20 HALAMAN
NOMOR 107 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Kamis Umanis, 7 desember 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Dampak Erupsi Gunung Agung
Kasbani, Banyak Belajar dari Gunung Agung
Candidasa Rumahkan Karyawan, Sanur Buat ’’Grand Design’’
Kasbani, salah satu tokoh sentral dalam pemberitaan erupsi Gunung Agung. Pernyataan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Apalagi saat aktivitas Gunung Agung mengalami peningkatan. Rabu (6/12) kemarin, secara khusus ia datang ke Redaksi Bali Post. Kasbani tidak sendiri. Ia datang bersama Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik Hadi M. Djuraid dan Kepala Museum Geologi Gunung Batur Desak Andaryani. Salah satu pernyataan Kasbani saat diskusi dengan jajaran redaksi, bahwa ia banyak belajar dari fenomena Gunung Agung, gunung yang disucikan masyarakat Bali.
Kabar dirumahkannya karyawan hotel semakin hari semakin santer terdengar. Ini menjadi salah satu solusi para pelaku pariwisata menghadapi situasi anjloknya turis ke Bali. Kabar buruk itu salah satunya datang dari Candidasa, Karangasem. Ini tentu menambah kelam objek wisata yang sempat menjadi primadona di era 1980-an.
Kasbani BANYAK fenomena alam yang kadangkala tak masuk cakupan keilmuan dan kebiasaan yang sering terjadi. Fenomena itu terjadi di Gunung Agung. Salah satu yang disebut Kasbani adalah tingginya gempa, lamanya tremor overscale dan keluaran gas SO2. Namun semua itu tidak serta-merta menyebabkan Gunung Agung erupsi yang eksplosif. Seperti saat status Awas pertama (22 September – 29 Oktober 2017) Gunung Agung diguncang gempa sekitar 28.000 kali. Namun ketika itu Gunung Agung tidak bisa ditembus lava. Hanya keluar asap. Itu pun warnanya putih, bukan kelabu seperti saat Gunung Agung memuntahkan debu. Demikian pula keluaran gas SO2. Gunung Agung mengeluarkan gas belerang itu enam kali lipat lebih besar dari Gunung Merapi, Jawa Tengah. Gunung Merapi mengeluarkan gas SO2 sekitar 1.000 ton saat erupsi. Sementara Gunung Agung mencapai 6.000. Sama juga dengan tremor everscale. Kalau gunung lainnya dengan eversacle setengah jam, dalam hitungan jam pasti terjadi erupsi. Apalagi overscale Gunung Agung pernah mencapai 52 menit. ‘’Ini memang beda. Banyak hal yang perlu dipelajari dari fenomena Gunung Agung,’’ katanya merendah.
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Bali Post/rin
Di sisi lain, Gunung Agung juga istimewa lantaran mampu bertahan meski dari sisi kegempaan jumlahnya sangat besar. Selama ini belum pernah ada gunung berapi selain Gunung Agung yang aktivitas gempanya mencapai hingga 800 kali per hari. ‘’Di Indonesia, gempa di Gunung Agung itu rekornya paling banyak per harinya. Amplitudonya juga besar, gempa-gempa terasa juga sangat banyak,’’ jelasnya. Kasbani menambahkan, Gunung Agung juga beberapa kali mengalami gempa tremor overscale. Dari pengalamannya, gempa tremor overscale biasanya diikuti dengan letusan. Namun sepanjang sudah berada di radius yang aman, masyarakat dikatakan tidak perlu waswas. ‘’Karena pengalaman di tempat lain, ya… ada rasa waswas. Kalau ada overscale, biasanya indikasi untuk terjadi erupsi. Erupsi itu bisa lava keluar, bisa abu, bisa yang lainnya. Jadi potensi seperti itu tidak harus langsung besar,’’ imbuhnya. Status Gunung Agung hingga saat ini masih ditetapkan pada level IV atau Awas. Artinya, potensi erupsi masih bisa terjadi lagi setiap saat. Hal. 19 Bahaya Primer
Ketua PHRI Karangasem I Wayan Tama, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan pariwisata Candidasa sudah terdampak sejak status Awas pertama. Kondisinya semakin parah setelah terjadi erupsi dan hujan abu, 25 November lalu. Saat ini sejatinya masih banyak hotel dan restoran yang buka, tetapi sebagian besar nyaris tak ada aktivitas. ‘’Tadi saya sempat mampir di beberapa hotel. Hanya terisi 5-8 kamar,’’ jelasnya. Bahkan dua hotel
berbintang tak jauh dari kawasan Candidasa sudah merumahkan karyawannya. Jumlah karyawan hotel yang merupakan jaringan internasional tersebut mencapai 350 orang. Meski dirumahkan, para karyawan kedua hotel tersebut masih menerima gaji penuh, setidaknya untuk Desember ini. Sedangkan hotel lainnya memberlakukan sistem 15 hari kerja. Tama membenarkan bahwa dampak dari aktivitas Gunung Agung jauh lebih serius dibandingkan peristiwa Bom
Bali. Anggota DPRD Karangasem ini menyatakan dari sekitar 3.500 pekerja pariwisata di Karangasem, yang dirumahkan diperkirakan sudah menyentuh 1.000 orang. Jika kondisi ini tak segera membaik, dikhawatirkan terjadi gelombang PHK besar-besaran. Hal. 19 Mulai Terjadi
SANUR – Lalu lintas di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Rabu (6/12) kemarin sepi. Sebelumnya, banyak wisatawan mancanegara melintas di sepanjang jalan ini. Namun kemarin kebanyakan warga lokal. Bali Post/eka
Soal Pindah ke Yerusalem
DPR Setujui Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI
Konflik SARA akan Selalu Ada
Indonesia Tak Setuju dengan AS
Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla (JK) menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem akan memperkeruh situasi politik di wilayah Timur Tengah. “’’Risikonya politik di Timur Tengah akan ruwet, karena sumber daripada banyak keruwetan itu ya… konflik Palestina dan Israel,’’ ujar Wapres di Jakarta, Rabu (6/12) kemarin. Wapres Kalla menegaskan bahwa posisi Indonesia sudah jelas tidak sependapat dengan AS, dan tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Selain memperkeruh situasi di Timur Tengah, menurut Wapres JK, juga akan sulit bagi usaha AS untuk menjadi penengah dalam konflik Palestina-Israel. Hal. 19 Negara Arab
Berkas Novanto Dilimpahkan ke Pengadilan Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas dakwaan terhadap Setya Novanto dalam perkara korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (e-KTP) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (6/12) kemarin. Berkas dakwaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) itu ada di dalam enam buku yang dibawa oleh jaksa penuntut umum KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada pukul 15.50 WIB. Hal. 19 Tindak Pidana
Setya Novanto
Bali Post/ade
Bali Post/ant
DIARAK - Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diarak usai uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR-RI, Rabu (6/12) kemarin.
Jakarta (Bali Post) Komisi I DPR menyetujui Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Keputusan ini diambil secara akmalasi, tidak ada satu pun fraksi yang menolak calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi itu. ‘’Setelah melaksanakan fit and proper test serta mendengarkan pandangan seluruh fraksi, maka rapat hari Rabu, memberikan persetujuan terhadap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI,’’ ucap Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari di ruang Komisi I DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin. Keputusan itu disambut tepuk tangan anggota Komisi I DPR dan jajaran perwira TNI yang mendampingi Hadi Tjahjanto. Dalam keputusan itu, Komisi I juga sekaligus menerima pemberhentian Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. ‘’Setelah persetujuan ini, Hadi Tjahjanto akan disetujui dalam sidang paripurna DPR. Namun agendanya belum diketahui pasti, besok atau lusa.
Lebih cepat lebih baik,’’ imbuh Kharis. Komisi I menilai sosok lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 1986 itu sanggup memimpin TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Saat mendatangi Gedung DPR, Hadi ditemani Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono. Namun para jenderal bintang empat itu tidak sampai menemani Hadi Tjahjanto saat uji kelayakan dan kepatutan berlangsung. Saat keluar dari ruang rapat Komisi I, Hadi Tjahjanto disambut oleh para anggota TNI yang sudah menunggu. Ia diarak menuju pintu keluar Komisi I oleh sejumlah anggota TNI sambil bersorak dan mengucapkan selamat kepada pimpinan barunya itu. Hadi pun membalasnya dengan tersenyum ceria dan mengucapkan terima kasih. Hal. 19 Rawan Konflik
Tabanan Raih Dana Rakça Award 2017 PEMERINTAH pusat kembali memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. Setelah penghargaan Restrukturisasi Terbaik yang diterima PDAM Kabupaten Tabanan akhir November 2017 lalu, kini Pemkab Tabanan juga menerima Anugerah Dana Rakça 2017. Anugerah itu merupakan penghargaan dari Presiden RI atas daerahdaerah yang dinilai memiliki kinerja baik dalam pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik, kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan pemerintahan umum. Penghargaan tersebut diserahkan melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018 di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin. Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dalam kesempatan ini, Tabanan masuk sebagai daerah kabupaten
penerima anugerah bersama tiga kabupaten di Bali dan enam kabupaten dari luar Bali. Usai acara, Bupati Eka menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan Presiden kepada Pemkab Tabanan. Terlebih, Pemkab Tabanan sejauh ini berupaya mengembangkan setiap program pemerintahan dengan anggaran yang terbatas lewat inovasi dan terobosan. ‘’Kalau ditanya soal tantangan dan kesulitan, tentu ada saja. Tapi kita harus selalu siap dalam situasi dan medan seperti apa pun. Apalagi anggaran kita di Tabanan kecil. Tetapi bagaimana caranya agar (anggaran) yang kecil itu bisa dikelola secara maksimal,’’ ujar Bupati Eka. Bupati Eka menambahkan, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi jajarannya untuk melakukan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik, terutama untuk di wilayah desa yang kini telah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. Hal. 19 Membangun Daerah
PENGHARGAAN - Bupati Tabanan Putu Eka Wiryastuti menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin.
2
denpasar
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Ibunda Bupati Giri Prasta Diupacarai Ngaben pada ”Buda Paing Krulut”
Bali Post/ist
PENERTIBAN - Petugas Satpol PP Denpasar melakukan penertiban terhadap PKL yang melanggar tempat berjualan.
Berjualan di Atas Trotoar
40 PKL Ditertibkan
Denpasar (Bali Post) –
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menertibkan 40 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan, Rabu (6/12) kemarin. Penertiban yang dipimpin Kepala Satpol PP Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga ini menyasar PKL di kawasan Pasar Sanglah, Jalan Gunung Kawi, Jalan Kartini dan Jalan Gajah Mada. Anom Sayoga mengatakan, PKL ini ditertibkan karena berjualan di atas trotoar dan badan jalan. PKL ini melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban
Umum. Dalam perda tersebut secara tegas melarang berjualan di atas trotoar, badan jalan dan bantaran sungai. Tidak hanya itu, keberadaan rombong dan lapak PKL
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Topik : SEKOLAH DIMINTA SEDIAKAN BUS UNTUK SISWA
Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
di atas trotoar juga sangat mengganggu pejalan kaki maupun mengganggu ketertiban lalu lintas. Agar pelanggaran serupa tidak terus terulang, kata Anom Sayoga, pihaknya akan terus melakukan penertiban setiap hari terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar dan badan jalan. “Kami akan terus melakukan tindakan terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar yang merupakan fasilitas umum, sehingga Kota Denpasar tidak ada lagi PKL yang berjualan di sembarang tempat,” ujarnya.
Sebelum melakukan penertiban tersebut, pihaknya telah memberikan teguran, peringatan dan pemasangan baliho larangan berjualan. Namun masih ada pedagang yang membandel atau melakukan pelanggaran seperti saat ini. Dalam penertiban ini, ia mengaku beberapa pedagang ada yang langsung mengangkut rombong maupun jualannya sendiri. Namun bagi yang membandel, pihaknya mengangkut barang jualan pedagang secara paksa. “Untuk memberikan efek jera, PKL yang melanggar ini akan dibawa ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar,” tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
”Pamelaspasan” Patung Dewi Danu Tertinggi di Songan, Kintamani
Gagasan Wedakarna, Simbol Pemimpin Bali yang Tolak Eksploitasi Alam Semesta
MAHAKARYA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir pada acara ‘‘pamelaspasan’’ Patung Dewi Danu di Desa Songan, Kintamani, Bangli. BERTEPATAN dengan Purnamaning Kaenem Tahun Çaka 1939, sebuah mahakarya persembahan tokoh muda Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yakni Patung Dewi Danu tertinggi di Indonesia yang berdiri megah di pinggir Danau Batur, Desa Songan, Kintamani, Bangli. Patung yang didirikan bekerja sama dengan Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, di-pelaspas oleh tiga sulinggih yakni Ida Rsi Nabe Bujangga Sangging Prabangkara Dwijasana, Empu Rekadnyana Sidhanta, Ida Mpu Dharma Nila Wreksa dan dihadiri oleh Jero Temu (Bendesa Adat Songan) dan Jero Lanang, S.E. (Perbekel Desa Adat Songan). Patung Dewi Danu yang dibangun oleh maestro Gede Wibawa (pematung asal Desa Penyaringan, Jembrana) ini berdiri di atas muntahan batu besar yang dipercaya hasil erupsi Gunung Batur berabad-abad lalu. “Patung Dewi Danu ini dibangun selama 123 alias satu tahun, dua bulan dan tiga hari. Pertama kali diletakkan batu pertama pada 17 Agustus 2016, saat Purnama. Dan atas bimbingan spiritual dari Ibu Dewi Danu, patung ini bisa dibangun tanpa kendala berarti, termasuk keajaiban saat bencana longsor Songan, justru air bah melewati lokasi berdirinya Patung Dewi Danu. Padahal, area
sekitarnya sudah hancur. Selain itu, selama pengerjaan secara gaib Ibu Dewi Danu memberikan banyak nasihat melalui wisik dan mimpi, termasuk pesan beliau agar dibuatkan kendaraan berupa naga, rencang berupa patung ikan mujair serta syarat adanya lima patung bidadari sebagai pangabih beliau. Keanehan yang lain, saat tukang mengerjakan selalu dihampiri oleh anak macan loreng selama beberapa hari di lokasi patung. Kita tidak menyangka ada duwe berupa macan yang datang tiap hari memantau para pekerja. Semua mengalir begitu saja dan hasilnya semua selamat dan rahayu,” ungkap Gede Wibawa, pematung yang juga mengerjakan Patung Siwa Mahadewa di Pelabuhan Gilimanuk ini. Di sekitar area Patung Dewi Danu juga dibangun lima patung bidadari, patung seorang ksatria serta prasasti. “Patung Dewi Danu adalah simbol penghormatan pada Dewi Danu, patung bidadari lambang penjaga alam semesta Panca Maha Butha dan Pancasila, sedangkan patung ksatria adalah lambang Dalem, lambang ksatria yang berarti manusia yang seharusnya menjaga ibu pertiwi, menjaga alam semesta termasuk danau, gunung, bukit dan laut. Sedangkan prasasti melambangkan karya yang dipuniakan oleh Ratu Gusti Ngurah Wedakarna sebagai penggagas,”
ungkap Gede Wibawa. Acara peresmian Patung Dewi Danu akan diadakan pada 31 Desember 2017 pukul 11.00 – 13.00 Wita di lokasi patung yang akan diselenggarakan oleh DPD-RI Provinsi Bali B65 bersama masyarakat Adat Songan, sebagaimana harapan dari Ratu Shri Gusti Wedakarna. “Tugas tiang sebagai ksatria adalah ikut membangun Bali melalui landmark yang monumental. Kita berharap dengan adanya Patung Dewi Danu ini, umat manusia menjadi eling dengan sang ibu yang telah memberikan amerta bagi Bali. Patung ini dibiayai oleh uang pribadi, tidak memakai uang APBN dan APBD dan ini murni dari keringat tiang. Tentu tanpa restu pemerintah, Desa Adat Songan dan pengorbanan para pekerja, maka semua tidak bisa terwujud dengan baik. Dan nanti akan tiang serah terimakan pada Desa Adat Songan, dengan harapan akan menjadi destinasi wisata spiritual baru di Bali dan berharap akan membangkitan ekonomi di desa. Apalagi tempo hari Songan sempat terkena bencana alam longsor yang harus kita bantu. Ini juga sebagai perayaan atas suksesnya kesepakatan antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Bangli yang telah menyepakati perjanjian kerja sama kawasan Kaldera Geopark Bangli yang baru ditanda tangani beberapa waktu lalu, juga berkat rekomendasi dan dorongan DPD-RI. Kita manusia cuma alat beliau Sang Niskala,” ungkap Gusti Wedakarna. Dalam peresmian patung pada 31 Desember 2017 nanti, diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat Bali. Rencananya acara akan dihadiri oleh pejabat pusat, diplomat asing dan kedutaan, Forum Raja Sultan Nusantara, puri-puri se-Bali, Majelis Desa Pakraman se-Bali, pemerintahan provinsi dan kabupaten, PHDI, ashram, perguruan tinggi, organisasi pariwisata, pengurus Hindu Center se-Indonesia, seniman dan budayawan Bali serta ribuan warga Songan dan desa sekitarnya. Direncanakan akan diturunkan juga tarian sakral Bedoyo Segoro Kidul yang merupakan gagasan Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX yang hanya tedun pada 23 Agustus (Sugeng Wiyosan Ratu), 11 November (Hari Kelahiran Majapahit) dan 31 Desember (Ngadeg Ratu) sebagai wujud penghormatan pada Ibu Jagat. (ad301)
Ni Ketut Suwiti (alm) SETELAH hari raya Buda Kliwon Pahang (Pegat Uwakan), Rabu (6/12), keluarga besar Bupati Badung Nyoman Giri Prasta akan melaksanakan upacara pengabenan untuk almarhumah
Ni Ketut Suwiti, yang merupakan ibu kandung Nyoman Giri Prasta. Rentetan upacara sebelum pengabenan sudah dimulai pada Kamis (7/12) hari ini, dengan melaksanakan kegiatan nuasen karya,
nanceb surya agung dan tetaring, serta sekitar pukul 10.00 Wita melakukan upacara mamitang di RSUD Mangusada dan RSUP Sanglah. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta melalui Kabag Humas Setkab Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta mengatakan, pelaksanaan upacara pengabenan akan dilaksanakan pada Buda Paing Klurut atau pada tanggal 13 Desember 2017 mendatang di Setra Adat Plaga, namun rangkaian upacara pengabenan tersebut sudah dilakukan pada hari Kamis. “Sebelum dilakukan upacara pengabenan, pihak keluarga akan menggelar upacara nyiramang layon lan malelet di rumah duka sekitar pukul 15.00 Wita, yakni pada tanggal 11 Desember 2017 dan keesokan harinya pada tanggal 12 Desember 2017 dilaksanakan kegiatan pamelaspasan kajang serta nunas tirta penembak di Tembuku Nungnung,” ujarnya. Lebih lanjut Thomas Yuniarta mengatakan,
upacara pengabenan akan dilakukan pada siang hari. “Layon akan mamargi ke setra sekitar Pukul 12.10 Wita dan upacara panganyudan dilaksankan pukul 17.00 Wita,” paparnya, sembari mengatakan pada tanggal 16 Desember 2017 dilaksanakan upacara pangelemek serta upacara ngeroras dan upacara macaru di rumah duka pada tanggal 20 Desember 2017. Setelah pelaksanaan upacara ngaben, prosesi dilanjutkan dengan upacara atma wedhana yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga tanggal 26 Desember 2017. “Upacara Ngangget don bingin, ngajum sekah dan memben akan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2017. Sementara kegiatan purwa daksina dan merelina sekah akan dilaksankan pada tanggal 25 Desember 2017. Upacara Nyegara Gunung akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Tambir pada tanggal 26 Desember 2017,” paparnya. (ad299)
Rangkul Keberlanjutan Pendidikan
Rai Mantra Serahkan 8.500 Kotak Pensil kepada Siswa Warga KRB
SERAHKAN KOTAK PENSIL - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan 8.500 kotak pensil empat pilar kebangsaan kepada siswa-siswi SD, SMP dan warga KRB, Rabu (6/12) kemarin. WARGA KRB Gunung Agung hingga kini masih tinggal dan tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar, baik secara mandiri maupun yang tinggal di poskoposko yang disediakan Pemkot Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara beserta seluruh jajaran secara berkesinambungan terus memantau perkembangan serta pendataan warga KRB Gunung Agung. Tercatat dari ditetapkan kembalinya status Gunung Agung menjadi awas mencapai 692 jiwa warga KRB Gunung Agung di Kota Denpasar dan terus mengalami peningkatan secara perlahan. Untuk itu, berbagai persiapan telah dilakukan Pemkot Denpasar bersama seluruh elemen masyarakat bahu-membahu membantu warga KRB Gunung Agung. Rabu (6/12) kemarin, Wali Kota Rai Mantra kembali meninjau warga KRB Gunung Agung yang saat ini menetap di posko pengungsian seperti di Lapangan Kompyang Sujana, Posko Gurita
dan Posko Danau Tempe. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra juga sempat meninjau aktivitas proses belajar mengajar warga KRB di SMPN 2 dan SMPN 4 Denpasar, serta sekaligus menyerahkan 8.500 kotak pensil empat pilar kebangsaan kepada siswasiswi SD, SMP dan warga KRB. Wali Kota Rai Mantra tampak langsung meninjau warga KRB yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar sekaligus memberi semangat kepada siswa warga KRB untuk terus melanjutkan sekolah. “Kami mengajak warga KRB agar terus melanjutkan sekolah. Walaupun dalam kondisi yang kurang baik, tapi pendidikan harus tetap berkelanjutan,” ujar Rai Mantra sembari membagikan kontak pensil kepada siswa-siswi. Selain itu, Rai Mantra juga menginstruksikan pihak desa/kelurahan untuk terus melakukan pendataan secara detail dan melaporkan kepada instansi terkait untuk memudahkan pendataan. Di samping itu, menurut Rai Mantra, sesuai data
yang ada terdapat 22 desa yang dinyatakan rawan KRB Gunung Agung. Wali Kota Rai Mantra juga mengingatkan kepada warga KRB Gunung Agung yang berada di Kota Denpasar yang memiliki anak sekolah dapat segera minta surat keterangan dari kelurahan maupun perbekel setempat. Sehingga hal ini nantinya dapat segera dapat ditindaklanjuti dalam memfasilitasi anak sekolah di kawasan terdekat. Sementara dalam keadaan darurat seperti sakit, ibu melahirkan dan kesehatan lansia, warga KRB dapat menyimpan nomor 112 bebas pulsa dan nomor telepon 223333. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan, ada 22 desa yang tidak aman dan harus mengungsi dan selebihnya berada di daerah aman. Di Kota Denpasar jumlah pengungsi tersebar di empat kecamatan dan ada yang ditampung di Pos Danau Tempe sebanyak 136 jiwa, Kompyang Sujana sebanyak 170 jiwa, Kesambi sebanyak 253 jiwa, Pemecutan sebanyak 62 jiwa dan di kawasan Peguyangan sebanyak 62 jiwa, serta di rumah-rumah sanak keluarganya. Pihaknya juga melakukan pendataan warga KRB Gunung Agung di setiap pos yang ada di Kota Denpasar terkait dengan kawasan yang dinyatakan aman dari KRB. Untuk menghilangkan kejenuhan warga KRB di pengungsian seperti di GOR Kompyang Sujana telah melakukan kegiatan memasak bersama, di kawasan Danau Tempe melaksanakan gotong royong bersama, ada yang berjualan gorengan hingga menjadi buruh bangunan. Kemudian, ketika disinggung tentang masalah logistik untuk warga KRB, Mertajaya mengatakan sejauh ini logistik di Kota Denpasar masih aman. Apabila logistik habis, pihaknya akan segera mengkoordinasikannya dengan pihak Dinas Sosial Provinsi Bali. (ad298)
”Bali Post Goes to School” di SMP Wisata Sanur KELOMPOK Media Bali Post (KMB), Rabu (6/12) kemarin mengadakan “Bali Post Goes to School” di SMP Wisata Sanur. Sebanyak 107 siswa kelas VII dan VIII dilibatkan di ajang ini, yang dibuka Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka. Selain melibatkan siswa, pelatihan jurnalistik serangkaian “Bali Post Goes to School” juga melibatkan guru pembina ekstra serta guru Bahasa Indonesia. Program ini diisi dengan cara mengumpulkan fakta, berpikir kritis soal fakta, membuat berita, pelatihan fotograti, teknik wawancara, menulis berita ringan serta menjadi wartawan televisi di Bali TV. Tim juga memberikan pelatihan membuat majalah dinding serta lomba mengarang, menulis puisi dan membuat karikatur. Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka mengungkapkan rasa terima kasihnya, karena anakanaknya dididik dilatih secara intensif serta praktik di bidang jurnalistik. Ia yakin ilmu ini tak lekang dan ketinggalan zaman karena selalu diperlukan di era digital. Makanya ia menjamin pelatihan ini akan memberi bekal kecakapan hidup baru bagi siswanya kelak. Ditanya soal keinginan guru dan siswanya membuat ekstra jurnalistik, Gusi Made Raka menyatakan dukungannya. Ia justru ingin segera dibentuk karena sekolah
Bali Post/sue
PRAKTIK WAWANCARA - Siswa SMP Wisata Sanur sedang praktik wawancara dengan Kasek Gusi Made Oka. memberikan media majalah dinding untuk anak-anak mengkritisi dan mendukung program sekolah. “Saya justru ingin makin cepat makin baik, karena juga sebagai wahana pengembangan diri pada anak-anaka,” ujarnya. Dikataknnya, pelatihan jurnalistik juga dikaitkan dengan program jeda semester yang diberi tema “Ayo Belajar, Tingkatkan Prestasi, Berkarakter, Sehat, Peduli Sesama dan Lingkungan’’. Acara juga diisi dengan ceramah tertib lalu lintas, pola hidup sehat, menjaga lingkungan serta peduli sesama. Bahkan ia mensyukuri pelatihan jurnalistik ini dibuat sangat intensif dan diikuti antusias oleh siswa yang membuat mereka dari belum tahu menjadi bisa.
Hal itu juga diakui salah seorang peserta Ni Luh Diah Suartini (VIIIC), bahwa pelatihan ini membuat dirinya tahu lebih banyak soal dunia jurnalistik serta peluang kerjanya. Termasuk bagaimana menjadi presenter dan pewawancara yang baik dan benar. “Saya juga mendukung jika sekolah membuka ekstra jurnalistik, sehingga sekolah tambah berkembang,” ujarnya. SMP Wisata Sanur selain dikenal sebagai Sekolah Adi Wiyata Mandiri, juga banyak mengukir prestasi. Di antaranya meraih perunggu di LPSN 2017 dan perunggu di pramuka nasional. Sekolah yang memiliki 1.175 siswa dan didukung 55 guru ini juga termasuk sekolah favorit di Denpasar. (sue)
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
OTOMITIF
3
INFO SEREMONIAL
4
Bakti Sosial
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
FE Unwar Bersihkan Pantai Padanggalak
BANTUAN - Penyerahan bantuan Rotary oleh DH Hermanto Angka di Banjar Gumung, Desa Tenganan.
