah dari wajahnya yang lugu. Salah satu tukang tato I Ketut Sudiarta saat diajak bercengkrama di sela-sela mentato kaki salah satu pengunjung mengaku profesi ini sudah ditekuninya sejak tiga tahun yang lalu. Sudiarta bukanlah berasal dari keluarga miskin, sehingga ia terpaksa harus ikut bekerja. Pekerjaan
ini dilakoninya justru dengan maksud belajar mandiri mengais rezeki. Menelisik perjalanan hidupnya ke belakang, kecintaannya pada dunia tato temporer bermula saat dirinya ikut sang sepupu ke kawasan Penelokan untuk menawarkan jasa tato kepada wisatawan. Melihat penghasilan yang didapatkan cukup menggiurkan, ia pun tertarik. Berbekal tekad untuk tak bergantung pada orang tua, terutama dalam urusan bekal sekolah, profesi itu pun dilakoninya. Menariknya, keahliannya dalam menggoreskan tinta didapatkan secara otodidak. Hasil karyanya tak perlu diragukan. Kelihaian tangannya dalam menggoreskan tinta terlihat sangat menjiwai. ‘’Saya hanya belajar sendiri. Saya belajar mandiri. Itu sudah dari tiga tahun
lalu,” ujarnya, Kamis (7/7) kemarin. Menjadi tukang tato tak hanya pada libur sekolah. Pekerjaan ini juga dilakukan saat hari biasa, selepas pulang sekolah. Penghasilan yang didapat cukup bervariasi, menyesuaikan dengan kunjungan. Saat ramai, penghasilan di atas Rp 100 ribu berhasil dikantongi. Saat sepi mendapat kisaran Rp 50 ribu per hari. Terlepas dari berapa jumlahnya, setidaknya dari pengalaman itu ia merasa mendapat pelajaran yang sangat luar biasa. Di samping mengetahui trik-trik menggaet minat pengunjung, kecakapan dalam berbahasa asing juga dapat dipelajari. ‘’Kadang sehari saya tidak dapat apa. Tapi itu sudah biasa. Setidaknya sudah belajar untuk mandiri,’’ ujar anak yang baru duduk di bangku
kelas VIII ini. Selain laki-laki, menjadi tukang tato temporer juga digeluti salah satu anak perempuan dari Batur Selatan, Ni Komang Apriani. Siswa kelas IX ini mampu membuat puluhan motif tato yang relatif sulit. Hasil yang didapatkan sangat cukup untuk bekal sekolah. ‘’Kalau hari libur, mulai ke sini (Penelokan-red) jam sepuluh pagi, pulang kadang jam enam sore. Kalau pas sekolah, paling sekitar jam dua sore baru mulai,’’ tuturnya. Di samping bergelut dengan panasnya terik matahari, guyuran air hujan pun sering dirasakan. Namun itu tak menyurutkan niatnya untuk menjadi tukang tato yang semakin profesional. ‘’Orang tua juga tidak pernah marah saya jadi gini,’’ ucapnya seraya menambahkan, ia juga mahir dalam mengecat kuku. (sos)
GIANYAR
Jumat Wage, 8 Juli 2016
9
Bali Post/nik
AMANKAN - Warga Puhu saat mengamankan Ketut T (baju biru muda dengan celana hitam).
Bali Post/eka
MONKEY FOREST - Sejumlah wisatawan menikmati panorama alam di Monkey Forest, Ubud. Pada musim liburan, objek-objek wisata di Gianyar selalu menjadi incaran wisatawan.
Berulang Kali Curi Janur
Pria Asal Taro Digerebek Warga Gianyar (Bali Post) I Ketut T digerebek puluhan warga seteleh tepergok mencuri janur di tegalan milik I Wayan Sutiarsa di Desa Puhu Kecamatan Payangan, Rabu (6/7). Aksi pencurian janur yang dilakukan oleh pria asal Desa Taro, Tegallalang ini sudah kesekian kalinya dilakukan sehingga cukup meresahkan warga. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan ini berawal dari maraknya pencurian janur yang dialami warga Desa Puhu. Hingga siang kemarin sekitar pukul 10.30 wita, seorang warga Desa Bukian, Wayan Suba, melihat sepeda motor Honda Supra DK 3031 BQ, diparkir di tegalan miliknya. Sepeda motor itu diduga milik pelaku pencurian yang beberapa hari lalu terlihat membawa janur. Wayan Suba selanjutnya menyampaikan kecurigaan ini ke warga lainnya, sampai akhirnya puluhan warga melakukan penelusuran di seputaran tegalan tersebut. Namun hingga pukul 12.30 wita, pencarian warga tidak membuahkan hasil. Warga yang tidak menyerah, memilih bersembunyi dan mengintai pemilik sepeda motor tersebut. Sekitar satu jam kemudian, datanglah Ketut T dari arah barat membawa dua ikat janur. Pria bertubuh tambun ini pun langsung digerebek warga. Ketika ditanya, Ketut T mengaku membeli janur di tegalan milik I Wayan Sutiarsa. Namun nahas nasib pelaku, anak dari Wayan Sutiarsa yakni I Made Robiana yang turut berada di lokasi tersebut, langsung membantah bahwa ayahnnya menjual janur. Dari keterangan itu, Ketut T pun langsung digiring ke Balai Banjar Semaon untuk dimintai keterangan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya banyak warga mengaku kehilangan janur. Selanjutnya, pelaku digiring ke Mapolsek Payangan. Kanit Reskrim Polsek Payangan Iptu Ketut Merta yang dikonfirmasi hal ini Kamis (7/7) kemarin, membenarkan adanya penangkapan pelaku pencurian janur. Namun setelah dilakukan interogasi, warga merasa iba dan akhirnya batal melaporkan kasus ini ke polisi. ‘’Janur yang dicuri selama ini hanya seharga Rp 300 ribu. Kalau pun proses berlanjut itu hanya kena tipiring. Tapi warga lebih dulu merasa iba saat mendengar penjelasan pelaku ini sehingga mereka akhirnya berdamai,’’ ucap mantan KBO Sat. Narkoba Polres Gianyar itu. (kmb35)
Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan Meningkat Gianyar (Bali Post) Libur panjang dalam beberapa hari terakhir, sejumlah objek wisata di Gianyar dipadati pengunjung. Kunjungan didominasi wisatawan domestik. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Dalem Jagadhita, padatnya kunjungan wisatawan terutama terjadi di objek wisata Pura Tirta
Empul, Goa Gajah, dan Ubud. Objek wisata lain seperti Ceking, Tegallalang juga tidak kalah saing. Silih berganti wisatawan baik domestik maupun mancanegara terlihat mengunjungi objek wisata sawah berundak tersebut. Dalem Jagadhita mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, terjadi peningkatan kunjungan dari
biasanya, selama memasuki libur panjang Idul Fitri ini. ‘’Kunjungan wisatawan memang lebih padat dari biasanya,’’ katanya. Selama libur hari raya Idul Fitri ini, kunjungan didominasi wisatawan domestik. Namun, wisatawan asing seperti Australia dan Eropa juga masih tinggi. Disinggung pengaruh insiden bom bunuh diri di
Bali Post/kmb16
Pasraman Pinandita
Mantapkan Kembali Sasana Kepemangkuan Gianyar (Bali Post) Dalam rangka mengaktualisasikan sasana kepemangkuan dalam melayani umat, Desa Pakraman Keramas mengadakan kegiatan pasraman pinandita, Kamis (7/7) kemarin. Pasraman ini diharapkan mampu memantapkan kembali sasana atau etika dan tugas kepemangkuan serta menambah wawasan di era kekinian. Menurut Ketua Panitia Pasraman I Gusti Agung Gede Kresna Kepakisan, pasraman pinandita diikuti sekitar 80 pemangku. Kegiatan yang dibuka Bendesa Pakraman Keramas Nyoman Puja Waisnawa ini merupakan program desa pakraman yang sumber dananya berasal dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali. Pasraman kilat bagi puluhan pemangku yang tergabung dalam Sabha Pinandita Desa Pakraman Keramas itu menghadirkan dua narasumber yakni Ida Pedanda Gede Geria Kekeran yang memberikan materi berkenaan dengan sesana kepemangkuan dan upacara serta Ketua Widya Sabha Dharma Gita Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Bagus Susana yang memberikan materi tatwa dan filsafat yang berkaitan tiga kerangka Agama Hindu. (kmb16)
aya peningkatan keamanan yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI. Khususnya pengamanan di sejumlah objek wisata agar lebih dipertebal. ‘’Dengan adanya peningkatan jumlah personel untuk pengamanan di objek wisata, otomatis juga memberi rasa aman kepada wisatawan. Seperti pengamanan di sejumlah negara maju,’’ tandasnya. (kmb35)
Tambahan Sekolah Terapkan Kurikulum 2013
Pemkab Tunggu Keputusan Pusat Gianyar (Bali Post) -
Jika dulu banyak sekolah yang menolak Kurikulum 2013, karena diterapkan secara mendadak kini justru hampir seluruh sekolah ingin menerapkan kurikulum tersebut. Tahun ajaran baru 2016-2017 akan ada penambahan sekolah negeri di Kabupaten Gianyar yang menerapkan Kurikulum 2013. Bahkan untuk SMA negeri dipastikan sudah ada penambahan dua sekolah. Sementara sisanya masih dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gianyar I Made Suradnya Kamis (7/7) kemarin, mengatakan, untuk tingkat SMA negeri, ada dua sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran baru 20162017. Dua sekolah itu yakni SMA Negeri 1 Sukawati dan SMA Negeri 1 Tegallalang. ‘’Ya setelah diusulkan ke kementerian, dua sekolah negeri ini akhirnya disetujui melaku-
kan pergantian kurikulum, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menjadi Kurikulum 2013. Ini berlaku untuk siswa kelas X mulai tahun ajaran baru ini,’’ ucapnya. Bila ditambah dengan tiga SMA negeri lainnya yakni SMA Negeri 1 Gianyar, SMA Negeri 1 Ubud, dan SMA Negeri 1 Blahbatuh, maka kini ada lima SMA Negeri di Kabupaten Gianyar yang menerapkan Kurikulum 2013. Sementara itu, tinggal
dua SMA negeri yang masih menerapkan Kurikulum 2006 atau KTSP yakni SMA Negeri 1 Payangan dan SMA Negeri 1 Tampaksiring. ‘’Dua sekolah ini sebenarnya juga sudah diusulkan kemarin, tapi belum disetujui. Setelah musim liburan ini, kami berencana kembali berkonsultasi ke pemerintah pusat menanyakan hal ini,’’ ucapnya. Sementara untuk SMA
Pemkab Diminta Perkuat Layanan Pajak ’’Online’’
PASRAMAN - Para pemangku yang mengikuti Pasraman Pinandita Desa Pakraman Keramas tengah mendengarkan dharma wacana dari narasumber Ida Pedanda Geria Gede Kekeran.
Polres Surakarta beberapa hari lalu, dia menyebutkan sampai saat ini, insiden tersebut belum berdampak pada kunjungan wisatawan di Gianyar. ‘’Ya sampai sekarang, kunjungan masih tinggi. Semoga saja ke depan ini tidak memengaruhi kunjungan wisatawan,’’ katanya. Meski demikian, Dalem Jagadhita berharap ada up-
Gianyar (Bali Post) Penerapan sistem pemungutan pajak secara online melalui bank dan LPD direspons positif kalangan DPRD Gianyar. Sistem tersebut dinilai efektif dalam upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemerintah pun diminta terus melakukan perbaikan dan penguatan layanan pajak online agar sistem ini bisa diperluas. Anggota Komisi III DPRD Gianyar, Luh Suciningsih, Kamis (7/7) kemarin, mengungkapkan, penerapan sistem pemungutan pajak secara online atau Payment Point Online Bank (PPOB) pada sejumlah LPD dan bank di Gianyar merupakan upaya strategis yang dilakukan pemerintah dalam memaksimalkan PAD dan peningkatan layanan ke masyarakat. Kerja sama dengan lembaga
keuangan dan perbankan akan mengefektifkan pelayanan perpajakan. ‘’Dari informasi yang saya terima, saat ini sudah ada 83 LPD yang dikerjasamakan. Yang penting LPD dan bank ini sudah bisa diajak kerja sama. Dukungan tersebut sudah cukup bagus,’’ katanya. Politisi PDI-P ini mengatakan, sistem pajak online termasuk hal baru yang diterapkan pemerintah daerah di Indonesia. Kendala yang dihadapi pun masih cukup banyak. Salah satu hal penting berupa kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. SDM di bidang IT harus kuat agar sistem ini bisa berjalan maksimal. ‘’Penggunaan tapping box (alat perekam transaksi -red) memang harus banyak diperbaiki. Maka ini harus terus dievaluasi dan diperbaiki terutama dari sisi SDM-nya. Ini harus menjadi fokus pemerintah supaya penerapan sistem online
bisa maksimal dan diperluas ke wajib pajak,’’ tegasnya. Terkait efektivitas sistem pembayaran pajak secara online, pihaknya mengaku akan mempertanyakan hal tersebut ke eksekutif. ‘’Nanti akan kami bahas dalam rapat kerja. Semaksimal apa kinerja eksekutif dan berapa persen peningkatan PAD dengan penerapan sistem ini, perlu dievaluasi,’’ ungkapnya. Untuk diketahui, Pemkab Gianyar mulai melakukan uji coba sistem pemungutan pajak online di bank dan LPD mulai 14 Juni lalu. Saat itu, uji coba dilakukan di sembilan lokasi yakni Bank Werdhi Sedana Gianyar, LPD Lebih, LPD Truna Blahbatuh, LPD Mas Ubud, LPD Ketewel Sukawati, LPD Petak Gianyar, LPD Tampaksiring, LPD Tegallalang, dan LPD Semaon Payangan. Kepala Dispenda Gianyar I Wayan Arthana mengungkapkan, PPOB ini tidak bisa diberlakukan secara keseluru-
swasta di Kabupaten Gianyar yang berjumlah enam sekolah, dipastikan seluruhnya belum menerapkan Kurikulum 2013. Selain itu, dari 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sudah ada sembilan sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 yakni enam SMK negeri dan tiga SMK swasta. Di tingkat SMP, dari 46 SMP swasta dan negeri di Kabupaten Gianyar, baru lima SMP negeri yang menerapkan Kurikulum 2013. Sisanya masih dalam proses pengajuan untuk keluar dari KTSP. Suradnya menambahkan, hampir seluruh sekolah di Gianyar mengharapkan untuk bisa menerapkan Kurikulum
2013. ‘’Hampir semuanya ingin dan mengaku sudah siap menerapkan kurikulum ini. Kami pun sudah mengajukan permohonan, namun keputusan tetap di pemerintah pusat,’’ jelasnya. Sementara sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran baru ini sudah diberikan pembinaan melalui workshop yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. ‘’Kalau dua sekolah yang baru ini sudah siap melakukan pergantian kurkulum dan sampai saat ini, para guru di sekolah bersangkutan juga rutin mengukuti workshop terkait Kurikulum 2013,’’ tandasnya. (kmb35)
Bali Post/dok
UJI COBA - Uji coba penerapan sistem Payment Point Online Bank (PPOB) belum lama ini. han pada 270 LPD yang ada di Kabupaten Gianyar. Sebab, sebagian besar dari LPD belum siap. ‘’Ke depan secara bertahap, semua LPD diharapkan bisa menyediakan jaringan serta sistem pembayaran online ini,’’ katanya. Dijelaskannya, meski PPOB khusus menyasar wajib PBB, namun sistemnya juga bisa digunakan untuk pembayaran tagihan listrik, BPJS serta pulsa telepon. Dengan adanya fasilitas ini selain diharapkan mampu mengefektifkan pe-
mungutan pajak juga akan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi. Dikatakannya, jika dalam wilayah desa terdekat LPD-nya belum bisa menerima pembayaran PBB secara online, wajib pajak bisa membayar di Bank Werdhi Sedana atau LPD terdekat yang melayani. Bahkan kalau ada yang memiliki tunggakan pajak yang terbilang lama atau lebih dari lima tahun, wajib pajak juga bisa membayarkannya secara bertahap. (kmb25)
KLUNGKUNG
10
Jumat Wage, 8 Juli 2016
JAGA – Dua personel Polres Klungkung bersenjata api berjaga-jaga di pintu masuk Markas Komando (Mako), Kamis (7/7) kemarin. Polres melakukan penjagaan ketat terhadap mako menyusul teror bom yang terjadi di Surakarta.
Bali Post/dwa
Pascabom Bunuh Diri di Surakarta Bali Post/dwa
Ni Kadek Dhea Sutarini
Ikuti Lomba Cipta Puisi Nasional SISWI SMPN 1 Semarapura Ni Kadek Dhea Sutarini mengharumkan nama Kabupaten Klungkung setelah menyabet juara pertama pada lomba cipta puisi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Provinsi Bali. Dhea selanjutnya harus mempersiapkan diri untuk mewakili Bali bertarung dalam lomba cipta puisi FLS2N tingkat Nasional. Siswa kelas IX SMPN 1 Semarapura ini berhak menjadi duta Bali dalam lomba cipta puisi FLS2N setelah menuangkan ide seputaran Bumi Serombotan dengan tema tentang lingkungan dan historis di Klungkung, saat mengikuti perlombaan yang diselenggarakan 16 Juni lalu. Dhea antara lain menyoroti tentang nasib petani garam Kusamba, seperti yang tertulis pada bait terakhir atau keempat puisinya, yaitu “Desa Kusamba desa garam perlu uluran, perahu cadik dan pondok bambu perlu benahan, gurihnya garam Kusamba perlu sentuhan, pasir laut bisa kering, semangat petani tetap garing!!!, hati tetap membara, nyala api terus menyala di ruang sunyi”. Dara kelahiran 18 Agustus 2002 ini, ingin mengkritisi kebijakan impor garam, padahal petani garam sedang berjuang untuk keberlangsungan hidupnya. “Kita harus melestarikan dan mencintai produk hasil buatan daerah sendiri, semasih ada petani yang memproduksinya,” ujar putri kedua dari tiga bersaudara pasangan I Kadek Sutarja dan Ni Komang Suweni ini. Karya puisi lainnya yang dilombakan Dhea berjudul ‘’Selaras Gema Santi’’, ‘’Gugurnya Raja Klungkung’’ dan ‘’Tridatu’’. Dalam mengikuti lomba, ia mengaku menemukan kesulitan dalam mencari dan menuangkan ide ke dalam puisi. Sementara yang menjadi tantangan bagi siswa asal Desa Tojan, Kecamatan Klungkung ini adalah ketika menulis puisi di atas kertas. Pasalnya, tidak boleh ada coretan sedikit pun. “Jadi, saya harus hati-hati,” ungkapnya. Untuk persiapan ke tingkat nasional, Dhea terus berlatih baik di rumah maupun sekolah. Oleh karena di tingkat nasional cakupannya lebih luas, dia berencana mengangkat tema tentang Bali dan jika memungkinkan terkait Klungkung. “Semoga saya bisa tampil maksimal nanti,” katanya. Kepala SMPN 1 Semarapura I Nyoman Kariawan mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. Untuk persiapan ke tingkat nasional, pihaknya bakal terus melakukan pembinaan. (dwa)
13 Napi Dapat Remisi
Semarapura (Bali Post) – Sejumlah narapidana (napi) di Rumah Tahanan Klungkung mendapatkan remisi serangkaian hari raya Idul Fitri, Rabu (6/7) lalu. Pemberian remisi tidak berlaku bagi semua napi. Napi yang terlibat kasus korupsi, teroris, dan dihukum seumur hidup tidak mendapatkan pengurangan hukuman. Penghuni Rutan Klungkung yang terlibat kasus korupsi adalah mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra. Ia divonis 15 tahun penjara, karena terlibat korupsi pengadaan lahan dermaga daratan di eks galian C. Masa tahanannya diperpanjang menjadi 18 tahun setelah ada keputusan dari Makamah Agung (MA). Sesuai keputusan MA, Candra juga diwajibkan membayar denda Rp 10 miliar dan uang pengganti Rp 42 miliar. Akan tetapi, dalam Lebaran kali ini Candra tidak mendapatkan remisi. Kepala Keamanan Rutan Klungkung Johainis Jaflaun dihubungi, Kamis (7/7) kemarin mengakui Candra tidak mendapatkan remisi. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan terlibat kasus korupsi. “Pemberian remisi sudah ada aturannya. Yang terlibat korupsi, teroris, dan dihukum seumur hidup tidak dapat remisi,” jelasnya. Tidak hanya Candra yang tidak mendapat remisi, tetapi juga napi warga muslim. Salah satunya Fikri, napi yang terlibat kasus mutilasi. Fikri divonis seumur hidup oleh majelis hakim. “Dia dihukum seumur hidup, maka tidak dapat remisi,” ujarnya. Di Rutan Klungkung terdapat 30 napi muslim. Dari jumlah ini, hanya 13 yang menerima remisi rata-rata satu sampai tiga bulan. “Tidak semuanya dapat remisi. Ada aturan atau syarat yang mengatur pemberian remisi,” tambah Johainis. (kmb)
Johainis Jaflaun
Bali Post/kmb
Polres Perketat Penjagaan Mako Semarapura (Bali Post) –
Polres Klungkung memperketat penjagaan di pintu masuk Markas Komando (Mako). Pintu yang sebelumnya leluasa dilewati pengunjung, kini dijaga oleh petugas kepolisian bersenjata api. Selain itu, palang pintu mulai difungsikan untuk mencegah terjadinya penerobosan ke dalam markas. Seluruh pengunjung, baik itu masyarakat umum, dinas, maupun wartawan harus menaruh kartu tanda pengenal untuk bisa masuk ke dalam Polres Klungkung. Pengamanan ketat ini untuk mencegah terjadinya serangan teroris yang menarget petugas kepolisian sebagai korbannya, sekaligus sebagai respons Kapolres Klungkung
AKBP F.X. Arendra Wahyudi terkait aksi bom bunuh diri di Mako Polres Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (5/7) lalu. Polres Klungkung sebenarnya sudah memperketat penjagaan di pintu masuk mako, dengan menyiagakan personel bersenjata dan palang pintu di pintu masuk. Selain itu, CCTV yang dipasang diawasi 24 jam untuk mengecek
kondisi di dalam Mako Polres. Arendra mengingatkan personelnya untuk terus meningkatkan pengamanan mako, dengan memperketat pintu masuk dan mendata semua pengunjung yang datang ke Mapolres. “Sampai saat ini kantor polisi merupakan target yang paling dicari oleh kelompok teroris. Jadi, seluruh personel Polres
Klungkung harus mempunyai kepedulian dan tanggung jawab terhadap keamanan Mako,” tuturnya saat memberikan pengarahan kepada personel, Kamis (7/7) kemarin. Personel yang ditempatkan di depan pintu masuk bertugas melakukan antisipasi terlebih dahulu, dengan menanyakan maksud dan tujuan serta memeriksa barang bawaan pengunjung. Ini berfungsi mencegah aksi teror menggunakan barang bawaan, seperti senjata tajam, bahan peledak, dan ba-
rang-barang lain yang dapat membahayakan pengunjung dan personel yang bertugas. Kapolres Arendra juga minta agar personel mengaktifkan piket penjagaan di Polres, Polsek jajaran, dan Polsubsektor. Selain itu, melakukan patroli mengelilingi Mako Polres, Polsek, dan Subsektor setiap satu jam sekali. “Jangan meninggalkan Mako dalam keadaan kosong. Jangan melepaskan seragam dinas pada saat piket. Senjata api dan amunisinya jangan ditinggal tanpa pengawasan,” ujarnya. (dwa)
Ngaben Massal di Nusa Penida Tarik Perhatian Wisatawan
Semarapura (Bali Post) – Warga Desa Pakraman Pondokaha, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, menggelar upacara ngaben massal, Kamis (7/7) kemarin. Deretan lembu, singa, dan sebuah bade tumpang lima diarak di desa setempat. Upacara ini mendapat perhatian wisatawan, mengingat lokasi ngaben merupakan akses jalan menuju Pasih Uug dan Anggel Billabong. Ketua Panitia Wayan Yasa menjelaskan, sebagian besar warganya tinggal di perantauan. Mereka ada menetap di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Denpasar. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk mengikuti upacara ngaben massal yang tidak hanya melibatkan satu keturunan. Ada warga dari keturunan Bendesa Manik Mas, Pasek Gelgel, dan Arya Kebon Tubuh. “Persiapan upakara sudah dilakukan sejak 29 Juni lalu, dengan nancep taring,” katanya. Semua perlengkapan upacara ngaben massal tidak dibuat sendiri, melainkan dibeli di sekitar wilayah Nusa Penida. Ini dilakukan karena keterbatasan warga yang ngaben, yaitu setengahnya berada di perantauan. Setiap warga dikenakan urunan sekitar Rp 15 juta per sawa, sedangkan jumlah warga yang
mengikuti upacara ngaben 70 KK. “Puncak ngabennya hari ini dan tanggal 10 Juli nanti ngerorasin,” ungkapnya. Sembilan lembu dan empat singa diarak secara bergantian oleh warga. Iring-iringan bade, lembu dan singa ini mendapat perhatian wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida. Mereka yang kebetulan berada di Pasih Uug dan Angel Billabong ikut menonton arakarakan bade hingga ke lokasi ngaben di Setra Desa Pakraman Pondokaha. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir berharap ke depan warga bisa melakukan upacara ngaben massal secara swadaya dan gotong royong, terutama dalam membuat perlengkapan upacara. Untuk membuat bade dan lembu bisa mendatangkan undagi dari desa sekitar, karena membutuhkan keahlian dan seni. Suwirta juga minta upacara ngaben jangan digelar dengan jor-joran, apalagi sampai menyisakan utang. Jika seperti itu bukan labda karya namanya, malah menimbulkan keresahan. “Pembuatan bade memang membutuhkan skill dan seni, namun saya berharap melibatkan seniman lokal dari Nusa Penida,” ujarnya. (kmb)
Bali Post/kmb
NGABEN - Warga Desa Pakraman Pondokaha, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, menggelar upacara ngaben massal.