FAKULTAS Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) melakukan bakti sosial di Pantai Padanggalak, Denpasar, Jumat (1/12) lalu. Bakti sosial ini berupa bersih-bersih pantai melibatkan mahasiswa baru FE Unwar angkatan 2017/2018. Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. mengatakan, kegiatan ini dilakukan sesuai visi-misi Fakultas Ekonomi dan Universitas Warmadewa. Prodi menekankan untuk menjadi lembaga pendidikan, menciptakan manusia yang unggul dan mampu bersaing dengan berwawasan lingkungan. Visimisi seperti itu didasarkan pada tanggung jawab sebagai masyarakat kampus. Makanya mahasiswa perlu disadarkan
agar tidak hanya tertulis dalam bentuk visi-misi, tetapi juga aksi. ‘’Kali ini kami menyasar Padanggalak karena juga merupakan ikon Kota Denpasar yang perlu ditata dan dibersihkan dari sampah, terutama sampah plastik,’’ ujarnya. FE Unwar juga mengadakan baksos di Kabupaten Klungkung melibatkan seluruh dosen. ‘’Di sana juga menyasar kesadaran masyarakat untuk lingkungan. Apalagi dalam situasi dan kondisi sekarang dengan adanya erupsi Gunung Agung. Paling tidak mengingatkan bahwa untuk menangani itu semua perlu kebersamaan,’’ imbuh Made Sara. Penanggung Jawab Tim Penataan Pantai Padanggalak
Wayan Sukra mengapresiasi FE Unwar atas kegiatan baksos di Padanggalak. Dalam hal membersihkan lingkungan ini, ada kerja sama. Pantai Padanggalak yang berada di Desa Kesiman, fungsi dan manfaatnya sangat banyak bagi adat dan budaya, terutama untuk makiis setiap tahun. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap universitas lain dapat mengarahkan mahasiswanya melakukan baksos yang sama. Karena ia melihat dalam kegiatan baksos ini, ada pendidikan moral terutama mahasiswa baru. ‘’Di sini dididik moralnya bahwa kesadaran kebersihan lingkungan itu sangat bermanfaat,’’ tandas Wayan Sukra. (kmb42/k250)
Rotary Peduli dan Berbagi dengan Pengungsi Gunung Agung ROTARY yang merupakan organisasi sosial terbesar di dunia, terus berusaha membantu para mengungsi erupsi Gunung Agung. Di bawah Koordinator DDG Nyoman Suastika, penasihat PDG Al Purwa dan PDG Hanny Arianto, serta tim peduli bencana, Rotary terus menggalang dana dari berbagai pihak. Selain itu, Tim Rotary di bawah komando lapangan PP Gede Hari melakukan sosialisasi akan bahaya abu vulkanik kepada anak-anak SD di wilayah yang terdampak, baik di KRB I maupun II. Mengingat kebutuhan paling mendasar adalah toilet, maka Tim Penanggulangan Bencana Rotary memutuskan melakukan prioritas pembuatan toilet di lokasi pengungsian dan survival kit (perlengkapan bertahan) yang dibagikan kepada para relawan dari berbagai elemen. Survival kit dikemas dalam satu tas punggung yang berisi Google, Flyer Penyelamatan jika terjadi hujan abu, botol minuman, snack, masker, jas hujan, peluit dan senter. Untuk pembuatan toilet dan survival kit, Tim Penanggulangan Bencana Rotary mendapatkan sumbangan dari BPR Lestari sebesar Rp 50.000.000, PDG Panudiana Kuhn Rp 35.000.000, District 3420 Rp 20.000.000, The One Legian Rp 15.000.000 dan dari berbagai unsur. PP Marina dan teman-temannya di Belanda juga menyumbang tempat sampah yang memadai untuk tempat pengungsian. ‘’Berapa pun jumlahnya,
yang terpenting adalah kepedulian kita semua kepada sesama. Rotary Peduli, Rotary Berbagi,’’ ujar Wanda Somdani, Humas Tim Rotary Peduli Bencana Gunung Agung. Semua bantuan sumbangan yang terkumpul telah disumbangkan ke posko pengungsian. Pada 22 Oktober 2017, Tim Rotary menyerahkan bantuan berupa toilet di Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, empat buah toilet beserta kamar mandi di Pos Dalem Culik Laba Sari, Kecamatan Abang. Sabtu (28/10) menyerahkan bantuan empat unit toilet di Banjar Pegubugan, Desa Manggis, Kecamatan Abang, bantuan dari BPR Lestari. Pada Jumat (17/11) yang dihadiri juga oleh District Governor D3420, Hermanto Angka, menyerahkan survival kit kepada relawan perawat di RSUD Karangasem. Kamis (30/11), Tim Rotary kembali menyerahkan bantuan berupa survival kit dan lauk-pauk ke Pos Pengungsian di Banjar Tenganan Dauh Tukad dan Desa Bugbug. Selain itu, diserahkan 224 set survival kit kepada relawan medis dari puskesmas dan puskemas pembantu di RSUD Karangasem. ‘’Dalam setiap kunjungan, kami selalu menekankan bahwa Rotary yang merupakan Perkumpulan Orang Baik selalu berusaha membantu orang yang membutuhkan. Peduli dan Berbagi adalah moto Rotary yang ditekankan oleh PDG Al Purwa sebagai Penasihat Tim Penanggulangan Bencana,’’ pungkasnya. (ad302)
Jelang Akhir Tahun
Proyek PU di Klungkung Tuntas 80 Persen Semarapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Klungkung tahun ini menggelontorkan ratusan paket kegiatan bidang Pekerjaan Umum (PU). Menjelang akhir 2017, realisasinya masih di bawah 90 persen. Atas hal ini, pelaksana diminta melakukan percepatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I Gusti Nyoman Supartana menjelaskan, sesuai perencanaan tahun ini ada 202 paket kegiatan, termasuk yang menggunakan sistem penunjukan langsung. Anggarannya bersumber dari APBD dan Bantuan Keuangan Khusus. ‘’Jelang akhir tahun, realisasinya baru sekitar 80 persen. Ada
yang sudah selesai, ada yang belum,’’ ungkapnya. Sesuai arahan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, pengerjaan harus sudah tuntas paling lambat 15 Desember. Namun, pihaknya memandang ada sejumlah proyek yang memerlukan perpanjangan waktu. ‘’Kami sudah minta pelaksana supaya menyelesaikan tepat waktu,’’ katanya. Jika terjadi keterlambatan, sanski denda dipastikan mengganjar. Hal ini sudah diberlakukan untuk sejumlah pelaksana. ‘’Kalau terlambat, tidak sesuai kontrak, ya… dikenakan denda,’’ tandas Nyoman Supartana. (kmb45)
Sekolah di Denpasar Diminta Sediakan Bus untuk Siswa Denpasar (Bali Post) – Tingkat kepadatan arus lalu lintas di Kota Denpasar semakin mengkhawatirkan. Penggunaan kendaraan pribadi tak bisa dibendung. Oleh karena itu, Pemkot Denpasar mengharapkan sekolah menyediakan angkutan tersendiri untuk para siswanya. Dengan demikian, penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa semakin berkurang. Harapan itu disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam kegiatan sosialisasi bus sekolah di hadapan para pengelola sekolah swasta dan yayasan di Disdikpora Denpasar, Rabu (6/12) kemarin. Hadir dalam sosialisasi ini Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olaharaga Wayan Gunawan. Rai Iswara mengatakan, Pemkot Denpasar sudah melakukan inovasi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan meluncurkan bus sekolah beberapa waktu lalu. Sedikitnya enam unit bus
sekolah sudah dioperasikan Dinas Perhubungan untuk mengantarkan anak-anak sekolah. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada sekolah swasta yang turut mendukung inovasi dan program Pemkot Denpasar dalam mengurangi kepadatan arus lalu lintas dengan penggunaan bus sekolah yang perlu terus dimaksimalkan,’’ ujarnya. Bus sekolah ini juga sebagai salah satu program pendidikan smart city khususnya di Kota Denpasar, dikarenakan bus sekolah sudah dilengkapi aplikasi Si_Bused (Sistem Informasi Bus Sekolah) dengan sebuah smart card, yang memudahkan orangtua mendeteksi keberadaan anaknya. Ia minta sekolah swasta bisa ikut membatu program pemerintah untuk menyiapkan dan menggunakan angkutan bus sekolah, guna menekan kemacetan pada saat jam-jam keluar-masuk sekolah. ‘’Anggap saja jika masing-masing sekolah swasta memiliki satu ang-
kutan bus yang bisa menampung 25 siswa, berarti sudah 25 kendaraan di sebuah sekolah yang berkurang pada jam-jam padat seperti jam masuk dan jam pulang sekolah. Itu berarti sudah meminimalisir angka kemacetan lalu lintas di wilayah sekolah tersebut. Jika bus sekolah swasta sulit menjemput siswanya ke rumah-rumah, bisa menggunakan drop zone yang telah dimiliki Pemkot Denpasar,’’ jelas Rai Iswara. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar I Wayan Gunawan, sosialisasi bus sekolah ini diadakan guna memberikan informasi dan pemahaman kepada para kepala sekolah swasta dan yayasan untuk ikut berpartisipasi menggunakan bus sekolah. Sosialisasi kemarin menyasar 30 sekolah swasta dan yayasan. Ke depan sosialisasi akan terus dilakukan, sehingga lebih banyak yang mengetahui keberadaan bus sekolah ini. (kmb12)
Bali Post/wan
BUS SEKOLAH – Satu unit bus sekolah berhenti di Jalan Gadung, Kereneng, Denpasar.
DISERAHKAN - Dekan FE Unwar I Made Sara menyerahkan tanda kenangan kepada penanggung jawab tim penataan Pantai Padanggalak.
Kemendikbud dan DPR-RI Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan PASCADISAHKAN sebagai undang-undang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggelar sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan di Wantilan Banjar Kalah, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Selasa (5/12) malam. UU ini dipastikan sebagai angin segar dalam pelestarian beragam kebudayaan di Indonesia. Acara sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan dihadiri Direktorat Seni Pertunjukan Kemendikbud RI Yusmawati, anggota Komisi X DPR-RI Ida Bagus Putu Sukarta, sejumlah tokoh seni dan ratusan warga Desa Peliatan, Ubud. Dalam sosialisasi ini dipaparkan isi UU yang baru saja diundangkan dalam Sidang Paripurna DPR-RI ke-22 di Jakarta pada 27 April 2017. ‘’Undang-undang Pemajuan Kebudayaan ini secara garis besar memuat berbagai upaya negara untuk melestarikan budaya Indonesia
yang diwujudkan melalui inventarisir, pengamanan, pemeliharaan, pendanaan, penyelamatan dan publikasi budaya,’’ ucap Ida Bagus Putu Sukarta. Menurutnya, sesungguhnya UU itu dibahas hampir selama dua tahun, yakni sejak 2015. Setelah melalui pembahasan yang cukup alot akhirnya sidang paripurna resmi mengundangkan ini menjadi UU Pemajuan Kebudayaan. ‘’Adanya undang-undang ini akan memastikan budaya yang ada di Indonesia tetap lestari. Negara berkewajiban menjaga, melestarikan dan membina kebudayaan yang ada, terlebih kebudayaan yang nyaris punah,’’ ujarnya. Putu Sukarta menerangkan, dalam UU Pemajuan Kebudayaan terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan, yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, permainan rakyat, olahraga tra-
disional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni dan bahasa. ‘’Undang-undang ini diharapkan bisa mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperteguh jati diri bangsa dan melestarikan warisan budaya bangsa. Setiap orang diharapkan bisa berpartisipasi dalam upaya pelestarian kebudayaan dan wajib mendukung upaya pemajuan kebudayaan di Indonesia,’’ jelasnya. Direktorat Seni Pertunjukan Kemendikbud RI Yusmawati mengatakan, UU Pemajuan Kebudayaan bertujuan melestarikan warisan budaya bangsa hingga memengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga kebudayaan menjadi haluan pembangunan nasional. ‘’Melalui UU ini negara menjamin bahwa setiap orang berhak berekspresi dan mendapat perlindungan atas hasil ekspresi budayanya,’’ terangnya. (ad264)
BUKA - Anggota Komisi X DPR-RI Ida Bagus Putu Sukarta membuka sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan di Wantilan Banjar Kalah, Desa Peliatan, Ubud, Selasa (5/12) malam.
Lomba Ogoh-ogoh Serangkaian Nyepi
ST di Badung Digelontor Rp 23 Juta Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali memberikan dana partisipasi kepada sekaa teruna (ST) yang turut memeriahkan lomba ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi Çaka 1940. Tak tanggung-tangung, peserta yang turut dalam perlombaan ini akan mendapatkan Rp 23 juta. Dana yang digelontor untuk mendukung kreativitas putra Badung pada 2018 itu naik dibandingkan perayaan serupa tahun 2017. Tahun ini masing-masing ST mendapat Rp 15 juta. Suntikan dana ini dikucurkan lewat Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat. Kapala Disbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan, masing-masing ST diberikan dana partisipasi Rp 23 juta sebagai peserta lomba. Namun, setelah potong pajak 15 persen, total yang diterima Rp 20 juta. ‘’Ini
(lomba – red) untuk mendukung dan meningkatkan kreativitas pemuda dalam hal ini sekaa teruna di Kabupaten Badung,’’ katanya, Rabu (6/12) kemarin. Menurutnya, kelengkapan administrasi peserta lomba paling lambat diterima 22 Desember 2017 di Kantor Dinas Kebudayaan pada Bagian Seksi Adat. Kelengkapan itu mencakup fotokopi rekening BPD atas nama sekaa teruna, fotokopi KTP ketua ST, susunan pengurus ST, pengesahan lembaga dan hari ulang tahun ST. ‘’Ogoh-ogoh yang dibuat wajib berwujud bhutakala, keutuhan karya, tinggi maksimal 5 meter, tidak bermuatan politik, tidak porno dan tidak mengandung unsur SARA,’’ tegasnya. Tak hanya itu, birokrat asal Desa Taman, Abiansemal ini juga menegaskan pembuatan boneka raksasa wajib menggunakan bahan yang ramah lingkungan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
seperti bambu, kayu, guwungan, rotan, gedek dan tanpa sterofoam. ‘’Bagi pemenang lomba akan kami berikan hadiah berupa uang tunai,’’ ucapnya. Juara I akan mendapatkan Rp 15 juta, juara II Rp 12 juta dan juara III Rp 10 juta. Sementara juara harapan satu hingga tiga masing-masing menerima Rp 5 juta. Hadiah pemenang masing-masing dipotong pajak 15 persen. Seperti diketahui, ratusan ogoh-ogoh meramaikan Kabupaten Badung pada malam pangerupukan, 27 Maret 2017 lalu. Dari sekitar 700 ogoh-ogoh yang ada di Gumi Keris yang ikut lomba tercatat 534. Ogoh-ogoh yang ambil bagian adalah hasil kreativitas sekaa teruna di Badung. Ogohogoh yang dilombakan mendapat kucuran dana dari Pemkab Badung masing-masing Rp 15 juta belum dipotong pajak. (kmb27)
daerah
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
5
Pengungsi Gunung Agung
Stok Logistik Aman Denpasar (Bali Post) –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali memastikan stok logistik aman untuk para pengungsi Gunung Agung. Kalaupun ada yang belum mendapatkan bantuan, problemnya hanya terletak pada proses distribusi. Kelambatan dalam distribusi utamanya disebabkan oleh komunikasi yang kurang berjalan baik antara pengelola logistik di posko utama, di tingkat kecamatan, desa dan di tempat-tempat pengungsian.
Bali Post/ist
RILIS KASUS - Polsek Kuta Utara merilis pengungkapan kasus pencurian yang korbannya warga negara Belanda.
Ditinggal ke Bar, Barang Milik WNA Raib Mangupura (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di Bar & Restaurant Old Man, Jalan Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung. Iphone milik David Pierre Michael Bakker (49) asal Belanda hilang. Padahal Iphone seharga Rp 15 juta tersebut ditaruh di meja dan ditinggal ke bar. Pelakunya adalah Yudha Purnama Jaya (23) yang ditangkap di Jalan Batu Bolong, Kuta Utara, Minggu (26/11). Kapolsek Kuta Utara AKP Johanes H. Widya Dharma Nainggolan didampingi Kanit Reskrim Iptu Putu Ika Prabawa, Rabu (6/12) kemarin, menyatakan pada Selasa (21/11) pukul 23.20 Wita, korban berada di TKP sedang ngobrol dengan temannya. Saat itu korban yang menginap di Jalan Batu Mejan, Canggu, Kuta Utara, menaruh Iphone 7 plus warna hitam di atas meja. ‘’Waktu itu ada temannya di sana. Korban meninggalkan meja sejenak untuk pergi ke bar. Iphone tersebut ditinggal di meja,’’ tegasnya. Setelah itu, teman korban meninggalkan meja sebentar ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian korban balik ke meja dan ternyata Iphone sudah tidak ada. Korban menanyakan kepada temannya dan dijawab tidak tahu. Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Kuta Utara. ‘’Kami langsung melakukan olah TKP. Dari keterangan saksi, kecurigaan mengarah ke pelaku yang merupakan pengunjung di bar tersebut,’’ ujarnya. Hasil penyelidikan, pelaku terlacak sedang berada di Jalan Batu Bolong, Kuta Utara. Polisi memburunya dan berhasil menangkap pada Minggu (26/11) pukul 02.00 Wita. Hasil interogasi, pelaku mengakui mencuri Iphone 7 plus milik korban. Setelah itu, barang curian tersebut dijual kepada temannya seharga Rp 1,2 juta. Uang hasil penjualan Iphone digunakan untuk membayar utang dan keperluan sehari-hari. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Kuta Utara. (kmb36)
Tabrakan, Pengendara Motor Tewas Singaraja (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di jalan SingarajaBedugul kilometer (km) 23-24 wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Rabu (6/12) kemarin. Seorang pengendara motor, Made Ariasa (49), asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng tewas akibat lakalantas tersebut. Sementara Gede Edi Wirawan dari Desa Wanagiri mengalami luka serius dan dirawat di Puskesmas Pancasari. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polrea Buleleng AKP Nyoman Suartika mengatakan, kasus lakalantas ini ditangani unit Lantas Polsek Sukasada. Pemeriksaan di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum kejadian korban Ariasa datang dari arah selatan menuju utara mengendarai sepeda motor DK 6759 UAC. Sementara Edi Wirawan yang mengendarai sepeda motor DK 5231 US datang dari arah utara ke selatan. Di lokasi kejadian, pengendara motor DK 5231 US berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil haluan terlalu ke kanan. Edi Wirawan tidak memberikan prioritas kendaraan dari arah berlawanan, sehingga terjadi lakalantas. Dua sepeda motor itu bertabrakan, hingga kedua pengendaranya terpental. Ariasa mengalami luka parah dan saat dirawat di Puskesmas Pancasari, meninggal dunia. Sementara Wirawan mengalami patah pada tangan kanan dan masih dirawat di Puskemas Pancasari. ‘’Benar terjadi lakalantas itu. Satu pengendara meninggal, sedangkan pengendara lain luka parah dan masih dirawat,’’ kata AKP Suartika. Keterangan beberapa saksi dan olah TKP, lakalantas itu terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor DK 5231 US ketika akan mendahului. Barang bukti dua sepeda motor masih diamankan di Polsek Sukasada untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (kmb38)
‘’Dalam artian begini, yang di posko utama mendrop logistik berdasarkan permintaan sesuai kebutuhan. Itu menjadi kebijakan mereka sehingga kalau belum ada permintaan, tentu belum didrop karena susah memberikan,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Bali Dewa Made Indra saat berkunjung ke Bali Post, Rabu (6/12) kemarin. Dewa Indra menambahkan, pengelola logistik di kecamatan, desa atau tempat pengungsian terkadang belum memantau kebutuhan logistik. Itu sebabnya mereka belum bisa mengajukan permintaan. Bisa juga sebaliknya, mereka sudah mengajukan permintaan namun posko utama belum bisa menyalurkan. ‘’Mungkin ada kendala-kendala untuk transportasi atau personel. Jadi, problemnya di seputar itu saja. Bukan pada stok logistik, bukan pada anggaran, ini pada kerjakerja di lapangan,’’ jelasnya. Ia mengaku terus mematangkan koordinasi untuk menekan masalah-masalah di atas. Mulai dari memperbaiki komunikasi, hingga menambah
bantuan kendaraan pick-up untuk transportasi. Selain itu, koordinator di tempat pengungsian diminta lebih proaktif untuk mengecek ketersediaan logistik. Sebab, pemerintah sampai kapan pun akan selalu memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, terutama yang mendasar yaitu beras. ‘’Pemerintah tidak pernah kekurangan beras. Sekarang saja mungkin sudah 600 ton lebih beras pemerintah yang keluar. Kalau (erupsi Gunung Agung) berkepanjangan akan terus dipenuhi. Anggaran juga begitu, kalau habis akan ditambah lagi karena memang bencana harus diprioritaskan. Kegiatan-kegiatan yang lain bisa diatur kemudian,’’ paparnya. Menurut Dewa Indra, saat ini ada sekitar 60 ribu masyarakat yang mengungsi setelah Gunung Agung kembali dinyatakan naik ke level Awas. Pola pelayanan kepada pengungsi sudah diubah menjadi pemberdayaan. Sebelumnya, hampir semua kebutuhan pengungsi dipenuhi oleh pemerin-
tah dan relawan. Seperti dimasakkan nasi, dibungkuskan, hingga dibagikan ke masingmasing pengungsi. ‘’Kalau dalam jangka panjang tentu tidak boleh seperti itu. Kami bukan ingin menurunkan pelayanan tapi memberdayakan masyarakat. Oleh karena itu, setelah berjalan sebulan maka pola pelayanan dikurangi. Kami berdayakan pengungsi, bentuk kelompokkelompok lalu diberi bantuan kompor. Sesudah itu mereka memasak sendiri,’’ terangnya. Masyarakat di pengungsian, lanjut Dewa Indra, juga sudah mulai dibantu beraktivitas kreatif. Contohnya membuat canang, keranjang atau barangbarang kerajinan untuk selanjutnya dijual ke pasar. Aktivitas seperti ini sangat positif untuk warga dalam mengisi waktu. Sebab, hanya berdiam diri dari pagi hingga sore tidak sehat. ‘’Ada produktivitas juga di pengungsian yang bermanfaat untuk mereka, sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif,’’ tandas Dewa Indra. (kmb32)
Dugaan Korupsi PNPM
Mantan Bendahara UPK Pupuan Dituntut Tujuh Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Mantan Bendahara UPK Pupuan Luksna Setyo Dwi Astuti alias Bu Wibi yang didakwa kasus dugaan korupsi bantuan dana PNPM Mandiri Pedesaan di Tabanan dituntut hukuman tinggi. JPU Ida Ayu Ketut Sulasmi di depan majelis hakim Tipikor Denpasar pimpinan I Ketut Tirta, Rabu (6/12) kemarin, menuntut supaya Luksna Setyo Dwi Astuti dituntut hukuman tujuh tahun penjara. Di samping itu, wanita berusia 53 tahun tersebut dituntut membayar denda
Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain dituntut hukuman fisik dan denda, Luksna diwajibkan membayar kerugian keuangan negara Rp 164.455.500. Ketentuannya, apabila uang pengganti tidak dibayar dalam tenggang waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita dan dijual lelang guna membayar pengganti kerugian negara tersebut. Jika harta bendanya tidak cukup, diganti dipidana penjara selama tiga tahun.
Jaksa menyatakan, terdakwa Luksana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Hal ini sebagaimana diatur dalam dakwaan primer, yakni Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHP. Atas tuntutan ini, terdakwa didampingi penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya.
Diuraikan pula, terdakwa dengan sengaja memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi atau dengan sengaja menyalahgunakan kewenangan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang dapat menimbulkan kerugian keuangan negara. Dalam mengelola dana PNPM Mandiri Pedesaan untuk Program Simpan Pinjam dari tahun 2008 sampai 2012, terdakwa selaku Bendahara UPK Kecamatan Pupuan, tidak berpedoman pada aturan yang berlaku atau menyalahi Standar
Operasional Prosedur (SOP) di UPK Kecamatan Pupuan. Ia mencairkan kredit kepada kelompok yang tidak dilengkapi proposal dan meski kelompok ini sudah lunas membayar angsuran, masih tercatat mempunyai utang. Selain itu, menerima pembayaran angsuran di rumahnya, tidak mencatatkan di pembukuan UPK dan tidak menyetorkan uangnya ke Kas UPK Kecamatan Pupuan. Ulah perbuatannya, sebagaimana audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali, ditemukan kerugian negara Rp 164.455.500. (kmb37)
Sidang Korupsi Mantan Hakim
Ahli Hukum Minta Buktikan Dulu Pemalsuan SK
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Mataram (Bali Post) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani akan menutup jalur pendakian Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2018 karena cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan jiwa wisatawan. “Penutupan jalur pendakian mempertimbangkan kondisi cuaca di atas gunung dan untuk kepentingan pemulihan kawasan taman nasional,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) R. Agus Budi Santosa di Mataram, Rabu (6/12) kemarin. Informasi penutupan jalur pendakian sudah disebar ke semua pihak yang berkepentingan, baik Dinas Pariwisata NTB, kabupaten/kota maupan para pelaku pariwisata. Informasi disebar satu bulan lebih awal dengan tujuan agar para mitra BTNGR bisa menyebarluaskan kembali informasi adanya larangan mendaki karena faktor cuaca ekstrem. Agus menyebutkan, ada empat jalur pendakian Gunung Rinjani yang tersebar di Sembalun dan Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur. Ada juga di Senaru, Kabupaten Lombok Utara dan Aikberik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. “Ada empat jalur pendakian resmi yang ditetapkan oleh BTNGR. Jika ada yang mendaki melalui jalur lain tanpa izin resmi berarti ilegal,” ujarnya. Penutupan jalur pendakian, lanjutnya, tidak hanya terjadi di Gunung Rinjani, namun pengelola taman nasional gunung lain di Indonesia juga sudah memberlakukan kebijakan yang sama karena faktor cuaca ekstrem. Gunung Rinjani yang tingginya 3.726 meter dari permukaan laut berada dalam empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia ini ramai dikunjungi wisatawan asing dan domestik setiap tahunnya karena memiliki panorama alam yang indah dan terdapat Danau Segara Anak. BTNGR mencatat wisatawan yang melakukan pendakian pada 2010 mencapai 13.956 orang. Angka ini meningkat menjadi 93.018 orang pada 2016 atau naik 666,51 persen. (ant)
Bali Post/kmb32
Kepala Pelaksana BPBD Bali Dewa Made Indra.
Bali Post/eka
NARKOBA - Ditres Narkoba Polda Bali menggelar tersangka dan barang bukti narkoba di Mapolda Bali, Rabu (6/12) kemarin.
Ratusan Gram SS Diamankan Disembunyikan di Filter AC Mobil Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Ditresnarkoba dan CTOC Polda Bali membutuhkan waktu satu jam untuk membongkar dashboard dan filter AC mobil milik kurir narkoba, Jerrico Roni (32). Alhasil ditemukan sabu-sabu (SS) seberat 563,80 gram yang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Rencananya SS tersebut diduga dipakai untuk pesta saat malam Tahun Baru. Tersangka asal Tabanan ini ditangkap di depan Kantor Polsek Negara, Jembrana, Jumat (1/12) lalu. Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan Jerrico mengendarai mobil Suzuki Ertiga datang dari Surabaya. ‘’Sabu-sabu tersebut kami temukan di tempat yang tidak lazim, yaitu di dalam dashboard mobil di
samping filter AC,’’ ujarnya. Menurutnya, SS ditaksir senilai Rp 600 juta tersebut didatangkan dari Surabaya. Pelaku tidak mengakui bahwa barang itu adalah miliknya. Ia berdalih mobil yang digunakan milik temannya. ‘’Tersangka tidak kooperatif, tidak mengakui barang itu miliknya. Alasannya mobil tersebut milik seseorang,’’ tegasnya. Penyidik tetap meningkatkan statusnya menjadi tersangka berdasarkan hasil interogasi awal, pemeriksaan barang bukti dan gelar perkara. Penetapan tersangka berdasarkan pembuktian yang cukup, tanpa harus menunggu pengakuan tersangka yang sejauh ini tidak kooperatif dalam pemeriksaan. ‘’Tersangka ini pekerjaannya sopir pariwisata. Pengakuannya ke Surabaya untuk jalan-jalan
bersama seseorang,’’ kata perwira asal Solo, Jawa Tengah ini. Sudjarwoko menduga pelaku berupaya memanfaatkan situasi Bali saat ini yang sedang menghadapi erupsi Gunung Agung dan menjelang akhir tahun. Pelaku menduga kepolisian fokus menangani masalah tersebut. ‘’Walau kepolisian sedang persiapan pengamanan Natal, Tahun Baru dan penanganan Gunung Agung, tetap konsentrasi penindakan kasus narkoba. Kenyataannya kami mampu menggagalkannya,’’ bebernya. Hasil penggeledahan, di dashboard sebelah kiri ditemukan satu bungkus plastik berisi enam paket SS seberat 563,80 gram. Selama ini pelaku tinggal di Jalan Drupadi XII, Denpasar Timur. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Mantan hakim Ida Bagus Rai Patiputra yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar, dalam sidang Rabu (6/12) kemarin mendapatkan angin segar dari ahli hukum pidana. Dalam perkara menghalanghalangi penyidikan tipikor yang muaranya dari SK Bupati Gianyar serta tercantumnya tanda tangan A.A. Bharata yang diklaim palsu, seharusnya dibuktikan terlebih dahulu unsur pemalsuannya. Hal itu dikatakan ahli hukum pidana Dr. I Gusti Ketut Aryawan yang memberikan keterangan di depan majelis hakim pimpinan Made Sukereni dan dua hakim anggota Miftahul dan Sumali. Pun saat ahli hukum ini ditanya tim kuasa hukum terdakwa, berkaitan dengan dugaan pemalsuan SK dan tanda tangan bupati, apakah bisa disebut pemalsuan sebelum ada putusan pengadilan, ia mengatakan untuk dapat seseorang mengatakan palsu atau dipalsukan, harus dibuktikan terlebih dahulu. Salah satu pola pembuktian selain pengadilan adalah uji lab forensik. Ketika ditanya oleh kuasa hukum Rai Patiputra, R. Hario Kristayuda Soeparno, S.T., S.H. dan Jansen Purwa, S.H., jika ada dikatakan pemalsuan tanda tangan bupati oleh staf atau pegawainya atau karyawan, apakah bisa disebut sah, Aryawan menyatakan itu perlu dibuktikan. ‘’Kalau memang itu palsu, ya… tanda tangan itu batal demi hukum. Pihak ketiga yang membutuhkan tanda tangan atau SK bupati itu bisa disebut sebagai korban,’’ sebutnya. Menurut ahli hukum pidana Unud ini, pihak ketiga tidak dapat diikat oleh SK yang disebut palsu, sebelum SK atau tanda tangan tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht. Dijelaskannya, sebelum ada pembatalan, SK atau perjanjian itu masih dianggap sah. Misalnya pada 2015 atau 2016 ada objek sewa tanah yang kemudian masuk pidana korupsi. Sebelum kasus terjadi, orang yang menyewa tanah tidak bisa disebut menghalang-halangi penyidikan korupsi. Pasalnya, menghalangi artinya ada perlawanan yang masif atau aktif serta ada deretan peristiwa. Mendapat jawaban yang cukup membuat terdakwa Rai Pati lega, namun tidak demikian halnya dengan jaksa. JPU dari Kejati Bali, Budi dan Rika, mencoba menjelaskan dan menanyakan bahwa dalam proses penyidikan, tanah itu disita. Bahkan di atas tanah sudah ada bangunan. Eksekusi tidak bisa dilakukan karena pemilik bangunan bersikukuh mempertahankan dengan dalih SK bupati. ‘’Penuntut umum melakukan eksekusi, pemilik bangunan menolak. Jika ada hambatan eksekusi, apakah tidak bisa disebut menghalangi,’’ tanya jaksa. Aryawan menegaskan, pemegang SK itu tidak menghalang-halangi karena mempunyai SK dari pihak berwenang. Lantas, jika orang yang membangun itu memperoleh SK yang tidak benar atau mengantongi SK palsu? Ia kembali mengatakan SK yang disebut palsu itu harus dibuktikan terlebih dahulu jika memang surat itu palsu. Kalau itu SK palsu atau tanda tangan palsu bupati, si pemegang SK tidak bisa menguasai tanah itu. Soal adanya pembayaran sewa, yang menurut jaksa diserahkan ke orang yang tidak berhak, ahli hukum itu menyebut beda kasus. ‘’Kalau palsu dan membawa atau melarikan uang sewa, namanya penggelapan,’’ jelas Aryawan. (kmb37)
OPINI
6
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Di Mana Posisi Krama Bali
SUDAH berkali-kali ditulis sebenarnya, baik sebelum maupun sesudah Gunung Agung meletus. Bahkan jauh-jauh hari sebelum kita memasuki abad ke-21, terutama awal dan pertengahan 1990-an. Saat itu sudah mulai tanda-tanda, sudah sangat jelas di mana keinginan untuk membangun pariwisata terutama fasilitasnya secara masif, sangat tampak jelas. Sudah terang benderang pula saat itu, sinyal-sinyal bahwa Bali akan mengalami pergeseran yang sangat signifikan. Walaupun masih dan akan tetap bersandar pada pariwisata budaya, namun toh keraguan itu muncul juga. Sampai sejauh mana para pihak, terutama para pelaku, pemerintah, investor dan pemangku budaya Bali itu sendiri akan bisa bertahan di tengah godaan yang mahahebat? Jelas dan sangat terbukti. Awal abad ke21, awal-awal tahun 2001-an, pembangunan fasilitas pariwisata begitu menggila. Semua ingin berlaku sebagai peran utama. Tidak mau menjadi pemeran pembantu ataupun hanya sebagai figuran yang hanya numpang lewat sekilas. Semua ingin nampak di layar dan tentu saja mesti dapat honor yang selangit. Begitulah kira-kira kalau kita umpamakan dalam sebuah film. Namun sayang, genre filmnya tidak hanya budaya tetapi sudah mulai muncul tema-tema lain sesuai dengan kebutuhan pasar plus kepentingan sang produser. Sang punya dana. Di mana peran masyarakat Bali? Masih, tentu saja mulai mengalami pergeseran. Begitu banyak para pelaku masuk dan keluar. Tidak terbatas etnis, tetapi juga ras. Dunia pariwisata begitu heboh, menarik hati, gebyar dan penuh dengan iming-iming. Siapa yang tidak tertarik? Sayangnya, pemangku kebijakan juga ikut tersedot. Banyak hal yang semestinya bisa direm, dibiarkan begitu saja. Lolos tanpa ada pengawasan yang ketat. Begitu banyak perubahan yang terjadi dengan satu target angka kunjungan meningkat dan angka PAD melonjak. Sangat sedikit pihak yang masih menyuarakan soal kapasitas daya dukung Bali, pun suara soal peraturan tata ruang terdengar sayup-sayup. Yang berbicara moratorium pun masih setengah hati. Itu sekadar gambaran singkat sebelumnya. Selalu saja kita melihat ke masa lalu tetapi tidak mau belajar darinya. Kita selalu melihat ke depan, ke depan dan ke depan. Namun sayangnya, melihat ke depan tidak berarti visioner. Tidak sama sekali. Visioner adalah melihat ke depan dengan berbagai pertimbangan dan dibarengi dengan kesiapan di segala bidang. Melihat segala kemungkinan serta baik-buruknya. Ini tidak, kita senantiasa melihat ke depan, melihat punya tetangga dan ingin membuat atau memiliki yang serupa. Namun, seringkali itu tidak cocok dan bahkan bertentangan. Dengan alasan dan dalih macammacam, seperti on stop holiday, Bali sekarang tidak lagi hanya menjual keindahan alam serta keagungan budaya, tetapi sudah ada berbagai jenis enternaint yang meniru negara lain. Kita mungkin terlalu banyak meniru. Dan itu keterusan. Ingin membangun sesuatu yang sifatnya wah tanpa memikirkan dampak menyeluruhnya. Nah, ketika ada bencana alam Gunung Agung, kita sudah sangat kelimpungan dan teriak-teriak. Sangat sedikit yang melihat hal ini sebagai sebuah peringatan agar kita lebih rasional berpikir. Tidak usah membawabawa unsur spiritual dulu. Rasional sajalah. Bagaimana Bali yang kecil ini sedemikian dijejali dengan berbagai ragam fasilitas pariwisata, turis yang membeludak yang menimbulkan berbagai dampak? Dampak lingkungan, sampah, air bersih, polusi, keterbatasan lahan dan sebagainya. Mari kita berpikir rasional.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Semoga Erupsi Segera Berakhir Lesunya pariwisata akibat erupsi Gunung Agung kini kita rasakan bersama. Masalah ini hendaknya disikapi dari berbagai sisi termasuk dari sisi keseimbangan alam. Kondisi ini, menurut saya hendaknya digunakan untuk memetakan kembali daya dukung Bali terhadap sektor kepariwisataan. Termasuk di dalamnya melakukan kajian terhadap pengelolaan ruang, potensi alam dan pewarisan budaya Bali. Hal lain yang saya pandang perlu dicermati adalah dampak lesunya pariwisata terhadap perekonomian Bali. Jika kondisi ini memakan waktu yang relatif lama, tentu akan menjadi masalah serius dalam mendapat lapangan pekerjaan dan membangun daya tahan ekonomi. Untuk itu sangat perlu dilakukan koordinasi terpadu guna mencari terobosan terbaik dalam mengatasi lesunya pariwisata Bali. Dalam hal ini, birokrat dan pelaku pariwisata saya pandang harus lebih agresif. Mengomunikasikan dengan negara-negara pemasok pariwisata untuk kembali memberikan ruang kepada warganya bepergian ke Bali. Selain itu, harus ada banyak event yang bisa disuarakan dari Bali sebagai daya tarik. Saatnya sekarang pendapatan yang selama ini kita kelola dari pariwisata dikembalikan kepda pelestarian budaya untuk menarik wisatawan. Bahwa atraksi budaya di Bali harus diperbanyak selain melakukan promosi ke luar negeri. Saya berharap bencana akibat erupsi Gunung Agung segera berakhir. Putu Suatama Gianyar, Bali
Pariwisata dan Pelajaran dari Gunung Agung Situasi Gunung Agung belakangan ini mulai melandai. Dalam arti kepulan asap berkurang tidak sehitam sebelumnya. Bahkann sempat dua hari tidak keluar asap. Bagi masyarakat awam, situasi ini memberi suasana psikologis yang positif. Suasana demikian tentu sangat berguna di tengah situasi ketidakpastian yang ada. Akan tetapi, masyarakat jelas tidak boleh lengah karena meski asap tidak mengepul lagi, bukan berarti proses meletusnya gunung ini berhenti. Laporan mengatakan bahwa kawah lava baru terisi sekitar 20 juta meter kubik materi dari 60 juta volume kawah.
Oleh I Gusti Putu Raka Dwiputra aporan juga menyebutkan rembesan lava tetap mendesak naik yang dapat mencapai 36 meter per detik. Gempa tremor juga tetap berlangsung. Jadi, proses menuju letusan tetap berlangsung. Masyarakat harus mewaspadai hal ini. Seperti yang sudah disebutkan berulang kali, bahwa teknologi terbaru manusia di mana pun di muka bumi ini, masih belum mampu memprediksi dengan tepat kapan sebuah gunung akan meletus. Jadi sekali lagi, masyarakat harus siap-siap terhadap berbagai kemungkinan ke depan. Bisa jadi meletusnya masih dalam jangka waktu lama seperti tahun 1963 yang tandatanda awalnya terjadi pada dua dekade pertama abad ke-20 atau justru untuk sekarang ini, meletusnya lebih cepat. Masyarakat Bali benar-benar harus belajar banyak, merenungkan diri terhadap fenomena Gunung Agung ini. Ia memberikan pelajaran, proses perenungan yang harus dilakukan oleh masyarakat demi masa depan dan kehidupan sosialnya. Meletusnya Gunung Agung tahun 1963 seperti yang telah diketahui banyak orang, berdampak korban jiwa lebih dari 1.200 orang dengan puluhan ribu
L
yang harus bertransmigrasi. Perekonomian yang rusak akibat letusan pada tahun 1963 diperkirakan yang paling besar adalah perekonomian yang berbasis pertanian. Persawahan dan perladangan yang paling dekat gunung menderita kerusakan paling hebat. Bahwa banyak juga lahan pertanian di bagian lain di Bali yang terganggu hujan abu pada letusan tahun 1963, merupakan hal wajar. Akan tetapi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, letusan ini membawa berkah bagi pertanian karena memberikan kesuburan kepada tanah. Bahkan pasir yang berasal dari letusan Gunung Agung tahun 1963 itu menjadi rebutan hingga setengah abad kemudian. Saat ini tanpa malu-malu banyak orang berebut menguasai galian C di Karangasem dan sekitarnya untuk dijual demi pembangunan, utamanya di Denpasar dan Badung. Galian pasir ini memunculkan orang kaya baru, bahkan memunculkan banyak politisi. Dengan demikian, gangguan perekonomian pada waktu itu lebih banyak pada aktivitas yang berlandaskan pertanian. Guncangan sosial yang terjadi pada waktu itu disebabkan oleh pertanian yang solusinya adalah transmigrasi. Jika saja pada waktu itu pemerintah daerah, termasuk pemerintah pusat memahami lebih banyak
tentang teknologi pertanian dan pengolahan lahan lebih baik, dan mampu memberi penjelasan kepada masyarakat, kemungkinan tidak akan terjadi transmigrasi oleh masyarakat Bali pada waktu itu. Letusan awal Gunung Agung tahun 2017 ini berpotensi memberi dampak lebih hebat dibanding dengan tahun 1963. Hanya baru dalam tahap letusan awal saja, telah memberikan gangguan yang sangat dignifikan terhadap perekonomian Bali. Ini disebabkan karena basis perekonomian Bali saat ini sudah jauh berbeda dibanding dengan tahun 1963, yaitu industri pariwisata. Hotelhotel dan berbagai penginapan di Bali sepi hanya dalam beberapa hari setelah awal erupsi, karena turis membatalkan kunjungan dan mempercepat kepulangan ke negaranya. Pengangkutan pasir dari galian C langsung berhenti. Dari dua sektor itu saja perekonomian Bali langsung tersendat, tidak saja di sekitar areal Gunung Agung tetapi justru di pusat-pusat perekonomian Bali, terutama Denpasar, Badung dan Gianyar. Sektor masyarakat perdesaan juga terkena imbas besar dan segera. Ini disebabkan karena para pekerja hotel di Bali banyak yang datang dari desa-desa di seluruh Bali. Tidak itu saja, para migran yang datang dari luar Bali juga terkena
imbas. Bahkan orang Jakarta yang memiliki usaha di Bali terkena imbas besar. Perekonomian nasional dapat terganggu. Memang bisnis pariwisata memberi dorongan perekonomian kepada masyarakat, terutama dengan efek uang segera yang didapatkannya. Artinya, dalam hal pekerja kasar harian hotel saja, mereka akan langsung mendapat penghasilan hari itu juga sehingga dapat memenuhi kebutuhan harian. Ini kelebihan sektor industri (pariwisata) dibandingkan dengan pertanian. Akibat dari demikian ‘’riuh, ingar-bingar dan gaduhnya’’ industri pariwisata, maka sektor pertanian di Bali jadi bangkrut. Sawah jadi perumahan dan ladang jadi semak. Persoalan ini harus menjadi pelajaran dan renungan bagi masyarakat Bali karena dalam waktu singkat tabungan masyarakat, baik di kota maupun di desa berkurang, padahal Gunung Agung baru ‘’batuk-batuk’’ sebulan, belum dua bulan, setahun, apalagi lima tahun. Pada waktu meletus tahun 1963, letusan itu lamanya setahun. Bisa dibayangkan apabila letusan kali ini berlangsung besar dan lebih dari setahun. Tabungan masyarakat pasti akan menurun drastis, sementara simpanan dalam bentuk investasi pertanian, perladangan, perkebunan dan peternakan, boleh dikatakan hampir tidak ada. Fenomena ini sangat rentan memicu konflik sosial, baik berupa pemerasan sosial, pencurian, klaim warisan bahkan sampai perkelahian. Untuk itulah maka masyarakat Bali harus mampu menyeimbangkan antara industri pariwisata dengan sektor pertanian. Aktifkanlah sawah, ladang, kebun dan peternakan. Jangan semuanya lari ke dunia pariwisata yang demikian
Ironi Penegakan Etik MKD KEENGGANAN dan kelambanan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengusut dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sejatinya sudah dapat terbaca sejak awal. Ketika Setnov mangkir dari sejumlah pemanggilan KPK, misalnya, tidak ada satu pun wakil rakyat di Senayan yang berani buka suara menyoal ketidakpatuhan Setnov. Bahkan, alih-alih mengingatkan Setnov, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian (Setjen dan BK) DPR malah mengirimkan surat ke KPK yang berisi penolakan terkait pemanggilan Setnov oleh KPK. Nahasnya lagi, di dalam surat yang dikirim ke KPK itu pijakan yang digunakan oleh Setjen dan BK DPR dapat dikatakan ‘’serampangan’’. Mafhum diketahui, di dalam surat yang dikirim itu pijakan yang digunakan ialah bersandar pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 76/PUU-XII/2014 terkait uji materi pasal 245 ayat (1) UU MD3. Di dalam putusan itu, MK mengubah ketentuan perlunya izin MKD menjadi izin presiden untuk dapat memeriksa anggota dewan. Namun yang perlu dicermati, MK tidak turut mengubah atau membatalkan ketentuan dari pasal 245 ayat (3) yang menyatakan ketentuan pada ayat (1) tidak berlaku untuk tindak pidana yang diatur pada ayat (3) tersebut. Yaitu, (a) tertangkap tangan melakukan tindak pidana, (b) disangka melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau tindak pidana kejahatan terhadap kemanusiaan
Oleh Pangki T. Hidayat dan keamanan negara berdasarkan bukti permulaan yang cukup, atau (c) disangka melakukan tindak pidana khusus. Dalam konteks kasus hukum Setnov, Ketum Golkar itu diduga melakukan korupsi pada proyek KTP elektronik (e-KTP). Sementara korupsi sendiri berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dapat dikategorikan sebagai kejahatan khusus karena telah diatur tersendiri, yakni menggunakan UU Nomor 30/2012 tentang KPK. Di dalam Pasal 63 ayat (2) KUHP disebutkan, ‘’Jika suatu perbuatan, yang masuk dalam suatu aturan pidana yang umum, diatur pula dalam aturan pidana yang khusus, maka hanya yang khusus itulah yang dikenakan’’. Oleh karenanya, jelas bahwa surat yang dikirim oleh Setjen dan BK DPR itu hanya berorientasi untuk melindungi Setnov saja. Meskipun demikian, MKD nampaknya lagilagi tidak mau ambil pusing. Faktanya, baik terkait mangkirnya Setnov maupun surat dari Setjen dan BK DPR, MKD sama sekali tidak mau mengambil peran untuk menjaga kehormatan dan martabat DPR. Realitas seperti itu tentu sangat ironi, terlebih di tengah-tengah kepercayaan publik pada DPR yang terus memburuk. Mestinya, terhadap dugaan pelanggaran etik apa pun dan oleh siapa pun, MKD segera mempros-
esnya. Terlebih dalam kasus Setnov, sudah ada laporan dari masyarakat yang masuk ke MKD. Artinya, MKD sejatinya tidak memiliki alasan lagi untuk menunda-nunda proses persidangan etik terhadap Setnov. Namun, yang terjadi bila terkait Setnov malah selalu ada saja hal-hal yang ‘’ganjil’’. Dalam kasus dugaan pelanggaran etik oleh Setnov kali ini, misalnya, MKD bersikeras untuk terlebih dulu menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pimpinan fraksi di DPR. Padahal, ketentuan tersebut sejatinya tidak ada dan tidak pernah dilakukan oleh MKD dalam kasus dugaan pelanggaran etik sebelum-sebelumnya. Itulah sebabnya, bukan tidak mungkin MKD saat ini juga sedang melakukan ‘’akal-akalan’’ sebagaimana yang dilakukan oleh Setjen dan BK DPR untuk melindungi Setnov. Hal itu tentu sangat masuk akal mengingat anggota dari MKD ialah bawahan dari Setnov. Sebagai bawahan, sudah pasti mereka akan takut jika melakukan upaya yang tidak disukai oleh pimpinannya. Lagi pula, Setnov diyakini mempunyai informasi yang berpotensi ‘’menyeret’’ anggota dewan lain ke dalam kasus korupsi e-KTP. Maka tak heran, MKD menjadi semakin tak bertaji sekalipun dalam konteks etik sejatinya sudah terdapat aturan yang sudah sangat jelas dan tegas.
banyak bahaya, tantangan dan saingannya. Mari masyarakat Bali belajar lagi pertanian. Dengan teknologi digital dan sistem manajemen sekarang, sektor pertanian juga mampu memberi penghasilan yang cepat. Gunung Agung telah memberikan benih kesuburan melalui abunya, maka manfaatkanlah dengan baik. Masyarakat Bali jelas saja boleh bergelut dengan industri pariwisata, tetapi sama sekali jangan meninggalkan pertanian. Agar keduanya dapat hidup maka industri pariwisata Bali harus memakai jasa dan hasil produksi pertanian Bali untuk berbagai produk pelayanan hotel. Masyarakat juga harus paham, bahwa apa pun yang dikerjakan dengan profesional, pada akhirnya penghasilan akan sama saja. Jadi tidak perlu harus jauh-jauh pergi bekerja, misalnya saja ke kapal pesiar. Pengelolaan pertanian secara profesional akan mampu memberi penghasilan yang berlipat. Pertanian juga akan mampu menjadi investasi alternatif manakala ada bencana Gunung Agung seperti sekarang. Gunung Agung juga memberi pelajaran soal ritual yang sederhana. Dalam keadaan mengungsi, tidak mungkin akan membuat upacara besar-besaran yang tidak perlu. Ritual pun demikian. Dengan sarana yang sederhana, pasti doa akan tersampaikan juga kepada Tuhan. Dengan sarana yang sederhana kita akan mampu mengirit banyak biaya, banyak waktu dan banyak tenaga, sehingga benar-benar mampu memberdayakan diri secara lebih baik. Seorang pernah memberi saran, dengan daksina saja sudah cukup untuk menjalankan ritual. Jadi, marilah kita merenung, mulai membaca-baca makna ritual, sarana upacara agar tidak boros. Semua demi kehidupan sosial Bali di masa depan.
POJOK Dampak erupsi, seribuan karyawan di Karangasem dirumahkan. - Yang baru terdata. *** Kata calon Panglima TNI, konflik SARA akan selalu ada. - Tugasnya meniadakan. *** Kunjungan wisman jeblok, pemerintah harus segera ambil langkah. - Bukan langkah seribu.
Penulis, Direktur Eksekutif Research Center for Democratic Education. Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
BERJEMUR Sepasang turis menikmati waktu liburnya di Bali dengan berjemur di Pantai Kuta. Foto diambil baru-baru ini.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget Bali Post/wan
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Figur
7
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Divonis 16 Bulan Penjara
Kicen Mundur dari Partai dan Anggota Dewan Semarapura (Bali Post) -
Anggota DPRD Klungkung I Wayan Kicen Adnyana telah divonis 16 bulan penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi bantuan hibah. Pascavonis itu, politisi asal Desa Getakan, Banjarangkan ini langsung melayangkan surat pengunduran diri, baik sebagai wakil rakyat maupun anggota Partai Gerindra, sebelum diberhentikan secara tidak hormat. Menariknya, surat tersebut ditandatangani di Rutan Klungkung. Keputusannya itu secara otomatis memberikan peluang baginya untuk kembali maju dalam pileg tahun selanjutnya.
Bali Post/rah
Harus Sopan MENYAMBUT hari raya Natal dan Tahun Baru 2018 serta IMF dan World Bank, Dir. Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana, Rabu (6/12) kemarin mengumpulkan para sopir angkutan online di Kuta. Pertemuan tersebut dihadiri 100 orang, terdiri atas 15 paguyuban yang bernaung di bawah kendali Grab. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman di Bali akan menjadi tuan rumah Annual Meetings International Monetary Fund - World Bank Group (IMF-WB) 2018 tanggal 9 hingga 14 Oktober 2018. “Walau pelaksanaannya tahun depan, tapi segala persiapan sudah kami lakukan sedini mungkin. Karena acara tersebut rencananya dihadiri delegasi dari seluruh negara di dunia, 15 ribu delegasi dari 189 negara anggota IMF dan World Bank,” ujar Kombes Sudana. Mantan Kapolresta Denpasar ini menyampaikan pesan-pesan tertib berlalu lintas dan mentaati Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Ia berharap angkutan online bernaung dalam aplikasi Grab, harus turut menjaga keamanan Bali, tidak terjadi permasalahan dengan angkutan sewa online lainnya, termasuk dengan angkutan sewa umum atau konvensional. “Saat memberikan pelayanan, driver tersebut harus berlaku sopan, menjaga kebersihan, kerapian pengemudi maupun kendaraannya,” ujar mantan Kabid Humas Polda Bali ini. (rah)
Pengunduran diri itu dibenarkan Ketua DPC Gerindra I Wayan Baru. Dijelaskan, hal tersebut atas inisiatifnya sendiri. Partai hanya memberikan pertimbangan untuk mengambil
langkah terbaik. Padahal dari sisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, dan melihat vonis, Kicen diganjar dengan pemberhentian tidak hormat. “Suratnya sudah
DPRD. Terkait Pengganti Antar-Waktu (PAW), direncanakan pada 19 Desember mendatang. Penggantinya, Partai Gerindra menunjuk Wayan Widiana, kader asal Desa Bakas, Banjarangkan. “Pelantikannya harus Desember tahun ini. Sesuai aturan KPU, kalau lewat tidak bisa dilakukan pelantikan sampai tahun 2019. Dan ini tentunya ada dampak buat kita di fraksi, karena kurang anggota satu kursi,” tandasnya. (kmb45)
Soal Permohonan Informasi Publik
Walhi Bali dan PT Jasamarga Bali Tol Lakukan Mediasi Denpasar (Bali Post)Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali dan PT Jasamarga Bali Tol akhirnya menempuh proses mediasi terkait permohonan informasi publik rencana soil test di Teluk Benoa. Mediasi ini merupakan hasil sidang ajudikasi non-litigasi perdana dengan agenda pemeriksaan pendahuluan di Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Bali, Rabu (6/12) kemarin. Direktur Eksekutif Walhi Bali Suriadi Darmoko mengatakan, mediasi berjalan cukup dinamis dengan membahas beberapa hal. Pertama, mediasi memastikan PT Jasamarga Bali Tol memang benar badan publik. Mengingat Pemprov Bali dan Pemkab Badung turut menjadi pemegang saham di sana selain tujuh BUMN. “Itu menunjukkan bahwa Jasamarga Bali Tol adalah badan publik, karena sebagian dananya bersumber dari APBD provinsi dan kabupaten, sehingga permohonan informasi yang kami ajukan
kepada pihak Jasamarga adalah tepat,” ujarnya. Kedua, lanjut Suriadi, mediasi membahas pula tiga item informasi publik yang diminta Walhi Bali kepada PT Jasamarga Bali Tol. Yakni, data terkait dengan tujuan dari soil test, peta lokasi soil test dan koordinatnya, serta dasar hukum. Namun PT Jasamarga Bali Tol akan membuka sebagian data saja yang menurut mereka bisa dibuka untuk publik. “PT Jasamarga menjanjikan data yang terbuka dan dibuka untuk publik berdasarkan keputusan perusahaannya itu diberikan pada mediasi lanjutan tanggal 18 Desember nanti,” jelasnya. Menurut Suriadi, kalau memang ada informasi yang tidak bisa dipenuhi dari tiga item yang diajukan Walhi, maka proses mediasi akan berlanjut menjadi sidang ajudikasi non-litigasi. Sekretaris Perusahaan PT Jasamarga Bali Tol (JBT) Drajad Hari Suseno mengaku akan
Sasar Anak-anak, PCC Dijual Murah Mangupura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik pil Paracetamol, Caffein, Caresoprodol (PCC) di Solo dan Semarang, Jawa Teng a h b eb era p a wa kt u lalu, dan menyita jutaan pil ilegal tersebut. Di wilayah Badung belum ditemukan indikasi beredarnya pil tersebut. Namun, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengimbau supaya orangtua lebih waspada dan mengawasi anak-anaknya dengan baik. “Modusnya (PCC) diedarkan secara bebas dengan harga murah dan menyasar anak-anak. Kami sudah berkoordinasi dengan BBPOM untuk wilayah Badung belum ditemukan,” ujar AKBP Masmini, Rabu (6/12) kemarin. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan upaya antisipasi dengan melakukan penyelidikan, koordinasi dan bersinergi dengan BBPOM serta mengedukasi masyarakat, khususnya kepada pemuda dan pelajar agar tidak menggunakan tablet PCC.
kami terima seminggu lalu, bermaterai 6.000. Kita sama teman-teman sempat memberikan pengertian kalau diberhentikan tidak hormat itu akan jelek image-nya di masyarakat.
Tapi kalau mengundurkan diri bisa saja dia mencalonkan diri lagi,” jelasnya. Atas kasus yang membelitnya, Gerindra masih berpikir ulang untuk menerima kembali Kicen sebagai anggota partainya. Itu harus memerlukan pembicaraan lebih lanjut dalam rapat yang melibatkan pengurus dan anggota partai lain. Adanya surat pengunduran diri, otomatis Kicen tidak lagi mendapatkan hak apa pun dari
Caranya, dengan memberikan contoh kasus yang sudah memakan korban jiwa. Upaya tersebut dilakukan supaya masyarakat di Bali, khususnya yang tinggal di wilayah Badung tidak menjadi korban. “Kami juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk waspada terkait manuver licik bandar narkoba dengan gencar mengedarkan PCC ini. Meskipun PCC tidak termasuk narkotika, tapi efeknya sangat buruk,” tegasnya. Dengan beredarnya narkotika dan PCC ini, tidak saja menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kepolisian dan BNN, namun harus diwaspadai juga para orangtua dan masyarakat, bersama-sama mencegah serta memberantas peredaran barang terlarang ini hingga ke akar-akarnya. “Seperti yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, puluhan murid SD dan SMP kena PCC. Ciricirinya kejang-kejang dan mual setelah minum pil PCC tersebut. Untuk mengantisipasinya, perlu kewaspadaan
Bali Post/rah
AKBP Ni Ketut Masmini
semua pihak, karena peredaran pil PCC ini tidak mengenal tempat, waktu, dan sasarannya,” ungkap Masmini. Oleh karena itu, ia berharap orangtua tidak segansegan melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan atau mendengar adanya peredaran pil PCC. “Intinya, semua obat-obatan terlarang terutama narkotika harus dijauhi. Jangan cobacoba karena akibatnya bisa fatal,” pintanya. (kmb36)
memberikan informasi yang diminta Walhi Bali sepanjang menjadi concern publik. Sementara informasi yang bersifat rahasia atau menyangkut rahasia perusahaan, pihaknya tidak bisa memberikan. “JBT akan menyerahkan informasi yang diminta Walhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada sidang berikutnya,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua KIP Provinsi Bali I Gede Agus Astapa mengatakan, Walhi Bali dan PT Jasamarga Bali Tol diberi waktu 14 hari untuk menyelesaikan masalah lewat mediasi. Jika proses mediasi berhasil dan Walhi Bali mendapatkan seluruh informasi yang diminta, maka nota kesepakatan damai bisa dibuat. Namun, jika sebaliknya, sengketa informasi ini akan kembali berlanjut pada sidang ajudikasi non-litigasi. “Nanti di situ baru kita akan panggil pihak-pihak, kemudian kita tanya kenapa informasi ini tidak diberikan. Kita juga tanya
Bali Post/rin
Bali Post/rin
Drajad Hari Suseno
Suriadi Darmoko
Walhi Bali, kenapa meminta informasi ini, alasannya apa, tujuannya apa. Termasuk kalau perlu saksi ahli, kita minta bantuan saksi ahli,” ujarnya. Setelah itu, lanjut Astapa, barulah KIP akan memutuskan informasi yang diminta Walhi Bali memang boleh dibuka
dan diberikan kepada mereka atau tidak. Bila ternyata keputusan KIP tidak diterima oleh pemohon atau termohon, mereka dapat mengajukan gugatan ke PTUN. Kalau masih belum puas, bisa melanjutkan gugatan ke Mahkamah Agung. (kmb32)
Erupsi Gunung Agung
Makin Berat, Tantangan Developer Tahun 2018 BANYAK developer hanya bisa mengelus dada menghadapi situasi menjelang akhir tahun 2017. Pasalnya, dengan erupsi dan status awas Gunung Agung, pengerjaan proyek perumahan tersendat karena langkanya material, khususnya pasir. Ditambah lagi 2018 merupakan tahun politik, sehingga tantangan para developer semakin berat. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Diklat DPD REI Bali I Gede Suardita, S.E., Rabu (6/12) kemarin mengatakan, dengan dinaikkan status Gunung Agung jadi awas kembali, ketersediaan material selain mahal juga langka. Hal itu terjadi karena galian C di Karangasem ditutup semua. “Inilah kenyataan yang terjadi saat ini. Akhirnya semua proyek dievaluasi pelaksanaannya dan terancam macet,” tegasnya. Menurut owner PT Bumi Cempaka Asri (BCA) ini, alternatif mencari pasir dan koral di tempat lain, tidak begitu ‘ngefek’ karena supply dan demand tidak seimbang.