Telepon Penting kLUNGKUNG
Bali Post/dwa
PERTAMA - Festival Layang-layang pertama diselenggarakan di Karangdadi, Desa Kusamba, tahun lalu.
Agustus, Festival Layang-layang di Banjarangkan
Semarapura (Bali Post) – Pemkab Klungkung akan menyelenggarakan Festival Layang-layang II di Kecamatan Banjarangkan pada Agustus mendatang. Festival diselenggarakan untuk mewadahi teruna teruni yang sangat antusias terhadap permainan tradisional tersebut. Ajang yang dicetuskan Bupati I Nyoman Suwirta ini, diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi Kabupaten Klungkung. Festival Layang-layang I diselenggarakan di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, tahun lalu. Kegiatan ini mampu menarik 240 peserta kategori anak-anak dan dewasa. Melihat antusias para pemuda mengikuti acara
ini, Festival Layang-layang akan dijadikan agenda tahunan menggunakan APBD di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Klungkung. Ajang ini menambah acara pariwisata di Klungkung, yang sebelumnya telah menyelenggarakan Festival Semarapura dan Festival Nusa Penida. Festival Layang-layang diadakan Agustus, karena kondisi angin sangat mendukung. “Dalam festival layang-layang yang terpenting angin. Jadi harus dipercepat penyelenggaraannya,” jelas Suwirta dihubungi beberapa hari lalu. Bupati Klungkung membuat Festival Layang-layang karena melihat minat sekaa teruna di daerah lain yang amat tinggi dalam mengikuti
perlombaan. Ia mengharapkan festival diselenggarakan oleh sekaa teruna setempat. “Festival ini juga menjadi momen agar generasi muda bisa belajar menyelenggarakan event,” imbuhnya. Lewat persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari, Suwirta ingin penyelenggaraan festival berjalan sukses dan dapat mewadahi seluruh sekaa teruna yang ada di Klungkung. Pada festival pertama, sejumlah sekaa teruna yang tidak bisa tampil karena membeludaknya peserta. “Ini sebagai upaya untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Klungkung, sekaligus melestarikan permainan tradisional yang telah ada sejak dulu,” ungkap Suwirta. (dwa)
Polres Klungkung
(0366) 21115
Polsek Klungkung
(0366) 21090
Polsek Dawan
(0366) 23181
Polsek Banjarangkan
(0366) 23180
Polsek Nusa Penida
(0366) 5382838
RSUD Klungkung
(0366) 21172
RSU Bintang
(0366) 25241
PMI Klungkung
(0366) 21442
Damkar Klungkung
(0366) 22655
PDAM Klungkung
(0366) 21336
PLN Klungkung
(0366) 25599
Jumat Wage, 8 Juli 2016
BULELENG
11
SOSOK Antisipasi Teroris
PERISTIWA teror bom di Mapolres Surakarta menjadi peringatan dini jajaran Polres Buleleng. Aksi-aksi teroris itu penuh rahasia. Karena itu, tidak bisa diprediksi. Bahkan cenderung terjadi mendadak dan tidak pandang tempat. Sebagai upaya antisipasi jelang Pilkada Februari 2017, Polres akan memberi prioritas pengawasan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pilkada Buleleng memang masih menyisakan waktu tujuh bulan lagi, tetapi kepekaan setiap anggota menjadi tantangan tersendiri. Polres sendiri melakukan upaya-upaya antisipasi, dengan menjaga kawasan ramai pengunjung, di kantor pemerintahan serta lingkungan sekolah. “Daerah terpencil yang sulit terjangkau tetap mendapat pantauan aparat,” ujar Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. di Singaraja, Kamis (7/7) kemarin. Sukawijaya menilai, aksi teror itu merupakan early warning atau peringatan dini terhadap jajarannya. Pihaknya, menugaskan intel-intel berjaga-jaga di daerah rawan. “Ya.. termasuk daerah yang memiliki sejarah kurang sedap semasa perpolitikan di Buleleng. Terpenting pengawasan di TPS paslon yang akan maju bersaing,” ucapnya. Dirinya sudah mengusulkan tambahan anggota Sabhara dan Brimob dari Polda Bali untuk mempertebal kekuatan personel di wilayahnya. “Satu TPS rawan akan dijaga dua polisi. Kepolisian sudah memetakan daerah yang termasuk rawan kategori dua dan satu,” tambah Sukawijaya. Deteksi dini, kata Kapolres dilakukan di antara sekat wilayah Buleleng dan Kabupaten lain di Bali. Sekat dimaksud berada di perbatasan Buleleng dengan Karangasem, Bangli, Negara, dan Tabanan. “Pintu masuk wilayah perbatasan inilah ke depan dijaga satu peleton Dalmas,” paparnya. Dia cenderung memilih overestimate dibanding underestimate. “Antisipasi dilakukan lewat pola tindak beraturan atau pola acak. Sidak dari satu kali sehari ditingkatkan tiga kali sehari,’’ janjinya. (dgk)
Bali Post/kmb38
ALIH FUNGSI TERMINAL - Empat dari enam terminal di Buleleng tidak lagi mampu menyumbang PAD. Atas kondisi ini, pemerintah daerah mulai memikirkan mengalihfungsikan terminal yang tidak optimal tersebut.
Tak Mampu Dongkrak PAD
Empat Terminal Terancam Bangkrut
Singaraja (Bali Post) – Empat terminal di Kabupaten Buleleng sejak puluhan tahun terakhir tidak mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, fasilitas umum ini nasibnya semakin terpuruk, hingga terancam bangkrut. Daerah ini memiliki enam terminal yakni Terminal Sangket (Sukasada), Terminal Penarukan, Terminal Kampung Tinggi, Terminal Banyuasri (Buleleng), Terminal Seririt (Seririt), dan Terminal Bongkar Muat Barang (Buleleng). Dari enam terminal itu, dua yang masih menggeliat yakni Terminal Penarukan dan Terminal Bongkar Muat Barang. Terminal Sangket, Terminal Banyuasri, Terminal Kampung Tinggi, dan Terminal Seririt kondisinya terancam bangkrut. Tidak terlihat ada penumpang yang naik turun angkutan umum di empat terminal itu. Kondisi ini diperparah lagi karena angkutan umum yang keluar masuk terminal ini minim. Angkutan umum lebih banyak menunggu penumpang di beberapa lokasi terutama pada jam-jam pulang seko-
lah. Atas kondisi ini, Terminal Banyuasri dan Terminal Seririt kini difungsikan untuk pasar tradisional. Hanya, Terminal Penarukan yang belakangan masih terlihat ada aktivitas di sana. Ini karena kebijakan pemerintah mengarahkan truk pengangkut material galian C masuk terminal. Hal yang sama juga terjadi di Terminal Barang. Angkutan barang belakangan diatur ketat, truk agar
Air Terjun Gitgit Diserbu
selfie,” tutur remaja asal Desa Pelaga ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, air terjun Gitgit ini menjadi favorit kunjungan wisatawan di Bali. Karena itu, Ia berencana mengembangkan potensi objek wisata air terjun ini. “Air terjun Gitgit ini potensial meningkatkan kunjungan pariwisata di Buleleng. Ya cukup banyak wisatawan berkunjung selama musim liburan ini,” tuturnya. Perbekel Desa Gitgit, I Putu Wardana, mengatakan kunjungan wisatawan ke air terjun Gitgit tetap stabil. Pengunjung lokal didominasi wisatawan nusantara sedangkan tamu mancanegara dari negara Australia, Amerika, Korea, termasuk India dan Malaysia. Air terjun Gitgit ini sudah dikenal dan ramai dikunjungi sejak 1980-an. “Infrastruktur di air terjun Gitgit ini sudah mencukupi termasuk kelengkapan bale bengong, anak tangga, kamar mandi ganti dan papan nama objek wisata alam. Program kami meningkatkan kualifikasi bahasa asing pemandu lokal,’’ tambahnya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) – Ribuan buku tulis berhasil dihimpun Badan Pengurus Kabupaten (BPK) di Buleleng. Buku-buku itu mulai didistribusikan Rabu (6/7) lalu. Buku tulis yang merupakan sumbangan berbagai kalangan ini telah disebarkan kepada siswa miskin di sembilan kecamatan di Buleleng. Pada hari pertama buku tulis itu didistribusikan di Kecamatan Gerokgak. Di wilayah ini tercatat 500 buku tulis dibagikan untuk 25 orang siswa SD yang kurang mampu. Tiap siswa mendapatakn buku tulis secara cuma-cuma 20 buku tulis. Ketua BPK Buleleng, Komang Andi Wirawan, mengatakan, bantuan buku tulis “Terangkan Hati” ini rutin dilakukan setiap memasuki tahun ajaran baru.
Sejak BPK dibentuk di Buleleng, pihaknya sudah dua kali membagikan buku tulis kepada siswa mulai tingat SD, SMP, dan SMA/ SMK. Dari dua kali pelaksanaannya itu, sebenarnya masih banyak siswa miskin yang memerlukan bantuan buku tulis atau peralatan sekolah lainnya. Hanya, karena buku tulis yang berhasil dihimpun itu masih terbatas, sehingga pembagiannya diprioritaskan kepada siswa yang memang membutuhkan. “Buku tulis yang langsung kami kumpulkan itu kemudian kami serahkan kepada siswa. Ke depan, kami akan terus berjuang mengumpulkan buku tulis ini sehingga bisa meringankan keperluan perlengkapan sekolah untuk anak-anak miskin, utamanya saat tahun ajaran baru,” katanya. (kmb38)
Buku Tulis untuk Siswa Miskin
Menyusul situasi ini, pemerintah daerah telah mengkaji pemanfaatan terminal yang terkesan tidak optimal dalam menyumbangkan PAD. Salah satunya Terminal Kampung Tinggi yang tidak menghasilkan pemasukan dan bahkan tidak layak menjadi terminal, diusulkan diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Selanjutnya, areal terminal dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi areal pusat kuliner khas Buleleng. “Kita hanya mengandalkan pemasukan dua terminal. Yang lainnya memang tidak ada kontribusi untuk PAD. Terminal yang tidak optimal itu sudah dikaji untuk dialihfungsikan seperti Terminal Kampung Tinggi untuk RTH dan Pasar Kuliner,” jelas Gunawan. (kmb38)
Alquran Kuno Ditawar Rp 10 Miliar
Bali Post/kmb34
AIR TERJUN GITGIT - Air terjun di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, Buleleng, selama musim liburan Idul Fitri, cukup ramai menjadi alternatif kunjungan pariwisata, Rabu (6/7).
Singaraja (Bali Post) Masa liburan sekolah plus hari raya Idul Fitri, dimanfaatkan para pelajar mengunjungi objek wisata alam. Salah satunya air terjun Gitgit di Desa Gitgit, Sukasada, diserbu pengunjung. Mereka bukan saja pelajar SD, SMP, SMA, dan mahasiswa, juga masyarakat umum. Dengan gembira mereka menikmati pemandangan alam sembari ber-selfie ria. Objek wisata air terjun Gitgit ini memiliki daya tarik tersendiri. Sejumlah tamu ramai berkunjung baik lokal maupun mancanegara. Mereka tidak sulit menemukan lokasi objek wisata air terjun unggulan di Buleleng tersebut. “Kami datang dengan teman-teman SMA. Kami berlibur sambil menikmati pesona air terjun Gitgit ini,” ujar salah satu pelajar, Wira, belum lama ini. Dirinya mengaku baru pertama kali berkunjung ke air terjun Gitgit ini bersama teman sebayanya. Air terjun Gitgit ini dinilai memiliki keunggulan dibanding air terjun lainnya di Bali. “Suasana di air terjun Gitgit ini sangat nyaman. Mudah menjangkau air terjun ini. Pemandangan sangat bagus, asyik untuk
masuk terminal. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Buleleng Gede Gunawan AP belum lama ini, tidak menampik aktivitas di empat terminal itu turun drastis. Sejak kondisi sulit itu melanda, pihaknya mulai melakukan kajian. Hasilnya, banyak faktor penyebab aktivitas terminal turun, karena tren peralihan moda transportasi dari angkutan umum keangkutan pribadi. Selain itu,
pemanfaatan terminal untuk lokasi pasar juga menambah tidak optimalnya pengelolaan terminal belakangan ini. “Terminal Seririt diubah jadi pasar. Terminal Banyuasri juga dimanfaatkan Pasar Tumpah dari sore hingga pagi. Nah ini memicu fungsi asli terminal tidak optimal,” katanya. Terkait kontribusi PAD, mantan Camat Sawan ini mengatakan, sejak aktivitas di terminal ini lesu, karena itu keempat terminal itu tidak lagi bisa menyumbang pundi-pudi PAD untuk daerah. Hanya dari dua Terminal Penarukan dan Terminal Bongkar Muat Barang yang masih bertahan menyumbangkan PAD. Target setoran PAD dari dua terminal ini nilainya masih di bawah yakni Rp 70 juta per tahun.
Bali Post/kmb38
ALQURAN - Pemilik Alquran Kuno, Muhamad Zen Usman (kiri), menunjukkan Alquran warisan orangtuanya yang sempat ditawar seharga Rp 10 miliar.
Singaraja (Bali Post) – Sebuah Kitab Suci Alquran kuno milik Muhamad Zen Usman pernah ditawar Rp 10 miliar. Fantastisnya penawaran Alquran-nya itu karena ditulis tangan bertahun 1625 Masehi. Meski ditawar mahal, Usman, warga Kampung Jawa, Singaraja, sebagai pewaris kitab tua itu, menolak menjual kitab langka itu. Dia memilih menyimpan warisan orangtuanya itu. Setiap perayaan hari-hari besar Muslim, ayat-ayat dalam kitab ini dibaca utamanya pada salat di Masjid Nurrahman. Usman saat ditemui usai Salat Id, Rabu (6/7), menuturkan Alquran itu merupakan pemberian almarhum orangtuanya. Sebelum orangtuanya meninggal, dia diminta agar menjaga kitab tersebut
dan jangan sesekali memindahtangankan. Tidak ingin melanggar nasihat almarhum orangtuanya itu, dia berusaha merawat kitab tersebut. “Saya diminta menjaga dan tidak berani memindahtangankan apalagi menjual. Dulu pernah ada orang asing asal Turki mau membeli Rp 10 miliar. Namun, saya tolak karena tidak ingin saya melanggar perintah orangtua. Lebih baik saya baca ayat-ayatnya untuk kepentingan umat Muslim di sini,” katanya. Selain mengundang kolektor benda antik, Alquran tua milik Usman pernah diteliti Balai Arkelogi Denpasar. Dari penelitian itu, Alquran ini memiliki ciri-ciri fisik seperti nama Alquran Kuno dengan panjang 25 centimeter, lebar
17 centimeter, ketebalan 6,5 centimeter dan jumlah lembar halaman 769. Dari penelitian itu, tahun 2005 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan Alquran milik Mohamad Zen Usman ditetapkan sebagai banda cagar budaya sesuai Surat Keputusan (SK) 389/SK/UPT/5. IX/2005 dan Surat Penetapan Benda Cagar Budaya No. 390/ SB/UPT/5.IX/2005. Alquran ini dijadikan benda cagar budaya karena tahun penulisannya tergolong tua. Huruf arab tulis tangan menggunakan tinta cina dan menggunakan kertas bambu yang diperas. “Dari penelitian orang Arkeologi, katanya, tahunnya lebih tua dari Alquran di Aceh dan hurufnya ditulis tangan dan sangat rapi,” tegasnya. (kmb38)
Perayaan Idul Fitri di Buleleng
Warga Muslim Gelar ”Magibung”
Ratusan umat Muslim Kampung Jawa, Kelurahan Kampung Singaraja mengikuti ritual makan bersama atau lebih dikenal dengan istilah magibung. Dari mana sebetulnya asal muasal tradisi mangibung ini? UMAT Muslim di pusat Kota Singaraja melaksanakan ritual ini sehabis menunaikan ibadah Salat Idul Fitri (Salat Id) Rabu (6/7) lalu. Tidak ada bukti pasti dari mana asal tradisi ini, tetapi umat mempercayai kebiasaan ini sebagai warisan leluhur yang memiliki makna memupuk tali silaturahim dan persatuan tanpa membedabedakan status sosial. Salah satu tokoh masyarakat Mohamad Zen Usman menuturkan, tradisi makan bersama dijalankan setiap hari raya Idul Fitri. Dia sendiri tidak mengetahui persis dari mana budaya ini karena tidak ada bukti akurat. Hanya dari penuturkan para tokoh di wilayahnya, magibung yang mirip dengan tradisi magibung di Kabupaten Karangasem atau daerah lain di Bali ini merupakan perbauran budaya dari Solo, Jawa Tengah (Jateng). Meski tidak tahu asal muasalnya, Usman mengaku tetap mempercayai tradisi ini memiliki filosofi untuk memupuk persatuan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan status sosial lainnya. Sejumlah makanan
dan minuman yang dihidangkan berasal dari sumbangan warga kampung. Aneka makanan ini dihidangkan tanpa memandang siapa yang memasaknya. Umat begitu menikmati semua jenis masakan yang dihidangkan. “Kalau bukti pasti tidak ada namun dari penuturan tetua kami budaya ini datang dari Solo. Pada masa itu Raja Buleleng Pandji Sakti berperang ke Blambangan dan pasukan yang kembali itu membawa budaya makan bersama atau magibung seperti ini,” katanya. Senada diungkapkan Lurah Kampung Singaraja Agus Mursani. Dia mengatakan, tradisi ini tidak pernah absen digelar setiap Lebaran tiba. Baginya, tradisi seperti ini tidak ada di daerah lainnya, sehingga layak dilestarikan. Pihaknya berharap, ke depan warisan leluhurnya ini tetap dilestarikan sebagai edukasi bagu generasi muda yang akan datang. “Saya kira di kalangan Muslim mungkin hanya di sini ada tradisi makan bersama atau istilah Bali-nya magibung. Ke depan, kami harap budaya ini
Bali Post/kmb38
MAGIBUNG - Ratusan Umat Muslim di Kampung Jawa, Kelurahan Kampung Singaraja menggelar ritual makan bersama alias magibung, sehabis menunaikan Salat Id, Rabu (6/7) lalu. tetap dilestarikan untuk bahan edukasi generasi muda agar mereka bisa mencintai budaya leluhurnya,” jelasnya. Tradisi Mekele Tidak hanya makan bersama, warga Muslim Kampung Jawa memiliki satu
lagi budaya unik setiap menyambut hari raya Idul Fitri. Tradisi ini adalah mekele atau dikenal dengan istilah silaturahim memohon maaf menyusuri seluruh rumah di Kampung Jawa. Bukan hanya bermaaf-maafan, namun tradisi mekele ini diwarnai dengan mencicipi sejumlah
hidangan khas Lebaran seperti kue kering, kripik, hingga es kelapa muda. Momen mekele ini pun tidak diketahui persis asal-muasalnya. Meski demikian umat Muslim tetap melakoninya. Harapannya di hari lebaran ini bisa saling memaafkan antarsesama. (mud)
JEMBRANA
12
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Polres Gencarkan Razia Ranmor di Jalan Raya
Negara (Bali Post) – Aksi teror bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta membuat pengamanan pintu masuk Bali diperketat. Di wilayah hukum Polres Jembrana misalnya. Selain melakukan pemeriksaan rutin di Pelabuhan Gilimanuk, jajaran Polres Jembrana juga menggencarkan razia kendaraan bermotor (ranmor) di sepanjang jalan DenpasarGilimanuk. Razia tersebut dilaksanakan secara berkala dan acak. Targetnya, orang, surat-surat kendaraan, serta kemungkinan barang berbahaya yang masuk ke Bali. Seperti yang terlihat, Kamis (7/7) siang. Polisi menggelar razia kendaraan di jalan utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Jalan Sudirman, Negara. Razia dipimpin Kasat Sabhara Polres Jembrana, AKP I Gusti Kade Lanang Gelgel. Dalam razia yang melibatkan 53 personel tersebut, pemeriksaan dilakukan pada setiap kendaraan yang melintas masuk Bali. Sekitar satu setengah jam melakukan kegiatan itu, puluhan mobil pribadi, sepeda
motor dan truk diperiksa polisi. Seluruh kendaraan, baik roda dua hingga mobil boks dan truk diperiksa. Selain barang bawaan, petugas juga memeriksa surat-surat kendaraan. Selain itu, pengamanan yang sebelumnya fokus pada arus mudik di Gilimanuk, kini bergeser pada arus balik. Polisi pun mempertebal pemeriksaan di pintu masuk Bali. Di setiap pos pengamanan dan pos Polantas juga ditempatkan petugas dengan di back-up personel bersenjata laras panjang. Sebelumnya, dalam kunjungan Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko ke Gilimanuk, mereka menekankan akan pentingnya pengamanan di pintu masuk Bali. Kapolda meminta jajarannya untuk waspada dan memeriksa ketat, baik orang, kendaraan dan barang yang masuk ke Bali. Pengawasan juga dilakukan di pintu-pintu masuk pelabuhan tradisional, di luar pelabuhan Gilimanuk. (kmb26)
DISIAGAKAN - Mobil X-ray milik Brimob Polda Bali disiagakan di Gilimanuk, pascabom bunuh diri di Mapolres Surakarta.