“Ya kita berdoa saja status Gunung Agung cepat normal,” harapnya. Apalagi pemasaran rumah juga ikut lesu, sehingga belum ada solusi tepat bisa diterapkan. Saat ini pihaknya berusaha menghabiskan stok rumah yang sudah siap dijual. Pasalnya, pihaknya tidak terlalu berani berspekulasi di situasi yang serba belum jelas ini. Kondisi ini, lanjut developer yang juga menggarap rumah subsidi ini berimbas pada implementasi program Sejuta Rumah Jokowi (rumah subsidi). Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura, belum lama ini mengatakan, pasir merupakan bahan dasar bangunan dan perannya sangat penting. Kalau pasokan pasir sampai tersendat, apalagi dalam waktu lama, ia khawatir pembangunan di Bali banyak yang mangkrak. Apalagi proyek pemerintah. Sejak Gunung Agung berstatus awas, galian C di Karangasem ditutup demi keamanan. Kondisi ini mempengaruhi harga dan langkanya pasir. (rah)
Bali Post/rah
Agus Permana Widura
Bali Post/rah
I Gede Suardita
BANGLI
8
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Bangli Aman Dikunjungi Wisatawan
Ratusan Pesepeda akan Ramaikan ’’Batur Enduro Challenge’’ Bangli (Bali Post) – Ratusan atlet dan penghobi sepeda dipastikan akan meramaikan event Batur Enduro Challenge yang akan diselenggarakan di Kintamani, Minggu (10/12) mendatang. Selain untuk memperkenalkan potensi wisata sepeda dan berolah raga di Kabupaten Bangli, event ini bertujuan mempromosikan ke wisatawan bahwa Kabupaten Bangli dan Bali pada umumnya masih sangat aman untuk dikunjungi meski Gunung Agung saat ini tengah mengalami peningkatan aktivitas. Panitia Batur Bali Post/ina Enduro Challenge, Desak Andariyani Desak Made Andariyani, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan Batur Enduro Challenge mengusung tema ‘‘Kintamani Enduro Bike to Nature’’. Kegiatan bersepeda ini akan mengambil rute sepanjang kurang lebih 6 km. Dengan start dari Museum Geopark Batur, para pesepeda akan melalui rute Jalan Raya Suter-Besakih, kemudian turun ke kaldera Batur melalui hutan di wilayah Desa Buahan. Setelah beristirahat sejenak di Resto Apung, perjalanan dilanjutkan kembali ke Toya Bungkah. Dijelaskannya, Batur Enduro Challenge juga diisi dengan soft launching Kintamani Bike Park dan Panggung Budaya Toya Bungkah di kawasan Batur Unesco Global Geopark. ‘’Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama. Dibiayai Pemkab Bangli, dilaksanakan bekerjasama dengan BKSDA Bali, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM,’’ terangnya. Desak Andariyani menambahkan, sesuai jadwal, Batur Enduro Challenge pada Minggu (10/12) akan dimulai sekitar 07.00 Wita. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pariwisata di Bangli dan Bali pada umumnya terlebih di tengah situasi Gunung Agung saat ini tengah mengalami peningkatan aktivitas. ‘’Kalau dari radius, Bangli dan wilayah lainnya di luar radius KRB III dan II masih sangat aman untuk dikunjungi wisatawan,’’ jelasnya. (kmb40)
Gedung Sasana Budaya Tak Kunjung Diperbaiki Bangli (Bali Post) Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli sudah dinyatakan tak representatif untuk menggelar kegiatan karena mengalami kerusakan pada bagian atap. Kerusakan tersebut telah terjadi sejak hampir tiga tahun lalu. Hingga sekarang, gedung yang berada di sebelah selatan kantor Dinas Lingkungan Hidup itu tak kunjung mendapat perbaikan. Kabag Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra saat dikonfirmasi, Rabu (6/12)
kemarin, mengakui bahwa hingga sekarang gedung tersebut belum diperbaiki. Namun rencananya, tahun mendatang, Pemkab akan mulai merenovasi gedung tersebut. ‘’2018 ini dibuatkan DED. Kemungkinan 2019 akan direnovasi,’’ terangnya. Mahindra mengatakan, meski kondisinya sudah dinyatakan tak layak untuk dipakai menggelar kegiatan karena ada bagian atapnya yang melengkung sesuai hasil kajian Dinas PU, namun gedung tersebut sampai
sekarang masih kerap dipakai menggelar kegiatan oleh beberapa instansi. ‘’Masih banyak yang pakai. Tapi kalau dari kajian PU, tidak representatif untuk dipakai,’’ ujarnya. Mantan Kabag Humas ini menyebutkan, nantinya setelah direnovasi, gedung yang berdiri sejak tahun 1970-an itu akan tetap dimanfaatakan sebagai pusat kesenian dan budaya di Bangli. ‘’Nanti juga rencananya asetnya akan diserahkan ke BPKPAD (Badan Keuangan,
representatif. Dinas PU menemukan adanya pergeseran balok ring bagian atap atas dan tumpang selatan hingga mengakibatkan adanya celah. Kerusakan itu menyebabkan konstruksi usuk tertarik dan melengkung ke bagian tengah dan menyebabkan adanya tiang kayu yang terlepas. Atas kondisi itu, Dinas PU juga merekomendasikan untuk dilakukan perbaikan, sehingga struktur atap dapat kembali berfungsi dengan baik. (kmb40)
I Gede Suryawan
Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli I Gede Suryawan, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk program tersebut. Hal pertama yang akan dikerjakan berupa pemasangan jaringan. Untuk itu, Pemkab melakukan kerja sama dengan pihak-pihak yang mempunyai keahlian di bidang tersebut. Diungkapkan Suryawan, Pemkab Bangli juga bekerja sama dengan Bank BPD untuk menyiapkan aplikasi PHR online. ‘’Aplikasinya sebagian
disiapkan BPD, sebagian lagi kita yang siapkan,’’ terangnya. Suryawan menilai, penerapan PHR online sangat efektif untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak. Sistem online diyakini dapat meminimalisir kebocoran pendapatan daerah akibat manipulasi data laporan oleh wajib pajak. Dengan sistem online, Pemkab nantinya bisa memonitor langsung transaksi di setiap hotel dan restoran yang menjadi wajib pajak. ‘’Itu salah satu tujuan penerapan sistem pemungutan pajak PHR secara online,’’ jelasnya.
Disinggung mengenai jumlah hotel dan restoran yang menjadi wajib pajak di Bangli, Suryawan yang saat diwawancara via telepon, belum bisa menyampaikannya secara pasti. Dia hanya menyebutkan, hotel dan restoran yang yang menjadi wajib pajaknya jumlahnya puluhan. ‘’Data pastinya ada di kantor,’’ ujarnya. Untuk diketahui, DPRD Bangli terus mendorong Pemkab untuk segera menerapkan sistem online pada penarikan pajak. Diyakini, dengan penerapan sistem tersebut, Pendapatan Asli Daerah dari
sektor pajak bisa meningkat signifikan. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles mengungkapkan, dengan sistem online, pendapatan di masing-masing wajib pajak bisa terekam dengan baik dan langsung oleh instansi terkait. Sistem online juga mampu mencegah kebocoran pendapatan. Carles mencontohkan, jika dalam satu hotel terdapat kunjungan wisatawan mencapai 100 orang dalam satu hari, maka secara otomatis data kunjungan wisatawan bisa terekam hari itu juga oleh dinas terkait. ‘’Online laporannya tidak bisa dibuat-buat. Kalau manual kan laporan datanya bisa dibuat ganda dan dimanipulasi,’’ ujarnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Koran bekas dapat diolah menjadi aneka jenis kerajinan, salah satunya berupa sokasi. Bahkan jika pembuatannya ditambah dengan sentuhan corak seni, maka sokasi berbahan koran bekas bisa bernilai jual tinggi, melebihi harga sokasi berbahan bambu. Di Bangli, pembuatan kerajinan sokasi berbahan koran bekas digeluti Nengah Suweto, warga Banjar Padpadan Desa Pengotan. Pria 36 tahun itu mengaku mulai membuat kerajinan sokasi berbahan koran bekas sejak dirinya selesai menjalani masa hu-
kuman di Rutan Gianyar, Agustus lalu. ‘’Saya belajar membuat sokasi dari koran bekas selama tiga bulan berada di rutan,’’ ungkapnya, Rabu (6/12) kemarin. Selain sokasi, dia juga mengolah koran bekas menjadi bokor beraneka bentuk dan sarana sembahyang lainnya. Dia mengungkapkan, sokasi maupun bokor berbahan koran bekas buatannya mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan sokasi maupun bokor berbahan koran bekas karya perajin lain. Ciri khasnya yakni pada motif yang tampak sekilas seperti endek.
Suweto menjelaskan, untuk membuat motif tersebut, koran bekas yang dibutuhkan haruslah yang keluaran atau edisinya sama sehingga memiliki warna yang sama ketika digulung. Hanya, untuk mendapatkan koran bekas dengan edisi sama dalam jumlah banyak, itu bukan hal mudah. ‘’Agak sulit cari bahannya yang begitu,’’ ujarnya. Dia mengakui, sokasi dan bokor berbahan koran bekas buatannya cukup banyak peminat. Biasanya, mereka yang berminat memesan langsung kepadanya untuk dibuatkan. Selama ini, pesanan yang datang dikerjakannya seorang
diri. Namun khusus untuk pembuatan gulungan kertas korannya, dia kerap membeli hasil karya sejumlah napi di Lapas Narkotika Bangli. ‘’Dalam membuat kerajinan yang dibutuhkan selain bahan adalah kesabaran. Kalau tidak sabar susah buatnya,’’ ujarnya. Dia mengatakan, harga sokasi dan bokor berbahan koran bekas buatannya dijual bervariasi sesuai ukuran. Untuk yang berdiameter 10-16 cm dijual Rp 150 ribu. Sedangkan yang ukurannya lebih besar, dijual lebih mahal. Meski banyak diminati, namun Suweto belum be-
Mulai tahun 2018, Pemkab Bangli akan menerapkan sistem online pada Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Guna merealisasikan program tersebut, Pemkab Bangli telah mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah di APBD 2018.
Bali Post/ina
Pendapatan dan Aset Daerah-red). Sekarang ini kan masih di Bagian Umum,’’ kata Mahindra. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014, Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli sempat direncanakan untuk dijadikan lokasi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk 30 anggota DPRD Bangli periode 2014-2019. Namun rencana itu dibatalkan. Karena sesuai hasil kajian Dinas PU saat itu, kondisi gedung gedung yang dinilai kurang
2018, Pemkab Terapkan PHR ”Online”
Bangli (Bali Post) -
MCK - Fasilitas MCK yang sedang dibangun di pos pengungsian Kubu.
Bali Post/ina
GEDUNG - Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli yang dinyatakan tak representatif untuk digunakan.
Fasilitas MCK di Pos Pengungsian Perajin di Padpadan Kubu Ditambah Sulap Koran Bekas Jadi Sokasi Bernilai Jual Tinggi Bangli (Bali Post) – Guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di pos pengungsian Kubu yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 jiwa, Posko Penanganan Keadaan Daruran Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung di Bangli kembali menambah fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di pos pengungsian setempat. Jumlah MCK tambahan yang dibuat saat ini sebanyak lima unit toilet plus satu tempat khusus untuk mencuci. Komandan Posko yang juga Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Rabu (6/12) kemarin, menjelaskan sejak Bangli kedatangan pengungsi, pihak posko telah membangun 23 unit toilet. Kini, pascaadanya penambahan pengungsi karena erupsi Gunung Agung, pihaknya menambah kembali fasilitas MCK sebanyak lima unit. Saat ini penambahan fasilitas MCK masih dalam tahap pengerjaan. ‘’Jadi, nanti jumlahnya 28 unit,’’ terangnya. Dikatakan Letkol Andy, sesuai perhitungan pihaknya, satu unit MCK idealnya dirancang digunakan oleh 20 orang pengungsi. Dengan jumlah pengungsi di pos pengungsian Kubu saat ini yang sebanyak 558 orang, maka jumlah MCK yang ada dinilai sudah cukup untuk sementara ini. ‘’Nanti kalau ada perkembangan akan kita kaji lagi,’’ ujarnya. Disinggung mengenai pengungsi di SKB, Letkol Andy mengungkapkan, tidak ada pembangunan fasilitas MCK di sana. Sementara ini, keberadaan beberapa fasilitas MCK di gedung SKB masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di sana. (kmb40)
Bali Post/ina
rani memproduksi sokasi dan bokor koran bekas dalam jumlah banyak. Selain karena terkendala modal, pihaknya juga masih terkendala tenaga dan tempat untuk menyimpan. Ayah tiga anak ini menjelaskan, selain memproduksi sokasi dan bokor berbahan koran bekas untuk dijual, tak jarang dirinya juga diminta untuk menularkan keterampilannya ke tetangga dan masyarakat lainnya. Belum lama ini Suweto pernah diminta mengajari warga miskin dan ibu-ibu PKK di desanya. (kmb40)
Telepon Penting Bangli RSU Bangli
: 0366-91521/91002
Polsek Bangli
: 0366-91062
Polsek Susut
: 0366-51004
Polsek Tembuku
: 0366-5595484
Polsek Kintamani
: 0366- 51122
Damkar
: 0366-92869
PDAM
: 0366-91094
PLN
: 0366-91268
Telkom
: 0366-91108
BPBD
: 0366-91448
Kodim
: 0366-91024
Kantor Bupati
: 0366-91032
KERAJINAN - Nengah Suweto saat membuat kerajinan sokasi dan bokor berbahan koran bekas.
Bali Post/ina
GIANYAR
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
9
Penggunaan Mobil Dinas Diperketat Gianyar (Bali Post) -
Mobil pelat merah di lingkungan Pemkab Gianyar diduga banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh pejabat eselon III ke bawah. Padahal sesuai Permendagri yang mengatur tentang fasilitas bagi penyelenggara negara, mobil dinas hanya boleh dibawa pulang oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bagi eselon III dan IV, tidak diperkenankan membawa pulang. Sebab itu, Pemkab Gianyar kini mulai memperketat penggunaan mobil dinas. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar Wayan Ardana, Rabu (6/12) kemarin, menyatakan bila mengikuti aturan Permendagri, maka kendaraan operasional atau dinas tidak
boleh dibawa pulang, selain oleh Kepala OPD. ‘’Kemarin ini sempat disinggung oleh Pak Plt. Sekda, bahwa semestinya kendaraan operasional tidak boleh dibawa pulang,’’ jelasnya. Diakui, realitanya saat ini
banyak pejabat eselon III dan IV yang menggunakan mobil dinas secara pribadi, hingga dibawa pulang. Kondisi ini pun disebutnya menjadi kebiasaan, khususnya oleh pejabat setingkat kepala bidang (kabid). ‘’Seharusnya tidak
boleh. Itu hanya kebiasaan saja. Pastinya ini akan saya koordinasikan lagi dengan pimpinan, seperti apa tindak lanjutnya,’’ ujarnya. Bila dipandang perlu menertibkan pelanggaran ini, pihaknya pun berencana menyiapkan surat edaran. Namun, untuk lebih pastinya, pihaknya akan kembali menggelar rapat dengan pimpinan daerah. ‘’Kalau gimana, nanti keputusan pimpinan, kami akan buatkan edaran,’’ tegasnya.
Sementara itu, Plt. Sekda Gianyar Wisnu Wijaya menerangkan, sesuai Permendagri, yang boleh membawa pulang mobil dinas hanyalah kepala dinas (kadis), kepala badan hingga kepala bagian (kabag). Di luar itu, mobil dinas sesungguhnya hanya kendaraan operasional. ‘’Ketentuannya begitu, tapi kalau dilihat, ada beberapa pegawai di bawah Kepala OPD yang membawa mobil dinas pulang,’’ ungkapnya. Setelah ia telusuri, ada
sejumlah alasan mobil pelat merah itu dibawa pulang. Salah satunya karena di kantor tidak ada garasi. Selain itu, untuk perawatan mobil, maka mobil itu diberikan kepada pejabat di bawah Kepala OPD. ‘’Ada tanggung jawab mengenai kebersihan dan kenyamanan. Mungkin itu alasannya sehingga selama ini dipinjam pakai,’’ jelasnya. Dia menegaskan, apabila kantor di OPD memenuhi syarat memiliki garase dan perawatan, mobil dinas harus tetap ditem-
patkan di kantor masing-masing. ‘’Karena itu, seyogyanya tetap mobil operasional berada di kantor ketika jam kantor. Banyak kegiatan harus didukung oleh mobil itu,’’ ungkapnya. Menurutnya, pegawai yang bukan Kepala OPD harus membawa kendaraan pribadi ke kantor. Setiba di kantor, baru bisa mempergunakan kendaraan dinas. ‘’Tetapi aturan itu tidak berlaku bagi kendaraan dinas berupa sepeda motor. Khusus motor, bisa dibawa pulang,’’ ungkapnya. (kmb35)
Ritual ”Ngerebeg” di Desa Tegallalang
Ratusan Anak dengan Hiasan Menyeramkan Jalan Kaki Keliling Desa PROSESI ngerebeg serangkaian piodalan di Pura Duur Bingin, Desa Tegallalang, kembali digelar, Rabu (6/12) kemarin. Tradisi unik ini diikuti ratusan anak dari tujuh banjar di Desa Tegallalang. Mereka menghias diri dengan beraneka warna dan pernak penik. Ritual yang dilaksanakan turun temurun ini bertujuan memohon keselamatan jagat.
Sejak sekitar pukul 11.00 Wita, satu per satu anak laki-laki dengan berbagai hiasan sudah memadati Pura Luhur Duur Bingin. Satu jam kemudian, sesaat setelah anak-anak tersebut berkumpul di utamaning mandala pura, rangkaian upacara ngerebeg pun dilakukan seperti persembahyangan bersama hingga nunas paica berupa nasi dan lawar yang dilakukan dengan cara magibung. Anak-anak dengan beragam hiasan itu lantas membawa berbagai hiasan dari pelepah janur, pelepah daun aren, lelontek, kober dan penjor. Bahkan, ada pula penjor yang terbuat dari batang pohon salak yang ikut diarak. Mereka berjalan kaki sejauh 10 km mengelilingi Desa Tegallalang. ‘’Kegiatan ini untuk menetralisir segala pengaruh negatif yang ada di
lingkungan Desa Pakraman Tegallalang. Wujud ritual ini, para pangayah mulai dari anak-anak hingga dewasa, dihias seluruh tubuhnya agar terlihat seram,’’ jelas Bendesa Adat Tegallalang I Made Jaya Kusuma. Jaya Kusuma mengatakan, ritual ini dilaksanakan sehari menjelang piodalan di Pura Duur Bingin yang digelar setiap 210 hari sekali. Ritual ini juga selalu dilaksanakan saat rahina Buda Kliwon Pahang. Saat prosesi ngerebeg, seluruh krama dari tujuh banjar ikut terlibat. Banjar dimaksud yakni Banjar Gagah, Banjar Pejeng Aji, Banjar Tegallalang, Banjar Tegal, Banjar Tengah, Banjar Penusuan dan Banjar Tri Wangsa. Ritual ngerebeg didahului pacaruan di Pura Duur Bingin. Setelah pacaruan, dilanjutkan menghaturkan paica alit yakni krama nunas
ajengan berupa nasi dan lawar yang langsung dinikmati bersama di halaman Pura Duur Bingin. ‘’Selanjutkan dilaksanakan ritual ngamedalang Ida Sasuhunan Pura Duur Bingin. Barulah kemudian peserta ngerebeg yang didominasi anak-anak dan remaja putra ini melakukan ritual jalan kaki keliling desa dengan hiasan tubuh menyeramkan,’’ ucapnya. Di tengah prosesi itu, krama dewasa menghaturkan sesaji di setiap pura dan setra yang dilewati. Usai mengeliling desa, perjalanan ratusan peserta ngerebeg adalah kembali ke areal Pura Duur Bingin. Ritual ini menarik perhatian wisatawan. Bahkan masyarakat pun secara kompak terlihat duduk-duduk di depan rumah maupun art shop mereka untuk menyaksikan ritual tersebut. (nik)
Bali Post/nik
NGEREBEG - Anak-anak dengan hiasan unik dan menyeramkan menikmati makanan bersama sebelum mengikuti ritual ngerebeg di Desa Tegallalang, Rabu (6/12) kemarin.
JEMBRANA
10
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Sejak 2015
313 Orang Meninggal karena HIV/AIDS Negara (Bali Post) – Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana terbilang cukup tinggi. Dari akumulasi sejak tahun 2015, total jumlah pengidap HIV/AIDS yang meninggal dunia mencapai 313 orang. Sementara selama setahun ini (2017red), ada 95 pengidap HIV/AIDS dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 21 orang. Dari data yang ada di Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Jembrana, jumlah pengidap HIV/AIDS sejak 2015 hingga 2017 mencapai 855 orang. Dari jumlah tersebut, berdasarkan kelamin, 57 persen merupakan laki-laki dan 43 persen perempuan. Jumlah tersebut terdiri dari 597 pengidap AIDS dan 258 terjangkit HIV. Sementara bila dilihat dari sisi usia, didominasi usia produktif yakni antara 20-40 tahun sebanyak 76 orang. Niat masyarakat untuk melakukan tes di klinik Volunter Conseling Test (VCT) tahun 2017 ini juga meningkat. Dalam setahun totalnya ada 4.531 kunjungan atau meningkat 200 orang dibandingkan tahun 2016 sebanyak 4.341 kunjungan. Dilihat dari pekerjaan, karyawan swasta yang mendominasi yakni 63 persen, disusul kemudian ibu rumah tangga sebesar 24 persen. Sekretaris KPAD Kabupaten Jembrana I Gusti Bagus Oka Parwata, Rabu (6/12) kemarin mengungkapkan, berdasarkan data KPAD Provinsi Bali, Jembrana berada pada posisi keenam. Jumlah total pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 17.744 kasus. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dari RSU hingga puskesmas, termasuk RS Swasta di Jembrana telah memiliki Klinik VCT. Di setiap faskes itu juga terdapat petugas. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana I Putu Suasta mengatakan, dari data pemeriksaan di klinik VCT yang tersebar di setiap faskes, kesadaran masyarakat untuk mengecek masih stagnan. Bahkan ada beberapa warga harus dipaksa untuk memeriksakan diri. Dan ibu hamil juga diharuskan diperiksa sebelum melahirkan. Pihaknya juga melakukan upaya preventif dan promotif, kendati upaya tersebut hasilnya kurang signifikan. (kmb26)
Bali Post/olo
PABRIK KOMPOS – Kondisi bangunan eks pabrik kompos di Peh, Kaliakah yang sudah lama tak berfungsi. Sementara tumpukan sampah di TPA Peh terlihat menumpuk seperti gunung.
Mangkrak, Bangunan Eks Pabrik Kompos di Kaliakah Negara (Bali Post) –
Eks pabrik kompos di Peh, Kaliakah telah bertahun-tahun mangkrak. Hingga saat ini bangunan eks pabrik yang berada di sebelah TPA Peh itu hampir 10 tahun tak difungsikan. Di sisi lain, gundukan TPA Peh semakin hari semakin menjulang tinggi, bahkan melebihi tinggi atap bangunan pabrik. Sejatinya Pemkab sudah beberapa kali hendak melakukan perluasan TPA, mengingat kondisinya yang sudah tinggi. Namun, hingga kini belum teralisasi. Dengan demikian, tempat yang terbatas mengharuskan sampah terus menumpuk.
Bali Post/olo
DAGING BEKU - Petugas memeriksa daging beku yang dikirim melalui paket ekspedisi tujuan Denpasar.
Dikirim Lewat Ekspedisi
1,5 Ton Daging Bebek Tanpa Dokumen Diamankan Negara (Bali Post) Kendati beberapa kali petugas mengamankan komoditi karantina tanpa dokumen masuk ke Bali, namun upaya tersebut masih saja dilakukan. Berbagai cara dilakukan untuk mengirim tanpa melalui karantina, salah satunya menggunakan jasa pengiriman menggunakan mobil boks ekspedisi. Seperti yang diamankan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Rabu (6/12) pagi kemarin. Pemeriksaan intensif yang dilakukan petugas di Pos II Gilimanuk, berhasil menggagalkan upaya pengiriman daging beku tanpa dokumen karantina. Dari dalam bagasi mobil boks ekspedisi Wisata Bali Utama (WBU) dengan nomor polisi DK 9420 FA, polisi mendapati 1,5 ton daging bebek beku. Selain daging bebek, daging babi seberat 150 kg juga diangkut dengan tujuan Denpasar. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi mengatakan para pelaku pengiriman ini tidak pernah merasa jera walaupun petugas berulang kali menggagalkan aksi yang sama. Bahkan pengiriman dilakukan melalui paket ekspedisi. “Komoditi ini sepertinya sengaja disembunyikan. Ditempatkan di bagian depan dan paling bawah. Tempat yang sulit dijangkau petugas yang memeriksa,” katanya. Kendati demikian, petugas tetap mengintensifkan pemeriksaan barang, orang dan dokumen, baik yang keluar maupun masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk, Dari pemeriksaan, ternyata pengiriman komoditi ini tanpa dilengkapi dokumen apa pun. Menurut keterangan sopir, daging bebek dan babi ini diangkut dari Surabaya dengan tujuan Denpasar. Mujiono (51), sopir mobil ekspedisi mengaku tidak mengetahui, baik pengirim maupun penerima daging beku itu. Lantaran tanpa dokumen apa pun, barang dan pengemudi diamankan di Polsek Gilimanuk untuk proses lebih lanjut. Barang yang diamankan itu selanjutnya dlimpahkan ke Kantor Karantina Gilimanuk. (kmb26)
Dari pengamatan Bali Post, Rabu (6/12) kemarin, di bangunan eks pabrik pengolahan sampah seluas kurang lebih satu hektar itu nampak sepi. Bahkan sejumlah perlengkapan untuk pengolahan sudah tidak terlihat. Sejak munculnya kasus, pabrik yang dibangun di masa Bupati Jembrana I Gede Winasa itu memang sudah tidak beroperasi. Mesin yang berada di dalam pabrik juga sudah tidak selengkap sebelumnya. Di areal pabrik
ini justru nampak aktivitas truk menurunkan sampah dan beberapa orang sedang memilahnya. Pabrik ini merupakan satu area dengan TPA. Total luasnya sekitar dua hektar. Tetapi yang difungsikan hanya di bagian TPA dengan luas kurang dari satu hektar. Sejatinya bila pemerintah mau, maka areal pabrik itu bisa digunakan untuk perluasan TPA yang kini sudah overload. Justru beberapa waktu lalu
Pemkab berkeinginan untuk memperluas areal dengan membebaskan lahan di luar. “Sudah lama pabrik ini tidak beroperasi. Namun belakangan sering dilalui truk pengangkut sampah,“ kata Ketut Gari, salah seorang warga sekitar. Selain itu, di areal TPA itu juga terlihat galian yang rencananya untuk pembuangan sampah. Rencananya sampah yang menggunung itu akan dibawa ke sana. Selanjutnya sampah akan diuruk. Upaya
Belum Ada Kejelasan, Belasan Warga Datangi Kantor Desa Tukadaya Negara (Bali Post) Kasus oknum Perbekel Tukadaya, Kecamatan Melaya berinisial I Made Budi Utama yang diduga selingkuh dengan istri orang lain rupanya hingga kini masih menjadi persoalan. Hal itu dibuktikan dengan datangnya belasan warga ke kantor desa setempat untuk mempertanyakan kelanjutan kasusnya. Sebab, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait sanksi yang diberikan kepada yang bersangkutan. Kedatangan belasan warga itu diterima Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rabu (6/12) kemarin. Warga dan pihak BPD pun melakukan pertemuan di lantai dua kantor setempat. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekecewaanya. Sebab, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya terkait permasalahan itu. Mereka pun mendesak pihak BPD untuk segera menyikapinya. Salah satu warga, I Gusti Putu Suryadi, meminta Pemkab Jembrana mengambil
keputusan tegas terhadap oknum perbekel ini. Sebab sudah hampir sebulan kasusnya terjadi, namun hingga sekarang belum ada keputusan. Karena itu pihaknya mendesak BPD untuk kembali menanyakan hal tersebut. Intinya warga menginginkan agar I Made BU diberhentikan karena sudah melakukan tindakan yang tidak sewajarnya. “Kami minta perbekel ini (I Made BU-red) ditindak tegas,” katanya. Sementara itu, Ketua BPD Tukadaya I Ketut Suadia ditemui seusai pertemuan mengatakan pihaknya telah memaparkan upaya yang telah ditempuh, termasuk mengirim surat rekomendasi ke bupati melalui camat untuk pemberhentian. Pihaknya menilai tindakan perbekel tersebut sudah melanggar moral, di mana sebagai seorang pimpinan di desa mestinya menjadi panutan. “Kami tertekan sebagai BPD. Sebenarnya bola panas ini sudah kami lempar ke pemkab. Tapi bola panas ini tidak kembali lagi. Kami sekarang ditekan oleh
masyarakat,” terangnya. Sesuai aspirasi yang disampaikan masyarakat, pihaknya akan menunggu hingga 9 Desember. Bila tidak ada jawaban, maka pihak BPD akan kembali membuat surat agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti. Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Desa Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan sejak awal ia telah mengakui bertemu dengan istri orang dan masuk ke mobilnya. Secara pribadi dan sebagai perbekel, ia juga telah meminta maaf kepada BPD dan warga Tukadaya. Ia menduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini dengan tujuan menggulingkan dirinya. Dari pantauan di Kantor Desa Tukadaya kemarin, sejumlah anggota kepolsian dari Polsek Melaya terlihat sedang berjaga-jaga. Informasi awal, ada puluhan warga yang akan datang mewakili masing-masing banjar (delapan banjar). Namun yang hadir hanya belasan. (kmb26)
jembrana Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
lain dengan sanitary landfill pembangunan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di tiap kecamatan juga digalakkan. Di sana nantinya akan dilakukan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendaur ulangan, dan pemrosesan akhir, sehingga sampah yang menumpuk di TPA Peh akan berkurang. Dengan dilakukan pemilahan sampah, nantinya bisa juga bernilai ekonomis dan ke depannya bisa menjadi penghasilan bagi desa melalui BUMDes. Misalnya sampah plastik. Sementara untuk pabrik kompos hingga saat ini memang belum dikelola. Pihaknya masih memanfaatkan zona aktif yang masih tersedia. (kmb26)
Kasus Oknum Perbekel Diduga Selingkuh
Telepon Penting RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
ini memanfaatkan zona aktif yang masih tersisa di luar bangunan pabrik kompos. Saat ini dari luas dua hektar lahan TPA, yang digunakan hanya sekitar 44 are dan dibagi untuk pabrik kompos satu hektar. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana Ketut Karyadi Erawan mengatakan saat ini sedang dilakukan perluasan zona aktif di TPA Peh. Karena upaya perluasan lahan gagal beberapa waktu lalu, maka dimanfaatkan untuk menggunakan zona aktif. Galian ini nantinya untuk residu sampah dari proses pemilahan yang saat ini digalakkan di sejumlah desa, pasar dan sekolah. Sistem yang digunakan adalah sanitary landfill. Se-
Bali Post/olo
BERTEMU - Belasan warga ketika melakukan pertemuan dengan pihak BPD terkait kelanjutan penanganan dugaan perselingkuhan Perbekel Desa Tukadaya dengan istri orang lain.
Bali Post/olo
LOMBA MANCING – Pesisir Pantai Pengambengan, tepatnya di Dusun Ketapang Lampu yang digunakan untuk lomba mancing akhir pekan lalu.
Berdayakan Masyarakat Pesisir dengan Lomba Mancing Negara (Bali Post) – Ratusan nelayan dan penghobi mancing dari sejumlah daerah di Bali beradu tangkapan hasil pancing di Pantai Pengambengan. Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di Dusun Ketapang Lampu ini mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat yang sebagian besar merupakan nelayan. Di samping memberdayakan masyarakat pesisir, upaya ini juga sebagai pelipur lara setelah bertahun-tahun permukiman mereka diterjang abrasi. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di Pengambengan, namun bukan di dusun tersebut. Para nelayan juga mendapatkan berkah, selain jukung mereka disewa oleh para peserta juga berkontribusi ikut dalam lomba mancing tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat kami tunggu. Kami harap bisa menghidupkan potensi nelayan di sini. Bukan hanya sekadar menangkap ikan, tetapi bagaimana juga mengolah untuk menjadi lebih bermanfaat,” ujar Sauki (35), Ketua Paguyuban Masyarakat
Ketapang Lampu, belum lama ini. Salah satu yang bisa diberdayakan adalah warung kuliner dengan bahan baku dari ikan tangkapan para nelayan. Lomba mancing ini diharapkan bisa mengenalkan para penghobi mancing. Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Pesisir pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, I Made Wardananaya, mengatakan lomba mancing di laut ini merupakan event tahunan. Selain untuk mengenalkan masyarakat potensi laut di Jembrana juga memberdayakan masyarakat pesisir. “Lomba ini kami gelar di sejumlah tempat, sengaja untuk mengenalkan potensi pesisir,” terangnya. Sepanjang Gilimanuk hingga Pengeragoan terdapat spotspot pancing yang potensial. Dalam lomba akhir pekan lalu, seorang pemancing asal Pengambengan berhasil menangkap ikan seberat 8 kilogram dan meraih juara I. Nelayan tersebut menerima uang hadiah Rp 4 juta. (kmb26)
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
BULELENG
11
Bertambah, Bantuan Logistik Pengungsi Singaraja (Bali Post) – Logistik untuk ribuan pengungsi erupsi Gunung Agung di Buleleng terus mengalir. Para dermawan dan pihak suasta menyisihkan dananya untuk membantu meringankan kebutuhan para pengungsi. Seperti Rabu (6/12) kemarin, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikoordinir oleh Indonesia Tourism Develompent Corporation (ITDC) Bali menyerahkan bantuan logistik ke Posko Logistik di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Hingga sekarang pengungsi di Kecamatan Tejakula lebih dari delapan ribu jiwa pengungsi. Sedangkan secara keseluruhan yang ditampung di Buleleng mencapai sepuluh ribu jiwa, tersebar di sembilan kecamatan. Bantuan diserahkan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer. Ratusan paket bantuan diterima oleh Koordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Komang. Abdulbar M. Mansoer mengatakan, ada 10 BUMN berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 1,3 miliar. Bantuan itu kemudian diplot ke Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Buleleng. Khusus pengungsi di Tejakula pihaknya menyalurkan bantuan berupa barang yang nilainya Rp 100 juta. Koordinator Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Pengungsi Gunung Agung Buleleng Made Arya Sukerta mengapresiasi bantuan dari BUMN yang dikoordinir oleh ITDC Bali. Dia mengatakan, logistik sebelumnya sempat berkurang karena jumlah donatur yang menyumbang saban hari terus berkurang. Namun, setelah jumlah pengungsi kembali bertambah, bantuan dari dermawan kembali mengalir, sehinga stok logistik sekarang mencukupi. Mekanisme pendistribusian, pihaknya menyerahkan kepada Dinsos yang ditunjuk sebagai koordinator bidang logistik. “Logistik masih aman hingga sebulan ke depan dan tadinya sempat berkurang, namun karena ada bantuan pihak dermawan dan pasokan dari pemerintah, stoknya sekarang aman untuk beberapa bulan ke depan,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
REVITALISASI – Tender DED proyek revitalisasi Pasar Banyuasri gagal, karena batas waktu pekerjaan singkat. Dalam foto tampak kios-kios di pasar tersebut.
Gagal, Tender DED Revitalisasi Pasar Banyuasri Singaraja (Bali Post) – Tender penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED) proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Singaraja, gagal. Gagalnya tender ini karena batas waktu penyusunan singkat, sehingga tidak ada satu pun rekanan yang tertarik menawar pekerjaan tersebut. DED ini disusun melibatkan pihak ketiga dengan pagu anggaran dalam APBD Perubahan 2017 sebesar Rp 800 juta. Dokumen ini sebagai persiapan awal sebelum Pemkab Buleleng merevitalisasi pasar terbesar kedua di kota Singaraja tersebut.
Bali Post/kmb38
LOGISTIK – Dinsos Buleleng menerima bantuan logistik dari pihak dermawan, Rabu (6/12) kemarin.
Lansia Gantung Diri Singaraja (Bali Post) – Kasus gantung diri kembali terjadi di Buleleng. Jika sebelumnya seorang mahasiswa nekat gantung diri karena putus pacar, sekarang seorang lanjut usia (lansia) melakukan aksi yang sama. Lansia tersebut adalah Ketut Dira (87), warga Desa Sanggalangit, Kecamatan Grokgak. Ia ditemukan tewas tergantung di sebuah gubuk tidak jauh dari rumahnya. Diduga korban melakukan hal itu karena putus asa, sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Kasubab Humas Polres Buleleng AKP Nyoman Suartika, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. AKP Suartika mengatakan saksi Komang Suartini (20) pertama kali mengetahui korban tergantung di gubuk. Dia kemudian memberi tahu Ketut Suradnya (30) yang selama ini tinggal serumah dengan korban. Saksi bersama warga kemudian menurunkan jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka. Dari hasil pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga pun sudah menyatakan menerima dengan ikhlas kematian korban. Meski demikian, polisi memperkirakan korban nekat gantung diri karena putus asa, penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Hal ini dikuatkan dengan keterangan saksi yang menyebut bahwa sebelum kejadian korban sering mengeluh batuk dan sesak napas. “Keluarga menemukan korban sudah tergantung dan keterangan sementara korban diduga putus asa karena sakit yang diderita tidak kunjung sembuh,” katanya. (kmb38)
Revitalisasi pasar ini merupakan gagasan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam kepemimpinannya pada periode kedua. Kondisi bangunan pasar yang berusia tua dan kurang tertata, mendorong Pemkab merevitalisasi Pasar Banyuasri. Untuk merombak pasar ini, Buleleng mengandalkan kucuran dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Namun bantuan pemerintah pusat itu belum pasti. Kendati demikian, Pemkab lebih awal mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk menyusun DED. Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Setda Buleleng Ir. Made Budi Setiawan di
sela-sela sosialisasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) di Lovina, Rabu (6/12) kemarin mengatakan, syarat tender DED revitalisasi Pasar Banyuasri sebenarnya sudah lengkap. Setelah menerima dokumen lelang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Buleleng (Disperindag), pihaknya memproses lelang itu melalui mekanisme yang ada. Lelang itu diumumkan secara online, namun tidak ada satu pun rekanan yang tertarik. Bahkan sebelum memutuskan untuk menutup tender tersebut, BLP menambah batas waktu pengumuman lelang tender DED tersebut. Hasilnya tetap sama, tender tersebut tidak laku sehingga BLP menyatakan gagal
tender. ‘’Sesuai pengajuan dokumen lelang yang kami terima dari OPD bersangkutan, rekanan tidak berani menawar. Pengumuman juga kami perpanjang dan karena tetap tidak ada penawaran, tendernya kami nyatakan gagal,’’ katanya. Menurut mantan Kabag Organisasi Setda Kabupaten Buleleng ini, hasil evaluasi yang dilakukan menyebutkan bahwa lelang tender DED revitalisasi Pasar Banyuasri gagal karena pagu anggarannya tergolong besar. Sementara waktu pelaksanaannya singkat, karena bersamaan dengan masa perubahan anggaran. Di samping itu, waktu pengerjaan di perubahan itu belum lagi dipotong untuk waktu tender, sehingga rekanan tidak ada yang berani menawar pekerjaan tersebut. Gagalnya tender pada perubahan anggaran ini, BLP kemudian mengembalikan berkas lelang ke Disperindag. ‘’Ini pekerjaan yang besar dan waktu tender juga memerlukan waktu yang cukup dan kalau dipotong dengan masa kontrak pekerjaannya, waktunya singkat
Pihaknya menyetujui tentang akan dikeluarkannya perda mengenai pengaturan pemanfaatan tanah produktif menjadi permukiman. Hal ini agar dilakukan pendekatan, baik dengan pemilik tanah maupun dengan subak. Tidak seperti saat ini sudah banyak berubah, yang dulunya jalur hijau saat ini sudah banyak bangunan yang berdiri. Hal ini perlu mendapatkan respons dari pemerintah agar tidak terus alih fungsi lahan. Gung Surya, Lovina
Pertahankan Jalur Hijau Soal jalur hijau, pihak terkait agar lebih memperhatikan perkembangan zaman yang terus berubah dan tetap mempertahankan jalur hijau yang ada di wilayah Buleleng. Dengan demikian perubahan fungsi lahan bisa ditekan dan jalur hijau bisa dipertahankan. Gede Merta, Celukbuluh
Efektifkan Pemantauan Pegawai Pemerintah agar lebih mengefektifkan pemantauan terhadap pegawai yang ada di kantor desa, sehingga mereka akan merasa diperhatikan dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Lagi pula sidak tersebut bisa menekan pelanggaran yang terjadi, baik itu untuk PNS maupun tenaga kontrak. Sengen, Nagasepeha
Jalan Mulai Berlubang Mohon pihak terkait agar lebih memperhatikan jalan dari Dusun Santal menuju Mayong dan Bestala yang baru saja diaspal saat ini sudah mulai berlubang. Juga diperhatikan saluran irigasi, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan di jalur tersebut. Ajik Bima, Banjar
DED Kantor Disnakertrans Selain tender DED revitalisasi Pasar Banyuasri, BLP juga sudah mempersiapkan lelang penyusunan DED pembangunan gedung kantor Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Pengajuan tender DED lebih awal dilakukan, memberikan kesempatan waktu kepada rekanan untuk mempersiapkan persyaratan, sehingga dapat memenangi lelang dengan tetap mengikuti mekenisme yang ada. (kmb38)
Lagi, Disdukcapil Kehabisan Keping E-KTP
Suara Buleleng Alih Fungsi Lahan
dan rekanan tidak ada yang berani menawar,’’ jelasnya. Setelah gagal tender di APBD Perubahan 2017, Disperindag telah mengalokasikan kembali usulan program penyusunan DED tersebut dalam APBD Induk 2018. Usulan ini juga sudah masuk dalam RKA. Menghindari gagal tender kedua, Disperindag pun telah mengajukan kembali berkas lelang tersebut ke BLP. Dengan batas waktu yang cukup, dipastikan ada rekanan yang menawar tender DED revitalisasi Pasar Banyuasri.
Bali Post/kmb38
LIMA HARI KERJA – RSUD Buleleng mulai 1 November 2017 menerapkan uji coba sistem pelayanan lima hari kerja.
RSUD Ubah Pelayanan Jadi Lima Hari Kerja Singaraja (Bali Post) – Sejak 1 November 2017 lalu, RSUD Buleleng menerapkan uji coba perubahan sistem pelayanan dari semula enam hari kerja menjadi lima hari kerja. Berdasarkan uji coba itu, kemampuan manajemen rumah sakit pelat merah ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Direktur Utama RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., Rabu (6/12) kemarin mengatakan, setelah satu bulan melakukan uji coba penerapan sistem lima hari kerja tersebut, pihaknya bersama tim dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Buleleng melakukan evaluasi. Hasil evaluasi ini sekarang masih dikaji lebih lanjut sebelum disetujui oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang dituangkan dalam surat keputusan (SK). Sistem lima hari kerja ini berlaku untuk pelayanan poliklinik dan di beberapa unit pelayanan pendukung seperti laboratorium, radiologi, psioterafi dan di ruang rawat inap. Sistem lima hari kerja berlaku bagi setiap kepala ruang perawatan. Sedangkan petugas lain di ruang perawatan tetap mengikuti sistem enam hari kerja dengan pembagian shift. ‘’Tadinya memang ada kesulitan, utamanya di pelayanan penunjang seperti radiologi dan lab, karena waktu istirahat dari 12.00 Wita hingga 12.45 Wita pekerjaan tidak bisa dikosongkan, namun setelah kita evaluasi itu bisa dibijaksanai. Petugasnya giliran untuk mengambil waktu istirahat, sehingga pelayanan tetap berjalan,’’ katanya. Menurut Wiartana, perubahan sistem pelayanan ini tidak ada merugikan pasien. Buktinya, sejak masa uji coba sampai kemarin pihaknya belum menerima adanya keluhan pasien. Hal
ini menunjukkan bahwa warga menerima pelayanan sistem lima hari kerja ini dan internal rumah sakit sendiri telah mendapatkan hasil positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Dia mencontohkan, dari segi jumlah pasien yang dilayani selama masa uji coba meningkat sebesar 36,48 persen dibandingkan dengan sistem enam hari kerja. Peningkatan pasien yang terlayani, karena waktu pelayanan hingga pukul 16.00 Wita setiap hari, memberikan kesempatan lebih lama lagi bagi pasien untuk mendapat pelayanan kesehatan. Sementara pelayanan hari Sabtu dan Minggu, dapat dilayani melalui Instalasi Rawat Darurat (IRD). Hasil positif lainnya adalah pasien yang memerlukan pemeriksaan lanjutan sekarang bisa terlayani dalam satu hari. Sedangkan sebelumnya pasien harus datang ke rumah sakit hingga tiga kali, baru bisa mendapatkan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan di laboratorium, radiologi, dan pemeriksaan penyakit yang membutuhkan rawat jalan seperti kencing manis, hipertensi, serta beberapa penyakit lain. Tidak saja dalam hal pelayanan, Wiartana mengaku sejak uji coba sistem lima hari kerja, koordinasi manajemen rumah sakit dengan pemerintah daerah, dengan manajemen rumah sakit lain dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berjalan dengan baik. Jika sebelumnya koordinasi ini sering terhambat, karena manajemen rumah sakit masih menerapkan enam hari kerja, sehingga koordinasi di atas pukul 14.00 Wita, praktis tidak bisa dilakukan karena jam kerja manajemen rumah sakit sudah tutup, sehingga pekerjaannya harus dilanjutkan keesokan hari. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Tingginya permintaan warga untuk mendapatkan KTP elektronik (e-KTP), tidak diimbangi dengan penyediaan stok keping e-KTP yang memadai. Buktinya, jatah keping e-KTP yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun ini telah habis. Akibatnya, pencetakan e-KTP untuk sementara diganti dengan penerbitan surat keterangan (suket). Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng Putu Ayu Reike Nurhaeni, Rabu (6/12) kemarin mengatakan stok keping e-KTP telah habis setelah menerima pasokan sebanyak empat ribu keping. Selasa (5/12) lalu merupakan hari terakhir Disdukcapil mencetak e-KTP. Selanjutnya mulai Rabu kemarin permohonan pencetakan eKTP kembali harus ditunda. Disdukcapil terpaksa memberikan suket sebagai KTP sementara. Suket ini memiliki fungsi yang sama dengan e-KTP. Namun, jika masa waktu berlakunya habis warga harus memperpanjang kembali suket tersebut ke Disdukcapil. “Mulai hari ini, (Rabu kemarin) kita terbitkan suket karena keping e-KTP sudah habis. Sebenarnya suket ini sama dengan KTP elektronik, hanya kalau masa berlakunya sudah habis dan KTP elektronik belum dicetak, suket-nya harus diperpajang,” katanya. Tidak ingin terlalu lama stok keping e-KTP kosong, Reike Nurhaeni mengaku sudah mengajukan permohonan tambahan ke Kemendagri RI sebanyak 10 ribu keping. Untuk memastikan kapan permohonannya disetujui, dia berkoordinasi ke pusat agar bisa disetujui. “Sudah lama kita mengajukan tambahan dan syarat administrasinya juga sudah lengkap. Besok Kamis (7/12) kami ajak staf ke Kemendagri dan berharap permohonan itu bisa disetujui,” jelasnya. Di sisi lain, Reike Nurhaeni mengatakan, permohonan e-KTP di daerahnya tergolong tinggi, karena penduduknya terbesar di Bali. Selain itu, perkembangan penduduk yang menginjak usia 17 tahun juga tergolong tinggi, serta perubahan status sosial mulai dari kawin dan cerai juga memicu keinginan warga melakukan perubahan identitas diri. “Setidaknya situasi di daerah kita nanti kita jelaskan kepada pusat, sehingga harapannya diberikan jatah keping KTP elektronik yang memadai sesuai dengan kebutuhan kita di daerah,” jelasnya. (kmb38)
Putu Ayu Reike Nurhaeni
Bali Post/kmb38
12
KLUNGKUNG
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Nusa Penida Festival IV
Jelang Pilkada 2018
Yakinkan Pariwisata Aman, Momentum Pelestarian Alam
Partai Dukung ’’Incumbent”, Gerindra Minta Rekomendasi Tertulis
NUSA Penida Festival IV yang digelar Pemkab Klungkung resmi dibuka, Rabu (6/12) kemarin. Event tahunan yang berlangsung di Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan ini diisi upacara pakelem dengan iringan pementasan 1.500 penari Rejang Dewa. Selain sebagai ajang pembangkitan pariwisata, ini juga dijadikan momentum melestarikan alam. Festival yang dibuka pukul 09.00 Wita itu dihadiri sejumlah undangan dari Kementerian Pariwisata, Pemprov Bali, jajaran TNI dan Polri maupun unsur terkait lainnya. Ini pun disaksikan warga lokal maupun wisatawan domestik dan asing. Tak sedikit yang dibuat kagum dengan tari Rejang Dewa yang tak hanya dipentaskan anakanak, tetapi juga remaja dan ibuibu. Ini pun diabadikan melalui foto. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan pelaksanaan festival ini sebagai salah satu media promosi sektor pariwisata, terlebih Nusa Penida menyandang berbagai status, salah satunya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Melalui ini pula, pelaku pariwisata dan masyarakat diminta untuk tetap menjaga kelestarian alam. Demikian pula seni dan budaya. “Pembangunam pariwisata perlu semangat dan mulat sarira. Lepaskan ego,” tegasnya. Sejalan dengan pelaksanaan acara ini, situasi Gunung Agung, Karangasem belum kondusif. Hal tersebut berimbas pada kunjungan wisatawan yang menurun. Dihadapkan kondisi demikian,
Bali Post/ist
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Nusa Penida Festival IV, Rabu (6/12) kemarin. Event tahunan yang berlangsung di Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan ini diisi upacara pakelem dengan iringan pementasan 1.500 penari Rejang Dewa. masyarakat dan pelaku pari- tiga emas dan jalan lingkar Nusa wisata, khususnya Klungkung Penida. “Waktu ini, 12 menteri juga diharapkan tetap bisa bangkit. sudah datang kesini (Nusa PenidaHarus ada langkah-langkah yang red). Apa yang dibahas dalam Focus mampu meyakinkan wilayah di Group Discussion (FGD) bisa ditinBali masih ada yang aman untuk daklanjuti. Jangan sia-siakan Nusa dikunjungi. “Apalagi Nusa Penida Penida. Kami ingin potensi telur jauh dari Gunung Agung. Aman emas ini bisa terwujud,” ungkap untuk dikunjungi,” ungkapnya. Bupati asal Nusa Ceningan ini. Pengembangan pariwisata di Gubernur Bali I Made Mangku kepulauan yang dijuluki The Blue Pastika dalam sambutannya yang Paradise Island ini terus digenjot. dibacakan Kadis Pariwisata Bali Infrastruktur yang menjadi pendu- Anak Agung Gede Yuniartha Putra kung penting sudah masuk sebagai menyatakan Nusa Penida memiliki skala prioritas untuk mendapat potensi keindahan alam yang luar penanganan. Selain itu, pemkab biasa. Berbagai objek menarik juga telah merancang sejumlah dapat ditemui. Membangkitkan itu, program besar yang diusulkan ke penyelenggaraan festival sangat pemerintah pusat untuk bisa dire- strategis. “Kami berharap ini bisa alisasikan, seperti pelabuhan segi merangsang daerah lain di Bali.
Ini juga tak hanya untuk promosi. Tetapi juga media komunikasi seniman dan budayawan,” sebutnya. Ditegaskan, di tengah erupsi Gunung Agung, sejumlah daerah di Bali yang memiliki potensi pariwisata masih aman untuk dikunjungi. Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Putu Ngurah mengungkapk an tahun ini pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 15 juta orang. Pada 2019, ditarget meningkat menjadi 20 juta orang. Mencapai itu, festival ini menjadi salah satu solusi. “Potensi daerah ini sangat besar. Ini harus dijaga bersama-sama,” pungkasnya. Festival ini menampilkan beragam kesenian dan lomba. Usai pembukaan, juga ada pentas lawak Bali. Hari kedua, digelar lomba gebug bantal, lomba gala-gala, lomba memasak ikan, touring Pulau Lembongan, merangkai prani, mengikat dan melepas tali bulung, lomba busana adat Bali untuk wisatawan asing dan lawak Bali. Sedangkan hari ketiga, panitia mengadakan gerakan bersih pantai, transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove, lomba stand up padle, lomba perahu mini dan pentas lagu pop Bali yang menampilkan Nosstress dan Joni Agung & Double T. Saat penutupan, 9 Desember digelar yoga massal, jalan bareng dan lomba renang serta dimeriahkan penampilan Tika Pagraky, Aya dan Laras serta penampilan artis Ibu Kota Denada. (ad300)
Semarapura (Bali Post) Menghadapi pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung 2018, sederet partai telah menyatakan dukungan untuk incumbent I Nyoman Suwirta - I Made Kasta (Suwasta). Mengingat itu masih secara lisan, Partai Gerindra yang menjadi pengusung meminta supaya ada rekomendasi secara tertulis. Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung I Wayan Baru mengungkapkan mendekati hajatan politik lima tahunan itu, sejumlah partai telah diajak komunikasi. Partai Golkar yang tergolong besar secara lisan sudah menyatakan dukungan terhadap incumbent. Begitu pula Hanura, Demokrat dan NasDem. “Kalau komunikasi lisan sudah ada. Tapi kami inginkan ada rekomendasi dari partai. Kemarin Golkar baru muncul, katanya mendukung. Kalau Demokrat sudah sangat care. Untuk NasDem, kalau dengan incumbent katanya sudah komunikasi. Tapi disarankan untuk komunikasi dengan ketua partai,” terangnya. Untuk meyakinkan itu, Ketua DPRD Klungkung ini mengaku minggu ini akan mengundang ketua partai tersebut untuk bisa bertemu, termasuk PDI-P yang jelasjelas menyatakan mengusung calon sendiri melawan incumbent. “PDI-P akan kami surati. Teman-teman di sana sangat baik. Apalagi ketua DPC-nya soulmet,” ucapnya. Jika seluruh partai sudah satu bahasa, deklarasi dukungan bisa dilakukan bersamaan. Lagi-lagi, ini dinilai akan mengurangi penggunaan dana. Pada pilkada yang berlangsung Juni 2018, partai berlambang kepala Garuda ini masih menginginkan semua partai mengusung incumbent. Adanya calon
I Wayan Baru
Bali Post/sos
tunggal tidak dijadikan persoalan. Malahan dinyatakan dapat menghemat anggaran. “Kalau harus ada lawan, pakai calon boneka. Daerah lain kan ada seperti itu,” katanya. Terkait rekomendasi calon, politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida ini mengatakan tinggal menjemput ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Itu menunggu hari baik,” imbuhnya. Dukungan partai untuk Suwasta bukan tanpa alasan. Ketua Harian DPD II Golkar Klungkung Ni Luh Komamg Ari Ayu Ningrum sempat menyatakan karena sesuai survei, dukungan masyarakat tergolong tinggi. Hal tersebut semakin menguat karena partai pohon beringin ini tidak bisa mengusung calon sendiri. “Kursi di dewan kan hanya empat, tidak bisa mengusung,” jelasnya. Alasan serupa juga diutarakan partai Hanura, NasDem dan Demokrat. (kmb45)
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
13
KARANGASEM
Banjir di Yeh Sah Jadi Tontonan Amlapura (Bali Post) Hujan Rabu (6/12) kemarin kembali memicu banjir di wilayah Kecamatan Selat. Hujan juga mengakibatkan air Sungai Yeh Sah di Desa Muncan meninggi. Namun tidak seperti dua hari sebelumnya, meski begitu banjir yang masih membawa lumpur sangat pekat itu tetap menarik perhatian warga. Mereka kembali sengaja datang menonton banjir tersebut. Selain warga, naiknya volume air sungai juga menarik perhatian pengendara yang melintas. Kondisi yang sama juga terjadi di aliran Tukad Panti yang membelah Desa Duda Utara dan Desa Duda. Namun banjir yang juga masih material lumpur itu tidak sedahsyat banjir sebelumnya. ‘’Banjir ada, tapi kecil,’’ ucap Wayan Suriasa (48) asal Banjar Geriana Kangin, Duda Utara. Hujan deras juga memicu sejumlah titik banjir di kota Amlapura terutama di seputaran Lingkungan Karangsuwung. Tampak air selokan meluber menggenangi ruas Jalan Lettu Alit hingga setinggi 40 cm. Air juga sempat meluap masuk ke rumah penduduk di sekitarnya. Hujan dengan intensitas tinggi itu turun mulai pukul 14.00 dan berlangsung hampir tiga jam. Banjir di Jalan Lettu Alit membuat akses jalan dari Lingkungan Tampuagan menuju Jalan Gajah Mada terputus. Sebuah mobil pick-up yang nekat menerobos mogok di tengah banjir. Untungnya jalan satu arah itu bukan satu-satunya akses menuju Jalan Gajah Mada. Kendaraan yang hendak ke pusat keramaian Kota Amlapura itu masih bisa memutar lewat Pura Jagatnata. Hujan deras itu juga mengakibatkan gorong-gorong di ujung utara Jalan Ngurah Rai, itu tidak mampu menampung volume air. Air meluber ke jalan raya hingga mengakibatkan ruas jalan kompleks perkantoran itu tak ubahnya sungai. Airnya deras hingga membuat tak satu pun pengendara yang berani lewat. ‘’Air banjir juga sempat masuk ke halaman Kantor PMI,’’ kata Komang Ayu (21), salah seorang pengendara motor, yang terpaksa masuk ke halamam Kantor PMI karena takut terseret banjir. (kmb)
Bali Post/kmb14
MEMBUBUNG – Kepulan asap Gunung Agung membubung tinggi mencapai 2.000 meter.
Kepulan Asap Capai 2.000 Meter Amlapura (Bali Post) -
Bali Post/ist
BANJIR – Hujan Rabu (6/12) kemarin memicu banjir Sungai Yeh Sah, Desa Muncan. Tampak warga asyik menonton banjir lumpur itu.