Pascabom di Mapolres Surakarta
Mobil X-ray Ditempatkan di Pelabuhan Gilimanuk
Negara (Bali Post) Pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk ditingkatkan pascabom bunuh diri di Mapolres Surakarta. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian pun kini menempatkan mobil X-ray di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk. Akan tetapi, penempatan mobil canggih yang difungsikan untuk mendeteksi barang berbahaya tersebut diharapkan jangan hanya sebagai pajangan semata.
Bali Post/olo
RAZIA - Sejumlah petugas dari Polres Jembrana ketika melakukan razia di jalan raya, Kamis (7/7) kemarin. Operasi jalan raya ini dilakukan secara acak untuk melapisi pemeriksaan di Gilimanuk.
Diterjang Ombak
Tanggul Pengaman Pantai Yehembang Jebol
Negara (Bali Post) – Akibat terjangan ombak besar, tanggul pengaman pantai di Yehembang, jebol. sejak tiga hari belakangan, gelombang pasang yang tingginya mencapai lima meter menerjang pesisir. Lantaran tak kuat menahan gempuran ombak, senderan sepanjang 15 meter yang melindungi pantai itu jebol. Sejumlah warga kepada wartawan, Kamis (7/7) kemarin mengatakan gelombang tinggi sudah mulai terjadi sejak tiga hari lalu. “Ombaknya tinggi, ada sampai lima meter. Air sampai masuk ke belakang tanggul,” kata salah seorang warga, Ketut Naya. Akibat gempuran ombak itu menimbulkan abrasi di pesisir, khususnya di timur setra (kuburan) Yehembang, hingga selatan Pura Rambut Siwi. Sementara tanggul
yang jebol itu berada 300 meter timur setra Yehembang. Akibat jebolnya tanggul itu, air laut yang sebelumya tertahan kini masuk ke lahan warga. Lahan yang digunakan untuk kandang sapi berbahan kayu dan beratap gentik itu ikut roboh terkena gempuran air laut. Warga berharap ada upaya dari pihak terkait, agar tanggul tidak semakin hancur. Apalagi akses jalan desa juga terancam hilang akibat abrasi. Abrasi juga dikhawatirkan merenggut tanah setra. Menurut warga, dulu tanah setra pernah tergerus air laut. Perbekel Yehembang, Made Semadi mengaku telah melaporkan kondisi tanggul yang jebol itu ke pihak yang terkait. Dari informasi, tanggul yang jebol itu akan diperbaiki setelah Lebaran. (kmb26)
Bali Post/olo
JEBOL – Tanggul pengaman pantai di Yehembang jebol akibat gempuran air laut setinggi lima meter.
Mobil X-ray itu mulai disiagakan di Gilimanuk sejak, Selasa (5/7) pagi. Mobil yang merupakan bantuan dari Provinsi Bali tersebut ditempatkan di pos 3 atau pos pemeriksaan barang. Semua barang yang masuk dan keluar Bali diperiksa dengan ketat dan teliti. Sebelumnya saat Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto berkunjung ke Gilimanuk, ia sempat menjanjikan akan menempatkan alat X-ray di Gilimanuk. Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo saat dikonfirmasi membenarkan kalau mobil X-ray sudah disiagakan di pintu masuk Bali. Menurutnya, untuk pengoperasian alat itu dilakukan anggota Brimob Polda Bali. Sebab, pasukan elit Polri ini yang memang memiliki kualifikasi untuk itu. Diharapkan mobil X-ray itu akan membantu anggota polisi yang bertugas melakukan pemeriksaan barang, orang dan kendaraan di pintu keluar pelabuhan. Pemeriksaan dengan metal
detector dan alat lainnya, kata Kapolres Widodo digunakan untuk memeriksa barang bawaan pengendara motor. Selain alat metal detector, juga didukung anjing pelacak dari unit K-9 Polda Bali, khusus untuk mengendus bahan peledak (handak). Sedangkan untuk kendaraan barang akan diperiksa dengan mobil X-ray. Selama ini, menurut Kapolres Widodo, pihaknya selalu mengawasi dan memeriksa, baik itu orang, barang maupun kendaraan. Pihaknya terus berusaha dengan maksimal supaya menghindari hal-hal yang bisa mengganggu keamanan. Namun, pascabom bunuh diri di Mapolres Surakarta, pihaknya lebih meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan. “Sebenarnya ada atau tidaknya kejadian, pengamanan tetap dilakukan dengan ketat, sesuai protap yang ada. Anggota tetap melakukan pemeriksaan barang, orang dan kendaraan yang masuk
Bali,” ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, Pengamanan berlapis juga dilakukan hingga ke Polsek-polsek di pos pelayanan dan pengamanan. “Setiap orang yang masuk diperiksa identitas, barang bawaan maupun kendaraan yang digunakan. Bahkan masyarakat atau siapapun yang datang ke Mako Polres atau Polsek harus diperiksa semuanya. Ini semua demi keamanan kita bersama,” ujarnya. Demikian juga untuk pos-pos pelayanan arus mudik maupun pos lalu lintas di jalan, ditempatkan personel Shabara dengan pakaian lengkap mengenakan rompi anti peluru dan senjata laras panjang. Patroli dalam skala besar, yakni gabungan TNI, baik Kodim, Raider dan Kompi Mekanis juga terus dilakukan setiap saat. Pihaknya berharap semua anggota polisi selalu waspada saat bertugas di lapangan maupun di markas, sehingga keamanan tetap terjaga dengan baik. (kmb)
Bali Post/kmb
Dana Perbaikan Senderan Pura Sudah Siap ASDP Beralasan Tidak Ada Panitia
Negara (Bali Post) – Perbaikan senderan pelindung Pura Segara Gilimanuk, hingga kini belum terealisasi. Meski dana sudah ada dan siap digunakan, namun pihak ASDP beralasan bahwa tidak adanya panitia dalam proses perbaikan itu. ASDP mengaku tidak ingin senderan pura kembali jebol seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Hal ini disampaikan GM PT ASDP Cabang Ketapang Yusuf Hadi kepada wartawan belum lama ini. Ia mengungkapkan pihak ASDP sudah menyiapkan dana untuk membantu perbaikan senderan itu. Hanya saja, pihaknya tidak ingin sendiri. Melainkan juga mengajak seluruh instansi yang berkepentingan, seperti Gapasdap (Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan), BRI, Jasa Raharja Putera dan lainnya. “Kita ingin semua bisa berkontribusi, kami sudah siap. Tinggal bagaiaman kesiapan panitia untuk membangunnya,” kata Hadi. Pihaknya juga pernah ikut rapat bersama Camat, Kelurahan dan Desa Pakraman terkait permasalahan ini. Sesuai kesepakatan dalam
rapat itu, pihak ASDP siap membantu. “Kami ingin pastikan agar perbaikannya benar-benar dilakukan. Siapa yang membangun? Kami tidak ingin rusak lagi seperti sebelumnya,” ujarnya didampingi Manajer Usaha Gilimanuk Sugeng Purwono. Menurutnya perusahaan juga harus mendapatkan kepastian siapa yang bertanggung jawab, ketika senderan itu rusak lagi. Berkaca beberapa tahun lalu, senderan ini pernah diperbaiki dengan bantuan dari ASDP. Tetapi tidak sampai setahun senderan itu kembali hancur. Bahkan hampir dua tahun senderan itu habis dan tak tersisa. Deburan ombak laut Gilimanuk, ditambah dengan gerusan kapal yang bersandar hampir setiap menit dituding mempunyai andil besar atas abrasi ini. Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa saat mengecek lokasi abrasi itu mengaku kecewa, karena hingga saat ini janji pihak ASDP belum diwujudkan. Padahal dari pertemuan dengan PT ASDP Pusat, mereka berjanji akan membantu sebagai bentuk kepedulian dengan masyarakat sekitar pelabuhan. (kmb26)
Pasca-Arus Mudik
Puluhan Petugas Bersihkan Sampah di Gilimanuk Negara (Bali Post) Pascaarus mudik, kondisi wilayah Gilimanuk dan sekitarnya terlihat kumuh. Penyebabnya, sampah berserakan di mana-mana. Tak hanya di jalan, tumpukan sampah juga terlihat di trotoar, pinggir jalan dan lainnya. Guna membersihkan sampah itu, jajaran LHKP Jembrana menerjunkan puluhan petugas. Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (7/7) kemarin sedikitnya ada 55 tenaga kebersihan dikerahkan untuk membersihkan sampah yang berserakan itu. Bahkan para petugas ini sempat kebingungan dari mana mulai membersihkannya. “Petugas (kebersihan-red) dibagi empat titik. Kami bingung melihat sampah yang membludak di sepanjang jalan,” kata Kepala Kantor LHKP, Wayan Darwin didampingi Wayan Putra Mahardika (Puma) Kasi Kebersihan. Pembagian tugas itu di-
antaranya ada di areal pasar Gilimanuk, terminal penimbangan barang, manuver, jalan raya dari gelung kori sampai dengan candi bentar depan patung Budha. Namun, setelah beberapa jam bergumal dengan sampah, akhirnya Gilimanuk kembali bersih. “Meskipun tidak maksimal, namun sampahsampah di sepanjang jalan sudah kami bersihkan dan telah diangkut,” jelas Darwin. Sementara di tempat terpisah, sejumlah warga juga sedang membersihkan sampahsampah yang dibuang para pemudik. Mereka membersihkannya secara swadaya. “Ya... setiap tahun sudah jadi tradisi (bersihkan sampah). Selain kendaraan krodit dan bising, juga menjadi tempat pembuangan sampah. Ya bagaimana lagi. Mengeluh dan protes juga percuma. Terpaksa bersihkan sampah sendiri,” aku seorang warga saat ditemui di depan rumahnya.
Pihaknya berharap ke depan di setiap sudut disediakan kontainer sampah dan dikoordinasikan oleh pihak ASDP dengan LHKP serta kelurahan. “Yang panen hasilnya kan ASDP. Hendaknya ke depan pihak ASDP peduli dan bisa berkoordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya dampak dari pemudik/penumpangpenumpang pelabuhan yang buang sampah sembarangan,” harapnya. (kmb)
Bali Post/olo
HANCUR – Senderan pelindung Pura Segara Gilimanuk hingga saat ini belum ada perbaikan.
Jumat Wage, 8 Juli 2016
KARANGASEM
13
Warga Minta Air Telaga Waja Segera Dialirkan ke Kubu Amlapura (Bali Post) – Warga yang bermukim di desa-desa tandus di Kubu, Karangasem meminta agar air dari proyek air Telaga Waja, Rendang segera dialirkan sampai ke Kecamatan Kubu dan desa lainnya seperti di Desa Datah, Kecamatan Abang. Pemanfaatan air proyek itu guna mengantisipasi musim kemarau yang makin dekat, sehingga bisa mengurangi beban warga yang rutin mengalami krisis air bersih pada musim kemarau. Hal itu ditegaskan salah seorang tokoh warga Kubu Nyoman Celos, Kamis (7/7) kemarin. Celos yang mantan Wakil Ketua DPRD Karangasem itu mengatakan, dalam bulan ini, warga di Kubu yang tinggal di dekat pantai masih belum terlalu pusing dengan persediaan air bersih. Pasalnya, bulan ini masih turun hujan meski tak terlalu deras. Air hujan ditampung dalam cubang (bak penampungan air). Air hujan itu dijadikan persediaan untuk mencukupi kebutuhan air sampai beberapa minggu usai turun hujan lebat. Kondisi warga Kubu di pegunungan atau di perbukitan yang tandus dan jauh dari sumur di pantai jauh berbeda. Mereka mulai krisis air bersih. Apalagi yang memiliki mereka yang hanya memiliki sebuah cubang dengan kondisi sudah pecah, sehingga tak bisa menampung air bersih. Karena curah hujan juga tak menentu, menyebabkan warga di sana terancam krisis air bersih. Pada musim kemarau panjang, kata Celos, warga di pegunungan atau yang bermukim di perbukitan yang tandus di Kubu mulai kelimpungan. Mereka terpaksa membeli air bersih dari pengusaha penjualan air dengan mobil tangki. Harga air bersih per tangki berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung dari jarak dan medan jalan yang dilalui mobil tangki. Itu bagi warga yang mampu membeli air dan mau dilayani penjual air, jika rumahnya di tepi atau dekat jalan yang bisa dilalui truk tangki air. Namun jika yang rumahnya jauh dari jalan dan hanya berupa jalan setapak atau hanya bisa dilalui sepeda motor, warga membeli air dengan jeriken yang dibonceng dengan sepeda motor. Menurut Celos, warga di Kubu meminta agar air dari proyek pipanisasi air Telaga Waja segera dimanfaatkan dan dialirkan sampai ke Kubu. Soalnya, pemasangan pipa sudah lama sampai ke Kubu. Demikian juga bak-bak besar atau reservoar sudah dibangun. Pernyataan serupa dilontarkan anggota DPRD asal Tianyar, Nyoman Musna Antara. Aspirasi warga di Kubu yang krisis air bersih pada musim kemarau agar air Telaga Waja cepat dialirkan sampai ke Kubu. “Di barat banjar kami juga sudah dibangun bak besar. Pembangunan baknya sudah sekitar tiga tahun lalu dan belum ada airnya. Jangan sampai bak itu pecah karena kepanasan,” katanya. (013)
KRISIS - Sebagian besar Petani di Desa Ababi terpaksa menanam jagung karena mengalami krisis air irigasi.
ali Post/013
PDAM Mesti Sisakan Air untuk Petani
Amlapura (Bali Post) –
PDAM Karangasem diminta tetap menyisakan air untuk irigasi pertanian. Selama ini, sejumlah mata air disadap pihak PDAM Karangasem untuk dipasok kepada pelanggan. Sementara di lain pihak, banyak petani krisis air irigasi sehingga terpaksa menanam jagung dan hortikultura lainnya. Hal itu ditegaskan anggota DPRD Karangasem Drs. Made Dipta dan Gede Bendesa Mulyawan, belum lama ini. Made Dipta asal Ababi mengatakan, di desanya memang banyak mata air. Mata air di desa yang mewilayahi Taman Tirtagangga itu, sejak lama terus diincar PDAM. Bahkan, sebagian besar sudah disadap PDAM seperti mata air Balegondang, Yeha, Embukan, dan Tirtagangga. Akibat banyaknya mata air yang disadap PDAM menyebabkan petani di desanya sejak belasan tahun lalu secara berangsur-angsur mengalami krisis air irigasi. Namun, kata anggota Komisi II DPRD Karangasem, petani setempat tidak sampai
protes secara frontal. Terkait penggunaan mata air Balegondang, memang ratusan petani di subak dan tempektempek setempat sempat resah. Mereka sempat dimediasi pihak Pemkab Karangasem dengan PDAM dan dijanjikan pihak PU Karangasem akan dibantu pembangunan saluran irigasi. Dipta yang mantan Perbekel beberapa periode di Ababi itu mengatakan, kini petani di desanya tak mau lagi mata airnya disadap pihak PDAM. Pasalnya, petani setempat sering kali tidak bisa bertanam padi kar-
ena krisis air irigasi. Petani terpaksa menanam jagung dan hortikultura lainnya seperti cabai, bunga gumitir, atau ketela rambat sebagai akibat krisis air irigasi. Hal senada dilontarkan Gede Bendesa Mulyawan. Anggota DPRD asal Desa Tista, Abang ini meminta PDAM membuat perjanjian yang saling menguntungkan dengan petani. Dia minta jangan sampai mata air mereka habis disadap, sementara petani akhirnya tak bisa bertanam padi karena tak ada air irigasi. Dia mencontohkan mata air Tibugadang
di Tista yang disadap PDAM. Airnya dialirkan ke Desa Culik. Akibatnya, sawah petani di sekitar mata air Tibugadang di Ancut, Tista dan di sekitarnya justru kekeringan. Bendesa Mulyawan yang anggota Komisi IV DPRD Karangasem itu menegaskan, PDAM mesti membuat komitmen yang jelas dengan warga yang selama ini secara turun-temurun hidup dari mata air di desanya. Selain menyisakan atau tak semua debit air di desa itu disadap untuk pelanggan PDAM, para petani juga wajib dibantu jika ada pengaci-aci terkait keberadaan mata air yang disadapnya. Di samping itu, pihak PDAM bersama Pemkab Karangasem harus memiliki program rutin dan berkelanjutan guna menjaga kelestarian
hutan, perbukitan dan Gunung Agung sebagai wilayah tangkapan atau resapan air hujan yang menjadi hulu dari sungai bawah tanah atau sumber mata air di Karangasem. Seperti diberitakan sebelumnya, Pjs. Direktur PDAM Karangasem I Gusti Lanang Oka mengatakan, di Karangasem masih banyak mata air yang bisa dimanfaatkan sebagai air baku PDAM. Pihaknya bakal melakukan pendataan dan melakukan penjajakan kepada prajuru atau desa-desa yang selama ini memanfaatkan mata air tersebut. Di desa tetangganya di Mumbul, Jungutan masih banyak mata air. Mata air itu berlebih dan nantinya diharapkan bisa menambah air baku untuk dipasok ke pelanggan PDAM yang selama ini mengalami krisis air baku di sejumlah wilayah. (013)
Kiprah Jagabaya Desa Adat Karangasem
Jaga Toleransi Umat hingga Antisipasi Kenakalan Remaja Bali Post/013
AIR BERSIH - Nenek Ni Nyoman Tampuagan di Datah, Karangasem pulang dari mengambil air di sumur Banjar Juwuk yang airnya terus mengecil. Jelang musim kemarau, warga di desa tandus terancam krisis air bersih.