Zona Merah, Pilkel Pempatan Jalan Terus Amlapura (Bali Post) Kondisi Gunung Agung yang masih berstatus Awas tak menyurutkan semangat warga Desa Pempatan, Rendang untuk melaksanakan pemilihan perbekel (pilkel). Meski sebagian wilayahnya masuk zona merah, pesta demokrasi yang rencananya digelar 10 Desember nanti, dipastikan jalan terus. Hadirnya perbekel definitif dinilai sangat penting terutama untuk urusan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Desa Pempatan itu berada di sebelah utara pusat pemerintahan Kecamatan Rendang. Desa itu terbagi 11 banjar dinas. Namun untuk pemungutan suara akan dilaksanakan di 19 TPS. Ada tiga tokoh yang siap bersaing memperebutkan kursi perbekel yaitu I Putu Matra, I Wayan Sumatra dan I Nengah Suta. Mereka akan bersaing merebut dukungan pemilih yang berjumlah 8.110 orang. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karangasem Gede Kaneka Setiawan, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan Desember ini Pemkab Karangsem menyelenggarakan pilkel serentak di tiga desa yaitu Desa Pempatan (Rendang), Desa Abang (Abang) dan Desa Tianyar Tengah (Kubu). Meski dalam bayang-bayang ancaman erupsi Gunung Agung, persiapan ketiga pilkel itu sudah final. ‘’Untuk Desa Pempatan tidak semua wilayahnya masuk zona awas. Semua TPS berada di luar zona bahaya (luar radius 8 -10 km),’’ jelasnya. Karena sebagian wilayah masuk zona awas, Kaneka Setiawan mengatakan saat ini sebagian penduduk Pempatan ada di pengungsian. Terkait kondisi itu, menurutnya, pihak desa dan panitia pilkel sudah melakukan pemetaan dan pendataan. Pada saat pencoblosan nanti, penduduk yang masih mengungsi itu diupayakan difasilitasi untuk bisa datang ke TPS yang sudah ditentukan. Kaneka mengakui Pilkel Pempatan tetap dilaksanakan untuk memastikan keberlangsungan penyusunan dan pelaksanaan programprogram pembangunan di desa. Pasalnya posisi perbekel yang saat ini dijabat pejabat sementara, kewenangannya terbatas. Ketiga calon dan tokoh masyarakat setempat, menurut Kaneka, sudah menandatangani kesepakatan akan menerima hasil dari pilkel tersebut. (kmb)
Jika sebelumnya kepulan asap hanya mencapai ketinggian 500 meter, kini asap yang keluar semakin tinggi. Bahkan ketinggiannya menembus 2.000 meter di puncak Gunung Agung. Kepala Bidang Mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika di Posko Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Rabu
(6/12) kemarin mengungkapkan, aktivitas Gunung Agung masih tinggi. Gempa-gempa vulkanik masih cukup banyak. Bahkan Selasa (5/12) kembali terekam gempa tremor over-
KEPALA UPTD Dinas Pendidikan Karangasem I Putu Gede Wiadnyana Sudewa, Rabu (6/12) kemarin, mengungkapkan ada sembilan SD yang lokasinya berada di KRB itu ditutup akibat bencana erupsi Gunung Agung. SD itu adalah SDN 1 Besakih, SDN 2 Besakih, SDN 3 Besakih, SDN 4 Besakih, SDN 5 Besakih, SDN 6 Besakih, SDN 4 Pempatan, SDN 8 Pempatan dan SDN 6 Menanga. ‘’Dari jumlah total 33 sekolah SD yang ada di Rendang. Hanya sembilan sekolah yang tutup. Total siswa dari sembilan sekolah yang belajar di pengungsian itu mencapai 1.193 siswa. Sekolah ini berasal dari tiga desa yakni 6 sekolah dari
Desa Besakih, 2 sekolah dari Desa Pempatan dan 1 sekolah dari Desa Menanga. Mereka menjalani proses belajar mengajar di sejumlah SD di Rendang yang lokasinya aman,’’ ungkap Sudewa. Dikatakannya, sebelum status Gunung Agung itu naik ke level awas yang kedua, jumlah sekolah yang mengungsi lebih banyak. Alasannya radius bahayanya sampai 12 kilometer. Dan pada awas kedua ini, jumlahnya sedikit berkurang, karena jarak bahayanya dikurangi dua kilometer menjadi 10 kilometer. Ada satu sekolah yakni SDN 3 Memanga, kata Sudewa, yang berada di Banjar Batusesa masih memilih tetap
hari terakhir memang ada penurunan debit lava ke dasar kawah. Meski begitu, pergerakan lava ke permukaan masih terus terjadi. ‘’Bahkan kemarin malah terlihat glow menyinari asap. Itu artinya aliran lava itu terus naik ke permukaan untuk mengisi lubang kawah,’’ terang Suantika. (kmb41)
Material Mengendap
Banjir Lahar Dingin Ancam Permukiman Amlapura (Bali Post) Banjir lahar dingin di beberapa daerah aliran sungai membuat dasar sungai kini menjadi semakin dangkal. Pendangkalan ini disebabkan karena material yang dibawa dari hulu cukup besar. Jika tidak segera dilakukan normalisasi, maka banjir lahar dingin berikutnya dikhawatirkan menerjang kawasan permukiman warga, hingga gedung perkantoran di Kecamatan Selat. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, Senin (4/12) lalu, mengatakan beberapa sungai sudah terjadi pengendapan material di hulu, seperti sungai-sungai di Kecamatan Selat dan Bebandem. Bahkan, pengendapan ada yang sampai menutup sungai sepenuhnya hingga posisinya rata dengan kawasan permukiman warga. Tidak hanya di hulu, pengendapan pun terjadi di hilir. Lebih parah lagi, dari hulu ke hilir lebar sungai semakin mengecil. ‘’Contohnya Tukad Yeh Sah ini. Di hulu sudah mengendap, di hilir juga materialnya mengendap. Di hilir itu ada permukiman banyak. Banjir lahar dingin lagi sekali, selesai sudah. Demikian
juga di Tukad Panti, wilayah Pegubugan, Desa Duda,’’ kata Sumardi saat ditemui di bantaran Tukad Yeh Sah, Desa Muncan, Kecamatan Selat saat turun bersama legislator Komisi II DPRD Karangasem, Senin (4/12) lalu. Menurut Ketua DPRD, dewan sudah mendorong langkahlangkah mitigasi. Dalam APBD Perubahan 2017 sudah dianggarkan Rp 8,5 miliar, tersebar di Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun Dinas PUPR Karangasem untuk penanganan mitigasi bencana ini. Selain itu juga ada pos dana tak terduga pada APBD Induk 2018 sebesar Rp 2 miliar. Melihat besaran dana mitigasi dan dana tak terduga cukup besar, pihaknya sengaja turun untuk selanjutnya dapat mensinkronisasikan APBD Perubahan dan APBD Induk. Bahkan, untuk memaksimalkan pelaksanaan normalisasi sungai, pihaknya mendorong anggaran tak terduga bisa dinaikkan menjadi Rp 5 miliar. Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Karangasem yang turut hadir dalam kegiatan dewan, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan
1.193 Siswa Belajar di Pengungsian Sembilan Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) ditutup pascaterjadinya erupsi Gunung Agung beberapa hari lalu. Dari jumlah sekolah itu, sebanyak 1.193 siswa akhirnya numpang belajar di pengungsian yang lokasinya lebih aman masih di sejumlah sekolah di Kecamatan Rendang.
scale selama 42 menit. Ini merupakan gempa overscale yang ketujuh kalinya sepanjang gunung tertinggi di Bali itu aktivitasnya meningkat. Kepulan asap yang keluar
dari kawah Gunung Agung, kata Suantika, memang sempat beberapa hari sangat tipis. Bahkan nyaris tak teramati. Namun kini kepulan asap kembali membubung tinggi mencapai ketinggian 2.000 meter di puncak. ‘’Asap yang keluar tetap berisi abu dan gas,’’ katanya. Dikatakannya, sejak empat
bertahan menjalani proses belajar mengajar di sekolah itu meski masuk KRB. Dikatakan, pihak sekolah memilih tetap bertahan di sana. Alasannya, sebagian besar warga yang ada di sana masih tetap bertahan di rumah mereka masing-masing. Atas kondisi itulah, pihak sekolah akhirnya memilih tetap buka. ‘’Justru SMPN 3 Rendang kembali meminjam ruang di SMAN 1 Rendang. Mungkin pihak sekolah takut terjadi apa-apa, sehingga memutuskan kembali numpang belajar di tempat sebelumnya,’’ terangnya. Selama ini siswa pengungsi yang belajar di sekolah lain tidak ada mengalami kendala dalam menjalani proses belajar mengajar. Sebab, kalau sekolah yang banyak menerima pengungsi, maka akan dibuatkan shift pagi dan siang. Sementara kalau jumlah siswanya sedikit, maka siswa pengungsi bisa digabung belajarnya dengan
siswa asli di sekolah tersebut. Contohnya pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) yang dilaksanakan mulai 29 November sampai 2 Desember juga tidak ada hambatan dan pelaksanaannya sudah berjalan baik sesuai harapan. ‘’Walau situasi seperti itu, UAS dapat berjalan dengan baik. Tidak ada siswa yang tidak mengikuti UAS. Semuanya siswa berpartisipasi. Sementara siswa yang mengungsi di luar Rendang tetap mengikuti UAS di sekolah terdekat yang aman mereka mengungsi,’’ tegasnya. Disinggung sistem penilaian hasil UAS, Sudewa menegaskan jika sistem penilaiannya disesuaikan dengan hasil penilaian selama belajar di sekolah pengungsian. ‘’Perekapan nilai akan dilakukan oleh guru masing-masing di sekolah asal plus hasil di pengungsian. Nanti guru bersangkutan yang akan memasukkan nilainya,’’ tegas Sudewa. (nan)
Dinas PU Provinsi, khususnya pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida, untuk rencana jangka panjang penataan sungai di Karangasem. Dalam catatan pihak Balai, ada sembilan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang menjadi prioritas penanganan di Karangasem. Sementara untuk penanganan
jangka pendek, dilakukan dengan mengerahkan alat berat melakukan normalisasi. Dinas PU Provinsi Bali sementara hanya melakukan pengamanan tiang pancang jembatan Yeh Sah yang dibangun provinsi tahun 1996 itu. Caranya batubatu besar diangkut menggunakan exsavator ke dekat tiang
pancang. Tetapi, penanganan ini membuat kalangan dewan pesimis. ‘’Ini mengerikan. Kalau banjir lahar dingin datang lagi, jembatan ini hancur,’’ kata Made Juwita, legislator dari Partai NasDem, setelah melihat langsung material yang dibawa banjir lahar dingin cukup besar. (kmb31)
TABANAN Penilaian Adipura, Baliho Diberangus 14
Tabanan (Bali Post) Puluhan baliho kedaluwarsa yang selama ini masih terpasang di sejumlah ruas jalan di Tabanan, Rabu (6/12) kemarin diberangus petugas Satpol PP Tabanan. Penertiban ini tujuannya membuat wajah kota Tabanan tetap bersih, nyaman, menyongsong penilaian Adipura. Sasaran penertiban itu di kota Tabanan dan Kecamatan Kediri yang akan dilakukan hingga Kamis (7/12) hari ini. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyebutkan, operasi ini untuk menjaga ketertiban dan keindahan kota. Sebab, memasuki musim penghujan banyak baliho tumbang. Hal itu justru membuat jorok dilihat. “Semangat penertiban ini juga didorong ada
penilaian Adipura,” katanya. Dari dua titik sasaran petugas, setidaknya menurunkan 21 baliho. “Penurunan di seputaran kota Tabanan dan Kediri. Hari ini dilanjutkan untuk semua jalur kota dan By-pass Soekarno,” ucapnya. Sarba juga mengimbau kepada pemilik baliho agar ke kantornya jika ingin meminta kembali balihonya. “Hanya baliho yang usang dan rusak yang kita tertibkan, baliho politik dan masih rapi tetap kami biarkan,” ujarnya. Kabid Trantib Satpol PP Tabanan Made Darwita mengatakan pihaknya telah membersihkan baliho ucapan selamat hari raya Galungan, HUT Kota Tabanan, Festival Kedaton dan beberapa baliho
acara lainnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan Anak Agung Ngurah Raka Icwara mengatakan memang sedang ada penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penghargaan Adipura. “Penilaian Adipura seperti biasa dilakukan sembunyi-sembunyi. Kita tidak tahu kapan dinilai,” ujarnya. Proses penilaian itu sudah berjalan beberap tahap. Penilaian pertama sedang berlangsung selama dua hari. Kedua sekitar Maret. Setelah lolos dua penilaian baru ada presentasi langsung dari bupati. “Presentasinya pertengahan 2018. Semoga Tabanan tetap bisa mempertahankan prestasi Adipura,” pungkasnya. (kmb28)
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Bali Post/kmb24
TANAH LOT SEPI - DTW Tanah Lot yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan mancanegara saat ini tampak sepi.
Menurun, Kunjungan Wisman di Tanah Lot Tabanan (Bali Post) -
Sejak Gunung Agung erupsi, terjadi penurunan kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara (wisman) di berbagai tujuan wisata salah satunya DTW Tanah Lot. Dari catatan data kunjungan wisman di Tanah Lot mengalami penurunan nyaris 50 persen.
BALIHO DIBERANGUS Penertiban baliho oleh Satpol PP di sekitar kota Tabanan. Puluhan baliho diberangus petugas karena ada penilian Adipura.
Bali post/kmb28
Manajer Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Rabu (6/12) kemarin, mengatakan minimnya angka kunjungan wisman juga diiringi penurunan kunjungan secara keseluruhan. Berdasarkan data satu minggu terakhir, terjadi penurunan wisman setidaknya 50 persen. Jika biasanya kunjungan DTW Tanah Lot didominasi wisman, saat ini lebih banyak wisdom (wisatawan domesti). Jika dilihat secara keseluruhan, kunjungan di
SETIAP PEMBELIAN MENDAPATKAN 1 KUPON UNDIAN BERKESEMPATAN MEMENANGKAN HADIAH
* berlaku s/d dec 2017, atau selama persediaan masih ada ** pengundian dilakukan january 2018
Jl. Teuku Umar 22-24 Dps Telp. 0361 228488 Ruko Kerta Wijaya C/4 Jl. Diponegoro 98 Dps Telp. 0361 230045
Ruko Singaraja Square D/9 Jl. Surapati 122 Singaraja Telp. 0362 3437044 Ruko Tabanan Square No. 5 Jl. Pahlawan Tabanan Telp. 0361 830241 L.0000511-bls
bulan Desember tahun 2017 ini memang jauh menurun dibandingkan bulan sama tahun-tahun sebelumnya. Kata Toya, memasuki Desember rata-rata kunjungan sebelumnya 8.000 pengunjung. Namun sampai saat ini kunjungan rata-rata hanya 5.000 hingga 6.000 pengunjung. Selain ada penurunan juga terjadi perubahan dominasi kunjungan, di mana biasanya wisman yang mendominasi namun saat ini wisdom tercatat menjadi pengunjung terban-
yak satu minggu terakhir ini. Penurunan kunjungan wisman, kata Toya, disebabkan adanya warning beberapa negara untuk tidak berkunjung ke Bali terkait erupsi Gunung Agung. Bukan hanya Tabanan berpengaruh dengan bencana alam ini, juga berdampak di seluruh Bali. Pihaknya tentu akan mengambil langkahlangkah efektif agar bisa menarik wisatawan, terutama wisatawan domestik. ’’Saat ini yang potensial
adalah wisdom. Jadi kami sedang menyiapkan program menarik wisdom datang ke DTW Tanah Lot,’’ ujar Toya. Namun, untuk target kunjungan tahun 2017 sendiri, kata Toya, sudah melampaui. Pihak manajemen menargetkan kunjungan tahun 2017 sebanyak 2.800 pengunjung. Malah saat ini sudah lebih ada di angka 3.250 pengunjung. Meski sudah melampaui angka itu, masih belum melampaui catatan terbaik tahun 2016 di angka 3.500 lebih pengunjung. ‘’Secara umum target kunjungan sudah tercapai. Hanya tahun ini belum melampaui kunjungan tahun 2016,’’ tutur Toya. (kmb24)
15
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Hasil Pertandingan Liga Champions Grup A Benfica vs Basel Manchester United vs CSKA Moscow 1. Manchester United 2. Basel 3. CSKA Moscow 4. Benfica
6 6 6 6
5 4 3 0
0 0 0 0
1 2 3 6
0-2 2-1 12-3 15 * 11-5 12 * 8-10 9 1 -14 0
Grup B Celtic vs Anderlecht Bayern Munich vs Paris St Germain 1. Paris SG 2. Bayern Munich 3. Celtic 4. Anderlecht
6 6 6 6
5 5 1 1
0 0 0 0
0-1 3-1
1 25-4 15 * 1 13-6 15 * 5 5-18 3 5 2-17 3
Grup C Chelsea vs Atletico Madrid AS Roma vs Qarabag 1. AS Roma 2. Chelsea 3. Atletico Madrid 4. Qarabag
6 6 6 6
3 3 1 0
2 2 4 2
1 1 1 4
1-1 1-0
9-6 11 * 16-8 11 * 5-4 7 2-14 2
Grup D Barcelona vs Sporting Lisbon Olympiakos vs Juventus 1. Barcelona 2. Juventus 3. Sporting Lisbon 4. Olympiakos
6 6 6 6
4 3 2 0
2 2 1 1
0 1 3 5
2-0 0-2
9-1 14 * 7-5 11 * 8-9 7 4-13 1
Ket. :* = lolos ke babak 16 besar.
Bali Post/rtr
IMBANG - Gelandang serang Chelsea Eden Hazard mengucapkan terima kasih pada dukungan fansnya usai pertandingan melawan Atletico Madrid di Stamford Broidge, London, Rabu (6/12) kemarin. Chelsea ditahan imbang 1-1 pada pertandingan Liga Champions.
Rebut Posisi Runner-Up, Chelsea Potensial Hadapi Lawan Tangguh
London Chelsea gagal mempertahankan posisinya sebagai juara Grup C Liga Champions ketika tim asuhan Antonio Conte ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Atletico Madrid di Stamford Bridge, Rabu (6/12) kemarin. Konsekuensinya di babak 16 besar the Blues akan menghadapi juara grup atau klub besar seperti Barcelona atau Paris St. Germain (PSG). Bali Post/rtr
DOPING - Seorang warga mengibarkan bendera Rusia di depan markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Rabu (6/12) kemarin. IOC menjatuhkan sanksi tak boleh bertanding bagi Rusia di Olimpiade musim dingin Pyeongchang 2018 setelah negara itu dituduh mensponsori tindakan penggunaan obat terlarang (doping) bagi atletnya saat Olimpiade Sochi 2014.
Dituduh Doping, Atlet Rusia Ajukan Banding Zurich Dua puluh dua atlet Rusia, Rabu (6/12) kemarin mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atas keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menjatuhkan sanksi larangan bertanding seumur hidup karena kasus doping. Upaya banding mereka diajukan sehari setelah IOC menjatuhkan hukuman larangan tampil bagi Rusia di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Tetapi bagi atlet Rusia yang bersih dan terbebas dari skandal penggunaan obat terlarang, diperkenankan berpatisipasi namun di tim netral. ‘’Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menerima 22 banding dari atlet Rusia yang menentang keputusan Komisi Displin IOC,’’ laporan CAS, kemarin. Mereka meminta CAS menyidangkan kasus tersebut sebelum 9-25 Februari saat dilangsungkannya Olimpiade Pyeongchang di Korea Selatan. Di antara mereka yang mengajukan banding terdapat pemegang medali emas cabor bobsledder Aleksandr Zubkov dan Dmitry Trunenkov, Alexander Legkov (cross-country) dan Aleksander Tretiakov (skeleton). Temuan IOC memperlihatkan bahwa mereka terlibat doping yang dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan didukung oleh negara saat Olimpiade musim dingin Sochi. Mereka yang terlibat doping diminta menyerahkan kembali medali yang mereka raih dan dilarang ambil bagian dalam berbagai event termasuk Olimpiade mendatang. Sayangnya, 22 atlet Rusia itu potensial absen di Pyeongchang karena hukuman bagi pelaku doping adalah larangan berlomba selama 2-4 tahun. Sebelumnya, IOC memutuskan untuk membekukan Komite Olimpiade Rusia dengan segera namun para atlet Rusia masih diperbolehkan untuk berkompetisi di Pyongchang asal menggunakan seragam ‘’Atlet Olimpiade dari Rusia’’, dengan bendera Olimpiade dan lagu Olimpiade akan dimainkan dalam upacara. Tahun lalu, komisi independen Komite Doping Internasional (WADA) yang dipimpin Profesor Richard McLaren mengeluarkan laporan. Laporan itu memuat tuduhan bahwa Rusia menjalankan program ‘’doping’’ dukungan negara untuk secara ilegal meningkatkan kemampuan para atlet Rusia. Laporan itu sebagian besar disusun berdasarkan pengakuan mantan kepala laboratorium antidoping Moskow, Grigory Rodchenkov, yang pergi ke Amerika Serikat pada akhir 2015 dan menjadi sumber informasi bagi WADA. Skandal itu menyebabkan banyak atlet dan ofisial Rusia dilarang ikut ambil bagian dalam Olimpiade dan Paralimpiade Rio 2016. Rusia membantah keberadaan program ‘’doping’’ dukungan negara seperti yang dituduhkan dalam laporan WADA. Komite Penyelidikan Rusia sebelumnya menyatakan pada November bahwa ‘’Penyelidikan telah mendapatkan data bahwa WADA tidak memiliki bukti soal kesalahan Rusia dalam penggunaan ‘doping’ secara besar-besaran oleh para atlet.’’ Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menyatakan keputusan IOC melarang tim Rusia ikut Olimpiade musim dingin tahun depan adalah bagian dari kampanye internasional yang lebih besar untuk menekan Rusia. Dia mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa karena usaha untuk mengisolasi Rusia secara ekonomi dan politik gagal, maka fokus musuh Rusia beralih ke olahraga. (afp/ant)
Chelsea, yang telah mengamankan tiket ke fase gugur, finis sebagai tim peringkat kedua grup di bawah klub Italia AS Roma, sedangkan Atletico yang merupakan finalis pada 2014 dan 2016, akan bermain di Liga Eropa setelah finis di peringkat ketiga. Roma yang menyodok ke puncak klasemen setelah menundukkan Qarabag 1-0,
mengoleksi 11 poin, disusul Chelsea (11), Atletico (7) dan Qarabag (2). Meski Chelsea memiliki keunggulan jumlah gol dibandingkan wakil Italia, namun kalah head to head setelah imbang 3-3 di Stamford Bridge dan menyerah 0-3 di Stadion Olimpico, Roma. Atletico membuka keunggulan pada menit ke-56 ke-
tika Saul Niguez menanduk bola masuk ke tiang setelah meneruskan bola sundulan mantan penyerang Chelsea Fernando Torres menyusul tendangan sudut. Gol ini merupakan pukulan bagi Chelsea yang menciptakan sejumlah peluang, sedangkan Atletico jarang merepotkan tuan rumah pada 45 menit pertama.
Tekanan Chelsea terbayar pada menit ke-75 ketika bek Atletico Stevan Safic membelokkan bola umpan silang Eden Hazard masuk ke gawangnya sendiri. Di sisa pertandingan Chelsea meningkatkan serangan untuk mencari gol kemenangan. Penyerang Spanyol Alvaro Morata melepaskan tembakan yang dapat ditahan kiper Atletico Jan Oblak ketika ia terlihat akan mencetak gol. Pemain sayap asal Brazil Willian menyianyiakan peluang yang lebih baik ketika ia melepaskan tembakan dan melebar pada
menit ke-82. Pemain pengganti Michy Batshuayi nyaris membukukan gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu ketika tembakannya melebar dari tiang gawang Oblak. Di Roma, sundulan Diego Perotti menjadi gol semata wayang kemenangan tim asuhan Eusebio Di Francesco atas klub Azerbaijan itu. Roma yang mencapai fase gugur untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, minim peluang di babak pertama dan harus menunggu sampai menit ke-53 untuk meraih keunggulan. (kmb39/rtr/ant)
Mbappe Amankan PSG Juara Grup
Bali Post/rtr
KEDUA - Penyerang Manchester United Marcus Rashford (kanan) melepaskan tembakan yang menghasilkan gol kedua timnya atas CSKA Moscow, Rabu (6/12) kemarin.
Menang dalam Satu Menit Manchester Manchester United (MU) mencapai 16 besar Liga Champions sebagai juara Grup A setelah bangkit dari ketinggalan untuk menang 2-1 atas tamunya CSKA Moscow, Rabu (6/12) kemarin. Kedua gol MU dihasilkan Lukaku dan Marcus Rashford dalam rentang waktu satu menit saja. MU mengakhiri babak penyisihan dengan menjadi juara grup lewat koleksi 15 poin. Basel yang menumbangkan tumah rumah Benfica 2-0 di posisi kedua dengan 12 dan berhak meraih tiket ke 16 besar. Sementara CSKA di posisi ketiga dengan 9 poin dan Benfica sebagai juara kunci setelah menelan enam kekalahan beruntun. Hasil ini membuat MU memuncaki klasemen grup dengan 15 poin, unggul tiga poin dari tim peringkat kedua Basel dan enam poin atas tim peringkat ketiga CSKA yang akan tampil di kompetisi strata kedua Liga Eropa setelah libur musim dingin.
Setelah menyia-nyiakan sejumlah peluang bagus pada babak pertama, MU tertinggal akibat gol Vitinho yang terdefleksi Alan Dzagoev menjelang turun minum. Namun Romelu Lukaku dan Marcus Rashford mencetak gol dalam jeda waktu semenit untuk membalikkan hasil pertandingan. Upaya Raashford mengenai tiang gawang pada menit keempat dan tembakannya dari sudut sempit dapat digagalkan kiper CSKA Igor Akinfeev, yang juga meredam sepakan voli Luke Shaw. CSKA mengejutkan tuan rumah jelang babak pertama berakhir. Mario Fernandez menggebrak dari sisi kanan dan memberi umpan kepada Vitinho, yang tembakannya mengenai punggung Dzagoev dan memantul masuk ke gawang. MU menambah tekanan setelah turun minum dan Akinfeev menepis tembakan Rashford sebelum tuan rumah akhirnya menuai hasil kerja keras mereka. Lukaku menggunakan kekuatan fisiknya untuk
menyamakan kedudukan pada menit ke-64 ketika ia mendapatkan operan dari Paul Pogba. Meski diganggu bek tengah CSKA Viktor Vasin, Lukaku mampu membelokkan bola ke gawang CSKA dan membuat Akinfeev mati langkah. Semenit kemudian Rashford mendapatkan hasil dari kerja tanpa kenal lelahnya. Mendapatkan operan bola cungkil dari Juan Mata, penyerang muda MU menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri dari jarak 13 meter yang gagal diantisipasi Akinfeev. Di pertandingan lainnya di Lisbon, Basel hanya perlu waktu lima menit untuk membuka keunggulan atas tuan rumah Benfica. Tandukan Mohamed Elyounoussi membawa tim Swiss itu memimpin 1-0 setelah mendapat umpan silang Michael Lang. Tandukan jarak dekat lain dari penyerang Dimitri Oberlin menggandakan keunggulan Basel pada pertengahan babak kedua. (kmb39/rtr/ant)
Berlin Satu gol Kylian Mbappe cukup untuk mengamankan Paris St Germain (PSG) menjadi juara Grup B Liga Champions pada pertandingan melawan Bayern Munich, Rabu (6/12) kemarin. Laga di Allianz Arena itu dimenangkan Bayern Munich 3-1. Bayern Munich memang sukses menghancurkan rekor sempurna PSG di babak penyisihan ini namun tetap menjadi runner-up dan mendampingi klub Prancis itu maju ke babak 16 besar. PSG mengakhiri fase ini dengan mengoleksi 15 poin plus rekor fantastis 25 gol memasukkan dan 4 gol kemasukan. Bayern menguntit di posisi kedua dengan poin 15 disusul Celtic dan Anderlecht yang masing-masing mengemas 3 poin. Di laga pamungkas Celtic ditundukkan Anderlecht 0-1 Dua gol Corentin Tolisso dan gol lain dari Robert Lewandowski menumbuhkan harapan Bayern untuk mencatatkan kemenangan dengan margin empat gol agar dapat memuncaki klasemen grup. Namun PSG, yang menang 3-0 atas Bayern di Paris, berhasil menghindarkan diri dari keterpurukan pada kompetisi tertinggi Eropa ketika Kylian Mbappe mencetak gol setelah turun minum. Pertandingan antara dua tim penguasa klasemen ini
jauh dari sekadar formalitas. Sang juara Jerman memulai pertandingan dengan menekan. Lewandowski mencetak gol pada menit kedelapan setelah tidak terkawal oleh Dani Alves, sebelum Tolisso menanduk bola umpan silang James Rodriguez pada menit ke-37. Mbappe merusak suasana ketika ia menanduk bola operan Edinson Cavani saat babak kedua baru berlangsung lima menit. Tetap saja, gelandang Prancis Tolisso menjaga tekanan, melakukan penyelesaian pada menit ke-69 setelah David Alaba melaju dan mengirimkan umpan silang dari sayap kiri. Hingga peluit akhir dibunyikan tak ada tambahan gol tercipta sehingga menggagalkan upaya Bayern mendongkel PSG dari puncak klasemen. Di laga lain, Celtic mengamankan peringkat ketiga dan menjamin tampil di Liga Eropa meski kalah 0-1 dari Anderlecht. Gol tercipta di babak kedua dari gol bunuh diri Jozo Simunovic. Kemenangan tersebut menjadi sukses perdana tim Belgia itu di kompetisi ini setelah lima kekalahan beruntun. Namun kemenangan 3-0 Celtic sebelumnya di markas Anderlecht memastikan mereka memiliki rekor head to head yang lebih baik. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/afp
GOL BALASAN - Penyerang PSG Edinson Cavani (belakang) memeluk rekan setimnya Kylian Mbappe yang mencetak gol balasan ke gawang Bayern Munich di pertandingan Liga Champions, Rabu (6/12) kemarin. PSG ditundukkan Bayern 1-3.
OLAHRAGA
16
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Yudi Atmika dan Subamia Masuk Bursa Ketum FPTI Denpasar (Bali Post) Putu Yudi Atmika dan Ketua Umum KONI Klungkung Wayan Yanik Subamia masuk bursa kandidat Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali masa bakti 2017-2021, menggantikan AA Bagus Adhi Mahendra Putra. Sekum Pengprov FPTI Bali Suhardi Eka Prasetia, di Denpasar, Rabu (6/12) kemarin, Bali Post/022 menjelaskan keduanya hanya Putu Yudi Atmika masuk bursa, apalagi Yudi Atmika dan Yanik Subamia juga sepakat menyerahkan kepada calon lain, jika ada yang bersedia memimpin induk organisasi panjat tebing ini. ‘’Suara Pengkab dan Pengkot FPTI memang lebih condong kepada Yudi Atmika, dengan pertimbangan Yanik Subamia sudah menjabat KONI Klungkung. Namun, untuk lebih jelasnya tunggu saja perkembangan sampai pelaksanaan musprov nanti,’’ jelas Suhardi. Dia mengagendakan musprov di Hotel Nirmala pada 24 Desember, mengingat kesibukan Ketua Umum AA Bagus Adhi Mahendra selaku anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar. ‘’Adhi Mahendra baru bisa menghadiri musprov 24 Desember, sebab bertepatan dengan jadwal reses,’’ ucap Suhardi. Dikemukakan, seyogianya masa kepemimpinan Adhi Mahendra berakhir Agustus lalu. Oleh karena disibukkan agenda olahraga seperti Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, September lalu, akhirnya molor. Bahkan, sempat Musprov FPTI Bali dijadwalkan November lalu, tetapi tidak terealisasi juga. ‘’Kami pun mohon ke KONI Bali supaya diperpanjang sampai dengan akhir Desember nanti,’’ terangnya. Menurut Suhardi, kalau mengacu AD/ART jabatan ketua umum bisa diperpanjang tiga kali masa bakti, sedangkan Adhi Mahendra baru menjabat dua periode. ‘’Akan tetapi, Adhi Mahendra sibuk, dan minta diganti,’’ uajr Suhardi. (022)
Bali Post/ant
JUARA - Tim sepak bola Kyrgyzstan merayakan kemenangan pada turnamen internasional Aceh World Solidarity (AWS) 2017 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (6/12) kemarin. Kyrgyzstan menjuarai AWS 2017 setelah berhasil mengalahkan timnas Indonesia U-23, Mongolia dan Brunei Darussalam. Di laga terakhir, negara itu mengalahkan Indonesia 1-0.
Indonesia Hadapi Islandia 14 Januari
Jakarta (Bali Post) Timnas Indonesia akan memainkan pertandingan persahabatan melawan Islandia pada 14 Januari 2018. Islandia merupakan salah satu peserta putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Bali Post/ist
RENANG - Para perenang Bali Pari Badung bersama pelatih Putu Era Larasati yang akan berlaga di ajang Indonesia Open, di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 9-15 Desember nanti.
Bali Pari Terjunkan 25 Perenang ke Indonesia Open Mangupura (Bali Post) Klub renang Bali Pari Badung, menerjunkan 25 perenangnya pada event bergengsi Indonesia Open, di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 9-15 Desember. Para atlet Bali Pari tetap berlatih di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh, Badung, pasca Porprov Bali XIII/2017, September lalu. Sekum Bali Pari Putu Sukertiya, di Mengwi, Badung, Rabu (6/12) kemarin menjelaskan, para perenang Bali Pari menjalani latihan rutin, bahkan programnya berkelanjutan setelah mereka berlaga di ajang Porprov. Sukertiya mengemukakan, ke-25 perenang Bali Pari yang diturunkan seperti Pande Made Iron Digjaya, Nyoman Adinda Nugraha, Putu Wirawan, Ni Mae Putri Yunadi, Putu Adyatma Wismaya, AA Gede Oka Satria Prabawa, Ni Nyman Dewi Setiari, serta Ni Made Putri Darmayanti. ‘’Selama bertanding di Ibu Kota, para atlet ini didampingi pelatih Putu Era Larasati,’’ ungkap Sukertiya. Menurutnya, event akhir tahun ini biasanya bertajuk Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI). Hanya, khusus agenda akhir tahun ini, dipakai Indonesia Open, sebab dipakai test event Asian Games. ‘’Ajang ini juga dipakai seleknas bagi perenang yang masuk skuad timnas Asian Games, khususnya atlet senior,’’ ungkap dia. Sementara prestasi Bali Pari pada KRAPSI 2016 lalu, menduduki peringkat lima nasional. ‘’Namun, untuk event Indonesia Open ini, pesertanya juga berdatangan dari luar negeri,’’ ucapnya. (022)
Vincent Kosasih Bersedia Masuk Timnas Bola Basket 3x3 Jakarta (Bali Post) Pebola basket yang bermain untuk tim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Stapac Jakarta, Vincent Kosasih menyatakan dirinya bersedia bergabung ke tim nasional bola basket tiga lawan tiga atau 3x3 untuk Asian Games 2018 jika dibutuhkan. Hal ini disampaikan Vincent, Rabu (6/12) kemarin, menyusul adanya ketertarikan tim nasional 3x3 untuk memasukkan namanya ke dalam tim meski dia juga berpotensi dipanggil untuk timnas bola basket lima lawan lima. ‘’Saya tidak ada masalah jika nanti bermain di 3x3 ataupun lima lawan lima. Semua bergantung pembicaraan selanjutnya bagaimana karena sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan kabar apa-apa mengenai hal itu,’’ kata dia. Sebelumnya, wacana ingin mengikutsertakan nama Vincent Kosasih ke tim nasional 3x3 diungkapkan oleh manajer timnas 3x3 Fareza Tamrella. Menurut Mocha, sapaan Fareza, nama Vincent masuk dalam bursa pemain timnas 3x3 karena peraih medali perak SEA Games 2017 bersama timnas bola basket Indonesia itu memiliki postur mumpuni dengan tinggi badan 202 centimeter, berat 94 kilogram. Selain itu, Vincent lahir pada 1996 atau masih memenuhi syarat cabang olahraga 3x3 Asian Games 2018 yang menyaratkan pemain harus berumur di bawah 23 tahun saat Asian Games berlangsung. Akan tetapi Mocha menyebut hal itu akan didiskusikan lebih lanjut dan memberikan kesempatan bagi Vincent untuk memilih. Sebab, sebagai anggota timnas bola basket putra yang meraih perak di SEA Games 2017, Malaysia, nama Vincent berpotensi masuk ke timnas bola basket lima lawan lima Indonesia di Asian Games 2018. ‘’Nanti pemain itu sendiri yang pilih dia mau ke mana, timnas lima lawan lima atau ke 3x3,’’ katanya. Meski mengaku bersedia jika dipanggil, Vincent mengungkapkan ada satu kendala yang harus dihadapi jika ikut dalam persiapan ke Asian Games 2018 yang dimulai pertengahan Agustus. Vincent menyebut dirinya sudah memasuki semester akhir kuliah dan itu akan membuat dirinya sangat sibuk karena mesti berjibaku menyelesaikan tugas akhirnya di Zhejiang University of Science and Technology, Tiongkok. ‘’Biasanya tugas akhir selesainya bulan Mei, setelah itu sidang yang saya juga belum tahu kapan. Namun jadwal ini masih belum pasti,’’ tuturnya. (ant)
Deputi Sekjen PSSI bidang Pengembangan Bisnis Marsal Masita menyebut pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu dimanfaatkan sebagai persiapan menuju Asian Games 2018. ‘’Timnas Islandia akan menyertakan para pemain utamanya kecuali yang bermain di Liga Inggris,’’ ujar Marsal di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin. Marsal mengatakan, karena berkaitan dengan persiapan ke Asian Games 2018, timnas Indonesia yang bermain di tanggal 14 Januari 2018 adalah timnas U-23 ditambah pemain senior yang dilatih oleh Luis Milla.
Timnas Islandia sendiri akan melakoni dua laga selama berada di Indonesia. Selain berhadapan dengan timnas Indonesia, anak-anak asuh Heimir Hallgrmsson nantinya melawan tim Indonesia Selection pada Kamis, 11 Januari 2018. Akan tetapi, laga ini dipastikan tidak digelar di Stadion Utama GBK. Menurut Marsal, ada beberapa pilihan stadion yang disiapkan seperti di Jawa Tengah maupun di kawasan Jabodetabek. Indonesia Selection merupakan skuad beranggotakan 30 pemain pemain Indonesia pilihan masyarakat yang bermain di Go-Jek Traveloka Liga 1. ‘’PSSI akan membuka voting bagi masyarakat mulai
12 Desember 2017 melalui laman daring maupun media sosial. Untuk pelatihnya tidak divoting, tetapi dipilih yang dianggap terbaik di Liga 1. Idealnya memang pelatih juara Liga 1 Bhayangkara FC,’’ tutur Marsal, merujuk pada pelatih Bhayangkara Simon McMenemy. Sementara pihak promotor Indonesia versus Islandia, Mediapro Asia mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penuh pertandingan tersebut karena Indonesia memiliki pasar sepak bola yang luas dengan jutaan penggemar. ‘’Gairah sepak bola di Indonesia begitu besar. Oleh karena itu kami menjamin pertandingan di bulan Januari akan berjalan menarik
karena Islandia juga datang dengan keinginan mempersiapkan tim untuk ke Piala Dunia 2018,’’ kata Direktur Mediapro Asia Lars Heidenreich.
Coaching Clinic Di samping bertanding, kedatangan Islandia di Indonesia juga akan diwarnai beberapa kegiatan di luar pertandingan seperti coaching clinic untuk pemain muda, lokakarya pelatih dan berbagi pengalaman dengan manajemen liga di Indonesia. ‘’Kegiatan itu akan digelar pada 12 dan 13 Januari 2018 di Jakarta,’’ kata Deputi Sekjen PSSI bidang Pengembangan Bisnis Marsal Masita. Kemudian, Islandia juga dipastikan akan mendatangkan legenda sekaligus pencetak gol terbanyak Islandia sepanjang masa, Eidur Gudjohnsen ke Indonesia
untuk berbagi pengalaman. Selain Gudjohnsen, ada satu nama bintang lain yang juga akan turut serta, tetapi PSSI belum memastikan siapa. Timnas Islandia merupakan timnas dari negara dengan populasi penduduk terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Negeri Nordik ini ‘’hanya’’ punya sekitar 300.000 warga, bahkan jauh lebih kecil dari Kabupaten Tangerang di Indonesia yang penduduknya mencapai 3,5 juta orang. Di peringkat FIFA terkini, Islandia berada di posisi 22, sementara Indonesia bertengger di posisi 154. Pertandingan Islandia versus Indonesia hanya berstatus sebagai laga persahabatan internasional yang tidak masuk dalam kalender FIFA, sehingga apa pun hasilnya tidak akan berpengaruh pada peringkat FIFA. (ant)
Pebulu Tangkis Angga Tundukkan Unggulan Pertama
Bali Post/ant
EVALUASI - Atlet Jawa Barat Tresna Puspita Gusti Ayu melakukan lompatan pada nomor sapta lomba putri Kejuaraan Nasional Atletik 2017 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (6/12) kemarin. Kejuaraan yang digelar dari enam hingga sembilan Desember 2017 tersebut sebagai salah satu ajang evaluasi bagi atlet pelatnas menjelang Asian Games 2018.
Andriyan/Adityo Sumbang Emas Nomor Menara Sinkronisasi
Jakarta (Bali Post) Indonesia akhirnya mendapatkan emas perdana turnamen uji coba akuatik bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017 saat gelaran tersebut melaksanakan pertandingan hari keduanya, Rabu (6/12) kemarin. Indonesia memastikan emas dalam turnamen hari kedua yang dilangsungkan di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta itu, melalui pasangan asal DKI Jakarta Andriyan/Adityo Restu Putra di nomor menara sinkronisasi putra dengan membukukan poin 336,45, unggul ketat atas duet Malaysia Jellson Jabillin/ Hanis Nazirul Jaya Surya dengan total poin 330,81. ‘’Kami bersyukur mendapatkan emas di sini, walau sebetulnya tadi ada kendala alas menara yang licin, sehingga kami tidak cukup maksimal,’’ kata Andriyan selepas pertandingan, Rabu malam. Terkait dengan poin yang ketat, pasangan tersebut mengatakan hal itu dikarenakan mereka belum sempat berlatih maksimal, terlebih mereka juga harus beradaptasi dengan
Stadion Akuatik Gelora Bung Karno yang baru direnovasi ini. ‘’Ke depan kami harus berlatih lagi dan lebih cepat beradaptasi karena kami juga ingin maksimal di sini agar berkesempatan membela Merah Putih di Asian Games 2018,’’ ucap Adityo. Selain memperoleh emas, kontingen Indonesia juga mendapatkan medali perak di hari kedua ini melalui atlet asal Jawa Timur Della Dinarsari di nomor loncat indah yang memperoleh total poin 210,80, mengungguli wakil Thailand Khunboonjan Kwanchanok dengan total poin 120,25. Namun capaian Dinar belum bisa mengungguli wakil Malaysia Jasmine Lai yang mengoleksi total 247,20 poin di peringkat pertama. Sementara itu, sebelum pertandingan loncat indah, turnamen yang sekaligus Kejuaraan Nasional untuk pemain kategori junior ini juga memainkan renang artistik nomor Solo Technical. Gelar juara diraih Livia Lukito (Jawa Timur) dengan total nilai 65.0991, peringkat dua Andriani Shintya Ardhana (DKI Jakarta) mengumpulkan nilai 62.2019 dan ketiga Sherly
Haryono (Jawa Timur) 61.7207 poin. Dalam Duet Technical, juara diraih Andriani Shintya dan Naima Syeeda (DKI Jakarta) dengan raihan 60.2356 poin. Mengungguli Iin Rahmadhania dan Nurfa Nurul (Sulawesi Selatan) yang mengantongi 57.7215 poin. Tempat ketiga diduduki atlet DKI Jakarta lainnya Hilda Tri dan Gabrille Permata Sari 57.3054 poin. Selanjutnya di nomor Team Technical, pasukan DKI Jakarta yang diisi Andriani Shintya, Naima Syeeda, Visky Sekar, Hilda Tri, Gabrille Permata Sari, Naura Ulfa dan Thytania Rhamadini, tampil gemilang menjadi juara setelah mengantongi 58.5031 poin. Tim Yogyakarta yang dibela Aurelia Candra, Dinda Cahya, Elizabeth Sekar, Lintang Calavera, dan Putu Ayu, harus puas di tempat kedua dengan poin 42.6930. Kamis (7/12) turnamen ini akan memainkan cabang renang artistik di nomor Solo Free Routine dan Duet Free Routine, serta loncat indah, nomor Menara Sinkronisasi Putri dan Papan 3 Meter Sinkronisasi Putra. (ant)
Denpasar (Bali Post) Pebulu tangkis Angga dari klub Menang Kalah Sehat (MKS) Singaraja membuat kejutan dengan menumbangkan lawannya unggulan pertama Juvent Marcello (CWIBC Tangsel) dengan skor 21-13, 21-8, pada Sirnas Milo Badminton Competition Bali Open 2017, di GOR Lila Bhuana, Rabu (6/12) kemarin. Selain itu, Aurelia Putri Afra Ramadhani (Bima Sakti Denpasar) secara mengejutkan menaklukkan lawannya unggulan keempat Okta Tsaniyah Ibrahim Saluu, dengan skor 21-8, dan 21-9, pada tunggal putri usia dini. Di sektor tunggal usia dini putra juga terjadi kejutan. Sulthan Abhi Praya Pradwiyanto (Suryanaga Mutiara Timur) juga mengalahkan unggulan kelima Dickey Satria Bafana (Tunas Harapan Jaya Surabaya), dengan skor 21-8, 21-8. Untuk tunggal pemula putra, Yohanes Bayu Kusumo Budi Cahyana (Jayaraya Satria) menundukkan unggulan ke-15 Hanggita Fadma Putra Pratama (Semen Gresik) dengan skor 21-19, 21-11. Davu Raissa Elezar (Sangkuriang Graha Sarana PLN) menekuk lawannya unggulan ke-11 Nathanael Valleirmen (CWIBC Tangsel) dengan rubber-set 19-21, 21-17, 21-9. Beberapa pebulu tangkis dari klub Menang Kalah Sehat (MKS) Singaraja juga melaju ke babak delapan besar, seperti Angga dan Careen di tunggal pemula, Angga/Made Mosa di ganda pemula, Wayan widhi Adnyana di tunggal pemula, menaklukkan Ananda Hilqom Yasubul Umam (CWIBC Tangsel) 21-15, 21-8. Dendra juga menang atas IGN Bramanta Daniswara (Tunas Remaja Denpasar) 21-13, 21-11. Pelatih klub MKS Gede Suadnyana mengemukakan, pihaknya bangga asuhannya mampu tembus ke babak delapan besar. ‘’Sebenarnya, pebulu tangkis MKS turun pada sirnas ini tanpa target. Tujuan kami hanya menambah pengalaman dan jam terbang. Kenyataannya, mereka bisa melaju sampai ke delapan besar, mudah-mudahan bisa sampai ke semifinal,’’ harap Suadnyana. (022)
Partai ganda putra anak-anak.
Bali Post/022
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr 2 kurir motor,1 helper,max 25th sim,Srt sehat PCP Express Jl.Ry Sesetan 337 Tlp.710021
LOWONGAN Dcr HK/House Boy SMS:0811395387
B.BP.154.12.17.0000296
B.BP.001.12.17.0000071
B.BP.153.12.17.0000292
Dcr Admin, Supir, Tenaga Tk Bangunan, Hub:08123676218
Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK Training Lgs Krj.0811380028
Dcr Sopir SIM A untuk bengkel mobil,lulus SLTA/Sdrjt,tinggal di Dps Hub.081236066118
!Dcr Waitres/ss Pglmn&Bhs Inggris CV to:betelnutcafe@gmail.com /081999337447 Canggu
B.BP.001.12.17.0000187
B.BP.166.12.17.0000297
Dicr Tenaga Adm Gudang Bw Srt Lamaran Ke Jl Pulau Kawe 77.
B.BP.001.12.17.0000065
B.BP.004.12.17.0000261
B.BP.821.12.17.0000200
Dicr u/ Kontraktor:ACC,Sek D3, Adm Gud SMA/D2 Ex:2th Max:35th Sopir Sim:A+C Ex:2th Max:40th, SKKB,email:lidyaokta@gmail.com
B.BP.001.12.17.0000277
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari Karyawan/tenaga di bidang teknik yang mengerti arus lemah Elektronika/arus kuat. Pendidikan minimal Sma/Smk. Lamaran dibawa langsung ke Bali Tv Jl. Kebo Iwa 63A atau email ke sdm@balitv.tv
DIJUAL TANAH Tnh 2A Dama 1,5A&10,25Are Tiying Tutul Hub.082147454248 B.BP.164.12.17.0000291
Dijual Tnh 5Are Lok.Canggu Batubolong Hub.081337995188
G.01
B.BP.001.12.17.0000287
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
DIJUAL MOBIL NISSAN
B.BP.001.12.17.0000280
Bth Sgr Guru Bio&B.Ina S1,Staf Admin,Lsg Interviw 0361-974395
B.BP.014.12.17.0000278
Butuh Staff Cewek utk Villa Area Sanur.Jujur,Serius,suka Hewan,bisa English,Tinggal dalam,Rajin Hub.081338639511
B.BP.001.12.17.0000158
Cari PRT Urus Jompo&Staf Jaga Warung Nasi Gj Bgs /0816587111
B.BP.001.12.17.0000252
Cr Staf Accounting Bali Silver Celuk SkwatiHP/WA:081703339991 B.BP.001.12.17.0000142
B.BP.001.12.17.0000148
BENGKEL LAS
SERVICE
B.BP.004.12.17.0000274
BIRO JASA
BUC Kebun Jati 27 Are Harga 150JT/Are Nyitdah H.0817341995 B.BP.001.12.17.0000228
Djl Tnh Kav.Gerokgak-Buleleng H.50/A Hotmix (T.085729595722) B.BP.001.12.17.0000265
Jl Scpt 5,8a Dewi MadriI Renon Dps,Bisa Nego,Hub:081239964448 B.BP.001.12.17.0000263
B.BP.001.12.17.0000145
BIRO JASA
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL,DLL
081236774491 C.0001510-Brj
SERVICE
FOTOCOPY
ALUMINIUM
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
B.BP.004.12.17.0000253
Dswkn Toko(4x16) Jln.P.Moyo 35 Hub:082144736771-0361234430 B.BP.001.11.17.0001622
RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding atap.P.Sefri 085100774702 Grsi B.BP.001.12.17.0000293
KEHILANGAN Hilang BPKB No.M03675163-O DK 2249 OZ A.n Ni Luh Gede Ayu Sadnyaningsih.Hub:083119519083
Tnh 4,8A M.Yamin10 H 850Jt Kos B.BP.001.12.17.0000271 Baru 4A Kelan 1,9M /0816587111 Hlg dompet:KTP,NPWP,SIM,STNK N B.BP.001.12.17.0000254 6844CZ.Hub:081236660377 Rendra Tnh 7,7A pgr jl raya ± 2KM dr B.BP.001.12.17.0000267 RS Kasih Ibu Saba 081337561687 PELUANG USAHA B.BP.001.12.17.0000281 Hot promo Kredit Bunga 1,2% Tnh Kavling Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 menurun 081337561687
B.BP.001.12.17.0000233
BIRO JASA
DISEWAKAN TOKO Dikontrakkan Toko 1 Lantai uk 4.5 mtr x 15 mtr Jl Teuku Umar Barat(seberang SE supermarket) Hub 087 860 121216 TP
B.BP.001.11.17.0001062
Dcr pembantu masak,waiter/ss, Garmen Bth Sgr Tk.Ptong+Patrun X-Trail 06 ST Abu Met Ors Istw u/Rmh Mkn Legian,ada Tip,Gaji & Tng Srbutan Hub.087860964775 Hub:087862986168 B.BP.001.12.17.0000290 Hub:081236109808,0818553392 B.BP.001.12.17.0000283 Kerja Di Luar Negeri Resmi B.BP.001.12.17.0000122 TOYOTA 081337903069/087860831351 Dibutuhkan sgr Sekretaris S1Ak Dijual Inova G’2011 Upgreat th B.BP.004.12.17.0000059 lokasi Ubud Hub.085237197036 B.BP.163.12.17.0000179 Law Office Membutuhkan:Legal 2014 H.179jt Ng H.081236473275 B.BP.001.12.17.0000285 Dicari Admin Wnt/OB,Komunitas Drafter & Paralegal.Syarat: Yaris S’2009 htm manual gress Fotografi Hub:081999130999 S1/S2 Hukum Atau M.Kn,Disiplin 087861256722/081337779020 B.BP.001.12.17.0000135 BisaBekerjaDalamTeam. B.BP.001.12.17.0000286 Dicari SPG,Min SMU,Max 27thn Silakan Kirim CV & Lamaran : penampilan menarik,rajin,jujur aya@vlobali.com/Telpon:759722 DIJUAL RUMAH Gj 1,8jt penempatan Kuta&Nusa B.BP.001.12.17.0000184 Dua. Hub Lusi 082144355655 Djl Rmh LT 2,53are Jln.Kalimantan Segera PRT tidur dlm,trampil B.BP.001.11.17.0001551 No.1 Dps Hub.081236794728 berpengalaman Hub:087860163160 Dicari Sopir Minimum 17 Th SIM B.BP.001.12.17.0000288 B.BP.001.12.17.0000227 A Toko Dapurku Jl.Wr Supratman Rmh LT115,3KT,2KM Perum Muding lwg pengasuh anak di sanur sms No.275 Hubungi:089503501994 Agung(Jl.Md Indah)H.0818303345 081338519191
A purchasing admin for furniture supplies. Fresh graduate, good English and hardworker. CV to ofe.pte@gmail.com
RUPA-RUPA
Dicari Sopir untuk Kantor PT. Korea Travel Hub.081338060220
Informasi pasang iklan Telepon
BIRO JASA
B.BP.001.12.17.0000282
EKONOMI
18
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
Pelantikan Pengurus BPD Hipmi Bali 2017-2020
Upaya Ciptakan 1.000 Wirausaha Muda Denpasar (Bali Post) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) melantik Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Bali masa bakti 2017-2020 pada Rabu (6/12) kemarin. Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali, senior Hipmi, Kadin Bali, dan asosisasi pengusaha lainnya. Dengan tema ‘’Sinergitas Hipmi untuk Membangun Bali’’, Hipmi Bali yang dinakhodai dr. I Gusti Nyoman Dharma Putra, Sp.KK. akan menargetkan 1.000 wirausaha muda di Bali untuk memban-
gun ekonomi Bali. Maka dari itu, Hipmi Bali fokus mengembangkan program Hipmi Perguruan Tinggi. ‘’Sasarannya untuk menyebarkan virus-virus pengusaha muda ke kampus,’’ ujar Dharma Putra. Hipmi Perguruan Tinggi ini menargetkan merekrut mahasiswa untuk bergabung dengan Hipmi. Melalui Hipmi Perguruan Tinggi akan dikembangkan pengusaha yang by design. ‘’Jadi pengusaha yang dengan pembelajaran, kemudian di Hipmi adalah sebagai wadah untuk inkubatornya. Sehingga dalam mengembangkan usahanya bisa bertahan
dan bisa maju menjadi pengusaha yang lebih besar lagi,’’ jelasnya. Hal ini dilakukan untuk mengubah image pemuda tentang pengusaha. Sehingga minat anak muda berubah menjadi pengusaha. ‘’Kalau dulu orang kuliah tujuannya untuk menjadi pegawai. Tapi saat ini, pengusaha dianggap profesi yang keren. Saya lihat sekarang tidak terlalu banyak hambatan,’’ bebernya. Namun pengusaha pemula biasanya mengalami kendala pada permodalan dan networking. Namun dengan menjadi anggota Hipmi, merupakan salah satu jalan untuk menuju pengusaha itu bisa
lebih besar. ‘’Karena Hipmi menawarkan networking. Jadi modal utama dari pengusaha adalah sinergi atau networking itu sendiri. Tidak hanya berdasarkan pada modal,’’ tandasnya. Dharma Putra juga menyampaikan bahwa pengusaha jangan hanya menitikberatkan pada pariwisata, namun juga mengembangakan industri kreatif, agar ekonomi Bali tahan guncangan. Hipmi Bali kepengurusan 2017-2020 berkomitmen melanjutkan program Hipmi Bali yang dijalankan sebelumnya, menerapkan semangat Hipmi Bali yang bermanfaat. Hipmi Bali fokus memberi-
kan manfaat untuk pemerintah, pemuda pengusaha. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan, pengurus Hipmi Bali dengan semangat muda diharapkan bisa untuk membangun UMKM yang ada di Bali. Sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali di atas pertumbuhan ekonomi nasional. ‘’Ini harus kita jaga, karena kalau tidak kita jaga, kita juga akan mengalami kekhawatiran. Di masamasa yang akan datang akan terjadi penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi kita, apalagi adanya bencana Gunung Agung ini,’’ ujarnya. (kmb42)
19
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
REKAP PENERIMAAN TITIPAN SUMBANGAN UNTUK PENGUNGSI GN. AGUNG KAMIS, 7 DESEMBER 2017 Management dan Staff Melia Laundry & Drycleaning Bali Rp 3.000.000 AKD, Denpasar Rp 2.000.000 Nengah Mudiana Rp 500.000 Tu Gus Rp 500.000 IN Sekentya Yoga Dita Pakaian layak pakai Jumlah diterima kemarin Rp 6.000.000 Jumlah sebelumnya Rp 571.483.598 Jumlah seluruhnya Rp 577.483.598
Anggis Devaki
Wakili Bali di Ajang The Voice Kids Indonesia Season 2 PANDE Putu Damae Anggis Devaki sudah mulai menekuni dunia tarik suara sejak usia 9 tahun. Seiring dengan perjalanan waktu, gadis asal Gianyar ini banyak mengikuti perlombaan vokal yang sering diadakan di Bali. Penghargaan demi penghargaan akhirnya dia kumpulkan sehingga mendorong orangtuanya untuk memberikan dukungan yang lebih serius. Seperti layaknya seorang penyanyi, Anggis ingin lebih dekat dan dikenal oleh pecinta musik di Bali. Hal itu bisa dicapai salah satunya dengan memiliki single atau album. ‘’Sejak awal saya memang ingin memiliki sebuah album agar dapat lebih dikenal oleh publik,’’ tutur Anggis ketika diwawancarai beberapa waktu lalu. Impian Anggis untuk memiliki album terwujud. Album pertama yang bertajuk Anggis Devaki berisikan 10 lagu religi Bali. Album ini tak terlepas dari keterlibatan orangtuan-
nya yang ikut langsung dalam menata musik. Dalam album tersebut mengenal lagu ‘’Galungan ring Bali’’, ‘’Durma lan Rajapala’’, ‘’Bali Mesikian’’, ‘’Gugul Rindu’’, ‘’Purnamaning Kedasa’’ dll. Kesemua lagu tersebut sarat pesan moral terkait tradisi Bali. Anggis memang bercita-cita suatu saat ingin mengikuti ajang menyanyi tingkat nasional. Audisi The Voice Kids Indonesia season 2 menjadi pilihannya. Berkat performanya yang menawan, Anggis lolos audisi tingkat Bali dan maju ke babak blind audition di Jakarta. Bagi Anggis, tampil di ajang pencarian bakat yang digelar oleh GTV tersebut adalah sebuah tantangan yang harus dilalui dengan kerja keras dan latihan yang serius. ‘’Saya sangat bersyukur hingga saat ini telah masuk ke babak semifinal. Mohon doa restu dan dukungan masyarakat Bali agar Anggis lebih bersemngat dan semoga bisa masuk ke babak grandfinal,’’ tutupnya. (r)
Bahaya Primer Dari Hal. 1 Oleh karena itu, radius tertentu masih harus dikosongkan untuk menghindari bahaya. Baik bahaya primer yakni material piroklastik letusan Gunung Agung maupun bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan. ‘’Sampai saat ini perkembangan Gunung Agung aktivitasnya masih tinggi dan fluktuatif. Dari pengamatan
visual masih ada embusan asap,’’ ujarnya. M e n u r u t K a s b a n i , p ihaknya tidak hanya mengandalkan satu parameter untuk menentukan status gunung berapi. Akan tetapi komprehensif dan menyeluruh meliputi data seismik, deformasi, geokimia dan penginderaan jauh satelit. (kmb32)
Kasus Bendesa Tanjung Benoa
Dhamantra Pertanyakan Sikap MUDP Mangupura (Bali Post) Sidang lanjutan kasus dugaan perluasan daratan tanpa izin dan perusakan kawasan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (KSDA-E) di kawasan Hutan Taman Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Rabu (6/12) kemarin dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan tempat. Saat tim dari Pengadilan Negeri Denpasar tiba, ratusan warga Tanjung Benoa juga ikut turun ke lokasi. Selain itu, turut hadir anggota DPR-RI dapil Bali Nyoman Dhamantra untuk memberikan semangat kepada Made Wijaya alias Yonda selaku Bandesa Adat Tanjung Benoa, dan lima terdakwa lainnya yakni I Made Marna, I Ketut Sukada, I Made Mentra, I Made Dwi Widnyana dan I Made Suartha. Pada kesempatan tersebut, Nyoman Dhamantra sangat menyayangkan, kenapa kasus tersebut masih dilanjutkan. Menurutnya, dalam konstitusi Pasal 18 B serta putusan MK No. 95/PUU-XII/2014 tentang Masyarakat yang hidup secara turun-temurun di dalam hutan tidak dapat dikriminalisasi. ‘’Sudah jelas dan tegas. Jadi dilarang mengkriminalisasi dan mempidanakan,’’ pungkasnya. Dikatakannya, apabila kasus ini masih berlatut-larut, ini ke-
sannya seolah-olah ada upaya kriminalisasi. Karena sesuatu yang seharusnya menurut tata aturan dan tata ketentuan yang ada, bahwa jero bendesa itu sudah melakukan sesuai dengan apa yang diamanatkan, apalagi menyangkut masalah wewidangan. Bahkan dalam keputusan MK No. 35 itu sudah jelas, bahwa yang namanya kawasan hutan milik masyarakat adat, tidak termasuk kawasan hutan negara. ‘’Jadi pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat setempat. Dan awig-awig yang mengatur wewidangan itu, sudah ada,’’ ujarnya. Ke depan pihaknya berharap ada kesadaran tentang payung hukum yang menyangkut persoalan pengaturan tata kelola
Bali Post/kmb23
BERSAMA KRAMA - Anggota DPR Dapil Bali Nyoman Dhamantra berada di tengah-tengah warga Tanjung Benoa, Rabu (6/12) kemarin.
Mulai Terjadi
Dari Hal. 1 Sementara itu, Kadisnakertrans Karangasem I Nyoman Suradnya mengatakan, situasi yang tidak diinginkan itu sudah mulai terjadi. Sejak gonjang-ganjing Gunung Agung, ada sejumlah karyawan yang melapor di-PHK. Disnakertrans sudah melakukan upaya fasilitasi namun karyawan tersebut masih belum dipekerjakan lagi. ‘’Pihak hotel mengaku terpaksa melakukan PHK karena tak mampu membayar gaji. Tapi mereka berjanji akan mempekerjakan lagi karyawan bersangkutan jika kondisinya sudah membaik,’’ ungkapnya. Seniman Asing Lalu bagaimana dengan kawasan pariwisata Sanur? Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata tertua di Bali. Destinasi pariwisata ini mulai dikunjungi tahun 1930-an. Desa
Bali agar sesuai dengan adat, tradisi, budaya dan agama yang ada. Payung hukum inilah yang akan memberikan penyesuaian terhadap ketentuan dan aturan yang ada di atasnya, sehingga pengelolaan pengaturan dan tata kelola adat itu tidak seperti sekarang. Pihaknya juga menyayangkan, dalam kodisi ini, kenapa pihak Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) tidak ikut bergerak. Padahal MUDP dibentuk untuk melakukan pengorganisasian. ‘’Kalau ada masalah seperti ini, harusnya mereka tampil paling depan. Apakah melakukan mediasi, sosialisasi dan lain sebagainya. Tapi ke mana mereka itu,’’ pungkasnya. (kmb23)
ini mulai dikenal dunia sejak datangnya para seniman asing. Di antaranya pasangan penari dan juru foto asal Amerika, Katharane dan Jack Mershon; Hans dan Rolf Neuhaus bersaudara dari Jerman, serta pelukis Belgia Adrien-Jean Le Mayuer de Marphes yang menikah dengan seorang penari cantik Ni Polok. Mantan Perbekel Sanur Kaja I.B. Ketut Kiana, Rabu (6/12) kemarin Mengungkapkan, destinasi wisata Sanur berbeda dengan tempat lainnya di Bali. Meski menjadi pioneer dalam dunia pariwisata, perkembangannya tidak sampai kebablasan. Sampai kini Sanur masih bisa bebas dari ingar-binggar diskotek atau hiburan sejenisnya yang melekat dengan dunia pariwisata. ‘’Pariwisata Sanur lebih mengedepankan kenyamanan dan ketenangan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berusia tua, terutama dari Eropa,’’ ujar Kiana.