Ceburkan Diri ke Laut
Mayat Warga Muntigunung Mengapung di Pantai Tukad Legawa Amlapura (Bali Post) Pencarian warga Banjar Dinas Muntigunung Kangin, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Made Raka (30), akhirnya membuahkan hasil. Namun, hasilnya kabar duka bagi keluarganya. Raka ditemukan sudah meninggal dan mengapung di Pantai Tukad Legawa, Rabu (6/7) lalu. Pencarian hari kedua saat itu dilakukan sejak pukul 08.00 wita. Tim Gabungan dari 6 anggota Polairut Kubu, 5 orang anggota Basarnas, dan 4 orang anggota BPBD Karangasem melakukan pencarian menggunakan speed boat menyusuri Pantai Tukad Legawa. Namun, di tengah pencarian tersebut, seorang warga sekitar, Wayan Nasib (52), melihat ada sesuatu berbaju merah mengapung di tengah laut. Nelayan ini akhirnya memanggil temannya I Nengah Luwes (47) untuk mendekatinya sejauh sekitar 70 meter dari bibir pantai dengan menggunakan jukung. “Ternyata yang mengapung itu mayat. Kami lantas berteriak minta tolong,” kata Luwes. Mayat tersebut langsung dievakuasi dengan menariknya menggunakan jukung ke darat. Selain Tim Gabungan, proses evakuasi ini juga dibantu warga setempat. Mayat yang mulai membusuk itu lantas diserahkan kepada istrinya, Ni Nyoman Koming. Namun, karena di rumahnya masih berlangsung acara pernikahan, mayat Raka sementara dititipkan di RSUD Karangasem untuk kepentingan visum. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama menegaskan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. Korban diduga sengaja bunuh diri karena depresi akibat penyakit asma dan alergi yang dideritanya tak kunjung sembuh. Sebelumnya, Raka sempat berpamitan dengan istrinya Ni Nyoman Koming (26) untuk pergi berobat ke Klinik Tukad Luah karena mengaku merasa tidak enak badan. “Apabila saya mati, tolong jaga anak-anak dengan baik,” tutur istrinya menirukan pesan suaminya sebelum berangkat meninggalkan rumah dengan sepeda motor DK 2024 PD. Ditunggu di rumah hingga siang, Raka tak kunjung pulang ke rumah. Karena khawatir, istrinya menyusul Raka ke Klinik Tukad Luah. Namun, petugas Klinik Tukad Luah mengatakan tak ada pasien yang datang atas nama Made Raka. Koming makin panik dan segera meminta anggota keluarga lainnya untuk mencari keberadaanya. Dia khawatir, Raka benar-benar bunuh diri, setelah mendengar pesannya sebelum meninggalkan rumah. Ternyata, peristiwa itu benar-benar terjadi. (kmb31)
PULAU Bali memang mayoritas dihuni umat beragama Hindu. Kendati demikian, bukan berarti mengesampingkan umat lain dalam beribadah. Jalinan toleransi ini terbina cukup baik di Desa Adat Karangasem. Hal itu terwujud berkat keberadaan Jagabaya yang mampu melibatkan diri dalam setiap aktivitas umat. Tidak hanya itu, Jagabaya ini juga memberikan perhatian khusus pada tren kenakalan remaja yang kerap memanfaatkan wewidangan desa adat untuk berbuat tak senonoh. Kiprah Jagabaya Desa Adat Karangasem ini bermula dari tuntutan kondisi di tengah isu intoleransi yang mencoba memecah masyarakat Bali, tahun 2008-2009. Menurut Ketua Umum Jagabaya Desa Adat Karangasem I Gusti Ketut Raka Grantipala, belum lama ini, Jagabaya ini dikukuhkan Februari 2012. Ada 110 pengurus dan anggota di dalamnya. Pengurus dan anggota melibatkan seluruh pemeluk agama, baik Hindu, Islam, Buddha, dan
Kristen. “Melalui Jagabaya ini, kami ingin menjaga toleransi umat dengan menegakkan awig-awig desa adat,” kata Grantipala. Proses perekrutannya melibatkan banjar adat. Dari 34 banjar adat di Desa Adat Karangasem, diwakili masingmasing satu orang. Tapi, ada juga warga yang bergabung atas kesadaran sendiri. Seperti yang dilakukan umat Islam dari 12 kampung Islam di wewidangan desa setempat. Mereka bisa bergabung dengan Jagabaya, asalkan punya kemampuan, kemauan dan loyalitas sesuai semangat menjaga toleransi antarumat. Dari 110 pengurus dan anggota, terdiri dari 56 umat Hindu, 45 umat Islam, Buddha 4 orang, dan 5 orang beragama Kristen. Cara kerja Jagabaya ini cukup sederhana. Mereka selalu membagi diri setiap ada aktivitas keagamaan untuk membantu proses pengamanan. Seperti yang dilakukan saat umat Islam melaksanakan malam Takbiran menyambut
Lebaran, Selasa (5/7) lalu, Jagabaya ini fokus melaksanakan pengamanan saat Takbiran memasuki wawidangan Desa Adat Karangasem. Ada juga siaga di sejumlah titik yang dinilai rawan dan selalu berkoodinasi dengan petugas lainnya. Bahkan, apabila ditemukan perilaku yang tidak sesuai awigawig desa adat ini, Jagabaya ini langsung melakukan proses di Sekretariat Jagabaya, Jalan Gajah Mada, Amlapura. “Tapi, apabila ada tindakan kejahatan di luar batas Jagabaya, maka kami serahkan penanganannya kepada pihak kepolisian untuk proses hukum,” katanya. Dengan selalu bersinergi dengan pihak kepolisian, fungsi pengamanan tidak menjadi tumpang tindih. Demikian juga dengan fungsi Pecalang Desa Adat Karangasem. Karena komunikasi dan sinergi dilakukan cukup baik. Begitu juga saat umat lain perlu pengamanan, seperti saat ritual Waisak di Vihara, Natal di Gereja atau ritual lain yang berkaitan dengan keagamaan. Selain itu, bila
Bali Post/gik
TAKBIRAN - Persiapan umat Islam saat malam Takbiran di Kota Amlapura, belum lama ini. ada permintaan pengamanan dari warga atau perusahaan tertentu, Jagabaya ini juga siap membantu sesuai dengan sistem piket yang diterapkan. Selain bertugas menjaga keamanan umat saat beribadah, Jagabaya ini juga aktif melakukan patroli tiap malam. Grantipala mengaku petugasnya kerap menemukan pasangan remaja berbuat tak senonoh di tempat umum. Pemadangan tak sedap itu kerap ditemukan di Lapangan Candra Buana dan sekitar Tugu Pahlawan. Ada yang hanya ditegur, ada pula yang terpaksa digiring ke Sekretariat Jagabaya dan dipanggil orangtuanya untuk proses pembinaan. Petugas Jagabaya sering menemukan hal seperti itu saat malam minggu. Jagabaya ini juga aktif
membantu pemerintah daerah mendata penduduk pendatang dan sering bersinergi dengan pihak kepolisian. Guna menambah wawasan petugas Jagabaya, pihak desa adat sering memberikan pembinaan teknis bertugas di lapangan. Pembinaan ini cukup penting agar petugas yang sudah rajin, tidak ketularan dengan petugas yang dirasa masih malas karena tak mengerti tupoksi. Sedangkan untuk biaya operasional, Jagabaya ini masih dibantu desa adat, dari mengelola aset lahan pertanian milik desa adat. Sejauh ini, kata Grantipala, pihaknya belum menemukan kesulitan berarti. Hanya, petugasnya saat bertugas masih terbatas sarana prasarana pengamanan. (gik)
Sebelum Dikubur
Jenazah Bayi Tanpa Anus ”Manggung” di Antara Pohon Bambu KISAH bayi tanpa anus hasil pernikahan I Wayan Sujana dengan Ni Wayan Sari, terus menyita perhatian masyarakat. Setelah meninggal dan jenazahnya diantar pulang ke rumahnya di Banjar Dinas Yeh Kori Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, ternyata jenazahnya tidak langsung dikubur di setra atau kuburan. Namun, jenazah bayi itu harus “manggung” selama tiga hari di antara lebatnya pohon bambu di Pemajangan atau Setra Bajang desa setempat. Jenazah bayi tanpa nama ini sudah “manggung” di Pemajangan sejak Sabtu (2/7) lalu. Proses ini baru selesai Senin (4/7) lalu. Jadi, sejak tiba dari RSUP Sanglah, jenazah sang bayi tidak disemayamkan lebih dulu di rumah duka,
melainkan langsung diajak ke Setra Bajang. Jenazah bayi itu disimpan dalam peti atau kotak kecil. Kotak ini diletakkan di sela-sela pohon bambu setinggi sekitar 1,5 meter dari tanah. Pascaproses ini, ayahnya Wayan Sujana setiap hari menjenguk jenazah bayinya setiap pagi sambil ngaturang punjung berupa bubur. Sebab, di sana tidak ada prosesi menginap atau megebagan, layaknya di desa lain di Bali. Salah satu prajuru Banjar Yeh Kori, Wayan Sudarma, mengatakan, prosesi “manggung” ini dilakukan karena menurut kepercayaan warga setempat tidak boleh mengubur mayat pada ingkel wong atau istilah warga setempat, semut sidulur. Itu sudah menjadi keputusan atau aturan di
desa adat. Sehingga, yang bisa dilakukan hanya dengan cara manggung atau makingsan di Setra Bajang. Selain itu, jenazah bayi ini juga tidak boleh berada di dalam rumah duka. Sebagaimana ketentuan desa adat, juga tidak boleh ngeraksa (menyimpan -red) mayat di dekat Pura Puseh. Kebetulan rumah Sujana berada di atas, sebelah utara Pura Puseh. Setelah berlangsung prosesi manggung selama tiga hari, jenazah bayi tanpa anus ini akhirnya diturunkan dari panggung dan dikeluarkan dari peti kecil tersebut, Selasa (5/7) lalu. Jenazahnya lantas dikubur setelah sebelumnya sudah disiapkan liang kubur oleh kerabat Sujana. Selain jenazahnya, barangbarang bayi itu juga ikut
dikubur, termasuk mainan yang sempat dibelikan kedua orangtuanya seperti boneka, mobil-mobilan dan mainan lainnya serta beberapa pakaiannya. Sujana juga menyertakan sejumlah uang sebagai bekal, yang diberikan sejumlah kerabatnya. “Setelah prosesi ini, baru nanti ngelungah (diaben - red),” kata Sujana. Ada yang aneh dalam penguburan jenazah bayi tanpa anus ini. Sang ibu, Ni Wayan Sari, tak terlihat saat proses penguburan di setra. Sujana mengatakan istrinya ternyata masih shock, sehingga memilih berdiam diri di dalam rumah dan tak ikut proses penguburan jenazah bayinya. Setelah selesai prosesi penguburan, keluarga Sujana
menghaturkan sesaji dan tirta dari Pura Dalem, sanggah dan pura lainnya pada liang kubur bayi itu untuk menyelesaikan prosesi penguburan bayi tanpa anus ini. Sujana berharap dengan prosesi ini, anaknya dapat menyatu kembali dengan Ida Sang Hyang Widhi. Sujana juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu meringankan beban utangnya di RSUP Sanglah dan keluarganya yang membantu proses penguburan jenazah bayinya. Setelah ini, dia berharap anak ketiganya itu bisa beristirahat dengan tenang. Sedangkan, dia sendiri bisa hidup seperti biasa lagi dengan istri dan dua anaknya. (gik)
TABANAN
14
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Pemkab Cari Lahan Bangun Gedung BNNK Tabanan (Bali Post) Tabanan menjadi perhatian pusat untuk pendirian Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Tim BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Tabanan yang diketuai Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya telah melakukan koordinasi dengan BNN Bali. Hasilnya, Tabanan bersedia dan sanggup membentuk BNNK dengan langkah pertama menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung. Pembangunan gedung BNNK ditargetan terealisasi tahun depan. ‘’Saat ini sedang dicari lokasinya,’’ ujar Sanjaya, Kamis (7/7) kemarin. Luas lahan yang disiapkan minimal 10 are dan semua pembiayaan pembangunan ditanggung oleh BNN Pusat. Tabanan sudah memiliki BNK Tabanan yang menjalankan program-program untuk memberantas keberadaan narkoba. Langkah-langkah yang telah dilakukan adalah melakukan sosialisasi di tempat rawan narkoba, sekolah, dan desa pakraman. Dalam waktu dekat ini akan dilakukan tes urine di lingkungan pemkab dan DPRD Tabanan. Komitmen untuk memberantas narkoba akan semakin gencar dan lebih optimal, dengan kenaikan status BNK menjadi BNNK nanti. Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. beberapa waktu lalu mengatakan, Tabanan penting membentuk BNNK melihat peringkatnya di Bali dalam hal kasus narkoba. ‘’Tabanan saat ini di peringkat keempat dalam hal kasus dan peredaran narkoba. Untuk itulah pihak pusat mendorong terbentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tabanan,’’ jelasnya. Untuk memenuhi persyaratan pembentukkan BNNK, pihaknya telah memberikan daftar yang harus dipenuhi oleh Pemkab Tabanan seperti menyiapkan gedung, pegawai, dan pendanaan. BNNK juga mendapatkan pendanaan Rp 9 miliar dari pusat. Dana inilah yang akan digunakan untuk penanganan narkoba, baik itu sosialisasi maupun kegiatan lainnya. ‘’Diharapkan pembentukan BNNK Tabanan bisa terealisasi tahun 2018,’’ imbuh Suastawa. (kmb24)
Jalin Kekeluargaan, Aluspen Gelar Reuni
Tabanan (Bali Post) – Dalam rangka menjalin rasa kekeluargaan dan kebersamaan, Alumni SMP Negeri 1 Penebel (Aluspen), Kabupaten Tabanan, menggelar acara reuni, Rabu (6/7) lalu. Acara temu kangen yang diadakan di SMPN 1 Penebel ini sekaligus untuk membangun komunikasi, serta melepas rindu para alumni dan guru yang sudah lama tidak bertemu. Ketua Panitia I Wayan Tamba memaparkan acara reuni ini menyasar semua angkatan, yang dilaksanakan untuk menjalin kembali rasa kekeluargaan dan kebersamaan serta membangun komunikasi antaralumni dan guru. Acara juga digunakan untuk menuangkan pemikiran dan gagasan para Aluspen yang diharapkan mampu membangun almamater SMPN 1 Penebel ke arah yang lebih baik. Ketua Komite SMPN 1 Penebel Gusti Putu Sumertayasa sangat mengapresiasi dan bangga atas kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Aluspen. Lewat acara ini, ia berharap para alumni dapat berkontribusi serta membantu membangun dan menciptakan SMPN 1 Penebel yang lebih baik. ‘’Berpartisipasi langsung ke masyarakat dan mencetak generasi yang berakhlak mulia,’’ ujarnya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tabanan Putu Santika, alumni mempunyai peran penting dalam memajukan almamater sekolah. Memajukan almamater tidak dapat dilakukan oleh SDM yang hanya ada di dalam lingkungan sekolah, tetapi dibutuhkan peran aktif para alumni. (k200)
Bali Post/kmb
REUNI - Alumni SMPN 1 Penebel (Aluspen) menggelar acara reuni, Rabu (6/7) lalu.
Suara Tabanan Perbaiki Penutup Got
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait di Tabanan yang sudah memperbaiki jalan di Tanah Lot, Kediri, yang sebelumnya pecah-pecah. Selain itu, mohon agar penutup got di 4 Km Kediri diperbaiki, karena berbunyi saat dilintasi kendaraan. Saya takutkan penutup itu mental, sehingga membahayakan pengguna jalan. Ugi, Tabanan
Bali Post/ist
PADAT - Wisatawan memadati DTW Tanah Lot pada libur panjang kali ini.
Pengunjung Membeludak
DTW Tanah Lot Tambah 21 CCTV
Tabanan (Bali Post) –
Daerah Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan pada liburan kali ini. Lonjakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara di objek wisata ini bahkan sudah tampak sejak dua hari menjelang (H-2) Lebaran. Mengantisipasi membeludaknya jumlah pengunjung, pihak pengelola menyiapkan kamera pengawas (CCTV) tambahan. Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, mengatakan penambahan 21 unit CCTV dimaksudkan untuk memudahkan memantau aktivitas pengunjung. Selama ini meski telah diberlakukan larangan dengan rambu atau melalui pengeras suara, masih ada saja
pelancong yang membandel. ”CCTV tambahan kami pasang di titik-titik rawan kepadatan, selain menyiagakan petugas keamanan,” ujarnya, Kamis (7/7) kemarin. Pemasangan CCTV tambahan diharapkan dapat meminimalkan terjadinya hal-hal negatif
yang bisa merugikan wisatawan, dan keamanannya tetap terjaga. Demi efektifnya pengamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian seminggu sebelumnya. Dari data kunjungan, wisatawan dominan domestik yang datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. Lonjakan wisatawan terlihat dari kantong-kantong parkir yang disediakan pihak pengelola yang tidak pernah kosong. Parkir cadangan di lahan kosong dan Surya Mandala
Cultural Park juga dipenuhi kendaraan pengunjung. Pemandangan dari Surya Mandala Cultural Park yang langsung menghadap ke laut biru, menambah kepuasan dan kenyamanan pengunjung. Ribuan wisatawan melakukan berbagai aktivitas mulai dari berjalan-jalan di areal wisata, tattoo temporary, melihat ular suci dan air suci, pemotretan, wisata belanja, wisata kuliner, hingga duduk-duduk santai di beberapa café dan restoran sambil mengobrol dengan teman atau keluarga. Yang paling ditunggu adalah
saat munculnya sunset yang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Momen inilah yang biasanya dinanti wisatawan dan mengabadikannya dengan jepretan kamera. Momen libur Lebaran juga memiliki arti tersendiri bagi warga lokal yang setiap harinya berjualan di areal DTW Tanah Lot. Men Rus, warga Desa Beraban yang berjualan rujak sejak pukul 10.00 Wita, dagangannya habis sebelum siang hari. ”Biasanya siang hari baru habis. Saat ramai seperti ini hasilnya lumayan,” ucapnya. (kmb28)
Terus Merugi
Nelayan Desak Cabut Permen KP 2015
Tabanan (Bali Post) Desakan agar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/Permen-KP/2015, tentang larangan menangkap lobster, kepiting, dan rajungan, dicabut terus menguat. Alasannya, peraturan tersebut berdampak buruk terhadap nasib ribuan nelayan. Di Kabupaten Tabanan, nelayan tradisional bahkan sudah enam bulan terakhir tidak melaut akibat selalu mengalami kerugian. Ketua Paguyuban Nelayan Bali Ketut Arsana Yasa mengatakan, para nelayan Tabanan memilih tidak melakukan aktivitasnya, menyusul terbitnya permen tersebut. Sebab, hasil tangkapan yang mereka dapatkan selama ini tidak pernah bisa menutup biaya operasional. Apalagi nelayan di pesisir Ta-
banan yang terkenal dengan hasil tangkapan lobsternya susah mendapatkan ukuran 205 gram. “Nelayan merugi, lebih baik sementara berhenti melaut menjadi buruh tani dan buruh bangunan untuk bertahan
hidup,” ungkapnya, Kamis (7/7) kemarin. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh nelayan Tabanan, melainkan juga nelayan dari Jembrana, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Den-
Bali Post/kmb28
PARKIR - Nelayan memarkir perahunya di salah satu pantai di Kabupaten Tabanan.
pasar. “Semua mengeluh dan menyatakan kecewa dengan Presiden Jokowi yang membiarkan keadaan ini,” ujarnya. Sejumlah upaya telah dilakukan agar peraturan tersebut segera dicabut, seperti bertemu dengan Komisi IV DPR-RI, pendekatan langsung dengan Watimpres dalam FGD Nasional. “Peraturan ini intinya telah membunuh nelayan lobster tradisional Bali,” tegas pria yang akrab dipanggil Sadam itu. Tidak hanya nelayan tradisional yang merasakan dampak dari peraturan tersebut. Sejumlah eksportir yang berusaha di Bali juga mengeluhkan kondisi ini. “Ada empat eksportir di Bali, tiga diantaranya sudah tutup dan satunya masih sekadar hidup,” katanya.
Kondisi itu disebabkan lobster jenis pasir hasil tangkapan nelayan Bali tidak bisa diekspor, melainkan harus lewat Jakarta, karena jumlahnya sedikit. Ini berakibat turunnya harga lobster. Padahal sejumlah negara lain, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand tidak memberlakukan aturan tersebut. Benih lobster bisa dieksport tanpa larangan. Pihaknya akan terus berjuang dan mohon bantuan agar pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Jokowi mencabut Permen KP untuk mengembalikan kesejahteraan nelayan. ‘’Harusnya setiap keputusan yang dibuat disosialisasikan dan dikomunikasikan terlebih dahulu dari tingkat atas hingga level terbawah,’’ ungkap Arsana Yasa. (kmb28)
Warung Global
Aparat Mesti Tindak Tegas Geng Motor
KEBERADAAN geng motor sangat meresahkan masyarakat, terlebih mereka yang sering pulang dari tempat kerja malam hari. Gerombolan geng motor yang anggotanya berstatus pelajar harus mendapat tindakan tegas. Demikian komentar Mursi, Arya, Winaja, Gusti di Denpasar dalam acara Warung Global, dengan topik ‘’Korban Geng Motor Berjatuhan’’ di Radio Global FM 96,5 Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta FM, Selasa (5/7) lalu. Menurut keempat pengunjung itu, selain kerap menganggu pengguna jalan, geng motor kerap bentrok. Kejadian ini tidak boleh dibiarkan oleh aparat. Untuk menindaknya harus keras dan tegas, bila perlu ditembak di tempat saja biar kapok. Aparat mesti patroli rutin pada malam hari, sebab melihat aparat saja mereka sudah kocarkacir. Dode di Tabanan dan Wayan Agus di Nusa Dua,
menyatakan khawatir dengan kekerasan yang dilakukan geng motor saat ini. Mereka mengingatkan masyarakat yang sering keluar malam agar selalu berhati-hati dan waspada. Belakangan ini, Santa di Ubud melihat mudah sekali
remaja kita terlibat perkelahian karena moral dan mental yang lemah. Di samping itu, akibat tidak adanya keteladanan dan yang ditakuti. Pendidikan yang sejatinya membentuk karakter dan moral yang baik sepertinya gagal. Hanya penegak hukum satu-satunya harapan memberikan tindakan tegas bagi remaja yang terlibat geng motor. Remaja yang tergabung dalam geng motor, lanjut Subrata di Muding, biasanya nongkrong di depan mini market pada malam hari. Awalnya cuma sedikit, tetapi akhirnya datang dari segala penjuru hingga anggotanya jadi banyak. Mereka berkumpul sambil minum-minuman beralkohol. Polisi dan TNI mesti
bergabung menindak geng motor yang sudah bertindak anarkis. Jika dilakukan patroli secara rutin, pasti mereka takut dan kabur. Gede Biasa di Denpasar berpikiran sama. Mereka berkumpul di suatu tempat pastinya melihat situasi aman dan tidak ada aparat. Ia yang mengaku sering melihat gerombolan anak muda di pinggir jalan, mulai malam sampai pagi merasa takut lewat di depan mereka. Polisi harus rutin menggelar patroli gabungan dengan TNI, guna membubarkan remaja yang berkumpul di malam hari. Kalau melihat ada patroli, pasti mereka lari. Hal senada disampaikan
Wayan Agus di Nusa Dua, Widya di Mengwitani, dan Made Kenceng di Jimbaran. Geng motor melihat, bahwa patroli aparat saat ini sepertinya kendor lagi sehingga mereka kembali beraksi. Aparat mesti memiliki tim khusus untuk menangani geng motor yang membuat resah masyarakat. Aparat tidak boleh loyo, rapatkan terus patrol, sehingga tidak ada celah bagi para remaja nongkrong tidak jelas saat malam hingga pagi. Pengunjung lainnya menilai, bahwa dalam menegakkan hukum aparat bekerja serba salah. Kalau terlalu keras akan terbentur dengan HAM, kemudian pelaku pengeroyokan masih di bawah umur. (sikha)
15
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Gantikan Hodgson, Allardyce Didukung Ferguson London Mantan manajer tim Manchester United Alex Ferguson, Kamis (7/7) kemarin mendukung Sam Allardyce sebagai kandidat pengganti Roy Hodgson untuk memimpin tim nasional Inggris. Usulan itu dilontarkan saat Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tengah mencari calon pelatih asal negara itu. Tim juri yang terdiri dari tiga orang dari FA telah diminta untuk mencari calon pengganti Hodgson setelah manajer The Three Lions itu mengundurkan diri. Pengunduran diri Hodgson dilatarbelakangi kekalahan timnas Inggris dari tim Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa 2016. Nama-nama calon lain yang juga muncul dalam bursa manajer timnas Inggris adalah pelatih tim U-21 Inggris Gareth Southgate, pelatih
Bournemouth Eddie Howe, pelatih Hull City Steve Bruce, dan mantan manajer tim Inggris Glenn Hoddle. Southgate jauh-jauh hari telah menyatakan ketidaktertarikannya untuk menangani timnas senior. Namun, Ferguson menyebut Allardyce yang merupakan manajer klub Sunderland punya pengalaman melatih dalam kompetisi ketat Liga Premier. Pengalaman itu menjadi bekal bagi Allardyce jika FA memutuskan untuk memilih calon lokal Inggris. “Sam adalah kandidat terbaik Inggris karena dia ikut dalam Liga Premier. Tentu sangat sulit untuk menemukan orang yang cocok. Hanya ada tiga manajer Inggris dalam Liga Premier dan pengalaman Sam menempatkannya sebagai pilihan tepat,” kata Ferguson. “Jika itu adalah Sam, bagus. Tapi, mereka harus punya sese-
orang yang punya kemampuan, kesadaran taktis, dan menjadi bagian dari tim nasional,” kata pria berusia 74 tahun itu. Ferguson mengatakan jadwal kompetisi antarklub di Inggris yang sangat melelahkan berpengaruh terhadap penampilan tim nasional negara itu dalam Piala Eropa 2016. “Program liga harus dilalui para pemain Inggris, lalu mereka bermain dalam kompetisi besar selepas program itu, sehingga membuat penampilan mereka menjadi mustahil,” kata peraih gelar Liga Premier 13 kali bersama Manchester United itu. “Di Jerman, para pemainnya mendapatkan jadwal istirahat pada Desember dan Januari dan tim-tim yang bermain dalam iklim yang lebih baik telah lebih siap dibanding para pemain Inggris,” ujar Ferguson. (afp/ant)
Dua Tim dengan Seragam ’’Away’’
Lyon Pertandingan semifinal Piala Eropa 2016 antara Portugal vs Wales berakhir dengan kemenangan untuk Cristiano Ronaldo dkk. Debut Wales di putaran final berakhir setelah mencetak sejarah mampu melaju hingga babak empat besar, Kamis (7/7) kemarin. Namun laga di Stade de Lyon, menyimpan tanda tanya bagi pendukung the Dragon: ‘’Mengapa Gareth Bale tidak mengenakan seragam kebesarannya yang berwarna merah?’’ Memang Wales menempati posisi away pada laga itu dan Portugal berstatus tuan rumah. Namun pada pertandingan Ronaldo justru mengenakan se-
ragam away warna hijau toska. Demikian pula dengan Wales yang mengenakan hitam-abu. Artinya kedua tim sama-sama mengenakan seragam away. Kedua tim sama-sama memiliki seragam home warna merah. Sayangnya wasit dan ofisial yang bertugas juga mengenakan seragam merah. Aturan pertandingan menyebutkan bahwa untuk menghindari kekacauan di lapangan wasit bisa memutuskan agar tim yang bertindak sebagai tuan rumah diizinkan mengganti dengan seragam lain. Hasilnya, hanya wasit tetap mengenakan seragam kebesarannya, sedangan tim yang bertanding sama-sama mengenakan seragam away.