Dari Hal. 1 Sementara itu, anggota DPRD Bali asal Sanur I.B. Gede Udiyana mengatakan, dalam menjaga eksistensi Sanur sebagai destinasi unggulan, banyak tantangan. Termasuk bencana alam yang saat ini menimpa Bali akibat erupsi Gunung Agung. Padahal, sektor pariwisata mengandalkan keamanan dan kenyamanan. Meski bersifat insidental, namun sudah menggoyahkan sektor unggulan ini. Karena itu, pemerintah bersama stakeholder harus duduk bersama untuk merumuskan sebuah grand design yang komprehensif untuk keberlanjutan pariwisata Sanur. ‘’Bila ini tidak ditanggapi secara serius, ancaman lebih besar tidak akan terelakkan. PHK di sektor pariwisata sudah di depan mata. Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis,’’ jelas mantan Ketua Yayasan Pembangunan Sanur dan mantan Ketua Komisi B DPRD Denpasar ini. (kmb12/kmb)
Membangun Daerah Dari Hal. 1 ‘’Kalau desa maju, kota dengan sendirinya juga akan maju. Kita berusaha membangun daerah dari pinggiran seperti yang diamanatkan Presiden. Yang jelas, penghargaan ini menambah semangat kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi daerah Tabanan,’’ tukasnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya berharap agar pemerintah daerah ikut serta membangun dan menjaga mesin pertumbuhan ekonomi bangsa yang kini mulai membaik. Hal itu ditandai dengan iklim investasi yang telah membaik dan ekspor
yang menguat. ‘’Kita harus tetap menjaga mesin pertumbuhan ekonomi bangsa. Itu bisa dicapai bila konsumsi tetap cukup tinggi. Daya beli masyarakat harus tetap dijaga, konfidennya dijaga. Pemerintah juga mengelola keuangan yang baik. Ini bisa menjadi tambahan dalam menjaga mesin pertumbuhan ekonomi. Untuk menciptakan momentum seperti ini peranan pemerintah daerah sangat penting,’’ ujar Menteri Sri Mulyani. Saat ini, sambungnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai mendapatkan perhatian di tingkat internasional. Di level internasional, Menteri Sri Mulyani mencontohkannya
Tindak Pidana
dengan pengakuan Bank Dunia terhadap Indonesia dalam peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB). Tadinya, Indonesia berada pada peringkat ke-91 dan sekarang naik ke peringkat ke-72 dengan nilai 66,47. ‘’Kita sudah sudah cukup baik dalam iklim investasi. Jadi saya ingin pemerintah daerah juga ikut menjaganya. Prestasi ini bisa dicerminkan dengan perbaikan di daerah-daerah. Saya ingin pengelolaan keuangan daerah berorientasi pada birokrasi dan tata kelola dalam rangka meningkatkan pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha. Fokus ini sangat relevan di hari ini dan ke depannya,’’ imbuhnya. (ad303)
Berkas perkara bernomor BP-91/23/11/2017 itu bertuliskan perkara tindak pidana korupsi penetapan pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP elektronik) tahun 20112012 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Irman selaku Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat
Pembuat Komitmen di Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) 2011-2012 dan kawankawan. Selain itu ada tulisan: ‘’Atas nama tersangka Setya Novanto (Ketua DPR) yang melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP’’. Pengadilan punya waktu setidaknya tujuh hari untuk menentukan tanggal persidangan perkara tersebut. (ant)
Rawan Konflik Dari Hal. 1 Saat uji kelayakan dan kepatutan, Marsekal Hadi Tjahjanto meyakini persoalan konflik konunal berbasis suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) akan selalu ada di tengah masyarakat. Dia memaparkan potensi rawan ancaman konflik komunal bisa berubah menjadi konflik horizontal, lalu bisa berkembang menjadi gerakan pemberontakan yang dapat mengancam keberadaan pemerintahan yang sah. ‘’Konflik komunal yang berbasis suku, agama dan
ras sudah pasti akan selalu ada. Namun apabila persoalan ini tidak dapat dikelola secara baik maka akan berubah menjadi konflik horizontal yang berpotensi merongrong legitimasi pemerintahan yang sah atau pemberontakan,’’ katanya. Hadi menjelaskan, pada dasarnya potensi ancaman dapat dikategorikan dalam tiga yaitu di tingkat global, regional dan nasional. Selain menyinggung konflik komunal di tingkat nasional itu, dua potensi ancaman lain di tingkat global dan regional juga disinggung Hadi Tjahjanto. (kmb4)
Negara Arab Dari Hal. 1 Sebelumnya, Trump pada Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab terkait rencananya memindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem. Beberapa pejabat tinggi AS sebelumnya mengatakan
bahwa Trump kemungkinan pada Rabu akan menyatakan pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota negara Israel, namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan. (ant)
16 Pages
4 Number 10th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo st.com. ernationalbalipo
om. http://epaper.int
L O N A A T I E R N I N T
Thursday,
December
ationalbalipost.c online: http://www.intern
s ift spend Taylor Sw ek atop third we 0 chart 20 Billboard
7, 2017
Transportation access could be key solution
r 7, 2017
, Decembe Thursday
streams activity (1,500
streaming atop the equal one album). Songs chart, her throne sales, held onto On the Digital consecutive online single - Taylor Swift chart for a third which measureslove song “Perfect” 200 album LOS ANGELES No. 3 with Ed Sheeran’s Billboard to No. 1 from weekly U.S. 3. top climbed60,000 copies sold.new vera steady at No. entry in the week on Monday. nearly
IBP/net
’ Companion ‘Prairie Home ed after to be renam r’s firing Garrison Keillo Garrison
Keillor
new released this record 1, in The only 200 chart The singer on Dec. As units album the Billboard Swift’s “Reputation” sion of “Perfect” 147,000 album ac- 10 of was a collaborative with Beyonce. sold another ending Nov. 30, and Fabolous, which he duets song is at the top of week opening of Monday, the has been in the weekfigures from Nielsen by rappers Jadakiss chart and Elm Street,” cording to U.S. iTunes22 million times on “Friday on tallies the Music. at No. 10. week is acappella 200 chart viewed nearly At No. 2 this festive album The Billboard sales, song sales YouTube. (rtr) while album and group Pentatonix’s units from Christmas,” one album) “A Pentatonix Sam Smith’s latest (10 songs equal held British singerThrill of it All” album “The
the U.S. radio until his Home Companion,” for decades accused - “A Prairie was Keillor presented NEW YORK after the raconteur that Garrison to be renamed variety show of the longlast year, is over as host from retirement who took misconduct. on Saturdaybefore of sexual the mandolinist the accusations staged Chris Thile,last year, addressed theater where it is City running show the New York Public Radio Hall, the Town since Minnesotacalled Keillor’s a live audience. the first episodewith Keillor, Thile other prominent In opening linked it to been accused business relationship news” and who have ended its “heartbreaking entertainment dismissal media and gather around, or assault. be a place for us to respite from men in politics, to harassment gain of sexual this show, I want it reflect and thrilled as ever to together, as “As for to Town “And I’m music, laugh City, welcome hear great troubles,” Thile said. York New on our weekly to you live from to questions say: “Coming did not respond Hall.” for the show Minneapolisa A spokesman of email to the bare back said in an Sunday. Keillor, 75, touched thelater sent a note firing, his he accidentally After and that that he had Star Tribune whom he had worked not been pubher recoil. woman withto her after seeing of misconduct has him of apologizing who accused a mixture The woman Home Companion,” and hosted licly identified. “A Prairie and social commentary, Minnesota a fictional music Keillor created sketches, 2016. He created to gentle comedy in the show. at the Fitzgerfrom 1974 staged the programWobegon, which featured was often state of Minnesota. town, Lake Town Hall, the show home in Keillor’s Besides in St. Paul, Theater ald (rtr)
You can
Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
Antara Foto/Hafidz
seen in the
background
from Amed,
Mubarak
A/ via REUTERS
, Bali, Indonesia
De-
Karangasem
cess tation ac Transpor key solution could be
it arrived boat after a fishing Foto. fish from taken by Antara collects A woman 2017 in this photo 5, cember
on shore
as Mount
Agung is
Tourism needs
Images/AFP Kevork Djansezian/Getty
Taylor Swift
onal Bali
find Internati
Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
No. 106 Dps Jl. Raya Puputan No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget
Post at:
d
to be rescue
separately, Office, When contacted Bali Tourism said added. Head of Yuniartha Putra, and period, he targeted not recoveryorder to reach the capital A.A. Gede like promotion “IN things if things do this tourist visits, of that n with ambassadors to tourism emergency month”, said number ofbe invested. Lack as a way in the next dan- communicatio intensified Bali amidst prone areas needs to the short term is have been ’s disaster of Mount improvepolitician from Denpasar. in Ardhana, tourism in PDI-P maintain of Karangasem continued include liquidity he explained. Tourism conditions. the eruption a result of 6 Currently, - Residents lot of capital these difficult need to effects of as to page require a DENPASAR ones to feel the become sluggish are usually rescue measures transport access gerous, costs, but Continued only in has that of businesses costs and high means are not the building trust attractions lost their jobs. the liquidity also be heard due to high tourism sector profits. This News can even at Global Promotion also yields high prospects – even Agung. Bali’seruption. Many tourists and maintaining industry. some have in “Bali Image” from 9.30 60 percent has high long as 96.5 services and the volcanic now deserted and to drop by – January. the tourism Radio FM am. Listen to to tourismthan oil and gas as there done and are predicted also needs needs to be higher until 10.00 FM at http:// crowded are secure and not so easy in the period of November about the goal comfort for visitors aggressively. conditions remain explained. m Global Radio situation is , he ten2myradio.co “Well, this September and Octo- He is also pessimistic per year being be addressed morehe said should he added at http:// is no disaster” In tourists globalfmbali.lis streaming http:// to manage. mountain first started of 5.5 million The government, he Appeals to banks, loosening The government, or live video ali.com and alternate modes to the regarding li. activity, met for 2017. speed ber when serious steps as also be maderelated to the tourism should think about of volcanic radioglobalfmb nel/global-fm-ba desuch as high govneeds to take disaster 15 percent showing signs ustream.tv/chan its policies transportation ferries in case the already a of tourist ar- said tourism from this and municipals comes need of tourist there was sector. District banks also he said. trains and the number Rai Airport”, rescue of Bali’s GRDP as well as crease in outstanding airport closes again, 60 percent ernments for sector. Ngurah of II in the tourists rivals through of Commission s, from the tourism to make concession and during the trust of “Restoring to Bali is key. Thea liabilities for now said a member of Representative the Bali HouseAdhi Ardhana, when transport access to consider this needs A.A. Ngurah Tuesday (Dec. 5). government on contacted added that tourist arrivals Ardhana
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Kamis Umanis, 7 Desember 2017
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Empat Budaya Karangasem Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional Kabupaten Karangasem selalu diidentikkan sebagai wilayah miskin, tandus dan tertinggal. Siapa sangka dengan segala kekurangan itu, Karangasem justru diberkati kekayaan tradisi yang terus dilestarikan hingga menjadi budaya adiluhung di setiap sudut wilayah Karangasem. Setelah berjuang cukup lama dalam menjaga eksitensi budaya itu, kini Karangasem memetik hasilnya. Satu per satu kekayaan budaya Karangasem mendapat penghargaan sebagai Warisan Budaya Nasional. Tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan empat budaya Karangasem menjadi warisan budaya nasional tak benda. Keempat budaya itu, yakni Usaba Sumbu di Desa Pakraman Timbrah, Usaba Dangsil di Desa Pakraman Bungaya, Gamelan Selonding khas Karangasem, dan Makare-kare atau Mageret Pandan di Desa Tenganan Pegringsingan. Penetapan keempatnya sebagai warisan budaya nasional tak benda itu, dilakukan melalui sebuah sidang di Hotel Milenium, 22 Agustus lalu. Sertifikat penetapannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, selanjutnya Dinas Kebudayaan menyerahkan sertifikatnya kepada Dinas Kebudayaan Karangasem, Rabu (6/12) kemarin, untuk selanjutnya diserahkan kepada masing-masing desa pakraman di Taman Budaya Candrabhuana, Amlapura. Dengan penetapan ini, pemerintah pusat juga bertanggung jawab terhadap upaya pelestariannya. Empat tradisi ini diusulkan karena dinilai paling layak, sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah
pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Meski demikian, Dinas Kebudayaan sendiri mengakui kalau tradisi di Karangasem ini cukup banyak. Oleh karena itu, usulan tradisi menjadi warisan budaya nasional tak benda, akan dilakukan secara bertahap setiap tahun karena keterbatasan anggaran. “Ini kabar baik bagi upaya pelestarian kebudayaan kita. Kita punya banyak sekali budaya yang unik dan sakral. Sisanya juga akan kami usulkan lagi secara bertahap,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, Rabu kemarin. Bila sudah ditetapkan menjadi warisan budaya nasional tak benda, terjadi ancaman tradisi ini nyaris punah, pemerintah wajib melakukan rekronstruksi untuk mengembalikan atau melestarikannya agar tidak punah. Langkah ini pernah dilakukan untuk membangkitkan kembali seni Wayan Wong dan Gambuh di Desa Ban, Kecamatan Kubu, salah satu peninggalan kebudayaan yang dulu cukup dikenal. Sebelumnya, pada tahun lalu, dua budaya Karangasem sudah lebih dulu ditetapkan sebagai
Bali Post/ist
DANGSIL - Krama Desa Adat Tenganan Dauh Tukad saat mengusung Dangsil Desa, diikuti krama Desa Adat Timbrah yang mengusung Dangsil Dalem.
Usaba Dangsil
Ritual Terbesar Desa-desa Tua di Karangasem Inilah ritual terbesar yang melibatkan desa-desa tua di Karangasem. Usaba Dangsil yang diyakini sangat sakral, Pelaksanaannya terakhir dilakukan pada 29 Agustus 2016. Lebih dari 20 ribu warga dari desa-desa tua di Karangasem saat itu, memadati setiap sudut desa tua ini. Puncak Usaba Dangsil ini diawali dengan ritual mapepada. Setelah itu, baru Ida Batara Kabeh masucian ke Pura Penataran, kemudian malinggih di Pura Bale Agung. Ida Batara Bagus Selonding kapundut oleh Truna menuju Pura Penataran. Suasana magis mulai terasa, tatkala Ida Batara Bagus Selonding mamargi melalui lantaran atau kain kasa putih dari Pura Bale Agung menuju Pura Penataran sekitar 300 meter. Angin berhembus sangat kencang. Seluruh warga yang hadir juga sujud bakti kepada pralingga Ida Batara Bagus Selonding yang diyakini sangat pihit (sakral). Setelah itu, barulah tujuh dangsil diarak menuju Pura Panataran secara bergiliran. Mulai dari Dangsil Nungnungan oleh krama Desa Kastala. Dangsil Desa oleh krama Desa Tenganan Dauh Tukad. Dangsil ini dinaiki oleh keturunan Puri Agung Karangasem. Selanjutnya, Dangsil Dalem saat diarak ke tempat yang sama juga tak kalah menegangkan. Soalnya, Dangsil Dalem menjadi yang tertinggi dan memiliki bobot terberat, mencapai lebih dari 6 ton. Warga Desa Adat Timbrah yang mendapat tugas mengaraknya, tak mengalami kendala. Di tengah cuaca panas dan angin kencang, sambil berteriak “Surak Suhu” (penghormatan kepada Ida Batara Bagus Pejenengan), Dangsil Dalem dengan mudah terangkut ke Pura Penataran. Dangsil Dalem ini sejak awal menjadi pusat perhatian. Sebab, saat diarak, ujungnya harus benarbenar dijaga agar tidak patah. Ini menjadi tugas warga yang memegang tali, agar keseimbangannya tetap terjaga. Setelah Dangsil Dalem, selanjutnya baru dangsil lainnya, seperti Dangsil Sana Kauh dan Dangsil Puseh yang diarak oleh krama Desa Bebandem, Macang, Kayu Putih, Tihingan. Disusul Dangsil Pengguhung dan Dangsil Susuan yang diarak oleh krama Desa Adat Bugbug. “Setelah semua dangsil napak, baru Ida Batara Kabeh kapundut Truna Desa Bungaya, Desa Asak, Desa Batudawa ke Pura Penataran,” terang Manggala Prawartaka Usaba Dangsil 2016, Ida Bagus Wayan Jungutan.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri
Bali Post/dok
Bali Post/dok
Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa
Bukti Kekayaan Budaya Karangasem
Bali Post/ist
MABIASA - Iring-irngan prawayah, prabagus, pragaluh dan daha desa adat bersama jempana Ida Batara saat proses mabiasa dengan mengelilingi wilayah desa sebanyak tiga kali. warisan budaya nasional tak benda. Dua budaya itu adalah Gebug Ende di Desa Seraya dan Terteran di Desa Jasri. Setelah penetapan sebagai warisan budaya nasional, keduanya rencananya diusulkan lagi ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia, seperti warisan budaya Kain Gringsing khas Tenganan Pagringsingan. Proses usulan itu nantinya dilakukan oleh pemerintah pusat. Untuk diketahui, kain gringsing ini sudah lebih dulu ditetapkan sebagai warisan budaya nasional beberapa tahun lalu setelah diusulkan oleh Pemprov Bali ke pemerintah
pusat. Bahkan, setelah menyandang gelar warisan budaya nasional, kain gringsing khas Tenganan juga sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Setelah ada enam warisan budaya nasional dan satu warisan budaya dunia, beberapa budaya lainnya yang segera diusulkan lagi antara lain Usaba Dodol dan Siat Sarang di Desa Selat serta Siat Ketupat di Desa Tenganan Dauh Tukad dan Desa Apit Yeh. Seluruh pelaksanaan tradisi ini sudah didokumentasikan, sebagai salah satu syarat pengajuan tradisi ini sebagai warisan budaya nasional tak benda.
Perhatian pemerintah pusat terhadap budaya di Bali sudah cukup besar. Sebab, budaya dan tradisi tidak hanya terkait dengan nilai-nilai lokal genius masyarakat Bali, tetapi juga erat kaitannya sebagai penunjang pariwisata Bali. Budaya menjadi aset pariwisata Bali, khususnya Karangasem, yang tidak ada duanya di Bali. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menilai penghargaan warisan budaya nasional ini menjadi bukti kekayaan budaya Karangasem dan menjadi pembeda daerah lain di Bali. Puluhan budaya adi luhung masyarakat ini tumbuh bersama bentang alam Karangasem yang memesona. Sarat dengan nilai-nilai sakral, namun unik dan indah dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, Bupati Mas Sumatri sepakat bahwa budaya yang unik dan sakral harus dilestarikan. Dia mengapresiasi bagaimana Dinas Kebudayaan Karangasem mempersiapkan dan mengawal proses penetapan budaya-budaya Karangasem menjadi warisan budaya nasional hingga warisan budaya dunia. Manfaatnya tidak hanya pada diperolehnya sertifikat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tetapi, bagaimana pelaksanaan budaya itu terdokumentasikan dengan baik. “Kekayaan budaya kita tak ada duanya di Bali. Inilah kelebihan kita di Karangasem. Semua itu masih terjaga dan dilestarikan oleh setiap masyarakatnya,” kata Bupati Mas Sumatri. Dalam mendokumentasikan dan melestarikan budaya dan tradisi ini, Dinas Kebudayaan Karangasem sejak tahun 2013 sudah giat
melakukan inventarisasi budaya sebagai aset pusaka di seluruh wilayah Karangasem. Proses inventarisasi ini dilakukan secara bertahap, diambil dua kecamatan setiap tahunnya. Selain untuk pendokumentasian, proses inventariasasi aset ini juga untuk mendukung program pemerintah pusat yang menetapkan Karangasem sebagai salah satu kota pusaka. Pendokumentasian suatu pelaksanaan budaya, menurutnya menjadi langkah awal dalam penyelamatan budaya-budaya adi luhung di Karangasem. Sekarang, setelah mendapat pengakuan langsung dari pemerintah pusat, dia berharap pemerintah pusat berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kelestariannya, sesuai asas manfaat dari penetapan budaya sebagai warisan budaya nasional. Sebab, nantinya ini erat kaitannya dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, agar upaya pelestarian itu bisa tetap berjalan. Dalam upaya pelestarian ragam budaya di Karangasem, Bupati Mas Sumatri juga mendorong agar Dinas Kebudayaan Karangasem bisa mengeksplorasi dalam kegiatan pada momenmomen tertentu. Sehingga masyarakatnya punya wadah untuk menunjukkannya. Menurutnya, masyarakat juga harus diberdayakan untuk menjaga dan melestarikan budayanya sendiri. “Kita sekarang sudah punya Taman Budaya Candrabhuana. Nanti kami manfaatkan itu, untuk memberi wadah masyarakat kita untuk tampil. Sekaligus mendukung grand design pariwisata Karangasem,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa.
Usaba Sumbu
Selonding
Persembahan Ribuan Babi Guling
Gamelan Sakral, Hanya Ditemukan di Desa Tua
Umat Hindu di Desa Pakraman Timbrah, Karangasem, setiap tahun melaksanakan Aci Usaba Sumbu. Pelaksanaannya berlangsung selama seminggu, mulai dari Usaba Sumbu Kaja hingga Usaba Sumbu Kelod. Dalam Aci Usaba Sumbu Kaja, warga setempat masih menjaga tradisi leluhur dengan mempersembahkan ribuan babi guling ke Pura Panti Kaler. Persembahan babi guling ini sebagai wujud yadnya tulus ikhlas warga setempat kepada Ida Batara, atas karunianya menjaga keseimbangan alam bhuana agung beserta isinya, sehingga umat manusia dapat hidup tentram dan damai. Ritual tahunan ini tergolong unik, soalnya setiap kepala keluarga menghaturkan masing-masing satu babi guling. Sehingga dipastikan ada ribuan babi guling yang dipersembahkan kehadapan Ida Batara menumpuk di dekat panggungan Pura Panti Kaler. Klian Desa Adat Timbrah Wayan Sukertha menjelaskan Aci Usaba Sumbu dilaksanakan tiap sasih kasa (tilem). Dalam pelaksanaannya, desa memilih lima remaja putri untuk menyiapkan sarana sumbu (tiang dari bambu lengkap dengan hiasan). Tiga sumbu untuk Usaba Sumbu Kaja dan dua sumbu untuk Usaba Sumbu Kelod. Usaba Sumbu Kaja ditujukan kepada Ida Batara Muter Jagat dan Ida Batara Mayun. Sedangkan Usaba Sumbu Kelod ditujukan untuk Ida Batara Sri Rambut Sedana. “Persembahan babi guling sebagai wujud terima kasih dan syukur warga atas limpahan karunia Ida Batara, berupa hasil bumi dan ternak,” katanya. Tradisi persembahan ribuan babi guling ini, bermula dari beberapa warga yang ngaturang sesangi dengan babi guling setiap ritual Usaba Sumbu. Hal itu tiap tahun terus berkembang diikuti warga lainnya, hingga setiap keluarga juga menghaturkan babi guling. Persembahan babi guling setiap kepala keluarga kemudian menjadi tradisi yang bertahan hingga saat ini. Warga percaya, persembahan babi guling menjadi yadnya yang tulus ikhlas kepada Ida sesuhunan. Guna melestarikan tradisi ini, setiap warga selalu memelihara babi di rumahnya. Sehingga, rumah-rumah warga di desa setempat lengkap berisi kandang babi. Selain ribuan babi guling, ada juga sumbu yang menarik perhatian karena unik. Disusun dari berbagai bahan yang rumit dan sakral. Dalam seminggu pelaksanaannya, juga ada beberapa pelaksanaan tradisi unik, seperti mabarang hingga ngundangin sebelum pelaksanaan ritual masineb.
Gamelan Selonding menjadi alat musik tradisional Bali yang usianya lebih tua dibandingkan dengan gamelan-gamelan lainnya. Selonding menjadi gamelan sakral yang digunakan untuk melengkapi upacara keagamaan (Hindu) di Bali. Persebaran Gamelan Selonding di Kabupaten Karangasem dapat ditemui di beberapa desa tua seperti Bugbug, Seraya, Tenganan Pegringsingan, Timbrah, Asak, Bungaya, Ngis, Bebandem, Besakih hingga Selat. Dalam konteksnya dengan desa adat, gamelan selonding ini digunakan untuk mengiringi prosesi upacara-upacara besar seperti Usaba Dangsil, Usaba Sumbu, Usaba Sri, Usaba Manggung dan lain sebagainya. Dalam dokumen resmi Dinas Kebudayaan Karangasem, kata Selonding berasal dari kata “Salon” dan “Ning” yang berarti tempat suci. Selonding merupakan gamelan yang dikeramatkan atau sangat disucikan. Mengenai sejarah munculnya gamelan Selonding belum bisa dipastikan namun ada sebuah mitologi yang menyebutkan pada zaman dahulu, orang-orang Tenganan Pegringsingan mendengar suara gemuruh dari angkasa dan datang suara secara bergelombang. Pada gelombang pertama suara itu turun di Desa Bungaya (sebelah timur laut Tenganan) dan gelombang kedua turun di Tenganan Pegringsingan. Gamelan Selonding terbuat dari bilah-bilah besi yang diletakkan dengan pengunci secukupnya di atas badan gamelan tanpa bilah resonan (bambu resonan). Suara yang ditimbulkan dari alat musik ini pun sangat khas dan klasik yakni gamelan berlaras pelog sapta nada (tujuh nada). Selonding biasanya disuarakan untuk mengiringi pelaksanaan upacara-upacara sakral dengan jenis gending yang berbeda, seperti Gending Geguron pada upacara sakral yakni Ranggatating, Kulkul Badung, Kebogerit, Blegude, Ranggawuni. Sedangkan jenis Gending Petegak (sebelum upacara dimulai) yakni Nyangnyangan, Sekar Gadung, Rejang Gucek, Rejang Ileh. Untuk mengiringi tarian rejang dan Perang Pandan (Mekare-kare) yakni ada gending penegak Duren Ijo, Lente, Embung Kelor, Kare. Adapula jenis gending yang berasal dari gamelan gambang seperti Malat, Raras Tunjung, Kesumba, Selambur, Pangus, Pamungkah. Saat ini Selonding sudah mengalami perkembangan, tidak saja di Kabupaten Karangasem namun juga hampir bisa ditemui di semua daerah di Bali. Namun, yang bersuara klasik hanya ditemukan di Karangasem. Gamelan selonding merupakan gamelan yang sakral bagi sebagian besar Desa Pakraman di Kabupaten Karangasem.
Bali Post/ist
USABA SUMBU - Ribuan babi guling dihaturkan warga Desa Pakraman Timbrah, saat Usaba Sumbu Kaja, dipersembahkan ke hadapan Ida Batara di Pura Panti Kaler.
Bali Post/ist
PERANG PANDAN - Masyarakat Desa Tenganan saat melaksanakan tradisi perang pandan. Seikat daun pandan, menggores keras kulit lawan bertarung hingga berdarah-darah.
Makare-kare
Penghormatan terhadap Dewa Perang Desa Tenganan Pegringsingan sangat konsisten melestarikan adat dan tradisinya. Salah satunya, tradisi makare-kare atau mageret pandan. Ritual perang pandan, kini telah berkembang menjadi salah satu daya tarik pariwisata bagi Desa Tenganan Pegringsingan. Bagi masyarakat desa setempat, ikut dalam perang pandan, adalah bentuk yadnya paling ikhlas, sebagai penghormatan terhadap para dewa, khususnya Dewa Indra. Filosofi tradisi perang pandan ini sebagai bentuk yadnya yang paling ikhlas, karena mengorbankan darah manusia. “Kalau kita tidak laksanakan tradisi ini, kepercayaan masyarakat kami, desa kami bisa terjadi bencana. Sehingga tradisi tetap dilestarikan,” kata Luanan atau Dewan Penasihat Desa Tenganan Pegringsingan, Wayan Yasa. Perang Pandan dilaksanakan serangkaian dalam aci Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegringsingan tepat pada sasih kalima. Usaba Sambah diawali dengan persembahan memotong kerbau sebagai caru, hingga beberapa hari berikutnya dilaksanakan Perang pandan dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama di di Bale Patemu Kaja. Kemudian kedua, dilanjutkan di Bale Patemu Tengah dengan tambahan panggung atraksi. Hari kedua perang pandan juga dikenal masyarakat setempat dengan nama pangrame sambah. Dalam pelaksanaannya, dua pemuda yang saling berhadapan, harus bisa menyerang lawan sambil menghindari serangan lawan. Diperlukan teknik berperang yang benar dengan mengendalikan emosi tanpa ada rasa dendam. Hal ini sebagai bentuk untuk melatih kesabaran dan melatih sportivitas. Siapapun pemuda di Desa Tenganan Pagringsingan dari yang sudah menikah atau masih anak-anak diperbolehkan memasuki arena. Perang pandan, semakin terasa seru dan menegangkan diiringi tiga alat musik sakral gamelan selonding. Nantinya setiap lukanya akan diobati khusus dengan obat yang disakralkan. Obat tersebut sudah dipersiapkan sebulan sebelumnya. Bahan-bahannya berupa rempah-rempah, seperti kunyit dan lainnya yang mengandung iyodium. Sebelum dipakai, obat tersebut diproses secara sakral. Usai Perang Pandan, para pemuda setempat akan saling mengobati. Banyak warga dari luar Desa Tenganan Pagringsingan juga mau terjun dalam tradisi ini karena dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Bali Post/ist
SELONDING - Warga Desa Bugbug saat memainkan gamelan selonding dalam suatu ritual di desa adat setempat. Desa Bugbug menjadi salah satu desa tua yang melestarikan gamelan selonding ini.