Wales sebenarnya memiliki pengalaman menguntungkan. Pada penyisihan grup melawan Rusia, Bale dkk. mengenakan seragam home meski berstatus away. Itu terjadi setelah federasi sepak bola Wales mendapat izin menggunakan seragam warna merah setelah Rusia memilih menggunakan seragam warna putih. Hasilnya Wales menang 3-0. Tidak diketahui apakah Wales melakukan permintaan serupa sebelum pertandingan semifinal ataukah Portugal menghalang-halangi Wales mengajukan perubahan seragam setelah Ronaldo dkk. dipaksa menggunakan seragam warna hijau muda. (kmb39/net) Gelandang Wales Gareth Bale (kanan) berdebat dengan wasit Jonas Eriksson. Bali Post/rtr
Krejci Perkuat Bologna Praha Rep. Ceko gagal total di Piala Eropa 2016 setelah tersingkir di putaran pertama. Tetapi gelandang Ladislav Krejci menerima kontrak ‘’yang tak bisa ditolak’’ dari klub Italia Bologna, Kamis (7/7) kemarin. Krejci meninggalkan klub Sparta Praha setelah kedua klub mencapai kesapakatan, Kamis kemarin. Namun media di Praha tidak menerima penjelasan terperinci tentang kepindahan gelandang timnas itu ke Serie A Liga Italia. Disebutkan, Krejci menandatangani kontrak dengan status permanen. Bologna menilai Krejci sebagai ‘’salah satu talenta terbaik pemain kelahiran 1990-an dari Eropa Timur.’’ Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan Sparta yang dibela selama tujuh musim dan 131 pertandingan. Selain menghasilkan 25 gol, Krejci juga berhasil mengantarkan Sparta menduduki puncak klasemen liga Rep. Ceko. Di laga internasional, Krejci tercatat 26 kali membela timnas dan menghasilkan 4 gol. Di
Piala Eropa di Prancis, ia tampil tiga kali berturut-turut di babak penyisihan grup. Sayangnya Ceko kalah bersaing dengan Spanyol, Kroasia dan Turki, sehingga gagal melaju ke putaran kedua. Sementara itu Inter Milan merekrut gelandang Argentina Ever Banega dengan ikatan kontrak berdurasi tiga tahun. Pemain 28 tahun itu, yang membantu Sevilla meraih gelar Liga Eropa tiga kali berturutturut, mengemas lima gol di liga dari 25 penampilannya ketika mereka finis di peringkat ketujuh di Liga Spanyol musim lalu. “FC Internazionale dengan gembira mengonfirmasi bahwa Ever Banega akan mengenakan kaus Nerazzurri untuk tiga musim mendatang,” kata klub itu dalam pernyataan di situs resmi mereka (www.inter.it). Banega, yang juga pernah membela Valencia dan Atletico Madrid, mengoleksi empat gol dalam 47 penampilannya untuk timnas Argentina dan merupakan bagian dari tim Tango yang kalah di final Piala Amerika
dari Chile bulan lalu. Empat Musim Gelandang Henrikh Mkhitaryan bergabung ke Manchester United dari klub Jerman Borussia Dortmund dengan kontrak berdurasi empat tahun. Gelandang berusia 27 tahun itu mencetak 41 gol dalam 140 penampilan selama tiga tahun di Dortmund. “Saya sangat bangga bergabung dengan Manchester United, langkah ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Saya senang bermain untuk klub dengan sejarah yang terkenal dan berharap untuk menjadi bagian darinya untuk waktu yang lama,” kata Mkhitaryan dalam situs klub (www.manutd.com). Setelah bek Eric Bailly dan pemain depan Zlatan Ibrahimovic, Mkhitaryan menjadi pemain ketiga yang dikontrak manajer baru Jose Mourinho sebagai upayanya membangun tim yang menjuarai Piala FA pada musim lalu tersebut. (kmb39/afp/ant)
Bali Post/rtr
GOL - Pemain Rep. Ceko Tomas Necid (kanan) merayakan gol bersama rekan setimnya Ladislav Krejci (tengah) pada pertandingan melawan Kroasia.
Bali Post/rtr
DIARAK - Pemain timnas Wales memuji dukungan fansnya di Stade de Lyon, seusai pertandingan semifinal Piala Eropa, Kamis (7/7) kemarin. Besok timnas Wales akan diarak keliling kota setelah sukses mencapai babak semifinal Piala Eropa 2016.
Cardiff Siap Sambut Bale Dkk.
Cardiff -
Timnas Wales kembali ke markasnya di Dinard usai menjalani laga semifinal di Lyon, Kamis (7/7) kemarin. Rencananya the Dragon akan pulang Jumat (8/7) ini dan diarak keliling kota Cardiff. Sementara band Manic Street Preachers menyiapkan konser untuk Gareth Bale dkk. Selain parade dengan bus terbuka, federasi sepak bola Wales (FAW) juga akan menggelar penyambutan di Cardiff City Stadium yang berkapasitas 33 ribu penonton. ‘’Saya kira event ini adalah cara terbaik bagi semua orang untuk merayakan prestasi terbaik sepanjang sejarah persepak bolaan Wales,’’ ungkap Ketua Eksekutif FAW Jonathan Ford. Wales mengakhiri petualangan terbaiknya di Piala Eropa dengan mencapai semifinal usai ditaklukkan Portu-
gal 0-2. Ini menjadi prestasi terbaik negara itu yang tak pernah mencapai putaran final turnamen ini. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada semua fans. Ini luar biasa, fans dan seluruh staf. Inilah momen yang tak akan kami lupakan seumur hidup,’’ tegas Bale. Wales yang menempati ranking 117 dunia lima tahun lalu, kini bisa disejajarkan dengan tim-tim terbaik dunia. Lewat permainan atraktif yang diperlihatkan sepanjang turnamen ini dan dukungan
West Ham Khawatir Kehilangan Payet Paris Meroketnya nama Dimitri Payet di Piala Eropa 2016 membuat waswas klubnya, West Ham United. Pelatih the Hammers Slaven Bilic, Kamis (7/7) kemarin membantah telah memberikan ‘’instruksi khusus’’ pada pemain timnas Prancis itu supaya tidak diminati klub-klub lain. Permainan Payet sepanjang babak penyisihan grup hingga semifinal cukup gemilang. Ia tidak hanya menghasilkan gol namun mampu mengatur irama serangan Les Blues hingga mampu menyingkirkan tim Kuda Hitam Islandia dan Irlandia Utara serta Albania dan Rumania di penyisihan grup. Namun penampilan itu justru menjadi dilema bagi Bilic. Anak asuhnya itu kini mulai diincar sejumlah klub
top Eropa. Di sisi lain, ia tak mungkin memerintahkan Payet bermain buruk supaya tidak diminati klub lain. ‘’Saya faham kesuksesannya di turnamen ini dan segala spekulasi tentang masa depannya, menyusul kemudian,’’ katanya yang mengakui dirinya tidak menginginkan Payet meninggalkan West Ham. ‘’Saya ingin dia tampil sebaik-baiknya. Saya ingin dia mencetak hat-trick (semifinal) dan hat-trick lainnya (di final),’’ lanjut Bilic. West Ham sempat mengirim pesan singkat yang isinya mempertanyakan kondisi Payet. Pemain tersebut menjawab bahwa dia bahagia di West Ham. ‘’Jadi dia tetap pemain kami,’’ tegas Bilic seperti dikutip media DailyMail. (kmb39/afp/net)
fans yang tiada henti di dalam stadion, menjadi kombinasi prestasi mengagumkan di Prancis. ‘’Pahlawan-pahlawan. Setiap Pemain’’, judul berita koran Wales Western Mail. ‘’Kelas 2016’’ yang diasuh Chris Coleman kini memfokuskan pada kualifikasi Piala Dunia 2018 dan berusaha melupakan kegagalan di Piala Eropa. ‘’Kami akan berubah lebih baik lagi dan menargetkan diri lolos ke (putaran final) Piala Dunia. Kami akan bekerja keras lagi dan melakukan yang terbaik,’’ ujar Bale usai
pertandingan di Lyon. Usia tidak menjadi halangan bagi Coleman karena sebagian besar pasukannya belum beranjak tua. Bale dan gelandang Joe Allen masih 26 tahun, sedangkan Aaron Ramsey malah setahun lebih muda. Bek Neil Taylor dan James Chester masing-masing berumur 27 tahun dan Ben Davies masih 23 tahun. Kapten Ashley Williams masih diperlukan kontribusinya meski berumur 31 tahun. Gelandang Joe Ledley dan kiper jangkung Wayne Hennessey keduanya berumur 29 tahun, mereka semua telah siap menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Eropa pada September mendatang. (kmb39/afp)
Gelandang Prancis Dimitri Payet.
Bali Post
OLAHRAGA
16
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Williams di Ambang Juara Wimbledon London -
Pegolf Irlandia Utara Rory McIlroy.
Serena Williams menaklukkan petenis non-unggulan asal Rusia Elena Vesnina 6-2, 6-0 untuk mencapai final grand slam Wimbledon untuk kesembilan kalinya, Kamis (7/7) kemarin. Petenis unggulan pertama itu kini di ambang juara untuk ketujuh kalinya turnamen ini.
Bali Post/rtr
IOC Dikhawatirkan Pertimbangkan Lagi Golf di Olimpiade London Komite Olimpiade Internasional (IOC) dikhawatirkan akan mempertimbangkan golf sebagai salah satu cabang yang diperlombakan dalam Olimpiade menyusul pengunduran diri sejumlah atletnya dari Olimpiade Rio 2016. “Apakah saya khawatir pengunduran diri para pemain ternama dunia akan memengaruhi masa depan golf dalam Olimpiade? Tentu saja sangat khawatir,” demikian ujar mantan kapten Piala Ryder Colin Montgomerie, Kamis (7/7) kemarin. “Ini adalah momentum pertama kali golf kembali hadir dalam Olimpiade sejak 1904 dan para pemain itu tidak muncul,” kata Montgomerie kepada media di Inggris. Sejumlah pemain golf dunia yang telah menyatakan mundur dari Olimpiade Rio 2016 antara lain pegolf peringkat satu dunia Jason Day, peraih empat kali gelar turnamen besar Rory McIlroy, Vijay Singh (Fiji) dan Charl Schwartzel (Afrika Selatan). Pengunduran diri para pegolf dunia itu dilatarbelakangi kekhawatiran mereka terhadap virus Zika yang menyerang Brazil. Sedangakan sejumlah pegolf lain menyebut jadwal Olimpiade Rio berbenturan dengan jadwal turnamen lain. “Komite Olimpiade Internasional tentu akan memantau pengunduran diri itu dan mereka akan mengatakan, ‘Tunggu dulu, apa yang terjadi di sini? Kami harus mencari tambahan 300 kamar baru dan kami telah membangun lapangan golf’,” ujar Montgomerie. “Usaha IOC itu melibatkan uang jutaan dan mereka tidak tampil? Jika saya bertugas di IOC, tentu saya akan mempertimbangkan lagi tentang golf,” kata pegolf yang akan kembali turun dalam turnamen Inggris Terbuka setelah enam tahun absen itu. Pegolf Inggris Chris Wood, yang sedang berkompetisi untuk lolos kualifikasi Olimpiade, mengaku sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari Olimpiade Rio menyusul kekhawatiran terhadap virus Zika. “Saya akan menikah sepekan setelah jadwal Olimpiade Rio dan kami akan memulai sebuah keluarga. Saya pikir Rory (McIlroy) beralasan tepat saat menyebut kekhawatiran terhadap Zika,” kata Wood tentang rencana pengundurannya dari turnamen di Rio Brazil itu. (afp/ant)
Bali Post/ap
PECAH BAN - Pembalap Ferrari Sebastian Vettel tak mampu melanjutkan lomba karena mengalami pecah ban pada Grand Prix Formula 1 Austria, Minggu lalu.
Puing di Lintasan Hancurkan Ban Vettel
London Ledakan ban yang mengakhiri secara dramatis penampilan Sebastian Vettel di Grand Prix Austria pada Minggu lalu kemungkinan disebabkan oleh puing-puing di lintasan. Pemasok ban F1, Pirelli, Rabu (6/7) menyebutkan analisisnya tentang bagian-bagian yang tersisa dari ban belakang kanan mobil Ferrari dibandingkan dengan ban lain yang digunakan dalam balapan tersebut, mengungkapkan tidak adanya tanda-tanda aus atau kegagalan struktural. “Akibatnya, masalah ini tampaknya disebabkan oleh item dari puing-puing, yang menyebabkan kerusakan ban,” katanya dalam sebuah pernyataan. Pembalap Ferrari Vettel memimpin balapan saat bannya meledak di lintasan lurus saat ia menyelesaikan putaran 27 dari 71 lap. “Saya tidak merasakan apa-apa, atau lebih tepatnya, saya merasa ketika itu sudah terlambat dan meledak. Tidak ada tanda-tanda sebelum itu, semuanya normal,” kata juara dunia empat kali mengungkapkan kondisinya saat kejadian. “Saya berbicara dengan orang-orang di pit dan segala sesuatu tampak sama, kecepatan sama dengan lap sebelumnya, ban terasa baik-baik saja, waktu putaran juga baik-baik saja. Ini benar-benar tanda tanya tentang mengapa ada kegagalan ban.” Pascalomba Sauber akan absen dalam tes pasca-Grand Prix Formula Satu Inggris akhir pekan ini untuk penghematan biaya. Tim Swiss mengatakan melalui jejaring sosial Twitter bahwa sejak pembaruan aerodinamis yang direncanakan untuk tahap selanjutnya, mereka telah memutuskan untuk membatalkan keterlibatan mereka dalam tes dengan “pertimbangan efektivitas biaya.” Usai balapan Sirkuit Silverstone, tim rencananya akan menggelar uji coba selama dua hari. Sauber, satu-satunya tim yang belum mencetak poin musim ini, mengalami kesulitan keuangan dan juga melewatkan tes sebelumnya di Barcelona pada Mei karena kurangnya update dan pembalap uji yang cocok. Mereka tidak membuat upgrade yang signifikan untuk mobil mereka sejak awal musim pada Maret, tetapi terdengar lebih optimis di Austria akhir pekan lalu ketika manajer tim Beat Zehnder mengatakan gaji bulan Juni setidaknya telah dibayar tepat waktu. “Membayarkan gaji, bonus yang luar biasa, adalah bagian dari solusi komprehensif yang masih kami kerjakan,” katanya. “Jelas, ada perubahan di atmosfer karena sekarang semua orang percaya lagi bahwa ada masa depan.” (kmb39/afp/ant)
Kemenangan di semifinal kemarin terjadi dalam waktu hanya 49 menit. Juara bertahan dan unggulan teratas itu menunjukkan dominasinya sejak awal. Williams mengunci kemenangan melawan petenis nomor 50 dunia itu dalam dua set langsung di Centre Court. “Tidak pernah mudah di luar sana dan untuk setiap poin Anda harus berjuang,” ujar petenis berusia 34 tahun yang mengaku bekerja keras untuk memenang-
kan setiap pertandingan. “Ini aneh, saya tidak percaya berada di final lagi. Saya gagal dari dua (final grand slam) tahun ini. Jadi saya ingin mendapatkan setidaknya satu,” ujar Serena yang menghabisi perlawanan Vesnina dengan 11 ace dan 28 pukulan winner. Kemenangan pada Sabtu besok akan membuat petenis nomor satu dunia itu menyamai rekor Steffi Graf di era profesional dengan 22 gelar Grand Slam. Namun sebelumnya Wil-
liams harus mengatasi rintangan terakhir yakni Angelique Kerber. Petenis Jerman unggulan ke-4 itu meraih tiket ke final dengan menyingkirkan unggulan ke-8 Venus Williams 6-4, 6-4. Peluang all-Williams final kelima di Wimbledon dan ke-28 sepanjang karier kedua bersaudara itu gagal terwujud. Duel Williams bersaudara itu menghasilkan kemenangan bagi Serena pada 2002, 2003 dan 2009, sedangkan Venus menang pada 2008. (kmb39/afp/ant)
Ketua ASSBI Bali Sukadana Isyaratkan Mundur SEMIFINAL - Petenis AS Serena Williams mengembalikan bola ke arah lawannya Elena Vesnina dari Rusia pada pertandingan semifinal grand slam Wimbledon, Kamis (7/7) kemarin.
PS Badung Pertanyakan BU Ikuti Piala Soeratin
Mangupura (Bali Post) PS Badung mempertanyakan partisipasi Bali United (BU) yang merupakan tim profesional mengikuti turnamen Piala Soeratin U-17. Padahal, biasanya tim ISL sudah memiliki jadwal kompetisi untuk tim senior dan U-21. Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Stadion Samudra Kuta, Badung, Kamis (7/7) kemarin menerangkan, pemahamannya selama ini turnamen Piala Soeratin hanya diikuti tim-tim amatir apalagi melibatkan U-17. Selain itu, pemain binaan Badung U-17 dan U-21 banyak yang sudah bergabung ke BU. ‘’BU kan tim profesional saya sudah protes kepada Asprov PSSI Bali,’’ ucap pria yang akrab disapa Koming ini. Kendati demikian, PS Badung tetap memutuskan untuk mengikuti turnamen Piala Soertin U-17. Bahkan, pihaknya telah menggelar seleksi sebulan lalu di Lapangan Samudra, Putra Perkanthi, dan Lapangan Banteng Seminyak. ‘’Saat ini baru terjaring 30 pemain,’’ ucap Koming. Tim Piala Soeratin Badung diarsiteki duet pelatih Eka dan Sukadana Karton, serta ditangani duet manajer Wayan Sugita Putra dan Ida Bagus Wisnu. Pada bagian lain, Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Putu Sugi Darmawan menjelaskan, kontestan Piala Soeratin adalah tim-tim anggota PSSI Bali. ‘’Jadi, BU merupakan tim ISL, PS Badung tim divisi utama, sisanya adalah kontestan Liga Nusantara (Linus) Provinsi Bali,’’ terang Sugi Darmawan. Selanjutnya, katanya, tim juara provinsi bakal mewakili Bali ke putaran nasional 32 besar. (022)
Mangupura (Bali Post) Ketua Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Bali Ketut Sukadana telah habis masa baktinya, Mei lalu. Sukadana mengisyaratkan mundur dan tak mau dicalonkan lagi, seraya minta supaya digantikan figur lain. Sukadana di Jimbaran, Badung, Kamis (7/7) kemarin menegaskan, masa bakti organisasi yang dipimpinnya 2012-2016. Pihaknya mengharapkan regenerasi
pekan lalu,” kata Direktur Teknik Tim Pertamina Campos Racing Philippe Gautheron. Menurutnya, kondisi tim saat ini cukup bagus dan punya semangat serta motivasi yang kuat setelah pekan lalu mendapatkan hasil bagus dengan meraih podium 1-2 pada balapan feature race di Red Bull Ring. “Podium pertama kami di Red Bull Ring begitu sempurna. Semua anggota tim termotivasi untuk mengulanginya lagi,” kata Gautheron menambahkan. Tim Pertamina Campos Racing memulai musim balap dengan perjuangan keras. Pada balapan perdana mereka tidak mendulang poin karena belum mendapatkan setelan mobil yang benar-benar kompetitif. Hasil kerja keras tim baru terlihat di Monaco saat Evans finis kelima di feature race dan berada di urutan keempat di sprint race. Kinerja tim semakin menunjukkan kemajuan pada balapan berikutnya di Baku City, Azerbaijan. Evans finis di posisi kelima, sedangkan Sean meraih
Dikemukakan, ASSBI Bali memiliki anggota di Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Jembrana. Ia berharap menemukan calon kandidat ketua umum, yang memang sosok mengerti dan peduli terhadap persepakbolaan utamanya pembinaan usia dini di SSB. Karena itu, pihaknya bakal menggelar pra-musda, bertujuan menjaring figur ketua umum yang tepat. ‘’Kami mengawali dengan pra-musda, pada akhir Juli nanti,’’ ucapnya. Selanjutnya, Musda ASSBI Bali dijadwalkan Agustus mendatang. (022)
Poomsae Berpeluang Sabet Emas di PON Denpasar (Bali Post) Manajer tim taekwondo PON Bali Tjhin Johannes menyatakan jika taekwondoin yang nantinya bakal turun di nomor poomsae (seni gerak) lebih berpeluang untuk meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016 mendatang. “Memang di PON nomor poomsae lebih membuka pelaung atau memiliki kans lebih besar untuk bisa meraih medali emas. Sementara di kyorugi (tarung/laga) belum berani memastikan medali emas karena masih sangat sulit diprediksi,” ungkap Johannes di Denpasar, Kamis (7/7) kemarin.
Sean dan Rio Berlebaran di London
PEMBALAP Formula 1 Rio Haryanto dan Sean Gelael (GP2) yang akan tampil di Sirkuit Silverstone, Inggris akhir pekan ini ikut menyemarakkan acara halalbihalal yang diadakan di Wisma Nusantara, kediaman resmi Duta Besar Indonesia Hana Satriyo di London Rizal Sukma. Usai acara halalbihalal diikuti dengan meet and greet Rio dan Gelael bersama masyarakat Indonesia yang ada di Inggris. Berdasarkan data yang tim media Pertamina Campos Racing, kedua pembalap andalan Indonesia itu melakukan silaturahmi bersama dengan keluarga dan teman-teman dan tim pendukungnya. Perayaan Idul Fitri di London dijadikan Sean Gelael sebagai penguat motivasi untuk melanjutkan tren positif saat ini. Pembalap yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini, sedang dalam performa terbaik. Apalagi pada balapan sebelumnya yaitu di Sirkuit Red Bull Ring Austria mampu meraih podium untuk pertama kali selama turun di balapan satu level di bawah Formula 1 itu. Anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael ini mampu finis di urutan kedua atau di belakang rekan satu timnya yaitu Mitch Evans. Hasil ini akan dijadikan motivasi tersendiri karena balapan yang sedang di depan mata membutuhkan kerja keras agar kembali menjadi yang terbaik. “Kami berharap bisa mempertahankan tren positif yang telah kami capai dan bahkan kita tingkatkan lagi. Balapan di Silverstone cukup menantang karena selain sirkuitnya legendaris, semua tim juga dihadapkan persiapan yang sangat singkat setelah menyelesaikan balapan di Red Bull Ring akhir
ketua umum yang baru di tubuh ASSBI. ‘’Kami ingin penyegaran pengurus berikut ketua umumnya,’’ kata Sukadana yang juga disibukkan kegiatan di tim futsal PON Bali. Dijelaskannya, agenda yang dihelat ASSBI Bali yakni turnamen SSB bertepatan liburan sekolah siswa. ‘’Kami biasanya rutin mengadakan turnamen bulan Juni,’’ terangnya. Sementara itu, Humas ASSBI Bali Made Sudiana menjelaskan, agenda kejuaraan lainnya yakni bertepatan ulang tahun SSB, yang mengundang tim SSB lainya.
poin perdananya dengan menyelesaikan balapan di peringkat ketujuh. Di sprint race Evans dan Sean tidak mendapatkan poin akibat terlibat insiden. Padahal saat balapan mereka sudah berada di barisan depan dan berpeluang mencetak poin. Akan tetapi, kekecewaan itu terbayar di Red Bull Ring. Evans dan Sean finis di posisi pertma dan kedua pada balapan feature. Pada balapan sprint Evans finis kedelapan, sedangkan Sean gagal melanjutkan lomba karena terlibat insiden dengan pembalap Rapax Arthur Pic. Berkat penampilan konsisten dan tren positif di tiga balapan terakhir, tim Pertamina Campos Racing sudah berada di posisi empat klasemen sementara dengan nilai 80. Di klasemen pembalap, Mitch Evans kini di peringkat kedua dengan koleksi 56 poin atau hanya tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Raffaele Marciello. Sementara Sean berada di urutan ke-12 dengan koleksi 24 poin. (ant)
Bali Post/net
Pembalap Indonesia Sean Gelael (kedua dari kiri) dan Rio Heryanto (ketiga dari kiri).
Menurutnya, prediksi itu sulit lantaran perkembangan taekwondo di masingmasing provinsi di Indonesia kini cukup merata. Itu bisa dilihat dari pembinaan dan prestasi yang diperlihatkan setiap provinsi lain sangat menonjol. Itulah pertimbangan kenapa pihaknya kesulitan memprediksi medali emas di nomor kyorugi. “Daerah yang menjadi rival Bali di PON khusus kyorugi datang dari Kaltim dan tuan rumah Jabar. Sedangkan Jateng masih di bawah Bali, sehingga masih bisa bersaing dengan mereka,” terangnya. Johannes menyatakan untuk mematangkan para
asuhannya sebelum bertarung di hajatan multi-event empat tahunan itu, taekwondo PON Bali khusus nomor poomsae sudah tiga kali melakoni try out dengan menyasar DKI Jakarta dan Jawa Barat. Atlet poomsae yang melakukan try out itu yakni Muhammad Wahyu, Najmi, Lisa, Indri, Tyo, Fahjri, dan Ghilrman. “Try out itu tujuannya untuk melihat sejauh mana kesiapan para atlet sebelum turun di PON. Sehingga lewat try out itu, kami bisa melihat hasil dari latihan yang dijalani selama pelatda. Dengan begitu kami bisa mengevaluasi kekurangan yang ada,” jelas Johannes. (kmb41)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Wage, 8 Juli 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Reception Dcr Pembantu Utk di !Sopir Mbl Box SIM B&Serabutan Cr Pemb.RT urus O.Tua bs Masak Dcr untuk di Tempat Fitness Batubulan Hb.Gusti:08123806901 (L).Max35Th Hub.081916107576 Gj 1,2-2jt T.081246267171 A.BP.001.07.16.0000216 A.BP.001.07.16.0000206 A.BP.001.07.16.0000193 Hub.0361-289700 / 081802987999 Dibutuhkan segera driver utk Adm:Kry/i u/Mmart,Min.SMA Pglm Dbthkn Segera Chef Profesional A.BP.153.07.16.0000205 area nusa yang mampu berbahasa SpeedyMart:KartikaPlz DpnCntro yg Sudah Berpengalaman Lam Bs !!3-6Jt=Gj+Kmsi+Mkn B.BP.154.07.16.0000147 inggris,pengalaman tidak Dbw Langsung ke Wr.Ocha Jl.Ry. Therapist Spa Wanita,51A3EEA1 Busy Resto di Seminyak Butuh A.BP.001.07.16.0000217 diutamakan.bagi yang berminat Seminyak No.52 T.0361-736222 2 Waitress / 2 Waiter / 2 Cook Cari SMEA Bhs Inggris FO,AcounA.BP.001.07.16.0000218 kirim CV ke jarimenari@jarimen Wacko Cafe-Jl.Drupadi 18 ting.Lam ke Bali Vidi Vila Jl. Dbthkn sgr Gr Calistung+B.Ing ari.com/jl.raya basangkasa 47 (Sebrang HotelHarris Seminyak) u/ Radhika Bimbel.081236054760 Pasekan Batubulan 08179731178 seminyak.Tlp.0361736740 A.BP.001.07.16.0000160 A.BP.001.07.16.0000188 Datang Langsung 12:00-16:00 B.BP.004.06.16.0001239 B.BP.004.07.16.0000136 Dcr Karyawan/Karyawati Dcr Chef,Purchasing,Cashier, Dcr Sopir,Sales,karyawan/ti, Cr 2 Org Sopir Pariwisata Serabutan & RRT Gj 1,5Jt-2Jt Bartender,Runner,Steward, Admin & Kasir Hub.081999251555 A.BP.001.07.16.0000187 Bhs.Inggris 081338731931 Ubud Jl.Gelogor Carik Perum Royal Butcher House Keeping,Gardener A.BP.001.07.16.0000186 Dcr Therapist Wanita PengalaOrchid No 43 082145548444 Engineering.utk Restaurant di B.BP.004.07.16.0000134 man u/Legian Hb.081236006460 Cr Accounting&Reservat utk TraKuta.Tlp(0361)730603/Email: A.BP.153.07.16.0000176 *World Cruise* vel bs B.Inggris H082114436087 ayupurnamalafavela@gmail.com Dbthkn Admin,Acc,Security&Guru B.BP.101.07.16.0000137 Urgently Need Crew: Waiter/s, B.BP.004.07.16.0000020 Fisika,B.Indo,B.Ing,matematika Dcr Housekeeping Wanita Siap Cook,Pastry/Bakery.Pls bring Dcr:Security,HK,Waiter,Personalia, Teknik Elektro Hub.03618450372 Kerja,Gg.Three Brother Legian your CV to Sekar Tunjung 37 Operator dll.Diutamakan yg hrd_tiara@yahoo.com Arca Bungalow 081933052599 berpengalaman Hub:087761444440 Tlp.4712545/081916142873 A.BP.001.07.16.0000192
A.BP.001.07.16.0000200
A.BP.001.07.16.0000184
Dcr Cook,Cook Helper Utk Restoran di Petitenget T:4739659
B.BP.004.07.16.0000049
Dcr Cook,Waitress Krm CV ke Retro Rest Sanur,08123882271
A.BP.001.07.16.0000142
Dcr Kary bs Bhs Inggris u/Toko ByPas Ngr Rai 17A,081232221945
A.BP.004.07.16.0000204
Dcr OB diutamakan Pglmn Krm Lam PT.Autobagus 0361-722222
A.BP.001.07.16.0000180
Dcr Waiter/s’Kitchen Staff u/ Restaurant Hub:081236155572 Email:nangkarti@hotmail.com
B.BP.154.07.16.0000145
Dcr:Salesman 2 orang,Lk,Max 35Th, Srt Bw Lsg ke PT.Banoli Mtr Jl.Buluh Indah 75 Dps. A.BP.001.07.16.0000063
Dicari Cleaning Service u/ Tubes Rest Hub.0361-760063
B.BP.145.07.16.0000109
A.BP.001.07.16.0000029
Dibthkan HK(Wnt)utk Villa Prbd Dcr sgr Tnga Gudang, Supir, Satpam diPegending Canggu,bs Inggris, Syarat:SMU/SMK,pria,blmmenikah. bs Masak Simple Breakfast,jjr& Lam ke KKB, Jl Kepundung No. 61A Kerja keras Hub.081246512777 Dps / email: A.BP.001.07.16.0000202 kkb_jobvacancy@yahoo.com G.01 Dibthkan Sgr Dw+staff Krm Sgr CV ke(Wr.Subak Renon)Jln.Moh Dibutuhkan:Brch Mgr:Pria,Min D III,max45th,SIM A,Peng di bidang Yamin 18&Jln.Astasura no.5 Pgy Jasa Pengiriman/Kurir/Cargo (Wr.Subak Peguyangan) Keuangan:minS1 Acc Max35.OperaTelp:085100436702 sional:min SMA,Max30thn.Kirim A.BP.001.07.16.0000164 lamaran ke:PT.Eka Sari Lorena: Dibutuhkan:Pengemudi:MinSMA, Jl.By Pass Ngurah Rai No.502 SIM A/B I,Max 35thn,Mengetahui Sanur Denpasar 80228.Atau krm Wil Dps&Sktr. Kurir Motor:Min ke:recruitment@esl-express.com A.BP.001.07.16.0000194 SMA,SIM C,Max 35Thn,Mengetahui Dicari Guru TK Hub.TK.Kumara Wil Dps&Sktr.Kirim lamaran ke: Lestari Jl.P.Batanta 41 Dps PT.Eka Sari Lorena: Jl.By Pass A.BP.001.07.16.0000207 Ngurah Rai No.502 Sanur DenDicari Sales Toko,Drum FacTory paar 80228. Atau kirim ke : Raya Andong,Ubud prnah menjaga recruitment@esl-express.com toko. Hub.Robert 085279791379 B.BP.004.06.16.0001200
A.BP.001.07.16.0000195
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Jual Murah Juke’14 Pmk RX Tgn1 AvanzaG’10Slvr AsDK Gres 124Ng DAIHATSU P.Saelus2Kamboja7/085101850689 Terios Will Adventure’2015 Pth Putih LowKM BsTT,085102510222 B.BP.164.07.16.0000139 A.BP.001.07.16.0000213 KM9rb AsliBali,087860856999 TT Fortuner Putih TRD Diesel SUZUKI B.BP.164.07.16.0000141 Automatic AsBali,087860958899 APV X’2005Silver XeniaXi’04CokltMet AsDK 78,5Jt A.BP.001.07.16.0000183 AsDK 77JtNg 081246481964 Prbdi Inova Diesel G AT’11 pth as DK P.Saelus2Kamboja7/085101850689 A.BP.001.07.16.0000211 A.BP.001.07.16.0000215 GrandVitara’07 Pth Matic+Freed Tg1 JlSerma Repot4 08179785354 A.BP.001.07.16.0000208 SD’11Htm 165Jt,085100871119 TT HONDA Yaris S’08 AT VR H.136Jt+Yaris B.BP.164.07.16.0000143 Jazz VTec Sporty’2007 Matic E’07 Matic 115Jt,085100871119 B.BP.164.07.16.0000140 Orsinil AsDK,085100856999 Prbd R3 GX’13Slvr AsDK Gres 152JtNg P.Saelus2Kamboja7/085101850689 B.BP.164.07.16.0000142 A.BP.001.07.16.0000212
NISSAN
TOYOTA
BUC All New Grand Livina’13HWS Agya TRD’14Slvr Mnual 105Jt/TT AsDK Htm Tg1 BsTT,082342490222 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 B.BP.164.07.16.0000138
TOUR
A.BP.001.07.16.0000214
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH Rmh 2Lt LT 163 LB200 Sulatri Kesiman 081337561687 A.BP.001.07.16.0000070
PELUANG BISNIS
Dibuka Program Rumah Tanpa DP dan Cicilan Tanpa Bunga Segera Unit Terbatas Hub.0361-8447987
6,8A/2A Jl.Sulatri Gatsu Timur DIJUAL TANAH @500Jt(jl.8m&6m)081239999747 Tnh Kvl Di Mengwi 65Jt/A & A.BP.001.07.16.0000181 A.BP.001.07.16.0000024 160Jt/A Bs Kredit 087862450004 7,7A Tanah Prangsada Saba A.BP.001.07.16.0000134 Rmh TP Puri Gading Nuri B5/11 Gianyar 081337561687 Tnh 1A 225Jt nego Jln Pasekan Jimbaran T100/105,08123953991 A.BP.001.07.16.0000071 Batuyang 085935245558 C/K A.BP.001.06.16.0002213 Dijual Tanah Lok.Tabanan Loss A.BP.001.07.16.0000153 SINGARAJA Pantai Hub.081337112202 BUC 1-2Are Sempidi Br.Tegeha Rmh T.45/1,4Are Prm Tmn Wira A.BP.001.07.16.0000047 Jln5m Paving 385,081338460110 Bakti Samb 275Jt 085100499758 Kv 275Jt Nego Jln Mobil + SHM A.BP.001.07.16.0000064 A.BP.001.07.16.0000182 !!!Tnh 1Ha Sinaran Surga Karma 325Jt 4+2 BatuBln 087761245398 A.BP.001.07.16.0000014 DISEWAKAN RUMAH Kandara view Laut 087770077777 Diktr 2Unit Rmh Lt2 Jln Beo 6 A.BP.001.06.16.0001785 T/B SHM 1Ha 10mnt Bali Handara Kmpk Burung dkt Bandara Hub 2A;4A;6A&14A@By Pass Ketewel & Golf,2mnt D.Tamblingn,40mnt ke Tlp.087861034443,089621071120 35A@Pantai Kramas,082147026666 Lovina. 08179748469/0818861877 A.BP.001.06.16.0001908
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.06.16.0002217
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.07.16.0000163
SERVICE
Tnh Kavling Siap Bangun Lokasi Sewakan Tanah Lok.Sanur u/Rest Swimming Pool Specialist ConTakmung Klungkung,081337388558 HOtel 08563734043/081916224335 tractor,Pny Mslh.082144464070 B.BP.164.07.16.0000144
Tnh Los Pantai di Negara 50A SHM H.30Jt/Are Hp.087860477778
A.BP.001.07.16.0000201
Tnh SHM Jl.Siulan.Sasih Btubln 1Are_1.5Are Hub.087862943277
A.BP.004.06.16.0002276
A.BP.001.07.16.0000045
DIJUAL GUDANG Gdg Dentim,lkp,Kantor & AC,L. 2000m2. 0818861877/08179748469
A.BP.001.07.16.0000162
BUC Djl Tnh Kebun 30A Ds Bengkala 12jt/A Nego H.087762783974
KOST Disewakan Kamar Seputaran Pantai Keramas Gianyar; Fasilitas Komplit Hub:081338544044
DISEWAKAN TANAH 14,45Are LD50mt Jl8mt Asp,50m dr ByPas Mantra H.082147026666
KONTRAKTOR Arsitek,Kontraktor,IMB,SIUP, 087761130180,Bali
BIRO JASA
BIRO JASA
SINGARAJA
A.BP.009.06.16.0002241
A.BP.001.06.16.0002218
B.BP.154.07.16.0000146
A.BP.001.07.16.0000199
RUPA-RUPA Dcari Property macet di Bank/ Kena Rentenir Sms 087760451006
A.BP.001.07.16.0000145
MESIN Djl Msn Jetspray Karcher,HD6/ 15C,cocok utk mobil dan rumah Kondisi bgs.Tlp:08786193357 A.BP.001.07.16.0000190
Djl Pabx Nec,komplet system, brg spt baru Tlp:087861693357 A.BP.001.07.16.0000191
A.BP.001.07.16.0000168
FOTO COPY SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SEMI PRIVATE ENGLISH CONVERSATION SD-SMP-SMA-SMK-Mahasiswa-Dewasa DUA BULAN DIJAMIN BISA Garansi Uang Kembali*
AYO DAFTAR SEKARANG..!! EC Gatsu: (0361) 410405
EC Sudirman: (0361) 255305 C.0000679-krs
EKONOMI
18
Jumat Wage, 8 Juli 2016
70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI
Suka Pandawa Garment
Arda Wooden Shoes and Bags
Dynamite Store
Tembus Pasar Asia dan Eropa Dari Hobi Mendengarkan Produk Habis Terjual Saat Pameran Musik ’’Underground’’
SETELAH menembus pasar Asia dan Eropa, Suka Pandawa Garment milik Ni Putu Sari Nuratningsih ini berencana menambah pemasarannya ke pasar domestik, seperti Makassar dan Medan. Bisnis itu merupakan bisnis keluarga, yang dirintis sejak tahun 1970-an. Awalnya mulai membeli pakaian dari pengepul kemudian menjualnya kembali. Sejak awal berdirinya orientasi pasarnya adalah ke luar negeri. Rusia menjadi pasar emasnya.
Soalnya, memang sudah mempunyai mitra bisnis di sana. Permintaan dari Rusia cukup banyak. Seiring ketekunan yang ditanamkan keluarga besar itu, hingga saat ini ia telah mengekspor hasil garmennya ke 15 negara di Asia dan Eropa. Baru mulai tahun 2010, ia mulai menjajaki pasar domestik. Sejak itu banyak hasil produknya dikirim ke beberapa kota besar, salah satunya Jakarta. Dengan adanya bantuan permodalan dari BNI, ia mulai berani mengambil banyak pesanan. Ni Putu Sari mengibaratkan BNI sebagai keluarganya. Pelayanan BNI di setiap outlet, diakui sama dan tidak ada perbedaan meskipun pegawai yang bertugas selalu berbeda-beda. Dalam menjalan usahanya, ia mempunyai prinsip, ‘’Biarpun Sedikit Tetapi Tetap Menghasilkan’’. Selama ini loyalitas karyawannya merupakan penghargaan tersendiri baginya. Tak heran, banyak karyawan sejak lama telah bekerja di perusahaannya. *
BERAWAL dari hobi dan kecintaannnya mendengarkan musik underground, mengantarkan I Gusti Ngurah Putra Miharja, S.T., pemilik Dynamite Store, mulai memikirkan menciptakan produk-produk sesuai dengan life style anak muda. Hingga tahun 2008, ia memutuskan membuka distro sendiri dengan mengusung Brand Dynamite Store. BNI sangat membantunya dalam me-support permodalan di saat ia memiliki mimpi maju dan berkembang. Dengan proses cepat dan bunga rendah, ia bukan saja mampu menambah jumlah produksi, tetapi bersaing dengan distro-distro lainnya di Denpasar. Dalam hal pelayanan terhadap nasabah, ia mengakui BNI memiliki kelebihan dibandingkan bank lainnya. BNI mampu merangkul nasabah melalui kegiatan-kegiatan seminar kewirausahaan, sehingga baginya, peran BNI memberikan arti besar terhadap keputusannya dalam menjalankan bisnisnya.
Dalam berbisnis, layaknya seperti melakukan permainan. Ia menjalani bisnis dengan senang dan suka cita, sehingga tidak merasakan stres berlebihan. Ia berharap ke depannya dapat menjalankan bisnisnya lebih baik. Peran serta dan dukungan entitas di sekitarnya baik pemerintah dengan regulasinya atau lembaga keuangan dengan kebijakannya, sangat diperlukan terutama untuk lebih meningkatkan bisnis-bisnis UMKM di Bali. *
Abaikan ’’Travel Warning’’ Batam-Bintan ’’Fully Booked’’
Jakarta (Bali Post) Kementerian Pariwisata memastikan situasi keamanan pascabom di Solo sudah sangat kondusif, baik di destinasi wisata maupun di semua pintu masuk, termasuk pula di Batam dan Bintan. ‘’Terkait isu ancaman terorisme di Batam dan Bintan, Kemenpar bergerak cepat segera setelah menerima info itu dari pihak Singapura,’’ tegas Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (DP3M) Kemenpar Prof. I Gde Pitana di Jakarta, Kamis (7/7) kemarin. Kemenpar dan Disparda Kepri, kata Pitana, telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan seluruh otoritas pelabuhan. Saat ini, katanya, hampir semua pintu masuk pelabuhan wisman di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang diperkuat aparat pengamanan dari TNI dan Kepolisian.
Pihaknya, kata Pitana, sudah membangun komunikasi dengan Konsul Singapura di Batam melalui Kadispar Kepri. Diyakinkan bahwa Batam dan Bintan dalam kondisi kondusif. ‘’Pemda setempat telah melakukan antisipasi cepat merespons dan menanggapi isu tersebut,’’ jelas Pitana.
Tentang notification to singaporeans yang dikeluarkan di official website Konsulat Singapura di Batam, Pitana menegaskan, adalah hal yang wajar dalam upaya pemerintah Singapura menjamin keamanan warga negaranya, karena Batam dan Bintan merupakan destinasi wisata utama di In-
donesia yang paling dekat dan banyak dikunjungi WN Singapura. Sampai saat ini, kata Pitana, tidak ada cancellation atau pembatalan kunjungan wisman ke Batam dan Bintan atau Kepri pada umumnya. Hal ini bisa dilihat dari indikator, di mana tingkat hunian kamar baik dari hotel berbintang maupun nonbintang di Kepulauan Riau, khususnya di Pulau Batam maupun Bintan, masih berada dalam kondisi penuh (fully booked) selama libur hari raya Idul Fitri tahun ini. (010)
Dipertanyakan, Intervensi Pemerintah Soal Mekanisme Impor
Jakarta (Bali Post) Kebijakan mekanisme harga tanpa intervensi pemerintah terhadap produk kedelai dinilai mampu membuat harga menjadi relatif terjangkau kepada konsumen. Sebaliknya justru terjadi ketika pemerintah melakukan intervensi dengan mengatur mekanisme impor. “Tanpa aturan dari pemerintah, harga kedelai menyentuh angka Rp 6.500 per kilogram. Sedangkan sebelumnya harga menembus angka Rp 8.300 per kilogram tanpa diawasi Gakopindo,” kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifudin di Jakarta, Kamis (7/7) kemarin. Kedelai merupakan salah satu produk yang saat ini mekanisme impornya tidak mendapat intervensi dari pemerintah. Sedangkan produk
semacam jagung, beras dan daging justru mengalami gejolak harga yang tinggi menyusul mekanisme pengaturan impor diserahkan kepada Bulog. Aip meminta supaya pemerintah dapat mempertimbangkan dengan masak kebijakan dominasi Bulog. Hal ini dikarenakan kedelai menyangkut penghasilan jutaan perajin tempe. Saat ini perajin tempe berjumlah lima juta jiwa, setidaknya 1,5 juta jiwa yang menjadi karyawan aktif dari perajin tahu tempe. Aip berharap jangan sampai pascadominasi, berdampak buruk bagi harga dan menyulitkan perajin tahu tempe. “Kalau mau diatur pakai dong Bulog yang lama saat Bustanul Arifin baru bisa. Kalau sekarang diatur tidak benar, maka akan mengacaukan dan membuat harga
tinggi. Dan saya belum bicara teknis dengan Bulog, kami hanya dengar Bulog dapat perintah mengatur kedelai. Kalau Bulog bisa jual lebih murah daripada importir sih malah bagus,” kata Aip. Dikatakan Aip, perajin tahu dan tempe sejauh ini merasa khawatir pada harga kedelai yang akan melambung jika diatur pemerintah. Lantaran mekanisme impor kedelai dimonopoli Badan Urusan Logistik (Bulog). “Kalau bicara soal kedelai mau diatur atau tidak, pemerintah harus pintarpintar. Saat ini kan sudah cukup baik, nanti kalau diatur apakah akan jauh lebih baik,” ujar Aip. Kekhawatiran perajin tahu tempe, kata Aip, cukup mendasar jika melihat berbagai indikator kapasitas Bulog. Saat ini Bulog tidak memiliki infrastruktur yang
cukup menampung kedelai. Pun, Bulog belum memiliki pengalaman tentang importasi kedelai, terlebih mekanisme perdagangan bursa komoditas berjangka. “Saya kira perlu perbaikan pada Bulog, karena mereka tidak serta merta ahli untuk impor ini itu. Apalagi ada sistem impor kedelai namanya GSM102 atau kredit lunak yang diberikan kepada importir Indonesia, makanya bisa kredit lunak satu sampai dua tahun,” kata Aip. (ant)
WAHDINA Meliana, S.E., pemilik Arda Wooden Shoes and Bags, tak menyangka bisnisnya akan berkembang pesat. Tahun 1999, ia mengikuti pameran di sebuah hotel terkenal di kawasan Nusa Dua. Ia memamerkan produk kerajinan sandal kelompen dan tas dari bahan kayu yang merupakan kerajinan khas Bandung. Dari pengalaman pameran yang digelar di sana, seluruh barangnya habis terjual. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke Bali dan berbisnis di Bali sejak tahun 2002, usai ia menamatkan kuliahnya di Bandung. Hingga saat ini ia telah melayani buyer Jepang dan Italia, serta melayani permintaan yang besar dari customer lokal. “Alhamdulillah pesanan lancar. Mungkin karena banyak inovasi kami lakukan, untuk mengem-
bangkan produk ini agar bisa diterima masyarakat,” ujar Meliana, terkait strateginya. Wirausaha muda seperti dirinya ini benar-benar merasa dibantu BNI. Dikatakan, BNI tak hanya membantu dari sisi finansial tetapi juga memberikan layanan informasi dan kesempatan berpromosi dengan baik. Dipercaya oleh sebuah lembaga perbankan seperti BNI merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya. Ia mengaku BNI selama ini sangat care kepadanya, termasuk memberikan masukan, saran dan promosi bersama. Ia berharap agar produkproduk yang ada saat ini tetap eksis di pasar lokal maupun mancanegara. Dan untuk BNI, ia tetap percaya pada dirinya sebagai seorang nasabah yang cukup loyal hingga saat ini. *
Kepulauan Seribu Perlu Penjaga Pantai
Jakarta (Bali Post) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta membutuhkan tenaga penjaga pantai tersertifikasi. Penjaga pantai itu untuk mengawasi aktivitas dan mengantisipasi kecelakaan wisata laut. Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Musle, mengatakan hal ini di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (7/7) kemarin. Padahal “jualan” utama wilayah gugusan ratusan pulau tersebut, lanjut Musle, adalah pariwisata air. “Sampai kini belum ada sarana mencegah dan menanggulangi kecelakaan di air. Saya melihat Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu kurang antusias mendukung hal ini,” ujarnya. Menurutnya, sampai kini kegiatan wisata Kepulauan Seribu masih bergantung pada pengawasan kepolisian. Namun, belum ada petugas khusus untuk membantu kegiatan-kegiatan air, seperti permainan dan snorkeling. Padahal sudah ada 30 orang warga Kepulauan Seribu memiliki sertifikat penjaga pantai dari Dinas Pariwisata DKI. “Mereka adalah pemandu wisata yang mendapatkan pelatihan, tetapi tenaganya belum dimanfaatkan menjadi penjaga pantai,” tuturnya. Puluhan ribu wisatawan menyambangi Kepulauan Seribu setiap tahun dengan beberapa tujuan utama, diantaranya Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan
Pulau Harapan. Adapun lima pulau dengan titik kegiatan air, seperti snorkeling dan menyelam
adalah Pulau Kelapa, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Tidung, dan Pulau Pari. (ant)
Bali Post/ant
PENANGKARAN IKAN HIU - Wisatawan mengunjungi penangkaran ikan hiu di Perairan Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. Kepulauan Seribu yang menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata nasional 2016, menawarkan berbagai wisata kelautan di antaranya wisata edukasi lingkungan yaitu penangkaran ikan hiu dan penangkaran penyu sisik.
19
Jumat Wage, 8 Juli 2016
Pujian Bale Dari Hal. 1 Ronaldo saat berusia 19 tahun menangis menyaksikan timnya ditundukkan Yunani 0-1 di final Piala Eropa 2004 yang digelar di negaranya sendiri. ‘’Saya selalu bermimpi memenangi gelar untuk Portugal. Itu saya harapkan kini bisa terwujud,’’ katanya penuh harap. Bale sendiri memberikan pujian khusus pada Ronaldo. Sahabat yang tiga kali meraih trofi Pemain Terbaik Dunia itu tak jarang membuat marah dan jengkel di Madrid. ‘’Dia sosok pemain yang terlahir untuk mencetak gol. Dan kini dia mencetak gol lagi,’’ ungkap gelandang serang timnas Wales itu. ‘’Kami secara keseluruhan kecewa (atas kekalahan ini). Tapi yang utama dan terutama kami harus bangga dengan apa yang telah kami capai,’’ ungkapnya setelah Wales mencetak prestasi terbaik pada debutnya di putaran final sejak 1958 ini. Redam Serangan Wales sebenarnya mampu meredam serangan tim asuhan Fernando Santos itu. Tetapi pasukan Chris Coleman tak mampu mencetak gol balasan dan mengakhiri penampilan memuaskan mereka. Wales, dengan gelandang Aaron Ramsey yang terkena skorsing dan digantikan oleh pemain Leicester City Andy King, mendominasi permainan pada fase awal namun pertahanan rapat Portugal tidak dapat ditembus. Portugal memiliki peluang pertamanya pada menit ke-16, temba-
kan mendatar Joao Mario setelah menerima sodoran dari Ronaldo. Wales meresponsnya ketika Joe Ledley melepaskan tembakan sudut dan diterima Bale namun tembakannya melayang di atas mistar. Wales, yang bermain untuk pertama kalinya di semifinal, tidak menderita demam panggung berkat penampilan positif dua gelandang Ledley dan Joe Allen, yang tetap disiplin dan kompak. Pada babak pertama yang berlangsung ketat Portugal kesulitan untuk menemukan Ronaldo, sehingga kerap lebih memilih umpan-umpan silang panjang menuju kotak penalti yang dapat dengan mudah ditangkal bek tengah James Collins. Portugal menambah tekanan setelah turun minum. Hasilnya dapat dituai dengan cepat melalui tendangan sudut pada menit ke-50, yang disepak Raphael Guerreiro ke tiang jauh. Ronaldo melompat tinggi mengalahkan dua pemain bertahan Wales untuk melesakkan gol ketiganya di kompetisi ini. Portugal menggandakan keunggulannya ketika Nani masuk ke kotak penalti dan meneruskan tembakan Ronaldo dan mencatatkan gol ketiganya di turnamen ini, tiga menit kemudian. Wales kemudian beruntung tidak kemasukan lebih banyak gol ketika Portugal, yang kini tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan kompetitif, meneruskan mimpi mereka untuk meraih trofi internasional perdananya. (kmb39/afp/ant)
Jumat, 8 Juli 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita Sanggar Canting Camplung (5) 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV (Bali Channel Tourist TV) 09.00 Banjar Bali Quiz 09.30 Lejel Home Shopping 10.00 Agrobisnis 10.30 Taksu 11.00 Bali Channel Tourist TV 11.30 Inovator 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.00 Klip Bali 14.30 Tembang Bali
15.30 Education On Bali TV 16.00 Lila Cita Sanggar Semara Ratih, Pesraman Mulat Sarita (1) 17.00 Berita & Bincang Terkini 17.30 DW TV 17.30 Taman Sari TK Negeri Rendang (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Gong Kebyar Genta Manik (2) 21.00 Bali Channel 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Wirasa 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Aji Pengeret Semara (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Banjar Kelan Tuban (2) 24.00 Penutup
Jokowi Terkenang Mandi di Bengawan Solo Solo (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memanfaatkan Lebaran 2016 hari kedua untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar dan masyarakat di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (7/7) kemarin. ‘’Saya hadir di sini yang pertama kangen, kangen, kangen. Karena waktu kecil saya, sewaktu TK, SD, SMP itu hampir setiap dua atau seminggu sekali pasti datang ke sini,’’ kenang Presiden Jokowi. Di Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar, Presiden Jokowi terlebih dahulu bersilaturahmi dengan keluarga besar di tempat kelahiran ayahnya di desa itu. Desa Kragan merupakan tempat tinggal almarhum kakek Jokowi, Wiro Miharjo. Di tempat inilah Presiden menghabiskan masa kecilnya. Menurut Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, usai pertemuan dengan keluarga dan kerabat, Presiden Jokowi beramah tamah dengan masyarakat sekaligus membagikan paket bahan pokok yang telah disiapkan. Pembagian paket bahan pokok
bagi keluarga kurang mampu tersebut dilakukan di depan kediaman Presiden Jokowi dan keluarga besar yang berseberangan dengan Kantor Kepala Desa Kragan. Sekira 1.000 paket bahan pokok disiapkan untuk dibagikan kepada warga sekitar. Warga sekitar antusias begitu mengetahui dapat bertemu secara langsung dengan Presiden. Bahkan, sejumlah warga di sana sudah berkumpul sejak pagi untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Suasana berlangsung riuh ketika Presiden Joko Widodo tiba di lokasi pertemuan dengan didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono sekitar pukul 10.25 WIB. Dalam kesempatan itu Presiden mengungkapkan dirinya seakan bernostalgia dengan kenangan masa kecilnya. Ia mengaku merindukan suasana di tempat dirinya menghabiskan masa kecilnya. ‘’Waktu kecil saya, sewaktu TK, SD, SMP itu hampir setiap dua atau seminggu sekali pasti datang ke sini,’’ kenang Presiden Jokowi. Presiden kemudian mengingat-ingat kembali bagaimana dahulu usaha
yang dibutuhkan Presiden untuk menuju desa tersebut dari Solo. Ia mengungkapkan dirinya terlebih dahulu harus menyeberangi sungai dengan perahu untuk mencapainya. Ternyata, sampai saat ini pun warga di desa masih harus mengandalkan perahu tersebut. ‘’Nanti diusulkan ke Pak Bupati bikin jembatan. Biar nanti dicek, dilihat oleh Pak Menteri PU. Tapi dicek dulu, nanti kalau sudah dicek ya… semestinya dikerjakan. Tapi jangan tergesa-gesa,’’ ujar Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sempat bercanda dengan warga yang hadir. Presiden Jokowi menanyakan masih adakah di antara hadirin yang dahulu pernah menemaninya mandi di Sungai Bengawan Solo. Desa Kragan sendiri memang berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo di bagian timurnya. Bengawan Solo memiliki kesan tersendiri di hati Presiden Jokowi. ‘’Dulu ketika kecil saya biasa mandi di Bengawan Solo. Tapi tadi saya tanya apa ada yang menemani saya, ternyata sudah tidak ada,’’ ujar Presiden menjawab pertanyaan jurnalis. (ant)
Apel Pagi Dari Hal. 1 Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Agus Rianto mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri menargetkan aparat yang hendak melaksanakan apel pagi di Markas Polresta Solo, Jateng. ‘’Tujuan pelaku ingin peroleh hasil maksimal, memenuhi target dengan korban cukup besar,’’ tegas Agus. Ia juga menyatakan bahwa saat ini target dari serangan tidak hanya hal yang ber-
bau asing atau Barat, juga aparat kepolisian. ‘’Target mereka selain hal berbau asing atau Barat, juga aparat kepolisian seperti peristiwa Bom Thamrin. Karena polisi dianggap menjadi penyebab dan penghalang tujuan yang ingin mereka capai. Akhirnya menambah sasaran termasuk anggota Polri,’’ tuturnya. Peristiwa bom bunuh diri di Solo terjadi antara pukul 07.30-07.40 WIB ketika seorang pengendara sepeda motor memasuki halaman Polresta Solo dan diberhenti-
kan anggota Provos yang sedang bertugas dan tidak lama kemudian terjadi ledakan. Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor yang diduga pelaku meninggal dunia. Sementara itu, Brigadir Bambang Adi Cahyanto yang bertugas mengalami luka di mata sebelah kiri dan luka bakar di bagian tubuh. Saat olah TKP ditemukan beberapa material antara lain beberapa gotri, serpihan benda lain, dan juga bekas-bekas mesiu akibat ledakan. (ant)
Pemberi Suap Dari Hal. 1 Terdapat 12 orang tahanan yang mendiami Rutan KPK di lantai 9 gedung KPK Jakarta. Mereka adalah Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto Putro, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, Marudut Pakpahan, tersangka perantara pemberi suap PT Brantas Abipraya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Tahanan lain adalah anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Per-
juangan Damayanti Wisnu Putranti, Berthanatalia Ruruk Kariman (pengacara Saipul Jamil), dan Novianti selaku staf ahli anggota Komisi III Putu Sudiartana. Sementara 15 orang tahanan di Rutan Guntur adalah mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, pengacara senior Otto Cornelis Kaligis, pengusaha Sukotjo S Bambang sebagai tersangka kasus korupsi di tubuh Korlantas Polri dan Suhaimi, perantara pemberi suap kepada anggota DPR Putu Sudiartana.
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Cipinang Asep Sutandar memperkirakan ada sekitar 1.600 orang berkunjung ke Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, dalam rangka Idul Fitri 1437 Hijriah. ‘’Untuk kunjungan akan sama saja sebagaimana tahun lalu, sekitar setengah dari jumlah narapidana,’’ katanya. Dia mengatakan tidak semua keluarga narapidana dan tahanan berkunjung ke rutan untuk menjenguk karena beberapa berada jauh dari Jakarta atau merupakan perantau. (ant)
Bali Post/ant
MASA KECIL - Presiden Joko Widodo (kiri) menyalami warga saat mengunjungi kampung masa kecilnya di Desa Kragan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (7/7) kemarin.
15 Persen Dari Hal. 1 ‘’Kita juga mau bersaing untuk mengambil pasar middle up (menengah ke atas). Dari promosi yang kita lakukan ke Beijing–Guangzhou–Shenzhen ada penambahan 15 persen untuk Tiongkok,’’ katanya. Menurutnya, tingginya tingkat kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, juga didukung oleh kebijakan bebas visa yang diberlakukan di 150 negara, dan penambahan 24 penerbangan ekstra. Bahkan, Bali menjadi gerbang utama turis Tiongkok ke Indonesia, disusul Jakarta dan Batam. ‘’Memang kalau dilihat dari lama tinggal market Tiongkok hanya empat hari tiga malam sudah paling lama, kecuali honeymoon bisa sampai seminggu. Mereka juga mengejar kelas menengah atau budget. Di Bali kini banyak sekali kelas budget yang berkembang,’’ tuturnya. Dikatakannya, dibandingkan dengan wisatawan Australia, kualitas turis Tiongkok jauh di bawah. Namun jika dilihat dari potensi, sangat luar biasa. ‘’Kalau Australia peningkatannya setiap tahun mencapai 10 persen, Tiongkok bisa di atas itu. Tetapi Australia lama tinggalnya minimum 10 hari dan pengeluaran selama di Bali, Australia lebih bagus ketimbang Tiongkok,’’ ungkapnya. Kendati demikian, Bali membutuhkan kehadiran wisatawan Tiongkok untuk mengisi kamar hotel yang kini banyak kosong
akibat pembangunan akomodasi yang tidak terkendali. ‘’Kuantitas kita butuhkan, karena banyaknya hotel budget di Bali yang harus kita isi. Tidak mungkin budget hotel kita isi pasar Eropa. Jadi semuanya harus diakomodir, karena kita punya banyak kelas dari budget hingga berbintang,’’ tegasnya. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung Gusti Kade Sutawa juga mengakui merosotnya pariwisata Bali dipengaruhi pergeseran pasar pariwisata Bali. Pulau yang dulunya banyak didatangi wisatawan Eropa, kini lebih dominan didatangi wisatawan Asia yakni Tiongkok. Bahkan, pasar ini kini menempati peringkat ke-2 setelah Australia. ‘’Pasar pariwisata Bali juga berubah, dari Eropa ke Asia, sehingga daya beli dan length of stay atau lama tinggalnya rendah dibandingkan wisatawan Eropa. Belum lagi kita bersaing dengan Thailand dan Singapura yang menjual pariwisata dengan murah,’’ ucapnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat, kedatangan wisatawan periode Januari-Mei tahun 2016 sebanyak 1.865.773 orang. Untuk periode tersebut asal wisatawan yang paling banyak datang adalah berkebangsaan Australia, Tiongkok, Jepang, Inggris, dan Malaysia dengan persentase masing-masing sebesar 23,06 persen, 20,69 persen, 4,89 persen, 4,32 persen, dan 4,06 persen. (kmb27)
Posisi Kedua Dari Hal. 1 ‘’Bali memang sudah menjadi daya tarik pariwisata dunia, sehingga sangat tepat Pulau Dewata untuk dijadikan tempat berpromosi objek wisata,’’ ujar Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Ketut Ardana.
Biro Perjalanan Wisata (BPW) di Bali menyatakan akan menggiring wisatawan asal Tiongkok berkunjung ke Pulau Dewata. Kedatangan wisatawan asal negeri Tirai Bambu ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan, saat ini telah berada pada posisi kedua setelah Australia. (kmb27)
Bhimasena Tumbangkan Adik-adik Duryodhana
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Enam)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KEMUDIAN Bhima setelah membantai kuda-kuda dan sais keretanya Karna, ketawa terpingkal-pingkal. Bhima dengan mudah menetralkan prestasi Karna. Kemudian banteng di antara manusia itu memotong anak-anak panahnya, busur dari Karna. Busur itu, oh raja, memiliki suara dentingan sangat keras. Pada punggung batangnya dihiasi emas, lalu terlepas jatuh dari tangannya. Kemudian prajurit kereta perkasa Karna itu turun dari keretanya dan mengambil sebuah gada pada pertempuran itu. Dengan penuh kemarahan melemparkannya kepada Bhima. Melihat gada itu, oh raja, dengan sangat cepat melesat menuju dirinya. Vrikodara dengan cepat menahan dengan anak-anak panah. Kejadian itu dalam pandangan semua pasukan paduka. Kemudian putra Pandu yang dianugerahi keberanian hebat itu berusaha dengan banyak gerakan, menembakkan 1.000 batang anak panah kepada putra Suta itu. Keinginannya, mengambil nyawa yang belakangan.
Bagaimanapun Karna pada perang yang menakutkan itu menahan seluruh panah itu dengan miliknya sendiri. Karna memotong baju zirahnya Bhima, juga anak-anak panahnya. Kemudian dia menyerang Bhima dengan lima dan 20 batang panah kecil. Ditujukan kepada semua pasukan lawannya. Semuanya kelihatan sangat menakjubkan. Oh baginda, Bhima yang digairahkan kemarahannya melepaskan sembilan anak panah lurus kepada putra Suta itu. Panah-panah tajam itu menembus melalui baju zirahnya Karna dan juga lengan kanannya. Serangan itu masuk ke bumi seperti ular-ular masuk ke dalam sebuah bukti serangga. Diselubungi hujan-hujan panah yang ditembakkan dari busurnya Bhimasena, Karna sekali lagi membalikkan punggungnya di hadapan Bhima. Setelah menyaksikan putra Suta itu berbalik kanan dan melarikan diri dengan cara berjalan kaki. Dengan cepat Bhimasena menutupi dengan semua
anak-anak panah. Duryodhana berkata, ‘’Pergilah kalian dengan cepat dari segala sisi menuju ke keretanya putra Radha itu.’’ Kemudian, oh raja, putra-putra paduka mendengar kata-kata ini dari saudara-saudara mereka. Dengan cepat ksatria-ksatria itu mengurung putra Pandu. Mereka menembakkan hujanhujan panah. Mereka itu adalah Chitra, Upachitra, Charuchitra, Sarasan, Chitrayudha, Chitravarman. Semua dari mereka sangat paham dengan baik setiap mode peperangan. Prajurit kereta perkasa Bhimasena melemparkan setiap orang dari putra-putra paduka itu ketika menyerbu melawannya, dengan sebuah anak panah tunggal. Mereka kehilangan nyawa jatuh ke bumi seperti pohon-pohon yang ditumbangkan sebuah badai. Setelah menyaksikan putraputra paduka, yang semuanya adalah prajurit-prajurit kereta perkasa dibantai. Karna, dengan muka terkoyak-koyak, mengingat kembali kata-kata Vidura. Setelah naik kereta lain yang
benar-benar diperlengkapi keberanian besar. Dengan cepat meneruskan melawan putra Pandu itu dalam pertempuran. Saling menyerang satu dengan lainnya, dengan anak-anak panah yang diasah. Dilengkapi sayap-sayap dari emas, kedua prajurit itu kelihatan gemerlapan, seperti dua kumpulan awan-awan yang ditembus sinar-sinar matahari. Kemudian putra Pandu itu digairahkan kemarahannya. Dia memotong baju zirahnya Karna dengan enam dan kemudian 30 batang anak panah berkepala lebar sangat tajam. Tembakan panah Bhima sangat luar biasa
memiliki energi dahsyat. Putra Suta berlengan perkasa itu, oh banteng keturunan Bharata, menyerang putra Kunti itu dengan 50 batang anak panah lurus. Kedua prajurit itu terkotori pasta cendana merah, dengan banyak luka yang disebabkan setiap anak panah lainnya. Selain itu darah kental, kelihatan gemerlapan seperti matahari terbit dan bulan. Baju-baju zirah mereka itu terpotong oleh anak-anak panah. Tubuh-tubuh mereka ditutupi darah, Karna dan Bhima. Saat itu kelihatan seperti sepasang ular yang baru saja terlepas dari selongsong mereka. (bersambung)
Sloka 8.20 Paras tasmat tu bhavo ‘nyo ‘vyakto ‘vyaktat sanatanah yah sa sarveshu bhutesu nasyatsu na vanasyati Sebenarnya lebih tinggi dari yang tidak nyata – Sang Brahma - ini ada lagi yang tidak nyata yaitu Yang Maha Suci dan Abadi, yang tak dapat hancur sewaktu yang lain-lainnya dihancurkan.
16 Pages
128 Number 8th year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip
st.com. http://epaper.in
rnationalbalipo
L O N A A T I E R N I N T
online: http://www.inte
Friday, July
Friday, July
8, 2016
REUTERS/Paul
e t for ‘Th Stars ou Tarzan’ of Legend
long latest in a the film the book adapta-
making comic and meal line of recentbig screen. The film’s for intense workoutsjungle hero tions for the Yates, best known months of of vine-swinging way director David Potter” films, - After nine shape found a fittingactor directing four “Harrygenre is not yet LONDON the strapping book Skarsgard Swedish into audiences. said the comic plans to get actor Alexanderfather, veteran genre of tiring out in danger the comic book it Tarzan, Swedishwith his famous “I think evolve. Because Rice Burroughs to decompress by Edgar July 6, will constantly contains stories and the books theaters on that direcof Stellan Skarsgard.
any a miniseout in UKthe real life story is a genre can go in will was shooting and so I and into George characters that theater it bit “My dad a place for at the time, and he is woven rican historian travtion so I as with us for a little do ries in Londonto his house, Reu- African-Ame Williams, who be probably said. “Marvel went straight Skarsgard told “The WashingtonCongo and condemned bright yet,” he for his of eled to the King Leopold II of the longer loved to cook,” job and they’re in difLondon premiere an amazingtake those worlds ters at the Tarzan” on Tuesday. after Belgium’s brutal treatment enough to (rtr) Legend of straight to his house on harsh and people. directions.” in nu“I went to five days Congolese has also appeared debut, ferent spent four Tarzan since its wrap and just being fed. Incredible comic books at: his couch on merous Bali Post weekend.” Tarzan film, based Jl. D.Tamblingan Sanur The new International D.Tamblingan
find
s U.S. sanction leader North Koreanover time for first human rights Page 6
Bali Inflation in under controlled ion national inflat
Hackett
at the European Skarsgard July 5, 2016. England, actor Alexander London, with Swedish Square in at Leicester Robbie poses of Tarzan” actress Margot Australian the film “The Legend of premiere
You can
Nani helps lead Ronaldo into l Portuga final Euro 2016
8, 2016
Jl. Cafee Sanur 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee Sari Kuta Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Kuta Hotel Jl. Pantai 20 Legwa Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 21 Nu Laser Jl. Camplung Kuta Jl. D.Tamblingan Kuta Book Sari 17 DKerobokan Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 22 Ganesa Jl.Petitenget Paradiso Bali Daiving Legian Kuta 17E Kerobokan 3 Seminyak 23 All For Jl. Padma 23 Jl.Petitenget Klod Resort&Spa 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 Legian Resort&Spa Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod 5 The Lokha 25 Lantern Emtertaiment Jl. D.TamblinganA Sanur Jl.Petitenget Live Sport No. 106 Dps No.126 6 66 Corner 26 Shearlock 140 Jl. Raya Puputan Jl. D.Tamblingan Grill No 148 7 Leghawa 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan 68 Mandala Renon Renon No dan Restoran 148 Jl. Raya Niti Jl. D.Poso 8 Retno Barr 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Poso 9 Elkomedor 29 Dimsum Jl. Mohamad No. 39 Scret No.88 Renon Jl. D.Poso 10 Malaika 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar Jl. D.Poso 11 Snack Shack 31 Warung Wuruk 184 khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam Lokal Jl. D.Poso 12 Warung 32 Ayam Betutu Sanur Jl. D.Poso 13 Cokro Cafee 33 Bali Bakery Sanur Jl. D.Poso 14 T.J.Bar Sanur 15 J & N Kebab Jl. D.Tamblingan Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar
an PM wins Australi , edges key support forming closer to ent governm Page 13
- Bank Indothe results DENPASAR June nesia announced of Bali in the under of inflation getting controlled rate. Deinflation Denpasar national in inflation tails of inflation monthly consist of calendar inflation 0.39, reaching inflation (2.78). Then, of yoy (0.92) and in Singaraja consists of inflation (0.13), calendar inflation of condition rate (3.83). Condition monthly inflation of monthly yoy inflation (1.65) and Bali province consists (1.05) and in inflation inflation inflation (0.34), calendar the national inflation (2.96), while monthly inflation yoy inflationas follows, the yoy infla(1.06) and has details inflation calendar (0.66), tion (3.45). Inflation....2 on page Continued
Soccer superstar Messi gets 21 months jail for tax fraud, unlikely to serve time
nths gets 21 mo e ve tim erstar Messi Soccer sup ud, unlikely to ser fra jail for tax REUTERS/Albert
Lionel Messi s forward 2013. 27, Barcelona’ Spain, September
(2nd R)
arrives at
a court
to answer
charges
of tax evasion
in Gava,
Gea/Files
northern
said in football club the ruling Barcelona to did not a statement following the player responit not consider Messi’s “ignorance” . of and ac- that way criminally using a web on remove responsibility that thereal- be in any 2009 by to be at in taxes “The information sible. 2007 and continues to evade having was, his was sen- shell companies player’s image cused avoidedreach via trustworthy “FC BarcelonaLeo Messi and his Lionel Messi 2 million income from the the presid- the disposal of him in whatever ity, within sources,” and fined support take in defence Galve, of rights. soccer superstar accessible - with names family to - World 21 months in prison of three counts and and judge, Mercedes Armas decides to his legal interto The companies MADRID action he and in ing in the ruling. found guilty time in jail. Sport Consultants Wednesday of his honesty wrote such as - were based tenced on million) after being he will serve club said. Uruguay, GOAL ests,” the time. A spokes- Sport Enterprises as Belize, A’S TOP euros ($2.2although it is unlikely to serve jailcourt confirmed countries such Britain where leg- BARCELON naand the tax fraud, the tions their to be also be heard SCORERwho has held Spanish Switzerland the identities of woman for 29, was unlikely court handed News can at Global Messi, and his father The Spanish to the Argentine that Messi, islation kept it said. in “Bali Image” from 9.30 96.5 Player euros to secret, the trial in tionality since 2005, Horacio, Radio FM am. Listen to same sentence 5 million times Worldworld’s owners admitted during paid profive 10.00 father, Jorge fine. Both imprisoned. had until “corrective” the Messi contracts he already Messi, FM at http:// as a player’s million euro s an and one of to signing said appeal Global Radio ten2mythe tax authorities of the Year ing athletes withmil- early June image rights but with a 1.5 said they would formal investigation at globalfmbali.lis streaming he was commit- measure after highest-earnincome of $350 plays tecting his defendants court. or live video durand http:// radio.com lfmbali.com is not correct estimated past 10 years, had no knowledge or defrauding were opened. Messi said on to the supreme li. http://radiogloba nel/global-fm-ba the appeal lion in the football club where ting any wrongdoing Jorge Horacio he was acting “The sentence confident ustream.tv/chan right,” told him scorer of the Spanish state. had control ing the trial that who goal for Barcelona and we arethe defence was father the advisers his leading He said affairs, but this advice from was legal. he is the will show said in a statement. said in over his financial that always acted all time. the practice Messi’s lawyers in Barcelona Messi had said on Wednesday charges The court Messi and his father They added of court not enough to avoid any that was in good faith.law is such thatfor a a ruling the Spanish tax office years Spanish defrauded million euros between a under two 4.2 almost sentence crime rarely requires non-violentwithout previous convicdefendant
balipost (141rb Like) http://facebook.com/balipost
JUMAT WAGE, 8 JULI 2016
Bali Post/kmb
KOLOSAL - Seni instalasi dan tari kolosal Nangluk Merana ini dibawakan oleh Sanggar Seni Paripurna, Banjar Bona Kelod, Blahbatuh, Gianyar di areal terbuka dan alur sungai di depan Gedung Kriya Taman Budaya, Rabu (6/7) malam lalu.
200 Penari Pentaskan ’’Nangluk Merana’’
PENAMPILAN Sanggar Seni Paripurna, Banjar Bona Kelod, Blahbatuh, Gianyar yang membawakan Seni Instalasi dan Tari Kolosal Nangluk Merana menyedot perhatian pengunjung PKB ke-38, Rabu (6/7) lalu. Sedikitnya, ada 200 penari mulai dari anak-anak hingga dewasa yang dilibatkan dalam tari kolosal tersebut. Garapan apik seniman kawakan I Wayan Sidia ini terbilang unik karena memanfaatkan areal terbuka dan alur sungai di depan Gedung Kriya Taman Budaya sebagai lokasi pertunjukan. Totalitas para penari yang terlibat di dalamnya mengundang decak kagum para penonton yang menjejali bantaran sungai. Kemunculan sejumlah penari di atas getek yang mengikuti aliran sungai kerap mendapat aplaus para penonton. Pengarah tari sekaligus Ketua Sanggar Paripurna I Made Sidia mengaku sengaja menjadikan areal terbuka dan alur sungai sebagai lokasi pertunjukan. Pihaknya memanfaatkan semua yang ada di sana, seperti sungai dan pohon. Ini tidak lepas dari tema garapan yang mengangkat tentang alam. ‘’Pesan moral yang ingin kami sampaikan adalah agar kita senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam sebagaimana konsep Tri Hita Karana,’’ ujarnya. (kmb32)
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Pertanian Harus Jadi Kegiatan Menguntungkan Petani Mesti Dipertemukan dengan Ahlinya
LOKASI Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa merupakan anugerah besar dari Tuhan. Bangsa ini akhirnya memiliki matahari sepanjang tahun, dan juga alam yang subur. Khusus bagi Bali, limpahan matahari, alam yang subur, ditambah air merupakan modal utama bagi sektor pertanian. Apalagi bila kemudian didukung pula dengan bibit dan pupuk yang baik, serta teknik bertani yang mumpuni. ‘’Kalau masyarakat kita, terus terang masyarakat konvensional, bertaninya konvensional juga. Bibitnya tidak berkembang, pemakaian pupuk juga tidak dibarengi dengan teknik-teknik sehingga akhirnya boros, ada juga yang malah kurang,’’ ujar anggota DPR-RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih ditemui di Shankara Resto, Sanur, Selasa (5/7) lalu. Tak heran, lanjut pria yang akrab disapa Demer ini, musim panen raya hanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu saja. Padahal, panen raya bisa dibuat setiap saat asalkan memenuhi unsur bibit dan pupuk yang bagus, ada air, dan teknik bertani. Perlu dipikirkan bagaimana agar pertanian menjadi sebuah kegiatan ekonomi yang menguntungkan,
sehingga peralihan dari petani ke profesi lain itu tidak terjadi. ‘’Bayangkan kalau sekarang bertani dengan baik, minimum dalam satu hektar itu bisa dapat Rp 300 juta dalam setahun,’’ imbuhnya. Demer menambahkan, teknologi pertanian harus dikembangkan didukung teknologi infomasi yang sekarang juga berkembang. Tren selanjutnya adalah sharing ekonomi dengan mempertemukan petani atau masyarakat yang memiliki lahan kurang efektif, para ahli teknologi pertanian, dan pihak yang siap memasarkan maupun berinvestasi. ‘’Ini karena belum ada yang mempertemukan, ini sering belum nyambung sehingga akhirnya apa? Petaninya tetap konvensional, si ahli pertaniannya menjadi ngang-
gur, terus pupuk-pupuk yang sebenarnya teknologi terbaru untuk mempercepat pertumbuhan atau memperbagus kualitas misalnya menjadi manis, buahnya menjadi menarik, dsb., ini tidak bisa dipertemukan,’’ paparnya. Menurut Demer, sharing ekonomi atau kolaboratif mesti segera dikembangkan di desa-desa. Kerja sama antara kekuatan yang satu dengan kekuatan yang lain, niscaya menghasilkan produk pertanian yang berlipat dan berkualitas. Dari segi pemasaran, dapat menghindarkan dari tengkulak sehingga petani mendapat harga yang layak. Di samping itu juga membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk desa yang menganggur. ‘’Masyarakat itu akan kembali ke desa dan mencintai desanya.
Saya yakin ketika kembali ke desa, adat dan istiadat kita akan terjaga karena selama ini adat dan istiadat tertinggalkan karena memang pekerjaan di desa tidak ada. Tapi ketika kolaborasi, ketika efektif, efisien kita akan menang dengan negara lain apalagi dengan MEA,’’ jelasnya. Demer melanjutkan, tokohtokoh masyarakat mesti diajak berembuk untuk mempertemukan petani dengan para ahli di bidang pertanian maupun ahli pemasaran. Selanjutnya, pihak desa bisa melakukan pendataan terhadap warganya sendiri. Pendataan dilakukan untuk mengetahui potensi SDM yang dimiliki desa. ‘’Ada yang mungkin ahli pertanian tidak pernah ngomong di desa, ada yang mungkin ahli pemasaran, tidak pernah ngomong di desa, ada yang ahli hotel dan sebagainya. Dengan tukar informasi saja sudah cukup apalagi turun bersama-sama untuk memperbaiki pertanian kita yang dari
desanya memberikan masyarakat pengertian tentang bagaimana bercocok tanam yang baik, kemudian bagaimana caranya memasarkan dan komoditi apa yang menjadi tren di nasional maupun internasional,’’ tandasnya. (kmb32)
Tari Jangkang Tukadsaang
’’Paneduh Jagat’’, Rasa Syukur atas Karunia-Nya
Film ’’Rudy Habibie’’ Dibajak
BELUM genap satu minggu tayang di bioskop, film garapan Hanung Bramantyo ‘’Rudy Habibie’’ sudah dibajak. Ternyata ada video film yang dibintangi oleh Reza Rahadian itu beredar di media sosial. Bukan hanya potongan-potongan adegan film tersebut, tetapi hampir satu film berdurasi 150 menit itu direkam oleh penonton. Hal tersebut diketahui oleh sang sutradara film, Hanung Bramantyo. Rekaman video film yang bercerita tentang kisah cinta mantan Presiden BJ Habibie itu beredar ketika salah satu penonton me-mention Hanung Bramantyo. Melalui akun Twitter, terlihat beberapa potongan adegan film ‘’Rudy Habibie’’ yang telah dibajak. Film ‘’Rudy Habibie’’ dibintangi oleh aktor kece Reza Rahadian. Hal tersebut rupanya membuat sang produser Manoj Punjabi merasa kecewa dengan penonton yang telah merekam film tersebut menggunakan handphone. Manoj menganggap pihak bioskop begitu lalai ada penonton yang merekam film ‘’Rudy Habibie’’. ‘’Kami imbau para pengelola bioskop bisa lebih ketat dari segi security. Karena bagi kita penting sekali adegan tertentu dibocorkan di sosial media. Itu bisa jadi spoiler juga adegan yang tidak diketahui. Ini mutlak offensive crime,’’ kata Manoj Punjabi, belum lama ini. Walaupun kesal dengan adanya kasus tersebut, Manoj tak ingin terlalu buruburu membawa kasus ini ke jalur hukum. Dia mengaku ingin melihat perkembangan selanjutnya. Ia pun berharap agar pihak bioskop lebih ketat lagi kepada para penonton agar video film tersebut tak ada lagi di sosial media. ‘’Kita terus lihat perkembangannya. Kita sih berharap agar interaksi ini bisa disampaikan ke pihak bioskop. Karena mereka pihak pertama yang bisa cegah itu. Harapan saya pihak bioskop bisa lebih ketat dan menghargai. Ini film mahal sekali dan tidak mudah. Bukan mahal dari segi duit tapi effort kita jangan disia-siakan,’’ tandasnya. (pik)
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Bali Post/eka
PASRAMAN - Suasana pembukaan pasraman alit-alit di Desa Adat Padang Luwih, Badung, Kamis (7/7) kemarin.
Mendidik Karakter Anak
Desa Adat Padang Luwih Gelar Pasraman Mangupura (Bali Post) – Pendidikan karakter untuk anak-anak di era sekarang ini sangatlah penting. Hal tersebut merupakaan langkah untuk menekan pengaruh negatif di era globalisasi. Penyelenggaraan pasaraman kilat untuk anak-anak merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pendidikan karakter. Selain itu, pasraman juga bertujuan untuk menanamkan pelestarian budaya Bali, sradha bhakti pada agama, utamanya pada Tuhan. Hal itu disampaikan Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Padang Luwih Kecamatan Kuta Utara I Gusti Ketut Suparta, S.Pd. pada pembukaan Pasraman Alit-alit di Desa Adat Padang Luwih, Badung, Kamis (7/7) kemarin. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Nyoman Arya, Perbekel Desa Dalung Putu Arif Wiratya. Materi yang diberikan berupa pemahaman tentang budi pekerti. Itu dimaksudkan agar peserta mengerti akan tata krama terhadap orangtua, guru pengajian, guru wisesa, dan guru swadiyaya. Menurut I Gusti Ketut Suparta yang juga Bendesa Adat Padang Luwih, pasraman ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kaweruhan (pengetahuan) krama di Desa Adat Padang Luwih khususnya dalam memahami
sradha bhakti agama Hindu dan budayanya. Meski pelaksanaan kali ini sederhana, namun peningkatan pemahaman krama akan pengetahuan dalam bidang agama Hindu diharapkan dapat tercapai. Karena di desa pakraman khususnya di desa ini memang membutuhkan suatu pencerahan, pelajaran yang diberikan para narasumber baik dari perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan tokoh masyarakat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Nyoman Arya menjelaskan, pelaksanaan pasraman ini memang menyasar pada anak-anak. Ini tiada lain adalah bagaimana di Badung dan di Kementerian Agama selalu melaksanakan pasraman, baik dalam konsep pasraman kilat dalam mengisi liburan panjang. Tujuannya tiada lain untuk membentengi anak-anak agar dalam liburan ini mereka tidak berbuat yang tidak baik.Dengan materi ini dijabarkan bagaimana membuat suatu upakara yang nantinya akan memberikan suatu keindahan pada jiwa. Bukan keindahan dalam konteks di luar saja, tetapi keindahan di dalam diri. Yang kedua bagaimana pembuat upakara paham dari segi tattwa. Dan ketiga bagaimana tata laksana setelah ada upakara tersebut. Dengan tiga dasar ini, Desa Adat Padang Luwih dengan
cara berkelanjutan melaksanakan pasraman. Ketua Panitia I Made Trimayasa mengatakan bahwa dasar pelaksanaan pasraman alit-alit di Desa Adat Padang Luwih dari peraturan gubernur terkait bantuan keuangan khusus (BKK), kemudian surat keputusan bendesa adat. Pendanaan kegiatan ini diambil dari dana yang diarahkan untuk pelaksanaan pasraman berdasarkan BKK Provinsi Bali sebesar Rp 20 juta, ditambah swadaya desa adat, karena melebihi dari yang dianggarkan BKK. Pesraman kali ini diikuti sebanyak 58 orang, yang merupakan anak-anak SD kelas V dan VI dari enam banjar adat yang ada di Desa Adat Padang Luwih. Pelaksanaan pasraman mulai 7 hingga 10 Juli 2016, dari pukul 08.00 sampai 13.00. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini diisi beberapa teori pada hari pertama dan kedua. Hari ketiga para peserta akan praktik, dan hasil praktik tersebut akan dinilai di hari ke-4. Trimayasa menambahkan, para narasumber ada dari Majelis Alit Kecamatan Kuta Utara, Bendesa Adat Padang Luwih, dosen Unhi, dan tokoh masyarakat di Desa Adat Padang Luwih. Kegiatan ini rencananya akan ditutup di Pura Pantai Watu Klotok, Klungkung pada Minggu (10/7) mendatang. (eka/k100)
TARI Jangkang selama ini hanya dikenal Jangkang Pelilit. Namun, daerah lain juga memiliki tari sakral ini. Tari yang dipersembahkan sebagai rasa syukur atas keberkahanNya mulai pakem di luar tari Bali. Gerakan tari Jangkang lebih diadopsi dari lingkungan setempat. Suara kempul ciri khas tarian ini, dengan irama nada yang sederhana. Pakaian yang digunakan yaitu udeng bergaris hitam dan putih mengandung filosofi dua kekuatan dunia yang bertolak belakang, tetapi kompak seperti air dan minyak yang saling mendukung satu sama lainya, rwabineda. Penari meliuk-liuk mengikuti irama gamelan (suara kempul - red) sebagai pemandu gerak tari. Aroma sakral terasa kental, jiwa terkontaminasi tergiring suasana tarian tersebut. Ujung tombak menandakan sebuah sikap pemberani, sa-
tria. Karena tarian ini sebuah peneduh keharmonisasi alam. Menurut Klian Banjar I Putu Winarta, tari Jangkang Tukadsaang dipentaskan saat piodalan pura kahyangan tiga sebagai rasa bersyukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas keberlimpahan karunia-Nya. Sementara kapan tari muncul, dia tidak bisa menjelaskan dengan rinci. Jumlah penari 9 orang khusus anak-anak sesuai konsep arah mata angin, Nawasanga. ‘’Tidak mengurangi makna kostum, meskipun sedikit ada perubahan terutama saput, namun yang lainnya masih tetap seperti aslinya. Pembinaan penari terus kami lakukan secara regenerasi. Atensi dari pihak Pemerintah Kabupaten Klungkung juga sudah memberikan dana pembinaan untuk melestarikan tarian ini,’’ pungkas Winarta selaku pembina tari, Selasa (5/7) lalu. (win)
Bali Post/win